P. 1
Fungsi Sistem Sirkulasi Darah

Fungsi Sistem Sirkulasi Darah

|Views: 981|Likes:
Published by Syaifur Rokhman

More info:

Published by: Syaifur Rokhman on Apr 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2012

pdf

text

original

FUNGSI SISTEM SIRKULASI DARAH

Oleh : Nama NIM Rombongan Kelompok Asisten : Saifur Rokhman : B1J010206 :V :3 : Dewi Apriyani

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN I

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS BIOLOGI PURWOKERTO 2011 I. PENDAHULUAN

A. Latar belakang Sistem sirkulasi darah yang diamati pada praktikum kali ini adalah sirkulasi darah pada larva ikan gurame. Sistem sirkulasi darah pada ikan adalah sistem peredaran darah tertutup, yaitu sirkulasi dimana darah melewati jantung hanya satu kali dalam peredaran darahnya keseluruh bagian tubuh dan darah tetap dalam sistem tertutup (Frandson,1996). Ikan merupakan vertebrata tertua dan mempunyai sistem sirkulasi primitif. Sistem peredaran darah pada ikan merupakan sistem peredaran darah tunggal, dimana darah setiap kali beredar melewati jantung hanya satu kali. Jantung ikan, terdiri dari satu atrium dan satu ventrikel, darah dipompa oleh jantung melalui bulbus arteriosus menuju aorta ventral, kemudian aorta ventral memasuki darah vena menuju insang melalui arteri branchial (Schmidt and Nielson, 1990). Aliran darah pada vena dan arteri berbeda karena adanya perbedaan di dalam otot dan jaringan penyambung yang terdapat di dalamnya. Arteri memiliki banyak otot, sedangkan vena hanya sedikit (Marshall,1980). Arteri berfungsi menstransport darah di bawah tekanan tinggi ke jaringan. Arteri mempunyai dinding vaskuler yang lebih tebal dibanding vena dan darah mengalir lebih cepat. Vena berfungsi sebagai saluran penampung mengangkut darah dari jaringan ke jantung, karena tekanan di sistem vena sangat pendek, dinding vena menjadi sangat tipis (Guyton, 1993). Semua hewan vertebrata mempunyai sistem sirkulasi darah tertutup, yakni darah senantiasa berada dalam lambung kapiler, arteri, dan vena. Hewan vertebrata memiliki jantung berperan dalam sirkulasi darah. Hubungan antara laju metabolisme, respirasi, sirkulasi dan pengaturan mekanisme transport oksigen dengan media sikulasi pada jaringan hewan vertebrata. Adaptasi mempengaruhi laju metabolisme contoh permukaan insang yang lebar, konsentrasi Hb tinggi, sirkulasi darah dari jantung yang tinggi ( Richard et al.2005 ).

B. Tujuan

Tujuan dari praktikum ini adalah untuk melihat sirkulasi pada berbagai hewan dan membedakan aliran darah vena dan arteri.

II. MATERI DAN METODE

A. Materi Materi yang digunakan adalah larva ikan, cavit slide, pipet tetes, mikroskop, mangkuk.

B. Metode 1. 2. 3. 4. Larva ikan di ambil dengan pipet tetes Larva ikan ditaruh pada cavity slide Cavity slide yang telah di beri larva ikan di amati di mikroskop Dilihat perbedaan srkulasi darah pada arteri dan vena

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil 1. Tabel sirkulasi darah larva ikan No 1 2 3 4 5 Perbedaan Arah aliran Pola aliran Kandungan oksigen Warna darah Dinding pembuluh darah Aretri Keseluruh tubuh Menyebar Kaya O2 Merah muda Lebih tebal, diameter lebih kecil, fleksibel Vena Ke jantung Mengumpul Miskin O2 Merah tua Lebih tipis, diameter lebih lebar 6 Tekanan Lebih kuat Lebih lemah

2. Gambar sirkulasi darah larva ikan

3

1 2

Keterangan : 1. Arteri 2. Vena 3. Jantung

B. Pembahasan Sistem sirkulasi darah terdiri dari sistem pembuluh darah (blood vaskular system) dan sistem pembuluh limfa atau getah bening (lymph vascular system). Sistem pembuluh darah terdiri atas jantung yang pemompa darah, arteri yang membawa darah ke organ-organ dan jaringan-jaringan, kapiler saluran kecil yang beranastosome dan membelah diri serta menyediakan diri untuk pertukaran berbagai zat antara darah dan jaringan, dan vena yang mengembalikan darah ke jantung (Bevelander and Judith, 1988). Darah merupakan medium transport dari sistem sirkulasi. Sifat paling utama dari sirkulasi adalah bahwa sirkulasi merupakan lintasan yang kontinyu. Ini berarti apabila jumlah tertentu darah dipompa oleh jantung, maka jumlah yang sama juga mengalir melalui setiap bagian sirkulasi (Junquiera, 1995). Pada ikan, sirkulasi darah juga memiliki fungsi sebagai suatu media adaptasi (Brill et al., 1998) Sistem sirkulasi terdiri atas dua macam, yaitu sistem sirkulasi tertutup dan sistem sirkulasi terbuka. Sistem sirkulasi tertutup yaitu darah senantiasa berada dalam tabung kapiler, arteri dan vena. Ciri sirkulasi tertutup meliputi : sistem bertekanan tinggi yang memerlukan resistensi periferal tinggi dan dijaga keberlanjutannya diantara denyut-denyut jantung, membutuhkan dinding yang elastik, darah dibawa langsung ke organ, distribusi ke organ diregulasi dengan baik dan darah kembali ke jantung dengan cepat. Sirkulasi terbuka yaitu sebagian besar darahnya dipompa dari jantung ke dalam saluran darah tetapi saluran darah tersebut kontak dengan region terbuka atau sinuses dan darah mengalir secara bebas diantara jaringan sebelum akhirnya kembali ke jantung. Pada sirkulasi darah terbuka biasanya sistem bertekanan rendah, darah dibawa langsung ke organ seperti pada sirkulasi tertutup, distribusi darah kurang mudah diregulasi, darah seringkali kembali ke jantung dengan lambat (Yuwono, 2001). Jantung tiap-tiap hewan vertebrata berbeda-beda satu sama lain. Jantung ikan memiliki 4 bagian ruang yaitu sinus venosus, atrium, ventrikel, dan konus arteriosus (Walter and Sayles, 1959 Djuhanda, 1982). Sinus venosus dan atrium merupakan reseptor atau bagian penerima yang lebih elastis daripada dinding otot yang tebal, sedangkan ventrikel memiliki dinding yang tebal dan berotot sebagaimana fungsinya sebagai pompa penerus aliran darah. Konus memiliki dinding berotot yang membatasi ketebalannya, yang elastisitasnya membantu

dalam peraturan tekanan balik darah sebagaimana konus ditekan melalui ventral aorta pada dekat kapiler pada alat pernapasan insang (Walter and Sayles, 1959). Sistem sirkulasi darah yang diamati pada praktikum kali ini adalah sirkulasi darah pada larva ikan. Ville (1984) mengemukakan ikan termasuk ke dalam sub fillum vertebrata. Kebanyakan hewan vertebrata sistem sirkulasinya adalah sistem peredaran darah tertutup yaitu arah senantiasa berada dalam tabung kapiler, arteri dan vena. Selain itu hewan vertebrata mempunyai organ yang berfungsi untuk memompa darah yaitu jantung. Jantung pada ikan dibagi dua yaitu 1 atrium dan 1 ventrikel. Sirkulasi darah ikan merupakan peredaran darah tunggal yaitu darah melewati jantung hanya satu kali. Darah dipompa ke jantung melalui bulbus arteriosus menuju aorta ventral. Aorta ventral memasok darah vena menuju insang melalui branchialnya. Arteri ini memasok/membentuk “loops” sekitar insang yang terbagi ke dalam arteriola kemudian ke dalam kapiler dan lacuna ke dalam lamela insang, yang merupakan tempat utama untuk pertukaran gas antara darah dan air. Dengan demikian di dalam kapiler, dalam insang terjadi reoksigenasi dan insang yang dikumpulkan oleh artribranchial. Arah selanjutnya mengalir ke branchial (Yuwono, 2001). Tang dan Affandi (2002) menjelaskan bahwa bahan-bahan pengganggu seperti racun, suhu ekstrim, osmotik, infeksi atau stimulan sosial dapat menghasilkan stress. Respon stress ini salah satunya dapat berupa gangguan fisiologis darah. Beberapa parameter yang dapat memperlihatkan perubahan fisiologis darah ikan adalah jumlah sel darah merah, kadar haemoglobin dan kadar hematokrit (Santoso, 1998). Ikan mempunyai sistem portae yang merupakan portae hepatis dan renalis. Sistem portae hepatis mengumpulkan darah dari tractus digestivus, lien dan pankreas. Sistem portae hepatis membentuk persatuan dengan vena abdominalis yang mengumpulkan darah dari ekstrimitas posterior, vesica urinaria dan dinding badan bagian ventral. Sistem renalis mengumpulkan darah dari ekstrimitas posterior dan dinding badan bagian posterior yang bermuara ke dalam vena cava posterior (Parker dan Haswel,1978). Arteri adalah pembuluh darah yang bertugas untuk membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Vena adalah penbuluh darah yang bertugas

membawa CO2 hasil metabolisme dari seluruh tubuh ke paru-paru untuk

dikeluarkan (Kimball, 1993). Hurkat and Mathur (1976), menyatakan bahwa ada tiga pembuluh, yaitu arteri, vena dan kapiler. Arteri merupakan aliran darah yang berfungsi membawa darah dari jantung ke jaringan, vena berfungsi membawa darah dari jaringan ke jantung, sedangkan kapiler merupakan pembuluh yang berlokasi di jaringan. Pembuluh darah arteri berwarna lebih merah muda karena mengandung O2 yang tinggi dan CO2 yang rendah, pada saat darah mengandung O2 tinggi di kapiler jaringan. Tekanan parsial O2 turun, darah dengan mudah melepaskan O2 dan meningkatkan kemampuan membawa O2 sehingga vena yang mengalir dari jaringan ke jantung berwarna merah tua karena mengandung CO2 tinggi dari O2 yang rendah (Kimball, 1993). Arteri berdinding tebal, elastis, berdenyut dengan teratur, mempunyai klep hanya pada permukaan aorta (dekat jantung), alirannya dari jantung ke jaringan tubuh, letaknya di bagian dalam jaringan otot, tekanan cepat, berwarna merah muda, aliran darah pada percabangan menyebar. Vena berdinding tipis, tidak elastis, tidak berdenyut, pada seluruh vena terdapat klep (untuk mencegah darah kembali ke jantung), letak vena dekat dengan permukaan dan seringkali tampak dari luar, tekanannya lambat, warna merah tua serta aliran darah pada percabangan mengumpul (Fadjarwati, 1982). Menurut (Brotowidjoyo, 1994), vena berbanding tipis dan tidak elastis. Arteri berdenyut secara teratur dan mempunyai klep hanya pada aorta dengan aliran darah dari jantung ke jaringan tubuh dan paru-paru. Vena tidak berdenyut dan pada seluruh vena terdapat klep yang berfungsi mencegah kembalinya darah ke jantung. Berdasarkan kecepatannya pembuluh darah vena memiliki kecepatan relatif lebih rendah karena berasal dari cabang aliran yang letaknya jauh dari jantung serta berlawanan arahnya dengan gravitasi bumi sedangkan arteri kecepatannya lebih tinggi karena letaknya dekat dengan jantung dan darahnya berlawanan dengan gravitasi bumi (Hurkart dan Marthur, 1976). Perbedaan antara arteri dan vena dapat juga dilihat dari aliran darahnya. Kimball (1993), menjelaskan bahwa pembuluh darah arteri membawa dari jantung menuju jaringan memiliki aliran yang cepat dan bersifat menyebar karena aliran darah mendapat tekanan yang dihasilkan dari kontraksi otot ventrikel jantung. Di sekat ujung vena dari sebuah kapiler, tekanan darah jantung berkurang. Pembuluh darah vena mengalir lebih lambat dan bersifat mengumpul.

IV. KESIMPULAN 1. Sistem peredaran darah ikan merupakan peredaran darah tertutup tunggal. 2. Pembuluh darah vena ciri-cirinya warna merah tua, arah ke jantung, aliran mengumpul tekanan dan kecepatan rendah. Sedangkan pembuluh darah arteri berwarna merah muda aliran menyebar, arah dari jantung, kecepatan dan tekanan tinggi.

DAFTAR REFERENSI Bevelander, G., and Judith A.R. Erlangga, Jakarta. 1988. Dasar-Dasar Histologi. Penerbit

Brill, R.W., Katherine L.C., David R.J., Peter G.B., dan John F.S. 1998. Blood Volume, Plasma Volume and Circulation Time in a High-energy- Demand Teleost, the Yellowfin Tuna (Thunnus albacares). The Journal of Experimental Biology 201, 647–654 (1998). Brotowidjoyo, M.D. 1994. Zoologi Dasar. Erlangga, Jakarta. Djuhanda, T. 1982. Bandung. Anatomi Dari 4 Spesies Hewan Vertebrata. Armico,

Fadjarwati, T. 1982. Ikhtisar Bilologi. IPIEMS, Surabaya. Frandson, R. D. 1996. Anatomi dan Fisiologi Ternak. UGM Press, Yogyakarta. Guyton, A. C. 1993. Fisiologi kedokteran. EGC, Jakarta. Hurkat, P. and Mathur. 1976.. A Text Book Of Animal Physiology. S Chand and Co. Ltd., New Delhi. Junquiera, Carlos L., Carnerro Jote, Kelley Robert V. 1995. Histologi Dasar. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta. Kimball, J.W. 1993. Biologi. Erlangga, Jakarta. Marshall, T. P. 1980. Physiology of Mammals and Other Vertebrates. Cambridge University Press, Cambridge. Parker, T. J. and W. A. Haswel. 1978. A Text Book of Zoology Volume Vertebrata. Mc Milan. Press. Ltd. London. Brill, W. R et al. 2005. Journal of Blood Volume,Plasma Volume and Circulation time in a high energy-demand teleost, The Yellowfin Tuna. Schmidt and Nielson, K. 1990. Animal Physiologi-Adaption and Environment Fourth Edition. Cambridge University, Cambridge. Ville, C. A, W. F Walker and R. D. Barners. 1984. Zoologi Umum. Gramedia, Jakarta. Walter, Herbert E., and Leonard P. Sayles. 1959. Biology of Vertebrates, Third Edition. The Macmillan Company, USA. Yuwono, E. 2001. Fisiologi Hewan I. Fakultas Biologi Unsoed, Purwokerto.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->