P. 1
Skripsi Audit Inspektorat Kota

Skripsi Audit Inspektorat Kota

5.0

|Views: 5,477|Likes:
Published by Elvira Cie Hertika

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Elvira Cie Hertika on Apr 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/08/2015

pdf

text

original

Sections

Berdasarkan hasil analisis dari wawancara mendalam yang dilakukan

guna mengkaji pengaruh motivasi terhadap kualitas audit operasional dan hasilnya

motivasi berpengaruh terhadap kualitas audit operasional aparat Inspektorat Kota

Bengkulu. motivasi ini berpengaruh ketika aparat auditor tetap mempertahankan

konsistensi mereka sebagai aparat pemeriksa dan tingkat aspirasi yang tinggi

sehingga penting untuk menghasilkan kualitas audit yang bermutu. Sebagian

besar responden memiliki ketangguhan dalam melaksanakan tugas mereka

sebagai aparat pemeriksa, hal ini dibuktikan dengan beberapa tanggapan

responden bahwa mereka tidak akan memaafkan setiap penyimpangan yang

mereka temui pada saat melakukan audit, sekecil apapun penyimpngan tersebut.

Sikap yang tidak memberikan maaf dengan begitu saja menunjukan aparat auditor

memiliki ketangguhan dalam melaksanakan tugas yang telah dibebankan kepada

mereka. Dari sebagaian responden memberikan respon yang sangat mendukung

bahwa konsistensi sangatlah perlu untuk dipertahankan. Walapun sebagian lagi

responden tidak memberikan respon yang sama akan konsistensi tersebut karena

mereka pikir untuk apa mempertahankan konsistensi yang nyatanya mereka juga

tidak bisa secara penuh mempertahankan konsistensi tersebut hal ini karena

mereka merupakan pegawai dibawah perintah kepala daerah. Pada saat

melaksanakan tugas sebagai aparat pemeriksa yang disebut juga sebagai auditor,

108

mereka tetap melaksanakan audit pada instansi yang tidak pernah mengikuti

aturan-aturan dalam pelaksanaannya baik peraturan perundang-undangan ataupun

peraturan lainnya. Kegiatan ini tetap dilakukan karena selain itu merupakan tugas

mereka, ini juga membuktikan konsistensi mereka sebagai seorang auditor.

Responden dalam penelitian ini sangat setuju bahwa tidak dapat berjalan dengan

baik tanpa adanya keikutsertaan atupun peran dari auditor internal dalam

membantu pelaksanaan pemerintahan yang baik. Menurut mereka inspektorat

merupakan lembaga teknis daerah (LTD) yang memiliki peran yang sangat besar

dalam membantu berjalannya pemerintah yang akuntabel dan pemerintahan yang

bersih. Pendapat ini setelah ditelaah sesuai dengan Peraturan Walikota Bengkulu

Nomor 27 Tahun 2008 tentang uraian tugas, fungsi dan tata kerja lembaga teknis

daerah Kota Bengkulu. Sebagaian responden merasa tidak ada kebanggan

sedikitpun ketika mereka mendapatkan tugas mengaudit instansi pemerintah,

karena mereka menggangap itu semua merupakan suatu tanggung jawab dan tidak

perlu terlalu dibanggakan. Kebanggaan itu ada ketika hasil audit yang mereka

lakukan dapat memberikan rekomendasi dan membantu kepala daerah dalam

pengambilan keputusan, sebelum laporan keuangan tersebut diperiksa oleh BPK

selaku auditor eksternal pemerintahan. Responden akan merasa tingkat aspirasi,

keuletan dan konsistensi yang ada dalam diri mereka merupakan salah satu

motivasi intrinsik mereka dalam melaksanakan kegiatan dan menghasilkan

kualitas hasil pemeriksaan yang bagus pula dimana apabila mereka dihargai dan

diikutsertakan dalam setiap kegiatan pemeriksaan atupun kegiatan lainnya yang

berhubungan dengan tugas mereka maka tingkat aspirasi inilah yang menjadi

109

motivasi terbesar dalam menghasilkan kualitas audit yang tinggi terkhususkan

kualitas audit operasional.

Berdasarkan hasil analisis dari jawaban wawancara kepada para responden

dalam penelitian ini. Bahwa tingkat motivasi para auditor memberikan pengaruh

terhadap kualitas audit operasional yang dilaksanakan dalam pengawasan

keuangan daerah ketika aparat tersebut bersifat konsisten dan merasa

dikutsertakan terus untuk menghasilkan audit yang berkualitas. Hal ini dilihat dari

keempat hal pokok yang diangkat menjadi indikator dalam penelitian yakni,

ketangguhan, keuletan, konsistensi dan tingkat aspirasi: urgensi akan audit yang

berkualitas. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian dari Effendy (2010)

bahwa tingkat motivasi berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Hasil ini juga

sejalan dengan teori kebutuhan yang dijelaskan oleh Maslow mengenai lima

hirarki kebutuhan manusia yakni, kebutuhan mempertahankan hidup, kebutuhan

akan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan

dalam mempertinggi kapasitas kerjanya, sehingga dapat dipahami tingkatan

motivasi aparat auditor yang tinggi akan menghasilkan kualitas.

Menurut salah satu inspektur pembantu (IRBAN) yang memiliki pengaruh

dalam kegiatan pemeriksaan yang disebut dengan audit ini salah satunya adalah

motivasi karena menurut mereka sebagai pegawai negeri sipil sangat memerlukan

motivasi yang tinggi dalam pencapaian tujuan organisasi hal ini disebabkan

mereka adalah pegawai dibawah perintah kepala daerah yang sering mendapatkan

tekanan dalam melaksanakan tugas. Pernyataan ini merupakan hasil wawancara

indepth terhadap responden, jika dituliskan seperti berikut ini:

110

“Ya kalo ditanya soal motivasi mah, semua orang butuh motivasi dek
untuk melakukan kegiatan yang akan menghasilkan hal yang baik, lah kita
neekan pegawai negeri yang bekerja dibwah pimpinan kita kepala daerah
sehingga kita harus selalu mengikuti apa yang mereka perintahkan, jadi
harusnya motivasi dalam bentuk mengikutsertakan terus aparat dalam
mewujudkan pemerintahan yang baik”

Berdasarkan hasil analisis dan wawancara dengan responden ternyata

masih ada beberapa hal lain yang mempengaruhi kualitas audit yang mereka

laksanakan berdasarkan variabel motivasi ini selain keempat proksi yang

dijadikan indikator, faktor lain tersebut yakni faktor yang bersifat ekstrinsik yakni

hubungan dengan atasan dan rekan sesama tim dalam melaksanakan tugas.

Pernyataan ini merupakan hasil wawancara indepth terhadap salah satu responden

jika dituliskan sebagai berikut:

“Ada yang lebih penting kalau menurut saya dek dalam meningkatkan
kualitas audit yakni hubungan dengan sesama tim dalam menjalin
komunikasi yang efektif, nah coba kamu pikir kalo komunikasi kita
sesame tim bagus tidak menutup kemungkinan toh hasil pemerikasaan
yang kami lakukan juga bagus iya kan”

Hal ini sesuai dengan teori Herzberg menjelaskan bahwa faktor yang

bersifat ekstrinstik atau disebut dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah

faktor-faktor bersumber dari luar diri yang turut menentukan perilaku seseorang

dalam kehidupan seseorang. Sehingga faktor hygiene ini bersumber dari

ketidakpuasan kerja dalam lingkungan organisasional. Jika dilihat berdasarkan

hasil observasi memang benar tingkat keberhasilan auditor dalam menghasilkan

kualitas audit yang baik didasari dengan adanya koordinasi antara ketua tim audit

dengan anggotanya.

111

BAB V

PENUTUP

5.1 Ringkasan Hasil Penelitian

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana kompetensi,

independensi, dan motivasi aparat Inspektorat Kota Bengkulu dalam melakukan

pengawasan keuangan daerah. Kajian ini dilanjutkan untuk melihat pengaruh

ketiga variabel independen terhadap variabel dependen. pembahasan ini dilihat

dari kecenderungan awal jawaban atas pertanyaan didaftar kuesioner dan

wawancara indepth secara umum yang dilakukan dengan responden penelitian.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan berdasarkan pada persepsi

auditor inspektorat sebagai responden terhadap pertanyaan yang ada dikuesioner

maupun pertanyaan wawancara indepth untuk sebagai responden secara umum

maka dapat ditarik kesimpulan:

1) Kompetensi aparat Inspektorat Kota Bengkulu dalam melakukan

pengawasan keuangan daerah pada umumnya adalah baik hal ini dilihat

dari rata-rata presentase jawaban “Ya” berdasarkan keseluruhan indikator

adalah 81 %.

2) Independensi aparat Inspektorat Kota Bengkulu dalam melakukan

pengawasan keuangan daerah hampir sebagiannya adalah baik, hal ini

dilihat dari rata-rata presentase jawaban “Ya” berdasarkan pertanyaan

untuk keseluruhan indikator adalah 37 %.

3) Motivasi aparat Inspektorat Kota Bengkulu dalam melakukan pengawasan

keuangan daerah sebagiannya adalah baik, hal ini dilihat dari rata-rata

112

presentase jawaban “Ya” berdasarkan pertanyaan untuk keseluruhan

indikator adalah 50%.

4) Kompetensi berpengaruh terhadap kualitas audit operasional dilihat pada

saat pelatihan dan pendidikan yang diperuntukan bagi auditor meningkat

dan masa kerja auditor serta peningkatan pemahaman akan pemerintahan,

stadar, aturan, dan pengetahuan. Independensi berpengaruh terhadap

kualitas audit operasional pada saat aparat pemeriksa merasa ada

gangguan/tekanan untuk personal aparat pada saat mereka melaksanakan

pemeriksaan dan masih belum jelas kepada siapa mereka harus

melaporkan gangguan yang mereka alami. Tingkat motivasipun

berpengaruh terhadap kualitas audit operasional pada saat aparat merasa

diikutsertakan dalam pemeriksaan serta ketika aparat tetap mempertahan

konsistensi mereka sebagai aparat pemeriksa yang handal dan satu hal lagi

yang menjadikan motivasi berpengaruh terhadap kualitas audit operasional

yakni hubungan yang membentuk kominukasi yang efektif antara aparat

personal dengan sesama tim pemeriksa selain itu hubungan dan

komunikasi efektif dengan atasan temapat bekerja.

5.2 Implikasi Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan

memberikan pertimbangan bagi inspektorat sebagai objek penelitian ini. Berikut

ini implikasi penelitian yang dapat dijadikan pertimbangan:

1) Bagi pemegang kebijakan hasil penelitian ini semoga bermanfaat dan

sebagai bahan pertimbangan untuk terus meningkatkan tingkat kompetensi

113

dengan memberikan banyak pelatihan-pelatihan yang mendukung untuk

peningkatan kompetensi tersebut, dan juga memberikan pemahaman

unjtuk terus meningkatakan keteguhan independensi auditor inspektorat,

serta memperhatikan tingkat motivasi daripada auditor itu sendiri, karena

respon atau tindak lanjut yang tidak tepat terhadap laporan audit dan

rekomendasi yang dihasilkan akan dapat menurunkan motivasi aparat untuk

menjaga kualitas audit. Meningkatnya ketiga variabel tersebut akan

meningkatkan pula kualitas audit operasionalnya

2) Bagi inspektorat selaku objek penelitian hasil penelitian ini semoga

bermanfaat dan sebagai pertimbangan untuk terus meningkatkan kompetensi

dan independensi auditor. Adanya pengaruh kompetensi dan motivasi

terhadap kualitas audit yang dilaksanakan oleh aparat inspektorat daerah

menunjukkan bahwa penguasaan terhadap metode dan teknik audit serta

segala hal yang menyangkut pemerintahan seperti organisasi, fungsi,

program, dan kegiatan pemerintah akan dapat ditunjang oleh motivasi bahwa

tercapainya tujuan pelaksanaan audit merupakan kebutuhan organisasi

inspektorat daerah sekaligus kebutuhan personil aparat inspektorat daerah.

3) Bagi peneliti selanjutnya hasil penelitian ini dapat dijadikan pedoman dalam

melakukan penelitian sejenis penelitian deskriptif dengan pendekatan

kualitatif.

5.3 Keterbatasan Penelitian

Meskipun peneliti telah berusaha merancang dan mengembangkan

penelitian sedemikian rupa, namun masih terdapat beberapa keterbatasan dalam

penelitian ini, diantaranya yaitu:

114

1) Metode pemilihan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling.

Keunggulan metode ini adalah peneliti dapat memilih sampel yang tepat,

sehingga peneliti akan memperoleh data yang memenuhi kriteria untuk

diuji. Namun perlu disadari bahwa metode purposive sampling ini

berakibat pada kurangnya kemampuan generalisasi dari hasil penelitian

ini.

2) Penelitian ini hanya melibatkan satu instansi saja yaitu Inspektorat Kota

Bengkulu sehingga tingkat generalisasi hasil penelitian ini dirasa masih

kurang serta kesimpulan yang diambil kemungkinan hanya berlaku untuk

inspektorat Kota Bengkulu dan tidak dapat digeneralisasikan untuk

Inspektorat se-Indonesia.

3) Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai media komunikasi tidak

langsung dalam pengumpulan data. Media ini dirasa kurang maksimal

karena masih ada kemungkinan ditemui kelemahan, seperti jawaban yang

tidak serius dari responden dalam memberikan jawaban”Ya” ataupun

“Tidak” dari pertanyaan dalam kuesioner. Serta masih adanya

kemungkinan responden kurang paham terhadap pertanyaan tetapi tidak

mau bertanya ketika peneliti memberikan panduan dalam pengisian

kuesioner tersebut.

4) Penelitian ini merupakan penelitian kualittaif yang belum secara penuh

menggunakan pendekatan kualitatif, karena masih adanya bantuan

Microsoft office Excel dalam melakukan interpretasi jawaban atas

pertanyaan dalam kuesioner.

115

5) Teori-teori yang disajikan dalam penelitian ini masih kurang maksimal

diarahkan pada audit interal pemerintah.

5.4 Rekomendasi Untuk Penelitian Selanjutnya

1) Peneliti menyarankan untuk penelitian selanjutnya menggunakan pendekatan

kualitatif murni.

2) Peneliti juga menyarankan untuk penelitian selanjutnya agar memperluas

objek penelitian pada aparat inspektorat kabupaten/kota se-Provinsi

Bengkulu, sehingga hasilnya dapat digeneralisasi.

3) Tidak menggunakan kuesioner lagi ketika melakukan penelitian kualitatif tapi

lebih murni menggunakan wawancara indepth sehingga apa yang kita tidak

ketahui dapat kita ketahui dengan menggunakan teknik ini, karena kita

bertatap muka langsung dengan responden, dan paham akan apa yang menjadi

persepsi responden mengenai tujuan penelitian kita.

4) Penelitian tidak hanya terbatas pada audit operasional tetapi bisa

menambah variabel dependennya seperti audit investigasi atau audit

keuangan untuk melihat bagaiamana jika variabel kompetensi, independen,

motivasi berpengaruh terhadap kualitas audit lainnya.

5) Memperbanyak literatur dan mengarahkan penelitian mengenai audit

intern pemerintah. Sehingga bahasan penelitian lebih bisa sangat mengarah

pada pemerintahan

116

DAFTAR PUSTAKA

Agung, Igusti. (2008). “Audit Kinerja Pada Sektor Publik”. Jakarta: Salemba 4

Alim, M.N., T. Hapsari, dan L. Purwanti. (2007). “Pengaruh Kompetensi dan
Independensi terhadap Kualitas Audit dengan Etika Auditor sebagai
VariabelModerasi”
. Simposium Nasional Akuntansi X. Makassar.

Amirin, Tatang. (2009). “Penelitian Kualitatif-Penggalian Hipotesis Versus
Penelitian Kuantitatif-Pengujian-Hipotesis(Kasus “Fatheood”)”
.
(Online) (Diakses pada 30 Oktober 2011) Tersedia di World Wide Wab:
http://tatangmanguny.wordpress.com.

Arens, A.A., J.K. Loebbecke. (2000). “Auditing: An Integrated Approach”.
Eight Edition. New Jersey: Prentice Hall International Inc.

Bastian, Indra. (2006). “Akuntansi Sektor Publik”. Jakarta: Erlangga.

Bastian, Indra. (2007). “Audit Pemerintahan”. Jakarta: Erlangga.

BPKP. (2007). “Modul Diklat Penjenjangan Auditor Teknis: Manajemen
Pengawasan”.
Pusdiklatwas-BPKP, Edisi keempat.

Cahyat, A. (2004). “Sistem Pengawasan terhadap Penyelenggaraan Pemerintah
Daerah Kabupaten”
. Pembahasan Peraturan Perundangan di Bidang
Pengawasan. Governance Brief Number 3.

Cokroaminoto. (2011).”Keabsahan Data Penelitian Kualitatif”. (Online)
(Diakses pada 30 Oktober 2011) Tersedia di World Wide Web:
http://menulisproposal.blogspot.com/2011/01/keabsahan-data-penelitian-
kualitatif.

Djamil, Nasrullah. (2008). “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Audit
Pada Sektor Publik dan Beberapa Karakteristik Untuk Meningkatkannya”.

(Jurnal Online). (Diakses Pada 09 September 2011) Tersedi di World
Wide Web: http// google.co.id//kualitas audit.

Efendy, Taufiq. (2010), Tesis. “Pengaruh Kompetensi Independensi Dan
Motivasi Terhadap Kualitas Audit Aparat Inspektorat Dalam Pengawasan
Keuangan Daerah”.
Tesis. Universitas Diponogoro. Semarang.

117

Elfarini, E.C. (2005). “Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor
terhadap Kualitas Audit”
. Skripsi tidak dipublikasikan. Universitas Negeri
Semarang.

Haslinda, Sari. (2010). Tesis. “Pengaruh Keahlian, Independensi,
Profesionalisme dan Kepatuhan Pada Kode Etik Terhadap Kualitas
Auditor Inspektorat Provinsi Sumatra Utara”.
USU. Medan

Hutami, Gartiria. (2010). “Pengaruh Konflik Peran dan Ambiguitas Peran
Terhadap Komitmen Independensi Auditor Internal Pemerintah Daerah
(Studi Empiris Pada Inspektorat Kota Semarang)”
. Universitas
Diponogoro.

Ida, Rosida. (2010). “Kualitas Audit Sektor Publik dan Kontribusinya Bagi Tata
Kelola Pemerintah yang Bersih”.
Jurnal Ekonomi Manajemen vol.5
No.4.September 2010. Kuningan : Universitas Kuningan.

Indriantoro dan Supomo. (2002). “Metodologi Penelitian Bisnis”. Yogyakarta:
BPFE.

LAKIP. (2011). “Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)”.
Bengkulu: Inspektorat Kota Bengkulu.

Lubis, Arifin. (2009). “Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pengalaman Bekerja,
Kecakapan Profesional, Independensi Pemeriksa Terhadap Kualitas
Hasil Pemeriksaan (Studi Empiris : Badan Pengawas Daerah Kabupaten
Karo)”
. Jurnal Akuntansi Vol. 25.

Mardiasmo. (2002). “Otonomi & Manajemen Keuangan Daerah”. Yogyakarta:
Penerbit Andi.

Mardiasmo. (2005). “Akuntansi Sektor Publik”. Edisi 2. Yogyakarta: Penerbit
Andi.

Mardiasmo. (2006). “Pewujudan Transparansi dan Akuntabilitas Publik Melalui
Akuntansi Sektor Publik: Suatu Sarana Good Governance”.
Jurnal
Akuntansi Pemerintah Vol. 2, No. 1.

Mardisari, Diani., Nelly, Ria. (2007). “Pengaruh Akuntabilitas dan
Pengetahuan Terhadap Kualitas Hasil Kerja Auditor”
. Simposium
Nasional Akuntansi X. Makassar.

118

Mayangsari, S. (2003). “Pengaruh Keahlian Audit dan Independensi terhadap
Pendapat Audit: Suatu Kuasieksperimen
”. Jurnal Riset Akuntansi
Indonesia Vol. 6 No. 1. Januari.

Moekijat. (2002). “Dasar-Dasar Motivasi”. Pioner Jaya. Jakarta.

Mulyadi. (2002).” Auditing”. Buku 1, Edisi 6. Jakarta : Salemba Empat.

Murwanto, Rahmadi., Budiaro, adi., Hasri, Fajar., (2006). “Audit Sektor Publik
Suatu Pengantar Bagi Pembangunan Akuntabilitas Instansi
Pemerintah”
. LPKPAP BPKK Departemen Keuangan RI.

Muzzakir. (2010). ”Pelatihan Auditor Internal Inspketorat Kota Bengkulu”.
(Online) (Diakses pada 2 Desember 2011) Tersedia di World Wide Web:
http//www.bpkp.co.id.

Nuryanto. (2010).”Mindset Auditor Inspektorat”. (Online) ( Diakses Pada 01
Desember

2011)

Tersedia

di

Word

Wide

Wab:

http://www.facebook.com/group.php.inspektorat.htm

Peraturan Walikota Bengkulu Nomor 27 Tahun 2008. “Fungsi dan Tugas Pokok
Inspektorat Kota Bengkulu”.
Bengkulu.

Peraturan Walikota Bengkulu Nomor 10 Tahun 2008. “Pembentukan Sususnan
Organisasi Lembaga Teknis Daerah Kota Bengkulu”.
Bengkulu.

Pusdiklatwas, BPKP. (2008). “Kode Etik dan Standar Audit”. Edisi Kelima.

Renaldo, Nofrindo. (2010). “Pengaruh Kompetensi Dan Independensi Terhadap
Kualitas Audit Aparat Inspektorat Kota Padang”.
Skripsi tidak
dipublikasikan. Padang.

Republik Indonesia. (2004). “Undang-Undang No. 15 Tahun 2004 tentang
Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara”
.
Lembaran Negara RI Tahun 2004. Sekretariat Negara. Jakarta.

. (2004). “Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah”
. Lembaran Negara RI Tahun 2004, No. 60.
Sekretariat Negara. Jakarta.

. (2007). Peraturan Pemerintah No 41 Tahun 2007. “Organisasi

Perangkat Daerah”. Jakarta.

119

. (2008). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60
Tahun 2008. “ Sistem Pengendalian Interen Pemerintah”. Jakarta.

. (2007). Peraturan Badan Pemeriksa keuangan Republik
Indonesia No. 01 Tahun 2007. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara.
Jakarta.

. (2007). Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 23 Tahun 2007
tentang Pedoman Tata Cara Pengawasan Atas Penyelenggaraan
Pemerintah Daerah.
Jakarta.

. (2007). Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 64 Tahun 2007
tentang Pedoman Teknis Organisasi Dan Tata Kerja Inspektorat. Jakarta.

. (2008). Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera.
No. PER/04/M.PAN/03/2008. Kode Etik Aparat Intern Pemerintah.
Jakarta.

. (2008). Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera.
No. PER/05/M.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pengawasan
Intern Pemerintah.
Jakarta.

Rihandoyo. (2009). “Alat uji Hipotesis Penelitian Sosial Non Parametrik”.
Jurusan Fisip Undip.

Rondo, M.J. (2008). “Peran Eksternal Auditor Dalam Mendorong
AkuntabilitasPenyelenggaraan Keuangan Daerah Menurut Pandangan
Bawasda”.
NTT: Kepala Bawasda NTT.

Sari, Zawitri. (2009), Tesis. “Analisis Faktor-Faktor Penentu Kualitas Audit
Yang Dirasakan dan Kepuasan Auditee Di Pemerintahan Daerah (Study
Lapangan Pada Pemerintahan Daerah Kalbar Tahun 2009”
. Universitas
Diponegoro. Semarang.

Simbolon, Edison. (2010). ”Pelatihan Auditor Internal Inspketorat Kota
Bengkulu”
. (Online) (Diakses pada 12 oktober 2011) Tersedia di World
Wide Web: http//www.bpkp.co.id

Sri, Hexana. (2005). “Tinjauan Terhadap Kompetensi dan Independensi
Akuntan Publik: Refleksi Atas Skandal Keuangan”
. Media Riset
Akuntansi, Auditing dan Informasi Vol.5 No.1 April 2005.

120

Sudrajat, Akhmad. (2008). “Teori-teori Motivasi”. (Online) (Diakses pada 15
Oktober 2011) Tersedia di World Wide Wab: http// Teori-teori
Motivasi// akhmad sudrajat// Tentang Pendidikan

Sugiyono. (2010). “Memahami Penelitian Kualitatif”.CV ALFABETA:
Bandung.

Susmanto, Bintang. (2008). “Pengawasan Intern pada Kementerian
Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat”
. Kementerian Koordinator
Bidang Kesejahteraan Rakyat. (Online) (Diakses pada 15 oktober 2011)
Tersedia di Word Wide Wab: http //www.menkokesra.go.id/content/view

Suwandi. (2005). “ Motivasi Dalam Teori”. Jakarta: Bumi Aksara

Suyana, Asep (2007). “Tahap-Tahap Penelitian Kualitatif”. Universitas
pendidikan Indonesia. Jakarta.

Ulum, Ihyaul. (2009).”. “Audit Sektor Publik Suatu Pengantar Jakarta: Bumi
Aksara.

Wisudantari, Putu. (2009).”Konstruksi Identitas Jender Laki-Laki pada Pemuda
Desa Adat TengananPegringsingan, Kabupaten Karang Asem Bali”.
Skripsi Dipublikasikan
”. Depok.

121

122

i

Lampiran I. Hasil Tabulasi Data Jawaban
Kuesioner

1.1 Data Variabel Kualitas Audit Operasional

Kualitas Audit Operasional

Jumlah

Responden 1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

1

1

0

1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 10

2

0

0

1 1 0 0 1 1 0 1 0 1

6

3

0

0

1 1 0 0 0 0 0 1 1 0

4

4

1

0

1 1 1 1 1 1 0 1 0 1

9

5

1

0

1 1 0 1 1 1 1 1 1 0

9

6

0

0

0 1 0 0 0 0 0 0 0 1

2

7

0

0

1 1 0 1 1 1 1 1 1 1

9

8

1

0

1 0 0 1 1 0 1 1 1 0

7

9

0

0

1 0 0 1 1 0 0 1 1 1

6

10

1

0

1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 10

11

1

0

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11

12

0

0

1 1 0 1 1 1 1 1 1 0

8

13

0

0

0 1 1 1 1 1 1 1 1 1

9

14

0

0

1 1 0 1 1 1 1 1 1 1

9

15

1

0

1 1 0 1 1 1 1 1 1 0

9

16

0

0

1 1 0 1 1 1 1 1 1 1

9

17

1

0

1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 10

18

1

0

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11

19

1

0

1 1 0 1 1 1 0 1 1 0

8

20

1

0

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11

21

1

0

1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 10

22

1

0

1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 10

23

0

0

1 0 0 1 1 1 0 1 1 1

7

ii

1.3 Data Variabel
Kompetensi

Responden

Kompetensi

Jumlah

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

1

1

1

1 1

1 1

1 1

1 1 1 0

11

2

0

0

0 0

0 0

1 0

1 0 0 1

3

3

0

0

1 0

1 1

1 1

1 1 1 0

8

4

1

0

1 1

1 1

1 1

1 1 0 0

9

5

1

0

1 1

1 1

1 1

1 1 0 1

10

6

0

1

1 1

1 1

1 0

1 0 1 0

8

7

1

0

1 0

1 1

1 1

1 1 0 1

9

8

1

1

1 0

0 0

0 1

1 1 0 0

1

9

1

0

0 0

1 0

1 1

0 1 0 0

5

10

1

1

1 1

1 1

1 1

1 1 0 0

10

11

0

0

1 1

1 1

1 1

1 1 1 1

10

12

1

0

1 0

1 1

1 1

1 1 0 0

8

13

1

1

1 0

1 1

1 1

1 1 1 1

11

14

0

0

1 0

1 1

1 1

1 1 0 0

7

15

1

0

1 1

1 1

1 1

1 1 0 1

10

16

0

0

1 0

1 1

1 1

1 1 0 0

7

17

0

1

1 0

1 1

1 1

1 1 1 1

10

18

1

0

1 0

1 1

1 1

1 1 1 1

10

19

1

0

1 0

1 1

0 1

0 0 0 1

6

20

1

1

1 0

1 1

1 1

1 1 1 1

11

21

1

1

1 1

1 1

1 1

1 0 1 0

10

22

1

1

1 0

1 1

1 0

1 1 0 1

9

23

1

1

1 1

1 1

1 1

1 1 1 1

12

iii

1.2 Data Variabel
Independensi

Responden

Independensi

Jumlah

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

1

0 0 1

1 0 0 0

0

0 0 1 0 3

2

1 0 0

1 0 1 0

1

1 0 0 0 5

3

0 0 1

1 0 0 0

1

1 0 0 0 4

4

0 0 1

1 1 0 1

1

1 0 0 0 6

5

0 0 0

0 0 0 1

0

0 0 1 0 2

6

0 0 0

0 0 0 1

0

0 0 1 0 2

7

0 0 1

1 1 0 0

0

1 0 1 0 5

8

0 0 0

1 1 0 1

0

0 1 1 0 5

9

0 0 0

0 0 0 0

0

0 0 1 0 1

10

0 0 1

0 1 0 1

0

0 0 1 1 5

11

1 0 1

1 1 0 1

1

0 0 1 0 7

12

1 0 1

1 0 0 0

0

0 0 0 0 3

13

0 0 1

0 1 1 0

0

0 0 1 0 4

14

0 0 0

0 0 0 1

0

0 0 0 0 1

15

0 0 0

0 0 0 1

0

0 0 1 0 2

16

0 0 0

0 0 0 1

0

0 0 0 0 1

17

0 0 1

0 1 0 1

0

0 0 0 0 3

18

0 0 0

1 1 1 0

1

0 0 1 1 6

19

1 0 1

0 1 0 0

0

0 0 0 0 3

20

0 0 0

1 1 0 0

0

0 0 1 0 3

21

0 1 1

1 0 1 0

0

0 0 0 0 4

22

0 1 1

1 0 1 0

0

0 0 1 0 5

23

0 0 0

0 0 0 0

0

0 0 1 0 1

iv

1.4 Data Variabel Motivasi

Responden

Motivasi

Jumlah

1 2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

1

0

1 1 1 1 1 0 0

1 0 1 1

8

2

1

0 1 0 1 0 0 0

1 1 1 0

6

3

1

0 1 0 1 1 0 0

1 1 0 1

7

4

1

0 1 0 1 1 1 0

1 0 0 1

7

5

0

0 0 0 1 1 1 1

0 0 0 0

4

6

0

0 0 0 1 1 1 1

0 0 1 0

5

7

1

1 1 1 1 1 1 0

1 1 0 1

10

8

1

1 0 0 0 0 0 0

0 1 0 1

4

9

0

0 1 0 0 1 0 0

0 0 0 0

2

10

1

1 1 1 1 1 1 1

0 0 0 1

9

11

0

1 1 1 1 1 0 0

1 0 0 1

7

12

0

0 1 0 1 1 1 0

0 0 0 0

4

13

1

1 1 1 1 1 1 1

1 1 1 1

12

14

0

1 1 0 1 0 0 1

0 0 1 1

6

15

0

0 0 0 1 1 1 1

0 0 0 0

4

16

0

1 1 0 1 0 0 1

0 0 1 0

5

17

0

0 1 1 1 1 0 0

1 0 0 1

6

18

1

0 1 0 1 1 1 0

1 0 0 0

6

19

0

0 1 0 1 1 0 0

0 0 0 0

3

20

0

0 1 0 1 1 0 0

0 0 0 1

4

21

0

0 1 1 1 1 0 0

0 0 0 1

5

22

0

0 1 1 1 1 1 0

1 1 1 1

9

23

0

0 1 0 0 1 0 0

0 0 0 0

2

Kuesioner Penelitian

Petunjuk pengisisan

Daftar pertanyaan dalam kuesioner penelitian ini terdiri dari 2 bagian yaitu

Pada bagian I Bapak/ ibu dimohon untuk menuliskan identitas responden

dan memberikan jawaban atas pertanyaan isian dengan singkat dan jelas

serta berikan tanda ( ) pada huruf yang merupakan pilihan jawaban dan

dijawab pada tempat yang telah disediakan.

Pada bagian ke II Bapak/ ibu dimohon memberikan jawaban sesuai dengan

pertanyaan yang berkenaan dengan penelitian mengenai “Hubungan

Pengaruh Kompetensi Independensi dan Motivasi Terhadap Kualitas

Audit Operasional Yang Dilaksanakan Oleh Aparat Inspektorat Kota

Bengkulu Dalam Pengawasan Keuangan Daerah dengan Perbedaan

Golongan Kerja Aparat dan Masa Kerja Aparat Inspektorat Kota.”.

Dengan memilih jawaban dengan benar dengan cara diberi tanda cek ( ) .

BAGIAN I

1. Nama

:

*

2. Umur

:

Tahun

3. Jenis Kelamin

: Pria

Wanita

4. Masa Kerja

:

Tahun

Masa Kerja diposisi sekarang

:

Tahun

NO. KENDALI :

Identitas Responden

5. Golongan/Ruangan

:

6. Pendidikan Terakhir

:

7. Program Studi/Jurusan

:

**

8. Pendidikan dan Pelatihan tentang Audit yang pernah diikuti dalam 3 tahun

terakhir……………………..kali

Sebutkan

a. …………………………………………………………………..

b. …………………………………………………………………..

c. …………………………………………………………………...

d. …………………………………………………………………...

e. …………………………………………………………………..

f. ………………………………………………………………….

Keterangan

:

* Boleh tidak diisi

** Bila Ada

BAGIAN II

Silahkan memberi jawaban anda dengan memberikan tanda ( ) pada

pilihan jawaban yang tersedia:

Ya : Jika pertanyaan tersebut sesuai dengan diri Anda

Tidak : Jika pertanyaan tersebut tidak sesuai dengan diri Anda

Kualitas Audit Operasional Aparat Inspektorat

No

Indikator

Pertanyaan

Ya Tidak

1

Keakuratan
Temuan Audit

Apakah Anda menjamin semua temuan audit yang
anda temui adalah akurat dan Anda pun bisa
menemukan sekecil apapun kesalahan atau
penyimpangan yang ada pada saat proses audit
operasional dilakukan?
Pernahkah anda merekayasa temuan audit yang
anda temui saat melakukan proses audit dan anda
melaporkannya tidak sesuai dengan temuan audit ?

2

Nilai
Rekomendasi

Apakah Anda harus membuat rekomendasi
mengenai hasil pemeriksaan operasional kepada
auditee?
Apakah rekomendasi yang anda berikan dapat
menyelesaikan kesalahan atau penyimpangan yang
terjadi?

3

Sikap Skeptis

Apakah Anda percaya pada auditee/instansi yg anda
audit, bahwa anda tidak akan menemukan kesalahan
atau penyimpangan yang sama secara berulang?

4

Pelaksanaan
Audit

Apakah sebelum melaksanakan audit di kantor/
instansi auditee, anda melaksanakan koordinasi
audit terlebih dahulu dan juga melaksanakan
perencanaan audit terlebih dahulu?
Apakah Anda selaku auditor internal pemerintah
memnyelesaikan pemeriksaan dengan membuat
kertas kerja pemeriksaan?
Apakah Kertas kerja pemeriksaan perlu dibuat
secara seragam dan terpadu?

Pertanyaan Kuesioner

5

Kejelasan
laporan

Apakah Anda melakukan peniliaan efektifitas tindak
lanjut hasil audit dan konsistensi penyajian laporan
hasil audit?
Apakah menurut Anda rekomendasi laporan hasil
audit anda dapat dipahami oleh auditee?

6

Tindak lanjut
hasil Audit

Apakah hasil audit yang Anda lakukan dapat
ditindak lanjuti oleh Auditee?
Apakah Anda terus memantau tindak lanjut dari
hasil audit yang anda lakukan?

Kompetensi Auditor

no Indikator

Pertanyaan

Ya Tidak

1

Pemahaman dan
Penguasaan
Standar
Akuntansi dan
Auditing

Apakah Anda memperoleh pengetahuan yang sangat
mendukung anda dalam proses audit pada saat anda
mengenyam pendidikan formal dibangku kuliah?
Apakah Anda memahami seluruh bidang audit yang
anda lakukan dipemerintahan?
Apakah Anda memahami dan mampu melakukan
audit operasional sesuai dengan standar akuntansi
dan standar auditing yang berlaku, seprti SPIP,
SPKN, dll?

2

Keahlian
dibidang
Auditing

Apakah Anda memiliki keahlian dibidang akuntansi
dan keuangan Sektor Publik?
Apakah Anda memiliki keterampilan dalam
berhubungan dengan orang lain dan mampu
berkomunikasi secara efektif dengan auditee?
Apakah Anda memahami mengenai SPIP yang
merupakan salah satu yang diaudit dalam audit
operasional?

3

Wawasan tentang
pemerintahan

Apakah Anda sangat memahami peraturan
perundang-undangan, mengenai hal-hal yang terkait
pemerintahan seperti diantaranya struktur
organisasi, fungsi, program, dan kegiatan
pemerintahan?
Apakah Anda memiliki kemapuan dan keahlian
dibidang administrasi pemerintahan?

4

Peningkatan
keahlian

Apakah seiring dengan bertambahnya masa kerja
Anda sebagai auditor internal pemerintah, keahlian
auditing anda pun semakin bertambah pula?
Apakah Anda mengikuti pelatihan akuntansi dan
audit yang diselenggarakan internal inspektorat
dengan serius dan tekun?

Apakah dalam 2 tahun terakhir ini anda sudah
menyelesaikan sekurang-kurangnya 80 jam
pendidikan/ pelatihan dalam peningkatan
profesionalisme anda sebagai auditor?
Apakah pernah dengan inisiatif Anda sendiri anda
berusaha meningkatkan penguasaan akuntansi dan
auditing anda dengan membaca literatur atau
mengikuti pelatihan diluar lingkungan inspektorat?

Independensi Auditor

no Indikator

Pertanyaan

Ya Tidak

Gangguan
Pribadi

Apakah Anda pernah melakukan pembatasan
lingkup pertanyaan pada saat anda melakukan audit
karena auditee masih punya hubungan darah dengan
anda?
Pernahkah Anda mengalami hal berikut pada saat
anda melakukan pemeriksaan, anda menemukan
beberapa kesalahan pencatatan yang disengaja oleh
auditee akan tetapi tidak semua kesalahan tersebut
anda laporkan kepada atasan karena anda sudah
memperoleh fasilitas yang cukup baik dari auditee
tersebut?
Apakah Anda akan memberitahu pimpinan APIP
jika anda memiliki suatu gangguan independensi
atau objektifitas terganggu baik secara fakta
maupun penampilan?
Pernahkah Anda tetap melaksanakan pemeriksaan
pada suatu instansi pemerintah/ kantor auditee
meskipun anda mengetahui auditee tersebut masih
ada hubungan dengan anda?
Menurut Anda apakah pimpinan APIP harus
menggantikan auditor yang menghadapi gangguan
terhadap suatu konflik kepentingan?
Pernahkah Anda tidak melaporkan gangguang-
gangguan independensi dan objektifitas anda selaku
auditor kepada pimpinan APIP melainkan
melaporkannya langsung dalam laporan audit anda?
Menurut Anda pimpinan APIP lah yang harus
bertanggung jawab langsung untuk mengatasi
masalah gangguan-gangguan pribadi yang dirasakan

auditornya pada saat melaksanakan audit?

2

Gangguan
Eksternal

Apakah menurut Anda tidak ada gunanya anda
melakukan audit dengan sungguh-sungguh, karena
anda tahu ada pihak yang punya wewenang untuk
menolak pertimbangan yang anda berikan pada
laporan audit anda?
Apakah Anda merasa khawatir jika anda
mengungkapkan temuan audit anda apa adanya,
Anda akan dimutasi kerja?
Pada saat anda melakukan proses audit dan anda
sangat memerlukan jasa tenaga ahli, pernahkah anda
mengambil tindakan langsung menggunakan
jasanya tanpa penilaian terlebih dahulu?
Ketika anda dihadapkan pada suatu kondisi instansi
pemerintah yang anda audit benar-benar kacau
dilihat dari segala hal, apakah anda akan
memberikan jasa-jasa non audit diluar tugas anda
sebagai auditor untuk membantu instansi tersebut?
Apakah Anda akan mengaudit instansi pemerintah
jika anda mendapatakan audit fee yang besar dari
instansi tersebut?

Motivasi Auditor

no Indikator

Pertanyaan

Ya Tidak

1

Ketangguhan

Apakah Anda cenderung memaafkan jika ada
sedikit penyimpangan karena anda pun akan
melakukan kesalahan yang sama jika ada pada
posisi tersebut?

2

Keuletan

Apakah Anda lakukan selama ini dalam
melaksankan tugas sebagai auditor internal sudah
cukup baik, tidak perlu lagi adanya perbaikan?
Apakah Anda sering melakukan instrofeksi diri
untuk kesusksesan anda dalam dunia kerja untuk
kedepannya?
Apakah setelah anda melakukan auidit pada isntansi
pemerintahan/auditee dengan baik maka besar pula
peluang anda untuk mendapatkan jabatan fungsional
yang lebih baik?

3

Konsistensi

Apakah Anda tetap akan mempertahankan hasil
audit anda walaupun hasil audit yang anda punya
tidak sama dengan hasil audit rekan lainnya yang
tergabung dalam satu tim audit?

Apakah Anda tetap akan melaksanakan proses pada
instansi yang jelas-jelas anda tahu bahwa instansi
tersebut tidak mengikuti peraturan pelaksanaan
pemerintahan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan?
Kesungguhan anda dalam menjalankan tugas
sebagai auditor sering dipengaruhi oleh
mood(suasana hati) anda?

4

Tingkat Apsirasi

Apakah menurut Anda tanpa auditor internal
sebenarnya pemerintahan daerah kota Bengkulu
sudah bisa berjalan dengan baik?
Apakah hasil audit Anda benar-benar dimanfaatkan
oleh penentu kebijakan sehingga akan memberikan
pengaruh yang cukup besar bagi peningkatan
kualitas pelayanan publik?
Jika Anda tidak melakukan audit dangan baik
apakah anda tidak akan menerima dampak negatif
dari perlakuan anda tersebut?
Ketika rekomendasi anda mengenai hasil audit yang
anda laksankan tidak dapat ditindaklanjuti oleh
auditee apakah anda merasa kesal dan tidak ingin
melaksanakan audit lagi pada insatnsi/auditee
tersebut?
Apakah ada rasa kebanggaan tersediri ketika anda
ditugaskan untuk mengaudit suatu instansi
pemerintah?

Bengkulu , Desember 2011

Hal : Permohonan Izin Penyebaran Kuisioner

Kepada

Yth. Aparat Inspektorat

Kota Bengkulu

di

Tempat

Dengan hormat,

Melalui surat ini saya memohon izin untuk menyebarkan kuesioner kepada

aparat Inspektorat Kota Bengkulu. Kuesioner ini dibuat dalam rangka

penyusunan Skripsi untuk menyelesaikan pendidikan Strata I (S1) di Fakultas

Ekonomi Jurusan Akuntansi Bengkulu dengan judul “PENGARUH

KOMPETENSI, INDEPENDENSI, DAN MOTIVASI TERHADAP KUALITAS

AUDIT OPERASIONAL YANG DILAKSANAKAN OLEH APARAT

INSPEKTORAT KOTA BENGKULU DALAM PENGAWASAN KEUANGAN

DAERAH”.

Atas perkenannya, kami ucapkan terimakasih.

Dosen Pembimbing

Hormat Saya,

Dr. Fachruzzaman, SE., MDM., Aki

Elvira Hertika

NIP. 19710313 199601 1 001

C1C008007

PEDOMAN In-Depth Interview

PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI, DAN MOTIVASI
TERHADAP KUALITAS AUDIT OPERASIONAL YANG
DILAKSANAKAN OLEH APARAT INSPEKTORAT
KOTA BENGKULU DALAM PENGAWASAN
KEUANGAN DAERAH

1) Bagaimana anda dapat menjamin temuan audit yang anda lakukan adalah
akurat dan tidak menyimpang dari aturan yang ada?
2) Mengapa anda harus membuat suatu rekomendasi, dan rekomendasi
seperti apa yang anda berikan sehingga dapat menyelesaikan kesalahan
ataupun penyimpanganyang terjadi?
3) Bagaimana cara anda mengorganisir dan membuat suatu perencanaan
sebelum turun kelapangan untuk melakukan audit?
Jawaban:
4) Mengapa kertas kerja perlu anda buat dalam penyelesaian pemeriksaan
dan perlu atau tidak dibuatnya keseragaman dari kertas kerja tersebut dan
berikan alasan bila jawabannya perlu begitu juga jika jawabannya tidak
perlu?

5) Apa yang menjadi alasan anda, penilaian efektifitas tindak lanjut hasil
audit dan konsistensi penyajian laporan audit perlu untuk dilakukan?
6) Mengapa anda tidak melakukan pemanantauan terhadap hasil audit yang
anda lakukan?
7) Pengetahuan yang seperti apa anda dapatkan mengenai audit pada saat
anda mengeyam pendidikan formal dibangku kuliah?
8) Mengapa anda harus memahami seluruh bidang audit dalam pemerintahan
dan apa alasan anda ketika melakukan proses audit para auditor
inspektorat harus melakukan audit operasional sesuai dengan standar
akuntansi dan auditing yang berlaku dipemerintahan?
9) Peraturan perundang-undangan seperti apa yang anda pahami sebagai
seorang auditor?
10) Keahlian seperti apa yang dimiliki selama anda bekerja di inspektorat?
11) Mengapa anda mengikuti dengan serius pelatihan yang diperuntukkan bagi
auditor inspektorat, ketika pelatihan tersebut anda lakukan karena inisiatif
sendiri bentuk pelatihan seperti apa yang anda lakukan?
Jawaban:

a. Hanya sebatas membaca literature yang berkaitan dengan
tugas anda sebagai auditor
b. Mengikuti pelatihan dengan biaya sendiri.

12) Pembatasan lingkup pertanyaan seperti apa yang anda lakukan pada saat
anda akan melakukan audit, dan bagaimana cara anda memberitahukan
kegangguan independensi anda sebagai auditor?
13) Jasa non-audit seperti apa yang biasanya diberikan ketika folemik instansi
tersebut sangat kacau?
14) Apa alasan anda bahwa dalam melaksanakan tugas anda sebagai auditor
selama ini tidak perlu atau perlu adanya perbaikan?
15) Intropeksi diri yang bagaiamana anda lakukan utuk masa depan anda,
mengapa anda tetap mempertahankan hasil audit anda, ketika hasil
tersebut tidak sama dengan hasil audit rekan tim lainnya?
16) Bagaiamana anda bisa menyakinkan bahwa hasil audit anda tersebut
sangat membantu para pemegang kebijakan dalam pengambilan
keputusan?
17) Alasan anda kesal ketika instansi tempat anda mengaudit tidak dapat
menindak lanjuti rekomendasi yang anda berikan?
18) Mengapa anda memiliki rasa kebanggaan tersendiri ketika anda
dirugaskan langsung untuk mengaudit instansi pemerintah?
19) Mengapa anda lebih mememilih melaporkan gangguan yang anda alami ke
APIP dibandingan membuatnya langsung dalam laporan audit?
20) Mengapa pemerintah daerah belum berjalan dengan baik tanpa adanya
peran dari auditor internal itu sendiri?

Lampiran 4.

TRANSKIP WAWANCARA INDEPTH RESPONDEN

Responden : Aparat Inspektorat Kota Bengkulu
Lokasi wawancara : Inspektorat Kota Bengkulu

Wawancara Bagaimana Kompetensi Berpengaruh Terhadap Kualitas Audit
Operasional

Peneliti

: Menurut anda apa itu kualitas audit?
Responden secara keseluruhan : “kualitas hasil pemeriksaan yang dapat
memberikan rekomendasi bagi auditeenya”.

Peneliti:

Dengan bertambahnya masa, apakah keahlian
anda sebagai auditor bertambah sehingga
dengan hal tersebut kualiat audit anda
bermutu?

Responden secara keseluruhan

: “Ya jelas donk dek, menurut dengan masa
kerja yang dikategorikan lama maka saya
memiliki banyak pengalaman yang
mendukung saya untuk melakukan
pemeriksaan yang handal dan efektif, yakni
pemeriksaan yang hasilnya dapat ditindak
lanjut dan dimengerti oleh instansi. Wong klo
hasil pemeriksaan masih begitu-begitu saja
tanpa perubahan berarti aparat nya yang
gak mau meningkatkan kemampuannya yah
jelas donk hasil pemeriksaannya gak
berkualitas”

Peneliti :

Berapa kali anda melakukan pelatihan satu
tahun terakhir?
Responden secara keseluruhan : Sudah sekitar 6 kali lah
Peneliti : Bentuk pelatihan apa yang ada ikuti
tersebut? Apa penelitian tersebut berguna?
Responden secara keseluruhan: “Salah satu bentuk pelatihannya yaitu pelatihan
pengadaan barang dan jasa. Kamu pasti tau lah
dek soal pengadaan barang dan jasa, nah ini kan
termasuk kasus yang cukup polemik. Nah waktu
akan melaksanakan pemeriksaan akan
pengadaan barang dan jasa disuatu instansi
apakah sudah efektif dan efisisien bekal dari
pelatihan yang saya dapat itulah yang saya
gunakan, nah pada akhrinya hasil laporan saya
selaku pemeriksa dapat dimengerti oleh instansi
tersebut dan menindak lanjuti apa yang menjadi
rekomendasi saya sebagai peneliti”

Peneliti

:Bagiamana anda menjamin temuan audit yang anda
lakukan adalah akurat?

Responden

: “Temuan audit akurat jika kita memiliki
pemahaman akan standard an peraturan sebagai
aparat pemeriksa, jadi pemahaman ini kami
gunakan dalam melakukan pemeriksaan dan
menghasilkann kualitas pemeriksaan yang baik.
Gitu loh dek jadi pemahaman ini gak sia-sia dan
kekuratan temuan audit pun terjamin”

Responden Tambahan : Bagian evaluasi aparat inspektorat
Tempat penelitian: ruang secretariat inspektorat

Peneliti :

Bagaiamana bu kemampuan dari para aparat bisa diketahui
sudah meningkat atau belum?

Responden :

“Aparat yang sudah mengikuti pelatihan harus membuat
nota dinas mengenai pelatihan yang mereka ikuti, nah
aparat ini kita lihat kualitas hasil pemeriksaannya yang
lalunya diinstani A misalkan hanya 68% ketika sudah
mengikuti pelatihan dan ditugaskan mengaudit instansi A
lagi, maka akan dilihat peningkatan hasil pemeriksaannya
ketika mereka melaporkan hasil akhir pemeriksaan
kebagian evaluasi nah dari situlah kita tau kualitas
pemeriksaannya sudah baik atau masih sama saja dengan
sebelum mereka melakukan pelatihan, karena hasil
pemeriksaan bergantung pada siapa yang memeriksa dan
kemampuan si pemeriksa”

Peneliti :

Dimisalkan aparat sudah memiliki kompetensi mengapa
dilaporan audit bpk atas laporan keuangan kota Bengkulu
masih mengindikasikan bahwa aparat inspektorat kota
belum secara berkala melakukan pemeriksaan karena masih
ada temuan-temuan yang seharusnya sudah diperbaiki
ketika aparat melakukan pemeriksaan?

Responden :

“ Yah itu sangat wajar dek yang pertama masalah
anggaran, yang kedua masalah jabatan fungsional dari
pada aparat itu sendiri yang belum 100 %
mengimplementasi PP 41 tahun 2007. Karena hal tersebut
lah para aparat selalun giat mengikuti pelatihan dan
binaan yang diberikan.

Responden lainnya: Inspektur Kepala
Tempat : ruang kepala inspektorat

Peneliti ;

Apa menurut ibu kompetesi aparat berpengaruh terhadap
kualiat aduit operasionalnya?

Responden :

“tentu saja berpengaruh, “Ya dasarnya ini loh dek aturan
Standat Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) mengenai
syarat dari pemeriksa internal pemerintahkan harus
memiliki kompetensi dan profesionalisme, gimana kalo
tidak memiliki hal tersebut bakal jelek lah hasil
pemeriksaan dan dapat dikategorikan tidak berkualitas”.
Demi mewujudkan inilah saya selalu berusaha untuk terus
memberikan pelatihan bagi aparat-aparat inspektorat ini
sehingga mereka dapat menghasilkan laporan audit yang
jelas dan dapat ditindak lanjuti”.

Peneliti :

kalo begitu apa yang menyebabkan kompetensi
berpengaruh?

Responden :

“karena pelatihan yang kami berikan semakin lama
semakin meningkat sehingga sudah bisa dipastikan aparat
kami memiliki kompetensi yang dapat dihandalkan”.

Hasil Wawancara Indepth Mengenai Bagaiamana Pengaruh Independensi
Terhadap Kualitas Audit Operasional

Peneliti :

Apakah dengan pembatasan lingkup pertanyaan hanya
sebatas pada apa yang ada dipanduan menjamin hasil
temuan audit anda akurat?

Responden :

“Ya tentu sajalah hasil pemeriksaan kami tetap berkualitas,
walaupun lingkup pertanyaan pemeriksaan sesuai dengan
apa yang ada dalam panduan pemriksaan, loh kamu tau
sendiri lah kita melakukan pemeriksaan ini gax
sembarangan semuanya ada aturannya jadi walaupun kami
berusaha untuk membatasi lingkup pertanyaan diluar
panduan maka hal ini malah akan membuat hasil
pemeriksaan kami terlihat sangat tidak berkualitas”

Peneliti :

Pada saat anda ditunjuk melakukan pemeriksaan pada suatu
instansi dimana instansi tersebut merupakan temapat
saudara anda bekerja apakah anda tetap akan melakukan
tugas tersebut?

Responden :

“jelas tetap lah”

Peneliti :

kenapa ini mengindikasikan anda tidak menjaga
independensi anda loh pak?

Responden :

“Ya tetap sajalah mesti dilakukan yang namanya tugas
dari atasan, walaupun berat loh dek ngerjain tugas dimana
saudara kita bekerja, kamu tau sendirilah karena yang
berhubungan dengan namanya keluarga kan identik dengan
nepotisme tuh maka masih adalah keinginan untuk
membaguskan hasil pemriksaan padahal hal tersebut kan
menyalahi kode etik sebagai auditor”

Peneliti :

ketika anda merasakan tekanan seperti itu apa yang anda
lakukan?

Responden :

“Pernah loh saya alami hal tersebut ketika saya melakukan
pemeriksaan di tmpt dulunya saya bekerja, nah waktu itu
apa yang saya tanyakan dan saya minta untuk sebagai bukti
untuk mendukung hasil pemeriksaan tidak mereka sediakan,
nah malah mereka menyalahkan saya yang dulunya
menjabat diposisi tersebut. Ngertikan kamu dek konflik
kepentingan nah inilah cotohnya, tapi pada waktu tersebut
belum tau mau melaporkan kemana gangguan tersebut,
sebelum tau harus melaporkan hal tersebut langsung pada
inspektur kepala selaku kepala inspektorat organisasi
pemeriksa tempat saya bekerja”

Peneliti :

ketika anda merasakan hal tersebut apa anda tetap
melakukan audit dengan sungguh?

Responden:

“Tetap sungguh-sunggulah, karena kadang sudah
bersungguh-sungguh aja kualitas pemeriksaan kita masih
belum sempurna, apalagi tidak dikerjakan dengan sungguh-
sungguh dah pasti hasil nya jelek dan dampaknya
kekualitas pemda karena masih banyak temuan oleh BPK
akan instansi di kota yang belum mematuhi aturan dalam
menjalankan aktivitasnya, dengan ini sudah jelas kualitas
audit yang dihasilkan aparat sangatlah buruk. Walaupun
pada akhirnya ada pihak yang berwewenang dapat menolak
hasil pemeriksaan yang kita laksanakan ”

Hasil Wawancara Indepth Mengenai Bagaimana Pengaruh Motivasi
Terhadap Kualitas Audit Operasional

Peneliti :

menurut anda pentingkah mempertahankan hasil temuan
dak selaras dengan tim aparat lainnya?

Responden :

“Ketika dipertanyakan masalah mempertahankan hasil
yang berbeda dengan yang lainnya, pertanyaan ini sangat
bagus karena saya sangat setuju ketika hasil tersebut tidak
sama maka jangan serta merta langsung diubah walaupun
kita hanya sebagai anggota dari tim pemeriksa, melainkan
kita harus terus mempertahankan selagi hasil audit
tersebut benar, akurat dan sesuai dengan aturan dan bisa
dibuktikan keakuratannya karena hal ini penting untuk
mempertanggungjawabkan kualitas audit yang dihasilkan”

Peneliti :

Tapi ini tidak mengindikasikan bahwa anda tidak
berkompeten donk pak?

Responden :

“Toh hasil yang berbeda bukan berarti aparatnya yang
tidak berkompeten tetapi mungkin karena berbagai hal
yang menyebabkan perbedaan itu. Nah klo hasil kita
berbeda merupakan tantangan kita untuk mempertahankan
hasil pemeriksaan itu, soalnyakan kita melakukan
pemeriksaan l sudah sesuai aturan dan pemahaman serta

panduan yang ada didalam orbik dan bukti temuan yang
akurat juga dapat membantu kita mempertahankan hasil
audit yang berbeda ini”

Peneliti :

Nah ini kasus lainnya, ketika anda ditugaskan melakukan
pemeriksaan ditemapat dulunya anda bekerja, apa anda
tetap akan melaksanakan tugas tersebut?

Responden :

“Ya jelas tetap kita laksanakan, soalnya itu tugas yang
berarti amanat bagi kita sebagai aparat sehingga harus
tetap dilaksanakan, malahan ini tantangan loh bagi kami
para aparat yang menjadi tim pemeriksa instansi tersebut
soalnya dengan kami tetap melakanakan tugas itu sudah
pasti instansi harus melaksanakan rekomendasi yang kami
berikan sehingga tim evaluasi pemeriksaan dapat menindak
lanjuti hasil pemeriksaan ketika bisa ditindak lanjuti
berarti audit yang kami hasilkan sudah berkualitas, nah ini
ada kebanggaan tersendiri loh dalam diri kita bisa
melaksanakan tugas yang cukup berisiko ini”

Peneliti :

Tapi independensi anda bisa dipertanyakan donk?

Responden :

:Ketika berbicar pemeriksaan yang mana kita merupakan
bawahan kita harus tetap melaksanakan hal tersebut. Inilah
yang namanya konsisten. Dengan ini hasil audit saya pun
dapat dipertanggung jawabkan”

Peneliti :

Apa yang anda rasakan ketika anda sebagai aparat yang
selalu diikutsertakan dalam pemeriksaan baik pemeriksaan
menurut orbik atau penugasan langsung dari inspektur
kepala?

Responden:

“Masalah keikutsertaan merupakan hal yang sangat
berpengaruh terhadap apa yang akan kita lakukan
selanjutnya. Coba deh kamu pikir lah ya dek ketika ide
kamu terus diterima dan rekomendasi kemu terus
dipertimbangkan sehingga kebanggaan seperti ini lah yang
memberikan dorongan untuk menghasilkan audit yang
berkualitas”

Peneliti :

Kalo diikutsertakan anda bakal memberikan kontribusi
dalam bentuk hasil yang berkualitas apa hanya kebanggan
semata?

Responden:

“ Ya barang tentu hasil audit yang berkualitas lah”.

BIODATA MAHASISWA

Nama

: Elvira Hertika

NPM

: C1C008007
Tempat/Tanggal Lahir : Muara-Aman/27-Februari-1991
Jenis Kelamin

: Perempuan

Agama

: Islam

No Telp/Hp

: 08992209927

Email

: elviera_cute@yahoo.com
Alamat : Jln. Meranti 4 No 17 Rt. 12 Rw. 03
Sawah Lebar Kota Bengkulu

Nama Ayah

: H. Zahedi Zen

Nama Ibu

: Hj. Elly Herlinda, S.Pd

Judul Skripsi

:

“PENGARUH

KOMPETENSI,
INDEPENDENSI, DAN MOTIVASI TERHADAP KUALITAS
AUDIT OPERASIONAL YANG DILAKSANAKAN OLEH
APARAT INSPEKTORAT KOTA BENGKULU DALAM
PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH”
Pembimbing

: Dr. Fachruzzaman., SE., MDM., Ak

IPK

: 3,79

Mahasiswa YBS

Elvira Hertika

NPM. C1C008007

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->