P. 1
TS_UNM_ada_semuami

TS_UNM_ada_semuami

|Views: 301|Likes:
Published by joecemoot

More info:

Published by: joecemoot on Apr 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/05/2013

pdf

text

original

z REDAKSI

MELAJU BERSAMA SEMANGAT PHINISI
Seperti yang kita lihat bersama, saat ini pembangunan Pusat Pelayanan Akademik atau yang lebih dikenal dengan menara Phinisi Universitas Negeri Makassar (UNM) hampir rampung. Ini mengejutkan karena tak banyak yang percaya pengerjaannnya begitu cepat, kurang dari tiga tahun. Selain sebagai bangunan terbesar dan tertinggi yang pernah dimiliki UNM, ada banyak pelajaran yang dapat dipetik dari usaha menghadirkan bangunan 17 lantai tersebut. Phinisi tidak saja dipahami sebagai bangunan fisik untuk atau sekadar pamer semata melainkan Phinisi telah menjadi simbol sebuah semangat. Semangat perubahan sivitas akademika untuk menghasilkan karya-karya dan terobosan inovatif. Yang lebih besar, Phinisi telah mengajarkan bahwa tak ada yang tak mungkin. Ketika awalnya banyak yang pesimis dan mencibir mimpi itu justru Phinisi terus melaju. Dan semangat itu kini telah ‘menular’ ke sejumlah sendisendi Kampus. Ada pembangunan menara Tellu Cappa’ di Program Pascasarjana (PPs), Sekolah Laboratorium (Labschool) UNM di Kabupaten Pangkep dan beberapa gedung bertingkat yang nantinya akan berdiri di sejumlah fakultas, di antaranya, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ekonomi (FE), dan Fakultas Ilmu Sosial (FIS). Di samping itu beberapa program diselenggarakan seperti Pendidikan Profesi Guru (PPG), Sarjana Mengajar daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T), Bidik Misi, Kewirausahaan dan lainnya. Peran dari semua sivitas akademika seperti mahasiswa, pegawai, dosen dan pimpinan kampus berhasil mewujudkan mimpi menjadi kenyataan. Ide yang didorong dengan komitmen yang kuat, rasa tanggungjawab, kerjasama serta do’a akan menghasilkan karya yang agung. UNM yang telah menginjak usia 50 tahun atau setengah abad tentu cukup matang untuk tetap bertahan di tengah arus dan gelombang globalisasi. Mengutip pernyataan filsuf asal Jerman, Goethe, “Kita harus senantiasa berubah, memperbaharui, dan meremajakan diri. Jika tidak, kita akan mengeras.” UNM sadar betul jangankan jalan di tempat, berjalan perlahan saja akan tertinggal. Oleh karena itu, ide-ide yang dihasilkan para pimpinan dan seluruh steakholder kampus selayaknya diapresiasi. Kita semua berharap UNM dengan semangat Phinisi yang diusung tetap Jaya dalam tantangan.(*)

Arismunandar (Rektor)

PELINDUNG

Sofyan Salam (PR I) Andi Ihsan (PR II) Hamsu A Gani (PR III) Nurdin Noni (PR IV)

PENASEHAT

PENANGGUNGJAWAB
Djalaluddin Mulbar (Kepala Humas)

PEMIMPIN UMUM
Pratiwi Syarief

PEMIMPIN REDAKSI
Muh. Ilham Arsyam

SEKRETARIS REDAKSI
Andi

Muhammad Baran Suriawati

REPORTER

LAYOUTER
Joe Sade

FOTOGRAFER
Irsan Rahmat

Ika Meredekawati

KEUANGAN SIRKULASI
Muh. Amin

z SIPAKAINGE

z KANTOR REDAKSI

+ 2012, UNM Pilih Rektor - Persaingan Sehat, Pererat Silaturahmi

Humas Universitas Negeri Makassar Gedung Rektorat Lt. I Kampus Gunung Sari Jl. A.P. Pettarani Makassar Telp. (0411) 869834, 869854 ext (101) e-mail: tudangsipulung@yahoo.co.id

www.unm.ac.id
2
Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

y LAPORAN UTAMA y LAPORAN KHUSUS y KORIDOR y GALERI FOTO y KERJASAMA y CIVITAS y SISI LAIN y PPG UNM y PRESTASI y AGENDA y KEWIRAUSAHAAN y PEMILIHAN REKTOR y APA KATA MEREKA

z COVER STORY

4 7 9 18 21 22 24 25 26 30 32 33 34

z LAPORAN UTAMA

LABSCHOOL, PERCONTOHAN INOVASI PENDIDIKAN
Universitas Negeri Makassar (UNM) kini tengah membangun wadah yang menjadi pusat riset dan pengembangan sistem persekolahan yang disebut sekolah laboratorium (Labschool).

DESAIN salah satu bagian dari labschool UNM

4

Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

z LAPORAN UTAMA

SEJUMLAH anak berpakaian adat menyambut Gubernur Sulsel, Bupati Pangkep, dan Rektor UNM

Pembangunan ini dilakukan di Kabupaten Pangkep dengan luas lahan kurang lebih 10 hektar dan diperkirakan menelan biaya hingga Rp60 miliar. Rektor UNM, Prof Dr H Arismunandar MPd, mengatakan, labschool ini diharapkan memberikan model pendidikan dan pembelajaran yang berbeda dengan sekolah pada umumnya. “Kami

berharap metode-metode yang kami susun nantinya bisa menjadi percontohan bagi satuan pendidikan lainnya,” ungkapnya. Labschool juga diharapkan ,menjadi laboratorium bagi Universitas Negeri Makassar dalam hal inovasi-inovasi pembelajaran. “Sangat aneh rasanya jika UNM sebagai lembaga pendidik dan tenaga kependidikan tidak memiliki laboratorium pendidikan. Labschool inilah jawabannya,” ujar Pembantu Rektor Bidang Kerjasama, Dr Nurdin Noni, MHum. Sekolah laboratorium yang kini tengah dalam pengerjaan ini memiliki desain yang unik terutama dari segi bentuknya yang menyerupai daun. Desainnya sendiri dibuat oleh perancang terkenal yang juga mendesain gedung Phinisi UNM, Yu Sin. Dari desain yang diperlihatkan nampak arsitekturnya menyatu dengan

REKTOR UNM menyaksikan Gubernur Sulsel saat peletakan batu pertama

SAMBUTAN Rektor UNM, saat peletakan batu pertama labschool UNM di Pangkep

6

Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

5

alam. Menurut Nurdin, bangunan ini mengikuti bentuk dan kondisi lahan. Bentuknya sendiri mengikuti lekukan-lekukan alam setempat baik berupa pohon-pohon dan danau. “Hampir tak ada pohon yang kita tebang atau danau yang ditimbun,” katanya. Selain itu, bahan bangunan sekolah ini tak semuanya terbuat dari semen melainkan memanfaat kekayaan alam sekitar misalnya bambu. Labschool ini juga akan dilengkapi dengan dua asrama masing-masing asrama putra dan putri. Adapun jenjang pendidikan yang akan dikelola meliputi sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menegah atas (SMA). “Saat ini bangunan yang baru dikerjakan untuk SMP dulu,” ujar Nurdin. Lanjutnya, jika tak ada aral melintang tahun ajaran 2012-2013 sudah dapat menerima mahasiswa baru

BUPATI Pangkep H Syamsuddin A. Hamid Batara memberikan sambutan

kurang lebih 100 orang. Berbeda dengan sekolah umum, untuk sistem pengajaran diterapkan elec-

GUBERNUR Sulsel saat memberikan sambutan

tronic-module (adaptasi model PPSP). Uniknya, seperti di perguruan tinggi diterapkan pula Sistem Satuan Kredit (SKS) sehingga memungkinkan percepatan (akselerasi) secara inidividu. Di samping itu, dengan menerapkan sekolah berasrama (boarding-school) diharapkan dapat memudahkan pengontrolan dan memupuk pendidikan karakter siswa. Fasilitas-fasilitas pendidikan seperti laboratorium, kelas dan perpustakaan berstandar internasional (SBI) didukung dengan sistem informasi akademik berbasis ICT. Tidak saja itu, pengembangan system multi-lingual diharapkan siswa dapat menguasai berbagai bahasa asing utamanya Bahasa Inggris plus bahasa Arab dan Mandarin. Peletakan batu pertama dilakukan langsung Gubernur Sulsel Dr Syahrul Yasin Limpo. Syahrul sendiri memuji langkah ini. Diharapkan labschool ini akan menjadi pusat riset dan pengembangan ilmu pengetahuan di Sulsel.
z Ilham & Pratiwi

PEJABAT teras UNM turut hadir dalam peletakan batu pertama labschool

6

Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

z LAPORAN KHUSUS

REKTOR dan para pembantu rektor, karena kekompakan mereka dijuluki Pandawa Lima

Hari ini lebih baik dari hari kemarin, begitu pun hari esok, lebih baik dari hari ini.

DENGAN IDE UNM AKAN LEBIH MAJU
Motto ini sepertinya tepat untuk menggambarkan UNM. Demi kemajuan UNM di tahun mendatang, UNM terus mengupayakan peningkatan kualitas. Hak itu ditempuh dengan mengajukan proposal pada Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti). Proposal tersebut terkait sembilan program utama UNM yang berdasar pada Tri darma perguruan tinggi. Terkhusus untuk bidang akademik, Anda mungkin telah mengenal Edom. Evaluasi Dosen Oleh Mahasiswa. Program yang dilaksanakan, Pusat Penjamin Mutu (PPM) UNM ini bertujuan sebagai bahan evaluasi dosen. Hal ini ditempuh untuk menilai keefektifan dosen dalam mengajar, serta untuk membantu dosen mengetahui kekurangannya dalam mengajar maupun dalam berinteraksi dengan mahasiswa. Rencananya, program ini akan terus berlanjut setiap tahunnya, dan akan dilakukan setiap semester. Sementara itu dari segi Administrasi dan Kepegawaian, Pembantu Rektor Bi-

dang administrasi Umum dan Keuangan, (PR II) UNM, Prof. Dr. Andi Ikhsan, M.Kes. mengatakan, pelayanan akan terus ditingkatkan, agar mahasiswa merasa puas. Selain itu, pada tahun 2012 dicanangkan semua sistem administrasi dan kearsipan diintergasikan ke system On Line. Selain itu, dari segi infrastruktur, beberapa fakultas telah merencanakan untuk membangun gedung berlantai. Untuk memenuhi semua rencana tersebut, PR II memperkirakan dana yang dibutuhkan mencapai kisaran 500 Miliar rupiah untuk tahap pembangunan awal. Lain lagi dengan menara Phinisi. saat ini gedung miring tersebut dalam tahap perampungan, bahkan jika berjalan dengan lancar semua pembangunan dalam bentuk Fisik telah rampung hingga pergatian tahun. “Kami malah berharap semuanya rampung secara keseluruhan begitu periode kepengurusan kami berakhir” Kata PR II Hingga saat ini, pembangunan gedung Phinisi telah menelan dana hingga 200 Miliar rupiah.

Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

7

Bidik Misi dan PMW untuk kemajuan Mahasiswa Sementara untuk bidang kemahasiswaan, Tidak ada prospek khusus pada tahun 2012 mendatang. Hanya seperti sebelum-sebelumnya, melakukan pembinaan Bakat dan Minat melalui UKM. Pengembangan budaya penalaran, dan pengembangan kesejahteraan mahasiswa. “Sama seperti tahun ini, meski tidak ada dana Hibah untuk UKM, akan tetapi jika ada mahasiswa yang datang meminta bantuan, yah kami bantu. Semua itu, untuk pengembangan bakat Mahasiswa,” ujar PR III UNM, Prof Dr Hamsu Gani MPd. Begitu pun dengan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), anggarannya masih tetap sama, yakni 1 Miliyar. Sementara untuk penerima beasiswa bidik misi, ada sedikit peningkatan. Tahun depan jumlah yang diterima diusahakan ada penambahan. Jika selama 2 tahun terakhir, mahasiswa hanya menerima sejumlah 600 ribu perbulan, maka tahun depan akan ada tambahan lima puluh ribu rupiah perorang. Begitu pun dengan jumlah kuota penerima beasiswa bidik misi, akan bertambah dari 350 menjadi 600 kuota. Untuk memastikan beasiswa tersebut tersalur sesuai dengan porsinya, maka evaluasi pun terus menerus dilakukan. Hingga saat ini, sejumlah 13 orang telah diganti dengan berbagai alasan, salah satunya Indeks Prestasi Kumulatif tidak memenuhi standar akademik dan prilaku. Saat ini ada tujuh beasiswa untuk mahasiswa UNM, diantaranya beasiswa PPA, BBM, BCA, Toyota Astra, Pemerintah provinsi, dan Bidik misi. Munculkanlah Ide dan Hasil Mengikuti Sejumlah perkembangan dan kemajuan yang dialami UNM saat ini tak lepas dari peran bidang kerjasama. Peran Pembantu Rektor Bidang Kerjasama (PR IV), Dr Nurdin Noni MHum, tentu sangat berpegaruh. Semangatnya untuk mengembangkan institusi ini tercermin dari berbagai bentuk kerjasama yang dijalin baik dalam maupun luar negeri. Menurutnya, potensi UNM tak kalah dibanding unversitas-universitas yang lain. Hal yang terpenting menurutnya adalah memunculkan ide-ide inovatif dan membangun keberanian untuk mewujudkannya. Nurdin mencontohkan,

pembangunan lab school yang digarap bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Pangkep awalnya terkendala lahan. Namun dengan ide dan keberanian UNM menyodorkan proposal ke pemerintah Sulawesi Selatan dan hasilnya Pemda Pangkep mau menyiapkan lahan seluas 7 hektar. “Jika ide ada, maka hasil akan mengikuti,” ujar Nurdin. Konsep ini juga berlaku terhadap

ran untuk membina daerah-daerah tertinggal seperti di Kalimantan dan Papua. Saat ini bidang kerjasama UNM tak pernah berhenti membuka ruang kepada semua pihak yang ingin bekerjasama. Namun di satu sisi UNM diharapkan mampu proaktif untuk memberikan ide-ide yang membuat orang tertarik menjalin kerjasama.
z Suriawati z Pratiwi Syarief

PR I UNM Prof Sofyan Salam MA PhD

PR II UNM Prof Dr A. Ihsan M.Kes

PR III UNM Prof Dr Hamsu Gani MPd

PR IV UNM Dr Nurdin Noni MHum

kerjasama-kerjasama yang dijalin terhadap berbagai institusi baik pemerintah maupun swasta. Institusi pemerintah bisa seperti kementerian-kementerian dan BUMN. Kementerian yang sudah menjali komitmen dengan UNM seperti Kementerian Pemuda dan Olaharaga dan Kementerian Pertanian sedangkan BUMN seperti PT Pertamina. Sedangkan di pihak swasta berbagai perusahaan industri telah menyatakan siap menggandeng UNM sebagai mitra kerjasama. Baru-baru ini adalah kerjasama dengan PT Tropika Nusipera dalam hal pengolahan kelapa terpadu. Bukan saja itu, pengembangan sumber daya manusia (SDM) terutama untuk program lanjutan baik magister (S2) ataupun doktor (S3). Misalnya program yang menggandeng universitas-universitas mancanegara seperti program di dua tempat (dual degree), program singkat, dan EGO studies. Di dalam negeri juga menjalin kerjasama dalam hal pengaja-

8

Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

z KORIDOR

Fakultas Teknik

BUKA PROGRAM COMMUNITY COLLAGE YANG RELEVAN
Setelah sukses dengan program studi Pendidikan Teknologi Ilmu Komputer (PTIK) sebagai prodi dengan peminat terbanyak di UNM kemudian melahirkan prodi Pendidikan Teknik Pertanian (PTP), Fakulas Teknik UNM kini tengah merancang program baru. Fakultas Teknik menyadari perlunya peningkatan mutu tenaga profesional dengan membuka program Community Collage yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dekan Fakultas Teknik Prof Dr Husain Syam MTP, mengatakan ada dua bidang keilmuan yang akan dibuka dan tergabung pada program ini. Kedua bidang itu adalah Teknik Alat Berat dan Teknologi Informasi. Program Community Collage ini bertujuan menyiapkan tenaga kerja yang terampil dan profesional. “Membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompetitif di era perkembangan hight tecnology saat ini adalah hal mutlak,” ujar Husain. Inovasi ini diyakini mampu menjawab tantangan pasar yang semakin ketat. Husain mengaku sudah mendapat dukungan kerjasama dengan sejumlah perusahaan swasta yang sipa menampung lulusan kedua program ini. “Karena basic mereka adalah tenaga terampil, maka perusahaan-perusahaan akan memperebutkannya,” katanya. Segala admistrasi pendukung seperti gedung, tenaga dosen, maupun kurikulum sudah disiapkan. Rencananya kedua program ini akan dilaunching Januari 2012 dan mulai menerima mahasiswa tahun ajaran 2012-2013 mendatang. Di samping pengembangan akademik, infrastruktur sebagai sarana pendukung sejauh ini diakui telah banyak mengalami perubahan. Penataan lingkungan dan pembenahan ruangan kuliah dibenahi untuk menunjang proses pengajaran yang nyaman. Bahkan dengan semangat inovatif itu fakultas ini berencana membangun laboratorium terpadu dengan dua buah gedung berlantai lima. Meski menyadari hal itu butuh waktu dan dana yang besar, tetapi Husain yakin tanpa inovasi yang berani mustahil ada kemajuan. Dan terbukti, dalam kurung waktu empat tahun terakhir terobosan-terobosannya patut diacungi jempol. Fakultas Teknik saat ini tidak saja akan terpaku pada lulusan tenaga pengajar, tapi mulai memikirkan menghasilkan tenaga terampil. Dengan keyakinan itu, fakultas teknik berencana mulai akan menerima mahasiswa di atas 1000 orang setiap tahunnya. Di fakultas ini juga kini muncul komunitas robot mahasiswa yang dengan nama Robotron. Komunitas ini telah mengikuti berbagai ajang kontes robot mahasiswa. Husain berharap orientasi mahasiswa seharusnya mulai diarahkan ke hal-hal positif.
z Muhammad Ilham

TIM Robotron FT saat mengikuti lomba robot

z KORIDOR

MAHASISWA Jurusan Kimia FMIPA melakukan percobaan penelitian arang aktif

Fakultas MIPA

JADI PUSAT PENELITIAN TERBAIK SE-KTI
Jaman semakin maju, ilmu pengetahuan dan teknologi pun berkembang. Untuk menjawab tantangan tersebut, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNM berbenah. Pimpinan fakultas berupaya meningkatkan pelayanan kepada sivitas akademika dengan menyiapkan rencana pengadaan infrastruktur yang bertaraf internasional. Cita-citanya, ingin menjadikan FMIPA sebagai pusat penelitian terbaik se-Kawasan Timur Indonesia (se-KTI). Fakultas yang dipimpin Prof Dr Hamzah Upu M.Ed ini, akan memprioritaskan pembangunan Laboratorium Pusat Penelitian. Hingga kini FMIPA telah mendapatkan dana bantuan pembangunan laboratorium sebesar Rp43 Miliar lebih. Tahap awal, dana sebesar Rp14,2 Miliar lebih direncanakan membangun pusat laboratorium kimia, dan sisanya Rp29 Miliar untuk pengadaan alat penunjang praktikum semua jurusan di FMIPA. Selain itu, kini FMIPA telah membuka tiga pusat studi yaitu Divertisifikasi Produksi Kelapa, Mitigasi Bencana, dan Budidaya Pasca Penangkapan Ikan. Divertisifikasi Produksi Kelapa misalnya, bisa memanfaatkan tanaman kelapa sebagai untuk produksi
Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

minyak, kosmetik dan produk lain yang bernilai ekonomi. Budidaya Pasca Penangkapan Ikan memanfaatkan potensi lahan tidur sebagai tambak guna membudidayakan aneka jenis ikan. Mitigasi Bencana menjadi program pilihan guna mengembangkan pengetahuan akan bencana dan pencegahannya. Untuk program Divertisifikasi Produksi Kelapa, pihak fakultas telah bekerja sama dengan perusahan Produk Coco Power di Korea Selatan. Untuk Budi Daya Pasca Penangkapan Ikan, pihak FMIPA menjalin kerja sama dengan pemilik lahan dan Pemda. Untuk program Mitigasi Bencana,ada kerja sama dengan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh. Aceh adalah salah satu daerah berpengelaman dalam penanggulangan bencana seperti tsunami. Pimpinan fakultas juga membentuk dua unit job center yaitu pelaksanaan Seminar Soft Skill dan Unit kewirausahaan Science Trafel. Tujuan dari dibentuknya kedua Job Center ini, untuk mempersiapkan alumni FMIPA yang berkualitas dalam bidang kewirausahaan dan mampu bersaing dalam mencari dan menciptakan lapangan pekerjaan. Untuk Seminar Soft skill, menghadirkan pembicara

atau pemateri yang ahli dari dalam dan luar negeri. Sedangkan Science Trafel, memberikan jasa pelayanan perjalanan udara dan laut bagi mahasiswa dan dosen UNM untuk melakukan perjalanan domestik maupun ke luar negeri. Fakultas MIPA juga berencana membuka jurusan baru yaitu Herbal Medicine. Jurusan ini bertujuan membidangi peramuan aneka tumbuhan obat yang bermanfaat. Melihat potensi obat-obatan tradisional yang selama ini diramu dengan menggunakan cara tradisional sehingga kurang memberikan efek higenis bagi masyarakat pengguna obat tradisional. Untuk itu FMIPA bercita-cita memiliki jurusan khusus pengolahan obat herbal.”Kita punya potensi tanaman herbal. Oleh karena itu sebaiknya kita memiliki dokter di bidang itu,” ungkap Hamzah Upu. Sementara ini pihak fakultas telah menyiapkan proposal untuk diajukan ke Dikti. Menurut Hamzah Upu, untuk jurusan Herbal Medecine ini FMIPA sudah memiliki tenaga dosen ahli dibidang obat-obatan. “Untuk sementara kami memiliki 13 orang tenaga dosen ahli yang relevan,” terang Hamza Upu.
z Muhammad Baran

10

z KORIDOR

Fakultas Bahasa dan Sastra

BENAHI SARANA DAN PRASARANA
Arus informasi dan teknologi yang semakin cepat perkembangannya sudah semestinya mendapat perhatian yang lebih. Menurut dekan Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) de-ngan meningkatkan pelayanan IT ini maka semua element-element yang ada di FBS apakah itu mahasiswa atau dari dosen akan lebih progress dalam mendapatkan informasi-informasi dan akan semakin menambah wawasannya. Berbagai pengembangan berbasis IT terus digalakkan pihak fakultas sementara melakukan banyak pembenahan. Salah satunya, yakni melakukan pembenahan terhadap jaringan internet di kampus ungu ini. Dengan koneksi yang sudah cukup memadai, menurut Dekan FBS, Dr Kisman Salija MPd, pembenahan jaringan pembangunan tower yang tingginya kurang lebih 50 meter telah dikerjakan. Dengan demikian, ini dapat lebih memudahkan dalam memperoleh informasi-informasi penting dengan mengakses internet. Terlebih lagi kepada seluruh mahasiswa yang ingin mencari referensi untuk setiap mata kuliah. Bukan hanya itu, para pegawai juga dapat lebih mudah menyelesaikan tugas-tugas yang akan dikirim melalui via e-mail. Fasilitas memang merupakan suatu hal yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas suatu instansi dan akan menjadikan salah satu cerminan sebuah fakultas yang dapat diperhitungkan, dan karenanyalah FBS saat ini melakukan pembenahan perkembangan teknologi informasi agar dapat lebih berkembang lagi dan menjadi salah satu fakultas yang dapat menjadi contoh. Dengan harapan bahwa masyarakat FBS bisa lebih cerdas dan mengetahui informasi-informasi terbaru tentang ilmu pengetahuan yang mereka tekuni. Karena melihat kondisi kebutuhan bahasa yang perkembangannya sangat pesat dekan FBS sekarang ini selain meningkatan fasilitas IT, jajaran FBS juga saat ini telah mencanangkan peningkatan sarana dan prasarana. Yakni akan dibangunnya gedung yang tidak kalah bagusnya dengan gedung Tellu Cappa. Dengan demikian keberadaan gedung tersebut maka akan menjadi lebih mudah untuk penambahan jurusan bahasa asing yang lain. Disamping itu setelah pembangunan gedung rampung yang akan menunjang proses belajar mengajar maka akan ada penambahan kelas bahasa asing lainnya seperti, Bahasa Arab dan Mandarin yang menjadi penunjang bahasa asing lainnya, karena menurut Kisman, Bahasa Inggris tidaklah cukup jika kita hanya mengetahui satu bahasa saja, kita juga mesti memiliki pengetahuan bahasa asing yang lain guna menunjang Bahasa Inggris yang kita miliki. Untuk mendukung semua itu pihak fakultas telah menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang memiliki hubungan dengan bahasa asing tersebut. Salah satu negara yang telah siap untuk melakukan kerjasama dengan FBS adalah Negeri Tirai Bambu. Keberadaan fasilitas yang dimiliki FBS sekarang ini akan lebih meningkatkan kualitas mahasiswanya. Berbagai kompetisi Nasional yang diikuti oleh mahasiswa FBS sehingga menjadikan fakultas yang sudah hampir menginjak usia 47 tahun ini lebih memperlihatkan competisinya sebagai salah salah satu fakultas tertua yang ada di Universitas Negeri Makassar.
z Muhammad Ilham

MAHASISWA FBS melakukan pementasan drama

Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

11

z KORIDOR

TARI Klousal di atas Lepa-lepa diperagakan mahasiswa FSD dalam Makassar Art Moment 2011

Fakultas Seni dan Desain

FOKUS MENATA KOMPOSISI KERJA
Menjadi institusi pendidikan kesenian dan desain terkemuka serta sebagai pusat pendidikan, pengkajian, dan pengembangan kesenian khususnya di Kawasan Timur Indonesia, adalah visi yang diusung FSD UNM. Saat ini, FSD bersiap melakukan upaya pengembangan pusat seni yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat. FSD senantiasa berperan aktif dalam mengembangkan potensi budaya daerah yang berhubungan dengan seni dan desain. Dr Karta Jayadi MSn, selaku pimpinan fakultas, pertamatama fokus membangun stigma positif dan penegakkan aturan yang tegas bagi segenap sivitas akademika FSD. Untuk itu kualitas pengajaran terus dikembangkan dan sarana penunjang pembelajaran dan praktik seni harus sesuai standar. Birokrat FSD berupaya mengembangkan kualifikasi tenaga pendidik. Saat ini FSD mengirim para dosen melanjutkan studi pascasarjana. Pimpinan Fakultas bejanji memberikan tunjangan kinerja bagi pegawai, dosen dan mahasiswa yang berprestasi. Dengan adanya tunjangan ini sivitas akademika FSD bisa menjalankan fungsinya dengan baik guna mengembangkan fakultas yang lebih maju, bila perlu menjadi contoh bagi fakultas lain. Program transparansi anggaran keuangan akan selalu dilakukan guna menciptakan atmosfer saling percaya antara sivitas akademika. Karta berjanji, bila anggaran dari rektorat berjalan lancar, dia tidak akan menunda-nunda mengalokasikan dana untuk Lembaga Kemahasiswaan. Khusus mahasiswa yang berprestasi, pihak FSD berjanji memberikan apresiasi. Harapannya, para mahasiswa mampu membawa nama baik bagi fakultas agar stigma buruk dari masyarakat bisa dihilangkan. Sebagai bukti, Tahun 2011 mahasiswa FSD banyak berprestasi di tingkat nasional. Di antaranya empat gelar juara tingkat nasional lomba obat generic yang rutin setiap tahun diadakan oleh Kementrian Kesehatan RI berhasil di sabet. Makassar Art Moment adalah Kegiatan seni yang sudah digelar selama empat tahun ini. Menjadi ajang mengaplikasikan bakat seni yang dimiliki untuk dinikmati masyarakat pencinta seni terkhusus seni tradisional daerah. Setiap tahunnya, pihak FSD menggandengn kerjasama dengan berbagai instansi baik swasta maupun pemerintah untuk menjadi sponsor kegiatan ini. Kegiatan seni lainnya adalah Bazar Seni yang diselenggarakan di daerah asal mahasiswa. Ini rutin setiap tahun diselenggarakan oleh mahasiswa sebagai tugas akhir. Menurut Karta Jayadi, Bazar Seni ini bertujuan mengajak masyarakat di daerah untuk mengembangkan seni tradisional masing-ma-sing. Untuk seni tradisionl, pihak fakultas telah menjalin kerjasama dengan Dinas Pariwisata Makassar. Untuk pengembangannya, pihak FSD pernah menjalin kerja sama dengan pihak luar negeri diantaranya, kerja sama dengan Sonkala University di Thailand guna melestaraikan dan mengembangkan seni tari tradisional. FSD optimis semua sumber daya yang ada tetap dioptimalkan.
z Muhammad Baran

12

Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

z KORIDOR

GEDUNG FIP UNM

Fakultas Ilmu Pendidikan

BANGUN DAYA SAING FAKULTAS
FIP UNM seakan tak henti membangun. Upaya membangun daya saing bagi sivitas akademika terus digalakkan oleh fakultas yang dipimpin Prof Dr Ismail Tolla MPd ini. Untuk itu beberapa program andalan akan diprioritaskan untuk mengembangkan mutu bagi para mahasiswa sebagai calon pendidik handal. Program andalan yang ingin dikembangkan adalah Billingual Class yang sudah berjalan tiga tahun. Program ini sementara dibuka untuk Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Dengan adanya program ini diharapkan para alumni calon guru SD ini tidak hanya menjadi pengajar di Indonesia tapi bisa menjadi guru di luar negeri. “Dengan program internasional ini, lulusan FIP bisa bersaing bila perlu sampai ke luar negeri,” terang Ismail Tolla. Dia berharap kedepannya program internasional ini bisa diterapkan di semua jurusan yang ada di fakultasnya. Ada juga program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Tujuannya, mengoptimalkan kemajuan teknologi informasi yang bermanfaat bagi mahasiswa di daerah terpencil. Program ini diharapkan bisa menjembatani mahasiswa di daerah yang tidak bisa mengakses pendidikan di kota karena terbatasnya akomodasi.Untuk program PJJ,FIP sudah menjalin kerjasama dengan beberapa Pemerintah Daerah di Sulsel dan di luar Sulsel. FIP juga dipercaya untuk menyelenggarakan Program Profesi Guru (PPG). Dengan dipercayakannya PPG kepada FIP, membuktikan FIP memiliki tenaga dosen yang handal. Program ini untuk sementara baru menerima calon guru yang sudah terikat kontrak dengan pemerintah daerah masingmasing diantaranya, Pemda Sulawesi Tenggara, Sulewesi Barat dan beberapa Pemda di Kalimantan. Sebagai salah satu fakultas yang memiliki fasilitas yang lengkap, FIP berupaya menciptakan budaya dan iklim akademik yang nyaman bagi sivitas akademika. Hingga kini, FIP juga menyediakan laboratorium terpadu sebagai Pusat Sumber Belajar (PSB). Di dalamnya tersedia ruang micro teaching, perpustakaan terpadu, aula serba guna, ruang bermain anak untuk program PAUD, Laboratorium Bimbingan dan Konseling dan beberapa fasilitas penunjang lainnya. Untuk memudahkan perolehan informasi dan referensi, di semua areal kampus sudah disediakan areal hotspot. Pimpinan fakultas berharap komunikasi dan kerja-kerja administrasi dan akademik kemahasiswaan tidak lagi terkendala. “Areal kampus ini suda disediakan jaringan internet. Kami berharap ini bisa memudahkan kerja pegawai dan mahasiswa dalam memberikan prestasi terbaiknya bagi fakultas ini,” ujar Ismail Tolla. Konsep lingkungan asri dan nyaman juga menjadi perhatian pimpinan fakultas. Selain fasilitas mesjid untuk tempat ibadah, kantin yang representatif, disediakan rusunawa bagi mahasiswa. Pimpinan fakultas juga menjadikan kampus hijau sebagai salah satu prioritas. Kini taman baca di sekitar kampus menjadi ciri khas. Mahasiswa bisa bersaintai melakukan diskusi dan ekstra kurikuler lainnya. Untuk menjamin keamanan, pihak fakultas telah memasang sistem pengamanan canggih seperti CCTV di beberapa titik seperti tempat parkir, kantin dan serambi dalam gedung pusat akademik. Penambahan tenaga pengaman juga diupayakan untuk mengamankan kampus. Dengan semua fasilitas ini, Ismail Tolla berharap iklim akademik di FIP senantiasa tercipta, menjauhkan mahasiswa dari budaya tawuran dan kejahatan lain.
z Muhammad Baran

Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

13

z KORIDOR

Fakultas Ilmu Keolahragaan

KEMBANGKAN TRAINING ESQ UNTUK TINGKATKAN PRESTASI
Perubahan besar telah dilakukan pimpinan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK). Fakultas yang telah banyak menghasilkan atlet-atlet berprestasi ini kini telah mengembangkan pendekatan Emotional and Spiritual Quotient (ESQ). Hal ini dilakukan menurut Dekan FIK, Drs H Arifuddin Usman M.Kes, sebagai gerakan perubahan pola pikir. Menurutnya jika civitas akademika fakultas yang dipimpinnya secara menyeluruh memiliki potensi kecerdasan emosional dan spiritual maka prestasi akan mudah diraih. “Kami telah melihat ada perubahan cara berpikir dan bertindak yang terjadi dengan mengajak warga fakultas ini untuk mengikuti training ESQ yang secara berkala kami gelar,” katanya. Oleh karena itu, atlet-atlet yang dibina selain memiliki fisik dan teknik yang baik juga dibekali kekuatan mental yang bersumber dari kecerdasan emosional dan spiritual yang mumpuni. Mental tentu sangat berpengaruh besar saat atlet-atlet bertanding. Lebih jauh, para pimpinan fakultas ini tampaknya menyadari pentingnya mengadopsi ESQ tersebut dalam proses pengajaran. Oleh karena itu, tidak salah jika Arifuddin telah menganjurkan kepada pimpinan jurusan maupun program studi di lingkup fakultas ini untuk mendesain kurikulum yang sedapat mungkin menyisipkan nilai-nilai ESQ tersebut. Tentu soal prestasi tak ada yang meragukan produktivitas fakultas ini. Sejumlah atlet maupun pelatih berprestasi telah dihasilkan. Salah satunya, Anwar Tarra, atlet dayung Indonesia peraih medali emas di ajang Asian Games di China maupun ASEAN Games yang digelar di Jakarta-Palembang baru-baru ini. Di samping itu, fakultas yang terletak di Bantabantaeng ini telah menjalin hubungan yang baik dengan Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora) sejak beberapa tahun terakhir. Hal itu dibuktikan dengan sejumlah bantuan yang mengalir untuk pengembangan fakultas. Diantaranya, pembangunan gedung Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa (PPLM), lapangan Futsal Indoor, alat canggih pemantau potensi atlet (Formetric) dan sejumlah fasilitas lainnya. Menariknya, hampir semua sarana tersebut diperoleh tanpa mengeluarkan dana sepersenpun. Kini para pimpinan fakultas ini juga sedang berusaha mengembangkan program studi baru. Ada dua Prodi yang saat ini tengah digodok. Kedua Prodi itu adalah Pendidikan Olahraga dan Manajemen Keolahragaan. Dalam kurung waktu 5 bulan ke depan segala persoalan admistrasi kedua Prodi tersebut akan dilengkapi kemudian diajukan ke Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti). Sekadar diketahui, saat ini semua Prodi di FIK telah mengantongi akreditas B. Arifuddin mengaku semua perkembangan yang dialami fakultasnya tak lepas dari dukungan pimpinan universitas. “Pimpinan universitas khususnya pak Rektor benar-benar mendukung setiap langkah kami dan bahkan terlibat secara langsung,” ungkapnya.
z Muhammad Ilham

MEMPORA saat berkunjung ke FIK

14

Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

GEDUNG FE yang terletak di Kampus Gunung Sari

Fakultas Ekonomi

MENCETAK WIRAUSAHAWAN MUDA
Berpisah dari induknya Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (FEIS) empat tahun silam, membuat Fakultas Ekonomi semakin berkembang pesat. Tidak hanya dari jumlah peminatnya yang tiap tahun semakin meningkat, namun peningkatan infrastruktur pendukung perkuliahan juga berusaha ditingkatkan. Untuk itu tahun ini FE berencana akan membangun gedung baru agar mampu menampung lebih banyak mahasiswa lagi. Pasalnya, perkembangan dunia bisnis maupun industri yang kian pesat dan animo masyarakat yang sudah cenderung berwirausaha ketimbang menjadi pegawai semakin besar. Menjadikan FE semakin diminati. Saat ini FE UNM menaungi sejumlah jurusan/prodi diantaranya; Jurusan Manajemen, Jurusan Pendidikan Ekonomi yang terbagi dalam lima program studi yaitu; Pendidikan Ekonomi Koperasi, Pendidikan Ekonomi/Pendidikan Ekonomi Bisnis, Pendidikan Akuntansi, Akuntansi dan Pendidikan Adminstrasi Perkantoran. Ekonomi Pembangunan. Menurut dekan FE, Dr H Salamun Pasda MSi hal ini dikarenakan ekonomi merupakan hal yang paling bersentuhan langsung dengan masyarakat, selain itu mengambil jurusan ekonomi bisa menjadi pekerja yang mandiri. “Kami ingin mencetak wirausahawan muda, yang nantinya dapat menciptakan lapangan kerja dan mengerakkan ekonomi rakyat,” ungkap Dr H Salamun Pasda MSi Demi menghasilakan tenaga profesional yang terampil di bidang ekonomi dalam rangka mengantisipasi kebutuhan masyarakat, pimpinan Fakultas Ekonomi menerapkan pola profesinalisme dalam mendidik mahasiswa. Agar mutu lulusannya mampu berkompetensi dalam membangun ekonomi bangsa.
z Andi

Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

15

z KORIDOR

Fakultas Psikologi

MAHASISWA BARU WAJIB PAKAI ALAMAMATER

CIRI KHAS. Mahasiswa baru Psikologi saat mengikuti perkuliahan memakai Almamater

Fakultas Psikologi tiap tahunnya menjadi salah satu fakultas incaran para calon mahasiswa baru. Maklum saja sampai saat ini, fakultas ini merupakan satu-satunya di Kawasan Timur Indonesia dan keterserapan alumni yang cukup cepat dari waktu kelulusannya. Sehingga, tak salah jika Fakultas Psikologi UNM bertekad menjadi pusat pendidikan, kajian, dan penerapan psikologi yang berorientasi pada pengembangan kekhususan dan pengembangan SDM terkemuka di Kawasan Timur Indonesia Demi mewujudkan tekad tersebut, pimpinan fakultas berupaya mengoptimalkan fungsi dan tugas masingmasing organisasi. Beberapa kebijakan strategis diambil guna meningkatkan mutu dan pelayanan terutama untuk mahasiswa, semisal pengembangan SDM khususnya tenaga dosen dan pembimbingan kemahasiswaan. Di samp-

ing itu peningkatan jaringan dengan menjalin kerjasama dengan institusi yang relevan bagi pendidikan tinggi psikologi Indonesia terus digalakkan. Salah satu implementasinya adalah pertukaran mahasiswa dengan mahasiswa psikologi dari universitas lain. Ketersediaan buku atau referensi dan jurnal nasional dan internasional di perpustakaan dan alat-alat laboratorium dengan peralatan eksperimen, psikodiagnostik dan faal yang semakin lengkap turut mendukung pelaksanaan perkuliahan. Gedung perkuliahan Fakultas Psikologi juga sangat memadai. Tiap ruang kelas dilengkapi dengan AC, LCD dan microfon. Para dosen juga, dibekali dengan perangkat IT seperti laptop sehingga pelaksanaan perkuliahan semakin inovatif. Belum lagi, suasana kekeluargaan yang cukup harmonis sehingga dapat meningkatkan motivasi kerja dan pro-ses belajar

mengajar yang optimal. Fakultas ini juga punya tradisi unik yakni mewajibkan kepada mahhasiswa baru untuk menggunakan jas alamater selama satu semester setiap ke kampus. Menurut dekan Psikologi, Prof DR Syamsul Bachri Thalib, M Si hal ini dimaksudkan untuk melatih kedisiplinan dan tentu saja agar mahasiswa Psikologi lebih mudah dikenal. Peningkatan kompetensi dan soft skills mahasiswa dan staf administra-si juga terus digenjot. Keaktifan mahasiswa dalam kegiatan ilmiah dan pengembangan bakat diwadahi dengan ketersediaan ruangan yang representatif untuk lembaga kemahasiswaan, ruangan untuk membuat unit-unit usaha yang diperuntukkan untuk latihan mahasiswa sebagai aplikasi ilmu psi-kologi, agar mereka dapat mengoptimalkan kompetensinya sehingga lebih siap di dunia kerja.
z Andi

16

Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

z KORIDOR

Fakultas Ilmu Sosial

MENCARI DAN MEMENUHI KEBUTUHAN MASYARAKAT
Fakultas Ilmu Sosial (FIS) secara teratur melakukan riset terkait kebutuhan masyarakat dalam bidang ilmu sosial. Hasilnya sejumlah program studi (Prodi) baru dibuka. Sejak beberapa tahun terakhir FIS berani membuka Prodi seperti Pendidikan Ilmu Sosial (PIPS), Pendidikan Antropologi dan Pendidikan Sosilogi. Dibukanya prodi ini diharapkan mampu menjawab permintaan pasar khususnya alumni ilmuilmu sosial. Dekan FIS, Drs H Amiruddin MPd mengatakan, permintaan alumni pendidikan di bidang ilmu sosial cukup besar. “Di sekolah-sekolah guru IPS, Antropologi dan Sosilogi terkadang diambil dari ilmu murni atau program studi lain.Oleh karena itu, kami berpikir perlu dibuka prodi yang relevan,” katanya. Di kawasan Indonesia Timur, UNM adalah Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) pertama yang membuka. Amiruddin berharap para alumni prodi inilah yang kemudian menjawab kebutuhankebutuhan itu. Terkait sarana pendukung seperti gedung perkuliahan, fakultas yang membina 2 Jurusan dan 8 Prodi ini telah merancang bangunan baru yang rencananya mulai dibangun 2012 mendatang. Bangunan berlantai 5 ini akan menjawab kekurangan ruang kuliah dan kantor pelayanan akademik yang representatif. Gedung ini merupakan salah satu dari beberapa gedung UNM yang mendapat alokasi pendanaan dari APBN 2012 mendatang. Selain itu, fakultas yang membina sedikitnya 1400 mahasiswa ini adalah salah satu dari sedikit fakultas yang menjadikan taman-taman sebagai area yang dapat digunakan mahasiswa sebagai tempat berkumpul, berdiskusi maupun mengikuti proses perkuliahan. Taman-taman itu sengaja didesain senyaman mungkin agar semua warga FIS dapat menikmatinya. Apalagi tempat tersebut dijadikan area akses bebas internet. Untuk tenaga pengajar (Dosen) FIS kini diasuh sedikitnya 17 guru besar (terbesar ke 3) dan selebihnya merupakan doktor maupun yang sedang mengikuti pendidikan doktor. Potensi ini tentu sangat berpengaruh terhadap kualitas akademik yang berlangsung. Di samping itu, mahasiswa tetap diajak mengembangkan potensi bakat dan minat mereka.
z Muhammad Ilham

MAHASISWA FIS memanfaatkan taman kampus untuk berdiskusi

Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

17

z GALERI FOTO

DIALOG Kemahasiswaan BERBAGI saat kunjungan KKN

DONOR darah Civitas Akademika UNM

HIBUR Alumni

z GALERI FOTO

KULIAH Umum Anies Baswedan di Auditorium Amanagappa

MENEGPORA A. Alifian Mallarangeng saat berkunjung ke UNM

HAMPIR rampung

WISUDA UNM 14-15 Desember 2011 SEMINAR Internasional Budaya Amerika

z KORIDOR

DESAIN Menara Tellu Cappa PPs UNM

Program Pascasarjana (PPs)

ASURANSIKAN MAHASISWA BARU
Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar(PPs UNM), khususnya mahasiswa baru angkatan 2011/2012 mendapatkan perlindungan asuransi kesehatan. Pemberian asuransi kepada mahasiswa seiring dengan kebijakan efisiensi pembiayaan yang diterapkan di PPs UNM. Sehingga pendanaan asuransi ini disisihkan dari pembayaran Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) mahasiswa. Direktur PPs UNM, Prof Dr Jasruddin MSi mengungkapakan bahwa dari hasil perhitungan efisiensi biaya, dari pembayaran SPP mahasiswa, dapat disisihkan untuk menbiayai beberapa komponen, termasuk pemberian asuransi. “Asuransi kesehatan ini, digunakan untuk rawat inap,kecelakaan lalu lintas, sampai meninggal dunia,” katanya Untuk pemberian asuransi ini, PPs UNM bermitra dengan salah satu perusahaan asuransi di Makassar. Besarnya klaim asuransi yang diberikan yakni untuk meninggal dunia bukan karena kecelakaan Rp 9 juta, meninggal karena kecelakaan Rp 18.5 juta, perawatan inap karena kecelakaan Rp 950 ribu/masa perjanjian, sementara bagi yang mengalami cacat tetap setelah 90 hari sejak terjadinya kecelakaan akan mendapatkan manfaat tambahan berdasarkan skala prosentase. Sementara itu Asisten Direktur Bidang Administrasi dan Keuangan, Prof Dr Heri Tahir, SH.,MH. menuturkan jika pemberian asuransi ini juga merupakan bentuk kepedulian PPs UNM terhadap mahasiswanya. “Namun kami berharap mahasiswa kita tidak sampai menggunakanan asuransi ini, artinya selama kuliah di PPs UNM mereka sehat selalu, “ujarnya. Untuk memberikan pelayanan akademik dan administrasi yang lebih baik, PPs UNM pada tahun ini membangun gedung baru berlantai 12 yang diberi nama Menara Tellu Cappa. Pembangunan gendung telah dimulai pada 17 September 2011, yang ditandai dengan pemancangan tiang pertama oleh Direktur PPs UNM, Prof Dr Jasruddin MSi, Rektor UNM Prof Dr Arismunandar, Walikota Makassar Ir Ilham Arief Sirajuddin. Disamping itu pertumbuhan jumlah pelamar pada PPs UNM dari tahun ke tahun semakin meningkat sehingga diperlukan ruang-ruang kelas tambahan. Estimasi biaya yang dibutuhkan untuk penyelesaian Menara Tellu Cappa ini Rp 100 Miliar lebih. “Untuk tahap pertama, pembangunan Menara Tellu Cappa mendapat bantuan Rp 30 Miliar dari APBN, “ kata Direktur PPs UNM, Prof Dr Jasruddin MSi.
z Andi

20

Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

z AGENDA KERJASAMA

UNM-NIU TEKEN KONTRAK AKADEMIK
Direktur Asian Study, Northern lllinois University (NIU) Prof. James Collins dan Rektor UNM, Prof. Dr. H. Arismunandar, M.Pd, melakukan penandatanganan kerjasama (MoU) di Rektorat UNM, 13 Oktober 2011 lalu. Beberapa aspek dalam MoU tersebut utamanya dalam hal akademik, misalnya penerbitan bersama, program dual degree baik untuk mahasiswa program S2 maupun S3, kolaborasi research, bekerja sama dalam hal NGO study untuk program S2. Keistimewaan lainnya bagi UNM dalam perjanjian kerjasama ini adalah NIU memiliki Center for Non-Government Organization Leadership and Development (NGOLD). Selain itu harapan UNM selanjutnya adalah akan mengadakan short training dengan durasi 2-3 minggu untuk mahasiswa UNM di NIU sesuai bidangnya masing-masing. Sebaliknya, mahasiswa NIU juga dapat melakukan short training di Makassar termasuk di UNM dan mereka akan mendapatkan pembelajaran dari dosen. Kolaborasi dengan mahasiswa UNM dan kunjungan yang relevan dengan bidang yang akan dikaji. James Collins merasa sangat senang bisa melakukan kerjasama dengan UNM. “UNM dan NIU memiliki karakteristik yang sama, yaitu dulunya sama-sama teacher college sebelum bermetamorfosis menjadi universitas,” ungkapnya. “MoU ini sangatlah penting khususnya bagi UNM dalam meningkatkan kerjasama Internasional, terutama dalam penguatan Sumber Daya Manusia Dosen sekaligus publikasi Internasional,” kata Arismunandar. Pembantu Rektor IV UNM Bidang Kerjasama Dr. Nurdin Noni, M.Hum., menambahkan bahwa meski ini bukan kali pertama teken kontrak dengan NIU, namun sebenarnya implementasinya sudah ada. Seperti program sandwich yang diikuti oleh mahasiswa S3 UNM yang dikirim ke NIU
z Pratiwi Syarief

BERTUKAR KELEBIHAN DENGAN CCNU
Beberapa bulan lalu, Petinggi UNM beserta beberapa jajarannya melakukan kunjungan ke negara Tirai Bambu, China. Perjalan mereka bukan tanpa hasil. Yah pada bulan Mei, UNM resmi melakukan kerjasama dengan Central China Normal University (CCNU). Seperti tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU), kedua universitas sepakat melakukan kerjasama dalam 12 aktifitas. salah satu keseptannya yakni pertukaran mahasiswa, dosen, dan peneliti untuk peningkatan kualitas. Saat ini salah satu mahasiswa UNM bahkan telah berada di China melalui kerjasama tersebut. Selain itu, UNM juga akan membangun pusat penelitian Bahasa Indonesia di CCNU. Sebagai timbal balik, CCNU juga akan membantu UNM untuk membuka Jurusan Bahasa Mandarin di Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS). Menanggapi hal tersebut, Dekan FBS, Kisman Salija juga sangat optimis dalam hal peminat. “Saya sangat yakin peminat Bahasa Mandarin akan membeludak, dan kami tengah melakukan komunikasi dengan beberapa komunitas China di Makassar,” ungkap dosen Bahasa Inggris tersebut. Kerjasama dengan CCNU tersebut berlangsung selama kurun waktu lima tahun.
z Suriawati

Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

21

z CIVITAS

Dr. H. Sukardi Weda,S.S.,M.Hum., M.Pd., Msi.

BERMANFAAT DI MANA SAJA
Berbicara tentang pendidikan, dia tahu. Berbicara tentang kehidupan sosial, juga tahu. Berbicara tentang linguistik dan bahasa inggris, apalagi. Yah itulah sosok salah satu dosen Bahasa Inggris yang memiliki banyak title, Dr. H. Sukardi Weda,S.S.,M.Hum., M.Pd., Msi. Tak tanggung-tanggung, title magister yang dimilikinya pun segera menjadi empat. Pasalnya pria kelahiran Parepare ini sebentar lagi akan meraih gelar Magister Managemen (MM). Tak berhenti sampai di situ, ia bahkan masih merencanakan untuk mengambil gelar master di bidang Komunikasi dan Dakwah. “Semoga saja bisa terwujud” katanya. Semangat menuntut ilmu tersebut didasari oleh kecintaan belajar dan motivasi untuk bermakna di mana saja. Berkat motivasi tersebut, anggota Komisi Penyiaran Independen Daerah (KPID) Sulsel ini, kerap kali diundang sebagai pembicara dalam beberapa seminar, bahkan ia juga diminta menjadi Reviewer dari International Joural of English Linguistics (IJEL) Canada. Selain itu, ia juga di daulat sebagai Dosen berprestasi di Fakultas Bahasa dan Sastra pada tahun 2010 dan 2011. Sayangnya setelah melalui persaingan yang ketat ia hanya menduduki posisi ke dua di tingkat Universitas pada tahun 2010. Sementara pada tahun 2011 ia tak sempat mengumpul berkas dikarenakan sedang berada di Jakarta, lagi pula informasinya terlambat diterima. “Yah, mudah mudahaan tahun depan bisa,” harapnya. Ditanya terkait rencana mengambil gelar Professor, ia mengatakan sebenarnya kredit poinnya sudah mencukupi. “Akan tetapi baru sunnahnya, Wajibnya belum ada, yakni jurnal penelitian,” katanya. Sebenarnya lanjut dosen Sastra Inggris ini, penelitiannya pun sudah rampung, hanya saja ia tidak memiliki waktu untuk olah data, karena saking sibuknya. Prestasi dan keuletannya juga banyak menjadi inspirasi bagi orang-orang disekitarnya, termasuk rekan semasa kuliah dan mahasiswa yang didiknya. Pria kelahiran Pare-pare ini bercerita, pernah suatu ketika ia mendapat bingkisan dari salah satu mahasiswa bimbingannya, di dalamnya ia mendapatkan sebuah catatan kecil bertuliskan, “Saya salut dan bangga pada Bapak, saya ingin seperti Bapak.” BIODATA
Nama Lengkap: Dr. H. Sukardi Weda, S.S.,M.Hum., M.Pd.,Msi Tempat, Tgl. Lahir: Pare-Pare, 5 Januari 1969 Karier: Dosen FBS UNM, Komisioner KPID Sulsel

Meski saat ini ia telah menggenggam kesuksesan, namun siapa sangka jalan ayah tujuh anak ini, tak semulus yang dibayangkan. Ia lahir dari orang tua dengan latar pendidikan Sekolah Rakyat. Bahkan ketika sekolah, ia mesti bekerja keras untuk membiayai diri sendiri. “Saya bahkan bekerja sebagai tukang batu” katanya. Selain itu, ia juga diterima di UNM ketika mendaftar untuk yang kelima kalinya. Namun prinsipnya kuat, terus berusaha dan berdoa. Ia juga kerap berpesan kepada mahasiswa yang diajarnya agar memiliki manajemen waktu yang bagus dan selalu berpikir stratergis, serta terus melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi.
z Suriawati

22

Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

z CIVITAS

Anwar Tarra

TUAI KERJA KERAS
“Kerja Keras” itulah prinsip yang selama ini dijadikan sebagai cambuk untuk meraih apa yang dicita-citakan. Bukan putra asal daerah Gowa jika pantang mundur, kete-kunan dan keuletan yang dimiliki kelahiran 11 Januari 1987 ini membawanya menjadi salah satu diantara puluhan ribu mahasiswa yang berhasil di Universitas Negeri Makassar. Kegigihan yang selama ini diperlihatkan oleh Anwar Tarra mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahraga-an (FIK) UNM kini telah dituainya, berbagai penghargaan yang telah diraihnya diberbagai kejuaraan baik kejuaraan nasional maupun internasional, mulai dari perunggu hingga emas, mulai dari sejumlah uang tunai hingga rumah semua telah dimilikinya, namun itu semua tidak membuatnya sombong, malah membuatnya semakin ramah terhadap orang lain. Tekat dan kemauan yang membuatnya tetap menekuni olahraga dayung, yang dulunya ia tidak pandai berenang tetapi ia selalu mencoba dan mencoba untuk berlatih sendiri. Belum cukup lama Anwar Tarra dapat berenang, pada tahun 2005 ia berhasil mengapungkan dirinya di atas air dan akhir-nya dapat berenang. Sejak saat itulah Anwar Tarra menggeluti olahraga dayung ini. Lelaki kelahiran Gowa ini tidak hanya berprestasi pada olahraga dayung tetapi ia juga telah merai beberapa medali dalam bidang olahraga takrow. “Kurang lebih 50 emas telah saya kumpulkan dalam berbagai ajang” kata Anwar Tarra. Anak dari pasangan keluarga petani kecil asal Bonto Mate’ne ini juga telah menjadi tulang punggung untuk keluarganya karena dengan prestasinya, ia dapat meringankan beban keluarga dan dapat membiayai kuliahnya sendiri. Semasa SMA Anwar Tarra memang lebih menyenangi mata pelajaran pendidikan jasmani dan rohani. Dengan prestasinya yang sudah diakui di tingkat nasional maupun internasional, membuatnya semakin bersemangat lagi demi mencetak sejarah dan prestasi. Anwar yang saat ini telah menjalani semester akhir juga tidak lama lagi akan menyelesaikan studinya. Kemenangannya di laga SEA GAMES XXVI Palembang-Jakarta 2011 ini menjadi kebanggan tersendiri baik untuk dirinya sendiri maupun UNM. Pada SEA

ANWAR TARRA. mahasiswa FIK juga salah satu atlet dayung Indonesia

GAMES ia mengantongi lima penghargaan. Diantaranya juara satu di tiga nomor yakni Nomor Canoeing 1 (C1) 200 meter, Nomor Canoeing 2 (C2) 200 meter, Nomor Canoeing 2 (C2) 1.000 meter, juara dua Dragon Boat (Perahu Naga) 2.000 meter dan juara tiga Dragon Boat (Perahu Naga) 500 meter.
z Muhammad Ilham

BIODATA
Nama Lengkap: Anwar Tarra Tempat, Tgl. Lahir: Gowa, 11 januari 1987 Prestasi: -Peraih Medali Emas Dayung Asian Games China 2010 -Peraih Medali Emas Dayung ASEAN Games 2011

Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

23

z SISI LAIN

REKTOR UNM mengisi waktu luang dengan membaca

PEKERJAAN SELAKU REKTOR TAK MENGENAL BATAS WAKTU
Pekerjaan selaku rektor tak mengenal batas waktu, tugas tetap nomor satu karena hal tersebut merupakan tanggungjawab yang besar. Bebannya berada di pundak bahkan 1 cm dari depan mata, serasa dekat sekali, sehingga tugas itu merupakan amanah yang harus dijaga. Melakoni hobi sangat penting bagi seseoang, terutama untuk keluar dari rutinistas pekerjaan dan mendapatkan penyegaran, khususnya olahraga. Di samping penyegaran juga kebugaran sehingga bisa tetap fit dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari. Selaku Rektor UNM Prof. Dr. H. Arismunandar, M.Pd., berusaha menyelipkan waktu untuk hobi, seperti tennis, membaca, bulutangkis, dan bersepeda. Hobi lain yang digelutinya adalah menyanyi tapi kadang-kadang saja kalau ada acara tertentu seperti wisuda dan ramah tamah. Baru-baru ini Prof. Arismunandar terlihat banyak tampil menyanyi sekali pun dipaksa saja. “Tidak ada waktu khusus untuk hobi meskipun saya berusaha merintis hobi. Bersepeda misalnya, biasanya menyempatkan diri setiap jumat pagi dengan teman-teman itupun tidak rutin dikarenakan kegiatan yang seabrek se-bagai Rektor UNM.” paparnya. Keluarga pada dasarnya ikut mendukung hobi yang dilakukan ayah tiga anak ini, khususnya olahraga bahkan sesekali mereka ikut bersama, seperti bersepeda dan olahraga lainnnya. Selain bidang olahraga, Prof. Arismunandar juga senang berkunjung ke tempat wisata yang alami, terutama yang berbau laut. “Saya baru pulang dari Pulau Sabutung dengan teman-teman, saya menikmati laut dan seafoodnya yang segar-segar. Kalau saya pulang kampung dan cukup waktu saya menyempatkan diri mengunjungi pantai dengan hutan mangrove yang hijau, lebat, dan indah.” paparnya. Selama ini Prof. Arismunandar berusaha lebih mendorong kualitas hubungan daripada kuantitas, khususnya waktu-waktu bersama keluarga apalagi kesibukan yang super padat. Komunikasi multi arah harus terjaga dengan perkembangan teknologi saat ini yang sudah sangat memudahkan. Koordinasi baik tatap muka maupun bukan tatap muka. ”Kita bersyukur dikaruniai fasilitas komunikasi baik internet, telepon seluler, SMS dan BBM yang membantu melakukan koordinasi dalam hal tidak bisa bertatap muka langsung. Itulah yang membuat saya melakukan banyak hal baik untuk urusan kantor maupun urusan keluarga” bebernya. Kegiatan lain yang menyenangakan adalah bertemu dengan komunitas pendidikan di daerah dan pelosok apalagi kalau kita bisa memberi harapan dan semangat kepada mereka khususnya untuk mengembangkan dunia pendidikan. ”Saya senang hadir dalam seminar di daerah untuk mendorong semangat mereka membangun pendidikan di daerahnya” akunya.
z Pratiwi Syarief

24

Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

z PPG UNM

UNM KIRIM PENGAJAR KE DAERAH TERTINGGAL
Universitas Negeri Makassar (UNM) tahun ini, mendapat kepercayaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengirim tenaga pengajar ke daerah tertinggal. Program ini dinamakan program Maju Bersama Mencerdaskan Bangsa Melalui Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T). Secara nasional, jumlah sarjana mendidik yang dikirim sebanyak 2.700 orang. UNM sendiri mengirim 399 orang yang dinyatakan lulus seleksi dari 4.216 orang yang mendaftarkan diri. Mereka ini adalah sarjana pendidikan dari bidang studi Geografi, Seni Budaya, Ekonomi, Bimbingan Konseling, Penjankes, IPS, IPA, TIK, Keterampilan, Sejarah, Kimia, Biologi, Fisika, Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, PKN, dan PGSD. Mereka akan ditempatkan dan me-ngabdi selama setahun di NTT (dua kabupaten, Manggarai Timur dan Sumba Timur), Papua (dua kabupaten yakni Biak Nunfor dan Waropen) dan Papua Barat (empat kabupaten, yakni Kabupaten Manokwari, Sorong, Teluk Bintuni, dan Raja Ampat). Pelepasan para sarjana mendidik ini dilaksanakan pada Minggu (11/12) di Ruang Senat Rektorat UNM, dan dihadiri langsung oleh Dirjen Dikti Kemendikbud RI, Dr Ir Djoko Santoso MSc. Turut hadir pula Direktur Pendidik dan Kependidikan Dikti, Prof Supriadi Rustam, Rektor UNM, Prof Dr Arismunandar MPd, Rektor Unhas Prof Dr Idrus Paturusi, Ketua PPG Rayon 124 Prof. Dr. H. Eko Hadi Sujiono, M.si. dan perwakilan dari Dinas Pendidikan NTT, Papau, dan Papua Barat. Rektor UNM Prof Dr Arismunandar MPd dalam sambutannya mengatakan bahwa sebagai universitas pencetak tenaga pendidik sudah selaknya UNM bertanggungjawab atas terciptanya iklim pendidikan yang layak di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T). “Ini adalah amanah dan tugas kita dalam mencerdaskan anak-anak bangsa, generasi penerus, “ katanya. Prof Dr Arismunadar, MPd, juga meminta Kemendikbud agar peserta SM3T yang berprestasi dalam menjalankan tugasnya dapat diproritaskan untuk menjadi PNS dan mendapatkan tunjangan sertifikasi. Sementara itu, Dirjen Dikti Dr Ir Djoko Santoso MSc mengungkapkan jika program menuju bersama mencerdaskan Indonesia SM3T ini bertujuan mengatasi permasalahan kekurangan guru di daerah tertentu.”Semoga kalian dapat mengabdikan diri dengan sebaik-baiknya dan mendapatkan pengalaman yang tak ternilai harganya, “ harapnya. Program ini tak hanya menjadi berkah bagi UNM tetapi juga bagi sarjana-sarjana pendidikan di Sulsel, pasalnya Kemedikbud menjanjikan para peserta yang menjalankan tugasnya dengan baik akan langsung diikutkan Pendidikan Profesi Guru, untuk mendapatkan sertifikat dan tunjangan mendidik.
z Andi

Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

25

z PRESTASI

Prof. Dr. H. Eko Hadi Sujiono, M.Si.

PERTAMA MENGUNGKAP FENOMENA PHYSICS DI INDONESIA
Superkonduktor, penelitian mengenai teknologi ini menjadikan Prof. Dr. H. Eko Hadi Sujiono, M.si. orang pertama yang berhasil mengungkap penomena physic dalam bentuk film tipis untuk pertama kalinya di Indonesia. Penelitian tersebut dikelola pada 1994 silam. Saat itu, superkonduktor tengah berkembang pesat melalui kajian sifat fisikanya untuk diterapkan di masyarakat banyak. Ketika itulah, pria kelahiran Purwoharjo ini diajak oleh pembimbingnya untuk melakukan penelitian terkait superkonduktor melalui Laboratory of Electronic of Material Physics Universitas Teknologi Bandung. Meski pada awalnya ia tak tahu sedikitpun tentang superkonduktor, namun ia menerima tawaran tersebut. Akhirnya, hasil penelitian itu telah diaplikasikan untuk membuat monerel tercepat di China dengan kecepatan 500 km per jam. Beberapa bulan terakhir, setelah Jusuf Kalla mengumumkan rencana membangun Monorel di Makassar, santer diperbincangkan ilmu Dosen Fisika ini akan diterapkan untuk membangun kereta layang tersebut. “Sebenarnya belum ada pembicaraan khusus dengan pemerintah, akan tetapi jika memang akan diaplikasikan, saya harap masyarakat dapat meningkatkan kedisiplinan dan tidak melakukan aksi pengrusakan, melihat karakter budaya masyarakat saat ini” ungkapnya, ketika dikonfirmasi terkait issue tersebut. Ditanya terkait jangkauan bahan superkonduktor, ia mengatakan tidak begitu mahal. “Akan tetapi yang mahal adalah bagaimana membangun tempratur yang sesuai” katanya. Hal ini dikarenakan teknologi superkonduktor hanya dapat bekerja pada tempretur rendah, antara 60-70 derajat. Berkat penelitian Superkonduktor, Direktur program pengembangan profesi guru UNM ini, juga sempat melakukan Research Super Adisi (Super Conducting Analog Digital Conventer) di bawah naungan Department of Aplied Physics University of Twente Netherland. Reseach tersebut dikelola tiga negara, Belanda, Prancis, dan Swedia. Akan tetapi setelah beberapa tahun, ia memutuskan untuk kembali mengabdi di UNM. Alasannya simple, “Karena semangat nasionalisme, dan karena cita-cita saya sejak kecil ingin jadi guru.” katanya
z Pratiwi Syarief

Dr. Dicky Tjandra M.Sn

‘DI UJUNG JARI’ DICKY HARUMKAN UNM
Dicky Tjandra dengan patungnya berjudul “Di Ujung Jari”, menyabet penghargaan sebagai pemenang kedua Chinese First International Public Sculpture Context. Dicky yang tercatat sebagai dosen UNM ini berhak mendapatkan bonus 5.000 rimbinmi dan sertifikat. Sebelumnya, Dicky sempat mengirim dua karya patung pada pekan Internasional IP dan Perdamaian yang digagas oleh PBB. Saat itu, Finalis Olympic Landscape sculpture Conference 2007 ini mengirimkan patung berjudul “Wajah” dan “Di Ujung Jari” yang berbahan perunggu. Tahun ini, seluruh karya patung dipilih dari penjuru dunia yang kemudian dipamerkan dan diberi penghargaan. Karya Dicky mampu bersaing dengan karya-karya pematung dari 109 negara, seperti wakil dari budaya Maya, Eskimo, Maori, Indo-Eropa, Afrika, Latin, dan Oriental. “Patung Di Ujung Jari” menggambarkan tangan manusia, sebuah patung yang berdiri tegak, wujudnya menyerupai telapak tangan bagian kiri. Ujung jari-jari tangan rimbun dengan dedaunan pohon. Bagian lengan menjadi akar yang menancap kuat di tanah. Pandangan Dicky tentang tangan, bahwa seperti halnya pohon, telapak tangan bisa mengayomi. Jari-jari yang rimbun mampu melindungi manusia dari teriknya matahari. Memelihara keseimbangan lingkungan sangat ditentukan oleh tangan manusia untuk memelihara alamnya. Dicky menambah deretan panjang dosen-dosen UNM yang mengukir harum nama almamater di pentas Internasional. y Pratiwi Syarief BIODATA
Nama Lengkap: Dr. Dicky Tjandra M.Sn Tempat, Tgl. Lahir: Makassar, 28 Agustus 1956 Karier: Seniman Nasional, Dosen FSD UNM

Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

27

z PRESTASI

Oky Markianto Juara OSN Pertamina Bidang Matematika se-Sulsel

KETEKUNAN ADALAH KUNCI SUKSES

Hikmawaty Sabar dan Akhmad Affandi Juara III Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) Tingkat Nasional LIPI

Adalah Oky Markianto salah seorang mahasiswa jurusan Matematika FMIPA UNM yang mampu menyisihkan ratusan peserta lainnya dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat provinsi yang disponsori oleh Pertamina. Ajang tersebut dihelat di Auditorium Baruga AP. Pettarani Unhas sebulan yang lalu. Awalnya Oky mengaku tidak begitu yakin bisa lolos dalam seleksi tingkat provinsi, mengingat ia pernah gagal di ajang yang sama tahun lalu, namun menurut mahasiswa eksponen 2009 ini, berbekal pengalaman itulah ia banyak belajar memperbaiki diri dari kesalahan tahun lalu. Alhasil, mahasiswa berdarah Jawa ini pun berhasil meraih peringkat pertama di tingkat provinsi dalam bidang Matematika dan berhak melaju ke tingkat nasional. Bersama tiga orang pemenang OSN perwakilan UNHAS lainnya,ia melanjutkan kompetisi di tingkat nasional di Universitas Indonesia (UI). Sayangnya di tingkat nasional, ia hanya bisa melaju sampai babak semifinal. Meski tidak menjadi yang terbaik di ajang OSN tingkat nasional, Oky didaulat sebagai nominasi 6 besar kategori best presenter OSN. Terlepas dari itu, ia mengaku bersyukur sudah bisa berkompetisi sampai di tingkat nasional. Ia juga menambahkan, tidak mudah baginya untuk bisa memenangkan kompetisi dengan mahasiswa-mahasiswa jenius dari universitas lainnya se-Indonesia. “Saya puas banyak bertemu mahasiswa-mahasiswa hebat dari berbagai universitas ternama,” papar mahasiswa yang gemar membaca komik ini. Oky mengungkapkan, hasil yang selama ini dicapai bukan karena kepandaian ataupun kecerdasan yang dimilikinya. Kunci sesungguhnya agar bisa berhasil, menurutnya adalah ketekunan. Baginya, tidak penting seberapa pandai kita, tapi selama kita bertekad dan bersungguh-sungguh, maka hasil terbaik pun akan tercapai.
z Muhammad Baran

BANGGA JADI WAKIL UNM

Adalah Himawati Sabar dan Ahmad Affandi, kedua mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra Indonesia ini menjadi perwakilan UNM di ajang Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) tingkat nasional oleh LIPI 2011. Meski bukan menjadi kampium di ajang ini, dengan penelitian yang berjudul “Perilaku Sosial Politik Towani Tolotang (Potret Perjuangan Masyarakat Towani Tolotang)” kedua mahasiswa Jurusan Bahasa Inggrisl ini berhasil menyabet juara III Tingkat Nasional. Prestasi yang diperoleh keduanya ini berkat ketertarikan mereka untuk meneliti perilaku kehidupan sosial politik dan bentuk perjuangan eksistensial komunitas adat Toawani Tolotang di Kabupaten Sidrap di tengah kuatnya pengaruh moderenisasi. Hasil penelitian tersebut berhasil menembus 15 besar dari 150 Naskah yang terdaftar. Kedua mahasiswa yang aktif di Biro Kegiatan Mahasiswa Fakultas (BKMF) eLTIM FBS ini mengaku sangat senang atas prestasi yang diraihnya. Menurut Akhmad Affandi, hal yang menarik adalah meski di tengah gempuran pengaruh moderenisasi yang semakin kuat, namun masyarakat komunitas adat Towani Tolotang masih eksis memegang teguh adat dan tradisi yang diwariskan nenek moyangnya. Hikmawati Sabar juga mengaku sangat senang dengan prestasi yang ia raih. Mahasiswa angkatan 2007 ini juga mengungkapkan, ia bangga bisa meraih juara di tingkat nasional. “Alhamdulillah, karena ini merupakan ajang yang paling bergengsi, penobatan khusus untuk peneliti remaja. Saya juga bangga bisa membawa nama UNM. Dan ini khususnya saya persembahkan untuk FBS,” ungkapnya. Akhmad Affandi juga merasa bangga dengan apa yang ia raih. Mahasiswa yang baru memasuki semester III ini mengatakan, pengorbanan waktu, tenaga, dan pikirannya selama ini tidak sia-sia. “Ini merupakan hasil kerja keras kami. Saya berharap, semoga semakin banyak mahasiswa UNM yang bisa menjuarai event nasional sehingga muncul pencitraan UNM yang lebih baik,” tambahnya.
z Muhammad Baran

28

Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

z PRESTASI

Yunita Haruna Putri Pariwisata Sulawesi Selatan 2011

HARUMKAN NAMA SULSEL DI AJANG PUTRI PARIWISATA
Karena ketertarikan dan kecintaannya terhadap tempat-tempat wisata, mahasiswa berdarah Soppeng ini memutuskan untuk mengikuti ajang bergensi menjadi Putri Pariwisata. Yunita pun berhasil memenangkan ajang tersebut. Menurutnya, karena kecintaannya akan dunia kepariwisataan, dia ingin memperkenalkan budaya dan kearifan lokal Sulsel. Menurut Yunita, potensi pariwisata kota Makassar sudah lengkap, hanya BIODATA
Nama Lengkap: Yunita Haruna Lahir: Ujung Pandang, 5 Oktober 1990 Pendidkan: - SD Kumala Bayangkari Makassar (1997) - SMP Kumala Bayangkari Makassar (2003) - SMA Cokroaminoto Tamalanrea Makassar (2006) - Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (2009)

perlu pembenahan dengan sarana dan prasarana dan butuh sedikit sentuhan Sumber Daya Manusia (SDM). Yunita berharap dia bisa mengharumkan nama Sul-Sel dengan menjadi pemenang Putri Pariwisata Indonesia 2011. Anak tunggal dari pasangan Drs.H.Haruna HL, M.Pd dan Hj.Yuniar SH ini tergolong anak yang mandiri. Di sela-sela kesibukan kuliahnya, dia masih meluangkan waktunya menja-di penyiar radio salah satu stasiun radio swasta di Makassar. Berbicara soal prestasi, mahasiswa yang punya hobby modeling ini telah mengukir banyak prestasi. Di antaranya, pernah meraih Juara Harapan II Putri Indonesia Sulawesi Selatan 2010, Juara Top Model Remaja Fajar 2011 dan saat ini menyandang predikat sebagai Putri Pariwisata Sulawesi Selatan 2011. Menjadi diri sendiri dan tidak pernah menyerah. Demikian motto hidup dari Yunita Haruna mahasiswi Jurusan Sastra

Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM). Gadis kelahiran Ujung Pandang, 5 Oktober 1990 ini juga punya cita-cita menjadi orang yang sukses. Dan kini dia berhasil membuktikan kesuksesannya dengan menjadi Pemenang Putri Pariwisata Sulawesi Selatan 2011. Selain ingin memperkenalkan pariwisata, Yunita juga ingin memperkenalkan dialeg Makassar pada putri-putri dari daerah lain di Indonesia. Perempuan berparas cantik ini berpesan agar rekanrekan mahasiswa untuk tidak melupakan bahasa daerah mereka. Selain itu, Yunita ingin menjadikan dialeg Makassar sebagai trend di luar Sulawesi Selatan. Walaupun tidak terpilih sebagai Putri Pariwisata Indonesia 2011, namun Yunita tetap bangga bisa menjadi Purti Pariwisata dari Sul-Sel dan berdiri di panggung kebanggaan malam itu dengan putri pariwisata dari beberapa daerah di Indonesia
z Pratiwi Syarief

Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

29

z AGENDA

MENARA TELLU CAPPA, IKON BARU PPs UNM

PEMANCANGAN tiang pertama Menara Tellu Cappa

Sabtu, 17 September 2011 adalah momen penting bagi Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (PPs UNM). Pasalnya pada hari itu diadakan pemancangan tiang pertama, menara berlantai 12 yang diberi nama Menara Tellu Cappa. Gedung ini menelan biaya Rp100 Miliar lebih. Penamaan ini diambil dari philosofi Bugis-Makassar dalam berekspansi. Tellu Cappa atau tiga ujung yang dimaksud disini yakni pertama, ujung lidah yang bermakna bahwa dalam memecahkan masalah diplomasi atau musyawarah menjadi proritas utama. Kedua, ujung kemaluan yang berarti bagaimana mengembangkan silsilah keluarga melalui perkawinan dengan anak raja-raja dari daerah lain. Yang ketiga adalah ujung keris atau badik yang bermakna dalam merebut kekuasaan sering pula digunanakan benda tajam, namun sebisa mungkin hal ini tidak dilakukan. Direktur PPs UNM, Prof Dr Jasrud-

din, M. Si memaparkan jika arsitektur Menara Tellu Cappa ini mirip dengan Menara Phinisi UNM, sehingga nantinya apabila keduanya sudah rampung akan nampak seperti dua perahu yang bertemu. Untuk tahap pertama pada tahun ini, menara ini mendapatkan kucuran dana APBN sebesar Rp. 30 M. “Dana ini cukup untuk membangun basement hingga ke lantai lima, “ terang Prof Dr Jasruddin, M. Si. Pemancangan Menara Tellu Cappa dihadiri oleh civitas akademika PPs UNM, Rektor UNM, Walikota Makassar Ir. Ilham Arief Sirajuddin.
z Andi

30

Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

PENGUKUHAN Pasutri

PENGUKUHAN GURU BESAR PASUTRI DI UNM
Pemandangan yang tak biasa di Rektorat lantai 3 UNM pada Jumat 25 November 2011, pasalnya pasangan suami istri (pasutri) dikukuhkan sebagai Guru Besar di UNM, Ini kali ketiga terjadi di UNM. Mereka adalah Prof. Dr. H. Abdul Hadis, M.Pd., Guru Besar dalam Bidang Administrasi Pendidikan/ Manajemen Pendidikan bersama istri Prof. Dr. Hj. Nurhayati B, M.Pd., Guru Besar dalam Bidang Pendidikan Biologi. Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UNM Prof. Dr. Arismunandar, M.Pd., Pembantu Rektor, anggota senat UNM, dan pejabat lainnya. Prof. Dr. H. Abdul Hadis, M.Pd., dengan judul orasi ilmiahnya “Tingkatan Mutu Pendidikan Melalui Supervisi Pengajaran Berbasis Manajemen Mutu Terpadu”, mengatakan bahwa salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan ialah para kepala sekolah hendaknya dapat menerapkan supervise pengajaran berbasis manajemen mutu terpadu. Ada beberapa prinsip dari manajemen mutu terpadu yang urgen untuk diterapkan oleh para kepala sekolah, yaitu kerjasama tim, memberikan kepuasan kepada siswa, guu, orangtua, para stakeholders pendidikan, mengontrol dan menjamin mutu pendidikan, mencegah terjadinya pembelajaran yang salah, melaksanakan pembelajaran yang benar dari awal sampai akhir, dan melakukan perbaikan pembelajaran secara terus menerus. Sementara Prof. Dr. Hj. Nurhayati B, M.Pd., membawakan orasi ilmiah berjudul “Profil Kompetensi Guru Biologi yang Profesional di Era Global”, memaparkan bahwa untuk dapat eksis dan solid di era persaingan global dalam berbagai bidang kehidupan khususnya dalam penguasaan Biologi dengan Bioteknologinya sebagai primadona abad 21, maka dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas yang menguasai Biologi. Sumber daya manusia yang berkualitas hanya dapat lahir dari sentuhan tangan para guru yang professional yang mampu menerapkan berbagai pengalaman belajar dalam kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi social, dan kompetensi professional secara nyata dan konsisten dalam mendidik dan mengajar bidang studi Biologi. “Saya menyarankan para guru IPA Biologi di jenjang pendidikan dasar dan menengah selalu menyadari kewajibannya dalam mewujudkan empat kompetensi tersebut demi melahirkan peserta didik berkualitas yang menguasai IPA-Biologi. Kepada peserta didik di berbagai jenjang pendidikan hendaknya semakin tekun dalam mempelajari IPA-Biologi karena penguasaan materi Biologi merupakan salah satu modal dasar dalam menjalani kehidupan sehari-hari di era globalisasi”, urai Prof. Nurhayati. Istri dari Prof. Hadis ini juga menambahkan bahwa kepada staf perguruan tinggi termasuk jurusan Biologi agar mendidik dan membina calon-calon guru agar dapat memiliki kompetensi dalam merencanakan, melaksanakan, menilai pembelajaran, menindaklanjuti hasil penilaian, dan mampu mengembangkan profesionalitas secara berkelanjutan demi terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Prof. Arismunandar selaku Rektor UNM memberikan apresiasi yang tinggi, hal ini berarti dengan dikukuhkannya pasangan suami istri (pasutri) tersebut, semakin menambah panjang senarai guru besar UNM tercatat 69 orang guru besar UNM yang telah dikukuhkan. Hal tersebut ikut mempengaruhi peningkatan kualitas pendidikan di UNM.
z Pratiwi Syarief

Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

31

z KEWIRAUSAHAAN

NILAI ARTISTIK DARI SEBUAH AIR BRUSH
Pengembangan kewirausahaan yang dirintis UPT Pusat Wirausaha UNM kini semakin menampakkan keberhasilannya. Komitmen UNM untuk mengembangkan kewirausahaan yang tertuang dalam visi UNM yaitu sebagai pusat pendidikan, pengkajian dan pengembangan pendidikan, sains, tehnology, dan seni berwawasan kependidikan dan kewirausahaan. Salah satu kelompok angkatan kedua dari Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) telah menghasilkan kader wirausaha yang sudah bisa dinilai cukup berhasil. Sebut saja Ujang, mahasiswa Fakultas Seni dan Desain (FSD) ini, kini telah memiliki stand sendiri di salah satu mall ternama yang ada di kota Makassar. Air Brush merupakan salah satu seni yang menggunakan alat semprot dimana media umumnya itu adalah plastic dan tembok. Tapi, ternyata air brush tidak hanya dapat terlihat indah di tembok tetapi juga dapat sangat terlihat menarik ketika disemprotkan di kaos oblong atau sepatu. Seperti yang dilakukan Ujang Airbrush Art Gallery. Ujang Airbrush Art Gallery ini telah dirintis sejak tahun 2008 lalu yang didik rikan oleh Ujang sendiri. PMW yang kini sering disebut-sebut sebagai dalang dari sebuah kesuksesan mahasiswa UNM dalam mengembangkan bakatnya dalam berwirausaha, disanalah ia mengasah bakat serta kemampuannya yang akhirnya saat ini telah sukses membuat usaha Air Brush. “Keunikan motif ,model,serta warna membuat banyak konsumen tertarik,” ujar Ujang, selain limited edition jenis

PENGUNJUNG memerhatikan hasil kreasi Ujang di galerinya

lukis airbrush ini juga pembuatannya sangat capat dan mudah. Gerai Ujang Airbrush Art Gallery dapat dikunjingi di lantai 1 Mall Pannakukang Square. Airbrush tidak hanya mudah dan unik tetapi juga memiliki nilai artistic yang sangat tinggi. Peminatnya pun tidak hanya kalangan anak muda saja tapi banyak juga digandrungi oleh orang dewasa. Selain itu hal yang paling memuaskan adalah setiap pelanggan tidak pernah merasa kecewa karena hasilnya sesuai dengan keinginan dan selera para pelanngan. Motif tokoh polotik dan orang-orang berpengaruh juga sangat banyak diminati, dengan alasan pelanngan dapat lebih dekat dengan idolanya. Dengan harga yang relative terjangkau sehingga sampai saat ini konsumen semakin bertambah. Air Brush Art Gallery menawarkan berbagai jenis media, yakni sepatu lukis, kaos oblong, lukis wajah, desain helem, desain motor, dan lukis diding (graffiti) y Muhammad Ilham

32

Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

z PEMILIHAN REKTOR

2012, UNM PILIH REKTOR
Prof Dr Anwar Pasau dipercayai menjadi ketua agenda 4 tahunan UNM, yakni pemilihan Rektor untuk periode 2012-2016. Siapa yang akan dipercaya memimpin kampus eks IKIP Ujung Pandang ini? Sebanyak 93 dosen UNM yang kesemuanya merupakan anggota senat berhak untuk memilih. Pemilihan rektor sendiri akan berlangsung pada 7 Maret 2012 mendatang. Namun saat ini panitia pemilihan sudah sibuk dengan berbagai aktifitas jelang hari pemilihan tersebut. Diantaranya sosialisasi ke berbagai unit kerja, menerima berkas calon rektor, menverivikasi berkas tersebut hingga pengiriman tiga nama calon rektor ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Dari data base UNM ada 117 dosen yang memenuhi syarat untuk maju menjadi kandidat. Syarat yang harus dipenuhi yakni Syarat yang harus diperhatikan adalah harus dosen PNS UNM berusia di bawah 60 tahun, bersedia dicalonkan, memiliki pengalaman managerial, paling rendah ketua jurusan dengan masa jabatan paling lama dua tahun serta tidak pernah dipidana. Syarat lain yang penting adalah harus berpendidikan doctor, menduduki jabatan paling rendah Lektor Kepala. Sealain itu, mereka memiliki visi misi tentang pengembangan kampus UNM ke arah yang lebih baik, memiliki rekomendasi dari dekan masingmasing, memiliki surat keterangan sehat jasmani, dan melampirkan riwayat hidup juga menjadi syarat utama yang tidak terabaikan. Para kandidat calon rektor yang mendaftar akan diberi kesempatan untuk ‘berkampanye’ dihadapan civitas akademika UNM dalam bentuk pemaparan visi-misi dan rencana program kerja nantinya. Namun, siapa yang bakal menjadi rektor UNM tak hanya ditentukan oleh anggota senat tersebut, pasalnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga punya andil besar dalam penentuan tersebut. “ Pak menteri punya hak suara 35 % sedangkan senat 65 %, “ ungkap Prof Dr Anwar Pasau. Nantinya, lanjut guru besar Fakultas Ilmu Olahraga ini, tiga nama yang memeroleh suara terbanyak saat pemilihan akan dikirim ke Mendikbud, setelah itu Mendikbud akan menentukan pilihannya, dengan melihat track record para kandidat. “Kita menjadwalkan 14 Mei 2012 rektor terpilih dilantik, “ katanya. z Pratiwi Syarief

SOSIALISASI pemilihan rektor UNM 2012-2016

Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

33

z APA KATA MEREKA

l Keadaan UNM dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, bukan hanya dari segi pembangunan fisik dan pengadaan fasilitas tetapi juga pelaksanaan program-program kerja, baik di tingkat jurusan, fakultas, maupun universitas sendiri. Selama menjadi tenaga pengajar di FBS UNM, UNM memberikan saya kesempatan mengabdi kepada Negara, dan secara khusus kepada institusi terhadap UNM sendiri. UNM memberikan saya wadah untuk mengadakan program kerja dan memberikan pelatihan dan bimbingan kepada masyarakat, meningkatkan pengetahuan saya melalui program penelitian.Semua wadah peningkatan kemampuan dan pengetahuan, difasilitasi UNM dengan berdirinya bangunan-bangunan dan fasilitas yang diberikan.Ke depan hal yang patut dikembangkan adalah SDM UNM khusunya dalam hal kinerja.

l Sudah bagus, peningkatan UNM yang sekarang ini sudah meningkat, bagunan-bagunan yang sementara dibangaun menandakan suatu keberhasilan, semoga setelah gedung Pinisi nanti selesai dibagun dan sudah mau dipakai dari segi keamanannya mestinya ditambah.

Ramli

y Satpam Rektorat UNM

Fatimah Hidayahni Amin, M.Pd., M.A.
y Dosen UNM

Abdul Radjab
y Pegawai UNM UNM dari tahun ke tahun semakin bagus. Apalagi di bawah kepemimpinan Prof. Arismunandar, dengan gebrakan baru Menara Phinisi yang tidak saja menjadi Icon bagi UNM tetapi bagi Sulsel. Ke depannya saya berharap pegawai-pegawai di UNM bisa mendapatkan perhatian khususnya dalam hal peningkatan potensi diri, UNM semakin lebih baik dan tetap Jaya dalam Tantangan. l

UNM Alhamdulillah boleh dikata sukses, kalau dilihat secara kenyataan dibanding dengan tahun-tahun lalu, untuk pendidikan penerimaan mahasiswa sudah dimana-mana. UNM tidak ada hambatan, mudah-mudahan kedepan semakin meningkat.

Haruna

y Sopir Rektor UNM

34

Majalah Tudang Sipulung y Desember 2011

l

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->