P. 1
Masyarakat Kota Dan Masyarakat Desa

Masyarakat Kota Dan Masyarakat Desa

|Views: 1,017|Likes:
Published by Andri Saputra

More info:

Published by: Andri Saputra on Apr 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2013

pdf

text

original

Masyarakat Kota dan Masyarakat Desa

A. Pendahuluan Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individuindividu yang berada dalam kelompok tersebut. Melihat dari berbagai aspek kehidupan yang terjadi di masyarakat pada saat ini, masih terjadinya beberapa fenomena pergeseran nilai, norma serta adat istiadat kaitannya dengan pemahaman tentang masyarakat desa dan kota. Hal tersebut dapat ditinjau dari ilmu sosiologi, dimana yang menjadi obyek adalah masyarakat yang dilihat dari hubungan antar manusia, dan proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat. Bertolak pada core of the problem dan reasoning yang ada, maka perlu pemahaman yang jelas mengenai konsep masyarakat kota dan desa yang ditinjau dari segi ilmu sosiologi. Jadi diharapkan adanya pemahaman yang mendasar agar tidak terjadi suatu penyimpangan dalam nilai, norma dan adat istiadat yang ada dalam masyarakat kota maupun desa. B. Pengertian Masyarakat Masyarakat yaitu kelompok orang atau manusia yg telah cukup lama hidup dan bekerja sama, sehingga mereka ini dapat mengorganisasikan dirinya berpikir tentang dirinya dalam satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu. Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup(atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individuindividu yang berada dalam kelompok tersebut. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen(saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur. Masyarakat (society) merupakan istilah yang digunakan untuk menerangkan komuniti manusia yang tinggal bersama-sama. Boleh juga dikatakan masyarakat itu merupakan jaringan perhubungan antara pelbagai individu. Perkataan society berasal dari bahasa Latin societas, "perhubungan baik dengan orang lain". Perkataan societas diambil dari socius yang bererti "teman", maka makna masyarakat itu adalah berkaitan erat dengan apa yang dikatakan sosial. Walaupun setiap masyarakat itu berbeda, namun musnahnya suatu masyarakat adalah selalunya sama, karena: penipuan, pencurian, keganasan, peperangan dan juga kadangkala penghapusan etnik. Masyarakat yang baru akan muncul dari siapa saja yang masih bersama, ataupun dari siapa saja yang tinggal. C. Masyarakat Kota

tolong-menolong dan gotong-oyong mulai memudar begitupun dengan kepedulian sosial antara tiap warganya. Gedung-gedung pencakar langit juga pusat perbelanjaan yang modern dan mewah yang bisa jadi tempat sekedar mencuci mata sekalipun. Hal ini membuat rasa persatuan. Dari segi negatif. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota karena ketersediaan mata pencahariannya di segala bidang. orang kota dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Di kota ada banyak hiburan yang tersedia. Dari segi positif. orang yang melihatnya menganggap hal itu adalah hal yang lumrah atau biasa sehingga tidak memperdulikan lagi. Kepadatan penduduk menjadi bagian dari kehidupan kota yang mana mereka bersifat heterogen (berasal dari berbagai ras. Yang sekaligus membatasi berlangsungnya interaksi antar tetangga.Kehidupan masyarakat kota. Itu memicu terjadinya kesenjangan sosial di kalangan masyarakat kota. Rasa persatuan tolong menolong dan gotong royong mulai pudar dan kepedulian sosial cenderung berkurang. Jalan pikiran yang mereka anut pada umumnya bersifat rasional. cenderung mengarah individual dan kurang mengenal antara warga yang satu dengan lainnya meskipun tempat tinggalnya berdekatan. juga ada kalangan menengah dan kalangan bawah. yaitu : . Mereka seolah-olah hidup pada dunia mereka sendiri dan dengan cara mereka sendiri. Ini dikarenakan kehidupan mereka yang semakin moderen. Kehidupan masyarakat kota mempunyai sisi positif dan negatif. masyarakat kota cenderung bersifat individual & sangat jarang untuk saling mengenal antara warga yang satu dengan lainnya meskipun tempat tinggalnya berdekatan. kotor dan tidak sehat dengan berbagai pencemaran yang identik dengan kehiduopan kota. Untuk sebisa mungkin mencukupi kebutuhannya. Ada juga ketersediaan alat-alat transportasi yang beraneka ragam. Walaupun ada yang melanggar. Masyarakat kota seolah selalu diburu oleh waktu dan situasi yang mendorong mereka untuk bekerja lebih giat dan lebih kreatif. Sehingga banyak dari warga desa yang pergi mengadu nasib di kota dengan harapan bisa mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang banyak. sehingga kehidupan keagamaannya juga semakin menipis. Selain itu kota dianggap mewakili suatu kedinamisan dan progresifitas(kemajuan). Selain itu ada stratifikasi sosial yang memicu diskriminasi di mana masyarakat seolah memiliki kasta atau tingkatan yang terbagi atas kalangan atas yang hanya mau bergaul dengan sesamanya. Ciri-ciri Masyarakat Kota Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat perkotaan. Toko-toko yang menjual berbagai macam kebutuhan yang dibutuhkan maupun yang diinginkan. Norma yang ada sudah tidak terlalu ketat. Dapat kita lihat bahwa di kota kebanyakan rumah mereka dibatasi oleh pagar-pagar tembok yang begitu tinggi. adat dan suku) yang hidup saling berjejalan dalam lingkungan yang agak kumuh. Kebutuhan orang kalangan atas yang selalu didahulukan karena dilihat memiliki materi yang lebih.

desa dianggap menyimbolkan kediaman dan keterbelakangan serta kemalasan. TNI. Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota. Sehingga pelanggaran dianggap tabu dan sebagai konsekuensinya bisa dikkucilkan dari warga yang lainnya. bisa dikatakan normanya masih terjaga dengan baik. Alat komunikasi moderen yang sangat kurang membuat komunikasi yang berkembang cenderung sangat sederhana. sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting. maupun karyawan swasta. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus berdantung pada orang lain (Individualisme). namun persentasenya relatif kecil.a. POLRI. f. meskipun hal itu terkadang pula dilakukan pada hal-hal yang mengarah negatif. Ciri-ciri Masyarakat Desa . Kehidupan keagamaannya berkurang. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota. tokoh masyarakat dan golongan kaum tua berpengaruh dominan dan memegang peranan penting selain juga menjadi tokoh panutan bagi warga setempat yang tiap-tiap keputusannya sangat mengikat bahkan telah dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari–hari dan menjadi adat setempat. di desa tidak terlalu padat dan bersifat homogen. kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja. Biasanya mereka hidup berkelompok dan mayoritas bermata pencaharian petani. c. untuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu. D. Kebanyakan lahan pekerjaan yang tersedia dari segi pertanian yang hasilnya juga tak seberapa. mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota. Kenapa? Karena di desa masih kurang fasilitas pendukung aktivitas masyarakatnya. masih berupa desas-desus yang menjadi kebiasaan dan sangat cepat diterima oleh masyarakat. Masyarakat Desa Kehidupan di desa juga memiliki sisi positif dan negatif. sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar. d. Dari sisi negatif. Dari sisi positif. Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata. b. Perubahan-perubahan tampak nyata dikota-kota. masyarakat desa memiliki hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam antarwarganya. meskipun ada pula yang berstatus PNS. Kepala desa. Rasa persatuan yang sangat kuat dan rasa tolong-menolong atau gotong-royong dalam segala hal masih terjaga dengan baik pula. Kontrol sosial masih tinggi. juga sifat kekeluargaannya masih ada. Pekerjaan di luar pertanian hanya sekedar sampingan. e. Dilihat dari jumlah penduduknya.

Ada sebagian dari masyarakat kota sering meninggalkan ibadah demi keinginan mereka. kesederhanaan yang selalu nampak pada keseharian masyarakat desa sehingga aktivitas yang biasa mereka lakukan yaitu beribadah bersama. sering dibedakan antara masyarakat pedesaan (rural community) dan masyarakat perkotaan (urban community). Perasaan subyektif. karena dalam masyarakat modern. 2. tidak suka menonjolkan diri. Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari afektifitas. c. Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang. biasanya masyarakat desa mayoritas tidak mengetahui permasalahan atau perkembangan zaman. 1. pada hakekatnya bersifat gradual. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong. Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. pola pikir yang berbeda dengan masyarakat desa sehingga menyebabkan kesibukan yang tiada henti. Berbeda dengan masyarakat kota yang memiliki banyak kesibukan dan keinginan ini disebabkan karena ilmu pengetahuan mereka. tidak suka akan orang yang berbeda pendapat. betapa pun kecilnya suatu desa. Kekabaran (diffuseness). menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih. Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. d. tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan. intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.(lawanya prestasi). yaitu terletak pada akhlaknya. Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja. e. seorang ahli Sosiologi “Talcot Parsons” menggambarkan masyarakat desa sebagai masyarakat tradisional (Gemeinschaft) yang mengenal ciri-ciri sebagai berikut: a. Dari segi agama Secara agama. Dari segi sosial . Menurut Soekanto (1994). perbedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat sederhana. pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. yaitu mereka mementingkan kebersamaan . (lawannya Universalisme). perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja. E.Dalam buku Sosiologi karangan Ruman Sumadilaga. untuk menunjukkan sesuatu. b. Perbedaan Masyarakat Kota dan Masyarakat Desa Dalam masyarakat modern. Dari uraian tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung. cinta . kesetiaan dan kemesraan.

Masyarakat desa sulit menerima budaya asing sehingga budaya mereka tetap terjaga. Selain perbedaan di atas. Mobilitas sosial. Masing-masing punya sistem yang mandiri. Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi. kita juga dapat membedakan antara masyarakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri. dengan fungsi-fungsi sosial. Berbeda dengan masyarakat desa. struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda. Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan.. . sehingga masyarakat kota sering kali mengabaikan betapa pentingnya hukum yang berlaku. sehingga dinamik. mereka biasanya taat terhadap hukum yang berlaku. sehingga statstik. 4.Secara sosial. Perbedaan ciri antara kedua sistem tersebut dapat diungkapkan secara singkat menurut Poplin (1972) sebagai berikut: Masyarakat Pedesaan Masyarakat Kota Perilaku homogen. Kesatuan dan keutuhan kultural Banyak ritual dan nila-nilai sakral Kolektivisme Perilaku heterogen. bukan berarti mereka tidak mempunyai uang namun mereka sadar akan hukum yang berlaku. Kebudayaan dari luar yang secara bebas tanpa aturan diterima dengan tangan terbuka. Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan. Isolasi sosial. yaitu masyarakat kota biasanya menggunakan uang untuk melindungi dirinya terhadap hukum-hukum yang berlaku. Masyarakat kota biasanya mementingkan kepentingan sendiri dibandingkan orang lain karena masyarakat kota memiliki kepentingan-kepentingan yang bersifat mementingkan dirinya sendiri sehinnga lupa akan kehidupan bersosialisasi dan memilih hidup rukun tetangga. dalam arti masyarakat desa lebih mengutamakan kebersamaan. 3. Perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status. yaitu masyarakat kota biasanya lebih mementingkan kebudayaan modern atau perkembangan zaman yang identik dengan budaya luar. Mayarakat desa memiliki kebudayaan yang sangat kuat dari nenek moyang mereka dan dijaga juga diwariskan secara turun temurun. Dari segi budaya Secara budaya. bahkan kadangkadang dikatakan "berlawanan" pula.. Dari segi hukum Secara hukum. yaitu terletak pada perilaku individu masing-masing.

Mereka ini biasanya adalah pekerja pekerja musiman. Sifat kedesaan lenyap atau hilang dan sepenuhnya diganti dengan perkotaan. sibuk bekerja di sawah.Kebauran dan diversifikasi kultural Birokrasi fungsional dan nila-nilai sekular Individualisme F. Bersifat ketergantungan. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat. Bila pekerjaan dibidang pertanian mulai menyurut. Kota tergantung pada dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan bahan pangan seperti beras sayur mayur. 3. prilaku dan nilai kekotaan ke desa. karena diantara mereka saling membutuhkan. 2. Ekspansi kota ke desa. Secara teoristik. Salah satu bentuk hubungan antara kota dan desa adalah: Urbanisasi Dan Urbanisme Dengan adanya hubungan masyarakat desa dan kota yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan tersebut maka timbulah masalah baru yakni urbanisasi. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi bagi jenis jenis pekerjaan tertentu dikota. Ini terjadi di semua kawasan perkotaan dengan besaran dan kecepatan yang beraneka ragam. Proses ini yang sesungguhnya banyak terjadi. Proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak. Proses sebaliknya hampir tidak pernah terjadi. Dari keempat hubungan desa-kota tersebut kesemuanya diprakarsai pihak dan orang kota. 4. kota merubah atau paling mempengaruhi desa melalui beberapa cara. oleh karena itulah berbagai permasalahan dan gagasan yang dikembangkan pada umumnya dikaitkan dalam kehidupan dunia yang memang akan mengkota. Misalnya saja buruh bangunan dalam proyek proyek perumahan. daging dan ikan. pada umumnya berupa pengangkatan produk yang bersifat kedesaan ke kota. Ko-operasi kota-desa. Penetrasi kota ke desa. Pada saat musim tanam mereka. Invasi kota . Hubungan Masyarakat Kota dan Masyarakat Desa Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komonitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. atau boleh dibilang perluasan kawasan perkotaan dengan merubah atau mengambil kawasan perdesaan. pembangunan kota baru seperti misalnya Batam dan banyak kota baru sekitar Jakarta merubah perdesaan menjadi perkotaan. seperti: 1. masuknya produk. yaitu suatu proses . sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia.

d. G. 2. c. agama. Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern. e. merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.berpindahnya penduduk dari desa ke kota. a. terutama kaum muda. Penduduk desa. dan hukum terlihat jelas perbedaannya. 1969: 124-125 ). 2.1969:123 ). . c. Kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau untuk mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah ( Soekanti. atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan. Saran Kehidupan bermasyarakat hendaklah menjadi sebuah pendorong atau sumber kekuatan untuk mencapai cita-cita kehidupan yang harmonis. Pendidikan terutama pendidikan lanjutan. dsb. a. baik itu kehidupan di desa maupun di perkotaan. e. Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam kultur manusianya. Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian. Kesimpulan Dalam menjalani kehidupan. Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa di kota banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan. Kehidupan masyarakat kota dan desa berbeda. serangan hama. Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota. budaya. (Soekanto. b. Intelektual dan ilmu pengetahuan yang berbeda antara masyarakat kota dan desa sehinnga kehidupan sosial. Faktor-faktor yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan daerah kediamannya (Push factors). Sebab-sebab Urbanisasi 1. Di kota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan. Faktor-faktor yang ada dikota yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap di kota (pull factors). kemarau panjang. seperti banjir. b. lebih banyak di kota dan lebih mudah didapat. Penutup 1. d. Didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan. karena itu manusia disebut sebagai makhluk sosial. manusia tidak dapat hidup hanya dengan mengandalkan dirinya sendiri.

ternyata telah tersusupi oleh kehidupan kota yang serba boleh dan bebas itu disatu pihak masalah urbanisasi menjadi masalah serius bagi kota dan desa. barangkali kita berprasangka atau mengira fenomena-fenomena yang terjadi diatas hanya terjadi dikota saja. Sehubungan dengan itu. orang mudah sekali membunuh saudaranya(dekadensi moral ) hanya karena hal sepele saja. . Masalah yang terjadi di kota tidak terlepas karena adanya problem masalah yang terjadi di desa. yang kita sangka adalah tempat yang aman. mutu pendidikan yang masih rendah. tenang dan berakhlak (manusiawi). Pembangunan wilayah perkotaan seharusnya berbanding lurus dengan pengembangan wilayah desa yang berpengaruh besar terhadap pembangunan kota. sehingga kota dan desa saling mendukung dalam segala aspek kehidupan. Problem itu tidak akan menjadi masalah serius apabila pemerintah lebih fokus terhadap perkembangan dan pembangunan desa tertinggal dengan membuka lapangan pekerjaan dipedesaan sekaligus mengalirnya investasi dari kota dan juga menerapkan desentralisasi otonomi daerah yang memberikan keleluasaan kepada seluruh daerah untuk mengembangkan potensinya menjadi lebih baik. ternyata problem yang tidak jauh beda ada didesa. dan masih banyak lagi fenomena kehidupan tersebut di atas yang kita rasakan bersama. yang kaya makin kaya dan yang miskin tambah melarat.Tentunya itulah harapan kita bersama. jauh sekali dari harapan dan tujuan Pembangunan Nasional negara ini. kurangnya sumber daya manusia yang produktif akibat urbanisasi menjadi masalah yang pokok untuk diselesaikan dan paradigma yang sempit bahwa dengan mengadu nasib dikota maka kehidupan menjadi bahagia dan sejahtera menjadi masalah serius. karena masyarakat desa yang berurbanisasi ke kota menjadi masyarakat marjinal dan bagi desa pengaruh urbanisasi menjadikan sumber daya manusia yang produktif di desa menjadi berkurang yang membuat sebuah desa tak maju bahkan cenderung tertinggal. tetapi fenomena apa yang kita saksikan sekarang ini. mungkin juga fenomena itu ada pada lingkungan dimana kita tinggal. kesenjangan sosial.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->