Nama : Agis Maulana Pratama NPM : 260110110148 1.

Jika suatu zat “A” yang memiliki konstanta dielektrik lebih kecil dari konstanta dielektrik suatu zat “N”, maka perbandingan kelarutan dalam air adalah ? a. Zat A memiliki kelarutan dalam air yang lebih tinggi dari Zat N b. Zat N memiliki kelarutan dalam air yang lebih tinggi dari Zat A c. Zat A & Zat N sama-sama tidak larut dalam air d. Zat A & Zat N memiliki kelarutan yang sama dalam air e. Semua jawaban salah Pembahasan : Konstanta dielektrik yang dimiliki oleh suatu zat akan memiliki perbandingan yang lurus dengan kelarutan zat tersebut dalam air, artinya semakin tinggi konstanta dielektrik suatu zat semakin tinggi pula kelarutannya dalam air. 2. Jika seorang dokter akan menyuntikan larutan obat yang memiliki tekanan osmotik lebih kecil dari larutan NaCl 0,9 % b/v, maka larutan obat tersebut memiliki sifat ? a. Hipotonis b. Hipertonis c. Isotonis d. Fisiologis e. Disosialis Pembahasan : Hipotonis adalah keadaan dimana larutan obat atau injeksi mempunyai tekanan osmosis lebih kecil dari pada larutan NaCl 0,9 % b/v yang bila disuntikan dapat menyebabkan air dari larutan injeksi akan diserap dan masuk ke dalam sel akibatnya dia akan mengembang dan menyebabkan pecahnya sel. 3. Sirup Paracetamol 5g/100ml mengandung paracetamol anhidrat 0,05g/ml. Obat tersebut memiliki kerapatan 1.34g/ml pada suhu 25°C. Miliosmolalitas terukurnya adalah 450,25 mOsm/kg. Konversikanlah ke dalam Miliosmolaritas ! a. 580,8225 mOsm/l larutan b. 680,8225 mOsm/l larutan c. 780,8225 mOsm/l larutan d. 880,8225 mOsm/l larutan e. 980,8225 mOsm/l larutan Pembahasan : Untuk mengkonversikan Osmolalitas menjadi Osmolaritas digunakan persamaan berikut Osmolaritas = (osmolalitas terukur) x (kerapatan larutan g/ml - konsentrasi solut anhidrat g/ml)

Jadi hasilnya adalah Osmolaritas = 450,25 mOsm/kg x (1,34 g/ml – 0,05 g/ml) = 580,8225 mOsm/l larutan

kelarutan Isoniazid dalam kondisi tersebut adalah 70.010555 min-1 & kf = 0. 22.4g/l.011151 min-1 & kf = 0.034445 min-1 c. Seorang apoteker telah berhasil membuat sediaan Isoniazid (INH) dalam larutan (orde I).025555 min-1 d.22 g/l e.408 g/l b.592 g/l 5.02min-1. 1. kr = 0. kr = 0. Kemiringan garis adalah 0. 200 g/l c.056 gl-1jam-1 At = A0 – k0t Setelah ditemukan k0 kita bisa mencari kadarnya dengan persamaan A0 = 1g/5ml = 200g/l At = 200 – 1.034545 min-1 Pembahasan : ( ) Jadi min-1 dan min-1 .056 x 7 x 24 = 22. kr = 0.3g/5ml ? Berikut keterangan nya pH 5. Berapa kr dan kf ! a. Berapakah kadarnya dalam satu minggu jika suatu sediaan larutan Isoniazid mengandung 0. kr = 0. a.015 x 70.011515 min-1 & kf = 0.055525 min-1 b. dengan k1 = 0. Dalam obat Alpara Sirup terjadi kesetimbangan distribusi yang mengandung 75% Paracetamol dan 25% Dekstrometorfan HBr.015/jam. pada suhu 25 .4.056 g/l Pembahsan : Sebelum menentukan kadar tersebut kita harus mengetahui k0 terlebih dahulu yaitu k0 = k 1 x kelarutan Maka k0 = 0.4 = 1.011555 min-1 & kf = 0.592 g/l d. kemudian dia harus menentukan kadarnya setelah satu minggu. 592. 177.011515 min-1 e. kr = 0.034545 min-1 & kf = 0.

77 x 10-4 cm/detik Pembahasan : Kondisi sink menggunakan persamaan 104 x 15 mg/ml k = 1.50x104 cm2) dilarutkan dalam 1 liter air pada suhu kamar.47 x 10-4 cm/detik c. 1. Ikatan glukosa Pembahasan : Faktor –faktor yang mempengaruhi penglepasan obat adalah konsentrasi obat. pKa c. Konsentrasi obat b. dan pKa. 1. Setelah 1. Salah satu faktor yang mempengaruhi penglepasan obat adalah laju disolusi. 7.37 x 10-4 cm/detik b.37 x 10-4 cm/detik .75 g dan luas permukaannya 0. Berapakah k yang dimiliki granul tersebut pada kondisi sink? a. ikatan protein. kelarutan dalam air. Jika kelarutan obat Cs=15 mg/ml. 1. Ukuran molekul e. ukuran molekul.6.67 x 10-4 cm/detik e. manakah faktor dibawah ini yang tidak mempengaruhi penglepasan obat ? a. Granul Ranitidin memiliki berat 0.57 x 10-4 cm/detik d. Bentuk kristal d.5 menit 0.93 g telarut. bentuk kristal.50 m2 (0. 1. 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful