P. 1
PEMISAHAN CAMPURAN

PEMISAHAN CAMPURAN

|Views: 23|Likes:
Published by Ivena Christie

More info:

Published by: Ivena Christie on Apr 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/03/2012

pdf

text

original

PEMISAHAN CAMPURAN

*
B. METODE PEMISAHAN CAMPURAN
Metode pemisahan merupakan suatu cara yang digunakan untuk memisahkan atau memurnikan suatu senyawa atau skelompok senyawa yang mempunyai susunan kimia yang berkaitan dari suatu bahan, baik dalam skala laboratorium maupun skala industri. Metode pemisahan bertujuan untuk mendapatkan zat murni atau beberapa zat murni dari suatu campuran, sering disebut sebagai pemurnian dan juga untuk mengetahui keberadaan suatu zat dalam suatu sampel (analisis laboratorium). Berdasarkan tahap proses pemisahan, metode pemisahan dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu metode pemisahan sederhana dan metode pemisahan kompleks. Metode Pemisahan Sederhana Metode pemisahan sederhana adalah metode yang menggunakan cara satu tahap. Proses ini terbatas untuk memisahkan campuran atau larutan yang relatif sederhana. Metode Pemisahan Kompleks Metode pemisahan kompleks memerlukan beberapa tahapan kerja, diantaranya penambahan bahan tertentu,pengaturan proses mekanik alat, dan reaksi-reaksi kimia yang diperlukan. Metode ini biasanya menggabungkan dua atau lebih metode sederhana. Contohnya, pengolahan bijih dari pertambangan memerlukan proses pemisahan kompleks. Keadaan zat yang diinginkan dan dalam keadaan campuran harus diperhatiakn untuk menghindari kesalahan pemilihan metode pemisahan yang akan menimbulkan kerusakan hasil atau melainkan tidak berhasil. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain : 1. Keadaan zat yang diinginkan terhadap campuran, apakah zat ada di dalam sel makhluk hidup, apakah bahan terikat secara kimia, dan sebagainya. 2. Kadar zat yang diinginkan terhadap campurannya, apakah kadarnya kecil atau besar.

Metode Pemisahan Kompleks Metode pemisahan kompleks memerlukan beberapa tahapan kerja. dan biaya proses pemisahan. Proses ini terbatas untuk memisahkan campuran atau larutan yang relatif sederhana. metode pemisahan dapat dibedakan menjadi dua golongan. dan reaksi-reaksi kimia yang diperlukan. Berdasarkan tahap proses pemisahan. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain : . Keadaan zat yang diinginkan dan dalam keadaan campuran harus diperhatiakn untuk menghindari kesalahan pemilihan metode pemisahan yang akan menimbulkan kerusakan hasil atau melainkan tidak berhasil. pengolahan bijih dari pertambangan memerlukan proses pemisahan kompleks. 5. baik dalam skala laboratorium maupun skala industri. dan sebagainya.3. Metode ini biasanya menggabungkan dua atau lebih metode sederhana. diantaranya penambahan bahan tertentu. titik didih. 6. sering disebut sebagai pemurnian dan juga untuk mengetahui keberadaan suatu zat dalam suatu sampel (analisis laboratorium). yaitu metode pemisahan sederhana dan metode pemisahan kompleks. zat pencemar dan campurannya yang mengotori beserta sifatnya. Metode pemisahan bertujuan untuk mendapatkan zat murni atau beberapa zat murni dari suatu campuran. mudah menguap. Nilai guna zat yang diinginkan. Sifat khusus dari zat yang diinginkan dan campurannya. harga. B. Contohnya. Metode Pemisahan Sederhana Metode pemisahan sederhana adalah metode yang menggunakan cara satu tahap. kelarutan terhadap pelarut tertentu. Kemurnian 100% memerlukan tahap yang berbeda dengan 96%. Standar kemurnian yang diinginkan. 4. misalnya zat tidak tahan panas.pengaturan proses mekanik alat. METODE PEMISAHAN CAMPURAN Metode pemisahan merupakan suatu cara yang digunakan untuk memisahkan atau memurnikan suatu senyawa atau skelompok senyawa yang mempunyai susunan kimia yang berkaitan dari suatu bahan.

5. Titik didih Bila antara zat hasil dan zat pencampur memiliki titik didih yang jauh berbeda dapat dipishkan dengan metode destilasi. Proses pemisahan dengan dasar perbedaan titik didih ini bila dilakukan dengan kontrol suhu yang ketat akan dapat memisahkan suatu zat dari campuranya . Sifat khusus dari zat yang diinginkan dan campurannya. Keadaan zat yang diinginkan terhadap campuran. kelarutan terhadap pelarut tertentu. Partikel zat hasil akan melewati penyaring dan zat pencampurnya akan terhalang. harga.1. 2. 6. apakah kadarnya kecil atau besar. maka dapat dipilih penyring atau media berpori yang sesuai dengan ukuran partikel zat yang diinginkan. misalnya zat tidak tahan panas. DASAR-DASAR METODE PEMISAHAN Suatu zat dapat dipisahkan dari campurannya karena mempunyai perbedaan sifat. 4. dan sebagainya. 2. maka bahan dipanaskan antara suhu didih zat hasil dan di bawah suhu didih zat pencampur. dan sebagainya. dan biaya proses pemisahan. zat pencemar dan campurannya yang mengotori beserta sifatnya. titik didih. Standar kemurnian yang diinginkan. C. Kemurnian 100% memerlukan tahap yang berbeda dengan 96%. Apabila titik didih zat hasil lebih rendah daripada zat pencampur. jika partikel zat hasil lebih kecil daripada zat pencampurnya. 3. Hal ini dinamakan dasr pemisahan. apakah bahan terikat secara kimia. Zat hasil akan lebih cepat menguap. sedangkan zat pencampur tetap dalam keadaan cair dan sedikit menguap ketika titik didihnya terlewati. apakah zat ada di dalam sel makhluk hidup. Beberapa dasar pemisahan campuran antara lain sebagai berikut : 1. Kadar zat yang diinginkan terhadap campurannya. Ukuran partikel Bila ukuran partikel zat yang diinginkan berbeda dengan zat yang tidak diinginkan (zat pencmpur) dapat dipisahkan dengan metode filtrasi (penyaringan). Nilai guna zat yang diinginkan. mudah menguap.

Namun jika dalm campuran mengandung lebih dari satu zat yang akan kita inginkan. Zat-zat dengan berat jenis yng lebih besar daripada pelarutnya akan segera mengendap. artinya suatu zat mungkin larut dalam pelarut A tetapi tidak larut dalam pelarut B.3. kloroform. 5. dan pelarut nonpolar (disebut juga pelarut organik) seperti alkohol. 4. maka dapat dipisahkan dengan metode sedimentsi tau sentrifugsi. misalnya air. Gerak partikel dapat dipengaruhi oleh muatan listrik. dan eter. dengan baik. 6. Secara umum pelarut dibagi menjadi dua. Adsorbsi Adsorbsi merupakan penarikan suatu zat oleh bahan pengadsorbsi secara kuat sehingga menempel pada permukaan dari bahan . petrolium eter. methanol. aseton. yaitu pelarut polar. yaitu pemisahan zat berdasarkan banyaknya nukleotida (satuan penyusun DNA) dapat dilakukan dengan elektroforesis menggunakan suatu media agar yang disebut gel agarosa. maka kita dapat memisahkan zat yang diinginkan tersebut dengan menggunakan pelarut tertentu. Pengendapan Suatu zat akan memiliki kecepatan mengendap yang berbeda dalam suatu campuran atau larutan tertentu. Selain itu kita mengenal juga istilah elektroforesis. Dengan melihat kelarutan suatu zat yang berbeda dengan zat-zat lain dalam campurannya. Jika dalam suatu campuran mengandung satu atau beberapa zat dengan kecepatan pengendapan yang berbeda dan kita hanya menginginkan salah satu zat. Kelarutan Suatu zat selalu memiliki spesifikasi kelarutan yang berbeda. atau sebaliknya. karena suhu selalu dikontrol untuk tidak melewati titik didih campuran. Difusi Dua macm zat berwujud cair atau gas bila dicampur dapat berdifusi (bergerak mengalir dan bercampur) satu sama lain. maka digunakan metode presipitasi. Metode presipitasi biasanya dikombinasi dengan metode filtrasi. Metode pemisahan zat dengan menggunakan bantuan arus listrik disebut elektrodialisis. Listrik yang diatur sedemikian rupa (baik besarnya tegangan maupun kuat arusnya) akan menarik partikel zat hasil ke arah tertentu sehingga diperoleh zat yang murni. artinya suatu zat selalu memiliki spesifikasi kelarutan yang berbeda.

Dasar metode ini adalah kelarutan bahan dalam suatu pelarut dan perbedaan titik beku. sehingga untuk mendapatkan garam yang bersih diperlukan proses rekristalisasi (pengkristalan kembali) Contoh lain adalah pembuatan gula putih dari tebu. seperti kamfer dan iod. Filtrasi atau penyaringan merupakan metode pemisahan untuk memisahkan zat padat dari cairannya dengan menggunakan alat berpori (penyaring). dihasilkan garam dalam bentuk kasar dan masih bercampur dengan pengotornya. Dasar pemisahan metode ini adalah perbedaan ukuran partikel antara pelarut dan zat terlarutnya. Contoh proses kristalisasi dalam kehidupan sehari-hari adalah pembuatan garam dapur dari air laut. . JENIS-JENIS METODE PEMISAHAN 1. Penyaringan di laboratorium dapat menggunakan kertas saring dan penyaring buchner. bahan-bahan yang menggunakan metode ini adalah bahan yang mudah menyublim. Hasil penyaringan disebut filtrat sedangkan sisa yang tertinggal dipenyaring disebut residu. kemudian dengan bantuan sinar matahari dibiarkan menguap.pengadsorbsi. Batang tebu dihancurkan dan diperas untuk diambil sarinya. (ampas). Mula-mula air laut ditampung dalam suatu tambak. Kristalisasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh zat padat yang terlarut dalam suatu larutan. Metode ini dimanfaatkan untuk membersihkan air dari sampah pada pengolahan air. 3. Penggunaan metode ini diterapkan pada pemurnian air dan kotoran renik atau organisme. Proses filtrasi yang dilakukan adalah bahan harus dibuat dalam bentuk larutan atau berwujud cair kemudian disaring. menjernihkan preparat kimia di laboratorium. Setelah proses penguapan. Kristalisasi ada dua cara yaitu kristalisasi penguapan dan kristalisasi pendinginan. 2. D. menghilangkan pirogen (pengotor) pada air suntik injeksi dan obat-obat injeksi. Penyaring buchner adalah penyaring yang terbuat dari bahan kaca yang kuat dilengkapi dengan alat penghisap. kemudian diuapkan dengan penguap hampa udara sehingga air tebu tersebut menjadi kental. Sublimasi merupakan metode pemisahan campuran dengan menguapkan zat padat tanpa melalui fasa cair terlebih dahulu sehingga kotoran yang tidak menyublim akan tertinggal. Penyaring akan menahan zat padat yang mempunyai ukuran partikel lebih besar dari pori saringan dan meneruskan pelarut. dan membersihkan sirup dari kotoran yang ada pada gula.

Uap yang mencair ditampung dalam wadah. Contoh proses kromatografi sederhana adalah kromatografi kertas untuk memisahkan tinta 8. Bahan yang dipisahkan dengan metode ini adalah bentuk larutan atau cair.4. Ekstraksi merupakan metode pemisahan dengan melarutkan bahan campuran dalam pelarut yang sesuai. Dasar pemisahan metode ini adalah kelarutan dalam pelarut tertentu. Dasar metode pemisahan ini adalah kelarutan bahan dalam pelarut tertentu. Adsorbsi merupakan metode pemisahan untuk membersihkan suatu bahan dari pengotornya dengan cara penarikan bahan pengadsorbsi secara kuat sehingga menempel pada permukaan bahan pengadsorbsi. pembuatan minyak kayu putih. dan volatilitas (daya penguapan). dan terjadi pengkristalan gula. Pelarut bahan yang diinginkan akan menguap. Contoh destilasi adalah proses penyulingan minyak bumi. dan memurnikan air minum. 5. lewat jenuh. Pemurnian Garam Dapur Air laut banyak mengandung mineral terutama garam dapur (NaCl). Berikut ini beberapa contoh pemanfaatan metode pemisahan dengan menggunakan metode pemisahan tertentu. 6. Kristal ini kemudian dikeringkan sehingga diperoleh gula putih atau gula pasir. Destilasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh suatu bahan yang berwujud cair yang terkotori oleh zat padat atau bahan lain yang mempunyai titik didih yang berbeda. memutihkan gula yang berwarna coklat karena terdapat kotoran. daya absorbsi oleh bahan penyerap. Proses pemisahan yang dilakukan adalah bahan campuran dipanaskan pada suhu diantara titik didih bahan yang diinginkan. sedangkan sisanya disebut residu. Pada proses pemisahan suatu campuran ada yang memerlukan metode pemisahan. Kromatografi adalah cara pemisahan berdasarkan perbedaan kecepatan perambatan pelarut pada suatu lapisan zat tertentu. Bahan hasil pada proses ini disebut destilat. tahan terhadap pemanasan. 7. Petani garam dapur memisahkan garam dapur dengan . E. Penggunaan metode ini dipakai untuk memurnikan air dari kotoran renik atau mikroorganisme. PEMANFAATAN METODE PEMISAHAN 10. ada pula yang dikombinasi lebih dari saru jenis metode. uap dilewatkan pada tabung pengembun (kondensor). Dasar pemisahan adalah titik didih yang berbeda. dan perbedaan titik didihnya tidak terlalu dekat.

bagi penduduk Indonesia. tidak sulit untuk mendapatkan air tawar. Mereka melakukan penyulingan (destilasi) untuk memperoleh air tawar secara besar-besaran. kemudian diolah di industri untuk dicuci dan ditambah iodium. Garam yang diperoleh. Air selalu diperlukan dalam setiap bidang kehidupan kita. . Air adalah sumber kehidupan.menjemur air laut pada sebuah bangunan yang datar dan lapang. namun di daerah timur tengah sulit untuk mendapatkan air tawar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->