FILSAFAT (Edisi 1

)
Filed under: Uncategorized — blisha @ 11:36 am

BLISA NOVERTASARI .S MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SUMATRA UTARA 2010

PENDAHULUAN
Berfikir merupakan hal yang lazim dilakukan oleh semua orang, tidak hanya dari kalangan tertentu saja, tapi semua kalangan masyarakat. Tapi tidak semua dari mereka yang berfikir filsafat dalam kehidupan sehari-harinya. Berfikir filsafat sangatlah penting untuk semua orang dalam rangka menjalani aktivitas sehari-hari, atau untuk mencari solusi bagi sebuah permasalahan. Jika ditelaah secara mendalam, begitu banyak manfaat, serta pertanyaan-pertanyaan yang mungkin orang lain tidak pernah memikirkan jawabannya. Karena filsafat merupakan induk dari semua ilmu. Beberapa manfaat mahasiswa berfikir filsafat, yaitu mengajarkan cara berpikir kritis, sebagai dasar dalam mengambil keputusan, menggunakan akal secara proporsional, membuka wawasan berpikir menuju kearah penghayatan, dan masih banyak lagi. Itulah sebabnya mengapa setiap mahasiswa diharapkan untuk selalu berfikir filsafat kapanpun, dimanapun, dan dalam situasi apapun ia berada. Apalagi seorang dokter yang harus selalu berfikir filsafat radikal, universal, konseptual, koheren/konsisten, dan sistematis dalam menghadapi setiap masalah dan keluhan pasien. Berfilsafat itu berarti berpikir, tapi berpikir itu tidak berarti berfilsafat. Hal ini disebabkan oleh berfilsafat berarti berpikir artinya dengan bermakna dalam arti berpikir itu ada manfaat, makna, dan tujuannya, sehingga mudah untuk direalisasikan dari berpikir itu karena sudah ada acuan dan tujuan yang pasti/sudah ada planning dan contohnya, dan yang paling utama hasil dari berpikir itu bermanfaat bagi orang banyak, tapi berpikir tidak berarti berfilsafat, karena isi dari berpikir itu belum tentu bermakna atau mempunyai tujuan yang jelas atau mungkin hanya khayalan saja. Filsafat membawa kita berpikir secara mendalam, maksudnya untuk mencari kebenaran substansial atau kebenaran yang sebenarnya dan mempertimbangkan semua aspek, serta menuntun kita untuk mendapatkan pemahaman yang lengkap.

A. Pengertian Filsafat
Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang

dan estetika (filsafat menyelidiki sebab dan asas segala benda) 3. artinya mulai dari radikalnya suatu gejala. bukan sekedar mengetahui mengapa sesuatu menjadi demikian. menyimpulkan: Filsafat adalah suatu ikhtiar untuk berfikir radikal. Jika dokter tersebut berpikir filsafat radikal. yang didalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika. Dr. dari akarnya suatu masalah yang hendak dimasalahkan. apakah ada pengaruhnya terhadap organ tubuh yang lain. intensitas sakit kepala. . apa maknanya. maka ia akan mencari tau apa penyebabnya. mengatakan: Filsafat adalah pengetahuan tentang segala yang ada (ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli) 2. sudah berapa lama sakitnya.yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan. Aristoteles (384 SM-322 SM) mengatakan: Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran. apakah sakit kepala karena stress atau alergi makanan. esensi yang dipikirkan. ekonomi. Prof. filsuf Muslim terbesar sebelum Ibnu Sina. mengatakan: filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam manjud dan bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya. retorika. yaitu: 1. merumuskan: filsafat adalah pengetahuan tentang sesuatu yang mahaagung dan usaha-usaha untuk mencapainya. guru besar psikologi UI. Tegasnya: Filsafat adalah hasil akal seorang manusia yang mencari dan memikirkan suatu kebenaran dengan sedalam-dalamnya. Marcus Tullius Cicero (106 SM-43 SM) politikus dan ahli pidato Romawi. Fuad Hasan. apakah ada alergi obat. Misalnya seseorang yang sakit kepala datang ke seorang dokter. Plato (427SM-347SM) seorang filsuf Yunani yang termasyhur murid Socrates dan guru Aristoteles. logika. Berpikir filsafat Radikal. politik. Ciri-ciri Berpikir Filsafat Orang yang berpikir filsafat paling tidak harus mengindahkan ciri-ciri berpikir sebagai berikut: 1. Al-Farabi (meninggal 950 SM). Yaitu berpikir sampai keakar-akarnya. Dan dengan jalan penjajakan yang radikal itu filsafat berusaha untuk sampai kepada kesimpulan yang universal. dan sebagainya. B. etika. Dengan kata lain. melainkan apa sebenarnya sesuatu itu. Sifat filsafat adalah radikal atau mendasar. 4. Filsafat adalah ilmu yang mempelajari dengan sungguh-sungguh hakikat kebenaran segala sesuatu. sampai pada hakekat atau sustansi. 5. Beberapa define Filsafat dari filsuf barat dan timur.

Berpikir filsafat Koheren dan Konsisten. obat yang diresepkan sesuai dengan penyakit pasien. Yaitu berpikir kefilsafatan harus sesuai dengan kaedah berpikir (logis) pada umumnya dan adanya saling kait-mait antara satu konsep dengan konsep lainnya. Yaitu berpikir kefilsafatan sebagaimana pengalaman umumnya. makna dan tujuannya. Bidang Telaah Filsafat3 Filsafat menelaah segala masalah yang mungkin dapat dipikirkan oleh manusia. tapi berpikir itu tidak berarti berfilsafat. dan yang paling utama hasil berpikir itu bermanfaat bagi orang banyak. rumah sakit jiwa. orang yang dapat memperoleh kebenaran dengan menggunakan intuisinya tidaklah umum di dunia ini. rumah sakit swasta. terjawab msalah yang satu diapun mulai merambah. rumah sakit bersalin. bukan menggunakan intuisinya. Berfilsafat berarti berpikir. Tapi berpikir tidak berarti berfilsafat. sehingga menghasilkan pemikiran baru yang terkonsep. Sebab. denyut jantungnya. Misalnya melakukan penalaran dengan menggunakan rasio atau empirisnya. dokter bekerja di rumah sakit. Misalnya rumah sakit yang merupak suatu konsep dapat diuraikan menjadi rumah sakit umum. karena biayanya mahal. tapi juga tekanan darahnya. 4. karena isi dari berpikir itu belum tentu bermakna atau mempunyai tujuan yang jelas atau mungkin hanya khayalan saja. Yaitu dalam berpikir kefilsafatan antara satu konsep dengan konsep yang lain memiliki keterkaitan berdasarkan azas keteraturan untuk mengarah suatu tujuan tertentu. seorang dokter tidak hanya memerika kepalanya. C. dan sebagainya. Misalnya kebanyakan masyarakat yang lebih memilih rumah sakit terkenal. 5. dan sebagainya. Berpikir filsafat Konseptual. memerika apakan pasien tersebut memiki alergi obat. serta berkualitas baik. Berpikir filsafat Sistematis. . Berpikir filsafat Universal. sudah ada acuan dan tujuan yang pasti dan ada kontrolnya. Misalnya sebelum melakukan tindakan medis terhadap pasien yang sakit kepala. Hanya orang tertentu saja. karena berfilsafat berarti berpikir itu artinya berpikir yang memiliki manfaat.2. dan menganggap biaya yang mahal itu pasti memiliki pelayanan yang bagus. dan sebagainya. Sesuai sebagai fungsinya sebagai pionir dia mempermasalahkan hal-hal yang pokok. Yaitu dapat berpikir melampaui batas pengalaman sehari-hari manusia. Misalnya pasien yang sakit akan pergi ke dokter. 3.

filsafat manusia. Logika. filsafat hukum. 2.C. dapat disimpulkan bahwa filsafat dalam coraknya yang baru ini memiliki beberapa cabang. Fisafat-filsafat khusus lainnya: filsafat agama. di luar jangkauan pengalaman manusia. 4. filsafat alam. 6. yaitu: 1. Epistomologi. hakikat yang bersifat transenden. 5.S MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SUMATRA UTARA 2010 PENDAHULUAN . dan sebagainya. yaitu filsafat tentang ilmu pengetahuan. yaitu filsafat tentang hakikat yang ada dibalik fisika. yaitu filsafat tentang pikiran yang benar dan yang salah 3. yaitu filsafat tentang kreasi yang indah dan yang jelek. filsafat pendidikan. Cabang-cabang Filsafat Dari beberapa pendapat para ahli. FILSAFAT (Edisi 2) Filed under: Uncategorized — blisha @ 11:43 am BLISA NOVERTASARI . yaitu filsafat tentang perilaku yang baik dan yang buruk. filsafat sejarah. Estetika. Etika. Metafisika.

tidak hanya mempelajari satu bidang saja. Dokter spesialis kandungan harus memahami seluruh bagian dari anatomi tubuh wanita.hingga kespesialis. Jika pengetahuannya tidak tidak sesuai dengan obyeknya. profesi. dan sebagainya. bebas mengambils spesialis. A. serta diperkuat oleh logika. tidak hanya bagian tertentu saja. Berpikir filsafat Komprehensif. maka orang tadi sering kali mengatakan dirinya tidak tau atau tidak mengerti. Yaitu dalam berpikir kefilsafatan harus bertanggungjawab terutama terhadap hati nurani dan kehidupan sosial. Dokter kandungan juga mempelajari semua bidang yang ada dikedokteran. bebas mempelajari berbagai ilmu. Yang membedakan filsafat dengan pengetahuan ilmiah antara lain adalah karena obyek pembahasan filsafat itu adalah segala sesuatu yang ada. seseorang menggunakan penalarannya yang dilandasi oleh pengetahuan. adat istiadat. atau detail-detail yang dibicarakan harus mencakup secara menyeluruh sehingga tidak ada lagi bagian-bagian yang tersisa ataupun yang berada diluarnya. Kita diharuskan berpikir dengan mengikuti rambu-rambu seperti itu tentu saja agar kita memperoleh pengetahuan kefilsafatan yang berbeda dengan pengetahuan biasa atau pengetahuan sehari-hari. Berpikir filsafat Bebas. Pengetahuan dapat dikatakan sebagai persatuan antara subyek yang berpikir dengan obyek yang dipikirkan. 3. yaitu mulai dari pendidikan dokter. 2. seseorang harus memulai pendidikan secara runtut. yang membedakannya pula dengan berpikir biasa atau berpikir sehari-hari pada umumnya. . atau intervensi oleh pengalaman sejarah ataupun pemikiran-pemikiran yang sebelumnya. yaitu : 1. Dan contoh lainnya. Orang-orang yang berpikir dengan menggunakan ciri-ciri berpikir filsafat dikatakan dia sedang berpikir kefilsafatan. Orang yang tahu atau mengerti adalah orang yang pengetahuannya sesuai dengan obyeknya. Sedangkan pengetahuanilmiah sering kali berdasarkan pengalaman hanya mempelajari gejalagejala empiris saja. Yaitu dalam berpikir filsafat. bebas memilih universitas tempat ia akan memperdalam ilmu. Misalnya untuk memperoleh gelar spesialis kandungan. hal. Misalnya seorang dokter bebas melanjutkan pendidikannya. bagian. Saat berpikir.Filsafat adalah suatu jenis pengetahuan tertentu yang berbeda dengan jenis pengetahuan lainnya. sehingga menghasilkan sesuatu berupa pengetahuan baru. maupun religious. dipengaruhi. Berpikir filsafat Bertanggungjawab. Berpikir filsafat tidak sama dengan berpikir biasa. yaitu hal-hal yang bersifat fisik atau gejala-gejala empiris maupu hal-hal yang bersifat metafisik atau non-empiris. bebas mengambil program studi. misalnya pengetahuan ilmiah. Yaitu dalam berpikir kefilsafatan tidak ditentukan. Ciri-ciri Berpikir Filsafat1 Ciri-ciri berpikir filsafat sebagai tambahan dari ciri-ciri yang ada pada makalah pemicu 3. nilai-nilai kehidupan social budaya.

. Penalaran merupakan proses berpikir dalam menarik suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. Deduktif yang berujung pada rasionalisme 2. B. dapat dibedakan menjadi : Usaha aktif manusia dan apa yang diberikan. Berpikir berarti melakukan suatu tindakan yang memiliki suatu tujuan. sikap. Perasaan intuisi merupakan cara berpikir secara analitik. Logika3 Logika berasal dari bahasa Yunani yaitu LOGOS yang berarti ilmu. bertanggungjawab atas pemikiran. • • Logika induksi : Cara berfikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual. Cara berpikir masyarakat dapat dibagi menjadi 2. Teori Kebenaran1 1. Adanya suatu pola berpikir yang secara luas dapat disebut logika (penalaran merupakan suatu proses berpikir logis). Penalaran Ilmiah sendiri dapat dibagi menjadi 2. 2. D.Misalnya Seorang dokter harus bertanggungjawab menjaga nama baik Universitas tempat ia memperoleh pengetahuan. Analisis pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu. Sifat analitik dari proses berpikir. Teori kebenaran Korespondensi. Ciri-ciri Penalaran2 1. bertanggungjawab terhadap sumpah profesinya. Jadi pengertian Logika adalah ilmu berpikir / cara berpikir dengan berbagai tindakan yang memiliki tujuan tertentu. Logika pada dasarnya filsafat berpikir. Induktif yang berujung pada empirisme C. 2. Yaitu pengetahuan mempunyai nilai benar apabila pengetahuan itu mempunyai saling kesesuaian dengan obyek atau kenyataan yang diketahui. yaitu : Analitik dan Non analitik. Logika deduktif : Cara berfikir dimana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penalaran2 1. Sedangkan jika ditinjau dari hakekat usahanya. dan sebagainya. dan tindakan. Hakikat Penalaran Penalaran merupakan suatu kegiatan berpikir yang mempunyai karakteristik tertentu dalam menemukan kebenaran. yaitu : 1.

Yaitu suatu pengetahuan atau pernyataan bernilai benar apabila pengetahuan atau pernyataan itu memiliki arti dengan menunjukkan makna yang sesungguhnya berdasarkan kenyataan atau hal yang diacu. Manusia tidak mau menerima saja hal-hal yang ada termasuk nasib dirinya sendiri. 4. E. maju ke depan. dan sebagainya. meja computer. meja makan. pasien di ruang operasi’. Teori kebenaran Semantis. Yaitu suatu pengetahuan atau pernyataan bernilai benar apabila pengetahuan atau pernyataan itu memiliki fungsi yang amat praktis dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan kesepakatan bersama untuk menggunakannya. Yaitu pengetahuan bernilai benar apabila pengetahuan itu dinyatakan dapat dipergunakan dalam kebutuhan hidup sehari-hari. Yaitu pengetahuan mempunyai nilai benar apabila pengetahuan itu mempunyai hubungan dengan pengetahuan yang sudah ada sebelumnya dan dinyatakan pula bernilai benar. 5. Sumber Pengetahuan Sumber pengetahuan dalam dunia ini berawal dari sikap manusia yang meragukan setiap gejala yang ada di alam semesta ini. 2. Contoh: Lingkaran adalah bulat. Rene Descarte pernah berkata “DE OMNIBUS DUBITANDUM” yang mempunyai arti bahwa segala sesuatu harus diragukan. 3. 6. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan susunan kalimat. Teori kebenaran Pragmatis. Contoh: Petani menanam jagung (tapi sebenarnya yang ditanam adalah bibit jagung. untuk diharapkan menjadi jagung nantinya) 7. Contoh: meja tulis. Yaitu suatu pengetahuan atau pernyataan sudah bernilai benar dengan sendirinya. Contoh: adanya perbedaan makna antara kalimat ‘seorang dokter mengoperasi pasien di ruang operasi’ dan ‘seorang dokter mengoperasi. Teori kebenaran Logis yang berlebihan. tidak dikaki. Teori kebenaran Non-Deskripsi. Contoh: Pena dianggap benar bila dapat digunakan untuk menulis. Dalam hal ini kebenaran pragmatis tidak mempermasalahkan pentingnya hakikat kebenaran. tetapi yang lebih diutamakan adalah tentang berguna atau tidaknya suatu pengetahuan itu. Yaitu pengetahuan atau pernyataan dapat bernilai benar apabila pengetahuan atau pernyataan itu tersusun sedemikian rupa sesuai dengan aturan tata bahasa yang berlaku.Contoh: Gigi berada didalam mulut. Persoalan mengenai criteria untuk . mundur ke belakang. Teori kebenaran Koherensi. Teori kebenaran Sintaksis. dsb.

Dari berbagai aliran maka muncullah pula berbagai kriteria kebenaran. Dalam kehidupan sehari-hari.4 Pengetahuan bukanlah sekedar pertemuan antara subyek yang mengetahui dengan obyek yang diketahui. yakni : 1. Sedangkan ilmu pengetahuan memiliki persyaratan tertentu. Memiliki metode 4. Pengetahuan biasa tidak memiliki syarat-syarat tertentu. Namun dalam pertemuan ini subyek tidak melebur jadi obyek. Sistematis1 .menetapkan kebenaran itu sulit dipercaya. Bersifat universal 3. atau sebaliknya obyek tidak melebur jadi subyek. pengertian tentang pengetahuan dibedakan orang menjadi pengetahuan biasa atau pengetahuan sehari-hari dan pengetahuan yang disebut ilmu atau ilmu pengetahuan. Bersifat obyektif 2. tetapi pengetahuan adalah persatuan antara subyek yang mengetahui dengan obyek yang diketahui.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful