P. 1
Tugas Kriminologi - Mazhab Dalam Kriminologi

Tugas Kriminologi - Mazhab Dalam Kriminologi

|Views: 1,930|Likes:
Published by Mirwan van Fesanrey

More info:

Published by: Mirwan van Fesanrey on Apr 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/27/2013

pdf

text

original

Nasrullah Achmad (B20) Review 5: Mazhab dalam Kriminologi

Mazhab diartikan sebagai sebuah cara pandang, atau perspektif seseorang terhadap suatu masalah atau hal-hal penting yang menyangkut kepentingan orang banyak. Dalam perkembangannya, suatu masalah dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Perbedaan sudut pandang ini dikarenakan adanya perbedaan dalam menafsirkan peristiwa atau masalah yang terjadi, sehingga sering suatu masalah yang sama memiliki pengertian yang berbeda-beda Pengertian Mazhab kriminologi adalah suatu sistem pemikiran yang bekaitan dengan kejahatan berdasarkan penyebab dan pengawasannya dengan penganut/pendukung sistem tersebut (Sutherland). Jenis-jenis Mazhab 1. Aliran Klasik Aliran pemikiran ini mendasarkan pada pandangan bahwa intelejensi dan rasionalitas merupakan ciri fundamental manusia dan menjadi dasar bagi penjelasan perilaku manusia, baik yang berisfat perorangan maupun kelompok. Intelejensi membuat manusia mampu mengarahkan dirinya sendiri dalam arti dia adalah penguasa dari nasibnya, pemimpin dari jiwanya, makhluk yang mampu memahami dirinya dan bertindak untuk mencapai kepentingan dan kehendaknya. Hal ini menyebabkan manusia sering bertindak egois, atau berdasarkan kemauannya sendiri. Pemberian hukuman dalam aliran klasik dilakukan dengan serius. Setiap kesalahan yang terjadi, akan dihukum seberat-beratnya tanpa adanya pertimbangan dari pembelaan yang dilakukan oleh pelaku. Kelemahannya adalah terkadang suatu hukuman dapat dipolitisasi oleh kekuasaan yang lebih besar, sehingga terkesan tidak adil. 2. Aliran Neo-Klasik Aliran klasik memberi pengaruh dalam perubahan terhadap aliran itu sendiri. Aliran yang selanjutnya muncul adalah neo-klasik. Aliran ini memiliki ciri khas yang sama namun mulai diperhatikan beberapa hal seperti usia, kondisi mental pelaku, dan beberapa hal lainnya. Adanya beberapa pengecualian atau pembelaan pada aliran neo-klasik menyebabkan aliran dipakai dalam hukum pidana dan digunakan sampai sekarang. 3. Aliran Positivis Aliran positivis didasari oleh pendapat bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh pengaruh bilogis dan lingkungan sosialnya. Misalnya disebutkan bahwa pelaku kejahatan memiliki ciri-ciri biologis yang dibawa sejak lahir (Lambroso). Suatu tindak kejahatan yang dilakukan merupakan ekspresi dari keadaan sosial, budaya, dan geografi daerah tersebut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->