MAKALAH KESEHATAN REPRODUKSI “Depresi pada Remaja Putri yang Hamil di Luar Nikah”

KELOMPOK 1 Umriyani Novita Dewisnawati Muh. Syamsul Akbar Haslam Nurlaila

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HASANUDDIN 2012
1

Penulis sadar bahwa makalah ini belum sempurna.KATA PENGANTAR Dalam rangka melengkapi tugas mata kuliah Kesehatan Reproduksi. Diharapkan makalah ini dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan pembaca khususnya mengenai gejala depresi yang dialami oleh remaja putri yang hamil di luar nikah. Untuk itu diharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun dari tenaga pengajar. Dalam makalah ini akan dijelaskan mengenai teori mengenai depresi. Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini. Makassar . apa yang menyebabkan depresi dan depresi yang dialami oleh remaja putri yang hamil di luar nikah. Terdapat kesalahan-kesalahan yang masih perlu diperbaiki unutuk meningkatkan kualitas makalah ini. maka makalah Depresi pada Remaja Putri yang Hamil di Luar Nikah ini kami susun. 5 Maret 2012 Penyusun 2 .

PENDAHULUAN 4 5 Latar Belakang Rumusan Masalah BAB II PEMBAHASAN 6 10 A. B. KEHAMILAN REMAJA DI LUAR NIKAH BAB III PENUTUP 14 14 15 Kesimpulan Saran Daftar Pustaka 3 . LANDASAN TEORI B.DAFTAR ISI Halaman Judul Kata Pengantar Daftar Isi 1 2 3 BAB I A.

Demikian pula dalam menentukan perilakunya. ada banyak lingkungan yang diminati remaja yang dianggap mempunyai „daya tarik‟. melainkan juga di kota-kota kecil. dan tidak lagi merasa di bawah tingkat orang tua (Hurlock. Ada dugaan bahwa terdapat kecenderungan hubungan seks para remaja semakin meningkat tidak hanya di kota-kota besar. Salah satu lingkungan tersebut adalah lingkungan yang beresiko bagi masa depan remaja. bagaimana pun. Beberapa remaja yang hamil di luar nikah terpaksa diungsikan jauh dari keluarga untuk menutupi rasa malu keluarga. sehingga harus dikeluarkan dari sekolah.2004). Mereka mampu mengambil keputusankeputusan sendiri menyangkut dirinya dibandingkan anak-anak. Situasi ini tentu saja sangat menyulitkan orang tua dan remaja yang bersangkutan. namun cara ini dipandang lebih bijaksana dan memadai dibandingkan membiarkannya menjadi cemoohan tetangga dan lingkungan.BAB I PENDAHULUAN A. Menurut Subakti (2008). Meskipun tindakan tersebut tidak menyelesaikan masalah. pasti menimbulkan konsekuensi yang sulit tidak saja bagi remaja yang bersangkutan. LATAR BELAKANG Masa remaja adalah usia di mana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa. Salah satu dampak negatif dari remaja yang hamil di luar nikah adalah putus sekolah. Mengalami kehamilan pada masa remaja. Umumnya. Perilaku remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor internal remaja seperti pengetahuan. Hubungan seks di kalangan para remaja merupakan masalah yang semakin hari semakin mencemaskan. Selain itu. remaja tersebut tidak memperoleh penerimaan sosial dari lembaga pendidikannya. Sementara itu. mengisolasi atau mengusir terhadap remaja yang hamil di luar nikah. sikap. kepribadian. tetapi juga bagi seluruh anggota keluarga yang lain. banyak remaja telah melakukan hubungan seks pranikah sehingga mengakibatkan kehamilan yang tidak diinginkan. Resiko 4 . dan faktor eksternal remaja seperti lingkungan tempat dirinya berada (Hidayana. remaja seringkali juga mengambil keputusan sendiri. masyarakat akan mencemooh. yaitu relasi-relasi seksual tanpa ikatan. Remaja dianggap memiliki otonomi yang lebih besar dibandingkan dengan anak-anak. Kehamilan di luar nikah membuktikan bahwa seorang remaja tidak dapat mengambil keputusan yang baik dalam pergaulannya. 1998).

Remaja menjadi pesimis memandang hidupnya. merupakan salah satu bukti bahwa mereka tidak dapat menahan depresi atau kecemasan yang berlarut-larut (Wade & Tavris. dan sebagainya (Hidayana.psikologis dan sosial antara lain meliputi pengucilan. diskriminasi sosial. Banyak sekali remaja yang hamil di luar nikah mengalami depresi. sebagian remaja yang mengalami depresi menjadi tertekan karena suatu keadaan yang berbeda dari kesedihan dan sering kali menyertai masalah-masalah keperilakuan. kognisi dan motivasional. di mana pada usia ini merupakan periode “badai dan stres” yang ditandai dengan kemurungan. kekacauan di dalam diri dan pemberontakan. Depresi merupakan suatu bentuk gangguan afektif yang gejala pokoknya adalah timbulnya perasaan sedih yang berlebihan. Untuk itu remaja hanya mengurung diri di kamar. Depresi yang banyak terjadi pada usia remaja. dan antusiasme serta optimisme. stigma. Sampai sejauh apa depresi yang terjadi pada remaja putri yang hamil di luar nikah? 3. RUMUSAN MASALAH 1. Apa saja gejala depresi yang terjadi pada remaja putri yang hamil di luar nikah? 2. Depresi juga dapat terjadi pada siapa saja. depresi. tidak ada yang bisa memahami dirinya. B. tidak diterima dalam lingkungan masyarakat sekitar. tidak berani berjumpa dengan orang-orang. 2004). Bagaimana remaja putri yang hamil di luar nikah tersebut mengatasi depresi? 5 . Remaja tidak mau berbicara dengan orang-orang. tetapi juga pada fisik. Di lain pihak. kehilangan rasa percaya diri. Depresi pada remaja putri yang hamil di luar nikah dapat terjadi karena rasa malu. Para remaja ini benar-benar tidak bahagia dengan kehidupan mereka dan cenderung terlibat dalam masalah. sehingga hidup terasa sangat berat dan melihat masalah lebih besar dari dirinya. dikucilkan dan akhirnya merasa putus asa serta menganggap bahwa dirinya tidak pantas untuk hidup. seperti gangguan tidur dan menurunnya selera makan. semangat hidup. seakan hilang harapan. depresi adalah gangguan perasaan (afek) yang ditandai dengan afek disforik (kehilangan kegembiraan atau gairah) disertai dengan gejalagejala lain. Menurut Lumongga (2009). 2009). berpikir yang negatif tentang diri sendiri dan tentang orang lain. kehilangan berbagai hak. trauma. Gangguan ini tidak hanya dapat termanifestasikan pada aspek sosial. Percobaan bunuh diri pada usia remaja saat ini. kreativitas.

Perubahan dalam Motivasi Ciri-ciri pada perubahan dalam motivasi dibagi menjadi lima. atau memiliki kesulitan untuk memulai (kegiatan) di pagi hari atau bahkan sulit bangun dari tempat tidur 2) Menurunnya tingkat partisipasi sosial atau minat pada aktivitas sosial 3) Kehilangan kenikmatan atau minat dalam aktivitas menyenangkan 4) Menurunnya minat pada seks 5) Gagal untuk berespons pada pujian atau reward c. tak mampu konsentrasi. Perubahan pada Kondisi Emosional Ciri-ciri perubahan pada kondisi emosional dibagi menjadi tiga. Menurut Nevid. tak mampu mengambil keputusan melalui suatu kegiatan. depresi. Rathus dan Greene (2003). atau kehilangan kesabaran b. yaitu: 1) Perasaan tidak termotivasi. 2009) depresi adalah suatu gangguan mood yang dicirikan tak ada harapan dan patah hati. bangun lebih awal dari biasanya dan merasa kesulitan untuk kembali tidur di bagi buta 3) Perubahan dalam selera makan (makan terlalu banyak atau terlalu sedikit) 4) Perubahan dalam berat badan (bertambah atau kehilangan berat badan) 6 .BAB II PEMBAHASAN A. sedih atau muram) 2) Penuh air mata atau menangis 3) Meningkatnya iritabilitas (mudah tersinggung). yaitu: 1) Bergerak atau berbicara dengan lebih perlahan daripada biasanya 2) Perubahan dalam kebiasaan tidur (tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit. kegelisahan. selalu tegang dan mencoba bunuh diri. yaitu: 1) Perubahan pada mood (periode terus-menerus dari perasaan terpuruk. ciri-ciri umum dari depresi adalah: a. LANDASAN TEORI Menurut Atkinson (dalam Lumongga. Perubahan dalam Fungsi dan Perilaku Motorik Ciri-ciri perubahan fungsi dan perilaku motorik dibagi menjadi lima. ketidakberdayaan yang berlebihan. tak punya semangat hidup.

Misalnya. dan tidur.5) Berfungsi secara kurang efektif daripada biasanya di tempat kerja atau di sekolah d. suka tidak suka. depresi itu sendiri adalah perasaan negatif. ia tidak lagi bias menikmati dan merasakan kepuasan atas apa yang dilakukannya. atau pekerjaan. maka jelas akan membuat letih karena membebani pikiran dan perasaan. 5) Mudah merasa letih dan sakit. a. 7 . Gejala Fisik Menurut beberapa ahli. Perubahan Kognitif Ciri-ciri pada perubahan kognitif dibagi menjadi lima. melamun. orang yang mengalami depresi menunjukkan perilaku yang pasif. dan merokok terus-menerus 4) Menurunnya produktivitas kerja. menyukai kegiatan yang tidak melibatkan orang lain seperti menonton TV. Orang yang terkena depresi akan sulit memfokuskan perhatian atau pikiran pada suatu hal. Ia sudah kehilangan minat dan motivasi untuk melakukan kegiatannya seperti semula. Jelas saja. Kebanyakan yang dilakukan justru hal-hal yang tidak efisien dan tidak berguna. Pada umumnya. Sehingga. yaitu gejala dilihat dari segi fisik. sulit tidur. yaitu: 1) Kesulitan berkonsentransi atau berpikir jernih 2) Berpikir negatif mengenai diri sendiri dan masa depan 3) Perasaan bersalah atau menyesal mengenai kesalahan di masa lalu 4) Kurangnya self esteem atau merasa tidak adekuat 5) Berpikir akan kematian atau bunuh diri Lumongga (2009) menyebutkan bahwa gejala-gejala depresi dapat dilihat dari tiga segi. mereka juga akan sulit memfokuskan energipada hal-hal prioritas. Sebabnya. Orang yang terkena depresi akan kehilangan sebagian atau seluruh motivasi kerjanya. 3) Menurunnya efisiensi kerja. gejala depresi yang kelihatan ini mempunyai rentangan dan variasi yang luas sesuai dengan berat ringannya depresi yang dialami. seperti misalnya ngemil. psikis dan sosial. terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur 2) Menurunnya tingkat aktivitas. Gejala itu seperti: 1) Gangguan pola tidur. dan ia harus memikulnya di mana saja dan kapan saja. Namun secara fisik besar ada beberapa gejala fisik umum yang relatif mudah dideteksi. makan. Jika seseorang menyimpan perasaan negatif.

sehingga sering peristiwa yang netral jadi dipandang dari sudut pandang yang berbeda oleh mereka. Perasaannya sensitif sekali. Masalah ini tidak hanya berbentuk konflik. mudah sedih. mudah letih. Lingkungan tentu akan bereaksi terhadap perilaku orang yang depresi tersebut yang pada umumnya negatif (mudah marah. Mereka merasa tidak mampu untuk bersikap terbuka dan secara aktif menjalin hubungan dengan lingkungan sekalipun ada kesempatan. bahkan disalahartikan. Perasaan bersalah terkadang timbul dalam pemikiran orang yang mengalami depresi.b. malu. Mereka merasa tebeban berat karena merasa terlalu dibebani tanggung jawab yang berat. namun masalah lainnya juga seperti perasaan minder. Gejala Sosial Depresi yang berawal adalah masalah diri sendiri pada akhirnya mempengaruhi lingkungan dan pekerjaan (atau aktivitas rutin lainnya). cemas jika berada di antara kelompok dan merasa tidak nyaman untuk berkomunikasi secara normal. atasan atau bawahan. 5) Perasaan terbebani. Problem sosial yang terjadi biasanya berkisar pada masalah interaksi dengan rekan kerja. tersinggung. 4) Perasaan bersalah. Mereka memandang suatu kejadian yang menimpa dirinya sebagai suatu hukuman atau akibat dari kegagalan mereka melaksanakan tanggung jawab yang seharusnya dikerjakan. Orang yang mengalami depresi cenderung memandang segala sesuatu dari sisi negatif. mudah marah. c. sensitif. 3) Merasa diri tidak berguna. termasuk menilai diri sendiri. menyendiri. 2) Sensitif. mudah sakit). perasa. murung dan suka menyendiri. Banyak orang yang menyalahkan orang lain atas kesusahan yang dialaminya. Orang yang mengalami depresi senang sekali mengaitkan segala sesuatu dengan dirinya. Akibatnya mereka mudah tersinggung. Perasaan tidak berguna ini muncul karena mereka merasa menjadi orang yang gagal terutama di bidang atau lingkungan yang seharusnya mereka sukai. Gejala Psikis Gejala-gejala psikis memiliki tanda-tanda sebagai berikut: 1) Kehilangan rasa percaya diri. 8 . curiga akan maksud orang lain.

BDI merupakan suatu alat ukur diagnostik yang dibuat oleh Aaron Beck. Sindroma pasrah dengan kesedihan. Sindroma cemas dengan auto dan hetero agresivitas. rasa bersalah. c. misalnya mengalami kekerasa. Terdapat tiga sindroma depresif utama pada remaja (Joseph. Mendelson. Alat tes ini terdiri dari 21 pertanyaan pilihan ganda yang fokus pada perasaan sedih. yaitu: a. Seseorang yang mempunyai orang tua atau saudara kandung yang mengalami depresi akan mengalami peningkatan resiko mengalami depresi juga. BDI merupakan behavioral assessment dalam bentuk self report reting inventory yang mengukur kriteria sikap dan simtom-simtom depresi. secara umum orang mengalami depresi karena salah satu kejadian atau situasi sebagai berikut: b. over-adaptasi. gigit kuku dan agresivitas massif. menyendiri.Menurut Chaplin (2005). Sindroma yang ditandai dengan hambatan dan penurunan gairah dengan retardasi psikomotor. Peristiwa traumatis atau stressfull. kemusian direvisi pada tahun 1971 dan mulai dipublikasikan pada tahun 1978 (Groth-Marnat. BDI juga banyak digunakan untuk mendeteksi gejala depresi. Penyakit fisik yang kronis e. apati. 9 . Kehilangan orang yang dicintai c. 1997). & Rusli dalam Triastinindita. Lubis. kecenderungan bunuh diri. b. 2006). 1999). malu. dan rasa pesimis. 1985). termasuk pada populasi remaja (Suwantara. Mock dan Erbaugh pada tahun 1961. rasa tidak aman. 1999). Adanya penyakit mental lain g. Selain itu BDI juga telah banyak digunakan untuk mengukur tingkat depresi baik pada pasien depresi maupun pada populasi normal (Groth-Marnat. harga diri. Obat-obatan atau narkoba f. sedih. ketagihan obat. bimbang. pendiam dan pasif. deprifasi sosial yang kronik atau penolakan sosial d. Isi dari alat ukur ini merupakan gambaran 6 karakteristik depresi dari 9 karakteristik yang dibutuhkan dalam DSM IV (Groth-Marnat. Ward.

Ia biasanya memilih teman yang mempunyai sifat-sifat yang sama dengan dirinya. Remaja Akhir (late adolescence) usia 18-20 tahun. yaitu : a. Pada tahap ini remaja sangat membutuhkan kawan-kawan. usia bermasalah. KEHAMILAN REMAJA DI LUAR NIKAH Menurut Sabri (1993) masa remaja merupakan masa yang penting dalam rentang kehidupan. masa tidak realistik dan masa ambang dewasa. Seorang remaja pada tahap ini masih terheran-heran perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuhnya sendiri dan dorongan-dorongan yang menyertai perubahan-perubahan itu. Ia senang kalau banyak teman-teman yang menyukainya. Adapun tugas-tugas perkembangan pada masa remaja yang dikemukakan oleh Havighurts (dalam Monks. ada tiga tahap perkembangan remaja menurut Blos (dalam Sarwono. Mendapatkan kebebasan emosional dari orang tua atau orang dewasa lain d.B. Merealisasi suatu identitas sendiri dan dapat mengadakan partisipasi dalam kebudayaan pemuda sendiri Dalam proses penyesuaian menuju kedewasan. Menerima peranan dewasa berdasarkan pengaruh kebiasaan masyarakat sendiri c. c. saat dimana individu mencari identitas.2001). Tahap ini adalah masa konsolidasi menuju periode dewasa. Masa ini dikenal sebagai: suatu periode peralihan. Remaja Awal (early adolescene) usia 12-15 tahun. yaitu: a. suatu masa perubahan. Perkembangan aspek-aspek biologis b. 2001). 10 . Mendapatkan pandangan hidup sendiri e. Remaja Madya (middle adolescene) usia 15-18 tahun. b. usia yang menakutkan.

Menurut Sulistyana (2007) hamil di luar nikah adalah sesuatu yang bagi masyarakat sulit untuk diterima. Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. Dimana dalam hal ini orang tua bersikap tidak terbuka terhadap anak bahkan cenderung membuat jarak dengan anak dalam masalah seksual. 11 . pada kondisi ketidaksiapan berumah tangga dan untuk bertanggung jawab. maupun psikologis. karena adanya tanggung jawab yang lebih besar pada masa remaja. Perubahan yang cepat secara fisik yang juga disertai kematangan seksual. harus lebih mandiri dan bertanggung jawab. c. b. pada masa remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya. Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan masa strom. faktor-faktor yang menyebabkan banyak remaja putri hamil di luar nikah adalah sebagai berikut: a. Perubahan fisik yang terjadi secara cepat membuat remaja merasa tidak yakin akan diri dan kemampuan mereka. Faktor agama dan iman Kurangnya penanaman nilai-nilai agama berdampak pada pergaulan bebas dan berakibat remaja dengan gampang melakukan hubungan suami istri di luar nikah sehingga terjadi kehamilan. 2001). Pada masa remaja terjadi perubahan yang cepat baik secara fisik. misalnya mereka diharapkan untuk tidak lagi bertingkah seperti anak-anak. Menurut Conger (dalam Papalia & Olds. Peningkatan emosional ini merupakan hasil dari perubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. dan dari sisi agama dan keyakinan apapun tentunya juga tidak dibenarkan. ciriciri masa remaja yaitu: a. Faktor lingkungan 1) Orang tua Kurangnya perhatian khusus dari orang tua untuk dapat memberikan pendidikan seks yang baik dan benar. dan tentunya hal itu selain juga menimbulkan dan memunculkan rasa malu bagi keluarga juga akan mencoreng nama besar keluarga.Masa remaja adalah suatu masa perubahan. b. Menurut Luthfiyati (2009).

buku. termasuk masalah hubngan seks di luar nikah. d. e. Adanya trend baru dalam berpacaran di kalangan remaja Dimana kalau dulu melakukan hubungan seksual di luar nikah meskipun dengan rela sendiri sudah dianggap bebas. Perubahan zaman Pada zaman modern sekarang ini. sedangkan pernikahan semakin tertunda akibat tuntutan kehidupan saat ini menyebabkan “masamasa tunda hubungan seksual” menjadi semakin panjang. video atau blue film. Perubahan kadar hormon pada remaja meningkatkan libido atau dorongan seksual yang membutuhkan penyaluran melalui aktivitas seksual. majalah.2) Teman. yang dianggap seks bebas adalah jika melakukan hubungan seksual dengan banyak orang. c. tetangga dan media Pergaulan yang salah serta penyampaian dan penyalahgunaan dari media elektronik yang salah dapat membuat para remaja berpikiran bahwa seks bukanlah hal yang tabu lagi tapi merupakan sesuatu yang lazim. remaja akan mencari informasi tersebut dari sumber yang lain. remaja sedang dihadapkan pada kondisi sistem-sistem nilai tersebut terkikis oleh sistem yang lain yang bertentangan dengan nilai moral dan agama. 12 . Dalam keadaan orang tua yang tidak terbuka mengenai masalah seksual. Namun sekarang sudah bergeser nilainya. Hal ini akan meningkatkan resiko dampak negatif seksual. Semakin cepatnya usia pubertas Semakin cepatnya usia pubertas (berkaitan dengan tumbuh kembang remaja). g. Jika tidak diberikan pengarahan yang tepat maka penyaluran seksual yang dipilih beresiko tinggi. Pengetahuan yang minim ditambah rasa ingin tahu yang berlebihan Pengetahuan seksual yang setengah-setengah mendorong gairah seksual sehingga tidak bisa dikendalikan. Mereka sendiri belum dapat memilih mana yang baik dan perlu dilihat atau mana yang harus dihindari. f. seperti fashion dan film yang begitu intensif sehingga remaja dihadapkan ke dalam gaya pergaulan hidup bebas. internet. teman-teman sebaya.

Kemungkinan mempunyai masalah dengan dengan calon pasangan hidup yang masih mengagungkan “keperawanan”. Kehamilan ini berdampak pada kehidupan selanjutnya antara lain (Lestari. Meningkatkan pengetahuan remaja tentang reproduksi dan seksual yang benar b. Adapun menurut Nainggolan (2009). Meningkatkan aktifitas remaja ke dalam program yang produktif sehingga tidak banyak waktu terbuang di luar rumah c. dampak dari kehamilan remaja adalah sebagai berikut: a. Putus sekolah b. Perceraian pasangan muda d. 13 . 2004): a. 2004): a. Resiko persalinan yang akan terjadi c.Dampak yang ditimbulkan dari perbuatan seksual pranikah. Pengguguran kandungan Faktor yang mendukung terjadinya pengguguran kandungan adalah: 1) Status ekonomi sebuah keluarga 2) Keadaan emosional 3) Pasangan yang tidak bertanggung jawab b. Untuk menghindari kehamilan yang tidak dikehendaki dapat mempergunakan salah satu metode KB yang aman dan sehat. Kemungkinan pengangguran yang mempunyai resiko tinggi bagi jiwanya c. yaitu kehamilan. Hubungan seks usia muda menyebabkan kanker Upaya dalam mencegah kehamilan pada remaja sebagai kehamilan yang tidak dikehendaki dapat dilakukan melalui berbagai cara yaitu (Lestari. lebih banyak ditanggung oleh pihak wanita.

berat badan menurun. bermain dengan keponakannya. melakukan hal-hal positif seperti shalat dan berdoa. mencoba lebih terbuka pada orang-orang terdekat untuk menceritakan masalah yang hadapinya. agar lebih tenang. motivasi meliputi. membuang pikiran-pikiran negatif yang dirasakannya. perasaan terpuruk. seperti jalanjalan. kesulitan berkonsentrasi. agar lebih mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa. perubahan kognitif meliputi. Cara mengatasi depresi yang dilakukan remaja putri yang hamil di luar nikah adalah dengan melakukan hal-hal yang ia anggap dapat mengurangi depresinya. bermain games. perilaku motorik meliputi.BAB III PENUTUP Kesimpulan: Gejala depresi pada remaja putri yang hamil di luar nikah adalah seperti emosional yang meliputi. dan sosial meliputi. dan cemas. selera makan menurun. menangis. menelepon teman-temannya sekedar untuk ngobrol. membaca buku. Saran: Untuk para remaja putri. pola tidur terganggu. Disarankan agar mengatasi depresinya dengan cara seperti rileksasi. berpikir negatif mengenai diri sendiri. sedih. 14 . interaksi dengan rekan di sekolah dan aktivitas sosial menurun. motivasi menurun dan aktivitas sosial menurun. selain itu saat subjek mengatasi berat badan dan selera makan yang menurun subjek mencoba untuk minum vitamin dan minum susu agar berat badan bisa kembali naik. dan mengeksplorasikan pikiran dan perasaan sendiri secara terbuka kepada orang lain. melakukan aktifitas yang menyenangkan.

pdf - - 15 .pdf http://resources.id/unpadcontent/uploads/publikasi_dosen/1A%20makalah.gunadarma.com/journal/item/314?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal %2Fitemsi http://www.ac.id/library/articles/graduate/psychology/2010/Artikel_105 05107.multiply.remaja&masalahnya.ac.unpad.DAFTAR PUSTAKA - http://dianadji.