P. 1
MAKALAH kespro

MAKALAH kespro

|Views: 831|Likes:
Published by Dewisnawati Jukir

More info:

Published by: Dewisnawati Jukir on Apr 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2013

pdf

text

original

MAKALAH KESEHATAN REPRODUKSI “Depresi pada Remaja Putri yang Hamil di Luar Nikah”

KELOMPOK 1 Umriyani Novita Dewisnawati Muh. Syamsul Akbar Haslam Nurlaila

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HASANUDDIN 2012
1

Penulis sadar bahwa makalah ini belum sempurna. Diharapkan makalah ini dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan pembaca khususnya mengenai gejala depresi yang dialami oleh remaja putri yang hamil di luar nikah. Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini. Terdapat kesalahan-kesalahan yang masih perlu diperbaiki unutuk meningkatkan kualitas makalah ini. Dalam makalah ini akan dijelaskan mengenai teori mengenai depresi. Untuk itu diharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun dari tenaga pengajar. maka makalah Depresi pada Remaja Putri yang Hamil di Luar Nikah ini kami susun. Makassar . 5 Maret 2012 Penyusun 2 .KATA PENGANTAR Dalam rangka melengkapi tugas mata kuliah Kesehatan Reproduksi. apa yang menyebabkan depresi dan depresi yang dialami oleh remaja putri yang hamil di luar nikah.

B. PENDAHULUAN 4 5 Latar Belakang Rumusan Masalah BAB II PEMBAHASAN 6 10 A.DAFTAR ISI Halaman Judul Kata Pengantar Daftar Isi 1 2 3 BAB I A. LANDASAN TEORI B. KEHAMILAN REMAJA DI LUAR NIKAH BAB III PENUTUP 14 14 15 Kesimpulan Saran Daftar Pustaka 3 .

Salah satu dampak negatif dari remaja yang hamil di luar nikah adalah putus sekolah. bagaimana pun. tetapi juga bagi seluruh anggota keluarga yang lain. Umumnya. kepribadian. mengisolasi atau mengusir terhadap remaja yang hamil di luar nikah. Kehamilan di luar nikah membuktikan bahwa seorang remaja tidak dapat mengambil keputusan yang baik dalam pergaulannya. Selain itu. Salah satu lingkungan tersebut adalah lingkungan yang beresiko bagi masa depan remaja. Ada dugaan bahwa terdapat kecenderungan hubungan seks para remaja semakin meningkat tidak hanya di kota-kota besar. 1998). Resiko 4 . Situasi ini tentu saja sangat menyulitkan orang tua dan remaja yang bersangkutan. Mereka mampu mengambil keputusankeputusan sendiri menyangkut dirinya dibandingkan anak-anak. banyak remaja telah melakukan hubungan seks pranikah sehingga mengakibatkan kehamilan yang tidak diinginkan. Demikian pula dalam menentukan perilakunya. Meskipun tindakan tersebut tidak menyelesaikan masalah. Beberapa remaja yang hamil di luar nikah terpaksa diungsikan jauh dari keluarga untuk menutupi rasa malu keluarga. yaitu relasi-relasi seksual tanpa ikatan. dan faktor eksternal remaja seperti lingkungan tempat dirinya berada (Hidayana. melainkan juga di kota-kota kecil.2004). pasti menimbulkan konsekuensi yang sulit tidak saja bagi remaja yang bersangkutan. Mengalami kehamilan pada masa remaja. remaja seringkali juga mengambil keputusan sendiri. Sementara itu. sehingga harus dikeluarkan dari sekolah. namun cara ini dipandang lebih bijaksana dan memadai dibandingkan membiarkannya menjadi cemoohan tetangga dan lingkungan. masyarakat akan mencemooh. sikap. remaja tersebut tidak memperoleh penerimaan sosial dari lembaga pendidikannya. LATAR BELAKANG Masa remaja adalah usia di mana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa.BAB I PENDAHULUAN A. Menurut Subakti (2008). Hubungan seks di kalangan para remaja merupakan masalah yang semakin hari semakin mencemaskan. Remaja dianggap memiliki otonomi yang lebih besar dibandingkan dengan anak-anak. dan tidak lagi merasa di bawah tingkat orang tua (Hurlock. Perilaku remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor internal remaja seperti pengetahuan. ada banyak lingkungan yang diminati remaja yang dianggap mempunyai „daya tarik‟.

Banyak sekali remaja yang hamil di luar nikah mengalami depresi. kreativitas. Remaja tidak mau berbicara dengan orang-orang. Untuk itu remaja hanya mengurung diri di kamar. 2004). sehingga hidup terasa sangat berat dan melihat masalah lebih besar dari dirinya. Gangguan ini tidak hanya dapat termanifestasikan pada aspek sosial. Apa saja gejala depresi yang terjadi pada remaja putri yang hamil di luar nikah? 2. Depresi juga dapat terjadi pada siapa saja. dan antusiasme serta optimisme. Di lain pihak. Bagaimana remaja putri yang hamil di luar nikah tersebut mengatasi depresi? 5 .psikologis dan sosial antara lain meliputi pengucilan. Sampai sejauh apa depresi yang terjadi pada remaja putri yang hamil di luar nikah? 3. depresi. Remaja menjadi pesimis memandang hidupnya. di mana pada usia ini merupakan periode “badai dan stres” yang ditandai dengan kemurungan. RUMUSAN MASALAH 1. Depresi yang banyak terjadi pada usia remaja. Percobaan bunuh diri pada usia remaja saat ini. berpikir yang negatif tentang diri sendiri dan tentang orang lain. merupakan salah satu bukti bahwa mereka tidak dapat menahan depresi atau kecemasan yang berlarut-larut (Wade & Tavris. tetapi juga pada fisik. dan sebagainya (Hidayana. kehilangan berbagai hak. sebagian remaja yang mengalami depresi menjadi tertekan karena suatu keadaan yang berbeda dari kesedihan dan sering kali menyertai masalah-masalah keperilakuan. stigma. tidak berani berjumpa dengan orang-orang. kehilangan rasa percaya diri. B. depresi adalah gangguan perasaan (afek) yang ditandai dengan afek disforik (kehilangan kegembiraan atau gairah) disertai dengan gejalagejala lain. tidak ada yang bisa memahami dirinya. kognisi dan motivasional. semangat hidup. dikucilkan dan akhirnya merasa putus asa serta menganggap bahwa dirinya tidak pantas untuk hidup. diskriminasi sosial. kekacauan di dalam diri dan pemberontakan. Depresi pada remaja putri yang hamil di luar nikah dapat terjadi karena rasa malu. Para remaja ini benar-benar tidak bahagia dengan kehidupan mereka dan cenderung terlibat dalam masalah. seakan hilang harapan. tidak diterima dalam lingkungan masyarakat sekitar. trauma. seperti gangguan tidur dan menurunnya selera makan. Depresi merupakan suatu bentuk gangguan afektif yang gejala pokoknya adalah timbulnya perasaan sedih yang berlebihan. 2009). Menurut Lumongga (2009).

atau memiliki kesulitan untuk memulai (kegiatan) di pagi hari atau bahkan sulit bangun dari tempat tidur 2) Menurunnya tingkat partisipasi sosial atau minat pada aktivitas sosial 3) Kehilangan kenikmatan atau minat dalam aktivitas menyenangkan 4) Menurunnya minat pada seks 5) Gagal untuk berespons pada pujian atau reward c. LANDASAN TEORI Menurut Atkinson (dalam Lumongga. yaitu: 1) Perubahan pada mood (periode terus-menerus dari perasaan terpuruk. sedih atau muram) 2) Penuh air mata atau menangis 3) Meningkatnya iritabilitas (mudah tersinggung). Rathus dan Greene (2003).BAB II PEMBAHASAN A. 2009) depresi adalah suatu gangguan mood yang dicirikan tak ada harapan dan patah hati. Menurut Nevid. ciri-ciri umum dari depresi adalah: a. depresi. ketidakberdayaan yang berlebihan. Perubahan pada Kondisi Emosional Ciri-ciri perubahan pada kondisi emosional dibagi menjadi tiga. tak mampu konsentrasi. Perubahan dalam Fungsi dan Perilaku Motorik Ciri-ciri perubahan fungsi dan perilaku motorik dibagi menjadi lima. yaitu: 1) Perasaan tidak termotivasi. tak mampu mengambil keputusan melalui suatu kegiatan. selalu tegang dan mencoba bunuh diri. kegelisahan. Perubahan dalam Motivasi Ciri-ciri pada perubahan dalam motivasi dibagi menjadi lima. yaitu: 1) Bergerak atau berbicara dengan lebih perlahan daripada biasanya 2) Perubahan dalam kebiasaan tidur (tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit. bangun lebih awal dari biasanya dan merasa kesulitan untuk kembali tidur di bagi buta 3) Perubahan dalam selera makan (makan terlalu banyak atau terlalu sedikit) 4) Perubahan dalam berat badan (bertambah atau kehilangan berat badan) 6 . tak punya semangat hidup. atau kehilangan kesabaran b.

3) Menurunnya efisiensi kerja. Sebabnya. depresi itu sendiri adalah perasaan negatif. maka jelas akan membuat letih karena membebani pikiran dan perasaan. yaitu: 1) Kesulitan berkonsentransi atau berpikir jernih 2) Berpikir negatif mengenai diri sendiri dan masa depan 3) Perasaan bersalah atau menyesal mengenai kesalahan di masa lalu 4) Kurangnya self esteem atau merasa tidak adekuat 5) Berpikir akan kematian atau bunuh diri Lumongga (2009) menyebutkan bahwa gejala-gejala depresi dapat dilihat dari tiga segi. Perubahan Kognitif Ciri-ciri pada perubahan kognitif dibagi menjadi lima. psikis dan sosial. ia tidak lagi bias menikmati dan merasakan kepuasan atas apa yang dilakukannya. seperti misalnya ngemil. sulit tidur. Gejala Fisik Menurut beberapa ahli. Ia sudah kehilangan minat dan motivasi untuk melakukan kegiatannya seperti semula. dan merokok terus-menerus 4) Menurunnya produktivitas kerja. Sehingga. Orang yang terkena depresi akan sulit memfokuskan perhatian atau pikiran pada suatu hal. a. suka tidak suka. makan. Jelas saja. Kebanyakan yang dilakukan justru hal-hal yang tidak efisien dan tidak berguna. terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur 2) Menurunnya tingkat aktivitas. Gejala itu seperti: 1) Gangguan pola tidur. dan ia harus memikulnya di mana saja dan kapan saja. Jika seseorang menyimpan perasaan negatif.5) Berfungsi secara kurang efektif daripada biasanya di tempat kerja atau di sekolah d. Pada umumnya. Misalnya. Orang yang terkena depresi akan kehilangan sebagian atau seluruh motivasi kerjanya. atau pekerjaan. Namun secara fisik besar ada beberapa gejala fisik umum yang relatif mudah dideteksi. 5) Mudah merasa letih dan sakit. orang yang mengalami depresi menunjukkan perilaku yang pasif. gejala depresi yang kelihatan ini mempunyai rentangan dan variasi yang luas sesuai dengan berat ringannya depresi yang dialami. yaitu gejala dilihat dari segi fisik. menyukai kegiatan yang tidak melibatkan orang lain seperti menonton TV. melamun. 7 . mereka juga akan sulit memfokuskan energipada hal-hal prioritas. dan tidur.

namun masalah lainnya juga seperti perasaan minder. termasuk menilai diri sendiri. Gejala Psikis Gejala-gejala psikis memiliki tanda-tanda sebagai berikut: 1) Kehilangan rasa percaya diri. sensitif. sehingga sering peristiwa yang netral jadi dipandang dari sudut pandang yang berbeda oleh mereka. 4) Perasaan bersalah. menyendiri. atasan atau bawahan. Orang yang mengalami depresi senang sekali mengaitkan segala sesuatu dengan dirinya. Akibatnya mereka mudah tersinggung. 3) Merasa diri tidak berguna. mudah sedih. c. perasa. Banyak orang yang menyalahkan orang lain atas kesusahan yang dialaminya. bahkan disalahartikan. tersinggung. malu. Orang yang mengalami depresi cenderung memandang segala sesuatu dari sisi negatif. mudah marah. Mereka memandang suatu kejadian yang menimpa dirinya sebagai suatu hukuman atau akibat dari kegagalan mereka melaksanakan tanggung jawab yang seharusnya dikerjakan. Mereka merasa tidak mampu untuk bersikap terbuka dan secara aktif menjalin hubungan dengan lingkungan sekalipun ada kesempatan. Perasaan tidak berguna ini muncul karena mereka merasa menjadi orang yang gagal terutama di bidang atau lingkungan yang seharusnya mereka sukai. mudah letih. mudah sakit). cemas jika berada di antara kelompok dan merasa tidak nyaman untuk berkomunikasi secara normal. Lingkungan tentu akan bereaksi terhadap perilaku orang yang depresi tersebut yang pada umumnya negatif (mudah marah. Mereka merasa tebeban berat karena merasa terlalu dibebani tanggung jawab yang berat. 2) Sensitif. murung dan suka menyendiri. Perasaannya sensitif sekali. Masalah ini tidak hanya berbentuk konflik. 5) Perasaan terbebani. Perasaan bersalah terkadang timbul dalam pemikiran orang yang mengalami depresi. Gejala Sosial Depresi yang berawal adalah masalah diri sendiri pada akhirnya mempengaruhi lingkungan dan pekerjaan (atau aktivitas rutin lainnya). 8 . curiga akan maksud orang lain.b. Problem sosial yang terjadi biasanya berkisar pada masalah interaksi dengan rekan kerja.

termasuk pada populasi remaja (Suwantara. Mendelson. Penyakit fisik yang kronis e. misalnya mengalami kekerasa. yaitu: a. 2006). BDI merupakan suatu alat ukur diagnostik yang dibuat oleh Aaron Beck. pendiam dan pasif. secara umum orang mengalami depresi karena salah satu kejadian atau situasi sebagai berikut: b. BDI merupakan behavioral assessment dalam bentuk self report reting inventory yang mengukur kriteria sikap dan simtom-simtom depresi. rasa bersalah. Ward. over-adaptasi. Isi dari alat ukur ini merupakan gambaran 6 karakteristik depresi dari 9 karakteristik yang dibutuhkan dalam DSM IV (Groth-Marnat. Selain itu BDI juga telah banyak digunakan untuk mengukur tingkat depresi baik pada pasien depresi maupun pada populasi normal (Groth-Marnat. bimbang. Peristiwa traumatis atau stressfull. 9 . b. gigit kuku dan agresivitas massif. harga diri. c. menyendiri. kemusian direvisi pada tahun 1971 dan mulai dipublikasikan pada tahun 1978 (Groth-Marnat. Sindroma pasrah dengan kesedihan. & Rusli dalam Triastinindita. Alat tes ini terdiri dari 21 pertanyaan pilihan ganda yang fokus pada perasaan sedih. kecenderungan bunuh diri. Kehilangan orang yang dicintai c. Mock dan Erbaugh pada tahun 1961. 1997). 1999). Obat-obatan atau narkoba f. sedih. deprifasi sosial yang kronik atau penolakan sosial d. 1985). BDI juga banyak digunakan untuk mendeteksi gejala depresi. Sindroma yang ditandai dengan hambatan dan penurunan gairah dengan retardasi psikomotor. dan rasa pesimis. apati. Sindroma cemas dengan auto dan hetero agresivitas.Menurut Chaplin (2005). Terdapat tiga sindroma depresif utama pada remaja (Joseph. malu. rasa tidak aman. Lubis. Adanya penyakit mental lain g. Seseorang yang mempunyai orang tua atau saudara kandung yang mengalami depresi akan mengalami peningkatan resiko mengalami depresi juga. 1999). ketagihan obat.

Mendapatkan kebebasan emosional dari orang tua atau orang dewasa lain d. Adapun tugas-tugas perkembangan pada masa remaja yang dikemukakan oleh Havighurts (dalam Monks. c. Pada tahap ini remaja sangat membutuhkan kawan-kawan. 10 .B. Tahap ini adalah masa konsolidasi menuju periode dewasa. yaitu : a. usia yang menakutkan. usia bermasalah. suatu masa perubahan. KEHAMILAN REMAJA DI LUAR NIKAH Menurut Sabri (1993) masa remaja merupakan masa yang penting dalam rentang kehidupan. Masa ini dikenal sebagai: suatu periode peralihan. ada tiga tahap perkembangan remaja menurut Blos (dalam Sarwono. b. yaitu: a. Remaja Madya (middle adolescene) usia 15-18 tahun. saat dimana individu mencari identitas. Ia biasanya memilih teman yang mempunyai sifat-sifat yang sama dengan dirinya. Remaja Akhir (late adolescence) usia 18-20 tahun. Mendapatkan pandangan hidup sendiri e. Merealisasi suatu identitas sendiri dan dapat mengadakan partisipasi dalam kebudayaan pemuda sendiri Dalam proses penyesuaian menuju kedewasan. Remaja Awal (early adolescene) usia 12-15 tahun.2001). Ia senang kalau banyak teman-teman yang menyukainya. 2001). Menerima peranan dewasa berdasarkan pengaruh kebiasaan masyarakat sendiri c. masa tidak realistik dan masa ambang dewasa. Seorang remaja pada tahap ini masih terheran-heran perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuhnya sendiri dan dorongan-dorongan yang menyertai perubahan-perubahan itu. Perkembangan aspek-aspek biologis b.

dan tentunya hal itu selain juga menimbulkan dan memunculkan rasa malu bagi keluarga juga akan mencoreng nama besar keluarga. faktor-faktor yang menyebabkan banyak remaja putri hamil di luar nikah adalah sebagai berikut: a. Menurut Luthfiyati (2009).Masa remaja adalah suatu masa perubahan. pada masa remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya. 2001). Perubahan yang cepat secara fisik yang juga disertai kematangan seksual. Dimana dalam hal ini orang tua bersikap tidak terbuka terhadap anak bahkan cenderung membuat jarak dengan anak dalam masalah seksual. Menurut Sulistyana (2007) hamil di luar nikah adalah sesuatu yang bagi masyarakat sulit untuk diterima. Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan masa strom. ciriciri masa remaja yaitu: a. pada kondisi ketidaksiapan berumah tangga dan untuk bertanggung jawab. Faktor agama dan iman Kurangnya penanaman nilai-nilai agama berdampak pada pergaulan bebas dan berakibat remaja dengan gampang melakukan hubungan suami istri di luar nikah sehingga terjadi kehamilan. misalnya mereka diharapkan untuk tidak lagi bertingkah seperti anak-anak. maupun psikologis. b. Menurut Conger (dalam Papalia & Olds. Faktor lingkungan 1) Orang tua Kurangnya perhatian khusus dari orang tua untuk dapat memberikan pendidikan seks yang baik dan benar. dan dari sisi agama dan keyakinan apapun tentunya juga tidak dibenarkan. b. c. Pada masa remaja terjadi perubahan yang cepat baik secara fisik. Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. harus lebih mandiri dan bertanggung jawab. 11 . Perubahan fisik yang terjadi secara cepat membuat remaja merasa tidak yakin akan diri dan kemampuan mereka. karena adanya tanggung jawab yang lebih besar pada masa remaja. Peningkatan emosional ini merupakan hasil dari perubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja.

12 . f. termasuk masalah hubngan seks di luar nikah. g. e. Perubahan kadar hormon pada remaja meningkatkan libido atau dorongan seksual yang membutuhkan penyaluran melalui aktivitas seksual. d. Perubahan zaman Pada zaman modern sekarang ini. remaja akan mencari informasi tersebut dari sumber yang lain. Namun sekarang sudah bergeser nilainya. remaja sedang dihadapkan pada kondisi sistem-sistem nilai tersebut terkikis oleh sistem yang lain yang bertentangan dengan nilai moral dan agama. Adanya trend baru dalam berpacaran di kalangan remaja Dimana kalau dulu melakukan hubungan seksual di luar nikah meskipun dengan rela sendiri sudah dianggap bebas. Hal ini akan meningkatkan resiko dampak negatif seksual. yang dianggap seks bebas adalah jika melakukan hubungan seksual dengan banyak orang. c. sedangkan pernikahan semakin tertunda akibat tuntutan kehidupan saat ini menyebabkan “masamasa tunda hubungan seksual” menjadi semakin panjang. Semakin cepatnya usia pubertas Semakin cepatnya usia pubertas (berkaitan dengan tumbuh kembang remaja). majalah. tetangga dan media Pergaulan yang salah serta penyampaian dan penyalahgunaan dari media elektronik yang salah dapat membuat para remaja berpikiran bahwa seks bukanlah hal yang tabu lagi tapi merupakan sesuatu yang lazim.2) Teman. seperti fashion dan film yang begitu intensif sehingga remaja dihadapkan ke dalam gaya pergaulan hidup bebas. teman-teman sebaya. Pengetahuan yang minim ditambah rasa ingin tahu yang berlebihan Pengetahuan seksual yang setengah-setengah mendorong gairah seksual sehingga tidak bisa dikendalikan. video atau blue film. Jika tidak diberikan pengarahan yang tepat maka penyaluran seksual yang dipilih beresiko tinggi. internet. Mereka sendiri belum dapat memilih mana yang baik dan perlu dilihat atau mana yang harus dihindari. buku. Dalam keadaan orang tua yang tidak terbuka mengenai masalah seksual.

Perceraian pasangan muda d. Adapun menurut Nainggolan (2009). Untuk menghindari kehamilan yang tidak dikehendaki dapat mempergunakan salah satu metode KB yang aman dan sehat. Kehamilan ini berdampak pada kehidupan selanjutnya antara lain (Lestari. Pengguguran kandungan Faktor yang mendukung terjadinya pengguguran kandungan adalah: 1) Status ekonomi sebuah keluarga 2) Keadaan emosional 3) Pasangan yang tidak bertanggung jawab b. Hubungan seks usia muda menyebabkan kanker Upaya dalam mencegah kehamilan pada remaja sebagai kehamilan yang tidak dikehendaki dapat dilakukan melalui berbagai cara yaitu (Lestari. dampak dari kehamilan remaja adalah sebagai berikut: a. Meningkatkan pengetahuan remaja tentang reproduksi dan seksual yang benar b. 2004): a. 2004): a. Meningkatkan aktifitas remaja ke dalam program yang produktif sehingga tidak banyak waktu terbuang di luar rumah c. Kemungkinan pengangguran yang mempunyai resiko tinggi bagi jiwanya c. Resiko persalinan yang akan terjadi c. yaitu kehamilan. lebih banyak ditanggung oleh pihak wanita. 13 . Kemungkinan mempunyai masalah dengan dengan calon pasangan hidup yang masih mengagungkan “keperawanan”.Dampak yang ditimbulkan dari perbuatan seksual pranikah. Putus sekolah b.

melakukan aktifitas yang menyenangkan. menangis. motivasi menurun dan aktivitas sosial menurun. interaksi dengan rekan di sekolah dan aktivitas sosial menurun. pola tidur terganggu. agar lebih tenang. sedih. seperti jalanjalan. menelepon teman-temannya sekedar untuk ngobrol. perilaku motorik meliputi. berat badan menurun. berpikir negatif mengenai diri sendiri. dan sosial meliputi. bermain dengan keponakannya. perubahan kognitif meliputi. 14 .BAB III PENUTUP Kesimpulan: Gejala depresi pada remaja putri yang hamil di luar nikah adalah seperti emosional yang meliputi. membaca buku. bermain games. motivasi meliputi. selera makan menurun. Cara mengatasi depresi yang dilakukan remaja putri yang hamil di luar nikah adalah dengan melakukan hal-hal yang ia anggap dapat mengurangi depresinya. dan cemas. Disarankan agar mengatasi depresinya dengan cara seperti rileksasi. Saran: Untuk para remaja putri. melakukan hal-hal positif seperti shalat dan berdoa. membuang pikiran-pikiran negatif yang dirasakannya. selain itu saat subjek mengatasi berat badan dan selera makan yang menurun subjek mencoba untuk minum vitamin dan minum susu agar berat badan bisa kembali naik. kesulitan berkonsentrasi. agar lebih mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa. mencoba lebih terbuka pada orang-orang terdekat untuk menceritakan masalah yang hadapinya. dan mengeksplorasikan pikiran dan perasaan sendiri secara terbuka kepada orang lain. perasaan terpuruk.

id/unpadcontent/uploads/publikasi_dosen/1A%20makalah.ac.pdf - - 15 .id/library/articles/graduate/psychology/2010/Artikel_105 05107.DAFTAR PUSTAKA - http://dianadji.remaja&masalahnya.com/journal/item/314?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal %2Fitemsi http://www.unpad.ac.multiply.pdf http://resources.gunadarma.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->