Sebelum Nabi Muhammad SAW diutus, risalah ilahi masih berbentuk lokal.

Maksudnya para rasul masih diutus untuk kaumnya masing-masing. Para rasul itu menyeru hanya kepada kaumnya, sebagaimana yang dikisahkan Allah dalam Al Qur‟an dari mulai Nuh, Hud, Syu‟aib, sampai Shalih. Seruan mereka berbunyi, “Wahai kaumku!” dan begitu juga Nabi Isa, sebagaimana diriwayatkan, berkata, “Aku diutus karena penyelewengan Bani Israil yang sesat.” Namun setelah diutusnya Nabi Muhammad SAW, risalah ilahi dibawah naungan Islam beralih dari kerangka yang bersifat kesukuan menjadi kemanusiaan. Karena itu seruannya menjadi, “Wahai manusia!” Jadi seluruh manusia diharuskan mengikuti satu Rasul, yaitu Muhammad SAW. Karena itu tidak ada rasul sesudahnya dan tidak diterima mengikuti rasul-rasul sebelumnya. Allah SWT berfirman:


Artinya: “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi…” [QS.Al-Ahzab: 40] Islam yang lahir atas dasar rahmatan lil alamin diharapkan mampu menyejahterakan manusia dalam segala hal. Karena itu ajaran Islam merupakan suatu sistem normatif dimana agama berhubungan secara integral dengan segala bidang kehidupan umat Islam, seperti politik, ekonomi, hukum, pendidikan dan keluarga, seperti dirumuskan oleh Sa‟ad Hawwa dalam kitab ”Al-Islam”nya. Adalah suatu ciri khas ajaran Islam seperti yang dipopulerkan oleh Dr.Yusuf Al Qardhawy dalam “Khashaish Ammah Li Dinil Islam” dan sebagaimana disimpulkan oleh John L. Esposito dalam “Islam and Development; Religion and Sociopolitical Change” adalah keyakinan bahwa agama Islam itu merupakan suatu cara hidup dan tata sosial yang menyeluruh. Agama yang memiliki hubungan yang integral dan organik dengan politik dan masyarakat. Ideal Islam ini tergambar dalam dinamika hukum Islam yang merupakan suatu hukum yang serba mencakup, dimana termasuk di dalamnya tugas seorang muslim terhadap Allah [Hablun Minallah; shalat, puasa, haji, dll.] dan tugasnya terhadap sesama manusia [Hablun Minannas; hukum keluarga, hukum perdata, pidana, hukum politik, dsb.]. Kejayaan Islam yang terukir dalam sejarah peradaban manusia tentu tidak terlepas dari peran dan sepak-terjang Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa pesankebaikan, kebenaran, dan rahmat dari Allah SWT. Dan bukti-bukti kejayaan itu hingga kini dapat dirasakan oleh siapa saja yang bermaksud menggalinya; sejak dari peradaban umat manusia hingga warisan agama yang oleh Voltaire disebut warisan agama alami yang wajar dan tidak dibuat-buat. Menurut Marshall G. Hodgson, ahli sejarah [konsentrasi] peradaban Islam, sebagaimana yang dikutip Dr. Nurkholish Madjid dalam salah satu tulisannya, bahwa kesuksesan kepemimpinan Nabi Muhammad dalam menaklukkan manusia adalah demi membebaskan mereka dari belenggu kebodohan dan kegelapan dengan landasan cinta kasih, keimanan, dan niat tulus. Meskipun mengalami berbagai hambatan dan rintangan, namun dakwah dan kepemimpinan beliau begitu mudah diterima oleh umat manusia. Sehingga tak heran, dalam kurun waktu tak lebih dari 23 tahun, ajaran agama Islam dengan mudah tersebar ke penjuru dunia. Oleh sebab itu, adalah merupakan suatu kewajiban bagi kaum muslimin untuk mengetahui sejarah sukses kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, baik sebagai pemimpin agama maupun sebagai pemimpin Negara, sehingga dengan begitu diharapkan mampu diterapkan dan diteladani dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam berbangsa, lebih-lebih dalam beragama. A- KONDISI POLITIK DAN SOSIOKULTURAL PRA-ISLAM Sebelum membahas eksistensi Nabi Muhammad SAW baik sebagai pemimpin Islam maupun pemimpin Negara, ada baiknya kita sedikit menoleh ke belakang, menelusuri sejarah keadaan masyarakat manusia menjelang kelahiran beliau. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh para sarjana arkelogi dengan banyaknya menggali dan mempelajari masalah peradaban-peradaban manusia zaman dahulu. Dan mereka sepakat menyimpulkan bahwa ternyata sejak ribuan tahun lalu, peradaban-peradaban manusia itu sudah begitu berkembang dan tersebar hingga ke pantai-pantai laut tengah dan sekitarnya di Mesir, di Asiria dan Yunani. Bahkan hingga kini pun perkembangannya tetap dikagumi dunia. Sejak dari perkembangan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam bidang pertanian, perdagangan, peperangan, serta dalam segala bidang kegiatan manusia lainnya. Dalam kitab “Hayatu Muhammad” karya Muhamamad Husain Haekal disebutkan bahwa semua peradaban itu sumber dan pertumbuhannya selalu berasal dari agama, Sehingga dalam lingkungan itulah dilahirkan para Rasul yang membawa agama-agama yang kita kenal sampai saat ini. Seperti di Mesir dilahirkan Nabi Musa, dan di Palestina dilahirkan Nabi Isa. Ajaran-ajaran agama itu terus bertahan dan berkembang di bawah kekuasaan raja-raja kala itu. Misalnya Kerajaan Romawi yang membawa panji agama Nasrani, maka seluruh masyarakat kerajaan tersebut telah menganut agama Nabi Isa ini. Sehingga dengan demikian semakin mempermudah agama Nasrani berkembang hingga sampai ke Mesir, Syam [Suria, Libanon dan Palestina] serta Yunani, dan dari Mesir menyebar pula ke Ethiopia. Dan semua yang berada di bawah panji kerajaan Romawi dan yang ingin mengadakan persahabatan dan hubungan baik dengan kerajaan ini berada di bawah panji agama Masehi itu. Meskipun agama Masehi berada di bawah pengaruh Romawi, namun dalam waktu bersamaan agama Majusi juga tumbuh di Persia, bahkan mendapat dukungan moril dari Timur Jauh dan India, sehingga paham Masehi di Barat dan Majusi di Timur sangat mewarnai berbagai kerajaan kala itu. Namun mereka tetap saling menghormati kepercayaan masing-masing, dan satu sama lain tidak saling mempengaruhi kepercayaan atau peradaban, sekalipun peperangan antara mereka itu berlangsung terus menerus sampai sekian lama. Dan keadaan serupa itu terus berlangsung sampai abad ke-6 Masehi. Memasuki abad ke-6 Masehi berbagai permasalahan politik, keagamaan hingga budaya terus menerus mengalami kemunduran. Motivasi yang menyimpang dari para penguasa kala itu turut memperparah kondisi masyarakatnya. Masyarakat saat itu sangat mudah terpecah belah dan terkotak-kotak. Dan agama pun ikut pula terpecah belah ke dalam golongan-golongan dan sekte-sekte. Keadaan ini terus saja berlanjut hingga memasuki pertengahan abad ke-6 Masehi. Gambaran dunia politik menjelang pertengahan abad ke-6 sesudah Masehi, terbukti bahwa dunia berada dalam keadaan gelap dan parah dengan takhayul yang merusak kehidupan spiritual manusia. Keserakahan dan tirani telah menjarah kesejahteraan moralnya, dan penindasan telah melumpuhkan mayoritas penduduknya. Bangsa-bangsa yang dahulu pernah merdeka dan produktif peradaban-peradaban tertua di dunia, seperti Asyria, Thunisia, dan Mesir, kini tak berkutik di bawah cengkeraman serigala Romawi. Sementara peradaban Babylonia, yang menderita akibat dominasi Persia yang sama-sama tiraninya, hanya dibolehkan hidup marginal (pas-pasan), sementara semua kekayaan negerinya, tanah subur antara dua sungai (Eufrat dan Tigris) disedot untuk memenuhi perbendaharaan para kaisar Persia dan kaki tangannya. Di lingkungan Romawi, kaum elite yang memiliki banyak budak tenggelam dalam kekayaan yang luar biasa dan bebas dari pajak. Sedangkan penduduk (pribumi) yang berdominasi harus memiliki semua beban pajak; mereka terbebani secara amat berlebihan secara fisik maupun finansial. Sementara kondisi sosiokultural, sepeninggalan Nabi Isa, ajaran agama Allah yang dibawa dan disiarkannya makin lama makin luntur dan cahayanya makin suram. Manusia berangsur-angsur menjauhi dan menyimpang dari ajaran agama yang benar, perlahan-lahan dibawa oleh hawa nafsunya ke dalam jurang kehinaan dan kenistaan. Perikemanusiaan mengarah kepada sifat kebinatangan dan kebuasan, yang kuat menindas yang lemah, yang kaya memeras yang miskin, yang kuasa menginjak-injak yang dikuasainya, sehingga persaudaraan menjadi permusuhan, persatuan menjadi perpecahan, kesayangan menjadi kebengisan, dan penghambaan kepada Allah menjadi penghambaan kepada sesama manusia, berhala, api, binatang, kayu, dan batu. Demikianlah gambaran dunia, lima ratus tahun sesudah Nabi Isa di Eropa dan Afrika, di Persia dan Asia umumnya. Lebih-lebih di Tanah Arab pada zaman Jahiliyah, suatu zaman yang gelap gulita yang diliputi kebodohan dan keterbelakangan. B- KELAHIRAN MUHAMMAD BIN ABDULLAH Berdasarkan penelitian yang dilakukan Muhammad Sulaiman Al-Mansyurfury dan astronom Mahmud Basya, sebagaimana dikutip oleh Syekh Shafiyur Rahman Al-Mubarakfury dalam Sirah Al-Nabawiyah bahwa Nabi Muhammad SAW lahir di keluarga Bani Hasyim di Makkah, pada Senin pagi, 9 Rabi‟ul Awwal, permulaan tahun gajah, bertepatan 20 atau 22 April 571 M. Dalam catatan kakinya, Shafiyur Rahmanmenuliskan bahwa terdaptnya perbedaan mengenai tanggal bulan kelahiran Nabi SAW disebabkan perbedaan dalam kalender Masehi. Seperti yang telah diketahui bahwa semasa beliau masih dalam kandungan Ibunya Aminah, ayah Muhammad, Abdullah telah terlebih dahulu meninggal dunia. Dan setelah lahir, ia sempat disusui beberapa hari oleh Tsuwaibah, hamba sahaya Abu Lahab, yang kebetulan sedang menyusui anaknya bernama Masruh, yang sebelum itu wanita ini juga menyusui Hamzah bin Abdul Muthallib. Setelah itu, wanita ini juga menyusui Abu Salamah bin Abdul Asad Al-Makhzumy. Selanjutnya, Abdul Muthallib kembali mencari perempuan lain yang bisa menyusui Muhammad kecil. Dia meminta Keluarga (Bani) Sa‟ad yaitu Halimah binti Abi Dhzua‟ib, dengan didampingi suaminya Al-Haritsh bin Abdil Uzza yang bergelar Abu Kabsyah dari kabilah yang sama. Muhammad kecil tinggal di tengah-tengah Bani Sa‟d sampai usia 4 atau 5 tahun. Dan bersama keluarga ini pula terjadi peristiwa pembedahan terhadap diri Muhammad oleh Malaikat Jibril. Ketika menginjak usia 6 tahun, ibunya Aminah meninggal dunia. Selanjutnya ia diasuh oleh kakeknya Abdul Muthallib. Tepat diusia 8 tahun sang kakek juga meninggal, dan ia pun harus diasuh oleh pamannya Abu Thalib. Lantaran kondisi ekonomi pamannya yang memprihatinkan, Muhammad kecil terpaksa harus mengembalakan kambing keluarga dan penduduk Makkah dengan imbalan beberapa dinar. Memasuki usia 25 tahun, Muhammad berdagang ke Syam membawa barang-barang milik Khadijah binti Khuwailid, perempuan terpandang, pedagang kaya raya yang berasal dari Bani Asad. Khadijah mendengar akhlak mulia tentang kepribadian Muhammad, maka dia meminta Muhammad untuk menjalankan daganggnya ke negeri Syam. Bahkan Khadijah siap member imabalan lebih daripada pekerja lainnya. Muhammad pun menerima tawaran tersebut dan pergi didampingi seorang pembantu bernama Maisarah. Dan tak berapa lama setelah itu Muhammad akhirnya menikah dengan Khodijah sendiri. Acara pernikahan terjadi 2 bulan sepulangnya Muhammad dari Syam. C- NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI PEMIMPIN AGAMA Salah satu kegiatan yang paling digemari Muhammad hingga menginjak usia 40 tahun adalah mengasingkan diri. Dengan hanya berbekal roti dan air, beliau pergi ke gua Hira, tempatnya berada di Jabal Nur. Di tempat inilah wahyu pertama kali terjadi, yakni pada hari senin malam tanggal 21 Ramadhan, bertepatan dengan 10 Agustus 610 M. Pada saat itu usia beliau masih genap 40 tahun lebih 6 bulan 12 hari menurut perhitungan kalender Hijriyah, atau 39 tahun lebih 3 bulan 20 hari menurut perhitungan kalender Masehi. Pada saat Muhammad lahir hingga ketika diangkat menjadi Rasul, beliau SAW tinggal di tengah-tengah kaum Quraisy Makkah yang memiliki daerah merdeka mirip-mirip sebuah republik (sekarang ini). Mereka sangat jauh dari pertentangan politik. Dan struktur republik yang sudah ada di Makkah (saat itu) benar-benar menghindari mereka dari suatu kekacauan. Sehingga, pada awal Nabi Muhammad SAW diutus di tengah-tengah mereka, tujuan utama dakwah Rasulullah bukan untuk menguasai tampuk kepemimpinan Negara, namun dasarnya adalah mengajak mereka kepada kebenaran, kebaikan, dan keindahan; suatu ajakan yang berdiri sendiri di bawah naungan agama Islam. Namun meski begitu, Makkah juga merupakan pusat kegiatan keagamaan bangsa Arab. Di sana para penduduk Makkah melakukan berbagai peribadatan di sekeliling Ka‟bah dengan penyembahan terhadap berhala dan patung-patung yang disucikan seluruh bangsa Arab kala itu. Dengan kondisi seperti ini, tidak mudah bagi Nabi Muhammad SAW menyampaikan pesan wahyu ke seluruh umat kala itu. Untuk menghadapi kondisi seperti ini, maka pola penyebaran dakwah Islam yang dilakukan Rasulullah dengan cara tiga tahap sesuai situasi dan kondisi yang menyertainya kala itu, yakni: tahap rahasia dan perorangan, tahap terang-terangan, dan tahap untuk umum. a. Tahap rahasia dan perorangan Pada awal turunnya wahyu pertama, pola dakwah yang dilakukan adalah secara sembunyi-sembunyi, mengingat kondisi sosiopolitik yang belum stabil, dimulai dari dirinya sendiri dan keluarga dekatnya. Mula-mula Rasulullah menyampaikan risalah ilahi kepada istrinya Khadijah, kemudian diikuti oleh anak angkatnya Ali bin Abi Thalib dan Zaid bin Haritsah. Setelah itu sahabat dekatnya Abu Bakar bin Abi Quhafa yang diikuti oleh Utsman bin Affan, Abdullah bin Auf, Thalha bin Ubaidillah, Sa‟ad bin Abi Waqqash, dan Zubair bin Awwam. Adalagi Abu Ubaida bin Al Djarrah, Arqam ibn Arqam, Fatimah binti Khattab, Said bin Zaid dan beberapa orang lainnya. Mereka inilah dalam sejarah Islam disebut dengan Assabiqunal Awwalun.

4. Rasulullah mengubah strategi dakwahnya yang lebih luas mencakup uman manusia secara keseluruan. Dalam hal ini. Bagi umat Islam. Lalu disusul pula dengan kematian Khadijah yang menjadi sandaran Muhammad. Terhadap orang Yahudi. pada musim haji Rasulullah mendatangi kemah-kemah para jamaah haji. mereka menyatakan bahwa mereka hanya akan menyembah Allah. (3) Mu‟adz ibn Harts. (c) menetapkan persamaan derajat manusia dengan mengangkat harkat dan martabat mereka di atas azaz toleransi. Piagam yang berisi 47 pasal ini memuat peraturan-peraturan dan hubungan antara berbagai komunitas dalam masyarakat Madinah yang majemuk. Dalam bai‟ah tersebut. gangguan dan hinaan yang datang bertubi-tubi dari kaum kuffar dan musyrikin seakan mewarnai perjalanan dakwahnya bersama kaum muslimin. Di dalam menjalankan roda pemerintahan sebagai kepala negara dalam arti yang sesungguhnya. Pada awalnya tidak banyak yang menerima. banyak kaum Quraisy yang akan masuk Islam. Beliau dari keluarga Hasyim. saling menasehati dan menghormati kebebasan beragama. Apalagi beberapa waktu kemudian. 1. ditambah lagi dengan keislaman Hamzah bin Abi Thalib. karena diyakini dengan dakwah tersebut. dan Bani Qainuqa‟. di antaranya adalah: (a) meletakkan dasar keimanan yang kokoh. artinya lebih mementingkan keselamatan umatnya di atas dirinya. dan sebagainya. Jadi yang mula-mula mereka lakukan ialah menyerangnya dengan cara mendeskreditkannya dan mendustakan segala apa yang dinamakannya kenabian itu. stratta sosial dan sebagainya). Para bangsawan Quraisy dan hartawan yang gemar bersenang-senang mulai merasakan bahwa ajaran Muhamamad merupakan bahaya besar bagi kedudukan mereka. Rasulullah melakukan dakwah dengan rahasia dan memilih objek dakwah yang paling dekat dengan beliau. Nabi Muhammad berhasil menciptakan persatuan dan kesatuan serta persaudaraan di antara kaum muhajirin dan anshar. Ditambah lagi kaum Yahudi pun mengakui kepemimpinan Nabi Muhammad. saling membantu menghadapi musuh bersama. Nabi SAW selaku penerima kekuasaan senantiasa melindungi rakyatnya. Namun kaum musyrikin Quraisy tak pernah tinggal diam. walaupun berasal dari berbagai suku dan golongan. membuat pemuka-pemuka Quraisy itu berfikir dua kali untuk membunuh Nabi Muhammad. paman dan saudara sesusu Nabi yang setia melindunginya. Seruan dalam skala internasional tersebut. Adapun di antara strategi sukses dakwah islamiyah beliau di tengah-tengah umat akan penulis rangkumkan sebagai berikut: Sebagai langkah persiapan. yaitu umat Islam sendiri (baik Muhajirin dan Ansyhar). Menurut Munawir Sjadzali dalam bukunya “Islam dan Tata Negara Ajaran Sejarah dan Pemikiran” sebagaimana dikutip oleh Muhammad Iqbal dalam bukunya “Fiqih Siyasah: Kontekstualisasi Doktrin Politik Islam” bahwa Piagam Madinah sebagai konstitusi Negara Madinah memberi landasan bagi kehidupan bernegara dalam masyarakat yang majemuk di Madinah. Al Hijr: 94-95. hari demi hari gangguan itu makin menjadi-jadi. Dalam kesempatan ini mereka mengajak Nabi untuk berhijrah ke Madinah yang selanjutnya dikenal dengan Bai‟ah al-„Aqabah kedua. (e) pembinaan sistem akhlakul karimah dan pendidikan dalam menjalani kehidupan. yang menerima dakwah secara antusias. (9)‟Uqabah ibn „Amir. juru kunci ka‟bah dan penguasa urusan air penduduk Makkah. Adapun acuan yang diterapkan Nabi SAW dalam perannya sebagai kepala Negara Madinah adalah berdasarkan perjanjian yang ada dalam konteks bai‟ah al-„aqabah. 40-41). yaitu Islam (bukan etnis. (10) Quthbah ibn „Amir. Maka strategi Muhammad menyelamatkan umatnya adalah dengan menyarankan mereka supaya tinggal berpencar-pencar. 5. (Lihat Ibn Hisyam. D. Setelah ada perintah dakwah secara terang-terangan. serta (12) „Uwain ibn Sa‟idah dari Bani „Amr ibn „Awf. dia juga memiliki silsilah keturunan yang menempati puncak yang tinggi. 1) Problematika Dalam Dakwah Rasulullah SAW Sebenarnya. Di kota yang baru ini Nabi Muhammad baru bisa secara efektif menerapkan dimensi sosial ajaran Islam untuk menciptakan masyarakat yang berbudaya. kecuali sekelompok jamaah haji dari Yatsrib. (4) „Ubadah ibn Shamit. . Pengikut Muhammad pada periode Makkah sebagian besar hanya terdiri dari orang-orang yang tertindas dan mengamalami ketidakadilan dalam tatanan masyarakat kala itu. Landasan tersebut adalah: semua umat Islam adalah satu kesatuan. Sehingga tak heran mereka masih minoritas dan belum dapat tampil sebagai komunitas yang membongkar tatanan masyarakat Qurasiy Makkah yang timpang tersebut. Namun karena Muhammad selalu dalam perlindungan Bani Hasyim dan Bani Al Muthallib. Keberadaan Nabi dan ajaran agama baru yang dibawanya sudah mendapat tempat dan simpati. Maka langkah pertama yang dilakukan Rasulullah adalah membangun masjid beserta bangunan tempat tinggalnya di sekitar masjid tersebut serta beberapa tempat tinggal kaum muslimin. Setelah itu. namun doktrin-doktrin wahyu ilahi yang disampaikan oleh Nabi Muhammad belum begitu efektif berjalan di tengah-tengah hegemoni politik dan ekonomi kaum aristoktrat Quraisy. orang-orang Yahudi (dari suku Bani Nadhir. maka semakin bertambah lemahlah pengaruh Quraisy kala itu. Sebagian mereka disuruh hijrah ke Abisinia yang rakyatnya menganut agama Kristen. Berbagai ancaman. Pihak Quraisy sepertinya sudah tidak terlalu segan lagi untuk membunuh Nabi Muhammad SAW bila ada kesempatan. 3. Mereka melakukan berbagai propaganda untuk menghentikan kegiatan Nabi Muhammad dan kaum muslimin yang terus bertambah. sebagaimana yang dikutip oleh Muhammad Iqbal adalah: (1) As‟ad ibn Zura‟ah. (b) menciptakan keteladanan yang baik seperti yang dilukiskan Al Qur‟an. jujur. Setelah hijrah ke Madinah. dan (7) Yazid ibn Tsa‟labah. beliau membangun public-image yang positif dari sisi personalitas dan akhlaknya. Sirah al-Nabi. E. membela orang yang teraniaya. 2) Rahasia Kesuksesan Dakwah Nabi Muhammad SAW Kesuksesan dakwah Rasulullah SAW tidak terlepas dari metode dan strategi dakwah yang beliau terapkan secara sistematis dan terprogram. Walau begitu bukan berarti beliau terbebas dari gangguan dan ancaman selama menjalankan misi dakwah islamiyahnya. sebanyak 73 orang Yatsrib yang sudah memeluk Islam datang kembali ke Makkah mempertegas pengakuan keislaman mereka dan pembelaan kepada Nabi Muhammad. dimana bergabung di dalamnya 3 kelompok masyarakat. Umar bin Khattab yang juga masuk Islam. rakyat. Dalam peristiwa Bai‟ah al-“Aqabah tersebut. (d) menjadikan ukhuwah islamiyah sebagai tiang kebudayaan. c. sampai-sampai ada kaum muslimin yang dibunuh. Dan dengan alasan ini pulalah beberapa tahun setelah kematian Paman dan Istrinya itu membuat Rasulullah memutuskan untuk melakukan hijrah ke Yastrib. Dua peristiwa bersejarah inilah yang mengubah arah perjalanan Nabi Muhammad dan pengikutnya dari kelompok tertindas menjadi kekuatan politik yang kokoh. memenuhi kebutuhan mereka dan membawa mereka ke dalam kesejahteraan. (kedua bersaudara ini berasal dari Bani Salamah). hal. (8) „Abbas ibn „Ubadah dari Bani Salim. pemboikotan. jauh sebelum Nabi berhijrah ke sini. Di kalangan anshar. 2. Hal ini tercermin dari kesediaan mereka untuk meminta putusan atas berbagai perkara kepada Nabi Muhammad SAW. Rasulullah juga mengembangkan sikap “Umat Oriented“. hubungan intern komunitas muslim dan hubungan ekstern antara komunitas muslim dengan non-muslim didasarkan pada prinsip bertetangga baik. didasarkan kepada perintah Allah dalam QS. seperti istri. pemerintah dan undang-undang dasar. caci-maki. (11) Malik Abu al-Haitsam ibn al-Taihan dari Bani „Abd al-Asykal. (2) „Awf ibn Harts. Nabi Muhammad dibantu oleh para sahabat dalam melindungi dan mengayomi rakyatnya. karena telah memenuhi syarat-syarat pokok pendirian suatu Negara. hubungan Nabi Muhammad dengan pihak Quraisy lebih buruk lagi dari yang sudah-sudah. Nabi membangun persahabatan dan menghormati keberadaan mereka. Gelar-gelar keagamaan yang tinggi-tinggi ada pada mereka. dimana sebelumnya dakwah Nabi SAW telah sampai di sana dan diterima oleh sebagian penduduknya dengan baik. Sebagai langkah awal dakwahnya. Beliau tidak hanya mementingkan umat Islam.b. Bahkan sebagiannya malah ada yang bermukim di sana sampai sesudah hijrah Nabi ke Yatsrib. Juz II. meninggalkan segala perbuatan jahat dan menaati Nabi Muhammad. Selain lantaran semasa hidupnya dikenal cerdas. kelihatannya belum maksimal sesuai dengan apa yang diharapkan. yaitu wilayah. Sebagai tindak lanjut dari perintah tersebut.BENTUK NEGARA YANG DIDIRIKAN NABI MUHAMMAD SAW Negara Madinah dapat dikatakan sebagai Negara dalam pengertian yang sesungguhnya. Perintah dakwah secara terang-terangan dilakukan oleh Rasulullah seiring dengan jumlah sahabat yang semakin banyak dan untuk meningkatkan jangkauan seruan dakwah. Bani Quraizhah. (keduanya dari Bani „Awf). Nabi diakui telah merekat kembali hubungan antarsuku yang sebelumnya selalu bermusuhan. barulah beliau membangun politik kenegaraan yang dimulai dengan terciptanya Perjanjian Madinah dan beliau sendiri sebagai Kepala Negara. Dari masyarakat ini kemudian Nabi Muhammad menciptakan suatu kekuatan sosial-politik dalam sebuah Negara Madinah. juga antara suku-suku di kalangan anshar sendiri. Ketika pamannya Abu Thalib meninggal. disiksa. Di samping itu. dan semacamnya. posisi Nabi Muhammad SAW di tengah-tengah penduduk Makkah begitu mulia. Hal ini sangat bertolak belakang dengan apa yang terjadi di kalangan masyarakat Madinah pasca peristiwa hijrahnya Muhammad bersama pengikut-pengikutnya ke Madinah pada 622 Masehi. Kedua belas orang penduduk tersebut menurut catatan Ibn Hisyam. Langkah kedua. ada beberapa hal yang menjadi modal kesuksesan utama dalam berdakwah sehingga mudah diterima oleh segala lapisan masyarakat yang mendambakan kebenaran dan ketentraman. 6. Ketika wahyu tersebut turun. dengan ikatan persaudaraan antarumat Islam beliau mantapkan dengan meletakkannya atas satu landasan. tetapi juga mengakomodasi kepentngan orangorang Yahudi dan mempesatukan kedua umat serumpun ini di bawah kepemimpinannya. seorang tokoh andalan kafir Quraisy. di mana dalam perjanjian tersebut ada hak dan kewajiban secara berimbang antara kedua belah pihak. langkah pertama yang beliau lakukan adalah membangun masjid sebagai tempat ibadah dan media mengumpulkan pengikutnya serta bermusyawarah tentang rencana perjuangan berikutnya. 1. Tahap terang-terangan Dakwah secara sembunyi-sembunyi berlangsung selama tiga tahun. sebanyak 12 orang penduduk Yastrib (nama kota Madinah sebelum diganti). dan sisanya suku Arab yang masih menyembah berhala (poluteisme). Pada tahun berikutnya. seperti melakukan penghujatan. Dalam sejarah tercatat bahwa kaum muslimin telah melakukan dua kali hijrah ke negeri tersebut. Dari sinilah sinar Islam memancar ke luar Mekkah. beliau mengundang keluarga dekatnya untuk berkumpul di Bukit Shafa. membuat beliau begitu terpukul dan berduka. sejak awal beliau telah mampu menyadang predikat “al-amin”. keluarga dan para sahabat dekatnya yang dapat dipercaya. Maka. (ketiganya berasal dari Bani Najjar). pada musim haji menyatakan keislamannya. dan lemah lembut. solid dan disegani. dan diperintah oleh seorang Raja yang jujur. Hal ini dibuktikan dengan peristiwa Bai‟ah al-„Aqabah setahun sebelum beliau hijrah. 2. Termasuk melakukan berbagai diplomasi politik di luar negeri. Hal lain yang tak kalah pentingnya dilakukan oleh Nabi Muhammad di Madinah dalam rangka pembentukan sebuah Negara adalah membuat PIAGAM MADINAH pada tahun Pertama Hijriyah. Hal ini ditopang sepenuhnya oleh dukungan penduduk Madinah sendiri yang terdiri dari suku Aus dan Khazraj. Terwujudnya Piagam Madinah merupakan bukti sifat kenegaraan Muhammad. Beirut: Darul Fikri. menyerukan masyarakat Quraisy untuk mengimani keesaan Allah SWT.PRAKTIK KENEGARAAN PADA MASA NABI MUHAMMAD SAW Meski agama Islam lahir di tanah Makkah. Karena bagaimanapun. Tahap untuk umum Hasil seruan dakwah secara terang-terangan yang terfokus kepada keluarga dekat dan kaum sekitar. (f) menegakkan secara bersama-sama syari‟at Islam menuju muslim kaffah. kabilah Khazraj. terutama bagi fakir miskin yang tidak punya tempat tinggal. beliau langsung melakukan dakwah secara terbuka dan mengambil langkah strategis dengan menggunakan media gunung shofa untuk mengumpulkan masyarakat dengan memanfaatkan kesan publik akan kejujurannya untuk memasukkan pesan dakwahnya kepada mereka dan besarnya kasih sayang Abu Tholib kepada beliau sebagai langkah defensive. Sehingga tak heran bila kaum Yahudi diberikan kebebasan untuk menjalankan agama mereka. sampai turun wahyu berikutnya yang memerintahkan dakwah secara terbuka dan terang-terangan. Kedua peristiwa ini juga merupakan titik awal bagi Nabi Muhammad untuk mendirikan Negara Madinah. Dan dari tanah Yatsrib ini pulalah kejayaan Islam memasuki babak baru. kaum Yahudi adalah penduduk Madinah juga yang telah tinggal sejak abad pertama dan kedua Masehi.

yang semuanya sudah menerima Islam. Dalam pada waktu itu pun telah meletakkan landasan penyebaran agama itu. 2. dan memercik pula sinarnya sampai ke Rusia dan Polandia sehingga berkibarnya panji-panji Islam itu berlipat ganda luasnya daripada yang di Spanyol. Libanon. 1. Turkestan. Irak. Dan kalaupun ada di antara umat Islam yang ditaklukkan. 3. An Nur: 55) Atas dasar konsep tersebut maka Allah memberikan hak kepada kaum muslimin untuk menjadikan seluruh bumi ini sebagai tanah airnya. demi misi kebenaran. yang sebenarnya malah menambah kekuaatan iman mereka kepada Allah. yang antara lain bertugas mengadakan penertiban terhadap perdagangan agar tidak terjadi kecurangan-kecurangan yang dilakukan pedagang di pasar. tetapi terikat dengan akidah yang diimaninya. Nabi menerima usulan Salman al-Farisi untuk membuat benteng pertahanan dalam perang Ahzab menghadapi tentara Quraisy dan sekutu-sekutunya dengan menggali parit-parit di sekitar Madinah. Sehingga kita sangat sulit menerima jika ada yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad hanyalah ditugaskan untuk menjalankan misinya sebagai Rasul Allah. 1) Dalam Bidang Agama Tidak banyak waktu yang diperlukan Muhammad dalam menyampaikan ajaran agama. misalnya. Untuk pemerintahan di daerah. yaitu satu Negara yang dikuasai para pemberontak terhadap Imam yang hak. juga telah sampai ke Syam [meliputi Suria. Dan tanah air muslim ialah Darul Islam. yang oleh karenanya ia diutus. Dan di antara pilar kekuatan umat Islam yang telah dibangun oleh Rasulullah adalahtasyri‟ atau qanun (hukum dan perundang-undangan) yang bersumber pada syari‟at (tuntunan) ilahi dan memutuskan perkara dengannya. seperti yang terjadi dalam menghadapi delegasi Quraisy ketika ratifikasi Perjanjian Hudaibiyah. ada pula yang karena takut dan ancaman berbalik agama berpindah dari agama asalnya kepada agama kaum tiran yang menyiksanya. sampai ke Tiongkok di Asia Timur. Allah SWT berfirman: … Artinya: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi …” (QS. lambang kesempurnaan insani par excellence dalam arti kata yang sebenarnya. yang pada mulanya Negara tersebut bagian dari Darul Islam. Tercatat dalam sejarah bahwa pada tahun ke-2 hijrah. banyak kebijakan negara yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dalam menjalankan roda pemerintahan agar tetap stabil. Hanya saja apa yang telah diderita Islam di Andalusia sebelah barat Eropa itu ada juga gantinya tatkala kaum Utsmani (Turki) memasukkan dan memperkuat agama Muhammad di Konstantinopel. kepada Heraklius dan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa lain supaya mereka sudi menerima Islam. Semua itu demi Allah.Sistem Pemerintahan Sesuai dengan naskh-naskh yang dibawa oleh Rasulullah berdasarkan firman-firman Allah SWT. Ada 4 (empat) cara yang ditempuh Nabi dalam mengambil keputusan politik. Menetapkan Syariat dan Undang-Undang bagi masyarakat untuk menciptakan keadilan. sedangkan Umar menyarankan supaya mereka dibunuh saja. dikirimnya misi kepada Kisra (Gelar raja-raja Sasani). baik yang bersifat ibadah (ritual) maupun muamalah (sosial). Adapun yang termasuk ke dalam golongan Darul Islam tersebut adalah: Darul „Adl. yaitu Negara yang penduduknya telah murtad dan diperintah oleh orang-orang murtad. Ada beberapa masalah politik yang langsung diputuskan Nabi dan mengesampingkan keberatan-keberatan para sahabat. maka oleh ulama Islam telah menjabarkan konsep pemerintahan Islam tersebut sesuai dengan kondisi yang berlaku pada setiap zamannya. sekalipun diberlakukan hukum Islam. dalam beberapa kasus Nabi melakukan konsultasi dengan pemuka-pemuka masyarakat. Dalam menjalankan roda pemerintahan Negara Madinah. Tidak tahan lagi mereka hidup. yaitu negeri yang dikuasai dan diperintah para ahli bid‟ah dan menegakkan bid‟ahnya. Hal ini menunjukkan bahwa kaum muslimin adalah manusia yang diberi kepercayaan oleh Allah SWT untuk mengatur bumi ini. nampaknya Nabi Muhammad tidak memisahkan antara kekuasaan legislatif. kemudian membatalkan perjanjiannya secara sepihak serta menguasai Negara tersebut. Dan untuk mengokohkan masyarakat Islam. Sebelum wafatnya. dimanapun letaknya dan apapun rasnya. Menciptakan system ekonomi yang kuat Melahirkan system pendidikan dan informasi yang menyeluruh Memperkuat system militer untuk mempertahankan Negara dan mengamankan rakyat. Di bawah naungan wahyu Al Qur‟an.      . Tunisia. Syari‟at adalah pedoman hidup yang ditetapkan Allah SWT untuk mengatur kehidupan yang Islam dalam arti yang hakiki sesuai dengan Al Qur‟an dan As-Sunnah. kebebasan dan perdamain selalu diutamakan dalam menjalani system hidup bermasyarakat. Muhammad mengangkat Amr ibn Umasyh al-Damari sebagai duta Islam ke Abbesinia. Darul Maslubah. 3. penyampai wahyu. Tak sampai seratus lima puluh tahun sesudah itu. yaitu: Mengadakan musyawarah dengan sahabat senior. Ketika itu Umasyh masih belum masuk Islam. Sementara Darul Harb digolongkan menjadi: 1) Darul Harb yang mengikat satu perjanjian. F. Darul Bid‟ah. dengan memohonkan rahmat dan ampunan daripada-Nya. Kesatuan kaum muslimin adalah lambang kekuatannya.       Dalam praktiknya. Darul Riddah. bukan pemimpin negara. Dari sanalah ajaran Islam itu kemudian menyebar ke Balkan. yaitu Negara yang dirampas dan diduduki orang kafir. Rasulullah SAW telah berhasil menciptakan roda pemerintahan Islam di bawah satu naungan kepemimpinan Islam. dan yudikatif. antara lain: 1. mereka juga diwajibkan menjalankan berbagai sistem yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW selama masa kepemimpinannya.Sistem Bermasyarakat Rasulullah SAW dalam menjalankan pemerintahan selalu mengutamakan kepentingan umat di atas kepentingan yang lain. ke India. Darul Islam ialah Negeri yang diperintahkan dengan pemerintah Islam dan dipimpin oleh kaum muslimin. baik pada zamannya maupun sesudahnya hingga pada akhir zaman kelak. itu hanya karena adanya berbagai macaam kekerasan. dalam menyebarkan panjinya ke penjuru dunia. Abu Bakar meminta agar tawanan tersebut dibebaskan dengan syarat meminta tebusan dari mereka. 2) Dalam Bidang Pemerintahan Sebagai seorang negarawan dan pemimpin umat. Meminta pertimbangan kalangan profesional. kecuali Spanyol yang kemudian diserang oleh Kristen dan penduduknya disiksa dengan bermacam-macam cara kekerasan. beliau mengangkat beberapa sahabat sebagai gubernur atau hakim. Untuk mengambil suatu keputusan politik. Pengganti Rasulullah dalam memerintah Negara Islam disebut Khalifahyang bertugas menegakkan syari‟at Allah. yaitu negeri yang menegakkan Islam secara utuh dan memelihara sunnah Rasulullah. kepada hukum Islam. Rasulullah SAW telah melakukan berbagai hal yang mencakup: Persatuan dan kesatuan umat dibawah naungan Aqidah yang benar. telah dicapai oleh misi Muhammad SAW. Nabi membentuk lembagahisbah.KEMAJUAN YANG DICAPAI NABI MUHAMMAD SAW Berikut ini akan penulis sampaikan berbagai jasa dan kemajuan yang dicapai oleh Nabi Muhammad SAW yang telah dirasakan oleh umat manusia. Sehingga tak heran. Dalam konteks ini misalnya bagaimana Nabi dengan sahabat senior bermusyawarah mengenai tawanan Perang Badar. Azaz keadilan. di antaranya: Menciptakan persatuan dan kesatuan di antara komponen masyarakat negara Madinah. Dan sejak waktu itu sampai masa kita sekarang ini panji-panji Islam tetap berkibar di semua daerah itu. kaum muslimin tidak boleh mengalami kekosonganKhalifah atau Imam. kekejaman dan despotisma. Mengangkat duta-duta ke negara-negara sahabat. 2. Untuk hal ini dapat dilihat pada musyawarah Nabi dengan sahabat tentang strategi perang dalam rangka menghadapi kaum Quraisy Mekkah di Perang Uhud. Dan selain sebagai seorang Rasul dan Negarawan. Negara ini dikepalai oleh seorang Khalifah. Sedangkan kekuatan kaum muslimin adalah jalan mereka mewujudkan kekuasaan Allah di atas bumi dan memperbaiki kerusakannya.1. beliau menjelaskan bahwa pemerintahan Islam itu terbagi menjadi dua. Keberadaannya merupakan lambang kesatuan kaum muslimin. sampai ke Mesir. Setelah Rasulullah wafat. Dan seluruh kaum muslimin berkewajian mengambil hak tersebut. Darul Bahy. sebenarnya dia adalah orang besar. kaum muslimin melanjutkan system ini dengan memilih penggantinya. Melemparkan masalah-masalah tertentu yang biasanya berdampak luas bagi masyarakat ke dalam forum yang lebih besar. Marokko. Dalam kitab Al Islam karya Sa‟id Hawwa. beliau juga menjadi jenderal dan penakluk yang handal. Untuk mengadili pelanggaran ketertiban umum. Mengambil keputusan sendiri. Allah telah menyempurnakan agama ini bagi kaum muslimin. Sejak dari semula Islam tersebar hingga masa kita sekarang ini memang belum ada agama-agama lain yang dapat mengalahkannya. Aljazair. 2) Darul Harb yang sama sekali tidak ada ikatan perjanjian. Dan dalam keadaan apapun. eksekutif. bendera Islam pun sudah berkibar sampai ke Andalusia di Eropa sebelah barat. yaitu Darul Islam dan Darul Harb. Kebijakan-kebijakan yang dilakukan Nabi SAW menegaskan kita bahwa beliau telah menjalankan perannya sebagai kepala Negara dengan baik. beliau menyampaikan ketentuan-ketentuan Allah tersebut kepada masyarakat Madinah. Persia dan Afganistan. Sirenaika. Menjalankan hubungan diplomatik dengan negara-negara luar. Sebuah masyarakat tidak bisa dikatakan sebagai masyarakat Islam kecuali apabila menerapkan syari‟at ilahi dan merujuk kepadanya dalam seluruh aspek kehidupannya. Nabi Muhammad menjalankan pemerintahan yang tidak terpusat di tangan beliau. Dalam hal ini semua. Dalam hal ini misalnya. 4. Selanjutnya negeri-negeri Arab dan kerajaan Arab. 2. atau yang semula muslimin. atau disebut juga Darul „Ahdi. Semua yang dilakukannya terhadap umat kala itu merupakan tugas-tugas seorang sebagai kepala negara dalam pengertian modern saat ini. SedangkanDarul Harb ialah negeri yang tidak tunduk pada pemerintahan Islam dan kaum muslimin. Kaum muslimin selain diwajibkan memberikan loyalitas dan ketaatan kepada pemimpinnya. Sementara hukum dan undang-undang tadi merupakan salah satu kekuasaan utama bagi masyarakat Islam tersebut. Mengangkat beberapa orang sahabat sebagai sekretaris negara. Ada di antara mereka yang kembali ke Afrika. 5. 4. Yordania dan Palestina sekarang]. memimpin kaum muslimin untuk menyempurnakan penyebaran syari‟at ini dan memberlakukan kepada seluruh kaum muslimin secara adil dan bijaksana.

Muhammad Husain Haekal. terj. Fiqh Siyasah. terj. sebagai rahmat dan petunjuk. Sejarah dan Filsafah Pendidikan Islam. dan akan menaungi dunia kemudian. Sirah Muhammad. Al Islam. ia telah memberikan agama yang lurus kepada umat manusia. Setiawan Budi Utomo. Dia telah menanamkan ajaran tauhid. Ia meninggalkan teladan yang tinggi. Ia pergi meninggalkan dunia sama seperti ketika ia datang. Nurcholish Madjid. Soekarno dan Ahmad Supardi. Yusuf Al-Qardhawy. terj. Ali Audah. A. contoh nan indah. terj. Allah SWT telah menyempurnakan agama-Nya dan akan menolong agama-Nya di atas semua agama. sementara upacara pemakamannya baru dilakukan oleh kaum muslimin dua hari kemudian. DAFTAR PUSTAKA Sa‟id Hawwa. Namun sebagai peninggalan.Nashir Budiman. Tarikh Muhammad Teladan Perilaku Umat. Ia benarbenar telah meninggalkan dunia ini dengan meninggalkan warisan rohani yang agung. yang telah menaungi dunia sebelumnya. Ia telah merintis jalan kebudayaan Islam yang maha besar. (Oleh:Indra Laksamana Muda ) Wallahu a‟lam. Anatomi Masyarakat Islam. Kontekstualisasi Doktrin Politik Islam. Muhammad Iqbal. Taha Al-Ismail. Sejarah Hidup Muhammad.G. yang selalu memancar di semesta dunia ini. Kemudian ia juga meninggalkan kitabullah buat manusia. Pintu-Pintu Menuju Tuhan. bukan perbuatan dosa dan permusuhan. Fachruddin Nur Saym. . meskipun musuh-musuh Islam tidak mengakuinya. menempatkan ajaran Tuhan yang tinggi di atas ajaran orang-orang kafir yang rendah di bawah.P E N U T U P Nabi Muhammad SAW wafat pada tanggal 12 Rabiul Awal pada usianya yang ke-63 tahun. Syaikh Shafiyur Rahman Al-Mubarakfury. Beliau SAW pergi meninggalkan dunia tidak meninggalkan apapun berupa harta. Kehidupan paganisme dalam segala bentuk dan penampilannya telah dikikis habis. Manusia sekarang diajak melakukan perbuatan yang baik dan taqwa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful