Sebelum Nabi Muhammad SAW diutus, risalah ilahi masih berbentuk lokal.

Maksudnya para rasul masih diutus untuk kaumnya masing-masing. Para rasul itu menyeru hanya kepada kaumnya, sebagaimana yang dikisahkan Allah dalam Al Qur‟an dari mulai Nuh, Hud, Syu‟aib, sampai Shalih. Seruan mereka berbunyi, “Wahai kaumku!” dan begitu juga Nabi Isa, sebagaimana diriwayatkan, berkata, “Aku diutus karena penyelewengan Bani Israil yang sesat.” Namun setelah diutusnya Nabi Muhammad SAW, risalah ilahi dibawah naungan Islam beralih dari kerangka yang bersifat kesukuan menjadi kemanusiaan. Karena itu seruannya menjadi, “Wahai manusia!” Jadi seluruh manusia diharuskan mengikuti satu Rasul, yaitu Muhammad SAW. Karena itu tidak ada rasul sesudahnya dan tidak diterima mengikuti rasul-rasul sebelumnya. Allah SWT berfirman:


Artinya: “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi…” [QS.Al-Ahzab: 40] Islam yang lahir atas dasar rahmatan lil alamin diharapkan mampu menyejahterakan manusia dalam segala hal. Karena itu ajaran Islam merupakan suatu sistem normatif dimana agama berhubungan secara integral dengan segala bidang kehidupan umat Islam, seperti politik, ekonomi, hukum, pendidikan dan keluarga, seperti dirumuskan oleh Sa‟ad Hawwa dalam kitab ”Al-Islam”nya. Adalah suatu ciri khas ajaran Islam seperti yang dipopulerkan oleh Dr.Yusuf Al Qardhawy dalam “Khashaish Ammah Li Dinil Islam” dan sebagaimana disimpulkan oleh John L. Esposito dalam “Islam and Development; Religion and Sociopolitical Change” adalah keyakinan bahwa agama Islam itu merupakan suatu cara hidup dan tata sosial yang menyeluruh. Agama yang memiliki hubungan yang integral dan organik dengan politik dan masyarakat. Ideal Islam ini tergambar dalam dinamika hukum Islam yang merupakan suatu hukum yang serba mencakup, dimana termasuk di dalamnya tugas seorang muslim terhadap Allah [Hablun Minallah; shalat, puasa, haji, dll.] dan tugasnya terhadap sesama manusia [Hablun Minannas; hukum keluarga, hukum perdata, pidana, hukum politik, dsb.]. Kejayaan Islam yang terukir dalam sejarah peradaban manusia tentu tidak terlepas dari peran dan sepak-terjang Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa pesankebaikan, kebenaran, dan rahmat dari Allah SWT. Dan bukti-bukti kejayaan itu hingga kini dapat dirasakan oleh siapa saja yang bermaksud menggalinya; sejak dari peradaban umat manusia hingga warisan agama yang oleh Voltaire disebut warisan agama alami yang wajar dan tidak dibuat-buat. Menurut Marshall G. Hodgson, ahli sejarah [konsentrasi] peradaban Islam, sebagaimana yang dikutip Dr. Nurkholish Madjid dalam salah satu tulisannya, bahwa kesuksesan kepemimpinan Nabi Muhammad dalam menaklukkan manusia adalah demi membebaskan mereka dari belenggu kebodohan dan kegelapan dengan landasan cinta kasih, keimanan, dan niat tulus. Meskipun mengalami berbagai hambatan dan rintangan, namun dakwah dan kepemimpinan beliau begitu mudah diterima oleh umat manusia. Sehingga tak heran, dalam kurun waktu tak lebih dari 23 tahun, ajaran agama Islam dengan mudah tersebar ke penjuru dunia. Oleh sebab itu, adalah merupakan suatu kewajiban bagi kaum muslimin untuk mengetahui sejarah sukses kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, baik sebagai pemimpin agama maupun sebagai pemimpin Negara, sehingga dengan begitu diharapkan mampu diterapkan dan diteladani dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam berbangsa, lebih-lebih dalam beragama. A- KONDISI POLITIK DAN SOSIOKULTURAL PRA-ISLAM Sebelum membahas eksistensi Nabi Muhammad SAW baik sebagai pemimpin Islam maupun pemimpin Negara, ada baiknya kita sedikit menoleh ke belakang, menelusuri sejarah keadaan masyarakat manusia menjelang kelahiran beliau. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh para sarjana arkelogi dengan banyaknya menggali dan mempelajari masalah peradaban-peradaban manusia zaman dahulu. Dan mereka sepakat menyimpulkan bahwa ternyata sejak ribuan tahun lalu, peradaban-peradaban manusia itu sudah begitu berkembang dan tersebar hingga ke pantai-pantai laut tengah dan sekitarnya di Mesir, di Asiria dan Yunani. Bahkan hingga kini pun perkembangannya tetap dikagumi dunia. Sejak dari perkembangan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam bidang pertanian, perdagangan, peperangan, serta dalam segala bidang kegiatan manusia lainnya. Dalam kitab “Hayatu Muhammad” karya Muhamamad Husain Haekal disebutkan bahwa semua peradaban itu sumber dan pertumbuhannya selalu berasal dari agama, Sehingga dalam lingkungan itulah dilahirkan para Rasul yang membawa agama-agama yang kita kenal sampai saat ini. Seperti di Mesir dilahirkan Nabi Musa, dan di Palestina dilahirkan Nabi Isa. Ajaran-ajaran agama itu terus bertahan dan berkembang di bawah kekuasaan raja-raja kala itu. Misalnya Kerajaan Romawi yang membawa panji agama Nasrani, maka seluruh masyarakat kerajaan tersebut telah menganut agama Nabi Isa ini. Sehingga dengan demikian semakin mempermudah agama Nasrani berkembang hingga sampai ke Mesir, Syam [Suria, Libanon dan Palestina] serta Yunani, dan dari Mesir menyebar pula ke Ethiopia. Dan semua yang berada di bawah panji kerajaan Romawi dan yang ingin mengadakan persahabatan dan hubungan baik dengan kerajaan ini berada di bawah panji agama Masehi itu. Meskipun agama Masehi berada di bawah pengaruh Romawi, namun dalam waktu bersamaan agama Majusi juga tumbuh di Persia, bahkan mendapat dukungan moril dari Timur Jauh dan India, sehingga paham Masehi di Barat dan Majusi di Timur sangat mewarnai berbagai kerajaan kala itu. Namun mereka tetap saling menghormati kepercayaan masing-masing, dan satu sama lain tidak saling mempengaruhi kepercayaan atau peradaban, sekalipun peperangan antara mereka itu berlangsung terus menerus sampai sekian lama. Dan keadaan serupa itu terus berlangsung sampai abad ke-6 Masehi. Memasuki abad ke-6 Masehi berbagai permasalahan politik, keagamaan hingga budaya terus menerus mengalami kemunduran. Motivasi yang menyimpang dari para penguasa kala itu turut memperparah kondisi masyarakatnya. Masyarakat saat itu sangat mudah terpecah belah dan terkotak-kotak. Dan agama pun ikut pula terpecah belah ke dalam golongan-golongan dan sekte-sekte. Keadaan ini terus saja berlanjut hingga memasuki pertengahan abad ke-6 Masehi. Gambaran dunia politik menjelang pertengahan abad ke-6 sesudah Masehi, terbukti bahwa dunia berada dalam keadaan gelap dan parah dengan takhayul yang merusak kehidupan spiritual manusia. Keserakahan dan tirani telah menjarah kesejahteraan moralnya, dan penindasan telah melumpuhkan mayoritas penduduknya. Bangsa-bangsa yang dahulu pernah merdeka dan produktif peradaban-peradaban tertua di dunia, seperti Asyria, Thunisia, dan Mesir, kini tak berkutik di bawah cengkeraman serigala Romawi. Sementara peradaban Babylonia, yang menderita akibat dominasi Persia yang sama-sama tiraninya, hanya dibolehkan hidup marginal (pas-pasan), sementara semua kekayaan negerinya, tanah subur antara dua sungai (Eufrat dan Tigris) disedot untuk memenuhi perbendaharaan para kaisar Persia dan kaki tangannya. Di lingkungan Romawi, kaum elite yang memiliki banyak budak tenggelam dalam kekayaan yang luar biasa dan bebas dari pajak. Sedangkan penduduk (pribumi) yang berdominasi harus memiliki semua beban pajak; mereka terbebani secara amat berlebihan secara fisik maupun finansial. Sementara kondisi sosiokultural, sepeninggalan Nabi Isa, ajaran agama Allah yang dibawa dan disiarkannya makin lama makin luntur dan cahayanya makin suram. Manusia berangsur-angsur menjauhi dan menyimpang dari ajaran agama yang benar, perlahan-lahan dibawa oleh hawa nafsunya ke dalam jurang kehinaan dan kenistaan. Perikemanusiaan mengarah kepada sifat kebinatangan dan kebuasan, yang kuat menindas yang lemah, yang kaya memeras yang miskin, yang kuasa menginjak-injak yang dikuasainya, sehingga persaudaraan menjadi permusuhan, persatuan menjadi perpecahan, kesayangan menjadi kebengisan, dan penghambaan kepada Allah menjadi penghambaan kepada sesama manusia, berhala, api, binatang, kayu, dan batu. Demikianlah gambaran dunia, lima ratus tahun sesudah Nabi Isa di Eropa dan Afrika, di Persia dan Asia umumnya. Lebih-lebih di Tanah Arab pada zaman Jahiliyah, suatu zaman yang gelap gulita yang diliputi kebodohan dan keterbelakangan. B- KELAHIRAN MUHAMMAD BIN ABDULLAH Berdasarkan penelitian yang dilakukan Muhammad Sulaiman Al-Mansyurfury dan astronom Mahmud Basya, sebagaimana dikutip oleh Syekh Shafiyur Rahman Al-Mubarakfury dalam Sirah Al-Nabawiyah bahwa Nabi Muhammad SAW lahir di keluarga Bani Hasyim di Makkah, pada Senin pagi, 9 Rabi‟ul Awwal, permulaan tahun gajah, bertepatan 20 atau 22 April 571 M. Dalam catatan kakinya, Shafiyur Rahmanmenuliskan bahwa terdaptnya perbedaan mengenai tanggal bulan kelahiran Nabi SAW disebabkan perbedaan dalam kalender Masehi. Seperti yang telah diketahui bahwa semasa beliau masih dalam kandungan Ibunya Aminah, ayah Muhammad, Abdullah telah terlebih dahulu meninggal dunia. Dan setelah lahir, ia sempat disusui beberapa hari oleh Tsuwaibah, hamba sahaya Abu Lahab, yang kebetulan sedang menyusui anaknya bernama Masruh, yang sebelum itu wanita ini juga menyusui Hamzah bin Abdul Muthallib. Setelah itu, wanita ini juga menyusui Abu Salamah bin Abdul Asad Al-Makhzumy. Selanjutnya, Abdul Muthallib kembali mencari perempuan lain yang bisa menyusui Muhammad kecil. Dia meminta Keluarga (Bani) Sa‟ad yaitu Halimah binti Abi Dhzua‟ib, dengan didampingi suaminya Al-Haritsh bin Abdil Uzza yang bergelar Abu Kabsyah dari kabilah yang sama. Muhammad kecil tinggal di tengah-tengah Bani Sa‟d sampai usia 4 atau 5 tahun. Dan bersama keluarga ini pula terjadi peristiwa pembedahan terhadap diri Muhammad oleh Malaikat Jibril. Ketika menginjak usia 6 tahun, ibunya Aminah meninggal dunia. Selanjutnya ia diasuh oleh kakeknya Abdul Muthallib. Tepat diusia 8 tahun sang kakek juga meninggal, dan ia pun harus diasuh oleh pamannya Abu Thalib. Lantaran kondisi ekonomi pamannya yang memprihatinkan, Muhammad kecil terpaksa harus mengembalakan kambing keluarga dan penduduk Makkah dengan imbalan beberapa dinar. Memasuki usia 25 tahun, Muhammad berdagang ke Syam membawa barang-barang milik Khadijah binti Khuwailid, perempuan terpandang, pedagang kaya raya yang berasal dari Bani Asad. Khadijah mendengar akhlak mulia tentang kepribadian Muhammad, maka dia meminta Muhammad untuk menjalankan daganggnya ke negeri Syam. Bahkan Khadijah siap member imabalan lebih daripada pekerja lainnya. Muhammad pun menerima tawaran tersebut dan pergi didampingi seorang pembantu bernama Maisarah. Dan tak berapa lama setelah itu Muhammad akhirnya menikah dengan Khodijah sendiri. Acara pernikahan terjadi 2 bulan sepulangnya Muhammad dari Syam. C- NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI PEMIMPIN AGAMA Salah satu kegiatan yang paling digemari Muhammad hingga menginjak usia 40 tahun adalah mengasingkan diri. Dengan hanya berbekal roti dan air, beliau pergi ke gua Hira, tempatnya berada di Jabal Nur. Di tempat inilah wahyu pertama kali terjadi, yakni pada hari senin malam tanggal 21 Ramadhan, bertepatan dengan 10 Agustus 610 M. Pada saat itu usia beliau masih genap 40 tahun lebih 6 bulan 12 hari menurut perhitungan kalender Hijriyah, atau 39 tahun lebih 3 bulan 20 hari menurut perhitungan kalender Masehi. Pada saat Muhammad lahir hingga ketika diangkat menjadi Rasul, beliau SAW tinggal di tengah-tengah kaum Quraisy Makkah yang memiliki daerah merdeka mirip-mirip sebuah republik (sekarang ini). Mereka sangat jauh dari pertentangan politik. Dan struktur republik yang sudah ada di Makkah (saat itu) benar-benar menghindari mereka dari suatu kekacauan. Sehingga, pada awal Nabi Muhammad SAW diutus di tengah-tengah mereka, tujuan utama dakwah Rasulullah bukan untuk menguasai tampuk kepemimpinan Negara, namun dasarnya adalah mengajak mereka kepada kebenaran, kebaikan, dan keindahan; suatu ajakan yang berdiri sendiri di bawah naungan agama Islam. Namun meski begitu, Makkah juga merupakan pusat kegiatan keagamaan bangsa Arab. Di sana para penduduk Makkah melakukan berbagai peribadatan di sekeliling Ka‟bah dengan penyembahan terhadap berhala dan patung-patung yang disucikan seluruh bangsa Arab kala itu. Dengan kondisi seperti ini, tidak mudah bagi Nabi Muhammad SAW menyampaikan pesan wahyu ke seluruh umat kala itu. Untuk menghadapi kondisi seperti ini, maka pola penyebaran dakwah Islam yang dilakukan Rasulullah dengan cara tiga tahap sesuai situasi dan kondisi yang menyertainya kala itu, yakni: tahap rahasia dan perorangan, tahap terang-terangan, dan tahap untuk umum. a. Tahap rahasia dan perorangan Pada awal turunnya wahyu pertama, pola dakwah yang dilakukan adalah secara sembunyi-sembunyi, mengingat kondisi sosiopolitik yang belum stabil, dimulai dari dirinya sendiri dan keluarga dekatnya. Mula-mula Rasulullah menyampaikan risalah ilahi kepada istrinya Khadijah, kemudian diikuti oleh anak angkatnya Ali bin Abi Thalib dan Zaid bin Haritsah. Setelah itu sahabat dekatnya Abu Bakar bin Abi Quhafa yang diikuti oleh Utsman bin Affan, Abdullah bin Auf, Thalha bin Ubaidillah, Sa‟ad bin Abi Waqqash, dan Zubair bin Awwam. Adalagi Abu Ubaida bin Al Djarrah, Arqam ibn Arqam, Fatimah binti Khattab, Said bin Zaid dan beberapa orang lainnya. Mereka inilah dalam sejarah Islam disebut dengan Assabiqunal Awwalun.

Para bangsawan Quraisy dan hartawan yang gemar bersenang-senang mulai merasakan bahwa ajaran Muhamamad merupakan bahaya besar bagi kedudukan mereka. meninggalkan segala perbuatan jahat dan menaati Nabi Muhammad. (4) „Ubadah ibn Shamit. membela orang yang teraniaya. Seruan dalam skala internasional tersebut. Pengikut Muhammad pada periode Makkah sebagian besar hanya terdiri dari orang-orang yang tertindas dan mengamalami ketidakadilan dalam tatanan masyarakat kala itu. Sehingga tak heran mereka masih minoritas dan belum dapat tampil sebagai komunitas yang membongkar tatanan masyarakat Qurasiy Makkah yang timpang tersebut. Terwujudnya Piagam Madinah merupakan bukti sifat kenegaraan Muhammad. Walau begitu bukan berarti beliau terbebas dari gangguan dan ancaman selama menjalankan misi dakwah islamiyahnya. (f) menegakkan secara bersama-sama syari‟at Islam menuju muslim kaffah. Di kalangan anshar. beliau mengundang keluarga dekatnya untuk berkumpul di Bukit Shafa. membuat beliau begitu terpukul dan berduka. beliau membangun public-image yang positif dari sisi personalitas dan akhlaknya. dan Bani Qainuqa‟. Gelar-gelar keagamaan yang tinggi-tinggi ada pada mereka. 2. Lalu disusul pula dengan kematian Khadijah yang menjadi sandaran Muhammad. Apalagi beberapa waktu kemudian. Beirut: Darul Fikri. 3. 2. hari demi hari gangguan itu makin menjadi-jadi. Perintah dakwah secara terang-terangan dilakukan oleh Rasulullah seiring dengan jumlah sahabat yang semakin banyak dan untuk meningkatkan jangkauan seruan dakwah. Dalam kesempatan ini mereka mengajak Nabi untuk berhijrah ke Madinah yang selanjutnya dikenal dengan Bai‟ah al-„Aqabah kedua. 1. yaitu Islam (bukan etnis. Nabi Muhammad dibantu oleh para sahabat dalam melindungi dan mengayomi rakyatnya. hubungan Nabi Muhammad dengan pihak Quraisy lebih buruk lagi dari yang sudah-sudah. (10) Quthbah ibn „Amir. gangguan dan hinaan yang datang bertubi-tubi dari kaum kuffar dan musyrikin seakan mewarnai perjalanan dakwahnya bersama kaum muslimin. orang-orang Yahudi (dari suku Bani Nadhir. rakyat. (b) menciptakan keteladanan yang baik seperti yang dilukiskan Al Qur‟an. Di dalam menjalankan roda pemerintahan sebagai kepala negara dalam arti yang sesungguhnya. saling membantu menghadapi musuh bersama. Hal ini dibuktikan dengan peristiwa Bai‟ah al-„Aqabah setahun sebelum beliau hijrah. yang menerima dakwah secara antusias. Rasulullah melakukan dakwah dengan rahasia dan memilih objek dakwah yang paling dekat dengan beliau. yaitu umat Islam sendiri (baik Muhajirin dan Ansyhar). Setelah hijrah ke Madinah. Jadi yang mula-mula mereka lakukan ialah menyerangnya dengan cara mendeskreditkannya dan mendustakan segala apa yang dinamakannya kenabian itu. dan semacamnya. Pada awalnya tidak banyak yang menerima. caci-maki. mereka menyatakan bahwa mereka hanya akan menyembah Allah. Maka strategi Muhammad menyelamatkan umatnya adalah dengan menyarankan mereka supaya tinggal berpencar-pencar.BENTUK NEGARA YANG DIDIRIKAN NABI MUHAMMAD SAW Negara Madinah dapat dikatakan sebagai Negara dalam pengertian yang sesungguhnya. maka semakin bertambah lemahlah pengaruh Quraisy kala itu. karena diyakini dengan dakwah tersebut. sebagaimana yang dikutip oleh Muhammad Iqbal adalah: (1) As‟ad ibn Zura‟ah. artinya lebih mementingkan keselamatan umatnya di atas dirinya. beliau langsung melakukan dakwah secara terbuka dan mengambil langkah strategis dengan menggunakan media gunung shofa untuk mengumpulkan masyarakat dengan memanfaatkan kesan publik akan kejujurannya untuk memasukkan pesan dakwahnya kepada mereka dan besarnya kasih sayang Abu Tholib kepada beliau sebagai langkah defensive. Dua peristiwa bersejarah inilah yang mengubah arah perjalanan Nabi Muhammad dan pengikutnya dari kelompok tertindas menjadi kekuatan politik yang kokoh. keluarga dan para sahabat dekatnya yang dapat dipercaya. Dari masyarakat ini kemudian Nabi Muhammad menciptakan suatu kekuatan sosial-politik dalam sebuah Negara Madinah. dan lemah lembut. ditambah lagi dengan keislaman Hamzah bin Abi Thalib. pemerintah dan undang-undang dasar. Langkah kedua. (8) „Abbas ibn „Ubadah dari Bani Salim. dan (7) Yazid ibn Tsa‟labah. tetapi juga mengakomodasi kepentngan orangorang Yahudi dan mempesatukan kedua umat serumpun ini di bawah kepemimpinannya. pada musim haji menyatakan keislamannya. Ketika wahyu tersebut turun. serta (12) „Uwain ibn Sa‟idah dari Bani „Amr ibn „Awf. (2) „Awf ibn Harts. Kedua peristiwa ini juga merupakan titik awal bagi Nabi Muhammad untuk mendirikan Negara Madinah. Sebagai tindak lanjut dari perintah tersebut. Namun kaum musyrikin Quraisy tak pernah tinggal diam. Karena bagaimanapun. Hal ini sangat bertolak belakang dengan apa yang terjadi di kalangan masyarakat Madinah pasca peristiwa hijrahnya Muhammad bersama pengikut-pengikutnya ke Madinah pada 622 Masehi. juga antara suku-suku di kalangan anshar sendiri. Ditambah lagi kaum Yahudi pun mengakui kepemimpinan Nabi Muhammad. paman dan saudara sesusu Nabi yang setia melindunginya. . langkah pertama yang beliau lakukan adalah membangun masjid sebagai tempat ibadah dan media mengumpulkan pengikutnya serta bermusyawarah tentang rencana perjuangan berikutnya. saling menasehati dan menghormati kebebasan beragama. Keberadaan Nabi dan ajaran agama baru yang dibawanya sudah mendapat tempat dan simpati. Namun karena Muhammad selalu dalam perlindungan Bani Hasyim dan Bani Al Muthallib. dia juga memiliki silsilah keturunan yang menempati puncak yang tinggi. Di samping itu. Dalam peristiwa Bai‟ah al-“Aqabah tersebut. kabilah Khazraj. Dalam bai‟ah tersebut. Rasulullah mengubah strategi dakwahnya yang lebih luas mencakup uman manusia secara keseluruan. Pada tahun berikutnya. Bagi umat Islam. dan sebagainya. solid dan disegani. Dan dari tanah Yatsrib ini pulalah kejayaan Islam memasuki babak baru. Nabi diakui telah merekat kembali hubungan antarsuku yang sebelumnya selalu bermusuhan. Adapun di antara strategi sukses dakwah islamiyah beliau di tengah-tengah umat akan penulis rangkumkan sebagai berikut: Sebagai langkah persiapan. Dalam sejarah tercatat bahwa kaum muslimin telah melakukan dua kali hijrah ke negeri tersebut. (11) Malik Abu al-Haitsam ibn al-Taihan dari Bani „Abd al-Asykal. seperti melakukan penghujatan. Dari sinilah sinar Islam memancar ke luar Mekkah. Mereka melakukan berbagai propaganda untuk menghentikan kegiatan Nabi Muhammad dan kaum muslimin yang terus bertambah. jujur. Al Hijr: 94-95. dan diperintah oleh seorang Raja yang jujur. Nabi membangun persahabatan dan menghormati keberadaan mereka. hubungan intern komunitas muslim dan hubungan ekstern antara komunitas muslim dengan non-muslim didasarkan pada prinsip bertetangga baik. dengan ikatan persaudaraan antarumat Islam beliau mantapkan dengan meletakkannya atas satu landasan. (9)‟Uqabah ibn „Amir. Sebagai langkah awal dakwahnya. stratta sosial dan sebagainya). kaum Yahudi adalah penduduk Madinah juga yang telah tinggal sejak abad pertama dan kedua Masehi.PRAKTIK KENEGARAAN PADA MASA NABI MUHAMMAD SAW Meski agama Islam lahir di tanah Makkah. (Lihat Ibn Hisyam. kecuali sekelompok jamaah haji dari Yatsrib. 1. Nabi SAW selaku penerima kekuasaan senantiasa melindungi rakyatnya. 5. Setelah ada perintah dakwah secara terang-terangan. sampai-sampai ada kaum muslimin yang dibunuh. Maka. Bani Quraizhah. kelihatannya belum maksimal sesuai dengan apa yang diharapkan. Bahkan sebagiannya malah ada yang bermukim di sana sampai sesudah hijrah Nabi ke Yatsrib. di mana dalam perjanjian tersebut ada hak dan kewajiban secara berimbang antara kedua belah pihak. di antaranya adalah: (a) meletakkan dasar keimanan yang kokoh. (3) Mu‟adz ibn Harts. walaupun berasal dari berbagai suku dan golongan. Beliau tidak hanya mementingkan umat Islam. Hal ini tercermin dari kesediaan mereka untuk meminta putusan atas berbagai perkara kepada Nabi Muhammad SAW. Setelah itu. sebanyak 12 orang penduduk Yastrib (nama kota Madinah sebelum diganti). 6. Hal lain yang tak kalah pentingnya dilakukan oleh Nabi Muhammad di Madinah dalam rangka pembentukan sebuah Negara adalah membuat PIAGAM MADINAH pada tahun Pertama Hijriyah. Adapun acuan yang diterapkan Nabi SAW dalam perannya sebagai kepala Negara Madinah adalah berdasarkan perjanjian yang ada dalam konteks bai‟ah al-„aqabah. 4. barulah beliau membangun politik kenegaraan yang dimulai dengan terciptanya Perjanjian Madinah dan beliau sendiri sebagai Kepala Negara. dimana bergabung di dalamnya 3 kelompok masyarakat. Piagam yang berisi 47 pasal ini memuat peraturan-peraturan dan hubungan antara berbagai komunitas dalam masyarakat Madinah yang majemuk. disiksa. 40-41). Tahap terang-terangan Dakwah secara sembunyi-sembunyi berlangsung selama tiga tahun. 2) Rahasia Kesuksesan Dakwah Nabi Muhammad SAW Kesuksesan dakwah Rasulullah SAW tidak terlepas dari metode dan strategi dakwah yang beliau terapkan secara sistematis dan terprogram. (keduanya dari Bani „Awf). dan sisanya suku Arab yang masih menyembah berhala (poluteisme). sampai turun wahyu berikutnya yang memerintahkan dakwah secara terbuka dan terang-terangan. pemboikotan. Berbagai ancaman. posisi Nabi Muhammad SAW di tengah-tengah penduduk Makkah begitu mulia. Rasulullah juga mengembangkan sikap “Umat Oriented“. Umar bin Khattab yang juga masuk Islam. Ketika pamannya Abu Thalib meninggal. Landasan tersebut adalah: semua umat Islam adalah satu kesatuan. sebanyak 73 orang Yatsrib yang sudah memeluk Islam datang kembali ke Makkah mempertegas pengakuan keislaman mereka dan pembelaan kepada Nabi Muhammad. ada beberapa hal yang menjadi modal kesuksesan utama dalam berdakwah sehingga mudah diterima oleh segala lapisan masyarakat yang mendambakan kebenaran dan ketentraman. Selain lantaran semasa hidupnya dikenal cerdas. banyak kaum Quraisy yang akan masuk Islam. Sirah al-Nabi. menyerukan masyarakat Quraisy untuk mengimani keesaan Allah SWT. namun doktrin-doktrin wahyu ilahi yang disampaikan oleh Nabi Muhammad belum begitu efektif berjalan di tengah-tengah hegemoni politik dan ekonomi kaum aristoktrat Quraisy. 1) Problematika Dalam Dakwah Rasulullah SAW Sebenarnya. karena telah memenuhi syarat-syarat pokok pendirian suatu Negara. terutama bagi fakir miskin yang tidak punya tempat tinggal. membuat pemuka-pemuka Quraisy itu berfikir dua kali untuk membunuh Nabi Muhammad. Hal ini ditopang sepenuhnya oleh dukungan penduduk Madinah sendiri yang terdiri dari suku Aus dan Khazraj. jauh sebelum Nabi berhijrah ke sini. (ketiganya berasal dari Bani Najjar). dimana sebelumnya dakwah Nabi SAW telah sampai di sana dan diterima oleh sebagian penduduknya dengan baik. juru kunci ka‟bah dan penguasa urusan air penduduk Makkah. Terhadap orang Yahudi. (d) menjadikan ukhuwah islamiyah sebagai tiang kebudayaan. Pihak Quraisy sepertinya sudah tidak terlalu segan lagi untuk membunuh Nabi Muhammad SAW bila ada kesempatan. sejak awal beliau telah mampu menyadang predikat “al-amin”. hal. Menurut Munawir Sjadzali dalam bukunya “Islam dan Tata Negara Ajaran Sejarah dan Pemikiran” sebagaimana dikutip oleh Muhammad Iqbal dalam bukunya “Fiqih Siyasah: Kontekstualisasi Doktrin Politik Islam” bahwa Piagam Madinah sebagai konstitusi Negara Madinah memberi landasan bagi kehidupan bernegara dalam masyarakat yang majemuk di Madinah. Dan dengan alasan ini pulalah beberapa tahun setelah kematian Paman dan Istrinya itu membuat Rasulullah memutuskan untuk melakukan hijrah ke Yastrib. memenuhi kebutuhan mereka dan membawa mereka ke dalam kesejahteraan.b. (c) menetapkan persamaan derajat manusia dengan mengangkat harkat dan martabat mereka di atas azaz toleransi. E. yaitu wilayah. Sehingga tak heran bila kaum Yahudi diberikan kebebasan untuk menjalankan agama mereka. D. Sebagian mereka disuruh hijrah ke Abisinia yang rakyatnya menganut agama Kristen. Tahap untuk umum Hasil seruan dakwah secara terang-terangan yang terfokus kepada keluarga dekat dan kaum sekitar. Juz II. Termasuk melakukan berbagai diplomasi politik di luar negeri. Di kota yang baru ini Nabi Muhammad baru bisa secara efektif menerapkan dimensi sosial ajaran Islam untuk menciptakan masyarakat yang berbudaya. seperti istri. didasarkan kepada perintah Allah dalam QS. Beliau dari keluarga Hasyim. pada musim haji Rasulullah mendatangi kemah-kemah para jamaah haji. Maka langkah pertama yang dilakukan Rasulullah adalah membangun masjid beserta bangunan tempat tinggalnya di sekitar masjid tersebut serta beberapa tempat tinggal kaum muslimin. c. (kedua bersaudara ini berasal dari Bani Salamah). Kedua belas orang penduduk tersebut menurut catatan Ibn Hisyam. (e) pembinaan sistem akhlakul karimah dan pendidikan dalam menjalani kehidupan. Dalam hal ini. Nabi Muhammad berhasil menciptakan persatuan dan kesatuan serta persaudaraan di antara kaum muhajirin dan anshar. seorang tokoh andalan kafir Quraisy.

Dan kalaupun ada di antara umat Islam yang ditaklukkan. demi misi kebenaran. Dan tanah air muslim ialah Darul Islam. Sedangkan kekuatan kaum muslimin adalah jalan mereka mewujudkan kekuasaan Allah di atas bumi dan memperbaiki kerusakannya. yaitu negeri yang menegakkan Islam secara utuh dan memelihara sunnah Rasulullah. Tercatat dalam sejarah bahwa pada tahun ke-2 hijrah.       Dalam praktiknya. Azaz keadilan. Nabi Muhammad menjalankan pemerintahan yang tidak terpusat di tangan beliau. Mengambil keputusan sendiri. Meminta pertimbangan kalangan profesional. Dan seluruh kaum muslimin berkewajian mengambil hak tersebut. Darul Riddah. beliau menjelaskan bahwa pemerintahan Islam itu terbagi menjadi dua. Kaum muslimin selain diwajibkan memberikan loyalitas dan ketaatan kepada pemimpinnya. kaum muslimin tidak boleh mengalami kekosonganKhalifah atau Imam. 2. beliau mengangkat beberapa sahabat sebagai gubernur atau hakim. antara lain: 1. ke India. 3. Sirenaika. Ketika itu Umasyh masih belum masuk Islam. Sehingga tak heran. Untuk pemerintahan di daerah. 3. Keberadaannya merupakan lambang kesatuan kaum muslimin. Ada beberapa masalah politik yang langsung diputuskan Nabi dan mengesampingkan keberatan-keberatan para sahabat. Turkestan. memimpin kaum muslimin untuk menyempurnakan penyebaran syari‟at ini dan memberlakukan kepada seluruh kaum muslimin secara adil dan bijaksana. Negara ini dikepalai oleh seorang Khalifah. yang pada mulanya Negara tersebut bagian dari Darul Islam.KEMAJUAN YANG DICAPAI NABI MUHAMMAD SAW Berikut ini akan penulis sampaikan berbagai jasa dan kemajuan yang dicapai oleh Nabi Muhammad SAW yang telah dirasakan oleh umat manusia. 4. kecuali Spanyol yang kemudian diserang oleh Kristen dan penduduknya disiksa dengan bermacam-macam cara kekerasan. dalam menyebarkan panjinya ke penjuru dunia. Rasulullah SAW telah berhasil menciptakan roda pemerintahan Islam di bawah satu naungan kepemimpinan Islam. Untuk mengambil suatu keputusan politik. Sejak dari semula Islam tersebar hingga masa kita sekarang ini memang belum ada agama-agama lain yang dapat mengalahkannya. Libanon. 1. beliau menyampaikan ketentuan-ketentuan Allah tersebut kepada masyarakat Madinah. eksekutif. 2. 2) Darul Harb yang sama sekali tidak ada ikatan perjanjian. Dan dalam keadaan apapun. Hal ini menunjukkan bahwa kaum muslimin adalah manusia yang diberi kepercayaan oleh Allah SWT untuk mengatur bumi ini. dikirimnya misi kepada Kisra (Gelar raja-raja Sasani). kaum muslimin melanjutkan system ini dengan memilih penggantinya. atau yang semula muslimin. 4. Selanjutnya negeri-negeri Arab dan kerajaan Arab. Tak sampai seratus lima puluh tahun sesudah itu. Irak. Semua yang dilakukannya terhadap umat kala itu merupakan tugas-tugas seorang sebagai kepala negara dalam pengertian modern saat ini. SedangkanDarul Harb ialah negeri yang tidak tunduk pada pemerintahan Islam dan kaum muslimin. dalam beberapa kasus Nabi melakukan konsultasi dengan pemuka-pemuka masyarakat. Dalam pada waktu itu pun telah meletakkan landasan penyebaran agama itu. bendera Islam pun sudah berkibar sampai ke Andalusia di Eropa sebelah barat. 2) Dalam Bidang Pemerintahan Sebagai seorang negarawan dan pemimpin umat. yaitu Darul Islam dan Darul Harb. Sebuah masyarakat tidak bisa dikatakan sebagai masyarakat Islam kecuali apabila menerapkan syari‟at ilahi dan merujuk kepadanya dalam seluruh aspek kehidupannya. nampaknya Nabi Muhammad tidak memisahkan antara kekuasaan legislatif. Tidak tahan lagi mereka hidup. banyak kebijakan negara yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dalam menjalankan roda pemerintahan agar tetap stabil. kepada hukum Islam. atau disebut juga Darul „Ahdi. yaitu: Mengadakan musyawarah dengan sahabat senior. misalnya. kemudian membatalkan perjanjiannya secara sepihak serta menguasai Negara tersebut. yang oleh karenanya ia diutus. tetapi terikat dengan akidah yang diimaninya. Sementara hukum dan undang-undang tadi merupakan salah satu kekuasaan utama bagi masyarakat Islam tersebut. juga telah sampai ke Syam [meliputi Suria. yaitu Negara yang dirampas dan diduduki orang kafir. Muhammad mengangkat Amr ibn Umasyh al-Damari sebagai duta Islam ke Abbesinia. dan yudikatif. beliau juga menjadi jenderal dan penakluk yang handal. Allah telah menyempurnakan agama ini bagi kaum muslimin. kekejaman dan despotisma. Dan untuk mengokohkan masyarakat Islam. Hanya saja apa yang telah diderita Islam di Andalusia sebelah barat Eropa itu ada juga gantinya tatkala kaum Utsmani (Turki) memasukkan dan memperkuat agama Muhammad di Konstantinopel. Menetapkan Syariat dan Undang-Undang bagi masyarakat untuk menciptakan keadilan. Yordania dan Palestina sekarang]. Tunisia. sampai ke Mesir. Setelah Rasulullah wafat. Aljazair. itu hanya karena adanya berbagai macaam kekerasan. penyampai wahyu. Semua itu demi Allah. Menciptakan system ekonomi yang kuat Melahirkan system pendidikan dan informasi yang menyeluruh Memperkuat system militer untuk mempertahankan Negara dan mengamankan rakyat. dengan memohonkan rahmat dan ampunan daripada-Nya. Nabi menerima usulan Salman al-Farisi untuk membuat benteng pertahanan dalam perang Ahzab menghadapi tentara Quraisy dan sekutu-sekutunya dengan menggali parit-parit di sekitar Madinah. sedangkan Umar menyarankan supaya mereka dibunuh saja. Abu Bakar meminta agar tawanan tersebut dibebaskan dengan syarat meminta tebusan dari mereka. 2. Darul Bid‟ah. Mengangkat duta-duta ke negara-negara sahabat. Persia dan Afganistan. Nabi membentuk lembagahisbah. mereka juga diwajibkan menjalankan berbagai sistem yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW selama masa kepemimpinannya. yaitu Negara yang penduduknya telah murtad dan diperintah oleh orang-orang murtad. lambang kesempurnaan insani par excellence dalam arti kata yang sebenarnya. Menjalankan hubungan diplomatik dengan negara-negara luar. An Nur: 55) Atas dasar konsep tersebut maka Allah memberikan hak kepada kaum muslimin untuk menjadikan seluruh bumi ini sebagai tanah airnya. baik pada zamannya maupun sesudahnya hingga pada akhir zaman kelak. telah dicapai oleh misi Muhammad SAW.      . Dan sejak waktu itu sampai masa kita sekarang ini panji-panji Islam tetap berkibar di semua daerah itu. Dan di antara pilar kekuatan umat Islam yang telah dibangun oleh Rasulullah adalahtasyri‟ atau qanun (hukum dan perundang-undangan) yang bersumber pada syari‟at (tuntunan) ilahi dan memutuskan perkara dengannya. ada pula yang karena takut dan ancaman berbalik agama berpindah dari agama asalnya kepada agama kaum tiran yang menyiksanya. Rasulullah SAW telah melakukan berbagai hal yang mencakup: Persatuan dan kesatuan umat dibawah naungan Aqidah yang benar. Syari‟at adalah pedoman hidup yang ditetapkan Allah SWT untuk mengatur kehidupan yang Islam dalam arti yang hakiki sesuai dengan Al Qur‟an dan As-Sunnah. Dari sanalah ajaran Islam itu kemudian menyebar ke Balkan. Dalam hal ini semua. sekalipun diberlakukan hukum Islam. Sebelum wafatnya. yaitu negeri yang dikuasai dan diperintah para ahli bid‟ah dan menegakkan bid‟ahnya. dimanapun letaknya dan apapun rasnya. Di bawah naungan wahyu Al Qur‟an. Adapun yang termasuk ke dalam golongan Darul Islam tersebut adalah: Darul „Adl. bukan pemimpin negara. Dalam kitab Al Islam karya Sa‟id Hawwa. Kebijakan-kebijakan yang dilakukan Nabi SAW menegaskan kita bahwa beliau telah menjalankan perannya sebagai kepala Negara dengan baik. 1) Dalam Bidang Agama Tidak banyak waktu yang diperlukan Muhammad dalam menyampaikan ajaran agama. kebebasan dan perdamain selalu diutamakan dalam menjalani system hidup bermasyarakat. Dalam konteks ini misalnya bagaimana Nabi dengan sahabat senior bermusyawarah mengenai tawanan Perang Badar. Mengangkat beberapa orang sahabat sebagai sekretaris negara. kepada Heraklius dan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa lain supaya mereka sudi menerima Islam. dan memercik pula sinarnya sampai ke Rusia dan Polandia sehingga berkibarnya panji-panji Islam itu berlipat ganda luasnya daripada yang di Spanyol. Untuk hal ini dapat dilihat pada musyawarah Nabi dengan sahabat tentang strategi perang dalam rangka menghadapi kaum Quraisy Mekkah di Perang Uhud. Ada 4 (empat) cara yang ditempuh Nabi dalam mengambil keputusan politik. yang antara lain bertugas mengadakan penertiban terhadap perdagangan agar tidak terjadi kecurangan-kecurangan yang dilakukan pedagang di pasar. Untuk mengadili pelanggaran ketertiban umum. Darul Maslubah. Sehingga kita sangat sulit menerima jika ada yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad hanyalah ditugaskan untuk menjalankan misinya sebagai Rasul Allah. Pengganti Rasulullah dalam memerintah Negara Islam disebut Khalifahyang bertugas menegakkan syari‟at Allah. seperti yang terjadi dalam menghadapi delegasi Quraisy ketika ratifikasi Perjanjian Hudaibiyah. 5.Sistem Pemerintahan Sesuai dengan naskh-naskh yang dibawa oleh Rasulullah berdasarkan firman-firman Allah SWT. yang sebenarnya malah menambah kekuaatan iman mereka kepada Allah. Dalam hal ini misalnya. Ada di antara mereka yang kembali ke Afrika. baik yang bersifat ibadah (ritual) maupun muamalah (sosial). sampai ke Tiongkok di Asia Timur. F. Sementara Darul Harb digolongkan menjadi: 1) Darul Harb yang mengikat satu perjanjian. maka oleh ulama Islam telah menjabarkan konsep pemerintahan Islam tersebut sesuai dengan kondisi yang berlaku pada setiap zamannya. sebenarnya dia adalah orang besar. yaitu satu Negara yang dikuasai para pemberontak terhadap Imam yang hak. yang semuanya sudah menerima Islam. Dan selain sebagai seorang Rasul dan Negarawan. di antaranya: Menciptakan persatuan dan kesatuan di antara komponen masyarakat negara Madinah. Darul Islam ialah Negeri yang diperintahkan dengan pemerintah Islam dan dipimpin oleh kaum muslimin. Darul Bahy. Dalam menjalankan roda pemerintahan Negara Madinah.1.Sistem Bermasyarakat Rasulullah SAW dalam menjalankan pemerintahan selalu mengutamakan kepentingan umat di atas kepentingan yang lain. Melemparkan masalah-masalah tertentu yang biasanya berdampak luas bagi masyarakat ke dalam forum yang lebih besar. Allah SWT berfirman: … Artinya: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi …” (QS. Kesatuan kaum muslimin adalah lambang kekuatannya. Marokko.

Fiqh Siyasah. Manusia sekarang diajak melakukan perbuatan yang baik dan taqwa. Tarikh Muhammad Teladan Perilaku Umat. Muhammad Husain Haekal. Ali Audah.Nashir Budiman. yang telah menaungi dunia sebelumnya. DAFTAR PUSTAKA Sa‟id Hawwa. Sejarah Hidup Muhammad. . Taha Al-Ismail. Soekarno dan Ahmad Supardi. sebagai rahmat dan petunjuk. (Oleh:Indra Laksamana Muda ) Wallahu a‟lam. Yusuf Al-Qardhawy. Syaikh Shafiyur Rahman Al-Mubarakfury. Anatomi Masyarakat Islam. Sejarah dan Filsafah Pendidikan Islam. Ia telah merintis jalan kebudayaan Islam yang maha besar. Ia benarbenar telah meninggalkan dunia ini dengan meninggalkan warisan rohani yang agung. Fachruddin Nur Saym. yang selalu memancar di semesta dunia ini. Setiawan Budi Utomo. terj. Dia telah menanamkan ajaran tauhid. sementara upacara pemakamannya baru dilakukan oleh kaum muslimin dua hari kemudian. dan akan menaungi dunia kemudian. A. Kontekstualisasi Doktrin Politik Islam. contoh nan indah. Beliau SAW pergi meninggalkan dunia tidak meninggalkan apapun berupa harta. terj. terj. terj.P E N U T U P Nabi Muhammad SAW wafat pada tanggal 12 Rabiul Awal pada usianya yang ke-63 tahun. Nurcholish Madjid. Sirah Muhammad. Namun sebagai peninggalan. Muhammad Iqbal. Ia meninggalkan teladan yang tinggi. Ia pergi meninggalkan dunia sama seperti ketika ia datang. Kehidupan paganisme dalam segala bentuk dan penampilannya telah dikikis habis. Kemudian ia juga meninggalkan kitabullah buat manusia. meskipun musuh-musuh Islam tidak mengakuinya. menempatkan ajaran Tuhan yang tinggi di atas ajaran orang-orang kafir yang rendah di bawah. Al Islam. ia telah memberikan agama yang lurus kepada umat manusia. Allah SWT telah menyempurnakan agama-Nya dan akan menolong agama-Nya di atas semua agama. Pintu-Pintu Menuju Tuhan.G. bukan perbuatan dosa dan permusuhan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful