Motivasi Menghafal Al Quran

Motivasi Menghafal Al Qur'an Written by Wahyu Abadi Thursday, 15 March 2012 03:35 Oleh : Ust. Arham Ahmad, Lc., MH.

, Al Hafidh Ikhwah fillah, Beberapa waktu yg lalu ana mendapat amanah untuk mendampingi dan menterjemahkan kajian Al Qur'an di condet yg disampaikan oleh Syeikh Syadi Abu Mu'min dari Palestina,beliau adalah pengajar Al qur'an dipalestina dg program dua bulan hafal Al Qur'an, dan setiap tahun meluluskan sepuluh ribu penghafal Al Qur'an di Palestina. Berikut ini ana mencoba menulis ulang apa yg telah disampaikan oleh beliau. Ini belum semuanya, Insya Allah kapan2 ana lanjutkan. Mudah2an bermanfaat.

Assalamu 'Alaikum wr. Wb. Sekedar info;Insya Allah ahad tgl 11 Maret 2012 besok ana akan mendampingi dan menterjemah beliau lagi dlm seminar al qur'an di ruang seminar masjid at tin ba'da dhuhur.Assalamu 'Alaikum wr. Wb. Pembicaraan tentang menghafal Kitabullah „Azza Wa Jalla merupakan perkara yang sangat penting, bagi umat nabi Muhammad saw. karena ini merupakan perkara yang sangat penting untuk keselamatan ummat, kebaikannya, dan kebahagiannya. maka sesungguhnya ummat ini sudah cukup dari yang lainnya. Karena Al Qur‟an apabila telah sempurna penghafalannya, pertemanannya, dan ketenangan dengannya, maka pada saat itu manusia tidak butuh untuk mencari kebahagian atau keselamatan. Karena ia akan mendapatinya dalam Kitabullah „Azza Wa Jalla. Selanjutnya, masalah menghafal Al Qur‟anul Karim bukalah masalah ijtihad, dan bukan pula masalah bisa atau tidak bisa. Karena manusia telah Allah ciptakan memiliki berbagai kemampuan dalam banyak hal. masalah menghafal Al Qur‟anul Karim adalah masalah pemahaman. Apakah kita memahami nilai Al Qur‟anul Karim? Apakah kita memahmi kebaikan Al Qur‟anul Karim? Apakah kita memahami kemuliaan Al Qur‟anul Karim? Inilah pertanyaan-pertanyaannya. Jika kita memahami urgensi, keagungan, nilai, kebaikan, kemuliaan Al Qur‟anul Karim, maka setelah itu masalahnya akan menjadi sangat mudah. Pertnyaan pertama yang ditujukan pada diri kita sebelum kita mulai menghafal Al Qur‟an, sebelum membuka mushhaf Al Qur‟an dan ingin mengahafalnya, tanyalah diri kita: apakah saya menghafal Al Qur‟an karena kewajiban, ataukah saya menghafal Al Qur‟an karena kebutuhan? Apakah saya membutuhkan Al Qur‟an, atau Al Qur‟an membutuhkan saya? Disini ada pertanyaan yang penting yang harus dijawab: kenapa saya menghafal Al Qur‟an? jika masing-masing dapat menjawab pertanyaan ini, maka setelah itu ia akan dapat menghafal Al Qur‟an. karena masalahnya adalah masalah untung dan rugi, seperti satu tambah satu sama dengan dua.

atau syeikh? Atau saya ingin agar orang tahu: “ini anak saya hafalannya sekian. engkau harus memintanya kepada Allah dengan sangat dan .. Misalnya : “Ya Allah anugerahkan kepada saya keturunan” engkau sambil menangis. tidak sekedar mengatakan saya ingin menghafal Al Qur‟an. Yang kedua. Ya Allah sembuhkan Ibu saya yang sedang sakit.!” bukankah engkau memohon kepada Allah dengan sangat mengiba dan menangis?! Demikian juga Al Qur‟an harus diminta dari Allah. ia mengatakan : “ Ya Rabb. sehingga masalah terkait dengan niat. maka seretlah ke neraka”. pent) . engkau meminta kepada Allah. Tapi yang terpenting apakah kita menghafal Al Qur‟an untuk keselamatan di sisi Allah? Maka yang pertama adalah menetapkan tujuan : “saya menghafal Al Qur‟an agar selamat di sisi Allah” Kemudian Niat harus ikhlash semata-mata karena Allah swt. atau magister. Pertama untuk qori‟ Al Qur‟an. maka seretlah keneraka” (dikutip dari HR Muslim.) Sehingga tujuan menghafal merupakan hal yang sangat penting. Apakah saya menghafal Al Qur‟an supaya orang mengatakan bahwa saya hafidh. Tapi adalah para Qori‟ atau Hafidh Al Qur‟an sebagaimana hadits Rasulullah saw. akan tetapi ia (Al Qur‟an) tidak diminta kecuali dari yang tepat. Maka dikatkan kepadanya:” engkau berjihad supaya dikatakan pemberani. dan sangat menginginkan. sembuhkan anak saya yang sakit. yaitu dengan engkau memohon kepada Allah swt dengan mengiba. ingin jadi sarjana. anugerahkan kepada saya anak perempuan. dan itu telah dikatakan. An Nasai. Ini yang pertama. Ya Allah jagalah istri/ suami saya. Neraka dinyalakan di hari kiamat pertama untuk siapa? Yang pertama dilemparkan ke neraka bukanlah para thoghut. bahkan bukan pula orang-orang kafir. Ya Allah Jagalah anak saya. pencuri. ijazah qiro‟ah „asyrah. belajar dan mengajarkan Al Qur‟an karena Engkau” maka dikatakan: “ engkau menghafalkan supaya dikatakan hafidh/Qori‟. sungguh saya telah berinfaq dijalanMu” maka dikatakan:” engkau berinfaq supaya dikatakan dermawan. Hal itu ketika Al Qur‟an menjadi obsesi yang hakiki. Bagi yang ingin menghafal Al Qur‟an. dia hafal qur‟an. At Turmudzi. Al Isti‟anah Billah (meminta bantuan kepada Allah) dan memohon kepadaNya. Hal ini engkau lakukan karena kebutuhan. ingin ijazah. ia mengatakan: “ ya Rabb saya berjihad dan berperang dijalanMu”. engkau bisa mempelajari apa saja di sekolah. para pezina. karena Al Qur‟an adalah Kalamullah. para pelaku kejahatan. dan sesungguhnya bagi setiap orang adalah apa yang dia niatkan” (dikutip dari HR Bukhari dan Muslim. kamu hafal sekian!” apakah ini tujuan anda?! Jika tujuannya seperti ini. Al Qur‟an itu mudah. Seperti ilmu yang lain atau sekolah. dan Ahmad dari Abi Hurairah. dan itu sudah dikatakan. Bagaimana bisa demikian? Dalam hadits Rasulullah saw.Sehingga ghoyah/ tujuan menghafal adalah asas dari penghafal. punya sanad. sangat mengharap. maka mungkin saja anda bisa menghafal Al Qur‟an. yang semuanya tempatnya adalah di akal. maka seretlah keneraka”. engkau sholat malam dan berdoa. dengan sikap sangat butuh. saya hafal sekian juz” sehingga orang mengatakan kepada anda“ masya Allah. Bukankah engkau bersungguh-sungguh menuntutnya? Hal ini adalah hal sesuatu logis. ketika ia didatangkan ia mengatakan : “ya Rabb saya membaca.pent. Dan yang kedua adalah orang yang berinfaq.” Ya Allah anugerahkan kepada saya anak laki-laki. sebagaimana kita mengetahui hadits yang diriwayatkan oleh Umar bin Al Khatthab ra. dan itu telah dikatakan. Bagaimana jika engkau membutuhkan sesuatu dalam urusan dunia. “sesunggunya amal itu tergantung pada niatnya. Harus Ikhlash. Dan yang ketiga adalah seorang mujahid. Tapi Al Qur‟anul Karim. : neraka dinyalakan pertama untuk tiga orang. sebagaimana anda bisa melakukan apa saja.

Jika engkau membuat jadwal dengan Al Qur‟an. Bagaimana jika engkau merasa sedih atau capek. Jika seperti itu engkau tidak akan bisa menghafal Al Qur‟an. kemudian engkau keluar dan mengatakan ahlan wasahlan. namun dia datang jam tujuh. jangan asing terhadap Al Qur‟an. dan Ash Shidq dalam merealisasikan „azm. dimana Al Qur‟an menjadi tempat pengaduan kita dan peristirahatan jiwa kita. tetapi juga shidqul „amal. Bagaimana wujud Ash Shidq dalam praktek? Yaitu engkau mengkhsuskan waktu satu jam untuk Al Qur‟an setiap hari. tapi engkau tidak membuka Al Qur‟an dalam sepekan kecuali hanya satu kali. Al Qur‟an tidak jauh dari matamu. yang mana kita (di Palestina) menamainya Mushaf Huffadh atau Mushaf Shohib. Shuhbatul Qur‟an (pertemanan dengan Al Qur‟an). Ar Ra‟d :28). Pertanyaannya. waktu dengan Al Qur‟an adalah waktu yang suci. Maka Al Qur‟an harus menjadi yang paling akrab dengan kita dari orang yang paling dekat dengan kita. dengan berdzikir kepada Allah hati menjadi tenang” ( QS. Maka Ash Sidq disini adalah Ash Shidq dalam praktek. dan engkau habiskan waktu yang lama bersama Al Qur‟an. kenapa engkau tinggalkan begitu saja? Lebih-lebih Al Qur‟an yang mulia. Allah atau manusia? Bersikap benarlah kepada Allah. shidqul qoul. Bagamana engkau ingin menghafal Al Qur‟an. saya punya masalah ini dan itu”. Maka engkau harus punya mushaf yang menemanimu dimanapun. maka engkau akan melakukan pelanggaran-pelanggaran setiap kali. maka engkau akan bisa menghafal Al Qur‟an dengan mudah. Jika engkau langgar waktumu dengan Al Qur‟an satu kali saja. Lima tingkatan dalam Ash Shidq. tentu engkau akan marah bukan?! Dan engkau mengatakan :” kenapa kamu terlambat. Yang keempat. Dan „Azm ini tidak mungkin terwujud kecuali jika kita memahami nilai Al Qur‟anul Karim dan urgensinya yang akan kita rinci di Akhir. ini penting sekali. misalnya suatu hari engkau ditelpon oleh temanmu dan mau datang kerumahmu di waktu qur‟anmu. maka engkau harus menepatinya. shidqul fi‟li. shidqul fi‟li. dan shidqul „Azm. atau tiga hari sekali?!. shidqul „azm. Bukan merupakan sikap Ash Shidq. mana yang lebih penting : temanmu atau Al Qur‟an?! satu jam bersama temanmu atau satu jam bersama Allah? Saya bertanya kepadamu. Dan ini menuntut kita untuk punya Mushaf teman. Kita marah jika orang terlambat memenuhi janji dengan kita. Maka jika engkau ingin menghafal Al Qur‟an. Al Qur‟an tidak menerima sekutu. ibumu. Ash Shuhbah (Pertemanan) itulah yang akan membantumu dalam menghafal. Tapi kapan tampak Ash Shidq Al Haqiqi? Yaitu Jika engkau mempraktekkan amaliah menghafal. Tidak ada alasan apapun yang membenarkan tidak adanya sikap Ash Shidq dengan Al Qur‟an. Yang ketiga adalah Ash Shidq Fi Ath Thalab (benar dalam permohonan). Engkau mengadu kepadanya. Dalam Pertemanan dengan Al Qur‟an. Dan ketika Al Qur‟an telah menjadi teman engkau. dan engkau duduk bersamanya. atau temanmu di sekolah. engkau duduk dengannya dan menyampaikan: “ saya sedang sedih. Lalu bagaimana dengan janji kita dengan Allah?! Mana yang lebih utama engkau tepati janjinya. Jika Al Qur‟an telah menjadi temanmu yang spesial. kita harus punya wirid harian dengan Al . Ini adalah salah dan penyelewengan. maka engkau harus menjadikan Al Qur‟an sebagai teman. Karena itu. Apa makna Ash Shidq? Tidak sekedar shidq Al Qaul (benar dalam berkataan).mengiba. Allah swt berfirman : “ingatlah. jika engkau punya janji – saya tahu kalian di Indonesia suka bermasalah dalam urusan janji – jika temanmu berjanji kepadamu bahwa ia akan datang kepadamu jam lima. maka Al Qur‟an-lah yang menemanimu dalam kesendirianmu. saudaramu. tentu engkau akan mencari orang yang terdekat denganmu bukan? Misalnya. „Azm yang hakiki.

Seperti jika engkau duduk dengan sahabatmu. sehingga engkau mengkhatamkan Al Qur‟an setiap bulan sekali. sehingga orang tidak melihatmu? Pertanyaannya : Apakah engkau malu bersama Al Qur‟an? misalnya jika engkau berada di bis.jika dalam sehari engkau tidak baca Al Qur‟an: “ apakah merasa ada sesuatu yang kurang?” jika engkau tidak merasa. berarti tidak ada pertemanan.Qur‟an.. atau engkau meninggalkannya. engkau akan merasa butuk terhadapnya. Seperti jika enkau tidak makan dan tidak minum. hari ini saya merasa ada yang kurang. pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalanMu yang lurus. Apa maknanya wirid harian? Yaitu engkau harus membaca Al Qur‟an paling sedikit satu juz dalam sehari. maka tidak ada gunanya engkau capek-capek menghafal. Pertemanan adalah adanya perasaan kehilangan. sehingga ketika engkau membuka satu halaman mushfaf engkau sudah familiar dengannya. apakah engkau merasa malu bersamanya? Jika ada orang lewat. dari belakang. seperti engkau rindu kepada ibumu. yaitu engkau mencapai rasa bangga terhadap AL Qur‟an. engkau sudah terbiasa dengannya. hal-hal yang melenakan. apa masalahnya engkau membuka mushaf? Apa masalahnya engkau membawa Al Qur‟an dengan tanganmu. Demikianlah engkau menjadi akrab dengan Al Qur‟an.” Tanyakan pada dirimu. Jika engkau mengkhatamkan Al Qur‟an sebulan sekali. dia mengatakan : “ saya malu dari orang-orang. Karena itu harus ada kesabaran dan mujahadah. setiap hari engkau bertemu dengannya. Misalnya di busway atau di jalan. Hati yang disibukkan dengan urusan dunia. Tentu saja hal ini perlu pikiran yang totalitas dan hati yang bersih. dan engkau berjalan di pasar? Sebagian orang merasa malu. Al Qur‟an semuanya baik. engkau menelponnya :” dimana kamu wahai fulan?. misalnya hati kita sibuk dengan nyanyian. setan . setiap hari duduk dengannya. dan dari kiri mereka” (QS. setan mengatakan kepada Allah :” . demi kemuliaanMU. Masalah yang penting adalah sabar terhadap Al Qur‟an. Tentu saja setan tidak akan membiarkanmu. ayahmu. engkau merasa rindu kepadanya. apa maksudnya? Pertemanan menghasilkan keakraban. maka tidak perlu engkau capek-capek menghafal Al Qur‟an. sehingga tidak ada yang melihatnya? Engkau malu. karena Al Qur‟an adalah mulia dan tidak menerima sekutu. jika hati kita sibuk maka tidak ada tempat buat Al Qur‟an. Apakah kita bisa tidak makan dan minum? Demikianlah Al Qur‟an harus menjadi kebutuhan. Al A‟raf : 16-17). dan wirid harian berbeda dengan hafalan. Enkau menunggu waktu dimana kamu akan duduk bersama Al Qur‟an. Yang kelima : Al Mushabarah wal Mujahadah (kesabaran dan kesungguhan). dari kanan. saya tidak melihat kamu hari ini. engkau tidak bisa hidup. dan tidak dihasilkan darinya kecuali kebaikan. Jika satu hari ia tidak keliahatan. Seperti jika engkau sudah akrab dengan temanmu. perasaan kehilangan Al Qur‟an. Shad : 82). Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan. atau saudaramu. ada sesuatu yang lebih engkau cintai dari Al Qur‟an. sehingga engkau tidak bisa hidup tanpanya.. Yang kedua : „Adamu Al Istihya‟ bihi (tidak malu dengan Al Qur‟an). maka berarti Al Qur‟an dari Awal sampai akhir melewati hatimu secara harian. Tentu saja pertemanan ini diterjemahkan dalam dua hal : Yang pertama : Al Hubb (rasa cinta) terhadap Al Qur‟an. atau games. apakah engkau sembunyikan temanmu. Jika ada sesuatu yang mengalahkan Al Qur‟an dihatimu.” apakah engkau malu bersama Al Qur‟an dari manusia?! Apakah Al Qur‟an adalah susuatu yang membuat malu? Ini adalah tingkatan yang penting. “ . karena Engkau telah menyesatkan aku. engkau ambil dunia atau engkau ambil Al Qur‟an. pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya” (QS. jika engkau mencitainya. Setan tidak akan senang kita membaca Al Qur‟an dan menghafalkannya.

bagaimana kamu akan lulus?” Saya katakan kepadamu. engkau harus punya sikap yang positif. bahwa Al Qur‟an semuanya baik. engkau tidak akan dapat uang kecuali dengan bekerja.. 15 March 2012 03:44 . maka ingatlah dirimu dengan kemuliaan Al Qur‟an. engkau sibuk.akan selalu berusaha menggodamu :” bagaimana kamu akan menghafal Al Qur‟an. dan kemuliaan Al Qur‟anul karim. engkau punya anak. Bersambung. engkau ingin masuk surga tanpa capek? Engkau tidak akan mendapatkan ijazah di universitas kecuali dengan belajar. kebaikan Al Qur‟anul karim. Apakah engkau ingin surga tanpa hisab. ini masalahnya di akal bukan di jiwa. Yusuf : 53). Last Updated on Thursday. tetapi Allah Juga berfirman dalam Al Qur‟an :“Sungguh beruntung orang yang mensucikannya (jiwa itu). Setiap setan berusaha menggelincirkanmu. Dan sungguh rugi orang yang mengotorinya” (QS. maka engkau harus menjadikan jiwamu bersabar dalam menghafal Al Qur‟an. Asy Syams : 9-10). Jadi Al Qur‟an cepat lepasnya.. Setiap kali jiwamu merasa futur. maka ingatlah dirimu dengan kebaikan dan pahala yang besar. bagaimana bisa bersabar dan bermujahadah terhadap Al Qur‟an? sabar dan mujahadah terhadap Al Qur‟an membutuhkan suatu masalah yang penting. kamu tidak akan bisa. berikutnya adalah mujahadah. Bagaimana engkau ingin menghafal Al Qur‟an tanpa usaha?! Tanpa capek?! Maka harus ada Mujahadatun Nafs (mujahadah jiwa). “…sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan “(QS. yaitu pemahaman terhadap nilai Al Qur‟anul Karim. Hadits Rasulullah saw sangat jelas. sehingga enggau harus bermujahadah dalam menghafal Al Qur‟an. Maka jiwa ini engkaulah yg bertanggung jawab atasnya. Sehingga harus ada mujahadatun nafs.: “ sesungguhnya Al Qur‟an lebih cepat lepasnya dari unta pada ikatannya” (dikutip dari HR Bukhari dan Muslim). engkau masih kuliah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful