P. 1
KONSTRUKSI BAJA

KONSTRUKSI BAJA

|Views: 5,072|Likes:
Published by Dara Wisdianti

More info:

Published by: Dara Wisdianti on Apr 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2013

pdf

text

original

Dalam proses pembuatannya, baja dapat mempunyai bentuk tertentu dengan
cara melewatkannya di dalam gilasan dalam kondisi panas-merah. Baja, sebagai
material, tersedia dalam berbagai jenis mutu. Sifat utama berbagai mutu
dinyatakan dalam FY karena hampir semua tegangan izin dinyatakan dalam Fy.
Selain itu, yang utama dari berbagai jenis baja adalah kekuatan tariknya,
ketahananrrya terhadap korosi, dan kecocokannya terhadap pengelasan. Baja
biasanya dispesifikasikan sesuai dengan notasi bilangan ASTM (American
Society for Testing and Materials). Pada AISCM, Bagian I, Tabel 1* dicantumkan
daftar baja struktural ASTM. Perlu diingat bahwa FY bervariasi dari 32 sampai
100 ksi, dan kekuatan tarik Fu bervariasi dari 58 hingga 130 ksi.** Bagi yang
ingin mengetahui lebih banyak mengenai staudar ASTM ini telah banyak tersedia
literatur ASTM2 . Di antara mutu baja ini, yang paling banyak digunakan adalah
baja karbon struktural yang disebut A36. Tegangan lelehnya adalah Fv = 36 ksi
kecuali untuk penampang yan tebalnya lebili dari 8 in. Mutu A588 dan ~A242
udalah baja taharr cuaca, tidak dicat tidak perlu perawatan, dan merupakan mutu
baja yang paling terkenal untuk diguna kan pada struktur jembatan dan rangka
gedung yang diekspos.

TEKNOLOGI BANGUNAN – 1

KONSTRUKSI BAJA

DARA WISDIANTI _ 050406071

4

Berbagai produk struktural standar tersedia dalam berbagai jenis baja. Di dalam
AISCNI, Bagian I, Tabel I dan 2, baja dibagi berdasarkan kelompok profil (shape
dan pelat dan batang (bars). Pelat dan batang merupakan produk baja
sederhana yang mempunyai berbagai ukuran lebar dan tebal. Lihat AlSC11,
Batang dan Pelat untuk informasi yang lebih rinci. Profil struktural, disebut juga
penampang (sections), diproduksi dalam berbagai bentuk penampang melintang.
Bentuk yang paling banyak digunakan adalah flens lebar, yang diberi notasi profil
W.

Profil flens lebar mulai digunakan pada tahun 1830, pada saat rel besi tempa
digiling di Inggris. Pada tahun 1949, Prancis mengembangkan bentuknya untuk
digunakan sebagai elemen struktur lentur, bersamaan dengan berkembangny a
penampang I besi tempa giling (lihat Gambar 1-5). Tujuannya, tentu saja, adalah
untuk menghasilkan tahanan yang lebih besar terhadap lentur (momen inersia
yang lebih besar) persatuan berat penampang melintang.

Bentuk sayap lebar, yang sangat efisien untuk aplikasi lentur, lebih lanjut
dikembangkan dengan melebarkan flens(sayap) dan menipiskan web (badan)
sehingga diperoleh perbandingan inersia-berat yang semakin baik. Balok flens
lebar merupakan temuan Henry Grey, seorang Inggris yang beremigrasi ke
Amerika Serikat pada tahun 1870. la secara gemilang menemukan metode
pembuatannya, tetapi tidak ada pabrik yang mampu melaksanakan pembuatan
balok temuannya. Akhirnya di Eropa penemuan tersebut dapat diterima. Pada
tahun 1902, di Differdange, pabrik baja milik Jerman di Luxemburg, produksi baja
berprofil flens lebar dimulai. Tak lama kemudian, balok Grey menjadi sesuatu
yang menarik bagi Charles Schwab, presiden Bethlehem Steel Company, dan
pada tahun 1908, balok sayap lebar yang pertama kali dibuat di Ame+=ika
Serikat digiling di Bethlehem, Pennsylvania.

Profil W digunakan terutama sebagai elemen struktur balok dan kolom. Contoh
notasinya adalah W36 x 300. ini menunjukkan profil W, yang secara nominal
(kurang-lebih) tingginya 36 in. dari tepi luar flens ke tepi luar flens lainnya, dan
beratnya 300 lb/ft. Perhatikan adanya berbagai ukuran W36 di dalam Bagian I
AISCM. Ukuran profil di dalam kelompok ini bervariasi dari W36 x135 sampai
W36 x 210, dan terdiri atas berbagai tebal web serta lebar flens mi seperti yang
terlihat pada Gambar 1-7. Yang menarik, sementara W36 merupakan profil

TEKNOLOGI BANGUNAN – 1

KONSTRUKSI BAJA

DARA WISDIANTI _ 050406071

5

tertinggi yang paling hanyak digunakan di Anierika Serikat, ternyata penampang
balok yang tingginya 40 in. (sekitar -1 m) digiling di Eropa. Profil yang semakin
tinggi. Iebih ekonomis untuk banyak aplikasi.

Profil M adalah profil macam – macam dan mempunyai penampang melintang
yang pada dasarnya seperti profil W kecuali tingginya yang ber-inci penuh. Profil-
profil ini digilas dengan prosedur yang lebih sedikit atau kecil (lihat AISCM,
Bagian I, Tabel 3 dan 5) sehingga mungkin saja tidak tersedia untuk daerah
tertentu. Ada-tidaknya profil ini harus dicek sebelum dinyatakan dalani desain
untuk digunakan. Aplikasinya sama dengan profil W, juga notasinya (misalnya
M4 x 13).
Profil S adalah balok standar Amerika. Profil ini mempunyai bidang flens dalam
miring, web yang relatif lebih tebal, dan mempunyai tinggi inci penuh.
Profil ini jarang digunakan dalam konstruksi, tetapi masih dapat digunakan,
terutama' untuk beban terpusat sangat besar yang bekerja pada flens, seperti rel
tunggal yang memikul crane gantung.

TEKNOLOGI BANGUNAN – 1

KONSTRUKSI BAJA

DARA WISDIANTI _ 050406071

6

Profil HP adalah profil jenis penumpu (hearing type shape) yang mempunyai
karakteristik penampang agak bujursangkar dengan flens dan web yang hampir
sama tebalnya (karena web akan menerima pukulan palu pemancang tiang).
Profil demikian umumnya digunakan sebagai fondasi tiang pancang. Selain itu,
profil ini juga dapat digunakan sebagai balok dan kolom, tetapi umumnya kurang
efisien.

Balok sayap-lebar gilas-panas yang terbesar , di dunia. Tingginya kira-kira 44'/z
in, dengan berat 703 lb/ft. (Atas izin Trade Arbed, Inc., New York.)
Profil C dan MC adalah kanal standar Amerika dan kanal macam-macam.
Contoh-contoh notasinya adalah C15 x 50 dan MC 18 x 58 di mana angka
pertama menunjukkan tingginya (dalam inci) dan angka kedua menunjukkan
beratnya (dalam pound per ft). Seperti halnya profil M, profil MC ini umumnya
kurang tersedia di pasaran karena hanya dibuat oleh produsen baja tertentu.

Profil kanal mempunyai karakteristik flens pendek, yang mempunyai kemiringan
permukaan dalam (sekitar) 16 2/3% atau 1: 6, dan tingginya dalam inci penuh.
Aplikasinya biasanya sebagai penampang tersusun, bracing, tie, ataupun elemen
dari bukaan rangka (frame openings).

Siku dinyatakan dengan huruf L, panjang kakinya, dan tebalnya. Profil ini dapat
mempunyai kaki siku sama ataupun tidak. Untuk siku berkaki tidak sama, kaki
yang lebih panjang disebut terlebih dulu. Sebagai contoh, L9 x 4 x'fi
menunjukkan siku yang satu kakinya mempunyai panjang 9 in., kaki lainnya 4 in.,
dan kedua kaki itu mempunyai tebal 'fi inci. Perhatikan bahwa notasi ini tidak
memberikan berat per satuan panjang, tidak seperti pada profil-profil lain yang
telah disebutkan di atas. Beratnya (dalam pound per ft) dicantumkan dalam tabel
saja. Profil siku umumnya digunakan secara tunggal dan ganda sebagai batang
bracing dan, batang tarik. Profil ini juga dapat digunakan sebagai braket dan
batang penghubung antara balok dengan tumpuannya. Rangka batang ringan
dan join baja web terbuka dapat juga menggunakan siku ini sebagai bagian daii
sistem penghubungnya.

T struktural adalah profil yang diperoleh dengan membelah web profil W, M, atau
S. T disebut dengan WT, MT, atau ST, bergantung pada profil yang dibelah tadi.
Sebagai contoh, WT 18 x 105 (tinggi 18 inci, berat 105 lb/ft) didapat dari W36 x
210. Ini dapat dibuktikan_dengan mengecek dimensi profil T dan profil W
tersebut. T digunakan terutama untuk balok khusus dan sebagai komponen
dalam sisteni hubungan dan rangka batang.

Selain profil-profil yang telah disebutkan di atas, pipa baja struktural juga
tersedia, dan bentuk-bentuknya dapat dilihat dalam Gambar 1-8. Tabung dibuat
berdasarkan spesifikasi material ASTM yang berbeda, • seperti ditunjukkan
dalam AISCM Bagian 1, Toel 4. Salah satu metode produksi adalah dengan
melibatkan pembentukan baja giling-datar ke dalam profil melingkar. Kemudian
sudut-sudutnya dilas bersamaan dengan menerapkan tekanan tinggi dan arus

TEKNOLOGI BANGUNAN – 1

KONSTRUKSI BAJA

DARA WISDIANTI _ 050406071

7

listrik. Profil bujursangkar dan segiempat dibuat dengan melewatkan profil
melingkar ke dalam sederetan gilasan pencetak.

Pada AISCM dicantumkan dimensi dan sifat-sifat untuk pipa segiempat,
bujursangkar, dan bulat yang umum digunakan. Pipa bulat, atau pipa, tersedia
dalam tiga ukuran berat dengan tebal dindingnya sebagai faktor yang
mempengaruhi. Berdasarkan AISCM, Bagian 1, "Dimensi Pipa," penampang
pipa yang beratnya standar dan mempunyai diameter luar nominal 4 inci disebut
dengan Pipa 4 Std. Penampang yang sama, dengan berat kuat ekstra dan kuat
ekstra dobel, disebut sebagai berturut-turut Pipa 4 X-Strong dan Pipa 4 XX-
Strong. Lihat bahwa ada berbagai tebal dinding. Contoh-contoh notasi pipa baja
struktural adalah TS5 x 5 x'/a untuk pipa bujursangkar yang tebal dinding '/a inci,
TS 12 x 8 x h untuk pipa segiempat dengan tebal dinding '/a inci. Pipa sangat
baik digunakan sebagai batang tekan meskipun pada hubungannya memerlukan
pengelasan, Penggunaan yang paling umum adalah sebagai batang tekan
ataupun tarik, tetapi untuk situasi tertentu dapat digunakan sebagai balok
maupun kolom. Elemen struktural yang berupa pipa lebih mudah dibersitilcan
dan dirawat daripada flens lebar.

Semua produk yang disebutkan di atas mempunyai keuntungan dan kerugian
!ntuk setiap aplikasi struktural tertentu. Untuk membuat keputusan mana yang
akan dipakai, kita harus mengenal berbagai sifat masing-masing produk itu. Ada
atau tidaknya profil di pasaran juga sangat menentukan pilihan. Bagaimana
struktur tersebut akan dibuat dan dilaksanakan, juga harus ditinjau untuk
mendapatkan struktur yang paling ekonomis. Berat yang minimum tidak selalu
merupakan yang paling murah. Produsen-produsen utama berbagai profil dan
pipa struktural disebutkan dalam AISCM, Bagian 1, Tabel 3. Pembaca harus
berhati-hati dengan setiap produsen karena mereka biasanya juga Tnenerbitkan
publikasi mengenai karakteristik produknya sendiri-sendiri. Ini merupakan
informasi tambahan dari AISCM, yang tidak mengandung inforniasi mengenai
semua produk yang ada.

Dengan baja dimaksudkan suatu bahan dengan keserba-samaan yang besar,
yang terutama terdiri atas ferrum (Fe) dalam bentuk hablur dan 0,04 Ca@ 1,6%
zat-arang (C); zat-arang itu diperdapat dengan jalan membersihkan bahan pada
temperatur yang sangat tinggi, dengan menggunakan proses-proses yang akan

TEKNOLOGI BANGUNAN – 1

KONSTRUKSI BAJA

DARA WISDIANTI _ 050406071

8

disebut sesudah ini, yaitu sebagian besar dari besi kasar, yang dihasilkan oleh
dapur-dapur tinggi.

Semua jenis-jenis baja sedikit banyak dapat ditempa dan dapat disepuh,
sedangkan untuk baja lunak pada tegangan yang jauh di bawah kekuatan
tarik atau batas patah, yaitu apa yang dinamakan batas lumer atau tegangan
lumer, terjadi suatu keadaan yang aneh, di mana perubahan bentuk berjalan
terus beberapa waktu, dengan tidak memperbesar beban yang ada itu.

Sifat-sifat baja bergantung sekali kepada kadar zat-arang, semakin bertambah
kadar ini, semakin naik tegangan-patah dan regang menurut proses, yang terjadi
pada sebuah batang-percobaan yang dibebani dengan tarikan, yaitu apa yang
dinamakan regang patah, menjadi lebih kecil.

Persentase yang sangat kecil dari unsur-unsur lainnya, dapat mempengaruhi
sifat-sifat baja dengan kuat sekali, secara baik atau secara jelek. Guna
membeda-bedakannya, jenis-jenis baja itu diberi nomor, yang sesuai dengan
tegangan patah yang dijamin dan yang terendah pada percobaan tarik yang
normal.

Baja canaian
Besi pada umumnya dibagi atas besi tuangan dan pencanaian. Hasil pencanaian
dari baja pada umumnya digolongkan atas baja pelat, baja batang, baja kawat,
baja batang (yang akan diuraikan lebih lanjut sebagai baja tulangan beton), serta
baja profil termasuk pipa baja.

Baja tulangan
Sebagai baja tulangan beton diartikan baja batang dengan panjangnya ±12.0 m
dan penampang lintangnya berbentuk lingkaran atau hampir lingkaran. Supaya
pengikatan antara baja tulangan dan beton menjadi erat dan kuat, baja tulangan
sebaiknya memiliki permukaan yang berigi (bukan polos dan licin)
beranekaragam sebagai berikut.

TEKNOLOGI BANGUNAN – 1

KONSTRUKSI BAJA

DARA WISDIANTI _ 050406071

9

Pada umumnya batang baja tulangan14 disediakan dengan garis-tengahnya (d)
menurut susunan metrik (°baja bulat polos, * baja ulir) daam mm (luas
penampang dalam mm' dalam kurung) sebagai berikut.
a 6 mm'* (28.3 mm2); ra 8 mm°(50.3); o 10 mm'* (78.5); o 12 mm'* 113); o 14
mm°(154); o 16 mmo* (201); o 19 mmo* (283); o 22 mmo* 380); ra 25 mmo*
(491); o 28 mmo* (616); 0 32 mm'* (804)

Karena panjangnya batang baja tulangan terbatas maka sambungannya dalam
arah memanjang dapat dilakukan dengan saling meliputi ujung batang yang
diberi kaitan atau dengan sambungan las.

TEKNOLOGI BANGUNAN – 1

KONSTRUKSI BAJA

DARA WISDIANTI _ 050406071

10

TEKNOLOGI BANGUNAN – 1

KONSTRUKSI BAJA

DARA WISDIANTI _ 050406071

11

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->