P. 1
Anatomy 2

Anatomy 2

|Views: 100|Likes:

More info:

Published by: Distya Nugrahening Pradhani on Apr 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/29/2013

pdf

text

original

Bismillahirrahmanirrahim..

Clinical Anatomy of Brain Vascularisation, Ventricular System, and Meninges

Anindya Khairunnisa Zahra – Annisaa’ Pelita Harti – Prenali Dwisthi Sattwika

Brain Vascularization
Circulus Willisi

A. Cerebralis media

A. communicans anterior

A. Cerebralis anterior A. ophtalmica

A. Carotis interna A. communicans posterior

A. Choroidal anterior

A. Cerebralis posterior A. pontin A. Cerebellaris superior A. basilaris

A. Cerebellaris inferior anterior

A. vertebralis

A. Spinalis anterior

A. Cerebellaris inferior posterior

Brain Vascularization

Meningeal Vascularization
• A. meningea antor  for. ethmoidale antor • A. meningea media  for. spinosum • A. meningea postor  for. Jugulare ** Fraktur pada pterion dapat menyebabkan ruptur a. meningea media  epidural hemorrhage.

Pterion

A. Meningea media

dan subarachnoid hemorrhage . subdural.Intracranial hemorrhage • intra-axial hemorrhage: intraventricular hemorrhage & intraparenchymal hemorrhage  intracerebral hemorrhage • ekstra-axial hemorrhage: epidural.

Hemorrhage: perdarahan.. cerebri superior)  penumpukan darah antara duramater dengan arachnoid mater  tekanan intracranial ↑. . . Hematome: penumpukan darah akibat perdarahan • Epidural hemorrhage = extradural hemorrhage Traumatic brain injury  ruptur a.Xray: biconvex… • Subdural / Dural Border Hemorrhage Traumatic brain injury  ruptur vena pada spatium subdural (>> v.Gejala: penurunan kesadaran – lucid interval (sadar lagi beberapa jam) – drowsiness. meningea media & daerah temporoparietal  penumpukan darah antara duramater dengan cranium  tekanan intracranial ↑.Xray: semilunar dengan batas dalam ireguler… . coma. .

stiff neck. meningeal irritation • Confusion / penurunan kesadaran .Diagnosis: CT Scan & lumbar puncture (adanya darah di CSF) • Intracerebral hemorrhage Subtype intracranial hemorrhage yang terjadi di dalam jaringan otak sendiri. . Dapat disebabkan karena brain trauma atau spontan pada hemorrhagic stroke.Gejala: • Severe headache with a rapid onset (‘thunderclap headache”) • Muntah.• Subarachnoid hemorrhage Head injury / ruptur aneurisma cerebral  extravasasi darah ke spatium subarachnoid (antara arachnoid mater dengan pia mater) .

Manifes kerusakan fungsi tergantung gyrus yang terkena. dan subarachnoid hemorrhage. dibagi menjadi : • Hemorrhagic Stroke Berhubungan dengan intracerebral hemorrhage (terutama karena ruptur aneurysm) Sindrom stroke hemorrhagic memiliki gejala spesifik seperti headache & head injury sebelumnya. • Ischemic Stroke Berhubungan dengan cerebral infarction & brain ischemia. cerebral hemorrhage.Cerebrovascular accident =Penyebab stroke paling sering. Menurut penyebabnya. emboli. Thrombosis. hipoperfusi sistemik (misal shock). seperti thrombosis cerebral. emboli cerebral. Stroke Hilangnya fungsi otak yang berkembang dengan cepat akibar gangguan supply darah. dan venous thrombosis  blood supply turun  ischemic stroke .

severe-unbearable headache. dan parestesia. biasanya dalam hitungan menit. • Sac-like outpouching  dinding lemah  ruptur  darah ke spatium subarachnoid  hemorrhagic stroke. stiff neck. TIA cenderung berlangsung lebih lama. terjadi di circulus Willisi. gejala neurologis yang disebabkan karena iskemia.Berry aneurysm Tipe saccular aneurysm tersering. tapi beberapa hingga 1 jam. • Bila infark >24 jam tetapi <72 jam  reversible ischemic neurologic deficit. lightheadedness. Bila disebabkan karena stenosis carotis atau vertebrobasilar. Transient ischemic attack =’mini stroke’. vertigo. • Gejala: staggering. . Biasanya berhubungan dengan hipertensi. pingsan.

Subclavian steal syndrome Subclavian steal syndrome = subclavian steal steno-occlusive disease : Aliran darah retrograde pada A. Subclavia  supply darah ke otak berkurang (cerebrovascular insufficiency). Lenticulostriatum (vasa yang menembus brainstem & midbrain). cerebri media r. presyncope. -Gejala yang timbul antara lain defisit neurologis. dan syncope. cerebellum. >> A. thalamus. pons. Charcot’s artery hemorrhage Karena Charcot Bouchard Aneurysm. Hipertensi  aneurisme  ruptur  stroke Lokasi perdarahan hipertensif: putamen. . vertebralis atau A. thoracica interna akibat stenosis proksimal dan/ oklusi A. nucleus caudatus.

membatasi incisura tentorii . tepi bawahnya sampai corpus callosum .Meninges Terdiri dari 3 lapis: 1. Piamater . . Arachnoidea mater Ada granulatio arachnoidalis (corpus Pacchioni) (klep satu arah yang mengalirkan LCS dari spatium subarachnoidea  sinus sagitalis supor) 3.Diaphragma sellae *Duramater spinalis  1 lapis aja 2.Falx cerebri Memisahkan kedua hemispherium cerebri.Falx cerebelli Memisahkan kedua hemispherium cerebelli. Duramater cranialis: • Lamina endostealis (parietal) • Lamina meningealis (visceral)  membentuk duplikatura: .Tentorium cerebelli Memisahkan cerebrum – cerebellum.

Ventriculus Lateralis Foramen Monroe Plexus Choroideus Spatium Subarachnoid Arachnoid Villi Sinus Sagittalis Ventriculus Tertius Aqueductus cerebri (Sylvius) Ventriculus Quartus Cerebellum Foramen Magendie Ventricular System and CSF Flow Nervus spinalis .

yang selanjutnya mengalirkan darah ke sinus transversus  sinus sigmoideus  v.sinus rectus confluens sinuum sinus occipitalis • Confluens sinuum Letak: di protuberantia occipitalis interna. sinus rectus. Merupakan muara dari sinus sagitalis supor. dan sinus occipitalis. jugularis interna .

et quartus  mengalir di systema ventriculare dan spatium subarachnoid  diresorpsi oleh granulatio arachnoid. atau penurunan absorpsi  akumulasi CSF  dilatasi ventrikel otak . obstruksi aliran CSF. Luschka (apertura lateralis) For. Magendi (apertura mediana) • Canalis centralis (di medulla spinalis) diresorpsi oleh granulatio arachnoid masuk venous system (sinus2) Cerebrospinal Fluid (CSF) Dihasilkan plexus choroideus di ventriculus lateralis. Hydrocephalus Overproduksi.Systema Ventriculare • Ventriculus lateralis Spatium Subarachnoid For. tertius. interventriculare (Monroe) • Ventriculus tertius Aqueductus cerebri (Sylvius) • Ventriculus quartus Spatium Subarachnoid (termasuk cisterna2) For.

hemorrhage. & ventrikel lateral •foramen Luschka & foramen Magendie. tumor di midbrain) •Obstruksi ventrikel quartus  dilatasi aqueductus.Non-communicating Hydrocephalus = Obstructive Hydrocephalus Kompresi eksternal atau lesi masa intraventricular  obstruksi aliran CSF  hambat arah aliran CSF menuju spatium subarachnoid  dilatasi ventrikel  menekan cortex cerebri. obstruksi congenital (misal Dandy-Walker malformation) . Obstruksi bisa congenital (atresia) atau lesi acquired (infeksi. ventrikel tertius. memisahkan sutura (pada bayi) •Obstruksi foramen Monroe  dilatasi satu atau kedua ventrikel lateral •Obstruksi aqueductus Sylvius  dilatasi kedua ventrikel lateral serta ventrikel tertius.

Namun ada hambatan aliran CSF dari spatium subarachnoid ke sistem vena karena gangguan resorpsi CSF oleh granulatio arachnoidea yang terletak di sinus sagittalis superior. . dan congenital absence of granulatio arachnoidea/Pacchioni  dilatasi ventrikel diffuse Bentuk2nya: • Normal pressure hydrocephalus (NPH) Terdapat pembesaran ventrikel cerebri dengan peningkatan tekanan CSF yang tidak signifikan • Hydrocephalus ex vacuo Pembesaran ventrikel cerebri dan spatium subarachnoid karena atrofi otak (seperti pada dementia) maupun post-traumatic brain injury. meningitis. Chiari malformation.Communicating hydrocephalus = non-obstructive hydrocephalus Tidak ada gangguan aliran CSF dari ventrikel ke spatium subarachnoid. Dapat disebabkan karena subarachnoid / intraventricular hemorrhage.

. biasanya jinak tapi dapat menjadi ganas.Meningioma pada fossa anterior Tumor yang berasal dari arachnoid "cap" cells pada villi arachnoid meninges Tumor primer CNS kedua paling umum. Meningioma pada fossa anterior sering muncul dari sulcus olfactorius atau tubercullum sellae.

Opticus. .Papilledema • Peningkatan tekanan CSF/ intracranial  memperlambat venous return dari retina  pembengkakan discus opticus seperti papilla (pada prosedur ophtalmoscopy). • Biasanya bilateral tetapi bisa unilateral. • Tingginya tekanan intracranial/CSF dapat berakibat papilledema dan peningkatan tekanan intraocular karena adanya perpanjangan meninges dan spatium subarachnoid di sekeliling N.

VISUAL DEFECT A : anopsia ipsilateral B : homonymous hemianopsia (bitemporal) C : heteronymous hemianopsia D : quadrantic hemianopsia E : macular sparing .

Pie in the sky phenomenon Nuc. Geniculatum Lateral Meyer’s Loop Fibers representing inferior retinal quadrants (superior visual field) .Visual Pathway Defects • • • • Lesi N II pada satu sisi  Amaurosis Lesi pada chiasma optica  hemianopsia bitemporal / heteronymous (hemianopsia lapang pandang temporal kedua mata) Lesi pada tractus opticus  hemianopsia homonymous (hemianopsia mengenai separuh kanan atau separuh kiri dari lapang pandang kedua mata) Lesi pada capsula interna pars retrolenticularis (tempat lewatnya radiatio optica)  gangguan motoris dan sensoris. serta homonymous hemianopsia • Tumor pada lobus temporal  menekan Meyer’s loop  anopsia pada ¼ lapang pandang Fibers representing bagian atas (hemianopsia superior retinal quadrantic)  ‘pie in the quadrants (inferior visual field) sky phenomenon’.

normal central scotoma. as may be caused by cortical spreading depression . as may be caused by retinitis pigmentosa Scintillating scotoma.Scotoma Area tertentu yang mengalami perubahan parsial pada lapang pandang seseorang yang menyebabkan penurunan bahkan degenerasi akuitas visual di mana lapang pandang di sekelilingnya normal (relatively well-preserved). as may be caused by age-related maculopathy peripheral ring scotoma.

Delirious: disoriented. Concious: normal 2. tidak ada respon terthadap stimuli  Altered/decreased LOC dapat disebabkan oleh perubahan kimiawi otak (misal terpapar racun). sometimes delusions 4. hallucinations. Lethargy: a mildly depressed level of conciousness. Somnolent: sleepy 5.Level of consciousness (LOC): pengukuran arousability seseorang dan responsiveness terhadap stimuli dari lingkungan. Stuporous: pasien tidak bisa dibangunkan dari tidur. slowed psychomotor responses 7. sedikit/tidak ada aktivitas spontan 8. Obtunded: more depressed level of consciousness. kekurangan oksigen atau aliran darah pada otak. decreased alertness. pasien tidak dapat dibangunkan penuh. Coma: tidak dapat dibangunkan. dan tekanan berlebih pada cranium  Injuri pada reticular activating system atau kedua hemisphere cerebri  deficit LOC . restlessness. impaired thinking and responses 3. Confused: disoriented. pasien dapat dibangunkan tapi sedikit sulit 6. 1.

.

bisa disebabkan karena hypoxia cerebral atau karena hipotensi. weakness of limbs to physical collapse. complete loss of vision. Gejala: dizziness. clamminess of the skin. possibly tinnitus. .• Syncope Hilangnya kesadaran dan tonus postural secara tiba-tiba dan temporer karena insuffisiensi oksigen pada otak. a dimming of vision or greyout .

dan tumor cerebellar Bone flap-nya terus diganti sama titanium plates & screws atau bentuk fiksasi lain seperti wire.Craniotomy Prosedur bedah di mana bone flap diremove dari cranium untuk memperoleh akses ke otak Dilakukan pada pasien yang mengalami lesi otak atau traumatic brain injury. Bone flap tidak diganti. etc. epilepsy. suture. untuk membiarkan otak mengembang dengan tujuan menurunkan tekanan intracranial . atau untuk memasang implant ‘deep brain stimulators’ pada treatment Parkinson’s disease. Decompressive craniectomy Prosedur neurosurgical di bagian cranium di-remove.

Ventriculo-peritoneal shunt Tindakan pembedahan untuk me-relieve peningkatan takanan dalam cranium karena produksi CSF berlebih pada otak (hydrocephalus). untuk masukin kateter ke ventrikel cerebri. butuh hingga 1. turun ke leher. Nanti ada sebuah valve (fluid pump) yang dipasang di bawah kulit di balakang telinga untuk menghubungkan 2 kateter tadi. Terus kateter lain diletakkan di dalam kulit di belakang telinga.5 jam Pertama dibuat surgical cut bentuk horseshoe (U-shape) di belakang telinga. Dilakukan dengan general anesthesia. & nembus cavitas peritoneum. thorax. Bila tekanan intrakranial naik katup terbuka  excess fluid ngalir ke cavum peritoneum  tekanan intrakranial turun .

Discharge nasal unilateral. . dapat melibatkan lamina cribrosa os. membrana tympani ruptur  CSF keluar melalui meatus acusticus externus. tes positif untuk glukosa & beta-2 transferrin CSF Otorrhea Fraktur pars petrossa. Ethmoid  CSF keluar melalui hidung.Leakage of CSF Merupakan pertanda fraktur basis cranii dan meningkatkan resiko meningitis. meninges yang ada di atas auris media robek. CSF Rhinorrhea Fraktur di dasar dari fossa cranialis anterior.

. menuju cisterna. melewati membran atlanto-occipital posterior.Prosedur therapeutic & diagnostic untuk sampel CSF: • Cisternal puncture (pada anak2 dan balita) CSF diambil dari cisterna cerebellomedullaris (cisterna magna). Jarum menembus kulit di bawah protuberantia occipitalis eksterna. • Lumbar puncture (pada dewasa) CSF diambil dari spatium subarachnoid setinggi L3/L4.

Trigeminal neuralgia (tix douloureux) Neuropati pada salah satu atau kedua N V  "the suicide disease" karena severe associated pain yang tidak mudah dikontrol atau disembuhkan Dapat menyebabkan intense pain pada: telinga. dahi. Dapat disebabkan oleh tumor otak. electric shock-like pain dan spontan tanpa adanya stimulasi. gigi. dan rahang pada satu sisi atau sepanjang wajah. Bell’s palsy Disfungsi N VII yang menyebabkan ketidakmampuan mengontrol otot facial (terutama bagian bawah) pada ipsilateral. bibir. atau infeksi HSV I . stroke. mindnumbing. TN menyebabkan nyeri stabbing. lyme diseases. mata. hidung.

sphincter pupillae terdapat di bagian tepi saraf. inferior. Hal ini berbeda dengan third nerve palsy akibat aneurisma arteri cerebri posterior.III yang berhubungan kalau terjadi ischemia.Diabetic third nerve palsy Neuropati dengan diabetes mellitus. medial.obliquus inferior. sehingga refleks pupil ikut terpengaruh. rectus superior. Biasanya refleks pupil tidak terganggu karena serabut ke arah M. Diabetic nerve palsy menyebabkan diplopia unilateral disertai nyeri dan weakness pada M. dan M. yang terkena duluan adalah yang bagian central (gerakan bola mata) Diabetic third nerve palsy . sphincter pupil pada N. Kalau terjadi kompresi dari luar. karena palsy disebabkan oleh kompresi dari luar. yang tertekan adalah serabut parasimpatis ke M. sementara ischemia yang disebabkan diabetes terutama terjadi pada bagian sentral (tengah dari saraf). berasal dari injuri microvascular diabetic pada pembuluh darah kecil yang mensuplai saraf (vasa nervorum).

organ otolith. dengan gerakan mata yang berlawanan arah dengan gerakan kepala. kepala selalu membuat gerakan2 kecil. dan vestibulocerebellum Vestibulo-ocular reflex (VOR) Adalah gerakan reflex mata yang bertujuan menstabilkan gambaran yang tertangkap pada retina pada saat kepala bergerak. sehingga mata tetap terfokus pada objek tersebut. bola mata akan bergerak ke kanan. Terdapat alternating smooth pursuit pada satu arah and saccadic movement pada arah yang lain. termasuk canalis semicircularis. sehingga VOR ini sangat penting untuk stabilisasi visual. . maka. Pathologic nystagmus bentuk gerakan mata involunter yang bersifat patologis.Nystagmus Physiologic nystagmus: bentuk gerakan mata involunter yang merupakan bagian dari vestibulo-ocular reflex (VOR). Dapat terjadi akibat kerusakan satu atau lebih komponen sistem vestibularis. Misalnya. Tanpa disadari. pada mata terfokus pada suatu objek dan kepala bergerak ke kiri.

vestibularis kiri  ke nuc. III. . rectus lateralis mata kanan dan m. rectus lateral diinervasi N.Contoh Vestibulo-ocular Reflex Kepala rotasi ke kiri  eksitasi canalis semicircularis kiri  ke nuc. m. Superior oblique oleh N. occulomotorius (N.III) kiri (ipsilateral)  kontraksi m. compensatory eye movement RL6(SO4)3. VI. abducens (N. IV. m. rectus medialis mata kiri  kedua mata bergerak ke arah kanan (berlawanan dengan arah rotasi kepala) secara simultan  fiksasi pandangan. sisanya oleh N. VI) kanan (kontralateral) dan nuc.

Carotis interna dan V. Ketika dijulurkan lidah akan cenderung ke arah lesi.hypoglossus (N. Jugularis interna.Setelah keluar dari canalis nervi hypoglossi. N. Carotis interna  kompresi N.XII  paresis / paralysis otot lidah ipsilateral. Aneurisme A. . XII) turun dan lewat di antara A.

Types of Headache • TTH (Tension-type Headache) Sakit kepala yang disebabkan penggunaan otot leher dalam jangka waktu lama. menjalar ke fronto-temporal. . fotofobia (increased sensitivity to light). teori yang paling umum tentang gangguan sistem kontrol serotonergic • Cluster headache = "suicide headache" Gangguan neurologis yang melibatkan immense degree of pain sebagai manifes utama Maksudnya "cluster" adalah kecenderungan sakit kepala ini muncul secara periodik. Dimulai dari leher & kepala bagian belakang. periode nyeri diselingi remisi spontan men > women. • Migraine Gejala neurologis dengan severe headache & nausea migraine headache: women > men Biasanya unilateral dan pulsating. dan phonophobia (increased sensitivity to sound) Penyebab ga jelas. vomiting. berakhir 4-72 jam Gejala meliputi nausea.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->