MODUL LISTRIK DAN ELEKTRONIKA OTOMOTIF

MERAWAT BATERAI (KONVENSIONAL)

Penyusun : Budi Santoso

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas nikmat dan karuniaNya modul listrik dan elektronika otomotif yang berjudul “Perawatan Baterai” yang ditujukan kepada siswa jurusan otomotif agar lebih mendalami teori tentang baterai dan dapat melakukan perawatan baterai dengan prosedur yang benar. Modul ini berisi tentang materi dan prosedur cara merawat baterai sesuai prosedur yang benar. Terdapat lima (5) materi/ kegiatan belajar yaitu ; melepas dan memasang baterai, mengaktifkan baterai, memeriksa dan mengisi baterai, menguji baterai, menjumper baterai. Pada setiap akhir materi disetakan pula tes formatif agar dengan mengerjakan soal – soal tersebut siswa lebih memahami tentang prosedur merawat baterai dengan benar. Dan di akhir modul juga diberikan soal-soal evaluasi beserta jawabannya. Melalui evaluasi tersebut dapat diketahui apakah siswa mempunyai kompetensi pengujian, pemeliharaan dan penggantian baterai. Dalam modul ini juga disertakan gambar-gambar kerja dalam merawat baterai agar siswa lebih mudah mempraktekan pada baterai yang sebenarnya. Modul ini juga membahas keselamatan kerja dalam kegiatan merawat baterai agar siswa dapat bekerja sesuai prosedur dan tidk terjadi kecelakaan kerja. Akhirnya, kami menyadari keterbatasan ilmu dan referensi yang mendukung penyusunan modul baterai ini, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat kami harapkan dari para pembaca agar dalam penyusunan modul berikutnya dapat lebih baik lagi

Yogyakarta,

Desember 2011

Penyusun

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ………………………………………………………………..…….. i KATA PENGANTAR …………………………………………………………………….. ii DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………. iii BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………..…………….. 1
1. DISKRIPSI ………………………………………………………….…………

1
2. PRASYARAT ……………………………………………………….…………

1
3. PETUNJUK PENGGUNAAN ……………………………………..………….

1
a.

Petunjuk bagi siswa Petunjuk bagi guru

……………………………………….. ….………………………….. 2

……………. 1
b.

……………………… 2

4. TUJUAN AKHIR ……………………………………………………….……..

BAB II MERAWAT BATERAI (KONVENSIONAL) …………………………………... 3
1. MELEPAS DAN MEMASANG BATERAI ………………………………….. 3 a.

Tujuan Uraian Materi ……………………………………………………... 3 9 Rangkuman Test Formatif 1 10 Kunci Jawaban 1………………………………………………….. 10 Tujuan ……………………………………………………………….. 11

…………………………………………………………………..… 3
b.

……….
c.

………………………………………………………………..
d.

…………………………………………………………....
e.

………
a.

2. MENGAKTIFKAN BATERAI …………………………………..…………… 11

……

b.

Uraian Materi ……………………………………………………... 11 14 Rangkuman ………………………………………………. Test Formatif 2…………………………………………………... 14 14 Kunci Jawaban 2………………………………………………..

……….
c.

………………..
d.

………..
e.

…………
a.

3. MEMERIKSA DAN MENGISI BATERAI …………………………………... 15

Tujuan …………………………………………………………….. 15 Uraian Materi Rangkuman 27 Test Formatif 3…………………………………………………….. 27 Kunci Jawaban 3……………………………………………………..

………
b.

……………………………………………………………... 15
c.

………………………………………………………………..
d.

……….
e.

…….. 28
4. MENGUJI BATERAI ……………………………………………………...….. 29 a.

Tujuan Belajar Uraian Materi ……………………………………………………….. Rangkuman 33 Test Formatif Kunci Jawaban 4…………………………………………….

…………………………………………………………….. 29
b.

……. 29
c.

……………………………………………………………..…
d.

4……………………………………………………………. 33
e.

……………. 33
5. BANTUAN STARTER ( JUMP STARTING ) …………………………….…

35
a.

Tujuan Belajar

…………………………………………………………….. 35

b.

Uraian Materi …………………………………………………... 35 38 Test Formatif 5………………………………………………………... 38 Kunci Jawaban 5……………………………………….. 38 Rangkuman ………………………………………………………...

…………
c.

………
d.

….
e.

…………………

BAB III EVALUASI ……………………………………………………………………… 40
1. PERTANYAAN ……………………………………………………….……… 40 2. KUNCI JAWABAN ………………………………………………………...… 40

BAB IV. PENUTUP ………………………………………………………………………. 46 DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………... 47

BAB I

dan diakhir materi disampaikan rangkuman yang memuat intisari materai dan disertakan juga tes formatif di setiap akhir materi beserta jawabannya agar dengan mengerjakan soal – soal tersebut siswa dapat lebih memahami prosedur merawat baterai dengan benar serta siswa dapat mempelajari modul ini dengan lebih mudah. definisi baterai. Melalui evaluasi tersebut dapat diketahui apakah siswa mempunyai kompetensi pengujian. Selain itu diuraikan informasi tentang keselamatan kerja dan pertolongan pertama bila terjadi kecelakaan terkait penangan baterai. 3. Petunjuk Bagi Siswa 1) Bacalah modul secara seksama pada setiap kegiatan belajar. e. d. Modul ini disusun dalam 5 sub bab. Di akhir modul juga diberikan soal-soal evaluasi beserta jawabannya. mengaktifkan baterai. memeriksa dan mengisi baterai. 2) Kerjakan setiap test formatif pada setiap kegiatan belajar. metode melakukan jumper baterai. Mengaktifkan baterai. Materai diuraikan dengan pendekatan praktis disertai ilustrasi yang cukup agar siswa mudah memahami bahasan yang disampaikan. PETUNJUK PENGGUNAAN a. PRASYARAT Sebelum mempelajari modul ini siswa diharapkan sudah menguasai teori – teori tentang baterai diantaranya. b. Memeriksa dan mengisi baterai. DESKRIPSI Modul Merawat Baterai ini berisi materi dan informasi tentang prosedur pelepasan dan pemasangan baterai. bila ada uraian yang kurang jelas silakan bertanya pada guru/ instruktur. setiap sub bab berisi materi. komponen – komponen baterai. pemeliharaan dan penggantian baterai dengan sub kompetensi: a. cara kerja baterai (reaksi elektrokimia). Menjumper baterai. untuk mengetahui seberapa besar pemahaman saudara terhadap materi yang disampaikan.siswa juga diharapkan sudah mempunyai pemahaman tentang dasar – dasar kelistrikan. tipe – tipe baterai.PENDAHULUAN 1. c. klarifikasi hasil jawaban saudara pada kumpulan lembar jawaban yang ada. Menguji baterai. dan lain – lain. . 2. Melepas dan memasang baterai.

3) Organisator yaitu bersama siswa menyusun kegiatan belajar dalam mempelajari modul. d. sehingga dapat menentukan kegiatan selanjutnya. Melaksanakan jumper baterai dengan prosedur yang benar. 4) Evaluator yaitu mengevaluasi kegiatan dan perkembangan kompetensi yang dicapai siswa. 4. 4) Bila saudara siap mintalah guru untuk menguji kompetensi saudara. b. dan mencapai kompetensi dengan sempurna. Melepas dan memasang baterai dengan prosedur yang benar. Menguji baterai dengan prosedur yang benar. Jangan melakukan pekerjaan yang belum anda pahami dengan benar. organisator dan evaluator. Petunjuk Bagi Guru/Instruktur Guru/ instruktur bertindak sebagai fasilitator. training obyek dan media yang cukup bagi siswa sehingga kompetensi siswa cepat tercapai. BAB II PERAWATAN BATERAI (KONVENSIONAL) 1. alat. e. Jadi guru/ instruktur berperan: 1) Fasilitator yaitu menyediakan fasilitas berupa informasi. Memeriksa dan mengisi baterai dengan metode yang benar. TUJUAN AKHIR Tujuan akhir dari modul ini adalah siswa mempunyai kompetensi: a. memanfaatkan fasilitas dan sumber lain untuk mendukung terpenuhinya kompetensi siswa. b. teliti dan hati-hati. Mengaktifkan baterai dengan prosedur yang benar. 2) Motivator yaitu memotivasi siswa untuk belajar dengan giat. motivator. MELEPAS DAN MEMASANG BATERAI . berlatih keterampilan. c. bahan.3) Lakukan latihan dengan cermat.

2) Mengganti baterai dengan baterai baru. 2) Pemindahan suplai baterai ke radio (sebagai contoh : pencuri melepaskan radio dan memotong kabelnya atau kemungkinan lain ada tukang yang memperbaiki. Nomor kodenya harus diketahui oleh pemilik. perawatan baterai merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan secara rutin. perawatan baterai bertujuan untuk memperoleh umur atau masa penggunaan baterai yang lebih lama.set mereka. Beberapa radio terpasang rangkaian Alat Anti Pencuri dan juga melepaskan memori pre. melepaskan sambungan baterai) direspon oleh rangkaian dalam radio dan radio masuk dalam mode (cara) dengan jalan mana ia tidak akan berguna hingga kode rahasia dimasukkan kembali ke dalam radio. 3) Melakukan bantuan starter akibat energi yang disimpan pada baterai tidak cukup untuk melakukan starter. Memasang atau memprogram kembali stasiun pada beberapa radio cukup memerlukan waktu dan pekerjaan yang sulit. Disamping perawatan baterai. . Uraian Materi Sesuai dengan tujuan perawatan. Terdapat 3 hal yang sering dilakukan terkait dengan baterai. Untuk itu prosedur pelepasan dan pemasangan haruslah dapat dipahami dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur kerja yang tepat. bila tidak. ketiga hal tersebut adalah: 1) Melepas baterai untuk tujuan perawatan. Sebelum melepaskan baterai untuk tujuan merawat baterai yaitu mengganti elektrolit. harus menghubungi supplier kendaraan atau distributor assesories tersebut. Dalam melaksanakan perawatan kendaraan. stasiun preset perlu dipasang kembali. membersihkan.a. Caranya bila baterai dihubungkan kembali. ada beberapa faktor yang harus diperhatikan yaitu: 1) Banyak peralatan berat yang dipasang dengan assesories yang melepaskan memorinya bila beterai tidak tersambung. perawatan piranti kelistrikan lainnya yang ada pada kendaraan pun tetap terkait dengan baterai. baik untuk kendaraan ringan maupun untuk kendaraan berat. Tujuan: Setelah mempelajari modul pada materi pertama ini. mengisi baterai atau mengganti baterai . mengganti baterai dan perbaikan kendaraan yang perlu melepas baterai. penggantian elektrolit. siswa harus dapat: 1) Melepas baterai dengan prosedur yang benar 2) Mengganti baterai dengan prosedur yang benar b.

pastikan berada penuh dan disambung secara betul sebelum melepaskan “baterai pendukung”. 2) Matikan atau putar kunci kontak pada posisi “OFF”. Untuk memperbaiki memori pada kendaraan ini selalu berpedoman pada pedoman dari pabrik. Untuk mengatasi masalah-masalah pada kendaraan dengan karakteristik diatas adalah dengan melakukan: 1) Mematikan semua beban listrik pada kendaraan 2) Menyambung dengan sumber baterai lain sebelum melakukan pemutusan sambungan baterai. 3) Buka tutup/ kap tempat baterai pada mesin. 5) Kendorkan dan lepaskan terminal baterai negatip terlebih dahulu dengan kunci yang tepat.3) Kehilangan memori elektronik pada kendaraan modern yang menggunakan manajemen mesin elektrolik dan menggunakan transmisi otomatis yang terkontrol secara elektronik akan berarti bahwa memori harus relevan. 3) Jangan menyalakan komponen elektrik saat baterai tidak tersambung. Prosedur Melepas dan Memasang Baterai 1) Matikan semua beban listrik terlebih dahulu melalui switch / kontak masing-masing. 4) Ketika memasang kembali baterai. Hati-hati jangan meletakkan kunci diatas baterai karena hal ini dapat menyebabkan hubung singkat. 4) Pasang pelindung / fender untuk melindungi cat dari kemungkinan tergores atau tumpahan asam. jangan memukul atau mencungkil terminal baterai untuk melepaskannya. Melepas Terminal Baterai Negatif 6) Bila terminal tersebut melekat dengan kuat pada terminal baterai. Gambar 1. Ini dapat merusak posnya atau . Sumber tenaga yang kecil ini cukup untuk menjalankan memori komputer dalam kendaraan tidak beroperasi tanpa menimbulkan bahaya atau gangguan.

pakailah sikat kuningan atau kertas gosok halus. Membersihkan Kotak Baterai . Melepas Terminal Baterai Gambar 3. jagalah agar elektrolit baterai tidak tumpah atau mengenai anggota badan maupun pakaian karena kandungan asam sulfat pada elektrolit sangat berbahaya. 8) Angkat baterai dari kendaraan 9) Tempatkan baterai di dalam kotak plastic. 10)Bersihkan permukaan baterai dengan air soda dan menggunakan kuas.baterai. Gunakan obeng untuk melebarkan terminal. Klem Baterai 7) Lepas klem baterai dengan melepas mur pada tangkai pengikat. Selama melaksanakan pekerjaan dengan baterai. Gambar 2. Jika tidak ada. kemudian keringkan dengan lap sampai kering 11)Bersihkan kutub – kutub baterai dengan alat khusus. kemudian tarik dengan traker khusus. Gambar 4.

Gambar 6.Gambar 4. pada baterai tanpa tanda permukaan pelat sel harus tertutup cairan H2SO4 dengan ketinggian 8 mm 13)Bila kurang jangan diisi dengan air biasa. beri Vet pada kutup dan terminal untuk mencegah karatan. Gambar 7. isilah dengan air suling atau air accu. Pemeriksaan Jumlah Elektrolit 14)Pasang kembali baterai pada tempatnya. perhatikan posisipengikatan dan klem baterai harus kuat agar baterai tidak goyang saat kendaraan berjalan atau bekerja. pemasangan yang kuat akan mengurangi kerugian tegangan pada terminal. . panas yang timbul pada terminal ataupun korosi. Pasang terminal positif sebelum terminal negatif. elektrolit tumpah. Membersihkan Terminal Baterai 12)Periksa ketinggian elektrolit baterai. sehingga dapat retak. jumlah elektrolit yang tepat yaitu antara Upper Level dengan Lower Level. 15)Pasang terminal baterai dengan kuat. Memberi Grease / Vet Pada Terminal Baterai 17)Lindungi terminal baterai positip dengan penutup karet atau isolator guna menghindari hubungan pendek. 16)Berikan grease atau vet pada terminal baterai sebelum memasang terminal.

Gambar . Ada tiga langkah utama dalam melaksanakan penggantian baterai yaitu: 1) Melepas 2) Memilih baterai pengganti 3) Memasang Proses melepas dan memasang telah dijelaskan di atas. Model Terminal Baterai dan Perlindungan Terminal 18)Baterai yang selalu mendapat servis akan mempunyai umur yang panjang dibandingkan yang tidak mendapat perawatan dengan baik. Mengganti Baterai Baterai harus diganti bila telah mengalami kerusakan. Dalam menentukan baterai pengganti harus memperhatikan beberapa hal diantaranya: 1) Kapasitas baterai 2) Dimensi baterai 3) Ukuran dan posisi terminal baterai Kapasitas baterai pengganti minimal sama dengan baterai sebelumnya. sehingga baterai tidak mampu menyimpan listrik.7. bila kapasitas baterai kurang dari sebelumnya maka suplai listrik saat starter kendaraan menjadi . over charging maupun usia. kerusakan baterai dapat berupa: 1) Keretakan pada kotak sehingga elektrolit baterai keluar dan menyebabkan kerusakan atau korosi bagian yang terkena cairan elektrolit baterai) 2) Keausan terminal berlebihan menyebabkan kontak baterai dengan terminal kurang baik sehingga suplai listrik ke sistem menjadi kurang 3) Kerusakan pada sel-sel baterai akibat getaran.

Dimensi baterai penting diperhatikan sebab pada kapasitas baterai yang sama belum tentu ukuran baterai sama. bila diameter terminal baterai lebih besar maka konektor baterai tidak masuk. tegangan baterai yang diperlukan khususnya untuk motor starter adalah 24 volt. sedangkan bila ukuran baterai terlalu kecil maka pengikatan tidak dapat dilakukan dengan baik.kurang. Posisi terminal tiap baterai juga tidak sama. Dalam memilih pengganti baterai. demensi dan posisi terminal. Pada baterai sebenarnya terdapat kode yang menunjukkan karakteristik baterai yaitu kapasitas. selain itu fungsi stabilizer saat kendaraan berjalan kurang baik. bila ukuran baterai terlalu besar menyebabkan tempat baterai tidak cukup. tegangan maupun kapasitas baterai. . Untuk itu perlu diperhatikan sambungan antar terminal pada saat merangkai baterai. bila hal ini terjadi maka kabel baterai menjadi kurang panjang. Ukuran dan posisi terminal baterai pada setiap baterai tidak pasti sama. sehingga bila kendaraan pada jalan macet atau sering menghidupkan starter terdapat kemungkinan kendaraan energi pada baterai kurang. Untuk memperoleh tegangan sumber 24 volt ini biasanya dilakukan dengan menggunakan dua buah baterai yang disambung atau dirangkai secara seri. sedangkan bila ukuran terlalu kecil maka pengikatan tidak dapat dilakukan dengan kuat. kedua baterai haruslah sama baik dari unsur dimensi. Kode tersebut adalah sebagai berikut: Gambar 8. Arti Kode Pada Baterai Pada kendaraan-kendaraan berat.

c. mengganti bateri maupun bantuan starter merupakan kegiatan yang sering dilakukan dalam perawatan dan perbaikan kendaraan. Saat melepas baterai terminal negatip harus dilepas dahulu. saat mengganti baterai harus memperhatikan kapasitas. Matikan semua beban listrik terlebih dahulu melalui switch / kontak masingmasing. Lepas klem baterai dengan melepas mur pada tangkai pengikat. jelaskan mengapa faktor tersebut perlu diperhatikan? 4. Buka tutup/ kap tempat baterai pada mesin d. Hati-hati jangan meletakkan kunci diatas baterai karena hal ini dapat menyebabkan hubung singkat. f. e. melepas baterai. guna mengidentifikasi karakteristik tersebut beberapa baterai menggunakan sistem kode yang tercantum pada kotak baterai. Matikan atau putar kunci kontak pada posisi “OFF” c. d. Sebutkan hal yang harus diperhatikan dalam mengganti baterai. dimensi dan posisi dan ukuran terminal baterai. b. Jelaskan makna kode NS 40Z yang tertulis pada kotak baterai! e. Test Formatif 1 1. Jelaskan prosedur melepas dan memasang baterai dengan benar! 2. Pasang pelindung / fender untuk melindungi cat dari kemungkinan tergores atau tumpahan asam. . Jawaban Test Formatif 1 1. Kendorkan terminal baterai negatif terlebih dahulu dengan kunci yang tepat. mengganti bateri maupun bantuan starter harus dilakukan dengan prosedur yang benar. Prosedur melepas dan memasang baterai :  Prosedur melepas baterai a. Faktor apa saja yang harus diperhatikan dalam melepas baterai? 3. Rangkuman Melepas baterai.

elektrolit tumpah. Kapasitas perlu diperhatikan agar sesuai dengan kebutuhan beban listrik pada kendaraan. dimensi dan ukuran. Pasang terminal positif sebelum terminal negatif. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam memasang adalah : a. d. Prosedur preset memori untuk kelengkapan utama kendaraan misalnya untuk ECU. Hal yang perlu mendapat perhatian dalam mengganti baterai adalah kapasitas. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melepas baterai adalah: a. Penggunaan assesories yang memiliki kode pengaman sehingga perlu mempersiapkan kode pengaman atau dengan memberi sumber listrik pengganti. Pertimbangan dimensi adalah untuk kesesuaian tempat pada kendaraan dan ukuran dan posisi terminal adalah untuk menyesuaikan dengan terminal yang ada pada harness kendaraan. Tempatkan baterai di dalam kotak plastik.  Prosedur memasang baterai. b. Melindungi terminal baterai positif dengan penutup karet atau isolator guna menghindari hubungan pendek. b. Selama melaksanakan pekerjaan dengan baterai. . Posisi pengikatan dan klem baterai harus kuat agar baterai tidak goyang saat kendaraan berjalan atau bekerja. c. posisi terminal baterai. 4. Pemasangan terminal baterai harus kuat untuk mengurangi rugi tegangan pada sambungan terminal. sehingga dapat retak. h. Langkah dalam memasang baterai adalah kebalikan dari langkah pelepasan. 3. misalnya dengan memasang baterai pengganti meskipun berkapasitas kecil. e. c.g. 2. Angkat baterai dari kendaraan. Terminal perlu diberi grease untuk menghindari korosi. jagalah agar elektrolit baterai tidak tumpah atau mengenai anggota badan maupun pakaian karena kandungan asam sulfat pada elektrolit sangat berbahaya. Bila baterai dilepas. perlu melakukan preset pada assesories misalnya radio receiver yang arus listriknya bersumber dari baterai. Makna kode NS 40Z.

dengan berat jenis 1. berat jenis elektrolit baterai dapat ditentukan.a. Tujuan Setelah mempelajari modul pada materi kedua ini. Charging atau pengisian baterai agar siap pakai telah dilaksanakan di pabrik pembuat baterai dengan menggunakan metode pengisian kering (dry charging).0007 setiap perubahan 1 0C. tentu saja diperlukan pengecekan terlebih dahulu berat jenis air zuur yang akan diisikan Dengan menggunakan Hidrometer atau Refractometer. kenaikan temperatur dan kapasitas baterai. Pada saat akan menggunakan baterai baru. 2.20) S 20 0C = Berat jenis pada temperature 20 0C . Agar mendapatkan baterai yang benar-benar siap pakai. NS berarti ukuran baterai lebih kecil dari normal b.0007 x (t . 2) Menjelaskan hubungan antara berat jenis elektrolit. Z berarti mempunyai kemampuan yang lebih baik dibandingkan dengan ukuran yang sama. MENGAKTIFKAN BATERAI a. Rumus untuk mengkoreksi hasil pengukuran adalah: S 20ºC = St + 0. Electrolit baterai adalah campuran dari 64% air distilasi (air suling / H20) dan 36% asam sulfat (SO4). Adapun ciri– ciri yang dimiliki adalah bahwa pada setiap sell baterai dalam kondisi vakum dan ditutup seal dengan sangat rapat.270 pada temperatur 20 0C atau 68 0F saat baterai dalam kondisi penuh. 40 adalah peringkat atau ukuran baterai c. perlu dilakukan pengisian elektrolit baterai khususnya pada baterai yang menggunakan elektrolit atau dikenal dengan baterai basah. b. Dikalangan bengkel. Yang perlu diperhatikan dalam mengukur berat jenis elektrolit adalah temperatur air zuur pada saat pengecekan. Uraian Materi Baterai baru yang diperjual belikan dipasaran umumnya masih dalam keadaan kosong atau belum terisi elektrolit. siswa harus dapat: 1) Mengaktifkan baterai dengan prosedur yang benar. Berat jenis elektrolit berubah sebesar 0. Berat jenis elektrolit baterai berkaitan dengan perubahan temperatur. Yang akan kita temui dipasaran adalah bentuk baterai baru yang siap diisi elektrolit dan siap terpakai. elektrolit ini dikenal dengan sebutan air zuur.

Hubungan Temperatur Dengan Berat Jenis Dari hasil pengukuran akan diperoleh data kondisi elektrolit.280.270 – 1. BJ elektrolit 1. 3) Persiapkan acuu zuur. Mengisi Elektrolit Pada Baterai Prosedur pengisian elektrolit pada baterai baru adalah dengan langkah-langkah seperti berikut ini : 1) Tempatkan baterai pada posisi yang aman.280 pada temperatur 20 0C. bila berat jenis elektrolit lebih dari 1.St t = Nilai pengukuran berat jenis = Temperatur elektrolit saat pengukuran Hubungan antara temperatur dan berat jenis elektrolit pada baterai diperlihatkan pada gambar berikut ini : Gambar 10. . jauhkan dari sumber bahaya api. Pastikan berat jenis accu zuur sesuai. Gambar 11. 2) Bersihkan permukaan baterai. 4) Lepas seal perapat pada lubang vent baterai.280 maka tambahkan air suling agar berat jenis berkurang menjadi 1.

260 sampai 1. Untuk itu pengukuran temperatur ruang perlu mendapatkan perhatian agar perhitunga berat jenis baterai diperoleh dengan tepat.280 pada temperatur 20 0C. Spesifikasi berat jenis air zuur berkisar antara 1. d. 6) Pastikan tidak ada cairan elektrolit yang tumpah. 9) Bersihkan kembali permukaan atas baterai. 11)Apabila kulit atau pakaian terkena air zuur. Berat jenis elektrolit berubah sebesar 0. Hal ini berguna untuk memberi waktu pada baterai agar elektrolit dapat benar-benar merendam plat-plat didalam sel baterai. Jelaskan prosedur pengisian elektrolit baterai! . Pengecekan ini dapat membantu menentukan sel mana pada baterai yang mempunyai tegangan kurang. Alat ukur berat jenis elektrolit baterai adalah menggunakan Hidrometer atau Refractometer.1 volt. 10) Tempatkan baterai pada tempat yang aman. Rangkuman Baterai baru yang siap diaktifkan membutuhkan pengisian elektrolit atau air zuur dan tidak membutuhkan charge atau pengisian arus listrik karena umumnya telah dilakukan pengisian dengan teknik dry charge.0007 setiap perubahan 1 0C. c. Apabila kurang dari 12 volt beri waktu beberapa saat (± 15 menit )dan lakukan pengukuran ulang. Untuk itu yang perlu diperhatikan adalah berat jenis elektrolit yang akan diisikan haruslah sesuai.5) Masukkan accu zuur ke tiap-tiap sel baterai hingga permukaan accu zuur berada pada level antara low dan max. Tiaptiap sel harus mempunyai elektrolit dengan kapasitas yang sama. Agar mendapatkan baterai yang benar-benar siap pakai. Bila perlu dapat juga dilakukan pengukuran tegangan pada masing-masing sel. Spesifikasi tegangan pada masing-masing sel adalah 2. Tes Formatif 2 1. segera basuh dengan air biasa atau air sabun sebagai Langkah pertolongan pertama. 7) Periksa kembali tinggi permukaan elektrolit pada baterai. Langkah berikut sebelum pemasangan baterai pada kendaraan adalah dengan melakukan pengecekan tegangan baterai. 8) Tutup semua sel dengan tutupnya masing-masing. baterai perlu didiamkan beberapa saat (15 – 30 menit) sebelum digunakan. Tegangan minimal yang diijinkan adalah 12 volt.

Kunci Jawaban Formatif 2 1. Pemeriksaan elektrolit. Pemeriksaan tegangan 1) Pemeriksaan Visual Baterai Bagian-bagian dari baterai yang perlu mendapatkan pemeriksaan visual meliputi : .27 – 1. Terdapat 3 kelompok pemeriksaan baterai yang sering dilakukan. Tujuan Setelah mempelajari modul pada materi ketiga ini. f. Prosedur pengisian elektrolit pada baterai baru a. Membersihkan permukaan baterai.2. siswa harus dapat: 1) Menjelaskan cara pemeriksaan baterai dengan prosedur yang benar. Tutup semua sel dengan tutupnya masing-masing. b. Jelaskan mengapa baterai yang baru diisi perlu didiamkan beberapa saat setelah diisi? e. Menempatkan baterai pada posisi yang aman. Baterai setelah diisi perlu didiamkan beberapa saat untuk memberi kesempatan bagi elektrolit agar dapat merendam komponen – komponen yang ada pada sel baterai sehingga baterai dapat bekerja dengan maksimal. Biarkan baterai beberapa saat sebelum dipasang pada kendaraan. Membersihkan permukaan baterai.0007 apabila terjadi kenaikan temperatur 1 0C. 2) Mejelaskan prosedur penggunaan baterai charger dengan prosedur yang benar. h. 3. Berat jenis elektrolit akan turun 0. d. 3. g. MEMERIKSA DAN MENGISI BATERAI a.28 pada temperatur 20 0C. Meletakkan baterai pada tempat yang aman. Menyiapkan air zuur dengan berat jenis elektrolit 1. Jelaskan pengaruh perubahan temperatur terhadap berat jenis elektrolit baterai? 3. 2. e. b. yaitu: Pemeriksaan Visual. c. Uraian Materi Baterai harus diperiksa secara periodik dan diuji kemampuannya. Melepas seal perapat pada lubang vent baterai. dan jauh dari sumber bahaya api. Memasukkan air zuur ke tiap-tiap sel baterai hingga permukaan air zuur berada pada level antara low dan max serta rata pada setiap selnya. i.

tergantung dari daya motor starter. Panas pada kabel menyebabkan sifat elastis kabel menurun.a) Kotak baterai Kotak baterai sering mengalami kerusakan yang dapat didentifikasi secara visual. dengan arus sebesar itu kabel akan panas. saat mesin distarter besar arus dapat mencapai 250 – 500 A.sel baterai Sel baterai sering mengalami gannguan yaitu sel yang mengembang akibat over charging maupun mengkristal dan sel yang rontok karena getaran. c) Terminal baterai dan konektor kabel Terminal baterai dan konektor merupakan bagian baterai yang sering mengalami kerusakan. bentuk kerusakan paling banyak adalah korosi yang disebabkan oleh uap elektrolit baterai maupun panas akibat kenektor kendor atau kotor. bocor akibat keretakan atau mengembang. Jumlah elektrolit harus berada diantara garis Upper Level dan Lower Level. f) Pemegang Baterai . kualitas yang kurang baik maupun usia baterai. Pemeriksaan jumlah elektrolit dapat dilakukan dengan cepat dan mudah karena kotak dibuat dari plastic transparant. Bila pengisian berlebihan (over charging) maka elektrolit cepat berkurang karena penguapan berlebihan. isolator muda pecah dan terkupas. d) Jumlah elektrolit Jumlah elektrolik perlu diperiksa secara periodik. hal ini terjadi terutama pada isolator dekat dengan terminal baterai. Gambar 12. e) Kabel Baterai Kabel baterai dialiri arus yang sangat besar. jenis kerusakan kotak baterai antara lain: kotak retak akibat benturan. mengembang akibat over charging. Pemeriksaan Bagian Baterai Secara Visual b) Sel.

d) Masukkan ujung hydrometer ke dalam lubang baterai. Akibat proses penguapan saat pengisian memungkinkan jumlah elektrolit berkurang. Langkah melakukan pengukuran elektrolit baterai adalah: a) Lepas terminal baterai negatif. e) Pompa hidromenter sampai elektrolit masuk ke dalam hydrometer dan pemberat terangkat. f) Tanpa mengangkat hydrometer baca berat jenis elektrolit baterai dan baca temperature elektrolit baterai. Catatan : pembacaan berat jenis elektrolit harus dalam posisi hydrometer tegak lurus agar mendapatkan hasil pembacaan yang valid (benar). oleh karena bila berkurangnya elektrolit tidak wajar maka periksa dan setel arus pengisian.Pemegang baterai harus dapat mengikat baterai dengan kuat agar goncangan baterai dapat dihindari. sehingga usia baterai dapat lebih lama. untuk menambah jumlah elektrolit yang kurang cukup dengan menambah H2O atau terjual dengan nama Air Accu. Keretakan baterai dapat pula menyebabkan elektrolit cepat berkurang. Jumlah elektrolit yang kurang menyebabkan sel baterai cepat rusak. karena cairan bersifat korosif maka bagian kendaraan yang terkena elektrolit akan korosi. selain itu cairan elektrolit dapat mengenai bagian kendaraan. g) Catat hasil pembacaan. 2) Pemeriksaan Elektrolit Jumlah elektrolit baterai harus selalu dikontrol. lakukan hal yang sama untuk sel baterai yang lain. ada kemungkinan pembaca harus dalam kondisi jongkok agar posisi hydrometer tegak lurus. Gangguan pada pemegang baterai antara lain kendor akibat mur pengikat karat untuk itu lindungi mur dengan mengoleskan vaselin/ grease. sedang jumlah elektrolit berlebihan menyebabkan tumpahnya elektrolit saat batarai panas akibat pengisian atau pengosongan berlebihan. jumlah yang baik adalah diantara tanda batas Upper Level dengan Lower Level. Penyebab elektrolit cepat berkurang dapat disebabkan oleh overcharging. . c) Masukkan thermometer pada lubang baterai. b) Lepas sumbat baterai dan tempatkan dalam wadah agar tidak tercecer.

0007 x t .0007 x ( 0 – 20) = 1. rumus untuk mengkoreksi hasil pengukuran adalah: S 20 0C= St + 0. menunjukkan berat jenis 1.Gambar 13. Tindakan yang dilakukan berdasarkan hasil pengukuran berat jenis elektrolit HASIL PENGUKURAN TINDAKAN = Nilai pengukuran berat jenis = Temperatur elektrolit saat pengukuran . S 20 0C = St + 0.20) = 1.260 + 0.20) S 20 0C= Berat jenis pada temperatur 20 0C St t Contoh: Tentukan berat jenis baterai bila hasil pengukuran pada temperatur 0 0C.0007 x (t .260 – 0.260.0014 = 1. Memeriksa Elektrolit Seperti yang telah diterangkan dalam materi 2 “mengaktifkan baterai”.246 Tindakan yang harus dilakukan terkait hasil pengukuran elektrolit adalah sebagai berikut: Tabel 1.

setel berat jenis. sebagai indikasi baterai perlu diganti.210 ganti baterai. atau dipasang satu indicator tersendiri. Indikator pada baterai jenis ini mempunyai 3 warna. Bila tidak bisa dilakukan. Prosedur pengukurannya adalah dengan memasang colok ukur pada terminal baterai .280 Atau lebih 1. Untuk pemeriksaan tegangan baterai dapat dilakukan dengan menggunakan volt meter.220 – 1. Perbedaan antar sel kurang dari 0.030.040 Tidak perlu tindakan Perbedaan berat jenis antar sel 0.1. atau lebih Bila berat jenis antar sel melebihi 0.1 volt. karena saat perawatan pemeriksaan berat jenis membutuhkan waktu yang cukup lama. Bila masih dibawah 1. sebagai indikasi baterai masih baik b) Warna hijau gelap (dark green) . ukur berat jenis. Apabila baterai mempunyai 6 buah sel maka baterai akan menghasilkan tegangan 12.6 volt. yaitu: a) Warna hijau (green) . ukur berat jenis. sebagai indikasi baterai perlu diperiksa elektrolitnya dan diisi c) Kuning (yellow). Adanya indicator berat jenis baterai membuat perawatan lebih sulit.040 Lakukan pengisian penuh. dan bila tidak dilakukan degan hati-hati elektrolit dapat tumpah/ menetes pada kendaraan. ganti baterai Terdapat beberapa produsen baterai menggunakan indicator berat jenis baterai yang menjadi satu kesatuan dengan sumbat mbaterai. Gambar 14.210 atau kurang Tambahkan air suling agar berat jenis berkurang Tidak Perlu Tindakan Lakukan pengisian penuh. Baterai Dengan Indicator Berat Jenis 3) Pemeriksaan tegangan baterai Pada setiap sell baterai menghasilkan tegangan 2.270 1.

Dengan demikian dapat diketahui bahwa perubahan berat jenis elektrolit mempengaruhi kapasitas baterai. Apabila berat jenis baterai berkurang maka perlu dilakukan pengisian ulang pada baterai yaitu dengan melakukan proses Charging. Pada sel tester akan terbaca tegangan pada masing – masing sel sehingga dapat diketahui sel mana yang rusak apabila terjadi kerusakan pada sel baterai.dan avometer akan menunjukkan tegangan baterai. Hubungan berat jenis dan kapasitas adalah sebagai berikut: Gambar 15. Grafik Hubungan Berat Jenis Dengan Kapasitas Baterai Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui prosentase kondisi baterai atau tingkat kehilangan listrik. . Disamping itu dapat juga dilakukan pengukuran tegangan pada masing-masing sel dengan menggunkaan sell tester. Gambar 15. Penentuan besar arus dan lama waktu yang dibutuhkan untuk pengisian baterai dapat diketahui melalui data hasil pengukuran berat jenis elektrolit. Mengukur Tegangan Baterai Pengisian baterai Dari pemeriksaan berat jenis elektrolit baterai dapat diketahui kondisi penyimpanan arus listrik pada baterai.

(lihat grafik).5 = 6 jam. besar arus pengisian normal sebesar 10 % dari kapasitas baterai.18.2 ~1.5 kapasitas diketahui bahwa pada saat itu energi yang hilang dan perlu perlu diisi sebesar 40 %.2 ~ 1.5 adalah faktor koreksi terhadap hambatan-hambatan yang ditimbulkan oleh penghantar serta perubahan temperature akibat pengisian. Untuk menentukan lamanya waktu pengisian dapat digunakan rumus seperti berikut : Nilai 1. Pelepasan sumbat ini dengan tujuan untuk sirkulasi uap yang dihasilkan elektrolit . Prosedur pengisian: Pengisian dengan satu baterai a) Buka sumbat baterai tempatkan sumbat pada wadah khusus agar tidak tercecer. Contoh baterai 100 AH maka besar arus pengisian 100 x 10/100 = 10 Amper. atau sebesar: 100 x 40% = 40 AH.Contoh : Sebuah baterai berkapasitas 50 AH dengan berat jenis terkoreksi pada suhu 20 0C adalah 1. Contoh: Hasil pengukuran baterai dengan kapasitas 100 AH menunjukan berat jenis 1. Apabila data ini dibandingkan dengan grafik hubungan berat jenis dengan Tingkat kehilangan muatan (AH) Besar arus pengisian Waktu pengisian = X 1. Besarnya kehilangan muatan adalah sebesar 40%. Pengisian / Charging Pengisian baterai dapat dikelompokan menjadi dua kelompok yaitu: a) Pengisian Normal b) Pengisian Cepat Pengisian Normal Pengisian normal adalah pengisian dengan besar arus yang normal. Besar arus pengisian normal adalah : 10% × 100AH = 10 Amper Waktu pengisian yang dibutuhkan adalah : (40 AH/10A) x 1.18 pada temperature 20 0C.

klem jangan dilepas saat battery charge masih hidup.saat pengisian. bila terbalik akan timbul percikan api. e) Hidupkan battery charger. b) Hubungkan kabel positif baterai dengan klem positif battery charger dan terminal negatif dengen klem negatif. lakukan terminal negatif dahulu. dan setel besar arus sesuai dengan kapasitas normal pengisian baterai. bila tidak dilengkapi maka catat waktu mulai proses pengisian. dan menghindari tekanan pada sel baterai akibat gas yang dihasilkan. sebab akan terjadi percikan api pada terminal saat dilepas dan menimbulkan ledakan pada baterai akibat uap baterai terbakar. Mengisi Baterai c) Hubungkan battery charger dengan sumber listrik 220 V d) Pilih selector tegangan sesuai dengan tegangan baterai. Gambar 17. Hati-hati jangan sampai terbalik. missal : baterai 100 AH pengisian normal sebesar 10 A. Pasang papan peringatan pada daerah yang digunakan untuk . Uap baterai adalah gas hydrogen yang mudah terbakar dan mudah meledak. dimana bila pemasangan terbalik akan muncul bunyi peringatan. Gambar 18. bila dipaksa baterai akan rusak. panel pada baterai charger g) Bila pengisian sudah selasai. pada battery charger model tertentu dilengkapi dengan indicator. misal baterai 12 V maka selector digerakan kearah 12 V. f) Setel waktu yang diperlukan untuk pengisian (untuk battery charging yang dilengkapi timer). h) Lepas klep battery charger pada terminal baterai. maka matikan battery charger.

Pelepasan sumbat ini dengan tujuan untuk sirkulasi uap yang dihasilkan elektrolit saat pengisian. Pengisian lebih dari satu baterai Pengisian baterai yang lebih dari satu buah dapat dilakukan dengan dua metode. Mengisi Baterai Dengan Rangkaian Parallel b) Hubungkan kabel positif baterai 1 dengan terminal positif baterai 2 kemudian hubungkan dengan klem positif battery charger. dimana bila pemasangan terbalik akan muncul bunyi peringatan. dan menghindarai tekanan pada sel baterai akibat gas yang dihasilkan. Hati-hati jangan sampai terbalik. Ventilasi pada ruang pengisian harus cukup.pengisian.. mengisi baterai 50 AH dan 40 AH maka diperlukan arus sebesar 10 % x (40+50) = 9 A. f) Setel waktu yang diperlukan untuk pengisian (untuk battery charging yang dilengkapi timer). bila dipaksa baterai akan rusak. dan setel besar arus sesuai dengan kapasitas baterai. . Demikian pula untuk terminal negatif. Prosedur pengisian secara parallel adalah seperti berikut : a) Buka sumbat bateri (vent caps) tempatkan sumbat pada wadah khusus agar tidak tercecer. e) Hidupkan battery charger. Gambar 19. c) Hubungkan battery charger dengan sumber listrik 220 V d) Pilih selector tegangan sesuai dengan tegangan baterai. bila tidak dilengkapi maka catat waktu mulai proses pengisian. yaitu merangkai secara Paralel dan Merangkai secara seri. bila terbalik akan timbul percikan api. misal baterai 12 V maka selector digerakan kearah 12 V. untuk menghidarai meningkatnya kosentrasi hydrogen pada ruangan. sehingga potensi menimbulkan ledakan atau kebakaran. pada battery charger model tertentu dilengkapi dengan indicator. Besar arus merupakan jumlah arus yang dibutuhkan untuk baterai 1 dan baterai 2. Misalnya untuk mengisi dua baterai 50 AH dibutuhkan arus pengisian sebesar 10% x(2 x50)) = 10 A.

dimana bila pemasangan terbalik akan muncul bunyi peringatan. klem jangan dilepas saat battery charger masih hidup. misal 2 baterai 12 V dirangkai seri maka tegangan menjadi 24 V maka selector digerakan kearah 24 V.Waktu yang diperlukan sesuai dari hasil pengukuran berat jenis elektrolit masingmasing baterai. Demikian pula untuk termianal negatif. sebab akan terjadi percikan api pada terminal saat dilepas dan menimbulkan ledakan pada baterai akibat uap baterai terbakar. bila dipaksa baterai akan rusak. dan menghindarai tekanan pada sel baterai akibat gas yang dihasilkan Gambar 20. Uap baterai adalah gas hydrogen yang mudah terbakar dan mudah meledak. Untuk melakukan pengisian rangkaian Seri 2 baterai adalah dengan prosedur seperti berikut : a) Buka sumbat bateri tempatkan sumbat pada wadah kusus agar tidak tercecer. Pelepasan sumbat ini dengan tujuan untuk sirkulasi uap yang dihasilkan elektrolit saat pengisian. c) Hubungkan battery charger dengan sumber listrik 220 V d) Pilih selector tegangan sesuai dengan total tegangan baterai. g) Bila pengisian sudah selasai. Hati-hati jangan sampai terbalik. . matikan battery charger h) Lepas klep battery charger pada terminal baterai. Mengisi Baterai Dengan Rangkaian Seri b) Hubungkan kabel positif baterai 1 dengan terminal positif baterai 2 kemudian hubungkan dengan klem positif battery charger. bila terbalik akan timbul percikan api. pada battery charger model tertentu dilengkapi dengan indikator. lakukan terminal negatif dahulu.

Waktu yang diperlukan sesuai dari hasil pengukuran berat jenis elektrolit masingmasing baterai. lakukan terminal negatif dahulu. mengisi baterai 50 AH dan 40 AH maka diperlukan arus sebesar yang digunakan 10 % x 40 AH = 4 A. sehingga arusnya yang mengalir cukup besar sehingga kabel maupun klem ‘buaya’ untuk pengisian harus berukuran besar. Uap baterai adalah gas hydrogen yang mudah terbakar dan mudah meledak. f) Setel waktu yang diperlukan untuk pengisian (untuk battery charging yang dilengkapi timer). g) Bila pengisian sudah selasai. maka mematikan battery charger. bila tidak dilengkapi maka catat waktu mulai proses pengisian. klem jangan dilepas saat battery charge masi hidup. Kelebihan rangkaian seri: a) Mampu menentukan dengan pasti berapa besar arus yang mengalir ke tiap baterai. sehingga muda ditentukan waktu pengisiannya. Kelemahan: a) Tidak mampu menentukan dengan pasti berapa besar arus yang mengalir ke tiap baterai. Misalkan besar untuk mengisi dua baterai 50 AH dibutuhkan arus pengisian sebesar 10% x 50 = 5 A. sehingga sulit menentukan waktu pengisian yang tepat. h) Lepas klep battery charger pada terminal baterai. . dan setel besar arus sesuai dengan kapasitas baterai yang paling kecil. sehingga dapat menentukan waktu pengisian dengan tepat.e) Hidupkan battery charger. sebab akan terjadi percikan api pada terminal saat dilepas dan menimbulkan ledakan pada baterai akibat uap baterai terbakar. b) Arus listrik yang dialirkan merupakan arus total pengisian. b) Arus listrik yang dialirkan besarnya sama untuk semua baterai. sehingga rancangan trafo yang digunakan lebih sederhana.. Metode mengisi baterai lebih dari satu memiliki kelemahan dan kelebihan masingmasing. b) Tetap aman meskipun kapasitas baterai tidak sama. Kelebihan utama pengisian dengan parallel adalah: a) Tegangan pengisian rendah yaitu 12 V.

yang berbeda adalah besar arus pengisian yang diatur sangat besar. sehingga arus pengisian kecil dan kabel maupun klem buaya yang digunakan untuk pengisian dapat dengan ukuran lebih kecil. Prosedur pengisian cepat sebenarnya sama dengan pengisian normal.c) Besar arus pengisian normal berdasarkan kapasitas baterai yang paling kecil. bila sumbat tidak dilepas kotak baterai dapat melengkung akibat tekanan gas dalam sel baterai yang tidak mampu keluar akibat lubang ventilasi kurang. Pengisian cepat sering dilakukan untuk membantu kendaraan yang mogok atau sedang dalam proses perbaikan. Dengan demikian metode ini kurang tepat untuk baterai dengan kapasitas yang jauh berbeda. Pada kasus pengisian cepat di atas kendaraan yang perlu diingat adalah melepas kabel baterai negatif sebelum melakukan pengisian. Contoh saat pengisian normal sumbat baterai tidak dilepas tidak menimbulkan masalah yang serius sebab temperatur pengisian relatif rendah sehingga uap elektrolit sangat kecil. hal ini disebabkan saat pengisian cepat tegangan dari battery charging lebih besar dari pengisian normal. Kelemahan: a) Tegangan pengisian merupakan total tegangan baterai yang diisi. Besar pengisian tidak boleh melebihi 50% dari kapasitas baterai. sehingga harus dilakukan dengan ektra hati-hati. sehingga untuk baterai yang kapasitasnya besar waktu pengisian terlalu lama. berbeda dengan pengisian cepat dimana arus yang besar menyebabkan temperature elektrolit sangat tinggi sehingga penguapan sangat besar. Pengisian Cepat Pengisian cepat adalah pengisian dengan arus yang sangat besar. berarti tegangan pengisian sebesar 48 V. kondisi ini berpotensi merusak komponen elektronik dan diode pada alternator. b) Tidak tepat digunakan untuk baterai yang kapasitasnya bervariasi. Selain itu juga faktor resiko yang jauh lebih besar. sebab harus mengikuti arus pengisian baterai yang kapasitas kecil. misal 4 baterai 12V. dengan demikian untuk baterai 100 AH. . dan bila mengikuti baterai kapasitas besar maka pada baterai yang kapasitasnya kecil akan mengalami over charging sehingga baterai cepat rusak. sehingga baterai tidak diturunkan dari kendaraan. besar arus pengisian tidak boleh melebihi 50 A.

Disamping itu berat jenis elektrolit juga akan berubah sesuai dengan kenaikan tegangan pada baterai. terminal dan konektor. Maka besar arus pengisian yang harus diisikan adalah : Arus pengisian = 30 Amper. sel-sel. Frekwensi gelembung udara tersebut bergantung pada besar kecil arus pengisian.5 – 1 jam Contoh : Sebuah baterai 100AH membutuhkan pengisian cepat dengan berat jenis terkoreksi pada suhu 200C adalah 1. Pengisian baterai dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengisian normal dan pengisian cepat. Pemeriksaan visual pada baterai meliputi pemeriksaan kotak baterai. kabel baterai dan pemegang baterai. Pada pengisian normal besar arus pengisian adalah 10% dari kapasitas . warna hijau gelap menunjukkan baterai perlu diisi dan warna kuning menunjukkan kondisi baterai yang perlu diganti. warna hijau menunjukkan baterai masih baik. Rangkuman Pemeriksaan baterai pada kendaraan terdiri atas pemeriksaan visual.20. Waktu pengisian yang tersedia 0. Pada beberapa baterai yang dilengkapi dengan indicator warna.5 jam. Dari grafik dapat diketahui tingkat kehilangan muatan pada baterai adalah sebesar 30% yaitu 30Amper.Untuk menentukan besarnya arus pengisian pada pengisian cepat dapat dilakukan dengan menggunkan rumus berikut : Waktu pengisian yang tersedia 0. c. Pengisian baterai yang baik akan ditandai dengan munculnya gelembung-gelembung udara dari dalam sel baterai. Pemeriksaan elektrolit merupakan pemeriksaan terhadap berat jenis baterai yang dapat menggambarkan tentang kondisi baterai atau besarnya kehilangan muatan pada baterai. jumlah elektrolit . pemeriksaan elektrolit baterai dan pemeriksaan tegangan baterai.

pemegang baterai. sel-sel.5 jam. jumlah elektrolit . 2. Pengisian normal adalah pengisian baterai dengan arus 10% dari kapasitas baterai. Tuliskan bagian-bagian baterai yang perlu mendapatkan pemeriksaan secara visual! 3. b. Hasil pengukuran baterai dengan kapasitas 60 AH menunjukan berat jenis 1. pemeriksaan berat jenis elektrolit dan pemeriksaan tegangan. sedangkan pengisian cepat digunakan untuk kondisi darurat dengan besar arus maksimal tidak boleh melebihi 50% kapasitas baterai. dengan waktu pengisian antara 0. sehingga perlu ditentukan lebih dahulu besar arus dan lama waktu pengisian. c. Besar arus pengisian normal adalah : 10% × 60 AH = 6 Amper Waktu pengisian yang dibutuhkan adalah : (30 AH/10A) x 1. Test Formatif 3 1. terminal dan konektor. Tentukan lamanya waktu pengisian! 5. Jelaskan perbedaan antara pengisian normal dan pengisian cepat! 4. d. Bagian-bagian yang perlu pemeriksaan secara visual adalah : a. Cara pengisian dengan menggunakan baterai charger dapat dilakukan untuk lebih dari satu baterai dengan cara penyambungan seri atau parallel.16 pada temperature 20 0C.5 – 1 jam 4. Apabila data ini dibandingkan dengan grafik hubungan berat jenis dengan kapasitas diketahui bahwa pada saat itu energi yang hilang dan perlu perlu diisi sebesar 50 % atau sebesar : 60 x 50% = 30 AH.16. Sebuah baterai berkapasitas 60AH.5 = 4. Melakukan pengisian baterai merupakan upaya mengoptimalkan kemampuan baterai. Kunci Jawaban Formatif 3 1. kotak baterai. kabel baterai e. Pengisian cepat dilakukan untuk kondisi darurat. . Jenis pemeriksaan yang perlu dilakukan pada baterai adalah pemeriksaan visual. Kedua cara penyambungan ini masing-masing mempunyai keuntungan dan kerugian. 3. Jelaskan prosedur charging baterai dengan dua buah baterai di sambung secara paralel! e. berat jenis elektrolit terukur pada temperatur 20 0C adalah 1. Untuk pengisian cepat.baterai. d. Jelaskan jenis pemeriksaan apa saja yang perlu dilakukan pada baterai! 2. besar arus pengisian tidak boleh melebihi 50% kapasitas baterai.

matikan battery charger. e. d. Tujuan: Setelah mempelajari modul pada materi keempat ini. b. . dan setel besar arus sesuai dengan kapasitas baterai yang paling kecil bila berbeda. siswa harus dapat menjelaskan prosedur pengujian baterai dengan menggunakan beban sesuuai dengan prosedur yang benar. g. Besar arus 10% dari kapasitas baterai terkecil. Pilih selektor tegangan yang sesuai yaitu dengan menggerakkan selector kearah 12 V. Hubungkan kabel positif baterai 1 dengan terminal positif baterai 2 kemudian hubungkan dengan klem positif battery charger. c. Prosedur charging baterai dengandua buah baterai disambung paralel adalah seperti berikut : a. 4. Buka sumbat bateri (vent caps). b. Setel waktu yang diperlukan untuk pengisian (untuk battery charging yang dilengkapi timer). f. Hubungkan batery charger dengan sumber listrik 220 V. Demikian pula untuk termianal negatif. klem jangan dilepas saat battery charger masih hidup. lakukan terminal negatif dahulu. Lepas klep battery charger pada terminal baterai. MENGUJI BATERAI a. Hidupkan battery charger. Bila pengisian sudah selasai. Waktu yang diperlukan sesuai dari hasil pengukuran berat jenis elektrolit masing – masing baterai. bila tidak dilengkapi maka catat waktu mulai proses pengisian. sehingga bila kendaraan lama tidak digunakan maka energi listrik yang tersimpan pada baterai dapat berkurang cukup banyak sehingga mesin sulit dihidupkan. tempatkan sumbat pada wadah kusus agar tidak tercecer.5. Uraian Materi Kebocoran Arus Adanya kebocoran arus listrik menyebabkan baterai mengalami pengosongan.

Besar arus tersebut disebabkan energi listrik yang digunakan untuk jam maupun 3) 4) 5) memori ECU (Electronic Control Unit). Penunjukan yang baik adalah 0 Volt. Pemeriksaan Kebocoran Arus Langkah untuk memeriksa kebocoran arus listrik adalah sebagai berikut: 1) 2) Matikan seluruh beban kelistrikan Lepas kabel baterai negative Pasang amper meter dengan skala ukur 35 mA Baca hasil pengukuran Besar kebocoran arus tidak boleh melebihi 20 mA. dan tegangan tidak boleh melebihi 0. kotoran. air pada terminal atau soket sehingga mampu mengalirkan listrik.Gambar 21. Pemeriksaan Kebocoran Bodi Atur selector pada voltage. Kebocoran arus listrik dapat pula terjadi ke bodi baterai (Case drain) untuk memeriksa hal tersebut dapat dilakukan dengan cara: Gambar 22.5 V. Pengukuran dapat pula dilakukan pada kabel positif. Penyebab terjadi kebocoran arus karena adanya karat. Pemeriksaan Dengan Test Beban Baterai . hubungkan kabel negatif multi meter ke negatip baterai dan positip volt meter ke bodi bateri.

dapat digunakan tabel berikut : Temperatur elektrolit 210 C ke atas 160 C 100 C 40 C Prosedur pengujian : 1) Pasang tester beban seperti terlihat pada gambar 22. Pemeriksaan dilakukan dengan cara memberi beban baterai sebesar 3 kali kapasitas baterai selama 15 detik. 3) Pertahankan beban tersebut minimal 15 detik 4) Baca besarnya tegangan baterai pada Load tester. Sebagai bahan pembanding.6 V baterai perlu diisi beberapa saat. Test Dengan Beban Mengingat besarnya temperatur juga mempengaruhi kapasitas baterai.6 V berarti baterai masih baik. baterai masih baik.3 volt menunjukkan arus sebesar 3 kali kapasitas baterai (misal kapasitas baterai 100AH maka beban arus sebesar 300 Amper).5V – 9.5 V ganti baterai karena kemungkinan ada sel baterai yang sudah rusak. Hal-hal tersebut antara lain: . Keselamatan Kerja Saat Menguji Baterai Sebelum melaksanakan pengujian tersebut perlu diperhatikan masalah keselamatan kerja saat menangani baterai. Gambar 23.6 volt 9. bila baterai 6. Bila tegangan baterai sama dengan atau lebih dari 9. 2) Beri beban pada baterai dengan memutar pengontrol hingga ampermeter Tegangan Minimum dengan beban 9. bila tegangan kurang dari 6.6 volt. Apabila tegangan baterai mencapai minimal 9. maka suhu elektrolit juga perlu menjadi pertimbangan.Pemeriksaan baterai dengan beban dilakukan Battery load tester.5 volt 9.4 volt 9.

jangan menyalakan korek atau merokok dekat lokasi pengisian baterai. Gambar 24. termasuk pemakaian alas kaki yang sesuai dan pelindung mata 3) Putuslah hubungan kabel baterai pada saat anda kan memperbaiki beberapa bagian dari suatu sistem rangkaian kelistrikan. 7) Gas yang keluar dari bagian atas sel baterai selama proses pengisian dan beroperasinya baterai bersifat mudah meledak. bila baterai anda tidak memiliki lubang pengaman. bukan vice versa atau asam lainnya yang dapat mengakibatkan cairan asam tumpah (pada kasus tertentu mengakibatkan ledakan).1) Baterai pada umumnya berukuran besar dan berisi larutan asam sulfat. sehingga jam tangan logam perhiasan dan gelang sebaiknya tidak dikenakan pada saat anda bekerja dengan baterai. bukalah tutup penyumbatnya agar gas hodrogen yang dihasilkan pada saat proses pengisian dapat keluar. 5) Ingatlah baterai mudah menimbulkan arus energi listrik pada tenggang tinggi. perlu diperhatikan keamanan awal yang diperlukan untuk menghindari pemakai atau kerusakan alat elektronik. 6) Gunakan selalu campuran asam sulfat dan air. . Mulailah dengan melepas terminal negatif akan mengurangi bahaya akibat hubungan pendek pada saat anda mempergunakan peralatan reparasi. oleh karena itu saat berkerja dengan baterai. Pemutusan Terminal Ground Baterai. 8) Apabila baterai anda memiliki lubang ventilasi pengaman jangan buka tutup penyumbatnya ketika melakukan proses pengisian. 2) Gunakan alat pelindung atau alat pengaman. 4) Lepas hubungan terminal baterai ke ground (massa) terlebih dahulu.

basuhlah mata anda dengan air berulang-ulang. 3) Bila Cairan asam mengenai mata anda. Bila cairan asam baterai mengenai kulit anda: 1) Basuhlah kulit anda dengan air yang bersih 2) Basuhlah berulang-ulang kurang lebih 5 menit. Tanda Peringatan Dilokasi Yang Penanganan Baterai 9) Jangan meniup baterai dengan aliran udara. ini akan membalik polarisasi dan mengakibatkan rusaknya alternator dan sistem elektronik yang mempergunakan semikonduktor. dapat juga menyebabkan kebutaan bila mengenai mata. usaplah dengan air yang banyak. compresor udar dapat membuka tutup sel dan menyebarkan larutan elektrolit ke tubuh anda. jangan salah memasang posisi terminal baterai. yang bersifat sangat korosif/ merusak. Pertolongan Pertama Asam sulfat. ini dapat menyebabkan kerusakan pada semua bahan yang dikenainya. Membersihkan Asam Yang Mengenai Mata . ini akan menyebabkan keracunan atau luka bakar yang serius bila terkena kulit. ini akan melarutkan asam pada air tersebut. 10)Untuk mencegah yang aman. Gambar 26.Gambar 25. merupakan bahan elektrolit aktif pada baterai. pada kasus lain larutan elektrolit dapat menetesi cat. 4) Larutan elektrolit juga berbahaya pada cat kendaraan. segera pergi ke dokter.

Apa yang perlu dilakukan apabila tegangan baterai pada saat pengujian dengan beban adalah 8. besar arus yang diberikan adalah 3 kali kapasitas baterai selama lebih dari 15 detik. Pada saat ini tegangan baterai yang baik akan berada pada minimal 9. Prosedur Pengujian baterai dengan beban : a. Nilai maksimum kebocoran yang diijinkan adalah sebesar 20 Ampere. c.c. Apabila tegangan baterai mencapai minimal 9. Apa yang dimaksud dengan Case Drain? 2. Dalam pengujian baterai dengan beban. Pasang tester beban load tester pada baterai b. Kebocoran arus listrik ke bodi atau case drain dapat pula terjadi.6 volt atau lebih dengan temperatur minimal 20 0C d. masih ada piranti elektronik pada kendaraan yang membutuhkan arus listrik maka kebocoran arus listrik akan tetap ada. Rangkuman Mengukur kebocoran arus pada baterai bertujuan untuk mengetahui tingkat kebocoran arus listrik saat kendaraan tidak beroperasi. Pertahankan beban tersebut minimal 15 detik d. Case Drain adalah kebocoran listrik pada bodi kendaraan akibat adanya kotoran- kotoran pada penghantar.5 volt 2. baterai masih baik. Baca besarnya tegangan baterai pada Load tester. Tes Formatif 4 1.7 volt? 4.6 volt. Tuliskan tindakan-tindakan keselamatan kerja yang perlu diperhatikan dalam menguji baterai! e. . Mengingat pada kondisi kunci kontak OFF. Hal ini tidak dikehendaki sehingga toleransi maksimum yang diijinkan adalah sebesar 0.5volt. korosi dan lain-lain. Tegangan maksimum yang diijinkan adalah sebesar 0. Kunci Jawaban Formatif 4 1. Jelaskan prosedur pengujian baterai dengan beban! 3. Beri beban pada baterai dengan memutar pengontrol hingga ampermeter menunjukkan arus sebesar 3 kali kapasitas baterai (misal kapasitas baterai 100 AH maka beban arus sebesar 300 Amper).

Gunakan alat pelindung atau alat pengaman. 5. g. e. 4. ini akan membalik polarisasi dan mengakibatkan rusaknya alternator dan sistem elektronik yang mempergunakan semikonduktor. h. Tidak menggunakan peralatan atau asesories yang terbuat dari logam atau emas selama bekerja dengan baterai. f.3. Terdapat 3 model “jump starting’. jangan salah memasang posisi terminal baterai. Apabila tegangan baterai pada saat pengujian dengan beban mencapai 8. Tindakan keselamatan kerja saat menguji baterai dengan beban adalah: a. termasuk pemakaian alas kaki/ sepatu yang sesuai dan pelindung mata c. b. Hindari tumpahan elektrolit dari baterai b. d. Jangan meniup baterai dengan aliran udara. 3) Menggunakan mesin / kendaraan lain Hal yang harus diperhatikan dalam melakukan jum starting. Uraian Materi Melakukan starter dengan bantuan sumber energi listrik dari luar atau sering disebut “jump starting“ sering dilakukan untuk melakukan start mesin tanpa melepas baterai. yaitu: 1) Menggunakan baterai luar 2) Menggunakan charging booster. siswa harus dapat menjelaskan prosedur jump starting dengan prosedur yang benar. Lepas hubungan terminal baterai ke ground terlebih dahulu. Tujuan Setelah mempelajari modul pada materi kelima ini.menggunakan baterai antara lain: .7 volt berarti baterai memerlukan charging. kompresor udara dapat membuka tutup sel dan menyebarkan larutan elektrolit ke tubuh anda. Jangan menyalakan korek atau merokok dekat lokasi pengisian baterai. Untuk mencegah yang aman. Memulai melepas terminal negatif akan mengurangi dampak akibat hubungan pendek pada saat anda mempergunakan peralatan reparasi. Ruang tempat kerja harus memiliki ventilasi yang cukup. BANTUAN STARTER ( JUMP STARTING ) a.

Model banyak digunakan di bengkel yang professional karena penggunaan efektif dan aman.1) Tegangan baterai untuk jum starting harus sama dengan tegangan pada kendaran.1000 CCA. . misalnya tegangan sumber kendaraan 24V maka tegangan baterai atau kendaraan yang digunakan jum starting harus 24V juga. 2) Cek terminal baterai bersihkan dari karat atau kotoran. disain alat dalam suatu kotak dan dilengkapi dengan kabel penghubung yang cukup besar. Gambar 27. yaitu terminal positif baterai mendapat terminal positif dan terminal negatif mendapat terminal negatif. 7) Saat melepas lakukan dengan hati-hati. alat ini merupakan baterai merupakan baterai yang didisain khusus secara kompak. 6) Setelah mesin hidup. Kemampuan baterai 250. 3) Hubungkan terminal positif baterai kendaraan yang akan dihudupkan dengan terminal positif bantuan dan terminal negatif dengan terminal negatif. jenis baterai yang digunakan adalah baterai Gel cell atau baterai kering. Berikutnya lepas kabel jumping untuk terminal positif. hindari hubung singkat atau percikan api pada terminal. kemudian tutup kap kendaraan. Kabel ini digunakan untuk dihubungkan ke baterai kendaraan yang akan dihidupkan. 8) Rapikan kabel jumper dan baterai yang digunakan. 4) Pastikan transmisi pada posisi netral dan rem parkir aktif. 5) Lakukan starter mesin. lepas kabel jumping negatif baterai pada terminal baterai kendaraan yang dihidupkan kemudiam melepas klem pada terminal negatif baterai bantuan. Jump Starting Menggunakan Baterai Beberapa produsen peralatan otomotif telah meluncurkan alat dengan nama Booster Pac. Prosedur Jump Starting 1) Buka kap kendaraan yang akan dilakukan jump starting. 2) Pemasangan kabel secara paralel.

matikan battery charging 9) Lepas kabel negatif battery charging. Bila terpaksa malekukan bantuan starter dengan komponen elektronik. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan alat ini antara lain: Kendaraan yang memiliki komponen elektronik bila mungkin dihindari melakukan bantuan starter dengan alat ini.Gambar 28. Matikan semua beban elektrik yang tidak diperlukan. Dengan tegangan sebesar itu dapat merusak komponen elektronik. perlu gunakan pelindung gelombang. lebih aman melepaskan baterai dan memasangnya dengan baterai yang telah diisi untuk menghidupkan kendaraan. Pada kendaraan yang tidak menggunakan komponen elektronik penggunaan lebih aman. kemudian lepas kabel positif. Booster Pac dengan Gel Cell Battery Pada beberapa model Battery Charging. 4) Atur selector battery charging pada posisi Booster. dilengkapi dengan posisi charging booster. posisi ini digunakan untuk melakukan bantuan starter. dan terminal negatif dengan kabel negatif. Ingat tegangan sumber dari booster pac tinggi dan dapat mengancam keamanan piranti elektrik pada kendaraan. 5) Hidupkan battery charging 6) Pastikan transmisi pada posisi netral dan rem parkir aktip 7) Lakukan starter mesin 8) Setelah mesin hidup. Prosedur penggunaannya adalah: 1) Buka kap kendaraan yang akan dilakukan jum starting 2) Cek terminal baterai bersihkan dari karat atau kotoran 3) Hubungkan terminal positif baterai kendaraan yang akan dihudupkan dengan kabel positif battery charging. . karena tergangan yang dihasilkan biasanya lebih tinggi yaitu 15 -18 volt. dan tegangan sesuai dengan tegangan sumber kendaraan yaitu 12V atau 24V. Penggunaan bantuan starter dengan alat ini lebih riskan dibandingkan dengan baterai.

3) Cek terminal baterai bersihkan dari karat atau kotoran. Bantuan starter dengan kendaraan lain Penggunaan “ jum starting” dengan baterai luar dapat digunakan beterai tersendiri yang disiapkan untuk melakukan jump starting atau menggunakan kendaraan lain tanpa melepas baterai pada kendaraan yang digunakan. Bantuan starter dengan charging booster lebih baik tidak dilakukan untuk kendaraan yang memiliki komponen elektronik. kemudian tutup kap kendaraan. pemasangan terminal harus benar dan kuat. lepas kabel jumping negatif baterai pada terminal baterai kendaraan yang dihidupkan kemudiam melepas klem pada terminal negatif baterai bantuan. menggunakan charging booster dan menggunakan baterai dari kendaraan lain. 5) Pastikan transmisi pada posisi netral dan rem parkir aktif. 7) Setelah mesin hidup. Tuliskan tiga metode Jump Starting yang dapat dilakukan pada kendaraan! 2. Rangkuman Melakukan bantuan starter dapat dilakukan dengan baterai yang disiapkan untuk bantuan starter. Hal yang perlu mendapat perhatin selama melaksanakan bantuan starter / jump starting adalah tegangan sumber harus sama dengan tegangan baterai kendaraan yang akan diberi bantuan starter. 2) Buka kedua kap kendaraan yang akan dilakukan jum starting.10)Hati-hati. Tes Formatif 5 1. 4) Hubungkan terminal positif baterai kendaraan yang akan dihudupkan dengan terminal positif kendaraan bantuan dan terminal negatif dengan terminal negatif. sebab akan terjadi percikan api pada terminal . Jelaskan prosedur jump starting yang benar! . c. hindari hubung singkat atau percikan api pada terminal. 11) Rapikan battery charging. 6) Lakukan starter mesin. d. Berikutnya lepas kabel jumping untuk terminal positif. Prosedur 1) Dekatkan kendaraan bantuan dengan kendaraan yang akan dilakukan jump starting. jangan melepas kabel battery charging pada kondisi battery charging masih hidup. Saat melepas lakukan dengan hati-hati.

hindari hubung singkat atau percikan api pada terminal. Cek terminal baterai bersihkan dari karat atau kotoran c. b. Pastikan transmisi pada posisi netral dan rem parkir aktif. d. perlu gunakan pelindung gelombang. Menggunakan baterai luar. Menggunakan charging booster.3. yaitu: a. Lakukan starter mesin. 2. Setelah mesin hidup. Matikan semua beban elektrik yang tidak diperlukan. b. Terdapat 3 model “jump starting” . Alternatif lebih baik menggunakan baterai lain yang masih baik. f. Saat melepas lakukan dengan hati-hati. Buka kap kendaraan yang akan dilakukan jump starting. c. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan alat booster pac antara lain: a. Berikutnya lepas kabel jumping untuk terminal positif. Tuliskan hal-hal yang perlu mendapat perhatian selama menggunakan peralatan jump starting! e. b. Kunci Jawaban Formatif 5 1. e. Menggunakan mesin / kendaraan lain. . Prosedur Jump starting a. g. Bila terpaksa malekukan bantuan starter dengan komponen elektronik. c. Tidak menggunakan booster pac untuk kendaraan yang memiliki komponen elektronik. 3. Hubungkan terminal positif baterai kendaraan yang akan dihudupkan dengan terminal positif bantuan dan terminal negatif dengan terminal negative. lepas kabel jumping negatif baterai pada terminal baterai kendaraan yang dihidupkan kemudian melepas klem pada terminal negatif baterai bantuan.

Sebutkan langkah – langkah dalam pengisian dua buah baterai yang disambung parallel dengan tegangan masing-masing 12 volt! 3. tegangan baterai terukur 6 volt. Jelaskan hubungan antar berat jenis elektrolit. Jelaskan prosedur pengukuran elektrolit baterai! 8.BAB III EVALUASI 1. Jelaskan prosedur pengujian baterai dengan beban! 4. EVALUASI Uji Kompetensi Pengetahuan Jawablah pertanyaan dibawah ini! 1. tindakan apa yang perlu dilakukan? 5. Apabila saat pengujian baterai dengan beban. temperatur elektrolit dan kapasitas pengosongan baterai! 7. Jelaskan prosedur pemeriksaan kebocoran listrik pada kendaraan! 6. Identifikasi pemeriksaan yang dilakukan dari gambar beterai berikut ini. . Jelaskan prosedur melepas baterai yang benar! 2. Jelaskan prosedur mengaktifkan baterai! 9.

. ……………………………………… 3. ………………………………………. 4. ………………………………………. ……………………………………….1. 5. ……………………………………… 2.

2. f. Matikan atau putar kunci kontak pada posisi “OFF”. Jelaskan perbedaan antara air zuur dan air accu! 2. g. d. Prosedur melepas baterai a. h. Gambarkan rangkaian pemasangan pengisian untuk 2 baterai 12V 80AH yang diisi secara seri. Hati-hati jangan meletakkan kunci diatas baterai karena hal ini dapat menyebabkan hubung singkat. Tempatkan baterai di dalam kotak plastik. Perbedaan berat jenis antar sell pada baterai b. Selama melaksanakan pekerjaan dengan baterai. Buka tutup/ kap tempat baterai pada mesin. jagalah agar elektrolit baterai tidak tumpah atau mengenai anggota badan maupun pakaian karena kandungan asam sulfat pada elektrolit sangat berbahaya. 14! 12. e. tentukan besar arus dan tegangannya apabila berat jenis elektrolit terkoreksi sebesar 1. Matikan semua beban listrik terlebih dahulu melalui switch/ kontak masing- masing. Kebocoran arus maksimal yang diijinkan c. Jelaskan keuntungan masing-masing pengisian baterai yang diparalel dan di seri! 13. Angkat baterai dari kendaraan. Pasang pelindung / fender untuk melindungi cat dari kemungkinan tergores atau tumpahan asam. 18 pada temperature 20 ºC! 11. b.10. Tentukan besar arus dan lama pengisian baterai 12 V 100 AH bila diketahui berat jenis elektrolitnya 1. Tuliskan toleransi yang diijinkan pada baterai tentang : a. c. Kebocoran tegangan pada body kendaraan 14. Prosedur pengisian secara parallel adalah seperti berikut : . Jelaskan makna warna pada indicator baterai! 15. Lepas klem baterai dengan melepas mur pada tangkai pengikat. KUNCI JAWABAN 1. Kendorkan terminal baterai negatif terlebih dahulu dengan kunci yang tepat.

f. misal baterai 12 V maka selector digerakan kearah 12 V. Baca besarnya tegangan baterai pada Load tester. c. baterai masih baik. Besar arus pengisian adalah jumlah kebutuhan arus semua baterai yang di charge. Hidupkan battery charger. maka mematikan battery charger. menunjukkan perlunya penggantian baterai. Hubungkan battery charger dengan sumber listrik 220 V d. Pilih selector tegangan sesuai dengan tegangan baterai. Bila pengisian sudah selasai. 3. Apabila tegangan baterai mencapai minimal 9. Lepas klep battery charger pada terminal baterai. b.a. Matikan seluruh beban kelistrikan. c. Lepas kabel baterai negatif. Beri beban pada baterai dengan memutar pengontrol hingga ampermeter menunjukkan arus sebesar 3 kali kapasitas baterai (misal kapasitas baterai 100AH maka beban arus sebesar 300 Amper). Pasang tester beban b. e. b. d. Demikian pula untuk terminal negatif. dan setel besar arus sesuai dengan kapasitas baterai. Buka sumbat bateri (vent caps) tempatkan sumbat pada wadah khusus agar tidak tercecer. h. Pasang amper meter dengan skala ukur 35 mA. Prosedur pengujian baterai dengan beban a. c. lakukan terminal negatif dahulu. bila tidak dilengkapi maka catat waktu mulai proses pengisian.6 volt. Waktu yang diperlukan sesuai dari hasil pengukuran berat jenis elektrolit masingmasing baterai. g. Pertahankan beban tersebut minimal 15 detik. Hubungkan kabel positif baterai 1 dengan terminal positif baterai 2 kemudian hubungkan dengan klem positif battery charger. Prosedur pemeriksaan kebocoran listrik pada kendaraan a. Setel waktu yang diperlukan untuk pengisian (untuk battery charging yang dilengkapi timer). . Bila tegangan baterai hasil pengujian dengan beban sebesar 6 volt. 5. 4.

Tutup semua sel dengan tutupnya masing-masing. 6. e. e. 7. Prosedur mengaktifkan baterai a. Lepas seal perapat pada lubang vent baterai. e. b. Tanpa mengangkat hydrometer baca berat jenis elektrolit baterai dan baca temperature elektrolit baterai. Pengurangan pengosongan kapasitas baterai dapat diukur melalui berat jenis elektrolit baterai. c. Kenaikan temperatur sebesar 1 0C pada elektrolit baterai mengakibatkan penurunan barat jenis elektrolit sebesar 0. Baca hasil pengukuran. f. bersihkan dengan menggunakan air biasa. 8. Besar kebocoran arus tidak boleh melebihi 20 mA. j. f. h. Periksa kembali tinggi permukaan elektrolit pada baterai. Apabila terdapat tumpahan- tumpahan elektrolit baterai. Tempatkan baterai pada tempat yang aman. g. Pompa hidromenter sampai elektrolit masuk ke dalam hydrometer dan pemberat terangkat. Lepas terminal negatif baterai.27 – 1. jauhkan dari sumber bahaya api.d. g. Masukkan accu zuur ke tiap-tiap sel baterai hingga permukaan accu zuur berada pada level antara low dan max. Tempatkan baterai pada posisi yang aman. Pastikan berat jenis accu zuur sesuai. . Lepas sumbat baterai dan tempatkan dalam wadah agar tidak tercecer. Bersihkan kembali permukaan atas baterai. d. Pastikan tidak ada cairan elektrolit yang tumpah. i. BJ elektrolit 1. Bersihkan permukaan baterai c.0007. Catat hasil pembacaan. d. Masukkan ujung hydrometer ke dalam lubang baterai. Tiap – tiap sel harus mempunyai elektrolit dengan kapasitas yang sama.28 pada temperatur 20 0C. b. lakukan hal yang sama untuk sel baterai yang lain. Persiapkan acuu zuur. Prosedur pengukuran berat jenis elektrolit baterai a. Masukkan thermometer pada lubang baterai.

Pemeriksaan pada case/ rumah baterai terhadap keretakan 10. baterai perlu didiamkan beberapa saat ( 15 – 30 menit ) sebelum digunakan.k. Pemeriksaan jumlah elektrolit baterai 5. Pemeriksaan konektor atau klem baterai terhadap kekendoran. Pemeriksaan pada baterai 1. Apabila kulit atau pakaian terkena air zuur. Pemeriksaan terhadap kekencangan pemegang atau dudukan baterai 3. atau sebesar: 100 x 40 % = 40 AH. 9. Agar mendapatkan baterai yang benar-benar siap pakai. sambungan dan lainlain 2.18 Ditanya : Lama pengisian baterai Dari grafik. segera basuh dengan air biasa atau air sabun sebagai Langkah pertolongan pertama. l. korosi atau karat 4. Gambar rangkaian pengisian m . BJ elektrolit : 1. diketahui pengosongan baterai adalah sebesar 40 %. Diketahui : Kapasitas baterai 12 volt 100AH. Pemeriksaan kabel terhadap lecet/luka. Besar arus pengisian normal adalah : 10 % × 100 AH = 10 Amper Waktu pengisian yang dibutuhkan adalah : 11.

Makna warna pada Indikator baterai. tegangan pengisian rendah yaitu 12 V. sebagai indikasi baterai perlu diperiksa Kuning (yellow). sehingga dapat menentukan waktu pengisian dengan tepat b. diketahui pengosongan baterai adalah sebesar 60 %. Dua baterai dengan kapasitas 100AH. 12 volt.  Rangkaian Seri a. sehingga arus pengisian kecil dan kabel maupun klem buaya yang digunakan untuk pengisian dapat dengan ukuran lebih kecil. Warna hijau (green) . Arus listrik yang dialirkan besarnya sama untuk semua baterai. sehingga muda ditentukan waktu pengisiannya. 14. Kelebihan pengisian  Rangkaian Parallel a. Warna hijau gelap (dark green) .Diketahui : Ditanya : 60% = 60 AH. . Perbedaan berat jenis antar sell pada baterai yang diijinkan adalah kurang dari 0. sehingga rancangan trafo yang digunakan lebih sederhana. Tetap aman meskipun kapasitas baterai tidak sama. yaitu: a. karena membentuk.rangkaian seri. Besar arus pengisian normal berdasarkan kapasitas baterai yang paling kecil.5 Volt. elektrolitnya dan diisi. Atau sebesar: 100 x Besar arus pengisian normal adalah : 10% X 100AH = 10 Amper Tegangan pengisian yang diberikan adalah 24 volt. 13.14 Besar arus pengisian dan tegangan pengisian Dari grafik. sebagai indikasi baterai perlu diganti. b.040. BJ elektrolit terkoreksi : 1. sebagai indikasi baterai masih baik. c. Mampu menentukan dengan pasti berapa besar arus yang mengalir ke tiap baterai.dankebocoran tagangan tidak boleh melebihi 0. c. 12. b. Besar kebocoran arus tidak boleh melebihi 20 mA.

siswa dapat memohon uji kompetensi. menguji baterai dan menjamper baterai sering dilakukan dalam aktivitas kerja. dari sini kompetensi siswa dapat diketahui. Berat jenisnya mencapai 1. mengaktifkan baterai.15. Guru/ instruktur akan menilai berdasarkan lembar observasi yang ada. Bagi siswa yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya. sedangkan uji praktek dengan mendemontrasikan kompetensi yang dimiliki pada guru/ instruktur. .28. uji kompetensi dilakukan secara teroritis dan praktek. Uji teoritis dengan cara siswa menjawab pertanyaan yang pada soal evaluasi. Air accu digunakan untuk menambah cairan elektrolit apabila elektrolit baterai berkurang. Setelah siswa merasa menguasai sub kompetensi yang ada. namun bila syarat minimal kelulusan belum tercapai maka harus mengulang modul ini. BAB IV PENUTUP Kompetensi Merawat Baterai merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai dengan baik sebelum mempelajari sistem kelistrikan alat berat. Untuk air accu adalah air distilasi yang merupakan murni H2O. atau bagian yang tidak lulus dan untuk itu belum diperkenankan mengambil modul berikutnya. Kegiatan melepas dan memasang baterai. memeriksa dan mengisi baterai. Air zuur adalah elektrolit yang diisikan pada baterai saat mengisi baterai pertama kali. memiliki kandungan asam sulfat.

Merawat Baterai.DAFTAR PUSTAKA Anonim (2004). Servis Dan Perawatan Rutin Baterai. Drs. . Anonim (2005). PPPGT/ VEDC Malang. UNY Yogyakarta. Daryanto (2001). Bumi Aksara. Pengetahuan Baterai Mobil.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful