subarna-edublogspot

Sabtu, 11 Juni 2011
PROGRAM LATIHAN TAHUNAN (PLT) TENIS
Oleh : SUBARNA Dalam kehidupan modern ini, manusia tidak dapat dipisahkan dari olahraga. Baik sebagai arena adu prestasi maupun sebagai kebutuhan untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat. Tenis merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat popular dan banyak digemari di semua lapisan masyarakat. Seperti halnya cabang olahraga yang mencakup aspek-aspek teknis tertentu. Untuk dapat bermain tenis baik bagi kaum amatir, lebih-lebih bagi pemain professional, seorang pemain dituntut untuk menguasai teknik-teknik memukul bola, langkah serta gerakan tubuh yang sesuai. Untuk kompetisi suatu kejuaraan seorang pemain tidak hanya dituntut pengetahuan teknis yang memadai, tetapi juga latihan yang intensif. Banyaknya faktor yang dapat mempengaruhi pencapaian prestasi tenis menjadikan Indonesia sangat sulit untuk mendapatkan mencapai prestasi maksimal dalam suatu even. Sangat ironi memang dengan jumlah penduduk yang begitu banyak, Indonesia saat ini belum mampu memperlihatkan prestasi terbaiknya dalam kancah regional maupun internasional. Terlepas dari hal itu, salah satu faktor yang perlu dipikirkan dan diperhatikan terutama dalam hal ini pelatih adalah perencanaan program latihan. Program latihan merupakan serangkaian rencana latihan yang sistematis yang didasari oleh landasan ilmiah serta bertujuan untuk membantu atlet untuk mencapai prestasi yang setinggi-tingginya. Tanpa kemahiran pelatih dalam menyusun suatu program latihan yang baik, maka tidak mungkin pula dia bisa melaksanakan training secara terorganisasi dengan baik (Harsono, 2004:6). Berdasarkan hal itu, maka kami mencoba menyusun Program Latihan Tahunan (PLT) 9 bulan dengan siklus tunggal. PLT ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi atlet secara maksimal dengan puncak prestasinya (peak-nya) di pertandingan yang paling penting di tahun itu (Harsono, 2004:13). PLT ini terdiri atas Tahap Persiapan Umum (TPU) selama 2 bulan, Tahap Persiapan khusus (TPK) selama 2 bulan, Tahap Pra Pertandingan TPP selama 2 bulan, dan Tahap Pertandingan Utama (TPUT) selama 3 bulan. Atas segala kekurangan yang disajikan dalam penyajian PLT ini, kami mohon maaf sebesarbesarnya. Segala kritik dan saran kami terima dengan tangan terbuka. Semoga PLT ini bermanfaat bagi pengembangan olahraga tenis di tanah air. BAB I PENTINGNYA PERENCANAAN PROGRAM LATIHAN (PPL) Perencanaan program atau training plan merupakan alat yang penting bagi pelatih untuk bias melaksanakan program secara terorganisasi dengan baik (well organized). Tanpa kemahiran pelatih dalam menyusun suatu program latihan yang baik, maka tidak mungkin pula dia bisa melaksanakan training secara terorganisasi dengan baik. Sebab kalau perencanaannya tidak bagus, hasilnya pun tak mungkin bagus. Sebaliknya kalau perencanaannya bagus, prestasi atletpun akan meningkat. Pelatih dalam perencanaan program latihan harus memahami hokum-hukum/prinsip-prinsip dan metodologi pelatihan yang benar seperti prinsip spesifik, overkompensasi, recoveri, second wind, overload, multilateral, devolepment, densitas latihan, reversibility, volume dan

Tujuannya adalah agar program jangka panjang bisa dikelola dalam segmen-segmen yang lebih kecil sehingga kemungkinan mencapai puncak prestasi di pertandingan utama terwujud. dan c. “………. Matveyev (1981) menambahkan satu siklus diantara siklus macro dan mikro yang disebut siklus meso ( meso – cycle) yang menurut dia merupakan jembatan antara macro dan mikro. PLT untuk cabang olahraga dibagi dalam tiga tahap yaitu : a.) PERENCANAAN PERIODISASI Planning atau perencanaan program oleh pelatih. disebut juga “ musim-musim latuhan” atau training seasons. preparation. ilmiah. Jadi secara sederhana periodisasi diterjemahkan dengan pentahapan. Metode periodisasi adalah cara yang paling baik. bisa satu sesi atau dua sesi sehari. yang system.bentuk dan porsi latihan disetiap tahap mempunyai tujuan yang spesifik dan atlet dipersiapkan untuk latihan berikutnya yang lebih “advance” ( lebih meningkat kinerjanya. Contohnya Jarver (1986) menamakan setiap tahap tersebut “…………fuondation. pelatih harus menyusun program untuk pengembangan atlet dalam aspek-aspek teknik (skill. keterampilan). Agar persiapan dan latihan dapat dilakukan secara efektif. “feeling” atau “menurut pengalaman dulu” maka keberhasilan akan “ kenetulan” saja. Tugas utama pelatih ialah untuk menyiapkan atletnya sebaik mungkin agar dalam pertandingan kelak dia mampu berprestasi semaksimal mungkin. Faktor yang paling sukar mencapai prestasi adalah menyusun program latihan yang sesuai kebutuhan atlet. Tahap Pertandingan ( competition period). kondisi fisik dan kondisi faaliah tubuhnya (conditioning) termasuk aspek psikologisnya. Karena bila dilakukan secara subjektif atau mengandalkan “instinct”. dan sesi-sesi latihan harian. agar bias bekerja seefektif mungkin pelatih tentunya harus mempunyai kepekaan professional yang tinggi serta pengalaman yang luas dalam bidang pendidikan jasmani dan kepelatihan. Morehouse . Jadi periodisasi dalam PLT adalah proses membagi program tahunan dalam beberapa tahap latihan (phase of training).durasi latihan. BAB II PERIODISASI (TAHAP LATIHAN) Pentahapan atau periodisasi adalah proses membagi-bagi program latihan tahunan ( PLT ) dalam tahap-tahap latihan yang lebih kecil. Tahap Transisi ( taransition period) (Bompa : 1994 ) Maksud dan tujuan setap tahap latihan sama. namun atlet top yang berpengalaman bisa membantu dalam perencanaan program latihan tersbut. dan active rest”. taktik.metode. Keduanya mempunyai arti dan tujuan yang sama yaitu untuk memungkinkan program dirancang secara khusus sehingga peaking ( pemuncakan performa / prestasi ) dicapai pada pertandingan penting pada waktu dan tanggal yang direncanakan. Jadi proses perencanaan program latihan harus didasarkan pada prosedur yang metodis.yang diukur secara objektif. competitive. Tahap Persiapan ( preparation period) b. TAHAP-TAHAP LATIHAN Program (PLT) dibagi dalam sejumlah tahap periode latihan. sistematis.daily or twice daily training seasons” ( Rushall dan Pyke : 1990) . dalam siklus makro (bulanan). mikro (mingguan).

intensitas. volume. Contohnya. Tahap Pra-Pertandingan (TPP) atau pre. Tahap Persiapan dibagi menjadi : a. Tahap Pertandingan dibagi menjadi : a.” Siklus Mikro. Siklus Mikro didasarkan pada sasaran umum dari program dalam siklus makro (bulanan). late season. Namun tidak mutlak. There usually 35 microcycles per macrocycle. Satu siklus makro berlangsung selama satu bulan. Dan biasanya ada 3-5 mikro per 1 makro Ada juga pelatih menggunakan satu siklus latihan lagi dalam programnya yaitu siklus meso (mesocycle) yang menjembatani siklus macro dengan siklus mikro. Siklus Makro didasarkan pada sasaran program latihan secara keseluruhan. Pembagian ini perlu karena sasaran atau tujuan dan subsatansi latihan berbeda dan harus berbeda PROGRAM LATIHAN TAHUNAN TAHAP TAHAP TAHAP TAHAP LATIHAN PERSIAPAN PERTANDINGAN TRANSISI TAHAP BAGIAN TPU TPK TPP TPUT TRANSISI Tahap Latihan dan Tahap Bagian (Sub-Phase) Penjelasannya adalah : 1. karena tergantung tujuan. dan meningkatkan kondisi fisik bukan keterampilan teknik. Tahap Pertandingan Utama (TPUT) atau main competition phase Siklus Makro dan Siklus Mikro Tujuan dari setiap siklus kecil tersebut adalah spesifik dan merupakan rincian dari sasaran umum PLT. Isi atau materi latihan setiap siklus belum tentu sama. Pyke (1991) menamakan pre-season. musim pematangan juara. Rushall dan Pyke (1990) mengatakan “ Macrocycle are periods of 3-5 weeks (monthly). dan musim usai pertandingan. Tahap-Tahap Bagian (Sub-Phases of Training) Tahap Persiapan dan Tahap Pertandingan dibagi menjadi dua tahap yang disebut tahap bagian atau sub-phase. dalam TPU aspek dominant adalah volume latihan. dan active rest. dan siklus mikro selama 7-10 hari. in season. Sedangkan Tahap Pertandingan dibagi menjadi Tahap PraPertandingan (TPP) dan Tahap Pertandingan Utama (TPUT).season.competition phase b. Tahap Persiapan khusus (TPK) atau specific preparation phase 2. dan satu suklus mikro satu minggu. Merupakan perangkat fungsional yang penting dalam program latihan keseluruhan karena struktur dan isi program latihan menentukan kualitas dari proses latihan. early season. . Sedangkan Harsono (1988) mengistilahkan sebagai musim persiapan.(1963) menyebutnya pre. Tahap Persiapan Umum (TPU) atau general preparation phase b. dan metode latihan dan tergantung pada aspek yang dominant pada suatu tahap latihan. Menurut Matveyev (1981) “ One mesocycle concists of a minimum two microcycle.” Jadi berlngsung selama 3-5 minggu (bulanan). mid season. musim peningkatan prestasi. dan post season. while microcycles are 7-10 days (weekly) in length. Tahap Persiapan dibagi menjadi Tahap Persiapan Umum (TPU) dan Tahap Persiapan Khusus (TPK).

kelentukan. . namun menyisihkan waktu untuk melatih keterampilan-keterampilan dasar. jumlah sesi latihan dan kompleksitas latihan c. Tentukan karakteristik latihannya dengan mengacu kepada metode latihan yang akan diterapkan pada setiap sesi latihan e. atau pagi sore dan jam berapa latihannya. lawan. kemudian disusul dengan yang intensif. agilitas. Rincian program (waktu latihan. intensitas latihan (misalnya medium). Bisa satu atau dua peak (hari latihan berat). Hari pertama siklus mikro dimulai dengan intensitas latihan yang rendah atau medium. Sebagai pedoman umum. kapan ringan. daya tahan otot. kapan medium. sesuai program tahunan f. Latihan power tidak efektif kalau kekuatan otot belum berkembang. Tentukan aras (level) latihan yang optimal. Tetapkan sasaran atau tujuan utama.ketekunan berlatih. Tentukan hari apa dilakukan tes. Macam-macam informasi lain yang dipandang perlu Komponen-Komponen dalam Setiap Tahap Latihan Fisik. Hari apa latihan berat. Kalau perlu.Kriteria merancang suatu siklus mikro. jelaskan mengenai tes atau pertandingan (tempat. Misalnya dalam TPU meliputi komponen fisik dasar seperti daya tahan. Memberikan kesempatan kepada atlit untuk menyampaikan komentar atau penilaian terhadap latihan-latihan pada mikro yang lalu d. dan daya tahan kecepatan (stamina). Usai setiap macro. Sebelum tes uji-coba atau pertandingan. sore saja. kecepatan. Dalam TPP atau TPUT bisa tiga peak dalam satu mikro d. uji-coba. Karena belajar keterampilan (teknik gerakan) dan taktik memerlukan waktu lama. Dalam pertemuan tersebut mendiskusikan : a. Sebelum mulai siklus mikro adakan pertemuan antara pelatih dan atlet agar tahu yang harus dilakukan. Tujuan tiap faktor latihan serta performa latihan atau standar tes (fisik. Kalau siklus mikro diakhiri dengan tes atau pertandingan. Sebelum latihan stamina. dan kekuatan otot. pelatih melakukan pertemuan evaluatif dengan para atlit untuk : a. Menganalisis aspek-aspek negatif dan positif sehubungan prilaku atlet.dll) dan motivasi atlet mencapai sasaran yang ditetapkan Evaluasi. adakan perubahan-perubahan untuk program latihan yang akan dating diterapkan pada siklus mikro berikutnya e. tahap persiapan menekankan pada latihan kondisi fisik. daya tahan aerobik harus dilatih terlebih dahulu. volume dan intensitas latihan) d. tergantung dari tahap latihannya.teknik) yang harus dicapai dalam siklus mikro tersebut b. pertandingan. terutama faktor-faktor latihan yang dominant misalnya meningkatkan daya tahan dan perbaikan teknik menendang b. Sedangkan pada TPK komponen fisik yang dilatihkan adalah komponen spesifik atau khusus misalnya power. Menganalisis apakah sasaran atau tujuan latihan sudah atau belum tercapai b. pagi saja. jam berapa. Dalam merancang suatu siklus mikro perlu mempertimbangkan : a. Artinya berapa peak yang diterapkan yang ditetapkan dalam mikro tersebut. suklus mikro berisi satu peak 3-5 hari sebelum pertandingan Selain itu tentukan pula berapa sesi latihan dalam satu hari.dan lain-lain c. Metode latihan untuk mencapai tujuan c. seperti volume latihan (misalnya 70%). motivasi. g.

dengan 20-30 detik mengayuh secepat-cepatnya. dan seterusnya) atau step-type approach. tahap ini dibagi dua tahap bagian (sub-phases) . maka setiap siklus mikro sebaiknya diakhiri dengan pengurangan rangsangan (stimulus reduction). EKG latihan. tujuannya adalah agar tubuh melakukan proses regenerasi Intensitas yang tinggi untuk hari berikutnya harus rendah agar tubuh bisa regenerasi dan overkonpensasi. Intensitas latihan didesain dengan system gelombang atau wave –like system (naik-turun-naik-turun. Tes fisik pada permulaan program yang harus dites ialah kemampuan VO2 max dan DNM ( Denyut Nadi Maksimal) atau MHR (maximum Heart Rate) setiap atlet. kalau mungkin mempunyai latar belakang dalam olahraga. terutama untuk atlet pemula yang kondisi fisiknya masih kurang baik. TPU sering direncanakan lebih lama daripada TPK.Volume dan intensitas latihan. Tes medik harus dilakukan serinci dan secermat mungkin oleh seorang dokter ahli yang. EKG istirahat. Sebelum tahap persiapan dimulai. Pedoman merencanakan volume dan intensitas latihan adalah. Tes MHR penting untuk mengetahui kemampuan maksimal daya tahan aerobik atlet. Tanpa mengetahui dulu kemampuan VO2 max dan DNM atlet. Pada tahap pertandingan (competition period ) yang dominant adalah intensitas latihan sedangkan volume menurun. Tidak “adil” (appropriate) untuk meng-ekspose atlet terhadap rangsangan latihan yang berat bila sebelumnya tidak diberi kesemoatan untuk pulih asal dari rangsangan latihan sebelumnya. sedangkan intensitas latihan masih rendah. taktik dan mental sebgai persiapan untuk tahap pertandingan yang akan dating. dll. sebagiknya atlet didiagnosa medik dan fisik untuk mengetahui status kesehatan dan kondisi fisik awalnya. sedangkan TPK 6 mikro. Ricoveri sama penting dengan latihan. pelatih tak akan bias menentukan secara objektif beban atau intensitas latihan optimal setiap atletnya secara cermat. teknik. Tanpa . Tes medik antara lainmengenai keadaan umum atlet seperti tekanan darah. Jadi dalam tahap persiapan yang misalnya 4 bulan (16 mikro). TPU bias 10 mikro. misalnya kapasitas vital. Menghadapkan atlet terhadap satu stimulus harus seimban (rikoveri) Karena rikoveri lambat prosesnya dibanding munculnya kelelahan (fatique). Sedangkan DNM bisa dites dengan tes lari 5 menit maksimal atau dengan ergo-cycle selama 5 menit. yaitu yang dinamakan TPU dan TPK. Selain itu faal paru juga perlu dites. Seperti telah digambarkan sebelumnya. BAB III TAHAP PERSIAPAN Tahap persiapan ini merupakan tahap yang amat penting dalam keseluruhan program tahunan. Tujuannya untuk menjaga kalau tidak ada rikoveri yang cukup sebelum latihan berikutnya. recovery). kapasitas pernapasan maksimal dll. Bila disusul dengan intensitas medium pada hari berikutnya maka sisa-sisa kelelahan hari sebelumnya masih terasa. frekuensi nadi. Karena ditahap ini diletakkan dasar-dasar kerangka umum dari latihan fisik. hemoglobin. Rikoveri (pemulihan. VO2 max bisa dites Balke (lari 15 menit) atau multistage fitness test (beep test). pada tahap persiapan menekankan pada volume (kuantitas) latihan. Keadaan ini menambah tingkat kelelahan yang tinggi (increased level of fatique).

Sejak TPU sampai TPK. tujuan latihan dalam Tahap Persiapan antara lain: a. motivasi berlatih. konsentrasi. Kembangkan unsur-unsur kerjasama antar individu dan pasangan BAB IV TAHAP PERSIAPAN UMUM (TPU) TPU ini bisa berlangsung sekitar 2 bulan. sesuai bagi setiap individu kelak. Diagnosa dan tes-tes tersebut adalah penting guna mengetahui status awal kesehatan dan kondisi fisik atlet. intensitas latihan umumnya rendah sampai medium (60-70%). terutama kondisi fisiknya). maupun unsur-unsur biomotorik. Selambat-lambatnya di makro ke-2 TPK. Penekanan pada latihan kondisi fisik umum (daya tahan. ditingkatkan secara bertahap sampai sekitar 80 %.Membangun dasar-dasar kebugaran fisik dan kemampuan biomotorik yang kokoh (solid) : daya tahan. A. sukar kita akan bisa menentukan persentase intensitas latihannya kelak. Sasaran . loyalitas. adakan pula perbaikan elemen-elemen teknik. A. Baik dalam TPU maupun TPK. c. dll. dilatih di TPU masih bisa dilanjutkan di awal TPK. b. Kembangkan aspek teknik dan benahi aspek taktik. Selain latihan fisik. pelatih tak akan bisa memaksimalkan latihan teknik dan taktik kelak di tahap-tahap latihan berikutnya. Jadi secara umum. Volume latihan yang tinggi akan menghasilkan atlet yang memiliki daya tahan yang tinggi pula sehingga atlet tidak mudah lelah. baik teknik.komunikasi. lama TPK bisa berlangsung selama dua sampai dua setengah bulan. Kembangkan kondisi fisik umum. . Demikian juga penanaman karakteristik psikologis cabor tenis. rileksasi. Sasaran : . dan psikologis tegar. namun belum ditekankan sebagaimana latihan fisik. artinya 2 makro atau 8 mikro (tergantung dari kondisi awal atlet.70% BAB V TAHAP PERSIAPAN KHUSUS (TPK) Dalam PLT 9-10 bulan. . dan dasar-dasar dari beberapa manuver taktik permainan. Latihan fisik dasar yg. kekuatan. karakteristik latihannya harus lebih spesifik ke cabor tenis. f. Tanamkan karakteristik psikologis khas cabor tenis.mengetahui ini. volume meningkat secara bertahap sampai mencapai kira-kira 80%. taktik. Untuk mengakomodasi volume yang tinggi tersebut. latihan ditekankan pada perkembangan fisik dengan volume yang tinggi agar kelak dalam tahap-tahap selanjutnya latihan teknik dan taktik bisa dimaksimalisasi. agar pelatih tak terlalu sukar untuk menyusun program latihan yang.Volume latihan tinggi. unsur-unsur dasar kecepatan) guna membangun dasardasar kebugaran fisik dan kemampuan biomotorik yang solid.Latihan Teknik (30 %) . Lakukan tes medik dan fisik untuk mengetahui status awal atlet. serta kekompakan pasangan B .Mengembangkan unsur disiplin. kelentukan. siap menerima beban latihan yang berat. intensitas rendah sampai medium. kekuatan. fleksibilitas.Latihan Fisik dominant (70 %) .Memperbaiki kesalahan-kesalahan elemen teknik dasar tenis. artinya 8 .10 mikro. Tanpa kondisi fisik yang prima. intesitas latihan 60 % . Dalam tahap ini dilakukan pembenahan teknik dan taktik. cepat pulih-asal. e.Memperbaiki kesalahan-kesalahan dari taktik tenis . Karakteristik : . Volume latihan tinggi. Latihan mental: disiplin diri. d. kepatuhan kepada pelatih dan acara latihan.

semangat bertanding.Tetap berlatih fisik spesifik cabor tenis untuk mempertahankan (maintain) kondisi yang telah dikembangkan di tahap-tahap sebelumnya. daya tahan otot.Penyempurnaan elemen-elemen taktik tenis.Peningkatan kekompakan pasangan . . pantang menyerah. .Latihan Fisik 30 % . Karakteristik :.Latihan Fisik 20 % .Volume latihan menurun . Setiap pola penyerangan dan pertahanan haruslah dilatih sedemikian rupa sehingga berkembang menjadi “.Pemeliharaan dan peningkatan unsur-unsur fisik yang spesifik seperti stamina. power. . Potensi fisik. agilitas. intensitas meningkat secara progresif Uji Coba / pertandingan sudah dilaksanakan pada akhir TPK BAB VI TAHAP PRA PERTANDINGAN (TPP) TPP ini bisa berlangsung selama 2 – 2 ½ bulan. . kecepatan. BAB VII TAHAP PERTANDINGAN UTAMA (TPUT) + UNLOADING Karena banyak try-out. latihan harus lebih khusus ditujukan kepada cabor tenis termasuk latihan fisik. . kinerja mental. digali seoptimal mungkin.Peningkatan konsentrasi. A. mobilitas.kekompakan pasangan.. B.Latihan Teknik 30 % .Peningkatan kombinasi dan rangkainan berbagai teknik dasar tenis. Sasaran : .40 %) . semangat berlatih. dan sportivitas. a smoothly functioning and precision unit.Mempertahankan kondisi yang telah dikembangkan di tahap-tahap Sebelumnya.Penyempurnaan manuver-manuver taktik tenis. pantang menyerah.Pengembangan unsur-unsur fisik dasar yang telah dikembangkan di TPU dikonversikan menjadi unsur fisik yang lebih tinggi kualitasnya dan lebih spesifik cabang olahraga tenis (Stamina.Penyempurnaan elemen-elemen teknik dasar tenis. TPUT bisa berlangsung sekitar 3 bulan.Volume latihan menurun. . teknik.Unloading singkat sebelum uji coba.60 % . namun intensitas tetap tinggi . . B .Latihan Taktik (20 % .” A. . kecepatan). kerjasama tim b. taktik. semangat juang.Peningkatan semangat bertanding. Penekanan latihan ialah pada peningkatan aspek taktik (terutama “tactical sense” setiap individu atlet) yang sudah dikembangkan di TPP.Latihan Taktik 50 % . kelincahan. Sasaran : . power.Latihan Teknik (50 % .Penyempurnaan dan konsolidasi teknik . daya tahan otot.30 %) .20 % . Karakteristik Latihan Fisik 50 % Latihan Teknik 40 % Taktik 10 % Volume latihan masih naik secara progresif sampai kira-kira mendekat akhir TPK Di akhir TPK. . Sesuai dengan prinsip “kekhususan” (specificity of training). Karakteristik : . kepercayaan diri.

Pentingnya latihan dalam tahap transisi ini terutama ialah utk. renang. Tahap ini biasanya berlangsung sekitar 6 minggu. mempertahankan fitness agar menghadapi PLT tahun berikutnya atlet sudah berada dalam kondisi yang cukup baik. b) Lakukan di tempat lain dan suasana baru. untuk penampilan yang lebih baik di musim latihan berikutnya. “. relaxation. dan regenerasi biologic. yang intensitasnya rendah-medium guna mempertahankan tingkat kondisi fisik sampai sekitar 60%. Tujuan : Untuk memberikan istirahat mental. Sebab kalau menjelang PLT berikutnya kondisi atlet berada di tingkat rendah apalagi di tingkat nol (sebagaimana sering terjadi pada atlet-atlet kita). Karakteristik : a) Istirahat aktif. Hal ini adalah penting agar pada permulaan program PLT tahun depan kondisi atlet tetap baik. maka tidak akan ada jaminan bahwa prestasinya dari tahun ke tahun akan bisa meningkat secara progresif. . Setelah film-film. fartlek. fisik. Tujuan memberikan istirahat fisik. relaksasi. . Tujuan lain: rehabilitasi cedera otot dan tendon. misalnya recreational sport activities seperti : hiking. c) 3 – 5 kali seminggu dengan latihan-latihan ringan .Unloading 14 hari sebelum hari BAB VII TAHAP TRANSISI Tahap usai pertandingan ini disebut tahap transisi karena merupakan tahap perpindahan (transisi) dari program PLT sebelumnya ke program PLT tahun berikutnya. B .Intensitas naik secara progresif. dll. bisa sampai 90 % . psychogical rest. taktik. foto-foto dievaluasi dan dianalisis. kemudian dilakukan perbaikan teknik.. and biological regeneration” (Bompa:1994). Tahap ini digunakan untuk menganalisis penampilan atlet/tim pada pertandingan yang lalu. karena itu disebut juga “regeneration/rebuilding phase”. A. jadi latihannya dalam suasana rileks (efek psikologis). Active recovery training.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful