subarna-edublogspot

Sabtu, 11 Juni 2011
PROGRAM LATIHAN TAHUNAN (PLT) TENIS
Oleh : SUBARNA Dalam kehidupan modern ini, manusia tidak dapat dipisahkan dari olahraga. Baik sebagai arena adu prestasi maupun sebagai kebutuhan untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat. Tenis merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat popular dan banyak digemari di semua lapisan masyarakat. Seperti halnya cabang olahraga yang mencakup aspek-aspek teknis tertentu. Untuk dapat bermain tenis baik bagi kaum amatir, lebih-lebih bagi pemain professional, seorang pemain dituntut untuk menguasai teknik-teknik memukul bola, langkah serta gerakan tubuh yang sesuai. Untuk kompetisi suatu kejuaraan seorang pemain tidak hanya dituntut pengetahuan teknis yang memadai, tetapi juga latihan yang intensif. Banyaknya faktor yang dapat mempengaruhi pencapaian prestasi tenis menjadikan Indonesia sangat sulit untuk mendapatkan mencapai prestasi maksimal dalam suatu even. Sangat ironi memang dengan jumlah penduduk yang begitu banyak, Indonesia saat ini belum mampu memperlihatkan prestasi terbaiknya dalam kancah regional maupun internasional. Terlepas dari hal itu, salah satu faktor yang perlu dipikirkan dan diperhatikan terutama dalam hal ini pelatih adalah perencanaan program latihan. Program latihan merupakan serangkaian rencana latihan yang sistematis yang didasari oleh landasan ilmiah serta bertujuan untuk membantu atlet untuk mencapai prestasi yang setinggi-tingginya. Tanpa kemahiran pelatih dalam menyusun suatu program latihan yang baik, maka tidak mungkin pula dia bisa melaksanakan training secara terorganisasi dengan baik (Harsono, 2004:6). Berdasarkan hal itu, maka kami mencoba menyusun Program Latihan Tahunan (PLT) 9 bulan dengan siklus tunggal. PLT ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi atlet secara maksimal dengan puncak prestasinya (peak-nya) di pertandingan yang paling penting di tahun itu (Harsono, 2004:13). PLT ini terdiri atas Tahap Persiapan Umum (TPU) selama 2 bulan, Tahap Persiapan khusus (TPK) selama 2 bulan, Tahap Pra Pertandingan TPP selama 2 bulan, dan Tahap Pertandingan Utama (TPUT) selama 3 bulan. Atas segala kekurangan yang disajikan dalam penyajian PLT ini, kami mohon maaf sebesarbesarnya. Segala kritik dan saran kami terima dengan tangan terbuka. Semoga PLT ini bermanfaat bagi pengembangan olahraga tenis di tanah air. BAB I PENTINGNYA PERENCANAAN PROGRAM LATIHAN (PPL) Perencanaan program atau training plan merupakan alat yang penting bagi pelatih untuk bias melaksanakan program secara terorganisasi dengan baik (well organized). Tanpa kemahiran pelatih dalam menyusun suatu program latihan yang baik, maka tidak mungkin pula dia bisa melaksanakan training secara terorganisasi dengan baik. Sebab kalau perencanaannya tidak bagus, hasilnya pun tak mungkin bagus. Sebaliknya kalau perencanaannya bagus, prestasi atletpun akan meningkat. Pelatih dalam perencanaan program latihan harus memahami hokum-hukum/prinsip-prinsip dan metodologi pelatihan yang benar seperti prinsip spesifik, overkompensasi, recoveri, second wind, overload, multilateral, devolepment, densitas latihan, reversibility, volume dan

yang system. Faktor yang paling sukar mencapai prestasi adalah menyusun program latihan yang sesuai kebutuhan atlet.metode. “feeling” atau “menurut pengalaman dulu” maka keberhasilan akan “ kenetulan” saja. “………. sistematis. Morehouse . Tahap Pertandingan ( competition period). dan sesi-sesi latihan harian.yang diukur secara objektif. Agar persiapan dan latihan dapat dilakukan secara efektif. dalam siklus makro (bulanan). bisa satu sesi atau dua sesi sehari. dan active rest”. mikro (mingguan). Karena bila dilakukan secara subjektif atau mengandalkan “instinct”. Tahap Transisi ( taransition period) (Bompa : 1994 ) Maksud dan tujuan setap tahap latihan sama.durasi latihan. disebut juga “ musim-musim latuhan” atau training seasons. namun atlet top yang berpengalaman bisa membantu dalam perencanaan program latihan tersbut. Keduanya mempunyai arti dan tujuan yang sama yaitu untuk memungkinkan program dirancang secara khusus sehingga peaking ( pemuncakan performa / prestasi ) dicapai pada pertandingan penting pada waktu dan tanggal yang direncanakan.bentuk dan porsi latihan disetiap tahap mempunyai tujuan yang spesifik dan atlet dipersiapkan untuk latihan berikutnya yang lebih “advance” ( lebih meningkat kinerjanya. PLT untuk cabang olahraga dibagi dalam tiga tahap yaitu : a. ilmiah. TAHAP-TAHAP LATIHAN Program (PLT) dibagi dalam sejumlah tahap periode latihan. preparation. Tujuannya adalah agar program jangka panjang bisa dikelola dalam segmen-segmen yang lebih kecil sehingga kemungkinan mencapai puncak prestasi di pertandingan utama terwujud. Jadi periodisasi dalam PLT adalah proses membagi program tahunan dalam beberapa tahap latihan (phase of training).daily or twice daily training seasons” ( Rushall dan Pyke : 1990) . agar bias bekerja seefektif mungkin pelatih tentunya harus mempunyai kepekaan professional yang tinggi serta pengalaman yang luas dalam bidang pendidikan jasmani dan kepelatihan. dan c. keterampilan). Metode periodisasi adalah cara yang paling baik. BAB II PERIODISASI (TAHAP LATIHAN) Pentahapan atau periodisasi adalah proses membagi-bagi program latihan tahunan ( PLT ) dalam tahap-tahap latihan yang lebih kecil. Tugas utama pelatih ialah untuk menyiapkan atletnya sebaik mungkin agar dalam pertandingan kelak dia mampu berprestasi semaksimal mungkin. Jadi secara sederhana periodisasi diterjemahkan dengan pentahapan. Matveyev (1981) menambahkan satu siklus diantara siklus macro dan mikro yang disebut siklus meso ( meso – cycle) yang menurut dia merupakan jembatan antara macro dan mikro. Tahap Persiapan ( preparation period) b. Jadi proses perencanaan program latihan harus didasarkan pada prosedur yang metodis. taktik.) PERENCANAAN PERIODISASI Planning atau perencanaan program oleh pelatih. pelatih harus menyusun program untuk pengembangan atlet dalam aspek-aspek teknik (skill. Contohnya Jarver (1986) menamakan setiap tahap tersebut “…………fuondation. kondisi fisik dan kondisi faaliah tubuhnya (conditioning) termasuk aspek psikologisnya. competitive.

Rushall dan Pyke (1990) mengatakan “ Macrocycle are periods of 3-5 weeks (monthly). musim pematangan juara.(1963) menyebutnya pre. Tahap Persiapan Umum (TPU) atau general preparation phase b. Tahap-Tahap Bagian (Sub-Phases of Training) Tahap Persiapan dan Tahap Pertandingan dibagi menjadi dua tahap yang disebut tahap bagian atau sub-phase. Isi atau materi latihan setiap siklus belum tentu sama. while microcycles are 7-10 days (weekly) in length. There usually 35 microcycles per macrocycle. Tahap Persiapan khusus (TPK) atau specific preparation phase 2. early season. Pyke (1991) menamakan pre-season.” Siklus Mikro. dan siklus mikro selama 7-10 hari. Sedangkan Tahap Pertandingan dibagi menjadi Tahap PraPertandingan (TPP) dan Tahap Pertandingan Utama (TPUT).” Jadi berlngsung selama 3-5 minggu (bulanan). Tahap Pertandingan Utama (TPUT) atau main competition phase Siklus Makro dan Siklus Mikro Tujuan dari setiap siklus kecil tersebut adalah spesifik dan merupakan rincian dari sasaran umum PLT. Satu siklus makro berlangsung selama satu bulan. in season.competition phase b.season. karena tergantung tujuan. mid season. late season. Tahap Pertandingan dibagi menjadi : a. Tahap Persiapan dibagi menjadi Tahap Persiapan Umum (TPU) dan Tahap Persiapan Khusus (TPK). Namun tidak mutlak. musim peningkatan prestasi. Siklus Makro didasarkan pada sasaran program latihan secara keseluruhan. dan post season. Contohnya. dan musim usai pertandingan. Pembagian ini perlu karena sasaran atau tujuan dan subsatansi latihan berbeda dan harus berbeda PROGRAM LATIHAN TAHUNAN TAHAP TAHAP TAHAP TAHAP LATIHAN PERSIAPAN PERTANDINGAN TRANSISI TAHAP BAGIAN TPU TPK TPP TPUT TRANSISI Tahap Latihan dan Tahap Bagian (Sub-Phase) Penjelasannya adalah : 1. dan metode latihan dan tergantung pada aspek yang dominant pada suatu tahap latihan. dan satu suklus mikro satu minggu. Merupakan perangkat fungsional yang penting dalam program latihan keseluruhan karena struktur dan isi program latihan menentukan kualitas dari proses latihan. Tahap Persiapan dibagi menjadi : a. Dan biasanya ada 3-5 mikro per 1 makro Ada juga pelatih menggunakan satu siklus latihan lagi dalam programnya yaitu siklus meso (mesocycle) yang menjembatani siklus macro dengan siklus mikro. intensitas. . dalam TPU aspek dominant adalah volume latihan. Sedangkan Harsono (1988) mengistilahkan sebagai musim persiapan. Siklus Mikro didasarkan pada sasaran umum dari program dalam siklus makro (bulanan). Menurut Matveyev (1981) “ One mesocycle concists of a minimum two microcycle. volume. dan meningkatkan kondisi fisik bukan keterampilan teknik. Tahap Pra-Pertandingan (TPP) atau pre. dan active rest.

jumlah sesi latihan dan kompleksitas latihan c. Macam-macam informasi lain yang dipandang perlu Komponen-Komponen dalam Setiap Tahap Latihan Fisik. motivasi. Tentukan aras (level) latihan yang optimal. pelatih melakukan pertemuan evaluatif dengan para atlit untuk : a. pagi saja. jam berapa. Tujuan tiap faktor latihan serta performa latihan atau standar tes (fisik. kapan medium. daya tahan otot. intensitas latihan (misalnya medium).teknik) yang harus dicapai dalam siklus mikro tersebut b. Memberikan kesempatan kepada atlit untuk menyampaikan komentar atau penilaian terhadap latihan-latihan pada mikro yang lalu d. sore saja. Dalam pertemuan tersebut mendiskusikan : a. Usai setiap macro. Tentukan karakteristik latihannya dengan mengacu kepada metode latihan yang akan diterapkan pada setiap sesi latihan e. Dalam TPP atau TPUT bisa tiga peak dalam satu mikro d. Karena belajar keterampilan (teknik gerakan) dan taktik memerlukan waktu lama. Artinya berapa peak yang diterapkan yang ditetapkan dalam mikro tersebut.dll) dan motivasi atlet mencapai sasaran yang ditetapkan Evaluasi. jelaskan mengenai tes atau pertandingan (tempat. terutama faktor-faktor latihan yang dominant misalnya meningkatkan daya tahan dan perbaikan teknik menendang b. Menganalisis apakah sasaran atau tujuan latihan sudah atau belum tercapai b. . Kalau siklus mikro diakhiri dengan tes atau pertandingan. Metode latihan untuk mencapai tujuan c. Tentukan hari apa dilakukan tes. Bisa satu atau dua peak (hari latihan berat). Rincian program (waktu latihan. Hari apa latihan berat. Dalam merancang suatu siklus mikro perlu mempertimbangkan : a. kecepatan. dan kekuatan otot. Sedangkan pada TPK komponen fisik yang dilatihkan adalah komponen spesifik atau khusus misalnya power. Sebelum tes uji-coba atau pertandingan. uji-coba. daya tahan aerobik harus dilatih terlebih dahulu. kemudian disusul dengan yang intensif. tahap persiapan menekankan pada latihan kondisi fisik. suklus mikro berisi satu peak 3-5 hari sebelum pertandingan Selain itu tentukan pula berapa sesi latihan dalam satu hari. Menganalisis aspek-aspek negatif dan positif sehubungan prilaku atlet. sesuai program tahunan f. seperti volume latihan (misalnya 70%). atau pagi sore dan jam berapa latihannya. adakan perubahan-perubahan untuk program latihan yang akan dating diterapkan pada siklus mikro berikutnya e. volume dan intensitas latihan) d. Kalau perlu.Kriteria merancang suatu siklus mikro.dan lain-lain c. namun menyisihkan waktu untuk melatih keterampilan-keterampilan dasar. Misalnya dalam TPU meliputi komponen fisik dasar seperti daya tahan. agilitas. Sebagai pedoman umum. kapan ringan. tergantung dari tahap latihannya. g. lawan.ketekunan berlatih. Latihan power tidak efektif kalau kekuatan otot belum berkembang. dan daya tahan kecepatan (stamina). pertandingan. Hari pertama siklus mikro dimulai dengan intensitas latihan yang rendah atau medium. Sebelum latihan stamina. kelentukan. Tetapkan sasaran atau tujuan utama. Sebelum mulai siklus mikro adakan pertemuan antara pelatih dan atlet agar tahu yang harus dilakukan.

maka setiap siklus mikro sebaiknya diakhiri dengan pengurangan rangsangan (stimulus reduction). TPU sering direncanakan lebih lama daripada TPK. pelatih tak akan bias menentukan secara objektif beban atau intensitas latihan optimal setiap atletnya secara cermat. yaitu yang dinamakan TPU dan TPK. EKG istirahat. Tes fisik pada permulaan program yang harus dites ialah kemampuan VO2 max dan DNM ( Denyut Nadi Maksimal) atau MHR (maximum Heart Rate) setiap atlet. Sedangkan DNM bisa dites dengan tes lari 5 menit maksimal atau dengan ergo-cycle selama 5 menit. sedangkan TPK 6 mikro. Ricoveri sama penting dengan latihan. Pada tahap pertandingan (competition period ) yang dominant adalah intensitas latihan sedangkan volume menurun. Jadi dalam tahap persiapan yang misalnya 4 bulan (16 mikro). kalau mungkin mempunyai latar belakang dalam olahraga. Sebelum tahap persiapan dimulai. Tidak “adil” (appropriate) untuk meng-ekspose atlet terhadap rangsangan latihan yang berat bila sebelumnya tidak diberi kesemoatan untuk pulih asal dari rangsangan latihan sebelumnya. Menghadapkan atlet terhadap satu stimulus harus seimban (rikoveri) Karena rikoveri lambat prosesnya dibanding munculnya kelelahan (fatique). VO2 max bisa dites Balke (lari 15 menit) atau multistage fitness test (beep test). Pedoman merencanakan volume dan intensitas latihan adalah. Rikoveri (pemulihan. dan seterusnya) atau step-type approach. dll. tahap ini dibagi dua tahap bagian (sub-phases) . Karena ditahap ini diletakkan dasar-dasar kerangka umum dari latihan fisik. Seperti telah digambarkan sebelumnya. Tujuannya untuk menjaga kalau tidak ada rikoveri yang cukup sebelum latihan berikutnya. Tes medik harus dilakukan serinci dan secermat mungkin oleh seorang dokter ahli yang. Keadaan ini menambah tingkat kelelahan yang tinggi (increased level of fatique). Tanpa mengetahui dulu kemampuan VO2 max dan DNM atlet. Selain itu faal paru juga perlu dites. pada tahap persiapan menekankan pada volume (kuantitas) latihan. sebagiknya atlet didiagnosa medik dan fisik untuk mengetahui status kesehatan dan kondisi fisik awalnya. misalnya kapasitas vital. Intensitas latihan didesain dengan system gelombang atau wave –like system (naik-turun-naik-turun. teknik. hemoglobin. taktik dan mental sebgai persiapan untuk tahap pertandingan yang akan dating. frekuensi nadi. EKG latihan. TPU bias 10 mikro. Bila disusul dengan intensitas medium pada hari berikutnya maka sisa-sisa kelelahan hari sebelumnya masih terasa. tujuannya adalah agar tubuh melakukan proses regenerasi Intensitas yang tinggi untuk hari berikutnya harus rendah agar tubuh bisa regenerasi dan overkonpensasi. kapasitas pernapasan maksimal dll.Volume dan intensitas latihan. BAB III TAHAP PERSIAPAN Tahap persiapan ini merupakan tahap yang amat penting dalam keseluruhan program tahunan. Tes medik antara lainmengenai keadaan umum atlet seperti tekanan darah. sedangkan intensitas latihan masih rendah. terutama untuk atlet pemula yang kondisi fisiknya masih kurang baik. dengan 20-30 detik mengayuh secepat-cepatnya. recovery). Tes MHR penting untuk mengetahui kemampuan maksimal daya tahan aerobik atlet. Tanpa .

motivasi berlatih. Kembangkan unsur-unsur kerjasama antar individu dan pasangan BAB IV TAHAP PERSIAPAN UMUM (TPU) TPU ini bisa berlangsung sekitar 2 bulan. dan psikologis tegar. Latihan mental: disiplin diri. taktik. intensitas latihan umumnya rendah sampai medium (60-70%). tujuan latihan dalam Tahap Persiapan antara lain: a. unsur-unsur dasar kecepatan) guna membangun dasardasar kebugaran fisik dan kemampuan biomotorik yang solid. A. Volume latihan yang tinggi akan menghasilkan atlet yang memiliki daya tahan yang tinggi pula sehingga atlet tidak mudah lelah. intensitas rendah sampai medium. volume meningkat secara bertahap sampai mencapai kira-kira 80%.Memperbaiki kesalahan-kesalahan dari taktik tenis . serta kekompakan pasangan B . lama TPK bisa berlangsung selama dua sampai dua setengah bulan. Lakukan tes medik dan fisik untuk mengetahui status awal atlet. maupun unsur-unsur biomotorik. Jadi secara umum. kekuatan. e. Dalam tahap ini dilakukan pembenahan teknik dan taktik. kelentukan. Sasaran : . fleksibilitas. loyalitas. d.Memperbaiki kesalahan-kesalahan elemen teknik dasar tenis.Latihan Teknik (30 %) . sesuai bagi setiap individu kelak. Selambat-lambatnya di makro ke-2 TPK. terutama kondisi fisiknya). Baik dalam TPU maupun TPK. Diagnosa dan tes-tes tersebut adalah penting guna mengetahui status awal kesehatan dan kondisi fisik atlet. Untuk mengakomodasi volume yang tinggi tersebut.komunikasi. kepatuhan kepada pelatih dan acara latihan. adakan pula perbaikan elemen-elemen teknik. . . Demikian juga penanaman karakteristik psikologis cabor tenis. cepat pulih-asal. latihan ditekankan pada perkembangan fisik dengan volume yang tinggi agar kelak dalam tahap-tahap selanjutnya latihan teknik dan taktik bisa dimaksimalisasi. Karakteristik : . pelatih tak akan bisa memaksimalkan latihan teknik dan taktik kelak di tahap-tahap latihan berikutnya.10 mikro. Selain latihan fisik.mengetahui ini. f. Sasaran . sukar kita akan bisa menentukan persentase intensitas latihannya kelak.70% BAB V TAHAP PERSIAPAN KHUSUS (TPK) Dalam PLT 9-10 bulan. dilatih di TPU masih bisa dilanjutkan di awal TPK. rileksasi. Kembangkan kondisi fisik umum. artinya 2 makro atau 8 mikro (tergantung dari kondisi awal atlet. konsentrasi. namun belum ditekankan sebagaimana latihan fisik. karakteristik latihannya harus lebih spesifik ke cabor tenis. Sejak TPU sampai TPK. c. Volume latihan tinggi. dll. A.Latihan Fisik dominant (70 %) .Membangun dasar-dasar kebugaran fisik dan kemampuan biomotorik yang kokoh (solid) : daya tahan. kekuatan. Kembangkan aspek teknik dan benahi aspek taktik. dan dasar-dasar dari beberapa manuver taktik permainan. siap menerima beban latihan yang berat. Tanpa kondisi fisik yang prima.Volume latihan tinggi.Mengembangkan unsur disiplin. ditingkatkan secara bertahap sampai sekitar 80 %. Latihan fisik dasar yg. baik teknik. agar pelatih tak terlalu sukar untuk menyusun program latihan yang. b. intesitas latihan 60 % . artinya 8 . Tanamkan karakteristik psikologis khas cabor tenis. Penekanan pada latihan kondisi fisik umum (daya tahan.

Tetap berlatih fisik spesifik cabor tenis untuk mempertahankan (maintain) kondisi yang telah dikembangkan di tahap-tahap sebelumnya. teknik.60 % . power. power. kecepatan.Penyempurnaan elemen-elemen taktik tenis. BAB VII TAHAP PERTANDINGAN UTAMA (TPUT) + UNLOADING Karena banyak try-out. mobilitas. intensitas meningkat secara progresif Uji Coba / pertandingan sudah dilaksanakan pada akhir TPK BAB VI TAHAP PRA PERTANDINGAN (TPP) TPP ini bisa berlangsung selama 2 – 2 ½ bulan.Peningkatan semangat bertanding.20 % .Latihan Fisik 20 % .40 %) . .Volume latihan menurun . Karakteristik Latihan Fisik 50 % Latihan Teknik 40 % Taktik 10 % Volume latihan masih naik secara progresif sampai kira-kira mendekat akhir TPK Di akhir TPK. . Sasaran : . . dan sportivitas.Penyempurnaan manuver-manuver taktik tenis.Volume latihan menurun. B. daya tahan otot.Peningkatan kombinasi dan rangkainan berbagai teknik dasar tenis.30 %) . . semangat juang. semangat bertanding.Mempertahankan kondisi yang telah dikembangkan di tahap-tahap Sebelumnya. kecepatan).Latihan Teknik 30 % . . pantang menyerah. Setiap pola penyerangan dan pertahanan haruslah dilatih sedemikian rupa sehingga berkembang menjadi “. .Latihan Taktik 50 % . Karakteristik :. A. Penekanan latihan ialah pada peningkatan aspek taktik (terutama “tactical sense” setiap individu atlet) yang sudah dikembangkan di TPP. pantang menyerah.Peningkatan kekompakan pasangan . .Pemeliharaan dan peningkatan unsur-unsur fisik yang spesifik seperti stamina.Peningkatan konsentrasi. Potensi fisik. kepercayaan diri. Karakteristik : .Latihan Taktik (20 % .Unloading singkat sebelum uji coba. taktik. Sasaran : . namun intensitas tetap tinggi .kekompakan pasangan.” A. digali seoptimal mungkin.Latihan Fisik 30 % . a smoothly functioning and precision unit. TPUT bisa berlangsung sekitar 3 bulan. semangat berlatih. agilitas. daya tahan otot. . . kinerja mental. kerjasama tim b. latihan harus lebih khusus ditujukan kepada cabor tenis termasuk latihan fisik. kelincahan.Penyempurnaan elemen-elemen teknik dasar tenis.Pengembangan unsur-unsur fisik dasar yang telah dikembangkan di TPU dikonversikan menjadi unsur fisik yang lebih tinggi kualitasnya dan lebih spesifik cabang olahraga tenis (Stamina. Sesuai dengan prinsip “kekhususan” (specificity of training). B .Penyempurnaan dan konsolidasi teknik ..Latihan Teknik (50 % .

relaxation. c) 3 – 5 kali seminggu dengan latihan-latihan ringan . fartlek. and biological regeneration” (Bompa:1994). Sebab kalau menjelang PLT berikutnya kondisi atlet berada di tingkat rendah apalagi di tingkat nol (sebagaimana sering terjadi pada atlet-atlet kita). fisik.Intensitas naik secara progresif. relaksasi. maka tidak akan ada jaminan bahwa prestasinya dari tahun ke tahun akan bisa meningkat secara progresif. bisa sampai 90 % . mempertahankan fitness agar menghadapi PLT tahun berikutnya atlet sudah berada dalam kondisi yang cukup baik. Active recovery training. Tujuan : Untuk memberikan istirahat mental.. Karakteristik : a) Istirahat aktif. Setelah film-film. taktik. b) Lakukan di tempat lain dan suasana baru. foto-foto dievaluasi dan dianalisis. “. Hal ini adalah penting agar pada permulaan program PLT tahun depan kondisi atlet tetap baik. . jadi latihannya dalam suasana rileks (efek psikologis). dan regenerasi biologic. untuk penampilan yang lebih baik di musim latihan berikutnya. dll. A. Tahap ini digunakan untuk menganalisis penampilan atlet/tim pada pertandingan yang lalu.Unloading 14 hari sebelum hari BAB VII TAHAP TRANSISI Tahap usai pertandingan ini disebut tahap transisi karena merupakan tahap perpindahan (transisi) dari program PLT sebelumnya ke program PLT tahun berikutnya. Tujuan memberikan istirahat fisik. yang intensitasnya rendah-medium guna mempertahankan tingkat kondisi fisik sampai sekitar 60%. Tahap ini biasanya berlangsung sekitar 6 minggu. B . Pentingnya latihan dalam tahap transisi ini terutama ialah utk. karena itu disebut juga “regeneration/rebuilding phase”. kemudian dilakukan perbaikan teknik. misalnya recreational sport activities seperti : hiking. psychogical rest. Tujuan lain: rehabilitasi cedera otot dan tendon. . renang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful