subarna-edublogspot

Sabtu, 11 Juni 2011
PROGRAM LATIHAN TAHUNAN (PLT) TENIS
Oleh : SUBARNA Dalam kehidupan modern ini, manusia tidak dapat dipisahkan dari olahraga. Baik sebagai arena adu prestasi maupun sebagai kebutuhan untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat. Tenis merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat popular dan banyak digemari di semua lapisan masyarakat. Seperti halnya cabang olahraga yang mencakup aspek-aspek teknis tertentu. Untuk dapat bermain tenis baik bagi kaum amatir, lebih-lebih bagi pemain professional, seorang pemain dituntut untuk menguasai teknik-teknik memukul bola, langkah serta gerakan tubuh yang sesuai. Untuk kompetisi suatu kejuaraan seorang pemain tidak hanya dituntut pengetahuan teknis yang memadai, tetapi juga latihan yang intensif. Banyaknya faktor yang dapat mempengaruhi pencapaian prestasi tenis menjadikan Indonesia sangat sulit untuk mendapatkan mencapai prestasi maksimal dalam suatu even. Sangat ironi memang dengan jumlah penduduk yang begitu banyak, Indonesia saat ini belum mampu memperlihatkan prestasi terbaiknya dalam kancah regional maupun internasional. Terlepas dari hal itu, salah satu faktor yang perlu dipikirkan dan diperhatikan terutama dalam hal ini pelatih adalah perencanaan program latihan. Program latihan merupakan serangkaian rencana latihan yang sistematis yang didasari oleh landasan ilmiah serta bertujuan untuk membantu atlet untuk mencapai prestasi yang setinggi-tingginya. Tanpa kemahiran pelatih dalam menyusun suatu program latihan yang baik, maka tidak mungkin pula dia bisa melaksanakan training secara terorganisasi dengan baik (Harsono, 2004:6). Berdasarkan hal itu, maka kami mencoba menyusun Program Latihan Tahunan (PLT) 9 bulan dengan siklus tunggal. PLT ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi atlet secara maksimal dengan puncak prestasinya (peak-nya) di pertandingan yang paling penting di tahun itu (Harsono, 2004:13). PLT ini terdiri atas Tahap Persiapan Umum (TPU) selama 2 bulan, Tahap Persiapan khusus (TPK) selama 2 bulan, Tahap Pra Pertandingan TPP selama 2 bulan, dan Tahap Pertandingan Utama (TPUT) selama 3 bulan. Atas segala kekurangan yang disajikan dalam penyajian PLT ini, kami mohon maaf sebesarbesarnya. Segala kritik dan saran kami terima dengan tangan terbuka. Semoga PLT ini bermanfaat bagi pengembangan olahraga tenis di tanah air. BAB I PENTINGNYA PERENCANAAN PROGRAM LATIHAN (PPL) Perencanaan program atau training plan merupakan alat yang penting bagi pelatih untuk bias melaksanakan program secara terorganisasi dengan baik (well organized). Tanpa kemahiran pelatih dalam menyusun suatu program latihan yang baik, maka tidak mungkin pula dia bisa melaksanakan training secara terorganisasi dengan baik. Sebab kalau perencanaannya tidak bagus, hasilnya pun tak mungkin bagus. Sebaliknya kalau perencanaannya bagus, prestasi atletpun akan meningkat. Pelatih dalam perencanaan program latihan harus memahami hokum-hukum/prinsip-prinsip dan metodologi pelatihan yang benar seperti prinsip spesifik, overkompensasi, recoveri, second wind, overload, multilateral, devolepment, densitas latihan, reversibility, volume dan

yang diukur secara objektif. Tugas utama pelatih ialah untuk menyiapkan atletnya sebaik mungkin agar dalam pertandingan kelak dia mampu berprestasi semaksimal mungkin. Tahap Persiapan ( preparation period) b. agar bias bekerja seefektif mungkin pelatih tentunya harus mempunyai kepekaan professional yang tinggi serta pengalaman yang luas dalam bidang pendidikan jasmani dan kepelatihan. ilmiah. Jadi periodisasi dalam PLT adalah proses membagi program tahunan dalam beberapa tahap latihan (phase of training). Matveyev (1981) menambahkan satu siklus diantara siklus macro dan mikro yang disebut siklus meso ( meso – cycle) yang menurut dia merupakan jembatan antara macro dan mikro. Tahap Pertandingan ( competition period).durasi latihan. competitive. TAHAP-TAHAP LATIHAN Program (PLT) dibagi dalam sejumlah tahap periode latihan. Agar persiapan dan latihan dapat dilakukan secara efektif. PLT untuk cabang olahraga dibagi dalam tiga tahap yaitu : a. Faktor yang paling sukar mencapai prestasi adalah menyusun program latihan yang sesuai kebutuhan atlet. preparation. yang system. Contohnya Jarver (1986) menamakan setiap tahap tersebut “…………fuondation. Tujuannya adalah agar program jangka panjang bisa dikelola dalam segmen-segmen yang lebih kecil sehingga kemungkinan mencapai puncak prestasi di pertandingan utama terwujud. Tahap Transisi ( taransition period) (Bompa : 1994 ) Maksud dan tujuan setap tahap latihan sama. disebut juga “ musim-musim latuhan” atau training seasons. Jadi proses perencanaan program latihan harus didasarkan pada prosedur yang metodis. kondisi fisik dan kondisi faaliah tubuhnya (conditioning) termasuk aspek psikologisnya.daily or twice daily training seasons” ( Rushall dan Pyke : 1990) .) PERENCANAAN PERIODISASI Planning atau perencanaan program oleh pelatih. BAB II PERIODISASI (TAHAP LATIHAN) Pentahapan atau periodisasi adalah proses membagi-bagi program latihan tahunan ( PLT ) dalam tahap-tahap latihan yang lebih kecil.bentuk dan porsi latihan disetiap tahap mempunyai tujuan yang spesifik dan atlet dipersiapkan untuk latihan berikutnya yang lebih “advance” ( lebih meningkat kinerjanya. dalam siklus makro (bulanan). bisa satu sesi atau dua sesi sehari. namun atlet top yang berpengalaman bisa membantu dalam perencanaan program latihan tersbut. taktik. dan active rest”. Jadi secara sederhana periodisasi diterjemahkan dengan pentahapan. Keduanya mempunyai arti dan tujuan yang sama yaitu untuk memungkinkan program dirancang secara khusus sehingga peaking ( pemuncakan performa / prestasi ) dicapai pada pertandingan penting pada waktu dan tanggal yang direncanakan. pelatih harus menyusun program untuk pengembangan atlet dalam aspek-aspek teknik (skill. keterampilan). Morehouse . “………. Metode periodisasi adalah cara yang paling baik. mikro (mingguan). sistematis. dan sesi-sesi latihan harian.metode. Karena bila dilakukan secara subjektif atau mengandalkan “instinct”. dan c. “feeling” atau “menurut pengalaman dulu” maka keberhasilan akan “ kenetulan” saja.

late season.season. intensitas. There usually 35 microcycles per macrocycle.(1963) menyebutnya pre. dan active rest. Dan biasanya ada 3-5 mikro per 1 makro Ada juga pelatih menggunakan satu siklus latihan lagi dalam programnya yaitu siklus meso (mesocycle) yang menjembatani siklus macro dengan siklus mikro. Tahap Persiapan dibagi menjadi : a. Siklus Makro didasarkan pada sasaran program latihan secara keseluruhan. Tahap Persiapan Umum (TPU) atau general preparation phase b. Tahap Pra-Pertandingan (TPP) atau pre. . Merupakan perangkat fungsional yang penting dalam program latihan keseluruhan karena struktur dan isi program latihan menentukan kualitas dari proses latihan. Tahap Pertandingan Utama (TPUT) atau main competition phase Siklus Makro dan Siklus Mikro Tujuan dari setiap siklus kecil tersebut adalah spesifik dan merupakan rincian dari sasaran umum PLT. Contohnya. dan musim usai pertandingan. Sedangkan Tahap Pertandingan dibagi menjadi Tahap PraPertandingan (TPP) dan Tahap Pertandingan Utama (TPUT). dan siklus mikro selama 7-10 hari. while microcycles are 7-10 days (weekly) in length. Siklus Mikro didasarkan pada sasaran umum dari program dalam siklus makro (bulanan). Tahap Persiapan dibagi menjadi Tahap Persiapan Umum (TPU) dan Tahap Persiapan Khusus (TPK). Tahap Persiapan khusus (TPK) atau specific preparation phase 2. in season. dan satu suklus mikro satu minggu. mid season. Satu siklus makro berlangsung selama satu bulan. dan metode latihan dan tergantung pada aspek yang dominant pada suatu tahap latihan. Tahap Pertandingan dibagi menjadi : a. Tahap-Tahap Bagian (Sub-Phases of Training) Tahap Persiapan dan Tahap Pertandingan dibagi menjadi dua tahap yang disebut tahap bagian atau sub-phase. dan post season. Namun tidak mutlak.competition phase b.” Siklus Mikro. musim pematangan juara. dalam TPU aspek dominant adalah volume latihan. Isi atau materi latihan setiap siklus belum tentu sama. karena tergantung tujuan. Pembagian ini perlu karena sasaran atau tujuan dan subsatansi latihan berbeda dan harus berbeda PROGRAM LATIHAN TAHUNAN TAHAP TAHAP TAHAP TAHAP LATIHAN PERSIAPAN PERTANDINGAN TRANSISI TAHAP BAGIAN TPU TPK TPP TPUT TRANSISI Tahap Latihan dan Tahap Bagian (Sub-Phase) Penjelasannya adalah : 1. Menurut Matveyev (1981) “ One mesocycle concists of a minimum two microcycle. Pyke (1991) menamakan pre-season.” Jadi berlngsung selama 3-5 minggu (bulanan). musim peningkatan prestasi. Sedangkan Harsono (1988) mengistilahkan sebagai musim persiapan. early season. volume. Rushall dan Pyke (1990) mengatakan “ Macrocycle are periods of 3-5 weeks (monthly). dan meningkatkan kondisi fisik bukan keterampilan teknik.

dan daya tahan kecepatan (stamina). Latihan power tidak efektif kalau kekuatan otot belum berkembang.Kriteria merancang suatu siklus mikro. Kalau perlu. kapan medium. . Bisa satu atau dua peak (hari latihan berat). seperti volume latihan (misalnya 70%). Menganalisis aspek-aspek negatif dan positif sehubungan prilaku atlet. Sedangkan pada TPK komponen fisik yang dilatihkan adalah komponen spesifik atau khusus misalnya power. adakan perubahan-perubahan untuk program latihan yang akan dating diterapkan pada siklus mikro berikutnya e. Artinya berapa peak yang diterapkan yang ditetapkan dalam mikro tersebut. dan kekuatan otot. motivasi. Karena belajar keterampilan (teknik gerakan) dan taktik memerlukan waktu lama. tahap persiapan menekankan pada latihan kondisi fisik. pagi saja. sore saja. Rincian program (waktu latihan.teknik) yang harus dicapai dalam siklus mikro tersebut b. pertandingan. suklus mikro berisi satu peak 3-5 hari sebelum pertandingan Selain itu tentukan pula berapa sesi latihan dalam satu hari. Memberikan kesempatan kepada atlit untuk menyampaikan komentar atau penilaian terhadap latihan-latihan pada mikro yang lalu d. Tentukan aras (level) latihan yang optimal. jumlah sesi latihan dan kompleksitas latihan c. Kalau siklus mikro diakhiri dengan tes atau pertandingan. uji-coba. kapan ringan. pelatih melakukan pertemuan evaluatif dengan para atlit untuk : a. daya tahan aerobik harus dilatih terlebih dahulu. g. Dalam merancang suatu siklus mikro perlu mempertimbangkan : a. Sebelum tes uji-coba atau pertandingan. intensitas latihan (misalnya medium). Sebelum mulai siklus mikro adakan pertemuan antara pelatih dan atlet agar tahu yang harus dilakukan. Metode latihan untuk mencapai tujuan c. Dalam TPP atau TPUT bisa tiga peak dalam satu mikro d. agilitas. Hari pertama siklus mikro dimulai dengan intensitas latihan yang rendah atau medium. Sebagai pedoman umum. Misalnya dalam TPU meliputi komponen fisik dasar seperti daya tahan. Tentukan hari apa dilakukan tes. Usai setiap macro. Tetapkan sasaran atau tujuan utama. namun menyisihkan waktu untuk melatih keterampilan-keterampilan dasar. sesuai program tahunan f.dan lain-lain c. Menganalisis apakah sasaran atau tujuan latihan sudah atau belum tercapai b. kecepatan.dll) dan motivasi atlet mencapai sasaran yang ditetapkan Evaluasi. Hari apa latihan berat. Tujuan tiap faktor latihan serta performa latihan atau standar tes (fisik. Tentukan karakteristik latihannya dengan mengacu kepada metode latihan yang akan diterapkan pada setiap sesi latihan e. Macam-macam informasi lain yang dipandang perlu Komponen-Komponen dalam Setiap Tahap Latihan Fisik. Sebelum latihan stamina. kelentukan. terutama faktor-faktor latihan yang dominant misalnya meningkatkan daya tahan dan perbaikan teknik menendang b.ketekunan berlatih. lawan. Dalam pertemuan tersebut mendiskusikan : a. tergantung dari tahap latihannya. jam berapa. volume dan intensitas latihan) d. atau pagi sore dan jam berapa latihannya. daya tahan otot. kemudian disusul dengan yang intensif. jelaskan mengenai tes atau pertandingan (tempat.

Keadaan ini menambah tingkat kelelahan yang tinggi (increased level of fatique). Tujuannya untuk menjaga kalau tidak ada rikoveri yang cukup sebelum latihan berikutnya. Menghadapkan atlet terhadap satu stimulus harus seimban (rikoveri) Karena rikoveri lambat prosesnya dibanding munculnya kelelahan (fatique). teknik. Tes medik harus dilakukan serinci dan secermat mungkin oleh seorang dokter ahli yang. dengan 20-30 detik mengayuh secepat-cepatnya. Seperti telah digambarkan sebelumnya. terutama untuk atlet pemula yang kondisi fisiknya masih kurang baik. pada tahap persiapan menekankan pada volume (kuantitas) latihan. Pada tahap pertandingan (competition period ) yang dominant adalah intensitas latihan sedangkan volume menurun. Bila disusul dengan intensitas medium pada hari berikutnya maka sisa-sisa kelelahan hari sebelumnya masih terasa. dan seterusnya) atau step-type approach. Karena ditahap ini diletakkan dasar-dasar kerangka umum dari latihan fisik. sedangkan intensitas latihan masih rendah. Tes fisik pada permulaan program yang harus dites ialah kemampuan VO2 max dan DNM ( Denyut Nadi Maksimal) atau MHR (maximum Heart Rate) setiap atlet. TPU sering direncanakan lebih lama daripada TPK. EKG istirahat. TPU bias 10 mikro. taktik dan mental sebgai persiapan untuk tahap pertandingan yang akan dating. VO2 max bisa dites Balke (lari 15 menit) atau multistage fitness test (beep test). Jadi dalam tahap persiapan yang misalnya 4 bulan (16 mikro). sedangkan TPK 6 mikro. Tanpa . Sebelum tahap persiapan dimulai. dll. pelatih tak akan bias menentukan secara objektif beban atau intensitas latihan optimal setiap atletnya secara cermat.Volume dan intensitas latihan. misalnya kapasitas vital. Ricoveri sama penting dengan latihan. hemoglobin. Intensitas latihan didesain dengan system gelombang atau wave –like system (naik-turun-naik-turun. Tidak “adil” (appropriate) untuk meng-ekspose atlet terhadap rangsangan latihan yang berat bila sebelumnya tidak diberi kesemoatan untuk pulih asal dari rangsangan latihan sebelumnya. tujuannya adalah agar tubuh melakukan proses regenerasi Intensitas yang tinggi untuk hari berikutnya harus rendah agar tubuh bisa regenerasi dan overkonpensasi. recovery). frekuensi nadi. kapasitas pernapasan maksimal dll. maka setiap siklus mikro sebaiknya diakhiri dengan pengurangan rangsangan (stimulus reduction). Rikoveri (pemulihan. Tes medik antara lainmengenai keadaan umum atlet seperti tekanan darah. sebagiknya atlet didiagnosa medik dan fisik untuk mengetahui status kesehatan dan kondisi fisik awalnya. Tanpa mengetahui dulu kemampuan VO2 max dan DNM atlet. EKG latihan. Pedoman merencanakan volume dan intensitas latihan adalah. Tes MHR penting untuk mengetahui kemampuan maksimal daya tahan aerobik atlet. kalau mungkin mempunyai latar belakang dalam olahraga. Selain itu faal paru juga perlu dites. Sedangkan DNM bisa dites dengan tes lari 5 menit maksimal atau dengan ergo-cycle selama 5 menit. tahap ini dibagi dua tahap bagian (sub-phases) . BAB III TAHAP PERSIAPAN Tahap persiapan ini merupakan tahap yang amat penting dalam keseluruhan program tahunan. yaitu yang dinamakan TPU dan TPK.

Volume latihan yang tinggi akan menghasilkan atlet yang memiliki daya tahan yang tinggi pula sehingga atlet tidak mudah lelah. Demikian juga penanaman karakteristik psikologis cabor tenis. loyalitas. kepatuhan kepada pelatih dan acara latihan. dan dasar-dasar dari beberapa manuver taktik permainan.Latihan Fisik dominant (70 %) .Mengembangkan unsur disiplin. unsur-unsur dasar kecepatan) guna membangun dasardasar kebugaran fisik dan kemampuan biomotorik yang solid. Kembangkan aspek teknik dan benahi aspek taktik. karakteristik latihannya harus lebih spesifik ke cabor tenis. cepat pulih-asal. c. artinya 2 makro atau 8 mikro (tergantung dari kondisi awal atlet.Volume latihan tinggi. Baik dalam TPU maupun TPK. Selain latihan fisik. Diagnosa dan tes-tes tersebut adalah penting guna mengetahui status awal kesehatan dan kondisi fisik atlet. Karakteristik : .Memperbaiki kesalahan-kesalahan elemen teknik dasar tenis. latihan ditekankan pada perkembangan fisik dengan volume yang tinggi agar kelak dalam tahap-tahap selanjutnya latihan teknik dan taktik bisa dimaksimalisasi. Tanpa kondisi fisik yang prima. Latihan fisik dasar yg. serta kekompakan pasangan B . Volume latihan tinggi.Memperbaiki kesalahan-kesalahan dari taktik tenis . motivasi berlatih. taktik.Latihan Teknik (30 %) . Untuk mengakomodasi volume yang tinggi tersebut. sukar kita akan bisa menentukan persentase intensitas latihannya kelak. A.Membangun dasar-dasar kebugaran fisik dan kemampuan biomotorik yang kokoh (solid) : daya tahan. f. . d. dilatih di TPU masih bisa dilanjutkan di awal TPK. rileksasi.10 mikro. ditingkatkan secara bertahap sampai sekitar 80 %. siap menerima beban latihan yang berat. dll. terutama kondisi fisiknya). tujuan latihan dalam Tahap Persiapan antara lain: a. . Dalam tahap ini dilakukan pembenahan teknik dan taktik. baik teknik. volume meningkat secara bertahap sampai mencapai kira-kira 80%. Jadi secara umum. e. Selambat-lambatnya di makro ke-2 TPK. agar pelatih tak terlalu sukar untuk menyusun program latihan yang. lama TPK bisa berlangsung selama dua sampai dua setengah bulan. Sejak TPU sampai TPK. kekuatan.mengetahui ini. intesitas latihan 60 % .komunikasi. A.70% BAB V TAHAP PERSIAPAN KHUSUS (TPK) Dalam PLT 9-10 bulan. Lakukan tes medik dan fisik untuk mengetahui status awal atlet. artinya 8 . kelentukan. Latihan mental: disiplin diri. namun belum ditekankan sebagaimana latihan fisik. intensitas rendah sampai medium. Kembangkan kondisi fisik umum. sesuai bagi setiap individu kelak. fleksibilitas. Sasaran : . dan psikologis tegar. b. Kembangkan unsur-unsur kerjasama antar individu dan pasangan BAB IV TAHAP PERSIAPAN UMUM (TPU) TPU ini bisa berlangsung sekitar 2 bulan. Tanamkan karakteristik psikologis khas cabor tenis. Sasaran . Penekanan pada latihan kondisi fisik umum (daya tahan. kekuatan. adakan pula perbaikan elemen-elemen teknik. konsentrasi. maupun unsur-unsur biomotorik. intensitas latihan umumnya rendah sampai medium (60-70%). pelatih tak akan bisa memaksimalkan latihan teknik dan taktik kelak di tahap-tahap latihan berikutnya.

Peningkatan semangat bertanding. Potensi fisik. Penekanan latihan ialah pada peningkatan aspek taktik (terutama “tactical sense” setiap individu atlet) yang sudah dikembangkan di TPP. . Sesuai dengan prinsip “kekhususan” (specificity of training). digali seoptimal mungkin. dan sportivitas. namun intensitas tetap tinggi .Tetap berlatih fisik spesifik cabor tenis untuk mempertahankan (maintain) kondisi yang telah dikembangkan di tahap-tahap sebelumnya. . daya tahan otot.Penyempurnaan manuver-manuver taktik tenis. . agilitas. kepercayaan diri.Peningkatan konsentrasi.” A. kecepatan).Latihan Taktik (20 % . .Pemeliharaan dan peningkatan unsur-unsur fisik yang spesifik seperti stamina. B. mobilitas. a smoothly functioning and precision unit. A. latihan harus lebih khusus ditujukan kepada cabor tenis termasuk latihan fisik.Latihan Fisik 20 % .Latihan Fisik 30 % .Penyempurnaan elemen-elemen teknik dasar tenis.Latihan Teknik (50 % . semangat bertanding. .40 %) . . taktik. Karakteristik :. .Latihan Teknik 30 % .60 % . kecepatan. kinerja mental. Karakteristik : . BAB VII TAHAP PERTANDINGAN UTAMA (TPUT) + UNLOADING Karena banyak try-out. Sasaran : .. . semangat berlatih. B .Penyempurnaan elemen-elemen taktik tenis. Setiap pola penyerangan dan pertahanan haruslah dilatih sedemikian rupa sehingga berkembang menjadi “.Volume latihan menurun . intensitas meningkat secara progresif Uji Coba / pertandingan sudah dilaksanakan pada akhir TPK BAB VI TAHAP PRA PERTANDINGAN (TPP) TPP ini bisa berlangsung selama 2 – 2 ½ bulan. Karakteristik Latihan Fisik 50 % Latihan Teknik 40 % Taktik 10 % Volume latihan masih naik secara progresif sampai kira-kira mendekat akhir TPK Di akhir TPK. pantang menyerah. semangat juang. Sasaran : .20 % .Latihan Taktik 50 % . .Peningkatan kombinasi dan rangkainan berbagai teknik dasar tenis. power. power. kerjasama tim b. kelincahan.30 %) . pantang menyerah.Unloading singkat sebelum uji coba.Pengembangan unsur-unsur fisik dasar yang telah dikembangkan di TPU dikonversikan menjadi unsur fisik yang lebih tinggi kualitasnya dan lebih spesifik cabang olahraga tenis (Stamina.Volume latihan menurun. TPUT bisa berlangsung sekitar 3 bulan.Peningkatan kekompakan pasangan .Penyempurnaan dan konsolidasi teknik .kekompakan pasangan.Mempertahankan kondisi yang telah dikembangkan di tahap-tahap Sebelumnya. daya tahan otot. teknik.

Sebab kalau menjelang PLT berikutnya kondisi atlet berada di tingkat rendah apalagi di tingkat nol (sebagaimana sering terjadi pada atlet-atlet kita).Unloading 14 hari sebelum hari BAB VII TAHAP TRANSISI Tahap usai pertandingan ini disebut tahap transisi karena merupakan tahap perpindahan (transisi) dari program PLT sebelumnya ke program PLT tahun berikutnya. Tahap ini digunakan untuk menganalisis penampilan atlet/tim pada pertandingan yang lalu. relaxation. dan regenerasi biologic. Hal ini adalah penting agar pada permulaan program PLT tahun depan kondisi atlet tetap baik. B . Pentingnya latihan dalam tahap transisi ini terutama ialah utk. dll. relaksasi. Tahap ini biasanya berlangsung sekitar 6 minggu. Karakteristik : a) Istirahat aktif. bisa sampai 90 % . A. fartlek. b) Lakukan di tempat lain dan suasana baru. and biological regeneration” (Bompa:1994). c) 3 – 5 kali seminggu dengan latihan-latihan ringan . taktik. Tujuan : Untuk memberikan istirahat mental. Tujuan memberikan istirahat fisik. fisik. maka tidak akan ada jaminan bahwa prestasinya dari tahun ke tahun akan bisa meningkat secara progresif. Active recovery training. renang. karena itu disebut juga “regeneration/rebuilding phase”. untuk penampilan yang lebih baik di musim latihan berikutnya. kemudian dilakukan perbaikan teknik.Intensitas naik secara progresif. Tujuan lain: rehabilitasi cedera otot dan tendon. mempertahankan fitness agar menghadapi PLT tahun berikutnya atlet sudah berada dalam kondisi yang cukup baik. jadi latihannya dalam suasana rileks (efek psikologis). .. Setelah film-film. foto-foto dievaluasi dan dianalisis. “. . psychogical rest. yang intensitasnya rendah-medium guna mempertahankan tingkat kondisi fisik sampai sekitar 60%. misalnya recreational sport activities seperti : hiking.