KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena berkat karunia, rahmat, dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah ini. Penulisan makalah bertopik Hakikat Manusia Dalam Islam ini merupakan tugas pertama mata kuliah Agama Islam. Makalah ini berisikan tentang Hakikat Manusia dalam Islam yang menjelaskan siapa itu manusia menurut Islam, Ekstensi dan Martabat manusia, Tanggung jawab manusia kepada Allah sebagai hamba dan Khalifah. Uraian dalam makalah ini dibuat sedemikian rupa sehingga mudah dipahami oleh khalayak umum. Mudah-mudahan makalah ini mampu memberikan informasi yang bermanfaat bagi orang yang membutuhkannya. Namun demikian, kami menyadari keterbatasan kami dalam penyusunan makalah ini. Untuk itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak demi penyempurnaan makalah ini. Akhir kata, kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan makalah ini, kami ucapkan terima kasih. Gresik, 28 Maret 2012

Al-An’am [6]: 162) Berdasarkan ayat di atas. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. dalam seluruh keadaan kehidupannya manusia harus melakukan penghambaan kepada Tuhan. . “Sesungguhnya shalat. dibuat saripatinya.” Begitulah Allah menjelaskan proses penciptaan manusia.jadi. Pencipta Yang Paling Baik. lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. ibadah. Akan tetapi Allah mengikutinya dengan penjelasan di ayat lain. dan seterusnya sampai terlahir menjadi bayi. mudghah. maka jadilah. manusia wajib bersyukur atas karunia yang telah diberikan Allah Swt. dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. dijadikan sperma laki-laki dan ovum perempuan. Mulanya dikatakan hanya dengan kalimat kun fayakun . bahwa kun fayakun itu adalah sebuah proses: dari tanah. Maka Maha Sucilah Allah. ibadah bahkan kematian seorang manusia adalah berasal dari Tuhan. QS. izhama. hidup. kemudian berkembang menjadi alaqah. “Katakanlah. alaqah. Oleh karena itu. 1 Latar Belakang Masalah Manusia diciptakan Allah Swt. dan matiku hanyalah untuk Allah. Al Mu'minuun (23): 12-14 “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Berasal dari saripati tanah. lalu menjadi nutfah. Tuhan semesta alam. dan mudgah sehingga akhirnya menjadi makhluk yang paling sempurna yang memiliki berbagai kemampuan. lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging. oleh karena itu. kehidupan. dipertemukan dalam rahim seorang wanita.BAB I PENDAHULUAN 1. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).” (Qs. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah.

” (Qs. dan apa tujuan kita diciptakan oleh Allah. Pada umumnya. Untuk mengetahui siapakah manusia. Bagaimana tanggung jawab manusia sebagai hamba dan khalifah Allah? 1. dan mengetahui tanggung jawab manusia sebagai hamba dan khalifah Allah. Al-Dzariyyat [56]: 56) Ayat di atas menunjukkan bahwa tujuan dari penciptaan manusia adalah untuk ibadah dan penghambaan Tuhan. sering kali kita sebagai manusia lupa akan hakikat kita sebagai manusia. 2 Rumusan Masalah Dengan latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: 1. Persamaan dan Perbedaan Manusia dengan makhluk lain? 3. 3. Siapakah Manusia? 2. Apa ekstensi dan Bagaimana martabat manusia? 4. Untuk itu disini penyusun membahas kembali hal tersebut yang mungkin dapat berguna bagi khalayak pada umumnya dan bagi penyusun pada khususnya. yaitu manusia harus menyerahkan dirinya untuk melakukan penghambaan kepada Tuhan dan tidak menundukkan kepalanya kecuali di hadapan-Nya. 2.“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah Agama Islam. mengapa kita diciptakan. 1. persamaan dan perbedaan manusia dengan makhluk lain. .3 Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan yang kami lakukan antara lain: 1. Untuk memperdalam ilmu tentang Hakikat manusia.

Memberikan informasi lebih lanjut kepada mahasiswa lain tentang Hakikat Manusia sebagai hamba dan khalifah Allah. 2.1. .4Manfaat Adapun manfaat dari penulisan makalah yang kami lakukan antara lain: 1. Mempertebal keimanan kita sebagai muslim dengan memahami dengan baik arti diciptakan nya manusia karena kita adalah manusia.

BAB II ISI 1. Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya. alaqah. Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya. e. c. Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial. Berasal dari saripati tanah. . dan mudgah sehingga akhirnya menjadi makhluk yang paling sempurna yang memiliki berbagai kemampuan. Hakikat manusia menurut islam : Manusia diciptakan Allah Swt. manusia wajib bersyukur atas karunia yang telah diberikan Allah Swt. d. membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati f. Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri. b. bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial. Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial. Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat. Oleh karena itu. lalu menjadi nutfah.Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas g.1 Konsep Manusia Siapakah Manusia? Hakekat manusia adalah sebagai berikut : a.

Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal tanah dengan mempergunakan bermacam-macam istilah. Ruh adalah daya hidup. Unsur-unsur tersebut ialah : jasad ( alAnbiya’ : 8. Ash-Shaffat 11. Shal-shal. Thien. Shad : 34 ). Ayat-ayat mengenai hal tersebut terdapat dalam surat Nuh 17. Hal ini dapat diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Allah dari bermacam-macam unsur kimiawi yang terdapat dari tanah. sedang yang dapat mengendalikan kecenderungan negatif adalah aqal dan qolb. Jasad adalah bentuk lahiriah manusia. Ruh (al-Hijr 29. Al-anbiya’ :91 dan lainlain).Manusia menurut pandangan al-Quran. prosesnya dapat diamati meskipun secara bersusah payah. Aqal ( al-Baqarah 76. Yang dapat mengendalikan adalah wahyu. al-Mulk 10 dan lain-lain). karena subyektif. dan Qolb ( Ali Imran 159. dan Qolb adalah daya rasa. Di samping itu manusia juga disertai dengan sifat-sifat yang negatif seperti lemah ( anNisa 28 ). Al-Ara’f 179. Shaffat 84 dan lain-lain ). Ali Imran 185 dan lain-lain ) . Adapun tahapan-tahapan dalam proses selanjutnya. Ali Imran 59. yaitu ilmu yang obyektif dari Allah. Al-Hijr 28. al-Quran tidak menjelaskan secara rinci. suka bernuat zalim dan ingkar ( ibrahim 34). suka melampaui batas ( al-‘Alaq 6 ) suka terburu nafsu ( al-Isra 11 ) dan lain sebagainya. Tetapi jika hanya dengan aqal dan qolb. seperti : Turab. Berdasarkan pengamatan yang mendalam dapat diketahui bahwa manusia dilahirkan ibu dari rahimnya yang proses penciptaannya dimulai sejak pertemuan antara spermatozoa dengan ovum. Aqal adalah daya fakir. alAnfal 22. As-Sajadah 9. Ar-Rum 20. suka membantah ( al-kahfi 54 ). Al-Mukminuun 12-13. al-Quran tidak menjelaskan asalusul kejadian manusia secara rinci. As-Sajdah 7-9. Nafs adalah jiwa . Dalam hal ini al-Quran hanya menjelaskan mengenai prinsip-prinsipnya saja. Kemampuan seseorang untuk dapat menetralisasi kecenderungan negatif tersebut ( karena tidak mungkin . Dalam penciptaannya manusia dibekali dengan beberapa unsure sebagai kelengkapan dalam menunjang tugasnya. kecenderungan tersebut belum sepenuhnya dapat terkendali. Hal itu semua merupakan produk dari nafs . Manusia yang sekarang ini. dan Sualalah. suka berkeluh kesah ( al-Ma’arif 19 ). Nafs (al-Baqarah 48. dan Al-Hajj 5.

. Al-An’am : 165). Kelebihankelebihan itu membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Kelebihan manusia adalah kemampuan untuk bergerak dalam ruang yang bagaimanapun. baik didarat. Ekstensi dan Martabat Manusia Tujuan Penciptaan Manusia. Namun demikian. bahkan lebih buruk dari binatang ( bal hum adhal ). Walaupun ada binatang yang bergerak didarat dan dilaut. Dengan ilmu manusia mampu berbudaya. maupun diudara. Jika manusia hidup dengan ilmu selain ilmu Allah. Karena ilmunya itulah manusia dilebihkan ( bisa dibedakan ) dengan makhluk lainnya. “mereka itu seperti binatang ( ulaaika kal an’aam ). Mengenai kelebihan manusia atas makhluk lain dijelaskan surat al-Isra’ ayat 70. manusia tidak bermartabat lagi. Persamaan dan Perbedaan Manusia dengan Makhluk Lain Persamaan dan perbedaan manusia dengan makhluk lain Dibanding makhluk lainnya manusai mempunyai kelebihan-kelebihan. dilaut. namun tetap saja mempunyai keterbatasan dan tidak bisa melampaui manusia. Allah menciptakan manusia dalam keadaan sebaikbaiknya (at-Tiin : 95:4). berupa al-Quran menurut sunah rasul. Sedangkan binatang bergerak diruang yang terbatas. manusia diberi akal dan hati. Dalam keadaan demikian manusia bermartabat rendah ( at-Tiin : 4 ). Dalam keadaan demikian manusia disamakan dengan binatang. Disamping itu. sehingga dapat memahami ilmu yang diturunkan Allah.dihilangkan sama sekali ) ditentukan oleh kemauan dan kemampuan dalam menyerap dan membudayakan wahyu. manusia akan tetap bermartabat mulia kalau mereka sebagai khalifah ( makhluk alternatif ) tetap hidup dengan ajaran Allah ( QS.

Al Bayyinah. maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur. bahkan tujuan dari penciptaan manusia adalah ibadah kepada Allah swt. 51: 56). Sebab siapa yang beribadah kepada Allah dengan sebenar-benar pengabdian maka segala sesuatu akan takut olehnya dan akan menjadi kuat dengan kekuatan Allah. lagi tertindas di muka bumi (Makkah). Seorang Muslim adalah seorang hamba yang merdeka saat ia melantunkan." (QS. Walaupun mereka meletakkan matahari di tangan kanan dan rembulan di tangan kiri. misi. manusia akan mencapai kepeloporan dan kepemimpinan. Al Anfaal." (Qs. “Hanya kepada Engkau kami mengabdi dan banya kepada Engkau kami memohon pertolongan. melainkan dengan memurnikan pengabdian kepada Allah swt. “Dan tidaklah Kami ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku. (hai para Muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit. kemerdekaan. kebahagiaan. dan kemuliaannya.Tugas. Dengan ibadah. “Jadilah kalian para hamba Allah sebelum menjadi pemimpin. kamu takut orang-orang (Makkah) akan menculik kamu. 8: 26) . “Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan untuk beribadah kepada Allah dengan memurnikan pengabdian kepada-Nya. Kemuliaan manusia terletak pada kerendahannya kepada Tuhannya. Imam Hasan Al Banna saat mengatakan.” “Dan ingatlah.” Ibadah memenuhi seluruh relung kehidupannya siang dan malam. 98: 5) Ibadah dengan segala maknanya yang utuh dan luas.” (Qs. Ibadah akan mengantarkan kalian pada sebaik-baik kepemimpinan. manusia tidak akan menanggalkan kemerdekaannya. Ia tidak akan congkak tapi juga tidak rela dihinakan makhluk seraya ia melantunkan.” Dengan demikian manusia tidak akan melepaskan pengabdian kepada Allah selamanya. Manusia tidak akan mampu mewujudkan kemanusiaan. “Hanya kepada Engkau kami mengabdi dan banya kepada Engkau kami memohon pertolongan.Adz-Dzaariyaat.

Panji kepeloporan ditegakkan di atas ketangguhan jiwa dan kelurusan hati. yang ingin kami tegaskan di sini adalah bahwa manusia tidak boleh mengandalkan “modal dengkul” melainkan harus bertumpu pada tiga faktor: akal. maka seseorang itu telah menunaikan amanahnya kepada Allah SWT sepertimana firmanNya : . patuh dan mengimarahkan bumi Allah ini ialah satu amanah yang mesti dilaksanakan sepenuhnya.manusia diwajibkan untuk beribadah kepada penciptanya. Tanggung Jawab Manusia Sebagai Hamba Allah dan Khalifah Allah Maksud manusia diciptakan ialah antara lain untuk mengabdi kepada ALLAH SWT. Segala tuntutan agama dan kewajipan yang ditetapkan hendaklah dipikul dan dilaksanakan seperti yang dikehendaki tanpa lalai. yaitu manusia sebagai khalifah Allah dan Manusia sebagai hamba Allah. Fungsi dan Peranan Yang Diberikan Allah Kepada Manusia Fungsi Manusia ada dua. tubuh. baik buruknya akan terefleksikan pada sifat-sifat jiwa manusia.dalam arti selalu tunduk dan taat kepada perintahNYA. Tanggungjawab manusia sebagai hamba Allah ialah patuh. Manusia sebagai Khalifah adalah manusia yang dapat menjadi pemimpin di bumi ini serta dapat menjaga dan melestarikan seluruh isi bumi dan yang ada di permukaannya. Jika ini dilaksanakan. taat dan tunduk kepadaNya. Tercapainya ketiga hal itu. dan hati. Sedangkan manusia sebagai hamba Allah adalah manusia yang melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan Allah dengan selalu bersyukur kepada Allah. Kedudukan manusia sebagai hamba dan khalifah Allah dengan fungsinya untuk taat.Namun demikian. Kebaikan tidak akan terwujud kecuali jika yang menjadi ghayah (tujuan) adalah Allah semata. ragu dan sambil lewa.

Sebagai hamba Allah. Amanah ini bermula daripada kedudukan manusia sebagai hamba Allah Subhanahu wa Ta‘ala dan berfungsi sebagai khalifah-Nya. memakmur dan melaksanakan islah di bumi Allah ini. manusia harus melaksanakan ketentuan-ketentuanNya. Segala tuntutan agama dan kewajipan yang ditetapkan hendaklah dipikul dan dilaksanakan seperti yang dikehendaki tanpa lalai. sedang kamu mengetahui. jika manusia tidak ingin terjatuh ke dalam kedudukan yang rendah. manusia dilengkapi dengan kesadaran moral yang selalu harus dirawat. Untuk itu. taat dan mengimarahkan bumi Allah ini ialah suatu amanah yang wajib dilaksanakan secara menyeluruh. Amanah kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala . taat dan tunduk kepada-Nya. janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu. Tangungjawab manusia sebagai khalifah pula ialah membangun. Maka puncak amanah dan tanggungjawab insan ialah amanah dan tanggungjawabnya kepada Allah.           ”Hai orang-orang yang beriman. Kedudukan manusia sebagai hamba dan khalifah dengan fungsinya untuk patuh.” Sebagai hamba Allah manusia adalah kecil dan tidak memiliki kekuasaan. ragu dan sambil lewa. oleh karena itu tugasnya hanya menyembah kepada-Nya dan berpasrah diri kepada-Nya. Tanggungjawab manusia sebagai hamba Allah Subhanahu wa Ta‘ala ialah patuh.

” Tafsirnya: “Dan (ingatlah) Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk mereka menyembah dan beribadat kepada Ku” .ialah berusaha memenuhi matlamat manusia itu diciptakan iaitu beribadat kepadaNya sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala:        “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Sesuai dengan semboyan Universitas Airlangga. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.Adz-Dzaariyaat.BAB III PENUTUP 1.2 Kesimpulan Sebagai umat Islam. makhluk yang paling sempurna yang diciptakan oleh Allah. . kemudian menjadi khalifah. Allah yang menciptakan seluruh alam semesta dan isinya. yaitu beribadah. dan yang paling penting adalah bersyukur. kita harus mulai bisa mengelola diri kita sendiri agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah. “Dan tidaklah Kami ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku." (QS. kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan oleh penyusun. kita tidak perlu ragu lagi jika seseorang menanyakan apa hakikat manusia itu. 51: 56). oleh karena itu penyusun berharap kepada pembaca agar dihari kemudian dapat mengembangkan atau bahkan memperbaiki beberapa kekurangan yang ada dalam makalah ini. Segala sesuatu yang kita kerjakan di dunia ini pasti akan mendapat balasan di akhirat nanti. yaitu Excellent with Morality. terutama manusia. Apa tujuan penciptaan manusia. kita mahasiswa Unair harus memiliki dasar atau fondasi keimanan dan ketaqwaan yang kuat.3 Kritik dan Saran Kita sebagai manusia ciptaan-Nya wajib beriman kepada Allah dan jangan sekalipun ragu akan kebesaran-Nya terlebih lagi sampai menyekutukan-Nya. Untuk itu. 1. Makalah ini masih jauh dari sempurna.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful