--------

AWABAR BOOLE

6.1. DEFINISI DASAR
Himpunan dan proposisi mempunyai suatu sifat yang serupa yaitu memenuhi hukum identitas. Hukum ini digunakan untuk mendefinisikan suatu struktur matematika abstrak yang disebut ALJABAR BOOLE. Nama tersebut diambil dari nama seorang matematikawan bemama GEORGE BOOLE (1813 - 1864). Misalkan B adalah himpunan yang tidak kosong dengan operasi binar + dan *, operasi unar ' dan 2 buah elemen yang berbeda 0 serta 1. Maka himpunan B tersebut dikatakan ALJ ABAR BOOLE jika memenuhi aksioma di bawah ini, dengan a.b.c adalah sebarang elemen B. [Bl] Hukum komutatif ; (la) [B2] a+b
>

b+a

(lb) a*b ::;:b*a

Hukum Distributif ; (2a) a+(b*c) ::;:(a+b) * (a+e) (2b) a*(b+e) ::;:(a*b) + (a*e)

[B3]

Hukum Identitas; (3a) a+O::;: a (3b) a*l ::;:a

[B4]

Hukum Komplemen ; (4a) a+a' ::;:1 (4b) a*a'::;: 0

Kadang-kadang kita menyatakan ALJABAR BOOLE dengan notasi (B,+,*,',O,l). Kita biasa menyebutkan 0 dengan e1emen nol, 1 adalah elemen kesatuan dan a' adalah komplemen dari a. Biasanya tanda * digantikan dengan tanda kurung sehingga (2b) ditulis dengan a(b+e) ::;:ab + ae. Demikian pula halnya (2a) biasa ditulis dengan a + be ::;:(a+b) (a+e) yang tentunya tidak bias a digunakan sebagai kesamaan dalam aljabar. Operasi +, *, dan' biasanya disebut penjurnlahan, perkalian dan komplemen. Biasanya kita menyatakan bahwa tanda kurung, tanda ' mempunyai derajat lebih tinggi daripada tanda *. Tanda * derajatnya lebih tinggi daripada tanda +.

Contoh:
a+b*e berarti a + (b=c) dan bakan (a+b)*e a*b' berarti a*(b), dan bukan (a*b)'
230

jelas jika a-b=c ditulis a-bc maka mempunyai arti yang jelas walaupun tidak diberi tanda kurung.

Contoh (6.1) :
a. Misal B adalah himpunan dengan 2 buah elemen (0,1) dengan operasi binar + dan *, yang didefmisikan sebagai berikut :

dan operasi unar ' didefinisikan dengan 0' AlJABAR BOOLE. b.

=

1 dan I'

=

0 B adalah suatu

Misal C adalah koleksi himpunan dengan operasi gabungan, irisan, dan komplemen. Maka C adalah suatu Aljabar Boolean dengan himpunan 0 sebagai elemen nol dan himpunan semesta U sebagai elemen kesatuan. Misal
070

c.

= (1,2,5,7,10,14,35,70), himpunan pembagi dari 70.
070

Definisikan +, * dan ' pada

dengan a+b = Lcm(a,b), a*b = gcd(a,b).

a' = 70/a. Maka 070 adalah suatu Aljabar Boole dengan 1 adalah elemen nol dan 70 adalah elemen kesatuan. Di sini 1 em adalah lowest common multiple (kelipata persekutuan terkecil) dan gcd adalah greated common divisor (pembagi persekutuan terbesar). Misal C adalah subhimpunan yang tidak kosong dari Aljabar Boole B. C disebut suatu subaljabar Boole dari B jika C itu sendiri adalah suatu aljabar boole (dengan operasi sesuai dengan B). Kita dapat menyatakan : C adalah subaljabar jika dan hanya jika C tertutup atas 3 operasi pada B yaitu +, * dan ',

Contoh:
(1,2,35,70) adalah subaljabar dari
070

pada contoh 5.l(c).

Dua buah Aljabar Boole B dan B' dikatakan isomorfis jika terdapat fungsi berkorespondensi satu-satu, f: B -> B' untuk ke 3 operasi +, * dan ' jadi terpenuhi. F(a+b) f(a) +f(b), f(a*b) fCa) * f(b) dan f(a') f(a), untuk sebarang elemen a, bdalam B.

=

=

=

231

dan.4) teorema berikut : Teorema 6.·' maka dual juga merupaka akibat dari aksioma tersebut.Absorpsi (7a) a+(a*b) =a (7b) a*(a+b) (iv) Hokum Assosiatif . sebarang pemyataan adalah suatu akibat dari aksioma pada A1jabar Boolean.6.(lihat problema 6. pemyataan dual dapat dibuktikan dengan menggunalcan dual dari masing-masing langkah dari pembuktian pemyataan awal. b. (i) Hukum Idempoten (Sa) a-a (n) =a = 1 (5b)a*a = a (6b)a*0 Hukum Boundness (6a) a-L =0 =a = a*(b*c) (ill) Hukum. Dengan perkataan lain. Karena pentingnya prinsip dari dualitas dalam B tersebut dioyatakan dalam teorema sebagai berikut : Teorema 6. (8a) (a+b)+c= a+(b+c) (8b) (a*b) * c . (Prinsip Dualitas) : Dual dari sebarang teorema suatu aljabar boolean juga merupalcan teorema..Misai dual dari (l+a)*(b+O) = b adalah (O*a) + (b* 1) = b. DUAUTAS D'Ual dari pemyataan sebarang dalam aljabar boole B adalah pemyataan yang diperoleh dengan merubah operasi + dart * serta menukar elemen identitas 0 dan 1 dalam pemyataan awal.2.2 : Misal a. c adalahsebarang elemen dalam A1jabar Boolean B. Hal ini jelas simetris dalam aksioma-aksioma B adalah sarna halnya aksioma awal.1.3. I 6. TEOREMA DASAR Aksioma [B I] sampai dengan [B41 digunakan untuk membuktikan .

Sebalikaya setiap lattice L yang terbatas. 6. makaB mempunyaisuatu urut parsial (jadi diagramnya dapat digambar). sehingga diperoleh definisi berikut.Teorema 6. dan 6.memenuhi keadaan ekivalen a+b=b dan a*b a. komutatif. Dalam Lattice a + 1 = 1 berakibat a < 1 dan a * = 0 berakibat 0 < = a. (lOa)(a=b)' = a'*b' (lOb) (a*b)' =a' + b' Teorema-teorema tersebut dibuktikan pada problem 6. ALJABAR BODLE SEBAGAI LArnCE Menurut teorema 6.]. : Misal a ~g (i) elemen dari suatu Aljabar Boolean Keunikan dari komplemen Jika a+x= 1 dan a*x == 0 maka . = 233 . B adalah Lattice yang terbatas distributif dan Karena suatu aljabar boolean B adalah Lattice. Dan dalam Lattice operasi + dan * dinyatakan dengan gabungan dan irisan. : (Hukum De'Morgan) . untuk sebarang a elemen dari B. Dapat didefinisikan ax = b yang .4.2. Lihat bah 4. dan aksioma [Bl] setiap aljabar boolean B memenuhi hukum Assosiatif. o = . danabsorpsi. Selanjutnya aksioma [B2] dan [ll4] menunjukkan bahwa B juga distributif dan saling komplemen.3.x=a' (ii) Hukum Involution (a')'=a (iii) (9a) 0' = 1 (9b) I' =0 Teorema 6. Jadi B adalah suatu LATTICE yang terbatas.DEFINISI ALTERNATIF : Suatu aljabar boolean berkomplemen. distributif dan berkomplemenmerrenuhi aksioma [Bt] sampai[B .4.5.6.

kita dapat menulis a < = b apabila ke 4 syarat . 234 .1. maka syarat-syarat berikut dipenuhi (1) Au B =B (3) . jika P hanya jika Q atau jika P ~ Q. (4) a*b' = 0 Jadi dalam suatu aljabar boolean. (3) suatu aljabar boolean : a'+b= 1. Misal suatu aljabar boole dari himpunan-himpunan. Misal Aljabar Boole dan proposisi. diatas dipenuhi. b..4 menyatakan jika A c B seperti yang digambarkan dalam diagram venn pada gambar 6.1. maka proposisi P mendahului proposisi Q.Teorema 6. Contoh 6. Pada teorema 6.himpunan B jika A c . (2) a*b = a.N u B = \ U (2) An B = A (4) A n Be = 0 AcB Gambar 6.2 a.5. Keadaan berikut ini adalah ekivalendalam (1) a+b = b.B. Himpunan A mendahului .

. Contoh6.3. : Aljabar Boole yang hingga mempunyai 2" elemen di mana n adalah bilangan bulat positif.2(a). Himpunan A =(2. P(A) didefmisikan f(x) = (al'~' . ladi kita lihat terdapat hubungan erat antarateori himpunan dan aljabar boole.6. Sehingga dari teorema di atas didapat akibat sebagai berikut : AKIBAT TEOREMA 6. 35 = 5V7. .2(b) menyatakan diagram dari aljabar boolean dengan himpunan kuasa P(A) dari himpunan A.1.6. diagrarnnya digambarkan pada gambar 6. Pemetaan adalah well defme karena pernyataannya unik. "* = 6. Misal Aljabar Boolean 070 = (1.. 235 . 70 = 2V5V7. PERNYATAAN TEOREMA Misal B adalah Aljabar Boolean yang hinga di mana sebuah elemen a dalam B adalah suatu atom jika a immediately succed 0 yaitu jika 0 « a. Jika himpunan A mempunyai n elemen.5.2. Menurut teorema 4. 14 = 2V7. sebagai gambaran misal fungsi f : B ~. Jelas terlihat ke 2 diagram tersebut mempunyai struktur yang sama.7) adalah himpunan dari atom-atom 070• Oari diagram tersebut dapat dilihat 10 = 2 V E.11 setiap x 0 dalam B dapat dinyatakan secara unik (kecuali untuk urutan) sebagai jurnlah (gabungan) dari atom-atom elernen A. Misal A himpunan dari atom-atom elemen B dan misan P(A) adalah Aljabar Boolean dari semua subsub himpunan dari A. merupakan gambaran unik dari non atom dengan atom.7. 70) adalah pembagi 70 (lihat contoh 6. a). Sebut x al + ~ + + a.5. TEOREMA Pemetaan f: B ~ P(A) tersebut di atas adalah isomorfis. Dapat diamati bahwa setiap aljabar boole mempunyai struktur yang sarna dengan aljabar boole dari himpunan-himpunan. maka himpunan kuasa P(A) mempunyai 2" elemen.5.(c). Gambar 6. .

B* adalah B atau Bedan C* adalah C atau 0 sebarang pemyataan himpunan yang tidak kosong..3.7-l_ )5. dari 3 buah himpunan A. yang mengandung himpunan-himpunan A. B dan C.1 {5}/ {2.. 8 Gambar 6.><-><-. BENTUK NORMAL DISJUNCTIVE UNTUK HIMPUNAN-HIMPUNAN Akan kita bahas tentang bentuk normal disfunetive dari sebuah eontoh teori \~mpunan.2.7} {7} ~~/ B Gambar 6.>: A 1 {2.-Jelas bahwa ke 3 himpunan tersebut membagi bujursangkar (himpunan semesta) menjadi 8 himpunan yang dapat dinyatakan sebagai berikut : (1) A (l B (l C (3) A (l Be (l C (4) N (l B (l C (5) A n Be (l 0 (6) N n B (l (7) N nBe (l C (8) N (l Be (lCe (2) A (l B (l C o Tiap ke 8 himpunan tersebut mempunyai bentuk A* (l B* n C*. B dan C sebagai eontoh : [(A (l Be)e u (N (l ce)] (l [(Be u C)e (l (A u 0)] 236 ./71°~ 10 2 A 1><·-5 14><35 7 <.3. Misal diagram venn pada gambar 6.5} {2} ~I~ 1. di mana A* adalah A atau N.

. dan secara unik . *. jika literal dari PI juga merupakan Literal dari P2• Contoh x'z dikandung dalam x'yz tetapi tidak di dalam xy'z. dan F Boole dalam x. dan '. Menurut suatu pemyataan Boolean E dalam variabel-variabel tersebut sering dituliskan dalam notasi E(xi• x2• xn) sebarang variabel atau pernyataan dibentuk dari variabel-variabel tersebut dengan menggunakan operasi-operasi Boole +. tetapi ~ adalah dnf. Comtoh: E (x + y·Z). = = «xy'z' + y)' + x'z) adalah pemyataan Literaladalah sebuah variabel atau variabel komplemennya.akan sarna dengan gabungan dari satu atau lebih dari ke 8 himpunan tersebut. jika E merupakan sebuah perkalian dasar atau jumlah 2 atau lebih perkalian dasar. xy'z. bukanbentuk normal disjunctive karena xz' terkandung pada xyz'. y'. Pemyataan unik tersebut adalah sarna seperti bentuk normal yang lengkap disjunctive (full dof). y dan z. Bentuk normal disjunctive untuk aljabar boolean akan dibahas berikut ini. EI = xz' .Dapat dinyatakan daerah yang memenuhi pada gambar 6:3.• x. Contoh: Misalpemyataan-pemyataan .Karena x' bukan literal dari perkalian dasar xy'z. BENTUK NORMAL DISJUNCTIVE Suatu himpunan dari variabel-variabel (atau huruf atau simbul) sebut XI' X2 •• . X. 6. JikaP. x'yz adalah bentuk-bentuk perkalian dasar tetapi xyx'z dan xyxy bukan perkalian dasar.. E. terkandung di dalam P2• maka menurut hukum absorpsi PI + P2 = PI' Pemyataan Boolean E dikatakan bentuk Normal Disjunctive (sebut dnf). sebagai ·berikut : + y'z + xyz' dan E2 = xz' + x'yz + xy'z.7. contoh : xz'. Perkalian dasar PI dikatakan terkandung di dalam perkalian dasar yang lain P2.· + xyz' + x'y). yz'. di mana masing-masing perkalian dasarnya tidak dikandung di dalam pada perkalian dasar lainnya. 237 .

Contoh: Menurut (1) E = (Iabj'c)' = «a' + c) (b' + c')'). Algoritmanya adalah sebagai berikut : (1) Gunakan hukum De Morgan dan hukum Involution untuk memindahkanoperasi komplemen pada tanda kurung sedemikian sehingga operasi hanya diperoleh variabel-variabel. sehingga dengan menggunakan hukum absorpsi. jika P tidak mengandung Xi' 238 . idempoten dan hukum absorpsi sehingga akhirnya merubah E menjadi bentuk normal disjunctive. Jelas ac' dikandung abc'.Hukum-hukum Aljabar Boolean dapat digunakan untuk membentuk suatu algoritma untuk merubah sebarang pemyataan Boolean E menjadi bentuk normal disjunctive. Kita dapat dengan mudah merubah sebarang pemyataan Boole E dalam dnf menjadi full dnf dengan mengalikan perkalian dasar P dan E dengan Xi + Xi'. ac' + (ac'*b) = ac' Pernyataan Boolean E (x)'x2. . (2) Gunakan hukum distributif sehingga dapat merubah pemyataan E menjadi jumlahan dari perkalian-perkalian dasar dan gunakan hukum komutatif. . " x) dikatakan bentuk lengkap normal disjunctive (full dnf). jika E merupakan dnf dan masing-masing perkalian dasar mengandung semua variabel. (ac' + be) «Cab)') . + c') «a' + c)' + (b' + c')') = (ab + c') E dan menurut (2) = abac' + abbe + ac'c + bee' = abc' + abc + ac' + 0 = ac' + abc yang merupakan dnf. di mana E hanya terdiri dari jurnlahan dan perkalian dari literal-Iiteral.

meuyatakan saklar listrik dan misal A dan A' menyatakan saklar degnan memberikan nilai 1 jika hidup dan nilai 0 dalam hal lain. = ac' = abc' + abc = ac' (b + b') + abc + ab'c + abc.Contoh: kita dapat merubah E E = E(a. B.x) .Oleh karen a itu pembaca perlu mencari arti dari istilah dnf pada waktu inembaca setiap buku yang membahas bagian aljabar boole. 2 buah saklar. Dan istilah jumlahan dari perkalian-perkalian. maka perkalian P dengan Xi + E..8. 8..4. : Setiap pemyataan Boolean E (XI..b. sebut A dan B dapat dihubungkan dengar. juga sebaliknya.RANCANGAN RANGKAIAN SAKLAR Misal A. di mana kita menyebutnya bentuk normal disjunctive (dnf). .yang tidak nol dapat diubah menjadi bentuk lengkap normal disjunctive (full dnf) dan bentuknya adalah unik. Sehingga diperoleh teorema sebagai berikut : tidak mempengaruhiharga Teorema 6. . Petunjuk: Istilah dalam bab ini tidaklah standart. c) di atas menjadi full dnf.X2' . 239 . 6.. Juga ada beberapa buku menggunakan istilah bentuk kanonik disjunctive. Xi' karena Xi + Xi' = 1. Khusus beberapa buku menggunakan istilah bentuk normal disjunctive (dnt) sedangkan kita menggunakana bentuk lengakap normal disjunctive (full dnf). kawat secara kombinasi seri atau paralel yang hubungannya dapat dilihat pada gambar 6. sedangkan kita menyatakannya dengan istilah full dnf.

Jadi dapat dinyatakan dengan menggunakan hubungan A dan V.4.5. Tabel berikut menyatakan keadaan rangkaian sed AAB dan rangkaian paralel AVB A 1 1 B 1 AAB 1 A 1 1 B 1 AVB 1 1 1 0 1 0 0 240 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 .)' V (A'. sedangkan A VB menyatakan A dan B dihubungkan secara paralel. dapat dituliskan dengan AACSVA') dan rangkaian (2) dengan (AAB') V «A'VC)AB) . Dalam rangkaian saklar.5. • Kombinasi paralel A V B AAB menyatakan A dan B dihubungkan secara seri. (1) AA(B V A') (2) (AAB'. Contoh 6.• • Kombinasi seri AAB Gambar 6. Suatu rancangan rangkaian saklarBooleberarti susunan dari kawat dan saklar dapat dibentuk dengan pengulangan menggunakan kombinasi seri dan paralel. kita dapat memisalkan 1 dan 0 masing-masing menyatakan saklar atau rangkaian hidup dan mati.4. rangkaian (1) pada gambar 6.VC)AB Gambar 6.

sudah pta ketahui bahw suatu rangkaian hidup. Misal rangkaian (1) pada gambar 6. Untuk mengetahui keadaan dari rangkaian saklar Boole tabelnya dibentuk sesuai dengan ~ kebenaran untuk proposisi. disjungsi dan negasi untuk pemyataan (2 proposisi) hanya perbedaannya adalah 1 dan 0 digunakan sebagai pengganti T dan F.5. Sehingga diperoJeh teoremasebagai berikut : Teorema 6.. ditunjukkan dengan tabel kebenaran berikut untuk (ALB') V «A'VC)LB) 241 .5. a.9. Rangkaian (2) pada gambar 6. Aljabar dari rangkaian saklar Boole adalah suatu Aljabar Boole.5.Dan Tabel berikut menunjukkan hubungan antara saldar A dan A' m o 1 Perlu dicatat bahwa ke tiga tabel tersebut di atas identik dengan tabel konjungsi. Tabel kebenaran yang dibentuk untuk AA(BVA') sebagai berikut : A B 1 0 1 0 A' 0 0 BVA' 1 0 1 1 AA(BVA') 1 0 0 0 1 1 0 0 1 1 Jadi akan terdapat aliran listrik banya jika A dan B hidup. Contoh 6. jika ada aliran listrik dan mati jika tidak terdapat aliran listrik.

A 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 0 / B] 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1I 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 I 0 1 1 .9. VC) .+ E 242 Sehinggalernma 6~10:jika Q adalahkonsensus . PI dan P2 daIam full dnf maka setiap jumlahan dari Q muncul di antara jumlahan dari PI atau jumlahan P2• +Q=~+~ . xyz's dan xy't mempunyai konsensus xz'st xy' dan y mempunyai konsensus x x'yz dan x'yt tidak mempunyai konsensus x'yz dan xyz' tidak mempunyai konsensus Jika Q merupakan konsensus dari PI dan P2.A 1 B 1 C 1 (A 1 A 0 0 1 1 0 0 0 0 2 B') 0 0 1 1 0 O. dari PI dan P2 maka PI + P2 PerkaIian dasar Pdikatakan prime implikan dari peinyataan Boolean E jika P E. .I V 1 0 1 I 1 1 0 0 1 [(A 0 0 0 0 1 1 I I .1 . = . METODE KONSENSUS MisaI PI' P2 adaIah perkalian dasar sedemikian sehingga tepat satu variabel sebut Xk muncul sebagai komplernennyapada salah satu dari PI dan P2• Maka yang dikatakan konsensus Q dari PI dan P2 adalah perkalian (tanpapengulangan) dari literal PI dan literal P2. sesudah xk dan xk' dihilangkan. 1 1 . PRIME IMPLIKAN. kita menuliskan Q.1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 LANGKAH 4I I i 3 6. Tetapi perkalian dasar lain yang terkandung dalam P tidak mempunyai sifat seperti itu.

11 : Metode konsensus digunakan untuk merubah sebarang pemyataan Boolean E secfemikian sehingga E merupakan jumlahan dari prime implikan-prime implikan.10).6.. . langkahlangkah tersebut dikatakan metoda konsensus : ' * * Langkah (1) : Hilangkan sebarang perkalian dasar p yang mengandung sebarang perkalian dasar yang lain (menggunakan hukumabsorpsi). Contoh 6.Contoh: Misal E = XY' + XYZ' + X'YZ' Menurut problem 6. Teorema 6. : Misal E E = XYZ+X'Z'+XYZ'+X'Y'Z = XYZ+X'Z'+XYZ'+XYZ'+X'Y'Z+XY = X'Z'+XY+X'Y' = X'Z' +XY +X'Y' = X'Z' +X'Y'Z+XY = X'Z' +X'Y'Z+XY +X'Y' +YZ' = XYZ+X'Z'+XYZ'+X'YZ'+X'Y'Z'+X'YZ' niaka (X'YZ' mengandung X'Z')· (konsensus dari XYZ dan XYZ')· (XYZ dan XYZ'mengandung ~ (konsensus dariX'Z' (X'Y'Zmengandung dan X'Y'Z) X'Y') (konsensus dari X'Z'dan XV> 243 .. Teorema berikut menyatakan sifat dasar dari metoda tersebut.Berikut ini akan dibahas metoda konsensus untuk menentukan prime implikan dari E Misal pemyataan Boolean E = PJ + P2 + .XY' + E = E tetapi X + E E DAN Z' + E E jadi XZ' adalah prime implikan dari E. Langkah (2) : Tambahkan konsensus Q dari sebarang Pi dan Pj asal Q tidak terkandung dalam sebarang P (menggunakan lemma 6.. + Pn di mana PJ adalah perkalian dasar. .10:. Untuk menentukan prime implikan digunakan 2 langkah berikut.

E mungkin merupakan rangkaian saklar yang dapat digambarkan dalam beberapa bentuk yang minimal. Misal E dan F pemyataan Boolean dalam dnf yang ekivalen. E[ adalah banyaknya literal dalarn E dan Esadalah banyaknya jumlahan dalam E. Teorema berikut menunjukkan hubungan antara minimal dnf dan prime implikan. 244 .sehingga dengan menggunakan langkah-langkah dari metoda konsensus tersebut kita dapat merubah E. dan prime implikan-prime implikan dari E adalah X'Z'.10. Metode konsensus dapat digunakan untuk menyatakan E sebagai jumlahan semua prime implikan. PERNYATAAN BODLE MINIMAL Ada beberapa cara untuk menyajikan pemyataan Boole E yang sarna. Maka E adalah minimal jika tidak terdapat yang lebih sederhana dari E. X'Y' dan YZ'. Teorema 6. sebut E lebih sederhana dari F maka EJ <= F[ dan Es <= Fs dan satu dari pertidaksamaan tidak sarna. XY. Di sini kita akan definisikan dan selidiki minimal dnf untuk E. tetapi yang dibahas di sini hanya tentang minimal dnf. 6.12 : Minimal dnf dari pemyataan Boolean E adalah jumlahan prime implikan dari E. Metoda untuk menentukan minimal dnf adalah dengan menyatakan setiap prime implikandalam full dnf dan menghilangkan prime implikan yang jumlahannya muncul di antara prime implikan dalam full dnf yang lain. Type yang lain dari bentuk-bentuk minimal ada. Contoh : Jika E = abe' + a'b'd + ab'c'd + a'bed maka E[ = 14 dan Es = 4.

Pada Peta Kamaugh. tetapi cara tersebut kurang efisien. Pada beberapa buku mungkin ada cara yang lain untuk menentukan minimal dnf. jadi E = X'Z' + XY + X'Y' adalah minimal dnf untuk E.6. Pada peta kamaugh. Dalam bagian selanjutnya akan diberikan dengan metodageometris untuk menentukan minimal dnf. jika PI dan P2 berbeda tepat satu literal di mana variabel komplemen pada salah satu perkalian dasar dan yang bukan komplemen pada perkalian dasar sisanya. Dalam hal ini kita hanya akan membagas untuk 2.11. adalah pemyataan sebagai jumlahan dari semua prime implikan. kita menggunakan istilah bujur sangkar dan perkalian dasar. 3 atau 4 variabel. 245 .Contoh: E = X'Z'+XY+X'Y'+YZ'. Metoda di atas adalah menentukan minimal dnf dengan cara langsung. Jadi jumlahan dari 2 perkalian adjacent akan merupakan perkalian dasar di mana terdapat variabel yang berbeda. karena variabel yang digunakan tidak banyak. perkalian dasar dengan variabel yang sarna dinyatakan dengan bujur sangkar. (Contoh 6.) maka : X'Z' XY X'Y' YZ' = == X'Z'(Y +V') = X'YZ' + X'Y'Z' XY(Z+X') = XYZ + XYZ' X'Y'(Z+Z') YZ'(X+X') = = = X'Y'Z + X'Y'Z' = XYZ' + X'YZ' Catatan YZ' dapat dihilangkan karena jumlaha XYZ' dan X'YZ' muncul di antara prime implikanyang lain. karen a tidak ada E yang mempunyai jumlah prime implikan yang lebih sederhana. Perkalian dasar PI dan P2 adalah adjacent. 6. PETA KARNAUGH Peta Kamaugh adalah metoda untuk menentukan prime Implikan dan minimal dnf untuk pemyataan Boole yang mengandung paling banyak 6 variabel.

/ x I I V x 1 - '-.6 (b). Pada peta karnaugh. ._. Sebarang pemyataan Boolean E (x. Perlu dicatat bahwa x'yzt dan xyz't tidak adjacent. 'v' ..1 V x (d) E3 V (b) El (c) E2 Gambar 6. Demikian pula xyz' dan xyzt tidak muncul pada peta kamaugh..6 (a).6. yang dikorespondensikandengan bujur sangkar pada Peta Kamaugh seperti pada gambar 6.yzt + x'yz't = x'yt (z + z') = x'yt (1) = x'yt. xy'. (d) y x y' x x' x' (a) . Dua Bujur Sangkar dikatakan adjacent.v .y) diperoleh dari pasangan bujur sangkar yang adjacent atau dari bujur sangkar yang terisolasi.Contoh : xyz' +xyz' =xz' (y + y') = xz' (1) = xz' x.6 (a». karen a terdapat variabel yang berbeda. x'y..y) dalam full dnf dapat dinyatakan dengan tanda " yang diletakkan pada bujur sangkar yang bersesuaian. jika keduanya mempunyai sisi yang sarna (pada gambar 6.I. DUA VA~IABEL X DAN Y Terdapat 4 perkalian dasar xy.v· __ . 246 . (c).J y y' y y' y x y' -__.y) yang lain. x'y'.-v --. = xy + xy' E2 = xy + x'y + x'y' E3 = xy + x'y' dinyatakan pada gambar 6. kita menggunakan istilah bujur sangkar dan perkalian dasar. Prime Implikan dari pemyataan E(x. Contoh: E. (Bujur Sangkar yang terisolasi adalah bujur sangkar yang tidak adjacent dengan bujur sangkar pada E(x.

yaitu dengan menghubungkan edge kiri dan edge kanan sehingga diperoleh bentuk silinder seperti pada gambar 6. yang merupakan perkalian adjacent yang berbeda dengan satu literal. jadi x adalah prime implikan dan EJ = x adalah dinyatakan dengan variabel y.(b). Jadi xy dan x'y' adalah prime implikan dari E3 dan E3 = xy + x'y' adalahminimal dnfnya. Bagian atas dari diberi label. demikian pula x'yz dan x'y'z merupakan perkalian adjacent. Dalam hal 3 variabel diperoleh 8 perkalian dasar yaitu xyz. x'y'z' yang dikorespondensikan dengan 8 bujur sangkar pada Peta Karnaugh (seperti pada gambar 6.7. jika kita hubungkan peta pada gambar 6. Jadi y dan x' adalah prime implikan dari E2 dan E2 = x' + y adalah minimal dnfnya. z.7 (b). Bujur sangkar yang adjacent pada silinder akan mempunyai sisi yang sarna sebagaimana biasanya. karena xyz dan xy'z adalah perkalian adjacent. 2 bujur sangkar dan 4 bujur sangkaryang dibentuk dari bujur sangkar 1 x 4 atau 2 x 2. Dengan perkataan lain. xy'z. Demikian untuk selanjutnya bujur sangkar pada peta kamaugh 247 . xyz'. TIGA VARIABEL X. x'yz' x'y'z. xy'z'.7(b).y. Y. 2 literal dan 1 literal. kemudian agar supaya bujur sangkar mempunyai sisi yang sarna.6. Pasangan bujur sangkar yang adjacent tersebut dinyatakan dengan variabel X'. y' :t y y y y' y' x I I (aJ I I x Gambar 6. sedangkan pasangan horizontal bujur sangkar yang adjacent dinyatakan dengan variabel x'.7(a». pemyataan Boolean E(x.Contoh: El terdiri dari 2 buah bujur sangkar yang adjacent yang dinyatakan dengan sebuah Loop pada gambar 6. (b) Pengertian dasar persegi panjang pada peta karnaugh adalah sebuah bujur sangkar. Demikian pula dengan E3 hanya terdiri dari 2 buah bujur sangkar yang terisolasi.z) dalam full dnf dinyatakan pada peta karnaugh dengan tanda pada bujur sangkar yang sesuai. perlu diketahui pengertian dari edge kiri dan edge kanan dari peta. yang dikorespondensikan dengan perkalian dasar dengan tiga literal. yang dinyatakan dengan xy dan x'y'.

yZ·.8(a) menyatakan E(. Misal E2 = xyz + xyz' + xy'z + x'yz + x'y'z 2 prime implikan yaitu dari 2 xy dan dari bujur sangkar 2 x dinyatakan dengan z.8(b) menyatakan E2• E2 mempunyai bujur sangkar yang adjacent dinyatakan dengan 2 (yang melewati edge kiri dan kanan) yang loop-loop tersebut menutup ~. x'z' dan x·y·.7. Selanjutoya hanya satu yang diambil dari 2 loop yang terputus-putus yaitu yz' atau x'z'. Misal : pemyataan Boolean E E (x.z) dinyatakan dengan peta kamaugh.9. Karena ketiga-tiganya menutup EI' minimal dnf adalah E( = xy + yz' + x'y'z b. yz' dan x'y'z.dinyatakan dengan perkalian dasar yang merupakan perkalian literal-literal yang terdapat dalam semua bujur sangkar yang bersesuaian. Misal E( = xyz + xyz' + x'yz' + x'y'z Gambar 6. maka minimal E2 c. Di sini E3 mempunyai 4 prime implikan yaitu xy. a. Minimal dnf untuk E terdiri dari minimal penutup dari E. = Contoh 6. yaitu minimal banyaknya maximal dasar persegi panjang yang meliputi semua dasar persegi panjang dari E. Jadi ~ mempunyai 2 minimal dnf. yang digunakan untuk menutup E.y. Jelas E( mempunyai 3 prime Implikan (maximal banyaknya dasar persegi panjang) yang dilingkari dan dinyatakan dengan xy.yaitu: E3 = xy + yx' + x'y' = xy + x'z' + x'y' 248 . Karena dnf untuk E2 adalah Gambar 6. = xy + z = xyz + xyz' + x'y'z' + x'yz' + x'y'z Misal E3 ditunjukkan dengan gambar 6. Prime Implikan dari E merupakan maximum banyaknya dasar persegi panjang dari E sehingga tidak dikandung dalam dasar persegi panjang yang lebih besar.

t) sarna dengan sebelumnva. Z.Y. z. I(V v) V /' v IC V flvi y ~_j_ I\./ (b) E. Demikian pula kita hams menghubungkan sisi kiri dan sisi kanan (sebagaimana halnya 3 variabel). y.. VARIABEL X. zt xy xy' x'y' x'y zt' z't' z't Gambar 6. 2.10 Contoh 6.(v v V \. Dasar persegi panjang adalah sebuah bujur sangkar. Maksimum banyaknya bujur sangkar dasar adalah prime implikan untuk menentukan minimum dnf untuk pemyataan Boolean E(x. .J (a) E.. 4. dan 1 literal. E2.11). V If v') V) Gambar 6. Jelas garis atas dan sisi kiri diberi label sedemikian sehingga perkalian adjacent yang berbeda dengan satu literal. -. 2 buah bujur sangkar yang adjacent.10. 3. (a) E. Misal 3 pemyataan Boolean El. 249 .Z.T Terdapat 6 perkalian dasar yang dikorespondensikan dengan 16 bujur sangkar pada peta karnaugh seperti pada gambar 6. tetapi sisi atas dan sisi bawah juga harus dihubungkan (bentuk ini disebut TORUS).8. E3 dengan variabel x.8. di maja dikorespondensikan dengan perkalian dasar masing-masing dengan 4. t yang digambarkan pada peta karnaugh seperti pada gambar (6. y. 4 bujur sangkar yang terbentuk dari bujur sangkar 2 x 4.

c..sangkar adjacent menyatakan y'zt'. ..11. Tuliskan dual dari masing-masing persamaan Boole : (a) (a*l) * (0 + a') (b) a + a'b = a + b =0 2$0 .. Jadi E3 b. SOAL DAN PENYELESAIAN AWABAR BOOlE 6. Pasangan horizontal dari bujur sangkar yang adjacent dinyatakan dengan xyz' dan bujur sangkar yang melewati edge atas dan bawah dinyatakan dengan yz't'. v x'y v v ~ v v v v v 0) x'y (b) E2 .--.8.a. Dasar persegi panjang 2 x 2 dinyatakan dengan y'z karena hanya y' dan z muncul dalam 4 bujur sangkar. Dasar persegi panjang 4 x 1 menyatakan x'y' dan 2 bujur .12. 6. Gambar 6.. v) xy xy .. Jadi EJ = y'z + xyz' + yz't' adalah minimal dnf untuk E. Hanya y' muncul dalam 8 bujur sangkar 2 x 4 dan dinyatakan oleh pasangan dari bujur sangkar yang adjacent adalah xzt' .. zt' z't' z't zt zt' z't' z't v v v . karena hanya y dan t muncul dalam 4 bujur sangkar tersebut. Jadi E2 = y' + xzt' adalah minimal dnf untuk E2• Ke 4 sudut bujur sangkar membentuk dasar persegi panjang 2 x 2 yang dinyatakan dengan yt. = yt + y'y' z't + y'zt' adalah minimal dnf untuk E3.. zt zt xy xy' x'y x'y zt' z't' (v) .

6. (c) Carilah 2 buah subaljabar dengan 8 elemen. (d) Apakah X (1. Misal Aljabar Boolean D210 (a) Tuliskan masing-masing elemen dan gambarkan pacta suatu diagram.3.x') 1 dan x + x' Lcm (x.6) merupakan sub Lattice dari D210 .10. distributive Lattice dengan a + b a V b Lcm(a. Sebut @ adalah elemen nol (batas bawah) dan Dm & m adalah elemen identitas (batas atas) dari Dm.2. dan ubah 0 dan 1. yaitu jika m adalah suatu perkalian dari bilangan prima yang berbeda. (b) Carilah himpunan A yang terdiri dari atom-atom. rubah + dan Jadi (a + 0) + (l * a') 1 = *. Himpunan Dm adalah pembagi dari m yang terbatas.Jawab: (a) Untuk memperoleh persamaan dual. Karena m adalah perkalian dari bilangan prima yang berbeda. Jadi x' adalah komplemen dari x.9.b). Jadi x*x' gcd (x.x') m. sehingga Dm adalah suatu Aljabar Boole.? Apakah Y merupakan subaljabar ? (f) Carilah banyaknya subaljabar dari D210 ? 251 .2. Maka dualnyaadalah a * (a' + b) a * b yang dapat dituliskan sbb : a (a' + b) = ab = = 6. x dan x' mempunyaipembagi bilangan prima yang berbeda. (b) carilah atom dari Dm. Misal x dalam Dm dan x' = mix. (b) Pertama tuliskan persamaan dengan menggunakan *: a + (a' * b) a + b.210) merupakan sub Lattice dari D210 ? Apakah X merupakan subaljabar ? (e) Apakah Y = = = = = (1. Jawab: (a) Kita hanya perlu menunjukkan bahwa Dm adalah berkomplemen.b) dan a*b aAb gcd(a. = = = = (a) Tunjukkan bahw Dm adalah Aljabar Boole jika m adalah square free. 6. (b) Atom dari Dm adalah bilangan-bilangan prima pembagi dari m.

Tentukan pemyataan Boolean untuk tiap-tiap rangkaian pada gambar 6. Jadi z' + E "*E.18.(a) Carilah full dnf dari xz' xz' = xz' (y + y') = xyz' + xy'z' Karena jumlahan dari xz' terkandung dalam E maka xz' + E =E (b) Carilah full dnf dari x.13 rangkaian (c) (a) A A (B V A') A C (b) [A A (C V B')] V [B A C') (c) ([(A V B) A C'] V A') A B 258 . 6. x = x(y + y') (z + z') = xyz + xyz' + xy'z + xy'z' Jumlahan xyz adalah bukan bagian dari jumlahan dari E Jadi x + E"* E (c) Carilah full dnf dari z' z' = z' (x + x') (y + y').13.= xyz' + xy'z' + x'yz' + x'y'z' Jumlahan x'y'z' dari z' tidak terkandung pada E. rangkaian (a) (rangkaian (b) Gambar 6.

259·· .6. (b) rangkaian paralel A V B dihubungkan seri dengan C dan rangkaian paralel A' V B' V C'.15 (a) rangkaian (b) (a) Bentuk rangkaian ekivalen yang lebih sederhana (b) Buktikan bahwa rangkaian kebenaran.14 e• (a) rangkaian seri A A B dihubungkan paralel dengan A' A (B' V A V B) dimana A' dibubungkan seri dengan kombinasi paralel B' V A V B. ranakaian (a) Gambar 6. Bentuk suatu rangkaian untuk masing-masing pemyataan Boole berikut : (a) (A A B) V [A' A (B' V A V B)] (b) (A V B) A C A (A' V B' V C') Diagramnya pada gambar 6.20. Misal rangkaian pada gambar 6. ekivalen dengan menggunakan tabel Jawab: (a) Pertama tuliskan pernyataan Boole untuk rangkaian terse but : E = (A A B) V (A A B') V (A' A B') Penyederhanaan E dengan menggunakan peta karnaugh atau dengan hukum-hukum dari Aljabar Boole.14 6.19.

21...15 (b) 6. (b) Diperoleh tabel kebenaran sbb : AB (A 1 A 1 B) 1 V 1 (A 1 A B') V (A' A B') 1 1 A 1 1 B B' AVB' 11 10 01 00 Lan gkah 0 1 1 0 0 1 0 0 0 2 0 1 0 1 1 0 0 3 1 0 0 1 0 0 2 0 1 0 1 1 0 1 4 0 0 1 1 1 00 01 0. dasar yang lain.15 (b) adalah rangkaian yang ekivalen. menunjukkan keunikan pernyataan tersebut. .Contoh: E = = = [A A (B V B')] V (A' A B') (A A 1) V (A' A B') AVB = A V (A' VB') Jadi gambar 6. 260 . dimana satu faktor pada salah satu dari P atau Q kemudian komplemennyapada perkalian ..8 : Setiap pernyataan aljabar E (x. Buktikan teorema 6. Keberadaan pernyataan berikut diperoleh dari algoritma. Kita tinggal Jawab: Pertama misalkan jika P dan Q perkalian dasar berbeda dalam variabel maka PQ = 0 karena satu dari variabel-variabel hams berkomplemen. Xn) yang tidak nol dapat diubah menjadi full dnf dan pernyataannya adalah unik. . 0 1 2 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 t J 1 1 0 1 (a) Gambar 6.

+ P) = QtPt + . sehingga xz' dapat dihilangkan. xz' & xz' adalah prime Implikasi dari E..... Gunakan metode konsensus untuk mencari prime implikasi dan minimal dnf untuk E dimana : (a) E = xy' = + xyz' + x'yz' + x'yz'... berbeda dari Pi' Maka QtPi absorpsi QtE == Qt. Jadi Qt = 0 untuk setiap i menurut hukum = QtE = Qt (P.. 1 + Q3 1 adalah pemyataan berbeda dari E dalam full dnf. atau salah satu dari Q.22. Tuliskan prime Implikasi-implikasi tersebut dalam full dnf sehingga diperoleh: xy' = xy' (z + z') = xy'z + xy'z' xy' yz' = xz' = yz' (y + y') (x + x') = xyz' = xyz' + xy'z' + x'yz' hanya jumlahan xyz' & xy'z' dari xz' muncul di antara jumlahan prime Implikasi yang lain. (b) E = xy + y't + x'yz' + xy'zt' Jawab: (a) E = xy' + xyz' + x'yz' + xz' (konsensus dari xy' & xzy') (xyz' mengandung zz') (konsensus dari x'yz' & xz') (x'yz' mengandung yz') xy' + x'yz' + xz' xy' + x'yz' + xz' + yz' xy' + xz' + yz' = = metode konsensus dapat merubah E. QtPr =0+ . + P2 + . Sebut Q. 2~1 . jadi E = xy' +yz' adalah minimal dnf untuk E. +0 =0 yang mana berlawanan dengan pemyataan bahwa Qt adalah perkalian dasar...Misal : E = P. Jadi pemyataannya adalah unik. 6.. + .. dan xy'. 1 + P. = Qt + Q2 + . harus berbeda dari P. Maka satu dari Pi harns berbeda dengan Q.

y't.23.. xz & z't. yz'.. Prime Implikasi dari E adalah xy.{b) E = = = = = = = = xy + y't' + x'yz' + xy'zt' + xzt' xy + y't + x'yz' + xzt xy + y't + x'yz + xzt' + yz' xy + y't + xzt' + yz' xy + y't + xzt' + yz' + xt xy + y't +xzt' (konsensus dari xy & xy'zt') (zy'zt mengandung xzt') (konsensus dari xy & x'yz') (x'yz' mengandung yz') (konsensus dari xy dan y't) (konsensus dari xzt' dan xt) (xzt' mengandung xz) (konsensus dari y't dan yz') + yz' + xt + xz xy + y't + yz' + xt + xz xy + y't + yz' + xt + xz + z't Metode konsensus dapat merubah E. Carilah perkalian dasar P yang dinyatakan dengan rnasing-masing dasar persegi panjang pada peta kamaugh yang ditunjukkan pada gambar 6. sedemikian sehingga diperoleh E = y't + xz + yz' adalah minimal dnf untuk E. ' PETA KARNAUGH 6..16 x'y '!I (d) 262 . zt zt' z't' z't (a) zt xy xy' x'y' x'y " :·[:11 19:[JI I 101 zt zt' z't' z't zt zt' z't' z't (b) (c) zt' z't' z't xy zt zt' z't' z't xy zt zt' z't' z't \.16. Tuliskan masing-masing prime Implikasi tersebut dalam full dnf dan hilangkan satu demi satu prime Implikasi yang jurnlahan dalam full dnf muncul pada jurnlahan prime Implikasi lainnya. v'_/ ~ /v' v' v' ~ (f) (v' v') xy xy 'v' x'y x'y x'y v' r: J\ (e) Gambar 16. xt.v' .

Tetapi.18(b). 18(a).24.'z' (d) x. y.Dalam hal ini. (a) x' dan z' muneul pada kedua bujur sangkar.17. (b) Minimal penutup dari E diberikan dengan 3 loop pada gambar 6. Jadi E x'y + yt + xy't' + y'z't' x'y + yt + xy't' + x'z't' adalah 2 minimal dnf untuk E. jadi P = yz (t) hanya t muneul pada ke 8 bujursangkar. yaitu: E = xzr' + xy'z' + x'y'z + x'z't' . lingkaran putus-putus tidak perlu untuk menutup semua bujursangkar. v v v v v v v v xy x'y x'y v v xy v (a) x'y x'y v v (c) v v (a) 5 prime Implikan ditunjukkan oleh 4 loop dan lingkaran putus pada gambar 6. dan z' muneul pada kedua bujursangkar. jadi P = xy'z' (e) hanya y dan z muneul pada ke 4 bujursangkar. = x. zt xy xy' x'y x'y . jadi P (b) x dan z muneul pada kedua bujur sangkar. maka P adalah perkalian dari literal-literal. jadi P (c) hanya z yang muneul pada ke 4 bujursangkar.l8(e).17 I v . earilah Literal-literal yang muneul dalam semua bujursangkar dari dasar persegi panjang. = xz jadi P = z = t. ~ z't' z't xy zt zt' z't' z't . = = 263 . xy zt zt' z't' z't v v v v v v (b) Gambar 6. Carilah minimal dnf untuk masing-rnasing pernyataan E yang diberikan oleh peta Karnaugh pada gambar 6. Jadi E = zt' + xy't + x'yt adalah minimal dnf untuk E. Sehingga 4 loop merupakan minimal dnf untuk E. jadi hanya diperlukan 4 loop. jadi p 6. (c) Ada 2 eara untukmenutupbujursangkar x'y'z't' yang ditunjukkan pada gambar 6.

~ v:V x'y x'y vv' 1\.. yang ditunjukkan pada gambar 6.. zt xy xy' x'y x'y zt' z't' z't v' I~ V V V V V V .s: IC v'\ r- __y) . Ki~ tidak perlu merubah E menjadi full dnf unt~k m. I~ IC V V V 1\ V) o: 1--"" V) xy x'y .25. x'y zt' z't' z't xy zt zt' z't' z't xy zt zt' z't' z't 7' 7..19 264 .19. \. Jadi E = xz + y'z' + yzt' adalah minimal dnf untuk E. .enyatakan E pada peta Karnaugh..zt xy xy' x'y .18 6. Carilah minimal dnf untuk E = xy' + xyz+ x'y'z' + x'yzt. Dengan mudah kita dapat memeriksa semua bujursangkar yang mengandung xy'. 2 bujursangkar yang mengandung x'y'z' 2 bujursangkar x'yzt'..V V V) xy '-V~ (a) i-- ? . Minimal penutup terdiri dari 3 dasar persegi panjang.1 (~ V (V) Gambar 6. r> Gambar6.y~ ~ (b) . 2 bujursangkar yang mengandung xyz.

27. (e) Buat pemetaan yang isomorfis.31.7) 6. (b) Mana dari berikut ini yang merupakan Aljabar Boolean. (a) Tunjukkan m bukan square. 6. 6. (b) Carilah semua sub aljabar dari D 110' (c) Carilah banyaknya Sublattice dengan 4 eIemen. (6a).26. maka Dm bukan Aljabar Boole (bandingkan dengan soaI6. (b) (a + 1) (a + 0) = a. Misal Aljabar Boolean DllD . Buktikan bahwa 0 ~ x ~ 1 untuk sebarang elemen x dalam Aljabar Boolean 265 .yang digunakan setiap langkah pada pembuktian dari : (a) Teorema 6. (d) Carilah himpunan A yang terdiri dari atom-atom dari DllD.5 (soal 6.6.12.2 (soal 6. jadi m bukan perkalian dari bilarigan prima yang berbeda.4 (soal 6. free. Buktikan (Sa). DI30 ? 6. SOAL LATIHAN ALJABAR BOOlE 6. Dw D99. Misal Dm adalah Lattice dari pembagi m (dimana m> 1).6 6. Tunjukkan bahwa 2 atom-atom dari S harus merupakan atom-atom dari B. Misal B adalah Aljabar Boole dengan 16 elemen dan rnisal S adalah sub aljabar dari B dengan S elemen.4) (b) Teorema 6.2S.29. D20. (c) (a + b) (b + c) = ac + b. 6. Tuliskan axioma atau teorema.5) (c) Teorema 6.2).30.3 (soal 6.6) (d) Teorema 6. (Sa) & (lOb) secara lang sung tanpa menggunakan prinsip dualitas. (t) DllO ~ peA) yang didefinisikan pada teorema 6. Tuliskan dual dari masing-masing persamaan Boolean : (a) a(a' + b) = ab. (7a).32. (a) Tuliskan elemen-elemen dari DllOdan gambarkan diagramnya.

x + y = x + y + x. *. 6.33.38. Sebuah elemen M dalam Aljabar Boolean B dikatakan Maxtermjika identitas 1 saja yang .34. 266 .y.y. Nyatakan pernyataan-pertanyaan Boolean E (x. ') adalah Ring Boolean dengan identitas 1 Definisikan : x' = * O. Tentukan pemyataan Boole untuk setiap rangkaian yang ditunjukkan pada gambar 6. RANGKAIAN SAKLAR 6.0. Misal R= (R. '. PERNYATAAN BOOLEAN. +.~. '.6. (a) E. Misal B = (B. Definisikan operasi ~ pada B (dikatakan symetric difference) sbb : x ~y = (x*y') + (x'*y) Buktikan bahwa R = (B. 6. = x (xy' + x'y + x'z) (b) 'E2 = (x + y'z) (y + z') (c) E3 = (x' + y)' + y'z (f) (d) E4 = (x'y)' (x' + xyz') (e) E. +.37.y 1) adalah Aljabar Boole. Gunakan metode konsensus untuk mencari prime implikan dari : (a) El = xy'z' + x'y + x'y'z' + x'yz (b) E2 = xy' + x'z't + xyzt' + x'y'zt' (c) E3 = xyzt + xyz't + xz't' + x'y'z' + x'yz't 6. Buktikan bahwa B = (R.20.36.z) berikut dalam dnf dan full dnf.35. x*y= x. 1) adalah aljabar Boole. 1 + x. *.0. *) adalah ring Boole yang komutatif. = (x + y)' (xy')' E6 = Y (x + yz)' 6. +.

------~----~c~----~--rangkaian (a) rangkaian (b) rangkaian (c) rangkaian (d) .1 ~ 1 v 1 v 1 ~ I :·1 ~ 1 (b) Gambar 6.21. Bentuk rangkaian saklar dari masing-masing pemyataan berikut : (a) A V (BAC) (c) (ACB) A (CVD) (b) AA (BVC) (e) (AVB) A [A' V (CAB')] (d) (AAB) V (CAD) (t) [(AAB) V C) A ] DV(A'AB)] MINIMAL DNF. Gambar 6.39. 6. yz yz' y'z' y'z yz yz' y'z' y'z yz yz' y'z' y'z :.20. Carilah semua kemungkinan minimal dnf dari pemyataan Boole E yang diberikan pada gambar 6. PETA KARNAUGH 6.\ ~ \ v \ v (a) I v I :.21 v 1 (c) v 1~ I 261 .40.

22 v v ~~ - v -6. Tuliskan program yang mencetak prime i~plikan dari E. B = Y' dan C = Z' .45. Carilah semua kemungkinan minimal dnf untuk pemyataan-pemyataan yang diberikan oleh peta Kamaugh pada gambar 6. 6. zt xy xy . . Carilah minimal dnf untuk setiap pernyataan berikut : (a) EJ (b) E2 = xy + x'y + x'y'· = X + x\z + xy'z' (c) (d) E3 E4 = y'z + y'z't + z't = y'zt + xzt' +: zy'z' MASALAH PROGRAM KOMPUTER Misal pemyataan Boolean E (X. Ujilah progr~program di atas untuk data-data berikut : (i) X + AYZ + XBC (ii) BZ + ABC + XC (iii) XBC + AY + ABC +AYZ 268 . Tuliskan program yang mencetak E dalam full dnf. 6.43.41. v v v v v v v .42. Tuliskan program yang mencetak minimal dnf untuk E. Z) dalam dnf dipunch pada kartu data.6. Y.22. (Catatan :t adalah karakter alphanumeric) 6. dimisalkan A ' X'. v v v v v . zt' zt xy zt' z't' z't E zt xy xy' x'y x'y zt' z't' z't z't' z't v v . v v v v v (c) v v v (a) xy x'y x'y x'y x'y v v v (b) Gambar 6.44.

(5) J. x'y'z'.JAWABAN SOAL LAT/HAN 6.l =a (c) ab + be = (a + c) b 055 dan ° 130 6. Petunjuk : Misal B Aljabar dari himpunan -himpunan dengan ·16 elemen jadi B = P(A) dimana A mempunyai 4 elemen. xzt'. y'z' (b) xy'. y'zt'.37. (5. xz't'.36. A = xy' + xy'z = xy'z' + xy'z E2 = xy + xz' = xyz + xyz' + xy'z' E3 = xy' + y'z + xy'z + xy'z' + x'y'z E4 = xyz' + x'y' = xyz' + x'y'z + x'y'z' E5 = x'y.110). P(A) 6.2. x'z't. (1.5) J. x'z't 269 . yang mengandung 3 subaljabar .5. y'z't'. 1. (2.55. y'z't (c) xyzt..22.5.11) J.11. (a) x'y.110) dan °110' (c) Ada 15 sublattice dengan 4 elemen. (d) A (e) = (2.28.O + a. = x'y'z + x'y'z' E6 = x'yz' 6.26. diatas. (2. (a) a + a'b 6.11.55. (11) J.2.511) 1 2 5 11 10 22 55 110 OliO J. 6.27.22.10. (2) J. (a) EI (b) (c) (d) (e) (f) J. (1. (1.110 (b) Ada 5 subaljabar. (1. (a) Ada 8 elemen. (b) =a+b (b) a.11) J.110). fij J.10. Tunjukkan bahwa atom-atom untuk sebarang subaljabar harus himpunan yang saling lepas.110). x'z.29.

(a) EJ = X' + Y (c) E3 = y' + z't E2 = xz' + yz (d) E4 = xy' .42.39. 6. (a) E xy' + x'y + yz (b) E = xy' + x'y + z (c) E x' + z = = xy' + x'y + xy' = 6.41.. (a) E (b) E (c)' E = -= = x'y + zt' + xz't + xy'z x'y + zt' + xz't + xy't yz + yt~ + y'zt' + xy'z' x'y + yt+ xy't' + x'zt = ".23 (d) (B A (A V C) V (A' A C') rangkaian (e) rangkaian (f) Gambar 6.40. 6.38. = 6.23 6.zt' + y'zt 270 . (b) (A A B) V C A (A' A C')...I .'y + yt + xy't' + y'zt . Lihat Gambar 6.

CONTOH PROGRAM 271 .

272 .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.