P. 1
Askep Neonatus Dengan Ibu Dm

Askep Neonatus Dengan Ibu Dm

|Views: 218|Likes:
Published by Metxs Toey

More info:

Published by: Metxs Toey on Apr 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/07/2015

pdf

text

original

Askep neonatus dengan ibu dm

PERAWATAN NEONATUS DARI IBU DIABETES II.1 DEFINISI Bayi dari ibu diabetes adalah bayi yang dilahirkan dari ibu penderita diabetes. Satu dari 5001000 wanita hamil adalah penderita diabetes, dan satu dari 120 kehamilan adalah gestasional diabetes. II.2 PATO FISIOLOGI Diabetes pada ibu hamil dapat menyebabkan berbagai gangguan pada bayi yang dilahirkannya. Gangguan tersebut antara lain :  Hipoglikemia. Ibu diabetes akan mengalami hiperglikemia. Hiper glikemia ibu ini juga menyebabkan hiperglikemia pada janin (difusi lelalui plasenta). Bila glukosa dapat berdifusi melalui plasenta, sebaliknya insulin ibu tidak dapat ditransfer kejanin. Hal ini menybabkan pangkreas janin terangsang untuk memproduksi insulin sendiri. Hasilnya adalah hiperinsulinemia pada janin. Segera setelah lahir terjadi pemutusan aliran darah ibu kejanin, akibatnya suplai glukosa dari ibu juga terhenti. Namun, insulin masih tetap diproduksi oleh pancreas bayi sebagai adaptasi terhadap kondisi hiperglikemia sebelumnya. Hal ini yang menyebabkan hipoglikemia pada bayi yang baru lahir.  Makrosomia. Bayi dari ibu diabetes cenderung lebih besar dan montok daripada bayi yang lahir normal. Mekanisme yang menyebabkan janin ini tumbuh berlebih belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, dari beberapa penelitian didapatkan ada kolerasi positif antara tingkat makrosomia janin pada ibu yang tidak mengalami konflikasi penyakit vaskuler. Hal tersebut dimungkinkan karena hiperglikemia dan hiperinsulinemia pada janin secara bersama-sama dapat menyebabkan peningkatan sintesis glikogen, lipogenesis dan sintesis protein dalam tubuh janin.sebagai hasil akhirnya, janin tumbuh subur/pesat pada semua tingkat usia kehamilan yang disebut large for gestational age (LGA).  Respiratory distress syindrome (RDS). Bayi dari ibu diabetes mempunyai risiko tinggi mengalami RDS. Hal ini berkaitan dengan imaturitas paru sebagai akibat hiperinsulinemia janin. Hiperinsulinemia menghambat produksi surfaktan karena hiperinsulinemia empengaruhi perbandingan lesitin dengan spingomielin yang merupakan unsur utama pembentukan surfaktan.  Anomaly congenital. Bayi dari ibu diabetes mempunyai risiko tiga kali lebih besar untuk mengalami cacat bawaan. Satu penelitian mengindikasi bahwa kadar glikosilat hemoglobin yang lebih tinggi pada pasien non-gestasional diabetes yang berhubungan dengan adanya cacat bawaan yang umum seperti hidrosefalus. Kadar gula darah yang meningkat selama trimester pertama dihubungkan dengan banyaknya kelainan malformasi fetal, seperti kelainan jantung bawaan.

trauma kelahiran dan pendarah akibat trauma kelahiran dan prematuritas (fungsi hepar imatur). Jika bayi sulit mengisap. trauma lahir. II. pernafasan berat. serta gejala lain yaitu hiperpnea. beri makanan melalui intravena.5 ASUHAN KEPERAWATAN II. apatis. kelainan kongenital. Hiperbilirubinemia ini bisa terjadi dihubungkan dengan makrosomia. Adapun penatalaksanaan umum yang dilakukan adalah: a.  Trauma lahir. II.4 PENATALAKSANAAN Setelah lahir. kadar kalsiun serum <7mg/ml> II. Pengkajian keperawatan yang cermat dan terus menerus serta perawatan yang intensif sangat penting dalam penurunan bahaya potensial. tangisan melengking.2 Diagnosa keperawatan Diagnose utama pada bayi dari ibu diabetes adalah :  Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan yang berhubungan dengan peningkatan metabolisem glukosa (hiperinsulinemia). semua bayi yang lahir dari ibu dibetes harus mendapat pengamatan dan perawatan intensif. hipokalsemia. hiperbilirubinemia. Periksa adar gula darah bayi segera setelah lahir. hipotonin. Kadar kalsium dalam darah ibu yang tinggi selama kehamilan (diabetes) direspon oleh janin berupa hipoparatiroid yang kemudian menyebabkan hipo kalsemia.  Hipokalsemia. Jika kondisi bayi baik. berikan minuman setelah 2-3 jam kelahiran. b. Hal ini terjadi akibat tubuh bayi dari ibu diabetes yang melebihi ukuran normal sehingga sering terjadi penyulit pada proses persalinan. c. malas minum. II. Gejala klinis yang sering ditemukan dan merupakan cirri khas bayi hipoglikemia adalah tremor. Selanjutnya.5. lertargi. Pada pemeriksaan diagnostik akan ditemukan peningkatan kadar gula darah. injeksi bolus glukosa kadar tinggi harus dihindarkan karena dapat menyebabkan hiper insulinemia.1 Pengkajian keperawatan Pengkajian yang dilakukan terhadap bayi dari ibu diabetes adalah mengkaji tanda RDS. kejang.3 MANIFESTASI KLINIS Bayi cenderung montok dan besar akibat bertambahnya lemak tubuh. . iritabilitas. Mengatasi hipoglikemia dengan cara member infuse glukosa 10% . control setiap jam sampai kadar gula darah normal dan stabil.Hipokalsemia ini akibat ktidak normalan pada kadar kalsium ibu yang disalurkan pada janin. apnea. Hiperbilirubinemia.5. sianosis.

secara umum bayinya tidak mengalami masalah yang berarti.  Orang tua menyatakan perhatiannya terhadap masalah bayi dan memahami alasan yang melatar belakangi manajemen (penatalaksanaan) yang dilakukan terhadap bayi mereka. II. .4 Evaluasi keperawatan Hasil yang diharapkan untuk setiap rencana dan implementasi rencana keperawatan adalah :  Bayi tidak mengalami RDS dan perubahan metabolism berarti  Orangtua memahami penyebab masalah kesehatan pada bayi dan langkah pencegahan yang cepat dimulai untuk menurunkan dampak diabetes dari ibu pada bayi. Perawat member peyuluhan kepada orang tua tentang pencegahan makrosomia. distres pernafasan.3 Rencana keperawatan  Peningkatan kesehatan fisik. hiperbilirubinemia. Gangguan pertukaran gas yang berhubungan dengan distres pernafasan sekunder akibat gangguan produksi surfaktan. II. asuhan keperawatan bayi dari ibu diabetes diarahkan pada deteksi dini dan pemantauan yang terus menerus terhadap hipoglikemia (dengan cara tes glukosa). hipoglikemia. dan hipokalsemia akan dibahas secara khusus.  Orang tua yang menjalankan nasihat dengan melaksanakan identifikasi dan perawatan dini.5.  Peningkatan adaptasi keluarga.  Koping keluarga tidak efektif yang berhubungan dengan penyakit bayi. dan hiperbilirubinemia.5. Dengan cara pengontrolan dini dan terus menerus terhadap penyakit diabetes yang diderita ibu.  Intervensi keperawatan secara spesifik terhadap RDS.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->