Hukum Berdo'a dengan Tawassul

Oleh: Dewan Asatidz

Pengertian Tawassul Pemahaman tawassul sebagaimana yang dipahami oleh umat islam selama ini adalah bahwa Tawassul adalah berdoa kepada Allah melalui suatu perantara, baik perantara tersebut berupa amal baik kita ataupun melalui orang sholeh yang kita anggap mempunyai posisi lebih dekat kepada Allah. Jadi tawassul merupakan pintu dan perantara doa untuk menuju Allah SWT. • Orang yang bertawassul dalam berdoa kepada Allah menjadikan perantaraan berupa sesuatu yang dicintainya dan dengan berkeyakinan bahwa Allah SWT juga mencintai perantaraan tersebut. • Orang yang bertawassul tidak boleh berkeyakinan bahwa perantaranya kepada Allah bisa memberi manfaat dan madlorot kepadanya da. Jika ia berkeyakinan bahwa sesuatu yang dijadikan perantaraan menuju Allah SWT itu bisa memberi manfaat dan madlorot, maka dia telah melakukan perbuatan syirik, karena yang bisa memberi manfaat dan madlorot sesungguhnya hanyalah Allah semata. • Tawassul merupakan salah satu cara dalam berdoa. Banyak sekali cara untuk berdo'a agar dikabulkan Allah, seperti berdoa di sepertiga malam terakhir, berdoa di Maqam Multazam, berdoa dengan mendahuluinya dengan bacaan alhamdulillah dan sholawat dan meminta doa kepada orang sholeh. Demikian juga tawassul adalah salah satu usaha agar do'a yang kita panjatkan diterima dan dikabulkan Allah s.w.t. Dengan demikian, tawasul adalah alternatif dalam berdoa dan bukan merupakan keharusan. Tawassul dengan amal sholeh kita Para ulama sepakat memperbolehkan tawassul terhadap Allah SWT dengan perantaraan perbuatan amal sholeh, sebagaimana orang yang sholat, puasa, membaca al-Qur’an, kemudian mereka bertawassul terhadap amalannya tadi. Seperti hadis yang sangat populer diriwayatkan dalam kitab-kitab sahih yang menceritakan tentang tiga orang yang terperangkap di dalam goa, yang pertama bertawassul kepada Allah SWT atas amal baiknya terhadap kedua orang tuanya, yang kedua bertawassul kepada Allah SWT atas perbuatannya yang selalu menjahui perbuatan tercela walaupun ada kesempatan untuk melakukannya dan yang ketiga bertawassul kepada Allah SWT atas perbuatannya yang mampu menjaga amanat terhadap harta orang lain dan mengembalikannya dengan utuh, maka Allah SWT memberikan jalan keluar bagi mereka bertiga.. (Ibnu Taimiyah mengupas masalah ini secara mendetail dalam kitabnya Qoidah Jalilah Fii Attawasul Wal wasilah hal 160) Tawassul dengan orang sholeh Adapun yang menjadi perbedaan dikalangan ulama’ adalah bagaimana hukumnya tawassul tidak dengan amalnya sendiri melainkan dengan seseorang yang dianggap sholeh dan mempunyai amrtabat dan derajat tinggi dei depan Allah. sebagaimana ketika seseorang mengatakan : ya Allah aku bertawassul kepada-Mu melalui nabi-Mu Muhammmad atau Abu bakar atau Umar dll. Para ulama berbeda pendapat mengenai masalah ini. Pendapat mayoritas ulama mengatakan boleh, namun beberapa ulama mengatakan tidak boleh. Akan tetapi kalau dikaji secara lebih detail dan mendalam, perbedaan tersebut hanyalah sebatas perbedaan lahiriyah bukan perbedaan yang mendasar karena pada dasarnya tawassul kepada dzat (entitas seseorang), pada intinya adalah tawassul pada amal perbuatannnya, sehingga masuk dalam kategori tawassul yang diperbolehkan oleh ulama’. Dalil-Dalil Tentang Tawassul Dalam setiap permasalahan apapun suatu pendapat tanpa didukung dengan adanya dalil yang dapat memperkuat pendapatnya, maka pendapat tersebut tidak dapat dijadikan sebagai pegangan. Dan secara otomatis pendapat tersebut tidak mempunyai nilai yang berarti, demikian juga dengan permasalahan ini, maka para ulama yang mengatakan bahwa tawassul diperbolehkan menjelaskan dalil-dalil tentang diperbolehkannya tawassul baik dari nash al-Qur’an maupun hadis, sebagai berikut: A. Dalil dari alqur’an. 1. Allah SWT berfirman dalam surat Almaidah, 35 : ‫ياأيها الذين آمنوااتقواال وابتغوا إليه الوسيلة‬ "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan." Suat Al-Isra', 57:

Wasilah dalam berdoa sebetulnya sudah diperintahkan sejak jaman sebelum Nabi Muhammad SAW. sebagai nabi akhir zaman. Bertawassul ini juga diajarkan oleh Allah SWT di QS 4:64 bahkan dengan janji taubat mereka pasti akan diterima. mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka [857] siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Dalil dari hadis. ‫وما أرسلنا من رسول إل ليطاع بإذن ال ولو أنهم إذ ظلموا أنفسهم جآؤوك فاستغفروا ال واستغفر لهم الرسول لوجدواْ ال توابا رحيما‬ ً ِ ّ ًَّ ّ ُ َ َ َ ُ ُ ّ ُ ُ َ َ َ ْ َ ْ َ ّ ْ ُ َ ْ َ ْ َ َ ُ َ ْ ُ َ ُ َ ْ ُ َّ ِ ْ ُ َّ ْ ََ ّ ِ ْ ِِ َ َ ُِ ّ ِ ٍ ُ ّ ِ َ ْ َ ْ َ َ َ "Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Mereka berkata: "Wahai ayah kami. Ya'qub AS. tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. ُ ِ ّ ُ ُ َ ْ َ ُ ُ ّ ِ َ َّ ْ ُ َ ُ ِ ْ َ ْ َ َ ْ َ َ َ َ ِ ِ َ ُّ ِّ َ َ ُ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ْ َ َ َ َ ْ ُ َ ‫قالوا يا أبانا استغفر لنا ذنوبنا إنا كنا خاطئين. yakni memilih orang yang lebih dekat (kepada Allah SWT) ketika berwasilah. Syaratnya. Bahkan secara eksplisit menyebutkan kedudukan N. para malaikat dan 'Uzair yang mereka sembah itu menyeru dan mencari jalan mendekatkan diri kepada Allah. sebagaimana QS 2:37 ُ ِ ّ ُ ّ ّ َ ُ ُ ِّ ِ ْ ََ َ َ َ ٍ َ َِ ِ ّّ ِ ُ َ ّ ََ َ ‫فتلقى آدم من ربه كلمات فتاب عليه إنه هو التواب الرحيم‬ "Kemudian Nabi Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya. mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Musa AS (sebagai Nabi dan Utusan Allah SWT) sebagai wasilah terkabulnya doa mereka. 98." B. 2. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu. QS 12:97 mengkisahkan saudara-saudara Nabi Yusuf AS yang memohon ampunan kepada Allah SWT melalui perantara ayahandanya yang juga Nabi dan Rasul.s. Ummat Nabi Musa AS berdoa menginginkan selamat dari adzab Allah SWT dengan meminta bantuan Nabi Musa AS agar berdoa kepada Allah SWT untuk mereka. Ya'qub berkata: "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. maka Allah menerima taubatnya. lalu memohon ampun kepada Allah. sebagaimana diterangkan oleh ahli tafsir berdasarkan sejumlah hadits adalah tawassul kepada Nabi Muhammad SAW. 3. yang sekalipun belum lahir namun sudah dikenalkan namanya oleh Allah SWT. Orang-orang yang mereka seru itu. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". bahkan menyanggupi untuk memintakan ampunan untuk putera-puteranya (QS 12:98). dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka. . yang berarti mencakup tawassul terhadap dzat para nabi dan orang-orang sholeh baik yang masih hidup maupun yang sudah mati.. yakni mereka harus datang ke hadapan Rasulullah dan memohon ampun kepada Allah SWT di hadapan Rasulullah SAW yang juga mendoakannya. Di sini nampak jelas bahwa sudah sangat lumrah memohon sesuatu kepada Allah SWT dengan menggunakan perantara orang yang mulia kedudukannya di sisi Allah SWT. Hal ini ditegaskan QS 7:134 dengan istilah ‫بما عهد عندك‬Dengan َ َ ِ َِ َ َ ِ (perantaraan) sesuatu yang diketahui Allah ada pada sisimu (kenabian). sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti. Bahkan QS 17:57 dengan jelas mengistilahkan "ayyuhum aqrabu". N. yakni N. Demikian pula hal yang dialami oleh Nabi Adam AS. 4.ً ُ ْ َ َ َ َ َّ َ َ َ ّ ِ ُ َ َ َ َ ُ َ َ َ ُ َ َ ْ َ َ ُ ْ َ َ ُ َ ْ َ ْ ُ َّ َ َ ِ َ ْ ُ ِ ّ َ َِ َ ُ َ ْ َ َ ُ ْ َ َ ِ ّ َ ِ َ ُ ‫أولـئك الذين يدعون يبتغون إلى ربهم الوسيلة أيهم أقرب ويرجون رحمته ويخافون عذابه إن عذاب ربك كان محذورا‬ 17. Lafadl Alwasilah dalam ayat ini adalah umum. Dan beliau sebagai Nabi sekaligus ayah ternyata tidak menolak permintaan ini. [857] Maksudnya: Nabi Isa a. 57. ataupun tawassul terhadap amal perbuatan yang baik."Kalimat yang dimaksud di atas. قال سوف أستغفر لكم ربي إنه هو الغفور الرحيم‬ 97. sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)".

bersabda:"Ketika Adam melakukan kesalahan. Diriwatyatkan oleh Imam Hakim : ‫عن عثمان بن حنيف قال سمعت رسول ال صلى ال عليه وسلم وجاءه رجل ضرير‬ ‫فشكا إليه ذهاب بصره، فقال : يا رسول ال ! ليس لى قائد وقد شق علي فقال رسول ال عليه وسلم : :ائت الميضاة فتوضأ ثم صل ركعتين ثم قل : اللهم إنى أسألك‬ ‫وأتوجه إليك لنبيك محمد نبي الرحمة يا محمد إنى أتوجه بك إلى ربك فيجلى لى عن بصرى، اللهم شفعه في وشفعنى فى نفسى، قال عثمان : فوال ما تفرقنا ول‬ ّ ‫)طال بنا الحديث حتى دخل الرجل وكأنه لم يكن به ضر. Allah menjawab:"Benar Adam. Tawassul kepada nabi Muhammad SAW dalam masa hidupnya. Demikian juga Imam Baihaqi dalam kitabnya Dalail Annubuwwah. Dan dalam riwayat lain. akan tetapi dapat diambil kesimpulan bahwa tawassul terhadap Nabi Muhammad SAW adalah boleh.a. hal ini disebabkan perbedaan mereka dalam jarkh wattta’dil (penilaian kuat dan tidak) terhadap seorang rowi. wahai Muhammad sesungguhnya aku menghadap kepadamu dan minta tuhanmu melaluimu agar dibukakan mataku. dan andaikan tidak ada Muhammad maka tidaklah Aku menciptakanmu" Imam Hakim berkata bahwa hadis ini adalah shohih dari segi sanadnya. dan Syekh Ibnu Jauzi memaparkan dalam permulaan kitabnya Alwafa’ . )أخرجه الحاكم فى المستدرك‬ Dari Utsman bin Hunaif: "Suatu hari seorang yang lemah dan buta datang kepada Rasulullah s. Imam Qostholany dalam kitabnya Almawahib 2/392 . Walaupun dalam menghukumi hadis ini tidak ada kesamaan dalam pandangan ulama’. Imam Hakim Annisabur meriwayatkan dari Umar berkata. sesungguhnya ia adalah mahluk yang paling Aku cintai. dan dinukil oleh Ibnu Kastir dalam kitabnya Bidayah Wannihayah 1/180.a. lalu beliau berwudlu dan sholat dua rakaat. Imam Subuki dalam kitabnya Shifa’ Assaqom dan Imam Suyuti dalam kitabnya Khosois Annubuwah. orang itu telah datang kembali dengan segar bugar". bredoalah dengan melaluinya maka Aku telah mengampunimu. bahwa Nabi bersabda : ‫قال رسول ال صلى ال عليه وسلم : لما اقترف آدم الخطيئة قال : يا ربى ! إنى أسألك بحق محمد لما غفرتنى فقال ال : يا آدم كيف عرفت محمدا ولم أخلقه قال : يا‬ ‫ربى لنك لما خلقتنى بيدك ونفخت في من روحك رفعت رأسى فرأيت على قوائم العرش مكتوبا لإله إل ال محمد رسول ال فعلمت أنك لم تضف إلى إسمك إل‬ ّ 2 : ‫أحب الخلق إليك فقال ال : صدقت يا آدم إنه لحب الخلق إلي، ادعنى بحقه فقد غفرت لك، ولول محمد ما خلقتك )أخرجه الحاكم فى المستدرك وصححه ج‬ 615 :‫)ص‬ "Rasulullah s. demikian juga Syekh Islam Albulqini dalam fatawanya mengatakan bahwa ini adalah shohih.w.a. dan berkata:"bacalah doa (artinya)" Ya Allah sesungguhnya aku memintaMu dan menghadap kepadaMu melalui nabiMu yang penuh kasih sayang. b. (Hadist . mereka semua mengatakan bahwa hadis ini adalah shohih. maka aku angkat kepalaku dan aku melihat di atas tiang-tiang Arash tertulis "Laailaaha illallaah muhamadun rasulullah" maka aku mengerti bahwa Engkau tidak akan mencantumkan sesuatu kepada namaMu kecuali nama mahluk yang paling Engkau cintai". berkata: "Wahai Rasulullah. darimana engkau tahu Muhammad padahal belum aku jadikan?" Adam menjawab:"Ya Tuhanku ketika Engkau ciptakan diriku dengan tanganMu dan Engkau hembuskan ke dalamku sebagian dari ruhMu. Tawassul kepada nabi Muhammad SAW sebelum lahir Sebagaimana nabi Adam AS pernah melakukan tawassul kepada nabi Muhammad SAW. aku tidak mempunyai orang yang menuntunku dan aku merasa berat" Rasulullah berkata"Ambillah air wudlu. Ya Allah berilah ia syafaat untukku dan berilah aku syafaat". Lalu Allah berfirman:"Wahai Adam. Imam Hakim meriwayatkan dari Ibnu Abbas dengan redaksi : 615:‫)فلول محمد ما خلقت آدم ول الجنة ول النار )أخرجه الحاكم فى المستدرك ج: 2 وص‬ Beliau mengatakan bahwa hadis ini adalah shohih segi sanad. Imam Zarqoni dalam kitabnya Syarkhu Almawahib Laduniyyah 1/62. sesungguhnya aku memintaMu melalui Muhammad agar Kau ampuni diriku". lalu ia berkata Ya Tuhanku.w. Utsman berkata:"Demi Allah kami belum lagi bubar dan belum juga lama pembicaraan kami.

. maka disebutlah itu tahun gemuk" (Riwayat Imam Darimi) Diriwayatkan oleh Imam Bukhori : ‫عن أنس بن مالك إن عمر بن خطاب كان إذا قطحوا استسقى بالعباس بن عبد المطلب فقال : اللهم إنا كنا نتوسل إليك بنبينا فتسقينا وإنا ننتوسل إليك بعم نبينا فاسقنا‬ 137:‫) قال : فيسقون )أخرجه المام البخارى فى صحيحه ج: 1 ص‬ Riwayat Bukhari: dari Anas bin malik bahwa Umar bin Khattab ketika menghadapi kemarau panjang. Ibnu Majah dan Imam Khuzaimah dalam kitab shohihnya. Imam Dzahabi mengatakatan bahwa hadis ini adalah shohih.). (1/323). bahwa aku tidak keluar untuk kejelekan. Dan Imam Mundziri dalam kitabnya Targhib WatTarhib 1/438. Tawassul kepada nabi Muhammad SAW setelah meninggal. d. c.w. lalu datanglah penduduk Madina ke Aisyah (janda Rasulullah s. maka aku memintaMu agar Kau selamatkan dari neraka. (Mishbah Alzujajah 1/98).(Nataaij Alafkar 1/272). demikian juga Imam Turmudzi dalam kitab Sunannya bab Daa’wat mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan shohih ghorib. untuk riya dan sombong.)أقبل ال بوجهه واستغفر له سبعون ألف ملك )أخرجه بن ماجه وأحمد وبن حزيمة وأبو نعيم وبن سنى‬ Dari Abi Said al-Khudri: Rasulullah s. lalu bukalah sehingga tidak ada lagi atap yang menutupinya dan langit terlihat langsung". lalu Aisyah berkata: "Lihatlah kubur Nabi Muhammad s. Alhafidz Ibnu Hajar mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan dan diriwayatkan oleh Imam Ahmad. aku keluar karena takut murkaMu dan karena mencari ridlaMu. lalu ia berdoa: (artinya) Ya Allah sesungguhnya aku memintamu melalui orang-orang yang memintamu dan melalui langkahku ini. mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Imam Nasai.) mengadu tentang kesulitan tersebut.w. Imam Bushoiri mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Khuzaimah dan hadis ini shohih. (Riwayat Ibnu Majad dll. Ibnu Khuzaimah. Abu Na’im dan Ibnu Sunni. bersabda:"Barangsiapa keluar dari rumahnya untuk melaksanakan sholat. maka merekapun melakukan itu kemudian turunlah hujan lebat sehingga rumput-rumput tumbuh dan onta pun gemuk. Imam Mundziri mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dengan sanad yang ma'qool. Nabi Muhammad SAW melakukan tawassul . akan tetap Alhafidz Abu Hasan mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan. mereka meminta hujan melalui Abbas bin Abdul Muttalib.a. agar Kau ampuni dosaku sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali diriMu".w. untuk kekerasan. maka Allah akan menerimanya dan seribu malaikat memintakan ampunan untuknya". Imam Al I’roqi dalam mentakhrij hadis ini dikitab Ikhya’ Ulumiddin mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan.a. Diriwayatkan oleh Imam Addarimi : ‫عن أبى الجوزاء أ وس بن عبد ال قال : قحط أهل المدينة قحطا شديدا فشكوا إلى عائشة فقالت : انظروا قبر النبي فاجعلوا منه كوا إلى السماء حتى ل يكون بينه‬ 43 : ‫)وبين السماء سقف قال : ففعلوا فمطروا مطرا حتى نبت العشب وسمنت البل حتى تفتقط من السحم فسمي عام الفتق ) أخرجه المام الدارمى ج : 1 ص‬ Dari Aus bin Abdullah: "Sautu hari kota Madina mengalami kemarau panjang. ‫عن أبى سعيد الحذري قال : رسول ال صلى ال عليه وسلم : من خرج من بيته إلى الصلة، فقال : اللهم إنى أسألك بحق السائلين عليك وبحق ممشاى هذا فإنى لم‬ ،‫أخرج شرا ول بطرا ول رياءا ول سمعة، خرجت إتقاء شخطك وابتغاء مرضاتك فأسألك أن تعيذنى من النار، وأن تغفر لى ذنوبى، إنه ل يغفر الذنوب إل أنت‬ ‫.( Targhib Wattarhib 2/ 119). lalu Abbas berkata:"Ya Tuhanku sesungguhkan kami bertawassul (berperantara) kepadamu melalui nabi kami maka turunkanlah hujan dan kami bertawassul dengan paman nabi kami maka turunkanlau hujan kepada.riwayat Hakim di Mustadrak) Beliau mengatakan bahwa hadis ini adalah shohih dari segi sanad walaupun Imam Bukhori dan Imam Muslim tidak meriwayatkan dalam kitabnya.a. lalu turunlah hujan.

ada baiknya kita tengok pendapat para ulama terdahulu. wahai Muhammad sesungguhnya aku bertawassul denganmu kepada Allah agar dimudahkan kebutuhanku maka berilah aku sya'faat". mengajari seseorang berdoa: (artinya)"Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepadaMu dan bertwassul kepadamu melalui nabiMu Muhammad yang penuh kasih. Mereka perantaraku kepadanya (Muhammad). maka anaknya yang bernama Abdullah heran seraya bertanya kepada bapaknya. sebaiknya menghadaplah kepadanya dan mintalah syafaat maka Allah akan memberimu syafaat". jika hanya menghadirkan dalil-dalil tanpa disertai oleh pendapat ulama’. para ulama.w.a. apakah menghadap kubur atau qiblat? Imam Malik menjawab:"Bagaimana engkau palingkan wajahmu dari (Rasulullah) padahal ia perantaramu dan perantara bapakmu Adam kepada Allah. aku berharap melalui mereka. (Al-Syifa' karangan Qadli 'Iyad al-Maliki jus: 2 hal: 32). walaupun sebetulnya dengan dalil saja tanpa harus menyartakan pendapat ulama’ sudah bisa dijadikan landasan bagi orang meyakininya. . (Syifa’ Assaqom hal 160) Pandangan Ibnu Taimiyah Syekh Ibnu Taimiyah dalam sebagian kitabnya memperbolehkan tawassul kepada nabi Muhammad SAW tanpa membedakan apakah Beliau masih hidup atau sudah meninggal. Demikian juga ketika Imam Ahmad Bin Hambal bertawassul kepada Imam Syafi’i dalam doanya. maka beliau bertanya:"Kalau aku berziarah ke kubur nabi. Pandangan Ulama Madzhab Pada suatu hari ketika kholifah Abbasiah Al-Mansur datang ke Madinah dan bertemu dengan Imam Malik. Namun untuk lebih memperkuat pendapat tersebut. salafussholeh. Beliau berkata : “Dengan demikian.’ serta kalangan umum umat islam dan tidak ada yang mengingkari perbuatan tersebut sampai datang seorang ulama’ yang mengatakan bahwa tawassul adalah sesuatu yang bid’ah. maka Imam Ahmad menjawab :"Syafii ibarat matahagi bagi manusia dan ibarat sehat bagi badan kita" (166:‫)شواهد الحق ليوسف بن إسماعيل النبهانى ص‬ Demikian juga perkataan imam syafi’i dalam salah satu syairnya: ‫آل النبى ذريعتى # وهم إليه وسيلتى‬ ‫أرجو بهم أعطى غدا # بيدى اليمن صحيفتى‬ (180:‫)العواصق المحرقة لحمد بن حجر المكى ص‬ "Keluarga nabi adalah familiku. sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi : ‫أن النبي علم شخصا أن يقول : اللهم إنى أسألك وأتوسل إليك بنبيك محمد نبي الرحمة يا محمد إنى أتوجه بك إلى ربك فيجلى حاجتى ليقضيها فشفعه في )أخرجه‬ ّ ‫.)الترميذى وصححه‬ Rasulullah s. Tawassul seperti ini adalah bagus (fatawa Ibnu Taimiyah jilid 3 halaman 276) Pandangan Imam Syaukani Beliau mengatakan bahwa tawassul kepada nabi Muhammad SAW ataupun kepada yang lain ( orang sholeh). Kadang sebagian orang masih kurang puas. diperbolehkan tawassul kepada nabi Muhammad SAW dalam doa. agar aku menerima buku perhitunganku di hari kiamat nanti dengan tangan kananku" Pandangan Imam Taqyuddin Assubuky Beliau memperbolehkan dan mengatakan bahwa tawassul dan isti’anah adalah sesuatu yang baik dan dipraktekkan oleh para nabi dan rosul. maka tidak ada salahnya jika disini dipaparkan pandangan ulama’ mengenai hal tersebut. baik pada masa hidupnya maupun setelah meninggal adalah merupakan ijma’ para shohabat.Pandangan Para Ulama’ Tentang Tawassul Untuk mengetahui sejauh mana pembahasan tawassul telah dikaji para ulama.

ayat ini dalam konteks menyembah Allah dan meminta sesuatu kepada selain Allah. 2: ٌ ّ َ ٌ ِ َ َ ُ ْ َ ِ ْ َ َ ّ ّ ِ َ ُ َِ ْ َ ِ ِ ْ ُ َ ِ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ ْ َ ّ ّ ِ َ ْ ُ ّ َِ َ ُ ّ َ ُ ِ ّ ِ ْ ُ ُ ُ ْ َ َ َ ِْ َ ِ ِ ُ ِ ُ َ ّ َ ِ ّ َ ُ ِ َ ْ ُ ّ ّ َ َ ‫أل ل الدين الخالص والذين اتخذوا من دونه أولياء ما نعبدهم إل ليقربونا إلى ال زلفى إن ال يحكم بينهم في ما هم فيه يختلفون إن ال ل يهدي من هو كاذب كفار‬ َ َ ِ ِ Ingatlah. Banyak jalan untuk menuju Allah dan banyak cara untuk berdoa. 3. Beliau melihat bahwa tawassul adalah sesuatu yang makruh menurut jumhur ulama’ dan tidak sampai menuju pada tingkatan haram ataupun bidah bahkan musyrik. dan menghukumi kafir terhadap AlBushoiri atas perkataannya YA AKROMAL KHOLQI dan membakar dalailul khoirot. Namun kalau dicermati. Seperti ayat pertama. Surat Jin. 2. tawassul juga dengan sesuatu yang dicintai Allah sedangkan orang kafir bertwassul dengan berhala yang sangat dibenci Allah. Tidak diragukan lagi bahwa nabi Muhammad SAW mempunyai kedudukan yang mulia disisi Allah SWT. Dalam surat yang dikirimkan oleh Syekh Abdul Wahab kepada warga qushim bahwa beliau menghukumi kafir terhadap orang yang bertawassul kepada orang-orang sholeh. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah. Dan ini diperkuat dengan surat beliau yang dikirimkan kepada warga majma’ah ( surat pertama dan kelima belas dari kumpulan surat-surat syekh Abdul Wahab hal 12 dan 64. Kita dilarang ketika menyembah dan berdoa kepada Allah sambil menyekutukan dan mendampingkan siapapun selain Allah. maka (jawablah). Sedangkan tawassul adalah meminta kepada Allah. 186: َ ُ ُ ْ َ ْ ُ َّ َ ِ ْ ُِ ْ ُْ َ ِ ْ ُ ِ َ ْ َ ْ َ ِ َ َ َ ِ ِ ّ َ َ ْ َ ُ ِ ُ ٌ ِ َ ّ َِ ّ َ ِ َ ِ َ َََ َ َِ ‫وإذا سألك عبادي عني فإني قريب أجيب دعوة الداع إذا دعان فليستجيبوا لي وليؤمنوا بي لعلهم يرشدون‬ 2. berdoa melalui tawassul dan perantara adalah salah satu cara untuk berdoa. hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Allah Maha dekat dan mengabulkan doa orang yang berdoa kepadaNya. Demikian juga tawassul kepada Rasulullah s. mengapa perlu tawassul dan mengapa memerlukan sekat antara kita dan Allah.Pandangan Muhammad Bin Abdul Wahab. ini adalah kebohongan besar.dekatnya". 186. Surat Zumar. maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku.w. Surah al-Baqarah. Kesimpulan Tawassul dengan perbuatan dan amal sholeh kita yang baik diperbolehkan menurut kesepakatan ulama’. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. atau kumpulan fatwa syekh Abdul Wahab yang diterbitkan oleh Universitas Muhammad Bin Suud Riyad bagian ketiga hal 68) Dalil-dalil yang melarang tawassul Dalil yang dijadikan landasan oleh pendapat yang melarang tawassul adalah sebagai berikut: 1.a. sedangkan orang kafir telah menyembah perantara. hanya saja melalui perantara. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku. Orang yang bertwassul kepada orang sholih maupun kepada para kekasih Allah. terdapat perbedaan antara tawassul dan ritual orang kafir seperti disebutkan dalam ayat tersebut: tawassul semata dalam berdoa dan tidak ada unsur menyembah kepada yang dijadikan tawassul .. juga diperboleh sesuai dalil-dalil di atas. ayat 18: ً َ َ ّ َ َ ُ ْ َ َ َ ّ َ ِ َ َ ْ ّ ََ ‫وأن المساجد ل فل تدعوا مع ال أحدا‬ ِ ِ 72. Jika Allah maha dekat. Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat. agar mereka selalu berada dalam kebenaran. Namun dalil-dalil di atas menujukkan bahwa meskipun Allah maha dekat. salah satunya adalah melalui tawassul. bahwasanya Aku adalah dekat. dianggap sama dengan sikap orang kafir ketika menyembah berhala yang dianggapnya sebuah perantara kepada Allah. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar. Maka beliau membantah : “ Maha suci Engkau. Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. 18. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia memohon kepada-Ku. maka tidak ada salahnya jika kita bertawassul terhadap kekasih Allah SWT yang paling .

bukan bertawassul kepada para para ulama dan kekasih Allah. Lagi pula berdasarkan hadis-hadis yang telah dipaparkan diatas menunjukakn bahwa perbuatan tersebut bukan merupakan suatu yang baru dikalangan umat islam dan sudah dilakukan para ulama terdahulu. Tidak hanya dalam masalah tawassul. karena mereka mempunyai landasan dan dalil yang kuat. ada yang memperbolehkan dan ada yang melarangnya. dan begitu juga dengan orang-orang yang sholeh. seperti menganggap yang dijadikan tawassul mempunyai kekuatan. Jadi jikalau ada umat islam yang melakukan tawassul sebaiknya kita hormati mereka karena mereka tentu mempunyai dalil dan landasan yang cukup kuat dari Quran dan hadist. Hiroshima Ustadz Muhammad Niam. sebaiknya kita membaca dan meneliti secara baik dan komprehensif masalah tersebut sehingga kita tidak mudah terjebak oleh hembusan teologi permusuhan yang sekarang sedang gencar mengancam umat Islam secara umum. Mereka berkeyakinan bahwa hanya Allah lah yang berhak memberi dan menolak doa hambaNya. Wallahu a'lam bissowab Penyusun: Ustadz Agus Zainal Arifin. Memang masih banyak kesalahan yang dilakukan oleh orang muslim awam dalam melakukan tawassul. Islamabad . Tawassul adalah masalah khilafiyah di antara para ulama Islam. Kita umat Islam harus saling menghormati dalam masalah khilafiyah dan jangan sampai saling bermusuhan.dicintai. Itu semua tantangan dakwah kita semua untuk kita luruskan sesuai dengan konsep tawassul yang dijelaskan dalil-dalil di atas. atau bertawassul dengan kuburan orang-orang terdahulu. meminta-minta ke makam wali-wali Allah. Kita jangan dengan mudah menuduh umat Islam yang bertawassul telah melakukan bid'ah dan sesat. Dalam menyikapi masalah tawassul kita juga jangan mudah terjebak oleh isu bid'ah yang telah mencabik-cabik persatuan dan ukhuwah kita. Islamabad Ustadz Ulin Niam Masruri. atau bahkan meminta-minta kepada orang yang dijadikan perantara tawassul. bertawassul dengan orang yang bukan sholeh tapi tokoh-tokoh masyarakat yang telah meninggal dunia dan belum tentu beragama Islam. sebelum kita mengangkat isu bid'ah pada permasalahan yang sifatnya khilafiyah. ada yang menganggapnya sunnah dan ada juga yang menganggapnya makruh. Selama ini para ulama yang memperbolehkan tawassul dan melakukannya tidak ada yang berkeyakinan sedikitpun bahwa mereka (yang dijadikan sebagai perantara) adalah yang yang mengabulkan permintaan ataupun yang memberi madlorot. apalagi sampai menganggap mereka menyekutukan Allah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful