P. 1
Penggunaan Media Berbasis Komputer

Penggunaan Media Berbasis Komputer

|Views: 220|Likes:
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BERBASIS KOMPUTER (CD MOVIE DAN FLASH) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI PADA POKOK BAHASAN KOLOID

MAKALAH
Diajukan Guna Memenuhi Tugas Produksi Media Pembelajaran Kimia Lanjutan Program Studi Pendidikan Kimia

Oleh: SISKA RAHAYU NINGSIH NIM: 8106142034

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN MEDAN 2012

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Pembelajaran merupakan suatu kegiatan dalam upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai positi
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BERBASIS KOMPUTER (CD MOVIE DAN FLASH) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI PADA POKOK BAHASAN KOLOID

MAKALAH
Diajukan Guna Memenuhi Tugas Produksi Media Pembelajaran Kimia Lanjutan Program Studi Pendidikan Kimia

Oleh: SISKA RAHAYU NINGSIH NIM: 8106142034

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN MEDAN 2012

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Pembelajaran merupakan suatu kegiatan dalam upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai positi

More info:

Published by: Siska Rahayu Ningsih on Apr 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/03/2015

pdf

text

original

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BERBASIS KOMPUTER (CD MOVIE DAN FLASH) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI PADA POKOK

BAHASAN KOLOID

MAKALAH
Diajukan Guna Memenuhi Tugas Produksi Media Pembelajaran Kimia Lanjutan Program Studi Pendidikan Kimia

Oleh: SISKA RAHAYU NINGSIH NIM: 8106142034

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN MEDAN 2012

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Pembelajaran merupakan suatu kegiatan dalam upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai positif dengan memanfaatkan berbagai sumber untuk belajar. Pembelajaran melibatkan dua pihak yaitu siswa sebagai pebelajar dan guru sebagai fasilitator. Kegiatan terpenting dalam pembelajaran adalah proses belajar (learning process). Proses belajar memiliki beberapa ciri berikut: (1) Belajar sifatnya disadari, dalam hal ini siswa merasa bahwa dirinya sedang belajar, timbul dalam dirinya motivasi untuk memiliki pengetahuan yang diharapkan. (2) Hasil belajar diperoleh dengan adanya proses, dalam hal ini pengetahuan diperoleh tidak secara spontan dan instan, melainkan berharap. Sebagian besar guru-guru kimia di SMA menghadapi kenyataan bahwa kebanyakan siswa menganggap pelajaran kimia sebagai mata pelajaran yang sulit, sehingga siswa merasa kurang mampu untuk mempelajarinya (Situmorang,M,2001:20). Hal ini diduga akibat penyajian materi kimia yang kurang menarik dan membosankan, serta terkesan menakutkan bagi siswa, akibatnya banyak siswa kurang menguasai ilmu kimia oleh karena itu hasil belajar kimia siswa terkesan rendah. Banyak kritikan terhadap proses dan hasil pembelajaran kimia di SMA dan MA. Sejumlah kritik terarah pada kegiatan belajar mengajar yang berpusat pada guru sehingga pembelajaran nampak sebagai ceramah yang sifatnya monoton, yang mana pengetahuan baik fakta, konsep, prinsip dan teori kimia di transmisikan dari guru ke siswa tanpa menstimulasi siswa untuk berfikir atau bernalar. Karakter ilmu kimia sebagai

“eksperimental science” tidak tampak dalam kegiatan belajar mengajar kimia, karena sangat jarang siswa distimulasi untuk melakukan observasi terhadap fenomena kimia. Fakta lain yang ditemukan di lapangan masih ada guru yang mengajar siswa tanpa mengevaluasi hasil belajarnya. Hal ini mengakibatkan siswa malas dan kurang berminat belajar kimia, sehingga berpengaruh pada perkembangan kognitifnya. Penggunaan komputer dalam pembelajaran sangat menguntungkan karena telah tersedia berbagai jenis software dan hardware yang memudahkan untuk mengintegrasikan komputer dengan peralatan elektronik lain seperti video, kamera dan instrumen laboratorium. Komputer merupakan jenis media audiovisual yaitu media yang terdiri dari proses mendengarkan dan proses penglihatan. Penggunaan media audiovisual ini dapat memberikan kesempatan yang luas kepada siswa dan guru untk mengembangkan kemampuannya dalam investigasi dan analisis (Situmorang,2009:3). Beberapa media pendidikan yang sering digunakan dalam proses belajar mengajar diantaranya media cetak, elektronik, sketsa, model, peta dan diagram

(Kreyenhbuhl,1991). Media elektronik seperti video banyak dipergunakan di dalam pembelajaran sains, untuk membantu pembelajaran terutama untuk memberikan penekanan pada materi pelajaran dengan menggunakan media ini bertujuan meningkatkan penguasaan materi kimia sehingga penyampaian materi pelajaran terkesan tidak membosankan (Situmorang,2009:2). Hasil penelitian menunjukkan penggunaan media pembelajaran secara signifikan meningkatkan hasil belajar kimia siswa. Media memudahkan siswa memahami konsep-konsep kimia sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang pada akhirnya akan memberikan kesan pembelajaran yang lebih lama diingat siswa (Situmorang dan Silitonga, 2009:9). Menurut Sipayung (2009:71), hasil belajar siswa yang menggunakan media komputer lebih baik secara signifikan dibandingkan dengan hasil belajar siswa tanpa menggunakan media komputer.

Penelitian Situmorang (2006:3) menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran menggunakan komputer dapat meningkatkan daya ingat terhadap prestasi belajar mahasiswa sebesar 82% dan pembelajaran dengan menggunakan komputer meningkatkan daya ingat terhadap penguasaan materi pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah. Hasil penelitian Sebayang (2007:72) menyatakan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan media ajar lebih tinggi daripada tanpa media ajar. Hasil belajar siswa yang menggunakan media lebih baik 86% daripada tanpa menggunakan media (Saragih: 2008:60). Berdasarkan uraian di atas maka perlu dicari alternatif strategi pembelajaran yang lebih melibatkan siswa secara aktif untuk bereksperimen dalam proses pembelajaran kimia agar dapat meningkatkan hasil belajar. Salah satu alternatifnya dengan pemanfaatan multimedia. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Penggunaan Media Berbasis Komputer (CD Movie Dan Flash) Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI Pada Pokok Bahasan Koloid”.

1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah, maka dapat diidentifikasi masalah-masalah yang penting untuk dikaji dan diteliti dalam pembelajaran kimia di SMA Negeri I Tanjung Pura, antara lain: 1. Apakah guru sudah memberdayakan fasilitas pendidikan yang tersedia dengan optimal? 2. Apakah guru sudah menggunakan media berbasis komputer (CD Movie dan Flash) untuk mendukung pembelajaran kimia? 3. Apakah media pembelajaran berpengaruh terhadap hasil belajar? 4. Apakah penggunaan media berbasis komputer (CD Movie dan Flash) dapat meningkatkan hasil belajar siswa?

1.3 Pembatasan Masalah Ditinjau dari berbagai masalah yang muncul, maka masalah yang diteliti berkaitan dengan penggunaan media berbasis komputer (CD Movie dan Flash) terhadap hasil belajar siswa. Jika proses ini diteliti secara menyeluruh maka ruang lingkupnya terlalu luas. Oleh karena itu, penelitian dibatasai pada: 1. Penggunaan media berbasis komputer (CD Movie dan Flash). 2. Hasil belajar siswa dalam aspek kognitif dengan jenjang kemampuan C1-C3. 3. Penelitian dilakukan pada siswa kelas IX IA pada Semester Genap dengan pokok bahasan Koloid.

1.4 Rumusan Masalah Maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Apakah perbedaan penggunaan media berbasis komputer (CD Movie dan Flash) dengan tidak menggunakan media berbasis komputer (CD Movie dan Flash) terhadap hasil belajar kimia siswa.

1.5 Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mendapatkan gmbaran tentang pengaruh penggunaan media berbasis komputer (CD Movie dan Flash) terhadap hasil belajar siswa. Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk mengetahui: 1. Perbedaan penggunaan media berbasis komputer (CD Movie dan Flash) dengan tidak menggunakan media berbasis komputer (CD Movie dan Flash) terhadap hasil belajar kimia siswa.

1.6 Manfaat Penelitian Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupun secara praktis. Tujuan hasil penelitian secara teoritis, diharapkan dapat menambah khasanah pengetahuan dan ilmu khususnya teori-teori yang berkaitan dengan penggunaan media berbasis komputer(CD Movie dan Flash) terhadap hasil belajar siswa. Selain itu dapat dijadikan bahan masukan bagi para guru kimia dalam melakukan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien guna meningkatkan prestasi belajar siswa. Manfaat penelitian secara praktis diharapkan dapat memperluas wawasan penggunaan media berbasis komputer (CD Movie dan Flash) terhadap hasil belajar siswa serta dapat menerapkannya pada berbagai disiplin ilmu sesuai dengan materi pelajaran. Selain itu sebagai bahan masukan bagi sekolah dan lembaga-lembaga penyelenggara pendidikan dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa khususnya mata pelajaran kimia. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan sumbangan informasi mengenai kemungkinan penggunaan media komputer dikaitkan dengan kemampuan dan kebiasaankebiasaan belajar yang berbeda terhadap hasil belajar kimia.

BAB II KERANGKA TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN

2.1 Kerangka Teoritis Penelitian ini membahas berbagai variabel yang dijadikan acuan dan perlu dikembangkan berdasarkan teori yang sudah ada, dimana untuk penelitian yang membahas penggunaan multimedia terhadap hasil belajar siswa, maka uraiannya adalah sebagai berikut. 2.1.1 Hakekat Media Dalam Pembelajaran Kata media berasal dari bentuk jamak dari medium yang secara harafiah berarti perantara atau pengantar. AECT mengartikan media sebagai segala bentuk dan saluran untuk proses transmisi informasi. Sedang Olson mendefinisikan medium sebagai teknologi untuk menyajikan, merekam, membagi, dan mendistribusikan simbol dengan melalui rangsangan indra tertentu, disertai penstrukturan informasi. Apabila dilihat dari segi etimologi, kata “media” berasal dari bahasa latin dan merupakan jamak dari medium. Media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sementara itu Briggs berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar, seperti buku, film, kaset, dan sebagainya (Miarso, 2004:457). Media merupakan alat saluran komunikasi. Media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang berarti perantara sumber pesan dengan penerima pesan. Media dicontohkan seperti film, televisi, diagram, bahan cetak, komputer dan instruktur (Susilana dan Riyana, 2008:6).

Media sebagai bagian dari sistem pengajaran mempunyai nilai-nilai praktis berupa kemampuan untuk: (a) membuat kongkrit konsep yang abstrak; (b) membawa objek yang berbahaya atau sukar didapat dalam lingkungan belajar; (c) membawa objek yang terlalu besar; (d) mengamati gerakan yang terlalu cepat; (e) memungkinkan siswa untuk berinteraksi langsung dengan lingkungannya; (f) membangkitkan motivasi belajar; (g) memberi kesan perhatian individual untuk seluruh anggota kelompok belajar; (h) menyajikan pesan atau informasi belajar secara serentak; (j) mengontrol arah maupun kecepatan belajar siswa. Ada tiga kategori utama berbagai bentuk media pembelajaran itu. Pertama, media yang mampu menyediakan informasi, karena itu disebut media penyaji. Kedua, media yang mengandung informasi disebut media objek. Ketiga, media yang memungkinkan untuk berinteraksi disebut media interaktif (Miarso,2004:462). Pengalaman langsung akan memberikan kesan paling utuh dan paling bermakna mengenai informasi karena ia langsung berhubungan dengan benda, kejadian dan keadaan sebenarnya, siswa aktif bekerja sendiri, mengalami sendiri dan memecahkan sendiri. Pengalaman tiruan diperoleh melalui kejadian-kejadian tiruan sebenarnya denagn proses penciptaan kembali karena sulit didapat bendanya atau terlalu kecil, besar dan jauh untuk diamati. Untuk dapat menjamin efektivitas media dalam proses pembelajaran ada enam langkah yang sistematis, yaitu: (a) analysis learner maksudnya: menganalisa peserta pebelajar. Harus mengenal peserta didik agar pengajar dapat memilih media yang tepat agar tercapainya pengajaran; (b) state objectives adalah: keadaan yang harus dilakukan untuk mendapatkan rumusan tujuan pembelajaran yang spesifik. Tujuan ini dapat diturunkan dari silabus, kurikulum, text book atau pengembangan instruktur. Dalam hal ini harus jelas apa yang ingin dicapai oleh peserta didik, termasuk kondisi apa yang

memungkinkan pencapaian tujuan; (c) select method and material maksudnya: jika sudah mengenai peserta dan mengetahui tujuan, maka dapat dipastikan dimana titik pangkal (kondisi pengetahuan, skill dan attitude) dan titik akhir. Tugas selanjutnya adalah membuat jembatan yang menghubungkan kedua titik tersebut dengan cara memilih metode dan format media yang relevan terhadap bahan ajar; (d) utilize media and material adalah: merencanakan bagaimana penggunaan bahan ajar pada implementasi pilihan metode pembelajaran; (e) require learner participation adalah: agar lebih efekif, ditumbuhkan partisipasi aktif dari peserta pembelajaran; (f) evaluation and revise adalah: setelah pembelajaran sangat penting dilakukan evaluasi untuk memperoleh gambar yang menyeluruh. Tingkat keabstrakan pesan akan semakin tinggi karena pesan itu dituangkan ke dalam lambang-lambang seperti: bagan, grafik, atau kata. Jika pesan terkandung dalam lambang-lambang seperti itu, indra yang dilibatkan untuk menafsirkannya semakin terbatas, yakni indra penglihatan atau indra pendengaran. Meskipun tingkat partisipasi fisik berkurang, keterlibatan imajinatif semakin bertambah dan berkembang.

Sesungguhnya pengalaman kongkrit dan pengalaman abstrak dialami silih berganti. Prestasi belajar dari pengalaman langsung mengubah dan memperluas jangkauan abstraksi seseorang, dan sebaliknya kemampuan interpretasi lambang kata membantu seseorang untuk memahami pengalaman yang dialaminya yang di dalamnya ia terlibat langsung. Sampai saat ini masih ada guru yang belum menggunakan media pembelajaran. Berdasarkan pengalaman dan diskusi dalam berbagai kesempatan dengan para guru, ada penyebab utama guru tidak menggunakan media, yaitu menggunakan media itu repot, mengajar dengan menggunakan media itu penuh persiapan, apalagi kalau media itu semacam OHP, video atau media berbasis komputer, dan harus menggunakan arus listrik.

Guru sudah repot dengan menulis persiapan mengajar, jadwal kerja yang padat, kesibukan di rumah, dan sebagainya. Terkadang guru sudah lupa untuk memikirkan penggunaan media tersebut, inilah alasan yang dikemukakan sebagian guru. Padahal jika dilihat dari aspek lain, ternyata dengan menggunakan media pembelajaran terjadi proses belajar yang semakin efektif, maka alasan yang dikatakan repot tadi dengan sendirinya akan hilang. Perlu hal ini dikaji, dengan sedikit waktu tersita maka hasil yang didapatkan akan optimal. Media juga relatif awet, sekali menyiapkan dapat dipakai untuk selanjutnya sesuai dengan kebutuhan mengajar. Dan ada juga guru-guru berpendapat bahwa media itu canggih dan mahal. Tidak semua media itu mahal dan canggih. Nilai penting dari sebuah media bukan terletak pada kecanggihan alatnya tapi terletak pada keefektivitasannya, efisien dalam membantu proses pembelajaran. Secara umum media mempunyai kegaunaan: (1) memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalitas. (2) mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga dan daya indera. (3) menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar. (4) memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditorial dan kinestetiknya (Susilana dan Riyana, 2007:9). Selain itu kontribusi media pembelajaran adalah : (1) penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar. (2) pembelajaran dapat lebih menarik. (3) pembelajaran lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar. (4) waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek. (5) kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan. (6) proses pembelajaran dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun diperlukan. (7) sikap positif siswa semakin meningkat. (8) peran guru lebih ke arah positif.

2.1.2 Media Pembelajaran Berbasis Komputer Ada sejumlah pertimbangan dalam memilih media pembelajaran yang tepat. Untuk lebih mengingatnya, pertimbangan tersebut dapat dirumuskan dalam satu kata. Dalam memanfaatkan komputer, seluruh operator harus mengetahui seluk-beluk komputer. Teknologi komputer sedikitnya mengandung empat unsur yaitu: (a) perangkat keras (hard ware); (b) perangkat lunak (soft ware); (c) penerapan dari perangkat lunak; (d) perbaikan (support service) (Susilana dan Riyana, 2007:6). Media komputer merupakan media yang menarik bahkan atraktif dan interaktif. Pembelajaran deagn menggunakan media komputer sesungguhnya membekalkan pada setiap orang dengan berbagai karakter yang menjadi kekuatan dan kelemahan suatu media (Munir, 2008:144). Komputer adalah suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas seperti: (a) memproses data input sesuai dengan programnya; (b) menyimpan perintah dan hasil pengolahan data; (c) menyediakan output data dalam bentuk informasi. Sedangkan menurut Hamatcher, komputer adalah alat hitung mesin elektronik yang cepat dan dapat menerima input digital kemudian memprosesnya sesuai dengan program yang tersimpan di memorinya, dan menghasilkan data output berupa informasi. Beberapa hal yang perlu disiapkan dalam pembelajaran menggunakan media komputer, antara lain dari sisi peserta didik: (1) pelajari software terlebih dahulu; (2) jika memungkinkan satu peserta satu komputer; (3) gunakan infocus untuk penjelasan; (4) amati kerja peserta satu persatu; (5) Jelaskan prosedur pengoperasian dengan bahasa yang jelas (Munir, 2008 :145). Sedangkan dari sisi pengajar: (1) pengajar sebaiknya sudah dapat mengoperasikan LCD dan komputer; (2) cantumkan poin-poin saja dalam power point; (3) gunakan warna-warna yang menarik; (4) gunakan animasi secukupnya agar tidak mengganggu; (5) sebaiknya hindari suar yang ditimbulkan dari animasi; (6)

gunakan animasi gambar; (7) gunakan foto secukupnya; (8) gunakan film pendek; (9) prinsip satu slide satu menit; (10) jangan terlalu banyak slide, maksimal 20 slide tiap sesi. Secara umum pengertian kumputer adalah serangkaian mesin elektronik yang terdiri dari komponen-komponen yang dapat saling bekerja sama yang rapi dan teliti. Sistem ini kemudian dapat digunakan untuk melaksanakan berbagai jenis pekerjaan secara otomatis berdasarkan urutan instruksi maupun program yang diberikan kepadanya. Akhirnya media komputer tersebut banyak digunakan dalam aktifitas proses belajar mengajar di sekolah. Penggunaan media komputer dalam pembelajaran sains dapat meningkatkan efesiensi dan efektivitas pembelajaran, sehingga membutuhkan inovator yang terampil dan berpengalaman. Pembelajaran efektif adalah yang mengahasilkan belajar yang bermanfaat dan bertujuan bagi para siswa, melalui strategi pembelajaran yang tepat. Keefektifan pembelajaran biasnya diukur dengan tingkat pencapaian siswa. Ada empat aspek penting yang dapat dipakai untuk mempreskripsikan keefektifn pembelajaran, yaitu: (1) kecermatan penguasaan perilaku yang dipelajari yang sering disebut dengan tingkat kesalahan; (2) kecepatan unjuk kerja; (3) tingkat alih belajar; (4) tingkat retensi dari apa yang dipelajari; (Uno, 2006:21). Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas belajar adalah: (a) siswa; (b) guru; (c) tujuan belajar; (d) materi pelajaran; (e) saran belajar; (f) interaksi siswa dengan mata pelajaran; (g) interaksi guru dengan siswa; (h) interksi antar siswa; (i) lingkungan belajar. Media komputer merupakan media yang menarik bahkan unteraktif. Pembelajaran dengan menggunakan media komputer sesungguhnya membekalkan pada setiap orang dengan berbagai karakter yang menjadi kekuatan dan kelemahan dari suatu media. Pendidikan melalui media elektronik sesungguhnya sudah dimulai dari lingkungan keluarga (Munir,2008:144). Teknologi komputer sebagai media informasi merupakan

media yang efektif bagi seorang guru dalam merancang media pembelajaran sehingga dapat mempermudah tugas guru. Dengan media komputer guru akan lebih mudah menyampaikan materi yang abstrak sehingga siswa dapat memahami konsep-konsep yang sulit diperagakan secara manual. Model pembelajaran berbasis komputer merupakan model pembelajaran yang dikombinasikan antara model pembelajaran dengan penggunaan media komputer. Diman aplikasi komputer sebagai alat bantu proses pembelajaran memberikan beberapa keuntungan, antar lain: (a) komputer dapat mengakomodasikan individu yang lamban menerima suatu bentuk pemahaman sebaliknya komputer dapat memberikan iklim yang lebih bersifat efektif untuk individu, tidak pernah lupa, tidak pernah bosan, sangat sabar dalam menjalankan instruksi seperti yang diinginkan program yang digunakan; (b) komputer dapat merangsang individu untuk mengerjakan latihan, melakukan kegiatan laboratorium atau simulasi karena tersedianya animasi grafik, warna dan musik yang dapat menambah realisme; (c) kendalanya terdapat pada yang mengoperasikan, sehingga tingkat kecepatan pemahamannya dapat disesuaikan dengan tingkat penguasannya; (d) kemampuan untuk merekam aktivitas selama menggunakan suatu program pekerjaan tertentu memberikan kesempatan yang lebih baik untuk pemahaman. Komputer dapat memungkinkan siswa belajar sesuai dengan kecepatannya dalam memahami informasi yang ditayangkan. Komputer dapat menciptakan iklim belajar yang efektif bagi siswa yang lebih lambat (slow learner), tetapi dapat juga memacu efektifitas belajar bagi siswa yang lebih cepat belajar (fast learner). Selain itu komputer dapat diprogram agar memberikan umpan balik terhadap prestasi belajar siswa. Kelebihan lain dari komputer adalah kemampuan dalam mengintegrasikan komponen warna, musik, memori dan animasi grafik. Ditinjau dari segi lain komputer memiliki kelemehan, anatar

lain: biaya pengadaan dan pengembangan program cukup tinggi serta sulitnya membuat program yang berbasis komputer.

2.1.3 Pengertian Belajar dan Hasil Belajar Menurut Gagne (dalam Dahar, 1996:11) belajar didefenisikan sebagai suatu proses dimana suatu organise berubah perilaku sebagai akibat dari pengalaman. Belajar menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, artinya berusaha (berlatih dan sebagainya). Supaya mendapat sesuatu kepandaian. Dari definis tersebut dapat diartikan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan dalam diri seseorang yang ditampakkan dala bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti: peningkatan pengetahuan, kecakapan, daya pikir, sikap, kebiasaan dan lain-lain. Proses belajar merupakan jalan yang harus ditempuh oleh seseorang (pelajar, mahasiswa) untuk mengerti suatu hal yang sebelumnya tidak atau diketahui tetapi belum menyeluruh tentang suatu hal. Menurut Fajar (dalam Mujiono,2009:37) beberapa prinsip belajar yaitu: 1. Belajar harus berorientasi pada tujuan yang jelas. Tujuan belajar yang jelas harus ditetapkan agar seseorang dapat menentukan arah dan tahap-tahap belajar yang harus dilalui untuk mencapai tujuannya. 2. Proses belajar yang akan terjadi bila seseorang dihadapkan pada situasi problematis. 3. Belajar dengan pemahaman akan lebih bermakna daripada dengan hafalan. Hal ini akan lebih memungkinkan seseorang lebih berhasil dalam menerapkan dan mengembangkan hal-hal yang sudah dipelajari dan dimengerti. 4. Belajar secara menyeluruh akan lebih berhasil daripada belajar secara terbagi-bagi. Dengan belajar secara menyeluruh akan dapat melihat dan mengerti dengan jelass bagaimana bagian-bagian itu merupakan keseluruhan secara bulat. 5. Belajar memerlukan kemampuan dalam menangkap intisari pelajaran itu sendiri. 6. Belajar merupakan proses yang kontinyu. Belajar merupakan suatu proses, karena merupakan suatu proses maka belajarmembutuhkan waktu. 7. Proses belajar memerlukan metode yang tepat. Penggunaan metode belajar yang tepat sangat penting bagi guru dan siswa,karena dengan metode belajar yang tepat akan memungkinkan seorang siswa menguasai ilmu yang lebih mudah dan lebih cepat sesuai dengan kapasitas tenaga dan pikiran yang dikeluarkan. 8. Belajar memerlukan minat dan perhatian siswa.

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, hasil adalah sesuatu yang diadakan oleh usaha. Dari pengertian tersebut, maka dapat diambil pengertian tentang hasil belajar yaitu usaha-usaha yang dilakukan seseorang melalui perbuatan belajar, sehingga memperoleh hasil dalam bentuk tingkah laku yang baru atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa hasil belajar adalah tingkat penguasaan siswa setelah proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Secara psikologis, faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah; 1. Kecerdasan/intelegensi; kecerdasan adalah faktor-faktor yang mempengaruhi hasil dan kemajuan belajar siswa, kecerdasan juga besar pengaruhnya dalam berhasil tidaknya seseorang mempelajari sesuatu atau mengikuti program pendidikan. 2. Minat, selain daripada kecerdasan, minat dipengaruhi proses dan hasil belajar seseorang. Jika seseorang tidak berminat mempelajari sesuatu tidak dapat diharapkan bahwa dia akan berhasil dengan baik dalam mempelajari sesuatu tidak dapat diharapkan bahwa dia akan berhasil dengan baik dalam mempelajari hal tersebut. 3. Bakat, di samping kecerdasan, bakat merupakan faktor yang besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar seseorang. Belajar pada bidang yang sesuai dengan bakat seseorang memperbesar kemungkinan berhasilnya usaha itu. 4. Perhatian, perhatian juga merupakan faktor penting dalam usaha belajar seseorang.

2.1.4 Materi Pelajaran Pada penelitian ini digunakan materi koloid sebagai bahan ajar. Dan materi yang diajarkan ini sudah sesuai dengan kurikulum KTSP. Dalam materi koloid ini diharapkan siswa dapat mengetahui penerapan koloid dalam kehidupan sehari-hari. Adapun rincian materi yang dibahas dalam koloid ini adalah Sistem Koloid, Sifat-Sifat Koloid Sol, Pembuatan Koloid Sol.

2.2 Kerangka Berfikir Keberhasilan seorang siswa dalam memahami suatu materi pelajaran sangat signifikan, dengan media yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi pelajaran. Hasil belajar yang dicapai oleh siswa merupakan indikator keberhasilan seorang guru dalam usaha menyampaikan materi pembelajaran. Dalam belajar kimia, seorang guru harus mampu membangkitkan minat siswa terhadap kimia. Hal ini dapat dilakukan dengan selalu mengkaitkan setiap materi pelajaran dengan pengalaman siswa sehari-hari. Salah satu media yang digunakan adalah dengan menerapkan media berbasis komputer (CD Movie dan Flash) terhadap hasil belajar. Banyak faktor yang dapat menghambat penyampaian materi pelajaran kimia dalam aktivitas proses belajar mengajar di sekolah, antara lain: (a) faktor guru, misalnya: pemilihan dan penguasaan strategi pembelajaran yang kurang; (b) faktormedia pembelajaran, misalnya: kurangdalam penggunaan media pembelajaran, media komputer dan media konvensional.; (c) tingkat kesulitan pada pokok bahasan kimia; (d) sulit untuk melakukan eksperimen pada topik tertentu; (e) tingkat bahaya dalam pelaksanaan pembelajaran pada topik tertentu. Pelaksanaan proses belajar-mengajar dngan topik koloid memerlukan media pembelajaran untuk dapat menjelaskan materi yang tidak dapat teramati oleh penglihatan normal (abstrak), misalnya bagaimana menjelaskan perbedaan larutan, koloid, dan suspensi. Untuk membelajarkan konsep kimia yang tergolong abstrak ini diperlukan media pembelajaran yang mampu mengkongkritkan keabstrakan konsep tersebut dansalah satu diantaranya adalah menggunakan media komputer. Penggunaan media komputer diperkirakan akan dapat membangkitkan minat belajar siswa karena dapat melihat secara langsung, mengamati, dan mendengarkan materi pelajaran. Menurut pendapat Budiandono yang menyatakan siswa dapat mengingat 70% dari apa yang dilihat dan didengar, dan 90% dari apa yang pernah dilihat, didengar, diucapkan kembali

dan dikerjakan olehnya. Bagi siswa yang mengalami proses pembelajaran kimia, visualisasi dari apa yang diajarkan dengan melalui komputer merupakan suatu hal yang diduga akan mempengaruhi keberhasilan proses belajar siswa dalam ilmu kimia. Dengan melihat secara langsung urutan-urutan yang tepat dan jelas materi pelajaran, siswa akan lebih tahu, mengerti tentang bahan ajar. Dalam ilmu kimia, guru dapat menggunakan berbagai macam pendekatan, antar lain: menggunakan berbagai macam pendekatan, antara lain: menggunakan media komputer dan menggunakan media non elektronik. Bagi siswa yang mempunyai kreativitas belajar yang tinggi berarti mereka mempunyai daya dorong yang kuat untuk melakukan kegiatan belajar kimia. Untuk kelompok ini diberikan rangsangan dari luar secara visual, mereka telah mempunyai kecenderungan untuk berusaha melakukan kegiatan belajar dengan baik, akan tetapi apabila mereka dirangsang dengan pembelajaran menggunakan media komputer atau media bahan cetak diduga akan lebih meningkatkan prestasi belajar siswa. Pemberian rangsangan berupa pemilihan media pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, salah satunya cara mengajar yang diguanakan guru, kecerdasan siswa, minat dan bakatnya. Dan pengaruh ini terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan dari segi kecerdasan dan minat siswa yang dapat dilihat selama proses belajar mengajar berlangsung.

2.3 Hipotesis Berdasarkan deskripsi teoritis dan kerangka berfikir serta kajian yang relevan, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut: 1. Terdapat perbedaan hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan media berbasis komputer (CD Movie dan Flash) dengan tidak menggunakan media.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->