Pendahuluan

TUJUAN BUKU ini menyajikan kerangka kerja, proses, dan aneka pendekatan komposisional dalam merancang sebuah penelitian kualitatif, kuan-titatif, dan metode campuran untuk bidang-bidang sosialhumaniora. Adanya minat yang tinggi pada penelitian kualitatif, munculnya beragam pendekatan metode campuran, dan terus diterapkannya bentuk-bentuk tradisional kuantitatif, membuat saya merasa pe"rlu melakukan perbandingan terhadap tiga rancangan penelitian ini. Saya membandingkan ketiganya berdasarkan asumsi-asumsi filosofis, tinjauan pustaka, penggunaan teori, struktur penyajian, dan pertimbangan-pertirnbangan etis atas ketiga rancangan tersebut. Selanjutnya, saya menjelaskan unsur-unsur kunci dalam proses penelitian pada umumnya: menulis pendahuluan, menegaskan tujuan penelitian, mengidentifikasi rumusan masalah dan hipotesis penelitian, serta menerapkan metode-metode dan prosedur-prosedur di dalam pengumpulan dan analisis data. Semua elemen ini saya jelaskan berdasarkan penerapannya dalam rancangan kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran. Cover buku ini —buku aslinya, bukan buku terjemahan bahasa Indonesia ini— menggambarkan sebuah mandala: suatu simbol orang Hindu dan Buddha tentang dunia. Merancang mandala, sepertihalnya merancang penelitian, membutuhkan usaha pengamatan yang tepat terhadap kerangka kerja, desain keseluruhan, dan detail-detail —sebuah mandala yang dibuat dari pasir akan membutuhkan waktu berhari-hari karena sang arsitek harus menyusun dengan tepat bagian-bagian di dalamnya yang terdiri dari butiran-butiran pasir. Mandala juga menunjukkan keterkaitan bagian-bagian ini secara keseluruhan, yang juga merefleksikan rancangan penelitian, di mana setiap bagian di dalamnya saling berpengaruh terhadap konstruksi akhir penelitian. SASARAN PEMBACA Buku ini ditujukan untuk para mahasiswa sarjana dan pasca-sarjana yang ingin menyiapkan rencana atau proposal untuk artikel jurnal akademis, disertasi, ataupun tesisnya. Pada level yang lebih luas, buku ini bisa digunakan sebagai buku referensi sekaligus pegangan untuk mata kuliah metode-metode penelitian. Agar mem-peroleh manfaat terbaik dari buku ini, pembaca perlu memiliki pengetahuan dasar tentang penelitian kualitatif dan kuantitatif. Sebab, bagaimanapun juga, istilah-istilah kunci yang akan dijelaskan dan dijabarkan serta strategi-strategi yang

direkomendasikan dalam buku ini, mengharuskan pembaca memiliki kesiapan dasar "teknis" dalam merancangpenelitian. Istilah-istilah yang dicetak tebal dalam. tulisan ini ataupun dalam giosarium pada akhir buku ini merupakan istilah-istilah yang diharapkan dapat membantu proses pernbacaan yang lebih cepat, Buku ini juga dirancang untuk pembaca umum dalam bidang-bidang sosial-humaniora. Sejak diterbitkan pertama kali, saya melihat bahwa pembaca buku ini adalah mereka yang berasal dari berbagai disiplin dan bidang ilmu pengetahuan. Tentu saja, dari respons yang begitu positif ini, saya sangat berharap para mahasiswa, pembaca, dan peneliti di bidang-bidang seperti marketing, manajemen, hukum pidana, komunikasi, psikologi, sosiologi, pendidikan dasar, pendidikan menengah atau perguruan tinggi, ke-perawatan, kesehatan, studi perkotaan, keluarga, dan bidangbidang lain, juga dapat memanfaatkan edisi ketiga buku ini. FORMAT Pada masing-masing bab, saya menyajikan contoh-contoh penelitian yang berasal dari berbagai disiplin yang berbeda. Contoh-contoh ini saya ambil dari buku, artikel ilmiah, proposal disertasi dan disertasi itu sendiri. Meskipun spesialisasi saya adalah pendidik-an, namun contoh-contoh ini sudah saya rancang seinklusif mungkin agar dapat diterapkan dalam ilmu-ilmu sosial-humaniora. Contoh-contoh ini pada umumnya merefleksikan isu-isu seputar keadilan sosial, individu-individu marginal, serta sampel dan populasi yang pernah dikaji oleh para peneliti sosial. Sifat inklusivitas (keterbukaan) ■ ini diharapkan dapat memperluas pluralisme metodologis dalam . penelitian dewasa ini. Apalagi, saya juga sudah memperluas konten dalam buku dengan menjelaskan gagasangagasan filosofis penelitian, gaya-gaya penelitian, dan prosedur-prosedur penelitian yang beraneka ragam. Buku ini bukanlah buku metodologi yang rinci karena saya hanya menyoroti poin-poin penting dalam rancangan/rencana penelitian. Meski demikian, saya berkeyakinan bahwa saya telah menge-mas buku ini sebaik mungkin dengan menyajikan gagasan-gagasan inti yang kira-kira dibutuhkan oleh peneliti untuk merencanakan suatu penelitian. Strategi-strategi penelitian dalam buku ini dibatasi berdasarkan frekuensi penggunaan penelitian tersebut. Misalnya, untuk penelitian kuantitatif, saya hanya membahas rancangan survei dan eksperimen. Sedangkan untuk penelitian kuantitatif, disertakan pembahasan tentang fenomenologi, etnografi, grounded theory, studi kasus, dan penelitian. Adapun strategi-strategi konkuren, sekuensial, dan transformatif menjadi tiga topik utama yang saya bahas terkait dengan penelitian metode campuran. Para mahasiswa bisa memanf

aatkan buku ini untuk membantu mempersiapkan proposal disertasi. Akan tetapi, saya tidak membahas topik-topik seputar "politik penyajian dan negoisasi" dengan pihak perguruan tinggi karena topik-topik seperti ini sudah dijelaskan di buku-buku lain. Dengan tetap konsisten pada konvensi-konvensi tulisan akade-mis, saya sudah berusaha menghilangkan kata-kata dan contoh-contoh yang cenderung diskriminatif (seperti, seksis atau etnis). Contoh-contoh yang dipilih pada umumnya berhubungan dengan gender dan kebudayaan. Saya juga sudah berusaha membagi contoh-contoh secara merata untuk penelitian kualitatif dan kuantitatif. Tldak ada favoritisme di sini. Selain itu, perlu diketahui pula bahwa meskipun contoh-contoh yang disajikan dalam buku ini dikutip dari berbagai buku dan referensi, masih ada banyak contoh yang bisa Anda peroleh dari referensi-referensi lain. Saya hanya mengutip satu referensi yang benar-benar sesuai dengan contoh yang ingin saya sajikan. Seperti halnya dengan dua edisi sebelum buku ini, saya tetap mempertahankan beberapa hal yang dapat meningkatkan keterbacaan dan pemahaman atas materi di dalamnya, misainya bullet-bullet untuk menekankan poin-poin inti, angka-angka untuk menekankan langkah-langkah pelaksanaan, contoh-contoh kutipan dengan catatan tambahan untuk menyoroti poin-poin kunci penelitian yang di-tunjukkan oleh para pengarangnya. Meski demikian, pada edisi ketiga kali ini, ada banyak hal baru yang ditambah untuk merespons keinginan pembaca dan perkem-bangan-perkembangan penelitian masa kini:    Asumsi-asumsi filosofis diperkenalkan di awal buku ini sebagai langkah dasar yang perlu dipertimbangkan oleh peneliti sebelum mereka benar-benar merancang penelitiannya. Pembahasan tentang masalah-masalah etis diperluas lagi dengan menyertakan lebih banyak pertimbangan terkait pengumpulan data dan pelaporan hasil penelitian. Dalam edisi ketiga ini juga diselipkan, untuk pertama kalinya., CD (Compact Disc) yang berisi slide-slide presentasi Powerpoint yang dapat digunakan dalam kelas, serta contoh-contoh aktivitas dan pertanyaan-pertanyaan yang dapat didiskusikan.   Program-program terkomputerisasi untuk mencari bahan bacaan juga disertakan, seperti Google Scholar, ProQuest, dan Survey-Monkey. Bab tentang prosedur-prosedur metode campuran sudah direvisi secara besar-besaran dengan menyertakan gagasan-gagasan mutakhir yang muncul baru-baru ini. Artikel-artikel terbaru dari jurnal Sage, yakni Journal of Mixed Methods Research, juga disajikan dan dikutip.  Bab tentang Definisi Istilah, Batasan Penelitian, dan Perluasan Pe nelitian yang sebelumnya

muncul pada edisi kedua kini telah dihapus, dan informasi tersebut dimasukkan ke dalam bab yang membahas tentang pendahuluan dan tinjauan pustaka.  Edisi ketiga ini juga berisi glosarium yang memuat sejumlah istilah penting yang bisa digunakan oleh para peneliti pemula ataupun yang sudah berpengalaman untuk memahami bahasa penelitian. Hal ini sangat penting, utamanya menyangkut soal istilah-istilah yang berkembang tentang penelitian kualitatif dan metode campuran. tidak hanya disertakan, istilah-istilah tersebut juga didefinisikan secara detail.  Pada hampir semua bab, saya juga menyertakan tips-tips peneliti an yang hingga saat ini telah membantu saya dalam memberikan arahan pada mahasiswa dan fakultas saya tentang metodemetode peneiitian selama hampir 35 tahun.  Saya juga telah menyertakan referensi-referensi terbaru yang terkait dengan setiap topik yang dibahas dalam buku ini.  Keunggulan-keunggulan pada edisi sebelumnya, dalam beberapa hal, juga saya sertakan, seperti:

1.

Struktur keseluruhan buku ini yang terdiri dari pembahasan mengenai rancangan kualitatif, rancangan kuantitatif, dan rancangan metode campuran, utamanya yang terkait dengan proses-proses dan langkah-langkah penelitian di dalamnya.

2.

Strategi-strategi kunci dalam memahami asumsi-asumsi filo- sofis, tips-tips dalam menulis penelitian akademis, melakukan tinjauan pustaka, script-script dalam menulis tujuan penelitian dan pertanyaan-pertanyaannya, serta daftar-daftar rinci mengenai bagaimana cara menulis prosedur-prosedur penelitian kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran.

3.

Masing-masing bab diakhiri dengan pertanyaan-pertanyaan diskusi dan referensi-referensi kunci.

RINGKASANBAB Buku ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian I berisi langkah-langkah yang perlu dipertimbangkan oleh para peneliti sebelum mereka mengembangkan proposal atau rencana penelitiannya. Bagian II membahas bagian-bagian dalam proposal.

Bagian I: Pertimbangan-Pertimbangan Awal Bagian ini membahas persiapan-persiapan untuk merancang penelitian akademis. Bagian ini mencakup Bab 1 sampai Bab 4. Bab 1. Memilih Rancangan Penelitian Saya mengawali bab ini dengan mendefinisikan penelitian kuali-tatif, kuantitatif, dan metode campuran, serta membahas ketiganya sebagai rancangan penelitian. Rancangan penelitian merupakan rencana untuk melakukan penelitian. Rancangan ini terdiri dari tiga komponen penting: asumsi-a'sumsi fiiosofis, strategi-strategi penelitian, dan metode-metode penelitian spesifik. Setiap komponen dibahas secara detail, Pilihan pada satu rancangan penelitian didasarkan pada pertimbangan atas tiga elemen ini serta masalah penelitian yang tengah dihadapi, pengalaman pribadi si peneliti, dan target pembaca. Bab ini diharapkan dapat membantu para pembuat proposal dalam menentukan jenis rancangan (apakah rancangan kualitatif, kuantitatif, atau metode campuran) yang sesuai dengan penelitian mereka. Bah 2. Tinjau'an Pustaka Sebelum merancang proposal, Anda juga perlu melakukan tinjauan pustaka tentang topik penelitian yang ingin Anda bahas. Untuk itu, Anda perlu mengawalinya dengan mencari topik apa yang bisa diteliti dan kemudian mengeksplorasi literatur-literatur dengan menerapkan beberapa langkah penting sebagaimana yang akan dibahas dalam bab ini. Yang jelas, untuk melakukan tinjauan pustaka, Anda perlu memprioritaskan jenis-jenis literatur yang akan Anda review, menggambar peta literatur yang berhubungan dengan topik Anda, menulis abstraksi, menggunakart petunjuk-petunjuk gaya, dan mendefinisikan istilah-istilah yang dianggap penting. Bab ini di harapkan dapat membantu para pembuat proposal dalam memper-timbangkan literatur-literatvir yang sesuai dengan topik mereka dan mulai menulis tinjauan pustaka untvik proposalnya. Bab 3. Penggunaan Teori Teori memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda-beda dalam tiga bentuk penelitian. Dalam penelitian kuantitatif, teori berperan sebagai penjelasan awal tentang hubungan antarvariabel yang idiuji oleh peneliti. Dalam penelitian kuaiitatif, teori berperan sebagai perspektif bagi penelitian dan terkadang pula justru dihasilkan selama penelitian itu berlangsung. Dalam penelitian metode

campuran, teori bisa digunakan untuk beragam tujuan, bergantung pada fleksibilitas penggunaannya dalam penelitian kualitatif dan kuantitatif. Bab ini membantu para pembuat proposal dalam mempertLm-bangkan dan merencanakanbagaimana suatu teori dapat disertakan ke dalam penelitian mereka. Bab 4. Strategi-Strategi Menulis dan Pertimbangan-Pertimbangan Etis Anda juga perlu memiliki outline/draf yang menyeluruh tentang topik-topik yang hendak dimasukkan ke dalam proposal sebelum Anda benar-benar menulis proposal tersebut. Untuk itulah, dalam bab ini, saya menyajikan sejumlah outline untuk proposal penelitian kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran. Selanjutnya, saya menyajikan pula trik-trik menulis proposal yang sebenamya, seperti mengembangkan kebiasaan menulis dan aneka persoalan tata bahasa yang perlu diperhatikan di dalam menulis proposal penelitian aka-demis. Di bagian akhir, saya mulai bergeser ke masalah-masalah etis dan membahasnya tidak sebagai gagasan-gagasan abstrak, melainkan sebagai pertimbangan-pertimbangan yang perlu diantisipasi selama proses penelitian.

Bagian II: Merancang Penelitian Dalam bagian ini, saya menjelaskan komponen-komponen proposal penelitian. Bab ini terdiri dari Bab 5 sampai 10, yang masing-masing menjelaskan setiap komponen proposal dan tata cara penulisannya. Bab 5. Pendahuluan Pendahuluan adalah salah satu bagian penting dalam (proposal) penelitian mana pun. Saya menyajikan satu contoh pendahuluan aka-demis yang baik untuk proposal Anda. Dalam bagian pendahuluan, Anda perlu mengidentifikasi masalah penelitian, membuat kerangka atas masalah tersebut berdasarkan literatur-literatur yang ada, me-nunjukkan defisiensi-defisiensi dalam literaturliteratur tersebut, dan menargetkan para pembaca yang dapat mengambil manfaat dari penelitian Anda. Bab ini menyajikan metode sistematis dalam merancang pendahuluan akademis untuk proposal atau penelitian.

Anda juga akan saya beri contoh-contoh yang sangat membantu Anda dalam merancang dan menulis tujuan penelitian tersebut. Bab 8. Metode-Metode Kuantitatif Metode-metode dalam penelitian kuantitatif pada umumnya melibatkan proses pengumpulan. Anda juga perlu mempertegas tujuan inti dari penelitian tersebut. analisis. penentuan strategi penelitian. dan interpretasi data. Anda akan belajar tentang prosedur^ prosedur spesifik dalam merancang penelitian survei atau eksperimen. dan metode campuran. Bab 9. serta penulisanhasil-hasil penelitian. yang juga bisa Anda sajikan dalam proposal penelitian. pengumpulan dan analisis data. Ada beberapa checklist yang disajikan dalam bab ini untuk membantu Anda memastikan terlaksananya semua prosedur tersebut. yang biasanya berhubungan dengan identifikasi sampel dan populasi. misalnya. Pada bab ini. dan penulis-an hasil penelitian. dan interpretasi data. Tujuan penelitian merupakan bagian yang teramat penting dalam keseluruhan proposal penelitian. rumusan masalah dan hipotesis ini haruslah ditulis dengan hati-hati. Rumusan Masalah dan Hipotesis Penelitian Rumusan masalah dan hipotesis penelitian dibuat untuk mem-persempit dan memfokuskan tujuan penelitian. penyajian hasil penelitian. analisis. analisis teks atau gambar. dalam penelitian survei atau eksperimen kuantitatif. Bab 7. Pengambilan sampel secara sengaja. Saya sudah menyajikan banyak contoh untuk mengilustrasikan rumusan masalah dan hipotesis untuk ketiga rancangan penelitian ini. Karena berperan sebagai "rambu-rambu" utama dalam sebuah peneiitian. serta penulisan hasil penelitian memang berbeda dengan prosedur-prosedur kuantitatif tradisional. Tujuan Penelitian Pada awal proposal penelitian. Prosedur-Prosedur Kualitatif Prosedur-prosedur kualitatif dalam pengumpulan. metode-metode ini muncul lebih spesifik.Bab 6. serta bagaimanamenerapkan dua bentuk tersebut untuk menulis rumusan masalah dan hipotesis pada metode campuran. Pada bab ini. pengumpulan data terbuka. kuantitatif. Anda akan belajar bagaimana menulis rumusan masalah dan hipotesis penelitian kualitatif dan kuantitatif. penyajian informasi dalam . Pada bab ini. Anda akan belajar bagaimana menulis tujuan penelitian untuk penelitian kualitatif. Akan tetapi. penafsiran.

studi kasus. Bab ini menyajikan prosedur-prosedur kualitatif yang bisa Anda tulis dalam proposal penelitian Anda. Bab 10. Bab ini juga menampilkan sejumlah contoh prosedur kualitatif yang berasal dari penelitian-penelitian fenomenologi. sekaligus petunjuk-petunjuk praktis dalam menyusun dan menulis sebuah penelitian akademis. bobot. Sebelum langkahlangkah dalam proses ini dijelaskan. melakukan tinjauan pustaka atas masalah penelitian. Prosedur-Prosedur Metode Campuran Prosedur-prosedur metode campuran menerapkan aspek-aspek dari metode kuantitatif dan prosedvir kualitatif. grounded theory. dan bab ini akan menyoroti perkejnbangan-perkembangan penting dalam penelitian metode campuran. dan studi naratif. serta interpretasi pribadi atas temuan-temuan. Buku ini tidak ditujukan untuk mempermudah atau mempercepat proses tersebut. Mengenai hal ini.bentuk gambar dan tabel. Anda juga akan memperoleh pengetahuan dasar tentang bagaimana mempraktikkan penelitian metode campuran dan juga tentang jenis-jenis strategi metode campuran yang bisa Anda terap-kan dalam proposal penelitian Anda. dan teori. semuanya mencerminkan prosedur-prosedur kualitatif. tetapi lebih dimaksudkan untuk menyediakan keterampilan-keterampilan khusus yang bisa diterap-kan dalam proses itu. pen-campuf an. saya merekomen-dasikan agar para pembuat proposal terlebih dahulu memikirkan pendekatan apa yang akan mereka terapkan dalam penelitiannya. mengembang-kan outline topik untuk disertakan dalam rancangan proposalnya. etnografi. Penelitian metode campuran sudah banyak dilakukan dalam beberapa tahun bela-kangan. Ada enam jenis strategi metode campuran yang dibahas dalam bab ini. Bagian I akan menjelas-kannya secara detail kepada Anda . Selain itu. dan mulai mengantisipasi masalah-masalah etis yang mungkin muncul selama penelitian. Beberapa gambar disajikan untuk memudah-kan Anda merancang dan menyertakannya dalam proposal penelitian. Merancang suatu penelitian merupakan proses yang amat sulit dan menyita waktu. lengkap dengan penjelasan mengenai kriteria-kriteria dalam mcmilih salah satu dari enam jenis strategi tersebut berdasarkan pada timing. bab ini menyertakan checklist untuk memastikan terlaksananya semua prosedur kualitatif.

Ron Shope. De Tonack. Sivo. Barry University. semuanya. Dalam kesempatan ini. Leon Cantrell. Saya juga mengucapkan terima kasih atas saran-saran yang men-cerahkan dari para pereview buku ini. saya juga banyak berutang budi kepada para mahasiswa di kelas Metode Penelitian Dasar dan orang-orang yang telah berpartisipasi dalam seminar metode campuran yang pernah saya pimpin. dan Diane Greenlee. Vassar College. Dr. Dr. Carmen McCrink. dan Alex Morales. saya ingin memberikan penghargaan sebesar-besarnya atas kontribusi para pereview berikut ini: Mahasweta M. memperoleh ide-ide segar. Ray Ostrander. Gayle Sulik. Nette Nelson (aim. Richard D. Sejumlah mahasiswa sebelumnya dan para editor yang menjadi partner dalam proses penulisan buku ini: Dr. kami telah berusaha mengembangkan metode-metode penelitian. menjadi laboratorium pribadi saya dalam menyam-paikan gagasan. Miriam W.Penghargaan Buku ini tidak akan bisa terbit tanpa gagasan dan dorongan dari ratusan mahasiswa doktoral pada mata kuliah Pengembangan Proposal yang saya ampu di University of Nebraska-Lincoln selama beberapa tahun ini. University of Kansas. The George S. Stephen A. Kepada para staf dan rekan-rekan di Kantor Penelitian Kualitatif dan Metode Campuran di University of Nebraska-Lincoln yang sudah banyak membantu penulisan buku ini. Mary Enzman Hagedorn. Yun Lu. Dr. Saya juga mendapat-kan banyak kontribusi dari kajian-kajian akademis Dr. Howard. Kuliah-kuliah ini. Georgakopoulos. Secara khusus. Kim Gait. Boeri. Montana State University. Sharon Hudson. saya ucapkan terima kasih. Drew Ishii. saya juga berutang banyak kepada pembimbing sekaligus editor saya sebelumnya. dan lisa Cuevas-Shaw. Amanda Garrett. University of Northern Iowa. Dr. Deborah Laughton (sekarang di Guilford Press). Sejak edisi pertama. dan Elizabeth Thrower. Selama hampir 20 tahvin bekerja sama'dengan Sage. University of Central Florida. University of Colorado di Colorado Springs. Kennesaw State University. Marilyn Lockhart. Montana State University. Vicki Piano Clark. dan Stephanie Adams. Dr. Banerjee. Sage merupakan dan masih menjadi salah satu publishing-house dengan rating yang cukup tinggi. Vicki Knight.). Barbara Safford. Sherry Wang. Sharon Anderson Dannels. Nova Southeastern University. C. Dr. University of Montevallo . Saya tidak bisa menghasilkan buku ini tanpa dukungan dan dorongan dari rekan-rekan saya di Penerbit Sage. dan membagibagikan pengalaman saya sebagai penulis dan peneliti. Whittier College.

com. Baru-baru ini. Creswell adalah Profesor Psikologi Pendidikan sekaligus penulis dan pengajar mata kuliah metodologi kualitatif dan penelitian metode campuran. penelitian kualitatif. sebagian besar tentang rancangan penelitian. Dia mengajar di University of Nebraska-Lincoln selama 30 tahun dan telah menulis setidak-tidak-nya 11 buku.johnwcreswell. dan sebagai Asisten Profesor untuk bidang Kedokteran di University of Michigan. . dia terpilih menjadi Senior Fulbright Scholar dan bertugas di Afrika Selatan sejak Oktober 2008 untuk berbagi ilmu tentang penelitian metode campuran denganpara ilmuwan sosial dan doku-mentator isu-isu AIDS.Tentang Penulis John W. Dia juga tercatat sebagai co-editor utama untuk jurnal Sage. Cresswell juga sering diminta menjadi asisten peneliti bidang-bidang kesehatan. menulis sajak. Kunjungi websitenya di www. Journal of Mixed Methods Research. dan penelitian metode campuran. dan berolahraga. Dia hobi bermain piano. Dia juga menjabat sebagai co-director di Kantor Penelitian Kualitatif dan Metode Campuran di Nebraska yang bertugas me-nyediakan dukungan bagi para sarjana yang ingin mengajukan penelitian kualitatif dan metode campuran pada lembaga-lembaga pendanaan. Buku-bukunya telah diterjemahkan ke dalamberbagai bahasa dan digunakan di seluruh dunia.

dan Metode — 25 Kriteria dalam Memilih Rancangan Penelitian — 29 ■ Masalah Penelitian — 29 ■ Pengalaman-Pengalaman Pribadi — 30 ■ Pembaca — 31 Ringkasan — 32 Latihan Menulis — 32 Bacaan Tambahan — 32 Bab Dua: Tinjauan Pustaka — 36 Topik Penelitian — 36 Tinjauan Pustaka — 40 .Pendahuluan — vii Penghargaan — xvii Tentang Penulis — xix Daftar Isi — xx Daftar Isi BAGIAN SATU: PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN AWAL — I Bab Satu: Memilih Rancangan Penelitian — 3 Tlga Jenis Rancangan — 3 liga Komponen Penting dalam Rancangan Penelitian — 6 ■ Beberapa Pandangan-Dunia Filosofis — 6 ♦ Pandangan-Dunia Post-positivisme — 8 ♦ Pandangan-Dunia Konstruktivisme Sosial — 11 ♦ Pandangan-Dunia Advokasi dan Partisipatoris — 13 ♦ Pandangan-Dunia Pragmatik — 15 ■ Strategi-Strategi Penelitian — 17 ♦ Strategi-Strategi Kuantitatif — 18 ♦ Strategi-Strategi Kualitatif — 19 ♦ Strategi-Strategi Metode Campuran — 21 ■ Metode-Metode Penelitian — 23 Rancangan Penelitian Sebagai Pandangan-dunia. Strategi.

.■ Pemanfaatan Pustaka/Iiteratur — 40 ■ Teknik-Teknik Tinjauan Pustaka — 46 ♦ Langkah-Langkah Melakukan Tinjauan Pustaka — 46 ♦ Database Terkomputerisasi — 48 ♦ Prioritas dalam Memilih Literatur — 52 ♦ Peta Literatur Penelitian — 54 ♦ Mengabstraksikan Literatur — 57 ♦ PetunjukGaya — 61 ■ Definisi Istilah — 63 ■ Tinjauan Pustaka Kuantitatif atau Metode Campuran — 69 Kesimpulan — 71 Latihan Menulis — 72 Bacaan Tambahan — 73 Bab Tiga: Penerapan Teori — 75 Teori dalam Penelitian Kuantitatif — 76 ■ Variabel-Variabel dalam Penelitian Kuantitatif — 76 ■ Definisi Teori — 78 ■ Bentuk-Bentuk Teori — 81 ■ Penempatan Teori dalam Penelitian Kuantitatif — 84 ■ Menulis Perspektif Teoretis Kuantitatif — 86 Teori dalam Penelitian Kualitatif — 93 ■ Variasi Penggunaan Teori dalam Penelitian Kualitatif — 93 ■ Menempatkan Teori dalam Penelitian Kualitatif — 98 Teori dalam Penelitian Metode Campuran — 99 Ringkasan — 104 Latihan Menulis — 106 Bacaan Tambahan — 107 .

dan "Berlebih-lebihan" — 124 Masalah-masalah Etis yang Perlu Diantisipasi — 130 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Masalah Penelitian — 131 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Tujuan Penelitian dan Rumusan Masalah — 132 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Pengumpulan Data — 132 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Analisis dan Interpretasi Data — 135 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Menulis dan Menyebarluaskan Hasil Penelitian — 137 Ringkasan — 138 Latihan Menulis — 139 Bacaan Tambahan — 140 BAGIAN DUA. dan Metode Campuran — 147 Salah Satu Model Pendahuluan — 149 - .Bab Empat: Strategi-strategi Menulis dan Pertimbangan-Pertitnbangan Etis — 109 Menulis Proposal'—109 ■ Bagian-Bagian dalam Proposal — 109 ■ Format Proposal Kualitatif — 111 ■ Format Proposal Kuantitatif — 113 ■ Format Proposal Metode Campuran — 113 ■ Merancang Bagian-Bagian dalam Proposal Penelitian — 114 ■ Menulis Gagasan — 116 ■ Menulis seperti Berpikir — 117 . MERANCANG PENELITIAN — 143 . ■ Kebiasaan Menulis — 118 ■ Keterbacaan Tulisan — 121 ■ Kalimat Aktif.Bab Lima: Pendahuluan — 145 Pentingnya Pendahuluan — 145 Pendahuluan dalam Penelitian Kualitatif. Kata Kerja. Kuantitatif.

■ Sebuah Ilustrasi — 150 ■ Masalah Penelitian — 153 ■ PeneHtian-Penelitian Sebelumnya — 156 ■ Kekurangan (Defisiensi) dalam Literatur Sebelumnya — 159 ■ Signifikansi Penelitian bagi Pembaca — 161 Ringkasan — 163 Latihan Merudis — 164 Bacaan Tambahan — 164 Bab Enam: Tujuan Penelitian — 166 Signifikansi dan Makna Tujuan Penelitian — 166 ■ Tujuan Penelitian Kualitatif — 167 ■ Tujuan Penelitian Kuantitatif — 175 ■ Tujuan Penelitian Metode Campuran —'.181 Ringkasan — 188 Latihan Menulis — 189 Bacaan Tambahan — 189 Bab Tujuh: Rumusan Masalah dan Hipotesis Penelitian — 191 Rumusan Masalah Kualitatif — 191 Rumusan Masalah dan Hipotesis Penelitian Kuantitatif — 196 Model Rumusan Masalah dan Hipotesis Deskriptif — 203 Rumusan Masalah Dan Hipotesis Penelitian Metode Campuran — 205 Ringkasan — 210 Latihan Menulis — 211 Bacaan Tambahan — 212 Bab Delapan: Metode-metode Kuantitatif — 215 Mendefinisikan Rancangan Survei dan Eksperimen — 216 Komponenkomponen Rancangan Metode Survei — 216 ■ Rancangan Survei — 217 ■ Populasi dan Sampel — 218 .

■ Instrumentasi — 221 ■ Variabel-Variabel dalam Penelitian — 224 Analisis Data dan Interpretasi — 225 Komponen-komponendalam Metode Penelitian Eksperimen — 229 ■ Partisipan — 229 ■ Variabel-Variabel — 236 ■ Instrumentasi dan Materi — 237 ■ Prosedur-ProsedurEksperimentasi — 237 Ancaman-Ancaman terhadap Validitas — 240 ■ Prosedur — 247 ■ AnalisisData — 249 ■ Interpretasi Hasil '-=. . Validitas.250 Ringkasan — 251 Latihan Menulis — 254 Bacaan Tambahan — 255 Bab Sembilan: Prosedur-prosedur Kualitatif — 258 Karakteristik-karakteristik Penelitian Kualitatif — 259 Strategi-strategi Penelitian — 263 Peran Peneliti — 264 Prosedur-prosedur Pengumpulan Data — 266 Prosedur-Prosedur Perekaman Data — 271 Analisis dan Interpretasi Data — 274 Reliabilitas. dan Generalisabilitas — 284 Menulis Kualitatif — 290 Ringkasan — 291 Latihan Menulis — 302 Bacaan Tambahan — 302 ■ .

.Bab Sepuluh: Prosedur-prosedur Metode Campuran — 304 Komponen-komponen Prosedur Metode Campuran — 305 Sif at Penelitian Metode Campuran — 307 Strategi-strategi Penelitian Metode Campuran dan Model-model Visualnya — 308 ■ Merencanakan Prosedur-Prosedur Metode Campuran — 308 ♦ Timing (Waktu) — 309 ♦ Weighting (Bobot) — 310 Mixing (Pencampuran) — 310 ♦ Teorisasi dan Perspektif-Perspektif Transformasi — 312 ■ Strategi-Strategi Penelitian Metode Campuran dan Model-Model Visualnya — 313 ♦ Strategi Eksplanatoris Sekuensial — 316 ♦ Strategi Eksploratoris Sekuensial — 317 ♦ Strategi Transformatif Sekuensial — 318 ♦ Strategi Triangulasi Konkuren — 320 ♦ Strategi Embedded Konkuren — 321 ♦ Strategi Transformatif Konkuren — 324 ■ Memilih Strategi Metode Campuran — 325 Prosedur-Prosedur Pengumpulan Data — 326 Analisis Data dan Prosedur-prosedur Validasi — 328 Susunan Laporan Penelitian — 331 Contoh-contoh Prosedur Metode Campuran — 332 Ringkasan — 337 Latihan Menulis — 339 Bacaan Tambahan — 339 Glosarium — 342 Daftar Pustaka — 359 Indeks — 379 .

peninjauan pustaka untuk memosisikan penelitian yang diusulkan dalam konteks literatur-literatur yang ada. . penentuan teori apa yang hendak digunakan dalam penelitian sekaligus usaha dalam menulis karya yang baik dan sesuai dengan standar etika yang berlaku.Bagian Satu ■ B abl Memilih Rancangan Penelitian ■ Bab 2 Tinjauan Pustaka ■ Bab 3 Penggunaan Teori ■ Bab 4 Strategi-Strategi Menulis dan Pertimbangan-Pertimbangan Etis Buku ini dirancang untuk membantu para peneliti mengem bangkan rencana atau proposal penelitian. Bagian I membahas sejumlah pertimbangan awal sebelum seorang peneliti merancang rencana atau proposal penelitian. Pertimbangan-pertirnbangart ini pada umumnya berkaitan dengan pemilihan rancangan penelitian yang sesuai.

analisis. Suatu penelitian hanya akan lebih kualitatif ketimbang kuantitatif. dan interpretasi data. dari metode-metode spesifk yang diterapkan peneliti untuk melaksanakan strategi-strategi ini (seperti.Bab Satu Memilih Rancangan Penelitian Rancangan penelitian merupakan rencana dan prosedur penelitian yang meliputi: dari asumsi-asumsi luas hingga metode-metode rinci dalam pengumpulan dan analisis data. muncul minat yang tinggi terhadap penelitian kualitatif. Perbedaan antara penelitian kualitatif dan kuantitatif sering kali dijelaskan berdasarkan bentuk-bentuknya yang menggunakan kata-kata (kualitatif) dan yang menggudakan angka-angla (kuantitatif). Misalnya. keputusan ini melibatkan rancangan seperti apa yang seharusnya digunakan untuk meneliti topik tertentu. Pendekatan kualitatif dan kuantitatif seharusnya tidak dipandang sebagai antitesis atau dikotomi yang saling bertentangan. jenis-jenis strategi penelitian yang digunakan peneliti sepanjang penelitiannya (seperti. dalam buku ini. LggS). 2008. atau sebaliknya. pengumpulan data secara kuantitatif dalam bentuk instrumen versus Pengumpulan data secara kualitatif melalui observasi lapangan). Misalnya saja. dalam (proposal) penelitian. Yang jeias. sudah saya sajikan meski tidak secara runtut dalam pengertian yang lazim. pendekatan kuantitatif banyak mendominasi bentuk-bentuk penelitian dalam ilmu-ilmu sosial sejak awal abad XIX hingga pertengahan abad XX. Pemilihan atas satu rancangan penelitian juga perlu didasarkan pada masalah/isu yang ingin diteliti. Padahal. pengalaman pribadi si peneliti. Rancangan tersebut melibatkan sejumlah keputusan yang. dan bersamaan dengan itu berkembang pula penelitian metode campuran (lihat Creswell. ada perkembangan historis yang dapat membedakan kedua pendekatan tersebut. dan metode-metode spesifik yang akan mereka gunakan dalam pengumpulan. gradasi perbedaan antar keduanya sebenamya terletak pada asumsi filosofis dasar yang dibawa oleh peneliti ke dalam penetitiannya. untuk sejarah . namun tetap dalam satu continuum (Newman & Benz. TIGA JENIS RANCANGAN Dalam buku ini. ada tiga jenis penelitian yang akan disajikan: penelitian kualitatif. prosedur-prosedur (yang juga sering di-sebut sebagai strategi -strategi) penelitian. Lagi pula. sejak awal pertengahan abad XX.strategi eksperimen kuantitatif atau strategi studi lapangan kualitatif). atau berdasarkan pertanyaan-pertanyaan ycng tertutup (hipotesis kuantitatif) dan yang terbuka (hipotesis kualitatif). dan target atau sasaran pembacanya. Pada hakikatnya. kuantitatif. secara keseluruharr. tiga pendekatan ini tidaklah terpisah satu sama lain seperti ketika pertama kali muncul. keduanya hanya merepresentasikan hasil akhir yang berbeda. dan metode campuran. para peneliti perlu mengambil keputusan terkait dengan asumsi-asumsi filoSofis yang mendasari penelitian mereka. Namun. Adapun penelitian metode campuran berada di tengah continuum tersebut karena penelitian ini melibatkan unsur-unsur dari pendekatan kualitatif dan kuantitatif.

2008). mengontrol penjelasan-penjelasan alternatif. TIGA KOMPONEN PENTING DALAM RANCANGAN PENELITIAN Ada dua titik tekan dalam setiap definisi tadi yaitu: bahwa suatu pendekatan penelitian selalu melibatkan asumsi-asumsi filosofis dan metode-metode atau prosedur-prosedur yang berbeda-beda. Untuk itulah. yang untuk selanjutnya akan digunakan dalam buku ini:  Penelitian kualitatif merupakan metode-metode untuk mengekplorasi dan memahami makna yang – oleh sejumlah individu atau sekelompok orang – dianggap berasal dari masalah sosial atau kemanusiaan. Seperti yang kita lihat. hasil penelitian. 2007). saya akan menjelaskan tiga definisi tersebut secara detail agar Anda bisa mengetahui masing-masing maknanya dengan jelas. menganalisis data secara induktif mulai dari tema-tema yang khusus ke tema-tema umum. dalam buku ini. Pendekatan ini lebih kompleks dari sekadar mengumpulkan dan menganalisis dua jenis data. sepei'ti mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan prosedur-prosedur. mencegah munculnya bias-bias.sehingga data yang terdiri dari angka-angka dapat dianalisis berdasarkan prosedur-prosedur statistik. Siapa pun yang terlibat dalam bentuk penelitian ini harus menerapkan cara pandang penelitian yang bergaya induktif. Rancangan penelitian. masing-masing definisi di atas memiliki titik tekannya tersendiri.  Penelitian metode campuran merupakan pendekatan penelitian yang mengombinasikan atau mengasosiasikan bentuk kualitatif dan bentuk kuantitatif. yang saya sebut sebagai rencana atau propasal untuk melaksanakan penetitian. strategi-strategi . Pendekatan ini melibatkan asumsi-asumsi filosofis.2007). tinjauan pustaka. Laporan akhir untuk penelitian ini memiliki struktur atau kerangka yang fleksibel. ia juga melibatkan fungsi dari dua pendekatan penelitian tersebut secara kolektif sehingga kekuatan penelitian ini secara keseluruhan lebih besar ketimbang penelitian kualitatif dan kuantiiatif (Creswell & Plano Clark. dan menafsirkan makna data.. metode penelitian.  Penelitian kuantitatif merupakan metode-metode untuk menguji teori-teori tertentu dengan cara meneliti hubungan antarvariabel. (Creswell. landasan teori. berfokus terhadap makna individual. melibatkan relasi antara asumsi-asumsi filosofis. Latar belakang historis ini setidak-tidaknya dapat dijadikan salah satu landasan untuk mencari definisi "rigid" atas tiga istilah kunci tersebut. dan pembahasan. Seperti halnya para peneliti kualitatif. Proses penelitian kualitatif ini melibatkan upaya-uPaya penting.yang lebih lengkap). dan mampu menggeneralisasi dan menerapkan kembali penemuan-penemuannya. siapa pun yang terlibat di dalam penelitian kuantitatif juga perlu rnemiliki asumsi-asumsi untuk menguji teori secara deduktif. mengumPulkan data yang spesifik dari para partisipan. dan menerjemahkan kompleksitas suatu persoalan (diadaptasi dari Creswell. dan pencampuran (mixing) kedua pendekatan tersebut dalam satu penelitian. aplikasi pendekatan-pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Variabel-variabel ini diukur -biasanya dmgan instrumen-instrumen penelitian. Laporan akhir untuk penelitian ini pada umumnya memiliki struktur yang ketat dan konsisten mulai dari pendahuluan.

dalam merencanakan penelitian. ethnografi) Strategi-Strategi Kuantitatif (seperti. (2) strategi penelitian yang berhubungan dengan asumsi-asumsi tersebut.1 Kerangka Kerja Rancangan Penelitian – Relasi antara Pandangan – Dunia. Dalam menjelaskan pandangan-dunia filosofis. eksperimen) Strategi-Strategi Metode Campuran (seperti. sekuensial) RancanganRancangan Penelitian Kualitatif Kuantitatif Metode Campuran Metode-metode Campuran Pertanyaan-pertanyaan Pengumpulan data Analisis data Interpretasi Laporan tertulis Validasi Gambar 1. 1995).1.penelitian dan metode-metode tertentu. peneliti setidak-tidaknya perlu menyertakan – dalam proposalnya – satu bagian khusus yang membahas sejumlah hal berikut: Beberapa PandanganDunia Filosofis Post-Positivis Konstruksi Sosial Advokasi/partisipatoris Pragmatis Strategi-Strategi Penelitian Strategi-Strategi Kualitatif (seperti. gagasan-gagasan tersebut tetap mempengaruhi praktik penelitian dan perlu diidentifikasi. Kerangka kerja yang saya gunakan untuk menjelaskan pertemuan antara tiga komponen ini dapat dilihat pada Gambar 1. atau metode camPuran untuk penelitian mereka. kuantitatif. Beberapa Pandangan-Dunia Filosofis Meskipun sebagian besar gagasan filosofis tersembunyi dalam sebuah penelitian (Slife & William. dan Metode-Metode Penelitian . dan (3) metode-metode atau prosedur-prosedur spesifik yang dapat menerjemahkan strategi tersebut ke dalam Praktik nyata. Secara detail. Penjelasan ini tentu akan mencerminkan alasan mengaPa mereka perlu memilih. StartegiStrategi Penelitian. yaitu: (1) asumsi-asumsi pandangan-dunia (worldview) filosofis yang mereka bawa ke dalam penelitiannya.pendekatan kuaiitatif. para peneliti perlu memPertimbangkan tiga komponen penting. Saya merekomendasikan agar siapa pun yang tengah mempersiapkan proposal atau rencana penelitian seyogianya memperjelas gagasan-gagasan filosofis yang mereka ekspos.

yang menentang gagasan tradisional tentang kebenaran absolut ilmu .kepercayaan para pembimbin dan pihak fakultas terhadap bidang tersebut. 2000. dan pragmatisme. Elemen-elemen penting dalam setiap pandangan dunia ini dapat dilihat dalam Tabel 1. kuantitafrf.   Pandangan dunia filosofis yang diusulkan dalam penelitian. Unikny pandangan dunia yang dipegang kukuh oleh para peneliti tidak jarang merangkul secara kolektif pendekatan kualitatif. dan postpositivisme. Ada pula yang menyebutnya sebagai penelitian positivis/post-positivis. Mertens. 2000). 1990: 17). yang kebenarannya lebih sering disematkan untuk penelitian kuantitatif ketimbang penelitian kualitatif.1 Empat Pandangan-Dunia Post-positivisme Determinasi Reduksionisme Observasi dan Pengujian empiris Verifikasi teori Advokasi/Partisipatoris Bersifat politis Berorientasi pada isu pemberdayaan Kolaboratif Berorientasi pada perubahan Konstruktivisme Pemahaman Makna yang beragarn dari partisipan Konstruksisosiai dan historis Penciptaan teori Pragmatisme Efek-efek tindakan Berpusat Pada masalah Bersifat Pluralistik Berorientasi pada praktik dunia-nyata                 Pandangan-Dunia Post-positivisme Asumsi-asumsi post-positivis merepresentasikan bentuk tradisional penelitian. Pertimbangan-Pertimbangan dasar mengapa pandangan-dunia tersebut digunakan Bagaimana pandangan-dunia itu membentuk pendekatan penelitian. 1998). Istilah terakhir disebut post-positivisme karena ia merepresentasikan pemikiran post-positivisme. Pandangan-dunia ini sering kali dipengaruhi oleh bidang keilmuan yang menjadi konsentrasi mahasiswa. sains empiris. atau metodologi penelitian yang telah diterima secara luas (Neuman. dan pengalaman-pengalaman penelitian sebelumnya. Tabel 1. dan metode campuran dalam penelitian mereka. Saya memandang pandangan-dunia sebagai orientasi umum terhadap dunia dan sifat penelitian yang dipegang kukuh oleh peneliti. konstruktivisme. epistemologi dan ontologi (Crotty. Saya lebih memilih menggunakan istilah pandangan-dunia (worldviews) karena memiliki arti kepercayaan dasar yang memandu tindakan (Guba. Ada empat pandangan dunia yang akan dibahas kali ini: post-positivisme. advokasi/partisipatoris.1. Pandangan-dunia ini terkadang disebut sebagai metode saintifik atau penelitian sains. 1998). Peneliti lain lebih suka menyebutnya paradigma (Lincoln & Guba.

melakukan observasi dan meneliti perilaku individu-individu dengan berlandaskan pada ukuran angka-angka dianggap sebagai aktivitas yang amat penting bagi kaum post-positivis. bukti. Penelitian merupakan proses membuat klaim-klaim. dan belakangan dikembangkan lebih lanjut oleh penulis-penulis seperti Phillips dan Burbules (2000). seperti Comte. Mill. Untuk itulah. kita akan menemukan sejumlah asumsi dasar yang menjadi inti dalam paradigma penelitian post-positivis.salah satu pendekatan penelitian "yang telah disepakati" oleh kaum post-positivis. baru kemudian membuat perbaikan-perbaikan lanjutan sebelum dilakukan pengujian ulang. problemproblem yang dikaji oleh kaum post-positivis mencerminkan adanya kebutuhan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab y ang memengaruhi hasil akhir. agar dunia ini dapat dipahami oleh manusia. banyak peneliti yang berujar bahwa mereka tidak dapat membuktikan hipotesisnya. sebagaimana yang banyak kita jumpai dalam penelitian eksperimen kuantitatif. Dalam perkembangan historisnya. Pengetahuan bersifat konjektural/terkaan (dan antifondasional/ddak berlandasan apa pun) bahwa kita tidak akan pernah mendapatkan kebenaran absolut. Karena alasan ini pula. kemudian menyaring sebagian klaim tersebut meniadi "klaim-klaim lain" yang kebenarannya jauh lebih kuat. tak jarang rnereka juga gagal untuk menyangkal hipotesisnya. Dukheim. . Membaca buku Phillips dan Burbules (2000)." Untuk itulah. dan Pertimbang-pertimbangan logis. selalu diawali dengan pengujian atas suatu teori. Newton. antara lain: 1. dan Locke (Smith. 1983). bahkan. dalam metode saintifik. Dalam praktiknya. seorang peneliti harus mengawali penelitiannya dengan menguji teori tertentu. lalu mengumpulkan data baik yang mendukung maupun yang membantah teori tersebut. 2000). untuk itulah. sebagian besar penelitian kuantitatif. 2. Pengetahuan dibentuk oleh data. 3. Untuk itulah. Kaum Post-positivis mempertahankan filsafat deterministik bahwa sebab-sebab (faktorfakior kausatif) sangat mungkin menentukan akibat atau hasil akhir. peneliti mengumpulkan informasi dengan menggunakan instrumen-instrumen Pengukuran tertentu yang diisi oleh para partisipan atau dengan melakukan observasi mendalam di lokasi penelitian. bukti yang dibangun dalam penelitian sering kali lemah dan tidak sempurna. seperti halnya variabelvariabel yang umumnya terdiri dari sejumlah rumusan masalah dan hipotesis penelitian. Pengetahuan yang berkembang melalui kacamata kaum post-positivis selalu didasarkan pada observasi dan pengujian yang sangat cermat terhadap realitas objektif yang muncul di dunia "luar sana. rnisalnya. muncul hukum-hukum atau teori-teori yang mengatur dunia. yang menuntut adanya pengujian dan verifikasi atas kebenaran teori-teori tersebut. dan mengakui bahwa kita tidak bisa terus menjadi "orang yang yakin/positif" pada klaim-klaim kita tentang pengetahuan ketika kita mengkaji perilaku dan tindakan manusia. Filsafat kaum post-positivis juga cenderung reduksionistis yang orientasinya adalah mereduksi gagasan-gagasan besar menjadi gagasan-gagasan terpisah yang lebih kecil untuk diuji lebih lanjut.pengetahuan (Phillips & Burbules. tradisi post-positivis ini lahir dari penulis-penulis abad XIX. Akibatnya.

yang biasanya tidak asli atau tidak dipakai dalam interaksi dengan orang lain. penulis-penulis yang getol mengkaji paradigma konstruktivisme sosial antara lain Lincoln dan Guba (2000). pertanyaan-pertanyaan pun perlu diajukan. Schwandt (2007. menjadi dua ispek penting yang wajib dipertimbangkan oleh peneliti.4. agar peneliti bisa mendengarkan dengan cermat apa yang dibicarakan dan dilakukan partisipan dalam kehidupan mereka. Para peneliti iuga perlu menyadari bahwa latar belakang dapat mempengaruhi. dannCrotty (1998). Salah satunya adalah pandangan-dunia konstruktivisme sosial (yang sering kali dikombinasikan dengan interpretivisme) (lihat Merters. para peneliti harus menguji kembali metode-metode dan kesimpulan-kesimpulan yang sekiranya mengandung bias. Makna-makna itu juga harus ditekankan pada kontekster tentu dimana individu-individu ini tinggal dan kerjia agar peneliti dapat memahami latar belakang historis dan kultural mereka. peneliti membuat relasi antarvariabel dan mengemukakannya dalam bentuk pertanyaan dan hipotesis' 5. Konstruktivisme sosial meneguhkan asumsi bahwa individu-individu selalu berusaha memahami dunia di mana mereka hidup dan bekerja. Penelitian harus mampu mengembangkan statemen-statemen yang relevan dan benar. Makna-makna subjektif ini sering kali dinegosiasi secara sosial dan historis. kultural. untuk ituiah. Gagasan konstruktivisme sosial berasal dari Mannheim dan buku-buku seperti The Social Construction of Reality-nya Berger dan Luekmann (1967) dan Naturalistic Inquiry-nya Lincoln dan Guba (1985). statemen-statemen yang dapat menjelaskan situasi yang sebenarnya atau dapat mendeskripsikan relasi kausalitas dari suatu persoalan. 1998).mereka harus memosisikan diri mereka sedemikian rupa seraya mengakui dengan rendah hati bahwa interpretasi mereka tidak pernah lepas dari pengalaman pribadi. Maknamakna ini tidak sekadar dicetak untuk kemudian dibagikan kepada indiviciu-individu. Dalam penelitian kuantitatif. Mereka mengembangkan makna-makna subjektif atas pengalaman-pengalaman mereka -makna-makna yang diarahkan pada objek-objek atau benda-benda tertentu. dalam penelitian kuantitatif. Untuk itulah ketika melakukan penelitian. Peneliti berusaha mengandalkan sebanyak mungkin pandangan partisipan tentang situasi yang tengah diteliti. Pandangan-dunia ini biasanya dipandang sebagai suatu pendekatan dalam penelitian kualitatif. Dewasa ini. Aspek terpenting dalam penelitian adalah sikap objektif. Makna-makna ini pun cukup banyak dan beragam sehingga peneliti dituntut untuk lebih mencari kompleksitas pandangan-pandangan ketimbang mempersempit makna-makna meniadi sejumlah kategori dan gagasan. standar validitas dan reliabilitas. Semakin terbuka pertanyaan tersebut tentu akan sernakin baik. Pertayaanpertanyaan ini bisa jadi sangat luas dan umum sehingga partisipan dapat mengkonstruksi makna atas situasi tersebut. tetapi harus dibuat melalui interaksi dengan mereka (karena itulah dinamakan konstruktivisme sosial) dan melalui norma-norma historis dan sosial yang berlaku dalam kehidupan mereka sehari-hari. dan historis mereka . Neuman (2000). penafsiran mereka terhadap hasil penelitian. Pandangan-Dunia Konstruktivisme Sosial Kelompok lain memiliki pandangan dunia yang berbeda. Untuk mengeksplorasi pandangan-pandangan ini.

2. Untut itulah. Yang ielas. Marcuse. Heron dan Reason (1997. serta Kemmis dan Wilkinson (1998) merupakan sederet penulis masa kini yang aktif mengkaji perspektif advokasi dan partisipatoris ini. utamanya isu-isu menyangkut kehidupan sosial dewasa ini. peneliti memiliki tujuan utama. Untuk itulah. para peneliti kualitatif harus memahami konteks atau latar belakang partisipan mereka dengan cara mengunjungi konteks tersebut dan mengumpulkan sendiri informasi yang dibutuhkan. Habermas. Para peneliti kualititif cenderung menggunakan pertanyaan-pertanyaan terbuka agar partisipan dapat mengungkapkan pandangan-pandangannya. Dalam konteks konnstruktivisme. mereka semua merasa bahwa sikap konstruktivis tidak memadai dalam menganjurkan (mengadvokasi) program aksi untuk membantu orang-orang yang termarjinalkan. Yang menciptakan makna pada dasarnya adalah lingkungan sosial. dan Freire (Neuman. 2000). Di samping itu. Pandangan-dunia ini tampaknya memang cocok dengan penelitian kualitatif. seperti . Adorno. Pendekatan ini muncul sejak 1980-an hingga 1990-an dari sejumlah kalangan yang merasa bahwa asumsi-asumsi post-positivis telah rnembebankan hukum-hukum dan teori-teori struktural yang sering kali tidak sesuai dengan/tidak menyertakan individu-individu yang terpinggirkan dalam masyarakat kita atau isu-isu keadilan sosial yang memang perlu dimunculkan. Pandangan-dunia advokasi/partisipatoris berasumsi bahwa penelitian harus dihubungkan dengan politik dan agenda politis. 3. institusi-institusi di mana mereka hidup dan bekerja. Manusia senantiasa terlibat dengan dunia mereka dan berusaha memahaminya berdasarkan perspektif historis dan sosial mereka sendiri – kita semua dilahirkan ke dunia makna (world of meaning) yang dianugerahkan oleh kebudayaan di sekeliling kita. Proses penelitian kualitatif bersifat induktif di mana di dalamnya peneliti menciptakan makna dari data-data lapangan yang dikumpulkan. pembahasan tentang advokasi/partisipatoris (atau emansipatoris) dapat kita jumpai dalam kajian-kajian yang dilakukan oleh penulis-penulis seperti Marx. penelitian ini pada umumnya memiiiki agenda aksi demi reformasi yang diharapkan dapat mengubah kehidupan para partisipan. Adapun Fay (1987). peneliti sebaiknya membuat atau mengembangkan suatu teori atau pola makna tertentu secara induktif. yakni berusaha memaknai (atau menafsirkan) makna-makna yang dimiliki orang lain tentang dunia ini. dan kehidupan para peneliti sendiri. Dalam sejarahnya. Makna-makna dikonstruksi oleh manusia agar mereka bisa tertibat dengan dunia yang tengah mereka tafsirkan. Mereka juga harus menafsirkan apa yang mereka cari: sebuah penafsiran yang dibentuk oleh pengalaman dan latar belakang mereka sendiri. Terkait dengan konstruktivisme ini. namun ia juga bisa menjadi dasar untuk penelitian kuantitatif . Pandangan-Dunia Advohasi dan Partisipatoris Terdapat kelompok lain yang memiliki asumsi-asumsi filosofis berdasarkan pada pendekatan advokasi/partisipatoris. pandangan-dunia ini menyutakan bahwa ada isu-isu tertentu yang perlu mendapat perhatian lebih. Ketimbang mengawali penelitiannya dengan suatu teori (seperti dalam post-positivisme). yang muncul di dalam dan di luar interaksi dengan komunitas manusia. Crotty(1995) memperkenalkan sejumlah asumsi: 1.sendiri.

para peneliti harus memunculkan agenda aksi demi reformasi dan perubahan.pemberdayaan. Meskipun penjelasan saya sejak tadi cenderung bersifat generalisasi terhadap kelornpokkelompok yang termarginalkan. dan relasi kekuasaan dalam ranah pendidikan. ketidakadilan. Untuk itulah. orang-orang yang diselidiki. Peneliti dapat mengawali penelitian mereka dengan salah satu dari isu-isu ini sebagai fokus penelitiannya. dant eori disability –sejumlah perspektif teoretis ini akan dibahas lebih rinci pada Bab 3. 3. 4. Penelitian ini bersifat emansipatoris yang berarti bahwa penelitian ini membantu membebaskan manusia dari ketidakadilan-ketidakadilan yang dapat membatasi perkembangan dan determinasi diri. penguasaan. diskursus rasialisme. . setidak-tidaknya kita perlu membaca ringkasan Kemmis dan Wilkinson (1995) tentang karakteristik-karakteristik inti dari penelitian advokasi atau partisipatoris: 1. Penelitian ini juga bersifat praktis dan kolaboratif karena ia hanya dapat sempurna jika dikolaborasikan dengan penelitian-penelitian lain. Penelitian advokasi/partisipatoris bertujuan untuk menciptakan perdebatan dan diskusi politis untuk menciptakan perubahan. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mereka akan realitas sosial yang sebenarnya atau dapat mengusulkan suatu agenda perubahan demi memperbaiki kehidupan mereka sendiri. 2. penindasan. Penelitian ini ditekankan untuk membantu individu-individu agar bebas dari kendala-kendala yang muncul dari media. bahasa. ketertindasan. seperti pemberdayaan. Dalam penelitian ini. dan bukan menyempurnakan penelitianpenelitian yang lain. Untuk itulah. kondisi ini akan mendorong lahirnya satu suara yang bersatu demi reformasi dan perubahan. tidak menutup kemungkinan diintegrasikannya pandangan-dunia ini dengan perspektif-perspektif teoretis lain yang mengkonstruksi suatu gambaran tentang isu-isu/masalah-masalah yang hendak diteliti. dan pengasingan. menganalisis informasi. mengumpulkan data. teori kritis. seperti perspektif feminis. para peneliti harus bertindak secara kolaboratif agar nantinya tidak ada partisipan yang terpinggirkan dalam hasil penelitian mereka. teori queer. atau mencari hibah-hibah penelitian. Tentu saja. Pandangan-dunia filosofis advokasi/partisipatoris fokus pada kebutuhan-kebutuhan suatu kelompok atau individu tertentu yang mungkin termarginalkan secara sosial. Tindakan partisipatoris bersikap dialektis dan difokuskan untuk membawa perubahan. aturan-aturan kerja. Dengan spirit inilah para peneliti advokasi/partisipatoris melibatkan para partisipan sebagai kolaborator aktif dalam penelitian mereka. para partisipan dapat membantu merancang pertanyaan-pertanyaan. dan perubahan-perubahan yang diinginkan. Penelitian advokasi/partisipatoris sering kali dimulai dengan satu isu penting atau sikap tertentu terhadap masalah-masalah sosial. pada akhir penelitian advokasi /partisipatoris. Penelitian advokasi menyediakan sarana bagi partisipan untuk menyuarakan pendapat dari hak-hak mereka yang selama ini tergadaikan. Bahkan.

dan Cherryholmes (1992). Ketimbang berfokus pada metode-metode. para peneliti metode campuran pada umumnya selalu memiliki tujuan atas pencampuran (mixing) ini. . Berdasarkan kajian Cherryholmes (1992). para peneliti menggunakan data kuantatif dan kualitatif karena mereka meneliti untuk memiliki pemahaman yang baik terhadap masalah penelitian. Penulis-penulis kontemporer yang termasuk dalam kelompok ini antara lain Rorty (1990). seraya mengetahui apa saja akibat-akibat yang akan mereka terima –kapan dan dimana mereka harus menjalankan penelitian tersebut. Tashakkori dan Teddlie (1998). dan prosedur-prosedur peneIitian yang dianggap terbaik untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan mereka. dan Dewey (Cherryholmes. Sebagai salah satu paradigma filosofis untuk penelitian metode campuran. Paradigma filosofis yang satu ini memiliki banyak bentuk. 1985). Untuk itulah. yang pada umumnya harus berfokus pada masalah-masalah penelitian dalam ilmu sosial humaniora.Pandangan –Dunia Pragmatik Prinsip lain berasal dari kelompok pragmatis. mereka bebas untuk memilih metode-metode. 2. 3. Kebenaran tidak didasarkan pada dualitas antara kenyataan yang berada di luar pikiran dan kenyataan yang ada dalam pikiran. sejenis alasan mengapa data kuantitatif dan kualitatif harus dicampur menjadi satu. dan konsekuensi-konsekuensi yang sudah ada. Mead. Patton (1990). teknik-teknik. Murphy (1990). Artinya. Morgan (2007). Pragmatisme dapat digunakan untuk penelitian metode campuran yang di dalamnya para peneliti bisa dengan bebas melibatkan asumsi-asumsi kuantitatif dan kualitatif ketika mereka terlibat dalam sebuah penelitian. para peneliti metode campuran dapat menerapkan berbagai pendekatan dalam mengumpulkan dan menganaIisis data ketimbang hanya menggunakan satu pendekatan saja (jika tidak kuantitatif. pragmatisme pada hakikatnya merupakan dasar filosofis untuk setiap bentuk penelitian. Pragmatisme tidak hanya diterapkan untuk satu sistem filsafat atau realitas saja. Untuk itulah. para peneliti pragmatik lebih menekankan pada pemecahan masalah dan menggunakan semua pendekatan yang ada untuk memahami rnasalah tersebut (lihat Rossman & Wilson. Setiap peneliti memiliki kebebasan memilih. Morgan (2007). Pandangan-dunia ini berpijak pada aplikasi-aplikasi dan solusi-solusi atas problem-problem yang ada (Patton. Kaum pragmatis tidak melihat dunia sebagai kesatuan yang mutlak. 1990). dan Patton (1990) menekankan pentingnya paradigma pragmatik ini bagi para peneliti metode campuran. situasi-situasi. selalu kualitatif). Kebenaran adalah apa yang teriadi pada saat itu. 5. james. dan pandangan saya pribadi. tetapi pada umumnya Pragmatisme sebagai pandangan-dunia lahir dari tindakan-tindakan. dan bukan dari kondisi-kondisi sebelumnya (seperti dalam post-positivisme). kemudian menggunakan pendekatan yang beragam untuk memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam tentang problem-problem tersebut. dalam peneiitian metode campuran. Dalam hal ini. khususnya penelitian metode campuran: 1. 1992). 4. Pragmatisme ini berawal dari kajian Peirce. Para peneliti pragmatis selalu melihat apa dan bagaimana meneliti.

Tabel 1. 1992). Strategi-strategi yang tersedia bagi peneliti sebenamya sudah muncul bertahun-tahun lalu saat teknologi komputer telah mempercepat aktivitas kita dalam menganalisis data-data yang rurnit. 2007) atau metodologi penelitian (Mertens. bagi para peneliti metode campuran. Kaum pragmatis percaya akan dunia eksternal yang berada di luar pikiran sebagaimana yang berada di dalam pikiran manusia. 9. mereka juga harus menentukan jenis penelitian dalam tiga pilihan tersebut.6. Dalam hal ini. kuantitatif. dan asumsi-asumsi yang bervariasi. "mereka sepertinya ingin mengubah subjek" (Rorty. penelitian metode campuran bisa saja beralih pada paradigma post-modern. seperti yang akan saya jelaskan dalam Bab 8. 1983: xiv). serta bentuk-bentuk yang berbeda dalam pengumpulan dan analisis data. 1998).2. Untuk itulah. historis. politis. dan lain sebagainya. suatu pandangan teoretis yang reflektif terhadap keadilan sosial dan tujuan-tujuan politis. Di sini. Strategi-strategi penelitian merupakan jenis-jenis rancangan peneIitian kualitatif. 8. dan10. kuantitatif. saya hanya akan memperkenalkan strategi-strategi ini yang nantinya akan dijelaskan lebih rinci –lengkap dengan contoh-contohnya— di sepanjang buku ini. Beberapa orang menyebut strategi penelitian dengan istilah pendekatan peneiitian (Creswell. Mereka juga percaya bahwa kita harus berhenti bertanya tentang realitas dan hukum-hukum alam (Cherryholmes.2 Strategl-Strategi Penetitian Alternatif Kuantitatif Kualitatif  Rancangan-rancangan  Penelitian naratif eksperimen  Fenomenologi  Rancangan-racangan  Etnografi non-eksperimen. Strategi-Strategi Penelitian Para peneliti hendaknya jangan hanya memilih penelitian kualitatif. Strategi-strategi tersebut hadir ketika manusia sudah mampu mengartikulasikan prosedurprosedur baru dalam melakukan penelitian ilmu sosial. Kaum pragmatis setuju bahwa penelitian selalu muncul dalam konteks sosial. atau metode campuran untuk diterapkan. Pilihlah salah satu dari strategi-strategi penelitian yang sering kali digunakan dalam ilmu sosial. 7. Ringkasan strategi-strategi tersebut dapat dilihat dalam Tabel 1. pandangan-dunia yang berbeda-beda. seperti  Grounded theory metode survei  Studi kasus    Metode Campuran Sekuensial Konkuren Transformatif . pragmatisme dapat membuka pintu untuk menerapkan metode-metode yang beragam. dan metode campuran yang menetapkan prosedur-prosedur khusus dalam penelitian. Bahkan.

Penelitian ini mencakup eksperimen-aktual dengan penugasan acak (random assignmenf) atas subjek-subjek yang di-treatment dalam kondisi-kondisi tertentu. sikap. Misalnya. dan eksperimen-eksperimen single-subject (Cooper. Pengaruh ini dinilai dengan cara menerapkan treatment tertentu pada satu kelompok (sering disebut kelompok treatment. Penelitian ini meliputi studi-studi cross-sectional dan longitudinal yang menggunakan kuesioner atau wawancara terencana dalam pengumpulan data.  Penelitian survei berusaha memaparkan secara kuantitatif kecenderungan. Tidak sedikit buku yang telah membahas strategi kualitatif ini (seperti 19 strategi yang diperkenalkan oleh Wolcott. dan kuasi-eksperimen dengan prosedur-prosedur non-acak (Keepel 1991). dewasa ini. 1987. Moustakas (1994) juga telah membahas doktrin-doktrin filosofis dan prosedur-prosedur dalam metode fenomenologi. atau opini dari suatu populasi tertentu dengan meneliti satu sampel dari populasi tersebut. & Heward.Strategi-strategi Kuantitatif Selama akhir abad XIX dan awal abad XX. saya hanya fokus pada dua strategi penelitian kuantitatif. Neuman & McCormick. Clandinin dan Connelly (2000) telah membuat deskripsi komprehensif tentang apa yang harus dilakukan oleh seorang peneliti naratif. strategi-strateginya sudah mulai bermunculan sepanjang tahun 1990-an dan memasuki abad XX. eksperimen-eksperimen yang kurang rigid yang sering disebut dengan kuasi-eksperimen dan penelitian korelasional (Campbell & Stanley.) dan tidak menerapkannya pada kelompok yang lain (sering disebut kelompok kontrol. Wolcott (1999) menjabarkan prosedur-prosedur etnografis.1995). Namun. dan Stake (1995) merekomendasikan sejumlah proses yang harus dilakukan dalam penelitian studi kasus. Termasuk dalam kuasi-eksperimen adalah rancangan single-subiect. Penj. pendekatanpendekatan di dalam penelitian kualitatif tertentu sudah memiliki prosedur-prosedur yang lengkap dan jelas. yang biasanya menyertakan metode-metode kausalitas dan identifikasi kekuatan variabel-variabel ganda. strategi-strategi penelitian yang berkaitan dengan rancangan kuantitatif selalu meIibatkan pandangan-dunia post-positivis. sedangkan Strauss dan Corbin (1990. 1990). Strategi-Strategi Kualitatif Untuk penelitian kualitatif. Bahkan. Strategi-strategi kuantitatif juga meliputi model-model persamaan struktural yang sedikit rumit. . Heron. 2001).1998) memperkenalkan prosedur-prosedur untuk peneliti grounded theory. dengan tujuan untuk menggeneralisasi populasi berdasarkan sampel yang sudah ditentukan (Babbie. yakni survei dan eksperimen. penj.). Ialu menentukan bagaimana dua kelompok tersebut menentukan hasil akhir. Dalam buku ini.  Penelitian eksperimen berusaha menentukan apakah suatu treatment memengaruhi hasil sebuah penelitian. 1963). strategi-strategi kuantitatif sudah melibatkan eksperimen-eksperimen yang lebih kompleks dengan semua variabei dan treatment-nya (seperti rancangan faktorial dan rancangan repeated measure). Strategi-strategi ini meliputi eksperimeh-eksperimen nyata.

atau interaksi tertentu yang berasal dari pandangan-pandangan partisipan.  Grounded theory nterupakan strategi penelitian yang di dalamnya peneliti "memproduksi" teori umum dan abstrak dari suatu proses. analisis wacana (Cheek. aktivitas.2004). 1990. Dalam Proses ini.Dalam buku ini.  Naratif merupakan strategi penelitian di mana di dalamnya peneliti menyelidiki kehidupan individu-individu dan meminta seorang atau sekolompok individu untuk menceritakan kehidupan mereka. Memahami pengalamanpengalaman hidup manusia menjadikan filsafat fenomenologi sebagai suatu metode penelitian yang prosedur-prosedurnya mengharuskan peneliti untuk mengkaji sejumlah subjek dengan terlibat secara langsung dan relatif lama di dalamnya untuk mengembangkan pola-pola dan relasi-relasi makna (Moustakas. Rancangan ini mengharuskan peneliti untuk menjalani sejumlah tahap pengumpulan data dan penyaringan kategori-kategori atas informasi yang diperoleh (Charmaz. saya sudah menyajikan ilustrasi-ilustrasi berdasarkan strategi-strategi di atas. Rancangan ini memiliki dua karakteristik utama. dan peneliti mengumpulkan informasi secara lengkap dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data berdasarkan waktu yang telah ditentukan (Stake.1993). 2006. dan pendekatan-pendekatan lain yang tidak disebutkan (lihat Creswell. peneliti mengesampingkan terlebih dahulu pengalaman-pengalaman pribadinya agar ia dapat memahami pengalaman-pengalaman partisipan yang ia teiiti (Nieswiadomy. Di akhir tahap penelitian. Strauss dan Corbin. . 1999). 1994). dan data wawancara (creswell. atau sekelompok individu. peneliti harus menggabungkan dengan gaya naratif pandangan-pandangannya tentang kehidupan partisipan dengan pandangan-pandangannya tentang kehidupan peneliti sendiri (Clandinin & Connelly. data observasi. Kasus-kasus dibatasi oleh waktu dan aktivitas. Informasi ini kemudian diceritakan kembali oleh peneliti dalam kronologi naratif. 1998). yaitu: (1) perbandingan yang konstan antara data dan kategori-kategori yang muncul dan (2) pengambilan contoh secara teoretis (teoretical sampling) atas kelompok-kelompok yang berbeda untuk memaksimalkan kesamaan dan perbedaan informasi. proses. sekaligus memperkenalkan bahwa pendekatan-pendekatan seperti penelitian partisipatoris (Kemmis & Wilkinson. 1995). peristiwa. 1998). Proses penelitiannya fleksibel dan biasanya berkembang sesuai kondisi dalam merespons kenyataan-kenyataan hidup yang dijumpai di lapangan (LeCompte & Schensul. 2007b) juga dapat menjadi cara-cara yang memadai di dalam melakukan penelitian kualitatif:  Etnografi merupakan salah satu strategi penelitian kualitatif yang di dalamnya peneliti menyelidiki suatu kelompok kebudayaan di lingkungan yang alamiah dalam periode waktu yang cukup lama dalam dalam pengumpulan data utama.  Fenomenologi merupakan strategi penelitian di mana di dalamnya peneliti mengidentifikasi hakikat pengalaman manusia tentang suatu fenomena tertentu.2000). aksi.  Studi kasus merupakan strategi penelitian dimana didalamnya peneliti menyeliki secara cermat suatu program. 2007b).

Misalnya. Strategi ini dapat dilakukan dengan melakukan interview kualitatif terlebih dahulu untuk mendapatkan penjelasan-penjelasan yang memadai. dan metode kombinasi (Creswell & Plano Clark. banyak orang yang kemudian mencampur metode-metode sekaligus pendekatan-pendekatan yang berhubungan dengan metode-metode tersebut. Konsep untuk "mencampur metode-metode yang berbeda" ini pada hakikatnya muncul pada 1959 ketika Campbell dan Fisk menggunakan metode-jamak (multimethods) dalam meneliti kebenaran watak-watak psikologis. seperti perempuan. 1973). seperti multi-metode. metode terintegrasi. dalam mengadvokasi kelompok-kelompok marginal. misalnya. Mereka kemudian mendorong orang lain menggunakan matriks metode-jamak mereka untuk menguji kemungkinan digunakannya pendekatan-jamak (muttiple approaches) dalam pengumpulan data penelitian. komunitas gay dan lesbian. minoritas etnik/ras. yang memiliki prosedur-prosedurnya masing-masing (Tashakkori & Teddlie. Pada awal 1990-an. Selain itu. dan mereka yang miskin/lemah (Mertens' 2003). ada tiga strategi metode campuran dan sejumlah variasinya yang akan diilustrasikan dalam buku ini:  Strategi metode campuran sekuensial/bertahap (sequential mixed methods) merupakan prosedur-prosedur di mana di dalamnya peneliti berusaha menggabungkan atau memperluas penemuan-penernuannya yang diperoleh dari satu metode dengan penemuan-penemuannya dari metode yang lain. misalnya. para peneliti metode campuran pun akhirnya meyakini bahwa bias-bias yang muncul dalam satu metode dapat menetralisasi atau menghilangkan bias-bias dalam metode metode yang lain. 2007). gagasan "pencampuran" (mixing) ini mulai beralih dari yang awalnya hanya berusaha mencari-cari konvergensi menuju usaha penggabungan yang sebenarnya antara data kuantitatif dan data kualitatif. orang-orang difabel. Dimungkinkannya sejumlah metode dicampur "jadi satu" telah rnenuntun para pakar untuk mengembangkan prosedur-prosedur penelitian berdasarkan metode campuran. 2003) . mereka menggabungkan metode observasi dan wawancara (data kualitatif) dengan metode survei tradisional (data kuantitatif) (Sieber. utamanya dalam mengidentifikasi para partisipan yang diteliti atau pertanyaanpertanyaan yang diajukan (Thashakkori & Teddlie. metode konvergensi. data kualitatif dan kuantitatif dapat disatukan menjadi satu database besar yang bisa digunakan secara berdampingan untuk memperkuat satu sama lain (misalnya. Dengan menyadari bahwa setiap metode pasti memiliki kekurangan dan keterbatasan. 2007). 1979). Secara khusus. Triangulasi sumber-sumber data (triangulasi of data resourcers) –suatu metode dalam mencari konvergensi antara metode kualitatif dan metode kuantitatif—pun muncul (Jick. 1998). lalu diikuti . hasil-hasil dari satu metode dapat membantu metode yang lain. kuota kualitatif dapat mendukung hasi-hasil statistik)(Creswell & Plano Clark. Berawal dari inilah. istilah-istilah untuk menyebut rancangan metode campuran pun sangat beragam. kombinasi dua metode tersebut dapat diterapkan untuk mencapai tujuan-tujuan yang luas dan transformatif.Strategi-Strategi Metode Campuran Strategi-strategi metode campuran sebenamya kurang populer dibanding dua strategi sebelumnya (kuantitatif dan kualitatif). Hingga saat ini. Jika tidak.

dan fokus metode tersebut pada analisis data yang numerik atau non-numerik. dan data audio-visual Analisis tekstual dan  . Metodemetode ini akan dijelaskan lebih lanjut dalam Bab 8 hingga 10. data observasi. dan interpretasi data. analisis. Strategi metode campuran konkuren/satu waktu (concurrent mixed metlnds) merupakan prosedur-prosedur di mana di dalamnya peneliti mempertemukan atau menyatukan data kuantitatif dan data kualitatif untuk memperoleh analisis kornprehensif atas masalah penelitian. metode kuantitatif dapat diterapkan untuk mengetahui hasil akhir). dan Metode Kualitatif Metode Kuantitatif  Metode Campuran  Metode Kualitatif    Bersifat Pre-determined (sudah ditentukan sebelumnya) Perianyaan-Pertanyaan Yang didasarkan Pada instrumen penelitian Data Performa. Perspektif inilah yang akan menyediakan kerangka kerja untuk topik penelitian. Bahkan. jika metode kualitatif diterapkan untuk melaksanakan penelitian. perspektif ini bisa digunakan peneliti sebagai metode pengumpulan data secara sekuensial ataupun konkuren. data sikap. Jika tidak. Metode-Metode Penelitian Komponen ketiga dalam kerangka kerja penelitian adalah metode-metode penelitian spesifik yang berkaitan dengan strategi pengumpulan. Jika tidak. Seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 1. dalam strategi ini peneliti dapat memasukkan satu jenis data yang lebih kecil ke dalam sekumpulan data yang lebih besar untuk menganalisis jenis-jenis pertanyaan yang berbeda-beda (misalnya. penelitian ini dapat dimulai dari metode kuantitatif terlebih dahulu dengan menguji suatu teori atau konsep tertentu.  denganmetode survei kuantitatif dengan sejumlah sampel untuk memperoleh hasil umum dari suatu populasi.3. Dalam strategi ini. peneliti mengumpulkan dua jenis data tersebut pada satu waktu.3 Metode Kuantitafif. metode-metode untuk pengumpulan data. Tabel 1. misalnya berdasarkan level metode tersebut atas sifat objek penelitian. Metode Campuran. dan data sensus      Bersifat Pre-determined dan berkembang dinamis Pertanyaan-pertanyaan Terbuka dan pertanyaanpertanyaan tertutup Bentuk-bentuk data berganda Yang tebuka Pada Kemungkinan   Berkembang dinamis Pertanyaan-pertanyaan terbuka Data wawancara. data dokumentasi. fungsi metode tersebut saat peneliti menggunakan pertanyaan tertutup dan terbuka. kemudian diikuti dengan metode kualitatif dengan mengeksplorasi sejumlah kasus dan individu. Prosedur metode campuran transformatif (transformative mixed methods) merupakan prosedur-prosedur di mana di dalamnya peneliti menggunakan kacamata teoretis (lihat Bab 3) sebagai perspektif overaching yang di dalamnya terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif. dan hasil-hasil atau perubahan-perubahan yang diharapkan. data observasi. peneliti perlu mempertimbangkan sejumlah metode pengumpulan data dan mengatumya secara sisternatis. kemudian menggabungkannya menjadi satu informasi dalam interpretasi hasil keseluruhan.

atau data sensus dapat diikuti dengan wawancara mendalam. Berikut ini. pertanyaanpertanyaan tentang harga diri) atau mengumpulan informasi dengan bantuan checklist perilaku (seperti. Atau. Tabel ini juga menyertakan praktik-praktik dari tiga pendekatan yang akan dijelaskan secara lebih rinci dalambab-bab selanjutnya di buku ini. apakah peneliti bermaksud untuk menggali informasi yang diinginkan atau membiarkannya muncul begitu saja dari para partisipan. strategi.4 menyajikan perbedaanperbedaan yang mungkin berguna bagi para peneliti dalam memilih suatu pendekatan penelitian. Akan tetapi. data kuantitaiif dan kualitatif bisa saja dikumpulkan. apakah peneliti ingin menganalisis jenis data berupa informasi numerik yang dikumpulkan dari instrumen penelitian atau informasi teks yang dikumpulkan dari rekaman hasil pembicaraan dengan partisipan. hasil-hasil statistik atau mereka ingin menafsirkan kecenderungan-kecenderungan atau pola-pola umum yang muncul dari data penelitian. dalam kasus metode campuran. Atau. strategi. dianalisis. peneliti membuat inferensi/kesimpulan antara data kuantitatif dan data kualitatif. observasi atas seorang pekerja yang terlibat dalam keterampilan yang kompleks). Di sisi lain. pola-pola Peneliti mengumpulkan data dengan bantuan instrumen atau tes (seperti. semuanya turut menentukan apakah suatu rancangan penelitian akan cenderung kuantitatif. apakah peneliti ingin menafsirkan. pengumpulan data juga bisa melibatkan peneliti untuk mengunjungi secara langsung tempat penelitian dan mengobservasi perilaku individu-individu di dalamnya tanpa ada pertanyaan yang disediakan sebelumnya atau melakukan wawan cara secara aktif atas individu-individu tersebut agar dapat mengungkapkan gagasannya tentang topik penelitian. RANCANGAN PENELITIAN SEBAGAI PANDANGAN-DUNIA. Data instrumen dapat dilengkapi dengan observasi-terbuka. DAN METODE Pandangan-dunia. dan metode) berkombinasi dalam satu skenario penelitian: . Dalam sejumlah penelitian. dan ditafsirkan secara bersama-sama. dan metode.  Analisis statistik Lnterpretasi statistik   kemungkinan lain Analisis statistik dan analisis tekstual Lintas-interpretasi database  gambar Lnterpretasi tema-tema. kualitatif. STRATEGI. akan digambarkan bagaimana ketiga elemen ini (pandangan-dunia. tanpa harus menyediakan pertanyaan-pertariyaan yang spesifik. atau campuran. Pemilihan metode ini pada akhirnya haruslah disesuaikan dengan maksud peneliti. Tabel 1.

eksprimen konkuren. studi transformatif kasus. dan Metode Campuran Pendekatan Pendekatan Pendekatan Metode Kecenderungan Kualitatif Kuantitatif Campuran  Menggunakan  Klaim-klaim  Klaim-klaim  Klaim-klaim asumsi-asumsi Pengetahuan pengetahuan Postpengetahuan filosofis ini konstruktivis/advok positivis pragmatis asi/ Partisipatoris  Menerapkan  Fenomenologi. strategi-strategi grounded theory.Tabel 1. data dinamis gambar berupa angka(emerging) dan angka sudah ditentukan sebelumnya (predetermined). analisis data kuantitatif dandata kualitatif  Menerapkan  Posisi-posisi dia  Menguji atau  Mengumpulkan praktik-praktik memverifikasi data kuantitatif penelitian ini teori atau dan data kualitatif Penjelasan  Mengumpulkan  Membuat makna dari para rasinalisasi atas  Mengidentifikasi partisipan variabel-variabel dicampurnya dua yang akan diteliti data  Fokus pada satu konsep atau  Menghubungkan  Menggabungkan fenomenon variabel-variabel data pada tahapdalam rumusan tahap penelitian  Membawa nilaimasalah dan yang berbeda nilai pribadi ke hipotesis dalam penelitian  Menyajikan penelitian gambaran visual  Meneliti konteks tentang prosedur Menggunakan atau setting standar-standar prosedur partisipan validitas dan  Menerapkan  Menvalidasi akurasi reliabilitas praktik-praktik penemuan Mengobservasi kuantitatif dan penemuan dan mengukur kualitatif  Menginterpretasi . berkembang pendekatan yang pendekatandinamis predetermined  pendekatan yang (fleksibel/emerging (sudah ditentukan berkembang ).  yang terbuka dan Pendekatan yang pendekatantertutup. dan naratif   Menerapkan  Pertanyaan Pertanyaan Pertanyaanmetode-metode ini Pertanyaan lerbuka.4 Pendekatan-Pendekatan Kualitatif. Pertanyaan pertanyaa pendekatanterbuka. Kuantitatif.  Survei dan  Sekuensial. dan penelitian ini etnografi. data tekstual dan sebelumnya).

sedangkan informasiinformasi dianalisis dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik dan penguiian hipotesis. Misalnya. strategi penelitian eksperimen. Strategi eksperimen diterapkan untuk menilai perilakuperilaku.  Penelitian kualitatif –pandangan-dunia konstruktivis. strategi naratif.data  Membuat agenda perubahan atau reformasi  Berkolaborasi dengan partisipan informasi secara numerik (angkaangka)  Menerapkan pendekatanpendekatan yang bebas-bias  Menerapkan prosedur-prosedur statistik  Penelitian kuantitatif –pandangan-dunia post-positivis. baik sebelum maupun sesudah proses eksperimen. cerita-cerita dikumpulkan dari individu-individu tersebut dengan menggunakan pendekatan naratif .  Penelitian kualitatif –pandangan-dunia partisipatoris. Individuindividu ini kemudian diwawancarai untuk mengetahui bagaimana mereka secara pribadi mengalami penindasan dan marginalisasi. dan metode wawancara terbuka Untuk penelitian yang satu ini. Penelitian ini dapat dimulai dengan survei secara luas . lalu mengumpulkan data-data untuk mendukung atau membantah hipotesis-hipotesis tersebut. lalu meneliti bagaimana komunitas tersebut mengembangkan pola-pola perilaku yang berbeda dalam satu waktu. peneliti kuantitatif menguji suatu teori dengan cara memerinci hipotesis-hipotesis yang spesifik. dan metode observasi perilaku Dalam hal ini. Untuk meneliti isu ini. peneliti kuatitatif berusaha membangun makna tentang suatu fenomena berdasarkan pandangan-pandangan dari para partisipan. peneliti berusaha menyelidiki suatu isu yang berhubungan dengan marginalisasi individu-individu tertentu. strategi etnografis. Salah satu metode pengumpulan data untuk strategi semacam ini adalah dengan mengobservasi perilaku para partisipan dengan cara terlibat langsung dalarn aktivitas-aktivitas mereka.  Penelitian metode campuran –pandangan-dunia pragmatis. Data-data dikumpulkan dengan bantuan instrumen khusus yang dirancang untuk rnenilai perilaku-perilaku. peneliti menerapkan strategi etnografis dengan berusaha mengidentifikasi suatu komunitas culture-sharing. strategi/metode pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif secara sekuensial Peneliti dengan metode campuran ini melakukan suatu penelitian dengan asumsi bahwa mengumpulkan berbagai jenis data yang dianggap terbaik dapat memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang masalah yang diteliti.danpost-test perilaku Dalam skenario ini. dan metode pre.

agar dapat dilakukan generalisasi terhadap hasil penelitian dari populasi yang telah ditentukan. Pendekatan ini juga layak diterapkan untuk menguji suatu teori atau pernyataan. faktor-faktor apa saja yang dapat memengaruhi seseorang untuk lebih memilih satu pendekatan tertentu ketimbang pendekaian lain untuk proposal penelitiannya? Selain ketiga komponen di atas (pandangan-dunia. Dalam kondisi seperti inilah. dan target pembaca juga perlu dipertimbangkan oleh peneliti dalam memilih rancangan penelitian yang tepat. dilakukan wawancara kualitatif secara terbuka agar dapat mengumpulkan pandangan-pandangan dari partisipan. peneliti tersebut terlebih dahulu harus mempelaiari variabel-variabel apa yang akan diteliti. Pendekatan kualitatif bersifat eksploratif. seorang peneliti mungkin sjia ingin melakukan generalisasi terhadap penemuan-penemuannya atas populasi yang ada. Jika tidak. keduanya pun harus digabung agar mampu memahami masalah yang tengah diteliti. Misalnya. Misalnya. atau karena teori-teori yang ada selama ini belum diterapkan sebagai landasan untuk meneliti sampel atau sekelompok individu yang diteliti (Morse. jika ada suatu konsep atau fenomena yang perlu dipahami –misalnya. Masalah Penelitian Masalah penelitian. karena sedikitnya penelitian yang membahas fenomena/konsep tersebut—berarti pendekatan kualitatif dapat dipilih sebagai jalan terbaik. masalah diskriminasi ras). benar-benar diperlukan. Masalah-masalah sosial tertentu terkadang turut menentukan pendekatan penelitian yang digunakan. pengalaman-pengalaman pribadi. . atau (c) pemahaman prediksi hasil. yang akan dijelaskan lebih rinci pada Bab 5. Lalu. kuantitatif. Alhasil. dan topik baru ini tidak pernah dibahas dengan sampel atau sekelompok individu tertentu. 1991). (b) fungsi keterlibatan. Pendekatan metode campuran sangatlah berguna. dan berguna bagi peneliti-peneliti yang tidak mengetahui bagaimana menguji variabel-variabel. haruslah masalah yang benar-benar perlu dibahas (seperti. strategi. pada tahap selanjutnya. KRITERIA DALAM MEMILIH RANCANGAN PENELITIAN Pendekatan kualitatif. karena ada topik yang baru. dan metode campuran memiliki kemungkinan yang sama untuk diterapkan. Kemudian. Jenis pendekatan ini juga bisa berguna. kemudian menindaklanjuti dengan sejumlah partisipan saja untuk memperoleh pandangan mereka tentang topik penelitian. utamanya ketika pendekatan kuantitatif atau pendekatan kualitatif dirasa tidak memadai untuk memahami masalah yang diteliti. kemudian menguji variabel-variabel ini berdasarkan sampel individu yang luas. Di sisi lain. atau ingin mengembangkan pandangan yang detail mengenai makna suatu fenomena atau konsep tertentu. peneliti bisa melakukan survei terlebih dahulu pada sejumlah besar individu. pendekatan kuantitatif menjadi pilihan terbaik. misalnya. Dalam penelitian ini. masalah penelitian. pengumpulan data kuantitatif yang tertutup dan data kualitatif yang terbuka. dan metode). jika masalah ini mengharuskan (a) identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hasil.

misalnya. hal ini justru kurang comfortable karena tidak dapat beradaptasi dengan keinginan sejumlah fakultas yang memang memiliki basis pendekatan kualitatif dan advokasi/partisipatoris dalam penelitian-penelitiannya. penelitian dengan metode campuran ini hanya sesuai bagi seorang peneliti yang merasa nyaman dengan struktur penelitian kualitatif yang cenderung rigid dan fleksibilitas penelitian kualitatif yang cenderung adaptif. atau rekan-rekan satu bidang ilmu pengetahuan. Di sisi lain. Artinya. dewan perguruan tinggi. seseorang yang sudah nyaman menulis buku atau melakukan wawancara pribadi dan observasi. Pembaca Pada akhirnya. Namun. Sebagian orang mungkin saja lebih nyaman dengan prosedur-prosedur penelitian kuantitatif yang sangat sistematis ini. atau keinginan untuk menciptakan kelompok masyarakat yang lebih baik bagi mereka dan yang lainnya. atau metode campuran ini dapat membantu mahasiswa untuk menentukan pilihan mereka. ia cenderung akan memilih rancangan kuantitatif. peserta seminar. penulisan saintifik. Bagi para peneliti dengan metode campuran. seseorang yang terbiasa dengan penelitian kuantitatif dan kualitatif sangat mungkin akan memilih metode campuran.Pengalaman-Pengalaman Pribadi Pengalaman pribadi juga turut memengaruhi para peneliti dalam memilih pendekatan yang akan mereka terapkan. dan aturan yang dibuat untuk penelitian tersebut. tak dapat disangkal ada dorongan yang kuat untuk mengejar topik yang memang sesuai dengan minat pribadi –isu-isu yang berhubungan dengan orang-orang marginal. serta memiliki outlet untuk menerapkan metode campuran yang jangkauannya cenderung luas. Mahasiswa seharusnya mempertimbangkan pendekatan-pendekatan yang sudah biasa direstui dan digunakan oleh para pembimbing mereka. Biasanya. Pembaca-pernbaca ini bisa jadi editor jurnal. pendekatan-pendekatan kualitatif diyakini menyediakan ruang inovasi yang lebih besar bagi kerangka kerja penelitian. pembaca jumal. serta terbiasa membaca jumal-jurnal kuantitatif di perpustakaan. statistik. Apalagi. kualitatif. banyak prosedur. . proyek ini bisa saja menyita banyak waktu karena mereka dituntut untuk mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif dan kualitatif sekaligus. bagi sebagian yang lain. Sejak penelitian kuantitatif menjadi gaya penelitian tradisional. dan komputer. Untuk para penulis advokasi/partisipatoris. mungkin akan lebih tergerak untuk menggunakan pendekatan kualitatif. Pembaca yang telah berpengalaman dengan penelitian kuantitatif. dia memiliki waktu dan sumber yang memadai untuk mengumpulkan data-clata kuantitatif dan kualitatif. peneliti menulis laporan penelitian yang benar-benar bisa diterima oleh para pembaca. Seseorang yang terbiasa dilatih dalam program-program teknik. Penelitian semacam ini juga memungkinkan munculnya tulisan-tulisan yang lebih kreatif dan bergaya sastrawi: suatu gaya yang sebagian orang lebih menyukainya. Namun.

"Notes on Pragmatism and scientific Realism. dan dengan menggunakan pandangan-dunia. pengalaman-pengalaman pribadi dari si peneliti. keengganan utuk rnenceritakan kisah yang sebenarnya. atau metode campuran." dalam Educational Researcher.1. strategi penelitian. 13-17).strategi-strategi penelitian. LATIHAN MENULIS . Selain itu. dan metode penelitian seperti yang tertera pada. Cherryholmes menegaskan bahwa pragmatisme digerakkan oleh konsekuensi-konsekuensi yang telah terduga. Cariiah rumusan masalah penelitian dalam sebuah artikel jurnal dan jelaskan rancangan apa yang terbaik untuk meneliti pertanyaan tersebut. Cleo Cherryholmes menjelaskan pragmatisme sebagai suatu perspektif yang berbeda dengan realisme saintifik. Gambar 1. 1992). tentukanlah apakah proyek tersebut akan didesain menjadi penelitian kuantitatif.H. artikel itu juga menyertakan beragam referensi dari para penulis –mulai dari yang klasik hingga modern—yang berfokus pada pragmatisme sebagai prinsip filosofis. berikut alasanalasannya. atau metode campuran. strategi. Rancangan ini dipilih berdasarkan pandangan-dniia atau asumsi-asumsi filosofis tentang suatu penelitian. dan metode yang telah Anda pilih. C. kuantitatif. Pilihan atas suatu rancangan penelitian biasanya dipengaruhi oleh masalah penelitian yang akan diteliti. (hlm. 3. buatlah satu proyek penelitian yang berbasis pada satu pandangan-dunia.RINGKASAN Dalam merencanakan suatu proyek penelitian. Lalu. 2. Pikirkanlah satu topik yang ingin Anda teliti. kualitatif. dan target pembaca yang diharapkan akan membaca hasil penelitian tersebut. 14. dan sekumpulan gagasan yang menyatakan bahwa ada dunia eksternal yang berada di luar pikiran kita. (Agustus-September. peneliti perlu menentukan apakah mereka akan menggunakan rancangan kualitatif. dan metode-metode penelitian. Kelebihan artikel ini terletak pada sumber kutipannya yang cukup memadai dari para penulis pragmatisme dan klarifikasinya tentang satu versi pragmatisme. Apa yang membedakan penelitian kuantitatif dari pnelitian kualitatif? Jelaskan (minimal) tiga karakteristik pembedanya! BACAAN TAMBAHAN Cherryholmes. Latihan Menulis 1.

(2005).). dan positivisme. Boston: Allyn & Bacon." dalam B. The Foundations of Social Research: Meaning and Perspective in the Research Process." Dalam bab ini. proses penelitian). E. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches. seperti post-modernisme. konstruktivisme. The Sage Handbooko f Qualitative Research. dan metodologis (seperti.Crotty. Yvonna Lincoln and Egon Guba menjelaskan prinsip-prinsip dasar dari lima paradigma penelitian ilmu sosial: positivisme/Post-positivisme. dan kelayakan atau kriteria mutu.L. dan partisipatoris. dan metode-metode penelitian sosial.menghubungkan empat komponen ini dalam suatu proses penelitian.. Denzin & Y. teori kritis. CA: Sage. & Wilkinson. Yang secara khusus berguna bagi pemahaman kita tentang makna-makna metodologi terdapat pada Bab 4. mereka menjelaskan enam keunggulan utama penelitian aksi partisipatoris (participatory action research). epistemologis (seperti. Kemmis. Lawrence Neuman menulis buku ―pengantar‖ komprehensif tentang metode penelitian untuk ilmu-ilmu sosial. lalu ia menampilkan sebuah tabel berisi metode representatif pengambilan sampel (sampling) atas topik-topik yang ada dalam setiap komponen tersebut. and Emerging Confluences. bagaimana kita mengenali pengetahuan kita). CA: Sage. (hlm. Penielasan ini memperluas kembali analisis yang sudah disajikan dalam edisi pertama dan kedua Handbook tersebut. konstruktivisme. feminisme. 21-36). (1998). Crotty . (2000). Nueman membedakan . Singkatnya. "Participatory Action Research and The Study of Practice. lalu menjabarkan bagaimana penelitian ini dipraktikkan dalam ranah individu. (1998). & Lincoln. Weeks (ed. interpretativisme. metodologi. Thousand Oaks. Stephen Kemmis dan Mervyn Wilkinson menyajikan satu ringkasan apik tentang penelitian partisipatoris. Masing-masing paradigma disajikan secara ontologis (seperti. perspektif-perspektif teoretis. New York: Routledge. S. sosial. mereka kemudian membedakannya berdasarkan tujuh isu utama.S. Atweh. Kemmis. & P. S. substansi realitas). penelitian kritis. Setelah menjelaskan lima pendekatan ini. "Paradigmatic Controversies. seperti sifat pengetahuan bagaimana pengetahuan bertambah. Contradictions. Paradigma partisipatoris menjadi paradigma alternatif tambahan yang kehadirannya baru muncul pada edisi kedua buku ini. Y.S. dan kedua-duanya.K. Thousand Oaks. 191-215)." dalam N. Guba. berjudul "The Meanings of Methodology. Michael Crotty menawarkan kerangka penting unttrk mengikat secara bersama isu-isu epistemologis. M. Crotty lalu beralih menjelaskan enam perbedaan orientasi teoretis dalam penelitian-penelitian sosial.G.. Neuman. Lincoln. M. Action Research in Practice: Partnerships for social Justice in Education. W. (hlm.

C. MD: Rowrnan & Littlefield. apa saja yang turut membentuk penjelasan atau teori realitas sosial? epa kira-kira manfaat dari bukti atau informasi faktual?). dan bahwa kepastian kita sebelumnya akan suatu pengetahuan dapat terbantahkan dalam proses penelitian selanjutnya.. & Burbules. Post positivism and Educational Research. dan ilmu sosial kritis—berdasarkan delapan pertanyaan (misalnya. Melalui dua bab sekaligus.C." mereka menjelaskan ide-ide utama dalam postpositivisme. Phillips. khususnya ide-ide yang membuat aliran ini berbeda dengan aliran positivisme. D. "What is Postpositivism?" dan "Philosophical Commitments of Postpositivist Researchers. Phillips dan Nicholas Burbules merangkum gagasan-gagasan penting pemikiran postpositivisme. ilmu ilmu sosial interpretif. (2000). Postpositivisme menegaskan bahwa pengetahuan manusia pada hakikatnya lebih bersifat spekulatif ketimbang normatif. Lanham. D. .tiga metodologi –ilmu sosial positivis. N.C.

TOPIK PENELITIAN Sebelum mempertirnbangkan pustaka/literatur apa yang akan ditinjau dalam proyek penelitian. kualitatif. Tinjauan pustaka juga akan memberikan pengetahuan luas bagi peneliti dalam membatasi ruang lingkup penelitiannya. dan prinsip-prinsip penting dalam merancang tinjauan pustaka untuk penelitian kualitatif." atau "tekanan psikologis. Salah satunya adalah dengan menulis judul yang jelas dalam proposal penelitian. dan metode campuran. seorang peneliti juga perlu melakukan tinjauan pustaka terkait dengan topik penelitiannya. ada beberapa cara untuk memperoleh pemahaman mengenai topik penelitian (dengan asumsi bahwa topik ini harus dipilih sendiri oleh si peneliti dan bukan oleh pembimbing). tujuan-tujuan utama dilakukannya tinjauan pustaka dalam penelltian. Dalam hal ini. seperti "pengajaran sekolah. Bab ini masih tetap membahas hal-hal yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu oleh peneliti sebelum meluncurkan (proposal) penelitian. saya akan membahas bagaimana memilih dan menulis suatu topik yang menjadi fokus penelitian. pertama-tama identifikasilah dahulu satu topik yang akan diteliti. atau metode campuran. Saya terkejut ketika menjumpai banyak peneliti yang sering kali gagal merancang judul awal untuk proyek penelitian mereka. Topik adalah subjek atau materi subjek penelitian. judul yang baik dan terencana akan menjadi jalan utama untuk masuk ke dalam penelitian—inilah gagasan nyata yang harus dimiliki peneliti agar tetap fokus pada proyek penelitiannya (lihat Glesne & Peshkin. Dalam hal ini." "kreativitas organisasi." Buatlah abstraksi tentang topik tersebut dalam beberapa paragraf. Selanjutnya. Menurut saya. 1992). Topik inilah yang nantinya akan menjadi gagasan utama yang harus dipelajari dan dieksplorasi oleh peneliti. lalu pertimbangkan apakah topik tersebut bermanfaat secara praktis atau tidak. Tinjauan pustaka ini membantu peneliti untuk menentukan apakah topik tersebut layak diteliti ataukah tidak. saya akan menjabarkan langkah-langkah dalam melakukan tinjauan pustaka. Ketika saya melakukan . Pertama-tama.Bab Dua Tinjauan Pustaka Selain memilih rancangan kuantitatif. kuantitatif. penting juga dipertimbangkan apakah topik tersebut dapat dan perlu diteliti.

―Penelitian saya akan membahas.penelitian. Hilangkan kata-kata yang tidak penting.. Pertanyaan seperti apa yang harus dijawab dalam penelitian? Buatah pertanyaan. Strategi lain untuk mengembangkan topik adalah menuliskannya dalam bentuk pertanyaan... topik akan menuntun dan memberikan saya petunjuk atas apa yang harus saya teliti. selain konseptualisasi dan rancangan keseluruhan artikel yang memang ditulis dalam bentuk yang lugas dan sederhana. .. Wilkinson (1991) pernah memberikan saran yang bagus dalam membuat judul: Buatlah sejelas mungkin dan hindari pernyataan-pernyataan yang berlebihan. Contoh judul ganda bisa seperti "Etnografi: Memahami Persepsi Anak-anak tentang Perang.. dan pastikan bahwa judul tersebut sudah mencakup topik utama penelitian.‖ Pada tahap in. Saat para mahasiswa pertama kali memberikan prospektus penelitian mereka pada saya. Kesalahan ini mungkin saja disebabkan terlalu seringnya mereka membaca artikel-artikel ilmiah yang telah mengalami revisi berkali-kali sebelum diterbitkan.‖ atau ―Penelitian saya akan membahas bagaimana memfasilitasi mahasiswa menjadi peneliti yang kompeten.. Gunakan judul tunggal atau ganda.. seperti ―Ancaman apa yang paling membahayakan bagi penderita depresi?‖ ―Apa makna menjadi orang Arab dalam masyarakat Amerika saat ini?‖ ―Faktor-faktor apa saja yang membuat orang ingin berkunjung ke Midwest?‖ Ketika merancang pertanyaan-pertanyaan seperti di atas. Jika artikel tersebut mudah dibaca dan dipahami. proyek penelitian yang baik biasanya dilandasi dengan pemikiran-pemikiran yang jelas dan tidak rumit. mudah dibaca dan dipahami. dipastikan artikel ini ditulis dalam bahasa vang sederhana sehingga anda (pembaca) dapat dengan mudah memahaminya. hilangkan kata sandang dan preposisi yang berlebihan. Akan tetapi terlepas dari itu. seperti ―Suatu Pendekatan. Kesalahan umum para peneliti pemula adalah bahwa mereka sering kali membuat kerangka penelitiannya dengan bahasa yang rumit dan kompleks. cobalah membuat judul yang tidak lebih dari 12 kata.‖ dan seterusnya. serta petunjuk yang akan saya gunakan untuk menyampaikan gagasan penelitian saya kepada orang lain." Selain saran-saran Wilkinson di atas.‖ Jawabannya bisa jadi ―Penelitian saya akan membahas siswa-siswa nakal di SMA.. saya sering meminta mereka agar terlebih dahulu merancang judul yang baik sebelum menulis penelitiannya.‖ ―Sebuah Studi. buatlah kerangka jawaban atas pertanyaan tersebut sehingga orang lain mudah menangkap maksud/tujuan proyek penelitian anda. Bagaimana menulis judulyang baik? Coba lengkapi kalimat ini.. Coba renungkan artikel yang anda baca baru-baru ini.

dan melakukan analisis statistik. Mengenai apakah topik itu memang perlu diteliti atau tidak. Langkah ini harus menjadi pertimbangan utama. Ada banyak faktor yang melatarbelakangi kemungkinan ini. atau justru berusaha mentransformasi gagasan-gagasan para peneliti sebelumnya. Pikirkan apakah pertanyaan tersebut akan terjawab dalam penelitian Anda ataukah tidak (lihat Bab 6 dan 7 tentang tujuan. atau sekadar menduplikasi penelitian-penelitian sebelumnya. peneliti juga perlu mempertimbangkan apakah topik tersebut memang perlu diteliti. seperti program komputer atau perangkat-perangkat lain. Suatu topik dapat diteliti jika peneliti memiliki target partisipan yang bersedia membantunya dalam melakukan penelitian dan memiliki perangkat-perangkat yang memadai dalam mengumpulkan dan menganalisis data dalam jangka waktu yang ditentukan. hal terpenting yang harus dipertimbangkan adalah apakah topik tersebut hanya sekadar menambah pengetahuan yang sudah ada. untuk menentukan topik yang layak diteliti bukanlah pekerjaan yang mudah. Para peneliti pemula mungkin saja sudah melangkah jauh dalam penelitian. Tanyakan pada diri Anda. Akan tetapi bukan tidak mungkin mereka kurang didukung oleh pihak fakultas atau perencana seminar karena penelitian mereka tidak memberikan sesuatu yang baru.fokuslah anda pada topik inti dalam penelitian. Masalahnya. seperti merancang rumusan masalah. Selain kemungkinan suatu topik yang dapat diteliti. pada hakikatnya juga berhubungan dengan apakah ada orang lain di luar lembaga peneliti yang akan tertarik pada topik . Setidak-tidaknya. ataukah akan memperluas pembahasan literatur/penelitian sebelumnya dengan menyertakan elemen elemen baru. Untuk mengatasi masalah itu. langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memanfaatkan sebanyak mungkin waktu di perpustakaan untuk membaca berbagai literatur tentang topik yang akan diteliti (tentang strategi-strategi efektif memanfaatkan perpustakaan dan sumber-sumber pustaka dapat dibaca pada subbab selanjutnya). Pertimbangkan alasan-alasan utama mengapa topik penelitian tersebut benar-benar dapat dan perlu diteliti. dan hipotesis penelitian). atau membantu keadilan sosial. ataukan akan menduplikasi penelitian-penelitian sebelumnya. atau justru berusaha menyuarakan kembali hak-hak kelompok atau individu yang terpinggirkan. ―Bagaimana proyek saya ini memiliki kontribusi pada literatur?‖ Pertimbangkan pula apakah proyek penelitian anda akan membahas suatu topik yang belum diteliti. namun dengan partisipan-partisipan baru dan dalam situasi-situasi yang berbeda pula. melengkapi data penelitian. rumusan masalah.

Mintalah respons-respons dari teman-teman. panitia serninar.Tinjauan pustaka memiliki beberapa tujuan utama: menginformasikan kepada pembaca hasil-hasil penelitian lain yang berkaitan erat dengan penelitian yang dilakukan saat itu. Para peneliti seharusnya merenungkan betapa penelitian dan komitmen besarnya suatu saat akan mendukung cita-cita karier mereka. dan para pengurus fakultas. orang-orang yang kompeten dalam bidang tersebut. dan menyebarkan hasil-hasil penelitian anda. dan mengisi celah-celah dalam penelitian-penelitian sebelumnya (Cooper. Sebelum membuat proposal atau melakukan penelitian. menghubungkan penelitian dengan literatur-literatur yang ada. 2006). . semuanya akan mengapresiasi penelitianpenelitian yang dapat menjangkau pembaca umum.tersebut. para pembimbing akadernik. Akhirnya. atau menaikkan pangkat/jabatan. pihak universitas. isu kelayakan ini—apakah suatu topik layak diteliti atau tidak—juga berhubungan dengan cita-cita peneliti itu sendiri. 1991 untuk pembahasan lebih jelas mengenai tujuan-tujuan menggunakan literatur dalam penelitian). baik citacita ini berhubungan dengan dedikasi mereka untuk melakukan banyak penelitian. para peneliti sebaiknya mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan meminta orang lain memberikan respons kritis pada topik penelitiannya. Pemanfaatan Pustaka/Literatur Persoalan lain yang juga penting dipertimbangkan dalam menulis tinjauan pustaka adalah bagaimana menggunakan pustaka/ literatur tersebut dalam proposal penelitian. Editor jurnal. Marshall & Rossman. dan agen pendanaan. 1984. Tinjauan ini juga dapat menyediakan kerangka kerja dan tolok ukur untuk mempertegas pentingnya penelitian tersebut. memperoleh kedudukan di masa depan. Terkait hal ini. saya akan memilih opsi yang terakhir karena topik tersebut memiliki daya tarik yang lebih besar bagi pembaca umum. Pertimbangkanlah waktu yang harus dihabiskan untuk merampungkan proyek anda. TINJAUAN PUSTAKA Setelah mengidentifikasi satu topik yang dapat dan perlu diteliti barulah peneliti bisa melakukan tinjauan pustaka atas topik tersebut. merevisinya. seraya membandingkan hasil-hasilnya dengan penemuan-penemuan lain. Jika ada pilihan antara topik yang berkaitan dengan kepentingan daerah dan topik yang berkaitan dengan kepentingan nasional. Semua atau beberapa alasan ini bisa menjadi dasar bagi peneliti untuk menuliskan literatur-literatur yang relevan ke dalam penelitianya (lihat Miller.

namun. Singkatnya. Pendekatan lain dalam menulis tinjauan pustaka adalah dengan membuat ringkasan detail tentang topik penelitian dan referensi-referensi yang terkait dengan topik ini untuk nantinya dikembangkan kembali dalam bab khusus biasanya dalam bab dua. tinjauan pustaka dalam artikel jurnal pada umumnya ditulis secara rngkas. apakah kuantitatif. Selain itu. Saya menyarankan anda agar meminta pendapat dari pembimbing atau pihak fakultas tentang keinginan mereka terkait dengan penyajian tinjauan pustaka ini. Ini sudah menjadi pola umum untuk artikel-artikel penelitian kuantitatif dalam jurnal-jurnal ilmiah. Sebaliknya. atau justru disajikan secara intrinsik di sepanjang penelitian. tinjauan pustaka bisa jadi ditulis secara terpisah. Hal ini berarti bahwa peneliti tidak boleh terlalu banyak menulis tentang topik atau populasi yang tengah diteliti. tinjauan pustaka sebaiknya disajikan secara jelas dan dapat meringkas berbagai literatur yang relevan dengan masalah penelitian. peneliti menggunakan literatur secara konsisten berdasarkan asumsi-asumsi yang berasal dari para partisipan. penggunaan literatur dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan beragam cara. Dalam penelitian kualitatif. kualitatif. untuk penelitian . tinjauan pustaka ini jangan sampai terlalu rumit dan komprehensif karena pihak fakultas sangat mungkin akan meminta perubahan-perubahan besar ketika proposal penelitian diajukan. namun tetap berada dalam bagian pendahuluan.ada banyak cara yang bisa diterapkan. Menurut saya. yang jelas hal ini akan sangat bergantung pada jenis penelitian yang hendak dilakukan. Namun. ―Tinjauan Pustaka. Akan tetapi untuk artikel penelitian kualitatif. Untuk penelitian yang berorientasi teoretis. Tinjauan itu biasanya disajikan dalam bagian khusus bertajuk "Bacaan Terkait" setelah Pendahuluan. literatur-literatur tentang konsep kebudayaan atau teori kritis diperkenalkan terlebih dahulu dalam laporan atau proposal sebagai kerangka kerja orientasi. peneliti harus berusaha mendengarkan opini partisipan dan membangun pemahaman berdasarkan pada apa yang ia dengar.‖ yang mungkin saja membutuhkan 20 hingga 60 halaman lebih. Tidak seperti dalam disertasi dan tesis. Namun demikian. tidak memberi ruang bagi pandangan pribadi peneliti. atau metode campuran. Penelitian kualitatif pada umumnya dilakukan dengan pertimbangkan bahwa penelitian tersebut haruslah eksploratif. tinjauan pustaka juga jangan terlalu panjang—katakanlah maksimal 20 halaman—namun mampu menunjukkan kepada pembaca bahwa anda benarbenar memahami literatur-literatur yang berkaitan dengan topik penelitian. seperti etnografi atau etnografi kritis. bagaimanapun tinjauan pustaka ini ditulis.

dan saya merekomendasikan model ketiga ini karena penelitian grounded theory pada umumnya mengguakan literatur secara induktif. dan siapa saja yang telah menunjukkan upaya-upaya penelitian ke arah itu.‖ di akhir penelitian. Artinya. pustaka/literatur berfungsi untuk menjelaskan latar belakang "teoretis" atas masalah penelitian. Model pertama. teori kritis. seperti siapa saja yang telah menulis mengenai masalah ini. peneliti bisa saja memasukkan tinjauan pustaka dalam pendahuluan. Meski demikian. sangat bergantung pada literaturliteratur atau penelitian-penelitian yang tersedia. dan fenomenologi. seperti yang tampak pada Tabel 2.1. ada beberapa model tinjauan pustaka yang bisa anda pertimbangkan. Model ini banyak dijumpai dalam penelitian grounded theory. peneliti menyertakan bagian khusus. Penyajian latar belakang teoretis ini. yang berarti tinjauan pustaka bisa anda letakkan dalam ketiga lokasi ini. . Model ini biasanya diterapkan dalam penelitian kuantitatif atau dalam jurnal-jurnal yang berorientasi kuantitatif. Model kedua adalah dengan menempatkan tinjauan pustaka di bagian terpisah. dengan posisi ini. Saya menawarkan tiga model penempatan. studi kasus. Model ketiga. siapa saja yang telah menelitinya. dalam penelitian kualitatif yang berorientasi pada teori seperti etnografi. Peneliti dapat mencari model seperti ini di berbagai penelitian kualitatif yang menerapkan jenis strategi penelitian yang berbeda-beda. tentu saja. Untuk pendekatan kualitatif yang didasarkan pada opini partisipan. literatur-literatur jarang sekali digunakan untuk membangun tahap-tahap penelitian secara keseluruhan. peneliti juga dapat menempatkan tinjauan pustaka di bagian terpisah. dan advokasi atau emansipatoris.grounded theory. Penempatan ini dimaksudkan untuk membandingkan dan membedakan hasilhasil atau kategori-kategori yang muncul dalam penelitian dengan hasil-hasil atau kategorikategori yang terdapat dalam literatur. seperti ―Bacaan/Literatur Terkait.

. tetapi lebih sering diterapkan dalam penelitian grounded theory dimana seseorang dapat membedakan dan membandingkan satu teori dengan teori-teori lain yang terdapat dalam literatur Tinjuan pustaka disajikan dalam pendahuluan untuk menjelaskan kerangka ―teoritis-kronologis‖ masalah peneitian Tinjauan pustaka disajikan Pendekatan ini lebih disukai dalam bagian terpisah dengan oeh pembaca-pembaca yanng judul ―Tinjauan Pustaka. menggambarkan teori yang akan digunakan. peneliti kuantitatif menggunakan literatur secara deduktif sebagai kerangka kerja untuk merancang rumusan masalah dan hipotesis-hipotesis penelitian. tinjauan pustaka dalam penelitian kuantitatif dapat ditulis untuk memperkenalkan suatu teori suatu penjelasan atas hubungan-hubungan yang diinginkan (lihat Bab 3). Selain itu.Tabel 2.‖ sudah terbiasa dan nyaman dengan pendekatan pospositivis tradisional untuk tinjauan pustaka Tinjauan pustaka disajikan di akhir penelitian. peneliti meninjau kembali literatur yang ada dan membuat perbandingan antara hasil penelitian dengan penemuan-penemuan yang terdapat dalam literatur. Penelitian kuantitatif juga menggunakan literatur untuk mennperkenalkan masalah atau menggambarkan secara detail literatur-literatur sebelumnya dalam bagian khusus berjudul ―Literatur Terkait‖ atau "Tinjauan Pustaka. seperti etnografi dan kajian teori kritis Pendekatan ini dapat diterapkan di semua jenis rancangan kuaitatif. tetapi menjadi pentunjuk dan pembanding atas pola-pola atau kategori-kategori yang diperkenalkan dalam penelitian Penelitian kuantitatif. Biasanya berjudu ―Bacaan/Literatur untuk membandingkan dan membedakan hasil penelitian dengan apa yang terdapat dalam literatur. Dalam hal ini. apa pun itu jenis strateginya Kriteria Pendekatan ini biasanya diterapkan dalam penelitianpenelitian yang menggunakan teori yang sudah kuat di awal penelitian. Pada akhir penelitian. dan menjelaskan mengapa teori tersebut penting untuk dikaji. literatur tidak membimbing dan mengarahkan penelitian. di sisi lain. Pendekatan ini cocok untuk penelitian kualitatif yang bersifat induktif.1 Menggunakan Literatur dalam Peneitian Kualitatif Model Penggunaan Strategi Penelitian yang sesuai Harus ada beberapa literatur Model ini bisanya digunakan yang tersedia dalam peneitian-penelitian kualitatif.‖ atau judul-judul yang sejenis. menyertakan sejumlah besar literatur utama di awal penelitian untuk memberikan arahan/petunjuk atas pertanyaan-pertanyaan dan hipotesis-hipotesis penelitian.

peneliti menerapkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif sebelumnya dalam menulis tinjauan pustaka. pertimbangkan pula segmen tempat yang benar-benar sesuai untuk tinjauan pustaka. Model ini biasanya banyak muncul dalam artikel-artikel jurnal. Saya merekomendasikan beberapa langkah dalam menulis atau menggunakan pustaka untuk penelitian kualitatif. kecuali jika jenis rancangan yang diinginkan benarbenar membutuhkan orientasi atau petunjuk literatur yang detail di awal penelitian. Singkatnya. dan kritik atas kekuatan dan kelemahan metodologis dalam penelitian-penelitian tersebut. bergantung pada jenis strategi yang digunakan. Misalnya. Jika penelitian dimulai dengan tahap kualitatif.Cooper (1984) menyarankan tinjauan pustaka yang bersifat integratif: peneliti menyimpulkan tema-tema umum yang terdapat dalam literatur. tinjauan pustaka tidak terlalu ditekankan. gunakanlah literatur secara hemat di awal penelitian agar nantinya bisa terbentuk rancangan yang induktif. dan jadikan pembaca sebagai dasar keputusan untuk .  Dalam penelitian kualitatif. yang berarti si peneliti bisa menyajikannya secara detail di akhir penelitian jika pendekatannya berslfat induktif. Model kedua yang direkomendasikan Cooper adalah tinjauan pustaka yang bersifat teoretis: peneliti fokus pada teori-teori dalam berbagai literatur yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. peneliti bisa menyajikan literatur secara detail di setiap tahap kualitatif dan kuantitatif. Tmjauan semacam ini biasanya menyajikan ringkasan atas penelitian-penelitian sebelumnya. jika penelitian dimulai dengan tahap kuantitatif. Model ini sering digunakan dalam proposal disertasi dan dalam disertasi itu sendiri. Model yang terakhir ini kini sudah jarang ditemukan dalarn tesis dan disertasi. peneliti boleh jadi memasukkan tinjauan pustaka di awal penelitian yang dapat membantunya membangun logika atas rumusan masalah dan hipotesis penelitian. penggunaan literatur dalam proyek metode campuran sangat bergantung pada strategi dan bobot yang diberikan antara penelitian kualitatif atau kuantitatif. Dalam penelitian metode campuran. literatur disajikan pada setiap tahapan penelitian dengan tetap konsisten pada metode yang digunakan.  Masih dalam penelitian kualitatif. Jika peneliti menerapkan penelitian konkuren dengan bobot dan prioritas yang seimbang antara data kualitatif dan kuantitatif. kuantitatif dan metode campuran. Model terakhir yang disarankan Cooper adalah tinjuan pustaka yang bersifat metodologis: peneliti fokus pada metode-metode dan definisi-definisi. yang di dalamnya penulis sering kali menjelaskan teori di bagian pendahuluan. Untuk strategi sekuensial.

 Jika tinjauan pustaka diletakkan dalam bagian terpisah. Ingatlah opsi-opsi berikut: meletakkan tinjauan pustaka diawal tulisan untuk membantu membangun kerangka masalah penelitian. Kajian-kajian tersebut sering kali berupa studi-studi penelitian (karena anda memang tengah menggarap suatu penelitian). Ada banyak cara dalam menggarap tinjauan pustaka. mengevaluasi.  Masih dalam proposal penelitian kuantitatif. gunakanlah literatur dalam satu pola yang konsisten dengan jenis strategi yang dipilih dan sesuai dengan bobot yang diberikan pada pendekatan kualitatif atau kuantitatif. dan menyirnpulkan pustaka/literatur yang ada. Langkah-Langkah melakukan Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka berarti menempatkan dan menyimpulkan kajian-kajian tentang suatu topik tertentu. meletakkan tinjauan pustaka di bagian terpisah atau meletakkan tinjauan pustaka di akhir penelitian untuk membandingkan dan membedakannya dengan hasil penelitian. Di bawah ini adalah beberapa cara yang saya rekomendasikan untuk anda: . sebagai dasar untuk merancang rumusan masalah dan hipotesis penelitian. Teknik-Teknik Tinjauan Pustaka Apa pun jenis penelitiannya.  Dalam penelitian metode campuran. atau metodologis. tetapi sebagian besar sarjana melakukannya dengan cara yang sistematis untuk menangkap.  Dalam penelitian kuantitatif. dan sajikanlah literatur tersebut (tinjauan pustaka) dalam bagian terpisah untuk membandingkan hasil penelitian dengan konsep-konsep yang terdapat dalam literatur. tetapi kajian-kajian ini bisa juga meliputi artikelartikel atau pemikiran-pemikiran yang memberikan kerangka kerja dalam menjelaskan suatu topik. Praktik yang biasa diterapkan dalam penulisan disertasi pada umumnya adalah tinjauan pustaka secara integratif. gunakanlah literatur untuk memperkenalkan penelitian.pertimbangan ini. ada beberapa proses yang harus dilalui dalam melakukan tinjauan pustaka. gunakanlah literatur secara deduktif. teoretis. pertimbangkan apakah tinjauan tersebut akan ditulis secara integratif.

4. Peta literatur (literature map) merupakan sejenis gambar visual yang menampilkan pengelompokan literatur berdasarkan topik penelitian. Social Science Citation Index. seperti artikel-artikel atau buku~uku. cobalah untuk mencari database-database terkomputerisasi yang telah direview dan direkomendasikan oleh para peneliti ilmu sosial. 3. selanjutnya kunjungi perpustakaan dan mulailah-mencari katalog untuk materi-materi referensi (seperti. Mulailah dengan mengidentifikasi beberapa kata kunci (keywords) penelitian. Peta inilah yang nantinya akan menggambarkan bagaimana penelitian Anda memberikan kontribusi pada literatur-literatur yang ada. Sociofile. PsycINFO. Namun. dan bahanbahan pustaka di perpustakaan universitas. bahkan beberapa di antaranya sudah tersedia dalam bentuk CD-ROM. Pertama-tama. mulaiIah merancang peta literatur (yang akan dibahas lebih detail pada subbab khusus). ProQuest. Ketika Anda mengidentifikasi beberapa literatur. dan saya menyarankan Anda fokus terlebih dahulu pada jurnal-jurnal dan buku-buku yang relevan dengan topik penelitian anda. Ringkasan-ringkasan inilah yang nantinya akan dimasukkan ke dalam tinjauan pustaka anda. buatlah ringkasan dari beberapa artikel yang paling relevan. jurnal-jurnal dan buku-buku). kebanyakan perpustakaan saat ini sudah memiliki database terkomputerisasi. 6. Setelah mernbuat peta literatur. Database-database ini sudah bisa diakses secara online. cobalah menemukan sedikitnya 50 laporan penelitian. referensi-referensi. Prioritaskan pencarian pada artikel-artikel jurnal dan buku-buku karena sumber-sumber seperti ini sangat mudah diperoieh. pastikan apakah artikel ataubab tersebut akan cukup memberi kontribu. atau apakah anda perlu meminta bantuan dari pustakawan untuk mengirimkannya. Langkah ini utamanya pent. Setelah kata kunci diperoleh. Google Schoolar.1. seperti ERIC.si yang memadai untuk tinjauan pustaka Anda 5.ng ketika Anda ingin mencari materi-materi. dan sebagainya. yang berhubungan dengan topik penelitian anda. Pastikan apakah artikel-artikel danbuku-buku tersebut tersedia diperpustakaan akademik anda. atau apakah Anda harus membelinya di toko buku. Dalam proses ini. 2. Bacalah sepintas sekumpulan artikel atau bab-bab dalam buku. lalu salinlah/gandakanlah babbab atau artikel-artikel yang memang relevan dengan topik anda. . Selain itu. Kata kunci ini bisa saja Anda peroleh ketika Anda tengah mengidentifikasi topik penelitian atau bisa jadi berasal dari hasil pembacaan beberapa buku.

Jika Anda berminat menggunakan ERIC.ed. 7. lalu jelaskan mengapa penelitian anda benar-benar memiliki kebaruan tersendiri dibandingkan literatur-literatur yang sudah ada. dan materi-materi lain tentang berbagai topik yang berbeda-beda. utarakan pandangan umum anda tentang tema keseluruhan yang anda peroleh dari literatur-literatur yang ada. kini saatnya membuat tinjauan pustaka. makalah seminar. seperti petunjuk American Psychological Association (APA) (APA. dengan menyusunnya secara tematis atau berdasarkan konsep-konsep penting. makalah seminar. database terkomputerisasi sudah banyak tersedia di berbagai perpustakaan dan menyediakan akses pada ribuan jurnal. Saat ini. undang-undang.gov. Koleksinya meliputi artikel ilmiah. namun database-database ini sudah populer dan menjadi sumber utama yang seriing kali digunakan oleh para peneliti profesional untuk mencari artikel-artikel jurnal dan dokurnen-dokumen lain yang diar.2 juta item yang telah terindeks sejak 1966. dan link-link untuk berbagai materi yang full-text. Beberapa database yang akan saya sajikan dalam buku ini memang sedikit. 2001) agar anda memiliki referensi yang lengkap untuk digunakan di akhir proposal penelitian.erx. ERIC mengindeks lebih dari 600 jurnal. idenditikasilah deskriptor-deskriptor yang berhubungan dengan topik anda. Deskriptor . database terkomputerisasi memberikan akses yang cepat dan mudah. buku. dan materimateri lain yang berhubungan dengan pendidikan. Database yang disponsori oleh Institute of Educational Sciences (IES) Departemen Pendidikan AS ini dapat Anda kunjungi di http://www.ggap penting. Setelah rnembuat ringkasan dari beberapa literatur yang anda peroleh. ERIC (Educational Resources Information center) merupakan perpustakaan digital Qnline gratis yang berisi berbagai penelitian dan informasi yang berhubungan dengan pendidikan. Perpustakaan akademik di sebagian besar Universitas pada urnumnya juga sudah memiliki database komersial ataupun database-database domain publik. sintesis penelitian. ERIC memungkinkan user mengakses sekitar 1. laporan teknis. Database Terkomputerisasi Dalam proses pengumpulan bahan/materi yang relevan.Masukkanlah referensi-referensi relevan dalam tinjauan pustaka dengan menggunakan petunjuk penulisan yang sesuai. Di akhir tinjauan pustaka.

Center. seperti makalah peer-reviewed. Selain Google Schoolar. PubMed juga memiliki link-link yang terhubung dengan artikel-artikel full-text (yang terdapat di perpustakaan-perpustakaan akademik) dan sumber-sumber lain yang relevan.nih. dan artikel-artikel dari penerbit akademik. Dengan MeSH. Anda juga bisa memperoleh abstraksi materi ilmu-ilmu kesehatan mealui database PubMed gratis. saya merekomendaskan agar anda mencari artikel-artikel ilmiah dan dokumen-dokumen terkini yang berhubungan dengan topik ~^r^lda. website-website relevan. Anda bisa mencari deskriptor ini melalui Thesaurus of ERIC Descriptors (Educational Resources Information. dan sumber-sumber untuk membeli full-fext artikel tersebut. Artikel-artikel yang terdaftar dalam Google Schoolar pada umumnya dilengkapi dengan link-link yang terhubung dengan abstraksi. kelompok profesional. Database ini memungkinkan anda mencari materi-materi dari berbagai sumber dan disiplin pengetahuan. Untuk mendapatkan hasil pencarian yang maksimal dari PubMed. dan organisasi-organisasi intelektual yang lain. Perpustakaan-perpustakaan akademik saat ini juga sudah memiliki situs-situs berlisensi untuk database-database komersial tertentu.merupakan istilah yang digunakan oleh indexer dalam mengategorisasi artikel atau dokumendokumen lain.ncbi. Database ini merupakan layanan Perpustakaan Nasional Kesehatan AS. universitas. yang memungkinkan peneliti mencari berbagai database yang . untuk mengindeks artikel-artikel di MEDLINE/PubMed. lihatlah dengan cermat deskriptor-deskriptor yang digunakan dalam artkel dan dokumen tersebut. artikel-artikel relevan. Salah satu situs yang biasanya dimiliki adalah ProQuest (http://proquest.gov).com). Kemudian. abstraksi. 1975) atau melalui thesaurus online lain. tesis. anda bisa memperoleh referensi-referensi yang sesuai dengan topik yang Anda cari. yang memiliki lebih dari 17 juta kutipan dari MEDLINE. versi artikel elektronik yang berafiliasi dengan perpustakaan tertentu. dan jurnaljurnal life science yang menerbitkan artikel-artikel biomedis sejak 1950-an (www. buku. sejenis thesaurus kosakata yang dikontrol oleh Perpustakaan Nasional Kesehatan AS. anda sebaiknya menggunakan MeSH (Medical Subject Hendings).nlm. Database gratis lain adalah Google Scholar. Untuk memperoleh hasil maksimal dari program ERIC. lalu lakukan pencarian lain dengan menggunakan islah-istilah yang baru anda temukan ini. Tips ini akan memaksimalkan kemungkinan diperolehnya beberapa artikel yang layak untuk tinjauan pustaka.

antropologi.150 judul jurnal. tentu saja situs ini bisa menjadi salah satu perangkat pencarian yang dapat anda gunakan sebelum memanfaatkan database-database yang lain. Dissertation Abstracts. anda bisa membuat daftar referensi secara kronologis yang mendokumentasikan evolusi historis dari suatu gagasan atau penelitian tertentu. dan disiplin-disiplin lain yang relevan. Database ini memilild Thesaurus of Psychological Index Terms yang dapat dirnanfaatkan untuk mencari istiaah-istiaah penting dalam literatur psikologi.com]). pendidikan. Database ini terutama berguna ketika anda ingin mencari satu penelitian kunci yang dijadikan awal mula rujukan oleh penelitian-penelitian lain.csa.berbeda-beda. anda bisa mencari ERIC. seperti kedokteran. Thomson Scientific [http://isiwebofknowledge. Database ini mencakup bidang psikologi serta aspek-aspek psikologis dari disiplin-disiplin yang relevan.org). Untuk literatur dalam bidang psikologi dan bidang-bidang yang terkait. fisiologi. Misalnya. PsyclNFO (http:// www. ada beberapa tips yang saya rekomendasikan jika Anda ingin memanfaatkan database terkomputerisasi ini: . hanya dengan mengakses situs ini. Database komersial lain yang berlisensi yang sudah banyak dimiliki oleh berbagai perpustakaan akademik adalah Sociological Abstracts (Cambridge Scientific Abstracts. keperawatan. disertasi resensi buku. Database ini mengindeks 2. Ringkasnya. kajian sosial. dan hukum. bisnis. Daftar kronologis tersebut bisa jadi sangat membantu dalam melacak perkembangan gagasan-gagasan tentang topik tinjauan pustaka Anda. konon. Health and Medical Complete. Periodicals Index.700 jurnal yang meliputi 50 disiplin dan juga mengindeks item-item relevan dari lebih 3300 jurnal sains dan teknik. psikiater. Karena memasukkan berbagai database yang berbeda-beda. dan buku-buku terpilih dalam sosiologi. dan berbagai database spesifik lain (seperti International Index to Black Periodicals). farmasologi.apa. Database ini mengindeks lebih dari 2000 jurnal. sosiologi. Database komersial terakhir yang banyak tersedia di perpustakaan adalah Social Sciences Citation Index (SSCI. anda bisa mengakses database komersial psikologi. http://www. Dengan demikian. linguistik. Database ini dapat digunakan untuk mencari artikel-artikel dan pengarang-pengarang yang telah melakukan penelitian mengenai topik tertentu. makalah seminar. merupakan salah satu tempat penyimpanan konten onine terbesar di dunia. disertasi dari berbagai negara. Database ini mengindeks sekitar 1. PsycInfo. Web of Knowledge. Situs ini. buku.com).

link.  Prioritas dalam Memilih Literatur Saya sangat merekomendasikan agar Anda membuat satu prioritas ketika mencari literatur. 1992. 1950).  Carilah beberapa database yang berbeda.  Gunakanlah database-database yang menyediakan akses. atau anda bisa mencarinya dalam artikel-artikel jurnal atau abstraksi-abstraksi ilmiah (rnisalnya. 1988). lalu lihatlah istilah-istilah penting yang digunakan dalam artikel tersebut. beralihlah pada artikel-artikel ilmiah yang diterbitkan oleh jurnal-jurnal nasional/internasional kenamaan. cobalah memulainya dengan mempelajari sintesis-sintesis umum dari literatur yang ada. namun belum tahu bagaimana harus melakukannya.  Carilah satu artikel yang sangat berkaitan dengan topik anda. Anda mencari ringkasan-ringkasan literatur yang terkait dengan topik Anda di beberapa ensiklopedia (misalnya. Jenis-jenis literatur apa saja yang ingin Anda masukkan dalam tinjauan pustaka? Pertimbangkan beberapa hal berikut ini: 1. atau informasi tentang gandaan full-text dari artikel-artikel yang anda inginkan (baik di perpustakaan atau di toko buku) agar anda bisa menghemat lebih banyak waktu untuk mencari gandaan artikel-artikel lni. misalnya Anda harus tetap menggunakan database ERIC meskipun topik penelitian anda tidak terlalu berhubungan dengan pendidikan. seperti thesaurus --jika tersedia. Misalnya. 2. Gunakanlah database literatur online gratis serta database-database gratis lain yang tersedia di perpustakaan akadernik anda. atau anda menggunakan PsycINFO meskipun anda merasa topik anda tidak terlalu berkaitan dengan psikologi. Selanjutnya. Baik ERIC maupun PsycINFO sama-sama memandang pendidikan dan psikologi sebagai istilah umum yang bisa diteliti dengan berbagai topik yang berbeda  Gunakanlah panduan istilah-istilah untuk mencari artikel yang anda inginkan. khususnya jurnal-jurnal yang menampilkan laporan . Aikin. kemudian gunakan istilah-istilah itu untuk men-search literatur lain yang relevan. Keeves. Jika Anda ingin meneliti topik tertentu. dalam Annual Review of Psychology.

Setelah artikel. cobalah Anda menjawab rumusan masalah dan hipotesis tersebut. Anda bisa melihat apakah ada dewan editorialnya dan apakah artikel-artikel di dalamnya ditulis oleh individu-individu dari berbagai belahan dunia. . ada yang membutuhkan. Kemudian. Dari database inilah Anda bisa menghubungi para penyaji yang telah menulis makalah yang relevan dengan topik Anda. Hadirilah seminar-seminar nasional. Dari sini. Anda bisa mencarinya melalui database. Tanyakan juga apakah mereka memiliki sebuah instrumen yang mungkinbisa digunakan atau dimodifikasi untuk penelitian anda. Jika tidak. lalu dapatkan makalah-makalah yang disampaikan oleh penyaji. Sebagian besar seminar. lalu tanyakan apakah mereka mengetahui penelitian-penelitian yang berhubungan dengan topik Anda. Kirimlah email atau teleponlah mereka. Mencari dalam Dissertation Abstracts mungkin saja menghasilkan satu atau dua disertasi yang relevan. Microfilm Library. Jika memungkinkan. Di halaman-halaman pertama jurnal ini. begitu seterusnya. dan Anda perlu selektif dalam memilih disertasi-disertasi tersebut untuk disertakan dalam tinjauan pustaka. 4. 3.penelitian. Akan tetapi Anda perlu berhati-hati karena setiap disertasi memiliki kualitas yang berbeda-beda. Tindaklanjuti referensi referensi di akhir artikel untuk memperoleh sumbersumber lain yang mendukung. atau buku-buku yang berisi bab-bab yang ditulis oleh pengarang yang berbeda-beda. Anda bisa mencari buku-buku yang berkaitan dengan topik Anda. pertimbangkan beberapa buku yang berhubungan dengan satu topik yang ditulis oleh seorang pengarang atau sekelompok pengarang. periksalah entri-entri dalam Dissertation Abstracts (University Microfilms. l938). dan ada pula yang meminta para penyaji untuk mencantumkan makalahnya dalam database-database terkomputensasi. Mulailah dengan isu-isu terkini dalam jurnaljurnal tersebut dan carilah artikel-artikel penelitian yang terkait dengan topik Anda. dan Anda bisa meminta gandaan disertasi ini melalui pustakawan atau University of Michigar. Ada beberapa jurnal yang bisa Anda pelajari dalam bidang Anda. dan biasanya jurnal-jurnal tersebut diterbitkan oleh dewan editorial dan para penulis profesional dari belahan Amerika Serikat dan dunia. Mulailah dengan naskah-naskah penelitian yang merujuk pada berbagai literatur penting. Lanjutkan usaha Anda di atas dengan melacak makalah-makalah seminar terkini. 5. Para penulis di jurnal-jurnal seperti ini biasanya mengekspos rurnusan masalah atau hipotesis penelitian mereka.

Anda terlebih dahulu harus mencari tahu apakah jurnal-jurnal tersebut benar-benar memiliki dewan editor profesional dan menetapkan standar-standar untuk menerima naskah-naskah yang masuk. peneliti juga perlu menyusun literatur tersebut sedemikian rupa untuk disajikan dalam tinjauan pustaka. Perhatikan. Kemudahan mengakses dan kemampuannya untuk memposting beragam artikel membuatnya lebih atraktif. apakah artikel-artikel ini memang mencerminkan sejenis penelitian yang rigid. ataukah tidak. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Artikel tersebut juga tak jarang merepresentasikan suatu penelitian tentang topik tertentu. Website juga menyediakan bahan-bahan yang berguna untuk tinjauan pustaka. penyusunan ini memungkinkan pembaca untuk memahami apakah penelitian yang diajukan hanya sekadar menambah. Peta Literatur Penelitian Selain mencari literatur. dan ternyata sangat membantu para mahasiswa ketika mereka menyusun tinjauan pustaka untuk dipresentasikan di hadapan dewan penguji. Saya meletakkan artikel-artikel jurnal di urutan teratas karena artikel-artikel semacam ini sangat mudah dicari dan digandakan. yang layak dimasukkan ke dalam tinjauan pustaka Anda. di sisi lain. dan sistematis. yakni menyajikan literatur dengan teknik .6. apalagi pada umumnya disertasi merupakan materi yang sangat sulit dipahami. Peta literatur merupakan ringkasan visual dari penelitian-penelitian yang sudah dilakukan orang lain. sering kali juga menyertakan artikel-artikel yang telah diperiksa secara cermat oleh dewan editor. atau dalam makalah presentasi dan artikel ilmiah. Namun. atau hanya menampilkan gagasan-gagasan yang kurang bermutu. Salah satunya adalah disusun secara hierarkis. berkualitas. Selain itu. menduplikasi. pelajarilah terlebih dahulu artikel-artikel ini dengan hati-hati agar Anda memperoleh artikel yang benar-benar berkualitas. Meski demikian. Pendekatan penting dalam menyusun literatur ini adalah dengan membuat literature map (peta literatur). Jurnal-jurnal online. berhati-hatilah dalam memilih artikel-artikel ilmiah di website kecuali jika artikel-artikel tersebut berasal dari salah satu artikel ilmiah yang diterbitkan oleh jurnaljumal tertentu. Disertasi diletakkan dalam daftar prioritas yang lebih rendah karena disertasi pada umumnya memiliki kualitas yang berbeda-beda dan karenanya sangat sulit dicari. atau justru memperluas penelitian yang sudah ada sebelumnya. Peta ini biasanya disajikan dalam bentuk gambar dan bisa disusun dengan berbagai cara. Pendekatan ini merupakan gagasan yang saya peroleh beberapa tahun lalu.

top-down. . Struktur lain bisa saja dibuat menyerupai flowchart. di mana pembaca melihat tinjauan pustaka disusun layaknya suatu hamparan (unfolding) yang membentang dari kiri-kekanan. Model ketiga bisa berbentuk lingkaran-lingkaran di mana setiap lingkaran mencerminkan satu literatur dan titik potong lingkaran-lingkaran yang mengindikasikan penelitian selanjutnya. dan semuanya ternyata efektif. Saya pernah melihat contoh-contoh dari ketiga struktur ini. yang pada bagian paling bawah diisi oleh peneilitian yang diajukan. dengan sisi-kanan paling akhir diisi oleh penelitian yang diajukan.

19980 Treatment yang Tidak Adil (dailey dan Kirk. dan Cropanzona. 2000) Perilaku-perilaku Kewarganegaraan Organisasi Moorman. Lind. 1998. dan Price. Hall. Hunton. 1996) Outcome-outcome (Masterson. Ambrose. 2000) Struktur-struktur Organisasi (Schminke. Kickul. 1990) Kemimpinan (Wiensenfeld. Kanfer. 1994) Yang perlu diteliti (Keadilan dan Kultur Prosedural Gambar 2. Brockner. 1995) Pendapat/Suara (Bies dan Shapiro. May. 1998. 1994) Penjelasan-penjelasan Iklim (Nauman dan Bennett. 2011. 2000) Kredit Macet (Shaubroeck.1 Contoh Peta Pustaka *Kekhawatiran-kekhawatiran para pekerja terhadap keadilan dalam keputusan-keputusan manajerial SUMBER: Janovec (1002) Dicetak atas izin resmi . Lewis. 2000) Kepercayaan (Konovsky dan Pugh. dan Brown. 1992. 1994) Pengetahuan (Schappe. 2000) Sejarah (Lawson dan Angle. 1991) Dukungan Organisasi (Moorman. dan Thibalt.Keadian Prosedural dalam Organisasi* Terbentuknya Persepsi tentang Keadian Efek-efek Keadilan Keadian dalam Perubahan Organisasi* Motif-motif (Tyler. Blakely. Tepper. 1998) Relokasi (Daily. Goldman. dan Niehoff. dan Taylor. 1998) Divestasi (Gopinath dan Becker. dan Early. 2000) Pengambilan Keputusan strategis (Kim dan Mauborgne.

cobalah memasukkan penelitian-penelitian kuantitatif. ada pula label-label yang menggambarkan sifat dari penelitian yang terdapat di dalamnya. Saya merekomendasikan Anda untuk menggunakan referensi-referensi yang terbit baru-baru ini dan secara tepat menuliskan referensi-referensi tersebut. Dia menempatkan topik penelitiannya di kotak hierarki paling atas.  Kembali lagi ke peta literatur Janovec. yaitu Procedural Justice and Culture (Keadilan dan Kultur Prosedural). berdasarkan gaya tertentu.  Dalam setiap kotak. seperti gaya APA.  Khusus untuk peta literatur Anda. bergantung pada ketersedian penelitian-penelitian lain sebelumnya.  Dalam setiap kotak itu pula disertakan referensi-referensi relevan lain yang terkait. Gambar 2. perluasan ini tentu saja bergantung pada jumlah literatur yang tersedia dan kedalaman eksplorasi dari setiap literatur tersebut. Janovec kemudian menyajikan cabang-cabang lanjutan dari setiap kotak untuk menunjukkan keluasan penelitiannya. Peta Janovec ini menggambarkan model hierarkis. lalu menyusunnya ke dalam tiga subtopik umum (misalnya. Susunan Persepsi Keadilan. Selanjutnya. kualitatif. lalu ia menggambar garis-garis untuk literatur-literatur sebelumnya. Namun. peneliti bisa saja menempatkan lebih sedikit atau banyak dari sekadar empat kategori. Semua ini disusun untuk membuktikan bahwa proyek penelitian Janovec dapat memperluas literatur-literatur tersebut. Setiap topik umum menuntun subtopik-subtopik tertentu yang dilanjutkan dengan subtopik-subtopik berikutnya. begitu seterusnya. dan metode campuran di dalarnnya .  Perhatikan pula tingkatan-tingkatan dalam peta literatur ini. peneliti sebaiknya membangun gambaran visual atas penelitian-penelitian atau literatur-literatur yang sudah ada sebelumnya.  Anda bisa saja membuat peta literatur yang jauh lebih luas ketimbang peta literatur di atas. dalam setiap kotak. 2001). Setelah menyusun literatur-literatur dalam bentuk diagram hierarkis. Dia membuat kotak Need to Study (Yang Perlu Diteliti) di bagian peta paling bawah yang menunjukkan penelitian yang ia ajukan. dia mencari penelitian-penelitian lain di database terkomputerisasi.1 rnerupakan contoh peta literatur yang mengilustrasikan literatur-literatur yang berkaitan dengan keadilan prosedural dalam studi-studi organisasi (Janovec. dan Keadilan demi Perubahan Organisasi).Intinya. Untuk peta seperti ini. EfekEfek Keadilan. dengan prinsip-prinsip rancangan peta yang sangat baik.

abstraksi tidak hanya ditulis di bagian awal penelitian. tunjukkan kekurangan teknis dari metodologis dalam literatur/ penelitian tersebut.). carilah pernyataan-pernyataan si penulis yang menunjukkan jawaban singkat atas rumusan masalah dan hipotesis penelitian yang diajukan sebelumnya. abstraksi pada umumnya ditulis di bagian awal penelitian. Untuk membuat abstraksi. populasi atau data penelitian. sedangkan hasil penelitian sering kali disampaikan di akhir karya tulis (biasanya dalam penutup/kesimpulan).  Menyatakan secara singkat informasi tentang sampel. 1984). utamanya yang terkait dengan topik penelitian. Perhatikan contoh berikut : . Dalam jurnal-jurnal ilmiah. abstraksi yang baik mencakup beberapa poin berikut:  Menyatakan masalah yang tengah dibahas. Jika penelitian tersebut berbentuk karya tulis ilmiah. Abstraksi merupakan tinjauan singkat atas literatur (biasanya dalam bentuk paragraf pendek) yang meringkas elemen-elemen utama agar pembaca dapat memahami keunggulan-keunggulan dasar dari setiap literatur. dia perlu mencari literatur-literatur. Untuk mengabstraksikan penelitian-penelitian relevan lain yang sudah dilakukan sebelumnya. Informasi tentang sampel. carilah di pertengahan (biasanya dalam bagian metode/ prosedur penelitian). tetapi juga bisa ditulis dalam bagian tinjauan pustaka. Abstraksi ini harus mewakili isi dari setiap literatur. Namun. kita dapat melihat ada banyak contoh abstraksi ini. carilah masalah dan tujuan penelitiannya (biasanya terdapat dalam pendahuluan). Khusus di bagian akhir ini.  Jika tinjauan pustakanya bersifat metodologis (Cooper. seperti disertasi atau tesis. Hal yang sama juga dilakukan jika penelitiannya berbentuk buku. lalu membuat abstraksi atas literatur-literatur tersebut. Abstraksi menjadi informasi penting manakala peneliti ingin meninjau puluhan atau bahkan ratusan literatur. dalam penelitian-penelitian akademik. ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Dalam jurnal ilmiah. Biasanya.  Menyatakan tujuan atau fokus utama penelitian.Mengabstraksikan Literatur Ketika peneliti menulis tinjauan pustaka untuk penelitiannya.  Membahas hasil-hasil inti yang berhubungan dengan penelitian yang diajukan. yang biasanya ditujukan untuk mendeskripsikan materi literatur-literatur atau penelitian-penelitian sebelumnya yang terkait dengan topik penelitian yang diajukan (penj. populasi atau data. peneliti perlu mempertimbangkan materi apa yang akan diringkas dari literatur yang ada.

. model tiga-dimensi yang mengelompokkan 36 bidang akademik ke dalam bidang0bidang yang ―sulit atau mudah. yang diikuti dengan informasi tentang pengumpulan data dan diakhiri dengan pernyataan tentang hasil-hasil utama dan implikasi-implikasi praktis dari hasi-hasil tersebut. Creswell. Seagren. Berdasarkan penemuan ini. dan seterusnya.  Jika jenis tinjauan pustakanya bersifat metodologis. Dalam kutipan ini. kami meringkas tujuan inti penelitian. Merekomendasikan agar para ketua/pimpinan yang mengembangkan program-program inservice perlu mempertimbangkan perbedaan-perbedaan antarbidang yang dipimpinnya. Delapan ketua jurusan yang bertugas di empat perguruan tinggi dan satu universitas negeri Midwestern menjadi partisipan dalam penelitian ini. jelaskan kekurangan-kekurangan tulisan tersebut dalam hal penalaran.Contoh 2.‖ dan ―kehidupan atau nono-kehidupan. bagaimana mengabstraksilcan esai. dan sintesis dari penelitian sebelumnya. Pada contoh di atas. kami menulis abstraksi penelitian berdasarkan referensi in-text dengan format APA (2001).  Identifikasilah tema utama tulisan tersebut. Lalu. Dalam abstraksi ini. padahal tulisan tulisan seperti ini tidak termasuk dalam studi penelitian? Untuk tulisan-tulisan yang berbasis penelitian non-empiris seperti di atas. sangat mirip dengan paragraf yang muncul dalam tinjauan pustaka yang biasanya terdapat dalam disertasi atau artikel jurnal.‖ sebagai prediktor atas kebutuhn pengembangan profesional seorang pemimpin. dan Henry (1979) menguji mode Biglan. kekuatan argumentasi. Hasinya menunjukkan bahwa para ketua jurusan dalam bidang akademik yang berbeda memiliki kebutuhan pengembangan profesional yang berbeda-beda pua. logika. Creswell dkk.1 Tinjauan Pustaka dalam Penelitian Kuantitatif Berikut ini. salah satu contoh abstraksi yang mengilustrasikan karakteristikkarakteristik di atas. tipologi. abstraksinya dapat dibuat dengan cara berikut:  Sebutkan masalah yang dibahas oleh tulisan tersebut. Seagren.  Nyatakan kesimpulan utama yang berhubungan dengan tema itu. ringkasan satu paragraf atas komponen-komponen utama dalam peneitian kuantitatif (Creswel.‖ ―murni atau aplikasi. opini. 1979). Berikut ini. & Henry. saya telah memiih komponen-komponen kunci untuk diabstraksikan.

dan Swayne (1991) mengangap bahwa lingkungan eksternal berdampak pada mekampuan rumah sakit untuk beradaptasi dengan perubahan. ternyata tidak ada satu pun skema konseptual atau model komputer yang komprehensif yang berhasil dikembangkan untuk menganalisis isu-isu lingkungan (Ginter et al. 1991). dan menyatakan kesimpulan yang berhubungan dengan tema tersebut (seperti. seperti yang terdapat dalam Gambar 2. "tidak ada satu pun model konseptual yang komprehensif. tema.2 Tinjauan Pustaka dalam Studi Tipologi Sudduth (1992) menyelesaikan disertasi kuantitatifnya dalam bidang poitik tentang adaptasi strategis di beberapa rumah sakit pedesaan. Landasan utama dalam melakukan tinjauan pustaka adalah menggunakan gaya referensi yang tepat dan konsisten di sepanjang tulisan. Sudduth mereview penelitian/literatur relevan lain dengan menggunakan gaya referensi in-text untuk menjelaskan masalah ("kemampuan rumah sakit untuk menyesuaikan perubahan"). Duncan. seperti format yang konsisten dalam mengutip referensi membuat judul. Petunjuk Gaya Pada dua contoh sebelumnya. saya telah memperkenakan gagasan tentang bagaimana menggunakan gaya APA untuk mereview artikel di bagian awal abstraksi. dan tipologi Ginter. Untuk membantu pengelola rumah sakit mengevaluasi lingkungan ekternal. Meraka lalu menyimpulkan bahwa perubahan yang paling strategis adalah perubahan yang bertumpu pada proses evaluasi yang non-quantifiable dan non-judgemental. dewan pertimbangan disertasi." "mengembangkan suatu tipologi‖).1 Pada contoh di atas. Ginter et al. Dalam hal ini.Contoh 2. yakni masalah. Petunjuk gaya (style manual) menyediakan arahan-arahan bagi para peneliti untuk menulis penelitian bergava akademis. . menyajikan tabel dan gambar. mengidentifikasi tema utama ("suatu proses yang mereka sebut sebagai enviromental analysis"). Untuk proposal disertasi. dan menggunakan bahasa yang tidak diskriminatif. Ketika mendapatkan dokumen yang sekiranya penting dan relevan. Meraka kemudian menyarankan suatu proses yang dikenal dengan analisis lingkungan (environmental anaysis) yang memungkinkan suatu organisasi dapat merespons secara strategis perubahan-perubahan muncu di lingkungan. Richardson. staf jurusan atau universitas tentang gaya seperti apa yang seharusnya digunakan dalam mengutip referensi. jadikanlah dokumen tersebut sebagai referensi dengan menggunakan gaya yang sesuai. mahasiswa pascasarjana seharusnya meminta arahan dari pihak fakultas. (1991) lalu mengembangkan suatu tipologi. Dia melakukan tinjauan pustaka di awal penelitian. Sudduth meringkas tiga ha..

aspek terpenting dalam penggunaan petunjuk gaya adalah konsistensi di sepanjang tulisan.  Dalarn makalah/karya tulis akademik. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi saya terkait dengan bagaimana menggunakan petunjuk gaya untuk keperluan tulisan akademik:  Ketika menulis referensi in-text. perhatikan apakah footnote tersebut berada di bagian bawah setiap halaman.  Ketika menulis referensi end-of-text. perhatikan juga apakah petunjuk gaya yang Anda gunakan mengharuskan referensi ini ditulis secara alfabetis atau numerik. Style manual pada umumnya mempertimbangkan beberapa format penting. bukalah petunjuk gaya untuk mendapatkan format yang sesuai untuk setiap tingkatan tersebut.Publication Manual of the American Psychological Association. Fifth Edition (APA. dan spasi. Gaya penulis Universitas Chicago (A Manual of Style. dan penggunaan gambar dan tabel.  Tabel (table) dan gambar (figure) memiliki format-formatnya tersendiri dalam setiap petunjuk gaya. Selain itu.text. perhatikan seberapa banyak tingkatan judul yang akan Anda tulis dalam penelitian Anda. Biasanya. end-of. judul (heading) biasanya disusun dalam bentuk tingkatan-tingkatan.  Jika menggunakan catatan kaki (footnote). Perhatikan aspek-aspek penting. perhatikan format yang tepat untuk jenis-jenis referensi dan kutipan ganda. di akhir setiap bab. judul. pastikan pula bahwa setiap referensi in-text sudah masuk dalam daftar end-text. Footnote saat ini jarang sekali digunakan dalam makalah/karya tulis akademik dibandingkan beberapa tahun lalu. . seperti intext. Beberapa jurnal juga telah mengembangkan variasi gaya mereka sendiri. laporan penelitian berisi sekitar dua hingga empat tingkatan judul. seperti garis yang harus dicetak tebal (bold). 1982). Ringkasnya. Jika Anda menyertakan footnote. judul. Kemudian. perhatikan petunjuk gaya untuk mengetahui bagaimana menulis footnote yang sesuai. Pertama-tama. Saya merekomendasikan Anda mengidentifikasi satu gaya yang dapat diterima oleh para pembaca dan segera mengadopsinya dalam proyek penelitian Anda. 2001) merupakan petunjuk gaya yang paling sering digunakan dalam bidang pendidikan dan psikologi. pada contoh-contoh yang disajikan. Turabian (1973). atau di akhir makalah. dan Campbell dan Ballou (1977) juga sering digunakan dalam bidang ilmu sosial meskipun tetap kurang populer jika dibandingkan dengan gaya APA.

peneliti perlu mendefinisikan istilah-istilah penting di awal penelitian. keilmuan kita akan terbentuk dengan baik.Definisi Istilah Topik lain yang berhubungan dengan tinjauan pustaka adalah identifikasi dan definisi istilah-istilah yang dibutuhkan pembaca untuk memahami proyek penelitian yang diajukan. 2007). Alasannya adalah bahwa dalam penelitian-penelitian formal seperti ini. namun saya tetap merekomendasikan Anda untuk mendefinisikan istilah-istilah tertentu y ang kemungkinan tidak dipahami oleh sebagian besar pembaca. "para ilmuwan harus mendefinisikan istilah-istilah yang dapat menjelaskan penelitian mereka secara tepat dan dapat mengomunikasikan penemuan-penemuan dan gagasan-gagasan mereka secara akurat" (hlm. atau justru diletakkan di bagian lain dalam proposal penelitian. seperti diungkapkan oleh Firestone (1987) berikut ini: Bahasa sehari-hari memiliki makna yang sangat kaya dan beragam. mahasiswa harus tepat dalam menggunakan bahasa dan istilah. Bagian defnisi istilah bisa saja ditulis secara terpisah dari tinjauan pustaka. Sepert halnya simbol. utamanya dalam hal keakuratan. Inilah alasan mengapa istilah-istilah umum atau bahasa-bahasa sehari-hari pun bisa saja memiliki "maknamakna teknis" jika digunakan untuk tujuan keilmuan (hlm. definisi istilah biasanya ditulis di bagian khusus. bisa pula masuk dalam tinjauan pustaka. & Silverman. definisikan istilah-istilah vang kemungkinan tidak dimengerti oleh orangorang di luar bidang penelitian Anda. Sebagai mana pendapat Wilkinson (1991). kekuatan bahasa berasal dari kombinasi antara makna dengan konteks tertentu. 22). definisikan istilah-istilah ketika muncul pertama kali agar pembaca tidak perlu kembali lagi membaca di bagian awal ketika mereka menemukan istilah-istilah tersebut dibagian akhir atau pertengahan. Pentingnya sejumlah istilah untuk didefinisikan memang hanya persoalan judgment saja. Selain itu. Demi keakuratan inilah. Karena itu. Bahasa ilmu saat ini tampaknya terlalu sering mengabaikan keanekaragaman makna ini. definisikan istilah-istilah yang muncul di semua bagian proposal penelitian Anda: . Mendefinisikan istilah juga dapat menambah keakuratan suatu penelitian. Spirduso. Dalam proposal disertasi dan tesis. atau istilah-istilah yang terdengar asing (Locke. Hanya dengan menjelaskan pemikiranpemikiran dalam definisi-definisi yang otoritatiflah. 17). Saran saya.

 Di sisi lain. karena bersifat induktif dan melibatkan rancangan metodologis.  Dalam penelitian metode campuran. atau bahkan di bagian akhir penelitian. dalam penelitian kuantitatif—yang sering ditulis secara deduktif dengan sasaran penelitian yang sudah fixed—peneliti dapat menyertakan definisi-definisi ekstensif dalam proposal penelitiannya. Karena alasan inilah. melainkan mengemukakan definisi-definisi tersebut secara tentatif di awal penelitian sebelum masuk ke dalam inti persoalan. jelaskan istilah-istilah yang berhubungan dengan strategi penelitian . Jika pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif ditulis secara bersamaan. peneliti bisa saja mendefinisikan beberapa istilah di awal penelitian meskipun definisi ini hanya tentatif semata. Dalam bagian prosedur penelitian. Jika penelitiannya diawali dengan pengumpulan data kualitatif. Namun. Peneliti meletakkan definisi ini pada bagian terpisah. berarti istilah-istilah bisa didefinisikan sepanjang penelitian. ada istilah-istilah yang mungkin terdengar asing bagi pembaca—misalnya definisi tentang penelitian metode campuran itu sendiri— sehingga peneliti perlu meletakkan definisi tersebut di bagian prosedur penelitian (lihat Bab 10). Peneliti juga mencoba mendefinisikan secara komprehensif istilah-istilah yang relevan di awal penelitian dan menggunakan definisi-definisi lain yang diperoleh dari literatur. para peneliti kualitatif sering kali tidak membuat bagian terpisah untuk definisi istilah. kuantitatif. peneliti dapat mendefinisikan istilah-istilah penting pada saat istilah-istilah ini muncul pertama kali. tema-tema (atau perspektifperspektif atau dimensi-dimensi) dapat ditulis setelah analisis data. berarti penulisan definisi istilah bergantung pada prioritas yang diberikan atas salah satu dari dua jenis penelitian tersebut. definisi istilah bisa diletakan di bagian terpisah jika penelitiannya dimulai dengan tahap awal pengumpulan data kuantitatif. dalam penelitian metode campuran. baik kualitatif.  Dalampenelitian kualitatif. Definisi istilah bisa saja ditulis untuk semua jerus penelitian. Selain itu. ataupun metode campuran. Sebagai gantinya. Judul penelitian  Masalah penelitian  Tujuan penelitian  Pertanyaan atau hipotesis penelitiar  Tinjauan pustaka  Landasan teori  Metode penelitian.

Definisi operasional ditulis dalam bahasa tertentu..  Definisi istilah bisa ditulis dengan karakteristik yang berbeda-beda. misalnya. 2007):  Definisikan suatu istilah ketika ia muncul pertama kali dalam proposal Anda. menyediakan ruangan khusus bagi anggota.7 atau di atasnya. Meski demikian. sangat mungkin definisi yang tepat atas suatu istilah tidak tersedia dalam literatur.0. tidak dalam bahasa konseptual yang abstrak. 2007. Definisi juga bisa terdiri dari kriteria yang digunakan dalam penelitian. istilah-istilah harus didasarkan pada literatur dan tidak boleh Anda buat sendiri (Locke et al. dan bahasa sehari-hari pun bisa jadi digunakan. "Penguatan (reinforcement) dalam penelitian ini merujuk usaha-usaha untuk mendaftarkan semua anggota klub pada buletin sekolah.. Jika demikian ihwalnya. suatu istilah bisa saja menuntut adanya definisi untuk membantu pembaca memahami masalah penelitian. atau hipotesis penelitian tersebut. Karena peneliti memiliki ruang untuk menspesifikasikan istilah-istilah yang digunakan dalam penelitiannya maka lebih baik digunakan definisi operasional saja. Tidak ada satu pun pendekatan yang dianggap paling baik untuk mendefinisikan istilah-istilah dalam penelitian. . Alhasil." Definisi juga bisa menjelaskan istilah secara operasional. 130). 2007.  Tulislah definisi dalam tingkatan operasional tertentu. 2007).yang digunakan seperti strategi konkuren atau sekuensial. dan istilah tertentu untuk strategi tersebut (seperti rancangan triangulasi konkuren.. Definisi juga bisa disandingkan dengan batasan tertentu.  Jangan mendefinisikan istilah-istilah dan bahasa sehari-hari.. sajikanlah definisi yang tepat dan gunakanlah istilah-istilahnya secara konsisten di sepanjang proposal penelitian (Wilkinson. organisasi).berdasarkan skala 4. seperti. hlm. seperti. seperti. dan mendaftarkan keanggotaan klub pada transkip nilai sekolah" (Locke et al. hlm. "Kurikulum ini dibatasi hanya pada kurikulum School Disctrict Manual untuk siswa SMP" (Locke et al. Meski demikian. Dalam pendahuluan. ada beberapa saran yang perlu dipertimbangkan (lihat juga Locke et al. 1991). Definisi dapat mendeskripsikan istilah sehari-hari (seperti. "Rata-rata IP mahasiswa yang digunakan dalam penelitian ini adalah GPA kumulatif 3. seperti yang akan dibahas pada Bab 10). rumusan masalah. 130). Dalam hal ini. gunakanlah bahasabahasa "teknis" yang sudah ada dalam literatur.

sejauh yang peneliti pahami.. definisi singkat atas refleksi individual adalah tindakan intuitif yang sulit dilakukan. sebagian besar definisi istilah diletakkan di bagian khusus penelitian. VanHorn-Grassmeyer (1998) meneliti bagaimana 119 staf baru bidang kemahasiswaan di perguruan tinggi terlibat dalam refleksi secara individual atau kolaboratif. dalam penelitian ini. 2007). 1978) untuk mempertajam konsep-konsep tersebut. Pendahuluan. Dua contoh berikut menggambarkan susunan definisi istilah yang berbeda-beda dalam penelitian: Contoh 2. Meski demikian. Dari buku Schon inilah. yang menunjukkan bahwa istilah itu memiliki makna tertentu (Locke et al. Berikut ini saya akan menggambarkan dua cara bagaimana Grassmeyer mendefinisikan istilah-istilahnya. Grassmeyer menyurvei para staf baru dan melakukan wawancara mendalam dengan mereka.3. dan (c) bagaimana seorang pengurus professional meningkatkan praktiknya melalui tuturan reflektif dan pikiran. Biasanya. buku ini kemudian ditulis dan dirombak kembali oleh Schon dan Argyris (Argyris dan Schon. 1983). Setelah beberapa decade. Definisi Istilah dalam Disertasi Metode Campuran Contoh pertama ini mengilustrasikan definisi panjang atas istilah-istilah dalam penelitian metode campuran yang diletakkan di bagian terpisah pada Bab I. . Perhatikan bagaimana Grassmeyer merujuk pada definisi istilah yang sudah disajikan oleh para penulis lain : Refleksi Individual Schon (1983) menulis sebuah buku yang menjelaskan konsep-konsep yang ia sebut sebagai berfikir reflektif. yang sering kali bertajuk "Definisi Istilah. karakteristik-karakteristik penting dari refleksi individual dapat merujuk pada beberapa hal : (a) ―tindakan artistic‖ (Schon. Grassmeyer kemudian memberikan definisi detail atas istilah-istilah tersebut di awal penelitiannya. (b) bagaimana seseorang mempraktikkan secara terang-terangan apa yang diketahuinya secara intuitif. Meskipun tidak ada satu format yang dianggap paling tepat. bagian yang terpisah ini tidak lebih dari dua atau tiga paragraf saja. Karena penelitian refleksi individual dan kolaboratif di antara para staf bidang kemahasiswaan ini. berefleksi dan praktik reflektif." dan memasangkan istilah-istilah dengan definisi-definisinya dengan cara meng-highlight istilah tersebut.

1998:11-12) Contoh 2. Penelitian sebelumnya (seperti Cherlin dan Furstenberg. informasi. Jenis Kelamin Kakek-Nenek Baik kakek meupun nenek ternyata menjadi salah satu fackor dalam relasi kekeluargaan antara mereka dengan cucu-cucu mereka (seperti. (VanHorn-Grassmeyer. Jika pada contoh ini disajikan definisi operasional tertentu. perspektif. Vernon (1992) meneliti bagaimana perceraian dalam keturunan kedua mempengaruhi relasi antara kakek-nenek dan cucu-cucu mereka. (Vernon. norma dan kebiasaan kolektif (dan seorang individu yang terlibat dalam persoalan-persoalan professional)‖ (Baskett & Marsick. Staf kemahasiswaan setidak-tidaknya memiliki karakteristikkarakteristik di atas dalam melayani mahasiswa di lingkungan universitas yang salah satu fungsinya adalah mendukung keberhasilan akademik dan kurikulum. 1986) menyatakan bahwa kakek-nenek dari pihak ibu cenderung dekat dengan cucu-cucu mereka.4 Definisi Istilah dalam Subbab Variabel-Variabel Bebas Contoh keduaini menggambarkan bentuk singkatbagaimana menulis definisi istilah untuk suatu penelitian. 1988) . Vernon memasukkan definisi istilah pada subbab variablevariabel bebas. 1992:35-36) . Relasi Kekeluargaan Dengan Cucu Relasi kekeluargaan dengan cucu pada umumnya ditentukan oleh apakah kakeknenek berasal dari pihak ibu atau dari pihak ayah.Staf Kemahasiswaan Staf memiliki banyak definisi. 1992:3). Baskett dan Marsick mendeskripsikan staf sebagai seorang individu ―yang memiliki pangkat tertentu dari kebebasan untuk memberikan judgment dengan tetap didasarkan pada gagasan. Untuk menjelaskan topic ini. sehingga peran menjaga keutuhan keluarga sering kali dikaitkan dengan wanita di dalamnya (Hagestad. nenek cenderung lebih dekat dengan cucu-cucu mereka daripada kakek). pada contoh kedua ini disajikan definisi procedural.

Jika dalam literature tersebut dibahas bebepa variabel terikat. 3. sebagai sesuatu yang dibahas sepanjang penelitian. sebagai sesuatu yang dibandingkan dengan hasil penelitian. sebagai alasan atau penjelasan logis atas masalah penelitian. saya telah mengembangkan satu model yang menyajikan parameter-parameter tertentu dalam menulis tinjauan pustaka. dan sebagainya). Jika ada beberapa variabel bebas ).perhatikan subbagian-subbagiannya atau fokuslah pada satu variabel terikat yang paling panjang saja. khususnya untuk rancangan penelitian kuantitatif atau metode campuran yang hampir selalu menyediakan bagian/subbab khusus unhrk tinjauarr pustaka.ang dibahas dalan'r literatur tersebut. dan Kesimpulan. perhatikan rincian berikut ini: 1. Topik 2 (tentang variabel terikat). Meski demikian. bukan variabel terikat. Dalam penelitian kualitatif. 2. tinjauan pustaka bisa saja mengeksplorasi aspek-aspek fenomena utama yang dibahas dan membaginya ke dalam topik-topik khusus. Buatlah tinjauan pustaka yang tersusun dari lima komponen: Pendahuluan. tiniauan pustaka dalam penelitian kualitatif ini. Tulislah paragraf awal tinjauan pustaka dengan memerinci bagian-bagian yang akan dibahas di dalamnya. Model penulisan ini tampaknya sesuai untuk disertasi atau untuk mengkonseptualisasikan literatur dalam artikel/karya tulis ilmiah. Jangan lupa membahas penjelasan dalam literature yang hanya terkait dengan variabel bebas. tulisiah. dapat ditulis untuk tujuan yang berbeda-beda (misalnya.Tinjauan Pustaka Kuantitatif atau Metode Campuran Saat menyusun tinjauan pustaka. Untuk penelitian kuantitatif atau metode carnpuran yang memprioritasknn penelitian kuantitatif. biasanya peneliti akan sulit menentukan seberapa banyak literatur yang harus direview.perhatikan subbagian-subbagiannya atau fokuslah pada satu variabel yang paling penting saja. Topik 1 (tentang variabel bebas). . dan relasi antara variabel bebas dan variabel terikat (lebih jelas tentang variabel ini baca Bab 3).tinjauan pusiaka yang berisi materi-materi perrting daiam literatur yang berhubungan dengan variabel-variabel bebas. Untuk lebih jelasnya. yakni dengan meninjau literatur-literatur akademik tentang satu atau beberapa variabel terikat. variabel-variabel terikat. Agar masalah ini terselesaikan. Tinjaulah Topik 1. seperti yang telah dibahas sebelumnya. Tinjaulah Topik 2. yakni dengan meninjau literature-literatur akademik tentang satu atau beberapa variabel bebas. Topik 3 (keterangan-keterangan lain yang membahas relasi antara variabel bebas dan variabel terikat).Paragraf ini lebih berupa penjelasan tentang susunan setiap bagian dalam tinjauan pustaka yang Anda tulis.

yakni iengan meninjau literatur-literatur akademik yang membahas hubungan antara variabel-variabel bebas dan variabel(-variabel) terikat. Dalam tinjauan pustaka. Tidak hanva itu.jelaskan mengapa tema-tema ini membutuhkan penelitian lebih lanjut dan tentu saja yakinkan pembaca mengapa penelitian lebih lanjut dan tentu saja yakinkan pembaca mengapa penelitian Anda dapat memenuhi kebutuhan ini. buatlah kesimpulan atau ringkasan yang menonjolkan literature-literatur yang dianggap paling relevan. Ambillah satu bagian dalam literature tersebut yang sangat berkaitan erat dengan topik atau tinjaulah bagianbagian lain yang membahas topik tersebut secara umum. identifikasilah topik Anda. 5. kuantitatif. Tinjaulah Topik 3. literatur memiliki tujuan yang berbeda-beda. peneliti seyogianya menggunakan literatur-literatur akadernik untuk menyajikan hasil-hasil dari penelitian-penelitian sebelumnya. dan konsisten dengan tujuan-tu. akan diminati oleh orang lain. untuk itu. Dalam penelitian kua litatif. tunjukkan tema-tema utama yang diangkat oleh literature-literatur tersebut. dan metode campuran. Penelitiar tetapi literatur tersebut tidak mempersempit pandangan dari para partisipan. untuk penelitian kualitatif. misalnya dengan merancang iudul yang jelas atau menyatakan rumusan masalah utama. Di sinilah inti dasar penelitian Anda.uan utamanya. pertimbangkan apakah topik Anda dapat dan perlu diteliti dengan cara mencari tahu adakah akses kepada para partisipan dan sumber-sumber lain. bagian ini harus padat dan berisi literatur-literatur lain yang memang sangat berkaitan dengan topik penelitian Anda. Pendekatan umurn yang sering digunakan dalam penelitian kualitatif adalah memasukkan . menghubungkan penelitiannya dengan literatur-literatur tersebu! dan menyediakan kerangka kerja dalam membandingkan hasil penelitiannya dengan hasil penelitian-penelitian lain. langkah-langkah ini iuga dapat mempersempit ruang lingkup penelitian yang diaiukan sehingga rumusan masalah dan metode penelitian yang nantinva disajikan benar-benar dapat terjangkau dengan baik KESIMPULAN Sebelum mencari literatur.4. Selain itu. Di bagian akhir tinjauan pustak.bteratur membantu memverifikasi masalah. dan apakah topik tersebut akan memberikan konkibusi pada literatur yangada. Langkah-langkah di atas dapat diterapkan untuk menulis tinjauan pustaka untuk jenis penelitian yang membahas variabel-variabel (biasanya kuantitatif atau penelitian metode campuran dengan bobot kuantitatif).

Dalam pen elTtian kuantitatif. lalu buku-buku. Dalam penelitian kuantitatif. carilah database-database online. seperti PsycINFO. Ketika akan melakukan tinjauan pustaka. Mulailah menulis absiaksi penelitian. 2001). Kelornpokkan penelitian-p-enelitian ini ke dalam peta literatur yang mencerminkan kategori-kategori utama atas penelitian-penelitian tersebut dan posisikin penelitian Anda dalam kategori-kategori ini. PubMed. literatur tidak hanya membantu memverifikasi masalah. APA. pertama-pertama carilah artikel jurnal. Google Scholar. Kemudian. tinjauan pustaka biasanya diletakkan terpisah dalam satu bagian khusus. Lalu. Sociofile.lebih banyak literatur di bagian akhir ketimbang di bagian awal. pengumpulan dan analisis data penelitian' dan hasil akhir penelitian. seraya memerhatikan gaya penulisan referensi berdasarkan petunjuk gaya (seperti. Untuk penelitian kuantitatif. atau jika tidak. Penggunaan tinjauan pustaka bergantung pada jenis rancangan dan bobot yang diberikan pada aspek-aspek kuaiitatif dan kuantitatif. Definisikan istilah-istilah kunci dan jika dibutuhkan sediakan subbab khusus untuk definisi istilah ini dalam proposal Anda. Anda dapat menyediakan bagian khusus untuk tinjauan pustaka berdasarkan variabel-variabel utama. Namun demikian. dan seterusnya. identifikasilah kata kunci-kata kunci (keywords) untuk mencari literatur. masukkan definisi tersebut dalam tinjauan pustaka. carilah literatur-literatur yang sesuai dengan prioritas. ProQuest. dan database-database lain yang lebih spesifik. Identifikasilah penelitian-penelitian lain yang turut memberikan kontribusi pada penelitian Anda. pada tahap akhir. pertimbangkan keseluruhan struktur Penyusunan tinjauan pustaka Anda. dan SSCI. tetapi juga memperlihatkan kemungkinan perlunya mmusan masalah atau hipotesis untuk dibahas. seperti ERIC. dalam penelitian metocle campuran. Deskripsikan secara singkat informasi penting tentang penelitian tersebut yang meliputi masalah penelitian pertanyaan penelitian. atas berdasarkan subtema-subtema penting suatu fenomena untuk penelitian kualitatif' .

Spirduso. BACAAN TAMBAHAN Locke. CA: Sage. Mereka juga menjelaskan enam aturan dalam mendefinisikan istilahistilah: jangan membuat kata-kata sendiri. & Silverman. Gunakan petunjuk-petunjuk yang sudah dijelaskan dalambab ini untukmengetahui elemen-elemen aPa saja yang perlu dimasukkan dalam abstraksi tersebut. lakukan pencarian ulang dengan memanfaatkan deskrip tor-deskriptor yang terdapat dalarn literatur tersebut. Buatlah tiniauan pustaka untuk penelitian kuantitatif dan perhatikan langkahlangkah yang sudah diielaskansebelumny agar variabel-variabel penelitian Anda dapat terlihat dengan jelas. sajikan definisi-definisi di bagian utama proposal. Berdasarkan pencarian yang sudah Anda lakukan pada latihan (3). Waneen Spirduso. Masukkan penelitian Anda ke dalarn peta tersebut dan gambarlah garis-garis Cari penelitian Anda ke kategori-kategori pehelitian lain seiringga pembaca dapat mudah LATIHAN MENULIS melihatbagaimana penelitian Anda benar-benar memperluas pertelitian/literatur yang sudah ada 2.Latihan Menulis 1. (2007). tulislah satu abstraksi -rnasing-masing untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif.F. jangan . Ambillah l0 literatur yang telah Anda pilih dan abstraksikan literatur tersebut untuk tinjauan pustaka Anda. 4.W.. 3. dan Stephen Silverman mendeskripsikan tiga tahapan dalam melakukan tiniauan pustaka. antara lain: mengembangkan konsep-konseP yang menjelaskan alasan/logika penelitian. mengembangkan subtopik-subtopik untuk setiap konsep utama. Buatlah peta literatur untukliteratur-literatur yang Anda peroleh. W. L. Lawrence Locke. SJ. Berlatihlah dengan menggunakan database online terkomputerisasi untuk mencari literalur-literatur yang relevan dengan topik Anda' Lakukan pencarian berulangulang hingga Anda menemukan satu literature yang sangat ierkait dengan topik penelitian Anda' Kemudian. dan menambah referensi-referensi terpenting yang mendukung konsep-konsep tersebut. Thousand Oaks.atas literatur/penelitian lain yang sudah Anda dapatkan dari database terkomputerisasi. Proposals that Work A Guide for Planning Dissertations and Grant Proposals (5'h Edition).

Merriam. Faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut biasanyi meliputi gaya penelitian. definisikan istilah-istilah penting ketika muncul pertama kali. dan apakah literatur tersebut berkualitas. (2005) . kapan terakhir kali literatur tersebut diterbi&an. Sharan Merriam menyajikan pembahasan menarik tentang penggunaan literatur dalam penelitian kualitatif . fokus kita dalam menulis tinjauan pustaka sering kaliberbeda-beda. Merriam lebih jauh menjelaskan bahwa tinjauan pustaka bukanlah sekadar proses linear dari membaca literatur. yakni melakukan langkah-langkah ini secara bersama-bersama. peni. apakah literature tersebut relevan dengan topik penelitian yang diajukan. dan gunakan definisi-definisi tertentu (prosedural atau operasional. S. (1998). Langkah-langkah ini mencakup usaha peneliti untuk memeriksa apakah Pengarang literatur tersebut sudah kompeten dengan topik yang diangkat. Konseptualisasi Funch atas isu-isu penting yang membedakan dua pendekatan ini semakin memperjelas mengapa kedua pendekatan tersebut berbeda.B. kemudian menulis masalah peelitian.F. dan seberapa ketat penelitian tersebut akan mengikuti arahanarahan yang terdapat dalam literature. Punch juga. London: Sage Keith Punch membahas tentang penelitian ilmu-ilmu sosial yang biasanya menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan. San Francisco: Jossey-Bass.) untuk istilah-istilah tersebut. K. Punch. tinjauan pustaka justru melibatkan proses yang lebih interaktif. Qualitatit:e Research and Case Study Applications in Education. .Introduclion to social Research: Quantitatiae and Qualitatioe Approaches (2'd edition). mencatat bahwa ketika menulis proposal atau laporan penelitian. keseluruhan strategi penelitian. Lebih dari itu. Dia mernperkenalkan langkah-langkah dalam melakukan tinjauan pustaka dan memberikan kriteria penting dalam memilih literatur.menggunakan bahasa-bahasa umum sehari-hari. lalu mengidentifikasi kerangka teoretis.

peletakan serta model penulisan teori dalam penelitian kuantitatif. yang nantinya dapat menuntun keseluruhan tahap penelitian.perspektif yang nantinya dapat membentuk.BAB TIGA PENERAPAN TEORI Salah satu komponen penting dalam melakukan penelitian adalah menentukan teori apakah yang akan digunakan untuk mengeksplorasi rumusan masalah. penelitian dengan metode carnpuran bisa didasarkan pada satu perspektif teoretis. 73 . Di bagian arnir. kacamata teoretis' atau generalisasi naturalistik. Saya juga akan menyajikan definisi dari teori itu sendiri. atau kelas. Kemudian. dan penerapan perspektif transformatif yang populer dalam pendekatan ini.peneliti sering kali menguji berbagai teori untuk menjawab rumusan masalahnya. untuk mendeskripsikan sudut pandang mereka dalam penelitian. Saya mengawali bab inidengan berfokus pada penggunaan teori dalam penelitian kuantitatit. teori bisa juga muncul di awal penelitian sebagai . Dalam proposal disertasi kuantitatif. ras. Para peneliti kualitatif menggunakan istilah yang berbeda-beda untuk menyebut teori. Dalam penelitian kualitatif. seperti fokus pada isu-isu feminis. Selanjutnya. peneliii kualitatif dapat mengembangkan suatu teori dari hasil penelitiannya dan meletakkan teori tersebut di akhir proyek penelitian misalnya dalam penelitian grounded theory. lalu menjabarkan perspektif teoretis dalam proposal penelitian kuantitatif. saya akan membahas prcsedur-prosedur dalam mengidentlfikasi teori. seperti dalam penelitian etnografi atau advokasi. Dalam penelitian metode campuran' peneliti bisa saja menguji atau justru membuat suatu teori' Bahkan. semua bagian di dalamnya bisa saja dirancang untuk rnenyaji kategori yang akan diteliti.uau ini akan berarih pada penggunaan teori dalam penelitian metode campuran. pembahasan akan beralih pada penggunaan teoridalam penelitian kualitatif. penggunaan teori lebih bervaridsi lagi. Dalam penelitian kuatitatif. Bahkan. Dalam penelitian kuantitatif. Dalam bab ini juga disediakan contoh-contoh penulisan teori kualitatif. penggunaan variabelvariabel dalam penelitian kuantitatif. sepe rti pota-pola.apa yang dilihat Can rumusan masalah apa yang diajukan.

. Untuk itulah:  Vaiabel-aniabel bebas (independcnt aariables) merupakan variabel-variabel yang (mungkin) menyebabkan. status sosial-ekonomi (SSE)' dan sikap-sikap atau. apalagi iknuwan social saat ini sering mengatakan bahwa ada penyebab yang mungkin (probable causation). atecedent. Thotndike.Isaac & Michael 1981.Variabel biasanya berv-ariasi dalam dua atau lebih kategori atau dalam continuum skor. manipulated. yang memiliki konotasi gagasan yang. Susunan temporal (temporal order) berarti bahwa. seperti rasisrme control sosial. kekuatan politis.menggunakan istilah konstruk (ketimbang variabel).lebih abstrak ketimbang istilah yang didefinisikan justru spesifik. dan menyusun variabel-variabel tersebut dalarn rumusan masalah dan fujuan penelitian. perilakuperilaku tertentu. Namun demikian.ai riau atau suatu organisasi yang dapat diukur atau diobservasi (Creswell.yang iuga akan digur'akan dalam buku inisecara pemranen. mernengaruhi. serta memvisualisasikan model-model variabel iiu ke cialam penyajian kiri-kanan atau penyebab-dan-pengaruh. (Punch. Temporal order berarltbahlva peneliti kuantitatif belpikir tentang variabel-variabel dalam satu sustrnan (order) "dari kiri ke kanan. 1997). atau kepemimpinan' Ada sejumlah buku yang menjelaskan secara rinci tentang jenis-jenis variabel dan skala pengukurannya (seperti. Variabel-variabel dibedakan berdasarkan dua karakteristik: susunan temporal dan pengukurannya (atau observasi).2005). peneliti tidak bisa secara mutlak membuktikan adanya penyebab dan pengaruh (Rosenthal & Rosnow.TEORI DALAM PENELITIAN KUANTITANF Variabet-Variabel dalam Penelitian Kuantitatif Sebelum membahas teori kuantitatif. Ahli psikologi lebih suka.Variabel dapat diukur atau dinilai berdasarkan satu skala. 1991. satu variabel mendahului variabel lain dalam satu waktu. Karena susunan waktu inilah maka sering dikatakan bahwa satu variabel dapat berpengaruh pada variabel iain meskipun Pernyataan yang lebih akurat adalah satu variabel mungkin saja memengaruhi variabel lain. umur. Ketika melakukanpenelitian dalam setting dan terhadap manusia tertentu. 74 . Keppel. penelitin perlu memahami variabel-variabel dan jenis-jenisnya vang akan digunakan dalam rnembangtrn teori. 2007 a). vaiabel meruiuk pada karakteristik atau atribut seorang ir. L991). atau predictor. Variabel-variabel yang diukur dalam penelitian biasanya meliputi gender. 1979 . ilmuwan sosial biasanya menggunakan istilah aariabel.Yariabel-variabel ini juga dikenal dengan istilah variabel-variabel treatmant. Kerlinger. atau berefek pada outcome .

 Variabel-aariabel. Dalam penelitian kuantitatif. Variabel ini memediasi pengaruh-pengaruh vaariabel bebas terhadap variabel terikat. jika siswa dapat melakukan fesf metode penelitian dengan baik (variabel terikat). variabel tersebut bisa saja merupakan variabel demografis atau persbnal (seperti umur atau gender) yang memang perlu dikontrol sehingga pengaruh variabel bebas terhadap variaber terikat benar-ben."Bagaimana harga diri mempengaruhi hubungan pertemanan di 75 . umur X sikap = kualitas hidup). Jenis variabel lain. sikap-sikap diskriminatif). Peneliti mernberikan komentar tentang pengaruh variabel confounding setelaah penelitiannya selesai karena variabel-variabel ini dapat beroperasi untuk menjelaskan relasi antara variabel bebas dan variabel terikat.terikat (dependent variables merupakan variabel-variabel yang bergantung pada variabel-variabel bebas. tetapi pengaruhnya tidak dapat dilacak secara langsung. peneliti menggunakan prosedur-prosedur statistik (seperti analisis covariance) untuk mengontrol variabel-variabel ini.r dapat diidentifikasi.  Dua jenis variabel lain adalah variabel control dan variabel confounding. variabel ini merupakan variabel bebas jenis khusus karena variabel ini secara potmsial juga dapat memengaruhi variabel terikat.  Variabel moderating merupakan variabel baru yang dikonstruksi sendiri oleh peneliti dengan cara rnengambil satu variabel dan mengalikannya dengan variabel lain untuk mengetahui dampak keduanya (seperti. vadabel-variabel saling dihubung kan untuk menjawab rumusan masalah (seperti. variabel confounding (atau spurious). Vuriabel ini meman ada. Misalnya. Istilah lain untuk variabel terikat adalah variabel criterion.tetapi variabel ini tidak atau tidak bisa dinilai (misalnya. berada di antara variabel bebas dan variabel terikat. yakni usaha menyusun penelitian. Seperti yang terlihat bahwa variabel mediating ini.  Variabel intervening ataumediatingberadadi antara variabel bebas dan variabel terikat. Variabelvariabel ini biasanya terdapat dalam penelitian eksperimen. Variabel-variabel terikat ini merupakan outcome atau hasil dari pengaruh variabel-variabel bebas. outcome. dan effect. Variabel control memainkan peran penting dalam penelitian kuantitatif. hal ini mungkin disebabkan (a) persiapan mereka dalam penelitian (variabel bebas) dan/atau (b) usaha mereka dalam menyusun gagasan penelitian ke dalam kerangka kerja (variabel intervening) yang juga turut memengaruhi performa mereka dalam test tersebut. sebenarnya tidak diukur atau diobservasi dalam penelitian.

ada beberapa preseden historis untuk memandang teori sebagai prediksi atau penjelasan saintifik (lihat G. "Harga diri yang positif dapat rneningkatkan hubungan pertemanan di antara anak-anak remaja")' Definisi Teori Dengan berbekal pemahaman tentang variabel' kita dapat melanjutkan pembahasan tentang Penggunaan teori kuantitatif. atau alasan. Pembahasan mengenai teori biasanya muncul di bagian tinjauan pustaka atau di bagian khusus. mengenai cara-cara mengkonseptualisasikan teori dan bagaimana teori dapat mempersempit ruang lingkup penelitian). yang berasosiasi dengan proposisi atau hipotesis yang memerinci hubungan antar variabel (biasanya dalam konteks magnitude atau direction). Suatu teori dalam penelitian bisa saja berfungsi sebagai argumentasi. berpengaruh atau berefek pada variabel terikat.64). Pelangi ini mengikat secara bersarrra variabel-variabel tersebut dan menyediakan penjelasan yang memadai tentang bagaimana dan mengapri seseorang harus berharap pada variabel t'rebas untuk menjeiaskan atau 76 . atau perspektif teoretis. Berdasarkan definisi ini.antara anak-anak remaja?") atau untuk memuat prediksi tentang hasil apakah yang ingin diharapkan. 1997. 17). teori merupakan seperangkat konstruk (atau variabel) yang saling berhubungan. teori akan menyediakan penjelasan atas ekspektasi atau prediksi atas keterhubungan ini. seperti landasan teori. Y? Dalam hal ini. Misalnya. dan proposisi-proposisi yang saling berhubungan yang mencerminkan pandangan sistematik atas suatu fenomena dengan cara memerinci hubungan antar variabel yang ditujukan untuk menjelaskan fenomena alamiah‖ (hlm.Thomas. definisi Kerlinger tentang teori masih berlaku hingga saat ini. Mengapa variabel bebas. Teori biasanya membantu menjelaskan (atau memprediksi) fenomena yang muncul di dunia. Labovitz dan Hagedorn (1971) menambah definisi teori ini dengan gagasan tentang theoretical rationale. meskipun saya lebih suka dengan istilah perspektif teoretis karena istilah ini lebih banyak digunakan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalarn proposal penelitian. X. definisi-definisi. pelangi mrnjembotani variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian. Dalam hal ini. Prediksi-prediksi sering kali dikenal dengan istilah hipotesis (seperti. Dalam penelitian kuantitatif. yang dimaknai sebagai "usaha mengetahui bagaimana dan mengapa variabel-variabel dan pernyataan-Pernyataan relasional saling berhubungan satu sama lain" (hlm. pembahasan. logika teoretis. utamanya dalam makalah yang disajikan di seminar American Educational Research Association – Metafora pelangi (metaphor of a rainbow) mungkin dapat membantu kita memvisualisasikan bagaimana Suatu teori beroperasi. Dia berpendapat bahwa teori merupakan seperangkat konstruk (variabel-variabel).

sosiologi. dan masyarakat luas. dapat disimpulkan bahwa teori muncul dan berkembang sebagai penjelasan atas suahl pengetahuan dalam bidang-bidang tertentu (Thomas.negatif. Teori level-meso menghubungkan teori level-mikro dan teori level-makro. peneliti mengombinasikan variabel-variabel bebas. Teorinya Lenski tentang stratifikasi sosial. lihat Webb. semakin kuat sentralitas kekuasaan dalam diri pemimpin. Misalnya. dan terikat berdasarkan ukurannya yang berbeda-beda dalam rumusan masalah penelitian. dan siswa-siswa SMA) maka teori pun akan rnuncul." Ketika peneliti menguji hipotesis hipotesis seperti ini dalam setting yang berbeda-beda dan dengan populasi yang berbeda-beda pula (seperti Pramuka. Neuman (2000) membagi teori dalam tiga level: level-mikro. sistern berdaya. teori atribusi). Teori-teori berkembang ketika peneliti tengah rnenguji suatu prediksi secara terus-menerus. dan ia bisa memberinya nama (seperti. 1997). Rotary CIub. peneliti bisa menulis. pendidikan. dan ekonomi. Sociological Abstracts) atau mereview petunjuk-petunjuk dalam literatur yang memb ahas teori-teori tersebut (misatnya. Teori ini pada umumnya meliputi teori tentang organisasi. 77 . seperti institusi sosial. serta dalam subbidang-subbidang lain. Teori level-makro menjelaskan agregat-agregat yarig lebih luas. Teori level-mikro mernberikan penjelasan yang hanya terbatas pada waktu. pergerakan sosial. seperti psikologi. gereja Presbyterian.atau tidak diketahui) dan magnitudenya (apakah kuat atau lemah). atau komunitas. dan level-rnakro.level-meso. mediating. misalnya. ruang dan jurnlah tertentu" seperti teori Goffman tentang gerak wajah (face work) yang menjelaskan bagaimana orang berinter aksi face to face ketika berada dalam ritual-ritual keagaman. Psychological Abstracts. antropologi. seperti teorinya Collin tentang kontrol dalam organisasi. Rumusan masalah ini memberikan informasi tentang jenis hubungan antarvariabel (apakah positif. Teori-teori ini tentu saja dapat diakses.memprediksikan variabel terikat. Berikut ini saya tunjukkan bagaimana suatu teori ini berkembang dalam penelitian. L986). dengan mencarinya dalam databasedatabase literatur (seperti. Dengan memasukkan informasi ini ke dalam pernyataan prediktif (hipotesis). Teori-teori bisa saja muncul daiamberbagai disiplin ilmu sosial. menjelaskan bagaimana surplus suatu masyarakat dapat meningkat seiring dengan perkembangan masyarakat tersebut. misalnya. teori iuga memiliki jangkauan yang berbeda-beda. Beals. Dengan demikian. semakin besar disanfranchisemant dalam diri pengikutnya. Selain itu. & White.

51). 1985. Sebagian hipotesis ini dapat dilihat sebagai berikut (hipotesis-hipotesis ini sudah dimodifikasi dengan menghilangkan pronornina-pronomina yang me3ujuk pada gender tertentu): 1. atau benfuk visual. semakin besar konformitasnya. 7. Hopkins (1964) menegaskan teorinya tentang ?roses-Prosespenganh dalam 15 hipotesis. peneliti menyatakan teori dalam bentuk pemyataan ―Jika-maka" yang menunjukkan mengapa seseorang harus berharap variabel bebas dapat mempengaruhi variabel terikat. peneliti menegaskan teorinya dalam beberapa bentuk. 2. dalam beberapa keadaan. 4. 6. Contoh. 3..Bentuk-Bentuk Teori Dalam proposal peneli tian.1. pernyataan logika "jika-maka". dan alctivitas-aktivitas ini bisa saja sernakin memperkuat perasaan sentimen tersebut' Semakin sering individu berinteraksi dlngan individu lain.semakin besar konformitasnya.120). 5. Seperti yang tampak pada Gambar 3. Homans (1950) menjelaskan teori tentang internksi: Jika frekuensi interaksi antara dua atau lebih individu meningkat. Individu-individu yang senitmentil dalam berinteraksi dengan individu-individu lain akan mengungkapkan perasaan sentimennya dalam aktivitas-aktivitas yang sering kali melampaui aktivitasaktivitas sistem eksternal.peneliti menegaskan teori dalam bentuk hipotesis-hipotesis yang saling berhubungan.peneliti dapat menyajikan teori dalam bentuk visual. Semakin tinggi pangkat seseorang. semakinbesar observabilitasnya. dan seterusnya. Bentuk ini penting untuk meneterjemahkan variabel-variabel ke dalam gambar visual.118. Kedua. Blalock (1969. Semakin besar konformitas seseorang. Semakin besar observabilitas seseorang. Ketiga. 1991) rnenampilkan causal modeling dengan membentuk teori-teori verbal menjadi model-model kausal sehingga pembaca dapat menvisualisasi hubungan antarvariabel. akan semakin mirip (hlm 112. tiga variabel 78 . Pertama. semakin besar konforrnitasnya. tingkat kesukaan antarkeduanya juga akan meningkat. Semakin kuat sentralitas seseorang. seperti hipotesis. semakin kuat sentralitasnya. Misalnya. Ada dua contoh sederhana yang dapat disajikan di sini. semakin besar observabilitasnya (htm. aktivitas-aktivitas dan sentimen-sentimen mereka. Semakin tinggi pangkat seseorang.. semakinbesar observabilitasnya. Semakin tinggi pangkat seseorang. Semakin kuat sentralitas seseorang.

1998).  Gunakan valensi positif atau negatif untuk mempostulasi atau menyimpulkan hubunganhubungan antarvariabel.1 Tiga Variabel Bebas Memengaruhi Satu Variabel Terikat Yang Dimensiasi Oleh Dua Variabel Intervening. Duncan (1985) memberikan saran penting untuk membuat diagrarn-diagram kausal seperti ini:  Posisikan variabel-variabel bebas di bagian kanan diagram dan variabel-variabel terikat di bagian kiri. Diagram semacam ini menunjukkan adanya rangkaian kausalitas antar variabel yang menuntun modeling melewati suatu analisis dart analisis-analisis lain yang lebih rumit dengan menggunakan sistem pengalian antarvariabel. 79 .  Tunjukkan kekuatan hubungan antarvariabel dengan menyisipkan simbol-sirnbol valensi dalam setiap anak panah. yang juga dimediasi oleh pengaruh dari dua variabel intervening. Pada level preliminer.bebas mempengaruhi satu variabel terikat. seperti yang terdapat dalam model ekuasi siruktural (lihat Kline .  Gunakan anak panah two-headed yangterhubung satu sama lain untuk menunjukkan hubungan yang tidak dianalisis diantara variabel-variabel yang tidak terkait dengan hubungan-hubungan lain.  Gunakan anak panah satu-arah yang menuntun setiap variabel utama (variabei bebas) menuju variabel-variabel lain (variabel terikat dan variabel futercating / control)yang bergantung padanya. X1 + Y1 X2 + + + Y2 X3 Variabel-variabel Terikat + Variabel-variabel Intevening Z1 Variabel-variabel Bebas Gambar 3.

menyajikan contoh visual yang kompoleks. Variabel X Kelompok Eksperimen Y1 Variabel Y Kelompok Kontrol Gambar 3. 1969. Saya mwenunjukkan dua contoh ini hanya untuk memperkenalkan kemungkinankemungkinan menghubungkan variabel bebas dan variabel terikat agar teori yang dapat terpakai dapat terbangun secara utuh. Contoh diatas merupakan contoh dasar yang mengunakan variabel-variabel yang terbatas. Jungnikel (1990). 1985). Rancangan seperti ini sering diterapkan untuk penelitian eksperimen antar kelompok (lihat Bab 8).3 Jungnikel mempertanyakan faktor-faktor apa saja yang memengaruhi performa penelitian akademik penelitian disekolah-sekolah farmasi. variabel terikat. Setelah mengidentifikasi faktor-faktor ini dalam literatur-literatur yang ada. Creswell. Seperti yang tanpak pada gambar 3. dalam proposal disertasinya tentang produktivitas penelitian antar guru disekolah-sekolah farmasi.2. dengan aturan-aturan model visual seperti yang baru saja diperkenalkan. Ada juga model-model yang lebih rumit. 1988). dua kelompok dalam variabel X dikomparasikan berdasarkan pengaruh terhadap Y. Variasi atas model diatas bisa dilakukan dengan menambahkan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen segala variabel-variabel yang dikomparasikan berdasarkan pengaruhnya terhadap hasil akhir (variabel terikat). seperti yang sering terdapat dalam penelitian metode survei. seperti yang tanpak pada Gambar 3. Langston. sama seperti yang dijelaskan pada contoh sebelumnya. biasanya dengan mengunakan sistem pengalian antara variabel bebas dan variabel terikat dalam bentuk model kausal yang sangat rinci (blalock. lalu membuat model visual yang melukiskan hubungan antar faktor-faktor ini. 80 .Diagram klausal yang lebih rumit dapat dibuat dengan notasi-notasi tambahan. Mengenai aturan-aturan notasi.2 Dua Kelompok (Variabel X) Dengan Treatmen Yang Berbeda-Beda Dikomparasikan Berdasarkan Pengaruhnya Terhadap Y Misalnya. dia menyesuaikan dengan kerangka teoretis yang terdapat dalam penelitian-penelitian keperawatan (Megel.

Jungnickel memerinci variabel-variabel bebas di bagian kiri, variabel-variabel intervening di bagian tengah, dan variabel-variabel terikat di bagian kanan. Arah pengaru membentang dari kiri ke kanan dengan simnol panah, dan simbol plus dan minus. Untuk menunjukkan arah hipotesis.

Penempatan Teori dalam Penelitian Kuantitatif. Dalam penelitian kuantitatif, peneliti mengunakan teori secara deduktif dan meletakkanya diawal proposal penelitian. Karena tujuanya adalah untuk menguji atau memverifikasi suatu teoriketimbang mengembangkanya maka peneliti kuantitatif seyogianya mengajukan teori, mengumpulkan data untuk menguji teori tersebut, dan menyatakan konfirmasi atau diskonfirmasi atas teori tersebut berdasarkan hasil yang diperoleh.

Eksogen
Variabel-variabel Demografis Standart-standart Ikatan Dinas (Lenure Institusi) Jarak waktu Pengangkatan jabatan Pusat study Universitas

(+/-)
Beban kerja non riset

(+) (-) (+) (+) (+) (+) (-) (+)
Tekanan untuk melakukan penelitian

(-)

(+)

Kolaborasi Sumber daya

(-)

(+)
Dukungan & Rekanrekan

Performa akademik:  Presentasi (non riset)  Presentasi (riset)  Artikel-artikel Jurnal (Tidak diminta)  Artikel-artikel Jurnal (diminta/risert)  Kontributor tulisan dibuku-buku  Buku-buku  Hibah pemerintah (disetujui)  Hibah pemerintah (didanai)  Hibah swasta  kontrak

(-)
Persepsi diri Sebagai peneliti

(+)

(+)

Dukungan dari kepala sekolah

(+)

(-)
Training penelitian sebelumnya Pengangkatan (kepala sekolah vs guru)

(+/-)

Teori menjadi kerangka kerja untuk keseluruhan penelitian yang nantinya berfungsi mengorganisasi rumusan masalah dan hipotesis penelitian serta prosedur pengumpulan data. Model berfikir deduktif yang diterapkan dalam penelitian kuantitatif tanpak pada gambar 3.4 peneliti memverifikasi suatu teori dengan menguji rumusan masalah atau hipotesis-hiotesis
81

yang berasal dari teori ini. Hipotesis atau rumusan tersebut berisi variabel-variabel (Konstruk-konstruk) yang perlu didefinisikan oleh peneliti atau perlu disesuaikan dengan definisi-definisi yang terdapat dalam literatur. Dari sinilah, peneliti mengunakan suatu instrumen penelitian untuk mengukur sikap-sikap atau perilaku-perilaku para partisipan. Kemudian, peneliti mengumpulkan skor-skor yang diperoleh dari instrumen ini mengonfirmasi atau mengonfirmasi teori tersebut.Para hakikatnya, pendekatan deduktif yang diterapkan dalam penelitian kuantitatif juga turut mempengaruhi peletakan teori di dalamnya (lihat Tabel 3.1). Petunjuk umumnya adalah memperkenalkan teori diawal proposal penelitian: dalam pendahuluan, dalam tinjauan pustaka, setelah hipotesis atau rumusan masalah (sebagai resionalisasi atas hubungan antar variabel), atau dalam bab/ subbab khusus. Masing-masing penempatan ini memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Tips penelitian: Anda sebaiknya menulis teori pada bagian terpisah dalam proposal penelitian sehingga pembaca dxapat mudah mengidentifikasi teori tersebut dari komponenkomponen lain. Dengan meletakkan teori di bagian khusus, anda dapat memberikan penjelasan yang memadai tentang teori tesebut, fungsinya, dan hubunganya dengan penelitian. Menulis Perspektif Teoretis kuantitatif Berdasarkan opsi-opsi yang sudah disajikan sebelumnya, berikut ini saya akan menunjukkan satu contoh penulisan persepektif
Peneliti menguji atau memverifikasi suatu teori

Peneliti menguji hipotesis-hipotesis atau rumusan masalah dari teori tersebut Peneliti mendefinisikan dan mengoperasionalisasikan variabelvariabel yang terbentuk dari teori tersebut Peneliti mengukur atau mengobservasi variabel-variabel dengan bantuan instrumen untuk memperoleh skor-skor

Gambar 3.4 Pendekatan Deduktif dalam Penelitian Kualitatif 82

Teoretis dalam penelitian kuantitatif. Anggap saja, tugas anda saat ini adalah mengidentifikasi suatu teori yang menjelaskan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. 1. Periksalah literatur-literatur yang kemungkinan membahas teori ini. Jika unit analisis untuk variabel-variabel penelitian adalah seorang individu, periksalah dalam literatur psikologi. Jika unit analisisnya adalah kelompok-kelopmok atau organisasi, lihatlah dalam literatur sosiologi. Jika penelitianya hendak menguji individu-individu dan kelompok-kelompok atau organisasi, lihatlah dalam literatur sosial-psikologi. Jika penelitianya hendak menguji individu-individu dan kelompok-kelompok, pertimbangkanlah literatur sosial-psikologi. Tentu saja, teori-teori dari disiplin lain bisa saja berguna (misalnya, untuk meneliti isu ekonomi). 2. Periksa pula penelitian-penelitian lain yang membahas topik atau yang sangat berkaitan dengan topik anda. Teori-teori apa ketimbang mengembangkanya maka peneliti kuantitatif seyogianya mengajukan teori, mengumpulkan data untuk menguji teori tersebut, dan menyatakan konfirmasi atau diskonfirmasi atas teori tersebut berdasarkan hasil yang diperoleh. Teori menjadi kerangka kerja untuk keseluruhan penelitian yang nantinya berfungsi mengorganisasi rumusan masalah dan hipotesis penelitian serta prosedur pengumpulan data. Model berfikir deduktif yang diterapkan dalam penelitian kuantitatif tanpak pada Gambar 3.4 peneliti memverifikasi suatu teori yang menguji rumusan masalah atau hipotesis-hipotesis yang berasal dari teori ini. Hipotesis atau rumusan masalah tersebut berisi variabel-variabel (konstrukkonstruk) yang perlu didefinisikan oleh peneliti atau perlu disesuaikan dengan definisi-definisi yang terdapat dalam literatur. Dari sinilah, peneliti mengunakan suatu instrumen penelitian untuk mengukur sikap-sikap atau perilaku-perilaku para partisipan. Kemudian, peneliti mengumpulkan skor-skor yang diperoleh dari instrumen ini untuk mengonfirmasi atau mendiskonfirmasi teori tersebut. Pada hakikatnya, pendekatan deduktif yang bisa diterapkan dalam penelitian kualitatif juga turut memengaruhi peletakan teori di dalamnya (lihat tabel 3.1). Petunjuk umumnya adalah memperkenalkan teori diawal proposal penelitian: dalam pendahuluan, dalam tinjauan pustaka, setelah hipotesis atau rumusan masalah (sebagai rasionalisasi atas hubungan antarvariabel), atau dalam bab/subbab khusus. Masing-masing penempatan ini memiliki kelebihan dan kekuranganya tersendiri.

Tabel 3.1 Opsi-Opsi Penempatan Teori Dalam Penelitian Kualitatif. Penempatan Dalam pendahuluan Kelebihan-kelebihan Penempatan ini banyak ditemukan dalam artikel-artikel jurnal; akan tanpak fimiliar bagi pembaca; lebih bersifat deduktif. Teori berasal dari literaturliteratur yang ada. Dengan meletakkanya dalam tinjauan pustaka, teori ini akan semakin jelas dan tuntut sesuai dengan literatur aslinya. Kekurangan-kekurangan Pembaca sulit untuk memisahkan landasan teori dari komponen-komponen lain dari proses penelitian Pembaca silit membedakan teori dengan tinjauan pustaka

Dalam tinjauan pustaka

83

Setelah rumusan masalah atau hipotesis peelitian

Bagaimanapun juga, teori merupakan penjelasan logis atau rumusan masalah atau hipotesis penelitian karena teori dapat menerangkan bagaimana dan mengapa variabel-variabel saling berhubungan Penempatan ini dapat memperjelas pembahasan mengenai teori dari pembahasan-pembahasan lain dalam penelitian. Penempatan ini juga memungkinkan pembaca untuk mengidentifikasi dan memahami dengan baik landasan teori untuk penelitian tersebut.

Dalam bagian (bab/subbab terpisah)

Peneliti bisa saja memasukkan logika teoretis setelah rumusan masalah atau hipotesis penelitian, tetapi ia akan mengabaikan pembahasan detail tentang asal mula perkembangan dan penerapan teori tersebut. Pembahasan teori bisa saja berada terpisah dari komponen-komponen lain, namun pembaca akan sulit untuk menghubungkanya dengan komponen-komponen lain dalam penelitian.

Yang digunakan oleh para penelitianya? Batasilah jumlah teori dan cobalah mengidentifikasi suatu teori yang dapat menjelaskan hipotesis inti atau rumusan masalah utama. 3. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, buatlah rumusan masalah dengan metafor pelangi agar dapat menjembatani variabel-variabel bebas dan variabel-variabel terikat, seperti: mengapa variabel(-variabel) bebas mempengaruhi variabel (-variabel) terikat? 4. Jelaskan teori anda dalam bagian khusus. Ikuti kalimat-kalimat berikut: ―Teori yang akan digunakan adalah.......... (nama teori). Teori ini dikembangkan oleh.........(sumber atau pengembang teori) dan sudah banyak diterapkan dalam penelitian mengenai.......(topik-topik penelitian yang menerapkan teori ini sebagai landasanya). Teori ini menegaskan bahwa...... (proposisi-proposisi atau hipotesis-hipotesis dalam teori tersebut). Diaplikasikan pada penelitian ini, teori tersebut diharapkan dapat menjelaskan pengaruh variabel(-variabel) bebas...........( variabel-variabel bebas) terhadap variabel(-variabel) terikat (variabel-variabel terikat) karena....... (penjelasan yang didasarkan pada logika dari teori tersebut).‖

Dengan demikian, topik-topik yang harus dimasukkan kedalam pembahasan mengenai teori kuantitatif ini mencangkup antara lain: teori yang digunakan, hipotesis-hipotesis atau proporsi-proporsi dari teori tersebut, informasi tentang aplikasi teori tersebut dalam penelitian-penelitian sebelumnya, dan pernyataan yang mencerminkan bagaimana teori tersebut berhubungan dengan penelitian yang diajukan. Contoh penulisan teori kuantitatif ini dapat disimak dalam penelitian Crutchfiled (1986) berikut:

84

Contoh 3.1 Teori kuantitatif Crutchfiled (1986) menulis disertai doktoralnya dengan judul Locus of Control, Interpersonal Trust, And Scolarly produktifity. Dengan menyurvei para guru keperawatan, ia hendak mengetahui apakah lokus kontrol dan keyakinan interpersonal dapat memengaruhi tingkat produktifitas para guru. Dalam bab ini pendahuluan disertai ini terdapat salah satu subbab yang berjudul ―Perspektif teoritis‖. Subbab ini mencangkup poin-poin berikut:  Teori yang akan digunakan  Hipotesis utama dari teori tersebut  Informasi tentang siapa yang telah mengunakan teori tersebut  Penyesuaian antara teori dan variabel-variabel penelitian dengan mengunakan bentuk pernyataan logika ―jika-maka‖ Saya telah memberikan catatan-catatan tambahan dalam format italic untuk menandai poin-point diatas. Perspektif Teoritis Untuk merumuskan perspektif teoritis dalam meneliti produktifitas akademi para guru, teori belajar sosial (sosial learning theori) menyediakan proto tipe penting. Konsep tentang perilaku berusaha ―mendekati perilaku manusia berdasarkan hubungan (timbal-balik) berkelanjutan antara faktor-faktor kognitif, perilaku, dan lingkungan‖ (Bandura, 1977:vi) (Disini, peneliti tengah mengidentifikasi teori tertentu). Meskipun teori ini menyarankan agar diterapkan reirfoncemen seperti membentuk prinsip-prinsip, teori belajar sosial tetap melihat peran reward sebagai sarana untuk mengidentifikasi respon-respons terbaik dan sebagai motivasi intensif terhadap perilaku yang diharapkan. Selain itu, prinsip-prinsip belajar dalam teori ini menekankan peran penting proses-proses lain, seperti proses vicari ous, simbolic, dan self regulating (Bandura, 1997). Teori belajar sosial tidak hanya membahas belajar dan pembelajaran, tetapi juga berusaha mendeskripsikan bagaimana kompetensi sosial dan dan kompetensi personal (sehingga disebut personalitas) dapat mengembangkan kondisi sosial yang kondusif untuk proses belajar. Teori ini juga untuk menjabarkan teknik-teknik penilaian personalitas (Mischel, 1968), dan modifikasi perilaku dalam setting klinis dan edukatif (Bandura, 1977; Bowel dan Hilgart, 1981; Rotter 1954) (Disini, peneliti tengah mendeskripsikan teori belajar sosial) Sejauh ini prinsip-prinsip teori belajar sosial telah banyak diterapkan pada perilaku-perilaku sosial seperti kompetifitas, agresifitas peran seks, tantanga, dan perilaku patologis (Bahdura & Walters, 1963; Bandura 1977; Mishel, 1968; Miller & Dollard, 1941, Rotter 1954; Staats, 1975) (Disini peneliti tengah mendeskripsikan penerapan teori ).

85

Dengan menjelaska teori belajar sosial, rotter (1954) menunjukkan bahwa ada empat tingkatan variabel yang harus dipertimbangkan: perilaku, ekspektasi, reinforcement, dan situasi psikologis. Formula umum tentang perilaku dapat dinyatakan sebagai berikut: Potensi munculnya perilaku dan situasi psikologistertentu merupakan pengaruh ekspektasi bahwa perilaku tersebut nantinya akan menuntun para reiformence dan manfaat-manfaatnya dalam dalam situasi psikologis tersebut (Rotter, 1975:57). Ekspektasi dalam formula ini merujuk pada kepastian (atau kemungkinan) tertentu bahwa hubungan kausatif umumnya muncul antara perilaku dan rewad konstruk dari eksprestasi ini dapat didefinisikan sebagai lokus kontrol ekternal ketika seorang individu percaya bahwa dalam dirinya mempengaruhi oleh hal-hal seperti keberuntungan, nasib atau kekuatan-kekuatan lain. Kesadaran akan hubungan kausatif ini tentu saja bukanlah sikap yang mutlak dan selalu muncul dalam setiap individu, melainkan yang berupa sikap yang berbedabeda dalam satu kontinum bergantung pada pengalaman-pengalaman individu tersebut dan sebelumnya dan kompleksitas-kompleksitas situasional (Rotter: 1996).(Disini peneliti menjelaskan variabel-variabel dalam teori) Karena penelitian ini menerapkan teori belajar sosial maka empat tingkatan variabel yang diidentifikasi oleh Rotter (1954) diatas menjadi bahan utama untuk memerinci poin-poin produktifitas akademik seperti berikut: 1. Produktifitas akademik merupakan perilaku atau aktifitas yang diharapkan. 2. Lokus kontrol merupakan ekspektansi umum bahwa reward dapat atau tidak dapat bergantung pada perilaku-perilaku tertentu. 3. Reinforcement merupakan reward dan penghargaan atas kerja akademik 4. Institusi pendidikan merupakan situasi psikologis yang di dalam nya terdapat berbagai reward atas produktivitas akademik

Dengan variabel-variabel diatas maka konsep umum tentang perilaku sebagaimana yang sedang diformulasikan oleh Rotter (1975) akan diadaptasi sehingga menjadi seperti ini: potensi munculnya perilaku akademi dalam institusi pendidikan merupakan pengaruh dari ekspektasi bahwa perilaku tersebut nantinya akan menuntut pada reward-rewad tertentu dan manfaat-manfaatnya dalam institusi pendidikan, yakni produktifitas para guru semakin meningkat karena adanya para guru. Selain itu hubungan antara kepercayaan interpersonal dan lokus control perlu dipertimbangkan dalam kaitanya dengan ekspektasi dengan kaitanya reward melalui perilaku-perilaku yang direkomendasikan oleh Rotter dalam bukunya yang lain (1967). Selanjutnya, karakteristik-karakteristik tertentu, seperti persiapan akademik,umur kronologis, beasiswa doktoral, ikatan dinas atau kerja full-time, atau part-time, diasosiasikan
86

seperti adopsi dalam praktek-praktek kesehatan atau kualitas dalam orentasi kehidupan umat manusia. TEORI DALAM PENELITIAN KUALITATIF Variasi Penggunaan Teori Dalam Penelitian Kualitatif. c) Reward atas aktifitas akademik sangat bermanfaat (manfaat reward). Untuk lebih jelasnya. stabilitas dan perubahan. Misalnya. Jika para guru percaya bahwa: a) usaha-usaha mereka melaksanakan kegiatan akademik akan capai menuntutnya pada reward (lokus kontrol). dan hipotesis-hipotesis penelitian. Tema-tema ini dapat memberikan serangkaian hipotesis siap pakai untuk diuji dengan literatur-literatur yang ada. tema-tema ini umumnya menyediakan penjelasan lengkap yang sering kali dimanfaatkan oleh antropolog untuk meneliti perilaku culturesharing dan tingkah laku manusia. 87 . 12-16) (Disini. atau organisasi sosial. para ahli etnografi memanfaatkan tema-tema kultural atau ―aspek-aspek kebudayaan‖ (Wolcott. teori sering kali digunakan sebagai penjelasan atas perilaku dan sikap-sikap tertentu. seperti kekerabatan atau keluarga (lihat pembahasan Wolcott:1999 tentang sejumlah penelitian antropologi yang mengangkat topik-topik kebudayaan). Teori ini bisa jadi sempurna dengan adanya variabelvariabel. seperti kontrol sosial. Para peneliti kualitatif menggunakan teori dalam penelitian untuk tujuan-tujuan yang berbeda. peneliti tengah memberikan kesimpulan hipotesis dengan pernyataan logika ―jika maka‖ untuk menghubungkan variabel bebas dengan variabel terikat). konstruk-konstruk. bahasa.dalam penelitian kualitatif. b) Usaha-usaha mereka sangat bergantung pula kesanggupan-kesanggupan mereka pribadi (kepercayaan interpersonal). Pendekatan ini sangat populer dalam penelitian ilmu kesehatan kualitatif dimana peneliti biasanya mengawali penelitianya dengan model-model teoretis. Meskipun para peneliti kualitatif tidak merujuk pada tema-tema tersebut sebagai teori mereka. 1999:113) untuk dikaji dalam proyek penelitian mereka. Pertama. pernyataan berikut akan merepresentasikan logika dasar penelitian ini. d) Reward benar-benar ada dalam bidang atau institusi mereka (Seting Institusi) maka produktifitas akademik mereka akan semakin meningkat (hlm.dengan produktifitas akademik keperawatan dalam satu cara yang sama dengan produktifitas dengan disiplin-disiplin lain (disini peneliti tengah menerapkan konsep-konsep teoretis pada penelitianya).

kelas. dan ras (atau isu-isu lain mengenai kelompokkelompok marginal).dan kelompok-kelompok minoritas lain). kelas. khususnya tentang orangorang dan komunitas-komunitas kulit berwarna (Ladson-Bilings. kultural. anak jalanan. 2000)   Perspektif teori kritis fokus pada pemberdayaan umat manusia agar dapat bebas dari kungkunghan rasial. dan gender yang diletakkan pada mereka (Fay.Kedua. mengumpulkan dan menganalisis data. atau dengan cara berbaur langsung dengan mereka). serta membentuk call for action and change (panggilan untuk melakukan aksi dan perubahan). Penelitian-penalitian yang menerapkan perspektif teoritis ini bukan berarti menjadikan individu-individu diatas sebagai objek mentah yang 88 . atau historis tertentu) dan bagaimana menulis laporan akhir (seperti. 2000). peneliti memulai dengan satu teori yang menjelaskan keseluruhan proses penelitian. biseksual. 1987) Teori queer-begitulah istilah yang digunakan dalam literatur ini berfokus pada individu-individu yang menanamkan pada dirinya sebagai kelompok lesbian. gay. 1993). perempuan. 2007):  Perspektif feminis mengugat kaum wanita saat ini yang ditindas dengan sewenangwenang dan institusi yang turut membentuk kondisi tersebut. Dalam penelitian etnografi kritis. Perspektifperspektif juga menunjukkan bagaimana peneliti harus memosisikan diri mereka dalam penelitian kualitatif (seperti. Teori kausatif seperti ini bisa berupa teori emansipasi atau represi (Thomas. Topik-topik penelitian bisa mencangkup isu-isu kebijakan yang berhubungan dengan realisasi keadilan sosial bagi kaum wanita dengan ranah-ranah tertentu atau pengetahuan tentang kondisikondisi ketertindasan yang dialami oleh mereka (Ollesen. Penelitian kualitatif pada 1980-an mengalami transformasi besar-besaran yang ditandai munculnya perspektif-perspektif teoretis seperti ini sehingga memperluas ruang lingkup penelitian yang muncul sebelumnya. dengan tidak memarjinalisasi lebih jauh individu-individu yang diteliti. Perspektif-perspektif teoretis ini menuntun peneliti pada isu-isu penting yang perlu diteliti (seperti. Perspektif ini biasanya digunakan dalam penelitian advokasi/partisipatoris kualitatif atau dapat membantu peneliti untuk merancang rumusan masalah. berada diluar atau tidak condong pada konteks pribadi. atau trans gender.  Wacana rasial memunculkan pertanyaan-pertanyaan penting tentang tentang kontruksi dan kontrol atas pengetahuan yang berbau ras. Beberapa perspektif teoritis yang dapat digunakan dalam penelitian kualitatif adalah sebagai berikut (Creswell.para peneliti kualitatif sering kali mengunakan perspektif teoritis sebagai panduan umum untuk meneliti gender.

lalu ke tema-tema umum. Laporan penelitian tidak transparan dan netral. b). 89 . Penelitian pada dasarnya melibatkan isu-isu kekuasaan. guru dan orang tua yang memiliki anak-anak dengan ketidak mampuan tetentu (Mertens. Dengan menjadikan teori sebagai poin akhir penelitian.dapat diperlakukan begitu saja. melainkan lebih berusaha mencari sisi-sisi kultural dan politis apa yang membuat mereka terkucilkan dalam ranah sosial. tetapi dikuasai oleh individu-individu yang secara teoritis berorentasi pada ras. Logika pendekatan induktif ini dapat dilihat pada gambar 35. Ada empat hal yang menjadi fokus utama dalam kritik ini: a). 2005). Penelitian historis tradisional telah membungkam kelompok-kelompok yang tertindas dan marginal (hlm. Rossman dan Rallis (1998) mengartikan teori dalam penelitian kualitatif sebagai perspektif pos modern dan kritis: Menjelang abad XX. yang melibatkan para pengurus sekolah. 66) Ketiga dalam penelitian kualitatif. merupakan aspekaspek penting dalam memahami pengalaman manusia dan d). 1998). Teori ini bahkan menyuarakan kembali hak-hak dan pengalaman-pengalaman individu yang tertindas (gamson. 2000)  Studi ketidak mampuan berfokus pada makna inklusi dalam sekolah. kemudian menuju teori atau model tertentu (lihat punch. ilmu-ilmu sosial tradisional mulai dikritik dan dipertanyakan oleh perspektif-perspektif pos modern dan kritis yang menantang asumsi-asumsi objektif dan norma-norma tradisional dalam penelitian. berarti peneliti menerapkan proses penelitianya secara induktif yang berlangsung mulai dari data. teori sering kali digunakan sebagai poin akhir penelitian. gender.

grounded theory memiliki poin akhir yang berbeda. peneliti berharap dapat menemukan satu teori yang didasarkan pada informasi dari para partisipan (Stauss dan Corbin. Sebagai contoh lain. Misalnya. dari wawancara atau observasi) Gambar 3. Dalam penelitian ini. Lincoln dan Guba 90 . generalisasi-generalisasi atau teori-teori dari tema-tema atau kategori-kategori yang dibuat Peneliti menganalisis data berdasarkan tema-tema dan kategori-kategori Peneliti mengajukan pertanyaanpertanyaan terbuka pada partisipasi dan merekam catatan-catatan lapangan Peneliti mengumpulkan informasi (misalnya. Logika Induktif Dalam Penelitian Kualitatif Peneliti memulai penelitianya dengan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin dari para partisipan. 86). Stake (1995) menyebut tuntutan (assertion) sebagai generalisasi proporsional (kesimpulan peneliti dari hasil interpretasi dan klaim-klaimnya) dan generalisasi naturalistik (pengalaman-pengalaman pribadi peneliti) (hlm. teoriteori atau generalisasi-generalisasi ini menunjukkan bahwa penelitian kualitatif memiliki point akhir yang berbeda-beda. Bahkan. 1998).5. teori-teori. atau generalisasi-generalisasi untuk nantinya diperbandingkan dengan pengalaman-pengalaman pribadi atau dengan literatur-literatur yang ada. lalu membentuk informasi ini menjadi pola-pola. dalam penelitian studi kasus.Peneliti mengemukakan generalisasigeneralisasi atau teori-teori dari literatur-literatur dan pengalamanpengalaman pribadinya Peneliti mencari pola umum. Usaha mengembangkan tema-tema dan kategori-kategori menjadi pola-pola.

(1985) menyebut pattern theory (teori pula) sebagai pemikiran-pemikiran awal yang terus berkembang selama penelitian kualitatif ini justru merepresentasikan pemikiran-pemikiran yang saling berhubungan atau bagian-bagian yang berhubung dengan keseluruhan. seperti dalam penelitian fenomenologi. atau sebagai perspektif advokasi. peneliti hanya membuat sesuatu deskripsi yang kaya dan rinci tentang fenomena tertentu. pattern theory justru berisi konsep-konsep dan relasi-relasi yang saling berhubungan. mirip dengan teori kausatif. 38) Keempat. apakah sebagai penjelasan up-front. sesuai dengan tujuan yang digunakanya teori tersebut. yang didalamnya peneliti berusaha untuk membangun esensi pengalaman dari para partisipasi (lihat. Neuman (2000) memberikan informasi tambahan mengenai pattern theory ini: Pattern theory tidak menemukan aspek penalaran deduktif. sebagai end point penelitian. tidak sedikit orang memandang penelitian kualitatif sebagai penelitian yang tidak memiliki orientasi teori yang eksplisit. Jika bisa diterapkan. beberapa penelitian kualitatif tidak mengunakan teori yang terlalu eksplisit. Bahkan. 91 . misalnya. Malahan.  Tempatkan teori tersebut dalam naskah penelitian anda dibagian yang tepat. teori ini mengunakan metafora dan analogi-analogi agar relasi-relasi ini ―memiliki arti. Kasus ini bisa saja terjadi disebabkan dua hal: (1) karena tidak ada satupun penelitian kualitatif dilakukan dengan observasi yang ―benar-benar murni‖ dan (2) karena struktur konseptual sebelumnya yang disusun dari teori dan metode tertentu telah memberikan starting point bagi keseluruhan observasi (Schwandt. Sebaliknya. 1986). namun teori ini tidak membutuhkan pernyataan kausatif. identifikasilah bagaimana teori tersebut akan dijabarkan dan digunakan dalam penelitian anda. Tips penelitian saya tentang pengunaan teori dalam penelitian kualitatif ini antara lain sebagai berikut:   Pastikan apakah teori tersebut dapat diterapkan dalam penelitian kualitatif atau tidak. 1993). Dalam penelitian-penelitian semacam ini. Riemen. Pattern theory mengurutkan setiap tahapan atau menghubungkan bagian-bagian dengan keseluruhan (hlm. Konsep-konsep dan relasi-relasi di dalamnya membentuk sejenis mutual-reinforcing dan sistem tertutup.‖ pattern theory merupakan sistem gagasan-gagasan.

Padilla. sebagai konsekuensinya. 276) Seperti yang tanpak pada contoh diatas. Lather (1986) mengulifikasi pengunaan teori sebagai berikut: Melakukan penelitian grounded theory secara empiris membutuhkan relasi timbal balik antara data dan teori. yaitu model Tinto tentang integrasi sosial. dengan tetap menjaga kerangka tersebut secara ketat agar tidak tercampur-baur dengan data penelitian (hlm. untuk sebagian besar rancangan kualitatif yang berorientasi teori. model tersebut tidak diuji (seperti yang sering ditemukan dalam proyek kuantitatif). kami telah mengembangkan suatu model visual yang menghubungkan variabel-variabel. Mereka mendaur-ulang model Tinto ini dan menawarkan modifikasinya untuk mengilustrasikan bagaimana etnisitas itu berfungsi. Mereka ingin mengetahui tentang bagaimana etnisitas memengaruhi integrasi sosial. atau generalisasi sebagai poin akhir (end point} maka modifikasi atas teori model Tinto tersebut dimunculkan di akhir penelitian. 92 . Karena penelitian kualitatif mereka menempatkan teori. 433). tetapi hanya dimodifikasi (karena penelitian mereka adalah penelitian kualitatif). dan Pavel (1991) meneliti 24 siswa yang berasal dari Spayol dan Amerika Asli yang tergabung dalam suatu sistem sosial (dalam hal ini. Data harus diolah secara dialektik agar dapat menghasilkan proposisiproposisi baru yang memungkinkan munculnya kerangka teoretis. universitas). yang di dalamnya proposisi utama dapat dibedakan dengan teori-teori dan literatur-literatur yang sudah ada. Dalam penelitian kualitatif yang mengunakan tema kultural atau perspektif teoretis. Mereka merasa bahwa model ini telah "dikonseptualisasikan secara tidak utuh dan.Menempatkan Teori Dalam Penelitian Kualitatif Bagaimana teori itu digunakan. merancang model ini secara induktif dari komentarkomentar infor man. Untuk itulah.2 Teori di Bagian Awal Penelitian Kualitatif Murguia. Mereka mengawalinya dengan menghubungkan pengalaman-pengalaman partisipan dengan satu model teori. dalam penelitian mereka. teori muncul diawal dan dapat dimodifikasi atau disesuaikan dengan sedemikian rupa berdasarkan pandangan dari para partisipan. sering kali dipahami dan diukur dengan tidak tepat" (hlm. akan turut memengaruhi penempatanya dalam sebuah penelitian kualitatif. sebuah representasi visual yang mengilustrasikan hubungan antarkonsep. Contoh 3. Modtfikasi-teori ini berbentuk diagram logika. seperti etnografi kritis. Akan tetapi. pola. dan meletakkan model tersebut di akhir penelitian.

1992) mengembangkan suatu grounded theory yang menghubungkan variabel-variabel (atau kategori-kategori) penelitian. kami berharap bahwa jenjang-jenjang karier akan sama. penelitian metode campuran yang didasarkan pada teori gender. Barangkali. (Creswell & Brown.1. dengan harapan kami. pada bagian ini. beragamnya tujuan-tujuan karier para dosen yang post-tenure memperluas kemungkinan munculnya "jenis-jenis" masalah tersebut. sekaligus membandingkan beragam spekulasi teoretis yang terdapat dalam literatur. ketidakmampuan. Bab teori kami munculkan di bagian akhir penelitian. Teori ilmu sosial atau ilmu kesehatan bisa saja digunakan sebagai kerangka teoretis untuk diuji. bukan dalam jenis-jenis masalah. kami menggambarkan teori tersebut secara induktif dalam bentuk isual berdasarkan kategori-kategori informasi yang berasal dari para informan. ras atau etnisitas. 2003). orientasi seksual. baik dengan pendekatan kuantitatif maupun kualitatif. Cara lain untuk menerapkan teori dalam penelitian metode campuran adalah dengan menjadikan teori sebagai perspektif teoretis untuk menuntun penelitian. subproposisi ini justru menekankan pada kelompok karier yang understudied. Mengapa kebutuhankebutuhan para dosen yang tenured justru lebih banyak dibanding para dosen yang nontenured? Padahal. Dalarn bab tersebut.TEORI DALAM PENELITIAN METODE CAM! URAN Teori dalam penelitian metode campuran dapat diterapkan secara deduktif (seperti dengan pengujian atau verifikasi teori kuantitatif) atau secara induktif (seperti dengan pemunculan teori atau pola kualitatif). kami juga membandingkan hasil survei dari para partisipan dengan hasil survei dari penelitian-penelitian lain. Selain itu. yakni pengaruh para ketua jurusan terhadap performa dosen. Pada bagian ini. salah satu literatur yang membahas tentang produktivitas penelitian menegaskan bahwa performa penelitian seseorang tidak akan merosot hanya karena ada penghargaan tenure (Holley. atau isu-isu lain maka penelitian tersebut sebaiknya menerapkan teori-teori ini di bagian penelitian (Mertens. Dalam banyak hal. Contoh 3. Bertentangan dengan proposisi 2. mengharuskan kita untuk mengujinya lebih rinci.3 Teori di Bagian Akhir Penelitian Kualitatif Dengan menggunakan database yang memuat sekitar 33 wawancara kami bersama para ketua jurusan akademik. kami (Creswell & Brown. melainkan dalam jangkauan masalah-masalah tersebut. kami juga menyertakan hipotesis-hipotesis dari teori tersebut. yang menurut Furniss (1981). antara lain kami menyatakan: Proposisi dan subproposisi-subproposisi dari teori ini ternyata menampiikan sesuatu yang tidak biasa. 1992: 58) 93 . Dalam hal ini. bahkan kontras. 1977). Bahkan. Kami justru menemukan bahwa masalah yang dirasakan para dosen yang post-tenure hampir mencakup keseluruhan masalah yang terdapat dalam daftar.

kebudayaan/ras/etnik. dia menegaskan pentingnya perspektif teoretis dalam penelitian metode carnpuran. Para peneliti metode campuran yang menggunakan teoriteori transformatif ini. etnis/ras. antidiskriminasi partisipatif. dengan objek penelitian yaitu individuindividu dengan ketidakmarnpuan-ketidakmampuan khusus dan kelompok-kelompok marginal. gagasan digunakannya landasan teoretis dalam penelitian metode campuran sudah ditunjukkan pertama kali oleh Greene dan Caracelli pada 1997. Mertens (2003) melanjutkan pembahasan ini. Dengan membaca pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam Kotak 3. Greene dan Caracelli menawarkan pencampur-an nilai-nilai dari tradisi-tradisi yang berbeda (seperti. Rancangan ini mengutamakan penelitian-penelitian yang berbasis pada nilai dan aksi. bebas-bias dari kuantitatif dan bermuatan-bias dari kualitatif).1. Sebagaimana diringkas dalam Kotak 3.1. Mereka menjelaskan kemungkinan penelitian metode campuran menerapkan perspektif-perspektif teoretis yang beragam. Freirian. ras/etnis. Perspektif-perspektif inilah yang nantinya saling bertumpang tindih dalam penelitian metode campuran (lihat-Bab 10). Creswell.Secara historis. feminis. dan Hanson (2003) sudah menulis sebuah bab khusus yang menjelaskan hal tersebut secara kompre-hensif. penerapan metode-metode yang berbeda.1 mengarahkan para peneliti 94 . seperti penelitian aksi partisipatoris (participatory action research) dan pendekatan pemberdayaan (empowerment approach). Pertanyaan-pertanyaan dalam Kotak 3. dia menekankan pentingnya nilai-nilai dalam meneliti isu-isu feminis. kelas dan status sosial. gaya hidup. dalam menjelaskan paradigma transfor-rriatif-partisipators dan prosedur-prosedur khusus metode campuran. menurut Mertens. Banyak peneliti metode campuran yang sudah menerapkan gagasan ini. kritik. Mertens juga menjelaskan implikasi dasar diterapkannya teori-teori transformatif ini dalam penelitian metode campuran. Tentang prosedur-prosedur penelitian metode campuran. Dalam rancangan ini. Piano Clark. perlu menggabungkan metodologi emansipatoristransformatif ke dalam semua tahap penelitiannva. Teori transformatifnya Mertens ini bisa menjadi gagasan umum bagi serrtua penelitian yang berbasis emansipatoris. para peneliti akan menyadari pentingnya penelitian tentang isu-isu diskriminisi dan tekanan. Mereka kemudian membuat model-model visual untuk mengilustrasikan bagaimana perspektif-perspektif ini dapat menjadi panduan bagi penelitian metode campuran. Mereka mengidentifikasi penerapan rancangan transformatif'untuk penelitian metode campuran. seperti gender. Tidak hanya itu. Gutmann. dan perhatian pada solusi-solusi aksi. dan isu-isu ketidakmampuan (disability issues). serta perlunya pengharga-an akan perbedaan di antara para partisipan penelitian. feminis.

Penelitian metode campuran di atas "menekankan dimensi-dimensi berbasis nilai dan aksi dari dua tradisi penelitian yang berbeda" (Greene & Caracelli. Langkah-langkah untuk menggunakan teori dalam proposal metode campuran ialah: • • • Tentukan teori apa yang akan digunakan. 95 . Jika teori digunakan sebagai strategi transformasional dalam penelitian. yang di dalamnya gagasan-gagasan emansipatoris juga digunakan. Mereka menggunakan perspek-tif teoretis untuk mengonfigurasi kembali bahasa dan percakapan partisipan.untuk respek dalam mengumpulkan dan mengomunikasikan data penelitian dan melaporkan hasil penelitian sehingga dapat menuntun pada per-ubahan dalam proses dan relasi sosial. Identifikasilah penerapan teori tersebut dalam hubungannya dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. 1997:24). lalu mereka mengemukakan pentingnya pemberdayaan dalam penelitian. jelaskan strategi tersebut dan bahaslah poin-poin intinya dalam penelitian yang diajukan.

1 Pertanyaan-Pertanyaan Emansipatoris-Transformatif untuk PenelitianPenelitian Metode Campuran selama proses Penelitian Membatasi Masalah dan Mencari Literatur • Apakah Anda sudah mencari dengan teliti literatur-literatur yang concern dengan isu-isu diskriminasi dan penindasan? • Apakah Anda sudah membatasi masalah penelitian. merrlbuat pertanyaan-pertanyaan positif dan negatif yang seimbang? Membuat pertanyaan-pertanyaan yang menuntun pada jawaban-jawaban transformatif. utamanya untuk komunitas yang diteliti? • Apakah Anda sudah benar-benar memanfaatkan waktu dengan komunitaskomunitas ini? (seperti. seperti pertanyaan-pertanyaan yang difokuskan pada persoalan otoritas dan relasi kekuasaan dalam institusi-institusi dan komunitaskomunitas tertentu?).Kotak 3. membangun kepercayaan. Mengidentifikasi Rancangan Penelitian • Apakah rancangan penelitian Anda sudah menerapkan treatment yang berbedabeda pada setiap kelompok dan menghormati pertimbangan-pertimbangan etis dari para partisipan? Mengidentifikasi Sumber-Sumber Data dan Memtlih Partisipan • Apakah para partisipan benar-benar pernah mengalami —atau setidaknya berkaitan dengan— diskriminasi dan penindasan? • Apakah para partisipan sudah tepat dilabeli sebagai komunitas yang tertindas? • Apakah proses penargetan populasi sudah memenuhi syarat-syarat pengharaan akan perbedaan? • Apa yang Anda lakukan pada sampel penelitian untuk mengetahui bahwa kelompokkelompok yang tertindas itu benar-benar terwakilkan dengan tepat dan akurat? Mengidentifikasi atau Membuat Instrumen-Instrumen dan Metode-Metode Pengumpulan Data • Apakah proses pengumpulan data dan hasil penelitian akan menguntungkan komunitas yang diteliti? 96 . menggunakan kerangka teoretis ketimbang model tertentu yang terbatas.

peneliti perlu membuat tulisan agak panjang mengenai teori tersebut. analisis multilevel) untuk mengetahui bahwa ada dampak yang berbeda terhadap setiap kelompok? • Apakah hasil penelitian akan membantu memahami dan memper-jelas relasi kekuasaan? • Apakah hasil penelitian akan mempermudah proses perubahan sosial? Sumber: Diadaptasi seperlunya dari D. dan Melaporkan Hasil Penelitian • Apakah hasif penelitian akan memunculkan hipotesis-hipotesis baru? • Apakah penelitian ini juga akan meneliti subkelompok-subkelompok (seperti. Teori inilah yang menjelaskan bagaimana dan mengapa variabel-variabel itu berhubungan satu sama lain. Handbook of Mixed Methods in the Social & Behavioral Sciences. berfungsi sebagai jembatan antarvariabel." atau dalam bentuk visual. peneliti menempatkannya di awal penelitian dalam tinjauan pustaka. Teddlie (Ed. seperti dalam bentuk hipotesis.). Menafsirkan. dan peneliti menyatakan teori mereka dalam bebe rapa bentuk. atau menempatkannya dalam bagian terpisah. Ruang lingkup teori bisa saja luas ataupun sempit. Mereka juga dapat memasukkan teori-teori itu dalam rumusan masalah atau hipotesis penelitian. Tentu saja. jika diletakkan di bagian terpisah. 97 . Para peneliti kuantitatif menggunakan teori untuk memberikan penjelasan atau prediksi tentang relasi antarvariabel dalam penelitian. Tashakkori & C.M. Jika teori-teori tersebut digunakan secara deduktif. RINGKASAN Teori diterapkan dalam penelitian kuantitatif. Peneliti kuantitatif tentu membutuhkan landasan teoretis tentang variabel-variabel ini untuk membantunya merancang rumusan masalah dan hipotesis penelitian. Mertens (2003). "Mixed Methods and the Politics of Human Research: The Transformative-Emancipatory Perspective/' dalam A. Diadaptasi atas izin penulis.• Apakah temuan-temuan penelitian nantinya dapat dipercaya oleh komunitas tersebut? • Apakah komunikasi dengan komunitas tersebut akan berjalan efektif? • Apakah proses pengumpulan data dapat membuka jaian bagi partisipan menuju proses perubahan sosial? Menganalisis. pernyataan logika "jika-maka. kualitatif. dan metode campuran untuk tujuan yang berbeda-beda.

misalnya. kepemilikan. atau generalisasi (generalization) yang secara induktif berawal dari pengumpulan dan analisis data. para peneliti metode campuran dapat 98 . narkoba.Contoh 3. Para peneliti metode campuran dapat menerapkan teori secara deduktif (sebagaimana dalam penelitian kuantitatif) ataupun secara induktif (sebagaimana dalam penelitian kualitatif). Mereka juga dapat mengawalinya dengan menggunakan perspektif-perspektif teoretis (misalnya. seperti penelitian feno-menologi. yang berhubungan dengan gender. Mereka lalu menyatakan bahwa dalam metakukan penilaian (evaluasi). Mereka pertama-tama melakukan 75 wawancara etnografis terbuka untuk mengidentifikasi "tema-tema bahasa" (him. kelas. berusaha menghasilkan suatu teori yang didasarkan (grounded) pada pandangan-pandangan para partisipan. dan Peterson (2000) meneliti isu-isu yang sering kali muncul dalam masyarakat urban. Teori juga bisa diterapkan sebagai perspektif teoretis untuk membantu peneliti memunculkan pertanyaanpertanyaan tentang gender. Mereka juga melakukan 40 wawan¬cara semi-struktur untuk mengidentifikasi demografi. Lucas.4 Teori dalam Penelitian Metode Campuran Transformatif-Emansipatoris Hopson. para peneliti kualitatif juga dapat menerapkan teori sebagai penjelasan umurn. Misalnya. mereka meneliti bahasa para partisipan yang terjangkit HIV/AIDS dalam konteks sosial. misal-nya dalam etnografi. rutinitas sehari-hari. dan kelas) dalam penelitian metode campuran mereka. dan keber-terimaan dan ketakberterimaan. mereka menyaring kembali pertanyaanper-tanyaan follow-up (lanjutan) untuk digunakan sebagai instrumen posintervensi kuantitatif. yang didominast oleh penduduk Afrika Amerika yang terjangkit HIV/AIDS. dan karakteristik-karakteristik perilaku-sosio seksual. sebaiknya diterapkan pendekatan pemberdayaan di mana peneliti secara aktif mendengarkan pendapat dari para partisipan dan melaksanakan program-program yang mereka inginkan Sebagaimana dalam penelitian kuantitatif. Meski demikian. Dengan kerangka teori transformatif-emanstpatoris. seperti celaan. ada juga beberapa penelitian kualitatif yang tidak menyertakan teori yang eksplisit. gaya hidup. dan sebagainya. Teori juga dapat diterapkan sebagai poin akhir penelitian (end point). ras. lalu memosisikannya sebagai kesimpulan di akhir penelitian mereka. pengetahuan tentang bahaya HIV/ AIDS. hanya menyajikan penelitian deskriptif tentang fenomena utama. penggunaan obat-obatan. pola (pattern]. Dari data kualitatif ini. 31). Para peneliti kualitatif yang menerapkan grounded theory. ras/etnis.

). New York: Teachers College Press. Bab-bab dalam buku ini mengilustrasikan beberapa konsensus tentang bagaimana meryjelaskan suatu teori. buku ini juga menunjukkan bahwa teori bisa saja beroperasi pada banyak level dalam penelitian kualitatif. 2003) sudah me-nyediakan prosedur-prosedur khusus bagaimana memasukkan beragam perspektif tersebut ke dalam tahap-tahap penelitian. G. David Flinder dan Geoffrey Mills mengeditori sebuah buku yang membahas tentang perspektif-perspektif yang berasal dari lapangan —"teori lapangan"— seperti yang sudah sering dideskripsikan oleh para peneliti kualitatif. teori-teori epistemologis. & Mills. Theory and Concepts in Qualitative Research: Perspectives from The Field. Identifikasilah secara cermat bagaimana perspektif tersebut membentuk langkah-langkah dalam proses penelitian itu! Gunakan Kotak 3. etnis/ras. Latihan Menulis 1. seperti teori-teori formal. (b) berusaha mengembangkan suatu teori di akhir penelitian.1 sebagai panduan identifikasi. teori-teori metodologis. beberapa buku penelitian saat ini (seperti. dan (c) menyajikan penjelasan deskriptif tanpa menggunakan teori yang eksplisit.. 4. dan meta-teori.menerapkan pen-dekatan transformasional-emansipatoris yang menggabungkan perspektifperspektif di atas untuk meneliti isu utama. Mertens. Setelah itu. Berdasarkan keragaman inilah. Berdasarkan contoh yang sudah disajikan dalam bab ini. (1993). dan teori seperti apa yang dianggap buruk dan baik. buat juga model visual teori tersebut yang mengilustrasikan hubungan antarvariabel dalam penelitian Anda! Ikutilah prosedur-prosedur rancangan model kausatif yang sudah dijelaskan dalam bab ini! 3.J. (Ed. diperlukan usaha untuk mencari teori lapangan yang sebenarnya dalam penelitian kualitatif. Teachers College. 99 . Bahkan.E. atau kelas. Carilah penelitian metode campuran yang menggunakan satu perspektif teoretis. Columbia University. buatlah tulisan Latihan Menulis mengenai perspektif teoretis untuk rencana penelitian kuantitatif Anda! 2. BACAAN TAMBAHAN Flinders. Carilah artikel-artikel jurnal yang: (a) memodifikasi suatu teori yang muncul sebelumnya. D. seperti perspektif feminis. Lebih jauh.

Tashakkori & C. yang menurutnya cenderung membatasi pemikiran.Buku ini juga mengilustrasikan praktik dari kritisisme kritis. metode penelitian pada awalnya tidak terlibat dalam. Aspek yang berbeda dari tulisan Mertens ini terletak pada bagaimana ia berusaha merangkaikan paradigma pemikiran transformatif-emansipatorisnya dengan langkah-langkah dalam proses pelaksanaan penelitian metode campuran. (b) sebagai hipotesis yang lebih sempit atau longgar. Dia mencatat beragam definisi tentang teori dan memetakan empat fungsi teori. "Mixed Methods and The Politics of Human Research: The Transformative-Emancipatory Perspective. dia kemudian memunculkan satu tesis bahwa teori tidak seharusnya menstrukturkan apalagi mengekang pemikiran. sebagaimana dikatakan Toffler. yaitu: (a) sebagai bahan pemikiran dan refleksi. dari orane-orang yang memiliki ketidakmampuan-ketidakmampuan khusus dan dari kaum feminis. CA: Sage. (1997). G. Handbook of Mixed Methods in Social and Behavioral Research. dan edukasional. Gary Thomas mengkritik penggunaan teori dalam penelitian edukatif.). D. Mertens. (2003). Teddlie (Ed." dalam A. teori-teori ini harus berkembang secara terus-menerus dan menjadi ad hocery. isu-isu politik-kemanusiaan dan keadilan sosial. 67 (1). "What's The Use of Theory?" dalam Harvard Educational Review. 100 . (him.M. 75-104). Sebalik-nya. la juga menawarkan paradigma transformatif-emansipatoris sebagai kerangka teoretis bagi penelitian metode campuran karena paradigma ini digagas oleh para sarjana yang berasal dari kelompok ras/etnis yang beragam. 135-164). (him. dan (d) sebagai pernyataan formal dalam ilmu pengetahuan. Berangkat dari catatan-catatan ini. formal. Thousand Oaks. Thomas. Donna Mertens mengakui bahwa secara historis. personal. (c) sebagai penjelasan untuk menambah pengetahuan dalam bidang yang berbeda.

Sepanjang penggarapan proposal. apakah kuantitatif. 2. Semua topik harus saling berhubungan dan memberikan gambaran kohesif mengenai proyek penelitian secara keseluruhan. Dalam bab ini. suatu proposal penelitian di-bentuk oleh beberapa argumentasi utama. peneliti perlu memiliki gagasan umum tentang struktur penelitian yang akan sajikan. dan masalah-masalah etis yang harus dipertimbangkan saat proposal tersebut ditulis.Bab Empat Strategi-strategi Menulis dan Pertimbangan-Pertimbangan Etis S ebelum menulis proposal. Yang jelas. kualitatif. Maxwell (2005) menyebut sembilan argumentasi inti yang harus diperhatikan peneliti untuk menulis proposal penelitian. Berikut ini saya sajikan sembilan argumentasi tersebut dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan. secara keseluruhan. Struktur proposal ini akan berbeda tergantung pada apakah proyek yang ditulis adalah kuantitatif. MENULIS PROPOSAL Bagian-Bagian dalam Proposal Salah satu syarat utama yang harus dipenuhi sebelum menulis proposal adalah mempertimbangkan topik-topik apa saja yang akan dimasukkan dalam proposal tersebut. atau metode campuran. atau metode campuran. Apa yang dibutuhkan pembaca untuk memahami topik Anda dengan lebih mudah? Apa yang sudah sedikit-banyak diketahui pembaca mengenui topik Anda? 101 . praktik-praktik penulisan proposal agar mudah dibaca. saya menyajikan outline topiktopik proposal. yang akan turut memastikan konsistenst dan keterbacaan proposal tersebut. 1. kualitatif. Dalam bab-bab selanjutnva. peneliti juga perlu mematuhi aturan-aturan etis dan mengantisipasi masalah-masalah etis yang sering kali muncul. diperlukan sejenis outline atau draft meskipun topik-topik ini akan bervariasi bergantung pada jenis proposal yang diajukan. Untuk itulah. utamanya tentang 'format bagian-bagian dan outline topik-topik di dalamnya. Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah kesadaran akan tulisan yang baik dan benar. saya akan menjelaskan bagian-bagian ini secara lebih detail. Bab ini akan menjelaskan garis-garis besar susunan proposal penelitian secara keseluruhan. sejenis draf tentang bagian-bagian yang perlu dimasukkan dalam proposal penelitian.

Strategi penelitian kualitatif.2 didasarkan pada perspektif advokasi/partisipatoris. akan membentuk fondasi penelitian yang baik dan sangat membantu proses penyusunan proposal secara keseluruhan. 4. Rumusan masalah. Peran peneliti. Susunan naratif penelitian. Prosedur-Prosedur Asumsi-asumsi filosofis tentang penelitian kualitatif. Format Proposal Kualitatif Mengenai format proposal kualitatif. Strategi-strategi menvalidasi hasil penelitian. Lampiran: pertanyaan-pertanyaan wawancara.3. Contoh 4. sedangkan Contoh 4.1 didasarkan pada perspektif konstruk-tivis/interpretivis. Hasil-hasil sementara (jika ada). dan anggaran yang diajukan. 102 .1 Format Konstruktivis/Interpret!vis Kualitatif Pendahuluan Latar belakang masalah (mencakup literatuMiteratur yang ber-hubungan dengan rnasalah tersebut dan pentingnya penelitian). jika masing-masing disajikan secara tepat dalam satu bagian proposal. Yang menarik dari sembilan pertanyaan di atas adalah disertakannya verifikasi penemuan. 6. Apa yang Anda harapkan dari penelitian Anda? Rancangan seperti apa dan siapa saja orang-orang yang ingin Anda teliti? Metode-metode apa yang ingin Anda gunakan untukmenyajikan data? Bagaimana Anda akan menganalisis data? Bagaimana Anda akan menvalidasi penemuan-penemuan Anda? Masalah-masalah etis apa saja yang akan Anda sajikan? Apakah hasil-hasil sementara sudah menunjukkan bahwa penelitian yang Anda ajukan ini bermanfaat dan bisa diterapkan? Sembilan pertanyaan ini. catatan waktu. 7. Outcomes yang diharapkan. 5. Contoh 4. saya menawarkan dua model alternatif. Masalah-masalah etis yang mungkin muncul. Tujuan penelitian dan batasan masalah. pertimbangan-pertimbangan etis. bukti observasi. hasil-hasil sementara. Komponen-komponen ini dapat memfokuskan perhatian pembaca pada elemen-elemen kunci yang sering kali diabaikan dalam proposal penelitian. dan bukti manfaat atau tidaknya sebuah proposal. Prosedur-prosedur pengumpulan data. 8. 9.

Misalnya. yaitu pendahuluan dan prosedur-prosedur. Perubahan-perubahan advokasi/partisipatoris yang diharapkan. dan anggaran yang diajukan.2 Format Advokasi/Partisipatoris Kualitatif Pendahuluan Latar belakang masalah (meliputi isu-isu advokasi/partisipatoris yang akan dieksplorasi. saya juga sudah menambah bagian-bagian yang mungkin pada awalnya tampak tidak lazim. Strategi penelitian kualitatif. Rumusan masalah. Prosedur-Prosedur. literatur-literatur yang berhubungan dengan isu tersebut. tetapi hanya bersifat optional saja. Pentingnya penelitian. dan pentingnya penelitian). lagi pula. Contoh 4. berkolaborasi dengan para partisipan dalam pengumpulan data. Strategi-stratecgi menvaiidasi hasif penelitian. Asumsi-asumsi filosofis tentang penelitian kualitatif. Format proposal di atas tadi sama dengan format sebelumnya (konstruktivis/interpretivis) kecuali dalam hal bahwa dalam format proposal ini. Masalah-masalsh etis yang mungkin muncul. peneliti mengidentifikasi isu-isu advokasi/partisipatoris tertentu yaing akan dieksplorasi dalam penelitian (seperti marginalisasi dan pemberdayaan). dan menyatakan perubahan-perubahan yang dapat ditawarkan oleh penelitian ini. Susunan naratif. tinjauan pustaka bisa dimasukkan di akhir penelitian atau di bagian outcomes yang diharapkan. 103 . Hasil-hasil semwentara (jika ada). sebagaimana yang sudah dijelaskan pada Bab 3. denganmembuat catatan waktu dan menyajikan anggaran yang diajukan peneliti setidak-tidaknya sudah memberikan informasi yang berguna bagi pihak perguran tinggi meskipun bagian-bagian ini biasanya tidak dijumpai dalam outline proposal. Tinjauan pustaka bisa saja dimasukkan. Prosedur-proseedur pencatatan/perekaman data. Lampiran: pertanyaan-pertanyaan wawancara. Peran peneliti. Prosedur-prose*dur analisis data. catatan waktu. Selain itu. Tujuan penelitian dan batasan masalah. Prosedur-prosedur pengumpulan data (meliputi pendekatan-pendekatan pengumpulan data secara kolaboratif bersama para partisipan). bukti observasi. peneliti hanya menyertakan dua bagian utama..Pada contoh di atas.

metode penelitian. sangat penting menjelaskan sejak awal alasan-alasan diterapkannya pendekatan metode campuran dan mengidentifikasi elemen-elemen kunci dari rancangan ini. Format tersebut pada umumnya terdiri dari pendahuluan. seperti metode campuran. 1991. 2007). Format ini menunjukkan bahwa peneliti menerapkan komponen-komponen kuantitatif dan kualitatif (khususnya. khususnya dalam pendahuluan. dan pembahasan. 104 . 2007). Contoh ini juga sangat berguna bagi para peneliti yang ingin merancang bagian-bagian penelitian untuk disertasi atau membuat kerangka topik-topik untuk penelitian-penelitian akademik yang lain. pertimbangkanlah format berikut ini sebagai panduan menulis (lihat Contoh 4. Rudestam & Newton.Format Proposal Kuantitatif Untuk penelitian kuantitatif. Format Proposal Metode Campuran Untuk proposal metode campuran. peneliti dapat menggabungkan format kuantitatif dan kualitatif (lihat Creswell & Piano Clark. gambaran visual prosedur-prosedur penelitian secara umum. dan prosedur-prosedur pengumpulan dan analisis data kuantitatif dan kualitatif. hasil. Ilustrasi untuk format proposal metode campuran ini dapat dilihat pada Contoh 4. Miller. Dalam merencanakan penelitian kuantitatif atau proposal disertasi.4 (yang diadaptasi dari buku Creswell & Piano Clark.3 merupakan format standar untuk penelitian ilmu sosial meskipun susunan bagian-bagiannya. misalnya. Contoh 4.3). 2007). formatnya disesuaikan dengan bagian-bagian yang biasanya terdapat dalam artikel-artikel jurnal kuantitatif. tujuan pe-nelitian dan rumusan masalah) sebagai komponen-komponen Metode campuran. tinjauan pustaka. Untuk itu. bisa jadi bermacam-macam antarmasingmasing penelitian (lihat.

Pertama-tama. Populasi. dan materi-rnateri. Tujuan penelitian dan batasan masalah. Instrumen-instrumen pengumpulan data. Mengerjakan satu bagian akan mendorong munculnya gagasan-gagasan baru ketika merancang bagianbagian proposal yang lain.Contoh 4. dan partisipan. buatlah satu draft atau outline bagian-bagian proposal. 105 . terkait dengan bagaimana merancang struktur keseluruhan proposal penelitian. catatan waktu. Tinjauan Pustaka Metode Penelitian 3enis rancangan penelitian. Perspektif teoretis. Kemudian.3 Format Kuantitatif Pendahuluan Latar belakang masalah (meliputi pembahasan mengenai masalah yang diangkat dan pentingnya penelitian). Isu-isu etis yang mungkin muncul. Merancang Bagian-Bagian dalam Proposal Penelitian Di sini. ada beberapa tips penelitian yang sering kali saya sampaikan kepada para mahasiswa. saringlah kembali ke bagian-bagian tersebut dengan mempertimbangkan secara lebih detail informasiinformasi lain yang mungkin perlu dimasukkan ke dalam setiap bagian. Lampiran: instrumen. Merinci terlebih dahulu bagian-bagian dalam rancangan proposal. vartabel-variabel. Prosedur-prosedur analisis data. Hasil-hasil sementara. lalu tulislah sesuatu dalam setiap bagian tersebut. sampel. Rumusan masalah atau hipotesis. dan anggaran yang diajukan.

Tujuan Penelitian Tujuan atau manfaat peneiitian dan rasionalisasi digunakannya metode campuran. 106 . Jenis rancangan yang digunakan dan definisinya. Isu-isu etis yang mungkin muncul. Landasan-landasan filosofis tentang peneiitian metode campuran. Penelitian-penelitian sebelumnya yang juga mernbahas masalah tersebut. Pengumpulan dan analisis data kualitatif. Referensi dan penyertaan diagram visual. Kekurangan-kekurangan dalam penelitian-penelitian sebelumnya dan satu kekurangan yang membuat Anda merasa perlu mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan untuk menutupi kekurangan ini. Referensi dan lampiran-lampiran. protokol penelitian. dan tinjauan metode campuran}.4 Pendahuluan Format Metode Campuran Latar belakang masalah. Prosedur-prosedur analisis data metode campuran. dan bentukbentuk visual lain. seperti instrumen penelitian. Para pembaca yang dapat mengambil manfaat dari penetitian ini. rumusan masalah metode campuran). Catatan waktu dalam menyelesaikan penelitian. Contoh-contoh penerapan rancangan tersebut. Pengumpulan dan analisis data kuantitatif. Tinjauan pustaka (tinjauan kuantitatif. Pendekatan-pendekatan dalam menvalidasi data kuantitatif dan kualitatif. Rumusan masalah dan hipotesis (rumusan masalah atau hipotesis kuantitatif. tinjauan kualitatif. Sumber-sumber dan skill-skill peneliti. Tantangan-tantangan menggunakan rancangan ini dan bagaimana menghadapi tantangantantangan tersebut.Contoh 4. Metode Campuran Definisi peneiitian metode campuran. rumusan masalah kualitatif.

Untuk mengatasi masalah ini. Setiap kali saya membaca buku-buku seperti ini. 2006). • Mintalah pertimbangan dari pembimbing Anda tentang format proposal yang ia harapkan. Para penulis ahli me-mandang proses menulis layaknya 107 . Gandakan proposalproposal yang me-nurut pembimbing Anda paling layak diajukan pada pihak perguruan tinggi. Susunan bagian-bagian proposal yang terdapat dalam artikel-artikel jurnal bisa saja tidak memberikan banyak informasi yang diinginkan oleh pembimbing atau pihak perguruan tinggi. Menulis seperti Berpikir Salah satu tanda penulis yang kurang berpengalaman adalah ia lebih suka mendiskusikan penelitian yang diajukan ketimbang me-nulis tentangnya. penelitian-penelitian saya sudah menjangkau berbagai spektrum yang luas. Pelajari topik-topik yang dibahas dan susunan di dalamnya hingga ke tahap yang lebih detail. pada bagian ini. mulai dari buku-buku profesional hingga buku-buku akademik. Kelas-kelas seperti ini sering kali membantu Anda dalam menyusun proyek penelitian dan membantu pembaca memahami dan merespons gagasan-gagasan dalam proposal tersebut. saya akan memberikan pada Anda gagasan-gagasan kunci yang saya dapatkan dari buku-buku favorit yang pernah saya baca. Untuk itu. Hingga saat ini. saya waktu itu sedang membaca Reading Like a Writer-nya Francine Prose (Prose. oleh hasil pembacaan saya pada buku-buku panduan menulis tersebut. saya terus teringat dengan prinsip-prinsip menulis yang baik yang harus saya terapkan pada penelitian saya. Jangan terlalu mengandalkan artikel jurnal sebagai panduan penyusunan. salah satunya. Menulis Gagasan Setiap tahun. Ketika buku Research Design ini saya tulis untuk edisi yang ketiga. Saya biasanya membeli satu buku baru tentang teknik-teknik menulis setiap kali saya mengerjakan proposal penelitian. dan bukan membicarakannya. saya selalu mengumpulkan berbagai buku tentang teknik menulis yang baik. saya merekomen-dasikan beberapa langkah berikut: • Di awal proses penelitian.• Pelajari proposal-proposal dari mahasiswa lain yang juga dipandu oleh pembimbing Anda dan perhatikan proposal-proposal tersebut dengan seksama. cobalah untuk benar-benar menulis gagasan-gagasan Anda. Semua ini tentu saja didukung. • Pastikan apakah program atau institusi Anda menawarkan sejenis kursus tentang pembuatan proposal atau topik-topik lain yang sejenis.

dan pentingnya proyek tersebut bagi para pembaca. penting juga membuat draf untuk topik-topik yang berbeda sebanyak satu sampai dua halaman. • Jangan mengedit proposal Anda pada tahap-tahap awal. lebih baik menulis empat draf (masing-masing 15 menit) daripada menulis satu draf (yang harus dihabiskan selama 15 menit). Lebih baik. Kata Elbow: jika Anda punya satu jam untuk membuat sebuah tulisan. • Lebih baik menulis beberapa draf proposal ketimbang mencoba memoles drafpertama. 1984). mereview. lalu menulis kembali. dan pada akhirnya pun juga mampu mengklarifikasi gagasan-gagasan di dalamnya. buatlah draf ringkas sebanyak satu hingga dua halaman tentang proyek Anda dan biarkan pembimbing Anda memberikan arahan atas penelitian yang Anda ajukan. Anda mempertimbangkan model tiga-tahapnya Franklin (1986) yang saya pandang sangat bermanfaat dalam membuat proposal awal dan penulisan penelitian akademik yang saya 108 . tujuan penelitian. cara ini akan membuat gagasan-gagasan di kepala Anda'segera tercurahkan. Setidak-tidaknya. sumber data. Yang berada di antara kedua jenis ini adalah Peter Elbow (Elbow.berpikir (Bailey. yakni: mulai dari menulis. Peneliti yang berpengalaman akan menulis draf pertama dengan sangat hati-hati tetapi ia tidak menulis draf yang benar-benar sudah dipoles: pemolesan ini hanya akan membuat proses penulisan menjadi lamban. pembaca akan mampu menvisualisasi hasil akhir-nya. lebih tepatnya melihat bagaimana hasil akhir itu tampak ke permukaan. Konsep tentang menulis gagasan-gagasan di atas kertas ini sudah banyak membantu orang dalam merangkai tulisan yang baik. Draf ini dapat berisi sejumlah informasi penting: masalah penelitian yang akan dianalisis. yang menulis draf pertama secara keseluruhan tanpa peduli terlebih dahulu betapa buruknya draf tersebut. lalu melihat topik mana yang lebih disukai pembimbing Anda dan memberikan kontribusi besar bagi bidang yang tengah Anda geluti saat ini. Ketika peneliti berusaha menuliskan gagasan-gagasannya di atas kertas. Selain itu. Zinsser (1983) meng-identifikasi dua jenis penulis: "tukang batu" (bricklayer). yang ber-usaha membuat satu paragraf yang benar-benar baik sebelum beralih pada paragraf selanjutnya. Sebelum merancang proposal. 1973) yang lebih merekomendasikan agar seseorang melewati proses literatif. rumusan masalah yang akan diajukan. dan penulis yang "membiarkan semuanya menggelantung pada draf pertama". Pembimbing akan memberikan respons yang lebih baik ketika mereka membaca gagasan-gagasan di atas kertas daripada ketika mereka mendengar dan mendiskusikan topik penelitian dengan mahasiswa atau rekannya. Zinsser (1983) membahas pentingnya mengekspresikan kata-kata (gagas-an-gagasan) di kepala ke atas kertas.

outline ini dapat berupa kalimat-kalimat atau kata-kata. lalu nyatakan gagasan-gagasan tersebut dalam bentuk paragraf-paragraf. Pertama-tama. namun proses menulis yang tidak konsisten ini (sebentarsebentar berhenti. baik ketika siap maupun belum siap untuk menulis. Menulislah secara reguler meski hanya sebentar. cara seperti ini dapat mengubah seorang penulis yang awalnya memiliki bakat menulis yang baik. Boice (1990:77-78) menawarkan ide tentang bagaimana Anda membangun kebiasaan menulis yang baik: • • Dengan prioritas yang sudah Anda miliki. yaitu penulis yang hanya memiliki waktu untuk mengerjakan penelitian-nya pada akhir-akhir pekan setelah semua pekerjaan "penting" hariannya terselesaikan. mengumpulkan informasi. Akhirnya. dan mereview beberapa hal yang sudah ditulis dalam proposal penelitian. Buatlah jadwal aktivitas menulis sehingga Anda dapat merencana-kan kapan harus 109 . • • • • Menulislah ketika Anda sedang fresh. Pilihlah waktu-waktu khusus dalam satu hari untuk menggarap proyek penelitian Anda. lalu cobalah untuk berdisiplin dalam menulis pada momen-momen itu setiap harinya.lakukan selama ini: 1. Jika Anda merasa tidak memiliki waktu untuk menulis secara reguler. Kebiasaan Menulis Cobalah untuk berdisiplin dan membiasakan diri menulis proposal secara reguler dan terus-menerus. tulislah aktivitas keseharian Anda. 2. menjadi seorang penulis mingguan. Menulis proposal secara kontinu yang saya maksudkan adalah menulis beberapa paragraf setiap hari atau se-tidak-tidaknya libatkan pikiran kita setiap hari dalam proses berpikir. Tulislah satu draf utuh. sebentar-sebentar memulai lagi) sering kali menghambat rampungnya penulisan. Pilihlah tempat yang bebas dari gangguan. 3. atau dapat berupa peta visual. Bahkan. Jangan menulis ketika Anda kekenyangan. cobalah memetakan aktivitas keseharian Anda dalam momen-momen setengah-jam-an selama satu sampai dua minggu. Merancang draf yang benar-benar utuh dalam satu waktu memang dapat memberikan Anda perspektif awal ketika mereview hasil tulisan sebelum dilakukan pengeditan yang sebenarnya. buatlah sebuah outline. Ini akan membantu Anda menemukan waktu yang tepat buat menulis. lengkap dengan gagasan-gagasan pokoknya. edit dan poleslah setiap kalimat yang sudah Anda tulis.

110 . Cobalah menulis dua atau tiga proyek penulisan secara serempak sehingga Anda tidak overload dengan satu proyek saja. penulis juga harus menghangatkan pikiran dan jari-jari terlebih dahulu sebelum benar-benar menulis. Carilah satu tema pokok. 113116). dapat membuat tugas menulis lebih mudah. Carrol (1990) memberikan contoh latihan untuk memperbaiki kontrol seorang penulis yang ingin membuat tulisan yang deskriptif dan emotif: • • • • • Deskripsikan suatu objek. lengkap dengan bagian-bagian dan dimensi-dimensinya. brainstorming di depan komputer. membaca tulisan-tulisan di komputer. Ada banyak pemanasan lain yang bisa dilakukan. Tulislah setidak-tidaknya tiga hal: (a) waktu yang digunakan untuk menulis. Saya teringat konsep "masa-pemanasan"-nya John Steinbeck (1969:42) yang dideskripsikan secara detail dalam Journal of a Novel: The East of Eden Letters. • Cobalah menaati kartu harian Anda. di sebuah notebook.mengerjakan unit-unit tulisan tertentu dalam setiap sesi. tanpa terlebih dahulu menceritakan nama objek tersebut kepada pembaca. atau merenungkan sebuah syair. Yang juga penting diketahui. (b) jumlah halaman yang dapat diselesaikan. proses menulis itu berlangsung secara perlahan-lahan danbahwa penulis harus merasa mudah ketika menulis. . lalu tulislah dengan tiga cara yang ber-beda-beda (him. Tulislah sebuah percakapan dramatis di antara dua orang yang sekiranya dapat membuat pembaca penasaran. Aktivitas menulis yang tidak tergesa-gesa. . Layaknya pembalap yang selalu menggeliat sebelum balapan dimulai. seperti menulis sebuah surat kepada seorang teman. Latihan yang terakhir ini tampaknya cocok bagi para peneliti kualitatif yang menganalisis data mereka dengan kode-kode dan tema-tema yang beragam (lihat Bab 9 mengenai analisis data kuali-tatif). • • • Rencanakan tujuan-tujuan harian Anda. Pascal Covici. Steinbeck selalu memulai aktivitas menulisnya setiap hari dengan membuat satu surat kepada editor sekaligus teman dekatnya. Tulislah serangkaian petunjuk sederhana untuk tulisan-tulisan yang diperkirakan sangat rumit untuk dimengerti.ni Diskusikan tulisan Anda dengan teman-teman yang suportif dan konstruktif sehingga Anda merasa siap untuk go public. dan (c) perkiraan kapan tugas dapat selesai secara keseluruhan.

Suatu hari. Keterbacaan Tulisan Sebelum mulai menulis proposal. Setting fisik juga turut membantu. Saya tak mau berada di atas aspal dan kerikil. sehingga imajinasi dapat muncul dari kegelapan. pensil. Selain itu. Annie Dillard. atau menjelaskan umbrella thought. Ketika saya menggarap pekerjaan ini tujuh tahun lalu. saya mendorong meja panjang saya ke dinding kosong sehingga saya tidak dapat melihat dari jendela mana pun. 1989:26-27). cobalah berpikir tentang bagaimana Anda meningkatkan keterbacaan proposal Anda. 111 . bahkan kopi dan snack (Wolcott. • Pertimbangkan pula seberapa naratif gaya pemikiran yang Anda terapkan agar pembaca dapat memahami proposal Anda. 2001)— memberikan banyak opsi kepada Anda untuk dapat comfortable ketika menulis. pertimbangkan pula instrumen-instrumen penulisan dan tempat fisik yang membantu proses penulisan Anda berjalan baik dan disiplin. pena kesayangan. Konsep ini pernah dikemukakan oleh Tarshis (1982) yang merekomendasi-kan agar penulis membuat tahapan pemikiran untuk membim-bing pembaca. lima belas tahun lalu. penting juga meng-gunakan istilah-istilah yang konsisten dan terus membangun kohe-rensi dalam proposal penelitian Anda. • Gunakan istilah-istilah yang konsisten di sepanjang proposal Anda. seorang novelis pemenang penghargaan Pulitzer. mengklarifikasi.Selain itu. Di sana ada banyak pohon pinus yang tidak berhenti berguguran daunnya sehingga membuat saya merasa bahwa pekerjaan di dekat bara api ini lebih baik. saya juga menulis di dekat perapian di area parkir. Big thoughts —gagasan-gagasan atau gambaran-gambaran tertentu yang berada dalam ranah umbrella thought untuk memperkuat. justru menghindari tempat-tempat yang menarik perhatian: Seseorang ingin ruangannya tanpa pemandangan. keypad yang nyaman dipakai. Pakailah istilahistilah yang sama setiap kali variabel disebutkan dalam penelitian kuantitatif atau fenomena utama dalam penelitian kualitatif. Umbrella thoughts —gagasan-gagasan umum atau inti yang disilangkan satu sama lain. dan pekerjaan saya pun terselesaikan (Dillard. Hal ini hanya akan membuat pembaca bingung memahami makna setiap gagasan dalam proposal penelitian Anda. Instrumen-instrumen tersebut— seperti komputer. 2. Ada empat jenis gaya pemikiran yang bisa diper-timbangkan: 1. Jangan menggunakan sinonim-sinonim dari istilah-istilah tersebut. Publication Manual APA (2001) membahas tentang bagaimana menyajikan tulisan yang rapi dengan cara menunjukkan hubungan antargagasan dan menggunakan kata transisional.

Konsistensi nama-nama variabel dalam judul. juga dibutuhkan. menekankan urutan yang konsisten kapan pun variabel bebas dan terikat disebutkan juga merupakan teknik yang dapat digunakan untuk membangun 112 .3. peneliti diharapkan dapat berpikir dalam konteks narasi yang detail agar gagasan-gagasan umbrella dapat tersampaikan dengan jelas. Koherensi dalam tulisan berarti bahwa gagasan-gagasan Anda terikat bersama dan mengalir secara logis dari satu kalimat ke kalimat lain dan dari satu paragraf ke paragraf lain. Hal ini biasa muncul dalam tinjauan pustaka yang di dalamnya peneliti perlu menyediakan bagian-bagian besar yang lebih banyak untuk mengikat dan menyimpulkan semua literatur secara bersama-sama. rumusan masalah. dan hipo-tesis). Salah satu gejala masalah ini adalah terlalu cepatnya peralihan gagasan secara terus-menerus dari satu gagasan umum ke gagasan umum yang lain dalam satu naskah. Pembaca harus melihat secara ke-seluruhan susunan gagasan-gagasan melalui paragraf-paragraf awal dan harus diberi tahu mengenai poin-poin terpenting di bagian akhir yang nantinya dapat mereka ingat. Paragraf yang terorganisir utamanya sangat dibutuhkan di awal dan akhir tinjauan pustaka. seperti tujuan penelitian. Attention thoughts. rumusan masalah. Bahkan. 4. suatu gagasan umum tidak jarang ditulis dalam satu para-graf yang sangat pendek dalam pendahuluan proposal. Attention or interest thoughts —gagasan-gagasan yang tujuan-nya adalah mengorganisasi pemikiran-pemikiran lain dan menjaga perhatian pembaca agar tetap berada dalam satu jalur pemikiran/konsep tulisan. yang merupakan statemen-statemen ter-organisir untuk memandu pembaca. Begitu pula. Para peneliti pemula pada umumnya selalu berputar-putar dalam umbrella thought dan attention thought. namun tidak didukung oleh isi yang detail untuk memperjelas gagasangagasan besar tersebut. tujuan penelitian. menggambarkan dengan jelas bagaimana koherensi ini bekerja. dan tinjauan pustaka (yang banyak muncul dalam proyek kuantitatif). proposal mereka dipenuhi dengan gagasan umbrella yang sangat banyak. misalnya. Konsistensi ini akan turut mem-bangun koherensi dalam penelitian. Pembaca membutuhkan rambu-rambu dan petunjuk-petunjuk agar mereka dapat memahami peralihan dari satu gagasan umum ke gagasan umum selanjutnya (Bab 6 dan 7 akan membahas rambu-rambu dalam penelitian. Untuk itulah. Little thoughts —gagasan-gagasan atau gambaran-gambaran yang fungsi utamanya adalah memperkuat big thoughts. • Terapkanlah koherensi untuk menambah keterbacaan naskah. Akibatnya. seperti yang sering ditulis oleh para jurnalis dalam artikel-artikel koran.

berarti ada kata-kata transisional yang hilang. sejak dari halaman pertama. Kutipan ini diambil dari bagian pen-dahuluan proyek disertasi kualitatif seorang mahasiswa yang membahas tentang siswa-siswa yang berisiko gagal.5 yang dikutip dari proposal salah seorang mahasiswa berikut ini akan menunjukkan kepada Anda bagaimana level tinggi koherensi tersebut terjadi. saya sudah menerapkan pola hook and eye untuk menghubungkan gagasan-gagasan dari kalimat satu ke kalimat lain dan dari paragraf satu ke paragraf lain. tujuan latihan hook and eye ini (Wilkinson. Teknik ini diterapkan agar para mahasiswa dapat menemukan koherensi dalam proposal penelitian. Karena gagasan inti suatu kalimat seharusnya terhubung pada gagasan inti pada kalimat selanjutnya maka mereka harus menandai hubungan ini. 113 . Seperti yang sudah dijelaskan. Pada level yang lebih detail. atau kalimat-kalimat transisional untuk membangun koherensi yang jelas. Contoh 4. frasa-frasa.koherensi. Jika kalimat-kalimat tersebut tidak terhubung. Jika hubungan semacam ini tidak dibuat mudah. Dalam kutipan ini. berarti sebuah tulisan tidak mampu menghubungkan peralihan gagasan-gagasan dan topik-topik secara koheren. saya sering menyediakan satu kutipan dari pendahuluan sebuah proposal dan meminta mahasiswa untuk menghubungkan kalimat-kalimat di dalamnya dengan melingkari dan menggaris gagasangagasan inti untuk menghubungkan gagasan-gagasan tersebut dari kalimat satu ke kalimat yang lain. penulis perlu menambah kata-kata. Zinsser (1983) menyarankan agar setiap kalimat ditulis secara bersambung dan logis. Latihan hook and eye-nya Wilkinson (1991) tampaknya dapat diterapkan untuk menghubungkan gagasan-gagasan dari kalimat satu ke kalimat lain dan dari paragraf satu ke paragraf yang lain pula. Untuk itu. koherensi dapat dibangun dengan menghubungkan kalimat-kalimat dan paragraf-paragraf dalam naskah. saya memberikan kutipan yang tidak diberi tanda apa pun kepada para mahasiswa. Pertama-tama. dan untuk itu perlu dibumbui. baru saya memberikan kutipan yang lengkap dengan tanda-tandanya. Pada mata kuliah pengembangan proposal yang saya ampu. kemudian setelah latihan usai. 1991) adalah untuk menghubungkan gagasan-gagasan di setiap kalimat dan paragraf. Saya juga meminta para mahasiswa untuk memastikan bahwa antarparagraf dan antarkalimat sudah terhubung dengan teknik hook and eye.

kata kerja. kata-kata yang digaris miring (italic). dan "Berlebih-lebihan" Setelah belajar bagaimana mengekspresikan pemikiran-pemikiran dan paragrafparagraf. kini saatnya Anda belajar menulis kalimat-kalimat dan kata-kata. dan is being. gagasan saya tentang kalimat aktif. menemukan gagasan. Anda tidak akan diajari untuk menulis dari tahap paling dasar (seperti merangkai kalimat. Misalnya.). "kalimat aktif jika subjeknya melakukan tindakan. daripada konstruksi proposal yang diajukan oleh peneliti. dan pernyataan-pernyataan yang dikurawal. Contoh-contohnya meliputi will be. 114 . seperti was.Kalimat Aktif. Kata Kerja. Penulis dapat menggunakan konstruksi pasif dengan variasi ini ketika subjek yang bertindak dapat secara logis diletakkan di kiri kalimat dan ketika apa yang dilakukan subjek tersebut dapat diletakkan sesudahnya (Ross-Larson. Persoalan tata bahasa dan konstruksi kalimat sebenarnya sudah dijabarkan dalam Publication Manual APA (2001). meminimalisir frasa-frasa yang sering diulang. 29). Ada banyak buku yang membahas tentang bagaimana menulis penelitian atau menulis kesusastraan dengan aturan-aturan dan prinsip-prinsip yang harus diikuti terkait dengan konstruksi kalimat dan diksi yang tepat. dan sebagainya). dan mereduksi kutip-an-kutipan yang berlebihan. lebih baik menerapkan konstruksi proposal yang peneliti ajukan (penj. cobalah untuk menvariasi-kan auxiliary verb. Dalam bagian ini. Jika harus menggunakan konstruksi pasif. dan "berlebih-lebihan" dalam bagian ini sebenarnya juga bisa Anda gunakan untuk menyegarkan dan memperkuat tulisan akademik Anda selama ini. se-orang peneliti etnografi. Ross-Larson (1982). Selain gagasan dari Wolcott di atas. Menurut penulis sastra. • Untuk tulisan-tulisan akademik. akan tetapi saya tetap menyertakan bagian ini untuk me-nyoroti beberapa masalah tata bahasa yang sering kali saya lihat dalam proposal-proposal mahasiswa saya dan tulisantulisan saya pribadi. gunakanlah kalimat aktif se-banyak mungkin (APA. berbicara tentang bagaimana mengasah kemampuan editing dengan cara mengurangi kata-kata yang tidak perlu. mengukur diksi. Kalimat pasif jika subjeknya dikenai tindakan" (him. 1982). melainkan dari tahap — meminjam istilah Franklin (1986)— memoles tulisan. menghilangkan kalimat pasif. Inilah tahap yang harus dilalui terakhir kali dalam proses penulisan. 2001). have been. Wolcott (2001). misalnya.

Halaman ini Sengaja dikosongkan Cek di buku 115 .

Halaman ini Sengaja dikosongkan Cek di buku 116 .

117 . Verba-verba yang kurang kuat biasanya adalah verba-verba yang minim-aksi (is atau was. Publication Manual APA (2001) hanya merekomendasikan past tense (seperti. Proses ini biasanya me-liputi tindakan menulis. bersemangat.. Saya melihat semua ini bukanlah sebagai aturan yang rumit dan berat. Verba ini setidak-tidaknya dapat mendukung semua waktu yang tersaji secara implisit dalam proposal penelitian. dan konstruksi "the-of" —misalnya. the study of— yang hanya akan menambah kata-kata yang tidak terlalu penting (Ross-Larson. dan present tense (seperti. dengan pergaulan yang jauh dari krisis kehidupan anak-anak muda. Untuk penelitian-penelitian yang sudah di-lakukan. dia justru sangat sulit mengucapkan kalimat-kalimat yang mudah (Bunge. "diketahui bahwa stres telah menurunkan harga diri"). dan sesuai dengan bidang tulisan yang disusun. khususnya di bagian pendahuluan. dan mengedit tulisan.. para penulis sebaiknya membuat banyak draf untuk satu naskah/tulisan. Untuk menghindari hal ini. Seorang rekan yang saat ini menjadi staf administrasi universitas..• Gunakanlah verba-verba yang kuat. Anda bisa melihat orang-orang pintar yang berusaha mem-buat kalimat yang rumit. tetapi di umurnya yang sekarang. melainkan justru sebagai petunjuk yang sangat bermanfaat. setiap harinya hampir selalu mengatakan kalimat yang rumit. 1982). yang seharus-nya diterapkan adalah future tense. preposisi-preposisi yang terlalu sering muncul. seperti modi-fikasimodifikasi yang terlalu banyak. Saya jadi teringat dengan prosa lucu yang ditulis oleh Bunge (1985): Sekarang. Padahal. gunakanlah present tense untuk menambah kesegaran dalam penelitian. past tense untuk mendeskripsikan hasil penelitian (seperti. misalnya) atau verba-verba yang berfungsi sebagai adjektiva atau adverbia. • Berusahalah mengedit dan merevisi draf-draf naskah Anda agar hal-hal yang sekiranya terkesan "berlebihan" dapat terkurangi. "penemuan kualitatif tersebut me-nunjukkan") untuk membahas hasil penelitian dan menyajikan kesimpulan. 1985:172). mereview. "Jones telah melaporkan") atau present perfect tense (seperti. dia tidak pernah mengucapkan kalimat-kalimat seperti itu. • Banyak peneliti menggunakan past tense dalam menulis tinjauan pustaka dan melaporkan hasil penelitian. "Sesuatu yang berlebihan" di sini merujuk pada kata-kata yang tidak terlalu penting dalam menjelaskan makna suatu gagasan. "Saya hanya akan bisa berharap bahwa kita akan bisa." Pada awalnya. "Peneliti baru saja melaporkan") untuk tinjauan pustaka dan pro-sediir-prosedur yang berdasarkan pada peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi. Dalam proses editing. kurangilah kata-kata yang berlebihan. yang sering kali dimulai dengan kata-kata seperti ini.

Peneliti juga harus mempro-teksi para partisipan mereka. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Journal of Applied Psychology. seperti Moby Dick. mulai dari masalah-masalah seperti pembocoran rahasia individu. 2006). Tulisan yang baik adalah tulisan yang ide-idenya mengalir hingga titik akhir. seperti Journal of Mixed Methods Research. menulis masalah-masalah etis seperti ini sangat dibutuhkan. Qualitative Inquiry. American Educational Research Journal. Untuk mengetahui masalah-masalah etis ini. Qualitative Research. 2003). Sociology of Education. dan berupaya mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dengan sikap arif dan bijaksana (Isreal & Hay. Pertanyaan-pertanyaan etis saat ini sudah mulai bermunculan. Salah satu ciri tulisan yang baik adalah mata dan pikiran ini tidak akan terhenti dan ter-sendat tiba-tiba dalam sebuah kutipan atau kalimat tertentu. Jika ingin melakukan penelitian dengan metode campuran. dan Image: Journal of Nursing Scholarship. peneliti juga perlu mengantisipasi masalah-masalah etis yang bisa saja muncul dalam penelitian mereka (Hesse-Bieber & Leavey. Glesne. Symbolic Interaction. Baca pula artikel-artikel lain yang dikutip dalam Handboox of Mixed Methods in the Social and Behavioral Sciences (Tashakkori & Teddlie. dan metode campuran dengan baik. seperti American Journal of Sociology. berusaha jujur dalam penelitian. membangun kepercayaan (pada) mereka. Selain itu. termasuk pula jurnal-jurnal ilmu sosial. mencegah kelalaian dan kecerobohan yang dapat mencemari nama baik organisasi atau insti-tusinya. 2006). Qualitative Family Research. Administrative Science Quarterly. 2006). Para pengajar yang membimbing penelitian kualitatif setidak-tidaknya perlu menugaskan pada maha-siswa untuk membaca buku-buku terkenal. peneliti perlu terlibat langsung dalam pengumpulan data dari atau tentang orang lain (Punch. saya telah mencoba menggambarkan contoh tulisan-tulisan yang baik dari beberapa jurnal ilmu sosial-humaniora. dan Journal of Contemporary Ethnography merupakan jurnal-jurnal akademik yang juga layak dipelajari.Mulailah mempelajari bagaimana menulis penelitian kualitatif. literatur yang baik akan menyajikan tulisan yang jelas dan kalimat-kalimat yang detail. autentisitas dan kredibilitas 118 . The Scarlet Letter. 1992). Dalam buku ini. MASALAH-MASALAH ETIS YANG PERLU DIANTISIPASI Selain mengkonseptualisasi proses penulisan bagian-bagian proposal. Dalam ranah kualitatif. Field Methods. utamanya untuk membangun argumentasi dalam penelitian dan menetapkan satu topik penting untuk format proposal. dan The Bonfire of the Vanities (Webb &. cobalah mempelajari jurnal-jurnal yang melaporkan penelitian dengan kombinasi data kualitatif dan kuantitatif. kuantitatif. dan Quality and Quantity.

laporan penelitian, peran peneliti dalam konteks lintas-budaya, hingga masalah-masalah privasi dari data-data internet (Isreal & Hay, 2006). Dalam literatur, masalah-masalah etis biasanya dibahas di bagian kode-kode etik profesi dan di bagian respons-respons mereka terhadap dilema-dilema etis serta solusisolusinya (Punch, 2005). Banyak organisasi nasional memublikasikan standar atau kode-kode etik dalam website profesional mereka sesuai, dengan bidang yang mereka garap. Sebagai contoh, lihatlah: • • • • • • "Ethical Principles of Psychologists and Code of Conduct," dalam www.apa.org/ethics, tahun 2002. "The American Sociological Association Code of Ethics," dalam www.asanet.org, tahun 1997. "The American Anthropological Association's Code of Ethics," dalam www.aaanet.org, Juni 1998. "The American Educational Research Association Ethical Standars of the American Educational Research Association," dalam www.aera.net, tahun 2002. ―The American Nurses Association Code of Ethics for Nurses Provisions,‖ dalam
www.ana.org, Juni 2001

Praktik-praktik etis melibatkan lebih dari sekedar mengikuti seperangkat pedoman statis, seperti pedoman-pedoman yang disajikan oleh organisasi-organisasi professional di atas. Lebih dari itu, peneliti juga perlu mengantisipasi dan menyampaikan masalah-masalah etis yang mungkin saja muncul dalam penelitian mereka (seperti, lihat Berg, 2001; Punch, 2005; dan Sieber, 1998). Masalah-masalah etis ini bisa saja muncul dalam penelitian kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran, serta semua tahap dalam tiga penelitian tersebut. Dalam bab-bab selanjutnya, saya sudah menjelaskan beberapa masalah etis dalam banyak tahapan penelitian. Dengan menyajikan masalah-masalah ini, saya berharap para peneliti dapat terdorong untuk lebih hati-hati merancang bagian-bagian proposal mereka. Meskipun pembahasan dalam buku ini tidak secara komprehensif mencakup semua masalah etis, setidaknya saya sudah menyajikan masalah-masalah etis yang paling sering muncul. Masalah-masalah tersebut sering kali muncul ketika peneliti tengah membatasi masalah penelitian (Bab 5); mengidentifikasi tujuan penelitian dan rumusan masalah (Bab 6 dan 7); dan mengumpulkan, menganalisis, dan menulis data penelitian (Bab 8,9, 10).

119

Masalah-masalah Etis dalam Masalah Penelitian. Hesse-Biber dan Leavy (2006:86) mengajukan pertanyaan: ―Bagaimana masalahmasalah etis masuk kedalam bagian latar belakang masalah penelitian?‖ Dalam pendahuluan proposal, peneliti mengidentifikasi satu masalah atau isu yang penting untuk diteliti dan menyajikan rasionalisasi atas pentingnya penelitian tersebut. Selain itu peneliti juga perlu mengidentifikasi satu masalah yang akan menguntungkan individu-individu yang akan diteliti, satu masalah yang nantinya berguna bagi orang lain selain peneliti itu sendiri (Punch, 2005). Gagasan inti penelitian aksi/partisipatoris adalah: peneliti tidak boleh memarginalisasi atau melemahkan partisipan-partisipan yang ditelitinya. Masalahnya, tidak jarang identifikasi masalah penelitian justru semakin meminggirkan para partisipan yang diteliti. Untuk mrncegah hal ini terjadi, peneliti terlebih dahulu harus membuat proyek-proyek utama agar kepercayaan partisipan dapat terbangun sehingga peneliti dapat mendeteksi marginalisasi apa saja yang tidak boleh dilakukan sebelum ia benar-benar menggarap penelitian.

Masalah-masalah Etis dalam Tujuan Penelitian dan Rumusan Masalah Dalam merancang tujuan penelitian atau rumusan masalah, peneliti perlu menjelaskan tujuan penelitian kepada para partisipan (Sarantakos,2005). Penipuan sering kali muncul ketika partisipan memahami satu tujuan, tetapi penelitian memiliki tujuan lain yang berbeda. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti perlu menentukan sponsorship atas penelitian mereka. Misalnya, dalam merancang surat-surat pendahuluan untuk penelitian survey, sponsorship merupakan elemen penting yang dapat membangun kepercayaan dan kredibilitas instrument survey yang disebarkan peneliti.

Masalah-masalah Etis dalam Pengumpulan Data Selain mempersiapkan data apa saja akan dikumpulkan, peneliti juga perlu respek terhadap para partisipan dan tempat-tempat yang akan diteliti. Banyak masalah etis muncul selama tahap pengumpulan data. Jangan membahayakan Partisipan, dan hargailah kelompok-kelompok yang rawan kekerasan. Proposal openelitian yang diajukan sebaiknya sudah direview oleh Dewan Peninjau Institusi/Instutional Review Board (IRB) atau lembaga-lembaga sejenis diperguruan tinggi mereka. Komite IRB ini dibangun atas dasar peraturan pemrintah untuk mencagah adanya kekerasan atau pelanggaran HAM. Bagi seorang peneliti, IRB dibutuhkan untuk meninjau kemungkinan terjadinya resiko-resiko penelitian, seperti resiko fisik, psikologis, sosial, ekonomi, atau hukum (Sieber,1998), yang mungkin saja muncul tiba-tiba. Selain itu,
120

peneliti juga mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan tertentu bagi komunitas yang rawan kekerasan, seperti anak-anak kecil (di bawah umur 19 tahun), partisipan-partisipan yang lemah mental, korban-korban kekerasan atau bencana, para napi, dan individu-individu yang terserang AIDS. Penelti juga harus menyimpan proposal penelitian yang berisi prosedurprosedur dan informasi mengenai partisipan di komite IRB kampus mereka yang komite ini dapat meninjau sejauh mana proposal proposal tersebut menjangkau subjek-subjek atau partisipan-partisipan yang berada dalam resiko. Selain Proposal ini, peneliti juga harus membuat formulir izin tertulis yang ditandatangani oleh partisipan sebelum mereka terlibat dalam penelitian. Formulir ini menjelaskan bahwa hak-hak partisipan akan dijaga selama pengumpulan data. Elemen-elemen dalam formulir tersebut dapat meliputi beberapa informasi sebagai berikut (Sarantakos, 2005):           Informasi mengenai peneliti Informasi mengenai institusi yang mensponsori Informasi mengenai prosedur-prosedur pemilihan partisipan Informasi mengenai tujuan penelitian Informasi mengenai keuntungan-keuntungan bagi partisipan Informasi mengenai tingkatan dan jenis keterlibatan partisipan Natation of Risks bagi partisipan Jaminan kerahasiaan bagi partisipan Jaminan bahwa partisipan dapat mundur kapan saja Klausula nama-nama person yang dapat dihubungi jika ada pertanyaan

Salah satu masalah yang harus diantisipasi terkait dengan jaminan kerahasiaan adalah bahwa beberapa partisipan bisa saja identitas mereka dirahasiakan. Jika demikian Ihwalnya, peneliti sebaiknya meminta mereka untuk menjaga sendiri pendapat mereka dan membebaskan mereka untuk mengambil keputusan. Akan tetapi, mereka juga harus diberitahu mengenai resiko ketidakrahasiaan tersebut, seperti kemungkinan terbongkarnya data dalam laporan akhir yang mungkin tidak mereka harapkan, informasi yang mungkin melampaui batas hak-hak orang lain seharusnya disembunyikan, dan sebagainya (Giardano, O‘Reilly, Taylor, & Dogra, 2007).  Selain, itu prosedur etis lain yang harus dipenuhi peneliti selama pengumpulan data adalah persetujuan dari individu-individu yang berwenang (seperti, satpam) untuk memberikan akses bagi para peneliti untuk melakukan penelitiannya. Prosedur seperti
121

ini seringkali mengharuskan penelti untuk menulis sebuah surat yang menjelaskan jangka waktu penelitian, dampak potensial, dan hasil-hasil penelitian. Begitu pula, pemerolehan data melalui interview atau survey elektronik juga harus disertai ijin dari partisipan. Hal ini dilakukan, pertama-pertama dengan mengirimkan email permohonan, baru kemudian melakukan survey dan wawancara.  Peneliti juga harus respek pada lokasi-lokasi yang diteliti agar mereka tidak mendapat gangguan setelah melakukan penelitian. Tugas ini mengharuskan peneliti, khususnya dalam penelitian kualitatif, untuk terlibat dalam observasi atau wawancara berkelanjutan di lokasi tersebut, sadar akan konsekuensinya, dan tidak boleh merusak tatanan fisik lokasi itu. Misalnya, jika punya waktu berkunjung, peneliti juga bisa ―menyusup‖ ke dalam aktivitas-aktivitas partisipan. Jika tidak, peneliti harus meminta izin terlebih dahulu. Apalagi, beberapa organisasi saat ini sudah memiliki aturan tersendiri bagi orang-orang yang ingin melakukan penelitian agar tidak terjadi perusakan di tempat mereka.  Dalam penelitian-penelitian eksperimen, yang sering kali memperoleh keuntungan dari penelitian hanyalah kelompok yang ditreatment (atau sering kali dengan dengan kelompok eksperimen). Sedangkan kelompok control tidak mendapatkan apa-apa. Untuk menghindari hal ini, peneliti perlu melakukan beberapa eksperimentasi bagi semua kelompok dalam satu waktu atau secara bertahap sehingga kelompokkelompok ini bisa mengambil secara merata.  Masalah etis juga muncul ketika tidak ada mutualitas antara peneliti dan partisipan. Baik peneliti maupun partisipan seharusnya sama-sama dapat mengambil keuntungan dari penelitian. Akan tetapi, yang sering terjadi justru sebaliknya: kekuasaan disalahgunakan dan partisipan dipaksa untuk terlibat dalam proyek tersebut. Untuk itulah, melibatkan para partisipan secara kolaboratif dalam penelitian mungkin dapat memunculkan muatlitas tersebut. Penelitian-penelitian yang benar-benar kolaboratif, seperti dalam beberapa penelitian kualitatif, dapat melibatkan partisipan sebagai coresearcher dalam proses penelitian, seperti merancang penelitian, mengumpulkan dan menganalisis data, menulis laporan penelitian , dan menyebarkan hasil penelitian (Patton, 2002).  Wawancara dalam penelitian kualitatif tampaknya sudah semakin banyak dipandang sebagai penelitian moral (Kvale, 2007). Untuk itu, pewawancara harus memastikan beberapa hal penting, seperti apakah wawancaranya dapat memperbaiki situasi manusia

122

(serta meningkatkan pengetahuan saintifik), seberapa sensitive interaksi wawancara pagi partisipan, apakah partisipan pernah berkata tentang bagaimana statemen mereka harus ditafsirkan, seberapa kritis pertanyaan-pertanyaan yang harus diajukan, dan apa saja akibat-akibat yang akan diterima pewawancara dan partisipan dari hasil wawancara tersebut.  Peneliti juga perlu mengantisipasi kemungkinan informasi yang berbahaya dan intim yang diungkapkan selama proses pengumpulan data. Sulit mengantisipasi dan merencanakan dampak dari informasi ini selama atau setelah wawancara (Patton, 2002). Misalnya, siswa bisa saja membicarakan pelecehan orang tuanya: atau para napi berbicara tentang pelolosan dirinya dari penjara. Dalam situasi seperti ini, biasanya kode etik bagi peneliti (yang bisa saja berbeda satu sama lain) dapat memproteksi privasi partisipan-partisipan tersebut, dan tugas penelitian adalah menyampaikan proteksi ini kepada semua partisipan yang juga terlibat dalam penelitian.

Masalah-masalah Etis dalam analisis dan Interpretasi Data Ketika peneliti menganalisis dan menginterpretasi data kuantitatif ataupun kualitatif, tidak jarang masalah-masalah muncul yang mengharuskan peneliti untuk membuat keputusan etis yang tepat. Dalam mengantisipasi masalah-masalah etis ini, mempertimbangkan beberapa hal berikut:  Bagaimana peneliti memproteksi anonimitas individu-individu, peran-peran, dan peristiwa-peristiwa yang diteliti dalam proyek penelitiannya? Misalnya, dalam penelitian survey, peneliti tidak memasukkan nama-nama partisipan selama proses coding dan perekaman. Dalam penelitian kualitatif, peneliti menggunakan nama alias atau nama samaran dari para partisipan atau tempat-tempat tertentu, untuk memproteksi identitas mereka.  Data, setelah dianalisis, harus dijaga selama dalam jangka waktu tertentu (misalnya, Sieber, 1998, merekomendasikan jangka waktu 5-10 tahun). Setelah itu peneliti sebaiknya membuang data tersebut agar tidak jatuh ke tangan peneliti-peneliti lain yang ingin ,enyalahgunakannya.  Pertanyaan tentang siapa yang memiliki data tersebut setelah proses pengumpulan dan analisis data juga menjadi masalah yang sering kali memecah belah tim penelitian dan membuat mereka bertengkar satu sama lain. Dalam hal ini, proposal peneliti seharusnya juga mengidentifikasi masalah kepemilikan ini dan membahas bagaimana

123

solusinya, seperti melalui proses saling memahami antara antara peneliti, partisipan, dan pihak fakultas (Punch, 2005). Berg (2001) merekomendasikan agar digunakan persetujuan personal untuk menunjuk siapa pemilik pemilik data penelitian tersebut. Hal ini dilakukan agar data dapat terjaga dari individu-individu yang tidak terlibat dalam penelitian.  Dalam interpretasi data, peneliti perlu memastikan bahwa informasi yang diperoleh benar-benar akurat. Untuk mengetahui akurasi ini, dalam penelitian kuantitatif, peneliti dapat bernegosiasi dan berinterogasi dengan para partisipan (berg, 2001). Untuk penelitian kualitatif langkah tersebut dapat diterapkan dengan cara menerapkan satu atau beberapa strategi validasi data bersama para partisipan atau dengan cara membandingkan data tersebut dengan sumber-sumber data lain yang relevan (lihat strategi-strategi validasi kualitatif pada Bab 9).

Masalah-Masalah Etis dalam Menulis dan Menyebarluaskan Hasil Penelitian Masalah-masalah etis tidak berhenti dalam pengumpulan dan analisis data saja. Masalah-masalah tersebut juga bisa terjadi dalam proses penulisan dan penyebaran laporan penelitian final. Untuk mengantisipasinya, Anda bisa menerapkan beberapa langkah berikut:  Jelaskan bagaimana penelitian Anda tidak akan menggunakan bahasa atau kata-kata yang mengandung bias pada orang-orang tertentu, baik itu bias gender, orientasi social, ras, etnis, ketidakmampuan, maupun usia. Publication Manual APA (2001) memberikan tiga saran. Pertama, sajikan bahasa yang tidak bias pada tingkat spesifisitas yang sesuai (seperti, daripada menulis ―prilaku pelanggan tersebut biasanya adalah para lelaki, ― lebih baik menulis, ―perilaku pelanggan tersebut……(jelaskan) ). Kedua, untuk keperluan melabeli atau sejenisnya, gunakan bahasa yang tegas dan peka (seperti, daripada menulis ―400 Hispanik‖, lebih baik menulis ―400 orang yang terdiri dari penduduk meksiko, Spanyol, dan Puerto Rico‖). Ketiga, cobalah untuk benar-benar mengenali identitas para partisipan dalam penelitian (seperti, daripada menulis ―subjek‖ lebih baik menggunakan kata-kata ―partisipan‖, daripada menulis ― dokter perempuan‖ lebih baik menggunakan ―dokter‖ atau ―ahli medis‖ saja, tanpa ada identifikasi jenis kelamin).  Masalah-masalah etis lainnya dalam menulis penelitian bisa saja meliputi usaha-usaha untuk menekan, memalsukan, atau mengkreasikan penemuan-penemuan ―baru‖ untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan peneliti atau audiens. Praktik-praktik curang seperti ini

124

peneliti perlu mengantisipasi konsekuensi-konsekuensi dilaksanakannya penelitian tersebut pada partisipan-partisipan tertentu dan tidak menyalahgunakan hasil-hasil penelitian untuk kepentingan pribadi atau kelompok. RINGKASAN Peneliti perlu memikirkan bagaimana menulis proposal penelitian dengan baik sebelum benar-benar terlibat dalam proses penelitian. dan metode campuran harus disajikan secara rinci dalam setiap bab.  Masalah lain etis yang sering dijumpai dalam tulisan-tulisan akademik adalah praktik eksploitasi terhadap sejumlah pegawai universitas dan disertakannya nama individuindividu yang secara substansial tidak berkontribusi atas penelitian. sementara peneliti tidak menawarkan materi yang baru. peneliti juga perlu mengekspos detail-detail penelitiannya agar pembaca dapat mengetahui kredibilitas penelitian tersebut (Neuman. 125 . peneliti seharusnya tidak melakukan duplikasi secara berlebihan dengan menyajikan secara persis data.  Pada akhirnya. 2007).tidak diterima dalam komunitas penelitian professional. namun namanya tidak dimasukkan dalam daftar contributor. 2000). Pertimbangkan Sembilan argumentasi yang ditawarkan Maxwell (2005) sebagai elemen-elemen kunci yang perlu dimasukkan dalam proposal. Prosedur-prosedur dalam penelitian kuantitatif.  Dalam merencanakan penelitian. Israel dan hay (2006) membahas praktik tidak etis yang disebutnya sebagai hadiah kepengarangannya bagi individu yang tidak berkontribusi pada penelitian dan hantu kepenarangan bagi staf-staf yunior yang membuat kontribusi penting. dan tindakan tersebut biasanya akan membentuk sifat atau prilaku saintifik yang buruk (Neuman. kemudian gunakanlah salah satu dari empat outline topic atau format penelitian-yang sudah dijelaskan dalam bab ini-untuk membuat proposal kualitatif. 2000). kualitatif. Begitu pula. Beberapa jurnal biomedis mengharuskan pengarang untuk menyatakan apakah mereka telah atau sedang memublikasikan makalahnya pada media-media lain ataukah tidak (Israel & Hay. 2006). Proposal penelitian seharusnya mengendalikan kesempatan peneliti untuk tidak terlibat dalam praktik-praktik seperti ini. kuantitatif. Peneliti harus memberikan gandaan publikasi penelitian tersebut pada pihak-pihak yang pernah ditelitinya (Creswell. atau metode campuran. pembahasan. dan kesimpulan yang sama dari makalah seseorang.

kuantitatif. Seorang mahasiswa melakukan beberapa kali wawancara pada sekelompok individu di tempat anda. peneliti juga perlu memikirkan masalah-masalah etis yang perlu diantisipasi dan dideskripsikan dalam proposal. Setelah wawancara keempat. cobalah membangun kebiasaan membangun menulis secara regular. Apa yang akan anda lakukan? b. Seorang narapidana yang tengah Anda wawancarai bercerita tentang kesempatan melarikan diri pada malah hari. 3.menunjukkan level gagasan naratif yang berbedabeda. a. Sebelum menulis proposal.pernah anda hadapi ketika melakukan penelitian. Cobalah melatih diri anda dengan membaca pendahuluan artikel tersebut dan gunakan metode hook and eye yamh telah dijelaskan dalam bab ini. mulailah merangkai kata-kata di atas kertas berdasarkan gagasan-gagasan yang ada dalam pikiran Anda. atau metoe campuran. Identifikasikanlah aliran gagasan dari kalimat satu ke kalimat yang lain dan dari paragraph satu ke paragraph yang lain. Sejumlah langkah yang dapat dilakukan antara lain menggunakan kalimat aktif dan verba-verba yang kuat dan tegas. dan terapkan strategi-straregi penulisan yang baik. Buatlah satu outline topic-topik atau draft bagian-bagian untuk proposal kuantitatif. Dengan mempetimbangkan keberadaan partisipan. Salah seorang peneliti dalam tim Anda menduplikasi kalimat dari penelitian lain dan memasukkannya dalam laporan akhir penelitian. Masukkan topic-topik utama seperti LATIHAN MENULIS yang telah dijelaskan dalam bab ini. Latihan Menulis 1. 2. Pertimbangkanlah salah satu dilema etis berikut ini yang –anggap saja. mahasiswa tersebut bercerita kepada 126 . dan pembaca potensial. Apa yang anda lakukan? c. Masalah-masalah ini berhubungan dengan semua tahap proses penelitian. atau metode campuran. penelitian bisa menjadi sejenis studi yang benarbenar dirancang berdasarkan praktik-praktik etis yang sesungguhnya. serta merevisi dan mengedit kembali tulisan Anda. lokasi penelitian. dan menciptakan koherensi untuk meningkatkan kekuatan tulisan. serta kekurangan-kekurangan di dalamnya. Gambarkan cara-cara yang bisa anda terapkan untuk mengantisipasi masalah tersebut dan membahasnya dalam proposal penelitian Anda. kualitatif. Carilah artikel jurnal yang didalamnya melaporkan penelitian kualitatif.Dalam pembuatan proposal. seperti menggunakan istilah-istilah yang konsisten.

Anda bahwa Institutional Review Board sebenarnya tidak menyetujui proyek penelitian tersebut. Handbook of Applied Social Research Methods. Selain itu. Dalam L. (2006). Research Ethics for Social Scientists: Between Ethical Conduct and Regulatory Compliance. L.E. J. serta beberapa resiko penelitian dan komunitas yang rawan kekerasan. viriue ethics. Israel. seperti pendekatan konsekuensialis dan non-konsekuensialis. Thousand Oaks. Dalam lampiran buku ini. M. Sieber. 127 . Dia kemudian menyajikan Sembilan langkah membuat proposal dan contohcontohnya. Rog (Ed). CA:Sage Joe Maxwell menyajikan ringkasan menarik mengenai proses pembuatan proposal untuk penelitian kualitatif yang juga dapat diterapkan dalam penelitian kuantitatif dan metode campuran. ―Planning Ethically Responsible Research‖. (2005). Apa yang anda lakukan? BACAAN TAMBAHAN Maxwell. dan strategi-strategi yang ia rekomendasikan juga sangat melimpah. seperti IRB. dan pendekatan normative berorientasi-kepedulian.. (1998). Qualitative Research Design: An Interactive Approach. Bickman & D. & Hay. privasi. 127-156) Joan Sieber membahas pentingnya perencanaan etis sebagai bagian integral dalam merancang penelitian. mereka menyajikan tiga contoh kasus dan mengajak para sarjana untuk berkomentar mengenai bagaimana mereka akan mendekati ketiga kasus tersebut. kerahasiaan. dia juga menganalisis dan menyajikan satu contoh proposal kualitatif yang menurutnya. Edisi kedua. London: Sage Mark Israel dan Lain Hay menyajikan analisis kritis tentang manfaat berfikir serius dan sistematis mengenai apa saja yang membentuk prilaku etis dalam ilmu social. Mereka mereview beragam teori etika. Dalam bab ini. J. (hlm. Mereka juga menjelaskan sejarah perilaku etis di berbagai Negara di dunia ini.layak untuk diikuti. J. Sepanjang buku ini. CA:Sage. Pembahasannya sangat luas. dia menyajikan review komprehensif mengenai beragam topic yang berhubungan dengan masalah-masalah etis. formulir perizinan. dan anonimitas. mereka menawarkan contoh-contoh kasus etis yang sebenarnya dan cara-cara yang bisa ditempuh peneliti untuk menghadapi kasus-kasus tersebut secara etis. Thousand Oaks.

maupun metode campuran.F. H. seorang ahli etnografi pendidikan. teori. dan merampungkan proses penulisan dengan menghadirkan aspek-aspek ini sebgai judul dan lampiran. Writing up Qualitative research. Thousand Oaks. 128 . CA: Sage Harry Wolcott. Bagi para penulis. (2001). mengembangkan detail. buku ini sangat penting. menghubungkan literature. baik untuk keperluan penelitian kualitatif.Wolcott. mengumpulkan sumber-sumber berharga terkait dengan proses penulisan penelitian kualitatif. merevisi dan mengedit. Dia menyurvei teknik-teknik ampuh bagaimana seseorang memulai menulis. dan metode. Edisi kedua. kuantitatif.

Halaman Kosong Sesuai Buku 129 .

Halaman Kosong Sesuai Buku 130 .

Setiap bab dalam bagian kedua ini akan membahas satu langkah terpisah dalam proses penelitian ini.Bagian Dua Merancang Penelitian       BaB 5 Pendahuluan Bab 6 Tujuan Penelitian Bab 7 Rumusan masalah dan hipotesis penelitian Bab 8 Metode-metode kuantitatif Bab 9 Prosedur-prosedur kualitatif Bab 10 Prosedur-prosedur Metode Campuran Bagian kedua ini menghubungkan tiga rancangan – kuantitatif. 131 . kualitatif.masing-masing dengan langkah-langkah penelitiannya. dan metode campuran.

Seperti yang dijelaskan Wilkinson (1991:96): Pendahuluan merupakan bagian tulisan yang memberikan informasi awal kepada pembaca tentang penelitian yang ditulis. menjabarkan masalah yang dapat menuntun pada penelitian. meletakkan penelitian dalam konteks literature yang lebih luas. d. PENTINGNYA PENDAHULUAN Pendahuluan merupakan bagian pertama dalam artikel jurnal. menyatakan pentingnya penelitian bagi pembaca-pembaca tertentu. atau penelitian akademik. b. dan menjangkau 132 . Kemudian pembahasan beralih pada lima komponen dalam menulis pendahuluan. menjelaskan masalah yang dapat menuntun pada penelitian. Langkah ini diawali dengan membuat pendahuluan proposal sebagai proses mengatur dan menulis gagasan-gagasan awal. kuantitatif. Tujuannya untuk membangun kerangka penelitian sehingga pembaca dapat memahami bagaimana penelitian tersebut berhubungan dengan penelitian-penelitian yang lain. Pendahuluan menjelaskan suatu isu atau concern yang dapat menuntun pada penelitian. Pendahuluan inilah yang menentukan tahap-tahap selanjutnya dalam penelitian. atau metode campuran). mengidentifikasi tujuan penelitian. dan e.BAB LIMA PENDAHULUAN Setelah menentukan jenis pendekatan penelitian (kualitatif. menunjukkan sejumlah kekurangan dalam literature-literatur itu. disertasi. Pendahuluan harus membuat pembaca tertarik pada topic penelitian. Untuk mengilustrasikan model ini. Karena pendahuluan merupakan bagian awal dalam proposal atau penelitian maka diperlukan perhatian khusus dalam proses penelitiannya. Bab ini membahas komposisi dan penulisan pendahuluan serta menjelaskan perbedaan-perbedaan dalam menulis pendahuluan untuk tiga jenis rancangan yang berbeda. langkah selanjutnya adalah merancang atau merencanakan penelitian. tinjauan pustaka sementara. c. Peneliti juga perlu menerapkan model defisiensi ketika menulis pendahuluan karena komponen utama dalam pendahuluan adalah menunjukkan kekurangan-kekurangan (defisiensi-defisiensi) dalam penelitian-penelitian sebelumnya. mereview literature-literatur yang berhubungan dengan masalah tersebut. serta format proposal. saya sudah menyajikan satu tulisan pendahuluan yang utuh (lengkap dengan analisisnya) dari salah satu artikel jurnal yang pernah dipublikasikan. antara lain: a.

Apalagi. Masalah penelitian merupakan masalah atau isu yang menuntun pada keharusan dilaksanakannya penelitian tersebut. Karena ada pesan-pesan yang harus disampaikan sedangkan ruang yang tersedia sangat terbatas maka pendahuluan bisa menjadi tantangan tersendiri untuk ditulis dan dipahami. kuantitatif. Namun. saya terlebih dahulu perlu menjelaskan perbedaan-perbedaan subtil antara pendahuluan untuk penelitian kualitatif. Belum lagi kompleksitas ini ditambah dengan keharusan peneliti untuk mendorong audiens agar mau lebih jauh membaca dan melihat pentingnya penelitian. Ia juga bisa berasal dari perdebatan ekstensif dalam literature-literatur. signifikansi penelitian menjadi sulit dipahami. membiarkan pembaca menentukan masalah tersebut. Ia juga bisa muncul dari perdebatan kebijakan di pemerintahan atau antara para eksekutif kenamaan. Untungnya. Ketika masalah tidak jelas. dan peneliti memanfaatkan pendahuluan untuk 133 . Ia bisa bersumber dari pengalaman yang pernah dirasakan peneliti dalam kehidupan pribadi atau tempat kerjanya. peneliti mendeskribsikan masalah penelitian yang benar-benar mudah dipahami dengan cara mengeksplorasi suatu konsep atau fenomena tertentu. terlalu banyak pengarang tidak secara jelas mengidentifikasi masalah penelitian. ada satu model yang bisa ditiru tentang bagaimana menulis pendahuluan yang baik untuk penelitian ilmu social. KUANTITATIF. Misalnya. dan metode campuran. Dalam proyek kualitatif. sumber-sumber masalah penelitian bisa jadi sangat beragam. Sayangnya. Semua unsur ini ditulis secara singkat dalam beberapa halaman. PENDAHULUAN DALAM PENELITIAN KUALITATIF. untuk mengidentifikasi isu kehamilan anak remaja. saya menemukan bahwa pendahuluan pada umumnya selalu mengikuti pola yang sama. Jenis masalah yang disajikan dalam pendahuluan sangat beragam tergantung pada pendekatan yang digunakan (lihat Bab 1).audien tertentu. lalu menjustifikasi mengapa masalah tersebut harus diteliti. DAN METODE CAMPURAN Setelah melakukan tinjauan umum pada beberapa pendahuluan yang terdapat dalam banyak penelitian. sebelum memperkenalkan model ini. Intinya. kita masih perlu memunculkan terlebih dahulu masalah yang terkait dengan kehidupan wanita dan social secara umum. Masalahnya mengidentifikasi dan menjabarkan masalah penelitian yang menggarisbawahi penelitian bukanlah tugas mudah. masalah penelitian seringkali dikacaukan dengan rumusan masalah-pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab peneliti untuk memahami atau menjelaskan masalah tersebut. Saya juga sudah menegaskan bahwa penelitian kualitatif bersifat eksploratoris. yaitu: menyatakan suatu masalah.

Beisel (1990). Morse (1991:120). sifat fenomena yang ingin diteliti tidak sesuai jika dianalisis secara kuantitatif.mengeksplorasi suatu topic yang tidak bisa diidentifikasi variable-variabel ataupun teorinya. 134 . pernah menyatakan: Karakteristik-karakteristik masalah penelitian kualitatif antara lain: a. Misalnya lagi. konsepnya belum matang (immature) karena teori dan penelitian sebelumnya yang membahas konsep tersebut tidak terlalu banyak dan menonjol. Sejumlah peneliti kualitatif terkadang memiliki perspektif teoritis tentang masalah apa yang akan diteliti (seperti. masalah penelitian dijelaskan dengan cara mengidentifikasi. Bahkan pendahuluan kualitatif juga dapat ditulis dari sudut pandang subjektif. tidak benar. atau mengandung bias. misalnya meneliti bagaimana teori politik kelas menjelaskan ketidaksuksesan kampanye anti-vice di salah satu dari tiga kota besar di Amerika. Misalnya. masih jarang ada variasi. c. Selain itu. gagasan yang ditawarkan suatu teori bisa saja belum akurat. Orientasi teoritis inilah yang kemudian membentuk struktur pendahuluan. yang didalamnya peneliti memosisikan diri mereka secara naratif dalam penelitian. Untuk pendahuluan kuantitatif. Dalam proyek kuantitatif. seperti dalam penelitian naratif. seperti penelitian etnografi. anak-anak SD sering kali gelisah dan mengganggu proses belajar (sebagai masalah penelitian). b. seperti yang sering dijumpai dalam penelitian-penelitian fenomenologis (Moustakas. tidak cocok. pendahuluannya bisa saja tidak ditulis secara induktif. dalam beberapa penelitian kualitatif yang lebih berfokus pada perspektif partisipan. orang pertama. misalnya. ketidakadilan dalam pembagian upah antara wanita dan laki-laki atau sikap-sikap rasial yang sering kali muncul saat membuat sketsa biografis sopir-sopir di jalan raya). Pendahuluan kualitatif juga bisa dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan personal dari peneliti tentang pengalaman pribadi memandang suatu fenomena secara substansial. pribadi. Thomas (1993:9) mengatakan bahwa ―seorang peneliti kritis selalu berangkat dari premis bahwa semua kehidupan kultural merupakan ketegangan konstan antara control dan resistensi‖. 1994). memahami. dan cara terbaik untuk mengeksplorasi masalah ini adalah dengan pergi ke sekolah dan mengunjungi mereka dan para guru secara langsung. tetapi deduktif. Misalnya. meningkatnya urbanisasi (sebagai masalah penelitian) harus dieksplorasi karena masalah tersebut pelum pernah diteliti dalam kawasan-kawasan tertentu di suatu Negara. atau d. dan menemukan factor-faktor atau variable-variabel apa saja yang mempengaruhi suatu outcome. adanya keharusan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan fenomena dan mengembangkan suatu teori.

prioritas ini bisa saja setara antara penelitian kualitatif atau kuantitatif. Proyek metode campuran bisa terlebih dahulu menjelaskan hubungan antara perilaku merokok dan depresi dalam lingkungan remaja. yang berarti bahwa pendahuluannya harus menjelaskan suata masalah yang di dalamnya diperlukan pemahaman antara variable – variable dan eksplorasi terhadap suatu topic/fenomenda secara mendalam.faktor yang menjelaskan atau berhubungan dengan hasil menjadi sangat penting karena membantu peneliti menjelaskan masalah tersebut dengan baik. pendahuluan kuantitatif juga dapat ditulis dari sudut pandang interpersonal dan dalam kalimat pasif. seorang peneliti kuantitatif harus berusaha menemukan factor-faktor apa saja yang mempengaruhi menurunnya bisnis-bisnis besar. peneliti bisa memprioritaskan salah satu diantara pendekatan kuantitatif atau pendekatan kalitatif. Jika tahap pertama proyek ini bersifat kuantitatif. SALAH SATU MODEL PENDAHULUAN Menulis pendahuluan untuk tiga penelitian yang berbeda . Dalam penelitian metode campuran. kuantitatif. lalu melakukan tinjauan pustaka secara mendalam. untuk meningkatkan objektivitas. Bahkan.seperti yang sudash dijelaskan di atas – memang tidak terlalu jelas perbedaannya. dan pendahuluan harus mencerminkan prioritas tersebut. Komponen utama yang perlu dimasukkan ke dalam pendahuluan pada umumnya berhubungan dengan jenis – jenis masalah yang dibahas.dalam merespon pengurangan jumlah kerja (sebagai masalah penelitian). Untuk itu. Contoh lain. masalah penelitian merupakan masalah yang darinya pemahaman mengenai faktor . baik itu penelitian kualitatif. kemudian mengeksplorasi pandangan – pandangan dari para remaja untuk dapat menampilkan pola – pola / tema – tema yang berbeda tentang merokok dan depresi tersebut. pendahuluan dapat menekankan pada pendekatan kuantitatif dengan menyertakan terlebih dahulu suatu teori yang dapat memprediksi hubungan antara perokok dan depresi. Dalam dua situasi ini. Selain itu. diperlukan satu model ilustratif tentang bagaimana menulis pendahuluan yang baik 135 . dalam pendahulian kuantitatif. Meski demikian. maupun metode campuran. peneliti bisa saja menguji suatu teori terlebih dahulu dan melakukan tinjauan pustaka singkat untuk mengidentifikasi rumusan masalah yang nantinya harus dijawab. peneliti kuantitatif perlu memahami tingginya rata-rata perceraian (sebagai suatu masalah) dan menelti apakah salah satu faktor yang menyebabkan perceraian itu adalah masalah financial. Peneliti dengan metode campuran dapat menerapkan pendekatan kualitatif atau kuantitatif terlebih dahulu (atau kombinasikan sekaligus) dalam pendahuluannya.

Akan tetapi.tanpa perlu memandang pendekatan – pendekatan dan komponen – komponen yang harus disertakan. Model ini merupakan pendekatan popular yang banyak digunakan dalam ilmu – ilmu social.S. universitas – universitas di Amerika berusaha meningkatkan keragaman ras dan etnik para mahasiswa dan dosennya. Lima bagian tersebut antara lain : 1. Pentingnya penelitian untuk audiens tertentu. Masalah penelitian 2. Tujuan penelitian Sebuah ilustrasi Sebelum menjelaskan lima bagian tersebut. Akan tetapi. Keputusan courth untuk menolak tindakan afirmatif ini didasarkan pada referenda Negara. menemukan argumentasi Powell ini bermasalah. ―Tindakan afirmatif‖ kemudian diambil sebagai kebijakan untuk merealisasikan heterogenitas ini ( di sini. Jika struktur model ini dirinci. Court of Appeals for the Fifth Circuit. Persoalan hokum terkait dengan tindakan afirmatif tersebut bermula dari kasus Regents of the University of California versus Bakke tahun 1978. Penelitian – penelitian sebelumnya yang membahas masalah tersebut 3. dan tindakan – 136 . Berdasarkan lima komponen penting pendahuluan yang sudah dijelaskan di atas maka beberapa pernyataan yang – menurut saya. kebijakan tersebut sampai saat ini mash menjadi topic perdebatan nasional yang hangat. yang lebih terkini. Sejak diterbitkannya Civil Right Act tahun 1964 dan Higher Education Act tahun 1965. yang menangani kasus Hopwood vs.berkaitan dengan masing – masing komponen sudah saya tandai dengan jelas. Bjorklund. yang di dalamnya Justice William Powell menyatakan bahwa ras ini sudah dipertimbangkan berdasarkan keputusan – keputusan admisi. Model ini terdiri dari lima bagian yang masing – masing dari kelimanya dapat ditulis dalam satu paragrap sehingga secara keseluruhan bisa mencapai maksimal dua halaman. berikut ini ada contoh pendahuluan kualitatif yang ditulis oleh Terezainni. Anda akan menemukan banyak sekali penelitian dewasa ini yang telah menggunakan model tersebut. penulis menyatakan dengan teknik hook naratif). Cabrera. Model defisiensi pendahuluan (deficiency model an introduction) merupakan salah sastu pola umum dalam menulis pendahuluan yang baik. Kekurangan – kekurangan (deficiencies) dalam penelitian – penelitian sebelumnya 4. U. Colbeck. perundang – undangan. 5. dan Parente (2001) dalam The Journal of Higher Education dengan judul penelitiannya ―Racial and Ethnic Diversity in the Classroom‖ (ditulis kembali atas izin penerbit). states of Texas.

New Hampshire. penelitian – penelitian yang menganalisis hubungan mahasiswa dengan ―keragaman‖ secara umum sebagai salah satu implikasi percampuran mahasiswa secara kuantitas. Penelitian – penelitian ini dapat dibagi ke dalam tiga kecenderungan utama. Florida. Mississippi. misalnya. 1999:1). Massachusetts. Neil Rudenstine. penelitian – penelitian yang memandang keragaman structural sebagai suatu yang ilmiah. Lee Bollinger. Rhode Island dan Puerto Rico (Healy. Kanter. penelitian – penelitian yang meneliti secara institusional usaha – usaha programatik yang terstruktur untuk membanu mahasiswa terlibat dalam ―keragaman‖ ras/etnis dan/atau gender dalam kaitannya dengan gagasan – gagasan dan kemanusiaan.tindakan terkait melarang pengakuan yang sensitive – ras atau sewa menyewa di California. 1998a. lebih efektif ketimbang siswa – siswa yang lebih homogen. dalam konteks pendidikan. ada banyak pendekatan yang telah diterapkan untuk meneliti pengaruh keragaman terhadap outcomes mahasiswa. Intinya. mengklaim bahwa ―alasan utama diterimanya keragaman siswa di perguruan tinggi adalah karena nilai pendidikannya‖ (Rudenstine. Pertama. 24 April 1997:A27) (Di sini. 1996). Di belakang mereka ada Assiciation of American Universities yang terdiri dari para rector dari 26 universitas yang mengusung argumentasi yang sama. Lousiana. para pendidik lalu mengemukakan argumentasi mereka untuk mendukung tindakan afirmatif ini dengan klaim bahwa siswa – siswa heterogen. 1998 : A32). ras/etnis. Dalam merespons hal ini. perlu kami sampaikan bahwa kami berbicara atas nama pendidik. rekan Rudenstine di University of Michigan.‖ The New York Times. 1998b. atau gender dalam satu kampus (lihat. penulis mengidentifikasi masalah penelitian). Ketiga. juga menyatakan : ―Sebuah kelas yang tidak mempresentasikan anggota – anggota ras yang berbeda akan melahirkan diskusi yang miskin – wawasan‖ (Schmidt. dan lebih berpijak pada perjumpaan antara mahasiswa dan keragaman dengan cara mengamati frekuensi atau sifat interaksi mereka dengan rekan – rekannya secara ras/etnis berbeda. Michigan. 1999a. Sax. Kedua. Ada banyak penelitian yang membahas mengenai pengaruh keragaman terhadap outcomes mahasiswa. Presiden Harvard University. Dua presiden ini tidak sendirian. Maine. dengan menegaskan : ―Pertama-tama. Bukti – bukti yang dimunculkan pada umumnya tidak jauh berbeda bahwa para mahasiswa dalam komunitas yang lintas gender atau ras/etnis atau yang terlibat dalam aktivitas yang berhubungan dengan keragaman. Chang. Kami percaya bahwa mahasiswa kami dapat memperoleh keuntungan dari pendidikan yang berbasis keragaman‖ (―On the importance of Diversity in University Adminissions. 1996. sering kali 137 . 1999). 1997.

510 – 512. (2001) di atas. peneliti. kalimat pertama sudah menunjukkan dua komponen utama pendahuluan yang baik. Sax. 1996. tentu saja sangat disayangkan. Chang. hal ini masih menyisakan banyak pertanyaan (Di sini. Penelitian ini menganalisis pengaruh langsung keragaman kelas terhadap outcome akademik/intelektual dan apakah ada dari pengaruh – pengaruh tersebut yang ditindaklanjuti menjadi pendekatan – pendekatan instruksional aktif dan kolaboratif dalam konteks pembelajaran (Di sini. 1999a. ― untuk mempelajari bagaimana menulis narrative hook yang baik. Pengaruh seperti apa yang dimunculkan dari kalimat ini? Apakah kalimat tersebut memancing pembaca untuk membacanya lebih lanjut? Apakah kalimat tersebut harus ditulis dalam level tertentu sehingga pembaca dapat memahaminya? Pertanyaan – pertanyaan ini penting dijawab untuk menulis kalimat pembuka pendahuluan. penulis menunjukkan kekurangan atau defisiensi dalam penelitian – penelitian sebelumnya). penulis menyebutkan penelitian – penelitian yang pernah membahas masalah tersebut).Begitu pula. ditulis kembali atas izin The Journal of higher Education). Kalimat ini sering kali dikenal dengan istilah narrative hook. yang berarti ―kata – kata yang dapat menggambarkan.memperoleh manfaat dan makna edukatif yang lebih positif (Disini. Masalah Penelitian Dalam pendahuluan artikel Terenzini et al.. 1996) yang secara spesifik meneliti apakah komposisi ras/etnis atau gender para mahasiswa dalam sebuah kampus. penulis menunjukkan pentingnya penelitian pada audiens tertentu. Padahal informasi inilah yang bisa menjadi bukti para hakim untuk mendukung kebijakan keputusan yang sensitive – ras (Di sini. keragaman structural) memiliki manfaat –manfaat akademik yang diklaim…. Langkanya informasi tentang manfaat akademik dari keragaman structural di sebuah kampus atau kelas. Penelitian ini berusaha memberikan kontribusi pengetahuan dengan mengekspolrasi pengaruh keragaman structural kelas terhadap perkembangan akademik dan skill intelektual mahasiswa. yaitu menunjukkan bahwa penelitian tersebut menarik dan memperlihatkan bahwa masalah atau isu yang diangkat benar – benar berbeda. yakni hakim. melibatkan. Hanya sedikit sekali penelitian (seperti. yaitu menunjukkan dua komponen utama pendahuluan yang baik. dalam satu komunitas akademik atau dalam kelas (seperti. suatu istilah yang diambil dari bahasa inggris. 138 . dan para pendidik). penulis mengidentifikasi tujuan penelitian) (hlm. atau menghubungkan (hook) pembaca dengan/dalam penelitian. seperti apakah tingkat keragaman rasial dalam satu kampus atau kelas berpengaruh langsung terhadap hasil belajar ataukah tidak. isu – isu.

139 .   ―Siapa yang mengendalikan proses pencalonan wakil DPR?‖ (Boeker. Artikel terezini et al. ―Ada banyak literature yang menel. Tiga contoh di atas menyajikan informasi yang mudah dipahami oleh pembaca. para jurnalis menyajikan contoh – contoh yang menarik di awal kalimatnya. yaitu perjuangan untuk meningkatkan keragaman ras dan etnik di universitas – universitas AS. penulis yang berpengalaman menurunkan tong (pembaca) sedara perlahan – lahan. Dua contoh pertama – yang menjadi pendahuluan dalam penelitian kualitatif – menunjukkan bagaimana pembada di tarik perhatiannya dengan merujuk pada satu partisipan (di contoh pertama) dan mengajukan satu pertanyaan (di contoh kedua). Yang jelas. 1989:281). Setelah itu. Sementara itu. McMaster:1987)‖ (Carstensen.509). dan generalisasi garis – garis tersebut (salah satunya. tetapi digiring perlahan – lahan ke dalam topic penelitian. seraya membiarkannya beradaptasi dengan kedalaman (penelitian). Sering kali.  ―selebriti transeksual dan tnometodologis. Contoh ketiga. Berikut ini. yakni menceritakan contoh kasus umum terlebih dahulu sehingga pembada dapat memahami dan menghubungkannya dengan topic penelitian.iti garis kartografis (salah satunya. Penurunan tong ini diawali dengan narrative hook. Pembaca pun hanya akan melihat materi yang tidak biasa dan aneh. peneliti perlu menunjukkan masalah atau isu yang dapat menuntun pada signifikansi penelitian. Mereka mencatat bahwa kebijakan – kebijakan untuk meningkatkan keragaman ini sedang menjadi ―topic perdebatan nasional yang hangat‖ (hlm. Agnes. contoh – contoh kalimat pembuka dalam jurnal – jurnal ilmu social. 1992:400). Untuk menggambarkan lebih jauh bagaimana proses menulis pendahuluan ini.perhatikan Koran – Koran penting.(2001) membahas problem yang unik. Buttenfield:1985). saya menggunakan metaphor seseorang yang sedang menurunkan seubah tong ke dalam sumur. ketika contoh di atas sudah menggambarkan bagaimana menulis kalimat pembuka dengan baik agar pembaca tidak dipaksa masuk ke dalam pemikiran yang terlalu detail. telah mengubah identitasnya tiga tahun lalu sebelum pada akhirnya ia menjalani kembali pembedahan jenis kelamin‖ (Cahlil. menunjukkan bagaimana pembaca dapat mengawali bacaanhya dengan memahami beberapa literature terlebih dahulu. 1989:181). yang menjadi pendahuluan dalam penelitian kuantitatif. artikel ringkas baru – baru ini. Penulis pemula menceburkan tong (pembaca) langsung ke kedalaman sumur (artikel).

yang tentu saja meliputi masalah penelitian. atau karena suatu masyarakat tidak boleh melupakan kontribusi para pelopor wanitanya. Untuk itu. isu) yang dapat menuntun pada penelitian. Cobalah bertanya pada diri sendiri : ―Adakah kalimat yang bisa mewakili masalah penelitian yang saya angkat ini?‖  Tunjukkan mengapa masalah tersebut penting diteliti dengan cara mengutip berbagai referensi yang membenarkan kelayakan penelitian akan masalah tersebut. kutipan – kutipan seperti ini juga dapat menarik perhatian membaca. Ketika merancang paragraph – paragraph pembuka.Dalam ilmu social terapan.‖ 140 .masalah penting yang memerlukan penelitian lebih jauh. Semua ―jawaban‖ ini merupakan masalah =. ―Setiap tahun. seperti : ―Apa kepentingan atau motivasi diadakannya penelitian ini?‖ Atau ―Masalah apa yang memengaruhi untuk melakukan penelitian ini?‖ jawaban atas dua pertanyaan ini bisa bermacam – macam.  Sebagai aturan umum. khususnya kutipan yang terlalu panjang. kesulitan – kesulitan. dalam beberapa penelitian kualitatif. Akan tetapi. Kutipan – kutipan hanya akan memunculkan banyak kemungkinan penafsiran. Pertimbangkan pengaruh informasi yang menggunakan angka – angka (seperti. masalah penelitian bisa saja muncul dari isu – isu. sekitar 5 juta orang Amerika mengalami kematian anggota keluarga secara tiba – tiba‖). Masalah penelitian ini akan menjadi jelas jika peneliti mau mengidentifikasi dengan mengajukan sejumlah pertanyaan. gunakan kutipan secara layak dan tepat. bahkan dapa membuat topic penelitian menjadi tidak jelas. Misalnya : karena sekolah masih belum menerapkan pedoman – pedoman multi cultural. dan perilaku – perilaku masa kini.  Tunjukkan secara jelas masalah yang diangkat (seperti. karena siswa – siswa minoritas membutuhkan akses yang lebih baik ke universitas. dalam kalimat pembuka. Sekadar intermezzo : saya selalu mengatakan kepada para mahasiswa saya : ―Jika kalian tidak memiliki banyak referensi pada halaman – halaman pertama proposal kalian maka penelitian kialian tidak akan bernilai akademik. hindari penggunaan kutipan – kutipan. dilemma. ingatlah tips – tips penelitian berikut ini :  Tulislah kalimat pembuka yang dapat menstimulasi ketertarikan pembaca dan mampu menampilkan masalah yang dapat dipahami secara relasional oleh pembaca pada umumnya.   Hindari ekspresi – ekspresi idiomatic (kalimat – kalimat membingungkan). karena ada kebutuhan dari para dosen yang harus dipenuhi agar mereka terlibat dalam aktivitas pengembangan professional di jurusan – jurusan mereka.

Bukan hanya satu masalah saja.‖ Peneliti tentu tidak dakan melaksanakan penelitian yang sekedar meniru apa yang telah diteliti orang lain. dan pendekatan keduanya dalam metode campuran). Menyebutkan katergori – kategori penting inilah yang saya maksudkan dengan meninjau psutaka atau mereview penelitian – penelitian di bagian pendahuluan. pengujian hubungan – hubungan atau predictor – predictor dalam kuantitatif. Saya harus berhati – hati ketika berbicara tentang ―mereview penelitian‖ di sini karena saya tidak bermaksud bahwa Anda harus memasukkan tinjauan pustaka utuh dalam bagian pendahuluan. lalu di bagian atas tinjauan psutaka. eksploratoris daslam kualitatif. Penelitan – penelitian sebelumnya Setelah menulis paragraph – paragraph pembuka yang membahas penelitian. Meski demikian. apakah ada satu atau banyak masalah yang terlibat dalam penelitian sehingga mengharuskan anda untuk menelitinya? Seringkali. peneliti bukan berarti tidak boleh melakukan tinjauan pustaka/penelitian dalam pendahuluan ini. Kemampuan membingkai penelitian dengan cara inilah 141 . ia harus lebih meringkas sebagian besar penelitian – penelitian yang nantinya akan dirinci kembali pada bagian khusus. dalam beberapa penelitian. Marshall dan Rossman (2006) memandang bahwa tinjauan pustaka dalam pendahuluan ini adalah cara untuk merancang penelitian dalam konteks penelitian – penelitian lain yang berhubungan. ada banyak masalah yang perlu dibahas. Hanya saja. Saya selalu meminta mahasiswa saya untuk merefleksikan peta pustaka (seperti yang pernah dibahas dalam Bab 2). Tinjauan pustaka ditempatkan di bagian khusus yang terpisah dari bagian pendahuluan. Pastikan bahwa masalah sudah dijelaskan dalam konstruksi yang konsisten dengan jenis pendekatan penelitian (seperti. Artinya. mereka diminta untuk meringkas kategori – kategori penting dari berbagai pustaka yang ditinjaunya. penelti selanjutnya perlu mereview penelitian-penelitian/literature-literatur sebelumnya yang pernah membahas masalah penelitian tersebut. Untuk itu diperlukan penelitian – penelitian baru untuk memperkaya literature – literature yang relevan atau untuk memperluas dan bahkan menguji kembali penelitian – penelitian yang sudah ada sebelumnya. Peneliti perlu mereview penelitian – penelitian relevean sebelumnya dan menaruhnya di bagian pendahuluan dengan tujuan : (1) untuk menjustifikasi pentingnya penelitian yang ia ajukan.  Tuliskah. peneliti seyogianya berusaha ―merancang penelitiannya dalam satu dialog berkelanjutan dengan literature – literature / penelitian – penelitian lain yang relevan. dan (2) untuk menjelaskan perbedaan antara penelitian – penelitian sebelumya dengan penelitian yang sedang ia ajukan.

Penelitian – penelitian ini bisa saja berupa penelitian kuantitatif. Intinya adalah : literature – literature atau penelitian – penelitian sebelumnya akan memberikan sumbangsih pemikiran dalam menganalisis rumusan masalah yang akan dibahas dalam proposal. atau metode campuran. tentang siswa – siswa Afrika – Amerika yang berisiko gagal di tingkat SD). kualitatif. Untuk itu. Peneliti yang berpengalaman akan mereview dan memahami tulisan – tulisan sebelumnya yang membahas topic atau masalah serupa yang menjadi garapan penelitiannya. Untuk mereview literature – literature / penelitian – penelitian yang relevan di bagian pendahulan proposal. Peneliti penula seringkali bertanya : ―Apa yang harus saya lakukan sekarang? Tidak ada satu pun penelitian / literature yang pernah membahas topi ini. saya sering kali menyarankan agar peneliti memandang literature dengan pola piker segitiga terbalik. siswa –siswa yang berisiko gagal di SD atau di jenjang – jenjang pendidikan lain). topic mengenai siswa – siswa Amerika – Afrika yang beresiko gagal di SD mungkin tidak pernah diteliti. Namun. secara umum. Misanya. Jika seseorang melihat tinjauan pustaka ini terus ke bagian atas segitiga. pertimbangkan tips – tips penelitian berikut ini :  Reviewlah sejumlah literature dengan meringkasnya secara komunal. Penelitian ini haruslah sempit dan terfokus (tidak boleh ada satu pun penelitian yang serupa).‖ Tentu saja. Pertanyaan lain yang sering kali muncul adalah : Jenis literature seperti apa yang harus direview oleh seorang peneliti? Saya menyarankan agar peneliti merevie penelitian – penelitian sebelumnya yang memiliki rumusah masalah dan data – data untuk menjawab rumusan tersebut. topic mengenai siswa – siswa yang beresiko gagal di SD atau di jenjang – jenjang pendidikan lain sudah banyak diteliti. jika tinjauan pustaka diartikan secara sempit maka tidak ada satupun literature yang mendokumentasikan atau menjabarkan secara komprehensif dan precise masalah penelitian yang kita bahas. Pemahaman ini tentu saja tidak muncul dengan sendirinya. Pada ujung segitiga itu terdapat penelitian yang diajukan. ada beberapa literature yang bisa dijumpai meskipun agak sedikit berbeda dengan penelitian yang diajukan. Artinya. baru kemudian mengakhiri abstraksinya secara spesifik dengan menegaskan pentingnya penelitiannya yang diajukan (misalnya. tetapi berasal dari keterlibatan peneliti selama bertahun – tahun dalam mengikuti perkembangan masalah penelitiannya dan literature – literature yang terkait.yang membedakan peneliti pemula dengan peneliti berpengalaman. bukan secara individual (tidak seperti dalam Tinjauan Pustaka yang biasanya terdapat dalam bagian 142 . peneliti terlebih dahulu harus mengabstraksikan literature – literature / penelitian – penelitian yang membahas topic yang lebih umum (seperti.

Carilah literature – literature terbaru untuk direview dan diabstraksikan. Identifikasi semacam ini sering dikenal dengan istilah model defisiensi. Tujuannya adalah untuk membangun wilayah penelitian yang lebih luas. atau metode campuran. Kutiplah penelitian – penelitian sebelumnya jika memang ada karena penelitian – penelitian seperti itu basanya banyak dijadikan referensi oleh orang lain. literature/penelitian tersebut mungkin perlu dikaji kembali untuk melihat adakah kesamaan-kesamaan dalam hal penemuan-penemuan. karena penelitian sebelumnya mengabaikan keberadaan 143 . atau populasi tertentu. Defisiensi dalam literature atau penelitian sebelumnya bisa saja muncul karena topic – topic yang diangkat di dalamnya tidak dieksplorasi berdasarkan kelompok. karena penelitian – penelitian sebelumnya telah mengesampingkan satu variable penting maka penelitian anda bisa memasukkan variable tersebut dan menganalisis pengaruh – pengaruhnya. Kekurangan (Defisiensi) dalam Literatur Sebelumnya Setelah menjabarkan masalah penelitian dan mereview sejumlah literature/penelitian lain yang relevan. defisiensi ini basanya ada di bagian ―saran-saran untuk penelitian selanjutnya‖ yang sering kali disampaikan secara implicit maupun eksplisit. Peneliti tinggal merujuk gagasan – gagasn defisiensi ini untuk dijadikan topic penelitiannya.khusus dan terpisah). caranya sangat mudah.   Tinjaulah penelitan – penelitian lain yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Misalnya. sampel – sampel. kualitatif. Sifat defisiensi ini bervariasi dasi satu penelitian ke penelitian lain. Sebagai contoh. atau komunitas yang termarjinalkan tidak direpresentasikan secara memadai dalam literature/penelitian tersebut. letakkan referensi – referensi in text di akhir paragraph atau di akhir review mengenai literature – literature tersebut.  Agar tidak sekedar menekankan pada literature – literature secara individual. peneliti juga perlu menjabarkan bagaimana penelitiannya akan mengoreksi atau menutupi defisiensi tersebut. ataupun tempat-tempat yang diteliti. Selain menyebutkan defisiensi – defisiensi. peneliti seyogianya dapat menjelaskan satu atau lebih defisiensi ini dalam bagian pendahuluan proposal mereka. Untuk literature/penelitian mana pun. seperti literature – literature yang dipublikasikan tidak lebih dari 10 tahun lalu. peneliti kemudian mengidentifikasi kekurangan – kekurangan (deficiencies) yang terdapat dalam literature/penelitian tersebut. Dalam artikel – artikel jurnal. sampel. Untuk mencari defisiensi ini.

1 Defisiensi – Defisiensi dalam Literatur : Dibutuhkan Penelitian – Penelitian Lanjutan Berdasarkan rasionalisasi inilah. Anda dapat melihat bagaimana para penulisnya menunjukkan kelemahan – kelemahan atau kekurangan – kekurangan dalam beberapa literature sebelumnya. anehnya sangat sedikit penelitian empiris yang berusaha menganalisis isu tersebut.‖ sangat sedikit penelitian empiris. 1984) (Blase. Contoh 5. untuk menunjukkan kekurangan – kekurangan (deficiencies) dalam literature sebelumnya. 1970). begitu langka. Hoyle. Svancarova& Svancarova. Pada dua contoh tulisan berikut. misalnya. 1968. kesalahan metodologis atau variable – variable yang terabaikan). dan apa makna semua ini secara deskriptif dan konseptual (Ball. (Ziller. seperti ―yang belum dianalisis.penduduk asli Amerika sebagai komunitas cultural maka Anda dapat menyertakan mereka sebagai paratisipan dalam proyek penelitian anda. Alvik. 1987. 1986. 1967-1968. 144 . Perhatikan pula bagaimana mereka menggunakan frasa – frasa kunci untuk menunjukkan defisiensi – defisiensi ini. khususnya dari perspektif subordinasi. 1990 :85-86) Contoh 5. Rosell. Penelitian politik dalam ranah pendidikan.‖ ―sedikit sekali penelitian. Tunjukkan secara spesifik kekurangan – kekurangan dalam penelitian – penelitian yang sudah ada (seperti. tidak sedikit ilmuwan sosial yang berusaha meneliti makna perang dan kedamaian (Cooper. Haavedsrud. yaitu tentang bagaimana bekas pejuang masa lalu memberikan reaksi terhadap perang masa kini. Pratt.‖ dan sebagainya. 1965. 1989 :381) Singkatnya. Sedikit sekali penelitian yang difokuskan pada bagaimana guru menggunakan kekuasannya untuk berinteraksi secara strategis dengan kepala sekolah. peneliti perlu menerapkan tips – tips penelitian berikut ini :   Kutiplah sejumlah kekurangan dalam literature tersebut untuk memperkuat alasan dibutuhkannya penelitian terhadap topic tertentu. dari sekian banyak analisis ini. 1968.2 Defisiensi – Defisiensi dalam Literatur : Sedikitnya Penelitian – Penelitian yang dilakukan Meskipun ada minat yang sangat tinggi terhadap persoalan mikro-politik. ada satu masalah yang belum dianalisis. Sayangnya.

Signifikansi Penelitian bagi Pembaca Dalam disertasi.  Jelaskan bagaimana peneltian Anda akan mengoreksi kekurangan – kekurangan ini dan memberkan kontribusi yang berbeda pada literature/penelitian akademik. Penelitian yang dilakuka noleh Mascarenhas (1989) ini meneliti kepemilikan perusahaan – perusahaan industri. termasuk topic. Dalam bagian ini pula. peneliti sering kali menyertakan bagian khusus yang mendeskripsikan signifikansi penelitian bagi pembaca tertentu. anggota organisasi. peneliti hendaknya menulis alasan/rasionalisasi tentang pentingnya penelitiannya yang diajukan. implikasi – implikasi penting. Tulislah bidang – bidang atau ranah – ranah tertentu yang terabaikan oleh penelitian – penelitian sebelumnya. seperti yang pernah dicontohkan dalam pendahuluan Terenzini et al. Dalam bagian ini. Tiga atau empat alasan/rasionalisasi tentang bagaimana penelitian Anda akan memperbaiki atau meningkatkan kebijakan tertentu. Anda bisa melihat bagaimana penulisnya menyatakan pentingnya penelitian pada paragraph pembuka. Semakin banyak pembaca yang ditargetkan. begitu pula potensi penelitian tersebut akan semakin kuat untuk diterapkan di dunia nyata. dan sebagainya. dan para peneliti adalah target pembacanya yang diharapkan akan membaca hasl penelitiannya. Tulislah paragraph pendek untuk menjelaskan tiga atau empat kekurangan dari penelitian sebelumnya atau fokuslan pada satu kekurangan paling pokok. (2000). Pada contoh tulisan berikut ini. Tiga atau empat alasan/rasionalisasi tentang bagaimana penelitan Anda dapat membantu memperbaiki atau meningkatkan praktik – praktik tertentu. proses statistic. Dia secara jelas menunjukkan bahwa para pengambil keputusan. Hal ini dilakukan untuk mendukung pentingnya analisis topic penelitian bagi kelompok – kelompok tertentu yang mungkin saja dapat memperoleh manfaat dengan membaca dan menggunakan penelitian tersebut. 145 . peneliti juga dapat menjelaskan beberapa hal berikut :     Tiga atau empat alasan/rasionalisasi tentang bagaimana penelitian Anda dapat menambah penelitian akademik dan literature dalam bidang – bidang tertentu. Tiga atau empat alasan/rasionalisasi tentang bagaimana penelitian Anda akan memperbaiki atau meningkatkan kebijakan tertentu. semakin besar signifikansi penelitian tersebut bagi mereka.

memahami hubungan antara kepemilikan dan ranah – ranahnya akan membantu menyingkap logika dasar aktivitas organisasi dan dapat membantu anggota organisasi tersebut mengevaluasi strategi – strategi. 1988). atau metode campurannya. Peny dan Rainey. mereka juga menyatakan pentingnya penelitian ini bagi para staf kantor admisi. salah satunya. dan para anggota dewan yang mereview admisi – admisi tersebut. dan pemanfaatan teknologi (Abeli dan Hammond. dibutuhkan keputusan mendasar yang dapat menjangkau semua lapisan masyarakat demi terlaksananya aktivitas organisasi ini. pertama – tama peneliti perlu mendeskripsikan masalah penelitian yang berhubungan dengan penelitian kuantitatif. para mahasiswa yang menuntut admisi. Selain itu. 1989 : 582) Terenzini et al. seperti costumer service. Pertama. (2001) mengakhiri pendahuluannya dengan menyatakan bahwa pengadilan / hakim (court) dapat menggunakan informasi dari penelitian – penelitian yang ada untuk meminta perguruan tingi dan universitas – universitas mendukung ―kebijakan admisi yang sensitive-ras‖ (hlm. RINGKASAN Bab ini menyajikan cara – cara bagaimana menyusun dan menulis pendahuluan untuk penelitian – penelitian akademik. (Mascarenhas. dengan 146 . namun penemuan – penemuan mereka pada umumnya terlalu digeneralisasi untuk semua organisasi. 1980. Abell. peneliti disarankan untuk menggunakan model pendahuluan lima – bagian yang sudah dijelaskan dalam bab ini. Kemudian. kualitatif.512).Contoh 5. Pada akhirnya. Terenzial et al. Model yang sering kali dikenal dengan istilah model defisiensi ini diterapkan. ada begitu banyak pakar yang meneliti organisasi – organisasi yang merefleksikan satu atau dua jenis kepemilikan. 1979. sangat penting dilakukan karena sejumlah alasan. jangkauan produk. Kedua. Untuk menulis pendahuluan yang baik. Pengertahuan mengenai ranah – ranah dalam kepemilikan organisasi yang berbeda dapat menjadi input penting atas keputusan tersebut. (2001) mengakhiri pendahuluannya dengan meyatakan secara tegas bahwa penelitiannya ditujukan untuk membahas pengaruh keragaman structural terhadap skill intelektual mahasiswa. pendahuluan yang baik untuk penelitian selalu diakhiri dengan pernyataan tentang tujuan atau maksud penelitian. Ketiga. orientasi pembeli.3 Signifikansi Penelitian yang Dinyatakan dalam Pendaluluan Studi Kuantitatif penelitian tentang kepemilikan organisasi dan ranah – ranah di dalammya.

dan pembaca – pembaca yang secara potensial dapat mengambil manfaat dari penelitian ini. Amatilah pendahuluannya. D. literature – literature yang terkait dengan masalah tersebut. 2. yang menurutnya harus menekankan pada kejelasan. Buatlah masing – masing satu paragraph mengenai masalah penelitian. (hlm. Akhirnya.Zanna&J. meyakinkan pembaca tentang LATIHAN MENNULIS uniknya penelitian Anda. diskusikan tulisan Anda ini dengan rekan – rekan Anda. The Compleat Academic : A Practical Guide for the Beginning Social Scients. Tulislah pendahuluan untuk suatu penelitian tertentu. (1987).M Darley (ed. dan mampu menghubungkan pembaca dengan topic yang diangkat. ―Writing the Empirical Journal Article. Carilah beberapa penelitian bidang – bidang tertentu yang dipublikaskan dalam jurnal – jurnal akademik. Cobalah menulis pendahuluan dengan teknik narrative hook.cara mengidentifikasi terlebih dahulu kasus – kasus umum (dengan teknik narrative hook) yang berhubungan dengan masalah penelitian. apakah teknik yang Anda gunakan berhasil menarik perhatian pembaca. peneliti juga perlu menyertakan secara singkat tinjauan psutaka/literature lain yang relevan. Daryl Bern menekankan pentingnya statemen/paragraph pembuka dalam suatu penelitian. Bern juga menyajikan contoh – 147 . Latihan Menulis 1. peneliti dapat menutup pendahuluannya dengan menyatakan – setidaknya. BACAAN TAMBAHAN Bem. 3. kekurangan – kekurangan dalam literature.tiga atau empat tujuan diadakannya penelitian. keterbacaan.).‖ Dalam M. dan struktur yang dapat menuntun pembaca langkah demi langkah untuk sampai pada rumusan masalah. 171-201). Peneliti kemudian mulai memerinci secara implicit atau eksplisit pembaca – pembaca tertentu yang diharapkan dapat mengambil manfaat dari penelitiannya.J. Setelah itu. Dia menyajikan sederet aturan tentang paragraph pembuka ini. P. seraya menunjukkan satu atau lebih kekurangan (defisiensi) dalam literature – literature tersebut dan menegaskan bagaimana penelitian yang diajukan dapat mengoreksi kekurangan – kekurangan itu. Selain itu. New York : Random House. lalu carilah kalimat – kalimat yang menunjukkan bahwa penulisnya tengah membahas satu masalah atau isu tertentu.

Pada satu contoh proposal disertasi mahasisaw s2 yang disajikan. CA : Sage. Maxwell membahas isu – isu utama yang harus dieksplorasi mahasiswa untuk membuat argument proposal penelitiannya efektif dan efisien. baik yang memuaskan maupun yang tidak. tetapi juga mengapa Anda merencakanannya. Joe Maxwell menulis tentang tujuan penelitan untuk proposal disertasi kualitatif. paragraph pembuka yang baik adalah paragraph yang dapat dimengerti bahkan oleh seseorang yang bukan ahli sekalipun. Wilkinson juga menyajikan banyak contoh dari tiga aspek tersebut. A. Antoinette Wilkinson membahas tiga aspek utama dalam pendahuluan : (1) Pernyataan mengenai suatu masalah dan sifat – sifatnya. Maxwell. (2005). NJ : Prentice Hall. dan juga tidak membosankan lantaran terlalu banyak bahasa teknis.‖ Edisi kedua. Menurut Bern. dan (3) pernyataan mengenai rumusan masalah. Wilkinson. Menurut Maxwell. J. Englewood Cliffs.A. (2) pembahasan mengenai latar belakang dari masalah tersebut. 148 . Thousand Oaks. Dia juga menyatakan pentingnya mengidentifikasi isu – isu yang ingin Anda teliti dan pentingnya menunjukkan mengapa isu – isu tersebut penting untuk diteliti. salah astu aspek mendasar dalam proposal adalah menjustifikasi bahwa proyek yang diajukan dapat membantu pembaca memahami.M. ―Qualitative Research Design : An Interakctive Approach. Dia menekankan bahwa pendahuluan harus menuntun secara logis dan runtut pada rumusah masalah. yang disertai dengan penjelasan tentang bagaimana menulis dan menyusun sebuah pendahuluan yang baik. The Scientist‘s Handbook for Writing Papers and Dissertations.contoh paragraph pembuka. (1991). tidak hanya tentang apa yang Anda rencanakan.

‖ Sayangnya proposalproposal penelitian saat ini jarang sekali yang memperhatikan tujuan penelitian. misalnya. Penulis lain merujuknya sebagai salah satu aspek dari masalah penelitian (Casstetter & Heisler. dan bukan masalah atau isu yang dapat menuntun pada keharusan diadakannya penelitian (lihat Bab 5). adalah menyajikan tujuan penelitian. Tujuan penelitian bukanlah rumusan masalah yang di dalamnya terdapat sejumlah pertanyaan yang nantinya dijawab berdasarkan data-data penelitian yang telah dikumpulkan (lihat Bab 7). 1997). Akan tetapi. Inilah bagian terpenting dari keseluruhan penelitian. peneliti haruslah membedakan secara jelas antara tujua penelitian . Dalam artikel-artikel jurnal. dan contoh-contoh tujuan penelitian yang biasa anda modifikasi untuk proyek proposal anda. tujuan penelitian harus ditulis dengan jelas dan spesifik. tujuan penelitian berarti menunjukkan ‖mengapa anda ingin melakukan penelitian dan apa yang ingin anda capai. Untuk itu. pembahasan mereka pada umumnya tetap menunjukkan bahwa tujuan penelitian merupakan gagasan inti dari suatu penelitian. Dari tujuan inilah semua asfek penelitian ditentukan. maksud-maksud. sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam bab 5. dalam disertasi atau proposal disertasi. Namun. Tujuan penelitian mengindikasikan maksud penelitian. (2007: 9). prinsip-prinsip kunci. Para penlulis metodologi penelitianpun sering memasukkan tujuan penelitian ini kedalam bagian-bagian lain. saya membahas alasanalasan/rasionalisasi ditulisnya tujuan penelitian. dan rumusan penelitian. Dalam proposal. Akan tetapi. Dalam bab yang khususnya untuk tujuan penelitian ini. Wilkinson (1991). seperti rumusan masalah atau hipotesis. SIGNIFIKANSI DAN MAKNA TUJUAN PENELITIAN Menurut Locke et al. Dikenal dengan istilah tujuan penelitian karena ia menggambarkan tujuantujuan/maksud-maksud dilakukannya penelitian dalam satu atau beberapa kalimat. tujuan penelitian adalah kumpulan pernyataan yang menjelaskan sasaran-sasaran. masalah penelitian. peneliti biasanya menulis tujuan penelitian dibagian pendahuluan. menjelaskan tujuan dalam konteks rumusan masalah dan sasaran penelitian. tujuan penelitian sering kali ditulis secara terpisah. atau gagasan-gagasn umum diadakannya 149 .Bab Enam TUJUAN PENELITIAN Bagian terakhir dari pendahuluan.

 Fokuslah pada satu fenomena (atau konsep atau gagasan) utama. seperti yang akan digambarkan dalam paragraf-paragraf berikut ini. maksud. Begitu pentingnya tujuan penelitian ini. Misalnya suatu penelitian bisa saja dimulai dengan mengeksplorasi peran ketua jurusan dalam usaha pemberdayaan kualitas akademik para dosen 150 . seperti ―tujuan (maksud atau sasaran) penelitian ini adalah. atau sasaran untuk menandai tujuan penelitian yang anda tulis. Untuk itulah. Tulislah tujuan penelitian ini dalam kalimat atau paragraph terpisah. jelaskan satu fenomena saja.. masing-masing tujuan penelitian untuk tiga penelitian ini sebenarnya tetap memiliki sifat-sifat dan cara penulisannya sendiri yang berbeda-beda.‖ Para peneliti biasanya menggunakan verba masa kini (present verb tense) dan verb masa lampau (past verb tense) untuk proposal penelitian karena proposal mereka tengah menyajikan rencan penelitian yang akan—bukan yang belum—dikerjakan. Untuk itu. Gagasan ini dibangun berdasarkan suatu kebutuhan (masalah penelitian) dan diperhalus kembali dalam pertanyaan-pertanyaan spesifik (rumusan masalah). seperti yang sering dijumpai dalam penelitian kuantitatif. Peneliti perlu memperhatikan beberapa hal mendasar dalam menulis tujuan penelitian kualitatif. Fokus ini berarti bahwa tujuan penelitian kualitatif tidak boleh menunjukkan dua atau lebuh variable yang salin berelasi. dan lokasi penelitian.. seperti berikut ini:  Gunakanlah kata-kata seperti tujuan. Persempitlah penelitian anda menjadi satu gagasan untuk dieksplorasi dan dipahami. namun tetap tunjukkan bahwa penelitian anda bisa saja berkembang untuk mengeksplorasi hubungan atau perbandingan antargagasan dalam fenomena tersebut. Meslipun tujuan penelitian untuk studi kualitatif. Tujuan ini ditulis dengan istilah-istilah ―teknis‖ penelitian yang bersumber dari bahasa penelitian kualitatif (Schwandt.suatu penelitian. sehingga peneliti perlu menulisnya secara terpisah dari aspek-aspek lain dalam proposal penelitiannya da ia juga perlu membingkainya dalam satu kalimat atau paragraph yang mudah dipahami oleh pembaca. kuantitatif. atau metode campuran ditulis dengan konten yang sama. partisipan penelitian. atau justru membandingkan dua atau lebih kategori tertentu.. dan gunakanlah bahasa-bahasa penelitian. Tujuan Penelitian Kualitatif Tujuan penelitian kualitatif pada umumnya mencakup informasi tentang fenomena utama yang dieksplorasi dalam penelitian.2007). Tujuan penelitian kualitatif juga bisa menyatakan rancangan penelitian yang dipilih.

definisi istilah. meneliti makna.. Karena termasuk dalam retorika penelitian kualitatif. atau menunjukkan bagaimana individu-individu tertentu secara kognitif mencirikan penyakit AIDS yang dideritanya (Anderson & Spencer.. khususnya jika fenomena tersebut merupakan istilah yang tidak dipahami oleh pembaca luas. 1998: 21) tersebut dengan menggunaka kata-kata yang seolah-olah berorientasi langsung.. spesifik. (fenomena utama) adalah . 1992). 2002). Untuk itu. atau dengan menjelaskan makna kebudayaan bisbol dalam hubungannya dengan pekerja studion (Trujillo. 151 . seperti mendeskripsikan.1992).. definisi ini tidak boleh rigid. melainkan tentatif dan berkembang selama pemelitian berdasarkan informasi dari para partisipan.‖ selain itu peneliti juga perlu memperhatikan bahwa definisi ini tidak boleh dicampur-baurkan dengan definisi yang lebih detail. teoritis dan teknis yang biasanya ada pada bagian khusus.. pewawancara (peniliti) ini dapat dengan mudah mengutak-atik ―atturan ketidaklangsungan‖ (McCracken.‖ Lebih baik memakai kata-kata ―pengalamn individu-individu‖ jangan terlalu sering menggunakan atau frasa-frasa yang problematik.  Gunakanlah verb-verb tindakan untuk menunjukkan bahwa ada proses learning dalam penelitian anda. akan membuat penelitian anda terbuka atas kemungkinan-kemungkinan lain: suatu cirri yang menunjukkan bahwa penelitian anda adalah penelitian kualitatif. definisi. peneliti kualitatif setidak-tidaknya harus menggunakan kata-kata seperti: ―untuk semintara ini. pewawancara seharusnya mengajak responden untuk mendeskripsikan pengalamannya. memahami. Contohcontoh ini semua mengiliustrasikan bahwa ada satu gagasan utama yang dijadikan focus dalam tujuan penelitian kualitaitf. mengembangkan.  Sajikan definisi umum mengenai fenomena atau gagasan utama.(Creswell & Brown. Verb-verb atau frasa-frasa tindakan.  Gunakan kata-kata dan frasa-frasa yang netral ---bahasa tidak langsung ---seperti . dan informatif ---kata-kata yang seolah-olah memiliki makna yang bisa saja nuncul atau tidak muncul. dari pada menggunakan kata-kata ―pengalaman sukses individu-individu. Tujuan disajikannya definisi umum ini adalah untuk menunjukkan kepada pembaca makna general dari fenomena yang dijabarkan dalam penelitian. atau mengamati. positif. atau dengan mengeksplorasi identitas guru dan marginalisasi atas identitas ini disekolah tertentu (Huber & Whelan. McCracken (1998) mengatakan bahwa dalam wawancara kualitatif..1999). Dengan demikian.. seperti berguna. seperti yang telah saya jelaskan dalam Bab 2.

gunakan beberapa bahasa yang membatasi ruang lingkup partisispan atau lokasi penenlitian.. Pembatasan-pembaasan semacam ini aka membantu peneliti untuk lebih jauh menjabarkan parameter penelitiannya..... Gunakan kata-kata teknis strategis/teori penelitian yang digunakan ketika sampai pada bagian pengumpulan data. kelas. Meskipun ada banyak variasi dalam mencantumkan poin-poin di atas pada tujuan penelitian. setidak-tidaknya harus mencakup beberapa diantara poin-poin itu... atau satu wilayah geografis tertentu. kelompok. Dalam penelitian ini. atau organisasi) di.. dan proses penelitian.... grounded theory. Untuk membantu anda.  Sebagai langkah akhir dalam tujuan penelitian kualitatif. saya sudah menyediakan ruang agar anda bisa menyisipkan informasi yang sesuai.. Seperti catatan-catatan (scripts) sebelumnya dalam buku ini. (fenomena utama yang diteliti) pada. (strategi/teori penelitian. lebih khusus mereka yang menjadi anggota tim kreatif.. Conto-contoh di bawah ini mungkin tidak secara sempurna mengilustrasikan semua elemen yang telah saya jelaskan. (sajikan definisi umum).. pendekatan naratif. seperti etnografi. Gambarkan tempat ini secara detail sehingga pembaca benarbenar mengetahui dimana penelitian itu dilaksanakan. seperti: apakah partisipan penelitian anda terdiri dari satu atau lebih individu. program. penelitian bisa saja terbatas pada wanita saja. atau sejenisnya) ini adalah untuk.. atau suatu organisasi.. di sini saya menyajikan sejumlah catatan yang mungkin berguna dalam menulis tujuan penelitian kualitatif. analisis data. atau strategi-stragi lainnya. Fenomena utama dapat dibatasi pada individu-individu dalam suatu organisasi bisnis.. seperti rumah...  Jelaskan para partisipan yang terlibat dalam penelitian. (para partisipan. Gunakan kata-kata yang sering digunakan dalam teori-teori diatas.. (memahami? mendeskripsikan? mengembangka? meneliti?) ... Tujuan penelitian. seperti individu. studi kasus.. seperti: apakah penelitian tersebut menggunakan teori etnografi. organisasi.. (fenomena utama yang diteliti) secara umum dapat didefinisikan sebagai.. studi kasus.. atau peristiwa tertentu.... 152 .  Tunjukkan lokasi dilakukannya penelitian.. fenomenologi. tetapi setidaknya contoh-contoh berikut ini telah berhasil menyajikan model-model yang layak ditiru dan dipelajari. (lokasi penelitian). proposal disertasi atau tesis kualitatif yang baik.. Misalnya. atau sekelompok orang..

dan bagianbagian selanjutnya di artikel itu. Contoh 6.Saya memperoleh tujuan penelitia yang ditulis oleh Lauterbach (1993) ini disebuah artikel jurnaldi bagian pembukanya yang berjudul ―tujuan penelitian. penelitian fenomenologi ini berusaha mengartikulasikan ―esensi-esensi‖ makna dalam pengalaman kehidupan para ibu ketika bayi yang mereka sayangi meninggal dunia. Di sepanjang tulisannya. Perspektif ini mempermudah usaha menyingkap pengalamanpengalaman tersebut yang tertutup selama ini. Penulis lalu mendifinisikan pengalaman-pengalaman apa saja yang ditelitinya terkait dengan ―memori‖ dan ―pengalaman hidup‖ ini. selain itu. ―pengalaman kehidupan para ibu‖ menjadi fenomena utama dan penulis menggunakan kata kerja mengartikulasikan untuk membahas makna (kata yang netral) dari pengalaman-pengalaman ini. 1993: 134) 153 . Tujuan penelitian Leuterbach adalah sebagai berikut: Sebagai upaya menyingkap makana substantif suatu fenomenalogi. tulisan Leuterbach juga secara jelas menunjukkan bahwa partisipannya hanya para ibu. jelas Leuterbach telah menggunakan strategi fenomenologi. (Leuterbach.1 Tujuan Penelitian Dalam Studi Fenomenologi Kualitatif Leuterbach (1993) meneliti lima wanita yang kehilangan bayinya ketika sedang hamil (keguguran). Metode yang digunakan dalam penelitia ini meliputi refleksi fenomenologis atas data-data yang ada berdasarkan investigasi pada pengalaman para ibu. focus penelitian ini adalah pada memori para ibu dan pengalaman kehidupan mereka. dan investigasi atas fenomena tersebut dalam konteks seni kreatif. pembaca akan melihat bagaimana Leuterbach melakukan interviw pada lima sampel ibu (yang masingmasing telah mengalami keguguran) dirumah mereka.‖ Judul inilah yang secara jelas mengajak pembaca untuk focus pada tujuan penelitian. dan memori serta pengalaman-pengalaman mereka atas peristiwa itu. perspektif ini juga membantu mengartikulasikan dan menyuarakan memori para ibu dan cerita kehilangan mereka. Dengan menggunakan persfektif feminis.

Studi kasus ini berfokus pada faktor-faktor yang menghalangi para siswa SMP berkembang dalam skill membacanya. Pada bagian selanjutnya. Penelitian ini juga berusaha menjelaskan mengapa siswa-siswa tersebut tetap saj tidak bisa membaca meskipus sudah bertahun-bertahun sekolah. Tidak hanya itu. khususnya dibagian abstraksi dan metodologi. Uniknya. 154 . bukan berarti fokus penelitian ini pada usaha peningkatan skill membaca. Tujuan penelitiannya adalah sebagai berikut: Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi faktor-faktor afektif. dia juga menyebutkan para partisipannya secara jelas. Dia berfokus pada ―faktor-faktor‖ sebagai fenomena utama dan menyajikan definisi tentative dengan menyebutkan contoh Contoh 6. sosial. Karena tujuanya adalah untuk meningkatkan iklim kampus maka penelitian kualitaitf diatas termmasuk ke dalam jenis penelitian advokasi. seperti ―afektif. yang memang menjadi cirri umum untuk artikel-artikel jurnal. dan edukatif yang mempengaruhi empat anak remaja (siswa) tidak mampu membaca.‖ Dia juga menulis pernyataan di atas dengan judul ―Tujuan Penelitian‖ untuk membuat pembaca fokus pada tujuan penelitiannya. edukatif. sosial. Penelitia ini bukanlah intervensi. Kos justru meletakkan penelitiannya dalam pendekatan kualitatif dengan menggunakan kata-kata seperti mengeksplorasi. Kebutuhan mahasiswa yang gay dan biseksual menjadi fenomena utama yang diteliti.2 Tujuan Penelitian Dalam Studi Kasus Kos (1991) melakukan beberapa kali studi kasus tentang siswa-siswa SMP yang tidak bisa membaca. pembaca akan menemukan bahwa penelitian Kos ini menggunakan strategi penelitian studi kasus yang dilakukan dalam suatu ruang kelas. diartikel tersebut. tujuan penelitian ini muncul di bagian awal artikel. (Kos.Kos (1991) menegaskan bahwa penelitiannya bukanlah penelitian kuantitatif yang mengukur besarnya perubahan skill membaca dalam diri siswa. seperti yang telah dijelaska dalam Bab 1. 1991: 876-877) faktor tersebut. meskipun beberapa siswa mungkin telah mampu mengembangkan skill membaca mereka.

(Rhoads. seperti kesuksesan. 155 .Contoh 6. fenomena utamanya adalah perkembangan karier. Rhoads juga telah menyebutkan bahwa strategi penelitian yang digunakan adalah etnografi. Tujuan penelitian. Akan tetapi. Tulisan ini sebenarnya berasal dari penelitian etnografis yang pernah penulis lakukan duaa tahun terhadap suatu subkultur mahasiswa yang terdiri dari laki-laki gay yang biseksual disebuah Universitas kenamaan. Dia berusaha mengeksplorasi bagaimana iklim kampus dapat ditingkatkan bagi laki-laki gay yang biseksual. kata ini lebih dimaksudkan untuk mendefinisikan sampel individu yang diteliti dan bukan untuk membatasi tentang fenomena utama. Sayangnya. Pada pernyataan di atas. Rhoads tidak memberikan informasi tambahan mengenai sifat utama kebutuhan para mahasiswa ini atau definisi umum dari kebutuhan tersebut.3 Tujuan Penelitian Dalam Etnografi Rhoads (1997) melakukan penelitian etnografi selama dua tahun disebuah Universitas kenamaan. Dalam penelitian ini memang digunakan kata langsung. Penelitian ini hanya dibatasi pada laki-laki gay dan biseksual saja. yang ia sertakan pada bagain awal tulisannya adalah sebagai berikut: Artikel ini berusaha memberikan sumbangsih tambahan pada literaturliteratur yang membahas tentang kebutuhan mahasiswa gay yang biseksual dengan mengidentifikasi sejumlah kawasan yang sekiranya dapat meningkatkan iklim kampus bagi mereka. Selain itu. Akan tetapi. yang berarti secara langsung merefleksikan bahwa wanita lesbian dan biseksual merupakan komonitas berbeda yang membentuk subkultur tersendiri di Universitas tersebut. da pembaca juga akan mengetahui bahwa fenomena tersebut didefinisikan sebagai pengaruhpengaruh penting dalam kesuksesan karir 18 wanita tersebut. dib again terpisah. 1997: 278) juga berusaha mengidentifikasi kawasan-kawasan yang dapat meningkatkan iklim kampus bagi laki-laki gay dan biseksual. dan bahwa penelitian ini hanya akan melibatkan laki-laki saja (partisipan) di sebuah Universitas kenamaan (lokasi penelitian). dia sudah berusaha mengidentifikasi dan menyajikan makna tentative atas istilah-istilah penting tersebut.

Contoh 6. Grounded Theory sebagai strategi penelitian disebutkan pada bagian abstraksi dan dijelaskan lebih lanjut pada bagian prosedur penelitian. 1997: 133) Peneliti beusaha untuk mengeksplorasi fenomena terssebut. mereka menyatakan tujuan diadakannya penelitian tersebut: Artikel ini ---yang didasarkan pada penelitian kualitatif--. yaitu varibel bebas. khusunya pengaruh-pengaruh yang berhubungan dengan kesuksesan karier mereka. Secara keseluruhan. baik dalam hal bahasa maupun fokusnya dalam menghubungkan atau membandingkan varibel-varibel.berusaha meneliti perkembangan karier 18 wanita Amerika-Afrika (kulit putih dan hitam) yang memiliki prestasi tinggi di Amerika Seriakat dalam 8 bidang profesi yang berbeda-beda. tujuan kami melakukan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi factor-faktor penting yang mempengaruhi perkembangan karier para wanita ini. varibel moderate. (1997) melakukan penelitian kualitatif untuk mengembangkan suatu teori tentang perkembangan karier 18 wanita AmerikaAfrika (kulit putih dan hitam) yang memiliki prestasi tinggi Ameriaka Serikat yang masing-masing dalam bidang profesi yang berbeda-beda. Tujuan Penelitian Kuantitatif Tujuan penelitian kuantitatif sangat berbeda dengan model tujuan penelitian kualitatif. varibel mediate. Tujuan penelitian kuantitatif biasanya dimulai dengan mengidentifikasikan varibel-varibel utama dalam 156 .4 Tujuan Penelitian Dalam Studi Grounded Theory Richie et al. para partisipan. dan lokasi penelitian. dan pembaca akan memahami bahwa partisipannya adalah para wanita yang bekerja di tempat berbeda-beda. Tujuan penelitian kuantitatif meliputi varibel-varibel dalam penelitian dan hubungan antar varibel tersebut. (Richie et al. dan varibel terikat. Ingatklah kembali Bab 3 yang menjelaskan jenis-jenis variable utama dalam penelitian kuantitatif. Tujuan ini ditulis dengan bahasabahasa yang berhubungan dengan penelitian kuantitatif. Pada paragraph kedua penelitiannya. dan terkadang juga mencakup pengujian deduktif atas hubungan-hubungan atau teori-teori tertentu.

 Gunakan kata-kata yang dapat menghubungkan varibel bebas dan varibel terikat untuk emnunjukkan bahwa kedua jenis varibel ini benar-benar saling berhubungan. tujuan digunakannya variable-varibel secara kuantitatif adalah untuk menghubungkan varibelvaribel tersebut. seperti ―hubungan antara‖ dua atau lebih varibel.penekitian (bebas. seperti yang sering dijumpai dalam penelitian eksperimen. atau ―perbandingan antara‖ dua atau lebih kelompok. Kebanyaka penelitian kuantitatif menggunakan dalah satu dari dua opsi ini untuk menghubungkan varibel-varibel dalam tujuan penelitian. atau kerangka konseptual yang anda gunakan. Letakkan varibel-variabel intervening antara varibel bebas dan varibel terikat. Mulailah dengan kata-kata seperti ―tujuan (atau maksud atau sasaran) penelitian ini adalah. 157 .. yang digunakan dalam penelitian. penelitian eksperimen dua faktor yang didalamnya peneliti memiliki dua atau lebih kelompok treatment dan satu varibel bebas. atau sasaran.  Tempatkanlah dan susunlah varibel-varibel ini dari kiri ke kanan. maksud.  Tunjukkanlah varibel bebas dan varibel terikat. Mendeskripsikan teori secara sederhana di bagian tujuan penelitian akan memberikan penekanan pada pentingnya teori itu dalam penelitian tersebut. serta varibel-variabel lain. misalnya. dengan varibel bebas (di bagain kiri) yang diikuti oleh varibel terikat (di bagian kanan). atau control.‖  Tunjukkan teori. seperti mediate.. model. Meskipun peneliti kebanyakan menggunakan teknik menghubungkan dua atau lebih kelompok dalam penelitian eksperimen. seperti yang bisa ditemukan dalam penelitian survei. lalu mencari dan dan menentukan bagaimana varibel-varibel itu akan diukur atau diamati. Pada akhirnya. Banyak peniliti juga meletakkan varibel-varibel moderating antara varibel bebas dan varibel terikat. Tetapi ada juga peneliti yang menggunaka kombinasi antara membandingkan (comparing) dan menghubungkan (relating). Dalam hal ini. Anda tidak perlu mendeskripsikannya secara detail karena--. intervening.seperti yang sudah saya jelaskan pada Bab 3--. Untuk menulis tujuan penelitian kuantitatif. atau terikat) beserta model visualnya.ada kemungkinan bagian ―Perspektif Teoritis‖ ditulis secara terpisah untuk keperluan ini... tidak menutup kemungkinan mereka juga menggunakan teknik tersebut dalam penelitian survei.. moderate. seperti tujuan. ada sejumlah hal yang perlu diperhatika:  Gunakan kata-kata untuk menandai tujuan penelitian anda. atau untuk membandingkan sampel-sampel atau kelompok-kelompok tertentu dalm kaitannya dengan hasil penelitian.

. Berdasarkan poin-poin di atas.... satu penelitian terakhir adalah penelitian eksperimen. (sajikan suatu definisi umum).... (tunjukkan varibel control dan intervening) didefinisikan sebagai. yang . misalnya dengan menggunakan definidi-definisi yang sudah diterima secara umum yang berasal dari literatur-literatur...... peneliti tidak boleh memberikan terlalu detail memberikan definisi secara operasional karena definisi semacam ini biasanya ditulis dalam bagian khusus ―Definisi Istilah‖ (yang menjelaskan secara rigid bagaimana varibel-varibel diukur). seperti ruang lingkup pengumpulan data atau ruang lingkup partisipan penelitian. Dua penelitian pertama adalah penelitian survey..... Meski demikian..... misalnya dalam frasa ―yang juga dipengaruhi oleh.. (partisipan penelitian) di. Contoh-contoh berikut ini akan mengilustrasikan elemen-elemen di atas. (lokasi penelitian)... varibel control juga tidak jarang diletakkan secara tiba-tiba mengikuti varibel terikat...  Sebutkan jenis strategi penelitian (seperti strategi survei atau eksperimen) yang digunakan dalam penelitian.. varibel bebas selalu menjadi varibel yang dimanipulsi.... Varibel-(varibel) bebas.... (varibel kontrol)...‖ Dalam penelitian eksperimen. Selain itu... dengan (varibel terikat).. Disertakannya definisi umum ini adalah untuk membantu pembaca lebih memahami tujuan penelitian.. (eksperimen? survei?) ini adalah untuk menguji teori. 158 . Dengan menyatakan informasi tentang strategi penelitian.‖ atau ―dengan varibel kontrol.Bahkan. (sajikan definisi umum)......  Definisikanlah secara umum masing-masing varibel kunci.. berikan batasan pada ruang lingkup penelitian....  Tunjukkan sedcara jelas partisipan (atau unit analisis) dan lokasi penelitian tersebut.. terhadap. yang juga dipengaruhi/dikontrol oleh.. dalam hal in didefinisikan sebagai.. dan varibel(-varibel) control dan intervening....... peneliti setidaknya sudah mengantisipasi diri untuk tidak membahas detail metodologi penelitian (yang biasanya di tulis dibagian khusus) dan memungkinkan pembaca untuk mengasosiasikan hubungan antarvaribel dengan strategi penelitian............. tujuan penelitian kuantitatif dapat ditulis sebagai berikut: Tujuan penelitian. (membandingkan? emnghubungkan?)..

istilah-istilah yang didefinisikan. populasi dan sebagainya. meskipun Kalof tidak mendefinisikan varibel-varibel utama dalam tujuan penelitian di atas setidaknya dia sudah menyajikan ukuran-ukuran spesifik pada varibelvaribel tersebut dalam rumusan masalah. pada bagian metodologi penelitian. Lebih jauh. Kalof menyebutkan bahwa penelitiannya menggunakan metode survei mailed. setidak-tidaknya dia telah mengidentifikasi varibel bebas (perilaku seks) dan varibel terikat (pelecehan seksual) dalam penelitiannya. Tujuan penelitian di atas juga telah mengidentifikasi secara jelas para partisipan (wanita) dan lokasi penelitian (Universitas) . dari susunan varibel yang dijelaskan.Contoh 6. kutipan di atas telah menggunakan kata hubungan. Mahsiswi ini memberikan responnya masing-masing pada dua instrumen survei yang disebarkan secar terpisah selama dua tahun. Selain ditulis pada bagian terpisah (Pernyataan Masalah). 2000: 24) Meskipun Kalof (2000) tidak menyebutkan teori yang dia gunakan. 159 .5 Tujuan Penelitian Dalam Studi Survei Kalof (2000) melakukan penelitian selama dua tahun pada 54 mahasiswi. pembaca akan mudah mengidentifikasi varibel bebas dan varibel terikatnya. Selain itu. Selanjutnya. Dia juga menggunakan kata-kata hubungan antara untuk menunjukkan relasi antarvaribel. terkait oerilaku-perilaku dan pengalaman-pengalaman mereka terhadap pelecehan seksual. Kutipan di atas mencakup beberapa komponen tujuan penelitian yang baik. Kalof menggabungkan tujuan penelitian dengan rumusan masalah sebagai berikut: Penelitian ini berusaha mengelaborasikan dan mengklarifikasi hubungan antara perilaku seksual wanita dan pengalaman-pengalaman mereka terhadap pelecehan seksual. Saya memanfaatkan data yang diperoleh selama dua tahun dari 54 mahasiswi untuk menjawab pertanyaanpertanyaan berikut ini: (1) Apakah perilaku-perilaku wanita mempengaruhi pelecehan seksual terhadap mereka dua tahun ini? (2) Apakah sikap-sikap wanita berubah setelah mengalami pelecehan seksual? (3) Apakah pelecehan seksual sebelumnya mengurangi atau justru meningkatkan resiko pelecehan-pelecehan seksual selanjutnya? (Kalof.

Dalam salah satu subjudul disertasinya ―Pernyataan Masalah‖ dia menjelaskan tujuan penelitian sebagai berikut: Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti hubungan antara karakristikkarakristik pribadi dan motivasi pekerjaan bagi para pendidik yang mengajar dilembaga-lembaga negeri perbaikan remaja di Amerika Serikat. tujuan penelitian di atas juga menjelaskan adanya perbandingan antarvaribel. Enam faktor ini antara lain: potensi perubahan dan perkembangan diri. kesabaran terhadap tekanan pekeerjaan. Penelitian terhadap latar belakang responden sangat penting dalam disertasi ini karena penelitian semacam dan ini diharapkan faktor-faktor dapat yang mengidentifikasi karakristik-karakristik mempengaruhi mobilitas dan motivasi. tingkat pendidikan. Selain ditulis dengan terpisah. Para penulisnya juga telah menunjukkan para partisipan yang terlibat dalam penelitian eksperimennya. Disertasi itu membahas topik tentang para pendidik yang bertugas pada institusi-institusi perbaikan remaja. keamanan konservatif. 1973). pelatihan sebelumnya. yaitu informasi tentang latar belakang responden (seperti informasi institusional. Bagian kedua penelitian ini meminta responden untuk mengidentifikasi faktor-faktor motivasional ini yang berhubungan dengan mereka. da kesediaan untuk mencari reward meski berada diantara ketidakpastian dan penyangkalan. (DeGrew. Motivasi pekerjaan didefinisikan sebagai enam faktor utama. karakristik-karakristik dibagi ke dalam dua informasi penting. dan sebagainya) dan informasi tentang pemikiran responden terhadap pekerjaannya yang berubah-ubah. daya saing.6 Tujuan Penelitian Dalam Studi Survei Disertasi DeGraw (1984) menyelsaikan disertasi doktoralnya dalam bidang pendidikan.Contoh 6. 1984: 4-5) Kutipan di atas juga merefleksikan komponen-komponen tujuan penelitian kuantitatif yang baik. keinginan dan penghargaan akan kesuksesan. mereka menyusunnya dengan meletakkan varibel terikat diurutan pertama an varibel bebasnya di 160 . sebagaimana yang terdapat dalam kuesioner penelitian komponen kerja pendidikan (educational work components study/EWCS) (Miskel & Heller. Dalam hal susunan varibel.

informasi mengenai unsure-unsur penelitian kuantitatif dan kualitaif. 161 .kekanan). Tujuan penelitian metode campuran biasanya ditunjukkan terlebih dahulu.dari kiri--. Contoh 6. Meski demikian. Begitu pula. Edwards. yang menawarkan dua skala. meskipun dalam tujuan penelitian diatas par apenulisnya tidak menyebutkan dasar teori yang digunakan. dalam pendahuluan. untuk memberikan panduan awal bagi pembaca dalam memahami bagian-bagian penelitian kuantitatif dan kualitatif di dalamnya. Mereka melanjutkan penelitian inventaris yang telah dilakukan sejumlah mahasiswa sebelumnya dengan menggunaka Balanced Inventory of Desirable Responding (BIRD). kelompok-kelompok dalam masing-masing varibel telah diidentifikasi secara jelas. 1992: 563) Tujuan Penelitian Metode Campuran Tujuan penelitian metode campuran berisi tujuan penetian secara keseluruhan.bagian ke dua (Note: cara penulisan ini berbeda dengan apa yang sayasarankan agar varibel bebas ditulis terlebih dahulu---. (Booth-Kewley et al. yaitu impression management (IM) dan Self-Deception (SD). Dalam paragraf terakhir di bagaian pendahhuluan.7 Tujuan Penelitian Dalam Studi Eksperimen Booth-Kewley. yang dikumpulkan dalam tiga kondisi.kemudian varibel terikat---. yaitu: (1) kertas---dan----pensil. dan Rosenfeld (1992) membandingkan antara daya tarik sosial terhadap penggunaan computer dan daya tarik pribadi terhadap pensil dan kertas. Kurang lebih separu dari calon AL ini menjawab kuesioner-kuesioner yang diberikan secara anonym (tanpa nama/identitas jelas) dan separuh lainnya menjawab dengan identitas yang jelas. Berikut ini saya sajikan beberapa petunjuk bagaimana menyusun dan menyajikan tujuan penelitian metode campuran. mereka mengemukakan tujuan penelitiannya: Kami merancang penelitian ini untuk membandingkan respon-respon para calon Angkata Laut terhadap skala IM dan SD. dalam pararaf-paragraf sebelumnya mereka sebenarnya sudah mereview beberapa penemuan dari teori sebelumnya. dan alasan/rasionalisasi mencampur dua unsur tersebut untuk meneliti masalah penelitian. (2) komputer dengan backtracking (3) komputer tanpa backtracking.

seperti berfokus pada satu fenomena utama. menggunakan kata-kata tindakan dan bahasa tidak langsung.. seperti ―Tujuannya adalah untuk mempelajari efektivitas organisasi‖ atau ―Tujuannya adalah untuk mengamati keluarga-keluarga yang anak tiri‖ untuk memahami keseluruhan maksud penelitian tersebut terlebih dahulu sebelum peneliti membagi penelitiannya ke dalam bagian kuantitatif dan kualitatif. Untuk mengungkap kecenderungan-kecenderungan dan hak-hak dari kelompok atau individu-individu yang tertindas. menyebutkan strategi penelitian dan memerinci para partisipan dan lokasi penelitian. 4. Murphy & Nicholl. dan menjelaskan para partisipan dan lokasi penelitian. Untuk mengeksplorasi pandangan partisipan (kualitatif) untuk kemudian dianalisis berdasarkan sampel yang luas (kuantitatif). kemudian menindaklanjutinya denga mewawancarai atau mengobservasi sejumlah individu untuk membantu menjelaskan lebih jauh hasil statistik yang sudah diperoleh (lihat juga O‘Cathain. 162 . Untuk memperoleh hasil-hasil statistic kuantitatif dari suatu sampel.. Alasan ini dapat berupa salah satu dari yang berikut ini (lihat Bab 10 untuk lebih detailnya): 1.. seperti menyebutkan suatu teori dan varibel-varibel.‖ Jelaskan tujuan penelitian dari perspektif konten. seperti ―Tujuan.  Terapkan karakristik-karakristik tujuan penelitian kualitatif yang baik. konkuren. Untuk lebih memahami masalah penelitian dengan mengonvergensikan (atau mentrianggulasi) data kuantitatif yang berupa angka-angka dan data kualitatif yang berupa rincian-rincian deskreptif. menyebutkan strategi penelitian. menghubungkan varibel-varibel atau membandingkan kelompok-kelompok varibel. 2007). atau transformasional.... Jelaskan alasan/rasionalisasi dikombinasikannya data kuantitatif dan kualitatif. apakah itu sekuensial.‖ atau ―Maksud. 2. menyusun varibel-variabel ini mulai dari varibel bebas terlebih dahulu lalu varibel terikat.   Tunjukka jenis rancangan metode campuran yang digunakan. 3.  Terapkan pula karakristik-karakristik tujuan penelitian kuantitatif yang baik.  Mulailah dengan menulis kata-kata yang menunjukkan secara jelas tujuan penelitian yang akan dijabarkan..

.. Contoh keempat adalah penelitian metode campuran transformative yang didasarkan pada rancangan konkuren. (fenomena utama) dengan mengumpulkan (jenis-jenis data) dari (para partisipan) di (lokasi penelitian)...... yaitu tahap kualitatif.. Berdasarkan elemen-elemen di atas....... instrumen .........tahap ini adalah untuk (sebutkan tujuan penelitian berdasarkan konten). Tahap pertama adalah eksplorasi kualitatif terhadap . wawancara atau observasi kualitatif digunakan untuk memeriksa kembali (hasil-hasil kuantitatif) dengan mengeksplorasi aspek-aspek .. Penemuan...penemuan dari tahap kualitaiif ini kemudian digunakan untuk menguji (suatu teori. 2... rumusan masalah.. Dua contoh pertama adalah penelitian sekuensial dengan satu strategi pengumpulan data yang turut membangun strategi pengumpulan data yang lain.. (sebutkan tujuan penelitian berdasarkan konten).. Pertimbangkan pula informasi-informasi tambahan mengenai jenis-jenis/strategistrategi pengumpilan data kualitatif dan kuantitatif.. Informasi dari tahap pertama akan dieksplorasi lebih lanjut pada tahap kedua.. Alasan ditindaklanjutinya 163 ........ Pada tahap kedua ini. atau hipotesis) yang (menghubungkan? membandingkan?) (variabel bebas) dengan (variabel terikat) terhadap (sampel dari populasi) di (lokasi penelitian). Contoh ketiga adalah penelitian konkuren dengan menerapkan dua strategi pengumpulan data dalam satu waktu lalu dibawa secara bersama-sama dalam analisis data.... Pada tahap pertama.. 1... rumusan masalah atau hipotesis penelitian kuantitatif akan menjelaskan hubungan atau perbandingan (variabel bebas) dan (variabel terikat) dengan melibatkan (partisipan penelitian) di (lokasi penelitian)..... variabel variabel-nya tidak diketahui... Penelitian sekuensial dengan tahap kuantitatif di urutan kedua yang didasarkan pada tahap kualitatif di urutan pertama: Tujuan penelitian metode campuran sekuensial dua-tahap ini adalah untuk........instrumennya tidak sesuai atau tidak tersedia.. berikut ini disajikan empat contoh tujuan penelitian metode campuran (Creswell & Plano Clark... Penelitian sekuensial dengan tahap kualitatif tindak-lanjut (di urutan kedua) yang turut membantu menjelaskan tahap kuantitatif sebelumnya (di urutan pertama): Tujuan dari penelitian metode campuran sekuensial dua... ada sedikit teori atau taksonomi yang dapat dijadikan panduan rigorus)...... 2007)......... (fenomena utama) dengan melibatkan (para partisipan) di (lokasi penelitian).. Alasan didahulukannya pengumpulan data kualitatif disebabkan (seperti.....

Contoh terakhir adalah penelitian metode campuran dengan strategi transfofiriatif.metode kuantitatif ini dengan metode kualitatif adalah untuk (seperti. . Pada waktu bersamaan. (fenomena utama) akan dieksplorasi dengan menggunakan (wawancara atau observasi kualitatif) dengan/terhada (para partisipan) di (lokasi penelitian).. Dalam penelitian ini. lalu memadukan keduanya untuk dapat memahami masalah penelitian dengan lebih baik : Tujuan penelitian metode campuran konkuren ini adalah untuk. Alasan dikombinasikannya data kuantitatif dan data kualitatif iri adalah untuk lebih memahami masalah penelitian dengan cara mengonvergensi data kuantitatif (berupa angka-angka) dan 164 .. Tujuan penelitian metode campuran konkuren ini adalah untuk (sebutkan isu-isu yang perlu dibahas terkait dengan kelompok atau individu-individu yang termarjinalkan). (instrumeninstrumen kuantitatif) akan digunakan untuk mengukur hubungan antara (variabelvariabel bebas) dan (variabel-variabel terikat)... 4. lebih memahami dan menjelaskan hasil-hasil kuantitatif yang diperoleh sebelumnya).. Dalam penelitian ini. Dikatakan strategi tranformatif karena tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas isu utama yang berhubungan dengan kelompok-kelompok atau individu-individu yang ter-marjinalkan. Contoh ini ditulis berdasarkan penelitian konkuren. (fenomena utama) akan dieksplorasi juga dengan menggunakan (wawancara atau observasi kualitatif) dengan/terhadap (para partisipan) di (lokasi penelitian). hasil dari penelitian semacam ini biasanya untuk mengadvojcasi kebutuhan-kebutuhan kelompok atau individu tersebut sehingga dalam tujuan penelitiannya diserta-kan pula penjelasan mengenai usaha/harapan transformasi (perubahan) dalam tujuan penelitian. Selain itu..:. (sebutkan tujuan penelitian berdasarkan konten).. Penelitian konkuren dengan mengumpulkan data kuantitatif dan data kualitatif sekaligus dalam satu waktu.. Asalan mengombinasikan data kuantitatif dan data kualitatif ini adalah agar lebih memahami masalah penelitian tersebut dengan mengon vergensi data kualitatif (berupa angka-angka) dan data kuantitatif (berupa pandangan-pandangan deskriptif). (instrumen instrumen kuantitatif) akan digunakan untuk mengukur hubungan antara (variabel bebas) dan (variabel terikat). tetapi yang namanya proyek metode campuran bisa saja menggunakan strategi konkuren (data kuantitatif dan data kualitatif dikumpulkan dalam waktu bersamaan) ataupun strategi sekuensial (dua jenis data yang dikumpulkan secara ber-tahap)... 3. Pada waktu bersamaan.

kami juga berusaha menggali pengetahuan lain dari hasil wawancara kami dengan beberapa sampel mahasiswa dan orang tua mereka selama lima kali dalam jangka waktu tiga tahun. kami memilih regresi logistik untuk mengidentifikasifaktor-faktor yang berhubungan dengan pehghematan prang tua bagi pendidikan S2 anak-anak mereka.data kualitatif (berupa pandangan-pandangan rinci). tujuanpenelitian di atas ditulis denganjudul "Tujuan. mereka rnengideritiftkasi taktpf-faktof yang sangat berhubufigari dengan p'enghematart orang tua dan data kuantitatifkualitatif yang mereka kurhpulkan. Artinya.dan untuk mengadvokasi perubahan/transformasi bagi (kelompok-kelompok atau individu-individu). Tujuan penelitian mereka adalah sebagai perikut: Karya tulis ini berusaha meneliti perilaku-perilaku pengtiernatan (saving) orang tua. Contoh 6. Pengetahuan ini diharapkan dapat mernbantu mengekSplorasi lebih jauh isu teritang penghematan orang tua.8 Tujuan Penelitian Metode Campuran Konkuren Hossler dan Vesper (1993) meneliti sikap/kecehderungan anak-anak dan prang tua.nak rriereka. survei) dan data kualitatif (seperti. dalam pembahasan metode survei dan wawancara. 1991: 141) Dalam teks aslinya. Dalam bagian metode survei dan wawancara inilah di-dapati pernyataan bahwa "wawancara juga digunakan untuk meng-eksplorasi lebih detail variabel-variabel yang sudah dianalisis dan untuk mengtriangulasi hasil penelitian berdasarkan data kuantitatif dan data kualitatif" (Hossler & Vesper. fidakhanya itu. khususnya yang terkait dengart pengbernatan orang tuauntuk pendicfikan S2 bag] anak-a. namun ia telah disajikan pada bagian selanjutnya." Tujuan tersebut juga sudah mengindikasikan bahwa ada data kuantitatif (seperti. Dengan menggunakan data anak-anak dan orang tua yang diperoleh dari penelitian longitudinal dengan metode survei selama tiga tahun. wawan-cara) yang dicampur dalam penelitian. Kedua jenis data ini di-kumpulkan selama periode tiga tahun. penelitian ini dapat digolongkan ke dalam penelitian triangulasi atau konkuren. Alasan dipilihnya metode triangulasi atau konkuren ini memang tidak di-sertakan dalam tujuan penelitian di atas. Pajarrr penejitian yang diiaksariakan selama tig a tahun. (Hossler & Vesper. 1993:146) 165 .

" Tujuan penelitian tersebut sudah menyebutkan jenis rancangan metode campuran yang digunakan (rancangan sekuensial). dan ideologi gender bagi terbentuknya persepsi positif masyarakat Swedia tentang kejadilan dan kesetaraan gender. (Nordenmark & Nyman. Tujuan penelitian di atas juga menyertakan informasi mengenai dua strategi pengumpulan data dan diakhiri dengan alasan digunakannya dua bentuk data dalam rancangan metode campuran sekuensial. dibuatlah instrumen penelitian untuk menyurvei cara penggunaan laptop oleh para mahasiswa dalam beberapa kondisi. Kemudian. Tujuan penelitiannya adalah sebagai berikut : Tujuan penelitian metode campuran sekuensial ini adalah per-tama-tama untuk mengeksplorasi dan membuat tema-tema utama tentang penggunaan laptop iBook di kelas Metode Pendidikan Guru dengan melakukan observasi lapangan dan wawancara langsung.Contoh 6. 2003: 185) 166 . keadilan distributif. Creswell.10 Tujuan Penelitian Metode Campuran Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman umum tentang bagaimana keadilan dan kesetaraan gender dipersepsikan oleh perernpuan dan laki-laki Swedia. Hal ini diperkuat karena di dalamnya berisi elemen-elemen dasar dari tahap pertama ' (kualitatif) yang ditindaklanjuti oleh tahap kedua (kuantitatif). Contoh 6. dari tema-tema tersebut.9 Tujuan Penelitian Metode Campuran Sekuensial Ansorge. Tujuan penelitian di atas ditulis dengan judul "Tujuan. Swidler. surnber daya-surnber daya individu. dan Gutmann (2001) meneliti penggunaan laptop iBook di tiga kelas Metoae Pendidikan Guru. Tujuan karya tulis ini adalah untuk rneneliti pentingnya pemanfaatan waktu.pengalaman mahasiswa dapat dilakukan dengan lebih baik hanya jika eksplorasi terhadap cara penggunaan laptop oleh mahasiswa terlebih dahulu diterapkan. Alasan digunakannya data kualitatif dan ddta kuantitatif ini disebabkan survei terhadap. Laptop ini memungkinkan mahasiswa untuk belajar di meja mereka masing-masing dan mernanfaatkannya untuk login secara langsung ke dalam website-website yang direkomendasikan oleh instruktur.

dan lokasi penelitian. Sebelum kutipan di atas. tujuan penelitian di atas juga sudah menyebutkan variabel-variabel kuanti-tatif yang saling berhubungan dalam penelitian. kutipan di atas diawali dengan pernyataan tentang maksud penelitian dan ditulis di akhir pen-dahuluan. atau mernahami. mereka juga menjelaskan mengapa dua jenis data ini digabungkan (yaitu. Selain itu. 2003: 182). menggunakan bahasa tidak langsung. Para penulisnya juga menunjukkan dua jenis data yang dikumpulkan (yaitu. serta jenis strategi metode campuran yang digunakan. mereka sudah menegaskan bahwa tidak menu tup kemungkinan muncul tujuan-tujuan. penelitian metode campuran ini dilaksanakan berdasarkan strategi konkuren. dan memperjelas strategi penelitian. dan perilaku-perilaku yang saling kontradiktif yang berimplikasi terhadap kesetaraan gender di Swedia. dan karena inilah mereka mengharapkan adanya penelitian lanjutan terhadap keadilan dan kesetaraan gender dengan metode survei skala-luas. di mana "ke-seimbangan kerja dan kekuasaan antara pria dan wanita seolah-olah dieliminasi" (Nordenmark & Nyman. Dalam menulis tujuan penelitian kualitatif. Dalam kutipan di atas juga tidak disebutkan bagaimana penelitian ini akan turut mem-bantu menciptakan kesetaraan gender di lingkungan masyarakat Swedia. mengetribangkan. para partisipan penelitian. pemikiran-pemikiran. peneliti harus menyatakan secara jelas strategi penelitian yang 167 . Dalam tujuan penelitian kuantitatif. para pen1 llisnya bisa saja lebih eksplisit dalam menjelaskan prosedurprosedur kuantitatif dan kualitatifnya. Artinya.Seperti yang sudah kita baca. Uniknya. di bagian-bagian selanjutnya dalam artikel ini. pembaca disajikan satu informasi bahwa orang-orang Swedia ternyata memiliki tujuan politis terkait dengan kesetaraan gender ini. peneliti juga perlu menggunakan kata-kata tindakan seperti mengamati. survei dan wawancara). Meski demikian. pembaca akan mengetahui bahwa variabel-variabel ini ternyata ditulis dalam bentuk pertanya-an-pertanyaan kualitatif. peneliti perlu menegaskan feno-mena utama yang diteliti dan menyajikan definisi tentatif ten tang fenomena tersebut. dan setelah kutipan di atas. Selain itu. Selain itu. di bagian akhir karya tulisnya. untuk saling melengkapi satu sama lain). Kutipan tersebut mengetengahkan persoalan kesetaraan gender sebagai isu utama. Meski demikian. Peneliti juga perlu menempatkan variabel bebas di urutan pertama (bagian kiri) dan variabel terikat di urutan kedua (bagian kanan). peneliti menegaskan teori yang akan diuji dan variabel-variabel yang akan dihubungkan atau diperbandingkannya. RINGKASAN Bab ini menjelaskan pentingnya tujuan penelitian yang menjadi gagasan utama dilakukannya suatu penelitian atau studi.

pastikan tulisan Anda singkat. Dengan merujuk pada sejumlah contoh tujuan penelitian kualitatif yang sudah disajikan dalam bab ini. Edisi keempat. selebihnya Anda bisa menerapkan elemen-elemen kunci dalam tujuan penelitian kuantitatif dan kualitatif kan sebelumnya. Dengan merujuk pada beberapa contoh tujuan penelitian kuantitatif. individuindividu atau kelompok-kelompok) dalam tujuan penelitiannya. Peneliti harus menulis tujuan penelitian secara eksploratif. Dengan merujuk pada beberapa contoh tujuan penelitian metode campuran. tidak lebih dari sepertiga halaman 3. Selebihnya. peneliti juga dapat mendefinisikan variabel-variabel kunci yang digunakan dalam penelitian. dan emansipatoris. lazimnya disertai dengan pembahasan singkat mengenai topik penelitian dan sering kali ditulis dalam satu atau dua kalimat. deskriptif. Tujuan penelitian menjelaskan kepada pembaca hasil-ttasil apa saja yang ingin dicapai oleh peneliti. Latihan Menulis 1. Pastikan Anda menyertakan alasan dicampurnya data kuantitatif dan data kualitatif. Seperti biasa. buatlah satu tujuan penelitian dengan mengisi ruang-ruang kosong di dalamnya. tulislah satu saja tujuan penelitian. jenis strategi harus dinyatakan secara jelas: apakah data penelitian dikumpulkan secara konkuren atau sekuensial. karena ini penelitian metode campuran maka beberapa elemen dalam tujuan penelitian kuantitatif dan kuali-tatif juga harus disertakan. Pastikan tujuan ini ringkas LATIHAN MENULIS dan jelas. Tulislah tidak lebih dari sepertiga halaman. G. Peneliti juga perlu menyertakan unit analisis (seperti. menurut Marshall dan Rossman. Designing Qualitative Research. Tujuan penelitian. (2006). CA: Sage.hendak diterapkan serta para partisipan dan lokasi penelitiannya. 168 . Thousand Oaks. Dalam buku ini. C. sebagaimana yang telah dijelas- BACAAN TAMBAHAN Marshall. Dalam tujuan penelitian metode campuran. Dalam beberapa hal. Catherine Marshall dan Gretchen Rossman membahas di antaranya mengenai tujuan penelitian.B. 2. tulislah satu saja tujuan penelitian. ekplanatoris. & Rossman. dan alasan/rasionalisasi dignnakannya strategi tersebut.

Creswell dan Vicki L. CA: Sage. John W.Creswell..W. Antoinette Wilkinson menyebut tujuan penelitian dengan istilah "sasaran langsung penelitian" (immediate objective of the study). V.. The Scientist's Handbook for Writing Papers andfiissertatkms. Dia menyatakanbahwa tujuan penelitian ditulis untuk menjawab rumus-an masalah. mereka membahas proses-proses penelitian dengan metode campuran. menganalisis data. NJ: Prentice Hall. Lebih lanjut. serta menulis hasil penelitian. (2007). Wilkinson. tujuan penelitian harus disajikan dalam bagian pendabAiluan.L. Di dalamnya. menafsirkan data. Piano Clark menulis buku peng-antar tentang penelitian metode campuran. meskipun tujuan ini bisa saja secara implisit dinyatakan di bagian mana pun. mengumpulkan data. Thousand Oaks. Jika ditulis secara eksplisit. Mereka juga me-nyajikan empat cqntdh jenis penelitian metode campuran serta panduan-panduan umum dalam menulis tujuan penelitian berdasar-kan contoh-contph tersebut. Englewood Cliff. AJNC (1991). tergantung pada bagaimana bagian pendahuluan itu disusun oleh peneliti. tujuan penelitian sbaiknya ditulis di bagian akhir pendahuluan saja. mulai dari menulis pendaehuhian. atau diletakkan berdampingan atau di pertengahan pendahuluan. & Piano Clark. 169 . J. Designing and Conducting Mixed Methods Research.

serta rumusan masalah penelitian metode campuran. penelitian kualitatif bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor kompleks yang berada di sekitar fenomena utama dan me-ny ajikan perspekuf-perspektif atau makna-makna yang beragam dari para partisipan. Bab tujuh ini akan menjelaskan sejumlah prinsip dan panduan dalam merancang rumusan masalah penelitian kualitatif. peneliti mulai memper-sempit fokus penelitiannya dengan menyajikan rumusan masalah dan hipotesis penelitian. Rambu pertama adalah tujuan penelitian yang menjadi petunjuk utama sebuah penelitian.BabTujuh Rumusan Masalah dan Hipotesis Penelitian Peneiiti seyogianya menyajikan rarnbu-rambu yang dapat me-nuntun pembaca melewati semua tahap penelitian. Untuk membuat pertanyaan seperti ini y cobalah bertanya: "Apa pertanyaan terluas yang bisa say a ajukan terkait dengan penelitian ini?" Peneliti pemvila yang dilatih dalam penelitian kuantitatifbiasanya akan kesulitan untuk menerapkan pendekatan ini karena mereka terbiasa dengan pendekatan sebaliknya: meng-identifikasi rumusan masalah yang spesifik atau hipotesis-hipotesis yang didasarkan pada variabel-variabel yang sangat terbatas. hasil-hasil akhir yang ingin diperoleh dalam penelitian) ataupun hipotesis-hipotesis (seperti. rumusan masalah dan hipotesis penelitian kuantitatlf. RUMUSAN MASALAH KUALITATIF Dalam penelitian kualitatif. Rumusan masalah untuk penelitian kualitatif mengandaikan dua bentuk: satu rumusan masalah utama danbebe-rapa subrumusan masalah spesifik. Berikut ini saya sajikan beberapa petunjuk bagai-mana menulis rumusan masalah atau pertanyaan umum dalam penelitian kualitatif: 170 . bukan sasaran penelitian (seperti. Sebaliknya. Peneliti mengajukan pertanyaan ini sebagai masalah umum yang tidak dimaksudkan untuk mem-batasi penelitian. Dari tujuan penelitian ini. Rumusan masalah utama mempakan pertanyaan umum tentang konsep atau fenomena yang diteliti. peneliti menyatakan rumusan masalah. prediksi-prediksi yang melibatkan variabel-variabel dan pengujian-pengujian statistik).

yang kemudian di-lanjutkan dengan lima subpertanyaan (lihat Bab 9). subpertanyaan-subpertanyaan bisa dibuat menjadipertanyaan-pertanyaan spesifik untuk digunakan selama xvawancara (atau obser-vasi. Misalnya. spesifikasi rumusan masalah dalam penelitian etnografi berbeda dengan rumusan masalah dalam strategi-strategi penelitian kualitatif yang lain. dalam fenomenologi. 1993: 151). Miles dan Huberman (1994) merekomendasikan agar peneliti menulis tidak lebih dari dua belas pertanyaan penelitian kualitatif. rumusan masalah bisa saja dibuatberdasarkan literatur-literatur yang ada. Dalam membuat protokol atau panduan wawancara. 1995). misalnya. seperti mengajukan rumusan masalah untuk menciptakan teori tentang 171 . Ajukanlah satu atau dua pertanyaan utama (rumusan masalah) yang diikuti oleh lima hingga tujuh subpertanyaan. Spradley (1980) mengajukan taksonomi rumusan masalah etnografis terkait dengan sekelumit kisah komunitas culture-sharing. penggunaan bahasa asli. rumusan masalahnya bisa dinyatakan secara luas tanpa harus merujuk pada literatur-literatur.  Kaitkanlah pertanyaan utama (rumusan masalah) dengan strategi penelitian kualitatif'tertentu. Subpertanyaan-sub-pertanyaan ini harus sesuai dengan rumusan masalah dan mem-peisempit fokus penelitian. dan rumusan masalah tambahan untuk menverifikasi keakuratan data. Sebaliknya. seperti yang pernah saya lakukan dalam salah satu penelitian studi kasus saya: "Pertanyaan terakhir. rumusan masalahnya bisa diarahkan menuju upaya menciptakan teori baru tentang proses-proses tertentu. Contoh rumusan masalah fenomenologi adalah: "Bagaimana kehidupan seorang ibu jika satu anak remajanya meninggal karena kanker?" (Nieswiadomy. Dalam grounded theory. pengalaman-pengalaman mereka. 1993:35). Dalam penelitian etnografi. biasanya lebih berupa petunjuk-petunjuk kerja ketimbang kebenaran-kebenaranyang haruc dibuktikan (Thomas. Wawancara ini kemudian bisa diakhiri dengan pertanyaan penutup. tetapi tetap membuka diri akan kemungkinan-kemungkinan lain. atau ketika proses dokumentasi). Sebaliknya. perbedaan-perbedaan mereka dengan kelompok-kelompok kultural lain. Rumusan masalah ini. baik itu pertanyaan utama (rumusan masalah) maupun subpertanyaan-subpertanyaan. siapa yang bisa saya hubungi untuk mempelajari lebih jauh tentang topik ini?" (Asmussen & Creswell. peneliti dapat mengajukan pertanyaan ice breaker di awal wawancara. Dalam etnografi kritis. Moustakas (1994) membahas satu rumusan masalah tentang peristiwa apa saja yang dialami partisipan dan dalam situasi apa mereka mengalami peristiwa itu.

4. tetapi cobalah memulai penelitian Anda dengan satu fenomena utama untuk dieksplorasi secara detail. seperti "berdampak "merientukan. Suatu penelitian memang bisa berkembang dari waktu ke waktu.  Awalilah rumusan masalah peneliticm Anda dengan kata-kata "apa" atau "bagaimana" untuk meniinjukkan keterbukaan penelitian Anda. Dalam penelitian studi kasus. Kata ini memang menuntut adanya jawaban sebab-akibat yang lebih berhubungan dengan penelitian kuantitatif.  Gunakanlah verba-verba eksploratif sesuai dengan jenis strategi kualitatif yang Anda terapkan." "menyebabkan. Hanya saja.interaksi antara pasien dan dokter di rumah sakit." dan "menghubungkan. Dalam penelitian kualitatif. Mendeskripsikanpengalaman-pengalaman (fenomenologi). Verba-verba ini seyogianya mengajak pembaca untuk memahami bahwa penelitian Anda: 1.  Fokuslah pada satu fenomena atau konsep utama. kata itu mencerminkan pemikiran yang lebih terbuka."  Upayakan rumusan masalah Anda terus berkembang dan berubah selama penelitian berlangsung." pada. 2. rumusan masalahnya bisa diarahkan untuk mendesknpsikan suatu kasus dan kecenderungankecenderungan tertentu. Kata bagaimana sering kali menyiratkan bahwa penelitian tengah berusaha menjelaskan mengapa sesuatu muncul. 3. dalam penelitian kuali-tatif. Menyajikan cerita-cerita (penelitian naratif). Menemukan (grounded theory). namun tetap konsisten dengan asumsi-asumsi dasar rancangan penelitian tersebut. Berusaha memahami (etnografi). Pendekatan yang sudah ini mungkin terbiasa saja problematis individu-individu dengan 172 . ada kemungkin-an banyak faktor lain yang muncul dan memengaruhi fenomena tersebut. rumusan masalah sering kali didasarkan pada revieiv atau reformulasi secara terus-menerus (seperti dalam penelitian bagi grounded theory). 5.  Karena ini penelitian kualitatif maka gunakanlah verba-verba eksploratoris berupa kata-kata tidak langsung (nondirectional words) ketimbang kata-kata langsung (directional words).‖ "memengaruhi. Mengeksplorasi suatu proses (studi kasus).

..... Contoh 7. Berikut ini....... salah satu model bagaimana menulis rumusan masalah kualitatif: .. itu pun jika sebelumnya informasi mengenai keduanya belum dijelaskan.. Di bawah ini... "isu" dalam "kasus" untuk penelitian studi kasus)..... Finders berusaha mengeksplorasi bagaimana sis'wi-siswi tersebut memersepsi... (partisipan penelitian) di. kecualijika ada strategi ' penelitian kualitatif yang menganjurkan hal itu. "kecenderungan culture-sharing" untuk penelitian etnografi... 1996: 72) 173 .. "makna dari" untuk penelitian fenomenologi.dan mengkonstruksi peran sosiaf dan pergaulan mereka saat mereka masuk ke SMP dengan cara meneliti kecenderungan mereka dalam membaca majalah-majalah remaja... tanpa perlu merujuk pada literatur atau teori tertentu....(fenomena utama) dengan . Finders meng-ajukan satu rumusan masalah utama dalam penelitiannya: Bagaimana para remaja putrj membaca buku-buku yang menyajikan realisme fiksi? (Rnders. di mana rumusan masalah harus fixed sepanjang penelitian..rancangan  kuantitatif. kutipan sejumlah rumusan masalah kualitatif dari strategi-strategi penelitian yang berbeda-beda... (lokasi penelitian).......  Rinicilah para partisipan dan lokasi penelitian. "teori yang menjelaskan proses" untuk penelitian grounded theory. (bagaimana atau apa) ("cerita tentang" untuk penelitian naratif. Gimakanlah rumusan masalah yang open-ended (terbuka).1 Rumusan Masalah Kualitatif dalam Etnografi Finders (1996) menggunakan prosedur-prosedur etnografi uhtuk mendokumentasikan kecenderungan membaca majalah-majalah remaja oleh siswa siswi kelas 1 SMP Amerika yang berekonomi kelas-menengah...

remaja-remaja putri. Perhatikan bagaimana Finders membuat rumusan masalah yang ringkas dan padat ini untuk nantinya dijawab dalam penelitiannya. peneliti menyajikan rumusan masalah dan hipotesis penelitian. Rumusan masalah ini biasanya berupa pertanyaan-pertanyaan tentang hubungan antara variabel-variabel yang akan dianalisis oleh 174 . terkadang sasaran penelitian juga. ketika sudah mulai bersekolah kembalf? Dan (3) Bagaimana sekembalinya mereka dari seKotah ini mengubah kehidupan mereka? (Padula & Miller.Rumusan masalah Finders (1996) ini dimulai dengan kata bagaimana. membaca. setefah beberapa lama mereka kuliah di universitas. masuk kembali. Padula dan Miller mengajukan tiga rumusan masalah utama dalam penelitiannya: (1) Bagaimana paYa mahasiswi program doktora psikologi mendeskripstkan keputusan mereka untuk kembali bersekolah? (2) Bagaimana para mahasiswi program doktoral psikologi mendeskripstkan pengalaman mereka. menggunakaan verba terbuka. Tujuannya untuk mendokumentasikan pengalaman para mahasiswi ini berdasarkan perspektif "perempuan" feminis dan gender. Rumusan masalahnya adalah pertanyaan luas yang memungkinkan Finders menyingkap pola-pola aiau kecenderungan-kecenderungan siswi SMP membaca majalah remaja. semuanya diawali dengan kata bagaimana. yaitu mahasiswi-mahasiswi program doktoral di salah satu universitas research Midwestern.2 Rumusan Masalah Kualitatif dalam Studi Kasus Padula dan Miller (1999) melakukan studi kasus untuk mendeskripsikan pengalaman para mahasiswi program doktrol psikologi di salah satu universitas research Midwestern yang ingin kembali bersekolah. 1999: 328) Tiga rumusan masalah ini. dan mengubah. Contoh 7. fokus pada satu konsep utama. menggunakan verbaverba yang terbuka. Ketiganya juga_me-nyebutkan secara jelas para partisipan. literatur atau majalah remaja. dan fokus pada tiga aspek pengalaman psikologis — kembali ke sekolah. dan menyebutkah para partisipannya. seperti mende-kripsikan. sebagai kelompok culture-sharing. RUMUSAN MASALAH DAN HIPOTESIS PENELITIAN KUALITATIF Dalam penelitian kuantitatif.

Sasaran ini mengindikasikan tujuan jangka panjang yang ingih dicapai............. tetapi jarang digunakan dalam penelitian-penelitian ilmu social dan kesehatan de wasa ini. Ketiga.. (variabel bebas) dan . f okus kita hanya pada rumusan masalah dan hipotesis penelitian.... Selain rumusan masalah dan hipotesis.. Untuk itulah............. 175 .... Hipotesis sering kali digunakan dalam penelitian eksperimen yang di dalamnya peneliti memban-dingkan kelompok-kelompok (groups). Di sisi lain....... atau variabel terikat....... Rumusan masalah pada umumnya digunakan dalam penelitian ilmu sosial dan lebih khusus dalam penelitian survei.. seperti disertasi atau tesis... guna memperjelas ke mana penelitian-penelitian tersebut diarahkan. Kebanyakan penelitian kuantitatif menggunakan salah satu atau lebih dari tiga pendekatan ini. penelitimenghubungkan satu atau beberapa variabel bebas dengan satu atau beberapa variabel terikat.. (variabel control)? Sementara untuk contoh hipotesis kuantitatif dapat berupa seperti ini (hipotesis nol): Tidak ada perbedaan signifikan antara ........ (nama teori) dapat menjelaskan hubungan antara .. variabel mediate.. Hipotesis ini biasanya berupa perkiraan numerik atas populasi yang dinilai berdasarkan data sampel penelitian.. yang dipengaruhi pula oleh . ada pula sasaran kuantitatif. (variabel terikat).... hipotesis kuantitatif merupakan prediksi-prediksi yang dibuat peneliti tentang hubungan antarvariabel yang ia harapkan. (variabel terikat). Pertama. peneliti mendeskripsikan respons-respons terhadap variabel bebas.  Salah satu hal yang paling sering muncul dalam penelitian kuantitatif adalah pengujian terhadap suatu teori (lihat Bab 3) dan spesi-fikasi rumusan masalah atau hipotesis yang berhubungan dengan teori tersebut..... Kedua. Berikut ini... (kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dalam variabel bebas) terhadap.... disajikan sejumlah petunjuk dalam menulis rumusan masalah dan hipotesis kuantitatif yang baik:  Variabel-variabel dalam rumusan masalah atau hipotesis biasanya hanya digunakan dengan tiga pendekatan dasar.peneliti... Berikut ini adalah contoh rumusan masalah kuantitatif: Apakah .. Sasaran kuantitatif banyak dijumpai dalam proposal-proposal permohonan dana.... Para pembimbing biasanya merekomendasikan penggunaan hipotesis ini hanya untuk pene-litian-penelitian formal..... peneliti membandingkan kelompok-kelompok dalam variabel bebas untuk melihat dampaknya terhadap variabel terikat. Menguji hipotesis berarti me-nerapkan prosedur-prosedur statistik di mana di dalamnya peneliti mendeskripsikan dugaan-dugaannya terhadap populasi tertentu berdasarkan sampel penelitian.

Prosedur ini sekaligus memperkuat logika sebab-akibat dalam penelitian kuantitatif. Berikut ini.  Variabel bebas dan variabel terikat harus diukur secara terpisah. yang banyak dijumpai dalam artikel-artikel jurnal. Peneliti m^mbuat suatu prediksi atas hasil yang diharapkan. Hipotesis nol untuk penelitian ini bisa berupa : Tidak ada perbedaan signifikan antara isyarat verbal. ada dua bentuk: hipotesis nol dan hipotesis alternatif. peneliti dapat memprediksikan bahwa "Nilai Kelompbk A akan lebih tinggi ketimbang Kelompok B" dalam yariabel terikat. Pernyataan untuk hipotesis nol bisa berupa: "Tidak ada perbedaan (atau hubungan)" antara kelornpok-kelompok. tulislah hanya rumusan masalah atau hipotesis saja. Peneliti tadi mengumpulkan informasi mengenai perilaku anak-anak autis yang nantinya dapat dijadikan instrumen pengukuran untuk menganlisis interaksi sosial mereka dengan saudara-saudara mereka. salah satu contoh hipotesis nol Contoh 7. yaitu isyarat-isyarat verbal. tidak kedua-duanya.3 Hipotesis Nol Seorang peneliti mengamati tigas jenis penguatan (reinforcement) bagi anak-anak autis. Untuk mengurangi "kelebihan muatan". akan dijelaskan kemudian).  Jika hipotesis yang digunakan. Pilihlah satu pola rumusan masalah atau hipotesis berdasarkan tradisi atau rekomendasi dari pembimbing atau pihak fakultas. reward dan tanpa penguatan. Hipotesis nol merepresentasikan pendekatan tradisional: ia membuat suatu prediksi yang menyatakan tidak ada satu pun hubungan atau perbedaan signifikan antara kelom-pokkelompok dalam variabel penelitian. Misalnya.-adalah hipotesis alternatif atau hipotesis direksional. kecuali jika hipotesis tersebut dibuatberdasarkan rumusan masalah (mengenai hal ini. Predjks«tini bjasanya berasal dari literatur-literatur atau peneMan-penelitiajfiL set>eltunnya yang pen\ah menyatakan kemungkinan hasil tersebut. Contoh-contoh berikut mengilustrasikan 176 . bahwa "Kelompok A akan lebih banyak berubah ketimbang Kelompok B" dalam outcome yang diharapkan. atau berdasarkan ada tidaknya prediksi akan hasil penelitian dari penelitian-penelitian sebelumnya. atau. reward dan tanpa penguatan terhadap interaksi sosial antara anak-anak autis dan saudara-saudara mereka  Hipotesis kedua.

namun bentuk perbedaan-perbedaannya (seperti. lebih banyak. publik.hipotesis direksional ini karena outcome yang diharapkan (seperti. (Mascarenhas. lebih lemah. lebih banyak berubah. Contoh 7. dan swasta) dalam Industrioffshore drilling (pengeboran jauh dari paritai). perusahaan-perusahaan publik sepertinya akan menerapkan teknologi yang lebih canggih ketimbang perusahaan-perusahaan milik negara dan swasta. Hipotesis 3: Perusahaan-perusahaan rnilik riegara akan rrie-miiiki share yang lebih luas dalam market domestik ketimbang perusahaan-psrusahaan publik dan swasta. Hipotesis 2: Perusahaan-perusahaan publik akan rnemiliki jangkauan internasional yang lebih luas ketimbang perusahaan-perusahaan milik negara dan swasta. 1989: 585-588  Jenis lain dari hipotesis alternatif adalah hipotesis nondireksional: suatu prediksi dibuat. Hipotesis 7: Meskipun tidak terlalu tampak. lebih tinggi. kurang. jangkauan internasional.4 Hipotesis Direksional (1989) meneliti perbedaan antara jenis-jents keperriilikan Mascarenhas perusahaan (milik riegara. Untuk itu. dan orientasi kostumer antara ketiga jenis perusahaan tersebut. dan sebagainya) juga disertakan di dalamnya. Hipotesis 6: Perusahaan-perusahaan milik negara akan memiliki jumlah kostumer yang lebih stabil ketimbang perusahaan-perusahaan swasta. Hipotesis 4: Perusahaan-perusahaan publik akan memiliki jaringan produk yang lebih luas ketimbang perusahaan-perusahaan rnilik negara dan swasta. perbedaan-perbedaan yang dieksplbrasi menyangkut soal dominasi market domestik. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan terkontroi (control field study} dengan prosedur kuasi-eksperimehtai Hipotesis 1: Perusahaan-perusahaan publik akan rnemiliki rata-rata pertumbuhan yang lebih besar ketimbang perusahaan-perusahaan swasta. lebih besar. Secara khustis. peneliti yang menggunakan hipotesis ini kemungkinan akan menulis: "Ada perbedaan" antara dua 177 . Hipotesis 5: Perusahaan-perusahaan milik negara kemungkinan akan lebih banyak membangun BUMN-BUMN di seberang lautan untuk menjaring kostumer yang lebih luas. dan se-bagainya) tidak secara eksak dirinci karena si peneliti tidak menge-tahui apa yang diprediksikan dari literatur-literatur sebelumnya.

Berikut ini. religiusitas.0 antara identitas gender. Bahkan. salah satu contoh yang menggabungkan dua jeni§ hipotesis tersebut (direksional dan nondireksional). sebaiknya gunakanlah variabel-variabel nondemografis (seperti. lalu variabel terikat. Dengan sampel probabilitas berskala nasional yang terdiri dari wnita Yahudi dan Arab lingkungan Israel. Ht: Identitas gender Wanita Arab dan Yahudi yang religius dan sekuler sangat berkaitan dengan tatanan masyarakat sosio-politik yang berbeda-beda yang turut merefleksikan sistem nilai mereka yang berbeda-beda pula. Hipotesis pertama bercirinondireksional.kelompok. Contoh 7. H2: Wanita religius dengan identitas gender yang prominen kurang aktif secara sosio-politik ketimbang wanita sekuler dengan identitas gender yang juga prominen. sikap atau perilaku) sebagai vaxiabel bebas dan terikatnya. Moore mngidentifikasikan tiga hipotesis untuk penelitiannya. contoh susunan kata-kata dengan menyatakan variabel bebas terlebih dahulu. Berikut ini.. seperti yang sudah dibahas dalam Bab 6 tentang Tujuan Penelitian. H3: Hubunga. level pendidikan. dan sebagainya) bisa saja Anda gunakan sebagai variabel-variabel intervening (atau mediate atau moderate) sebagai ganti dari variabel-variabel bebas. umur. 178 . variabelvariabel demografis (seperti.  Gunakanlah pola urutan kata-kata yang konsisten dalain menulis rumusan masalah atau hipotesis penelitian agar pembaca mudah mengidentifikasi variabel-variabel utama.5 Hipotesis Nondireksional dan Direksional Terkadang hipotesis-hipotesis direksional dibuat untuk meneliti hubungan antara variabel=variabel ketimbang membandingkan kelompok-kelompok. Misalnya Moore (2000) meneliti makna identitas gender wanita Yahudi dan Arab yang religius dan sekuler di lingkungan Israel. tingkat pemasukan. sedangkan dua hipotesis terakhir berciri direksional. dan penlaku sosial lebih lemah dalam komunitas wanita Arab ketimbang wanita Yahudi  Jika penelitian Anda menggunakan variabel-variabel demografis sebagai prediktorprediktornya. Hal ini mengharuskan peneliti untuk mengulang frasa-frasa kunci dan memosisikan variabel bebas di bagian pertama (bagian kiri) dan variabel terikat di bagian kedua (sebelah kanan).

kemudian dilanjutkan dengan menulis rumusan masalah dan hipotesis inferensial (memberikan dugaan-dugaan atas populasi tertentu berdasarkan sampel penelitian). peneliti bisa menyajikan rumusan masalah (atau hipotesis) inferensial yang menghubungkan variabel-variabel atau mem-bandingkan kelompok-kelompok.6 Penggunaan Standar Bahasa dalam Hipotesis 1.7 Rumusan Masalah Deskriptif dan Inferensial Untuk mehgiiustrasikan model rumusan masalah deskriptif dan . Model rumusan masalah dan hipotesis ini mencakup variabel bebas dan variabel terikat. Sebagai tindak lanjutnya. variabel terikat. peneliti membuat rumusan masalah deskriptif. inferensial ini. anggap saja ada seorang peneliti yang tengah rnenganalisis hubungan antara keterampilan berpikir kritis (variabe! bebas yang . Contoh 7. contoh model rumusan masalah deskriptif dan inferensial. Berikut ini. Tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dan ketekunan akademik bagi para mahasiswi di bawah umur rata-rata. 3. 2.Contoh 7. peneliti tersebut mendasarkan analisis ini pada variaber control. Jika mengikuti model yang sudah dijelaskan tadi. Dalam model ini.diukur berdasarkan instrumen tertentu) dan prestasi (variabel terikat yang dmkur berdasarkan level-level) siswa kelas delapan jurusan ilmu sosial di distnk sekolah metropolitan. masing-masing untuk variabel bebas. yaitu pengaruh prestasi siswa-siswa sebeiumnya di kelas ilmu sosial dan pendidikan orang tua. dan variabel intervening/control. Tidak ada hubungan antara fasilitas tambahan dan dukungan keluarga bagi para mahasisvvi di bawah umur rata-rata MODEL RUMUSAN MASALAH DAN HIPOTESIS DESKRIPTIF Salah satu model yang saya rekomendasikan dalam merancang rumusan masalah dan hjpotesis penelitian adalah dengan menulis rvtmusan masalah yang bersifat deskriptif (mendeskripsikan sesuatu) terlebih dahulu. Setelah menulis rumusan masalah deskriptif ini. rumusan masalahnya bisa ditulis seperti berikut ini: 179 . Tlidak ada hubungan antara fasilitas tambahan dan ketekunan akademik bagi para mahasiswi di bawah umur rata-rata.

Contoh di atas juga mengilustrasikan bagaimana mendeskripsi-kan variabel-variabel dan menghubungkannya. Bagaimana keberhasilan pendidikan orang tua? (Rumusan masalah deskriptif yang fokus pada variabel kontrpl yang lain. dalam rumusan masalah inferensialnya. saya merekomendasikan Anda untuk menggunakan model deskriptif-inferensial seperti di atas tadi. Bagaimana level-level kualitas siswa sebelurnnya di kelas ilmu sosial? (Rumusan masalah deskriptif yang fokus pada variabel kontrol. yang juga melibatkan pengaruh-pengaruh dari dua variabel control). contoh di atas meletakkan variabel bebas di urutan pertama dan variabel terikat di urutan kedua.Rumusan Masalah Deskriptif : 1. Rumusan Masalah Inferensial 1. 4. yakni keberhasilan pendidikan orang tua). bahasa yang digunakan mungkin akan sedikit berbeda. 2. contoh di atas juga menggunakan informasi-informasi demografis (seperti. dalam struktur penulisannya. pendidikan orang tua dan prestasi siswa sebelumnya) sebagai variabel 180 . Akan tetapi. Hanya saja. sedangkan variabel control di urutan ketiga. 2. Bagaimana level-level prestasi siswa di kelas ilmu sosial?(Rumusan masalah deskriptif yang fokus pada vanabel terikat). Apakah kemampuan berpikir krijtis tierpengaruh pada prestasi 5iswa? Apakah pengaruh ini juga berasal dari kualitas-kualitas siswa-siswa sebelijmnya dan keberhasilan pendidikan orang tua? (Rumusan masalah inferensial yang menghubungkan variabel bebas dan variabel terikat. Tidak hanya itu. Apakah kemampuan berpjkir-kritis berpengaruh pada prestasi siswa? (Rumusan masalah inferensial yang rnenghubungkah variabel bebas dengan variabel tenkati. Contoh di atas mengilustrasikan bagaimana menyusiin rumusan masalah secara deskriptif dan inferensial dalam konteks hubungan antarvariabel. Peneliti bisa saja membandingkan kelompokkelompok dalam variabel. yaknj prestasiTprestasj siswasebelumnya). Begitu pula. Bagaimana' rata-rata keterampilan berpikir kritis para siswa? (Rumusan masalafi deskriptif yang fokus pada vanabel bebas). 3. Anda juga bisa mengkreasikan sendiri rumusan masalah deskriptif dan inferensial dengan cara membuat sebanyak mungkin rumusan masalah yang menghubungkan variabel bebas dan variabel terikat.

 Ketika menulis rumusan masalah atau hipotesis penelitian metode campuran. tergantung tahap penelitian apa yang didahulukan. Rumusan masalah atau hipotesis ini dapat diajukan diawal penelitian atau dibagian-bagian lain. peneliti biasanya tidak akan melihatpenjelasan mengenai rumusan masalah atau hipotesis yang spesifik yang memang didesain untuk rancangan metode campuran. kemudian diikuti oleh rumusan masalah tahap kedua sehingga pembaca bisa melihat rumusan-rumusan tersebut secara berurutan sebagai 181 .Haliriidimaksudkari untukmembentukmetode dan rancangan penelitian yang benar-benar sesuai dan utuh. Penelitian metode Campuran seharusnya dimulai dengan rumusan masalah. sudah banyak pembahasan mengenai aplikasi rumusan masalah metode campuran dan bagaimana merancang rumusan masalah ini (lihat Creswell & Piano Clark.control ketimbang sebagai variabel utama sehingga pembaca akan berasumsi bahwa rumusan masalah tersebut berasal dari suatu model teoretis tertentu. Nanti. baik yang didasarkan pada rancangan kualitatif maupun kuantitatif. 20&7). harus sama-sama disajikan dalam penelitian metode campuran untuk mempersempit dan memfokuskan tujuan penelitian. Tashakkori & Creswell. Dengan demikian. barulah peneliti memunculkan rumusan masalah kualitatif. Karena penelitian metode campufan sering kali bertumpu pada salah salu dari dua desain penelitian yang lain. jika penelitiannya diawali dengan tahap kuantitatif. yaitu kuantitatif atau kualitatif. penelitisebaiknya memperkenalkan hipotesis terlebih dahulu. Dalam penelitian metode campuran dua. Misalnya. yang perlu dipikirkan adalah: seperti apa jenis-jenis rumusan masalah yang seharusnya disajikan dan kapan serta informasi'apa saja yang paling dibutuhkan —dalam rumusan masalah— untuk menunjukkan sifat penelitian metode campuran  Rumusan masalah (atau hipotesis). Meski demikian. yang memang dirancang khusus untuk penelitian metode campuran. dalam penelitian tersebut. maka kombinasi atas dua rancangan ini bisa jadi memberikan infor-masi yang berguna dalam membuat rumusan masalah dan hipotesis metode campuran.  Peneliti seharusnya juga memerhatikan susunan rumusan masalah dan hipotesis ini. ketika tahap kualitatif sudah mulai di-bahas. RUMUSAN MASALAH DAN HIPOTESIS PENELITIAN METODE CAMPURAN Dalam buku^buku yang membahas mstode penelitian. 2007. ikutilah petunjuk-petunjuk dalam bab ini tentang bagaimana menulis rumusan msalah dan hipotesis yang baik.tahap (sekuensial). rumusan masalah tahap pertama seharusnya diajukan terlebih dahulu.

Bentuk pertama adalah menuliskannya ketika peneliti tengah membahas metodologi atau prosedur-prosedur dalam penelitian (seperti.baca keseluruhan penelitian. yang kemudian diikuti oleh rumusan masalah metode campuran. menyebut rumusan masalah iru sebagai rumusan masalah "hibrida" atau "terintegrasi". rumusan masalah dan hipotesis kuantitatif. Tulislah. Tashakkori dan Creswell (2007: 208). Misalnya. kualitatif. 2007). Rumusan masalah inilah yang nan tiny a akan dijawab berdasarkan proses pencampuran tersebut (lihat Creswell & Piano Clark. secara terpisah dan sendiri-sendiri. 2. berarti peneliti tengah menekankan penelitiannya pada dua pendekatan sekaligus (kuantitatif dan kualitatif). Untuk penelitian metode campuran satu-tahap (konkuren).acuan mereka ketika akan mem. dalam penelitian dua-tahap. bukan pada metode campuran saja atau pada komponen integratif penelitian semata. rumusan masalah seharusnya disusun berdasarkan metode apa yang paling ditekankan dalam penelitian tersebut. Rumusan masalah semacam ini dapat ditulis di awal penelitian maupun di bagian-bagian lain. rumusan masalah ini dapat diletakkan dalam pembahasan antara dua tahap tersebut. misalnya. rumusan masalah kualitatif. Dengan teknik ini.bahas dalam buku-buku metode penelitian. apakah data kualitatif dapat membantu menjelaskan hasil-hasil dari tahap penelitian kuantitatif sebclumnya?) (Lihat Creswell & Piano Clark. Rumusan semacam ini mengandaikan salah satu dari dua bentuk. Semua rumusan masalah dan hipotesis ini bisa ditulis di awal penelitian atau di bagian-bagian lain ketika penelitian tersebut sampai pada tahap tertentu. Inilah rumusan masalah terbaru yang akhir-akhir ini banyak di. Bentuk kedua adalah menuliskannya ketika peneliti tengah membahas isi atau konten penelitian (seperti. 2007). Tulislah. Teknik penulisan semacam ini menyisratkan pentingnya dua tahap penelitian tersebut (kualitatif dan kuantitatif) serta kekuatan 182 . misalnya: 1.  Pertimbangkan pula teknik-teknik lain yang berbeda: bahwa semua jenis rumusan masalah (baik itu kuantitatif.  Tulislah rumusan masalah penelitian metode campuran yang secara langsung menunjukkan adanya pencampuran {mixing) karakteristik-karakteristik penelitian kuantitatif dan kualitatif. rumusan masalah atau hipotesis kuantitatif dan rumusan masalah kualitatif. maupun metode campuran) bisa saja ditulis untuk keperluan penelitian metode campuran. apakah topik mengenai dukungan sosial dapat membantu menjelaskan mengapa beberapa siswa menjadi nakal di sekolah?) (lihat Tashakkori & Creswell. 2007). secara terpisah dan sendiri-sendiri.

juga prestasi-prestasi mereka dan sikap-sikap me-eka terhadap ilmu pengetahuan. Selain itu. Houtz (1995: 630) menulis hipotesishipotesisnya sebagai benkut: PeneJitian mi didasarkan pada hipotesis bahwa tidak ada per-bedaan signifikan antara siswa di SMP (nontradisional) dan siswa di SLTP (tradisional) dalam hal sikap-sikap mereka terhadap ilmu pengetahuan sebagai maten pelajaran. tahap pertama (kuantitatif) melibatkan penilaian pretest dan post-test terhadap penlaku-perilaku dan prestasi-prestasi siswa dengan menggunakan ska'a dan nilai ujian. dan jangan menulis rumusan masalah kuantitatif dan kualitatif secara terpisah. 3. Penelitian mi mengana'isis perbedaanperbedagn antara strategi instruksional SNIP (nontradisio-nal) dan strategi instruksional SLTP (tradisional) bagi siswa-siswa kelas tujuh dan kelas delapan. dan konsultan-konsultan terkait.kombinasi keduanya. antara Qua strategi instruksional yang diper-ojefi'dan'tahap pertama tadi. Tidak mengherankan jika pendekatan semacam ini dianggap sebagai pendekatan yang paling ideal. dihipotesiskan pula bahwa tidak ada perbedaan signifikan anta~a siswa di SMP dan siswa di SLTP dalam hal prestasi keilmuan mereka Hipotesis-hipotesis di atas muncul di bagian pendahuluan tahap kuantitatif Setelah itu. Dalam penelitian dua-tahap ini. Houtz kemudian me-ianjutkan hasil kuantitatif in1 dengan wawancara kualitatif bersama para guru ilmu sostal. Pendekatan ini dapat meningkatkan cara pandang pembaca bahwa penelitian tersebut memang dimaksudkan untuk mengintegrasikan atau menghubungkan secara ketat tahap penelitian kuantitatif dan kualitatif (artinya. 183 . tahap pertama. Tahap kedua sni rrterqbantu menjelaskan perbedaan-perbedaan dan petsamaan-persamaan. Tulislah hanya rumusan masalah metode campuran yang mencerminkan prosedurprosedur atau isi (atau. Contoh 7. Penelitian mi dilaksanakan ketika banyak sekolah berahh dan konsep dua-tahun SLTP menuju tiga-tahun SMP (yang mehputi kelas enam). jumlah/gabungan dari dua tahap ini —kuantitatif dan kualitatif— lebih besar ketimbang jumlah masing-masing dari keduanya). tulislah rumusan masalah metode campuran berdasarkan pendekatan prosedurai maupun isi). Dengan penelitian kuantitatif d. kepala sekolah.8 Hipotesis dan Rumusan Masalah dalam Penelitian Metode Campuran Houtz (1995) melakukan penelitian metode campuran dua-tahap (sekuensial) dengan hipotesis dan rumusan masalah yang ditulis secara terpisah (antara kuantitatif dan kualitatif) di masing-masing bagian pendahuluan tahap tersebut.

Rumusan masalah mi la jadikan sebagai bahan pertanyaan untuk mewawancarai guru ilmu sosial.dalam tahap kualitatif. seperti berikut ini: Bagaimana pemikiran-pemikiran yang diungkapkan oleh para guru dapat membantu menjelaskan mengapa nilai siswa SMP lebih rendah ketimbang nilai siswa SLTP? Contoh 7. rumusan masaiah metode campurannya dapat ditulis berdasarkan orientasi isi.9 Rumusan Masalah Metode campuran dalam Konteks Prosedur-prosedur Campuran Sejauh mana dan dalam hal apa wawancara kualitatif bersama para mahasiswa dan pihak fakultas turut menciptakan pemahaman yang lebih komprehensif tentang hubungan antara nilai SEEPT dan performa akademik siswa. 1995: 649) Dari penelitian metode campuran ini dapat kita lihat bahwa Houtz telah menyertakan hipotesis kuantitatif dan rumusan masaiah kualitatif di awal setiap tahap peneiitiannya. 2007) 184 . meialui analisis metode campuran integratif? (Lee & Greene. Houtz (1995) sebenarnya bisa membuat sejenis rumusan masaiah metode campuran yang ia nyatakan berdasarkan perspektif procedural: Bagaimana interview dengan para guru. dan ia sudah menggunakan elemen-elemen yang tepat dalam menulis hipotesis dan rumusan masaiah tersebut. Dari hipotesis dan rumusan masaiah ini. kepala sekolah. dan para konsultan universitas dapat membantu menjelaskan perbedaan-perbedaan kuantitatif dalam hal prestasi siswasiswa SMP dan SLTP? Jika tidak. Houtz memuncunculkan tiga rumusan masalah untuk mengeksplorasi hasil-hasii Kuantitatif secara lebih mendalam. kepala sekolah dan para konsultan universitas. Tiga rumusan masalah tersebut antara lain: Apa saja perbedaan antare strategi instruksional SMP dan strategi instruksional SLTP ketika sekolah ini berada dalam masa-masa transisi? Bagaimana masa-masa transisi ini memengaruhi perilaku dan prestasi keilmuan siswa Anda? Bagaimana perasaan para guru tentang proses yang berubah ini? (Houtz.

mereka harus menyajikan rumusan masalah yang umum dan luas yang memung-kinkan mereka mengeksplorasi gagasan-gagasan partisipan. Para peneliti kualitatif seyogianya mengajukan sedikitnya satu rumusan masalah utama danbeberapa subrumusari masalah. kemudian diikuti oleh rumusan masalah infe-rensial yang menghubungkan variabel-variabel atau membanding-kan kelompok-kelompok dalam variabel. untuk keperluan formal. Di akhir penelitiannya. kemudian diikuti oleh variabel terikat di urutan kedua. peneliti menulis variabel bebas di urutan pertama. Salah satu teknik penyusunan rumusan masalah dalam proposal kuantitatif adalah mengawalinya dengan rumusan masalah deskriptif. Lee dan Greene telah menyajikan petunjuk untuk menjawab pertanyaan ini. RINGKASAN Rumusan masalah dan hipotesis berperan sebagai "rambu-ranribu" bagi pembaca dan untuk mempersempit tujuan penelitian. Hipotesis ini dapat berupa hipotesis alternatif yang memerinci hasil eksak yang diharapkan (lebih banyak atau lebih luas. Rumusan masalah di atas juga menekankan pada apakah penggabungan ini dapat membantu menciptakan pemahaman yang komprehertsif tentang topik penelitian. Akan tetapi. hipotesis tidak jarang disertakan pula. dan sebagainya) dan juga dapat berupa hipotesis nol yang mengindikasikan tidak adanya perbedaan atau hubungan signifikan antara kelornpok-kelompok dalam variabel terikat. Dua bentuk ini juga bisa meliputi variabel bebas dan variabel terikat yang diukur secara ter-pisah. lebih kuat atau lebih lemah.Rumusan masalah ini merupakan rumusan masalah metode campuran yang fokus pada tujuan dicampurnya dua tahap penelitian. Mereka juga harus fokus pada satu fenomena utama yang diteliti. yakni gabungan antara data kuantitatif dan wawancara kualitatif untuk melihat hubungan antara nilai dan performa siswa. Biasanya. para peneliti kuantitatif bisa menulis rumusan masalah atau hipotesis saja. Selain itu. dikategorisasikan ke dalam kelompok-kelompok perbandingan. Hipctesis merupakan prediksi atas hasilhasil penelitian. peneliti sering kali menggunakan rumusan masalah saja. seperti mengeksplorasi atau mendeskripsikan. Rumusan masalah dalam penelitian kualitatif juga harus menyebutkan partisipan dan lokasi penelitian. Mereka harus mengawali rumusan masalahnya dengan kata-kala seperti bagaimana atau apakah dan menggunakan verba-verba eksploratoris. Sebaliknya. Kedua bentuk ini harus meliputi variabel-variabel yang dideskripsikan. Dalam beberapa penelitian kuantitatif. dihubungkan. 185 .

San Diego: Academic Press. Jenis rumusan pertama ditulis secara deskriptif tentang variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian. Untuk penelitian kuantitatif. tulislah salah satu atau dua rumusan masalah utama yang kemudian diikuti oleh lima hingga tujuh subrumusan masalah. kemudian tulislah kembali rumusan tersebut berdasarkan pada isi penelitian. antara lain: (1) menulis hanya rumusan masalah atau hipotesis kuantitatif (bukan keduanya) dan rumusan masalah kualitatif. tulislah rumusan tersebut sebagai rumusan masalah yang didasarkan pada prosedur-prosedur penelitian metode campuran. 455-472). 3. Hcnulbook of Educational Policy. Jenis rumusan kedua ditulis secara inferensial yang menghubungkan (atau membandingkan) variabel bebas dan variabel terikat. Cizek (ed. J.). (1999). atau (3) menulis hanya rumusan masalah metode campuran saja. 186 LATIHAN MENULIS . (him. saya merekomendasikan agar mereka membuat rumusan masalah metode campuran secara terpisah dalam penelitian mereka. 2. Latihan Menulis 1. "Mixed-Method Research: Introduction and Application. Dalam bab ini. apakah masalah yang ingin Anda teliti memang mengharuskan dicampurnya dua metode penelitian yang berbeda. Sejumlah teknik dapat diterapkan untuk menulis rumusan masalah dengan metode campuran. Untuk penelitian kualitatif. Rumusan masalah untuk metode oampuran setidaknya juga harus menunjukkan pentingnya penggabungan atau pengombinasian elemen-elemen kuantitatif dan kualitatif.Bagi para peneliti metode campuran. tulisiah dua jenis rumusan masalah. Pastikan. Tulislah rumusan masalah metode campuran. Rumusan masalah ini dapat ditulis berdasarkan prosedur-prosedur atau isi penelitian. Berikan komentar tentang pendekatan mana yang paling tepat untuk Anda gunakan BACAAN TAMBAHAN Creswell.W. saya menjelaskan sembilan langkah dalam melaksanakan penelitian metode campuran. dan bisa diletak-kan dalam bagian yang berbeda-beda. Ikutilah model yang disajikan dalam bab ini tentang pengombinasian rumusan masalah deskriptif dan rumusan masalah inferensial. Pertama-tama. antara lain: 1. (2) menulis rumusan masalah atau hipotesis kuantitatif dan rumusan masalah kualitatif yang diikuti oleh rumusan masalah metode campuran." dalam GJ.

S. Denzin & Y. saya merekomendasikan kepada para peneliti agar membuat jenis rumusan kualitatif dan kuantitatif di mana di dalamnya juga disebutkan strategi penelitian kualitatif yang digunakan Tashakkori. Dalam menulis rumusan masalah. 207-211). J. 1(3).Handbook of Qualitative Research. (2) menulis satu rumusan masalah untuk metode campuran yang dapat mewakili semuanya. CA: Sage." dalam Tim Editorial. Thousand Oaks. "Exploring the Nature of Research Questions in Mixed Methods Research. diajukan sebuah pertanyaan: "Bagaimana seseorang merancang rumusan masalah dalam penelitian metode campuran?" (him. Tentukan jenis-jenis strategi pengumpulan data.M. 4. Tiga model kemudian disajikan: (1) menulis secara terpisah rumusan masalah kuantitatif dan rumusan masalah kualitatif. Buatlah rencana penelitian. Dalam jurnal ini pula. (him. 9.). 5.W. 220-235). 6. Berikan kriteria-kriteria pasti untuk mengevaluasi penelitian. J. Janice Morse mengidentifikasi dan mendeskripsikan sejumlah persoalan dalam merancang proyek kualitatif. 207). "Designing Founded Qualitative Research.. (him. Journal of Mixed Methods Research. (2007). (1994). 8. A. Sajikan model visualnya. 7. Tulislah rumusan masalah kuantitatif dan rumusan masalah kualitatif. Morse.K. Jelaskan bagaimana data akan dianalisis. Ukurlah bobot relatif dan strategi implementasi atas dua strategi (kuantitatif dan kualitatif) tersebut.2." dalam N. & Creswell. Tim editorial jurnal ini membahas penulisan dan sifat rumusan masalah dalam penelitian metode campuran. 3. Dia membandingkan beberapa strategi penelitian kualitatif dan membuat kerangka atas jenis-jenis rumusan masalah yang digunakan dalam masing- 187 .. dan (3) menulis rumusan masalah untuk masing-masing tahap penelitian (kuantitatif dan kualitatif) ketika penelitian tersebut tengah ditulis dan dilakukan. Lincoln (Ed. Jurnal ini menyoroti pentingnya rumusan masalah dalam proses penelitian dan membahas perlunya peiriahaman yang baik untuk menulis rumusan masalah metode campuran. Pikirkan kemungkinan dan ketidakmungkinan dilaksanakannya penelitian metode campuran.

Untuk penelitian grounded theory. Dia mengidentifikasi asal mula hipotesis dalam teori deskriptif dan observasi induktif. Fort Worth. Edisi kelima.masing strategi tersebut. sedangkan dalam penelitian etnometodologi dan analisis wacana. TX: Harcourt Brace. rumusan masalahnya harus berhubungan dengan interaksi verbal dan dialog. Morse juga me-ngatakan bahwa rumusan masalah harus menegaskan fokus dan ruang lingkup penelitian Tuckman. Conducting Educational Research. rumusan masalahnya harus deskriptif dan mencerminkan usaha me-nyingkap makna. (1999). Bruce Tuckman menyajikan satu bab tentang bagaimana caranya membuat hipotesis-hipotesis.W. rumusan masalahnya harus membahas suatu proses. Untuk penelitian fenomenologi dan etnografi. Tuckman lebih jauh mendefinisikan dan mengilustrasikan hipotesis alternatif dan hipotesis nol serta mengajak pembaca merrahami bagaimana pro -sedurprosedur pengujian dua hipotesis ini 188 . B.

Boruch. 1994). fokus pembahasannya hanyalah pada komponen-komponen penting yang harus disertakan oleh peneliti dalam bagian metode penelitian untuk proposal survei dan eksperimen. sejumlah buku lama (seperti. peneliti juga 189 . Dalam rancangan eksperimen. 2002. Cook & Campbell. 1994. yang secara ketat dilakukan melalui analisis statistik. Campbell & Stanley. Field & Hole. Salant & Dillman. Dalam bab ini. Untuk itulah. 1998). 2003. dengan berfokus pada rancangan metode survei dan eks-perimen. lihat Babbie. Dengan menjelaskan relasi antara asumsi-asumsi ini dan prosedur-prosedur untuk menerapkan asumsi-asumsi tersebut. Reichardt & Mark. Untuk prosedur-prosedur eksperimen. bagian metode penelitian merupakan bagian proposal yang paling konkret dan spesifik. Lipsey. pembahasan dalam bab ini tidak secara komprehensif menyajikan metode-metode penelitian kuantitatif (survei dan eksperimen). peneliti melakukan pengukuran atau observasi untuk menguji teori tertentu. Kaum determinis menegas-kan bahwa —dalam metode survei dan eksperimen— meneiiti hubung-an antara variabel-variabel merupakan syarat utama untuk menjawab rumusan masalah dan hipotesis sebuah penelitian. 1990. 1990. peneliti mendeskripsikan secara kuantitatif (angka-angka) kecenderungan-kecenderuiigan. Keppel. perilaku-perilaku. 1963. Daiam menganalisis hubungan antarvariabel. MENDEFINISIKAN RANCANGAN SURVEI DAN EKSPERIMEN Dalam rancangan survei. Validitas dan reiiabilitas skor dalam instrumeri-instrumen penelitian memandu peneliti untuk menginterpretasi data penelitian. 1979) dan buku baru turut memperluas pembahasan-pembahasan yang disajikan dalam buku ini (seperti. peneliti melakukan generalisasi atau membuat klaim-klaim tentang populasi itu. Dari sampel ini. 1991. atau opini-opini dari suatu populasi dengan meneliti sampel populasi tersebut. Ada banyak sumber yang secara detail membahas penelitian survei (seperti.Bab Delapan METODE-METODE KUANTITATIF Bagi kebanyakan penulis proposal. Dua rancangan ini merefleksikan asumsi filosofis pospositivis. Salah satu asumsi fiiosofis pospositivis adalah determinisme. bab ini ditulis untuk menyajikan langkah-langkah penting dalam merancang metode-metode kuantitatif untuk proposal penelitian. Bausell. 1998. Data objektif dihasilkan dari observasi dan pengukuran empiris. Fink.2007. sebagaimana yang telah dibahas dalam Bab 1.

1. Ketika satu kelompok menerima suatu treatment (kelompok eksperimen. 1990). peneliti secara acak membagi (random assignment) individu-individu ke dalam kelompok-kelompok. atau sikap-sikap dari populasi tersebut (Babbie.. akan disajikan sejumlah komponen yang sudah biasa muncul dalam penelitian survei. Sajikan referensi mengenai tujuan ini dari 190 . Rancangan Survei Dalam proposal. peneliti sebaiknya mengikuti format standar. peneliti eksperimen dapat memilah-milah mana yang termasuk treatment dan mana yang merupakan faktor-faktor lain namun turut memengaruhi outcome penelitian.mengidentifikasi sampel dan melakukan generalisasi populasi. seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 8.) tidak. Misalnya. yang dikontrol oleh faktor-faktor lain yang dimungkinkan juga memengaruhi hasil tersebut. Ada banyak sekali contoh format ini. sebelum berencana untuk memasukkan komponen-komponen ini ke dalamproposal. Akan tetapi. Berikut ini. penj. penj. Berikut ini. perilaku-perilaku. salah satu komponen pertama dalam bagian metode penelitian adalah tujuan dasar atau alasan/rasionalisasi di-adakannya penelitian survei. tujuan utama rancangan eksperimen adalah untuk menguji dampak suatu treatment (atau suatu intervensi) terhadap hasil penelitian. seperti dalam jurnal-jurnal akademik. KOMPONEN-KOMPONEN RANCANGAN METODE SURVEI Untuk menulis bagian metcde survei dalam proposal penelitian. peneliti sebaiknya mempertimbangkan pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam checklist.) dan kelompok lain (kelompok kontrol. dan contoh-contoh ini pun sering menampilkan model-model yang patut diper-timbangkan. beberapa hal yang bisa Anda bahas dalam proposal. khususnya di bagian metode penelitian untuk rancangan survei:  Identifikasilah tujuan penelitian survei. Tuiuannya untuk menggeneralisasi populasi dari beberapa sampel sehingga dapat dibuat kesimpulankesimpulan/dugaan-dugaan sementara tentang karakteristik-karakteristik. Mulailah membahas bagian pertama ini dengan rciereview tujuan survei dan rasionalisasi atas pemilihan metode tersebut dalam penelitian yang Anda ajukan. sebagai panduan umum. dalam rancangan eksperimen yang melibatkan kelompok kontrol. Akan telapi.

Fowler.2007).  Rincilah strategi pengumpulan data. 2007).salah satu buku/literatur yang membahas metode survei (beberapa buku tersebut sudah saya tunjukkan dalam bab ini). (3) review catatan terstruktur (structured record review) untuk mengumpulkan informasi finansial. Seperti apa pun data dikumpulkan. pikirkanlah keunggulankeunggulan rancangan survei. 2000. Pengumpulan data juga bisa dilakukan dengan menerapkan survei berbasis website atau internet dan mengolahnya secara online (Nesbary. (2) wawancara (interviews). Jangan lupa untuk membahas keuntungan-keuntungan mengidentifikasi sifat-sifat suatu populasi berdasarkan sekelompok kecil individu (sampel) (Babbie. seperti keekonomisan rancangan ini dan kecepatan dalam menyajikan data penelitian. nyatakan secara jelas besaran popuiasi ini. Ada banyak pakar metodologi yang telah menulis buku-buku tentang logika dasar teori sampling (seperti. Fink {2002) menunjukkan empat strategi pengumpulan data. 2002). antara lain: (1) kuesioner yang disusun sendiri (self-administered questionnaires). atau survei longitudinal (longitudinal survey) dengan mengumpulkan data secara kumulatif sepanjang waktu.  Pertegas apakah survei yang Anda tetapkan adalah survei lintas. medis. dan (4) observasi terstruktur (structured observation). peneliti harus tetap rnenyajikan alasan/rasionalisasi digunakannya prosedur pengumpulan data tersebut dengan argumen-tasi-argumentasi yang didasarkan pada kekuatan dan kelemahannya. yang jelas. biaya (cost). dan cara-cara pengidentifikasian individu-individu dalam populasi itu. 1990. Babbie. 1990. ketersediaan data. atau sekolah. dan kemudahan.  Tunjukkan mengapa survei lebih dipilih sebagai jenis prosedur pengumpulan data dalam penelitian tersebut. aspek-aspek penting populasi dan sampel yang dapat dideskripsikan dalam proposal penelitian:  Identifikasilah populasi dalam penelitian. Untuk rasionalisasi ini. Pertanyaan191 . apakah besaran tersebut dapat ditentukan ataukah tidak. Sue & Ritter. Berikut ini.bagian {crosssectional survey) dengan mengumpulkan data satu per satu dalam satu waktu. Selain itu. Populasi dan Sampel Tenrukaniah karakteristik-karakteristik populasi dan prosedur sampling.

dan peneliti dapat menunjukkan ketersediaan kerangka-kerangka sampling —surat atau daftar-daftar—para responden potensial dalam populasi tersebut. Prosedur sampling multi-tahap atau clustering sampling adalah prosedur sampling yang ideal ketika peneliti merasa tidak mungkin mengumpulkan daftar semua elemen yang membentuk populasi (Babie.pertanyaan akses juga bisa ditulis di bagian ini. dan mengurus survei tersebut? Apa saja variabel-variabel dalam penelitian survei ini? Bagaimana variabel-variabel tersebut disilangkan (cross-reference) dengan pertanyaanpertanyaan dan item-item penelitian dalam rancangan survei ini? Langkah-langkah spesifik apa saja yang akan diambil dalam menganalisis data? Apakah: (a) Analisis return (hasil/keuntungan)? 192 .)? Jika iya. mengolah. penj. Prosedur sampling salu-tahap merupakan prosedur sampling yang di dalamnya peneliti sudah memiliki akses atas nama-nama dalam populasi dan dapat mensampling sejumlah individu (atau elemen-elemen) secara langsung Tabel 8. bagaimana caranya? Seberapa banyak orang yang akan dijadikan sampel? Didasarkan pada apa besaran sampel ini? Apa prosedur sampling yang akan diterapkan terhadap pcpulasi yang ada (apakah acaW random sampling atau non-acak/nonrandom sampling)? Instrumen apa yang akan digunakan dalam survei ini? Siapa yang membuat instrumen itu? Konten apa saja yang akan dijelaskan dalam survei ini? Skala-skalanya? Prosadur survei apa yang akan diuji terlebih dahulu di lapangan? Seberapa lama catatan waktu (timeline) untuk menyusun. 2007).1 Checkllist Pertanyaan-Pertanyaan untuk Merancang Metode Survei Apakah tujuan rancangan survei sudah dijelaskan secara rinci? Apakah alasan/rasionalisasi dipilihnya rancangan ini juga sudah disebutkan? Apakah sifat survei (cross-sectional atau longitudinal) sudah dipartegas? Apakah populasi dan besarnya populasi sudah dirinci? Apakah populasi tersebut akan distratifikasi (stratified sampling.  Perjelaslah apakah prosedur sampling untuk populasi ini menggunakan satu-tahap atau multi-tahap (yang sering dikenal dengan istilah clustering).

jenis kela-min. baru kemudian mensampling individu-individu tersebut. lalu mengidentifikasi nama-nama individu dalam setiap kluster. sampel yang paling representif akan memungkinankan peneliti untuk melaku-kan generaiisasi terhadap suatu populasi. Yang kurang menarik adalah sampel nonprobability (atau convenience smnple) di mana di dalamnya para responden/individu dipilih berdasarkan kemudahan {convenience) dan ketersediaannya (Babbie.an Anda akan menggunakan strati-fikasi (penjenjangan) populasi sebelum Anda memilih sampel. 2002). Saya me-rekoniendasikan agar Anda memilih sampel acak (random sample) di mana di dalamnya setiap individu dalam populasi memiliki kemungkinan yang sama untuk dipilih (sering juga dikenal dengan istilah systematic sample atau probabilistic sample). iden-tifikasilah karakteristik-karakteristik yang Anda gunakan untuk menstntifikasi populasi 193 . Dengan pengacakan (randomization). Ketika individu-individu dipilih secara acak dari suatu populasi. stratifikasilah yang memastikan penyajian ini.(b) (c) (d) (e) (f) Analisis bias respons (check for response bias)? Analisis deskriptif? Memasukkan item-item ke dalam skala-skala? Anaiisis reliabilitas skala-skaia? Menerapkan statistik inferensiai untuk menjawab rurriusan masalah? Bagaimana hasil-hasil ini diinterpretasikan? Dalam prosedur multi-tahap atau clustering. Selain itu. Dalam hal ini. karakteristikkarakteristik mereka bisa disajikan dalam sampel sesuai proporsinya masingmasing secara sama rata sebagaimana dalam populasi. iaki-laki atau perempvian) direpresentasikan dalam sampel agar sampel ini nantinya dapat merefleksikan proporsi yang tepat dalam populasi sesuai dengan karakteristik-karakteristiknya masing-masing (Fowler. 1990). Stratifiknsi berarti bahwa karakteristik-karakteristik tertentu dari individu-individu yang dipilih (seperti.  Jelaskanlah proses pemilihan atas individu-individu.  Pertegaslah apakah peneliti. ataukah tidak. peneliti terlebih dahulu menentukan kluster-kluster (kelompok-kelompok atau organisasi-organisasi).

1990. saya merekomendasikan agar peneliti menggunakan formula besaran sampel (sample size formula) yang banyak dibahas dalam buku-buku peneiitian survei (seperti. instrumen-instrumen yang ada saat ini sudah banyak dirancang monjadi sejenis pe. Fowler. 2000). Gravetter & Wallnau. 1991). Miller. Dalam peneiitian survei. dalam setiap strata ini.rangkat survei online (lihat. Tika instrumen yang digunakan memang dirancang khusus (modified instrument). sejenis instrumen yang dimodifikasi. Pertimbangkan larigkah-langkah berikut:  Namailah instrumen survei yang Anda gunakan untuk mengumpulkan data. lihat Babbie. Dalam sejumlah proyek penelitian survei. Instrumentasi Sebagai populasi dan sampel. pe. peneliti juga perlu menyajikan informasi detail mengenai instrumen-Lnstrumen survei yang akan digunakan dalam peneiitian yang diajukan. dan sebagajnya). 2002). tetapkan apakah sampelnya berisi individuindividu yang memiliki karakteristik-karakteristik yang sama sebagaimana karakteristik-karakteristik dalam keseluruhan populasi. tingkat peng-hasilan. ataukan instrumen utuh yang pemah dirancang orang lain. gender. Stie & 194 . jelaskan apakah Anda sudah memiiiki izin atau dasar teoretis yang kuat untuk menggunakannya. 1990.. sebuah tabel yang banyak dibahas dalam buku-buku panduan statistik (seperti.  Jelaskan prosedur-prosedur dalam menyeleksi sampel dari daftar-daftar yang ada. peneliti tersebut seharusnya memiiiki izin atau dasar teoretis untuk menggunakan sebagian instrumen-instrumen ini.neliti sering kali merancang suatu instrumen dari beberapa komponen instrumen lain. Jika demikian. ataukah tidak (Babbie.. Kemudian. Metode yang paling umum digunakan untuk menyeleksi sampel ini adalah memilih individu-individu (sampel) dengan menggunakan tabel angka-angka secara acak (random numbers table). Jelaskan apakah instrumen tersebut merupakan instrumen yang dirancang khusus untuk peneiitian ini. pendidikan. Apalagi.  Tunjukkan juga angka setiap individu yang di-sampling dan jelaskan prosedurprosedur yang Anda gunakan untuk mengalkulasi angka-angka ini.tersebut (seperti.

mengharuskan peneliti untuk membangun validitas atas instrumen tersebut —adakah peneliti dapat menghasilkan kesimpulan-kesimpulan/dugaan-dugaan penting dan berguna dari skor-skor yang diperoleh dari instrumen ini. SurveyMonkey membebankan biaya bulanan atau tahunan kepada si peneliti. construct validity juga meliputi pertanyaan dasar tentang apakah skor-skor yang dihasilkan me-miliki tujuan yang berguna dan dampak-dampak yang positif ketika dipraktikkan dalam kehidupan nyata (Humbley & Zumbo. sebuah produk komersial yang dirilis sejak 1999. 1996). dan beberapa custom feature yang lain. dan (3) construct validity (apakah itemitem yang dianalisis sudah sesuai dengan konstruksi-konstruksi atau konsepkonsep hipotesis?). Tiga bentuk validitas yang harus dicari adalah: (1) content validity (apakah item-item yang dianalisis benar-benar sesuai konten yang terdapat dalam item-item tersebut?). peneliti dapat mengetahui apakah instrumen yang digunakan benar-benar sudah tepat untuk penelitian surveinya. dan tidak lebih dari 10 pertanyaan per survei. atau mengirimkannya pada para partisipan untuk diisi. pertanyaanpertanyaan yang lebih banyak. Hasil-hasil ini dapat diunduh ke dalam spreadsheet atau database untuk kemudian dianalisis lebih lanjut. Jika peneliti menginginkan respons-respons tambahan. peneliti dapat mem-buat survei-survei pribadinya dalam waktu yang relatif cepat. 2007).Ritter. deskripsikanlah validitas dan reliabilitas skor-skor yang diperoleh dari penggunaan instrumen tersebut sebelumnya. Salah satu pe rangkat survei online yang cukup terkenal adalah SurveyMonkey (SurveyMonkey. Dengan mendeteksi validitas skor dalam penelitian survei. SurveyMonkey akan memberi-kan hasil dan laporan balik kepada peneliti dalam bentuk statistik deskripuf.com). hanya dengan memanfaatkan custom templates. Perangkat ini gratis jika digunakan untuk 100 resporis per survei. Konsep validitas (validity) dalam penelitian survei ini tentu saja berbeda dengan identifikasi 195 .  Ketika menggunakan instrumen yang memang sudah ada. (2) predictive validity (apakah skor-skor yang diperoleh sudah memprediksi kriteria-kriteria yang diukur? Apakah hasil-hasilnya berkorelasi dengan hasil-hasil yang lain?). Dengan menggunakan perangkat ini. atau dalam wujud informasi grafik. Setelah itu. Hal ini berarti. lalu mem-posting-nya di website-website mereka. Dalam penelitian baru-baru ini.

level ranking atau signifikansi dari yang tertinggi hingga yang terendah)  Jelaskan rencana-rencana Anda untuk melakukan uji coba surveidi lapangan (pilot testing) dan sajikan pula alasan/rasionalisasi atas rencana ini. seperti Surat Pengantar (Dillman. validitas dan reliabilitas tidak berlaku untuk instrumen yang baru ini. seperti skala-skala berkelanjutan (misalnya. Selain itu. item-item sikap. item-item faktual). menyajikan beberapa hal yang perlu di. jelaskan pula apakah skor-skor yang dihasilkan dari penggunaan instrumen sebelumnya sudah mencerminkan adanya reliabilitas atau tidak. pastikan juga apakah ada konsistensi dalam aturan testing dan scormg-nya (apakah ada kesalahan-kesalahan yang disebabkan karena kecerobohan dalam menerapkan aturan testing atau scoring sebelumnya?) (Borg.  Tunjukkan isi-isi utama dalam instrumen tersebut. item-item (seperti. atau skala-skala yang mungkin tidak sesuai ketika diterapkan. benar-benar diterima hingga tidak diterima) dan skala-skala kategorial (misalnya. Untuk mengetahui hal ini.  Tunjukkan item-item sampel dari instrumen tersebut sehingga pembaca dapat melihat item-item sebenarnya yang digunakan.masukkan dalam Surat Pengantar). Dalam lampiran proposal. Sebutkan juga jumlah orang-orang yang akan menguji 196 . Lebih dari itu. lampirkan juga item-item sampel atau keseluruhan instrumen penelitian ini. Gall. akan di-jelaskan lebih lanjut). dan instruksi penutup. demografis. 1993).ancaman-ancaman terhadap validitas (threats to validity) dalam paielitian eksperimen (mengenai hal ini. peneliti perlu membangun kembali validitas dan reliabiiitas tersebut ketika dilakukan proses analisis data. & Gall. Selain itu. sebutkan juga jenis skala-skala yang digunakan untuk mengukur/menganalisis item -item dalam instrumen.  Ketika peneliti memcdifikasi suatu instrumen atau mengkom binasikan beberapa instrumen. format. Pilot testing ini penting untuk membangun validitas konten dari suatu instrumen dan untuk memperbaiki pertanyaan-pertanyaan. item-item perilaku. ya/tidak. Untuk irulah. 1978. peneliti harus mencari laporan mengenai konsistensi internal (apakah respons dari setiap item sudah konsisten dengan konstruk -konstruk yang dibuat?) dan korelasi test-retest (apakah skor-skor yang dihasilkan selalu stabil meskipun instrumennya digunakan pada lain waktu?) dalam penggunaan instrumen tersebut sebelumnya.

Di bawah ini adalah tabel 8. Mail yang dikirim pada tahap ketiga berisi tindak lanjutberupa kartu pos (atau sejenisnya) yang dikirimkan pada semua anggota sampel 4 hingga 8 hari setelah pengiriman mail sebelumnya. Mail yang dikirim pada tahap pertama adalah surat pemberitahuan singkat kepada semua daftar sampel yang dipilih. Jadi. bisa jadi dengan proyek tindak lanjutnya. Untuk itu. rumusan masalah atau hipotesis. dan item-item tersebut. dan item-item survei agar pembaca mudah mengidentifikasi bagaimana item-item tersebut digunakan. hipotesis. Salant dan Dillman (1994)menyarankan proses pengaturan empat-tahap.2 yang menggunakan data hipotesis. Jangan lupa untuk menyertakan pendapat-pendapat mereka dalam instrumen final yang sudah direvisi. rumusan masalah. yang biasanya ditujukan untuk anggota nonresponden. kuesioner. atau hipotesis. yang didistribusikan setidak-tidaknya satu minggu setelah surat pemberitahuan diedarkan. peneliti menyelesaikan periode administrasi/ pengaturan ini selama kurang lebih empat minggu (sebulan). buatlah sebuah tabel dan penjelasan khusus tentang variabel-variabel. Mail yang dikirim pada tahap kedua adalah mail survei yang sebenarnya. Teknik ini khususnya berguna bagi para peneliti yang menggunakan model-model berskala luas untuk penelitian disertasinya. Peneliti mengirimkan mail keempat ini tiga minggu setelah mail kedua dikirimkan.coba instrumen tersebut. Mail yang dikirimkan pada tahap keempat. peneliti tetap perlu memasukkannya dalam bagian metode penelitian. perjelaslah langkah-langkah Anda dalam pengaturan pendekatan survei ini dan tindak lanjutnya untuk memastikan rating respons yang tinggi. Salah satu tekniknya adalah dengan menghubungkan variabelvariabel. 197 .  Untuk mailed survei. Hal ini dimaksudkan untuk menghubung kan variabel-variabel tersebut dengan rumusan masalah atau hipo-tesis dan instrumen penelitian. Variabel-Variabel dalam Penelitian Meskipun pembaca proposal sudah mengetahui informasi mengenai variabelvariabel dalam tujuan penelitian. total secara keseluruhan. danamplop plus perangko pengembalian. rumusan masa-lah. berisi surat pengantar pribadi lengkap dengan tanda tangan tertulis.

Informasi ini bisa dirancang dalam bentuk tabel yang berisi angka-angka dan persentase-persen-tase yang mendeskripsikan responden dan nonresponden. 14. 12. Dalam wave analysis. Rumusan Masalah dan item-item Survei Nama Variabel Variabelbebasi: Penelitian sebelumnya Rumusan Masaiah Item-Item dalam Survei Rumusan masalah deskriptif 1: Lihat rumusan masalah 11. Saya me-nyarankan Anda menggunakan tips penelitian berikut. 2002). lembaga swasta. Respons bias adalah pengaruh/efek dari tidak adanya respons terhadap survei (Fowler. seperti wave analysis atau analisis responden/nonresponden.Analisis Data dan Interpretasi Tabel 8. 17. bab-bab dosen untuk diserahkan sebagai buku yang berhasil dipublikasikan tanda bukti doktoralnya? sebelum menerima gelar doktor? Variabel terikat 1 : Rumusan Hibah masalah deskriptif Lihat rumusan masalah 16. Jelaskan metode-metode yang sekiranya dapat naengidentifikasi respons bias.Hibah dari yayasan. Sajikan informasi tentang jumlah sampel yang ter-libat dan tidak terlibat dalam survei. 13. Langkah 2. Bias berarti bahwa jika nonresponden memberikan respons. peneliti mengevaluasi hasilhasil item yang terpilih dari minggu ke minggu untuk mengetahui apakah sebagian besar respons berubah (Lesile. maka-iah seminar. yaitu dengan menyajikan analisis data dalam bentuk tahap-demi-tahap agar pembaca bisa memahami bagaimana suatu tahap menuntun tahap selanjutnya hingga semua prosedur analisis data dibahas secara tuntas.2 Variabel-variabel. Berpijak pada asumsi bahwa partisipan yang mengembalikan survei pada minggu terakhir hampir semuanya merupakan partisipan 198 . dan 18: penelitian 3:Ada berapa hibah yang di. maka respons ini akan memberi perubahan besar-besaran terhadap hasil survei akhir. jelaskan tahap-tahap analisis data. 1972). Jelaskan prosedurprosedur yang digunakan untuk mengecek respons bias. Langkah 1. terima dosen dalam tiga tahun atau lembaga negara terakhir ini? yang didanai Variabel kontrol: Rumusan masalah deskriptif 5: Lihat rumusan masalah 19: Ikatan Apakah dosen memiliki ikatan dinas (Ya/Tidak) dinas? Status ikatan di-nas Dalam proposal. Seberapa banyak penelitian dan 15: hasil penelitian dalam bentuk yang mampu dihasilkan oleh artikel jurna!.

Langkah 3. Analisis ini harus menunjukkan rata-rata. Langkah 4. 2007).3. pilihan atas tes statistik harus didasarkan atas sifat rumusan masalah (apakah menghubungkan variabel-variabel atau membandingkan beberapa kelompok dalam variabel). Lebih jauh. 2008). laki-laki = 1). maka jika respons-respons tersebut terlihat mulai berubah. Langkah 5. Creswell. lalu jelaskanlah asumsi-asumsi yang berkaitan dengan statistik tersebut.yang nonresponden. Anda juga bisa menggunakan tes reliabilitas untuk mengidentifikasi konsistensi internal skala-skala tersebut (seperti. jumlah variabel bebas dan variabel terikat. dalam kombinasinya. pertimbangkan pula apakah skor-skor ini akan didistribusikan secara normal (normal distribution) dalam kurva berbentuk bel (bell-shaped curve) atau tidak didistribusikan secara normal (non-normal distribution). kemudian mengidentifikasi apakah respons mereka berbeda jauh dengan hasil respons dari responden. serta jumlah variabel kontrol (lihat. gunakanlah prosedur statistik (analisis faktor) untuk menye-lesaikan proses ini. Lakukan analisis data secara deskriptif terhadap variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian. akan memudahkan peneliti untuk menentukan apakah tes statistik akan 199 . Sebagaimana terlihat dalam Tabel 8. statistik alpha Cronbach). pertimbangkan apakah variabel-variabel ini akan diukur ber-dasarkan suatu instrumen sebagai skor berkelanjutan/continuous score (seperti. Rudestam & Newton. Jika Anda menggunakan instrumen penelitian dengan skala-skala atau berencana untuk mengembangkan sendiri instrumen tersebut (dengan mengombinasikan beberapa item dalam skala). perempuan = 1.mengecek adanya respons bias adalah dengan menghubungi beberapa nonresponden melalui sambungan telepon. ada kemungkinan terdapat respons bias. Salah satu cara untuk. deviasi stand ar. Faktor-faktor ini. umur dari 18 hingga 36) atau sebagai skor katagoris/ categorical score (seperti. Ada banyak cara untuk mengetahui apakah skor-skor ini didistribusikan secara normal ataukah tidak (Lih. misalnya. Selain itu. Gunakanlah statistik atau program statistik kompu-ter untuk menguji rumusan masalah atau hipotesis inferensial. Rumusan masalah atau hipotesis inferensial menghubungkan (relate) variabel-variabel atau membandingkan (compare) kelompok-kelompok dalam variabel agar kesimpulan-kesimpulan sementara (inferensiinferensi) dari skala sampel hingga skala populasi dapat diketahui. Sajikanlah rasionalisasi mengapa dipilih tes statistik. dan skor-skor untuk dua variabel ini.

peneliti bisa merujuk pada buku metode statistik. Interpretasi ini melibatkan beberapa langkah khusus Tabel 8. Langkah 6. seperti buku yang ditulis Gravetter dan Wallnau (2000). Dalam Tabel 8. Interpretasi terhadap hasil berarti bahwa seorang peneliti membuat suatu kesimpulan dari rumusan masalah dan hipotesis yang sudah dianalisis. Untuk mendapatkan jenis tes statistik yang lain. kemudian menginterpretasikan hasil tes statistik.3. Langkah terakhir dalam proses analisis data adalah menyajikan hasil survei dalam bentuk tabel atau gambar. saya menunjukkan bagaimana faktor-faktor ini bisa menuntun peneliti untuk memilih sejumlah tes statistik yang biasa digunakan.3 Kriteria Memilih Tes-tes Statistik Sifat Pertanyaan Petbandngan kelompok Peibandngan kelompok Perbandingan kelompok Petbandingan kelompok Jumlah Variabel Bebas 1 1 atau lebih 1 atau lebih 1 Jumlah Variabel Terikat 1 1 1 1 Jumlah Variabel Control 0 0 t 0 Jenis Skor Distribusi Tes Variabel Skor Statisik Bebas/Terikat Kategorial/ Normal l-tes berkelanjutan Kategorial/ Normal Analisis berkelanjutan varian Kategorial/ Normal Analisis berkelanjutan kovarian Kategorial/ NonTes berkelanjutan normal MannWhitney U Kategorial/ NonChiberkelanjutan normal square Kategorial/ Normal Korelasi berkelanjutan product moment Pearson Kategorial/ Normal Regresi berkelanjutan berganda Kategorial/ NonKorelasi berkelanjutan normal rankorder Spearman Gabungan antar kelompok Menghubungkan variabel-variabel 1 1 1 1 0 0 Menghubungkan variabel-variabel Menghubungkan variabel-variabel 2 atau lebih i 1 1 atau lebih 0 0 200 .cocok untuk menjawab rumusan masalah atau hipotesis.

Untuk menjelaskan ini. dan ukuran (besaran).001. saya akan membahas komponen – komponen tersebut dan menyajikan informasi seputar rancangan eksperimen dan analisis statistic. materi.000 orang. penulis mengidentifikasi lokasi dan populasi penelitian) 201 . seperti ― analisis varian secara statistic menunjukan adanya perbedaan signifikan antara wanita dan pria dalam hal sikap – sikap mereka terhaap larangan merokok di restoran F (2:6) = 8. Bagian Metode Survey Berikut ini adalah salah satu contoh tulisan bagian metode survey yang didasarkan pada langkah – langkah yang telah dijelaskan sebelumnya. p =. pembahasan mengenai penelitian eksperimen ini juga dimaksudkan untuk menonjolkan beberapa komponen kunci di dalamnya.  Jelaskan juga kemungkinan hasil ini dipraktikkan di lapangan atau untuk penelitian – penelitian sebelumnya.000 orang). religious. literature – literature sebelumnya yang membahas hal ini (lihat bab 2). cobalah untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan dalam checklist table 8. di kota Midwestern dengan populasi 175.55. (disini. Untuk mengetahui petunjuk detail atas komponen – komponen ini. Tulisan ini (yang diperoleh atas izin penulis) dikutip dari salah satu artikel jurnal yang melaporkan penelitian tentang factor – factor yang mempengaruhi atrisi (berkurangnya jumlah) mahasiswa di salah satu universitas seni liberal (bean & creswell. 1980 : 32 1 – 322).‖  Laporan bagaimana hasil – hasil ini menjawab rumusan masalah atau hipotesis penelitian. Apakah hasil – hasil tersebut mendukung hipotesis ataukah kontradiktif dengan yang diharapkan?  Tunjukan pula kemungkinan menjelaskan mengapa hasil – hasil tersebut bias muncul seperti itu. anda dapat merujuk kembali pada teori yang anda gunakan dalam penelitian (lihat bab 3).4 Contoh 8.1. Metodologi Penelitian ini memilih lokasi disalah satu universitas seni liberal yang kecil (tingkat pendaftaran 1. atau alasan/rasionalisasi lain yang logis. Sebagaiman pembahasan mengenai peneleitian survey sebelumnya. dan koendukatif. prosedur. KOMPONEN – KOMPONEN DALAM METODE PENELITIAN EKSPERIMEN Metode penelitian eksperimen pada umumnya menggunakan format standar yang melibatkan komponen – komponen sebagai berikut : partisipan. Laporan apakah hasil – hasil tes statistic yang diperoleh signifikan atau tidak secara statistic. Pada sub bab kali ini.

Untuk konstruk – konstruk disajikan dalam 25 ukuran yaitu item – item berganda berdasarkan analisis factor untuk membuat indeks – indeks dan 27 ukuran lainnya indicator – indicator item tunggal. 1969. 202 . Item – item ini kebanyakannya likert like yang didasarkan pada skala dari ―jangkauan sangat kecil‖ hingga ―jangkauan sangat besar‖ ada juga pertanyaan – pertanyaan lain yang diajukan untuk mendapatkan informasi factual. Validitas konkuren dan konvergen (Campbell & Fiske. dipilih sebagai objek analisis dengan mengecualikan beberapa variabel yang kemungkinan mengacaukan sampel ini (Kerlinger. Sebanyak 95 % mahasiswi ini rata – rata berumur 18 hingga 21 tahun. regresi berganda dan path analysis (helse. Maka dari itu. Spady. Data dikumpulkan dengan metode kuisioner yang berisi 116 item. Selama April. 1978. dan 9 diantaranya mahasiswi junior. 1959) atas instrument ini telah diuji melalui analisa factor (Faktor analysis). seperti skor – skor ACT. 1971). warga Negara AS. 1973). Sampel ini lebih ditekankan pada mereka yang memili kemampuan melebihi rata – rata yang dapat dilihat dari skor – skor yang mereka perolah dalam tes ACT. diantaranya berumur 25 tahun. Rating Dropuot yang paling sering terjadi adlah pada mahasiswa tahun pertama dan tahun kedua maka dibuatlah kuisioner – kuisioner untuk didistribusikan kepada sebanyak mungkin mahasiswa tahun pertama dan tahun kedua di universitas tersebut. (disini. sebanyak 169 mahasiswi mengembalikan kuisioner. Sejumlah penelitian yang membahas atrisi atau menurunnya jumlah mahasiswa bahwa dropoutnya mahasiswa ini.Rating dropout pada tahun sebelumnya adalah 25 %. Dalam penelitian. dan pendidikan orang tua. hanya mahasiswa saja yang akan dianalisis dalam penelitian ini. Reliabilitas factor – factor juga telah diuji melalui alpha koefisien (coefficeient alpha). tingkat kelas. Kuisioner ini telah dirancang dan diuji pada tiga institusi yang lain sebelum kemudian diterapkan pada institusi ini. 1973) dipilih sebagai tes statistic untuk menganalisis data. tidak menikah. dan didapatkan bahwa validitas tersebut sudah berada dalam level yang layak (memenuhi syarat). 1979. yang dipilih sebagai sampel. (disini penulis membahas instrument penelitian). Semua informasi yang digunakan dalam analisis ini berasal dari data kuisioner. 71 diantaranya mahasiswi tahun pertama. baik laki – laki maupun perempuan ternyata dilatari oleh banyak alasan (Bean. Dari keseluruhan mahasiswi. dan kulit putih. 55 mahasiswi tahun kedua. Dari 169 mahasiswi ini. penulis menyajikan informasi deskriptif tentang sampel penelitian). (disini penulis menjelaskan validitas dan reliabilitas. Kerlinger & Pedhazur.

jika penelitian anda menggunakan penugasan acaka seperti ini. berarti prosedur yang demikian dikenal sebagai prosedur true-experiment. penulis menyajikan langkah – langkah analisis data). Prosedur ini bisa menghilangkan kemungkinan adanya perbedaan sistematik antara karakteristik – karakteristik dari setiap partisipan yang bisa 203 . dalam beberapa penelitian eksperimen. varibel – variabel personal. Setelah itu. hanya sampel convenience-lah yang memiliki kemungkinan untuk terpilih sebab peneliti biasanya menggunakan kelompok – kelompok yang sudah terbentuk secara alamiah (seperti.. tidak ditugaskna secara acak (non-randomly assignment). keinginan untuk keluar dari universitas diregresi pada semua variabel yang mendahuluinya dalam satu rangkaian kausal. Penugasan (assignment). dan variabel – variabel latar belakang. variabel – variabel intervening yang secara signifikan berhubungan dengan keinginan untuk keluar dari universitas diregresi pada variabel – variabel organisasi. (disini. dan jumlah partisipan yang terlibat dalam suatu eksperimen. variabel – variabel lingkungan. Meski demikian. Jika masing – masing partisipan.  Deskripsikanlah proses pemilihan (sampling) partisipan. paparkanlah secara detail bagaimana anda akan menugaskan secara acak masing – masing individu ke dalam kelomopk – kelompok treatment. organisasi. Partisipan Pembaca perlu mengetahui cara pemilihan (sampling).. sebuah kelas. dan begitu seterusnya hingga tidak ada bias sistematik dalam penugasan masing – masing partisipan. apakah dilakukan secara acak atau non – acak (dipilih secara kovenien). partisipan pertama ditugaskan dalam kelompok I. partisipan kedua ditugaskan dalam kelompok II. Perhatikanlah beberapa hal berikut ini saat menulis metode eksperimen. Hal ini berarti bahwa dalam lingkup partisipan.Dalam metode kausal…. atau sebuah keluarga) atau sukarelawan. berarti prosedur yang demikian lebih dikenal sebagai prosedur quasi-eksperimen.  Dalam pemilihan acak atau random sampling. masing – masing individu memiliki kemungkinan yang sama untuk dipilih sebagai partisipan penelitian  Langkah ini juga akan memastikan bahwa sampel yang terpilih benar – benar representative dan bisa mewakili suatu populasi (Keppel. 1991).  Jika setiap partisipan ditugaskan secara acak (randomly assignment) ke dalam beberapa kelompok.

kemudian memilih seorang partisipan dari masing – masing pasangan ini untuk ditugaskan dalam suatu kelompok. Berdasarkan skor pretest ini. 204 . peneliti dapat menugaskan setiap partisipan ke dalam kelompok tertentu dengan anggota yang juga memiliki skor pre-test yang sama. individu – individu bisa dipasangkan satu sama lain berdasarkan level kemampuan atau variabel demografi. 1991). sedang dan rendah. Skro pre-test bisa dibagi menjadi skor tinggi. sebagai alternatifnya. Pengukurannya dapat menggunakan skor – skor pre-test. Salah satu pendekatannya adalah dengan memasangkan partisipan berdasarkan sifat atau karakteristik tertentu.mempengaruhi hasil penelitian. sehingga perbedaan apapun yang muncul dalam hasil penelitian bisa diatribusikan pada treatment eksperimen (Keppel.  Jelaskan pula keunggulan – keunggulan lain penelitian ekperimen yang secara sistematik dapat mengontrol variabel – variabel yang bisa mempengaruhi hasil penelitian.

1990) serta rentan menimbulkan adanya kelompok yang tidak bisa dibandingkan. Untuk 205 . Prosedur lain untuk mengontrol proses eksperimen adalah dengan menggunakan covarian (seperti. _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ Siapa saja partisipan yang terlibat dalam penelitian? Populasi seperti apa yang akan dijadikan landasan untuk menggeneralisasi semua partisipan? Bagaimana partisipan – partisipan ini dipilih? Apakah dengan menggunakan pemilihan acak (random sampling)? Bagaimana partisipan – partisipan ini akan ditugaskan secara acak (randomly assignment)? Apakah mereka akan dipasangkan? Bagaimana caranya? Ada berapa banyak partisipan dalam kelompok eksperimen dan kelompok control? Apakah variabel (variabel) bebas (seperti. memilih sampel – sampel yang homogen. skor – skro pres-tes) sebagai variabel moderating dan mengontrol pengaruh dari skor – skor ini secara statistic. misalnya jika ada partisipan yang tidak mau ditreatment (Rosenthal & Roshnow.4. atau dengan mengumpulkan infromasi demografis. atau post-test? Ancaman – ancaman seperti apakah yang paling berpotensi mengurangi validitas internal dan eksternal dalam penelitian ini? Bagaimana ancaman – ancaman ini akan dibahas? Apakah instrument penelitian sudah diuji lapangan terlebih dahulu?? Statistic seperti apakah yang akan digunakan untuk menganalisis data (apakah secara deskriptif atau inferensial? Bagaimanahasil penelitian akan diinterpretasi? Seorang peneliti bisa saja memutuskan untuk tidak melakukan pemasangan seperti diatas sebab hal ini bisa menyedot banyak biaya maupun waktu (Salkind.Tabel 8. atau mem-block beberapa partisipan dalam subkelompok atau kategori tertentu. 1991). 2008)  Tunjukkan kepada pembaca jumlah partisipan dalam setiap kelompok dan jelaskan prosedur – prosedur sistematik dalam menentukan besaran setiap kelompok. : Checklist pertanyaan – partanyaan untuk merancang prosedur penelitian eksperimen. kemudian menganalisis pengaruh dari masing – masing subkelompok ini terhadap hasil penelitian (Creswell. ataukah dengan menggunakan pre-test. variabel outcome) dalam penelitian tersebut? Bagaimana cara mengukurnya? Apakah variabel tersebut akan diukur sebelum atau sesudah eksperimen? Seperti apa treatmen nya? Bagaimana langkah operasionalnya? Apakah variabel – variabel akan dicovarian? Bagaimana cara pengukurannya? Metode/rancangan penelitian eksperimen seperti apakah yang akan digunakan? Bagiamana model visual untuk rancangan ini? Instrumen apa saja yang akan digunakan untukm mengukur hasil penelitian? Mengapa instrument tersebut dipilih? Siapa saja yang membuatnya? Apakah instrument tersebut sudah valid dan reliable? Apakah peneliti sudah memiliki izin unutk menggunakannya?? Bagaimana langkah – langkah dalam prosedur penelitian ini (apakh dengan menugaskan secara acak para partisipan ke dalam beberapa kelompok. treatment.

Intinya. sikap atau karakteristik pribadi pada partisipan). Berikut ini adalah beberapa saran bagaimana mengembangkan gagasan terkati dengan variabel – variabel dalam proposal penelitian:  Tunjukkanlah secara jelas variabel – variabel bebas yang anda gunakan dalam penelitian tersebut (ingat kembali pembahasan mengenai variabel dalam bab 3). alpha = . Satu atau beberapa harus meminta treatment dari peneliti. Pertimbangan level signifikasi statistic untuk eksperimen ini (alpha) 2. sedang (medium). sebenarnya. rencanakanlah sebuah eksperimentasi supaya besaran setiap kelompok yang ditretment memberikan sensitivitas yang paling tinggi : bahwa pengaruh yang diinginkan terhadap outcome penelitian bisa tercapai dalam manipulasi eksperimental ini.  Susunlah nilai – nilai untuk tiga factor ini (seperti. kekuatan = . 3. Satu variabel harus menjadi treatment variabel.05. Variabel – variabel bebas yang lain bisa saja menjadi measured variabel yang didalamnya tidak ada manipuasi yang dilakukan (seperti. Dalam hal ini.50) dan perlihatkanlah dalam sebuah tabel besaran. lemah (low) – dalam pengujian statistic terhadap hipotesis nol ketika hipotesis ini.80. Kalkulasinya harus melibatkan beberapa hal berikut.penelitian eksperimen. gagal. Variabel terikat merupakan variabel respons atau 206 . seperti demografi (gender atau usia). variabel – variabel harus dirinci agar pembaca bisa melihat dengan jelas kelompok – kelompok apa yang akan dieksperimentasi dan outcome – outcome apa saja yang ingin diukur. penelitian seyogianya menggunakan analisis kekuatan (power analysis) (lipsey. bagian metode penelitian dalam proposal eksperimen harus memerinci dan menunjukkan secara jelas semua variabel bebas ini.  Tunjukan pula variabel (variabel) terikat (misalnya. Variabel – variabel bebas lain bisa menjadi variabel control atau dapat dikontrol secara statistic. perbedaan – perbedaan yang diinginkan dalam jumlah rata – rata antara kelompok control dan kelompok eksperimen yang dinyatakan dalam unit – unit deviasi standar. 1990) untuk mengidentifikasi besaran sampel yang sesuai untuk kelompok – kelompok tersebut. dan besaran efek = . outcome) yang anda gunakan dalam penelitian eksperimen. Besaran efek. Lipsey. Variabel – Variabel Dalam penelitian eksperimen. besaran yang dibutuhkan untuk setiap kelompok ini (lihat Cohen. 1990). Jumlah kekuatan yang diinginkan – biasanya disajikan dalam bentuk kuat (high). 1977. 1.

207 . dalam proposal penelitian. dan laporan reliabilitas dan validitas skornya. mata pelajaran. Instrumentasi dan Materi Selama penelitian eksperimen. individu – individu yang mengembangkannya. Tunjukkan pula validitas dan reliabiitas skor atas instrument tersebut. khususnya pada tahap pres-test atau post-test (atau keduanya). dan izin – izin untuk menggunakannya. atau kegiatan – kegiatan tertentu yang diberikan pada kelompok eksperimental). Bahkan. Rencana ini dapat meliputi handout. cara perancangannya. Satu kelompok. penelitia biasanya melakukan observasi dan pengukuran dengan menggunakan instrument – instrument yang tersedia. Tes lapangan atas materi – materi semacam ini harus dijelaskan. Rosenthal dan Rosnow (1991) menyajikan tiga ukuran outcome prototipik dalam variabel terikat. peneliti juga perlu menjelaskan training – training lain yang mungkin dibutuhkan untuk mengelola materi – materi tersebut. Peneliti juga perlu melaporkan. yang diperoleh dari partisipan (misalnya. skala – skalanya. seorang partisipan memberikan respon yang tepat ketika ditreatmen dalam rancangan eksperimen single-subjet).variabel criteria yang diasumsikan mendapat pengaruh dari variabel bebas. Tujuan tes lapangan ini adalah untuk memastikan bahwa materi – materi penelitian bisa dikelola dengan baik tanpa varibilitas dalam kelompok eksperimen.  Deskripsikan pula instrument – instrument yang di isi / diselesaikan partisipan (biasanya. jika dibutuhkan. Nah. program – program. instrument – instrument ini diselesaikan sebelum eksperimen tersebut dilakukan atau bahkan di akhir eksperimen). belajar mata pelajaran dengan computer. item – itemnya. dan isntruksi tertulis khusus unutk membantu siswa dalam kelompok eksperimen ini. misalnya berpartisipasi dalam rencana pembelajaran berbasis IT yang disampaikan seorang guru di ruang kelas. materi – materi yang akan digunakan selama proses eksperimentasinya (seperti. kuantitas perubahan. yaitu : arah perubahan. dan kemudahan perubahan.  Jelaskan secara menyeluruh materi – materi yang akan dimanfaatkan selama proses eksperimentasi. peneliti perlu membahas instrument – instrument ini.

rancangan factorial (factorial design) salah satu varian dalam between subject design mengharuskan peneliti untuk menggunakan dua atau lebih variabel treatment untuk menguji pengaruh – pengaruh simultan variabel – variabel ini terhadap hasil penelitian (Vogt. Adapun rancangan single-subject atau yang dikenal dengan rancangan N of 1. Misalnyal. peneliti membandingkan dua atau lebih kelompok (Keppel. 1999). Misalnya. Dalam quasiexperiment. kuasi eksperimen (quasi experiment) dan rancangan subjek tunggal (single subject design). Dalam rancangan pre experimental. dalam rancangan ukuran terulang (repeated measure design).  Tunjukkan pula apa yang ingin dikomparasikan. Dalam kebanyakan penelitian eksperimen. sejenis varian dalam within 208 . Rancangan penelitian ini mengeksplorasi pengaruh – pengaruh setiap treatment secara terpisah dan juga pengaruh – pengaruh variabel yang digunakan di dalamnya sehingga peneliti dapat memperoleh pandangan yang multidimensional dan lebih kaya (Keppel. Mengharuskan peneliti untuk mengobeservasi perilaku satu individu utama (atau sejumlah kecil individu) sepanjang penelitian. Jenis – jenis rancangan eksperimentasi bisa meliputi rancangan pra-eksperimen (preexperimental design). peneliti mengatai satu kelompok utama dan melakukan intervensi di dalamnya sepanjang penelitian. mereka bisa saja berada dalam satu kelompok utuh yang tidak dapat dibagi – bagi lagi) dalam true experiment. peneliti menggunakan kelompok control dan kelompok eksperimen. peneliti juga perlu menjelaskan dalam proposalnya prosedur – prosedur khusus yang digunakan selama proses eksperimentasi. dan model visual untuk membantu pembaca memahami prosedur – prosedurnya. Dalam rancangan ini. peneliti mulai memasukkan secara acak para partisipan dalam kelompok – kelompok yang akan diproses. Penjelasan ini bisa meliputi pembahasan mengenai jenis rancangan eksperimentasi. eksperimentasi yang sebenarnya (true experiment).  Tunjukanlah jenis rancangan eksperimentasi yang akan anda gunakan dalam penelitian.Prosedur – Prosedur Eksperimentasi Selain instrument dari materi penelitian. alasan – alasan digunakannya rancangan tersebut. 1991). tidak ada kelompok control untuk diperbandingkan dengan kelompok eksperimen. 1991. Dalam penelitian eksperimen lain. yang dikenal dengan rancangan kelompok dari dalam (within group design). yang salah satunya dikenal dengan rancangan subjek – antara (between subject design). Rosenthal & Rosnow. peneliti menguji hanya satu kelompok treatment saja. namun tidak secara acak memasukkan (no random assignment) para partisipan ke dalam dua kelompok tersebut (misalnya. 1991).

2. 6. peneliti harus merancang dan mengantisipasi sedemikian rupa agar ancaman – ancaman ini tidak lagi muncul atau 209 . Rekomendasi saya. peneliti harus mengidentifikasi beberapa hal yang berpotensi mengancam validitas dan eksperimentasinya. Tidak adanya garis antara kelompok – kelompok menunjukkan bahwa individu – individu di dalamnnya ditempatkan secara acak (random assignment) ke dalam kelompok – kelompok yang akan di treatment (treatment groups). Pemisahan lajur – lajur yang sejajar oleh garis horizontal merepresentasikan bahwa kelompok – kelompok yang diperbandingkan tidak ditempatkan secara acak (no random assignment). quasi experimental. O mempresentasikan proses observasi atau pengukuran dengan instrument penelitian 3. untuk mengetahui dampaknya. true experimental. atau justru ada intervensi peneliti didalamnya. Simbol R merepresentasikan penempatan acak (random assignment). 4. gunakanlah system notasi klasik yang pernah disampaikan oleh Campbell dan Stanley (1963 : 6). Contoh – contoh berikut ini mengilustrasikan bagaimana notasi di atas digunakan untuk mengindentifikasi rancangan pre experimental. Ancaman – Ancaman terhadap Validitas Ada sejumlah ancaman terhadap validias yang sering kali membuat orang mempertanyakan hasil / outcome yang disimpulkan oleh peneliti : apakah hasil tersebut dipengaruhi oleh factor – factor utama. Untuk itu. X merepresentasikan satu kelompok dalam peristiwa atau variabel eksperimental tertentu.  Sajikanlah diagram atau gambar yang dapat menghasilkan rancangan penelitian yang anda gunakan. para partisipan dikelompokkan dalam treatmen yang berbeda – beda pada waktu yang berbeda – beda pula selama penelitian. System notasi standar juga perlu diterapkan dalam gambar/diagram ini. Simbol matra dari kiri ke kanan merepresentasikan pelaksanaan prosedur – prosedur treatment secara temporal (terkadang disimbolkan dengan anak panah) 5. efek – efek dari variabel tersebut. bersifat simultan. Setelah berhasil diidentifikasi. dan single subject. X dan O yang berada dalam satu lajur mempresentasikan kelompok (X) dan observasi (O) yang di aplikasikan dalam lajur yang sama.group desing. Praktik lain dari within group design adalah meneliti perilaku seorang individu sepanjang waktu. 1. yang didalamnya peneliti menyajikan dan memberikan treatment terhadap individu tersebut pada waktu yang berbeda – beda. atau disejajarkan secara vertical.

5 menyajikan beberapa ancaman ini. Ada ancaman – ancaman yang melibatkan para partisipan (seperti sejarah. Tabel 8.O Rancangan Pra – Tes Pos – Tes pada Satu Kelompok (One – Group Pre – Test Post – Test Design) Rancangan berikut ini mencakup satu kelompok yang diobservasi pada tahap pre – test yang kemudian dilanjutkan dengan treatment dan psot – test. dan memberikan saran – saran kepada peneliti agar ancaman – ancaman tersebut tidak lagi dating. atau pengalaman – pengalaman dari para partisipan yang mengancam kemampuan peneliti untuk menarik kesimpulan – kesimpulan yang tepat dari data penelitian. dan ancaman – ancaman yang berhubungan dengan prosedur – prosedur eksperimentasi (seperti. treatment – treatment.O2 Perbandingan Kelompok Statis atau Rancangan Pos – Tes terhadap Kelompok – Kelompok Non – Ekuivalen (Statistic Group Compariosn or Post – Test – Only with Nonequivalent Groups) Setelah melakukan treatment pada satu kelompok eksperimental (A). maturasi. lalu melakukan Post – test pada kelompok eksperimental A (kelompok yang sudah di treatment tadi) dan kelompok perbandingan B yang sudah dipilih sebelumnya.setidaknya dapat diminimaliasasi. Contoh 8. ancaman – ancaman yang berhubungan dengan treatment eksperimental (seperti difusi. dan rivalitas imbangan). mendeskripsikan setiap ancaman. Ada dua jenis ancaman terhadap validitas : ancaman dalam (internal threats) dan ancaman luar (external threats). Kelompok A X ---------------------. Ancaman Validitas Internal dapat berupa prosedur – prosedur eksperimentasi. pengujian / testing dan instrumentasi). peneliti memilih satu kelompok perbandingan (B). seleksi. Kelompok A O1 -------------------X-----------------. demoralisasi imbang..O 210 .2 Rancangan Pre.Experimental Studi Kasus Dengan Satu – Bidikan (One – Shot Case Study) Rancangan Berikut Ini Melibatkan Satu Kelompok (X) Dalam Treatment Tertentu Yang Kemudian Dilanjutkan Dengan Observasi/Pengukuran (O) Kelompok A X ---------------------. dan mortalitas).

O -----------------------------------------------Kelompok B O -----------------------. peneliti melakukan pengukuran pada satu kelompok. baik sebelum maupaun sesudah treatment.3 Rancangan Quasi – experimental Rancangan Kelompok – control (Pra Tes dan Pos – Tes) Nonekuivalen (nonequivalent (Pre – test and Post – test)Control – Group Design) Dalam rancangan ini. Kelompok A O ------------X---------. Hanya saja. kelompok eksperimen (A) dan kelompok control (B) diseleksi tanpa prosedur penempatan acak (without random assignment) pada dua kelompok tersebut. Kelompok A O—O—O—O—X—O—O—O—O Rancangan serangkaian waktu yang diputus oleh kelompok control (control – group Interrupted Time – Series Design) 211 .O -----------------------------------------------Kelompok B X2 ---------------------.O Rancangan Serangakain waktu yang diputus oleh satu kelompok (Single – Group Interupted Time-Series Design) Dalam rancangan ini.----------------------------------------------Kelompok A X ---------------------. dalam rancangan ini peneliti melakukan treatment yang sedikit berbeda (dengan rancangan sebelumnya) terhadap kelompok perbandingan non ekuvalen. sama – sama dilakukan pre – test dan post – test. Berikut ilustrasinya : Kelompok A X1 ---------------------.O Contoh 8.O Rancangan Alternatif Pos – tes Treatment dengan kelompok – kelompok Non – Ekuivalen (Alaternative Treatment Post – Test Only with Nonequipalent Groups Design) Rancangan ini menerapkan prosedur yang sama dengan rancangan Static Group Comparison sebelumnya. Hanya kelompok eksperimen (A) saja yang di treatment.

Yang di treatment hanya kelompok eksperimen (A) saja. hanya satu kelompok saja yang di treatment. Para partisipan dikategorisasikan atau ditempatkan secara acak (random assignment) dalam dua kelompok. dua kelompok partisipan (A dan B). yang dipilih tanpa random assignment. yaitu kelompok A. dari dua kelompok tersebut. diobeservasi sepanjang waktu. Kelompok A R -----------O-----------X--------------O ----------------------------------------------------------------Kelompok B R -----------O---------------------------O Rancangan Post – Test pada kelompok control (post – test – only control group design) Rancangan post test ini merupakan salah satu rancangan eksperimen yang paling popular dan diterapkan karena pre-test memberikan efek – efek yang kurang diharapkan. Peneliti menerapkan pre –test dan pos – test pada dua kelompok ini. Meski demikian. Kelompok A R ----------------------X--------------O Kelompok B R --------------------------------------O Rancangan Solomon Empat – Kelompok (Solomon Four – Group Design) Rancangan ini merupakan salah satu bentuk rancangan faktorial 2 X 2 yang menerapkan prosedur random assignment (R) pada para partisipan untuk dikategoriasasi ke dalam empat 212 . dan hanya kelompok eksperimen (A) saja yang di treatment.Rancangan ini merupakan modifikasi dari rancangan single – group sebelumnya. Meski demikian. Kelompok A O—O—O—O—X—O—O—O—O ----------------------------------------------------------------Kelompok B O—O—O—O—O—O—O—O—O Contoh 8.4 Rancangan True Experimental Rancangan Pra – Tes Pos – Tes pada kelompok control (Pre – Test Pos – Test Control Group Design) Rancangan ini merupakan rancangan klasik dan tradisional yang menerapkan prosedur random assignment (R) pada para partisipan untuk ditempatkan ke dalam dua kelompok (A) dan (B). Penelitia sama –sama melakukan post – test pada kedua kelompok tersebut. Dalam rancangan ini.

peneliti harus melakukan post – test untuk semua kelompok tersebut tanpa terkecuali.O Kelompok C R ---------------------------X-----------. dan timming eksperimentasi. dan D).6. ketika peneliti menarik kesimpulan – kesimpulan yang seharusnya berasal dari data sampel. hanya saja. setting – setting lain. ancaman – ancaman ini muncul ketika peneliti melakukan generalisasi 213 . namun ia justru menariknya dari orang – orang lain. Peneliti bisa memberikan pre-test dan treatment secara variatif pada masing – masing kelompok. atau kondisi – kondisi masa lalu. ancaman – ancaman ini biasanya berasal dari karakteristik – karakteristik individu yang dipilih sebagai sampel. Misalnya. Ancaman – ancaman validitas eksternal ini muncul. sebelum pada akhirnya treatment tersebut dihentikan di tahap akhir penelitia. misalnya. Kelompok A R -----------O-----------X-------------. Sebagaimana yang ditunjukkan dalam tabel 8.O Kelompok B R -----------O--------------------------.O Contoh 8.kelompok (A. keunikan – keunikan setting. di treatment. Perilaku dasar ini kemudian dinilai. Target perilaku dari individu tersebut dibangun sepanjang waktu untuk kemudian dicari perilaku utama yang menjadi garis dasar (baseline) untuk diteliti. bahkan masa depan.B. Baseline A Treatment B Baseline A O—O—O—O—O—X—X—X—X—X— O—O—O—O—O—O Ancaman – ancaman terhadap valitidas eksternal juga harus di indentifikasi dan dirancang sedemikian rupa agar ancaman – ancaman tersebut dapat direduksi sedikit mungkin.5 Rancangan Single – Subejct Rancangan Subejk – Tunggal A-B-A (A-B-A Single – Subejct Design) Rancangan ini menerapkan observasi terus menerus pada satu individu utama.O Kelompok D R ----------------------------------------.C.

Tentu saja. Tidak heran jika peneliti mengantisi-pasi para partisipan yang sering kali ke-bingungan untuk mun-dur atau untuk membanding-kan mengetahui outcome atas individu. Regresi Seleksi Mcrtalitas Para partisipan bisa saja mun-dur Peneliti dapat merekrut se-banyak dari peneiitian disebabkan banyak mungkin partisipan peneiitian untuk alasan. komu-nikasi ini bisa saja memengaruhi skor akhir kedua kelompok tersebut.Peneliti dapat memberikan keuntungan imbang-an nelitian bisa saja tidak setara pada dua kelompok ini. Para partisipan dalam kelom-pok Peneliti harus menjaga keter-pisahan kontrol dan eksperimen saling antara dua kelompok ini selarna berkomunikasi satu sama Iain. 214 . penelitian. Tindakan-Tindakan Responsif Peneliti dapatmemintatelonrF pok kontrol dan kelompok eksperimen untuk merasakan peristiwa-peristiwa yang sama. Difusi treatmenta Demoralisasi Keuntungan diadakannya pe. Para partisipan yang memiliki skor Peneliti dapat memilih para partisipan yang tinggi dipilih sebagai objek yang tidak memiliki skor-skor yang tinggi peneiitian. memengaruhi outcome peneiitian. para parti-sipan Peneliti dapat memilih para partisipan bisa saja berubah dan menginjak yang sudah dewasa dengan rating yang dewasa (mature) sehingga dapat sama (seperti. umur yang sama). skor-skor uniuk di-toliti. yang tetap meneruskan. karena mereka lebih cerdas). Para partisipan sering kali dipilih hanya karena mereka memiliki karakteristik-karakteristik yang dianggap dapat memengaruhi hasilhasil tertentu (misalnya. kelompok eksperimen dengan memoerikan jenis treatment yang diberikan terapi.5 Ancaman-ancaman terhadap Validitas Internal Jenis Ancaman Sejarah Deskripsi Ancaman Seiring berjalannya waktu selama peneiitian. bisa merosot menjadi ratarata. ada banyak peristiwa bermunculan yang sering kali memengaruhi outcome yang tidak diharapkan. sewaktuwaktu. guna memperoleh outcome peneiitian.mereka yang mundur dengan mereka individu ini. sedangkan sama pada dua kelom-pok tersebut se/ama kelompok kontrol tidak diberikan penelitian. Peneliti dapat memilih para partisipan secara acak sehingga karakteristikkarakteristik mereka memiliki kemungkinan yang sama untuk didistri-busikan menjadi kelompok-kelompok eksperimen. misalnya dengan karena yang 6\-treatment hanyalah memberikan treatment pada kelompok Kelompok eksperimen saja kontrol setelah penelitian usai atau (misalnya. Tidak heran jika skor-skor yang tinggi ini. Maturasi Selama peneiitian. mereka sangat rnung-kin berubah selama peneiitian. Ironisnya.Tabel 8.

respons tersebut jika ada pengujian selanjutnya.instrumen-instrumen yang berbeda canakan manipulasi atas res-pons. Selain ancaman terhadap kesimpulan statistik. disebabkan kekuatan statisik yang lemah atau pe-langgaran terhadap asumsi-asumsi statistik yang sebenarnya. Langkah-langkah untuk menyiasati isu-isu ini juga disajikan dalam Tabel 8. Berikut ini adalah tips-tips penelitian praktis untuk menjabar-kan isu-isu validitas tersebut dalam proposal penelitian:     Identifikasilah ancaman-ancaman potensial terhadap validitas yang mungkin muncul.apa-apa). Pengujian (testing) . Para partisipan sudah terbiasa Peneliti harus memiliki teng-gang waktu dengan hasil akhir pengujian yang lebih lama dalam menyebarkan sehingga mereka bisa meren.kelompok kontrol. ada pula ancaman terhadap validitas konstruk. memengaruhi skor-skor penelitian.kepada para partisipan. Ancaman ini muncul ketika peneliti menyajikan definisi-definisi dan ukuran-ukuran yang tidak tepat pada variabel-variabel penelitian. atau situasi-situasi lain. Rivalitas imbangan Para partisipan dalam kelompok Peneliti dapat mencari lang-kah-langkah kontrol merasa bahwa mereka strategis guna menciptakan kesetaraan didevaluasi karena di. Kutiplah referensi dari beberapa buku yang membahas mengenai ancaman terhadap 215 .Peneliti dapat menggunakan instrumen test dan post-test tidak jarang yang sama untuk pre-test dan post-test.Instrumen ralisasi melampaui kelompok-kelompok yang dieksperimentasi. yang tidak termasuk objek eksperimentasi. Anda bisa membuat bagian terpisah khusus untuk membahas ancaman ini.6. Jelaskan bagaimana Anda akan menjabarkan ancaman-ancaman ini dalam proposal eksperimen Anda. Perubahan instrumen dalam pre. setting-setting lain. Ancaman-ancaman lain yang juga perlu diperhatikan adalah ancaman-ancaman terhadap validitas kesimpulan statistik yang muncul ketika peneliti menarik kesimpulan yang tidak tepat dari data penelitian. misalnya perbandingkan dengan kelompok dengan cara me-ngurangi ekspektasi eksperimen dan tidak men. seperti kelompok-kelompok sosial atau ras lain.antara dua kelompok ini. Definisikanlah jenis ancaman dan isu-isu apa yang sering dimunculkan oleh ancaman itu. dapatkan treatment sama sekali.

Tempatkan para partisipan secara berpasangan berdasarkan skor-skor dalam ukuran mereka sebagaimana yang telah diidentifikasi pada langkah 1 3. Antara Karena ditetapkan karakteristik. Peneliti me-laksanakan penelitian tambahan pada kelompok-kelom-pok/para partisipan yang memiliki karakteristik yang berbeda.sama dengan yang diper-oiehnya dalam individu pada setting-setting yang setting se-belumnya. Tindakan-Tindakan Responsif Peneliti perlu membatasi tuntutantuntutan atau klaim-klaimnya mengenai karakteristik partisipan yang sering kali membuat peneliti tidak mampu menggeneralisasi hasil penelitian. Sumber : diadaptasi dari Creswell (2008) Jelaskan pendekatan langkah demi langkah dalam prosedur eksperimentasi tersebut. Tempatkan secara acak satu anggota dari setiap pasangan ini dalam kelompok eksperimen dan anggota lain dalam kelompok kontrol 216 . Deskripsi ini akan membantu pembaca untuk memahami rancangan. dan Tuckman (1999). Reichardt dan Mark (1998). Misalnya. Shadish. Creswell (2008).validitas ini. treatment. peneliti sering kali tidak ulang pada waktu-waktu yang akan treatment mampu menggeneralisasi hasil datang untuk mengetahui apakah hasilpenelitian untuk situasi masa lalu hasil yang diperolehnya sama dengan dan masa depan. hasil-hasil pada penelitian terdahulu. peneliti sering kali tidak mampu menggenaralisasi siapa saja yang rhemiliki dan tidak memiliki karakteristik khusus untuk menjadi parti-sipan penelitian. dan jangka waktu yang ditetapkan.6 Ancaman-ancaman terhadap Validitas Eksternal Jenis Ancaman Antara pemilihan dan treatment Deskrlpsi Ancaman Karena sempitnya karakteris-tikkarakteristik yang ditetap-kan dalam memilih para parti-sipan. Buatlah ukuran-ukuran variabel terikat atau variabel yang sangat berkorelasi dengan variabel terikat untuk setiap partisipan penelitian 2. Cook. observasi. Borg dan Gall (1989: 679) meringkas enam langkah yang biasanya digunakan dalam prosedur rancangan pre-test post-test control group dengan menjodohkan para partisipasi dalam kelompok kontrol : 1. peneliti sering kali tak menge-tahui apakah hasil yang mun-cul mampu menggeneralisasi individu. Antara Karena hasil ekspenmentasi terikat.Peneliti perlu melakukan penelitian sejarah dan waktu. Tabel 8. Prosedur Dalam proposal penelitian.Peneliti perlu melakukan penelitian setting dan karakteristik khusus dalam memilih tambahan dalam setting yang baru untuk treatment setting. seperti Cook dan Campbell (1979). & Campbell (2001). peneliti harus mendeskripsikan secara detail prosedurprosedur dalam melakukan eksperimentasi. berbeda.

peneliti menggunakan pengaruh timbal-balik dan efek-efek utama dari ANOVA.) dalam rancangan faktorial (factorial design). tes-tes signifikansi statistik.  Laporkan statistik-statistik deskriptif yang telah diukur dan diobservasi pada pre-test dan post-test sebelumnya.  Untuk rancangan subjek-tunggal (single-subject design). ketika data dalam pre-test dan posttest menunjukan deviasi pemarkaan (marked deviation) dari distribusi normal. Statistik-statistik ini haruslah berupa means (rata-rata).4. Buatlah ukuran-ukuran variabel terikat untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol ini 6. Lakukan treatment eksperimen pada kelompok eksperimen dan berikan treatment alternatif (atau bahkan tanpa treatment) pada kelompok kontrol 5. seperti t test. yang menerapkan informasi kategoris untuk variabel bebasdan informasi berkelanjutan untuk variabel terikat. atau multivariate analysis of variace (MANOVA) – multiple dependent measure). Kadang-kadang. sedangkan untuk unit waktu gunakanlah grafik abscissa( poros horizontal) dan grafik ordinate (poros Vertikal) untuk unit target perilaku dalam observasi treatment. Akan tetapi. Dalam rancangan eksperiman (eksperimental design).3 sebelunya. (sebagaimana jenis tes ini telah ditunjukan dalam tabel 8. 217 . analysis of covariance (ANCOVA). digunakan untuk membandingkan rata-rata beseline dengan tahap-athap treatment . peneliti sebaiknya menggunakan tes statistik nonparameter (parametric statical test) untuk menguji hipotesis penelitian. standard deviation (deviasi standar) dan range (jangkauan).penj). gunakanlah grafik garisgsris untuk beseline.5 sebelumnya. penelitian menerapkan t-test atau univariate analysis of variance (ANOVA). (mengenai ilustrasinya dapat dilihat dalam contoh 8. 1995). lalu masing-masing data ini dihubungkan dengan garis-garis (misalnya.  Jelaskan tes statistik inferensial (inferensial statistic test) yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Setiap data diformulasikan secara terpisah dalam grafik tersebut. lihat Neuman & McCormick. Bandingkan performa kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pada akhir tes (post-tes) dengan menggunakan tes-tes signifikansi statistik Analsis Data Jelaskan kepada pembaca jenis-jenis analisis statistik yang akan anda gunakan selama penelitian.

Pada akhirnya. berdasarkan literatur-literatur yang telah Anda review (Bab 2). setting-setting tertentu. atau logika persuasif lain yang dapat menjelaskan hasil tersebut. Interpretasi Hasil Langkah terakhir dalam penelitian eksperimen adalah mentafsirkan penemuanpenemuan berdasarkan hipotesis atau rumusanmasalah yang sudah dirancang di awal penelitian. Beri-kan alasan mengapa hasil penelitian signifikan atau tidak signifikan. Dalam laporan interpretasi ini. Kalkulasi besaran efek ini bermacammacam. teori-teori yang Anda gunakan (Bab 3). jelaskan apakah hipotesis atau rumusan masalah tersebut disetujui (signifikan) atau ditolak (tidak signifikan). 1989)  Peneliti juga perlu melaporkan hasil-hasil statistik pengujian hipotesis. peneliti menjelaskan tujuan. mengidentifikasi populasi dan sampel.meskipun prosedur-prosedur seperti ini bisa saja melanggar asumsi ukuran-ukuran variabel bebas (Borg&Gall. Interval confidence merupakan perkiraan interval atas nilai statistik yang lebih tinggi dan lebih rendah. seperti kehadiran ancaman-ancaman terhadap validitas. Jelaskan adakah hasil penelitian yang muncul disebabkan prosedur-prosedur eksperimental yang tidak tepat. Anda juga harus menunjukkan dampakdampak dari hasil ini terhadap populasi yang diteliti atau bagi penelitian-peneiitian selanjutnya. yang sesuai data penelitian dan bisa saja mencerminkan rata-rata populasi yang sebenarnya. Jelaskan pula apakah proses treatment yang diimplementasikan benar-benar mendptakan suatu perbedaanbagi para partisipan yang diteliti. Dalam penelitian survei. dan jelaskan pula bagaimana Anda menggeneralisasi hasil tersebut pada orang-orang tertentu. Besaran efek merupakan kekuatan atas hasil kesimpulan tentang perbedaan-perbedaan antarkelompok atau hubungan antarvariabel dalam penelitian kuantitatif. RINGKASAN Bab ini menjelaskan tentang komponen-komponen penting dalam merancang prosedurprosedur metodis penelitian eksperimen dan survei. instrumen-instrumen yang 218 . dan waktu-waktu tertentu. tergantung pada tes statistik yang digunakan. interval confidence dan besaran efek sebagai indikator-indikator utama atas signnifikansi hasil penelitian.

digunakan. di uni-versitas negeri dan perguruan tinggi swasta. Dalam penelitian eksperimen. Enns dan Hacket berhipotesis bahwa para partisipan (klien) feminis lebih reseptif pada penasihat feminis yang radikal ketimbang para partisipan non-feminis. Peneliti kemudian membuat sebuah gambar untuk mengilus-trasikan rancangan ini. dan langkahlangkah yang diambil dalam analisis dan interpretasi data. Penelitian eksperimen juga mencakup jenis-jenis rancangan eksperimen. item-item khusus. hubungan antarvariabel. di pesisir barat. quasi-experimental. atau feminis radikal) X Nilai-nilai (implisitatau eksplisit) X Identifikasi Feminisme Partisipan (feminis atau 219 . dan single-subject. tulisan Enns dan Hackett ini setidaknya sudah berisi elemen-elemen penting bagai-mana menulis bagian metode penelitian eksperimen yang baik.6 Bagian Metodologi Penelitian Eksperimen Berikut ini. (Disini. peneliti mengidentifikasi partisipan. Penelitian Enns dan Hackett ini mengangkat isu umum tentang kesesuaian minat antara klien dan penasihatnya sepanjang menyangkut dimensi-dimensi dikap femi-nisme. rumusan masalah. variabel-variabel — kondisi-kondisi treatment dan variabel-variabel outcome— dan instrumen-instrumen yang digunakan untuk pre-test dan post-test. dan materi-materi yang akan dimanfaatkan selama treatment. dan komunikasi. feminis liberal. dan bahwa para partisipan nonfeminis lebih reseptif pada penasihat feminis yang liberal dan non-seksis ketimbang para partisipan feminis. sesuai notasi yang tepat. peneliti mendeskripsikan para partisipan penelitiannya). psikologi. Tulisan ini mengilus-trasikan beberapa komponen penting dalam penelitian eksperimen seperti yang sudah dijelaskan sejak awal. Kecuali pembahasan yang begitu terbatas mengenai analisis dan iriterpretasi data. salah satu contoh tulisan dari penelitian quasi-experimental yang dilakukan Enns dan Hackett (1990). seperti pre-experimental. true experiment. Setelah itu. Metode Penelitian Partisipan Partisipan dalam penelitian ini adalah 150 mahasiswi kelas dasar dan kelas atas dalam bidang sosiologi. Rancangan dan Manipulasi Eksperimental Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial (factorial design) 3 X 2X2: Kecenderungan Penasihat (humanis-nonseksis. penelitiContoh 8.

dan feminis radikal) tergambar dari hasil deskripsi singkat atas rekaman videotape selama 10 menit antara seorang penasihat wanita dan seorang klien wanita. sudah kami tangani dengan prosedurpairwise deletion. (Disini. Berryman Fink dan Verderber melaporkart reliabilitas konsistensi internal . Karena itulah. (Di sini. kami memperolehnya dengan cara menggabungkan tiga sifat konseling tadi dengan deskripsi singkat atas rekaman videotape selama 2 menit tentang seorang penasihat yang tengah menjelaskan pendekatan konselingnya kepada seorang klien. Kami telah mengundang para partisipan. peneliti mendeskripsikan tiga ^variabel yang di-treatment dan dimanipulasi dalam penelitiannya). nilai penasihat bersifat implisit. Prosedur Semua tahap eksperimentasi dilakukan secara individual. kami mengidentifikasi nilainilai tersebut berdasarkan dua orientasi filospfis feminisme. liberal. dan kami telah mengatur ATF.. Untuk rhengecek persepsi partisipan terhadap manipulasi eksperimeritai dan untuk menilai kesamaan persepsi mereka terhadap tiga penasihat. Sementara ATF dikumpulkan dan dinilai. dan radikal) dan implikasi-implikasi konselingnya. kami meminta setiap partisipan untuk mengisi formulir data demografis dan 220 . menjelaskan tujuan penelitian kami untuk mengetahui respons mereka mengenai konseling.nonfeminis).. peneliti menjelaskan instrumen-instrumeh dan reliabilitas skala-skala untuk variabel terikat). peneliti menjabarkan keseluruhan rancangan penelitian). feminis liberal. dua subskala dari Attributions of the Term Feminist Sca/e-nya Berryman-Fink dan Verderber (1935) karni modifikasi dan kami gunakan sebagai instrumen penelitfan.. Nilai-nilai implisit kami peroleh dari hasil wawancara pada sampel (klien) saja.. tidak pada penasihatnya secara langsung. Pernyataanpernyataan klien dan hasil wawancara dengan mereka pada umumnya bersifat konstan (tidak berubah-ubah). Tiga sifat konseling kami tetapkan berdasarkan tiga perbedaan filosofis feminisme (humanjsnonseksis. Untuk nilai-nilai eksplisit. Tiga sifat konseling (humanis-nonseksis. Setelah itu. (D/ sini. Sedangkan respons-respons penasihat justru berbeda-beda sesuai pendekatan yang mereka gunakan. yaitu liberal dan radikal..89 untuk versi asli dari dua subskala ini. Instrumen Cek manipulasi. Untuk data penelitian yang kemungkinan tidak mengenai sasaran dalam itemitem tertentu.86 dan .. yaitu Counselor Description Quesiidnnaire (CDQ) dan Personal Description Questionnaire (PDQ).

Setelah m. Pada tahap akhir. dan radikal) untiik memastikan hasii cell size yang setara. 35-36). setelah itu baru mereka mulai diwawancarai (him. 221 . Buatlah desain penelitian berdasarkan prosedur-pro-sedur penelitian eksperimen. jika ada) yang berhubungan dengan penelitian eksperi-men. LATIHAN MENULIS Setelah usai. liberal.1 untuk mengetahui apakah semua komponen sudah disertakan secara jelas dalam desain yang Anda buat. Latihan Menulis 1. Untuk nilai rata-rata. dan interpretasi hasil. © 1990 oleh American Psychological Association. (D/ sini. amati kembali checklist dalam Tabel 8. Sumber : Erns dan Hackett (1990). analisis statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis atau rumusan masalah.membaca serangkaian petunjuk untuk menggunakan videotape. Buatlah desain penelitian berdasarkan prosedur-prosedur penelitian survei. yang akhirnya menghasilkan 12 atau 13 per cell. dan sisany'a yang lain ditempatkan secara acak {randomly assigned) ke dalam'tiga' kelorhpok orientasi feminis (humanis-nonseksis. Separuh partisipan pertama ditempatkan secara acak (randomly assigned) ke dalam 12 videotape (3 Pendekatan X 2 Nilai X 2 Penasihat).endehgsirkan videotape yang bernubungan dengan pe-nempatan/periugasah eksperimentalnya {experimental assignment). amati kembali Tabel 8. Setelah ucai. para partisipan kernudian diminta untuk menyelesaikan instrumen variabel terikat (dependent measure).4 untuk mengetahui apakah semua komponen sudah disertakan secara jelas. Nilai rata-rata untuk separuh partisipan pertama kemudian digunakan untuk mengategorisasi separuh kelompok kedua ke dalam feminis dan nonfeminis. kami memperolehnya dari ATF. kami memeriksa nilai rata-rata sampel final dan menga-tegorisasi kembali beberapa partisipan dengan pecahan rata-rata. 2. Dikutip atas izin penulis memberikan komentar-komentarnya tentang ancaman-ancaman potensial pada validitas internal dan eksternal (dan validitas statistik dan konstruk. peneliti mende'skripsikan pro-sedur-prosedur yang diterapkan dalam penelitian eksparimen).

Fink mem-bahas aspek-aspek penelitian survei. Dia juga menyajikan gagasan yang amat penting terkait dengan bagai-mana mengatur kuesioner dan memproses hasil akhir.C. The Survey Kit. D. Edisi kedua. Survey Research Methods." dalam N. CA: Wadsworth. CA: Sage. L. logika sampling. Selain itu. yang meliputi antara lain: bagai-mana mengajukan pertanyaan. Campbell dan Stanley merancang sistem notasi untuk penelitian eksperimen yang hingga saat ini masih digunakan. quasi experimental. dan contoh-contoh untuk masingmasing rancangan.BACAAN TAMBAHAN Babbie. Ringkasan detail buku-buku tersebut disajikan dalam volume pertama. Belmont. E. Bab ini cocok bagi mahasiswa yang baru belajar penelitian eksperimen. true experiment. Earl Babbie membahas secara detail aspek-aspek penelitian survei. F. Edisi ketiga. disertakan pula pembahasan tentang analisis data dengan fokus pada bagaimana membuat dan memahami tabel-tabel dan menulis laporan survei. (Edisi kedua. 1-76) Salah satu bab dalam Handbook ini membahas penelitian ekspe-rimen. Buku ini sangat detail. "Experimental and Quasi-Experimental Designs for Research. Pembahasan dalam buku ini pada umumnya cocok untuk para peneliti survei pemula. Bab ini menyajikan ringkasan yang menarik tentang jenis-jenis rancangan eksperimen. Dalam pendahuluan volume tersebut. bagaimana melibatkan diri dalam wawancaran telepon. Chicago: Rand-McNally. dan prosedur-prosedur statis-tik. (2002). Thousand Oaks. Campbell. Fowler. membuatnya lebih menarik untuk dipelajari. informatif. & Stanley. 222 . Handbook of Research on Teaching. Survey Research Methods. bagaimana melaksanakan survei.T. bagaimana melakukan sampling.). (2002). Gage (Ed. (1990). A. Fink. Dia menyajikan jenis-jenis rancangan penelitian survei. Dia membahas konseptualisasi instrumen survei dan skala-skalanya. dan rancangan correlational dan ex post facto. (him. J. "The Survey Kit" disusun daribeberapa buku dan dieditori oleh Arlene Fink. Apalagi di dalamnya juga disajikan banyak contoh dan ilustrasi yang bagus. ancaman-ancaman terhadap validitas. Thousand Oaks. Mereka juga mengajukan jenis-jenis rancangan eksperimen. CA: Sage. dimulai dari faktorfaktor yang membahayakan validitas internal dan eksternal.J. sangat cocok bagi mahasiswa yang sudah berada di level intermediate atau advance dalam mempelajari penelitian survei. jenis-jenis rancangan preexnerimental. dan teknis. dan bagaimana mengukur validitas dan relia-bilitas. (1963).

buku ini cocok dibaca oleh mahasiswa dalam bidang statistik di level intermediate hingga advance. Single-Subject Experimental Research: Applications for Literacy. mengilustrasikan bagaimana menampilkan data dengan grafik garis-garis. M. Keppel. Upsey. misalnya. Mark Iipsey menulis sebuah buku yang membahas rancangan-rancangan eksperimental dan kekuatan statistik dari rancangan-rancangan tersebut. Secara kese-luruhan. yang ingin memahami rancangan dan anaiisis statistik eksperimentasi. Design and Analysis: A Researcher's Handbook. (1991).Floyd Fowler menyajikan tulisan menarik tentang keputusan-keputusan yang harus diambil dalam melaksanakan proyek penelitian survei. Dia menjelaskan tentang bagaimana menerapkan prosedur sampling alternatif. Meskipun aplikasi dari rancangan single-subject yang dijeiaskan dalam buku ini secara khusus diorientasikan untuk bidang kesusastraan. G. Edisi ketiga. mengumpulkan data. Newbury Park. (Ed. Salah satu bab. mengurangi rating nonrespons. Anda sebenarnya juga bisa menerapkan rancangan ini untuk bidang ilmu sosial-humaniora. Bab pendahuluan dalam Handbook ini menyajikan ringkasan yang begitu informatif rnengenai komponen-komponen dalam rancangan eksperimen. mereka juga menyajikan prosedur-prosedur statistik yang bisa diterapkan dalam analisis data single-subject. Geoffrey Keppel menjelaskan penelitian eksperimen secara detail dan menyeluruh. Design Sensitivity: Statistical Power for Experimental Research. (1990). seperti reversal design dan Tiniltipe-baseline design. DE: International Reading Association.B. NJ: Prentice-Hall.). & McCormick. Selain itu. dan menghadapi masalah-masalah etis dalam penelitian survei. S. Susan Neuman dan Sandra McCormick mengeditori sebuah buku panduan praktis yang membahas ten tang rancangan penelitian single-subject. mulai dari prinsip-prinsip rancangan eksperimen hingga anaiisis statistik terhadap data-data eksperimen. Newark. Buku ini mengeksplorasi kekuatan statistik dan menyertakan sebuah tabel untuk membantu para peneliti menentukanbesaran (size) yang sesuai untuk kelompok-kelompok yang diteliti. Mereka juga menyajikan banyak contoh jenis-jenis rancangan yang lain.W. (1995). S. Premis dasarnya adalah: bahwa sebuah eksperi-mentasi perlu memiliki sensitivitas yang memadai untuk mendeteksi pengaruh-peng£ruh dari objek yang diteliti.. 223 . Englewood Cliffs. CA: Sage. mempersiapkan anaiisis. menerapkan teknik-teknik wawancara yang menarik. merancang pertanyaan yang baik. Neuman.

Bab Sembilan

Prosedur-prosedur Kualitatif
Prosedur-prosedur kualitatif memiliki pendekatan yang lebih beragam dalam peneiitian akademik ketimbang metode-metode kuantitatif. Penelitian kualitatif juga memiliki asumsi asumsi filosofis, strategi-strategi penelitian, dan metode-metode pengumpulan, analisis, dan interpretasi data yang beragam. Meskipun prosesnya sama, prosedur-prosedur kualitatif tetap mengandalkan data berupa teks dan gambar, memiliki langkah-langkah unik dalam analisis datanya, dan bersumber dari strategi-strategi peneiitian yang berbeda-beda. Pada dasarnya, strategi-strategi penelitian yang dipilih dalam proyek kualitatif sangat berpengaruh terhadap prosedur-prosedurnya yang, meski seragam, tetap menunjukkan pola yang berbeda-beda. Melihat landskap prosedur-prosedur kualitatif berarti melihat perspektifperspektif yang beragam, mulai dari perspektif keadilan sosial (Denzin & Lincoln, 2005), perspektif ideologis (Lather, 1991), perspektif filosofis (Schwandt, 2000), hingga petunjukpetunjuk prosedur sistematis (Creswell, 007; Corbin & Strauss, 2007). Semua perspektif ini bersaing untuk menjadi landasan utama dalam penelitian kualitatif. Bab ini berusaha mengombinasikan perspektif-perspektif tersebut, menyajikan prosedurprosedur urnum, dan menampilkan contoh-contoh dari beragam strategi kualitatif. Bab ini juga akan menyajikan gagasan-gagasan dari beberapa pakaryang menulis tenta.ng rancangan proposal kualitatif (misalnya, lihat Berg, 2001; Marshall &. Rossman, 2006; Maxwell, 2005; Rossman & Rallis, 1998). Topik-topik yang termasukke dalam bagian prosedur kualitatif antara lain: karakteristik-karakteristik penelitian kualitatif, strategi peneiitian, peran peneliti, langkah-langkah dalam pengumpulan dan analisis data, strategi-strategi validasi, akurasi penemuan, dan struktur naratif. Tabel 9.1 menunjukkan checklist pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana merancang prosedur-prosedur kualitatif ini.

KARAKTERISTIK-KARAKTERISTIK PENEUTIAN KUALITATIF Bertahun-tahun lamanya, para penulis proposal terus berusaha membahas karakteristikkarakteristik penelitian kualitatif untuk me-mastikan legitimasi dari pihak fakultas dan pembacanya. Saat ini, pembahasan-pembahasan semacam itu sudah jarang dijumpai dalam literatur. Bahkan, sekarang ada beberapa konsensus yang telah meng-atur ketentuan-

224

ketentuan dalam penelitian kualitatif. Untuk itulah, saran saya bagi para penulis proposal yang ingin merancang bagian karakteristik penelitian ini antara lain:  Amatilah apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh para pembaca proposal Anda. Identifikasilah apakah pembaca Anda sudah banyak mengetahui karakteristikkarakteristik penelitian kualitatif sehingga bagian ini tidak begitu pen ting bagi mereka.  Jika Anda ragu-ragu atas pengetahuan mereka, jelaskan karakteristik-karakteristik dasar penelitian kualitatif dalam proposal Anda dan jika rnemungkinkan, bahaslah sebuah artikel jurnal (atau studi) kualitatif baru-baru ini sebagai contoh untuk mengilustrasikan karakteristik-karakteristik tersebut.  Sejumlah karakteristik penelitian kualitatif bisa saja digunakan (seperti, Bogdan & Biklen, 1992; Eisner, 1991; Hatch, 2002; LeCompte & Schensul, 1999; Marshall & Rossman, 2006), tetapi saya lebih mengandalkan pada analisis gabungan dari beberapa penulis ini yang sudah saya sertakan secara menyeluruh dalam buku saya tentang penelitian kualitatif (Creswell, 2007). Saya tidak hanya menyertakan perspektifperspektif tradisional saja, tetapi juga perspektif-perspektif baru dalam penelitian kualitatif, seperti advokasi, partisipatoris, dan refleksi-diri. Berikut ini adalah beberapa karakteristik penelitian kualitatif yang disajikan tidak dalam urutan prioritas tertentu.

Tabel 9.1 Checklist pertanyaan-pertanyaan untuk merancang prosedur kualitatif --------Apakah karakteristik-karakteristik dasar penelitian kualitatif sudah di-jelaskan? jenis strategi kualitatif yang akan dan digunakan penerapan juga dari sudah strategi

---------- Apakah -

dijelaskan?

Apakah

sejarah,

definisi,

tersebut sudah dijelaskarvpula? _____ --------- Apakah pembaca dapat memahami peran peneliti dalam peneiitian tersebut (pengalaman historis, sosial, dan kultural sebelumnya, hubungan personal dengan lokasi dan partisipan, langkah-langkah dalam memperoleh entri, dan masalahmasaiah etis)? ---------- Apakah strategi sampling dalam memilih lokasi dan partisipan penelitian sudah -------diidentifikasi? Apakah jenis strategi pengumpulan data dan rasionalisasi pengguna-annya juga
225

sudah dijabarkan? ---------- Apakah langkah-langkah perekaman/pencatatan informasi selama prosedur pengumpulan .data sudah dijelaskan? ---------- Apakah langkah-langkah analisis data juga sudah dijabarkan? --------Apakah ada bukti/petunjuk bahwa peneliti telah mengatur data untuk dianalisis?

---------- Apakah peneliti telah merew'ewdata secara umum untuk memperoleh makna informasi? ---------- Apakah data sudah di-cocffng? ---------- Apakah kode-kode sudah dirancang untuk membentuk deskripsi atau mengidentifikasi tema-tema utama? ---------- Apakah tema-tema tersebut sating terkait satu sama lain, memperkuat analisis dan abstraksi? ---------- Apakah cara-cara penyajian data sudah dijelaskan —misalnya dalam bentuk tabel, grafik, atau gambar? --------Apakah dasar-dasar dalam menginterpretasi data sudah dijelaskan secara rinci (pengalaman-pengalaman personal, literatur, pertanyaan-pertanyaan, agenda aksi)? ---------- Apakah peneliti sudah menyebutkan outcome penelitian (misalnya, untuk mengembangkan/msnciptakan suatu teori, menyajikan gambar-an kompleks tentang tema)? ---------- Apakah ada strategi-strategi lain yang dikutip untuk menvalidasi hasil atau penemuan penelitian?  Lingkungan alamiah (natural setting); para peneliti kualitatif cenderung mengumpulkan data lapangan di lokasi di mana para partisipan mengalami isu atau masalah yang akan diteliti. Peneliti kualitatif tidak membawa individu-individu ini kedalm laboratoratorium (atau dalam situasi yang telah di-setting sebelumnya); tidak pula membagikan instrumen-instrumen kepada mereka. Informasi yang dikumpulkn dengan berbicara langsung kepada orang-orang dan melihat mereka bertingkah laku dalam konteks natural inilah yang menjadi karakteristik utama peneliti kualitatif.

226

Dalam setting yang alamiah, para peneliti kualitatif melakukan interaksi face-to-face sepanjang penelitian.  Penneliti sebagai instrumen kunci (researcher as key instrument); para peneliti kualitatif mengumpulkan sendiri data melalui dokumentasi, observasi perilaku, atau wawancara dengan para partisipan. Mereka bisa saja mengumpulkan protokol-sejenis instrumen untuk mengumpulkan data-tetapi diri merekalah yang sebenarnya menjadi satu-satunya instrumen dalam mengumpulkan informasi. Mareka, pada umumnya, tidak menggunakan kuesioner atau instrumen yang di buat oleh peneliti lain.  Beragam sumber data (multiple sources of data); para peneliti kualitatif biasanya memilih mengumpulkan data dari beragam sumber, seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi, ketimbang hanya bertumpu pada satu sumber data saja. Kemudian, peneliti mereview semua data tersebut, memberikannya makna, dan mengolahnya ke dalam kategori-kategori atau tema-tema yang melintasi semua sumber data.  Analisis data induktif (inductive data analysis); para peneliti kualitatif membangun pola-pola, kategori-kategori, dan tema-temanya dari bawah ke atas (induktif), dengan mengolah data ke dalam unit-unit informasi yang lebih abstrak. Proses induktif ini mengilustrasikan usaha peneliti dalam mengolah secara berulang-ulang membangun serangkaian tema yang utuh. Proses ini juga melibatkan peneliti untuk bekerjasama dengan para partisipan secara interaktif sehingga partisipan memiliki kesempatan untuk membentuk sendiri tema-tema dan abstraksi-abstraksi yang muncul dari proses ini.  Makna dari para partisipan (paticipants’ meaning); dalam keseluruhan proses penelitian kualitatif, peneliti terus fokus pada usaha mempelajari makna yang disampaikan para partisipan tentang masalah atau isu penelitian, bukan makna yang disampaikan oleh peneliti atau penulis lain dalam literatur-literatur tertentu.  Rancangan yang berkembang (emergent design); bagi para peneliti kualitatif, proses penelitian selalu berkembang dinamis. Hal ini berarti bahwa rencana awal penelitian tidak bisa secara ketat dipatuhi. Semua tahap dalam proses ini bisa saja berubah setelah peneliti masuk kelapangan dan mulai mengumpulkan data. Misalnya, pertanyaan-pertanyaan bisa saja berubah, strategi pengumpulan data juga bisa berganti, dan individu-individu yang diteliti serta lokasi-lokasi yang dikunjungi juga bisa berubah sewaktu-waktu. Gagasan utama di balik penelitian kualitatif sebenarnya adalah mengkaji masalah atau isu dari para partisipan dan melakukan penelitian untuk memperoleh informasi mengenai masalah tersebut.
227

 Perspektif teoritis (theoretical lens); para peneliti kualitatif sering kali menggunakan perspektif tertentu dalam penelitian mereka, seperti konsep kebudayaan, etnografi, perbedaan-perbadaan gender, ras, atau kelas yang muncul dari orientasi-orientasi teoritis, seperti yang telah dijelaskan pada Bab 3. Terkadang pula penelitian dapat diawali dengan mengidentifikasi terlebih dahulu konteks sosial, politis, atau historis dari masalah yang akan diteliti.  Bersifat penafsiran (interpretive); penelitian kualitatif merupakan salah satu bentuk penelitian interpretif di mana di dalamnya para peneliti kualitatif membuat suatu interpretasi atas apa yang mereka lihat, dengar, dan pahami. Interpretasi-interpretasi mereka bisa saja berbeda dengan latar belakang, sejarah, konteks, dan pemahamanpamahaman mereka sebelumnya. Setelah laporan penelitian diterbitkan, barulah para pembaca dan para partisipan yang melakukan interpretasi, yang seringkali berbeda dengan interpretasi peneliti. Karena pembaca, partisipan, dan peneliti sama-sama terlibat dalam proses interpretif ini, tampaklah bahwa penelitian kualitaif memang menawarkan pandangan-pandangan yang beragam atas suatu masalah.  Pandangan menyeluruh (holistic account); para penelitia kualitatif berusaha mambuat gambaran kompleks dari suatu masalah atau isu yang diteliti. Hal ini melibatkan usaha pelaporan perspektif-perspektif, pengidentifkasian faktor-faktor yang terkait dengan situasi tertentu, dan secara umum usaha pensketsaan atas gambaran besar yang muncul. Untuk itulah, para peneliti kualitatif diharapkan dapat membuat suatu model visual dari berbagai aspek mengenai proses atau fenomena utama yang diteliti. Model inilah yang akan membantu mereka membangun gambaran holistik (lihat, misalnya, Creswell & Brown, 1992) STRATEGI-STRATEGI PENELITIAN Selain karakteristik-karakteristik utama diatas, penelitian kualitatif juga memiliki strategi-strategi penelitian yang spesifik. Strategi-strategi ini utamnya terkait dengan pengumpulan data, analisis data, dan laporan penelitian, tetapi tetap berasal dari berbagai disiplin dan teru berkembang dinamis sepsnjang proses penelitian (seperti, jenis-jenis problem, masalah-masalah etis, dan sebagainya) (Creswell, 2007b). Ada banyak strategi kualitatif yang sudah dibahas, seperti 28 pendekatan yang pernah diidentifikasi oleh Tesch (1990), 19 jenis dalam konsep pohon-nya Wolcott (2001), dan 5 pendekatan kualitatif oleh Creswell (2007).

228

Seperti yang telah dijelaskan dalam Bab 1, saya merekomendasikan agar para peneliti kualitatif memilih antara beberapa kemungkinan, seperti naratif, fenomenologi, etnografi, studi kasus, dan grounded theory. Saya memilih lima strategi ini karena kelimanya cukup populer dalam ilmu kesehatan dan sosial saat ini. Strategi-strategi lain juga ada dan sudah byank dibahas secara meyakinkan dalam buku-buku kulaitatif, seperti penelitian tindakan partisipatoris (Kemmis & Wilkinson, 1998) atau analisis wacana (Cheek, 2004). Khusus untuk lima pendekatan tadi, para peneliti dapat mengkaji individu-individu (dengan naratif atau fenomenologi); mengeksplorasi proses, aktivitas, dan peristiwa-peristiwa (dengan studi kasus atau grounded theory); atau mempelajari perilaku culture-sharing dari individuindividu atau kelompok-kelompok tertentu (dengan etnografi). Dalam menulis prosedur penelitian untuk proposal kualitatif, pertimbangkan tipstips penelitan berikut ini:   Jelaskan pendekatan spesifik yang akan anda gunakan. Sajikan sejumlah informasi historis mengenai strategi penelitan yang akan Anda terapkan, seperti asal mulanya, penerapannya, dan definis ringkasnya (lihat Bab 1 tentang lima strategi penelitian kualitatif).   Jelaskam mengapa strategi tersebut dianggap sesuai untuk anda gunakan dalam penelitian Anda. Jabarkan pula bagaimana penggunaan strategi tersebut dapat menentukan jenis-jenis pertanyaan yang diajukan (lihat Morsee, 1994, untuk pertanyaan yang berhubungan dengan strategi penelitian), cara-cara pengumpulan data, langkah-langkah analisis data, dan narasi/laporan akhir. PERAN PENELITI Sebagaiman yang telah dijelaskan sebelumnya, penelitian kualitatif merupakan penelitian interpretif, yang didalamnya peneliti terlibat dalam pengalaman yang berkelanjutan dan terus-menerus dengan para partisipan. Keterlibatan inilah yang nantinya memunculkan serangkaian isu-isu strategi, etis, dan personal dalam proses penelitian kualitatif (Locke et at.,2007). Dengan keterlibatannya dalam concern seperti ini, peneliti kualitatif berperan untuk mengidentifikasi bisa-bisa, nilai-nilai, dan latar belakang pribadinya secara refleksif, seperti gender, sejarah, kebudayaan, dan status sosial ekonominya, yang bisa saja turut membentuk interpretasi mereka selama penelitian. Selain itu, para peneliti kualitatif juga berperan memperoleh entri dalam lokasi penelitan dan masalah-masalah etis yang bisa muncul tiba-tiba.
229

jelaskan bagaimana Anda akan 230 . Meskipun pengumpulan data bisa berlangsung nyaman dan mudah. dan berilah keterangan mengenai lokasi penelitian. Nyatakanlah pengalaman-pengalaman Anda sebelumnya yang kira-kira dapat mencerminkan data mengenai latar belakang yang komprehensif sehingga pembaca bisa lebih memahami topik.  Jelaskan langkah-langkah yang diambil untuk memperoleh izin dalam meneliti para partisipan dan lokasi penelitian (Marshall & Rossmas. Apakah penelitian ini kan mengganggu lingkungan sekitar? 4. sajikan Surat Persetujuan atau Surat Izin dari IRB dan jelaskan proses-proses memperoleh izin tersebut. setting. atau para partisipan serta interpretasi Anda atas fenomena tertentu. Bagaimana melaporkan hasil penelitian? 5. Proposal ringkas perlu dibuat untuk diserahkan sebagai pertimbangan kepada phak security tersebut. Dalam lampiram. Peneliti perlu memiliki akses untuk meneliti dan mengarsipkan lokasi penelitian dengan cara berusaha mendapatkan izin dari pihak security atau individu-individu tertentu yang memiliki akses pada lokasi tersebut dan memberikan izin penelitian. Mengapa lokasi tersebut dipilih sebagai lokasi penelitian? 2.  Jelaskan hubungan antara Anda (sebagai peneliti) dan partisipan. atau setting kerja peneliti. Untuk masalah-masalah etis ini. 2006). Jika penelitian backyard akan digunakan . 2001). Tugas ini sering kali mengharuskan peneliti terlibat dalam kompromi-kompromi tertentu untuk mengungkap informasi dan memunculkan isu-isu kekuasaan. masalah-masalah pelaporan data yang sering kali mengandung bias. mitra-mitra. cobalah menerapkan beberapa strategi validasi (akan dijelaskan kemudian) untuk membuat pembaca merasa yakin akan akurasi hasil penelitan.  Jelaskan langkah-langkah yang Anda lalui dalam memperoleh izin dari Dewan Pertimbangan Institusional /Institutional Review Board (IRB) (lihat Bab 4) untuk memproteksi hak-hak para partisipan. Kegiatan-kegiatan apa yang akan dilakukan di lokasi tersebut selama penelitan? 3. 1992) melibatkan usaha identifikasi atas strategi pengolahan. Penelitian ―Backyard‖ (Glesne & Peshkin. atau penuh dengan kompromi-kompromi juga tidak bisa diremehkan begitu saja. Bogdan dan Biklen (1992) menjelaskan beberapa hal yang dapat dibahas dalam proposal untuk keperluan izin ini: 1. tidak utuh. Apa yang dapat diperoleh pehiak security dari penelitian ini?  Berikan penjelasan mengenai masalah-masalah etis yang mungkin muncul (lihat Bab 3) (Berg.

dengan mengajukan sejumlah pertanyaan yang memang diketahui oleh peneliti) – aktivitas-aktivitas dalam lokasi penelitian. Observasi kualitatif merupakan observasi yang di dalamnya peneliti langsung turun ke lapangan untuk mengamati perilaku dan aktivitas individu-individu di lokasi penelitian. Peneliti-dalam kebanyakan penelitian kualitatif-mengumpulkan beragam jenis data dan memanfaatkan waktu seefektif mungkin untuk mengumpulkan informasi dilokasi penelitian. aktor (siapa yang akan diobservasi atau diwawancarai). seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 9.  Jelaskan jenis-jenis data yang akan dikumpulkan. penting merahasiakan nama-nama orang.mengantisipasinya. mengumpulkan informasi melalui observasi dan wawancara. Pembahasan mengenai para partisipan dan lokasi penelitian dapat mencakup empat aspek (Miles dan Huberman. yaitu: setting (lokasi penelitian). Langkah-langkah pengumpulan data meliputi usaha membatasi penelitian. ketika sedang meneliti topik yang sensitif. Prosedur-prosedur pengumpulan data dalam penelitian kualitatif melibatkan empat jenis strategi. proses merahasiakan informasi juga perlu dibahas dalam proposal penelitian. 231 . serta usaha merancang protokol untuk merekam/mencatat informasi. tidak terlalu dibutuhkan random sampling atau pemilihan secara acak terhadap para partisipan dan lokasi penelitian. baik yang tersetruktur maupun tidak. PROSEDUR-PROSEDUR PENGUMPULAN DATA Penjelasan tentang peranan peneliti akan turut menentukan penjelasan tentang masalah-masalah yang mungkin muncul dalam proses pengumpulan data. Gagasan di balik penelitian kualitatif adalah memilih dengan sengaja dan penuh perencanaan para partisipan dan lokasi (dokumen-dokumen atau materi visual) penelitian yang dapat membantu peneliti mamahami masalah yang diteliti. atau aktifitas-aktifitas tertentu. Misalnya. 1994). lokasi. Para peneliti kulitatif juga dapat terlibat dalam peran-peran yang beragam. mulai dari sebagai nonpartisipan hingga partisipan utuh. 1. Dalam penelitian kualitatif. peneliti merekam/mencatat-baik dengan cara terstruktur maupun semistruktur (misalnya. Dalam hal ini.2. Dalam pengamatan ini. dan proses (sifat peristiwa yang dirahasiakan oleh aktor dalam setting penelitian). dokumentasi. materi-materi visual.  Identifikasi lokasi-lokasi atau individu-individu yang sengaja dipilih dalam proposal penenlitian. yang biasa dijumpai dalam penelitan kuantitatif.

Opsi pertama penting ketika peneliti tidak bisa mengobservasi secara langsung semua partisiapan. ganjil. Peneliti sangat mungkin tidak dapat melaporkan hasil observai yang bersifat frivat. Kelebihan-Kelebihan. Sejumlah partisipan tertentu (seperti.        Wawancara     Informasi yang diperoleh bisa saja tidak murni karena masih disaring kembali oleh peneliti. wawancarai mereka dengan telepon. peneliti dapat melakukan face-to-face interview ( wawancara berhadap-hadapan) dengan partisipan. atau aneh bisa di deteksi selama observasi.2 Jenis-Jenis. Opsi-Opsi. atau terlibat dalam focus group interview (interview dalam kelompok tertentu) yang terdiri dari enam sampai delapan partisipan per kelompok. Peneliti tidak dianggap memiliki skill observasi yang baik. Partisipan sebagai observer –peran observasi sekunder diserahkan kepada partisipan. Dalam wawancara kualitatif. Jenis-Jenis  Kelebihan-Kelebihan  Para partisipan bisa lebih leluasa memberikan 232 Kelemahan-Kelemahan  Wawancara hanya akan memberikan informasi di tempat . Berhadap-hadapan – peneliti melakukan wawancara perorangan. Peneliti utuh – peneliti mengobservasitanpa bantuan partisipan. Wawancarawawancara seperti ini tentu saja memerlukan pertanyaan-pertanyaan yang secara umum tidak tersetruktur (unstructured) dan bersifat terbuka (openended) yang dirancang untuk memunculkan pandangan dan opini dari para partisipan. Peneliti dapat melakukan perekaman ketika ada informasi yang muncul.   KelemahanKelemahan Peneliti bisa saja tampak sebagai pengganggu. Aspek-aspek yang tidak biasa. Opsi terkhir penting jika peneliti tengah mengeksplorasi topik-topik yang mungkin kurang menyenangkan bagi para partisipan untuk dibahas. siswa) sering kali hanya mendatangkan masalah selama proses penelitian. Telepon –peneliti mewawancarai partisipan lewat telepon Opsi-Opsi Focus group – peneliti pewawancarai   Kelebihan-Kelebihan Peenliti mendapatkan pengalaman langsung dari partisipan.2. Tabel 9. Peneliti sebagai partisipan – peneliti menampakkan perannya sebagai observer. dan Kelemahan-Kelemahan Pengumpulan Data Kualitatif Jenis-Jenis Observasi  Opsi-Opsi Partisipasi utuh – peneliti menyembunyikan perannya sebagai Observer.

partisiapan dalam sebuat kelompok Wawancara internet dengan email atau perangkat online lain.

Doumentasi  

Dokumen publik, seperti makalah, atau koran. Dokumen privat, seperti diary, buku harian, atau surat.

Jenis-Jenis

Opsi-Opsi 

AudioVisual

  

Foto Vediotape Objek-objek seni

yang sudah ditentukan, dan bukan di tempat alamiah.  Kehadiran peneliti bisa saja melahirkan respons-respons yang bias.  Tidak semua orang punya kemampuan artikulasi dan persepsi yang setara. Memungkinkan  Tidak semua orang peneliti memperoleh memiliki bahasa dan kata-kata kemampuan tekstual dari artikulasi dan partisipan. persepsi yang setara. Dapat diakses kapan saja –sumber  Dokumen ini bisa informasi yang tidak saja diproteksi dan terlalu menonjol. tidak memberikan akses privat mapun Menyajikan data publik. yang berbobot. Data ini biasanya sudah  Mengharuskan ditulis secara peneliti menggali mendalam oleh informasi dari partisipan tempat-tempat yang mungkin saja sulit ditemukan. Kelebihan-Kelebihan Kelemahan-Kelemahan Sebagai bukti tertulis,  Dokumen yang data ini benar-benar terkomputerisasi dapat menghemat masih waktu peneliti dalam mengharuskan mentranskip. peneliti untuk mentranskip secara online atau menscanning-nya terlebih dahulu.  Materi-materinya sangat mungkin tidak lengkap.  Dokumen tersebut bisa saja tidak asli atau tidak akurat. Bisa menjadi metode  Materi seperti ini yang tidak terlalu bisa saja sangat menonjol dalam rumit untuk
233

informasi historis. Memungkinkan peneliti mengontrol alur tanya jawab (questioning).

proses pengumpulan ditafsirkan. data.  Bebarapa materi audio-visual  Memberikan kesempatan bagi diproteksi dan tidak partisipan untuk memberikan akses membagi publik maupun pengalamannya privat. secara langsung.  Kehadiran peneliti (seperti, fotografer)  Materi audio-visual merupakan materi sangat mungkin kreatif yang dibuat mengganggu dengan penuh (disruptif). perhatian. Catatan: Tabel ini merupakan gabungan dari beberapa materi yang pernah disampaikan oleh Software komputer film Merriam (1998), Bogdam & Biklen (1992), dan Creswell (2007) 3. Selama proses penelitian, peneliti juga bisa mengumpulkan dokumen-dokumen kulitatif. Dokumen ini bisa berupa dokumen publik (seperti, koran, makalah, laporan kantor) ataupun dokumen privat (seperti, buku harian, diary, surat, e-mail). 4. Kategoti terakhir dari data kualitatif adalah materi audio dan visual. Data ini bisa berupa foto, objek-objek seni, videotape, atau segala jenis suara/bunyi.  Dalam membahas pengumpulan data lain di luar observasi dan wawancara yang biasa. Strategi-strategi yang tidak biasa seperti ini tidak hanya memungkinkan peneliti memperoleh informasi penting yang mungkin luput dari observasi dan wawancara, tetapi juga akan membuat pembaca tertarik pada proposal yang diajukan. Misalnya, amatilah sejumlah pendekatan pengumpulan data dalam Tabel 9.3 yang mungkin bisa anda gunakan. Dari tabel ini, diharapkan anda mampu membuka imajinasi lebih luas terhadap kemungkinan pendekatan-pendekatan lain, misalnya dengan mengumpulkan bunyi atau rasa, atau dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang disukai partisipan untuk membangkitkan komentar mereka selama wawancra.

 

PROSEDUR-PROSEDUR PEREKAM DATA Sebelum terjun kelapangan, peneliti kualitatif merencanakan pendekatan untuk merekam data penelitian. Proposal seharusnya mengidentifikasi data apa yang akan direkam dan prosedur-prosedur apa yang digunakan untuk merekam data tersebut.

234

Gunakanlah protokol untuk merekam data observasional. Peneliti sering kali terlibat dalam banyak observasi selama penelitian dan selama observasi ini; peneliti meggunkan protokol observasional untuk merekam data. Protokol ini bisa berupa satu lembar kertas dengan garis pemisah di tengah untuk membedakan catatan-catatac deskriptif (deskripsi mengenai partisipan, rekonstruksi dialog, deskripsi mengenai setting fisik, catatan tentang peristiwa

Tabel 9.3 Beberapa Pendekatan Pengumpulan Data Kualitaif Observasi Observasi      Mengumpulkan data lapangan denga berperan sebagai partisipan. Mengumpulkan data lapangan dengan berperan sebagai Observer. Mengumpulkan data lapangan dengan lebih banyak berperan sebagai partisipan ketimbang observer. Mengumpulkan data lapangan dengan lebih banyak berperan sebagai observer ketimbang partisipan. Mengumpulkan data lapangan dengan berperan sebagai outsider (orang luar) terlebih dahulu, kemudian mulai masuk kedalam setting penelitian sebagai insider (orang dalam) Wawancara      Melaksanakan wawancara tidak-tersetruktur dan terbuka, sambil mencatat hal-hal penting. Melaksanakan wawancara tidak-tersetruktur dan terbuka, sambil merekamnya dengan audiotape, lalu mentranskipnya. Melaksanakan wawancara semi-terstruktur, sambil merekamnya dengan audiotape, lalu mentranskipnya. Melaksankan wawancara focus group, sambil merekamnya dengan audiotape, lalu mentranskipnya. Melaksanakan jenis wawancara yang berbeda sekaligus: melalui email, dengan berhadaphadapan langsung, wawancara focus group, wawancara focus group online, dan wawancara telepon. Dokumentasi    Mendokumentasikan buku harian selama penelitian. Meminta buku harian atau diary dari partisipan selama penelitian. Mengumpulkan surat pribadi ari partisipan.
235

             

Menganalisis dokumen publik (seperti, memo resmi, catatan-catatan resmi, atau arsiparsip lainnya). Menganalisis autobiografi atau biografi. Meminta foto partisipan atau merekam suara mereka dengan videotape. Audit-audit. Rekaman medis

Materi Audio-Visual Menganalisis jejak-jejak fisik (seperti, jejak-jejak kaki di salju). Merkam atau memfilmkan situasi sosial atau seorang individu atau kelaompok tertentu. Menganalisis foto dan rekaman video. Mengumpulkan suara/bunyi (seperti, musik, teriakan anak, klakson mobil), Mengumpulkan email. Mengumpulkan text massage dari telepon seluler. Menganalisis harta kepemilikan atau objek-objek ritual. Mengumpulkan bunyi, aroma, rasa, atau stimuli-stimuli indra lainnya

Sumber: Diadopsi dari Creswell (2007) dan aktivitas tertentu) dengan catatan-catatan refleksif (pengetahuan pribadi peneliti, seperti ―spekulasi, perasaan, masalah, gagasan, dugaan, kesan, dan prasangka‖) (Bogdan & Biklen, 1992:121). Dalam prorokol ini juga bisa disertsakan informasi demografis, seperti jam, tanggal, dan lokasi di mana peneliti saat itu berada.  Gunakanlah protokol wawancara ketika mengajukan pertanyaan dan merekam jawabanjawaban selama wawancara kualitatif. Protokol ini bisa mencakup komponen-komponen berikut ini: 1. Judul (tanggal, lokasi, pewawancara/peneliti, yang diwawancarai/partisipan). 2. Instruksi-instruksi yang harus diikuti oleh partisipan agar prosedur-prosedur wawancara dapat berajalan lancar. 3. Pertaanyaan-pertanyaan (biasanya pertanyaan ice-breaker di awal wawancara yang kemudian dilanjutkan dengan 4-5 pertanyaan yang menjadi subpertanyaansubpertanyaan dari rumusan masalah penelitian; lalu diikuti oleh beberapa pertanyaan lain atau pertanyaan penutup, seperti: ―siapa yang harus saya kunjungi untuk mempelajari lebih lanjut mengenai topik ini?‖

236

4. Proses penjajakan/pemeriksaan dengan mengajukan 4-5 pertanyaan, untuk meminta partisipan menjelaskan gagasan-gagasan mereka lebih detail atau menguraikan lebih rinci tentang apa yang mereka katakan. 5. Waktu tunda selama wawancara untuk merekam/mencatat respons-respons dari partisipan. 6. Ucapan terimakasih kepada orang yang diwawancarai atas waktu yang diluangkan untuk wawancara (lihat Creswell, 2007)  Peneliti merekam informasi dari partisipan dengan menggunakan catatan-tangan, dengan audiotape, atau dengan videotape. Akan tetapi, meskipun wawancara ini direkam menggunakan audiotape, saya merekomendasikan agar peneliti tetap mencatatnya karena banyak kejadian hasil rekaman menjadi korup, rusak, atau gagal. Jika videotape yang digunakan, peneliti harus tetap mengatur rencana selanjutnya untuk mentranskip hasil rekaman vediotape ini.  Untuk dokumen dan materi-materi visual, dapat direkam/ dicatat sesuai keinginkan peneliti. Biasanya, rekaman/catatan haruslah merefleksikan informasi menganai dokumen tersebut atau materi lain serta gagasan-gagasnan inti dalam dokumen itu. Penting juga mencatat apakah materi ini benar-benar mencerminkan materi primer (seperti, informasi yang secara langsung berasal dari orang atau situasi yang tengah diteliti) atau materi sekunder (seperti, catatan-catatan tangan-kedua/second-hand tentang orang atau situasi penelitian yang berasal dari sumber lain).  Peneliti juga perlu memberikan komentar tentang nilai dan reliabilitas sumber-sumber data ini. ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA Dalam proposal, bagian analisis data bisa terdiri dari sejumlah komponen. Tetapi, proses analisis data secara keseluruhan melibatkan usaha memaknai data yang berupa teks atau gambar. Untuk itu, peneliti perlu mempersiapkan data tersebut untuk dianalisis, melakukan analisis-analisis yang berbeda, memperdalam pemahaman akan data tersebut (sejumlah peneliti kualitatif lebih suka membayangkan tugas ini layaknya menguliti lapisan bawang), menyajikan data, dan membuat interpretasi makna yang lebih luas akan data tersebut. Ada sejumlah proses umum yang bisa dijelaskan oleh peneliti dalam proposal mereka untuk menggambarkan keseluruhan aktivitas analisis data ini, sebagaimana yang pernah saya (Creswell, 2007), Rossman dan Rallis (1998) deskripsikan berikut ini:

237

Analisis data merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan refleksi terus-menerus terhadap data, mengajukan pertanyaan-pertanyaan analitis, dan menulis catatan singkat sepanjang penelitian. Maksud saya, analisis data kualitatif bisa saja melibatkan proses pengumpulan data, interpretasi, dan pelaporan hasil secara serentak dan bersama-sama. Ketika wawancara berlangsung, misalnya, peneliti sambil lalu melakukan analisis terhadap data-data yang baru saja diperoleh dari hasil wawancara ini, menulis catatancatatan kecil yang dapat dimasukkan sebagai narasi dalam laporan akhir, dan memikirkan susunan laporan akhir.   Analisis data melibatkan pengumpulan data yang terbuka, yang didasarkan pada pertanyaan-pertanyaan umum, dan analisis informasi dari para partisipan. Analisis data kualitatif yang dilaporkan dalam artikel-artikel jurnal dan buku-buku ilmiah sering kali menjadi model analisis yang umum digunakan. Dalam model analisis tersebut, peneliti mengumpulkan data kualitatif, menganalisisnya berdasarkan tema-tema atau perspektif-perspektif tertentu, dan melaporkan 4-5 tema. Meski demikian, saat ini tidak sedikit peneliti kualitatif yang berusaha melampaui model analisis yang sudah lazim tersebut dengan menyajikan prosedur-prosedur yang lebih detail dalam setiap strategi penelitiannya. Misalnya, strategi grounded theory kini sudah memiliki langkah-langkah sistematis dalam analisis datanya (Corbin & Strauss, 2007; Strauss & Corbin, 1990,. 1998). Langkah-langkah ini meliputi, misalnya, membuat kategori-kategori atas informasi yang diperoleh (open coding), memilih salah satu kategori dan menempatkannya dalam satu model teoretis (axial coding), lalu merangkai sebuah cerita dari hubungan antar-kategori ini (selective ceding). Selain grounded theory, studi kasus atau penelitian etnografi kini sudah melibatkan deskripsi detail mengenai setting atau individu-individu tertentu, yang kemudian diikuti oleh analisis data (lihat Stake, 1995; Wolcott, 1994). Penelitian fenomenologis sudah menerapkan analisis terhadap per-nyataan-pernyataan penting, generalisasi unit-unit makna, dan apa yang disebut Moustakas (1994) sebagai deskripsi esensi. Penelitian naratif melibatkan penceritaan kembali cerita-cerita partisipan dengan menggunakan unsurunsur struktural, seperti plot, setting, aktivitas, klimaks, dan ending cerita (Clandinin & Connelly, 2000). Intinya, proses-proses dan istilah-istilah dalam strategi penelitian kualitatif berbeda satu sama lain dalam hal analisis datanya.  Meskipun perbedaan-perbedaan analitis ini sangat bergantung pada jenis strategi yang digunakan, peneliti kualitatif pada umumnya menggunakan prosedur yang umum dan

238

men-scanning materi. Langkah 3. para peneliti kualitatif terkadang menulis catatan-catatan khusus atau gagasan-gagasan umum tentang data yang diperoleh. Langkah ini melibatkan transkripsi wawancara. studikasus) 239 . Menganalisis lebih detail dengan mene-coding data.1.langkah-langkah khusus dalam analisis data. kredibilitas. sebagaimana yang ditunjukkan Menginterpretasitematema/deskripsi-deskripsi Menghubungkan tematema/deskripsi-deskripsi (seperti. Ringkasan proses analisis data dapat dilihat pada Gambar 9. mensegmentasi kalimat-kalimat (atau paragraf-paragraf) atau level analisis yang berbeda. Pendekatan di atas dapat dijabarkan lebih detail dalam langkah-langkah analisis berikut ini: Langkah 1.langkah dari yang spesifik hingga yang umum dengan berbagai berikut ini Gambar 9. Coding merupakan proses mengolah materi/informasi menjadi segmen-segmen tulisan sebelum memaknainya (Rossman & Rallis. Sebagai tips penelitian. grounded theory. tetapi dalam praktiknya saya melihat pendekatan ini lebih interaktif. Langkah ini melibatkan beberapa tahap: mengambil data tulisan atau gambar yang telah dikumpulkan selama proses pengumpulan. atau memilah-milah dan menyusun data tersebut ke dalam jenis-jenis yang berbeda tergantung pada sumber informasi. mengeuk data lapangan. beragam tahap saling berhubungan dan tidak harus selalu sesuai dengan susunan yang telah disajikan. Mengolnh dan mempersiapkan data untuk dianalisis. Langkah pertama adalah membangun general sense atas Informasi yang diperoleh dan me-refleksikan maknanya secara keseluruhan. 1998:171). Cara yang ideal adalah dengan mencampurkan prosedur umum tersebut dengan langkah-langkah khusus.1 mengilustrasikan pendekatan linear dan hierarkis yang dibangun dari bawah ke atas. saya mengajak peneliti untuk melihat analisis data kualitatif sebagai suatu proses penerapan langkah. Gagasan umum apa yang terkandung dalam perkataan partisipan? Bagaimana nada gagasangagasan tersebut? Bagaimana kesan dari kedalaman. Membaca keseluruhan data. dan penuturan informasi itu? Pada tahap ini. Langkah 2.

3. Berusahalah untuk memperoleh pemahaman umum. Tulislah gagasan tersebut dalam bentuk catatan-catatan kecil. yang sering kali didasarkan pada istilah/bahasa yang benarbenar berasal dari partisipan (disebut istilah in vivo). dan Analisis data dalam Penelitian Kualitatif sebagainya) gambar-gambar tersebut ke dalam kategori-kategori. Pelajari baik-baik. buatlah daftar mengenai semua topik yang Anda peroleh dari perenungan Anda sebelumnya. 240 . paling singkat. 2.A V. tetapi pikirkanlah makna dasarnya. Pilihlah satu dokumen (seperti. atau topik lain. dan paling penting. Berusahalah untuk menangkap gagasan-gagasan inti dari transkripsi tersebut. topik unik. data lapangan. Tema-tenia I Menvalidasi keakuratan informasi * Men-coding data Deskripsi L (tangan atau komputer)i * Membaca keseluruhan data ji Mengolatrdan mempersiapkan data untuk i dianalisis Data mentah (transkripsi. gambar. Ketika Anda sudah merampungkan tugas ini. Bacalah semua tran'skripsi dengan hati-hati. bisa sebagai topik utama. wawancara) —yang paling menarik. kemudian melabeli kategori-kategori ini dengan istilah-istilah khusus. pertimbangkan peturv-juk-petunjuk detail yang dapat membantu Anda dalam proses coding. "Ini tentang apa?" Jangan dulu berpikir mengenai substansi informasi. lalu tanyakan pada diri Anda sendiri. Masukkan topik-topik ini dalam kolom-kolom khusus. Tesch (1990:142-145) memberikan ulasan menarik tentang dela-pan langkah dalam proses coding: 1. Gabungkan topik-topik yang sama. Sebelum melanjutkan pada Langkah 4.

kami memunculkan retriggering. 241 . Anda bisa membuat garis-garis antarkategori untuk menujukkan keterhubungannya 6. lalu lihatlah apakah ada kategori-kategori dan kode-kode lain yang luput dari pengamatan Anda." sebagai salah satu kode/tema yang menyuguhkan dimensi baru pada kita tentang insiden penembakan di kampus dan tentu saja berhubungan dengan pengalaman orang lain di kampus mana pun). Tentu saja ada banyak variasi dalam proses ini. 5. lalu susunlah kodekode untuknya.gambarkan topik-topik yang sudah Anda peroleh sebelumnya. Jika perlu. saya mendorong para peneliti kualitatif untuk menganalisis materi data mereka dengan menjelaskan:  Kode-kode yang berkaitan dengan topik-topik utama yang sudah banyak diketahui oleh pembaca secara umum.  Kode-kode yang mencerminkan perspektif teoretis yang luas dalam penelitian.bawalah daftar topik tersebut dan kembalilah ke data Anda. deiapan langkah di atas akan membuat peneliti lebih sistematis daiam proses analisis data tekstual. dengan berpijak pada literatur sebelumnya dan common sense.  Kode-kode yang mengejutkan dan tidak disangka-sangka di awal penelitian. dalam Asmussen dan Creswell. Sekarang.  Kode-kode yang ganjil dan memiliki ketertarikan konseprual bagi pembaca (seperti. pertimbangkan pula jenis-jenis kode yang menurut Bogdan dan Biklen (1992:166-172) banyak muncul dalam database kualitatif:  Kode-kode setting dan konteks. Sebagai konseptualisasi alternatif. lalu masukkanlah topik-topik ini dalam kategorikategori khusus. 8. Sebagai tips penelitian. 1995.4. Untuk melakukan hal ini. Amati kembali kategori-kategori yang sudah Anda buat. Cobalah meringkas kategori-kategori yang ada dengan mengelompokkan topik-topik yang saling berhubungan satu sama lain. "penembakan kembali. Buatlah satu kalimat/frasa/kata yang paling cocok untuk meng. Jika masih dimungkinkan. ringkas kembali kategori-kategori ini. Masukkan materi-materi data ke dalam setiap kategori tersebut dan bersiaplah untuk melakukan analisis awal. 7. lalu tulislah kode-kode tersebut dalam segmensegmen/kategori-kategori. coding-lah kembali data yang sudah ada. Intinya. Ringkaslah topiktopik ini menjadi kode-kode.

peneliti juga bisa menerapkan pendekatan lain yang lebih variatii. Kode-kode proses. nomor garis) yang menunjukkan adanya kode dalam transkrip ter-tentu. sebuah tabel atau catatan yang berisi kode-kode yang telah ditentukan sebelumnya (predetermined codes) untuk digunakan dalam mengcoding data. namun masih memerlukan pendekatan yang lebih sistematis dari penelitian kualitatif. Kode-kode strategi. Kode-kode aktivitas. definisi kode di kolom lain. codebook ini tidak akan terlalu berfungsi jika peneliti meng-coding data dari transkrip yang berbeda-beda. Penggunaan codebook secara khusus berguna bagi bidang-bidang yang menerapkan penelitian kuantitatif. Kode-kode relasi dan struktur sosial Skema-skema coding yang sudah direncanakan sejak awal. Kecenderungan berpikir subjek tentang orang lain dan objek-objek. atau (c) mengombinasikan dua jenis. Bagi para peneliti yang memiliki teori yang sudah pasti dan mereka ingin menguji dalam proyek-proyeknya. saya merekomen-dasikan agarcodebook digunakan terlebih dahulu untuk meng-coding data dan biarkan codebook tersebut berkembang dan berubah sesuai dengan informasi yangdipelajari ketika melakukan analisis data. Codebook ini ber-kembang dan bisa berubah jika penelitiannya didasarkan pada" analisis tertutup (close analysis) atau ketika peneliti tidak memulai analisisnya dari perspektif emerging code. Hanya saja. Pendekatan yang banyak diterapkan dalam ilmu sosial adalah dengan membiarkan kode-kode tersebut muncul (emerging code) selama analisis data. (b) menggunakan kodekode yang telah ditentukan sebelumnya {predetermined code). Meski demikian. yaitu dengan membuat codebook kualitatif. 242 .kodie ini (emerging code dan predetermined code). dan keterangan-keterangan lain (seperti. kemudian men-/ft-kan kodekode tersebut dengan data penelitian. pendekatan yang paling sering digunakan adalah dengan menggunakan kode-kode yang telah ditentukan sebelumnya {predetermined code) yang didasarkan pada teori yang akan diuji. Masalah lain yang sering kali muncul terkait dengan proses coding ini adalah soal apakah peneliti seharusnya: (a) membuat kode-kode hanya berdasarkan informasi yang muncul dengan sendirinya (enlarging code) dari para partisipan. Dalam ilmu kesehatan.       Perspektif-perspektif subjek. Codebook ini bisa tersusun dari nama kode di satu kolom.

Sebagaimana program-program software lain. Misalnya. Meskipun dalam program ini peneliti masih perlu membaca teks (seperti transkripsi-transkripsi) dan memindah kode-kode. mengolah/ dan memilah-milah informasi yang mungkin berguna dalam proses penulisan bagi penelitian kualitatif. dan import serta export data kualitatif ke dalam program-program kuantitatif seperti dalam spreadsheet atau program analisis data. Weitzman & Miles. program komputer dapat menfasilitasi peneliti untuk mem-bandingkan kode-kode yang berbeda (seperti. kapasitas pencarian dan penempatan semua teks yang berhubungan dengan kode-kode tertentu. meski-pun buku-buku y ang membahas teknik-teknik penggunaan program ini sudah banyak tersedia (seperti.Kembali pada proses coding sebelumnya. bagaimana laki-iaki dan wanita —kode pertama tentang gender— berbeda-beda dalam hal sikap mereka terhadap aktivitas merokok —kode kedua). pendekatan ini menguras energi dan waktu. Tentu saja. Ada beberapa software komputer yang memiliki fitur-fitur yang sangat berguna. Di luar kemudahan ini. proses ini akan menjadi lebih cepat dan efisien ketimbang mengcoding menggunakan tangan. sejumlah peneliti melihat pentingnya mengcoding transkrip-transkrip atau informasi kualitatif dengan memakai tangan. seperti tersedianya tutorial dan CD peragaan. atau mengcoding skema-skema dengan warna-warna. jika database sangat banyak. Ide dasar di balik program-program seperti ini adalah bahwa menggunakan komputer merupakan cara efisien untuk menyimpan dan menempatkan data kualitatif. kehandalan dalarh penyimpanan dan pengolahan data. program software kualitatif seperti ini juga membutuhkan waktu dan keterampilan peneliti untuk mempelajari dan menerapkannya secara efektif. program-program software yang saya dan rekan-rekan saya guriakan di kantor penelitian adalah sebagai berikut: 243 . Ada begitu ban)'ak program software yang mendukung untuk PC pribadi. kemampuan menggabungkan data teks dan gambar (seperti. foto). peneliti bisa dengan cepat mencari semua kutip-an (atau segmen-segmen teks) yang memiliki kode yang sama dan mendeteksi apakah para partisipan merespons gagasan dalam kode tersebut dengan cara yang sama atau berbeda. pencarian kode-kode yang saling berhubungan dalam membuat pertanyaan-per-tanyaan mengenai hubungan antarkode. 1995). Pendekatan lain yang lebih cepat adalah dengan menggunakan program-program software komputer untuk membantu meng-coding. Selain itu. lalu menuliskan segmen-segmen teksnya ke dalam kartu-kartu kecii. Fitur-fitur inilah yang membuat proses coding dengan software komputer menjadi pilihan yang lebih logis kefimbang meng-codzng-nya dengan tangan.

pene-liti kualitatif dapat memanfaatkan lebih jauh tema-tema ini untuk membuat analisis yang lebih kompleks.ti (www. Program ini juga mendukung PC berbasis windows. Terapkan proses coding untuk mendeskripsikan setting.researchware.  QSR NVivo (www. Program ini istimewa karena memiliki semua fitur yang telah saya sebutkan di atas.com). Meski demikian. Program ini merupakan program berbasis PC dari Jerman yang dapat membantu peneliti secara sistematis mengevaluasi dan menginterpretasi teks-teks kualitatif. terapkanlah proses coding untuk membuat sejumlah kecil tema atau kategori.qsrintemational. merupakan paket software kualitatif yang mudah digunakan dan memungkinkan peneliti untuk meng-codzrzg.com). etnografi. Tema-tema inilah yang biasanya menjadi hasil utama dalam penelitian kualitatif dan sering kali digvinakan untuk membuat judul dalam bagian hasil penelitian.com). Peneliti dapat membuat kode-kode untuk mendeskripsikan semua informasi ini.com). atau dibentuk menjadi deskripsi umum (seperti dalam fenomenologi). baik untuk PC maupun MAC ini. serta hal-hal lain yang dapat di-coding. Penelitian kualitatif yang rumit biasanya melampaui 244 .atlasti.  Atlas. ke dalam proyek penelitian. audio. seperti memo. gambar. tema-tema ini sebaiknya diperkuat dengan berbagai kutipan. Program yang mendukung. serta melakukan analisis data.maxqda . memperoleh kembali.  HyperRESEARCH (www. lokasi-lokasi. dan visual. lalu menganalisisnya untuk proyek studi kasus. Deskripsi ini melibatkan usaha penyampaian informasi secara detail mengenai orang-orang. dan tema-tema yang akan di-analisis. Langkah 4. dan membangun teori-teori. Program berbasis PC lain yang juga berasal dari Jerman ini juga dapat membantu peneliti dalam mengolah file-file data teks. seraya menampilkan perspektif-perspektif yang terbuka untuk dikaji ulang.ist) yang dikombinasikan dengan concept mapping NVivo. Program yang berasal dari Austrasila ini menawarkan program software terkenal a N6 (atau Nud. kategori-kategori. atau peristiwaperistiwa dalam setting tertentu. orang-orang. Setelah mengidentifikasi terria-tema selama proses coding. MAXqda (www. Tema-tema ini juga bisa dianalisis untuk kasus tertentu. lintas kasus yang berbeda-beda (seperti dalam studi kasus). atau penelitian naratif. Misalnya. bisa lima hingga tujuh kategori. Setelah itu. peneliti mengait-kan tema-tema dalam satu rangkaian cerita (seperti dalam penelitian naratif) atau mengembangkan tema-tema tersebut menjadi satu model teoretis (seperti dalam grounded theory).

menggambarkan secara spesifik lokasi penelitian (sebagaimana dalam etnografi). menurut Wolcott (1994). Tunjukkan bagaimana deskripsi dan tema-tema ini akan disajikan kembali dalam narasi/laporan kualitatif.deskripsi dan identifikasi tema untuk masuk ke dalam huburvgan antartema yang lebih kompleks. jika peneliti kualitatif menggunakan perspektif teoretis. dan pengalaman pribadinya ke dalam penelitian. VALIDItAS. dengan berpijak pada kenyataan bahwa peneliti membawa kebudayaan. dan kutipan-kutipan). dan tindakan. mereka dapat membentuk interpretasi-interpretasi yang diorientasikan pada agenda aksi menuju reformasi dan perubahan. Para peneliti kualitatif juga dapat menggunakan visual-visual. Selain itu. peneliti menegaskan apakah hasil peneliti-annya membenarkan atau justru menyangkal informasi sebelumnya. gambar-gambar. Mengajukan pertanyaan seperti "Pelajaran apa yang bisa diambil dari semua ini?" akan membantu peneliti mengungkap esensi dari suatu gagasan (Lincoln & Guba. Pelajaran ini dapat berupa interpretasi pribadi si peneliti. atau memberikan informasi deskriptif tentang partisipan dalam sebuah tabel (sebagaimana dalam studi kasus dan etnografi). Jadi. ilustrasi-ilustrasi khusus. Pendekatan questioning ini juga berlaku dalam pendekatan advokasi dan partisipatoris. atau tabel-tabel untuk membantu menyaji-kan pembahasan ini. tema-tema tertentu (lengkap dengan subtemasubtema. Pendekatan yang paling populer adalah dengan menerapkan pendekatan naratif dalam menyampaikan hasil analisis. Dalam hal ini. Interpretasi/pemaknaan ini juga bisa berupa pertanyaan-pertanyaan baru yang perlu dijawab selanjutnya: pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari data dan analisis. perspektif-perspektif. RELIABIUTAS. dan dapat bersifat pribadi. dapat diterapkan ahli etnografi untuk mengakhiri penelitiannya adalah dengan meng-ajukan pertanyaan-pertanyaan lebih laniut. Langkah 6. berbasis penelitian. Pendekatan ini bisa meliputi pembahasan tentang kronologi peristiwa. Salah satu cara yang. sejarah. 1985). Langkah 5. Interpretasi juga bisa berupa makna yang berasal dari perbandingan antara hasil penelitian dengan informasi yang berasal dari literatur atau teori. Langkah terakhir dalam analisis data adalah meng-interpretasi atau memaknai data. DAN GENERALISABILITAS 245 . penelitian kualitatif dapat berupa banyak hal. Mereka dapat menyajikan suatu proses (sebagaimana dalam grounded theory). dapat diadaptasikan untuk jenis rancangan yang berbeda. atau tentang keterhubung-an antartema. interpretasi atau pemaknaan data dalam. dan bukan dari hasil ramalan peneliti.

Bagaimana para peneliti kualitatif mengetahui bahwa pendekatan mereka konsisten dan reliabel? Yin (2003) menegaskan bahwa para peneliti kualitatif harus mendokumentasikan prosedur-prosedur studi kasus mereka dan mendokumentasikan sebanyak mungkin langkahlangkah dalam prosedur tersebut. validitas kualitatif merupakan upaya pemeriksaan terhadap akurasi hasil penelitian dengan me-nerapkan prosedur-prosedur tertentu. orang. sementara reliabilitas kualitatif mengindikasikan bahwa pendekatan yang digunakan peneliti konsisten jika diterapkan oleh peneliti-peneliti lain (dan) untuk proyek-proyek yang berbeda (Gibbs. Lakukan cross-check dan bandingkan kode-kode yang dibuat oleh peneliti lain dengan kode-kode yang teiah Anda buat sendiri. atau sampel yang baru) dalam penelitian kuantitatif) (mengenai generalisabilitas dan reliabilitas kuantitatif ini sudah di-jelaskan dalam Bab 8). 2007). diskusikanlah kode-kode bersama partner satu tim dalam pertemuan-pertemuan rutin atau sharing analisis.Meski validasi atas hasil penelitian bisa berlangsung selama proses penelitian (seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 9. Pastikan tidak ada definisi dan makna yang mengambang mengenai kode-kode selama proses coding. Dia juga merekomendasi-kan agar para peneliti kualitatif merancang secara cermat protokol dan database studi kasusnya. Hal ini dapat dilakukan dengan terus membandingkan data dengan kodekode atau dengan menulis catatan tentang kode-kode dan defirusi-definisinya (lihat pembahasan mengenai codebook kualitatif). 246 . peneliti tetap harus memiokuskan pembahasannya mengenai validasi ini dengan cara menulis prosedur-prosedur validasi pada bagian khusus dalam proposal. Dalam penelitian kualitatif.   Untuk penelitian yang berbentuk tim. validitas ini tidak memiliki konotasi yang sama dengan validitas dalam penelitian kuantitatif. Gibbs (2007) memerinci sejumlah prosedur reliabilitas sebagai berikut:   Ceklah hasil transkripsi untuk memastikan tidak adanya kesalahan yang dibuat selama proses transkripsi.1). Peneliti perlu menyampaikan langkah-iangkah yang ia ambil untuk memeriksa akurasi dan kredibilitas hasil penelitiannya. tidak pula sejajar dengan reliabilitas (yang berarti pengujian stabilitas dan konsistensi respons) ataupun dengan generalisabilitas (yang berarti validitas eksternal atas hasil penelitian yang dapat diterapkan pada setting. Sebaliknya.

Saya rnemang merekomendasikan digunakan-nya beragam strategi validitas karena hal ini dapat meningkatkan kemampuan peneliti dalam menilai keakuratan hasil penelitian serta meyakinkan pembaca akan akurasi tersebut. Prosedur lain yang saya rekomendasikan untuk disertakan dalam proposal penelitian adalah mengidentifikasi dan membahas satu atau lebih strategi yang ada untuk memeriksa akurasi hasil penelitian. Saya merekomendasikan agar beberapa prosedur penelitian dijelaskan dalam proposal. atau pembaca secara umum (Creswell & Miller. Persetujuan semacam ini dapat didasarkan pada apakah dua atau lebih coder (pemeriksa kode. Member 247 .  Menerapkan member checking untuk mengetahui akurasi hasil penelitian. 2000).Para peneliti kualitatif perlu menjelaskan sejumlah prosedur ini dalam proposal penelitian untuk menunjukkan bahwa hasil penelitian yang mereka peroleh nantinya akan benar-benar konsisten dan reliabel. bahkan ini menjadi salah satu topik penelitian yang paling banyak dibahas (Lincoln & Guba. Ada banyak istilah dalam literatur-literatur kualitatif yang membahasakan validitas ini. Miles dan Huberman (1994) merekomendasikan agar konsistensi coding ini setidaknya berada dalam 80% agreement untuk memastikan reliabilitas kualitatif yang baik. dan peneliti perlu mencari orang yang dapat mengkroscek kode-kode mereka untuk memperoleh apa yang saya sebut dengan intercoder agreement. Validitas ini didasarkan pada kepastian apakah hasil penelitian sudah akurat dari sudut pandang peneliti. Peneliti perlu menjelaskan strategi-strategi validitas ke dalam proposalnya. authenticity. 2000). validitas merupakan kekuatan lain dalam pe-nelitian kualitatif selain reliabilitas. tetapi apakah mereka akan meng-codmg pernyataan tersebut dengan kode yang sama/mirip satu sama lain). Setelah itu. seperti trustworthiness. peneliti dapat menerapkan prosedur-prosedur statistik atau subprogram-subprogram reliabilitas yang tersedia dalam program-program software kualitatif untuk mengetahui tingkat konsistensi coding. Berikut ini adalah dela-pan strategi validitas yang disusun mulai dari yang paling sering dan mudah digunakan hingga yang jarang dan sulit diterapkan:  Mentriangulasi (triangulate) sumber-sumber data yang berbeda dengan memeriksa buktibukti yang berasal dari sumber-sumber tersebut dan menggunakannya untuk membangun justifikasi tema-tema secara koheren. dan credibility (Greswell & Miller. 2000). partisipan. Tema-tema yang dibangun berdasar-kan sejumlah sumber data atau perspektif dari partisipan akan menambah validitas penelitian. Sementara itu.) telah "sepakat" tentang kode-kode yang digunakan untuk "pernyataan yang sama" (Catatan: ini bukan soal apakah mereka menfr-coding pernyataan yang sama. penj.

hasilnya bisa jadi lebih realistis dan kaya. Dalam hal ini. dan sejenisnya. atau menyajikan banyak perspektif mengenai tema. analisis kasus. Prosedur ini tentu saja akan menambah validitas hasil penelitian. Deskripsi ini setidaknya harus berhasil menggambarkan setting penelitian dan membahas salah satu elemen dari pengalaman-pengalaman partisipan. Ketika para peneliti kualitatif menyajikan deskripsi yang detail mengenai setting misalnya. seperti tema-tema. Dengan melakukan refleksi diri terhadap kemungkinan munculnya bias dalam penelitian. Hal ini tidak berarti bahwa peneliti membawa kembali transkrip. deskripsi kebudayaan. Penelitian kualitatif yang baik berisi pendapat-pendapat peneliti tentang bagaimana interpretasi mereka terhadap hasil penelitian turut dibentuk dan dipengaruhi oleh latar belakang mereka. peneliti diharapkan dapat memahami lebih dalam fenomena 248 . hasil penelitian bisa lebih realistis dan valid.  Menyajikan informasi "yang berbeda" atau "negatif" {negative or discrepant information) yang dapat memberikan perlawanan pada tema-tema tertentu. akan melahirkan sejenis problem tersendiri atas tema tersebut.  Mengklarifikasi bias yang mungkin dibawa peneliti ke dalam penelitian. sejarah. peneliti juga dapat menyajikan informasi yang berbeda dengan perspektif-perspektif dari tema itu. Peneliti dapat melakukan ini dengan membahas bukti mengenai suatu tema. Sebaliknya.transkrip mentah kepada partisipan untuk mengecek akurasinya. dan status sosial ekonomi. Karena kehidupan nyata tercipta dari beragam perspektif yang tidak selalu menyatu. membahas informasi yang berbeda sangat mungkin menambah kredibilitas hasil penelitian. Tugas ini bisa saja mengharuskan peneliti untuk melakukan wawancara tindak lanjut dengan para partisipan dan memberikan kesempatan pada mereka untuk berkomentar tentang hasil penelitian. Dengan menyajikan bukti yang kontradiktif. yang harus dibawa peneliti adalah bagian-bagian dari hasil penelitian yang sudah dipoles.  Membuat deskripsi yang kaya dan padat (rich and thick description) tentang hasil penelitian. seperti gender. Semakin banyak kasus yang disodorkan peneliti. grounded theory. Refleksivitas dianggap sebagai salah satu karakteristik kunci dalam penelitian kualitatif.  Memanfaatkan waktu yang relatif lama {prolonged time) dilapangan atau lokasi penelitian. kebudayaan.checking ini dapat dilakukan dengan membawa kembali laporan akhir atau deskripsideskripsi atau tema-tema spesifik ke hadapan partisipan untuk mengecek apakah mereka merasa bahwa laporan/deskripsi/tema tersebut sudah akurat. Akan tetapi. peneliti akan mampu membuat narasi yang terbuka dan jujur yang akan dirasakan oleh pembaca.

Proses ini mengharuskan peneliti mencari seorang rekan {a peer debriefer) yang dapat mereviezv untuk berdiskusi mengenai penelitian kualitatif sehingga hasil penelitiannya dapat dirasakan oleh orang lain. tingkat analisis data mulai dari data mentah hingga interpretasi). nilai dari penelitian kuaiitatif terletak pada deskripsi dan tema-tema tertentu yang berkembang/dikembangkan daiam konteks lokasi tertentu pula. Pada dasarnya. semakin akurat atau valid hasil penelitiannya. terkait catat-an marning-nya tentang generalisasi dalam penelitian kuaiitatif). sebagaimana yang banyak dijumpai dalam penelitian kuantitatif (lihat Gibbs. MenekankanparHkularitaskeiimbang generalisabilitas (Greene & Caracelli. misalnya. Tujuan dari generalisasi dalam penelitian kuaiitatif ini sendiri bukan untuk menggeneralisasi hasil penemuan pada individu-individu. Berbeda dengan peer debriefer.seluruhan proyek penelitian. merasa bahwa hasil studi kasus kuaiitatif dapat digeneralisasi pada sejumlah teori yang lebih luas.yang diteliti dan dapat menyampaikan secara detail mengenai lokasi dan orang-orang yang turut membangun kredibilitas hasil naratif peneiitian. begitu pula dengan karakteristik pertanyaanpertanyaan yang akan diajukan oleh keduanya (Lincoln & Guba. Generalisasi kuaiitatif merupakan suatu istilah yang jarang digunakan dalam penelitian kuaiitatif karena istilah generalisasi lebih banyak diterapkan untuk penelitian kuantitatif.dengan sesama rekan peneliti {peer debriefing) untuk meningkatkan keakuratan hasil penelitian. atau tempat-tempat di iuar objek penelitian. lokasi-lokasi. mulai dari proses hingga kesimpulan penelitian. Tentu saja. Strategi ini —yaitu melibatkan interpretasi lain selain interpretasi dari peneliti— dapat menambah validitas atas hasil penelitian. selain oleh peneliti sendiri. Generalisasi ini muncul ketika para 249 . 1985). khususnya yang berlaku untuk penelitian studi kasus.  Melakukan tanya-jawab. Hal-hal yang akan di-periksa oleh investigator independen seperti ini biasanya me-nyangkut banyak aspek dalam penelitian (seperti. Semakin banyak pengalaman yang dilalui peneliti bersama partisipan dalam setting yang sebenarnya. 2007. 1997) merupakan karakteristik penelitian kuaiitatif. auditor ini tidak akrab dengan peneliti atau proyek yang diajukan. Peran auditor ini sebenarnya mirip peran auditor fiscal. keakuratan transkrip. Akan tetapi.  Mengajak seorang auditor {external auditor) untuk mereviexv ke. hubungan antara rumusan masalah dan data. ada sejumlah literatur kuaiitatif yang membahas mengenai generalisabilitas ini. strategi ini dapat menambah validitas penelitian kuaiitatif. kehadiran auditor tersebut dapat memberikan penilaian objektif. Yin (2003). Akan tetapi.

dalam merancarig penelitian kualitatif. Pada tingkat tertentu.peneliti kuaiitatif meneliti kasus-kasus tambahan dan menggeneralisasi hasil penelitian sebelumnya pada kasus-kasus yang baru tersebut. khususnya deskripsi atau tema yang mengandung beragam perspektif dari partisipan atau gambaran detail tentang setting dan individuindividu. untuk mengulang atau mereplikasi hasil penelitian studi kasus dalam setting kasus yang baru. deskripsi detail mengenai pengalaman mereka (fenomenologi). peneliti dapat mem-bahas bagian-bagian proposal lain. atau dengan potret deskriptif yang detail (Creswell. 2003). 2007). atau analisis mendalam tentang satu atau beberapa kasus (studi kasus). Sebagaimana yang sudah dijelaskan bahwa prosedur dasar dalam melaporkan hasil penelitian kualitatif adalah membuat des-kripsi-deskripsi dan tema-tema yang berasal dari data penelitian (lihat Gambar 9. kisah yang diperluas. utamanya tentang bagaimana bagian-bagian ini akan.  Catatlah percakapan-percakapan yang terjadi selama penelitian dan sajikan percakapan250 . Setiap strategi penelitian kualitatif pada hakikatnya memiliki prosedur narasinya masing-masing. pengalamanpengalaman lapangan (Van Maanen. potret detail mengenai kelompok culturesharing (etnografi). peneliti perlu menjelaskan tentang proses narasi tersebut. peneliti perlu melakukan dokumentasi yang baik atas prosedur-prosedur kuaiitatif. ataukah dengan krono-logi. misal-nya narasi kronologis mengenai kehidupan individu (penelitian naratif). strategi /menulis dua bagian proposal di atas (hasil penelitian dan interpretasi data) dapat dilakukan dengan leknik-teknik berikut ini:  Gunakanlah cuplikan-cuplikan dan variasikan panjang pendeknya cuplikan tersebut dengan tepat dan sesuai keperluan. Dari narasi-narasi yang berbeda ini pula. sebuah teori yang dihasilkan dari data penelitian (grounded theory). MENULIS KUALITATIF Bagian prosedvir kualitatif dalam proposal penelitian seharusny a diakhiri dengan penjelasan mengenai bagaimana peneliti menarasi-kan hasil analisis datanya. Ada banyak model narasi ini. Yang jelas. analisis berdasarkan kasus atau lintas kasus. 1988). Ini mirip logika replikasi yang berlaku dalam penelitian eksperimen. seperti protokol penelitian untuk mendoku-mentasikan kasus secara detail dan mengembangkan database studi kasus secara utuh (Yin. disajikan: apakah dengan pertimbangan objektif. model proses.1). peneliti bisa menemukannya dalam jurnal-jumal akademik. Akan tetapi. seperti hasil penelitian dan inter-pretasi data.

 Terapkan pendekatan naratif yang biasanya digunakan dalam strategi penelitian kualitatif (seperti deskripsi dalam studi kasus atau etnografi. narasi detail dalam penelitian naratif).  Gunakan pernyataan dari partisipan untuk membuat kode-kode atau melabeli tema. 1990. berpijak pada dasar bahwa peneliti adalah instrumen utama pengum-pulan data.  Sajikan informasi tekstual dalam bentuk tabel (seperti.tulisan penting atau semiblok. misalnya. Selain memperkenal-kan sejumlah variasi dalam penelitian kualitatif. didasarkan pada makna partisipan. Proyek Miller ini adalah penelitian etnografi tentang pengalaman tahun pertama seorang rektor di sebuah universitas yang 251 .  Campurkan kutipan-kutipan dengan penafsiran-penafsiran penulis.percakapan ini dalam bahasa yang berbeda untuk merefleksikan sensitivitas kultural. melibatkan beberapa metode pengumpulan data. Dalam sebagian besar karya tulis kualitatif. penj. bersif at induktif.  Gunakan kata ganti pertama (saya) atau "kita" dalam bentuk naratif. bersifat interpretif dan holistik. RINGKASAN Bab ini mengeksplorasi langkah-iangkah dalam mengembang-kan dan menulis prosedur-prosedur kualitatif. peneliti membahas literatur ini di akhir penelitian (lihat pembahasan dalam Bab 2).  Deskripsikan bagaimana hasii narasi tersebut dikomparasikan dengan teori-teori atau literatur-literatur yang membahas topic yang sama. tabel-tabel perbandingan untuk kode-kode yang berbeda).1. sering kali menyertakan perspektif-perspektif teoretis. Richardson. Prosedur-Prosedur Kualitatif Berikut ini adalah salah satu contoh prosedur kualitatif yang ditulis di bagian kbiisus dalam sebuah proposal doktoralnya Miller (1992). yang membahas bentuk-bentuk ini). Beberapa karakteristik penelitian kualitatif antara Iain: berada dalam setting yang alamiah. yang berguna bagi para pembaca yang mungkin kurang familiar dengan pendekatan ini. bab ini juga menge-mukakan panduan umum tentang prosedur-prosedur kualitatif yang meliputi pembahasan mengenai karakteristik-karakteristik umum penelitian kualitatif.  Gunakan metafora-metafora dan analogi-analogi (lihat. matriks. Contoh 9.) atau format lain untuk menandai cuplikan-cuplikan yang berasal dari partisipan.  Terapkan indent (menambah spasi di depan alinea untuk tulisan.

Para sarjana menyatakan bahwa penelitian kualitatif dapat dibedakan dengan metodologi kuantitatif berdasarkan karakteristik-karakteristiknya yang inheren.didikan (Borg &Gall.Hanya baru-baru ini saja paradigma tersebut diadopsi oieh para peneliti per.baru berumur empat tanun. tidak ada teori atau hipotesis yang dibangun secara priori 3. Locke et.Marshall & Rossman. Lincoln & Guba. menggandakan. atau interaksi j sosial tertentu (Locke. Dalam penelitian kualitatif. . saya sudah merujuk pada beberapa bagian yang dianggap paling penOng. Penelitian kualitatif didasarkan pada sumsi-sumsi yang sangat berbeda dengan rancangan kuantitatif. Tujuan peneiitian kualitatif / adalah memahami situasi. Berikut ini adalah sintesis dari asumsi-asumsi umum tentang karaktenstik-karakteristik penelitian kualitatif yang pemah diajukan oleh sejumlah peneliti: 1. menga-talogkan. mencaii makna-makna dan perspektif-perspektif informan.1989. 4. Frankel & Wallen. 1990. peneliti menjelaskan asumsi-asumsi kualitatif).al. Penelitian kualitatif muncul dalam setting yang alamiah di mana di dalamnya ada banyak penlaku dan peristiwa ' kemahusiaan yang terjadi. membandingkan. 1991. Spirduso. 19R9). {Di $ini. Merriam 1988) 252 . 2. Data ini merupakan data yang disajikan dalam bentuk kata-kata (utamanya kata-kata parisipan) atau gambargambar ketimbang angka-angka (Freenkel & Wallen. Penelitian > ini dapat diartikan sebagai proses investigatif yang di dalamnya penelitj secara perlahan-lahan memaknai suatu fenamena sosial dengan membedakan. kelompok. & Silverman. dan mengklasifiKasikan objek penelitian (Miles & Huberman. Paradigma Penelitian Kualitatif Paradigma penelitian kualitatif pada hakikatnya berasal dari antropologi kultural dan sosiologi Amerika (Kirk & Miller. Selain itu. 1998). 1936).1987. Penelitian kualitatif lebih memprioritaskan peneliti ketimbang mekanisme yang tak bernyawa sebagai instumen primer dalam pengumpulan data (Eisner. Data Penelitian kualitatif bersifat deskriptif. 1987). Untuk menyajikan bagian prosedur kualitatif dalam pr. saya juga tetap mempertahankan istilah informan yang digunakan Miller meskipun saat ini ibtilah yang lebih tepat digunakan adalah partisipan. 1984). Merriam. 1990. Marshall dan Rossman (1989) menyatakan bahwa penelitian ini melibatkan peneliti untuk menyelami setting peneliti. 1985. peristiwa.oyek ini. Peneliti memasuki dunia informan melalui interaksi berkeianjutan.

dan cara-cara mereka memaknai hidup (Freenkel & Wallen. Rancangan etnografis berasal dari bidang antropologi. Akan tetapi.5. Makna dan interpretasi dinegosiasi dengan sumber-sumber data manusiawi karena inilah realitas subjek yang memang ingin direkonstruksi oleh seorang peneliti kulatatif (Lincoln & Cuba. 1985. Robert Park. Objektivitas dan kebenaran menjadi dua hal yang sangat penting dalam tradisitradisi penelitian. Merriam 1988) 7. 1990. khususnya dari kohtribusi Brortislaw Malinowski. Dengan kata lain. fokusnya pada sesuatu yang partikular dimana data diinterpretasikan dalam hubungannya dengan partikulasi-partikularitas suatu kasus daripada generalisasigeneralisasi 8. {Disini. Penelitian kualitatif berfokus pada proses-proses yang terjadi. Penelitian kualitatif menekankan pada persepsi-persepsi dan pengalamanpengalaman partisipan. kegunaan instrumental dan pengetahuan. Tujuan penelitian etnografis 253 . atau hasil dan outcome. 1987.al. dan Franz Boas (Jacob. Dalam Penelitian Kualitatif. diterapkan interpretasi ideografis. bentuk datanya tidak bisa dihitung {not quantifiable) dalam pengertian yang biasa. Penelitian kualitatif merupakan suatu rancangan di mana di dalamnya peneliti dpat menegosiasi hasil penelitian (outcomes). Merriam 1988) 6.1987. 1991) serta ber-dasarkan pada sesuatu yang dapat dipercaya {trustworthiness) (Lincoln & Guba. 1985) melalui proses verifikasi dari-pada melalui pengukuran validitas dan reliabilitas pada umumnya. Rancangan Penelitian Etnografis Penelitian ini menerapkan rancangan etnografis. peneliti menjelaskan karakteristik-karak-teristik penelitian kualitatif). 1990. Locke et. Kirk & Miller. kriteria untuk mempertimbangkan penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian kuantitatif. Merriam. Pertama dan yang utama. (Eisner. 10. 1985 ) Maka dari itu. Tradisi penelitian in (kualitatif) bertumpu pada penerapan pengetahuan yang tersirat (pengetahuan intuitif atau perasaan) karena sering kali nuansa dari beragam realitas hanya dapat diapresiasi dengan cara ini (Lincoln & Cuba. 1988) 9. 1986). Penelitian kualitatif khususnya tertarik pada usaha memahami bagaimana sesuatu itu muncul (Freenkel & Wallen. peneliti kualitatif lebih berusaha untuk mencari ketepercaya-an {believability) yang didasarkan pada koherensi.

saya menjabat sebagai Dekan Student Life di salah satu universitas di Midwest. serta mempersiapkan kepemimpinan dan visi universitas. dan karena itulah saya berniat untuk menjadikan rektor sebagai informan dalam penelitian ini. pembangunan relasi. {DI sini. rektor. pengetahuan. Penelitian ini juga berusaha memperoleh gambaran menyeluruh untuk dapat menyingkap bagaimana manusia mendeskripsikan dan men-strukturkan dunia (Fraenkel & Wallen. peneliti menggunakan dan menjelaskan pendekatan etnografis). dan bias-bias personal (peneliti). saya sudah sering terlibat dalam semua aktivitas dan keputusan dewan administratif tingkat tinggi. 1987). dan isu-isu yang sering dihadapi oleh rektor universitas di tahun pertama. Saya juga sering bekerja sama dengan pihak fakultas. Kontribusi peneliti terhadap setting penelitian sangat penting da positif. Persepsi saya terhadap jabatan rector perguruan tinggi dari universitas terbentuk dari pengalaman pribadi saya. saya juga telah bekerja sama dengannya pada awal tahun masa kepemimpinannya di universitas. Saya yakin pemahaman saya tentang konteks dan peran ini dapat meningkatkan kesadaran. Penelitian ini menekankan aspek pemotretan pengalaman individu-indivsdu sehari-hari dengan cara mengobservasi dan mewawancarai mereka dan individu-individu lain yang relevan (Fraenkel & Wallen. keputusan –keputusan. Penelitian etnografis melibatkan wawancara mendalam dan observasi terus-menerus pada para partisipan dalam situasi tertentu (Jacob. anggota dewan. 1990). dan sensitivitas saya terhadap tantangantantangan. saya bertugas sebagai staf administrasi di sejumlah perguruan tinggi swasta yang terdiri dari 600 hingga 5000 mahasiswa. 1987). Yang lebih terkini (1987-1990). Focus penelitian ini adalah pada peran seorang rektor baru dalam menginisiasi perubahan. dan dewan perwakilan mahasiswa. dan pembuatan keputusan. Peran Peneliti Karena peran peneliti dianggap sebagai instrument primer dalam pengumpulan data kualitatif. Sebagai anggota dewan rektorat.. 1990). maka di bagian awal penelitian diperlukan adanya identifikasi terhadap nilai-nilai. Dari agustus 1980 hingga Mei 1990. 254 . Sayajuga sudah cukup memahami tentang struktur perguruan tinggi dan peran rektor di dalamnya.adalah memperoleh gambaran umum mengenai subjek penelitian. asumsi-asumsi. Selain memberikan laporan kepada rektor. buka malah merugikan (locke et al.

Akan tetapi saya mengobservasi peran rektor ini hanya dalam konteks pertemuan-pertemuan dewan administrative. S2. serta persepsi-persepsinya dan makna-makna dalam pengalaman tersebut sesuai dengan yang diungkapkan oleh informan. Dalam dewan ini.700 orang nyaris mengisi tiga kali lipat populasi masyarakat di sana yang hanya berkisar 1. Saya mengawali penelitian ini dengan asumsi bahwa rektor universitas merupakan suatu jabatan yang sangat berbeda dan rumit. Meskipun banyak ekspektasi terhadapnya. Peristiwa Didasarkan pada metodologi etnografis. dan tentu saja tantangan-tantangan baru. Informan utama dalam penelitian ini adalah rektor tersebut. dan Bidang Kemahasiswaan) dan dua Dekan (Sarjana dan Diploma). Ketika kuliah aktir. mahasiswa universitas ini yang berjumlah 1. serta bagaimana saya menginterpretasikan pengalaman-pengalaman saya pribadi. saya tetap mempertanyakan seberapa besar kemampuan rektor untuk menginisiasi perubahan dan mempersiapkan kepemimpinan dan visi universitas. frustasi. Saya memandang tahun pertama sebagai tahun yang amat penting. Universitas ini terletak di lingkungan masyarakat pedesaan Midwestern. bias-bias ini justru membantu bagaimana saya memandang dan memahami data yang dikumpulkan.000 orang. Informan Informan dalam penelitian inin adalah rektor baru disalah satu universtitas negeri Midwest. Akan tetapi. (disini. Batasan Penelitian Lokasi Penelitian ini dilakukan di salah satu universitas negeri di Midwest. dipenuhi dengan berbagai perubahan. Institusi ini memiliki jenjang S1. focus penelitian ini adalah pengalaman dan peristiwa sehari-hari seorang rektor yang baru. Penelitian ini 255 . Bidang Administrasi. dan S3 dengan 51 mata kuliah. Meskippun saya sudah berusaha semaksimal mungkin memastikan objektivitas penelitian. bias-bias ini tetap saja muncul. saya tentu membawa bias bias tersendiri ke dalam penelitian ini. kejutan-kejuatan yang tak terduga.Karena pengalaman-pengalaman bekerja sebelumnya dengan seorang rektor baru di sebuah universitas. rektor memliki tiga pembantu Rektor (Bidang Akademik. peneliti merefleksikan perannya dalam penelitian).

membuat keputusan. Perimbangan-pertimbangan Etis Dalam merancang penelitian. Untuk itulah diperlukan pula proteksi terhadap hak-hak informan: (1) sasaran penelitian harus disampaikan secara verbal da tulisan sehingga sasaran-sasaran tersebut bisa dipahami dengan jelas oleh informan (termasuk deskripsi mengenai bagaimana data yang nanti terkumpul dan dimanfaatkan selanjutnya dan untuk keperluan apa). Observasi dalam penelitian etnografis mengharuskan peneliti untuk menggali kehidupan informan (Spradley. dan harapan-harapan informan harus dpertimbangkan terlebih dahulu ketika akan dibuat pilihan-pilihan tentang pelaporan data penelitian. 1982. dalam penelitian ini. keinginan-keinginan. 1988. dan (7) keputusan akhir yang terkait dalam anonimitas informan selebihnya diserahkan pada informan sendiri. Marshall & Rossman. dan keinginan-keinginan (para) informan. Dalam konteks pertimbangan etis ini. peneliti menjelaskan batasan-batasan pengumpulan data). (6) hak-hak.. kebutuhan-kebutuhan.mencangkup penyesuaian peristiwa-peristiwa atau informasi-informasi yang mengejutkan dan pemaknaan atas peristiwa-peristiwa atau isu-isu penting yang muncul. Uniknya. Merriam. 1980) dan terus menyikap informasi-informasi yang dianggap sensitif. 1989. (3) formulir dispensasi penelitian harus disahkan oleh Dewan Peninjau Institusional/ Institutional Review Board/IRB (Lampiran B1 dan B2). (Disini. Spradley. nilai-nilai. 1980). para peneliti kualitatif pada umumnya selalu membahas pentingnya pertimbangan-pertimbangan etis (Locke et al. (2) izin tertulis untuk melakukan penelitian tersebut harus diperoleh dari informan. Jangka waktu ini sudah mencangkup minimal sekali dalam sebulan wawancara terekam selama 45 menit dengan 256 . penelitian etnografis lah yang paling menonjol. serta mempersiapkan kepemimpinan dan visi universitas. peneliti harus memiliki kewajiban untuk menghormati hak-hak. pada 1992. (4) informan harus diberi tahu mengenai semua perangkat dan aktivitas pengumpulan data (5) transkripsi harfiah (kata demi kata) da interpretasi serta laporan tertulis harus dibuat dan diberikan pada informan. peneliti membahas masalah-masalah etis dan review IRB) Strategi-Strategi Pengumpulan data Data dikumpulkan sejak Februari hingga Mei. membangun relasi. Pertama dan yang utama. jabatan dan institusi informan yang benar-benar tampak justru menjadi salah satu perhatian. (Disini. Proses Penelitian ini difokuskan pada peran seorang rektor baru dalam menginisiasi perubahan.

peneliti menjelaskan bagaimana ia mencatat informasi deskriptif dan reflektif). kemudian berusaha memahami dan menjelaskan pola-pola dan tema-tema tersebut (Agar. yang menampilkan sejumlah petunjuk tentang bagaimana saya harus memanfaatkan waktu ketika saya berada di lapangan. pemikiran. Diary terekam (taped diary) milik partisipan dan hasil wawancara terekam (taped interview) di transrip dalam kata demi kata. Lampiran D). dan Publikasi). Mereka berusaha mengidentifikasi dan mendeskripsikan pola-pola dan tema-tema dari sudut pandang partisipan. peneliti etnografi mengindeks dan mengkode data mereka dengan menggunakan sebanyak mungkin kategori-kategori (Jacob. dan perasaan-perasaannya melalui diary terekam/ taped diary (petunjuk-petunjuk tentang refleksi terekam. Selama analis ini. wawancara lanjutan (follow up interview) dijadwalkan akan dilakukan pada akhir Mei 1992 (lihat Lampiran E untuk catatan waktu dan jadwal kegiatan yang direncanakan). ketika menstranskip dan menganalsis data. pengumpulan data dan analisis data harus serempak (simultaneously). perasaan. peneliti berencana untuk wawancara secara berhadap-hadapan. (Disini. saya akan menggunakan catatan lapangan (field log). Selain itu. (Disini. dan peristiwa-peristiwa. lampiran C). Schatzman dan Strauss (1973) menyatakan bahwa analisis data kualitatif utamanya melibatkan pengklasifikasian benda-benda. (Disini. 257 . serta property-properti lain yang mencirikan ketiganya. Catatancatatan rekaman dan entri-entri di dalamnya direview secara terus menerus.informan (rancangan pertanyaan-pertanyaan wawancara. data disusun secara kategoris dan kronologis.gagasan utama dicatat rentetan kemunculannya (seperti yang disarankan oleh Merriam. Prosedur-Prosedur Analisis Data Merriam (1998) dan Marshall dan Rossman (1989) menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif. Gagasan. 1980). dan persepsi saya selama proses penelitian dalam catatan lapangan. diperiksa kembali berulang-ulang. Untuk membantu pengumpulan data. peneliti mendeskripsikan langkah-langkah dalam analisis data). Saya juga bermaksud mencatat detail-detail observasi saya dalam notebook dan pemikiran. dan sekali dalam sebulan analisis pada kalender dan dokumen-dokumen informan (catatan-catatan pertemuan. observasi dua jam pada aktivitas-aktivitas keseharian. penglaman. sekali dalam sebulan. berpartisipasi sebagai observer. dan dicoding secara terus menerus. informan telah setuju untuk merekam kesan-kesan mengenai pengalaman. Biasanya sepanjang proses analisis data. 1988). memo. dan memperoleh dokumendokumen pribadi). orang-orang. 1987).

Tanya jawab bersama informan terkait dengan hasil interpretasi peneliti tentang realitas dan makna yang disampaikan informan akan memastikan nilai kebenaran sebuah data 3. atau dihapus dengan menggunakan editor HyperQual. informan akan mengecek seluruh proses analisis data. dan dokumen dapat dianalisis seutuhnya. dikelompokkan . 1989: 67-70). 2. 4. diperoleh kembali. peneliti menjelaskan penggunaan software computer untuk analisis data). Kode-kode ini juga dapat ditambah. berikut ini strategi-strategi yang akan diterapkan: 1. observasi. 5. Sekumpulan data yang penting dapat diidentifikasi. peneliti dapat langsung ―memasukkan data lapangan. dan ilustrasi-ilustrasi…(dan) menge-tag (atau meng-coding) semua atau sebagian sumber data sehingga sekumpulan data dapat disaring dan dirakit kembali dalam konfigurasi yang baru dan lebih baik‖ (Padilla. (Disini. dipilah-pilah. Pola partisipatoris. catatan pribadi. data dikumpulkan melalui beragam sumber agar hasil wawancara. mulai dari perancangan proyek hingga pemeriksaan interpretasi dan kesimpulan. observasi. informan dilibatkan dalam sebagian besar tahap penelitian ini. Raymond Padilla (Arizona State University) merancang HyperQual ini pada 1987 yang diterapkan pertama kali dalam komputer Macintosh. Kategori-kategori atau kode-kode dapat dimasukkan terlebih dahulu atau di lain waktu. dan dikelompokkan kembali untuk dianalisis. termasuk data wawncara. atau frasafrasa kuncinya. Triangulasi data. tema-tema. Denga HyperQual. proses analisis data ini dibantu dengan penggunaan program computer analisis data kualitatif yang dikenal dengan HyperQual. kata-kata. observasi regular dan berulang atas fenomena dan setting penelitian akan dilakukan dalam jangka waktu empat bulan. Stack-stack khusus dirancang untuk mengoperasikan dan mengolah data. seorang mahasiswa doktoral dan graduate asisten di Jurusan Psikologi Pendidikan dipilih sebagai rekan pemeriksa atas peneitian ini.Selain itu. data-data teks dapat dicari kategori-kategori. HyperQual memanfaatkan software HyperCard dengan memfasilitasi perekaman/ pencatatan dan analisis data teks dan grafis. 258 . Pemeriksaan oleh sesame peneliti (peer examination). diubah. Verifikasi Untuk memastikan validitas internal. Waktu yang lama dan observasi berulang di lokasi penelitian. Member Checking.

Selain itu. Melapokan Hasil Penelitian Lofland (1974) menegaskan bahwa: meskipun strategi-strategi pengumpulan dan analisis data relatif sama dalam berbagai metode kualitatif. Peneliti mengidentifikasi strategi-strategi validitas yang akan digunakan dalam penelitian). Hal ini akan memungkinkan pembaca untuk turut merasakan tantangan-tantangan yang dirasakan informan dan memberikan prespektif yang dengannya pembaca juga dapat memandang dunia sang informan (Disini. misalnya. Ketiga. cara melaporkan hasil penelitian cenderung berbeda. saya juga merekomendasikan agar peneliti menjelas-kan —dalam proposal penelitian— strategi penelitian yang akan di-gunakan. Peneliti menyebutkan outcome penelitian). Semua tahap dalam penelitian ini juga akan diperiksa oleh seorag auditor luar yang sudah berpengalaman dalam metode penelitian kualitatif. menjelaskan pentingnya membuat tampilan data. (Disini. peran peneliti. Sementara itu. Ada tiga teknik untuk memastikan reabilitas penelitian ini. 1988). Strategi pengumpulan dan analisis data akan dilaporkan secara detail untuk memberikan gambaran yang jelas dan akurat mengenai metode-metode yang digunakan dalam penelitian ini. dan tulisan naratif adalah bentuk yang paling sering digunakan untuk menampilkan data kualitatif. Proyek akhirnya akan berupa konstruksi pengalaman-pengalaman informan dan pemaknaannya terhadap pengalaman tersebut. serta konteks dari mana data dikumpulkan (LeCompte & Goetz. aktivitas. fenomenologi). Karena penelitian ini merupakan penelitian naturalistik maka hasil-hasilnya akan lebih pas bila disajikan dalam bentuk deskriptif-naratif ketimbang dalam bentuk laporan saintfik. eksplorasi proses. Kedua. dan peristiwa (studi kasus. dan rinci sehingga setiap orang yang tertarik membaca proyek ini akan memiliki perbandingan kerangka kerja (Merriam. peneliti memberikan penjelasan detail tentang focus penelitian.6. Pertama. seperti penelitian individu-individu (naratif. strategi utama yang diterapkan adalah menyediakan deskripsi-deskripsi yang kaya. padat. Miles dan Huberman (1984). di awal penelitian ini. atau pengamatan perilaku-perilaku individu ataii kelompok culture-sharing 259 . kedudukan informan dan dasar penelitian. 1984). untuk memastikan validitas eksternal dalam proyek ini. grounded theory). Deskripsi yang padat akan menjadi sarana menyampaikan gambaran holistik mengenai pengalaman-pengalaman dari seorang rektor universitas yang baru. bias peneliti telah dijelaskan dalam subjudul ―Peran Peneliti‖. Klarifikasi bias penelitian. diterapkan traingulasi dan beberapa metode lain dalam pengumpulan dan analisis data.

Untuk interpretasi data penelitian. Latihan Menulis LATIHAN MENULIS 1. grafik. berarti strategi ini juga perlu disajikan sesuai dengan model narasinya masing-masing. observasi.1 untuk mengecek apakah rancangan yang Anda tulis tersebut sudah lengkap atau tidak. tunjukkan langkah-langkah yang akan Anda terapkan dalam proyek Anda. peneliti perlu menyampaikan pelajaran apa yang dapat diambil. analisis tematik kode-kode. Penting juga menjelaskan jenis-jenis protokol perekaman/ pencatatan data yang akan digunakan. dokumentasi. dan menjelaskan fungsi generalisabilitas. pehgcodmg-an data. penggunaan program-program kom puter.(etnografi). Dalam kolom-kolom sebelah kanan. Analisis data merupakan proses yang terus berkelanjutan selama penelitian. dan masalah-masalah etis. membandingkan hasil penelitian dengan literatur dan teori tertentu. strategi penelitian yang ingin Anda giinakan. dan gambar. hubungan personal dengan lokasi penelitian. langkah-langkah memperoleh entri. menunjukkan reliabilitas prosedur-prosedur. wawancara. dan data yang harus Anda kumpulkan. serta interpretssi terhadap data penelitian. Buatlah tabel yang. Langkah-langkah umum ini meliputi antara lain: pengolahan dan penyiapan data. menyajikan langkah-langkah analisis data. penyajian data dalam tabel. Proposal penelitian seharusnya juga berisi satu bagian tentang outcome yang di-harapkan. peneliti seharusnya menyertakan penjelasan tentang pendekatan sampling dan jenis/strategi apa yang digunakan untuk mengumpulkan data (seperti. dalam proposal tersebut. 260 . deskripsi detail kode-kode. dan audiovisual). Selain itu. Jika ada satu strategi yang dipilih. dan peneliti biasanya menerapkan langkahlangkah analisis umum dan strategi-strategi khusus di dalamnya. Analisis ini melibatkan analisis informasi partisipan. Dalam bagian proposal pengumpulan data. dan/atau mengajukan agenda perubahan. memunculkan pertanyaan-per-tanyaan. Setelah menulis rancangan ini. perhatikan Tabel 9. Tulislah satu rancangan prosedur penelitian kualitatif. proposal penelitian juga perlu membahas peran peneiiti: pengalam anpengalaman sebelumnya. peneliti juga perlu menyebutkan strategi-strategi yang akan digunakan untuk memvali-dasi keakuratan hasil penelitian. 2. Lebih jauh. dalam kolom paling kiri. pembacaan awal informasi.

C.W.B. Designing Qualitative Research. G. Topik-topik yang di-sertakan dalam buku ini sangat komprehensif. Buku yang terdiri dari delapan volume dan diedit oleh Uwe Fick ini ditulis oleh para peneliti kualitatif kelas dunia dan dibuat secara kolektif untuk menjelaskan masalah-masalah inti yang muncul ketika para peneliti melaksanakan penelitian kualitatif. cocok dipelajari untuk para peneliti pemula maupun peneliti yang sudah mahir. logika dan asumsiasumsi dasar tentang rancangan dan metode penelitian. seperti waktu. J. anggota. U.BACAAN TAMBAHAN Marshall. ketimbang menekan-kan sikap filosofis. Ini adalah buku yang komprehensif dan insightful. Edisi keempat. mereka menjelaskan tentang kerangka. buku saya lebih menyajikan lima pendekatan praktis dalam penelitian kualitatif—pendekatan naratif. buku ini juga membahas isu-isu kualitas dalam penelitian kualitatif. para pembaca akan lebih mudah memilih dan menentukan mana dari kelimanya yang tepat diterapkan untuk masalah penelitian mereka dan sesuai dengan gaya pribadi mereka dalam melakukan penelitian. 261 . (2007). (Ed. dan menganalisis data kualitatif. mengumpulkan data. Edisi kedua.-konseptual penelitian. (2006). Thousand Oaks. etnografi. buku ini bisa menjadi informasi up-to-date bagi para peneliti masa kini yang ingin mendalami bidang penelitian kualitatif. sejumlah penulis yang membahas penelitian kualitatif terlalu berpijak pada sikap filosofis terhadap topik yang dibahas. analisis wacana). Secara keseluruhan. CA: Sage. Flick. dan sumber-sumber yang dibutuhkan untuk penelitian. dan menganalisisnya (misalnya. Misalnya. Buku ini menjelaskan bagaimana merencanakan dan merancang penelitian kualitatif. data visual. (2007). & Rossman. fenomeno-logi. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing among Five Approaches. Di bagian akhir. Terkadang. dan studi kasus— dan membahas bagaimana prosedur-prosedur dalam lima jenis penelitian ini ber-beda dan sama antarsatu dengan yang lain. CA: Sage. grounded theory. dan pembaca dibiarkan tanpa pemahaman tentang prosedur-pro-sedur dan praktik-praktik yang sebenarnya dalam merancang dan melaksanakan penelitian kualitatif. dan pendanaan. rnetode-metode pengumpulan data dan prosedur-prosedur dalammengatur. Thousand Oaks.). Creswell. London: Sage. Catherine Marshall dan Gretchen Rossman memperkenalkan prosedur-prosedur dalam penelitian kualitatif. Tidak hanya itu. The Sage Qualitative Research Kit. Sebaliknya. merekam.

yang memanfaatkan kekuatan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif sekaligus. berkembang. Sifat interdisipliner penelitian juga turut memengaruhi tim penelitian yang terdiri dari individu-individu yang memiliki minat dan pendekatan metodologis yang beragam. kombinasi penerapan metode kualitatif dan kuantitatif. dan menjelaskan alasan-alasan digunakannya strategi-strategi jamak (multiple forms) dalam pengumpulan dan analisis data (Bab 8 dan 9).Bab Sepuluh PROSEDUR-PROSEDUR METODE CAMPURAN Seiring berkembangnya penelitian kualitatif dan kuantitatif dalam ilmu sosial humaniora. dan penerapan metode-metode jamak (multiple methods) sebagaimana yang telah dijabarkan pada Bab 1. penelitian dengan metode campuran —yakni. masalah-masalah yang diangkat oleh para pakar ilmu sosial dan kesehatan begitu kom-pleks sehingga menerapkan hanya satu pendekatan saja tentu tidak memadai untuk menjabarkan kompleksitas ini. salah satunya. Pada akhirnya. Popularitas ini. Bab ini akan mengulas banyak hal yang telah disajikan dalam bab-bab sebelumnya. misalnya pembahasan lebih luas mengenai pandang-an-dunia pragmatis. ada begitu b3nyak manfaatyang dapat diperoleh dari kombinasi penelitian kualitatif dan kuantitatif ini daripada sekadar menerapkan salah satu dari keduanya secara terpisah. menerapkan kombinasi dua pendekatan sekaligus (kualitatif dan kuantitatif)— menjadi kian populer. Bab ini juga akan menjelaskan lebih lanjut tentang masalah-masalah penelitian yang menuntut keniscayaan untuk dieksplorasi dan dijelaskan (Bab 5). dan metode campuran adalah salah satu wujud dari perkembangan ini. bab ini juga akan menjelaskan tujuan penelitian dan rumusan masalah dari kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif (Bab 6 dan 7). Selain itu. Apalagi. Salah satu manfaatnya adalah memberikan pemahaman yang lebih luasterhadap masalah-masalah penelitian. KOMPONEN-KOMPONEN PROSEDUR METODE CAMPURAN 262 . disebabkan oleh kenyataan bahwa metodologi penelitian teais berevolusi dar.

& Bentall. 1994). Piano Clark & Creswell. Quality and Quantity dan Field Methods. Selain jurnal. & Frohlich. 2001). Kraut. kesehatan mental (Rogers. 2008. seperti bidang terapi okupasional (Lysack & Kreftdng. sejumlah jurnal juga m ulai fokus pada peneli tian d engan metode campuran.. sejumlah jurnal lain juga telah berusaha merumuskan penelitian ini dalam konteks disiplin ilmu pengetahuan tertentu. Randall. diterbit-kanlah Handbook of Mixed Methods in the Social & Behavior Sciences (Tashakkori & Teddlie.1. perawatan demensia (Weitzman & Levkoff. Pada 2003. 2007. 1998).Saat ini. Annals of Family Medicine. Qualitative Health Research. 2008. 1995). Bahkan. seperti International Journal of Social Research Methodology. seperti Journal of Mixed Methods Research. Baru-baru ini. Checklist pertanyaan-pertanyaan seputar bagaimana mendesain penelitian metode campuran sudah disajikan dalam Tabel 10. Dalam bab ini. Buku-buku terbaru yang terbit setiap tahun pun juga tidak sedikit yang ditulis khusus untuk membahas penelitian metode campuran (seperti. beberapa penelitian sosial humaniora juga bany ak yang menerapkan penelitian metode campuran ini dalam bidang-bidang yang beragam. bab ini juga akan membahas perlunya model visual dalam Tabel 10. yang untuk pertama kalinya menyajikan overviezo komprehensif mengenai strategi penelitian yang satu ini. Day. penelitian metode campuran telah berkem'oang menjadi seperangkat prosed ur y a rig dapat diterapkah para peneliti dalam mendesain penelitian metode campuran mereka. Bryman. 1996). komunikasi interpersonal (Boneva. Greene. dan dalam sains sekolah menengah (Houtz. akan dijelaskan komponenkomponen penting terkait sifat-sifat dan jenis-jenis strategi penelitian metode campuran. 2000). 2003).. 2003). Tashakkori & Teddlie. 2007. Selain itu. Creswell & Piano Clark.1 Checklist Pertanyaan-pertanyaan untuk merancang prosedur Metode campuran --------------------------------------------______ --------------------Apakah definisi dasar tentang metode campuran sudah disajikan? Apakah alasan/rasionalisasi digunakannya dua pendekatan atau data ini (kuantitatif dan kualitatif) juga sudah disajikan? Apakah pembaca merasakan manfaat potensial dari diterapkannya rancangan metods campuran ini? Apakah kriteria-kriteria dalam memilih strategi metode campuran sudah diidentifikasi? Apakah strategi yang dipilih sudah disebutkan? Apakah model visual yang mengilustrasikan strategi tersebut juga sudah disajikan? Apakah ada notasi yang digunakan untuk menyajikan model visual tersebut? 263 . pencegahan AIDS (Janz et al.

Jelaskan pula mengapa peneliti harus menggunakan rancangan metode campuran (misalnya.------------------------- ------------- --------------------- Apakah prosedur-prosedur pengumpulan dan analisis data sudah dijelaskan? Apakah strategi-strategi sampling untuk pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif sudah dijeiaskan? Apakah strategi-strategi sampling ini berkaitan erat dengan strategi penelitian yang dipiiih? Apakah prosedur-prosedur data yang spesifik sudah dijelaskan? Apakah prosedur-prosedur ini berkaitan erat dengan strategi penelitian yang dipilih? Apakah prosedur-prosedur validasi data kualitatif dan kuantitatif sudah dijelaskan? Apakah struktur naratif/penyajian metode campuran sudah dijelaskan. dan struktur penyajjan laporan akhir. Namun. Beberapa sumber mengidentifikasi bahwa penelitian ini bermula dari psikologi dan matriks multitraid-multwietlwd-nya Campbell dan Fiske (1959) yang tertarik untuk mengonvergensi dan mentriangulasi sumber-sumber data kuantitatif dan kualitatif 0ick. misalnya. dan apakah struktur ini berkaitan dengan strategi penelitian yang dipilih? rancangan metode campuran.  Definisikan penelitian metode campuran. Setelah pembahasan mengenai komponen-komponen di atas. 1979). Onwuegbuzie. Tashakkori & Teddlie. panjelasan lebih detail tentang bagaimana mendefinisikan pene litian metode campuran dalam Johnson. dengan menyertakan definisi dalam Bab 1 yang fokus pada pengombinasian dua metode (kualitatif dan kuantitatif) dalam. SIFAT PENELITIAN METODE CAMPURAN Karena penelitian metode campuran ini relatif baru di dalam ilmu sosial humaniora maka peneliti perlu menyajikan definisi dasar dan deskripsi singkat dalam proposal. 2007. 2007). peran peneliti. untuk memperluas pembahasan dengan cara menerapkan dua metode sekaligus. prosedur-prosedur khusus dalam pengumpulan dan analisis datanya. Turner. satu penelitian (lihat. Berikut ini. beberapa hal yang perlu dijelaskan terkait dengan sifat metode campuran dalam proposal penelitian:  Jelaskan secara kronologis dan singkat sejarah perkembangan metode campuran. ada pula yang menyatakan bahwa metode campuran ini didorong oleh keinginan untuk mengembangkan metodologi yang berbeda dalam penelitian (lihat Creswell & Piano Clark. disajikan satu contoh prosedur metode campuran yang diperoleh dari berbagai sumber. 1998). untuk menggunakan satu pendekatan integratif agar mampu memperoleh pemahaman yang 264 .

Selain itu. metode kuantitatif dan kualitatif.buku. STRATEGI-STRATEGI PENELITIAN METODE CAMPURAN DAN MODELMODEL VISUALNYA Ada beberapa tipologi yang bisa dimanfaatkan peneliti untuk memilih jenis strategi metode campuran yang akan digunakan dalam ponelitiannya. atau untuk menguji hasil penelitian dari pendekatan yang berbeda). penelitianpenelitian akademik. setiap strategi memiliki istilah yang berbeda-beda. Tantangan-tantangan ini bisa berupa sifat pengumpulan datanya yang harus ekstensif. Berikut ini. dan metodologi campuran. serta penelitian sosial dan behavioral. artikel-artikel jurnal. 2007 untuk pembahasan mengenai inisiatif inisiatif awal yang turut berkontribusi pada perkernbangan metode campuran saat ini).  Jelaskan secara singkat perkembangan minat terhadap penelitian metode campuran seperti yang banyak terungkap dalam buku. Dalam klasifikasi-klasifikasi ini. sintesis. Merencanakan Prosedur-Prosedur Metode Campuran Sebelum membahas enam strategi ini. dan proyek-proyek yang didanai/hibah (lihat Creswell & Piano Clark. kebijakan dan penelitian pendidikan. 2003). 2003). Yang jelas. saya jelaskan enam strategi penelitian metode campuran yang sudah saya dan rekan-rekan saya gunakan sejak 2003 (Creswell et al. perawatan kesehatan publik. seperti integmsi. meskipun ada sejumlah hal substansial yang mirip dan overlapping dalam rancangan-rancang-an tersebut. multimetode. kenalilah istilah-istilah berbeda yang sering digunakan untuk menyebut penelitian ini. Creswell dan Piano Clark (2007) mengidentifikasi 12 sistem klasifikasi strategi penelitian metode campuran yang didasar-kan pada ranah-ranah yang berbeda.. serta tuntutan akan pengetahuan mendalam tentang bentuk penelitian kuantitatif sekaligus kualitatif. seperti evaluasi. Tashakkori & Teddlie. 2006.lebih baik.  Tulislah tantangan-tantangan yang Anda hadapi ketika menerapkan penelitian metode campuran. sifat analisisnya yang begitu intensif atas data teks dan angka-angka. penting kiranya untuk mempertimbangkan terlebih dahulu sejumlali aspek penting dalam merancang prosedur-prosedur untuk penelitian 265 . meski bukubuku yang terbit baru-baru ini lebih banyak menggunakan istilah metode campuran (Bryman. campuran dua metode ini bisa saja berada dalam satu penelitian atau berada di antara sejumlah studi dalam satu program penelitian.

terkadang memang tidak efektif mengumpulkan data secara bertahap dalamjangka waktu yang lama (misalnya. kuantitatif. yang di dalamnya data dikumpulkan dari sejumlah besar partisipan (yang biasanya di-anggap sebagai sampel penelitian). Timing (Waktu) Peneliti harus mempertimbangkan waktu dalam pengumpulan data kualitatif dan kuantitatifnya: apakah data akan dikumpulkan secara bertahap (sekuensial) atau langsung dikumpulkan sekaligus dalam satu waktu (konkuren). Setelah itu.1 Timing Konkuren/Tidak Sekuensial Tahap Pertama Kualitatif-Sekuensial Bobot/Prioritas Pencampuran Seimbang Menggabungkan {Integrating) Kualitatif Menghubungkan (Connecting) Teorisasi Eksplisit Implisit Tahap Pertama Kuantitatif Menancapkan Kuantitatif-Se(Embedding) kuensial Gambar 10. iveighting (bobot).1 Aspek-Aspek yang Perlu Dipertimbangkan dalam Merancang Penelitian Metode Campuran Sumber: Diaptasi dari Creswell et al. dan teorizing (teorisasi) seperti yang dapat dilihat dalam Gambar 10. peneliti memperluas pema-hamannya melalui tahap kedua.metode campuran. peneliti periu menentukan data apa saja yang akan dikumpulkan terlebih dahulu: apakah data kuantitatif atau data kualitatif. (2003). berarti data kualitatif maupun data kuantitatif sama-sama dikumpulkan sekaligus dalam satu waktu. berarti tujuannya adalah untuk mengeksplorasi topik penelitian dengan cara mengamati para parti-sipan di lokasi penelitian. Hal ini bergantung pada tujuan awai peneliti. dan pelaksanaannya ber-langsung serempak. Ketika data dikumpulkan secara konkuren. Dalam beberapa proyek penelitian. Aspek-aspek tersebut antara lain: timing (waktu). Dalam hal ini. mixing (pencampuran). Ketika data kualitatif yang terlebih dahulu dikumpulkan. Weighting (Bobot) 266 . ketika peneliti berada dalam lokasi penelitian. Ketika data dikumpuikan secara bertahap. mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif dalam satu waktu sering kali lebih efektif ketimbang mengumpulkannya secara bertahap. dalam ilmu kesehatan di mana para dokter tidak punya banyak waktu untuk mengumpulkan data di lapangan).

dan hal apa yang ingin diutamakan oleh peneliti. 2003). Dua data ini bisa saja ditulis secara terpisah. Dalam kerangka yang lebih praksis. Mixingr(Pencttiiipuran) Mencampur data (atautialam pengertian yang lebih luas. seperti dalam percobaan-percobaan eksperimen (lihat Rogers et al. bobot dalam penelitian metode campuran ini bisa dipertimbangkan melalui beberapa hal. sejauh mana treatment terhadap masing-masing dari dua jenis data tersebut. sedangkan data kuantitatif terdiri dari angka-angka. namun keduanya tetap dihubung-kan satu sama lain secara implisit. Mencampur (mixing) berarti bahwa data kualitatif dan kuantitatif benar-benar dileburkan dalam satu end of continuum. Prioritas pada satu metode bergantung pada minat peneliti. dalam proyek dua-tahap yang diawali oleh tahap kuantitatif. pihak fakultas. mereka perlu menjelaskan dan menyajikan dalam. peneliti memang sengaja lebih mernprioritaskan satu jenis data untuk penelitian tertentu.. keinginan pembaca (seperti. dan interpretasi penelitian) bukanlah pekerjaan yang mudah mengingat data kualitatif terdiri dari teks-teks dan gambar-gambar. proposalnya kapan proses pencampuran tersebut terjadi. bobot ini bisa saja seimbang. Ada dua pertanyaan yang perlu diajukan dalam hal ini: Kapan peneliti harus melakukan pencampuran (mixing) dalam penelitian metode campuran? Dan bngaiinann proses pencampuran ini? Pertanyaan pertama lebih mudah dija wab ketimbang pertanyaan kedua. Bagaimana data dicampur? Ini menjadi salah satu perhatian utama di kalangan para pakar metodologi penelitian baru-baru ini (Creswell & Piano Clark. analis. bobot tersebut bisa lebih berat ke satu metode daripada metode yang lain. organisasi profesionai). Bagi para pem-buat proposal yang menggunakan metode campuran ini. 2007).is data danhasilnya dapat digunakan untuk mengidentifikasipara partisipan yang dikumpul-kan pada tahap 267 . menguji suatu teori) yang akan diprioritaskan. membangun tema-tema dalam kualitatif) atau pendekatan deduktif (seperti. Dalam beberapa penelitian. atau bahkan dalam ketiga tahap ini sekaligus. atau apakah pendekatan induktif (seperti. tahap inter-pretasi. antara lain apakah data kualitatif atau data kuantitatif yang akan diutamakan terlebih dahulu. men-campur rumusan masalah/ filosofi. namun dalam beberapa penelitian lain. dijaga keterpisahannya dalam end of continuum yang lain.Faktor kedua yang perlu diperhatikan dalam merancang prosedur-prosedur metode campuran adalah bobot atau priori tas yang diberikan antara metode kuantiatif dan kualitatif. tahap analisis data. Pencampuran dua jenis data bisa saja dilakukan dalam bebe-rapa tahap: tahap pengumpulan data. atau dikombinasikan denganbeberapa cara yang lain. Terkadang. Misalnya.

Keterhubungan ini tergambar dari penelitian kuantitatif dan kualitatif yang terhubung selama analisis data pada tahap pertama dan pengumpulan data pada tahap kedua. penelitian metode campuran. Teorisasi dan Perspektif-PerspektifTrcmsformasi Faktor terakhir yang perlu dipertimbangkan seorang peneliti dalam merancang prosedur metode campuran adalah perspektif teo-retis apa yang akan menjadi landasan bagi keseluruhan proses/ tahap penelitian. Database sekunder • memainkan peran pendukung dalam penelitian ini. siapa yang berpartisipasi dalam penelitian. kelas) (lihat Bab 3). tetapi bisa juga ditulis secara implisit. kita akan fokus pada penggunaan teori-teori yang eksplisit. Dalam penelitian metode campuran. peneliti bisa saja lebih cende-rung untuk mengumpulkan satu jenis data (katakanlah kuantitatif) yang didukung oleh jenis data lain (katakanlah kualitatif) yang sudah ia miliki sebelumnya. Dalam situasiini. ia justru tengah me-nancapkan (embedding) jenis data sekunder (kualitatif) ke dalam jenis data primer (kuantitatif) dalam satu penelitian. gender.selanjutnya. semacam advokasi/partisipatoris (misalnya. teori kepemimpinan. yakni pada tahap pengumpulan data kualitatif. peneliti bisa saja mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara konkuren dan menggabungkan (integrating) database keduanya dengan mentransformasikan tema-tema kualitatif menjadi angka-angka yang bisa dihitung (secara statistik) dan membandingkan hasil penghitunganini dengan data kuantitatif deskriptif. pencampuran berarti menggabungkan dua database dengan meleburkan secara utuh data kuantitatif dengan * data kualitatif. Semua peneliti membawa teori-teori ke dalam penelitian mereka. saling dihubungkan (connecting) satu sama lain selama tahap-tahap penelitian. ras. teori atribusi) atau perspektifperspektif teoretis lain yang lebih luas. Dalam hal ini. teori adopsi. Perspektif ini bisa berupa teori yang berasal dari ilmuilmu sosial (seperti. Dalam hal ini..Sebaliknya. dan teori-teori ini dapat ditulis secara eksplisit dalam. Di sini. Dalam proyek yang lain. dan implikasi-implikasi yang diharapkan dari penelitian (biasanya demi 268 . Dalam skenario proyek terakhir. peneliti tidak menggabungkan dua jenis data yang berbeda dan tidak pula menghubungkan dua tahap penelitian yang berbeda. bagaimana data dikumpulkan. teori biasanya muncul di bagian awal penelitian untuk membentuk rumusan masalah yang diajukan. baik data kuantitatif maupun data kualitatif. bahkan tidak disebutkan sama sekali.

dengan satu jenis data (misalnya. pencampuran. Meski demikian. Masih a da enam strategi penting yang bisa dipiiih oleh peneliti dalam merancang prosedur-prosedur penelitiannya. Ia menyajikan pembahasan yang me-narik tentang bagaimana perspektif transformasi membentuk tahap-tahap penelitian metode campuran. Mertens (2003). Dalam penelitian metode campuran.  Pengapitalan ("KUAN" atau "KUAL") mengindikasikan suatu bobot atau prioritas yang diberikan pada data. Berikut ini adalah notasi yang diadaptasi dari Morse (1991).3 mendeskripsikan dan mengilustrasikan secara singkat masing-masing strategi ini. yang bisa digunakan oleh para peneliti untuk mengomunikasikan prosedur-prosedur metode campuran mereka dengan mudah. Kata kualitatifdan kumititatif dalam dua gambar tersebut disingkat dengan kata "qual" dan "quan" (pembahasan detailnya akan disajikan lebih lanjut). Gambar 10. keempat faktor tersebut tidak menu tup kemungkinan'kemungkinan yang lain.  Simbol"—>" mengindikasikan strategi pengumpulan data sekuensial. Sebuah proposal seharusnya berisi deskripsi tentang strategi penelitian dan model visualnya. data kualitatif) yang men. dan teorisasi— dapat membantu peneliti untuk merancang prosed ur-prosedur penelitian metode campuran. Tashakkori dan Teddlie (1998). Setiap teori pada umumnya menyediakan perspektif utuh yang bisa diterapkan dalam semua strategi penelitian metode campuran (akan dibahas sebentar lagi). Notasi metode campuran merupakan label-label dan simbol-simbol singkatan yang mencerminkan aspek-aspek penting dalam penelitian metode campuran. dan Creswell dan Piano Clark (2007):  Simbol "+" mengindikasikan strategi pengumpulan data secara konkuren dan simultan. data kuantitatif). serta prosedurprosedur dasar yang akan digunakan peneliti dalam menerap-kan strategi tersebut. analisis. Keenam strategi ini di-adaptasi dari Creswell et al. bobot. dengan data kualitatif dan kuantitatif yang dikumpulkan sekaligus dalam satu waktu. dan interpretasi kuantitatif atau kualitatif.perubahan dan advokasi).dukung jenis data yang lain (misainya.2 dan 10. misalnya. Strategi-Strategi Penelitian Metode Campuran dan Model-Model Visualnya Empat faktor ini —waktu. (2003). data kualitatif dan kuantitatif dapat diprioritaskan 269 . Masing-masing strategi metode campuran ini dapat dideskripsi-kan dengan notasi yang sudah lazim digunakan dalam ranah metode campuran.

(2003) secara seimbang. Pengapitalan ini mengindikasikan adanya satu pendekatan atau metode yang lebih diprioritaskan.  Kotak-kotak mengindikasikan analisis dan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif.Gambar 10. 270 .  Notasi KUAN/kual mengindikasikan bahwa metode kualitatif ditancapkan ke dalam rancangan kuantitatif. atau salah satu data dapat diutamakan ketim-bang data yang lain. Keduanya menggunakan jumlah kata yang sama untuk menunjukkan keseimbangan antara dua jenis data.2 Strategi-Strategi Sekuensial Sumber: Diadaptasi dari Creswell et al.  "Kuan" dan "Kual" merupakan kependekan dari kunntitntif dan kualiatif.

Strategi ini diterapkan dengan pengumpulan dan analisis data 271 . Strategi Eksplanatoris Sekuensial Strategi eksplanatoris sekuensial merupakan strategi yang cukup populer dalam penelitian metode campuran dan sering kali digunakan oleh para peneliti yang lebih condong pada proses kuanti-tatif. (2003). dan interpretasi data untuk Gambar 10. analisis. membantu pembaca memahami prosedur-prosedur spesifik yang digunakan. sebuah gambar setidaknya harus terdiri dari dua elemen: prosedur umum dalam metode campuran yang digunakan dan prosedur-prosedur yang lebih spesifik dalam pengumpulan. Dalam hal mi. yang juga perlu dimasukkan ke dalam setiap gambar adalah prosedur-prosedur spesifik dalam pengumpulan analisis..3 Strategi-Strategi Konkuren Sumber: Diadaptasi dari Creswell et al. dan interpretasi data.Selain notasi di atas.

tetapi bisa juga tidak. Langkah-langkah dari strategi ini sudah diilustrasikan dalam Gambar 10. Rancangan eksplanatoris sekuensial biasanya digunakan untuk menjelaskan dan menginterpretasikan hasil-hasil kuantitatif berdasarkan hasil pengumpulan dan analisis data kualitatif.kuantitatif pada tahap pertama yang diikuti oleh pengumpulan dan analisis data kualitatif pada tahap kedua yang dibangun berdasarkan hasil awal kuantitatif. Kelemahan utama rancangan ini terletak pada lamanya waktu dalam pengumpulan data karena harus melewati dua tahap secara terpisah.2a. Strategi ini bisa saja memiliki atau tidak memiliki perspektif teoretis tertentu. namun tetap berhubungan. dua jenis data ini terpisah. Artinya. yang kemudian diikuti oleh pengtimpuian dan analisis data kuantitatif pada tahap kedua yang didasarkan pada hasil-hasil tahap pertama. dan proses pencampuran (mixing) antarkedua metode ini terjadi ketika peneliti menghnbungkan antara analisis data kualitatif dan pengumpulan data kuantitatif. Bobot/prioritas lebih cenderung pada tahap pertama. Proses pencampuran (mixing) data dalam strategi ini terjadi ketika hasil awal kuantitatif menginformasikmi proses pengumpulan data kualitatif. Tidak seperti strategi eksplanatoris sekuensial. strategi ini akan lemah ketika dua tahap pengumpulan data diberikan prioritas yang seimbang. Morgan (1998) menyatakan bahwa strategi ini cocok 272 . diimplimentasikan berdasarkan perspektif teoretis tertentu (lihat Gambar 102b). Untuk itulah. Rancangan ini juga mudah dideskripsikan dan dilaporkan. Pada level yang paling dasar. 1991). atau tidak bisa. Strategi eksploratoris sekuensial bisa. Bobot/prioritas lebih diberikan pada data kuantitatif. Sifat keterusterangan (straightforward) dari rancangan ini merupakan salah satu kekuatan utamanya. Rancangan ini secara khusus berguna ketika muncul hasil-hasil yang tidak diharapkan dari penelitian kuantitatif (Morse. hanya tahap pengumpulan dan analisis datanya saja yang dibalik. pengumpulan data kualitatif yang dilakukan sesudahnya dapat diterapkan untuk menguji hasil-hasil yang mengejutkan ini dengan lebih detail. Strategi eksploratoris sekuensial melibatkan pengurr«pulan dan analisis data kualitatif pada tahap pertama. yang lebih cocok untuk menjelaskan dan menginterpretasi hubungan-hubungan. dalam membentuk keseluruban prosedur. fokus utama dalam strategi eksploratoris sekuensial adalah mengeksplorasi suatu fenomena. Strategi Eksploratoris Sekuensial Strategi ini mirip dengan strategi sebelumnya. tujuan dari strategi ini adalah menggunakan data dan hasil-hasil kuantitatif untuk membantu menafsirkan penemuan-penemuan kualitatif. Teori yang eksplisit bisa saja disajikan. Selain itu.

menciptakan 273 .digunakan untuk menguji elemen-elemen dari suatu teori yang dihasilkan dari tahap kualitatif. 2007). Strategi eksploratoris sekuensial memiliki banyak keunggulan sebagaimana strategi sebelumnya. tetapi juga ingin memperluas penemuan-penemuan kualitatifnya. Strategi ini tepat digunakan oleh peneliti yang ingin mengeksplorasi suatu fenomena. strategi eksploratoris sekuensial juga mengharuskan peneliti untuk melewati. tema-tema ganda). atau komunitas penelitian yang terbiasa dengan penelitian kuantitatif. Perspektif ini dapat membentuk rumusan masalah yang akan dieksplorasi (seperti. satu tahap mengikuti tahap yang lain. Strategi Transformatif Sekuensial Strategi ini terdiri dari dua tahap pengumpulan data yang ber-beda.. Begitu pula.2c). satu tema. peneliti juga harus membuat keputusan penting tentang penemuan-penemuan awal kualitatif apa saja yang akan difokuskan dalam tahap kuantitatif berikutnya (seperti. waktu yang relatif lama dalam menyelesaikan tahap-tahap pengumpulan data. dideskripsikan. peneliti perlu melewati tiga tahap: pertama-tama. strategi eksploratoris sekuensial sering kali dipilih sebagai prosedur penelitian ketika peneliti perlu membuat suatu instrumen disebabkan instrumen yang ada tidak layak atau tidak tersedia. Strategi ini terdiri dari tahap pertama (baik itu kuantitatif ataupun kualitatif) yang diikuti oleh tahap kedua (baik itu kuantitatif maupun kualitatif). strategi ini juga dapat digunakan untuk melakukan generalisasi atas penemuan-penemuan kualitatif pada sampel-sampel yang berbeda. ras. seperti halnya dua strategi sekuensial sebelumnya (lihat Gambar 10. yang kemudian diatur untuk ke-perluan sampel populasi (Tahap 3) (Creswell & Piano Clark. ketidakadilan). mengumpulkan data kualitatif dan mengana-lisisnya (Tahap 1). yang tentu saja lemah untuk beberapa situasi penelitian tertentu. Pada akhirnya. teori ilmu sosial) yang turut membentuk prosedur-prosedur di dalamnya. lalu menggunakan analisis tersebut untuk membuat suatu instrumen (Tahap 2). Selain itu. perbandingan antarkelompok. Morse (1991) menyatakan bahwa salah satu tujuan dipilihnya strategi ini adalah untuk menentukan distribusi suatu fenomena dalam populasi yang dipilih. Lebih dari itu. dan dilaporkan. Untuk membuat instrumen ini. Seperti halnya strategi eksplanatoris sekuensial. Strategi transformatif sekuensial merupakan proyek dua-tahap dengan perspektif teoretis tertentu (seperti. Perspektif teoretis diperkenalkan di bagian pend~huluan. ke-tidaksetaraan. gender. diskriminasi. Pendekatan dua-tahap irvi (pene-litian kualitatif yang diikuti oleh penelitian kuantitatif) membuat strategi ini mudah diwujudkan. Selain itu> strategi ini dapat membuat penelitian kualitatif yang sangat luas menjadi nyaman dibaca oleh pembimbing. panitia.

Meski demikian. tidak seperti strategi eksploratoris dan eksplanatoris sekuensial sebelumnya. seperti halnya strategi-strategi sekuensial lain. Sayangnya. peneliti diharapkan dapat me-nyuarakan perspektif-perspektif yang berbeda. atau sejenis advokasi. lebih bertujuan untuk membimbing penelitian ketimbang untuk diterapkan sebagai metode tersendiri. Pada dasarnya. dalam strategi transformatif sekuensial ini. peneliti harus menggunakan perspektif teoretis tertentu untuk me-mandu penelitiannya.sensitivitas pengumpulan data dari keiompok-kelompok marginal. seperti yang dilakukan dalam strategi-strategi sekuensial sebelumnya. Tujuan dari strategi transformatif sekuensial adalah untuk me-nerapkan perspektif teoretis si peneliti. terutama tentang bagaimana visi transformatif tersebut digunakan untuk memandu metode penelitian. mendeskripsi. Strategi transformatif sekuensial juga memiliki kekuatan dan kelemahan metodologis tersendiri dibandingkan dengan dua strategi sekuensial sebelumnya. proses pencampuran (mixing) terjadi ketika peneliti menggabungkan antardua metode penelitian. apakah itu berupa kerangka konseptual atau ideologi tertentu. strategi ini telah menempat-kan penelitian metode campuran dalam kerangka transformatif: sesuatu yang tidak dilakukan dalam dua strategi sebelumnya. salah satu kelemahan strategi ini adalah sedikitnya buku yang ditulis tentangnya. strategi ini bisa jadi lebih menarik dan acceptable bagi para peneliti yang perriah menggunakan kerangka transformatif dalam satu metodologi terlentu. Dalam strategi ini. Dengan diterapkannya penelitian dua-tahap dalam strategi ini. peneliti masih perlu memutuskan tentang hasil-hasil apa saja pada tahap pertartia yang akan dijadikan fokus vintuk ditindaklanjuti pada tahap kedua. dan diakhiri dengan ajakan akan perubahan. Yang lebih pen ting. perspektif teoretis ini. Tahap-tahap yang berbeda dalam strategi iru mernudahkan peneliti untuk menerapkan. Begitu juga. misalnya dalam penelitian kualitatif. Maka dari itu. peneliti dapat menggunakari salah satu dari dua metode dalam tahap pertama. dan bobotnya dapat diberikanpada salah satu dari keduanya atau didis-tribusikan secara merata pada masing-masing tahap. dan rnelaporkan hasil penelitiannya meskipun strategi ini juga membutuh-kan waktu yang tidak sebentar dalam menyelesaikan dua tahap pengumpulan data. atau niemahami suatu feno-mena dengan lebih baik. Strategi Triangulasi Konkuren 274 . memberikan advokasi yang lebih baik kepada partisipan. Dalam strategi transfonnatif sekuensial ini.

Sebagian penulis menyebut perban-dingan ini dengan istilah konfirmasi. Hal ini disebabkan data kuantitatif dan kualitatif dikumpul-kan sekaligus dalam satu waktu di lokasi penelitian. bobot antara dua metode ini setara/seimbang. strategi ini juga dapat menghasilkan penemuan yang substantif dan benar-benar tervalidasi. kekuatan satu metode menambah kekuatan metode yang lain).3a). 1992). 1998. McLeroy. dan membandingkan kedua data tersebut. baru kemudian diikuti oleh kuota-kuota kualitatif yang mendukung atau menolak hasil-hasil tersebut. Strategi transformatif konkuren ini memiliki banyak manfaat selain karena sudah populer di kalangan peneliti. Steckler. pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif dilakukan secara bersamaan (konkuren) dalam satu tahap peneliuan. Dalam strategi ini. Strategi ini pada umumnya menerapkan metode kuantitatif dan kualitatif secara terpisah untuk menutupi/menyeimbangkan kelemahankelemahan satu metode dengan kekuatan-kekutan metode yang lain (atau sebaliknya. mentransformasi satu jenis data menjadi jenis data lain sehingga keduanya dapat mudali diperbandingkan) atau dengan mengintegrasikan atau mengomparasikan hasil-hasil dari dua data tersebut secara berdampingan dalam pembahasan. Meski demikian. atau corroboration (Greene. Pencampuran tersebut dilakukan dengan meleburkan dua data penelitian menjadi satu (seperti. sering kali ada prioritas yang lebih dibebankan pada satu metode ketimbang pada metode yang lain. pencampuran (mixing) terjadi ketika peneliti sampai pada tahap interpretasi dan pembahasan. & McCormick. pengumpuian data konkuren membutuhkan jangka waktu pengumpuian data yang relatif sebentar jika dibandingkan dengan pengumpuian data se-kuensial. Morgan. peneliti mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara konkuren (dalam satu waktu). Caracelli. 1989. Bird. Salah satunya adalah karena strategi ini membutuhkan usaha keras dan keahlian khusus dari peneliti untuk 275 . Saya sering menjumpai bahwa para peneliti yang ingin melakukan penelitian metode campuran hampir selalu mengguna-kan strategi ini dalam mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif. Dalam strategi ini. Dalam strategi triangulasi konkuren. atau beberapa kombinasi. diskonfirtnasi. kemudian membandingkan dua database ini untuk mengetahui apakah ada konvergensi. tetapi dalam praktiknya. lintas-validasi. perbedaan-perbeda-an. Apalagi. Idealnya. & Graham.Strategi triangulasi konkuren mungkin menjadi satu-satunya strategi dari enam strategi rnetode campuran yang paling populer saat ini (lihat gambar 10. Integrasi ber-dampingan ini (side-by-side integration) banyak dijumpai dalam pene-litian-penelitian metode campuran terpublikasi yang bagian pembahasan di dalamnya selalu menyajikan hasil-hasil statistik (kuantitatif) terlebih dahulu. Goodman. strategi ini juga memiliki sejumlah keterbatas-an.

276 . sementara data kualitatif mengeksplorasi proses-proses yang dialami oleh masing-masing individu dalam kelompok treat-men t) atau mencari informasi dalam tingkatan analisis yang berbeda (seperti. Metode sekunder yang kurang diprioritaskan (kuantitatif atau kualitatif) di-tancapkan {embedded) atau disarangkan (nested) ke dalam metode yang lebih doniinan (kualitatif atau kuantitatif). 2007).mengkaji fenomena dengan dua metode yang berbeda. strategi ini juga menerapkan perspektif teoretis tertentu untuk menjelaskan metode primer. Dalam strategi ini. seperti mengumpulkan data tambahan untuk memecahkan ketidaksesuaian. yang membedakan strategi ini dengan strategi konkuren sebelumnya adalah bahwa strategi embedded konkuren memiliki metode primer yang memandu proyek dan database sekunder yang memainkan peran pendukung dalam prosedur-prosedur penelitian. Strategi Embedded Konkuren Seperti halnya strategi triangulasi konkuren. dalam penelitian eksperimen. strategi embedded konkuren juga dapat dicirikan sebagai strategi metode campuran yarg menerapkan satu-tahap pengumpuian data kuantitatif dan kualitatif dalam satu waktu (lihat Gambar 10. Mirip dengan strategi konkuren sebelumnya. data kuantitatif menjelaskan outcome yang diharapkan dari proses treatment. Meski demikian. pencampuran (mixing) dua data terjadi ketika peneliti mengomparasikan satu sumber data dengan sumber data yang lain. atau membuat proyek baru yang membahas ketidaksesuaian tersebut (Creswell & Piano Clark. 1998). biasanya pencampuran ini banyak muncul dalam bagian pem-bahasan penelitian. Meski demikian. memperoleh gagasan baru dari ketidaksamaan data. Selain iru. memeriksa kembali database asli.. peneliti bisa saja bingung bagaimana mengatasi ketidaksesuaianketidaksesuaian yang sering kali muncul ketika membandingkan hasil-hasil penelitian. tetapi dideskripsikan secaraberdampingan sebagai dua gambaran berbeda yang rnerepresentasikan penilaian gabungan terhadap suatu masalah. Kerumitan strategi ini juga ter-letak pada keharusan untuk membandingkari hasil-hasil dari dua analisis dengan dua data yang berbeda. Penancapan ini dapat berartibahwa metode sekunder menjabarkan rumusan masalah yang berbeda dari metode primer (seperti. dua data tersebut bisa saja tidak dikomparasikan.3b). analogi dalam analisis hierarkis kualitatif sangat membantu dalam mengkonseptualisasi level-level hierarki ini) (lihat Tashakkori dan Teddlie. Hal ini akan terjadi jika peneliti mengguna-kan strategi ini untuk mengevaluasi dua rumusan masalah yang berbeda (antara kualitatif dan kuantitatif) atau meneliti level-level yang berbeda dalam suatu organisasi. meskipun cara-cara mengatasi masalah ini sudah banyak di-bahas dalam literatur.

Strategi embedded konkuren dapat digunakan untuk beragam tujuan. jika yang diteliti adalah suatu organisasi. memang atraktif. Meski demikian. Selain itu. jika peneliti me-rancang dan melakukan penelitian eksperimen untuk menguji hasil-hasil treatment. ada pula kelemahan-kelemahan yang perlu dipertimbangkan ketika memilih strategi ini. mewawancarai manajer-nya secara kualitatif. Strategi ini menampiikan suatu penelitian yang sama-sama memanfaatkan kelebihan-kelebihan dari data kualitatif dan kuantitatif. Pada akhirnya. untuk sejumlah alasan tertentu. Apalagi. bisa saja muncul ketidaksesuaianketidaksesuaian yang tentu saja perlu di-tuntaskan sesegera mungkin. Peneliti terlebih dahulu harus mentransf ormasikan data dari dua metode ini ke dalam bebe-rapa kategori agar data tersebut dapat digabungkan dalam tahap analisis. strategi embeddedkonkuxen iniberguna ketika peneliti lebih memilih menggunakan metode-metode yang berbeda uhtuk meneliti kelompok-kelompok atau levellevel yang berbeda pula. Morse (1991) misalnya. 277 . melainkan juga menggunakan dua metode yang berbeda. menyata-kanbahwa strategi kualitatif pada umumnya dapat ditancapkan (embedded) ke dalam data kuantitatif untuk memperkaya deskripsi ten tang para partisipan yang menjadi sampel penelitian. peneliti dapat meneliti para pegawainya secara kuantitatif. Lebih lanjut. peneliti dapat memperoleh perspektifperspektif yang lebili luas dari jenis-jenis data yang berbeda dalam satu penelitian. Selain itu. dia bisa menggunakan metodologi studi kasus untuk meneliti bagaimana partisipan dalam penelitian tersebut menjalani prosedurprosedur treatment. Misalnya. dengan digunakannya dua metode yang berbeda sekaligus. Karena prioritas pada dua metode ini tidak seimbang. yang mungkin akan merugikan peneliti ketika menginterpretasi hasil akhir. Morse mendeskripsikan bagaimana data kualitatif juga dapat digunakan untuk mendeskripsikan aspek penelitian kuantitatif yang tidak dapat dihitung (unquantifiable). strategi triangulasi konkuren tidak jarang meng-hasilkan bukti-bukti yang juga tidak setara dalam penelitian. Peneliti mampu mengumpulkan dua jenis data secara serempak dalam satu tahap pengumpulan data saja. dan seterusnya. Tashakkori dan Teddlie (1998) menyebut strategi ini sebagai rancangan multilevel (multilevel design). Strategi ini kerap kali digunakan agar peneliti dapat memper-oleh perspektif-perspektif yang lebih luas karena mereka tidak hanya menggunakan metode yang dominan saja. menganalisis seluruh divisi di dalamnya ber-dasarkan data kuantitatif. satu metode dapat diguna-kan dalam kerangka metode yang lain. dalam strategi ini. Misalnya. Strategi embedded konkuren ini. jika dua database ini dikomparasikan.

metode yang lain agar suara paridsipan dapat ter-sampaikan demi perubahan proses suatu organisasi. strategi transformatif ini memiliki iiilai plus karena —tidak seperti dua strategi konkuren sebelumnya— telah menempatkan penelitian metode campuran dalam kerangka transformatif. Para peneliti metode campuran perlu memilh strategi spesifik dalam pengumpulan data. strategi transformatif konkuren ini diterapkan dengan mengumpulkan data kuanti-tatif dan kualitatlf secara serempak serta didasarkan pada perspektif teoretis tertentu (lihat Gambar 10. untuk menfasilitasi perspektif teoretis yang dibawanya. mengidentifikasi rancangan dan sumber-sumber data. Gambar 10. Tldak hanya itu. seorang peneliti bisa saja menancapkan {embedding) satu metode ke dalam. mereka juga perlu menampilkan gambar visual yang dapat mempresentasikan prosedur-prosedur pengumpulan data yang akan mereka terapkan. Untuk itulah. Akan tetapi. menginterpretasi. Perspektif ini biasanya direfleksikan dalam tujuan penelitian atau rumusan masalah. Bahkan.Strategi Transformatif Konkuren Seperti halnya strategi transformatif sekuensial. baik itu triangulasi maupun embedded (dua jenis data dikumpulkan sekaligus dalam satu tahap penelitian. Proses pencampuran {mixing) dalam strategi ini terjadi ketika peneliti meleburkan {merging). Karena strategi transformatif konkuren ini salingberbagi fitur dengan strategi. Perspektif ini bisa berorien-tasi pada ideologi-ideologi seperti teori kritis. strategi transformatif konkuren bisa saja diterapkan dalam kerangka strategi konkuren yang lain. Misalnya. atau pada kerangka konseptual tertentu. advokasi. menghubungkan {connecting). Memilih strategi metode campuran. penelitian partisipatoris. atau ditancapkanberdasarkanprioritas yang diberi-kan pada keduanya). dan me-laporkan hasil penelitian. menganalisis.2 dan 10. Lebih jauh. yang rnembuatnya tampak menarikbagi para peneliti yang memang ingin menggunakan perspektif transformative untuk memandu penelitiannya. perspektif inilah yang akan menjadi kekuatah utama dalam mendefinisikan masalah.3 278 . seperti triangulasi dan embedded.3c). atau menancapkan {embedding) dua data yangberbeda.embedded dan triangulasi maka ketiga strategi ini pun juga saling berbagi kelemahan dan kelebihannya masing-masing. strategi transformatif ini juga bisa diterapkan dalam konteks strategistrategi konkuren lain. la juga bisa men-trianguiasi {triangulating) data kuantitatif dan kualitatif untuk me-ngonvergensi informasi-informasi demi membuktikan adanya ke-tidaksetaraan dalam kebijakan-kebijakan organisasi tersebut.

 Cobalah untuk menggunakan strategi sekuensial eksplanatoris. Dalam strategi ini.  Pertimbangkan batas waktu yang anda miliki dalam mengumpulkan data. lalu tunjukkan artikel tersebut pada pembimbig anda atau pihak fakultas agar mereka memiliki satu model nyata tentang strategi penelitian yang ingin anda 279 . Strategistrategi konkuren tidak terlalu time consuming karena data kualitatif dan kuantitatif dikumpulkan sekaligus dalam satu waktu di lokasi penelitian. survey) dan teknik seunder (seperti. saya selalu memberikan pertimbangan kepada para mahasiswa untuk menggunakan strategi embedded kongkuren.menampilkan strategi-strategi metode campuran yang bisa dipertimbangkan.  Ingatlah bahwa pengumpulan data analisis kuantitatif dan kualitatif merupakan proses rigrous yang benar-benar memakan waktu. Creswell dan Plano Clark (2007) menyertakan empat artikel jurnal utuh sehingga pembaca dapat mengamati detail-detail penelitian di dalamnya yang menerapkan strategi-strategi yang berbeda. Apalagi.1 untuk mengevaluasi prosedur-prosedur yang ingin anda terapkan. sajikan satu definisi untuk strategi tersebut beserta model visual dan rasionalisasinya: mengapa strategi tersebut anda anggap paling layak untuk digunakan. dan berikut ini beberapa tips penelitian tentang cara-cara bagaimana memilih strategi metode campuran:  Gunakanlah informasi dalam gambar 10.  Bacalah artikel-artikel jurnal yang menggunakan strategi-strategi yang berbeda dan tentukan artikel mana yang paling berkesan bagi anda. sedikit mewawancarai beberapa partisipan yang sudah mengisi instrument survey) dalam pengumpulan data. strategi embedded konkuren memberikan bobot tidak setara pada dua bentuk data yang memiliki besara dan kerumitan yang berbeda sehingga memungkinkan penelitu untuk membatasi ruang lingkup penelitiannya dan mengatur waktu dan sumber-sumber yang tersedia. pengumpulan data kuantitatif pada tahap pertama dilanjutkan dengan pengumpulan data kualitatif pada tahap kedua sebagai tindak lanjut atas hasilhasil kuantitatif sebelumnya. Dalam proposal. Ketika waktu menjadi masalah. khususnya mereka yang kurang berpengalaman dengan penelitian kulitatif namun memiliki potensi besar dalam penelitian kualitatif. Strategi ini merupakan satu teknik primer (seperti. Strategi ini merupakan strategi favorit para mahasiswa saya. lalu identifikasilah salah satu dari enam strategi yang telah dibahas dalambab ini sebagai strategi utama yang akan anda gunakan untuk penelitian anda.  Carilah artikel-artikel jurnal metode campuran yang menerapkan strategi yang anda pilih.

penelitian-penelitian terpublikasi (seperti. Amati kembali table 1. Hal ini akan membuat mereka dan pembaca lain merasa yakin bahwa strategi tesebut benar-benar dapat diterapakan untuk meneliti masalah penelitian yang anda angkat. Selain itu. Karena kita masih berada dalam tahap mengadopsi penelitian dengan metode campuran.3 yang menunjukkan dua jenis data tersebut (kuantitatif dan kualitatif).gunakan. Bebrapa jenis data. artikel jurnal) dalam bidang konsentrasi anda akan menbantu strategi metode campuran yang anda pilih yang telah disetujui oleh pihak fakultas. hal ini bukan tidak mungkin juga diterapakan dalam penelitian kulitatif (mengubah angka-angka menjadi deskripsi-deskripsi yang detail).jenis-jesi data yang akan dikumpulkan.  Identifikasi dan tentukanlah jenis data –baik kulitatif maupun kuantitatif. Tipologi ini dibuat dengan cara menghubungkan prosedur-prosedur sampling dengan srategi-strategi metode campuran yang sudah saya bahas sebelumnya: 280 . Proseder-prosedur pengumpulan data Meskipun model visual dan pembahasan mengenai strategi penelitian sudah memberikan deskripsi yang cukup jelas mengenai prosedur-prosedur pengumpulan data yang digunakan. peneliti tetap harus menjelaskan – dalam proposalnya.yang akan dikumpulkan selama penelitian. Prosedur-prosedur sampling ini perlu dijelaskan dalam proposal. khususnya di bagian pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif. seperti wawancara dan observasi. teddlie dan yu (2007) telah mengembangkan tipologi lima sampling metode campran. tergantung pada seberapa terbuka (kualitatif) opsi-opsi respons yang muncul dalam hasil wawancara atau ceklis obserpasi tersebut. sampling juga ditetapan dalam pengumpulan data penelitian kulitatif untuk memilih individu-individu yang benar-benar telah mengalami/ merasakan fenomena utama. Mesipun mengubah informasi menjadi angka-angka merupakan pendektan yang sering diterapkan dalam penelitian kuantitatif. bisa menjadi data kuantitatif atau kualitatif.  Ketahuilah bahwa data kuantitatif sering kali dipilih dengan random sampling agar masing-masing individu memiliki yang sama untuk diseleksi sebagai sampel. Meski demkian. Penting pula bagi peneliti untuk mengidentifikasi strategi-strategi sampling dan pendekatan-pendekatan dalam memvalidasi data. dan sampel ini dapat digeneraisasi pada populasi yang lebih luas. Data dibedakan dalam konteks respons terbuka versus respon tertutup.

Strategi-strategi dasar. penelitian juga perlu menjelaskan prosedur-prosedur analisis data dalam proposalnya. bahaslah kemabali secara rinci model visual anda.1. di dalamnya probabiltas kuantitatif dan sampling kulitatif dikombinasikan menjadi prosedur-prosedur sampling indevenden atau ditetapkan secara bersamaan ( seperti. Analisis data dalam penelitian metode campuran sangat berkaitan dengan jeis strategi yang dipilih. 2. Misalnya. lalu. Sampling sekuensial. Misalnya. sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar 10.analisis bisa dilakukan berdasarkan pendekatan kuantiataif (analisis angka-angka secara deskriptif dan inferesial) dan kualitatif (deskripsi dan analisis teks atau gambar secara tematik). instrument survey dengan respons tertutup dan respons terbuka). tashakkori & teddlie. 2007. Sampling multilevel. 5. ada beberapa analisis data metode campuran yang menerapkan pendekatan-pendekatan berikut ini (lihat caracelli & greene. Sampling konkuren. 1993. coding. stratified purposeful sampling dan purposive random sampling). Misalnya. pembahasan ini dapat meliputi pendeskripsian lebih jauh tentang pengumpulan data survey yang diikuti oleh analisis data yang deskriptif dan inferensial pada tahap pertama. didalamnya sampling tahap pertama melengkapi sampling tahap kedua. di dalamnya sampling kuantitatif dan sampling kualitatif dikombinasikan (seperti. atau antar dua pendekatan ini. dan analisis tematik dalam penelitian etnografi pada tahap kedua. di dalamnya sampling ditetapkan pada dua atau lebih unit analisis. dalam strategi eksplanatoris sekuensial.  Sertakan prosedur-prosedur rinci dalam model visual anda. sedangkan prosedur-prosedur yang lebih spesifik ditulis di bawahnya. prosedur-prosedur umum harus terletak di bagian atas halaman. 4. creswell & plano clark. ANALISIS DATA DAN PROSEDUR-PROSEDUR VALIDASI Selain prosedur-prosedur pengumpulan data. 1998): 281 . kemudian obsevasi kualitatif. 3. Sampling yang menerapkan bentuk kombinasi apa pun dengan strategistrategi metode campuran sebelumnya.2a.

Dengan menerapkan salah satu strategi konkuren yang sudah dijelaskan sebelumnya. peneliti bisa saja menghitung berapa kali kode-kode dan tema-tema tersebut muncul dalam data teks (atau dengan menhitung garis-garis dan kalimat-kalimat yang membicarakan kode dan tema itu). Transformasi data. peneliti dapat menindaklanjuti dengan wawancara kualitatif tentang kasus-kasus outlier tersebut untuk memperoleh pengetahuan tentang mengapa kasus-kasus ini berbeda/menyimpang dari sampel kuantitatif.  Menguji level-level ganda. sedangkan poros vertikalnya dapat berupa data kualitatif (seperti. Misalnya. atau kombinasi-kombinasi lain. Informasi dalam setiap cell (kotak-kotak dalam matriks/tabel) dapat berupa kuota-kuota dan data kualitatif. Sebaliknya. lakukan wawancara kualitatif (seperti. gunakanlah statemen-statemen ini Sebagai item-item spesifik dan tema-temanya sebagai skala-skala untuk membuat instrumen survei kuantitatif. kumpulkan tema-tema atau statemen-statemen tertentu dan partisipan pada tahap pertama kualitatif.  Membuat instrumen. peneliti juga dapat mengualifikasi (qualify) data kuantitatif. Setelah analisis ini.  Membuat matriks/tabel. Dengan menerapkan strategi embedded konkuren. Dengan cara seperti ini. hitungan jumlah kode dan kualitatif. dokter.  Mengeksplorasi outlier-outlier. kombinasikanlah informasi-informasi yang diperoleh dan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif ke dalam sebuah matriks/tabel. Pada tahap selanjutnya. Pada tahap ketiga. Penghitungan data kualitatif inilah yang memungkinkan peneliti untuk membandingkan hasil-hasil kuantitatif dengan data kualitatif. lima tema tentang relasi caring antara provider dan pasien-pasiennya). Dalam strategi-strategi sekuensial. cobalah ménvalidasi instrumen tersebut dengan sampel yang representatif dan populasi. lakukan survei (misalnya. matriks/tabel tersebut akan 282 . Dengan menerapkan salah satu strategi sekuensial sebelumnya. dan asisten medis). pada inclividu-individu) untuk mengeksplorasi suatu fenomena berdasarkan pandangan individu-individu dalam kelompok-kelompok tersebut. jenis-jenis provider perawat. peneliti dapat membuat faktor-faktor atau tema-tema kuantitatif yang kemudian diperbandingkan dengan tema-tema dan database kualitatif. dalam analisis faktor berdasarkan skala dengan menggunakan instrumen tertentu. Dalam strategi-strategi konkuren. Pada waktu yang bersamaan. pada kelompok-kelompok) untuk mengumpulkan hasil-hasil kuantitatif tentang sampel. analisis data kuantitatif pada tahap pertama dapat menghasilkan kasus-kasus ekstrem dan outlier. Poros horizontal dalam matriks/tabel ini dapat berupa variabel kategorial kuantitatif (seperti.

Legitimasi dalam penelitian metode campuran berhubungan erat dengan semua tahap dalam proses penelitian. ancaman-ancaman potensial terhadap validitas internal dalam rancangan survei dan eksperimen juga perlu dicatat (lihat Bab 8). Isu-isu validitas dalam penelitian metode campuran juga bisa berhubungan dengan jenis-jenis strategi yang pernah dibahas dalam bab ini. Strategi-strategi ini bisa meliputi triangulasi sumber data. untuk pembahasan lebih detail mengenai hal ini). gunakanlah program-program software kualitatif (lihat Bab 9). Bahkan. 2006). Untuk tahap kuantitatif. prosedur-prosedur yang tidak layak. Untuk membuat matriks/tabel ini. dan isu-msu validitas lain yang mungkin berhubungan dengan pendekatan metode campuran. 1998). atau rumusan masalah-rumusan masalah yang saling berseberangan (lihat Creswell & Piano Clark.menampilkan analisis data kualitatif dan kuantitatif terkombinasi. 2007. Penulis proposal juga harus menjelaskan mengapa dan bagaimana validitas untuk penelitian metode campurannya berbeda dengan validitas untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif. deskripsi detail. member checking. Aspek lain dari analisis data yang harus dideskripsikan dalam proposal metode campuran adalah serangkaian langkah yang diambil untuk memeriksa validitas data kuantitatif dan akurasi hasil kualitatif. Sejumlah penulis metode campuran menganjurkan pada kita untuk menerapkan prosedur-prosedur validitas. tindak lanjut terhadap hasil-hasil yang bertentangan. atau pendekatan-pendekatan lain. besaran sampel. Selain itu. Beberapa penulis menyebut validitas untuk penelitian metode campuran ini dengan istilah legitimasi (Onwuegbuzie & Johnson. strategi-strategi yang akan digunakan untuk memeriksa akurasi hasil penelitian juga harus disebutkan (lihat Bab 9). isu-isu tersebut juga bisa berhubungan dengan pemilihan sampel. mulai dari isu-isu filosofis (seperti. baik untuk tahap penelitian kuantitatif maupun tahap penelitian kualitatif (Tashakkori & Teddlie. SUSUNAN LAPORAN PENELITIAN 283 . 2006: 55). pertimbangkanlah jenis validitas yang berhubungan dengan komponen kuantitatif (lihat Bab 8). Untuk tahap kualitatif. bisa dalam pengumpulan data. penulis proposal harus membahas validitas dan reliabilitas skor-skor dan penggunaan instrumen sebelumnya. jenis validitas yang berhubungan dengan komponen kualitatif (lihat Bab 9). apakah prinsip-prinsip filosofis penelitian kuantitatif dan kualitatif sudah dicampur ke dalam satu konsep filosofis yang bisa diterapkan secara menyeluruh?) hingga inferensi-inferensi yang diambil (misalnya. Bagi siapa pun yang merancang proposal dengan metode campuran. inferensi-inferensi ini haruslah benar-benar berkualitas) dan manfaat penelitian bagi pembaca (lihat Onwuegbuzie & Johnson.

Di bagian 284 . CONTOH-CONTOH PROSEDUR METODE CAMPURAN Beberapa ilustrasi berikut ini menggambarkan penelitian-penelitian metode campuran yang menggunakan strategi-strategi dan prosedur-prosedur. penelitian transformatif bisa menggunakan susunan sekuensial ataupun konkuren seperti yang dijelaskan sebelumnya. susunan seperti ini tidak memperjelas perbedaan antara tahap kuantitatif dan tahap kualitatif. Setelah itu. kemudian diikuti oleh laporan tentang pengumpulan dan analisis data kualitatif.  Dalam penelitian transformatif. dalam bagian kesimpulan dan interpretasi. Karena penelitian metode campuran mungkin terkesan asing bagi pembaca maka penulis proposal perlu memberikan beberapa petunjuk tentang bagaimana menyusun laporan akhir. susunannya biasanya meliputi pembahasan mengenai isu advokasi di awal proposal. sedangkan untuk penyusunan proposal. Sebagai alternatifnya.Susunan untuk laporan penelitian. Tujuan penelitian di atas mengilustrasikan kombinasi antara tujuan dan rasionalisasi dilakukannya mixing (pencampuran). Biasanya. laporan tentang pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif dapat disajikan di bagian terpisah.  Dalam penelitian sekuensial. sebagaimana untuk analisis data.  Dalam penelitian konkuren. Dalam kedua susunan ini. Di akhir proposal harus ada bagian tersendiri yang membahas mengenai agenda perubahan atau reformasi yang akan dilakukan setelah penelitian berlangsung. dengan judul yang juga terpisah untuk keduanya. dan analisis data kualitatif. harus disesuaikan dengan jenis strategi yang dipilih. baik yang sekuensial maupun yang konkuren.‖ serta kombinasi antara dua jenis data yang dikumpulkan selama penelitian. pengumpulan data kualitatif. yakni ―untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik. peneliti memberikan komentar tentang bagaimana hasil-hasil kualitatif membantu mengelaborasi atau memperluas hasil-hasil kuantitatif. tetapi analisis dan interpretasinya harus dikombinasikan untuk mencari konvergensi dan kesamaan-kesamaan antara hasil-hasil yang diperoleh. penulis proposal biasanya menyajikan proyeknya menjadi dua tahap yang berbeda. laporan mengenai pengumpulan dan analisis data kualitatif dapat disajikan terlebih dahulu. peneliti metode campuran biasanya menyusun laporannya mengenai prosedur-prosedur ke dalam bagian pengumpulan data kuantitatif dan analisis data kuantitatif yang dilanjutkan dengan bagian data kualitatif.

Kushman perlu menganalisis secara statistik komitmen organisasi dan komitmen terhadap pembelajaran siswa. regresi. Kushman menyajikan hasil-hasilnya dalam dua tahap. Pencampuran (mixing) hasil kuantitatif dan hasil kualitatif dalam penelitian Kushman muncul di pembahasan akhir di mana di dalamnya Kushman menyoroti hasil-hasil kuantitatif dan kompleksitas-kompleksitas yang muncul dan hasil-hasil kualitatif. serta rumusan masalah yang diajukan untuk mengeksplorasi hubungan antar kedua komitmen tersebut. Meski demikian. hasil studi kasus kualitatif disajikan pada tahap kedua dalam bentuk tema-tema dan subtema-subtema. dan ANOVA.. Kushman tidak menggunakan satu teori yang spesifik dalam penelitiannya kali ini. Kushman merujuk pada beberapa literatur yang pernah membahas dua konsep tersebut.. 1991). lengkap dengan kutipan-kutipannya. 1992 13) nyajikan kerangka konseptual. Artinya. yaitu metode kualitatif/studi kasus pada sekolah-sekolah tertentu-untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang persoalan komitmen guru (Kushman.Pendahuluan penelitiannya.1 Strategi Sekuensial Kushman (1992) meneliti dua Jenis komitmen para guru -baik komitmennya secara organisasional maupun komitmennya terhadap pembelajaran siswa-di 63 SD dan SMP kota Penelitian Kushman ini menerapkan strategi metode campuran sekuensial eksplanatoris dua-tahap. Kerangka koniseptual inilah yang memberikan petunjuk-petunjuk teoretis tentang semua proses/tahap penelitian kuantitatif (Morse. sebagaimana dijelaskan dalam tujuan penelitiannya Premis utama dalam penelitian ini adalah bahwa komitmen organisasi dan komitmen terhadap pembelajaran slswa merupakan dua sikap yang berbeda. namun sama-sama penting untuk efektivitas sekolah Premis ini memang sudah banyak dibahas dalam literatur. 285 . Tahap 1 adalah penelitian kuantitatif yang melihat hubungan statistik antara komitmen guru dan antesendenanteseden organisasional di SD dan SMP Setelah analisis mikrolevel ini. Dalam penelitian dua-tahap ini. yang berarti menjadikan pendekatan kuantitatif sebagai prioritas utama. Kemudian. diterapkanlah Tahap 2. namun membutuhkan validasi empiris lebih lanjut. lengkap dengan model visualnya. Setelah itu.. Prioritas ini lebih jauh diilustrasikan dalam bagian Definisi istilah yang menjabarkan apa yang disebut dengan komitmen organisasi dan komitmen terhadap pembelajaran siswa. Kushman menerapkan tahap kuantitatif dengan KUAN  kual. Kushman meContoh 10.. Untuk mendukung definisi ini. yakni tahap pertama-hasil kuantitatif.yang menampilkan dan membahas korelasi.

kita bisa melihat bahwa Hossler dan Vesper mengumpulkan dua data ini secara konkuren (dalam satu waktu). Pencampuran (mixing) kedua sumber data ini dilakukan dalam bagian khusus berjudul ‗Tembahasan Hasil Survei dan Wawancara‖ (hlm. Dengan menggunakan data mahasiswa dan orang tua yang diperoleh dari penelitian longitudinal dengan metode survei selama 3 tahun. di satu sisi. dengan hasil-hasil wawancara kualitatif di sisi ang lain. 1993: 141) Data aktual dikumpulkan dari hasil survei terhadap 182 mahasiswa dan orang tua dari hasil wawancara dengan 56 mahasiswa dan orang tua. Bobot atau prioritas untuk penelitian metode campurannya Hossler dan Vesper kali ini cenderung pada pengumpulan dan analisis data kuantitatif. kami memilih regress logistik untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan penghematan orang tua bagi pendidikan S2 anak-anak mereka.Contoh 10. termasuk pembahasan mengenai pengukuran variabel-variabel dan detail-detail dalam analisis data regresi logistik. Mereka juga menyebutkan kelemahan-kelemahan dalam analisis kuantitatif dan hasil-hasil analisis t-test dan regresi. mereka juga menyajikan analisis data kualitatif dan menjelaskan secara singkat tema-tema yang muncul dalam pembahasannya. Dalam bagian ini. Dalam hal ini. penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang paling berhubungan dengan tabungan orang tua untuk pendidikan S2 anak-anak mereka. 286 . ekspektasi pendidikan. dalam satu halaman khusus. 155). dan notasi untuk penelitian ini berupa KUAN + kual. Hossler dan Vesper meneliti faktor-faktor yang berhubungan dengan penghematan orang tua untuk anak-anaknya yang tengah studi di perguruan tinggi. Dan tujuan penelitiannya. mereka mengomparasikan pentingnya faktorfaktor yang menjelaskan penghematan orang tua untuk hasil-hasil kuantitatif. (Hossler & Vesper. Tidak hanya itu. dan informasi akan biaya perguruan tinggi. Meski demikian. Dengan data longitudinal yang dikumpulkan dari para mahasiswa dan orang tua mereka selama jangka waktu 3 tahun. ditemukan bahwa faktor-faktor yang penting dalam relasi ini adalah dukungan orang tua. lebih tepatnya dalam tahap interpretasi.2 Strategi Konkuren Pada 1993. kami juga berusaha menggali pengetahuan lain dari hasil wawancara kami dengan beberapa mahasiswa dan orang tua mereka selama lima kali dalam jangka waktu tiga tahun. Mereka juga menyajikan pembahasan tentang analisis kuantitatif terhadap data survei. Hossler dan Vesper mengumpulkan Informasi dari hasil survei terhadap 128 mahasiswa dan orang tua dan hasil wawancara dengan 56 mahasiswa dan orang tua Berikut ini tujuan penelitian Hossler dan Vesper yang cenderung menerapkan strategi trangulasi data Karya tulis ini berusaha meneliti perilaku-perilaku penghematan (saving) orang tua. Pengetahuan ini diharapkan dapat membantu mengeksplorasi lebih jauh isu tentang penghematan orang tua. Hasilnya.

Bbopal) menulis penelitiannya dengan tujuan untuk menyuarakan pandangan kaum wanita dan memberikan kritik tajam terhadap ketidakadilan gender. didasarkan literatur-literatur yang ada (sebagaimana penelitian kuantitatif).Mirip dengan Contoh 10. tidak ada perspektif teoretis yang digunakan dalam penelitian ini meskipun di bagian awal mereka menyajikan literatur-literatur yang membahas tentang ekonometrik dan pilihan perguruan tinggi. kami melihat teori yang digunakan dalam penelitian ini bersifat induktif (sebagaimana penelitian kualitatif).1. Dalam penelitian di 287 .‖ Artinya. dan pada akhirnya dibangun dan direkonstruksi secara terus-menerus selama proses penelitian. dan di bagian akhir mereka menyajikan ―Model Tambahan tentang Penghematan Orang Tua. Peneliti (dalam hal ini.

perasaan mereka terhadap perannya sebagai istri dan apakah mereka benar-benar melaksanakan peran tersebut di rumah. Ia tertarik menguji apakah teori-teori patriarki bisa diterapkan untuk meneliti para wanita Asia Selatan (dari India. dengan asumsi bahwa keduanya dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih detail terhadap masalah penelitian. Dia juga membahas bagaimana kaum wanita hidup dalam istilah-istilah mereka sendiri. 2000: 68) Dari penelitian ini. Tidak hanya itu. mahar atau mas kawin. (Bhopal. 70). (untuk) menginvestigasi tingkat perbedaan yang signifikan antara kaum wanita ini yang pernah mengalami patriarki. Bhopal terlibat langsung dalam proses penelitian yang di dalamnya dia menjelaskan prosedur-prosedur rasionalisasi mengapa ia tertarik meneliti kehidupan kaum wanita dengan perspektif feminis ini. tetapi juga untuk wanita. Karena teori feminis dibahas. dan keuangan rumah tangga” (hlm. Di samping itu.. dan Bangladesh) yang hidup di London Timur. pekerjaan domestik. penelitian Bhopal ini tidak saja tentang wanita. kemudian mewawancarai beberapa wanita untuk menindaklanjuti dan memahami partisipasi mereka secara mendalam (strategi sekuensial eksplanatoris). Bhopal menemukan bahwa pendidikanlah yang berpengaruh secara signifikan terhadap kehidupan kaum wanita. Pakistan. Komponen kualitatif dan komponen kuantitatif sama-sama diberi bobot yang seimbang. penelitian metode campuran membantu Bhopal untuk mengekspos kehidupan kaum wanita Apajagi. penelitian Bhopal tersebut juga merupakan refleksi yang menampilkan bias-bias pribadinya sebagai seorang wanita. dan menyajikan informasi akurat yang berhubungan dengan jumlah kaum wanita yang mengalami bentuk-bentuk patriarki yang berbeda.3 Strategi Transformatif Bhopal (2000) menggunakan perspektif feminis dalam penelitian metode campuran triangulasi transformatifnya. Sejak kaum wanita ini menikah dan diberi mas kawin. Pencampuran (mixing) antara dua komponen ini dilakukan dengan cara menghubungkan hasil-hasil dan survei kuantitatif dan mengeksplorasi lebih jauh hasil-hasil ini dalam tahap kualitatif. serta menguji kekuatan dampak-dampak patriarki yang berbeda.. Timing dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data terlebih dahulu. Dalam hal ini.. dengan menggunakan bahasa dan kategorikategori yang di dalamnya kaum wanita mengekspresikan dirinya sendiri. Dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. dia juga mendeskripsikan bagaimana metodologi feminis membantu proses penelitiannya. Tujuan penelitian ini secara keseluruhan adalah “untuk memperoleh pengetahuan detail tentang kehidupan kaum wanita. data kuantitatif menampilkan pola-pola partisipasi umum. strategi transformatif yang dipilihnya memungkinkan para wanita untuk mengambil manfaat dan proyek penelitian ini (hlm 76) atas. sementara data kualitatif menunjukkan narasi personal kaum wanita. Bhopal melihat mereka sering kali mengalami bentuk-bentuk patriarki yang-anehnya-justru tidak dialami oleh kaum wanita Kulit Putih di Britania.Contoh 10. Bhopal meneliti 60 wanita. 288 . Menariknya. sikap mereka terhadap pernikahan.

RINGKASAN Untuk merancang prosedur-prosedur penelitian metode campuran. Analisis data metode campuran bisa dilakukan dengan mentransformasi data. dalam satu waktu. peneliti sebaiknya tetap menyusun laporan tertulis untuk proposal penelitiannya. Prosedur-prosedur ini bisa meliputi prosedur-prosedur pengumpulan data (kuantitatif dan kualitatif) dan prosedurprosedur analisis data (kuantitatif dan kualitatif). Peneliti patut memilih salah satu dari keenam strategi tersebut: apakah secara sekuensial (eksplanatoris dan eksploratoris). Strategi yang dipilih juga harus disajikan dalam gambar (model visual). Akhinya. tahap demi tahap). Selain itu. Setiap strategi memiliki kekuatan dan kelemahannya tersendiri. ras. menghubungkan (connecting) data dan satu tahap ke tahap lain. Tunjukkan pula strategi timing dalam melakukan pengumpulan data (apakah konkuren. atau dengan perspektif transformatif (sekuensial atau konkuren). atau sekuensial. Jelaskan pula bagaimana kedua data ini dicampur (mixed). dan sebagainya). seperti teori dan ilmu-ilmu sosial atau perspektif advokasi (misalnya. terapkan empat kriteria (seperti yang sudah dijelaskan) untuk memilih strategi metode campuran yang dianggap paling layak. dan aplikasinya dalam berbagai bidang penelitian. tunjukkan dan jelaskan pula apakah ada perspektif teoretis tertentu yang akan digunakan untuk memandu penelitian. Prosedur-prosedur validitas juga harus dideskripsikan secara eksplisit. Susunan laporan ini harus disesuaikan dengan jenis strategi yang dipilih289 . mulailah dengan menjelaskan sifat penelitian metode campuran. meskipun diakui bahwa strategi sekuensial memang paling mudah diterapkan. mengeksplorasi outlier-outlier. Penjelasan ini bisa meliputi sejarah berkembangnya penelitian tersebut. menguji level-level ganda. Setelah itu. apakah bobotnya setara atau lebih memprioritaskan salah satu di antara keduanya. Meski penelitian metode campuran ini kurang familiar bagi sebagian pembaca. Ada enam strategi pengumpulan data dalam penelitian metode campuran. apakah dengan cara meleburkan (merging) data. definisinya. nyatakan pula bobot/ prioritas untuk dua pendekatan penelitian (kuantitatif dan/atau kualitatif). atau membuat matriks/tabel yang mengombinasikan hasil kuantitatif dan penemuan kualitatif. Peneliti lalu menghubungkan dan menjelaskan gambar ini dengan prosedur-prosedur yang lebih spesifik untuk membantu pembaca memahami semua proses penelitian. feminisme. secara konkuren (triangulasi dan embedded). atau menancapkan (embedding) sumber data sekunder ke dalam sumber data primer.Sepanjang penelitian ini dengan fokus pada kesetaraan dan penyuaraan hak-hak kaum wanita maka bisa dipastikan bahwa penelitian ini secara eksplisit telah menggunakan perspektif feminis sebagai landasan berpikinya.

karena masing-masing dari ketiganya memiliki susunan penyajian tersendiri. 290 .sekuensial. konkuren. atau transformatif.

dan rancangan embedded) dan menyajikan contoh-contoh penelitian yang ―mencerminkan‖ masing-masing strategi ini. J.LATIHAN MENULIS 1.(2007). Jangan lupa untuk menggunakan notasi yang tepat dalam gambar ini. lengkap dengan contoh-contohnya dan artikel-artikel metodologis tentang penelitian ini. Thousand Oaks. (2008).L. CA: Sage. Piano Clark..J. sekuensial eksploratoris. Creswell dan Piano Clark menulis dua buku yang menjelaskan penelitian metode campuran. Jelaskan alasan/rasionalisasi mengapa tahap-tahap tersebut diterapkan secara Sekuensial. Caracelli. mereka membahas seputar ide-ide dasar tentang empat strategi metode campuran tersebut. dan transformatif) dalam menyajikan atau menulis pendahuluan. (hlm. 2.C.‖ dalam Educational. & Graham. & Piano Clark. Thousand Oaks. tujuan penelitian. yang di dalamnya mereka menyertakan contoh-contoh penelitian lain yang ―benar-benar menerapkan‖ strategistrategi tersebut.L. 255-274). dan strategi pengumpulan data. Dalam buku kedua ini pula. J. 3. Pada buku pertama. Jennifer Greene dan rekan-rekannya mengevaluasi 57 penelitian metode campuran yang dipublikasikan mulai tahun 1980 hingga 1988.F. V. Strategi-strategi ini kemudian dijabarkan lebih jauh dalam buku kedua. W. seperti perspektif ferminis. V. CA: Sage. Rancanglah sebuah penelitian yang mengombinasikan model kualitatif dan kuantitatif dengan fokus pada strategi sekuensial dua-tahap. BACAAN TAMBAHAN Creswell. triangulasi. V. mereka menampilkan 291 . 11 (3). Designing and Conducting Mixed Methods Research. Evaluation and Policy Analysis. J.W. Buatlah gambar visual dan prosedur-prosedur spesifik yang mengilustrasikan penggunaan suatu perspektif teoritis tertentu. Jelaskan juga pendekatan yang diambil (sekuensial. & Creswell. mereka fokus pada empat jenis strategi metode campuran (sekuensial eksplanatoris. Rancanglah penelitian yang mengombinasikan model kualitatif dan kuantitatif dengan memprioritaskan pengumpuian data kualitatif ketimbang pengumpulan data kuantitatif. dalam penelitian metode campuran transformatif.W. ―Toward a Conceptual Framework for Mixed-Method Evaluation Designs. Greene. rumusan masalah. konkuren. (1989). The Mixed Methods Reader. Dari evaluasi ini..

mengidentifikasi aplikasi-aplikasinya dalam ilmu sosial humaniora.M. J. & Teddlie. handbook ini memperkenalkan kepada pembaca metode campuran. A. Janica Morse menyatakan bahwa penggunaan metode kualitatif dan kuantitatif secara bersamaan untuk membahas suatu masalah penelitian menuntut adanya upaya mempertimbangkan bobot dan urutan masing-masing metode tersebut. yakni secara simultan (simultaneous). Misalnya. dan menggagas pandanganpandangan masa depan terkait dengan metode campuran ini. Handbook yang dieditori oleh Abbas Tashakkori dan Charles Teddlie ini menyajikan tulisan dari para penulis kontemporer yang memang berkonsentrasi dalam penelitian metode campuran. Morse juga menjelaskan tujuan-tujuan. pendekatan-pendekatan. Mereka juga menemukan bahwa penelitian-penelitian metode campuran ini pada umumnya berbeda-beda dalam hal asumsiasumsi. Dengan 27bab di dalamnya. dan bertahap (sequential). 120-123). konkuren. C.lima tujuan dari tujuh karakteristik metode campuran. atau apakah diimplementasikan secara independen. yang menggunakan dua metode dalam satu waktu. CA: Sage. Morse kemudian mengetengahkan dua bentuk triangulasi metodologis. 292 . apakah diimplementasikan dalam paradigma yang sama atau berbeda. mengilustrasikan isu-isu metodologis dan analisis dalam penerapan metode campuran. apakah diberikan bobot/prioritas yang sama atau berbeda. Dengan tujuan-tujuan dan karakteristik-karakteristik tersebut. (Ed). Morse. dan memperluas ruang lingkup penelitian (expansion). dan kelemahan-kelemahan dalam strategi triangulasi ini. Thousand Oaks. atau sekuensial. perbedaan-perbedaan ini bisa terlihat dari apakah penelitian-penelitian ini menjabarkan fenomena yang berbeda atau fenomena yang sama. yang memanfaatkan hasil dari satu metode untuk melaksanakan metode selanjutnya.. Dua bentuk ini dideskripsikan dengan menggunakan notasi huruf kapital dan huruf kecil yang menunjukkan bobot relatif serta urutan masing-masing metode. Berdasarkan gagasan inilah. dan kelemahan-kelemahan metodologisnya. mereka kemudian merekomendasikan sejumlah strategi metode penelitian yang ―layak‖ digunakan. kekuatan-kekuatan. ―Approaches to Qualitative-Quantitative Methodological Triangulation‖ dalam Nursing Research. Tashakkori. (him. mendeteksi paradoks dan perspektif-perspektif baru (initiation). 40(1). Begitu pula. (2003). Handbook of Mixed Methods in the Social & Behavioral Sciences. (1991). meneliti aspek-aspek yang berbeda dari sebuah fenomena (complementary). Mereka menyatakan bahwa penelitian metode campuran sering kali diterapkan untuk mencari konvergensi (triangulation). menganalisis data secara sekuensial (development).

ilmu kesehatan. manajemen dan organisasi. psikologi. dan pendidikan. 293 .ada bab-bab khusus yang mengilustrasikan penerapan metode penelitian dalam evaluasi. keperawatan. sosiologi.

Gagasan atau gambar khusus ini berfungsi untuk menguatkan. Karena itu. proses. dominasi. dan menarik perhatian individu secara kontinu. atau satu atau lebih indi-vidu dengan lebih mendalam. dan pengasingan. Studi kasus adalah stategi kualitatif di mana peneliti mengkaji se-buah program. Semisal pemberdayaan. atau memaparkan gagasan-gagasan yang termuat dalam gagasan utama. Pandangan advokatif/partisipatoris adalah landasan filosofis dalam penelitian dimana dalam proses penyelidikan. 294 . penelitian dihubungkan dengan politik dari sebuah agenda politik. Kode etik adalah aturan-aturan dan prinsip etis yang ditetapkan oleh sekelompok profesional yang khusus mengatur penelitian-penelitian ilmiah. sehingga peneliti harus mengumpulkan infor-masi yang detail dengan menggunakan beragam prosedur pengum-pulan data selama periode waktu tertentu. kejadian. Pertanyaan inti (Rumusan masalah) dalam penelitian kualitatif adalah pertanyaan besar yang dimiliki peneliti dan mengharuskan adanya sebuah penjelasan berupa fenomena sentral atau konsep sebuah penelitian. tekanan. atau dalam kehidupan peneliti sendiri. Selain itu. aktivitas. Kasus-kasus tersebut dibatasi oleh waktu dan aktivitas. ketidaksetaraan.Glosarium Abstrak dalam review penelitian adalah review singkat mengenai penelitian (biasanya berupa paragraf singkat) yang menyimpulkan beberapa bagian utama dalam sebuah penelitian agar pembaca bisa memahami hal-hal dasar yang ada dalam sebuah penelitian. mengorganisir gagasan. Gagasan dasar dalam penulisan adalah kalimat-kalimat yang mengandung beberapa gagasan atau gambar khusus yang termasuk dalam gagasan utama. institusi yang didiami partisipan. pandangan ini juga mengangkat isu-isu spesifik dalam kehidupan sosial yang tengah terjadi di masyarakat. memperjelas. penelitian semacam ini memuat sebuah rencana tindakan untuk melakukan perubahan yang dimungkinkan bisa terjadi dalam kehidupan partisipan. Materi kode (coding) adalah proses pengaturan materi-materi pada bagian-bagian dalam keseluruhan teks agar gagasan umum bisa dikembangkan dan tersebar dalam tiap-tiap bagian. penindasan. Perhatian atau minat dalam penulisan adalah beberapa kalimat yang bertujuan untuk memberi batasan pembahasan pada pembaca (agar pembaca bisa tetap fokus).

yakni selama pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif dilakukan secara berkesinambungan. Prosedur metode campuran konkuren adalah prosedur di mana peneliti mengumpulkan atau mengombinasikan data kualitatif dan kuantitatif untuk memberikan sebuah analisis komprehensif ter-hadap masalah penelitian. Strategi embedded konkuren dalam metode penelitian campuran bisa diketahuai dari kegunaannya pada satu fase pengumpulan data. Interval kepercayaan adalah sebuah prkiraan dalam penelitian kuantitatif yang berupa nilai statistik tertinggi dan terendah yang konsisten pada data yang diteliti serta memuat mean populasi yang sesungguhnya. Strategi triangulasi konkuren dalam metode campuran adalah se-buah pendekatan di mana peneliti mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara konkuren kemudian membandingkan dua data-base tersebut untuk menentukan adakah kesamaan. atau kemungkinan melakukan kombinasi antar dua data tersebut. Database ini memberikan akses cepat pada ribuan jurnal. arsip konferensi. sampel.pendekatan embedded konkuren memiliki metode utama yang membimbing laju penelitian dan memiliki metode kedua yang ber-peran suportif dalam prosedur tersebut.Koherensi dalam penulisan berarti adanya kesatuan gagasan dan adanya ketersambungan logis antar beberapa kalimat dan beberapa paragraf. Database literarur dalam komputer dewasa ini sudah bisa diakses di perpustakaan. Penelitian terdahulu mungkin sudah harus dikaji uang untuk melihat adakah temuan penelitian yang sama. Validitas gagasan terjadi ketiga seorang invertostor menggunakan definisi dan ukuran variabel yang cukup. dan materi-materi lain. perbedaan. untuk 295 . Ketersambngan dalam penelitian metode campuran berarti adanya keterhubungan antara penelitian kualitatif maupun penelitian kuan-titatif dengan analisis data pada fase pertama penelitian serta dengan pengumpulan data fase kedua. Kekurangan dalam penelitian terdahulu mungkin terjadi sebab topik penelitian yang sama tidak ditujukan pada kelompok. Tidak seperti model triangulasi tradisional. Pendekatan transformatif konkuren dalam metode campuran di-arahkan oleh sebuah perspektif teoretis khusus yang digunakan pe-neliti serta pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif yang konku-ren. atau populasi yang khusus.

diberi sampel baru berupa individu baru atau situs-situs penelitian. Ancaman validitas eksternal munculsaat seorang yang melakukan eksperimen membuat kesimpulan yang salah dari sampel data dengan mengkaji orang lain. atau untuk mengetahui adanya data dari sebuah kelompok yang belum terangkat dalam penelitian terdahulu tersebut. Etnografi adalah strategi kualitatif di mana peneliti mempelajari sebuah kelompok kultural secara utuh dalam setting yang natural selama periode waktu tertentu dengan mengumpulkan data pene-litian dan wawancara. Analisis deskriptif terhadap data untuk variabel-variabel sebuah penelitian mencakup penggambaran hasil penelitian yang berupa mean. Embedding adalah bentuk pencampuran dalam metode penelitian campuran. Penelitian eksperimental berupaya menentukan apakah sebuah treatmen khusus bisa memengaruhi hasi sebuah penelitian. yang digunakan dalam penelitian kuantitatif adalah ketika seorang peneliti membuat prediksi tentang arah atau hasil penelitian yang diharapkan. Penegasan judul adalah bagian yang berada dalam proposal penelitian dan menjelaskan istilah-istilah yang mungkin tidak dipahami pembaca. (tidak tepat sasaran) Kegemukan dalam penulisan berartiadanya kata yang ditambahkan dan sebenarnya tidak dibutuhkan dalam sebuah kalimat untuk me-nyampaikan sebuah gagasan. dan jarak antara angka terendah dan angka tertinggi. Database kedua berfungsi untuk mendukung database utama. Desain eksperimental dalam penelitian kuantitatif menguji dampak treatment (arah sebuah intervensi) terhadap hasil penelitian serta mengkaji semua faktor lain yang dimiliki kemungkinan untuk memengaruhi hasil sebuah penelitian. Dampak atau pengaruh tersebut bisa diketahuai dengan memberikan sebuah treatment khusus pada sebuah kelompok dan membatasi treatment pada kelompok lain. atau situasi yang telah lalu dan situasi yang akan datang. 296 . Hipotesis direktif. peneliti menentukan bagaimana perbedaan dua kelompok tersebut memengaruhi hasil sebuah penelitian.di mana bentuk data kedua dihubungkan dengan peneliti-an berskala lebih luas yang menjadi database utama. Ukuran efek mengkaji kekuatan sebuah kesimpulan dari segi per-bedaan kelompok atau hbungan antara beberapa variabel dalam penelitian kuantitatif. setting lain. penyimpangan standar. Kemudian.

atau interaksi yang grounded dalam pandangan partisipan sebuah penelitian. 297 . Memadukan dua database dalam metode penelitian campuran ber-arti bahwa database kualitatif dan kuantitatif benar-benar digabung-kan dengan sebuah pendekatan perbandingan atau untuk keperluan melakukan transformasi data. Hipotesis menghubungkan beberapa variabel atau membandingkan kelompok-kelompok dalam variabel sehingga kesimpulan sampel bisa ditarik menjadi kesimpulan populasi. Penulisan yang biasa adalah penulisan proposal dengan cara yang umum dan terus-menerus. Ancaman validitas internal adalah prosedur eksperimental. Teori grounded adalah sebuah strategi kualitatif di mana peneliti menyampaikan teori yang umum dan abstrak mengenai proses. atau pengalaman partisipan yang bisa menghambat peneliti untuk membuat kesimpulan yang tepat dari data mengenai populasi yang dilibatkan dalam eksperimen. dan makna yang lebih luas dalam hasil penelitian. Protokol wawancara adalah sebuah formulir yang digunakan oleh peneliti kualitatif untuk merekam dan menulis informasi yang di-dapatkan selama proses wawancara. (Hal tersebut tidak berarti mereka memberi kode pada teks yang sama. tindakan. Formulir izin ditandatangani oleh partisipan sebelum mereka terlibat dalam sebuah penelitian.Gatakeeperadalah beberapa staf yang terlibat dalam situs penelitian yang memberikan akses pada situs yang bersangkutan dan meng-izinkan terlaksananya sebuah penelitian kualitatif.Prosedur statistik atau subprogram yang telah terakui dalam paket software kualitatif bisa digunakan untuk menentukan level konsistensi dalam memberi kode. hipotesis. namun berarti bahwa coder lain akan memberi kode yang persis sam dengan kode yang digunakan seorang coder pada bagian yang sama). Formulir ini menegaskan bahwa hak partisipan akan dilingdungi selama proses pengumpulan data. Interpretasi hasil dalam penelitian kuantitatif berarti bahwa peneliti menarik kesimpulan dari pertanyaan dalam penelitian. Persetujuan intercoder (atau pengujian ulang) adalah ketika dua atau beberapa coder menyetujui penggunaan beberapa kode untuk bagian yang sama dalam sebuah teks. bukan penulisan dalam jangka waktu yang tidak teratur dan mandeg beberapa saat. Makna ini bisa berupa pelajaran atau informasi untuk melakukan perbandingan dengan penelitian lain dan pengalaman pribadi. treat-ment. Interpretasi dalam penelitian kualitatif berarti bahwa peneliti dapat menarik makna dari hasil analisis data.

melibatkan.satu data lain berakhir dalam sebuah rangkaian. Statemen purpose metode campuran memuat keseluruhan maksud penelitian. serta alasan logis dalam memadukan kedua STRAND tersebut untuk menelti masalah yang diangkat. informasi mengenai STRAND kualitatif dan kuantitatif penelitian. Rumusan masalah dalam metode penelitian campuran adalah per-tanyaan khusus yang diangkat dalam penelitian metode campuran dan secara langsung membidik percampuran antara STRANDS pe-nelitian kualitatif dan kuantitatif. Penelitian naratif adalah sebuah strategi kualitatif di mana peneliti mempelajari kehidupan individu dengan meminta satu atau bebe-rapa individu untuk menuturkan cerita 298 . atau pencampuran sedemikian rupa dalam sebuah rangkaian. kegunaan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Memasangkan partisipan dalam penelitian eksperimental adalah prosedur yang memasangkan beberapa partisipan yang memiliki sifat dan karakteristik tertentu dan secara acak ditugaskan untuk terlibat dalam kelompok eksperimental dan kelompok yang melakukan kontrol.atau mengajak pembaca untuk terlibat dalam penelitian. Pertanyaan inilah yang akan di-jawab pada penelitian yang menggunakan metode campuran.pemisahan dua data. dan campuran antara dua pendekatan dalam sebuah penelitian. Notasi metode campuran memberikan label dan simbol kecil yang memainkan peran penting dalam metode penelitian campuran.Peta penelitian adalah sebuah gambaran visual (atau gambar) me-ngenai penelitian sebuah topik yang menggambarkan bagaimana sebuah penelitian khusus bisa memberikan kontribusi terhadap se-buah topik tertentu. Sisipan ini berarti kata bermakna yang digunakan sebagai kalimat pembuka sebuah pendahuluan yang berfungsi untuk menggambarkan. Metode penelitian campuran adalah sebuahpendekatan untuk me-nyelidiki suatu objek dengan mengombinasikan atau menghubung-kan bentuk penelitian kualitatif dan bentuk penelitian kuantitatif.satu data terakhir dalam sebuah rangkai-an. Sisipan narasi adalah sebuah istilah yang berasal dari susunan bahasa inggris. Notasi ini memaparkan cara bagaiman peneliti dengan metode campuran bisa dengan mudah berkomunikasi dengan prosedur yang harus dipenuhinya. Metode ini juga dilibatkan asumsi filosofis. Pencampuran bisa diartikan adanya kombinasi antara data kualitatif dan kuantitatif.

Adanya partisipan atau situs yang sengaja dipilih (atau dengan dokumen serta materi visual) menandakan bahwa peneliti kualitatif memilih beberapa individu yang akan banyak membantu dalam memahami masalah penelitian dan memecahkan pertanyaan yang mendasari penelitian. lebih rendah. Hipotesis tak berarah dalam strategi penelitian kuantitatif adalah sebuah penelitian di mana seorang peneliti membuat prediksi. Ada sebuah konsern yang dilengkapi dengan aplikasi-yang berfungsi dengan baik-serta solusi terhadap masalah-masalah yang muncul. atau kurang) tidak diperkirakan secara jelas. dan gagasan beasr sebuah penelitian. lebih. Protokol observasional adalah sebuah formulir yang digunakan oleh seorang peneliti kualitatif untuk merakam dan menulis informasi saat tengah melakukan observasi. masalah yang diteliti dengan menggunakan landasan ini mencerminkan isu yang tidak harus diidentifikasi dan diketahui penyebab yang memuat hal tersebut bisa memengaruhi hasil penelitian. peneliti juga menekankan masalah penelitian dan menggunakan semua pendekatan yang cocok untuk bisa memahami sebuah permasalahan. Postpositivistik mencerminkan sebuah filosofi deterministik mengenai penelitian yang bisa menentukan efek atau hasil tertentu. semisal dalam sebuah eksperimen. dan konsekuensi serta bukan dari kondisi yang sebelumnya (seperti dalam postpositivistik). tidak ada hubungan atau tidak ada perbedaan signifikan antara dua kelompok dalam sebuah variabel. Pragmatisme sebagai sebuah pola pikir atau landasan filosofis muncul dalam tindakan. Sebab itu. namum bentuk perbedaan yang pasti (semisal lebih tinggi. tujuan. Penelitian fenomenologis adalah strategikualitatif di mana peneliti mengidentifikasikan esensi pengalaman manusia tentang fenomena yang diungkapkan seorang partisipan dalam sebuah penelitian. dalam populasi umum. Hipotesis tradisional tersebut adalah bahwa. Selain fokus pada beberapa metode. sebab peneliti tidak mengetahui apa yang bisa diperkirakan dari penelitian terdahulu.kehidupannya. 299 . Hipotesis nol penelitian kuantitatif yang mencerminkan pen-dekatan tradisional dalam membuat hipotesis. Informasi ini sering kali dituturkan kembali oleh peneliti dengan menggunakan narasi kronologis. Statemen purpose dalam sebuah proposal penelitian memaparkan sasaran. situasi.

Generalisasi kualitatifadalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkancara-cara tertentu dalam penelitian kualitatif. Reabilitas kualitatif menunjukkan bahwa sebuah pendekatan ter-tentu bisa konsisten di tengah beberapa peneliti yang memiliki beragam proyek penelitian. Buku kode ini bisa berisi nama kode dalam sebuah kolom. atau dokumen pribadi (semisal jurnal pribadi.lalu contoh-contoh khusus(semisal garis angka) yang menunjukkan di mana saja posisi kode dalam transkrip pada kolom yang lain. atau tempat-tempat yang tidak terkait dengan pene-litian. Menggeneralisasi beberapa temuan menjadisebuah teori merupakan sebuah pendekatan yang digunakan dalam beberapa studi kasus penelitian kualitatif. dan email).Jumlah pertanyaan untuk wawancara ini relatif masih sedikit dan digunakan untuk memperoleh pandagan dan opini yang muncul dari partisipan. atau bentukbentuk suara lain.melakukan wawancara melalui telepon. Observasi kualitatif berarti bahwa seorang peneliti memerhatikan dan mencatat tingkah laku dan aktivitas individual yang terlibat dalam situs penelitian dan rekaman observasi. namun peneliti harus memiliki pro-sedur yang terdokumentasi dengan baik dan database kualitatif yang telah dikembangkan dengan baik. sebab tujuan penyelidikan ini tidaklan untuk mengumumkan temuan pada individu. definisi kode di kolom lain. Statemen ini juga memuat desain yang muncul dan kata-kata penelitian yang didapatkan dari bahasa penyelidikan kualitatif. diari. ata terlibat dalam sebuah wawancara diskusi kelompok yang berisi enam hingga delapan narasumber pada masing-masing kelompok.karya seni. Dokumen kualitatif adalah dokumen publik (semisal surat kabar. Statemen purpose kualitatif memuat informasi mengenai fenomena inti yang dipaparkan dalam sebuah penelitian. Penelitian kualitatif adalahsebuah alatuntuk memaparkan dan me-mahami makna yang berasal dari individu dan kelompok mengenai masalah sosial atau masalah individu. surat. Kode buku kualitatifadalah sebuah alatuntuk mengatur data kuali-tatif dengan menggunakan sebuah list yang berisi kode yang belum ditentukan dan akan digunakan untuk memberi kode pada data. Proses 300 . partisipan dalam penelitian. Wawancara kualitatif berarti bahwa peneliti mengadakan wawan-cara tatap muka dengan partisipan. arsip pertemuan. videotapes.Materi audio dan visual kualitatif bisa berbentuk foto. report kantor). serta situs penelitian. Bebarapa wawancara ini melibatkan pertanyaan yang tidakteratur dansecara umum masih open-ended. situs.

dan status sosial ekonomi yang dimilikinya dalam membentuk interpretasi yang dimilikinya selama melakukan penelitian. Penelitian kuantitatif adalah cara untuk menguji sasaran teori dengan mengkaji hubungan antarbeberapa variabel. serta situs penelitian. Dengan teori ini.sehingga data yang sudah ditandai dengan nomor bisa dianalisis dengan menggunakan prosedur statistik. kebudayaan. menganalisis data secara induktif. Hal ini berarti bahwa masing-masing individu dalam sebuah populasi memiliki kemungkinan yang sama untuk dipilih dan dijaring sebagai sampel. Statemen purpose kuantitatif mencakup beberapa variabel dalam peneltitian dan hubungan antarbeberapa variabel tersebut.Beberapa varia-bel ini bisa diukur. Statemen purpose ini juga memuat bahasa yang berhubungan dengan penelitian kuantitatif danuji coba deduktif terhadap hubungan antar beberapa teori.Report yang ditulis pada akhir penelitian memiliki susunan penulisan yakni pendahuluan. bisa dipastikan bahwa sampel yang diambil benar-benar cukup representatif mewakili populasi yang ada. dan latar belakang semisal gender. yakni dengan mengumpulkan data menurut setting partisipan. Kuasi-eksperimen adalah sebuah bentuk penelitian eksperimental di mana para individu tidak secara acak disuruh bergabung dalam sebuah kelompok. hasil. sejarah. nilai. literatur dan teori. Pengacakan sampel adalah sebuah prosedur dalam penelitian kuantitatif untuk memilih partisipan.Re-port yang berhasil ditulis memiliki struktur penulisanyang fleksibel. Pertanyaandalampenelitiankuantitatifadalahstatemen interogatif yang memunculkan pertanyaan mengenai hubungan antarbeberapa variabel yang ingin dicari tahu jawabannya oleh pelaku investigasi. 301 .partisipan dalam penelitian. Validitas kualitatif berarti bahwa peneliti menguji akurasi temuan penilaian dengan menggunakan beberapa prosedur tertentu. Refleksitas berarti bahwa seorang peneliti memasukkan bias.dan membuat penafsiran mengenai makna di balik data. metode. Hipotesis kualitatif adalah prediksi-prediksi yang dibuat oleh pe-neliti mengenai hubungan antar variabel yang diharapkan.mengelola data dari yang spesifik menjadi tema umum. dan diskusi.penelitian melibatkan pertanyaan dan prosedur yang sudah muncul.khususnya dalam beberapa instrumen.

yang digunakan dalam buku ini. strategi penyelidikan. Masalah penelitian adalah masalah atau isu yang menjadi sebab adanya sebuah penelitian. Strategi eksplanatori sekuensial dalam metode penelitian campuran bisa dikenali dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif dalam fase pertama yang kemudian diikuti dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif pada fase kedua yang akan menghasilkan temuan awal dalam sebuah penelitian kuantitatif. Desainpenelitianadalahrencana dan prosedur penelitian yang men-cakup semua keputusan mulai dari asumsi yang luas hingga metode paling mendetail mengenai proses pengumpulan dan analisis data. dan metode-metode tertentu. 302 . Penelitian review dalam sebuah pendahuluan memaparkan pentingnya penelitian dan membuat batasan antara penelitian terdahulu yang telah dilakukan dengan penelitian yang diinginkan dan akan dilakukan. maka respons ‗asing‘ tersebut akan secara substansial mengubah hasil survei. serta interpretasi data yang dikemukakan peneliti dalam kerja penelitiannya. dan hal tersebut berarti bahwa jika ada orang yang bukan termasuk responden mamberikan respons. dan apakah ada konsistensi dalam uji administrasi dan penetapan skor. Tips penelitian adalah pikiran-pikiran saya mengenai pendekatan atau teknik yang telah banyak berfungsi dengan baik pada saya selama beberapa tahun saya melakukan berbagai penelitian. Desain ini melibatkan adanya pertemuan antara beberapa asumsi filosofis. Responsbias adalah efekdari tidak adanya respons dalam perkiraan survei. Metode penelitian melibatkan berbagai macam teknik pengumpul-an. analisis. adalah sebuah template yang berisi beberapa kalimat dengan kata-kata dan gagasan utama dalam bagian khusus sebuah proposal atau laporan penelitian (se-misal statemen purpose atau rumusan masalah) dan memberikan ruang bagi peneliti untuk menyisipkan informasi yang berhubungan dengan proyek yang tengah dikerjakan.skor tersebut secara internal memiliki konsistensi(yakni apakah item responsselalu kon-sisten?) tetap stabil dari waktu ke waktu (dengan menguji dan me-lakukan korelasi dengan uji ulang).Keberterimaan sebuah penelitian berarti bahwa berapa pun skor pada item yang berada dalam sebuah instrumen. Skripsi.

303 . Prosedur metode campuran sekuensial ialah prosedur yang mengharuskan peneliti memaparkan atau mengembangkan sebuah temuan mengenai sebuah metode dengan metode lain. semisal format yang konsisten dalam menulis referensi. dan metode campuran yang memberikan arah khusus terhadap prosedur dalam desain penelitian.ras.teori ilmu pengetahuan) berlandaskan sebuah prosedur. memuat heading memuat tabel dan gambar. Konstruktivis sosial memiliki asumsi bahwa masing-masing orang mencoba memahami dunia yang akrab dengan hidup keseharian mereka. yakni fase awal (baik kualitatif ataupun kuantitatif) yang diikuti oleh fase kedua (baik kualitatif maupun kuantitatif) yang akan melengkapi proses fase pertama. Strategi penyelidikan adalah tipe desain atau model kualitatif. dan menggunakan bahasa yang tidak diskriminatif. Gaya manual memberikan bimbingan untuk membuat sebuah manuskrip ilmiah.sosial. Masing-masing individu tersebut mengembangkan makna subjektif dari pengalaman yang mereka lewati serta makna yang diarahkan terhadap sesuatu tertentu. kuantitatif. Signifikansi penelitian dalam pendahuluan menyampaikan pentingnya masalah yang menjadi subjek penelitian untuk diangkat pada audien yang berbeda serta keuntungan yang mungkin bisa di-dapatkan dari pembacaan dan penggunaan hasil penelitian.Strategi eksplanatori sekuensial dalam metode penelitian campuran melibatkan fase pertama pengumpulan dan analisis data kualitatif yang kemudian diikuti dengan fase kedua. yakni pengumpulan dan analisis data kualitatif yang akan mengahasilkan temuan dalam fase pertama kuantitatif. Validitas kesimpulan statistik tidak muncul saat seorang pelaku eksperimen menghasilkan kesimpulan yang tidak akurat dari data sebab kekuatan statistik yang tidak sama atau kesalahan dalam asumsi statistik. Desain subjek tunggal atau desain N of 1 melibatkan aktivitas penelitian perilaku seorang individu (atau sejumlah kecil individu) dalam jangka waktu tertentu. Strategi transformatif sekuensial dalam metode penelitian campuran adalah sebuah proyek dengan dua fase yang memiliki lensa teoretis (yakni gender.

Teori dalam metode penelitian campuran memuat sebuah lensa orientasi yang akan mengarahka tipe pertanyaan yang diajukan. Lensa teoretisatauperspektif dalam penelitiankualitatif memuat keseluruhan pandangan yang digunakan untuk penelitian yang mengkaji masalah gender.atau isu lain mengenai kelom-pok yangn termarginalkan). tingkah laku.Lensa ini menjadi sebuah perspektif advokasi yang membentuk tipe-tipe pertanyaan yang diajukan.ras.dan implikasi yang dihasilkandari penelitian (khususnya untuk 304 . tingkah laku. atau populasi dengan mempelajari sebuah sampel dari sebuah populasi tertentu.kelas. atau opini sebuah populasi dengan mempelajari sampel dari sebuah populasi. siapa saja yang berpartisipasi dalam penelitian. serta menyuntikkan semangat untuk melakukan sebuah gerakan perubahan. me-maparkan cara-cara pengumpulan dan analisis. pendapat. cara pengumpulan data. Penelitian survey menampilkan sebuah gembaran kuantitatif dalam bentuk angka mengenai kebiasaan.Desain survey memaparkan rancangan sebuah gambaran kuantitatif berupa angka yang menunjukkan kebiasaan.

Beisel.44-62.H. H. H. Writing the empirical journal article.. Booth-Kewley. (2001). S. American Sociological Revieio. Blalock. & B.320-327. 3. Boeker. & Biklen. K. & Creswell. Annual Review of Psychology. Truman. S. 21. London: UCL Press. In M.L. CA: Sage. Humphries (Ed. R.J. Are there any constructive alternatives to causal modeling? Sociological Methodology. J. (1992). E. Bogdan. Qualitative Research Methods for the Social Sciences (4th ed. Swidler. (1992). (2001).. Administrative Science Quarterly.. Campus response to a student gunman. S. (February. W. & Frohlich. Writing Clearly: A Contemporary Approach. N. Darley (Ed. D. 575-591. 55. K. Columbus.. (1991). New York: Random House. Boice. P. Publication Manual of the American Psychological Association (5th ed. Journal of Higher Education. Educational Administration Quarterly. M. CA: Wadsworth/ Thomson. Professors as Writers: A Self-help Guide to Productive Writing. Unpublished manuscript. Use of iBook laptop computers in teacher education. OH: Charles Merrill. Kraut. (Ed. 45(3). Blalock. D. The Practice of Social Research (11th ed. Englewood Cliffs. Zanna & J. v . J. 66. & Creswell. Qualitative Research for Education: An Introduction to Theory and Methods. E.). Gender. Bern. 400-421. R.J.M. (1987). & Luekmann.H. D. (1990). H. Bhopal. DC: Author. The Compleat Academic: A Practical Guide for the Beginning Social Scientist (pp. (2001).W. Berger. R.C. Boston: Allyn & Bacon. Cognitive representation of AIDS. 25(4).).). (1969). Belmont. 325-335. social 305 . (1992). (1994). New-York: Aldine. Bean. "race" and power in the research process: South Asian women in East London. Bailey. (1995). OK: New Forums. 530-549. Survey Research Methods (2nd ed. Journal of College Student Personnel. Using e-mail for personal relationships. Ansorge.). New York: Macmillan. Washington. Student attrition among women at a liberal arts college. (1989. 171-201). (2000).). Bausell. (2007). J. Edwards.).). Casual Models in the Social Sciences. M. (1990). 37. P. Berg. Theory Construction: From Verbal to Mathematical Formulations. Babbie. The Social Construction of Reality: A Treatise in the Sociology ofKjwzoledge. 379-409. The micropolitics of the school: The everyday political orientation of teachers toward open school principals.Daftar Pustaka Aikin.P. (1984). & Spencer. E. In C. CA: Annual Reviews. Boneva.. J. M. Qualitative Health Research. Blase. J. C. (1950-). B.. Asmussen. (1992).K. Thousand Oaks. L. CA: Wadsworth. Boston: Allyn & Bacon. (2002).W. Impression management. & Gutmann. (1980). Stanford. B. Blalock. StiUwater. R. Babbie.. November). culture. Belmont. Anderson. 12(10). 1872-1892.C. NJ: Prentice Hall. T. Research and inequality. 1990).E. 1338-1352. (1967). Conducting Meaningful Experiments. Power and Managerial Dismissal: Scapegoating at the top.). & Rosenfeld.W. J. (2001). Encyclopedia of educational research (6th ed. and campaigns against vice in three American cities. Creswell. American Behavioral Scientist. University of Nebraska-Lincoln. American Psychological Association. (1985). NJ: Anchor. Mertens. E. Garden City. Class.B.

16(3). & Campbell. (2000). (2006). J. Jr. Qualitative Health Research. Cohen.T. A Manual of Writer's Tricks. J. & Gall. D. Statistical Power Analysis for the Behavioral Sderices.M. Campbell. 81-105. 562-566. Thousand Oaks. (1977). The lntegrative Research Review: A Systematic approach. (1992.). D. J. W. T.V. J. S. CA: Sage.S. Applying Educational Research: A Practical Guide. Term Papers (5th ed.W.R. W. Form mid Style: Theses. (1987).L. Handbook of Research on Teaching (pp.E. CA: Sage. Carroll. Borg. Educational Research: An Introduction (5th ed. (1989). Educational Research: Ptoming. (1998). Cooper. 77(4). Conducting. Constructing Grounded Theory.). (1985).L. New York: Longman. Cook.D.M..). Graduate School of Education. L.R. Psychological Bul-. (1977). Journal of Applied Psychology.. Athens. (1993).M. 161191). 13-17. & Ballou.. Ohio University Press. Educational Evaluation and Policy Analysis. Charmaz. J. (2006). & Stanley. (1990). OH: Swallow Press. R. J. Chicago: Rand McNally. Finding the Words: Conversations with Writers Who Teach... W. letin.desirability. J. Corbin. Cizek (Ed.L. & Connelly... V. CA: Sage. 1-76).). 12(2). In N. Castetter. August-September). Caracelli.W. F. New York: Paragon.P. and Evaluating Quantitative 306 . Gage (Ed. Chicago: Rand McNally. Gall. J. A. Quasi-Experimentation: Design and Analysis Issues for Field Settings. K.T.C. (2008). C. 15(2). CA: Sage. San Diego. Experimental and quasi-experimental designs for research. & Strauss. (1984).1140-1150. (2007). 455-472). D. The American Cartographer. 195-207. Columbus. New York: Longman. Creswell. J. & Fiske. (1999) Mixed method research: Introduction and application. At the margins? Discourse analysis and qualitative research..). Center for Field Studies. Creswell.J. D. Cahill. W. Clandinin. Borg.). In L. Bryman. R. Bunge. (2004).D. 56. San Francisco: Jossey-Bass. 281-298.G.H. (1963). J. Heron. Basics of Qualitative Research: Techniques and Procedures for Developing Grounded Theory (3rd ed. A fractal analysis of cartographic generalization.E.J.. Cooper. Mixed Methods: A Four-Volume Set. D. CA: Academic Press. Creswell. Fashioning males and females: Appearance management and the social reproduction of gender. & Heward.O. D. OH: Merrill.)..W. Applied Behavior Analysis. (1959). Notes on pragmatism and scientific realism. J. & Gall. Thousand Oaks. Convergent and discriminant validation by the multitraitmultimethod matrix.E. M.J. Handbook of educational policy (pp.J. Thousand Oaks. 181-189. New York: Academic Press. London: Sage. (1989). Rickman & D. Symbolic Interaction. (1977). W. Narrative Inquiry: Experience and Story in Qualitative Research. Thousand Oaks.B. T. (1993). Handbook of Applied Social Research Methods (pp. Cheek. & Greene. S. CA: Sage. N. Boston: Hough ton Mifflin. Reports. and computer administration of attitude questionnaires: Does the computer make a difference. (1989).D. Boruch. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing among Five Approaches ( 3rd ed. M. Data analysis strategies for mixed-method evaluation designs. Educational Researcher. Campbel. (19 79). Randomized controlled experiments for evaluation and planning. Carstensen. 14. Philadelphia: University of Pennsylvania. H. Developing and Defending a Dissertation Proposal.W. Campbell. Beverly Hills. In G. Cherryholmes. Rog (Ed. (2007). & Heisler.

E. Crutchfield.L. University of NebraskaLincoln. & Mills. Critical Social Science. (2005). Creswell.. CA: Sage.J.and Qualitative Research (3rd ed. G..K. (2007). Advanced mixed methods designs. Educational Resources Information Center. Fink. Thousand Oaks. queer theory. (2003). Denzin. Determining validity in qualitative inquiry. M. Mail and Telephone Surveys: The Total Design Method. & Hanson. CA: Sage. Creswell. Interpersonal Trust. J. Thousand Oaks. O. B. T.. AZ: Oryx.). Theory into Practice. Educational Researcher. J. Erms. J.S. 39(3).). Creswell. Writing Without Teachers. Gamson.). C. Seagren. Denzin & Y. Sexualities. DiUard. New York: Macmillan. A. (1986). 27. Firestone.. pp. & Henry. (Ed. 16. Phoenix. Teachers College Press Fowler. (1992. Flick.W.W. Ithaca. D. & Hackett.16-21. Teddlie (Ed. (1991). London: Sage. 41-62. New York: Atheneum. (1973). In N. (1985). The Review of Higher Education. P. (1987). Dillman.. 124-130. (Ed. (1998). 16(1). CA: Sage. In H. D.A. Causal Models in the Social Sciences (2nd ed.Z. Finders. DeGraw. WA. 224237. W.K.). Designing and Conducting Mixed Methods Research.. (2000).P. London: Sage. Unpublished doctoral dissertation. A.). (1990). 55-79). J. Thousand Oaks. In A. (Ed. Thousand Oaks. D. M..W. M. Queens and teen Zines: Early adolescent females reading their way toward adulthood. G. D. & Hole. Meaning in method: The rhetoric of quantitative and qualitative research. Fath analysis: Sociological examples. G. Eisner.D.L. (2003). (2002). Creswell. The Writing Life. Writing for Story: Craft Secrets of Dramatic Nonfic-tion by a Two-time Pulitzer Prize-winner. A. Tashakkori & C. Field. Handbook of Mixed Method Research in the Social and Behavioral Sciences (pp. NJ: Merrill. New York: Columbia University. 33-40. (1979). Gutmann. Fay. (2002). (1978). (Ed. The Sage Qualitative Research Kit. Locus of Control.). E J.G. Unpublished doctoral dissertation. Thousand Oaks. London: Oxford University Press. V. Duncan. Franklin. The Survey Kit (2nd ed. New York: Harper & Row. Job Motivational Factors of Educators Within Adult Correctional Institutions from Various States. New York: Aldine. 37(1). 307 .. Survey Research Methods (3rd ed.). YS. (1975). Journal of Counseling Psychology. A.). & Miller. How to Design and Report Experiments. N. NY: Cornell University Press. The Foundations of Social Research: Meaning and Perspective in the Research Process. Blalock. 10. CA: Sage. The Enlightened Eye: Qualitative Inquiry and the Enhancement of Educational Practice. 71-89. CA: Sage. (1993). (2007). Elbow. University of Nebraska-Lincoln. J. (1996). V.W. (1986). Crotty. Thousand Oaks. Comparison of feminist and nonfeminist women's reactions to variants of nonsexist and feminist counseling. (2000). Jr. M. Creswell. & Brown. Theory and Concepts in Qualitative Research: Perspectives from the Field. Anthropology and Education Quarterly. J. (1989). CA: Sage. Flinders. How chairpersons enhance faculty research: A grounded theory study. Thesaurus of ERIC descriptors (12th ed. E.. & Lincoln. (1987).). New York: John Wiley. Planning and Changing. J.). and qualitative research. and Scholarly Productivity. & Piano Clark. U.W.W. Upper Saddle River. Fall). MJ. 209-240). J. The Handbook of Qualitative Research (3rd ed. (1984). Professional development training needs of department chairpersons: A test of the Biglan model. Piano Clark.

(1964). Mixed Methods in Social Inquiry. (1997). (2007). S. (1992).K.Lincoln (Ed. Belmont. K. Heron. A dialectic on validity: Where we have been and where we are going. J. Handbook of Qualitative Research (pp. L. & Leavy. & Dogra. & Vesper. & Whelan. (1997). (2002). Humans. 17(2). Teaching and Teacher Education. N. Handbook in Research and Evaluation: A Collection ofPrinciples. & Peterson. L. CA: Wadsworth/Thomson. O'Reilly. A participatory inquiry paradigm. P. HIV/AIDS talk: Implications for prevention intervention and evaluation. CA: Sage.. & Zumbo. Research Ethics for Social Scientists: Between Ethical Conduct and 308 . Analyzing qualitative data.. A. 264-275. Gravetter.C (1950). 74). (1981). The Human Group. & Reason. T. CA: Sage. J.C.381396..S.A.J. Qualitative Health Research. Tlie Practice of Qualitative Research. (1993).. Qualitative Inquiry. No.C. Advances in Mixed-method Evaluation: The Challenges and Benefits oflntegrating Diverse Paradigms. (Ed.). Huber. NJ: Bedmister. San Francisco: Jossey-Bass. E.R. Greene.. The alternative paradigm dialog. (New Directions for Evaluation. CA: Sage. & Graham. & Caracelli.G. pp.J. New York: Harcourt.. and Evaluation of Studies in Education and the Behavioral Sciences (2nd ed. H. Journal of Research in Science Teaching.). 3.B.). White Plains. Hatch. M.G. (1996).A. J. Hossler.. Thousand Oaks. Lincoln. 11(3). In N. In R. 123. E. Isreal. (2000). Taylor. Isaac. contradictions. Brace. J. The Sage handbook of qualitative research (3rd ed. Doing Qualitative Research in Educational Settings. J. Hopson (Ed. 207-215.B. San Francisco: Jossey-Bass Greene. How and why Language Matters in Evaluation. G. K. 629-648. Guba (Ed. A. Gibbs. S. An exploratory study of the factors associated with parental savings for postsecondary education. (1995).. Journal of Higher Education. 64(2). Thousand Oaks. (2006). (2007).E. Instructional strategy change and the attitude and achievement of seventh. Houtz.K. P (2006). San Francisco: Jossey-Bass. G. (New Directions for Evaluation. ].S. San Diego. 347-365 ).N.. W. Giordano. & Michael. Becoming Qualitative Researchers: An Introduction. Newbury Park. (1990). and emerging confluences.. CA: Sage.).J. D.). NY: Longman. A marginal story as a place of possibility: Negotiating self on the professional knowledge landscape. 15. Hopson. Flick (Ed. The Sage Qualitative Research Kit. I. (2005). Lucas. Albany: State University of New York Press.). 140-165. Thousand Oaks. Confidentiality and autonomy: The challenge(s) of offering research participants a choice of disclosing their identity.. E. C.K. London: Sage. Methods.C. Number 86). Design. Humbley. In E.J. Guba. In U. Glesne. and Strategies useful in the Planning. 32(6).F. The Exercise of Influence in Small Groups. (1999). (1989). CA: EdITS. Greene. & Lincoln. B. Educational Evaluation and Policy Analysis. R. & Hay. Toward a conceptual framework for mixed-method evaluation designs. (2007). Statistics for the Behavioral Science (5th ed. The paradigm Dialog (pp. & Peshkin. & Wallnau. Hopkins. Caracelli. V. Totowa.K. Guba. J.D. Paradigmatic controversies.G. Y. Denzin & Y.. (2000). Hesse-Bieber. 17-30). 191-215). V. 274-294. The Journal of General Psychology. J. 255-274.). W. N. M.and eighth-grade science students.M.

London: Sage. (1993). S. Y. MA.). Mixing qualitative and quantitative methods: Triangulationin action. American Educational Research Journal. Journal of Mixed Methods Research. Weeks (Ed. Are high response rates essential to valid surveys? Social Science Research. Educational Research. Rinehart & Winston. 5-42. M.' (1991).J. Wren. Harvard Educational Review 56. P. Jungnickel. (1998). CA: Sage. Evaluation of 37 AIDS prevention projects: Successful approaches and barriers to program effectiveness. Unpublished manuscript. J. New York: Guilford. Designing and Conducting Ethnographic Research.).W. Nursing Research: A qualitative Perspective (pp. and Measurement: An international handbook. 21. Englewood Cliffs. New York: Routledge.Regulatory Compliance.).J. S. Handbook on Qualitative Research (pp. N.D. A. Kline.L. RN. The predictive validity of an ESLplacement test: A mixed methods approach. (1991). New York: Holt. Lather. Doing interviews. T. E. Principles and Practice of Structural Equation Modeling. Lather. Getting Smart: Feminist Research and Pedagogy with/in the Postmodern. The Sage Qualitative Research Kit. Oxford. S. Freudenberg. (1998).B. & Guba. (2000). (1972). L. Denzin & Y. R. February). 602-611. Y. Persistence of reading disabilities: The voices of four middle school students. Procedural Justice in Organizations: A Literature Map. S. London: Sage.). Janz. P. Kalof.. J. 1. Atweh. (2001). G. 366-389. Kos. R.G. Zimmerman. In B. 1(4). LeCompte. Gender Issues. S. R. Lincoln. Workplace Correlates and Scholarly Performance of Pharmacy Clinical Faculty Members. (1988). 13 3-179). J.).323-334.36). Kemmis. Boyd (Ed. 112-133. & Carter. J. Kvale. (2007). L. (1979. S. (2000). 257-277.. NJ: Prentice Hall.. 28(4).. UK: Pergamon. Methodology. Lauterbach. B. Lincoln (Ed. New York: Routledge. Health Education Quarterly. In U. Lee. contradictions. Y. (1985).A. Behavioral Research: A conceptual Approach. 80-97. S.S. (1999). Racialized discourses and ethnic episte-mologies In N. (1996). 1(2). 257-277). Administrative Science Quarterly. & Greene. Vulnerability to sexual coercion among college women: A longitudinal study. 47-58 Keeve. G. L. CA: AltaMira.P. Naturalistic Inquiry. P. Janovec. In another world: A phenomenologicalperspective and discovery of meaning in mothers' experience with death of a wished-for baby: Doing phenomenology. Unpublished manuscript. P. 28(1). Keppel.. T. New York: National League for Nursing Press. (2007). Labovitz. M. Onwuegbuzie. Toward a definition of mixed methods research: Journal of Mixed Methods Research. December). & Hagedorn.J..G. & Guba. 18(4). Lincoln. Johnson.).J.D. (1986). (1979). Ladson-Billings. & Schensul. & Wilkinson. University of Nebraska-Lincoln. Research as praxis. 23(1). Action Research in Practice: Partnerships for Social Justice in Education (pp. Leslie. Walnut Creek. R. (1991). Kemmis. Educational Administration Quarterly. Jick.W. Participatory action research and the study of practice. 24. and emerging 309 .K. 875-895. (Ed. Kerlinger.. (1971). (1990). Design and Analysis: A Researcher's Handbook (3rd ed. In P. CA:Sage. (1992. Paradigmatic controversies. &Turner. Flick (Ed. Thousand Oaks. A. (2007). S.B. Isreal. University of Nebraska-Lincoln. E. The organizational dynamics of teacher workplace.L.. Munhall & CO. (2000). New York: McGrawHill. N. R.A.K. & P.. Kushman. Beverly Hills. Introduction to Social Research.

A. and publicly traded firms in international competition. Qualitative Health Research. & Creswell. Desigiiing Qualitative Research (4th ed. Denzin & Y. In A. (1992). September). Langston. Survey Research and the World wide web.P.45-54. (2000). Ethnicity and the concept of social integration in Tinto's model of institutional departure. W.W. (1998). Morgan.B. Lysack. Moustakas.J. B. CA: Sage.B. Qualitative methods in field research: An Indonesian experience in community based practice. D. CA: Sage. CA: Sage. 4. M. Guba (Ed. N. Single-subject Experimental Research: 310 . 1(1). (1990). Teddli (Ed.E. Boston: Allyn & Bacon. & Silverman. (1990). G. Padilla. Thousand Oaks.L. Newbury Park.). Qualitative Research Design: An Interactive Approach (2nd ed. privately held. CA: Sage. R. Spirduso. Handbook cf Qualitative Research (pp. Mertens. Approaches to qualitative-quantitative methodological triangulation. (2003). Morse. (1998). Locke. S. 362-376. In N. (2007). G. & Huberman. Gender identity. S.K. D.. (1994). (2000).C. 18(2). Handbook of Qualitative Research (pp. Thousand Oaks. CA: Sage. Scholarly productivity: A survey of nursing faculty researchers. Designing funded qualitative research.K. (Ed. M.). CA: Sage. Miller.). (Ed. Newbury Park. M. Megel. E.582-597. Mixed methods and the politics of human research: The transformative-emancipatory perspective.E. Merriam. (1991. The Occupational Therapy Journal of Research. Etomains of state-owned.. Nesbary. (2006). CA: Sage.). Proposals that work: A Guide for Planning Dissertations and Grant Proposals (5th ed.). In Y. Mascarenhas. J. The Experiences of a First-year College President: An Ethnography. (1995). Thousand Oaks. 433-439.M. The Long Interview. (1991. 40(1). 135-164). J. J. Murguia. CA: Sage. CA: Sage. McCracken.B. (1987). Journal of Mixed Methods Research. Morse. Design Sensitivity: Statistical Power for Experimental Research..). G. Thousand Oaks. (1991).M. Nursing Research. Journal of College Student Development. Phenomenological Research Methods. D. (2007). Nationalism and social action among Jewish and Arab women in Israel: Redefining the social order? Gender Issues. Pragmatism: Vrom Peirce to Davidson. 32. Adminis-trative Science Quarterly. Practical strategies for combining qualitative and quantitative methods: Applications to health research.confluences. Lincoln. 120-123. Morgan. Miles. 220-235). L. (1988). Neuman. Thousand Oaks. (2005). 163-188).M. J. Thousand Oaks. Lincoln & E.S. C. CA: Sage. 93-110. (1994). (1998).W. & Pavel. Tashakkori & C. (1989). D. D. Handbook of Mixed Methods in the Social & Behavioral Sciences (pp. 8(3). Moore. Thousand Oaks. S. S. CO: Westview. Mertens. (1994). San Francisco: Jossey-Bass. Newbury Park. CA: Sage. Journal of Professional Nursing. Qualitative Data Analysis: A Sourcebook of New Methods. Maxwell. A. & Rossman.V. CA: Sage. 48-76. Thousand Oaks. Handbook of Research Design and Social Measurement (5th ed.E. & Krefting. L. Marshall. Murphy. D. Paradigms lost and pragmatism regained: Methodological implications of combining qualitative and quantitative methods. March/April). (1994). D. Thousand Oaks.. S.M.M. Boulder. & McCormick. Unpublished doctoral dissertation. C. 34. J. M. University of Nebraska-Lincoln. Iipsey. 3-28.). Qualitative Research and Case Study Applications in Education. Miller.). 14(20). C. Research Methods in Education and Psychology: Integrating Diversity with Quantitative and Qualitative Approaches.B.W. D.

Nordenmark.A. Phillips. L.. Nieswiadomy. (1993). R.L. Linn. K. (2006). Social Psychiatry and Psychiatric Epidemiology.C.F. & Creswell. CA: Sage. Feminism and qualitative research at and into the millennium. (2000). & Bentall.). Persistence. Reichardt. Patton. 34(4). E. Boston: Allyn & Bacon. In P. CA: Sage. Newman. Olesen. Richardson. (2006). (2008). CA: Sage. M. D. Munhall & C.. R. D. 1(2).).). (1990). Punch. Fair or unfair? Perceived fairness of household division of labour and gender equality among women and men. Newbury Park.W. CA: Sage. 48-63. R. 10(2).E. M.R. The Mixed Methods Reader Thousand Oaks. connection. & Benz. 181-209. Johnson. 85105). The essential structure of a caring interaction: Doing phenomenology. J. (2007).G. (1998). V. Handbook of Applied Social Research Methods (pp. Patton. (2003). (1986).L. Quasi-experimentation. CN: Appleton-Century-Crofts.327-343. Onwuegbuzie. R. Murphy.S. Research in the Schools. Journal of Counseling Psychology. Thousand Oaks. NY: Rowman & Littlefield. J. Newbury Park... 275-286. Integration and Publications as indicators of "yield" from mixed methods studies. Reading Like a Writer New York: HarperCollins. Nursing Research: A qualitative Perspective (pp. Thousand Oaks. 193-228). In L. O'Cathain. Carbondale and Edwardsville: Southern Illinois University Press. F. Qualitative-quantitative Research Methodology: Exploring the Interactive Continuum.F. London: Sage. and passion: A qualitative study of the career development of highly achieving African American-Black and White women. D.Q. Prose. DE: International Reading Association. & Nyman.J. Postpositivism and Educational Research. C. Randall. (2nd ed.. Journal of Mixed Methods Research. 147163. A. B. 311 . Introduction to Social Research: Quantitative and Qualitative Approaches (2nd ed. Developing Effective Research Proposals.. Patients' understanding and participation in a trial designed to improve the management of anti-psychotic medication: A qualitative study.J. & Mark.. CA: Sage... Lincoln. (1990). London: Sage. Riemen. (1997). CA: Sage. M.B. Bickman & DJ. L. S. M. & Burbules. Prosser. Rogers. Piano Clark. 23. W.M. (2005).C. In N.L. Newark.Applications for Literacy. Punch. Lanham. Oiler (Ed. Foundations of Nursing Research. J. & Miller. (2000). Writing strategies: Reaching diverse audiences. CT: Appleton & Lange. Neuman.). A.). A.. C. 13(1). The validity issue in mixed research. Implications of the Growing Visibility of Gay and Bisexual male Students on Campus. (2003). (2000). Rog (Ed. NASPA Journal. (1997). & Johnson. (1998). CS. V. Norwalk.. & Robinson. A. J. Social Research Methods: Qualitative'and Quantitative Approaches (4th ed.N. Norwalk. J. Psychology of Women Quarterly. Rhoads.S. Day. 38. Denzin & Y. & Nicholl.). 215-255). M. Qualitative Research and Evaluation Methods (3rd ed. 44(2). E.L. Padula. 133-148. S. (1999). Qualitative Evaluation and Research Methods (2nd ed.Q. Richie. (2002).M. The European Journal of Women's Studies. (2000)..). Thousand Oaks. Understanding graduate women's reentry experiences.P. K.J. Fassinger. R.. Handbook of qualitative Research (pp.M.

New York: McGraw-Hill. CA: Sage.). J. Health Education Quarterly. Strauss. CA: Sage. (2007). Planning ethically responsible research. (1990). Numbers and words: Combining quantitative and qualitative methods in a single large-scale evaluation study.. How to Conduct your own Survey.D. Stake.New York: Holt. Tarshis. Newbury Park. (1982). R.R. J. New York: Columbia University. Experimental and Quasi-experimental Designs for Generalized Causal Inference.*Cook. March). Boulder.K. (1990). In D j. V. Handbook of Applied Social Research Methods (pp.L. 627-643. D. Rossman.). Thousand Oaks. J. (2007). Thousand Oaks.. CA: Sage. (1994). Theory for the moral sciences: Crisis of identity and purpose. Boston: Houghton Mifflin. (1973).. & Corbin. DA. Sarantakos. B. Unpublished doctoral dissertation. Conducting online surveys. & McCormick.M.J. R. A. (1990). 1-8. & Dillman. Steinbeck. Basics of Qualitative Research: Grounded theory Procedures and Techniques (2nd ed. Salkind. & Ritter. Learning in the Field: An Introduction to Qualitative Research. Rosenthal.E. N. Minneapolis: University of Minnesota Press. Schwandt.D. Toward integrating qualitative and quantitative methods: An introduction. (2000). October). Mills (Ed.A. CA: Sage.. New York: Palgrave Macmillan. New York: MacMillan.E. (1983. & Rallis. Spradley. K. Bird. Sudduth. CA: Sage. (2005). McLeroy.. & Corbin. G. J. Rog (Ed. T. (1998). Rorty. Smith. B. The art of Case Study Research.. TA. R. (1992). CO: Westview. & Newton. Basics of Qualitative Research: Grounded Theory Procedures and Techniques (1st ed.E. B.. Shadish.). Pragmatism: From Peirce to Davison (pp.. Ross-Larson. 189-213).B...1335-1359. R. Exploring Research. S. R. Dictionary of Qualitative Inquiry (3rd ed. CA: Sage.E. Thousand Oaks. Rural Hospitals use of Strategic Adaptation in a changing health care environment. Rudestam. Essentials of Behavioral Research: Methods and Data Analysis.. J. Flinders & G. What's behind the Research? Discovering Hidden Assumptions in the Behavioral Sciences. Goodman. 9(5).R. A. 1-6). (2007). (1995). CA: Sage.. 19(1). Denzin & Y. Handbook of qualitative research (2nd ed. & Rosnow. F. (2001). In L.720-727. Thousand Oaks. Pragmatism as anti-representationalism. Thousand Oaks.). CA: Sage. S.). In J. New York: Viking. New York: Norton Rossman. (1995 ).R. In N. S.). The integration of field work and survey methods. Edit Yourself: A manual for Everyone who Works with Words. L. 6-13. Murphy. 78. Social Research (3rd ed.D. Quantitative versus qualitative research: An attempt to clarify the issue. (1983). Schwandt. Journal of a Novel: The East of Eden Letters.G. Sieber.Bickman & D. (1969). (1982).).. (1993). Slife. TA.T. F. Sue. S. Thousand Oaks. TA. & Wilson. Salant. Surviving your Dissertation (3rd ed.. New York: John Wiley. Schwandt.). Three Epistemological stances for qualitative Inquiry.T. (1985. Teachers College Press. Participant Observation. & Campbell. K.R (1980).J. Strauss. University of Nebraska-Lincoln. 127-156). How to Write like a pro: A guide to Effective Ncnfiction Writing. (1998). Thousand Oaks. pp.L.K. Rinehart & Winston. A. (1998). New York: 312 . Steckler. Thousand Oaks. G. B. (1991). R. CA: Sage. A. Evaluation Review. Consequences of Pragmatism. Sieber.N. Rorty. W. 5-23). (1992). L. Educatioiial Researcher.M.S. R. Theory and concepts in Qualitative Research: Perspectives from the Field (pp. & Williams. CA: Sage. Lincoln (Ed. R. American Journal of Sociology. Tho sand Oaks.P.

C. (1973). Weitzman. (1997). (1992). MI: Author. Tuckman. CA: Sage. CA: Sage. (1991)... 12(3). (2000). CA: Sage. Teddlie. & Levkoff. University Microfilms. Computer Programs for Qualitative Data Analysis. San Diego. (2003).).. Thousand Oaks. & White. In M. TX: Harcourt. Webb. Unpublished doctoral dissertation. Vernon. JM. W.. A. Chicago: American Library Association. Exploring the nature of research questions in mixed methods research. CA: Sage. The impact of divorce on the Grandparent/Grandchild Relationship When the Parent Generation Divorces. Fort Worth. Beals. and interpretation. P.F.. (1988). CM. (1998). R.).). Unpublished doctoral dissertation. C...M. Qualitative Research: Analysis Types and Software Tools. A.L. and Dissertations (4th ed. R (2007).) Chicago: University of Chicago Press. Thousand Oaks. Wolcott. 75-104. New York: Falmer. B. Dictionary of Statistics and Methodology: A nontechnical Guide for the Social Sciences (2nd ed. Chicago: Author. 56.). Handbook of Mixed Method Research in the Social and Behavior Sciences. J. & Parente. (1994). Walnut Creek. (1992). Webb.). C. CA: Academic Press. University of Nebraska-Lincoln. C. LeCompte. Journal of Mixed Methods Research. Terenzini. Mixed methods sampling: A typology with examples. Editorial.B.350-371. NJ: Prentice Hall.T. 771814). Measurement and Evaluation in Psychology and Education (6th ed. Doing critical ethnography.. New York: Macmillan. Ethnography: A way of Seeing. Teaching qualitative research. Ann Arbor.E. A. Bjorklund.. (1938). (1993). The Sientist's Handbook for Writing Papers and Dissertations. CA: Sage. Transforming Qualitative Data: Description. Case study research: Design and Methods (2nd ed. A Manual for Writers of term Papers. Journal of Mixed Methods Research. (1990). Writing up Qualitative Research (2nd ed. Brace. R.). 207-211 Tashakkori. (1992). N. W.T.). Dissertation Abstracts International. W. R. Newbury Park. 77-100. Thousand Oaks.W. M. (2007). A. J.R. 195-208.M. S A. Sources of Information in the Social Sciences: A Guide to the Literature (3rd ed. The Handbook of Qualitative Research in Education (pp. Tesch. CA: Sage. (1999).). D.E. & Glesne. Thomas. (Ed. K. Racial and ethnic diversity in the classroom.New American Library. Weitzman. Englewood Cliffs. (1998). 1(3). (1997). R. University of Chicago Press. Thousand Oaks. (1999).E. Yin. (2001). & Yu.T.W. 67(1).. Field Methods... Wolcott. Vogt. P. Turabian. C. 509-531. Cabrera. Wilkinson.P.H. Mixed Methodology: Combining Qualitative and Quantitative Approaches. (1995). & J. CA: 313 . (1986). (2001). Millroy. & Miles. Thousand Oaks. Conducting Educational Research (5th ed. & Teddlie.. Van Maanen. (1999). A manual of Style. Chicago: University of Chicago Press. Theses. S. Thousand Oaks. CA: Sage. 1(1).T. 72(5). Tashakkori.K. H. The Journal of Higher Education. Wolcott. Tales of the Field: On Writing Ethnography. H. EnJiancing Practice: New Professional in student affairs. Tashakkori. What's the use of theory? Harvard Educational Review. Colbeck. Combining qualitative and quantitative methods in health research with minority elders: Lessons from a study of dementia caregiving. Western Journal of Communication. & Creswell. G. Thousand Oaks. A. Preissle (Ed. Thomas. A. CA: AltaMira. VanHorn-Grassmeyer.L. K.}. & Teddlie. (1982).B. H. University of Nebraska-Lincoln.A. Interpreting (the work and the talk of) baseball: Perspectives on ballpark culture. R. Analysis. L. Thorndike. (2003). Trujillo. J..

CA: Sage.Sage. R. Photographing the self: Methods for Observing Personal Orientations. (1990). (1983). Zinsser. York: Harper Colophon. Newbury Park. Writing with a Word Processor. 314 . Ziller.C. W.

11. 206. 20..F. 224 diskonfirmasi. 101 Carrol. W. 13 G Gall. 263.J.. 150 Collin. 313 clustering.J.R.. 307 Caracelli. M. A.A..L. 125 Freire. Paulo... 266..L. R...93. 97 proporsional. 93 315 D dependent variables.D. 20 Finders. 249 F factorial design. 15 Dillard.. 80 Gravetter. H. M. 101 etnografi.K. 222 contmt validity. 82 Bogdan..L.R.. 19 construct validity. 195 Fink. 97.A. 193 .307 Franklin. 98 experimental design. M. 98.L. Peter.D. 97 Gibbs. 13 Fenomenologi.T. 21. 80 Comte. 301 analysis of covariance (ANCOVA). N. 118 empowerment approach. 13 Analisis data. Til Cooper. John. V. 266.10 C Cabrera. S. 9. G.. 218 Colbeck. P.. H. 12 Crutchfiled. 289 naturaiistik.... 9 E Elbow.. 150 Campbell.H. 19 Clark. 150 Blalock.Indeks Adorno.M.. D. Annie.P.R. 218 clustering sampling. 19. 20. J.. 227 Greene. 136 Berger. kritis.. D. 313 Crotty.C. 82 Durkheim.. N. 77 Dewey. 15 Clandinin. 120 Cherryholmes C.J. 23 Connelly.249 antropologi. 308. C. 308.. 285 Goffman.C. 279 Boice. 248 generalisasi: kualitatif. 238 Biklen. 250 Fay. 63 Fisk. 101 grounded theory. 80 B Beisel. E. 119 Borg. D. S.D. 217 Firestone. 320 Creswell. 42. D. 121 Dillman.C. O.. F. A. 89 culture-sharing. 11 between-subject design. 44 CorbinJ.. 9 concurrent mixed methods. F.W.. 248 Burbules. J.. 101. 320 Duncan. Emile. J. 19 corroboration... 279 Bjorklund..J. 21 Fiske.. 148 Berg. B. 101. Piano. 118...

. 22 multilevel design. J. S. 78. 15 Jancvec.M. C. 145. 192. 171 Leavy. 286 I independent variables. M. 13.. 21 multivariate analysis of variance (MANOVA).. 322 saintifik. J. 98 Lauterbach. 249 Murphy. S..14 Kerlinger. 149. 134 kontrol. 11 Marcuse.K. 147. 313. 15 N Naratif.. Karl. 17 metodologis. E. 79 Hanson.. 19.S. 9 model: defisiensi.. 55 Jungnickel. Jurgen. 275 multi-metode.M. 330 Lenski. 15 means. P.Guba. 323 multimethods. T. 79 Lather.. 157 Marx.. 330 Mertens.. 250 Isreal. D. R. G.. 22 metodologi: penelitian. T.N. 79 metode: campuran..W. P.. Y. 159 defisiensi pendahuluan.A. 322 terintegrasi. 138 J James. 131 legitimasi. 77 inferential statistical test.W. J. 84 K Kalof.B.S. A. 8. L. 21 . 80 Lincoln.193. 97 lintas-validasi. 13 ----.312 Metafora pelangi. 44 Miles. 138 Heron.. 80 level: makro. 131 hipotesis. Hesse-Biber. D.102. 110.. 98 Lather. 13 Hagedorn. 21 multiple approaches. 286 Mill. 101.. 22 konvergens.ll. 169 Mead.197.97 Gutmann. 178 kelompok: eksperimen. 198. P. 80 316 mikro. 322 Moustakas. 249 integratif. 192..N. 81 Hopkins. 333 L Labovitz. 9 sekunder. 15... 249 member checking.. 11. 44 Interval confidence. __ . 22 primer. Karl. 13 Marshall. 78 Kushman... 101 Hay.. S.. 80 meso. 150 Morgan.. 134 Kemmis.F.G. 332. 307 kombinasi. 320 Locke. 101 H Habermas.M.317 Morse J. 198 Homans. 317. nol. M. 81 Huberman. 138 McCracken..166 Luekmann.. 13 Maxwell. I.P. C. L. S. J.E. 9. alternatif. 11 M Mannheim.

11 sequential mixed methods.M. 120 Strategi: eksploratoris sekuensial. 94 Phillips. J.. B. 4.A. 116 Q quasi-eksperimen (quasi-experi-ment). 22 single-subject r 18 single-subject design. 15. John.. 94 Terenzini. Francine. 28 positivis/post-positivis.. T. kualitatif. rancangan transformatif. B.. 220 T t-test. 19.Neuman. 327 Schwandt. 13 regresi. 80. M. 323 theoretical rationale. J. 79 Teori queer. 15. 95.. 101 random assignment.. 220 Prose. D. 218 sample size formula. 221 random sampling. 94 teori kritis.10 populasi.0. P. 150 Tesch.. 250 O observasi. 317 embedded konkuren. 17 penelitian: korelasional.274 .. 206. 97 standard deviation.P. 323 Teddlie. R. 335. 222 probabilistic sample. 335 Rorty. 5.313.9. 224 sampel. 101 pattern theory. 18 kualitatif. W.L. 15 pre-experimental design..B. 8 Perspektif feminis... 15 Rosenthal. 263 Thomas. 97 Steinbeck. G. 238 predictive validity. 125 ' Rossman. 324 transformatif sekuensial. 97 Newton. 18. 236 Rosnow. 97 Patton.318 triangulasi konkuren. R. Sanders. 327. 216 random numbers table. 320 Studi kasus. 238. 5. A.QV 15 Peirce. 274 Rossman. 15 pendekatan: deduktif. 321 transformatif konkuren. 249 317 Reason. 335 Tarshis. 218. 239 starting point.F.. 8 penelitian sains. 28 kuantitatif. 80 Spradley. 249 Stanley. 122 Tashakkori. 27 metode campuran. S. 313. 11. 19. 267 P Parente. R. 157 S Salant.L. 236 Ross-Larson.. 9 nonparametric statistical test. 20 systematic sample.232. 220 Pragmatisme. 148 .... 192 Stake. 250 sosiologi. 221 sampling. 150 participatory action research.T. 86 penelitian. 327. 249. 238 R Rallis. J. J. 232. 220. 218. C.logistik.E. R.... 95. R. P. 327 range.. G.

94 Wallnau. 76. 284 Wolcott. 87.. 78. 77.transformative mixed methods. L. W. 145. mendalam. 63. H. 327. kualitatif. 286 true experiment. 289 Yu. 22 triangulate.. 118..B. R. 19. konstruk. 125. 78.. R. 263 Y Yin. 238 U univariate analysis of variance (ANOVA). 125. 285.K. intervening. 77. 327 Z Zinsser. 38. 166 Wolcott. 267. 249 V validitas. moderating. 178. 13. 23 triangulasi. bebas. 232.123.T. 117. 227 wawancara. terikat.14.. 25 Wilkinson M. 247 Variabel. 324 triangulasi of data resourcers. 178 W Wacana rasial. 87. 123 318 . 286. 222. control. confounding.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful