Pendahuluan

TUJUAN BUKU ini menyajikan kerangka kerja, proses, dan aneka pendekatan komposisional dalam merancang sebuah penelitian kualitatif, kuan-titatif, dan metode campuran untuk bidang-bidang sosialhumaniora. Adanya minat yang tinggi pada penelitian kualitatif, munculnya beragam pendekatan metode campuran, dan terus diterapkannya bentuk-bentuk tradisional kuantitatif, membuat saya merasa pe"rlu melakukan perbandingan terhadap tiga rancangan penelitian ini. Saya membandingkan ketiganya berdasarkan asumsi-asumsi filosofis, tinjauan pustaka, penggunaan teori, struktur penyajian, dan pertimbangan-pertirnbangan etis atas ketiga rancangan tersebut. Selanjutnya, saya menjelaskan unsur-unsur kunci dalam proses penelitian pada umumnya: menulis pendahuluan, menegaskan tujuan penelitian, mengidentifikasi rumusan masalah dan hipotesis penelitian, serta menerapkan metode-metode dan prosedur-prosedur di dalam pengumpulan dan analisis data. Semua elemen ini saya jelaskan berdasarkan penerapannya dalam rancangan kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran. Cover buku ini —buku aslinya, bukan buku terjemahan bahasa Indonesia ini— menggambarkan sebuah mandala: suatu simbol orang Hindu dan Buddha tentang dunia. Merancang mandala, sepertihalnya merancang penelitian, membutuhkan usaha pengamatan yang tepat terhadap kerangka kerja, desain keseluruhan, dan detail-detail —sebuah mandala yang dibuat dari pasir akan membutuhkan waktu berhari-hari karena sang arsitek harus menyusun dengan tepat bagian-bagian di dalamnya yang terdiri dari butiran-butiran pasir. Mandala juga menunjukkan keterkaitan bagian-bagian ini secara keseluruhan, yang juga merefleksikan rancangan penelitian, di mana setiap bagian di dalamnya saling berpengaruh terhadap konstruksi akhir penelitian. SASARAN PEMBACA Buku ini ditujukan untuk para mahasiswa sarjana dan pasca-sarjana yang ingin menyiapkan rencana atau proposal untuk artikel jurnal akademis, disertasi, ataupun tesisnya. Pada level yang lebih luas, buku ini bisa digunakan sebagai buku referensi sekaligus pegangan untuk mata kuliah metode-metode penelitian. Agar mem-peroleh manfaat terbaik dari buku ini, pembaca perlu memiliki pengetahuan dasar tentang penelitian kualitatif dan kuantitatif. Sebab, bagaimanapun juga, istilah-istilah kunci yang akan dijelaskan dan dijabarkan serta strategi-strategi yang

direkomendasikan dalam buku ini, mengharuskan pembaca memiliki kesiapan dasar "teknis" dalam merancangpenelitian. Istilah-istilah yang dicetak tebal dalam. tulisan ini ataupun dalam giosarium pada akhir buku ini merupakan istilah-istilah yang diharapkan dapat membantu proses pernbacaan yang lebih cepat, Buku ini juga dirancang untuk pembaca umum dalam bidang-bidang sosial-humaniora. Sejak diterbitkan pertama kali, saya melihat bahwa pembaca buku ini adalah mereka yang berasal dari berbagai disiplin dan bidang ilmu pengetahuan. Tentu saja, dari respons yang begitu positif ini, saya sangat berharap para mahasiswa, pembaca, dan peneliti di bidang-bidang seperti marketing, manajemen, hukum pidana, komunikasi, psikologi, sosiologi, pendidikan dasar, pendidikan menengah atau perguruan tinggi, ke-perawatan, kesehatan, studi perkotaan, keluarga, dan bidangbidang lain, juga dapat memanfaatkan edisi ketiga buku ini. FORMAT Pada masing-masing bab, saya menyajikan contoh-contoh penelitian yang berasal dari berbagai disiplin yang berbeda. Contoh-contoh ini saya ambil dari buku, artikel ilmiah, proposal disertasi dan disertasi itu sendiri. Meskipun spesialisasi saya adalah pendidik-an, namun contoh-contoh ini sudah saya rancang seinklusif mungkin agar dapat diterapkan dalam ilmu-ilmu sosial-humaniora. Contoh-contoh ini pada umumnya merefleksikan isu-isu seputar keadilan sosial, individu-individu marginal, serta sampel dan populasi yang pernah dikaji oleh para peneliti sosial. Sifat inklusivitas (keterbukaan) ■ ini diharapkan dapat memperluas pluralisme metodologis dalam . penelitian dewasa ini. Apalagi, saya juga sudah memperluas konten dalam buku dengan menjelaskan gagasangagasan filosofis penelitian, gaya-gaya penelitian, dan prosedur-prosedur penelitian yang beraneka ragam. Buku ini bukanlah buku metodologi yang rinci karena saya hanya menyoroti poin-poin penting dalam rancangan/rencana penelitian. Meski demikian, saya berkeyakinan bahwa saya telah menge-mas buku ini sebaik mungkin dengan menyajikan gagasan-gagasan inti yang kira-kira dibutuhkan oleh peneliti untuk merencanakan suatu penelitian. Strategi-strategi penelitian dalam buku ini dibatasi berdasarkan frekuensi penggunaan penelitian tersebut. Misalnya, untuk penelitian kuantitatif, saya hanya membahas rancangan survei dan eksperimen. Sedangkan untuk penelitian kuantitatif, disertakan pembahasan tentang fenomenologi, etnografi, grounded theory, studi kasus, dan penelitian. Adapun strategi-strategi konkuren, sekuensial, dan transformatif menjadi tiga topik utama yang saya bahas terkait dengan penelitian metode campuran. Para mahasiswa bisa memanf

aatkan buku ini untuk membantu mempersiapkan proposal disertasi. Akan tetapi, saya tidak membahas topik-topik seputar "politik penyajian dan negoisasi" dengan pihak perguruan tinggi karena topik-topik seperti ini sudah dijelaskan di buku-buku lain. Dengan tetap konsisten pada konvensi-konvensi tulisan akade-mis, saya sudah berusaha menghilangkan kata-kata dan contoh-contoh yang cenderung diskriminatif (seperti, seksis atau etnis). Contoh-contoh yang dipilih pada umumnya berhubungan dengan gender dan kebudayaan. Saya juga sudah berusaha membagi contoh-contoh secara merata untuk penelitian kualitatif dan kuantitatif. Tldak ada favoritisme di sini. Selain itu, perlu diketahui pula bahwa meskipun contoh-contoh yang disajikan dalam buku ini dikutip dari berbagai buku dan referensi, masih ada banyak contoh yang bisa Anda peroleh dari referensi-referensi lain. Saya hanya mengutip satu referensi yang benar-benar sesuai dengan contoh yang ingin saya sajikan. Seperti halnya dengan dua edisi sebelum buku ini, saya tetap mempertahankan beberapa hal yang dapat meningkatkan keterbacaan dan pemahaman atas materi di dalamnya, misainya bullet-bullet untuk menekankan poin-poin inti, angka-angka untuk menekankan langkah-langkah pelaksanaan, contoh-contoh kutipan dengan catatan tambahan untuk menyoroti poin-poin kunci penelitian yang di-tunjukkan oleh para pengarangnya. Meski demikian, pada edisi ketiga kali ini, ada banyak hal baru yang ditambah untuk merespons keinginan pembaca dan perkem-bangan-perkembangan penelitian masa kini:    Asumsi-asumsi filosofis diperkenalkan di awal buku ini sebagai langkah dasar yang perlu dipertimbangkan oleh peneliti sebelum mereka benar-benar merancang penelitiannya. Pembahasan tentang masalah-masalah etis diperluas lagi dengan menyertakan lebih banyak pertimbangan terkait pengumpulan data dan pelaporan hasil penelitian. Dalam edisi ketiga ini juga diselipkan, untuk pertama kalinya., CD (Compact Disc) yang berisi slide-slide presentasi Powerpoint yang dapat digunakan dalam kelas, serta contoh-contoh aktivitas dan pertanyaan-pertanyaan yang dapat didiskusikan.   Program-program terkomputerisasi untuk mencari bahan bacaan juga disertakan, seperti Google Scholar, ProQuest, dan Survey-Monkey. Bab tentang prosedur-prosedur metode campuran sudah direvisi secara besar-besaran dengan menyertakan gagasan-gagasan mutakhir yang muncul baru-baru ini. Artikel-artikel terbaru dari jurnal Sage, yakni Journal of Mixed Methods Research, juga disajikan dan dikutip.  Bab tentang Definisi Istilah, Batasan Penelitian, dan Perluasan Pe nelitian yang sebelumnya

muncul pada edisi kedua kini telah dihapus, dan informasi tersebut dimasukkan ke dalam bab yang membahas tentang pendahuluan dan tinjauan pustaka.  Edisi ketiga ini juga berisi glosarium yang memuat sejumlah istilah penting yang bisa digunakan oleh para peneliti pemula ataupun yang sudah berpengalaman untuk memahami bahasa penelitian. Hal ini sangat penting, utamanya menyangkut soal istilah-istilah yang berkembang tentang penelitian kualitatif dan metode campuran. tidak hanya disertakan, istilah-istilah tersebut juga didefinisikan secara detail.  Pada hampir semua bab, saya juga menyertakan tips-tips peneliti an yang hingga saat ini telah membantu saya dalam memberikan arahan pada mahasiswa dan fakultas saya tentang metodemetode peneiitian selama hampir 35 tahun.  Saya juga telah menyertakan referensi-referensi terbaru yang terkait dengan setiap topik yang dibahas dalam buku ini.  Keunggulan-keunggulan pada edisi sebelumnya, dalam beberapa hal, juga saya sertakan, seperti:

1.

Struktur keseluruhan buku ini yang terdiri dari pembahasan mengenai rancangan kualitatif, rancangan kuantitatif, dan rancangan metode campuran, utamanya yang terkait dengan proses-proses dan langkah-langkah penelitian di dalamnya.

2.

Strategi-strategi kunci dalam memahami asumsi-asumsi filo- sofis, tips-tips dalam menulis penelitian akademis, melakukan tinjauan pustaka, script-script dalam menulis tujuan penelitian dan pertanyaan-pertanyaannya, serta daftar-daftar rinci mengenai bagaimana cara menulis prosedur-prosedur penelitian kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran.

3.

Masing-masing bab diakhiri dengan pertanyaan-pertanyaan diskusi dan referensi-referensi kunci.

RINGKASANBAB Buku ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian I berisi langkah-langkah yang perlu dipertimbangkan oleh para peneliti sebelum mereka mengembangkan proposal atau rencana penelitiannya. Bagian II membahas bagian-bagian dalam proposal.

Bagian I: Pertimbangan-Pertimbangan Awal Bagian ini membahas persiapan-persiapan untuk merancang penelitian akademis. Bagian ini mencakup Bab 1 sampai Bab 4. Bab 1. Memilih Rancangan Penelitian Saya mengawali bab ini dengan mendefinisikan penelitian kuali-tatif, kuantitatif, dan metode campuran, serta membahas ketiganya sebagai rancangan penelitian. Rancangan penelitian merupakan rencana untuk melakukan penelitian. Rancangan ini terdiri dari tiga komponen penting: asumsi-a'sumsi fiiosofis, strategi-strategi penelitian, dan metode-metode penelitian spesifik. Setiap komponen dibahas secara detail, Pilihan pada satu rancangan penelitian didasarkan pada pertimbangan atas tiga elemen ini serta masalah penelitian yang tengah dihadapi, pengalaman pribadi si peneliti, dan target pembaca. Bab ini diharapkan dapat membantu para pembuat proposal dalam menentukan jenis rancangan (apakah rancangan kualitatif, kuantitatif, atau metode campuran) yang sesuai dengan penelitian mereka. Bah 2. Tinjau'an Pustaka Sebelum merancang proposal, Anda juga perlu melakukan tinjauan pustaka tentang topik penelitian yang ingin Anda bahas. Untuk itu, Anda perlu mengawalinya dengan mencari topik apa yang bisa diteliti dan kemudian mengeksplorasi literatur-literatur dengan menerapkan beberapa langkah penting sebagaimana yang akan dibahas dalam bab ini. Yang jelas, untuk melakukan tinjauan pustaka, Anda perlu memprioritaskan jenis-jenis literatur yang akan Anda review, menggambar peta literatur yang berhubungan dengan topik Anda, menulis abstraksi, menggunakart petunjuk-petunjuk gaya, dan mendefinisikan istilah-istilah yang dianggap penting. Bab ini di harapkan dapat membantu para pembuat proposal dalam memper-timbangkan literatur-literatvir yang sesuai dengan topik mereka dan mulai menulis tinjauan pustaka untvik proposalnya. Bab 3. Penggunaan Teori Teori memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda-beda dalam tiga bentuk penelitian. Dalam penelitian kuantitatif, teori berperan sebagai penjelasan awal tentang hubungan antarvariabel yang idiuji oleh peneliti. Dalam penelitian kuaiitatif, teori berperan sebagai perspektif bagi penelitian dan terkadang pula justru dihasilkan selama penelitian itu berlangsung. Dalam penelitian metode

campuran, teori bisa digunakan untuk beragam tujuan, bergantung pada fleksibilitas penggunaannya dalam penelitian kualitatif dan kuantitatif. Bab ini membantu para pembuat proposal dalam mempertLm-bangkan dan merencanakanbagaimana suatu teori dapat disertakan ke dalam penelitian mereka. Bab 4. Strategi-Strategi Menulis dan Pertimbangan-Pertimbangan Etis Anda juga perlu memiliki outline/draf yang menyeluruh tentang topik-topik yang hendak dimasukkan ke dalam proposal sebelum Anda benar-benar menulis proposal tersebut. Untuk itulah, dalam bab ini, saya menyajikan sejumlah outline untuk proposal penelitian kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran. Selanjutnya, saya menyajikan pula trik-trik menulis proposal yang sebenamya, seperti mengembangkan kebiasaan menulis dan aneka persoalan tata bahasa yang perlu diperhatikan di dalam menulis proposal penelitian aka-demis. Di bagian akhir, saya mulai bergeser ke masalah-masalah etis dan membahasnya tidak sebagai gagasan-gagasan abstrak, melainkan sebagai pertimbangan-pertimbangan yang perlu diantisipasi selama proses penelitian.

Bagian II: Merancang Penelitian Dalam bagian ini, saya menjelaskan komponen-komponen proposal penelitian. Bab ini terdiri dari Bab 5 sampai 10, yang masing-masing menjelaskan setiap komponen proposal dan tata cara penulisannya. Bab 5. Pendahuluan Pendahuluan adalah salah satu bagian penting dalam (proposal) penelitian mana pun. Saya menyajikan satu contoh pendahuluan aka-demis yang baik untuk proposal Anda. Dalam bagian pendahuluan, Anda perlu mengidentifikasi masalah penelitian, membuat kerangka atas masalah tersebut berdasarkan literatur-literatur yang ada, me-nunjukkan defisiensi-defisiensi dalam literaturliteratur tersebut, dan menargetkan para pembaca yang dapat mengambil manfaat dari penelitian Anda. Bab ini menyajikan metode sistematis dalam merancang pendahuluan akademis untuk proposal atau penelitian.

Anda akan belajar bagaimana menulis rumusan masalah dan hipotesis penelitian kualitatif dan kuantitatif.Bab 6. misalnya. Anda akan belajar tentang prosedur^ prosedur spesifik dalam merancang penelitian survei atau eksperimen. serta penulisanhasil-hasil penelitian. Metode-Metode Kuantitatif Metode-metode dalam penelitian kuantitatif pada umumnya melibatkan proses pengumpulan. analisis. dan interpretasi data. penentuan strategi penelitian. dalam penelitian survei atau eksperimen kuantitatif. serta bagaimanamenerapkan dua bentuk tersebut untuk menulis rumusan masalah dan hipotesis pada metode campuran. pengumpulan data terbuka. Pada bab ini. Pada bab ini. Ada beberapa checklist yang disajikan dalam bab ini untuk membantu Anda memastikan terlaksananya semua prosedur tersebut. Pengambilan sampel secara sengaja. Karena berperan sebagai "rambu-rambu" utama dalam sebuah peneiitian. Anda juga perlu mempertegas tujuan inti dari penelitian tersebut. metode-metode ini muncul lebih spesifik. kuantitatif. Bab 8. Saya sudah menyajikan banyak contoh untuk mengilustrasikan rumusan masalah dan hipotesis untuk ketiga rancangan penelitian ini. penyajian hasil penelitian. analisis. Bab 9. Akan tetapi. dan interpretasi data. penyajian informasi dalam . Pada bab ini. penafsiran. Anda juga akan saya beri contoh-contoh yang sangat membantu Anda dalam merancang dan menulis tujuan penelitian tersebut. analisis teks atau gambar. Rumusan Masalah dan Hipotesis Penelitian Rumusan masalah dan hipotesis penelitian dibuat untuk mem-persempit dan memfokuskan tujuan penelitian. Tujuan penelitian merupakan bagian yang teramat penting dalam keseluruhan proposal penelitian. Prosedur-Prosedur Kualitatif Prosedur-prosedur kualitatif dalam pengumpulan. dan penulis-an hasil penelitian. pengumpulan dan analisis data. Tujuan Penelitian Pada awal proposal penelitian. rumusan masalah dan hipotesis ini haruslah ditulis dengan hati-hati. serta penulisan hasil penelitian memang berbeda dengan prosedur-prosedur kuantitatif tradisional. yang juga bisa Anda sajikan dalam proposal penelitian. Anda akan belajar bagaimana menulis tujuan penelitian untuk penelitian kualitatif. yang biasanya berhubungan dengan identifikasi sampel dan populasi. Bab 7. dan metode campuran.

bentuk gambar dan tabel. Beberapa gambar disajikan untuk memudah-kan Anda merancang dan menyertakannya dalam proposal penelitian. lengkap dengan penjelasan mengenai kriteria-kriteria dalam mcmilih salah satu dari enam jenis strategi tersebut berdasarkan pada timing. Mengenai hal ini. dan bab ini akan menyoroti perkejnbangan-perkembangan penting dalam penelitian metode campuran. saya merekomen-dasikan agar para pembuat proposal terlebih dahulu memikirkan pendekatan apa yang akan mereka terapkan dalam penelitiannya. tetapi lebih dimaksudkan untuk menyediakan keterampilan-keterampilan khusus yang bisa diterap-kan dalam proses itu. sekaligus petunjuk-petunjuk praktis dalam menyusun dan menulis sebuah penelitian akademis. studi kasus. bobot. Bab ini juga menampilkan sejumlah contoh prosedur kualitatif yang berasal dari penelitian-penelitian fenomenologi. bab ini menyertakan checklist untuk memastikan terlaksananya semua prosedur kualitatif. semuanya mencerminkan prosedur-prosedur kualitatif. Anda juga akan memperoleh pengetahuan dasar tentang bagaimana mempraktikkan penelitian metode campuran dan juga tentang jenis-jenis strategi metode campuran yang bisa Anda terap-kan dalam proposal penelitian Anda. Merancang suatu penelitian merupakan proses yang amat sulit dan menyita waktu. mengembang-kan outline topik untuk disertakan dalam rancangan proposalnya. Prosedur-Prosedur Metode Campuran Prosedur-prosedur metode campuran menerapkan aspek-aspek dari metode kuantitatif dan prosedvir kualitatif. Sebelum langkahlangkah dalam proses ini dijelaskan. Ada enam jenis strategi metode campuran yang dibahas dalam bab ini. melakukan tinjauan pustaka atas masalah penelitian. Bab ini menyajikan prosedur-prosedur kualitatif yang bisa Anda tulis dalam proposal penelitian Anda. dan mulai mengantisipasi masalah-masalah etis yang mungkin muncul selama penelitian. serta interpretasi pribadi atas temuan-temuan. dan teori. Bagian I akan menjelas-kannya secara detail kepada Anda . Bab 10. Buku ini tidak ditujukan untuk mempermudah atau mempercepat proses tersebut. Selain itu. dan studi naratif. etnografi. pen-campuf an. grounded theory. Penelitian metode campuran sudah banyak dilakukan dalam beberapa tahun bela-kangan.

saya ingin memberikan penghargaan sebesar-besarnya atas kontribusi para pereview berikut ini: Mahasweta M. Sejak edisi pertama.Penghargaan Buku ini tidak akan bisa terbit tanpa gagasan dan dorongan dari ratusan mahasiswa doktoral pada mata kuliah Pengembangan Proposal yang saya ampu di University of Nebraska-Lincoln selama beberapa tahun ini. Boeri. dan Elizabeth Thrower. dan Alex Morales. Secara khusus. Nette Nelson (aim. saya juga berutang banyak kepada pembimbing sekaligus editor saya sebelumnya. Kim Gait. University of Kansas. Vassar College. Richard D. University of Montevallo . The George S. Howard. De Tonack. Dalam kesempatan ini. Deborah Laughton (sekarang di Guilford Press). Saya tidak bisa menghasilkan buku ini tanpa dukungan dan dorongan dari rekan-rekan saya di Penerbit Sage. University of Colorado di Colorado Springs. University of Northern Iowa. Drew Ishii. Dr. Selama hampir 20 tahvin bekerja sama'dengan Sage. Sharon Anderson Dannels. Dr. dan Diane Greenlee. Sejumlah mahasiswa sebelumnya dan para editor yang menjadi partner dalam proses penulisan buku ini: Dr. Amanda Garrett. Dr. Dr. dan lisa Cuevas-Shaw. dan Stephanie Adams. Leon Cantrell. Kennesaw State University. Gayle Sulik. University of Central Florida. Marilyn Lockhart. Vicki Piano Clark. C. Yun Lu. Sivo. Sage merupakan dan masih menjadi salah satu publishing-house dengan rating yang cukup tinggi. dan membagibagikan pengalaman saya sebagai penulis dan peneliti. Vicki Knight.). Montana State University. Dr. Kuliah-kuliah ini. Dr. Sharon Hudson. Banerjee. saya ucapkan terima kasih. Whittier College. Mary Enzman Hagedorn. Montana State University. Ray Ostrander. Barbara Safford. Barry University. Saya juga mendapat-kan banyak kontribusi dari kajian-kajian akademis Dr. Kepada para staf dan rekan-rekan di Kantor Penelitian Kualitatif dan Metode Campuran di University of Nebraska-Lincoln yang sudah banyak membantu penulisan buku ini. Carmen McCrink. Sherry Wang. saya juga banyak berutang budi kepada para mahasiswa di kelas Metode Penelitian Dasar dan orang-orang yang telah berpartisipasi dalam seminar metode campuran yang pernah saya pimpin. kami telah berusaha mengembangkan metode-metode penelitian. menjadi laboratorium pribadi saya dalam menyam-paikan gagasan. Georgakopoulos. semuanya. Saya juga mengucapkan terima kasih atas saran-saran yang men-cerahkan dari para pereview buku ini. Stephen A. Ron Shope. memperoleh ide-ide segar. Miriam W. Nova Southeastern University.

Dia mengajar di University of Nebraska-Lincoln selama 30 tahun dan telah menulis setidak-tidak-nya 11 buku. . Dia juga menjabat sebagai co-director di Kantor Penelitian Kualitatif dan Metode Campuran di Nebraska yang bertugas me-nyediakan dukungan bagi para sarjana yang ingin mengajukan penelitian kualitatif dan metode campuran pada lembaga-lembaga pendanaan. Kunjungi websitenya di www.Tentang Penulis John W. dan penelitian metode campuran. Dia hobi bermain piano. Dia juga tercatat sebagai co-editor utama untuk jurnal Sage.johnwcreswell. sebagian besar tentang rancangan penelitian. Buku-bukunya telah diterjemahkan ke dalamberbagai bahasa dan digunakan di seluruh dunia. Journal of Mixed Methods Research. dia terpilih menjadi Senior Fulbright Scholar dan bertugas di Afrika Selatan sejak Oktober 2008 untuk berbagi ilmu tentang penelitian metode campuran denganpara ilmuwan sosial dan doku-mentator isu-isu AIDS. dan berolahraga. dan sebagai Asisten Profesor untuk bidang Kedokteran di University of Michigan. penelitian kualitatif. menulis sajak. Creswell adalah Profesor Psikologi Pendidikan sekaligus penulis dan pengajar mata kuliah metodologi kualitatif dan penelitian metode campuran.com. Baru-baru ini. Cresswell juga sering diminta menjadi asisten peneliti bidang-bidang kesehatan.

dan Metode — 25 Kriteria dalam Memilih Rancangan Penelitian — 29 ■ Masalah Penelitian — 29 ■ Pengalaman-Pengalaman Pribadi — 30 ■ Pembaca — 31 Ringkasan — 32 Latihan Menulis — 32 Bacaan Tambahan — 32 Bab Dua: Tinjauan Pustaka — 36 Topik Penelitian — 36 Tinjauan Pustaka — 40 .Pendahuluan — vii Penghargaan — xvii Tentang Penulis — xix Daftar Isi — xx Daftar Isi BAGIAN SATU: PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN AWAL — I Bab Satu: Memilih Rancangan Penelitian — 3 Tlga Jenis Rancangan — 3 liga Komponen Penting dalam Rancangan Penelitian — 6 ■ Beberapa Pandangan-Dunia Filosofis — 6 ♦ Pandangan-Dunia Post-positivisme — 8 ♦ Pandangan-Dunia Konstruktivisme Sosial — 11 ♦ Pandangan-Dunia Advokasi dan Partisipatoris — 13 ♦ Pandangan-Dunia Pragmatik — 15 ■ Strategi-Strategi Penelitian — 17 ♦ Strategi-Strategi Kuantitatif — 18 ♦ Strategi-Strategi Kualitatif — 19 ♦ Strategi-Strategi Metode Campuran — 21 ■ Metode-Metode Penelitian — 23 Rancangan Penelitian Sebagai Pandangan-dunia. Strategi.

.■ Pemanfaatan Pustaka/Iiteratur — 40 ■ Teknik-Teknik Tinjauan Pustaka — 46 ♦ Langkah-Langkah Melakukan Tinjauan Pustaka — 46 ♦ Database Terkomputerisasi — 48 ♦ Prioritas dalam Memilih Literatur — 52 ♦ Peta Literatur Penelitian — 54 ♦ Mengabstraksikan Literatur — 57 ♦ PetunjukGaya — 61 ■ Definisi Istilah — 63 ■ Tinjauan Pustaka Kuantitatif atau Metode Campuran — 69 Kesimpulan — 71 Latihan Menulis — 72 Bacaan Tambahan — 73 Bab Tiga: Penerapan Teori — 75 Teori dalam Penelitian Kuantitatif — 76 ■ Variabel-Variabel dalam Penelitian Kuantitatif — 76 ■ Definisi Teori — 78 ■ Bentuk-Bentuk Teori — 81 ■ Penempatan Teori dalam Penelitian Kuantitatif — 84 ■ Menulis Perspektif Teoretis Kuantitatif — 86 Teori dalam Penelitian Kualitatif — 93 ■ Variasi Penggunaan Teori dalam Penelitian Kualitatif — 93 ■ Menempatkan Teori dalam Penelitian Kualitatif — 98 Teori dalam Penelitian Metode Campuran — 99 Ringkasan — 104 Latihan Menulis — 106 Bacaan Tambahan — 107 .

Bab Lima: Pendahuluan — 145 Pentingnya Pendahuluan — 145 Pendahuluan dalam Penelitian Kualitatif. dan Metode Campuran — 147 Salah Satu Model Pendahuluan — 149 - . Kuantitatif. dan "Berlebih-lebihan" — 124 Masalah-masalah Etis yang Perlu Diantisipasi — 130 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Masalah Penelitian — 131 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Tujuan Penelitian dan Rumusan Masalah — 132 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Pengumpulan Data — 132 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Analisis dan Interpretasi Data — 135 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Menulis dan Menyebarluaskan Hasil Penelitian — 137 Ringkasan — 138 Latihan Menulis — 139 Bacaan Tambahan — 140 BAGIAN DUA. Kata Kerja. ■ Kebiasaan Menulis — 118 ■ Keterbacaan Tulisan — 121 ■ Kalimat Aktif.Bab Empat: Strategi-strategi Menulis dan Pertimbangan-Pertitnbangan Etis — 109 Menulis Proposal'—109 ■ Bagian-Bagian dalam Proposal — 109 ■ Format Proposal Kualitatif — 111 ■ Format Proposal Kuantitatif — 113 ■ Format Proposal Metode Campuran — 113 ■ Merancang Bagian-Bagian dalam Proposal Penelitian — 114 ■ Menulis Gagasan — 116 ■ Menulis seperti Berpikir — 117 . MERANCANG PENELITIAN — 143 .

181 Ringkasan — 188 Latihan Menulis — 189 Bacaan Tambahan — 189 Bab Tujuh: Rumusan Masalah dan Hipotesis Penelitian — 191 Rumusan Masalah Kualitatif — 191 Rumusan Masalah dan Hipotesis Penelitian Kuantitatif — 196 Model Rumusan Masalah dan Hipotesis Deskriptif — 203 Rumusan Masalah Dan Hipotesis Penelitian Metode Campuran — 205 Ringkasan — 210 Latihan Menulis — 211 Bacaan Tambahan — 212 Bab Delapan: Metode-metode Kuantitatif — 215 Mendefinisikan Rancangan Survei dan Eksperimen — 216 Komponenkomponen Rancangan Metode Survei — 216 ■ Rancangan Survei — 217 ■ Populasi dan Sampel — 218 .■ Sebuah Ilustrasi — 150 ■ Masalah Penelitian — 153 ■ PeneHtian-Penelitian Sebelumnya — 156 ■ Kekurangan (Defisiensi) dalam Literatur Sebelumnya — 159 ■ Signifikansi Penelitian bagi Pembaca — 161 Ringkasan — 163 Latihan Merudis — 164 Bacaan Tambahan — 164 Bab Enam: Tujuan Penelitian — 166 Signifikansi dan Makna Tujuan Penelitian — 166 ■ Tujuan Penelitian Kualitatif — 167 ■ Tujuan Penelitian Kuantitatif — 175 ■ Tujuan Penelitian Metode Campuran —'.

■ Instrumentasi — 221 ■ Variabel-Variabel dalam Penelitian — 224 Analisis Data dan Interpretasi — 225 Komponen-komponendalam Metode Penelitian Eksperimen — 229 ■ Partisipan — 229 ■ Variabel-Variabel — 236 ■ Instrumentasi dan Materi — 237 ■ Prosedur-ProsedurEksperimentasi — 237 Ancaman-Ancaman terhadap Validitas — 240 ■ Prosedur — 247 ■ AnalisisData — 249 ■ Interpretasi Hasil '-=. dan Generalisabilitas — 284 Menulis Kualitatif — 290 Ringkasan — 291 Latihan Menulis — 302 Bacaan Tambahan — 302 ■ . Validitas.250 Ringkasan — 251 Latihan Menulis — 254 Bacaan Tambahan — 255 Bab Sembilan: Prosedur-prosedur Kualitatif — 258 Karakteristik-karakteristik Penelitian Kualitatif — 259 Strategi-strategi Penelitian — 263 Peran Peneliti — 264 Prosedur-prosedur Pengumpulan Data — 266 Prosedur-Prosedur Perekaman Data — 271 Analisis dan Interpretasi Data — 274 Reliabilitas. .

.Bab Sepuluh: Prosedur-prosedur Metode Campuran — 304 Komponen-komponen Prosedur Metode Campuran — 305 Sif at Penelitian Metode Campuran — 307 Strategi-strategi Penelitian Metode Campuran dan Model-model Visualnya — 308 ■ Merencanakan Prosedur-Prosedur Metode Campuran — 308 ♦ Timing (Waktu) — 309 ♦ Weighting (Bobot) — 310 Mixing (Pencampuran) — 310 ♦ Teorisasi dan Perspektif-Perspektif Transformasi — 312 ■ Strategi-Strategi Penelitian Metode Campuran dan Model-Model Visualnya — 313 ♦ Strategi Eksplanatoris Sekuensial — 316 ♦ Strategi Eksploratoris Sekuensial — 317 ♦ Strategi Transformatif Sekuensial — 318 ♦ Strategi Triangulasi Konkuren — 320 ♦ Strategi Embedded Konkuren — 321 ♦ Strategi Transformatif Konkuren — 324 ■ Memilih Strategi Metode Campuran — 325 Prosedur-Prosedur Pengumpulan Data — 326 Analisis Data dan Prosedur-prosedur Validasi — 328 Susunan Laporan Penelitian — 331 Contoh-contoh Prosedur Metode Campuran — 332 Ringkasan — 337 Latihan Menulis — 339 Bacaan Tambahan — 339 Glosarium — 342 Daftar Pustaka — 359 Indeks — 379 .

peninjauan pustaka untuk memosisikan penelitian yang diusulkan dalam konteks literatur-literatur yang ada. Bagian I membahas sejumlah pertimbangan awal sebelum seorang peneliti merancang rencana atau proposal penelitian.Bagian Satu ■ B abl Memilih Rancangan Penelitian ■ Bab 2 Tinjauan Pustaka ■ Bab 3 Penggunaan Teori ■ Bab 4 Strategi-Strategi Menulis dan Pertimbangan-Pertimbangan Etis Buku ini dirancang untuk membantu para peneliti mengem bangkan rencana atau proposal penelitian. penentuan teori apa yang hendak digunakan dalam penelitian sekaligus usaha dalam menulis karya yang baik dan sesuai dengan standar etika yang berlaku. . Pertimbangan-pertirnbangart ini pada umumnya berkaitan dengan pemilihan rancangan penelitian yang sesuai.

ada tiga jenis penelitian yang akan disajikan: penelitian kualitatif. Lagi pula. secara keseluruharr. pengumpulan data secara kuantitatif dalam bentuk instrumen versus Pengumpulan data secara kualitatif melalui observasi lapangan). ada perkembangan historis yang dapat membedakan kedua pendekatan tersebut. sejak awal pertengahan abad XX. Yang jeias. dalam buku ini. 2008. dan bersamaan dengan itu berkembang pula penelitian metode campuran (lihat Creswell. Pendekatan kualitatif dan kuantitatif seharusnya tidak dipandang sebagai antitesis atau dikotomi yang saling bertentangan. Misalnya. dan metode-metode spesifik yang akan mereka gunakan dalam pengumpulan. kuantitatif. Padahal. Suatu penelitian hanya akan lebih kualitatif ketimbang kuantitatif. Perbedaan antara penelitian kualitatif dan kuantitatif sering kali dijelaskan berdasarkan bentuk-bentuknya yang menggunakan kata-kata (kualitatif) dan yang menggudakan angka-angla (kuantitatif). atau berdasarkan pertanyaan-pertanyaan ycng tertutup (hipotesis kuantitatif) dan yang terbuka (hipotesis kualitatif). Namun. pengalaman pribadi si peneliti. keputusan ini melibatkan rancangan seperti apa yang seharusnya digunakan untuk meneliti topik tertentu. dari metode-metode spesifk yang diterapkan peneliti untuk melaksanakan strategi-strategi ini (seperti. jenis-jenis strategi penelitian yang digunakan peneliti sepanjang penelitiannya (seperti. para peneliti perlu mengambil keputusan terkait dengan asumsi-asumsi filoSofis yang mendasari penelitian mereka. sudah saya sajikan meski tidak secara runtut dalam pengertian yang lazim. dan target atau sasaran pembacanya. muncul minat yang tinggi terhadap penelitian kualitatif. prosedur-prosedur (yang juga sering di-sebut sebagai strategi -strategi) penelitian.Bab Satu Memilih Rancangan Penelitian Rancangan penelitian merupakan rencana dan prosedur penelitian yang meliputi: dari asumsi-asumsi luas hingga metode-metode rinci dalam pengumpulan dan analisis data. namun tetap dalam satu continuum (Newman & Benz. tiga pendekatan ini tidaklah terpisah satu sama lain seperti ketika pertama kali muncul. LggS). atau sebaliknya. Pemilihan atas satu rancangan penelitian juga perlu didasarkan pada masalah/isu yang ingin diteliti.strategi eksperimen kuantitatif atau strategi studi lapangan kualitatif). Adapun penelitian metode campuran berada di tengah continuum tersebut karena penelitian ini melibatkan unsur-unsur dari pendekatan kualitatif dan kuantitatif. gradasi perbedaan antar keduanya sebenamya terletak pada asumsi filosofis dasar yang dibawa oleh peneliti ke dalam penetitiannya. analisis. pendekatan kuantitatif banyak mendominasi bentuk-bentuk penelitian dalam ilmu-ilmu sosial sejak awal abad XIX hingga pertengahan abad XX. TIGA JENIS RANCANGAN Dalam buku ini. keduanya hanya merepresentasikan hasil akhir yang berbeda. Misalnya saja. dalam (proposal) penelitian. dan interpretasi data. Pada hakikatnya. Rancangan tersebut melibatkan sejumlah keputusan yang. untuk sejarah . dan metode campuran.

strategi-strategi . Laporan akhir untuk penelitian ini memiliki struktur atau kerangka yang fleksibel. saya akan menjelaskan tiga definisi tersebut secara detail agar Anda bisa mengetahui masing-masing maknanya dengan jelas.  Penelitian kuantitatif merupakan metode-metode untuk menguji teori-teori tertentu dengan cara meneliti hubungan antarvariabel.. tinjauan pustaka. dalam buku ini.sehingga data yang terdiri dari angka-angka dapat dianalisis berdasarkan prosedur-prosedur statistik. Latar belakang historis ini setidak-tidaknya dapat dijadikan salah satu landasan untuk mencari definisi "rigid" atas tiga istilah kunci tersebut. landasan teori. Untuk itulah. TIGA KOMPONEN PENTING DALAM RANCANGAN PENELITIAN Ada dua titik tekan dalam setiap definisi tadi yaitu: bahwa suatu pendekatan penelitian selalu melibatkan asumsi-asumsi filosofis dan metode-metode atau prosedur-prosedur yang berbeda-beda. masing-masing definisi di atas memiliki titik tekannya tersendiri. yang untuk selanjutnya akan digunakan dalam buku ini:  Penelitian kualitatif merupakan metode-metode untuk mengekplorasi dan memahami makna yang – oleh sejumlah individu atau sekelompok orang – dianggap berasal dari masalah sosial atau kemanusiaan. Seperti yang kita lihat. (Creswell. sepei'ti mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan prosedur-prosedur. melibatkan relasi antara asumsi-asumsi filosofis. Laporan akhir untuk penelitian ini pada umumnya memiliki struktur yang ketat dan konsisten mulai dari pendahuluan. Variabel-variabel ini diukur -biasanya dmgan instrumen-instrumen penelitian. mengontrol penjelasan-penjelasan alternatif. mengumPulkan data yang spesifik dari para partisipan. Pendekatan ini melibatkan asumsi-asumsi filosofis. dan pembahasan. Siapa pun yang terlibat dalam bentuk penelitian ini harus menerapkan cara pandang penelitian yang bergaya induktif. metode penelitian. berfokus terhadap makna individual. dan pencampuran (mixing) kedua pendekatan tersebut dalam satu penelitian. hasil penelitian.yang lebih lengkap). aplikasi pendekatan-pendekatan kualitatif dan kuantitatif. dan mampu menggeneralisasi dan menerapkan kembali penemuan-penemuannya. menganalisis data secara induktif mulai dari tema-tema yang khusus ke tema-tema umum. ia juga melibatkan fungsi dari dua pendekatan penelitian tersebut secara kolektif sehingga kekuatan penelitian ini secara keseluruhan lebih besar ketimbang penelitian kualitatif dan kuantiiatif (Creswell & Plano Clark. mencegah munculnya bias-bias.  Penelitian metode campuran merupakan pendekatan penelitian yang mengombinasikan atau mengasosiasikan bentuk kualitatif dan bentuk kuantitatif. yang saya sebut sebagai rencana atau propasal untuk melaksanakan penetitian. Proses penelitian kualitatif ini melibatkan upaya-uPaya penting. Pendekatan ini lebih kompleks dari sekadar mengumpulkan dan menganalisis dua jenis data. 2007). Seperti halnya para peneliti kualitatif.2007). siapa pun yang terlibat di dalam penelitian kuantitatif juga perlu rnemiliki asumsi-asumsi untuk menguji teori secara deduktif.2008). dan menafsirkan makna data. dan menerjemahkan kompleksitas suatu persoalan (diadaptasi dari Creswell. Rancangan penelitian.

dan (3) metode-metode atau prosedur-prosedur spesifik yang dapat menerjemahkan strategi tersebut ke dalam Praktik nyata. Penjelasan ini tentu akan mencerminkan alasan mengaPa mereka perlu memilih. gagasan-gagasan tersebut tetap mempengaruhi praktik penelitian dan perlu diidentifikasi. Beberapa Pandangan-Dunia Filosofis Meskipun sebagian besar gagasan filosofis tersembunyi dalam sebuah penelitian (Slife & William. Kerangka kerja yang saya gunakan untuk menjelaskan pertemuan antara tiga komponen ini dapat dilihat pada Gambar 1. atau metode camPuran untuk penelitian mereka.pendekatan kuaiitatif. Dalam menjelaskan pandangan-dunia filosofis. kuantitatif. (2) strategi penelitian yang berhubungan dengan asumsi-asumsi tersebut.1 Kerangka Kerja Rancangan Penelitian – Relasi antara Pandangan – Dunia. ethnografi) Strategi-Strategi Kuantitatif (seperti.penelitian dan metode-metode tertentu. sekuensial) RancanganRancangan Penelitian Kualitatif Kuantitatif Metode Campuran Metode-metode Campuran Pertanyaan-pertanyaan Pengumpulan data Analisis data Interpretasi Laporan tertulis Validasi Gambar 1. para peneliti perlu memPertimbangkan tiga komponen penting. Saya merekomendasikan agar siapa pun yang tengah mempersiapkan proposal atau rencana penelitian seyogianya memperjelas gagasan-gagasan filosofis yang mereka ekspos. dalam merencanakan penelitian. StartegiStrategi Penelitian. peneliti setidak-tidaknya perlu menyertakan – dalam proposalnya – satu bagian khusus yang membahas sejumlah hal berikut: Beberapa PandanganDunia Filosofis Post-Positivis Konstruksi Sosial Advokasi/partisipatoris Pragmatis Strategi-Strategi Penelitian Strategi-Strategi Kualitatif (seperti. yaitu: (1) asumsi-asumsi pandangan-dunia (worldview) filosofis yang mereka bawa ke dalam penelitiannya. Secara detail.1. dan Metode-Metode Penelitian . 1995). eksperimen) Strategi-Strategi Metode Campuran (seperti.

Peneliti lain lebih suka menyebutnya paradigma (Lincoln & Guba. Saya memandang pandangan-dunia sebagai orientasi umum terhadap dunia dan sifat penelitian yang dipegang kukuh oleh peneliti. dan postpositivisme. advokasi/partisipatoris. Pertimbangan-Pertimbangan dasar mengapa pandangan-dunia tersebut digunakan Bagaimana pandangan-dunia itu membentuk pendekatan penelitian.1. 2000). 1998).   Pandangan dunia filosofis yang diusulkan dalam penelitian.1 Empat Pandangan-Dunia Post-positivisme Determinasi Reduksionisme Observasi dan Pengujian empiris Verifikasi teori Advokasi/Partisipatoris Bersifat politis Berorientasi pada isu pemberdayaan Kolaboratif Berorientasi pada perubahan Konstruktivisme Pemahaman Makna yang beragarn dari partisipan Konstruksisosiai dan historis Penciptaan teori Pragmatisme Efek-efek tindakan Berpusat Pada masalah Bersifat Pluralistik Berorientasi pada praktik dunia-nyata                 Pandangan-Dunia Post-positivisme Asumsi-asumsi post-positivis merepresentasikan bentuk tradisional penelitian. Pandangan-dunia ini terkadang disebut sebagai metode saintifik atau penelitian sains. konstruktivisme. Ada empat pandangan dunia yang akan dibahas kali ini: post-positivisme.kepercayaan para pembimbin dan pihak fakultas terhadap bidang tersebut. 2000. dan metode campuran dalam penelitian mereka. Unikny pandangan dunia yang dipegang kukuh oleh para peneliti tidak jarang merangkul secara kolektif pendekatan kualitatif. atau metodologi penelitian yang telah diterima secara luas (Neuman. Tabel 1. dan pragmatisme. 1998). Pandangan-dunia ini sering kali dipengaruhi oleh bidang keilmuan yang menjadi konsentrasi mahasiswa. Mertens. kuantitafrf. Ada pula yang menyebutnya sebagai penelitian positivis/post-positivis. yang menentang gagasan tradisional tentang kebenaran absolut ilmu . Istilah terakhir disebut post-positivisme karena ia merepresentasikan pemikiran post-positivisme. 1990: 17). dan pengalaman-pengalaman penelitian sebelumnya. yang kebenarannya lebih sering disematkan untuk penelitian kuantitatif ketimbang penelitian kualitatif. sains empiris. Elemen-elemen penting dalam setiap pandangan dunia ini dapat dilihat dalam Tabel 1. Saya lebih memilih menggunakan istilah pandangan-dunia (worldviews) karena memiliki arti kepercayaan dasar yang memandu tindakan (Guba. epistemologi dan ontologi (Crotty.

Penelitian merupakan proses membuat klaim-klaim. seorang peneliti harus mengawali penelitiannya dengan menguji teori tertentu. dan belakangan dikembangkan lebih lanjut oleh penulis-penulis seperti Phillips dan Burbules (2000). Pengetahuan yang berkembang melalui kacamata kaum post-positivis selalu didasarkan pada observasi dan pengujian yang sangat cermat terhadap realitas objektif yang muncul di dunia "luar sana. Newton. seperti Comte. sebagian besar penelitian kuantitatif. Karena alasan ini pula. Dalam perkembangan historisnya. Akibatnya. rnisalnya. tradisi post-positivis ini lahir dari penulis-penulis abad XIX. muncul hukum-hukum atau teori-teori yang mengatur dunia. yang menuntut adanya pengujian dan verifikasi atas kebenaran teori-teori tersebut. dan mengakui bahwa kita tidak bisa terus menjadi "orang yang yakin/positif" pada klaim-klaim kita tentang pengetahuan ketika kita mengkaji perilaku dan tindakan manusia. bahkan. bukti. kemudian menyaring sebagian klaim tersebut meniadi "klaim-klaim lain" yang kebenarannya jauh lebih kuat. agar dunia ini dapat dipahami oleh manusia. Untuk itulah. untuk itulah. Untuk itulah. tak jarang rnereka juga gagal untuk menyangkal hipotesisnya. Kaum Post-positivis mempertahankan filsafat deterministik bahwa sebab-sebab (faktorfakior kausatif) sangat mungkin menentukan akibat atau hasil akhir. Pengetahuan bersifat konjektural/terkaan (dan antifondasional/ddak berlandasan apa pun) bahwa kita tidak akan pernah mendapatkan kebenaran absolut. 1983). sebagaimana yang banyak kita jumpai dalam penelitian eksperimen kuantitatif.salah satu pendekatan penelitian "yang telah disepakati" oleh kaum post-positivis. 3." Untuk itulah. bukti yang dibangun dalam penelitian sering kali lemah dan tidak sempurna. dalam metode saintifik. dan Pertimbang-pertimbangan logis. antara lain: 1. lalu mengumpulkan data baik yang mendukung maupun yang membantah teori tersebut. selalu diawali dengan pengujian atas suatu teori. Filsafat kaum post-positivis juga cenderung reduksionistis yang orientasinya adalah mereduksi gagasan-gagasan besar menjadi gagasan-gagasan terpisah yang lebih kecil untuk diuji lebih lanjut. baru kemudian membuat perbaikan-perbaikan lanjutan sebelum dilakukan pengujian ulang. dan Locke (Smith. seperti halnya variabelvariabel yang umumnya terdiri dari sejumlah rumusan masalah dan hipotesis penelitian. melakukan observasi dan meneliti perilaku individu-individu dengan berlandaskan pada ukuran angka-angka dianggap sebagai aktivitas yang amat penting bagi kaum post-positivis. Membaca buku Phillips dan Burbules (2000). kita akan menemukan sejumlah asumsi dasar yang menjadi inti dalam paradigma penelitian post-positivis. peneliti mengumpulkan informasi dengan menggunakan instrumen-instrumen Pengukuran tertentu yang diisi oleh para partisipan atau dengan melakukan observasi mendalam di lokasi penelitian. 2.pengetahuan (Phillips & Burbules. Pengetahuan dibentuk oleh data. Mill. problemproblem yang dikaji oleh kaum post-positivis mencerminkan adanya kebutuhan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab y ang memengaruhi hasil akhir. banyak peneliti yang berujar bahwa mereka tidak dapat membuktikan hipotesisnya. Dukheim. 2000). . Dalam praktiknya.

Makna-makna itu juga harus ditekankan pada kontekster tentu dimana individu-individu ini tinggal dan kerjia agar peneliti dapat memahami latar belakang historis dan kultural mereka. Untuk mengeksplorasi pandangan-pandangan ini. para peneliti harus menguji kembali metode-metode dan kesimpulan-kesimpulan yang sekiranya mengandung bias. 1998).4. Dewasa ini. dan historis mereka . Konstruktivisme sosial meneguhkan asumsi bahwa individu-individu selalu berusaha memahami dunia di mana mereka hidup dan bekerja. Peneliti berusaha mengandalkan sebanyak mungkin pandangan partisipan tentang situasi yang tengah diteliti. tetapi harus dibuat melalui interaksi dengan mereka (karena itulah dinamakan konstruktivisme sosial) dan melalui norma-norma historis dan sosial yang berlaku dalam kehidupan mereka sehari-hari. Gagasan konstruktivisme sosial berasal dari Mannheim dan buku-buku seperti The Social Construction of Reality-nya Berger dan Luekmann (1967) dan Naturalistic Inquiry-nya Lincoln dan Guba (1985). Makna-makna subjektif ini sering kali dinegosiasi secara sosial dan historis.mereka harus memosisikan diri mereka sedemikian rupa seraya mengakui dengan rendah hati bahwa interpretasi mereka tidak pernah lepas dari pengalaman pribadi. Pandangan-dunia ini biasanya dipandang sebagai suatu pendekatan dalam penelitian kualitatif. Untuk itulah ketika melakukan penelitian. yang biasanya tidak asli atau tidak dipakai dalam interaksi dengan orang lain. Salah satunya adalah pandangan-dunia konstruktivisme sosial (yang sering kali dikombinasikan dengan interpretivisme) (lihat Merters. Penelitian harus mampu mengembangkan statemen-statemen yang relevan dan benar. untuk ituiah. kultural. dalam penelitian kuantitatif. dannCrotty (1998). Maknamakna ini tidak sekadar dicetak untuk kemudian dibagikan kepada indiviciu-individu. Semakin terbuka pertanyaan tersebut tentu akan sernakin baik. Aspek terpenting dalam penelitian adalah sikap objektif. standar validitas dan reliabilitas. Mereka mengembangkan makna-makna subjektif atas pengalaman-pengalaman mereka -makna-makna yang diarahkan pada objek-objek atau benda-benda tertentu. Pandangan-Dunia Konstruktivisme Sosial Kelompok lain memiliki pandangan dunia yang berbeda. Dalam penelitian kuantitatif. Makna-makna ini pun cukup banyak dan beragam sehingga peneliti dituntut untuk lebih mencari kompleksitas pandangan-pandangan ketimbang mempersempit makna-makna meniadi sejumlah kategori dan gagasan. agar peneliti bisa mendengarkan dengan cermat apa yang dibicarakan dan dilakukan partisipan dalam kehidupan mereka. penulis-penulis yang getol mengkaji paradigma konstruktivisme sosial antara lain Lincoln dan Guba (2000). menjadi dua ispek penting yang wajib dipertimbangkan oleh peneliti. pertanyaan-pertanyaan pun perlu diajukan. Neuman (2000). Para peneliti iuga perlu menyadari bahwa latar belakang dapat mempengaruhi. statemen-statemen yang dapat menjelaskan situasi yang sebenarnya atau dapat mendeskripsikan relasi kausalitas dari suatu persoalan. penafsiran mereka terhadap hasil penelitian. Pertayaanpertanyaan ini bisa jadi sangat luas dan umum sehingga partisipan dapat mengkonstruksi makna atas situasi tersebut. Schwandt (2007. peneliti membuat relasi antarvariabel dan mengemukakannya dalam bentuk pertanyaan dan hipotesis' 5.

dan Freire (Neuman. Manusia senantiasa terlibat dengan dunia mereka dan berusaha memahaminya berdasarkan perspektif historis dan sosial mereka sendiri – kita semua dilahirkan ke dunia makna (world of meaning) yang dianugerahkan oleh kebudayaan di sekeliling kita. Heron dan Reason (1997. Adorno. Untuk itulah. 2. Yang menciptakan makna pada dasarnya adalah lingkungan sosial. institusi-institusi di mana mereka hidup dan bekerja. pembahasan tentang advokasi/partisipatoris (atau emansipatoris) dapat kita jumpai dalam kajian-kajian yang dilakukan oleh penulis-penulis seperti Marx. Proses penelitian kualitatif bersifat induktif di mana di dalamnya peneliti menciptakan makna dari data-data lapangan yang dikumpulkan. pandangan-dunia ini menyutakan bahwa ada isu-isu tertentu yang perlu mendapat perhatian lebih. Adapun Fay (1987). utamanya isu-isu menyangkut kehidupan sosial dewasa ini. Di samping itu. mereka semua merasa bahwa sikap konstruktivis tidak memadai dalam menganjurkan (mengadvokasi) program aksi untuk membantu orang-orang yang termarjinalkan. seperti . peneliti sebaiknya membuat atau mengembangkan suatu teori atau pola makna tertentu secara induktif. Pandangan-dunia ini tampaknya memang cocok dengan penelitian kualitatif. Makna-makna dikonstruksi oleh manusia agar mereka bisa tertibat dengan dunia yang tengah mereka tafsirkan. Untut itulah. Pandangan-Dunia Advohasi dan Partisipatoris Terdapat kelompok lain yang memiliki asumsi-asumsi filosofis berdasarkan pada pendekatan advokasi/partisipatoris. Habermas. dan kehidupan para peneliti sendiri. Mereka juga harus menafsirkan apa yang mereka cari: sebuah penafsiran yang dibentuk oleh pengalaman dan latar belakang mereka sendiri. Para peneliti kualititif cenderung menggunakan pertanyaan-pertanyaan terbuka agar partisipan dapat mengungkapkan pandangan-pandangannya. serta Kemmis dan Wilkinson (1998) merupakan sederet penulis masa kini yang aktif mengkaji perspektif advokasi dan partisipatoris ini. Crotty(1995) memperkenalkan sejumlah asumsi: 1. penelitian ini pada umumnya memiiiki agenda aksi demi reformasi yang diharapkan dapat mengubah kehidupan para partisipan. Ketimbang mengawali penelitiannya dengan suatu teori (seperti dalam post-positivisme). peneliti memiliki tujuan utama. namun ia juga bisa menjadi dasar untuk penelitian kuantitatif . para peneliti kualitatif harus memahami konteks atau latar belakang partisipan mereka dengan cara mengunjungi konteks tersebut dan mengumpulkan sendiri informasi yang dibutuhkan. Pandangan-dunia advokasi/partisipatoris berasumsi bahwa penelitian harus dihubungkan dengan politik dan agenda politis. Terkait dengan konstruktivisme ini. Dalam konteks konnstruktivisme. 3. yang muncul di dalam dan di luar interaksi dengan komunitas manusia. Marcuse.sendiri. Pendekatan ini muncul sejak 1980-an hingga 1990-an dari sejumlah kalangan yang merasa bahwa asumsi-asumsi post-positivis telah rnembebankan hukum-hukum dan teori-teori struktural yang sering kali tidak sesuai dengan/tidak menyertakan individu-individu yang terpinggirkan dalam masyarakat kita atau isu-isu keadilan sosial yang memang perlu dimunculkan. 2000). yakni berusaha memaknai (atau menafsirkan) makna-makna yang dimiliki orang lain tentang dunia ini. Dalam sejarahnya. Yang ielas.

atau mencari hibah-hibah penelitian. para peneliti harus memunculkan agenda aksi demi reformasi dan perubahan. ketidakadilan. seperti pemberdayaan. para peneliti harus bertindak secara kolaboratif agar nantinya tidak ada partisipan yang terpinggirkan dalam hasil penelitian mereka. Tentu saja. ketertindasan.pemberdayaan. mengumpulkan data. dan perubahan-perubahan yang diinginkan. penguasaan. Penelitian ini ditekankan untuk membantu individu-individu agar bebas dari kendala-kendala yang muncul dari media. Dengan spirit inilah para peneliti advokasi/partisipatoris melibatkan para partisipan sebagai kolaborator aktif dalam penelitian mereka. menganalisis informasi. 3. teori queer. bahasa. Penelitian advokasi/partisipatoris sering kali dimulai dengan satu isu penting atau sikap tertentu terhadap masalah-masalah sosial. Penelitian advokasi/partisipatoris bertujuan untuk menciptakan perdebatan dan diskusi politis untuk menciptakan perubahan. kondisi ini akan mendorong lahirnya satu suara yang bersatu demi reformasi dan perubahan. 2. Meskipun penjelasan saya sejak tadi cenderung bersifat generalisasi terhadap kelornpokkelompok yang termarginalkan. diskursus rasialisme. dan bukan menyempurnakan penelitianpenelitian yang lain. Penelitian ini bersifat emansipatoris yang berarti bahwa penelitian ini membantu membebaskan manusia dari ketidakadilan-ketidakadilan yang dapat membatasi perkembangan dan determinasi diri. Untuk itulah. pada akhir penelitian advokasi /partisipatoris. 4. Untuk itulah. Tindakan partisipatoris bersikap dialektis dan difokuskan untuk membawa perubahan. dan relasi kekuasaan dalam ranah pendidikan. para partisipan dapat membantu merancang pertanyaan-pertanyaan. tidak menutup kemungkinan diintegrasikannya pandangan-dunia ini dengan perspektif-perspektif teoretis lain yang mengkonstruksi suatu gambaran tentang isu-isu/masalah-masalah yang hendak diteliti. dan pengasingan. . dant eori disability –sejumlah perspektif teoretis ini akan dibahas lebih rinci pada Bab 3. Penelitian advokasi menyediakan sarana bagi partisipan untuk menyuarakan pendapat dari hak-hak mereka yang selama ini tergadaikan. penindasan. Penelitian ini juga bersifat praktis dan kolaboratif karena ia hanya dapat sempurna jika dikolaborasikan dengan penelitian-penelitian lain. teori kritis. Pandangan-dunia filosofis advokasi/partisipatoris fokus pada kebutuhan-kebutuhan suatu kelompok atau individu tertentu yang mungkin termarginalkan secara sosial. seperti perspektif feminis. aturan-aturan kerja. Dalam penelitian ini. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mereka akan realitas sosial yang sebenarnya atau dapat mengusulkan suatu agenda perubahan demi memperbaiki kehidupan mereka sendiri. orang-orang yang diselidiki. Peneliti dapat mengawali penelitian mereka dengan salah satu dari isu-isu ini sebagai fokus penelitiannya. setidak-tidaknya kita perlu membaca ringkasan Kemmis dan Wilkinson (1995) tentang karakteristik-karakteristik inti dari penelitian advokasi atau partisipatoris: 1. Bahkan.

Pandangan –Dunia Pragmatik Prinsip lain berasal dari kelompok pragmatis. seraya mengetahui apa saja akibat-akibat yang akan mereka terima –kapan dan dimana mereka harus menjalankan penelitian tersebut. Patton (1990). para peneliti metode campuran pada umumnya selalu memiliki tujuan atas pencampuran (mixing) ini. Ketimbang berfokus pada metode-metode. 2. 5. pragmatisme pada hakikatnya merupakan dasar filosofis untuk setiap bentuk penelitian. Pragmatisme dapat digunakan untuk penelitian metode campuran yang di dalamnya para peneliti bisa dengan bebas melibatkan asumsi-asumsi kuantitatif dan kualitatif ketika mereka terlibat dalam sebuah penelitian. tetapi pada umumnya Pragmatisme sebagai pandangan-dunia lahir dari tindakan-tindakan. Penulis-penulis kontemporer yang termasuk dalam kelompok ini antara lain Rorty (1990). Mead. khususnya penelitian metode campuran: 1. yang pada umumnya harus berfokus pada masalah-masalah penelitian dalam ilmu sosial humaniora. kemudian menggunakan pendekatan yang beragam untuk memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam tentang problem-problem tersebut. 1992). dan Cherryholmes (1992). teknik-teknik. Pragmatisme ini berawal dari kajian Peirce. . para peneliti pragmatik lebih menekankan pada pemecahan masalah dan menggunakan semua pendekatan yang ada untuk memahami rnasalah tersebut (lihat Rossman & Wilson. sejenis alasan mengapa data kuantitatif dan kualitatif harus dicampur menjadi satu. Paradigma filosofis yang satu ini memiliki banyak bentuk. dalam peneiitian metode campuran. 4. Para peneliti pragmatis selalu melihat apa dan bagaimana meneliti. Untuk itulah. dan pandangan saya pribadi. dan Patton (1990) menekankan pentingnya paradigma pragmatik ini bagi para peneliti metode campuran. Sebagai salah satu paradigma filosofis untuk penelitian metode campuran. Kebenaran tidak didasarkan pada dualitas antara kenyataan yang berada di luar pikiran dan kenyataan yang ada dalam pikiran. Kaum pragmatis tidak melihat dunia sebagai kesatuan yang mutlak. dan prosedur-prosedur peneIitian yang dianggap terbaik untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan mereka. Pandangan-dunia ini berpijak pada aplikasi-aplikasi dan solusi-solusi atas problem-problem yang ada (Patton. dan Dewey (Cherryholmes. Dalam hal ini. mereka bebas untuk memilih metode-metode. dan bukan dari kondisi-kondisi sebelumnya (seperti dalam post-positivisme). 1990). 1985). Setiap peneliti memiliki kebebasan memilih. Pragmatisme tidak hanya diterapkan untuk satu sistem filsafat atau realitas saja. Morgan (2007). situasi-situasi. Untuk itulah. Artinya. Morgan (2007). 3. Berdasarkan kajian Cherryholmes (1992). james. para peneliti menggunakan data kuantatif dan kualitatif karena mereka meneliti untuk memiliki pemahaman yang baik terhadap masalah penelitian. Kebenaran adalah apa yang teriadi pada saat itu. para peneliti metode campuran dapat menerapkan berbagai pendekatan dalam mengumpulkan dan menganaIisis data ketimbang hanya menggunakan satu pendekatan saja (jika tidak kuantitatif. Tashakkori dan Teddlie (1998). dan konsekuensi-konsekuensi yang sudah ada. Murphy (1990). selalu kualitatif).

7. kuantitatif. historis. penelitian metode campuran bisa saja beralih pada paradigma post-modern. seperti  Grounded theory metode survei  Studi kasus    Metode Campuran Sekuensial Konkuren Transformatif . Kaum pragmatis setuju bahwa penelitian selalu muncul dalam konteks sosial. Pilihlah salah satu dari strategi-strategi penelitian yang sering kali digunakan dalam ilmu sosial. mereka juga harus menentukan jenis penelitian dalam tiga pilihan tersebut. dan lain sebagainya. 1998). bagi para peneliti metode campuran. Bahkan. Strategi-strategi yang tersedia bagi peneliti sebenamya sudah muncul bertahun-tahun lalu saat teknologi komputer telah mempercepat aktivitas kita dalam menganalisis data-data yang rurnit.2 Strategl-Strategi Penetitian Alternatif Kuantitatif Kualitatif  Rancangan-rancangan  Penelitian naratif eksperimen  Fenomenologi  Rancangan-racangan  Etnografi non-eksperimen. dan asumsi-asumsi yang bervariasi. politis. 9. 2007) atau metodologi penelitian (Mertens.2. Tabel 1. dan10. Dalam hal ini. Kaum pragmatis percaya akan dunia eksternal yang berada di luar pikiran sebagaimana yang berada di dalam pikiran manusia. Untuk itulah. Ringkasan strategi-strategi tersebut dapat dilihat dalam Tabel 1.6. Strategi-strategi penelitian merupakan jenis-jenis rancangan peneIitian kualitatif. "mereka sepertinya ingin mengubah subjek" (Rorty. Di sini. 8. atau metode campuran untuk diterapkan. suatu pandangan teoretis yang reflektif terhadap keadilan sosial dan tujuan-tujuan politis. pragmatisme dapat membuka pintu untuk menerapkan metode-metode yang beragam. saya hanya akan memperkenalkan strategi-strategi ini yang nantinya akan dijelaskan lebih rinci –lengkap dengan contoh-contohnya— di sepanjang buku ini. serta bentuk-bentuk yang berbeda dalam pengumpulan dan analisis data. 1992). 1983: xiv). dan metode campuran yang menetapkan prosedur-prosedur khusus dalam penelitian. Strategi-Strategi Penelitian Para peneliti hendaknya jangan hanya memilih penelitian kualitatif. Strategi-strategi tersebut hadir ketika manusia sudah mampu mengartikulasikan prosedurprosedur baru dalam melakukan penelitian ilmu sosial. seperti yang akan saya jelaskan dalam Bab 8. Mereka juga percaya bahwa kita harus berhenti bertanya tentang realitas dan hukum-hukum alam (Cherryholmes. pandangan-dunia yang berbeda-beda. Beberapa orang menyebut strategi penelitian dengan istilah pendekatan peneiitian (Creswell. kuantitatif.

dan eksperimen-eksperimen single-subject (Cooper. dan Stake (1995) merekomendasikan sejumlah proses yang harus dilakukan dalam penelitian studi kasus. pendekatanpendekatan di dalam penelitian kualitatif tertentu sudah memiliki prosedur-prosedur yang lengkap dan jelas. 1963). Moustakas (1994) juga telah membahas doktrin-doktrin filosofis dan prosedur-prosedur dalam metode fenomenologi. Heron.). dewasa ini. dengan tujuan untuk menggeneralisasi populasi berdasarkan sampel yang sudah ditentukan (Babbie. Neuman & McCormick. strategi-strateginya sudah mulai bermunculan sepanjang tahun 1990-an dan memasuki abad XX. Penelitian ini meliputi studi-studi cross-sectional dan longitudinal yang menggunakan kuesioner atau wawancara terencana dalam pengumpulan data. 1987. eksperimen-eksperimen yang kurang rigid yang sering disebut dengan kuasi-eksperimen dan penelitian korelasional (Campbell & Stanley. Namun. sikap. yakni survei dan eksperimen. Wolcott (1999) menjabarkan prosedur-prosedur etnografis.  Penelitian eksperimen berusaha menentukan apakah suatu treatment memengaruhi hasil sebuah penelitian.Strategi-strategi Kuantitatif Selama akhir abad XIX dan awal abad XX. strategi-strategi penelitian yang berkaitan dengan rancangan kuantitatif selalu meIibatkan pandangan-dunia post-positivis. Strategi-Strategi Kualitatif Untuk penelitian kualitatif. Strategi-strategi kuantitatif juga meliputi model-model persamaan struktural yang sedikit rumit. . Dalam buku ini.  Penelitian survei berusaha memaparkan secara kuantitatif kecenderungan. Misalnya. atau opini dari suatu populasi tertentu dengan meneliti satu sampel dari populasi tersebut. & Heward. Pengaruh ini dinilai dengan cara menerapkan treatment tertentu pada satu kelompok (sering disebut kelompok treatment. Tidak sedikit buku yang telah membahas strategi kualitatif ini (seperti 19 strategi yang diperkenalkan oleh Wolcott. Penj. sedangkan Strauss dan Corbin (1990. dan kuasi-eksperimen dengan prosedur-prosedur non-acak (Keepel 1991). 1990). Bahkan. 2001).1995).1998) memperkenalkan prosedur-prosedur untuk peneliti grounded theory. Clandinin dan Connelly (2000) telah membuat deskripsi komprehensif tentang apa yang harus dilakukan oleh seorang peneliti naratif. saya hanya fokus pada dua strategi penelitian kuantitatif. Termasuk dalam kuasi-eksperimen adalah rancangan single-subiect.) dan tidak menerapkannya pada kelompok yang lain (sering disebut kelompok kontrol. Strategi-strategi ini meliputi eksperimeh-eksperimen nyata. strategi-strategi kuantitatif sudah melibatkan eksperimen-eksperimen yang lebih kompleks dengan semua variabei dan treatment-nya (seperti rancangan faktorial dan rancangan repeated measure). Penelitian ini mencakup eksperimen-aktual dengan penugasan acak (random assignmenf) atas subjek-subjek yang di-treatment dalam kondisi-kondisi tertentu. yang biasanya menyertakan metode-metode kausalitas dan identifikasi kekuatan variabel-variabel ganda. Ialu menentukan bagaimana dua kelompok tersebut menentukan hasil akhir. penj.

peneliti mengesampingkan terlebih dahulu pengalaman-pengalaman pribadinya agar ia dapat memahami pengalaman-pengalaman partisipan yang ia teiiti (Nieswiadomy. Informasi ini kemudian diceritakan kembali oleh peneliti dalam kronologi naratif. sekaligus memperkenalkan bahwa pendekatan-pendekatan seperti penelitian partisipatoris (Kemmis & Wilkinson. 1999).2004). Kasus-kasus dibatasi oleh waktu dan aktivitas. .  Fenomenologi merupakan strategi penelitian di mana di dalamnya peneliti mengidentifikasi hakikat pengalaman manusia tentang suatu fenomena tertentu. 1998). dan pendekatan-pendekatan lain yang tidak disebutkan (lihat Creswell. 1990. aksi. dan data wawancara (creswell. peneliti harus menggabungkan dengan gaya naratif pandangan-pandangannya tentang kehidupan partisipan dengan pandangan-pandangannya tentang kehidupan peneliti sendiri (Clandinin & Connelly. Dalam Proses ini. proses. atau sekelompok individu. Rancangan ini mengharuskan peneliti untuk menjalani sejumlah tahap pengumpulan data dan penyaringan kategori-kategori atas informasi yang diperoleh (Charmaz. Rancangan ini memiliki dua karakteristik utama. Memahami pengalamanpengalaman hidup manusia menjadikan filsafat fenomenologi sebagai suatu metode penelitian yang prosedur-prosedurnya mengharuskan peneliti untuk mengkaji sejumlah subjek dengan terlibat secara langsung dan relatif lama di dalamnya untuk mengembangkan pola-pola dan relasi-relasi makna (Moustakas. 1995). 1994). data observasi. peristiwa. dan peneliti mengumpulkan informasi secara lengkap dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data berdasarkan waktu yang telah ditentukan (Stake. 2007b) juga dapat menjadi cara-cara yang memadai di dalam melakukan penelitian kualitatif:  Etnografi merupakan salah satu strategi penelitian kualitatif yang di dalamnya peneliti menyelidiki suatu kelompok kebudayaan di lingkungan yang alamiah dalam periode waktu yang cukup lama dalam dalam pengumpulan data utama. 2007b). saya sudah menyajikan ilustrasi-ilustrasi berdasarkan strategi-strategi di atas. Di akhir tahap penelitian. Strauss dan Corbin.Dalam buku ini. analisis wacana (Cheek.  Naratif merupakan strategi penelitian di mana di dalamnya peneliti menyelidiki kehidupan individu-individu dan meminta seorang atau sekolompok individu untuk menceritakan kehidupan mereka.1993).  Grounded theory nterupakan strategi penelitian yang di dalamnya peneliti "memproduksi" teori umum dan abstrak dari suatu proses. aktivitas. atau interaksi tertentu yang berasal dari pandangan-pandangan partisipan. yaitu: (1) perbandingan yang konstan antara data dan kategori-kategori yang muncul dan (2) pengambilan contoh secara teoretis (teoretical sampling) atas kelompok-kelompok yang berbeda untuk memaksimalkan kesamaan dan perbedaan informasi. 1998).  Studi kasus merupakan strategi penelitian dimana didalamnya peneliti menyeliki secara cermat suatu program. 2006.2000). Proses penelitiannya fleksibel dan biasanya berkembang sesuai kondisi dalam merespons kenyataan-kenyataan hidup yang dijumpai di lapangan (LeCompte & Schensul.

istilah-istilah untuk menyebut rancangan metode campuran pun sangat beragam. hasil-hasil dari satu metode dapat membantu metode yang lain. metode konvergensi. dan metode kombinasi (Creswell & Plano Clark. dalam mengadvokasi kelompok-kelompok marginal. Selain itu. Triangulasi sumber-sumber data (triangulasi of data resourcers) –suatu metode dalam mencari konvergensi antara metode kualitatif dan metode kuantitatif—pun muncul (Jick. seperti perempuan. para peneliti metode campuran pun akhirnya meyakini bahwa bias-bias yang muncul dalam satu metode dapat menetralisasi atau menghilangkan bias-bias dalam metode metode yang lain. 2003) .Strategi-Strategi Metode Campuran Strategi-strategi metode campuran sebenamya kurang populer dibanding dua strategi sebelumnya (kuantitatif dan kualitatif). banyak orang yang kemudian mencampur metode-metode sekaligus pendekatan-pendekatan yang berhubungan dengan metode-metode tersebut. data kualitatif dan kuantitatif dapat disatukan menjadi satu database besar yang bisa digunakan secara berdampingan untuk memperkuat satu sama lain (misalnya. 1979). Dengan menyadari bahwa setiap metode pasti memiliki kekurangan dan keterbatasan. Jika tidak. 1998). Secara khusus. Pada awal 1990-an. Misalnya. Hingga saat ini. Dimungkinkannya sejumlah metode dicampur "jadi satu" telah rnenuntun para pakar untuk mengembangkan prosedur-prosedur penelitian berdasarkan metode campuran. gagasan "pencampuran" (mixing) ini mulai beralih dari yang awalnya hanya berusaha mencari-cari konvergensi menuju usaha penggabungan yang sebenarnya antara data kuantitatif dan data kualitatif. 2007). ada tiga strategi metode campuran dan sejumlah variasinya yang akan diilustrasikan dalam buku ini:  Strategi metode campuran sekuensial/bertahap (sequential mixed methods) merupakan prosedur-prosedur di mana di dalamnya peneliti berusaha menggabungkan atau memperluas penemuan-penernuannya yang diperoleh dari satu metode dengan penemuan-penemuannya dari metode yang lain. Konsep untuk "mencampur metode-metode yang berbeda" ini pada hakikatnya muncul pada 1959 ketika Campbell dan Fisk menggunakan metode-jamak (multimethods) dalam meneliti kebenaran watak-watak psikologis. orang-orang difabel. kombinasi dua metode tersebut dapat diterapkan untuk mencapai tujuan-tujuan yang luas dan transformatif. Berawal dari inilah. misalnya. dan mereka yang miskin/lemah (Mertens' 2003). yang memiliki prosedur-prosedurnya masing-masing (Tashakkori & Teddlie. kuota kualitatif dapat mendukung hasi-hasil statistik)(Creswell & Plano Clark. utamanya dalam mengidentifikasi para partisipan yang diteliti atau pertanyaanpertanyaan yang diajukan (Thashakkori & Teddlie. 1973). komunitas gay dan lesbian. Strategi ini dapat dilakukan dengan melakukan interview kualitatif terlebih dahulu untuk mendapatkan penjelasan-penjelasan yang memadai. minoritas etnik/ras. 2007). misalnya. Mereka kemudian mendorong orang lain menggunakan matriks metode-jamak mereka untuk menguji kemungkinan digunakannya pendekatan-jamak (muttiple approaches) dalam pengumpulan data penelitian. seperti multi-metode. lalu diikuti . mereka menggabungkan metode observasi dan wawancara (data kualitatif) dengan metode survei tradisional (data kuantitatif) (Sieber. metode terintegrasi.

Seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 1. dan data audio-visual Analisis tekstual dan  . peneliti mengumpulkan dua jenis data tersebut pada satu waktu. penelitian ini dapat dimulai dari metode kuantitatif terlebih dahulu dengan menguji suatu teori atau konsep tertentu. jika metode kualitatif diterapkan untuk melaksanakan penelitian. Dalam strategi ini. Metode-Metode Penelitian Komponen ketiga dalam kerangka kerja penelitian adalah metode-metode penelitian spesifik yang berkaitan dengan strategi pengumpulan. kemudian diikuti dengan metode kualitatif dengan mengeksplorasi sejumlah kasus dan individu. misalnya berdasarkan level metode tersebut atas sifat objek penelitian. data sikap.3 Metode Kuantitafif. perspektif ini bisa digunakan peneliti sebagai metode pengumpulan data secara sekuensial ataupun konkuren. dan hasil-hasil atau perubahan-perubahan yang diharapkan. data observasi. Perspektif inilah yang akan menyediakan kerangka kerja untuk topik penelitian. dan fokus metode tersebut pada analisis data yang numerik atau non-numerik. Jika tidak. Strategi metode campuran konkuren/satu waktu (concurrent mixed metlnds) merupakan prosedur-prosedur di mana di dalamnya peneliti mempertemukan atau menyatukan data kuantitatif dan data kualitatif untuk memperoleh analisis kornprehensif atas masalah penelitian. metode kuantitatif dapat diterapkan untuk mengetahui hasil akhir). dan Metode Kualitatif Metode Kuantitatif  Metode Campuran  Metode Kualitatif    Bersifat Pre-determined (sudah ditentukan sebelumnya) Perianyaan-Pertanyaan Yang didasarkan Pada instrumen penelitian Data Performa. dan data sensus      Bersifat Pre-determined dan berkembang dinamis Pertanyaan-pertanyaan Terbuka dan pertanyaanpertanyaan tertutup Bentuk-bentuk data berganda Yang tebuka Pada Kemungkinan   Berkembang dinamis Pertanyaan-pertanyaan terbuka Data wawancara. Metodemetode ini akan dijelaskan lebih lanjut dalam Bab 8 hingga 10. peneliti perlu mempertimbangkan sejumlah metode pengumpulan data dan mengatumya secara sisternatis. data observasi. analisis. data dokumentasi. Jika tidak. dalam strategi ini peneliti dapat memasukkan satu jenis data yang lebih kecil ke dalam sekumpulan data yang lebih besar untuk menganalisis jenis-jenis pertanyaan yang berbeda-beda (misalnya.3. Bahkan. dan interpretasi data. fungsi metode tersebut saat peneliti menggunakan pertanyaan tertutup dan terbuka. kemudian menggabungkannya menjadi satu informasi dalam interpretasi hasil keseluruhan. Tabel 1. metode-metode untuk pengumpulan data.  denganmetode survei kuantitatif dengan sejumlah sampel untuk memperoleh hasil umum dari suatu populasi. Metode Campuran. Prosedur metode campuran transformatif (transformative mixed methods) merupakan prosedur-prosedur di mana di dalamnya peneliti menggunakan kacamata teoretis (lihat Bab 3) sebagai perspektif overaching yang di dalamnya terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif.

dianalisis. atau campuran. Akan tetapi. Atau. akan digambarkan bagaimana ketiga elemen ini (pandangan-dunia.  Analisis statistik Lnterpretasi statistik   kemungkinan lain Analisis statistik dan analisis tekstual Lintas-interpretasi database  gambar Lnterpretasi tema-tema. Atau. peneliti membuat inferensi/kesimpulan antara data kuantitatif dan data kualitatif. kualitatif. Tabel 1. Pemilihan metode ini pada akhirnya haruslah disesuaikan dengan maksud peneliti. pertanyaanpertanyaan tentang harga diri) atau mengumpulan informasi dengan bantuan checklist perilaku (seperti. Tabel ini juga menyertakan praktik-praktik dari tiga pendekatan yang akan dijelaskan secara lebih rinci dalambab-bab selanjutnya di buku ini. pengumpulan data juga bisa melibatkan peneliti untuk mengunjungi secara langsung tempat penelitian dan mengobservasi perilaku individu-individu di dalamnya tanpa ada pertanyaan yang disediakan sebelumnya atau melakukan wawan cara secara aktif atas individu-individu tersebut agar dapat mengungkapkan gagasannya tentang topik penelitian. pola-pola Peneliti mengumpulkan data dengan bantuan instrumen atau tes (seperti. atau data sensus dapat diikuti dengan wawancara mendalam. apakah peneliti ingin menafsirkan. observasi atas seorang pekerja yang terlibat dalam keterampilan yang kompleks). dalam kasus metode campuran. RANCANGAN PENELITIAN SEBAGAI PANDANGAN-DUNIA. strategi. Dalam sejumlah penelitian. data kuantitaiif dan kualitatif bisa saja dikumpulkan. apakah peneliti bermaksud untuk menggali informasi yang diinginkan atau membiarkannya muncul begitu saja dari para partisipan. DAN METODE Pandangan-dunia. STRATEGI. dan metode) berkombinasi dalam satu skenario penelitian: . Di sisi lain. hasil-hasil statistik atau mereka ingin menafsirkan kecenderungan-kecenderungan atau pola-pola umum yang muncul dari data penelitian. Data instrumen dapat dilengkapi dengan observasi-terbuka. tanpa harus menyediakan pertanyaan-pertariyaan yang spesifik. strategi. apakah peneliti ingin menganalisis jenis data berupa informasi numerik yang dikumpulkan dari instrumen penelitian atau informasi teks yang dikumpulkan dari rekaman hasil pembicaraan dengan partisipan. Berikut ini. semuanya turut menentukan apakah suatu rancangan penelitian akan cenderung kuantitatif.4 menyajikan perbedaanperbedaan yang mungkin berguna bagi para peneliti dalam memilih suatu pendekatan penelitian. dan ditafsirkan secara bersama-sama. dan metode.

eksprimen konkuren. analisis data kuantitatif dandata kualitatif  Menerapkan  Posisi-posisi dia  Menguji atau  Mengumpulkan praktik-praktik memverifikasi data kuantitatif penelitian ini teori atau dan data kualitatif Penjelasan  Mengumpulkan  Membuat makna dari para rasinalisasi atas  Mengidentifikasi partisipan variabel-variabel dicampurnya dua yang akan diteliti data  Fokus pada satu konsep atau  Menghubungkan  Menggabungkan fenomenon variabel-variabel data pada tahapdalam rumusan tahap penelitian  Membawa nilaimasalah dan yang berbeda nilai pribadi ke hipotesis dalam penelitian  Menyajikan penelitian gambaran visual  Meneliti konteks tentang prosedur Menggunakan atau setting standar-standar prosedur partisipan validitas dan  Menerapkan  Menvalidasi akurasi reliabilitas praktik-praktik penemuan Mengobservasi kuantitatif dan penemuan dan mengukur kualitatif  Menginterpretasi .4 Pendekatan-Pendekatan Kualitatif. dan penelitian ini etnografi. studi transformatif kasus. Kuantitatif. berkembang pendekatan yang pendekatandinamis predetermined  pendekatan yang (fleksibel/emerging (sudah ditentukan berkembang ). dan Metode Campuran Pendekatan Pendekatan Pendekatan Metode Kecenderungan Kualitatif Kuantitatif Campuran  Menggunakan  Klaim-klaim  Klaim-klaim  Klaim-klaim asumsi-asumsi Pengetahuan pengetahuan Postpengetahuan filosofis ini konstruktivis/advok positivis pragmatis asi/ Partisipatoris  Menerapkan  Fenomenologi. strategi-strategi grounded theory. data dinamis gambar berupa angka(emerging) dan angka sudah ditentukan sebelumnya (predetermined).  yang terbuka dan Pendekatan yang pendekatantertutup. dan naratif   Menerapkan  Pertanyaan Pertanyaan Pertanyaanmetode-metode ini Pertanyaan lerbuka.  Survei dan  Sekuensial. data tekstual dan sebelumnya). Pertanyaan pertanyaa pendekatanterbuka.Tabel 1.

Misalnya. strategi naratif. dan metode pre. Individuindividu ini kemudian diwawancarai untuk mengetahui bagaimana mereka secara pribadi mengalami penindasan dan marginalisasi. sedangkan informasiinformasi dianalisis dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik dan penguiian hipotesis. lalu mengumpulkan data-data untuk mendukung atau membantah hipotesis-hipotesis tersebut. baik sebelum maupun sesudah proses eksperimen. peneliti kuantitatif menguji suatu teori dengan cara memerinci hipotesis-hipotesis yang spesifik.  Penelitian kualitatif –pandangan-dunia partisipatoris.  Penelitian kualitatif –pandangan-dunia konstruktivis. dan metode wawancara terbuka Untuk penelitian yang satu ini. peneliti kuatitatif berusaha membangun makna tentang suatu fenomena berdasarkan pandangan-pandangan dari para partisipan.data  Membuat agenda perubahan atau reformasi  Berkolaborasi dengan partisipan informasi secara numerik (angkaangka)  Menerapkan pendekatanpendekatan yang bebas-bias  Menerapkan prosedur-prosedur statistik  Penelitian kuantitatif –pandangan-dunia post-positivis.danpost-test perilaku Dalam skenario ini. Strategi eksperimen diterapkan untuk menilai perilakuperilaku. Salah satu metode pengumpulan data untuk strategi semacam ini adalah dengan mengobservasi perilaku para partisipan dengan cara terlibat langsung dalarn aktivitas-aktivitas mereka. peneliti berusaha menyelidiki suatu isu yang berhubungan dengan marginalisasi individu-individu tertentu. lalu meneliti bagaimana komunitas tersebut mengembangkan pola-pola perilaku yang berbeda dalam satu waktu. Penelitian ini dapat dimulai dengan survei secara luas . strategi etnografis. cerita-cerita dikumpulkan dari individu-individu tersebut dengan menggunakan pendekatan naratif . dan metode observasi perilaku Dalam hal ini. Data-data dikumpulkan dengan bantuan instrumen khusus yang dirancang untuk rnenilai perilaku-perilaku. strategi/metode pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif secara sekuensial Peneliti dengan metode campuran ini melakukan suatu penelitian dengan asumsi bahwa mengumpulkan berbagai jenis data yang dianggap terbaik dapat memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang masalah yang diteliti. peneliti menerapkan strategi etnografis dengan berusaha mengidentifikasi suatu komunitas culture-sharing.  Penelitian metode campuran –pandangan-dunia pragmatis. strategi penelitian eksperimen. Untuk meneliti isu ini.

faktor-faktor apa saja yang dapat memengaruhi seseorang untuk lebih memilih satu pendekatan tertentu ketimbang pendekaian lain untuk proposal penelitiannya? Selain ketiga komponen di atas (pandangan-dunia. atau (c) pemahaman prediksi hasil. (b) fungsi keterlibatan. Alhasil. Masalah Penelitian Masalah penelitian. misalnya. keduanya pun harus digabung agar mampu memahami masalah yang tengah diteliti. pengalaman-pengalaman pribadi. Masalah-masalah sosial tertentu terkadang turut menentukan pendekatan penelitian yang digunakan. pengumpulan data kuantitatif yang tertutup dan data kualitatif yang terbuka. 1991). karena ada topik yang baru. atau ingin mengembangkan pandangan yang detail mengenai makna suatu fenomena atau konsep tertentu. dilakukan wawancara kualitatif secara terbuka agar dapat mengumpulkan pandangan-pandangan dari partisipan. masalah diskriminasi ras). peneliti bisa melakukan survei terlebih dahulu pada sejumlah besar individu. jika ada suatu konsep atau fenomena yang perlu dipahami –misalnya. Pendekatan metode campuran sangatlah berguna. kemudian menindaklanjuti dengan sejumlah partisipan saja untuk memperoleh pandangan mereka tentang topik penelitian. KRITERIA DALAM MEMILIH RANCANGAN PENELITIAN Pendekatan kualitatif. yang akan dijelaskan lebih rinci pada Bab 5. Dalam penelitian ini. Di sisi lain. Misalnya. masalah penelitian. seorang peneliti mungkin sjia ingin melakukan generalisasi terhadap penemuan-penemuannya atas populasi yang ada. dan topik baru ini tidak pernah dibahas dengan sampel atau sekelompok individu tertentu. Pendekatan ini juga layak diterapkan untuk menguji suatu teori atau pernyataan. dan target pembaca juga perlu dipertimbangkan oleh peneliti dalam memilih rancangan penelitian yang tepat. pada tahap selanjutnya. kemudian menguji variabel-variabel ini berdasarkan sampel individu yang luas. Jika tidak. dan metode). kuantitatif. haruslah masalah yang benar-benar perlu dibahas (seperti. jika masalah ini mengharuskan (a) identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hasil.agar dapat dilakukan generalisasi terhadap hasil penelitian dari populasi yang telah ditentukan. utamanya ketika pendekatan kuantitatif atau pendekatan kualitatif dirasa tidak memadai untuk memahami masalah yang diteliti. Pendekatan kualitatif bersifat eksploratif. strategi. . dan metode campuran memiliki kemungkinan yang sama untuk diterapkan. Jenis pendekatan ini juga bisa berguna. Lalu. dan berguna bagi peneliti-peneliti yang tidak mengetahui bagaimana menguji variabel-variabel. karena sedikitnya penelitian yang membahas fenomena/konsep tersebut—berarti pendekatan kualitatif dapat dipilih sebagai jalan terbaik. atau karena teori-teori yang ada selama ini belum diterapkan sebagai landasan untuk meneliti sampel atau sekelompok individu yang diteliti (Morse. benar-benar diperlukan. Kemudian. Dalam kondisi seperti inilah. pendekatan kuantitatif menjadi pilihan terbaik. Misalnya. peneliti tersebut terlebih dahulu harus mempelaiari variabel-variabel apa yang akan diteliti.

Penelitian semacam ini juga memungkinkan munculnya tulisan-tulisan yang lebih kreatif dan bergaya sastrawi: suatu gaya yang sebagian orang lebih menyukainya. Di sisi lain. kualitatif. dia memiliki waktu dan sumber yang memadai untuk mengumpulkan data-clata kuantitatif dan kualitatif. serta terbiasa membaca jumal-jurnal kuantitatif di perpustakaan. Apalagi. Untuk para penulis advokasi/partisipatoris. seseorang yang sudah nyaman menulis buku atau melakukan wawancara pribadi dan observasi. Sebagian orang mungkin saja lebih nyaman dengan prosedur-prosedur penelitian kuantitatif yang sangat sistematis ini. atau rekan-rekan satu bidang ilmu pengetahuan. Mahasiswa seharusnya mempertimbangkan pendekatan-pendekatan yang sudah biasa direstui dan digunakan oleh para pembimbing mereka. Artinya. bagi sebagian yang lain. hal ini justru kurang comfortable karena tidak dapat beradaptasi dengan keinginan sejumlah fakultas yang memang memiliki basis pendekatan kualitatif dan advokasi/partisipatoris dalam penelitian-penelitiannya. atau keinginan untuk menciptakan kelompok masyarakat yang lebih baik bagi mereka dan yang lainnya. misalnya. Bagi para peneliti dengan metode campuran. penelitian dengan metode campuran ini hanya sesuai bagi seorang peneliti yang merasa nyaman dengan struktur penelitian kualitatif yang cenderung rigid dan fleksibilitas penelitian kualitatif yang cenderung adaptif. Seseorang yang terbiasa dilatih dalam program-program teknik. serta memiliki outlet untuk menerapkan metode campuran yang jangkauannya cenderung luas. Namun. . Sejak penelitian kuantitatif menjadi gaya penelitian tradisional. ia cenderung akan memilih rancangan kuantitatif. dan komputer. atau metode campuran ini dapat membantu mahasiswa untuk menentukan pilihan mereka. penulisan saintifik. pembaca jumal. Pembaca-pernbaca ini bisa jadi editor jurnal. proyek ini bisa saja menyita banyak waktu karena mereka dituntut untuk mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif dan kualitatif sekaligus. statistik. peneliti menulis laporan penelitian yang benar-benar bisa diterima oleh para pembaca.Pengalaman-Pengalaman Pribadi Pengalaman pribadi juga turut memengaruhi para peneliti dalam memilih pendekatan yang akan mereka terapkan. Namun. Pembaca Pada akhirnya. seseorang yang terbiasa dengan penelitian kuantitatif dan kualitatif sangat mungkin akan memilih metode campuran. banyak prosedur. Pembaca yang telah berpengalaman dengan penelitian kuantitatif. mungkin akan lebih tergerak untuk menggunakan pendekatan kualitatif. peserta seminar. dan aturan yang dibuat untuk penelitian tersebut. tak dapat disangkal ada dorongan yang kuat untuk mengejar topik yang memang sesuai dengan minat pribadi –isu-isu yang berhubungan dengan orang-orang marginal. dewan perguruan tinggi. pendekatan-pendekatan kualitatif diyakini menyediakan ruang inovasi yang lebih besar bagi kerangka kerja penelitian. Biasanya.

Lalu. 2. "Notes on Pragmatism and scientific Realism. 3. Latihan Menulis 1.strategi-strategi penelitian. Gambar 1. (Agustus-September. strategi penelitian. atau metode campuran. buatlah satu proyek penelitian yang berbasis pada satu pandangan-dunia. keengganan utuk rnenceritakan kisah yang sebenarnya.1. dan dengan menggunakan pandangan-dunia. dan sekumpulan gagasan yang menyatakan bahwa ada dunia eksternal yang berada di luar pikiran kita. dan metode penelitian seperti yang tertera pada. pengalaman-pengalaman pribadi dari si peneliti. artikel itu juga menyertakan beragam referensi dari para penulis –mulai dari yang klasik hingga modern—yang berfokus pada pragmatisme sebagai prinsip filosofis. Kelebihan artikel ini terletak pada sumber kutipannya yang cukup memadai dari para penulis pragmatisme dan klarifikasinya tentang satu versi pragmatisme. 14. C. Apa yang membedakan penelitian kuantitatif dari pnelitian kualitatif? Jelaskan (minimal) tiga karakteristik pembedanya! BACAAN TAMBAHAN Cherryholmes. dan metode-metode penelitian. Cariiah rumusan masalah penelitian dalam sebuah artikel jurnal dan jelaskan rancangan apa yang terbaik untuk meneliti pertanyaan tersebut. kuantitatif. Cleo Cherryholmes menjelaskan pragmatisme sebagai suatu perspektif yang berbeda dengan realisme saintifik. Pilihan atas suatu rancangan penelitian biasanya dipengaruhi oleh masalah penelitian yang akan diteliti. tentukanlah apakah proyek tersebut akan didesain menjadi penelitian kuantitatif. strategi. berikut alasanalasannya. (hlm.RINGKASAN Dalam merencanakan suatu proyek penelitian." dalam Educational Researcher. dan metode yang telah Anda pilih. Rancangan ini dipilih berdasarkan pandangan-dniia atau asumsi-asumsi filosofis tentang suatu penelitian. dan target pembaca yang diharapkan akan membaca hasil penelitian tersebut. peneliti perlu menentukan apakah mereka akan menggunakan rancangan kualitatif. kualitatif. atau metode campuran. LATIHAN MENULIS . 13-17). Selain itu. Pikirkanlah satu topik yang ingin Anda teliti.H. 1992). Cherryholmes menegaskan bahwa pragmatisme digerakkan oleh konsekuensi-konsekuensi yang telah terduga.

teori kritis. Masing-masing paradigma disajikan secara ontologis (seperti. The Foundations of Social Research: Meaning and Perspective in the Research Process. interpretativisme. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches. 21-36).K. Yvonna Lincoln and Egon Guba menjelaskan prinsip-prinsip dasar dari lima paradigma penelitian ilmu sosial: positivisme/Post-positivisme.. Crotty lalu beralih menjelaskan enam perbedaan orientasi teoretis dalam penelitian-penelitian sosial. Michael Crotty menawarkan kerangka penting unttrk mengikat secara bersama isu-isu epistemologis. Penielasan ini memperluas kembali analisis yang sudah disajikan dalam edisi pertama dan kedua Handbook tersebut. Lawrence Neuman menulis buku ―pengantar‖ komprehensif tentang metode penelitian untuk ilmu-ilmu sosial.Crotty. New York: Routledge. Setelah menjelaskan lima pendekatan ini. (hlm. Singkatnya. and Emerging Confluences. Paradigma partisipatoris menjadi paradigma alternatif tambahan yang kehadirannya baru muncul pada edisi kedua buku ini.G. dan kelayakan atau kriteria mutu. & Lincoln." dalam N. Thousand Oaks. S. perspektif-perspektif teoretis. & Wilkinson. Guba. E.S. Crotty . dan metode-metode penelitian sosial." dalam B.). Kemmis. Kemmis. sosial. Action Research in Practice: Partnerships for social Justice in Education. Denzin & Y. dan kedua-duanya. "Participatory Action Research and The Study of Practice. Neuman. CA: Sage. bagaimana kita mengenali pengetahuan kita). The Sage Handbooko f Qualitative Research. Stephen Kemmis dan Mervyn Wilkinson menyajikan satu ringkasan apik tentang penelitian partisipatoris. lalu menjabarkan bagaimana penelitian ini dipraktikkan dalam ranah individu. metodologi.L. Yang secara khusus berguna bagi pemahaman kita tentang makna-makna metodologi terdapat pada Bab 4. seperti sifat pengetahuan bagaimana pengetahuan bertambah. konstruktivisme. dan positivisme. seperti post-modernisme. (1998). Weeks (ed. Thousand Oaks. feminisme. (1998). Lincoln. S. Boston: Allyn & Bacon.. dan partisipatoris.menghubungkan empat komponen ini dalam suatu proses penelitian. M. "Paradigmatic Controversies. dan metodologis (seperti. Contradictions. W. CA: Sage. M. Y. Atweh. epistemologis (seperti." Dalam bab ini. & P. substansi realitas). konstruktivisme. (2005). lalu ia menampilkan sebuah tabel berisi metode representatif pengambilan sampel (sampling) atas topik-topik yang ada dalam setiap komponen tersebut. (2000). (hlm.S. mereka menjelaskan enam keunggulan utama penelitian aksi partisipatoris (participatory action research). mereka kemudian membedakannya berdasarkan tujuh isu utama. berjudul "The Meanings of Methodology. proses penelitian). Nueman membedakan . 191-215). penelitian kritis.

C. khususnya ide-ide yang membuat aliran ini berbeda dengan aliran positivisme.. Phillips dan Nicholas Burbules merangkum gagasan-gagasan penting pemikiran postpositivisme. Lanham. Phillips.tiga metodologi –ilmu sosial positivis. apa saja yang turut membentuk penjelasan atau teori realitas sosial? epa kira-kira manfaat dari bukti atau informasi faktual?). N. ilmu ilmu sosial interpretif. & Burbules. "What is Postpositivism?" dan "Philosophical Commitments of Postpositivist Researchers.C. (2000). Melalui dua bab sekaligus. dan ilmu sosial kritis—berdasarkan delapan pertanyaan (misalnya.C. . dan bahwa kepastian kita sebelumnya akan suatu pengetahuan dapat terbantahkan dalam proses penelitian selanjutnya. D. Post positivism and Educational Research. MD: Rowrnan & Littlefield." mereka menjelaskan ide-ide utama dalam postpositivisme. Postpositivisme menegaskan bahwa pengetahuan manusia pada hakikatnya lebih bersifat spekulatif ketimbang normatif. D.

Ketika saya melakukan . TOPIK PENELITIAN Sebelum mempertirnbangkan pustaka/literatur apa yang akan ditinjau dalam proyek penelitian. atau metode campuran. Dalam hal ini. kuantitatif. pertama-tama identifikasilah dahulu satu topik yang akan diteliti. lalu pertimbangkan apakah topik tersebut bermanfaat secara praktis atau tidak. dan metode campuran. Bab ini masih tetap membahas hal-hal yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu oleh peneliti sebelum meluncurkan (proposal) penelitian. Saya terkejut ketika menjumpai banyak peneliti yang sering kali gagal merancang judul awal untuk proyek penelitian mereka. Pertama-tama." atau "tekanan psikologis. seorang peneliti juga perlu melakukan tinjauan pustaka terkait dengan topik penelitiannya. Selanjutnya. saya akan membahas bagaimana memilih dan menulis suatu topik yang menjadi fokus penelitian. 1992). Menurut saya. seperti "pengajaran sekolah. Tinjauan pustaka juga akan memberikan pengetahuan luas bagi peneliti dalam membatasi ruang lingkup penelitiannya." "kreativitas organisasi. Dalam hal ini. dan prinsip-prinsip penting dalam merancang tinjauan pustaka untuk penelitian kualitatif. Topik adalah subjek atau materi subjek penelitian. penting juga dipertimbangkan apakah topik tersebut dapat dan perlu diteliti. Tinjauan pustaka ini membantu peneliti untuk menentukan apakah topik tersebut layak diteliti ataukah tidak. Topik inilah yang nantinya akan menjadi gagasan utama yang harus dipelajari dan dieksplorasi oleh peneliti.Bab Dua Tinjauan Pustaka Selain memilih rancangan kuantitatif." Buatlah abstraksi tentang topik tersebut dalam beberapa paragraf. tujuan-tujuan utama dilakukannya tinjauan pustaka dalam penelltian. kualitatif. ada beberapa cara untuk memperoleh pemahaman mengenai topik penelitian (dengan asumsi bahwa topik ini harus dipilih sendiri oleh si peneliti dan bukan oleh pembimbing). saya akan menjabarkan langkah-langkah dalam melakukan tinjauan pustaka. Salah satunya adalah dengan menulis judul yang jelas dalam proposal penelitian. judul yang baik dan terencana akan menjadi jalan utama untuk masuk ke dalam penelitian—inilah gagasan nyata yang harus dimiliki peneliti agar tetap fokus pada proyek penelitiannya (lihat Glesne & Peshkin.

mudah dibaca dan dipahami. . buatlah kerangka jawaban atas pertanyaan tersebut sehingga orang lain mudah menangkap maksud/tujuan proyek penelitian anda.. dan pastikan bahwa judul tersebut sudah mencakup topik utama penelitian. serta petunjuk yang akan saya gunakan untuk menyampaikan gagasan penelitian saya kepada orang lain... Strategi lain untuk mengembangkan topik adalah menuliskannya dalam bentuk pertanyaan. Kesalahan ini mungkin saja disebabkan terlalu seringnya mereka membaca artikel-artikel ilmiah yang telah mengalami revisi berkali-kali sebelum diterbitkan.penelitian.‖ Pada tahap in. topik akan menuntun dan memberikan saya petunjuk atas apa yang harus saya teliti...‖ ―Sebuah Studi. proyek penelitian yang baik biasanya dilandasi dengan pemikiran-pemikiran yang jelas dan tidak rumit.‖ Jawabannya bisa jadi ―Penelitian saya akan membahas siswa-siswa nakal di SMA. Wilkinson (1991) pernah memberikan saran yang bagus dalam membuat judul: Buatlah sejelas mungkin dan hindari pernyataan-pernyataan yang berlebihan. Gunakan judul tunggal atau ganda. Saat para mahasiswa pertama kali memberikan prospektus penelitian mereka pada saya.. hilangkan kata sandang dan preposisi yang berlebihan.‖ atau ―Penelitian saya akan membahas bagaimana memfasilitasi mahasiswa menjadi peneliti yang kompeten. selain konseptualisasi dan rancangan keseluruhan artikel yang memang ditulis dalam bentuk yang lugas dan sederhana. Pertanyaan seperti apa yang harus dijawab dalam penelitian? Buatah pertanyaan.‖ dan seterusnya.. Jika artikel tersebut mudah dibaca dan dipahami. Contoh judul ganda bisa seperti "Etnografi: Memahami Persepsi Anak-anak tentang Perang.. dipastikan artikel ini ditulis dalam bahasa vang sederhana sehingga anda (pembaca) dapat dengan mudah memahaminya. seperti ―Suatu Pendekatan. Akan tetapi terlepas dari itu. cobalah membuat judul yang tidak lebih dari 12 kata. Bagaimana menulis judulyang baik? Coba lengkapi kalimat ini. ―Penelitian saya akan membahas. Hilangkan kata-kata yang tidak penting. seperti ―Ancaman apa yang paling membahayakan bagi penderita depresi?‖ ―Apa makna menjadi orang Arab dalam masyarakat Amerika saat ini?‖ ―Faktor-faktor apa saja yang membuat orang ingin berkunjung ke Midwest?‖ Ketika merancang pertanyaan-pertanyaan seperti di atas." Selain saran-saran Wilkinson di atas. Kesalahan umum para peneliti pemula adalah bahwa mereka sering kali membuat kerangka penelitiannya dengan bahasa yang rumit dan kompleks. saya sering meminta mereka agar terlebih dahulu merancang judul yang baik sebelum menulis penelitiannya.. Coba renungkan artikel yang anda baca baru-baru ini.

dan melakukan analisis statistik. atau membantu keadilan sosial. Para peneliti pemula mungkin saja sudah melangkah jauh dalam penelitian. Ada banyak faktor yang melatarbelakangi kemungkinan ini. Masalahnya. seperti merancang rumusan masalah. atau justru berusaha mentransformasi gagasan-gagasan para peneliti sebelumnya. seperti program komputer atau perangkat-perangkat lain.fokuslah anda pada topik inti dalam penelitian. Suatu topik dapat diteliti jika peneliti memiliki target partisipan yang bersedia membantunya dalam melakukan penelitian dan memiliki perangkat-perangkat yang memadai dalam mengumpulkan dan menganalisis data dalam jangka waktu yang ditentukan. Setidak-tidaknya. Akan tetapi bukan tidak mungkin mereka kurang didukung oleh pihak fakultas atau perencana seminar karena penelitian mereka tidak memberikan sesuatu yang baru. dan hipotesis penelitian). Pikirkan apakah pertanyaan tersebut akan terjawab dalam penelitian Anda ataukah tidak (lihat Bab 6 dan 7 tentang tujuan. untuk menentukan topik yang layak diteliti bukanlah pekerjaan yang mudah. pada hakikatnya juga berhubungan dengan apakah ada orang lain di luar lembaga peneliti yang akan tertarik pada topik . melengkapi data penelitian. hal terpenting yang harus dipertimbangkan adalah apakah topik tersebut hanya sekadar menambah pengetahuan yang sudah ada. ―Bagaimana proyek saya ini memiliki kontribusi pada literatur?‖ Pertimbangkan pula apakah proyek penelitian anda akan membahas suatu topik yang belum diteliti. Untuk mengatasi masalah itu. rumusan masalah. namun dengan partisipan-partisipan baru dan dalam situasi-situasi yang berbeda pula. Mengenai apakah topik itu memang perlu diteliti atau tidak. ataukah akan memperluas pembahasan literatur/penelitian sebelumnya dengan menyertakan elemen elemen baru. Tanyakan pada diri Anda. Langkah ini harus menjadi pertimbangan utama. atau justru berusaha menyuarakan kembali hak-hak kelompok atau individu yang terpinggirkan. atau sekadar menduplikasi penelitian-penelitian sebelumnya. ataukan akan menduplikasi penelitian-penelitian sebelumnya. peneliti juga perlu mempertimbangkan apakah topik tersebut memang perlu diteliti. langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memanfaatkan sebanyak mungkin waktu di perpustakaan untuk membaca berbagai literatur tentang topik yang akan diteliti (tentang strategi-strategi efektif memanfaatkan perpustakaan dan sumber-sumber pustaka dapat dibaca pada subbab selanjutnya). Pertimbangkan alasan-alasan utama mengapa topik penelitian tersebut benar-benar dapat dan perlu diteliti. Selain kemungkinan suatu topik yang dapat diteliti.

Tinjauan ini juga dapat menyediakan kerangka kerja dan tolok ukur untuk mempertegas pentingnya penelitian tersebut. dan menyebarkan hasil-hasil penelitian anda. Marshall & Rossman. Pertimbangkanlah waktu yang harus dihabiskan untuk merampungkan proyek anda.Tinjauan pustaka memiliki beberapa tujuan utama: menginformasikan kepada pembaca hasil-hasil penelitian lain yang berkaitan erat dengan penelitian yang dilakukan saat itu. 2006). dan mengisi celah-celah dalam penelitian-penelitian sebelumnya (Cooper. dan agen pendanaan. panitia serninar. Semua atau beberapa alasan ini bisa menjadi dasar bagi peneliti untuk menuliskan literatur-literatur yang relevan ke dalam penelitianya (lihat Miller. saya akan memilih opsi yang terakhir karena topik tersebut memiliki daya tarik yang lebih besar bagi pembaca umum. memperoleh kedudukan di masa depan. para pembimbing akadernik. Para peneliti seharusnya merenungkan betapa penelitian dan komitmen besarnya suatu saat akan mendukung cita-cita karier mereka. Sebelum membuat proposal atau melakukan penelitian. Jika ada pilihan antara topik yang berkaitan dengan kepentingan daerah dan topik yang berkaitan dengan kepentingan nasional. orang-orang yang kompeten dalam bidang tersebut. baik citacita ini berhubungan dengan dedikasi mereka untuk melakukan banyak penelitian. dan para pengurus fakultas. Editor jurnal. semuanya akan mengapresiasi penelitianpenelitian yang dapat menjangkau pembaca umum. TINJAUAN PUSTAKA Setelah mengidentifikasi satu topik yang dapat dan perlu diteliti barulah peneliti bisa melakukan tinjauan pustaka atas topik tersebut. pihak universitas.tersebut. 1991 untuk pembahasan lebih jelas mengenai tujuan-tujuan menggunakan literatur dalam penelitian). isu kelayakan ini—apakah suatu topik layak diteliti atau tidak—juga berhubungan dengan cita-cita peneliti itu sendiri. Mintalah respons-respons dari teman-teman. para peneliti sebaiknya mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan meminta orang lain memberikan respons kritis pada topik penelitiannya. Terkait hal ini. . atau menaikkan pangkat/jabatan. Pemanfaatan Pustaka/Literatur Persoalan lain yang juga penting dipertimbangkan dalam menulis tinjauan pustaka adalah bagaimana menggunakan pustaka/ literatur tersebut dalam proposal penelitian. seraya membandingkan hasil-hasilnya dengan penemuan-penemuan lain. 1984. menghubungkan penelitian dengan literatur-literatur yang ada. merevisinya. Akhirnya.

‖ yang mungkin saja membutuhkan 20 hingga 60 halaman lebih. Pendekatan lain dalam menulis tinjauan pustaka adalah dengan membuat ringkasan detail tentang topik penelitian dan referensi-referensi yang terkait dengan topik ini untuk nantinya dikembangkan kembali dalam bab khusus biasanya dalam bab dua. yang jelas hal ini akan sangat bergantung pada jenis penelitian yang hendak dilakukan. peneliti harus berusaha mendengarkan opini partisipan dan membangun pemahaman berdasarkan pada apa yang ia dengar. tinjauan pustaka bisa jadi ditulis secara terpisah. Dalam penelitian kualitatif. Tidak seperti dalam disertasi dan tesis. apakah kuantitatif. tinjauan pustaka dalam artikel jurnal pada umumnya ditulis secara rngkas. namun tetap berada dalam bagian pendahuluan. Hal ini berarti bahwa peneliti tidak boleh terlalu banyak menulis tentang topik atau populasi yang tengah diteliti. peneliti menggunakan literatur secara konsisten berdasarkan asumsi-asumsi yang berasal dari para partisipan. ―Tinjauan Pustaka. untuk penelitian . Namun. bagaimanapun tinjauan pustaka ini ditulis.ada banyak cara yang bisa diterapkan. Singkatnya. tinjauan pustaka juga jangan terlalu panjang—katakanlah maksimal 20 halaman—namun mampu menunjukkan kepada pembaca bahwa anda benarbenar memahami literatur-literatur yang berkaitan dengan topik penelitian. Untuk penelitian yang berorientasi teoretis. tinjauan pustaka sebaiknya disajikan secara jelas dan dapat meringkas berbagai literatur yang relevan dengan masalah penelitian. Akan tetapi untuk artikel penelitian kualitatif. Saya menyarankan anda agar meminta pendapat dari pembimbing atau pihak fakultas tentang keinginan mereka terkait dengan penyajian tinjauan pustaka ini. Penelitian kualitatif pada umumnya dilakukan dengan pertimbangkan bahwa penelitian tersebut haruslah eksploratif. Selain itu. kualitatif. literatur-literatur tentang konsep kebudayaan atau teori kritis diperkenalkan terlebih dahulu dalam laporan atau proposal sebagai kerangka kerja orientasi. tinjauan pustaka ini jangan sampai terlalu rumit dan komprehensif karena pihak fakultas sangat mungkin akan meminta perubahan-perubahan besar ketika proposal penelitian diajukan. namun. Menurut saya. atau justru disajikan secara intrinsik di sepanjang penelitian. Ini sudah menjadi pola umum untuk artikel-artikel penelitian kuantitatif dalam jurnal-jurnal ilmiah. Sebaliknya. Tinjauan itu biasanya disajikan dalam bagian khusus bertajuk "Bacaan Terkait" setelah Pendahuluan. seperti etnografi atau etnografi kritis. Namun demikian. atau metode campuran. penggunaan literatur dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan beragam cara. tidak memberi ruang bagi pandangan pribadi peneliti.

siapa saja yang telah menelitinya. Penempatan ini dimaksudkan untuk membandingkan dan membedakan hasilhasil atau kategori-kategori yang muncul dalam penelitian dengan hasil-hasil atau kategorikategori yang terdapat dalam literatur. Saya menawarkan tiga model penempatan. pustaka/literatur berfungsi untuk menjelaskan latar belakang "teoretis" atas masalah penelitian. Untuk pendekatan kualitatif yang didasarkan pada opini partisipan. ada beberapa model tinjauan pustaka yang bisa anda pertimbangkan. dan siapa saja yang telah menunjukkan upaya-upaya penelitian ke arah itu. Model ini banyak dijumpai dalam penelitian grounded theory. literatur-literatur jarang sekali digunakan untuk membangun tahap-tahap penelitian secara keseluruhan. Meski demikian. peneliti juga dapat menempatkan tinjauan pustaka di bagian terpisah. seperti yang tampak pada Tabel 2. dan advokasi atau emansipatoris.1. peneliti bisa saja memasukkan tinjauan pustaka dalam pendahuluan. Model kedua adalah dengan menempatkan tinjauan pustaka di bagian terpisah. dalam penelitian kualitatif yang berorientasi pada teori seperti etnografi.grounded theory. dan fenomenologi. dan saya merekomendasikan model ketiga ini karena penelitian grounded theory pada umumnya mengguakan literatur secara induktif. Model pertama. Model ketiga. tentu saja. seperti ―Bacaan/Literatur Terkait. Artinya. Model ini biasanya diterapkan dalam penelitian kuantitatif atau dalam jurnal-jurnal yang berorientasi kuantitatif. teori kritis.‖ di akhir penelitian. Peneliti dapat mencari model seperti ini di berbagai penelitian kualitatif yang menerapkan jenis strategi penelitian yang berbeda-beda. . Penyajian latar belakang teoretis ini. seperti siapa saja yang telah menulis mengenai masalah ini. studi kasus. dengan posisi ini. peneliti menyertakan bagian khusus. yang berarti tinjauan pustaka bisa anda letakkan dalam ketiga lokasi ini. sangat bergantung pada literaturliteratur atau penelitian-penelitian yang tersedia.

Pada akhir penelitian.1 Menggunakan Literatur dalam Peneitian Kualitatif Model Penggunaan Strategi Penelitian yang sesuai Harus ada beberapa literatur Model ini bisanya digunakan yang tersedia dalam peneitian-penelitian kualitatif. peneliti meninjau kembali literatur yang ada dan membuat perbandingan antara hasil penelitian dengan penemuan-penemuan yang terdapat dalam literatur. menyertakan sejumlah besar literatur utama di awal penelitian untuk memberikan arahan/petunjuk atas pertanyaan-pertanyaan dan hipotesis-hipotesis penelitian. Pendekatan ini cocok untuk penelitian kualitatif yang bersifat induktif. menggambarkan teori yang akan digunakan. Selain itu.‖ atau judul-judul yang sejenis. . literatur tidak membimbing dan mengarahkan penelitian. di sisi lain.Tabel 2. apa pun itu jenis strateginya Kriteria Pendekatan ini biasanya diterapkan dalam penelitianpenelitian yang menggunakan teori yang sudah kuat di awal penelitian. seperti etnografi dan kajian teori kritis Pendekatan ini dapat diterapkan di semua jenis rancangan kuaitatif. tinjauan pustaka dalam penelitian kuantitatif dapat ditulis untuk memperkenalkan suatu teori suatu penjelasan atas hubungan-hubungan yang diinginkan (lihat Bab 3). Dalam hal ini. peneliti kuantitatif menggunakan literatur secara deduktif sebagai kerangka kerja untuk merancang rumusan masalah dan hipotesis-hipotesis penelitian. Biasanya berjudu ―Bacaan/Literatur untuk membandingkan dan membedakan hasil penelitian dengan apa yang terdapat dalam literatur. tetapi lebih sering diterapkan dalam penelitian grounded theory dimana seseorang dapat membedakan dan membandingkan satu teori dengan teori-teori lain yang terdapat dalam literatur Tinjuan pustaka disajikan dalam pendahuluan untuk menjelaskan kerangka ―teoritis-kronologis‖ masalah peneitian Tinjauan pustaka disajikan Pendekatan ini lebih disukai dalam bagian terpisah dengan oeh pembaca-pembaca yanng judul ―Tinjauan Pustaka. dan menjelaskan mengapa teori tersebut penting untuk dikaji. Penelitian kuantitatif juga menggunakan literatur untuk mennperkenalkan masalah atau menggambarkan secara detail literatur-literatur sebelumnya dalam bagian khusus berjudul ―Literatur Terkait‖ atau "Tinjauan Pustaka.‖ sudah terbiasa dan nyaman dengan pendekatan pospositivis tradisional untuk tinjauan pustaka Tinjauan pustaka disajikan di akhir penelitian. tetapi menjadi pentunjuk dan pembanding atas pola-pola atau kategori-kategori yang diperkenalkan dalam penelitian Penelitian kuantitatif.

peneliti menerapkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif sebelumnya dalam menulis tinjauan pustaka.  Masih dalam penelitian kualitatif. Model ini biasanya banyak muncul dalam artikel-artikel jurnal. Saya merekomendasikan beberapa langkah dalam menulis atau menggunakan pustaka untuk penelitian kualitatif.  Dalam penelitian kualitatif. Jika penelitian dimulai dengan tahap kualitatif. bergantung pada jenis strategi yang digunakan. penggunaan literatur dalam proyek metode campuran sangat bergantung pada strategi dan bobot yang diberikan antara penelitian kualitatif atau kuantitatif. Dalam penelitian metode campuran. dan jadikan pembaca sebagai dasar keputusan untuk . pertimbangkan pula segmen tempat yang benar-benar sesuai untuk tinjauan pustaka. tinjauan pustaka tidak terlalu ditekankan. literatur disajikan pada setiap tahapan penelitian dengan tetap konsisten pada metode yang digunakan. Misalnya. Model ini sering digunakan dalam proposal disertasi dan dalam disertasi itu sendiri. Model terakhir yang disarankan Cooper adalah tinjuan pustaka yang bersifat metodologis: peneliti fokus pada metode-metode dan definisi-definisi. yang berarti si peneliti bisa menyajikannya secara detail di akhir penelitian jika pendekatannya berslfat induktif. peneliti boleh jadi memasukkan tinjauan pustaka di awal penelitian yang dapat membantunya membangun logika atas rumusan masalah dan hipotesis penelitian. dan kritik atas kekuatan dan kelemahan metodologis dalam penelitian-penelitian tersebut. Untuk strategi sekuensial. kecuali jika jenis rancangan yang diinginkan benarbenar membutuhkan orientasi atau petunjuk literatur yang detail di awal penelitian. Tmjauan semacam ini biasanya menyajikan ringkasan atas penelitian-penelitian sebelumnya. Jika peneliti menerapkan penelitian konkuren dengan bobot dan prioritas yang seimbang antara data kualitatif dan kuantitatif. kuantitatif dan metode campuran. Singkatnya. Model yang terakhir ini kini sudah jarang ditemukan dalarn tesis dan disertasi. peneliti bisa menyajikan literatur secara detail di setiap tahap kualitatif dan kuantitatif. yang di dalamnya penulis sering kali menjelaskan teori di bagian pendahuluan.Cooper (1984) menyarankan tinjauan pustaka yang bersifat integratif: peneliti menyimpulkan tema-tema umum yang terdapat dalam literatur. Model kedua yang direkomendasikan Cooper adalah tinjauan pustaka yang bersifat teoretis: peneliti fokus pada teori-teori dalam berbagai literatur yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. jika penelitian dimulai dengan tahap kuantitatif. gunakanlah literatur secara hemat di awal penelitian agar nantinya bisa terbentuk rancangan yang induktif.

atau metodologis.  Masih dalam proposal penelitian kuantitatif.  Jika tinjauan pustaka diletakkan dalam bagian terpisah. Teknik-Teknik Tinjauan Pustaka Apa pun jenis penelitiannya. meletakkan tinjauan pustaka di bagian terpisah atau meletakkan tinjauan pustaka di akhir penelitian untuk membandingkan dan membedakannya dengan hasil penelitian. Ada banyak cara dalam menggarap tinjauan pustaka. mengevaluasi. Di bawah ini adalah beberapa cara yang saya rekomendasikan untuk anda: . gunakanlah literatur untuk memperkenalkan penelitian. Langkah-Langkah melakukan Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka berarti menempatkan dan menyimpulkan kajian-kajian tentang suatu topik tertentu. gunakanlah literatur secara deduktif. pertimbangkan apakah tinjauan tersebut akan ditulis secara integratif.  Dalam penelitian kuantitatif. Praktik yang biasa diterapkan dalam penulisan disertasi pada umumnya adalah tinjauan pustaka secara integratif. Kajian-kajian tersebut sering kali berupa studi-studi penelitian (karena anda memang tengah menggarap suatu penelitian). dan sajikanlah literatur tersebut (tinjauan pustaka) dalam bagian terpisah untuk membandingkan hasil penelitian dengan konsep-konsep yang terdapat dalam literatur. ada beberapa proses yang harus dilalui dalam melakukan tinjauan pustaka.  Dalam penelitian metode campuran. teoretis. dan menyirnpulkan pustaka/literatur yang ada.pertimbangan ini. Ingatlah opsi-opsi berikut: meletakkan tinjauan pustaka diawal tulisan untuk membantu membangun kerangka masalah penelitian. tetapi kajian-kajian ini bisa juga meliputi artikelartikel atau pemikiran-pemikiran yang memberikan kerangka kerja dalam menjelaskan suatu topik. tetapi sebagian besar sarjana melakukannya dengan cara yang sistematis untuk menangkap. gunakanlah literatur dalam satu pola yang konsisten dengan jenis strategi yang dipilih dan sesuai dengan bobot yang diberikan pada pendekatan kualitatif atau kuantitatif. sebagai dasar untuk merancang rumusan masalah dan hipotesis penelitian.

.si yang memadai untuk tinjauan pustaka Anda 5. mulaiIah merancang peta literatur (yang akan dibahas lebih detail pada subbab khusus). Prioritaskan pencarian pada artikel-artikel jurnal dan buku-buku karena sumber-sumber seperti ini sangat mudah diperoieh. Dalam proses ini. Setelah kata kunci diperoleh. buatlah ringkasan dari beberapa artikel yang paling relevan. lalu salinlah/gandakanlah babbab atau artikel-artikel yang memang relevan dengan topik anda. Google Schoolar. kebanyakan perpustakaan saat ini sudah memiliki database terkomputerisasi. dan bahanbahan pustaka di perpustakaan universitas. Namun. cobalah untuk mencari database-database terkomputerisasi yang telah direview dan direkomendasikan oleh para peneliti ilmu sosial. Langkah ini utamanya pent. 2. 6. Peta inilah yang nantinya akan menggambarkan bagaimana penelitian Anda memberikan kontribusi pada literatur-literatur yang ada. dan sebagainya. Setelah mernbuat peta literatur. 3. Selain itu.ng ketika Anda ingin mencari materi-materi. Pertama-tama. seperti artikel-artikel atau buku~uku. Mulailah dengan mengidentifikasi beberapa kata kunci (keywords) penelitian. Ringkasan-ringkasan inilah yang nantinya akan dimasukkan ke dalam tinjauan pustaka anda. atau apakah Anda harus membelinya di toko buku. Database-database ini sudah bisa diakses secara online. referensi-referensi. dan saya menyarankan Anda fokus terlebih dahulu pada jurnal-jurnal dan buku-buku yang relevan dengan topik penelitian anda. bahkan beberapa di antaranya sudah tersedia dalam bentuk CD-ROM. seperti ERIC. Social Science Citation Index. pastikan apakah artikel ataubab tersebut akan cukup memberi kontribu. jurnal-jurnal dan buku-buku). PsycINFO.1. Peta literatur (literature map) merupakan sejenis gambar visual yang menampilkan pengelompokan literatur berdasarkan topik penelitian. Bacalah sepintas sekumpulan artikel atau bab-bab dalam buku. atau apakah anda perlu meminta bantuan dari pustakawan untuk mengirimkannya. Sociofile. Kata kunci ini bisa saja Anda peroleh ketika Anda tengah mengidentifikasi topik penelitian atau bisa jadi berasal dari hasil pembacaan beberapa buku. selanjutnya kunjungi perpustakaan dan mulailah-mencari katalog untuk materi-materi referensi (seperti. 4. Ketika Anda mengidentifikasi beberapa literatur. Pastikan apakah artikel-artikel danbuku-buku tersebut tersedia diperpustakaan akademik anda. yang berhubungan dengan topik penelitian anda. cobalah menemukan sedikitnya 50 laporan penelitian. ProQuest.

Setelah rnembuat ringkasan dari beberapa literatur yang anda peroleh. Deskriptor . 7. sintesis penelitian.erx. 2001) agar anda memiliki referensi yang lengkap untuk digunakan di akhir proposal penelitian.gov. database terkomputerisasi memberikan akses yang cepat dan mudah. ERIC memungkinkan user mengakses sekitar 1.ed. Di akhir tinjauan pustaka. namun database-database ini sudah populer dan menjadi sumber utama yang seriing kali digunakan oleh para peneliti profesional untuk mencari artikel-artikel jurnal dan dokurnen-dokumen lain yang diar. kini saatnya membuat tinjauan pustaka. makalah seminar. makalah seminar. laporan teknis. Perpustakaan akademik di sebagian besar Universitas pada urnumnya juga sudah memiliki database komersial ataupun database-database domain publik. Beberapa database yang akan saya sajikan dalam buku ini memang sedikit. dan materi-materi lain tentang berbagai topik yang berbeda-beda. Database yang disponsori oleh Institute of Educational Sciences (IES) Departemen Pendidikan AS ini dapat Anda kunjungi di http://www. Jika Anda berminat menggunakan ERIC.ggap penting. dan materimateri lain yang berhubungan dengan pendidikan. ERIC (Educational Resources Information center) merupakan perpustakaan digital Qnline gratis yang berisi berbagai penelitian dan informasi yang berhubungan dengan pendidikan. dengan menyusunnya secara tematis atau berdasarkan konsep-konsep penting. ERIC mengindeks lebih dari 600 jurnal. lalu jelaskan mengapa penelitian anda benar-benar memiliki kebaruan tersendiri dibandingkan literatur-literatur yang sudah ada. Koleksinya meliputi artikel ilmiah. dan link-link untuk berbagai materi yang full-text. buku. database terkomputerisasi sudah banyak tersedia di berbagai perpustakaan dan menyediakan akses pada ribuan jurnal. idenditikasilah deskriptor-deskriptor yang berhubungan dengan topik anda. undang-undang.2 juta item yang telah terindeks sejak 1966. Database Terkomputerisasi Dalam proses pengumpulan bahan/materi yang relevan. Saat ini. seperti petunjuk American Psychological Association (APA) (APA.Masukkanlah referensi-referensi relevan dalam tinjauan pustaka dengan menggunakan petunjuk penulisan yang sesuai. utarakan pandangan umum anda tentang tema keseluruhan yang anda peroleh dari literatur-literatur yang ada.

yang memiliki lebih dari 17 juta kutipan dari MEDLINE. Anda bisa mencari deskriptor ini melalui Thesaurus of ERIC Descriptors (Educational Resources Information. abstraksi. dan artikel-artikel dari penerbit akademik. Database ini memungkinkan anda mencari materi-materi dari berbagai sumber dan disiplin pengetahuan. buku. dan organisasi-organisasi intelektual yang lain. sejenis thesaurus kosakata yang dikontrol oleh Perpustakaan Nasional Kesehatan AS. Anda juga bisa memperoleh abstraksi materi ilmu-ilmu kesehatan mealui database PubMed gratis. lihatlah dengan cermat deskriptor-deskriptor yang digunakan dalam artkel dan dokumen tersebut.com). 1975) atau melalui thesaurus online lain. kelompok profesional. Dengan MeSH. dan sumber-sumber untuk membeli full-fext artikel tersebut. Untuk memperoleh hasil maksimal dari program ERIC. seperti makalah peer-reviewed. dan jurnaljurnal life science yang menerbitkan artikel-artikel biomedis sejak 1950-an (www. lalu lakukan pencarian lain dengan menggunakan islah-istilah yang baru anda temukan ini. tesis. Kemudian.ncbi. Artikel-artikel yang terdaftar dalam Google Schoolar pada umumnya dilengkapi dengan link-link yang terhubung dengan abstraksi. Perpustakaan-perpustakaan akademik saat ini juga sudah memiliki situs-situs berlisensi untuk database-database komersial tertentu. universitas. PubMed juga memiliki link-link yang terhubung dengan artikel-artikel full-text (yang terdapat di perpustakaan-perpustakaan akademik) dan sumber-sumber lain yang relevan. website-website relevan. Database gratis lain adalah Google Scholar. anda bisa memperoleh referensi-referensi yang sesuai dengan topik yang Anda cari. Database ini merupakan layanan Perpustakaan Nasional Kesehatan AS. Salah satu situs yang biasanya dimiliki adalah ProQuest (http://proquest.gov). anda sebaiknya menggunakan MeSH (Medical Subject Hendings). Untuk mendapatkan hasil pencarian yang maksimal dari PubMed. yang memungkinkan peneliti mencari berbagai database yang . saya merekomendaskan agar anda mencari artikel-artikel ilmiah dan dokumen-dokumen terkini yang berhubungan dengan topik ~^r^lda.nlm. untuk mengindeks artikel-artikel di MEDLINE/PubMed.merupakan istilah yang digunakan oleh indexer dalam mengategorisasi artikel atau dokumendokumen lain.nih. Tips ini akan memaksimalkan kemungkinan diperolehnya beberapa artikel yang layak untuk tinjauan pustaka. artikel-artikel relevan. Center. Selain Google Schoolar. versi artikel elektronik yang berafiliasi dengan perpustakaan tertentu.

csa. fisiologi. Database komersial lain yang berlisensi yang sudah banyak dimiliki oleh berbagai perpustakaan akademik adalah Sociological Abstracts (Cambridge Scientific Abstracts. Web of Knowledge. psikiater. Database ini mengindeks sekitar 1. Untuk literatur dalam bidang psikologi dan bidang-bidang yang terkait. anda bisa membuat daftar referensi secara kronologis yang mendokumentasikan evolusi historis dari suatu gagasan atau penelitian tertentu. tentu saja situs ini bisa menjadi salah satu perangkat pencarian yang dapat anda gunakan sebelum memanfaatkan database-database yang lain. Health and Medical Complete. Situs ini. Database ini terutama berguna ketika anda ingin mencari satu penelitian kunci yang dijadikan awal mula rujukan oleh penelitian-penelitian lain. merupakan salah satu tempat penyimpanan konten onine terbesar di dunia. anda bisa mengakses database komersial psikologi. Karena memasukkan berbagai database yang berbeda-beda. Dissertation Abstracts.apa. antropologi. hanya dengan mengakses situs ini. Misalnya. Database ini dapat digunakan untuk mencari artikel-artikel dan pengarang-pengarang yang telah melakukan penelitian mengenai topik tertentu. Database ini mencakup bidang psikologi serta aspek-aspek psikologis dari disiplin-disiplin yang relevan. pendidikan. seperti kedokteran. bisnis.150 judul jurnal. dan disiplin-disiplin lain yang relevan. Periodicals Index. konon. dan berbagai database spesifik lain (seperti International Index to Black Periodicals). kajian sosial. dan buku-buku terpilih dalam sosiologi. PsycInfo. http://www. Database ini mengindeks lebih dari 2000 jurnal. Thomson Scientific [http://isiwebofknowledge.com]). sosiologi. ada beberapa tips yang saya rekomendasikan jika Anda ingin memanfaatkan database terkomputerisasi ini: . dan hukum.com). Daftar kronologis tersebut bisa jadi sangat membantu dalam melacak perkembangan gagasan-gagasan tentang topik tinjauan pustaka Anda. Database ini memilild Thesaurus of Psychological Index Terms yang dapat dirnanfaatkan untuk mencari istiaah-istiaah penting dalam literatur psikologi. Dengan demikian. makalah seminar.berbeda-beda. keperawatan. Ringkasnya. Database komersial terakhir yang banyak tersedia di perpustakaan adalah Social Sciences Citation Index (SSCI. buku.org). Database ini mengindeks 2. disertasi dari berbagai negara. disertasi resensi buku. farmasologi.700 jurnal yang meliputi 50 disiplin dan juga mengindeks item-item relevan dari lebih 3300 jurnal sains dan teknik. PsyclNFO (http:// www. anda bisa mencari ERIC. linguistik.

atau informasi tentang gandaan full-text dari artikel-artikel yang anda inginkan (baik di perpustakaan atau di toko buku) agar anda bisa menghemat lebih banyak waktu untuk mencari gandaan artikel-artikel lni. Anda mencari ringkasan-ringkasan literatur yang terkait dengan topik Anda di beberapa ensiklopedia (misalnya. Misalnya. Baik ERIC maupun PsycINFO sama-sama memandang pendidikan dan psikologi sebagai istilah umum yang bisa diteliti dengan berbagai topik yang berbeda  Gunakanlah panduan istilah-istilah untuk mencari artikel yang anda inginkan. atau anda bisa mencarinya dalam artikel-artikel jurnal atau abstraksi-abstraksi ilmiah (rnisalnya. namun belum tahu bagaimana harus melakukannya. cobalah memulainya dengan mempelajari sintesis-sintesis umum dari literatur yang ada. Jika Anda ingin meneliti topik tertentu.  Gunakanlah database-database yang menyediakan akses. lalu lihatlah istilah-istilah penting yang digunakan dalam artikel tersebut. atau anda menggunakan PsycINFO meskipun anda merasa topik anda tidak terlalu berkaitan dengan psikologi.  Carilah satu artikel yang sangat berkaitan dengan topik anda. 1950). khususnya jurnal-jurnal yang menampilkan laporan . misalnya Anda harus tetap menggunakan database ERIC meskipun topik penelitian anda tidak terlalu berhubungan dengan pendidikan. Selanjutnya. beralihlah pada artikel-artikel ilmiah yang diterbitkan oleh jurnal-jurnal nasional/internasional kenamaan.  Carilah beberapa database yang berbeda. kemudian gunakan istilah-istilah itu untuk men-search literatur lain yang relevan.  Prioritas dalam Memilih Literatur Saya sangat merekomendasikan agar Anda membuat satu prioritas ketika mencari literatur. Gunakanlah database literatur online gratis serta database-database gratis lain yang tersedia di perpustakaan akadernik anda. 1988). seperti thesaurus --jika tersedia. Aikin. dalam Annual Review of Psychology. 1992. 2. link. Jenis-jenis literatur apa saja yang ingin Anda masukkan dalam tinjauan pustaka? Pertimbangkan beberapa hal berikut ini: 1. Keeves.

5. Lanjutkan usaha Anda di atas dengan melacak makalah-makalah seminar terkini. ada yang membutuhkan. Microfilm Library. cobalah Anda menjawab rumusan masalah dan hipotesis tersebut. atau buku-buku yang berisi bab-bab yang ditulis oleh pengarang yang berbeda-beda. l938). Kemudian. Dari sini. Setelah artikel. Dari database inilah Anda bisa menghubungi para penyaji yang telah menulis makalah yang relevan dengan topik Anda. begitu seterusnya. Mencari dalam Dissertation Abstracts mungkin saja menghasilkan satu atau dua disertasi yang relevan. lalu dapatkan makalah-makalah yang disampaikan oleh penyaji. Anda bisa melihat apakah ada dewan editorialnya dan apakah artikel-artikel di dalamnya ditulis oleh individu-individu dari berbagai belahan dunia. Anda bisa mencari buku-buku yang berkaitan dengan topik Anda. 3. periksalah entri-entri dalam Dissertation Abstracts (University Microfilms. Mulailah dengan isu-isu terkini dalam jurnaljurnal tersebut dan carilah artikel-artikel penelitian yang terkait dengan topik Anda. Anda bisa mencarinya melalui database. . dan Anda bisa meminta gandaan disertasi ini melalui pustakawan atau University of Michigar. Jika memungkinkan. Di halaman-halaman pertama jurnal ini. lalu tanyakan apakah mereka mengetahui penelitian-penelitian yang berhubungan dengan topik Anda. Tanyakan juga apakah mereka memiliki sebuah instrumen yang mungkinbisa digunakan atau dimodifikasi untuk penelitian anda. Jika tidak. Para penulis di jurnal-jurnal seperti ini biasanya mengekspos rurnusan masalah atau hipotesis penelitian mereka. Akan tetapi Anda perlu berhati-hati karena setiap disertasi memiliki kualitas yang berbeda-beda. 4. Mulailah dengan naskah-naskah penelitian yang merujuk pada berbagai literatur penting. dan Anda perlu selektif dalam memilih disertasi-disertasi tersebut untuk disertakan dalam tinjauan pustaka.penelitian. dan ada pula yang meminta para penyaji untuk mencantumkan makalahnya dalam database-database terkomputensasi. dan biasanya jurnal-jurnal tersebut diterbitkan oleh dewan editorial dan para penulis profesional dari belahan Amerika Serikat dan dunia. Ada beberapa jurnal yang bisa Anda pelajari dalam bidang Anda. Kirimlah email atau teleponlah mereka. Sebagian besar seminar. pertimbangkan beberapa buku yang berhubungan dengan satu topik yang ditulis oleh seorang pengarang atau sekelompok pengarang. Tindaklanjuti referensi referensi di akhir artikel untuk memperoleh sumbersumber lain yang mendukung. Hadirilah seminar-seminar nasional.

atau dalam makalah presentasi dan artikel ilmiah. di sisi lain. Anda terlebih dahulu harus mencari tahu apakah jurnal-jurnal tersebut benar-benar memiliki dewan editor profesional dan menetapkan standar-standar untuk menerima naskah-naskah yang masuk. berhati-hatilah dalam memilih artikel-artikel ilmiah di website kecuali jika artikel-artikel tersebut berasal dari salah satu artikel ilmiah yang diterbitkan oleh jurnaljumal tertentu. Jurnal-jurnal online. yakni menyajikan literatur dengan teknik . Meski demikian. Peta ini biasanya disajikan dalam bentuk gambar dan bisa disusun dengan berbagai cara. Saya meletakkan artikel-artikel jurnal di urutan teratas karena artikel-artikel semacam ini sangat mudah dicari dan digandakan. peneliti juga perlu menyusun literatur tersebut sedemikian rupa untuk disajikan dalam tinjauan pustaka. atau hanya menampilkan gagasan-gagasan yang kurang bermutu. apalagi pada umumnya disertasi merupakan materi yang sangat sulit dipahami. Pendekatan penting dalam menyusun literatur ini adalah dengan membuat literature map (peta literatur). Peta Literatur Penelitian Selain mencari literatur. ataukah tidak. atau justru memperluas penelitian yang sudah ada sebelumnya. menduplikasi. Disertasi diletakkan dalam daftar prioritas yang lebih rendah karena disertasi pada umumnya memiliki kualitas yang berbeda-beda dan karenanya sangat sulit dicari. pelajarilah terlebih dahulu artikel-artikel ini dengan hati-hati agar Anda memperoleh artikel yang benar-benar berkualitas. Kemudahan mengakses dan kemampuannya untuk memposting beragam artikel membuatnya lebih atraktif. penyusunan ini memungkinkan pembaca untuk memahami apakah penelitian yang diajukan hanya sekadar menambah. Artikel tersebut juga tak jarang merepresentasikan suatu penelitian tentang topik tertentu. yang layak dimasukkan ke dalam tinjauan pustaka Anda. sering kali juga menyertakan artikel-artikel yang telah diperiksa secara cermat oleh dewan editor. Salah satunya adalah disusun secara hierarkis. Perhatikan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. apakah artikel-artikel ini memang mencerminkan sejenis penelitian yang rigid.6. dan ternyata sangat membantu para mahasiswa ketika mereka menyusun tinjauan pustaka untuk dipresentasikan di hadapan dewan penguji. berkualitas. dan sistematis. Website juga menyediakan bahan-bahan yang berguna untuk tinjauan pustaka. Namun. Peta literatur merupakan ringkasan visual dari penelitian-penelitian yang sudah dilakukan orang lain. Selain itu. Pendekatan ini merupakan gagasan yang saya peroleh beberapa tahun lalu.

Saya pernah melihat contoh-contoh dari ketiga struktur ini. Struktur lain bisa saja dibuat menyerupai flowchart. di mana pembaca melihat tinjauan pustaka disusun layaknya suatu hamparan (unfolding) yang membentang dari kiri-kekanan. . Model ketiga bisa berbentuk lingkaran-lingkaran di mana setiap lingkaran mencerminkan satu literatur dan titik potong lingkaran-lingkaran yang mengindikasikan penelitian selanjutnya. dan semuanya ternyata efektif. dengan sisi-kanan paling akhir diisi oleh penelitian yang diajukan.top-down. yang pada bagian paling bawah diisi oleh peneilitian yang diajukan.

1991) Dukungan Organisasi (Moorman. 1998. 1990) Kemimpinan (Wiensenfeld. 1994) Pengetahuan (Schappe. 1998) Divestasi (Gopinath dan Becker. Kanfer. dan Early. 1994) Penjelasan-penjelasan Iklim (Nauman dan Bennett.Keadian Prosedural dalam Organisasi* Terbentuknya Persepsi tentang Keadian Efek-efek Keadilan Keadian dalam Perubahan Organisasi* Motif-motif (Tyler. dan Brown. 2000) Struktur-struktur Organisasi (Schminke. dan Cropanzona. 2000) Kepercayaan (Konovsky dan Pugh. 1992. dan Thibalt. dan Niehoff. 1994) Yang perlu diteliti (Keadilan dan Kultur Prosedural Gambar 2. Hunton. Ambrose. Blakely. 1995) Pendapat/Suara (Bies dan Shapiro. Tepper. May. Goldman. 1996) Outcome-outcome (Masterson. Kickul. dan Price. Hall. Brockner. 2000) Sejarah (Lawson dan Angle. dan Taylor. 2000) Pengambilan Keputusan strategis (Kim dan Mauborgne. 2000) Kredit Macet (Shaubroeck. 1998) Relokasi (Daily. 1998. Lind. 2011. Lewis. 2000) Perilaku-perilaku Kewarganegaraan Organisasi Moorman.1 Contoh Peta Pustaka *Kekhawatiran-kekhawatiran para pekerja terhadap keadilan dalam keputusan-keputusan manajerial SUMBER: Janovec (1002) Dicetak atas izin resmi . 19980 Treatment yang Tidak Adil (dailey dan Kirk.

Gambar 2. lalu ia menggambar garis-garis untuk literatur-literatur sebelumnya. Setelah menyusun literatur-literatur dalam bentuk diagram hierarkis. Setiap topik umum menuntun subtopik-subtopik tertentu yang dilanjutkan dengan subtopik-subtopik berikutnya. Janovec kemudian menyajikan cabang-cabang lanjutan dari setiap kotak untuk menunjukkan keluasan penelitiannya. dan metode campuran di dalarnnya . Peta Janovec ini menggambarkan model hierarkis. peneliti sebaiknya membangun gambaran visual atas penelitian-penelitian atau literatur-literatur yang sudah ada sebelumnya. Saya merekomendasikan Anda untuk menggunakan referensi-referensi yang terbit baru-baru ini dan secara tepat menuliskan referensi-referensi tersebut. seperti gaya APA.  Kembali lagi ke peta literatur Janovec. dan Keadilan demi Perubahan Organisasi). dengan prinsip-prinsip rancangan peta yang sangat baik. Untuk peta seperti ini.  Dalam setiap kotak itu pula disertakan referensi-referensi relevan lain yang terkait. Dia menempatkan topik penelitiannya di kotak hierarki paling atas.Intinya. ada pula label-label yang menggambarkan sifat dari penelitian yang terdapat di dalamnya.  Perhatikan pula tingkatan-tingkatan dalam peta literatur ini. Namun.  Anda bisa saja membuat peta literatur yang jauh lebih luas ketimbang peta literatur di atas.1 rnerupakan contoh peta literatur yang mengilustrasikan literatur-literatur yang berkaitan dengan keadilan prosedural dalam studi-studi organisasi (Janovec. dalam setiap kotak. perluasan ini tentu saja bergantung pada jumlah literatur yang tersedia dan kedalaman eksplorasi dari setiap literatur tersebut. peneliti bisa saja menempatkan lebih sedikit atau banyak dari sekadar empat kategori. Susunan Persepsi Keadilan. begitu seterusnya. berdasarkan gaya tertentu. EfekEfek Keadilan. Dia membuat kotak Need to Study (Yang Perlu Diteliti) di bagian peta paling bawah yang menunjukkan penelitian yang ia ajukan. cobalah memasukkan penelitian-penelitian kuantitatif. dia mencari penelitian-penelitian lain di database terkomputerisasi. yaitu Procedural Justice and Culture (Keadilan dan Kultur Prosedural). kualitatif. 2001). lalu menyusunnya ke dalam tiga subtopik umum (misalnya. Selanjutnya.  Dalam setiap kotak. bergantung pada ketersedian penelitian-penelitian lain sebelumnya.  Khusus untuk peta literatur Anda. Semua ini disusun untuk membuktikan bahwa proyek penelitian Janovec dapat memperluas literatur-literatur tersebut.

Biasanya. Abstraksi menjadi informasi penting manakala peneliti ingin meninjau puluhan atau bahkan ratusan literatur.  Menyatakan secara singkat informasi tentang sampel. sedangkan hasil penelitian sering kali disampaikan di akhir karya tulis (biasanya dalam penutup/kesimpulan). seperti disertasi atau tesis.  Menyatakan tujuan atau fokus utama penelitian. Perhatikan contoh berikut : . Dalam jurnal ilmiah. Untuk membuat abstraksi.Mengabstraksikan Literatur Ketika peneliti menulis tinjauan pustaka untuk penelitiannya. Abstraksi ini harus mewakili isi dari setiap literatur. ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. dalam penelitian-penelitian akademik.  Membahas hasil-hasil inti yang berhubungan dengan penelitian yang diajukan. Hal yang sama juga dilakukan jika penelitiannya berbentuk buku. 1984). abstraksi pada umumnya ditulis di bagian awal penelitian. Informasi tentang sampel. carilah pernyataan-pernyataan si penulis yang menunjukkan jawaban singkat atas rumusan masalah dan hipotesis penelitian yang diajukan sebelumnya. lalu membuat abstraksi atas literatur-literatur tersebut. tetapi juga bisa ditulis dalam bagian tinjauan pustaka. tunjukkan kekurangan teknis dari metodologis dalam literatur/ penelitian tersebut. peneliti perlu mempertimbangkan materi apa yang akan diringkas dari literatur yang ada.). abstraksi tidak hanya ditulis di bagian awal penelitian. dia perlu mencari literatur-literatur. carilah di pertengahan (biasanya dalam bagian metode/ prosedur penelitian). populasi atau data penelitian. Jika penelitian tersebut berbentuk karya tulis ilmiah. Abstraksi merupakan tinjauan singkat atas literatur (biasanya dalam bentuk paragraf pendek) yang meringkas elemen-elemen utama agar pembaca dapat memahami keunggulan-keunggulan dasar dari setiap literatur. Khusus di bagian akhir ini. Namun. abstraksi yang baik mencakup beberapa poin berikut:  Menyatakan masalah yang tengah dibahas. populasi atau data. yang biasanya ditujukan untuk mendeskripsikan materi literatur-literatur atau penelitian-penelitian sebelumnya yang terkait dengan topik penelitian yang diajukan (penj. Dalam jurnal-jurnal ilmiah.  Jika tinjauan pustakanya bersifat metodologis (Cooper. carilah masalah dan tujuan penelitiannya (biasanya terdapat dalam pendahuluan). Untuk mengabstraksikan penelitian-penelitian relevan lain yang sudah dilakukan sebelumnya. kita dapat melihat ada banyak contoh abstraksi ini. utamanya yang terkait dengan topik penelitian.

tipologi. dan Henry (1979) menguji mode Biglan.1 Tinjauan Pustaka dalam Penelitian Kuantitatif Berikut ini. sangat mirip dengan paragraf yang muncul dalam tinjauan pustaka yang biasanya terdapat dalam disertasi atau artikel jurnal. & Henry. Delapan ketua jurusan yang bertugas di empat perguruan tinggi dan satu universitas negeri Midwestern menjadi partisipan dalam penelitian ini. . kami menulis abstraksi penelitian berdasarkan referensi in-text dengan format APA (2001).Contoh 2.  Jika jenis tinjauan pustakanya bersifat metodologis. opini. ringkasan satu paragraf atas komponen-komponen utama dalam peneitian kuantitatif (Creswel. 1979). Seagren. Berikut ini. bagaimana mengabstraksilcan esai. salah satu contoh abstraksi yang mengilustrasikan karakteristikkarakteristik di atas.‖ dan ―kehidupan atau nono-kehidupan. Pada contoh di atas.  Nyatakan kesimpulan utama yang berhubungan dengan tema itu. logika. saya telah memiih komponen-komponen kunci untuk diabstraksikan.‖ sebagai prediktor atas kebutuhn pengembangan profesional seorang pemimpin. padahal tulisan tulisan seperti ini tidak termasuk dalam studi penelitian? Untuk tulisan-tulisan yang berbasis penelitian non-empiris seperti di atas. model tiga-dimensi yang mengelompokkan 36 bidang akademik ke dalam bidang0bidang yang ―sulit atau mudah. yang diikuti dengan informasi tentang pengumpulan data dan diakhiri dengan pernyataan tentang hasil-hasil utama dan implikasi-implikasi praktis dari hasi-hasil tersebut. dan sintesis dari penelitian sebelumnya. Creswell dkk. Berdasarkan penemuan ini. Dalam kutipan ini. Creswell. dan seterusnya. kami meringkas tujuan inti penelitian. Hasinya menunjukkan bahwa para ketua jurusan dalam bidang akademik yang berbeda memiliki kebutuhan pengembangan profesional yang berbeda-beda pua. jelaskan kekurangan-kekurangan tulisan tersebut dalam hal penalaran.  Identifikasilah tema utama tulisan tersebut. abstraksinya dapat dibuat dengan cara berikut:  Sebutkan masalah yang dibahas oleh tulisan tersebut. Lalu. kekuatan argumentasi.‖ ―murni atau aplikasi. Seagren. Merekomendasikan agar para ketua/pimpinan yang mengembangkan program-program inservice perlu mempertimbangkan perbedaan-perbedaan antarbidang yang dipimpinnya. Dalam abstraksi ini.

1 Pada contoh di atas. dan menyatakan kesimpulan yang berhubungan dengan tema tersebut (seperti. 1991). Ketika mendapatkan dokumen yang sekiranya penting dan relevan. seperti yang terdapat dalam Gambar 2. Ginter et al. Dalam hal ini.2 Tinjauan Pustaka dalam Studi Tipologi Sudduth (1992) menyelesaikan disertasi kuantitatifnya dalam bidang poitik tentang adaptasi strategis di beberapa rumah sakit pedesaan. dewan pertimbangan disertasi. Meraka lalu menyimpulkan bahwa perubahan yang paling strategis adalah perubahan yang bertumpu pada proses evaluasi yang non-quantifiable dan non-judgemental. Sudduth mereview penelitian/literatur relevan lain dengan menggunakan gaya referensi in-text untuk menjelaskan masalah ("kemampuan rumah sakit untuk menyesuaikan perubahan"). (1991) lalu mengembangkan suatu tipologi. mahasiswa pascasarjana seharusnya meminta arahan dari pihak fakultas. . dan tipologi Ginter. Duncan. Petunjuk gaya (style manual) menyediakan arahan-arahan bagi para peneliti untuk menulis penelitian bergava akademis. staf jurusan atau universitas tentang gaya seperti apa yang seharusnya digunakan dalam mengutip referensi. Sudduth meringkas tiga ha.. Landasan utama dalam melakukan tinjauan pustaka adalah menggunakan gaya referensi yang tepat dan konsisten di sepanjang tulisan. yakni masalah. Untuk proposal disertasi. dan menggunakan bahasa yang tidak diskriminatif. dan Swayne (1991) mengangap bahwa lingkungan eksternal berdampak pada mekampuan rumah sakit untuk beradaptasi dengan perubahan. "tidak ada satu pun model konseptual yang komprehensif. Dia melakukan tinjauan pustaka di awal penelitian. menyajikan tabel dan gambar. Meraka kemudian menyarankan suatu proses yang dikenal dengan analisis lingkungan (environmental anaysis) yang memungkinkan suatu organisasi dapat merespons secara strategis perubahan-perubahan muncu di lingkungan. mengidentifikasi tema utama ("suatu proses yang mereka sebut sebagai enviromental analysis"). seperti format yang konsisten dalam mengutip referensi membuat judul. Untuk membantu pengelola rumah sakit mengevaluasi lingkungan ekternal. ternyata tidak ada satu pun skema konseptual atau model komputer yang komprehensif yang berhasil dikembangkan untuk menganalisis isu-isu lingkungan (Ginter et al. saya telah memperkenakan gagasan tentang bagaimana menggunakan gaya APA untuk mereview artikel di bagian awal abstraksi. Petunjuk Gaya Pada dua contoh sebelumnya." "mengembangkan suatu tipologi‖). jadikanlah dokumen tersebut sebagai referensi dengan menggunakan gaya yang sesuai.Contoh 2. Richardson. tema.

perhatikan apakah footnote tersebut berada di bagian bawah setiap halaman.  Tabel (table) dan gambar (figure) memiliki format-formatnya tersendiri dalam setiap petunjuk gaya. Pertama-tama. judul. dan penggunaan gambar dan tabel. bukalah petunjuk gaya untuk mendapatkan format yang sesuai untuk setiap tingkatan tersebut. end-of. Beberapa jurnal juga telah mengembangkan variasi gaya mereka sendiri. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi saya terkait dengan bagaimana menggunakan petunjuk gaya untuk keperluan tulisan akademik:  Ketika menulis referensi in-text. atau di akhir makalah. Jika Anda menyertakan footnote. seperti garis yang harus dicetak tebal (bold). Selain itu. perhatikan format yang tepat untuk jenis-jenis referensi dan kutipan ganda.  Ketika menulis referensi end-of-text.  Dalarn makalah/karya tulis akademik. laporan penelitian berisi sekitar dua hingga empat tingkatan judul. perhatikan juga apakah petunjuk gaya yang Anda gunakan mengharuskan referensi ini ditulis secara alfabetis atau numerik. Ringkasnya. pastikan pula bahwa setiap referensi in-text sudah masuk dalam daftar end-text. Perhatikan aspek-aspek penting. Gaya penulis Universitas Chicago (A Manual of Style.  Jika menggunakan catatan kaki (footnote). pada contoh-contoh yang disajikan. Kemudian. perhatikan petunjuk gaya untuk mengetahui bagaimana menulis footnote yang sesuai. 2001) merupakan petunjuk gaya yang paling sering digunakan dalam bidang pendidikan dan psikologi. judul. aspek terpenting dalam penggunaan petunjuk gaya adalah konsistensi di sepanjang tulisan. di akhir setiap bab. perhatikan seberapa banyak tingkatan judul yang akan Anda tulis dalam penelitian Anda. Style manual pada umumnya mempertimbangkan beberapa format penting. 1982). Saya merekomendasikan Anda mengidentifikasi satu gaya yang dapat diterima oleh para pembaca dan segera mengadopsinya dalam proyek penelitian Anda. judul (heading) biasanya disusun dalam bentuk tingkatan-tingkatan.text. seperti intext. dan Campbell dan Ballou (1977) juga sering digunakan dalam bidang ilmu sosial meskipun tetap kurang populer jika dibandingkan dengan gaya APA. . Fifth Edition (APA. dan spasi. Biasanya.Publication Manual of the American Psychological Association. Footnote saat ini jarang sekali digunakan dalam makalah/karya tulis akademik dibandingkan beberapa tahun lalu. Turabian (1973).

17). & Silverman. "para ilmuwan harus mendefinisikan istilah-istilah yang dapat menjelaskan penelitian mereka secara tepat dan dapat mengomunikasikan penemuan-penemuan dan gagasan-gagasan mereka secara akurat" (hlm. kekuatan bahasa berasal dari kombinasi antara makna dengan konteks tertentu. Bahasa ilmu saat ini tampaknya terlalu sering mengabaikan keanekaragaman makna ini. Pentingnya sejumlah istilah untuk didefinisikan memang hanya persoalan judgment saja. seperti diungkapkan oleh Firestone (1987) berikut ini: Bahasa sehari-hari memiliki makna yang sangat kaya dan beragam. definisikan istilah-istilah yang muncul di semua bagian proposal penelitian Anda: . Sepert halnya simbol. Hanya dengan menjelaskan pemikiranpemikiran dalam definisi-definisi yang otoritatiflah. Bagian defnisi istilah bisa saja ditulis secara terpisah dari tinjauan pustaka. definisi istilah biasanya ditulis di bagian khusus. Inilah alasan mengapa istilah-istilah umum atau bahasa-bahasa sehari-hari pun bisa saja memiliki "maknamakna teknis" jika digunakan untuk tujuan keilmuan (hlm. definisikan istilah-istilah vang kemungkinan tidak dimengerti oleh orangorang di luar bidang penelitian Anda. Dalam proposal disertasi dan tesis. Sebagai mana pendapat Wilkinson (1991). atau istilah-istilah yang terdengar asing (Locke. Alasannya adalah bahwa dalam penelitian-penelitian formal seperti ini. utamanya dalam hal keakuratan. Mendefinisikan istilah juga dapat menambah keakuratan suatu penelitian. 22). Spirduso. definisikan istilah-istilah ketika muncul pertama kali agar pembaca tidak perlu kembali lagi membaca di bagian awal ketika mereka menemukan istilah-istilah tersebut dibagian akhir atau pertengahan. keilmuan kita akan terbentuk dengan baik. peneliti perlu mendefinisikan istilah-istilah penting di awal penelitian. atau justru diletakkan di bagian lain dalam proposal penelitian. Selain itu. Karena itu. bisa pula masuk dalam tinjauan pustaka.Definisi Istilah Topik lain yang berhubungan dengan tinjauan pustaka adalah identifikasi dan definisi istilah-istilah yang dibutuhkan pembaca untuk memahami proyek penelitian yang diajukan. Saran saya. Demi keakuratan inilah. namun saya tetap merekomendasikan Anda untuk mendefinisikan istilah-istilah tertentu y ang kemungkinan tidak dipahami oleh sebagian besar pembaca. mahasiswa harus tepat dalam menggunakan bahasa dan istilah. 2007).

tema-tema (atau perspektifperspektif atau dimensi-dimensi) dapat ditulis setelah analisis data. Sebagai gantinya. Selain itu. peneliti bisa saja mendefinisikan beberapa istilah di awal penelitian meskipun definisi ini hanya tentatif semata. Jika pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif ditulis secara bersamaan. jelaskan istilah-istilah yang berhubungan dengan strategi penelitian . Dalam bagian prosedur penelitian. peneliti dapat mendefinisikan istilah-istilah penting pada saat istilah-istilah ini muncul pertama kali. Jika penelitiannya diawali dengan pengumpulan data kualitatif. definisi istilah bisa diletakan di bagian terpisah jika penelitiannya dimulai dengan tahap awal pengumpulan data kuantitatif.  Dalam penelitian metode campuran. berarti penulisan definisi istilah bergantung pada prioritas yang diberikan atas salah satu dari dua jenis penelitian tersebut. kuantitatif. Definisi istilah bisa saja ditulis untuk semua jerus penelitian. ada istilah-istilah yang mungkin terdengar asing bagi pembaca—misalnya definisi tentang penelitian metode campuran itu sendiri— sehingga peneliti perlu meletakkan definisi tersebut di bagian prosedur penelitian (lihat Bab 10). karena bersifat induktif dan melibatkan rancangan metodologis. dalam penelitian metode campuran. atau bahkan di bagian akhir penelitian. Peneliti meletakkan definisi ini pada bagian terpisah. dalam penelitian kuantitatif—yang sering ditulis secara deduktif dengan sasaran penelitian yang sudah fixed—peneliti dapat menyertakan definisi-definisi ekstensif dalam proposal penelitiannya. Namun. Judul penelitian  Masalah penelitian  Tujuan penelitian  Pertanyaan atau hipotesis penelitiar  Tinjauan pustaka  Landasan teori  Metode penelitian. para peneliti kualitatif sering kali tidak membuat bagian terpisah untuk definisi istilah. Karena alasan inilah.  Di sisi lain.  Dalampenelitian kualitatif. ataupun metode campuran. Peneliti juga mencoba mendefinisikan secara komprehensif istilah-istilah yang relevan di awal penelitian dan menggunakan definisi-definisi lain yang diperoleh dari literatur. baik kualitatif. melainkan mengemukakan definisi-definisi tersebut secara tentatif di awal penelitian sebelum masuk ke dalam inti persoalan. berarti istilah-istilah bisa didefinisikan sepanjang penelitian.

Meski demikian. Dalam pendahuluan...yang digunakan seperti strategi konkuren atau sekuensial. seperti. Tidak ada satu pun pendekatan yang dianggap paling baik untuk mendefinisikan istilah-istilah dalam penelitian. 2007). sajikanlah definisi yang tepat dan gunakanlah istilah-istilahnya secara konsisten di sepanjang proposal penelitian (Wilkinson. sangat mungkin definisi yang tepat atas suatu istilah tidak tersedia dalam literatur. Definisi dapat mendeskripsikan istilah sehari-hari (seperti. dan istilah tertentu untuk strategi tersebut (seperti rancangan triangulasi konkuren.berdasarkan skala 4. "Rata-rata IP mahasiswa yang digunakan dalam penelitian ini adalah GPA kumulatif 3. dan bahasa sehari-hari pun bisa jadi digunakan. istilah-istilah harus didasarkan pada literatur dan tidak boleh Anda buat sendiri (Locke et al. hlm. hlm. Dalam hal ini.7 atau di atasnya. menyediakan ruangan khusus bagi anggota. atau hipotesis penelitian tersebut.0. tidak dalam bahasa konseptual yang abstrak.  Tulislah definisi dalam tingkatan operasional tertentu. . Definisi operasional ditulis dalam bahasa tertentu. ada beberapa saran yang perlu dipertimbangkan (lihat juga Locke et al. "Penguatan (reinforcement) dalam penelitian ini merujuk usaha-usaha untuk mendaftarkan semua anggota klub pada buletin sekolah." Definisi juga bisa menjelaskan istilah secara operasional.. rumusan masalah. suatu istilah bisa saja menuntut adanya definisi untuk membantu pembaca memahami masalah penelitian. 130). Definisi juga bisa terdiri dari kriteria yang digunakan dalam penelitian. seperti. seperti yang akan dibahas pada Bab 10). 2007):  Definisikan suatu istilah ketika ia muncul pertama kali dalam proposal Anda. gunakanlah bahasabahasa "teknis" yang sudah ada dalam literatur. "Kurikulum ini dibatasi hanya pada kurikulum School Disctrict Manual untuk siswa SMP" (Locke et al. 2007.  Definisi istilah bisa ditulis dengan karakteristik yang berbeda-beda. misalnya. organisasi). Meski demikian. Definisi juga bisa disandingkan dengan batasan tertentu. dan mendaftarkan keanggotaan klub pada transkip nilai sekolah" (Locke et al. 130). Alhasil.  Jangan mendefinisikan istilah-istilah dan bahasa sehari-hari. Karena peneliti memiliki ruang untuk menspesifikasikan istilah-istilah yang digunakan dalam penelitiannya maka lebih baik digunakan definisi operasional saja. 2007. seperti.. 1991). Jika demikian ihwalnya.

.. VanHorn-Grassmeyer (1998) meneliti bagaimana 119 staf baru bidang kemahasiswaan di perguruan tinggi terlibat dalam refleksi secara individual atau kolaboratif. Setelah beberapa decade. Dua contoh berikut menggambarkan susunan definisi istilah yang berbeda-beda dalam penelitian: Contoh 2. definisi singkat atas refleksi individual adalah tindakan intuitif yang sulit dilakukan. 1983). dalam penelitian ini." dan memasangkan istilah-istilah dengan definisi-definisinya dengan cara meng-highlight istilah tersebut. Pendahuluan. Biasanya. yang menunjukkan bahwa istilah itu memiliki makna tertentu (Locke et al. Berikut ini saya akan menggambarkan dua cara bagaimana Grassmeyer mendefinisikan istilah-istilahnya. Meski demikian. Dari buku Schon inilah. (b) bagaimana seseorang mempraktikkan secara terang-terangan apa yang diketahuinya secara intuitif. sebagian besar definisi istilah diletakkan di bagian khusus penelitian. sejauh yang peneliti pahami. Grassmeyer kemudian memberikan definisi detail atas istilah-istilah tersebut di awal penelitiannya. Grassmeyer menyurvei para staf baru dan melakukan wawancara mendalam dengan mereka. dan (c) bagaimana seorang pengurus professional meningkatkan praktiknya melalui tuturan reflektif dan pikiran. karakteristik-karakteristik penting dari refleksi individual dapat merujuk pada beberapa hal : (a) ―tindakan artistic‖ (Schon. yang sering kali bertajuk "Definisi Istilah. Karena penelitian refleksi individual dan kolaboratif di antara para staf bidang kemahasiswaan ini. buku ini kemudian ditulis dan dirombak kembali oleh Schon dan Argyris (Argyris dan Schon. berefleksi dan praktik reflektif.3. bagian yang terpisah ini tidak lebih dari dua atau tiga paragraf saja. 2007). 1978) untuk mempertajam konsep-konsep tersebut. Definisi Istilah dalam Disertasi Metode Campuran Contoh pertama ini mengilustrasikan definisi panjang atas istilah-istilah dalam penelitian metode campuran yang diletakkan di bagian terpisah pada Bab I. Perhatikan bagaimana Grassmeyer merujuk pada definisi istilah yang sudah disajikan oleh para penulis lain : Refleksi Individual Schon (1983) menulis sebuah buku yang menjelaskan konsep-konsep yang ia sebut sebagai berfikir reflektif. Meskipun tidak ada satu format yang dianggap paling tepat.

informasi. sehingga peran menjaga keutuhan keluarga sering kali dikaitkan dengan wanita di dalamnya (Hagestad. Penelitian sebelumnya (seperti Cherlin dan Furstenberg. 1998:11-12) Contoh 2. 1988) . 1992:3). Relasi Kekeluargaan Dengan Cucu Relasi kekeluargaan dengan cucu pada umumnya ditentukan oleh apakah kakeknenek berasal dari pihak ibu atau dari pihak ayah. 1992:35-36) . Untuk menjelaskan topic ini. Jenis Kelamin Kakek-Nenek Baik kakek meupun nenek ternyata menjadi salah satu fackor dalam relasi kekeluargaan antara mereka dengan cucu-cucu mereka (seperti. (Vernon.Staf Kemahasiswaan Staf memiliki banyak definisi. perspektif. (VanHorn-Grassmeyer. Vernon (1992) meneliti bagaimana perceraian dalam keturunan kedua mempengaruhi relasi antara kakek-nenek dan cucu-cucu mereka. Jika pada contoh ini disajikan definisi operasional tertentu. norma dan kebiasaan kolektif (dan seorang individu yang terlibat dalam persoalan-persoalan professional)‖ (Baskett & Marsick. nenek cenderung lebih dekat dengan cucu-cucu mereka daripada kakek). 1986) menyatakan bahwa kakek-nenek dari pihak ibu cenderung dekat dengan cucu-cucu mereka. Baskett dan Marsick mendeskripsikan staf sebagai seorang individu ―yang memiliki pangkat tertentu dari kebebasan untuk memberikan judgment dengan tetap didasarkan pada gagasan. pada contoh kedua ini disajikan definisi procedural. Staf kemahasiswaan setidak-tidaknya memiliki karakteristikkarakteristik di atas dalam melayani mahasiswa di lingkungan universitas yang salah satu fungsinya adalah mendukung keberhasilan akademik dan kurikulum.4 Definisi Istilah dalam Subbab Variabel-Variabel Bebas Contoh keduaini menggambarkan bentuk singkatbagaimana menulis definisi istilah untuk suatu penelitian. Vernon memasukkan definisi istilah pada subbab variablevariabel bebas.

Jangan lupa membahas penjelasan dalam literature yang hanya terkait dengan variabel bebas. Jika dalam literature tersebut dibahas bebepa variabel terikat.Paragraf ini lebih berupa penjelasan tentang susunan setiap bagian dalam tinjauan pustaka yang Anda tulis. Topik 3 (keterangan-keterangan lain yang membahas relasi antara variabel bebas dan variabel terikat). Meski demikian. sebagai alasan atau penjelasan logis atas masalah penelitian. dan relasi antara variabel bebas dan variabel terikat (lebih jelas tentang variabel ini baca Bab 3). tulisiah. Model penulisan ini tampaknya sesuai untuk disertasi atau untuk mengkonseptualisasikan literatur dalam artikel/karya tulis ilmiah. dan Kesimpulan. dan sebagainya). saya telah mengembangkan satu model yang menyajikan parameter-parameter tertentu dalam menulis tinjauan pustaka. Jika ada beberapa variabel bebas ).tinjauan pusiaka yang berisi materi-materi perrting daiam literatur yang berhubungan dengan variabel-variabel bebas. Agar masalah ini terselesaikan. variabel-variabel terikat. Topik 1 (tentang variabel bebas). Tulislah paragraf awal tinjauan pustaka dengan memerinci bagian-bagian yang akan dibahas di dalamnya. sebagai sesuatu yang dibandingkan dengan hasil penelitian. 2. Buatlah tinjauan pustaka yang tersusun dari lima komponen: Pendahuluan. Tinjaulah Topik 1. khususnya untuk rancangan penelitian kuantitatif atau metode campuran yang hampir selalu menyediakan bagian/subbab khusus unhrk tinjauarr pustaka. Topik 2 (tentang variabel terikat).Tinjauan Pustaka Kuantitatif atau Metode Campuran Saat menyusun tinjauan pustaka. tiniauan pustaka dalam penelitian kualitatif ini. perhatikan rincian berikut ini: 1.perhatikan subbagian-subbagiannya atau fokuslah pada satu variabel yang paling penting saja.ang dibahas dalan'r literatur tersebut.perhatikan subbagian-subbagiannya atau fokuslah pada satu variabel terikat yang paling panjang saja. Untuk lebih jelasnya. . Dalam penelitian kualitatif. yakni dengan meninjau literatur-literatur akademik tentang satu atau beberapa variabel terikat. seperti yang telah dibahas sebelumnya. 3. sebagai sesuatu yang dibahas sepanjang penelitian. biasanya peneliti akan sulit menentukan seberapa banyak literatur yang harus direview. Tinjaulah Topik 2. dapat ditulis untuk tujuan yang berbeda-beda (misalnya. bukan variabel terikat. yakni dengan meninjau literature-literatur akademik tentang satu atau beberapa variabel bebas. tinjauan pustaka bisa saja mengeksplorasi aspek-aspek fenomena utama yang dibahas dan membaginya ke dalam topik-topik khusus. Untuk penelitian kuantitatif atau metode carnpuran yang memprioritasknn penelitian kuantitatif.

misalnya dengan merancang iudul yang jelas atau menyatakan rumusan masalah utama. pertimbangkan apakah topik Anda dapat dan perlu diteliti dengan cara mencari tahu adakah akses kepada para partisipan dan sumber-sumber lain. dan apakah topik tersebut akan memberikan konkibusi pada literatur yangada. Pendekatan umurn yang sering digunakan dalam penelitian kualitatif adalah memasukkan . Dalam tinjauan pustaka. Penelitiar tetapi literatur tersebut tidak mempersempit pandangan dari para partisipan. Tinjaulah Topik 3. kuantitatif. dan metode campuran.bteratur membantu memverifikasi masalah. literatur memiliki tujuan yang berbeda-beda. untuk penelitian kualitatif. bagian ini harus padat dan berisi literatur-literatur lain yang memang sangat berkaitan dengan topik penelitian Anda. peneliti seyogianya menggunakan literatur-literatur akadernik untuk menyajikan hasil-hasil dari penelitian-penelitian sebelumnya.jelaskan mengapa tema-tema ini membutuhkan penelitian lebih lanjut dan tentu saja yakinkan pembaca mengapa penelitian lebih lanjut dan tentu saja yakinkan pembaca mengapa penelitian Anda dapat memenuhi kebutuhan ini. dan konsisten dengan tujuan-tu. untuk itu. Tidak hanva itu. menghubungkan penelitiannya dengan literatur-literatur tersebu! dan menyediakan kerangka kerja dalam membandingkan hasil penelitiannya dengan hasil penelitian-penelitian lain. Langkah-langkah di atas dapat diterapkan untuk menulis tinjauan pustaka untuk jenis penelitian yang membahas variabel-variabel (biasanya kuantitatif atau penelitian metode campuran dengan bobot kuantitatif). yakni iengan meninjau literatur-literatur akademik yang membahas hubungan antara variabel-variabel bebas dan variabel(-variabel) terikat. 5. Ambillah satu bagian dalam literature tersebut yang sangat berkaitan erat dengan topik atau tinjaulah bagianbagian lain yang membahas topik tersebut secara umum. tunjukkan tema-tema utama yang diangkat oleh literature-literatur tersebut. langkah-langkah ini iuga dapat mempersempit ruang lingkup penelitian yang diaiukan sehingga rumusan masalah dan metode penelitian yang nantinva disajikan benar-benar dapat terjangkau dengan baik KESIMPULAN Sebelum mencari literatur. buatlah kesimpulan atau ringkasan yang menonjolkan literature-literatur yang dianggap paling relevan. Selain itu. Di sinilah inti dasar penelitian Anda. akan diminati oleh orang lain.uan utamanya. identifikasilah topik Anda. Dalam penelitian kua litatif. Di bagian akhir tinjauan pustak.4.

PubMed. Penggunaan tinjauan pustaka bergantung pada jenis rancangan dan bobot yang diberikan pada aspek-aspek kuaiitatif dan kuantitatif. Definisikan istilah-istilah kunci dan jika dibutuhkan sediakan subbab khusus untuk definisi istilah ini dalam proposal Anda. carilah database-database online. dan seterusnya. Lalu. Dalam pen elTtian kuantitatif. Identifikasilah penelitian-penelitian lain yang turut memberikan kontribusi pada penelitian Anda. ProQuest. Dalam penelitian kuantitatif. Anda dapat menyediakan bagian khusus untuk tinjauan pustaka berdasarkan variabel-variabel utama. seperti ERIC. tetapi juga memperlihatkan kemungkinan perlunya mmusan masalah atau hipotesis untuk dibahas. Ketika akan melakukan tinjauan pustaka. atas berdasarkan subtema-subtema penting suatu fenomena untuk penelitian kualitatif' . tinjauan pustaka biasanya diletakkan terpisah dalam satu bagian khusus. pertimbangkan keseluruhan struktur Penyusunan tinjauan pustaka Anda. Deskripsikan secara singkat informasi penting tentang penelitian tersebut yang meliputi masalah penelitian pertanyaan penelitian. lalu buku-buku. 2001). literatur tidak hanya membantu memverifikasi masalah. masukkan definisi tersebut dalam tinjauan pustaka.lebih banyak literatur di bagian akhir ketimbang di bagian awal. Kelornpokkan penelitian-p-enelitian ini ke dalam peta literatur yang mencerminkan kategori-kategori utama atas penelitian-penelitian tersebut dan posisikin penelitian Anda dalam kategori-kategori ini. pertama-pertama carilah artikel jurnal. Sociofile. dan SSCI. dalam penelitian metocle campuran. Mulailah menulis absiaksi penelitian. pengumpulan dan analisis data penelitian' dan hasil akhir penelitian. Kemudian. Untuk penelitian kuantitatif. seraya memerhatikan gaya penulisan referensi berdasarkan petunjuk gaya (seperti. Google Scholar. Namun demikian. carilah literatur-literatur yang sesuai dengan prioritas. dan database-database lain yang lebih spesifik. atau jika tidak. identifikasilah kata kunci-kata kunci (keywords) untuk mencari literatur. APA. seperti PsycINFO. pada tahap akhir.

Buatlah peta literatur untukliteratur-literatur yang Anda peroleh. L. antara lain: mengembangkan konsep-konseP yang menjelaskan alasan/logika penelitian. BACAAN TAMBAHAN Locke. & Silverman. mengembangkan subtopik-subtopik untuk setiap konsep utama.atas literatur/penelitian lain yang sudah Anda dapatkan dari database terkomputerisasi. lakukan pencarian ulang dengan memanfaatkan deskrip tor-deskriptor yang terdapat dalarn literatur tersebut. Gunakan petunjuk-petunjuk yang sudah dijelaskan dalambab ini untukmengetahui elemen-elemen aPa saja yang perlu dimasukkan dalam abstraksi tersebut. Thousand Oaks. Buatlah tiniauan pustaka untuk penelitian kuantitatif dan perhatikan langkahlangkah yang sudah diielaskansebelumny agar variabel-variabel penelitian Anda dapat terlihat dengan jelas. 4.F. W. Mereka juga menjelaskan enam aturan dalam mendefinisikan istilahistilah: jangan membuat kata-kata sendiri. tulislah satu abstraksi -rnasing-masing untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif. sajikan definisi-definisi di bagian utama proposal.Latihan Menulis 1. Proposals that Work A Guide for Planning Dissertations and Grant Proposals (5'h Edition). CA: Sage. Masukkan penelitian Anda ke dalarn peta tersebut dan gambarlah garis-garis Cari penelitian Anda ke kategori-kategori pehelitian lain seiringga pembaca dapat mudah LATIHAN MENULIS melihatbagaimana penelitian Anda benar-benar memperluas pertelitian/literatur yang sudah ada 2. Berlatihlah dengan menggunakan database online terkomputerisasi untuk mencari literalur-literatur yang relevan dengan topik Anda' Lakukan pencarian berulangulang hingga Anda menemukan satu literature yang sangat ierkait dengan topik penelitian Anda' Kemudian. Berdasarkan pencarian yang sudah Anda lakukan pada latihan (3). jangan . dan Stephen Silverman mendeskripsikan tiga tahapan dalam melakukan tiniauan pustaka.W.. SJ. Waneen Spirduso. Spirduso. dan menambah referensi-referensi terpenting yang mendukung konsep-konsep tersebut. (2007). Ambillah l0 literatur yang telah Anda pilih dan abstraksikan literatur tersebut untuk tinjauan pustaka Anda. Lawrence Locke. 3.

Punch juga. Langkah-langkah ini mencakup usaha peneliti untuk memeriksa apakah Pengarang literatur tersebut sudah kompeten dengan topik yang diangkat. Punch. peni. Konseptualisasi Funch atas isu-isu penting yang membedakan dua pendekatan ini semakin memperjelas mengapa kedua pendekatan tersebut berbeda. mencatat bahwa ketika menulis proposal atau laporan penelitian. San Francisco: Jossey-Bass. K. tinjauan pustaka justru melibatkan proses yang lebih interaktif. Dia mernperkenalkan langkah-langkah dalam melakukan tinjauan pustaka dan memberikan kriteria penting dalam memilih literatur. kapan terakhir kali literatur tersebut diterbi&an. S. dan gunakan definisi-definisi tertentu (prosedural atau operasional. Faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut biasanyi meliputi gaya penelitian. fokus kita dalam menulis tinjauan pustaka sering kaliberbeda-beda. Merriam. (1998). Lebih dari itu. lalu mengidentifikasi kerangka teoretis.menggunakan bahasa-bahasa umum sehari-hari. Sharan Merriam menyajikan pembahasan menarik tentang penggunaan literatur dalam penelitian kualitatif .Introduclion to social Research: Quantitatiae and Qualitatioe Approaches (2'd edition). apakah literature tersebut relevan dengan topik penelitian yang diajukan.F. Qualitatit:e Research and Case Study Applications in Education. Merriam lebih jauh menjelaskan bahwa tinjauan pustaka bukanlah sekadar proses linear dari membaca literatur. yakni melakukan langkah-langkah ini secara bersama-bersama. definisikan istilah-istilah penting ketika muncul pertama kali. (2005) . kemudian menulis masalah peelitian. keseluruhan strategi penelitian.B. . dan apakah literatur tersebut berkualitas. dan seberapa ketat penelitian tersebut akan mengikuti arahanarahan yang terdapat dalam literature. London: Sage Keith Punch membahas tentang penelitian ilmu-ilmu sosial yang biasanya menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan.) untuk istilah-istilah tersebut.

Saya juga akan menyajikan definisi dari teori itu sendiri. ras. semua bagian di dalamnya bisa saja dirancang untuk rnenyaji kategori yang akan diteliti.apa yang dilihat Can rumusan masalah apa yang diajukan. 73 . peletakan serta model penulisan teori dalam penelitian kuantitatif. dan penerapan perspektif transformatif yang populer dalam pendekatan ini. peneliii kualitatif dapat mengembangkan suatu teori dari hasil penelitiannya dan meletakkan teori tersebut di akhir proyek penelitian misalnya dalam penelitian grounded theory. Dalam penelitian kuantitatif. Dalam penelitian metode campuran' peneliti bisa saja menguji atau justru membuat suatu teori' Bahkan. lalu menjabarkan perspektif teoretis dalam proposal penelitian kuantitatif. sepe rti pota-pola. Bahkan. Selanjutnya. Kemudian.BAB TIGA PENERAPAN TEORI Salah satu komponen penting dalam melakukan penelitian adalah menentukan teori apakah yang akan digunakan untuk mengeksplorasi rumusan masalah. penggunaan variabelvariabel dalam penelitian kuantitatif. untuk mendeskripsikan sudut pandang mereka dalam penelitian. Dalam proposal disertasi kuantitatif. yang nantinya dapat menuntun keseluruhan tahap penelitian. Para peneliti kualitatif menggunakan istilah yang berbeda-beda untuk menyebut teori. Dalam bab ini juga disediakan contoh-contoh penulisan teori kualitatif.uau ini akan berarih pada penggunaan teori dalam penelitian metode campuran. seperti dalam penelitian etnografi atau advokasi. teori bisa juga muncul di awal penelitian sebagai . penggunaan teori lebih bervaridsi lagi. Saya mengawali bab inidengan berfokus pada penggunaan teori dalam penelitian kuantitatit.perspektif yang nantinya dapat membentuk. atau kelas. saya akan membahas prcsedur-prosedur dalam mengidentlfikasi teori. Di bagian arnir. kacamata teoretis' atau generalisasi naturalistik. Dalam penelitian kualitatif. pembahasan akan beralih pada penggunaan teoridalam penelitian kualitatif. penelitian dengan metode carnpuran bisa didasarkan pada satu perspektif teoretis. Dalam penelitian kuatitatif. seperti fokus pada isu-isu feminis.peneliti sering kali menguji berbagai teori untuk menjawab rumusan masalahnya.

Susunan temporal (temporal order) berarti bahwa. Ahli psikologi lebih suka. penelitin perlu memahami variabel-variabel dan jenis-jenisnya vang akan digunakan dalam rnembangtrn teori.. Variabel-variabel dibedakan berdasarkan dua karakteristik: susunan temporal dan pengukurannya (atau observasi). atau predictor. manipulated. dan menyusun variabel-variabel tersebut dalarn rumusan masalah dan fujuan penelitian. 1991. Ketika melakukanpenelitian dalam setting dan terhadap manusia tertentu. Kerlinger.yang iuga akan digur'akan dalam buku inisecara pemranen.TEORI DALAM PENELITIAN KUANTITANF Variabet-Variabel dalam Penelitian Kuantitatif Sebelum membahas teori kuantitatif.Yariabel-variabel ini juga dikenal dengan istilah variabel-variabel treatmant. vaiabel meruiuk pada karakteristik atau atribut seorang ir. Untuk itulah:  Vaiabel-aniabel bebas (independcnt aariables) merupakan variabel-variabel yang (mungkin) menyebabkan. 74 . ilmuwan sosial biasanya menggunakan istilah aariabel.Variabel dapat diukur atau dinilai berdasarkan satu skala. atau berefek pada outcome . perilakuperilaku tertentu. umur.ai riau atau suatu organisasi yang dapat diukur atau diobservasi (Creswell. mernengaruhi.Variabel biasanya berv-ariasi dalam dua atau lebih kategori atau dalam continuum skor. Temporal order berarltbahlva peneliti kuantitatif belpikir tentang variabel-variabel dalam satu sustrnan (order) "dari kiri ke kanan. Namun demikian. (Punch. atau kepemimpinan' Ada sejumlah buku yang menjelaskan secara rinci tentang jenis-jenis variabel dan skala pengukurannya (seperti. Karena susunan waktu inilah maka sering dikatakan bahwa satu variabel dapat berpengaruh pada variabel iain meskipun Pernyataan yang lebih akurat adalah satu variabel mungkin saja memengaruhi variabel lain. seperti rasisrme control sosial. satu variabel mendahului variabel lain dalam satu waktu.lebih abstrak ketimbang istilah yang didefinisikan justru spesifik. 1979 . Variabel-variabel yang diukur dalam penelitian biasanya meliputi gender. 1997). 2007 a).2005). peneliti tidak bisa secara mutlak membuktikan adanya penyebab dan pengaruh (Rosenthal & Rosnow. Keppel. atecedent.menggunakan istilah konstruk (ketimbang variabel). status sosial-ekonomi (SSE)' dan sikap-sikap atau. yang memiliki konotasi gagasan yang.Isaac & Michael 1981. L991). Thotndike. serta memvisualisasikan model-model variabel iiu ke cialam penyajian kiri-kanan atau penyebab-dan-pengaruh. kekuatan politis. apalagi iknuwan social saat ini sering mengatakan bahwa ada penyebab yang mungkin (probable causation).

peneliti menggunakan prosedur-prosedur statistik (seperti analisis covariance) untuk mengontrol variabel-variabel ini.  Variabel intervening ataumediatingberadadi antara variabel bebas dan variabel terikat.terikat (dependent variables merupakan variabel-variabel yang bergantung pada variabel-variabel bebas.r dapat diidentifikasi. vadabel-variabel saling dihubung kan untuk menjawab rumusan masalah (seperti. sikap-sikap diskriminatif). Variabelvariabel ini biasanya terdapat dalam penelitian eksperimen. umur X sikap = kualitas hidup).tetapi variabel ini tidak atau tidak bisa dinilai (misalnya. outcome. tetapi pengaruhnya tidak dapat dilacak secara langsung. Vuriabel ini meman ada. Seperti yang terlihat bahwa variabel mediating ini. yakni usaha menyusun penelitian. Variabel control memainkan peran penting dalam penelitian kuantitatif. jika siswa dapat melakukan fesf metode penelitian dengan baik (variabel terikat). Istilah lain untuk variabel terikat adalah variabel criterion. dan effect. variabel tersebut bisa saja merupakan variabel demografis atau persbnal (seperti umur atau gender) yang memang perlu dikontrol sehingga pengaruh variabel bebas terhadap variaber terikat benar-ben. Variabel-variabel terikat ini merupakan outcome atau hasil dari pengaruh variabel-variabel bebas. hal ini mungkin disebabkan (a) persiapan mereka dalam penelitian (variabel bebas) dan/atau (b) usaha mereka dalam menyusun gagasan penelitian ke dalam kerangka kerja (variabel intervening) yang juga turut memengaruhi performa mereka dalam test tersebut. Variabel-aariabel. berada di antara variabel bebas dan variabel terikat."Bagaimana harga diri mempengaruhi hubungan pertemanan di 75 . variabel confounding (atau spurious). sebenarnya tidak diukur atau diobservasi dalam penelitian. Misalnya. Peneliti mernberikan komentar tentang pengaruh variabel confounding setelaah penelitiannya selesai karena variabel-variabel ini dapat beroperasi untuk menjelaskan relasi antara variabel bebas dan variabel terikat. Variabel ini memediasi pengaruh-pengaruh vaariabel bebas terhadap variabel terikat.  Variabel moderating merupakan variabel baru yang dikonstruksi sendiri oleh peneliti dengan cara rnengambil satu variabel dan mengalikannya dengan variabel lain untuk mengetahui dampak keduanya (seperti. variabel ini merupakan variabel bebas jenis khusus karena variabel ini secara potmsial juga dapat memengaruhi variabel terikat. Jenis variabel lain. Dalam penelitian kuantitatif.  Dua jenis variabel lain adalah variabel control dan variabel confounding.

pembahasan. ada beberapa preseden historis untuk memandang teori sebagai prediksi atau penjelasan saintifik (lihat G. "Harga diri yang positif dapat rneningkatkan hubungan pertemanan di antara anak-anak remaja")' Definisi Teori Dengan berbekal pemahaman tentang variabel' kita dapat melanjutkan pembahasan tentang Penggunaan teori kuantitatif. atau perspektif teoretis. Pelangi ini mengikat secara bersarrra variabel-variabel tersebut dan menyediakan penjelasan yang memadai tentang bagaimana dan mengapri seseorang harus berharap pada variabel t'rebas untuk menjeiaskan atau 76 . definisi-definisi. utamanya dalam makalah yang disajikan di seminar American Educational Research Association – Metafora pelangi (metaphor of a rainbow) mungkin dapat membantu kita memvisualisasikan bagaimana Suatu teori beroperasi. teori merupakan seperangkat konstruk (atau variabel) yang saling berhubungan. Berdasarkan definisi ini. teori akan menyediakan penjelasan atas ekspektasi atau prediksi atas keterhubungan ini.Thomas. mengenai cara-cara mengkonseptualisasikan teori dan bagaimana teori dapat mempersempit ruang lingkup penelitian). Mengapa variabel bebas. Dalam hal ini. yang berasosiasi dengan proposisi atau hipotesis yang memerinci hubungan antar variabel (biasanya dalam konteks magnitude atau direction). dan proposisi-proposisi yang saling berhubungan yang mencerminkan pandangan sistematik atas suatu fenomena dengan cara memerinci hubungan antar variabel yang ditujukan untuk menjelaskan fenomena alamiah‖ (hlm. 17). Prediksi-prediksi sering kali dikenal dengan istilah hipotesis (seperti. pelangi mrnjembotani variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian. 1997. Dia berpendapat bahwa teori merupakan seperangkat konstruk (variabel-variabel). Dalam penelitian kuantitatif. meskipun saya lebih suka dengan istilah perspektif teoretis karena istilah ini lebih banyak digunakan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalarn proposal penelitian. definisi Kerlinger tentang teori masih berlaku hingga saat ini. Misalnya. seperti landasan teori. Teori biasanya membantu menjelaskan (atau memprediksi) fenomena yang muncul di dunia. yang dimaknai sebagai "usaha mengetahui bagaimana dan mengapa variabel-variabel dan pernyataan-Pernyataan relasional saling berhubungan satu sama lain" (hlm. Y? Dalam hal ini.antara anak-anak remaja?") atau untuk memuat prediksi tentang hasil apakah yang ingin diharapkan. Suatu teori dalam penelitian bisa saja berfungsi sebagai argumentasi. X. atau alasan. Labovitz dan Hagedorn (1971) menambah definisi teori ini dengan gagasan tentang theoretical rationale.64). Pembahasan mengenai teori biasanya muncul di bagian tinjauan pustaka atau di bagian khusus. berpengaruh atau berefek pada variabel terikat. logika teoretis.

ruang dan jurnlah tertentu" seperti teori Goffman tentang gerak wajah (face work) yang menjelaskan bagaimana orang berinter aksi face to face ketika berada dalam ritual-ritual keagaman. Berikut ini saya tunjukkan bagaimana suatu teori ini berkembang dalam penelitian. sistern berdaya. semakin kuat sentralitas kekuasaan dalam diri pemimpin. & White. peneliti mengombinasikan variabel-variabel bebas. serta dalam subbidang-subbidang lain. Teorinya Lenski tentang stratifikasi sosial. dan ia bisa memberinya nama (seperti. gereja Presbyterian. Sociological Abstracts) atau mereview petunjuk-petunjuk dalam literatur yang memb ahas teori-teori tersebut (misatnya. Selain itu. Rumusan masalah ini memberikan informasi tentang jenis hubungan antarvariabel (apakah positif. seperti teorinya Collin tentang kontrol dalam organisasi. Teori level-meso menghubungkan teori level-mikro dan teori level-makro. Teori ini pada umumnya meliputi teori tentang organisasi. 77 . dan terikat berdasarkan ukurannya yang berbeda-beda dalam rumusan masalah penelitian. antropologi. atau komunitas. Teori level-makro menjelaskan agregat-agregat yarig lebih luas. Teori-teori berkembang ketika peneliti tengah rnenguji suatu prediksi secara terus-menerus. misalnya. Teori-teori bisa saja muncul daiamberbagai disiplin ilmu sosial. peneliti bisa menulis.atau tidak diketahui) dan magnitudenya (apakah kuat atau lemah). Neuman (2000) membagi teori dalam tiga level: level-mikro. Beals. 1997). Psychological Abstracts. dan siswa-siswa SMA) maka teori pun akan rnuncul.negatif. teori iuga memiliki jangkauan yang berbeda-beda. L986). Dengan demikian. semakin besar disanfranchisemant dalam diri pengikutnya. dan masyarakat luas. Rotary CIub. dapat disimpulkan bahwa teori muncul dan berkembang sebagai penjelasan atas suahl pengetahuan dalam bidang-bidang tertentu (Thomas. mediating. seperti institusi sosial. menjelaskan bagaimana surplus suatu masyarakat dapat meningkat seiring dengan perkembangan masyarakat tersebut. seperti psikologi. sosiologi. Dengan memasukkan informasi ini ke dalam pernyataan prediktif (hipotesis)." Ketika peneliti menguji hipotesis hipotesis seperti ini dalam setting yang berbeda-beda dan dengan populasi yang berbeda-beda pula (seperti Pramuka. pergerakan sosial. dan level-rnakro. Teori level-mikro mernberikan penjelasan yang hanya terbatas pada waktu. Teori-teori ini tentu saja dapat diakses. teori atribusi). Misalnya.memprediksikan variabel terikat.level-meso. dan ekonomi. lihat Webb. dengan mencarinya dalam databasedatabase literatur (seperti. misalnya. pendidikan.

2. peneliti menyatakan teori dalam bentuk pemyataan ―Jika-maka" yang menunjukkan mengapa seseorang harus berharap variabel bebas dapat mempengaruhi variabel terikat. Semakin kuat sentralitas seseorang. semakinbesar observabilitasnya. Blalock (1969.Bentuk-Bentuk Teori Dalam proposal peneli tian. Hopkins (1964) menegaskan teorinya tentang ?roses-Prosespenganh dalam 15 hipotesis. Semakin tinggi pangkat seseorang. Contoh. 4. Kedua. Seperti yang tampak pada Gambar 3. Semakin tinggi pangkat seseorang. 1985. Semakin tinggi pangkat seseorang.peneliti dapat menyajikan teori dalam bentuk visual. Misalnya. 3. Individu-individu yang senitmentil dalam berinteraksi dengan individu-individu lain akan mengungkapkan perasaan sentimennya dalam aktivitas-aktivitas yang sering kali melampaui aktivitasaktivitas sistem eksternal. Homans (1950) menjelaskan teori tentang internksi: Jika frekuensi interaksi antara dua atau lebih individu meningkat. tingkat kesukaan antarkeduanya juga akan meningkat. 51). Pertama. pernyataan logika "jika-maka". Bentuk ini penting untuk meneterjemahkan variabel-variabel ke dalam gambar visual. 1991) rnenampilkan causal modeling dengan membentuk teori-teori verbal menjadi model-model kausal sehingga pembaca dapat menvisualisasi hubungan antarvariabel. semakin kuat sentralitasnya.1. Semakin besar konformitas seseorang. akan semakin mirip (hlm 112. 6. 5. 7. aktivitas-aktivitas dan sentimen-sentimen mereka. semakin besar observabilitasnya (htm.semakin besar konformitasnya. semakinbesar observabilitasnya.. tiga variabel 78 . dalam beberapa keadaan. semakin besar konformitasnya. Semakin besar observabilitas seseorang.peneliti menegaskan teori dalam bentuk hipotesis-hipotesis yang saling berhubungan. atau benfuk visual. Ada dua contoh sederhana yang dapat disajikan di sini. dan alctivitas-aktivitas ini bisa saja sernakin memperkuat perasaan sentimen tersebut' Semakin sering individu berinteraksi dlngan individu lain.118.120).. Semakin kuat sentralitas seseorang. dan seterusnya. Sebagian hipotesis ini dapat dilihat sebagai berikut (hipotesis-hipotesis ini sudah dimodifikasi dengan menghilangkan pronornina-pronomina yang me3ujuk pada gender tertentu): 1. Ketiga. seperti hipotesis. semakin besar konforrnitasnya. peneliti menegaskan teorinya dalam beberapa bentuk.

1998). Diagram semacam ini menunjukkan adanya rangkaian kausalitas antar variabel yang menuntun modeling melewati suatu analisis dart analisis-analisis lain yang lebih rumit dengan menggunakan sistem pengalian antarvariabel.  Gunakan anak panah satu-arah yang menuntun setiap variabel utama (variabei bebas) menuju variabel-variabel lain (variabel terikat dan variabel futercating / control)yang bergantung padanya. Pada level preliminer.  Tunjukkan kekuatan hubungan antarvariabel dengan menyisipkan simbol-sirnbol valensi dalam setiap anak panah. yang juga dimediasi oleh pengaruh dari dua variabel intervening. X1 + Y1 X2 + + + Y2 X3 Variabel-variabel Terikat + Variabel-variabel Intevening Z1 Variabel-variabel Bebas Gambar 3. seperti yang terdapat dalam model ekuasi siruktural (lihat Kline .  Gunakan anak panah two-headed yangterhubung satu sama lain untuk menunjukkan hubungan yang tidak dianalisis diantara variabel-variabel yang tidak terkait dengan hubungan-hubungan lain. 79 . Duncan (1985) memberikan saran penting untuk membuat diagrarn-diagram kausal seperti ini:  Posisikan variabel-variabel bebas di bagian kanan diagram dan variabel-variabel terikat di bagian kiri.bebas mempengaruhi satu variabel terikat.1 Tiga Variabel Bebas Memengaruhi Satu Variabel Terikat Yang Dimensiasi Oleh Dua Variabel Intervening.  Gunakan valensi positif atau negatif untuk mempostulasi atau menyimpulkan hubunganhubungan antarvariabel.

biasanya dengan mengunakan sistem pengalian antara variabel bebas dan variabel terikat dalam bentuk model kausal yang sangat rinci (blalock. Ada juga model-model yang lebih rumit. Setelah mengidentifikasi faktor-faktor ini dalam literatur-literatur yang ada. 1988). menyajikan contoh visual yang kompoleks. Contoh diatas merupakan contoh dasar yang mengunakan variabel-variabel yang terbatas. lalu membuat model visual yang melukiskan hubungan antar faktor-faktor ini. 1985). Creswell. Jungnikel (1990). Seperti yang tanpak pada gambar 3. dua kelompok dalam variabel X dikomparasikan berdasarkan pengaruh terhadap Y. Variasi atas model diatas bisa dilakukan dengan menambahkan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen segala variabel-variabel yang dikomparasikan berdasarkan pengaruhnya terhadap hasil akhir (variabel terikat). dengan aturan-aturan model visual seperti yang baru saja diperkenalkan. variabel terikat. sama seperti yang dijelaskan pada contoh sebelumnya.2. Rancangan seperti ini sering diterapkan untuk penelitian eksperimen antar kelompok (lihat Bab 8). 80 . Mengenai aturan-aturan notasi. dia menyesuaikan dengan kerangka teoretis yang terdapat dalam penelitian-penelitian keperawatan (Megel. seperti yang tanpak pada Gambar 3. Langston. Variabel X Kelompok Eksperimen Y1 Variabel Y Kelompok Kontrol Gambar 3. dalam proposal disertasinya tentang produktivitas penelitian antar guru disekolah-sekolah farmasi.Diagram klausal yang lebih rumit dapat dibuat dengan notasi-notasi tambahan. Saya mwenunjukkan dua contoh ini hanya untuk memperkenalkan kemungkinankemungkinan menghubungkan variabel bebas dan variabel terikat agar teori yang dapat terpakai dapat terbangun secara utuh. seperti yang sering terdapat dalam penelitian metode survei.2 Dua Kelompok (Variabel X) Dengan Treatmen Yang Berbeda-Beda Dikomparasikan Berdasarkan Pengaruhnya Terhadap Y Misalnya.3 Jungnikel mempertanyakan faktor-faktor apa saja yang memengaruhi performa penelitian akademik penelitian disekolah-sekolah farmasi. 1969.

Jungnickel memerinci variabel-variabel bebas di bagian kiri, variabel-variabel intervening di bagian tengah, dan variabel-variabel terikat di bagian kanan. Arah pengaru membentang dari kiri ke kanan dengan simnol panah, dan simbol plus dan minus. Untuk menunjukkan arah hipotesis.

Penempatan Teori dalam Penelitian Kuantitatif. Dalam penelitian kuantitatif, peneliti mengunakan teori secara deduktif dan meletakkanya diawal proposal penelitian. Karena tujuanya adalah untuk menguji atau memverifikasi suatu teoriketimbang mengembangkanya maka peneliti kuantitatif seyogianya mengajukan teori, mengumpulkan data untuk menguji teori tersebut, dan menyatakan konfirmasi atau diskonfirmasi atas teori tersebut berdasarkan hasil yang diperoleh.

Eksogen
Variabel-variabel Demografis Standart-standart Ikatan Dinas (Lenure Institusi) Jarak waktu Pengangkatan jabatan Pusat study Universitas

(+/-)
Beban kerja non riset

(+) (-) (+) (+) (+) (+) (-) (+)
Tekanan untuk melakukan penelitian

(-)

(+)

Kolaborasi Sumber daya

(-)

(+)
Dukungan & Rekanrekan

Performa akademik:  Presentasi (non riset)  Presentasi (riset)  Artikel-artikel Jurnal (Tidak diminta)  Artikel-artikel Jurnal (diminta/risert)  Kontributor tulisan dibuku-buku  Buku-buku  Hibah pemerintah (disetujui)  Hibah pemerintah (didanai)  Hibah swasta  kontrak

(-)
Persepsi diri Sebagai peneliti

(+)

(+)

Dukungan dari kepala sekolah

(+)

(-)
Training penelitian sebelumnya Pengangkatan (kepala sekolah vs guru)

(+/-)

Teori menjadi kerangka kerja untuk keseluruhan penelitian yang nantinya berfungsi mengorganisasi rumusan masalah dan hipotesis penelitian serta prosedur pengumpulan data. Model berfikir deduktif yang diterapkan dalam penelitian kuantitatif tanpak pada gambar 3.4 peneliti memverifikasi suatu teori dengan menguji rumusan masalah atau hipotesis-hiotesis
81

yang berasal dari teori ini. Hipotesis atau rumusan tersebut berisi variabel-variabel (Konstruk-konstruk) yang perlu didefinisikan oleh peneliti atau perlu disesuaikan dengan definisi-definisi yang terdapat dalam literatur. Dari sinilah, peneliti mengunakan suatu instrumen penelitian untuk mengukur sikap-sikap atau perilaku-perilaku para partisipan. Kemudian, peneliti mengumpulkan skor-skor yang diperoleh dari instrumen ini mengonfirmasi atau mengonfirmasi teori tersebut.Para hakikatnya, pendekatan deduktif yang diterapkan dalam penelitian kuantitatif juga turut mempengaruhi peletakan teori di dalamnya (lihat Tabel 3.1). Petunjuk umumnya adalah memperkenalkan teori diawal proposal penelitian: dalam pendahuluan, dalam tinjauan pustaka, setelah hipotesis atau rumusan masalah (sebagai resionalisasi atas hubungan antar variabel), atau dalam bab/ subbab khusus. Masing-masing penempatan ini memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Tips penelitian: Anda sebaiknya menulis teori pada bagian terpisah dalam proposal penelitian sehingga pembaca dxapat mudah mengidentifikasi teori tersebut dari komponenkomponen lain. Dengan meletakkan teori di bagian khusus, anda dapat memberikan penjelasan yang memadai tentang teori tesebut, fungsinya, dan hubunganya dengan penelitian. Menulis Perspektif Teoretis kuantitatif Berdasarkan opsi-opsi yang sudah disajikan sebelumnya, berikut ini saya akan menunjukkan satu contoh penulisan persepektif
Peneliti menguji atau memverifikasi suatu teori

Peneliti menguji hipotesis-hipotesis atau rumusan masalah dari teori tersebut Peneliti mendefinisikan dan mengoperasionalisasikan variabelvariabel yang terbentuk dari teori tersebut Peneliti mengukur atau mengobservasi variabel-variabel dengan bantuan instrumen untuk memperoleh skor-skor

Gambar 3.4 Pendekatan Deduktif dalam Penelitian Kualitatif 82

Teoretis dalam penelitian kuantitatif. Anggap saja, tugas anda saat ini adalah mengidentifikasi suatu teori yang menjelaskan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. 1. Periksalah literatur-literatur yang kemungkinan membahas teori ini. Jika unit analisis untuk variabel-variabel penelitian adalah seorang individu, periksalah dalam literatur psikologi. Jika unit analisisnya adalah kelompok-kelopmok atau organisasi, lihatlah dalam literatur sosiologi. Jika penelitianya hendak menguji individu-individu dan kelompok-kelompok atau organisasi, lihatlah dalam literatur sosial-psikologi. Jika penelitianya hendak menguji individu-individu dan kelompok-kelompok, pertimbangkanlah literatur sosial-psikologi. Tentu saja, teori-teori dari disiplin lain bisa saja berguna (misalnya, untuk meneliti isu ekonomi). 2. Periksa pula penelitian-penelitian lain yang membahas topik atau yang sangat berkaitan dengan topik anda. Teori-teori apa ketimbang mengembangkanya maka peneliti kuantitatif seyogianya mengajukan teori, mengumpulkan data untuk menguji teori tersebut, dan menyatakan konfirmasi atau diskonfirmasi atas teori tersebut berdasarkan hasil yang diperoleh. Teori menjadi kerangka kerja untuk keseluruhan penelitian yang nantinya berfungsi mengorganisasi rumusan masalah dan hipotesis penelitian serta prosedur pengumpulan data. Model berfikir deduktif yang diterapkan dalam penelitian kuantitatif tanpak pada Gambar 3.4 peneliti memverifikasi suatu teori yang menguji rumusan masalah atau hipotesis-hipotesis yang berasal dari teori ini. Hipotesis atau rumusan masalah tersebut berisi variabel-variabel (konstrukkonstruk) yang perlu didefinisikan oleh peneliti atau perlu disesuaikan dengan definisi-definisi yang terdapat dalam literatur. Dari sinilah, peneliti mengunakan suatu instrumen penelitian untuk mengukur sikap-sikap atau perilaku-perilaku para partisipan. Kemudian, peneliti mengumpulkan skor-skor yang diperoleh dari instrumen ini untuk mengonfirmasi atau mendiskonfirmasi teori tersebut. Pada hakikatnya, pendekatan deduktif yang bisa diterapkan dalam penelitian kualitatif juga turut memengaruhi peletakan teori di dalamnya (lihat tabel 3.1). Petunjuk umumnya adalah memperkenalkan teori diawal proposal penelitian: dalam pendahuluan, dalam tinjauan pustaka, setelah hipotesis atau rumusan masalah (sebagai rasionalisasi atas hubungan antarvariabel), atau dalam bab/subbab khusus. Masing-masing penempatan ini memiliki kelebihan dan kekuranganya tersendiri.

Tabel 3.1 Opsi-Opsi Penempatan Teori Dalam Penelitian Kualitatif. Penempatan Dalam pendahuluan Kelebihan-kelebihan Penempatan ini banyak ditemukan dalam artikel-artikel jurnal; akan tanpak fimiliar bagi pembaca; lebih bersifat deduktif. Teori berasal dari literaturliteratur yang ada. Dengan meletakkanya dalam tinjauan pustaka, teori ini akan semakin jelas dan tuntut sesuai dengan literatur aslinya. Kekurangan-kekurangan Pembaca sulit untuk memisahkan landasan teori dari komponen-komponen lain dari proses penelitian Pembaca silit membedakan teori dengan tinjauan pustaka

Dalam tinjauan pustaka

83

Setelah rumusan masalah atau hipotesis peelitian

Bagaimanapun juga, teori merupakan penjelasan logis atau rumusan masalah atau hipotesis penelitian karena teori dapat menerangkan bagaimana dan mengapa variabel-variabel saling berhubungan Penempatan ini dapat memperjelas pembahasan mengenai teori dari pembahasan-pembahasan lain dalam penelitian. Penempatan ini juga memungkinkan pembaca untuk mengidentifikasi dan memahami dengan baik landasan teori untuk penelitian tersebut.

Dalam bagian (bab/subbab terpisah)

Peneliti bisa saja memasukkan logika teoretis setelah rumusan masalah atau hipotesis penelitian, tetapi ia akan mengabaikan pembahasan detail tentang asal mula perkembangan dan penerapan teori tersebut. Pembahasan teori bisa saja berada terpisah dari komponen-komponen lain, namun pembaca akan sulit untuk menghubungkanya dengan komponen-komponen lain dalam penelitian.

Yang digunakan oleh para penelitianya? Batasilah jumlah teori dan cobalah mengidentifikasi suatu teori yang dapat menjelaskan hipotesis inti atau rumusan masalah utama. 3. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, buatlah rumusan masalah dengan metafor pelangi agar dapat menjembatani variabel-variabel bebas dan variabel-variabel terikat, seperti: mengapa variabel(-variabel) bebas mempengaruhi variabel (-variabel) terikat? 4. Jelaskan teori anda dalam bagian khusus. Ikuti kalimat-kalimat berikut: ―Teori yang akan digunakan adalah.......... (nama teori). Teori ini dikembangkan oleh.........(sumber atau pengembang teori) dan sudah banyak diterapkan dalam penelitian mengenai.......(topik-topik penelitian yang menerapkan teori ini sebagai landasanya). Teori ini menegaskan bahwa...... (proposisi-proposisi atau hipotesis-hipotesis dalam teori tersebut). Diaplikasikan pada penelitian ini, teori tersebut diharapkan dapat menjelaskan pengaruh variabel(-variabel) bebas...........( variabel-variabel bebas) terhadap variabel(-variabel) terikat (variabel-variabel terikat) karena....... (penjelasan yang didasarkan pada logika dari teori tersebut).‖

Dengan demikian, topik-topik yang harus dimasukkan kedalam pembahasan mengenai teori kuantitatif ini mencangkup antara lain: teori yang digunakan, hipotesis-hipotesis atau proporsi-proporsi dari teori tersebut, informasi tentang aplikasi teori tersebut dalam penelitian-penelitian sebelumnya, dan pernyataan yang mencerminkan bagaimana teori tersebut berhubungan dengan penelitian yang diajukan. Contoh penulisan teori kuantitatif ini dapat disimak dalam penelitian Crutchfiled (1986) berikut:

84

Contoh 3.1 Teori kuantitatif Crutchfiled (1986) menulis disertai doktoralnya dengan judul Locus of Control, Interpersonal Trust, And Scolarly produktifity. Dengan menyurvei para guru keperawatan, ia hendak mengetahui apakah lokus kontrol dan keyakinan interpersonal dapat memengaruhi tingkat produktifitas para guru. Dalam bab ini pendahuluan disertai ini terdapat salah satu subbab yang berjudul ―Perspektif teoritis‖. Subbab ini mencangkup poin-poin berikut:  Teori yang akan digunakan  Hipotesis utama dari teori tersebut  Informasi tentang siapa yang telah mengunakan teori tersebut  Penyesuaian antara teori dan variabel-variabel penelitian dengan mengunakan bentuk pernyataan logika ―jika-maka‖ Saya telah memberikan catatan-catatan tambahan dalam format italic untuk menandai poin-point diatas. Perspektif Teoritis Untuk merumuskan perspektif teoritis dalam meneliti produktifitas akademi para guru, teori belajar sosial (sosial learning theori) menyediakan proto tipe penting. Konsep tentang perilaku berusaha ―mendekati perilaku manusia berdasarkan hubungan (timbal-balik) berkelanjutan antara faktor-faktor kognitif, perilaku, dan lingkungan‖ (Bandura, 1977:vi) (Disini, peneliti tengah mengidentifikasi teori tertentu). Meskipun teori ini menyarankan agar diterapkan reirfoncemen seperti membentuk prinsip-prinsip, teori belajar sosial tetap melihat peran reward sebagai sarana untuk mengidentifikasi respon-respons terbaik dan sebagai motivasi intensif terhadap perilaku yang diharapkan. Selain itu, prinsip-prinsip belajar dalam teori ini menekankan peran penting proses-proses lain, seperti proses vicari ous, simbolic, dan self regulating (Bandura, 1997). Teori belajar sosial tidak hanya membahas belajar dan pembelajaran, tetapi juga berusaha mendeskripsikan bagaimana kompetensi sosial dan dan kompetensi personal (sehingga disebut personalitas) dapat mengembangkan kondisi sosial yang kondusif untuk proses belajar. Teori ini juga untuk menjabarkan teknik-teknik penilaian personalitas (Mischel, 1968), dan modifikasi perilaku dalam setting klinis dan edukatif (Bandura, 1977; Bowel dan Hilgart, 1981; Rotter 1954) (Disini, peneliti tengah mendeskripsikan teori belajar sosial) Sejauh ini prinsip-prinsip teori belajar sosial telah banyak diterapkan pada perilaku-perilaku sosial seperti kompetifitas, agresifitas peran seks, tantanga, dan perilaku patologis (Bahdura & Walters, 1963; Bandura 1977; Mishel, 1968; Miller & Dollard, 1941, Rotter 1954; Staats, 1975) (Disini peneliti tengah mendeskripsikan penerapan teori ).

85

Dengan menjelaska teori belajar sosial, rotter (1954) menunjukkan bahwa ada empat tingkatan variabel yang harus dipertimbangkan: perilaku, ekspektasi, reinforcement, dan situasi psikologis. Formula umum tentang perilaku dapat dinyatakan sebagai berikut: Potensi munculnya perilaku dan situasi psikologistertentu merupakan pengaruh ekspektasi bahwa perilaku tersebut nantinya akan menuntun para reiformence dan manfaat-manfaatnya dalam dalam situasi psikologis tersebut (Rotter, 1975:57). Ekspektasi dalam formula ini merujuk pada kepastian (atau kemungkinan) tertentu bahwa hubungan kausatif umumnya muncul antara perilaku dan rewad konstruk dari eksprestasi ini dapat didefinisikan sebagai lokus kontrol ekternal ketika seorang individu percaya bahwa dalam dirinya mempengaruhi oleh hal-hal seperti keberuntungan, nasib atau kekuatan-kekuatan lain. Kesadaran akan hubungan kausatif ini tentu saja bukanlah sikap yang mutlak dan selalu muncul dalam setiap individu, melainkan yang berupa sikap yang berbedabeda dalam satu kontinum bergantung pada pengalaman-pengalaman individu tersebut dan sebelumnya dan kompleksitas-kompleksitas situasional (Rotter: 1996).(Disini peneliti menjelaskan variabel-variabel dalam teori) Karena penelitian ini menerapkan teori belajar sosial maka empat tingkatan variabel yang diidentifikasi oleh Rotter (1954) diatas menjadi bahan utama untuk memerinci poin-poin produktifitas akademik seperti berikut: 1. Produktifitas akademik merupakan perilaku atau aktifitas yang diharapkan. 2. Lokus kontrol merupakan ekspektansi umum bahwa reward dapat atau tidak dapat bergantung pada perilaku-perilaku tertentu. 3. Reinforcement merupakan reward dan penghargaan atas kerja akademik 4. Institusi pendidikan merupakan situasi psikologis yang di dalam nya terdapat berbagai reward atas produktivitas akademik

Dengan variabel-variabel diatas maka konsep umum tentang perilaku sebagaimana yang sedang diformulasikan oleh Rotter (1975) akan diadaptasi sehingga menjadi seperti ini: potensi munculnya perilaku akademi dalam institusi pendidikan merupakan pengaruh dari ekspektasi bahwa perilaku tersebut nantinya akan menuntut pada reward-rewad tertentu dan manfaat-manfaatnya dalam institusi pendidikan, yakni produktifitas para guru semakin meningkat karena adanya para guru. Selain itu hubungan antara kepercayaan interpersonal dan lokus control perlu dipertimbangkan dalam kaitanya dengan ekspektasi dengan kaitanya reward melalui perilaku-perilaku yang direkomendasikan oleh Rotter dalam bukunya yang lain (1967). Selanjutnya, karakteristik-karakteristik tertentu, seperti persiapan akademik,umur kronologis, beasiswa doktoral, ikatan dinas atau kerja full-time, atau part-time, diasosiasikan
86

Pendekatan ini sangat populer dalam penelitian ilmu kesehatan kualitatif dimana peneliti biasanya mengawali penelitianya dengan model-model teoretis. c) Reward atas aktifitas akademik sangat bermanfaat (manfaat reward). Tema-tema ini dapat memberikan serangkaian hipotesis siap pakai untuk diuji dengan literatur-literatur yang ada. seperti kekerabatan atau keluarga (lihat pembahasan Wolcott:1999 tentang sejumlah penelitian antropologi yang mengangkat topik-topik kebudayaan). Jika para guru percaya bahwa: a) usaha-usaha mereka melaksanakan kegiatan akademik akan capai menuntutnya pada reward (lokus kontrol). para ahli etnografi memanfaatkan tema-tema kultural atau ―aspek-aspek kebudayaan‖ (Wolcott. Teori ini bisa jadi sempurna dengan adanya variabelvariabel. Pertama. dan hipotesis-hipotesis penelitian. seperti adopsi dalam praktek-praktek kesehatan atau kualitas dalam orentasi kehidupan umat manusia. 87 . atau organisasi sosial. 1999:113) untuk dikaji dalam proyek penelitian mereka. teori sering kali digunakan sebagai penjelasan atas perilaku dan sikap-sikap tertentu. d) Reward benar-benar ada dalam bidang atau institusi mereka (Seting Institusi) maka produktifitas akademik mereka akan semakin meningkat (hlm. Untuk lebih jelasnya.dengan produktifitas akademik keperawatan dalam satu cara yang sama dengan produktifitas dengan disiplin-disiplin lain (disini peneliti tengah menerapkan konsep-konsep teoretis pada penelitianya). peneliti tengah memberikan kesimpulan hipotesis dengan pernyataan logika ―jika maka‖ untuk menghubungkan variabel bebas dengan variabel terikat).dalam penelitian kualitatif. 12-16) (Disini. TEORI DALAM PENELITIAN KUALITATIF Variasi Penggunaan Teori Dalam Penelitian Kualitatif. seperti kontrol sosial. Meskipun para peneliti kualitatif tidak merujuk pada tema-tema tersebut sebagai teori mereka. tema-tema ini umumnya menyediakan penjelasan lengkap yang sering kali dimanfaatkan oleh antropolog untuk meneliti perilaku culturesharing dan tingkah laku manusia. Misalnya. pernyataan berikut akan merepresentasikan logika dasar penelitian ini. bahasa. b) Usaha-usaha mereka sangat bergantung pula kesanggupan-kesanggupan mereka pribadi (kepercayaan interpersonal). Para peneliti kualitatif menggunakan teori dalam penelitian untuk tujuan-tujuan yang berbeda. konstruk-konstruk. stabilitas dan perubahan.

serta membentuk call for action and change (panggilan untuk melakukan aksi dan perubahan). atau trans gender. 2007):  Perspektif feminis mengugat kaum wanita saat ini yang ditindas dengan sewenangwenang dan institusi yang turut membentuk kondisi tersebut. dan ras (atau isu-isu lain mengenai kelompokkelompok marginal). Beberapa perspektif teoritis yang dapat digunakan dalam penelitian kualitatif adalah sebagai berikut (Creswell. gay. Perspektifperspektif juga menunjukkan bagaimana peneliti harus memosisikan diri mereka dalam penelitian kualitatif (seperti. berada diluar atau tidak condong pada konteks pribadi. 1987) Teori queer-begitulah istilah yang digunakan dalam literatur ini berfokus pada individu-individu yang menanamkan pada dirinya sebagai kelompok lesbian. peneliti memulai dengan satu teori yang menjelaskan keseluruhan proses penelitian. Perspektif-perspektif teoretis ini menuntun peneliti pada isu-isu penting yang perlu diteliti (seperti. 2000).para peneliti kualitatif sering kali mengunakan perspektif teoritis sebagai panduan umum untuk meneliti gender. biseksual. Perspektif ini biasanya digunakan dalam penelitian advokasi/partisipatoris kualitatif atau dapat membantu peneliti untuk merancang rumusan masalah. khususnya tentang orangorang dan komunitas-komunitas kulit berwarna (Ladson-Bilings. Topik-topik penelitian bisa mencangkup isu-isu kebijakan yang berhubungan dengan realisasi keadilan sosial bagi kaum wanita dengan ranah-ranah tertentu atau pengetahuan tentang kondisikondisi ketertindasan yang dialami oleh mereka (Ollesen. dan gender yang diletakkan pada mereka (Fay. 2000)   Perspektif teori kritis fokus pada pemberdayaan umat manusia agar dapat bebas dari kungkunghan rasial. kultural. anak jalanan. Teori kausatif seperti ini bisa berupa teori emansipasi atau represi (Thomas. Penelitian kualitatif pada 1980-an mengalami transformasi besar-besaran yang ditandai munculnya perspektif-perspektif teoretis seperti ini sehingga memperluas ruang lingkup penelitian yang muncul sebelumnya.  Wacana rasial memunculkan pertanyaan-pertanyaan penting tentang tentang kontruksi dan kontrol atas pengetahuan yang berbau ras.Kedua. kelas. Penelitian-penalitian yang menerapkan perspektif teoritis ini bukan berarti menjadikan individu-individu diatas sebagai objek mentah yang 88 .dan kelompok-kelompok minoritas lain). 1993). mengumpulkan dan menganalisis data. Dalam penelitian etnografi kritis. kelas. atau dengan cara berbaur langsung dengan mereka). perempuan. atau historis tertentu) dan bagaimana menulis laporan akhir (seperti. dengan tidak memarjinalisasi lebih jauh individu-individu yang diteliti.

lalu ke tema-tema umum. gender. Penelitian pada dasarnya melibatkan isu-isu kekuasaan. Rossman dan Rallis (1998) mengartikan teori dalam penelitian kualitatif sebagai perspektif pos modern dan kritis: Menjelang abad XX. 66) Ketiga dalam penelitian kualitatif.dapat diperlakukan begitu saja. Dengan menjadikan teori sebagai poin akhir penelitian. 1998). Laporan penelitian tidak transparan dan netral. merupakan aspekaspek penting dalam memahami pengalaman manusia dan d). Logika pendekatan induktif ini dapat dilihat pada gambar 35. Teori ini bahkan menyuarakan kembali hak-hak dan pengalaman-pengalaman individu yang tertindas (gamson. melainkan lebih berusaha mencari sisi-sisi kultural dan politis apa yang membuat mereka terkucilkan dalam ranah sosial. b). Ada empat hal yang menjadi fokus utama dalam kritik ini: a). tetapi dikuasai oleh individu-individu yang secara teoritis berorentasi pada ras. teori sering kali digunakan sebagai poin akhir penelitian. Penelitian historis tradisional telah membungkam kelompok-kelompok yang tertindas dan marginal (hlm. 89 . kemudian menuju teori atau model tertentu (lihat punch. berarti peneliti menerapkan proses penelitianya secara induktif yang berlangsung mulai dari data. yang melibatkan para pengurus sekolah. 2000)  Studi ketidak mampuan berfokus pada makna inklusi dalam sekolah. 2005). ilmu-ilmu sosial tradisional mulai dikritik dan dipertanyakan oleh perspektif-perspektif pos modern dan kritis yang menantang asumsi-asumsi objektif dan norma-norma tradisional dalam penelitian. guru dan orang tua yang memiliki anak-anak dengan ketidak mampuan tetentu (Mertens.

generalisasi-generalisasi atau teori-teori dari tema-tema atau kategori-kategori yang dibuat Peneliti menganalisis data berdasarkan tema-tema dan kategori-kategori Peneliti mengajukan pertanyaanpertanyaan terbuka pada partisipasi dan merekam catatan-catatan lapangan Peneliti mengumpulkan informasi (misalnya. Lincoln dan Guba 90 . atau generalisasi-generalisasi untuk nantinya diperbandingkan dengan pengalaman-pengalaman pribadi atau dengan literatur-literatur yang ada. dari wawancara atau observasi) Gambar 3. Stake (1995) menyebut tuntutan (assertion) sebagai generalisasi proporsional (kesimpulan peneliti dari hasil interpretasi dan klaim-klaimnya) dan generalisasi naturalistik (pengalaman-pengalaman pribadi peneliti) (hlm. teori-teori. Dalam penelitian ini. grounded theory memiliki poin akhir yang berbeda. Bahkan. teoriteori atau generalisasi-generalisasi ini menunjukkan bahwa penelitian kualitatif memiliki point akhir yang berbeda-beda.5. peneliti berharap dapat menemukan satu teori yang didasarkan pada informasi dari para partisipan (Stauss dan Corbin. 1998).Peneliti mengemukakan generalisasigeneralisasi atau teori-teori dari literatur-literatur dan pengalamanpengalaman pribadinya Peneliti mencari pola umum. Logika Induktif Dalam Penelitian Kualitatif Peneliti memulai penelitianya dengan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin dari para partisipan. Misalnya. lalu membentuk informasi ini menjadi pola-pola. Usaha mengembangkan tema-tema dan kategori-kategori menjadi pola-pola. 86). dalam penelitian studi kasus. Sebagai contoh lain.

38) Keempat. 1986). beberapa penelitian kualitatif tidak mengunakan teori yang terlalu eksplisit. seperti dalam penelitian fenomenologi. sesuai dengan tujuan yang digunakanya teori tersebut. misalnya. peneliti hanya membuat sesuatu deskripsi yang kaya dan rinci tentang fenomena tertentu. yang didalamnya peneliti berusaha untuk membangun esensi pengalaman dari para partisipasi (lihat. Tips penelitian saya tentang pengunaan teori dalam penelitian kualitatif ini antara lain sebagai berikut:   Pastikan apakah teori tersebut dapat diterapkan dalam penelitian kualitatif atau tidak. 1993). Malahan. Neuman (2000) memberikan informasi tambahan mengenai pattern theory ini: Pattern theory tidak menemukan aspek penalaran deduktif. Kasus ini bisa saja terjadi disebabkan dua hal: (1) karena tidak ada satupun penelitian kualitatif dilakukan dengan observasi yang ―benar-benar murni‖ dan (2) karena struktur konseptual sebelumnya yang disusun dari teori dan metode tertentu telah memberikan starting point bagi keseluruhan observasi (Schwandt. identifikasilah bagaimana teori tersebut akan dijabarkan dan digunakan dalam penelitian anda. Pattern theory mengurutkan setiap tahapan atau menghubungkan bagian-bagian dengan keseluruhan (hlm.‖ pattern theory merupakan sistem gagasan-gagasan. Bahkan. Jika bisa diterapkan.(1985) menyebut pattern theory (teori pula) sebagai pemikiran-pemikiran awal yang terus berkembang selama penelitian kualitatif ini justru merepresentasikan pemikiran-pemikiran yang saling berhubungan atau bagian-bagian yang berhubung dengan keseluruhan. Konsep-konsep dan relasi-relasi di dalamnya membentuk sejenis mutual-reinforcing dan sistem tertutup. mirip dengan teori kausatif. pattern theory justru berisi konsep-konsep dan relasi-relasi yang saling berhubungan. apakah sebagai penjelasan up-front. 91 . Dalam penelitian-penelitian semacam ini. tidak sedikit orang memandang penelitian kualitatif sebagai penelitian yang tidak memiliki orientasi teori yang eksplisit. namun teori ini tidak membutuhkan pernyataan kausatif. sebagai end point penelitian.  Tempatkan teori tersebut dalam naskah penelitian anda dibagian yang tepat. Riemen. teori ini mengunakan metafora dan analogi-analogi agar relasi-relasi ini ―memiliki arti. atau sebagai perspektif advokasi. Sebaliknya.

Mereka merasa bahwa model ini telah "dikonseptualisasikan secara tidak utuh dan. sering kali dipahami dan diukur dengan tidak tepat" (hlm. akan turut memengaruhi penempatanya dalam sebuah penelitian kualitatif. tetapi hanya dimodifikasi (karena penelitian mereka adalah penelitian kualitatif).2 Teori di Bagian Awal Penelitian Kualitatif Murguia. sebuah representasi visual yang mengilustrasikan hubungan antarkonsep. Data harus diolah secara dialektik agar dapat menghasilkan proposisiproposisi baru yang memungkinkan munculnya kerangka teoretis. Mereka mengawalinya dengan menghubungkan pengalaman-pengalaman partisipan dengan satu model teori. universitas). Padilla. Akan tetapi. Dalam penelitian kualitatif yang mengunakan tema kultural atau perspektif teoretis. 92 . Mereka ingin mengetahui tentang bagaimana etnisitas memengaruhi integrasi sosial. merancang model ini secara induktif dari komentarkomentar infor man. Contoh 3. Untuk itulah. pola. Lather (1986) mengulifikasi pengunaan teori sebagai berikut: Melakukan penelitian grounded theory secara empiris membutuhkan relasi timbal balik antara data dan teori. model tersebut tidak diuji (seperti yang sering ditemukan dalam proyek kuantitatif). dan Pavel (1991) meneliti 24 siswa yang berasal dari Spayol dan Amerika Asli yang tergabung dalam suatu sistem sosial (dalam hal ini. dan meletakkan model tersebut di akhir penelitian. untuk sebagian besar rancangan kualitatif yang berorientasi teori. 433). Karena penelitian kualitatif mereka menempatkan teori. teori muncul diawal dan dapat dimodifikasi atau disesuaikan dengan sedemikian rupa berdasarkan pandangan dari para partisipan. seperti etnografi kritis. dalam penelitian mereka. atau generalisasi sebagai poin akhir (end point} maka modifikasi atas teori model Tinto tersebut dimunculkan di akhir penelitian. Modtfikasi-teori ini berbentuk diagram logika. dengan tetap menjaga kerangka tersebut secara ketat agar tidak tercampur-baur dengan data penelitian (hlm. kami telah mengembangkan suatu model visual yang menghubungkan variabel-variabel. Mereka mendaur-ulang model Tinto ini dan menawarkan modifikasinya untuk mengilustrasikan bagaimana etnisitas itu berfungsi. 276) Seperti yang tanpak pada contoh diatas.Menempatkan Teori Dalam Penelitian Kualitatif Bagaimana teori itu digunakan. yang di dalamnya proposisi utama dapat dibedakan dengan teori-teori dan literatur-literatur yang sudah ada. yaitu model Tinto tentang integrasi sosial. sebagai konsekuensinya.

salah satu literatur yang membahas tentang produktivitas penelitian menegaskan bahwa performa penelitian seseorang tidak akan merosot hanya karena ada penghargaan tenure (Holley. 1992: 58) 93 . kami (Creswell & Brown. penelitian metode campuran yang didasarkan pada teori gender. Dalam banyak hal. Bertentangan dengan proposisi 2. (Creswell & Brown. 2003). Bab teori kami munculkan di bagian akhir penelitian.TEORI DALAM PENELITIAN METODE CAM! URAN Teori dalam penelitian metode campuran dapat diterapkan secara deduktif (seperti dengan pengujian atau verifikasi teori kuantitatif) atau secara induktif (seperti dengan pemunculan teori atau pola kualitatif). kami juga menyertakan hipotesis-hipotesis dari teori tersebut. Teori ilmu sosial atau ilmu kesehatan bisa saja digunakan sebagai kerangka teoretis untuk diuji. Contoh 3. ketidakmampuan. Pada bagian ini. beragamnya tujuan-tujuan karier para dosen yang post-tenure memperluas kemungkinan munculnya "jenis-jenis" masalah tersebut. Dalarn bab tersebut. ras atau etnisitas. mengharuskan kita untuk mengujinya lebih rinci. 1992) mengembangkan suatu grounded theory yang menghubungkan variabel-variabel (atau kategori-kategori) penelitian. baik dengan pendekatan kuantitatif maupun kualitatif. bahkan kontras. Selain itu. Mengapa kebutuhankebutuhan para dosen yang tenured justru lebih banyak dibanding para dosen yang nontenured? Padahal. yang menurut Furniss (1981). 1977). Dalam hal ini. pada bagian ini. sekaligus membandingkan beragam spekulasi teoretis yang terdapat dalam literatur. subproposisi ini justru menekankan pada kelompok karier yang understudied. melainkan dalam jangkauan masalah-masalah tersebut. atau isu-isu lain maka penelitian tersebut sebaiknya menerapkan teori-teori ini di bagian penelitian (Mertens. bukan dalam jenis-jenis masalah. Cara lain untuk menerapkan teori dalam penelitian metode campuran adalah dengan menjadikan teori sebagai perspektif teoretis untuk menuntun penelitian. yakni pengaruh para ketua jurusan terhadap performa dosen.3 Teori di Bagian Akhir Penelitian Kualitatif Dengan menggunakan database yang memuat sekitar 33 wawancara kami bersama para ketua jurusan akademik. dengan harapan kami. kami juga membandingkan hasil survei dari para partisipan dengan hasil survei dari penelitian-penelitian lain. orientasi seksual.1. kami menggambarkan teori tersebut secara induktif dalam bentuk isual berdasarkan kategori-kategori informasi yang berasal dari para informan. Kami justru menemukan bahwa masalah yang dirasakan para dosen yang post-tenure hampir mencakup keseluruhan masalah yang terdapat dalam daftar. antara lain kami menyatakan: Proposisi dan subproposisi-subproposisi dari teori ini ternyata menampiikan sesuatu yang tidak biasa. Bahkan. kami berharap bahwa jenjang-jenjang karier akan sama. Barangkali.

Mereka kemudian membuat model-model visual untuk mengilustrasikan bagaimana perspektif-perspektif ini dapat menjadi panduan bagi penelitian metode campuran.1. dan Hanson (2003) sudah menulis sebuah bab khusus yang menjelaskan hal tersebut secara kompre-hensif. kebudayaan/ras/etnik. Banyak peneliti metode campuran yang sudah menerapkan gagasan ini.1 mengarahkan para peneliti 94 . dan isu-isu ketidakmampuan (disability issues). dan perhatian pada solusi-solusi aksi. dengan objek penelitian yaitu individuindividu dengan ketidakmarnpuan-ketidakmampuan khusus dan kelompok-kelompok marginal. dia menegaskan pentingnya perspektif teoretis dalam penelitian metode carnpuran. serta perlunya pengharga-an akan perbedaan di antara para partisipan penelitian. kelas dan status sosial. seperti gender. Creswell. Teori transformatifnya Mertens ini bisa menjadi gagasan umum bagi serrtua penelitian yang berbasis emansipatoris. penerapan metode-metode yang berbeda. Tentang prosedur-prosedur penelitian metode campuran.Secara historis. feminis. menurut Mertens. Mereka mengidentifikasi penerapan rancangan transformatif'untuk penelitian metode campuran. para peneliti akan menyadari pentingnya penelitian tentang isu-isu diskriminisi dan tekanan. feminis. kritik. Freirian. gaya hidup. Dengan membaca pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam Kotak 3. gagasan digunakannya landasan teoretis dalam penelitian metode campuran sudah ditunjukkan pertama kali oleh Greene dan Caracelli pada 1997. Pertanyaan-pertanyaan dalam Kotak 3. ras/etnis. dia menekankan pentingnya nilai-nilai dalam meneliti isu-isu feminis. Perspektif-perspektif inilah yang nantinya saling bertumpang tindih dalam penelitian metode campuran (lihat-Bab 10). Rancangan ini mengutamakan penelitian-penelitian yang berbasis pada nilai dan aksi. Mertens (2003) melanjutkan pembahasan ini. Piano Clark. antidiskriminasi partisipatif. bebas-bias dari kuantitatif dan bermuatan-bias dari kualitatif). etnis/ras. Mereka menjelaskan kemungkinan penelitian metode campuran menerapkan perspektif-perspektif teoretis yang beragam. seperti penelitian aksi partisipatoris (participatory action research) dan pendekatan pemberdayaan (empowerment approach). Sebagaimana diringkas dalam Kotak 3. Gutmann. Dalam rancangan ini. Mertens juga menjelaskan implikasi dasar diterapkannya teori-teori transformatif ini dalam penelitian metode campuran. dalam menjelaskan paradigma transfor-rriatif-partisipators dan prosedur-prosedur khusus metode campuran. perlu menggabungkan metodologi emansipatoristransformatif ke dalam semua tahap penelitiannva. Para peneliti metode campuran yang menggunakan teoriteori transformatif ini. Tidak hanya itu.1. Greene dan Caracelli menawarkan pencampur-an nilai-nilai dari tradisi-tradisi yang berbeda (seperti.

95 . Identifikasilah penerapan teori tersebut dalam hubungannya dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Jika teori digunakan sebagai strategi transformasional dalam penelitian. Mereka menggunakan perspek-tif teoretis untuk mengonfigurasi kembali bahasa dan percakapan partisipan. lalu mereka mengemukakan pentingnya pemberdayaan dalam penelitian.untuk respek dalam mengumpulkan dan mengomunikasikan data penelitian dan melaporkan hasil penelitian sehingga dapat menuntun pada per-ubahan dalam proses dan relasi sosial. Penelitian metode campuran di atas "menekankan dimensi-dimensi berbasis nilai dan aksi dari dua tradisi penelitian yang berbeda" (Greene & Caracelli. jelaskan strategi tersebut dan bahaslah poin-poin intinya dalam penelitian yang diajukan. Langkah-langkah untuk menggunakan teori dalam proposal metode campuran ialah: • • • Tentukan teori apa yang akan digunakan. 1997:24). yang di dalamnya gagasan-gagasan emansipatoris juga digunakan.

Kotak 3.1 Pertanyaan-Pertanyaan Emansipatoris-Transformatif untuk PenelitianPenelitian Metode Campuran selama proses Penelitian Membatasi Masalah dan Mencari Literatur • Apakah Anda sudah mencari dengan teliti literatur-literatur yang concern dengan isu-isu diskriminasi dan penindasan? • Apakah Anda sudah membatasi masalah penelitian. membangun kepercayaan. Mengidentifikasi Rancangan Penelitian • Apakah rancangan penelitian Anda sudah menerapkan treatment yang berbedabeda pada setiap kelompok dan menghormati pertimbangan-pertimbangan etis dari para partisipan? Mengidentifikasi Sumber-Sumber Data dan Memtlih Partisipan • Apakah para partisipan benar-benar pernah mengalami —atau setidaknya berkaitan dengan— diskriminasi dan penindasan? • Apakah para partisipan sudah tepat dilabeli sebagai komunitas yang tertindas? • Apakah proses penargetan populasi sudah memenuhi syarat-syarat pengharaan akan perbedaan? • Apa yang Anda lakukan pada sampel penelitian untuk mengetahui bahwa kelompokkelompok yang tertindas itu benar-benar terwakilkan dengan tepat dan akurat? Mengidentifikasi atau Membuat Instrumen-Instrumen dan Metode-Metode Pengumpulan Data • Apakah proses pengumpulan data dan hasil penelitian akan menguntungkan komunitas yang diteliti? 96 . merrlbuat pertanyaan-pertanyaan positif dan negatif yang seimbang? Membuat pertanyaan-pertanyaan yang menuntun pada jawaban-jawaban transformatif. menggunakan kerangka teoretis ketimbang model tertentu yang terbatas. utamanya untuk komunitas yang diteliti? • Apakah Anda sudah benar-benar memanfaatkan waktu dengan komunitaskomunitas ini? (seperti. seperti pertanyaan-pertanyaan yang difokuskan pada persoalan otoritas dan relasi kekuasaan dalam institusi-institusi dan komunitaskomunitas tertentu?).

97 .). kualitatif. peneliti perlu membuat tulisan agak panjang mengenai teori tersebut." atau dalam bentuk visual. Menafsirkan. peneliti menempatkannya di awal penelitian dalam tinjauan pustaka. analisis multilevel) untuk mengetahui bahwa ada dampak yang berbeda terhadap setiap kelompok? • Apakah hasil penelitian akan membantu memahami dan memper-jelas relasi kekuasaan? • Apakah hasil penelitian akan mempermudah proses perubahan sosial? Sumber: Diadaptasi seperlunya dari D. RINGKASAN Teori diterapkan dalam penelitian kuantitatif. Peneliti kuantitatif tentu membutuhkan landasan teoretis tentang variabel-variabel ini untuk membantunya merancang rumusan masalah dan hipotesis penelitian. jika diletakkan di bagian terpisah. Diadaptasi atas izin penulis. Para peneliti kuantitatif menggunakan teori untuk memberikan penjelasan atau prediksi tentang relasi antarvariabel dalam penelitian. Tashakkori & C. dan metode campuran untuk tujuan yang berbeda-beda. pernyataan logika "jika-maka. Handbook of Mixed Methods in the Social & Behavioral Sciences. atau menempatkannya dalam bagian terpisah. dan peneliti menyatakan teori mereka dalam bebe rapa bentuk. berfungsi sebagai jembatan antarvariabel. Mereka juga dapat memasukkan teori-teori itu dalam rumusan masalah atau hipotesis penelitian. Tentu saja.M. Ruang lingkup teori bisa saja luas ataupun sempit. Teori inilah yang menjelaskan bagaimana dan mengapa variabel-variabel itu berhubungan satu sama lain. Jika teori-teori tersebut digunakan secara deduktif. Mertens (2003). dan Melaporkan Hasil Penelitian • Apakah hasif penelitian akan memunculkan hipotesis-hipotesis baru? • Apakah penelitian ini juga akan meneliti subkelompok-subkelompok (seperti.• Apakah temuan-temuan penelitian nantinya dapat dipercaya oleh komunitas tersebut? • Apakah komunikasi dengan komunitas tersebut akan berjalan efektif? • Apakah proses pengumpulan data dapat membuka jaian bagi partisipan menuju proses perubahan sosial? Menganalisis. seperti dalam bentuk hipotesis. "Mixed Methods and the Politics of Human Research: The Transformative-Emancipatory Perspective/' dalam A. Teddlie (Ed.

mereka meneliti bahasa para partisipan yang terjangkit HIV/AIDS dalam konteks sosial. Teori juga dapat diterapkan sebagai poin akhir penelitian (end point). seperti penelitian feno-menologi. kelas. ada juga beberapa penelitian kualitatif yang tidak menyertakan teori yang eksplisit. seperti celaan. Para peneliti kualitatif yang menerapkan grounded theory. narkoba. 31). yang berhubungan dengan gender. Dari data kualitatif ini. para peneliti kualitatif juga dapat menerapkan teori sebagai penjelasan umurn.Contoh 3.4 Teori dalam Penelitian Metode Campuran Transformatif-Emansipatoris Hopson. Mereka lalu menyatakan bahwa dalam metakukan penilaian (evaluasi). ras/etnis. hanya menyajikan penelitian deskriptif tentang fenomena utama. Dengan kerangka teori transformatif-emanstpatoris. misalnya. sebaiknya diterapkan pendekatan pemberdayaan di mana peneliti secara aktif mendengarkan pendapat dari para partisipan dan melaksanakan program-program yang mereka inginkan Sebagaimana dalam penelitian kuantitatif. yang didominast oleh penduduk Afrika Amerika yang terjangkit HIV/AIDS. pengetahuan tentang bahaya HIV/ AIDS. gaya hidup. ras. mereka menyaring kembali pertanyaanper-tanyaan follow-up (lanjutan) untuk digunakan sebagai instrumen posintervensi kuantitatif. kepemilikan. atau generalisasi (generalization) yang secara induktif berawal dari pengumpulan dan analisis data. pola (pattern]. lalu memosisikannya sebagai kesimpulan di akhir penelitian mereka. misal-nya dalam etnografi. Teori juga bisa diterapkan sebagai perspektif teoretis untuk membantu peneliti memunculkan pertanyaanpertanyaan tentang gender. Mereka juga dapat mengawalinya dengan menggunakan perspektif-perspektif teoretis (misalnya. dan sebagainya. Meski demikian. penggunaan obat-obatan. Para peneliti metode campuran dapat menerapkan teori secara deduktif (sebagaimana dalam penelitian kuantitatif) ataupun secara induktif (sebagaimana dalam penelitian kualitatif). rutinitas sehari-hari. Mereka juga melakukan 40 wawan¬cara semi-struktur untuk mengidentifikasi demografi. dan keber-terimaan dan ketakberterimaan. para peneliti metode campuran dapat 98 . Mereka pertama-tama melakukan 75 wawancara etnografis terbuka untuk mengidentifikasi "tema-tema bahasa" (him. dan karakteristik-karakteristik perilaku-sosio seksual. dan kelas) dalam penelitian metode campuran mereka. berusaha menghasilkan suatu teori yang didasarkan (grounded) pada pandangan-pandangan para partisipan. Misalnya. Lucas. dan Peterson (2000) meneliti isu-isu yang sering kali muncul dalam masyarakat urban.

Identifikasilah secara cermat bagaimana perspektif tersebut membentuk langkah-langkah dalam proses penelitian itu! Gunakan Kotak 3. atau kelas. 4. teori-teori epistemologis. buat juga model visual teori tersebut yang mengilustrasikan hubungan antarvariabel dalam penelitian Anda! Ikutilah prosedur-prosedur rancangan model kausatif yang sudah dijelaskan dalam bab ini! 3. & Mills. dan (c) menyajikan penjelasan deskriptif tanpa menggunakan teori yang eksplisit. Berdasarkan keragaman inilah. beberapa buku penelitian saat ini (seperti. (Ed. etnis/ras. D. Latihan Menulis 1.J. Berdasarkan contoh yang sudah disajikan dalam bab ini. (b) berusaha mengembangkan suatu teori di akhir penelitian.1 sebagai panduan identifikasi. Teachers College. teori-teori metodologis. Bahkan. (1993). diperlukan usaha untuk mencari teori lapangan yang sebenarnya dalam penelitian kualitatif. buku ini juga menunjukkan bahwa teori bisa saja beroperasi pada banyak level dalam penelitian kualitatif. 99 . 2003) sudah me-nyediakan prosedur-prosedur khusus bagaimana memasukkan beragam perspektif tersebut ke dalam tahap-tahap penelitian. Setelah itu. Mertens. Carilah artikel-artikel jurnal yang: (a) memodifikasi suatu teori yang muncul sebelumnya. Columbia University. Lebih jauh.. David Flinder dan Geoffrey Mills mengeditori sebuah buku yang membahas tentang perspektif-perspektif yang berasal dari lapangan —"teori lapangan"— seperti yang sudah sering dideskripsikan oleh para peneliti kualitatif. Bab-bab dalam buku ini mengilustrasikan beberapa konsensus tentang bagaimana meryjelaskan suatu teori.menerapkan pen-dekatan transformasional-emansipatoris yang menggabungkan perspektifperspektif di atas untuk meneliti isu utama. dan meta-teori. G. BACAAN TAMBAHAN Flinders. New York: Teachers College Press. seperti teori-teori formal. Carilah penelitian metode campuran yang menggunakan satu perspektif teoretis. buatlah tulisan Latihan Menulis mengenai perspektif teoretis untuk rencana penelitian kuantitatif Anda! 2. Theory and Concepts in Qualitative Research: Perspectives from The Field.E.). dan teori seperti apa yang dianggap buruk dan baik. seperti perspektif feminis.

yaitu: (a) sebagai bahan pemikiran dan refleksi. metode penelitian pada awalnya tidak terlibat dalam. 67 (1). yang menurutnya cenderung membatasi pemikiran. 100 . formal. Aspek yang berbeda dari tulisan Mertens ini terletak pada bagaimana ia berusaha merangkaikan paradigma pemikiran transformatif-emansipatorisnya dengan langkah-langkah dalam proses pelaksanaan penelitian metode campuran. CA: Sage. (c) sebagai penjelasan untuk menambah pengetahuan dalam bidang yang berbeda.Buku ini juga mengilustrasikan praktik dari kritisisme kritis. (b) sebagai hipotesis yang lebih sempit atau longgar. "What's The Use of Theory?" dalam Harvard Educational Review. (him." dalam A. Sebalik-nya. dia kemudian memunculkan satu tesis bahwa teori tidak seharusnya menstrukturkan apalagi mengekang pemikiran. 75-104). la juga menawarkan paradigma transformatif-emansipatoris sebagai kerangka teoretis bagi penelitian metode campuran karena paradigma ini digagas oleh para sarjana yang berasal dari kelompok ras/etnis yang beragam. Donna Mertens mengakui bahwa secara historis. Thomas. teori-teori ini harus berkembang secara terus-menerus dan menjadi ad hocery. (him. isu-isu politik-kemanusiaan dan keadilan sosial. dan edukasional. personal. G. (2003). sebagaimana dikatakan Toffler. Dia mencatat beragam definisi tentang teori dan memetakan empat fungsi teori. Thousand Oaks. Teddlie (Ed. dan (d) sebagai pernyataan formal dalam ilmu pengetahuan. (1997). 135-164). dari orane-orang yang memiliki ketidakmampuan-ketidakmampuan khusus dan dari kaum feminis. Gary Thomas mengkritik penggunaan teori dalam penelitian edukatif. Mertens.).M. "Mixed Methods and The Politics of Human Research: The Transformative-Emancipatory Perspective. Tashakkori & C. Berangkat dari catatan-catatan ini. Handbook of Mixed Methods in Social and Behavioral Research. D.

utamanya tentang 'format bagian-bagian dan outline topik-topik di dalamnya. Maxwell (2005) menyebut sembilan argumentasi inti yang harus diperhatikan peneliti untuk menulis proposal penelitian. suatu proposal penelitian di-bentuk oleh beberapa argumentasi utama. 2. praktik-praktik penulisan proposal agar mudah dibaca. Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah kesadaran akan tulisan yang baik dan benar. dan masalah-masalah etis yang harus dipertimbangkan saat proposal tersebut ditulis. Sepanjang penggarapan proposal.Bab Empat Strategi-strategi Menulis dan Pertimbangan-Pertimbangan Etis S ebelum menulis proposal. peneliti juga perlu mematuhi aturan-aturan etis dan mengantisipasi masalah-masalah etis yang sering kali muncul. peneliti perlu memiliki gagasan umum tentang struktur penelitian yang akan sajikan. Struktur proposal ini akan berbeda tergantung pada apakah proyek yang ditulis adalah kuantitatif. MENULIS PROPOSAL Bagian-Bagian dalam Proposal Salah satu syarat utama yang harus dipenuhi sebelum menulis proposal adalah mempertimbangkan topik-topik apa saja yang akan dimasukkan dalam proposal tersebut. kualitatif. Semua topik harus saling berhubungan dan memberikan gambaran kohesif mengenai proyek penelitian secara keseluruhan. yang akan turut memastikan konsistenst dan keterbacaan proposal tersebut. Yang jelas. saya akan menjelaskan bagian-bagian ini secara lebih detail. Berikut ini saya sajikan sembilan argumentasi tersebut dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan. saya menyajikan outline topiktopik proposal. Bab ini akan menjelaskan garis-garis besar susunan proposal penelitian secara keseluruhan. 1. secara keseluruhan. Apa yang dibutuhkan pembaca untuk memahami topik Anda dengan lebih mudah? Apa yang sudah sedikit-banyak diketahui pembaca mengenui topik Anda? 101 . apakah kuantitatif. atau metode campuran. sejenis draf tentang bagian-bagian yang perlu dimasukkan dalam proposal penelitian. Untuk itulah. diperlukan sejenis outline atau draft meskipun topik-topik ini akan bervariasi bergantung pada jenis proposal yang diajukan. Dalam bab-bab selanjutnva. atau metode campuran. Dalam bab ini. kualitatif.

102 . 4. Yang menarik dari sembilan pertanyaan di atas adalah disertakannya verifikasi penemuan. hasil-hasil sementara. Komponen-komponen ini dapat memfokuskan perhatian pembaca pada elemen-elemen kunci yang sering kali diabaikan dalam proposal penelitian. Susunan naratif penelitian. bukti observasi. Strategi penelitian kualitatif. Tujuan penelitian dan batasan masalah. Masalah-masalah etis yang mungkin muncul.1 didasarkan pada perspektif konstruk-tivis/interpretivis. 7.2 didasarkan pada perspektif advokasi/partisipatoris. Format Proposal Kualitatif Mengenai format proposal kualitatif. catatan waktu. akan membentuk fondasi penelitian yang baik dan sangat membantu proses penyusunan proposal secara keseluruhan. 9.1 Format Konstruktivis/Interpret!vis Kualitatif Pendahuluan Latar belakang masalah (mencakup literatuMiteratur yang ber-hubungan dengan rnasalah tersebut dan pentingnya penelitian). 6. 5. 8. Hasil-hasil sementara (jika ada). pertimbangan-pertimbangan etis.3. Apa yang Anda harapkan dari penelitian Anda? Rancangan seperti apa dan siapa saja orang-orang yang ingin Anda teliti? Metode-metode apa yang ingin Anda gunakan untukmenyajikan data? Bagaimana Anda akan menganalisis data? Bagaimana Anda akan menvalidasi penemuan-penemuan Anda? Masalah-masalah etis apa saja yang akan Anda sajikan? Apakah hasil-hasil sementara sudah menunjukkan bahwa penelitian yang Anda ajukan ini bermanfaat dan bisa diterapkan? Sembilan pertanyaan ini. dan anggaran yang diajukan. dan bukti manfaat atau tidaknya sebuah proposal. saya menawarkan dua model alternatif. Peran peneliti. Strategi-strategi menvalidasi hasil penelitian. Contoh 4. Lampiran: pertanyaan-pertanyaan wawancara. Rumusan masalah. Prosedur-prosedur pengumpulan data. Outcomes yang diharapkan. jika masing-masing disajikan secara tepat dalam satu bagian proposal. Prosedur-Prosedur Asumsi-asumsi filosofis tentang penelitian kualitatif. Contoh 4. sedangkan Contoh 4.

Contoh 4. Asumsi-asumsi filosofis tentang penelitian kualitatif. lagi pula. peneliti hanya menyertakan dua bagian utama. Format proposal di atas tadi sama dengan format sebelumnya (konstruktivis/interpretivis) kecuali dalam hal bahwa dalam format proposal ini. Susunan naratif. saya juga sudah menambah bagian-bagian yang mungkin pada awalnya tampak tidak lazim. dan menyatakan perubahan-perubahan yang dapat ditawarkan oleh penelitian ini. literatur-literatur yang berhubungan dengan isu tersebut. Pentingnya penelitian. Peran peneliti. Prosedur-proseedur pencatatan/perekaman data.2 Format Advokasi/Partisipatoris Kualitatif Pendahuluan Latar belakang masalah (meliputi isu-isu advokasi/partisipatoris yang akan dieksplorasi. bukti observasi. Rumusan masalah. berkolaborasi dengan para partisipan dalam pengumpulan data. Strategi penelitian kualitatif. yaitu pendahuluan dan prosedur-prosedur. dan pentingnya penelitian). catatan waktu. Tinjauan pustaka bisa saja dimasukkan. dan anggaran yang diajukan. Prosedur-prosedur pengumpulan data (meliputi pendekatan-pendekatan pengumpulan data secara kolaboratif bersama para partisipan). Prosedur-prose*dur analisis data. Perubahan-perubahan advokasi/partisipatoris yang diharapkan. Strategi-stratecgi menvaiidasi hasif penelitian. Masalah-masalsh etis yang mungkin muncul. Prosedur-Prosedur.. Hasil-hasil semwentara (jika ada). tinjauan pustaka bisa dimasukkan di akhir penelitian atau di bagian outcomes yang diharapkan. peneliti mengidentifikasi isu-isu advokasi/partisipatoris tertentu yaing akan dieksplorasi dalam penelitian (seperti marginalisasi dan pemberdayaan).Pada contoh di atas. tetapi hanya bersifat optional saja. denganmembuat catatan waktu dan menyajikan anggaran yang diajukan peneliti setidak-tidaknya sudah memberikan informasi yang berguna bagi pihak perguran tinggi meskipun bagian-bagian ini biasanya tidak dijumpai dalam outline proposal. 103 . Misalnya. Lampiran: pertanyaan-pertanyaan wawancara. Selain itu. Tujuan penelitian dan batasan masalah. sebagaimana yang sudah dijelaskan pada Bab 3.

pertimbangkanlah format berikut ini sebagai panduan menulis (lihat Contoh 4. Rudestam & Newton. seperti metode campuran. 2007).Format Proposal Kuantitatif Untuk penelitian kuantitatif.3).4 (yang diadaptasi dari buku Creswell & Piano Clark. 2007). Contoh 4. Untuk itu. sangat penting menjelaskan sejak awal alasan-alasan diterapkannya pendekatan metode campuran dan mengidentifikasi elemen-elemen kunci dari rancangan ini. 104 . peneliti dapat menggabungkan format kuantitatif dan kualitatif (lihat Creswell & Piano Clark. bisa jadi bermacam-macam antarmasingmasing penelitian (lihat. misalnya. formatnya disesuaikan dengan bagian-bagian yang biasanya terdapat dalam artikel-artikel jurnal kuantitatif. hasil.3 merupakan format standar untuk penelitian ilmu sosial meskipun susunan bagian-bagiannya. khususnya dalam pendahuluan. 2007). Format Proposal Metode Campuran Untuk proposal metode campuran. Format ini menunjukkan bahwa peneliti menerapkan komponen-komponen kuantitatif dan kualitatif (khususnya. Ilustrasi untuk format proposal metode campuran ini dapat dilihat pada Contoh 4. tujuan pe-nelitian dan rumusan masalah) sebagai komponen-komponen Metode campuran. dan pembahasan. Miller. Dalam merencanakan penelitian kuantitatif atau proposal disertasi. Contoh ini juga sangat berguna bagi para peneliti yang ingin merancang bagian-bagian penelitian untuk disertasi atau membuat kerangka topik-topik untuk penelitian-penelitian akademik yang lain. dan prosedur-prosedur pengumpulan dan analisis data kuantitatif dan kualitatif. 1991. Format tersebut pada umumnya terdiri dari pendahuluan. tinjauan pustaka. metode penelitian. gambaran visual prosedur-prosedur penelitian secara umum.

Merinci terlebih dahulu bagian-bagian dalam rancangan proposal. Tujuan penelitian dan batasan masalah. dan materi-rnateri. Pertama-tama. terkait dengan bagaimana merancang struktur keseluruhan proposal penelitian. buatlah satu draft atau outline bagian-bagian proposal. Rumusan masalah atau hipotesis. Merancang Bagian-Bagian dalam Proposal Penelitian Di sini. 105 . Isu-isu etis yang mungkin muncul. Lampiran: instrumen. Instrumen-instrumen pengumpulan data. Mengerjakan satu bagian akan mendorong munculnya gagasan-gagasan baru ketika merancang bagianbagian proposal yang lain. ada beberapa tips penelitian yang sering kali saya sampaikan kepada para mahasiswa. lalu tulislah sesuatu dalam setiap bagian tersebut.Contoh 4. saringlah kembali ke bagian-bagian tersebut dengan mempertimbangkan secara lebih detail informasiinformasi lain yang mungkin perlu dimasukkan ke dalam setiap bagian.3 Format Kuantitatif Pendahuluan Latar belakang masalah (meliputi pembahasan mengenai masalah yang diangkat dan pentingnya penelitian). Kemudian. dan partisipan. Hasil-hasil sementara. Prosedur-prosedur analisis data. Tinjauan Pustaka Metode Penelitian 3enis rancangan penelitian. vartabel-variabel. catatan waktu. Populasi. dan anggaran yang diajukan. Perspektif teoretis. sampel.

Para pembaca yang dapat mengambil manfaat dari penetitian ini.Contoh 4. seperti instrumen penelitian. Prosedur-prosedur analisis data metode campuran. Tujuan Penelitian Tujuan atau manfaat peneiitian dan rasionalisasi digunakannya metode campuran.4 Pendahuluan Format Metode Campuran Latar belakang masalah. Tinjauan pustaka (tinjauan kuantitatif. Isu-isu etis yang mungkin muncul. Pendekatan-pendekatan dalam menvalidasi data kuantitatif dan kualitatif. Sumber-sumber dan skill-skill peneliti. Jenis rancangan yang digunakan dan definisinya. Penelitian-penelitian sebelumnya yang juga mernbahas masalah tersebut. dan tinjauan metode campuran}. Rumusan masalah dan hipotesis (rumusan masalah atau hipotesis kuantitatif. Landasan-landasan filosofis tentang peneiitian metode campuran. Tantangan-tantangan menggunakan rancangan ini dan bagaimana menghadapi tantangantantangan tersebut. dan bentukbentuk visual lain. Metode Campuran Definisi peneiitian metode campuran. Kekurangan-kekurangan dalam penelitian-penelitian sebelumnya dan satu kekurangan yang membuat Anda merasa perlu mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan untuk menutupi kekurangan ini. Pengumpulan dan analisis data kuantitatif. protokol penelitian. Contoh-contoh penerapan rancangan tersebut. Catatan waktu dalam menyelesaikan penelitian. 106 . tinjauan kualitatif. rumusan masalah kualitatif. rumusan masalah metode campuran). Referensi dan penyertaan diagram visual. Referensi dan lampiran-lampiran. Pengumpulan dan analisis data kualitatif.

saya merekomen-dasikan beberapa langkah berikut: • Di awal proses penelitian. Setiap kali saya membaca buku-buku seperti ini. Susunan bagian-bagian proposal yang terdapat dalam artikel-artikel jurnal bisa saja tidak memberikan banyak informasi yang diinginkan oleh pembimbing atau pihak perguruan tinggi. salah satunya. Gandakan proposalproposal yang me-nurut pembimbing Anda paling layak diajukan pada pihak perguruan tinggi. saya terus teringat dengan prinsip-prinsip menulis yang baik yang harus saya terapkan pada penelitian saya. • Mintalah pertimbangan dari pembimbing Anda tentang format proposal yang ia harapkan. Saya biasanya membeli satu buku baru tentang teknik-teknik menulis setiap kali saya mengerjakan proposal penelitian. oleh hasil pembacaan saya pada buku-buku panduan menulis tersebut. Pelajari topik-topik yang dibahas dan susunan di dalamnya hingga ke tahap yang lebih detail. Kelas-kelas seperti ini sering kali membantu Anda dalam menyusun proyek penelitian dan membantu pembaca memahami dan merespons gagasan-gagasan dalam proposal tersebut. pada bagian ini. penelitian-penelitian saya sudah menjangkau berbagai spektrum yang luas. cobalah untuk benar-benar menulis gagasan-gagasan Anda. • Pastikan apakah program atau institusi Anda menawarkan sejenis kursus tentang pembuatan proposal atau topik-topik lain yang sejenis. Semua ini tentu saja didukung. Menulis Gagasan Setiap tahun. Untuk itu. Ketika buku Research Design ini saya tulis untuk edisi yang ketiga. Menulis seperti Berpikir Salah satu tanda penulis yang kurang berpengalaman adalah ia lebih suka mendiskusikan penelitian yang diajukan ketimbang me-nulis tentangnya. Hingga saat ini. saya akan memberikan pada Anda gagasan-gagasan kunci yang saya dapatkan dari buku-buku favorit yang pernah saya baca. Para penulis ahli me-mandang proses menulis layaknya 107 . mulai dari buku-buku profesional hingga buku-buku akademik. saya selalu mengumpulkan berbagai buku tentang teknik menulis yang baik. dan bukan membicarakannya.• Pelajari proposal-proposal dari mahasiswa lain yang juga dipandu oleh pembimbing Anda dan perhatikan proposal-proposal tersebut dengan seksama. saya waktu itu sedang membaca Reading Like a Writer-nya Francine Prose (Prose. Jangan terlalu mengandalkan artikel jurnal sebagai panduan penyusunan. Untuk mengatasi masalah ini. 2006).

dan penulis yang "membiarkan semuanya menggelantung pada draf pertama". Zinsser (1983) membahas pentingnya mengekspresikan kata-kata (gagas-an-gagasan) di kepala ke atas kertas. Pembimbing akan memberikan respons yang lebih baik ketika mereka membaca gagasan-gagasan di atas kertas daripada ketika mereka mendengar dan mendiskusikan topik penelitian dengan mahasiswa atau rekannya. penting juga membuat draf untuk topik-topik yang berbeda sebanyak satu sampai dua halaman. Lebih baik. pembaca akan mampu menvisualisasi hasil akhir-nya. Peneliti yang berpengalaman akan menulis draf pertama dengan sangat hati-hati tetapi ia tidak menulis draf yang benar-benar sudah dipoles: pemolesan ini hanya akan membuat proses penulisan menjadi lamban. Kata Elbow: jika Anda punya satu jam untuk membuat sebuah tulisan. dan pentingnya proyek tersebut bagi para pembaca. Draf ini dapat berisi sejumlah informasi penting: masalah penelitian yang akan dianalisis. Ketika peneliti berusaha menuliskan gagasan-gagasannya di atas kertas. Yang berada di antara kedua jenis ini adalah Peter Elbow (Elbow. 1984). lalu melihat topik mana yang lebih disukai pembimbing Anda dan memberikan kontribusi besar bagi bidang yang tengah Anda geluti saat ini. yakni: mulai dari menulis. lebih tepatnya melihat bagaimana hasil akhir itu tampak ke permukaan. mereview. dan pada akhirnya pun juga mampu mengklarifikasi gagasan-gagasan di dalamnya. Zinsser (1983) meng-identifikasi dua jenis penulis: "tukang batu" (bricklayer). Konsep tentang menulis gagasan-gagasan di atas kertas ini sudah banyak membantu orang dalam merangkai tulisan yang baik. 1973) yang lebih merekomendasikan agar seseorang melewati proses literatif. • Jangan mengedit proposal Anda pada tahap-tahap awal.berpikir (Bailey. • Lebih baik menulis beberapa draf proposal ketimbang mencoba memoles drafpertama. Setidak-tidaknya. lebih baik menulis empat draf (masing-masing 15 menit) daripada menulis satu draf (yang harus dihabiskan selama 15 menit). Anda mempertimbangkan model tiga-tahapnya Franklin (1986) yang saya pandang sangat bermanfaat dalam membuat proposal awal dan penulisan penelitian akademik yang saya 108 . lalu menulis kembali. rumusan masalah yang akan diajukan. buatlah draf ringkas sebanyak satu hingga dua halaman tentang proyek Anda dan biarkan pembimbing Anda memberikan arahan atas penelitian yang Anda ajukan. cara ini akan membuat gagasan-gagasan di kepala Anda'segera tercurahkan. yang menulis draf pertama secara keseluruhan tanpa peduli terlebih dahulu betapa buruknya draf tersebut. Sebelum merancang proposal. tujuan penelitian. yang ber-usaha membuat satu paragraf yang benar-benar baik sebelum beralih pada paragraf selanjutnya. Selain itu. sumber data.

namun proses menulis yang tidak konsisten ini (sebentarsebentar berhenti. Menulislah secara reguler meski hanya sebentar. Buatlah jadwal aktivitas menulis sehingga Anda dapat merencana-kan kapan harus 109 . Tulislah satu draf utuh. mengumpulkan informasi. edit dan poleslah setiap kalimat yang sudah Anda tulis. Jika Anda merasa tidak memiliki waktu untuk menulis secara reguler. cara seperti ini dapat mengubah seorang penulis yang awalnya memiliki bakat menulis yang baik. Boice (1990:77-78) menawarkan ide tentang bagaimana Anda membangun kebiasaan menulis yang baik: • • Dengan prioritas yang sudah Anda miliki. 3. atau dapat berupa peta visual. Pertama-tama. Pilihlah waktu-waktu khusus dalam satu hari untuk menggarap proyek penelitian Anda. lalu cobalah untuk berdisiplin dalam menulis pada momen-momen itu setiap harinya. outline ini dapat berupa kalimat-kalimat atau kata-kata. sebentar-sebentar memulai lagi) sering kali menghambat rampungnya penulisan. Menulis proposal secara kontinu yang saya maksudkan adalah menulis beberapa paragraf setiap hari atau se-tidak-tidaknya libatkan pikiran kita setiap hari dalam proses berpikir. Merancang draf yang benar-benar utuh dalam satu waktu memang dapat memberikan Anda perspektif awal ketika mereview hasil tulisan sebelum dilakukan pengeditan yang sebenarnya. • • • • Menulislah ketika Anda sedang fresh. baik ketika siap maupun belum siap untuk menulis. cobalah memetakan aktivitas keseharian Anda dalam momen-momen setengah-jam-an selama satu sampai dua minggu. yaitu penulis yang hanya memiliki waktu untuk mengerjakan penelitian-nya pada akhir-akhir pekan setelah semua pekerjaan "penting" hariannya terselesaikan. Ini akan membantu Anda menemukan waktu yang tepat buat menulis. Kebiasaan Menulis Cobalah untuk berdisiplin dan membiasakan diri menulis proposal secara reguler dan terus-menerus. 2. lalu nyatakan gagasan-gagasan tersebut dalam bentuk paragraf-paragraf. Jangan menulis ketika Anda kekenyangan. menjadi seorang penulis mingguan. Pilihlah tempat yang bebas dari gangguan. Akhirnya. Bahkan. tulislah aktivitas keseharian Anda. lengkap dengan gagasan-gagasan pokoknya.lakukan selama ini: 1. dan mereview beberapa hal yang sudah ditulis dalam proposal penelitian. buatlah sebuah outline.

Steinbeck selalu memulai aktivitas menulisnya setiap hari dengan membuat satu surat kepada editor sekaligus teman dekatnya.ni Diskusikan tulisan Anda dengan teman-teman yang suportif dan konstruktif sehingga Anda merasa siap untuk go public. proses menulis itu berlangsung secara perlahan-lahan danbahwa penulis harus merasa mudah ketika menulis. Saya teringat konsep "masa-pemanasan"-nya John Steinbeck (1969:42) yang dideskripsikan secara detail dalam Journal of a Novel: The East of Eden Letters. • • • Rencanakan tujuan-tujuan harian Anda. Pascal Covici. tanpa terlebih dahulu menceritakan nama objek tersebut kepada pembaca. Carilah satu tema pokok. 113116). Latihan yang terakhir ini tampaknya cocok bagi para peneliti kualitatif yang menganalisis data mereka dengan kode-kode dan tema-tema yang beragam (lihat Bab 9 mengenai analisis data kuali-tatif). Carrol (1990) memberikan contoh latihan untuk memperbaiki kontrol seorang penulis yang ingin membuat tulisan yang deskriptif dan emotif: • • • • • Deskripsikan suatu objek. lalu tulislah dengan tiga cara yang ber-beda-beda (him. atau merenungkan sebuah syair. Aktivitas menulis yang tidak tergesa-gesa. membaca tulisan-tulisan di komputer. penulis juga harus menghangatkan pikiran dan jari-jari terlebih dahulu sebelum benar-benar menulis. di sebuah notebook. dapat membuat tugas menulis lebih mudah. Layaknya pembalap yang selalu menggeliat sebelum balapan dimulai. brainstorming di depan komputer. • Cobalah menaati kartu harian Anda. . seperti menulis sebuah surat kepada seorang teman. Cobalah menulis dua atau tiga proyek penulisan secara serempak sehingga Anda tidak overload dengan satu proyek saja. Yang juga penting diketahui. Tulislah sebuah percakapan dramatis di antara dua orang yang sekiranya dapat membuat pembaca penasaran. Tulislah setidak-tidaknya tiga hal: (a) waktu yang digunakan untuk menulis. Tulislah serangkaian petunjuk sederhana untuk tulisan-tulisan yang diperkirakan sangat rumit untuk dimengerti.mengerjakan unit-unit tulisan tertentu dalam setiap sesi. (b) jumlah halaman yang dapat diselesaikan. Ada banyak pemanasan lain yang bisa dilakukan. dan (c) perkiraan kapan tugas dapat selesai secara keseluruhan. 110 . lengkap dengan bagian-bagian dan dimensi-dimensinya. .

penting juga meng-gunakan istilah-istilah yang konsisten dan terus membangun kohe-rensi dalam proposal penelitian Anda. 2001)— memberikan banyak opsi kepada Anda untuk dapat comfortable ketika menulis. seorang novelis pemenang penghargaan Pulitzer. pensil. • Pertimbangkan pula seberapa naratif gaya pemikiran yang Anda terapkan agar pembaca dapat memahami proposal Anda. justru menghindari tempat-tempat yang menarik perhatian: Seseorang ingin ruangannya tanpa pemandangan.Selain itu. Ketika saya menggarap pekerjaan ini tujuh tahun lalu. Ada empat jenis gaya pemikiran yang bisa diper-timbangkan: 1. saya juga menulis di dekat perapian di area parkir. Keterbacaan Tulisan Sebelum mulai menulis proposal. mengklarifikasi. keypad yang nyaman dipakai. Suatu hari. lima belas tahun lalu. Pakailah istilahistilah yang sama setiap kali variabel disebutkan dalam penelitian kuantitatif atau fenomena utama dalam penelitian kualitatif. Umbrella thoughts —gagasan-gagasan umum atau inti yang disilangkan satu sama lain. Publication Manual APA (2001) membahas tentang bagaimana menyajikan tulisan yang rapi dengan cara menunjukkan hubungan antargagasan dan menggunakan kata transisional. dan pekerjaan saya pun terselesaikan (Dillard. atau menjelaskan umbrella thought. bahkan kopi dan snack (Wolcott. 1989:26-27). sehingga imajinasi dapat muncul dari kegelapan. • Gunakan istilah-istilah yang konsisten di sepanjang proposal Anda. Di sana ada banyak pohon pinus yang tidak berhenti berguguran daunnya sehingga membuat saya merasa bahwa pekerjaan di dekat bara api ini lebih baik. pertimbangkan pula instrumen-instrumen penulisan dan tempat fisik yang membantu proses penulisan Anda berjalan baik dan disiplin. Big thoughts —gagasan-gagasan atau gambaran-gambaran tertentu yang berada dalam ranah umbrella thought untuk memperkuat. Saya tak mau berada di atas aspal dan kerikil. saya mendorong meja panjang saya ke dinding kosong sehingga saya tidak dapat melihat dari jendela mana pun. pena kesayangan. Instrumen-instrumen tersebut— seperti komputer. cobalah berpikir tentang bagaimana Anda meningkatkan keterbacaan proposal Anda. Hal ini hanya akan membuat pembaca bingung memahami makna setiap gagasan dalam proposal penelitian Anda. Jangan menggunakan sinonim-sinonim dari istilah-istilah tersebut. 111 . Annie Dillard. Selain itu. Setting fisik juga turut membantu. Konsep ini pernah dikemukakan oleh Tarshis (1982) yang merekomendasi-kan agar penulis membuat tahapan pemikiran untuk membim-bing pembaca. 2.

Untuk itulah. Hal ini biasa muncul dalam tinjauan pustaka yang di dalamnya peneliti perlu menyediakan bagian-bagian besar yang lebih banyak untuk mengikat dan menyimpulkan semua literatur secara bersama-sama. Para peneliti pemula pada umumnya selalu berputar-putar dalam umbrella thought dan attention thought. menggambarkan dengan jelas bagaimana koherensi ini bekerja. Attention thoughts. misalnya. Konsistensi nama-nama variabel dalam judul. peneliti diharapkan dapat berpikir dalam konteks narasi yang detail agar gagasan-gagasan umbrella dapat tersampaikan dengan jelas. menekankan urutan yang konsisten kapan pun variabel bebas dan terikat disebutkan juga merupakan teknik yang dapat digunakan untuk membangun 112 . Koherensi dalam tulisan berarti bahwa gagasan-gagasan Anda terikat bersama dan mengalir secara logis dari satu kalimat ke kalimat lain dan dari satu paragraf ke paragraf lain. Begitu pula. yang merupakan statemen-statemen ter-organisir untuk memandu pembaca. namun tidak didukung oleh isi yang detail untuk memperjelas gagasangagasan besar tersebut. Little thoughts —gagasan-gagasan atau gambaran-gambaran yang fungsi utamanya adalah memperkuat big thoughts. Pembaca membutuhkan rambu-rambu dan petunjuk-petunjuk agar mereka dapat memahami peralihan dari satu gagasan umum ke gagasan umum selanjutnya (Bab 6 dan 7 akan membahas rambu-rambu dalam penelitian. seperti yang sering ditulis oleh para jurnalis dalam artikel-artikel koran. 4. Attention or interest thoughts —gagasan-gagasan yang tujuan-nya adalah mengorganisasi pemikiran-pemikiran lain dan menjaga perhatian pembaca agar tetap berada dalam satu jalur pemikiran/konsep tulisan. suatu gagasan umum tidak jarang ditulis dalam satu para-graf yang sangat pendek dalam pendahuluan proposal. juga dibutuhkan. Paragraf yang terorganisir utamanya sangat dibutuhkan di awal dan akhir tinjauan pustaka. Konsistensi ini akan turut mem-bangun koherensi dalam penelitian. seperti tujuan penelitian. Akibatnya. dan hipo-tesis). dan tinjauan pustaka (yang banyak muncul dalam proyek kuantitatif). rumusan masalah. Salah satu gejala masalah ini adalah terlalu cepatnya peralihan gagasan secara terus-menerus dari satu gagasan umum ke gagasan umum yang lain dalam satu naskah. rumusan masalah. • Terapkanlah koherensi untuk menambah keterbacaan naskah. Bahkan. tujuan penelitian.3. Pembaca harus melihat secara ke-seluruhan susunan gagasan-gagasan melalui paragraf-paragraf awal dan harus diberi tahu mengenai poin-poin terpenting di bagian akhir yang nantinya dapat mereka ingat. proposal mereka dipenuhi dengan gagasan umbrella yang sangat banyak.

kemudian setelah latihan usai. berarti sebuah tulisan tidak mampu menghubungkan peralihan gagasan-gagasan dan topik-topik secara koheren. dan untuk itu perlu dibumbui.5 yang dikutip dari proposal salah seorang mahasiswa berikut ini akan menunjukkan kepada Anda bagaimana level tinggi koherensi tersebut terjadi. Seperti yang sudah dijelaskan. Dalam kutipan ini. baru saya memberikan kutipan yang lengkap dengan tanda-tandanya. tujuan latihan hook and eye ini (Wilkinson. Contoh 4. sejak dari halaman pertama.koherensi. Pertama-tama. Untuk itu. Pada level yang lebih detail. frasa-frasa. saya sudah menerapkan pola hook and eye untuk menghubungkan gagasan-gagasan dari kalimat satu ke kalimat lain dan dari paragraf satu ke paragraf lain. Latihan hook and eye-nya Wilkinson (1991) tampaknya dapat diterapkan untuk menghubungkan gagasan-gagasan dari kalimat satu ke kalimat lain dan dari paragraf satu ke paragraf yang lain pula. Kutipan ini diambil dari bagian pen-dahuluan proyek disertasi kualitatif seorang mahasiswa yang membahas tentang siswa-siswa yang berisiko gagal. saya sering menyediakan satu kutipan dari pendahuluan sebuah proposal dan meminta mahasiswa untuk menghubungkan kalimat-kalimat di dalamnya dengan melingkari dan menggaris gagasangagasan inti untuk menghubungkan gagasan-gagasan tersebut dari kalimat satu ke kalimat yang lain. Karena gagasan inti suatu kalimat seharusnya terhubung pada gagasan inti pada kalimat selanjutnya maka mereka harus menandai hubungan ini. Teknik ini diterapkan agar para mahasiswa dapat menemukan koherensi dalam proposal penelitian. 1991) adalah untuk menghubungkan gagasan-gagasan di setiap kalimat dan paragraf. berarti ada kata-kata transisional yang hilang. saya memberikan kutipan yang tidak diberi tanda apa pun kepada para mahasiswa. Saya juga meminta para mahasiswa untuk memastikan bahwa antarparagraf dan antarkalimat sudah terhubung dengan teknik hook and eye. Jika kalimat-kalimat tersebut tidak terhubung. penulis perlu menambah kata-kata. 113 . koherensi dapat dibangun dengan menghubungkan kalimat-kalimat dan paragraf-paragraf dalam naskah. Pada mata kuliah pengembangan proposal yang saya ampu. Zinsser (1983) menyarankan agar setiap kalimat ditulis secara bersambung dan logis. Jika hubungan semacam ini tidak dibuat mudah. atau kalimat-kalimat transisional untuk membangun koherensi yang jelas.

Kata Kerja. 114 . melainkan dari tahap — meminjam istilah Franklin (1986)— memoles tulisan. kata kerja. dan is being. dan pernyataan-pernyataan yang dikurawal. se-orang peneliti etnografi. • Untuk tulisan-tulisan akademik. seperti was. Menurut penulis sastra. Dalam bagian ini. dan "berlebih-lebihan" dalam bagian ini sebenarnya juga bisa Anda gunakan untuk menyegarkan dan memperkuat tulisan akademik Anda selama ini. 2001). Kalimat pasif jika subjeknya dikenai tindakan" (him. akan tetapi saya tetap menyertakan bagian ini untuk me-nyoroti beberapa masalah tata bahasa yang sering kali saya lihat dalam proposal-proposal mahasiswa saya dan tulisantulisan saya pribadi. Jika harus menggunakan konstruksi pasif. cobalah untuk menvariasi-kan auxiliary verb. menghilangkan kalimat pasif. gunakanlah kalimat aktif se-banyak mungkin (APA. misalnya. Selain gagasan dari Wolcott di atas. menemukan gagasan. "kalimat aktif jika subjeknya melakukan tindakan. Ross-Larson (1982). kini saatnya Anda belajar menulis kalimat-kalimat dan kata-kata. 1982). kata-kata yang digaris miring (italic). Inilah tahap yang harus dilalui terakhir kali dalam proses penulisan. dan sebagainya). Persoalan tata bahasa dan konstruksi kalimat sebenarnya sudah dijabarkan dalam Publication Manual APA (2001). gagasan saya tentang kalimat aktif. have been.Kalimat Aktif. Misalnya. Wolcott (2001). berbicara tentang bagaimana mengasah kemampuan editing dengan cara mengurangi kata-kata yang tidak perlu. mengukur diksi. meminimalisir frasa-frasa yang sering diulang.). dan "Berlebih-lebihan" Setelah belajar bagaimana mengekspresikan pemikiran-pemikiran dan paragrafparagraf. dan mereduksi kutip-an-kutipan yang berlebihan. 29). Ada banyak buku yang membahas tentang bagaimana menulis penelitian atau menulis kesusastraan dengan aturan-aturan dan prinsip-prinsip yang harus diikuti terkait dengan konstruksi kalimat dan diksi yang tepat. Anda tidak akan diajari untuk menulis dari tahap paling dasar (seperti merangkai kalimat. Contoh-contohnya meliputi will be. daripada konstruksi proposal yang diajukan oleh peneliti. lebih baik menerapkan konstruksi proposal yang peneliti ajukan (penj. Penulis dapat menggunakan konstruksi pasif dengan variasi ini ketika subjek yang bertindak dapat secara logis diletakkan di kiri kalimat dan ketika apa yang dilakukan subjek tersebut dapat diletakkan sesudahnya (Ross-Larson.

Halaman ini Sengaja dikosongkan Cek di buku 115 .

Halaman ini Sengaja dikosongkan Cek di buku 116 .

Untuk menghindari hal ini. Saya jadi teringat dengan prosa lucu yang ditulis oleh Bunge (1985): Sekarang. Verba-verba yang kurang kuat biasanya adalah verba-verba yang minim-aksi (is atau was. Saya melihat semua ini bukanlah sebagai aturan yang rumit dan berat. kurangilah kata-kata yang berlebihan. dan present tense (seperti. Proses ini biasanya me-liputi tindakan menulis. Verba ini setidak-tidaknya dapat mendukung semua waktu yang tersaji secara implisit dalam proposal penelitian. dengan pergaulan yang jauh dari krisis kehidupan anak-anak muda. setiap harinya hampir selalu mengatakan kalimat yang rumit. yang sering kali dimulai dengan kata-kata seperti ini. "Jones telah melaporkan") atau present perfect tense (seperti. yang seharus-nya diterapkan adalah future tense. 117 .. "penemuan kualitatif tersebut me-nunjukkan") untuk membahas hasil penelitian dan menyajikan kesimpulan. Anda bisa melihat orang-orang pintar yang berusaha mem-buat kalimat yang rumit. dia tidak pernah mengucapkan kalimat-kalimat seperti itu. dia justru sangat sulit mengucapkan kalimat-kalimat yang mudah (Bunge. "diketahui bahwa stres telah menurunkan harga diri"). misalnya) atau verba-verba yang berfungsi sebagai adjektiva atau adverbia. preposisi-preposisi yang terlalu sering muncul. dan sesuai dengan bidang tulisan yang disusun. dan konstruksi "the-of" —misalnya. mereview.. 1985:172). khususnya di bagian pendahuluan. tetapi di umurnya yang sekarang. Publication Manual APA (2001) hanya merekomendasikan past tense (seperti. the study of— yang hanya akan menambah kata-kata yang tidak terlalu penting (Ross-Larson. past tense untuk mendeskripsikan hasil penelitian (seperti. gunakanlah present tense untuk menambah kesegaran dalam penelitian. "Saya hanya akan bisa berharap bahwa kita akan bisa.• Gunakanlah verba-verba yang kuat. Untuk penelitian-penelitian yang sudah di-lakukan. "Sesuatu yang berlebihan" di sini merujuk pada kata-kata yang tidak terlalu penting dalam menjelaskan makna suatu gagasan. 1982). • Berusahalah mengedit dan merevisi draf-draf naskah Anda agar hal-hal yang sekiranya terkesan "berlebihan" dapat terkurangi.. Seorang rekan yang saat ini menjadi staf administrasi universitas. melainkan justru sebagai petunjuk yang sangat bermanfaat. "Peneliti baru saja melaporkan") untuk tinjauan pustaka dan pro-sediir-prosedur yang berdasarkan pada peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi. bersemangat. seperti modi-fikasimodifikasi yang terlalu banyak. Padahal. • Banyak peneliti menggunakan past tense dalam menulis tinjauan pustaka dan melaporkan hasil penelitian. para penulis sebaiknya membuat banyak draf untuk satu naskah/tulisan. Dalam proses editing." Pada awalnya. dan mengedit tulisan.

Mulailah mempelajari bagaimana menulis penelitian kualitatif. dan The Bonfire of the Vanities (Webb &. Dalam ranah kualitatif. The Scarlet Letter. menulis masalah-masalah etis seperti ini sangat dibutuhkan. Untuk mengetahui masalah-masalah etis ini. berusaha jujur dalam penelitian. Dalam buku ini. Qualitative Research. peneliti perlu terlibat langsung dalam pengumpulan data dari atau tentang orang lain (Punch. Para pengajar yang membimbing penelitian kualitatif setidak-tidaknya perlu menugaskan pada maha-siswa untuk membaca buku-buku terkenal. saya telah mencoba menggambarkan contoh tulisan-tulisan yang baik dari beberapa jurnal ilmu sosial-humaniora. dan metode campuran dengan baik. dan Quality and Quantity. MASALAH-MASALAH ETIS YANG PERLU DIANTISIPASI Selain mengkonseptualisasi proses penulisan bagian-bagian proposal. 2003). seperti Moby Dick. Administrative Science Quarterly. Baca pula artikel-artikel lain yang dikutip dalam Handboox of Mixed Methods in the Social and Behavioral Sciences (Tashakkori & Teddlie. Peneliti juga harus mempro-teksi para partisipan mereka. 2006). Qualitative Family Research. mulai dari masalah-masalah seperti pembocoran rahasia individu. Field Methods. Qualitative Inquiry. Jika ingin melakukan penelitian dengan metode campuran. utamanya untuk membangun argumentasi dalam penelitian dan menetapkan satu topik penting untuk format proposal. Selain itu. termasuk pula jurnal-jurnal ilmu sosial. kuantitatif. peneliti juga perlu mengantisipasi masalah-masalah etis yang bisa saja muncul dalam penelitian mereka (Hesse-Bieber & Leavey. Symbolic Interaction. 2006). Salah satu ciri tulisan yang baik adalah mata dan pikiran ini tidak akan terhenti dan ter-sendat tiba-tiba dalam sebuah kutipan atau kalimat tertentu. literatur yang baik akan menyajikan tulisan yang jelas dan kalimat-kalimat yang detail. dan berupaya mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dengan sikap arif dan bijaksana (Isreal & Hay. Sociology of Education. seperti Journal of Mixed Methods Research. mencegah kelalaian dan kecerobohan yang dapat mencemari nama baik organisasi atau insti-tusinya. autentisitas dan kredibilitas 118 . Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Tulisan yang baik adalah tulisan yang ide-idenya mengalir hingga titik akhir. American Educational Research Journal. Pertanyaan-pertanyaan etis saat ini sudah mulai bermunculan. dan Journal of Contemporary Ethnography merupakan jurnal-jurnal akademik yang juga layak dipelajari. 1992). Glesne. 2006). Journal of Applied Psychology. dan Image: Journal of Nursing Scholarship. membangun kepercayaan (pada) mereka. cobalah mempelajari jurnal-jurnal yang melaporkan penelitian dengan kombinasi data kualitatif dan kuantitatif. seperti American Journal of Sociology.

laporan penelitian, peran peneliti dalam konteks lintas-budaya, hingga masalah-masalah privasi dari data-data internet (Isreal & Hay, 2006). Dalam literatur, masalah-masalah etis biasanya dibahas di bagian kode-kode etik profesi dan di bagian respons-respons mereka terhadap dilema-dilema etis serta solusisolusinya (Punch, 2005). Banyak organisasi nasional memublikasikan standar atau kode-kode etik dalam website profesional mereka sesuai, dengan bidang yang mereka garap. Sebagai contoh, lihatlah: • • • • • • "Ethical Principles of Psychologists and Code of Conduct," dalam www.apa.org/ethics, tahun 2002. "The American Sociological Association Code of Ethics," dalam www.asanet.org, tahun 1997. "The American Anthropological Association's Code of Ethics," dalam www.aaanet.org, Juni 1998. "The American Educational Research Association Ethical Standars of the American Educational Research Association," dalam www.aera.net, tahun 2002. ―The American Nurses Association Code of Ethics for Nurses Provisions,‖ dalam
www.ana.org, Juni 2001

Praktik-praktik etis melibatkan lebih dari sekedar mengikuti seperangkat pedoman statis, seperti pedoman-pedoman yang disajikan oleh organisasi-organisasi professional di atas. Lebih dari itu, peneliti juga perlu mengantisipasi dan menyampaikan masalah-masalah etis yang mungkin saja muncul dalam penelitian mereka (seperti, lihat Berg, 2001; Punch, 2005; dan Sieber, 1998). Masalah-masalah etis ini bisa saja muncul dalam penelitian kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran, serta semua tahap dalam tiga penelitian tersebut. Dalam bab-bab selanjutnya, saya sudah menjelaskan beberapa masalah etis dalam banyak tahapan penelitian. Dengan menyajikan masalah-masalah ini, saya berharap para peneliti dapat terdorong untuk lebih hati-hati merancang bagian-bagian proposal mereka. Meskipun pembahasan dalam buku ini tidak secara komprehensif mencakup semua masalah etis, setidaknya saya sudah menyajikan masalah-masalah etis yang paling sering muncul. Masalah-masalah tersebut sering kali muncul ketika peneliti tengah membatasi masalah penelitian (Bab 5); mengidentifikasi tujuan penelitian dan rumusan masalah (Bab 6 dan 7); dan mengumpulkan, menganalisis, dan menulis data penelitian (Bab 8,9, 10).

119

Masalah-masalah Etis dalam Masalah Penelitian. Hesse-Biber dan Leavy (2006:86) mengajukan pertanyaan: ―Bagaimana masalahmasalah etis masuk kedalam bagian latar belakang masalah penelitian?‖ Dalam pendahuluan proposal, peneliti mengidentifikasi satu masalah atau isu yang penting untuk diteliti dan menyajikan rasionalisasi atas pentingnya penelitian tersebut. Selain itu peneliti juga perlu mengidentifikasi satu masalah yang akan menguntungkan individu-individu yang akan diteliti, satu masalah yang nantinya berguna bagi orang lain selain peneliti itu sendiri (Punch, 2005). Gagasan inti penelitian aksi/partisipatoris adalah: peneliti tidak boleh memarginalisasi atau melemahkan partisipan-partisipan yang ditelitinya. Masalahnya, tidak jarang identifikasi masalah penelitian justru semakin meminggirkan para partisipan yang diteliti. Untuk mrncegah hal ini terjadi, peneliti terlebih dahulu harus membuat proyek-proyek utama agar kepercayaan partisipan dapat terbangun sehingga peneliti dapat mendeteksi marginalisasi apa saja yang tidak boleh dilakukan sebelum ia benar-benar menggarap penelitian.

Masalah-masalah Etis dalam Tujuan Penelitian dan Rumusan Masalah Dalam merancang tujuan penelitian atau rumusan masalah, peneliti perlu menjelaskan tujuan penelitian kepada para partisipan (Sarantakos,2005). Penipuan sering kali muncul ketika partisipan memahami satu tujuan, tetapi penelitian memiliki tujuan lain yang berbeda. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti perlu menentukan sponsorship atas penelitian mereka. Misalnya, dalam merancang surat-surat pendahuluan untuk penelitian survey, sponsorship merupakan elemen penting yang dapat membangun kepercayaan dan kredibilitas instrument survey yang disebarkan peneliti.

Masalah-masalah Etis dalam Pengumpulan Data Selain mempersiapkan data apa saja akan dikumpulkan, peneliti juga perlu respek terhadap para partisipan dan tempat-tempat yang akan diteliti. Banyak masalah etis muncul selama tahap pengumpulan data. Jangan membahayakan Partisipan, dan hargailah kelompok-kelompok yang rawan kekerasan. Proposal openelitian yang diajukan sebaiknya sudah direview oleh Dewan Peninjau Institusi/Instutional Review Board (IRB) atau lembaga-lembaga sejenis diperguruan tinggi mereka. Komite IRB ini dibangun atas dasar peraturan pemrintah untuk mencagah adanya kekerasan atau pelanggaran HAM. Bagi seorang peneliti, IRB dibutuhkan untuk meninjau kemungkinan terjadinya resiko-resiko penelitian, seperti resiko fisik, psikologis, sosial, ekonomi, atau hukum (Sieber,1998), yang mungkin saja muncul tiba-tiba. Selain itu,
120

peneliti juga mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan tertentu bagi komunitas yang rawan kekerasan, seperti anak-anak kecil (di bawah umur 19 tahun), partisipan-partisipan yang lemah mental, korban-korban kekerasan atau bencana, para napi, dan individu-individu yang terserang AIDS. Penelti juga harus menyimpan proposal penelitian yang berisi prosedurprosedur dan informasi mengenai partisipan di komite IRB kampus mereka yang komite ini dapat meninjau sejauh mana proposal proposal tersebut menjangkau subjek-subjek atau partisipan-partisipan yang berada dalam resiko. Selain Proposal ini, peneliti juga harus membuat formulir izin tertulis yang ditandatangani oleh partisipan sebelum mereka terlibat dalam penelitian. Formulir ini menjelaskan bahwa hak-hak partisipan akan dijaga selama pengumpulan data. Elemen-elemen dalam formulir tersebut dapat meliputi beberapa informasi sebagai berikut (Sarantakos, 2005):           Informasi mengenai peneliti Informasi mengenai institusi yang mensponsori Informasi mengenai prosedur-prosedur pemilihan partisipan Informasi mengenai tujuan penelitian Informasi mengenai keuntungan-keuntungan bagi partisipan Informasi mengenai tingkatan dan jenis keterlibatan partisipan Natation of Risks bagi partisipan Jaminan kerahasiaan bagi partisipan Jaminan bahwa partisipan dapat mundur kapan saja Klausula nama-nama person yang dapat dihubungi jika ada pertanyaan

Salah satu masalah yang harus diantisipasi terkait dengan jaminan kerahasiaan adalah bahwa beberapa partisipan bisa saja identitas mereka dirahasiakan. Jika demikian Ihwalnya, peneliti sebaiknya meminta mereka untuk menjaga sendiri pendapat mereka dan membebaskan mereka untuk mengambil keputusan. Akan tetapi, mereka juga harus diberitahu mengenai resiko ketidakrahasiaan tersebut, seperti kemungkinan terbongkarnya data dalam laporan akhir yang mungkin tidak mereka harapkan, informasi yang mungkin melampaui batas hak-hak orang lain seharusnya disembunyikan, dan sebagainya (Giardano, O‘Reilly, Taylor, & Dogra, 2007).  Selain, itu prosedur etis lain yang harus dipenuhi peneliti selama pengumpulan data adalah persetujuan dari individu-individu yang berwenang (seperti, satpam) untuk memberikan akses bagi para peneliti untuk melakukan penelitiannya. Prosedur seperti
121

ini seringkali mengharuskan penelti untuk menulis sebuah surat yang menjelaskan jangka waktu penelitian, dampak potensial, dan hasil-hasil penelitian. Begitu pula, pemerolehan data melalui interview atau survey elektronik juga harus disertai ijin dari partisipan. Hal ini dilakukan, pertama-pertama dengan mengirimkan email permohonan, baru kemudian melakukan survey dan wawancara.  Peneliti juga harus respek pada lokasi-lokasi yang diteliti agar mereka tidak mendapat gangguan setelah melakukan penelitian. Tugas ini mengharuskan peneliti, khususnya dalam penelitian kualitatif, untuk terlibat dalam observasi atau wawancara berkelanjutan di lokasi tersebut, sadar akan konsekuensinya, dan tidak boleh merusak tatanan fisik lokasi itu. Misalnya, jika punya waktu berkunjung, peneliti juga bisa ―menyusup‖ ke dalam aktivitas-aktivitas partisipan. Jika tidak, peneliti harus meminta izin terlebih dahulu. Apalagi, beberapa organisasi saat ini sudah memiliki aturan tersendiri bagi orang-orang yang ingin melakukan penelitian agar tidak terjadi perusakan di tempat mereka.  Dalam penelitian-penelitian eksperimen, yang sering kali memperoleh keuntungan dari penelitian hanyalah kelompok yang ditreatment (atau sering kali dengan dengan kelompok eksperimen). Sedangkan kelompok control tidak mendapatkan apa-apa. Untuk menghindari hal ini, peneliti perlu melakukan beberapa eksperimentasi bagi semua kelompok dalam satu waktu atau secara bertahap sehingga kelompokkelompok ini bisa mengambil secara merata.  Masalah etis juga muncul ketika tidak ada mutualitas antara peneliti dan partisipan. Baik peneliti maupun partisipan seharusnya sama-sama dapat mengambil keuntungan dari penelitian. Akan tetapi, yang sering terjadi justru sebaliknya: kekuasaan disalahgunakan dan partisipan dipaksa untuk terlibat dalam proyek tersebut. Untuk itulah, melibatkan para partisipan secara kolaboratif dalam penelitian mungkin dapat memunculkan muatlitas tersebut. Penelitian-penelitian yang benar-benar kolaboratif, seperti dalam beberapa penelitian kualitatif, dapat melibatkan partisipan sebagai coresearcher dalam proses penelitian, seperti merancang penelitian, mengumpulkan dan menganalisis data, menulis laporan penelitian , dan menyebarkan hasil penelitian (Patton, 2002).  Wawancara dalam penelitian kualitatif tampaknya sudah semakin banyak dipandang sebagai penelitian moral (Kvale, 2007). Untuk itu, pewawancara harus memastikan beberapa hal penting, seperti apakah wawancaranya dapat memperbaiki situasi manusia

122

(serta meningkatkan pengetahuan saintifik), seberapa sensitive interaksi wawancara pagi partisipan, apakah partisipan pernah berkata tentang bagaimana statemen mereka harus ditafsirkan, seberapa kritis pertanyaan-pertanyaan yang harus diajukan, dan apa saja akibat-akibat yang akan diterima pewawancara dan partisipan dari hasil wawancara tersebut.  Peneliti juga perlu mengantisipasi kemungkinan informasi yang berbahaya dan intim yang diungkapkan selama proses pengumpulan data. Sulit mengantisipasi dan merencanakan dampak dari informasi ini selama atau setelah wawancara (Patton, 2002). Misalnya, siswa bisa saja membicarakan pelecehan orang tuanya: atau para napi berbicara tentang pelolosan dirinya dari penjara. Dalam situasi seperti ini, biasanya kode etik bagi peneliti (yang bisa saja berbeda satu sama lain) dapat memproteksi privasi partisipan-partisipan tersebut, dan tugas penelitian adalah menyampaikan proteksi ini kepada semua partisipan yang juga terlibat dalam penelitian.

Masalah-masalah Etis dalam analisis dan Interpretasi Data Ketika peneliti menganalisis dan menginterpretasi data kuantitatif ataupun kualitatif, tidak jarang masalah-masalah muncul yang mengharuskan peneliti untuk membuat keputusan etis yang tepat. Dalam mengantisipasi masalah-masalah etis ini, mempertimbangkan beberapa hal berikut:  Bagaimana peneliti memproteksi anonimitas individu-individu, peran-peran, dan peristiwa-peristiwa yang diteliti dalam proyek penelitiannya? Misalnya, dalam penelitian survey, peneliti tidak memasukkan nama-nama partisipan selama proses coding dan perekaman. Dalam penelitian kualitatif, peneliti menggunakan nama alias atau nama samaran dari para partisipan atau tempat-tempat tertentu, untuk memproteksi identitas mereka.  Data, setelah dianalisis, harus dijaga selama dalam jangka waktu tertentu (misalnya, Sieber, 1998, merekomendasikan jangka waktu 5-10 tahun). Setelah itu peneliti sebaiknya membuang data tersebut agar tidak jatuh ke tangan peneliti-peneliti lain yang ingin ,enyalahgunakannya.  Pertanyaan tentang siapa yang memiliki data tersebut setelah proses pengumpulan dan analisis data juga menjadi masalah yang sering kali memecah belah tim penelitian dan membuat mereka bertengkar satu sama lain. Dalam hal ini, proposal peneliti seharusnya juga mengidentifikasi masalah kepemilikan ini dan membahas bagaimana

123

solusinya, seperti melalui proses saling memahami antara antara peneliti, partisipan, dan pihak fakultas (Punch, 2005). Berg (2001) merekomendasikan agar digunakan persetujuan personal untuk menunjuk siapa pemilik pemilik data penelitian tersebut. Hal ini dilakukan agar data dapat terjaga dari individu-individu yang tidak terlibat dalam penelitian.  Dalam interpretasi data, peneliti perlu memastikan bahwa informasi yang diperoleh benar-benar akurat. Untuk mengetahui akurasi ini, dalam penelitian kuantitatif, peneliti dapat bernegosiasi dan berinterogasi dengan para partisipan (berg, 2001). Untuk penelitian kualitatif langkah tersebut dapat diterapkan dengan cara menerapkan satu atau beberapa strategi validasi data bersama para partisipan atau dengan cara membandingkan data tersebut dengan sumber-sumber data lain yang relevan (lihat strategi-strategi validasi kualitatif pada Bab 9).

Masalah-Masalah Etis dalam Menulis dan Menyebarluaskan Hasil Penelitian Masalah-masalah etis tidak berhenti dalam pengumpulan dan analisis data saja. Masalah-masalah tersebut juga bisa terjadi dalam proses penulisan dan penyebaran laporan penelitian final. Untuk mengantisipasinya, Anda bisa menerapkan beberapa langkah berikut:  Jelaskan bagaimana penelitian Anda tidak akan menggunakan bahasa atau kata-kata yang mengandung bias pada orang-orang tertentu, baik itu bias gender, orientasi social, ras, etnis, ketidakmampuan, maupun usia. Publication Manual APA (2001) memberikan tiga saran. Pertama, sajikan bahasa yang tidak bias pada tingkat spesifisitas yang sesuai (seperti, daripada menulis ―prilaku pelanggan tersebut biasanya adalah para lelaki, ― lebih baik menulis, ―perilaku pelanggan tersebut……(jelaskan) ). Kedua, untuk keperluan melabeli atau sejenisnya, gunakan bahasa yang tegas dan peka (seperti, daripada menulis ―400 Hispanik‖, lebih baik menulis ―400 orang yang terdiri dari penduduk meksiko, Spanyol, dan Puerto Rico‖). Ketiga, cobalah untuk benar-benar mengenali identitas para partisipan dalam penelitian (seperti, daripada menulis ―subjek‖ lebih baik menggunakan kata-kata ―partisipan‖, daripada menulis ― dokter perempuan‖ lebih baik menggunakan ―dokter‖ atau ―ahli medis‖ saja, tanpa ada identifikasi jenis kelamin).  Masalah-masalah etis lainnya dalam menulis penelitian bisa saja meliputi usaha-usaha untuk menekan, memalsukan, atau mengkreasikan penemuan-penemuan ―baru‖ untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan peneliti atau audiens. Praktik-praktik curang seperti ini

124

 Pada akhirnya. peneliti juga perlu mengekspos detail-detail penelitiannya agar pembaca dapat mengetahui kredibilitas penelitian tersebut (Neuman. Pertimbangkan Sembilan argumentasi yang ditawarkan Maxwell (2005) sebagai elemen-elemen kunci yang perlu dimasukkan dalam proposal. 2000). dan metode campuran harus disajikan secara rinci dalam setiap bab. atau metode campuran. Israel dan hay (2006) membahas praktik tidak etis yang disebutnya sebagai hadiah kepengarangannya bagi individu yang tidak berkontribusi pada penelitian dan hantu kepenarangan bagi staf-staf yunior yang membuat kontribusi penting. peneliti perlu mengantisipasi konsekuensi-konsekuensi dilaksanakannya penelitian tersebut pada partisipan-partisipan tertentu dan tidak menyalahgunakan hasil-hasil penelitian untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Prosedur-prosedur dalam penelitian kuantitatif. dan tindakan tersebut biasanya akan membentuk sifat atau prilaku saintifik yang buruk (Neuman. 2006). 2000). namun namanya tidak dimasukkan dalam daftar contributor. 2007).tidak diterima dalam komunitas penelitian professional. RINGKASAN Peneliti perlu memikirkan bagaimana menulis proposal penelitian dengan baik sebelum benar-benar terlibat dalam proses penelitian. kemudian gunakanlah salah satu dari empat outline topic atau format penelitian-yang sudah dijelaskan dalam bab ini-untuk membuat proposal kualitatif. sementara peneliti tidak menawarkan materi yang baru. Peneliti harus memberikan gandaan publikasi penelitian tersebut pada pihak-pihak yang pernah ditelitinya (Creswell. 125 . Beberapa jurnal biomedis mengharuskan pengarang untuk menyatakan apakah mereka telah atau sedang memublikasikan makalahnya pada media-media lain ataukah tidak (Israel & Hay. kualitatif.  Masalah lain etis yang sering dijumpai dalam tulisan-tulisan akademik adalah praktik eksploitasi terhadap sejumlah pegawai universitas dan disertakannya nama individuindividu yang secara substansial tidak berkontribusi atas penelitian. dan kesimpulan yang sama dari makalah seseorang. kuantitatif.  Dalam merencanakan penelitian. Begitu pula. peneliti seharusnya tidak melakukan duplikasi secara berlebihan dengan menyajikan secara persis data. pembahasan. Proposal penelitian seharusnya mengendalikan kesempatan peneliti untuk tidak terlibat dalam praktik-praktik seperti ini.

dan terapkan strategi-straregi penulisan yang baik. peneliti juga perlu memikirkan masalah-masalah etis yang perlu diantisipasi dan dideskripsikan dalam proposal. kuantitatif. seperti menggunakan istilah-istilah yang konsisten.pernah anda hadapi ketika melakukan penelitian. a. lokasi penelitian. mahasiswa tersebut bercerita kepada 126 . Dengan mempetimbangkan keberadaan partisipan. Setelah wawancara keempat. Apa yang akan anda lakukan? b. Buatlah satu outline topic-topik atau draft bagian-bagian untuk proposal kuantitatif. Cobalah melatih diri anda dengan membaca pendahuluan artikel tersebut dan gunakan metode hook and eye yamh telah dijelaskan dalam bab ini.Dalam pembuatan proposal. Apa yang anda lakukan? c.menunjukkan level gagasan naratif yang berbedabeda. Pertimbangkanlah salah satu dilema etis berikut ini yang –anggap saja. mulailah merangkai kata-kata di atas kertas berdasarkan gagasan-gagasan yang ada dalam pikiran Anda. Seorang mahasiswa melakukan beberapa kali wawancara pada sekelompok individu di tempat anda. serta merevisi dan mengedit kembali tulisan Anda. Gambarkan cara-cara yang bisa anda terapkan untuk mengantisipasi masalah tersebut dan membahasnya dalam proposal penelitian Anda. Carilah artikel jurnal yang didalamnya melaporkan penelitian kualitatif. 2. Salah seorang peneliti dalam tim Anda menduplikasi kalimat dari penelitian lain dan memasukkannya dalam laporan akhir penelitian. Masalah-masalah ini berhubungan dengan semua tahap proses penelitian. Sejumlah langkah yang dapat dilakukan antara lain menggunakan kalimat aktif dan verba-verba yang kuat dan tegas. dan menciptakan koherensi untuk meningkatkan kekuatan tulisan. kualitatif. atau metode campuran. serta kekurangan-kekurangan di dalamnya. Identifikasikanlah aliran gagasan dari kalimat satu ke kalimat yang lain dan dari paragraph satu ke paragraph yang lain. cobalah membangun kebiasaan membangun menulis secara regular. 3. Sebelum menulis proposal. Seorang narapidana yang tengah Anda wawancarai bercerita tentang kesempatan melarikan diri pada malah hari. Latihan Menulis 1. dan pembaca potensial. Masukkan topic-topik utama seperti LATIHAN MENULIS yang telah dijelaskan dalam bab ini. penelitian bisa menjadi sejenis studi yang benarbenar dirancang berdasarkan praktik-praktik etis yang sesungguhnya. atau metoe campuran.

(2005). (1998). Apa yang anda lakukan? BACAAN TAMBAHAN Maxwell. Thousand Oaks. mereka menyajikan tiga contoh kasus dan mengajak para sarjana untuk berkomentar mengenai bagaimana mereka akan mendekati ketiga kasus tersebut. Israel. (hlm. dia juga menganalisis dan menyajikan satu contoh proposal kualitatif yang menurutnya. Dalam lampiran buku ini. seperti IRB. London: Sage Mark Israel dan Lain Hay menyajikan analisis kritis tentang manfaat berfikir serius dan sistematis mengenai apa saja yang membentuk prilaku etis dalam ilmu social.E. Dia kemudian menyajikan Sembilan langkah membuat proposal dan contohcontohnya. 127-156) Joan Sieber membahas pentingnya perencanaan etis sebagai bagian integral dalam merancang penelitian. J. seperti pendekatan konsekuensialis dan non-konsekuensialis. J. kerahasiaan. J. & Hay. Sepanjang buku ini. serta beberapa resiko penelitian dan komunitas yang rawan kekerasan. dan pendekatan normative berorientasi-kepedulian. ―Planning Ethically Responsible Research‖. Dalam L. Bickman & D.. 127 . Edisi kedua. Dalam bab ini. formulir perizinan. M. L. viriue ethics. Research Ethics for Social Scientists: Between Ethical Conduct and Regulatory Compliance. Handbook of Applied Social Research Methods. (2006). dan strategi-strategi yang ia rekomendasikan juga sangat melimpah. Selain itu. CA:Sage Joe Maxwell menyajikan ringkasan menarik mengenai proses pembuatan proposal untuk penelitian kualitatif yang juga dapat diterapkan dalam penelitian kuantitatif dan metode campuran.Anda bahwa Institutional Review Board sebenarnya tidak menyetujui proyek penelitian tersebut. CA:Sage. Mereka mereview beragam teori etika. dan anonimitas. mereka menawarkan contoh-contoh kasus etis yang sebenarnya dan cara-cara yang bisa ditempuh peneliti untuk menghadapi kasus-kasus tersebut secara etis. Pembahasannya sangat luas. dia menyajikan review komprehensif mengenai beragam topic yang berhubungan dengan masalah-masalah etis. privasi. Rog (Ed). Mereka juga menjelaskan sejarah perilaku etis di berbagai Negara di dunia ini. Qualitative Research Design: An Interactive Approach.layak untuk diikuti. Sieber. Thousand Oaks.

Edisi kedua. Thousand Oaks. teori. Writing up Qualitative research. baik untuk keperluan penelitian kualitatif. dan metode. H. buku ini sangat penting. CA: Sage Harry Wolcott. mengumpulkan sumber-sumber berharga terkait dengan proses penulisan penelitian kualitatif. merevisi dan mengedit. (2001). menghubungkan literature. kuantitatif.Wolcott. dan merampungkan proses penulisan dengan menghadirkan aspek-aspek ini sebgai judul dan lampiran. Dia menyurvei teknik-teknik ampuh bagaimana seseorang memulai menulis. Bagi para penulis. maupun metode campuran. seorang ahli etnografi pendidikan. 128 . mengembangkan detail.F.

Halaman Kosong Sesuai Buku 129 .

Halaman Kosong Sesuai Buku 130 .

kualitatif.masing-masing dengan langkah-langkah penelitiannya. dan metode campuran.Bagian Dua Merancang Penelitian       BaB 5 Pendahuluan Bab 6 Tujuan Penelitian Bab 7 Rumusan masalah dan hipotesis penelitian Bab 8 Metode-metode kuantitatif Bab 9 Prosedur-prosedur kualitatif Bab 10 Prosedur-prosedur Metode Campuran Bagian kedua ini menghubungkan tiga rancangan – kuantitatif. Setiap bab dalam bagian kedua ini akan membahas satu langkah terpisah dalam proses penelitian ini. 131 .

Karena pendahuluan merupakan bagian awal dalam proposal atau penelitian maka diperlukan perhatian khusus dalam proses penelitiannya. c. langkah selanjutnya adalah merancang atau merencanakan penelitian. Untuk mengilustrasikan model ini. Bab ini membahas komposisi dan penulisan pendahuluan serta menjelaskan perbedaan-perbedaan dalam menulis pendahuluan untuk tiga jenis rancangan yang berbeda. Peneliti juga perlu menerapkan model defisiensi ketika menulis pendahuluan karena komponen utama dalam pendahuluan adalah menunjukkan kekurangan-kekurangan (defisiensi-defisiensi) dalam penelitian-penelitian sebelumnya. dan menjangkau 132 . tinjauan pustaka sementara. mereview literature-literatur yang berhubungan dengan masalah tersebut. meletakkan penelitian dalam konteks literature yang lebih luas. kuantitatif. b. Kemudian pembahasan beralih pada lima komponen dalam menulis pendahuluan. Pendahuluan harus membuat pembaca tertarik pada topic penelitian. dan e. menjabarkan masalah yang dapat menuntun pada penelitian. Langkah ini diawali dengan membuat pendahuluan proposal sebagai proses mengatur dan menulis gagasan-gagasan awal. PENTINGNYA PENDAHULUAN Pendahuluan merupakan bagian pertama dalam artikel jurnal. d. menunjukkan sejumlah kekurangan dalam literature-literatur itu. antara lain: a. saya sudah menyajikan satu tulisan pendahuluan yang utuh (lengkap dengan analisisnya) dari salah satu artikel jurnal yang pernah dipublikasikan. disertasi. atau metode campuran). menyatakan pentingnya penelitian bagi pembaca-pembaca tertentu. Tujuannya untuk membangun kerangka penelitian sehingga pembaca dapat memahami bagaimana penelitian tersebut berhubungan dengan penelitian-penelitian yang lain. Seperti yang dijelaskan Wilkinson (1991:96): Pendahuluan merupakan bagian tulisan yang memberikan informasi awal kepada pembaca tentang penelitian yang ditulis. mengidentifikasi tujuan penelitian. atau penelitian akademik.BAB LIMA PENDAHULUAN Setelah menentukan jenis pendekatan penelitian (kualitatif. menjelaskan masalah yang dapat menuntun pada penelitian. Pendahuluan inilah yang menentukan tahap-tahap selanjutnya dalam penelitian. serta format proposal. Pendahuluan menjelaskan suatu isu atau concern yang dapat menuntun pada penelitian.

Intinya. saya terlebih dahulu perlu menjelaskan perbedaan-perbedaan subtil antara pendahuluan untuk penelitian kualitatif. Misalnya. Ketika masalah tidak jelas. DAN METODE CAMPURAN Setelah melakukan tinjauan umum pada beberapa pendahuluan yang terdapat dalam banyak penelitian. Karena ada pesan-pesan yang harus disampaikan sedangkan ruang yang tersedia sangat terbatas maka pendahuluan bisa menjadi tantangan tersendiri untuk ditulis dan dipahami. Ia juga bisa berasal dari perdebatan ekstensif dalam literature-literatur. Belum lagi kompleksitas ini ditambah dengan keharusan peneliti untuk mendorong audiens agar mau lebih jauh membaca dan melihat pentingnya penelitian. untuk mengidentifikasi isu kehamilan anak remaja. Masalahnya mengidentifikasi dan menjabarkan masalah penelitian yang menggarisbawahi penelitian bukanlah tugas mudah. yaitu: menyatakan suatu masalah.audien tertentu. membiarkan pembaca menentukan masalah tersebut. Ia bisa bersumber dari pengalaman yang pernah dirasakan peneliti dalam kehidupan pribadi atau tempat kerjanya. Sayangnya. Untungnya. sumber-sumber masalah penelitian bisa jadi sangat beragam. Semua unsur ini ditulis secara singkat dalam beberapa halaman. Saya juga sudah menegaskan bahwa penelitian kualitatif bersifat eksploratoris. dan metode campuran. Namun. KUANTITATIF. signifikansi penelitian menjadi sulit dipahami. saya menemukan bahwa pendahuluan pada umumnya selalu mengikuti pola yang sama. masalah penelitian seringkali dikacaukan dengan rumusan masalah-pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab peneliti untuk memahami atau menjelaskan masalah tersebut. Dalam proyek kualitatif. lalu menjustifikasi mengapa masalah tersebut harus diteliti. Jenis masalah yang disajikan dalam pendahuluan sangat beragam tergantung pada pendekatan yang digunakan (lihat Bab 1). ada satu model yang bisa ditiru tentang bagaimana menulis pendahuluan yang baik untuk penelitian ilmu social. kita masih perlu memunculkan terlebih dahulu masalah yang terkait dengan kehidupan wanita dan social secara umum. sebelum memperkenalkan model ini. terlalu banyak pengarang tidak secara jelas mengidentifikasi masalah penelitian. Masalah penelitian merupakan masalah atau isu yang menuntun pada keharusan dilaksanakannya penelitian tersebut. kuantitatif. peneliti mendeskribsikan masalah penelitian yang benar-benar mudah dipahami dengan cara mengeksplorasi suatu konsep atau fenomena tertentu. PENDAHULUAN DALAM PENELITIAN KUALITATIF. Apalagi. Ia juga bisa muncul dari perdebatan kebijakan di pemerintahan atau antara para eksekutif kenamaan. dan peneliti memanfaatkan pendahuluan untuk 133 .

Beisel (1990). konsepnya belum matang (immature) karena teori dan penelitian sebelumnya yang membahas konsep tersebut tidak terlalu banyak dan menonjol.mengeksplorasi suatu topic yang tidak bisa diidentifikasi variable-variabel ataupun teorinya. gagasan yang ditawarkan suatu teori bisa saja belum akurat. dan cara terbaik untuk mengeksplorasi masalah ini adalah dengan pergi ke sekolah dan mengunjungi mereka dan para guru secara langsung. Pendahuluan kualitatif juga bisa dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan personal dari peneliti tentang pengalaman pribadi memandang suatu fenomena secara substansial. memahami. atau mengandung bias. Misalnya. orang pertama. pribadi. seperti dalam penelitian naratif. Thomas (1993:9) mengatakan bahwa ―seorang peneliti kritis selalu berangkat dari premis bahwa semua kehidupan kultural merupakan ketegangan konstan antara control dan resistensi‖. Orientasi teoritis inilah yang kemudian membentuk struktur pendahuluan. 134 . Bahkan pendahuluan kualitatif juga dapat ditulis dari sudut pandang subjektif. tidak benar. c. tetapi deduktif. atau d. Morse (1991:120). Untuk pendahuluan kuantitatif. b. tidak cocok. masalah penelitian dijelaskan dengan cara mengidentifikasi. Sejumlah peneliti kualitatif terkadang memiliki perspektif teoritis tentang masalah apa yang akan diteliti (seperti. sifat fenomena yang ingin diteliti tidak sesuai jika dianalisis secara kuantitatif. meningkatnya urbanisasi (sebagai masalah penelitian) harus dieksplorasi karena masalah tersebut pelum pernah diteliti dalam kawasan-kawasan tertentu di suatu Negara. misalnya meneliti bagaimana teori politik kelas menjelaskan ketidaksuksesan kampanye anti-vice di salah satu dari tiga kota besar di Amerika. adanya keharusan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan fenomena dan mengembangkan suatu teori. pendahuluannya bisa saja tidak ditulis secara induktif. Misalnya. ketidakadilan dalam pembagian upah antara wanita dan laki-laki atau sikap-sikap rasial yang sering kali muncul saat membuat sketsa biografis sopir-sopir di jalan raya). 1994). Selain itu. yang didalamnya peneliti memosisikan diri mereka secara naratif dalam penelitian. misalnya. dan menemukan factor-faktor atau variable-variabel apa saja yang mempengaruhi suatu outcome. masih jarang ada variasi. anak-anak SD sering kali gelisah dan mengganggu proses belajar (sebagai masalah penelitian). dalam beberapa penelitian kualitatif yang lebih berfokus pada perspektif partisipan. Dalam proyek kuantitatif. seperti penelitian etnografi. Misalnya lagi. pernah menyatakan: Karakteristik-karakteristik masalah penelitian kualitatif antara lain: a. seperti yang sering dijumpai dalam penelitian-penelitian fenomenologis (Moustakas.

pendahuluan kuantitatif juga dapat ditulis dari sudut pandang interpersonal dan dalam kalimat pasif. Peneliti dengan metode campuran dapat menerapkan pendekatan kualitatif atau kuantitatif terlebih dahulu (atau kombinasikan sekaligus) dalam pendahuluannya.faktor yang menjelaskan atau berhubungan dengan hasil menjadi sangat penting karena membantu peneliti menjelaskan masalah tersebut dengan baik. seorang peneliti kuantitatif harus berusaha menemukan factor-faktor apa saja yang mempengaruhi menurunnya bisnis-bisnis besar. Selain itu. maupun metode campuran. Meski demikian. prioritas ini bisa saja setara antara penelitian kualitatif atau kuantitatif.seperti yang sudash dijelaskan di atas – memang tidak terlalu jelas perbedaannya. lalu melakukan tinjauan pustaka secara mendalam. Dalam penelitian metode campuran. yang berarti bahwa pendahuluannya harus menjelaskan suata masalah yang di dalamnya diperlukan pemahaman antara variable – variable dan eksplorasi terhadap suatu topic/fenomenda secara mendalam. Proyek metode campuran bisa terlebih dahulu menjelaskan hubungan antara perilaku merokok dan depresi dalam lingkungan remaja. SALAH SATU MODEL PENDAHULUAN Menulis pendahuluan untuk tiga penelitian yang berbeda . baik itu penelitian kualitatif. kemudian mengeksplorasi pandangan – pandangan dari para remaja untuk dapat menampilkan pola – pola / tema – tema yang berbeda tentang merokok dan depresi tersebut. Contoh lain. Komponen utama yang perlu dimasukkan ke dalam pendahuluan pada umumnya berhubungan dengan jenis – jenis masalah yang dibahas. kuantitatif. Dalam dua situasi ini. peneliti kuantitatif perlu memahami tingginya rata-rata perceraian (sebagai suatu masalah) dan menelti apakah salah satu faktor yang menyebabkan perceraian itu adalah masalah financial. dan pendahuluan harus mencerminkan prioritas tersebut. peneliti bisa saja menguji suatu teori terlebih dahulu dan melakukan tinjauan pustaka singkat untuk mengidentifikasi rumusan masalah yang nantinya harus dijawab. pendahuluan dapat menekankan pada pendekatan kuantitatif dengan menyertakan terlebih dahulu suatu teori yang dapat memprediksi hubungan antara perokok dan depresi. Untuk itu. untuk meningkatkan objektivitas.dalam merespon pengurangan jumlah kerja (sebagai masalah penelitian). Bahkan. Jika tahap pertama proyek ini bersifat kuantitatif. dalam pendahulian kuantitatif. diperlukan satu model ilustratif tentang bagaimana menulis pendahuluan yang baik 135 . peneliti bisa memprioritaskan salah satu diantara pendekatan kuantitatif atau pendekatan kalitatif. masalah penelitian merupakan masalah yang darinya pemahaman mengenai faktor .

Model ini terdiri dari lima bagian yang masing – masing dari kelimanya dapat ditulis dalam satu paragrap sehingga secara keseluruhan bisa mencapai maksimal dua halaman. dan tindakan – 136 . universitas – universitas di Amerika berusaha meningkatkan keragaman ras dan etnik para mahasiswa dan dosennya. Model defisiensi pendahuluan (deficiency model an introduction) merupakan salah sastu pola umum dalam menulis pendahuluan yang baik.S. kebijakan tersebut sampai saat ini mash menjadi topic perdebatan nasional yang hangat. Tujuan penelitian Sebuah ilustrasi Sebelum menjelaskan lima bagian tersebut. ―Tindakan afirmatif‖ kemudian diambil sebagai kebijakan untuk merealisasikan heterogenitas ini ( di sini. Sejak diterbitkannya Civil Right Act tahun 1964 dan Higher Education Act tahun 1965. Model ini merupakan pendekatan popular yang banyak digunakan dalam ilmu – ilmu social. yang di dalamnya Justice William Powell menyatakan bahwa ras ini sudah dipertimbangkan berdasarkan keputusan – keputusan admisi. Penelitian – penelitian sebelumnya yang membahas masalah tersebut 3.tanpa perlu memandang pendekatan – pendekatan dan komponen – komponen yang harus disertakan. Jika struktur model ini dirinci. Cabrera. Persoalan hokum terkait dengan tindakan afirmatif tersebut bermula dari kasus Regents of the University of California versus Bakke tahun 1978. yang menangani kasus Hopwood vs. Bjorklund. menemukan argumentasi Powell ini bermasalah. yang lebih terkini. Masalah penelitian 2. Berdasarkan lima komponen penting pendahuluan yang sudah dijelaskan di atas maka beberapa pernyataan yang – menurut saya. penulis menyatakan dengan teknik hook naratif). Anda akan menemukan banyak sekali penelitian dewasa ini yang telah menggunakan model tersebut. 5. dan Parente (2001) dalam The Journal of Higher Education dengan judul penelitiannya ―Racial and Ethnic Diversity in the Classroom‖ (ditulis kembali atas izin penerbit). berikut ini ada contoh pendahuluan kualitatif yang ditulis oleh Terezainni. Akan tetapi.berkaitan dengan masing – masing komponen sudah saya tandai dengan jelas. perundang – undangan. Court of Appeals for the Fifth Circuit. Akan tetapi. Keputusan courth untuk menolak tindakan afirmatif ini didasarkan pada referenda Negara. Kekurangan – kekurangan (deficiencies) dalam penelitian – penelitian sebelumnya 4. Pentingnya penelitian untuk audiens tertentu. U. Colbeck. states of Texas. Lima bagian tersebut antara lain : 1.

tindakan terkait melarang pengakuan yang sensitive – ras atau sewa menyewa di California. Dalam merespons hal ini. New Hampshire. 24 April 1997:A27) (Di sini. penelitian – penelitian yang memandang keragaman structural sebagai suatu yang ilmiah. Ada banyak penelitian yang membahas mengenai pengaruh keragaman terhadap outcomes mahasiswa. penulis mengidentifikasi masalah penelitian). Chang. dalam konteks pendidikan. Penelitian – penelitian ini dapat dibagi ke dalam tiga kecenderungan utama. lebih efektif ketimbang siswa – siswa yang lebih homogen. atau gender dalam satu kampus (lihat. 1997. Di belakang mereka ada Assiciation of American Universities yang terdiri dari para rector dari 26 universitas yang mengusung argumentasi yang sama. Kami percaya bahwa mahasiswa kami dapat memperoleh keuntungan dari pendidikan yang berbasis keragaman‖ (―On the importance of Diversity in University Adminissions. 1996). Ketiga. 1996. 1999a. Sax. dan lebih berpijak pada perjumpaan antara mahasiswa dan keragaman dengan cara mengamati frekuensi atau sifat interaksi mereka dengan rekan – rekannya secara ras/etnis berbeda. Presiden Harvard University. juga menyatakan : ―Sebuah kelas yang tidak mempresentasikan anggota – anggota ras yang berbeda akan melahirkan diskusi yang miskin – wawasan‖ (Schmidt. penelitian – penelitian yang meneliti secara institusional usaha – usaha programatik yang terstruktur untuk membanu mahasiswa terlibat dalam ―keragaman‖ ras/etnis dan/atau gender dalam kaitannya dengan gagasan – gagasan dan kemanusiaan. Neil Rudenstine. 1998a. 1999). mengklaim bahwa ―alasan utama diterimanya keragaman siswa di perguruan tinggi adalah karena nilai pendidikannya‖ (Rudenstine. Bukti – bukti yang dimunculkan pada umumnya tidak jauh berbeda bahwa para mahasiswa dalam komunitas yang lintas gender atau ras/etnis atau yang terlibat dalam aktivitas yang berhubungan dengan keragaman. Lousiana. Maine. Kanter. Michigan. rekan Rudenstine di University of Michigan. 1998 : A32). Pertama. 1998b. perlu kami sampaikan bahwa kami berbicara atas nama pendidik. Intinya. Kedua. ada banyak pendekatan yang telah diterapkan untuk meneliti pengaruh keragaman terhadap outcomes mahasiswa. Lee Bollinger. misalnya. Massachusetts. dengan menegaskan : ―Pertama-tama. Mississippi. para pendidik lalu mengemukakan argumentasi mereka untuk mendukung tindakan afirmatif ini dengan klaim bahwa siswa – siswa heterogen. 1999:1). ras/etnis. Dua presiden ini tidak sendirian. penelitian – penelitian yang menganalisis hubungan mahasiswa dengan ―keragaman‖ secara umum sebagai salah satu implikasi percampuran mahasiswa secara kuantitas.‖ The New York Times. Florida. sering kali 137 . Rhode Island dan Puerto Rico (Healy.

Chang. penulis mengidentifikasi tujuan penelitian) (hlm. yang berarti ―kata – kata yang dapat menggambarkan. suatu istilah yang diambil dari bahasa inggris. isu – isu. 138 . Penelitian ini menganalisis pengaruh langsung keragaman kelas terhadap outcome akademik/intelektual dan apakah ada dari pengaruh – pengaruh tersebut yang ditindaklanjuti menjadi pendekatan – pendekatan instruksional aktif dan kolaboratif dalam konteks pembelajaran (Di sini. keragaman structural) memiliki manfaat –manfaat akademik yang diklaim…. penulis menunjukkan pentingnya penelitian pada audiens tertentu. Masalah Penelitian Dalam pendahuluan artikel Terenzini et al. kalimat pertama sudah menunjukkan dua komponen utama pendahuluan yang baik. Hanya sedikit sekali penelitian (seperti. hal ini masih menyisakan banyak pertanyaan (Di sini. Pengaruh seperti apa yang dimunculkan dari kalimat ini? Apakah kalimat tersebut memancing pembaca untuk membacanya lebih lanjut? Apakah kalimat tersebut harus ditulis dalam level tertentu sehingga pembaca dapat memahaminya? Pertanyaan – pertanyaan ini penting dijawab untuk menulis kalimat pembuka pendahuluan. melibatkan. 1999a. atau menghubungkan (hook) pembaca dengan/dalam penelitian. peneliti. Langkanya informasi tentang manfaat akademik dari keragaman structural di sebuah kampus atau kelas. Sax. Penelitian ini berusaha memberikan kontribusi pengetahuan dengan mengekspolrasi pengaruh keragaman structural kelas terhadap perkembangan akademik dan skill intelektual mahasiswa.memperoleh manfaat dan makna edukatif yang lebih positif (Disini. penulis menunjukkan kekurangan atau defisiensi dalam penelitian – penelitian sebelumnya). yaitu menunjukkan bahwa penelitian tersebut menarik dan memperlihatkan bahwa masalah atau isu yang diangkat benar – benar berbeda. (2001) di atas. ― untuk mempelajari bagaimana menulis narrative hook yang baik. 1996) yang secara spesifik meneliti apakah komposisi ras/etnis atau gender para mahasiswa dalam sebuah kampus. Kalimat ini sering kali dikenal dengan istilah narrative hook. yaitu menunjukkan dua komponen utama pendahuluan yang baik. 510 – 512.Begitu pula. 1996. yakni hakim. tentu saja sangat disayangkan. dan para pendidik). Padahal informasi inilah yang bisa menjadi bukti para hakim untuk mendukung kebijakan keputusan yang sensitive – ras (Di sini.. ditulis kembali atas izin The Journal of higher Education). dalam satu komunitas akademik atau dalam kelas (seperti. penulis menyebutkan penelitian – penelitian yang pernah membahas masalah tersebut). seperti apakah tingkat keragaman rasial dalam satu kampus atau kelas berpengaruh langsung terhadap hasil belajar ataukah tidak.

Untuk menggambarkan lebih jauh bagaimana proses menulis pendahuluan ini. Contoh ketiga.(2001) membahas problem yang unik. McMaster:1987)‖ (Carstensen. menunjukkan bagaimana pembaca dapat mengawali bacaanhya dengan memahami beberapa literature terlebih dahulu. seraya membiarkannya beradaptasi dengan kedalaman (penelitian). Artikel terezini et al. Sementara itu.   ―Siapa yang mengendalikan proses pencalonan wakil DPR?‖ (Boeker. Tiga contoh di atas menyajikan informasi yang mudah dipahami oleh pembaca. Pembaca pun hanya akan melihat materi yang tidak biasa dan aneh.iti garis kartografis (salah satunya. ―Ada banyak literature yang menel. Berikut ini. para jurnalis menyajikan contoh – contoh yang menarik di awal kalimatnya. Yang jelas. 139 .perhatikan Koran – Koran penting. Penurunan tong ini diawali dengan narrative hook. penulis yang berpengalaman menurunkan tong (pembaca) sedara perlahan – lahan. Agnes. peneliti perlu menunjukkan masalah atau isu yang dapat menuntun pada signifikansi penelitian. yakni menceritakan contoh kasus umum terlebih dahulu sehingga pembada dapat memahami dan menghubungkannya dengan topic penelitian. artikel ringkas baru – baru ini. Setelah itu. 1989:181). yang menjadi pendahuluan dalam penelitian kuantitatif. Penulis pemula menceburkan tong (pembaca) langsung ke kedalaman sumur (artikel). telah mengubah identitasnya tiga tahun lalu sebelum pada akhirnya ia menjalani kembali pembedahan jenis kelamin‖ (Cahlil. Mereka mencatat bahwa kebijakan – kebijakan untuk meningkatkan keragaman ini sedang menjadi ―topic perdebatan nasional yang hangat‖ (hlm. 1989:281). dan generalisasi garis – garis tersebut (salah satunya. tetapi digiring perlahan – lahan ke dalam topic penelitian. 1992:400). contoh – contoh kalimat pembuka dalam jurnal – jurnal ilmu social. Buttenfield:1985). ketika contoh di atas sudah menggambarkan bagaimana menulis kalimat pembuka dengan baik agar pembaca tidak dipaksa masuk ke dalam pemikiran yang terlalu detail. yaitu perjuangan untuk meningkatkan keragaman ras dan etnik di universitas – universitas AS. saya menggunakan metaphor seseorang yang sedang menurunkan seubah tong ke dalam sumur. Sering kali. Dua contoh pertama – yang menjadi pendahuluan dalam penelitian kualitatif – menunjukkan bagaimana pembada di tarik perhatiannya dengan merujuk pada satu partisipan (di contoh pertama) dan mengajukan satu pertanyaan (di contoh kedua).  ―selebriti transeksual dan tnometodologis.509).

dalam kalimat pembuka. karena siswa – siswa minoritas membutuhkan akses yang lebih baik ke universitas. karena ada kebutuhan dari para dosen yang harus dipenuhi agar mereka terlibat dalam aktivitas pengembangan professional di jurusan – jurusan mereka. Untuk itu. ingatlah tips – tips penelitian berikut ini :  Tulislah kalimat pembuka yang dapat menstimulasi ketertarikan pembaca dan mampu menampilkan masalah yang dapat dipahami secara relasional oleh pembaca pada umumnya. seperti : ―Apa kepentingan atau motivasi diadakannya penelitian ini?‖ Atau ―Masalah apa yang memengaruhi untuk melakukan penelitian ini?‖ jawaban atas dua pertanyaan ini bisa bermacam – macam. khususnya kutipan yang terlalu panjang. Semua ―jawaban‖ ini merupakan masalah =. dilemma.  Sebagai aturan umum. kutipan – kutipan seperti ini juga dapat menarik perhatian membaca. bahkan dapa membuat topic penelitian menjadi tidak jelas. Cobalah bertanya pada diri sendiri : ―Adakah kalimat yang bisa mewakili masalah penelitian yang saya angkat ini?‖  Tunjukkan mengapa masalah tersebut penting diteliti dengan cara mengutip berbagai referensi yang membenarkan kelayakan penelitian akan masalah tersebut.  Tunjukkan secara jelas masalah yang diangkat (seperti.   Hindari ekspresi – ekspresi idiomatic (kalimat – kalimat membingungkan). Akan tetapi. atau karena suatu masyarakat tidak boleh melupakan kontribusi para pelopor wanitanya.Dalam ilmu social terapan. Pertimbangkan pengaruh informasi yang menggunakan angka – angka (seperti. dan perilaku – perilaku masa kini. Ketika merancang paragraph – paragraph pembuka. Sekadar intermezzo : saya selalu mengatakan kepada para mahasiswa saya : ―Jika kalian tidak memiliki banyak referensi pada halaman – halaman pertama proposal kalian maka penelitian kialian tidak akan bernilai akademik. masalah penelitian bisa saja muncul dari isu – isu. hindari penggunaan kutipan – kutipan. Kutipan – kutipan hanya akan memunculkan banyak kemungkinan penafsiran. kesulitan – kesulitan. sekitar 5 juta orang Amerika mengalami kematian anggota keluarga secara tiba – tiba‖). gunakan kutipan secara layak dan tepat. Masalah penelitian ini akan menjadi jelas jika peneliti mau mengidentifikasi dengan mengajukan sejumlah pertanyaan.‖ 140 . yang tentu saja meliputi masalah penelitian.masalah penting yang memerlukan penelitian lebih jauh. isu) yang dapat menuntun pada penelitian. Misalnya : karena sekolah masih belum menerapkan pedoman – pedoman multi cultural. ―Setiap tahun. dalam beberapa penelitian kualitatif.

Saya harus berhati – hati ketika berbicara tentang ―mereview penelitian‖ di sini karena saya tidak bermaksud bahwa Anda harus memasukkan tinjauan pustaka utuh dalam bagian pendahuluan. dan (2) untuk menjelaskan perbedaan antara penelitian – penelitian sebelumya dengan penelitian yang sedang ia ajukan. Marshall dan Rossman (2006) memandang bahwa tinjauan pustaka dalam pendahuluan ini adalah cara untuk merancang penelitian dalam konteks penelitian – penelitian lain yang berhubungan. dalam beberapa penelitian. ada banyak masalah yang perlu dibahas. Saya selalu meminta mahasiswa saya untuk merefleksikan peta pustaka (seperti yang pernah dibahas dalam Bab 2). Kemampuan membingkai penelitian dengan cara inilah 141 . apakah ada satu atau banyak masalah yang terlibat dalam penelitian sehingga mengharuskan anda untuk menelitinya? Seringkali. Penelitan – penelitian sebelumnya Setelah menulis paragraph – paragraph pembuka yang membahas penelitian. ia harus lebih meringkas sebagian besar penelitian – penelitian yang nantinya akan dirinci kembali pada bagian khusus.  Tuliskah. Menyebutkan katergori – kategori penting inilah yang saya maksudkan dengan meninjau psutaka atau mereview penelitian – penelitian di bagian pendahuluan. Meski demikian. Bukan hanya satu masalah saja. Artinya. eksploratoris daslam kualitatif. penelti selanjutnya perlu mereview penelitian-penelitian/literature-literatur sebelumnya yang pernah membahas masalah penelitian tersebut. Hanya saja.‖ Peneliti tentu tidak dakan melaksanakan penelitian yang sekedar meniru apa yang telah diteliti orang lain. peneliti seyogianya berusaha ―merancang penelitiannya dalam satu dialog berkelanjutan dengan literature – literature / penelitian – penelitian lain yang relevan. pengujian hubungan – hubungan atau predictor – predictor dalam kuantitatif. peneliti bukan berarti tidak boleh melakukan tinjauan pustaka/penelitian dalam pendahuluan ini. dan pendekatan keduanya dalam metode campuran). Untuk itu diperlukan penelitian – penelitian baru untuk memperkaya literature – literature yang relevan atau untuk memperluas dan bahkan menguji kembali penelitian – penelitian yang sudah ada sebelumnya. Pastikan bahwa masalah sudah dijelaskan dalam konstruksi yang konsisten dengan jenis pendekatan penelitian (seperti. Peneliti perlu mereview penelitian – penelitian relevean sebelumnya dan menaruhnya di bagian pendahuluan dengan tujuan : (1) untuk menjustifikasi pentingnya penelitian yang ia ajukan. mereka diminta untuk meringkas kategori – kategori penting dari berbagai pustaka yang ditinjaunya. Tinjauan pustaka ditempatkan di bagian khusus yang terpisah dari bagian pendahuluan. lalu di bagian atas tinjauan psutaka.

baru kemudian mengakhiri abstraksinya secara spesifik dengan menegaskan pentingnya penelitiannya yang diajukan (misalnya. peneliti terlebih dahulu harus mengabstraksikan literature – literature / penelitian – penelitian yang membahas topic yang lebih umum (seperti. pertimbangkan tips – tips penelitian berikut ini :  Reviewlah sejumlah literature dengan meringkasnya secara komunal. Pada ujung segitiga itu terdapat penelitian yang diajukan. Misanya. siswa –siswa yang berisiko gagal di SD atau di jenjang – jenjang pendidikan lain). tetapi berasal dari keterlibatan peneliti selama bertahun – tahun dalam mengikuti perkembangan masalah penelitiannya dan literature – literature yang terkait. tentang siswa – siswa Afrika – Amerika yang berisiko gagal di tingkat SD). topic mengenai siswa – siswa yang beresiko gagal di SD atau di jenjang – jenjang pendidikan lain sudah banyak diteliti. Untuk itu. ada beberapa literature yang bisa dijumpai meskipun agak sedikit berbeda dengan penelitian yang diajukan. Peneliti penula seringkali bertanya : ―Apa yang harus saya lakukan sekarang? Tidak ada satu pun penelitian / literature yang pernah membahas topi ini. Intinya adalah : literature – literature atau penelitian – penelitian sebelumnya akan memberikan sumbangsih pemikiran dalam menganalisis rumusan masalah yang akan dibahas dalam proposal. Pemahaman ini tentu saja tidak muncul dengan sendirinya. Penelitian ini haruslah sempit dan terfokus (tidak boleh ada satu pun penelitian yang serupa). topic mengenai siswa – siswa Amerika – Afrika yang beresiko gagal di SD mungkin tidak pernah diteliti. saya sering kali menyarankan agar peneliti memandang literature dengan pola piker segitiga terbalik. Penelitian – penelitian ini bisa saja berupa penelitian kuantitatif. Pertanyaan lain yang sering kali muncul adalah : Jenis literature seperti apa yang harus direview oleh seorang peneliti? Saya menyarankan agar peneliti merevie penelitian – penelitian sebelumnya yang memiliki rumusah masalah dan data – data untuk menjawab rumusan tersebut. Jika seseorang melihat tinjauan pustaka ini terus ke bagian atas segitiga. Untuk mereview literature – literature / penelitian – penelitian yang relevan di bagian pendahulan proposal. Peneliti yang berpengalaman akan mereview dan memahami tulisan – tulisan sebelumnya yang membahas topic atau masalah serupa yang menjadi garapan penelitiannya. kualitatif. bukan secara individual (tidak seperti dalam Tinjauan Pustaka yang biasanya terdapat dalam bagian 142 . secara umum.‖ Tentu saja. Artinya. Namun. atau metode campuran.yang membedakan peneliti pemula dengan peneliti berpengalaman. jika tinjauan pustaka diartikan secara sempit maka tidak ada satupun literature yang mendokumentasikan atau menjabarkan secara komprehensif dan precise masalah penelitian yang kita bahas.

Untuk mencari defisiensi ini. Tujuannya adalah untuk membangun wilayah penelitian yang lebih luas. sampel – sampel. defisiensi ini basanya ada di bagian ―saran-saran untuk penelitian selanjutnya‖ yang sering kali disampaikan secara implicit maupun eksplisit. peneliti seyogianya dapat menjelaskan satu atau lebih defisiensi ini dalam bagian pendahuluan proposal mereka. Carilah literature – literature terbaru untuk direview dan diabstraksikan. literature/penelitian tersebut mungkin perlu dikaji kembali untuk melihat adakah kesamaan-kesamaan dalam hal penemuan-penemuan. karena penelitian – penelitian sebelumnya telah mengesampingkan satu variable penting maka penelitian anda bisa memasukkan variable tersebut dan menganalisis pengaruh – pengaruhnya. Untuk literature/penelitian mana pun. Dalam artikel – artikel jurnal. peneliti kemudian mengidentifikasi kekurangan – kekurangan (deficiencies) yang terdapat dalam literature/penelitian tersebut. Selain menyebutkan defisiensi – defisiensi. Sebagai contoh. sampel. atau populasi tertentu.khusus dan terpisah). atau komunitas yang termarjinalkan tidak direpresentasikan secara memadai dalam literature/penelitian tersebut. seperti literature – literature yang dipublikasikan tidak lebih dari 10 tahun lalu. atau metode campuran. Kekurangan (Defisiensi) dalam Literatur Sebelumnya Setelah menjabarkan masalah penelitian dan mereview sejumlah literature/penelitian lain yang relevan. Misalnya.   Tinjaulah penelitan – penelitian lain yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Defisiensi dalam literature atau penelitian sebelumnya bisa saja muncul karena topic – topic yang diangkat di dalamnya tidak dieksplorasi berdasarkan kelompok. peneliti juga perlu menjabarkan bagaimana penelitiannya akan mengoreksi atau menutupi defisiensi tersebut. ataupun tempat-tempat yang diteliti. caranya sangat mudah. Kutiplah penelitian – penelitian sebelumnya jika memang ada karena penelitian – penelitian seperti itu basanya banyak dijadikan referensi oleh orang lain. letakkan referensi – referensi in text di akhir paragraph atau di akhir review mengenai literature – literature tersebut. Peneliti tinggal merujuk gagasan – gagasn defisiensi ini untuk dijadikan topic penelitiannya.  Agar tidak sekedar menekankan pada literature – literature secara individual. kualitatif. karena penelitian sebelumnya mengabaikan keberadaan 143 . Identifikasi semacam ini sering dikenal dengan istilah model defisiensi. Sifat defisiensi ini bervariasi dasi satu penelitian ke penelitian lain.

khususnya dari perspektif subordinasi. untuk menunjukkan kekurangan – kekurangan (deficiencies) dalam literature sebelumnya.‖ ―sedikit sekali penelitian.‖ dan sebagainya. Hoyle. Pada dua contoh tulisan berikut. (Ziller. Tunjukkan secara spesifik kekurangan – kekurangan dalam penelitian – penelitian yang sudah ada (seperti. misalnya. 1968. dan apa makna semua ini secara deskriptif dan konseptual (Ball. 1990 :85-86) Contoh 5. 1967-1968. 1984) (Blase. 1987.1 Defisiensi – Defisiensi dalam Literatur : Dibutuhkan Penelitian – Penelitian Lanjutan Berdasarkan rasionalisasi inilah. Sedikit sekali penelitian yang difokuskan pada bagaimana guru menggunakan kekuasannya untuk berinteraksi secara strategis dengan kepala sekolah. 1989 :381) Singkatnya. tidak sedikit ilmuwan sosial yang berusaha meneliti makna perang dan kedamaian (Cooper. seperti ―yang belum dianalisis. Haavedsrud. 144 . Contoh 5.2 Defisiensi – Defisiensi dalam Literatur : Sedikitnya Penelitian – Penelitian yang dilakukan Meskipun ada minat yang sangat tinggi terhadap persoalan mikro-politik.‖ sangat sedikit penelitian empiris. Svancarova& Svancarova. peneliti perlu menerapkan tips – tips penelitian berikut ini :   Kutiplah sejumlah kekurangan dalam literature tersebut untuk memperkuat alasan dibutuhkannya penelitian terhadap topic tertentu. 1970). 1986. 1968. begitu langka. Anda dapat melihat bagaimana para penulisnya menunjukkan kelemahan – kelemahan atau kekurangan – kekurangan dalam beberapa literature sebelumnya.penduduk asli Amerika sebagai komunitas cultural maka Anda dapat menyertakan mereka sebagai paratisipan dalam proyek penelitian anda. Sayangnya. kesalahan metodologis atau variable – variable yang terabaikan). yaitu tentang bagaimana bekas pejuang masa lalu memberikan reaksi terhadap perang masa kini. Penelitian politik dalam ranah pendidikan. Alvik. dari sekian banyak analisis ini. Perhatikan pula bagaimana mereka menggunakan frasa – frasa kunci untuk menunjukkan defisiensi – defisiensi ini. Rosell. ada satu masalah yang belum dianalisis. 1965. Pratt. anehnya sangat sedikit penelitian empiris yang berusaha menganalisis isu tersebut.

proses statistic. Tulislah bidang – bidang atau ranah – ranah tertentu yang terabaikan oleh penelitian – penelitian sebelumnya. dan para peneliti adalah target pembacanya yang diharapkan akan membaca hasl penelitiannya. 145 . peneliti juga dapat menjelaskan beberapa hal berikut :     Tiga atau empat alasan/rasionalisasi tentang bagaimana penelitian Anda dapat menambah penelitian akademik dan literature dalam bidang – bidang tertentu. Hal ini dilakukan untuk mendukung pentingnya analisis topic penelitian bagi kelompok – kelompok tertentu yang mungkin saja dapat memperoleh manfaat dengan membaca dan menggunakan penelitian tersebut.  Jelaskan bagaimana peneltian Anda akan mengoreksi kekurangan – kekurangan ini dan memberkan kontribusi yang berbeda pada literature/penelitian akademik. Semakin banyak pembaca yang ditargetkan. (2000). Signifikansi Penelitian bagi Pembaca Dalam disertasi. peneliti sering kali menyertakan bagian khusus yang mendeskripsikan signifikansi penelitian bagi pembaca tertentu. dan sebagainya. Dalam bagian ini pula. Dia secara jelas menunjukkan bahwa para pengambil keputusan. Dalam bagian ini. Tiga atau empat alasan/rasionalisasi tentang bagaimana penelitan Anda dapat membantu memperbaiki atau meningkatkan praktik – praktik tertentu. peneliti hendaknya menulis alasan/rasionalisasi tentang pentingnya penelitiannya yang diajukan. Tiga atau empat alasan/rasionalisasi tentang bagaimana penelitian Anda akan memperbaiki atau meningkatkan kebijakan tertentu. Penelitian yang dilakuka noleh Mascarenhas (1989) ini meneliti kepemilikan perusahaan – perusahaan industri. anggota organisasi. semakin besar signifikansi penelitian tersebut bagi mereka. termasuk topic. implikasi – implikasi penting. Tulislah paragraph pendek untuk menjelaskan tiga atau empat kekurangan dari penelitian sebelumnya atau fokuslan pada satu kekurangan paling pokok. Pada contoh tulisan berikut ini. begitu pula potensi penelitian tersebut akan semakin kuat untuk diterapkan di dunia nyata. seperti yang pernah dicontohkan dalam pendahuluan Terenzini et al. Tiga atau empat alasan/rasionalisasi tentang bagaimana penelitian Anda akan memperbaiki atau meningkatkan kebijakan tertentu. Anda bisa melihat bagaimana penulisnya menyatakan pentingnya penelitian pada paragraph pembuka.

1980. pertama – tama peneliti perlu mendeskripsikan masalah penelitian yang berhubungan dengan penelitian kuantitatif. dibutuhkan keputusan mendasar yang dapat menjangkau semua lapisan masyarakat demi terlaksananya aktivitas organisasi ini. Pada akhirnya. ada begitu banyak pakar yang meneliti organisasi – organisasi yang merefleksikan satu atau dua jenis kepemilikan. (2001) mengakhiri pendahuluannya dengan meyatakan secara tegas bahwa penelitiannya ditujukan untuk membahas pengaruh keragaman structural terhadap skill intelektual mahasiswa. Pertama. Pengertahuan mengenai ranah – ranah dalam kepemilikan organisasi yang berbeda dapat menjadi input penting atas keputusan tersebut. Ketiga. namun penemuan – penemuan mereka pada umumnya terlalu digeneralisasi untuk semua organisasi. dengan 146 . sangat penting dilakukan karena sejumlah alasan. salah satunya. RINGKASAN Bab ini menyajikan cara – cara bagaimana menyusun dan menulis pendahuluan untuk penelitian – penelitian akademik. peneliti disarankan untuk menggunakan model pendahuluan lima – bagian yang sudah dijelaskan dalam bab ini. Peny dan Rainey. pendahuluan yang baik untuk penelitian selalu diakhiri dengan pernyataan tentang tujuan atau maksud penelitian. orientasi pembeli. dan pemanfaatan teknologi (Abeli dan Hammond. kualitatif. memahami hubungan antara kepemilikan dan ranah – ranahnya akan membantu menyingkap logika dasar aktivitas organisasi dan dapat membantu anggota organisasi tersebut mengevaluasi strategi – strategi. 1988). 1979.512). 1989 : 582) Terenzini et al.3 Signifikansi Penelitian yang Dinyatakan dalam Pendaluluan Studi Kuantitatif penelitian tentang kepemilikan organisasi dan ranah – ranah di dalammya. mereka juga menyatakan pentingnya penelitian ini bagi para staf kantor admisi. Untuk menulis pendahuluan yang baik. dan para anggota dewan yang mereview admisi – admisi tersebut. jangkauan produk. para mahasiswa yang menuntut admisi. (2001) mengakhiri pendahuluannya dengan menyatakan bahwa pengadilan / hakim (court) dapat menggunakan informasi dari penelitian – penelitian yang ada untuk meminta perguruan tingi dan universitas – universitas mendukung ―kebijakan admisi yang sensitive-ras‖ (hlm.Contoh 5. (Mascarenhas. seperti costumer service. Abell. Selain itu. Kedua. Kemudian. Terenzial et al. Model yang sering kali dikenal dengan istilah model defisiensi ini diterapkan. atau metode campurannya.

peneliti juga perlu menyertakan secara singkat tinjauan psutaka/literature lain yang relevan. peneliti dapat menutup pendahuluannya dengan menyatakan – setidaknya. Selain itu. dan pembaca – pembaca yang secara potensial dapat mengambil manfaat dari penelitian ini. Bern juga menyajikan contoh – 147 .). Daryl Bern menekankan pentingnya statemen/paragraph pembuka dalam suatu penelitian. dan mampu menghubungkan pembaca dengan topic yang diangkat.J. kekurangan – kekurangan dalam literature. 3. dan struktur yang dapat menuntun pembaca langkah demi langkah untuk sampai pada rumusan masalah. Dia menyajikan sederet aturan tentang paragraph pembuka ini. literature – literature yang terkait dengan masalah tersebut. Latihan Menulis 1. (hlm. meyakinkan pembaca tentang LATIHAN MENNULIS uniknya penelitian Anda. yang menurutnya harus menekankan pada kejelasan. Peneliti kemudian mulai memerinci secara implicit atau eksplisit pembaca – pembaca tertentu yang diharapkan dapat mengambil manfaat dari penelitiannya. D. Tulislah pendahuluan untuk suatu penelitian tertentu. 171-201). The Compleat Academic : A Practical Guide for the Beginning Social Scients. P.cara mengidentifikasi terlebih dahulu kasus – kasus umum (dengan teknik narrative hook) yang berhubungan dengan masalah penelitian. 2. (1987). keterbacaan. BACAAN TAMBAHAN Bem. seraya menunjukkan satu atau lebih kekurangan (defisiensi) dalam literature – literature tersebut dan menegaskan bagaimana penelitian yang diajukan dapat mengoreksi kekurangan – kekurangan itu. lalu carilah kalimat – kalimat yang menunjukkan bahwa penulisnya tengah membahas satu masalah atau isu tertentu. Cobalah menulis pendahuluan dengan teknik narrative hook. Carilah beberapa penelitian bidang – bidang tertentu yang dipublikaskan dalam jurnal – jurnal akademik. Akhirnya. Amatilah pendahuluannya. New York : Random House.‖ Dalam M. ―Writing the Empirical Journal Article.M Darley (ed. Buatlah masing – masing satu paragraph mengenai masalah penelitian.tiga atau empat tujuan diadakannya penelitian. diskusikan tulisan Anda ini dengan rekan – rekan Anda. apakah teknik yang Anda gunakan berhasil menarik perhatian pembaca.Zanna&J. Setelah itu.

Pada satu contoh proposal disertasi mahasisaw s2 yang disajikan. J. Wilkinson juga menyajikan banyak contoh dari tiga aspek tersebut. Menurut Maxwell. dan (3) pernyataan mengenai rumusan masalah. yang disertai dengan penjelasan tentang bagaimana menulis dan menyusun sebuah pendahuluan yang baik. Joe Maxwell menulis tentang tujuan penelitan untuk proposal disertasi kualitatif. A. 148 . Thousand Oaks.‖ Edisi kedua.A. NJ : Prentice Hall. Maxwell membahas isu – isu utama yang harus dieksplorasi mahasiswa untuk membuat argument proposal penelitiannya efektif dan efisien. Englewood Cliffs. Dia juga menyatakan pentingnya mengidentifikasi isu – isu yang ingin Anda teliti dan pentingnya menunjukkan mengapa isu – isu tersebut penting untuk diteliti.M. Menurut Bern. The Scientist‘s Handbook for Writing Papers and Dissertations. (1991). salah astu aspek mendasar dalam proposal adalah menjustifikasi bahwa proyek yang diajukan dapat membantu pembaca memahami. tetapi juga mengapa Anda merencakanannya. Antoinette Wilkinson membahas tiga aspek utama dalam pendahuluan : (1) Pernyataan mengenai suatu masalah dan sifat – sifatnya. baik yang memuaskan maupun yang tidak. Dia menekankan bahwa pendahuluan harus menuntun secara logis dan runtut pada rumusah masalah. dan juga tidak membosankan lantaran terlalu banyak bahasa teknis. Maxwell. Wilkinson. tidak hanya tentang apa yang Anda rencanakan. (2005). CA : Sage.contoh paragraph pembuka. paragraph pembuka yang baik adalah paragraph yang dapat dimengerti bahkan oleh seseorang yang bukan ahli sekalipun. (2) pembahasan mengenai latar belakang dari masalah tersebut. ―Qualitative Research Design : An Interakctive Approach.

prinsip-prinsip kunci. 1997). atau gagasan-gagasn umum diadakannya 149 . tujuan penelitian harus ditulis dengan jelas dan spesifik. Tujuan penelitian bukanlah rumusan masalah yang di dalamnya terdapat sejumlah pertanyaan yang nantinya dijawab berdasarkan data-data penelitian yang telah dikumpulkan (lihat Bab 7). Penulis lain merujuknya sebagai salah satu aspek dari masalah penelitian (Casstetter & Heisler. tujuan penelitian adalah kumpulan pernyataan yang menjelaskan sasaran-sasaran. adalah menyajikan tujuan penelitian. Inilah bagian terpenting dari keseluruhan penelitian. dalam disertasi atau proposal disertasi. Dalam bab yang khususnya untuk tujuan penelitian ini. peneliti biasanya menulis tujuan penelitian dibagian pendahuluan. dan rumusan penelitian. Dalam artikel-artikel jurnal. seperti rumusan masalah atau hipotesis. pembahasan mereka pada umumnya tetap menunjukkan bahwa tujuan penelitian merupakan gagasan inti dari suatu penelitian. Dalam proposal. (2007: 9). tujuan penelitian berarti menunjukkan ‖mengapa anda ingin melakukan penelitian dan apa yang ingin anda capai. dan bukan masalah atau isu yang dapat menuntun pada keharusan diadakannya penelitian (lihat Bab 5). masalah penelitian. menjelaskan tujuan dalam konteks rumusan masalah dan sasaran penelitian. Tujuan penelitian mengindikasikan maksud penelitian. dan contoh-contoh tujuan penelitian yang biasa anda modifikasi untuk proyek proposal anda.‖ Sayangnya proposalproposal penelitian saat ini jarang sekali yang memperhatikan tujuan penelitian. maksud-maksud. SIGNIFIKANSI DAN MAKNA TUJUAN PENELITIAN Menurut Locke et al. sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam bab 5. saya membahas alasanalasan/rasionalisasi ditulisnya tujuan penelitian. Namun.Bab Enam TUJUAN PENELITIAN Bagian terakhir dari pendahuluan. Akan tetapi. Akan tetapi. Para penlulis metodologi penelitianpun sering memasukkan tujuan penelitian ini kedalam bagian-bagian lain. Dikenal dengan istilah tujuan penelitian karena ia menggambarkan tujuantujuan/maksud-maksud dilakukannya penelitian dalam satu atau beberapa kalimat. peneliti haruslah membedakan secara jelas antara tujua penelitian . Dari tujuan inilah semua asfek penelitian ditentukan. Wilkinson (1991). tujuan penelitian sering kali ditulis secara terpisah. Untuk itu. misalnya.

Meslipun tujuan penelitian untuk studi kualitatif. Misalnya suatu penelitian bisa saja dimulai dengan mengeksplorasi peran ketua jurusan dalam usaha pemberdayaan kualitas akademik para dosen 150 .2007). kuantitatif. Tujuan penelitian kualitatif juga bisa menyatakan rancangan penelitian yang dipilih. dan lokasi penelitian. Tujuan Penelitian Kualitatif Tujuan penelitian kualitatif pada umumnya mencakup informasi tentang fenomena utama yang dieksplorasi dalam penelitian. seperti berikut ini:  Gunakanlah kata-kata seperti tujuan. seperti yang sering dijumpai dalam penelitian kuantitatif. maksud.suatu penelitian. Tulislah tujuan penelitian ini dalam kalimat atau paragraph terpisah. Untuk itulah. atau metode campuran ditulis dengan konten yang sama. dan gunakanlah bahasa-bahasa penelitian..‖ Para peneliti biasanya menggunakan verba masa kini (present verb tense) dan verb masa lampau (past verb tense) untuk proposal penelitian karena proposal mereka tengah menyajikan rencan penelitian yang akan—bukan yang belum—dikerjakan. namun tetap tunjukkan bahwa penelitian anda bisa saja berkembang untuk mengeksplorasi hubungan atau perbandingan antargagasan dalam fenomena tersebut.. Begitu pentingnya tujuan penelitian ini. Gagasan ini dibangun berdasarkan suatu kebutuhan (masalah penelitian) dan diperhalus kembali dalam pertanyaan-pertanyaan spesifik (rumusan masalah). seperti ―tujuan (maksud atau sasaran) penelitian ini adalah. Persempitlah penelitian anda menjadi satu gagasan untuk dieksplorasi dan dipahami. masing-masing tujuan penelitian untuk tiga penelitian ini sebenarnya tetap memiliki sifat-sifat dan cara penulisannya sendiri yang berbeda-beda. Untuk itu. seperti yang akan digambarkan dalam paragraf-paragraf berikut ini. Fokus ini berarti bahwa tujuan penelitian kualitatif tidak boleh menunjukkan dua atau lebuh variable yang salin berelasi. atau justru membandingkan dua atau lebih kategori tertentu.. Tujuan ini ditulis dengan istilah-istilah ―teknis‖ penelitian yang bersumber dari bahasa penelitian kualitatif (Schwandt. partisipan penelitian. sehingga peneliti perlu menulisnya secara terpisah dari aspek-aspek lain dalam proposal penelitiannya da ia juga perlu membingkainya dalam satu kalimat atau paragraph yang mudah dipahami oleh pembaca.  Fokuslah pada satu fenomena (atau konsep atau gagasan) utama. atau sasaran untuk menandai tujuan penelitian yang anda tulis. Peneliti perlu memperhatikan beberapa hal mendasar dalam menulis tujuan penelitian kualitatif. jelaskan satu fenomena saja.

1998: 21) tersebut dengan menggunaka kata-kata yang seolah-olah berorientasi langsung. Tujuan disajikannya definisi umum ini adalah untuk menunjukkan kepada pembaca makna general dari fenomena yang dijabarkan dalam penelitian.1999). definisi ini tidak boleh rigid. khususnya jika fenomena tersebut merupakan istilah yang tidak dipahami oleh pembaca luas.. 1992). McCracken (1998) mengatakan bahwa dalam wawancara kualitatif.  Sajikan definisi umum mengenai fenomena atau gagasan utama. Dengan demikian. Verb-verb atau frasa-frasa tindakan.‖ selain itu peneliti juga perlu memperhatikan bahwa definisi ini tidak boleh dicampur-baurkan dengan definisi yang lebih detail. teoritis dan teknis yang biasanya ada pada bagian khusus... atau mengamati. seperti mendeskripsikan. atau dengan mengeksplorasi identitas guru dan marginalisasi atas identitas ini disekolah tertentu (Huber & Whelan.1992).  Gunakanlah verb-verb tindakan untuk menunjukkan bahwa ada proses learning dalam penelitian anda. 2002). melainkan tentatif dan berkembang selama pemelitian berdasarkan informasi dari para partisipan. seperti berguna. pewawancara seharusnya mengajak responden untuk mendeskripsikan pengalamannya.  Gunakan kata-kata dan frasa-frasa yang netral ---bahasa tidak langsung ---seperti . seperti yang telah saya jelaskan dalam Bab 2. memahami... positif. mengembangkan. atau menunjukkan bagaimana individu-individu tertentu secara kognitif mencirikan penyakit AIDS yang dideritanya (Anderson & Spencer. dari pada menggunakan kata-kata ―pengalaman sukses individu-individu. Untuk itu. Karena termasuk dalam retorika penelitian kualitatif.(Creswell & Brown. definisi.‖ Lebih baik memakai kata-kata ―pengalamn individu-individu‖ jangan terlalu sering menggunakan atau frasa-frasa yang problematik. meneliti makna. dan informatif ---kata-kata yang seolah-olah memiliki makna yang bisa saja nuncul atau tidak muncul. akan membuat penelitian anda terbuka atas kemungkinan-kemungkinan lain: suatu cirri yang menunjukkan bahwa penelitian anda adalah penelitian kualitatif. spesifik. pewawancara (peniliti) ini dapat dengan mudah mengutak-atik ―atturan ketidaklangsungan‖ (McCracken. 151 . (fenomena utama) adalah . Contohcontoh ini semua mengiliustrasikan bahwa ada satu gagasan utama yang dijadikan focus dalam tujuan penelitian kualitaitf. definisi istilah... peneliti kualitatif setidak-tidaknya harus menggunakan kata-kata seperti: ―untuk semintara ini. atau dengan menjelaskan makna kebudayaan bisbol dalam hubungannya dengan pekerja studion (Trujillo.

.. program. Fenomena utama dapat dibatasi pada individu-individu dalam suatu organisasi bisnis.. (para partisipan... Tujuan penelitian.. Gunakan kata-kata yang sering digunakan dalam teori-teori diatas.... atau strategi-stragi lainnya. atau organisasi) di.. penelitian bisa saja terbatas pada wanita saja.. di sini saya menyajikan sejumlah catatan yang mungkin berguna dalam menulis tujuan penelitian kualitatif. seperti rumah. seperti: apakah partisipan penelitian anda terdiri dari satu atau lebih individu. grounded theory. analisis data.. (fenomena utama yang diteliti) pada. fenomenologi. studi kasus. (sajikan definisi umum).  Sebagai langkah akhir dalam tujuan penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini. atau sejenisnya) ini adalah untuk. Gambarkan tempat ini secara detail sehingga pembaca benarbenar mengetahui dimana penelitian itu dilaksanakan. Gunakan kata-kata teknis strategis/teori penelitian yang digunakan ketika sampai pada bagian pengumpulan data.. 152 ... seperti individu. saya sudah menyediakan ruang agar anda bisa menyisipkan informasi yang sesuai.  Tunjukkan lokasi dilakukannya penelitian.. lebih khusus mereka yang menjadi anggota tim kreatif. Untuk membantu anda. (memahami? mendeskripsikan? mengembangka? meneliti?) .. atau sekelompok orang. Seperti catatan-catatan (scripts) sebelumnya dalam buku ini.. Pembatasan-pembaasan semacam ini aka membantu peneliti untuk lebih jauh menjabarkan parameter penelitiannya. atau peristiwa tertentu. (fenomena utama yang diteliti) secara umum dapat didefinisikan sebagai. gunakan beberapa bahasa yang membatasi ruang lingkup partisispan atau lokasi penenlitian...... seperti etnografi. atau suatu organisasi. tetapi setidaknya contoh-contoh berikut ini telah berhasil menyajikan model-model yang layak ditiru dan dipelajari. kelompok. proposal disertasi atau tesis kualitatif yang baik. (strategi/teori penelitian... dan proses penelitian. Misalnya.. (lokasi penelitian).. Conto-contoh di bawah ini mungkin tidak secara sempurna mengilustrasikan semua elemen yang telah saya jelaskan. seperti: apakah penelitian tersebut menggunakan teori etnografi.. setidak-tidaknya harus mencakup beberapa diantara poin-poin itu. Meskipun ada banyak variasi dalam mencantumkan poin-poin di atas pada tujuan penelitian. atau satu wilayah geografis tertentu.. studi kasus...  Jelaskan para partisipan yang terlibat dalam penelitian. pendekatan naratif. organisasi. kelas..

Metode yang digunakan dalam penelitia ini meliputi refleksi fenomenologis atas data-data yang ada berdasarkan investigasi pada pengalaman para ibu. (Leuterbach. dan bagianbagian selanjutnya di artikel itu. Contoh 6. Dengan menggunakan persfektif feminis. focus penelitian ini adalah pada memori para ibu dan pengalaman kehidupan mereka. ―pengalaman kehidupan para ibu‖ menjadi fenomena utama dan penulis menggunakan kata kerja mengartikulasikan untuk membahas makna (kata yang netral) dari pengalaman-pengalaman ini. selain itu. jelas Leuterbach telah menggunakan strategi fenomenologi. 1993: 134) 153 .1 Tujuan Penelitian Dalam Studi Fenomenologi Kualitatif Leuterbach (1993) meneliti lima wanita yang kehilangan bayinya ketika sedang hamil (keguguran). dan memori serta pengalaman-pengalaman mereka atas peristiwa itu.Saya memperoleh tujuan penelitia yang ditulis oleh Lauterbach (1993) ini disebuah artikel jurnaldi bagian pembukanya yang berjudul ―tujuan penelitian. Perspektif ini mempermudah usaha menyingkap pengalamanpengalaman tersebut yang tertutup selama ini. pembaca akan melihat bagaimana Leuterbach melakukan interviw pada lima sampel ibu (yang masingmasing telah mengalami keguguran) dirumah mereka. tulisan Leuterbach juga secara jelas menunjukkan bahwa partisipannya hanya para ibu. Tujuan penelitian Leuterbach adalah sebagai berikut: Sebagai upaya menyingkap makana substantif suatu fenomenalogi. penelitian fenomenologi ini berusaha mengartikulasikan ―esensi-esensi‖ makna dalam pengalaman kehidupan para ibu ketika bayi yang mereka sayangi meninggal dunia. Penulis lalu mendifinisikan pengalaman-pengalaman apa saja yang ditelitinya terkait dengan ―memori‖ dan ―pengalaman hidup‖ ini. perspektif ini juga membantu mengartikulasikan dan menyuarakan memori para ibu dan cerita kehilangan mereka.‖ Judul inilah yang secara jelas mengajak pembaca untuk focus pada tujuan penelitian. dan investigasi atas fenomena tersebut dalam konteks seni kreatif. Di sepanjang tulisannya.

meskipun beberapa siswa mungkin telah mampu mengembangkan skill membaca mereka. Pada bagian selanjutnya. edukatif. dia juga menyebutkan para partisipannya secara jelas. sosial. dan edukatif yang mempengaruhi empat anak remaja (siswa) tidak mampu membaca. Penelitian ini juga berusaha menjelaskan mengapa siswa-siswa tersebut tetap saj tidak bisa membaca meskipus sudah bertahun-bertahun sekolah. diartikel tersebut. khususnya dibagian abstraksi dan metodologi. Studi kasus ini berfokus pada faktor-faktor yang menghalangi para siswa SMP berkembang dalam skill membacanya. sosial. Uniknya. 1991: 876-877) faktor tersebut. seperti ―afektif.2 Tujuan Penelitian Dalam Studi Kasus Kos (1991) melakukan beberapa kali studi kasus tentang siswa-siswa SMP yang tidak bisa membaca. Tujuan penelitiannya adalah sebagai berikut: Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi faktor-faktor afektif. Penelitia ini bukanlah intervensi. seperti yang telah dijelaska dalam Bab 1. Dia berfokus pada ―faktor-faktor‖ sebagai fenomena utama dan menyajikan definisi tentative dengan menyebutkan contoh Contoh 6. Karena tujuanya adalah untuk meningkatkan iklim kampus maka penelitian kualitaitf diatas termmasuk ke dalam jenis penelitian advokasi. Tidak hanya itu. (Kos. yang memang menjadi cirri umum untuk artikel-artikel jurnal. Kebutuhan mahasiswa yang gay dan biseksual menjadi fenomena utama yang diteliti. Kos justru meletakkan penelitiannya dalam pendekatan kualitatif dengan menggunakan kata-kata seperti mengeksplorasi. bukan berarti fokus penelitian ini pada usaha peningkatan skill membaca. 154 . tujuan penelitian ini muncul di bagian awal artikel.Kos (1991) menegaskan bahwa penelitiannya bukanlah penelitian kuantitatif yang mengukur besarnya perubahan skill membaca dalam diri siswa. pembaca akan menemukan bahwa penelitian Kos ini menggunakan strategi penelitian studi kasus yang dilakukan dalam suatu ruang kelas.‖ Dia juga menulis pernyataan di atas dengan judul ―Tujuan Penelitian‖ untuk membuat pembaca fokus pada tujuan penelitiannya.

Tulisan ini sebenarnya berasal dari penelitian etnografis yang pernah penulis lakukan duaa tahun terhadap suatu subkultur mahasiswa yang terdiri dari laki-laki gay yang biseksual disebuah Universitas kenamaan. Akan tetapi. Sayangnya. yang berarti secara langsung merefleksikan bahwa wanita lesbian dan biseksual merupakan komonitas berbeda yang membentuk subkultur tersendiri di Universitas tersebut. Penelitian ini hanya dibatasi pada laki-laki gay dan biseksual saja. (Rhoads. kata ini lebih dimaksudkan untuk mendefinisikan sampel individu yang diteliti dan bukan untuk membatasi tentang fenomena utama. da pembaca juga akan mengetahui bahwa fenomena tersebut didefinisikan sebagai pengaruhpengaruh penting dalam kesuksesan karir 18 wanita tersebut. seperti kesuksesan. Akan tetapi. Dalam penelitian ini memang digunakan kata langsung. dan bahwa penelitian ini hanya akan melibatkan laki-laki saja (partisipan) di sebuah Universitas kenamaan (lokasi penelitian).Contoh 6. Pada pernyataan di atas.3 Tujuan Penelitian Dalam Etnografi Rhoads (1997) melakukan penelitian etnografi selama dua tahun disebuah Universitas kenamaan. Dia berusaha mengeksplorasi bagaimana iklim kampus dapat ditingkatkan bagi laki-laki gay yang biseksual. fenomena utamanya adalah perkembangan karier. Rhoads juga telah menyebutkan bahwa strategi penelitian yang digunakan adalah etnografi. Tujuan penelitian. 155 . dia sudah berusaha mengidentifikasi dan menyajikan makna tentative atas istilah-istilah penting tersebut. yang ia sertakan pada bagain awal tulisannya adalah sebagai berikut: Artikel ini berusaha memberikan sumbangsih tambahan pada literaturliteratur yang membahas tentang kebutuhan mahasiswa gay yang biseksual dengan mengidentifikasi sejumlah kawasan yang sekiranya dapat meningkatkan iklim kampus bagi mereka. Selain itu. 1997: 278) juga berusaha mengidentifikasi kawasan-kawasan yang dapat meningkatkan iklim kampus bagi laki-laki gay dan biseksual. dib again terpisah. Rhoads tidak memberikan informasi tambahan mengenai sifat utama kebutuhan para mahasiswa ini atau definisi umum dari kebutuhan tersebut.

Tujuan ini ditulis dengan bahasabahasa yang berhubungan dengan penelitian kuantitatif. dan lokasi penelitian. khusunya pengaruh-pengaruh yang berhubungan dengan kesuksesan karier mereka. Ingatklah kembali Bab 3 yang menjelaskan jenis-jenis variable utama dalam penelitian kuantitatif. Tujuan penelitian kuantitatif biasanya dimulai dengan mengidentifikasikan varibel-varibel utama dalam 156 . Secara keseluruhan. mereka menyatakan tujuan diadakannya penelitian tersebut: Artikel ini ---yang didasarkan pada penelitian kualitatif--. varibel mediate.4 Tujuan Penelitian Dalam Studi Grounded Theory Richie et al. Tujuan penelitian kuantitatif meliputi varibel-varibel dalam penelitian dan hubungan antar varibel tersebut.berusaha meneliti perkembangan karier 18 wanita Amerika-Afrika (kulit putih dan hitam) yang memiliki prestasi tinggi di Amerika Seriakat dalam 8 bidang profesi yang berbeda-beda. varibel moderate. dan varibel terikat.Contoh 6. 1997: 133) Peneliti beusaha untuk mengeksplorasi fenomena terssebut. dan pembaca akan memahami bahwa partisipannya adalah para wanita yang bekerja di tempat berbeda-beda. Grounded Theory sebagai strategi penelitian disebutkan pada bagian abstraksi dan dijelaskan lebih lanjut pada bagian prosedur penelitian. dan terkadang juga mencakup pengujian deduktif atas hubungan-hubungan atau teori-teori tertentu. yaitu varibel bebas. baik dalam hal bahasa maupun fokusnya dalam menghubungkan atau membandingkan varibel-varibel. para partisipan. tujuan kami melakukan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi factor-faktor penting yang mempengaruhi perkembangan karier para wanita ini. Pada paragraph kedua penelitiannya. (1997) melakukan penelitian kualitatif untuk mengembangkan suatu teori tentang perkembangan karier 18 wanita AmerikaAfrika (kulit putih dan hitam) yang memiliki prestasi tinggi Ameriaka Serikat yang masing-masing dalam bidang profesi yang berbeda-beda. (Richie et al. Tujuan Penelitian Kuantitatif Tujuan penelitian kuantitatif sangat berbeda dengan model tujuan penelitian kualitatif.

Tetapi ada juga peneliti yang menggunaka kombinasi antara membandingkan (comparing) dan menghubungkan (relating). tujuan digunakannya variable-varibel secara kuantitatif adalah untuk menghubungkan varibelvaribel tersebut.. intervening.  Gunakan kata-kata yang dapat menghubungkan varibel bebas dan varibel terikat untuk emnunjukkan bahwa kedua jenis varibel ini benar-benar saling berhubungan. Dalam hal ini. penelitian eksperimen dua faktor yang didalamnya peneliti memiliki dua atau lebih kelompok treatment dan satu varibel bebas. 157 . dengan varibel bebas (di bagain kiri) yang diikuti oleh varibel terikat (di bagian kanan).. atau kerangka konseptual yang anda gunakan. seperti ―hubungan antara‖ dua atau lebih varibel.‖  Tunjukkan teori. atau control. lalu mencari dan dan menentukan bagaimana varibel-varibel itu akan diukur atau diamati. Meskipun peneliti kebanyakan menggunakan teknik menghubungkan dua atau lebih kelompok dalam penelitian eksperimen. misalnya. Anda tidak perlu mendeskripsikannya secara detail karena--. Letakkan varibel-variabel intervening antara varibel bebas dan varibel terikat.. Mulailah dengan kata-kata seperti ―tujuan (atau maksud atau sasaran) penelitian ini adalah. seperti yang bisa ditemukan dalam penelitian survei. seperti yang sering dijumpai dalam penelitian eksperimen. serta varibel-variabel lain. Untuk menulis tujuan penelitian kuantitatif. Pada akhirnya. Mendeskripsikan teori secara sederhana di bagian tujuan penelitian akan memberikan penekanan pada pentingnya teori itu dalam penelitian tersebut. atau terikat) beserta model visualnya. atau sasaran. seperti tujuan. atau ―perbandingan antara‖ dua atau lebih kelompok. moderate. ada sejumlah hal yang perlu diperhatika:  Gunakan kata-kata untuk menandai tujuan penelitian anda.. Kebanyaka penelitian kuantitatif menggunakan dalah satu dari dua opsi ini untuk menghubungkan varibel-varibel dalam tujuan penelitian.  Tunjukkanlah varibel bebas dan varibel terikat.ada kemungkinan bagian ―Perspektif Teoritis‖ ditulis secara terpisah untuk keperluan ini. seperti mediate. atau untuk membandingkan sampel-sampel atau kelompok-kelompok tertentu dalm kaitannya dengan hasil penelitian.seperti yang sudah saya jelaskan pada Bab 3--.penekitian (bebas. model. maksud. Banyak peniliti juga meletakkan varibel-varibel moderating antara varibel bebas dan varibel terikat. tidak menutup kemungkinan mereka juga menggunakan teknik tersebut dalam penelitian survei. yang digunakan dalam penelitian..  Tempatkanlah dan susunlah varibel-varibel ini dari kiri ke kanan.

(sajikan suatu definisi umum)...  Definisikanlah secara umum masing-masing varibel kunci....... satu penelitian terakhir adalah penelitian eksperimen.  Sebutkan jenis strategi penelitian (seperti strategi survei atau eksperimen) yang digunakan dalam penelitian.... yang juga dipengaruhi/dikontrol oleh.... misalnya dengan menggunakan definidi-definisi yang sudah diterima secara umum yang berasal dari literatur-literatur.... dalam hal in didefinisikan sebagai.. varibel bebas selalu menjadi varibel yang dimanipulsi.. (sajikan definisi umum).. Selain itu.... (tunjukkan varibel control dan intervening) didefinisikan sebagai...... Dengan menyatakan informasi tentang strategi penelitian. seperti ruang lingkup pengumpulan data atau ruang lingkup partisipan penelitian....... Contoh-contoh berikut ini akan mengilustrasikan elemen-elemen di atas..... Disertakannya definisi umum ini adalah untuk membantu pembaca lebih memahami tujuan penelitian..... berikan batasan pada ruang lingkup penelitian.. terhadap. dengan (varibel terikat)...... Meski demikian... (partisipan penelitian) di....Bahkan. varibel control juga tidak jarang diletakkan secara tiba-tiba mengikuti varibel terikat. (membandingkan? emnghubungkan?)... dan varibel(-varibel) control dan intervening... peneliti tidak boleh memberikan terlalu detail memberikan definisi secara operasional karena definisi semacam ini biasanya ditulis dalam bagian khusus ―Definisi Istilah‖ (yang menjelaskan secara rigid bagaimana varibel-varibel diukur)..‖ atau ―dengan varibel kontrol. 158 .. (eksperimen? survei?) ini adalah untuk menguji teori. Dua penelitian pertama adalah penelitian survey... tujuan penelitian kuantitatif dapat ditulis sebagai berikut: Tujuan penelitian.. peneliti setidaknya sudah mengantisipasi diri untuk tidak membahas detail metodologi penelitian (yang biasanya di tulis dibagian khusus) dan memungkinkan pembaca untuk mengasosiasikan hubungan antarvaribel dengan strategi penelitian.. (varibel kontrol).. (lokasi penelitian)... Berdasarkan poin-poin di atas.. Varibel-(varibel) bebas.  Tunjukkan sedcara jelas partisipan (atau unit analisis) dan lokasi penelitian tersebut. yang . misalnya dalam frasa ―yang juga dipengaruhi oleh..‖ Dalam penelitian eksperimen..

Selanjutnya. 2000: 24) Meskipun Kalof (2000) tidak menyebutkan teori yang dia gunakan. Saya memanfaatkan data yang diperoleh selama dua tahun dari 54 mahasiswi untuk menjawab pertanyaanpertanyaan berikut ini: (1) Apakah perilaku-perilaku wanita mempengaruhi pelecehan seksual terhadap mereka dua tahun ini? (2) Apakah sikap-sikap wanita berubah setelah mengalami pelecehan seksual? (3) Apakah pelecehan seksual sebelumnya mengurangi atau justru meningkatkan resiko pelecehan-pelecehan seksual selanjutnya? (Kalof. Tujuan penelitian di atas juga telah mengidentifikasi secara jelas para partisipan (wanita) dan lokasi penelitian (Universitas) .5 Tujuan Penelitian Dalam Studi Survei Kalof (2000) melakukan penelitian selama dua tahun pada 54 mahasiswi. 159 . dari susunan varibel yang dijelaskan. populasi dan sebagainya. kutipan di atas telah menggunakan kata hubungan. meskipun Kalof tidak mendefinisikan varibel-varibel utama dalam tujuan penelitian di atas setidaknya dia sudah menyajikan ukuran-ukuran spesifik pada varibelvaribel tersebut dalam rumusan masalah. Mahsiswi ini memberikan responnya masing-masing pada dua instrumen survei yang disebarkan secar terpisah selama dua tahun. Selain ditulis pada bagian terpisah (Pernyataan Masalah). setidak-tidaknya dia telah mengidentifikasi varibel bebas (perilaku seks) dan varibel terikat (pelecehan seksual) dalam penelitiannya. Kalof menyebutkan bahwa penelitiannya menggunakan metode survei mailed. terkait oerilaku-perilaku dan pengalaman-pengalaman mereka terhadap pelecehan seksual. Kutipan di atas mencakup beberapa komponen tujuan penelitian yang baik. istilah-istilah yang didefinisikan. pada bagian metodologi penelitian. pembaca akan mudah mengidentifikasi varibel bebas dan varibel terikatnya. Lebih jauh. Kalof menggabungkan tujuan penelitian dengan rumusan masalah sebagai berikut: Penelitian ini berusaha mengelaborasikan dan mengklarifikasi hubungan antara perilaku seksual wanita dan pengalaman-pengalaman mereka terhadap pelecehan seksual.Contoh 6. Dia juga menggunakan kata-kata hubungan antara untuk menunjukkan relasi antarvaribel. Selain itu.

pelatihan sebelumnya. Dalam salah satu subjudul disertasinya ―Pernyataan Masalah‖ dia menjelaskan tujuan penelitian sebagai berikut: Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti hubungan antara karakristikkarakristik pribadi dan motivasi pekerjaan bagi para pendidik yang mengajar dilembaga-lembaga negeri perbaikan remaja di Amerika Serikat.6 Tujuan Penelitian Dalam Studi Survei Disertasi DeGraw (1984) menyelsaikan disertasi doktoralnya dalam bidang pendidikan. tingkat pendidikan. keamanan konservatif. Para penulisnya juga telah menunjukkan para partisipan yang terlibat dalam penelitian eksperimennya. Motivasi pekerjaan didefinisikan sebagai enam faktor utama. Selain ditulis dengan terpisah. 1973). karakristik-karakristik dibagi ke dalam dua informasi penting. Disertasi itu membahas topik tentang para pendidik yang bertugas pada institusi-institusi perbaikan remaja. dan sebagainya) dan informasi tentang pemikiran responden terhadap pekerjaannya yang berubah-ubah. yaitu informasi tentang latar belakang responden (seperti informasi institusional. tujuan penelitian di atas juga menjelaskan adanya perbandingan antarvaribel. mereka menyusunnya dengan meletakkan varibel terikat diurutan pertama an varibel bebasnya di 160 . Enam faktor ini antara lain: potensi perubahan dan perkembangan diri. Dalam hal susunan varibel. kesabaran terhadap tekanan pekeerjaan. Penelitian terhadap latar belakang responden sangat penting dalam disertasi ini karena penelitian semacam dan ini diharapkan faktor-faktor dapat yang mengidentifikasi karakristik-karakristik mempengaruhi mobilitas dan motivasi. keinginan dan penghargaan akan kesuksesan. da kesediaan untuk mencari reward meski berada diantara ketidakpastian dan penyangkalan.Contoh 6. sebagaimana yang terdapat dalam kuesioner penelitian komponen kerja pendidikan (educational work components study/EWCS) (Miskel & Heller. (DeGrew. Bagian kedua penelitian ini meminta responden untuk mengidentifikasi faktor-faktor motivasional ini yang berhubungan dengan mereka. daya saing. 1984: 4-5) Kutipan di atas juga merefleksikan komponen-komponen tujuan penelitian kuantitatif yang baik.

dan Rosenfeld (1992) membandingkan antara daya tarik sosial terhadap penggunaan computer dan daya tarik pribadi terhadap pensil dan kertas. Begitu pula. yaitu impression management (IM) dan Self-Deception (SD). dan alasan/rasionalisasi mencampur dua unsur tersebut untuk meneliti masalah penelitian. (2) komputer dengan backtracking (3) komputer tanpa backtracking. dalam pararaf-paragraf sebelumnya mereka sebenarnya sudah mereview beberapa penemuan dari teori sebelumnya. dalam pendahuluan. mereka mengemukakan tujuan penelitiannya: Kami merancang penelitian ini untuk membandingkan respon-respon para calon Angkata Laut terhadap skala IM dan SD. Mereka melanjutkan penelitian inventaris yang telah dilakukan sejumlah mahasiswa sebelumnya dengan menggunaka Balanced Inventory of Desirable Responding (BIRD).kemudian varibel terikat---. yang dikumpulkan dalam tiga kondisi.dari kiri--. untuk memberikan panduan awal bagi pembaca dalam memahami bagian-bagian penelitian kuantitatif dan kualitatif di dalamnya. Meski demikian. Contoh 6. 1992: 563) Tujuan Penelitian Metode Campuran Tujuan penelitian metode campuran berisi tujuan penetian secara keseluruhan. 161 .bagian ke dua (Note: cara penulisan ini berbeda dengan apa yang sayasarankan agar varibel bebas ditulis terlebih dahulu---.kekanan). yaitu: (1) kertas---dan----pensil. Dalam paragraf terakhir di bagaian pendahhuluan. Edwards. informasi mengenai unsure-unsur penelitian kuantitatif dan kualitaif.7 Tujuan Penelitian Dalam Studi Eksperimen Booth-Kewley. Berikut ini saya sajikan beberapa petunjuk bagaimana menyusun dan menyajikan tujuan penelitian metode campuran. Kurang lebih separu dari calon AL ini menjawab kuesioner-kuesioner yang diberikan secara anonym (tanpa nama/identitas jelas) dan separuh lainnya menjawab dengan identitas yang jelas. kelompok-kelompok dalam masing-masing varibel telah diidentifikasi secara jelas. (Booth-Kewley et al. meskipun dalam tujuan penelitian diatas par apenulisnya tidak menyebutkan dasar teori yang digunakan. yang menawarkan dua skala. Tujuan penelitian metode campuran biasanya ditunjukkan terlebih dahulu.

  Mulailah dengan menulis kata-kata yang menunjukkan secara jelas tujuan penelitian yang akan dijabarkan.  Terapkan karakristik-karakristik tujuan penelitian kualitatif yang baik.‖ Jelaskan tujuan penelitian dari perspektif konten. Untuk lebih memahami masalah penelitian dengan mengonvergensikan (atau mentrianggulasi) data kuantitatif yang berupa angka-angka dan data kualitatif yang berupa rincian-rincian deskreptif. Untuk mengeksplorasi pandangan partisipan (kualitatif) untuk kemudian dianalisis berdasarkan sampel yang luas (kuantitatif). seperti berfokus pada satu fenomena utama. menghubungkan varibel-varibel atau membandingkan kelompok-kelompok varibel. 4. atau transformasional.. kemudian menindaklanjutinya denga mewawancarai atau mengobservasi sejumlah individu untuk membantu menjelaskan lebih jauh hasil statistik yang sudah diperoleh (lihat juga O‘Cathain. Murphy & Nicholl..   Tunjukka jenis rancangan metode campuran yang digunakan.. 3. apakah itu sekuensial. menyusun varibel-variabel ini mulai dari varibel bebas terlebih dahulu lalu varibel terikat. menyebutkan strategi penelitian.. 2007). konkuren. seperti ―Tujuan. menggunakan kata-kata tindakan dan bahasa tidak langsung.. Jelaskan alasan/rasionalisasi dikombinasikannya data kuantitatif dan kualitatif. Untuk memperoleh hasil-hasil statistic kuantitatif dari suatu sampel.‖ atau ―Maksud. seperti menyebutkan suatu teori dan varibel-varibel. menyebutkan strategi penelitian dan memerinci para partisipan dan lokasi penelitian.. seperti ―Tujuannya adalah untuk mempelajari efektivitas organisasi‖ atau ―Tujuannya adalah untuk mengamati keluarga-keluarga yang anak tiri‖ untuk memahami keseluruhan maksud penelitian tersebut terlebih dahulu sebelum peneliti membagi penelitiannya ke dalam bagian kuantitatif dan kualitatif. 162 . Untuk mengungkap kecenderungan-kecenderungan dan hak-hak dari kelompok atau individu-individu yang tertindas. dan menjelaskan para partisipan dan lokasi penelitian.  Terapkan pula karakristik-karakristik tujuan penelitian kuantitatif yang baik. Alasan ini dapat berupa salah satu dari yang berikut ini (lihat Bab 10 untuk lebih detailnya): 1. 2..

.. berikut ini disajikan empat contoh tujuan penelitian metode campuran (Creswell & Plano Clark. instrumen .instrumennya tidak sesuai atau tidak tersedia. Contoh keempat adalah penelitian metode campuran transformative yang didasarkan pada rancangan konkuren.. Informasi dari tahap pertama akan dieksplorasi lebih lanjut pada tahap kedua. Alasan ditindaklanjutinya 163 . variabel variabel-nya tidak diketahui. 2007).. rumusan masalah... Penelitian sekuensial dengan tahap kuantitatif di urutan kedua yang didasarkan pada tahap kualitatif di urutan pertama: Tujuan penelitian metode campuran sekuensial dua-tahap ini adalah untuk.. yaitu tahap kualitatif....tahap ini adalah untuk (sebutkan tujuan penelitian berdasarkan konten)......... Dua contoh pertama adalah penelitian sekuensial dengan satu strategi pengumpulan data yang turut membangun strategi pengumpulan data yang lain. rumusan masalah atau hipotesis penelitian kuantitatif akan menjelaskan hubungan atau perbandingan (variabel bebas) dan (variabel terikat) dengan melibatkan (partisipan penelitian) di (lokasi penelitian).......... wawancara atau observasi kualitatif digunakan untuk memeriksa kembali (hasil-hasil kuantitatif) dengan mengeksplorasi aspek-aspek ......... Alasan didahulukannya pengumpulan data kualitatif disebabkan (seperti....... Contoh ketiga adalah penelitian konkuren dengan menerapkan dua strategi pengumpulan data dalam satu waktu lalu dibawa secara bersama-sama dalam analisis data. 2..... ada sedikit teori atau taksonomi yang dapat dijadikan panduan rigorus)...... Tahap pertama adalah eksplorasi kualitatif terhadap . Penemuan... Pada tahap pertama. Pada tahap kedua ini....... Berdasarkan elemen-elemen di atas. (fenomena utama) dengan melibatkan (para partisipan) di (lokasi penelitian)..... atau hipotesis) yang (menghubungkan? membandingkan?) (variabel bebas) dengan (variabel terikat) terhadap (sampel dari populasi) di (lokasi penelitian). (fenomena utama) dengan mengumpulkan (jenis-jenis data) dari (para partisipan) di (lokasi penelitian)...........penemuan dari tahap kualitaiif ini kemudian digunakan untuk menguji (suatu teori..... (sebutkan tujuan penelitian berdasarkan konten).. 1. Penelitian sekuensial dengan tahap kualitatif tindak-lanjut (di urutan kedua) yang turut membantu menjelaskan tahap kuantitatif sebelumnya (di urutan pertama): Tujuan dari penelitian metode campuran sekuensial dua.. Pertimbangkan pula informasi-informasi tambahan mengenai jenis-jenis/strategistrategi pengumpilan data kualitatif dan kuantitatif....

. (instrumen instrumen kuantitatif) akan digunakan untuk mengukur hubungan antara (variabel bebas) dan (variabel terikat).. Selain itu. Alasan dikombinasikannya data kuantitatif dan data kualitatif iri adalah untuk lebih memahami masalah penelitian dengan cara mengonvergensi data kuantitatif (berupa angka-angka) dan 164 . (sebutkan tujuan penelitian berdasarkan konten). Pada waktu bersamaan. Pada waktu bersamaan. lebih memahami dan menjelaskan hasil-hasil kuantitatif yang diperoleh sebelumnya).. tetapi yang namanya proyek metode campuran bisa saja menggunakan strategi konkuren (data kuantitatif dan data kualitatif dikumpulkan dalam waktu bersamaan) ataupun strategi sekuensial (dua jenis data yang dikumpulkan secara ber-tahap). (instrumeninstrumen kuantitatif) akan digunakan untuk mengukur hubungan antara (variabelvariabel bebas) dan (variabel-variabel terikat). Tujuan penelitian metode campuran konkuren ini adalah untuk (sebutkan isu-isu yang perlu dibahas terkait dengan kelompok atau individu-individu yang termarjinalkan).. Asalan mengombinasikan data kuantitatif dan data kualitatif ini adalah agar lebih memahami masalah penelitian tersebut dengan mengon vergensi data kualitatif (berupa angka-angka) dan data kuantitatif (berupa pandangan-pandangan deskriptif). 4. Dikatakan strategi tranformatif karena tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas isu utama yang berhubungan dengan kelompok-kelompok atau individu-individu yang ter-marjinalkan.:. Dalam penelitian ini. (fenomena utama) akan dieksplorasi dengan menggunakan (wawancara atau observasi kualitatif) dengan/terhada (para partisipan) di (lokasi penelitian).....metode kuantitatif ini dengan metode kualitatif adalah untuk (seperti. hasil dari penelitian semacam ini biasanya untuk mengadvojcasi kebutuhan-kebutuhan kelompok atau individu tersebut sehingga dalam tujuan penelitiannya diserta-kan pula penjelasan mengenai usaha/harapan transformasi (perubahan) dalam tujuan penelitian.. Penelitian konkuren dengan mengumpulkan data kuantitatif dan data kualitatif sekaligus dalam satu waktu. Contoh terakhir adalah penelitian metode campuran dengan strategi transfofiriatif. Contoh ini ditulis berdasarkan penelitian konkuren. . 3. lalu memadukan keduanya untuk dapat memahami masalah penelitian dengan lebih baik : Tujuan penelitian metode campuran konkuren ini adalah untuk.. (fenomena utama) akan dieksplorasi juga dengan menggunakan (wawancara atau observasi kualitatif) dengan/terhadap (para partisipan) di (lokasi penelitian). Dalam penelitian ini.

wawan-cara) yang dicampur dalam penelitian. 1991: 141) Dalam teks aslinya. Dalam bagian metode survei dan wawancara inilah di-dapati pernyataan bahwa "wawancara juga digunakan untuk meng-eksplorasi lebih detail variabel-variabel yang sudah dianalisis dan untuk mengtriangulasi hasil penelitian berdasarkan data kuantitatif dan data kualitatif" (Hossler & Vesper. namun ia telah disajikan pada bagian selanjutnya. dalam pembahasan metode survei dan wawancara.8 Tujuan Penelitian Metode Campuran Konkuren Hossler dan Vesper (1993) meneliti sikap/kecehderungan anak-anak dan prang tua.nak rriereka. fidakhanya itu. Artinya. survei) dan data kualitatif (seperti.dan untuk mengadvokasi perubahan/transformasi bagi (kelompok-kelompok atau individu-individu). Dengan menggunakan data anak-anak dan orang tua yang diperoleh dari penelitian longitudinal dengan metode survei selama tiga tahun. khususnya yang terkait dengart pengbernatan orang tuauntuk pendicfikan S2 bag] anak-a. Kedua jenis data ini di-kumpulkan selama periode tiga tahun. Contoh 6." Tujuan tersebut juga sudah mengindikasikan bahwa ada data kuantitatif (seperti. tujuanpenelitian di atas ditulis denganjudul "Tujuan. 1993:146) 165 . kami juga berusaha menggali pengetahuan lain dari hasil wawancara kami dengan beberapa sampel mahasiswa dan orang tua mereka selama lima kali dalam jangka waktu tiga tahun. mereka rnengideritiftkasi taktpf-faktof yang sangat berhubufigari dengan p'enghematart orang tua dan data kuantitatifkualitatif yang mereka kurhpulkan. Tujuan penelitian mereka adalah sebagai perikut: Karya tulis ini berusaha meneliti perilaku-perilaku pengtiernatan (saving) orang tua.data kualitatif (berupa pandangan-pandangan rinci). Pajarrr penejitian yang diiaksariakan selama tig a tahun. Pengetahuan ini diharapkan dapat mernbantu mengekSplorasi lebih jauh isu teritang penghematan orang tua. penelitian ini dapat digolongkan ke dalam penelitian triangulasi atau konkuren. (Hossler & Vesper. kami memilih regresi logistik untuk mengidentifikasifaktor-faktor yang berhubungan dengan pehghematan prang tua bagi pendidikan S2 anak-anak mereka. Alasan dipilihnya metode triangulasi atau konkuren ini memang tidak di-sertakan dalam tujuan penelitian di atas.

" Tujuan penelitian tersebut sudah menyebutkan jenis rancangan metode campuran yang digunakan (rancangan sekuensial). dari tema-tema tersebut. 2003: 185) 166 . Swidler. Creswell.10 Tujuan Penelitian Metode Campuran Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman umum tentang bagaimana keadilan dan kesetaraan gender dipersepsikan oleh perernpuan dan laki-laki Swedia. Contoh 6. Tujuan penelitian di atas juga menyertakan informasi mengenai dua strategi pengumpulan data dan diakhiri dengan alasan digunakannya dua bentuk data dalam rancangan metode campuran sekuensial.Contoh 6. Laptop ini memungkinkan mahasiswa untuk belajar di meja mereka masing-masing dan mernanfaatkannya untuk login secara langsung ke dalam website-website yang direkomendasikan oleh instruktur. (Nordenmark & Nyman. Tujuan penelitiannya adalah sebagai berikut : Tujuan penelitian metode campuran sekuensial ini adalah per-tama-tama untuk mengeksplorasi dan membuat tema-tema utama tentang penggunaan laptop iBook di kelas Metode Pendidikan Guru dengan melakukan observasi lapangan dan wawancara langsung. Kemudian. Tujuan karya tulis ini adalah untuk rneneliti pentingnya pemanfaatan waktu.9 Tujuan Penelitian Metode Campuran Sekuensial Ansorge. Alasan digunakannya data kualitatif dan ddta kuantitatif ini disebabkan survei terhadap. Hal ini diperkuat karena di dalamnya berisi elemen-elemen dasar dari tahap pertama ' (kualitatif) yang ditindaklanjuti oleh tahap kedua (kuantitatif). surnber daya-surnber daya individu. dan Gutmann (2001) meneliti penggunaan laptop iBook di tiga kelas Metoae Pendidikan Guru.pengalaman mahasiswa dapat dilakukan dengan lebih baik hanya jika eksplorasi terhadap cara penggunaan laptop oleh mahasiswa terlebih dahulu diterapkan. Tujuan penelitian di atas ditulis dengan judul "Tujuan. dibuatlah instrumen penelitian untuk menyurvei cara penggunaan laptop oleh para mahasiswa dalam beberapa kondisi. keadilan distributif. dan ideologi gender bagi terbentuknya persepsi positif masyarakat Swedia tentang kejadilan dan kesetaraan gender.

penelitian metode campuran ini dilaksanakan berdasarkan strategi konkuren. di bagian-bagian selanjutnya dalam artikel ini. di bagian akhir karya tulisnya. untuk saling melengkapi satu sama lain). Dalam tujuan penelitian kuantitatif. pembaca akan mengetahui bahwa variabel-variabel ini ternyata ditulis dalam bentuk pertanya-an-pertanyaan kualitatif. dan karena inilah mereka mengharapkan adanya penelitian lanjutan terhadap keadilan dan kesetaraan gender dengan metode survei skala-luas. peneliti harus menyatakan secara jelas strategi penelitian yang 167 . Selain itu. Artinya. mereka sudah menegaskan bahwa tidak menu tup kemungkinan muncul tujuan-tujuan. peneliti menegaskan teori yang akan diuji dan variabel-variabel yang akan dihubungkan atau diperbandingkannya. peneliti perlu menegaskan feno-mena utama yang diteliti dan menyajikan definisi tentatif ten tang fenomena tersebut. kutipan di atas diawali dengan pernyataan tentang maksud penelitian dan ditulis di akhir pen-dahuluan. pembaca disajikan satu informasi bahwa orang-orang Swedia ternyata memiliki tujuan politis terkait dengan kesetaraan gender ini.Seperti yang sudah kita baca. serta jenis strategi metode campuran yang digunakan. Selain itu. Para penulisnya juga menunjukkan dua jenis data yang dikumpulkan (yaitu. tujuan penelitian di atas juga sudah menyebutkan variabel-variabel kuanti-tatif yang saling berhubungan dalam penelitian. Dalam kutipan di atas juga tidak disebutkan bagaimana penelitian ini akan turut mem-bantu menciptakan kesetaraan gender di lingkungan masyarakat Swedia. survei dan wawancara). peneliti juga perlu menggunakan kata-kata tindakan seperti mengamati. atau mernahami. menggunakan bahasa tidak langsung. Peneliti juga perlu menempatkan variabel bebas di urutan pertama (bagian kiri) dan variabel terikat di urutan kedua (bagian kanan). pemikiran-pemikiran. Meski demikian. Kutipan tersebut mengetengahkan persoalan kesetaraan gender sebagai isu utama. dan memperjelas strategi penelitian. para partisipan penelitian. Sebelum kutipan di atas. Dalam menulis tujuan penelitian kualitatif. Meski demikian. Uniknya. dan lokasi penelitian. dan setelah kutipan di atas. 2003: 182). di mana "ke-seimbangan kerja dan kekuasaan antara pria dan wanita seolah-olah dieliminasi" (Nordenmark & Nyman. mereka juga menjelaskan mengapa dua jenis data ini digabungkan (yaitu. RINGKASAN Bab ini menjelaskan pentingnya tujuan penelitian yang menjadi gagasan utama dilakukannya suatu penelitian atau studi. para pen1 llisnya bisa saja lebih eksplisit dalam menjelaskan prosedurprosedur kuantitatif dan kualitatifnya. Selain itu. mengetribangkan. dan perilaku-perilaku yang saling kontradiktif yang berimplikasi terhadap kesetaraan gender di Swedia.

Tulislah tidak lebih dari sepertiga halaman. Dalam beberapa hal. dan emansipatoris. tidak lebih dari sepertiga halaman 3. tulislah satu saja tujuan penelitian. deskriptif. Designing Qualitative Research. Pastikan Anda menyertakan alasan dicampurnya data kuantitatif dan data kualitatif. Edisi keempat. CA: Sage. Latihan Menulis 1. pastikan tulisan Anda singkat. tulislah satu saja tujuan penelitian. Dalam tujuan penelitian metode campuran. C. Seperti biasa. Pastikan tujuan ini ringkas LATIHAN MENULIS dan jelas. peneliti juga dapat mendefinisikan variabel-variabel kunci yang digunakan dalam penelitian. Tujuan penelitian menjelaskan kepada pembaca hasil-ttasil apa saja yang ingin dicapai oleh peneliti. individuindividu atau kelompok-kelompok) dalam tujuan penelitiannya. sebagaimana yang telah dijelas- BACAAN TAMBAHAN Marshall. menurut Marshall dan Rossman. Tujuan penelitian. buatlah satu tujuan penelitian dengan mengisi ruang-ruang kosong di dalamnya. G. selebihnya Anda bisa menerapkan elemen-elemen kunci dalam tujuan penelitian kuantitatif dan kualitatif kan sebelumnya. jenis strategi harus dinyatakan secara jelas: apakah data penelitian dikumpulkan secara konkuren atau sekuensial. karena ini penelitian metode campuran maka beberapa elemen dalam tujuan penelitian kuantitatif dan kuali-tatif juga harus disertakan. ekplanatoris. Dengan merujuk pada beberapa contoh tujuan penelitian kuantitatif. Peneliti harus menulis tujuan penelitian secara eksploratif. dan alasan/rasionalisasi dignnakannya strategi tersebut. lazimnya disertai dengan pembahasan singkat mengenai topik penelitian dan sering kali ditulis dalam satu atau dua kalimat. & Rossman. Selebihnya. Peneliti juga perlu menyertakan unit analisis (seperti.B. Catherine Marshall dan Gretchen Rossman membahas di antaranya mengenai tujuan penelitian. (2006). Dalam buku ini. Dengan merujuk pada beberapa contoh tujuan penelitian metode campuran. Thousand Oaks. 2.hendak diterapkan serta para partisipan dan lokasi penelitiannya. 168 . Dengan merujuk pada sejumlah contoh tujuan penelitian kualitatif yang sudah disajikan dalam bab ini.

Di dalamnya. Mereka juga me-nyajikan empat cqntdh jenis penelitian metode campuran serta panduan-panduan umum dalam menulis tujuan penelitian berdasar-kan contoh-contph tersebut. Wilkinson. Antoinette Wilkinson menyebut tujuan penelitian dengan istilah "sasaran langsung penelitian" (immediate objective of the study). atau diletakkan berdampingan atau di pertengahan pendahuluan. CA: Sage. John W. Jika ditulis secara eksplisit.W. Piano Clark menulis buku peng-antar tentang penelitian metode campuran. tujuan penelitian harus disajikan dalam bagian pendabAiluan. & Piano Clark. menganalisis data. Creswell dan Vicki L..Creswell. tergantung pada bagaimana bagian pendahuluan itu disusun oleh peneliti. menafsirkan data. Dia menyatakanbahwa tujuan penelitian ditulis untuk menjawab rumus-an masalah. Englewood Cliff. serta menulis hasil penelitian. V. mengumpulkan data. meskipun tujuan ini bisa saja secara implisit dinyatakan di bagian mana pun. mulai dari menulis pendaehuhian. J. AJNC (1991). The Scientist's Handbook for Writing Papers andfiissertatkms. tujuan penelitian sbaiknya ditulis di bagian akhir pendahuluan saja.L.. Thousand Oaks. 169 . (2007). Lebih lanjut. NJ: Prentice Hall. mereka membahas proses-proses penelitian dengan metode campuran. Designing and Conducting Mixed Methods Research.

peneliti menyatakan rumusan masalah. Peneliti mengajukan pertanyaan ini sebagai masalah umum yang tidak dimaksudkan untuk mem-batasi penelitian. RUMUSAN MASALAH KUALITATIF Dalam penelitian kualitatif. Rambu pertama adalah tujuan penelitian yang menjadi petunjuk utama sebuah penelitian. Untuk membuat pertanyaan seperti ini y cobalah bertanya: "Apa pertanyaan terluas yang bisa say a ajukan terkait dengan penelitian ini?" Peneliti pemvila yang dilatih dalam penelitian kuantitatifbiasanya akan kesulitan untuk menerapkan pendekatan ini karena mereka terbiasa dengan pendekatan sebaliknya: meng-identifikasi rumusan masalah yang spesifik atau hipotesis-hipotesis yang didasarkan pada variabel-variabel yang sangat terbatas. Rumusan masalah untuk penelitian kualitatif mengandaikan dua bentuk: satu rumusan masalah utama danbebe-rapa subrumusan masalah spesifik. rumusan masalah dan hipotesis penelitian kuantitatlf. hasil-hasil akhir yang ingin diperoleh dalam penelitian) ataupun hipotesis-hipotesis (seperti. bukan sasaran penelitian (seperti. prediksi-prediksi yang melibatkan variabel-variabel dan pengujian-pengujian statistik).BabTujuh Rumusan Masalah dan Hipotesis Penelitian Peneiiti seyogianya menyajikan rarnbu-rambu yang dapat me-nuntun pembaca melewati semua tahap penelitian. serta rumusan masalah penelitian metode campuran. Dari tujuan penelitian ini. Rumusan masalah utama mempakan pertanyaan umum tentang konsep atau fenomena yang diteliti. peneliti mulai memper-sempit fokus penelitiannya dengan menyajikan rumusan masalah dan hipotesis penelitian. Bab tujuh ini akan menjelaskan sejumlah prinsip dan panduan dalam merancang rumusan masalah penelitian kualitatif. penelitian kualitatif bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor kompleks yang berada di sekitar fenomena utama dan me-ny ajikan perspekuf-perspektif atau makna-makna yang beragam dari para partisipan. Berikut ini saya sajikan beberapa petunjuk bagai-mana menulis rumusan masalah atau pertanyaan umum dalam penelitian kualitatif: 170 . Sebaliknya.

subpertanyaan-subpertanyaan bisa dibuat menjadipertanyaan-pertanyaan spesifik untuk digunakan selama xvawancara (atau obser-vasi. 1993:35). perbedaan-perbedaan mereka dengan kelompok-kelompok kultural lain. Sebaliknya. atau ketika proses dokumentasi). Wawancara ini kemudian bisa diakhiri dengan pertanyaan penutup. Dalam etnografi kritis. Moustakas (1994) membahas satu rumusan masalah tentang peristiwa apa saja yang dialami partisipan dan dalam situasi apa mereka mengalami peristiwa itu. dalam fenomenologi.  Kaitkanlah pertanyaan utama (rumusan masalah) dengan strategi penelitian kualitatif'tertentu. Spradley (1980) mengajukan taksonomi rumusan masalah etnografis terkait dengan sekelumit kisah komunitas culture-sharing. Subpertanyaan-sub-pertanyaan ini harus sesuai dengan rumusan masalah dan mem-peisempit fokus penelitian. seperti mengajukan rumusan masalah untuk menciptakan teori tentang 171 . dan rumusan masalah tambahan untuk menverifikasi keakuratan data. Miles dan Huberman (1994) merekomendasikan agar peneliti menulis tidak lebih dari dua belas pertanyaan penelitian kualitatif. baik itu pertanyaan utama (rumusan masalah) maupun subpertanyaan-subpertanyaan. Sebaliknya. penggunaan bahasa asli. Rumusan masalah ini. Dalam grounded theory. yang kemudian di-lanjutkan dengan lima subpertanyaan (lihat Bab 9). tetapi tetap membuka diri akan kemungkinan-kemungkinan lain. biasanya lebih berupa petunjuk-petunjuk kerja ketimbang kebenaran-kebenaranyang haruc dibuktikan (Thomas. spesifikasi rumusan masalah dalam penelitian etnografi berbeda dengan rumusan masalah dalam strategi-strategi penelitian kualitatif yang lain. peneliti dapat mengajukan pertanyaan ice breaker di awal wawancara. Dalam penelitian etnografi. misalnya. Contoh rumusan masalah fenomenologi adalah: "Bagaimana kehidupan seorang ibu jika satu anak remajanya meninggal karena kanker?" (Nieswiadomy. seperti yang pernah saya lakukan dalam salah satu penelitian studi kasus saya: "Pertanyaan terakhir. 1993: 151). Ajukanlah satu atau dua pertanyaan utama (rumusan masalah) yang diikuti oleh lima hingga tujuh subpertanyaan. rumusan masalah bisa saja dibuatberdasarkan literatur-literatur yang ada. 1995). Misalnya. rumusan masalahnya bisa diarahkan menuju upaya menciptakan teori baru tentang proses-proses tertentu. rumusan masalahnya bisa dinyatakan secara luas tanpa harus merujuk pada literatur-literatur. pengalaman-pengalaman mereka. Dalam membuat protokol atau panduan wawancara. siapa yang bisa saya hubungi untuk mempelajari lebih jauh tentang topik ini?" (Asmussen & Creswell.

3. tetapi cobalah memulai penelitian Anda dengan satu fenomena utama untuk dieksplorasi secara detail." "menyebabkan." dan "menghubungkan. Menyajikan cerita-cerita (penelitian naratif)." pada."  Upayakan rumusan masalah Anda terus berkembang dan berubah selama penelitian berlangsung. seperti "berdampak "merientukan.  Gunakanlah verba-verba eksploratif sesuai dengan jenis strategi kualitatif yang Anda terapkan.interaksi antara pasien dan dokter di rumah sakit. Kata ini memang menuntut adanya jawaban sebab-akibat yang lebih berhubungan dengan penelitian kuantitatif.  Awalilah rumusan masalah peneliticm Anda dengan kata-kata "apa" atau "bagaimana" untuk meniinjukkan keterbukaan penelitian Anda. Mengeksplorasi suatu proses (studi kasus). Kata bagaimana sering kali menyiratkan bahwa penelitian tengah berusaha menjelaskan mengapa sesuatu muncul.  Fokuslah pada satu fenomena atau konsep utama. rumusan masalah sering kali didasarkan pada revieiv atau reformulasi secara terus-menerus (seperti dalam penelitian bagi grounded theory). 4. Dalam penelitian kualitatif. 2. Mendeskripsikanpengalaman-pengalaman (fenomenologi). rumusan masalahnya bisa diarahkan untuk mendesknpsikan suatu kasus dan kecenderungankecenderungan tertentu. Berusaha memahami (etnografi).‖ "memengaruhi. kata itu mencerminkan pemikiran yang lebih terbuka. namun tetap konsisten dengan asumsi-asumsi dasar rancangan penelitian tersebut. Menemukan (grounded theory). dalam penelitian kuali-tatif. Suatu penelitian memang bisa berkembang dari waktu ke waktu.  Karena ini penelitian kualitatif maka gunakanlah verba-verba eksploratoris berupa kata-kata tidak langsung (nondirectional words) ketimbang kata-kata langsung (directional words). ada kemungkin-an banyak faktor lain yang muncul dan memengaruhi fenomena tersebut. Pendekatan yang sudah ini mungkin terbiasa saja problematis individu-individu dengan 172 . Dalam penelitian studi kasus. Verba-verba ini seyogianya mengajak pembaca untuk memahami bahwa penelitian Anda: 1. 5. Hanya saja.

itu pun jika sebelumnya informasi mengenai keduanya belum dijelaskan. Finders berusaha mengeksplorasi bagaimana sis'wi-siswi tersebut memersepsi.. "kecenderungan culture-sharing" untuk penelitian etnografi.. tanpa perlu merujuk pada literatur atau teori tertentu. Contoh 7... Berikut ini.. 1996: 72) 173 ... di mana rumusan masalah harus fixed sepanjang penelitian. (lokasi penelitian)..  Rinicilah para partisipan dan lokasi penelitian.... Di bawah ini. (bagaimana atau apa) ("cerita tentang" untuk penelitian naratif...dan mengkonstruksi peran sosiaf dan pergaulan mereka saat mereka masuk ke SMP dengan cara meneliti kecenderungan mereka dalam membaca majalah-majalah remaja. Gimakanlah rumusan masalah yang open-ended (terbuka).. "makna dari" untuk penelitian fenomenologi. "isu" dalam "kasus" untuk penelitian studi kasus)....1 Rumusan Masalah Kualitatif dalam Etnografi Finders (1996) menggunakan prosedur-prosedur etnografi uhtuk mendokumentasikan kecenderungan membaca majalah-majalah remaja oleh siswa siswi kelas 1 SMP Amerika yang berekonomi kelas-menengah. kutipan sejumlah rumusan masalah kualitatif dari strategi-strategi penelitian yang berbeda-beda...(fenomena utama) dengan ....rancangan  kuantitatif. (partisipan penelitian) di... Finders meng-ajukan satu rumusan masalah utama dalam penelitiannya: Bagaimana para remaja putrj membaca buku-buku yang menyajikan realisme fiksi? (Rnders... "teori yang menjelaskan proses" untuk penelitian grounded theory...... salah satu model bagaimana menulis rumusan masalah kualitatif: .... kecualijika ada strategi ' penelitian kualitatif yang menganjurkan hal itu.......

Rumusan masalah Finders (1996) ini dimulai dengan kata bagaimana. dan mengubah. semuanya diawali dengan kata bagaimana. Tujuannya untuk mendokumentasikan pengalaman para mahasiswi ini berdasarkan perspektif "perempuan" feminis dan gender.2 Rumusan Masalah Kualitatif dalam Studi Kasus Padula dan Miller (1999) melakukan studi kasus untuk mendeskripsikan pengalaman para mahasiswi program doktrol psikologi di salah satu universitas research Midwestern yang ingin kembali bersekolah. ketika sudah mulai bersekolah kembalf? Dan (3) Bagaimana sekembalinya mereka dari seKotah ini mengubah kehidupan mereka? (Padula & Miller. menggunakan verbaverba yang terbuka. seperti mende-kripsikan. setefah beberapa lama mereka kuliah di universitas. yaitu mahasiswi-mahasiswi program doktoral di salah satu universitas research Midwestern. Ketiganya juga_me-nyebutkan secara jelas para partisipan. menggunakaan verba terbuka. terkadang sasaran penelitian juga. remaja-remaja putri. membaca. RUMUSAN MASALAH DAN HIPOTESIS PENELITIAN KUALITATIF Dalam penelitian kuantitatif. sebagai kelompok culture-sharing. Contoh 7. 1999: 328) Tiga rumusan masalah ini. Rumusan masalah ini biasanya berupa pertanyaan-pertanyaan tentang hubungan antara variabel-variabel yang akan dianalisis oleh 174 . fokus pada satu konsep utama. Padula dan Miller mengajukan tiga rumusan masalah utama dalam penelitiannya: (1) Bagaimana paYa mahasiswi program doktora psikologi mendeskripstkan keputusan mereka untuk kembali bersekolah? (2) Bagaimana para mahasiswi program doktoral psikologi mendeskripstkan pengalaman mereka. peneliti menyajikan rumusan masalah dan hipotesis penelitian. literatur atau majalah remaja. dan fokus pada tiga aspek pengalaman psikologis — kembali ke sekolah. masuk kembali. dan menyebutkah para partisipannya. Perhatikan bagaimana Finders membuat rumusan masalah yang ringkas dan padat ini untuk nantinya dijawab dalam penelitiannya. Rumusan masalahnya adalah pertanyaan luas yang memungkinkan Finders menyingkap pola-pola aiau kecenderungan-kecenderungan siswi SMP membaca majalah remaja.

... (variabel bebas) dan ... Berikut ini.... Para pembimbing biasanya merekomendasikan penggunaan hipotesis ini hanya untuk pene-litian-penelitian formal. Berikut ini adalah contoh rumusan masalah kuantitatif: Apakah . Hipotesis sering kali digunakan dalam penelitian eksperimen yang di dalamnya peneliti memban-dingkan kelompok-kelompok (groups)... Menguji hipotesis berarti me-nerapkan prosedur-prosedur statistik di mana di dalamnya peneliti mendeskripsikan dugaan-dugaannya terhadap populasi tertentu berdasarkan sampel penelitian.. Sasaran ini mengindikasikan tujuan jangka panjang yang ingih dicapai. (kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dalam variabel bebas) terhadap..... Di sisi lain...... Kebanyakan penelitian kuantitatif menggunakan salah satu atau lebih dari tiga pendekatan ini. Untuk itulah... penelitimenghubungkan satu atau beberapa variabel bebas dengan satu atau beberapa variabel terikat........ f okus kita hanya pada rumusan masalah dan hipotesis penelitian.. peneliti membandingkan kelompok-kelompok dalam variabel bebas untuk melihat dampaknya terhadap variabel terikat. variabel mediate... Hipotesis ini biasanya berupa perkiraan numerik atas populasi yang dinilai berdasarkan data sampel penelitian. 175 ...... Rumusan masalah pada umumnya digunakan dalam penelitian ilmu sosial dan lebih khusus dalam penelitian survei...... peneliti mendeskripsikan respons-respons terhadap variabel bebas..  Salah satu hal yang paling sering muncul dalam penelitian kuantitatif adalah pengujian terhadap suatu teori (lihat Bab 3) dan spesi-fikasi rumusan masalah atau hipotesis yang berhubungan dengan teori tersebut... seperti disertasi atau tesis. Pertama. (nama teori) dapat menjelaskan hubungan antara .......peneliti. (variabel control)? Sementara untuk contoh hipotesis kuantitatif dapat berupa seperti ini (hipotesis nol): Tidak ada perbedaan signifikan antara ....... disajikan sejumlah petunjuk dalam menulis rumusan masalah dan hipotesis kuantitatif yang baik:  Variabel-variabel dalam rumusan masalah atau hipotesis biasanya hanya digunakan dengan tiga pendekatan dasar... Selain rumusan masalah dan hipotesis. atau variabel terikat. Ketiga.. Kedua...... tetapi jarang digunakan dalam penelitian-penelitian ilmu social dan kesehatan de wasa ini........ Sasaran kuantitatif banyak dijumpai dalam proposal-proposal permohonan dana.. (variabel terikat).. yang dipengaruhi pula oleh .. ada pula sasaran kuantitatif... guna memperjelas ke mana penelitian-penelitian tersebut diarahkan. (variabel terikat).. hipotesis kuantitatif merupakan prediksi-prediksi yang dibuat peneliti tentang hubungan antarvariabel yang ia harapkan...

reward dan tanpa penguatan.3 Hipotesis Nol Seorang peneliti mengamati tigas jenis penguatan (reinforcement) bagi anak-anak autis. Hipotesis nol merepresentasikan pendekatan tradisional: ia membuat suatu prediksi yang menyatakan tidak ada satu pun hubungan atau perbedaan signifikan antara kelom-pokkelompok dalam variabel penelitian. Peneliti m^mbuat suatu prediksi atas hasil yang diharapkan. tidak kedua-duanya. bahwa "Kelompok A akan lebih banyak berubah ketimbang Kelompok B" dalam outcome yang diharapkan. Pilihlah satu pola rumusan masalah atau hipotesis berdasarkan tradisi atau rekomendasi dari pembimbing atau pihak fakultas. ada dua bentuk: hipotesis nol dan hipotesis alternatif. tulislah hanya rumusan masalah atau hipotesis saja. Peneliti tadi mengumpulkan informasi mengenai perilaku anak-anak autis yang nantinya dapat dijadikan instrumen pengukuran untuk menganlisis interaksi sosial mereka dengan saudara-saudara mereka. Hipotesis nol untuk penelitian ini bisa berupa : Tidak ada perbedaan signifikan antara isyarat verbal.  Variabel bebas dan variabel terikat harus diukur secara terpisah. atau berdasarkan ada tidaknya prediksi akan hasil penelitian dari penelitian-penelitian sebelumnya. akan dijelaskan kemudian). kecuali jika hipotesis tersebut dibuatberdasarkan rumusan masalah (mengenai hal ini.-adalah hipotesis alternatif atau hipotesis direksional. Berikut ini. Pernyataan untuk hipotesis nol bisa berupa: "Tidak ada perbedaan (atau hubungan)" antara kelornpok-kelompok. Prosedur ini sekaligus memperkuat logika sebab-akibat dalam penelitian kuantitatif. peneliti dapat memprediksikan bahwa "Nilai Kelompbk A akan lebih tinggi ketimbang Kelompok B" dalam yariabel terikat. salah satu contoh hipotesis nol Contoh 7. Contoh-contoh berikut mengilustrasikan 176 . Predjks«tini bjasanya berasal dari literatur-literatur atau peneMan-penelitiajfiL set>eltunnya yang pen\ah menyatakan kemungkinan hasil tersebut.  Jika hipotesis yang digunakan. reward dan tanpa penguatan terhadap interaksi sosial antara anak-anak autis dan saudara-saudara mereka  Hipotesis kedua. yang banyak dijumpai dalam artikel-artikel jurnal. Misalnya. yaitu isyarat-isyarat verbal. atau. Untuk mengurangi "kelebihan muatan".

peneliti yang menggunakan hipotesis ini kemungkinan akan menulis: "Ada perbedaan" antara dua 177 . Contoh 7. perbedaan-perbedaan yang dieksplbrasi menyangkut soal dominasi market domestik. publik. Hipotesis 3: Perusahaan-perusahaan rnilik riegara akan rrie-miiiki share yang lebih luas dalam market domestik ketimbang perusahaan-psrusahaan publik dan swasta. lebih banyak. Secara khustis. kurang. 1989: 585-588  Jenis lain dari hipotesis alternatif adalah hipotesis nondireksional: suatu prediksi dibuat. Hipotesis 5: Perusahaan-perusahaan milik negara kemungkinan akan lebih banyak membangun BUMN-BUMN di seberang lautan untuk menjaring kostumer yang lebih luas. jangkauan internasional. namun bentuk perbedaan-perbedaannya (seperti.4 Hipotesis Direksional (1989) meneliti perbedaan antara jenis-jents keperriilikan Mascarenhas perusahaan (milik riegara. lebih tinggi.hipotesis direksional ini karena outcome yang diharapkan (seperti. dan se-bagainya) tidak secara eksak dirinci karena si peneliti tidak menge-tahui apa yang diprediksikan dari literatur-literatur sebelumnya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan terkontroi (control field study} dengan prosedur kuasi-eksperimehtai Hipotesis 1: Perusahaan-perusahaan publik akan rnemiliki rata-rata pertumbuhan yang lebih besar ketimbang perusahaan-perusahaan swasta. dan swasta) dalam Industrioffshore drilling (pengeboran jauh dari paritai). dan sebagainya) juga disertakan di dalamnya. Hipotesis 6: Perusahaan-perusahaan milik negara akan memiliki jumlah kostumer yang lebih stabil ketimbang perusahaan-perusahaan swasta. (Mascarenhas. Hipotesis 7: Meskipun tidak terlalu tampak. perusahaan-perusahaan publik sepertinya akan menerapkan teknologi yang lebih canggih ketimbang perusahaan-perusahaan milik negara dan swasta. Untuk itu. lebih banyak berubah. dan orientasi kostumer antara ketiga jenis perusahaan tersebut. Hipotesis 4: Perusahaan-perusahaan publik akan memiliki jaringan produk yang lebih luas ketimbang perusahaan-perusahaan rnilik negara dan swasta. lebih lemah. lebih besar. Hipotesis 2: Perusahaan-perusahaan publik akan rnemiliki jangkauan internasional yang lebih luas ketimbang perusahaan-perusahaan milik negara dan swasta.

variabelvariabel demografis (seperti. dan penlaku sosial lebih lemah dalam komunitas wanita Arab ketimbang wanita Yahudi  Jika penelitian Anda menggunakan variabel-variabel demografis sebagai prediktorprediktornya. H2: Wanita religius dengan identitas gender yang prominen kurang aktif secara sosio-politik ketimbang wanita sekuler dengan identitas gender yang juga prominen. Berikut ini. sebaiknya gunakanlah variabel-variabel nondemografis (seperti. lalu variabel terikat. H3: Hubunga. salah satu contoh yang menggabungkan dua jeni§ hipotesis tersebut (direksional dan nondireksional). level pendidikan. Contoh 7. Moore mngidentifikasikan tiga hipotesis untuk penelitiannya.. Misalnya Moore (2000) meneliti makna identitas gender wanita Yahudi dan Arab yang religius dan sekuler di lingkungan Israel. sikap atau perilaku) sebagai vaxiabel bebas dan terikatnya. seperti yang sudah dibahas dalam Bab 6 tentang Tujuan Penelitian.kelompok. sedangkan dua hipotesis terakhir berciri direksional. 178 . Dengan sampel probabilitas berskala nasional yang terdiri dari wnita Yahudi dan Arab lingkungan Israel. dan sebagainya) bisa saja Anda gunakan sebagai variabel-variabel intervening (atau mediate atau moderate) sebagai ganti dari variabel-variabel bebas. Hal ini mengharuskan peneliti untuk mengulang frasa-frasa kunci dan memosisikan variabel bebas di bagian pertama (bagian kiri) dan variabel terikat di bagian kedua (sebelah kanan). Ht: Identitas gender Wanita Arab dan Yahudi yang religius dan sekuler sangat berkaitan dengan tatanan masyarakat sosio-politik yang berbeda-beda yang turut merefleksikan sistem nilai mereka yang berbeda-beda pula. tingkat pemasukan. Hipotesis pertama bercirinondireksional.  Gunakanlah pola urutan kata-kata yang konsisten dalain menulis rumusan masalah atau hipotesis penelitian agar pembaca mudah mengidentifikasi variabel-variabel utama. umur. religiusitas.5 Hipotesis Nondireksional dan Direksional Terkadang hipotesis-hipotesis direksional dibuat untuk meneliti hubungan antara variabel=variabel ketimbang membandingkan kelompok-kelompok. contoh susunan kata-kata dengan menyatakan variabel bebas terlebih dahulu.0 antara identitas gender. Bahkan. Berikut ini.

masing-masing untuk variabel bebas. contoh model rumusan masalah deskriptif dan inferensial.Contoh 7. Setelah menulis rumusan masalah deskriptif ini. Tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dan ketekunan akademik bagi para mahasiswi di bawah umur rata-rata. Tlidak ada hubungan antara fasilitas tambahan dan ketekunan akademik bagi para mahasiswi di bawah umur rata-rata. Berikut ini. rumusan masalahnya bisa ditulis seperti berikut ini: 179 . 2. yaitu pengaruh prestasi siswa-siswa sebeiumnya di kelas ilmu sosial dan pendidikan orang tua. Contoh 7. peneliti tersebut mendasarkan analisis ini pada variaber control. variabel terikat. Model rumusan masalah dan hipotesis ini mencakup variabel bebas dan variabel terikat. Dalam model ini.6 Penggunaan Standar Bahasa dalam Hipotesis 1. peneliti membuat rumusan masalah deskriptif. 3.diukur berdasarkan instrumen tertentu) dan prestasi (variabel terikat yang dmkur berdasarkan level-level) siswa kelas delapan jurusan ilmu sosial di distnk sekolah metropolitan.7 Rumusan Masalah Deskriptif dan Inferensial Untuk mehgiiustrasikan model rumusan masalah deskriptif dan . peneliti bisa menyajikan rumusan masalah (atau hipotesis) inferensial yang menghubungkan variabel-variabel atau mem-bandingkan kelompok-kelompok. kemudian dilanjutkan dengan menulis rumusan masalah dan hipotesis inferensial (memberikan dugaan-dugaan atas populasi tertentu berdasarkan sampel penelitian). inferensial ini. anggap saja ada seorang peneliti yang tengah rnenganalisis hubungan antara keterampilan berpikir kritis (variabe! bebas yang . Tidak ada hubungan antara fasilitas tambahan dan dukungan keluarga bagi para mahasisvvi di bawah umur rata-rata MODEL RUMUSAN MASALAH DAN HIPOTESIS DESKRIPTIF Salah satu model yang saya rekomendasikan dalam merancang rumusan masalah dan hjpotesis penelitian adalah dengan menulis rvtmusan masalah yang bersifat deskriptif (mendeskripsikan sesuatu) terlebih dahulu. dan variabel intervening/control. Sebagai tindak lanjutnya. Jika mengikuti model yang sudah dijelaskan tadi.

Begitu pula. 2. contoh di atas juga menggunakan informasi-informasi demografis (seperti. yaknj prestasiTprestasj siswasebelumnya). Peneliti bisa saja membandingkan kelompokkelompok dalam variabel. pendidikan orang tua dan prestasi siswa sebelumnya) sebagai variabel 180 . 3. 2. Bagaimana keberhasilan pendidikan orang tua? (Rumusan masalah deskriptif yang fokus pada variabel kontrpl yang lain. dalam rumusan masalah inferensialnya.Rumusan Masalah Deskriptif : 1. Rumusan Masalah Inferensial 1. Akan tetapi. Contoh di atas juga mengilustrasikan bagaimana mendeskripsi-kan variabel-variabel dan menghubungkannya. sedangkan variabel control di urutan ketiga. bahasa yang digunakan mungkin akan sedikit berbeda. contoh di atas meletakkan variabel bebas di urutan pertama dan variabel terikat di urutan kedua. Anda juga bisa mengkreasikan sendiri rumusan masalah deskriptif dan inferensial dengan cara membuat sebanyak mungkin rumusan masalah yang menghubungkan variabel bebas dan variabel terikat. Tidak hanya itu. Contoh di atas mengilustrasikan bagaimana menyusiin rumusan masalah secara deskriptif dan inferensial dalam konteks hubungan antarvariabel. Apakah kemampuan berpikir krijtis tierpengaruh pada prestasi 5iswa? Apakah pengaruh ini juga berasal dari kualitas-kualitas siswa-siswa sebelijmnya dan keberhasilan pendidikan orang tua? (Rumusan masalah inferensial yang menghubungkan variabel bebas dan variabel terikat. 4. Bagaimana level-level kualitas siswa sebelurnnya di kelas ilmu sosial? (Rumusan masalah deskriptif yang fokus pada variabel kontrol. saya merekomendasikan Anda untuk menggunakan model deskriptif-inferensial seperti di atas tadi. Apakah kemampuan berpjkir-kritis berpengaruh pada prestasi siswa? (Rumusan masalah inferensial yang rnenghubungkah variabel bebas dengan variabel tenkati. dalam struktur penulisannya. yakni keberhasilan pendidikan orang tua). Bagaimana' rata-rata keterampilan berpikir kritis para siswa? (Rumusan masalafi deskriptif yang fokus pada vanabel bebas). yang juga melibatkan pengaruh-pengaruh dari dua variabel control). Hanya saja. Bagaimana level-level prestasi siswa di kelas ilmu sosial?(Rumusan masalah deskriptif yang fokus pada vanabel terikat).

2007. kemudian diikuti oleh rumusan masalah tahap kedua sehingga pembaca bisa melihat rumusan-rumusan tersebut secara berurutan sebagai 181 . harus sama-sama disajikan dalam penelitian metode campuran untuk mempersempit dan memfokuskan tujuan penelitian. yang memang dirancang khusus untuk penelitian metode campuran. tergantung tahap penelitian apa yang didahulukan. maka kombinasi atas dua rancangan ini bisa jadi memberikan infor-masi yang berguna dalam membuat rumusan masalah dan hipotesis metode campuran. Penelitian metode Campuran seharusnya dimulai dengan rumusan masalah. yang perlu dipikirkan adalah: seperti apa jenis-jenis rumusan masalah yang seharusnya disajikan dan kapan serta informasi'apa saja yang paling dibutuhkan —dalam rumusan masalah— untuk menunjukkan sifat penelitian metode campuran  Rumusan masalah (atau hipotesis). Misalnya. ketika tahap kualitatif sudah mulai di-bahas. barulah peneliti memunculkan rumusan masalah kualitatif.Haliriidimaksudkari untukmembentukmetode dan rancangan penelitian yang benar-benar sesuai dan utuh. peneliti biasanya tidak akan melihatpenjelasan mengenai rumusan masalah atau hipotesis yang spesifik yang memang didesain untuk rancangan metode campuran.  Peneliti seharusnya juga memerhatikan susunan rumusan masalah dan hipotesis ini. Rumusan masalah atau hipotesis ini dapat diajukan diawal penelitian atau dibagian-bagian lain. yaitu kuantitatif atau kualitatif. 20&7). baik yang didasarkan pada rancangan kualitatif maupun kuantitatif. Dengan demikian. jika penelitiannya diawali dengan tahap kuantitatif. Tashakkori & Creswell. RUMUSAN MASALAH DAN HIPOTESIS PENELITIAN METODE CAMPURAN Dalam buku^buku yang membahas mstode penelitian. Karena penelitian metode campufan sering kali bertumpu pada salah salu dari dua desain penelitian yang lain. Meski demikian.  Ketika menulis rumusan masalah atau hipotesis penelitian metode campuran. Nanti. rumusan masalah tahap pertama seharusnya diajukan terlebih dahulu.tahap (sekuensial). Dalam penelitian metode campuran dua.control ketimbang sebagai variabel utama sehingga pembaca akan berasumsi bahwa rumusan masalah tersebut berasal dari suatu model teoretis tertentu. ikutilah petunjuk-petunjuk dalam bab ini tentang bagaimana menulis rumusan msalah dan hipotesis yang baik. penelitisebaiknya memperkenalkan hipotesis terlebih dahulu. dalam penelitian tersebut. sudah banyak pembahasan mengenai aplikasi rumusan masalah metode campuran dan bagaimana merancang rumusan masalah ini (lihat Creswell & Piano Clark.

acuan mereka ketika akan mem. misalnya: 1. Bentuk kedua adalah menuliskannya ketika peneliti tengah membahas isi atau konten penelitian (seperti. bukan pada metode campuran saja atau pada komponen integratif penelitian semata. apakah topik mengenai dukungan sosial dapat membantu menjelaskan mengapa beberapa siswa menjadi nakal di sekolah?) (lihat Tashakkori & Creswell.baca keseluruhan penelitian. Rumusan semacam ini mengandaikan salah satu dari dua bentuk. Bentuk pertama adalah menuliskannya ketika peneliti tengah membahas metodologi atau prosedur-prosedur dalam penelitian (seperti. 2007). 2007). dalam penelitian dua-tahap.  Tulislah rumusan masalah penelitian metode campuran yang secara langsung menunjukkan adanya pencampuran {mixing) karakteristik-karakteristik penelitian kuantitatif dan kualitatif. menyebut rumusan masalah iru sebagai rumusan masalah "hibrida" atau "terintegrasi". Teknik penulisan semacam ini menyisratkan pentingnya dua tahap penelitian tersebut (kualitatif dan kuantitatif) serta kekuatan 182 . secara terpisah dan sendiri-sendiri. Rumusan masalah semacam ini dapat ditulis di awal penelitian maupun di bagian-bagian lain. rumusan masalah seharusnya disusun berdasarkan metode apa yang paling ditekankan dalam penelitian tersebut. misalnya. yang kemudian diikuti oleh rumusan masalah metode campuran. secara terpisah dan sendiri-sendiri. Dengan teknik ini. berarti peneliti tengah menekankan penelitiannya pada dua pendekatan sekaligus (kuantitatif dan kualitatif). Tulislah. Rumusan masalah inilah yang nan tiny a akan dijawab berdasarkan proses pencampuran tersebut (lihat Creswell & Piano Clark. rumusan masalah dan hipotesis kuantitatif. rumusan masalah ini dapat diletakkan dalam pembahasan antara dua tahap tersebut. Tulislah. kualitatif.  Pertimbangkan pula teknik-teknik lain yang berbeda: bahwa semua jenis rumusan masalah (baik itu kuantitatif. Tashakkori dan Creswell (2007: 208). Inilah rumusan masalah terbaru yang akhir-akhir ini banyak di. Misalnya. rumusan masalah kualitatif. rumusan masalah atau hipotesis kuantitatif dan rumusan masalah kualitatif. maupun metode campuran) bisa saja ditulis untuk keperluan penelitian metode campuran. 2007). Untuk penelitian metode campuran satu-tahap (konkuren).bahas dalam buku-buku metode penelitian. 2. Semua rumusan masalah dan hipotesis ini bisa ditulis di awal penelitian atau di bagian-bagian lain ketika penelitian tersebut sampai pada tahap tertentu. apakah data kualitatif dapat membantu menjelaskan hasil-hasil dari tahap penelitian kuantitatif sebclumnya?) (Lihat Creswell & Piano Clark.

dan konsultan-konsultan terkait. jumlah/gabungan dari dua tahap ini —kuantitatif dan kualitatif— lebih besar ketimbang jumlah masing-masing dari keduanya). Penelitian mi mengana'isis perbedaanperbedagn antara strategi instruksional SNIP (nontradisio-nal) dan strategi instruksional SLTP (tradisional) bagi siswa-siswa kelas tujuh dan kelas delapan. Contoh 7. Tidak mengherankan jika pendekatan semacam ini dianggap sebagai pendekatan yang paling ideal. Tahap kedua sni rrterqbantu menjelaskan perbedaan-perbedaan dan petsamaan-persamaan. tulislah rumusan masalah metode campuran berdasarkan pendekatan prosedurai maupun isi). Penelitian mi dilaksanakan ketika banyak sekolah berahh dan konsep dua-tahun SLTP menuju tiga-tahun SMP (yang mehputi kelas enam). Houtz (1995: 630) menulis hipotesishipotesisnya sebagai benkut: PeneJitian mi didasarkan pada hipotesis bahwa tidak ada per-bedaan signifikan antara siswa di SMP (nontradisional) dan siswa di SLTP (tradisional) dalam hal sikap-sikap mereka terhadap ilmu pengetahuan sebagai maten pelajaran. dihipotesiskan pula bahwa tidak ada perbedaan signifikan anta~a siswa di SMP dan siswa di SLTP dalam hal prestasi keilmuan mereka Hipotesis-hipotesis di atas muncul di bagian pendahuluan tahap kuantitatif Setelah itu.8 Hipotesis dan Rumusan Masalah dalam Penelitian Metode Campuran Houtz (1995) melakukan penelitian metode campuran dua-tahap (sekuensial) dengan hipotesis dan rumusan masalah yang ditulis secara terpisah (antara kuantitatif dan kualitatif) di masing-masing bagian pendahuluan tahap tersebut. Houtz kemudian me-ianjutkan hasil kuantitatif in1 dengan wawancara kualitatif bersama para guru ilmu sostal. Tulislah hanya rumusan masalah metode campuran yang mencerminkan prosedurprosedur atau isi (atau.kombinasi keduanya. kepala sekolah. 3. tahap pertama. dan jangan menulis rumusan masalah kuantitatif dan kualitatif secara terpisah. Pendekatan ini dapat meningkatkan cara pandang pembaca bahwa penelitian tersebut memang dimaksudkan untuk mengintegrasikan atau menghubungkan secara ketat tahap penelitian kuantitatif dan kualitatif (artinya. Dalam penelitian dua-tahap ini. Selain itu. juga prestasi-prestasi mereka dan sikap-sikap me-eka terhadap ilmu pengetahuan. Dengan penelitian kuantitatif d. tahap pertama (kuantitatif) melibatkan penilaian pretest dan post-test terhadap penlaku-perilaku dan prestasi-prestasi siswa dengan menggunakan ska'a dan nilai ujian. antara Qua strategi instruksional yang diper-ojefi'dan'tahap pertama tadi. 183 .

dan ia sudah menggunakan elemen-elemen yang tepat dalam menulis hipotesis dan rumusan masaiah tersebut. meialui analisis metode campuran integratif? (Lee & Greene. kepala sekolah.9 Rumusan Masalah Metode campuran dalam Konteks Prosedur-prosedur Campuran Sejauh mana dan dalam hal apa wawancara kualitatif bersama para mahasiswa dan pihak fakultas turut menciptakan pemahaman yang lebih komprehensif tentang hubungan antara nilai SEEPT dan performa akademik siswa. Houtz (1995) sebenarnya bisa membuat sejenis rumusan masaiah metode campuran yang ia nyatakan berdasarkan perspektif procedural: Bagaimana interview dengan para guru. Dari hipotesis dan rumusan masaiah ini. seperti berikut ini: Bagaimana pemikiran-pemikiran yang diungkapkan oleh para guru dapat membantu menjelaskan mengapa nilai siswa SMP lebih rendah ketimbang nilai siswa SLTP? Contoh 7. Houtz memuncunculkan tiga rumusan masalah untuk mengeksplorasi hasil-hasii Kuantitatif secara lebih mendalam. Rumusan masalah mi la jadikan sebagai bahan pertanyaan untuk mewawancarai guru ilmu sosial. kepala sekolah dan para konsultan universitas. Tiga rumusan masalah tersebut antara lain: Apa saja perbedaan antare strategi instruksional SMP dan strategi instruksional SLTP ketika sekolah ini berada dalam masa-masa transisi? Bagaimana masa-masa transisi ini memengaruhi perilaku dan prestasi keilmuan siswa Anda? Bagaimana perasaan para guru tentang proses yang berubah ini? (Houtz.dalam tahap kualitatif. rumusan masaiah metode campurannya dapat ditulis berdasarkan orientasi isi. 1995: 649) Dari penelitian metode campuran ini dapat kita lihat bahwa Houtz telah menyertakan hipotesis kuantitatif dan rumusan masaiah kualitatif di awal setiap tahap peneiitiannya. dan para konsultan universitas dapat membantu menjelaskan perbedaan-perbedaan kuantitatif dalam hal prestasi siswasiswa SMP dan SLTP? Jika tidak. 2007) 184 .

dihubungkan. Rumusan masalah dalam penelitian kualitatif juga harus menyebutkan partisipan dan lokasi penelitian. Salah satu teknik penyusunan rumusan masalah dalam proposal kuantitatif adalah mengawalinya dengan rumusan masalah deskriptif. Dua bentuk ini juga bisa meliputi variabel bebas dan variabel terikat yang diukur secara ter-pisah. Hipctesis merupakan prediksi atas hasilhasil penelitian. Mereka harus mengawali rumusan masalahnya dengan kata-kala seperti bagaimana atau apakah dan menggunakan verba-verba eksploratoris. kemudian diikuti oleh variabel terikat di urutan kedua. kemudian diikuti oleh rumusan masalah infe-rensial yang menghubungkan variabel-variabel atau membanding-kan kelompok-kelompok dalam variabel. yakni gabungan antara data kuantitatif dan wawancara kualitatif untuk melihat hubungan antara nilai dan performa siswa. Rumusan masalah di atas juga menekankan pada apakah penggabungan ini dapat membantu menciptakan pemahaman yang komprehertsif tentang topik penelitian. dan sebagainya) dan juga dapat berupa hipotesis nol yang mengindikasikan tidak adanya perbedaan atau hubungan signifikan antara kelornpok-kelompok dalam variabel terikat. Biasanya. hipotesis tidak jarang disertakan pula. peneliti sering kali menggunakan rumusan masalah saja. para peneliti kuantitatif bisa menulis rumusan masalah atau hipotesis saja. peneliti menulis variabel bebas di urutan pertama.Rumusan masalah ini merupakan rumusan masalah metode campuran yang fokus pada tujuan dicampurnya dua tahap penelitian. Kedua bentuk ini harus meliputi variabel-variabel yang dideskripsikan. Lee dan Greene telah menyajikan petunjuk untuk menjawab pertanyaan ini. RINGKASAN Rumusan masalah dan hipotesis berperan sebagai "rambu-ranribu" bagi pembaca dan untuk mempersempit tujuan penelitian. lebih kuat atau lebih lemah. Sebaliknya. Selain itu. Hipotesis ini dapat berupa hipotesis alternatif yang memerinci hasil eksak yang diharapkan (lebih banyak atau lebih luas. 185 . Di akhir penelitiannya. seperti mengeksplorasi atau mendeskripsikan. Dalam beberapa penelitian kuantitatif. mereka harus menyajikan rumusan masalah yang umum dan luas yang memung-kinkan mereka mengeksplorasi gagasan-gagasan partisipan. dikategorisasikan ke dalam kelompok-kelompok perbandingan. Para peneliti kualitatif seyogianya mengajukan sedikitnya satu rumusan masalah utama danbeberapa subrumusari masalah. untuk keperluan formal. Akan tetapi. Mereka juga harus fokus pada satu fenomena utama yang diteliti.

Untuk penelitian kuantitatif. kemudian tulislah kembali rumusan tersebut berdasarkan pada isi penelitian.). (2) menulis rumusan masalah atau hipotesis kuantitatif dan rumusan masalah kualitatif yang diikuti oleh rumusan masalah metode campuran. Pertama-tama. antara lain: (1) menulis hanya rumusan masalah atau hipotesis kuantitatif (bukan keduanya) dan rumusan masalah kualitatif. 455-472). tulislah salah satu atau dua rumusan masalah utama yang kemudian diikuti oleh lima hingga tujuh subrumusan masalah. Jenis rumusan kedua ditulis secara inferensial yang menghubungkan (atau membandingkan) variabel bebas dan variabel terikat. Jenis rumusan pertama ditulis secara deskriptif tentang variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian. San Diego: Academic Press. Rumusan masalah ini dapat ditulis berdasarkan prosedur-prosedur atau isi penelitian. Latihan Menulis 1.W. Cizek (ed. Pastikan. "Mixed-Method Research: Introduction and Application. antara lain: 1. Dalam bab ini. (him. (1999). tulisiah dua jenis rumusan masalah. apakah masalah yang ingin Anda teliti memang mengharuskan dicampurnya dua metode penelitian yang berbeda." dalam GJ. saya menjelaskan sembilan langkah dalam melaksanakan penelitian metode campuran. Tulislah rumusan masalah metode campuran. 2. J. 3. Ikutilah model yang disajikan dalam bab ini tentang pengombinasian rumusan masalah deskriptif dan rumusan masalah inferensial. Berikan komentar tentang pendekatan mana yang paling tepat untuk Anda gunakan BACAAN TAMBAHAN Creswell. 186 LATIHAN MENULIS . tulislah rumusan tersebut sebagai rumusan masalah yang didasarkan pada prosedur-prosedur penelitian metode campuran. saya merekomendasikan agar mereka membuat rumusan masalah metode campuran secara terpisah dalam penelitian mereka. Sejumlah teknik dapat diterapkan untuk menulis rumusan masalah dengan metode campuran. atau (3) menulis hanya rumusan masalah metode campuran saja. Untuk penelitian kualitatif. dan bisa diletak-kan dalam bagian yang berbeda-beda. Hcnulbook of Educational Policy.Bagi para peneliti metode campuran. Rumusan masalah untuk metode oampuran setidaknya juga harus menunjukkan pentingnya penggabungan atau pengombinasian elemen-elemen kuantitatif dan kualitatif.

Denzin & Y. (2) menulis satu rumusan masalah untuk metode campuran yang dapat mewakili semuanya. Jurnal ini menyoroti pentingnya rumusan masalah dalam proses penelitian dan membahas perlunya peiriahaman yang baik untuk menulis rumusan masalah metode campuran. 220-235). J.. (2007). 5. Berikan kriteria-kriteria pasti untuk mengevaluasi penelitian. "Exploring the Nature of Research Questions in Mixed Methods Research. Journal of Mixed Methods Research. "Designing Founded Qualitative Research. 9. (him. 4..W. Dalam jurnal ini pula. Pikirkan kemungkinan dan ketidakmungkinan dilaksanakannya penelitian metode campuran. Sajikan model visualnya. & Creswell. saya merekomendasikan kepada para peneliti agar membuat jenis rumusan kualitatif dan kuantitatif di mana di dalamnya juga disebutkan strategi penelitian kualitatif yang digunakan Tashakkori. CA: Sage. Morse. Janice Morse mengidentifikasi dan mendeskripsikan sejumlah persoalan dalam merancang proyek kualitatif. Tulislah rumusan masalah kuantitatif dan rumusan masalah kualitatif.M. Tiga model kemudian disajikan: (1) menulis secara terpisah rumusan masalah kuantitatif dan rumusan masalah kualitatif. A. 3. Buatlah rencana penelitian. (1994). 1(3). diajukan sebuah pertanyaan: "Bagaimana seseorang merancang rumusan masalah dalam penelitian metode campuran?" (him. 207). Dalam menulis rumusan masalah. S. Jelaskan bagaimana data akan dianalisis." dalam N. dan (3) menulis rumusan masalah untuk masing-masing tahap penelitian (kuantitatif dan kualitatif) ketika penelitian tersebut tengah ditulis dan dilakukan." dalam Tim Editorial. Lincoln (Ed. (him. 6. Ukurlah bobot relatif dan strategi implementasi atas dua strategi (kuantitatif dan kualitatif) tersebut. 8. 7. J. Thousand Oaks. 207-211).2. Tentukan jenis-jenis strategi pengumpulan data.K. Tim editorial jurnal ini membahas penulisan dan sifat rumusan masalah dalam penelitian metode campuran.). Dia membandingkan beberapa strategi penelitian kualitatif dan membuat kerangka atas jenis-jenis rumusan masalah yang digunakan dalam masing- 187 .Handbook of Qualitative Research.

Edisi kelima. Fort Worth. (1999). sedangkan dalam penelitian etnometodologi dan analisis wacana. Untuk penelitian grounded theory. TX: Harcourt Brace. Tuckman lebih jauh mendefinisikan dan mengilustrasikan hipotesis alternatif dan hipotesis nol serta mengajak pembaca merrahami bagaimana pro -sedurprosedur pengujian dua hipotesis ini 188 . Dia mengidentifikasi asal mula hipotesis dalam teori deskriptif dan observasi induktif. rumusan masalahnya harus deskriptif dan mencerminkan usaha me-nyingkap makna.masing strategi tersebut. B. Untuk penelitian fenomenologi dan etnografi.W. Conducting Educational Research. Bruce Tuckman menyajikan satu bab tentang bagaimana caranya membuat hipotesis-hipotesis. rumusan masalahnya harus berhubungan dengan interaksi verbal dan dialog. Morse juga me-ngatakan bahwa rumusan masalah harus menegaskan fokus dan ruang lingkup penelitian Tuckman. rumusan masalahnya harus membahas suatu proses.

Cook & Campbell. Kaum determinis menegas-kan bahwa —dalam metode survei dan eksperimen— meneiiti hubung-an antara variabel-variabel merupakan syarat utama untuk menjawab rumusan masalah dan hipotesis sebuah penelitian. Salah satu asumsi fiiosofis pospositivis adalah determinisme. 1998. peneliti melakukan pengukuran atau observasi untuk menguji teori tertentu. Boruch. perilaku-perilaku. Untuk prosedur-prosedur eksperimen. 1990.2007. 1998). Bausell. Data objektif dihasilkan dari observasi dan pengukuran empiris. bab ini ditulis untuk menyajikan langkah-langkah penting dalam merancang metode-metode kuantitatif untuk proposal penelitian. Keppel. Untuk itulah. pembahasan dalam bab ini tidak secara komprehensif menyajikan metode-metode penelitian kuantitatif (survei dan eksperimen). 1994). Dalam bab ini. Reichardt & Mark. sebagaimana yang telah dibahas dalam Bab 1. MENDEFINISIKAN RANCANGAN SURVEI DAN EKSPERIMEN Dalam rancangan survei.Bab Delapan METODE-METODE KUANTITATIF Bagi kebanyakan penulis proposal. Ada banyak sumber yang secara detail membahas penelitian survei (seperti. Validitas dan reiiabilitas skor dalam instrumeri-instrumen penelitian memandu peneliti untuk menginterpretasi data penelitian. Dengan menjelaskan relasi antara asumsi-asumsi ini dan prosedur-prosedur untuk menerapkan asumsi-asumsi tersebut. 2003. peneliti melakukan generalisasi atau membuat klaim-klaim tentang populasi itu. Dari sampel ini. 1979) dan buku baru turut memperluas pembahasan-pembahasan yang disajikan dalam buku ini (seperti. Dua rancangan ini merefleksikan asumsi filosofis pospositivis. 1991. peneliti mendeskripsikan secara kuantitatif (angka-angka) kecenderungan-kecenderuiigan. Field & Hole. Fink. atau opini-opini dari suatu populasi dengan meneliti sampel populasi tersebut. sejumlah buku lama (seperti. Dalam rancangan eksperimen. 1963. fokus pembahasannya hanyalah pada komponen-komponen penting yang harus disertakan oleh peneliti dalam bagian metode penelitian untuk proposal survei dan eksperimen. Campbell & Stanley. yang secara ketat dilakukan melalui analisis statistik. 1994. lihat Babbie. 1990. Salant & Dillman. peneliti juga 189 . dengan berfokus pada rancangan metode survei dan eks-perimen. Lipsey. Daiam menganalisis hubungan antarvariabel. 2002. bagian metode penelitian merupakan bagian proposal yang paling konkret dan spesifik.

dalam rancangan eksperimen yang melibatkan kelompok kontrol. perilaku-perilaku. Berikut ini. Misalnya. penj. Rancangan Survei Dalam proposal. Mulailah membahas bagian pertama ini dengan rciereview tujuan survei dan rasionalisasi atas pemilihan metode tersebut dalam penelitian yang Anda ajukan. sebelum berencana untuk memasukkan komponen-komponen ini ke dalamproposal. khususnya di bagian metode penelitian untuk rancangan survei:  Identifikasilah tujuan penelitian survei. peneliti eksperimen dapat memilah-milah mana yang termasuk treatment dan mana yang merupakan faktor-faktor lain namun turut memengaruhi outcome penelitian. Tuiuannya untuk menggeneralisasi populasi dari beberapa sampel sehingga dapat dibuat kesimpulankesimpulan/dugaan-dugaan sementara tentang karakteristik-karakteristik.) dan kelompok lain (kelompok kontrol.. beberapa hal yang bisa Anda bahas dalam proposal.1. Akan telapi. peneliti sebaiknya mempertimbangkan pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam checklist. penj. atau sikap-sikap dari populasi tersebut (Babbie. salah satu komponen pertama dalam bagian metode penelitian adalah tujuan dasar atau alasan/rasionalisasi di-adakannya penelitian survei. KOMPONEN-KOMPONEN RANCANGAN METODE SURVEI Untuk menulis bagian metcde survei dalam proposal penelitian.) tidak. dan contoh-contoh ini pun sering menampilkan model-model yang patut diper-timbangkan. peneliti secara acak membagi (random assignment) individu-individu ke dalam kelompok-kelompok. Berikut ini. peneliti sebaiknya mengikuti format standar. akan disajikan sejumlah komponen yang sudah biasa muncul dalam penelitian survei.mengidentifikasi sampel dan melakukan generalisasi populasi. sebagai panduan umum. Ada banyak sekali contoh format ini. Akan tetapi. seperti dalam jurnal-jurnal akademik. Ketika satu kelompok menerima suatu treatment (kelompok eksperimen. Sajikan referensi mengenai tujuan ini dari 190 . 1990). tujuan utama rancangan eksperimen adalah untuk menguji dampak suatu treatment (atau suatu intervensi) terhadap hasil penelitian. yang dikontrol oleh faktor-faktor lain yang dimungkinkan juga memengaruhi hasil tersebut. seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 8.

peneliti harus tetap rnenyajikan alasan/rasionalisasi digunakannya prosedur pengumpulan data tersebut dengan argumen-tasi-argumentasi yang didasarkan pada kekuatan dan kelemahannya. Pengumpulan data juga bisa dilakukan dengan menerapkan survei berbasis website atau internet dan mengolahnya secara online (Nesbary. 1990.  Rincilah strategi pengumpulan data. 2000. Pertanyaan191 . yang jelas. dan cara-cara pengidentifikasian individu-individu dalam populasi itu. antara lain: (1) kuesioner yang disusun sendiri (self-administered questionnaires). ketersediaan data.  Tunjukkan mengapa survei lebih dipilih sebagai jenis prosedur pengumpulan data dalam penelitian tersebut. aspek-aspek penting populasi dan sampel yang dapat dideskripsikan dalam proposal penelitian:  Identifikasilah populasi dalam penelitian. 1990. (3) review catatan terstruktur (structured record review) untuk mengumpulkan informasi finansial. 2007). biaya (cost). Jangan lupa untuk membahas keuntungan-keuntungan mengidentifikasi sifat-sifat suatu populasi berdasarkan sekelompok kecil individu (sampel) (Babbie. Ada banyak pakar metodologi yang telah menulis buku-buku tentang logika dasar teori sampling (seperti. Fowler.  Pertegas apakah survei yang Anda tetapkan adalah survei lintas. Fink {2002) menunjukkan empat strategi pengumpulan data. (2) wawancara (interviews). Populasi dan Sampel Tenrukaniah karakteristik-karakteristik populasi dan prosedur sampling.2007). apakah besaran tersebut dapat ditentukan ataukah tidak. atau survei longitudinal (longitudinal survey) dengan mengumpulkan data secara kumulatif sepanjang waktu. Sue & Ritter. medis. dan kemudahan. Selain itu. 2002). Berikut ini. Babbie. seperti keekonomisan rancangan ini dan kecepatan dalam menyajikan data penelitian. Untuk rasionalisasi ini.bagian {crosssectional survey) dengan mengumpulkan data satu per satu dalam satu waktu. Seperti apa pun data dikumpulkan. dan (4) observasi terstruktur (structured observation). pikirkanlah keunggulankeunggulan rancangan survei.salah satu buku/literatur yang membahas metode survei (beberapa buku tersebut sudah saya tunjukkan dalam bab ini). atau sekolah. nyatakan secara jelas besaran popuiasi ini.

bagaimana caranya? Seberapa banyak orang yang akan dijadikan sampel? Didasarkan pada apa besaran sampel ini? Apa prosedur sampling yang akan diterapkan terhadap pcpulasi yang ada (apakah acaW random sampling atau non-acak/nonrandom sampling)? Instrumen apa yang akan digunakan dalam survei ini? Siapa yang membuat instrumen itu? Konten apa saja yang akan dijelaskan dalam survei ini? Skala-skalanya? Prosadur survei apa yang akan diuji terlebih dahulu di lapangan? Seberapa lama catatan waktu (timeline) untuk menyusun. dan mengurus survei tersebut? Apa saja variabel-variabel dalam penelitian survei ini? Bagaimana variabel-variabel tersebut disilangkan (cross-reference) dengan pertanyaanpertanyaan dan item-item penelitian dalam rancangan survei ini? Langkah-langkah spesifik apa saja yang akan diambil dalam menganalisis data? Apakah: (a) Analisis return (hasil/keuntungan)? 192 . mengolah.pertanyaan akses juga bisa ditulis di bagian ini. penj. 2007). dan peneliti dapat menunjukkan ketersediaan kerangka-kerangka sampling —surat atau daftar-daftar—para responden potensial dalam populasi tersebut.1 Checkllist Pertanyaan-Pertanyaan untuk Merancang Metode Survei Apakah tujuan rancangan survei sudah dijelaskan secara rinci? Apakah alasan/rasionalisasi dipilihnya rancangan ini juga sudah disebutkan? Apakah sifat survei (cross-sectional atau longitudinal) sudah dipartegas? Apakah populasi dan besarnya populasi sudah dirinci? Apakah populasi tersebut akan distratifikasi (stratified sampling.  Perjelaslah apakah prosedur sampling untuk populasi ini menggunakan satu-tahap atau multi-tahap (yang sering dikenal dengan istilah clustering). Prosedur sampling salu-tahap merupakan prosedur sampling yang di dalamnya peneliti sudah memiliki akses atas nama-nama dalam populasi dan dapat mensampling sejumlah individu (atau elemen-elemen) secara langsung Tabel 8. Prosedur sampling multi-tahap atau clustering sampling adalah prosedur sampling yang ideal ketika peneliti merasa tidak mungkin mengumpulkan daftar semua elemen yang membentuk populasi (Babie.)? Jika iya.

baru kemudian mensampling individu-individu tersebut. Ketika individu-individu dipilih secara acak dari suatu populasi. iaki-laki atau perempvian) direpresentasikan dalam sampel agar sampel ini nantinya dapat merefleksikan proporsi yang tepat dalam populasi sesuai dengan karakteristik-karakteristiknya masing-masing (Fowler. karakteristikkarakteristik mereka bisa disajikan dalam sampel sesuai proporsinya masingmasing secara sama rata sebagaimana dalam populasi.  Jelaskanlah proses pemilihan atas individu-individu.(b) (c) (d) (e) (f) Analisis bias respons (check for response bias)? Analisis deskriptif? Memasukkan item-item ke dalam skala-skala? Anaiisis reliabilitas skala-skaia? Menerapkan statistik inferensiai untuk menjawab rurriusan masalah? Bagaimana hasil-hasil ini diinterpretasikan? Dalam prosedur multi-tahap atau clustering.  Pertegaslah apakah peneliti. Dalam hal ini. Saya me-rekoniendasikan agar Anda memilih sampel acak (random sample) di mana di dalamnya setiap individu dalam populasi memiliki kemungkinan yang sama untuk dipilih (sering juga dikenal dengan istilah systematic sample atau probabilistic sample). 1990). Yang kurang menarik adalah sampel nonprobability (atau convenience smnple) di mana di dalamnya para responden/individu dipilih berdasarkan kemudahan {convenience) dan ketersediaannya (Babbie. peneliti terlebih dahulu menentukan kluster-kluster (kelompok-kelompok atau organisasi-organisasi). sampel yang paling representif akan memungkinankan peneliti untuk melaku-kan generaiisasi terhadap suatu populasi.an Anda akan menggunakan strati-fikasi (penjenjangan) populasi sebelum Anda memilih sampel. Selain itu. Stratifiknsi berarti bahwa karakteristik-karakteristik tertentu dari individu-individu yang dipilih (seperti. stratifikasilah yang memastikan penyajian ini. lalu mengidentifikasi nama-nama individu dalam setiap kluster. jenis kela-min. iden-tifikasilah karakteristik-karakteristik yang Anda gunakan untuk menstntifikasi populasi 193 . ataukah tidak. Dengan pengacakan (randomization). 2002).

Instrumentasi Sebagai populasi dan sampel. 1990. dan sebagajnya). saya merekomendasikan agar peneliti menggunakan formula besaran sampel (sample size formula) yang banyak dibahas dalam buku-buku peneiitian survei (seperti. 1990. ataukan instrumen utuh yang pemah dirancang orang lain. 2000).neliti sering kali merancang suatu instrumen dari beberapa komponen instrumen lain. Fowler. 2002). Gravetter & Wallnau. pendidikan.. tingkat peng-hasilan. pe.  Tunjukkan juga angka setiap individu yang di-sampling dan jelaskan prosedurprosedur yang Anda gunakan untuk mengalkulasi angka-angka ini. Apalagi. Pertimbangkan larigkah-langkah berikut:  Namailah instrumen survei yang Anda gunakan untuk mengumpulkan data. lihat Babbie. peneliti juga perlu menyajikan informasi detail mengenai instrumen-Lnstrumen survei yang akan digunakan dalam peneiitian yang diajukan. ataukah tidak (Babbie. Miller. 1991). Dalam sejumlah proyek penelitian survei. Jika demikian. Metode yang paling umum digunakan untuk menyeleksi sampel ini adalah memilih individu-individu (sampel) dengan menggunakan tabel angka-angka secara acak (random numbers table). Tika instrumen yang digunakan memang dirancang khusus (modified instrument). peneliti tersebut seharusnya memiiiki izin atau dasar teoretis untuk menggunakan sebagian instrumen-instrumen ini. gender. sebuah tabel yang banyak dibahas dalam buku-buku panduan statistik (seperti.  Jelaskan prosedur-prosedur dalam menyeleksi sampel dari daftar-daftar yang ada. jelaskan apakah Anda sudah memiiiki izin atau dasar teoretis yang kuat untuk menggunakannya. Jelaskan apakah instrumen tersebut merupakan instrumen yang dirancang khusus untuk peneiitian ini. instrumen-instrumen yang ada saat ini sudah banyak dirancang monjadi sejenis pe. sejenis instrumen yang dimodifikasi.. tetapkan apakah sampelnya berisi individuindividu yang memiliki karakteristik-karakteristik yang sama sebagaimana karakteristik-karakteristik dalam keseluruhan populasi.tersebut (seperti. dalam setiap strata ini.rangkat survei online (lihat. Dalam peneiitian survei. Kemudian. Stie & 194 .

Hasil-hasil ini dapat diunduh ke dalam spreadsheet atau database untuk kemudian dianalisis lebih lanjut. deskripsikanlah validitas dan reliabilitas skor-skor yang diperoleh dari penggunaan instrumen tersebut sebelumnya. pertanyaanpertanyaan yang lebih banyak. Dengan mendeteksi validitas skor dalam penelitian survei. construct validity juga meliputi pertanyaan dasar tentang apakah skor-skor yang dihasilkan me-miliki tujuan yang berguna dan dampak-dampak yang positif ketika dipraktikkan dalam kehidupan nyata (Humbley & Zumbo. SurveyMonkey akan memberi-kan hasil dan laporan balik kepada peneliti dalam bentuk statistik deskripuf.  Ketika menggunakan instrumen yang memang sudah ada. (2) predictive validity (apakah skor-skor yang diperoleh sudah memprediksi kriteria-kriteria yang diukur? Apakah hasil-hasilnya berkorelasi dengan hasil-hasil yang lain?). Hal ini berarti. Perangkat ini gratis jika digunakan untuk 100 resporis per survei. Salah satu pe rangkat survei online yang cukup terkenal adalah SurveyMonkey (SurveyMonkey. dan beberapa custom feature yang lain. hanya dengan memanfaatkan custom templates. atau dalam wujud informasi grafik. 2007). Dengan menggunakan perangkat ini. atau mengirimkannya pada para partisipan untuk diisi. sebuah produk komersial yang dirilis sejak 1999.Ritter. lalu mem-posting-nya di website-website mereka. peneliti dapat mem-buat survei-survei pribadinya dalam waktu yang relatif cepat. Tiga bentuk validitas yang harus dicari adalah: (1) content validity (apakah item-item yang dianalisis benar-benar sesuai konten yang terdapat dalam item-item tersebut?). mengharuskan peneliti untuk membangun validitas atas instrumen tersebut —adakah peneliti dapat menghasilkan kesimpulan-kesimpulan/dugaan-dugaan penting dan berguna dari skor-skor yang diperoleh dari instrumen ini. peneliti dapat mengetahui apakah instrumen yang digunakan benar-benar sudah tepat untuk penelitian surveinya. dan (3) construct validity (apakah itemitem yang dianalisis sudah sesuai dengan konstruksi-konstruksi atau konsepkonsep hipotesis?). Setelah itu. SurveyMonkey membebankan biaya bulanan atau tahunan kepada si peneliti.com). 1996). Konsep validitas (validity) dalam penelitian survei ini tentu saja berbeda dengan identifikasi 195 . Jika peneliti menginginkan respons-respons tambahan. dan tidak lebih dari 10 pertanyaan per survei. Dalam penelitian baru-baru ini.

seperti skala-skala berkelanjutan (misalnya. demografis.  Tunjukkan isi-isi utama dalam instrumen tersebut. Untuk irulah. & Gall. Untuk mengetahui hal ini. level ranking atau signifikansi dari yang tertinggi hingga yang terendah)  Jelaskan rencana-rencana Anda untuk melakukan uji coba surveidi lapangan (pilot testing) dan sajikan pula alasan/rasionalisasi atas rencana ini. peneliti harus mencari laporan mengenai konsistensi internal (apakah respons dari setiap item sudah konsisten dengan konstruk -konstruk yang dibuat?) dan korelasi test-retest (apakah skor-skor yang dihasilkan selalu stabil meskipun instrumennya digunakan pada lain waktu?) dalam penggunaan instrumen tersebut sebelumnya. dan instruksi penutup. sebutkan juga jenis skala-skala yang digunakan untuk mengukur/menganalisis item -item dalam instrumen. item-item perilaku.masukkan dalam Surat Pengantar).ancaman-ancaman terhadap validitas (threats to validity) dalam paielitian eksperimen (mengenai hal ini. menyajikan beberapa hal yang perlu di. Dalam lampiran proposal. 1993). lampirkan juga item-item sampel atau keseluruhan instrumen penelitian ini. item-item (seperti. pastikan juga apakah ada konsistensi dalam aturan testing dan scormg-nya (apakah ada kesalahan-kesalahan yang disebabkan karena kecerobohan dalam menerapkan aturan testing atau scoring sebelumnya?) (Borg. 1978.  Ketika peneliti memcdifikasi suatu instrumen atau mengkom binasikan beberapa instrumen. ya/tidak. Selain itu. atau skala-skala yang mungkin tidak sesuai ketika diterapkan. item-item faktual). benar-benar diterima hingga tidak diterima) dan skala-skala kategorial (misalnya. seperti Surat Pengantar (Dillman. Lebih dari itu.  Tunjukkan item-item sampel dari instrumen tersebut sehingga pembaca dapat melihat item-item sebenarnya yang digunakan. Pilot testing ini penting untuk membangun validitas konten dari suatu instrumen dan untuk memperbaiki pertanyaan-pertanyaan. Sebutkan juga jumlah orang-orang yang akan menguji 196 . peneliti perlu membangun kembali validitas dan reliabiiitas tersebut ketika dilakukan proses analisis data. jelaskan pula apakah skor-skor yang dihasilkan dari penggunaan instrumen sebelumnya sudah mencerminkan adanya reliabilitas atau tidak. format. item-item sikap. validitas dan reliabilitas tidak berlaku untuk instrumen yang baru ini. Selain itu. akan di-jelaskan lebih lanjut). Gall.

rumusan masa-lah. bisa jadi dengan proyek tindak lanjutnya. Mail yang dikirimkan pada tahap keempat. Di bawah ini adalah tabel 8. dan item-item survei agar pembaca mudah mengidentifikasi bagaimana item-item tersebut digunakan. Peneliti mengirimkan mail keempat ini tiga minggu setelah mail kedua dikirimkan. perjelaslah langkah-langkah Anda dalam pengaturan pendekatan survei ini dan tindak lanjutnya untuk memastikan rating respons yang tinggi. rumusan masalah. Salant dan Dillman (1994)menyarankan proses pengaturan empat-tahap. hipotesis. Mail yang dikirim pada tahap pertama adalah surat pemberitahuan singkat kepada semua daftar sampel yang dipilih.coba instrumen tersebut. peneliti tetap perlu memasukkannya dalam bagian metode penelitian. berisi surat pengantar pribadi lengkap dengan tanda tangan tertulis. Teknik ini khususnya berguna bagi para peneliti yang menggunakan model-model berskala luas untuk penelitian disertasinya. buatlah sebuah tabel dan penjelasan khusus tentang variabel-variabel. Variabel-Variabel dalam Penelitian Meskipun pembaca proposal sudah mengetahui informasi mengenai variabelvariabel dalam tujuan penelitian.2 yang menggunakan data hipotesis. yang didistribusikan setidak-tidaknya satu minggu setelah surat pemberitahuan diedarkan. Hal ini dimaksudkan untuk menghubung kan variabel-variabel tersebut dengan rumusan masalah atau hipo-tesis dan instrumen penelitian. Jangan lupa untuk menyertakan pendapat-pendapat mereka dalam instrumen final yang sudah direvisi. total secara keseluruhan. danamplop plus perangko pengembalian. rumusan masalah atau hipotesis. peneliti menyelesaikan periode administrasi/ pengaturan ini selama kurang lebih empat minggu (sebulan). Salah satu tekniknya adalah dengan menghubungkan variabelvariabel.  Untuk mailed survei. Mail yang dikirim pada tahap ketiga berisi tindak lanjutberupa kartu pos (atau sejenisnya) yang dikirimkan pada semua anggota sampel 4 hingga 8 hari setelah pengiriman mail sebelumnya. yang biasanya ditujukan untuk anggota nonresponden. kuesioner. dan item-item tersebut. 197 . Mail yang dikirim pada tahap kedua adalah mail survei yang sebenarnya. Untuk itu. atau hipotesis. Jadi.

Rumusan Masalah dan item-item Survei Nama Variabel Variabelbebasi: Penelitian sebelumnya Rumusan Masaiah Item-Item dalam Survei Rumusan masalah deskriptif 1: Lihat rumusan masalah 11. Berpijak pada asumsi bahwa partisipan yang mengembalikan survei pada minggu terakhir hampir semuanya merupakan partisipan 198 . Sajikan informasi tentang jumlah sampel yang ter-libat dan tidak terlibat dalam survei. 13.2 Variabel-variabel. dan 18: penelitian 3:Ada berapa hibah yang di. Saya me-nyarankan Anda menggunakan tips penelitian berikut. Seberapa banyak penelitian dan 15: hasil penelitian dalam bentuk yang mampu dihasilkan oleh artikel jurna!. peneliti mengevaluasi hasilhasil item yang terpilih dari minggu ke minggu untuk mengetahui apakah sebagian besar respons berubah (Lesile. 12. maka-iah seminar. 17. yaitu dengan menyajikan analisis data dalam bentuk tahap-demi-tahap agar pembaca bisa memahami bagaimana suatu tahap menuntun tahap selanjutnya hingga semua prosedur analisis data dibahas secara tuntas. Jelaskan prosedurprosedur yang digunakan untuk mengecek respons bias. Respons bias adalah pengaruh/efek dari tidak adanya respons terhadap survei (Fowler. Dalam wave analysis. Langkah 2. 1972). Informasi ini bisa dirancang dalam bentuk tabel yang berisi angka-angka dan persentase-persen-tase yang mendeskripsikan responden dan nonresponden.Analisis Data dan Interpretasi Tabel 8. bab-bab dosen untuk diserahkan sebagai buku yang berhasil dipublikasikan tanda bukti doktoralnya? sebelum menerima gelar doktor? Variabel terikat 1 : Rumusan Hibah masalah deskriptif Lihat rumusan masalah 16. 2002).Hibah dari yayasan. Bias berarti bahwa jika nonresponden memberikan respons. Langkah 1. 14. Jelaskan metode-metode yang sekiranya dapat naengidentifikasi respons bias. jelaskan tahap-tahap analisis data. terima dosen dalam tiga tahun atau lembaga negara terakhir ini? yang didanai Variabel kontrol: Rumusan masalah deskriptif 5: Lihat rumusan masalah 19: Ikatan Apakah dosen memiliki ikatan dinas (Ya/Tidak) dinas? Status ikatan di-nas Dalam proposal. seperti wave analysis atau analisis responden/nonresponden. lembaga swasta. maka respons ini akan memberi perubahan besar-besaran terhadap hasil survei akhir.

Rumusan masalah atau hipotesis inferensial menghubungkan (relate) variabel-variabel atau membandingkan (compare) kelompok-kelompok dalam variabel agar kesimpulan-kesimpulan sementara (inferensiinferensi) dari skala sampel hingga skala populasi dapat diketahui. Langkah 5. Creswell. Rudestam & Newton. pertimbangkan apakah variabel-variabel ini akan diukur ber-dasarkan suatu instrumen sebagai skor berkelanjutan/continuous score (seperti. Faktor-faktor ini.3. Salah satu cara untuk. pertimbangkan pula apakah skor-skor ini akan didistribusikan secara normal (normal distribution) dalam kurva berbentuk bel (bell-shaped curve) atau tidak didistribusikan secara normal (non-normal distribution).yang nonresponden. Sajikanlah rasionalisasi mengapa dipilih tes statistik.mengecek adanya respons bias adalah dengan menghubungi beberapa nonresponden melalui sambungan telepon. Gunakanlah statistik atau program statistik kompu-ter untuk menguji rumusan masalah atau hipotesis inferensial. 2007). umur dari 18 hingga 36) atau sebagai skor katagoris/ categorical score (seperti. 2008). kemudian mengidentifikasi apakah respons mereka berbeda jauh dengan hasil respons dari responden. laki-laki = 1). ada kemungkinan terdapat respons bias. Anda juga bisa menggunakan tes reliabilitas untuk mengidentifikasi konsistensi internal skala-skala tersebut (seperti. Jika Anda menggunakan instrumen penelitian dengan skala-skala atau berencana untuk mengembangkan sendiri instrumen tersebut (dengan mengombinasikan beberapa item dalam skala). Langkah 3. pilihan atas tes statistik harus didasarkan atas sifat rumusan masalah (apakah menghubungkan variabel-variabel atau membandingkan beberapa kelompok dalam variabel). statistik alpha Cronbach). dan skor-skor untuk dua variabel ini. jumlah variabel bebas dan variabel terikat. akan memudahkan peneliti untuk menentukan apakah tes statistik akan 199 . Lakukan analisis data secara deskriptif terhadap variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian. lalu jelaskanlah asumsi-asumsi yang berkaitan dengan statistik tersebut. Lebih jauh. Ada banyak cara untuk mengetahui apakah skor-skor ini didistribusikan secara normal ataukah tidak (Lih. serta jumlah variabel kontrol (lihat. maka jika respons-respons tersebut terlihat mulai berubah. Langkah 4. perempuan = 1. Analisis ini harus menunjukkan rata-rata. misalnya. gunakanlah prosedur statistik (analisis faktor) untuk menye-lesaikan proses ini. dalam kombinasinya. Sebagaimana terlihat dalam Tabel 8. Selain itu. deviasi stand ar.

3.3 Kriteria Memilih Tes-tes Statistik Sifat Pertanyaan Petbandngan kelompok Peibandngan kelompok Perbandingan kelompok Petbandingan kelompok Jumlah Variabel Bebas 1 1 atau lebih 1 atau lebih 1 Jumlah Variabel Terikat 1 1 1 1 Jumlah Variabel Control 0 0 t 0 Jenis Skor Distribusi Tes Variabel Skor Statisik Bebas/Terikat Kategorial/ Normal l-tes berkelanjutan Kategorial/ Normal Analisis berkelanjutan varian Kategorial/ Normal Analisis berkelanjutan kovarian Kategorial/ NonTes berkelanjutan normal MannWhitney U Kategorial/ NonChiberkelanjutan normal square Kategorial/ Normal Korelasi berkelanjutan product moment Pearson Kategorial/ Normal Regresi berkelanjutan berganda Kategorial/ NonKorelasi berkelanjutan normal rankorder Spearman Gabungan antar kelompok Menghubungkan variabel-variabel 1 1 1 1 0 0 Menghubungkan variabel-variabel Menghubungkan variabel-variabel 2 atau lebih i 1 1 atau lebih 0 0 200 . saya menunjukkan bagaimana faktor-faktor ini bisa menuntun peneliti untuk memilih sejumlah tes statistik yang biasa digunakan. Dalam Tabel 8. Langkah terakhir dalam proses analisis data adalah menyajikan hasil survei dalam bentuk tabel atau gambar. peneliti bisa merujuk pada buku metode statistik. Langkah 6.cocok untuk menjawab rumusan masalah atau hipotesis. Interpretasi terhadap hasil berarti bahwa seorang peneliti membuat suatu kesimpulan dari rumusan masalah dan hipotesis yang sudah dianalisis. Untuk mendapatkan jenis tes statistik yang lain. seperti buku yang ditulis Gravetter dan Wallnau (2000). Interpretasi ini melibatkan beberapa langkah khusus Tabel 8. kemudian menginterpretasikan hasil tes statistik.

saya akan membahas komponen – komponen tersebut dan menyajikan informasi seputar rancangan eksperimen dan analisis statistic. Pada sub bab kali ini. atau alasan/rasionalisasi lain yang logis. (disini. literature – literature sebelumnya yang membahas hal ini (lihat bab 2).001. prosedur. KOMPONEN – KOMPONEN DALAM METODE PENELITIAN EKSPERIMEN Metode penelitian eksperimen pada umumnya menggunakan format standar yang melibatkan komponen – komponen sebagai berikut : partisipan. dan koendukatif. Laporan apakah hasil – hasil tes statistic yang diperoleh signifikan atau tidak secara statistic. cobalah untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan dalam checklist table 8. Bagian Metode Survey Berikut ini adalah salah satu contoh tulisan bagian metode survey yang didasarkan pada langkah – langkah yang telah dijelaskan sebelumnya. penulis mengidentifikasi lokasi dan populasi penelitian) 201 .000 orang). di kota Midwestern dengan populasi 175.55. Tulisan ini (yang diperoleh atas izin penulis) dikutip dari salah satu artikel jurnal yang melaporkan penelitian tentang factor – factor yang mempengaruhi atrisi (berkurangnya jumlah) mahasiswa di salah satu universitas seni liberal (bean & creswell.‖  Laporan bagaimana hasil – hasil ini menjawab rumusan masalah atau hipotesis penelitian.1. 1980 : 32 1 – 322). Metodologi Penelitian ini memilih lokasi disalah satu universitas seni liberal yang kecil (tingkat pendaftaran 1.4 Contoh 8. seperti ― analisis varian secara statistic menunjukan adanya perbedaan signifikan antara wanita dan pria dalam hal sikap – sikap mereka terhaap larangan merokok di restoran F (2:6) = 8. Untuk menjelaskan ini.  Jelaskan juga kemungkinan hasil ini dipraktikkan di lapangan atau untuk penelitian – penelitian sebelumnya. pembahasan mengenai penelitian eksperimen ini juga dimaksudkan untuk menonjolkan beberapa komponen kunci di dalamnya. Untuk mengetahui petunjuk detail atas komponen – komponen ini. materi. Apakah hasil – hasil tersebut mendukung hipotesis ataukah kontradiktif dengan yang diharapkan?  Tunjukan pula kemungkinan menjelaskan mengapa hasil – hasil tersebut bias muncul seperti itu.000 orang. dan ukuran (besaran). religious. p =. anda dapat merujuk kembali pada teori yang anda gunakan dalam penelitian (lihat bab 3). Sebagaiman pembahasan mengenai peneleitian survey sebelumnya.

yang dipilih sebagai sampel. 1971). 71 diantaranya mahasiswi tahun pertama. dan 9 diantaranya mahasiswi junior. hanya mahasiswa saja yang akan dianalisis dalam penelitian ini. Kerlinger & Pedhazur. Dalam penelitian. sebanyak 169 mahasiswi mengembalikan kuisioner. Sebanyak 95 % mahasiswi ini rata – rata berumur 18 hingga 21 tahun. 202 . (disini penulis membahas instrument penelitian). diantaranya berumur 25 tahun. Sejumlah penelitian yang membahas atrisi atau menurunnya jumlah mahasiswa bahwa dropoutnya mahasiswa ini. dan kulit putih. Semua informasi yang digunakan dalam analisis ini berasal dari data kuisioner. Data dikumpulkan dengan metode kuisioner yang berisi 116 item. dan didapatkan bahwa validitas tersebut sudah berada dalam level yang layak (memenuhi syarat). seperti skor – skor ACT. 1978. Dari keseluruhan mahasiswi. Sampel ini lebih ditekankan pada mereka yang memili kemampuan melebihi rata – rata yang dapat dilihat dari skor – skor yang mereka perolah dalam tes ACT. Maka dari itu. Spady. Rating Dropuot yang paling sering terjadi adlah pada mahasiswa tahun pertama dan tahun kedua maka dibuatlah kuisioner – kuisioner untuk didistribusikan kepada sebanyak mungkin mahasiswa tahun pertama dan tahun kedua di universitas tersebut. (disini.Rating dropout pada tahun sebelumnya adalah 25 %. 1959) atas instrument ini telah diuji melalui analisa factor (Faktor analysis). dan pendidikan orang tua. tidak menikah. 1973) dipilih sebagai tes statistic untuk menganalisis data. Reliabilitas factor – factor juga telah diuji melalui alpha koefisien (coefficeient alpha). Validitas konkuren dan konvergen (Campbell & Fiske. regresi berganda dan path analysis (helse. 1979. tingkat kelas. Selama April. 55 mahasiswi tahun kedua. baik laki – laki maupun perempuan ternyata dilatari oleh banyak alasan (Bean. penulis menyajikan informasi deskriptif tentang sampel penelitian). (disini penulis menjelaskan validitas dan reliabilitas. warga Negara AS. 1969. Kuisioner ini telah dirancang dan diuji pada tiga institusi yang lain sebelum kemudian diterapkan pada institusi ini. dipilih sebagai objek analisis dengan mengecualikan beberapa variabel yang kemungkinan mengacaukan sampel ini (Kerlinger. 1973). Untuk konstruk – konstruk disajikan dalam 25 ukuran yaitu item – item berganda berdasarkan analisis factor untuk membuat indeks – indeks dan 27 ukuran lainnya indicator – indicator item tunggal. Dari 169 mahasiswi ini. Item – item ini kebanyakannya likert like yang didasarkan pada skala dari ―jangkauan sangat kecil‖ hingga ―jangkauan sangat besar‖ ada juga pertanyaan – pertanyaan lain yang diajukan untuk mendapatkan informasi factual.

1991).  Jika setiap partisipan ditugaskan secara acak (randomly assignment) ke dalam beberapa kelompok. dalam beberapa penelitian eksperimen. berarti prosedur yang demikian lebih dikenal sebagai prosedur quasi-eksperimen. partisipan pertama ditugaskan dalam kelompok I. Penugasan (assignment). jika penelitian anda menggunakan penugasan acaka seperti ini.  Dalam pemilihan acak atau random sampling. masing – masing individu memiliki kemungkinan yang sama untuk dipilih sebagai partisipan penelitian  Langkah ini juga akan memastikan bahwa sampel yang terpilih benar – benar representative dan bisa mewakili suatu populasi (Keppel... hanya sampel convenience-lah yang memiliki kemungkinan untuk terpilih sebab peneliti biasanya menggunakan kelompok – kelompok yang sudah terbentuk secara alamiah (seperti. apakah dilakukan secara acak atau non – acak (dipilih secara kovenien).Dalam metode kausal…. organisasi. berarti prosedur yang demikian dikenal sebagai prosedur true-experiment. tidak ditugaskna secara acak (non-randomly assignment). variabel – variabel intervening yang secara signifikan berhubungan dengan keinginan untuk keluar dari universitas diregresi pada variabel – variabel organisasi. varibel – variabel personal.  Deskripsikanlah proses pemilihan (sampling) partisipan. Meski demikian. dan jumlah partisipan yang terlibat dalam suatu eksperimen. penulis menyajikan langkah – langkah analisis data). (disini. Perhatikanlah beberapa hal berikut ini saat menulis metode eksperimen. sebuah kelas. variabel – variabel lingkungan. dan begitu seterusnya hingga tidak ada bias sistematik dalam penugasan masing – masing partisipan. Partisipan Pembaca perlu mengetahui cara pemilihan (sampling). paparkanlah secara detail bagaimana anda akan menugaskan secara acak masing – masing individu ke dalam kelomopk – kelompok treatment. Hal ini berarti bahwa dalam lingkup partisipan. partisipan kedua ditugaskan dalam kelompok II. atau sebuah keluarga) atau sukarelawan. Jika masing – masing partisipan. Setelah itu. keinginan untuk keluar dari universitas diregresi pada semua variabel yang mendahuluinya dalam satu rangkaian kausal. Prosedur ini bisa menghilangkan kemungkinan adanya perbedaan sistematik antara karakteristik – karakteristik dari setiap partisipan yang bisa 203 . dan variabel – variabel latar belakang.

1991). 204 . Pengukurannya dapat menggunakan skor – skor pre-test. sebagai alternatifnya. peneliti dapat menugaskan setiap partisipan ke dalam kelompok tertentu dengan anggota yang juga memiliki skor pre-test yang sama. individu – individu bisa dipasangkan satu sama lain berdasarkan level kemampuan atau variabel demografi. Salah satu pendekatannya adalah dengan memasangkan partisipan berdasarkan sifat atau karakteristik tertentu. Berdasarkan skor pretest ini. sedang dan rendah.mempengaruhi hasil penelitian. kemudian memilih seorang partisipan dari masing – masing pasangan ini untuk ditugaskan dalam suatu kelompok.  Jelaskan pula keunggulan – keunggulan lain penelitian ekperimen yang secara sistematik dapat mengontrol variabel – variabel yang bisa mempengaruhi hasil penelitian. Skro pre-test bisa dibagi menjadi skor tinggi. sehingga perbedaan apapun yang muncul dalam hasil penelitian bisa diatribusikan pada treatment eksperimen (Keppel.

atau dengan mengumpulkan infromasi demografis. variabel outcome) dalam penelitian tersebut? Bagaimana cara mengukurnya? Apakah variabel tersebut akan diukur sebelum atau sesudah eksperimen? Seperti apa treatmen nya? Bagaimana langkah operasionalnya? Apakah variabel – variabel akan dicovarian? Bagaimana cara pengukurannya? Metode/rancangan penelitian eksperimen seperti apakah yang akan digunakan? Bagiamana model visual untuk rancangan ini? Instrumen apa saja yang akan digunakan untukm mengukur hasil penelitian? Mengapa instrument tersebut dipilih? Siapa saja yang membuatnya? Apakah instrument tersebut sudah valid dan reliable? Apakah peneliti sudah memiliki izin unutk menggunakannya?? Bagaimana langkah – langkah dalam prosedur penelitian ini (apakh dengan menugaskan secara acak para partisipan ke dalam beberapa kelompok. treatment. : Checklist pertanyaan – partanyaan untuk merancang prosedur penelitian eksperimen. memilih sampel – sampel yang homogen. Untuk 205 . ataukah dengan menggunakan pre-test. skor – skro pres-tes) sebagai variabel moderating dan mengontrol pengaruh dari skor – skor ini secara statistic. atau mem-block beberapa partisipan dalam subkelompok atau kategori tertentu. misalnya jika ada partisipan yang tidak mau ditreatment (Rosenthal & Roshnow. Prosedur lain untuk mengontrol proses eksperimen adalah dengan menggunakan covarian (seperti.4. _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ Siapa saja partisipan yang terlibat dalam penelitian? Populasi seperti apa yang akan dijadikan landasan untuk menggeneralisasi semua partisipan? Bagaimana partisipan – partisipan ini dipilih? Apakah dengan menggunakan pemilihan acak (random sampling)? Bagaimana partisipan – partisipan ini akan ditugaskan secara acak (randomly assignment)? Apakah mereka akan dipasangkan? Bagaimana caranya? Ada berapa banyak partisipan dalam kelompok eksperimen dan kelompok control? Apakah variabel (variabel) bebas (seperti. 1990) serta rentan menimbulkan adanya kelompok yang tidak bisa dibandingkan. 1991). kemudian menganalisis pengaruh dari masing – masing subkelompok ini terhadap hasil penelitian (Creswell.Tabel 8. 2008)  Tunjukkan kepada pembaca jumlah partisipan dalam setiap kelompok dan jelaskan prosedur – prosedur sistematik dalam menentukan besaran setiap kelompok. atau post-test? Ancaman – ancaman seperti apakah yang paling berpotensi mengurangi validitas internal dan eksternal dalam penelitian ini? Bagaimana ancaman – ancaman ini akan dibahas? Apakah instrument penelitian sudah diuji lapangan terlebih dahulu?? Statistic seperti apakah yang akan digunakan untuk menganalisis data (apakah secara deskriptif atau inferensial? Bagaimanahasil penelitian akan diinterpretasi? Seorang peneliti bisa saja memutuskan untuk tidak melakukan pemasangan seperti diatas sebab hal ini bisa menyedot banyak biaya maupun waktu (Salkind.

Variabel – variabel bebas yang lain bisa saja menjadi measured variabel yang didalamnya tidak ada manipuasi yang dilakukan (seperti. variabel – variabel harus dirinci agar pembaca bisa melihat dengan jelas kelompok – kelompok apa yang akan dieksperimentasi dan outcome – outcome apa saja yang ingin diukur. 1990) untuk mengidentifikasi besaran sampel yang sesuai untuk kelompok – kelompok tersebut.  Tunjukan pula variabel (variabel) terikat (misalnya. Kalkulasinya harus melibatkan beberapa hal berikut. 1. Satu atau beberapa harus meminta treatment dari peneliti. kekuatan = . seperti demografi (gender atau usia). Jumlah kekuatan yang diinginkan – biasanya disajikan dalam bentuk kuat (high). outcome) yang anda gunakan dalam penelitian eksperimen. perbedaan – perbedaan yang diinginkan dalam jumlah rata – rata antara kelompok control dan kelompok eksperimen yang dinyatakan dalam unit – unit deviasi standar. gagal. lemah (low) – dalam pengujian statistic terhadap hipotesis nol ketika hipotesis ini. bagian metode penelitian dalam proposal eksperimen harus memerinci dan menunjukkan secara jelas semua variabel bebas ini. Besaran efek. Variabel terikat merupakan variabel respons atau 206 . Satu variabel harus menjadi treatment variabel. Variabel – variabel bebas lain bisa menjadi variabel control atau dapat dikontrol secara statistic. sikap atau karakteristik pribadi pada partisipan). Variabel – Variabel Dalam penelitian eksperimen.penelitian eksperimen. rencanakanlah sebuah eksperimentasi supaya besaran setiap kelompok yang ditretment memberikan sensitivitas yang paling tinggi : bahwa pengaruh yang diinginkan terhadap outcome penelitian bisa tercapai dalam manipulasi eksperimental ini.  Susunlah nilai – nilai untuk tiga factor ini (seperti. Dalam hal ini. Lipsey.05.80. dan besaran efek = . penelitian seyogianya menggunakan analisis kekuatan (power analysis) (lipsey.50) dan perlihatkanlah dalam sebuah tabel besaran. sebenarnya. 1977. sedang (medium). 1990). Berikut ini adalah beberapa saran bagaimana mengembangkan gagasan terkati dengan variabel – variabel dalam proposal penelitian:  Tunjukkanlah secara jelas variabel – variabel bebas yang anda gunakan dalam penelitian tersebut (ingat kembali pembahasan mengenai variabel dalam bab 3). Pertimbangan level signifikasi statistic untuk eksperimen ini (alpha) 2. Intinya. 3. besaran yang dibutuhkan untuk setiap kelompok ini (lihat Cohen. alpha = .

individu – individu yang mengembangkannya. yang diperoleh dari partisipan (misalnya. dan laporan reliabilitas dan validitas skornya. cara perancangannya. penelitia biasanya melakukan observasi dan pengukuran dengan menggunakan instrument – instrument yang tersedia.  Jelaskan secara menyeluruh materi – materi yang akan dimanfaatkan selama proses eksperimentasi. Nah. instrument – instrument ini diselesaikan sebelum eksperimen tersebut dilakukan atau bahkan di akhir eksperimen). dan kemudahan perubahan.  Deskripsikan pula instrument – instrument yang di isi / diselesaikan partisipan (biasanya. Bahkan. belajar mata pelajaran dengan computer. peneliti perlu membahas instrument – instrument ini. 207 . yaitu : arah perubahan. peneliti juga perlu menjelaskan training – training lain yang mungkin dibutuhkan untuk mengelola materi – materi tersebut. Peneliti juga perlu melaporkan. mata pelajaran. dan izin – izin untuk menggunakannya. Satu kelompok. jika dibutuhkan. dan isntruksi tertulis khusus unutk membantu siswa dalam kelompok eksperimen ini. Tunjukkan pula validitas dan reliabiitas skor atas instrument tersebut. materi – materi yang akan digunakan selama proses eksperimentasinya (seperti. seorang partisipan memberikan respon yang tepat ketika ditreatmen dalam rancangan eksperimen single-subjet). skala – skalanya. Tujuan tes lapangan ini adalah untuk memastikan bahwa materi – materi penelitian bisa dikelola dengan baik tanpa varibilitas dalam kelompok eksperimen. item – itemnya. atau kegiatan – kegiatan tertentu yang diberikan pada kelompok eksperimental). program – program. kuantitas perubahan. Rosenthal dan Rosnow (1991) menyajikan tiga ukuran outcome prototipik dalam variabel terikat. dalam proposal penelitian. Instrumentasi dan Materi Selama penelitian eksperimen. Tes lapangan atas materi – materi semacam ini harus dijelaskan. Rencana ini dapat meliputi handout.variabel criteria yang diasumsikan mendapat pengaruh dari variabel bebas. khususnya pada tahap pres-test atau post-test (atau keduanya). misalnya berpartisipasi dalam rencana pembelajaran berbasis IT yang disampaikan seorang guru di ruang kelas.

1991). Mengharuskan peneliti untuk mengobeservasi perilaku satu individu utama (atau sejumlah kecil individu) sepanjang penelitian. mereka bisa saja berada dalam satu kelompok utuh yang tidak dapat dibagi – bagi lagi) dalam true experiment. rancangan factorial (factorial design) salah satu varian dalam between subject design mengharuskan peneliti untuk menggunakan dua atau lebih variabel treatment untuk menguji pengaruh – pengaruh simultan variabel – variabel ini terhadap hasil penelitian (Vogt. peneliti juga perlu menjelaskan dalam proposalnya prosedur – prosedur khusus yang digunakan selama proses eksperimentasi. yang dikenal dengan rancangan kelompok dari dalam (within group design). Misalnya. Rancangan penelitian ini mengeksplorasi pengaruh – pengaruh setiap treatment secara terpisah dan juga pengaruh – pengaruh variabel yang digunakan di dalamnya sehingga peneliti dapat memperoleh pandangan yang multidimensional dan lebih kaya (Keppel.  Tunjukanlah jenis rancangan eksperimentasi yang akan anda gunakan dalam penelitian. eksperimentasi yang sebenarnya (true experiment). peneliti menguji hanya satu kelompok treatment saja. Dalam penelitian eksperimen lain. tidak ada kelompok control untuk diperbandingkan dengan kelompok eksperimen. Rosenthal & Rosnow. Adapun rancangan single-subject atau yang dikenal dengan rancangan N of 1. 1991.Prosedur – Prosedur Eksperimentasi Selain instrument dari materi penelitian. Dalam rancangan pre experimental. Jenis – jenis rancangan eksperimentasi bisa meliputi rancangan pra-eksperimen (preexperimental design). peneliti mulai memasukkan secara acak para partisipan dalam kelompok – kelompok yang akan diproses. Dalam kebanyakan penelitian eksperimen. sejenis varian dalam within 208 . Dalam rancangan ini. alasan – alasan digunakannya rancangan tersebut. kuasi eksperimen (quasi experiment) dan rancangan subjek tunggal (single subject design). Misalnyal. 1991). 1999). Penjelasan ini bisa meliputi pembahasan mengenai jenis rancangan eksperimentasi. peneliti menggunakan kelompok control dan kelompok eksperimen. namun tidak secara acak memasukkan (no random assignment) para partisipan ke dalam dua kelompok tersebut (misalnya. Dalam quasiexperiment. peneliti mengatai satu kelompok utama dan melakukan intervensi di dalamnya sepanjang penelitian. peneliti membandingkan dua atau lebih kelompok (Keppel.  Tunjukkan pula apa yang ingin dikomparasikan. dalam rancangan ukuran terulang (repeated measure design). dan model visual untuk membantu pembaca memahami prosedur – prosedurnya. yang salah satunya dikenal dengan rancangan subjek – antara (between subject design).

bersifat simultan. atau justru ada intervensi peneliti didalamnya. untuk mengetahui dampaknya. Contoh – contoh berikut ini mengilustrasikan bagaimana notasi di atas digunakan untuk mengindentifikasi rancangan pre experimental. X merepresentasikan satu kelompok dalam peristiwa atau variabel eksperimental tertentu. peneliti harus merancang dan mengantisipasi sedemikian rupa agar ancaman – ancaman ini tidak lagi muncul atau 209 . Setelah berhasil diidentifikasi. Ancaman – Ancaman terhadap Validitas Ada sejumlah ancaman terhadap validias yang sering kali membuat orang mempertanyakan hasil / outcome yang disimpulkan oleh peneliti : apakah hasil tersebut dipengaruhi oleh factor – factor utama. System notasi standar juga perlu diterapkan dalam gambar/diagram ini. 1. gunakanlah system notasi klasik yang pernah disampaikan oleh Campbell dan Stanley (1963 : 6). yang didalamnya peneliti menyajikan dan memberikan treatment terhadap individu tersebut pada waktu yang berbeda – beda.  Sajikanlah diagram atau gambar yang dapat menghasilkan rancangan penelitian yang anda gunakan. Simbol matra dari kiri ke kanan merepresentasikan pelaksanaan prosedur – prosedur treatment secara temporal (terkadang disimbolkan dengan anak panah) 5. Praktik lain dari within group design adalah meneliti perilaku seorang individu sepanjang waktu.group desing. Pemisahan lajur – lajur yang sejajar oleh garis horizontal merepresentasikan bahwa kelompok – kelompok yang diperbandingkan tidak ditempatkan secara acak (no random assignment). quasi experimental. atau disejajarkan secara vertical. O mempresentasikan proses observasi atau pengukuran dengan instrument penelitian 3. Untuk itu. dan single subject. Simbol R merepresentasikan penempatan acak (random assignment). X dan O yang berada dalam satu lajur mempresentasikan kelompok (X) dan observasi (O) yang di aplikasikan dalam lajur yang sama. peneliti harus mengidentifikasi beberapa hal yang berpotensi mengancam validitas dan eksperimentasinya. 2. Tidak adanya garis antara kelompok – kelompok menunjukkan bahwa individu – individu di dalamnnya ditempatkan secara acak (random assignment) ke dalam kelompok – kelompok yang akan di treatment (treatment groups). true experimental. efek – efek dari variabel tersebut. 4. para partisipan dikelompokkan dalam treatmen yang berbeda – beda pada waktu yang berbeda – beda pula selama penelitian. Rekomendasi saya. 6.

seleksi. Kelompok A X ---------------------.O 210 .. demoralisasi imbang.2 Rancangan Pre. ancaman – ancaman yang berhubungan dengan treatment eksperimental (seperti difusi. maturasi. Tabel 8. dan rivalitas imbangan). Ancaman Validitas Internal dapat berupa prosedur – prosedur eksperimentasi.Experimental Studi Kasus Dengan Satu – Bidikan (One – Shot Case Study) Rancangan Berikut Ini Melibatkan Satu Kelompok (X) Dalam Treatment Tertentu Yang Kemudian Dilanjutkan Dengan Observasi/Pengukuran (O) Kelompok A X ---------------------. pengujian / testing dan instrumentasi). Ada ancaman – ancaman yang melibatkan para partisipan (seperti sejarah.O Rancangan Pra – Tes Pos – Tes pada Satu Kelompok (One – Group Pre – Test Post – Test Design) Rancangan berikut ini mencakup satu kelompok yang diobservasi pada tahap pre – test yang kemudian dilanjutkan dengan treatment dan psot – test. Ada dua jenis ancaman terhadap validitas : ancaman dalam (internal threats) dan ancaman luar (external threats). peneliti memilih satu kelompok perbandingan (B). lalu melakukan Post – test pada kelompok eksperimental A (kelompok yang sudah di treatment tadi) dan kelompok perbandingan B yang sudah dipilih sebelumnya. mendeskripsikan setiap ancaman.setidaknya dapat diminimaliasasi. atau pengalaman – pengalaman dari para partisipan yang mengancam kemampuan peneliti untuk menarik kesimpulan – kesimpulan yang tepat dari data penelitian. treatment – treatment. Contoh 8.5 menyajikan beberapa ancaman ini. Kelompok A O1 -------------------X-----------------. dan ancaman – ancaman yang berhubungan dengan prosedur – prosedur eksperimentasi (seperti. dan memberikan saran – saran kepada peneliti agar ancaman – ancaman tersebut tidak lagi dating. dan mortalitas).O2 Perbandingan Kelompok Statis atau Rancangan Pos – Tes terhadap Kelompok – Kelompok Non – Ekuivalen (Statistic Group Compariosn or Post – Test – Only with Nonequivalent Groups) Setelah melakukan treatment pada satu kelompok eksperimental (A).

----------------------------------------------Kelompok A X ---------------------. Kelompok A O ------------X---------. Berikut ilustrasinya : Kelompok A X1 ---------------------. sama – sama dilakukan pre – test dan post – test. dalam rancangan ini peneliti melakukan treatment yang sedikit berbeda (dengan rancangan sebelumnya) terhadap kelompok perbandingan non ekuvalen. Hanya saja.O Rancangan Serangakain waktu yang diputus oleh satu kelompok (Single – Group Interupted Time-Series Design) Dalam rancangan ini. baik sebelum maupaun sesudah treatment.O Rancangan Alternatif Pos – tes Treatment dengan kelompok – kelompok Non – Ekuivalen (Alaternative Treatment Post – Test Only with Nonequipalent Groups Design) Rancangan ini menerapkan prosedur yang sama dengan rancangan Static Group Comparison sebelumnya.O Contoh 8. peneliti melakukan pengukuran pada satu kelompok. Kelompok A O—O—O—O—X—O—O—O—O Rancangan serangkaian waktu yang diputus oleh kelompok control (control – group Interrupted Time – Series Design) 211 .O -----------------------------------------------Kelompok B X2 ---------------------.3 Rancangan Quasi – experimental Rancangan Kelompok – control (Pra Tes dan Pos – Tes) Nonekuivalen (nonequivalent (Pre – test and Post – test)Control – Group Design) Dalam rancangan ini. Hanya kelompok eksperimen (A) saja yang di treatment. kelompok eksperimen (A) dan kelompok control (B) diseleksi tanpa prosedur penempatan acak (without random assignment) pada dua kelompok tersebut.O -----------------------------------------------Kelompok B O -----------------------.

yaitu kelompok A. dua kelompok partisipan (A dan B). yang dipilih tanpa random assignment. Penelitia sama –sama melakukan post – test pada kedua kelompok tersebut. Para partisipan dikategorisasikan atau ditempatkan secara acak (random assignment) dalam dua kelompok. Kelompok A O—O—O—O—X—O—O—O—O ----------------------------------------------------------------Kelompok B O—O—O—O—O—O—O—O—O Contoh 8. Kelompok A R -----------O-----------X--------------O ----------------------------------------------------------------Kelompok B R -----------O---------------------------O Rancangan Post – Test pada kelompok control (post – test – only control group design) Rancangan post test ini merupakan salah satu rancangan eksperimen yang paling popular dan diterapkan karena pre-test memberikan efek – efek yang kurang diharapkan. Meski demikian. Peneliti menerapkan pre –test dan pos – test pada dua kelompok ini. diobeservasi sepanjang waktu. Meski demikian. dan hanya kelompok eksperimen (A) saja yang di treatment. Yang di treatment hanya kelompok eksperimen (A) saja. Kelompok A R ----------------------X--------------O Kelompok B R --------------------------------------O Rancangan Solomon Empat – Kelompok (Solomon Four – Group Design) Rancangan ini merupakan salah satu bentuk rancangan faktorial 2 X 2 yang menerapkan prosedur random assignment (R) pada para partisipan untuk dikategoriasasi ke dalam empat 212 .4 Rancangan True Experimental Rancangan Pra – Tes Pos – Tes pada kelompok control (Pre – Test Pos – Test Control Group Design) Rancangan ini merupakan rancangan klasik dan tradisional yang menerapkan prosedur random assignment (R) pada para partisipan untuk ditempatkan ke dalam dua kelompok (A) dan (B). dari dua kelompok tersebut. hanya satu kelompok saja yang di treatment.Rancangan ini merupakan modifikasi dari rancangan single – group sebelumnya. Dalam rancangan ini.

hanya saja.O Kelompok C R ---------------------------X-----------. peneliti harus melakukan post – test untuk semua kelompok tersebut tanpa terkecuali. Target perilaku dari individu tersebut dibangun sepanjang waktu untuk kemudian dicari perilaku utama yang menjadi garis dasar (baseline) untuk diteliti. Sebagaimana yang ditunjukkan dalam tabel 8. ancaman – ancaman ini biasanya berasal dari karakteristik – karakteristik individu yang dipilih sebagai sampel. ancaman – ancaman ini muncul ketika peneliti melakukan generalisasi 213 . Baseline A Treatment B Baseline A O—O—O—O—O—X—X—X—X—X— O—O—O—O—O—O Ancaman – ancaman terhadap valitidas eksternal juga harus di indentifikasi dan dirancang sedemikian rupa agar ancaman – ancaman tersebut dapat direduksi sedikit mungkin. keunikan – keunikan setting. setting – setting lain. Kelompok A R -----------O-----------X-------------.5 Rancangan Single – Subejct Rancangan Subejk – Tunggal A-B-A (A-B-A Single – Subejct Design) Rancangan ini menerapkan observasi terus menerus pada satu individu utama. ketika peneliti menarik kesimpulan – kesimpulan yang seharusnya berasal dari data sampel. di treatment. misalnya. dan D). Peneliti bisa memberikan pre-test dan treatment secara variatif pada masing – masing kelompok. namun ia justru menariknya dari orang – orang lain. dan timming eksperimentasi. Ancaman – ancaman validitas eksternal ini muncul.kelompok (A.O Contoh 8.O Kelompok B R -----------O--------------------------.O Kelompok D R ----------------------------------------.6. sebelum pada akhirnya treatment tersebut dihentikan di tahap akhir penelitia. Misalnya.C.B. Perilaku dasar ini kemudian dinilai. atau kondisi – kondisi masa lalu. bahkan masa depan.

sedangkan sama pada dua kelom-pok tersebut se/ama kelompok kontrol tidak diberikan penelitian. 214 . ada banyak peristiwa bermunculan yang sering kali memengaruhi outcome yang tidak diharapkan. mereka sangat rnung-kin berubah selama peneiitian. skor-skor uniuk di-toliti. Tidak heran jika skor-skor yang tinggi ini. misalnya dengan karena yang 6\-treatment hanyalah memberikan treatment pada kelompok Kelompok eksperimen saja kontrol setelah penelitian usai atau (misalnya.Tabel 8. penelitian.Peneliti dapat memberikan keuntungan imbang-an nelitian bisa saja tidak setara pada dua kelompok ini. yang tetap meneruskan. Para partisipan sering kali dipilih hanya karena mereka memiliki karakteristik-karakteristik yang dianggap dapat memengaruhi hasilhasil tertentu (misalnya. kelompok eksperimen dengan memoerikan jenis treatment yang diberikan terapi. Tentu saja. memengaruhi outcome peneiitian. sewaktuwaktu. Maturasi Selama peneiitian. bisa merosot menjadi ratarata. para parti-sipan Peneliti dapat memilih para partisipan bisa saja berubah dan menginjak yang sudah dewasa dengan rating yang dewasa (mature) sehingga dapat sama (seperti. Peneliti dapat memilih para partisipan secara acak sehingga karakteristikkarakteristik mereka memiliki kemungkinan yang sama untuk didistri-busikan menjadi kelompok-kelompok eksperimen. umur yang sama). Para partisipan yang memiliki skor Peneliti dapat memilih para partisipan yang tinggi dipilih sebagai objek yang tidak memiliki skor-skor yang tinggi peneiitian. komu-nikasi ini bisa saja memengaruhi skor akhir kedua kelompok tersebut.mereka yang mundur dengan mereka individu ini.5 Ancaman-ancaman terhadap Validitas Internal Jenis Ancaman Sejarah Deskripsi Ancaman Seiring berjalannya waktu selama peneiitian. Tindakan-Tindakan Responsif Peneliti dapatmemintatelonrF pok kontrol dan kelompok eksperimen untuk merasakan peristiwa-peristiwa yang sama. karena mereka lebih cerdas). Para partisipan dalam kelom-pok Peneliti harus menjaga keter-pisahan kontrol dan eksperimen saling antara dua kelompok ini selarna berkomunikasi satu sama Iain. Difusi treatmenta Demoralisasi Keuntungan diadakannya pe. Tidak heran jika peneliti mengantisi-pasi para partisipan yang sering kali ke-bingungan untuk mun-dur atau untuk membanding-kan mengetahui outcome atas individu. Regresi Seleksi Mcrtalitas Para partisipan bisa saja mun-dur Peneliti dapat merekrut se-banyak dari peneiitian disebabkan banyak mungkin partisipan peneiitian untuk alasan. Ironisnya. guna memperoleh outcome peneiitian.

apa-apa). Definisikanlah jenis ancaman dan isu-isu apa yang sering dimunculkan oleh ancaman itu. Langkah-langkah untuk menyiasati isu-isu ini juga disajikan dalam Tabel 8. Ancaman-ancaman lain yang juga perlu diperhatikan adalah ancaman-ancaman terhadap validitas kesimpulan statistik yang muncul ketika peneliti menarik kesimpulan yang tidak tepat dari data penelitian. misalnya perbandingkan dengan kelompok dengan cara me-ngurangi ekspektasi eksperimen dan tidak men. Anda bisa membuat bagian terpisah khusus untuk membahas ancaman ini. Kutiplah referensi dari beberapa buku yang membahas mengenai ancaman terhadap 215 .antara dua kelompok ini. setting-setting lain. Selain ancaman terhadap kesimpulan statistik. Rivalitas imbangan Para partisipan dalam kelompok Peneliti dapat mencari lang-kah-langkah kontrol merasa bahwa mereka strategis guna menciptakan kesetaraan didevaluasi karena di.instrumen-instrumen yang berbeda canakan manipulasi atas res-pons. atau situasi-situasi lain.6. dapatkan treatment sama sekali. Jelaskan bagaimana Anda akan menjabarkan ancaman-ancaman ini dalam proposal eksperimen Anda. memengaruhi skor-skor penelitian. Berikut ini adalah tips-tips penelitian praktis untuk menjabar-kan isu-isu validitas tersebut dalam proposal penelitian:     Identifikasilah ancaman-ancaman potensial terhadap validitas yang mungkin muncul. Perubahan instrumen dalam pre.Peneliti dapat menggunakan instrumen test dan post-test tidak jarang yang sama untuk pre-test dan post-test. ada pula ancaman terhadap validitas konstruk.Instrumen ralisasi melampaui kelompok-kelompok yang dieksperimentasi.kelompok kontrol. Ancaman ini muncul ketika peneliti menyajikan definisi-definisi dan ukuran-ukuran yang tidak tepat pada variabel-variabel penelitian. yang tidak termasuk objek eksperimentasi. disebabkan kekuatan statisik yang lemah atau pe-langgaran terhadap asumsi-asumsi statistik yang sebenarnya. seperti kelompok-kelompok sosial atau ras lain. respons tersebut jika ada pengujian selanjutnya.kepada para partisipan. Pengujian (testing) . Para partisipan sudah terbiasa Peneliti harus memiliki teng-gang waktu dengan hasil akhir pengujian yang lebih lama dalam menyebarkan sehingga mereka bisa meren.

sama dengan yang diper-oiehnya dalam individu pada setting-setting yang setting se-belumnya.validitas ini. Cook. & Campbell (2001). Borg dan Gall (1989: 679) meringkas enam langkah yang biasanya digunakan dalam prosedur rancangan pre-test post-test control group dengan menjodohkan para partisipasi dalam kelompok kontrol : 1. Buatlah ukuran-ukuran variabel terikat atau variabel yang sangat berkorelasi dengan variabel terikat untuk setiap partisipan penelitian 2. peneliti harus mendeskripsikan secara detail prosedurprosedur dalam melakukan eksperimentasi. dan Tuckman (1999). Antara Karena hasil ekspenmentasi terikat. Misalnya.6 Ancaman-ancaman terhadap Validitas Eksternal Jenis Ancaman Antara pemilihan dan treatment Deskrlpsi Ancaman Karena sempitnya karakteris-tikkarakteristik yang ditetap-kan dalam memilih para parti-sipan. Tabel 8. Sumber : diadaptasi dari Creswell (2008) Jelaskan pendekatan langkah demi langkah dalam prosedur eksperimentasi tersebut.Peneliti perlu melakukan penelitian setting dan karakteristik khusus dalam memilih tambahan dalam setting yang baru untuk treatment setting. seperti Cook dan Campbell (1979). Antara Karena ditetapkan karakteristik.Peneliti perlu melakukan penelitian sejarah dan waktu. Shadish. peneliti sering kali tak menge-tahui apakah hasil yang mun-cul mampu menggeneralisasi individu. peneliti sering kali tidak mampu menggenaralisasi siapa saja yang rhemiliki dan tidak memiliki karakteristik khusus untuk menjadi parti-sipan penelitian. Prosedur Dalam proposal penelitian. observasi. dan jangka waktu yang ditetapkan. peneliti sering kali tidak ulang pada waktu-waktu yang akan treatment mampu menggeneralisasi hasil datang untuk mengetahui apakah hasilpenelitian untuk situasi masa lalu hasil yang diperolehnya sama dengan dan masa depan. Tindakan-Tindakan Responsif Peneliti perlu membatasi tuntutantuntutan atau klaim-klaimnya mengenai karakteristik partisipan yang sering kali membuat peneliti tidak mampu menggeneralisasi hasil penelitian. hasil-hasil pada penelitian terdahulu. Reichardt dan Mark (1998). treatment. Tempatkan para partisipan secara berpasangan berdasarkan skor-skor dalam ukuran mereka sebagaimana yang telah diidentifikasi pada langkah 1 3. Creswell (2008). Peneliti me-laksanakan penelitian tambahan pada kelompok-kelom-pok/para partisipan yang memiliki karakteristik yang berbeda. berbeda. Tempatkan secara acak satu anggota dari setiap pasangan ini dalam kelompok eksperimen dan anggota lain dalam kelompok kontrol 216 . Deskripsi ini akan membantu pembaca untuk memahami rancangan.

ketika data dalam pre-test dan posttest menunjukan deviasi pemarkaan (marked deviation) dari distribusi normal. tes-tes signifikansi statistik. lihat Neuman & McCormick. (sebagaimana jenis tes ini telah ditunjukan dalam tabel 8. atau multivariate analysis of variace (MANOVA) – multiple dependent measure).  Laporkan statistik-statistik deskriptif yang telah diukur dan diobservasi pada pre-test dan post-test sebelumnya. Lakukan treatment eksperimen pada kelompok eksperimen dan berikan treatment alternatif (atau bahkan tanpa treatment) pada kelompok kontrol 5. Bandingkan performa kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pada akhir tes (post-tes) dengan menggunakan tes-tes signifikansi statistik Analsis Data Jelaskan kepada pembaca jenis-jenis analisis statistik yang akan anda gunakan selama penelitian.penj).4. Setiap data diformulasikan secara terpisah dalam grafik tersebut.3 sebelunya. Akan tetapi. yang menerapkan informasi kategoris untuk variabel bebasdan informasi berkelanjutan untuk variabel terikat. lalu masing-masing data ini dihubungkan dengan garis-garis (misalnya. sedangkan untuk unit waktu gunakanlah grafik abscissa( poros horizontal) dan grafik ordinate (poros Vertikal) untuk unit target perilaku dalam observasi treatment. peneliti sebaiknya menggunakan tes statistik nonparameter (parametric statical test) untuk menguji hipotesis penelitian. seperti t test. 1995). analysis of covariance (ANCOVA).  Jelaskan tes statistik inferensial (inferensial statistic test) yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian.5 sebelumnya. peneliti menggunakan pengaruh timbal-balik dan efek-efek utama dari ANOVA. 217 . gunakanlah grafik garisgsris untuk beseline.) dalam rancangan faktorial (factorial design).  Untuk rancangan subjek-tunggal (single-subject design). Statistik-statistik ini haruslah berupa means (rata-rata). standard deviation (deviasi standar) dan range (jangkauan). Kadang-kadang. (mengenai ilustrasinya dapat dilihat dalam contoh 8. Buatlah ukuran-ukuran variabel terikat untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol ini 6. penelitian menerapkan t-test atau univariate analysis of variance (ANOVA). digunakan untuk membandingkan rata-rata beseline dengan tahap-athap treatment . Dalam rancangan eksperiman (eksperimental design).

Jelaskan adakah hasil penelitian yang muncul disebabkan prosedur-prosedur eksperimental yang tidak tepat. Pada akhirnya. jelaskan apakah hipotesis atau rumusan masalah tersebut disetujui (signifikan) atau ditolak (tidak signifikan). instrumen-instrumen yang 218 . peneliti menjelaskan tujuan. dan jelaskan pula bagaimana Anda menggeneralisasi hasil tersebut pada orang-orang tertentu. berdasarkan literatur-literatur yang telah Anda review (Bab 2). Dalam laporan interpretasi ini. 1989)  Peneliti juga perlu melaporkan hasil-hasil statistik pengujian hipotesis. mengidentifikasi populasi dan sampel. tergantung pada tes statistik yang digunakan. Besaran efek merupakan kekuatan atas hasil kesimpulan tentang perbedaan-perbedaan antarkelompok atau hubungan antarvariabel dalam penelitian kuantitatif. Kalkulasi besaran efek ini bermacammacam. Interval confidence merupakan perkiraan interval atas nilai statistik yang lebih tinggi dan lebih rendah. Jelaskan pula apakah proses treatment yang diimplementasikan benar-benar mendptakan suatu perbedaanbagi para partisipan yang diteliti. Dalam penelitian survei.meskipun prosedur-prosedur seperti ini bisa saja melanggar asumsi ukuran-ukuran variabel bebas (Borg&Gall. yang sesuai data penelitian dan bisa saja mencerminkan rata-rata populasi yang sebenarnya. RINGKASAN Bab ini menjelaskan tentang komponen-komponen penting dalam merancang prosedurprosedur metodis penelitian eksperimen dan survei. Interpretasi Hasil Langkah terakhir dalam penelitian eksperimen adalah mentafsirkan penemuanpenemuan berdasarkan hipotesis atau rumusanmasalah yang sudah dirancang di awal penelitian. dan waktu-waktu tertentu. atau logika persuasif lain yang dapat menjelaskan hasil tersebut. interval confidence dan besaran efek sebagai indikator-indikator utama atas signnifikansi hasil penelitian. setting-setting tertentu. seperti kehadiran ancaman-ancaman terhadap validitas. Anda juga harus menunjukkan dampakdampak dari hasil ini terhadap populasi yang diteliti atau bagi penelitian-peneiitian selanjutnya. teori-teori yang Anda gunakan (Bab 3). Beri-kan alasan mengapa hasil penelitian signifikan atau tidak signifikan.

di uni-versitas negeri dan perguruan tinggi swasta. atau feminis radikal) X Nilai-nilai (implisitatau eksplisit) X Identifikasi Feminisme Partisipan (feminis atau 219 . Kecuali pembahasan yang begitu terbatas mengenai analisis dan iriterpretasi data. Dalam penelitian eksperimen. dan materi-materi yang akan dimanfaatkan selama treatment. penelitiContoh 8. dan komunikasi. sesuai notasi yang tepat. Penelitian Enns dan Hackett ini mengangkat isu umum tentang kesesuaian minat antara klien dan penasihatnya sepanjang menyangkut dimensi-dimensi dikap femi-nisme. psikologi. seperti pre-experimental. Penelitian eksperimen juga mencakup jenis-jenis rancangan eksperimen. Tulisan ini mengilus-trasikan beberapa komponen penting dalam penelitian eksperimen seperti yang sudah dijelaskan sejak awal. dan single-subject.digunakan.6 Bagian Metodologi Penelitian Eksperimen Berikut ini. dan langkahlangkah yang diambil dalam analisis dan interpretasi data. salah satu contoh tulisan dari penelitian quasi-experimental yang dilakukan Enns dan Hackett (1990). Enns dan Hacket berhipotesis bahwa para partisipan (klien) feminis lebih reseptif pada penasihat feminis yang radikal ketimbang para partisipan non-feminis. peneliti mendeskripsikan para partisipan penelitiannya). di pesisir barat. feminis liberal. item-item khusus. Setelah itu. true experiment. quasi-experimental. variabel-variabel — kondisi-kondisi treatment dan variabel-variabel outcome— dan instrumen-instrumen yang digunakan untuk pre-test dan post-test. hubungan antarvariabel. dan bahwa para partisipan nonfeminis lebih reseptif pada penasihat feminis yang liberal dan non-seksis ketimbang para partisipan feminis. Metode Penelitian Partisipan Partisipan dalam penelitian ini adalah 150 mahasiswi kelas dasar dan kelas atas dalam bidang sosiologi. rumusan masalah. (Disini. Peneliti kemudian membuat sebuah gambar untuk mengilus-trasikan rancangan ini. peneliti mengidentifikasi partisipan. Rancangan dan Manipulasi Eksperimental Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial (factorial design) 3 X 2X2: Kecenderungan Penasihat (humanis-nonseksis. tulisan Enns dan Hackett ini setidaknya sudah berisi elemen-elemen penting bagai-mana menulis bagian metode penelitian eksperimen yang baik.

Nilai-nilai implisit kami peroleh dari hasil wawancara pada sampel (klien) saja. Kami telah mengundang para partisipan. Pernyataanpernyataan klien dan hasil wawancara dengan mereka pada umumnya bersifat konstan (tidak berubah-ubah). peneliti menjabarkan keseluruhan rancangan penelitian). feminis liberal. (D/ sini.. kami memperolehnya dengan cara menggabungkan tiga sifat konseling tadi dengan deskripsi singkat atas rekaman videotape selama 2 menit tentang seorang penasihat yang tengah menjelaskan pendekatan konselingnya kepada seorang klien. Setelah itu. liberal. dua subskala dari Attributions of the Term Feminist Sca/e-nya Berryman-Fink dan Verderber (1935) karni modifikasi dan kami gunakan sebagai instrumen penelitfan.. kami meminta setiap partisipan untuk mengisi formulir data demografis dan 220 . dan feminis radikal) tergambar dari hasil deskripsi singkat atas rekaman videotape selama 10 menit antara seorang penasihat wanita dan seorang klien wanita.86 dan .nonfeminis). dan kami telah mengatur ATF. menjelaskan tujuan penelitian kami untuk mengetahui respons mereka mengenai konseling. nilai penasihat bersifat implisit. Untuk nilai-nilai eksplisit. Sementara ATF dikumpulkan dan dinilai. Berryman Fink dan Verderber melaporkart reliabilitas konsistensi internal . peneliti mendeskripsikan tiga ^variabel yang di-treatment dan dimanipulasi dalam penelitiannya). yaitu Counselor Description Quesiidnnaire (CDQ) dan Personal Description Questionnaire (PDQ). Tiga sifat konseling (humanis-nonseksis.. peneliti menjelaskan instrumen-instrumeh dan reliabilitas skala-skala untuk variabel terikat). (Di sini. yaitu liberal dan radikal. Prosedur Semua tahap eksperimentasi dilakukan secara individual. sudah kami tangani dengan prosedurpairwise deletion. Karena itulah. Instrumen Cek manipulasi. kami mengidentifikasi nilainilai tersebut berdasarkan dua orientasi filospfis feminisme. Untuk data penelitian yang kemungkinan tidak mengenai sasaran dalam itemitem tertentu. tidak pada penasihatnya secara langsung. Sedangkan respons-respons penasihat justru berbeda-beda sesuai pendekatan yang mereka gunakan.. (Disini.89 untuk versi asli dari dua subskala ini. dan radikal) dan implikasi-implikasi konselingnya. Tiga sifat konseling kami tetapkan berdasarkan tiga perbedaan filosofis feminisme (humanjsnonseksis... Untuk rhengecek persepsi partisipan terhadap manipulasi eksperimeritai dan untuk menilai kesamaan persepsi mereka terhadap tiga penasihat.

1 untuk mengetahui apakah semua komponen sudah disertakan secara jelas dalam desain yang Anda buat. Nilai rata-rata untuk separuh partisipan pertama kemudian digunakan untuk mengategorisasi separuh kelompok kedua ke dalam feminis dan nonfeminis. Buatlah desain penelitian berdasarkan prosedur-prosedur penelitian survei. jika ada) yang berhubungan dengan penelitian eksperi-men. para partisipan kernudian diminta untuk menyelesaikan instrumen variabel terikat (dependent measure). 221 . (D/ sini. kami memeriksa nilai rata-rata sampel final dan menga-tegorisasi kembali beberapa partisipan dengan pecahan rata-rata. Untuk nilai rata-rata. Sumber : Erns dan Hackett (1990).endehgsirkan videotape yang bernubungan dengan pe-nempatan/periugasah eksperimentalnya {experimental assignment). amati kembali Tabel 8. peneliti mende'skripsikan pro-sedur-prosedur yang diterapkan dalam penelitian eksparimen). yang akhirnya menghasilkan 12 atau 13 per cell. dan radikal) untiik memastikan hasii cell size yang setara. Pada tahap akhir. analisis statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis atau rumusan masalah. liberal. © 1990 oleh American Psychological Association. amati kembali checklist dalam Tabel 8. kami memperolehnya dari ATF. setelah itu baru mereka mulai diwawancarai (him. 35-36). Setelah m. Separuh partisipan pertama ditempatkan secara acak (randomly assigned) ke dalam 12 videotape (3 Pendekatan X 2 Nilai X 2 Penasihat). dan interpretasi hasil. Latihan Menulis 1.4 untuk mengetahui apakah semua komponen sudah disertakan secara jelas. Setelah ucai.membaca serangkaian petunjuk untuk menggunakan videotape. Dikutip atas izin penulis memberikan komentar-komentarnya tentang ancaman-ancaman potensial pada validitas internal dan eksternal (dan validitas statistik dan konstruk. LATIHAN MENULIS Setelah usai. dan sisany'a yang lain ditempatkan secara acak {randomly assigned) ke dalam'tiga' kelorhpok orientasi feminis (humanis-nonseksis. Buatlah desain penelitian berdasarkan prosedur-pro-sedur penelitian eksperimen. 2.

informatif. jenis-jenis rancangan preexnerimental. (2002). (1990). CA: Sage. membuatnya lebih menarik untuk dipelajari. Dia membahas konseptualisasi instrumen survei dan skala-skalanya.). 1-76) Salah satu bab dalam Handbook ini membahas penelitian ekspe-rimen. 222 . Pembahasan dalam buku ini pada umumnya cocok untuk para peneliti survei pemula. Chicago: Rand-McNally. logika sampling. CA: Sage. bagaimana melaksanakan survei. (him. Fink. (1963). true experiment. Gage (Ed. Fowler.T.J. Belmont. Edisi kedua. dimulai dari faktorfaktor yang membahayakan validitas internal dan eksternal. L. Campbell dan Stanley merancang sistem notasi untuk penelitian eksperimen yang hingga saat ini masih digunakan. yang meliputi antara lain: bagai-mana mengajukan pertanyaan. Bab ini menyajikan ringkasan yang menarik tentang jenis-jenis rancangan eksperimen. CA: Wadsworth. dan bagaimana mengukur validitas dan relia-bilitas. bagaimana melakukan sampling. Mereka juga mengajukan jenis-jenis rancangan eksperimen. "The Survey Kit" disusun daribeberapa buku dan dieditori oleh Arlene Fink. The Survey Kit. dan contoh-contoh untuk masingmasing rancangan. Thousand Oaks. ancaman-ancaman terhadap validitas. Dalam pendahuluan volume tersebut. E. dan teknis. J. "Experimental and Quasi-Experimental Designs for Research. Edisi ketiga. (Edisi kedua. Dia menyajikan jenis-jenis rancangan penelitian survei. Earl Babbie membahas secara detail aspek-aspek penelitian survei. (2002). Dia juga menyajikan gagasan yang amat penting terkait dengan bagai-mana mengatur kuesioner dan memproses hasil akhir. Apalagi di dalamnya juga disajikan banyak contoh dan ilustrasi yang bagus.BACAAN TAMBAHAN Babbie.C. bagaimana melibatkan diri dalam wawancaran telepon. D. Bab ini cocok bagi mahasiswa yang baru belajar penelitian eksperimen. Survey Research Methods. Selain itu. & Stanley. sangat cocok bagi mahasiswa yang sudah berada di level intermediate atau advance dalam mempelajari penelitian survei. dan prosedur-prosedur statis-tik. F. Campbell. Fink mem-bahas aspek-aspek penelitian survei. A. Survey Research Methods. disertakan pula pembahasan tentang analisis data dengan fokus pada bagaimana membuat dan memahami tabel-tabel dan menulis laporan survei. Buku ini sangat detail. dan rancangan correlational dan ex post facto. Ringkasan detail buku-buku tersebut disajikan dalam volume pertama. Handbook of Research on Teaching. Thousand Oaks. quasi experimental." dalam N.

Geoffrey Keppel menjelaskan penelitian eksperimen secara detail dan menyeluruh. Englewood Cliffs. DE: International Reading Association. merancang pertanyaan yang baik. misalnya. Meskipun aplikasi dari rancangan single-subject yang dijeiaskan dalam buku ini secara khusus diorientasikan untuk bidang kesusastraan. S. Upsey. Neuman. dan menghadapi masalah-masalah etis dalam penelitian survei. Anda sebenarnya juga bisa menerapkan rancangan ini untuk bidang ilmu sosial-humaniora. M. CA: Sage. Dia menjelaskan tentang bagaimana menerapkan prosedur sampling alternatif. Newark. G. mulai dari prinsip-prinsip rancangan eksperimen hingga anaiisis statistik terhadap data-data eksperimen. Buku ini mengeksplorasi kekuatan statistik dan menyertakan sebuah tabel untuk membantu para peneliti menentukanbesaran (size) yang sesuai untuk kelompok-kelompok yang diteliti. mempersiapkan anaiisis.W. Mark Iipsey menulis sebuah buku yang membahas rancangan-rancangan eksperimental dan kekuatan statistik dari rancangan-rancangan tersebut. mengumpulkan data. Single-Subject Experimental Research: Applications for Literacy. Mereka juga menyajikan banyak contoh jenis-jenis rancangan yang lain. & McCormick. Keppel. Newbury Park. (Ed. Design and Analysis: A Researcher's Handbook. (1991). Secara kese-luruhan. Bab pendahuluan dalam Handbook ini menyajikan ringkasan yang begitu informatif rnengenai komponen-komponen dalam rancangan eksperimen.B.Floyd Fowler menyajikan tulisan menarik tentang keputusan-keputusan yang harus diambil dalam melaksanakan proyek penelitian survei. menerapkan teknik-teknik wawancara yang menarik. seperti reversal design dan Tiniltipe-baseline design. mengilustrasikan bagaimana menampilkan data dengan grafik garis-garis. Design Sensitivity: Statistical Power for Experimental Research. mengurangi rating nonrespons. (1990). S. Edisi ketiga. Selain itu. mereka juga menyajikan prosedur-prosedur statistik yang bisa diterapkan dalam analisis data single-subject.. Salah satu bab.). (1995). yang ingin memahami rancangan dan anaiisis statistik eksperimentasi. 223 . buku ini cocok dibaca oleh mahasiswa dalam bidang statistik di level intermediate hingga advance. Premis dasarnya adalah: bahwa sebuah eksperi-mentasi perlu memiliki sensitivitas yang memadai untuk mendeteksi pengaruh-peng£ruh dari objek yang diteliti. NJ: Prentice-Hall. Susan Neuman dan Sandra McCormick mengeditori sebuah buku panduan praktis yang membahas ten tang rancangan penelitian single-subject.

Bab Sembilan

Prosedur-prosedur Kualitatif
Prosedur-prosedur kualitatif memiliki pendekatan yang lebih beragam dalam peneiitian akademik ketimbang metode-metode kuantitatif. Penelitian kualitatif juga memiliki asumsi asumsi filosofis, strategi-strategi penelitian, dan metode-metode pengumpulan, analisis, dan interpretasi data yang beragam. Meskipun prosesnya sama, prosedur-prosedur kualitatif tetap mengandalkan data berupa teks dan gambar, memiliki langkah-langkah unik dalam analisis datanya, dan bersumber dari strategi-strategi peneiitian yang berbeda-beda. Pada dasarnya, strategi-strategi penelitian yang dipilih dalam proyek kualitatif sangat berpengaruh terhadap prosedur-prosedurnya yang, meski seragam, tetap menunjukkan pola yang berbeda-beda. Melihat landskap prosedur-prosedur kualitatif berarti melihat perspektifperspektif yang beragam, mulai dari perspektif keadilan sosial (Denzin & Lincoln, 2005), perspektif ideologis (Lather, 1991), perspektif filosofis (Schwandt, 2000), hingga petunjukpetunjuk prosedur sistematis (Creswell, 007; Corbin & Strauss, 2007). Semua perspektif ini bersaing untuk menjadi landasan utama dalam penelitian kualitatif. Bab ini berusaha mengombinasikan perspektif-perspektif tersebut, menyajikan prosedurprosedur urnum, dan menampilkan contoh-contoh dari beragam strategi kualitatif. Bab ini juga akan menyajikan gagasan-gagasan dari beberapa pakaryang menulis tenta.ng rancangan proposal kualitatif (misalnya, lihat Berg, 2001; Marshall &. Rossman, 2006; Maxwell, 2005; Rossman & Rallis, 1998). Topik-topik yang termasukke dalam bagian prosedur kualitatif antara lain: karakteristik-karakteristik penelitian kualitatif, strategi peneiitian, peran peneliti, langkah-langkah dalam pengumpulan dan analisis data, strategi-strategi validasi, akurasi penemuan, dan struktur naratif. Tabel 9.1 menunjukkan checklist pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana merancang prosedur-prosedur kualitatif ini.

KARAKTERISTIK-KARAKTERISTIK PENEUTIAN KUALITATIF Bertahun-tahun lamanya, para penulis proposal terus berusaha membahas karakteristikkarakteristik penelitian kualitatif untuk me-mastikan legitimasi dari pihak fakultas dan pembacanya. Saat ini, pembahasan-pembahasan semacam itu sudah jarang dijumpai dalam literatur. Bahkan, sekarang ada beberapa konsensus yang telah meng-atur ketentuan-

224

ketentuan dalam penelitian kualitatif. Untuk itulah, saran saya bagi para penulis proposal yang ingin merancang bagian karakteristik penelitian ini antara lain:  Amatilah apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh para pembaca proposal Anda. Identifikasilah apakah pembaca Anda sudah banyak mengetahui karakteristikkarakteristik penelitian kualitatif sehingga bagian ini tidak begitu pen ting bagi mereka.  Jika Anda ragu-ragu atas pengetahuan mereka, jelaskan karakteristik-karakteristik dasar penelitian kualitatif dalam proposal Anda dan jika rnemungkinkan, bahaslah sebuah artikel jurnal (atau studi) kualitatif baru-baru ini sebagai contoh untuk mengilustrasikan karakteristik-karakteristik tersebut.  Sejumlah karakteristik penelitian kualitatif bisa saja digunakan (seperti, Bogdan & Biklen, 1992; Eisner, 1991; Hatch, 2002; LeCompte & Schensul, 1999; Marshall & Rossman, 2006), tetapi saya lebih mengandalkan pada analisis gabungan dari beberapa penulis ini yang sudah saya sertakan secara menyeluruh dalam buku saya tentang penelitian kualitatif (Creswell, 2007). Saya tidak hanya menyertakan perspektifperspektif tradisional saja, tetapi juga perspektif-perspektif baru dalam penelitian kualitatif, seperti advokasi, partisipatoris, dan refleksi-diri. Berikut ini adalah beberapa karakteristik penelitian kualitatif yang disajikan tidak dalam urutan prioritas tertentu.

Tabel 9.1 Checklist pertanyaan-pertanyaan untuk merancang prosedur kualitatif --------Apakah karakteristik-karakteristik dasar penelitian kualitatif sudah di-jelaskan? jenis strategi kualitatif yang akan dan digunakan penerapan juga dari sudah strategi

---------- Apakah -

dijelaskan?

Apakah

sejarah,

definisi,

tersebut sudah dijelaskarvpula? _____ --------- Apakah pembaca dapat memahami peran peneliti dalam peneiitian tersebut (pengalaman historis, sosial, dan kultural sebelumnya, hubungan personal dengan lokasi dan partisipan, langkah-langkah dalam memperoleh entri, dan masalahmasaiah etis)? ---------- Apakah strategi sampling dalam memilih lokasi dan partisipan penelitian sudah -------diidentifikasi? Apakah jenis strategi pengumpulan data dan rasionalisasi pengguna-annya juga
225

sudah dijabarkan? ---------- Apakah langkah-langkah perekaman/pencatatan informasi selama prosedur pengumpulan .data sudah dijelaskan? ---------- Apakah langkah-langkah analisis data juga sudah dijabarkan? --------Apakah ada bukti/petunjuk bahwa peneliti telah mengatur data untuk dianalisis?

---------- Apakah peneliti telah merew'ewdata secara umum untuk memperoleh makna informasi? ---------- Apakah data sudah di-cocffng? ---------- Apakah kode-kode sudah dirancang untuk membentuk deskripsi atau mengidentifikasi tema-tema utama? ---------- Apakah tema-tema tersebut sating terkait satu sama lain, memperkuat analisis dan abstraksi? ---------- Apakah cara-cara penyajian data sudah dijelaskan —misalnya dalam bentuk tabel, grafik, atau gambar? --------Apakah dasar-dasar dalam menginterpretasi data sudah dijelaskan secara rinci (pengalaman-pengalaman personal, literatur, pertanyaan-pertanyaan, agenda aksi)? ---------- Apakah peneliti sudah menyebutkan outcome penelitian (misalnya, untuk mengembangkan/msnciptakan suatu teori, menyajikan gambar-an kompleks tentang tema)? ---------- Apakah ada strategi-strategi lain yang dikutip untuk menvalidasi hasil atau penemuan penelitian?  Lingkungan alamiah (natural setting); para peneliti kualitatif cenderung mengumpulkan data lapangan di lokasi di mana para partisipan mengalami isu atau masalah yang akan diteliti. Peneliti kualitatif tidak membawa individu-individu ini kedalm laboratoratorium (atau dalam situasi yang telah di-setting sebelumnya); tidak pula membagikan instrumen-instrumen kepada mereka. Informasi yang dikumpulkn dengan berbicara langsung kepada orang-orang dan melihat mereka bertingkah laku dalam konteks natural inilah yang menjadi karakteristik utama peneliti kualitatif.

226

Dalam setting yang alamiah, para peneliti kualitatif melakukan interaksi face-to-face sepanjang penelitian.  Penneliti sebagai instrumen kunci (researcher as key instrument); para peneliti kualitatif mengumpulkan sendiri data melalui dokumentasi, observasi perilaku, atau wawancara dengan para partisipan. Mereka bisa saja mengumpulkan protokol-sejenis instrumen untuk mengumpulkan data-tetapi diri merekalah yang sebenarnya menjadi satu-satunya instrumen dalam mengumpulkan informasi. Mareka, pada umumnya, tidak menggunakan kuesioner atau instrumen yang di buat oleh peneliti lain.  Beragam sumber data (multiple sources of data); para peneliti kualitatif biasanya memilih mengumpulkan data dari beragam sumber, seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi, ketimbang hanya bertumpu pada satu sumber data saja. Kemudian, peneliti mereview semua data tersebut, memberikannya makna, dan mengolahnya ke dalam kategori-kategori atau tema-tema yang melintasi semua sumber data.  Analisis data induktif (inductive data analysis); para peneliti kualitatif membangun pola-pola, kategori-kategori, dan tema-temanya dari bawah ke atas (induktif), dengan mengolah data ke dalam unit-unit informasi yang lebih abstrak. Proses induktif ini mengilustrasikan usaha peneliti dalam mengolah secara berulang-ulang membangun serangkaian tema yang utuh. Proses ini juga melibatkan peneliti untuk bekerjasama dengan para partisipan secara interaktif sehingga partisipan memiliki kesempatan untuk membentuk sendiri tema-tema dan abstraksi-abstraksi yang muncul dari proses ini.  Makna dari para partisipan (paticipants’ meaning); dalam keseluruhan proses penelitian kualitatif, peneliti terus fokus pada usaha mempelajari makna yang disampaikan para partisipan tentang masalah atau isu penelitian, bukan makna yang disampaikan oleh peneliti atau penulis lain dalam literatur-literatur tertentu.  Rancangan yang berkembang (emergent design); bagi para peneliti kualitatif, proses penelitian selalu berkembang dinamis. Hal ini berarti bahwa rencana awal penelitian tidak bisa secara ketat dipatuhi. Semua tahap dalam proses ini bisa saja berubah setelah peneliti masuk kelapangan dan mulai mengumpulkan data. Misalnya, pertanyaan-pertanyaan bisa saja berubah, strategi pengumpulan data juga bisa berganti, dan individu-individu yang diteliti serta lokasi-lokasi yang dikunjungi juga bisa berubah sewaktu-waktu. Gagasan utama di balik penelitian kualitatif sebenarnya adalah mengkaji masalah atau isu dari para partisipan dan melakukan penelitian untuk memperoleh informasi mengenai masalah tersebut.
227

 Perspektif teoritis (theoretical lens); para peneliti kualitatif sering kali menggunakan perspektif tertentu dalam penelitian mereka, seperti konsep kebudayaan, etnografi, perbedaan-perbadaan gender, ras, atau kelas yang muncul dari orientasi-orientasi teoritis, seperti yang telah dijelaskan pada Bab 3. Terkadang pula penelitian dapat diawali dengan mengidentifikasi terlebih dahulu konteks sosial, politis, atau historis dari masalah yang akan diteliti.  Bersifat penafsiran (interpretive); penelitian kualitatif merupakan salah satu bentuk penelitian interpretif di mana di dalamnya para peneliti kualitatif membuat suatu interpretasi atas apa yang mereka lihat, dengar, dan pahami. Interpretasi-interpretasi mereka bisa saja berbeda dengan latar belakang, sejarah, konteks, dan pemahamanpamahaman mereka sebelumnya. Setelah laporan penelitian diterbitkan, barulah para pembaca dan para partisipan yang melakukan interpretasi, yang seringkali berbeda dengan interpretasi peneliti. Karena pembaca, partisipan, dan peneliti sama-sama terlibat dalam proses interpretif ini, tampaklah bahwa penelitian kualitaif memang menawarkan pandangan-pandangan yang beragam atas suatu masalah.  Pandangan menyeluruh (holistic account); para penelitia kualitatif berusaha mambuat gambaran kompleks dari suatu masalah atau isu yang diteliti. Hal ini melibatkan usaha pelaporan perspektif-perspektif, pengidentifkasian faktor-faktor yang terkait dengan situasi tertentu, dan secara umum usaha pensketsaan atas gambaran besar yang muncul. Untuk itulah, para peneliti kualitatif diharapkan dapat membuat suatu model visual dari berbagai aspek mengenai proses atau fenomena utama yang diteliti. Model inilah yang akan membantu mereka membangun gambaran holistik (lihat, misalnya, Creswell & Brown, 1992) STRATEGI-STRATEGI PENELITIAN Selain karakteristik-karakteristik utama diatas, penelitian kualitatif juga memiliki strategi-strategi penelitian yang spesifik. Strategi-strategi ini utamnya terkait dengan pengumpulan data, analisis data, dan laporan penelitian, tetapi tetap berasal dari berbagai disiplin dan teru berkembang dinamis sepsnjang proses penelitian (seperti, jenis-jenis problem, masalah-masalah etis, dan sebagainya) (Creswell, 2007b). Ada banyak strategi kualitatif yang sudah dibahas, seperti 28 pendekatan yang pernah diidentifikasi oleh Tesch (1990), 19 jenis dalam konsep pohon-nya Wolcott (2001), dan 5 pendekatan kualitatif oleh Creswell (2007).

228

Seperti yang telah dijelaskan dalam Bab 1, saya merekomendasikan agar para peneliti kualitatif memilih antara beberapa kemungkinan, seperti naratif, fenomenologi, etnografi, studi kasus, dan grounded theory. Saya memilih lima strategi ini karena kelimanya cukup populer dalam ilmu kesehatan dan sosial saat ini. Strategi-strategi lain juga ada dan sudah byank dibahas secara meyakinkan dalam buku-buku kulaitatif, seperti penelitian tindakan partisipatoris (Kemmis & Wilkinson, 1998) atau analisis wacana (Cheek, 2004). Khusus untuk lima pendekatan tadi, para peneliti dapat mengkaji individu-individu (dengan naratif atau fenomenologi); mengeksplorasi proses, aktivitas, dan peristiwa-peristiwa (dengan studi kasus atau grounded theory); atau mempelajari perilaku culture-sharing dari individuindividu atau kelompok-kelompok tertentu (dengan etnografi). Dalam menulis prosedur penelitian untuk proposal kualitatif, pertimbangkan tipstips penelitan berikut ini:   Jelaskan pendekatan spesifik yang akan anda gunakan. Sajikan sejumlah informasi historis mengenai strategi penelitan yang akan Anda terapkan, seperti asal mulanya, penerapannya, dan definis ringkasnya (lihat Bab 1 tentang lima strategi penelitian kualitatif).   Jelaskam mengapa strategi tersebut dianggap sesuai untuk anda gunakan dalam penelitian Anda. Jabarkan pula bagaimana penggunaan strategi tersebut dapat menentukan jenis-jenis pertanyaan yang diajukan (lihat Morsee, 1994, untuk pertanyaan yang berhubungan dengan strategi penelitian), cara-cara pengumpulan data, langkah-langkah analisis data, dan narasi/laporan akhir. PERAN PENELITI Sebagaiman yang telah dijelaskan sebelumnya, penelitian kualitatif merupakan penelitian interpretif, yang didalamnya peneliti terlibat dalam pengalaman yang berkelanjutan dan terus-menerus dengan para partisipan. Keterlibatan inilah yang nantinya memunculkan serangkaian isu-isu strategi, etis, dan personal dalam proses penelitian kualitatif (Locke et at.,2007). Dengan keterlibatannya dalam concern seperti ini, peneliti kualitatif berperan untuk mengidentifikasi bisa-bisa, nilai-nilai, dan latar belakang pribadinya secara refleksif, seperti gender, sejarah, kebudayaan, dan status sosial ekonominya, yang bisa saja turut membentuk interpretasi mereka selama penelitian. Selain itu, para peneliti kualitatif juga berperan memperoleh entri dalam lokasi penelitan dan masalah-masalah etis yang bisa muncul tiba-tiba.
229

setting. tidak utuh. Mengapa lokasi tersebut dipilih sebagai lokasi penelitian? 2. masalah-masalah pelaporan data yang sering kali mengandung bias. Kegiatan-kegiatan apa yang akan dilakukan di lokasi tersebut selama penelitan? 3. 2001).  Jelaskan langkah-langkah yang Anda lalui dalam memperoleh izin dari Dewan Pertimbangan Institusional /Institutional Review Board (IRB) (lihat Bab 4) untuk memproteksi hak-hak para partisipan. Jika penelitian backyard akan digunakan . Apa yang dapat diperoleh pehiak security dari penelitian ini?  Berikan penjelasan mengenai masalah-masalah etis yang mungkin muncul (lihat Bab 3) (Berg. cobalah menerapkan beberapa strategi validasi (akan dijelaskan kemudian) untuk membuat pembaca merasa yakin akan akurasi hasil penelitan.  Jelaskan langkah-langkah yang diambil untuk memperoleh izin dalam meneliti para partisipan dan lokasi penelitian (Marshall & Rossmas. Tugas ini sering kali mengharuskan peneliti terlibat dalam kompromi-kompromi tertentu untuk mengungkap informasi dan memunculkan isu-isu kekuasaan. dan berilah keterangan mengenai lokasi penelitian. 1992) melibatkan usaha identifikasi atas strategi pengolahan. Proposal ringkas perlu dibuat untuk diserahkan sebagai pertimbangan kepada phak security tersebut. Meskipun pengumpulan data bisa berlangsung nyaman dan mudah. Dalam lampiram. Bogdan dan Biklen (1992) menjelaskan beberapa hal yang dapat dibahas dalam proposal untuk keperluan izin ini: 1. Peneliti perlu memiliki akses untuk meneliti dan mengarsipkan lokasi penelitian dengan cara berusaha mendapatkan izin dari pihak security atau individu-individu tertentu yang memiliki akses pada lokasi tersebut dan memberikan izin penelitian.  Jelaskan hubungan antara Anda (sebagai peneliti) dan partisipan. mitra-mitra. Nyatakanlah pengalaman-pengalaman Anda sebelumnya yang kira-kira dapat mencerminkan data mengenai latar belakang yang komprehensif sehingga pembaca bisa lebih memahami topik. Penelitian ―Backyard‖ (Glesne & Peshkin. atau para partisipan serta interpretasi Anda atas fenomena tertentu. atau setting kerja peneliti. 2006). Apakah penelitian ini kan mengganggu lingkungan sekitar? 4. jelaskan bagaimana Anda akan 230 . sajikan Surat Persetujuan atau Surat Izin dari IRB dan jelaskan proses-proses memperoleh izin tersebut. Untuk masalah-masalah etis ini. Bagaimana melaporkan hasil penelitian? 5. atau penuh dengan kompromi-kompromi juga tidak bisa diremehkan begitu saja.

baik yang tersetruktur maupun tidak. mengumpulkan informasi melalui observasi dan wawancara.  Jelaskan jenis-jenis data yang akan dikumpulkan. dokumentasi. atau aktifitas-aktifitas tertentu. 1. Langkah-langkah pengumpulan data meliputi usaha membatasi penelitian. Misalnya. dan proses (sifat peristiwa yang dirahasiakan oleh aktor dalam setting penelitian). serta usaha merancang protokol untuk merekam/mencatat informasi. penting merahasiakan nama-nama orang. PROSEDUR-PROSEDUR PENGUMPULAN DATA Penjelasan tentang peranan peneliti akan turut menentukan penjelasan tentang masalah-masalah yang mungkin muncul dalam proses pengumpulan data. Dalam penelitian kualitatif.2. yaitu: setting (lokasi penelitian). ketika sedang meneliti topik yang sensitif. materi-materi visual. dengan mengajukan sejumlah pertanyaan yang memang diketahui oleh peneliti) – aktivitas-aktivitas dalam lokasi penelitian. Peneliti-dalam kebanyakan penelitian kualitatif-mengumpulkan beragam jenis data dan memanfaatkan waktu seefektif mungkin untuk mengumpulkan informasi dilokasi penelitian. proses merahasiakan informasi juga perlu dibahas dalam proposal penelitian.mengantisipasinya. Para peneliti kulitatif juga dapat terlibat dalam peran-peran yang beragam. Pembahasan mengenai para partisipan dan lokasi penelitian dapat mencakup empat aspek (Miles dan Huberman. 231 . 1994). tidak terlalu dibutuhkan random sampling atau pemilihan secara acak terhadap para partisipan dan lokasi penelitian.  Identifikasi lokasi-lokasi atau individu-individu yang sengaja dipilih dalam proposal penenlitian. yang biasa dijumpai dalam penelitan kuantitatif. seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 9. mulai dari sebagai nonpartisipan hingga partisipan utuh. Dalam pengamatan ini. peneliti merekam/mencatat-baik dengan cara terstruktur maupun semistruktur (misalnya. lokasi. Observasi kualitatif merupakan observasi yang di dalamnya peneliti langsung turun ke lapangan untuk mengamati perilaku dan aktivitas individu-individu di lokasi penelitian. aktor (siapa yang akan diobservasi atau diwawancarai). Prosedur-prosedur pengumpulan data dalam penelitian kualitatif melibatkan empat jenis strategi. Gagasan di balik penelitian kualitatif adalah memilih dengan sengaja dan penuh perencanaan para partisipan dan lokasi (dokumen-dokumen atau materi visual) penelitian yang dapat membantu peneliti mamahami masalah yang diteliti. Dalam hal ini.

Opsi terkhir penting jika peneliti tengah mengeksplorasi topik-topik yang mungkin kurang menyenangkan bagi para partisipan untuk dibahas. Peneliti tidak dianggap memiliki skill observasi yang baik. Peneliti sangat mungkin tidak dapat melaporkan hasil observai yang bersifat frivat. Jenis-Jenis  Kelebihan-Kelebihan  Para partisipan bisa lebih leluasa memberikan 232 Kelemahan-Kelemahan  Wawancara hanya akan memberikan informasi di tempat . ganjil. Berhadap-hadapan – peneliti melakukan wawancara perorangan. dan Kelemahan-Kelemahan Pengumpulan Data Kualitatif Jenis-Jenis Observasi  Opsi-Opsi Partisipasi utuh – peneliti menyembunyikan perannya sebagai Observer. Telepon –peneliti mewawancarai partisipan lewat telepon Opsi-Opsi Focus group – peneliti pewawancarai   Kelebihan-Kelebihan Peenliti mendapatkan pengalaman langsung dari partisipan. Peneliti dapat melakukan perekaman ketika ada informasi yang muncul. Peneliti utuh – peneliti mengobservasitanpa bantuan partisipan.2 Jenis-Jenis. Partisipan sebagai observer –peran observasi sekunder diserahkan kepada partisipan. Dalam wawancara kualitatif.   KelemahanKelemahan Peneliti bisa saja tampak sebagai pengganggu. Opsi pertama penting ketika peneliti tidak bisa mengobservasi secara langsung semua partisiapan. Kelebihan-Kelebihan.        Wawancara     Informasi yang diperoleh bisa saja tidak murni karena masih disaring kembali oleh peneliti. peneliti dapat melakukan face-to-face interview ( wawancara berhadap-hadapan) dengan partisipan. wawancarai mereka dengan telepon. Aspek-aspek yang tidak biasa. atau terlibat dalam focus group interview (interview dalam kelompok tertentu) yang terdiri dari enam sampai delapan partisipan per kelompok. Sejumlah partisipan tertentu (seperti. Wawancarawawancara seperti ini tentu saja memerlukan pertanyaan-pertanyaan yang secara umum tidak tersetruktur (unstructured) dan bersifat terbuka (openended) yang dirancang untuk memunculkan pandangan dan opini dari para partisipan. siswa) sering kali hanya mendatangkan masalah selama proses penelitian. Tabel 9. Peneliti sebagai partisipan – peneliti menampakkan perannya sebagai observer.2. atau aneh bisa di deteksi selama observasi. Opsi-Opsi.

partisiapan dalam sebuat kelompok Wawancara internet dengan email atau perangkat online lain.

Doumentasi  

Dokumen publik, seperti makalah, atau koran. Dokumen privat, seperti diary, buku harian, atau surat.

Jenis-Jenis

Opsi-Opsi 

AudioVisual

  

Foto Vediotape Objek-objek seni

yang sudah ditentukan, dan bukan di tempat alamiah.  Kehadiran peneliti bisa saja melahirkan respons-respons yang bias.  Tidak semua orang punya kemampuan artikulasi dan persepsi yang setara. Memungkinkan  Tidak semua orang peneliti memperoleh memiliki bahasa dan kata-kata kemampuan tekstual dari artikulasi dan partisipan. persepsi yang setara. Dapat diakses kapan saja –sumber  Dokumen ini bisa informasi yang tidak saja diproteksi dan terlalu menonjol. tidak memberikan akses privat mapun Menyajikan data publik. yang berbobot. Data ini biasanya sudah  Mengharuskan ditulis secara peneliti menggali mendalam oleh informasi dari partisipan tempat-tempat yang mungkin saja sulit ditemukan. Kelebihan-Kelebihan Kelemahan-Kelemahan Sebagai bukti tertulis,  Dokumen yang data ini benar-benar terkomputerisasi dapat menghemat masih waktu peneliti dalam mengharuskan mentranskip. peneliti untuk mentranskip secara online atau menscanning-nya terlebih dahulu.  Materi-materinya sangat mungkin tidak lengkap.  Dokumen tersebut bisa saja tidak asli atau tidak akurat. Bisa menjadi metode  Materi seperti ini yang tidak terlalu bisa saja sangat menonjol dalam rumit untuk
233

informasi historis. Memungkinkan peneliti mengontrol alur tanya jawab (questioning).

proses pengumpulan ditafsirkan. data.  Bebarapa materi audio-visual  Memberikan kesempatan bagi diproteksi dan tidak partisipan untuk memberikan akses membagi publik maupun pengalamannya privat. secara langsung.  Kehadiran peneliti (seperti, fotografer)  Materi audio-visual merupakan materi sangat mungkin kreatif yang dibuat mengganggu dengan penuh (disruptif). perhatian. Catatan: Tabel ini merupakan gabungan dari beberapa materi yang pernah disampaikan oleh Software komputer film Merriam (1998), Bogdam & Biklen (1992), dan Creswell (2007) 3. Selama proses penelitian, peneliti juga bisa mengumpulkan dokumen-dokumen kulitatif. Dokumen ini bisa berupa dokumen publik (seperti, koran, makalah, laporan kantor) ataupun dokumen privat (seperti, buku harian, diary, surat, e-mail). 4. Kategoti terakhir dari data kualitatif adalah materi audio dan visual. Data ini bisa berupa foto, objek-objek seni, videotape, atau segala jenis suara/bunyi.  Dalam membahas pengumpulan data lain di luar observasi dan wawancara yang biasa. Strategi-strategi yang tidak biasa seperti ini tidak hanya memungkinkan peneliti memperoleh informasi penting yang mungkin luput dari observasi dan wawancara, tetapi juga akan membuat pembaca tertarik pada proposal yang diajukan. Misalnya, amatilah sejumlah pendekatan pengumpulan data dalam Tabel 9.3 yang mungkin bisa anda gunakan. Dari tabel ini, diharapkan anda mampu membuka imajinasi lebih luas terhadap kemungkinan pendekatan-pendekatan lain, misalnya dengan mengumpulkan bunyi atau rasa, atau dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang disukai partisipan untuk membangkitkan komentar mereka selama wawancra.

 

PROSEDUR-PROSEDUR PEREKAM DATA Sebelum terjun kelapangan, peneliti kualitatif merencanakan pendekatan untuk merekam data penelitian. Proposal seharusnya mengidentifikasi data apa yang akan direkam dan prosedur-prosedur apa yang digunakan untuk merekam data tersebut.

234

Gunakanlah protokol untuk merekam data observasional. Peneliti sering kali terlibat dalam banyak observasi selama penelitian dan selama observasi ini; peneliti meggunkan protokol observasional untuk merekam data. Protokol ini bisa berupa satu lembar kertas dengan garis pemisah di tengah untuk membedakan catatan-catatac deskriptif (deskripsi mengenai partisipan, rekonstruksi dialog, deskripsi mengenai setting fisik, catatan tentang peristiwa

Tabel 9.3 Beberapa Pendekatan Pengumpulan Data Kualitaif Observasi Observasi      Mengumpulkan data lapangan denga berperan sebagai partisipan. Mengumpulkan data lapangan dengan berperan sebagai Observer. Mengumpulkan data lapangan dengan lebih banyak berperan sebagai partisipan ketimbang observer. Mengumpulkan data lapangan dengan lebih banyak berperan sebagai observer ketimbang partisipan. Mengumpulkan data lapangan dengan berperan sebagai outsider (orang luar) terlebih dahulu, kemudian mulai masuk kedalam setting penelitian sebagai insider (orang dalam) Wawancara      Melaksanakan wawancara tidak-tersetruktur dan terbuka, sambil mencatat hal-hal penting. Melaksanakan wawancara tidak-tersetruktur dan terbuka, sambil merekamnya dengan audiotape, lalu mentranskipnya. Melaksanakan wawancara semi-terstruktur, sambil merekamnya dengan audiotape, lalu mentranskipnya. Melaksankan wawancara focus group, sambil merekamnya dengan audiotape, lalu mentranskipnya. Melaksanakan jenis wawancara yang berbeda sekaligus: melalui email, dengan berhadaphadapan langsung, wawancara focus group, wawancara focus group online, dan wawancara telepon. Dokumentasi    Mendokumentasikan buku harian selama penelitian. Meminta buku harian atau diary dari partisipan selama penelitian. Mengumpulkan surat pribadi ari partisipan.
235

             

Menganalisis dokumen publik (seperti, memo resmi, catatan-catatan resmi, atau arsiparsip lainnya). Menganalisis autobiografi atau biografi. Meminta foto partisipan atau merekam suara mereka dengan videotape. Audit-audit. Rekaman medis

Materi Audio-Visual Menganalisis jejak-jejak fisik (seperti, jejak-jejak kaki di salju). Merkam atau memfilmkan situasi sosial atau seorang individu atau kelaompok tertentu. Menganalisis foto dan rekaman video. Mengumpulkan suara/bunyi (seperti, musik, teriakan anak, klakson mobil), Mengumpulkan email. Mengumpulkan text massage dari telepon seluler. Menganalisis harta kepemilikan atau objek-objek ritual. Mengumpulkan bunyi, aroma, rasa, atau stimuli-stimuli indra lainnya

Sumber: Diadopsi dari Creswell (2007) dan aktivitas tertentu) dengan catatan-catatan refleksif (pengetahuan pribadi peneliti, seperti ―spekulasi, perasaan, masalah, gagasan, dugaan, kesan, dan prasangka‖) (Bogdan & Biklen, 1992:121). Dalam prorokol ini juga bisa disertsakan informasi demografis, seperti jam, tanggal, dan lokasi di mana peneliti saat itu berada.  Gunakanlah protokol wawancara ketika mengajukan pertanyaan dan merekam jawabanjawaban selama wawancara kualitatif. Protokol ini bisa mencakup komponen-komponen berikut ini: 1. Judul (tanggal, lokasi, pewawancara/peneliti, yang diwawancarai/partisipan). 2. Instruksi-instruksi yang harus diikuti oleh partisipan agar prosedur-prosedur wawancara dapat berajalan lancar. 3. Pertaanyaan-pertanyaan (biasanya pertanyaan ice-breaker di awal wawancara yang kemudian dilanjutkan dengan 4-5 pertanyaan yang menjadi subpertanyaansubpertanyaan dari rumusan masalah penelitian; lalu diikuti oleh beberapa pertanyaan lain atau pertanyaan penutup, seperti: ―siapa yang harus saya kunjungi untuk mempelajari lebih lanjut mengenai topik ini?‖

236

4. Proses penjajakan/pemeriksaan dengan mengajukan 4-5 pertanyaan, untuk meminta partisipan menjelaskan gagasan-gagasan mereka lebih detail atau menguraikan lebih rinci tentang apa yang mereka katakan. 5. Waktu tunda selama wawancara untuk merekam/mencatat respons-respons dari partisipan. 6. Ucapan terimakasih kepada orang yang diwawancarai atas waktu yang diluangkan untuk wawancara (lihat Creswell, 2007)  Peneliti merekam informasi dari partisipan dengan menggunakan catatan-tangan, dengan audiotape, atau dengan videotape. Akan tetapi, meskipun wawancara ini direkam menggunakan audiotape, saya merekomendasikan agar peneliti tetap mencatatnya karena banyak kejadian hasil rekaman menjadi korup, rusak, atau gagal. Jika videotape yang digunakan, peneliti harus tetap mengatur rencana selanjutnya untuk mentranskip hasil rekaman vediotape ini.  Untuk dokumen dan materi-materi visual, dapat direkam/ dicatat sesuai keinginkan peneliti. Biasanya, rekaman/catatan haruslah merefleksikan informasi menganai dokumen tersebut atau materi lain serta gagasan-gagasnan inti dalam dokumen itu. Penting juga mencatat apakah materi ini benar-benar mencerminkan materi primer (seperti, informasi yang secara langsung berasal dari orang atau situasi yang tengah diteliti) atau materi sekunder (seperti, catatan-catatan tangan-kedua/second-hand tentang orang atau situasi penelitian yang berasal dari sumber lain).  Peneliti juga perlu memberikan komentar tentang nilai dan reliabilitas sumber-sumber data ini. ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA Dalam proposal, bagian analisis data bisa terdiri dari sejumlah komponen. Tetapi, proses analisis data secara keseluruhan melibatkan usaha memaknai data yang berupa teks atau gambar. Untuk itu, peneliti perlu mempersiapkan data tersebut untuk dianalisis, melakukan analisis-analisis yang berbeda, memperdalam pemahaman akan data tersebut (sejumlah peneliti kualitatif lebih suka membayangkan tugas ini layaknya menguliti lapisan bawang), menyajikan data, dan membuat interpretasi makna yang lebih luas akan data tersebut. Ada sejumlah proses umum yang bisa dijelaskan oleh peneliti dalam proposal mereka untuk menggambarkan keseluruhan aktivitas analisis data ini, sebagaimana yang pernah saya (Creswell, 2007), Rossman dan Rallis (1998) deskripsikan berikut ini:

237

Analisis data merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan refleksi terus-menerus terhadap data, mengajukan pertanyaan-pertanyaan analitis, dan menulis catatan singkat sepanjang penelitian. Maksud saya, analisis data kualitatif bisa saja melibatkan proses pengumpulan data, interpretasi, dan pelaporan hasil secara serentak dan bersama-sama. Ketika wawancara berlangsung, misalnya, peneliti sambil lalu melakukan analisis terhadap data-data yang baru saja diperoleh dari hasil wawancara ini, menulis catatancatatan kecil yang dapat dimasukkan sebagai narasi dalam laporan akhir, dan memikirkan susunan laporan akhir.   Analisis data melibatkan pengumpulan data yang terbuka, yang didasarkan pada pertanyaan-pertanyaan umum, dan analisis informasi dari para partisipan. Analisis data kualitatif yang dilaporkan dalam artikel-artikel jurnal dan buku-buku ilmiah sering kali menjadi model analisis yang umum digunakan. Dalam model analisis tersebut, peneliti mengumpulkan data kualitatif, menganalisisnya berdasarkan tema-tema atau perspektif-perspektif tertentu, dan melaporkan 4-5 tema. Meski demikian, saat ini tidak sedikit peneliti kualitatif yang berusaha melampaui model analisis yang sudah lazim tersebut dengan menyajikan prosedur-prosedur yang lebih detail dalam setiap strategi penelitiannya. Misalnya, strategi grounded theory kini sudah memiliki langkah-langkah sistematis dalam analisis datanya (Corbin & Strauss, 2007; Strauss & Corbin, 1990,. 1998). Langkah-langkah ini meliputi, misalnya, membuat kategori-kategori atas informasi yang diperoleh (open coding), memilih salah satu kategori dan menempatkannya dalam satu model teoretis (axial coding), lalu merangkai sebuah cerita dari hubungan antar-kategori ini (selective ceding). Selain grounded theory, studi kasus atau penelitian etnografi kini sudah melibatkan deskripsi detail mengenai setting atau individu-individu tertentu, yang kemudian diikuti oleh analisis data (lihat Stake, 1995; Wolcott, 1994). Penelitian fenomenologis sudah menerapkan analisis terhadap per-nyataan-pernyataan penting, generalisasi unit-unit makna, dan apa yang disebut Moustakas (1994) sebagai deskripsi esensi. Penelitian naratif melibatkan penceritaan kembali cerita-cerita partisipan dengan menggunakan unsurunsur struktural, seperti plot, setting, aktivitas, klimaks, dan ending cerita (Clandinin & Connelly, 2000). Intinya, proses-proses dan istilah-istilah dalam strategi penelitian kualitatif berbeda satu sama lain dalam hal analisis datanya.  Meskipun perbedaan-perbedaan analitis ini sangat bergantung pada jenis strategi yang digunakan, peneliti kualitatif pada umumnya menggunakan prosedur yang umum dan

238

sebagaimana yang ditunjukkan Menginterpretasitematema/deskripsi-deskripsi Menghubungkan tematema/deskripsi-deskripsi (seperti. atau memilah-milah dan menyusun data tersebut ke dalam jenis-jenis yang berbeda tergantung pada sumber informasi. Mengolnh dan mempersiapkan data untuk dianalisis. Langkah 3. dan penuturan informasi itu? Pada tahap ini. Langkah 2. tetapi dalam praktiknya saya melihat pendekatan ini lebih interaktif.1 mengilustrasikan pendekatan linear dan hierarkis yang dibangun dari bawah ke atas. saya mengajak peneliti untuk melihat analisis data kualitatif sebagai suatu proses penerapan langkah. Pendekatan di atas dapat dijabarkan lebih detail dalam langkah-langkah analisis berikut ini: Langkah 1. para peneliti kualitatif terkadang menulis catatan-catatan khusus atau gagasan-gagasan umum tentang data yang diperoleh. grounded theory. men-scanning materi. beragam tahap saling berhubungan dan tidak harus selalu sesuai dengan susunan yang telah disajikan. 1998:171). studikasus) 239 .langkah dari yang spesifik hingga yang umum dengan berbagai berikut ini Gambar 9. Langkah ini melibatkan transkripsi wawancara. Gagasan umum apa yang terkandung dalam perkataan partisipan? Bagaimana nada gagasangagasan tersebut? Bagaimana kesan dari kedalaman.langkah-langkah khusus dalam analisis data. Sebagai tips penelitian. Coding merupakan proses mengolah materi/informasi menjadi segmen-segmen tulisan sebelum memaknainya (Rossman & Rallis.1. mengeuk data lapangan. Cara yang ideal adalah dengan mencampurkan prosedur umum tersebut dengan langkah-langkah khusus. Langkah pertama adalah membangun general sense atas Informasi yang diperoleh dan me-refleksikan maknanya secara keseluruhan. kredibilitas. Langkah ini melibatkan beberapa tahap: mengambil data tulisan atau gambar yang telah dikumpulkan selama proses pengumpulan. mensegmentasi kalimat-kalimat (atau paragraf-paragraf) atau level analisis yang berbeda. Menganalisis lebih detail dengan mene-coding data. Membaca keseluruhan data. Ringkasan proses analisis data dapat dilihat pada Gambar 9.

Sebelum melanjutkan pada Langkah 4. Berusahalah untuk memperoleh pemahaman umum. Pelajari baik-baik. topik unik. Gabungkan topik-topik yang sama. Ketika Anda sudah merampungkan tugas ini. dan Analisis data dalam Penelitian Kualitatif sebagainya) gambar-gambar tersebut ke dalam kategori-kategori. Tulislah gagasan tersebut dalam bentuk catatan-catatan kecil. wawancara) —yang paling menarik. Bacalah semua tran'skripsi dengan hati-hati. pertimbangkan peturv-juk-petunjuk detail yang dapat membantu Anda dalam proses coding. Masukkan topik-topik ini dalam kolom-kolom khusus. Berusahalah untuk menangkap gagasan-gagasan inti dari transkripsi tersebut. Tesch (1990:142-145) memberikan ulasan menarik tentang dela-pan langkah dalam proses coding: 1. Pilihlah satu dokumen (seperti. tetapi pikirkanlah makna dasarnya. gambar. paling singkat. 240 . bisa sebagai topik utama. Tema-tenia I Menvalidasi keakuratan informasi * Men-coding data Deskripsi L (tangan atau komputer)i * Membaca keseluruhan data ji Mengolatrdan mempersiapkan data untuk i dianalisis Data mentah (transkripsi. buatlah daftar mengenai semua topik yang Anda peroleh dari perenungan Anda sebelumnya. 2. yang sering kali didasarkan pada istilah/bahasa yang benarbenar berasal dari partisipan (disebut istilah in vivo). 3. "Ini tentang apa?" Jangan dulu berpikir mengenai substansi informasi.A V. dan paling penting. lalu tanyakan pada diri Anda sendiri. kemudian melabeli kategori-kategori ini dengan istilah-istilah khusus. data lapangan. atau topik lain.

lalu lihatlah apakah ada kategori-kategori dan kode-kode lain yang luput dari pengamatan Anda. deiapan langkah di atas akan membuat peneliti lebih sistematis daiam proses analisis data tekstual. Jika perlu. Sebagai konseptualisasi alternatif. dalam Asmussen dan Creswell. Intinya.4. "penembakan kembali. Ringkaslah topiktopik ini menjadi kode-kode. Anda bisa membuat garis-garis antarkategori untuk menujukkan keterhubungannya 6. Masukkan materi-materi data ke dalam setiap kategori tersebut dan bersiaplah untuk melakukan analisis awal. kami memunculkan retriggering. ringkas kembali kategori-kategori ini. dengan berpijak pada literatur sebelumnya dan common sense. Sekarang. Buatlah satu kalimat/frasa/kata yang paling cocok untuk meng. Cobalah meringkas kategori-kategori yang ada dengan mengelompokkan topik-topik yang saling berhubungan satu sama lain. 7. Jika masih dimungkinkan.  Kode-kode yang mengejutkan dan tidak disangka-sangka di awal penelitian." sebagai salah satu kode/tema yang menyuguhkan dimensi baru pada kita tentang insiden penembakan di kampus dan tentu saja berhubungan dengan pengalaman orang lain di kampus mana pun).  Kode-kode yang ganjil dan memiliki ketertarikan konseprual bagi pembaca (seperti. Untuk melakukan hal ini. Sebagai tips penelitian. coding-lah kembali data yang sudah ada. saya mendorong para peneliti kualitatif untuk menganalisis materi data mereka dengan menjelaskan:  Kode-kode yang berkaitan dengan topik-topik utama yang sudah banyak diketahui oleh pembaca secara umum. 8. 1995.bawalah daftar topik tersebut dan kembalilah ke data Anda. lalu tulislah kode-kode tersebut dalam segmensegmen/kategori-kategori. Tentu saja ada banyak variasi dalam proses ini. Amati kembali kategori-kategori yang sudah Anda buat. pertimbangkan pula jenis-jenis kode yang menurut Bogdan dan Biklen (1992:166-172) banyak muncul dalam database kualitatif:  Kode-kode setting dan konteks. lalu susunlah kodekode untuknya. 241 . 5.  Kode-kode yang mencerminkan perspektif teoretis yang luas dalam penelitian. lalu masukkanlah topik-topik ini dalam kategorikategori khusus.gambarkan topik-topik yang sudah Anda peroleh sebelumnya.

pendekatan yang paling sering digunakan adalah dengan menggunakan kode-kode yang telah ditentukan sebelumnya {predetermined code) yang didasarkan pada teori yang akan diuji. Kode-kode relasi dan struktur sosial Skema-skema coding yang sudah direncanakan sejak awal. 242 . Hanya saja. codebook ini tidak akan terlalu berfungsi jika peneliti meng-coding data dari transkrip yang berbeda-beda. Kode-kode proses. Pendekatan yang banyak diterapkan dalam ilmu sosial adalah dengan membiarkan kode-kode tersebut muncul (emerging code) selama analisis data. Masalah lain yang sering kali muncul terkait dengan proses coding ini adalah soal apakah peneliti seharusnya: (a) membuat kode-kode hanya berdasarkan informasi yang muncul dengan sendirinya (enlarging code) dari para partisipan. (b) menggunakan kodekode yang telah ditentukan sebelumnya {predetermined code). sebuah tabel atau catatan yang berisi kode-kode yang telah ditentukan sebelumnya (predetermined codes) untuk digunakan dalam mengcoding data. dan keterangan-keterangan lain (seperti. Meski demikian. Kode-kode aktivitas.       Perspektif-perspektif subjek. definisi kode di kolom lain. atau (c) mengombinasikan dua jenis. yaitu dengan membuat codebook kualitatif. saya merekomen-dasikan agarcodebook digunakan terlebih dahulu untuk meng-coding data dan biarkan codebook tersebut berkembang dan berubah sesuai dengan informasi yangdipelajari ketika melakukan analisis data. Dalam ilmu kesehatan. Codebook ini bisa tersusun dari nama kode di satu kolom. Bagi para peneliti yang memiliki teori yang sudah pasti dan mereka ingin menguji dalam proyek-proyeknya. Kecenderungan berpikir subjek tentang orang lain dan objek-objek. Penggunaan codebook secara khusus berguna bagi bidang-bidang yang menerapkan penelitian kuantitatif.kodie ini (emerging code dan predetermined code). Kode-kode strategi. namun masih memerlukan pendekatan yang lebih sistematis dari penelitian kualitatif. nomor garis) yang menunjukkan adanya kode dalam transkrip ter-tentu. kemudian men-/ft-kan kodekode tersebut dengan data penelitian. Codebook ini ber-kembang dan bisa berubah jika penelitiannya didasarkan pada" analisis tertutup (close analysis) atau ketika peneliti tidak memulai analisisnya dari perspektif emerging code. peneliti juga bisa menerapkan pendekatan lain yang lebih variatii.

Meskipun dalam program ini peneliti masih perlu membaca teks (seperti transkripsi-transkripsi) dan memindah kode-kode. Pendekatan lain yang lebih cepat adalah dengan menggunakan program-program software komputer untuk membantu meng-coding.Kembali pada proses coding sebelumnya. Fitur-fitur inilah yang membuat proses coding dengan software komputer menjadi pilihan yang lebih logis kefimbang meng-codzng-nya dengan tangan. Ada begitu ban)'ak program software yang mendukung untuk PC pribadi. Di luar kemudahan ini. Tentu saja. Misalnya. meski-pun buku-buku y ang membahas teknik-teknik penggunaan program ini sudah banyak tersedia (seperti. pendekatan ini menguras energi dan waktu. 1995). kemampuan menggabungkan data teks dan gambar (seperti. peneliti bisa dengan cepat mencari semua kutip-an (atau segmen-segmen teks) yang memiliki kode yang sama dan mendeteksi apakah para partisipan merespons gagasan dalam kode tersebut dengan cara yang sama atau berbeda. foto). program komputer dapat menfasilitasi peneliti untuk mem-bandingkan kode-kode yang berbeda (seperti. program software kualitatif seperti ini juga membutuhkan waktu dan keterampilan peneliti untuk mempelajari dan menerapkannya secara efektif. proses ini akan menjadi lebih cepat dan efisien ketimbang mengcoding menggunakan tangan. lalu menuliskan segmen-segmen teksnya ke dalam kartu-kartu kecii. jika database sangat banyak. sejumlah peneliti melihat pentingnya mengcoding transkrip-transkrip atau informasi kualitatif dengan memakai tangan. Weitzman & Miles. bagaimana laki-iaki dan wanita —kode pertama tentang gender— berbeda-beda dalam hal sikap mereka terhadap aktivitas merokok —kode kedua). atau mengcoding skema-skema dengan warna-warna. dan import serta export data kualitatif ke dalam program-program kuantitatif seperti dalam spreadsheet atau program analisis data. Selain itu. Sebagaimana program-program software lain. kehandalan dalarh penyimpanan dan pengolahan data. mengolah/ dan memilah-milah informasi yang mungkin berguna dalam proses penulisan bagi penelitian kualitatif. Ada beberapa software komputer yang memiliki fitur-fitur yang sangat berguna. program-program software yang saya dan rekan-rekan saya guriakan di kantor penelitian adalah sebagai berikut: 243 . kapasitas pencarian dan penempatan semua teks yang berhubungan dengan kode-kode tertentu. seperti tersedianya tutorial dan CD peragaan. pencarian kode-kode yang saling berhubungan dalam membuat pertanyaan-per-tanyaan mengenai hubungan antarkode. Ide dasar di balik program-program seperti ini adalah bahwa menggunakan komputer merupakan cara efisien untuk menyimpan dan menempatkan data kualitatif.

lintas kasus yang berbeda-beda (seperti dalam studi kasus).ist) yang dikombinasikan dengan concept mapping NVivo. dan visual. atau penelitian naratif. kategori-kategori. tema-tema ini sebaiknya diperkuat dengan berbagai kutipan. Misalnya. Program ini merupakan program berbasis PC dari Jerman yang dapat membantu peneliti secara sistematis mengevaluasi dan menginterpretasi teks-teks kualitatif. atau dibentuk menjadi deskripsi umum (seperti dalam fenomenologi).  Atlas. merupakan paket software kualitatif yang mudah digunakan dan memungkinkan peneliti untuk meng-codzrzg.com).com). Program ini juga mendukung PC berbasis windows. orang-orang. Penelitian kualitatif yang rumit biasanya melampaui 244 . memperoleh kembali. peneliti mengait-kan tema-tema dalam satu rangkaian cerita (seperti dalam penelitian naratif) atau mengembangkan tema-tema tersebut menjadi satu model teoretis (seperti dalam grounded theory). bisa lima hingga tujuh kategori. baik untuk PC maupun MAC ini. Setelah itu.qsrintemational. serta hal-hal lain yang dapat di-coding. Deskripsi ini melibatkan usaha penyampaian informasi secara detail mengenai orang-orang. terapkanlah proses coding untuk membuat sejumlah kecil tema atau kategori. dan membangun teori-teori. ke dalam proyek penelitian. Tema-tema inilah yang biasanya menjadi hasil utama dalam penelitian kualitatif dan sering kali digvinakan untuk membuat judul dalam bagian hasil penelitian.  QSR NVivo (www. pene-liti kualitatif dapat memanfaatkan lebih jauh tema-tema ini untuk membuat analisis yang lebih kompleks. Setelah mengidentifikasi terria-tema selama proses coding. MAXqda (www. gambar. Program yang mendukung.com). Langkah 4.researchware.atlasti. seperti memo.  HyperRESEARCH (www. Meski demikian. seraya menampilkan perspektif-perspektif yang terbuka untuk dikaji ulang. serta melakukan analisis data. Tema-tema ini juga bisa dianalisis untuk kasus tertentu. Program berbasis PC lain yang juga berasal dari Jerman ini juga dapat membantu peneliti dalam mengolah file-file data teks. lokasi-lokasi. etnografi. audio. Program yang berasal dari Austrasila ini menawarkan program software terkenal a N6 (atau Nud. Terapkan proses coding untuk mendeskripsikan setting. atau peristiwaperistiwa dalam setting tertentu. Program ini istimewa karena memiliki semua fitur yang telah saya sebutkan di atas. lalu menganalisisnya untuk proyek studi kasus.ti (www.com). dan tema-tema yang akan di-analisis.maxqda . Peneliti dapat membuat kode-kode untuk mendeskripsikan semua informasi ini.

Pendekatan yang paling populer adalah dengan menerapkan pendekatan naratif dalam menyampaikan hasil analisis. dapat diterapkan ahli etnografi untuk mengakhiri penelitiannya adalah dengan meng-ajukan pertanyaan-pertanyaan lebih laniut. dan kutipan-kutipan). sejarah. Salah satu cara yang. Selain itu. Pelajaran ini dapat berupa interpretasi pribadi si peneliti. dapat diadaptasikan untuk jenis rancangan yang berbeda.deskripsi dan identifikasi tema untuk masuk ke dalam huburvgan antartema yang lebih kompleks. Mereka dapat menyajikan suatu proses (sebagaimana dalam grounded theory). interpretasi atau pemaknaan data dalam. Interpretasi/pemaknaan ini juga bisa berupa pertanyaan-pertanyaan baru yang perlu dijawab selanjutnya: pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari data dan analisis. jika peneliti kualitatif menggunakan perspektif teoretis. ilustrasi-ilustrasi khusus. atau tentang keterhubung-an antartema. Dalam hal ini. Pendekatan questioning ini juga berlaku dalam pendekatan advokasi dan partisipatoris. penelitian kualitatif dapat berupa banyak hal. menggambarkan secara spesifik lokasi penelitian (sebagaimana dalam etnografi). dan bukan dari hasil ramalan peneliti. DAN GENERALISABILITAS 245 . Mengajukan pertanyaan seperti "Pelajaran apa yang bisa diambil dari semua ini?" akan membantu peneliti mengungkap esensi dari suatu gagasan (Lincoln & Guba. gambar-gambar. perspektif-perspektif. dengan berpijak pada kenyataan bahwa peneliti membawa kebudayaan. berbasis penelitian. tema-tema tertentu (lengkap dengan subtemasubtema. peneliti menegaskan apakah hasil peneliti-annya membenarkan atau justru menyangkal informasi sebelumnya. Tunjukkan bagaimana deskripsi dan tema-tema ini akan disajikan kembali dalam narasi/laporan kualitatif. Interpretasi juga bisa berupa makna yang berasal dari perbandingan antara hasil penelitian dengan informasi yang berasal dari literatur atau teori. 1985). dan dapat bersifat pribadi. Jadi. dan pengalaman pribadinya ke dalam penelitian. atau tabel-tabel untuk membantu menyaji-kan pembahasan ini. menurut Wolcott (1994). Langkah 5. Para peneliti kualitatif juga dapat menggunakan visual-visual. VALIDItAS. dan tindakan. Langkah 6. atau memberikan informasi deskriptif tentang partisipan dalam sebuah tabel (sebagaimana dalam studi kasus dan etnografi). mereka dapat membentuk interpretasi-interpretasi yang diorientasikan pada agenda aksi menuju reformasi dan perubahan. Pendekatan ini bisa meliputi pembahasan tentang kronologi peristiwa. RELIABIUTAS. Langkah terakhir dalam analisis data adalah meng-interpretasi atau memaknai data.

Pastikan tidak ada definisi dan makna yang mengambang mengenai kode-kode selama proses coding. diskusikanlah kode-kode bersama partner satu tim dalam pertemuan-pertemuan rutin atau sharing analisis. Bagaimana para peneliti kualitatif mengetahui bahwa pendekatan mereka konsisten dan reliabel? Yin (2003) menegaskan bahwa para peneliti kualitatif harus mendokumentasikan prosedur-prosedur studi kasus mereka dan mendokumentasikan sebanyak mungkin langkahlangkah dalam prosedur tersebut. tidak pula sejajar dengan reliabilitas (yang berarti pengujian stabilitas dan konsistensi respons) ataupun dengan generalisabilitas (yang berarti validitas eksternal atas hasil penelitian yang dapat diterapkan pada setting. Dalam penelitian kualitatif. 246 .   Untuk penelitian yang berbentuk tim. validitas kualitatif merupakan upaya pemeriksaan terhadap akurasi hasil penelitian dengan me-nerapkan prosedur-prosedur tertentu. Hal ini dapat dilakukan dengan terus membandingkan data dengan kodekode atau dengan menulis catatan tentang kode-kode dan defirusi-definisinya (lihat pembahasan mengenai codebook kualitatif). sementara reliabilitas kualitatif mengindikasikan bahwa pendekatan yang digunakan peneliti konsisten jika diterapkan oleh peneliti-peneliti lain (dan) untuk proyek-proyek yang berbeda (Gibbs.Meski validasi atas hasil penelitian bisa berlangsung selama proses penelitian (seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 9. Sebaliknya. orang. Gibbs (2007) memerinci sejumlah prosedur reliabilitas sebagai berikut:   Ceklah hasil transkripsi untuk memastikan tidak adanya kesalahan yang dibuat selama proses transkripsi. 2007). peneliti tetap harus memiokuskan pembahasannya mengenai validasi ini dengan cara menulis prosedur-prosedur validasi pada bagian khusus dalam proposal. validitas ini tidak memiliki konotasi yang sama dengan validitas dalam penelitian kuantitatif. Dia juga merekomendasi-kan agar para peneliti kualitatif merancang secara cermat protokol dan database studi kasusnya. atau sampel yang baru) dalam penelitian kuantitatif) (mengenai generalisabilitas dan reliabilitas kuantitatif ini sudah di-jelaskan dalam Bab 8). Lakukan cross-check dan bandingkan kode-kode yang dibuat oleh peneliti lain dengan kode-kode yang teiah Anda buat sendiri. Peneliti perlu menyampaikan langkah-iangkah yang ia ambil untuk memeriksa akurasi dan kredibilitas hasil penelitiannya.1).

Para peneliti kualitatif perlu menjelaskan sejumlah prosedur ini dalam proposal penelitian untuk menunjukkan bahwa hasil penelitian yang mereka peroleh nantinya akan benar-benar konsisten dan reliabel. dan peneliti perlu mencari orang yang dapat mengkroscek kode-kode mereka untuk memperoleh apa yang saya sebut dengan intercoder agreement.  Menerapkan member checking untuk mengetahui akurasi hasil penelitian. Saya merekomendasikan agar beberapa prosedur penelitian dijelaskan dalam proposal. seperti trustworthiness. Ada banyak istilah dalam literatur-literatur kualitatif yang membahasakan validitas ini.) telah "sepakat" tentang kode-kode yang digunakan untuk "pernyataan yang sama" (Catatan: ini bukan soal apakah mereka menfr-coding pernyataan yang sama. atau pembaca secara umum (Creswell & Miller. Berikut ini adalah dela-pan strategi validitas yang disusun mulai dari yang paling sering dan mudah digunakan hingga yang jarang dan sulit diterapkan:  Mentriangulasi (triangulate) sumber-sumber data yang berbeda dengan memeriksa buktibukti yang berasal dari sumber-sumber tersebut dan menggunakannya untuk membangun justifikasi tema-tema secara koheren. peneliti dapat menerapkan prosedur-prosedur statistik atau subprogram-subprogram reliabilitas yang tersedia dalam program-program software kualitatif untuk mengetahui tingkat konsistensi coding. Validitas ini didasarkan pada kepastian apakah hasil penelitian sudah akurat dari sudut pandang peneliti. Peneliti perlu menjelaskan strategi-strategi validitas ke dalam proposalnya. tetapi apakah mereka akan meng-codmg pernyataan tersebut dengan kode yang sama/mirip satu sama lain). bahkan ini menjadi salah satu topik penelitian yang paling banyak dibahas (Lincoln & Guba. Prosedur lain yang saya rekomendasikan untuk disertakan dalam proposal penelitian adalah mengidentifikasi dan membahas satu atau lebih strategi yang ada untuk memeriksa akurasi hasil penelitian. dan credibility (Greswell & Miller. Persetujuan semacam ini dapat didasarkan pada apakah dua atau lebih coder (pemeriksa kode. Tema-tema yang dibangun berdasar-kan sejumlah sumber data atau perspektif dari partisipan akan menambah validitas penelitian. authenticity. validitas merupakan kekuatan lain dalam pe-nelitian kualitatif selain reliabilitas. Miles dan Huberman (1994) merekomendasikan agar konsistensi coding ini setidaknya berada dalam 80% agreement untuk memastikan reliabilitas kualitatif yang baik. partisipan. Setelah itu. Member 247 . penj. Sementara itu. 2000). Saya rnemang merekomendasikan digunakan-nya beragam strategi validitas karena hal ini dapat meningkatkan kemampuan peneliti dalam menilai keakuratan hasil penelitian serta meyakinkan pembaca akan akurasi tersebut. 2000). 2000).

deskripsi kebudayaan. Akan tetapi. Ketika para peneliti kualitatif menyajikan deskripsi yang detail mengenai setting misalnya.  Menyajikan informasi "yang berbeda" atau "negatif" {negative or discrepant information) yang dapat memberikan perlawanan pada tema-tema tertentu. Dalam hal ini. hasilnya bisa jadi lebih realistis dan kaya.  Memanfaatkan waktu yang relatif lama {prolonged time) dilapangan atau lokasi penelitian. Peneliti dapat melakukan ini dengan membahas bukti mengenai suatu tema. Deskripsi ini setidaknya harus berhasil menggambarkan setting penelitian dan membahas salah satu elemen dari pengalaman-pengalaman partisipan. analisis kasus. membahas informasi yang berbeda sangat mungkin menambah kredibilitas hasil penelitian. seperti gender. Refleksivitas dianggap sebagai salah satu karakteristik kunci dalam penelitian kualitatif. peneliti diharapkan dapat memahami lebih dalam fenomena 248 .checking ini dapat dilakukan dengan membawa kembali laporan akhir atau deskripsideskripsi atau tema-tema spesifik ke hadapan partisipan untuk mengecek apakah mereka merasa bahwa laporan/deskripsi/tema tersebut sudah akurat. akan melahirkan sejenis problem tersendiri atas tema tersebut. peneliti juga dapat menyajikan informasi yang berbeda dengan perspektif-perspektif dari tema itu.  Membuat deskripsi yang kaya dan padat (rich and thick description) tentang hasil penelitian. Tugas ini bisa saja mengharuskan peneliti untuk melakukan wawancara tindak lanjut dengan para partisipan dan memberikan kesempatan pada mereka untuk berkomentar tentang hasil penelitian. Karena kehidupan nyata tercipta dari beragam perspektif yang tidak selalu menyatu. dan sejenisnya. seperti tema-tema. Semakin banyak kasus yang disodorkan peneliti. grounded theory. hasil penelitian bisa lebih realistis dan valid. kebudayaan. Penelitian kualitatif yang baik berisi pendapat-pendapat peneliti tentang bagaimana interpretasi mereka terhadap hasil penelitian turut dibentuk dan dipengaruhi oleh latar belakang mereka.transkrip mentah kepada partisipan untuk mengecek akurasinya. yang harus dibawa peneliti adalah bagian-bagian dari hasil penelitian yang sudah dipoles. peneliti akan mampu membuat narasi yang terbuka dan jujur yang akan dirasakan oleh pembaca. atau menyajikan banyak perspektif mengenai tema. Dengan melakukan refleksi diri terhadap kemungkinan munculnya bias dalam penelitian. Sebaliknya. Prosedur ini tentu saja akan menambah validitas hasil penelitian. Hal ini tidak berarti bahwa peneliti membawa kembali transkrip. sejarah.  Mengklarifikasi bias yang mungkin dibawa peneliti ke dalam penelitian. dan status sosial ekonomi. Dengan menyajikan bukti yang kontradiktif.

merasa bahwa hasil studi kasus kuaiitatif dapat digeneralisasi pada sejumlah teori yang lebih luas. hubungan antara rumusan masalah dan data. Strategi ini —yaitu melibatkan interpretasi lain selain interpretasi dari peneliti— dapat menambah validitas atas hasil penelitian. tingkat analisis data mulai dari data mentah hingga interpretasi). Semakin banyak pengalaman yang dilalui peneliti bersama partisipan dalam setting yang sebenarnya.  Mengajak seorang auditor {external auditor) untuk mereviexv ke. misalnya.  Melakukan tanya-jawab.seluruhan proyek penelitian. mulai dari proses hingga kesimpulan penelitian. Yin (2003). Tujuan dari generalisasi dalam penelitian kuaiitatif ini sendiri bukan untuk menggeneralisasi hasil penemuan pada individu-individu. 1985). kehadiran auditor tersebut dapat memberikan penilaian objektif. auditor ini tidak akrab dengan peneliti atau proyek yang diajukan. ada sejumlah literatur kuaiitatif yang membahas mengenai generalisabilitas ini.dengan sesama rekan peneliti {peer debriefing) untuk meningkatkan keakuratan hasil penelitian. Hal-hal yang akan di-periksa oleh investigator independen seperti ini biasanya me-nyangkut banyak aspek dalam penelitian (seperti. Generalisasi ini muncul ketika para 249 . strategi ini dapat menambah validitas penelitian kuaiitatif. terkait catat-an marning-nya tentang generalisasi dalam penelitian kuaiitatif). atau tempat-tempat di iuar objek penelitian. 2007.yang diteliti dan dapat menyampaikan secara detail mengenai lokasi dan orang-orang yang turut membangun kredibilitas hasil naratif peneiitian. Proses ini mengharuskan peneliti mencari seorang rekan {a peer debriefer) yang dapat mereviezv untuk berdiskusi mengenai penelitian kualitatif sehingga hasil penelitiannya dapat dirasakan oleh orang lain. 1997) merupakan karakteristik penelitian kuaiitatif. begitu pula dengan karakteristik pertanyaanpertanyaan yang akan diajukan oleh keduanya (Lincoln & Guba. sebagaimana yang banyak dijumpai dalam penelitian kuantitatif (lihat Gibbs. Akan tetapi. Pada dasarnya. nilai dari penelitian kuaiitatif terletak pada deskripsi dan tema-tema tertentu yang berkembang/dikembangkan daiam konteks lokasi tertentu pula. khususnya yang berlaku untuk penelitian studi kasus. Tentu saja. semakin akurat atau valid hasil penelitiannya. selain oleh peneliti sendiri. Peran auditor ini sebenarnya mirip peran auditor fiscal. MenekankanparHkularitaskeiimbang generalisabilitas (Greene & Caracelli. Akan tetapi. Berbeda dengan peer debriefer. keakuratan transkrip. Generalisasi kuaiitatif merupakan suatu istilah yang jarang digunakan dalam penelitian kuaiitatif karena istilah generalisasi lebih banyak diterapkan untuk penelitian kuantitatif. lokasi-lokasi.

untuk mengulang atau mereplikasi hasil penelitian studi kasus dalam setting kasus yang baru. utamanya tentang bagaimana bagian-bagian ini akan. khususnya deskripsi atau tema yang mengandung beragam perspektif dari partisipan atau gambaran detail tentang setting dan individuindividu. 2003). misal-nya narasi kronologis mengenai kehidupan individu (penelitian naratif). sebuah teori yang dihasilkan dari data penelitian (grounded theory). atau analisis mendalam tentang satu atau beberapa kasus (studi kasus). MENULIS KUALITATIF Bagian prosedvir kualitatif dalam proposal penelitian seharusny a diakhiri dengan penjelasan mengenai bagaimana peneliti menarasi-kan hasil analisis datanya. kisah yang diperluas. analisis berdasarkan kasus atau lintas kasus. strategi /menulis dua bagian proposal di atas (hasil penelitian dan interpretasi data) dapat dilakukan dengan leknik-teknik berikut ini:  Gunakanlah cuplikan-cuplikan dan variasikan panjang pendeknya cuplikan tersebut dengan tepat dan sesuai keperluan. model proses. disajikan: apakah dengan pertimbangan objektif.peneliti kuaiitatif meneliti kasus-kasus tambahan dan menggeneralisasi hasil penelitian sebelumnya pada kasus-kasus yang baru tersebut. peneliti perlu melakukan dokumentasi yang baik atas prosedur-prosedur kuaiitatif. Yang jelas. dalam merancarig penelitian kualitatif. seperti hasil penelitian dan inter-pretasi data. pengalamanpengalaman lapangan (Van Maanen. potret detail mengenai kelompok culturesharing (etnografi). Pada tingkat tertentu.1). Ini mirip logika replikasi yang berlaku dalam penelitian eksperimen. Dari narasi-narasi yang berbeda ini pula. seperti protokol penelitian untuk mendoku-mentasikan kasus secara detail dan mengembangkan database studi kasus secara utuh (Yin. 2007). atau dengan potret deskriptif yang detail (Creswell. peneliti dapat mem-bahas bagian-bagian proposal lain. Sebagaimana yang sudah dijelaskan bahwa prosedur dasar dalam melaporkan hasil penelitian kualitatif adalah membuat des-kripsi-deskripsi dan tema-tema yang berasal dari data penelitian (lihat Gambar 9. Akan tetapi. deskripsi detail mengenai pengalaman mereka (fenomenologi). peneliti bisa menemukannya dalam jurnal-jumal akademik. peneliti perlu menjelaskan tentang proses narasi tersebut. Setiap strategi penelitian kualitatif pada hakikatnya memiliki prosedur narasinya masing-masing.  Catatlah percakapan-percakapan yang terjadi selama penelitian dan sajikan percakapan250 . 1988). ataukah dengan krono-logi. Ada banyak model narasi ini.

Dalam sebagian besar karya tulis kualitatif.tulisan penting atau semiblok. peneliti membahas literatur ini di akhir penelitian (lihat pembahasan dalam Bab 2).  Gunakan metafora-metafora dan analogi-analogi (lihat. melibatkan beberapa metode pengumpulan data.  Terapkan indent (menambah spasi di depan alinea untuk tulisan. berpijak pada dasar bahwa peneliti adalah instrumen utama pengum-pulan data. RINGKASAN Bab ini mengeksplorasi langkah-iangkah dalam mengembang-kan dan menulis prosedur-prosedur kualitatif. bersif at induktif.  Gunakan kata ganti pertama (saya) atau "kita" dalam bentuk naratif. Prosedur-Prosedur Kualitatif Berikut ini adalah salah satu contoh prosedur kualitatif yang ditulis di bagian kbiisus dalam sebuah proposal doktoralnya Miller (1992). penj. Proyek Miller ini adalah penelitian etnografi tentang pengalaman tahun pertama seorang rektor di sebuah universitas yang 251 .  Deskripsikan bagaimana hasii narasi tersebut dikomparasikan dengan teori-teori atau literatur-literatur yang membahas topic yang sama. 1990.  Terapkan pendekatan naratif yang biasanya digunakan dalam strategi penelitian kualitatif (seperti deskripsi dalam studi kasus atau etnografi. tabel-tabel perbandingan untuk kode-kode yang berbeda).  Campurkan kutipan-kutipan dengan penafsiran-penafsiran penulis.  Sajikan informasi tekstual dalam bentuk tabel (seperti. Beberapa karakteristik penelitian kualitatif antara Iain: berada dalam setting yang alamiah. bab ini juga menge-mukakan panduan umum tentang prosedur-prosedur kualitatif yang meliputi pembahasan mengenai karakteristik-karakteristik umum penelitian kualitatif. Contoh 9. Selain memperkenal-kan sejumlah variasi dalam penelitian kualitatif. sering kali menyertakan perspektif-perspektif teoretis. yang berguna bagi para pembaca yang mungkin kurang familiar dengan pendekatan ini. didasarkan pada makna partisipan. matriks.percakapan ini dalam bahasa yang berbeda untuk merefleksikan sensitivitas kultural.) atau format lain untuk menandai cuplikan-cuplikan yang berasal dari partisipan. yang membahas bentuk-bentuk ini). bersifat interpretif dan holistik. narasi detail dalam penelitian naratif). Richardson. misalnya.1.  Gunakan pernyataan dari partisipan untuk membuat kode-kode atau melabeli tema.

mencaii makna-makna dan perspektif-perspektif informan. peristiwa. {Di $ini. Penelitian kualitatif lebih memprioritaskan peneliti ketimbang mekanisme yang tak bernyawa sebagai instumen primer dalam pengumpulan data (Eisner. Peneliti memasuki dunia informan melalui interaksi berkeianjutan. 1987). Paradigma Penelitian Kualitatif Paradigma penelitian kualitatif pada hakikatnya berasal dari antropologi kultural dan sosiologi Amerika (Kirk & Miller. Frankel & Wallen.Marshall & Rossman. kelompok. Lincoln & Guba. atau interaksi j sosial tertentu (Locke. . menga-talogkan. 1984). 1990. menggandakan.baru berumur empat tanun. Penelitian > ini dapat diartikan sebagai proses investigatif yang di dalamnya penelitj secara perlahan-lahan memaknai suatu fenamena sosial dengan membedakan. Locke et.oyek ini. Spirduso. 4. 19R9). tidak ada teori atau hipotesis yang dibangun secara priori 3.didikan (Borg &Gall. Dalam penelitian kualitatif.Hanya baru-baru ini saja paradigma tersebut diadopsi oieh para peneliti per. 1990. Data Penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Penelitian kualitatif muncul dalam setting yang alamiah di mana di dalamnya ada banyak penlaku dan peristiwa ' kemahusiaan yang terjadi. peneliti menjelaskan asumsi-asumsi kualitatif). Selain itu. saya sudah merujuk pada beberapa bagian yang dianggap paling penOng. 1985. Marshall dan Rossman (1989) menyatakan bahwa penelitian ini melibatkan peneliti untuk menyelami setting peneliti.al. Penelitian kualitatif didasarkan pada sumsi-sumsi yang sangat berbeda dengan rancangan kuantitatif. saya juga tetap mempertahankan istilah informan yang digunakan Miller meskipun saat ini ibtilah yang lebih tepat digunakan adalah partisipan. 1991. Berikut ini adalah sintesis dari asumsi-asumsi umum tentang karaktenstik-karakteristik penelitian kualitatif yang pemah diajukan oleh sejumlah peneliti: 1. Merriam. & Silverman. Merriam 1988) 252 . 2. 1998). Tujuan peneiitian kualitatif / adalah memahami situasi. Untuk menyajikan bagian prosedur kualitatif dalam pr. Data ini merupakan data yang disajikan dalam bentuk kata-kata (utamanya kata-kata parisipan) atau gambargambar ketimbang angka-angka (Freenkel & Wallen. 1936). dan mengklasifiKasikan objek penelitian (Miles & Huberman. Para sarjana menyatakan bahwa penelitian kualitatif dapat dibedakan dengan metodologi kuantitatif berdasarkan karakteristik-karakteristiknya yang inheren.1987.1989. membandingkan.

Dalam Penelitian Kualitatif. 1987.5. Merriam 1988) 6. Akan tetapi. Rancangan etnografis berasal dari bidang antropologi. fokusnya pada sesuatu yang partikular dimana data diinterpretasikan dalam hubungannya dengan partikulasi-partikularitas suatu kasus daripada generalisasigeneralisasi 8. 1990. Merriam 1988) 7.al. Pertama dan yang utama. Rancangan Penelitian Etnografis Penelitian ini menerapkan rancangan etnografis. diterapkan interpretasi ideografis. 1985) melalui proses verifikasi dari-pada melalui pengukuran validitas dan reliabilitas pada umumnya. Objektivitas dan kebenaran menjadi dua hal yang sangat penting dalam tradisitradisi penelitian. Penelitian kualitatif menekankan pada persepsi-persepsi dan pengalamanpengalaman partisipan. Dengan kata lain.1987. 1985 ) Maka dari itu. dan cara-cara mereka memaknai hidup (Freenkel & Wallen. dan Franz Boas (Jacob. {Disini. (Eisner. Tradisi penelitian in (kualitatif) bertumpu pada penerapan pengetahuan yang tersirat (pengetahuan intuitif atau perasaan) karena sering kali nuansa dari beragam realitas hanya dapat diapresiasi dengan cara ini (Lincoln & Cuba. 1986). kegunaan instrumental dan pengetahuan. 1991) serta ber-dasarkan pada sesuatu yang dapat dipercaya {trustworthiness) (Lincoln & Guba. Merriam. peneliti kualitatif lebih berusaha untuk mencari ketepercaya-an {believability) yang didasarkan pada koherensi. Kirk & Miller. Penelitian kualitatif berfokus pada proses-proses yang terjadi. Penelitian kualitatif merupakan suatu rancangan di mana di dalamnya peneliti dpat menegosiasi hasil penelitian (outcomes). 1990. Locke et. 1988) 9. kriteria untuk mempertimbangkan penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian kuantitatif. Robert Park. 1985. Tujuan penelitian etnografis 253 . Makna dan interpretasi dinegosiasi dengan sumber-sumber data manusiawi karena inilah realitas subjek yang memang ingin direkonstruksi oleh seorang peneliti kulatatif (Lincoln & Cuba. atau hasil dan outcome. Penelitian kualitatif khususnya tertarik pada usaha memahami bagaimana sesuatu itu muncul (Freenkel & Wallen. bentuk datanya tidak bisa dihitung {not quantifiable) dalam pengertian yang biasa. khususnya dari kohtribusi Brortislaw Malinowski. peneliti menjelaskan karakteristik-karak-teristik penelitian kualitatif). 10.

Focus penelitian ini adalah pada peran seorang rektor baru dalam menginisiasi perubahan. Yang lebih terkini (1987-1990). pengetahuan. maka di bagian awal penelitian diperlukan adanya identifikasi terhadap nilai-nilai. Persepsi saya terhadap jabatan rector perguruan tinggi dari universitas terbentuk dari pengalaman pribadi saya. rektor. dan karena itulah saya berniat untuk menjadikan rektor sebagai informan dalam penelitian ini. Penelitian ini menekankan aspek pemotretan pengalaman individu-indivsdu sehari-hari dengan cara mengobservasi dan mewawancarai mereka dan individu-individu lain yang relevan (Fraenkel & Wallen. dan isu-isu yang sering dihadapi oleh rektor universitas di tahun pertama. Penelitian ini juga berusaha memperoleh gambaran menyeluruh untuk dapat menyingkap bagaimana manusia mendeskripsikan dan men-strukturkan dunia (Fraenkel & Wallen. 1990). 1990). saya sudah sering terlibat dalam semua aktivitas dan keputusan dewan administratif tingkat tinggi. Sebagai anggota dewan rektorat. saya juga telah bekerja sama dengannya pada awal tahun masa kepemimpinannya di universitas. asumsi-asumsi. saya bertugas sebagai staf administrasi di sejumlah perguruan tinggi swasta yang terdiri dari 600 hingga 5000 mahasiswa. pembangunan relasi. 1987). Saya juga sering bekerja sama dengan pihak fakultas. buka malah merugikan (locke et al. 254 . dan dewan perwakilan mahasiswa. Kontribusi peneliti terhadap setting penelitian sangat penting da positif. Dari agustus 1980 hingga Mei 1990. Selain memberikan laporan kepada rektor. 1987).adalah memperoleh gambaran umum mengenai subjek penelitian. saya menjabat sebagai Dekan Student Life di salah satu universitas di Midwest. Penelitian etnografis melibatkan wawancara mendalam dan observasi terus-menerus pada para partisipan dalam situasi tertentu (Jacob. Sayajuga sudah cukup memahami tentang struktur perguruan tinggi dan peran rektor di dalamnya. {DI sini. dan pembuatan keputusan. Peran Peneliti Karena peran peneliti dianggap sebagai instrument primer dalam pengumpulan data kualitatif. anggota dewan. serta mempersiapkan kepemimpinan dan visi universitas. peneliti menggunakan dan menjelaskan pendekatan etnografis). Saya yakin pemahaman saya tentang konteks dan peran ini dapat meningkatkan kesadaran. dan sensitivitas saya terhadap tantangantantangan. keputusan –keputusan. dan bias-bias personal (peneliti)..

(disini. Saya mengawali penelitian ini dengan asumsi bahwa rektor universitas merupakan suatu jabatan yang sangat berbeda dan rumit. focus penelitian ini adalah pengalaman dan peristiwa sehari-hari seorang rektor yang baru. rektor memliki tiga pembantu Rektor (Bidang Akademik. mahasiswa universitas ini yang berjumlah 1. dipenuhi dengan berbagai perubahan. Batasan Penelitian Lokasi Penelitian ini dilakukan di salah satu universitas negeri di Midwest. Penelitian ini 255 .Karena pengalaman-pengalaman bekerja sebelumnya dengan seorang rektor baru di sebuah universitas. dan tentu saja tantangan-tantangan baru. Meskipun banyak ekspektasi terhadapnya. serta bagaimana saya menginterpretasikan pengalaman-pengalaman saya pribadi. Akan tetapi saya mengobservasi peran rektor ini hanya dalam konteks pertemuan-pertemuan dewan administrative. Universitas ini terletak di lingkungan masyarakat pedesaan Midwestern. Bidang Administrasi. frustasi. serta persepsi-persepsinya dan makna-makna dalam pengalaman tersebut sesuai dengan yang diungkapkan oleh informan.000 orang. Saya memandang tahun pertama sebagai tahun yang amat penting. Informan Informan dalam penelitian inin adalah rektor baru disalah satu universtitas negeri Midwest. Informan utama dalam penelitian ini adalah rektor tersebut. peneliti merefleksikan perannya dalam penelitian). S2. dan Bidang Kemahasiswaan) dan dua Dekan (Sarjana dan Diploma). Meskippun saya sudah berusaha semaksimal mungkin memastikan objektivitas penelitian. dan S3 dengan 51 mata kuliah. saya tentu membawa bias bias tersendiri ke dalam penelitian ini. Ketika kuliah aktir. Dalam dewan ini. saya tetap mempertanyakan seberapa besar kemampuan rektor untuk menginisiasi perubahan dan mempersiapkan kepemimpinan dan visi universitas.700 orang nyaris mengisi tiga kali lipat populasi masyarakat di sana yang hanya berkisar 1. bias-bias ini justru membantu bagaimana saya memandang dan memahami data yang dikumpulkan. Peristiwa Didasarkan pada metodologi etnografis. bias-bias ini tetap saja muncul. Akan tetapi. Institusi ini memiliki jenjang S1. kejutan-kejuatan yang tak terduga.

Jangka waktu ini sudah mencangkup minimal sekali dalam sebulan wawancara terekam selama 45 menit dengan 256 . dan harapan-harapan informan harus dpertimbangkan terlebih dahulu ketika akan dibuat pilihan-pilihan tentang pelaporan data penelitian. Uniknya. penelitian etnografis lah yang paling menonjol. dalam penelitian ini. (Disini. peneliti membahas masalah-masalah etis dan review IRB) Strategi-Strategi Pengumpulan data Data dikumpulkan sejak Februari hingga Mei. Merriam. jabatan dan institusi informan yang benar-benar tampak justru menjadi salah satu perhatian. 1989. Perimbangan-pertimbangan Etis Dalam merancang penelitian. Marshall & Rossman. serta mempersiapkan kepemimpinan dan visi universitas. 1982. peneliti harus memiliki kewajiban untuk menghormati hak-hak. nilai-nilai. peneliti menjelaskan batasan-batasan pengumpulan data). Proses Penelitian ini difokuskan pada peran seorang rektor baru dalam menginisiasi perubahan. (4) informan harus diberi tahu mengenai semua perangkat dan aktivitas pengumpulan data (5) transkripsi harfiah (kata demi kata) da interpretasi serta laporan tertulis harus dibuat dan diberikan pada informan. membuat keputusan. Dalam konteks pertimbangan etis ini. Spradley. 1980) dan terus menyikap informasi-informasi yang dianggap sensitif. 1980).. (6) hak-hak. kebutuhan-kebutuhan. Untuk itulah diperlukan pula proteksi terhadap hak-hak informan: (1) sasaran penelitian harus disampaikan secara verbal da tulisan sehingga sasaran-sasaran tersebut bisa dipahami dengan jelas oleh informan (termasuk deskripsi mengenai bagaimana data yang nanti terkumpul dan dimanfaatkan selanjutnya dan untuk keperluan apa). Observasi dalam penelitian etnografis mengharuskan peneliti untuk menggali kehidupan informan (Spradley. (Disini. Pertama dan yang utama. 1988.mencangkup penyesuaian peristiwa-peristiwa atau informasi-informasi yang mengejutkan dan pemaknaan atas peristiwa-peristiwa atau isu-isu penting yang muncul. dan keinginan-keinginan (para) informan. (3) formulir dispensasi penelitian harus disahkan oleh Dewan Peninjau Institusional/ Institutional Review Board/IRB (Lampiran B1 dan B2). pada 1992. (2) izin tertulis untuk melakukan penelitian tersebut harus diperoleh dari informan. membangun relasi. para peneliti kualitatif pada umumnya selalu membahas pentingnya pertimbangan-pertimbangan etis (Locke et al. dan (7) keputusan akhir yang terkait dalam anonimitas informan selebihnya diserahkan pada informan sendiri. keinginan-keinginan.

Prosedur-Prosedur Analisis Data Merriam (1998) dan Marshall dan Rossman (1989) menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif. saya akan menggunakan catatan lapangan (field log). 1988). Mereka berusaha mengidentifikasi dan mendeskripsikan pola-pola dan tema-tema dari sudut pandang partisipan. Gagasan. informan telah setuju untuk merekam kesan-kesan mengenai pengalaman. orang-orang. Diary terekam (taped diary) milik partisipan dan hasil wawancara terekam (taped interview) di transrip dalam kata demi kata. dan persepsi saya selama proses penelitian dalam catatan lapangan. lampiran C). peneliti etnografi mengindeks dan mengkode data mereka dengan menggunakan sebanyak mungkin kategori-kategori (Jacob. Lampiran D). pengumpulan data dan analisis data harus serempak (simultaneously). dan Publikasi). pemikiran. wawancara lanjutan (follow up interview) dijadwalkan akan dilakukan pada akhir Mei 1992 (lihat Lampiran E untuk catatan waktu dan jadwal kegiatan yang direncanakan).informan (rancangan pertanyaan-pertanyaan wawancara. penglaman. (Disini. Schatzman dan Strauss (1973) menyatakan bahwa analisis data kualitatif utamanya melibatkan pengklasifikasian benda-benda. Selain itu. Untuk membantu pengumpulan data. (Disini. 257 . dan dicoding secara terus menerus. dan sekali dalam sebulan analisis pada kalender dan dokumen-dokumen informan (catatan-catatan pertemuan. perasaan. memo. dan perasaan-perasaannya melalui diary terekam/ taped diary (petunjuk-petunjuk tentang refleksi terekam. sekali dalam sebulan. dan memperoleh dokumendokumen pribadi). peneliti menjelaskan bagaimana ia mencatat informasi deskriptif dan reflektif). 1980). serta property-properti lain yang mencirikan ketiganya. Catatancatatan rekaman dan entri-entri di dalamnya direview secara terus menerus. yang menampilkan sejumlah petunjuk tentang bagaimana saya harus memanfaatkan waktu ketika saya berada di lapangan. Saya juga bermaksud mencatat detail-detail observasi saya dalam notebook dan pemikiran. 1987). berpartisipasi sebagai observer.gagasan utama dicatat rentetan kemunculannya (seperti yang disarankan oleh Merriam. Biasanya sepanjang proses analisis data. (Disini. kemudian berusaha memahami dan menjelaskan pola-pola dan tema-tema tersebut (Agar. dan peristiwa-peristiwa. Selama analis ini. observasi dua jam pada aktivitas-aktivitas keseharian. diperiksa kembali berulang-ulang. peneliti berencana untuk wawancara secara berhadap-hadapan. ketika menstranskip dan menganalsis data. peneliti mendeskripsikan langkah-langkah dalam analisis data). data disusun secara kategoris dan kronologis.

258 . peneliti dapat langsung ―memasukkan data lapangan. 1989: 67-70). dan ilustrasi-ilustrasi…(dan) menge-tag (atau meng-coding) semua atau sebagian sumber data sehingga sekumpulan data dapat disaring dan dirakit kembali dalam konfigurasi yang baru dan lebih baik‖ (Padilla. observasi. dan dokumen dapat dianalisis seutuhnya. Verifikasi Untuk memastikan validitas internal. catatan pribadi. atau dihapus dengan menggunakan editor HyperQual. Raymond Padilla (Arizona State University) merancang HyperQual ini pada 1987 yang diterapkan pertama kali dalam komputer Macintosh. observasi. diperoleh kembali. Triangulasi data.Selain itu. dan dikelompokkan kembali untuk dianalisis. informan dilibatkan dalam sebagian besar tahap penelitian ini. Sekumpulan data yang penting dapat diidentifikasi. mulai dari perancangan proyek hingga pemeriksaan interpretasi dan kesimpulan. seorang mahasiswa doktoral dan graduate asisten di Jurusan Psikologi Pendidikan dipilih sebagai rekan pemeriksa atas peneitian ini. termasuk data wawncara. berikut ini strategi-strategi yang akan diterapkan: 1. dipilah-pilah. 2. Tanya jawab bersama informan terkait dengan hasil interpretasi peneliti tentang realitas dan makna yang disampaikan informan akan memastikan nilai kebenaran sebuah data 3. proses analisis data ini dibantu dengan penggunaan program computer analisis data kualitatif yang dikenal dengan HyperQual. (Disini. Pola partisipatoris. tema-tema. 4. data dikumpulkan melalui beragam sumber agar hasil wawancara. Member Checking. Kategori-kategori atau kode-kode dapat dimasukkan terlebih dahulu atau di lain waktu. diubah. observasi regular dan berulang atas fenomena dan setting penelitian akan dilakukan dalam jangka waktu empat bulan. dikelompokkan . data-data teks dapat dicari kategori-kategori. 5. Denga HyperQual. HyperQual memanfaatkan software HyperCard dengan memfasilitasi perekaman/ pencatatan dan analisis data teks dan grafis. Stack-stack khusus dirancang untuk mengoperasikan dan mengolah data. Waktu yang lama dan observasi berulang di lokasi penelitian. Kode-kode ini juga dapat ditambah. informan akan mengecek seluruh proses analisis data. peneliti menjelaskan penggunaan software computer untuk analisis data). kata-kata. Pemeriksaan oleh sesame peneliti (peer examination). atau frasafrasa kuncinya.

Miles dan Huberman (1984). Kedua. strategi utama yang diterapkan adalah menyediakan deskripsi-deskripsi yang kaya. bias peneliti telah dijelaskan dalam subjudul ―Peran Peneliti‖. seperti penelitian individu-individu (naratif. padat. untuk memastikan validitas eksternal dalam proyek ini. 1988). menjelaskan pentingnya membuat tampilan data. Strategi pengumpulan dan analisis data akan dilaporkan secara detail untuk memberikan gambaran yang jelas dan akurat mengenai metode-metode yang digunakan dalam penelitian ini. serta konteks dari mana data dikumpulkan (LeCompte & Goetz. saya juga merekomendasikan agar peneliti menjelas-kan —dalam proposal penelitian— strategi penelitian yang akan di-gunakan. peneliti memberikan penjelasan detail tentang focus penelitian. Pertama. Selain itu. Sementara itu. Karena penelitian ini merupakan penelitian naturalistik maka hasil-hasilnya akan lebih pas bila disajikan dalam bentuk deskriptif-naratif ketimbang dalam bentuk laporan saintfik. (Disini. dan tulisan naratif adalah bentuk yang paling sering digunakan untuk menampilkan data kualitatif. di awal penelitian ini. Proyek akhirnya akan berupa konstruksi pengalaman-pengalaman informan dan pemaknaannya terhadap pengalaman tersebut. Peneliti mengidentifikasi strategi-strategi validitas yang akan digunakan dalam penelitian). misalnya. Hal ini akan memungkinkan pembaca untuk turut merasakan tantangan-tantangan yang dirasakan informan dan memberikan prespektif yang dengannya pembaca juga dapat memandang dunia sang informan (Disini. dan peristiwa (studi kasus. Melapokan Hasil Penelitian Lofland (1974) menegaskan bahwa: meskipun strategi-strategi pengumpulan dan analisis data relatif sama dalam berbagai metode kualitatif. atau pengamatan perilaku-perilaku individu ataii kelompok culture-sharing 259 . Semua tahap dalam penelitian ini juga akan diperiksa oleh seorag auditor luar yang sudah berpengalaman dalam metode penelitian kualitatif. Ketiga. Deskripsi yang padat akan menjadi sarana menyampaikan gambaran holistik mengenai pengalaman-pengalaman dari seorang rektor universitas yang baru. aktivitas. cara melaporkan hasil penelitian cenderung berbeda. grounded theory). diterapkan traingulasi dan beberapa metode lain dalam pengumpulan dan analisis data. Ada tiga teknik untuk memastikan reabilitas penelitian ini. Peneliti menyebutkan outcome penelitian).6. Klarifikasi bias penelitian. fenomenologi). kedudukan informan dan dasar penelitian. peran peneliti. dan rinci sehingga setiap orang yang tertarik membaca proyek ini akan memiliki perbandingan kerangka kerja (Merriam. 1984). eksplorasi proses.

observasi. proposal penelitian juga perlu membahas peran peneiiti: pengalam anpengalaman sebelumnya.(etnografi). Dalam kolom-kolom sebelah kanan. Setelah menulis rancangan ini. Buatlah tabel yang. Latihan Menulis LATIHAN MENULIS 1. 2. Jika ada satu strategi yang dipilih. menunjukkan reliabilitas prosedur-prosedur. dan peneliti biasanya menerapkan langkahlangkah analisis umum dan strategi-strategi khusus di dalamnya. berarti strategi ini juga perlu disajikan sesuai dengan model narasinya masing-masing. Analisis data merupakan proses yang terus berkelanjutan selama penelitian. Untuk interpretasi data penelitian. Proposal penelitian seharusnya juga berisi satu bagian tentang outcome yang di-harapkan. penyajian data dalam tabel. dan/atau mengajukan agenda perubahan. tunjukkan langkah-langkah yang akan Anda terapkan dalam proyek Anda. Analisis ini melibatkan analisis informasi partisipan. peneliti juga perlu menyebutkan strategi-strategi yang akan digunakan untuk memvali-dasi keakuratan hasil penelitian. membandingkan hasil penelitian dengan literatur dan teori tertentu. perhatikan Tabel 9. Lebih jauh. wawancara. pehgcodmg-an data. peneliti perlu menyampaikan pelajaran apa yang dapat diambil. Langkah-langkah umum ini meliputi antara lain: pengolahan dan penyiapan data. dan data yang harus Anda kumpulkan. menyajikan langkah-langkah analisis data. strategi penelitian yang ingin Anda giinakan. penggunaan program-program kom puter. Selain itu. grafik. dokumentasi. dan gambar. langkah-langkah memperoleh entri. dan menjelaskan fungsi generalisabilitas. hubungan personal dengan lokasi penelitian. serta interpretssi terhadap data penelitian. Tulislah satu rancangan prosedur penelitian kualitatif. dalam proposal tersebut. dan masalah-masalah etis. pembacaan awal informasi. dan audiovisual). peneliti seharusnya menyertakan penjelasan tentang pendekatan sampling dan jenis/strategi apa yang digunakan untuk mengumpulkan data (seperti. Penting juga menjelaskan jenis-jenis protokol perekaman/ pencatatan data yang akan digunakan. 260 . Dalam bagian proposal pengumpulan data.1 untuk mengecek apakah rancangan yang Anda tulis tersebut sudah lengkap atau tidak. deskripsi detail kode-kode. analisis tematik kode-kode. dalam kolom paling kiri. memunculkan pertanyaan-per-tanyaan.

grounded theory. logika dan asumsiasumsi dasar tentang rancangan dan metode penelitian. U. C. anggota. & Rossman.-konseptual penelitian. mengumpulkan data. Terkadang. Edisi keempat. Misalnya. ketimbang menekan-kan sikap filosofis. Creswell. (2006). rnetode-metode pengumpulan data dan prosedur-prosedur dalammengatur. Thousand Oaks. CA: Sage. Flick. Sebaliknya. CA: Sage. Buku ini menjelaskan bagaimana merencanakan dan merancang penelitian kualitatif. merekam. buku ini juga membahas isu-isu kualitas dalam penelitian kualitatif. Buku yang terdiri dari delapan volume dan diedit oleh Uwe Fick ini ditulis oleh para peneliti kualitatif kelas dunia dan dibuat secara kolektif untuk menjelaskan masalah-masalah inti yang muncul ketika para peneliti melaksanakan penelitian kualitatif. (Ed. para pembaca akan lebih mudah memilih dan menentukan mana dari kelimanya yang tepat diterapkan untuk masalah penelitian mereka dan sesuai dengan gaya pribadi mereka dalam melakukan penelitian. 261 . dan studi kasus— dan membahas bagaimana prosedur-prosedur dalam lima jenis penelitian ini ber-beda dan sama antarsatu dengan yang lain. dan sumber-sumber yang dibutuhkan untuk penelitian. fenomeno-logi. seperti waktu. London: Sage. Topik-topik yang di-sertakan dalam buku ini sangat komprehensif. (2007). Designing Qualitative Research. mereka menjelaskan tentang kerangka. sejumlah penulis yang membahas penelitian kualitatif terlalu berpijak pada sikap filosofis terhadap topik yang dibahas.BACAAN TAMBAHAN Marshall. Edisi kedua.W. Catherine Marshall dan Gretchen Rossman memperkenalkan prosedur-prosedur dalam penelitian kualitatif. cocok dipelajari untuk para peneliti pemula maupun peneliti yang sudah mahir. dan pembaca dibiarkan tanpa pemahaman tentang prosedur-pro-sedur dan praktik-praktik yang sebenarnya dalam merancang dan melaksanakan penelitian kualitatif. Ini adalah buku yang komprehensif dan insightful. The Sage Qualitative Research Kit. dan menganalisis data kualitatif. (2007). buku ini bisa menjadi informasi up-to-date bagi para peneliti masa kini yang ingin mendalami bidang penelitian kualitatif.). Thousand Oaks. analisis wacana). J. Secara keseluruhan. etnografi. G. Di bagian akhir. data visual. dan pendanaan. Tidak hanya itu.B. buku saya lebih menyajikan lima pendekatan praktis dalam penelitian kualitatif—pendekatan naratif. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing among Five Approaches. dan menganalisisnya (misalnya.

Bab ini akan mengulas banyak hal yang telah disajikan dalam bab-bab sebelumnya. salah satunya. berkembang. ada begitu b3nyak manfaatyang dapat diperoleh dari kombinasi penelitian kualitatif dan kuantitatif ini daripada sekadar menerapkan salah satu dari keduanya secara terpisah. KOMPONEN-KOMPONEN PROSEDUR METODE CAMPURAN 262 . disebabkan oleh kenyataan bahwa metodologi penelitian teais berevolusi dar. Pada akhirnya. bab ini juga akan menjelaskan tujuan penelitian dan rumusan masalah dari kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif (Bab 6 dan 7). misalnya pembahasan lebih luas mengenai pandang-an-dunia pragmatis. Bab ini juga akan menjelaskan lebih lanjut tentang masalah-masalah penelitian yang menuntut keniscayaan untuk dieksplorasi dan dijelaskan (Bab 5). Apalagi. Selain itu. Popularitas ini.Bab Sepuluh PROSEDUR-PROSEDUR METODE CAMPURAN Seiring berkembangnya penelitian kualitatif dan kuantitatif dalam ilmu sosial humaniora. dan menjelaskan alasan-alasan digunakannya strategi-strategi jamak (multiple forms) dalam pengumpulan dan analisis data (Bab 8 dan 9). dan penerapan metode-metode jamak (multiple methods) sebagaimana yang telah dijabarkan pada Bab 1. Salah satu manfaatnya adalah memberikan pemahaman yang lebih luasterhadap masalah-masalah penelitian. dan metode campuran adalah salah satu wujud dari perkembangan ini. masalah-masalah yang diangkat oleh para pakar ilmu sosial dan kesehatan begitu kom-pleks sehingga menerapkan hanya satu pendekatan saja tentu tidak memadai untuk menjabarkan kompleksitas ini. penelitian dengan metode campuran —yakni. Sifat interdisipliner penelitian juga turut memengaruhi tim penelitian yang terdiri dari individu-individu yang memiliki minat dan pendekatan metodologis yang beragam. yang memanfaatkan kekuatan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif sekaligus. kombinasi penerapan metode kualitatif dan kuantitatif. menerapkan kombinasi dua pendekatan sekaligus (kualitatif dan kuantitatif)— menjadi kian populer.

2003). komunikasi interpersonal (Boneva. Greene. sejumlah jurnal juga m ulai fokus pada peneli tian d engan metode campuran. perawatan demensia (Weitzman & Levkoff. 2008. Tashakkori & Teddlie. penelitian metode campuran telah berkem'oang menjadi seperangkat prosed ur y a rig dapat diterapkah para peneliti dalam mendesain penelitian metode campuran mereka. Day. Bahkan. Annals of Family Medicine. kesehatan mental (Rogers. sejumlah jurnal lain juga telah berusaha merumuskan penelitian ini dalam konteks disiplin ilmu pengetahuan tertentu. bab ini juga akan membahas perlunya model visual dalam Tabel 10. Kraut. seperti Journal of Mixed Methods Research. pencegahan AIDS (Janz et al. Checklist pertanyaan-pertanyaan seputar bagaimana mendesain penelitian metode campuran sudah disajikan dalam Tabel 10. yang untuk pertama kalinya menyajikan overviezo komprehensif mengenai strategi penelitian yang satu ini. 1996). Quality and Quantity dan Field Methods.1. Dalam bab ini. Selain itu. 2000). & Frohlich. Creswell & Piano Clark. Bryman. Baru-baru ini. Buku-buku terbaru yang terbit setiap tahun pun juga tidak sedikit yang ditulis khusus untuk membahas penelitian metode campuran (seperti. 2007. 1994). Piano Clark & Creswell.. 2008. seperti bidang terapi okupasional (Lysack & Kreftdng. Qualitative Health Research. 1998). diterbit-kanlah Handbook of Mixed Methods in the Social & Behavior Sciences (Tashakkori & Teddlie. seperti International Journal of Social Research Methodology. beberapa penelitian sosial humaniora juga bany ak yang menerapkan penelitian metode campuran ini dalam bidang-bidang yang beragam..1 Checklist Pertanyaan-pertanyaan untuk merancang prosedur Metode campuran --------------------------------------------______ --------------------Apakah definisi dasar tentang metode campuran sudah disajikan? Apakah alasan/rasionalisasi digunakannya dua pendekatan atau data ini (kuantitatif dan kualitatif) juga sudah disajikan? Apakah pembaca merasakan manfaat potensial dari diterapkannya rancangan metods campuran ini? Apakah kriteria-kriteria dalam memilih strategi metode campuran sudah diidentifikasi? Apakah strategi yang dipilih sudah disebutkan? Apakah model visual yang mengilustrasikan strategi tersebut juga sudah disajikan? Apakah ada notasi yang digunakan untuk menyajikan model visual tersebut? 263 . 2001). Pada 2003. & Bentall. Randall. 2003). Selain jurnal.Saat ini. akan dijelaskan komponenkomponen penting terkait sifat-sifat dan jenis-jenis strategi penelitian metode campuran. 1995). dan dalam sains sekolah menengah (Houtz. 2007.

Setelah pembahasan mengenai komponen-komponen di atas. dan struktur penyajjan laporan akhir. Tashakkori & Teddlie. 2007. 1998). disajikan satu contoh prosedur metode campuran yang diperoleh dari berbagai sumber. Jelaskan pula mengapa peneliti harus menggunakan rancangan metode campuran (misalnya.  Definisikan penelitian metode campuran. Turner. 1979). panjelasan lebih detail tentang bagaimana mendefinisikan pene litian metode campuran dalam Johnson. Onwuegbuzie. prosedur-prosedur khusus dalam pengumpulan dan analisis datanya. SIFAT PENELITIAN METODE CAMPURAN Karena penelitian metode campuran ini relatif baru di dalam ilmu sosial humaniora maka peneliti perlu menyajikan definisi dasar dan deskripsi singkat dalam proposal. ada pula yang menyatakan bahwa metode campuran ini didorong oleh keinginan untuk mengembangkan metodologi yang berbeda dalam penelitian (lihat Creswell & Piano Clark. dan apakah struktur ini berkaitan dengan strategi penelitian yang dipilih? rancangan metode campuran. beberapa hal yang perlu dijelaskan terkait dengan sifat metode campuran dalam proposal penelitian:  Jelaskan secara kronologis dan singkat sejarah perkembangan metode campuran. dengan menyertakan definisi dalam Bab 1 yang fokus pada pengombinasian dua metode (kualitatif dan kuantitatif) dalam. satu penelitian (lihat.------------------------- ------------- --------------------- Apakah prosedur-prosedur pengumpulan dan analisis data sudah dijelaskan? Apakah strategi-strategi sampling untuk pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif sudah dijeiaskan? Apakah strategi-strategi sampling ini berkaitan erat dengan strategi penelitian yang dipiiih? Apakah prosedur-prosedur data yang spesifik sudah dijelaskan? Apakah prosedur-prosedur ini berkaitan erat dengan strategi penelitian yang dipilih? Apakah prosedur-prosedur validasi data kualitatif dan kuantitatif sudah dijelaskan? Apakah struktur naratif/penyajian metode campuran sudah dijelaskan. peran peneliti. untuk menggunakan satu pendekatan integratif agar mampu memperoleh pemahaman yang 264 . 2007). untuk memperluas pembahasan dengan cara menerapkan dua metode sekaligus. misalnya. Beberapa sumber mengidentifikasi bahwa penelitian ini bermula dari psikologi dan matriks multitraid-multwietlwd-nya Campbell dan Fiske (1959) yang tertarik untuk mengonvergensi dan mentriangulasi sumber-sumber data kuantitatif dan kualitatif 0ick. Namun. Berikut ini.

 Tulislah tantangan-tantangan yang Anda hadapi ketika menerapkan penelitian metode campuran.lebih baik. sintesis. 2007 untuk pembahasan mengenai inisiatif inisiatif awal yang turut berkontribusi pada perkernbangan metode campuran saat ini). Berikut ini. seperti integmsi. Tantangan-tantangan ini bisa berupa sifat pengumpulan datanya yang harus ekstensif. kenalilah istilah-istilah berbeda yang sering digunakan untuk menyebut penelitian ini. seperti evaluasi. penting kiranya untuk mempertimbangkan terlebih dahulu sejumlali aspek penting dalam merancang prosedur-prosedur untuk penelitian 265 . meskipun ada sejumlah hal substansial yang mirip dan overlapping dalam rancangan-rancang-an tersebut. Creswell dan Piano Clark (2007) mengidentifikasi 12 sistem klasifikasi strategi penelitian metode campuran yang didasar-kan pada ranah-ranah yang berbeda. campuran dua metode ini bisa saja berada dalam satu penelitian atau berada di antara sejumlah studi dalam satu program penelitian. dan proyek-proyek yang didanai/hibah (lihat Creswell & Piano Clark. serta tuntutan akan pengetahuan mendalam tentang bentuk penelitian kuantitatif sekaligus kualitatif. meski bukubuku yang terbit baru-baru ini lebih banyak menggunakan istilah metode campuran (Bryman. 2003). kebijakan dan penelitian pendidikan. Yang jelas. Tashakkori & Teddlie.  Jelaskan secara singkat perkembangan minat terhadap penelitian metode campuran seperti yang banyak terungkap dalam buku.buku.. serta penelitian sosial dan behavioral. dan metodologi campuran. 2006. multimetode. Dalam klasifikasi-klasifikasi ini. metode kuantitatif dan kualitatif. perawatan kesehatan publik. Merencanakan Prosedur-Prosedur Metode Campuran Sebelum membahas enam strategi ini. Selain itu. setiap strategi memiliki istilah yang berbeda-beda. penelitianpenelitian akademik. artikel-artikel jurnal. sifat analisisnya yang begitu intensif atas data teks dan angka-angka. saya jelaskan enam strategi penelitian metode campuran yang sudah saya dan rekan-rekan saya gunakan sejak 2003 (Creswell et al. STRATEGI-STRATEGI PENELITIAN METODE CAMPURAN DAN MODELMODEL VISUALNYA Ada beberapa tipologi yang bisa dimanfaatkan peneliti untuk memilih jenis strategi metode campuran yang akan digunakan dalam ponelitiannya. 2003). atau untuk menguji hasil penelitian dari pendekatan yang berbeda).

yang di dalamnya data dikumpulkan dari sejumlah besar partisipan (yang biasanya di-anggap sebagai sampel penelitian). berarti data kualitatif maupun data kuantitatif sama-sama dikumpulkan sekaligus dalam satu waktu. peneliti periu menentukan data apa saja yang akan dikumpulkan terlebih dahulu: apakah data kuantitatif atau data kualitatif. berarti tujuannya adalah untuk mengeksplorasi topik penelitian dengan cara mengamati para parti-sipan di lokasi penelitian. Dalam hal ini. Weighting (Bobot) 266 . dan teorizing (teorisasi) seperti yang dapat dilihat dalam Gambar 10. mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif dalam satu waktu sering kali lebih efektif ketimbang mengumpulkannya secara bertahap. mixing (pencampuran). Hal ini bergantung pada tujuan awai peneliti. Ketika data kualitatif yang terlebih dahulu dikumpulkan. (2003). Ketika data dikumpuikan secara bertahap. Ketika data dikumpulkan secara konkuren.1 Aspek-Aspek yang Perlu Dipertimbangkan dalam Merancang Penelitian Metode Campuran Sumber: Diaptasi dari Creswell et al. Setelah itu. peneliti memperluas pema-hamannya melalui tahap kedua. Timing (Waktu) Peneliti harus mempertimbangkan waktu dalam pengumpulan data kualitatif dan kuantitatifnya: apakah data akan dikumpulkan secara bertahap (sekuensial) atau langsung dikumpulkan sekaligus dalam satu waktu (konkuren). dalam ilmu kesehatan di mana para dokter tidak punya banyak waktu untuk mengumpulkan data di lapangan). Dalam beberapa proyek penelitian. dan pelaksanaannya ber-langsung serempak.metode campuran.1 Timing Konkuren/Tidak Sekuensial Tahap Pertama Kualitatif-Sekuensial Bobot/Prioritas Pencampuran Seimbang Menggabungkan {Integrating) Kualitatif Menghubungkan (Connecting) Teorisasi Eksplisit Implisit Tahap Pertama Kuantitatif Menancapkan Kuantitatif-Se(Embedding) kuensial Gambar 10. Aspek-aspek tersebut antara lain: timing (waktu). kuantitatif. iveighting (bobot). terkadang memang tidak efektif mengumpulkan data secara bertahap dalamjangka waktu yang lama (misalnya. ketika peneliti berada dalam lokasi penelitian.

namun keduanya tetap dihubung-kan satu sama lain secara implisit. namun dalam beberapa penelitian lain. membangun tema-tema dalam kualitatif) atau pendekatan deduktif (seperti. Ada dua pertanyaan yang perlu diajukan dalam hal ini: Kapan peneliti harus melakukan pencampuran (mixing) dalam penelitian metode campuran? Dan bngaiinann proses pencampuran ini? Pertanyaan pertama lebih mudah dija wab ketimbang pertanyaan kedua. bobot dalam penelitian metode campuran ini bisa dipertimbangkan melalui beberapa hal.is data danhasilnya dapat digunakan untuk mengidentifikasipara partisipan yang dikumpul-kan pada tahap 267 . tahap inter-pretasi. Prioritas pada satu metode bergantung pada minat peneliti.Faktor kedua yang perlu diperhatikan dalam merancang prosedur-prosedur metode campuran adalah bobot atau priori tas yang diberikan antara metode kuantiatif dan kualitatif. Dalam beberapa penelitian. Bagi para pem-buat proposal yang menggunakan metode campuran ini. dalam proyek dua-tahap yang diawali oleh tahap kuantitatif. keinginan pembaca (seperti. Dalam kerangka yang lebih praksis. men-campur rumusan masalah/ filosofi. seperti dalam percobaan-percobaan eksperimen (lihat Rogers et al. Mencampur (mixing) berarti bahwa data kualitatif dan kuantitatif benar-benar dileburkan dalam satu end of continuum. Bagaimana data dicampur? Ini menjadi salah satu perhatian utama di kalangan para pakar metodologi penelitian baru-baru ini (Creswell & Piano Clark. Misalnya. mereka perlu menjelaskan dan menyajikan dalam. Pencampuran dua jenis data bisa saja dilakukan dalam bebe-rapa tahap: tahap pengumpulan data. dijaga keterpisahannya dalam end of continuum yang lain.. antara lain apakah data kualitatif atau data kuantitatif yang akan diutamakan terlebih dahulu. atau bahkan dalam ketiga tahap ini sekaligus. sedangkan data kuantitatif terdiri dari angka-angka. bobot tersebut bisa lebih berat ke satu metode daripada metode yang lain. 2007). dan interpretasi penelitian) bukanlah pekerjaan yang mudah mengingat data kualitatif terdiri dari teks-teks dan gambar-gambar. pihak fakultas. tahap analisis data. Mixingr(Pencttiiipuran) Mencampur data (atautialam pengertian yang lebih luas. atau apakah pendekatan induktif (seperti. peneliti memang sengaja lebih mernprioritaskan satu jenis data untuk penelitian tertentu. proposalnya kapan proses pencampuran tersebut terjadi. bobot ini bisa saja seimbang. Dua data ini bisa saja ditulis secara terpisah. dan hal apa yang ingin diutamakan oleh peneliti. menguji suatu teori) yang akan diprioritaskan. atau dikombinasikan denganbeberapa cara yang lain. analis. organisasi profesionai). Terkadang. sejauh mana treatment terhadap masing-masing dari dua jenis data tersebut. 2003).

Dalam skenario proyek terakhir. teori adopsi. kelas) (lihat Bab 3). bahkan tidak disebutkan sama sekali. Dalam situasiini. teori kepemimpinan. penelitian metode campuran. siapa yang berpartisipasi dalam penelitian. tetapi bisa juga ditulis secara implisit. semacam advokasi/partisipatoris (misalnya. Database sekunder • memainkan peran pendukung dalam penelitian ini. Semua peneliti membawa teori-teori ke dalam penelitian mereka. Dalam penelitian metode campuran. Perspektif ini bisa berupa teori yang berasal dari ilmuilmu sosial (seperti. kita akan fokus pada penggunaan teori-teori yang eksplisit. bagaimana data dikumpulkan. gender. dan teori-teori ini dapat ditulis secara eksplisit dalam. yakni pada tahap pengumpulan data kualitatif. teori atribusi) atau perspektifperspektif teoretis lain yang lebih luas.Sebaliknya. peneliti tidak menggabungkan dua jenis data yang berbeda dan tidak pula menghubungkan dua tahap penelitian yang berbeda. peneliti bisa saja lebih cende-rung untuk mengumpulkan satu jenis data (katakanlah kuantitatif) yang didukung oleh jenis data lain (katakanlah kualitatif) yang sudah ia miliki sebelumnya. ia justru tengah me-nancapkan (embedding) jenis data sekunder (kualitatif) ke dalam jenis data primer (kuantitatif) dalam satu penelitian.. pencampuran berarti menggabungkan dua database dengan meleburkan secara utuh data kuantitatif dengan * data kualitatif. dan implikasi-implikasi yang diharapkan dari penelitian (biasanya demi 268 . Dalam hal ini. peneliti bisa saja mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara konkuren dan menggabungkan (integrating) database keduanya dengan mentransformasikan tema-tema kualitatif menjadi angka-angka yang bisa dihitung (secara statistik) dan membandingkan hasil penghitunganini dengan data kuantitatif deskriptif. Di sini. Dalam hal ini. saling dihubungkan (connecting) satu sama lain selama tahap-tahap penelitian. ras. baik data kuantitatif maupun data kualitatif. Keterhubungan ini tergambar dari penelitian kuantitatif dan kualitatif yang terhubung selama analisis data pada tahap pertama dan pengumpulan data pada tahap kedua. Teorisasi dan Perspektif-PerspektifTrcmsformasi Faktor terakhir yang perlu dipertimbangkan seorang peneliti dalam merancang prosedur metode campuran adalah perspektif teo-retis apa yang akan menjadi landasan bagi keseluruhan proses/ tahap penelitian. teori biasanya muncul di bagian awal penelitian untuk membentuk rumusan masalah yang diajukan. Dalam proyek yang lain.selanjutnya.

Meski demikian. dengan satu jenis data (misalnya.  Simbol"—>" mengindikasikan strategi pengumpulan data sekuensial. Keenam strategi ini di-adaptasi dari Creswell et al. Tashakkori dan Teddlie (1998). analisis. Masih a da enam strategi penting yang bisa dipiiih oleh peneliti dalam merancang prosedur-prosedur penelitiannya. data kualitatif dan kuantitatif dapat diprioritaskan 269 . Mertens (2003).perubahan dan advokasi). Dalam penelitian metode campuran. Strategi-Strategi Penelitian Metode Campuran dan Model-Model Visualnya Empat faktor ini —waktu. Ia menyajikan pembahasan yang me-narik tentang bagaimana perspektif transformasi membentuk tahap-tahap penelitian metode campuran. (2003). Kata kualitatifdan kumititatif dalam dua gambar tersebut disingkat dengan kata "qual" dan "quan" (pembahasan detailnya akan disajikan lebih lanjut). Masing-masing strategi metode campuran ini dapat dideskripsi-kan dengan notasi yang sudah lazim digunakan dalam ranah metode campuran. dan Creswell dan Piano Clark (2007):  Simbol "+" mengindikasikan strategi pengumpulan data secara konkuren dan simultan. dengan data kualitatif dan kuantitatif yang dikumpulkan sekaligus dalam satu waktu. yang bisa digunakan oleh para peneliti untuk mengomunikasikan prosedur-prosedur metode campuran mereka dengan mudah. data kuantitatif). Sebuah proposal seharusnya berisi deskripsi tentang strategi penelitian dan model visualnya. keempat faktor tersebut tidak menu tup kemungkinan'kemungkinan yang lain. bobot. Setiap teori pada umumnya menyediakan perspektif utuh yang bisa diterapkan dalam semua strategi penelitian metode campuran (akan dibahas sebentar lagi). pencampuran. Gambar 10. misalnya.dukung jenis data yang lain (misainya. dan teorisasi— dapat membantu peneliti untuk merancang prosed ur-prosedur penelitian metode campuran.3 mendeskripsikan dan mengilustrasikan secara singkat masing-masing strategi ini. dan interpretasi kuantitatif atau kualitatif.2 dan 10.  Pengapitalan ("KUAN" atau "KUAL") mengindikasikan suatu bobot atau prioritas yang diberikan pada data. data kualitatif) yang men. serta prosedurprosedur dasar yang akan digunakan peneliti dalam menerap-kan strategi tersebut. Berikut ini adalah notasi yang diadaptasi dari Morse (1991). Notasi metode campuran merupakan label-label dan simbol-simbol singkatan yang mencerminkan aspek-aspek penting dalam penelitian metode campuran.

Pengapitalan ini mengindikasikan adanya satu pendekatan atau metode yang lebih diprioritaskan.  Notasi KUAN/kual mengindikasikan bahwa metode kualitatif ditancapkan ke dalam rancangan kuantitatif.2 Strategi-Strategi Sekuensial Sumber: Diadaptasi dari Creswell et al. 270 .  "Kuan" dan "Kual" merupakan kependekan dari kunntitntif dan kualiatif. Keduanya menggunakan jumlah kata yang sama untuk menunjukkan keseimbangan antara dua jenis data. atau salah satu data dapat diutamakan ketim-bang data yang lain. (2003) secara seimbang.Gambar 10.  Kotak-kotak mengindikasikan analisis dan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif.

Selain notasi di atas. Dalam hal mi.3 Strategi-Strategi Konkuren Sumber: Diadaptasi dari Creswell et al. Strategi Eksplanatoris Sekuensial Strategi eksplanatoris sekuensial merupakan strategi yang cukup populer dalam penelitian metode campuran dan sering kali digunakan oleh para peneliti yang lebih condong pada proses kuanti-tatif.. dan interpretasi data. Strategi ini diterapkan dengan pengumpulan dan analisis data 271 . (2003). sebuah gambar setidaknya harus terdiri dari dua elemen: prosedur umum dalam metode campuran yang digunakan dan prosedur-prosedur yang lebih spesifik dalam pengumpulan. analisis. dan interpretasi data untuk Gambar 10. membantu pembaca memahami prosedur-prosedur spesifik yang digunakan. yang juga perlu dimasukkan ke dalam setiap gambar adalah prosedur-prosedur spesifik dalam pengumpulan analisis.

Rancangan ini juga mudah dideskripsikan dan dilaporkan. tujuan dari strategi ini adalah menggunakan data dan hasil-hasil kuantitatif untuk membantu menafsirkan penemuan-penemuan kualitatif. Selain itu. Strategi ini bisa saja memiliki atau tidak memiliki perspektif teoretis tertentu.kuantitatif pada tahap pertama yang diikuti oleh pengumpulan dan analisis data kualitatif pada tahap kedua yang dibangun berdasarkan hasil awal kuantitatif.2a. namun tetap berhubungan. dalam membentuk keseluruban prosedur. atau tidak bisa. Kelemahan utama rancangan ini terletak pada lamanya waktu dalam pengumpulan data karena harus melewati dua tahap secara terpisah. tetapi bisa juga tidak. yang kemudian diikuti oleh pengtimpuian dan analisis data kuantitatif pada tahap kedua yang didasarkan pada hasil-hasil tahap pertama. Teori yang eksplisit bisa saja disajikan. hanya tahap pengumpulan dan analisis datanya saja yang dibalik. Morgan (1998) menyatakan bahwa strategi ini cocok 272 . pengumpulan data kualitatif yang dilakukan sesudahnya dapat diterapkan untuk menguji hasil-hasil yang mengejutkan ini dengan lebih detail. Tidak seperti strategi eksplanatoris sekuensial. 1991). Bobot/prioritas lebih cenderung pada tahap pertama. Sifat keterusterangan (straightforward) dari rancangan ini merupakan salah satu kekuatan utamanya. fokus utama dalam strategi eksploratoris sekuensial adalah mengeksplorasi suatu fenomena. Strategi eksploratoris sekuensial bisa. Pada level yang paling dasar. Rancangan ini secara khusus berguna ketika muncul hasil-hasil yang tidak diharapkan dari penelitian kuantitatif (Morse. yang lebih cocok untuk menjelaskan dan menginterpretasi hubungan-hubungan. strategi ini akan lemah ketika dua tahap pengumpulan data diberikan prioritas yang seimbang. Artinya. Proses pencampuran (mixing) data dalam strategi ini terjadi ketika hasil awal kuantitatif menginformasikmi proses pengumpulan data kualitatif. diimplimentasikan berdasarkan perspektif teoretis tertentu (lihat Gambar 102b). Strategi eksploratoris sekuensial melibatkan pengurr«pulan dan analisis data kualitatif pada tahap pertama. Langkah-langkah dari strategi ini sudah diilustrasikan dalam Gambar 10. dan proses pencampuran (mixing) antarkedua metode ini terjadi ketika peneliti menghnbungkan antara analisis data kualitatif dan pengumpulan data kuantitatif. Bobot/prioritas lebih diberikan pada data kuantitatif. Untuk itulah. Strategi Eksploratoris Sekuensial Strategi ini mirip dengan strategi sebelumnya. Rancangan eksplanatoris sekuensial biasanya digunakan untuk menjelaskan dan menginterpretasikan hasil-hasil kuantitatif berdasarkan hasil pengumpulan dan analisis data kualitatif. dua jenis data ini terpisah.

Strategi transformatif sekuensial merupakan proyek dua-tahap dengan perspektif teoretis tertentu (seperti. Pendekatan dua-tahap irvi (pene-litian kualitatif yang diikuti oleh penelitian kuantitatif) membuat strategi ini mudah diwujudkan. Strategi Transformatif Sekuensial Strategi ini terdiri dari dua tahap pengumpulan data yang ber-beda.2c). Begitu pula. Untuk membuat instrumen ini. Strategi eksploratoris sekuensial memiliki banyak keunggulan sebagaimana strategi sebelumnya. Perspektif teoretis diperkenalkan di bagian pend~huluan. Morse (1991) menyatakan bahwa salah satu tujuan dipilihnya strategi ini adalah untuk menentukan distribusi suatu fenomena dalam populasi yang dipilih. strategi ini juga dapat digunakan untuk melakukan generalisasi atas penemuan-penemuan kualitatif pada sampel-sampel yang berbeda. strategi eksploratoris sekuensial juga mengharuskan peneliti untuk melewati. 2007). seperti halnya dua strategi sekuensial sebelumnya (lihat Gambar 10.. yang kemudian diatur untuk ke-perluan sampel populasi (Tahap 3) (Creswell & Piano Clark. yang tentu saja lemah untuk beberapa situasi penelitian tertentu. tetapi juga ingin memperluas penemuan-penemuan kualitatifnya. Perspektif ini dapat membentuk rumusan masalah yang akan dieksplorasi (seperti. Pada akhirnya. Selain itu> strategi ini dapat membuat penelitian kualitatif yang sangat luas menjadi nyaman dibaca oleh pembimbing. ras. atau komunitas penelitian yang terbiasa dengan penelitian kuantitatif. waktu yang relatif lama dalam menyelesaikan tahap-tahap pengumpulan data. strategi eksploratoris sekuensial sering kali dipilih sebagai prosedur penelitian ketika peneliti perlu membuat suatu instrumen disebabkan instrumen yang ada tidak layak atau tidak tersedia. teori ilmu sosial) yang turut membentuk prosedur-prosedur di dalamnya. gender. peneliti juga harus membuat keputusan penting tentang penemuan-penemuan awal kualitatif apa saja yang akan difokuskan dalam tahap kuantitatif berikutnya (seperti. peneliti perlu melewati tiga tahap: pertama-tama. mengumpulkan data kualitatif dan mengana-lisisnya (Tahap 1). ke-tidaksetaraan. Selain itu. dan dilaporkan. Lebih dari itu. Strategi ini tepat digunakan oleh peneliti yang ingin mengeksplorasi suatu fenomena. satu tema. panitia. menciptakan 273 . lalu menggunakan analisis tersebut untuk membuat suatu instrumen (Tahap 2). ketidakadilan). Seperti halnya strategi eksplanatoris sekuensial. satu tahap mengikuti tahap yang lain. Strategi ini terdiri dari tahap pertama (baik itu kuantitatif ataupun kualitatif) yang diikuti oleh tahap kedua (baik itu kuantitatif maupun kualitatif).digunakan untuk menguji elemen-elemen dari suatu teori yang dihasilkan dari tahap kualitatif. dideskripsikan. diskriminasi. tema-tema ganda). perbandingan antarkelompok.

lebih bertujuan untuk membimbing penelitian ketimbang untuk diterapkan sebagai metode tersendiri. Tujuan dari strategi transformatif sekuensial adalah untuk me-nerapkan perspektif teoretis si peneliti. strategi ini bisa jadi lebih menarik dan acceptable bagi para peneliti yang perriah menggunakan kerangka transformatif dalam satu metodologi terlentu. strategi ini telah menempat-kan penelitian metode campuran dalam kerangka transformatif: sesuatu yang tidak dilakukan dalam dua strategi sebelumnya. dan diakhiri dengan ajakan akan perubahan. Dalam strategi ini. Dalam strategi transfonnatif sekuensial ini. seperti yang dilakukan dalam strategi-strategi sekuensial sebelumnya. dalam strategi transformatif sekuensial ini. Sayangnya. atau niemahami suatu feno-mena dengan lebih baik. misalnya dalam penelitian kualitatif. proses pencampuran (mixing) terjadi ketika peneliti menggabungkan antardua metode penelitian. Maka dari itu. peneliti dapat menggunakari salah satu dari dua metode dalam tahap pertama. Strategi transformatif sekuensial juga memiliki kekuatan dan kelemahan metodologis tersendiri dibandingkan dengan dua strategi sekuensial sebelumnya. tidak seperti strategi eksploratoris dan eksplanatoris sekuensial sebelumnya. peneliti masih perlu memutuskan tentang hasil-hasil apa saja pada tahap pertartia yang akan dijadikan fokus vintuk ditindaklanjuti pada tahap kedua. peneliti diharapkan dapat me-nyuarakan perspektif-perspektif yang berbeda. mendeskripsi. salah satu kelemahan strategi ini adalah sedikitnya buku yang ditulis tentangnya. Meski demikian. peneliti harus menggunakan perspektif teoretis tertentu untuk me-mandu penelitiannya. Pada dasarnya. Strategi Triangulasi Konkuren 274 . Begitu juga. terutama tentang bagaimana visi transformatif tersebut digunakan untuk memandu metode penelitian. atau sejenis advokasi. apakah itu berupa kerangka konseptual atau ideologi tertentu. perspektif teoretis ini. dan rnelaporkan hasil penelitiannya meskipun strategi ini juga membutuh-kan waktu yang tidak sebentar dalam menyelesaikan dua tahap pengumpulan data. Yang lebih pen ting. Dengan diterapkannya penelitian dua-tahap dalam strategi ini. seperti halnya strategi-strategi sekuensial lain. Tahap-tahap yang berbeda dalam strategi iru mernudahkan peneliti untuk menerapkan. dan bobotnya dapat diberikanpada salah satu dari keduanya atau didis-tribusikan secara merata pada masing-masing tahap.sensitivitas pengumpulan data dari keiompok-kelompok marginal. memberikan advokasi yang lebih baik kepada partisipan.

pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif dilakukan secara bersamaan (konkuren) dalam satu tahap peneliuan. Hal ini disebabkan data kuantitatif dan kualitatif dikumpul-kan sekaligus dalam satu waktu di lokasi penelitian. Sebagian penulis menyebut perban-dingan ini dengan istilah konfirmasi.3a). Dalam strategi triangulasi konkuren. Pencampuran tersebut dilakukan dengan meleburkan dua data penelitian menjadi satu (seperti. Goodman.Strategi triangulasi konkuren mungkin menjadi satu-satunya strategi dari enam strategi rnetode campuran yang paling populer saat ini (lihat gambar 10. strategi ini juga memiliki sejumlah keterbatas-an. kemudian membandingkan dua database ini untuk mengetahui apakah ada konvergensi. 1998. 1992). dan membandingkan kedua data tersebut. 1989. kekuatan satu metode menambah kekuatan metode yang lain). perbedaan-perbeda-an. Morgan. peneliti mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara konkuren (dalam satu waktu). pencampuran (mixing) terjadi ketika peneliti sampai pada tahap interpretasi dan pembahasan. McLeroy. atau beberapa kombinasi. Idealnya. & Graham. Apalagi. pengumpuian data konkuren membutuhkan jangka waktu pengumpuian data yang relatif sebentar jika dibandingkan dengan pengumpuian data se-kuensial. atau corroboration (Greene. Bird. strategi ini juga dapat menghasilkan penemuan yang substantif dan benar-benar tervalidasi. diskonfirtnasi. mentransformasi satu jenis data menjadi jenis data lain sehingga keduanya dapat mudali diperbandingkan) atau dengan mengintegrasikan atau mengomparasikan hasil-hasil dari dua data tersebut secara berdampingan dalam pembahasan. Saya sering menjumpai bahwa para peneliti yang ingin melakukan penelitian metode campuran hampir selalu mengguna-kan strategi ini dalam mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif. Integrasi ber-dampingan ini (side-by-side integration) banyak dijumpai dalam pene-litian-penelitian metode campuran terpublikasi yang bagian pembahasan di dalamnya selalu menyajikan hasil-hasil statistik (kuantitatif) terlebih dahulu. Dalam strategi ini. lintas-validasi. Steckler. bobot antara dua metode ini setara/seimbang. Strategi transformatif konkuren ini memiliki banyak manfaat selain karena sudah populer di kalangan peneliti. Dalam strategi ini. Strategi ini pada umumnya menerapkan metode kuantitatif dan kualitatif secara terpisah untuk menutupi/menyeimbangkan kelemahankelemahan satu metode dengan kekuatan-kekutan metode yang lain (atau sebaliknya. Caracelli. sering kali ada prioritas yang lebih dibebankan pada satu metode ketimbang pada metode yang lain. tetapi dalam praktiknya. Salah satunya adalah karena strategi ini membutuhkan usaha keras dan keahlian khusus dari peneliti untuk 275 . & McCormick. Meski demikian. baru kemudian diikuti oleh kuota-kuota kualitatif yang mendukung atau menolak hasil-hasil tersebut.

Selain iru. data kuantitatif menjelaskan outcome yang diharapkan dari proses treatment. seperti mengumpulkan data tambahan untuk memecahkan ketidaksesuaian. 276 . Dalam strategi ini. strategi ini juga menerapkan perspektif teoretis tertentu untuk menjelaskan metode primer. sementara data kualitatif mengeksplorasi proses-proses yang dialami oleh masing-masing individu dalam kelompok treat-men t) atau mencari informasi dalam tingkatan analisis yang berbeda (seperti. Meski demikian. atau membuat proyek baru yang membahas ketidaksesuaian tersebut (Creswell & Piano Clark.3b). Metode sekunder yang kurang diprioritaskan (kuantitatif atau kualitatif) di-tancapkan {embedded) atau disarangkan (nested) ke dalam metode yang lebih doniinan (kualitatif atau kuantitatif). Penancapan ini dapat berartibahwa metode sekunder menjabarkan rumusan masalah yang berbeda dari metode primer (seperti. dua data tersebut bisa saja tidak dikomparasikan. strategi embedded konkuren juga dapat dicirikan sebagai strategi metode campuran yarg menerapkan satu-tahap pengumpuian data kuantitatif dan kualitatif dalam satu waktu (lihat Gambar 10. Mirip dengan strategi konkuren sebelumnya. 1998). 2007). biasanya pencampuran ini banyak muncul dalam bagian pem-bahasan penelitian.. Kerumitan strategi ini juga ter-letak pada keharusan untuk membandingkari hasil-hasil dari dua analisis dengan dua data yang berbeda. yang membedakan strategi ini dengan strategi konkuren sebelumnya adalah bahwa strategi embedded konkuren memiliki metode primer yang memandu proyek dan database sekunder yang memainkan peran pendukung dalam prosedur-prosedur penelitian. peneliti bisa saja bingung bagaimana mengatasi ketidaksesuaianketidaksesuaian yang sering kali muncul ketika membandingkan hasil-hasil penelitian. analogi dalam analisis hierarkis kualitatif sangat membantu dalam mengkonseptualisasi level-level hierarki ini) (lihat Tashakkori dan Teddlie. Meski demikian. meskipun cara-cara mengatasi masalah ini sudah banyak di-bahas dalam literatur. dalam penelitian eksperimen. Hal ini akan terjadi jika peneliti mengguna-kan strategi ini untuk mengevaluasi dua rumusan masalah yang berbeda (antara kualitatif dan kuantitatif) atau meneliti level-level yang berbeda dalam suatu organisasi. memeriksa kembali database asli.mengkaji fenomena dengan dua metode yang berbeda. memperoleh gagasan baru dari ketidaksamaan data. pencampuran (mixing) dua data terjadi ketika peneliti mengomparasikan satu sumber data dengan sumber data yang lain. tetapi dideskripsikan secaraberdampingan sebagai dua gambaran berbeda yang rnerepresentasikan penilaian gabungan terhadap suatu masalah. Strategi Embedded Konkuren Seperti halnya strategi triangulasi konkuren.

dan seterusnya. dengan digunakannya dua metode yang berbeda sekaligus. Peneliti mampu mengumpulkan dua jenis data secara serempak dalam satu tahap pengumpulan data saja. Misalnya. Strategi ini kerap kali digunakan agar peneliti dapat memper-oleh perspektif-perspektif yang lebih luas karena mereka tidak hanya menggunakan metode yang dominan saja. Selain itu. Morse mendeskripsikan bagaimana data kualitatif juga dapat digunakan untuk mendeskripsikan aspek penelitian kuantitatif yang tidak dapat dihitung (unquantifiable). satu metode dapat diguna-kan dalam kerangka metode yang lain. Peneliti terlebih dahulu harus mentransf ormasikan data dari dua metode ini ke dalam bebe-rapa kategori agar data tersebut dapat digabungkan dalam tahap analisis. Lebih lanjut. menyata-kanbahwa strategi kualitatif pada umumnya dapat ditancapkan (embedded) ke dalam data kuantitatif untuk memperkaya deskripsi ten tang para partisipan yang menjadi sampel penelitian. Meski demikian.Strategi embedded konkuren dapat digunakan untuk beragam tujuan. memang atraktif. strategi triangulasi konkuren tidak jarang meng-hasilkan bukti-bukti yang juga tidak setara dalam penelitian. jika yang diteliti adalah suatu organisasi. Strategi embedded konkuren ini. bisa saja muncul ketidaksesuaianketidaksesuaian yang tentu saja perlu di-tuntaskan sesegera mungkin. dalam strategi ini. Pada akhirnya. untuk sejumlah alasan tertentu. Morse (1991) misalnya. 277 . peneliti dapat memperoleh perspektifperspektif yang lebili luas dari jenis-jenis data yang berbeda dalam satu penelitian. menganalisis seluruh divisi di dalamnya ber-dasarkan data kuantitatif. melainkan juga menggunakan dua metode yang berbeda. jika dua database ini dikomparasikan. dia bisa menggunakan metodologi studi kasus untuk meneliti bagaimana partisipan dalam penelitian tersebut menjalani prosedurprosedur treatment. Tashakkori dan Teddlie (1998) menyebut strategi ini sebagai rancangan multilevel (multilevel design). mewawancarai manajer-nya secara kualitatif. peneliti dapat meneliti para pegawainya secara kuantitatif. Karena prioritas pada dua metode ini tidak seimbang. jika peneliti me-rancang dan melakukan penelitian eksperimen untuk menguji hasil-hasil treatment. strategi embeddedkonkuxen iniberguna ketika peneliti lebih memilih menggunakan metode-metode yang berbeda uhtuk meneliti kelompok-kelompok atau levellevel yang berbeda pula. yang mungkin akan merugikan peneliti ketika menginterpretasi hasil akhir. Strategi ini menampiikan suatu penelitian yang sama-sama memanfaatkan kelebihan-kelebihan dari data kualitatif dan kuantitatif. Apalagi. Misalnya. ada pula kelemahan-kelemahan yang perlu dipertimbangkan ketika memilih strategi ini. Selain itu.

2 dan 10.embedded dan triangulasi maka ketiga strategi ini pun juga saling berbagi kelemahan dan kelebihannya masing-masing. perspektif inilah yang akan menjadi kekuatah utama dalam mendefinisikan masalah. untuk menfasilitasi perspektif teoretis yang dibawanya. seperti triangulasi dan embedded. atau menancapkan {embedding) dua data yangberbeda.3 278 . baik itu triangulasi maupun embedded (dua jenis data dikumpulkan sekaligus dalam satu tahap penelitian. Perspektif ini biasanya direfleksikan dalam tujuan penelitian atau rumusan masalah. penelitian partisipatoris.3c). strategi transformatif konkuren ini diterapkan dengan mengumpulkan data kuanti-tatif dan kualitatlf secara serempak serta didasarkan pada perspektif teoretis tertentu (lihat Gambar 10. menginterpretasi. strategi transformatif ini memiliki iiilai plus karena —tidak seperti dua strategi konkuren sebelumnya— telah menempatkan penelitian metode campuran dalam kerangka transformatif. atau pada kerangka konseptual tertentu. Akan tetapi. Bahkan. strategi transformatif konkuren bisa saja diterapkan dalam kerangka strategi konkuren yang lain. Memilih strategi metode campuran. Proses pencampuran {mixing) dalam strategi ini terjadi ketika peneliti meleburkan {merging). Karena strategi transformatif konkuren ini salingberbagi fitur dengan strategi. seorang peneliti bisa saja menancapkan {embedding) satu metode ke dalam. menganalisis. metode yang lain agar suara paridsipan dapat ter-sampaikan demi perubahan proses suatu organisasi.Strategi Transformatif Konkuren Seperti halnya strategi transformatif sekuensial. Untuk itulah. strategi transformatif ini juga bisa diterapkan dalam konteks strategistrategi konkuren lain. dan me-laporkan hasil penelitian. mereka juga perlu menampilkan gambar visual yang dapat mempresentasikan prosedur-prosedur pengumpulan data yang akan mereka terapkan. Gambar 10. advokasi. Para peneliti metode campuran perlu memilh strategi spesifik dalam pengumpulan data. la juga bisa men-trianguiasi {triangulating) data kuantitatif dan kualitatif untuk me-ngonvergensi informasi-informasi demi membuktikan adanya ke-tidaksetaraan dalam kebijakan-kebijakan organisasi tersebut. Lebih jauh. mengidentifikasi rancangan dan sumber-sumber data. Perspektif ini bisa berorien-tasi pada ideologi-ideologi seperti teori kritis. yang rnembuatnya tampak menarikbagi para peneliti yang memang ingin menggunakan perspektif transformative untuk memandu penelitiannya. menghubungkan {connecting). Misalnya. atau ditancapkanberdasarkanprioritas yang diberi-kan pada keduanya). Tldak hanya itu.

khususnya mereka yang kurang berpengalaman dengan penelitian kulitatif namun memiliki potensi besar dalam penelitian kualitatif. saya selalu memberikan pertimbangan kepada para mahasiswa untuk menggunakan strategi embedded kongkuren. lalu identifikasilah salah satu dari enam strategi yang telah dibahas dalambab ini sebagai strategi utama yang akan anda gunakan untuk penelitian anda.  Pertimbangkan batas waktu yang anda miliki dalam mengumpulkan data. Apalagi. lalu tunjukkan artikel tersebut pada pembimbig anda atau pihak fakultas agar mereka memiliki satu model nyata tentang strategi penelitian yang ingin anda 279 . Dalam strategi ini. Creswell dan Plano Clark (2007) menyertakan empat artikel jurnal utuh sehingga pembaca dapat mengamati detail-detail penelitian di dalamnya yang menerapkan strategi-strategi yang berbeda.  Ingatlah bahwa pengumpulan data analisis kuantitatif dan kualitatif merupakan proses rigrous yang benar-benar memakan waktu. strategi embedded konkuren memberikan bobot tidak setara pada dua bentuk data yang memiliki besara dan kerumitan yang berbeda sehingga memungkinkan penelitu untuk membatasi ruang lingkup penelitiannya dan mengatur waktu dan sumber-sumber yang tersedia.1 untuk mengevaluasi prosedur-prosedur yang ingin anda terapkan.  Carilah artikel-artikel jurnal metode campuran yang menerapkan strategi yang anda pilih. Strategi ini merupakan satu teknik primer (seperti. survey) dan teknik seunder (seperti.  Bacalah artikel-artikel jurnal yang menggunakan strategi-strategi yang berbeda dan tentukan artikel mana yang paling berkesan bagi anda. Strategistrategi konkuren tidak terlalu time consuming karena data kualitatif dan kuantitatif dikumpulkan sekaligus dalam satu waktu di lokasi penelitian.menampilkan strategi-strategi metode campuran yang bisa dipertimbangkan.  Cobalah untuk menggunakan strategi sekuensial eksplanatoris. sedikit mewawancarai beberapa partisipan yang sudah mengisi instrument survey) dalam pengumpulan data. pengumpulan data kuantitatif pada tahap pertama dilanjutkan dengan pengumpulan data kualitatif pada tahap kedua sebagai tindak lanjut atas hasilhasil kuantitatif sebelumnya. Strategi ini merupakan strategi favorit para mahasiswa saya. Ketika waktu menjadi masalah. dan berikut ini beberapa tips penelitian tentang cara-cara bagaimana memilih strategi metode campuran:  Gunakanlah informasi dalam gambar 10. sajikan satu definisi untuk strategi tersebut beserta model visual dan rasionalisasinya: mengapa strategi tersebut anda anggap paling layak untuk digunakan. Dalam proposal.

 Identifikasi dan tentukanlah jenis data –baik kulitatif maupun kuantitatif. tergantung pada seberapa terbuka (kualitatif) opsi-opsi respons yang muncul dalam hasil wawancara atau ceklis obserpasi tersebut.jenis-jesi data yang akan dikumpulkan. khususnya di bagian pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif. Penting pula bagi peneliti untuk mengidentifikasi strategi-strategi sampling dan pendekatan-pendekatan dalam memvalidasi data. sampling juga ditetapan dalam pengumpulan data penelitian kulitatif untuk memilih individu-individu yang benar-benar telah mengalami/ merasakan fenomena utama. seperti wawancara dan observasi. penelitian-penelitian terpublikasi (seperti. Prosedur-prosedur sampling ini perlu dijelaskan dalam proposal. Tipologi ini dibuat dengan cara menghubungkan prosedur-prosedur sampling dengan srategi-strategi metode campuran yang sudah saya bahas sebelumnya: 280 . artikel jurnal) dalam bidang konsentrasi anda akan menbantu strategi metode campuran yang anda pilih yang telah disetujui oleh pihak fakultas. Proseder-prosedur pengumpulan data Meskipun model visual dan pembahasan mengenai strategi penelitian sudah memberikan deskripsi yang cukup jelas mengenai prosedur-prosedur pengumpulan data yang digunakan. Amati kembali table 1. Karena kita masih berada dalam tahap mengadopsi penelitian dengan metode campuran. Meski demkian.yang akan dikumpulkan selama penelitian. hal ini bukan tidak mungkin juga diterapakan dalam penelitian kulitatif (mengubah angka-angka menjadi deskripsi-deskripsi yang detail). peneliti tetap harus menjelaskan – dalam proposalnya.gunakan. dan sampel ini dapat digeneraisasi pada populasi yang lebih luas. Mesipun mengubah informasi menjadi angka-angka merupakan pendektan yang sering diterapkan dalam penelitian kuantitatif. bisa menjadi data kuantitatif atau kualitatif. Hal ini akan membuat mereka dan pembaca lain merasa yakin bahwa strategi tesebut benar-benar dapat diterapakan untuk meneliti masalah penelitian yang anda angkat. Selain itu. teddlie dan yu (2007) telah mengembangkan tipologi lima sampling metode campran. Bebrapa jenis data. Data dibedakan dalam konteks respons terbuka versus respon tertutup.  Ketahuilah bahwa data kuantitatif sering kali dipilih dengan random sampling agar masing-masing individu memiliki yang sama untuk diseleksi sebagai sampel.3 yang menunjukkan dua jenis data tersebut (kuantitatif dan kualitatif).

1993. prosedur-prosedur umum harus terletak di bagian atas halaman. di dalamnya sampling kuantitatif dan sampling kualitatif dikombinasikan (seperti. Sampling multilevel. Misalnya. pembahasan ini dapat meliputi pendeskripsian lebih jauh tentang pengumpulan data survey yang diikuti oleh analisis data yang deskriptif dan inferensial pada tahap pertama. Sampling sekuensial.analisis bisa dilakukan berdasarkan pendekatan kuantiataif (analisis angka-angka secara deskriptif dan inferesial) dan kualitatif (deskripsi dan analisis teks atau gambar secara tematik).  Sertakan prosedur-prosedur rinci dalam model visual anda. Misalnya. 3. Strategi-strategi dasar. 2. coding. lalu. sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar 10. didalamnya sampling tahap pertama melengkapi sampling tahap kedua. di dalamnya probabiltas kuantitatif dan sampling kulitatif dikombinasikan menjadi prosedur-prosedur sampling indevenden atau ditetapkan secara bersamaan ( seperti. penelitian juga perlu menjelaskan prosedur-prosedur analisis data dalam proposalnya. Misalnya. 1998): 281 . bahaslah kemabali secara rinci model visual anda. ada beberapa analisis data metode campuran yang menerapkan pendekatan-pendekatan berikut ini (lihat caracelli & greene. stratified purposeful sampling dan purposive random sampling).2a. 4. kemudian obsevasi kualitatif. instrument survey dengan respons tertutup dan respons terbuka). sedangkan prosedur-prosedur yang lebih spesifik ditulis di bawahnya. Sampling konkuren. ANALISIS DATA DAN PROSEDUR-PROSEDUR VALIDASI Selain prosedur-prosedur pengumpulan data. creswell & plano clark. dan analisis tematik dalam penelitian etnografi pada tahap kedua. 5. dalam strategi eksplanatoris sekuensial. tashakkori & teddlie. atau antar dua pendekatan ini. 2007. di dalamnya sampling ditetapkan pada dua atau lebih unit analisis. Analisis data dalam penelitian metode campuran sangat berkaitan dengan jeis strategi yang dipilih.1. Sampling yang menerapkan bentuk kombinasi apa pun dengan strategistrategi metode campuran sebelumnya.

Poros horizontal dalam matriks/tabel ini dapat berupa variabel kategorial kuantitatif (seperti. dan asisten medis). Setelah analisis ini. Dalam strategi-strategi sekuensial. peneliti dapat menindaklanjuti dengan wawancara kualitatif tentang kasus-kasus outlier tersebut untuk memperoleh pengetahuan tentang mengapa kasus-kasus ini berbeda/menyimpang dari sampel kuantitatif. kombinasikanlah informasi-informasi yang diperoleh dan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif ke dalam sebuah matriks/tabel. lakukan survei (misalnya. analisis data kuantitatif pada tahap pertama dapat menghasilkan kasus-kasus ekstrem dan outlier. pada inclividu-individu) untuk mengeksplorasi suatu fenomena berdasarkan pandangan individu-individu dalam kelompok-kelompok tersebut. Pada tahap ketiga. matriks/tabel tersebut akan 282 . Pada waktu yang bersamaan. cobalah ménvalidasi instrumen tersebut dengan sampel yang representatif dan populasi. Dengan menerapkan salah satu strategi sekuensial sebelumnya.  Membuat instrumen. Sebaliknya. Pada tahap selanjutnya. peneliti juga dapat mengualifikasi (qualify) data kuantitatif.  Membuat matriks/tabel. peneliti bisa saja menghitung berapa kali kode-kode dan tema-tema tersebut muncul dalam data teks (atau dengan menhitung garis-garis dan kalimat-kalimat yang membicarakan kode dan tema itu). Informasi dalam setiap cell (kotak-kotak dalam matriks/tabel) dapat berupa kuota-kuota dan data kualitatif. Misalnya. peneliti dapat membuat faktor-faktor atau tema-tema kuantitatif yang kemudian diperbandingkan dengan tema-tema dan database kualitatif. Dengan menerapkan salah satu strategi konkuren yang sudah dijelaskan sebelumnya. sedangkan poros vertikalnya dapat berupa data kualitatif (seperti.  Mengeksplorasi outlier-outlier. pada kelompok-kelompok) untuk mengumpulkan hasil-hasil kuantitatif tentang sampel. Penghitungan data kualitatif inilah yang memungkinkan peneliti untuk membandingkan hasil-hasil kuantitatif dengan data kualitatif. hitungan jumlah kode dan kualitatif. Dalam strategi-strategi konkuren. atau kombinasi-kombinasi lain. Transformasi data. dokter. Dengan cara seperti ini. lakukan wawancara kualitatif (seperti. kumpulkan tema-tema atau statemen-statemen tertentu dan partisipan pada tahap pertama kualitatif. jenis-jenis provider perawat. Dengan menerapkan strategi embedded konkuren. lima tema tentang relasi caring antara provider dan pasien-pasiennya). dalam analisis faktor berdasarkan skala dengan menggunakan instrumen tertentu.  Menguji level-level ganda. gunakanlah statemen-statemen ini Sebagai item-item spesifik dan tema-temanya sebagai skala-skala untuk membuat instrumen survei kuantitatif.

baik untuk tahap penelitian kuantitatif maupun tahap penelitian kualitatif (Tashakkori & Teddlie. 1998). atau rumusan masalah-rumusan masalah yang saling berseberangan (lihat Creswell & Piano Clark.menampilkan analisis data kualitatif dan kuantitatif terkombinasi. apakah prinsip-prinsip filosofis penelitian kuantitatif dan kualitatif sudah dicampur ke dalam satu konsep filosofis yang bisa diterapkan secara menyeluruh?) hingga inferensi-inferensi yang diambil (misalnya. Beberapa penulis menyebut validitas untuk penelitian metode campuran ini dengan istilah legitimasi (Onwuegbuzie & Johnson. besaran sampel. pertimbangkanlah jenis validitas yang berhubungan dengan komponen kuantitatif (lihat Bab 8). gunakanlah program-program software kualitatif (lihat Bab 9). ancaman-ancaman potensial terhadap validitas internal dalam rancangan survei dan eksperimen juga perlu dicatat (lihat Bab 8). atau pendekatan-pendekatan lain. deskripsi detail. Aspek lain dari analisis data yang harus dideskripsikan dalam proposal metode campuran adalah serangkaian langkah yang diambil untuk memeriksa validitas data kuantitatif dan akurasi hasil kualitatif. 2007. Penulis proposal juga harus menjelaskan mengapa dan bagaimana validitas untuk penelitian metode campurannya berbeda dengan validitas untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif. penulis proposal harus membahas validitas dan reliabilitas skor-skor dan penggunaan instrumen sebelumnya. untuk pembahasan lebih detail mengenai hal ini). Untuk tahap kuantitatif. dan isu-msu validitas lain yang mungkin berhubungan dengan pendekatan metode campuran. Sejumlah penulis metode campuran menganjurkan pada kita untuk menerapkan prosedur-prosedur validitas. Bagi siapa pun yang merancang proposal dengan metode campuran. 2006: 55). Bahkan. member checking. SUSUNAN LAPORAN PENELITIAN 283 . bisa dalam pengumpulan data. 2006). Selain itu. jenis validitas yang berhubungan dengan komponen kualitatif (lihat Bab 9). inferensi-inferensi ini haruslah benar-benar berkualitas) dan manfaat penelitian bagi pembaca (lihat Onwuegbuzie & Johnson. prosedur-prosedur yang tidak layak. Strategi-strategi ini bisa meliputi triangulasi sumber data. mulai dari isu-isu filosofis (seperti. isu-isu tersebut juga bisa berhubungan dengan pemilihan sampel. Isu-isu validitas dalam penelitian metode campuran juga bisa berhubungan dengan jenis-jenis strategi yang pernah dibahas dalam bab ini. Untuk membuat matriks/tabel ini. tindak lanjut terhadap hasil-hasil yang bertentangan. Untuk tahap kualitatif. Legitimasi dalam penelitian metode campuran berhubungan erat dengan semua tahap dalam proses penelitian. strategi-strategi yang akan digunakan untuk memeriksa akurasi hasil penelitian juga harus disebutkan (lihat Bab 9).

sedangkan untuk penyusunan proposal. baik yang sekuensial maupun yang konkuren. peneliti memberikan komentar tentang bagaimana hasil-hasil kualitatif membantu mengelaborasi atau memperluas hasil-hasil kuantitatif.  Dalam penelitian transformatif. susunannya biasanya meliputi pembahasan mengenai isu advokasi di awal proposal. Dalam kedua susunan ini. Setelah itu. sebagaimana untuk analisis data. susunan seperti ini tidak memperjelas perbedaan antara tahap kuantitatif dan tahap kualitatif. Di akhir proposal harus ada bagian tersendiri yang membahas mengenai agenda perubahan atau reformasi yang akan dilakukan setelah penelitian berlangsung. Tujuan penelitian di atas mengilustrasikan kombinasi antara tujuan dan rasionalisasi dilakukannya mixing (pencampuran).  Dalam penelitian sekuensial.‖ serta kombinasi antara dua jenis data yang dikumpulkan selama penelitian. penulis proposal biasanya menyajikan proyeknya menjadi dua tahap yang berbeda. penelitian transformatif bisa menggunakan susunan sekuensial ataupun konkuren seperti yang dijelaskan sebelumnya. yakni ―untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik. CONTOH-CONTOH PROSEDUR METODE CAMPURAN Beberapa ilustrasi berikut ini menggambarkan penelitian-penelitian metode campuran yang menggunakan strategi-strategi dan prosedur-prosedur.  Dalam penelitian konkuren. peneliti metode campuran biasanya menyusun laporannya mengenai prosedur-prosedur ke dalam bagian pengumpulan data kuantitatif dan analisis data kuantitatif yang dilanjutkan dengan bagian data kualitatif.Susunan untuk laporan penelitian. dalam bagian kesimpulan dan interpretasi. Biasanya. laporan tentang pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif dapat disajikan di bagian terpisah. Di bagian 284 . dan analisis data kualitatif. pengumpulan data kualitatif. Sebagai alternatifnya. Karena penelitian metode campuran mungkin terkesan asing bagi pembaca maka penulis proposal perlu memberikan beberapa petunjuk tentang bagaimana menyusun laporan akhir. laporan mengenai pengumpulan dan analisis data kualitatif dapat disajikan terlebih dahulu. kemudian diikuti oleh laporan tentang pengumpulan dan analisis data kualitatif. tetapi analisis dan interpretasinya harus dikombinasikan untuk mencari konvergensi dan kesamaan-kesamaan antara hasil-hasil yang diperoleh. harus disesuaikan dengan jenis strategi yang dipilih. dengan judul yang juga terpisah untuk keduanya.

Kushman perlu menganalisis secara statistik komitmen organisasi dan komitmen terhadap pembelajaran siswa. yang berarti menjadikan pendekatan kuantitatif sebagai prioritas utama. sebagaimana dijelaskan dalam tujuan penelitiannya Premis utama dalam penelitian ini adalah bahwa komitmen organisasi dan komitmen terhadap pembelajaran slswa merupakan dua sikap yang berbeda.. Artinya. Dalam penelitian dua-tahap ini. Kemudian. Meski demikian. Kushman merujuk pada beberapa literatur yang pernah membahas dua konsep tersebut.yang menampilkan dan membahas korelasi. Prioritas ini lebih jauh diilustrasikan dalam bagian Definisi istilah yang menjabarkan apa yang disebut dengan komitmen organisasi dan komitmen terhadap pembelajaran siswa. lengkap dengan model visualnya.1 Strategi Sekuensial Kushman (1992) meneliti dua Jenis komitmen para guru -baik komitmennya secara organisasional maupun komitmennya terhadap pembelajaran siswa-di 63 SD dan SMP kota Penelitian Kushman ini menerapkan strategi metode campuran sekuensial eksplanatoris dua-tahap. 285 . regresi. Untuk mendukung definisi ini.. yakni tahap pertama-hasil kuantitatif.. Setelah itu. namun sama-sama penting untuk efektivitas sekolah Premis ini memang sudah banyak dibahas dalam literatur.Pendahuluan penelitiannya. dan ANOVA. Kerangka koniseptual inilah yang memberikan petunjuk-petunjuk teoretis tentang semua proses/tahap penelitian kuantitatif (Morse. Tahap 1 adalah penelitian kuantitatif yang melihat hubungan statistik antara komitmen guru dan antesendenanteseden organisasional di SD dan SMP Setelah analisis mikrolevel ini.. hasil studi kasus kualitatif disajikan pada tahap kedua dalam bentuk tema-tema dan subtema-subtema. namun membutuhkan validasi empiris lebih lanjut. 1992 13) nyajikan kerangka konseptual. Kushman tidak menggunakan satu teori yang spesifik dalam penelitiannya kali ini. Pencampuran (mixing) hasil kuantitatif dan hasil kualitatif dalam penelitian Kushman muncul di pembahasan akhir di mana di dalamnya Kushman menyoroti hasil-hasil kuantitatif dan kompleksitas-kompleksitas yang muncul dan hasil-hasil kualitatif. diterapkanlah Tahap 2. Kushman menyajikan hasil-hasilnya dalam dua tahap. serta rumusan masalah yang diajukan untuk mengeksplorasi hubungan antar kedua komitmen tersebut. 1991). Kushman menerapkan tahap kuantitatif dengan KUAN  kual. lengkap dengan kutipan-kutipannya. yaitu metode kualitatif/studi kasus pada sekolah-sekolah tertentu-untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang persoalan komitmen guru (Kushman. Kushman meContoh 10.

lebih tepatnya dalam tahap interpretasi.Contoh 10. Pencampuran (mixing) kedua sumber data ini dilakukan dalam bagian khusus berjudul ‗Tembahasan Hasil Survei dan Wawancara‖ (hlm. (Hossler & Vesper. Mereka juga menyajikan pembahasan tentang analisis kuantitatif terhadap data survei. mereka mengomparasikan pentingnya faktorfaktor yang menjelaskan penghematan orang tua untuk hasil-hasil kuantitatif. Dan tujuan penelitiannya. Dengan data longitudinal yang dikumpulkan dari para mahasiswa dan orang tua mereka selama jangka waktu 3 tahun. Pengetahuan ini diharapkan dapat membantu mengeksplorasi lebih jauh isu tentang penghematan orang tua. 286 . ditemukan bahwa faktor-faktor yang penting dalam relasi ini adalah dukungan orang tua. ekspektasi pendidikan. Dalam hal ini. Hasilnya. 1993: 141) Data aktual dikumpulkan dari hasil survei terhadap 182 mahasiswa dan orang tua dari hasil wawancara dengan 56 mahasiswa dan orang tua. Meski demikian. Hossler dan Vesper meneliti faktor-faktor yang berhubungan dengan penghematan orang tua untuk anak-anaknya yang tengah studi di perguruan tinggi. penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang paling berhubungan dengan tabungan orang tua untuk pendidikan S2 anak-anak mereka. dalam satu halaman khusus. dengan hasil-hasil wawancara kualitatif di sisi ang lain. 155). Dengan menggunakan data mahasiswa dan orang tua yang diperoleh dari penelitian longitudinal dengan metode survei selama 3 tahun. Mereka juga menyebutkan kelemahan-kelemahan dalam analisis kuantitatif dan hasil-hasil analisis t-test dan regresi. mereka juga menyajikan analisis data kualitatif dan menjelaskan secara singkat tema-tema yang muncul dalam pembahasannya.2 Strategi Konkuren Pada 1993. Hossler dan Vesper mengumpulkan Informasi dari hasil survei terhadap 128 mahasiswa dan orang tua dan hasil wawancara dengan 56 mahasiswa dan orang tua Berikut ini tujuan penelitian Hossler dan Vesper yang cenderung menerapkan strategi trangulasi data Karya tulis ini berusaha meneliti perilaku-perilaku penghematan (saving) orang tua. Tidak hanya itu. di satu sisi. dan informasi akan biaya perguruan tinggi. dan notasi untuk penelitian ini berupa KUAN + kual. termasuk pembahasan mengenai pengukuran variabel-variabel dan detail-detail dalam analisis data regresi logistik. kita bisa melihat bahwa Hossler dan Vesper mengumpulkan dua data ini secara konkuren (dalam satu waktu). kami memilih regress logistik untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan penghematan orang tua bagi pendidikan S2 anak-anak mereka. Bobot atau prioritas untuk penelitian metode campurannya Hossler dan Vesper kali ini cenderung pada pengumpulan dan analisis data kuantitatif. kami juga berusaha menggali pengetahuan lain dari hasil wawancara kami dengan beberapa mahasiswa dan orang tua mereka selama lima kali dalam jangka waktu tiga tahun. Dalam bagian ini.

dan di bagian akhir mereka menyajikan ―Model Tambahan tentang Penghematan Orang Tua. kami melihat teori yang digunakan dalam penelitian ini bersifat induktif (sebagaimana penelitian kualitatif).Mirip dengan Contoh 10. Dalam penelitian di 287 . dan pada akhirnya dibangun dan direkonstruksi secara terus-menerus selama proses penelitian. Peneliti (dalam hal ini. didasarkan literatur-literatur yang ada (sebagaimana penelitian kuantitatif).‖ Artinya. Bbopal) menulis penelitiannya dengan tujuan untuk menyuarakan pandangan kaum wanita dan memberikan kritik tajam terhadap ketidakadilan gender. tidak ada perspektif teoretis yang digunakan dalam penelitian ini meskipun di bagian awal mereka menyajikan literatur-literatur yang membahas tentang ekonometrik dan pilihan perguruan tinggi.1.

kemudian mewawancarai beberapa wanita untuk menindaklanjuti dan memahami partisipasi mereka secara mendalam (strategi sekuensial eksplanatoris). Karena teori feminis dibahas. Ia tertarik menguji apakah teori-teori patriarki bisa diterapkan untuk meneliti para wanita Asia Selatan (dari India. Pakistan. serta menguji kekuatan dampak-dampak patriarki yang berbeda. dan menyajikan informasi akurat yang berhubungan dengan jumlah kaum wanita yang mengalami bentuk-bentuk patriarki yang berbeda. penelitian metode campuran membantu Bhopal untuk mengekspos kehidupan kaum wanita Apajagi. perasaan mereka terhadap perannya sebagai istri dan apakah mereka benar-benar melaksanakan peran tersebut di rumah. Dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Menariknya. sikap mereka terhadap pernikahan..Contoh 10. Bhopal menemukan bahwa pendidikanlah yang berpengaruh secara signifikan terhadap kehidupan kaum wanita. Bhopal terlibat langsung dalam proses penelitian yang di dalamnya dia menjelaskan prosedur-prosedur rasionalisasi mengapa ia tertarik meneliti kehidupan kaum wanita dengan perspektif feminis ini.. dengan asumsi bahwa keduanya dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih detail terhadap masalah penelitian. Bhopal melihat mereka sering kali mengalami bentuk-bentuk patriarki yang-anehnya-justru tidak dialami oleh kaum wanita Kulit Putih di Britania. Bhopal meneliti 60 wanita. mahar atau mas kawin. Tujuan penelitian ini secara keseluruhan adalah “untuk memperoleh pengetahuan detail tentang kehidupan kaum wanita. penelitian Bhopal ini tidak saja tentang wanita. 288 .3 Strategi Transformatif Bhopal (2000) menggunakan perspektif feminis dalam penelitian metode campuran triangulasi transformatifnya. Dalam hal ini. dan Bangladesh) yang hidup di London Timur. Dia juga membahas bagaimana kaum wanita hidup dalam istilah-istilah mereka sendiri. sementara data kualitatif menunjukkan narasi personal kaum wanita. strategi transformatif yang dipilihnya memungkinkan para wanita untuk mengambil manfaat dan proyek penelitian ini (hlm 76) atas. Komponen kualitatif dan komponen kuantitatif sama-sama diberi bobot yang seimbang. (untuk) menginvestigasi tingkat perbedaan yang signifikan antara kaum wanita ini yang pernah mengalami patriarki. pekerjaan domestik. dia juga mendeskripsikan bagaimana metodologi feminis membantu proses penelitiannya. 2000: 68) Dari penelitian ini. dan keuangan rumah tangga” (hlm. Di samping itu. Tidak hanya itu. 70). (Bhopal. dengan menggunakan bahasa dan kategorikategori yang di dalamnya kaum wanita mengekspresikan dirinya sendiri. data kuantitatif menampilkan pola-pola partisipasi umum. tetapi juga untuk wanita. Sejak kaum wanita ini menikah dan diberi mas kawin.. penelitian Bhopal tersebut juga merupakan refleksi yang menampilkan bias-bias pribadinya sebagai seorang wanita. Timing dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data terlebih dahulu. Pencampuran (mixing) antara dua komponen ini dilakukan dengan cara menghubungkan hasil-hasil dan survei kuantitatif dan mengeksplorasi lebih jauh hasil-hasil ini dalam tahap kualitatif.

dan aplikasinya dalam berbagai bidang penelitian. RINGKASAN Untuk merancang prosedur-prosedur penelitian metode campuran. Peneliti patut memilih salah satu dari keenam strategi tersebut: apakah secara sekuensial (eksplanatoris dan eksploratoris). terapkan empat kriteria (seperti yang sudah dijelaskan) untuk memilih strategi metode campuran yang dianggap paling layak. Selain itu. peneliti sebaiknya tetap menyusun laporan tertulis untuk proposal penelitiannya.Sepanjang penelitian ini dengan fokus pada kesetaraan dan penyuaraan hak-hak kaum wanita maka bisa dipastikan bahwa penelitian ini secara eksplisit telah menggunakan perspektif feminis sebagai landasan berpikinya. atau dengan perspektif transformatif (sekuensial atau konkuren). tahap demi tahap). Penjelasan ini bisa meliputi sejarah berkembangnya penelitian tersebut. Susunan laporan ini harus disesuaikan dengan jenis strategi yang dipilih289 . definisinya. ras. Akhinya. atau menancapkan (embedding) sumber data sekunder ke dalam sumber data primer. apakah dengan cara meleburkan (merging) data. Analisis data metode campuran bisa dilakukan dengan mentransformasi data. tunjukkan dan jelaskan pula apakah ada perspektif teoretis tertentu yang akan digunakan untuk memandu penelitian. Prosedur-prosedur ini bisa meliputi prosedur-prosedur pengumpulan data (kuantitatif dan kualitatif) dan prosedurprosedur analisis data (kuantitatif dan kualitatif). apakah bobotnya setara atau lebih memprioritaskan salah satu di antara keduanya. Setelah itu. dalam satu waktu. Prosedur-prosedur validitas juga harus dideskripsikan secara eksplisit. meskipun diakui bahwa strategi sekuensial memang paling mudah diterapkan. feminisme. seperti teori dan ilmu-ilmu sosial atau perspektif advokasi (misalnya. Ada enam strategi pengumpulan data dalam penelitian metode campuran. atau sekuensial. atau membuat matriks/tabel yang mengombinasikan hasil kuantitatif dan penemuan kualitatif. mulailah dengan menjelaskan sifat penelitian metode campuran. secara konkuren (triangulasi dan embedded). mengeksplorasi outlier-outlier. menguji level-level ganda. Peneliti lalu menghubungkan dan menjelaskan gambar ini dengan prosedur-prosedur yang lebih spesifik untuk membantu pembaca memahami semua proses penelitian. Jelaskan pula bagaimana kedua data ini dicampur (mixed). nyatakan pula bobot/ prioritas untuk dua pendekatan penelitian (kuantitatif dan/atau kualitatif). Meski penelitian metode campuran ini kurang familiar bagi sebagian pembaca. menghubungkan (connecting) data dan satu tahap ke tahap lain. Tunjukkan pula strategi timing dalam melakukan pengumpulan data (apakah konkuren. Setiap strategi memiliki kekuatan dan kelemahannya tersendiri. Strategi yang dipilih juga harus disajikan dalam gambar (model visual). dan sebagainya).

sekuensial. 290 .karena masing-masing dari ketiganya memiliki susunan penyajian tersendiri. atau transformatif. konkuren.

mereka membahas seputar ide-ide dasar tentang empat strategi metode campuran tersebut.W. Greene. Jennifer Greene dan rekan-rekannya mengevaluasi 57 penelitian metode campuran yang dipublikasikan mulai tahun 1980 hingga 1988. W. Designing and Conducting Mixed Methods Research. Dari evaluasi ini. V. sekuensial eksploratoris.LATIHAN MENULIS 1. CA: Sage. & Creswell. V. J. The Mixed Methods Reader. (2008). J. V. Buatlah gambar visual dan prosedur-prosedur spesifik yang mengilustrasikan penggunaan suatu perspektif teoritis tertentu.F. Jelaskan alasan/rasionalisasi mengapa tahap-tahap tersebut diterapkan secara Sekuensial. Dalam buku kedua ini pula.W. Thousand Oaks. Piano Clark. dan strategi pengumpulan data. rumusan masalah. mereka fokus pada empat jenis strategi metode campuran (sekuensial eksplanatoris.(2007). Evaluation and Policy Analysis. Jelaskan juga pendekatan yang diambil (sekuensial.C. Pada buku pertama..L.J. dan rancangan embedded) dan menyajikan contoh-contoh penelitian yang ―mencerminkan‖ masing-masing strategi ini. lengkap dengan contoh-contohnya dan artikel-artikel metodologis tentang penelitian ini. mereka menampilkan 291 . Strategi-strategi ini kemudian dijabarkan lebih jauh dalam buku kedua. Rancanglah penelitian yang mengombinasikan model kualitatif dan kuantitatif dengan memprioritaskan pengumpuian data kualitatif ketimbang pengumpulan data kuantitatif. dan transformatif) dalam menyajikan atau menulis pendahuluan. J. seperti perspektif ferminis. yang di dalamnya mereka menyertakan contoh-contoh penelitian lain yang ―benar-benar menerapkan‖ strategistrategi tersebut. Caracelli. triangulasi. (1989). 11 (3).‖ dalam Educational. & Graham.L. 2. (hlm. tujuan penelitian. 3. Thousand Oaks.. 255-274). Creswell dan Piano Clark menulis dua buku yang menjelaskan penelitian metode campuran. & Piano Clark. konkuren. Rancanglah sebuah penelitian yang mengombinasikan model kualitatif dan kuantitatif dengan fokus pada strategi sekuensial dua-tahap. dalam penelitian metode campuran transformatif. BACAAN TAMBAHAN Creswell. CA: Sage. ―Toward a Conceptual Framework for Mixed-Method Evaluation Designs. Jangan lupa untuk menggunakan notasi yang tepat dalam gambar ini.

C. Mereka menyatakan bahwa penelitian metode campuran sering kali diterapkan untuk mencari konvergensi (triangulation). kekuatan-kekuatan. dan menggagas pandanganpandangan masa depan terkait dengan metode campuran ini. Dua bentuk ini dideskripsikan dengan menggunakan notasi huruf kapital dan huruf kecil yang menunjukkan bobot relatif serta urutan masing-masing metode. atau apakah diimplementasikan secara independen. menganalisis data secara sekuensial (development). 292 . Begitu pula. dan bertahap (sequential). handbook ini memperkenalkan kepada pembaca metode campuran. meneliti aspek-aspek yang berbeda dari sebuah fenomena (complementary). J.lima tujuan dari tujuh karakteristik metode campuran. pendekatan-pendekatan. mendeteksi paradoks dan perspektif-perspektif baru (initiation). atau sekuensial. 40(1).. dan kelemahan-kelemahan metodologisnya. Tashakkori. ―Approaches to Qualitative-Quantitative Methodological Triangulation‖ dalam Nursing Research. 120-123). Morse kemudian mengetengahkan dua bentuk triangulasi metodologis. dan kelemahan-kelemahan dalam strategi triangulasi ini. CA: Sage. (1991). apakah diimplementasikan dalam paradigma yang sama atau berbeda. Dengan 27bab di dalamnya. mengidentifikasi aplikasi-aplikasinya dalam ilmu sosial humaniora. (Ed). Mereka juga menemukan bahwa penelitian-penelitian metode campuran ini pada umumnya berbeda-beda dalam hal asumsiasumsi. A. dan memperluas ruang lingkup penelitian (expansion).M. mengilustrasikan isu-isu metodologis dan analisis dalam penerapan metode campuran. yakni secara simultan (simultaneous). Thousand Oaks. (him. Morse juga menjelaskan tujuan-tujuan. & Teddlie. Berdasarkan gagasan inilah. apakah diberikan bobot/prioritas yang sama atau berbeda. yang menggunakan dua metode dalam satu waktu. Dengan tujuan-tujuan dan karakteristik-karakteristik tersebut. mereka kemudian merekomendasikan sejumlah strategi metode penelitian yang ―layak‖ digunakan. Handbook of Mixed Methods in the Social & Behavioral Sciences. (2003). Handbook yang dieditori oleh Abbas Tashakkori dan Charles Teddlie ini menyajikan tulisan dari para penulis kontemporer yang memang berkonsentrasi dalam penelitian metode campuran. perbedaan-perbedaan ini bisa terlihat dari apakah penelitian-penelitian ini menjabarkan fenomena yang berbeda atau fenomena yang sama. yang memanfaatkan hasil dari satu metode untuk melaksanakan metode selanjutnya. Morse. Misalnya. konkuren. Janica Morse menyatakan bahwa penggunaan metode kualitatif dan kuantitatif secara bersamaan untuk membahas suatu masalah penelitian menuntut adanya upaya mempertimbangkan bobot dan urutan masing-masing metode tersebut.

manajemen dan organisasi. keperawatan. sosiologi.ada bab-bab khusus yang mengilustrasikan penerapan metode penelitian dalam evaluasi. psikologi. 293 . dan pendidikan. ilmu kesehatan.

penelitian semacam ini memuat sebuah rencana tindakan untuk melakukan perubahan yang dimungkinkan bisa terjadi dalam kehidupan partisipan. Kasus-kasus tersebut dibatasi oleh waktu dan aktivitas. dan pengasingan. Karena itu. atau satu atau lebih indi-vidu dengan lebih mendalam. dominasi. dan menarik perhatian individu secara kontinu. Pandangan advokatif/partisipatoris adalah landasan filosofis dalam penelitian dimana dalam proses penyelidikan. pandangan ini juga mengangkat isu-isu spesifik dalam kehidupan sosial yang tengah terjadi di masyarakat. atau memaparkan gagasan-gagasan yang termuat dalam gagasan utama. Gagasan dasar dalam penulisan adalah kalimat-kalimat yang mengandung beberapa gagasan atau gambar khusus yang termasuk dalam gagasan utama. 294 . penindasan. memperjelas. Materi kode (coding) adalah proses pengaturan materi-materi pada bagian-bagian dalam keseluruhan teks agar gagasan umum bisa dikembangkan dan tersebar dalam tiap-tiap bagian. Studi kasus adalah stategi kualitatif di mana peneliti mengkaji se-buah program. aktivitas. Pertanyaan inti (Rumusan masalah) dalam penelitian kualitatif adalah pertanyaan besar yang dimiliki peneliti dan mengharuskan adanya sebuah penjelasan berupa fenomena sentral atau konsep sebuah penelitian. kejadian. sehingga peneliti harus mengumpulkan infor-masi yang detail dengan menggunakan beragam prosedur pengum-pulan data selama periode waktu tertentu. Semisal pemberdayaan. proses. Perhatian atau minat dalam penulisan adalah beberapa kalimat yang bertujuan untuk memberi batasan pembahasan pada pembaca (agar pembaca bisa tetap fokus). mengorganisir gagasan. Selain itu. Gagasan atau gambar khusus ini berfungsi untuk menguatkan. penelitian dihubungkan dengan politik dari sebuah agenda politik.Glosarium Abstrak dalam review penelitian adalah review singkat mengenai penelitian (biasanya berupa paragraf singkat) yang menyimpulkan beberapa bagian utama dalam sebuah penelitian agar pembaca bisa memahami hal-hal dasar yang ada dalam sebuah penelitian. Kode etik adalah aturan-aturan dan prinsip etis yang ditetapkan oleh sekelompok profesional yang khusus mengatur penelitian-penelitian ilmiah. atau dalam kehidupan peneliti sendiri. institusi yang didiami partisipan. ketidaksetaraan. tekanan.

Database ini memberikan akses cepat pada ribuan jurnal. Strategi embedded konkuren dalam metode penelitian campuran bisa diketahuai dari kegunaannya pada satu fase pengumpulan data.pendekatan embedded konkuren memiliki metode utama yang membimbing laju penelitian dan memiliki metode kedua yang ber-peran suportif dalam prosedur tersebut. Kekurangan dalam penelitian terdahulu mungkin terjadi sebab topik penelitian yang sama tidak ditujukan pada kelompok.Koherensi dalam penulisan berarti adanya kesatuan gagasan dan adanya ketersambungan logis antar beberapa kalimat dan beberapa paragraf. Database literarur dalam komputer dewasa ini sudah bisa diakses di perpustakaan. Tidak seperti model triangulasi tradisional. Validitas gagasan terjadi ketiga seorang invertostor menggunakan definisi dan ukuran variabel yang cukup. Ketersambngan dalam penelitian metode campuran berarti adanya keterhubungan antara penelitian kualitatif maupun penelitian kuan-titatif dengan analisis data pada fase pertama penelitian serta dengan pengumpulan data fase kedua. arsip konferensi. sampel. Penelitian terdahulu mungkin sudah harus dikaji uang untuk melihat adakah temuan penelitian yang sama. Strategi triangulasi konkuren dalam metode campuran adalah se-buah pendekatan di mana peneliti mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara konkuren kemudian membandingkan dua data-base tersebut untuk menentukan adakah kesamaan. Prosedur metode campuran konkuren adalah prosedur di mana peneliti mengumpulkan atau mengombinasikan data kualitatif dan kuantitatif untuk memberikan sebuah analisis komprehensif ter-hadap masalah penelitian. atau populasi yang khusus. Pendekatan transformatif konkuren dalam metode campuran di-arahkan oleh sebuah perspektif teoretis khusus yang digunakan pe-neliti serta pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif yang konku-ren. untuk 295 . perbedaan. atau kemungkinan melakukan kombinasi antar dua data tersebut. dan materi-materi lain. yakni selama pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif dilakukan secara berkesinambungan. Interval kepercayaan adalah sebuah prkiraan dalam penelitian kuantitatif yang berupa nilai statistik tertinggi dan terendah yang konsisten pada data yang diteliti serta memuat mean populasi yang sesungguhnya.

296 . Embedding adalah bentuk pencampuran dalam metode penelitian campuran. Database kedua berfungsi untuk mendukung database utama. yang digunakan dalam penelitian kuantitatif adalah ketika seorang peneliti membuat prediksi tentang arah atau hasil penelitian yang diharapkan. Kemudian. (tidak tepat sasaran) Kegemukan dalam penulisan berartiadanya kata yang ditambahkan dan sebenarnya tidak dibutuhkan dalam sebuah kalimat untuk me-nyampaikan sebuah gagasan. Penegasan judul adalah bagian yang berada dalam proposal penelitian dan menjelaskan istilah-istilah yang mungkin tidak dipahami pembaca. Etnografi adalah strategi kualitatif di mana peneliti mempelajari sebuah kelompok kultural secara utuh dalam setting yang natural selama periode waktu tertentu dengan mengumpulkan data pene-litian dan wawancara. Dampak atau pengaruh tersebut bisa diketahuai dengan memberikan sebuah treatment khusus pada sebuah kelompok dan membatasi treatment pada kelompok lain. atau situasi yang telah lalu dan situasi yang akan datang. Ukuran efek mengkaji kekuatan sebuah kesimpulan dari segi per-bedaan kelompok atau hbungan antara beberapa variabel dalam penelitian kuantitatif. penyimpangan standar. Ancaman validitas eksternal munculsaat seorang yang melakukan eksperimen membuat kesimpulan yang salah dari sampel data dengan mengkaji orang lain. peneliti menentukan bagaimana perbedaan dua kelompok tersebut memengaruhi hasil sebuah penelitian. dan jarak antara angka terendah dan angka tertinggi. Analisis deskriptif terhadap data untuk variabel-variabel sebuah penelitian mencakup penggambaran hasil penelitian yang berupa mean.di mana bentuk data kedua dihubungkan dengan peneliti-an berskala lebih luas yang menjadi database utama. setting lain. Desain eksperimental dalam penelitian kuantitatif menguji dampak treatment (arah sebuah intervensi) terhadap hasil penelitian serta mengkaji semua faktor lain yang dimiliki kemungkinan untuk memengaruhi hasil sebuah penelitian.diberi sampel baru berupa individu baru atau situs-situs penelitian. atau untuk mengetahui adanya data dari sebuah kelompok yang belum terangkat dalam penelitian terdahulu tersebut. Hipotesis direktif. Penelitian eksperimental berupaya menentukan apakah sebuah treatmen khusus bisa memengaruhi hasi sebuah penelitian.

tindakan. Interpretasi hasil dalam penelitian kuantitatif berarti bahwa peneliti menarik kesimpulan dari pertanyaan dalam penelitian. namun berarti bahwa coder lain akan memberi kode yang persis sam dengan kode yang digunakan seorang coder pada bagian yang sama). Interpretasi dalam penelitian kualitatif berarti bahwa peneliti dapat menarik makna dari hasil analisis data. treat-ment. Penulisan yang biasa adalah penulisan proposal dengan cara yang umum dan terus-menerus. atau interaksi yang grounded dalam pandangan partisipan sebuah penelitian. Hipotesis menghubungkan beberapa variabel atau membandingkan kelompok-kelompok dalam variabel sehingga kesimpulan sampel bisa ditarik menjadi kesimpulan populasi. Makna ini bisa berupa pelajaran atau informasi untuk melakukan perbandingan dengan penelitian lain dan pengalaman pribadi. 297 . (Hal tersebut tidak berarti mereka memberi kode pada teks yang sama. Protokol wawancara adalah sebuah formulir yang digunakan oleh peneliti kualitatif untuk merekam dan menulis informasi yang di-dapatkan selama proses wawancara.Gatakeeperadalah beberapa staf yang terlibat dalam situs penelitian yang memberikan akses pada situs yang bersangkutan dan meng-izinkan terlaksananya sebuah penelitian kualitatif. Memadukan dua database dalam metode penelitian campuran ber-arti bahwa database kualitatif dan kuantitatif benar-benar digabung-kan dengan sebuah pendekatan perbandingan atau untuk keperluan melakukan transformasi data. atau pengalaman partisipan yang bisa menghambat peneliti untuk membuat kesimpulan yang tepat dari data mengenai populasi yang dilibatkan dalam eksperimen. Persetujuan intercoder (atau pengujian ulang) adalah ketika dua atau beberapa coder menyetujui penggunaan beberapa kode untuk bagian yang sama dalam sebuah teks. Formulir izin ditandatangani oleh partisipan sebelum mereka terlibat dalam sebuah penelitian. Ancaman validitas internal adalah prosedur eksperimental. dan makna yang lebih luas dalam hasil penelitian. Formulir ini menegaskan bahwa hak partisipan akan dilingdungi selama proses pengumpulan data. bukan penulisan dalam jangka waktu yang tidak teratur dan mandeg beberapa saat.Prosedur statistik atau subprogram yang telah terakui dalam paket software kualitatif bisa digunakan untuk menentukan level konsistensi dalam memberi kode. hipotesis. Teori grounded adalah sebuah strategi kualitatif di mana peneliti menyampaikan teori yang umum dan abstrak mengenai proses.

pemisahan dua data. Notasi ini memaparkan cara bagaiman peneliti dengan metode campuran bisa dengan mudah berkomunikasi dengan prosedur yang harus dipenuhinya. Memasangkan partisipan dalam penelitian eksperimental adalah prosedur yang memasangkan beberapa partisipan yang memiliki sifat dan karakteristik tertentu dan secara acak ditugaskan untuk terlibat dalam kelompok eksperimental dan kelompok yang melakukan kontrol. dan campuran antara dua pendekatan dalam sebuah penelitian.satu data terakhir dalam sebuah rangkai-an. atau pencampuran sedemikian rupa dalam sebuah rangkaian. Sisipan narasi adalah sebuah istilah yang berasal dari susunan bahasa inggris. informasi mengenai STRAND kualitatif dan kuantitatif penelitian. Notasi metode campuran memberikan label dan simbol kecil yang memainkan peran penting dalam metode penelitian campuran. Penelitian naratif adalah sebuah strategi kualitatif di mana peneliti mempelajari kehidupan individu dengan meminta satu atau bebe-rapa individu untuk menuturkan cerita 298 .atau mengajak pembaca untuk terlibat dalam penelitian. Sisipan ini berarti kata bermakna yang digunakan sebagai kalimat pembuka sebuah pendahuluan yang berfungsi untuk menggambarkan.satu data lain berakhir dalam sebuah rangkaian. Metode ini juga dilibatkan asumsi filosofis.melibatkan. serta alasan logis dalam memadukan kedua STRAND tersebut untuk menelti masalah yang diangkat. Rumusan masalah dalam metode penelitian campuran adalah per-tanyaan khusus yang diangkat dalam penelitian metode campuran dan secara langsung membidik percampuran antara STRANDS pe-nelitian kualitatif dan kuantitatif.Peta penelitian adalah sebuah gambaran visual (atau gambar) me-ngenai penelitian sebuah topik yang menggambarkan bagaimana sebuah penelitian khusus bisa memberikan kontribusi terhadap se-buah topik tertentu. Metode penelitian campuran adalah sebuahpendekatan untuk me-nyelidiki suatu objek dengan mengombinasikan atau menghubung-kan bentuk penelitian kualitatif dan bentuk penelitian kuantitatif. Pencampuran bisa diartikan adanya kombinasi antara data kualitatif dan kuantitatif. kegunaan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pertanyaan inilah yang akan di-jawab pada penelitian yang menggunakan metode campuran. Statemen purpose metode campuran memuat keseluruhan maksud penelitian.

semisal dalam sebuah eksperimen. situasi. namum bentuk perbedaan yang pasti (semisal lebih tinggi.kehidupannya. lebih rendah. dalam populasi umum. Postpositivistik mencerminkan sebuah filosofi deterministik mengenai penelitian yang bisa menentukan efek atau hasil tertentu. tujuan. tidak ada hubungan atau tidak ada perbedaan signifikan antara dua kelompok dalam sebuah variabel. Pragmatisme sebagai sebuah pola pikir atau landasan filosofis muncul dalam tindakan. Ada sebuah konsern yang dilengkapi dengan aplikasi-yang berfungsi dengan baik-serta solusi terhadap masalah-masalah yang muncul. atau kurang) tidak diperkirakan secara jelas. dan gagasan beasr sebuah penelitian. masalah yang diteliti dengan menggunakan landasan ini mencerminkan isu yang tidak harus diidentifikasi dan diketahui penyebab yang memuat hal tersebut bisa memengaruhi hasil penelitian. Hipotesis tak berarah dalam strategi penelitian kuantitatif adalah sebuah penelitian di mana seorang peneliti membuat prediksi. Informasi ini sering kali dituturkan kembali oleh peneliti dengan menggunakan narasi kronologis. 299 . lebih. Penelitian fenomenologis adalah strategikualitatif di mana peneliti mengidentifikasikan esensi pengalaman manusia tentang fenomena yang diungkapkan seorang partisipan dalam sebuah penelitian. peneliti juga menekankan masalah penelitian dan menggunakan semua pendekatan yang cocok untuk bisa memahami sebuah permasalahan. Hipotesis tradisional tersebut adalah bahwa. Statemen purpose dalam sebuah proposal penelitian memaparkan sasaran. Sebab itu. dan konsekuensi serta bukan dari kondisi yang sebelumnya (seperti dalam postpositivistik). Adanya partisipan atau situs yang sengaja dipilih (atau dengan dokumen serta materi visual) menandakan bahwa peneliti kualitatif memilih beberapa individu yang akan banyak membantu dalam memahami masalah penelitian dan memecahkan pertanyaan yang mendasari penelitian. Protokol observasional adalah sebuah formulir yang digunakan oleh seorang peneliti kualitatif untuk merakam dan menulis informasi saat tengah melakukan observasi. sebab peneliti tidak mengetahui apa yang bisa diperkirakan dari penelitian terdahulu. Hipotesis nol penelitian kuantitatif yang mencerminkan pen-dekatan tradisional dalam membuat hipotesis. Selain fokus pada beberapa metode.

Statemen ini juga memuat desain yang muncul dan kata-kata penelitian yang didapatkan dari bahasa penyelidikan kualitatif. Penelitian kualitatif adalahsebuah alatuntuk memaparkan dan me-mahami makna yang berasal dari individu dan kelompok mengenai masalah sosial atau masalah individu.karya seni. serta situs penelitian. Proses 300 . Wawancara kualitatif berarti bahwa peneliti mengadakan wawan-cara tatap muka dengan partisipan. sebab tujuan penyelidikan ini tidaklan untuk mengumumkan temuan pada individu. atau dokumen pribadi (semisal jurnal pribadi. dan email). Observasi kualitatif berarti bahwa seorang peneliti memerhatikan dan mencatat tingkah laku dan aktivitas individual yang terlibat dalam situs penelitian dan rekaman observasi.Jumlah pertanyaan untuk wawancara ini relatif masih sedikit dan digunakan untuk memperoleh pandagan dan opini yang muncul dari partisipan.melakukan wawancara melalui telepon. Menggeneralisasi beberapa temuan menjadisebuah teori merupakan sebuah pendekatan yang digunakan dalam beberapa studi kasus penelitian kualitatif. definisi kode di kolom lain. diari. Generalisasi kualitatifadalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkancara-cara tertentu dalam penelitian kualitatif. partisipan dalam penelitian. Bebarapa wawancara ini melibatkan pertanyaan yang tidakteratur dansecara umum masih open-ended. namun peneliti harus memiliki pro-sedur yang terdokumentasi dengan baik dan database kualitatif yang telah dikembangkan dengan baik.lalu contoh-contoh khusus(semisal garis angka) yang menunjukkan di mana saja posisi kode dalam transkrip pada kolom yang lain. Statemen purpose kualitatif memuat informasi mengenai fenomena inti yang dipaparkan dalam sebuah penelitian. Reabilitas kualitatif menunjukkan bahwa sebuah pendekatan ter-tentu bisa konsisten di tengah beberapa peneliti yang memiliki beragam proyek penelitian. atau bentukbentuk suara lain. surat. situs. Dokumen kualitatif adalah dokumen publik (semisal surat kabar. arsip pertemuan. videotapes. atau tempat-tempat yang tidak terkait dengan pene-litian. ata terlibat dalam sebuah wawancara diskusi kelompok yang berisi enam hingga delapan narasumber pada masing-masing kelompok. report kantor). Kode buku kualitatifadalah sebuah alatuntuk mengatur data kuali-tatif dengan menggunakan sebuah list yang berisi kode yang belum ditentukan dan akan digunakan untuk memberi kode pada data.Materi audio dan visual kualitatif bisa berbentuk foto. Buku kode ini bisa berisi nama kode dalam sebuah kolom.

khususnya dalam beberapa instrumen.penelitian melibatkan pertanyaan dan prosedur yang sudah muncul. hasil. bisa dipastikan bahwa sampel yang diambil benar-benar cukup representatif mewakili populasi yang ada.mengelola data dari yang spesifik menjadi tema umum. menganalisis data secara induktif.sehingga data yang sudah ditandai dengan nomor bisa dianalisis dengan menggunakan prosedur statistik.partisipan dalam penelitian. sejarah. Hipotesis kualitatif adalah prediksi-prediksi yang dibuat oleh pe-neliti mengenai hubungan antar variabel yang diharapkan. nilai. dan latar belakang semisal gender. Statemen purpose ini juga memuat bahasa yang berhubungan dengan penelitian kuantitatif danuji coba deduktif terhadap hubungan antar beberapa teori.dan membuat penafsiran mengenai makna di balik data. dan diskusi.Report yang ditulis pada akhir penelitian memiliki susunan penulisan yakni pendahuluan. Statemen purpose kuantitatif mencakup beberapa variabel dalam peneltitian dan hubungan antarbeberapa variabel tersebut. dan status sosial ekonomi yang dimilikinya dalam membentuk interpretasi yang dimilikinya selama melakukan penelitian. Kuasi-eksperimen adalah sebuah bentuk penelitian eksperimental di mana para individu tidak secara acak disuruh bergabung dalam sebuah kelompok.Beberapa varia-bel ini bisa diukur. serta situs penelitian. Hal ini berarti bahwa masing-masing individu dalam sebuah populasi memiliki kemungkinan yang sama untuk dipilih dan dijaring sebagai sampel. literatur dan teori. Penelitian kuantitatif adalah cara untuk menguji sasaran teori dengan mengkaji hubungan antarbeberapa variabel.Re-port yang berhasil ditulis memiliki struktur penulisanyang fleksibel. Pertanyaandalampenelitiankuantitatifadalahstatemen interogatif yang memunculkan pertanyaan mengenai hubungan antarbeberapa variabel yang ingin dicari tahu jawabannya oleh pelaku investigasi. Dengan teori ini. kebudayaan. yakni dengan mengumpulkan data menurut setting partisipan. 301 . metode. Refleksitas berarti bahwa seorang peneliti memasukkan bias. Validitas kualitatif berarti bahwa peneliti menguji akurasi temuan penilaian dengan menggunakan beberapa prosedur tertentu. Pengacakan sampel adalah sebuah prosedur dalam penelitian kuantitatif untuk memilih partisipan.

Masalah penelitian adalah masalah atau isu yang menjadi sebab adanya sebuah penelitian. serta interpretasi data yang dikemukakan peneliti dalam kerja penelitiannya.Keberterimaan sebuah penelitian berarti bahwa berapa pun skor pada item yang berada dalam sebuah instrumen. 302 . Desain ini melibatkan adanya pertemuan antara beberapa asumsi filosofis. Metode penelitian melibatkan berbagai macam teknik pengumpul-an. Tips penelitian adalah pikiran-pikiran saya mengenai pendekatan atau teknik yang telah banyak berfungsi dengan baik pada saya selama beberapa tahun saya melakukan berbagai penelitian. Responsbias adalah efekdari tidak adanya respons dalam perkiraan survei. dan metode-metode tertentu. dan hal tersebut berarti bahwa jika ada orang yang bukan termasuk responden mamberikan respons. Skripsi. yang digunakan dalam buku ini. dan apakah ada konsistensi dalam uji administrasi dan penetapan skor. adalah sebuah template yang berisi beberapa kalimat dengan kata-kata dan gagasan utama dalam bagian khusus sebuah proposal atau laporan penelitian (se-misal statemen purpose atau rumusan masalah) dan memberikan ruang bagi peneliti untuk menyisipkan informasi yang berhubungan dengan proyek yang tengah dikerjakan. Strategi eksplanatori sekuensial dalam metode penelitian campuran bisa dikenali dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif dalam fase pertama yang kemudian diikuti dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif pada fase kedua yang akan menghasilkan temuan awal dalam sebuah penelitian kuantitatif.skor tersebut secara internal memiliki konsistensi(yakni apakah item responsselalu kon-sisten?) tetap stabil dari waktu ke waktu (dengan menguji dan me-lakukan korelasi dengan uji ulang). Penelitian review dalam sebuah pendahuluan memaparkan pentingnya penelitian dan membuat batasan antara penelitian terdahulu yang telah dilakukan dengan penelitian yang diinginkan dan akan dilakukan. strategi penyelidikan. analisis. Desainpenelitianadalahrencana dan prosedur penelitian yang men-cakup semua keputusan mulai dari asumsi yang luas hingga metode paling mendetail mengenai proses pengumpulan dan analisis data. maka respons ‗asing‘ tersebut akan secara substansial mengubah hasil survei.

Strategi penyelidikan adalah tipe desain atau model kualitatif.sosial.Strategi eksplanatori sekuensial dalam metode penelitian campuran melibatkan fase pertama pengumpulan dan analisis data kualitatif yang kemudian diikuti dengan fase kedua. Signifikansi penelitian dalam pendahuluan menyampaikan pentingnya masalah yang menjadi subjek penelitian untuk diangkat pada audien yang berbeda serta keuntungan yang mungkin bisa di-dapatkan dari pembacaan dan penggunaan hasil penelitian. 303 . dan metode campuran yang memberikan arah khusus terhadap prosedur dalam desain penelitian. Gaya manual memberikan bimbingan untuk membuat sebuah manuskrip ilmiah. Validitas kesimpulan statistik tidak muncul saat seorang pelaku eksperimen menghasilkan kesimpulan yang tidak akurat dari data sebab kekuatan statistik yang tidak sama atau kesalahan dalam asumsi statistik. Konstruktivis sosial memiliki asumsi bahwa masing-masing orang mencoba memahami dunia yang akrab dengan hidup keseharian mereka. Desain subjek tunggal atau desain N of 1 melibatkan aktivitas penelitian perilaku seorang individu (atau sejumlah kecil individu) dalam jangka waktu tertentu. dan menggunakan bahasa yang tidak diskriminatif. Prosedur metode campuran sekuensial ialah prosedur yang mengharuskan peneliti memaparkan atau mengembangkan sebuah temuan mengenai sebuah metode dengan metode lain. yakni fase awal (baik kualitatif ataupun kuantitatif) yang diikuti oleh fase kedua (baik kualitatif maupun kuantitatif) yang akan melengkapi proses fase pertama.teori ilmu pengetahuan) berlandaskan sebuah prosedur. semisal format yang konsisten dalam menulis referensi. kuantitatif. Masing-masing individu tersebut mengembangkan makna subjektif dari pengalaman yang mereka lewati serta makna yang diarahkan terhadap sesuatu tertentu. memuat heading memuat tabel dan gambar. yakni pengumpulan dan analisis data kualitatif yang akan mengahasilkan temuan dalam fase pertama kuantitatif.ras. Strategi transformatif sekuensial dalam metode penelitian campuran adalah sebuah proyek dengan dua fase yang memiliki lensa teoretis (yakni gender.

atau isu lain mengenai kelom-pok yangn termarginalkan). Penelitian survey menampilkan sebuah gembaran kuantitatif dalam bentuk angka mengenai kebiasaan. pendapat. cara pengumpulan data. Lensa teoretisatauperspektif dalam penelitiankualitatif memuat keseluruhan pandangan yang digunakan untuk penelitian yang mengkaji masalah gender. atau populasi dengan mempelajari sebuah sampel dari sebuah populasi tertentu.Desain survey memaparkan rancangan sebuah gambaran kuantitatif berupa angka yang menunjukkan kebiasaan.ras. atau opini sebuah populasi dengan mempelajari sampel dari sebuah populasi. tingkah laku. me-maparkan cara-cara pengumpulan dan analisis. tingkah laku.kelas. siapa saja yang berpartisipasi dalam penelitian.Lensa ini menjadi sebuah perspektif advokasi yang membentuk tipe-tipe pertanyaan yang diajukan. serta menyuntikkan semangat untuk melakukan sebuah gerakan perubahan. Teori dalam metode penelitian campuran memuat sebuah lensa orientasi yang akan mengarahka tipe pertanyaan yang diajukan.dan implikasi yang dihasilkandari penelitian (khususnya untuk 304 .

Creswell. (1987). R.W. (1984). Bogdan. (1994). Research and inequality. (1989.P. C..). Englewood Cliffs. & Rosenfeld. CA: Wadsworth. (1995). J. E. & Creswell. (1992). Booth-Kewley. Qualitative Research Methods for the Social Sciences (4th ed. Berger. (2007). Use of iBook laptop computers in teacher education. & B. Boice. CA: Wadsworth/ Thomson.). M. (1967). CA: Annual Reviews. social 305 . University of Nebraska-Lincoln. R. Boeker. T. CA: Sage. (1950-). Bhopal. American Psychological Association.).E.).W. StiUwater.J. Boston: Allyn & Bacon. Berg. Encyclopedia of educational research (6th ed. Washington. (1991). (2002). 575-591. Cognitive representation of AIDS.J. v . Zanna & J. E. Truman. 21. Asmussen. Survey Research Methods (2nd ed. (1992). The Social Construction of Reality: A Treatise in the Sociology ofKjwzoledge. & Biklen. Blalock.. New York: Macmillan. Stanford. OK: New Forums. 1338-1352. (1980). Casual Models in the Social Sciences. W. R. 55. Are there any constructive alternatives to causal modeling? Sociological Methodology. Belmont. P. 12(10). Impression management. 1990). London: UCL Press. and campaigns against vice in three American cities.C. (2001). M. Swidler. Professors as Writers: A Self-help Guide to Productive Writing. (1990). New-York: Aldine. K. Journal of College Student Personnel. Bailey. Publication Manual of the American Psychological Association (5th ed. H. The micropolitics of the school: The everyday political orientation of teachers toward open school principals.Daftar Pustaka Aikin. H. & Frohlich. Beisel. Humphries (Ed. In C. NJ: Prentice Hall. Bern. J. (1969). J. Ansorge. Darley (Ed. & Luekmann.C.. D. Boneva.). In M. Blase. 45(3). Babbie. Kraut. Class. 1872-1892.M. S. Writing the empirical journal article.B.44-62. November). (1992). L. (Ed. Unpublished manuscript. Conducting Meaningful Experiments. Qualitative Health Research. N.). S. 400-421. Belmont. E. NJ: Anchor. Boston: Allyn & Bacon. D. Campus response to a student gunman. 530-549. J. K. (1990). Bausell. (2001).. B. (2001). Student attrition among women at a liberal arts college. (1992). (2001). J. "race" and power in the research process: South Asian women in East London.K. Journal of Higher Education. 37. Administrative Science Quarterly. The Compleat Academic: A Practical Guide for the Beginning Social Scientist (pp. Columbus. (1985).H. American Sociological Revieio. D. S. Thousand Oaks. Blalock. Blalock. H. Qualitative Research for Education: An Introduction to Theory and Methods. Mertens. 171-201).. & Gutmann. & Spencer.L. Edwards. & Creswell. DC: Author. B.). Garden City. Writing Clearly: A Contemporary Approach.H. OH: Charles Merrill. Power and Managerial Dismissal: Scapegoating at the top. P. Babbie. Anderson. New York: Random House. Gender. (February. J. culture. 66. M.. E. Bean. R.). Theory Construction: From Verbal to Mathematical Formulations. (2000). Using e-mail for personal relationships. American Behavioral Scientist.. 379-409. Annual Review of Psychology. Educational Administration Quarterly. 3.W. The Practice of Social Research (11th ed.320-327. 25(4). 325-335.

A Manual of Writer's Tricks. The lntegrative Research Review: A Systematic approach. & Gall. 15(2). At the margins? Discourse analysis and qualitative research. & Heward. F. Carroll. Carstensen. (2006). 13-17.H. (1992. 161191). & Fiske. W. J.).. Caracelli. Term Papers (5th ed. Campbell. H. Jr. (1999) Mixed method research: Introduction and application. 81-105. 1-76).P. W. In L. Bunge. W. CA: Academic Press. & Campbell. (1963). (1959). Data analysis strategies for mixed-method evaluation designs. Journal of Applied Psychology. Applied Behavior Analysis. Borg.L. 77(4). Corbin. CA: Sage. J. OH: Swallow Press. Ohio University Press. CA: Sage. (1990). W. Thousand Oaks. 12(2). Beverly Hills. T.E. J.E. J. A fractal analysis of cartographic generalization. Handbook of Applied Social Research Methods (pp. Center for Field Studies. Finding the Words: Conversations with Writers Who Teach.W. N.T.W. CA: Sage.).. Creswell. Bryman.). (1987). (1989). Handbook of educational policy (pp. Columbus.. Symbolic Interaction.. J. London: Sage. M. S. New York: Longman. Rickman & D. Charmaz. R. Educational Research: An Introduction (5th ed. CA: Sage. V.C.. Campbell.D. & Gall. Randomized controlled experiments for evaluation and planning. Borg. Chicago: Rand McNally. New York: Paragon.V.E. Basics of Qualitative Research: Techniques and Procedures for Developing Grounded Theory (3rd ed. Rog (Ed. Creswell. Cahill.W. D. Narrative Inquiry: Experience and Story in Qualitative Research. Boruch. (2000). San Francisco: Jossey-Bass. Statistical Power Analysis for the Behavioral Sderices. D. Cizek (Ed. (1977).D. D. Campbel. 281-298. In G. (2007). Thousand Oaks. Philadelphia: University of Pennsylvania. J. Castetter.R. Athens. Gage (Ed. The American Cartographer. (1985). (1977). J. & Connelly. In N. 562-566. Creswell. Graduate School of Education. Chicago: Rand McNally. (1993). Quasi-Experimentation: Design and Analysis Issues for Field Settings. (1993).T. Thousand Oaks.1140-1150. August-September).L. Notes on pragmatism and scientific realism. Reports. J. 16(3). 195-207. Experimental and quasi-experimental designs for research. & Ballou. L.J. Educational Research: Ptoming.. D. Conducting. & Strauss.S. (2004).).M.. 455-472). R.). Psychological Bul-. and computer administration of attitude questionnaires: Does the computer make a difference. Cherryholmes.M. letin. (2006). OH: Merrill. and Evaluating Quantitative 306 .J.desirability. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing among Five Approaches ( 3rd ed. C. 56.). J. 181-189. Educational Researcher. (1989). Cooper.. Cook. New York: Longman. Thousand Oaks.). New York: Academic Press. (1998). Convergent and discriminant validation by the multitraitmultimethod matrix. Educational Evaluation and Policy Analysis. Boston: Hough ton Mifflin. (1977). (1984). (2008). M. Handbook of Research on Teaching (pp. Developing and Defending a Dissertation Proposal.D. Mixed Methods: A Four-Volume Set. Constructing Grounded Theory.R.J. J.. & Greene. San Diego. & Heisler.W. & Stanley.G. T. Form mid Style: Theses. J. Heron. Qualitative Health Research. Cheek. Fashioning males and females: Appearance management and the social reproduction of gender.B.O. (2007). W. Cooper.M. Clandinin. Cohen. Applying Educational Research: A Practical Guide. Gall. D. K. A. D.L. S. (1989). 14..J. (19 79). CA: Sage.

Thousand Oaks. CA: Sage.. The Sage Qualitative Research Kit.W. Thousand Oaks. (1989). G. D. The Review of Higher Education. J. (2003). (1973). New York: John Wiley. New York: Atheneum. & Miller. Critical Social Science. Fall). CA: Sage. Tashakkori & C.). Teddlie (Ed. Field.W. In H. University of NebraskaLincoln. & Mills. M. Writing Without Teachers. (1998). (1990).). A.L. (2005). WA. E. Flinders. Crotty. and Scholarly Productivity. Jr. (2000).J. J. Advanced mixed methods designs. & Brown. The Enlightened Eye: Qualitative Inquiry and the Enhancement of Educational Practice. C. New York: Harper & Row. N. and qualitative research...K. Flick. (Ed. The Survey Kit (2nd ed. DeGraw. The Handbook of Qualitative Research (3rd ed. Fink. Educational Researcher. Meaning in method: The rhetoric of quantitative and qualitative research. Planning and Changing. M. Unpublished doctoral dissertation. Firestone.and Qualitative Research (3rd ed. AZ: Oryx. MJ.W. W. The Foundations of Social Research: Meaning and Perspective in the Research Process.16-21. J. (1991).). (1975). A. 16. Teachers College Press Fowler. (1996). (1987). (2002). (2007). Theory into Practice. (1993). CA: Sage. 37(1). Eisner. M. London: Sage.). 39(3). T.Z. J. M.). Theory and Concepts in Qualitative Research: Perspectives from the Field. D.). Elbow. Creswell. & Lincoln. NY: Cornell University Press. In N. U. (Ed. Piano Clark. P. New York: Columbia University. 10. (Ed. & Henry. Determining validity in qualitative inquiry. D. The Writing Life. 16(1).). & Piano Clark. DiUard. Blalock.E. Queens and teen Zines: Early adolescent females reading their way toward adulthood.L. Writing for Story: Craft Secrets of Dramatic Nonfic-tion by a Two-time Pulitzer Prize-winner. London: Oxford University Press. 55-79). (1992. (2000). Creswell. Thesaurus of ERIC descriptors (12th ed. J. (2007).G. In A. (Ed. (2002). Designing and Conducting Mixed Methods Research. G. Causal Models in the Social Sciences (2nd ed. 71-89. Upper Saddle River.. 41-62. 307 .). B.. Thousand Oaks. 209-240).W. O. Denzin & Y. CA: Sage. (1987). J. pp. Finders. (1979). CA: Sage. Creswell. Thousand Oaks. & Hanson. J. Survey Research Methods (3rd ed. CA: Sage. D. Professional development training needs of department chairpersons: A test of the Biglan model. 33-40. queer theory.P. Denzin. Phoenix. How to Design and Report Experiments. Creswell. Journal of Counseling Psychology. Thousand Oaks. (1986). Interpersonal Trust. Creswell. V.D. Sexualities. Duncan. 27.. Thousand Oaks. Gutmann. Educational Resources Information Center.. London: Sage. (1984).W. New York: Macmillan. (1978). How chairpersons enhance faculty research: A grounded theory study. NJ: Merrill. G. A. Job Motivational Factors of Educators Within Adult Correctional Institutions from Various States. 124-130.W.S. YS. Ithaca. J. 224237. (1985). Fath analysis: Sociological examples. University of Nebraska-Lincoln. & Hole.A. Mail and Telephone Surveys: The Total Design Method. (2003). Anthropology and Education Quarterly. (1986). Crutchfield. Gamson. Locus of Control. Franklin. Fay.). A.K. E J. Dillman. V. Erms. New York: Aldine.. Comparison of feminist and nonfeminist women's reactions to variants of nonsexist and feminist counseling. Handbook of Mixed Method Research in the Social and Behavioral Sciences (pp.. & Hackett. Unpublished doctoral dissertation.). Seagren.

(2006). (New Directions for Evaluation. V.J.K.381396. (1993). Taylor. (1989). Guba (Ed. & Whelan. CA: Sage.. (New Directions for Evaluation.B. San Francisco: Jossey-Bass. and Strategies useful in the Planning.K.. contradictions.G.).J. 255-274. Tlie Practice of Qualitative Research. NJ: Bedmister. Y.K. W. 123.C. & Leavy. (1964).R.J. Qualitative Inquiry. Handbook in Research and Evaluation: A Collection ofPrinciples. Journal of Higher Education. (2007). Thousand Oaks. Flick (Ed. In N.. V. 191-215). How and why Language Matters in Evaluation. CA: Sage. & Vesper. N.. J. In U. G. & Caracelli. D. (1997). (Ed. The Journal of General Psychology.. & Hay. San Francisco: Jossey-Bass. Gravetter. Gibbs. (2007). Albany: State University of New York Press. S. Thousand Oaks. 64(2). M. Lincoln. P.N. Toward a conceptual framework for mixed-method evaluation designs. Paradigmatic controversies. 274-294.. Guba. Houtz. Educational Evaluation and Policy Analysis. (1981).S. CA: EdITS. & Michael.G.). E. J. K. P (2006). The Human Group. Totowa. Hopkins. & Graham. Thousand Oaks. Humbley. Journal of Research in Science Teaching. Humans. The paradigm Dialog (pp. In E. L. The Exercise of Influence in Small Groups. A.D. London: Sage. Mixed Methods in Social Inquiry. 347-365 ). An exploratory study of the factors associated with parental savings for postsecondary education. 3. Belmont. & Peshkin. & Lincoln. Methods. Greene. White Plains. J. (1992). HIV/AIDS talk: Implications for prevention intervention and evaluation.Lincoln (Ed. B. J. Newbury Park. T.A. Glesne. Handbook of Qualitative Research (pp.. Lucas. (1997). (2000). (1999).). M. Qualitative Health Research.. Caracelli. Hossler.B. A..E.). pp. In R. The alternative paradigm dialog. (1996). Design. CA: Wadsworth/Thomson.C.F. Research Ethics for Social Scientists: Between Ethical Conduct and 308 . Statistics for the Behavioral Science (5th ed. S. W. and emerging confluences.). 15. Giordano. 629-648.. R. H. 264-275. Hopson. C.).. & Zumbo. Teaching and Teacher Education. (2000). San Francisco: Jossey-Bass Greene. Instructional strategy change and the attitude and achievement of seventh. Heron. L.G. CA: Sage. (2007).and eighth-grade science students.A. Greene.. Hatch. Brace. 17(2). (1990). K. A participatory inquiry paradigm. Doing Qualitative Research in Educational Settings. 32(6). Hesse-Bieber. San Diego. CA: Sage.C (1950). 11(3). Huber.C. E. (2005). 17-30). NY: Longman. & Peterson. The Sage Qualitative Research Kit. Analyzing qualitative data.M. Denzin & Y. E. and Evaluation of Studies in Education and the Behavioral Sciences (2nd ed. A dialectic on validity: Where we have been and where we are going. ]. J.).K. 140-165. & Wallnau.S. 207-215. I. Hopson (Ed. & Dogra. Number 86). The Sage handbook of qualitative research (3rd ed. J. O'Reilly. (1995). New York: Harcourt. Advances in Mixed-method Evaluation: The Challenges and Benefits oflntegrating Diverse Paradigms. A marginal story as a place of possibility: Negotiating self on the professional knowledge landscape. (2002). J. & Reason. N. Guba. Confidentiality and autonomy: The challenge(s) of offering research participants a choice of disclosing their identity. No. Becoming Qualitative Researchers: An Introduction.J. 74). Isreal. G. Isaac.

. Janovec. B.. Jungnickel. M. Behavioral Research: A conceptual Approach. Jick. Designing and Conducting Ethnographic Research. A. Are high response rates essential to valid surveys? Social Science Research. & Carter. T.). CA: Sage.A. New York: Routledge. American Educational Research Journal.Regulatory Compliance. & Schensul. (1979. Kalof. Procedural Justice in Organizations: A Literature Map. J. &Turner. Persistence of reading disabilities: The voices of four middle school students. N.).). Principles and Practice of Structural Equation Modeling. J. & Hagedorn. Thousand Oaks.S. Racialized discourses and ethnic episte-mologies In N. (2000). Action Research in Practice: Partnerships for Social Justice in Education (pp. The Sage Qualitative Research Kit. Evaluation of 37 AIDS prevention projects: Successful approaches and barriers to program effectiveness. Vulnerability to sexual coercion among college women: A longitudinal study. Rinehart & Winston. Y. Kemmis. 28(1).. 112-133. CA: AltaMira. P.). and emerging 309 . Toward a definition of mixed methods research: Journal of Mixed Methods Research. L. L. Unpublished manuscript.36). (1993). J. MA. Weeks (Ed. The predictive validity of an ESLplacement test: A mixed methods approach. Administrative Science Quarterly. Lauterbach.A. Y.D. R. Beverly Hills. Harvard Educational Review 56. NJ: Prentice Hall. R. In B. & Wilkinson. University of Nebraska-Lincoln. Leslie.. & Guba. 257-277). P. Wren. R. Labovitz. Zimmerman. New York: Routledge. Freudenberg. 18(4). Design and Analysis: A Researcher's Handbook (3rd ed. (1998). London: Sage.L. (2007).B.J. (1971). (1972). Kemmis. P. 875-895. contradictions. Getting Smart: Feminist Research and Pedagogy with/in the Postmodern. J. L. New York: Guilford. Journal of Mixed Methods Research. Educational Administration Quarterly. Kushman. RN. Janz. Lincoln (Ed. (1988). Workplace Correlates and Scholarly Performance of Pharmacy Clinical Faculty Members. London: Sage. 80-97. 257-277. In U. The organizational dynamics of teacher workplace. 47-58 Keeve. Kerlinger. (1996). (1991). 5-42.G. Onwuegbuzie.W. S.P. Flick (Ed. Munhall & CO. G. Research as praxis. Denzin & Y. 366-389. 1. and Measurement: An international handbook. Englewood Cliffs. UK: Pergamon.W. Methodology. Oxford. Educational Research. Kline. (1986). (1998). (1990). (Ed. S. 23(1). S. S. (1985).L. Lincoln. Walnut Creek. Keppel.B. Lather. Lee. S. (1992.. University of Nebraska-Lincoln. CA:Sage. Lather.).J. In another world: A phenomenologicalperspective and discovery of meaning in mothers' experience with death of a wished-for baby: Doing phenomenology. February).D. (2007). T. (1999). 24. (2001). N. Health Education Quarterly. New York: National League for Nursing Press.K. Doing interviews.G. P. Nursing Research: A qualitative Perspective (pp. S.323-334. Participatory action research and the study of practice. S. R. Naturalistic Inquiry. & P. (1979). M. Mixing qualitative and quantitative methods: Triangulationin action. Y. Paradigmatic controversies. Gender Issues. 602-611. 1(2). Johnson. New York: McGrawHill. (2000).J. Handbook on Qualitative Research (pp. 1(4). Ladson-Billings. A. S... 28(4). E. Kos. Unpublished manuscript. New York: Holt. E. In P. 13 3-179). Isreal. Boyd (Ed.K. & Guba. 21. R. Atweh. (2000). & Greene. (1991). G.J. Lincoln.).. December). Kvale.' (1991). (2007).. LeCompte. Introduction to Social Research.

Miles. March/April).). (1995). Denzin & Y.. D. J. 40(1). Nationalism and social action among Jewish and Arab women in Israel: Redefining the social order? Gender Issues. A. M. S. Journal of College Student Development. 48-76.M.A. Nursing Research. (2000). Designing funded qualitative research. Guba (Ed. W.45-54. Boulder. 32. In Y.V. CA: Sage. Phenomenological Research Methods. Unpublished doctoral dissertation.K. Mertens. (1990). Merriam.).W. Handbook cf Qualitative Research (pp. & Creswell. Research Methods in Education and Psychology: Integrating Diversity with Quantitative and Qualitative Approaches. Newbury Park. B. G.M. & Silverman. Qualitative Data Analysis: A Sourcebook of New Methods. Thousand Oaks.. Survey Research and the World wide web. Padilla. D. M.E. Neuman. D. Lysack. In N. Morgan. Langston. Morse. Paradigms lost and pragmatism regained: Methodological implications of combining qualitative and quantitative methods. Etomains of state-owned. Journal of Mixed Methods Research. Pragmatism: Vrom Peirce to Davidson. S. CA: Sage. G. Murguia. (1998). 4. D. (1994).). D. CA: Sage. and publicly traded firms in international competition..W. 34. (1991. Handbook of Research Design and Social Measurement (5th ed. The Occupational Therapy Journal of Research. R.B. Thousand Oaks. & McCormick. C.C. Lincoln & E. Teddli (Ed. 8(3). Thousand Oaks. S.E.). 163-188). Moore. Boston: Allyn & Bacon. (Ed. Handbook of Mixed Methods in the Social & Behavioral Sciences (pp. Journal of Professional Nursing.M. (1998). Miller.M. Murphy. The Long Interview. (1987). Mixed methods and the politics of human research: The transformative-emancipatory perspective. 3-28. CA: Sage. CA: Sage. Maxwell. 14(20). (2000). (1994). Proposals that work: A Guide for Planning Dissertations and Grant Proposals (5th ed.B. Ethnicity and the concept of social integration in Tinto's model of institutional departure. 18(2). 220-235). Qualitative Health Research. (2007). G. S.L. Single-subject Experimental Research: 310 . September). Morse. Qualitative Research and Case Study Applications in Education. Iipsey.582-597. Thousand Oaks.M. 135-164). & Huberman. Qualitative Research Design: An Interactive Approach (2nd ed.S. Locke. J. The Experiences of a First-year College President: An Ethnography.). CO: Westview. Scholarly productivity: A survey of nursing faculty researchers. CA: Sage. M. Spirduso. Mertens. J. Practical strategies for combining qualitative and quantitative methods: Applications to health research. S. Handbook of Qualitative Research (pp. Miller. C. CA: Sage. CA: Sage. Thousand Oaks. (1994). Newbury Park. (1991). L. (1992). D. Approaches to qualitative-quantitative methodological triangulation. (1998).confluences. (1994). Lincoln. J. (1990).E.). Thousand Oaks.J. E.K. CA: Sage. 1(1). privately held. Marshall. Moustakas. Qualitative methods in field research: An Indonesian experience in community based practice. (1989). & Pavel. McCracken.W. M. (2007). CA: Sage. Tashakkori & C. CA: Sage. L. University of Nebraska-Lincoln. Thousand Oaks. (2005). & Krefting.B. (Ed. J.). Adminis-trative Science Quarterly. Thousand Oaks. Design Sensitivity: Statistical Power for Experimental Research. Nesbary. 362-376. 120-123. Thousand Oaks. In A. (1988). Megel. (2003). & Rossman. C.). CA: Sage. Newbury Park.P. (2006). D. 93-110. San Francisco: Jossey-Bass. D. (1991. Gender identity. Desigiiing Qualitative Research (4th ed.. Morgan.B. Mascarenhas. N. 433-439.

Integration and Publications as indicators of "yield" from mixed methods studies. E.. Qualitative-quantitative Research Methodology: Exploring the Interactive Continuum. A. (1997). & Miller.L. NY: Rowman & Littlefield. In P. Onwuegbuzie.. V. A. M.L. (2006). 1(2). & Bentall.F. S. 34(4).W. K. & Robinson.J. Punch. Prosser. M. M. (1986). (1998). D. (1993). Phillips. & Johnson. J. M. Fair or unfair? Perceived fairness of household division of labour and gender equality among women and men.P. (2000). Day. Denzin & Y. The essential structure of a caring interaction: Doing phenomenology. Norwalk. CA: Sage. Persistence. CA: Sage. DE: International Reading Association. C. Thousand Oaks. London: Sage. (2006). Riemen. Newark. Punch. Patients' understanding and participation in a trial designed to improve the management of anti-psychotic medication: A qualitative study. Linn. 181-209.G.). Research in the Schools. (2002). CN: Appleton-Century-Crofts.327-343. Randall. O'Cathain. Social Research Methods: Qualitative'and Quantitative Approaches (4th ed. Neuman. & Nicholl. R.C.M. & Mark.. Richie..). 147163. R. CA: Sage. 193-228). Postpositivism and Educational Research. E. (2003). Rog (Ed. Handbook of Applied Social Research Methods (pp. In L. Quasi-experimentation. Newman. Foundations of Nursing Research. Reading Like a Writer New York: HarperCollins. 311 . Richardson.N. Handbook of qualitative Research (pp.. J. Olesen. J.J. Journal of Mixed Methods Research. F.. Johnson. CS. Piano Clark.M. J. R. Social Psychiatry and Psychiatric Epidemiology. (2007). 275-286. (2005). J. Munhall & C. Bickman & DJ. London: Sage. C. Nordenmark. (1997). CT: Appleton & Lange.. 38. & Benz. Implications of the Growing Visibility of Gay and Bisexual male Students on Campus.L. Boston: Allyn & Bacon. 215-255).L.S. and passion: A qualitative study of the career development of highly achieving African American-Black and White women. Nursing Research: A qualitative Perspective (pp.E. (2008). L.).Q. The European Journal of Women's Studies. Understanding graduate women's reentry experiences. D. CA: Sage. CA: Sage.S. 13(1). D. 48-63.. A.R. Fassinger. & Creswell.B. Thousand Oaks. K. CA: Sage. 44(2). Feminism and qualitative research at and into the millennium. A. Rhoads. M. 10(2).Q. (2000). (2000). B.). (2000). Norwalk. Lincoln. Rogers. Newbury Park. 133-148.. Carbondale and Edwardsville: Southern Illinois University Press.). The validity issue in mixed research. (2003). Introduction to Social Research: Quantitative and Qualitative Approaches (2nd ed. Journal of Counseling Psychology.).Applications for Literacy.). Qualitative Evaluation and Research Methods (2nd ed. Developing Effective Research Proposals. Writing strategies: Reaching diverse audiences. S.A. (1999).. Reichardt. Nieswiadomy. & Nyman. Padula.M. The Mixed Methods Reader Thousand Oaks. Murphy.. 23. Thousand Oaks. Oiler (Ed. Lanham. 85105). NASPA Journal. Psychology of Women Quarterly. V. & Burbules. Prose.F. (1990). (1990).. Patton.. R. (1998). R.J. In N. W.C. connection. Qualitative Research and Evaluation Methods (3rd ed. (2nd ed. Newbury Park. Patton. L.

(2007). A. CA: Sage. (1994).). (1985. CA: Sage. Toward integrating qualitative and quantitative methods: An introduction.). Schwandt.M.G.Bickman & D. Bird.K. pp. New York: Viking. Journal of a Novel: The East of Eden Letters. Rosenthal. In N. & Ritter. 189-213).N.K. R. Basics of Qualitative Research: Grounded theory Procedures and Techniques (2nd ed. How to Conduct your own Survey.E.. Rog (Ed.. (1993). & Dillman. (2000)..S. CA: Sage. Rorty. Teachers College Press. Learning in the Field: An Introduction to Qualitative Research.. Educatioiial Researcher. Pragmatism as anti-representationalism. Shadish. In L. L. J. CA: Sage.).). A. New York: Columbia University.. Handbook of Applied Social Research Methods (pp. Edit Yourself: A manual for Everyone who Works with Words. V. Thousand Oaks. New York: Norton Rossman.. G. In J. (1990). K. (1998).. (1983). J. Stake.. 6-13. D. (2007). R. Rural Hospitals use of Strategic Adaptation in a changing health care environment. R. McLeroy. DA. J. New York: MacMillan. R. 627-643. Tarshis. (1990).).. Sudduth. Experimental and Quasi-experimental Designs for Generalized Causal Inference. CA: Sage. Thousand Oaks. Rorty. TA. Goodman. R.J. Sarantakos. Rudestam. A. (1992). Ross-Larson. J. R. TA. (1990). Murphy. B. Theory and concepts in Qualitative Research: Perspectives from the Field (pp.. & Campbell. & McCormick.. S. (2005). & Corbin. R. (1982). B. Schwandt. What's behind the Research? Discovering Hidden Assumptions in the Behavioral Sciences. Smith. & Newton. S. CA: Sage. K. Conducting online surveys.J.R. CA: Sage. Participant Observation. & Rosnow.P. Denzin & Y.1335-1359.B. Unpublished doctoral dissertation. Sieber. October). March). Schwandt. & Corbin. 19(1).. Thousand Oaks.D. N.E.. Thousand Oaks. Rossman. Steinbeck. W.R. CO: Westview. Strauss. How to Write like a pro: A guide to Effective Ncnfiction Writing. Pragmatism: From Peirce to Davison (pp. Handbook of qualitative research (2nd ed. (1998). The art of Case Study Research.New York: Holt. Three Epistemological stances for qualitative Inquiry.T. Essentials of Behavioral Research: Methods and Data Analysis. New York: 312 . Evaluation Review. Rinehart & Winston. R.D. Lincoln (Ed. B. Salkind. B. (2001). 5-23). Consequences of Pragmatism. Newbury Park. Surviving your Dissertation (3rd ed. In D j.*Cook. Strauss. Thousand Oaks. (1983. & Rallis. Boston: Houghton Mifflin. Exploring Research. The integration of field work and survey methods.R (1980). (1982). Thousand Oaks. 78. Spradley. CA: Sage.L. & Wilson. Mills (Ed. L. S.). G. Social Research (3rd ed.E. T. Quantitative versus qualitative research: An attempt to clarify the issue. A. 127-156). Salant.R. CA: Sage.L. (1995). Health Education Quarterly. F. (2007). University of Nebraska-Lincoln. & Williams. 1-8. (1992). Planning ethically responsible research.. Slife. Thousand Oaks. Minneapolis: University of Minnesota Press. J. F. Dictionary of Qualitative Inquiry (3rd ed. Sue. Numbers and words: Combining quantitative and qualitative methods in a single large-scale evaluation study. Theory for the moral sciences: Crisis of identity and purpose. (1995 ). 1-6). S. (1991).). TA.720-727. Sieber. Flinders & G. Steckler. New York: Palgrave Macmillan.T. New York: McGraw-Hill. Basics of Qualitative Research: Grounded Theory Procedures and Techniques (1st ed.E. (1973).). American Journal of Sociology.D. (1998). CA: Sage. 9(5). Thousand Oaks. (1969). New York: John Wiley.A. Tho sand Oaks.M. Boulder.

E.. Handbook of Mixed Method Research in the Social and Behavior Sciences. Editorial.}. Wolcott. University Microfilms. 56.M. Wolcott. Weitzman.F.P. CA: Sage. Sources of Information in the Social Sciences: A Guide to the Literature (3rd ed. (1992). Racial and ethnic diversity in the classroom. 12(3).M. R (2007). Analysis. & Teddlie. Conducting Educational Research (5th ed. A. Brace. (2003).. CA: Sage. Teddlie. Weitzman. Tales of the Field: On Writing Ethnography. Journal of Mixed Methods Research. Newbury Park. Van Maanen. EnJiancing Practice: New Professional in student affairs. 77-100. Colbeck. W. Western Journal of Communication. A. (2001).B. R. S A. Interpreting (the work and the talk of) baseball: Perspectives on ballpark culture. C. (1986). (1988). 195-208.). New York: Macmillan. In M. CA: Sage. (1990).R. H. CM. Cabrera.). Doing critical ethnography. and interpretation.T. R. Measurement and Evaluation in Psychology and Education (6th ed. Teaching qualitative research.) Chicago: University of Chicago Press. JM. R. & White. N. New York: Falmer. What's the use of theory? Harvard Educational Review.E. and Dissertations (4th ed. Chicago: University of Chicago Press.A.W.. Vogt. Bjorklund.).. (1982). Turabian. D. Ann Arbor. Dictionary of Statistics and Methodology: A nontechnical Guide for the Social Sciences (2nd ed. P. & Levkoff. Preissle (Ed. 1(3). (1997). Tashakkori. NJ: Prentice Hall. (1998). CA: Sage. (1991). Trujillo. LeCompte. (1997).. The impact of divorce on the Grandparent/Grandchild Relationship When the Parent Generation Divorces. CA: Sage. (1973). (2000). G.. & Teddlie.T. Mixed Methodology: Combining Qualitative and Quantitative Approaches. Thousand Oaks. K. CA: Academic Press. Field Methods. A. Tesch. Thomas. Thousand Oaks. 67(1). Case study research: Design and Methods (2nd ed. CA: Sage. Theses. A. Chicago: American Library Association. Walnut Creek.. University of Nebraska-Lincoln. Journal of Mixed Methods Research. Thousand Oaks. Writing up Qualitative Research (2nd ed. 75-104. R. Exploring the nature of research questions in mixed methods research. MI: Author. & Glesne. 207-211 Tashakkori. (2007). L. Tashakkori. (1938). & J. B. A. (1994). The Journal of Higher Education.T. (1999).. (1999). & Creswell.. Beals.H. C. & Parente.). Millroy.). Englewood Cliffs. 1(1). The Sientist's Handbook for Writing Papers and Dissertations. Dissertation Abstracts International. The Handbook of Qualitative Research in Education (pp. 72(5).New American Library. Thousand Oaks. San Diego. Fort Worth. Webb. K.). W. Tuckman. P. (2003). R. (1995). Wilkinson. J. Transforming Qualitative Data: Description.W. CA: Sage. (1993).. VanHorn-Grassmeyer. (2001). (Ed.). Thousand Oaks.L. Thousand Oaks. 771814). Terenzini. J. Thomas. A manual of Style. (1998).350-371..L. Chicago: Author. Mixed methods sampling: A typology with examples. Qualitative Research: Analysis Types and Software Tools. Unpublished doctoral dissertation. & Miles. Thorndike.. Combining qualitative and quantitative methods in health research with minority elders: Lessons from a study of dementia caregiving.. (1992). A Manual for Writers of term Papers.). (1992). Vernon. Computer Programs for Qualitative Data Analysis. CA: 313 . H. M. TX: Harcourt. J. CA: AltaMira. Unpublished doctoral dissertation. University of Chicago Press.K.B. Ethnography: A way of Seeing. University of Nebraska-Lincoln. H. W. (1999).T. S. Wolcott. Yin. C. C.E.. C. Thousand Oaks. Webb. 509-531. A. & Yu.

W. (1990).C. R. Zinsser. Ziller. Photographing the self: Methods for Observing Personal Orientations. 314 . Writing with a Word Processor.Sage. Newbury Park. York: Harper Colophon. (1983). CA: Sage.

93 315 D dependent variables.A. 97 Gibbs. H...249 antropologi.J. 250 Fay. kritis.C.J.. 21. Paulo.. 98. 279 Bjorklund. 118.D.F. 206. 266. 150 Campbell.. 9. D.. 11.. 80 B Beisel.... Annie. 15 Clandinin. O. 150 Blalock. 320 Duncan. 227 Greene.D. J. M.D. 218 clustering sampling. 42. M. 285 Goffman.. 148 Berg. 13 Fenomenologi. 150 Collin. 23 Connelly. P. 248 generalisasi: kualitatif. E.H.C. 320 Creswell.. H. 97. F... 82 Bogdan. 13 G Gall. John. 289 naturaiistik. 308. 224 diskonfirmasi. 97 proporsional. 125 Freire. N. 80 Gravetter. D.. 63 Fisk. A.C.L. 82 Durkheim.L..R. 19 corroboration. J. 248 Burbules. 263. 9 E Elbow.R.Indeks Adorno..307 Franklin.K. Emile.. N.. 15 Dillard.. 98 experimental design. S. M...R. 101 grounded theory. 313 Crotty. 101.T. 21 Fiske. 313 clustering. C. 279 Boice. W. 19 Clark. 13 Analisis data. 118 empowerment approach. 20. V.10 C Cabrera. 101 etnografi. B. D.. 266. 238 Biklen.. 120 Cherryholmes C. F.. S.A.... 9 concurrent mixed methods. 101 Carrol. 249 F factorial design.. 101. 193 .J..W. 301 analysis of covariance (ANCOVA). Peter. 20.L. 195 Fink. J. Til Cooper. G. 136 Berger. R. 119 Borg. 307 Caracelli. 222 contmt validity. 217 Firestone. 20 Finders. 19 construct validity. 308.L. 12 Crutchfiled..M.P.93. 19. Piano. A. 218 Colbeck..J. 121 Dillman. 89 culture-sharing. 80 Comte. 77 Dewey. D. 11 between-subject design.. 44 CorbinJ.

197. 320 Locke.166 Luekmann. J. 81 Hopkins.K. 79 metode: campuran. Y. 78.. 313.. 80 level: makro.193. 198. 145. 131 legitimasi. J.. 11 Marcuse. 13. 307 kombinasi. P.312 Metafora pelangi. 323 multimethods.. 101 Hay. alternatif. nol. S. 138 Heron.. T. 97 lintas-validasi. 21 multivariate analysis of variance (MANOVA).E.. 249 integratif. 131 hipotesis.S. 13 Maxwell. 13 Marshall. 198 Homans. 286 Mill. Hesse-Biber.G. 275 multi-metode.P. 21 multiple approaches.. 322 Moustakas. P. 11 M Mannheim.. 9 model: defisiensi. 171 Leavy. 157 Marx.ll. J. 150 Morgan.102. 79 Hanson.W. 332. 11.. 134 Kemmis. 192.317 Morse J. 147. C. M.S.M.. 134 kontrol. __ . S. 322 terintegrasi.. 22 metodologi: penelitian. 80 meso.F.M. 22 multilevel design. 21 . 286 I independent variables. I. J.. S. 80 Lincoln. T... 250 Isreal..97 Gutmann.N. 77 inferential statistical test. 9... 149. 178 kelompok: eksperimen. 44 Miles. 13 Hagedorn. 98 Lauterbach. 15 means.A. S. Jurgen. 13 ----. 81 Huberman. 55 Jungnickel. 79 Lather. 22 konvergens. 330 Lenski... 249 Murphy.. 322 saintifik. 78 Kushman. G.Guba. 17 metodologis.M. 169 Mead.. 159 defisiensi pendahuluan. L. 98 Lather... Karl. 101. D. 101 H Habermas.14 Kerlinger.. L. 15 Jancvec.. 44 Interval confidence. 19. 192. M. 249 member checking.W. 317. E. 80 316 mikro. 9 sekunder. 84 K Kalof. R. A.N. 110.. Karl. 8.. 138 J James. D. 138 McCracken.B. 22 primer. 15 N Naratif. 15. 333 L Labovitz. 330 Mertens. P. C.

86 penelitian. S. Sanders.L.B. 20 systematic sample. Francine. 8 Perspektif feminis.. M. 327 range. 250 O observasi. 18.. R. 250 sosiologi. 263 Thomas.A.. J. 13 regresi. 11 sequential mixed methods. J.. 15 Rosenthal. 335 Tarshis. 221 sampling. 239 starting point. 222 probabilistic sample. 192 Stake.. G. 321 transformatif konkuren. P. 8 penelitian sains. 249 Stanley. 236 Ross-Larson.L.E. 28 positivis/post-positivis. 97 Steinbeck.P.313.. 220 Pragmatisme. 249. John.. 122 Tashakkori. 327. 150 Tesch. 238 predictive validity. 335 Rorty... 120 Strategi: eksploratoris sekuensial. P.logistik. 218 sample size formula. rancangan transformatif. B. 232. 97 Patton. 18 kualitatif. C.. 15. 17 penelitian: korelasional.. 323 Teddlie. 323 theoretical rationale.QV 15 Peirce. 236 Rosnow.. 320 Studi kasus.. 101 pattern theory. 327. 97 Newton. 249 317 Reason. 15 pendekatan: deduktif. 220. J.. 206. 95. 116 Q quasi-eksperimen (quasi-experi-ment).. W. 220 T t-test. 28 kuantitatif. 80. 157 S Salant. 238 R Rallis. 15. J. R. 4.. 238.F. R. 313. 218. 221 random sampling.. 11. 27 metode campuran. 94 Phillips. 148 . 79 Teori queer. 19..318 triangulasi konkuren. T.232. 19. 150 participatory action research. 125 ' Rossman. R. 15 pre-experimental design. 97 standard deviation. 9 nonparametric statistical test.10 populasi.Neuman. 101 random assignment. 267 P Parente. 22 single-subject r 18 single-subject design. 324 transformatif sekuensial. 94 Terenzini. B. 218. 224 sampel. 220 Prose.T. 80 Spradley.9.. 5. 5. 317 embedded konkuren.M. 95. D. 274 Rossman. 94 teori kritis. A. kualitatif.0. 216 random numbers table.. 335.274 . G. R. 327 Schwandt.

117. 267. intervening. 118. 125. 13. 38. 123 318 . 289 Yu.K. 178. confounding. 227 wawancara.. 78. bebas. 327. R. 94 Wallnau. 78.14.. 76. 63. 222. 247 Variabel. 286 true experiment... 87. control. 286. 263 Y Yin. 145. 23 triangulasi. 125. moderating. R. konstruk.. 285. 77.123. 87. 327 Z Zinsser. 77. 249 V validitas. 19. 238 U univariate analysis of variance (ANOVA). W. H. terikat.B. 178 W Wacana rasial. 232. kualitatif. 324 triangulasi of data resourcers.transformative mixed methods.T. 284 Wolcott. mendalam. 166 Wolcott. L. 22 triangulate. 25 Wilkinson M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful