Pendahuluan

TUJUAN BUKU ini menyajikan kerangka kerja, proses, dan aneka pendekatan komposisional dalam merancang sebuah penelitian kualitatif, kuan-titatif, dan metode campuran untuk bidang-bidang sosialhumaniora. Adanya minat yang tinggi pada penelitian kualitatif, munculnya beragam pendekatan metode campuran, dan terus diterapkannya bentuk-bentuk tradisional kuantitatif, membuat saya merasa pe"rlu melakukan perbandingan terhadap tiga rancangan penelitian ini. Saya membandingkan ketiganya berdasarkan asumsi-asumsi filosofis, tinjauan pustaka, penggunaan teori, struktur penyajian, dan pertimbangan-pertirnbangan etis atas ketiga rancangan tersebut. Selanjutnya, saya menjelaskan unsur-unsur kunci dalam proses penelitian pada umumnya: menulis pendahuluan, menegaskan tujuan penelitian, mengidentifikasi rumusan masalah dan hipotesis penelitian, serta menerapkan metode-metode dan prosedur-prosedur di dalam pengumpulan dan analisis data. Semua elemen ini saya jelaskan berdasarkan penerapannya dalam rancangan kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran. Cover buku ini —buku aslinya, bukan buku terjemahan bahasa Indonesia ini— menggambarkan sebuah mandala: suatu simbol orang Hindu dan Buddha tentang dunia. Merancang mandala, sepertihalnya merancang penelitian, membutuhkan usaha pengamatan yang tepat terhadap kerangka kerja, desain keseluruhan, dan detail-detail —sebuah mandala yang dibuat dari pasir akan membutuhkan waktu berhari-hari karena sang arsitek harus menyusun dengan tepat bagian-bagian di dalamnya yang terdiri dari butiran-butiran pasir. Mandala juga menunjukkan keterkaitan bagian-bagian ini secara keseluruhan, yang juga merefleksikan rancangan penelitian, di mana setiap bagian di dalamnya saling berpengaruh terhadap konstruksi akhir penelitian. SASARAN PEMBACA Buku ini ditujukan untuk para mahasiswa sarjana dan pasca-sarjana yang ingin menyiapkan rencana atau proposal untuk artikel jurnal akademis, disertasi, ataupun tesisnya. Pada level yang lebih luas, buku ini bisa digunakan sebagai buku referensi sekaligus pegangan untuk mata kuliah metode-metode penelitian. Agar mem-peroleh manfaat terbaik dari buku ini, pembaca perlu memiliki pengetahuan dasar tentang penelitian kualitatif dan kuantitatif. Sebab, bagaimanapun juga, istilah-istilah kunci yang akan dijelaskan dan dijabarkan serta strategi-strategi yang

direkomendasikan dalam buku ini, mengharuskan pembaca memiliki kesiapan dasar "teknis" dalam merancangpenelitian. Istilah-istilah yang dicetak tebal dalam. tulisan ini ataupun dalam giosarium pada akhir buku ini merupakan istilah-istilah yang diharapkan dapat membantu proses pernbacaan yang lebih cepat, Buku ini juga dirancang untuk pembaca umum dalam bidang-bidang sosial-humaniora. Sejak diterbitkan pertama kali, saya melihat bahwa pembaca buku ini adalah mereka yang berasal dari berbagai disiplin dan bidang ilmu pengetahuan. Tentu saja, dari respons yang begitu positif ini, saya sangat berharap para mahasiswa, pembaca, dan peneliti di bidang-bidang seperti marketing, manajemen, hukum pidana, komunikasi, psikologi, sosiologi, pendidikan dasar, pendidikan menengah atau perguruan tinggi, ke-perawatan, kesehatan, studi perkotaan, keluarga, dan bidangbidang lain, juga dapat memanfaatkan edisi ketiga buku ini. FORMAT Pada masing-masing bab, saya menyajikan contoh-contoh penelitian yang berasal dari berbagai disiplin yang berbeda. Contoh-contoh ini saya ambil dari buku, artikel ilmiah, proposal disertasi dan disertasi itu sendiri. Meskipun spesialisasi saya adalah pendidik-an, namun contoh-contoh ini sudah saya rancang seinklusif mungkin agar dapat diterapkan dalam ilmu-ilmu sosial-humaniora. Contoh-contoh ini pada umumnya merefleksikan isu-isu seputar keadilan sosial, individu-individu marginal, serta sampel dan populasi yang pernah dikaji oleh para peneliti sosial. Sifat inklusivitas (keterbukaan) ■ ini diharapkan dapat memperluas pluralisme metodologis dalam . penelitian dewasa ini. Apalagi, saya juga sudah memperluas konten dalam buku dengan menjelaskan gagasangagasan filosofis penelitian, gaya-gaya penelitian, dan prosedur-prosedur penelitian yang beraneka ragam. Buku ini bukanlah buku metodologi yang rinci karena saya hanya menyoroti poin-poin penting dalam rancangan/rencana penelitian. Meski demikian, saya berkeyakinan bahwa saya telah menge-mas buku ini sebaik mungkin dengan menyajikan gagasan-gagasan inti yang kira-kira dibutuhkan oleh peneliti untuk merencanakan suatu penelitian. Strategi-strategi penelitian dalam buku ini dibatasi berdasarkan frekuensi penggunaan penelitian tersebut. Misalnya, untuk penelitian kuantitatif, saya hanya membahas rancangan survei dan eksperimen. Sedangkan untuk penelitian kuantitatif, disertakan pembahasan tentang fenomenologi, etnografi, grounded theory, studi kasus, dan penelitian. Adapun strategi-strategi konkuren, sekuensial, dan transformatif menjadi tiga topik utama yang saya bahas terkait dengan penelitian metode campuran. Para mahasiswa bisa memanf

aatkan buku ini untuk membantu mempersiapkan proposal disertasi. Akan tetapi, saya tidak membahas topik-topik seputar "politik penyajian dan negoisasi" dengan pihak perguruan tinggi karena topik-topik seperti ini sudah dijelaskan di buku-buku lain. Dengan tetap konsisten pada konvensi-konvensi tulisan akade-mis, saya sudah berusaha menghilangkan kata-kata dan contoh-contoh yang cenderung diskriminatif (seperti, seksis atau etnis). Contoh-contoh yang dipilih pada umumnya berhubungan dengan gender dan kebudayaan. Saya juga sudah berusaha membagi contoh-contoh secara merata untuk penelitian kualitatif dan kuantitatif. Tldak ada favoritisme di sini. Selain itu, perlu diketahui pula bahwa meskipun contoh-contoh yang disajikan dalam buku ini dikutip dari berbagai buku dan referensi, masih ada banyak contoh yang bisa Anda peroleh dari referensi-referensi lain. Saya hanya mengutip satu referensi yang benar-benar sesuai dengan contoh yang ingin saya sajikan. Seperti halnya dengan dua edisi sebelum buku ini, saya tetap mempertahankan beberapa hal yang dapat meningkatkan keterbacaan dan pemahaman atas materi di dalamnya, misainya bullet-bullet untuk menekankan poin-poin inti, angka-angka untuk menekankan langkah-langkah pelaksanaan, contoh-contoh kutipan dengan catatan tambahan untuk menyoroti poin-poin kunci penelitian yang di-tunjukkan oleh para pengarangnya. Meski demikian, pada edisi ketiga kali ini, ada banyak hal baru yang ditambah untuk merespons keinginan pembaca dan perkem-bangan-perkembangan penelitian masa kini:    Asumsi-asumsi filosofis diperkenalkan di awal buku ini sebagai langkah dasar yang perlu dipertimbangkan oleh peneliti sebelum mereka benar-benar merancang penelitiannya. Pembahasan tentang masalah-masalah etis diperluas lagi dengan menyertakan lebih banyak pertimbangan terkait pengumpulan data dan pelaporan hasil penelitian. Dalam edisi ketiga ini juga diselipkan, untuk pertama kalinya., CD (Compact Disc) yang berisi slide-slide presentasi Powerpoint yang dapat digunakan dalam kelas, serta contoh-contoh aktivitas dan pertanyaan-pertanyaan yang dapat didiskusikan.   Program-program terkomputerisasi untuk mencari bahan bacaan juga disertakan, seperti Google Scholar, ProQuest, dan Survey-Monkey. Bab tentang prosedur-prosedur metode campuran sudah direvisi secara besar-besaran dengan menyertakan gagasan-gagasan mutakhir yang muncul baru-baru ini. Artikel-artikel terbaru dari jurnal Sage, yakni Journal of Mixed Methods Research, juga disajikan dan dikutip.  Bab tentang Definisi Istilah, Batasan Penelitian, dan Perluasan Pe nelitian yang sebelumnya

muncul pada edisi kedua kini telah dihapus, dan informasi tersebut dimasukkan ke dalam bab yang membahas tentang pendahuluan dan tinjauan pustaka.  Edisi ketiga ini juga berisi glosarium yang memuat sejumlah istilah penting yang bisa digunakan oleh para peneliti pemula ataupun yang sudah berpengalaman untuk memahami bahasa penelitian. Hal ini sangat penting, utamanya menyangkut soal istilah-istilah yang berkembang tentang penelitian kualitatif dan metode campuran. tidak hanya disertakan, istilah-istilah tersebut juga didefinisikan secara detail.  Pada hampir semua bab, saya juga menyertakan tips-tips peneliti an yang hingga saat ini telah membantu saya dalam memberikan arahan pada mahasiswa dan fakultas saya tentang metodemetode peneiitian selama hampir 35 tahun.  Saya juga telah menyertakan referensi-referensi terbaru yang terkait dengan setiap topik yang dibahas dalam buku ini.  Keunggulan-keunggulan pada edisi sebelumnya, dalam beberapa hal, juga saya sertakan, seperti:

1.

Struktur keseluruhan buku ini yang terdiri dari pembahasan mengenai rancangan kualitatif, rancangan kuantitatif, dan rancangan metode campuran, utamanya yang terkait dengan proses-proses dan langkah-langkah penelitian di dalamnya.

2.

Strategi-strategi kunci dalam memahami asumsi-asumsi filo- sofis, tips-tips dalam menulis penelitian akademis, melakukan tinjauan pustaka, script-script dalam menulis tujuan penelitian dan pertanyaan-pertanyaannya, serta daftar-daftar rinci mengenai bagaimana cara menulis prosedur-prosedur penelitian kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran.

3.

Masing-masing bab diakhiri dengan pertanyaan-pertanyaan diskusi dan referensi-referensi kunci.

RINGKASANBAB Buku ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian I berisi langkah-langkah yang perlu dipertimbangkan oleh para peneliti sebelum mereka mengembangkan proposal atau rencana penelitiannya. Bagian II membahas bagian-bagian dalam proposal.

Bagian I: Pertimbangan-Pertimbangan Awal Bagian ini membahas persiapan-persiapan untuk merancang penelitian akademis. Bagian ini mencakup Bab 1 sampai Bab 4. Bab 1. Memilih Rancangan Penelitian Saya mengawali bab ini dengan mendefinisikan penelitian kuali-tatif, kuantitatif, dan metode campuran, serta membahas ketiganya sebagai rancangan penelitian. Rancangan penelitian merupakan rencana untuk melakukan penelitian. Rancangan ini terdiri dari tiga komponen penting: asumsi-a'sumsi fiiosofis, strategi-strategi penelitian, dan metode-metode penelitian spesifik. Setiap komponen dibahas secara detail, Pilihan pada satu rancangan penelitian didasarkan pada pertimbangan atas tiga elemen ini serta masalah penelitian yang tengah dihadapi, pengalaman pribadi si peneliti, dan target pembaca. Bab ini diharapkan dapat membantu para pembuat proposal dalam menentukan jenis rancangan (apakah rancangan kualitatif, kuantitatif, atau metode campuran) yang sesuai dengan penelitian mereka. Bah 2. Tinjau'an Pustaka Sebelum merancang proposal, Anda juga perlu melakukan tinjauan pustaka tentang topik penelitian yang ingin Anda bahas. Untuk itu, Anda perlu mengawalinya dengan mencari topik apa yang bisa diteliti dan kemudian mengeksplorasi literatur-literatur dengan menerapkan beberapa langkah penting sebagaimana yang akan dibahas dalam bab ini. Yang jelas, untuk melakukan tinjauan pustaka, Anda perlu memprioritaskan jenis-jenis literatur yang akan Anda review, menggambar peta literatur yang berhubungan dengan topik Anda, menulis abstraksi, menggunakart petunjuk-petunjuk gaya, dan mendefinisikan istilah-istilah yang dianggap penting. Bab ini di harapkan dapat membantu para pembuat proposal dalam memper-timbangkan literatur-literatvir yang sesuai dengan topik mereka dan mulai menulis tinjauan pustaka untvik proposalnya. Bab 3. Penggunaan Teori Teori memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda-beda dalam tiga bentuk penelitian. Dalam penelitian kuantitatif, teori berperan sebagai penjelasan awal tentang hubungan antarvariabel yang idiuji oleh peneliti. Dalam penelitian kuaiitatif, teori berperan sebagai perspektif bagi penelitian dan terkadang pula justru dihasilkan selama penelitian itu berlangsung. Dalam penelitian metode

campuran, teori bisa digunakan untuk beragam tujuan, bergantung pada fleksibilitas penggunaannya dalam penelitian kualitatif dan kuantitatif. Bab ini membantu para pembuat proposal dalam mempertLm-bangkan dan merencanakanbagaimana suatu teori dapat disertakan ke dalam penelitian mereka. Bab 4. Strategi-Strategi Menulis dan Pertimbangan-Pertimbangan Etis Anda juga perlu memiliki outline/draf yang menyeluruh tentang topik-topik yang hendak dimasukkan ke dalam proposal sebelum Anda benar-benar menulis proposal tersebut. Untuk itulah, dalam bab ini, saya menyajikan sejumlah outline untuk proposal penelitian kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran. Selanjutnya, saya menyajikan pula trik-trik menulis proposal yang sebenamya, seperti mengembangkan kebiasaan menulis dan aneka persoalan tata bahasa yang perlu diperhatikan di dalam menulis proposal penelitian aka-demis. Di bagian akhir, saya mulai bergeser ke masalah-masalah etis dan membahasnya tidak sebagai gagasan-gagasan abstrak, melainkan sebagai pertimbangan-pertimbangan yang perlu diantisipasi selama proses penelitian.

Bagian II: Merancang Penelitian Dalam bagian ini, saya menjelaskan komponen-komponen proposal penelitian. Bab ini terdiri dari Bab 5 sampai 10, yang masing-masing menjelaskan setiap komponen proposal dan tata cara penulisannya. Bab 5. Pendahuluan Pendahuluan adalah salah satu bagian penting dalam (proposal) penelitian mana pun. Saya menyajikan satu contoh pendahuluan aka-demis yang baik untuk proposal Anda. Dalam bagian pendahuluan, Anda perlu mengidentifikasi masalah penelitian, membuat kerangka atas masalah tersebut berdasarkan literatur-literatur yang ada, me-nunjukkan defisiensi-defisiensi dalam literaturliteratur tersebut, dan menargetkan para pembaca yang dapat mengambil manfaat dari penelitian Anda. Bab ini menyajikan metode sistematis dalam merancang pendahuluan akademis untuk proposal atau penelitian.

dan interpretasi data. pengumpulan dan analisis data. penyajian hasil penelitian. analisis. serta bagaimanamenerapkan dua bentuk tersebut untuk menulis rumusan masalah dan hipotesis pada metode campuran. Anda akan belajar tentang prosedur^ prosedur spesifik dalam merancang penelitian survei atau eksperimen. Bab 7. dan metode campuran. dan interpretasi data. penafsiran. Karena berperan sebagai "rambu-rambu" utama dalam sebuah peneiitian. Anda akan belajar bagaimana menulis rumusan masalah dan hipotesis penelitian kualitatif dan kuantitatif. misalnya. Bab 9. Rumusan Masalah dan Hipotesis Penelitian Rumusan masalah dan hipotesis penelitian dibuat untuk mem-persempit dan memfokuskan tujuan penelitian. serta penulisan hasil penelitian memang berbeda dengan prosedur-prosedur kuantitatif tradisional. Saya sudah menyajikan banyak contoh untuk mengilustrasikan rumusan masalah dan hipotesis untuk ketiga rancangan penelitian ini. Anda juga akan saya beri contoh-contoh yang sangat membantu Anda dalam merancang dan menulis tujuan penelitian tersebut. dalam penelitian survei atau eksperimen kuantitatif. Pada bab ini. Pengambilan sampel secara sengaja. Metode-Metode Kuantitatif Metode-metode dalam penelitian kuantitatif pada umumnya melibatkan proses pengumpulan. penentuan strategi penelitian. analisis teks atau gambar. yang juga bisa Anda sajikan dalam proposal penelitian. dan penulis-an hasil penelitian. analisis. metode-metode ini muncul lebih spesifik. Anda juga perlu mempertegas tujuan inti dari penelitian tersebut. Bab 8. serta penulisanhasil-hasil penelitian. Tujuan Penelitian Pada awal proposal penelitian. rumusan masalah dan hipotesis ini haruslah ditulis dengan hati-hati. Tujuan penelitian merupakan bagian yang teramat penting dalam keseluruhan proposal penelitian. Akan tetapi. Anda akan belajar bagaimana menulis tujuan penelitian untuk penelitian kualitatif. kuantitatif. penyajian informasi dalam .Bab 6. Pada bab ini. Prosedur-Prosedur Kualitatif Prosedur-prosedur kualitatif dalam pengumpulan. Pada bab ini. Ada beberapa checklist yang disajikan dalam bab ini untuk membantu Anda memastikan terlaksananya semua prosedur tersebut. yang biasanya berhubungan dengan identifikasi sampel dan populasi. pengumpulan data terbuka.

bobot. Merancang suatu penelitian merupakan proses yang amat sulit dan menyita waktu. semuanya mencerminkan prosedur-prosedur kualitatif. Anda juga akan memperoleh pengetahuan dasar tentang bagaimana mempraktikkan penelitian metode campuran dan juga tentang jenis-jenis strategi metode campuran yang bisa Anda terap-kan dalam proposal penelitian Anda. etnografi. Buku ini tidak ditujukan untuk mempermudah atau mempercepat proses tersebut. Bagian I akan menjelas-kannya secara detail kepada Anda . saya merekomen-dasikan agar para pembuat proposal terlebih dahulu memikirkan pendekatan apa yang akan mereka terapkan dalam penelitiannya.bentuk gambar dan tabel. Selain itu. dan teori. Sebelum langkahlangkah dalam proses ini dijelaskan. Mengenai hal ini. melakukan tinjauan pustaka atas masalah penelitian. Prosedur-Prosedur Metode Campuran Prosedur-prosedur metode campuran menerapkan aspek-aspek dari metode kuantitatif dan prosedvir kualitatif. Beberapa gambar disajikan untuk memudah-kan Anda merancang dan menyertakannya dalam proposal penelitian. pen-campuf an. lengkap dengan penjelasan mengenai kriteria-kriteria dalam mcmilih salah satu dari enam jenis strategi tersebut berdasarkan pada timing. Bab 10. Bab ini juga menampilkan sejumlah contoh prosedur kualitatif yang berasal dari penelitian-penelitian fenomenologi. dan mulai mengantisipasi masalah-masalah etis yang mungkin muncul selama penelitian. dan bab ini akan menyoroti perkejnbangan-perkembangan penting dalam penelitian metode campuran. bab ini menyertakan checklist untuk memastikan terlaksananya semua prosedur kualitatif. tetapi lebih dimaksudkan untuk menyediakan keterampilan-keterampilan khusus yang bisa diterap-kan dalam proses itu. grounded theory. mengembang-kan outline topik untuk disertakan dalam rancangan proposalnya. serta interpretasi pribadi atas temuan-temuan. studi kasus. dan studi naratif. Bab ini menyajikan prosedur-prosedur kualitatif yang bisa Anda tulis dalam proposal penelitian Anda. Penelitian metode campuran sudah banyak dilakukan dalam beberapa tahun bela-kangan. Ada enam jenis strategi metode campuran yang dibahas dalam bab ini. sekaligus petunjuk-petunjuk praktis dalam menyusun dan menulis sebuah penelitian akademis.

University of Colorado di Colorado Springs. C. Kim Gait. Ron Shope. dan Alex Morales. Sage merupakan dan masih menjadi salah satu publishing-house dengan rating yang cukup tinggi. dan Diane Greenlee. Barbara Safford. Dr. Stephen A. dan Elizabeth Thrower. menjadi laboratorium pribadi saya dalam menyam-paikan gagasan. University of Central Florida. Montana State University. Saya tidak bisa menghasilkan buku ini tanpa dukungan dan dorongan dari rekan-rekan saya di Penerbit Sage. Deborah Laughton (sekarang di Guilford Press). Kepada para staf dan rekan-rekan di Kantor Penelitian Kualitatif dan Metode Campuran di University of Nebraska-Lincoln yang sudah banyak membantu penulisan buku ini. University of Northern Iowa. Sharon Anderson Dannels. saya ingin memberikan penghargaan sebesar-besarnya atas kontribusi para pereview berikut ini: Mahasweta M. Dr. Vassar College. Carmen McCrink.Penghargaan Buku ini tidak akan bisa terbit tanpa gagasan dan dorongan dari ratusan mahasiswa doktoral pada mata kuliah Pengembangan Proposal yang saya ampu di University of Nebraska-Lincoln selama beberapa tahun ini. Ray Ostrander. Gayle Sulik. Barry University. dan lisa Cuevas-Shaw. Saya juga mengucapkan terima kasih atas saran-saran yang men-cerahkan dari para pereview buku ini. Amanda Garrett. The George S. saya juga banyak berutang budi kepada para mahasiswa di kelas Metode Penelitian Dasar dan orang-orang yang telah berpartisipasi dalam seminar metode campuran yang pernah saya pimpin. Sharon Hudson. Miriam W. Boeri. Howard. Vicki Piano Clark. Dr. Secara khusus. Leon Cantrell. Vicki Knight. Selama hampir 20 tahvin bekerja sama'dengan Sage. memperoleh ide-ide segar. Kuliah-kuliah ini. Dr. Nette Nelson (aim. kami telah berusaha mengembangkan metode-metode penelitian. Sejak edisi pertama. De Tonack. Whittier College. Drew Ishii. dan Stephanie Adams. Mary Enzman Hagedorn. University of Montevallo . Montana State University. Banerjee. saya juga berutang banyak kepada pembimbing sekaligus editor saya sebelumnya. saya ucapkan terima kasih. dan membagibagikan pengalaman saya sebagai penulis dan peneliti. Saya juga mendapat-kan banyak kontribusi dari kajian-kajian akademis Dr. Sejumlah mahasiswa sebelumnya dan para editor yang menjadi partner dalam proses penulisan buku ini: Dr.). Dalam kesempatan ini. Kennesaw State University. Dr. Sherry Wang. Sivo. semuanya. Dr. Richard D. University of Kansas. Marilyn Lockhart. Nova Southeastern University. Yun Lu. Georgakopoulos.

Dia juga tercatat sebagai co-editor utama untuk jurnal Sage. Baru-baru ini. menulis sajak. Dia juga menjabat sebagai co-director di Kantor Penelitian Kualitatif dan Metode Campuran di Nebraska yang bertugas me-nyediakan dukungan bagi para sarjana yang ingin mengajukan penelitian kualitatif dan metode campuran pada lembaga-lembaga pendanaan.com. sebagian besar tentang rancangan penelitian.johnwcreswell.Tentang Penulis John W. penelitian kualitatif. Journal of Mixed Methods Research. dan berolahraga. dan sebagai Asisten Profesor untuk bidang Kedokteran di University of Michigan. dia terpilih menjadi Senior Fulbright Scholar dan bertugas di Afrika Selatan sejak Oktober 2008 untuk berbagi ilmu tentang penelitian metode campuran denganpara ilmuwan sosial dan doku-mentator isu-isu AIDS. Creswell adalah Profesor Psikologi Pendidikan sekaligus penulis dan pengajar mata kuliah metodologi kualitatif dan penelitian metode campuran. Cresswell juga sering diminta menjadi asisten peneliti bidang-bidang kesehatan. dan penelitian metode campuran. Dia hobi bermain piano. Buku-bukunya telah diterjemahkan ke dalamberbagai bahasa dan digunakan di seluruh dunia. Dia mengajar di University of Nebraska-Lincoln selama 30 tahun dan telah menulis setidak-tidak-nya 11 buku. Kunjungi websitenya di www. .

Pendahuluan — vii Penghargaan — xvii Tentang Penulis — xix Daftar Isi — xx Daftar Isi BAGIAN SATU: PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN AWAL — I Bab Satu: Memilih Rancangan Penelitian — 3 Tlga Jenis Rancangan — 3 liga Komponen Penting dalam Rancangan Penelitian — 6 ■ Beberapa Pandangan-Dunia Filosofis — 6 ♦ Pandangan-Dunia Post-positivisme — 8 ♦ Pandangan-Dunia Konstruktivisme Sosial — 11 ♦ Pandangan-Dunia Advokasi dan Partisipatoris — 13 ♦ Pandangan-Dunia Pragmatik — 15 ■ Strategi-Strategi Penelitian — 17 ♦ Strategi-Strategi Kuantitatif — 18 ♦ Strategi-Strategi Kualitatif — 19 ♦ Strategi-Strategi Metode Campuran — 21 ■ Metode-Metode Penelitian — 23 Rancangan Penelitian Sebagai Pandangan-dunia. Strategi. dan Metode — 25 Kriteria dalam Memilih Rancangan Penelitian — 29 ■ Masalah Penelitian — 29 ■ Pengalaman-Pengalaman Pribadi — 30 ■ Pembaca — 31 Ringkasan — 32 Latihan Menulis — 32 Bacaan Tambahan — 32 Bab Dua: Tinjauan Pustaka — 36 Topik Penelitian — 36 Tinjauan Pustaka — 40 .

.■ Pemanfaatan Pustaka/Iiteratur — 40 ■ Teknik-Teknik Tinjauan Pustaka — 46 ♦ Langkah-Langkah Melakukan Tinjauan Pustaka — 46 ♦ Database Terkomputerisasi — 48 ♦ Prioritas dalam Memilih Literatur — 52 ♦ Peta Literatur Penelitian — 54 ♦ Mengabstraksikan Literatur — 57 ♦ PetunjukGaya — 61 ■ Definisi Istilah — 63 ■ Tinjauan Pustaka Kuantitatif atau Metode Campuran — 69 Kesimpulan — 71 Latihan Menulis — 72 Bacaan Tambahan — 73 Bab Tiga: Penerapan Teori — 75 Teori dalam Penelitian Kuantitatif — 76 ■ Variabel-Variabel dalam Penelitian Kuantitatif — 76 ■ Definisi Teori — 78 ■ Bentuk-Bentuk Teori — 81 ■ Penempatan Teori dalam Penelitian Kuantitatif — 84 ■ Menulis Perspektif Teoretis Kuantitatif — 86 Teori dalam Penelitian Kualitatif — 93 ■ Variasi Penggunaan Teori dalam Penelitian Kualitatif — 93 ■ Menempatkan Teori dalam Penelitian Kualitatif — 98 Teori dalam Penelitian Metode Campuran — 99 Ringkasan — 104 Latihan Menulis — 106 Bacaan Tambahan — 107 .

Bab Lima: Pendahuluan — 145 Pentingnya Pendahuluan — 145 Pendahuluan dalam Penelitian Kualitatif. ■ Kebiasaan Menulis — 118 ■ Keterbacaan Tulisan — 121 ■ Kalimat Aktif.Bab Empat: Strategi-strategi Menulis dan Pertimbangan-Pertitnbangan Etis — 109 Menulis Proposal'—109 ■ Bagian-Bagian dalam Proposal — 109 ■ Format Proposal Kualitatif — 111 ■ Format Proposal Kuantitatif — 113 ■ Format Proposal Metode Campuran — 113 ■ Merancang Bagian-Bagian dalam Proposal Penelitian — 114 ■ Menulis Gagasan — 116 ■ Menulis seperti Berpikir — 117 . Kata Kerja. Kuantitatif. MERANCANG PENELITIAN — 143 . dan Metode Campuran — 147 Salah Satu Model Pendahuluan — 149 - . dan "Berlebih-lebihan" — 124 Masalah-masalah Etis yang Perlu Diantisipasi — 130 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Masalah Penelitian — 131 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Tujuan Penelitian dan Rumusan Masalah — 132 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Pengumpulan Data — 132 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Analisis dan Interpretasi Data — 135 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Menulis dan Menyebarluaskan Hasil Penelitian — 137 Ringkasan — 138 Latihan Menulis — 139 Bacaan Tambahan — 140 BAGIAN DUA.

■ Sebuah Ilustrasi — 150 ■ Masalah Penelitian — 153 ■ PeneHtian-Penelitian Sebelumnya — 156 ■ Kekurangan (Defisiensi) dalam Literatur Sebelumnya — 159 ■ Signifikansi Penelitian bagi Pembaca — 161 Ringkasan — 163 Latihan Merudis — 164 Bacaan Tambahan — 164 Bab Enam: Tujuan Penelitian — 166 Signifikansi dan Makna Tujuan Penelitian — 166 ■ Tujuan Penelitian Kualitatif — 167 ■ Tujuan Penelitian Kuantitatif — 175 ■ Tujuan Penelitian Metode Campuran —'.181 Ringkasan — 188 Latihan Menulis — 189 Bacaan Tambahan — 189 Bab Tujuh: Rumusan Masalah dan Hipotesis Penelitian — 191 Rumusan Masalah Kualitatif — 191 Rumusan Masalah dan Hipotesis Penelitian Kuantitatif — 196 Model Rumusan Masalah dan Hipotesis Deskriptif — 203 Rumusan Masalah Dan Hipotesis Penelitian Metode Campuran — 205 Ringkasan — 210 Latihan Menulis — 211 Bacaan Tambahan — 212 Bab Delapan: Metode-metode Kuantitatif — 215 Mendefinisikan Rancangan Survei dan Eksperimen — 216 Komponenkomponen Rancangan Metode Survei — 216 ■ Rancangan Survei — 217 ■ Populasi dan Sampel — 218 .

.■ Instrumentasi — 221 ■ Variabel-Variabel dalam Penelitian — 224 Analisis Data dan Interpretasi — 225 Komponen-komponendalam Metode Penelitian Eksperimen — 229 ■ Partisipan — 229 ■ Variabel-Variabel — 236 ■ Instrumentasi dan Materi — 237 ■ Prosedur-ProsedurEksperimentasi — 237 Ancaman-Ancaman terhadap Validitas — 240 ■ Prosedur — 247 ■ AnalisisData — 249 ■ Interpretasi Hasil '-=. dan Generalisabilitas — 284 Menulis Kualitatif — 290 Ringkasan — 291 Latihan Menulis — 302 Bacaan Tambahan — 302 ■ .250 Ringkasan — 251 Latihan Menulis — 254 Bacaan Tambahan — 255 Bab Sembilan: Prosedur-prosedur Kualitatif — 258 Karakteristik-karakteristik Penelitian Kualitatif — 259 Strategi-strategi Penelitian — 263 Peran Peneliti — 264 Prosedur-prosedur Pengumpulan Data — 266 Prosedur-Prosedur Perekaman Data — 271 Analisis dan Interpretasi Data — 274 Reliabilitas. Validitas.

.Bab Sepuluh: Prosedur-prosedur Metode Campuran — 304 Komponen-komponen Prosedur Metode Campuran — 305 Sif at Penelitian Metode Campuran — 307 Strategi-strategi Penelitian Metode Campuran dan Model-model Visualnya — 308 ■ Merencanakan Prosedur-Prosedur Metode Campuran — 308 ♦ Timing (Waktu) — 309 ♦ Weighting (Bobot) — 310 Mixing (Pencampuran) — 310 ♦ Teorisasi dan Perspektif-Perspektif Transformasi — 312 ■ Strategi-Strategi Penelitian Metode Campuran dan Model-Model Visualnya — 313 ♦ Strategi Eksplanatoris Sekuensial — 316 ♦ Strategi Eksploratoris Sekuensial — 317 ♦ Strategi Transformatif Sekuensial — 318 ♦ Strategi Triangulasi Konkuren — 320 ♦ Strategi Embedded Konkuren — 321 ♦ Strategi Transformatif Konkuren — 324 ■ Memilih Strategi Metode Campuran — 325 Prosedur-Prosedur Pengumpulan Data — 326 Analisis Data dan Prosedur-prosedur Validasi — 328 Susunan Laporan Penelitian — 331 Contoh-contoh Prosedur Metode Campuran — 332 Ringkasan — 337 Latihan Menulis — 339 Bacaan Tambahan — 339 Glosarium — 342 Daftar Pustaka — 359 Indeks — 379 .

Bagian Satu ■ B abl Memilih Rancangan Penelitian ■ Bab 2 Tinjauan Pustaka ■ Bab 3 Penggunaan Teori ■ Bab 4 Strategi-Strategi Menulis dan Pertimbangan-Pertimbangan Etis Buku ini dirancang untuk membantu para peneliti mengem bangkan rencana atau proposal penelitian. Pertimbangan-pertirnbangart ini pada umumnya berkaitan dengan pemilihan rancangan penelitian yang sesuai. penentuan teori apa yang hendak digunakan dalam penelitian sekaligus usaha dalam menulis karya yang baik dan sesuai dengan standar etika yang berlaku. Bagian I membahas sejumlah pertimbangan awal sebelum seorang peneliti merancang rencana atau proposal penelitian. . peninjauan pustaka untuk memosisikan penelitian yang diusulkan dalam konteks literatur-literatur yang ada.

ada perkembangan historis yang dapat membedakan kedua pendekatan tersebut. Rancangan tersebut melibatkan sejumlah keputusan yang. dan metode campuran. dan metode-metode spesifik yang akan mereka gunakan dalam pengumpulan. ada tiga jenis penelitian yang akan disajikan: penelitian kualitatif. atau berdasarkan pertanyaan-pertanyaan ycng tertutup (hipotesis kuantitatif) dan yang terbuka (hipotesis kualitatif). keduanya hanya merepresentasikan hasil akhir yang berbeda. Misalnya saja. pendekatan kuantitatif banyak mendominasi bentuk-bentuk penelitian dalam ilmu-ilmu sosial sejak awal abad XIX hingga pertengahan abad XX. prosedur-prosedur (yang juga sering di-sebut sebagai strategi -strategi) penelitian. Misalnya. Pada hakikatnya. dan bersamaan dengan itu berkembang pula penelitian metode campuran (lihat Creswell. dalam (proposal) penelitian. TIGA JENIS RANCANGAN Dalam buku ini. Yang jeias. Perbedaan antara penelitian kualitatif dan kuantitatif sering kali dijelaskan berdasarkan bentuk-bentuknya yang menggunakan kata-kata (kualitatif) dan yang menggudakan angka-angla (kuantitatif). secara keseluruharr.Bab Satu Memilih Rancangan Penelitian Rancangan penelitian merupakan rencana dan prosedur penelitian yang meliputi: dari asumsi-asumsi luas hingga metode-metode rinci dalam pengumpulan dan analisis data. pengumpulan data secara kuantitatif dalam bentuk instrumen versus Pengumpulan data secara kualitatif melalui observasi lapangan). Pendekatan kualitatif dan kuantitatif seharusnya tidak dipandang sebagai antitesis atau dikotomi yang saling bertentangan. muncul minat yang tinggi terhadap penelitian kualitatif. Padahal. sejak awal pertengahan abad XX. Lagi pula.strategi eksperimen kuantitatif atau strategi studi lapangan kualitatif). untuk sejarah . Pemilihan atas satu rancangan penelitian juga perlu didasarkan pada masalah/isu yang ingin diteliti. Adapun penelitian metode campuran berada di tengah continuum tersebut karena penelitian ini melibatkan unsur-unsur dari pendekatan kualitatif dan kuantitatif. atau sebaliknya. analisis. dari metode-metode spesifk yang diterapkan peneliti untuk melaksanakan strategi-strategi ini (seperti. jenis-jenis strategi penelitian yang digunakan peneliti sepanjang penelitiannya (seperti. kuantitatif. dan target atau sasaran pembacanya. para peneliti perlu mengambil keputusan terkait dengan asumsi-asumsi filoSofis yang mendasari penelitian mereka. tiga pendekatan ini tidaklah terpisah satu sama lain seperti ketika pertama kali muncul. dalam buku ini. gradasi perbedaan antar keduanya sebenamya terletak pada asumsi filosofis dasar yang dibawa oleh peneliti ke dalam penetitiannya. dan interpretasi data. Suatu penelitian hanya akan lebih kualitatif ketimbang kuantitatif. sudah saya sajikan meski tidak secara runtut dalam pengertian yang lazim. keputusan ini melibatkan rancangan seperti apa yang seharusnya digunakan untuk meneliti topik tertentu. namun tetap dalam satu continuum (Newman & Benz. pengalaman pribadi si peneliti. Namun. LggS). 2008.

tinjauan pustaka. dan pembahasan. mencegah munculnya bias-bias. mengumPulkan data yang spesifik dari para partisipan. masing-masing definisi di atas memiliki titik tekannya tersendiri.yang lebih lengkap). dan mampu menggeneralisasi dan menerapkan kembali penemuan-penemuannya.  Penelitian kuantitatif merupakan metode-metode untuk menguji teori-teori tertentu dengan cara meneliti hubungan antarvariabel. dan menerjemahkan kompleksitas suatu persoalan (diadaptasi dari Creswell. menganalisis data secara induktif mulai dari tema-tema yang khusus ke tema-tema umum. dalam buku ini.  Penelitian metode campuran merupakan pendekatan penelitian yang mengombinasikan atau mengasosiasikan bentuk kualitatif dan bentuk kuantitatif. Rancangan penelitian. yang untuk selanjutnya akan digunakan dalam buku ini:  Penelitian kualitatif merupakan metode-metode untuk mengekplorasi dan memahami makna yang – oleh sejumlah individu atau sekelompok orang – dianggap berasal dari masalah sosial atau kemanusiaan. Latar belakang historis ini setidak-tidaknya dapat dijadikan salah satu landasan untuk mencari definisi "rigid" atas tiga istilah kunci tersebut. siapa pun yang terlibat di dalam penelitian kuantitatif juga perlu rnemiliki asumsi-asumsi untuk menguji teori secara deduktif. yang saya sebut sebagai rencana atau propasal untuk melaksanakan penetitian. (Creswell. Untuk itulah. 2007). landasan teori. saya akan menjelaskan tiga definisi tersebut secara detail agar Anda bisa mengetahui masing-masing maknanya dengan jelas.2008). TIGA KOMPONEN PENTING DALAM RANCANGAN PENELITIAN Ada dua titik tekan dalam setiap definisi tadi yaitu: bahwa suatu pendekatan penelitian selalu melibatkan asumsi-asumsi filosofis dan metode-metode atau prosedur-prosedur yang berbeda-beda. dan pencampuran (mixing) kedua pendekatan tersebut dalam satu penelitian.2007). Variabel-variabel ini diukur -biasanya dmgan instrumen-instrumen penelitian. ia juga melibatkan fungsi dari dua pendekatan penelitian tersebut secara kolektif sehingga kekuatan penelitian ini secara keseluruhan lebih besar ketimbang penelitian kualitatif dan kuantiiatif (Creswell & Plano Clark. hasil penelitian. berfokus terhadap makna individual. Pendekatan ini lebih kompleks dari sekadar mengumpulkan dan menganalisis dua jenis data. sepei'ti mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan prosedur-prosedur. metode penelitian. Siapa pun yang terlibat dalam bentuk penelitian ini harus menerapkan cara pandang penelitian yang bergaya induktif. dan menafsirkan makna data. strategi-strategi . Seperti halnya para peneliti kualitatif. Seperti yang kita lihat. melibatkan relasi antara asumsi-asumsi filosofis. aplikasi pendekatan-pendekatan kualitatif dan kuantitatif.. Pendekatan ini melibatkan asumsi-asumsi filosofis. mengontrol penjelasan-penjelasan alternatif. Laporan akhir untuk penelitian ini memiliki struktur atau kerangka yang fleksibel. Proses penelitian kualitatif ini melibatkan upaya-uPaya penting. Laporan akhir untuk penelitian ini pada umumnya memiliki struktur yang ketat dan konsisten mulai dari pendahuluan.sehingga data yang terdiri dari angka-angka dapat dianalisis berdasarkan prosedur-prosedur statistik.

peneliti setidak-tidaknya perlu menyertakan – dalam proposalnya – satu bagian khusus yang membahas sejumlah hal berikut: Beberapa PandanganDunia Filosofis Post-Positivis Konstruksi Sosial Advokasi/partisipatoris Pragmatis Strategi-Strategi Penelitian Strategi-Strategi Kualitatif (seperti. para peneliti perlu memPertimbangkan tiga komponen penting. sekuensial) RancanganRancangan Penelitian Kualitatif Kuantitatif Metode Campuran Metode-metode Campuran Pertanyaan-pertanyaan Pengumpulan data Analisis data Interpretasi Laporan tertulis Validasi Gambar 1. Secara detail. dan Metode-Metode Penelitian . Saya merekomendasikan agar siapa pun yang tengah mempersiapkan proposal atau rencana penelitian seyogianya memperjelas gagasan-gagasan filosofis yang mereka ekspos. Beberapa Pandangan-Dunia Filosofis Meskipun sebagian besar gagasan filosofis tersembunyi dalam sebuah penelitian (Slife & William.1 Kerangka Kerja Rancangan Penelitian – Relasi antara Pandangan – Dunia. kuantitatif. Dalam menjelaskan pandangan-dunia filosofis. atau metode camPuran untuk penelitian mereka. (2) strategi penelitian yang berhubungan dengan asumsi-asumsi tersebut. Kerangka kerja yang saya gunakan untuk menjelaskan pertemuan antara tiga komponen ini dapat dilihat pada Gambar 1. dalam merencanakan penelitian. yaitu: (1) asumsi-asumsi pandangan-dunia (worldview) filosofis yang mereka bawa ke dalam penelitiannya. gagasan-gagasan tersebut tetap mempengaruhi praktik penelitian dan perlu diidentifikasi. eksperimen) Strategi-Strategi Metode Campuran (seperti. ethnografi) Strategi-Strategi Kuantitatif (seperti.pendekatan kuaiitatif. 1995).1. StartegiStrategi Penelitian.penelitian dan metode-metode tertentu. dan (3) metode-metode atau prosedur-prosedur spesifik yang dapat menerjemahkan strategi tersebut ke dalam Praktik nyata. Penjelasan ini tentu akan mencerminkan alasan mengaPa mereka perlu memilih.

sains empiris.1. kuantitafrf. konstruktivisme. Peneliti lain lebih suka menyebutnya paradigma (Lincoln & Guba. Pandangan-dunia ini terkadang disebut sebagai metode saintifik atau penelitian sains. Istilah terakhir disebut post-positivisme karena ia merepresentasikan pemikiran post-positivisme. Ada empat pandangan dunia yang akan dibahas kali ini: post-positivisme. Elemen-elemen penting dalam setiap pandangan dunia ini dapat dilihat dalam Tabel 1. Mertens. yang kebenarannya lebih sering disematkan untuk penelitian kuantitatif ketimbang penelitian kualitatif. dan postpositivisme. 1998). Unikny pandangan dunia yang dipegang kukuh oleh para peneliti tidak jarang merangkul secara kolektif pendekatan kualitatif.1 Empat Pandangan-Dunia Post-positivisme Determinasi Reduksionisme Observasi dan Pengujian empiris Verifikasi teori Advokasi/Partisipatoris Bersifat politis Berorientasi pada isu pemberdayaan Kolaboratif Berorientasi pada perubahan Konstruktivisme Pemahaman Makna yang beragarn dari partisipan Konstruksisosiai dan historis Penciptaan teori Pragmatisme Efek-efek tindakan Berpusat Pada masalah Bersifat Pluralistik Berorientasi pada praktik dunia-nyata                 Pandangan-Dunia Post-positivisme Asumsi-asumsi post-positivis merepresentasikan bentuk tradisional penelitian. Saya lebih memilih menggunakan istilah pandangan-dunia (worldviews) karena memiliki arti kepercayaan dasar yang memandu tindakan (Guba. dan pengalaman-pengalaman penelitian sebelumnya. advokasi/partisipatoris. 2000). Pandangan-dunia ini sering kali dipengaruhi oleh bidang keilmuan yang menjadi konsentrasi mahasiswa. Tabel 1. Ada pula yang menyebutnya sebagai penelitian positivis/post-positivis.kepercayaan para pembimbin dan pihak fakultas terhadap bidang tersebut. 2000. yang menentang gagasan tradisional tentang kebenaran absolut ilmu . Saya memandang pandangan-dunia sebagai orientasi umum terhadap dunia dan sifat penelitian yang dipegang kukuh oleh peneliti. dan metode campuran dalam penelitian mereka. 1998). atau metodologi penelitian yang telah diterima secara luas (Neuman. Pertimbangan-Pertimbangan dasar mengapa pandangan-dunia tersebut digunakan Bagaimana pandangan-dunia itu membentuk pendekatan penelitian. dan pragmatisme. epistemologi dan ontologi (Crotty.   Pandangan dunia filosofis yang diusulkan dalam penelitian. 1990: 17).

lalu mengumpulkan data baik yang mendukung maupun yang membantah teori tersebut. banyak peneliti yang berujar bahwa mereka tidak dapat membuktikan hipotesisnya. agar dunia ini dapat dipahami oleh manusia. seperti Comte. baru kemudian membuat perbaikan-perbaikan lanjutan sebelum dilakukan pengujian ulang. seperti halnya variabelvariabel yang umumnya terdiri dari sejumlah rumusan masalah dan hipotesis penelitian. Dalam perkembangan historisnya. sebagaimana yang banyak kita jumpai dalam penelitian eksperimen kuantitatif. bukti yang dibangun dalam penelitian sering kali lemah dan tidak sempurna. untuk itulah.salah satu pendekatan penelitian "yang telah disepakati" oleh kaum post-positivis. dan belakangan dikembangkan lebih lanjut oleh penulis-penulis seperti Phillips dan Burbules (2000). bahkan. Untuk itulah. selalu diawali dengan pengujian atas suatu teori. problemproblem yang dikaji oleh kaum post-positivis mencerminkan adanya kebutuhan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab y ang memengaruhi hasil akhir. Penelitian merupakan proses membuat klaim-klaim. muncul hukum-hukum atau teori-teori yang mengatur dunia. Membaca buku Phillips dan Burbules (2000). Dukheim. Karena alasan ini pula. yang menuntut adanya pengujian dan verifikasi atas kebenaran teori-teori tersebut. 2. dalam metode saintifik. Filsafat kaum post-positivis juga cenderung reduksionistis yang orientasinya adalah mereduksi gagasan-gagasan besar menjadi gagasan-gagasan terpisah yang lebih kecil untuk diuji lebih lanjut. 3. 2000). melakukan observasi dan meneliti perilaku individu-individu dengan berlandaskan pada ukuran angka-angka dianggap sebagai aktivitas yang amat penting bagi kaum post-positivis. Newton. bukti. . Akibatnya. sebagian besar penelitian kuantitatif. Pengetahuan bersifat konjektural/terkaan (dan antifondasional/ddak berlandasan apa pun) bahwa kita tidak akan pernah mendapatkan kebenaran absolut. rnisalnya. kemudian menyaring sebagian klaim tersebut meniadi "klaim-klaim lain" yang kebenarannya jauh lebih kuat. Pengetahuan dibentuk oleh data. seorang peneliti harus mengawali penelitiannya dengan menguji teori tertentu." Untuk itulah. 1983). dan mengakui bahwa kita tidak bisa terus menjadi "orang yang yakin/positif" pada klaim-klaim kita tentang pengetahuan ketika kita mengkaji perilaku dan tindakan manusia. Dalam praktiknya. dan Pertimbang-pertimbangan logis. tak jarang rnereka juga gagal untuk menyangkal hipotesisnya. antara lain: 1. Pengetahuan yang berkembang melalui kacamata kaum post-positivis selalu didasarkan pada observasi dan pengujian yang sangat cermat terhadap realitas objektif yang muncul di dunia "luar sana. peneliti mengumpulkan informasi dengan menggunakan instrumen-instrumen Pengukuran tertentu yang diisi oleh para partisipan atau dengan melakukan observasi mendalam di lokasi penelitian. Untuk itulah. kita akan menemukan sejumlah asumsi dasar yang menjadi inti dalam paradigma penelitian post-positivis. tradisi post-positivis ini lahir dari penulis-penulis abad XIX. Kaum Post-positivis mempertahankan filsafat deterministik bahwa sebab-sebab (faktorfakior kausatif) sangat mungkin menentukan akibat atau hasil akhir. dan Locke (Smith. Mill.pengetahuan (Phillips & Burbules.

Makna-makna itu juga harus ditekankan pada kontekster tentu dimana individu-individu ini tinggal dan kerjia agar peneliti dapat memahami latar belakang historis dan kultural mereka. Para peneliti iuga perlu menyadari bahwa latar belakang dapat mempengaruhi. Aspek terpenting dalam penelitian adalah sikap objektif.4. Salah satunya adalah pandangan-dunia konstruktivisme sosial (yang sering kali dikombinasikan dengan interpretivisme) (lihat Merters. tetapi harus dibuat melalui interaksi dengan mereka (karena itulah dinamakan konstruktivisme sosial) dan melalui norma-norma historis dan sosial yang berlaku dalam kehidupan mereka sehari-hari. Konstruktivisme sosial meneguhkan asumsi bahwa individu-individu selalu berusaha memahami dunia di mana mereka hidup dan bekerja. Schwandt (2007. agar peneliti bisa mendengarkan dengan cermat apa yang dibicarakan dan dilakukan partisipan dalam kehidupan mereka. kultural. Mereka mengembangkan makna-makna subjektif atas pengalaman-pengalaman mereka -makna-makna yang diarahkan pada objek-objek atau benda-benda tertentu. standar validitas dan reliabilitas. Dalam penelitian kuantitatif. Neuman (2000). dan historis mereka . Pandangan-Dunia Konstruktivisme Sosial Kelompok lain memiliki pandangan dunia yang berbeda. dannCrotty (1998). untuk ituiah. dalam penelitian kuantitatif. penafsiran mereka terhadap hasil penelitian. para peneliti harus menguji kembali metode-metode dan kesimpulan-kesimpulan yang sekiranya mengandung bias. Maknamakna ini tidak sekadar dicetak untuk kemudian dibagikan kepada indiviciu-individu. Makna-makna subjektif ini sering kali dinegosiasi secara sosial dan historis. Untuk itulah ketika melakukan penelitian. Peneliti berusaha mengandalkan sebanyak mungkin pandangan partisipan tentang situasi yang tengah diteliti. pertanyaan-pertanyaan pun perlu diajukan. Gagasan konstruktivisme sosial berasal dari Mannheim dan buku-buku seperti The Social Construction of Reality-nya Berger dan Luekmann (1967) dan Naturalistic Inquiry-nya Lincoln dan Guba (1985). Dewasa ini. Semakin terbuka pertanyaan tersebut tentu akan sernakin baik. penulis-penulis yang getol mengkaji paradigma konstruktivisme sosial antara lain Lincoln dan Guba (2000). yang biasanya tidak asli atau tidak dipakai dalam interaksi dengan orang lain. menjadi dua ispek penting yang wajib dipertimbangkan oleh peneliti. 1998). Makna-makna ini pun cukup banyak dan beragam sehingga peneliti dituntut untuk lebih mencari kompleksitas pandangan-pandangan ketimbang mempersempit makna-makna meniadi sejumlah kategori dan gagasan.mereka harus memosisikan diri mereka sedemikian rupa seraya mengakui dengan rendah hati bahwa interpretasi mereka tidak pernah lepas dari pengalaman pribadi. Penelitian harus mampu mengembangkan statemen-statemen yang relevan dan benar. Pertayaanpertanyaan ini bisa jadi sangat luas dan umum sehingga partisipan dapat mengkonstruksi makna atas situasi tersebut. statemen-statemen yang dapat menjelaskan situasi yang sebenarnya atau dapat mendeskripsikan relasi kausalitas dari suatu persoalan. Pandangan-dunia ini biasanya dipandang sebagai suatu pendekatan dalam penelitian kualitatif. peneliti membuat relasi antarvariabel dan mengemukakannya dalam bentuk pertanyaan dan hipotesis' 5. Untuk mengeksplorasi pandangan-pandangan ini.

Untuk itulah. seperti . 3. Pendekatan ini muncul sejak 1980-an hingga 1990-an dari sejumlah kalangan yang merasa bahwa asumsi-asumsi post-positivis telah rnembebankan hukum-hukum dan teori-teori struktural yang sering kali tidak sesuai dengan/tidak menyertakan individu-individu yang terpinggirkan dalam masyarakat kita atau isu-isu keadilan sosial yang memang perlu dimunculkan. para peneliti kualitatif harus memahami konteks atau latar belakang partisipan mereka dengan cara mengunjungi konteks tersebut dan mengumpulkan sendiri informasi yang dibutuhkan. Makna-makna dikonstruksi oleh manusia agar mereka bisa tertibat dengan dunia yang tengah mereka tafsirkan. peneliti sebaiknya membuat atau mengembangkan suatu teori atau pola makna tertentu secara induktif. Di samping itu. pembahasan tentang advokasi/partisipatoris (atau emansipatoris) dapat kita jumpai dalam kajian-kajian yang dilakukan oleh penulis-penulis seperti Marx. yang muncul di dalam dan di luar interaksi dengan komunitas manusia. Habermas. Crotty(1995) memperkenalkan sejumlah asumsi: 1. mereka semua merasa bahwa sikap konstruktivis tidak memadai dalam menganjurkan (mengadvokasi) program aksi untuk membantu orang-orang yang termarjinalkan. yakni berusaha memaknai (atau menafsirkan) makna-makna yang dimiliki orang lain tentang dunia ini. Adapun Fay (1987). Adorno. Pandangan-dunia advokasi/partisipatoris berasumsi bahwa penelitian harus dihubungkan dengan politik dan agenda politis. 2000). dan kehidupan para peneliti sendiri. peneliti memiliki tujuan utama. Mereka juga harus menafsirkan apa yang mereka cari: sebuah penafsiran yang dibentuk oleh pengalaman dan latar belakang mereka sendiri. institusi-institusi di mana mereka hidup dan bekerja. Proses penelitian kualitatif bersifat induktif di mana di dalamnya peneliti menciptakan makna dari data-data lapangan yang dikumpulkan. serta Kemmis dan Wilkinson (1998) merupakan sederet penulis masa kini yang aktif mengkaji perspektif advokasi dan partisipatoris ini. Heron dan Reason (1997. Pandangan-dunia ini tampaknya memang cocok dengan penelitian kualitatif. pandangan-dunia ini menyutakan bahwa ada isu-isu tertentu yang perlu mendapat perhatian lebih. Pandangan-Dunia Advohasi dan Partisipatoris Terdapat kelompok lain yang memiliki asumsi-asumsi filosofis berdasarkan pada pendekatan advokasi/partisipatoris.sendiri. Yang menciptakan makna pada dasarnya adalah lingkungan sosial. Yang ielas. utamanya isu-isu menyangkut kehidupan sosial dewasa ini. Manusia senantiasa terlibat dengan dunia mereka dan berusaha memahaminya berdasarkan perspektif historis dan sosial mereka sendiri – kita semua dilahirkan ke dunia makna (world of meaning) yang dianugerahkan oleh kebudayaan di sekeliling kita. 2. Untut itulah. penelitian ini pada umumnya memiiiki agenda aksi demi reformasi yang diharapkan dapat mengubah kehidupan para partisipan. dan Freire (Neuman. Terkait dengan konstruktivisme ini. Dalam sejarahnya. Para peneliti kualititif cenderung menggunakan pertanyaan-pertanyaan terbuka agar partisipan dapat mengungkapkan pandangan-pandangannya. Dalam konteks konnstruktivisme. namun ia juga bisa menjadi dasar untuk penelitian kuantitatif . Marcuse. Ketimbang mengawali penelitiannya dengan suatu teori (seperti dalam post-positivisme).

ketertindasan. Untuk itulah. 3. para peneliti harus memunculkan agenda aksi demi reformasi dan perubahan. Untuk itulah. dan perubahan-perubahan yang diinginkan. tidak menutup kemungkinan diintegrasikannya pandangan-dunia ini dengan perspektif-perspektif teoretis lain yang mengkonstruksi suatu gambaran tentang isu-isu/masalah-masalah yang hendak diteliti. orang-orang yang diselidiki. bahasa. penguasaan. Pandangan-dunia filosofis advokasi/partisipatoris fokus pada kebutuhan-kebutuhan suatu kelompok atau individu tertentu yang mungkin termarginalkan secara sosial. Dengan spirit inilah para peneliti advokasi/partisipatoris melibatkan para partisipan sebagai kolaborator aktif dalam penelitian mereka. Dalam penelitian ini. Penelitian ini juga bersifat praktis dan kolaboratif karena ia hanya dapat sempurna jika dikolaborasikan dengan penelitian-penelitian lain. Tentu saja. kondisi ini akan mendorong lahirnya satu suara yang bersatu demi reformasi dan perubahan. menganalisis informasi. Bahkan. seperti pemberdayaan. penindasan. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mereka akan realitas sosial yang sebenarnya atau dapat mengusulkan suatu agenda perubahan demi memperbaiki kehidupan mereka sendiri. atau mencari hibah-hibah penelitian.pemberdayaan. teori kritis. dant eori disability –sejumlah perspektif teoretis ini akan dibahas lebih rinci pada Bab 3. setidak-tidaknya kita perlu membaca ringkasan Kemmis dan Wilkinson (1995) tentang karakteristik-karakteristik inti dari penelitian advokasi atau partisipatoris: 1. para partisipan dapat membantu merancang pertanyaan-pertanyaan. diskursus rasialisme. seperti perspektif feminis. dan relasi kekuasaan dalam ranah pendidikan. aturan-aturan kerja. Penelitian advokasi/partisipatoris sering kali dimulai dengan satu isu penting atau sikap tertentu terhadap masalah-masalah sosial. teori queer. Tindakan partisipatoris bersikap dialektis dan difokuskan untuk membawa perubahan. Penelitian advokasi menyediakan sarana bagi partisipan untuk menyuarakan pendapat dari hak-hak mereka yang selama ini tergadaikan. Penelitian ini bersifat emansipatoris yang berarti bahwa penelitian ini membantu membebaskan manusia dari ketidakadilan-ketidakadilan yang dapat membatasi perkembangan dan determinasi diri. pada akhir penelitian advokasi /partisipatoris. dan bukan menyempurnakan penelitianpenelitian yang lain. Penelitian ini ditekankan untuk membantu individu-individu agar bebas dari kendala-kendala yang muncul dari media. Meskipun penjelasan saya sejak tadi cenderung bersifat generalisasi terhadap kelornpokkelompok yang termarginalkan. mengumpulkan data. Peneliti dapat mengawali penelitian mereka dengan salah satu dari isu-isu ini sebagai fokus penelitiannya. para peneliti harus bertindak secara kolaboratif agar nantinya tidak ada partisipan yang terpinggirkan dalam hasil penelitian mereka. Penelitian advokasi/partisipatoris bertujuan untuk menciptakan perdebatan dan diskusi politis untuk menciptakan perubahan. . ketidakadilan. dan pengasingan. 4. 2.

Tashakkori dan Teddlie (1998). pragmatisme pada hakikatnya merupakan dasar filosofis untuk setiap bentuk penelitian. khususnya penelitian metode campuran: 1. 3. para peneliti metode campuran pada umumnya selalu memiliki tujuan atas pencampuran (mixing) ini. Mead. dan prosedur-prosedur peneIitian yang dianggap terbaik untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan mereka. Kebenaran adalah apa yang teriadi pada saat itu. 5. 1985). selalu kualitatif). Kebenaran tidak didasarkan pada dualitas antara kenyataan yang berada di luar pikiran dan kenyataan yang ada dalam pikiran. 1990). dan Patton (1990) menekankan pentingnya paradigma pragmatik ini bagi para peneliti metode campuran. Paradigma filosofis yang satu ini memiliki banyak bentuk. kemudian menggunakan pendekatan yang beragam untuk memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam tentang problem-problem tersebut. para peneliti pragmatik lebih menekankan pada pemecahan masalah dan menggunakan semua pendekatan yang ada untuk memahami rnasalah tersebut (lihat Rossman & Wilson. dan pandangan saya pribadi. para peneliti metode campuran dapat menerapkan berbagai pendekatan dalam mengumpulkan dan menganaIisis data ketimbang hanya menggunakan satu pendekatan saja (jika tidak kuantitatif. Morgan (2007). Penulis-penulis kontemporer yang termasuk dalam kelompok ini antara lain Rorty (1990). tetapi pada umumnya Pragmatisme sebagai pandangan-dunia lahir dari tindakan-tindakan. . Untuk itulah. Para peneliti pragmatis selalu melihat apa dan bagaimana meneliti. dalam peneiitian metode campuran. 4. yang pada umumnya harus berfokus pada masalah-masalah penelitian dalam ilmu sosial humaniora. teknik-teknik. Setiap peneliti memiliki kebebasan memilih. dan bukan dari kondisi-kondisi sebelumnya (seperti dalam post-positivisme). Untuk itulah. mereka bebas untuk memilih metode-metode.Pandangan –Dunia Pragmatik Prinsip lain berasal dari kelompok pragmatis. Morgan (2007). dan Dewey (Cherryholmes. seraya mengetahui apa saja akibat-akibat yang akan mereka terima –kapan dan dimana mereka harus menjalankan penelitian tersebut. sejenis alasan mengapa data kuantitatif dan kualitatif harus dicampur menjadi satu. Pandangan-dunia ini berpijak pada aplikasi-aplikasi dan solusi-solusi atas problem-problem yang ada (Patton. 1992). Pragmatisme dapat digunakan untuk penelitian metode campuran yang di dalamnya para peneliti bisa dengan bebas melibatkan asumsi-asumsi kuantitatif dan kualitatif ketika mereka terlibat dalam sebuah penelitian. situasi-situasi. dan Cherryholmes (1992). para peneliti menggunakan data kuantatif dan kualitatif karena mereka meneliti untuk memiliki pemahaman yang baik terhadap masalah penelitian. Dalam hal ini. Artinya. Murphy (1990). Patton (1990). 2. Sebagai salah satu paradigma filosofis untuk penelitian metode campuran. Pragmatisme ini berawal dari kajian Peirce. Berdasarkan kajian Cherryholmes (1992). Kaum pragmatis tidak melihat dunia sebagai kesatuan yang mutlak. james. dan konsekuensi-konsekuensi yang sudah ada. Ketimbang berfokus pada metode-metode. Pragmatisme tidak hanya diterapkan untuk satu sistem filsafat atau realitas saja.

Mereka juga percaya bahwa kita harus berhenti bertanya tentang realitas dan hukum-hukum alam (Cherryholmes. seperti  Grounded theory metode survei  Studi kasus    Metode Campuran Sekuensial Konkuren Transformatif . 7. pandangan-dunia yang berbeda-beda. pragmatisme dapat membuka pintu untuk menerapkan metode-metode yang beragam. saya hanya akan memperkenalkan strategi-strategi ini yang nantinya akan dijelaskan lebih rinci –lengkap dengan contoh-contohnya— di sepanjang buku ini. politis.2. 1992). dan asumsi-asumsi yang bervariasi. Beberapa orang menyebut strategi penelitian dengan istilah pendekatan peneiitian (Creswell. 2007) atau metodologi penelitian (Mertens. Kaum pragmatis setuju bahwa penelitian selalu muncul dalam konteks sosial. Dalam hal ini. historis. dan10. Ringkasan strategi-strategi tersebut dapat dilihat dalam Tabel 1. bagi para peneliti metode campuran. Strategi-strategi yang tersedia bagi peneliti sebenamya sudah muncul bertahun-tahun lalu saat teknologi komputer telah mempercepat aktivitas kita dalam menganalisis data-data yang rurnit. Untuk itulah. suatu pandangan teoretis yang reflektif terhadap keadilan sosial dan tujuan-tujuan politis. 1998). Tabel 1. seperti yang akan saya jelaskan dalam Bab 8. Strategi-strategi penelitian merupakan jenis-jenis rancangan peneIitian kualitatif.2 Strategl-Strategi Penetitian Alternatif Kuantitatif Kualitatif  Rancangan-rancangan  Penelitian naratif eksperimen  Fenomenologi  Rancangan-racangan  Etnografi non-eksperimen. "mereka sepertinya ingin mengubah subjek" (Rorty. kuantitatif. penelitian metode campuran bisa saja beralih pada paradigma post-modern. 9. Kaum pragmatis percaya akan dunia eksternal yang berada di luar pikiran sebagaimana yang berada di dalam pikiran manusia. Pilihlah salah satu dari strategi-strategi penelitian yang sering kali digunakan dalam ilmu sosial. dan lain sebagainya. 1983: xiv). atau metode campuran untuk diterapkan. Strategi-Strategi Penelitian Para peneliti hendaknya jangan hanya memilih penelitian kualitatif. Strategi-strategi tersebut hadir ketika manusia sudah mampu mengartikulasikan prosedurprosedur baru dalam melakukan penelitian ilmu sosial. dan metode campuran yang menetapkan prosedur-prosedur khusus dalam penelitian. kuantitatif. serta bentuk-bentuk yang berbeda dalam pengumpulan dan analisis data.6. mereka juga harus menentukan jenis penelitian dalam tiga pilihan tersebut. Di sini. Bahkan. 8.

dengan tujuan untuk menggeneralisasi populasi berdasarkan sampel yang sudah ditentukan (Babbie.  Penelitian survei berusaha memaparkan secara kuantitatif kecenderungan. Neuman & McCormick. dan kuasi-eksperimen dengan prosedur-prosedur non-acak (Keepel 1991). eksperimen-eksperimen yang kurang rigid yang sering disebut dengan kuasi-eksperimen dan penelitian korelasional (Campbell & Stanley. strategi-strateginya sudah mulai bermunculan sepanjang tahun 1990-an dan memasuki abad XX.) dan tidak menerapkannya pada kelompok yang lain (sering disebut kelompok kontrol. Dalam buku ini. saya hanya fokus pada dua strategi penelitian kuantitatif.1998) memperkenalkan prosedur-prosedur untuk peneliti grounded theory. Heron. 2001). dan eksperimen-eksperimen single-subject (Cooper. 1987. dewasa ini. yang biasanya menyertakan metode-metode kausalitas dan identifikasi kekuatan variabel-variabel ganda. Pengaruh ini dinilai dengan cara menerapkan treatment tertentu pada satu kelompok (sering disebut kelompok treatment. strategi-strategi kuantitatif sudah melibatkan eksperimen-eksperimen yang lebih kompleks dengan semua variabei dan treatment-nya (seperti rancangan faktorial dan rancangan repeated measure).  Penelitian eksperimen berusaha menentukan apakah suatu treatment memengaruhi hasil sebuah penelitian. Termasuk dalam kuasi-eksperimen adalah rancangan single-subiect. Ialu menentukan bagaimana dua kelompok tersebut menentukan hasil akhir. Moustakas (1994) juga telah membahas doktrin-doktrin filosofis dan prosedur-prosedur dalam metode fenomenologi.). & Heward.1995). Strategi-strategi kuantitatif juga meliputi model-model persamaan struktural yang sedikit rumit. pendekatanpendekatan di dalam penelitian kualitatif tertentu sudah memiliki prosedur-prosedur yang lengkap dan jelas. dan Stake (1995) merekomendasikan sejumlah proses yang harus dilakukan dalam penelitian studi kasus.Strategi-strategi Kuantitatif Selama akhir abad XIX dan awal abad XX. Penj. strategi-strategi penelitian yang berkaitan dengan rancangan kuantitatif selalu meIibatkan pandangan-dunia post-positivis. penj. Tidak sedikit buku yang telah membahas strategi kualitatif ini (seperti 19 strategi yang diperkenalkan oleh Wolcott. Strategi-strategi ini meliputi eksperimeh-eksperimen nyata. sedangkan Strauss dan Corbin (1990. Penelitian ini mencakup eksperimen-aktual dengan penugasan acak (random assignmenf) atas subjek-subjek yang di-treatment dalam kondisi-kondisi tertentu. Wolcott (1999) menjabarkan prosedur-prosedur etnografis. 1990). Bahkan. Clandinin dan Connelly (2000) telah membuat deskripsi komprehensif tentang apa yang harus dilakukan oleh seorang peneliti naratif. Penelitian ini meliputi studi-studi cross-sectional dan longitudinal yang menggunakan kuesioner atau wawancara terencana dalam pengumpulan data. . yakni survei dan eksperimen. Strategi-Strategi Kualitatif Untuk penelitian kualitatif. atau opini dari suatu populasi tertentu dengan meneliti satu sampel dari populasi tersebut. Misalnya. 1963). sikap. Namun.

dan peneliti mengumpulkan informasi secara lengkap dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data berdasarkan waktu yang telah ditentukan (Stake. peristiwa. 2006. sekaligus memperkenalkan bahwa pendekatan-pendekatan seperti penelitian partisipatoris (Kemmis & Wilkinson. Informasi ini kemudian diceritakan kembali oleh peneliti dalam kronologi naratif. Kasus-kasus dibatasi oleh waktu dan aktivitas. 1999).  Fenomenologi merupakan strategi penelitian di mana di dalamnya peneliti mengidentifikasi hakikat pengalaman manusia tentang suatu fenomena tertentu. Di akhir tahap penelitian. atau sekelompok individu. 1998). analisis wacana (Cheek. data observasi. aktivitas. 1995). Rancangan ini mengharuskan peneliti untuk menjalani sejumlah tahap pengumpulan data dan penyaringan kategori-kategori atas informasi yang diperoleh (Charmaz. 1998).Dalam buku ini. Proses penelitiannya fleksibel dan biasanya berkembang sesuai kondisi dalam merespons kenyataan-kenyataan hidup yang dijumpai di lapangan (LeCompte & Schensul. Dalam Proses ini. peneliti harus menggabungkan dengan gaya naratif pandangan-pandangannya tentang kehidupan partisipan dengan pandangan-pandangannya tentang kehidupan peneliti sendiri (Clandinin & Connelly. Memahami pengalamanpengalaman hidup manusia menjadikan filsafat fenomenologi sebagai suatu metode penelitian yang prosedur-prosedurnya mengharuskan peneliti untuk mengkaji sejumlah subjek dengan terlibat secara langsung dan relatif lama di dalamnya untuk mengembangkan pola-pola dan relasi-relasi makna (Moustakas.  Naratif merupakan strategi penelitian di mana di dalamnya peneliti menyelidiki kehidupan individu-individu dan meminta seorang atau sekolompok individu untuk menceritakan kehidupan mereka.  Grounded theory nterupakan strategi penelitian yang di dalamnya peneliti "memproduksi" teori umum dan abstrak dari suatu proses. 1994).2004). Rancangan ini memiliki dua karakteristik utama. proses. atau interaksi tertentu yang berasal dari pandangan-pandangan partisipan. 2007b). yaitu: (1) perbandingan yang konstan antara data dan kategori-kategori yang muncul dan (2) pengambilan contoh secara teoretis (teoretical sampling) atas kelompok-kelompok yang berbeda untuk memaksimalkan kesamaan dan perbedaan informasi. . dan data wawancara (creswell.1993). aksi.  Studi kasus merupakan strategi penelitian dimana didalamnya peneliti menyeliki secara cermat suatu program. 1990. saya sudah menyajikan ilustrasi-ilustrasi berdasarkan strategi-strategi di atas.2000). peneliti mengesampingkan terlebih dahulu pengalaman-pengalaman pribadinya agar ia dapat memahami pengalaman-pengalaman partisipan yang ia teiiti (Nieswiadomy. dan pendekatan-pendekatan lain yang tidak disebutkan (lihat Creswell. 2007b) juga dapat menjadi cara-cara yang memadai di dalam melakukan penelitian kualitatif:  Etnografi merupakan salah satu strategi penelitian kualitatif yang di dalamnya peneliti menyelidiki suatu kelompok kebudayaan di lingkungan yang alamiah dalam periode waktu yang cukup lama dalam dalam pengumpulan data utama. Strauss dan Corbin.

seperti perempuan. Hingga saat ini. 2007). Pada awal 1990-an. Konsep untuk "mencampur metode-metode yang berbeda" ini pada hakikatnya muncul pada 1959 ketika Campbell dan Fisk menggunakan metode-jamak (multimethods) dalam meneliti kebenaran watak-watak psikologis. banyak orang yang kemudian mencampur metode-metode sekaligus pendekatan-pendekatan yang berhubungan dengan metode-metode tersebut. orang-orang difabel. Strategi ini dapat dilakukan dengan melakukan interview kualitatif terlebih dahulu untuk mendapatkan penjelasan-penjelasan yang memadai. Dengan menyadari bahwa setiap metode pasti memiliki kekurangan dan keterbatasan. Triangulasi sumber-sumber data (triangulasi of data resourcers) –suatu metode dalam mencari konvergensi antara metode kualitatif dan metode kuantitatif—pun muncul (Jick. komunitas gay dan lesbian. 2007). Dimungkinkannya sejumlah metode dicampur "jadi satu" telah rnenuntun para pakar untuk mengembangkan prosedur-prosedur penelitian berdasarkan metode campuran. 1998). istilah-istilah untuk menyebut rancangan metode campuran pun sangat beragam. para peneliti metode campuran pun akhirnya meyakini bahwa bias-bias yang muncul dalam satu metode dapat menetralisasi atau menghilangkan bias-bias dalam metode metode yang lain. misalnya. hasil-hasil dari satu metode dapat membantu metode yang lain. yang memiliki prosedur-prosedurnya masing-masing (Tashakkori & Teddlie. 1973). dan mereka yang miskin/lemah (Mertens' 2003). minoritas etnik/ras. 2003) . Jika tidak. Berawal dari inilah. data kualitatif dan kuantitatif dapat disatukan menjadi satu database besar yang bisa digunakan secara berdampingan untuk memperkuat satu sama lain (misalnya. mereka menggabungkan metode observasi dan wawancara (data kualitatif) dengan metode survei tradisional (data kuantitatif) (Sieber. dan metode kombinasi (Creswell & Plano Clark. dalam mengadvokasi kelompok-kelompok marginal.Strategi-Strategi Metode Campuran Strategi-strategi metode campuran sebenamya kurang populer dibanding dua strategi sebelumnya (kuantitatif dan kualitatif). 1979). misalnya. Selain itu. metode konvergensi. utamanya dalam mengidentifikasi para partisipan yang diteliti atau pertanyaanpertanyaan yang diajukan (Thashakkori & Teddlie. kuota kualitatif dapat mendukung hasi-hasil statistik)(Creswell & Plano Clark. Mereka kemudian mendorong orang lain menggunakan matriks metode-jamak mereka untuk menguji kemungkinan digunakannya pendekatan-jamak (muttiple approaches) dalam pengumpulan data penelitian. Secara khusus. Misalnya. seperti multi-metode. metode terintegrasi. gagasan "pencampuran" (mixing) ini mulai beralih dari yang awalnya hanya berusaha mencari-cari konvergensi menuju usaha penggabungan yang sebenarnya antara data kuantitatif dan data kualitatif. ada tiga strategi metode campuran dan sejumlah variasinya yang akan diilustrasikan dalam buku ini:  Strategi metode campuran sekuensial/bertahap (sequential mixed methods) merupakan prosedur-prosedur di mana di dalamnya peneliti berusaha menggabungkan atau memperluas penemuan-penernuannya yang diperoleh dari satu metode dengan penemuan-penemuannya dari metode yang lain. kombinasi dua metode tersebut dapat diterapkan untuk mencapai tujuan-tujuan yang luas dan transformatif. lalu diikuti .

perspektif ini bisa digunakan peneliti sebagai metode pengumpulan data secara sekuensial ataupun konkuren. Dalam strategi ini.  denganmetode survei kuantitatif dengan sejumlah sampel untuk memperoleh hasil umum dari suatu populasi. kemudian diikuti dengan metode kualitatif dengan mengeksplorasi sejumlah kasus dan individu. Jika tidak. data dokumentasi. fungsi metode tersebut saat peneliti menggunakan pertanyaan tertutup dan terbuka. peneliti mengumpulkan dua jenis data tersebut pada satu waktu. dan data sensus      Bersifat Pre-determined dan berkembang dinamis Pertanyaan-pertanyaan Terbuka dan pertanyaanpertanyaan tertutup Bentuk-bentuk data berganda Yang tebuka Pada Kemungkinan   Berkembang dinamis Pertanyaan-pertanyaan terbuka Data wawancara. Prosedur metode campuran transformatif (transformative mixed methods) merupakan prosedur-prosedur di mana di dalamnya peneliti menggunakan kacamata teoretis (lihat Bab 3) sebagai perspektif overaching yang di dalamnya terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif. penelitian ini dapat dimulai dari metode kuantitatif terlebih dahulu dengan menguji suatu teori atau konsep tertentu. dalam strategi ini peneliti dapat memasukkan satu jenis data yang lebih kecil ke dalam sekumpulan data yang lebih besar untuk menganalisis jenis-jenis pertanyaan yang berbeda-beda (misalnya. data observasi. Strategi metode campuran konkuren/satu waktu (concurrent mixed metlnds) merupakan prosedur-prosedur di mana di dalamnya peneliti mempertemukan atau menyatukan data kuantitatif dan data kualitatif untuk memperoleh analisis kornprehensif atas masalah penelitian. analisis. kemudian menggabungkannya menjadi satu informasi dalam interpretasi hasil keseluruhan. Metodemetode ini akan dijelaskan lebih lanjut dalam Bab 8 hingga 10. dan Metode Kualitatif Metode Kuantitatif  Metode Campuran  Metode Kualitatif    Bersifat Pre-determined (sudah ditentukan sebelumnya) Perianyaan-Pertanyaan Yang didasarkan Pada instrumen penelitian Data Performa.3 Metode Kuantitafif. Jika tidak. Seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 1. peneliti perlu mempertimbangkan sejumlah metode pengumpulan data dan mengatumya secara sisternatis. dan interpretasi data. Bahkan. dan hasil-hasil atau perubahan-perubahan yang diharapkan. dan fokus metode tersebut pada analisis data yang numerik atau non-numerik. Perspektif inilah yang akan menyediakan kerangka kerja untuk topik penelitian. Tabel 1.3. data sikap. Metode Campuran. data observasi. metode-metode untuk pengumpulan data. Metode-Metode Penelitian Komponen ketiga dalam kerangka kerja penelitian adalah metode-metode penelitian spesifik yang berkaitan dengan strategi pengumpulan. metode kuantitatif dapat diterapkan untuk mengetahui hasil akhir). dan data audio-visual Analisis tekstual dan  . jika metode kualitatif diterapkan untuk melaksanakan penelitian. misalnya berdasarkan level metode tersebut atas sifat objek penelitian.

RANCANGAN PENELITIAN SEBAGAI PANDANGAN-DUNIA. atau campuran. tanpa harus menyediakan pertanyaan-pertariyaan yang spesifik. Atau.4 menyajikan perbedaanperbedaan yang mungkin berguna bagi para peneliti dalam memilih suatu pendekatan penelitian. Akan tetapi. dalam kasus metode campuran. atau data sensus dapat diikuti dengan wawancara mendalam. akan digambarkan bagaimana ketiga elemen ini (pandangan-dunia. peneliti membuat inferensi/kesimpulan antara data kuantitatif dan data kualitatif. Atau. Tabel 1. dan metode. Di sisi lain. STRATEGI. strategi. Berikut ini. apakah peneliti ingin menafsirkan. pola-pola Peneliti mengumpulkan data dengan bantuan instrumen atau tes (seperti. hasil-hasil statistik atau mereka ingin menafsirkan kecenderungan-kecenderungan atau pola-pola umum yang muncul dari data penelitian. dan metode) berkombinasi dalam satu skenario penelitian: . Tabel ini juga menyertakan praktik-praktik dari tiga pendekatan yang akan dijelaskan secara lebih rinci dalambab-bab selanjutnya di buku ini. pengumpulan data juga bisa melibatkan peneliti untuk mengunjungi secara langsung tempat penelitian dan mengobservasi perilaku individu-individu di dalamnya tanpa ada pertanyaan yang disediakan sebelumnya atau melakukan wawan cara secara aktif atas individu-individu tersebut agar dapat mengungkapkan gagasannya tentang topik penelitian.  Analisis statistik Lnterpretasi statistik   kemungkinan lain Analisis statistik dan analisis tekstual Lintas-interpretasi database  gambar Lnterpretasi tema-tema. strategi. DAN METODE Pandangan-dunia. dan ditafsirkan secara bersama-sama. dianalisis. semuanya turut menentukan apakah suatu rancangan penelitian akan cenderung kuantitatif. apakah peneliti bermaksud untuk menggali informasi yang diinginkan atau membiarkannya muncul begitu saja dari para partisipan. apakah peneliti ingin menganalisis jenis data berupa informasi numerik yang dikumpulkan dari instrumen penelitian atau informasi teks yang dikumpulkan dari rekaman hasil pembicaraan dengan partisipan. kualitatif. Pemilihan metode ini pada akhirnya haruslah disesuaikan dengan maksud peneliti. pertanyaanpertanyaan tentang harga diri) atau mengumpulan informasi dengan bantuan checklist perilaku (seperti. observasi atas seorang pekerja yang terlibat dalam keterampilan yang kompleks). Data instrumen dapat dilengkapi dengan observasi-terbuka. Dalam sejumlah penelitian. data kuantitaiif dan kualitatif bisa saja dikumpulkan.

4 Pendekatan-Pendekatan Kualitatif.  yang terbuka dan Pendekatan yang pendekatantertutup.Tabel 1. Pertanyaan pertanyaa pendekatanterbuka. dan naratif   Menerapkan  Pertanyaan Pertanyaan Pertanyaanmetode-metode ini Pertanyaan lerbuka. studi transformatif kasus.  Survei dan  Sekuensial. dan Metode Campuran Pendekatan Pendekatan Pendekatan Metode Kecenderungan Kualitatif Kuantitatif Campuran  Menggunakan  Klaim-klaim  Klaim-klaim  Klaim-klaim asumsi-asumsi Pengetahuan pengetahuan Postpengetahuan filosofis ini konstruktivis/advok positivis pragmatis asi/ Partisipatoris  Menerapkan  Fenomenologi. data dinamis gambar berupa angka(emerging) dan angka sudah ditentukan sebelumnya (predetermined). eksprimen konkuren. Kuantitatif. data tekstual dan sebelumnya). berkembang pendekatan yang pendekatandinamis predetermined  pendekatan yang (fleksibel/emerging (sudah ditentukan berkembang ). strategi-strategi grounded theory. dan penelitian ini etnografi. analisis data kuantitatif dandata kualitatif  Menerapkan  Posisi-posisi dia  Menguji atau  Mengumpulkan praktik-praktik memverifikasi data kuantitatif penelitian ini teori atau dan data kualitatif Penjelasan  Mengumpulkan  Membuat makna dari para rasinalisasi atas  Mengidentifikasi partisipan variabel-variabel dicampurnya dua yang akan diteliti data  Fokus pada satu konsep atau  Menghubungkan  Menggabungkan fenomenon variabel-variabel data pada tahapdalam rumusan tahap penelitian  Membawa nilaimasalah dan yang berbeda nilai pribadi ke hipotesis dalam penelitian  Menyajikan penelitian gambaran visual  Meneliti konteks tentang prosedur Menggunakan atau setting standar-standar prosedur partisipan validitas dan  Menerapkan  Menvalidasi akurasi reliabilitas praktik-praktik penemuan Mengobservasi kuantitatif dan penemuan dan mengukur kualitatif  Menginterpretasi .

dan metode pre. peneliti kuantitatif menguji suatu teori dengan cara memerinci hipotesis-hipotesis yang spesifik. Individuindividu ini kemudian diwawancarai untuk mengetahui bagaimana mereka secara pribadi mengalami penindasan dan marginalisasi. peneliti berusaha menyelidiki suatu isu yang berhubungan dengan marginalisasi individu-individu tertentu.  Penelitian kualitatif –pandangan-dunia konstruktivis. strategi penelitian eksperimen. Salah satu metode pengumpulan data untuk strategi semacam ini adalah dengan mengobservasi perilaku para partisipan dengan cara terlibat langsung dalarn aktivitas-aktivitas mereka. Penelitian ini dapat dimulai dengan survei secara luas . sedangkan informasiinformasi dianalisis dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik dan penguiian hipotesis. cerita-cerita dikumpulkan dari individu-individu tersebut dengan menggunakan pendekatan naratif . strategi naratif. dan metode observasi perilaku Dalam hal ini. lalu mengumpulkan data-data untuk mendukung atau membantah hipotesis-hipotesis tersebut. peneliti menerapkan strategi etnografis dengan berusaha mengidentifikasi suatu komunitas culture-sharing. strategi etnografis. baik sebelum maupun sesudah proses eksperimen.  Penelitian kualitatif –pandangan-dunia partisipatoris. Strategi eksperimen diterapkan untuk menilai perilakuperilaku.data  Membuat agenda perubahan atau reformasi  Berkolaborasi dengan partisipan informasi secara numerik (angkaangka)  Menerapkan pendekatanpendekatan yang bebas-bias  Menerapkan prosedur-prosedur statistik  Penelitian kuantitatif –pandangan-dunia post-positivis. peneliti kuatitatif berusaha membangun makna tentang suatu fenomena berdasarkan pandangan-pandangan dari para partisipan. strategi/metode pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif secara sekuensial Peneliti dengan metode campuran ini melakukan suatu penelitian dengan asumsi bahwa mengumpulkan berbagai jenis data yang dianggap terbaik dapat memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang masalah yang diteliti. Untuk meneliti isu ini. Data-data dikumpulkan dengan bantuan instrumen khusus yang dirancang untuk rnenilai perilaku-perilaku.  Penelitian metode campuran –pandangan-dunia pragmatis.danpost-test perilaku Dalam skenario ini. dan metode wawancara terbuka Untuk penelitian yang satu ini. Misalnya. lalu meneliti bagaimana komunitas tersebut mengembangkan pola-pola perilaku yang berbeda dalam satu waktu.

Masalah-masalah sosial tertentu terkadang turut menentukan pendekatan penelitian yang digunakan. jika masalah ini mengharuskan (a) identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hasil. Kemudian. Dalam penelitian ini. Misalnya. seorang peneliti mungkin sjia ingin melakukan generalisasi terhadap penemuan-penemuannya atas populasi yang ada. strategi. Masalah Penelitian Masalah penelitian. 1991). pengalaman-pengalaman pribadi. kemudian menindaklanjuti dengan sejumlah partisipan saja untuk memperoleh pandangan mereka tentang topik penelitian. peneliti bisa melakukan survei terlebih dahulu pada sejumlah besar individu. pendekatan kuantitatif menjadi pilihan terbaik. dan metode campuran memiliki kemungkinan yang sama untuk diterapkan. dan topik baru ini tidak pernah dibahas dengan sampel atau sekelompok individu tertentu. Dalam kondisi seperti inilah. masalah penelitian. masalah diskriminasi ras). dan berguna bagi peneliti-peneliti yang tidak mengetahui bagaimana menguji variabel-variabel. Misalnya. kemudian menguji variabel-variabel ini berdasarkan sampel individu yang luas.agar dapat dilakukan generalisasi terhadap hasil penelitian dari populasi yang telah ditentukan. Lalu. (b) fungsi keterlibatan. dan target pembaca juga perlu dipertimbangkan oleh peneliti dalam memilih rancangan penelitian yang tepat. peneliti tersebut terlebih dahulu harus mempelaiari variabel-variabel apa yang akan diteliti. yang akan dijelaskan lebih rinci pada Bab 5. karena ada topik yang baru. atau karena teori-teori yang ada selama ini belum diterapkan sebagai landasan untuk meneliti sampel atau sekelompok individu yang diteliti (Morse. kuantitatif. karena sedikitnya penelitian yang membahas fenomena/konsep tersebut—berarti pendekatan kualitatif dapat dipilih sebagai jalan terbaik. dan metode). Pendekatan kualitatif bersifat eksploratif. utamanya ketika pendekatan kuantitatif atau pendekatan kualitatif dirasa tidak memadai untuk memahami masalah yang diteliti. dilakukan wawancara kualitatif secara terbuka agar dapat mengumpulkan pandangan-pandangan dari partisipan. keduanya pun harus digabung agar mampu memahami masalah yang tengah diteliti. atau (c) pemahaman prediksi hasil. Jenis pendekatan ini juga bisa berguna. Pendekatan ini juga layak diterapkan untuk menguji suatu teori atau pernyataan. atau ingin mengembangkan pandangan yang detail mengenai makna suatu fenomena atau konsep tertentu. haruslah masalah yang benar-benar perlu dibahas (seperti. . Alhasil. Di sisi lain. Jika tidak. pada tahap selanjutnya. pengumpulan data kuantitatif yang tertutup dan data kualitatif yang terbuka. faktor-faktor apa saja yang dapat memengaruhi seseorang untuk lebih memilih satu pendekatan tertentu ketimbang pendekaian lain untuk proposal penelitiannya? Selain ketiga komponen di atas (pandangan-dunia. KRITERIA DALAM MEMILIH RANCANGAN PENELITIAN Pendekatan kualitatif. Pendekatan metode campuran sangatlah berguna. jika ada suatu konsep atau fenomena yang perlu dipahami –misalnya. benar-benar diperlukan. misalnya.

peneliti menulis laporan penelitian yang benar-benar bisa diterima oleh para pembaca. dia memiliki waktu dan sumber yang memadai untuk mengumpulkan data-clata kuantitatif dan kualitatif. bagi sebagian yang lain. banyak prosedur. Sebagian orang mungkin saja lebih nyaman dengan prosedur-prosedur penelitian kuantitatif yang sangat sistematis ini. Seseorang yang terbiasa dilatih dalam program-program teknik. . penelitian dengan metode campuran ini hanya sesuai bagi seorang peneliti yang merasa nyaman dengan struktur penelitian kualitatif yang cenderung rigid dan fleksibilitas penelitian kualitatif yang cenderung adaptif. Sejak penelitian kuantitatif menjadi gaya penelitian tradisional. seseorang yang terbiasa dengan penelitian kuantitatif dan kualitatif sangat mungkin akan memilih metode campuran. Penelitian semacam ini juga memungkinkan munculnya tulisan-tulisan yang lebih kreatif dan bergaya sastrawi: suatu gaya yang sebagian orang lebih menyukainya. seseorang yang sudah nyaman menulis buku atau melakukan wawancara pribadi dan observasi. Di sisi lain. Pembaca Pada akhirnya. pembaca jumal. ia cenderung akan memilih rancangan kuantitatif. Apalagi. kualitatif. Pembaca-pernbaca ini bisa jadi editor jurnal. Biasanya. serta memiliki outlet untuk menerapkan metode campuran yang jangkauannya cenderung luas. misalnya. peserta seminar. mungkin akan lebih tergerak untuk menggunakan pendekatan kualitatif. Mahasiswa seharusnya mempertimbangkan pendekatan-pendekatan yang sudah biasa direstui dan digunakan oleh para pembimbing mereka. Pembaca yang telah berpengalaman dengan penelitian kuantitatif. Untuk para penulis advokasi/partisipatoris. dan aturan yang dibuat untuk penelitian tersebut. atau rekan-rekan satu bidang ilmu pengetahuan. pendekatan-pendekatan kualitatif diyakini menyediakan ruang inovasi yang lebih besar bagi kerangka kerja penelitian. Bagi para peneliti dengan metode campuran. penulisan saintifik. dewan perguruan tinggi. tak dapat disangkal ada dorongan yang kuat untuk mengejar topik yang memang sesuai dengan minat pribadi –isu-isu yang berhubungan dengan orang-orang marginal. atau keinginan untuk menciptakan kelompok masyarakat yang lebih baik bagi mereka dan yang lainnya. Namun. hal ini justru kurang comfortable karena tidak dapat beradaptasi dengan keinginan sejumlah fakultas yang memang memiliki basis pendekatan kualitatif dan advokasi/partisipatoris dalam penelitian-penelitiannya. proyek ini bisa saja menyita banyak waktu karena mereka dituntut untuk mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif dan kualitatif sekaligus. Artinya. serta terbiasa membaca jumal-jurnal kuantitatif di perpustakaan. statistik. Namun. atau metode campuran ini dapat membantu mahasiswa untuk menentukan pilihan mereka.Pengalaman-Pengalaman Pribadi Pengalaman pribadi juga turut memengaruhi para peneliti dalam memilih pendekatan yang akan mereka terapkan. dan komputer.

artikel itu juga menyertakan beragam referensi dari para penulis –mulai dari yang klasik hingga modern—yang berfokus pada pragmatisme sebagai prinsip filosofis.RINGKASAN Dalam merencanakan suatu proyek penelitian. 1992). Cleo Cherryholmes menjelaskan pragmatisme sebagai suatu perspektif yang berbeda dengan realisme saintifik. Cariiah rumusan masalah penelitian dalam sebuah artikel jurnal dan jelaskan rancangan apa yang terbaik untuk meneliti pertanyaan tersebut. Cherryholmes menegaskan bahwa pragmatisme digerakkan oleh konsekuensi-konsekuensi yang telah terduga. Gambar 1.strategi-strategi penelitian. dan metode-metode penelitian. "Notes on Pragmatism and scientific Realism. Latihan Menulis 1. dan target pembaca yang diharapkan akan membaca hasil penelitian tersebut. strategi penelitian. atau metode campuran. pengalaman-pengalaman pribadi dari si peneliti. Pikirkanlah satu topik yang ingin Anda teliti. Apa yang membedakan penelitian kuantitatif dari pnelitian kualitatif? Jelaskan (minimal) tiga karakteristik pembedanya! BACAAN TAMBAHAN Cherryholmes. Pilihan atas suatu rancangan penelitian biasanya dipengaruhi oleh masalah penelitian yang akan diteliti." dalam Educational Researcher. LATIHAN MENULIS . Lalu. Rancangan ini dipilih berdasarkan pandangan-dniia atau asumsi-asumsi filosofis tentang suatu penelitian. dan metode penelitian seperti yang tertera pada. buatlah satu proyek penelitian yang berbasis pada satu pandangan-dunia. tentukanlah apakah proyek tersebut akan didesain menjadi penelitian kuantitatif.H. (hlm. Kelebihan artikel ini terletak pada sumber kutipannya yang cukup memadai dari para penulis pragmatisme dan klarifikasinya tentang satu versi pragmatisme. atau metode campuran.1. Selain itu. berikut alasanalasannya. 2. dan dengan menggunakan pandangan-dunia. strategi. 14. kuantitatif. 3. peneliti perlu menentukan apakah mereka akan menggunakan rancangan kualitatif. dan sekumpulan gagasan yang menyatakan bahwa ada dunia eksternal yang berada di luar pikiran kita. 13-17). keengganan utuk rnenceritakan kisah yang sebenarnya. (Agustus-September. kualitatif. dan metode yang telah Anda pilih. C.

Penielasan ini memperluas kembali analisis yang sudah disajikan dalam edisi pertama dan kedua Handbook tersebut. metodologi. Lawrence Neuman menulis buku ―pengantar‖ komprehensif tentang metode penelitian untuk ilmu-ilmu sosial. Guba. Denzin & Y. lalu menjabarkan bagaimana penelitian ini dipraktikkan dalam ranah individu. & P. The Sage Handbooko f Qualitative Research. interpretativisme. (1998).L. konstruktivisme. sosial. 21-36). Yang secara khusus berguna bagi pemahaman kita tentang makna-makna metodologi terdapat pada Bab 4. substansi realitas)." Dalam bab ini. Crotty . dan partisipatoris. Crotty lalu beralih menjelaskan enam perbedaan orientasi teoretis dalam penelitian-penelitian sosial. (2005). Weeks (ed. CA: Sage." dalam N. Neuman. berjudul "The Meanings of Methodology. M. Kemmis.S. (hlm. 191-215).). Setelah menjelaskan lima pendekatan ini. epistemologis (seperti. mereka menjelaskan enam keunggulan utama penelitian aksi partisipatoris (participatory action research). Kemmis. perspektif-perspektif teoretis. Stephen Kemmis dan Mervyn Wilkinson menyajikan satu ringkasan apik tentang penelitian partisipatoris. E. Y. CA: Sage. mereka kemudian membedakannya berdasarkan tujuh isu utama. New York: Routledge. Michael Crotty menawarkan kerangka penting unttrk mengikat secara bersama isu-isu epistemologis.. M. Singkatnya. Thousand Oaks. S. (hlm. & Lincoln. konstruktivisme. lalu ia menampilkan sebuah tabel berisi metode representatif pengambilan sampel (sampling) atas topik-topik yang ada dalam setiap komponen tersebut." dalam B. and Emerging Confluences. "Paradigmatic Controversies. feminisme. dan metode-metode penelitian sosial.S. dan kelayakan atau kriteria mutu.K. Thousand Oaks. The Foundations of Social Research: Meaning and Perspective in the Research Process. Masing-masing paradigma disajikan secara ontologis (seperti. (2000). bagaimana kita mengenali pengetahuan kita). Contradictions. dan metodologis (seperti.G. Nueman membedakan . Paradigma partisipatoris menjadi paradigma alternatif tambahan yang kehadirannya baru muncul pada edisi kedua buku ini. Yvonna Lincoln and Egon Guba menjelaskan prinsip-prinsip dasar dari lima paradigma penelitian ilmu sosial: positivisme/Post-positivisme. Atweh.menghubungkan empat komponen ini dalam suatu proses penelitian. "Participatory Action Research and The Study of Practice. dan kedua-duanya. (1998). Action Research in Practice: Partnerships for social Justice in Education. teori kritis. dan positivisme. seperti sifat pengetahuan bagaimana pengetahuan bertambah. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches. Lincoln. seperti post-modernisme. proses penelitian). S. W. Boston: Allyn & Bacon. & Wilkinson..Crotty. penelitian kritis.

"What is Postpositivism?" dan "Philosophical Commitments of Postpositivist Researchers.C. & Burbules. apa saja yang turut membentuk penjelasan atau teori realitas sosial? epa kira-kira manfaat dari bukti atau informasi faktual?). ilmu ilmu sosial interpretif. Postpositivisme menegaskan bahwa pengetahuan manusia pada hakikatnya lebih bersifat spekulatif ketimbang normatif. Post positivism and Educational Research.C. Melalui dua bab sekaligus. Phillips. khususnya ide-ide yang membuat aliran ini berbeda dengan aliran positivisme. (2000). Lanham. D. MD: Rowrnan & Littlefield." mereka menjelaskan ide-ide utama dalam postpositivisme.tiga metodologi –ilmu sosial positivis. dan ilmu sosial kritis—berdasarkan delapan pertanyaan (misalnya. D..C. Phillips dan Nicholas Burbules merangkum gagasan-gagasan penting pemikiran postpositivisme. dan bahwa kepastian kita sebelumnya akan suatu pengetahuan dapat terbantahkan dalam proses penelitian selanjutnya. N. .

Pertama-tama. saya akan membahas bagaimana memilih dan menulis suatu topik yang menjadi fokus penelitian. kualitatif. tujuan-tujuan utama dilakukannya tinjauan pustaka dalam penelltian. Bab ini masih tetap membahas hal-hal yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu oleh peneliti sebelum meluncurkan (proposal) penelitian. 1992). Menurut saya." "kreativitas organisasi. judul yang baik dan terencana akan menjadi jalan utama untuk masuk ke dalam penelitian—inilah gagasan nyata yang harus dimiliki peneliti agar tetap fokus pada proyek penelitiannya (lihat Glesne & Peshkin. saya akan menjabarkan langkah-langkah dalam melakukan tinjauan pustaka. seorang peneliti juga perlu melakukan tinjauan pustaka terkait dengan topik penelitiannya. Ketika saya melakukan . Tinjauan pustaka juga akan memberikan pengetahuan luas bagi peneliti dalam membatasi ruang lingkup penelitiannya. seperti "pengajaran sekolah.Bab Dua Tinjauan Pustaka Selain memilih rancangan kuantitatif. penting juga dipertimbangkan apakah topik tersebut dapat dan perlu diteliti. Topik adalah subjek atau materi subjek penelitian. ada beberapa cara untuk memperoleh pemahaman mengenai topik penelitian (dengan asumsi bahwa topik ini harus dipilih sendiri oleh si peneliti dan bukan oleh pembimbing). TOPIK PENELITIAN Sebelum mempertirnbangkan pustaka/literatur apa yang akan ditinjau dalam proyek penelitian. Selanjutnya." atau "tekanan psikologis." Buatlah abstraksi tentang topik tersebut dalam beberapa paragraf. pertama-tama identifikasilah dahulu satu topik yang akan diteliti. Salah satunya adalah dengan menulis judul yang jelas dalam proposal penelitian. Saya terkejut ketika menjumpai banyak peneliti yang sering kali gagal merancang judul awal untuk proyek penelitian mereka. Dalam hal ini. atau metode campuran. dan metode campuran. Tinjauan pustaka ini membantu peneliti untuk menentukan apakah topik tersebut layak diteliti ataukah tidak. dan prinsip-prinsip penting dalam merancang tinjauan pustaka untuk penelitian kualitatif. kuantitatif. Topik inilah yang nantinya akan menjadi gagasan utama yang harus dipelajari dan dieksplorasi oleh peneliti. lalu pertimbangkan apakah topik tersebut bermanfaat secara praktis atau tidak. Dalam hal ini.

Akan tetapi terlepas dari itu. serta petunjuk yang akan saya gunakan untuk menyampaikan gagasan penelitian saya kepada orang lain. Hilangkan kata-kata yang tidak penting. proyek penelitian yang baik biasanya dilandasi dengan pemikiran-pemikiran yang jelas dan tidak rumit. buatlah kerangka jawaban atas pertanyaan tersebut sehingga orang lain mudah menangkap maksud/tujuan proyek penelitian anda.‖ Pada tahap in. mudah dibaca dan dipahami.. Kesalahan ini mungkin saja disebabkan terlalu seringnya mereka membaca artikel-artikel ilmiah yang telah mengalami revisi berkali-kali sebelum diterbitkan. .‖ atau ―Penelitian saya akan membahas bagaimana memfasilitasi mahasiswa menjadi peneliti yang kompeten.‖ Jawabannya bisa jadi ―Penelitian saya akan membahas siswa-siswa nakal di SMA. saya sering meminta mereka agar terlebih dahulu merancang judul yang baik sebelum menulis penelitiannya. seperti ―Suatu Pendekatan. Contoh judul ganda bisa seperti "Etnografi: Memahami Persepsi Anak-anak tentang Perang.. Jika artikel tersebut mudah dibaca dan dipahami. dan pastikan bahwa judul tersebut sudah mencakup topik utama penelitian. ―Penelitian saya akan membahas.. cobalah membuat judul yang tidak lebih dari 12 kata. Pertanyaan seperti apa yang harus dijawab dalam penelitian? Buatah pertanyaan. selain konseptualisasi dan rancangan keseluruhan artikel yang memang ditulis dalam bentuk yang lugas dan sederhana. Coba renungkan artikel yang anda baca baru-baru ini." Selain saran-saran Wilkinson di atas. Kesalahan umum para peneliti pemula adalah bahwa mereka sering kali membuat kerangka penelitiannya dengan bahasa yang rumit dan kompleks. Saat para mahasiswa pertama kali memberikan prospektus penelitian mereka pada saya. hilangkan kata sandang dan preposisi yang berlebihan. topik akan menuntun dan memberikan saya petunjuk atas apa yang harus saya teliti.penelitian..‖ ―Sebuah Studi. Gunakan judul tunggal atau ganda.‖ dan seterusnya.. Wilkinson (1991) pernah memberikan saran yang bagus dalam membuat judul: Buatlah sejelas mungkin dan hindari pernyataan-pernyataan yang berlebihan. Bagaimana menulis judulyang baik? Coba lengkapi kalimat ini.. seperti ―Ancaman apa yang paling membahayakan bagi penderita depresi?‖ ―Apa makna menjadi orang Arab dalam masyarakat Amerika saat ini?‖ ―Faktor-faktor apa saja yang membuat orang ingin berkunjung ke Midwest?‖ Ketika merancang pertanyaan-pertanyaan seperti di atas. Strategi lain untuk mengembangkan topik adalah menuliskannya dalam bentuk pertanyaan.... dipastikan artikel ini ditulis dalam bahasa vang sederhana sehingga anda (pembaca) dapat dengan mudah memahaminya.

atau membantu keadilan sosial. atau sekadar menduplikasi penelitian-penelitian sebelumnya. Akan tetapi bukan tidak mungkin mereka kurang didukung oleh pihak fakultas atau perencana seminar karena penelitian mereka tidak memberikan sesuatu yang baru. Ada banyak faktor yang melatarbelakangi kemungkinan ini. hal terpenting yang harus dipertimbangkan adalah apakah topik tersebut hanya sekadar menambah pengetahuan yang sudah ada. seperti program komputer atau perangkat-perangkat lain. Tanyakan pada diri Anda. Masalahnya. ataukah akan memperluas pembahasan literatur/penelitian sebelumnya dengan menyertakan elemen elemen baru. namun dengan partisipan-partisipan baru dan dalam situasi-situasi yang berbeda pula. Pikirkan apakah pertanyaan tersebut akan terjawab dalam penelitian Anda ataukah tidak (lihat Bab 6 dan 7 tentang tujuan. atau justru berusaha mentransformasi gagasan-gagasan para peneliti sebelumnya. dan melakukan analisis statistik. ―Bagaimana proyek saya ini memiliki kontribusi pada literatur?‖ Pertimbangkan pula apakah proyek penelitian anda akan membahas suatu topik yang belum diteliti. langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memanfaatkan sebanyak mungkin waktu di perpustakaan untuk membaca berbagai literatur tentang topik yang akan diteliti (tentang strategi-strategi efektif memanfaatkan perpustakaan dan sumber-sumber pustaka dapat dibaca pada subbab selanjutnya). rumusan masalah. dan hipotesis penelitian). seperti merancang rumusan masalah. Para peneliti pemula mungkin saja sudah melangkah jauh dalam penelitian. Mengenai apakah topik itu memang perlu diteliti atau tidak. atau justru berusaha menyuarakan kembali hak-hak kelompok atau individu yang terpinggirkan. pada hakikatnya juga berhubungan dengan apakah ada orang lain di luar lembaga peneliti yang akan tertarik pada topik .fokuslah anda pada topik inti dalam penelitian. Suatu topik dapat diteliti jika peneliti memiliki target partisipan yang bersedia membantunya dalam melakukan penelitian dan memiliki perangkat-perangkat yang memadai dalam mengumpulkan dan menganalisis data dalam jangka waktu yang ditentukan. untuk menentukan topik yang layak diteliti bukanlah pekerjaan yang mudah. Selain kemungkinan suatu topik yang dapat diteliti. melengkapi data penelitian. ataukan akan menduplikasi penelitian-penelitian sebelumnya. Untuk mengatasi masalah itu. Langkah ini harus menjadi pertimbangan utama. peneliti juga perlu mempertimbangkan apakah topik tersebut memang perlu diteliti. Setidak-tidaknya. Pertimbangkan alasan-alasan utama mengapa topik penelitian tersebut benar-benar dapat dan perlu diteliti.

orang-orang yang kompeten dalam bidang tersebut. 2006). Jika ada pilihan antara topik yang berkaitan dengan kepentingan daerah dan topik yang berkaitan dengan kepentingan nasional. isu kelayakan ini—apakah suatu topik layak diteliti atau tidak—juga berhubungan dengan cita-cita peneliti itu sendiri. Terkait hal ini. dan agen pendanaan. para peneliti sebaiknya mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan meminta orang lain memberikan respons kritis pada topik penelitiannya. semuanya akan mengapresiasi penelitianpenelitian yang dapat menjangkau pembaca umum. Mintalah respons-respons dari teman-teman. Sebelum membuat proposal atau melakukan penelitian. dan para pengurus fakultas. Para peneliti seharusnya merenungkan betapa penelitian dan komitmen besarnya suatu saat akan mendukung cita-cita karier mereka. seraya membandingkan hasil-hasilnya dengan penemuan-penemuan lain. para pembimbing akadernik. Editor jurnal. atau menaikkan pangkat/jabatan. 1991 untuk pembahasan lebih jelas mengenai tujuan-tujuan menggunakan literatur dalam penelitian). Marshall & Rossman. merevisinya. Semua atau beberapa alasan ini bisa menjadi dasar bagi peneliti untuk menuliskan literatur-literatur yang relevan ke dalam penelitianya (lihat Miller. baik citacita ini berhubungan dengan dedikasi mereka untuk melakukan banyak penelitian. Akhirnya. Tinjauan ini juga dapat menyediakan kerangka kerja dan tolok ukur untuk mempertegas pentingnya penelitian tersebut. 1984. dan menyebarkan hasil-hasil penelitian anda. .Tinjauan pustaka memiliki beberapa tujuan utama: menginformasikan kepada pembaca hasil-hasil penelitian lain yang berkaitan erat dengan penelitian yang dilakukan saat itu. Pertimbangkanlah waktu yang harus dihabiskan untuk merampungkan proyek anda. TINJAUAN PUSTAKA Setelah mengidentifikasi satu topik yang dapat dan perlu diteliti barulah peneliti bisa melakukan tinjauan pustaka atas topik tersebut. memperoleh kedudukan di masa depan. menghubungkan penelitian dengan literatur-literatur yang ada. dan mengisi celah-celah dalam penelitian-penelitian sebelumnya (Cooper. pihak universitas. panitia serninar. saya akan memilih opsi yang terakhir karena topik tersebut memiliki daya tarik yang lebih besar bagi pembaca umum.tersebut. Pemanfaatan Pustaka/Literatur Persoalan lain yang juga penting dipertimbangkan dalam menulis tinjauan pustaka adalah bagaimana menggunakan pustaka/ literatur tersebut dalam proposal penelitian.

kualitatif. ―Tinjauan Pustaka. tinjauan pustaka juga jangan terlalu panjang—katakanlah maksimal 20 halaman—namun mampu menunjukkan kepada pembaca bahwa anda benarbenar memahami literatur-literatur yang berkaitan dengan topik penelitian. tinjauan pustaka ini jangan sampai terlalu rumit dan komprehensif karena pihak fakultas sangat mungkin akan meminta perubahan-perubahan besar ketika proposal penelitian diajukan. Saya menyarankan anda agar meminta pendapat dari pembimbing atau pihak fakultas tentang keinginan mereka terkait dengan penyajian tinjauan pustaka ini.ada banyak cara yang bisa diterapkan. literatur-literatur tentang konsep kebudayaan atau teori kritis diperkenalkan terlebih dahulu dalam laporan atau proposal sebagai kerangka kerja orientasi. namun tetap berada dalam bagian pendahuluan. Sebaliknya. Selain itu. atau metode campuran. namun. Untuk penelitian yang berorientasi teoretis. peneliti menggunakan literatur secara konsisten berdasarkan asumsi-asumsi yang berasal dari para partisipan. Namun. Namun demikian. Tidak seperti dalam disertasi dan tesis. yang jelas hal ini akan sangat bergantung pada jenis penelitian yang hendak dilakukan. Penelitian kualitatif pada umumnya dilakukan dengan pertimbangkan bahwa penelitian tersebut haruslah eksploratif. Singkatnya. tinjauan pustaka bisa jadi ditulis secara terpisah. seperti etnografi atau etnografi kritis. atau justru disajikan secara intrinsik di sepanjang penelitian. penggunaan literatur dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan beragam cara. Pendekatan lain dalam menulis tinjauan pustaka adalah dengan membuat ringkasan detail tentang topik penelitian dan referensi-referensi yang terkait dengan topik ini untuk nantinya dikembangkan kembali dalam bab khusus biasanya dalam bab dua. Ini sudah menjadi pola umum untuk artikel-artikel penelitian kuantitatif dalam jurnal-jurnal ilmiah. Tinjauan itu biasanya disajikan dalam bagian khusus bertajuk "Bacaan Terkait" setelah Pendahuluan. apakah kuantitatif. Menurut saya. Hal ini berarti bahwa peneliti tidak boleh terlalu banyak menulis tentang topik atau populasi yang tengah diteliti. tidak memberi ruang bagi pandangan pribadi peneliti. bagaimanapun tinjauan pustaka ini ditulis. tinjauan pustaka sebaiknya disajikan secara jelas dan dapat meringkas berbagai literatur yang relevan dengan masalah penelitian. tinjauan pustaka dalam artikel jurnal pada umumnya ditulis secara rngkas.‖ yang mungkin saja membutuhkan 20 hingga 60 halaman lebih. Akan tetapi untuk artikel penelitian kualitatif. untuk penelitian . peneliti harus berusaha mendengarkan opini partisipan dan membangun pemahaman berdasarkan pada apa yang ia dengar. Dalam penelitian kualitatif.

1. Model ini biasanya diterapkan dalam penelitian kuantitatif atau dalam jurnal-jurnal yang berorientasi kuantitatif. literatur-literatur jarang sekali digunakan untuk membangun tahap-tahap penelitian secara keseluruhan. seperti ―Bacaan/Literatur Terkait. Penyajian latar belakang teoretis ini. Meski demikian. Model ketiga. dan saya merekomendasikan model ketiga ini karena penelitian grounded theory pada umumnya mengguakan literatur secara induktif. Model ini banyak dijumpai dalam penelitian grounded theory. peneliti bisa saja memasukkan tinjauan pustaka dalam pendahuluan. ada beberapa model tinjauan pustaka yang bisa anda pertimbangkan. teori kritis. seperti yang tampak pada Tabel 2. Model kedua adalah dengan menempatkan tinjauan pustaka di bagian terpisah. Model pertama. dan advokasi atau emansipatoris. dengan posisi ini. dan siapa saja yang telah menunjukkan upaya-upaya penelitian ke arah itu. studi kasus.grounded theory. pustaka/literatur berfungsi untuk menjelaskan latar belakang "teoretis" atas masalah penelitian. peneliti juga dapat menempatkan tinjauan pustaka di bagian terpisah. Penempatan ini dimaksudkan untuk membandingkan dan membedakan hasilhasil atau kategori-kategori yang muncul dalam penelitian dengan hasil-hasil atau kategorikategori yang terdapat dalam literatur. Peneliti dapat mencari model seperti ini di berbagai penelitian kualitatif yang menerapkan jenis strategi penelitian yang berbeda-beda. sangat bergantung pada literaturliteratur atau penelitian-penelitian yang tersedia. . Saya menawarkan tiga model penempatan. peneliti menyertakan bagian khusus. dalam penelitian kualitatif yang berorientasi pada teori seperti etnografi. tentu saja. seperti siapa saja yang telah menulis mengenai masalah ini. yang berarti tinjauan pustaka bisa anda letakkan dalam ketiga lokasi ini. Artinya. siapa saja yang telah menelitinya.‖ di akhir penelitian. dan fenomenologi. Untuk pendekatan kualitatif yang didasarkan pada opini partisipan.

Pendekatan ini cocok untuk penelitian kualitatif yang bersifat induktif. menggambarkan teori yang akan digunakan. tetapi lebih sering diterapkan dalam penelitian grounded theory dimana seseorang dapat membedakan dan membandingkan satu teori dengan teori-teori lain yang terdapat dalam literatur Tinjuan pustaka disajikan dalam pendahuluan untuk menjelaskan kerangka ―teoritis-kronologis‖ masalah peneitian Tinjauan pustaka disajikan Pendekatan ini lebih disukai dalam bagian terpisah dengan oeh pembaca-pembaca yanng judul ―Tinjauan Pustaka. seperti etnografi dan kajian teori kritis Pendekatan ini dapat diterapkan di semua jenis rancangan kuaitatif. menyertakan sejumlah besar literatur utama di awal penelitian untuk memberikan arahan/petunjuk atas pertanyaan-pertanyaan dan hipotesis-hipotesis penelitian. Penelitian kuantitatif juga menggunakan literatur untuk mennperkenalkan masalah atau menggambarkan secara detail literatur-literatur sebelumnya dalam bagian khusus berjudul ―Literatur Terkait‖ atau "Tinjauan Pustaka. peneliti kuantitatif menggunakan literatur secara deduktif sebagai kerangka kerja untuk merancang rumusan masalah dan hipotesis-hipotesis penelitian. . tinjauan pustaka dalam penelitian kuantitatif dapat ditulis untuk memperkenalkan suatu teori suatu penjelasan atas hubungan-hubungan yang diinginkan (lihat Bab 3). tetapi menjadi pentunjuk dan pembanding atas pola-pola atau kategori-kategori yang diperkenalkan dalam penelitian Penelitian kuantitatif. Selain itu. dan menjelaskan mengapa teori tersebut penting untuk dikaji. apa pun itu jenis strateginya Kriteria Pendekatan ini biasanya diterapkan dalam penelitianpenelitian yang menggunakan teori yang sudah kuat di awal penelitian. literatur tidak membimbing dan mengarahkan penelitian.Tabel 2.1 Menggunakan Literatur dalam Peneitian Kualitatif Model Penggunaan Strategi Penelitian yang sesuai Harus ada beberapa literatur Model ini bisanya digunakan yang tersedia dalam peneitian-penelitian kualitatif. peneliti meninjau kembali literatur yang ada dan membuat perbandingan antara hasil penelitian dengan penemuan-penemuan yang terdapat dalam literatur.‖ sudah terbiasa dan nyaman dengan pendekatan pospositivis tradisional untuk tinjauan pustaka Tinjauan pustaka disajikan di akhir penelitian.‖ atau judul-judul yang sejenis. Dalam hal ini. Pada akhir penelitian. Biasanya berjudu ―Bacaan/Literatur untuk membandingkan dan membedakan hasil penelitian dengan apa yang terdapat dalam literatur. di sisi lain.

Model kedua yang direkomendasikan Cooper adalah tinjauan pustaka yang bersifat teoretis: peneliti fokus pada teori-teori dalam berbagai literatur yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.Cooper (1984) menyarankan tinjauan pustaka yang bersifat integratif: peneliti menyimpulkan tema-tema umum yang terdapat dalam literatur. pertimbangkan pula segmen tempat yang benar-benar sesuai untuk tinjauan pustaka. Jika penelitian dimulai dengan tahap kualitatif. peneliti menerapkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif sebelumnya dalam menulis tinjauan pustaka. Model yang terakhir ini kini sudah jarang ditemukan dalarn tesis dan disertasi. tinjauan pustaka tidak terlalu ditekankan. jika penelitian dimulai dengan tahap kuantitatif. peneliti bisa menyajikan literatur secara detail di setiap tahap kualitatif dan kuantitatif. Untuk strategi sekuensial. yang di dalamnya penulis sering kali menjelaskan teori di bagian pendahuluan. dan kritik atas kekuatan dan kelemahan metodologis dalam penelitian-penelitian tersebut. Model terakhir yang disarankan Cooper adalah tinjuan pustaka yang bersifat metodologis: peneliti fokus pada metode-metode dan definisi-definisi. Model ini sering digunakan dalam proposal disertasi dan dalam disertasi itu sendiri. Misalnya. gunakanlah literatur secara hemat di awal penelitian agar nantinya bisa terbentuk rancangan yang induktif. Jika peneliti menerapkan penelitian konkuren dengan bobot dan prioritas yang seimbang antara data kualitatif dan kuantitatif. bergantung pada jenis strategi yang digunakan. Singkatnya. dan jadikan pembaca sebagai dasar keputusan untuk . peneliti boleh jadi memasukkan tinjauan pustaka di awal penelitian yang dapat membantunya membangun logika atas rumusan masalah dan hipotesis penelitian. Model ini biasanya banyak muncul dalam artikel-artikel jurnal.  Masih dalam penelitian kualitatif. Dalam penelitian metode campuran.  Dalam penelitian kualitatif. kecuali jika jenis rancangan yang diinginkan benarbenar membutuhkan orientasi atau petunjuk literatur yang detail di awal penelitian. Tmjauan semacam ini biasanya menyajikan ringkasan atas penelitian-penelitian sebelumnya. literatur disajikan pada setiap tahapan penelitian dengan tetap konsisten pada metode yang digunakan. penggunaan literatur dalam proyek metode campuran sangat bergantung pada strategi dan bobot yang diberikan antara penelitian kualitatif atau kuantitatif. Saya merekomendasikan beberapa langkah dalam menulis atau menggunakan pustaka untuk penelitian kualitatif. kuantitatif dan metode campuran. yang berarti si peneliti bisa menyajikannya secara detail di akhir penelitian jika pendekatannya berslfat induktif.

Ada banyak cara dalam menggarap tinjauan pustaka. pertimbangkan apakah tinjauan tersebut akan ditulis secara integratif. dan sajikanlah literatur tersebut (tinjauan pustaka) dalam bagian terpisah untuk membandingkan hasil penelitian dengan konsep-konsep yang terdapat dalam literatur. atau metodologis. Di bawah ini adalah beberapa cara yang saya rekomendasikan untuk anda: . Praktik yang biasa diterapkan dalam penulisan disertasi pada umumnya adalah tinjauan pustaka secara integratif. ada beberapa proses yang harus dilalui dalam melakukan tinjauan pustaka.pertimbangan ini. Langkah-Langkah melakukan Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka berarti menempatkan dan menyimpulkan kajian-kajian tentang suatu topik tertentu.  Jika tinjauan pustaka diletakkan dalam bagian terpisah.  Dalam penelitian kuantitatif. gunakanlah literatur secara deduktif. mengevaluasi. teoretis. dan menyirnpulkan pustaka/literatur yang ada. tetapi sebagian besar sarjana melakukannya dengan cara yang sistematis untuk menangkap. gunakanlah literatur untuk memperkenalkan penelitian. Kajian-kajian tersebut sering kali berupa studi-studi penelitian (karena anda memang tengah menggarap suatu penelitian). Teknik-Teknik Tinjauan Pustaka Apa pun jenis penelitiannya. meletakkan tinjauan pustaka di bagian terpisah atau meletakkan tinjauan pustaka di akhir penelitian untuk membandingkan dan membedakannya dengan hasil penelitian.  Dalam penelitian metode campuran. gunakanlah literatur dalam satu pola yang konsisten dengan jenis strategi yang dipilih dan sesuai dengan bobot yang diberikan pada pendekatan kualitatif atau kuantitatif. sebagai dasar untuk merancang rumusan masalah dan hipotesis penelitian. tetapi kajian-kajian ini bisa juga meliputi artikelartikel atau pemikiran-pemikiran yang memberikan kerangka kerja dalam menjelaskan suatu topik. Ingatlah opsi-opsi berikut: meletakkan tinjauan pustaka diawal tulisan untuk membantu membangun kerangka masalah penelitian.  Masih dalam proposal penelitian kuantitatif.

Ringkasan-ringkasan inilah yang nantinya akan dimasukkan ke dalam tinjauan pustaka anda. pastikan apakah artikel ataubab tersebut akan cukup memberi kontribu. atau apakah anda perlu meminta bantuan dari pustakawan untuk mengirimkannya.si yang memadai untuk tinjauan pustaka Anda 5. yang berhubungan dengan topik penelitian anda. Database-database ini sudah bisa diakses secara online. referensi-referensi. bahkan beberapa di antaranya sudah tersedia dalam bentuk CD-ROM. Pastikan apakah artikel-artikel danbuku-buku tersebut tersedia diperpustakaan akademik anda. Mulailah dengan mengidentifikasi beberapa kata kunci (keywords) penelitian. 4. Prioritaskan pencarian pada artikel-artikel jurnal dan buku-buku karena sumber-sumber seperti ini sangat mudah diperoieh. kebanyakan perpustakaan saat ini sudah memiliki database terkomputerisasi. Selain itu. Peta literatur (literature map) merupakan sejenis gambar visual yang menampilkan pengelompokan literatur berdasarkan topik penelitian. PsycINFO. Setelah kata kunci diperoleh. mulaiIah merancang peta literatur (yang akan dibahas lebih detail pada subbab khusus). Google Schoolar. Social Science Citation Index. . Ketika Anda mengidentifikasi beberapa literatur. 3. ProQuest. dan sebagainya. dan bahanbahan pustaka di perpustakaan universitas.1. Bacalah sepintas sekumpulan artikel atau bab-bab dalam buku. seperti ERIC. Dalam proses ini. atau apakah Anda harus membelinya di toko buku. Kata kunci ini bisa saja Anda peroleh ketika Anda tengah mengidentifikasi topik penelitian atau bisa jadi berasal dari hasil pembacaan beberapa buku. Namun. dan saya menyarankan Anda fokus terlebih dahulu pada jurnal-jurnal dan buku-buku yang relevan dengan topik penelitian anda. Langkah ini utamanya pent. cobalah menemukan sedikitnya 50 laporan penelitian. cobalah untuk mencari database-database terkomputerisasi yang telah direview dan direkomendasikan oleh para peneliti ilmu sosial. jurnal-jurnal dan buku-buku). Peta inilah yang nantinya akan menggambarkan bagaimana penelitian Anda memberikan kontribusi pada literatur-literatur yang ada. 2. buatlah ringkasan dari beberapa artikel yang paling relevan. Setelah mernbuat peta literatur. Pertama-tama. Sociofile. selanjutnya kunjungi perpustakaan dan mulailah-mencari katalog untuk materi-materi referensi (seperti. seperti artikel-artikel atau buku~uku. 6. lalu salinlah/gandakanlah babbab atau artikel-artikel yang memang relevan dengan topik anda.ng ketika Anda ingin mencari materi-materi.

makalah seminar. Di akhir tinjauan pustaka. database terkomputerisasi sudah banyak tersedia di berbagai perpustakaan dan menyediakan akses pada ribuan jurnal. makalah seminar.2 juta item yang telah terindeks sejak 1966. dengan menyusunnya secara tematis atau berdasarkan konsep-konsep penting. 2001) agar anda memiliki referensi yang lengkap untuk digunakan di akhir proposal penelitian. Koleksinya meliputi artikel ilmiah. Saat ini. Database Terkomputerisasi Dalam proses pengumpulan bahan/materi yang relevan. buku. ERIC mengindeks lebih dari 600 jurnal. laporan teknis. Setelah rnembuat ringkasan dari beberapa literatur yang anda peroleh.Masukkanlah referensi-referensi relevan dalam tinjauan pustaka dengan menggunakan petunjuk penulisan yang sesuai. dan materi-materi lain tentang berbagai topik yang berbeda-beda. lalu jelaskan mengapa penelitian anda benar-benar memiliki kebaruan tersendiri dibandingkan literatur-literatur yang sudah ada. Deskriptor . idenditikasilah deskriptor-deskriptor yang berhubungan dengan topik anda. ERIC (Educational Resources Information center) merupakan perpustakaan digital Qnline gratis yang berisi berbagai penelitian dan informasi yang berhubungan dengan pendidikan. database terkomputerisasi memberikan akses yang cepat dan mudah.erx. ERIC memungkinkan user mengakses sekitar 1. utarakan pandangan umum anda tentang tema keseluruhan yang anda peroleh dari literatur-literatur yang ada. undang-undang. kini saatnya membuat tinjauan pustaka.gov. Beberapa database yang akan saya sajikan dalam buku ini memang sedikit. namun database-database ini sudah populer dan menjadi sumber utama yang seriing kali digunakan oleh para peneliti profesional untuk mencari artikel-artikel jurnal dan dokurnen-dokumen lain yang diar. dan link-link untuk berbagai materi yang full-text. seperti petunjuk American Psychological Association (APA) (APA.ggap penting. dan materimateri lain yang berhubungan dengan pendidikan.ed. Jika Anda berminat menggunakan ERIC. Database yang disponsori oleh Institute of Educational Sciences (IES) Departemen Pendidikan AS ini dapat Anda kunjungi di http://www. sintesis penelitian. 7. Perpustakaan akademik di sebagian besar Universitas pada urnumnya juga sudah memiliki database komersial ataupun database-database domain publik.

Perpustakaan-perpustakaan akademik saat ini juga sudah memiliki situs-situs berlisensi untuk database-database komersial tertentu. Selain Google Schoolar. saya merekomendaskan agar anda mencari artikel-artikel ilmiah dan dokumen-dokumen terkini yang berhubungan dengan topik ~^r^lda.com). buku. kelompok profesional. abstraksi. dan jurnaljurnal life science yang menerbitkan artikel-artikel biomedis sejak 1950-an (www. seperti makalah peer-reviewed.merupakan istilah yang digunakan oleh indexer dalam mengategorisasi artikel atau dokumendokumen lain. Kemudian. Database ini memungkinkan anda mencari materi-materi dari berbagai sumber dan disiplin pengetahuan. Artikel-artikel yang terdaftar dalam Google Schoolar pada umumnya dilengkapi dengan link-link yang terhubung dengan abstraksi. artikel-artikel relevan. anda bisa memperoleh referensi-referensi yang sesuai dengan topik yang Anda cari. Anda bisa mencari deskriptor ini melalui Thesaurus of ERIC Descriptors (Educational Resources Information. Dengan MeSH. Salah satu situs yang biasanya dimiliki adalah ProQuest (http://proquest. untuk mengindeks artikel-artikel di MEDLINE/PubMed.gov). yang memungkinkan peneliti mencari berbagai database yang . lalu lakukan pencarian lain dengan menggunakan islah-istilah yang baru anda temukan ini. universitas. PubMed juga memiliki link-link yang terhubung dengan artikel-artikel full-text (yang terdapat di perpustakaan-perpustakaan akademik) dan sumber-sumber lain yang relevan. Database gratis lain adalah Google Scholar. dan sumber-sumber untuk membeli full-fext artikel tersebut. lihatlah dengan cermat deskriptor-deskriptor yang digunakan dalam artkel dan dokumen tersebut.nih. website-website relevan. 1975) atau melalui thesaurus online lain. Center.nlm. yang memiliki lebih dari 17 juta kutipan dari MEDLINE. Tips ini akan memaksimalkan kemungkinan diperolehnya beberapa artikel yang layak untuk tinjauan pustaka. dan organisasi-organisasi intelektual yang lain. tesis. Untuk memperoleh hasil maksimal dari program ERIC. Anda juga bisa memperoleh abstraksi materi ilmu-ilmu kesehatan mealui database PubMed gratis. dan artikel-artikel dari penerbit akademik.ncbi. Database ini merupakan layanan Perpustakaan Nasional Kesehatan AS. sejenis thesaurus kosakata yang dikontrol oleh Perpustakaan Nasional Kesehatan AS. anda sebaiknya menggunakan MeSH (Medical Subject Hendings). versi artikel elektronik yang berafiliasi dengan perpustakaan tertentu. Untuk mendapatkan hasil pencarian yang maksimal dari PubMed.

farmasologi. Database komersial lain yang berlisensi yang sudah banyak dimiliki oleh berbagai perpustakaan akademik adalah Sociological Abstracts (Cambridge Scientific Abstracts. Database ini mengindeks 2. Untuk literatur dalam bidang psikologi dan bidang-bidang yang terkait. tentu saja situs ini bisa menjadi salah satu perangkat pencarian yang dapat anda gunakan sebelum memanfaatkan database-database yang lain. antropologi.700 jurnal yang meliputi 50 disiplin dan juga mengindeks item-item relevan dari lebih 3300 jurnal sains dan teknik. Database ini mencakup bidang psikologi serta aspek-aspek psikologis dari disiplin-disiplin yang relevan. Thomson Scientific [http://isiwebofknowledge. linguistik. PsyclNFO (http:// www. konon.com). ada beberapa tips yang saya rekomendasikan jika Anda ingin memanfaatkan database terkomputerisasi ini: . disertasi dari berbagai negara. dan buku-buku terpilih dalam sosiologi. disertasi resensi buku. bisnis. fisiologi. anda bisa mencari ERIC. Database ini terutama berguna ketika anda ingin mencari satu penelitian kunci yang dijadikan awal mula rujukan oleh penelitian-penelitian lain. buku. dan hukum. hanya dengan mengakses situs ini. Database ini dapat digunakan untuk mencari artikel-artikel dan pengarang-pengarang yang telah melakukan penelitian mengenai topik tertentu. pendidikan. Situs ini.apa. makalah seminar. dan berbagai database spesifik lain (seperti International Index to Black Periodicals). keperawatan. http://www. Dengan demikian. Karena memasukkan berbagai database yang berbeda-beda. Database ini mengindeks sekitar 1. merupakan salah satu tempat penyimpanan konten onine terbesar di dunia. anda bisa membuat daftar referensi secara kronologis yang mendokumentasikan evolusi historis dari suatu gagasan atau penelitian tertentu. PsycInfo.org). Health and Medical Complete.berbeda-beda. Web of Knowledge.csa.150 judul jurnal. sosiologi. Dissertation Abstracts. Database ini mengindeks lebih dari 2000 jurnal. Periodicals Index. Misalnya.com]). Database komersial terakhir yang banyak tersedia di perpustakaan adalah Social Sciences Citation Index (SSCI. Database ini memilild Thesaurus of Psychological Index Terms yang dapat dirnanfaatkan untuk mencari istiaah-istiaah penting dalam literatur psikologi. psikiater. Daftar kronologis tersebut bisa jadi sangat membantu dalam melacak perkembangan gagasan-gagasan tentang topik tinjauan pustaka Anda. kajian sosial. anda bisa mengakses database komersial psikologi. Ringkasnya. seperti kedokteran. dan disiplin-disiplin lain yang relevan.

namun belum tahu bagaimana harus melakukannya. atau anda menggunakan PsycINFO meskipun anda merasa topik anda tidak terlalu berkaitan dengan psikologi. Jenis-jenis literatur apa saja yang ingin Anda masukkan dalam tinjauan pustaka? Pertimbangkan beberapa hal berikut ini: 1.  Carilah satu artikel yang sangat berkaitan dengan topik anda. Selanjutnya. seperti thesaurus --jika tersedia. atau informasi tentang gandaan full-text dari artikel-artikel yang anda inginkan (baik di perpustakaan atau di toko buku) agar anda bisa menghemat lebih banyak waktu untuk mencari gandaan artikel-artikel lni. Gunakanlah database literatur online gratis serta database-database gratis lain yang tersedia di perpustakaan akadernik anda. 1988). beralihlah pada artikel-artikel ilmiah yang diterbitkan oleh jurnal-jurnal nasional/internasional kenamaan. Anda mencari ringkasan-ringkasan literatur yang terkait dengan topik Anda di beberapa ensiklopedia (misalnya. kemudian gunakan istilah-istilah itu untuk men-search literatur lain yang relevan. Jika Anda ingin meneliti topik tertentu.  Carilah beberapa database yang berbeda. dalam Annual Review of Psychology. 1950). misalnya Anda harus tetap menggunakan database ERIC meskipun topik penelitian anda tidak terlalu berhubungan dengan pendidikan. Aikin. link.  Prioritas dalam Memilih Literatur Saya sangat merekomendasikan agar Anda membuat satu prioritas ketika mencari literatur. Misalnya. cobalah memulainya dengan mempelajari sintesis-sintesis umum dari literatur yang ada. Keeves.  Gunakanlah database-database yang menyediakan akses. khususnya jurnal-jurnal yang menampilkan laporan . 2. atau anda bisa mencarinya dalam artikel-artikel jurnal atau abstraksi-abstraksi ilmiah (rnisalnya. Baik ERIC maupun PsycINFO sama-sama memandang pendidikan dan psikologi sebagai istilah umum yang bisa diteliti dengan berbagai topik yang berbeda  Gunakanlah panduan istilah-istilah untuk mencari artikel yang anda inginkan. 1992. lalu lihatlah istilah-istilah penting yang digunakan dalam artikel tersebut.

ada yang membutuhkan. dan Anda bisa meminta gandaan disertasi ini melalui pustakawan atau University of Michigar. Mulailah dengan isu-isu terkini dalam jurnaljurnal tersebut dan carilah artikel-artikel penelitian yang terkait dengan topik Anda. atau buku-buku yang berisi bab-bab yang ditulis oleh pengarang yang berbeda-beda. Mencari dalam Dissertation Abstracts mungkin saja menghasilkan satu atau dua disertasi yang relevan. dan biasanya jurnal-jurnal tersebut diterbitkan oleh dewan editorial dan para penulis profesional dari belahan Amerika Serikat dan dunia. Sebagian besar seminar. Lanjutkan usaha Anda di atas dengan melacak makalah-makalah seminar terkini.penelitian. cobalah Anda menjawab rumusan masalah dan hipotesis tersebut. Tindaklanjuti referensi referensi di akhir artikel untuk memperoleh sumbersumber lain yang mendukung. periksalah entri-entri dalam Dissertation Abstracts (University Microfilms. Jika memungkinkan. Ada beberapa jurnal yang bisa Anda pelajari dalam bidang Anda. 3. Kemudian. dan Anda perlu selektif dalam memilih disertasi-disertasi tersebut untuk disertakan dalam tinjauan pustaka. l938). 5. Dari database inilah Anda bisa menghubungi para penyaji yang telah menulis makalah yang relevan dengan topik Anda. lalu dapatkan makalah-makalah yang disampaikan oleh penyaji. Anda bisa mencarinya melalui database. Akan tetapi Anda perlu berhati-hati karena setiap disertasi memiliki kualitas yang berbeda-beda. Tanyakan juga apakah mereka memiliki sebuah instrumen yang mungkinbisa digunakan atau dimodifikasi untuk penelitian anda. Setelah artikel. . Mulailah dengan naskah-naskah penelitian yang merujuk pada berbagai literatur penting. Para penulis di jurnal-jurnal seperti ini biasanya mengekspos rurnusan masalah atau hipotesis penelitian mereka. Anda bisa melihat apakah ada dewan editorialnya dan apakah artikel-artikel di dalamnya ditulis oleh individu-individu dari berbagai belahan dunia. dan ada pula yang meminta para penyaji untuk mencantumkan makalahnya dalam database-database terkomputensasi. begitu seterusnya. 4. Jika tidak. Anda bisa mencari buku-buku yang berkaitan dengan topik Anda. Dari sini. lalu tanyakan apakah mereka mengetahui penelitian-penelitian yang berhubungan dengan topik Anda. Microfilm Library. Kirimlah email atau teleponlah mereka. Di halaman-halaman pertama jurnal ini. Hadirilah seminar-seminar nasional. pertimbangkan beberapa buku yang berhubungan dengan satu topik yang ditulis oleh seorang pengarang atau sekelompok pengarang.

dan ternyata sangat membantu para mahasiswa ketika mereka menyusun tinjauan pustaka untuk dipresentasikan di hadapan dewan penguji. atau hanya menampilkan gagasan-gagasan yang kurang bermutu. apakah artikel-artikel ini memang mencerminkan sejenis penelitian yang rigid. Anda terlebih dahulu harus mencari tahu apakah jurnal-jurnal tersebut benar-benar memiliki dewan editor profesional dan menetapkan standar-standar untuk menerima naskah-naskah yang masuk. Peta ini biasanya disajikan dalam bentuk gambar dan bisa disusun dengan berbagai cara. atau dalam makalah presentasi dan artikel ilmiah. Pendekatan ini merupakan gagasan yang saya peroleh beberapa tahun lalu. Website juga menyediakan bahan-bahan yang berguna untuk tinjauan pustaka. Peta Literatur Penelitian Selain mencari literatur. Selain itu. Disertasi diletakkan dalam daftar prioritas yang lebih rendah karena disertasi pada umumnya memiliki kualitas yang berbeda-beda dan karenanya sangat sulit dicari. dan sistematis. peneliti juga perlu menyusun literatur tersebut sedemikian rupa untuk disajikan dalam tinjauan pustaka. Kemudahan mengakses dan kemampuannya untuk memposting beragam artikel membuatnya lebih atraktif. Jurnal-jurnal online. atau justru memperluas penelitian yang sudah ada sebelumnya. penyusunan ini memungkinkan pembaca untuk memahami apakah penelitian yang diajukan hanya sekadar menambah. Saya meletakkan artikel-artikel jurnal di urutan teratas karena artikel-artikel semacam ini sangat mudah dicari dan digandakan. Artikel tersebut juga tak jarang merepresentasikan suatu penelitian tentang topik tertentu. di sisi lain. Meski demikian. yakni menyajikan literatur dengan teknik . menduplikasi. Peta literatur merupakan ringkasan visual dari penelitian-penelitian yang sudah dilakukan orang lain. berhati-hatilah dalam memilih artikel-artikel ilmiah di website kecuali jika artikel-artikel tersebut berasal dari salah satu artikel ilmiah yang diterbitkan oleh jurnaljumal tertentu. sering kali juga menyertakan artikel-artikel yang telah diperiksa secara cermat oleh dewan editor.6. apalagi pada umumnya disertasi merupakan materi yang sangat sulit dipahami. yang layak dimasukkan ke dalam tinjauan pustaka Anda. berkualitas. Pendekatan penting dalam menyusun literatur ini adalah dengan membuat literature map (peta literatur). Namun. Salah satunya adalah disusun secara hierarkis. Perhatikan. ataukah tidak. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. pelajarilah terlebih dahulu artikel-artikel ini dengan hati-hati agar Anda memperoleh artikel yang benar-benar berkualitas.

yang pada bagian paling bawah diisi oleh peneilitian yang diajukan. di mana pembaca melihat tinjauan pustaka disusun layaknya suatu hamparan (unfolding) yang membentang dari kiri-kekanan. Saya pernah melihat contoh-contoh dari ketiga struktur ini.top-down. . Model ketiga bisa berbentuk lingkaran-lingkaran di mana setiap lingkaran mencerminkan satu literatur dan titik potong lingkaran-lingkaran yang mengindikasikan penelitian selanjutnya. dengan sisi-kanan paling akhir diisi oleh penelitian yang diajukan. dan semuanya ternyata efektif. Struktur lain bisa saja dibuat menyerupai flowchart.

2000) Perilaku-perilaku Kewarganegaraan Organisasi Moorman.Keadian Prosedural dalam Organisasi* Terbentuknya Persepsi tentang Keadian Efek-efek Keadilan Keadian dalam Perubahan Organisasi* Motif-motif (Tyler. 2000) Kredit Macet (Shaubroeck. Blakely. Hunton. 1998. dan Thibalt. 1998. 1992. Hall. 1994) Yang perlu diteliti (Keadilan dan Kultur Prosedural Gambar 2.1 Contoh Peta Pustaka *Kekhawatiran-kekhawatiran para pekerja terhadap keadilan dalam keputusan-keputusan manajerial SUMBER: Janovec (1002) Dicetak atas izin resmi . 2000) Sejarah (Lawson dan Angle. dan Cropanzona. dan Taylor. May. 1995) Pendapat/Suara (Bies dan Shapiro. dan Price. 1994) Pengetahuan (Schappe. Tepper. 19980 Treatment yang Tidak Adil (dailey dan Kirk. dan Early. Lind. Goldman. 1991) Dukungan Organisasi (Moorman. 2011. Brockner. Ambrose. dan Brown. 1998) Divestasi (Gopinath dan Becker. 2000) Kepercayaan (Konovsky dan Pugh. 1998) Relokasi (Daily. 1990) Kemimpinan (Wiensenfeld. 1996) Outcome-outcome (Masterson. 2000) Pengambilan Keputusan strategis (Kim dan Mauborgne. dan Niehoff. 1994) Penjelasan-penjelasan Iklim (Nauman dan Bennett. 2000) Struktur-struktur Organisasi (Schminke. Kanfer. Lewis. Kickul.

Susunan Persepsi Keadilan. Untuk peta seperti ini. Dia menempatkan topik penelitiannya di kotak hierarki paling atas.Intinya. yaitu Procedural Justice and Culture (Keadilan dan Kultur Prosedural). dan metode campuran di dalarnnya . Setelah menyusun literatur-literatur dalam bentuk diagram hierarkis.  Kembali lagi ke peta literatur Janovec. perluasan ini tentu saja bergantung pada jumlah literatur yang tersedia dan kedalaman eksplorasi dari setiap literatur tersebut. dalam setiap kotak. dan Keadilan demi Perubahan Organisasi). Peta Janovec ini menggambarkan model hierarkis. Gambar 2. dengan prinsip-prinsip rancangan peta yang sangat baik. Namun. Setiap topik umum menuntun subtopik-subtopik tertentu yang dilanjutkan dengan subtopik-subtopik berikutnya. peneliti bisa saja menempatkan lebih sedikit atau banyak dari sekadar empat kategori. seperti gaya APA.1 rnerupakan contoh peta literatur yang mengilustrasikan literatur-literatur yang berkaitan dengan keadilan prosedural dalam studi-studi organisasi (Janovec. dia mencari penelitian-penelitian lain di database terkomputerisasi. Semua ini disusun untuk membuktikan bahwa proyek penelitian Janovec dapat memperluas literatur-literatur tersebut.  Anda bisa saja membuat peta literatur yang jauh lebih luas ketimbang peta literatur di atas. peneliti sebaiknya membangun gambaran visual atas penelitian-penelitian atau literatur-literatur yang sudah ada sebelumnya. kualitatif. 2001).  Dalam setiap kotak itu pula disertakan referensi-referensi relevan lain yang terkait. begitu seterusnya. bergantung pada ketersedian penelitian-penelitian lain sebelumnya. lalu menyusunnya ke dalam tiga subtopik umum (misalnya. Janovec kemudian menyajikan cabang-cabang lanjutan dari setiap kotak untuk menunjukkan keluasan penelitiannya.  Perhatikan pula tingkatan-tingkatan dalam peta literatur ini. lalu ia menggambar garis-garis untuk literatur-literatur sebelumnya. cobalah memasukkan penelitian-penelitian kuantitatif. EfekEfek Keadilan. Dia membuat kotak Need to Study (Yang Perlu Diteliti) di bagian peta paling bawah yang menunjukkan penelitian yang ia ajukan.  Dalam setiap kotak. berdasarkan gaya tertentu. Selanjutnya.  Khusus untuk peta literatur Anda. ada pula label-label yang menggambarkan sifat dari penelitian yang terdapat di dalamnya. Saya merekomendasikan Anda untuk menggunakan referensi-referensi yang terbit baru-baru ini dan secara tepat menuliskan referensi-referensi tersebut.

ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. tetapi juga bisa ditulis dalam bagian tinjauan pustaka. Informasi tentang sampel. 1984). lalu membuat abstraksi atas literatur-literatur tersebut. utamanya yang terkait dengan topik penelitian.Mengabstraksikan Literatur Ketika peneliti menulis tinjauan pustaka untuk penelitiannya. seperti disertasi atau tesis. abstraksi yang baik mencakup beberapa poin berikut:  Menyatakan masalah yang tengah dibahas. Jika penelitian tersebut berbentuk karya tulis ilmiah. sedangkan hasil penelitian sering kali disampaikan di akhir karya tulis (biasanya dalam penutup/kesimpulan). carilah di pertengahan (biasanya dalam bagian metode/ prosedur penelitian). dia perlu mencari literatur-literatur. Namun. peneliti perlu mempertimbangkan materi apa yang akan diringkas dari literatur yang ada. Abstraksi menjadi informasi penting manakala peneliti ingin meninjau puluhan atau bahkan ratusan literatur. Untuk mengabstraksikan penelitian-penelitian relevan lain yang sudah dilakukan sebelumnya. carilah masalah dan tujuan penelitiannya (biasanya terdapat dalam pendahuluan). Perhatikan contoh berikut : . Khusus di bagian akhir ini. Biasanya. kita dapat melihat ada banyak contoh abstraksi ini. yang biasanya ditujukan untuk mendeskripsikan materi literatur-literatur atau penelitian-penelitian sebelumnya yang terkait dengan topik penelitian yang diajukan (penj. Hal yang sama juga dilakukan jika penelitiannya berbentuk buku.  Menyatakan tujuan atau fokus utama penelitian. populasi atau data penelitian. abstraksi tidak hanya ditulis di bagian awal penelitian.). populasi atau data. Dalam jurnal ilmiah.  Jika tinjauan pustakanya bersifat metodologis (Cooper.  Membahas hasil-hasil inti yang berhubungan dengan penelitian yang diajukan. carilah pernyataan-pernyataan si penulis yang menunjukkan jawaban singkat atas rumusan masalah dan hipotesis penelitian yang diajukan sebelumnya. abstraksi pada umumnya ditulis di bagian awal penelitian. tunjukkan kekurangan teknis dari metodologis dalam literatur/ penelitian tersebut. Untuk membuat abstraksi. Abstraksi ini harus mewakili isi dari setiap literatur. Dalam jurnal-jurnal ilmiah.  Menyatakan secara singkat informasi tentang sampel. dalam penelitian-penelitian akademik. Abstraksi merupakan tinjauan singkat atas literatur (biasanya dalam bentuk paragraf pendek) yang meringkas elemen-elemen utama agar pembaca dapat memahami keunggulan-keunggulan dasar dari setiap literatur.

logika. kekuatan argumentasi. Berdasarkan penemuan ini. 1979). Dalam abstraksi ini. model tiga-dimensi yang mengelompokkan 36 bidang akademik ke dalam bidang0bidang yang ―sulit atau mudah.  Identifikasilah tema utama tulisan tersebut. Dalam kutipan ini. Seagren. padahal tulisan tulisan seperti ini tidak termasuk dalam studi penelitian? Untuk tulisan-tulisan yang berbasis penelitian non-empiris seperti di atas.1 Tinjauan Pustaka dalam Penelitian Kuantitatif Berikut ini. Delapan ketua jurusan yang bertugas di empat perguruan tinggi dan satu universitas negeri Midwestern menjadi partisipan dalam penelitian ini. & Henry. ringkasan satu paragraf atas komponen-komponen utama dalam peneitian kuantitatif (Creswel. saya telah memiih komponen-komponen kunci untuk diabstraksikan. Merekomendasikan agar para ketua/pimpinan yang mengembangkan program-program inservice perlu mempertimbangkan perbedaan-perbedaan antarbidang yang dipimpinnya. yang diikuti dengan informasi tentang pengumpulan data dan diakhiri dengan pernyataan tentang hasil-hasil utama dan implikasi-implikasi praktis dari hasi-hasil tersebut. Lalu. jelaskan kekurangan-kekurangan tulisan tersebut dalam hal penalaran. tipologi. abstraksinya dapat dibuat dengan cara berikut:  Sebutkan masalah yang dibahas oleh tulisan tersebut.‖ sebagai prediktor atas kebutuhn pengembangan profesional seorang pemimpin. kami menulis abstraksi penelitian berdasarkan referensi in-text dengan format APA (2001). opini. sangat mirip dengan paragraf yang muncul dalam tinjauan pustaka yang biasanya terdapat dalam disertasi atau artikel jurnal. dan Henry (1979) menguji mode Biglan. dan sintesis dari penelitian sebelumnya. Berikut ini. Hasinya menunjukkan bahwa para ketua jurusan dalam bidang akademik yang berbeda memiliki kebutuhan pengembangan profesional yang berbeda-beda pua. Pada contoh di atas. Creswell. salah satu contoh abstraksi yang mengilustrasikan karakteristikkarakteristik di atas. .‖ ―murni atau aplikasi.  Nyatakan kesimpulan utama yang berhubungan dengan tema itu. Creswell dkk.‖ dan ―kehidupan atau nono-kehidupan. bagaimana mengabstraksilcan esai.Contoh 2. dan seterusnya. kami meringkas tujuan inti penelitian. Seagren.  Jika jenis tinjauan pustakanya bersifat metodologis.

Dia melakukan tinjauan pustaka di awal penelitian. Untuk proposal disertasi. seperti format yang konsisten dalam mengutip referensi membuat judul.Contoh 2. saya telah memperkenakan gagasan tentang bagaimana menggunakan gaya APA untuk mereview artikel di bagian awal abstraksi.. Richardson. staf jurusan atau universitas tentang gaya seperti apa yang seharusnya digunakan dalam mengutip referensi. yakni masalah.2 Tinjauan Pustaka dalam Studi Tipologi Sudduth (1992) menyelesaikan disertasi kuantitatifnya dalam bidang poitik tentang adaptasi strategis di beberapa rumah sakit pedesaan. Ginter et al. dan Swayne (1991) mengangap bahwa lingkungan eksternal berdampak pada mekampuan rumah sakit untuk beradaptasi dengan perubahan. 1991). menyajikan tabel dan gambar." "mengembangkan suatu tipologi‖). jadikanlah dokumen tersebut sebagai referensi dengan menggunakan gaya yang sesuai. Meraka lalu menyimpulkan bahwa perubahan yang paling strategis adalah perubahan yang bertumpu pada proses evaluasi yang non-quantifiable dan non-judgemental. Petunjuk Gaya Pada dua contoh sebelumnya. Petunjuk gaya (style manual) menyediakan arahan-arahan bagi para peneliti untuk menulis penelitian bergava akademis. Duncan. mahasiswa pascasarjana seharusnya meminta arahan dari pihak fakultas. ternyata tidak ada satu pun skema konseptual atau model komputer yang komprehensif yang berhasil dikembangkan untuk menganalisis isu-isu lingkungan (Ginter et al. mengidentifikasi tema utama ("suatu proses yang mereka sebut sebagai enviromental analysis"). dewan pertimbangan disertasi. Dalam hal ini. dan menggunakan bahasa yang tidak diskriminatif. (1991) lalu mengembangkan suatu tipologi. Untuk membantu pengelola rumah sakit mengevaluasi lingkungan ekternal. tema. "tidak ada satu pun model konseptual yang komprehensif. Landasan utama dalam melakukan tinjauan pustaka adalah menggunakan gaya referensi yang tepat dan konsisten di sepanjang tulisan. dan tipologi Ginter. seperti yang terdapat dalam Gambar 2. dan menyatakan kesimpulan yang berhubungan dengan tema tersebut (seperti.1 Pada contoh di atas. Sudduth meringkas tiga ha. . Meraka kemudian menyarankan suatu proses yang dikenal dengan analisis lingkungan (environmental anaysis) yang memungkinkan suatu organisasi dapat merespons secara strategis perubahan-perubahan muncu di lingkungan. Sudduth mereview penelitian/literatur relevan lain dengan menggunakan gaya referensi in-text untuk menjelaskan masalah ("kemampuan rumah sakit untuk menyesuaikan perubahan"). Ketika mendapatkan dokumen yang sekiranya penting dan relevan.

Selain itu. atau di akhir makalah. perhatikan petunjuk gaya untuk mengetahui bagaimana menulis footnote yang sesuai. dan penggunaan gambar dan tabel. 2001) merupakan petunjuk gaya yang paling sering digunakan dalam bidang pendidikan dan psikologi. bukalah petunjuk gaya untuk mendapatkan format yang sesuai untuk setiap tingkatan tersebut. perhatikan format yang tepat untuk jenis-jenis referensi dan kutipan ganda. perhatikan seberapa banyak tingkatan judul yang akan Anda tulis dalam penelitian Anda. Pertama-tama. Saya merekomendasikan Anda mengidentifikasi satu gaya yang dapat diterima oleh para pembaca dan segera mengadopsinya dalam proyek penelitian Anda. judul. perhatikan juga apakah petunjuk gaya yang Anda gunakan mengharuskan referensi ini ditulis secara alfabetis atau numerik. Gaya penulis Universitas Chicago (A Manual of Style. Turabian (1973). dan Campbell dan Ballou (1977) juga sering digunakan dalam bidang ilmu sosial meskipun tetap kurang populer jika dibandingkan dengan gaya APA.  Tabel (table) dan gambar (figure) memiliki format-formatnya tersendiri dalam setiap petunjuk gaya. 1982).  Jika menggunakan catatan kaki (footnote). Perhatikan aspek-aspek penting.  Dalarn makalah/karya tulis akademik. aspek terpenting dalam penggunaan petunjuk gaya adalah konsistensi di sepanjang tulisan. Footnote saat ini jarang sekali digunakan dalam makalah/karya tulis akademik dibandingkan beberapa tahun lalu. end-of. pada contoh-contoh yang disajikan. judul (heading) biasanya disusun dalam bentuk tingkatan-tingkatan. Biasanya. seperti garis yang harus dicetak tebal (bold). seperti intext. perhatikan apakah footnote tersebut berada di bagian bawah setiap halaman.  Ketika menulis referensi end-of-text. Fifth Edition (APA. Style manual pada umumnya mempertimbangkan beberapa format penting.text.Publication Manual of the American Psychological Association. Kemudian. Jika Anda menyertakan footnote. di akhir setiap bab. dan spasi. Ringkasnya. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi saya terkait dengan bagaimana menggunakan petunjuk gaya untuk keperluan tulisan akademik:  Ketika menulis referensi in-text. judul. pastikan pula bahwa setiap referensi in-text sudah masuk dalam daftar end-text. laporan penelitian berisi sekitar dua hingga empat tingkatan judul. Beberapa jurnal juga telah mengembangkan variasi gaya mereka sendiri. .

peneliti perlu mendefinisikan istilah-istilah penting di awal penelitian. definisikan istilah-istilah yang muncul di semua bagian proposal penelitian Anda: . Dalam proposal disertasi dan tesis. Sepert halnya simbol. Spirduso. Inilah alasan mengapa istilah-istilah umum atau bahasa-bahasa sehari-hari pun bisa saja memiliki "maknamakna teknis" jika digunakan untuk tujuan keilmuan (hlm. definisikan istilah-istilah vang kemungkinan tidak dimengerti oleh orangorang di luar bidang penelitian Anda. keilmuan kita akan terbentuk dengan baik. "para ilmuwan harus mendefinisikan istilah-istilah yang dapat menjelaskan penelitian mereka secara tepat dan dapat mengomunikasikan penemuan-penemuan dan gagasan-gagasan mereka secara akurat" (hlm. 17). 22). kekuatan bahasa berasal dari kombinasi antara makna dengan konteks tertentu. Pentingnya sejumlah istilah untuk didefinisikan memang hanya persoalan judgment saja. Bagian defnisi istilah bisa saja ditulis secara terpisah dari tinjauan pustaka. atau justru diletakkan di bagian lain dalam proposal penelitian. Alasannya adalah bahwa dalam penelitian-penelitian formal seperti ini. Sebagai mana pendapat Wilkinson (1991). Hanya dengan menjelaskan pemikiranpemikiran dalam definisi-definisi yang otoritatiflah. mahasiswa harus tepat dalam menggunakan bahasa dan istilah.Definisi Istilah Topik lain yang berhubungan dengan tinjauan pustaka adalah identifikasi dan definisi istilah-istilah yang dibutuhkan pembaca untuk memahami proyek penelitian yang diajukan. seperti diungkapkan oleh Firestone (1987) berikut ini: Bahasa sehari-hari memiliki makna yang sangat kaya dan beragam. atau istilah-istilah yang terdengar asing (Locke. & Silverman. Demi keakuratan inilah. namun saya tetap merekomendasikan Anda untuk mendefinisikan istilah-istilah tertentu y ang kemungkinan tidak dipahami oleh sebagian besar pembaca. bisa pula masuk dalam tinjauan pustaka. utamanya dalam hal keakuratan. Bahasa ilmu saat ini tampaknya terlalu sering mengabaikan keanekaragaman makna ini. 2007). Karena itu. Selain itu. Saran saya. Mendefinisikan istilah juga dapat menambah keakuratan suatu penelitian. definisikan istilah-istilah ketika muncul pertama kali agar pembaca tidak perlu kembali lagi membaca di bagian awal ketika mereka menemukan istilah-istilah tersebut dibagian akhir atau pertengahan. definisi istilah biasanya ditulis di bagian khusus.

Namun.  Dalam penelitian metode campuran. definisi istilah bisa diletakan di bagian terpisah jika penelitiannya dimulai dengan tahap awal pengumpulan data kuantitatif. ataupun metode campuran. Selain itu. dalam penelitian metode campuran. kuantitatif. Peneliti juga mencoba mendefinisikan secara komprehensif istilah-istilah yang relevan di awal penelitian dan menggunakan definisi-definisi lain yang diperoleh dari literatur. jelaskan istilah-istilah yang berhubungan dengan strategi penelitian . peneliti bisa saja mendefinisikan beberapa istilah di awal penelitian meskipun definisi ini hanya tentatif semata. Jika penelitiannya diawali dengan pengumpulan data kualitatif. dalam penelitian kuantitatif—yang sering ditulis secara deduktif dengan sasaran penelitian yang sudah fixed—peneliti dapat menyertakan definisi-definisi ekstensif dalam proposal penelitiannya. Judul penelitian  Masalah penelitian  Tujuan penelitian  Pertanyaan atau hipotesis penelitiar  Tinjauan pustaka  Landasan teori  Metode penelitian. atau bahkan di bagian akhir penelitian. Definisi istilah bisa saja ditulis untuk semua jerus penelitian. baik kualitatif. Dalam bagian prosedur penelitian. para peneliti kualitatif sering kali tidak membuat bagian terpisah untuk definisi istilah.  Dalampenelitian kualitatif. tema-tema (atau perspektifperspektif atau dimensi-dimensi) dapat ditulis setelah analisis data. melainkan mengemukakan definisi-definisi tersebut secara tentatif di awal penelitian sebelum masuk ke dalam inti persoalan. berarti penulisan definisi istilah bergantung pada prioritas yang diberikan atas salah satu dari dua jenis penelitian tersebut. Karena alasan inilah. Jika pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif ditulis secara bersamaan. karena bersifat induktif dan melibatkan rancangan metodologis. berarti istilah-istilah bisa didefinisikan sepanjang penelitian. peneliti dapat mendefinisikan istilah-istilah penting pada saat istilah-istilah ini muncul pertama kali. Peneliti meletakkan definisi ini pada bagian terpisah. ada istilah-istilah yang mungkin terdengar asing bagi pembaca—misalnya definisi tentang penelitian metode campuran itu sendiri— sehingga peneliti perlu meletakkan definisi tersebut di bagian prosedur penelitian (lihat Bab 10).  Di sisi lain. Sebagai gantinya.

.. seperti. organisasi). dan bahasa sehari-hari pun bisa jadi digunakan.berdasarkan skala 4.  Tulislah definisi dalam tingkatan operasional tertentu. Meski demikian. menyediakan ruangan khusus bagi anggota.7 atau di atasnya. ada beberapa saran yang perlu dipertimbangkan (lihat juga Locke et al.  Jangan mendefinisikan istilah-istilah dan bahasa sehari-hari. Dalam pendahuluan. 130). tidak dalam bahasa konseptual yang abstrak. hlm. Definisi juga bisa disandingkan dengan batasan tertentu. dan istilah tertentu untuk strategi tersebut (seperti rancangan triangulasi konkuren. sajikanlah definisi yang tepat dan gunakanlah istilah-istilahnya secara konsisten di sepanjang proposal penelitian (Wilkinson. 1991).  Definisi istilah bisa ditulis dengan karakteristik yang berbeda-beda. seperti. "Rata-rata IP mahasiswa yang digunakan dalam penelitian ini adalah GPA kumulatif 3. seperti. Meski demikian. 2007). gunakanlah bahasabahasa "teknis" yang sudah ada dalam literatur.0. dan mendaftarkan keanggotaan klub pada transkip nilai sekolah" (Locke et al. rumusan masalah. . 2007):  Definisikan suatu istilah ketika ia muncul pertama kali dalam proposal Anda. Definisi juga bisa terdiri dari kriteria yang digunakan dalam penelitian. misalnya." Definisi juga bisa menjelaskan istilah secara operasional. Tidak ada satu pun pendekatan yang dianggap paling baik untuk mendefinisikan istilah-istilah dalam penelitian. Definisi dapat mendeskripsikan istilah sehari-hari (seperti. seperti yang akan dibahas pada Bab 10). "Kurikulum ini dibatasi hanya pada kurikulum School Disctrict Manual untuk siswa SMP" (Locke et al.. sangat mungkin definisi yang tepat atas suatu istilah tidak tersedia dalam literatur. 2007. Jika demikian ihwalnya. Definisi operasional ditulis dalam bahasa tertentu. Dalam hal ini. "Penguatan (reinforcement) dalam penelitian ini merujuk usaha-usaha untuk mendaftarkan semua anggota klub pada buletin sekolah.yang digunakan seperti strategi konkuren atau sekuensial. suatu istilah bisa saja menuntut adanya definisi untuk membantu pembaca memahami masalah penelitian. Karena peneliti memiliki ruang untuk menspesifikasikan istilah-istilah yang digunakan dalam penelitiannya maka lebih baik digunakan definisi operasional saja.. 130). atau hipotesis penelitian tersebut. Alhasil. 2007. istilah-istilah harus didasarkan pada literatur dan tidak boleh Anda buat sendiri (Locke et al. hlm.

yang sering kali bertajuk "Definisi Istilah. berefleksi dan praktik reflektif.." dan memasangkan istilah-istilah dengan definisi-definisinya dengan cara meng-highlight istilah tersebut. buku ini kemudian ditulis dan dirombak kembali oleh Schon dan Argyris (Argyris dan Schon. sebagian besar definisi istilah diletakkan di bagian khusus penelitian. 1983). Meski demikian.3. Berikut ini saya akan menggambarkan dua cara bagaimana Grassmeyer mendefinisikan istilah-istilahnya. VanHorn-Grassmeyer (1998) meneliti bagaimana 119 staf baru bidang kemahasiswaan di perguruan tinggi terlibat dalam refleksi secara individual atau kolaboratif. dalam penelitian ini. (b) bagaimana seseorang mempraktikkan secara terang-terangan apa yang diketahuinya secara intuitif. dan (c) bagaimana seorang pengurus professional meningkatkan praktiknya melalui tuturan reflektif dan pikiran. Perhatikan bagaimana Grassmeyer merujuk pada definisi istilah yang sudah disajikan oleh para penulis lain : Refleksi Individual Schon (1983) menulis sebuah buku yang menjelaskan konsep-konsep yang ia sebut sebagai berfikir reflektif. 1978) untuk mempertajam konsep-konsep tersebut. Dari buku Schon inilah. Setelah beberapa decade. Karena penelitian refleksi individual dan kolaboratif di antara para staf bidang kemahasiswaan ini. Biasanya. definisi singkat atas refleksi individual adalah tindakan intuitif yang sulit dilakukan. Pendahuluan. Definisi Istilah dalam Disertasi Metode Campuran Contoh pertama ini mengilustrasikan definisi panjang atas istilah-istilah dalam penelitian metode campuran yang diletakkan di bagian terpisah pada Bab I. bagian yang terpisah ini tidak lebih dari dua atau tiga paragraf saja. yang menunjukkan bahwa istilah itu memiliki makna tertentu (Locke et al. sejauh yang peneliti pahami. 2007). karakteristik-karakteristik penting dari refleksi individual dapat merujuk pada beberapa hal : (a) ―tindakan artistic‖ (Schon. . Grassmeyer kemudian memberikan definisi detail atas istilah-istilah tersebut di awal penelitiannya. Grassmeyer menyurvei para staf baru dan melakukan wawancara mendalam dengan mereka. Dua contoh berikut menggambarkan susunan definisi istilah yang berbeda-beda dalam penelitian: Contoh 2. Meskipun tidak ada satu format yang dianggap paling tepat.

1992:3). norma dan kebiasaan kolektif (dan seorang individu yang terlibat dalam persoalan-persoalan professional)‖ (Baskett & Marsick. Jika pada contoh ini disajikan definisi operasional tertentu. perspektif. 1986) menyatakan bahwa kakek-nenek dari pihak ibu cenderung dekat dengan cucu-cucu mereka. informasi. (Vernon. (VanHorn-Grassmeyer.4 Definisi Istilah dalam Subbab Variabel-Variabel Bebas Contoh keduaini menggambarkan bentuk singkatbagaimana menulis definisi istilah untuk suatu penelitian.Staf Kemahasiswaan Staf memiliki banyak definisi. sehingga peran menjaga keutuhan keluarga sering kali dikaitkan dengan wanita di dalamnya (Hagestad. 1992:35-36) . nenek cenderung lebih dekat dengan cucu-cucu mereka daripada kakek). Penelitian sebelumnya (seperti Cherlin dan Furstenberg. 1998:11-12) Contoh 2. Vernon memasukkan definisi istilah pada subbab variablevariabel bebas. Baskett dan Marsick mendeskripsikan staf sebagai seorang individu ―yang memiliki pangkat tertentu dari kebebasan untuk memberikan judgment dengan tetap didasarkan pada gagasan. Staf kemahasiswaan setidak-tidaknya memiliki karakteristikkarakteristik di atas dalam melayani mahasiswa di lingkungan universitas yang salah satu fungsinya adalah mendukung keberhasilan akademik dan kurikulum. Relasi Kekeluargaan Dengan Cucu Relasi kekeluargaan dengan cucu pada umumnya ditentukan oleh apakah kakeknenek berasal dari pihak ibu atau dari pihak ayah. Vernon (1992) meneliti bagaimana perceraian dalam keturunan kedua mempengaruhi relasi antara kakek-nenek dan cucu-cucu mereka. 1988) . pada contoh kedua ini disajikan definisi procedural. Jenis Kelamin Kakek-Nenek Baik kakek meupun nenek ternyata menjadi salah satu fackor dalam relasi kekeluargaan antara mereka dengan cucu-cucu mereka (seperti. Untuk menjelaskan topic ini.

Tinjaulah Topik 2. perhatikan rincian berikut ini: 1. tulisiah. Jika ada beberapa variabel bebas ). yakni dengan meninjau literature-literatur akademik tentang satu atau beberapa variabel bebas.perhatikan subbagian-subbagiannya atau fokuslah pada satu variabel yang paling penting saja. Topik 1 (tentang variabel bebas). dan sebagainya). Untuk lebih jelasnya. Topik 2 (tentang variabel terikat). dan relasi antara variabel bebas dan variabel terikat (lebih jelas tentang variabel ini baca Bab 3). khususnya untuk rancangan penelitian kuantitatif atau metode campuran yang hampir selalu menyediakan bagian/subbab khusus unhrk tinjauarr pustaka. Agar masalah ini terselesaikan.Paragraf ini lebih berupa penjelasan tentang susunan setiap bagian dalam tinjauan pustaka yang Anda tulis. dan Kesimpulan.Tinjauan Pustaka Kuantitatif atau Metode Campuran Saat menyusun tinjauan pustaka. seperti yang telah dibahas sebelumnya. sebagai sesuatu yang dibahas sepanjang penelitian. tiniauan pustaka dalam penelitian kualitatif ini. sebagai alasan atau penjelasan logis atas masalah penelitian.tinjauan pusiaka yang berisi materi-materi perrting daiam literatur yang berhubungan dengan variabel-variabel bebas.ang dibahas dalan'r literatur tersebut. variabel-variabel terikat. Untuk penelitian kuantitatif atau metode carnpuran yang memprioritasknn penelitian kuantitatif. biasanya peneliti akan sulit menentukan seberapa banyak literatur yang harus direview. sebagai sesuatu yang dibandingkan dengan hasil penelitian. Dalam penelitian kualitatif. tinjauan pustaka bisa saja mengeksplorasi aspek-aspek fenomena utama yang dibahas dan membaginya ke dalam topik-topik khusus. . dapat ditulis untuk tujuan yang berbeda-beda (misalnya. Tulislah paragraf awal tinjauan pustaka dengan memerinci bagian-bagian yang akan dibahas di dalamnya. 2. yakni dengan meninjau literatur-literatur akademik tentang satu atau beberapa variabel terikat. Buatlah tinjauan pustaka yang tersusun dari lima komponen: Pendahuluan. Tinjaulah Topik 1. Meski demikian. Jangan lupa membahas penjelasan dalam literature yang hanya terkait dengan variabel bebas. bukan variabel terikat.perhatikan subbagian-subbagiannya atau fokuslah pada satu variabel terikat yang paling panjang saja. Jika dalam literature tersebut dibahas bebepa variabel terikat. saya telah mengembangkan satu model yang menyajikan parameter-parameter tertentu dalam menulis tinjauan pustaka. Topik 3 (keterangan-keterangan lain yang membahas relasi antara variabel bebas dan variabel terikat). Model penulisan ini tampaknya sesuai untuk disertasi atau untuk mengkonseptualisasikan literatur dalam artikel/karya tulis ilmiah. 3.

yakni iengan meninjau literatur-literatur akademik yang membahas hubungan antara variabel-variabel bebas dan variabel(-variabel) terikat. Pendekatan umurn yang sering digunakan dalam penelitian kualitatif adalah memasukkan . langkah-langkah ini iuga dapat mempersempit ruang lingkup penelitian yang diaiukan sehingga rumusan masalah dan metode penelitian yang nantinva disajikan benar-benar dapat terjangkau dengan baik KESIMPULAN Sebelum mencari literatur. buatlah kesimpulan atau ringkasan yang menonjolkan literature-literatur yang dianggap paling relevan.jelaskan mengapa tema-tema ini membutuhkan penelitian lebih lanjut dan tentu saja yakinkan pembaca mengapa penelitian lebih lanjut dan tentu saja yakinkan pembaca mengapa penelitian Anda dapat memenuhi kebutuhan ini. Di bagian akhir tinjauan pustak. dan metode campuran. dan konsisten dengan tujuan-tu.uan utamanya. untuk itu. Tidak hanva itu. bagian ini harus padat dan berisi literatur-literatur lain yang memang sangat berkaitan dengan topik penelitian Anda. akan diminati oleh orang lain. kuantitatif. misalnya dengan merancang iudul yang jelas atau menyatakan rumusan masalah utama. 5. peneliti seyogianya menggunakan literatur-literatur akadernik untuk menyajikan hasil-hasil dari penelitian-penelitian sebelumnya. Langkah-langkah di atas dapat diterapkan untuk menulis tinjauan pustaka untuk jenis penelitian yang membahas variabel-variabel (biasanya kuantitatif atau penelitian metode campuran dengan bobot kuantitatif). menghubungkan penelitiannya dengan literatur-literatur tersebu! dan menyediakan kerangka kerja dalam membandingkan hasil penelitiannya dengan hasil penelitian-penelitian lain. Dalam tinjauan pustaka. dan apakah topik tersebut akan memberikan konkibusi pada literatur yangada. literatur memiliki tujuan yang berbeda-beda. Dalam penelitian kua litatif.4. Di sinilah inti dasar penelitian Anda. Ambillah satu bagian dalam literature tersebut yang sangat berkaitan erat dengan topik atau tinjaulah bagianbagian lain yang membahas topik tersebut secara umum. tunjukkan tema-tema utama yang diangkat oleh literature-literatur tersebut.bteratur membantu memverifikasi masalah. Selain itu. identifikasilah topik Anda. Penelitiar tetapi literatur tersebut tidak mempersempit pandangan dari para partisipan. pertimbangkan apakah topik Anda dapat dan perlu diteliti dengan cara mencari tahu adakah akses kepada para partisipan dan sumber-sumber lain. untuk penelitian kualitatif. Tinjaulah Topik 3.

APA. Ketika akan melakukan tinjauan pustaka. Identifikasilah penelitian-penelitian lain yang turut memberikan kontribusi pada penelitian Anda. PubMed. Penggunaan tinjauan pustaka bergantung pada jenis rancangan dan bobot yang diberikan pada aspek-aspek kuaiitatif dan kuantitatif. Kelornpokkan penelitian-p-enelitian ini ke dalam peta literatur yang mencerminkan kategori-kategori utama atas penelitian-penelitian tersebut dan posisikin penelitian Anda dalam kategori-kategori ini. dalam penelitian metocle campuran. carilah database-database online. Mulailah menulis absiaksi penelitian. pertama-pertama carilah artikel jurnal. pengumpulan dan analisis data penelitian' dan hasil akhir penelitian. atau jika tidak. Definisikan istilah-istilah kunci dan jika dibutuhkan sediakan subbab khusus untuk definisi istilah ini dalam proposal Anda. 2001). dan seterusnya. masukkan definisi tersebut dalam tinjauan pustaka. literatur tidak hanya membantu memverifikasi masalah. seperti PsycINFO. Namun demikian.lebih banyak literatur di bagian akhir ketimbang di bagian awal. pada tahap akhir. lalu buku-buku. seraya memerhatikan gaya penulisan referensi berdasarkan petunjuk gaya (seperti. Lalu. atas berdasarkan subtema-subtema penting suatu fenomena untuk penelitian kualitatif' . seperti ERIC. ProQuest. Deskripsikan secara singkat informasi penting tentang penelitian tersebut yang meliputi masalah penelitian pertanyaan penelitian. pertimbangkan keseluruhan struktur Penyusunan tinjauan pustaka Anda. dan SSCI. tetapi juga memperlihatkan kemungkinan perlunya mmusan masalah atau hipotesis untuk dibahas. dan database-database lain yang lebih spesifik. tinjauan pustaka biasanya diletakkan terpisah dalam satu bagian khusus. identifikasilah kata kunci-kata kunci (keywords) untuk mencari literatur. Dalam pen elTtian kuantitatif. carilah literatur-literatur yang sesuai dengan prioritas. Google Scholar. Dalam penelitian kuantitatif. Kemudian. Untuk penelitian kuantitatif. Sociofile. Anda dapat menyediakan bagian khusus untuk tinjauan pustaka berdasarkan variabel-variabel utama.

tulislah satu abstraksi -rnasing-masing untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif. Spirduso. & Silverman. 3. Thousand Oaks. antara lain: mengembangkan konsep-konseP yang menjelaskan alasan/logika penelitian. Berdasarkan pencarian yang sudah Anda lakukan pada latihan (3).Latihan Menulis 1. (2007).atas literatur/penelitian lain yang sudah Anda dapatkan dari database terkomputerisasi. L. 4. CA: Sage. Buatlah peta literatur untukliteratur-literatur yang Anda peroleh. Ambillah l0 literatur yang telah Anda pilih dan abstraksikan literatur tersebut untuk tinjauan pustaka Anda. W. dan menambah referensi-referensi terpenting yang mendukung konsep-konsep tersebut. jangan . lakukan pencarian ulang dengan memanfaatkan deskrip tor-deskriptor yang terdapat dalarn literatur tersebut. dan Stephen Silverman mendeskripsikan tiga tahapan dalam melakukan tiniauan pustaka. sajikan definisi-definisi di bagian utama proposal. Buatlah tiniauan pustaka untuk penelitian kuantitatif dan perhatikan langkahlangkah yang sudah diielaskansebelumny agar variabel-variabel penelitian Anda dapat terlihat dengan jelas. Gunakan petunjuk-petunjuk yang sudah dijelaskan dalambab ini untukmengetahui elemen-elemen aPa saja yang perlu dimasukkan dalam abstraksi tersebut. mengembangkan subtopik-subtopik untuk setiap konsep utama.W. Masukkan penelitian Anda ke dalarn peta tersebut dan gambarlah garis-garis Cari penelitian Anda ke kategori-kategori pehelitian lain seiringga pembaca dapat mudah LATIHAN MENULIS melihatbagaimana penelitian Anda benar-benar memperluas pertelitian/literatur yang sudah ada 2. Proposals that Work A Guide for Planning Dissertations and Grant Proposals (5'h Edition). Mereka juga menjelaskan enam aturan dalam mendefinisikan istilahistilah: jangan membuat kata-kata sendiri. Lawrence Locke. BACAAN TAMBAHAN Locke. SJ.F. Berlatihlah dengan menggunakan database online terkomputerisasi untuk mencari literalur-literatur yang relevan dengan topik Anda' Lakukan pencarian berulangulang hingga Anda menemukan satu literature yang sangat ierkait dengan topik penelitian Anda' Kemudian.. Waneen Spirduso.

) untuk istilah-istilah tersebut. London: Sage Keith Punch membahas tentang penelitian ilmu-ilmu sosial yang biasanya menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan. tinjauan pustaka justru melibatkan proses yang lebih interaktif. Konseptualisasi Funch atas isu-isu penting yang membedakan dua pendekatan ini semakin memperjelas mengapa kedua pendekatan tersebut berbeda.F. Merriam lebih jauh menjelaskan bahwa tinjauan pustaka bukanlah sekadar proses linear dari membaca literatur. dan seberapa ketat penelitian tersebut akan mengikuti arahanarahan yang terdapat dalam literature. S. Punch juga. Qualitatit:e Research and Case Study Applications in Education. peni.Introduclion to social Research: Quantitatiae and Qualitatioe Approaches (2'd edition). . (2005) . definisikan istilah-istilah penting ketika muncul pertama kali. yakni melakukan langkah-langkah ini secara bersama-bersama. San Francisco: Jossey-Bass. mencatat bahwa ketika menulis proposal atau laporan penelitian. kemudian menulis masalah peelitian. K. lalu mengidentifikasi kerangka teoretis. Merriam. kapan terakhir kali literatur tersebut diterbi&an.menggunakan bahasa-bahasa umum sehari-hari.B. fokus kita dalam menulis tinjauan pustaka sering kaliberbeda-beda. dan gunakan definisi-definisi tertentu (prosedural atau operasional. apakah literature tersebut relevan dengan topik penelitian yang diajukan. Lebih dari itu. dan apakah literatur tersebut berkualitas. keseluruhan strategi penelitian. Langkah-langkah ini mencakup usaha peneliti untuk memeriksa apakah Pengarang literatur tersebut sudah kompeten dengan topik yang diangkat. Faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut biasanyi meliputi gaya penelitian. (1998). Sharan Merriam menyajikan pembahasan menarik tentang penggunaan literatur dalam penelitian kualitatif . Punch. Dia mernperkenalkan langkah-langkah dalam melakukan tinjauan pustaka dan memberikan kriteria penting dalam memilih literatur.

perspektif yang nantinya dapat membentuk. dan penerapan perspektif transformatif yang populer dalam pendekatan ini.peneliti sering kali menguji berbagai teori untuk menjawab rumusan masalahnya. Dalam bab ini juga disediakan contoh-contoh penulisan teori kualitatif. Para peneliti kualitatif menggunakan istilah yang berbeda-beda untuk menyebut teori. Kemudian. penggunaan variabelvariabel dalam penelitian kuantitatif. seperti fokus pada isu-isu feminis. Saya juga akan menyajikan definisi dari teori itu sendiri. peneliii kualitatif dapat mengembangkan suatu teori dari hasil penelitiannya dan meletakkan teori tersebut di akhir proyek penelitian misalnya dalam penelitian grounded theory. Selanjutnya. untuk mendeskripsikan sudut pandang mereka dalam penelitian. kacamata teoretis' atau generalisasi naturalistik. atau kelas.BAB TIGA PENERAPAN TEORI Salah satu komponen penting dalam melakukan penelitian adalah menentukan teori apakah yang akan digunakan untuk mengeksplorasi rumusan masalah. semua bagian di dalamnya bisa saja dirancang untuk rnenyaji kategori yang akan diteliti. saya akan membahas prcsedur-prosedur dalam mengidentlfikasi teori. Dalam penelitian metode campuran' peneliti bisa saja menguji atau justru membuat suatu teori' Bahkan. Dalam penelitian kuatitatif. ras. Dalam penelitian kuantitatif. Bahkan. Saya mengawali bab inidengan berfokus pada penggunaan teori dalam penelitian kuantitatit. penelitian dengan metode carnpuran bisa didasarkan pada satu perspektif teoretis. Dalam penelitian kualitatif. Dalam proposal disertasi kuantitatif.uau ini akan berarih pada penggunaan teori dalam penelitian metode campuran. lalu menjabarkan perspektif teoretis dalam proposal penelitian kuantitatif.apa yang dilihat Can rumusan masalah apa yang diajukan. pembahasan akan beralih pada penggunaan teoridalam penelitian kualitatif. Di bagian arnir. yang nantinya dapat menuntun keseluruhan tahap penelitian. sepe rti pota-pola. peletakan serta model penulisan teori dalam penelitian kuantitatif. penggunaan teori lebih bervaridsi lagi. teori bisa juga muncul di awal penelitian sebagai . 73 . seperti dalam penelitian etnografi atau advokasi.

Karena susunan waktu inilah maka sering dikatakan bahwa satu variabel dapat berpengaruh pada variabel iain meskipun Pernyataan yang lebih akurat adalah satu variabel mungkin saja memengaruhi variabel lain. 74 . satu variabel mendahului variabel lain dalam satu waktu. Untuk itulah:  Vaiabel-aniabel bebas (independcnt aariables) merupakan variabel-variabel yang (mungkin) menyebabkan. Temporal order berarltbahlva peneliti kuantitatif belpikir tentang variabel-variabel dalam satu sustrnan (order) "dari kiri ke kanan. penelitin perlu memahami variabel-variabel dan jenis-jenisnya vang akan digunakan dalam rnembangtrn teori. serta memvisualisasikan model-model variabel iiu ke cialam penyajian kiri-kanan atau penyebab-dan-pengaruh. ilmuwan sosial biasanya menggunakan istilah aariabel. 1991. 1979 . mernengaruhi. atau berefek pada outcome . Ketika melakukanpenelitian dalam setting dan terhadap manusia tertentu. apalagi iknuwan social saat ini sering mengatakan bahwa ada penyebab yang mungkin (probable causation). umur.TEORI DALAM PENELITIAN KUANTITANF Variabet-Variabel dalam Penelitian Kuantitatif Sebelum membahas teori kuantitatif. vaiabel meruiuk pada karakteristik atau atribut seorang ir. manipulated. dan menyusun variabel-variabel tersebut dalarn rumusan masalah dan fujuan penelitian..Isaac & Michael 1981. seperti rasisrme control sosial. yang memiliki konotasi gagasan yang.lebih abstrak ketimbang istilah yang didefinisikan justru spesifik. 2007 a). atecedent.Variabel dapat diukur atau dinilai berdasarkan satu skala. status sosial-ekonomi (SSE)' dan sikap-sikap atau. Keppel. L991). atau predictor.menggunakan istilah konstruk (ketimbang variabel). Variabel-variabel dibedakan berdasarkan dua karakteristik: susunan temporal dan pengukurannya (atau observasi). perilakuperilaku tertentu. Ahli psikologi lebih suka. Thotndike. atau kepemimpinan' Ada sejumlah buku yang menjelaskan secara rinci tentang jenis-jenis variabel dan skala pengukurannya (seperti. Kerlinger. Namun demikian. (Punch.ai riau atau suatu organisasi yang dapat diukur atau diobservasi (Creswell.Yariabel-variabel ini juga dikenal dengan istilah variabel-variabel treatmant.Variabel biasanya berv-ariasi dalam dua atau lebih kategori atau dalam continuum skor. Susunan temporal (temporal order) berarti bahwa. 1997). peneliti tidak bisa secara mutlak membuktikan adanya penyebab dan pengaruh (Rosenthal & Rosnow. Variabel-variabel yang diukur dalam penelitian biasanya meliputi gender.yang iuga akan digur'akan dalam buku inisecara pemranen. kekuatan politis.2005).

Seperti yang terlihat bahwa variabel mediating ini. Variabelvariabel ini biasanya terdapat dalam penelitian eksperimen. vadabel-variabel saling dihubung kan untuk menjawab rumusan masalah (seperti. sebenarnya tidak diukur atau diobservasi dalam penelitian. sikap-sikap diskriminatif). jika siswa dapat melakukan fesf metode penelitian dengan baik (variabel terikat). Istilah lain untuk variabel terikat adalah variabel criterion."Bagaimana harga diri mempengaruhi hubungan pertemanan di 75 . Variabel ini memediasi pengaruh-pengaruh vaariabel bebas terhadap variabel terikat. Variabel-variabel terikat ini merupakan outcome atau hasil dari pengaruh variabel-variabel bebas.r dapat diidentifikasi. Dalam penelitian kuantitatif.  Variabel moderating merupakan variabel baru yang dikonstruksi sendiri oleh peneliti dengan cara rnengambil satu variabel dan mengalikannya dengan variabel lain untuk mengetahui dampak keduanya (seperti. Misalnya.  Dua jenis variabel lain adalah variabel control dan variabel confounding. Vuriabel ini meman ada. variabel ini merupakan variabel bebas jenis khusus karena variabel ini secara potmsial juga dapat memengaruhi variabel terikat. peneliti menggunakan prosedur-prosedur statistik (seperti analisis covariance) untuk mengontrol variabel-variabel ini. tetapi pengaruhnya tidak dapat dilacak secara langsung.tetapi variabel ini tidak atau tidak bisa dinilai (misalnya. Variabel-aariabel. Jenis variabel lain. outcome. berada di antara variabel bebas dan variabel terikat. Variabel control memainkan peran penting dalam penelitian kuantitatif. dan effect.terikat (dependent variables merupakan variabel-variabel yang bergantung pada variabel-variabel bebas. variabel confounding (atau spurious). variabel tersebut bisa saja merupakan variabel demografis atau persbnal (seperti umur atau gender) yang memang perlu dikontrol sehingga pengaruh variabel bebas terhadap variaber terikat benar-ben. hal ini mungkin disebabkan (a) persiapan mereka dalam penelitian (variabel bebas) dan/atau (b) usaha mereka dalam menyusun gagasan penelitian ke dalam kerangka kerja (variabel intervening) yang juga turut memengaruhi performa mereka dalam test tersebut. umur X sikap = kualitas hidup). Peneliti mernberikan komentar tentang pengaruh variabel confounding setelaah penelitiannya selesai karena variabel-variabel ini dapat beroperasi untuk menjelaskan relasi antara variabel bebas dan variabel terikat. yakni usaha menyusun penelitian.  Variabel intervening ataumediatingberadadi antara variabel bebas dan variabel terikat.

Suatu teori dalam penelitian bisa saja berfungsi sebagai argumentasi. logika teoretis. Berdasarkan definisi ini. Y? Dalam hal ini. yang berasosiasi dengan proposisi atau hipotesis yang memerinci hubungan antar variabel (biasanya dalam konteks magnitude atau direction). dan proposisi-proposisi yang saling berhubungan yang mencerminkan pandangan sistematik atas suatu fenomena dengan cara memerinci hubungan antar variabel yang ditujukan untuk menjelaskan fenomena alamiah‖ (hlm. atau alasan. seperti landasan teori.64). Labovitz dan Hagedorn (1971) menambah definisi teori ini dengan gagasan tentang theoretical rationale. Dalam hal ini. pelangi mrnjembotani variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian. teori merupakan seperangkat konstruk (atau variabel) yang saling berhubungan. Dia berpendapat bahwa teori merupakan seperangkat konstruk (variabel-variabel). definisi-definisi. definisi Kerlinger tentang teori masih berlaku hingga saat ini. yang dimaknai sebagai "usaha mengetahui bagaimana dan mengapa variabel-variabel dan pernyataan-Pernyataan relasional saling berhubungan satu sama lain" (hlm. utamanya dalam makalah yang disajikan di seminar American Educational Research Association – Metafora pelangi (metaphor of a rainbow) mungkin dapat membantu kita memvisualisasikan bagaimana Suatu teori beroperasi. Pembahasan mengenai teori biasanya muncul di bagian tinjauan pustaka atau di bagian khusus.Thomas. Pelangi ini mengikat secara bersarrra variabel-variabel tersebut dan menyediakan penjelasan yang memadai tentang bagaimana dan mengapri seseorang harus berharap pada variabel t'rebas untuk menjeiaskan atau 76 . teori akan menyediakan penjelasan atas ekspektasi atau prediksi atas keterhubungan ini. Mengapa variabel bebas. pembahasan. "Harga diri yang positif dapat rneningkatkan hubungan pertemanan di antara anak-anak remaja")' Definisi Teori Dengan berbekal pemahaman tentang variabel' kita dapat melanjutkan pembahasan tentang Penggunaan teori kuantitatif. berpengaruh atau berefek pada variabel terikat. ada beberapa preseden historis untuk memandang teori sebagai prediksi atau penjelasan saintifik (lihat G. X. meskipun saya lebih suka dengan istilah perspektif teoretis karena istilah ini lebih banyak digunakan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalarn proposal penelitian. Teori biasanya membantu menjelaskan (atau memprediksi) fenomena yang muncul di dunia. 17).antara anak-anak remaja?") atau untuk memuat prediksi tentang hasil apakah yang ingin diharapkan. atau perspektif teoretis. 1997. mengenai cara-cara mengkonseptualisasikan teori dan bagaimana teori dapat mempersempit ruang lingkup penelitian). Dalam penelitian kuantitatif. Misalnya. Prediksi-prediksi sering kali dikenal dengan istilah hipotesis (seperti.

L986). mediating. dan level-rnakro. ruang dan jurnlah tertentu" seperti teori Goffman tentang gerak wajah (face work) yang menjelaskan bagaimana orang berinter aksi face to face ketika berada dalam ritual-ritual keagaman. antropologi. menjelaskan bagaimana surplus suatu masyarakat dapat meningkat seiring dengan perkembangan masyarakat tersebut. dapat disimpulkan bahwa teori muncul dan berkembang sebagai penjelasan atas suahl pengetahuan dalam bidang-bidang tertentu (Thomas.atau tidak diketahui) dan magnitudenya (apakah kuat atau lemah). dan masyarakat luas. dan ia bisa memberinya nama (seperti. misalnya. Dengan demikian. Teori level-makro menjelaskan agregat-agregat yarig lebih luas. Teori-teori bisa saja muncul daiamberbagai disiplin ilmu sosial. seperti psikologi. pendidikan. & White. teori atribusi). Teori level-mikro mernberikan penjelasan yang hanya terbatas pada waktu. Teori ini pada umumnya meliputi teori tentang organisasi. Neuman (2000) membagi teori dalam tiga level: level-mikro. Rumusan masalah ini memberikan informasi tentang jenis hubungan antarvariabel (apakah positif. teori iuga memiliki jangkauan yang berbeda-beda. Sociological Abstracts) atau mereview petunjuk-petunjuk dalam literatur yang memb ahas teori-teori tersebut (misatnya.memprediksikan variabel terikat. Teorinya Lenski tentang stratifikasi sosial. seperti institusi sosial. Teori-teori berkembang ketika peneliti tengah rnenguji suatu prediksi secara terus-menerus. misalnya. lihat Webb. dengan mencarinya dalam databasedatabase literatur (seperti. gereja Presbyterian. semakin kuat sentralitas kekuasaan dalam diri pemimpin. dan ekonomi. Teori level-meso menghubungkan teori level-mikro dan teori level-makro. Selain itu. semakin besar disanfranchisemant dalam diri pengikutnya. peneliti mengombinasikan variabel-variabel bebas. Berikut ini saya tunjukkan bagaimana suatu teori ini berkembang dalam penelitian. atau komunitas. peneliti bisa menulis. sistern berdaya. Dengan memasukkan informasi ini ke dalam pernyataan prediktif (hipotesis). seperti teorinya Collin tentang kontrol dalam organisasi. serta dalam subbidang-subbidang lain. Beals. Rotary CIub. 1997).negatif." Ketika peneliti menguji hipotesis hipotesis seperti ini dalam setting yang berbeda-beda dan dengan populasi yang berbeda-beda pula (seperti Pramuka.level-meso. Psychological Abstracts. pergerakan sosial. Misalnya. dan terikat berdasarkan ukurannya yang berbeda-beda dalam rumusan masalah penelitian. sosiologi. dan siswa-siswa SMA) maka teori pun akan rnuncul. 77 . Teori-teori ini tentu saja dapat diakses.

3. Homans (1950) menjelaskan teori tentang internksi: Jika frekuensi interaksi antara dua atau lebih individu meningkat. semakinbesar observabilitasnya. Bentuk ini penting untuk meneterjemahkan variabel-variabel ke dalam gambar visual. 1985. Semakin tinggi pangkat seseorang. Semakin tinggi pangkat seseorang.peneliti dapat menyajikan teori dalam bentuk visual. dan alctivitas-aktivitas ini bisa saja sernakin memperkuat perasaan sentimen tersebut' Semakin sering individu berinteraksi dlngan individu lain. 5. Contoh. Semakin tinggi pangkat seseorang. 7.120).. Semakin kuat sentralitas seseorang. Semakin besar konformitas seseorang. 4. Kedua.1. 6.Bentuk-Bentuk Teori Dalam proposal peneli tian. dan seterusnya. peneliti menegaskan teorinya dalam beberapa bentuk. pernyataan logika "jika-maka". Ketiga. Seperti yang tampak pada Gambar 3. akan semakin mirip (hlm 112. Semakin kuat sentralitas seseorang.. semakin kuat sentralitasnya. Blalock (1969. peneliti menyatakan teori dalam bentuk pemyataan ―Jika-maka" yang menunjukkan mengapa seseorang harus berharap variabel bebas dapat mempengaruhi variabel terikat. Misalnya. 51). atau benfuk visual. dalam beberapa keadaan. semakin besar observabilitasnya (htm. tiga variabel 78 .semakin besar konformitasnya. Hopkins (1964) menegaskan teorinya tentang ?roses-Prosespenganh dalam 15 hipotesis. tingkat kesukaan antarkeduanya juga akan meningkat. Pertama. aktivitas-aktivitas dan sentimen-sentimen mereka. seperti hipotesis.118. Ada dua contoh sederhana yang dapat disajikan di sini. semakin besar konformitasnya. Sebagian hipotesis ini dapat dilihat sebagai berikut (hipotesis-hipotesis ini sudah dimodifikasi dengan menghilangkan pronornina-pronomina yang me3ujuk pada gender tertentu): 1. semakinbesar observabilitasnya. Individu-individu yang senitmentil dalam berinteraksi dengan individu-individu lain akan mengungkapkan perasaan sentimennya dalam aktivitas-aktivitas yang sering kali melampaui aktivitasaktivitas sistem eksternal. 2. 1991) rnenampilkan causal modeling dengan membentuk teori-teori verbal menjadi model-model kausal sehingga pembaca dapat menvisualisasi hubungan antarvariabel. semakin besar konforrnitasnya.peneliti menegaskan teori dalam bentuk hipotesis-hipotesis yang saling berhubungan. Semakin besar observabilitas seseorang.

 Gunakan anak panah two-headed yangterhubung satu sama lain untuk menunjukkan hubungan yang tidak dianalisis diantara variabel-variabel yang tidak terkait dengan hubungan-hubungan lain.1 Tiga Variabel Bebas Memengaruhi Satu Variabel Terikat Yang Dimensiasi Oleh Dua Variabel Intervening. Diagram semacam ini menunjukkan adanya rangkaian kausalitas antar variabel yang menuntun modeling melewati suatu analisis dart analisis-analisis lain yang lebih rumit dengan menggunakan sistem pengalian antarvariabel. yang juga dimediasi oleh pengaruh dari dua variabel intervening.bebas mempengaruhi satu variabel terikat. X1 + Y1 X2 + + + Y2 X3 Variabel-variabel Terikat + Variabel-variabel Intevening Z1 Variabel-variabel Bebas Gambar 3. seperti yang terdapat dalam model ekuasi siruktural (lihat Kline . Duncan (1985) memberikan saran penting untuk membuat diagrarn-diagram kausal seperti ini:  Posisikan variabel-variabel bebas di bagian kanan diagram dan variabel-variabel terikat di bagian kiri.  Gunakan anak panah satu-arah yang menuntun setiap variabel utama (variabei bebas) menuju variabel-variabel lain (variabel terikat dan variabel futercating / control)yang bergantung padanya.  Tunjukkan kekuatan hubungan antarvariabel dengan menyisipkan simbol-sirnbol valensi dalam setiap anak panah. Pada level preliminer.  Gunakan valensi positif atau negatif untuk mempostulasi atau menyimpulkan hubunganhubungan antarvariabel.1998). 79 .

dua kelompok dalam variabel X dikomparasikan berdasarkan pengaruh terhadap Y. variabel terikat.2. Langston. Saya mwenunjukkan dua contoh ini hanya untuk memperkenalkan kemungkinankemungkinan menghubungkan variabel bebas dan variabel terikat agar teori yang dapat terpakai dapat terbangun secara utuh. Mengenai aturan-aturan notasi. biasanya dengan mengunakan sistem pengalian antara variabel bebas dan variabel terikat dalam bentuk model kausal yang sangat rinci (blalock. Ada juga model-model yang lebih rumit. dengan aturan-aturan model visual seperti yang baru saja diperkenalkan.2 Dua Kelompok (Variabel X) Dengan Treatmen Yang Berbeda-Beda Dikomparasikan Berdasarkan Pengaruhnya Terhadap Y Misalnya. Rancangan seperti ini sering diterapkan untuk penelitian eksperimen antar kelompok (lihat Bab 8). Seperti yang tanpak pada gambar 3. seperti yang sering terdapat dalam penelitian metode survei. Contoh diatas merupakan contoh dasar yang mengunakan variabel-variabel yang terbatas. menyajikan contoh visual yang kompoleks. dia menyesuaikan dengan kerangka teoretis yang terdapat dalam penelitian-penelitian keperawatan (Megel. Variabel X Kelompok Eksperimen Y1 Variabel Y Kelompok Kontrol Gambar 3. Jungnikel (1990). 1969. 80 . 1988). Setelah mengidentifikasi faktor-faktor ini dalam literatur-literatur yang ada.3 Jungnikel mempertanyakan faktor-faktor apa saja yang memengaruhi performa penelitian akademik penelitian disekolah-sekolah farmasi. Variasi atas model diatas bisa dilakukan dengan menambahkan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen segala variabel-variabel yang dikomparasikan berdasarkan pengaruhnya terhadap hasil akhir (variabel terikat). seperti yang tanpak pada Gambar 3. lalu membuat model visual yang melukiskan hubungan antar faktor-faktor ini. 1985). Creswell.Diagram klausal yang lebih rumit dapat dibuat dengan notasi-notasi tambahan. sama seperti yang dijelaskan pada contoh sebelumnya. dalam proposal disertasinya tentang produktivitas penelitian antar guru disekolah-sekolah farmasi.

Jungnickel memerinci variabel-variabel bebas di bagian kiri, variabel-variabel intervening di bagian tengah, dan variabel-variabel terikat di bagian kanan. Arah pengaru membentang dari kiri ke kanan dengan simnol panah, dan simbol plus dan minus. Untuk menunjukkan arah hipotesis.

Penempatan Teori dalam Penelitian Kuantitatif. Dalam penelitian kuantitatif, peneliti mengunakan teori secara deduktif dan meletakkanya diawal proposal penelitian. Karena tujuanya adalah untuk menguji atau memverifikasi suatu teoriketimbang mengembangkanya maka peneliti kuantitatif seyogianya mengajukan teori, mengumpulkan data untuk menguji teori tersebut, dan menyatakan konfirmasi atau diskonfirmasi atas teori tersebut berdasarkan hasil yang diperoleh.

Eksogen
Variabel-variabel Demografis Standart-standart Ikatan Dinas (Lenure Institusi) Jarak waktu Pengangkatan jabatan Pusat study Universitas

(+/-)
Beban kerja non riset

(+) (-) (+) (+) (+) (+) (-) (+)
Tekanan untuk melakukan penelitian

(-)

(+)

Kolaborasi Sumber daya

(-)

(+)
Dukungan & Rekanrekan

Performa akademik:  Presentasi (non riset)  Presentasi (riset)  Artikel-artikel Jurnal (Tidak diminta)  Artikel-artikel Jurnal (diminta/risert)  Kontributor tulisan dibuku-buku  Buku-buku  Hibah pemerintah (disetujui)  Hibah pemerintah (didanai)  Hibah swasta  kontrak

(-)
Persepsi diri Sebagai peneliti

(+)

(+)

Dukungan dari kepala sekolah

(+)

(-)
Training penelitian sebelumnya Pengangkatan (kepala sekolah vs guru)

(+/-)

Teori menjadi kerangka kerja untuk keseluruhan penelitian yang nantinya berfungsi mengorganisasi rumusan masalah dan hipotesis penelitian serta prosedur pengumpulan data. Model berfikir deduktif yang diterapkan dalam penelitian kuantitatif tanpak pada gambar 3.4 peneliti memverifikasi suatu teori dengan menguji rumusan masalah atau hipotesis-hiotesis
81

yang berasal dari teori ini. Hipotesis atau rumusan tersebut berisi variabel-variabel (Konstruk-konstruk) yang perlu didefinisikan oleh peneliti atau perlu disesuaikan dengan definisi-definisi yang terdapat dalam literatur. Dari sinilah, peneliti mengunakan suatu instrumen penelitian untuk mengukur sikap-sikap atau perilaku-perilaku para partisipan. Kemudian, peneliti mengumpulkan skor-skor yang diperoleh dari instrumen ini mengonfirmasi atau mengonfirmasi teori tersebut.Para hakikatnya, pendekatan deduktif yang diterapkan dalam penelitian kuantitatif juga turut mempengaruhi peletakan teori di dalamnya (lihat Tabel 3.1). Petunjuk umumnya adalah memperkenalkan teori diawal proposal penelitian: dalam pendahuluan, dalam tinjauan pustaka, setelah hipotesis atau rumusan masalah (sebagai resionalisasi atas hubungan antar variabel), atau dalam bab/ subbab khusus. Masing-masing penempatan ini memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Tips penelitian: Anda sebaiknya menulis teori pada bagian terpisah dalam proposal penelitian sehingga pembaca dxapat mudah mengidentifikasi teori tersebut dari komponenkomponen lain. Dengan meletakkan teori di bagian khusus, anda dapat memberikan penjelasan yang memadai tentang teori tesebut, fungsinya, dan hubunganya dengan penelitian. Menulis Perspektif Teoretis kuantitatif Berdasarkan opsi-opsi yang sudah disajikan sebelumnya, berikut ini saya akan menunjukkan satu contoh penulisan persepektif
Peneliti menguji atau memverifikasi suatu teori

Peneliti menguji hipotesis-hipotesis atau rumusan masalah dari teori tersebut Peneliti mendefinisikan dan mengoperasionalisasikan variabelvariabel yang terbentuk dari teori tersebut Peneliti mengukur atau mengobservasi variabel-variabel dengan bantuan instrumen untuk memperoleh skor-skor

Gambar 3.4 Pendekatan Deduktif dalam Penelitian Kualitatif 82

Teoretis dalam penelitian kuantitatif. Anggap saja, tugas anda saat ini adalah mengidentifikasi suatu teori yang menjelaskan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. 1. Periksalah literatur-literatur yang kemungkinan membahas teori ini. Jika unit analisis untuk variabel-variabel penelitian adalah seorang individu, periksalah dalam literatur psikologi. Jika unit analisisnya adalah kelompok-kelopmok atau organisasi, lihatlah dalam literatur sosiologi. Jika penelitianya hendak menguji individu-individu dan kelompok-kelompok atau organisasi, lihatlah dalam literatur sosial-psikologi. Jika penelitianya hendak menguji individu-individu dan kelompok-kelompok, pertimbangkanlah literatur sosial-psikologi. Tentu saja, teori-teori dari disiplin lain bisa saja berguna (misalnya, untuk meneliti isu ekonomi). 2. Periksa pula penelitian-penelitian lain yang membahas topik atau yang sangat berkaitan dengan topik anda. Teori-teori apa ketimbang mengembangkanya maka peneliti kuantitatif seyogianya mengajukan teori, mengumpulkan data untuk menguji teori tersebut, dan menyatakan konfirmasi atau diskonfirmasi atas teori tersebut berdasarkan hasil yang diperoleh. Teori menjadi kerangka kerja untuk keseluruhan penelitian yang nantinya berfungsi mengorganisasi rumusan masalah dan hipotesis penelitian serta prosedur pengumpulan data. Model berfikir deduktif yang diterapkan dalam penelitian kuantitatif tanpak pada Gambar 3.4 peneliti memverifikasi suatu teori yang menguji rumusan masalah atau hipotesis-hipotesis yang berasal dari teori ini. Hipotesis atau rumusan masalah tersebut berisi variabel-variabel (konstrukkonstruk) yang perlu didefinisikan oleh peneliti atau perlu disesuaikan dengan definisi-definisi yang terdapat dalam literatur. Dari sinilah, peneliti mengunakan suatu instrumen penelitian untuk mengukur sikap-sikap atau perilaku-perilaku para partisipan. Kemudian, peneliti mengumpulkan skor-skor yang diperoleh dari instrumen ini untuk mengonfirmasi atau mendiskonfirmasi teori tersebut. Pada hakikatnya, pendekatan deduktif yang bisa diterapkan dalam penelitian kualitatif juga turut memengaruhi peletakan teori di dalamnya (lihat tabel 3.1). Petunjuk umumnya adalah memperkenalkan teori diawal proposal penelitian: dalam pendahuluan, dalam tinjauan pustaka, setelah hipotesis atau rumusan masalah (sebagai rasionalisasi atas hubungan antarvariabel), atau dalam bab/subbab khusus. Masing-masing penempatan ini memiliki kelebihan dan kekuranganya tersendiri.

Tabel 3.1 Opsi-Opsi Penempatan Teori Dalam Penelitian Kualitatif. Penempatan Dalam pendahuluan Kelebihan-kelebihan Penempatan ini banyak ditemukan dalam artikel-artikel jurnal; akan tanpak fimiliar bagi pembaca; lebih bersifat deduktif. Teori berasal dari literaturliteratur yang ada. Dengan meletakkanya dalam tinjauan pustaka, teori ini akan semakin jelas dan tuntut sesuai dengan literatur aslinya. Kekurangan-kekurangan Pembaca sulit untuk memisahkan landasan teori dari komponen-komponen lain dari proses penelitian Pembaca silit membedakan teori dengan tinjauan pustaka

Dalam tinjauan pustaka

83

Setelah rumusan masalah atau hipotesis peelitian

Bagaimanapun juga, teori merupakan penjelasan logis atau rumusan masalah atau hipotesis penelitian karena teori dapat menerangkan bagaimana dan mengapa variabel-variabel saling berhubungan Penempatan ini dapat memperjelas pembahasan mengenai teori dari pembahasan-pembahasan lain dalam penelitian. Penempatan ini juga memungkinkan pembaca untuk mengidentifikasi dan memahami dengan baik landasan teori untuk penelitian tersebut.

Dalam bagian (bab/subbab terpisah)

Peneliti bisa saja memasukkan logika teoretis setelah rumusan masalah atau hipotesis penelitian, tetapi ia akan mengabaikan pembahasan detail tentang asal mula perkembangan dan penerapan teori tersebut. Pembahasan teori bisa saja berada terpisah dari komponen-komponen lain, namun pembaca akan sulit untuk menghubungkanya dengan komponen-komponen lain dalam penelitian.

Yang digunakan oleh para penelitianya? Batasilah jumlah teori dan cobalah mengidentifikasi suatu teori yang dapat menjelaskan hipotesis inti atau rumusan masalah utama. 3. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, buatlah rumusan masalah dengan metafor pelangi agar dapat menjembatani variabel-variabel bebas dan variabel-variabel terikat, seperti: mengapa variabel(-variabel) bebas mempengaruhi variabel (-variabel) terikat? 4. Jelaskan teori anda dalam bagian khusus. Ikuti kalimat-kalimat berikut: ―Teori yang akan digunakan adalah.......... (nama teori). Teori ini dikembangkan oleh.........(sumber atau pengembang teori) dan sudah banyak diterapkan dalam penelitian mengenai.......(topik-topik penelitian yang menerapkan teori ini sebagai landasanya). Teori ini menegaskan bahwa...... (proposisi-proposisi atau hipotesis-hipotesis dalam teori tersebut). Diaplikasikan pada penelitian ini, teori tersebut diharapkan dapat menjelaskan pengaruh variabel(-variabel) bebas...........( variabel-variabel bebas) terhadap variabel(-variabel) terikat (variabel-variabel terikat) karena....... (penjelasan yang didasarkan pada logika dari teori tersebut).‖

Dengan demikian, topik-topik yang harus dimasukkan kedalam pembahasan mengenai teori kuantitatif ini mencangkup antara lain: teori yang digunakan, hipotesis-hipotesis atau proporsi-proporsi dari teori tersebut, informasi tentang aplikasi teori tersebut dalam penelitian-penelitian sebelumnya, dan pernyataan yang mencerminkan bagaimana teori tersebut berhubungan dengan penelitian yang diajukan. Contoh penulisan teori kuantitatif ini dapat disimak dalam penelitian Crutchfiled (1986) berikut:

84

Contoh 3.1 Teori kuantitatif Crutchfiled (1986) menulis disertai doktoralnya dengan judul Locus of Control, Interpersonal Trust, And Scolarly produktifity. Dengan menyurvei para guru keperawatan, ia hendak mengetahui apakah lokus kontrol dan keyakinan interpersonal dapat memengaruhi tingkat produktifitas para guru. Dalam bab ini pendahuluan disertai ini terdapat salah satu subbab yang berjudul ―Perspektif teoritis‖. Subbab ini mencangkup poin-poin berikut:  Teori yang akan digunakan  Hipotesis utama dari teori tersebut  Informasi tentang siapa yang telah mengunakan teori tersebut  Penyesuaian antara teori dan variabel-variabel penelitian dengan mengunakan bentuk pernyataan logika ―jika-maka‖ Saya telah memberikan catatan-catatan tambahan dalam format italic untuk menandai poin-point diatas. Perspektif Teoritis Untuk merumuskan perspektif teoritis dalam meneliti produktifitas akademi para guru, teori belajar sosial (sosial learning theori) menyediakan proto tipe penting. Konsep tentang perilaku berusaha ―mendekati perilaku manusia berdasarkan hubungan (timbal-balik) berkelanjutan antara faktor-faktor kognitif, perilaku, dan lingkungan‖ (Bandura, 1977:vi) (Disini, peneliti tengah mengidentifikasi teori tertentu). Meskipun teori ini menyarankan agar diterapkan reirfoncemen seperti membentuk prinsip-prinsip, teori belajar sosial tetap melihat peran reward sebagai sarana untuk mengidentifikasi respon-respons terbaik dan sebagai motivasi intensif terhadap perilaku yang diharapkan. Selain itu, prinsip-prinsip belajar dalam teori ini menekankan peran penting proses-proses lain, seperti proses vicari ous, simbolic, dan self regulating (Bandura, 1997). Teori belajar sosial tidak hanya membahas belajar dan pembelajaran, tetapi juga berusaha mendeskripsikan bagaimana kompetensi sosial dan dan kompetensi personal (sehingga disebut personalitas) dapat mengembangkan kondisi sosial yang kondusif untuk proses belajar. Teori ini juga untuk menjabarkan teknik-teknik penilaian personalitas (Mischel, 1968), dan modifikasi perilaku dalam setting klinis dan edukatif (Bandura, 1977; Bowel dan Hilgart, 1981; Rotter 1954) (Disini, peneliti tengah mendeskripsikan teori belajar sosial) Sejauh ini prinsip-prinsip teori belajar sosial telah banyak diterapkan pada perilaku-perilaku sosial seperti kompetifitas, agresifitas peran seks, tantanga, dan perilaku patologis (Bahdura & Walters, 1963; Bandura 1977; Mishel, 1968; Miller & Dollard, 1941, Rotter 1954; Staats, 1975) (Disini peneliti tengah mendeskripsikan penerapan teori ).

85

Dengan menjelaska teori belajar sosial, rotter (1954) menunjukkan bahwa ada empat tingkatan variabel yang harus dipertimbangkan: perilaku, ekspektasi, reinforcement, dan situasi psikologis. Formula umum tentang perilaku dapat dinyatakan sebagai berikut: Potensi munculnya perilaku dan situasi psikologistertentu merupakan pengaruh ekspektasi bahwa perilaku tersebut nantinya akan menuntun para reiformence dan manfaat-manfaatnya dalam dalam situasi psikologis tersebut (Rotter, 1975:57). Ekspektasi dalam formula ini merujuk pada kepastian (atau kemungkinan) tertentu bahwa hubungan kausatif umumnya muncul antara perilaku dan rewad konstruk dari eksprestasi ini dapat didefinisikan sebagai lokus kontrol ekternal ketika seorang individu percaya bahwa dalam dirinya mempengaruhi oleh hal-hal seperti keberuntungan, nasib atau kekuatan-kekuatan lain. Kesadaran akan hubungan kausatif ini tentu saja bukanlah sikap yang mutlak dan selalu muncul dalam setiap individu, melainkan yang berupa sikap yang berbedabeda dalam satu kontinum bergantung pada pengalaman-pengalaman individu tersebut dan sebelumnya dan kompleksitas-kompleksitas situasional (Rotter: 1996).(Disini peneliti menjelaskan variabel-variabel dalam teori) Karena penelitian ini menerapkan teori belajar sosial maka empat tingkatan variabel yang diidentifikasi oleh Rotter (1954) diatas menjadi bahan utama untuk memerinci poin-poin produktifitas akademik seperti berikut: 1. Produktifitas akademik merupakan perilaku atau aktifitas yang diharapkan. 2. Lokus kontrol merupakan ekspektansi umum bahwa reward dapat atau tidak dapat bergantung pada perilaku-perilaku tertentu. 3. Reinforcement merupakan reward dan penghargaan atas kerja akademik 4. Institusi pendidikan merupakan situasi psikologis yang di dalam nya terdapat berbagai reward atas produktivitas akademik

Dengan variabel-variabel diatas maka konsep umum tentang perilaku sebagaimana yang sedang diformulasikan oleh Rotter (1975) akan diadaptasi sehingga menjadi seperti ini: potensi munculnya perilaku akademi dalam institusi pendidikan merupakan pengaruh dari ekspektasi bahwa perilaku tersebut nantinya akan menuntut pada reward-rewad tertentu dan manfaat-manfaatnya dalam institusi pendidikan, yakni produktifitas para guru semakin meningkat karena adanya para guru. Selain itu hubungan antara kepercayaan interpersonal dan lokus control perlu dipertimbangkan dalam kaitanya dengan ekspektasi dengan kaitanya reward melalui perilaku-perilaku yang direkomendasikan oleh Rotter dalam bukunya yang lain (1967). Selanjutnya, karakteristik-karakteristik tertentu, seperti persiapan akademik,umur kronologis, beasiswa doktoral, ikatan dinas atau kerja full-time, atau part-time, diasosiasikan
86

Pertama. bahasa. stabilitas dan perubahan. c) Reward atas aktifitas akademik sangat bermanfaat (manfaat reward). teori sering kali digunakan sebagai penjelasan atas perilaku dan sikap-sikap tertentu. Jika para guru percaya bahwa: a) usaha-usaha mereka melaksanakan kegiatan akademik akan capai menuntutnya pada reward (lokus kontrol). Pendekatan ini sangat populer dalam penelitian ilmu kesehatan kualitatif dimana peneliti biasanya mengawali penelitianya dengan model-model teoretis. TEORI DALAM PENELITIAN KUALITATIF Variasi Penggunaan Teori Dalam Penelitian Kualitatif. d) Reward benar-benar ada dalam bidang atau institusi mereka (Seting Institusi) maka produktifitas akademik mereka akan semakin meningkat (hlm.dengan produktifitas akademik keperawatan dalam satu cara yang sama dengan produktifitas dengan disiplin-disiplin lain (disini peneliti tengah menerapkan konsep-konsep teoretis pada penelitianya). Para peneliti kualitatif menggunakan teori dalam penelitian untuk tujuan-tujuan yang berbeda. seperti adopsi dalam praktek-praktek kesehatan atau kualitas dalam orentasi kehidupan umat manusia. atau organisasi sosial. seperti kekerabatan atau keluarga (lihat pembahasan Wolcott:1999 tentang sejumlah penelitian antropologi yang mengangkat topik-topik kebudayaan). seperti kontrol sosial. Misalnya. 87 . konstruk-konstruk. 1999:113) untuk dikaji dalam proyek penelitian mereka.dalam penelitian kualitatif. pernyataan berikut akan merepresentasikan logika dasar penelitian ini. peneliti tengah memberikan kesimpulan hipotesis dengan pernyataan logika ―jika maka‖ untuk menghubungkan variabel bebas dengan variabel terikat). Meskipun para peneliti kualitatif tidak merujuk pada tema-tema tersebut sebagai teori mereka. tema-tema ini umumnya menyediakan penjelasan lengkap yang sering kali dimanfaatkan oleh antropolog untuk meneliti perilaku culturesharing dan tingkah laku manusia. Tema-tema ini dapat memberikan serangkaian hipotesis siap pakai untuk diuji dengan literatur-literatur yang ada. 12-16) (Disini. dan hipotesis-hipotesis penelitian. Teori ini bisa jadi sempurna dengan adanya variabelvariabel. b) Usaha-usaha mereka sangat bergantung pula kesanggupan-kesanggupan mereka pribadi (kepercayaan interpersonal). Untuk lebih jelasnya. para ahli etnografi memanfaatkan tema-tema kultural atau ―aspek-aspek kebudayaan‖ (Wolcott.

Teori kausatif seperti ini bisa berupa teori emansipasi atau represi (Thomas. anak jalanan. khususnya tentang orangorang dan komunitas-komunitas kulit berwarna (Ladson-Bilings. 1987) Teori queer-begitulah istilah yang digunakan dalam literatur ini berfokus pada individu-individu yang menanamkan pada dirinya sebagai kelompok lesbian. atau dengan cara berbaur langsung dengan mereka). gay. mengumpulkan dan menganalisis data. Topik-topik penelitian bisa mencangkup isu-isu kebijakan yang berhubungan dengan realisasi keadilan sosial bagi kaum wanita dengan ranah-ranah tertentu atau pengetahuan tentang kondisikondisi ketertindasan yang dialami oleh mereka (Ollesen. Penelitian-penalitian yang menerapkan perspektif teoritis ini bukan berarti menjadikan individu-individu diatas sebagai objek mentah yang 88 . atau historis tertentu) dan bagaimana menulis laporan akhir (seperti. atau trans gender. 1993). dan gender yang diletakkan pada mereka (Fay. Penelitian kualitatif pada 1980-an mengalami transformasi besar-besaran yang ditandai munculnya perspektif-perspektif teoretis seperti ini sehingga memperluas ruang lingkup penelitian yang muncul sebelumnya. kelas. kelas. Perspektif-perspektif teoretis ini menuntun peneliti pada isu-isu penting yang perlu diteliti (seperti.para peneliti kualitatif sering kali mengunakan perspektif teoritis sebagai panduan umum untuk meneliti gender. perempuan. dengan tidak memarjinalisasi lebih jauh individu-individu yang diteliti. Beberapa perspektif teoritis yang dapat digunakan dalam penelitian kualitatif adalah sebagai berikut (Creswell. 2007):  Perspektif feminis mengugat kaum wanita saat ini yang ditindas dengan sewenangwenang dan institusi yang turut membentuk kondisi tersebut. serta membentuk call for action and change (panggilan untuk melakukan aksi dan perubahan). dan ras (atau isu-isu lain mengenai kelompokkelompok marginal).Kedua.dan kelompok-kelompok minoritas lain). berada diluar atau tidak condong pada konteks pribadi. Perspektif ini biasanya digunakan dalam penelitian advokasi/partisipatoris kualitatif atau dapat membantu peneliti untuk merancang rumusan masalah. Perspektifperspektif juga menunjukkan bagaimana peneliti harus memosisikan diri mereka dalam penelitian kualitatif (seperti. biseksual. peneliti memulai dengan satu teori yang menjelaskan keseluruhan proses penelitian. 2000)   Perspektif teori kritis fokus pada pemberdayaan umat manusia agar dapat bebas dari kungkunghan rasial. kultural. 2000).  Wacana rasial memunculkan pertanyaan-pertanyaan penting tentang tentang kontruksi dan kontrol atas pengetahuan yang berbau ras. Dalam penelitian etnografi kritis.

2005). lalu ke tema-tema umum. berarti peneliti menerapkan proses penelitianya secara induktif yang berlangsung mulai dari data. gender. Laporan penelitian tidak transparan dan netral. yang melibatkan para pengurus sekolah. 89 . guru dan orang tua yang memiliki anak-anak dengan ketidak mampuan tetentu (Mertens. ilmu-ilmu sosial tradisional mulai dikritik dan dipertanyakan oleh perspektif-perspektif pos modern dan kritis yang menantang asumsi-asumsi objektif dan norma-norma tradisional dalam penelitian. Dengan menjadikan teori sebagai poin akhir penelitian. Teori ini bahkan menyuarakan kembali hak-hak dan pengalaman-pengalaman individu yang tertindas (gamson. merupakan aspekaspek penting dalam memahami pengalaman manusia dan d). Ada empat hal yang menjadi fokus utama dalam kritik ini: a). b). tetapi dikuasai oleh individu-individu yang secara teoritis berorentasi pada ras. Penelitian pada dasarnya melibatkan isu-isu kekuasaan. Rossman dan Rallis (1998) mengartikan teori dalam penelitian kualitatif sebagai perspektif pos modern dan kritis: Menjelang abad XX. Penelitian historis tradisional telah membungkam kelompok-kelompok yang tertindas dan marginal (hlm. 2000)  Studi ketidak mampuan berfokus pada makna inklusi dalam sekolah. melainkan lebih berusaha mencari sisi-sisi kultural dan politis apa yang membuat mereka terkucilkan dalam ranah sosial. kemudian menuju teori atau model tertentu (lihat punch. 1998). Logika pendekatan induktif ini dapat dilihat pada gambar 35.dapat diperlakukan begitu saja. teori sering kali digunakan sebagai poin akhir penelitian. 66) Ketiga dalam penelitian kualitatif.

lalu membentuk informasi ini menjadi pola-pola. dalam penelitian studi kasus. generalisasi-generalisasi atau teori-teori dari tema-tema atau kategori-kategori yang dibuat Peneliti menganalisis data berdasarkan tema-tema dan kategori-kategori Peneliti mengajukan pertanyaanpertanyaan terbuka pada partisipasi dan merekam catatan-catatan lapangan Peneliti mengumpulkan informasi (misalnya. 86). 1998). Stake (1995) menyebut tuntutan (assertion) sebagai generalisasi proporsional (kesimpulan peneliti dari hasil interpretasi dan klaim-klaimnya) dan generalisasi naturalistik (pengalaman-pengalaman pribadi peneliti) (hlm. Dalam penelitian ini.Peneliti mengemukakan generalisasigeneralisasi atau teori-teori dari literatur-literatur dan pengalamanpengalaman pribadinya Peneliti mencari pola umum. atau generalisasi-generalisasi untuk nantinya diperbandingkan dengan pengalaman-pengalaman pribadi atau dengan literatur-literatur yang ada. Logika Induktif Dalam Penelitian Kualitatif Peneliti memulai penelitianya dengan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin dari para partisipan. peneliti berharap dapat menemukan satu teori yang didasarkan pada informasi dari para partisipan (Stauss dan Corbin. dari wawancara atau observasi) Gambar 3. Lincoln dan Guba 90 . teoriteori atau generalisasi-generalisasi ini menunjukkan bahwa penelitian kualitatif memiliki point akhir yang berbeda-beda. Sebagai contoh lain. teori-teori. Usaha mengembangkan tema-tema dan kategori-kategori menjadi pola-pola. Misalnya. grounded theory memiliki poin akhir yang berbeda.5. Bahkan.

misalnya. namun teori ini tidak membutuhkan pernyataan kausatif.(1985) menyebut pattern theory (teori pula) sebagai pemikiran-pemikiran awal yang terus berkembang selama penelitian kualitatif ini justru merepresentasikan pemikiran-pemikiran yang saling berhubungan atau bagian-bagian yang berhubung dengan keseluruhan. Bahkan. identifikasilah bagaimana teori tersebut akan dijabarkan dan digunakan dalam penelitian anda. seperti dalam penelitian fenomenologi. yang didalamnya peneliti berusaha untuk membangun esensi pengalaman dari para partisipasi (lihat. teori ini mengunakan metafora dan analogi-analogi agar relasi-relasi ini ―memiliki arti. Kasus ini bisa saja terjadi disebabkan dua hal: (1) karena tidak ada satupun penelitian kualitatif dilakukan dengan observasi yang ―benar-benar murni‖ dan (2) karena struktur konseptual sebelumnya yang disusun dari teori dan metode tertentu telah memberikan starting point bagi keseluruhan observasi (Schwandt.  Tempatkan teori tersebut dalam naskah penelitian anda dibagian yang tepat. sebagai end point penelitian. peneliti hanya membuat sesuatu deskripsi yang kaya dan rinci tentang fenomena tertentu. 38) Keempat. beberapa penelitian kualitatif tidak mengunakan teori yang terlalu eksplisit. atau sebagai perspektif advokasi. Dalam penelitian-penelitian semacam ini. pattern theory justru berisi konsep-konsep dan relasi-relasi yang saling berhubungan. Konsep-konsep dan relasi-relasi di dalamnya membentuk sejenis mutual-reinforcing dan sistem tertutup.‖ pattern theory merupakan sistem gagasan-gagasan. Pattern theory mengurutkan setiap tahapan atau menghubungkan bagian-bagian dengan keseluruhan (hlm. Riemen. sesuai dengan tujuan yang digunakanya teori tersebut. 1993). Tips penelitian saya tentang pengunaan teori dalam penelitian kualitatif ini antara lain sebagai berikut:   Pastikan apakah teori tersebut dapat diterapkan dalam penelitian kualitatif atau tidak. 91 . Sebaliknya. Neuman (2000) memberikan informasi tambahan mengenai pattern theory ini: Pattern theory tidak menemukan aspek penalaran deduktif. tidak sedikit orang memandang penelitian kualitatif sebagai penelitian yang tidak memiliki orientasi teori yang eksplisit. Malahan. 1986). apakah sebagai penjelasan up-front. Jika bisa diterapkan. mirip dengan teori kausatif.

dengan tetap menjaga kerangka tersebut secara ketat agar tidak tercampur-baur dengan data penelitian (hlm. Dalam penelitian kualitatif yang mengunakan tema kultural atau perspektif teoretis. Akan tetapi. pola. teori muncul diawal dan dapat dimodifikasi atau disesuaikan dengan sedemikian rupa berdasarkan pandangan dari para partisipan.Menempatkan Teori Dalam Penelitian Kualitatif Bagaimana teori itu digunakan. atau generalisasi sebagai poin akhir (end point} maka modifikasi atas teori model Tinto tersebut dimunculkan di akhir penelitian. Untuk itulah. Data harus diolah secara dialektik agar dapat menghasilkan proposisiproposisi baru yang memungkinkan munculnya kerangka teoretis. yang di dalamnya proposisi utama dapat dibedakan dengan teori-teori dan literatur-literatur yang sudah ada. merancang model ini secara induktif dari komentarkomentar infor man. sebuah representasi visual yang mengilustrasikan hubungan antarkonsep. Lather (1986) mengulifikasi pengunaan teori sebagai berikut: Melakukan penelitian grounded theory secara empiris membutuhkan relasi timbal balik antara data dan teori. Contoh 3. sebagai konsekuensinya. Mereka merasa bahwa model ini telah "dikonseptualisasikan secara tidak utuh dan. 92 . dan meletakkan model tersebut di akhir penelitian. untuk sebagian besar rancangan kualitatif yang berorientasi teori. model tersebut tidak diuji (seperti yang sering ditemukan dalam proyek kuantitatif). tetapi hanya dimodifikasi (karena penelitian mereka adalah penelitian kualitatif). sering kali dipahami dan diukur dengan tidak tepat" (hlm. 433). Padilla. seperti etnografi kritis. dalam penelitian mereka. yaitu model Tinto tentang integrasi sosial.2 Teori di Bagian Awal Penelitian Kualitatif Murguia. Mereka mendaur-ulang model Tinto ini dan menawarkan modifikasinya untuk mengilustrasikan bagaimana etnisitas itu berfungsi. 276) Seperti yang tanpak pada contoh diatas. Mereka mengawalinya dengan menghubungkan pengalaman-pengalaman partisipan dengan satu model teori. Karena penelitian kualitatif mereka menempatkan teori. Mereka ingin mengetahui tentang bagaimana etnisitas memengaruhi integrasi sosial. akan turut memengaruhi penempatanya dalam sebuah penelitian kualitatif. kami telah mengembangkan suatu model visual yang menghubungkan variabel-variabel. universitas). Modtfikasi-teori ini berbentuk diagram logika. dan Pavel (1991) meneliti 24 siswa yang berasal dari Spayol dan Amerika Asli yang tergabung dalam suatu sistem sosial (dalam hal ini.

atau isu-isu lain maka penelitian tersebut sebaiknya menerapkan teori-teori ini di bagian penelitian (Mertens. pada bagian ini. Cara lain untuk menerapkan teori dalam penelitian metode campuran adalah dengan menjadikan teori sebagai perspektif teoretis untuk menuntun penelitian. melainkan dalam jangkauan masalah-masalah tersebut. ras atau etnisitas. 1992: 58) 93 . bahkan kontras. (Creswell & Brown.3 Teori di Bagian Akhir Penelitian Kualitatif Dengan menggunakan database yang memuat sekitar 33 wawancara kami bersama para ketua jurusan akademik. orientasi seksual. Mengapa kebutuhankebutuhan para dosen yang tenured justru lebih banyak dibanding para dosen yang nontenured? Padahal. Dalarn bab tersebut. Bab teori kami munculkan di bagian akhir penelitian. penelitian metode campuran yang didasarkan pada teori gender. kami (Creswell & Brown. Pada bagian ini. yakni pengaruh para ketua jurusan terhadap performa dosen. Selain itu. Contoh 3. bukan dalam jenis-jenis masalah. Bahkan. kami berharap bahwa jenjang-jenjang karier akan sama. Dalam banyak hal.TEORI DALAM PENELITIAN METODE CAM! URAN Teori dalam penelitian metode campuran dapat diterapkan secara deduktif (seperti dengan pengujian atau verifikasi teori kuantitatif) atau secara induktif (seperti dengan pemunculan teori atau pola kualitatif). sekaligus membandingkan beragam spekulasi teoretis yang terdapat dalam literatur. 2003). dengan harapan kami. beragamnya tujuan-tujuan karier para dosen yang post-tenure memperluas kemungkinan munculnya "jenis-jenis" masalah tersebut. 1977). antara lain kami menyatakan: Proposisi dan subproposisi-subproposisi dari teori ini ternyata menampiikan sesuatu yang tidak biasa. salah satu literatur yang membahas tentang produktivitas penelitian menegaskan bahwa performa penelitian seseorang tidak akan merosot hanya karena ada penghargaan tenure (Holley. kami juga membandingkan hasil survei dari para partisipan dengan hasil survei dari penelitian-penelitian lain.1. 1992) mengembangkan suatu grounded theory yang menghubungkan variabel-variabel (atau kategori-kategori) penelitian. Bertentangan dengan proposisi 2. Kami justru menemukan bahwa masalah yang dirasakan para dosen yang post-tenure hampir mencakup keseluruhan masalah yang terdapat dalam daftar. Barangkali. Teori ilmu sosial atau ilmu kesehatan bisa saja digunakan sebagai kerangka teoretis untuk diuji. mengharuskan kita untuk mengujinya lebih rinci. kami menggambarkan teori tersebut secara induktif dalam bentuk isual berdasarkan kategori-kategori informasi yang berasal dari para informan. baik dengan pendekatan kuantitatif maupun kualitatif. kami juga menyertakan hipotesis-hipotesis dari teori tersebut. yang menurut Furniss (1981). Dalam hal ini. ketidakmampuan. subproposisi ini justru menekankan pada kelompok karier yang understudied.

perlu menggabungkan metodologi emansipatoristransformatif ke dalam semua tahap penelitiannva. ras/etnis. kebudayaan/ras/etnik. feminis. Pertanyaan-pertanyaan dalam Kotak 3. Creswell. Teori transformatifnya Mertens ini bisa menjadi gagasan umum bagi serrtua penelitian yang berbasis emansipatoris. dalam menjelaskan paradigma transfor-rriatif-partisipators dan prosedur-prosedur khusus metode campuran. Freirian. feminis.Secara historis. Tentang prosedur-prosedur penelitian metode campuran. Sebagaimana diringkas dalam Kotak 3. dengan objek penelitian yaitu individuindividu dengan ketidakmarnpuan-ketidakmampuan khusus dan kelompok-kelompok marginal. seperti penelitian aksi partisipatoris (participatory action research) dan pendekatan pemberdayaan (empowerment approach). Mertens juga menjelaskan implikasi dasar diterapkannya teori-teori transformatif ini dalam penelitian metode campuran. Banyak peneliti metode campuran yang sudah menerapkan gagasan ini. dan perhatian pada solusi-solusi aksi. Mereka kemudian membuat model-model visual untuk mengilustrasikan bagaimana perspektif-perspektif ini dapat menjadi panduan bagi penelitian metode campuran. etnis/ras. dia menegaskan pentingnya perspektif teoretis dalam penelitian metode carnpuran. dan Hanson (2003) sudah menulis sebuah bab khusus yang menjelaskan hal tersebut secara kompre-hensif. penerapan metode-metode yang berbeda. seperti gender. gagasan digunakannya landasan teoretis dalam penelitian metode campuran sudah ditunjukkan pertama kali oleh Greene dan Caracelli pada 1997.1. Mereka mengidentifikasi penerapan rancangan transformatif'untuk penelitian metode campuran. Piano Clark. Mertens (2003) melanjutkan pembahasan ini. Perspektif-perspektif inilah yang nantinya saling bertumpang tindih dalam penelitian metode campuran (lihat-Bab 10). Rancangan ini mengutamakan penelitian-penelitian yang berbasis pada nilai dan aksi. Gutmann. menurut Mertens. antidiskriminasi partisipatif. Tidak hanya itu. bebas-bias dari kuantitatif dan bermuatan-bias dari kualitatif). gaya hidup. dia menekankan pentingnya nilai-nilai dalam meneliti isu-isu feminis. Para peneliti metode campuran yang menggunakan teoriteori transformatif ini. Mereka menjelaskan kemungkinan penelitian metode campuran menerapkan perspektif-perspektif teoretis yang beragam. Dengan membaca pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam Kotak 3.1 mengarahkan para peneliti 94 . serta perlunya pengharga-an akan perbedaan di antara para partisipan penelitian.1. dan isu-isu ketidakmampuan (disability issues). Dalam rancangan ini. kritik. para peneliti akan menyadari pentingnya penelitian tentang isu-isu diskriminisi dan tekanan. kelas dan status sosial. Greene dan Caracelli menawarkan pencampur-an nilai-nilai dari tradisi-tradisi yang berbeda (seperti.

untuk respek dalam mengumpulkan dan mengomunikasikan data penelitian dan melaporkan hasil penelitian sehingga dapat menuntun pada per-ubahan dalam proses dan relasi sosial. Langkah-langkah untuk menggunakan teori dalam proposal metode campuran ialah: • • • Tentukan teori apa yang akan digunakan. yang di dalamnya gagasan-gagasan emansipatoris juga digunakan. 95 . Penelitian metode campuran di atas "menekankan dimensi-dimensi berbasis nilai dan aksi dari dua tradisi penelitian yang berbeda" (Greene & Caracelli. 1997:24). Jika teori digunakan sebagai strategi transformasional dalam penelitian. Identifikasilah penerapan teori tersebut dalam hubungannya dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. jelaskan strategi tersebut dan bahaslah poin-poin intinya dalam penelitian yang diajukan. Mereka menggunakan perspek-tif teoretis untuk mengonfigurasi kembali bahasa dan percakapan partisipan. lalu mereka mengemukakan pentingnya pemberdayaan dalam penelitian.

membangun kepercayaan. merrlbuat pertanyaan-pertanyaan positif dan negatif yang seimbang? Membuat pertanyaan-pertanyaan yang menuntun pada jawaban-jawaban transformatif.Kotak 3. menggunakan kerangka teoretis ketimbang model tertentu yang terbatas. Mengidentifikasi Rancangan Penelitian • Apakah rancangan penelitian Anda sudah menerapkan treatment yang berbedabeda pada setiap kelompok dan menghormati pertimbangan-pertimbangan etis dari para partisipan? Mengidentifikasi Sumber-Sumber Data dan Memtlih Partisipan • Apakah para partisipan benar-benar pernah mengalami —atau setidaknya berkaitan dengan— diskriminasi dan penindasan? • Apakah para partisipan sudah tepat dilabeli sebagai komunitas yang tertindas? • Apakah proses penargetan populasi sudah memenuhi syarat-syarat pengharaan akan perbedaan? • Apa yang Anda lakukan pada sampel penelitian untuk mengetahui bahwa kelompokkelompok yang tertindas itu benar-benar terwakilkan dengan tepat dan akurat? Mengidentifikasi atau Membuat Instrumen-Instrumen dan Metode-Metode Pengumpulan Data • Apakah proses pengumpulan data dan hasil penelitian akan menguntungkan komunitas yang diteliti? 96 .1 Pertanyaan-Pertanyaan Emansipatoris-Transformatif untuk PenelitianPenelitian Metode Campuran selama proses Penelitian Membatasi Masalah dan Mencari Literatur • Apakah Anda sudah mencari dengan teliti literatur-literatur yang concern dengan isu-isu diskriminasi dan penindasan? • Apakah Anda sudah membatasi masalah penelitian. utamanya untuk komunitas yang diteliti? • Apakah Anda sudah benar-benar memanfaatkan waktu dengan komunitaskomunitas ini? (seperti. seperti pertanyaan-pertanyaan yang difokuskan pada persoalan otoritas dan relasi kekuasaan dalam institusi-institusi dan komunitaskomunitas tertentu?).

Tashakkori & C. dan peneliti menyatakan teori mereka dalam bebe rapa bentuk. Diadaptasi atas izin penulis.). pernyataan logika "jika-maka. RINGKASAN Teori diterapkan dalam penelitian kuantitatif.• Apakah temuan-temuan penelitian nantinya dapat dipercaya oleh komunitas tersebut? • Apakah komunikasi dengan komunitas tersebut akan berjalan efektif? • Apakah proses pengumpulan data dapat membuka jaian bagi partisipan menuju proses perubahan sosial? Menganalisis. Handbook of Mixed Methods in the Social & Behavioral Sciences. Jika teori-teori tersebut digunakan secara deduktif. Mertens (2003). kualitatif. dan Melaporkan Hasil Penelitian • Apakah hasif penelitian akan memunculkan hipotesis-hipotesis baru? • Apakah penelitian ini juga akan meneliti subkelompok-subkelompok (seperti. peneliti perlu membuat tulisan agak panjang mengenai teori tersebut. peneliti menempatkannya di awal penelitian dalam tinjauan pustaka. berfungsi sebagai jembatan antarvariabel. dan metode campuran untuk tujuan yang berbeda-beda. seperti dalam bentuk hipotesis. Menafsirkan." atau dalam bentuk visual. atau menempatkannya dalam bagian terpisah. analisis multilevel) untuk mengetahui bahwa ada dampak yang berbeda terhadap setiap kelompok? • Apakah hasil penelitian akan membantu memahami dan memper-jelas relasi kekuasaan? • Apakah hasil penelitian akan mempermudah proses perubahan sosial? Sumber: Diadaptasi seperlunya dari D. Teddlie (Ed. jika diletakkan di bagian terpisah. Ruang lingkup teori bisa saja luas ataupun sempit. Tentu saja. "Mixed Methods and the Politics of Human Research: The Transformative-Emancipatory Perspective/' dalam A. Mereka juga dapat memasukkan teori-teori itu dalam rumusan masalah atau hipotesis penelitian. 97 . Teori inilah yang menjelaskan bagaimana dan mengapa variabel-variabel itu berhubungan satu sama lain.M. Para peneliti kuantitatif menggunakan teori untuk memberikan penjelasan atau prediksi tentang relasi antarvariabel dalam penelitian. Peneliti kuantitatif tentu membutuhkan landasan teoretis tentang variabel-variabel ini untuk membantunya merancang rumusan masalah dan hipotesis penelitian.

berusaha menghasilkan suatu teori yang didasarkan (grounded) pada pandangan-pandangan para partisipan. Mereka pertama-tama melakukan 75 wawancara etnografis terbuka untuk mengidentifikasi "tema-tema bahasa" (him. ras. penggunaan obat-obatan. pola (pattern]. dan karakteristik-karakteristik perilaku-sosio seksual. dan sebagainya. lalu memosisikannya sebagai kesimpulan di akhir penelitian mereka. pengetahuan tentang bahaya HIV/ AIDS. Teori juga bisa diterapkan sebagai perspektif teoretis untuk membantu peneliti memunculkan pertanyaanpertanyaan tentang gender. Para peneliti metode campuran dapat menerapkan teori secara deduktif (sebagaimana dalam penelitian kuantitatif) ataupun secara induktif (sebagaimana dalam penelitian kualitatif). dan keber-terimaan dan ketakberterimaan. ras/etnis.4 Teori dalam Penelitian Metode Campuran Transformatif-Emansipatoris Hopson. yang berhubungan dengan gender.Contoh 3. Lucas. misal-nya dalam etnografi. yang didominast oleh penduduk Afrika Amerika yang terjangkit HIV/AIDS. Para peneliti kualitatif yang menerapkan grounded theory. dan Peterson (2000) meneliti isu-isu yang sering kali muncul dalam masyarakat urban. ada juga beberapa penelitian kualitatif yang tidak menyertakan teori yang eksplisit. atau generalisasi (generalization) yang secara induktif berawal dari pengumpulan dan analisis data. Mereka juga dapat mengawalinya dengan menggunakan perspektif-perspektif teoretis (misalnya. Meski demikian. mereka meneliti bahasa para partisipan yang terjangkit HIV/AIDS dalam konteks sosial. sebaiknya diterapkan pendekatan pemberdayaan di mana peneliti secara aktif mendengarkan pendapat dari para partisipan dan melaksanakan program-program yang mereka inginkan Sebagaimana dalam penelitian kuantitatif. kepemilikan. 31). hanya menyajikan penelitian deskriptif tentang fenomena utama. para peneliti kualitatif juga dapat menerapkan teori sebagai penjelasan umurn. gaya hidup. Mereka juga melakukan 40 wawan¬cara semi-struktur untuk mengidentifikasi demografi. Teori juga dapat diterapkan sebagai poin akhir penelitian (end point). seperti celaan. mereka menyaring kembali pertanyaanper-tanyaan follow-up (lanjutan) untuk digunakan sebagai instrumen posintervensi kuantitatif. Mereka lalu menyatakan bahwa dalam metakukan penilaian (evaluasi). dan kelas) dalam penelitian metode campuran mereka. narkoba. misalnya. Dari data kualitatif ini. Dengan kerangka teori transformatif-emanstpatoris. para peneliti metode campuran dapat 98 . rutinitas sehari-hari. Misalnya. seperti penelitian feno-menologi. kelas.

buat juga model visual teori tersebut yang mengilustrasikan hubungan antarvariabel dalam penelitian Anda! Ikutilah prosedur-prosedur rancangan model kausatif yang sudah dijelaskan dalam bab ini! 3. Bahkan. Latihan Menulis 1. seperti perspektif feminis. Berdasarkan contoh yang sudah disajikan dalam bab ini. etnis/ras. Columbia University. dan (c) menyajikan penjelasan deskriptif tanpa menggunakan teori yang eksplisit. Theory and Concepts in Qualitative Research: Perspectives from The Field.. buatlah tulisan Latihan Menulis mengenai perspektif teoretis untuk rencana penelitian kuantitatif Anda! 2. buku ini juga menunjukkan bahwa teori bisa saja beroperasi pada banyak level dalam penelitian kualitatif. David Flinder dan Geoffrey Mills mengeditori sebuah buku yang membahas tentang perspektif-perspektif yang berasal dari lapangan —"teori lapangan"— seperti yang sudah sering dideskripsikan oleh para peneliti kualitatif. Carilah artikel-artikel jurnal yang: (a) memodifikasi suatu teori yang muncul sebelumnya.E. G. New York: Teachers College Press. (Ed. BACAAN TAMBAHAN Flinders. Mertens. diperlukan usaha untuk mencari teori lapangan yang sebenarnya dalam penelitian kualitatif. dan teori seperti apa yang dianggap buruk dan baik.J. Bab-bab dalam buku ini mengilustrasikan beberapa konsensus tentang bagaimana meryjelaskan suatu teori. Berdasarkan keragaman inilah. Carilah penelitian metode campuran yang menggunakan satu perspektif teoretis.1 sebagai panduan identifikasi. seperti teori-teori formal. D. (b) berusaha mengembangkan suatu teori di akhir penelitian. (1993). & Mills. Lebih jauh. Identifikasilah secara cermat bagaimana perspektif tersebut membentuk langkah-langkah dalam proses penelitian itu! Gunakan Kotak 3. 4. Setelah itu. 99 . 2003) sudah me-nyediakan prosedur-prosedur khusus bagaimana memasukkan beragam perspektif tersebut ke dalam tahap-tahap penelitian. Teachers College.). atau kelas. beberapa buku penelitian saat ini (seperti.menerapkan pen-dekatan transformasional-emansipatoris yang menggabungkan perspektifperspektif di atas untuk meneliti isu utama. teori-teori epistemologis. dan meta-teori. teori-teori metodologis.

). yaitu: (a) sebagai bahan pemikiran dan refleksi. Gary Thomas mengkritik penggunaan teori dalam penelitian edukatif. personal. metode penelitian pada awalnya tidak terlibat dalam. (him. dan edukasional. (c) sebagai penjelasan untuk menambah pengetahuan dalam bidang yang berbeda. 135-164). 67 (1). Teddlie (Ed. (2003). "What's The Use of Theory?" dalam Harvard Educational Review. Donna Mertens mengakui bahwa secara historis. 75-104)." dalam A. Thomas. la juga menawarkan paradigma transformatif-emansipatoris sebagai kerangka teoretis bagi penelitian metode campuran karena paradigma ini digagas oleh para sarjana yang berasal dari kelompok ras/etnis yang beragam. Aspek yang berbeda dari tulisan Mertens ini terletak pada bagaimana ia berusaha merangkaikan paradigma pemikiran transformatif-emansipatorisnya dengan langkah-langkah dalam proses pelaksanaan penelitian metode campuran. (b) sebagai hipotesis yang lebih sempit atau longgar.Buku ini juga mengilustrasikan praktik dari kritisisme kritis. "Mixed Methods and The Politics of Human Research: The Transformative-Emancipatory Perspective. Tashakkori & C. dan (d) sebagai pernyataan formal dalam ilmu pengetahuan. dia kemudian memunculkan satu tesis bahwa teori tidak seharusnya menstrukturkan apalagi mengekang pemikiran. Thousand Oaks. Mertens. isu-isu politik-kemanusiaan dan keadilan sosial. dari orane-orang yang memiliki ketidakmampuan-ketidakmampuan khusus dan dari kaum feminis.M. teori-teori ini harus berkembang secara terus-menerus dan menjadi ad hocery. (1997). 100 . Sebalik-nya. Berangkat dari catatan-catatan ini. D. Dia mencatat beragam definisi tentang teori dan memetakan empat fungsi teori. (him. yang menurutnya cenderung membatasi pemikiran. Handbook of Mixed Methods in Social and Behavioral Research. CA: Sage. G. sebagaimana dikatakan Toffler. formal.

sejenis draf tentang bagian-bagian yang perlu dimasukkan dalam proposal penelitian. Berikut ini saya sajikan sembilan argumentasi tersebut dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan. Struktur proposal ini akan berbeda tergantung pada apakah proyek yang ditulis adalah kuantitatif. atau metode campuran. Dalam bab ini. secara keseluruhan. praktik-praktik penulisan proposal agar mudah dibaca. Bab ini akan menjelaskan garis-garis besar susunan proposal penelitian secara keseluruhan. Dalam bab-bab selanjutnva. peneliti juga perlu mematuhi aturan-aturan etis dan mengantisipasi masalah-masalah etis yang sering kali muncul. Sepanjang penggarapan proposal. yang akan turut memastikan konsistenst dan keterbacaan proposal tersebut. utamanya tentang 'format bagian-bagian dan outline topik-topik di dalamnya. 1. 2. Yang jelas. suatu proposal penelitian di-bentuk oleh beberapa argumentasi utama. apakah kuantitatif. MENULIS PROPOSAL Bagian-Bagian dalam Proposal Salah satu syarat utama yang harus dipenuhi sebelum menulis proposal adalah mempertimbangkan topik-topik apa saja yang akan dimasukkan dalam proposal tersebut. Maxwell (2005) menyebut sembilan argumentasi inti yang harus diperhatikan peneliti untuk menulis proposal penelitian. atau metode campuran. saya menyajikan outline topiktopik proposal. Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah kesadaran akan tulisan yang baik dan benar. kualitatif. Apa yang dibutuhkan pembaca untuk memahami topik Anda dengan lebih mudah? Apa yang sudah sedikit-banyak diketahui pembaca mengenui topik Anda? 101 . Untuk itulah. peneliti perlu memiliki gagasan umum tentang struktur penelitian yang akan sajikan. kualitatif. diperlukan sejenis outline atau draft meskipun topik-topik ini akan bervariasi bergantung pada jenis proposal yang diajukan. Semua topik harus saling berhubungan dan memberikan gambaran kohesif mengenai proyek penelitian secara keseluruhan.Bab Empat Strategi-strategi Menulis dan Pertimbangan-Pertimbangan Etis S ebelum menulis proposal. saya akan menjelaskan bagian-bagian ini secara lebih detail. dan masalah-masalah etis yang harus dipertimbangkan saat proposal tersebut ditulis.

9. saya menawarkan dua model alternatif. Masalah-masalah etis yang mungkin muncul. bukti observasi. jika masing-masing disajikan secara tepat dalam satu bagian proposal. Apa yang Anda harapkan dari penelitian Anda? Rancangan seperti apa dan siapa saja orang-orang yang ingin Anda teliti? Metode-metode apa yang ingin Anda gunakan untukmenyajikan data? Bagaimana Anda akan menganalisis data? Bagaimana Anda akan menvalidasi penemuan-penemuan Anda? Masalah-masalah etis apa saja yang akan Anda sajikan? Apakah hasil-hasil sementara sudah menunjukkan bahwa penelitian yang Anda ajukan ini bermanfaat dan bisa diterapkan? Sembilan pertanyaan ini. Outcomes yang diharapkan. sedangkan Contoh 4. Contoh 4. 7.2 didasarkan pada perspektif advokasi/partisipatoris. Peran peneliti. Prosedur-Prosedur Asumsi-asumsi filosofis tentang penelitian kualitatif.3. pertimbangan-pertimbangan etis. Strategi penelitian kualitatif. Tujuan penelitian dan batasan masalah. 102 . Contoh 4. Format Proposal Kualitatif Mengenai format proposal kualitatif. Rumusan masalah. Susunan naratif penelitian. Strategi-strategi menvalidasi hasil penelitian. dan bukti manfaat atau tidaknya sebuah proposal. Hasil-hasil sementara (jika ada). dan anggaran yang diajukan. Prosedur-prosedur pengumpulan data. hasil-hasil sementara.1 didasarkan pada perspektif konstruk-tivis/interpretivis.1 Format Konstruktivis/Interpret!vis Kualitatif Pendahuluan Latar belakang masalah (mencakup literatuMiteratur yang ber-hubungan dengan rnasalah tersebut dan pentingnya penelitian). catatan waktu. Yang menarik dari sembilan pertanyaan di atas adalah disertakannya verifikasi penemuan. Komponen-komponen ini dapat memfokuskan perhatian pembaca pada elemen-elemen kunci yang sering kali diabaikan dalam proposal penelitian. 6. Lampiran: pertanyaan-pertanyaan wawancara. 4. akan membentuk fondasi penelitian yang baik dan sangat membantu proses penyusunan proposal secara keseluruhan. 8. 5.

denganmembuat catatan waktu dan menyajikan anggaran yang diajukan peneliti setidak-tidaknya sudah memberikan informasi yang berguna bagi pihak perguran tinggi meskipun bagian-bagian ini biasanya tidak dijumpai dalam outline proposal. catatan waktu. dan pentingnya penelitian).. Asumsi-asumsi filosofis tentang penelitian kualitatif. Prosedur-proseedur pencatatan/perekaman data. Peran peneliti. Selain itu. literatur-literatur yang berhubungan dengan isu tersebut.Pada contoh di atas. yaitu pendahuluan dan prosedur-prosedur. Format proposal di atas tadi sama dengan format sebelumnya (konstruktivis/interpretivis) kecuali dalam hal bahwa dalam format proposal ini. Strategi penelitian kualitatif. lagi pula. dan anggaran yang diajukan. Tinjauan pustaka bisa saja dimasukkan. tinjauan pustaka bisa dimasukkan di akhir penelitian atau di bagian outcomes yang diharapkan. Susunan naratif. 103 . Prosedur-prosedur pengumpulan data (meliputi pendekatan-pendekatan pengumpulan data secara kolaboratif bersama para partisipan). bukti observasi. Strategi-stratecgi menvaiidasi hasif penelitian. Lampiran: pertanyaan-pertanyaan wawancara. saya juga sudah menambah bagian-bagian yang mungkin pada awalnya tampak tidak lazim. Rumusan masalah. Masalah-masalsh etis yang mungkin muncul. Prosedur-prose*dur analisis data. Perubahan-perubahan advokasi/partisipatoris yang diharapkan. berkolaborasi dengan para partisipan dalam pengumpulan data. peneliti mengidentifikasi isu-isu advokasi/partisipatoris tertentu yaing akan dieksplorasi dalam penelitian (seperti marginalisasi dan pemberdayaan). Misalnya. tetapi hanya bersifat optional saja.2 Format Advokasi/Partisipatoris Kualitatif Pendahuluan Latar belakang masalah (meliputi isu-isu advokasi/partisipatoris yang akan dieksplorasi. Tujuan penelitian dan batasan masalah. peneliti hanya menyertakan dua bagian utama. dan menyatakan perubahan-perubahan yang dapat ditawarkan oleh penelitian ini. Pentingnya penelitian. Contoh 4. Prosedur-Prosedur. Hasil-hasil semwentara (jika ada). sebagaimana yang sudah dijelaskan pada Bab 3.

104 . tinjauan pustaka.3 merupakan format standar untuk penelitian ilmu sosial meskipun susunan bagian-bagiannya. 2007). dan prosedur-prosedur pengumpulan dan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Untuk itu. peneliti dapat menggabungkan format kuantitatif dan kualitatif (lihat Creswell & Piano Clark. tujuan pe-nelitian dan rumusan masalah) sebagai komponen-komponen Metode campuran. formatnya disesuaikan dengan bagian-bagian yang biasanya terdapat dalam artikel-artikel jurnal kuantitatif. 2007). 1991. bisa jadi bermacam-macam antarmasingmasing penelitian (lihat.Format Proposal Kuantitatif Untuk penelitian kuantitatif. Dalam merencanakan penelitian kuantitatif atau proposal disertasi. seperti metode campuran. 2007). Contoh ini juga sangat berguna bagi para peneliti yang ingin merancang bagian-bagian penelitian untuk disertasi atau membuat kerangka topik-topik untuk penelitian-penelitian akademik yang lain. sangat penting menjelaskan sejak awal alasan-alasan diterapkannya pendekatan metode campuran dan mengidentifikasi elemen-elemen kunci dari rancangan ini. khususnya dalam pendahuluan. misalnya. dan pembahasan. gambaran visual prosedur-prosedur penelitian secara umum. Format tersebut pada umumnya terdiri dari pendahuluan. Format Proposal Metode Campuran Untuk proposal metode campuran. Miller.3). Rudestam & Newton.4 (yang diadaptasi dari buku Creswell & Piano Clark. Contoh 4. Format ini menunjukkan bahwa peneliti menerapkan komponen-komponen kuantitatif dan kualitatif (khususnya. pertimbangkanlah format berikut ini sebagai panduan menulis (lihat Contoh 4. metode penelitian. Ilustrasi untuk format proposal metode campuran ini dapat dilihat pada Contoh 4. hasil.

dan partisipan. Tinjauan Pustaka Metode Penelitian 3enis rancangan penelitian. Mengerjakan satu bagian akan mendorong munculnya gagasan-gagasan baru ketika merancang bagianbagian proposal yang lain.3 Format Kuantitatif Pendahuluan Latar belakang masalah (meliputi pembahasan mengenai masalah yang diangkat dan pentingnya penelitian). Hasil-hasil sementara. dan anggaran yang diajukan. Prosedur-prosedur analisis data. saringlah kembali ke bagian-bagian tersebut dengan mempertimbangkan secara lebih detail informasiinformasi lain yang mungkin perlu dimasukkan ke dalam setiap bagian.Contoh 4. Lampiran: instrumen. terkait dengan bagaimana merancang struktur keseluruhan proposal penelitian. vartabel-variabel. Instrumen-instrumen pengumpulan data. catatan waktu. Rumusan masalah atau hipotesis. Populasi. dan materi-rnateri. Pertama-tama. Kemudian. Tujuan penelitian dan batasan masalah. Merinci terlebih dahulu bagian-bagian dalam rancangan proposal. 105 . Perspektif teoretis. Isu-isu etis yang mungkin muncul. Merancang Bagian-Bagian dalam Proposal Penelitian Di sini. ada beberapa tips penelitian yang sering kali saya sampaikan kepada para mahasiswa. buatlah satu draft atau outline bagian-bagian proposal. sampel. lalu tulislah sesuatu dalam setiap bagian tersebut.

Jenis rancangan yang digunakan dan definisinya. Sumber-sumber dan skill-skill peneliti. Isu-isu etis yang mungkin muncul. dan tinjauan metode campuran}. rumusan masalah metode campuran). Prosedur-prosedur analisis data metode campuran. Rumusan masalah dan hipotesis (rumusan masalah atau hipotesis kuantitatif.Contoh 4. tinjauan kualitatif. Landasan-landasan filosofis tentang peneiitian metode campuran. Pendekatan-pendekatan dalam menvalidasi data kuantitatif dan kualitatif. 106 . protokol penelitian. Tantangan-tantangan menggunakan rancangan ini dan bagaimana menghadapi tantangantantangan tersebut. Pengumpulan dan analisis data kualitatif. Catatan waktu dalam menyelesaikan penelitian. Referensi dan penyertaan diagram visual. Para pembaca yang dapat mengambil manfaat dari penetitian ini. Tujuan Penelitian Tujuan atau manfaat peneiitian dan rasionalisasi digunakannya metode campuran. Pengumpulan dan analisis data kuantitatif. Kekurangan-kekurangan dalam penelitian-penelitian sebelumnya dan satu kekurangan yang membuat Anda merasa perlu mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan untuk menutupi kekurangan ini. Penelitian-penelitian sebelumnya yang juga mernbahas masalah tersebut. seperti instrumen penelitian. Tinjauan pustaka (tinjauan kuantitatif. rumusan masalah kualitatif. Contoh-contoh penerapan rancangan tersebut. dan bentukbentuk visual lain. Metode Campuran Definisi peneiitian metode campuran.4 Pendahuluan Format Metode Campuran Latar belakang masalah. Referensi dan lampiran-lampiran.

• Pelajari proposal-proposal dari mahasiswa lain yang juga dipandu oleh pembimbing Anda dan perhatikan proposal-proposal tersebut dengan seksama. Semua ini tentu saja didukung. 2006). saya merekomen-dasikan beberapa langkah berikut: • Di awal proses penelitian. Setiap kali saya membaca buku-buku seperti ini. Hingga saat ini. Pelajari topik-topik yang dibahas dan susunan di dalamnya hingga ke tahap yang lebih detail. • Pastikan apakah program atau institusi Anda menawarkan sejenis kursus tentang pembuatan proposal atau topik-topik lain yang sejenis. Gandakan proposalproposal yang me-nurut pembimbing Anda paling layak diajukan pada pihak perguruan tinggi. Untuk itu. Saya biasanya membeli satu buku baru tentang teknik-teknik menulis setiap kali saya mengerjakan proposal penelitian. penelitian-penelitian saya sudah menjangkau berbagai spektrum yang luas. • Mintalah pertimbangan dari pembimbing Anda tentang format proposal yang ia harapkan. mulai dari buku-buku profesional hingga buku-buku akademik. pada bagian ini. salah satunya. Ketika buku Research Design ini saya tulis untuk edisi yang ketiga. Menulis Gagasan Setiap tahun. saya akan memberikan pada Anda gagasan-gagasan kunci yang saya dapatkan dari buku-buku favorit yang pernah saya baca. Susunan bagian-bagian proposal yang terdapat dalam artikel-artikel jurnal bisa saja tidak memberikan banyak informasi yang diinginkan oleh pembimbing atau pihak perguruan tinggi. saya selalu mengumpulkan berbagai buku tentang teknik menulis yang baik. saya waktu itu sedang membaca Reading Like a Writer-nya Francine Prose (Prose. Jangan terlalu mengandalkan artikel jurnal sebagai panduan penyusunan. saya terus teringat dengan prinsip-prinsip menulis yang baik yang harus saya terapkan pada penelitian saya. cobalah untuk benar-benar menulis gagasan-gagasan Anda. Kelas-kelas seperti ini sering kali membantu Anda dalam menyusun proyek penelitian dan membantu pembaca memahami dan merespons gagasan-gagasan dalam proposal tersebut. Untuk mengatasi masalah ini. oleh hasil pembacaan saya pada buku-buku panduan menulis tersebut. Para penulis ahli me-mandang proses menulis layaknya 107 . Menulis seperti Berpikir Salah satu tanda penulis yang kurang berpengalaman adalah ia lebih suka mendiskusikan penelitian yang diajukan ketimbang me-nulis tentangnya. dan bukan membicarakannya.

sumber data. Yang berada di antara kedua jenis ini adalah Peter Elbow (Elbow. pembaca akan mampu menvisualisasi hasil akhir-nya. lalu menulis kembali. Sebelum merancang proposal. Pembimbing akan memberikan respons yang lebih baik ketika mereka membaca gagasan-gagasan di atas kertas daripada ketika mereka mendengar dan mendiskusikan topik penelitian dengan mahasiswa atau rekannya. Zinsser (1983) membahas pentingnya mengekspresikan kata-kata (gagas-an-gagasan) di kepala ke atas kertas. dan pentingnya proyek tersebut bagi para pembaca. tujuan penelitian. yakni: mulai dari menulis. Setidak-tidaknya. penting juga membuat draf untuk topik-topik yang berbeda sebanyak satu sampai dua halaman.berpikir (Bailey. dan penulis yang "membiarkan semuanya menggelantung pada draf pertama". rumusan masalah yang akan diajukan. • Lebih baik menulis beberapa draf proposal ketimbang mencoba memoles drafpertama. Konsep tentang menulis gagasan-gagasan di atas kertas ini sudah banyak membantu orang dalam merangkai tulisan yang baik. • Jangan mengedit proposal Anda pada tahap-tahap awal. lebih tepatnya melihat bagaimana hasil akhir itu tampak ke permukaan. 1973) yang lebih merekomendasikan agar seseorang melewati proses literatif. lalu melihat topik mana yang lebih disukai pembimbing Anda dan memberikan kontribusi besar bagi bidang yang tengah Anda geluti saat ini. Zinsser (1983) meng-identifikasi dua jenis penulis: "tukang batu" (bricklayer). yang menulis draf pertama secara keseluruhan tanpa peduli terlebih dahulu betapa buruknya draf tersebut. Peneliti yang berpengalaman akan menulis draf pertama dengan sangat hati-hati tetapi ia tidak menulis draf yang benar-benar sudah dipoles: pemolesan ini hanya akan membuat proses penulisan menjadi lamban. 1984). dan pada akhirnya pun juga mampu mengklarifikasi gagasan-gagasan di dalamnya. Draf ini dapat berisi sejumlah informasi penting: masalah penelitian yang akan dianalisis. mereview. lebih baik menulis empat draf (masing-masing 15 menit) daripada menulis satu draf (yang harus dihabiskan selama 15 menit). Anda mempertimbangkan model tiga-tahapnya Franklin (1986) yang saya pandang sangat bermanfaat dalam membuat proposal awal dan penulisan penelitian akademik yang saya 108 . Kata Elbow: jika Anda punya satu jam untuk membuat sebuah tulisan. Selain itu. Lebih baik. cara ini akan membuat gagasan-gagasan di kepala Anda'segera tercurahkan. Ketika peneliti berusaha menuliskan gagasan-gagasannya di atas kertas. buatlah draf ringkas sebanyak satu hingga dua halaman tentang proyek Anda dan biarkan pembimbing Anda memberikan arahan atas penelitian yang Anda ajukan. yang ber-usaha membuat satu paragraf yang benar-benar baik sebelum beralih pada paragraf selanjutnya.

Akhirnya. lalu nyatakan gagasan-gagasan tersebut dalam bentuk paragraf-paragraf. Pilihlah tempat yang bebas dari gangguan. Bahkan. Tulislah satu draf utuh. • • • • Menulislah ketika Anda sedang fresh. 2. mengumpulkan informasi. Menulis proposal secara kontinu yang saya maksudkan adalah menulis beberapa paragraf setiap hari atau se-tidak-tidaknya libatkan pikiran kita setiap hari dalam proses berpikir. atau dapat berupa peta visual. 3. Merancang draf yang benar-benar utuh dalam satu waktu memang dapat memberikan Anda perspektif awal ketika mereview hasil tulisan sebelum dilakukan pengeditan yang sebenarnya. outline ini dapat berupa kalimat-kalimat atau kata-kata. dan mereview beberapa hal yang sudah ditulis dalam proposal penelitian. Pertama-tama. buatlah sebuah outline. Jika Anda merasa tidak memiliki waktu untuk menulis secara reguler. Jangan menulis ketika Anda kekenyangan. lengkap dengan gagasan-gagasan pokoknya. baik ketika siap maupun belum siap untuk menulis. Menulislah secara reguler meski hanya sebentar. cobalah memetakan aktivitas keseharian Anda dalam momen-momen setengah-jam-an selama satu sampai dua minggu. Kebiasaan Menulis Cobalah untuk berdisiplin dan membiasakan diri menulis proposal secara reguler dan terus-menerus. sebentar-sebentar memulai lagi) sering kali menghambat rampungnya penulisan. Pilihlah waktu-waktu khusus dalam satu hari untuk menggarap proyek penelitian Anda. menjadi seorang penulis mingguan. Boice (1990:77-78) menawarkan ide tentang bagaimana Anda membangun kebiasaan menulis yang baik: • • Dengan prioritas yang sudah Anda miliki. Ini akan membantu Anda menemukan waktu yang tepat buat menulis. tulislah aktivitas keseharian Anda.lakukan selama ini: 1. yaitu penulis yang hanya memiliki waktu untuk mengerjakan penelitian-nya pada akhir-akhir pekan setelah semua pekerjaan "penting" hariannya terselesaikan. lalu cobalah untuk berdisiplin dalam menulis pada momen-momen itu setiap harinya. Buatlah jadwal aktivitas menulis sehingga Anda dapat merencana-kan kapan harus 109 . edit dan poleslah setiap kalimat yang sudah Anda tulis. namun proses menulis yang tidak konsisten ini (sebentarsebentar berhenti. cara seperti ini dapat mengubah seorang penulis yang awalnya memiliki bakat menulis yang baik.

ni Diskusikan tulisan Anda dengan teman-teman yang suportif dan konstruktif sehingga Anda merasa siap untuk go public. membaca tulisan-tulisan di komputer. • Cobalah menaati kartu harian Anda. lalu tulislah dengan tiga cara yang ber-beda-beda (him. tanpa terlebih dahulu menceritakan nama objek tersebut kepada pembaca. seperti menulis sebuah surat kepada seorang teman. penulis juga harus menghangatkan pikiran dan jari-jari terlebih dahulu sebelum benar-benar menulis. Tulislah sebuah percakapan dramatis di antara dua orang yang sekiranya dapat membuat pembaca penasaran. . Tulislah setidak-tidaknya tiga hal: (a) waktu yang digunakan untuk menulis. Layaknya pembalap yang selalu menggeliat sebelum balapan dimulai. 113116). Ada banyak pemanasan lain yang bisa dilakukan. dan (c) perkiraan kapan tugas dapat selesai secara keseluruhan. • • • Rencanakan tujuan-tujuan harian Anda. . dapat membuat tugas menulis lebih mudah. Latihan yang terakhir ini tampaknya cocok bagi para peneliti kualitatif yang menganalisis data mereka dengan kode-kode dan tema-tema yang beragam (lihat Bab 9 mengenai analisis data kuali-tatif). atau merenungkan sebuah syair. proses menulis itu berlangsung secara perlahan-lahan danbahwa penulis harus merasa mudah ketika menulis. brainstorming di depan komputer. Saya teringat konsep "masa-pemanasan"-nya John Steinbeck (1969:42) yang dideskripsikan secara detail dalam Journal of a Novel: The East of Eden Letters. Carilah satu tema pokok. Tulislah serangkaian petunjuk sederhana untuk tulisan-tulisan yang diperkirakan sangat rumit untuk dimengerti. (b) jumlah halaman yang dapat diselesaikan. 110 . Steinbeck selalu memulai aktivitas menulisnya setiap hari dengan membuat satu surat kepada editor sekaligus teman dekatnya. Yang juga penting diketahui. Aktivitas menulis yang tidak tergesa-gesa. Pascal Covici. Carrol (1990) memberikan contoh latihan untuk memperbaiki kontrol seorang penulis yang ingin membuat tulisan yang deskriptif dan emotif: • • • • • Deskripsikan suatu objek. Cobalah menulis dua atau tiga proyek penulisan secara serempak sehingga Anda tidak overload dengan satu proyek saja. di sebuah notebook. lengkap dengan bagian-bagian dan dimensi-dimensinya.mengerjakan unit-unit tulisan tertentu dalam setiap sesi.

Jangan menggunakan sinonim-sinonim dari istilah-istilah tersebut. keypad yang nyaman dipakai. mengklarifikasi. Keterbacaan Tulisan Sebelum mulai menulis proposal. sehingga imajinasi dapat muncul dari kegelapan. 1989:26-27). • Pertimbangkan pula seberapa naratif gaya pemikiran yang Anda terapkan agar pembaca dapat memahami proposal Anda. pensil. Selain itu. atau menjelaskan umbrella thought. • Gunakan istilah-istilah yang konsisten di sepanjang proposal Anda. dan pekerjaan saya pun terselesaikan (Dillard. Konsep ini pernah dikemukakan oleh Tarshis (1982) yang merekomendasi-kan agar penulis membuat tahapan pemikiran untuk membim-bing pembaca. Di sana ada banyak pohon pinus yang tidak berhenti berguguran daunnya sehingga membuat saya merasa bahwa pekerjaan di dekat bara api ini lebih baik. 111 . Publication Manual APA (2001) membahas tentang bagaimana menyajikan tulisan yang rapi dengan cara menunjukkan hubungan antargagasan dan menggunakan kata transisional. bahkan kopi dan snack (Wolcott. Suatu hari. Hal ini hanya akan membuat pembaca bingung memahami makna setiap gagasan dalam proposal penelitian Anda. Ada empat jenis gaya pemikiran yang bisa diper-timbangkan: 1. Big thoughts —gagasan-gagasan atau gambaran-gambaran tertentu yang berada dalam ranah umbrella thought untuk memperkuat. 2001)— memberikan banyak opsi kepada Anda untuk dapat comfortable ketika menulis.Selain itu. Instrumen-instrumen tersebut— seperti komputer. cobalah berpikir tentang bagaimana Anda meningkatkan keterbacaan proposal Anda. Umbrella thoughts —gagasan-gagasan umum atau inti yang disilangkan satu sama lain. penting juga meng-gunakan istilah-istilah yang konsisten dan terus membangun kohe-rensi dalam proposal penelitian Anda. Setting fisik juga turut membantu. Pakailah istilahistilah yang sama setiap kali variabel disebutkan dalam penelitian kuantitatif atau fenomena utama dalam penelitian kualitatif. seorang novelis pemenang penghargaan Pulitzer. pena kesayangan. saya mendorong meja panjang saya ke dinding kosong sehingga saya tidak dapat melihat dari jendela mana pun. Saya tak mau berada di atas aspal dan kerikil. justru menghindari tempat-tempat yang menarik perhatian: Seseorang ingin ruangannya tanpa pemandangan. Ketika saya menggarap pekerjaan ini tujuh tahun lalu. pertimbangkan pula instrumen-instrumen penulisan dan tempat fisik yang membantu proses penulisan Anda berjalan baik dan disiplin. 2. lima belas tahun lalu. saya juga menulis di dekat perapian di area parkir. Annie Dillard.

menekankan urutan yang konsisten kapan pun variabel bebas dan terikat disebutkan juga merupakan teknik yang dapat digunakan untuk membangun 112 . Begitu pula. seperti tujuan penelitian. Konsistensi ini akan turut mem-bangun koherensi dalam penelitian. seperti yang sering ditulis oleh para jurnalis dalam artikel-artikel koran. namun tidak didukung oleh isi yang detail untuk memperjelas gagasangagasan besar tersebut. menggambarkan dengan jelas bagaimana koherensi ini bekerja. juga dibutuhkan. Paragraf yang terorganisir utamanya sangat dibutuhkan di awal dan akhir tinjauan pustaka. Attention thoughts. misalnya. Untuk itulah. Konsistensi nama-nama variabel dalam judul. peneliti diharapkan dapat berpikir dalam konteks narasi yang detail agar gagasan-gagasan umbrella dapat tersampaikan dengan jelas. Akibatnya. tujuan penelitian. rumusan masalah. 4. dan hipo-tesis). proposal mereka dipenuhi dengan gagasan umbrella yang sangat banyak. Little thoughts —gagasan-gagasan atau gambaran-gambaran yang fungsi utamanya adalah memperkuat big thoughts. Pembaca harus melihat secara ke-seluruhan susunan gagasan-gagasan melalui paragraf-paragraf awal dan harus diberi tahu mengenai poin-poin terpenting di bagian akhir yang nantinya dapat mereka ingat. Salah satu gejala masalah ini adalah terlalu cepatnya peralihan gagasan secara terus-menerus dari satu gagasan umum ke gagasan umum yang lain dalam satu naskah.3. yang merupakan statemen-statemen ter-organisir untuk memandu pembaca. Koherensi dalam tulisan berarti bahwa gagasan-gagasan Anda terikat bersama dan mengalir secara logis dari satu kalimat ke kalimat lain dan dari satu paragraf ke paragraf lain. Hal ini biasa muncul dalam tinjauan pustaka yang di dalamnya peneliti perlu menyediakan bagian-bagian besar yang lebih banyak untuk mengikat dan menyimpulkan semua literatur secara bersama-sama. suatu gagasan umum tidak jarang ditulis dalam satu para-graf yang sangat pendek dalam pendahuluan proposal. • Terapkanlah koherensi untuk menambah keterbacaan naskah. rumusan masalah. Attention or interest thoughts —gagasan-gagasan yang tujuan-nya adalah mengorganisasi pemikiran-pemikiran lain dan menjaga perhatian pembaca agar tetap berada dalam satu jalur pemikiran/konsep tulisan. Para peneliti pemula pada umumnya selalu berputar-putar dalam umbrella thought dan attention thought. Pembaca membutuhkan rambu-rambu dan petunjuk-petunjuk agar mereka dapat memahami peralihan dari satu gagasan umum ke gagasan umum selanjutnya (Bab 6 dan 7 akan membahas rambu-rambu dalam penelitian. Bahkan. dan tinjauan pustaka (yang banyak muncul dalam proyek kuantitatif).

Teknik ini diterapkan agar para mahasiswa dapat menemukan koherensi dalam proposal penelitian.5 yang dikutip dari proposal salah seorang mahasiswa berikut ini akan menunjukkan kepada Anda bagaimana level tinggi koherensi tersebut terjadi.koherensi. tujuan latihan hook and eye ini (Wilkinson. Untuk itu. Latihan hook and eye-nya Wilkinson (1991) tampaknya dapat diterapkan untuk menghubungkan gagasan-gagasan dari kalimat satu ke kalimat lain dan dari paragraf satu ke paragraf yang lain pula. kemudian setelah latihan usai. 1991) adalah untuk menghubungkan gagasan-gagasan di setiap kalimat dan paragraf. saya sering menyediakan satu kutipan dari pendahuluan sebuah proposal dan meminta mahasiswa untuk menghubungkan kalimat-kalimat di dalamnya dengan melingkari dan menggaris gagasangagasan inti untuk menghubungkan gagasan-gagasan tersebut dari kalimat satu ke kalimat yang lain. saya memberikan kutipan yang tidak diberi tanda apa pun kepada para mahasiswa. baru saya memberikan kutipan yang lengkap dengan tanda-tandanya. Zinsser (1983) menyarankan agar setiap kalimat ditulis secara bersambung dan logis. Seperti yang sudah dijelaskan. Contoh 4. koherensi dapat dibangun dengan menghubungkan kalimat-kalimat dan paragraf-paragraf dalam naskah. berarti ada kata-kata transisional yang hilang. berarti sebuah tulisan tidak mampu menghubungkan peralihan gagasan-gagasan dan topik-topik secara koheren. frasa-frasa. Dalam kutipan ini. sejak dari halaman pertama. Saya juga meminta para mahasiswa untuk memastikan bahwa antarparagraf dan antarkalimat sudah terhubung dengan teknik hook and eye. Jika hubungan semacam ini tidak dibuat mudah. Pada mata kuliah pengembangan proposal yang saya ampu. saya sudah menerapkan pola hook and eye untuk menghubungkan gagasan-gagasan dari kalimat satu ke kalimat lain dan dari paragraf satu ke paragraf lain. Pertama-tama. Pada level yang lebih detail. 113 . atau kalimat-kalimat transisional untuk membangun koherensi yang jelas. Kutipan ini diambil dari bagian pen-dahuluan proyek disertasi kualitatif seorang mahasiswa yang membahas tentang siswa-siswa yang berisiko gagal. penulis perlu menambah kata-kata. dan untuk itu perlu dibumbui. Karena gagasan inti suatu kalimat seharusnya terhubung pada gagasan inti pada kalimat selanjutnya maka mereka harus menandai hubungan ini. Jika kalimat-kalimat tersebut tidak terhubung.

Ada banyak buku yang membahas tentang bagaimana menulis penelitian atau menulis kesusastraan dengan aturan-aturan dan prinsip-prinsip yang harus diikuti terkait dengan konstruksi kalimat dan diksi yang tepat. 1982). kini saatnya Anda belajar menulis kalimat-kalimat dan kata-kata. dan mereduksi kutip-an-kutipan yang berlebihan. Misalnya. daripada konstruksi proposal yang diajukan oleh peneliti. Selain gagasan dari Wolcott di atas. se-orang peneliti etnografi. 29). have been. lebih baik menerapkan konstruksi proposal yang peneliti ajukan (penj. menemukan gagasan. dan sebagainya). kata-kata yang digaris miring (italic). Jika harus menggunakan konstruksi pasif. Menurut penulis sastra. Persoalan tata bahasa dan konstruksi kalimat sebenarnya sudah dijabarkan dalam Publication Manual APA (2001). akan tetapi saya tetap menyertakan bagian ini untuk me-nyoroti beberapa masalah tata bahasa yang sering kali saya lihat dalam proposal-proposal mahasiswa saya dan tulisantulisan saya pribadi. • Untuk tulisan-tulisan akademik. gagasan saya tentang kalimat aktif. Ross-Larson (1982). misalnya. dan "berlebih-lebihan" dalam bagian ini sebenarnya juga bisa Anda gunakan untuk menyegarkan dan memperkuat tulisan akademik Anda selama ini. Wolcott (2001). kata kerja. mengukur diksi. seperti was. dan "Berlebih-lebihan" Setelah belajar bagaimana mengekspresikan pemikiran-pemikiran dan paragrafparagraf. menghilangkan kalimat pasif. Dalam bagian ini. berbicara tentang bagaimana mengasah kemampuan editing dengan cara mengurangi kata-kata yang tidak perlu. Inilah tahap yang harus dilalui terakhir kali dalam proses penulisan. 114 . Kalimat pasif jika subjeknya dikenai tindakan" (him. "kalimat aktif jika subjeknya melakukan tindakan. gunakanlah kalimat aktif se-banyak mungkin (APA. cobalah untuk menvariasi-kan auxiliary verb.Kalimat Aktif. dan pernyataan-pernyataan yang dikurawal. Penulis dapat menggunakan konstruksi pasif dengan variasi ini ketika subjek yang bertindak dapat secara logis diletakkan di kiri kalimat dan ketika apa yang dilakukan subjek tersebut dapat diletakkan sesudahnya (Ross-Larson. Kata Kerja. melainkan dari tahap — meminjam istilah Franklin (1986)— memoles tulisan. 2001). Contoh-contohnya meliputi will be. meminimalisir frasa-frasa yang sering diulang. dan is being.). Anda tidak akan diajari untuk menulis dari tahap paling dasar (seperti merangkai kalimat.

Halaman ini Sengaja dikosongkan Cek di buku 115 .

Halaman ini Sengaja dikosongkan Cek di buku 116 .

"Saya hanya akan bisa berharap bahwa kita akan bisa. dan konstruksi "the-of" —misalnya. setiap harinya hampir selalu mengatakan kalimat yang rumit. "Peneliti baru saja melaporkan") untuk tinjauan pustaka dan pro-sediir-prosedur yang berdasarkan pada peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi. yang seharus-nya diterapkan adalah future tense. Saya melihat semua ini bukanlah sebagai aturan yang rumit dan berat. Dalam proses editing. Untuk penelitian-penelitian yang sudah di-lakukan. Untuk menghindari hal ini. 117 . Anda bisa melihat orang-orang pintar yang berusaha mem-buat kalimat yang rumit. Verba ini setidak-tidaknya dapat mendukung semua waktu yang tersaji secara implisit dalam proposal penelitian. • Berusahalah mengedit dan merevisi draf-draf naskah Anda agar hal-hal yang sekiranya terkesan "berlebihan" dapat terkurangi. "Sesuatu yang berlebihan" di sini merujuk pada kata-kata yang tidak terlalu penting dalam menjelaskan makna suatu gagasan. Publication Manual APA (2001) hanya merekomendasikan past tense (seperti. dia justru sangat sulit mengucapkan kalimat-kalimat yang mudah (Bunge. Verba-verba yang kurang kuat biasanya adalah verba-verba yang minim-aksi (is atau was.• Gunakanlah verba-verba yang kuat. seperti modi-fikasimodifikasi yang terlalu banyak. dan sesuai dengan bidang tulisan yang disusun. Padahal. gunakanlah present tense untuk menambah kesegaran dalam penelitian. khususnya di bagian pendahuluan. • Banyak peneliti menggunakan past tense dalam menulis tinjauan pustaka dan melaporkan hasil penelitian. bersemangat. 1982). 1985:172)." Pada awalnya. the study of— yang hanya akan menambah kata-kata yang tidak terlalu penting (Ross-Larson. preposisi-preposisi yang terlalu sering muncul. tetapi di umurnya yang sekarang. misalnya) atau verba-verba yang berfungsi sebagai adjektiva atau adverbia.. dan mengedit tulisan. para penulis sebaiknya membuat banyak draf untuk satu naskah/tulisan. Saya jadi teringat dengan prosa lucu yang ditulis oleh Bunge (1985): Sekarang. "diketahui bahwa stres telah menurunkan harga diri"). melainkan justru sebagai petunjuk yang sangat bermanfaat... Seorang rekan yang saat ini menjadi staf administrasi universitas. dengan pergaulan yang jauh dari krisis kehidupan anak-anak muda. past tense untuk mendeskripsikan hasil penelitian (seperti. Proses ini biasanya me-liputi tindakan menulis. "penemuan kualitatif tersebut me-nunjukkan") untuk membahas hasil penelitian dan menyajikan kesimpulan. dan present tense (seperti. kurangilah kata-kata yang berlebihan. "Jones telah melaporkan") atau present perfect tense (seperti. yang sering kali dimulai dengan kata-kata seperti ini. dia tidak pernah mengucapkan kalimat-kalimat seperti itu. mereview.

berusaha jujur dalam penelitian. Administrative Science Quarterly. utamanya untuk membangun argumentasi dalam penelitian dan menetapkan satu topik penting untuk format proposal. cobalah mempelajari jurnal-jurnal yang melaporkan penelitian dengan kombinasi data kualitatif dan kuantitatif. dan Quality and Quantity. termasuk pula jurnal-jurnal ilmu sosial. dan The Bonfire of the Vanities (Webb &. Peneliti juga harus mempro-teksi para partisipan mereka. mencegah kelalaian dan kecerobohan yang dapat mencemari nama baik organisasi atau insti-tusinya. Untuk mengetahui masalah-masalah etis ini. mulai dari masalah-masalah seperti pembocoran rahasia individu. Symbolic Interaction. kuantitatif. autentisitas dan kredibilitas 118 . Glesne. 2006). 2006). saya telah mencoba menggambarkan contoh tulisan-tulisan yang baik dari beberapa jurnal ilmu sosial-humaniora. Para pengajar yang membimbing penelitian kualitatif setidak-tidaknya perlu menugaskan pada maha-siswa untuk membaca buku-buku terkenal. literatur yang baik akan menyajikan tulisan yang jelas dan kalimat-kalimat yang detail. Salah satu ciri tulisan yang baik adalah mata dan pikiran ini tidak akan terhenti dan ter-sendat tiba-tiba dalam sebuah kutipan atau kalimat tertentu. Selain itu. American Educational Research Journal. peneliti juga perlu mengantisipasi masalah-masalah etis yang bisa saja muncul dalam penelitian mereka (Hesse-Bieber & Leavey. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. The Scarlet Letter. dan Image: Journal of Nursing Scholarship. Qualitative Family Research. dan Journal of Contemporary Ethnography merupakan jurnal-jurnal akademik yang juga layak dipelajari. MASALAH-MASALAH ETIS YANG PERLU DIANTISIPASI Selain mengkonseptualisasi proses penulisan bagian-bagian proposal. Tulisan yang baik adalah tulisan yang ide-idenya mengalir hingga titik akhir. Qualitative Inquiry. membangun kepercayaan (pada) mereka. 1992). menulis masalah-masalah etis seperti ini sangat dibutuhkan. Field Methods. seperti Journal of Mixed Methods Research. Qualitative Research. seperti Moby Dick. dan metode campuran dengan baik. Dalam ranah kualitatif. Dalam buku ini. Baca pula artikel-artikel lain yang dikutip dalam Handboox of Mixed Methods in the Social and Behavioral Sciences (Tashakkori & Teddlie. 2003). Sociology of Education. peneliti perlu terlibat langsung dalam pengumpulan data dari atau tentang orang lain (Punch. Journal of Applied Psychology. Pertanyaan-pertanyaan etis saat ini sudah mulai bermunculan. Jika ingin melakukan penelitian dengan metode campuran. seperti American Journal of Sociology.Mulailah mempelajari bagaimana menulis penelitian kualitatif. dan berupaya mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dengan sikap arif dan bijaksana (Isreal & Hay. 2006).

laporan penelitian, peran peneliti dalam konteks lintas-budaya, hingga masalah-masalah privasi dari data-data internet (Isreal & Hay, 2006). Dalam literatur, masalah-masalah etis biasanya dibahas di bagian kode-kode etik profesi dan di bagian respons-respons mereka terhadap dilema-dilema etis serta solusisolusinya (Punch, 2005). Banyak organisasi nasional memublikasikan standar atau kode-kode etik dalam website profesional mereka sesuai, dengan bidang yang mereka garap. Sebagai contoh, lihatlah: • • • • • • "Ethical Principles of Psychologists and Code of Conduct," dalam www.apa.org/ethics, tahun 2002. "The American Sociological Association Code of Ethics," dalam www.asanet.org, tahun 1997. "The American Anthropological Association's Code of Ethics," dalam www.aaanet.org, Juni 1998. "The American Educational Research Association Ethical Standars of the American Educational Research Association," dalam www.aera.net, tahun 2002. ―The American Nurses Association Code of Ethics for Nurses Provisions,‖ dalam
www.ana.org, Juni 2001

Praktik-praktik etis melibatkan lebih dari sekedar mengikuti seperangkat pedoman statis, seperti pedoman-pedoman yang disajikan oleh organisasi-organisasi professional di atas. Lebih dari itu, peneliti juga perlu mengantisipasi dan menyampaikan masalah-masalah etis yang mungkin saja muncul dalam penelitian mereka (seperti, lihat Berg, 2001; Punch, 2005; dan Sieber, 1998). Masalah-masalah etis ini bisa saja muncul dalam penelitian kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran, serta semua tahap dalam tiga penelitian tersebut. Dalam bab-bab selanjutnya, saya sudah menjelaskan beberapa masalah etis dalam banyak tahapan penelitian. Dengan menyajikan masalah-masalah ini, saya berharap para peneliti dapat terdorong untuk lebih hati-hati merancang bagian-bagian proposal mereka. Meskipun pembahasan dalam buku ini tidak secara komprehensif mencakup semua masalah etis, setidaknya saya sudah menyajikan masalah-masalah etis yang paling sering muncul. Masalah-masalah tersebut sering kali muncul ketika peneliti tengah membatasi masalah penelitian (Bab 5); mengidentifikasi tujuan penelitian dan rumusan masalah (Bab 6 dan 7); dan mengumpulkan, menganalisis, dan menulis data penelitian (Bab 8,9, 10).

119

Masalah-masalah Etis dalam Masalah Penelitian. Hesse-Biber dan Leavy (2006:86) mengajukan pertanyaan: ―Bagaimana masalahmasalah etis masuk kedalam bagian latar belakang masalah penelitian?‖ Dalam pendahuluan proposal, peneliti mengidentifikasi satu masalah atau isu yang penting untuk diteliti dan menyajikan rasionalisasi atas pentingnya penelitian tersebut. Selain itu peneliti juga perlu mengidentifikasi satu masalah yang akan menguntungkan individu-individu yang akan diteliti, satu masalah yang nantinya berguna bagi orang lain selain peneliti itu sendiri (Punch, 2005). Gagasan inti penelitian aksi/partisipatoris adalah: peneliti tidak boleh memarginalisasi atau melemahkan partisipan-partisipan yang ditelitinya. Masalahnya, tidak jarang identifikasi masalah penelitian justru semakin meminggirkan para partisipan yang diteliti. Untuk mrncegah hal ini terjadi, peneliti terlebih dahulu harus membuat proyek-proyek utama agar kepercayaan partisipan dapat terbangun sehingga peneliti dapat mendeteksi marginalisasi apa saja yang tidak boleh dilakukan sebelum ia benar-benar menggarap penelitian.

Masalah-masalah Etis dalam Tujuan Penelitian dan Rumusan Masalah Dalam merancang tujuan penelitian atau rumusan masalah, peneliti perlu menjelaskan tujuan penelitian kepada para partisipan (Sarantakos,2005). Penipuan sering kali muncul ketika partisipan memahami satu tujuan, tetapi penelitian memiliki tujuan lain yang berbeda. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti perlu menentukan sponsorship atas penelitian mereka. Misalnya, dalam merancang surat-surat pendahuluan untuk penelitian survey, sponsorship merupakan elemen penting yang dapat membangun kepercayaan dan kredibilitas instrument survey yang disebarkan peneliti.

Masalah-masalah Etis dalam Pengumpulan Data Selain mempersiapkan data apa saja akan dikumpulkan, peneliti juga perlu respek terhadap para partisipan dan tempat-tempat yang akan diteliti. Banyak masalah etis muncul selama tahap pengumpulan data. Jangan membahayakan Partisipan, dan hargailah kelompok-kelompok yang rawan kekerasan. Proposal openelitian yang diajukan sebaiknya sudah direview oleh Dewan Peninjau Institusi/Instutional Review Board (IRB) atau lembaga-lembaga sejenis diperguruan tinggi mereka. Komite IRB ini dibangun atas dasar peraturan pemrintah untuk mencagah adanya kekerasan atau pelanggaran HAM. Bagi seorang peneliti, IRB dibutuhkan untuk meninjau kemungkinan terjadinya resiko-resiko penelitian, seperti resiko fisik, psikologis, sosial, ekonomi, atau hukum (Sieber,1998), yang mungkin saja muncul tiba-tiba. Selain itu,
120

peneliti juga mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan tertentu bagi komunitas yang rawan kekerasan, seperti anak-anak kecil (di bawah umur 19 tahun), partisipan-partisipan yang lemah mental, korban-korban kekerasan atau bencana, para napi, dan individu-individu yang terserang AIDS. Penelti juga harus menyimpan proposal penelitian yang berisi prosedurprosedur dan informasi mengenai partisipan di komite IRB kampus mereka yang komite ini dapat meninjau sejauh mana proposal proposal tersebut menjangkau subjek-subjek atau partisipan-partisipan yang berada dalam resiko. Selain Proposal ini, peneliti juga harus membuat formulir izin tertulis yang ditandatangani oleh partisipan sebelum mereka terlibat dalam penelitian. Formulir ini menjelaskan bahwa hak-hak partisipan akan dijaga selama pengumpulan data. Elemen-elemen dalam formulir tersebut dapat meliputi beberapa informasi sebagai berikut (Sarantakos, 2005):           Informasi mengenai peneliti Informasi mengenai institusi yang mensponsori Informasi mengenai prosedur-prosedur pemilihan partisipan Informasi mengenai tujuan penelitian Informasi mengenai keuntungan-keuntungan bagi partisipan Informasi mengenai tingkatan dan jenis keterlibatan partisipan Natation of Risks bagi partisipan Jaminan kerahasiaan bagi partisipan Jaminan bahwa partisipan dapat mundur kapan saja Klausula nama-nama person yang dapat dihubungi jika ada pertanyaan

Salah satu masalah yang harus diantisipasi terkait dengan jaminan kerahasiaan adalah bahwa beberapa partisipan bisa saja identitas mereka dirahasiakan. Jika demikian Ihwalnya, peneliti sebaiknya meminta mereka untuk menjaga sendiri pendapat mereka dan membebaskan mereka untuk mengambil keputusan. Akan tetapi, mereka juga harus diberitahu mengenai resiko ketidakrahasiaan tersebut, seperti kemungkinan terbongkarnya data dalam laporan akhir yang mungkin tidak mereka harapkan, informasi yang mungkin melampaui batas hak-hak orang lain seharusnya disembunyikan, dan sebagainya (Giardano, O‘Reilly, Taylor, & Dogra, 2007).  Selain, itu prosedur etis lain yang harus dipenuhi peneliti selama pengumpulan data adalah persetujuan dari individu-individu yang berwenang (seperti, satpam) untuk memberikan akses bagi para peneliti untuk melakukan penelitiannya. Prosedur seperti
121

ini seringkali mengharuskan penelti untuk menulis sebuah surat yang menjelaskan jangka waktu penelitian, dampak potensial, dan hasil-hasil penelitian. Begitu pula, pemerolehan data melalui interview atau survey elektronik juga harus disertai ijin dari partisipan. Hal ini dilakukan, pertama-pertama dengan mengirimkan email permohonan, baru kemudian melakukan survey dan wawancara.  Peneliti juga harus respek pada lokasi-lokasi yang diteliti agar mereka tidak mendapat gangguan setelah melakukan penelitian. Tugas ini mengharuskan peneliti, khususnya dalam penelitian kualitatif, untuk terlibat dalam observasi atau wawancara berkelanjutan di lokasi tersebut, sadar akan konsekuensinya, dan tidak boleh merusak tatanan fisik lokasi itu. Misalnya, jika punya waktu berkunjung, peneliti juga bisa ―menyusup‖ ke dalam aktivitas-aktivitas partisipan. Jika tidak, peneliti harus meminta izin terlebih dahulu. Apalagi, beberapa organisasi saat ini sudah memiliki aturan tersendiri bagi orang-orang yang ingin melakukan penelitian agar tidak terjadi perusakan di tempat mereka.  Dalam penelitian-penelitian eksperimen, yang sering kali memperoleh keuntungan dari penelitian hanyalah kelompok yang ditreatment (atau sering kali dengan dengan kelompok eksperimen). Sedangkan kelompok control tidak mendapatkan apa-apa. Untuk menghindari hal ini, peneliti perlu melakukan beberapa eksperimentasi bagi semua kelompok dalam satu waktu atau secara bertahap sehingga kelompokkelompok ini bisa mengambil secara merata.  Masalah etis juga muncul ketika tidak ada mutualitas antara peneliti dan partisipan. Baik peneliti maupun partisipan seharusnya sama-sama dapat mengambil keuntungan dari penelitian. Akan tetapi, yang sering terjadi justru sebaliknya: kekuasaan disalahgunakan dan partisipan dipaksa untuk terlibat dalam proyek tersebut. Untuk itulah, melibatkan para partisipan secara kolaboratif dalam penelitian mungkin dapat memunculkan muatlitas tersebut. Penelitian-penelitian yang benar-benar kolaboratif, seperti dalam beberapa penelitian kualitatif, dapat melibatkan partisipan sebagai coresearcher dalam proses penelitian, seperti merancang penelitian, mengumpulkan dan menganalisis data, menulis laporan penelitian , dan menyebarkan hasil penelitian (Patton, 2002).  Wawancara dalam penelitian kualitatif tampaknya sudah semakin banyak dipandang sebagai penelitian moral (Kvale, 2007). Untuk itu, pewawancara harus memastikan beberapa hal penting, seperti apakah wawancaranya dapat memperbaiki situasi manusia

122

(serta meningkatkan pengetahuan saintifik), seberapa sensitive interaksi wawancara pagi partisipan, apakah partisipan pernah berkata tentang bagaimana statemen mereka harus ditafsirkan, seberapa kritis pertanyaan-pertanyaan yang harus diajukan, dan apa saja akibat-akibat yang akan diterima pewawancara dan partisipan dari hasil wawancara tersebut.  Peneliti juga perlu mengantisipasi kemungkinan informasi yang berbahaya dan intim yang diungkapkan selama proses pengumpulan data. Sulit mengantisipasi dan merencanakan dampak dari informasi ini selama atau setelah wawancara (Patton, 2002). Misalnya, siswa bisa saja membicarakan pelecehan orang tuanya: atau para napi berbicara tentang pelolosan dirinya dari penjara. Dalam situasi seperti ini, biasanya kode etik bagi peneliti (yang bisa saja berbeda satu sama lain) dapat memproteksi privasi partisipan-partisipan tersebut, dan tugas penelitian adalah menyampaikan proteksi ini kepada semua partisipan yang juga terlibat dalam penelitian.

Masalah-masalah Etis dalam analisis dan Interpretasi Data Ketika peneliti menganalisis dan menginterpretasi data kuantitatif ataupun kualitatif, tidak jarang masalah-masalah muncul yang mengharuskan peneliti untuk membuat keputusan etis yang tepat. Dalam mengantisipasi masalah-masalah etis ini, mempertimbangkan beberapa hal berikut:  Bagaimana peneliti memproteksi anonimitas individu-individu, peran-peran, dan peristiwa-peristiwa yang diteliti dalam proyek penelitiannya? Misalnya, dalam penelitian survey, peneliti tidak memasukkan nama-nama partisipan selama proses coding dan perekaman. Dalam penelitian kualitatif, peneliti menggunakan nama alias atau nama samaran dari para partisipan atau tempat-tempat tertentu, untuk memproteksi identitas mereka.  Data, setelah dianalisis, harus dijaga selama dalam jangka waktu tertentu (misalnya, Sieber, 1998, merekomendasikan jangka waktu 5-10 tahun). Setelah itu peneliti sebaiknya membuang data tersebut agar tidak jatuh ke tangan peneliti-peneliti lain yang ingin ,enyalahgunakannya.  Pertanyaan tentang siapa yang memiliki data tersebut setelah proses pengumpulan dan analisis data juga menjadi masalah yang sering kali memecah belah tim penelitian dan membuat mereka bertengkar satu sama lain. Dalam hal ini, proposal peneliti seharusnya juga mengidentifikasi masalah kepemilikan ini dan membahas bagaimana

123

solusinya, seperti melalui proses saling memahami antara antara peneliti, partisipan, dan pihak fakultas (Punch, 2005). Berg (2001) merekomendasikan agar digunakan persetujuan personal untuk menunjuk siapa pemilik pemilik data penelitian tersebut. Hal ini dilakukan agar data dapat terjaga dari individu-individu yang tidak terlibat dalam penelitian.  Dalam interpretasi data, peneliti perlu memastikan bahwa informasi yang diperoleh benar-benar akurat. Untuk mengetahui akurasi ini, dalam penelitian kuantitatif, peneliti dapat bernegosiasi dan berinterogasi dengan para partisipan (berg, 2001). Untuk penelitian kualitatif langkah tersebut dapat diterapkan dengan cara menerapkan satu atau beberapa strategi validasi data bersama para partisipan atau dengan cara membandingkan data tersebut dengan sumber-sumber data lain yang relevan (lihat strategi-strategi validasi kualitatif pada Bab 9).

Masalah-Masalah Etis dalam Menulis dan Menyebarluaskan Hasil Penelitian Masalah-masalah etis tidak berhenti dalam pengumpulan dan analisis data saja. Masalah-masalah tersebut juga bisa terjadi dalam proses penulisan dan penyebaran laporan penelitian final. Untuk mengantisipasinya, Anda bisa menerapkan beberapa langkah berikut:  Jelaskan bagaimana penelitian Anda tidak akan menggunakan bahasa atau kata-kata yang mengandung bias pada orang-orang tertentu, baik itu bias gender, orientasi social, ras, etnis, ketidakmampuan, maupun usia. Publication Manual APA (2001) memberikan tiga saran. Pertama, sajikan bahasa yang tidak bias pada tingkat spesifisitas yang sesuai (seperti, daripada menulis ―prilaku pelanggan tersebut biasanya adalah para lelaki, ― lebih baik menulis, ―perilaku pelanggan tersebut……(jelaskan) ). Kedua, untuk keperluan melabeli atau sejenisnya, gunakan bahasa yang tegas dan peka (seperti, daripada menulis ―400 Hispanik‖, lebih baik menulis ―400 orang yang terdiri dari penduduk meksiko, Spanyol, dan Puerto Rico‖). Ketiga, cobalah untuk benar-benar mengenali identitas para partisipan dalam penelitian (seperti, daripada menulis ―subjek‖ lebih baik menggunakan kata-kata ―partisipan‖, daripada menulis ― dokter perempuan‖ lebih baik menggunakan ―dokter‖ atau ―ahli medis‖ saja, tanpa ada identifikasi jenis kelamin).  Masalah-masalah etis lainnya dalam menulis penelitian bisa saja meliputi usaha-usaha untuk menekan, memalsukan, atau mengkreasikan penemuan-penemuan ―baru‖ untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan peneliti atau audiens. Praktik-praktik curang seperti ini

124

kemudian gunakanlah salah satu dari empat outline topic atau format penelitian-yang sudah dijelaskan dalam bab ini-untuk membuat proposal kualitatif. pembahasan. Israel dan hay (2006) membahas praktik tidak etis yang disebutnya sebagai hadiah kepengarangannya bagi individu yang tidak berkontribusi pada penelitian dan hantu kepenarangan bagi staf-staf yunior yang membuat kontribusi penting. Peneliti harus memberikan gandaan publikasi penelitian tersebut pada pihak-pihak yang pernah ditelitinya (Creswell. 2007). dan kesimpulan yang sama dari makalah seseorang. Prosedur-prosedur dalam penelitian kuantitatif. dan metode campuran harus disajikan secara rinci dalam setiap bab. 2006). 2000). kualitatif. peneliti seharusnya tidak melakukan duplikasi secara berlebihan dengan menyajikan secara persis data. kuantitatif. atau metode campuran. Proposal penelitian seharusnya mengendalikan kesempatan peneliti untuk tidak terlibat dalam praktik-praktik seperti ini. dan tindakan tersebut biasanya akan membentuk sifat atau prilaku saintifik yang buruk (Neuman. Begitu pula. Pertimbangkan Sembilan argumentasi yang ditawarkan Maxwell (2005) sebagai elemen-elemen kunci yang perlu dimasukkan dalam proposal.  Masalah lain etis yang sering dijumpai dalam tulisan-tulisan akademik adalah praktik eksploitasi terhadap sejumlah pegawai universitas dan disertakannya nama individuindividu yang secara substansial tidak berkontribusi atas penelitian.  Pada akhirnya. Beberapa jurnal biomedis mengharuskan pengarang untuk menyatakan apakah mereka telah atau sedang memublikasikan makalahnya pada media-media lain ataukah tidak (Israel & Hay. peneliti juga perlu mengekspos detail-detail penelitiannya agar pembaca dapat mengetahui kredibilitas penelitian tersebut (Neuman. RINGKASAN Peneliti perlu memikirkan bagaimana menulis proposal penelitian dengan baik sebelum benar-benar terlibat dalam proses penelitian. sementara peneliti tidak menawarkan materi yang baru. namun namanya tidak dimasukkan dalam daftar contributor.tidak diterima dalam komunitas penelitian professional. 2000). peneliti perlu mengantisipasi konsekuensi-konsekuensi dilaksanakannya penelitian tersebut pada partisipan-partisipan tertentu dan tidak menyalahgunakan hasil-hasil penelitian untuk kepentingan pribadi atau kelompok.  Dalam merencanakan penelitian. 125 .

Salah seorang peneliti dalam tim Anda menduplikasi kalimat dari penelitian lain dan memasukkannya dalam laporan akhir penelitian. atau metoe campuran. Identifikasikanlah aliran gagasan dari kalimat satu ke kalimat yang lain dan dari paragraph satu ke paragraph yang lain. Buatlah satu outline topic-topik atau draft bagian-bagian untuk proposal kuantitatif. Apa yang akan anda lakukan? b. Masukkan topic-topik utama seperti LATIHAN MENULIS yang telah dijelaskan dalam bab ini. 3. dan menciptakan koherensi untuk meningkatkan kekuatan tulisan. Setelah wawancara keempat. dan terapkan strategi-straregi penulisan yang baik. Latihan Menulis 1. kualitatif. serta merevisi dan mengedit kembali tulisan Anda. peneliti juga perlu memikirkan masalah-masalah etis yang perlu diantisipasi dan dideskripsikan dalam proposal. serta kekurangan-kekurangan di dalamnya. Seorang mahasiswa melakukan beberapa kali wawancara pada sekelompok individu di tempat anda. Sejumlah langkah yang dapat dilakukan antara lain menggunakan kalimat aktif dan verba-verba yang kuat dan tegas. Apa yang anda lakukan? c. dan pembaca potensial. Cobalah melatih diri anda dengan membaca pendahuluan artikel tersebut dan gunakan metode hook and eye yamh telah dijelaskan dalam bab ini.pernah anda hadapi ketika melakukan penelitian. Carilah artikel jurnal yang didalamnya melaporkan penelitian kualitatif.Dalam pembuatan proposal. Pertimbangkanlah salah satu dilema etis berikut ini yang –anggap saja. Seorang narapidana yang tengah Anda wawancarai bercerita tentang kesempatan melarikan diri pada malah hari. mahasiswa tersebut bercerita kepada 126 . seperti menggunakan istilah-istilah yang konsisten. Gambarkan cara-cara yang bisa anda terapkan untuk mengantisipasi masalah tersebut dan membahasnya dalam proposal penelitian Anda. 2. lokasi penelitian. Dengan mempetimbangkan keberadaan partisipan. atau metode campuran. kuantitatif. cobalah membangun kebiasaan membangun menulis secara regular. penelitian bisa menjadi sejenis studi yang benarbenar dirancang berdasarkan praktik-praktik etis yang sesungguhnya. mulailah merangkai kata-kata di atas kertas berdasarkan gagasan-gagasan yang ada dalam pikiran Anda. Masalah-masalah ini berhubungan dengan semua tahap proses penelitian. a. Sebelum menulis proposal.menunjukkan level gagasan naratif yang berbedabeda.

kerahasiaan. 127 . Selain itu. J.E. M. mereka menawarkan contoh-contoh kasus etis yang sebenarnya dan cara-cara yang bisa ditempuh peneliti untuk menghadapi kasus-kasus tersebut secara etis. Rog (Ed). Bickman & D. ―Planning Ethically Responsible Research‖. & Hay. J. Dia kemudian menyajikan Sembilan langkah membuat proposal dan contohcontohnya. viriue ethics. Thousand Oaks. Pembahasannya sangat luas. seperti pendekatan konsekuensialis dan non-konsekuensialis. dia juga menganalisis dan menyajikan satu contoh proposal kualitatif yang menurutnya. Qualitative Research Design: An Interactive Approach. Research Ethics for Social Scientists: Between Ethical Conduct and Regulatory Compliance. dan strategi-strategi yang ia rekomendasikan juga sangat melimpah. (hlm. J.layak untuk diikuti. CA:Sage. Thousand Oaks. dan anonimitas. dia menyajikan review komprehensif mengenai beragam topic yang berhubungan dengan masalah-masalah etis.. privasi. seperti IRB. L. (2006). Dalam lampiran buku ini. CA:Sage Joe Maxwell menyajikan ringkasan menarik mengenai proses pembuatan proposal untuk penelitian kualitatif yang juga dapat diterapkan dalam penelitian kuantitatif dan metode campuran. Sieber. (1998). Dalam bab ini. serta beberapa resiko penelitian dan komunitas yang rawan kekerasan. London: Sage Mark Israel dan Lain Hay menyajikan analisis kritis tentang manfaat berfikir serius dan sistematis mengenai apa saja yang membentuk prilaku etis dalam ilmu social. Israel.Anda bahwa Institutional Review Board sebenarnya tidak menyetujui proyek penelitian tersebut. 127-156) Joan Sieber membahas pentingnya perencanaan etis sebagai bagian integral dalam merancang penelitian. Mereka mereview beragam teori etika. Dalam L. Mereka juga menjelaskan sejarah perilaku etis di berbagai Negara di dunia ini. Sepanjang buku ini. Apa yang anda lakukan? BACAAN TAMBAHAN Maxwell. dan pendekatan normative berorientasi-kepedulian. formulir perizinan. Edisi kedua. mereka menyajikan tiga contoh kasus dan mengajak para sarjana untuk berkomentar mengenai bagaimana mereka akan mendekati ketiga kasus tersebut. Handbook of Applied Social Research Methods. (2005).

Bagi para penulis. maupun metode campuran. mengembangkan detail. baik untuk keperluan penelitian kualitatif. menghubungkan literature. kuantitatif.Wolcott. dan merampungkan proses penulisan dengan menghadirkan aspek-aspek ini sebgai judul dan lampiran. 128 .F. Thousand Oaks. dan metode. H. Edisi kedua. teori. Dia menyurvei teknik-teknik ampuh bagaimana seseorang memulai menulis. seorang ahli etnografi pendidikan. (2001). mengumpulkan sumber-sumber berharga terkait dengan proses penulisan penelitian kualitatif. CA: Sage Harry Wolcott. buku ini sangat penting. Writing up Qualitative research. merevisi dan mengedit.

Halaman Kosong Sesuai Buku 129 .

Halaman Kosong Sesuai Buku 130 .

Setiap bab dalam bagian kedua ini akan membahas satu langkah terpisah dalam proses penelitian ini.masing-masing dengan langkah-langkah penelitiannya. 131 .Bagian Dua Merancang Penelitian       BaB 5 Pendahuluan Bab 6 Tujuan Penelitian Bab 7 Rumusan masalah dan hipotesis penelitian Bab 8 Metode-metode kuantitatif Bab 9 Prosedur-prosedur kualitatif Bab 10 Prosedur-prosedur Metode Campuran Bagian kedua ini menghubungkan tiga rancangan – kuantitatif. dan metode campuran. kualitatif.

atau metode campuran). antara lain: a. Karena pendahuluan merupakan bagian awal dalam proposal atau penelitian maka diperlukan perhatian khusus dalam proses penelitiannya. mereview literature-literatur yang berhubungan dengan masalah tersebut. Langkah ini diawali dengan membuat pendahuluan proposal sebagai proses mengatur dan menulis gagasan-gagasan awal. kuantitatif. Seperti yang dijelaskan Wilkinson (1991:96): Pendahuluan merupakan bagian tulisan yang memberikan informasi awal kepada pembaca tentang penelitian yang ditulis. Peneliti juga perlu menerapkan model defisiensi ketika menulis pendahuluan karena komponen utama dalam pendahuluan adalah menunjukkan kekurangan-kekurangan (defisiensi-defisiensi) dalam penelitian-penelitian sebelumnya. atau penelitian akademik. dan menjangkau 132 . mengidentifikasi tujuan penelitian. Kemudian pembahasan beralih pada lima komponen dalam menulis pendahuluan. menyatakan pentingnya penelitian bagi pembaca-pembaca tertentu. menjabarkan masalah yang dapat menuntun pada penelitian. menjelaskan masalah yang dapat menuntun pada penelitian. d. tinjauan pustaka sementara. meletakkan penelitian dalam konteks literature yang lebih luas. Untuk mengilustrasikan model ini. Pendahuluan menjelaskan suatu isu atau concern yang dapat menuntun pada penelitian.BAB LIMA PENDAHULUAN Setelah menentukan jenis pendekatan penelitian (kualitatif. Pendahuluan harus membuat pembaca tertarik pada topic penelitian. b. Pendahuluan inilah yang menentukan tahap-tahap selanjutnya dalam penelitian. serta format proposal. Tujuannya untuk membangun kerangka penelitian sehingga pembaca dapat memahami bagaimana penelitian tersebut berhubungan dengan penelitian-penelitian yang lain. langkah selanjutnya adalah merancang atau merencanakan penelitian. menunjukkan sejumlah kekurangan dalam literature-literatur itu. disertasi. c. saya sudah menyajikan satu tulisan pendahuluan yang utuh (lengkap dengan analisisnya) dari salah satu artikel jurnal yang pernah dipublikasikan. dan e. PENTINGNYA PENDAHULUAN Pendahuluan merupakan bagian pertama dalam artikel jurnal. Bab ini membahas komposisi dan penulisan pendahuluan serta menjelaskan perbedaan-perbedaan dalam menulis pendahuluan untuk tiga jenis rancangan yang berbeda.

terlalu banyak pengarang tidak secara jelas mengidentifikasi masalah penelitian. DAN METODE CAMPURAN Setelah melakukan tinjauan umum pada beberapa pendahuluan yang terdapat dalam banyak penelitian. membiarkan pembaca menentukan masalah tersebut. ada satu model yang bisa ditiru tentang bagaimana menulis pendahuluan yang baik untuk penelitian ilmu social. Misalnya. saya terlebih dahulu perlu menjelaskan perbedaan-perbedaan subtil antara pendahuluan untuk penelitian kualitatif. sebelum memperkenalkan model ini. sumber-sumber masalah penelitian bisa jadi sangat beragam. Ia juga bisa berasal dari perdebatan ekstensif dalam literature-literatur. Ia juga bisa muncul dari perdebatan kebijakan di pemerintahan atau antara para eksekutif kenamaan. dan peneliti memanfaatkan pendahuluan untuk 133 . Saya juga sudah menegaskan bahwa penelitian kualitatif bersifat eksploratoris. Namun. Apalagi. kita masih perlu memunculkan terlebih dahulu masalah yang terkait dengan kehidupan wanita dan social secara umum. Dalam proyek kualitatif. Masalah penelitian merupakan masalah atau isu yang menuntun pada keharusan dilaksanakannya penelitian tersebut. KUANTITATIF. Sayangnya. Ketika masalah tidak jelas. Semua unsur ini ditulis secara singkat dalam beberapa halaman. Jenis masalah yang disajikan dalam pendahuluan sangat beragam tergantung pada pendekatan yang digunakan (lihat Bab 1). Untungnya. untuk mengidentifikasi isu kehamilan anak remaja. masalah penelitian seringkali dikacaukan dengan rumusan masalah-pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab peneliti untuk memahami atau menjelaskan masalah tersebut. Masalahnya mengidentifikasi dan menjabarkan masalah penelitian yang menggarisbawahi penelitian bukanlah tugas mudah. Intinya. yaitu: menyatakan suatu masalah. PENDAHULUAN DALAM PENELITIAN KUALITATIF.audien tertentu. saya menemukan bahwa pendahuluan pada umumnya selalu mengikuti pola yang sama. signifikansi penelitian menjadi sulit dipahami. dan metode campuran. kuantitatif. lalu menjustifikasi mengapa masalah tersebut harus diteliti. Karena ada pesan-pesan yang harus disampaikan sedangkan ruang yang tersedia sangat terbatas maka pendahuluan bisa menjadi tantangan tersendiri untuk ditulis dan dipahami. Ia bisa bersumber dari pengalaman yang pernah dirasakan peneliti dalam kehidupan pribadi atau tempat kerjanya. Belum lagi kompleksitas ini ditambah dengan keharusan peneliti untuk mendorong audiens agar mau lebih jauh membaca dan melihat pentingnya penelitian. peneliti mendeskribsikan masalah penelitian yang benar-benar mudah dipahami dengan cara mengeksplorasi suatu konsep atau fenomena tertentu.

seperti yang sering dijumpai dalam penelitian-penelitian fenomenologis (Moustakas. masih jarang ada variasi. seperti penelitian etnografi. anak-anak SD sering kali gelisah dan mengganggu proses belajar (sebagai masalah penelitian). c. dan cara terbaik untuk mengeksplorasi masalah ini adalah dengan pergi ke sekolah dan mengunjungi mereka dan para guru secara langsung. memahami. masalah penelitian dijelaskan dengan cara mengidentifikasi. b. adanya keharusan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan fenomena dan mengembangkan suatu teori. yang didalamnya peneliti memosisikan diri mereka secara naratif dalam penelitian. tidak benar. Bahkan pendahuluan kualitatif juga dapat ditulis dari sudut pandang subjektif. Selain itu. tidak cocok. Untuk pendahuluan kuantitatif. gagasan yang ditawarkan suatu teori bisa saja belum akurat. tetapi deduktif. Morse (1991:120). seperti dalam penelitian naratif. pernah menyatakan: Karakteristik-karakteristik masalah penelitian kualitatif antara lain: a. 1994). Dalam proyek kuantitatif. atau d. Orientasi teoritis inilah yang kemudian membentuk struktur pendahuluan. Sejumlah peneliti kualitatif terkadang memiliki perspektif teoritis tentang masalah apa yang akan diteliti (seperti. konsepnya belum matang (immature) karena teori dan penelitian sebelumnya yang membahas konsep tersebut tidak terlalu banyak dan menonjol. Pendahuluan kualitatif juga bisa dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan personal dari peneliti tentang pengalaman pribadi memandang suatu fenomena secara substansial. Thomas (1993:9) mengatakan bahwa ―seorang peneliti kritis selalu berangkat dari premis bahwa semua kehidupan kultural merupakan ketegangan konstan antara control dan resistensi‖. meningkatnya urbanisasi (sebagai masalah penelitian) harus dieksplorasi karena masalah tersebut pelum pernah diteliti dalam kawasan-kawasan tertentu di suatu Negara. Misalnya. 134 . misalnya meneliti bagaimana teori politik kelas menjelaskan ketidaksuksesan kampanye anti-vice di salah satu dari tiga kota besar di Amerika. atau mengandung bias.mengeksplorasi suatu topic yang tidak bisa diidentifikasi variable-variabel ataupun teorinya. Misalnya lagi. Misalnya. dan menemukan factor-faktor atau variable-variabel apa saja yang mempengaruhi suatu outcome. Beisel (1990). pendahuluannya bisa saja tidak ditulis secara induktif. ketidakadilan dalam pembagian upah antara wanita dan laki-laki atau sikap-sikap rasial yang sering kali muncul saat membuat sketsa biografis sopir-sopir di jalan raya). misalnya. sifat fenomena yang ingin diteliti tidak sesuai jika dianalisis secara kuantitatif. pribadi. orang pertama. dalam beberapa penelitian kualitatif yang lebih berfokus pada perspektif partisipan.

Contoh lain. Untuk itu. lalu melakukan tinjauan pustaka secara mendalam. peneliti bisa saja menguji suatu teori terlebih dahulu dan melakukan tinjauan pustaka singkat untuk mengidentifikasi rumusan masalah yang nantinya harus dijawab. baik itu penelitian kualitatif. peneliti kuantitatif perlu memahami tingginya rata-rata perceraian (sebagai suatu masalah) dan menelti apakah salah satu faktor yang menyebabkan perceraian itu adalah masalah financial.dalam merespon pengurangan jumlah kerja (sebagai masalah penelitian). Proyek metode campuran bisa terlebih dahulu menjelaskan hubungan antara perilaku merokok dan depresi dalam lingkungan remaja. Meski demikian. pendahuluan kuantitatif juga dapat ditulis dari sudut pandang interpersonal dan dalam kalimat pasif. Komponen utama yang perlu dimasukkan ke dalam pendahuluan pada umumnya berhubungan dengan jenis – jenis masalah yang dibahas. prioritas ini bisa saja setara antara penelitian kualitatif atau kuantitatif. Jika tahap pertama proyek ini bersifat kuantitatif. kemudian mengeksplorasi pandangan – pandangan dari para remaja untuk dapat menampilkan pola – pola / tema – tema yang berbeda tentang merokok dan depresi tersebut. dalam pendahulian kuantitatif. Bahkan. yang berarti bahwa pendahuluannya harus menjelaskan suata masalah yang di dalamnya diperlukan pemahaman antara variable – variable dan eksplorasi terhadap suatu topic/fenomenda secara mendalam. Dalam penelitian metode campuran. dan pendahuluan harus mencerminkan prioritas tersebut. SALAH SATU MODEL PENDAHULUAN Menulis pendahuluan untuk tiga penelitian yang berbeda . kuantitatif. masalah penelitian merupakan masalah yang darinya pemahaman mengenai faktor .seperti yang sudash dijelaskan di atas – memang tidak terlalu jelas perbedaannya. Dalam dua situasi ini. seorang peneliti kuantitatif harus berusaha menemukan factor-faktor apa saja yang mempengaruhi menurunnya bisnis-bisnis besar. maupun metode campuran. diperlukan satu model ilustratif tentang bagaimana menulis pendahuluan yang baik 135 . Peneliti dengan metode campuran dapat menerapkan pendekatan kualitatif atau kuantitatif terlebih dahulu (atau kombinasikan sekaligus) dalam pendahuluannya. pendahuluan dapat menekankan pada pendekatan kuantitatif dengan menyertakan terlebih dahulu suatu teori yang dapat memprediksi hubungan antara perokok dan depresi. Selain itu.faktor yang menjelaskan atau berhubungan dengan hasil menjadi sangat penting karena membantu peneliti menjelaskan masalah tersebut dengan baik. peneliti bisa memprioritaskan salah satu diantara pendekatan kuantitatif atau pendekatan kalitatif. untuk meningkatkan objektivitas.

yang menangani kasus Hopwood vs. dan Parente (2001) dalam The Journal of Higher Education dengan judul penelitiannya ―Racial and Ethnic Diversity in the Classroom‖ (ditulis kembali atas izin penerbit). yang lebih terkini. Kekurangan – kekurangan (deficiencies) dalam penelitian – penelitian sebelumnya 4. Cabrera. Keputusan courth untuk menolak tindakan afirmatif ini didasarkan pada referenda Negara. Tujuan penelitian Sebuah ilustrasi Sebelum menjelaskan lima bagian tersebut. Persoalan hokum terkait dengan tindakan afirmatif tersebut bermula dari kasus Regents of the University of California versus Bakke tahun 1978. Anda akan menemukan banyak sekali penelitian dewasa ini yang telah menggunakan model tersebut. penulis menyatakan dengan teknik hook naratif).berkaitan dengan masing – masing komponen sudah saya tandai dengan jelas. Court of Appeals for the Fifth Circuit. Colbeck. Bjorklund.S. 5. Jika struktur model ini dirinci. berikut ini ada contoh pendahuluan kualitatif yang ditulis oleh Terezainni. dan tindakan – 136 . U. Pentingnya penelitian untuk audiens tertentu. kebijakan tersebut sampai saat ini mash menjadi topic perdebatan nasional yang hangat. menemukan argumentasi Powell ini bermasalah. Model ini terdiri dari lima bagian yang masing – masing dari kelimanya dapat ditulis dalam satu paragrap sehingga secara keseluruhan bisa mencapai maksimal dua halaman. Model ini merupakan pendekatan popular yang banyak digunakan dalam ilmu – ilmu social. yang di dalamnya Justice William Powell menyatakan bahwa ras ini sudah dipertimbangkan berdasarkan keputusan – keputusan admisi. Akan tetapi. Lima bagian tersebut antara lain : 1. Model defisiensi pendahuluan (deficiency model an introduction) merupakan salah sastu pola umum dalam menulis pendahuluan yang baik. Akan tetapi. Penelitian – penelitian sebelumnya yang membahas masalah tersebut 3. perundang – undangan.tanpa perlu memandang pendekatan – pendekatan dan komponen – komponen yang harus disertakan. states of Texas. Sejak diterbitkannya Civil Right Act tahun 1964 dan Higher Education Act tahun 1965. ―Tindakan afirmatif‖ kemudian diambil sebagai kebijakan untuk merealisasikan heterogenitas ini ( di sini. Berdasarkan lima komponen penting pendahuluan yang sudah dijelaskan di atas maka beberapa pernyataan yang – menurut saya. universitas – universitas di Amerika berusaha meningkatkan keragaman ras dan etnik para mahasiswa dan dosennya. Masalah penelitian 2.

Intinya. Michigan. Florida.tindakan terkait melarang pengakuan yang sensitive – ras atau sewa menyewa di California. penulis mengidentifikasi masalah penelitian). Mississippi. sering kali 137 . Pertama. 1999a. Dua presiden ini tidak sendirian. Sax. Neil Rudenstine. 1999). Ketiga. perlu kami sampaikan bahwa kami berbicara atas nama pendidik. Kedua. misalnya. 1996. Massachusetts. 1998 : A32). Dalam merespons hal ini. Penelitian – penelitian ini dapat dibagi ke dalam tiga kecenderungan utama. penelitian – penelitian yang memandang keragaman structural sebagai suatu yang ilmiah. lebih efektif ketimbang siswa – siswa yang lebih homogen. Kanter. rekan Rudenstine di University of Michigan. dalam konteks pendidikan. 1999:1). dengan menegaskan : ―Pertama-tama. New Hampshire. 24 April 1997:A27) (Di sini. mengklaim bahwa ―alasan utama diterimanya keragaman siswa di perguruan tinggi adalah karena nilai pendidikannya‖ (Rudenstine. Chang. juga menyatakan : ―Sebuah kelas yang tidak mempresentasikan anggota – anggota ras yang berbeda akan melahirkan diskusi yang miskin – wawasan‖ (Schmidt.‖ The New York Times. penelitian – penelitian yang meneliti secara institusional usaha – usaha programatik yang terstruktur untuk membanu mahasiswa terlibat dalam ―keragaman‖ ras/etnis dan/atau gender dalam kaitannya dengan gagasan – gagasan dan kemanusiaan. Rhode Island dan Puerto Rico (Healy. 1997. ada banyak pendekatan yang telah diterapkan untuk meneliti pengaruh keragaman terhadap outcomes mahasiswa. atau gender dalam satu kampus (lihat. ras/etnis. penelitian – penelitian yang menganalisis hubungan mahasiswa dengan ―keragaman‖ secara umum sebagai salah satu implikasi percampuran mahasiswa secara kuantitas. Ada banyak penelitian yang membahas mengenai pengaruh keragaman terhadap outcomes mahasiswa. 1996). Maine. 1998a. 1998b. Presiden Harvard University. Bukti – bukti yang dimunculkan pada umumnya tidak jauh berbeda bahwa para mahasiswa dalam komunitas yang lintas gender atau ras/etnis atau yang terlibat dalam aktivitas yang berhubungan dengan keragaman. Lee Bollinger. para pendidik lalu mengemukakan argumentasi mereka untuk mendukung tindakan afirmatif ini dengan klaim bahwa siswa – siswa heterogen. dan lebih berpijak pada perjumpaan antara mahasiswa dan keragaman dengan cara mengamati frekuensi atau sifat interaksi mereka dengan rekan – rekannya secara ras/etnis berbeda. Kami percaya bahwa mahasiswa kami dapat memperoleh keuntungan dari pendidikan yang berbasis keragaman‖ (―On the importance of Diversity in University Adminissions. Lousiana. Di belakang mereka ada Assiciation of American Universities yang terdiri dari para rector dari 26 universitas yang mengusung argumentasi yang sama.

dan para pendidik). Langkanya informasi tentang manfaat akademik dari keragaman structural di sebuah kampus atau kelas. 138 . penulis mengidentifikasi tujuan penelitian) (hlm. (2001) di atas. keragaman structural) memiliki manfaat –manfaat akademik yang diklaim…. hal ini masih menyisakan banyak pertanyaan (Di sini. melibatkan.Begitu pula. Chang. ditulis kembali atas izin The Journal of higher Education). tentu saja sangat disayangkan. Hanya sedikit sekali penelitian (seperti. suatu istilah yang diambil dari bahasa inggris. 1999a. Penelitian ini berusaha memberikan kontribusi pengetahuan dengan mengekspolrasi pengaruh keragaman structural kelas terhadap perkembangan akademik dan skill intelektual mahasiswa. seperti apakah tingkat keragaman rasial dalam satu kampus atau kelas berpengaruh langsung terhadap hasil belajar ataukah tidak. Penelitian ini menganalisis pengaruh langsung keragaman kelas terhadap outcome akademik/intelektual dan apakah ada dari pengaruh – pengaruh tersebut yang ditindaklanjuti menjadi pendekatan – pendekatan instruksional aktif dan kolaboratif dalam konteks pembelajaran (Di sini. isu – isu. yaitu menunjukkan dua komponen utama pendahuluan yang baik. atau menghubungkan (hook) pembaca dengan/dalam penelitian. 1996) yang secara spesifik meneliti apakah komposisi ras/etnis atau gender para mahasiswa dalam sebuah kampus.memperoleh manfaat dan makna edukatif yang lebih positif (Disini. 510 – 512. yang berarti ―kata – kata yang dapat menggambarkan. peneliti. penulis menunjukkan kekurangan atau defisiensi dalam penelitian – penelitian sebelumnya). yakni hakim. penulis menyebutkan penelitian – penelitian yang pernah membahas masalah tersebut). yaitu menunjukkan bahwa penelitian tersebut menarik dan memperlihatkan bahwa masalah atau isu yang diangkat benar – benar berbeda. dalam satu komunitas akademik atau dalam kelas (seperti. Sax. 1996. Kalimat ini sering kali dikenal dengan istilah narrative hook.. penulis menunjukkan pentingnya penelitian pada audiens tertentu. kalimat pertama sudah menunjukkan dua komponen utama pendahuluan yang baik. ― untuk mempelajari bagaimana menulis narrative hook yang baik. Pengaruh seperti apa yang dimunculkan dari kalimat ini? Apakah kalimat tersebut memancing pembaca untuk membacanya lebih lanjut? Apakah kalimat tersebut harus ditulis dalam level tertentu sehingga pembaca dapat memahaminya? Pertanyaan – pertanyaan ini penting dijawab untuk menulis kalimat pembuka pendahuluan. Masalah Penelitian Dalam pendahuluan artikel Terenzini et al. Padahal informasi inilah yang bisa menjadi bukti para hakim untuk mendukung kebijakan keputusan yang sensitive – ras (Di sini.

Yang jelas. para jurnalis menyajikan contoh – contoh yang menarik di awal kalimatnya. Berikut ini. Sementara itu.perhatikan Koran – Koran penting.(2001) membahas problem yang unik. seraya membiarkannya beradaptasi dengan kedalaman (penelitian). penulis yang berpengalaman menurunkan tong (pembaca) sedara perlahan – lahan. artikel ringkas baru – baru ini. Artikel terezini et al. Sering kali. Pembaca pun hanya akan melihat materi yang tidak biasa dan aneh.iti garis kartografis (salah satunya. peneliti perlu menunjukkan masalah atau isu yang dapat menuntun pada signifikansi penelitian. 139 . Setelah itu. saya menggunakan metaphor seseorang yang sedang menurunkan seubah tong ke dalam sumur. Tiga contoh di atas menyajikan informasi yang mudah dipahami oleh pembaca. Contoh ketiga. Penurunan tong ini diawali dengan narrative hook.   ―Siapa yang mengendalikan proses pencalonan wakil DPR?‖ (Boeker. yang menjadi pendahuluan dalam penelitian kuantitatif. Mereka mencatat bahwa kebijakan – kebijakan untuk meningkatkan keragaman ini sedang menjadi ―topic perdebatan nasional yang hangat‖ (hlm.  ―selebriti transeksual dan tnometodologis. Untuk menggambarkan lebih jauh bagaimana proses menulis pendahuluan ini. 1992:400). 1989:281). menunjukkan bagaimana pembaca dapat mengawali bacaanhya dengan memahami beberapa literature terlebih dahulu. 1989:181). telah mengubah identitasnya tiga tahun lalu sebelum pada akhirnya ia menjalani kembali pembedahan jenis kelamin‖ (Cahlil. Agnes. ketika contoh di atas sudah menggambarkan bagaimana menulis kalimat pembuka dengan baik agar pembaca tidak dipaksa masuk ke dalam pemikiran yang terlalu detail. ―Ada banyak literature yang menel. tetapi digiring perlahan – lahan ke dalam topic penelitian. yakni menceritakan contoh kasus umum terlebih dahulu sehingga pembada dapat memahami dan menghubungkannya dengan topic penelitian.509). Buttenfield:1985). Penulis pemula menceburkan tong (pembaca) langsung ke kedalaman sumur (artikel). yaitu perjuangan untuk meningkatkan keragaman ras dan etnik di universitas – universitas AS. Dua contoh pertama – yang menjadi pendahuluan dalam penelitian kualitatif – menunjukkan bagaimana pembada di tarik perhatiannya dengan merujuk pada satu partisipan (di contoh pertama) dan mengajukan satu pertanyaan (di contoh kedua). dan generalisasi garis – garis tersebut (salah satunya. contoh – contoh kalimat pembuka dalam jurnal – jurnal ilmu social. McMaster:1987)‖ (Carstensen.

kutipan – kutipan seperti ini juga dapat menarik perhatian membaca. isu) yang dapat menuntun pada penelitian. Misalnya : karena sekolah masih belum menerapkan pedoman – pedoman multi cultural. khususnya kutipan yang terlalu panjang. kesulitan – kesulitan.   Hindari ekspresi – ekspresi idiomatic (kalimat – kalimat membingungkan). karena ada kebutuhan dari para dosen yang harus dipenuhi agar mereka terlibat dalam aktivitas pengembangan professional di jurusan – jurusan mereka.masalah penting yang memerlukan penelitian lebih jauh. ingatlah tips – tips penelitian berikut ini :  Tulislah kalimat pembuka yang dapat menstimulasi ketertarikan pembaca dan mampu menampilkan masalah yang dapat dipahami secara relasional oleh pembaca pada umumnya.‖ 140 . Masalah penelitian ini akan menjadi jelas jika peneliti mau mengidentifikasi dengan mengajukan sejumlah pertanyaan. hindari penggunaan kutipan – kutipan. dalam beberapa penelitian kualitatif. Akan tetapi. Pertimbangkan pengaruh informasi yang menggunakan angka – angka (seperti. bahkan dapa membuat topic penelitian menjadi tidak jelas. masalah penelitian bisa saja muncul dari isu – isu.Dalam ilmu social terapan. ―Setiap tahun. Ketika merancang paragraph – paragraph pembuka. dilemma. Kutipan – kutipan hanya akan memunculkan banyak kemungkinan penafsiran. dalam kalimat pembuka.  Tunjukkan secara jelas masalah yang diangkat (seperti. Untuk itu.  Sebagai aturan umum. gunakan kutipan secara layak dan tepat. atau karena suatu masyarakat tidak boleh melupakan kontribusi para pelopor wanitanya. Cobalah bertanya pada diri sendiri : ―Adakah kalimat yang bisa mewakili masalah penelitian yang saya angkat ini?‖  Tunjukkan mengapa masalah tersebut penting diteliti dengan cara mengutip berbagai referensi yang membenarkan kelayakan penelitian akan masalah tersebut. karena siswa – siswa minoritas membutuhkan akses yang lebih baik ke universitas. yang tentu saja meliputi masalah penelitian. Sekadar intermezzo : saya selalu mengatakan kepada para mahasiswa saya : ―Jika kalian tidak memiliki banyak referensi pada halaman – halaman pertama proposal kalian maka penelitian kialian tidak akan bernilai akademik. Semua ―jawaban‖ ini merupakan masalah =. seperti : ―Apa kepentingan atau motivasi diadakannya penelitian ini?‖ Atau ―Masalah apa yang memengaruhi untuk melakukan penelitian ini?‖ jawaban atas dua pertanyaan ini bisa bermacam – macam. dan perilaku – perilaku masa kini. sekitar 5 juta orang Amerika mengalami kematian anggota keluarga secara tiba – tiba‖).

ia harus lebih meringkas sebagian besar penelitian – penelitian yang nantinya akan dirinci kembali pada bagian khusus. Kemampuan membingkai penelitian dengan cara inilah 141 . Peneliti perlu mereview penelitian – penelitian relevean sebelumnya dan menaruhnya di bagian pendahuluan dengan tujuan : (1) untuk menjustifikasi pentingnya penelitian yang ia ajukan.‖ Peneliti tentu tidak dakan melaksanakan penelitian yang sekedar meniru apa yang telah diteliti orang lain. Saya selalu meminta mahasiswa saya untuk merefleksikan peta pustaka (seperti yang pernah dibahas dalam Bab 2). Bukan hanya satu masalah saja. dan pendekatan keduanya dalam metode campuran). Menyebutkan katergori – kategori penting inilah yang saya maksudkan dengan meninjau psutaka atau mereview penelitian – penelitian di bagian pendahuluan. dalam beberapa penelitian. Tinjauan pustaka ditempatkan di bagian khusus yang terpisah dari bagian pendahuluan. Saya harus berhati – hati ketika berbicara tentang ―mereview penelitian‖ di sini karena saya tidak bermaksud bahwa Anda harus memasukkan tinjauan pustaka utuh dalam bagian pendahuluan. pengujian hubungan – hubungan atau predictor – predictor dalam kuantitatif. ada banyak masalah yang perlu dibahas. apakah ada satu atau banyak masalah yang terlibat dalam penelitian sehingga mengharuskan anda untuk menelitinya? Seringkali. Pastikan bahwa masalah sudah dijelaskan dalam konstruksi yang konsisten dengan jenis pendekatan penelitian (seperti. peneliti seyogianya berusaha ―merancang penelitiannya dalam satu dialog berkelanjutan dengan literature – literature / penelitian – penelitian lain yang relevan.  Tuliskah. eksploratoris daslam kualitatif. Untuk itu diperlukan penelitian – penelitian baru untuk memperkaya literature – literature yang relevan atau untuk memperluas dan bahkan menguji kembali penelitian – penelitian yang sudah ada sebelumnya. mereka diminta untuk meringkas kategori – kategori penting dari berbagai pustaka yang ditinjaunya. Penelitan – penelitian sebelumnya Setelah menulis paragraph – paragraph pembuka yang membahas penelitian. peneliti bukan berarti tidak boleh melakukan tinjauan pustaka/penelitian dalam pendahuluan ini. Hanya saja. Marshall dan Rossman (2006) memandang bahwa tinjauan pustaka dalam pendahuluan ini adalah cara untuk merancang penelitian dalam konteks penelitian – penelitian lain yang berhubungan. dan (2) untuk menjelaskan perbedaan antara penelitian – penelitian sebelumya dengan penelitian yang sedang ia ajukan. Meski demikian. lalu di bagian atas tinjauan psutaka. penelti selanjutnya perlu mereview penelitian-penelitian/literature-literatur sebelumnya yang pernah membahas masalah penelitian tersebut. Artinya.

Untuk itu. Namun. Pertanyaan lain yang sering kali muncul adalah : Jenis literature seperti apa yang harus direview oleh seorang peneliti? Saya menyarankan agar peneliti merevie penelitian – penelitian sebelumnya yang memiliki rumusah masalah dan data – data untuk menjawab rumusan tersebut. Pemahaman ini tentu saja tidak muncul dengan sendirinya.yang membedakan peneliti pemula dengan peneliti berpengalaman. peneliti terlebih dahulu harus mengabstraksikan literature – literature / penelitian – penelitian yang membahas topic yang lebih umum (seperti. siswa –siswa yang berisiko gagal di SD atau di jenjang – jenjang pendidikan lain).‖ Tentu saja. Artinya. baru kemudian mengakhiri abstraksinya secara spesifik dengan menegaskan pentingnya penelitiannya yang diajukan (misalnya. atau metode campuran. Peneliti penula seringkali bertanya : ―Apa yang harus saya lakukan sekarang? Tidak ada satu pun penelitian / literature yang pernah membahas topi ini. tentang siswa – siswa Afrika – Amerika yang berisiko gagal di tingkat SD). Intinya adalah : literature – literature atau penelitian – penelitian sebelumnya akan memberikan sumbangsih pemikiran dalam menganalisis rumusan masalah yang akan dibahas dalam proposal. bukan secara individual (tidak seperti dalam Tinjauan Pustaka yang biasanya terdapat dalam bagian 142 . Jika seseorang melihat tinjauan pustaka ini terus ke bagian atas segitiga. tetapi berasal dari keterlibatan peneliti selama bertahun – tahun dalam mengikuti perkembangan masalah penelitiannya dan literature – literature yang terkait. topic mengenai siswa – siswa yang beresiko gagal di SD atau di jenjang – jenjang pendidikan lain sudah banyak diteliti. Penelitian ini haruslah sempit dan terfokus (tidak boleh ada satu pun penelitian yang serupa). Pada ujung segitiga itu terdapat penelitian yang diajukan. topic mengenai siswa – siswa Amerika – Afrika yang beresiko gagal di SD mungkin tidak pernah diteliti. Penelitian – penelitian ini bisa saja berupa penelitian kuantitatif. pertimbangkan tips – tips penelitian berikut ini :  Reviewlah sejumlah literature dengan meringkasnya secara komunal. ada beberapa literature yang bisa dijumpai meskipun agak sedikit berbeda dengan penelitian yang diajukan. Misanya. Untuk mereview literature – literature / penelitian – penelitian yang relevan di bagian pendahulan proposal. secara umum. kualitatif. saya sering kali menyarankan agar peneliti memandang literature dengan pola piker segitiga terbalik. Peneliti yang berpengalaman akan mereview dan memahami tulisan – tulisan sebelumnya yang membahas topic atau masalah serupa yang menjadi garapan penelitiannya. jika tinjauan pustaka diartikan secara sempit maka tidak ada satupun literature yang mendokumentasikan atau menjabarkan secara komprehensif dan precise masalah penelitian yang kita bahas.

Untuk mencari defisiensi ini. Selain menyebutkan defisiensi – defisiensi. defisiensi ini basanya ada di bagian ―saran-saran untuk penelitian selanjutnya‖ yang sering kali disampaikan secara implicit maupun eksplisit. Sifat defisiensi ini bervariasi dasi satu penelitian ke penelitian lain. literature/penelitian tersebut mungkin perlu dikaji kembali untuk melihat adakah kesamaan-kesamaan dalam hal penemuan-penemuan. Dalam artikel – artikel jurnal. karena penelitian sebelumnya mengabaikan keberadaan 143 . Defisiensi dalam literature atau penelitian sebelumnya bisa saja muncul karena topic – topic yang diangkat di dalamnya tidak dieksplorasi berdasarkan kelompok. Sebagai contoh. karena penelitian – penelitian sebelumnya telah mengesampingkan satu variable penting maka penelitian anda bisa memasukkan variable tersebut dan menganalisis pengaruh – pengaruhnya. Misalnya. ataupun tempat-tempat yang diteliti. peneliti seyogianya dapat menjelaskan satu atau lebih defisiensi ini dalam bagian pendahuluan proposal mereka. kualitatif. atau metode campuran. Tujuannya adalah untuk membangun wilayah penelitian yang lebih luas. seperti literature – literature yang dipublikasikan tidak lebih dari 10 tahun lalu.   Tinjaulah penelitan – penelitian lain yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Identifikasi semacam ini sering dikenal dengan istilah model defisiensi. peneliti kemudian mengidentifikasi kekurangan – kekurangan (deficiencies) yang terdapat dalam literature/penelitian tersebut. atau populasi tertentu. atau komunitas yang termarjinalkan tidak direpresentasikan secara memadai dalam literature/penelitian tersebut. Peneliti tinggal merujuk gagasan – gagasn defisiensi ini untuk dijadikan topic penelitiannya.  Agar tidak sekedar menekankan pada literature – literature secara individual. Kutiplah penelitian – penelitian sebelumnya jika memang ada karena penelitian – penelitian seperti itu basanya banyak dijadikan referensi oleh orang lain.khusus dan terpisah). letakkan referensi – referensi in text di akhir paragraph atau di akhir review mengenai literature – literature tersebut. sampel. Untuk literature/penelitian mana pun. Carilah literature – literature terbaru untuk direview dan diabstraksikan. sampel – sampel. Kekurangan (Defisiensi) dalam Literatur Sebelumnya Setelah menjabarkan masalah penelitian dan mereview sejumlah literature/penelitian lain yang relevan. peneliti juga perlu menjabarkan bagaimana penelitiannya akan mengoreksi atau menutupi defisiensi tersebut. caranya sangat mudah.

Rosell. begitu langka.‖ sangat sedikit penelitian empiris. Perhatikan pula bagaimana mereka menggunakan frasa – frasa kunci untuk menunjukkan defisiensi – defisiensi ini. dari sekian banyak analisis ini. Anda dapat melihat bagaimana para penulisnya menunjukkan kelemahan – kelemahan atau kekurangan – kekurangan dalam beberapa literature sebelumnya. khususnya dari perspektif subordinasi. Sedikit sekali penelitian yang difokuskan pada bagaimana guru menggunakan kekuasannya untuk berinteraksi secara strategis dengan kepala sekolah. Hoyle. Pratt. seperti ―yang belum dianalisis. Alvik. Svancarova& Svancarova. Pada dua contoh tulisan berikut. Contoh 5. ada satu masalah yang belum dianalisis. 1968. (Ziller. 1987.‖ ―sedikit sekali penelitian. 1989 :381) Singkatnya. untuk menunjukkan kekurangan – kekurangan (deficiencies) dalam literature sebelumnya. tidak sedikit ilmuwan sosial yang berusaha meneliti makna perang dan kedamaian (Cooper. 1986.penduduk asli Amerika sebagai komunitas cultural maka Anda dapat menyertakan mereka sebagai paratisipan dalam proyek penelitian anda. 1984) (Blase.1 Defisiensi – Defisiensi dalam Literatur : Dibutuhkan Penelitian – Penelitian Lanjutan Berdasarkan rasionalisasi inilah. misalnya.2 Defisiensi – Defisiensi dalam Literatur : Sedikitnya Penelitian – Penelitian yang dilakukan Meskipun ada minat yang sangat tinggi terhadap persoalan mikro-politik. yaitu tentang bagaimana bekas pejuang masa lalu memberikan reaksi terhadap perang masa kini. 1965. 1970). 1967-1968. anehnya sangat sedikit penelitian empiris yang berusaha menganalisis isu tersebut. kesalahan metodologis atau variable – variable yang terabaikan). 1990 :85-86) Contoh 5. Tunjukkan secara spesifik kekurangan – kekurangan dalam penelitian – penelitian yang sudah ada (seperti. peneliti perlu menerapkan tips – tips penelitian berikut ini :   Kutiplah sejumlah kekurangan dalam literature tersebut untuk memperkuat alasan dibutuhkannya penelitian terhadap topic tertentu. Penelitian politik dalam ranah pendidikan. Sayangnya. Haavedsrud.‖ dan sebagainya. dan apa makna semua ini secara deskriptif dan konseptual (Ball. 144 . 1968.

 Tulislah bidang – bidang atau ranah – ranah tertentu yang terabaikan oleh penelitian – penelitian sebelumnya. peneliti hendaknya menulis alasan/rasionalisasi tentang pentingnya penelitiannya yang diajukan. dan para peneliti adalah target pembacanya yang diharapkan akan membaca hasl penelitiannya. dan sebagainya. peneliti juga dapat menjelaskan beberapa hal berikut :     Tiga atau empat alasan/rasionalisasi tentang bagaimana penelitian Anda dapat menambah penelitian akademik dan literature dalam bidang – bidang tertentu. Dia secara jelas menunjukkan bahwa para pengambil keputusan. Tiga atau empat alasan/rasionalisasi tentang bagaimana penelitian Anda akan memperbaiki atau meningkatkan kebijakan tertentu. Dalam bagian ini pula. proses statistic. Tiga atau empat alasan/rasionalisasi tentang bagaimana penelitan Anda dapat membantu memperbaiki atau meningkatkan praktik – praktik tertentu. Pada contoh tulisan berikut ini. seperti yang pernah dicontohkan dalam pendahuluan Terenzini et al. peneliti sering kali menyertakan bagian khusus yang mendeskripsikan signifikansi penelitian bagi pembaca tertentu. anggota organisasi. begitu pula potensi penelitian tersebut akan semakin kuat untuk diterapkan di dunia nyata. semakin besar signifikansi penelitian tersebut bagi mereka. (2000). Anda bisa melihat bagaimana penulisnya menyatakan pentingnya penelitian pada paragraph pembuka. Dalam bagian ini.  Jelaskan bagaimana peneltian Anda akan mengoreksi kekurangan – kekurangan ini dan memberkan kontribusi yang berbeda pada literature/penelitian akademik. Tiga atau empat alasan/rasionalisasi tentang bagaimana penelitian Anda akan memperbaiki atau meningkatkan kebijakan tertentu. Semakin banyak pembaca yang ditargetkan. Tulislah paragraph pendek untuk menjelaskan tiga atau empat kekurangan dari penelitian sebelumnya atau fokuslan pada satu kekurangan paling pokok. 145 . implikasi – implikasi penting. Hal ini dilakukan untuk mendukung pentingnya analisis topic penelitian bagi kelompok – kelompok tertentu yang mungkin saja dapat memperoleh manfaat dengan membaca dan menggunakan penelitian tersebut. Penelitian yang dilakuka noleh Mascarenhas (1989) ini meneliti kepemilikan perusahaan – perusahaan industri. termasuk topic. Signifikansi Penelitian bagi Pembaca Dalam disertasi.

Pada akhirnya. jangkauan produk. pertama – tama peneliti perlu mendeskripsikan masalah penelitian yang berhubungan dengan penelitian kuantitatif. dibutuhkan keputusan mendasar yang dapat menjangkau semua lapisan masyarakat demi terlaksananya aktivitas organisasi ini. dan para anggota dewan yang mereview admisi – admisi tersebut. mereka juga menyatakan pentingnya penelitian ini bagi para staf kantor admisi. atau metode campurannya. Model yang sering kali dikenal dengan istilah model defisiensi ini diterapkan. 1988). 1979. Selain itu. kualitatif. 1989 : 582) Terenzini et al. seperti costumer service. memahami hubungan antara kepemilikan dan ranah – ranahnya akan membantu menyingkap logika dasar aktivitas organisasi dan dapat membantu anggota organisasi tersebut mengevaluasi strategi – strategi. orientasi pembeli. 1980.3 Signifikansi Penelitian yang Dinyatakan dalam Pendaluluan Studi Kuantitatif penelitian tentang kepemilikan organisasi dan ranah – ranah di dalammya. pendahuluan yang baik untuk penelitian selalu diakhiri dengan pernyataan tentang tujuan atau maksud penelitian.Contoh 5. Pertama. Kemudian. salah satunya. Kedua. sangat penting dilakukan karena sejumlah alasan. dan pemanfaatan teknologi (Abeli dan Hammond. Peny dan Rainey. peneliti disarankan untuk menggunakan model pendahuluan lima – bagian yang sudah dijelaskan dalam bab ini. namun penemuan – penemuan mereka pada umumnya terlalu digeneralisasi untuk semua organisasi. Untuk menulis pendahuluan yang baik.512). dengan 146 . Abell. ada begitu banyak pakar yang meneliti organisasi – organisasi yang merefleksikan satu atau dua jenis kepemilikan. (Mascarenhas. para mahasiswa yang menuntut admisi. Pengertahuan mengenai ranah – ranah dalam kepemilikan organisasi yang berbeda dapat menjadi input penting atas keputusan tersebut. RINGKASAN Bab ini menyajikan cara – cara bagaimana menyusun dan menulis pendahuluan untuk penelitian – penelitian akademik. Terenzial et al. (2001) mengakhiri pendahuluannya dengan meyatakan secara tegas bahwa penelitiannya ditujukan untuk membahas pengaruh keragaman structural terhadap skill intelektual mahasiswa. (2001) mengakhiri pendahuluannya dengan menyatakan bahwa pengadilan / hakim (court) dapat menggunakan informasi dari penelitian – penelitian yang ada untuk meminta perguruan tingi dan universitas – universitas mendukung ―kebijakan admisi yang sensitive-ras‖ (hlm. Ketiga.

M Darley (ed. Cobalah menulis pendahuluan dengan teknik narrative hook.cara mengidentifikasi terlebih dahulu kasus – kasus umum (dengan teknik narrative hook) yang berhubungan dengan masalah penelitian.tiga atau empat tujuan diadakannya penelitian. 171-201). apakah teknik yang Anda gunakan berhasil menarik perhatian pembaca. dan mampu menghubungkan pembaca dengan topic yang diangkat. keterbacaan. Daryl Bern menekankan pentingnya statemen/paragraph pembuka dalam suatu penelitian. peneliti juga perlu menyertakan secara singkat tinjauan psutaka/literature lain yang relevan. P. Selain itu. lalu carilah kalimat – kalimat yang menunjukkan bahwa penulisnya tengah membahas satu masalah atau isu tertentu. Tulislah pendahuluan untuk suatu penelitian tertentu. New York : Random House.‖ Dalam M. D.). Bern juga menyajikan contoh – 147 . peneliti dapat menutup pendahuluannya dengan menyatakan – setidaknya. 2. Dia menyajikan sederet aturan tentang paragraph pembuka ini. yang menurutnya harus menekankan pada kejelasan. The Compleat Academic : A Practical Guide for the Beginning Social Scients. (1987). diskusikan tulisan Anda ini dengan rekan – rekan Anda. ―Writing the Empirical Journal Article. Setelah itu. Akhirnya. (hlm. dan struktur yang dapat menuntun pembaca langkah demi langkah untuk sampai pada rumusan masalah. Buatlah masing – masing satu paragraph mengenai masalah penelitian.J. 3. seraya menunjukkan satu atau lebih kekurangan (defisiensi) dalam literature – literature tersebut dan menegaskan bagaimana penelitian yang diajukan dapat mengoreksi kekurangan – kekurangan itu. Peneliti kemudian mulai memerinci secara implicit atau eksplisit pembaca – pembaca tertentu yang diharapkan dapat mengambil manfaat dari penelitiannya. kekurangan – kekurangan dalam literature. dan pembaca – pembaca yang secara potensial dapat mengambil manfaat dari penelitian ini. Amatilah pendahuluannya.Zanna&J. BACAAN TAMBAHAN Bem. Carilah beberapa penelitian bidang – bidang tertentu yang dipublikaskan dalam jurnal – jurnal akademik. meyakinkan pembaca tentang LATIHAN MENNULIS uniknya penelitian Anda. Latihan Menulis 1. literature – literature yang terkait dengan masalah tersebut.

Antoinette Wilkinson membahas tiga aspek utama dalam pendahuluan : (1) Pernyataan mengenai suatu masalah dan sifat – sifatnya.contoh paragraph pembuka.‖ Edisi kedua. Joe Maxwell menulis tentang tujuan penelitan untuk proposal disertasi kualitatif.M. tidak hanya tentang apa yang Anda rencanakan. CA : Sage. Dia juga menyatakan pentingnya mengidentifikasi isu – isu yang ingin Anda teliti dan pentingnya menunjukkan mengapa isu – isu tersebut penting untuk diteliti. (1991). (2005). Wilkinson. Menurut Maxwell. ―Qualitative Research Design : An Interakctive Approach. tetapi juga mengapa Anda merencakanannya. Wilkinson juga menyajikan banyak contoh dari tiga aspek tersebut. Maxwell. 148 . dan juga tidak membosankan lantaran terlalu banyak bahasa teknis. paragraph pembuka yang baik adalah paragraph yang dapat dimengerti bahkan oleh seseorang yang bukan ahli sekalipun. Thousand Oaks. yang disertai dengan penjelasan tentang bagaimana menulis dan menyusun sebuah pendahuluan yang baik. dan (3) pernyataan mengenai rumusan masalah. Pada satu contoh proposal disertasi mahasisaw s2 yang disajikan. Maxwell membahas isu – isu utama yang harus dieksplorasi mahasiswa untuk membuat argument proposal penelitiannya efektif dan efisien. salah astu aspek mendasar dalam proposal adalah menjustifikasi bahwa proyek yang diajukan dapat membantu pembaca memahami.A. J. The Scientist‘s Handbook for Writing Papers and Dissertations. Menurut Bern. Dia menekankan bahwa pendahuluan harus menuntun secara logis dan runtut pada rumusah masalah. A. baik yang memuaskan maupun yang tidak. (2) pembahasan mengenai latar belakang dari masalah tersebut. Englewood Cliffs. NJ : Prentice Hall.

sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam bab 5. prinsip-prinsip kunci. Untuk itu. Tujuan penelitian bukanlah rumusan masalah yang di dalamnya terdapat sejumlah pertanyaan yang nantinya dijawab berdasarkan data-data penelitian yang telah dikumpulkan (lihat Bab 7). maksud-maksud. Para penlulis metodologi penelitianpun sering memasukkan tujuan penelitian ini kedalam bagian-bagian lain. Akan tetapi. Namun. dan bukan masalah atau isu yang dapat menuntun pada keharusan diadakannya penelitian (lihat Bab 5). Dalam artikel-artikel jurnal. menjelaskan tujuan dalam konteks rumusan masalah dan sasaran penelitian. Dikenal dengan istilah tujuan penelitian karena ia menggambarkan tujuantujuan/maksud-maksud dilakukannya penelitian dalam satu atau beberapa kalimat. Tujuan penelitian mengindikasikan maksud penelitian. SIGNIFIKANSI DAN MAKNA TUJUAN PENELITIAN Menurut Locke et al. tujuan penelitian harus ditulis dengan jelas dan spesifik. adalah menyajikan tujuan penelitian. 1997).‖ Sayangnya proposalproposal penelitian saat ini jarang sekali yang memperhatikan tujuan penelitian. (2007: 9). peneliti haruslah membedakan secara jelas antara tujua penelitian . tujuan penelitian adalah kumpulan pernyataan yang menjelaskan sasaran-sasaran. Inilah bagian terpenting dari keseluruhan penelitian. tujuan penelitian sering kali ditulis secara terpisah. seperti rumusan masalah atau hipotesis. Wilkinson (1991). Penulis lain merujuknya sebagai salah satu aspek dari masalah penelitian (Casstetter & Heisler. misalnya. dan rumusan penelitian. Dalam proposal. atau gagasan-gagasn umum diadakannya 149 . Akan tetapi. masalah penelitian. peneliti biasanya menulis tujuan penelitian dibagian pendahuluan. pembahasan mereka pada umumnya tetap menunjukkan bahwa tujuan penelitian merupakan gagasan inti dari suatu penelitian. dalam disertasi atau proposal disertasi. Dari tujuan inilah semua asfek penelitian ditentukan.Bab Enam TUJUAN PENELITIAN Bagian terakhir dari pendahuluan. dan contoh-contoh tujuan penelitian yang biasa anda modifikasi untuk proyek proposal anda. Dalam bab yang khususnya untuk tujuan penelitian ini. saya membahas alasanalasan/rasionalisasi ditulisnya tujuan penelitian. tujuan penelitian berarti menunjukkan ‖mengapa anda ingin melakukan penelitian dan apa yang ingin anda capai.

partisipan penelitian.. seperti ―tujuan (maksud atau sasaran) penelitian ini adalah. Begitu pentingnya tujuan penelitian ini. Tujuan ini ditulis dengan istilah-istilah ―teknis‖ penelitian yang bersumber dari bahasa penelitian kualitatif (Schwandt. sehingga peneliti perlu menulisnya secara terpisah dari aspek-aspek lain dalam proposal penelitiannya da ia juga perlu membingkainya dalam satu kalimat atau paragraph yang mudah dipahami oleh pembaca. Gagasan ini dibangun berdasarkan suatu kebutuhan (masalah penelitian) dan diperhalus kembali dalam pertanyaan-pertanyaan spesifik (rumusan masalah). Tujuan penelitian kualitatif juga bisa menyatakan rancangan penelitian yang dipilih. maksud. Fokus ini berarti bahwa tujuan penelitian kualitatif tidak boleh menunjukkan dua atau lebuh variable yang salin berelasi.‖ Para peneliti biasanya menggunakan verba masa kini (present verb tense) dan verb masa lampau (past verb tense) untuk proposal penelitian karena proposal mereka tengah menyajikan rencan penelitian yang akan—bukan yang belum—dikerjakan. Meslipun tujuan penelitian untuk studi kualitatif. namun tetap tunjukkan bahwa penelitian anda bisa saja berkembang untuk mengeksplorasi hubungan atau perbandingan antargagasan dalam fenomena tersebut.  Fokuslah pada satu fenomena (atau konsep atau gagasan) utama. Untuk itu. atau sasaran untuk menandai tujuan penelitian yang anda tulis. jelaskan satu fenomena saja. kuantitatif. seperti yang sering dijumpai dalam penelitian kuantitatif.2007)... masing-masing tujuan penelitian untuk tiga penelitian ini sebenarnya tetap memiliki sifat-sifat dan cara penulisannya sendiri yang berbeda-beda. atau justru membandingkan dua atau lebih kategori tertentu. Tulislah tujuan penelitian ini dalam kalimat atau paragraph terpisah. seperti berikut ini:  Gunakanlah kata-kata seperti tujuan. dan lokasi penelitian.suatu penelitian. seperti yang akan digambarkan dalam paragraf-paragraf berikut ini. Untuk itulah. Peneliti perlu memperhatikan beberapa hal mendasar dalam menulis tujuan penelitian kualitatif. Misalnya suatu penelitian bisa saja dimulai dengan mengeksplorasi peran ketua jurusan dalam usaha pemberdayaan kualitas akademik para dosen 150 . atau metode campuran ditulis dengan konten yang sama. Tujuan Penelitian Kualitatif Tujuan penelitian kualitatif pada umumnya mencakup informasi tentang fenomena utama yang dieksplorasi dalam penelitian. dan gunakanlah bahasa-bahasa penelitian. Persempitlah penelitian anda menjadi satu gagasan untuk dieksplorasi dan dipahami.

. (fenomena utama) adalah . definisi ini tidak boleh rigid. Karena termasuk dalam retorika penelitian kualitatif. Verb-verb atau frasa-frasa tindakan.1999). seperti mendeskripsikan. dan informatif ---kata-kata yang seolah-olah memiliki makna yang bisa saja nuncul atau tidak muncul.  Gunakan kata-kata dan frasa-frasa yang netral ---bahasa tidak langsung ---seperti . definisi istilah. meneliti makna.. positif. 1998: 21) tersebut dengan menggunaka kata-kata yang seolah-olah berorientasi langsung.. atau dengan mengeksplorasi identitas guru dan marginalisasi atas identitas ini disekolah tertentu (Huber & Whelan. peneliti kualitatif setidak-tidaknya harus menggunakan kata-kata seperti: ―untuk semintara ini.. mengembangkan. Contohcontoh ini semua mengiliustrasikan bahwa ada satu gagasan utama yang dijadikan focus dalam tujuan penelitian kualitaitf. 1992). Untuk itu.‖ Lebih baik memakai kata-kata ―pengalamn individu-individu‖ jangan terlalu sering menggunakan atau frasa-frasa yang problematik.(Creswell & Brown. melainkan tentatif dan berkembang selama pemelitian berdasarkan informasi dari para partisipan.‖ selain itu peneliti juga perlu memperhatikan bahwa definisi ini tidak boleh dicampur-baurkan dengan definisi yang lebih detail.. Tujuan disajikannya definisi umum ini adalah untuk menunjukkan kepada pembaca makna general dari fenomena yang dijabarkan dalam penelitian. seperti berguna. pewawancara seharusnya mengajak responden untuk mendeskripsikan pengalamannya. dari pada menggunakan kata-kata ―pengalaman sukses individu-individu. pewawancara (peniliti) ini dapat dengan mudah mengutak-atik ―atturan ketidaklangsungan‖ (McCracken. seperti yang telah saya jelaskan dalam Bab 2. memahami. atau menunjukkan bagaimana individu-individu tertentu secara kognitif mencirikan penyakit AIDS yang dideritanya (Anderson & Spencer.  Gunakanlah verb-verb tindakan untuk menunjukkan bahwa ada proses learning dalam penelitian anda. 151 . definisi.1992). 2002). McCracken (1998) mengatakan bahwa dalam wawancara kualitatif. teoritis dan teknis yang biasanya ada pada bagian khusus. spesifik. Dengan demikian.. atau mengamati. akan membuat penelitian anda terbuka atas kemungkinan-kemungkinan lain: suatu cirri yang menunjukkan bahwa penelitian anda adalah penelitian kualitatif. khususnya jika fenomena tersebut merupakan istilah yang tidak dipahami oleh pembaca luas.. atau dengan menjelaskan makna kebudayaan bisbol dalam hubungannya dengan pekerja studion (Trujillo.  Sajikan definisi umum mengenai fenomena atau gagasan utama.

. Tujuan penelitian.. penelitian bisa saja terbatas pada wanita saja.. 152 . atau strategi-stragi lainnya... lebih khusus mereka yang menjadi anggota tim kreatif. Conto-contoh di bawah ini mungkin tidak secara sempurna mengilustrasikan semua elemen yang telah saya jelaskan. di sini saya menyajikan sejumlah catatan yang mungkin berguna dalam menulis tujuan penelitian kualitatif... saya sudah menyediakan ruang agar anda bisa menyisipkan informasi yang sesuai.. seperti: apakah penelitian tersebut menggunakan teori etnografi. (sajikan definisi umum). Gambarkan tempat ini secara detail sehingga pembaca benarbenar mengetahui dimana penelitian itu dilaksanakan.. atau sekelompok orang. Misalnya. studi kasus... program. proposal disertasi atau tesis kualitatif yang baik. dan proses penelitian. kelas.  Sebagai langkah akhir dalam tujuan penelitian kualitatif. seperti etnografi. Untuk membantu anda. studi kasus. atau suatu organisasi..... (fenomena utama yang diteliti) secara umum dapat didefinisikan sebagai.. tetapi setidaknya contoh-contoh berikut ini telah berhasil menyajikan model-model yang layak ditiru dan dipelajari. atau organisasi) di.  Jelaskan para partisipan yang terlibat dalam penelitian... Dalam penelitian ini. seperti individu. gunakan beberapa bahasa yang membatasi ruang lingkup partisispan atau lokasi penenlitian... setidak-tidaknya harus mencakup beberapa diantara poin-poin itu. (strategi/teori penelitian.. Fenomena utama dapat dibatasi pada individu-individu dalam suatu organisasi bisnis. atau peristiwa tertentu. Pembatasan-pembaasan semacam ini aka membantu peneliti untuk lebih jauh menjabarkan parameter penelitiannya. pendekatan naratif. organisasi. analisis data. grounded theory. Meskipun ada banyak variasi dalam mencantumkan poin-poin di atas pada tujuan penelitian.. fenomenologi. kelompok.  Tunjukkan lokasi dilakukannya penelitian.. Gunakan kata-kata yang sering digunakan dalam teori-teori diatas. seperti: apakah partisipan penelitian anda terdiri dari satu atau lebih individu. (memahami? mendeskripsikan? mengembangka? meneliti?) .. Seperti catatan-catatan (scripts) sebelumnya dalam buku ini.. atau satu wilayah geografis tertentu. Gunakan kata-kata teknis strategis/teori penelitian yang digunakan ketika sampai pada bagian pengumpulan data. atau sejenisnya) ini adalah untuk. (fenomena utama yang diteliti) pada.. (lokasi penelitian). seperti rumah....... (para partisipan.

dan investigasi atas fenomena tersebut dalam konteks seni kreatif.Saya memperoleh tujuan penelitia yang ditulis oleh Lauterbach (1993) ini disebuah artikel jurnaldi bagian pembukanya yang berjudul ―tujuan penelitian. Perspektif ini mempermudah usaha menyingkap pengalamanpengalaman tersebut yang tertutup selama ini. Metode yang digunakan dalam penelitia ini meliputi refleksi fenomenologis atas data-data yang ada berdasarkan investigasi pada pengalaman para ibu. dan memori serta pengalaman-pengalaman mereka atas peristiwa itu. pembaca akan melihat bagaimana Leuterbach melakukan interviw pada lima sampel ibu (yang masingmasing telah mengalami keguguran) dirumah mereka. Di sepanjang tulisannya. penelitian fenomenologi ini berusaha mengartikulasikan ―esensi-esensi‖ makna dalam pengalaman kehidupan para ibu ketika bayi yang mereka sayangi meninggal dunia. jelas Leuterbach telah menggunakan strategi fenomenologi.1 Tujuan Penelitian Dalam Studi Fenomenologi Kualitatif Leuterbach (1993) meneliti lima wanita yang kehilangan bayinya ketika sedang hamil (keguguran). perspektif ini juga membantu mengartikulasikan dan menyuarakan memori para ibu dan cerita kehilangan mereka. Contoh 6. Tujuan penelitian Leuterbach adalah sebagai berikut: Sebagai upaya menyingkap makana substantif suatu fenomenalogi. 1993: 134) 153 . (Leuterbach. tulisan Leuterbach juga secara jelas menunjukkan bahwa partisipannya hanya para ibu.‖ Judul inilah yang secara jelas mengajak pembaca untuk focus pada tujuan penelitian. Dengan menggunakan persfektif feminis. selain itu. ―pengalaman kehidupan para ibu‖ menjadi fenomena utama dan penulis menggunakan kata kerja mengartikulasikan untuk membahas makna (kata yang netral) dari pengalaman-pengalaman ini. focus penelitian ini adalah pada memori para ibu dan pengalaman kehidupan mereka. dan bagianbagian selanjutnya di artikel itu. Penulis lalu mendifinisikan pengalaman-pengalaman apa saja yang ditelitinya terkait dengan ―memori‖ dan ―pengalaman hidup‖ ini.

pembaca akan menemukan bahwa penelitian Kos ini menggunakan strategi penelitian studi kasus yang dilakukan dalam suatu ruang kelas. Studi kasus ini berfokus pada faktor-faktor yang menghalangi para siswa SMP berkembang dalam skill membacanya. seperti ―afektif.Kos (1991) menegaskan bahwa penelitiannya bukanlah penelitian kuantitatif yang mengukur besarnya perubahan skill membaca dalam diri siswa. sosial. yang memang menjadi cirri umum untuk artikel-artikel jurnal. Penelitia ini bukanlah intervensi. (Kos. Uniknya. 154 . Karena tujuanya adalah untuk meningkatkan iklim kampus maka penelitian kualitaitf diatas termmasuk ke dalam jenis penelitian advokasi. 1991: 876-877) faktor tersebut. Tidak hanya itu. khususnya dibagian abstraksi dan metodologi. diartikel tersebut. Dia berfokus pada ―faktor-faktor‖ sebagai fenomena utama dan menyajikan definisi tentative dengan menyebutkan contoh Contoh 6.2 Tujuan Penelitian Dalam Studi Kasus Kos (1991) melakukan beberapa kali studi kasus tentang siswa-siswa SMP yang tidak bisa membaca. Penelitian ini juga berusaha menjelaskan mengapa siswa-siswa tersebut tetap saj tidak bisa membaca meskipus sudah bertahun-bertahun sekolah. Pada bagian selanjutnya. edukatif. Kos justru meletakkan penelitiannya dalam pendekatan kualitatif dengan menggunakan kata-kata seperti mengeksplorasi. dia juga menyebutkan para partisipannya secara jelas. Tujuan penelitiannya adalah sebagai berikut: Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi faktor-faktor afektif. bukan berarti fokus penelitian ini pada usaha peningkatan skill membaca. Kebutuhan mahasiswa yang gay dan biseksual menjadi fenomena utama yang diteliti. tujuan penelitian ini muncul di bagian awal artikel.‖ Dia juga menulis pernyataan di atas dengan judul ―Tujuan Penelitian‖ untuk membuat pembaca fokus pada tujuan penelitiannya. sosial. dan edukatif yang mempengaruhi empat anak remaja (siswa) tidak mampu membaca. meskipun beberapa siswa mungkin telah mampu mengembangkan skill membaca mereka. seperti yang telah dijelaska dalam Bab 1.

Tujuan penelitian.Contoh 6.3 Tujuan Penelitian Dalam Etnografi Rhoads (1997) melakukan penelitian etnografi selama dua tahun disebuah Universitas kenamaan. 155 . Dalam penelitian ini memang digunakan kata langsung. (Rhoads. Akan tetapi. yang berarti secara langsung merefleksikan bahwa wanita lesbian dan biseksual merupakan komonitas berbeda yang membentuk subkultur tersendiri di Universitas tersebut. da pembaca juga akan mengetahui bahwa fenomena tersebut didefinisikan sebagai pengaruhpengaruh penting dalam kesuksesan karir 18 wanita tersebut. Pada pernyataan di atas. fenomena utamanya adalah perkembangan karier. Sayangnya. Rhoads juga telah menyebutkan bahwa strategi penelitian yang digunakan adalah etnografi. dia sudah berusaha mengidentifikasi dan menyajikan makna tentative atas istilah-istilah penting tersebut. Akan tetapi. Penelitian ini hanya dibatasi pada laki-laki gay dan biseksual saja. dib again terpisah. Rhoads tidak memberikan informasi tambahan mengenai sifat utama kebutuhan para mahasiswa ini atau definisi umum dari kebutuhan tersebut. kata ini lebih dimaksudkan untuk mendefinisikan sampel individu yang diteliti dan bukan untuk membatasi tentang fenomena utama. yang ia sertakan pada bagain awal tulisannya adalah sebagai berikut: Artikel ini berusaha memberikan sumbangsih tambahan pada literaturliteratur yang membahas tentang kebutuhan mahasiswa gay yang biseksual dengan mengidentifikasi sejumlah kawasan yang sekiranya dapat meningkatkan iklim kampus bagi mereka. dan bahwa penelitian ini hanya akan melibatkan laki-laki saja (partisipan) di sebuah Universitas kenamaan (lokasi penelitian). 1997: 278) juga berusaha mengidentifikasi kawasan-kawasan yang dapat meningkatkan iklim kampus bagi laki-laki gay dan biseksual. Selain itu. Dia berusaha mengeksplorasi bagaimana iklim kampus dapat ditingkatkan bagi laki-laki gay yang biseksual. seperti kesuksesan. Tulisan ini sebenarnya berasal dari penelitian etnografis yang pernah penulis lakukan duaa tahun terhadap suatu subkultur mahasiswa yang terdiri dari laki-laki gay yang biseksual disebuah Universitas kenamaan.

Tujuan ini ditulis dengan bahasabahasa yang berhubungan dengan penelitian kuantitatif. Tujuan Penelitian Kuantitatif Tujuan penelitian kuantitatif sangat berbeda dengan model tujuan penelitian kualitatif. varibel moderate. 1997: 133) Peneliti beusaha untuk mengeksplorasi fenomena terssebut.Contoh 6. Tujuan penelitian kuantitatif biasanya dimulai dengan mengidentifikasikan varibel-varibel utama dalam 156 . Tujuan penelitian kuantitatif meliputi varibel-varibel dalam penelitian dan hubungan antar varibel tersebut. tujuan kami melakukan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi factor-faktor penting yang mempengaruhi perkembangan karier para wanita ini. dan lokasi penelitian.4 Tujuan Penelitian Dalam Studi Grounded Theory Richie et al. Grounded Theory sebagai strategi penelitian disebutkan pada bagian abstraksi dan dijelaskan lebih lanjut pada bagian prosedur penelitian.berusaha meneliti perkembangan karier 18 wanita Amerika-Afrika (kulit putih dan hitam) yang memiliki prestasi tinggi di Amerika Seriakat dalam 8 bidang profesi yang berbeda-beda. dan varibel terikat. Ingatklah kembali Bab 3 yang menjelaskan jenis-jenis variable utama dalam penelitian kuantitatif. (1997) melakukan penelitian kualitatif untuk mengembangkan suatu teori tentang perkembangan karier 18 wanita AmerikaAfrika (kulit putih dan hitam) yang memiliki prestasi tinggi Ameriaka Serikat yang masing-masing dalam bidang profesi yang berbeda-beda. para partisipan. baik dalam hal bahasa maupun fokusnya dalam menghubungkan atau membandingkan varibel-varibel. khusunya pengaruh-pengaruh yang berhubungan dengan kesuksesan karier mereka. Pada paragraph kedua penelitiannya. mereka menyatakan tujuan diadakannya penelitian tersebut: Artikel ini ---yang didasarkan pada penelitian kualitatif--. varibel mediate. Secara keseluruhan. yaitu varibel bebas. dan pembaca akan memahami bahwa partisipannya adalah para wanita yang bekerja di tempat berbeda-beda. (Richie et al. dan terkadang juga mencakup pengujian deduktif atas hubungan-hubungan atau teori-teori tertentu.

Anda tidak perlu mendeskripsikannya secara detail karena--. Mendeskripsikan teori secara sederhana di bagian tujuan penelitian akan memberikan penekanan pada pentingnya teori itu dalam penelitian tersebut. Mulailah dengan kata-kata seperti ―tujuan (atau maksud atau sasaran) penelitian ini adalah.  Tempatkanlah dan susunlah varibel-varibel ini dari kiri ke kanan. ada sejumlah hal yang perlu diperhatika:  Gunakan kata-kata untuk menandai tujuan penelitian anda. serta varibel-variabel lain. intervening. Pada akhirnya. Kebanyaka penelitian kuantitatif menggunakan dalah satu dari dua opsi ini untuk menghubungkan varibel-varibel dalam tujuan penelitian.‖  Tunjukkan teori. lalu mencari dan dan menentukan bagaimana varibel-varibel itu akan diukur atau diamati. yang digunakan dalam penelitian. atau ―perbandingan antara‖ dua atau lebih kelompok.ada kemungkinan bagian ―Perspektif Teoritis‖ ditulis secara terpisah untuk keperluan ini. seperti mediate. seperti yang sering dijumpai dalam penelitian eksperimen. Meskipun peneliti kebanyakan menggunakan teknik menghubungkan dua atau lebih kelompok dalam penelitian eksperimen.. penelitian eksperimen dua faktor yang didalamnya peneliti memiliki dua atau lebih kelompok treatment dan satu varibel bebas. tujuan digunakannya variable-varibel secara kuantitatif adalah untuk menghubungkan varibelvaribel tersebut. atau kerangka konseptual yang anda gunakan. seperti tujuan. 157 . model..penekitian (bebas. Untuk menulis tujuan penelitian kuantitatif. Tetapi ada juga peneliti yang menggunaka kombinasi antara membandingkan (comparing) dan menghubungkan (relating). misalnya. seperti ―hubungan antara‖ dua atau lebih varibel. atau sasaran. moderate.seperti yang sudah saya jelaskan pada Bab 3--. seperti yang bisa ditemukan dalam penelitian survei.  Tunjukkanlah varibel bebas dan varibel terikat. Dalam hal ini. atau terikat) beserta model visualnya... atau control.  Gunakan kata-kata yang dapat menghubungkan varibel bebas dan varibel terikat untuk emnunjukkan bahwa kedua jenis varibel ini benar-benar saling berhubungan. tidak menutup kemungkinan mereka juga menggunakan teknik tersebut dalam penelitian survei.. maksud. Letakkan varibel-variabel intervening antara varibel bebas dan varibel terikat. dengan varibel bebas (di bagain kiri) yang diikuti oleh varibel terikat (di bagian kanan). Banyak peniliti juga meletakkan varibel-varibel moderating antara varibel bebas dan varibel terikat. atau untuk membandingkan sampel-sampel atau kelompok-kelompok tertentu dalm kaitannya dengan hasil penelitian.

.. Dua penelitian pertama adalah penelitian survey. Dengan menyatakan informasi tentang strategi penelitian...... Selain itu. (sajikan suatu definisi umum)..... peneliti tidak boleh memberikan terlalu detail memberikan definisi secara operasional karena definisi semacam ini biasanya ditulis dalam bagian khusus ―Definisi Istilah‖ (yang menjelaskan secara rigid bagaimana varibel-varibel diukur). (partisipan penelitian) di......  Tunjukkan sedcara jelas partisipan (atau unit analisis) dan lokasi penelitian tersebut...Bahkan. yang ..‖ atau ―dengan varibel kontrol.. tujuan penelitian kuantitatif dapat ditulis sebagai berikut: Tujuan penelitian..... Contoh-contoh berikut ini akan mengilustrasikan elemen-elemen di atas... yang juga dipengaruhi/dikontrol oleh....‖ Dalam penelitian eksperimen. misalnya dalam frasa ―yang juga dipengaruhi oleh. varibel bebas selalu menjadi varibel yang dimanipulsi..... Varibel-(varibel) bebas. (lokasi penelitian). satu penelitian terakhir adalah penelitian eksperimen. berikan batasan pada ruang lingkup penelitian.. (sajikan definisi umum)... Meski demikian... Berdasarkan poin-poin di atas.. (varibel kontrol).... dan varibel(-varibel) control dan intervening..... seperti ruang lingkup pengumpulan data atau ruang lingkup partisipan penelitian. terhadap. Disertakannya definisi umum ini adalah untuk membantu pembaca lebih memahami tujuan penelitian. 158 ... misalnya dengan menggunakan definidi-definisi yang sudah diterima secara umum yang berasal dari literatur-literatur......  Definisikanlah secara umum masing-masing varibel kunci. peneliti setidaknya sudah mengantisipasi diri untuk tidak membahas detail metodologi penelitian (yang biasanya di tulis dibagian khusus) dan memungkinkan pembaca untuk mengasosiasikan hubungan antarvaribel dengan strategi penelitian.. dalam hal in didefinisikan sebagai..  Sebutkan jenis strategi penelitian (seperti strategi survei atau eksperimen) yang digunakan dalam penelitian.... (tunjukkan varibel control dan intervening) didefinisikan sebagai.. (membandingkan? emnghubungkan?).. (eksperimen? survei?) ini adalah untuk menguji teori...... varibel control juga tidak jarang diletakkan secara tiba-tiba mengikuti varibel terikat.... dengan (varibel terikat)..

Selain ditulis pada bagian terpisah (Pernyataan Masalah). Selanjutnya. pembaca akan mudah mengidentifikasi varibel bebas dan varibel terikatnya. Dia juga menggunakan kata-kata hubungan antara untuk menunjukkan relasi antarvaribel. terkait oerilaku-perilaku dan pengalaman-pengalaman mereka terhadap pelecehan seksual. Kutipan di atas mencakup beberapa komponen tujuan penelitian yang baik.Contoh 6. Saya memanfaatkan data yang diperoleh selama dua tahun dari 54 mahasiswi untuk menjawab pertanyaanpertanyaan berikut ini: (1) Apakah perilaku-perilaku wanita mempengaruhi pelecehan seksual terhadap mereka dua tahun ini? (2) Apakah sikap-sikap wanita berubah setelah mengalami pelecehan seksual? (3) Apakah pelecehan seksual sebelumnya mengurangi atau justru meningkatkan resiko pelecehan-pelecehan seksual selanjutnya? (Kalof. pada bagian metodologi penelitian. Tujuan penelitian di atas juga telah mengidentifikasi secara jelas para partisipan (wanita) dan lokasi penelitian (Universitas) . dari susunan varibel yang dijelaskan. Selain itu. istilah-istilah yang didefinisikan. Kalof menyebutkan bahwa penelitiannya menggunakan metode survei mailed. 159 .5 Tujuan Penelitian Dalam Studi Survei Kalof (2000) melakukan penelitian selama dua tahun pada 54 mahasiswi. Lebih jauh. Kalof menggabungkan tujuan penelitian dengan rumusan masalah sebagai berikut: Penelitian ini berusaha mengelaborasikan dan mengklarifikasi hubungan antara perilaku seksual wanita dan pengalaman-pengalaman mereka terhadap pelecehan seksual. setidak-tidaknya dia telah mengidentifikasi varibel bebas (perilaku seks) dan varibel terikat (pelecehan seksual) dalam penelitiannya. meskipun Kalof tidak mendefinisikan varibel-varibel utama dalam tujuan penelitian di atas setidaknya dia sudah menyajikan ukuran-ukuran spesifik pada varibelvaribel tersebut dalam rumusan masalah. 2000: 24) Meskipun Kalof (2000) tidak menyebutkan teori yang dia gunakan. kutipan di atas telah menggunakan kata hubungan. Mahsiswi ini memberikan responnya masing-masing pada dua instrumen survei yang disebarkan secar terpisah selama dua tahun. populasi dan sebagainya.

daya saing. Selain ditulis dengan terpisah. yaitu informasi tentang latar belakang responden (seperti informasi institusional. Bagian kedua penelitian ini meminta responden untuk mengidentifikasi faktor-faktor motivasional ini yang berhubungan dengan mereka. Dalam hal susunan varibel. (DeGrew. Penelitian terhadap latar belakang responden sangat penting dalam disertasi ini karena penelitian semacam dan ini diharapkan faktor-faktor dapat yang mengidentifikasi karakristik-karakristik mempengaruhi mobilitas dan motivasi. 1984: 4-5) Kutipan di atas juga merefleksikan komponen-komponen tujuan penelitian kuantitatif yang baik. keinginan dan penghargaan akan kesuksesan. keamanan konservatif. Enam faktor ini antara lain: potensi perubahan dan perkembangan diri. Disertasi itu membahas topik tentang para pendidik yang bertugas pada institusi-institusi perbaikan remaja. 1973). dan sebagainya) dan informasi tentang pemikiran responden terhadap pekerjaannya yang berubah-ubah.Contoh 6. tujuan penelitian di atas juga menjelaskan adanya perbandingan antarvaribel. da kesediaan untuk mencari reward meski berada diantara ketidakpastian dan penyangkalan. Motivasi pekerjaan didefinisikan sebagai enam faktor utama.6 Tujuan Penelitian Dalam Studi Survei Disertasi DeGraw (1984) menyelsaikan disertasi doktoralnya dalam bidang pendidikan. Para penulisnya juga telah menunjukkan para partisipan yang terlibat dalam penelitian eksperimennya. kesabaran terhadap tekanan pekeerjaan. pelatihan sebelumnya. mereka menyusunnya dengan meletakkan varibel terikat diurutan pertama an varibel bebasnya di 160 . karakristik-karakristik dibagi ke dalam dua informasi penting. Dalam salah satu subjudul disertasinya ―Pernyataan Masalah‖ dia menjelaskan tujuan penelitian sebagai berikut: Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti hubungan antara karakristikkarakristik pribadi dan motivasi pekerjaan bagi para pendidik yang mengajar dilembaga-lembaga negeri perbaikan remaja di Amerika Serikat. sebagaimana yang terdapat dalam kuesioner penelitian komponen kerja pendidikan (educational work components study/EWCS) (Miskel & Heller. tingkat pendidikan.

dan Rosenfeld (1992) membandingkan antara daya tarik sosial terhadap penggunaan computer dan daya tarik pribadi terhadap pensil dan kertas. dan alasan/rasionalisasi mencampur dua unsur tersebut untuk meneliti masalah penelitian. yaitu impression management (IM) dan Self-Deception (SD).kemudian varibel terikat---. Contoh 6. Meski demikian. untuk memberikan panduan awal bagi pembaca dalam memahami bagian-bagian penelitian kuantitatif dan kualitatif di dalamnya. mereka mengemukakan tujuan penelitiannya: Kami merancang penelitian ini untuk membandingkan respon-respon para calon Angkata Laut terhadap skala IM dan SD. yaitu: (1) kertas---dan----pensil. yang dikumpulkan dalam tiga kondisi.7 Tujuan Penelitian Dalam Studi Eksperimen Booth-Kewley. 161 .dari kiri--. dalam pararaf-paragraf sebelumnya mereka sebenarnya sudah mereview beberapa penemuan dari teori sebelumnya. Berikut ini saya sajikan beberapa petunjuk bagaimana menyusun dan menyajikan tujuan penelitian metode campuran. Kurang lebih separu dari calon AL ini menjawab kuesioner-kuesioner yang diberikan secara anonym (tanpa nama/identitas jelas) dan separuh lainnya menjawab dengan identitas yang jelas. meskipun dalam tujuan penelitian diatas par apenulisnya tidak menyebutkan dasar teori yang digunakan.bagian ke dua (Note: cara penulisan ini berbeda dengan apa yang sayasarankan agar varibel bebas ditulis terlebih dahulu---. Mereka melanjutkan penelitian inventaris yang telah dilakukan sejumlah mahasiswa sebelumnya dengan menggunaka Balanced Inventory of Desirable Responding (BIRD). informasi mengenai unsure-unsur penelitian kuantitatif dan kualitaif. Begitu pula. Dalam paragraf terakhir di bagaian pendahhuluan. 1992: 563) Tujuan Penelitian Metode Campuran Tujuan penelitian metode campuran berisi tujuan penetian secara keseluruhan. (Booth-Kewley et al. Edwards. (2) komputer dengan backtracking (3) komputer tanpa backtracking. yang menawarkan dua skala. Tujuan penelitian metode campuran biasanya ditunjukkan terlebih dahulu. dalam pendahuluan. kelompok-kelompok dalam masing-masing varibel telah diidentifikasi secara jelas.kekanan).

. 4. menyebutkan strategi penelitian. menyebutkan strategi penelitian dan memerinci para partisipan dan lokasi penelitian.‖ atau ―Maksud. menggunakan kata-kata tindakan dan bahasa tidak langsung. Alasan ini dapat berupa salah satu dari yang berikut ini (lihat Bab 10 untuk lebih detailnya): 1.  Terapkan karakristik-karakristik tujuan penelitian kualitatif yang baik. seperti menyebutkan suatu teori dan varibel-varibel. 2007). kemudian menindaklanjutinya denga mewawancarai atau mengobservasi sejumlah individu untuk membantu menjelaskan lebih jauh hasil statistik yang sudah diperoleh (lihat juga O‘Cathain.. Untuk mengeksplorasi pandangan partisipan (kualitatif) untuk kemudian dianalisis berdasarkan sampel yang luas (kuantitatif)..  Mulailah dengan menulis kata-kata yang menunjukkan secara jelas tujuan penelitian yang akan dijabarkan. atau transformasional. Untuk mengungkap kecenderungan-kecenderungan dan hak-hak dari kelompok atau individu-individu yang tertindas. Jelaskan alasan/rasionalisasi dikombinasikannya data kuantitatif dan kualitatif. Untuk memperoleh hasil-hasil statistic kuantitatif dari suatu sampel.... seperti ―Tujuan.  Terapkan pula karakristik-karakristik tujuan penelitian kuantitatif yang baik. menghubungkan varibel-varibel atau membandingkan kelompok-kelompok varibel. konkuren. apakah itu sekuensial. menyusun varibel-variabel ini mulai dari varibel bebas terlebih dahulu lalu varibel terikat. seperti ―Tujuannya adalah untuk mempelajari efektivitas organisasi‖ atau ―Tujuannya adalah untuk mengamati keluarga-keluarga yang anak tiri‖ untuk memahami keseluruhan maksud penelitian tersebut terlebih dahulu sebelum peneliti membagi penelitiannya ke dalam bagian kuantitatif dan kualitatif.‖ Jelaskan tujuan penelitian dari perspektif konten. seperti berfokus pada satu fenomena utama. 3.   Tunjukka jenis rancangan metode campuran yang digunakan. 162 . 2.. Untuk lebih memahami masalah penelitian dengan mengonvergensikan (atau mentrianggulasi) data kuantitatif yang berupa angka-angka dan data kualitatif yang berupa rincian-rincian deskreptif. dan menjelaskan para partisipan dan lokasi penelitian. Murphy & Nicholl.

. Pada tahap kedua ini. Berdasarkan elemen-elemen di atas. Contoh keempat adalah penelitian metode campuran transformative yang didasarkan pada rancangan konkuren. wawancara atau observasi kualitatif digunakan untuk memeriksa kembali (hasil-hasil kuantitatif) dengan mengeksplorasi aspek-aspek ......instrumennya tidak sesuai atau tidak tersedia.. Contoh ketiga adalah penelitian konkuren dengan menerapkan dua strategi pengumpulan data dalam satu waktu lalu dibawa secara bersama-sama dalam analisis data.. variabel variabel-nya tidak diketahui.. (sebutkan tujuan penelitian berdasarkan konten)... rumusan masalah atau hipotesis penelitian kuantitatif akan menjelaskan hubungan atau perbandingan (variabel bebas) dan (variabel terikat) dengan melibatkan (partisipan penelitian) di (lokasi penelitian)...penemuan dari tahap kualitaiif ini kemudian digunakan untuk menguji (suatu teori......... 1... Alasan ditindaklanjutinya 163 ... Informasi dari tahap pertama akan dieksplorasi lebih lanjut pada tahap kedua........ 2..... yaitu tahap kualitatif. ada sedikit teori atau taksonomi yang dapat dijadikan panduan rigorus).. (fenomena utama) dengan mengumpulkan (jenis-jenis data) dari (para partisipan) di (lokasi penelitian).. rumusan masalah.. atau hipotesis) yang (menghubungkan? membandingkan?) (variabel bebas) dengan (variabel terikat) terhadap (sampel dari populasi) di (lokasi penelitian).. Alasan didahulukannya pengumpulan data kualitatif disebabkan (seperti... Pertimbangkan pula informasi-informasi tambahan mengenai jenis-jenis/strategistrategi pengumpilan data kualitatif dan kuantitatif..... Tahap pertama adalah eksplorasi kualitatif terhadap ..... berikut ini disajikan empat contoh tujuan penelitian metode campuran (Creswell & Plano Clark......... Penemuan..... (fenomena utama) dengan melibatkan (para partisipan) di (lokasi penelitian)... Pada tahap pertama. instrumen ... Penelitian sekuensial dengan tahap kualitatif tindak-lanjut (di urutan kedua) yang turut membantu menjelaskan tahap kuantitatif sebelumnya (di urutan pertama): Tujuan dari penelitian metode campuran sekuensial dua............ Penelitian sekuensial dengan tahap kuantitatif di urutan kedua yang didasarkan pada tahap kualitatif di urutan pertama: Tujuan penelitian metode campuran sekuensial dua-tahap ini adalah untuk.... Dua contoh pertama adalah penelitian sekuensial dengan satu strategi pengumpulan data yang turut membangun strategi pengumpulan data yang lain.tahap ini adalah untuk (sebutkan tujuan penelitian berdasarkan konten). 2007)..

Pada waktu bersamaan.. Penelitian konkuren dengan mengumpulkan data kuantitatif dan data kualitatif sekaligus dalam satu waktu. Selain itu..:.metode kuantitatif ini dengan metode kualitatif adalah untuk (seperti. (instrumeninstrumen kuantitatif) akan digunakan untuk mengukur hubungan antara (variabelvariabel bebas) dan (variabel-variabel terikat). tetapi yang namanya proyek metode campuran bisa saja menggunakan strategi konkuren (data kuantitatif dan data kualitatif dikumpulkan dalam waktu bersamaan) ataupun strategi sekuensial (dua jenis data yang dikumpulkan secara ber-tahap).. lalu memadukan keduanya untuk dapat memahami masalah penelitian dengan lebih baik : Tujuan penelitian metode campuran konkuren ini adalah untuk. lebih memahami dan menjelaskan hasil-hasil kuantitatif yang diperoleh sebelumnya). (fenomena utama) akan dieksplorasi dengan menggunakan (wawancara atau observasi kualitatif) dengan/terhada (para partisipan) di (lokasi penelitian). Contoh ini ditulis berdasarkan penelitian konkuren. 4.. 3.. Pada waktu bersamaan. hasil dari penelitian semacam ini biasanya untuk mengadvojcasi kebutuhan-kebutuhan kelompok atau individu tersebut sehingga dalam tujuan penelitiannya diserta-kan pula penjelasan mengenai usaha/harapan transformasi (perubahan) dalam tujuan penelitian. Asalan mengombinasikan data kuantitatif dan data kualitatif ini adalah agar lebih memahami masalah penelitian tersebut dengan mengon vergensi data kualitatif (berupa angka-angka) dan data kuantitatif (berupa pandangan-pandangan deskriptif). Tujuan penelitian metode campuran konkuren ini adalah untuk (sebutkan isu-isu yang perlu dibahas terkait dengan kelompok atau individu-individu yang termarjinalkan).. (sebutkan tujuan penelitian berdasarkan konten).. Dikatakan strategi tranformatif karena tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas isu utama yang berhubungan dengan kelompok-kelompok atau individu-individu yang ter-marjinalkan. . Alasan dikombinasikannya data kuantitatif dan data kualitatif iri adalah untuk lebih memahami masalah penelitian dengan cara mengonvergensi data kuantitatif (berupa angka-angka) dan 164 . Contoh terakhir adalah penelitian metode campuran dengan strategi transfofiriatif.. (fenomena utama) akan dieksplorasi juga dengan menggunakan (wawancara atau observasi kualitatif) dengan/terhadap (para partisipan) di (lokasi penelitian). Dalam penelitian ini. (instrumen instrumen kuantitatif) akan digunakan untuk mengukur hubungan antara (variabel bebas) dan (variabel terikat). Dalam penelitian ini...

Kedua jenis data ini di-kumpulkan selama periode tiga tahun. Tujuan penelitian mereka adalah sebagai perikut: Karya tulis ini berusaha meneliti perilaku-perilaku pengtiernatan (saving) orang tua. survei) dan data kualitatif (seperti. khususnya yang terkait dengart pengbernatan orang tuauntuk pendicfikan S2 bag] anak-a. (Hossler & Vesper. Dengan menggunakan data anak-anak dan orang tua yang diperoleh dari penelitian longitudinal dengan metode survei selama tiga tahun. Alasan dipilihnya metode triangulasi atau konkuren ini memang tidak di-sertakan dalam tujuan penelitian di atas.dan untuk mengadvokasi perubahan/transformasi bagi (kelompok-kelompok atau individu-individu). penelitian ini dapat digolongkan ke dalam penelitian triangulasi atau konkuren. wawan-cara) yang dicampur dalam penelitian. fidakhanya itu.data kualitatif (berupa pandangan-pandangan rinci). kami juga berusaha menggali pengetahuan lain dari hasil wawancara kami dengan beberapa sampel mahasiswa dan orang tua mereka selama lima kali dalam jangka waktu tiga tahun. kami memilih regresi logistik untuk mengidentifikasifaktor-faktor yang berhubungan dengan pehghematan prang tua bagi pendidikan S2 anak-anak mereka. 1993:146) 165 . dalam pembahasan metode survei dan wawancara. Artinya. Dalam bagian metode survei dan wawancara inilah di-dapati pernyataan bahwa "wawancara juga digunakan untuk meng-eksplorasi lebih detail variabel-variabel yang sudah dianalisis dan untuk mengtriangulasi hasil penelitian berdasarkan data kuantitatif dan data kualitatif" (Hossler & Vesper.nak rriereka.8 Tujuan Penelitian Metode Campuran Konkuren Hossler dan Vesper (1993) meneliti sikap/kecehderungan anak-anak dan prang tua." Tujuan tersebut juga sudah mengindikasikan bahwa ada data kuantitatif (seperti. Pajarrr penejitian yang diiaksariakan selama tig a tahun. mereka rnengideritiftkasi taktpf-faktof yang sangat berhubufigari dengan p'enghematart orang tua dan data kuantitatifkualitatif yang mereka kurhpulkan. tujuanpenelitian di atas ditulis denganjudul "Tujuan. Pengetahuan ini diharapkan dapat mernbantu mengekSplorasi lebih jauh isu teritang penghematan orang tua. 1991: 141) Dalam teks aslinya. Contoh 6. namun ia telah disajikan pada bagian selanjutnya.

Hal ini diperkuat karena di dalamnya berisi elemen-elemen dasar dari tahap pertama ' (kualitatif) yang ditindaklanjuti oleh tahap kedua (kuantitatif). Tujuan penelitian di atas juga menyertakan informasi mengenai dua strategi pengumpulan data dan diakhiri dengan alasan digunakannya dua bentuk data dalam rancangan metode campuran sekuensial. dari tema-tema tersebut. Tujuan penelitiannya adalah sebagai berikut : Tujuan penelitian metode campuran sekuensial ini adalah per-tama-tama untuk mengeksplorasi dan membuat tema-tema utama tentang penggunaan laptop iBook di kelas Metode Pendidikan Guru dengan melakukan observasi lapangan dan wawancara langsung." Tujuan penelitian tersebut sudah menyebutkan jenis rancangan metode campuran yang digunakan (rancangan sekuensial).9 Tujuan Penelitian Metode Campuran Sekuensial Ansorge.Contoh 6. surnber daya-surnber daya individu. dibuatlah instrumen penelitian untuk menyurvei cara penggunaan laptop oleh para mahasiswa dalam beberapa kondisi. Creswell. 2003: 185) 166 . Tujuan penelitian di atas ditulis dengan judul "Tujuan. dan Gutmann (2001) meneliti penggunaan laptop iBook di tiga kelas Metoae Pendidikan Guru. Contoh 6. Alasan digunakannya data kualitatif dan ddta kuantitatif ini disebabkan survei terhadap. Laptop ini memungkinkan mahasiswa untuk belajar di meja mereka masing-masing dan mernanfaatkannya untuk login secara langsung ke dalam website-website yang direkomendasikan oleh instruktur. (Nordenmark & Nyman. keadilan distributif.10 Tujuan Penelitian Metode Campuran Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman umum tentang bagaimana keadilan dan kesetaraan gender dipersepsikan oleh perernpuan dan laki-laki Swedia. Kemudian.pengalaman mahasiswa dapat dilakukan dengan lebih baik hanya jika eksplorasi terhadap cara penggunaan laptop oleh mahasiswa terlebih dahulu diterapkan. Swidler. dan ideologi gender bagi terbentuknya persepsi positif masyarakat Swedia tentang kejadilan dan kesetaraan gender. Tujuan karya tulis ini adalah untuk rneneliti pentingnya pemanfaatan waktu.

di bagian-bagian selanjutnya dalam artikel ini. dan memperjelas strategi penelitian. untuk saling melengkapi satu sama lain). mereka sudah menegaskan bahwa tidak menu tup kemungkinan muncul tujuan-tujuan. penelitian metode campuran ini dilaksanakan berdasarkan strategi konkuren. Uniknya. Kutipan tersebut mengetengahkan persoalan kesetaraan gender sebagai isu utama. 2003: 182). serta jenis strategi metode campuran yang digunakan. dan lokasi penelitian. Selain itu. peneliti perlu menegaskan feno-mena utama yang diteliti dan menyajikan definisi tentatif ten tang fenomena tersebut. para partisipan penelitian. atau mernahami. tujuan penelitian di atas juga sudah menyebutkan variabel-variabel kuanti-tatif yang saling berhubungan dalam penelitian. pemikiran-pemikiran. peneliti harus menyatakan secara jelas strategi penelitian yang 167 . dan karena inilah mereka mengharapkan adanya penelitian lanjutan terhadap keadilan dan kesetaraan gender dengan metode survei skala-luas. mereka juga menjelaskan mengapa dua jenis data ini digabungkan (yaitu. dan setelah kutipan di atas. Sebelum kutipan di atas. kutipan di atas diawali dengan pernyataan tentang maksud penelitian dan ditulis di akhir pen-dahuluan. Meski demikian. pembaca akan mengetahui bahwa variabel-variabel ini ternyata ditulis dalam bentuk pertanya-an-pertanyaan kualitatif. dan perilaku-perilaku yang saling kontradiktif yang berimplikasi terhadap kesetaraan gender di Swedia. Artinya. Peneliti juga perlu menempatkan variabel bebas di urutan pertama (bagian kiri) dan variabel terikat di urutan kedua (bagian kanan). RINGKASAN Bab ini menjelaskan pentingnya tujuan penelitian yang menjadi gagasan utama dilakukannya suatu penelitian atau studi. Para penulisnya juga menunjukkan dua jenis data yang dikumpulkan (yaitu. Meski demikian. di bagian akhir karya tulisnya. menggunakan bahasa tidak langsung. Dalam kutipan di atas juga tidak disebutkan bagaimana penelitian ini akan turut mem-bantu menciptakan kesetaraan gender di lingkungan masyarakat Swedia. pembaca disajikan satu informasi bahwa orang-orang Swedia ternyata memiliki tujuan politis terkait dengan kesetaraan gender ini. survei dan wawancara). peneliti juga perlu menggunakan kata-kata tindakan seperti mengamati.Seperti yang sudah kita baca. peneliti menegaskan teori yang akan diuji dan variabel-variabel yang akan dihubungkan atau diperbandingkannya. para pen1 llisnya bisa saja lebih eksplisit dalam menjelaskan prosedurprosedur kuantitatif dan kualitatifnya. Selain itu. Dalam tujuan penelitian kuantitatif. Selain itu. mengetribangkan. di mana "ke-seimbangan kerja dan kekuasaan antara pria dan wanita seolah-olah dieliminasi" (Nordenmark & Nyman. Dalam menulis tujuan penelitian kualitatif.

Designing Qualitative Research. Tulislah tidak lebih dari sepertiga halaman. Selebihnya. peneliti juga dapat mendefinisikan variabel-variabel kunci yang digunakan dalam penelitian. Peneliti harus menulis tujuan penelitian secara eksploratif. Pastikan Anda menyertakan alasan dicampurnya data kuantitatif dan data kualitatif. Tujuan penelitian. Dalam tujuan penelitian metode campuran. sebagaimana yang telah dijelas- BACAAN TAMBAHAN Marshall. CA: Sage. dan emansipatoris. Dengan merujuk pada beberapa contoh tujuan penelitian metode campuran. G. Edisi keempat. Tujuan penelitian menjelaskan kepada pembaca hasil-ttasil apa saja yang ingin dicapai oleh peneliti. buatlah satu tujuan penelitian dengan mengisi ruang-ruang kosong di dalamnya. ekplanatoris. pastikan tulisan Anda singkat. (2006). jenis strategi harus dinyatakan secara jelas: apakah data penelitian dikumpulkan secara konkuren atau sekuensial. menurut Marshall dan Rossman. tulislah satu saja tujuan penelitian. Latihan Menulis 1. Peneliti juga perlu menyertakan unit analisis (seperti. lazimnya disertai dengan pembahasan singkat mengenai topik penelitian dan sering kali ditulis dalam satu atau dua kalimat. karena ini penelitian metode campuran maka beberapa elemen dalam tujuan penelitian kuantitatif dan kuali-tatif juga harus disertakan. Thousand Oaks. tulislah satu saja tujuan penelitian. 2. 168 . Dengan merujuk pada beberapa contoh tujuan penelitian kuantitatif. Dengan merujuk pada sejumlah contoh tujuan penelitian kualitatif yang sudah disajikan dalam bab ini. individuindividu atau kelompok-kelompok) dalam tujuan penelitiannya. tidak lebih dari sepertiga halaman 3. Seperti biasa.B. Dalam buku ini. Catherine Marshall dan Gretchen Rossman membahas di antaranya mengenai tujuan penelitian.hendak diterapkan serta para partisipan dan lokasi penelitiannya. selebihnya Anda bisa menerapkan elemen-elemen kunci dalam tujuan penelitian kuantitatif dan kualitatif kan sebelumnya. dan alasan/rasionalisasi dignnakannya strategi tersebut. Pastikan tujuan ini ringkas LATIHAN MENULIS dan jelas. deskriptif. C. Dalam beberapa hal. & Rossman.

The Scientist's Handbook for Writing Papers andfiissertatkms. Jika ditulis secara eksplisit.W. (2007). Englewood Cliff. menganalisis data. CA: Sage. meskipun tujuan ini bisa saja secara implisit dinyatakan di bagian mana pun. John W. J. Mereka juga me-nyajikan empat cqntdh jenis penelitian metode campuran serta panduan-panduan umum dalam menulis tujuan penelitian berdasar-kan contoh-contph tersebut. Antoinette Wilkinson menyebut tujuan penelitian dengan istilah "sasaran langsung penelitian" (immediate objective of the study).L.. tujuan penelitian harus disajikan dalam bagian pendabAiluan. Designing and Conducting Mixed Methods Research. mereka membahas proses-proses penelitian dengan metode campuran.. V. NJ: Prentice Hall.Creswell. 169 . tergantung pada bagaimana bagian pendahuluan itu disusun oleh peneliti. menafsirkan data. mengumpulkan data. Lebih lanjut. Creswell dan Vicki L. Dia menyatakanbahwa tujuan penelitian ditulis untuk menjawab rumus-an masalah. Thousand Oaks. serta menulis hasil penelitian. mulai dari menulis pendaehuhian. Piano Clark menulis buku peng-antar tentang penelitian metode campuran. Wilkinson. AJNC (1991). & Piano Clark. atau diletakkan berdampingan atau di pertengahan pendahuluan. Di dalamnya. tujuan penelitian sbaiknya ditulis di bagian akhir pendahuluan saja.

Berikut ini saya sajikan beberapa petunjuk bagai-mana menulis rumusan masalah atau pertanyaan umum dalam penelitian kualitatif: 170 . serta rumusan masalah penelitian metode campuran.BabTujuh Rumusan Masalah dan Hipotesis Penelitian Peneiiti seyogianya menyajikan rarnbu-rambu yang dapat me-nuntun pembaca melewati semua tahap penelitian. hasil-hasil akhir yang ingin diperoleh dalam penelitian) ataupun hipotesis-hipotesis (seperti. Peneliti mengajukan pertanyaan ini sebagai masalah umum yang tidak dimaksudkan untuk mem-batasi penelitian. prediksi-prediksi yang melibatkan variabel-variabel dan pengujian-pengujian statistik). rumusan masalah dan hipotesis penelitian kuantitatlf. RUMUSAN MASALAH KUALITATIF Dalam penelitian kualitatif. Sebaliknya. Untuk membuat pertanyaan seperti ini y cobalah bertanya: "Apa pertanyaan terluas yang bisa say a ajukan terkait dengan penelitian ini?" Peneliti pemvila yang dilatih dalam penelitian kuantitatifbiasanya akan kesulitan untuk menerapkan pendekatan ini karena mereka terbiasa dengan pendekatan sebaliknya: meng-identifikasi rumusan masalah yang spesifik atau hipotesis-hipotesis yang didasarkan pada variabel-variabel yang sangat terbatas. peneliti menyatakan rumusan masalah. bukan sasaran penelitian (seperti. Bab tujuh ini akan menjelaskan sejumlah prinsip dan panduan dalam merancang rumusan masalah penelitian kualitatif. Rumusan masalah utama mempakan pertanyaan umum tentang konsep atau fenomena yang diteliti. peneliti mulai memper-sempit fokus penelitiannya dengan menyajikan rumusan masalah dan hipotesis penelitian. Rumusan masalah untuk penelitian kualitatif mengandaikan dua bentuk: satu rumusan masalah utama danbebe-rapa subrumusan masalah spesifik. penelitian kualitatif bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor kompleks yang berada di sekitar fenomena utama dan me-ny ajikan perspekuf-perspektif atau makna-makna yang beragam dari para partisipan. Rambu pertama adalah tujuan penelitian yang menjadi petunjuk utama sebuah penelitian. Dari tujuan penelitian ini.

yang kemudian di-lanjutkan dengan lima subpertanyaan (lihat Bab 9). Dalam penelitian etnografi. subpertanyaan-subpertanyaan bisa dibuat menjadipertanyaan-pertanyaan spesifik untuk digunakan selama xvawancara (atau obser-vasi.  Kaitkanlah pertanyaan utama (rumusan masalah) dengan strategi penelitian kualitatif'tertentu. tetapi tetap membuka diri akan kemungkinan-kemungkinan lain. penggunaan bahasa asli. seperti mengajukan rumusan masalah untuk menciptakan teori tentang 171 . dalam fenomenologi. Dalam membuat protokol atau panduan wawancara. 1995). 1993:35). Dalam grounded theory. biasanya lebih berupa petunjuk-petunjuk kerja ketimbang kebenaran-kebenaranyang haruc dibuktikan (Thomas. Sebaliknya. Miles dan Huberman (1994) merekomendasikan agar peneliti menulis tidak lebih dari dua belas pertanyaan penelitian kualitatif. Subpertanyaan-sub-pertanyaan ini harus sesuai dengan rumusan masalah dan mem-peisempit fokus penelitian. Moustakas (1994) membahas satu rumusan masalah tentang peristiwa apa saja yang dialami partisipan dan dalam situasi apa mereka mengalami peristiwa itu. seperti yang pernah saya lakukan dalam salah satu penelitian studi kasus saya: "Pertanyaan terakhir. peneliti dapat mengajukan pertanyaan ice breaker di awal wawancara. Misalnya. rumusan masalah bisa saja dibuatberdasarkan literatur-literatur yang ada. Contoh rumusan masalah fenomenologi adalah: "Bagaimana kehidupan seorang ibu jika satu anak remajanya meninggal karena kanker?" (Nieswiadomy. perbedaan-perbedaan mereka dengan kelompok-kelompok kultural lain. Spradley (1980) mengajukan taksonomi rumusan masalah etnografis terkait dengan sekelumit kisah komunitas culture-sharing. Ajukanlah satu atau dua pertanyaan utama (rumusan masalah) yang diikuti oleh lima hingga tujuh subpertanyaan. siapa yang bisa saya hubungi untuk mempelajari lebih jauh tentang topik ini?" (Asmussen & Creswell. dan rumusan masalah tambahan untuk menverifikasi keakuratan data. pengalaman-pengalaman mereka. Wawancara ini kemudian bisa diakhiri dengan pertanyaan penutup. Rumusan masalah ini. misalnya. Dalam etnografi kritis. atau ketika proses dokumentasi). baik itu pertanyaan utama (rumusan masalah) maupun subpertanyaan-subpertanyaan. Sebaliknya. rumusan masalahnya bisa dinyatakan secara luas tanpa harus merujuk pada literatur-literatur. rumusan masalahnya bisa diarahkan menuju upaya menciptakan teori baru tentang proses-proses tertentu. spesifikasi rumusan masalah dalam penelitian etnografi berbeda dengan rumusan masalah dalam strategi-strategi penelitian kualitatif yang lain. 1993: 151).

seperti "berdampak "merientukan." "menyebabkan. Hanya saja." dan "menghubungkan. dalam penelitian kuali-tatif. Mendeskripsikanpengalaman-pengalaman (fenomenologi).interaksi antara pasien dan dokter di rumah sakit." pada. Suatu penelitian memang bisa berkembang dari waktu ke waktu. Kata bagaimana sering kali menyiratkan bahwa penelitian tengah berusaha menjelaskan mengapa sesuatu muncul.  Gunakanlah verba-verba eksploratif sesuai dengan jenis strategi kualitatif yang Anda terapkan. Verba-verba ini seyogianya mengajak pembaca untuk memahami bahwa penelitian Anda: 1. 2. Pendekatan yang sudah ini mungkin terbiasa saja problematis individu-individu dengan 172 .  Karena ini penelitian kualitatif maka gunakanlah verba-verba eksploratoris berupa kata-kata tidak langsung (nondirectional words) ketimbang kata-kata langsung (directional words). Berusaha memahami (etnografi). 4. Menyajikan cerita-cerita (penelitian naratif). ada kemungkin-an banyak faktor lain yang muncul dan memengaruhi fenomena tersebut. Mengeksplorasi suatu proses (studi kasus)."  Upayakan rumusan masalah Anda terus berkembang dan berubah selama penelitian berlangsung. Dalam penelitian kualitatif.‖ "memengaruhi.  Fokuslah pada satu fenomena atau konsep utama. Menemukan (grounded theory). 3. kata itu mencerminkan pemikiran yang lebih terbuka.  Awalilah rumusan masalah peneliticm Anda dengan kata-kata "apa" atau "bagaimana" untuk meniinjukkan keterbukaan penelitian Anda. rumusan masalah sering kali didasarkan pada revieiv atau reformulasi secara terus-menerus (seperti dalam penelitian bagi grounded theory). namun tetap konsisten dengan asumsi-asumsi dasar rancangan penelitian tersebut. Kata ini memang menuntut adanya jawaban sebab-akibat yang lebih berhubungan dengan penelitian kuantitatif. tetapi cobalah memulai penelitian Anda dengan satu fenomena utama untuk dieksplorasi secara detail. rumusan masalahnya bisa diarahkan untuk mendesknpsikan suatu kasus dan kecenderungankecenderungan tertentu. 5. Dalam penelitian studi kasus.

... di mana rumusan masalah harus fixed sepanjang penelitian. "isu" dalam "kasus" untuk penelitian studi kasus)..1 Rumusan Masalah Kualitatif dalam Etnografi Finders (1996) menggunakan prosedur-prosedur etnografi uhtuk mendokumentasikan kecenderungan membaca majalah-majalah remaja oleh siswa siswi kelas 1 SMP Amerika yang berekonomi kelas-menengah........ (partisipan penelitian) di..  Rinicilah para partisipan dan lokasi penelitian.... "makna dari" untuk penelitian fenomenologi...rancangan  kuantitatif.. salah satu model bagaimana menulis rumusan masalah kualitatif: . Gimakanlah rumusan masalah yang open-ended (terbuka).. kecualijika ada strategi ' penelitian kualitatif yang menganjurkan hal itu. "teori yang menjelaskan proses" untuk penelitian grounded theory... (lokasi penelitian)... 1996: 72) 173 ..... tanpa perlu merujuk pada literatur atau teori tertentu. kutipan sejumlah rumusan masalah kualitatif dari strategi-strategi penelitian yang berbeda-beda. (bagaimana atau apa) ("cerita tentang" untuk penelitian naratif.... Berikut ini... itu pun jika sebelumnya informasi mengenai keduanya belum dijelaskan....(fenomena utama) dengan ... Di bawah ini. Contoh 7.. Finders meng-ajukan satu rumusan masalah utama dalam penelitiannya: Bagaimana para remaja putrj membaca buku-buku yang menyajikan realisme fiksi? (Rnders.dan mengkonstruksi peran sosiaf dan pergaulan mereka saat mereka masuk ke SMP dengan cara meneliti kecenderungan mereka dalam membaca majalah-majalah remaja.. "kecenderungan culture-sharing" untuk penelitian etnografi. Finders berusaha mengeksplorasi bagaimana sis'wi-siswi tersebut memersepsi..

Ketiganya juga_me-nyebutkan secara jelas para partisipan. remaja-remaja putri. menggunakaan verba terbuka. ketika sudah mulai bersekolah kembalf? Dan (3) Bagaimana sekembalinya mereka dari seKotah ini mengubah kehidupan mereka? (Padula & Miller. dan menyebutkah para partisipannya. fokus pada satu konsep utama. Padula dan Miller mengajukan tiga rumusan masalah utama dalam penelitiannya: (1) Bagaimana paYa mahasiswi program doktora psikologi mendeskripstkan keputusan mereka untuk kembali bersekolah? (2) Bagaimana para mahasiswi program doktoral psikologi mendeskripstkan pengalaman mereka.Rumusan masalah Finders (1996) ini dimulai dengan kata bagaimana. Contoh 7. RUMUSAN MASALAH DAN HIPOTESIS PENELITIAN KUALITATIF Dalam penelitian kuantitatif. setefah beberapa lama mereka kuliah di universitas. dan mengubah. Rumusan masalahnya adalah pertanyaan luas yang memungkinkan Finders menyingkap pola-pola aiau kecenderungan-kecenderungan siswi SMP membaca majalah remaja. menggunakan verbaverba yang terbuka. terkadang sasaran penelitian juga. peneliti menyajikan rumusan masalah dan hipotesis penelitian. literatur atau majalah remaja. sebagai kelompok culture-sharing. Perhatikan bagaimana Finders membuat rumusan masalah yang ringkas dan padat ini untuk nantinya dijawab dalam penelitiannya. Rumusan masalah ini biasanya berupa pertanyaan-pertanyaan tentang hubungan antara variabel-variabel yang akan dianalisis oleh 174 . Tujuannya untuk mendokumentasikan pengalaman para mahasiswi ini berdasarkan perspektif "perempuan" feminis dan gender.2 Rumusan Masalah Kualitatif dalam Studi Kasus Padula dan Miller (1999) melakukan studi kasus untuk mendeskripsikan pengalaman para mahasiswi program doktrol psikologi di salah satu universitas research Midwestern yang ingin kembali bersekolah. 1999: 328) Tiga rumusan masalah ini. seperti mende-kripsikan. yaitu mahasiswi-mahasiswi program doktoral di salah satu universitas research Midwestern. membaca. masuk kembali. dan fokus pada tiga aspek pengalaman psikologis — kembali ke sekolah. semuanya diawali dengan kata bagaimana.

atau variabel terikat................ Untuk itulah. hipotesis kuantitatif merupakan prediksi-prediksi yang dibuat peneliti tentang hubungan antarvariabel yang ia harapkan. yang dipengaruhi pula oleh . seperti disertasi atau tesis...  Salah satu hal yang paling sering muncul dalam penelitian kuantitatif adalah pengujian terhadap suatu teori (lihat Bab 3) dan spesi-fikasi rumusan masalah atau hipotesis yang berhubungan dengan teori tersebut.. Ketiga... Kedua. ada pula sasaran kuantitatif. (variabel terikat)... variabel mediate.... (kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dalam variabel bebas) terhadap.... (variabel bebas) dan .... Hipotesis ini biasanya berupa perkiraan numerik atas populasi yang dinilai berdasarkan data sampel penelitian... Sasaran ini mengindikasikan tujuan jangka panjang yang ingih dicapai. f okus kita hanya pada rumusan masalah dan hipotesis penelitian...... Pertama.... Selain rumusan masalah dan hipotesis. penelitimenghubungkan satu atau beberapa variabel bebas dengan satu atau beberapa variabel terikat. Para pembimbing biasanya merekomendasikan penggunaan hipotesis ini hanya untuk pene-litian-penelitian formal... (variabel control)? Sementara untuk contoh hipotesis kuantitatif dapat berupa seperti ini (hipotesis nol): Tidak ada perbedaan signifikan antara ........ Sasaran kuantitatif banyak dijumpai dalam proposal-proposal permohonan dana.. (nama teori) dapat menjelaskan hubungan antara ..... Hipotesis sering kali digunakan dalam penelitian eksperimen yang di dalamnya peneliti memban-dingkan kelompok-kelompok (groups)...... Berikut ini.... 175 . disajikan sejumlah petunjuk dalam menulis rumusan masalah dan hipotesis kuantitatif yang baik:  Variabel-variabel dalam rumusan masalah atau hipotesis biasanya hanya digunakan dengan tiga pendekatan dasar. peneliti mendeskripsikan respons-respons terhadap variabel bebas.. Rumusan masalah pada umumnya digunakan dalam penelitian ilmu sosial dan lebih khusus dalam penelitian survei.. Kebanyakan penelitian kuantitatif menggunakan salah satu atau lebih dari tiga pendekatan ini. guna memperjelas ke mana penelitian-penelitian tersebut diarahkan. Di sisi lain... (variabel terikat). Menguji hipotesis berarti me-nerapkan prosedur-prosedur statistik di mana di dalamnya peneliti mendeskripsikan dugaan-dugaannya terhadap populasi tertentu berdasarkan sampel penelitian.... peneliti membandingkan kelompok-kelompok dalam variabel bebas untuk melihat dampaknya terhadap variabel terikat. Berikut ini adalah contoh rumusan masalah kuantitatif: Apakah ....... tetapi jarang digunakan dalam penelitian-penelitian ilmu social dan kesehatan de wasa ini..peneliti....

ada dua bentuk: hipotesis nol dan hipotesis alternatif. Berikut ini. Pilihlah satu pola rumusan masalah atau hipotesis berdasarkan tradisi atau rekomendasi dari pembimbing atau pihak fakultas.3 Hipotesis Nol Seorang peneliti mengamati tigas jenis penguatan (reinforcement) bagi anak-anak autis. Pernyataan untuk hipotesis nol bisa berupa: "Tidak ada perbedaan (atau hubungan)" antara kelornpok-kelompok.-adalah hipotesis alternatif atau hipotesis direksional. yang banyak dijumpai dalam artikel-artikel jurnal. Prosedur ini sekaligus memperkuat logika sebab-akibat dalam penelitian kuantitatif.  Variabel bebas dan variabel terikat harus diukur secara terpisah. Untuk mengurangi "kelebihan muatan". Peneliti tadi mengumpulkan informasi mengenai perilaku anak-anak autis yang nantinya dapat dijadikan instrumen pengukuran untuk menganlisis interaksi sosial mereka dengan saudara-saudara mereka. atau berdasarkan ada tidaknya prediksi akan hasil penelitian dari penelitian-penelitian sebelumnya. salah satu contoh hipotesis nol Contoh 7. Contoh-contoh berikut mengilustrasikan 176 . Hipotesis nol untuk penelitian ini bisa berupa : Tidak ada perbedaan signifikan antara isyarat verbal. reward dan tanpa penguatan. atau. reward dan tanpa penguatan terhadap interaksi sosial antara anak-anak autis dan saudara-saudara mereka  Hipotesis kedua. Predjks«tini bjasanya berasal dari literatur-literatur atau peneMan-penelitiajfiL set>eltunnya yang pen\ah menyatakan kemungkinan hasil tersebut. tulislah hanya rumusan masalah atau hipotesis saja. tidak kedua-duanya. kecuali jika hipotesis tersebut dibuatberdasarkan rumusan masalah (mengenai hal ini. yaitu isyarat-isyarat verbal. Misalnya. Peneliti m^mbuat suatu prediksi atas hasil yang diharapkan. Hipotesis nol merepresentasikan pendekatan tradisional: ia membuat suatu prediksi yang menyatakan tidak ada satu pun hubungan atau perbedaan signifikan antara kelom-pokkelompok dalam variabel penelitian.  Jika hipotesis yang digunakan. peneliti dapat memprediksikan bahwa "Nilai Kelompbk A akan lebih tinggi ketimbang Kelompok B" dalam yariabel terikat. akan dijelaskan kemudian). bahwa "Kelompok A akan lebih banyak berubah ketimbang Kelompok B" dalam outcome yang diharapkan.

jangkauan internasional. dan sebagainya) juga disertakan di dalamnya. publik. 1989: 585-588  Jenis lain dari hipotesis alternatif adalah hipotesis nondireksional: suatu prediksi dibuat. dan orientasi kostumer antara ketiga jenis perusahaan tersebut. Secara khustis. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan terkontroi (control field study} dengan prosedur kuasi-eksperimehtai Hipotesis 1: Perusahaan-perusahaan publik akan rnemiliki rata-rata pertumbuhan yang lebih besar ketimbang perusahaan-perusahaan swasta. Hipotesis 4: Perusahaan-perusahaan publik akan memiliki jaringan produk yang lebih luas ketimbang perusahaan-perusahaan rnilik negara dan swasta. dan swasta) dalam Industrioffshore drilling (pengeboran jauh dari paritai). perbedaan-perbedaan yang dieksplbrasi menyangkut soal dominasi market domestik. Hipotesis 6: Perusahaan-perusahaan milik negara akan memiliki jumlah kostumer yang lebih stabil ketimbang perusahaan-perusahaan swasta.4 Hipotesis Direksional (1989) meneliti perbedaan antara jenis-jents keperriilikan Mascarenhas perusahaan (milik riegara. namun bentuk perbedaan-perbedaannya (seperti. perusahaan-perusahaan publik sepertinya akan menerapkan teknologi yang lebih canggih ketimbang perusahaan-perusahaan milik negara dan swasta. lebih besar. Contoh 7. lebih banyak berubah.hipotesis direksional ini karena outcome yang diharapkan (seperti. Hipotesis 7: Meskipun tidak terlalu tampak. Untuk itu. (Mascarenhas. lebih tinggi. kurang. Hipotesis 3: Perusahaan-perusahaan rnilik riegara akan rrie-miiiki share yang lebih luas dalam market domestik ketimbang perusahaan-psrusahaan publik dan swasta. Hipotesis 2: Perusahaan-perusahaan publik akan rnemiliki jangkauan internasional yang lebih luas ketimbang perusahaan-perusahaan milik negara dan swasta. lebih lemah. dan se-bagainya) tidak secara eksak dirinci karena si peneliti tidak menge-tahui apa yang diprediksikan dari literatur-literatur sebelumnya. lebih banyak. peneliti yang menggunakan hipotesis ini kemungkinan akan menulis: "Ada perbedaan" antara dua 177 . Hipotesis 5: Perusahaan-perusahaan milik negara kemungkinan akan lebih banyak membangun BUMN-BUMN di seberang lautan untuk menjaring kostumer yang lebih luas.

salah satu contoh yang menggabungkan dua jeni§ hipotesis tersebut (direksional dan nondireksional). sedangkan dua hipotesis terakhir berciri direksional. Hipotesis pertama bercirinondireksional. Contoh 7. Dengan sampel probabilitas berskala nasional yang terdiri dari wnita Yahudi dan Arab lingkungan Israel. variabelvariabel demografis (seperti. religiusitas. umur. Bahkan.  Gunakanlah pola urutan kata-kata yang konsisten dalain menulis rumusan masalah atau hipotesis penelitian agar pembaca mudah mengidentifikasi variabel-variabel utama. Ht: Identitas gender Wanita Arab dan Yahudi yang religius dan sekuler sangat berkaitan dengan tatanan masyarakat sosio-politik yang berbeda-beda yang turut merefleksikan sistem nilai mereka yang berbeda-beda pula. H2: Wanita religius dengan identitas gender yang prominen kurang aktif secara sosio-politik ketimbang wanita sekuler dengan identitas gender yang juga prominen. Moore mngidentifikasikan tiga hipotesis untuk penelitiannya. Berikut ini. level pendidikan.0 antara identitas gender. tingkat pemasukan.. Misalnya Moore (2000) meneliti makna identitas gender wanita Yahudi dan Arab yang religius dan sekuler di lingkungan Israel. Berikut ini. dan sebagainya) bisa saja Anda gunakan sebagai variabel-variabel intervening (atau mediate atau moderate) sebagai ganti dari variabel-variabel bebas. dan penlaku sosial lebih lemah dalam komunitas wanita Arab ketimbang wanita Yahudi  Jika penelitian Anda menggunakan variabel-variabel demografis sebagai prediktorprediktornya. seperti yang sudah dibahas dalam Bab 6 tentang Tujuan Penelitian. H3: Hubunga. lalu variabel terikat. 178 . sebaiknya gunakanlah variabel-variabel nondemografis (seperti.5 Hipotesis Nondireksional dan Direksional Terkadang hipotesis-hipotesis direksional dibuat untuk meneliti hubungan antara variabel=variabel ketimbang membandingkan kelompok-kelompok. Hal ini mengharuskan peneliti untuk mengulang frasa-frasa kunci dan memosisikan variabel bebas di bagian pertama (bagian kiri) dan variabel terikat di bagian kedua (sebelah kanan). sikap atau perilaku) sebagai vaxiabel bebas dan terikatnya.kelompok. contoh susunan kata-kata dengan menyatakan variabel bebas terlebih dahulu.

Berikut ini. contoh model rumusan masalah deskriptif dan inferensial. masing-masing untuk variabel bebas. peneliti bisa menyajikan rumusan masalah (atau hipotesis) inferensial yang menghubungkan variabel-variabel atau mem-bandingkan kelompok-kelompok. Setelah menulis rumusan masalah deskriptif ini. Jika mengikuti model yang sudah dijelaskan tadi. rumusan masalahnya bisa ditulis seperti berikut ini: 179 . dan variabel intervening/control. Contoh 7. inferensial ini. Tlidak ada hubungan antara fasilitas tambahan dan ketekunan akademik bagi para mahasiswi di bawah umur rata-rata. 3. kemudian dilanjutkan dengan menulis rumusan masalah dan hipotesis inferensial (memberikan dugaan-dugaan atas populasi tertentu berdasarkan sampel penelitian).6 Penggunaan Standar Bahasa dalam Hipotesis 1. Tidak ada hubungan antara fasilitas tambahan dan dukungan keluarga bagi para mahasisvvi di bawah umur rata-rata MODEL RUMUSAN MASALAH DAN HIPOTESIS DESKRIPTIF Salah satu model yang saya rekomendasikan dalam merancang rumusan masalah dan hjpotesis penelitian adalah dengan menulis rvtmusan masalah yang bersifat deskriptif (mendeskripsikan sesuatu) terlebih dahulu.Contoh 7. yaitu pengaruh prestasi siswa-siswa sebeiumnya di kelas ilmu sosial dan pendidikan orang tua. Tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dan ketekunan akademik bagi para mahasiswi di bawah umur rata-rata. Sebagai tindak lanjutnya. peneliti membuat rumusan masalah deskriptif.7 Rumusan Masalah Deskriptif dan Inferensial Untuk mehgiiustrasikan model rumusan masalah deskriptif dan . anggap saja ada seorang peneliti yang tengah rnenganalisis hubungan antara keterampilan berpikir kritis (variabe! bebas yang . variabel terikat. 2. peneliti tersebut mendasarkan analisis ini pada variaber control. Model rumusan masalah dan hipotesis ini mencakup variabel bebas dan variabel terikat. Dalam model ini.diukur berdasarkan instrumen tertentu) dan prestasi (variabel terikat yang dmkur berdasarkan level-level) siswa kelas delapan jurusan ilmu sosial di distnk sekolah metropolitan.

Contoh di atas juga mengilustrasikan bagaimana mendeskripsi-kan variabel-variabel dan menghubungkannya. Apakah kemampuan berpjkir-kritis berpengaruh pada prestasi siswa? (Rumusan masalah inferensial yang rnenghubungkah variabel bebas dengan variabel tenkati. contoh di atas juga menggunakan informasi-informasi demografis (seperti. saya merekomendasikan Anda untuk menggunakan model deskriptif-inferensial seperti di atas tadi. bahasa yang digunakan mungkin akan sedikit berbeda. pendidikan orang tua dan prestasi siswa sebelumnya) sebagai variabel 180 . Begitu pula. dalam rumusan masalah inferensialnya. Anda juga bisa mengkreasikan sendiri rumusan masalah deskriptif dan inferensial dengan cara membuat sebanyak mungkin rumusan masalah yang menghubungkan variabel bebas dan variabel terikat. Bagaimana level-level kualitas siswa sebelurnnya di kelas ilmu sosial? (Rumusan masalah deskriptif yang fokus pada variabel kontrol. Bagaimana level-level prestasi siswa di kelas ilmu sosial?(Rumusan masalah deskriptif yang fokus pada vanabel terikat). Akan tetapi. yakni keberhasilan pendidikan orang tua). 2. 2. Hanya saja. Bagaimana keberhasilan pendidikan orang tua? (Rumusan masalah deskriptif yang fokus pada variabel kontrpl yang lain. sedangkan variabel control di urutan ketiga. Tidak hanya itu. Peneliti bisa saja membandingkan kelompokkelompok dalam variabel.Rumusan Masalah Deskriptif : 1. yaknj prestasiTprestasj siswasebelumnya). Apakah kemampuan berpikir krijtis tierpengaruh pada prestasi 5iswa? Apakah pengaruh ini juga berasal dari kualitas-kualitas siswa-siswa sebelijmnya dan keberhasilan pendidikan orang tua? (Rumusan masalah inferensial yang menghubungkan variabel bebas dan variabel terikat. dalam struktur penulisannya. Bagaimana' rata-rata keterampilan berpikir kritis para siswa? (Rumusan masalafi deskriptif yang fokus pada vanabel bebas). yang juga melibatkan pengaruh-pengaruh dari dua variabel control). Contoh di atas mengilustrasikan bagaimana menyusiin rumusan masalah secara deskriptif dan inferensial dalam konteks hubungan antarvariabel. 4. contoh di atas meletakkan variabel bebas di urutan pertama dan variabel terikat di urutan kedua. Rumusan Masalah Inferensial 1. 3.

sudah banyak pembahasan mengenai aplikasi rumusan masalah metode campuran dan bagaimana merancang rumusan masalah ini (lihat Creswell & Piano Clark. barulah peneliti memunculkan rumusan masalah kualitatif. 20&7). Dalam penelitian metode campuran dua. Misalnya. peneliti biasanya tidak akan melihatpenjelasan mengenai rumusan masalah atau hipotesis yang spesifik yang memang didesain untuk rancangan metode campuran. jika penelitiannya diawali dengan tahap kuantitatif.Haliriidimaksudkari untukmembentukmetode dan rancangan penelitian yang benar-benar sesuai dan utuh.  Ketika menulis rumusan masalah atau hipotesis penelitian metode campuran.control ketimbang sebagai variabel utama sehingga pembaca akan berasumsi bahwa rumusan masalah tersebut berasal dari suatu model teoretis tertentu. ketika tahap kualitatif sudah mulai di-bahas. Tashakkori & Creswell.  Peneliti seharusnya juga memerhatikan susunan rumusan masalah dan hipotesis ini. Rumusan masalah atau hipotesis ini dapat diajukan diawal penelitian atau dibagian-bagian lain. Dengan demikian. ikutilah petunjuk-petunjuk dalam bab ini tentang bagaimana menulis rumusan msalah dan hipotesis yang baik. 2007. yang perlu dipikirkan adalah: seperti apa jenis-jenis rumusan masalah yang seharusnya disajikan dan kapan serta informasi'apa saja yang paling dibutuhkan —dalam rumusan masalah— untuk menunjukkan sifat penelitian metode campuran  Rumusan masalah (atau hipotesis). penelitisebaiknya memperkenalkan hipotesis terlebih dahulu. harus sama-sama disajikan dalam penelitian metode campuran untuk mempersempit dan memfokuskan tujuan penelitian. RUMUSAN MASALAH DAN HIPOTESIS PENELITIAN METODE CAMPURAN Dalam buku^buku yang membahas mstode penelitian. Nanti. tergantung tahap penelitian apa yang didahulukan. maka kombinasi atas dua rancangan ini bisa jadi memberikan infor-masi yang berguna dalam membuat rumusan masalah dan hipotesis metode campuran. rumusan masalah tahap pertama seharusnya diajukan terlebih dahulu.tahap (sekuensial). yang memang dirancang khusus untuk penelitian metode campuran. Penelitian metode Campuran seharusnya dimulai dengan rumusan masalah. yaitu kuantitatif atau kualitatif. baik yang didasarkan pada rancangan kualitatif maupun kuantitatif. dalam penelitian tersebut. kemudian diikuti oleh rumusan masalah tahap kedua sehingga pembaca bisa melihat rumusan-rumusan tersebut secara berurutan sebagai 181 . Meski demikian. Karena penelitian metode campufan sering kali bertumpu pada salah salu dari dua desain penelitian yang lain.

Tulislah. 2007). Tashakkori dan Creswell (2007: 208). menyebut rumusan masalah iru sebagai rumusan masalah "hibrida" atau "terintegrasi". Bentuk pertama adalah menuliskannya ketika peneliti tengah membahas metodologi atau prosedur-prosedur dalam penelitian (seperti.baca keseluruhan penelitian.  Pertimbangkan pula teknik-teknik lain yang berbeda: bahwa semua jenis rumusan masalah (baik itu kuantitatif. Bentuk kedua adalah menuliskannya ketika peneliti tengah membahas isi atau konten penelitian (seperti. Misalnya. bukan pada metode campuran saja atau pada komponen integratif penelitian semata. misalnya: 1. kualitatif. dalam penelitian dua-tahap. apakah topik mengenai dukungan sosial dapat membantu menjelaskan mengapa beberapa siswa menjadi nakal di sekolah?) (lihat Tashakkori & Creswell. Untuk penelitian metode campuran satu-tahap (konkuren). Inilah rumusan masalah terbaru yang akhir-akhir ini banyak di. Rumusan masalah semacam ini dapat ditulis di awal penelitian maupun di bagian-bagian lain.bahas dalam buku-buku metode penelitian. rumusan masalah kualitatif. apakah data kualitatif dapat membantu menjelaskan hasil-hasil dari tahap penelitian kuantitatif sebclumnya?) (Lihat Creswell & Piano Clark.  Tulislah rumusan masalah penelitian metode campuran yang secara langsung menunjukkan adanya pencampuran {mixing) karakteristik-karakteristik penelitian kuantitatif dan kualitatif. Tulislah. rumusan masalah ini dapat diletakkan dalam pembahasan antara dua tahap tersebut. Rumusan masalah inilah yang nan tiny a akan dijawab berdasarkan proses pencampuran tersebut (lihat Creswell & Piano Clark. Rumusan semacam ini mengandaikan salah satu dari dua bentuk. 2007). rumusan masalah dan hipotesis kuantitatif. rumusan masalah atau hipotesis kuantitatif dan rumusan masalah kualitatif. rumusan masalah seharusnya disusun berdasarkan metode apa yang paling ditekankan dalam penelitian tersebut.acuan mereka ketika akan mem. 2007). berarti peneliti tengah menekankan penelitiannya pada dua pendekatan sekaligus (kuantitatif dan kualitatif). 2. Teknik penulisan semacam ini menyisratkan pentingnya dua tahap penelitian tersebut (kualitatif dan kuantitatif) serta kekuatan 182 . secara terpisah dan sendiri-sendiri. yang kemudian diikuti oleh rumusan masalah metode campuran. maupun metode campuran) bisa saja ditulis untuk keperluan penelitian metode campuran. Dengan teknik ini. misalnya. secara terpisah dan sendiri-sendiri. Semua rumusan masalah dan hipotesis ini bisa ditulis di awal penelitian atau di bagian-bagian lain ketika penelitian tersebut sampai pada tahap tertentu.

3. Pendekatan ini dapat meningkatkan cara pandang pembaca bahwa penelitian tersebut memang dimaksudkan untuk mengintegrasikan atau menghubungkan secara ketat tahap penelitian kuantitatif dan kualitatif (artinya. jumlah/gabungan dari dua tahap ini —kuantitatif dan kualitatif— lebih besar ketimbang jumlah masing-masing dari keduanya). Tulislah hanya rumusan masalah metode campuran yang mencerminkan prosedurprosedur atau isi (atau. Contoh 7. Tahap kedua sni rrterqbantu menjelaskan perbedaan-perbedaan dan petsamaan-persamaan. Tidak mengherankan jika pendekatan semacam ini dianggap sebagai pendekatan yang paling ideal. antara Qua strategi instruksional yang diper-ojefi'dan'tahap pertama tadi. Dengan penelitian kuantitatif d. 183 . kepala sekolah.8 Hipotesis dan Rumusan Masalah dalam Penelitian Metode Campuran Houtz (1995) melakukan penelitian metode campuran dua-tahap (sekuensial) dengan hipotesis dan rumusan masalah yang ditulis secara terpisah (antara kuantitatif dan kualitatif) di masing-masing bagian pendahuluan tahap tersebut. Selain itu. Houtz (1995: 630) menulis hipotesishipotesisnya sebagai benkut: PeneJitian mi didasarkan pada hipotesis bahwa tidak ada per-bedaan signifikan antara siswa di SMP (nontradisional) dan siswa di SLTP (tradisional) dalam hal sikap-sikap mereka terhadap ilmu pengetahuan sebagai maten pelajaran. tahap pertama (kuantitatif) melibatkan penilaian pretest dan post-test terhadap penlaku-perilaku dan prestasi-prestasi siswa dengan menggunakan ska'a dan nilai ujian. dan jangan menulis rumusan masalah kuantitatif dan kualitatif secara terpisah. tulislah rumusan masalah metode campuran berdasarkan pendekatan prosedurai maupun isi). dan konsultan-konsultan terkait. Houtz kemudian me-ianjutkan hasil kuantitatif in1 dengan wawancara kualitatif bersama para guru ilmu sostal. juga prestasi-prestasi mereka dan sikap-sikap me-eka terhadap ilmu pengetahuan. tahap pertama. Dalam penelitian dua-tahap ini.kombinasi keduanya. Penelitian mi dilaksanakan ketika banyak sekolah berahh dan konsep dua-tahun SLTP menuju tiga-tahun SMP (yang mehputi kelas enam). dihipotesiskan pula bahwa tidak ada perbedaan signifikan anta~a siswa di SMP dan siswa di SLTP dalam hal prestasi keilmuan mereka Hipotesis-hipotesis di atas muncul di bagian pendahuluan tahap kuantitatif Setelah itu. Penelitian mi mengana'isis perbedaanperbedagn antara strategi instruksional SNIP (nontradisio-nal) dan strategi instruksional SLTP (tradisional) bagi siswa-siswa kelas tujuh dan kelas delapan.

rumusan masaiah metode campurannya dapat ditulis berdasarkan orientasi isi. dan ia sudah menggunakan elemen-elemen yang tepat dalam menulis hipotesis dan rumusan masaiah tersebut.dalam tahap kualitatif. Rumusan masalah mi la jadikan sebagai bahan pertanyaan untuk mewawancarai guru ilmu sosial. Dari hipotesis dan rumusan masaiah ini. kepala sekolah dan para konsultan universitas. 2007) 184 . dan para konsultan universitas dapat membantu menjelaskan perbedaan-perbedaan kuantitatif dalam hal prestasi siswasiswa SMP dan SLTP? Jika tidak. seperti berikut ini: Bagaimana pemikiran-pemikiran yang diungkapkan oleh para guru dapat membantu menjelaskan mengapa nilai siswa SMP lebih rendah ketimbang nilai siswa SLTP? Contoh 7. Houtz memuncunculkan tiga rumusan masalah untuk mengeksplorasi hasil-hasii Kuantitatif secara lebih mendalam. 1995: 649) Dari penelitian metode campuran ini dapat kita lihat bahwa Houtz telah menyertakan hipotesis kuantitatif dan rumusan masaiah kualitatif di awal setiap tahap peneiitiannya.9 Rumusan Masalah Metode campuran dalam Konteks Prosedur-prosedur Campuran Sejauh mana dan dalam hal apa wawancara kualitatif bersama para mahasiswa dan pihak fakultas turut menciptakan pemahaman yang lebih komprehensif tentang hubungan antara nilai SEEPT dan performa akademik siswa. meialui analisis metode campuran integratif? (Lee & Greene. Houtz (1995) sebenarnya bisa membuat sejenis rumusan masaiah metode campuran yang ia nyatakan berdasarkan perspektif procedural: Bagaimana interview dengan para guru. kepala sekolah. Tiga rumusan masalah tersebut antara lain: Apa saja perbedaan antare strategi instruksional SMP dan strategi instruksional SLTP ketika sekolah ini berada dalam masa-masa transisi? Bagaimana masa-masa transisi ini memengaruhi perilaku dan prestasi keilmuan siswa Anda? Bagaimana perasaan para guru tentang proses yang berubah ini? (Houtz.

untuk keperluan formal. Dua bentuk ini juga bisa meliputi variabel bebas dan variabel terikat yang diukur secara ter-pisah. RINGKASAN Rumusan masalah dan hipotesis berperan sebagai "rambu-ranribu" bagi pembaca dan untuk mempersempit tujuan penelitian. para peneliti kuantitatif bisa menulis rumusan masalah atau hipotesis saja. dikategorisasikan ke dalam kelompok-kelompok perbandingan. dan sebagainya) dan juga dapat berupa hipotesis nol yang mengindikasikan tidak adanya perbedaan atau hubungan signifikan antara kelornpok-kelompok dalam variabel terikat.Rumusan masalah ini merupakan rumusan masalah metode campuran yang fokus pada tujuan dicampurnya dua tahap penelitian. kemudian diikuti oleh variabel terikat di urutan kedua. Rumusan masalah dalam penelitian kualitatif juga harus menyebutkan partisipan dan lokasi penelitian. Rumusan masalah di atas juga menekankan pada apakah penggabungan ini dapat membantu menciptakan pemahaman yang komprehertsif tentang topik penelitian. Mereka juga harus fokus pada satu fenomena utama yang diteliti. peneliti sering kali menggunakan rumusan masalah saja. Dalam beberapa penelitian kuantitatif. Hipctesis merupakan prediksi atas hasilhasil penelitian. Para peneliti kualitatif seyogianya mengajukan sedikitnya satu rumusan masalah utama danbeberapa subrumusari masalah. yakni gabungan antara data kuantitatif dan wawancara kualitatif untuk melihat hubungan antara nilai dan performa siswa. Kedua bentuk ini harus meliputi variabel-variabel yang dideskripsikan. Akan tetapi. 185 . Hipotesis ini dapat berupa hipotesis alternatif yang memerinci hasil eksak yang diharapkan (lebih banyak atau lebih luas. Biasanya. seperti mengeksplorasi atau mendeskripsikan. peneliti menulis variabel bebas di urutan pertama. lebih kuat atau lebih lemah. Selain itu. hipotesis tidak jarang disertakan pula. Lee dan Greene telah menyajikan petunjuk untuk menjawab pertanyaan ini. Sebaliknya. Salah satu teknik penyusunan rumusan masalah dalam proposal kuantitatif adalah mengawalinya dengan rumusan masalah deskriptif. mereka harus menyajikan rumusan masalah yang umum dan luas yang memung-kinkan mereka mengeksplorasi gagasan-gagasan partisipan. dihubungkan. kemudian diikuti oleh rumusan masalah infe-rensial yang menghubungkan variabel-variabel atau membanding-kan kelompok-kelompok dalam variabel. Di akhir penelitiannya. Mereka harus mengawali rumusan masalahnya dengan kata-kala seperti bagaimana atau apakah dan menggunakan verba-verba eksploratoris.

San Diego: Academic Press.W. Cizek (ed. dan bisa diletak-kan dalam bagian yang berbeda-beda." dalam GJ. Pastikan. kemudian tulislah kembali rumusan tersebut berdasarkan pada isi penelitian. Dalam bab ini. tulislah salah satu atau dua rumusan masalah utama yang kemudian diikuti oleh lima hingga tujuh subrumusan masalah. 455-472). Sejumlah teknik dapat diterapkan untuk menulis rumusan masalah dengan metode campuran. Latihan Menulis 1. Hcnulbook of Educational Policy. (1999). Rumusan masalah untuk metode oampuran setidaknya juga harus menunjukkan pentingnya penggabungan atau pengombinasian elemen-elemen kuantitatif dan kualitatif. Untuk penelitian kuantitatif.). apakah masalah yang ingin Anda teliti memang mengharuskan dicampurnya dua metode penelitian yang berbeda. saya merekomendasikan agar mereka membuat rumusan masalah metode campuran secara terpisah dalam penelitian mereka. Rumusan masalah ini dapat ditulis berdasarkan prosedur-prosedur atau isi penelitian. "Mixed-Method Research: Introduction and Application. (him. Untuk penelitian kualitatif. Ikutilah model yang disajikan dalam bab ini tentang pengombinasian rumusan masalah deskriptif dan rumusan masalah inferensial. antara lain: 1. Jenis rumusan pertama ditulis secara deskriptif tentang variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian. saya menjelaskan sembilan langkah dalam melaksanakan penelitian metode campuran. Tulislah rumusan masalah metode campuran. Berikan komentar tentang pendekatan mana yang paling tepat untuk Anda gunakan BACAAN TAMBAHAN Creswell. 3. tulisiah dua jenis rumusan masalah. antara lain: (1) menulis hanya rumusan masalah atau hipotesis kuantitatif (bukan keduanya) dan rumusan masalah kualitatif. Jenis rumusan kedua ditulis secara inferensial yang menghubungkan (atau membandingkan) variabel bebas dan variabel terikat. J. Pertama-tama.Bagi para peneliti metode campuran. atau (3) menulis hanya rumusan masalah metode campuran saja. 186 LATIHAN MENULIS . tulislah rumusan tersebut sebagai rumusan masalah yang didasarkan pada prosedur-prosedur penelitian metode campuran. (2) menulis rumusan masalah atau hipotesis kuantitatif dan rumusan masalah kualitatif yang diikuti oleh rumusan masalah metode campuran. 2.

Berikan kriteria-kriteria pasti untuk mengevaluasi penelitian. Jelaskan bagaimana data akan dianalisis. S.W. CA: Sage. 9. Tulislah rumusan masalah kuantitatif dan rumusan masalah kualitatif. J. Denzin & Y. (2) menulis satu rumusan masalah untuk metode campuran yang dapat mewakili semuanya. 1(3).. (2007). dan (3) menulis rumusan masalah untuk masing-masing tahap penelitian (kuantitatif dan kualitatif) ketika penelitian tersebut tengah ditulis dan dilakukan.. Janice Morse mengidentifikasi dan mendeskripsikan sejumlah persoalan dalam merancang proyek kualitatif." dalam N. Journal of Mixed Methods Research. Dalam menulis rumusan masalah. Lincoln (Ed. A. Tim editorial jurnal ini membahas penulisan dan sifat rumusan masalah dalam penelitian metode campuran. saya merekomendasikan kepada para peneliti agar membuat jenis rumusan kualitatif dan kuantitatif di mana di dalamnya juga disebutkan strategi penelitian kualitatif yang digunakan Tashakkori. Dalam jurnal ini pula. J. "Exploring the Nature of Research Questions in Mixed Methods Research. Tiga model kemudian disajikan: (1) menulis secara terpisah rumusan masalah kuantitatif dan rumusan masalah kualitatif. Buatlah rencana penelitian. (him. Thousand Oaks. 4. Tentukan jenis-jenis strategi pengumpulan data.K.Handbook of Qualitative Research. 5. 207-211). Pikirkan kemungkinan dan ketidakmungkinan dilaksanakannya penelitian metode campuran. & Creswell. Dia membandingkan beberapa strategi penelitian kualitatif dan membuat kerangka atas jenis-jenis rumusan masalah yang digunakan dalam masing- 187 . 3. Jurnal ini menyoroti pentingnya rumusan masalah dalam proses penelitian dan membahas perlunya peiriahaman yang baik untuk menulis rumusan masalah metode campuran.2.M. Ukurlah bobot relatif dan strategi implementasi atas dua strategi (kuantitatif dan kualitatif) tersebut. 8. Sajikan model visualnya. Morse. (1994). 6. diajukan sebuah pertanyaan: "Bagaimana seseorang merancang rumusan masalah dalam penelitian metode campuran?" (him." dalam Tim Editorial. 220-235). "Designing Founded Qualitative Research. (him. 207). 7.).

Morse juga me-ngatakan bahwa rumusan masalah harus menegaskan fokus dan ruang lingkup penelitian Tuckman.W. rumusan masalahnya harus deskriptif dan mencerminkan usaha me-nyingkap makna. Untuk penelitian grounded theory. sedangkan dalam penelitian etnometodologi dan analisis wacana. rumusan masalahnya harus berhubungan dengan interaksi verbal dan dialog. rumusan masalahnya harus membahas suatu proses. Untuk penelitian fenomenologi dan etnografi. (1999). Edisi kelima. B. Bruce Tuckman menyajikan satu bab tentang bagaimana caranya membuat hipotesis-hipotesis. Tuckman lebih jauh mendefinisikan dan mengilustrasikan hipotesis alternatif dan hipotesis nol serta mengajak pembaca merrahami bagaimana pro -sedurprosedur pengujian dua hipotesis ini 188 .masing strategi tersebut. Fort Worth. Conducting Educational Research. Dia mengidentifikasi asal mula hipotesis dalam teori deskriptif dan observasi induktif. TX: Harcourt Brace.

peneliti juga 189 . Untuk itulah. Dengan menjelaskan relasi antara asumsi-asumsi ini dan prosedur-prosedur untuk menerapkan asumsi-asumsi tersebut. 1994). 1979) dan buku baru turut memperluas pembahasan-pembahasan yang disajikan dalam buku ini (seperti. peneliti mendeskripsikan secara kuantitatif (angka-angka) kecenderungan-kecenderuiigan. Cook & Campbell. peneliti melakukan pengukuran atau observasi untuk menguji teori tertentu. Dari sampel ini.2007. Dalam bab ini. Salant & Dillman. bagian metode penelitian merupakan bagian proposal yang paling konkret dan spesifik. sebagaimana yang telah dibahas dalam Bab 1.Bab Delapan METODE-METODE KUANTITATIF Bagi kebanyakan penulis proposal. 2003. 1998. peneliti melakukan generalisasi atau membuat klaim-klaim tentang populasi itu. Validitas dan reiiabilitas skor dalam instrumeri-instrumen penelitian memandu peneliti untuk menginterpretasi data penelitian. Boruch. 1998). Kaum determinis menegas-kan bahwa —dalam metode survei dan eksperimen— meneiiti hubung-an antara variabel-variabel merupakan syarat utama untuk menjawab rumusan masalah dan hipotesis sebuah penelitian. pembahasan dalam bab ini tidak secara komprehensif menyajikan metode-metode penelitian kuantitatif (survei dan eksperimen). Ada banyak sumber yang secara detail membahas penelitian survei (seperti. Keppel. 1963. Reichardt & Mark. Field & Hole. 1990. fokus pembahasannya hanyalah pada komponen-komponen penting yang harus disertakan oleh peneliti dalam bagian metode penelitian untuk proposal survei dan eksperimen. Dalam rancangan eksperimen. yang secara ketat dilakukan melalui analisis statistik. 1990. Untuk prosedur-prosedur eksperimen. lihat Babbie. sejumlah buku lama (seperti. Data objektif dihasilkan dari observasi dan pengukuran empiris. Fink. 2002. Dua rancangan ini merefleksikan asumsi filosofis pospositivis. Campbell & Stanley. 1994. Bausell. Daiam menganalisis hubungan antarvariabel. dengan berfokus pada rancangan metode survei dan eks-perimen. Lipsey. perilaku-perilaku. Salah satu asumsi fiiosofis pospositivis adalah determinisme. 1991. bab ini ditulis untuk menyajikan langkah-langkah penting dalam merancang metode-metode kuantitatif untuk proposal penelitian. atau opini-opini dari suatu populasi dengan meneliti sampel populasi tersebut. MENDEFINISIKAN RANCANGAN SURVEI DAN EKSPERIMEN Dalam rancangan survei.

akan disajikan sejumlah komponen yang sudah biasa muncul dalam penelitian survei. Berikut ini. sebelum berencana untuk memasukkan komponen-komponen ini ke dalamproposal. KOMPONEN-KOMPONEN RANCANGAN METODE SURVEI Untuk menulis bagian metcde survei dalam proposal penelitian. seperti dalam jurnal-jurnal akademik. Ada banyak sekali contoh format ini. atau sikap-sikap dari populasi tersebut (Babbie. penj. salah satu komponen pertama dalam bagian metode penelitian adalah tujuan dasar atau alasan/rasionalisasi di-adakannya penelitian survei. Tuiuannya untuk menggeneralisasi populasi dari beberapa sampel sehingga dapat dibuat kesimpulankesimpulan/dugaan-dugaan sementara tentang karakteristik-karakteristik. beberapa hal yang bisa Anda bahas dalam proposal. penj. peneliti sebaiknya mempertimbangkan pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam checklist. sebagai panduan umum. peneliti secara acak membagi (random assignment) individu-individu ke dalam kelompok-kelompok. dan contoh-contoh ini pun sering menampilkan model-model yang patut diper-timbangkan. khususnya di bagian metode penelitian untuk rancangan survei:  Identifikasilah tujuan penelitian survei.. Akan tetapi.) tidak. Sajikan referensi mengenai tujuan ini dari 190 . Ketika satu kelompok menerima suatu treatment (kelompok eksperimen. 1990). perilaku-perilaku. Akan telapi. tujuan utama rancangan eksperimen adalah untuk menguji dampak suatu treatment (atau suatu intervensi) terhadap hasil penelitian. yang dikontrol oleh faktor-faktor lain yang dimungkinkan juga memengaruhi hasil tersebut. Rancangan Survei Dalam proposal. peneliti sebaiknya mengikuti format standar. Misalnya. dalam rancangan eksperimen yang melibatkan kelompok kontrol.1.mengidentifikasi sampel dan melakukan generalisasi populasi. Mulailah membahas bagian pertama ini dengan rciereview tujuan survei dan rasionalisasi atas pemilihan metode tersebut dalam penelitian yang Anda ajukan. Berikut ini. peneliti eksperimen dapat memilah-milah mana yang termasuk treatment dan mana yang merupakan faktor-faktor lain namun turut memengaruhi outcome penelitian.) dan kelompok lain (kelompok kontrol. seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 8.

dan cara-cara pengidentifikasian individu-individu dalam populasi itu. dan (4) observasi terstruktur (structured observation).bagian {crosssectional survey) dengan mengumpulkan data satu per satu dalam satu waktu. apakah besaran tersebut dapat ditentukan ataukah tidak.  Tunjukkan mengapa survei lebih dipilih sebagai jenis prosedur pengumpulan data dalam penelitian tersebut. dan kemudahan. Berikut ini. (3) review catatan terstruktur (structured record review) untuk mengumpulkan informasi finansial. 2007). Fink {2002) menunjukkan empat strategi pengumpulan data. aspek-aspek penting populasi dan sampel yang dapat dideskripsikan dalam proposal penelitian:  Identifikasilah populasi dalam penelitian. medis. Selain itu. 2000.  Rincilah strategi pengumpulan data. Populasi dan Sampel Tenrukaniah karakteristik-karakteristik populasi dan prosedur sampling.  Pertegas apakah survei yang Anda tetapkan adalah survei lintas. Untuk rasionalisasi ini. pikirkanlah keunggulankeunggulan rancangan survei. Pertanyaan191 . (2) wawancara (interviews). peneliti harus tetap rnenyajikan alasan/rasionalisasi digunakannya prosedur pengumpulan data tersebut dengan argumen-tasi-argumentasi yang didasarkan pada kekuatan dan kelemahannya. Ada banyak pakar metodologi yang telah menulis buku-buku tentang logika dasar teori sampling (seperti. atau survei longitudinal (longitudinal survey) dengan mengumpulkan data secara kumulatif sepanjang waktu. Fowler. 1990. Babbie. antara lain: (1) kuesioner yang disusun sendiri (self-administered questionnaires). seperti keekonomisan rancangan ini dan kecepatan dalam menyajikan data penelitian. 2002). Jangan lupa untuk membahas keuntungan-keuntungan mengidentifikasi sifat-sifat suatu populasi berdasarkan sekelompok kecil individu (sampel) (Babbie.salah satu buku/literatur yang membahas metode survei (beberapa buku tersebut sudah saya tunjukkan dalam bab ini). Sue & Ritter. nyatakan secara jelas besaran popuiasi ini. Pengumpulan data juga bisa dilakukan dengan menerapkan survei berbasis website atau internet dan mengolahnya secara online (Nesbary. atau sekolah. Seperti apa pun data dikumpulkan. yang jelas. ketersediaan data. 1990.2007). biaya (cost).

 Perjelaslah apakah prosedur sampling untuk populasi ini menggunakan satu-tahap atau multi-tahap (yang sering dikenal dengan istilah clustering). penj. dan mengurus survei tersebut? Apa saja variabel-variabel dalam penelitian survei ini? Bagaimana variabel-variabel tersebut disilangkan (cross-reference) dengan pertanyaanpertanyaan dan item-item penelitian dalam rancangan survei ini? Langkah-langkah spesifik apa saja yang akan diambil dalam menganalisis data? Apakah: (a) Analisis return (hasil/keuntungan)? 192 . Prosedur sampling multi-tahap atau clustering sampling adalah prosedur sampling yang ideal ketika peneliti merasa tidak mungkin mengumpulkan daftar semua elemen yang membentuk populasi (Babie. 2007).pertanyaan akses juga bisa ditulis di bagian ini.)? Jika iya. bagaimana caranya? Seberapa banyak orang yang akan dijadikan sampel? Didasarkan pada apa besaran sampel ini? Apa prosedur sampling yang akan diterapkan terhadap pcpulasi yang ada (apakah acaW random sampling atau non-acak/nonrandom sampling)? Instrumen apa yang akan digunakan dalam survei ini? Siapa yang membuat instrumen itu? Konten apa saja yang akan dijelaskan dalam survei ini? Skala-skalanya? Prosadur survei apa yang akan diuji terlebih dahulu di lapangan? Seberapa lama catatan waktu (timeline) untuk menyusun. Prosedur sampling salu-tahap merupakan prosedur sampling yang di dalamnya peneliti sudah memiliki akses atas nama-nama dalam populasi dan dapat mensampling sejumlah individu (atau elemen-elemen) secara langsung Tabel 8. dan peneliti dapat menunjukkan ketersediaan kerangka-kerangka sampling —surat atau daftar-daftar—para responden potensial dalam populasi tersebut.1 Checkllist Pertanyaan-Pertanyaan untuk Merancang Metode Survei Apakah tujuan rancangan survei sudah dijelaskan secara rinci? Apakah alasan/rasionalisasi dipilihnya rancangan ini juga sudah disebutkan? Apakah sifat survei (cross-sectional atau longitudinal) sudah dipartegas? Apakah populasi dan besarnya populasi sudah dirinci? Apakah populasi tersebut akan distratifikasi (stratified sampling. mengolah.

an Anda akan menggunakan strati-fikasi (penjenjangan) populasi sebelum Anda memilih sampel. Saya me-rekoniendasikan agar Anda memilih sampel acak (random sample) di mana di dalamnya setiap individu dalam populasi memiliki kemungkinan yang sama untuk dipilih (sering juga dikenal dengan istilah systematic sample atau probabilistic sample).  Jelaskanlah proses pemilihan atas individu-individu. jenis kela-min. iden-tifikasilah karakteristik-karakteristik yang Anda gunakan untuk menstntifikasi populasi 193 . karakteristikkarakteristik mereka bisa disajikan dalam sampel sesuai proporsinya masingmasing secara sama rata sebagaimana dalam populasi. iaki-laki atau perempvian) direpresentasikan dalam sampel agar sampel ini nantinya dapat merefleksikan proporsi yang tepat dalam populasi sesuai dengan karakteristik-karakteristiknya masing-masing (Fowler. Dalam hal ini.(b) (c) (d) (e) (f) Analisis bias respons (check for response bias)? Analisis deskriptif? Memasukkan item-item ke dalam skala-skala? Anaiisis reliabilitas skala-skaia? Menerapkan statistik inferensiai untuk menjawab rurriusan masalah? Bagaimana hasil-hasil ini diinterpretasikan? Dalam prosedur multi-tahap atau clustering. lalu mengidentifikasi nama-nama individu dalam setiap kluster. ataukah tidak. Selain itu.  Pertegaslah apakah peneliti. sampel yang paling representif akan memungkinankan peneliti untuk melaku-kan generaiisasi terhadap suatu populasi. stratifikasilah yang memastikan penyajian ini. baru kemudian mensampling individu-individu tersebut. peneliti terlebih dahulu menentukan kluster-kluster (kelompok-kelompok atau organisasi-organisasi). Yang kurang menarik adalah sampel nonprobability (atau convenience smnple) di mana di dalamnya para responden/individu dipilih berdasarkan kemudahan {convenience) dan ketersediaannya (Babbie. Stratifiknsi berarti bahwa karakteristik-karakteristik tertentu dari individu-individu yang dipilih (seperti. Ketika individu-individu dipilih secara acak dari suatu populasi. 2002). Dengan pengacakan (randomization). 1990).

Stie & 194 . ataukah tidak (Babbie. Fowler. dalam setiap strata ini. 1991). jelaskan apakah Anda sudah memiiiki izin atau dasar teoretis yang kuat untuk menggunakannya. ataukan instrumen utuh yang pemah dirancang orang lain.  Jelaskan prosedur-prosedur dalam menyeleksi sampel dari daftar-daftar yang ada. dan sebagajnya). Instrumentasi Sebagai populasi dan sampel.neliti sering kali merancang suatu instrumen dari beberapa komponen instrumen lain. Gravetter & Wallnau. tingkat peng-hasilan. sejenis instrumen yang dimodifikasi. Dalam peneiitian survei.rangkat survei online (lihat. gender. Metode yang paling umum digunakan untuk menyeleksi sampel ini adalah memilih individu-individu (sampel) dengan menggunakan tabel angka-angka secara acak (random numbers table). peneliti juga perlu menyajikan informasi detail mengenai instrumen-Lnstrumen survei yang akan digunakan dalam peneiitian yang diajukan. Jika demikian. Apalagi. sebuah tabel yang banyak dibahas dalam buku-buku panduan statistik (seperti. Miller.  Tunjukkan juga angka setiap individu yang di-sampling dan jelaskan prosedurprosedur yang Anda gunakan untuk mengalkulasi angka-angka ini. Jelaskan apakah instrumen tersebut merupakan instrumen yang dirancang khusus untuk peneiitian ini. 1990. pendidikan. 2002). Kemudian. Tika instrumen yang digunakan memang dirancang khusus (modified instrument). peneliti tersebut seharusnya memiiiki izin atau dasar teoretis untuk menggunakan sebagian instrumen-instrumen ini. lihat Babbie. 2000).. Pertimbangkan larigkah-langkah berikut:  Namailah instrumen survei yang Anda gunakan untuk mengumpulkan data.tersebut (seperti. tetapkan apakah sampelnya berisi individuindividu yang memiliki karakteristik-karakteristik yang sama sebagaimana karakteristik-karakteristik dalam keseluruhan populasi. saya merekomendasikan agar peneliti menggunakan formula besaran sampel (sample size formula) yang banyak dibahas dalam buku-buku peneiitian survei (seperti.. Dalam sejumlah proyek penelitian survei. 1990. instrumen-instrumen yang ada saat ini sudah banyak dirancang monjadi sejenis pe. pe.

com). SurveyMonkey membebankan biaya bulanan atau tahunan kepada si peneliti. atau mengirimkannya pada para partisipan untuk diisi.Ritter. lalu mem-posting-nya di website-website mereka.  Ketika menggunakan instrumen yang memang sudah ada. atau dalam wujud informasi grafik. Dengan menggunakan perangkat ini. Hasil-hasil ini dapat diunduh ke dalam spreadsheet atau database untuk kemudian dianalisis lebih lanjut. sebuah produk komersial yang dirilis sejak 1999. (2) predictive validity (apakah skor-skor yang diperoleh sudah memprediksi kriteria-kriteria yang diukur? Apakah hasil-hasilnya berkorelasi dengan hasil-hasil yang lain?). Salah satu pe rangkat survei online yang cukup terkenal adalah SurveyMonkey (SurveyMonkey. peneliti dapat mengetahui apakah instrumen yang digunakan benar-benar sudah tepat untuk penelitian surveinya. dan tidak lebih dari 10 pertanyaan per survei. dan (3) construct validity (apakah itemitem yang dianalisis sudah sesuai dengan konstruksi-konstruksi atau konsepkonsep hipotesis?). dan beberapa custom feature yang lain. Jika peneliti menginginkan respons-respons tambahan. SurveyMonkey akan memberi-kan hasil dan laporan balik kepada peneliti dalam bentuk statistik deskripuf. construct validity juga meliputi pertanyaan dasar tentang apakah skor-skor yang dihasilkan me-miliki tujuan yang berguna dan dampak-dampak yang positif ketika dipraktikkan dalam kehidupan nyata (Humbley & Zumbo. 1996). Dalam penelitian baru-baru ini. mengharuskan peneliti untuk membangun validitas atas instrumen tersebut —adakah peneliti dapat menghasilkan kesimpulan-kesimpulan/dugaan-dugaan penting dan berguna dari skor-skor yang diperoleh dari instrumen ini. 2007). peneliti dapat mem-buat survei-survei pribadinya dalam waktu yang relatif cepat. Konsep validitas (validity) dalam penelitian survei ini tentu saja berbeda dengan identifikasi 195 . pertanyaanpertanyaan yang lebih banyak. hanya dengan memanfaatkan custom templates. Dengan mendeteksi validitas skor dalam penelitian survei. Setelah itu. Perangkat ini gratis jika digunakan untuk 100 resporis per survei. Tiga bentuk validitas yang harus dicari adalah: (1) content validity (apakah item-item yang dianalisis benar-benar sesuai konten yang terdapat dalam item-item tersebut?). deskripsikanlah validitas dan reliabilitas skor-skor yang diperoleh dari penggunaan instrumen tersebut sebelumnya. Hal ini berarti.

Pilot testing ini penting untuk membangun validitas konten dari suatu instrumen dan untuk memperbaiki pertanyaan-pertanyaan. dan instruksi penutup. peneliti perlu membangun kembali validitas dan reliabiiitas tersebut ketika dilakukan proses analisis data. atau skala-skala yang mungkin tidak sesuai ketika diterapkan. lampirkan juga item-item sampel atau keseluruhan instrumen penelitian ini. seperti Surat Pengantar (Dillman. demografis. Lebih dari itu. pastikan juga apakah ada konsistensi dalam aturan testing dan scormg-nya (apakah ada kesalahan-kesalahan yang disebabkan karena kecerobohan dalam menerapkan aturan testing atau scoring sebelumnya?) (Borg. 1978. menyajikan beberapa hal yang perlu di. validitas dan reliabilitas tidak berlaku untuk instrumen yang baru ini. akan di-jelaskan lebih lanjut). Sebutkan juga jumlah orang-orang yang akan menguji 196 .ancaman-ancaman terhadap validitas (threats to validity) dalam paielitian eksperimen (mengenai hal ini. & Gall. ya/tidak. Selain itu.  Tunjukkan item-item sampel dari instrumen tersebut sehingga pembaca dapat melihat item-item sebenarnya yang digunakan. format. peneliti harus mencari laporan mengenai konsistensi internal (apakah respons dari setiap item sudah konsisten dengan konstruk -konstruk yang dibuat?) dan korelasi test-retest (apakah skor-skor yang dihasilkan selalu stabil meskipun instrumennya digunakan pada lain waktu?) dalam penggunaan instrumen tersebut sebelumnya. item-item faktual).  Ketika peneliti memcdifikasi suatu instrumen atau mengkom binasikan beberapa instrumen.masukkan dalam Surat Pengantar).  Tunjukkan isi-isi utama dalam instrumen tersebut. Untuk irulah. item-item perilaku. sebutkan juga jenis skala-skala yang digunakan untuk mengukur/menganalisis item -item dalam instrumen. seperti skala-skala berkelanjutan (misalnya. jelaskan pula apakah skor-skor yang dihasilkan dari penggunaan instrumen sebelumnya sudah mencerminkan adanya reliabilitas atau tidak. benar-benar diterima hingga tidak diterima) dan skala-skala kategorial (misalnya. Gall. 1993). Dalam lampiran proposal. level ranking atau signifikansi dari yang tertinggi hingga yang terendah)  Jelaskan rencana-rencana Anda untuk melakukan uji coba surveidi lapangan (pilot testing) dan sajikan pula alasan/rasionalisasi atas rencana ini. item-item (seperti. Selain itu. item-item sikap. Untuk mengetahui hal ini.

dan item-item tersebut. Salant dan Dillman (1994)menyarankan proses pengaturan empat-tahap. Teknik ini khususnya berguna bagi para peneliti yang menggunakan model-model berskala luas untuk penelitian disertasinya. danamplop plus perangko pengembalian. Hal ini dimaksudkan untuk menghubung kan variabel-variabel tersebut dengan rumusan masalah atau hipo-tesis dan instrumen penelitian. Untuk itu. yang didistribusikan setidak-tidaknya satu minggu setelah surat pemberitahuan diedarkan. berisi surat pengantar pribadi lengkap dengan tanda tangan tertulis. Mail yang dikirim pada tahap kedua adalah mail survei yang sebenarnya. yang biasanya ditujukan untuk anggota nonresponden.coba instrumen tersebut. Salah satu tekniknya adalah dengan menghubungkan variabelvariabel. atau hipotesis. buatlah sebuah tabel dan penjelasan khusus tentang variabel-variabel. dan item-item survei agar pembaca mudah mengidentifikasi bagaimana item-item tersebut digunakan. peneliti tetap perlu memasukkannya dalam bagian metode penelitian. Jangan lupa untuk menyertakan pendapat-pendapat mereka dalam instrumen final yang sudah direvisi. Peneliti mengirimkan mail keempat ini tiga minggu setelah mail kedua dikirimkan. Variabel-Variabel dalam Penelitian Meskipun pembaca proposal sudah mengetahui informasi mengenai variabelvariabel dalam tujuan penelitian. bisa jadi dengan proyek tindak lanjutnya.  Untuk mailed survei. rumusan masalah atau hipotesis. Jadi. rumusan masa-lah. hipotesis. 197 . total secara keseluruhan.2 yang menggunakan data hipotesis. kuesioner. Mail yang dikirimkan pada tahap keempat. Mail yang dikirim pada tahap ketiga berisi tindak lanjutberupa kartu pos (atau sejenisnya) yang dikirimkan pada semua anggota sampel 4 hingga 8 hari setelah pengiriman mail sebelumnya. rumusan masalah. peneliti menyelesaikan periode administrasi/ pengaturan ini selama kurang lebih empat minggu (sebulan). Di bawah ini adalah tabel 8. Mail yang dikirim pada tahap pertama adalah surat pemberitahuan singkat kepada semua daftar sampel yang dipilih. perjelaslah langkah-langkah Anda dalam pengaturan pendekatan survei ini dan tindak lanjutnya untuk memastikan rating respons yang tinggi.

yaitu dengan menyajikan analisis data dalam bentuk tahap-demi-tahap agar pembaca bisa memahami bagaimana suatu tahap menuntun tahap selanjutnya hingga semua prosedur analisis data dibahas secara tuntas. Berpijak pada asumsi bahwa partisipan yang mengembalikan survei pada minggu terakhir hampir semuanya merupakan partisipan 198 . Jelaskan prosedurprosedur yang digunakan untuk mengecek respons bias. Jelaskan metode-metode yang sekiranya dapat naengidentifikasi respons bias. bab-bab dosen untuk diserahkan sebagai buku yang berhasil dipublikasikan tanda bukti doktoralnya? sebelum menerima gelar doktor? Variabel terikat 1 : Rumusan Hibah masalah deskriptif Lihat rumusan masalah 16. 13.2 Variabel-variabel. peneliti mengevaluasi hasilhasil item yang terpilih dari minggu ke minggu untuk mengetahui apakah sebagian besar respons berubah (Lesile. Saya me-nyarankan Anda menggunakan tips penelitian berikut. seperti wave analysis atau analisis responden/nonresponden. Sajikan informasi tentang jumlah sampel yang ter-libat dan tidak terlibat dalam survei. 12. Respons bias adalah pengaruh/efek dari tidak adanya respons terhadap survei (Fowler. Bias berarti bahwa jika nonresponden memberikan respons. terima dosen dalam tiga tahun atau lembaga negara terakhir ini? yang didanai Variabel kontrol: Rumusan masalah deskriptif 5: Lihat rumusan masalah 19: Ikatan Apakah dosen memiliki ikatan dinas (Ya/Tidak) dinas? Status ikatan di-nas Dalam proposal. 17. maka-iah seminar. jelaskan tahap-tahap analisis data. maka respons ini akan memberi perubahan besar-besaran terhadap hasil survei akhir. Langkah 2. Seberapa banyak penelitian dan 15: hasil penelitian dalam bentuk yang mampu dihasilkan oleh artikel jurna!. dan 18: penelitian 3:Ada berapa hibah yang di.Analisis Data dan Interpretasi Tabel 8. Informasi ini bisa dirancang dalam bentuk tabel yang berisi angka-angka dan persentase-persen-tase yang mendeskripsikan responden dan nonresponden. Langkah 1. 14. 2002). 1972). lembaga swasta. Dalam wave analysis. Rumusan Masalah dan item-item Survei Nama Variabel Variabelbebasi: Penelitian sebelumnya Rumusan Masaiah Item-Item dalam Survei Rumusan masalah deskriptif 1: Lihat rumusan masalah 11.Hibah dari yayasan.

3. jumlah variabel bebas dan variabel terikat.mengecek adanya respons bias adalah dengan menghubungi beberapa nonresponden melalui sambungan telepon. 2007). dan skor-skor untuk dua variabel ini. Sajikanlah rasionalisasi mengapa dipilih tes statistik. deviasi stand ar. Salah satu cara untuk. Rumusan masalah atau hipotesis inferensial menghubungkan (relate) variabel-variabel atau membandingkan (compare) kelompok-kelompok dalam variabel agar kesimpulan-kesimpulan sementara (inferensiinferensi) dari skala sampel hingga skala populasi dapat diketahui. misalnya.yang nonresponden. lalu jelaskanlah asumsi-asumsi yang berkaitan dengan statistik tersebut. Langkah 4. Anda juga bisa menggunakan tes reliabilitas untuk mengidentifikasi konsistensi internal skala-skala tersebut (seperti. laki-laki = 1). Analisis ini harus menunjukkan rata-rata. Ada banyak cara untuk mengetahui apakah skor-skor ini didistribusikan secara normal ataukah tidak (Lih. Gunakanlah statistik atau program statistik kompu-ter untuk menguji rumusan masalah atau hipotesis inferensial. serta jumlah variabel kontrol (lihat. maka jika respons-respons tersebut terlihat mulai berubah. Langkah 3. gunakanlah prosedur statistik (analisis faktor) untuk menye-lesaikan proses ini. akan memudahkan peneliti untuk menentukan apakah tes statistik akan 199 . Faktor-faktor ini. dalam kombinasinya. 2008). Selain itu. pilihan atas tes statistik harus didasarkan atas sifat rumusan masalah (apakah menghubungkan variabel-variabel atau membandingkan beberapa kelompok dalam variabel). Creswell. Jika Anda menggunakan instrumen penelitian dengan skala-skala atau berencana untuk mengembangkan sendiri instrumen tersebut (dengan mengombinasikan beberapa item dalam skala). Rudestam & Newton. ada kemungkinan terdapat respons bias. pertimbangkan apakah variabel-variabel ini akan diukur ber-dasarkan suatu instrumen sebagai skor berkelanjutan/continuous score (seperti. statistik alpha Cronbach). Sebagaimana terlihat dalam Tabel 8. kemudian mengidentifikasi apakah respons mereka berbeda jauh dengan hasil respons dari responden. Langkah 5. Lakukan analisis data secara deskriptif terhadap variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian. pertimbangkan pula apakah skor-skor ini akan didistribusikan secara normal (normal distribution) dalam kurva berbentuk bel (bell-shaped curve) atau tidak didistribusikan secara normal (non-normal distribution). perempuan = 1. Lebih jauh. umur dari 18 hingga 36) atau sebagai skor katagoris/ categorical score (seperti.

Dalam Tabel 8. Langkah terakhir dalam proses analisis data adalah menyajikan hasil survei dalam bentuk tabel atau gambar. peneliti bisa merujuk pada buku metode statistik. Interpretasi ini melibatkan beberapa langkah khusus Tabel 8. Langkah 6. kemudian menginterpretasikan hasil tes statistik. seperti buku yang ditulis Gravetter dan Wallnau (2000).cocok untuk menjawab rumusan masalah atau hipotesis.3 Kriteria Memilih Tes-tes Statistik Sifat Pertanyaan Petbandngan kelompok Peibandngan kelompok Perbandingan kelompok Petbandingan kelompok Jumlah Variabel Bebas 1 1 atau lebih 1 atau lebih 1 Jumlah Variabel Terikat 1 1 1 1 Jumlah Variabel Control 0 0 t 0 Jenis Skor Distribusi Tes Variabel Skor Statisik Bebas/Terikat Kategorial/ Normal l-tes berkelanjutan Kategorial/ Normal Analisis berkelanjutan varian Kategorial/ Normal Analisis berkelanjutan kovarian Kategorial/ NonTes berkelanjutan normal MannWhitney U Kategorial/ NonChiberkelanjutan normal square Kategorial/ Normal Korelasi berkelanjutan product moment Pearson Kategorial/ Normal Regresi berkelanjutan berganda Kategorial/ NonKorelasi berkelanjutan normal rankorder Spearman Gabungan antar kelompok Menghubungkan variabel-variabel 1 1 1 1 0 0 Menghubungkan variabel-variabel Menghubungkan variabel-variabel 2 atau lebih i 1 1 atau lebih 0 0 200 . saya menunjukkan bagaimana faktor-faktor ini bisa menuntun peneliti untuk memilih sejumlah tes statistik yang biasa digunakan.3. Interpretasi terhadap hasil berarti bahwa seorang peneliti membuat suatu kesimpulan dari rumusan masalah dan hipotesis yang sudah dianalisis. Untuk mendapatkan jenis tes statistik yang lain.

001. Tulisan ini (yang diperoleh atas izin penulis) dikutip dari salah satu artikel jurnal yang melaporkan penelitian tentang factor – factor yang mempengaruhi atrisi (berkurangnya jumlah) mahasiswa di salah satu universitas seni liberal (bean & creswell. cobalah untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan dalam checklist table 8.1. atau alasan/rasionalisasi lain yang logis. prosedur. Untuk menjelaskan ini. pembahasan mengenai penelitian eksperimen ini juga dimaksudkan untuk menonjolkan beberapa komponen kunci di dalamnya. saya akan membahas komponen – komponen tersebut dan menyajikan informasi seputar rancangan eksperimen dan analisis statistic. literature – literature sebelumnya yang membahas hal ini (lihat bab 2). 1980 : 32 1 – 322). religious. dan koendukatif.000 orang.  Jelaskan juga kemungkinan hasil ini dipraktikkan di lapangan atau untuk penelitian – penelitian sebelumnya. Metodologi Penelitian ini memilih lokasi disalah satu universitas seni liberal yang kecil (tingkat pendaftaran 1. Untuk mengetahui petunjuk detail atas komponen – komponen ini. Pada sub bab kali ini.‖  Laporan bagaimana hasil – hasil ini menjawab rumusan masalah atau hipotesis penelitian.000 orang). dan ukuran (besaran). (disini. seperti ― analisis varian secara statistic menunjukan adanya perbedaan signifikan antara wanita dan pria dalam hal sikap – sikap mereka terhaap larangan merokok di restoran F (2:6) = 8. materi. penulis mengidentifikasi lokasi dan populasi penelitian) 201 . Apakah hasil – hasil tersebut mendukung hipotesis ataukah kontradiktif dengan yang diharapkan?  Tunjukan pula kemungkinan menjelaskan mengapa hasil – hasil tersebut bias muncul seperti itu.4 Contoh 8. KOMPONEN – KOMPONEN DALAM METODE PENELITIAN EKSPERIMEN Metode penelitian eksperimen pada umumnya menggunakan format standar yang melibatkan komponen – komponen sebagai berikut : partisipan. Laporan apakah hasil – hasil tes statistic yang diperoleh signifikan atau tidak secara statistic. Sebagaiman pembahasan mengenai peneleitian survey sebelumnya. p =. anda dapat merujuk kembali pada teori yang anda gunakan dalam penelitian (lihat bab 3).55. Bagian Metode Survey Berikut ini adalah salah satu contoh tulisan bagian metode survey yang didasarkan pada langkah – langkah yang telah dijelaskan sebelumnya. di kota Midwestern dengan populasi 175.

(disini. (disini penulis membahas instrument penelitian). Reliabilitas factor – factor juga telah diuji melalui alpha koefisien (coefficeient alpha). Kuisioner ini telah dirancang dan diuji pada tiga institusi yang lain sebelum kemudian diterapkan pada institusi ini. Kerlinger & Pedhazur. penulis menyajikan informasi deskriptif tentang sampel penelitian). Dari 169 mahasiswi ini. (disini penulis menjelaskan validitas dan reliabilitas. Dalam penelitian. 1973). Item – item ini kebanyakannya likert like yang didasarkan pada skala dari ―jangkauan sangat kecil‖ hingga ―jangkauan sangat besar‖ ada juga pertanyaan – pertanyaan lain yang diajukan untuk mendapatkan informasi factual. sebanyak 169 mahasiswi mengembalikan kuisioner. 1973) dipilih sebagai tes statistic untuk menganalisis data. tidak menikah. warga Negara AS. seperti skor – skor ACT. 1979. 1978. hanya mahasiswa saja yang akan dianalisis dalam penelitian ini. Selama April. Sejumlah penelitian yang membahas atrisi atau menurunnya jumlah mahasiswa bahwa dropoutnya mahasiswa ini. Data dikumpulkan dengan metode kuisioner yang berisi 116 item. Sampel ini lebih ditekankan pada mereka yang memili kemampuan melebihi rata – rata yang dapat dilihat dari skor – skor yang mereka perolah dalam tes ACT. dan kulit putih. dipilih sebagai objek analisis dengan mengecualikan beberapa variabel yang kemungkinan mengacaukan sampel ini (Kerlinger. dan 9 diantaranya mahasiswi junior. dan pendidikan orang tua.Rating dropout pada tahun sebelumnya adalah 25 %. diantaranya berumur 25 tahun. Validitas konkuren dan konvergen (Campbell & Fiske. 1971). Sebanyak 95 % mahasiswi ini rata – rata berumur 18 hingga 21 tahun. dan didapatkan bahwa validitas tersebut sudah berada dalam level yang layak (memenuhi syarat). Dari keseluruhan mahasiswi. Rating Dropuot yang paling sering terjadi adlah pada mahasiswa tahun pertama dan tahun kedua maka dibuatlah kuisioner – kuisioner untuk didistribusikan kepada sebanyak mungkin mahasiswa tahun pertama dan tahun kedua di universitas tersebut. Maka dari itu. Semua informasi yang digunakan dalam analisis ini berasal dari data kuisioner. 202 . 1969. tingkat kelas. yang dipilih sebagai sampel. baik laki – laki maupun perempuan ternyata dilatari oleh banyak alasan (Bean. Spady. 1959) atas instrument ini telah diuji melalui analisa factor (Faktor analysis). 71 diantaranya mahasiswi tahun pertama. Untuk konstruk – konstruk disajikan dalam 25 ukuran yaitu item – item berganda berdasarkan analisis factor untuk membuat indeks – indeks dan 27 ukuran lainnya indicator – indicator item tunggal. 55 mahasiswi tahun kedua. regresi berganda dan path analysis (helse.

Prosedur ini bisa menghilangkan kemungkinan adanya perbedaan sistematik antara karakteristik – karakteristik dari setiap partisipan yang bisa 203 . Meski demikian.. sebuah kelas. berarti prosedur yang demikian dikenal sebagai prosedur true-experiment. organisasi. 1991). keinginan untuk keluar dari universitas diregresi pada semua variabel yang mendahuluinya dalam satu rangkaian kausal. penulis menyajikan langkah – langkah analisis data). apakah dilakukan secara acak atau non – acak (dipilih secara kovenien).. dan jumlah partisipan yang terlibat dalam suatu eksperimen. berarti prosedur yang demikian lebih dikenal sebagai prosedur quasi-eksperimen. hanya sampel convenience-lah yang memiliki kemungkinan untuk terpilih sebab peneliti biasanya menggunakan kelompok – kelompok yang sudah terbentuk secara alamiah (seperti.  Jika setiap partisipan ditugaskan secara acak (randomly assignment) ke dalam beberapa kelompok. dalam beberapa penelitian eksperimen. Setelah itu. (disini. dan begitu seterusnya hingga tidak ada bias sistematik dalam penugasan masing – masing partisipan. jika penelitian anda menggunakan penugasan acaka seperti ini. varibel – variabel personal. paparkanlah secara detail bagaimana anda akan menugaskan secara acak masing – masing individu ke dalam kelomopk – kelompok treatment. tidak ditugaskna secara acak (non-randomly assignment). Perhatikanlah beberapa hal berikut ini saat menulis metode eksperimen. Jika masing – masing partisipan. partisipan kedua ditugaskan dalam kelompok II. dan variabel – variabel latar belakang. Penugasan (assignment).  Deskripsikanlah proses pemilihan (sampling) partisipan. variabel – variabel lingkungan.Dalam metode kausal…. atau sebuah keluarga) atau sukarelawan. masing – masing individu memiliki kemungkinan yang sama untuk dipilih sebagai partisipan penelitian  Langkah ini juga akan memastikan bahwa sampel yang terpilih benar – benar representative dan bisa mewakili suatu populasi (Keppel.  Dalam pemilihan acak atau random sampling. partisipan pertama ditugaskan dalam kelompok I. Hal ini berarti bahwa dalam lingkup partisipan. variabel – variabel intervening yang secara signifikan berhubungan dengan keinginan untuk keluar dari universitas diregresi pada variabel – variabel organisasi. Partisipan Pembaca perlu mengetahui cara pemilihan (sampling).

peneliti dapat menugaskan setiap partisipan ke dalam kelompok tertentu dengan anggota yang juga memiliki skor pre-test yang sama. sebagai alternatifnya. 1991). kemudian memilih seorang partisipan dari masing – masing pasangan ini untuk ditugaskan dalam suatu kelompok. individu – individu bisa dipasangkan satu sama lain berdasarkan level kemampuan atau variabel demografi. Skro pre-test bisa dibagi menjadi skor tinggi.  Jelaskan pula keunggulan – keunggulan lain penelitian ekperimen yang secara sistematik dapat mengontrol variabel – variabel yang bisa mempengaruhi hasil penelitian. sehingga perbedaan apapun yang muncul dalam hasil penelitian bisa diatribusikan pada treatment eksperimen (Keppel. 204 . Salah satu pendekatannya adalah dengan memasangkan partisipan berdasarkan sifat atau karakteristik tertentu. Berdasarkan skor pretest ini. sedang dan rendah.mempengaruhi hasil penelitian. Pengukurannya dapat menggunakan skor – skor pre-test.

2008)  Tunjukkan kepada pembaca jumlah partisipan dalam setiap kelompok dan jelaskan prosedur – prosedur sistematik dalam menentukan besaran setiap kelompok. memilih sampel – sampel yang homogen. atau mem-block beberapa partisipan dalam subkelompok atau kategori tertentu.Tabel 8. variabel outcome) dalam penelitian tersebut? Bagaimana cara mengukurnya? Apakah variabel tersebut akan diukur sebelum atau sesudah eksperimen? Seperti apa treatmen nya? Bagaimana langkah operasionalnya? Apakah variabel – variabel akan dicovarian? Bagaimana cara pengukurannya? Metode/rancangan penelitian eksperimen seperti apakah yang akan digunakan? Bagiamana model visual untuk rancangan ini? Instrumen apa saja yang akan digunakan untukm mengukur hasil penelitian? Mengapa instrument tersebut dipilih? Siapa saja yang membuatnya? Apakah instrument tersebut sudah valid dan reliable? Apakah peneliti sudah memiliki izin unutk menggunakannya?? Bagaimana langkah – langkah dalam prosedur penelitian ini (apakh dengan menugaskan secara acak para partisipan ke dalam beberapa kelompok. Prosedur lain untuk mengontrol proses eksperimen adalah dengan menggunakan covarian (seperti. atau post-test? Ancaman – ancaman seperti apakah yang paling berpotensi mengurangi validitas internal dan eksternal dalam penelitian ini? Bagaimana ancaman – ancaman ini akan dibahas? Apakah instrument penelitian sudah diuji lapangan terlebih dahulu?? Statistic seperti apakah yang akan digunakan untuk menganalisis data (apakah secara deskriptif atau inferensial? Bagaimanahasil penelitian akan diinterpretasi? Seorang peneliti bisa saja memutuskan untuk tidak melakukan pemasangan seperti diatas sebab hal ini bisa menyedot banyak biaya maupun waktu (Salkind.4. 1990) serta rentan menimbulkan adanya kelompok yang tidak bisa dibandingkan. 1991). Untuk 205 . misalnya jika ada partisipan yang tidak mau ditreatment (Rosenthal & Roshnow. skor – skro pres-tes) sebagai variabel moderating dan mengontrol pengaruh dari skor – skor ini secara statistic. treatment. kemudian menganalisis pengaruh dari masing – masing subkelompok ini terhadap hasil penelitian (Creswell. _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ Siapa saja partisipan yang terlibat dalam penelitian? Populasi seperti apa yang akan dijadikan landasan untuk menggeneralisasi semua partisipan? Bagaimana partisipan – partisipan ini dipilih? Apakah dengan menggunakan pemilihan acak (random sampling)? Bagaimana partisipan – partisipan ini akan ditugaskan secara acak (randomly assignment)? Apakah mereka akan dipasangkan? Bagaimana caranya? Ada berapa banyak partisipan dalam kelompok eksperimen dan kelompok control? Apakah variabel (variabel) bebas (seperti. : Checklist pertanyaan – partanyaan untuk merancang prosedur penelitian eksperimen. ataukah dengan menggunakan pre-test. atau dengan mengumpulkan infromasi demografis.

lemah (low) – dalam pengujian statistic terhadap hipotesis nol ketika hipotesis ini.penelitian eksperimen. besaran yang dibutuhkan untuk setiap kelompok ini (lihat Cohen. Variabel – variabel bebas lain bisa menjadi variabel control atau dapat dikontrol secara statistic. alpha = . 1977. Variabel – variabel bebas yang lain bisa saja menjadi measured variabel yang didalamnya tidak ada manipuasi yang dilakukan (seperti. Variabel – Variabel Dalam penelitian eksperimen. Berikut ini adalah beberapa saran bagaimana mengembangkan gagasan terkati dengan variabel – variabel dalam proposal penelitian:  Tunjukkanlah secara jelas variabel – variabel bebas yang anda gunakan dalam penelitian tersebut (ingat kembali pembahasan mengenai variabel dalam bab 3). sebenarnya. Lipsey. Jumlah kekuatan yang diinginkan – biasanya disajikan dalam bentuk kuat (high). perbedaan – perbedaan yang diinginkan dalam jumlah rata – rata antara kelompok control dan kelompok eksperimen yang dinyatakan dalam unit – unit deviasi standar. gagal. 1990). 1990) untuk mengidentifikasi besaran sampel yang sesuai untuk kelompok – kelompok tersebut. Variabel terikat merupakan variabel respons atau 206 . Dalam hal ini. 3. variabel – variabel harus dirinci agar pembaca bisa melihat dengan jelas kelompok – kelompok apa yang akan dieksperimentasi dan outcome – outcome apa saja yang ingin diukur.80. Pertimbangan level signifikasi statistic untuk eksperimen ini (alpha) 2. Satu variabel harus menjadi treatment variabel.50) dan perlihatkanlah dalam sebuah tabel besaran. rencanakanlah sebuah eksperimentasi supaya besaran setiap kelompok yang ditretment memberikan sensitivitas yang paling tinggi : bahwa pengaruh yang diinginkan terhadap outcome penelitian bisa tercapai dalam manipulasi eksperimental ini. 1. outcome) yang anda gunakan dalam penelitian eksperimen. seperti demografi (gender atau usia). bagian metode penelitian dalam proposal eksperimen harus memerinci dan menunjukkan secara jelas semua variabel bebas ini. sedang (medium).  Tunjukan pula variabel (variabel) terikat (misalnya.  Susunlah nilai – nilai untuk tiga factor ini (seperti. Besaran efek. kekuatan = .05. Satu atau beberapa harus meminta treatment dari peneliti. Kalkulasinya harus melibatkan beberapa hal berikut. dan besaran efek = . penelitian seyogianya menggunakan analisis kekuatan (power analysis) (lipsey. Intinya. sikap atau karakteristik pribadi pada partisipan).

Rosenthal dan Rosnow (1991) menyajikan tiga ukuran outcome prototipik dalam variabel terikat. atau kegiatan – kegiatan tertentu yang diberikan pada kelompok eksperimental). materi – materi yang akan digunakan selama proses eksperimentasinya (seperti.  Deskripsikan pula instrument – instrument yang di isi / diselesaikan partisipan (biasanya. Rencana ini dapat meliputi handout. peneliti perlu membahas instrument – instrument ini. Tes lapangan atas materi – materi semacam ini harus dijelaskan. peneliti juga perlu menjelaskan training – training lain yang mungkin dibutuhkan untuk mengelola materi – materi tersebut. dan laporan reliabilitas dan validitas skornya. cara perancangannya. Satu kelompok. instrument – instrument ini diselesaikan sebelum eksperimen tersebut dilakukan atau bahkan di akhir eksperimen). belajar mata pelajaran dengan computer. skala – skalanya. Instrumentasi dan Materi Selama penelitian eksperimen. dan kemudahan perubahan. dan izin – izin untuk menggunakannya. 207 . program – program. jika dibutuhkan.  Jelaskan secara menyeluruh materi – materi yang akan dimanfaatkan selama proses eksperimentasi. penelitia biasanya melakukan observasi dan pengukuran dengan menggunakan instrument – instrument yang tersedia. yang diperoleh dari partisipan (misalnya. individu – individu yang mengembangkannya. dalam proposal penelitian. Peneliti juga perlu melaporkan. seorang partisipan memberikan respon yang tepat ketika ditreatmen dalam rancangan eksperimen single-subjet). kuantitas perubahan. item – itemnya. mata pelajaran. Nah. Tujuan tes lapangan ini adalah untuk memastikan bahwa materi – materi penelitian bisa dikelola dengan baik tanpa varibilitas dalam kelompok eksperimen. yaitu : arah perubahan.variabel criteria yang diasumsikan mendapat pengaruh dari variabel bebas. khususnya pada tahap pres-test atau post-test (atau keduanya). misalnya berpartisipasi dalam rencana pembelajaran berbasis IT yang disampaikan seorang guru di ruang kelas. Bahkan. Tunjukkan pula validitas dan reliabiitas skor atas instrument tersebut. dan isntruksi tertulis khusus unutk membantu siswa dalam kelompok eksperimen ini.

Rosenthal & Rosnow. Misalnya. Dalam quasiexperiment. mereka bisa saja berada dalam satu kelompok utuh yang tidak dapat dibagi – bagi lagi) dalam true experiment. Penjelasan ini bisa meliputi pembahasan mengenai jenis rancangan eksperimentasi. tidak ada kelompok control untuk diperbandingkan dengan kelompok eksperimen. peneliti membandingkan dua atau lebih kelompok (Keppel. peneliti mengatai satu kelompok utama dan melakukan intervensi di dalamnya sepanjang penelitian. peneliti menggunakan kelompok control dan kelompok eksperimen. dalam rancangan ukuran terulang (repeated measure design). Dalam kebanyakan penelitian eksperimen. 1991). dan model visual untuk membantu pembaca memahami prosedur – prosedurnya. Dalam rancangan ini. Adapun rancangan single-subject atau yang dikenal dengan rancangan N of 1. rancangan factorial (factorial design) salah satu varian dalam between subject design mengharuskan peneliti untuk menggunakan dua atau lebih variabel treatment untuk menguji pengaruh – pengaruh simultan variabel – variabel ini terhadap hasil penelitian (Vogt. peneliti mulai memasukkan secara acak para partisipan dalam kelompok – kelompok yang akan diproses. Jenis – jenis rancangan eksperimentasi bisa meliputi rancangan pra-eksperimen (preexperimental design). sejenis varian dalam within 208 . namun tidak secara acak memasukkan (no random assignment) para partisipan ke dalam dua kelompok tersebut (misalnya. 1999).  Tunjukkan pula apa yang ingin dikomparasikan. Dalam rancangan pre experimental. yang salah satunya dikenal dengan rancangan subjek – antara (between subject design). kuasi eksperimen (quasi experiment) dan rancangan subjek tunggal (single subject design). 1991).  Tunjukanlah jenis rancangan eksperimentasi yang akan anda gunakan dalam penelitian. peneliti menguji hanya satu kelompok treatment saja. peneliti juga perlu menjelaskan dalam proposalnya prosedur – prosedur khusus yang digunakan selama proses eksperimentasi. yang dikenal dengan rancangan kelompok dari dalam (within group design).Prosedur – Prosedur Eksperimentasi Selain instrument dari materi penelitian. Rancangan penelitian ini mengeksplorasi pengaruh – pengaruh setiap treatment secara terpisah dan juga pengaruh – pengaruh variabel yang digunakan di dalamnya sehingga peneliti dapat memperoleh pandangan yang multidimensional dan lebih kaya (Keppel. Mengharuskan peneliti untuk mengobeservasi perilaku satu individu utama (atau sejumlah kecil individu) sepanjang penelitian. alasan – alasan digunakannya rancangan tersebut. Dalam penelitian eksperimen lain. eksperimentasi yang sebenarnya (true experiment). Misalnyal. 1991.

group desing. para partisipan dikelompokkan dalam treatmen yang berbeda – beda pada waktu yang berbeda – beda pula selama penelitian. 2. Tidak adanya garis antara kelompok – kelompok menunjukkan bahwa individu – individu di dalamnnya ditempatkan secara acak (random assignment) ke dalam kelompok – kelompok yang akan di treatment (treatment groups). Simbol R merepresentasikan penempatan acak (random assignment). 6. efek – efek dari variabel tersebut. untuk mengetahui dampaknya. Untuk itu. X dan O yang berada dalam satu lajur mempresentasikan kelompok (X) dan observasi (O) yang di aplikasikan dalam lajur yang sama. bersifat simultan. 4. System notasi standar juga perlu diterapkan dalam gambar/diagram ini. Praktik lain dari within group design adalah meneliti perilaku seorang individu sepanjang waktu. peneliti harus mengidentifikasi beberapa hal yang berpotensi mengancam validitas dan eksperimentasinya. quasi experimental. peneliti harus merancang dan mengantisipasi sedemikian rupa agar ancaman – ancaman ini tidak lagi muncul atau 209 . Contoh – contoh berikut ini mengilustrasikan bagaimana notasi di atas digunakan untuk mengindentifikasi rancangan pre experimental.  Sajikanlah diagram atau gambar yang dapat menghasilkan rancangan penelitian yang anda gunakan. atau justru ada intervensi peneliti didalamnya. O mempresentasikan proses observasi atau pengukuran dengan instrument penelitian 3. Simbol matra dari kiri ke kanan merepresentasikan pelaksanaan prosedur – prosedur treatment secara temporal (terkadang disimbolkan dengan anak panah) 5. 1. X merepresentasikan satu kelompok dalam peristiwa atau variabel eksperimental tertentu. true experimental. gunakanlah system notasi klasik yang pernah disampaikan oleh Campbell dan Stanley (1963 : 6). Ancaman – Ancaman terhadap Validitas Ada sejumlah ancaman terhadap validias yang sering kali membuat orang mempertanyakan hasil / outcome yang disimpulkan oleh peneliti : apakah hasil tersebut dipengaruhi oleh factor – factor utama. atau disejajarkan secara vertical. yang didalamnya peneliti menyajikan dan memberikan treatment terhadap individu tersebut pada waktu yang berbeda – beda. Pemisahan lajur – lajur yang sejajar oleh garis horizontal merepresentasikan bahwa kelompok – kelompok yang diperbandingkan tidak ditempatkan secara acak (no random assignment). Setelah berhasil diidentifikasi. Rekomendasi saya. dan single subject.

O2 Perbandingan Kelompok Statis atau Rancangan Pos – Tes terhadap Kelompok – Kelompok Non – Ekuivalen (Statistic Group Compariosn or Post – Test – Only with Nonequivalent Groups) Setelah melakukan treatment pada satu kelompok eksperimental (A).2 Rancangan Pre. mendeskripsikan setiap ancaman. dan memberikan saran – saran kepada peneliti agar ancaman – ancaman tersebut tidak lagi dating. dan ancaman – ancaman yang berhubungan dengan prosedur – prosedur eksperimentasi (seperti. Ancaman Validitas Internal dapat berupa prosedur – prosedur eksperimentasi. peneliti memilih satu kelompok perbandingan (B). dan rivalitas imbangan). Ada dua jenis ancaman terhadap validitas : ancaman dalam (internal threats) dan ancaman luar (external threats).O Rancangan Pra – Tes Pos – Tes pada Satu Kelompok (One – Group Pre – Test Post – Test Design) Rancangan berikut ini mencakup satu kelompok yang diobservasi pada tahap pre – test yang kemudian dilanjutkan dengan treatment dan psot – test. pengujian / testing dan instrumentasi). Kelompok A O1 -------------------X-----------------. demoralisasi imbang. Contoh 8. seleksi.5 menyajikan beberapa ancaman ini.O 210 .setidaknya dapat diminimaliasasi. Tabel 8. Kelompok A X ---------------------. ancaman – ancaman yang berhubungan dengan treatment eksperimental (seperti difusi. treatment – treatment. Ada ancaman – ancaman yang melibatkan para partisipan (seperti sejarah.. dan mortalitas).Experimental Studi Kasus Dengan Satu – Bidikan (One – Shot Case Study) Rancangan Berikut Ini Melibatkan Satu Kelompok (X) Dalam Treatment Tertentu Yang Kemudian Dilanjutkan Dengan Observasi/Pengukuran (O) Kelompok A X ---------------------. lalu melakukan Post – test pada kelompok eksperimental A (kelompok yang sudah di treatment tadi) dan kelompok perbandingan B yang sudah dipilih sebelumnya. maturasi. atau pengalaman – pengalaman dari para partisipan yang mengancam kemampuan peneliti untuk menarik kesimpulan – kesimpulan yang tepat dari data penelitian.

O Rancangan Alternatif Pos – tes Treatment dengan kelompok – kelompok Non – Ekuivalen (Alaternative Treatment Post – Test Only with Nonequipalent Groups Design) Rancangan ini menerapkan prosedur yang sama dengan rancangan Static Group Comparison sebelumnya. Kelompok A O ------------X---------. Kelompok A O—O—O—O—X—O—O—O—O Rancangan serangkaian waktu yang diputus oleh kelompok control (control – group Interrupted Time – Series Design) 211 .O Rancangan Serangakain waktu yang diputus oleh satu kelompok (Single – Group Interupted Time-Series Design) Dalam rancangan ini. sama – sama dilakukan pre – test dan post – test.O -----------------------------------------------Kelompok B O -----------------------. Hanya saja.O -----------------------------------------------Kelompok B X2 ---------------------. Hanya kelompok eksperimen (A) saja yang di treatment. peneliti melakukan pengukuran pada satu kelompok. kelompok eksperimen (A) dan kelompok control (B) diseleksi tanpa prosedur penempatan acak (without random assignment) pada dua kelompok tersebut.3 Rancangan Quasi – experimental Rancangan Kelompok – control (Pra Tes dan Pos – Tes) Nonekuivalen (nonequivalent (Pre – test and Post – test)Control – Group Design) Dalam rancangan ini.O Contoh 8. Berikut ilustrasinya : Kelompok A X1 ---------------------.----------------------------------------------Kelompok A X ---------------------. dalam rancangan ini peneliti melakukan treatment yang sedikit berbeda (dengan rancangan sebelumnya) terhadap kelompok perbandingan non ekuvalen. baik sebelum maupaun sesudah treatment.

Penelitia sama –sama melakukan post – test pada kedua kelompok tersebut. Para partisipan dikategorisasikan atau ditempatkan secara acak (random assignment) dalam dua kelompok. hanya satu kelompok saja yang di treatment.Rancangan ini merupakan modifikasi dari rancangan single – group sebelumnya. Kelompok A R ----------------------X--------------O Kelompok B R --------------------------------------O Rancangan Solomon Empat – Kelompok (Solomon Four – Group Design) Rancangan ini merupakan salah satu bentuk rancangan faktorial 2 X 2 yang menerapkan prosedur random assignment (R) pada para partisipan untuk dikategoriasasi ke dalam empat 212 . Kelompok A O—O—O—O—X—O—O—O—O ----------------------------------------------------------------Kelompok B O—O—O—O—O—O—O—O—O Contoh 8. Yang di treatment hanya kelompok eksperimen (A) saja. Dalam rancangan ini. Peneliti menerapkan pre –test dan pos – test pada dua kelompok ini. dua kelompok partisipan (A dan B).4 Rancangan True Experimental Rancangan Pra – Tes Pos – Tes pada kelompok control (Pre – Test Pos – Test Control Group Design) Rancangan ini merupakan rancangan klasik dan tradisional yang menerapkan prosedur random assignment (R) pada para partisipan untuk ditempatkan ke dalam dua kelompok (A) dan (B). yang dipilih tanpa random assignment. dan hanya kelompok eksperimen (A) saja yang di treatment. Meski demikian. diobeservasi sepanjang waktu. Meski demikian. Kelompok A R -----------O-----------X--------------O ----------------------------------------------------------------Kelompok B R -----------O---------------------------O Rancangan Post – Test pada kelompok control (post – test – only control group design) Rancangan post test ini merupakan salah satu rancangan eksperimen yang paling popular dan diterapkan karena pre-test memberikan efek – efek yang kurang diharapkan. dari dua kelompok tersebut. yaitu kelompok A.

Ancaman – ancaman validitas eksternal ini muncul. Perilaku dasar ini kemudian dinilai. Sebagaimana yang ditunjukkan dalam tabel 8.C. dan D). ketika peneliti menarik kesimpulan – kesimpulan yang seharusnya berasal dari data sampel. keunikan – keunikan setting. ancaman – ancaman ini muncul ketika peneliti melakukan generalisasi 213 .O Kelompok D R ----------------------------------------. setting – setting lain. hanya saja.kelompok (A.5 Rancangan Single – Subejct Rancangan Subejk – Tunggal A-B-A (A-B-A Single – Subejct Design) Rancangan ini menerapkan observasi terus menerus pada satu individu utama.B. ancaman – ancaman ini biasanya berasal dari karakteristik – karakteristik individu yang dipilih sebagai sampel. Baseline A Treatment B Baseline A O—O—O—O—O—X—X—X—X—X— O—O—O—O—O—O Ancaman – ancaman terhadap valitidas eksternal juga harus di indentifikasi dan dirancang sedemikian rupa agar ancaman – ancaman tersebut dapat direduksi sedikit mungkin. Misalnya. peneliti harus melakukan post – test untuk semua kelompok tersebut tanpa terkecuali. dan timming eksperimentasi.O Kelompok C R ---------------------------X-----------. sebelum pada akhirnya treatment tersebut dihentikan di tahap akhir penelitia.O Contoh 8.6.O Kelompok B R -----------O--------------------------. bahkan masa depan. Kelompok A R -----------O-----------X-------------. di treatment. atau kondisi – kondisi masa lalu. Peneliti bisa memberikan pre-test dan treatment secara variatif pada masing – masing kelompok. misalnya. namun ia justru menariknya dari orang – orang lain. Target perilaku dari individu tersebut dibangun sepanjang waktu untuk kemudian dicari perilaku utama yang menjadi garis dasar (baseline) untuk diteliti.

Ironisnya. Para partisipan dalam kelom-pok Peneliti harus menjaga keter-pisahan kontrol dan eksperimen saling antara dua kelompok ini selarna berkomunikasi satu sama Iain. Regresi Seleksi Mcrtalitas Para partisipan bisa saja mun-dur Peneliti dapat merekrut se-banyak dari peneiitian disebabkan banyak mungkin partisipan peneiitian untuk alasan. kelompok eksperimen dengan memoerikan jenis treatment yang diberikan terapi. yang tetap meneruskan. bisa merosot menjadi ratarata. penelitian. Peneliti dapat memilih para partisipan secara acak sehingga karakteristikkarakteristik mereka memiliki kemungkinan yang sama untuk didistri-busikan menjadi kelompok-kelompok eksperimen. Tentu saja. para parti-sipan Peneliti dapat memilih para partisipan bisa saja berubah dan menginjak yang sudah dewasa dengan rating yang dewasa (mature) sehingga dapat sama (seperti. Tindakan-Tindakan Responsif Peneliti dapatmemintatelonrF pok kontrol dan kelompok eksperimen untuk merasakan peristiwa-peristiwa yang sama. guna memperoleh outcome peneiitian. karena mereka lebih cerdas). Para partisipan sering kali dipilih hanya karena mereka memiliki karakteristik-karakteristik yang dianggap dapat memengaruhi hasilhasil tertentu (misalnya. sedangkan sama pada dua kelom-pok tersebut se/ama kelompok kontrol tidak diberikan penelitian. Tidak heran jika skor-skor yang tinggi ini. Tidak heran jika peneliti mengantisi-pasi para partisipan yang sering kali ke-bingungan untuk mun-dur atau untuk membanding-kan mengetahui outcome atas individu. mereka sangat rnung-kin berubah selama peneiitian. skor-skor uniuk di-toliti. Maturasi Selama peneiitian. ada banyak peristiwa bermunculan yang sering kali memengaruhi outcome yang tidak diharapkan. memengaruhi outcome peneiitian.5 Ancaman-ancaman terhadap Validitas Internal Jenis Ancaman Sejarah Deskripsi Ancaman Seiring berjalannya waktu selama peneiitian.Peneliti dapat memberikan keuntungan imbang-an nelitian bisa saja tidak setara pada dua kelompok ini. 214 . misalnya dengan karena yang 6\-treatment hanyalah memberikan treatment pada kelompok Kelompok eksperimen saja kontrol setelah penelitian usai atau (misalnya.Tabel 8. komu-nikasi ini bisa saja memengaruhi skor akhir kedua kelompok tersebut. Difusi treatmenta Demoralisasi Keuntungan diadakannya pe. sewaktuwaktu.mereka yang mundur dengan mereka individu ini. umur yang sama). Para partisipan yang memiliki skor Peneliti dapat memilih para partisipan yang tinggi dipilih sebagai objek yang tidak memiliki skor-skor yang tinggi peneiitian.

disebabkan kekuatan statisik yang lemah atau pe-langgaran terhadap asumsi-asumsi statistik yang sebenarnya. Pengujian (testing) . misalnya perbandingkan dengan kelompok dengan cara me-ngurangi ekspektasi eksperimen dan tidak men. Jelaskan bagaimana Anda akan menjabarkan ancaman-ancaman ini dalam proposal eksperimen Anda. ada pula ancaman terhadap validitas konstruk.antara dua kelompok ini. dapatkan treatment sama sekali. Berikut ini adalah tips-tips penelitian praktis untuk menjabar-kan isu-isu validitas tersebut dalam proposal penelitian:     Identifikasilah ancaman-ancaman potensial terhadap validitas yang mungkin muncul. Ancaman ini muncul ketika peneliti menyajikan definisi-definisi dan ukuran-ukuran yang tidak tepat pada variabel-variabel penelitian.6.instrumen-instrumen yang berbeda canakan manipulasi atas res-pons. Ancaman-ancaman lain yang juga perlu diperhatikan adalah ancaman-ancaman terhadap validitas kesimpulan statistik yang muncul ketika peneliti menarik kesimpulan yang tidak tepat dari data penelitian. Rivalitas imbangan Para partisipan dalam kelompok Peneliti dapat mencari lang-kah-langkah kontrol merasa bahwa mereka strategis guna menciptakan kesetaraan didevaluasi karena di.apa-apa). respons tersebut jika ada pengujian selanjutnya. Para partisipan sudah terbiasa Peneliti harus memiliki teng-gang waktu dengan hasil akhir pengujian yang lebih lama dalam menyebarkan sehingga mereka bisa meren. atau situasi-situasi lain.kepada para partisipan. Perubahan instrumen dalam pre. yang tidak termasuk objek eksperimentasi. Langkah-langkah untuk menyiasati isu-isu ini juga disajikan dalam Tabel 8. Definisikanlah jenis ancaman dan isu-isu apa yang sering dimunculkan oleh ancaman itu.Instrumen ralisasi melampaui kelompok-kelompok yang dieksperimentasi.kelompok kontrol. memengaruhi skor-skor penelitian. Selain ancaman terhadap kesimpulan statistik. Anda bisa membuat bagian terpisah khusus untuk membahas ancaman ini. setting-setting lain.Peneliti dapat menggunakan instrumen test dan post-test tidak jarang yang sama untuk pre-test dan post-test. Kutiplah referensi dari beberapa buku yang membahas mengenai ancaman terhadap 215 . seperti kelompok-kelompok sosial atau ras lain.

peneliti sering kali tidak ulang pada waktu-waktu yang akan treatment mampu menggeneralisasi hasil datang untuk mengetahui apakah hasilpenelitian untuk situasi masa lalu hasil yang diperolehnya sama dengan dan masa depan. Deskripsi ini akan membantu pembaca untuk memahami rancangan. Tempatkan secara acak satu anggota dari setiap pasangan ini dalam kelompok eksperimen dan anggota lain dalam kelompok kontrol 216 .6 Ancaman-ancaman terhadap Validitas Eksternal Jenis Ancaman Antara pemilihan dan treatment Deskrlpsi Ancaman Karena sempitnya karakteris-tikkarakteristik yang ditetap-kan dalam memilih para parti-sipan. Tempatkan para partisipan secara berpasangan berdasarkan skor-skor dalam ukuran mereka sebagaimana yang telah diidentifikasi pada langkah 1 3. peneliti sering kali tak menge-tahui apakah hasil yang mun-cul mampu menggeneralisasi individu. dan jangka waktu yang ditetapkan. observasi. Reichardt dan Mark (1998). treatment.Peneliti perlu melakukan penelitian setting dan karakteristik khusus dalam memilih tambahan dalam setting yang baru untuk treatment setting. berbeda. peneliti harus mendeskripsikan secara detail prosedurprosedur dalam melakukan eksperimentasi. Borg dan Gall (1989: 679) meringkas enam langkah yang biasanya digunakan dalam prosedur rancangan pre-test post-test control group dengan menjodohkan para partisipasi dalam kelompok kontrol : 1. Antara Karena ditetapkan karakteristik.Peneliti perlu melakukan penelitian sejarah dan waktu. hasil-hasil pada penelitian terdahulu. & Campbell (2001). peneliti sering kali tidak mampu menggenaralisasi siapa saja yang rhemiliki dan tidak memiliki karakteristik khusus untuk menjadi parti-sipan penelitian.sama dengan yang diper-oiehnya dalam individu pada setting-setting yang setting se-belumnya. Sumber : diadaptasi dari Creswell (2008) Jelaskan pendekatan langkah demi langkah dalam prosedur eksperimentasi tersebut.validitas ini. Buatlah ukuran-ukuran variabel terikat atau variabel yang sangat berkorelasi dengan variabel terikat untuk setiap partisipan penelitian 2. Cook. Antara Karena hasil ekspenmentasi terikat. Misalnya. dan Tuckman (1999). Shadish. Tabel 8. Prosedur Dalam proposal penelitian. Peneliti me-laksanakan penelitian tambahan pada kelompok-kelom-pok/para partisipan yang memiliki karakteristik yang berbeda. seperti Cook dan Campbell (1979). Creswell (2008). Tindakan-Tindakan Responsif Peneliti perlu membatasi tuntutantuntutan atau klaim-klaimnya mengenai karakteristik partisipan yang sering kali membuat peneliti tidak mampu menggeneralisasi hasil penelitian.

penj). 1995). peneliti sebaiknya menggunakan tes statistik nonparameter (parametric statical test) untuk menguji hipotesis penelitian. sedangkan untuk unit waktu gunakanlah grafik abscissa( poros horizontal) dan grafik ordinate (poros Vertikal) untuk unit target perilaku dalam observasi treatment. seperti t test. yang menerapkan informasi kategoris untuk variabel bebasdan informasi berkelanjutan untuk variabel terikat. (sebagaimana jenis tes ini telah ditunjukan dalam tabel 8.  Jelaskan tes statistik inferensial (inferensial statistic test) yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Dalam rancangan eksperiman (eksperimental design).4.) dalam rancangan faktorial (factorial design). Lakukan treatment eksperimen pada kelompok eksperimen dan berikan treatment alternatif (atau bahkan tanpa treatment) pada kelompok kontrol 5. Statistik-statistik ini haruslah berupa means (rata-rata). atau multivariate analysis of variace (MANOVA) – multiple dependent measure).5 sebelumnya.  Untuk rancangan subjek-tunggal (single-subject design). Akan tetapi.  Laporkan statistik-statistik deskriptif yang telah diukur dan diobservasi pada pre-test dan post-test sebelumnya. Kadang-kadang. ketika data dalam pre-test dan posttest menunjukan deviasi pemarkaan (marked deviation) dari distribusi normal. Buatlah ukuran-ukuran variabel terikat untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol ini 6. Bandingkan performa kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pada akhir tes (post-tes) dengan menggunakan tes-tes signifikansi statistik Analsis Data Jelaskan kepada pembaca jenis-jenis analisis statistik yang akan anda gunakan selama penelitian. penelitian menerapkan t-test atau univariate analysis of variance (ANOVA). Setiap data diformulasikan secara terpisah dalam grafik tersebut. peneliti menggunakan pengaruh timbal-balik dan efek-efek utama dari ANOVA. lalu masing-masing data ini dihubungkan dengan garis-garis (misalnya. digunakan untuk membandingkan rata-rata beseline dengan tahap-athap treatment . lihat Neuman & McCormick. analysis of covariance (ANCOVA). gunakanlah grafik garisgsris untuk beseline. 217 .3 sebelunya. standard deviation (deviasi standar) dan range (jangkauan). (mengenai ilustrasinya dapat dilihat dalam contoh 8. tes-tes signifikansi statistik.

Interpretasi Hasil Langkah terakhir dalam penelitian eksperimen adalah mentafsirkan penemuanpenemuan berdasarkan hipotesis atau rumusanmasalah yang sudah dirancang di awal penelitian. Jelaskan adakah hasil penelitian yang muncul disebabkan prosedur-prosedur eksperimental yang tidak tepat. Dalam laporan interpretasi ini. setting-setting tertentu. Dalam penelitian survei. Anda juga harus menunjukkan dampakdampak dari hasil ini terhadap populasi yang diteliti atau bagi penelitian-peneiitian selanjutnya. atau logika persuasif lain yang dapat menjelaskan hasil tersebut. Jelaskan pula apakah proses treatment yang diimplementasikan benar-benar mendptakan suatu perbedaanbagi para partisipan yang diteliti. peneliti menjelaskan tujuan. instrumen-instrumen yang 218 . berdasarkan literatur-literatur yang telah Anda review (Bab 2). Interval confidence merupakan perkiraan interval atas nilai statistik yang lebih tinggi dan lebih rendah. jelaskan apakah hipotesis atau rumusan masalah tersebut disetujui (signifikan) atau ditolak (tidak signifikan). Kalkulasi besaran efek ini bermacammacam. dan waktu-waktu tertentu. teori-teori yang Anda gunakan (Bab 3). Beri-kan alasan mengapa hasil penelitian signifikan atau tidak signifikan. interval confidence dan besaran efek sebagai indikator-indikator utama atas signnifikansi hasil penelitian. Besaran efek merupakan kekuatan atas hasil kesimpulan tentang perbedaan-perbedaan antarkelompok atau hubungan antarvariabel dalam penelitian kuantitatif. 1989)  Peneliti juga perlu melaporkan hasil-hasil statistik pengujian hipotesis. dan jelaskan pula bagaimana Anda menggeneralisasi hasil tersebut pada orang-orang tertentu. mengidentifikasi populasi dan sampel. Pada akhirnya.meskipun prosedur-prosedur seperti ini bisa saja melanggar asumsi ukuran-ukuran variabel bebas (Borg&Gall. RINGKASAN Bab ini menjelaskan tentang komponen-komponen penting dalam merancang prosedurprosedur metodis penelitian eksperimen dan survei. yang sesuai data penelitian dan bisa saja mencerminkan rata-rata populasi yang sebenarnya. seperti kehadiran ancaman-ancaman terhadap validitas. tergantung pada tes statistik yang digunakan.

dan materi-materi yang akan dimanfaatkan selama treatment. tulisan Enns dan Hackett ini setidaknya sudah berisi elemen-elemen penting bagai-mana menulis bagian metode penelitian eksperimen yang baik. Peneliti kemudian membuat sebuah gambar untuk mengilus-trasikan rancangan ini. feminis liberal.6 Bagian Metodologi Penelitian Eksperimen Berikut ini. Tulisan ini mengilus-trasikan beberapa komponen penting dalam penelitian eksperimen seperti yang sudah dijelaskan sejak awal. rumusan masalah. di uni-versitas negeri dan perguruan tinggi swasta. Kecuali pembahasan yang begitu terbatas mengenai analisis dan iriterpretasi data. Dalam penelitian eksperimen. true experiment. salah satu contoh tulisan dari penelitian quasi-experimental yang dilakukan Enns dan Hackett (1990). item-item khusus. variabel-variabel — kondisi-kondisi treatment dan variabel-variabel outcome— dan instrumen-instrumen yang digunakan untuk pre-test dan post-test. Enns dan Hacket berhipotesis bahwa para partisipan (klien) feminis lebih reseptif pada penasihat feminis yang radikal ketimbang para partisipan non-feminis. (Disini. di pesisir barat. Setelah itu. sesuai notasi yang tepat. dan single-subject. seperti pre-experimental. dan bahwa para partisipan nonfeminis lebih reseptif pada penasihat feminis yang liberal dan non-seksis ketimbang para partisipan feminis. dan langkahlangkah yang diambil dalam analisis dan interpretasi data. dan komunikasi. Metode Penelitian Partisipan Partisipan dalam penelitian ini adalah 150 mahasiswi kelas dasar dan kelas atas dalam bidang sosiologi. Penelitian eksperimen juga mencakup jenis-jenis rancangan eksperimen.digunakan. peneliti mendeskripsikan para partisipan penelitiannya). atau feminis radikal) X Nilai-nilai (implisitatau eksplisit) X Identifikasi Feminisme Partisipan (feminis atau 219 . quasi-experimental. Rancangan dan Manipulasi Eksperimental Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial (factorial design) 3 X 2X2: Kecenderungan Penasihat (humanis-nonseksis. hubungan antarvariabel. psikologi. penelitiContoh 8. Penelitian Enns dan Hackett ini mengangkat isu umum tentang kesesuaian minat antara klien dan penasihatnya sepanjang menyangkut dimensi-dimensi dikap femi-nisme. peneliti mengidentifikasi partisipan.

dan feminis radikal) tergambar dari hasil deskripsi singkat atas rekaman videotape selama 10 menit antara seorang penasihat wanita dan seorang klien wanita. (Di sini. kami memperolehnya dengan cara menggabungkan tiga sifat konseling tadi dengan deskripsi singkat atas rekaman videotape selama 2 menit tentang seorang penasihat yang tengah menjelaskan pendekatan konselingnya kepada seorang klien. Setelah itu. nilai penasihat bersifat implisit. Untuk nilai-nilai eksplisit.. yaitu Counselor Description Quesiidnnaire (CDQ) dan Personal Description Questionnaire (PDQ). (Disini.nonfeminis). Karena itulah. Untuk data penelitian yang kemungkinan tidak mengenai sasaran dalam itemitem tertentu. Kami telah mengundang para partisipan. Tiga sifat konseling (humanis-nonseksis. peneliti mendeskripsikan tiga ^variabel yang di-treatment dan dimanipulasi dalam penelitiannya). feminis liberal. Sedangkan respons-respons penasihat justru berbeda-beda sesuai pendekatan yang mereka gunakan. Berryman Fink dan Verderber melaporkart reliabilitas konsistensi internal . Tiga sifat konseling kami tetapkan berdasarkan tiga perbedaan filosofis feminisme (humanjsnonseksis... kami mengidentifikasi nilainilai tersebut berdasarkan dua orientasi filospfis feminisme. dua subskala dari Attributions of the Term Feminist Sca/e-nya Berryman-Fink dan Verderber (1935) karni modifikasi dan kami gunakan sebagai instrumen penelitfan. kami meminta setiap partisipan untuk mengisi formulir data demografis dan 220 . yaitu liberal dan radikal. tidak pada penasihatnya secara langsung. dan kami telah mengatur ATF. sudah kami tangani dengan prosedurpairwise deletion. Pernyataanpernyataan klien dan hasil wawancara dengan mereka pada umumnya bersifat konstan (tidak berubah-ubah).. Sementara ATF dikumpulkan dan dinilai.. dan radikal) dan implikasi-implikasi konselingnya. liberal. menjelaskan tujuan penelitian kami untuk mengetahui respons mereka mengenai konseling.89 untuk versi asli dari dua subskala ini.86 dan . Instrumen Cek manipulasi. peneliti menjelaskan instrumen-instrumeh dan reliabilitas skala-skala untuk variabel terikat). Untuk rhengecek persepsi partisipan terhadap manipulasi eksperimeritai dan untuk menilai kesamaan persepsi mereka terhadap tiga penasihat.. peneliti menjabarkan keseluruhan rancangan penelitian). Nilai-nilai implisit kami peroleh dari hasil wawancara pada sampel (klien) saja. Prosedur Semua tahap eksperimentasi dilakukan secara individual. (D/ sini.

35-36).endehgsirkan videotape yang bernubungan dengan pe-nempatan/periugasah eksperimentalnya {experimental assignment).1 untuk mengetahui apakah semua komponen sudah disertakan secara jelas dalam desain yang Anda buat. jika ada) yang berhubungan dengan penelitian eksperi-men. Untuk nilai rata-rata. © 1990 oleh American Psychological Association. liberal. Buatlah desain penelitian berdasarkan prosedur-prosedur penelitian survei. Nilai rata-rata untuk separuh partisipan pertama kemudian digunakan untuk mengategorisasi separuh kelompok kedua ke dalam feminis dan nonfeminis.4 untuk mengetahui apakah semua komponen sudah disertakan secara jelas.membaca serangkaian petunjuk untuk menggunakan videotape. Separuh partisipan pertama ditempatkan secara acak (randomly assigned) ke dalam 12 videotape (3 Pendekatan X 2 Nilai X 2 Penasihat). kami memeriksa nilai rata-rata sampel final dan menga-tegorisasi kembali beberapa partisipan dengan pecahan rata-rata. Pada tahap akhir. dan radikal) untiik memastikan hasii cell size yang setara. kami memperolehnya dari ATF. amati kembali Tabel 8. (D/ sini. 2. Sumber : Erns dan Hackett (1990). Dikutip atas izin penulis memberikan komentar-komentarnya tentang ancaman-ancaman potensial pada validitas internal dan eksternal (dan validitas statistik dan konstruk. Latihan Menulis 1. dan sisany'a yang lain ditempatkan secara acak {randomly assigned) ke dalam'tiga' kelorhpok orientasi feminis (humanis-nonseksis. analisis statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis atau rumusan masalah. para partisipan kernudian diminta untuk menyelesaikan instrumen variabel terikat (dependent measure). dan interpretasi hasil. Buatlah desain penelitian berdasarkan prosedur-pro-sedur penelitian eksperimen. LATIHAN MENULIS Setelah usai. amati kembali checklist dalam Tabel 8. setelah itu baru mereka mulai diwawancarai (him. 221 . Setelah m. yang akhirnya menghasilkan 12 atau 13 per cell. Setelah ucai. peneliti mende'skripsikan pro-sedur-prosedur yang diterapkan dalam penelitian eksparimen).

(1963). dan rancangan correlational dan ex post facto. Selain itu. A. Chicago: Rand-McNally. Mereka juga mengajukan jenis-jenis rancangan eksperimen. bagaimana melakukan sampling.). Dia menyajikan jenis-jenis rancangan penelitian survei.J. disertakan pula pembahasan tentang analisis data dengan fokus pada bagaimana membuat dan memahami tabel-tabel dan menulis laporan survei. Thousand Oaks. bagaimana melibatkan diri dalam wawancaran telepon. Edisi ketiga. dan prosedur-prosedur statis-tik. & Stanley. Campbell dan Stanley merancang sistem notasi untuk penelitian eksperimen yang hingga saat ini masih digunakan. dan bagaimana mengukur validitas dan relia-bilitas. CA: Wadsworth. Dalam pendahuluan volume tersebut. (Edisi kedua. membuatnya lebih menarik untuk dipelajari. Belmont. Pembahasan dalam buku ini pada umumnya cocok untuk para peneliti survei pemula. CA: Sage. Bab ini menyajikan ringkasan yang menarik tentang jenis-jenis rancangan eksperimen.BACAAN TAMBAHAN Babbie. "The Survey Kit" disusun daribeberapa buku dan dieditori oleh Arlene Fink. Thousand Oaks. 222 . Dia juga menyajikan gagasan yang amat penting terkait dengan bagai-mana mengatur kuesioner dan memproses hasil akhir. jenis-jenis rancangan preexnerimental. bagaimana melaksanakan survei. dimulai dari faktorfaktor yang membahayakan validitas internal dan eksternal. informatif." dalam N. sangat cocok bagi mahasiswa yang sudah berada di level intermediate atau advance dalam mempelajari penelitian survei. logika sampling. Buku ini sangat detail. Edisi kedua. (2002). J. Handbook of Research on Teaching. ancaman-ancaman terhadap validitas. (him. (2002). Fowler. "Experimental and Quasi-Experimental Designs for Research. The Survey Kit. CA: Sage. Survey Research Methods. yang meliputi antara lain: bagai-mana mengajukan pertanyaan. Dia membahas konseptualisasi instrumen survei dan skala-skalanya. Campbell. Apalagi di dalamnya juga disajikan banyak contoh dan ilustrasi yang bagus. true experiment. Fink mem-bahas aspek-aspek penelitian survei. E. Fink. D. dan teknis. Ringkasan detail buku-buku tersebut disajikan dalam volume pertama. dan contoh-contoh untuk masingmasing rancangan. Bab ini cocok bagi mahasiswa yang baru belajar penelitian eksperimen. Gage (Ed. (1990).T.C. Survey Research Methods. quasi experimental. 1-76) Salah satu bab dalam Handbook ini membahas penelitian ekspe-rimen. F. Earl Babbie membahas secara detail aspek-aspek penelitian survei. L.

mulai dari prinsip-prinsip rancangan eksperimen hingga anaiisis statistik terhadap data-data eksperimen. yang ingin memahami rancangan dan anaiisis statistik eksperimentasi. Geoffrey Keppel menjelaskan penelitian eksperimen secara detail dan menyeluruh. Edisi ketiga. Bab pendahuluan dalam Handbook ini menyajikan ringkasan yang begitu informatif rnengenai komponen-komponen dalam rancangan eksperimen. (1991). Newark. Design and Analysis: A Researcher's Handbook.B. S.W.. Neuman. mempersiapkan anaiisis. G. menerapkan teknik-teknik wawancara yang menarik. NJ: Prentice-Hall. (Ed. (1990). mengumpulkan data. Anda sebenarnya juga bisa menerapkan rancangan ini untuk bidang ilmu sosial-humaniora.). Susan Neuman dan Sandra McCormick mengeditori sebuah buku panduan praktis yang membahas ten tang rancangan penelitian single-subject. merancang pertanyaan yang baik. Design Sensitivity: Statistical Power for Experimental Research. Keppel. buku ini cocok dibaca oleh mahasiswa dalam bidang statistik di level intermediate hingga advance. Selain itu. S. Single-Subject Experimental Research: Applications for Literacy. Meskipun aplikasi dari rancangan single-subject yang dijeiaskan dalam buku ini secara khusus diorientasikan untuk bidang kesusastraan. 223 . Newbury Park. Secara kese-luruhan. (1995). Buku ini mengeksplorasi kekuatan statistik dan menyertakan sebuah tabel untuk membantu para peneliti menentukanbesaran (size) yang sesuai untuk kelompok-kelompok yang diteliti. mengurangi rating nonrespons. Salah satu bab. mereka juga menyajikan prosedur-prosedur statistik yang bisa diterapkan dalam analisis data single-subject. Mark Iipsey menulis sebuah buku yang membahas rancangan-rancangan eksperimental dan kekuatan statistik dari rancangan-rancangan tersebut. M.Floyd Fowler menyajikan tulisan menarik tentang keputusan-keputusan yang harus diambil dalam melaksanakan proyek penelitian survei. Premis dasarnya adalah: bahwa sebuah eksperi-mentasi perlu memiliki sensitivitas yang memadai untuk mendeteksi pengaruh-peng£ruh dari objek yang diteliti. seperti reversal design dan Tiniltipe-baseline design. dan menghadapi masalah-masalah etis dalam penelitian survei. Mereka juga menyajikan banyak contoh jenis-jenis rancangan yang lain. DE: International Reading Association. Dia menjelaskan tentang bagaimana menerapkan prosedur sampling alternatif. & McCormick. misalnya. CA: Sage. Englewood Cliffs. Upsey. mengilustrasikan bagaimana menampilkan data dengan grafik garis-garis.

Bab Sembilan

Prosedur-prosedur Kualitatif
Prosedur-prosedur kualitatif memiliki pendekatan yang lebih beragam dalam peneiitian akademik ketimbang metode-metode kuantitatif. Penelitian kualitatif juga memiliki asumsi asumsi filosofis, strategi-strategi penelitian, dan metode-metode pengumpulan, analisis, dan interpretasi data yang beragam. Meskipun prosesnya sama, prosedur-prosedur kualitatif tetap mengandalkan data berupa teks dan gambar, memiliki langkah-langkah unik dalam analisis datanya, dan bersumber dari strategi-strategi peneiitian yang berbeda-beda. Pada dasarnya, strategi-strategi penelitian yang dipilih dalam proyek kualitatif sangat berpengaruh terhadap prosedur-prosedurnya yang, meski seragam, tetap menunjukkan pola yang berbeda-beda. Melihat landskap prosedur-prosedur kualitatif berarti melihat perspektifperspektif yang beragam, mulai dari perspektif keadilan sosial (Denzin & Lincoln, 2005), perspektif ideologis (Lather, 1991), perspektif filosofis (Schwandt, 2000), hingga petunjukpetunjuk prosedur sistematis (Creswell, 007; Corbin & Strauss, 2007). Semua perspektif ini bersaing untuk menjadi landasan utama dalam penelitian kualitatif. Bab ini berusaha mengombinasikan perspektif-perspektif tersebut, menyajikan prosedurprosedur urnum, dan menampilkan contoh-contoh dari beragam strategi kualitatif. Bab ini juga akan menyajikan gagasan-gagasan dari beberapa pakaryang menulis tenta.ng rancangan proposal kualitatif (misalnya, lihat Berg, 2001; Marshall &. Rossman, 2006; Maxwell, 2005; Rossman & Rallis, 1998). Topik-topik yang termasukke dalam bagian prosedur kualitatif antara lain: karakteristik-karakteristik penelitian kualitatif, strategi peneiitian, peran peneliti, langkah-langkah dalam pengumpulan dan analisis data, strategi-strategi validasi, akurasi penemuan, dan struktur naratif. Tabel 9.1 menunjukkan checklist pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana merancang prosedur-prosedur kualitatif ini.

KARAKTERISTIK-KARAKTERISTIK PENEUTIAN KUALITATIF Bertahun-tahun lamanya, para penulis proposal terus berusaha membahas karakteristikkarakteristik penelitian kualitatif untuk me-mastikan legitimasi dari pihak fakultas dan pembacanya. Saat ini, pembahasan-pembahasan semacam itu sudah jarang dijumpai dalam literatur. Bahkan, sekarang ada beberapa konsensus yang telah meng-atur ketentuan-

224

ketentuan dalam penelitian kualitatif. Untuk itulah, saran saya bagi para penulis proposal yang ingin merancang bagian karakteristik penelitian ini antara lain:  Amatilah apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh para pembaca proposal Anda. Identifikasilah apakah pembaca Anda sudah banyak mengetahui karakteristikkarakteristik penelitian kualitatif sehingga bagian ini tidak begitu pen ting bagi mereka.  Jika Anda ragu-ragu atas pengetahuan mereka, jelaskan karakteristik-karakteristik dasar penelitian kualitatif dalam proposal Anda dan jika rnemungkinkan, bahaslah sebuah artikel jurnal (atau studi) kualitatif baru-baru ini sebagai contoh untuk mengilustrasikan karakteristik-karakteristik tersebut.  Sejumlah karakteristik penelitian kualitatif bisa saja digunakan (seperti, Bogdan & Biklen, 1992; Eisner, 1991; Hatch, 2002; LeCompte & Schensul, 1999; Marshall & Rossman, 2006), tetapi saya lebih mengandalkan pada analisis gabungan dari beberapa penulis ini yang sudah saya sertakan secara menyeluruh dalam buku saya tentang penelitian kualitatif (Creswell, 2007). Saya tidak hanya menyertakan perspektifperspektif tradisional saja, tetapi juga perspektif-perspektif baru dalam penelitian kualitatif, seperti advokasi, partisipatoris, dan refleksi-diri. Berikut ini adalah beberapa karakteristik penelitian kualitatif yang disajikan tidak dalam urutan prioritas tertentu.

Tabel 9.1 Checklist pertanyaan-pertanyaan untuk merancang prosedur kualitatif --------Apakah karakteristik-karakteristik dasar penelitian kualitatif sudah di-jelaskan? jenis strategi kualitatif yang akan dan digunakan penerapan juga dari sudah strategi

---------- Apakah -

dijelaskan?

Apakah

sejarah,

definisi,

tersebut sudah dijelaskarvpula? _____ --------- Apakah pembaca dapat memahami peran peneliti dalam peneiitian tersebut (pengalaman historis, sosial, dan kultural sebelumnya, hubungan personal dengan lokasi dan partisipan, langkah-langkah dalam memperoleh entri, dan masalahmasaiah etis)? ---------- Apakah strategi sampling dalam memilih lokasi dan partisipan penelitian sudah -------diidentifikasi? Apakah jenis strategi pengumpulan data dan rasionalisasi pengguna-annya juga
225

sudah dijabarkan? ---------- Apakah langkah-langkah perekaman/pencatatan informasi selama prosedur pengumpulan .data sudah dijelaskan? ---------- Apakah langkah-langkah analisis data juga sudah dijabarkan? --------Apakah ada bukti/petunjuk bahwa peneliti telah mengatur data untuk dianalisis?

---------- Apakah peneliti telah merew'ewdata secara umum untuk memperoleh makna informasi? ---------- Apakah data sudah di-cocffng? ---------- Apakah kode-kode sudah dirancang untuk membentuk deskripsi atau mengidentifikasi tema-tema utama? ---------- Apakah tema-tema tersebut sating terkait satu sama lain, memperkuat analisis dan abstraksi? ---------- Apakah cara-cara penyajian data sudah dijelaskan —misalnya dalam bentuk tabel, grafik, atau gambar? --------Apakah dasar-dasar dalam menginterpretasi data sudah dijelaskan secara rinci (pengalaman-pengalaman personal, literatur, pertanyaan-pertanyaan, agenda aksi)? ---------- Apakah peneliti sudah menyebutkan outcome penelitian (misalnya, untuk mengembangkan/msnciptakan suatu teori, menyajikan gambar-an kompleks tentang tema)? ---------- Apakah ada strategi-strategi lain yang dikutip untuk menvalidasi hasil atau penemuan penelitian?  Lingkungan alamiah (natural setting); para peneliti kualitatif cenderung mengumpulkan data lapangan di lokasi di mana para partisipan mengalami isu atau masalah yang akan diteliti. Peneliti kualitatif tidak membawa individu-individu ini kedalm laboratoratorium (atau dalam situasi yang telah di-setting sebelumnya); tidak pula membagikan instrumen-instrumen kepada mereka. Informasi yang dikumpulkn dengan berbicara langsung kepada orang-orang dan melihat mereka bertingkah laku dalam konteks natural inilah yang menjadi karakteristik utama peneliti kualitatif.

226

Dalam setting yang alamiah, para peneliti kualitatif melakukan interaksi face-to-face sepanjang penelitian.  Penneliti sebagai instrumen kunci (researcher as key instrument); para peneliti kualitatif mengumpulkan sendiri data melalui dokumentasi, observasi perilaku, atau wawancara dengan para partisipan. Mereka bisa saja mengumpulkan protokol-sejenis instrumen untuk mengumpulkan data-tetapi diri merekalah yang sebenarnya menjadi satu-satunya instrumen dalam mengumpulkan informasi. Mareka, pada umumnya, tidak menggunakan kuesioner atau instrumen yang di buat oleh peneliti lain.  Beragam sumber data (multiple sources of data); para peneliti kualitatif biasanya memilih mengumpulkan data dari beragam sumber, seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi, ketimbang hanya bertumpu pada satu sumber data saja. Kemudian, peneliti mereview semua data tersebut, memberikannya makna, dan mengolahnya ke dalam kategori-kategori atau tema-tema yang melintasi semua sumber data.  Analisis data induktif (inductive data analysis); para peneliti kualitatif membangun pola-pola, kategori-kategori, dan tema-temanya dari bawah ke atas (induktif), dengan mengolah data ke dalam unit-unit informasi yang lebih abstrak. Proses induktif ini mengilustrasikan usaha peneliti dalam mengolah secara berulang-ulang membangun serangkaian tema yang utuh. Proses ini juga melibatkan peneliti untuk bekerjasama dengan para partisipan secara interaktif sehingga partisipan memiliki kesempatan untuk membentuk sendiri tema-tema dan abstraksi-abstraksi yang muncul dari proses ini.  Makna dari para partisipan (paticipants’ meaning); dalam keseluruhan proses penelitian kualitatif, peneliti terus fokus pada usaha mempelajari makna yang disampaikan para partisipan tentang masalah atau isu penelitian, bukan makna yang disampaikan oleh peneliti atau penulis lain dalam literatur-literatur tertentu.  Rancangan yang berkembang (emergent design); bagi para peneliti kualitatif, proses penelitian selalu berkembang dinamis. Hal ini berarti bahwa rencana awal penelitian tidak bisa secara ketat dipatuhi. Semua tahap dalam proses ini bisa saja berubah setelah peneliti masuk kelapangan dan mulai mengumpulkan data. Misalnya, pertanyaan-pertanyaan bisa saja berubah, strategi pengumpulan data juga bisa berganti, dan individu-individu yang diteliti serta lokasi-lokasi yang dikunjungi juga bisa berubah sewaktu-waktu. Gagasan utama di balik penelitian kualitatif sebenarnya adalah mengkaji masalah atau isu dari para partisipan dan melakukan penelitian untuk memperoleh informasi mengenai masalah tersebut.
227

 Perspektif teoritis (theoretical lens); para peneliti kualitatif sering kali menggunakan perspektif tertentu dalam penelitian mereka, seperti konsep kebudayaan, etnografi, perbedaan-perbadaan gender, ras, atau kelas yang muncul dari orientasi-orientasi teoritis, seperti yang telah dijelaskan pada Bab 3. Terkadang pula penelitian dapat diawali dengan mengidentifikasi terlebih dahulu konteks sosial, politis, atau historis dari masalah yang akan diteliti.  Bersifat penafsiran (interpretive); penelitian kualitatif merupakan salah satu bentuk penelitian interpretif di mana di dalamnya para peneliti kualitatif membuat suatu interpretasi atas apa yang mereka lihat, dengar, dan pahami. Interpretasi-interpretasi mereka bisa saja berbeda dengan latar belakang, sejarah, konteks, dan pemahamanpamahaman mereka sebelumnya. Setelah laporan penelitian diterbitkan, barulah para pembaca dan para partisipan yang melakukan interpretasi, yang seringkali berbeda dengan interpretasi peneliti. Karena pembaca, partisipan, dan peneliti sama-sama terlibat dalam proses interpretif ini, tampaklah bahwa penelitian kualitaif memang menawarkan pandangan-pandangan yang beragam atas suatu masalah.  Pandangan menyeluruh (holistic account); para penelitia kualitatif berusaha mambuat gambaran kompleks dari suatu masalah atau isu yang diteliti. Hal ini melibatkan usaha pelaporan perspektif-perspektif, pengidentifkasian faktor-faktor yang terkait dengan situasi tertentu, dan secara umum usaha pensketsaan atas gambaran besar yang muncul. Untuk itulah, para peneliti kualitatif diharapkan dapat membuat suatu model visual dari berbagai aspek mengenai proses atau fenomena utama yang diteliti. Model inilah yang akan membantu mereka membangun gambaran holistik (lihat, misalnya, Creswell & Brown, 1992) STRATEGI-STRATEGI PENELITIAN Selain karakteristik-karakteristik utama diatas, penelitian kualitatif juga memiliki strategi-strategi penelitian yang spesifik. Strategi-strategi ini utamnya terkait dengan pengumpulan data, analisis data, dan laporan penelitian, tetapi tetap berasal dari berbagai disiplin dan teru berkembang dinamis sepsnjang proses penelitian (seperti, jenis-jenis problem, masalah-masalah etis, dan sebagainya) (Creswell, 2007b). Ada banyak strategi kualitatif yang sudah dibahas, seperti 28 pendekatan yang pernah diidentifikasi oleh Tesch (1990), 19 jenis dalam konsep pohon-nya Wolcott (2001), dan 5 pendekatan kualitatif oleh Creswell (2007).

228

Seperti yang telah dijelaskan dalam Bab 1, saya merekomendasikan agar para peneliti kualitatif memilih antara beberapa kemungkinan, seperti naratif, fenomenologi, etnografi, studi kasus, dan grounded theory. Saya memilih lima strategi ini karena kelimanya cukup populer dalam ilmu kesehatan dan sosial saat ini. Strategi-strategi lain juga ada dan sudah byank dibahas secara meyakinkan dalam buku-buku kulaitatif, seperti penelitian tindakan partisipatoris (Kemmis & Wilkinson, 1998) atau analisis wacana (Cheek, 2004). Khusus untuk lima pendekatan tadi, para peneliti dapat mengkaji individu-individu (dengan naratif atau fenomenologi); mengeksplorasi proses, aktivitas, dan peristiwa-peristiwa (dengan studi kasus atau grounded theory); atau mempelajari perilaku culture-sharing dari individuindividu atau kelompok-kelompok tertentu (dengan etnografi). Dalam menulis prosedur penelitian untuk proposal kualitatif, pertimbangkan tipstips penelitan berikut ini:   Jelaskan pendekatan spesifik yang akan anda gunakan. Sajikan sejumlah informasi historis mengenai strategi penelitan yang akan Anda terapkan, seperti asal mulanya, penerapannya, dan definis ringkasnya (lihat Bab 1 tentang lima strategi penelitian kualitatif).   Jelaskam mengapa strategi tersebut dianggap sesuai untuk anda gunakan dalam penelitian Anda. Jabarkan pula bagaimana penggunaan strategi tersebut dapat menentukan jenis-jenis pertanyaan yang diajukan (lihat Morsee, 1994, untuk pertanyaan yang berhubungan dengan strategi penelitian), cara-cara pengumpulan data, langkah-langkah analisis data, dan narasi/laporan akhir. PERAN PENELITI Sebagaiman yang telah dijelaskan sebelumnya, penelitian kualitatif merupakan penelitian interpretif, yang didalamnya peneliti terlibat dalam pengalaman yang berkelanjutan dan terus-menerus dengan para partisipan. Keterlibatan inilah yang nantinya memunculkan serangkaian isu-isu strategi, etis, dan personal dalam proses penelitian kualitatif (Locke et at.,2007). Dengan keterlibatannya dalam concern seperti ini, peneliti kualitatif berperan untuk mengidentifikasi bisa-bisa, nilai-nilai, dan latar belakang pribadinya secara refleksif, seperti gender, sejarah, kebudayaan, dan status sosial ekonominya, yang bisa saja turut membentuk interpretasi mereka selama penelitian. Selain itu, para peneliti kualitatif juga berperan memperoleh entri dalam lokasi penelitan dan masalah-masalah etis yang bisa muncul tiba-tiba.
229

 Jelaskan langkah-langkah yang diambil untuk memperoleh izin dalam meneliti para partisipan dan lokasi penelitian (Marshall & Rossmas. atau setting kerja peneliti. Tugas ini sering kali mengharuskan peneliti terlibat dalam kompromi-kompromi tertentu untuk mengungkap informasi dan memunculkan isu-isu kekuasaan. cobalah menerapkan beberapa strategi validasi (akan dijelaskan kemudian) untuk membuat pembaca merasa yakin akan akurasi hasil penelitan. Jika penelitian backyard akan digunakan . Peneliti perlu memiliki akses untuk meneliti dan mengarsipkan lokasi penelitian dengan cara berusaha mendapatkan izin dari pihak security atau individu-individu tertentu yang memiliki akses pada lokasi tersebut dan memberikan izin penelitian. Nyatakanlah pengalaman-pengalaman Anda sebelumnya yang kira-kira dapat mencerminkan data mengenai latar belakang yang komprehensif sehingga pembaca bisa lebih memahami topik. masalah-masalah pelaporan data yang sering kali mengandung bias. mitra-mitra. Bogdan dan Biklen (1992) menjelaskan beberapa hal yang dapat dibahas dalam proposal untuk keperluan izin ini: 1. Mengapa lokasi tersebut dipilih sebagai lokasi penelitian? 2. Apa yang dapat diperoleh pehiak security dari penelitian ini?  Berikan penjelasan mengenai masalah-masalah etis yang mungkin muncul (lihat Bab 3) (Berg. Untuk masalah-masalah etis ini. Apakah penelitian ini kan mengganggu lingkungan sekitar? 4. 1992) melibatkan usaha identifikasi atas strategi pengolahan. jelaskan bagaimana Anda akan 230 .  Jelaskan hubungan antara Anda (sebagai peneliti) dan partisipan. 2001). Proposal ringkas perlu dibuat untuk diserahkan sebagai pertimbangan kepada phak security tersebut. atau para partisipan serta interpretasi Anda atas fenomena tertentu. Dalam lampiram. dan berilah keterangan mengenai lokasi penelitian. Kegiatan-kegiatan apa yang akan dilakukan di lokasi tersebut selama penelitan? 3. tidak utuh. sajikan Surat Persetujuan atau Surat Izin dari IRB dan jelaskan proses-proses memperoleh izin tersebut. setting. Meskipun pengumpulan data bisa berlangsung nyaman dan mudah. Penelitian ―Backyard‖ (Glesne & Peshkin.  Jelaskan langkah-langkah yang Anda lalui dalam memperoleh izin dari Dewan Pertimbangan Institusional /Institutional Review Board (IRB) (lihat Bab 4) untuk memproteksi hak-hak para partisipan. atau penuh dengan kompromi-kompromi juga tidak bisa diremehkan begitu saja. Bagaimana melaporkan hasil penelitian? 5. 2006).

peneliti merekam/mencatat-baik dengan cara terstruktur maupun semistruktur (misalnya. dan proses (sifat peristiwa yang dirahasiakan oleh aktor dalam setting penelitian). seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 9. penting merahasiakan nama-nama orang. Gagasan di balik penelitian kualitatif adalah memilih dengan sengaja dan penuh perencanaan para partisipan dan lokasi (dokumen-dokumen atau materi visual) penelitian yang dapat membantu peneliti mamahami masalah yang diteliti. Para peneliti kulitatif juga dapat terlibat dalam peran-peran yang beragam. yaitu: setting (lokasi penelitian). 1. mengumpulkan informasi melalui observasi dan wawancara. Misalnya. proses merahasiakan informasi juga perlu dibahas dalam proposal penelitian. yang biasa dijumpai dalam penelitan kuantitatif. ketika sedang meneliti topik yang sensitif. materi-materi visual. Dalam hal ini. baik yang tersetruktur maupun tidak. serta usaha merancang protokol untuk merekam/mencatat informasi.  Jelaskan jenis-jenis data yang akan dikumpulkan. Observasi kualitatif merupakan observasi yang di dalamnya peneliti langsung turun ke lapangan untuk mengamati perilaku dan aktivitas individu-individu di lokasi penelitian. aktor (siapa yang akan diobservasi atau diwawancarai).2. Peneliti-dalam kebanyakan penelitian kualitatif-mengumpulkan beragam jenis data dan memanfaatkan waktu seefektif mungkin untuk mengumpulkan informasi dilokasi penelitian.mengantisipasinya. tidak terlalu dibutuhkan random sampling atau pemilihan secara acak terhadap para partisipan dan lokasi penelitian. lokasi. Prosedur-prosedur pengumpulan data dalam penelitian kualitatif melibatkan empat jenis strategi. Pembahasan mengenai para partisipan dan lokasi penelitian dapat mencakup empat aspek (Miles dan Huberman.  Identifikasi lokasi-lokasi atau individu-individu yang sengaja dipilih dalam proposal penenlitian. Dalam penelitian kualitatif. dokumentasi. Dalam pengamatan ini. atau aktifitas-aktifitas tertentu. 231 . dengan mengajukan sejumlah pertanyaan yang memang diketahui oleh peneliti) – aktivitas-aktivitas dalam lokasi penelitian. mulai dari sebagai nonpartisipan hingga partisipan utuh. PROSEDUR-PROSEDUR PENGUMPULAN DATA Penjelasan tentang peranan peneliti akan turut menentukan penjelasan tentang masalah-masalah yang mungkin muncul dalam proses pengumpulan data. Langkah-langkah pengumpulan data meliputi usaha membatasi penelitian. 1994).

ganjil.   KelemahanKelemahan Peneliti bisa saja tampak sebagai pengganggu. peneliti dapat melakukan face-to-face interview ( wawancara berhadap-hadapan) dengan partisipan. Aspek-aspek yang tidak biasa. wawancarai mereka dengan telepon. Tabel 9. Berhadap-hadapan – peneliti melakukan wawancara perorangan. Kelebihan-Kelebihan. Opsi terkhir penting jika peneliti tengah mengeksplorasi topik-topik yang mungkin kurang menyenangkan bagi para partisipan untuk dibahas. Peneliti sebagai partisipan – peneliti menampakkan perannya sebagai observer. Wawancarawawancara seperti ini tentu saja memerlukan pertanyaan-pertanyaan yang secara umum tidak tersetruktur (unstructured) dan bersifat terbuka (openended) yang dirancang untuk memunculkan pandangan dan opini dari para partisipan. Peneliti tidak dianggap memiliki skill observasi yang baik. Partisipan sebagai observer –peran observasi sekunder diserahkan kepada partisipan.2 Jenis-Jenis. Peneliti sangat mungkin tidak dapat melaporkan hasil observai yang bersifat frivat. Jenis-Jenis  Kelebihan-Kelebihan  Para partisipan bisa lebih leluasa memberikan 232 Kelemahan-Kelemahan  Wawancara hanya akan memberikan informasi di tempat . Opsi-Opsi. atau aneh bisa di deteksi selama observasi.        Wawancara     Informasi yang diperoleh bisa saja tidak murni karena masih disaring kembali oleh peneliti. dan Kelemahan-Kelemahan Pengumpulan Data Kualitatif Jenis-Jenis Observasi  Opsi-Opsi Partisipasi utuh – peneliti menyembunyikan perannya sebagai Observer.2. Dalam wawancara kualitatif. Telepon –peneliti mewawancarai partisipan lewat telepon Opsi-Opsi Focus group – peneliti pewawancarai   Kelebihan-Kelebihan Peenliti mendapatkan pengalaman langsung dari partisipan. Peneliti dapat melakukan perekaman ketika ada informasi yang muncul. Sejumlah partisipan tertentu (seperti. atau terlibat dalam focus group interview (interview dalam kelompok tertentu) yang terdiri dari enam sampai delapan partisipan per kelompok. siswa) sering kali hanya mendatangkan masalah selama proses penelitian. Peneliti utuh – peneliti mengobservasitanpa bantuan partisipan. Opsi pertama penting ketika peneliti tidak bisa mengobservasi secara langsung semua partisiapan.

partisiapan dalam sebuat kelompok Wawancara internet dengan email atau perangkat online lain.

Doumentasi  

Dokumen publik, seperti makalah, atau koran. Dokumen privat, seperti diary, buku harian, atau surat.

Jenis-Jenis

Opsi-Opsi 

AudioVisual

  

Foto Vediotape Objek-objek seni

yang sudah ditentukan, dan bukan di tempat alamiah.  Kehadiran peneliti bisa saja melahirkan respons-respons yang bias.  Tidak semua orang punya kemampuan artikulasi dan persepsi yang setara. Memungkinkan  Tidak semua orang peneliti memperoleh memiliki bahasa dan kata-kata kemampuan tekstual dari artikulasi dan partisipan. persepsi yang setara. Dapat diakses kapan saja –sumber  Dokumen ini bisa informasi yang tidak saja diproteksi dan terlalu menonjol. tidak memberikan akses privat mapun Menyajikan data publik. yang berbobot. Data ini biasanya sudah  Mengharuskan ditulis secara peneliti menggali mendalam oleh informasi dari partisipan tempat-tempat yang mungkin saja sulit ditemukan. Kelebihan-Kelebihan Kelemahan-Kelemahan Sebagai bukti tertulis,  Dokumen yang data ini benar-benar terkomputerisasi dapat menghemat masih waktu peneliti dalam mengharuskan mentranskip. peneliti untuk mentranskip secara online atau menscanning-nya terlebih dahulu.  Materi-materinya sangat mungkin tidak lengkap.  Dokumen tersebut bisa saja tidak asli atau tidak akurat. Bisa menjadi metode  Materi seperti ini yang tidak terlalu bisa saja sangat menonjol dalam rumit untuk
233

informasi historis. Memungkinkan peneliti mengontrol alur tanya jawab (questioning).

proses pengumpulan ditafsirkan. data.  Bebarapa materi audio-visual  Memberikan kesempatan bagi diproteksi dan tidak partisipan untuk memberikan akses membagi publik maupun pengalamannya privat. secara langsung.  Kehadiran peneliti (seperti, fotografer)  Materi audio-visual merupakan materi sangat mungkin kreatif yang dibuat mengganggu dengan penuh (disruptif). perhatian. Catatan: Tabel ini merupakan gabungan dari beberapa materi yang pernah disampaikan oleh Software komputer film Merriam (1998), Bogdam & Biklen (1992), dan Creswell (2007) 3. Selama proses penelitian, peneliti juga bisa mengumpulkan dokumen-dokumen kulitatif. Dokumen ini bisa berupa dokumen publik (seperti, koran, makalah, laporan kantor) ataupun dokumen privat (seperti, buku harian, diary, surat, e-mail). 4. Kategoti terakhir dari data kualitatif adalah materi audio dan visual. Data ini bisa berupa foto, objek-objek seni, videotape, atau segala jenis suara/bunyi.  Dalam membahas pengumpulan data lain di luar observasi dan wawancara yang biasa. Strategi-strategi yang tidak biasa seperti ini tidak hanya memungkinkan peneliti memperoleh informasi penting yang mungkin luput dari observasi dan wawancara, tetapi juga akan membuat pembaca tertarik pada proposal yang diajukan. Misalnya, amatilah sejumlah pendekatan pengumpulan data dalam Tabel 9.3 yang mungkin bisa anda gunakan. Dari tabel ini, diharapkan anda mampu membuka imajinasi lebih luas terhadap kemungkinan pendekatan-pendekatan lain, misalnya dengan mengumpulkan bunyi atau rasa, atau dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang disukai partisipan untuk membangkitkan komentar mereka selama wawancra.

 

PROSEDUR-PROSEDUR PEREKAM DATA Sebelum terjun kelapangan, peneliti kualitatif merencanakan pendekatan untuk merekam data penelitian. Proposal seharusnya mengidentifikasi data apa yang akan direkam dan prosedur-prosedur apa yang digunakan untuk merekam data tersebut.

234

Gunakanlah protokol untuk merekam data observasional. Peneliti sering kali terlibat dalam banyak observasi selama penelitian dan selama observasi ini; peneliti meggunkan protokol observasional untuk merekam data. Protokol ini bisa berupa satu lembar kertas dengan garis pemisah di tengah untuk membedakan catatan-catatac deskriptif (deskripsi mengenai partisipan, rekonstruksi dialog, deskripsi mengenai setting fisik, catatan tentang peristiwa

Tabel 9.3 Beberapa Pendekatan Pengumpulan Data Kualitaif Observasi Observasi      Mengumpulkan data lapangan denga berperan sebagai partisipan. Mengumpulkan data lapangan dengan berperan sebagai Observer. Mengumpulkan data lapangan dengan lebih banyak berperan sebagai partisipan ketimbang observer. Mengumpulkan data lapangan dengan lebih banyak berperan sebagai observer ketimbang partisipan. Mengumpulkan data lapangan dengan berperan sebagai outsider (orang luar) terlebih dahulu, kemudian mulai masuk kedalam setting penelitian sebagai insider (orang dalam) Wawancara      Melaksanakan wawancara tidak-tersetruktur dan terbuka, sambil mencatat hal-hal penting. Melaksanakan wawancara tidak-tersetruktur dan terbuka, sambil merekamnya dengan audiotape, lalu mentranskipnya. Melaksanakan wawancara semi-terstruktur, sambil merekamnya dengan audiotape, lalu mentranskipnya. Melaksankan wawancara focus group, sambil merekamnya dengan audiotape, lalu mentranskipnya. Melaksanakan jenis wawancara yang berbeda sekaligus: melalui email, dengan berhadaphadapan langsung, wawancara focus group, wawancara focus group online, dan wawancara telepon. Dokumentasi    Mendokumentasikan buku harian selama penelitian. Meminta buku harian atau diary dari partisipan selama penelitian. Mengumpulkan surat pribadi ari partisipan.
235

             

Menganalisis dokumen publik (seperti, memo resmi, catatan-catatan resmi, atau arsiparsip lainnya). Menganalisis autobiografi atau biografi. Meminta foto partisipan atau merekam suara mereka dengan videotape. Audit-audit. Rekaman medis

Materi Audio-Visual Menganalisis jejak-jejak fisik (seperti, jejak-jejak kaki di salju). Merkam atau memfilmkan situasi sosial atau seorang individu atau kelaompok tertentu. Menganalisis foto dan rekaman video. Mengumpulkan suara/bunyi (seperti, musik, teriakan anak, klakson mobil), Mengumpulkan email. Mengumpulkan text massage dari telepon seluler. Menganalisis harta kepemilikan atau objek-objek ritual. Mengumpulkan bunyi, aroma, rasa, atau stimuli-stimuli indra lainnya

Sumber: Diadopsi dari Creswell (2007) dan aktivitas tertentu) dengan catatan-catatan refleksif (pengetahuan pribadi peneliti, seperti ―spekulasi, perasaan, masalah, gagasan, dugaan, kesan, dan prasangka‖) (Bogdan & Biklen, 1992:121). Dalam prorokol ini juga bisa disertsakan informasi demografis, seperti jam, tanggal, dan lokasi di mana peneliti saat itu berada.  Gunakanlah protokol wawancara ketika mengajukan pertanyaan dan merekam jawabanjawaban selama wawancara kualitatif. Protokol ini bisa mencakup komponen-komponen berikut ini: 1. Judul (tanggal, lokasi, pewawancara/peneliti, yang diwawancarai/partisipan). 2. Instruksi-instruksi yang harus diikuti oleh partisipan agar prosedur-prosedur wawancara dapat berajalan lancar. 3. Pertaanyaan-pertanyaan (biasanya pertanyaan ice-breaker di awal wawancara yang kemudian dilanjutkan dengan 4-5 pertanyaan yang menjadi subpertanyaansubpertanyaan dari rumusan masalah penelitian; lalu diikuti oleh beberapa pertanyaan lain atau pertanyaan penutup, seperti: ―siapa yang harus saya kunjungi untuk mempelajari lebih lanjut mengenai topik ini?‖

236

4. Proses penjajakan/pemeriksaan dengan mengajukan 4-5 pertanyaan, untuk meminta partisipan menjelaskan gagasan-gagasan mereka lebih detail atau menguraikan lebih rinci tentang apa yang mereka katakan. 5. Waktu tunda selama wawancara untuk merekam/mencatat respons-respons dari partisipan. 6. Ucapan terimakasih kepada orang yang diwawancarai atas waktu yang diluangkan untuk wawancara (lihat Creswell, 2007)  Peneliti merekam informasi dari partisipan dengan menggunakan catatan-tangan, dengan audiotape, atau dengan videotape. Akan tetapi, meskipun wawancara ini direkam menggunakan audiotape, saya merekomendasikan agar peneliti tetap mencatatnya karena banyak kejadian hasil rekaman menjadi korup, rusak, atau gagal. Jika videotape yang digunakan, peneliti harus tetap mengatur rencana selanjutnya untuk mentranskip hasil rekaman vediotape ini.  Untuk dokumen dan materi-materi visual, dapat direkam/ dicatat sesuai keinginkan peneliti. Biasanya, rekaman/catatan haruslah merefleksikan informasi menganai dokumen tersebut atau materi lain serta gagasan-gagasnan inti dalam dokumen itu. Penting juga mencatat apakah materi ini benar-benar mencerminkan materi primer (seperti, informasi yang secara langsung berasal dari orang atau situasi yang tengah diteliti) atau materi sekunder (seperti, catatan-catatan tangan-kedua/second-hand tentang orang atau situasi penelitian yang berasal dari sumber lain).  Peneliti juga perlu memberikan komentar tentang nilai dan reliabilitas sumber-sumber data ini. ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA Dalam proposal, bagian analisis data bisa terdiri dari sejumlah komponen. Tetapi, proses analisis data secara keseluruhan melibatkan usaha memaknai data yang berupa teks atau gambar. Untuk itu, peneliti perlu mempersiapkan data tersebut untuk dianalisis, melakukan analisis-analisis yang berbeda, memperdalam pemahaman akan data tersebut (sejumlah peneliti kualitatif lebih suka membayangkan tugas ini layaknya menguliti lapisan bawang), menyajikan data, dan membuat interpretasi makna yang lebih luas akan data tersebut. Ada sejumlah proses umum yang bisa dijelaskan oleh peneliti dalam proposal mereka untuk menggambarkan keseluruhan aktivitas analisis data ini, sebagaimana yang pernah saya (Creswell, 2007), Rossman dan Rallis (1998) deskripsikan berikut ini:

237

Analisis data merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan refleksi terus-menerus terhadap data, mengajukan pertanyaan-pertanyaan analitis, dan menulis catatan singkat sepanjang penelitian. Maksud saya, analisis data kualitatif bisa saja melibatkan proses pengumpulan data, interpretasi, dan pelaporan hasil secara serentak dan bersama-sama. Ketika wawancara berlangsung, misalnya, peneliti sambil lalu melakukan analisis terhadap data-data yang baru saja diperoleh dari hasil wawancara ini, menulis catatancatatan kecil yang dapat dimasukkan sebagai narasi dalam laporan akhir, dan memikirkan susunan laporan akhir.   Analisis data melibatkan pengumpulan data yang terbuka, yang didasarkan pada pertanyaan-pertanyaan umum, dan analisis informasi dari para partisipan. Analisis data kualitatif yang dilaporkan dalam artikel-artikel jurnal dan buku-buku ilmiah sering kali menjadi model analisis yang umum digunakan. Dalam model analisis tersebut, peneliti mengumpulkan data kualitatif, menganalisisnya berdasarkan tema-tema atau perspektif-perspektif tertentu, dan melaporkan 4-5 tema. Meski demikian, saat ini tidak sedikit peneliti kualitatif yang berusaha melampaui model analisis yang sudah lazim tersebut dengan menyajikan prosedur-prosedur yang lebih detail dalam setiap strategi penelitiannya. Misalnya, strategi grounded theory kini sudah memiliki langkah-langkah sistematis dalam analisis datanya (Corbin & Strauss, 2007; Strauss & Corbin, 1990,. 1998). Langkah-langkah ini meliputi, misalnya, membuat kategori-kategori atas informasi yang diperoleh (open coding), memilih salah satu kategori dan menempatkannya dalam satu model teoretis (axial coding), lalu merangkai sebuah cerita dari hubungan antar-kategori ini (selective ceding). Selain grounded theory, studi kasus atau penelitian etnografi kini sudah melibatkan deskripsi detail mengenai setting atau individu-individu tertentu, yang kemudian diikuti oleh analisis data (lihat Stake, 1995; Wolcott, 1994). Penelitian fenomenologis sudah menerapkan analisis terhadap per-nyataan-pernyataan penting, generalisasi unit-unit makna, dan apa yang disebut Moustakas (1994) sebagai deskripsi esensi. Penelitian naratif melibatkan penceritaan kembali cerita-cerita partisipan dengan menggunakan unsurunsur struktural, seperti plot, setting, aktivitas, klimaks, dan ending cerita (Clandinin & Connelly, 2000). Intinya, proses-proses dan istilah-istilah dalam strategi penelitian kualitatif berbeda satu sama lain dalam hal analisis datanya.  Meskipun perbedaan-perbedaan analitis ini sangat bergantung pada jenis strategi yang digunakan, peneliti kualitatif pada umumnya menggunakan prosedur yang umum dan

238

Sebagai tips penelitian. para peneliti kualitatif terkadang menulis catatan-catatan khusus atau gagasan-gagasan umum tentang data yang diperoleh. Langkah ini melibatkan beberapa tahap: mengambil data tulisan atau gambar yang telah dikumpulkan selama proses pengumpulan. 1998:171). Cara yang ideal adalah dengan mencampurkan prosedur umum tersebut dengan langkah-langkah khusus. kredibilitas. beragam tahap saling berhubungan dan tidak harus selalu sesuai dengan susunan yang telah disajikan. men-scanning materi. Membaca keseluruhan data.langkah-langkah khusus dalam analisis data. grounded theory. Langkah 2. Langkah pertama adalah membangun general sense atas Informasi yang diperoleh dan me-refleksikan maknanya secara keseluruhan. tetapi dalam praktiknya saya melihat pendekatan ini lebih interaktif. Gagasan umum apa yang terkandung dalam perkataan partisipan? Bagaimana nada gagasangagasan tersebut? Bagaimana kesan dari kedalaman. mensegmentasi kalimat-kalimat (atau paragraf-paragraf) atau level analisis yang berbeda. Langkah ini melibatkan transkripsi wawancara. studikasus) 239 .1. mengeuk data lapangan. dan penuturan informasi itu? Pada tahap ini.langkah dari yang spesifik hingga yang umum dengan berbagai berikut ini Gambar 9. atau memilah-milah dan menyusun data tersebut ke dalam jenis-jenis yang berbeda tergantung pada sumber informasi. Mengolnh dan mempersiapkan data untuk dianalisis. Coding merupakan proses mengolah materi/informasi menjadi segmen-segmen tulisan sebelum memaknainya (Rossman & Rallis. Langkah 3. Pendekatan di atas dapat dijabarkan lebih detail dalam langkah-langkah analisis berikut ini: Langkah 1. Menganalisis lebih detail dengan mene-coding data. saya mengajak peneliti untuk melihat analisis data kualitatif sebagai suatu proses penerapan langkah.1 mengilustrasikan pendekatan linear dan hierarkis yang dibangun dari bawah ke atas. sebagaimana yang ditunjukkan Menginterpretasitematema/deskripsi-deskripsi Menghubungkan tematema/deskripsi-deskripsi (seperti. Ringkasan proses analisis data dapat dilihat pada Gambar 9.

Pilihlah satu dokumen (seperti. Sebelum melanjutkan pada Langkah 4. lalu tanyakan pada diri Anda sendiri. Pelajari baik-baik. Tema-tenia I Menvalidasi keakuratan informasi * Men-coding data Deskripsi L (tangan atau komputer)i * Membaca keseluruhan data ji Mengolatrdan mempersiapkan data untuk i dianalisis Data mentah (transkripsi. Tulislah gagasan tersebut dalam bentuk catatan-catatan kecil. Berusahalah untuk memperoleh pemahaman umum.A V. paling singkat. yang sering kali didasarkan pada istilah/bahasa yang benarbenar berasal dari partisipan (disebut istilah in vivo). wawancara) —yang paling menarik. pertimbangkan peturv-juk-petunjuk detail yang dapat membantu Anda dalam proses coding. "Ini tentang apa?" Jangan dulu berpikir mengenai substansi informasi. Tesch (1990:142-145) memberikan ulasan menarik tentang dela-pan langkah dalam proses coding: 1. Berusahalah untuk menangkap gagasan-gagasan inti dari transkripsi tersebut. topik unik. dan Analisis data dalam Penelitian Kualitatif sebagainya) gambar-gambar tersebut ke dalam kategori-kategori. gambar. Gabungkan topik-topik yang sama. tetapi pikirkanlah makna dasarnya. buatlah daftar mengenai semua topik yang Anda peroleh dari perenungan Anda sebelumnya. 2. Ketika Anda sudah merampungkan tugas ini. 240 . kemudian melabeli kategori-kategori ini dengan istilah-istilah khusus. Bacalah semua tran'skripsi dengan hati-hati. 3. data lapangan. Masukkan topik-topik ini dalam kolom-kolom khusus. dan paling penting. atau topik lain. bisa sebagai topik utama.

dalam Asmussen dan Creswell. pertimbangkan pula jenis-jenis kode yang menurut Bogdan dan Biklen (1992:166-172) banyak muncul dalam database kualitatif:  Kode-kode setting dan konteks.gambarkan topik-topik yang sudah Anda peroleh sebelumnya. lalu masukkanlah topik-topik ini dalam kategorikategori khusus.  Kode-kode yang ganjil dan memiliki ketertarikan konseprual bagi pembaca (seperti. "penembakan kembali. Anda bisa membuat garis-garis antarkategori untuk menujukkan keterhubungannya 6. Buatlah satu kalimat/frasa/kata yang paling cocok untuk meng. Ringkaslah topiktopik ini menjadi kode-kode. 5. Sebagai konseptualisasi alternatif. Cobalah meringkas kategori-kategori yang ada dengan mengelompokkan topik-topik yang saling berhubungan satu sama lain." sebagai salah satu kode/tema yang menyuguhkan dimensi baru pada kita tentang insiden penembakan di kampus dan tentu saja berhubungan dengan pengalaman orang lain di kampus mana pun). coding-lah kembali data yang sudah ada. deiapan langkah di atas akan membuat peneliti lebih sistematis daiam proses analisis data tekstual. Masukkan materi-materi data ke dalam setiap kategori tersebut dan bersiaplah untuk melakukan analisis awal. Tentu saja ada banyak variasi dalam proses ini. dengan berpijak pada literatur sebelumnya dan common sense. 1995. Jika masih dimungkinkan.4. 8. lalu susunlah kodekode untuknya. 7. Sekarang. Amati kembali kategori-kategori yang sudah Anda buat.bawalah daftar topik tersebut dan kembalilah ke data Anda.  Kode-kode yang mencerminkan perspektif teoretis yang luas dalam penelitian. lalu lihatlah apakah ada kategori-kategori dan kode-kode lain yang luput dari pengamatan Anda. Sebagai tips penelitian. saya mendorong para peneliti kualitatif untuk menganalisis materi data mereka dengan menjelaskan:  Kode-kode yang berkaitan dengan topik-topik utama yang sudah banyak diketahui oleh pembaca secara umum. kami memunculkan retriggering. Intinya. lalu tulislah kode-kode tersebut dalam segmensegmen/kategori-kategori. 241 . Untuk melakukan hal ini.  Kode-kode yang mengejutkan dan tidak disangka-sangka di awal penelitian. ringkas kembali kategori-kategori ini. Jika perlu.

Hanya saja. Kecenderungan berpikir subjek tentang orang lain dan objek-objek. codebook ini tidak akan terlalu berfungsi jika peneliti meng-coding data dari transkrip yang berbeda-beda. Dalam ilmu kesehatan. dan keterangan-keterangan lain (seperti. Kode-kode proses. Codebook ini ber-kembang dan bisa berubah jika penelitiannya didasarkan pada" analisis tertutup (close analysis) atau ketika peneliti tidak memulai analisisnya dari perspektif emerging code.       Perspektif-perspektif subjek. Masalah lain yang sering kali muncul terkait dengan proses coding ini adalah soal apakah peneliti seharusnya: (a) membuat kode-kode hanya berdasarkan informasi yang muncul dengan sendirinya (enlarging code) dari para partisipan. kemudian men-/ft-kan kodekode tersebut dengan data penelitian.kodie ini (emerging code dan predetermined code). Codebook ini bisa tersusun dari nama kode di satu kolom. sebuah tabel atau catatan yang berisi kode-kode yang telah ditentukan sebelumnya (predetermined codes) untuk digunakan dalam mengcoding data. Penggunaan codebook secara khusus berguna bagi bidang-bidang yang menerapkan penelitian kuantitatif. pendekatan yang paling sering digunakan adalah dengan menggunakan kode-kode yang telah ditentukan sebelumnya {predetermined code) yang didasarkan pada teori yang akan diuji. definisi kode di kolom lain. atau (c) mengombinasikan dua jenis. peneliti juga bisa menerapkan pendekatan lain yang lebih variatii. nomor garis) yang menunjukkan adanya kode dalam transkrip ter-tentu. Bagi para peneliti yang memiliki teori yang sudah pasti dan mereka ingin menguji dalam proyek-proyeknya. saya merekomen-dasikan agarcodebook digunakan terlebih dahulu untuk meng-coding data dan biarkan codebook tersebut berkembang dan berubah sesuai dengan informasi yangdipelajari ketika melakukan analisis data. Kode-kode aktivitas. namun masih memerlukan pendekatan yang lebih sistematis dari penelitian kualitatif. Pendekatan yang banyak diterapkan dalam ilmu sosial adalah dengan membiarkan kode-kode tersebut muncul (emerging code) selama analisis data. Kode-kode strategi. Meski demikian. 242 . Kode-kode relasi dan struktur sosial Skema-skema coding yang sudah direncanakan sejak awal. (b) menggunakan kodekode yang telah ditentukan sebelumnya {predetermined code). yaitu dengan membuat codebook kualitatif.

atau mengcoding skema-skema dengan warna-warna. 1995). bagaimana laki-iaki dan wanita —kode pertama tentang gender— berbeda-beda dalam hal sikap mereka terhadap aktivitas merokok —kode kedua). jika database sangat banyak. program-program software yang saya dan rekan-rekan saya guriakan di kantor penelitian adalah sebagai berikut: 243 . proses ini akan menjadi lebih cepat dan efisien ketimbang mengcoding menggunakan tangan. lalu menuliskan segmen-segmen teksnya ke dalam kartu-kartu kecii. dan import serta export data kualitatif ke dalam program-program kuantitatif seperti dalam spreadsheet atau program analisis data. program komputer dapat menfasilitasi peneliti untuk mem-bandingkan kode-kode yang berbeda (seperti. foto). Misalnya. pendekatan ini menguras energi dan waktu. Sebagaimana program-program software lain. pencarian kode-kode yang saling berhubungan dalam membuat pertanyaan-per-tanyaan mengenai hubungan antarkode. Di luar kemudahan ini. kehandalan dalarh penyimpanan dan pengolahan data. Fitur-fitur inilah yang membuat proses coding dengan software komputer menjadi pilihan yang lebih logis kefimbang meng-codzng-nya dengan tangan. sejumlah peneliti melihat pentingnya mengcoding transkrip-transkrip atau informasi kualitatif dengan memakai tangan. mengolah/ dan memilah-milah informasi yang mungkin berguna dalam proses penulisan bagi penelitian kualitatif. Tentu saja. kapasitas pencarian dan penempatan semua teks yang berhubungan dengan kode-kode tertentu. Weitzman & Miles. Ada beberapa software komputer yang memiliki fitur-fitur yang sangat berguna. Meskipun dalam program ini peneliti masih perlu membaca teks (seperti transkripsi-transkripsi) dan memindah kode-kode. kemampuan menggabungkan data teks dan gambar (seperti. Selain itu. peneliti bisa dengan cepat mencari semua kutip-an (atau segmen-segmen teks) yang memiliki kode yang sama dan mendeteksi apakah para partisipan merespons gagasan dalam kode tersebut dengan cara yang sama atau berbeda. meski-pun buku-buku y ang membahas teknik-teknik penggunaan program ini sudah banyak tersedia (seperti. Ada begitu ban)'ak program software yang mendukung untuk PC pribadi. Ide dasar di balik program-program seperti ini adalah bahwa menggunakan komputer merupakan cara efisien untuk menyimpan dan menempatkan data kualitatif. Pendekatan lain yang lebih cepat adalah dengan menggunakan program-program software komputer untuk membantu meng-coding. program software kualitatif seperti ini juga membutuhkan waktu dan keterampilan peneliti untuk mempelajari dan menerapkannya secara efektif.Kembali pada proses coding sebelumnya. seperti tersedianya tutorial dan CD peragaan.

Peneliti dapat membuat kode-kode untuk mendeskripsikan semua informasi ini.atlasti. Program berbasis PC lain yang juga berasal dari Jerman ini juga dapat membantu peneliti dalam mengolah file-file data teks. Langkah 4. Setelah mengidentifikasi terria-tema selama proses coding. Tema-tema ini juga bisa dianalisis untuk kasus tertentu. Tema-tema inilah yang biasanya menjadi hasil utama dalam penelitian kualitatif dan sering kali digvinakan untuk membuat judul dalam bagian hasil penelitian.ist) yang dikombinasikan dengan concept mapping NVivo. atau dibentuk menjadi deskripsi umum (seperti dalam fenomenologi). Program ini istimewa karena memiliki semua fitur yang telah saya sebutkan di atas. atau penelitian naratif.com). Deskripsi ini melibatkan usaha penyampaian informasi secara detail mengenai orang-orang. Meski demikian.researchware. terapkanlah proses coding untuk membuat sejumlah kecil tema atau kategori. etnografi. seraya menampilkan perspektif-perspektif yang terbuka untuk dikaji ulang. memperoleh kembali. audio. pene-liti kualitatif dapat memanfaatkan lebih jauh tema-tema ini untuk membuat analisis yang lebih kompleks.maxqda . Setelah itu. gambar. seperti memo. orang-orang. peneliti mengait-kan tema-tema dalam satu rangkaian cerita (seperti dalam penelitian naratif) atau mengembangkan tema-tema tersebut menjadi satu model teoretis (seperti dalam grounded theory).com). serta melakukan analisis data. merupakan paket software kualitatif yang mudah digunakan dan memungkinkan peneliti untuk meng-codzrzg. dan visual.  QSR NVivo (www. serta hal-hal lain yang dapat di-coding. dan tema-tema yang akan di-analisis.  HyperRESEARCH (www.ti (www.  Atlas. lalu menganalisisnya untuk proyek studi kasus. MAXqda (www. Misalnya. Terapkan proses coding untuk mendeskripsikan setting. lintas kasus yang berbeda-beda (seperti dalam studi kasus).com).com). lokasi-lokasi. tema-tema ini sebaiknya diperkuat dengan berbagai kutipan. Program ini merupakan program berbasis PC dari Jerman yang dapat membantu peneliti secara sistematis mengevaluasi dan menginterpretasi teks-teks kualitatif. atau peristiwaperistiwa dalam setting tertentu. Program ini juga mendukung PC berbasis windows. Program yang berasal dari Austrasila ini menawarkan program software terkenal a N6 (atau Nud.qsrintemational. baik untuk PC maupun MAC ini. kategori-kategori. ke dalam proyek penelitian. Penelitian kualitatif yang rumit biasanya melampaui 244 . dan membangun teori-teori. Program yang mendukung. bisa lima hingga tujuh kategori.

perspektif-perspektif. Tunjukkan bagaimana deskripsi dan tema-tema ini akan disajikan kembali dalam narasi/laporan kualitatif. dan dapat bersifat pribadi. Para peneliti kualitatif juga dapat menggunakan visual-visual. Mengajukan pertanyaan seperti "Pelajaran apa yang bisa diambil dari semua ini?" akan membantu peneliti mengungkap esensi dari suatu gagasan (Lincoln & Guba. atau memberikan informasi deskriptif tentang partisipan dalam sebuah tabel (sebagaimana dalam studi kasus dan etnografi). sejarah. dan pengalaman pribadinya ke dalam penelitian. gambar-gambar. Selain itu. menurut Wolcott (1994). Interpretasi/pemaknaan ini juga bisa berupa pertanyaan-pertanyaan baru yang perlu dijawab selanjutnya: pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari data dan analisis. dengan berpijak pada kenyataan bahwa peneliti membawa kebudayaan. Pendekatan questioning ini juga berlaku dalam pendekatan advokasi dan partisipatoris. Mereka dapat menyajikan suatu proses (sebagaimana dalam grounded theory). atau tabel-tabel untuk membantu menyaji-kan pembahasan ini. Langkah 5. dan tindakan. Pendekatan yang paling populer adalah dengan menerapkan pendekatan naratif dalam menyampaikan hasil analisis. Jadi. DAN GENERALISABILITAS 245 . Pelajaran ini dapat berupa interpretasi pribadi si peneliti. RELIABIUTAS. mereka dapat membentuk interpretasi-interpretasi yang diorientasikan pada agenda aksi menuju reformasi dan perubahan. 1985). Interpretasi juga bisa berupa makna yang berasal dari perbandingan antara hasil penelitian dengan informasi yang berasal dari literatur atau teori. jika peneliti kualitatif menggunakan perspektif teoretis. dapat diterapkan ahli etnografi untuk mengakhiri penelitiannya adalah dengan meng-ajukan pertanyaan-pertanyaan lebih laniut. atau tentang keterhubung-an antartema. peneliti menegaskan apakah hasil peneliti-annya membenarkan atau justru menyangkal informasi sebelumnya. Dalam hal ini. Langkah terakhir dalam analisis data adalah meng-interpretasi atau memaknai data. ilustrasi-ilustrasi khusus. menggambarkan secara spesifik lokasi penelitian (sebagaimana dalam etnografi). tema-tema tertentu (lengkap dengan subtemasubtema. interpretasi atau pemaknaan data dalam.deskripsi dan identifikasi tema untuk masuk ke dalam huburvgan antartema yang lebih kompleks. dapat diadaptasikan untuk jenis rancangan yang berbeda. Langkah 6. Pendekatan ini bisa meliputi pembahasan tentang kronologi peristiwa. dan bukan dari hasil ramalan peneliti. penelitian kualitatif dapat berupa banyak hal. VALIDItAS. dan kutipan-kutipan). Salah satu cara yang. berbasis penelitian.

atau sampel yang baru) dalam penelitian kuantitatif) (mengenai generalisabilitas dan reliabilitas kuantitatif ini sudah di-jelaskan dalam Bab 8). 246 . Bagaimana para peneliti kualitatif mengetahui bahwa pendekatan mereka konsisten dan reliabel? Yin (2003) menegaskan bahwa para peneliti kualitatif harus mendokumentasikan prosedur-prosedur studi kasus mereka dan mendokumentasikan sebanyak mungkin langkahlangkah dalam prosedur tersebut. Peneliti perlu menyampaikan langkah-iangkah yang ia ambil untuk memeriksa akurasi dan kredibilitas hasil penelitiannya. sementara reliabilitas kualitatif mengindikasikan bahwa pendekatan yang digunakan peneliti konsisten jika diterapkan oleh peneliti-peneliti lain (dan) untuk proyek-proyek yang berbeda (Gibbs. 2007). tidak pula sejajar dengan reliabilitas (yang berarti pengujian stabilitas dan konsistensi respons) ataupun dengan generalisabilitas (yang berarti validitas eksternal atas hasil penelitian yang dapat diterapkan pada setting. Lakukan cross-check dan bandingkan kode-kode yang dibuat oleh peneliti lain dengan kode-kode yang teiah Anda buat sendiri. orang. Gibbs (2007) memerinci sejumlah prosedur reliabilitas sebagai berikut:   Ceklah hasil transkripsi untuk memastikan tidak adanya kesalahan yang dibuat selama proses transkripsi. validitas ini tidak memiliki konotasi yang sama dengan validitas dalam penelitian kuantitatif. Hal ini dapat dilakukan dengan terus membandingkan data dengan kodekode atau dengan menulis catatan tentang kode-kode dan defirusi-definisinya (lihat pembahasan mengenai codebook kualitatif). Sebaliknya. validitas kualitatif merupakan upaya pemeriksaan terhadap akurasi hasil penelitian dengan me-nerapkan prosedur-prosedur tertentu. Dalam penelitian kualitatif. Pastikan tidak ada definisi dan makna yang mengambang mengenai kode-kode selama proses coding. peneliti tetap harus memiokuskan pembahasannya mengenai validasi ini dengan cara menulis prosedur-prosedur validasi pada bagian khusus dalam proposal.Meski validasi atas hasil penelitian bisa berlangsung selama proses penelitian (seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 9. Dia juga merekomendasi-kan agar para peneliti kualitatif merancang secara cermat protokol dan database studi kasusnya. diskusikanlah kode-kode bersama partner satu tim dalam pertemuan-pertemuan rutin atau sharing analisis.   Untuk penelitian yang berbentuk tim.1).

2000). seperti trustworthiness. Sementara itu. penj. bahkan ini menjadi salah satu topik penelitian yang paling banyak dibahas (Lincoln & Guba. peneliti dapat menerapkan prosedur-prosedur statistik atau subprogram-subprogram reliabilitas yang tersedia dalam program-program software kualitatif untuk mengetahui tingkat konsistensi coding. validitas merupakan kekuatan lain dalam pe-nelitian kualitatif selain reliabilitas. atau pembaca secara umum (Creswell & Miller. Member 247 . Validitas ini didasarkan pada kepastian apakah hasil penelitian sudah akurat dari sudut pandang peneliti. tetapi apakah mereka akan meng-codmg pernyataan tersebut dengan kode yang sama/mirip satu sama lain). dan peneliti perlu mencari orang yang dapat mengkroscek kode-kode mereka untuk memperoleh apa yang saya sebut dengan intercoder agreement. Saya rnemang merekomendasikan digunakan-nya beragam strategi validitas karena hal ini dapat meningkatkan kemampuan peneliti dalam menilai keakuratan hasil penelitian serta meyakinkan pembaca akan akurasi tersebut. Peneliti perlu menjelaskan strategi-strategi validitas ke dalam proposalnya. Setelah itu. Miles dan Huberman (1994) merekomendasikan agar konsistensi coding ini setidaknya berada dalam 80% agreement untuk memastikan reliabilitas kualitatif yang baik. 2000). Saya merekomendasikan agar beberapa prosedur penelitian dijelaskan dalam proposal. partisipan. Persetujuan semacam ini dapat didasarkan pada apakah dua atau lebih coder (pemeriksa kode.) telah "sepakat" tentang kode-kode yang digunakan untuk "pernyataan yang sama" (Catatan: ini bukan soal apakah mereka menfr-coding pernyataan yang sama. Prosedur lain yang saya rekomendasikan untuk disertakan dalam proposal penelitian adalah mengidentifikasi dan membahas satu atau lebih strategi yang ada untuk memeriksa akurasi hasil penelitian. Ada banyak istilah dalam literatur-literatur kualitatif yang membahasakan validitas ini.Para peneliti kualitatif perlu menjelaskan sejumlah prosedur ini dalam proposal penelitian untuk menunjukkan bahwa hasil penelitian yang mereka peroleh nantinya akan benar-benar konsisten dan reliabel.  Menerapkan member checking untuk mengetahui akurasi hasil penelitian. 2000). authenticity. dan credibility (Greswell & Miller. Berikut ini adalah dela-pan strategi validitas yang disusun mulai dari yang paling sering dan mudah digunakan hingga yang jarang dan sulit diterapkan:  Mentriangulasi (triangulate) sumber-sumber data yang berbeda dengan memeriksa buktibukti yang berasal dari sumber-sumber tersebut dan menggunakannya untuk membangun justifikasi tema-tema secara koheren. Tema-tema yang dibangun berdasar-kan sejumlah sumber data atau perspektif dari partisipan akan menambah validitas penelitian.

seperti gender. peneliti juga dapat menyajikan informasi yang berbeda dengan perspektif-perspektif dari tema itu. hasilnya bisa jadi lebih realistis dan kaya. Hal ini tidak berarti bahwa peneliti membawa kembali transkrip. peneliti akan mampu membuat narasi yang terbuka dan jujur yang akan dirasakan oleh pembaca. kebudayaan. Semakin banyak kasus yang disodorkan peneliti. analisis kasus.  Membuat deskripsi yang kaya dan padat (rich and thick description) tentang hasil penelitian. dan status sosial ekonomi. Akan tetapi. grounded theory. Sebaliknya. Tugas ini bisa saja mengharuskan peneliti untuk melakukan wawancara tindak lanjut dengan para partisipan dan memberikan kesempatan pada mereka untuk berkomentar tentang hasil penelitian. Dalam hal ini. Peneliti dapat melakukan ini dengan membahas bukti mengenai suatu tema.checking ini dapat dilakukan dengan membawa kembali laporan akhir atau deskripsideskripsi atau tema-tema spesifik ke hadapan partisipan untuk mengecek apakah mereka merasa bahwa laporan/deskripsi/tema tersebut sudah akurat. Ketika para peneliti kualitatif menyajikan deskripsi yang detail mengenai setting misalnya. Deskripsi ini setidaknya harus berhasil menggambarkan setting penelitian dan membahas salah satu elemen dari pengalaman-pengalaman partisipan.  Memanfaatkan waktu yang relatif lama {prolonged time) dilapangan atau lokasi penelitian. Karena kehidupan nyata tercipta dari beragam perspektif yang tidak selalu menyatu. deskripsi kebudayaan. hasil penelitian bisa lebih realistis dan valid. akan melahirkan sejenis problem tersendiri atas tema tersebut. Prosedur ini tentu saja akan menambah validitas hasil penelitian. atau menyajikan banyak perspektif mengenai tema. Dengan menyajikan bukti yang kontradiktif. dan sejenisnya. Refleksivitas dianggap sebagai salah satu karakteristik kunci dalam penelitian kualitatif. membahas informasi yang berbeda sangat mungkin menambah kredibilitas hasil penelitian. yang harus dibawa peneliti adalah bagian-bagian dari hasil penelitian yang sudah dipoles. Dengan melakukan refleksi diri terhadap kemungkinan munculnya bias dalam penelitian.  Menyajikan informasi "yang berbeda" atau "negatif" {negative or discrepant information) yang dapat memberikan perlawanan pada tema-tema tertentu.transkrip mentah kepada partisipan untuk mengecek akurasinya. seperti tema-tema. Penelitian kualitatif yang baik berisi pendapat-pendapat peneliti tentang bagaimana interpretasi mereka terhadap hasil penelitian turut dibentuk dan dipengaruhi oleh latar belakang mereka. sejarah.  Mengklarifikasi bias yang mungkin dibawa peneliti ke dalam penelitian. peneliti diharapkan dapat memahami lebih dalam fenomena 248 .

ada sejumlah literatur kuaiitatif yang membahas mengenai generalisabilitas ini. 1997) merupakan karakteristik penelitian kuaiitatif. Pada dasarnya. mulai dari proses hingga kesimpulan penelitian. selain oleh peneliti sendiri. Semakin banyak pengalaman yang dilalui peneliti bersama partisipan dalam setting yang sebenarnya. merasa bahwa hasil studi kasus kuaiitatif dapat digeneralisasi pada sejumlah teori yang lebih luas. tingkat analisis data mulai dari data mentah hingga interpretasi). keakuratan transkrip. Akan tetapi. Yin (2003). lokasi-lokasi.dengan sesama rekan peneliti {peer debriefing) untuk meningkatkan keakuratan hasil penelitian.yang diteliti dan dapat menyampaikan secara detail mengenai lokasi dan orang-orang yang turut membangun kredibilitas hasil naratif peneiitian. Strategi ini —yaitu melibatkan interpretasi lain selain interpretasi dari peneliti— dapat menambah validitas atas hasil penelitian. auditor ini tidak akrab dengan peneliti atau proyek yang diajukan. Tentu saja. 2007. terkait catat-an marning-nya tentang generalisasi dalam penelitian kuaiitatif). Generalisasi kuaiitatif merupakan suatu istilah yang jarang digunakan dalam penelitian kuaiitatif karena istilah generalisasi lebih banyak diterapkan untuk penelitian kuantitatif. khususnya yang berlaku untuk penelitian studi kasus. 1985). MenekankanparHkularitaskeiimbang generalisabilitas (Greene & Caracelli.  Melakukan tanya-jawab. semakin akurat atau valid hasil penelitiannya. nilai dari penelitian kuaiitatif terletak pada deskripsi dan tema-tema tertentu yang berkembang/dikembangkan daiam konteks lokasi tertentu pula.seluruhan proyek penelitian. Tujuan dari generalisasi dalam penelitian kuaiitatif ini sendiri bukan untuk menggeneralisasi hasil penemuan pada individu-individu. strategi ini dapat menambah validitas penelitian kuaiitatif. hubungan antara rumusan masalah dan data. atau tempat-tempat di iuar objek penelitian. Berbeda dengan peer debriefer. Hal-hal yang akan di-periksa oleh investigator independen seperti ini biasanya me-nyangkut banyak aspek dalam penelitian (seperti.  Mengajak seorang auditor {external auditor) untuk mereviexv ke. Generalisasi ini muncul ketika para 249 . begitu pula dengan karakteristik pertanyaanpertanyaan yang akan diajukan oleh keduanya (Lincoln & Guba. Peran auditor ini sebenarnya mirip peran auditor fiscal. Akan tetapi. sebagaimana yang banyak dijumpai dalam penelitian kuantitatif (lihat Gibbs. misalnya. Proses ini mengharuskan peneliti mencari seorang rekan {a peer debriefer) yang dapat mereviezv untuk berdiskusi mengenai penelitian kualitatif sehingga hasil penelitiannya dapat dirasakan oleh orang lain. kehadiran auditor tersebut dapat memberikan penilaian objektif.

seperti protokol penelitian untuk mendoku-mentasikan kasus secara detail dan mengembangkan database studi kasus secara utuh (Yin. Ada banyak model narasi ini. 2007). strategi /menulis dua bagian proposal di atas (hasil penelitian dan interpretasi data) dapat dilakukan dengan leknik-teknik berikut ini:  Gunakanlah cuplikan-cuplikan dan variasikan panjang pendeknya cuplikan tersebut dengan tepat dan sesuai keperluan. ataukah dengan krono-logi. model proses.peneliti kuaiitatif meneliti kasus-kasus tambahan dan menggeneralisasi hasil penelitian sebelumnya pada kasus-kasus yang baru tersebut. Akan tetapi. Setiap strategi penelitian kualitatif pada hakikatnya memiliki prosedur narasinya masing-masing. deskripsi detail mengenai pengalaman mereka (fenomenologi). atau analisis mendalam tentang satu atau beberapa kasus (studi kasus). seperti hasil penelitian dan inter-pretasi data. peneliti perlu melakukan dokumentasi yang baik atas prosedur-prosedur kuaiitatif. sebuah teori yang dihasilkan dari data penelitian (grounded theory). kisah yang diperluas. peneliti bisa menemukannya dalam jurnal-jumal akademik. misal-nya narasi kronologis mengenai kehidupan individu (penelitian naratif). Dari narasi-narasi yang berbeda ini pula.1). utamanya tentang bagaimana bagian-bagian ini akan. disajikan: apakah dengan pertimbangan objektif. Yang jelas. 2003). pengalamanpengalaman lapangan (Van Maanen.  Catatlah percakapan-percakapan yang terjadi selama penelitian dan sajikan percakapan250 . potret detail mengenai kelompok culturesharing (etnografi). Sebagaimana yang sudah dijelaskan bahwa prosedur dasar dalam melaporkan hasil penelitian kualitatif adalah membuat des-kripsi-deskripsi dan tema-tema yang berasal dari data penelitian (lihat Gambar 9. analisis berdasarkan kasus atau lintas kasus. MENULIS KUALITATIF Bagian prosedvir kualitatif dalam proposal penelitian seharusny a diakhiri dengan penjelasan mengenai bagaimana peneliti menarasi-kan hasil analisis datanya. khususnya deskripsi atau tema yang mengandung beragam perspektif dari partisipan atau gambaran detail tentang setting dan individuindividu. atau dengan potret deskriptif yang detail (Creswell. peneliti perlu menjelaskan tentang proses narasi tersebut. 1988). Ini mirip logika replikasi yang berlaku dalam penelitian eksperimen. Pada tingkat tertentu. peneliti dapat mem-bahas bagian-bagian proposal lain. untuk mengulang atau mereplikasi hasil penelitian studi kasus dalam setting kasus yang baru. dalam merancarig penelitian kualitatif.

 Terapkan pendekatan naratif yang biasanya digunakan dalam strategi penelitian kualitatif (seperti deskripsi dalam studi kasus atau etnografi. misalnya.  Gunakan kata ganti pertama (saya) atau "kita" dalam bentuk naratif. peneliti membahas literatur ini di akhir penelitian (lihat pembahasan dalam Bab 2). Richardson.percakapan ini dalam bahasa yang berbeda untuk merefleksikan sensitivitas kultural. berpijak pada dasar bahwa peneliti adalah instrumen utama pengum-pulan data. yang berguna bagi para pembaca yang mungkin kurang familiar dengan pendekatan ini. didasarkan pada makna partisipan. matriks.  Campurkan kutipan-kutipan dengan penafsiran-penafsiran penulis.  Terapkan indent (menambah spasi di depan alinea untuk tulisan.tulisan penting atau semiblok. bersif at induktif. yang membahas bentuk-bentuk ini). Dalam sebagian besar karya tulis kualitatif.  Gunakan metafora-metafora dan analogi-analogi (lihat. tabel-tabel perbandingan untuk kode-kode yang berbeda). 1990.  Sajikan informasi tekstual dalam bentuk tabel (seperti.  Deskripsikan bagaimana hasii narasi tersebut dikomparasikan dengan teori-teori atau literatur-literatur yang membahas topic yang sama. bersifat interpretif dan holistik. narasi detail dalam penelitian naratif). bab ini juga menge-mukakan panduan umum tentang prosedur-prosedur kualitatif yang meliputi pembahasan mengenai karakteristik-karakteristik umum penelitian kualitatif.  Gunakan pernyataan dari partisipan untuk membuat kode-kode atau melabeli tema. Proyek Miller ini adalah penelitian etnografi tentang pengalaman tahun pertama seorang rektor di sebuah universitas yang 251 . melibatkan beberapa metode pengumpulan data. penj. Selain memperkenal-kan sejumlah variasi dalam penelitian kualitatif.1. Beberapa karakteristik penelitian kualitatif antara Iain: berada dalam setting yang alamiah. Prosedur-Prosedur Kualitatif Berikut ini adalah salah satu contoh prosedur kualitatif yang ditulis di bagian kbiisus dalam sebuah proposal doktoralnya Miller (1992). sering kali menyertakan perspektif-perspektif teoretis. Contoh 9.) atau format lain untuk menandai cuplikan-cuplikan yang berasal dari partisipan. RINGKASAN Bab ini mengeksplorasi langkah-iangkah dalam mengembang-kan dan menulis prosedur-prosedur kualitatif.

& Silverman. Untuk menyajikan bagian prosedur kualitatif dalam pr. Para sarjana menyatakan bahwa penelitian kualitatif dapat dibedakan dengan metodologi kuantitatif berdasarkan karakteristik-karakteristiknya yang inheren. Spirduso. Data Penelitian kualitatif bersifat deskriptif. {Di $ini. mencaii makna-makna dan perspektif-perspektif informan. saya juga tetap mempertahankan istilah informan yang digunakan Miller meskipun saat ini ibtilah yang lebih tepat digunakan adalah partisipan.baru berumur empat tanun. menggandakan.Hanya baru-baru ini saja paradigma tersebut diadopsi oieh para peneliti per.1989. Merriam 1988) 252 . Penelitian > ini dapat diartikan sebagai proses investigatif yang di dalamnya penelitj secara perlahan-lahan memaknai suatu fenamena sosial dengan membedakan. kelompok. 1987). Selain itu.Marshall & Rossman. . Penelitian kualitatif lebih memprioritaskan peneliti ketimbang mekanisme yang tak bernyawa sebagai instumen primer dalam pengumpulan data (Eisner. Penelitian kualitatif muncul dalam setting yang alamiah di mana di dalamnya ada banyak penlaku dan peristiwa ' kemahusiaan yang terjadi. 1984). Lincoln & Guba. Dalam penelitian kualitatif. 2. 19R9). Paradigma Penelitian Kualitatif Paradigma penelitian kualitatif pada hakikatnya berasal dari antropologi kultural dan sosiologi Amerika (Kirk & Miller. 1990. Peneliti memasuki dunia informan melalui interaksi berkeianjutan. dan mengklasifiKasikan objek penelitian (Miles & Huberman. peristiwa. atau interaksi j sosial tertentu (Locke. menga-talogkan. Data ini merupakan data yang disajikan dalam bentuk kata-kata (utamanya kata-kata parisipan) atau gambargambar ketimbang angka-angka (Freenkel & Wallen. Marshall dan Rossman (1989) menyatakan bahwa penelitian ini melibatkan peneliti untuk menyelami setting peneliti. Frankel & Wallen.al. 4. 1985. 1998). Berikut ini adalah sintesis dari asumsi-asumsi umum tentang karaktenstik-karakteristik penelitian kualitatif yang pemah diajukan oleh sejumlah peneliti: 1. 1936). peneliti menjelaskan asumsi-asumsi kualitatif).didikan (Borg &Gall.oyek ini. Locke et. saya sudah merujuk pada beberapa bagian yang dianggap paling penOng. Penelitian kualitatif didasarkan pada sumsi-sumsi yang sangat berbeda dengan rancangan kuantitatif. 1990. membandingkan. Tujuan peneiitian kualitatif / adalah memahami situasi.1987. Merriam. 1991. tidak ada teori atau hipotesis yang dibangun secara priori 3.

Akan tetapi. 1985) melalui proses verifikasi dari-pada melalui pengukuran validitas dan reliabilitas pada umumnya. {Disini. khususnya dari kohtribusi Brortislaw Malinowski. kegunaan instrumental dan pengetahuan. Merriam. Dalam Penelitian Kualitatif. 1990.5. 1985 ) Maka dari itu. Locke et. atau hasil dan outcome. Robert Park. 1987.1987. Pertama dan yang utama. 1986). Makna dan interpretasi dinegosiasi dengan sumber-sumber data manusiawi karena inilah realitas subjek yang memang ingin direkonstruksi oleh seorang peneliti kulatatif (Lincoln & Cuba. diterapkan interpretasi ideografis. peneliti kualitatif lebih berusaha untuk mencari ketepercaya-an {believability) yang didasarkan pada koherensi.al. dan cara-cara mereka memaknai hidup (Freenkel & Wallen. Kirk & Miller. 1988) 9. Rancangan Penelitian Etnografis Penelitian ini menerapkan rancangan etnografis. Penelitian kualitatif khususnya tertarik pada usaha memahami bagaimana sesuatu itu muncul (Freenkel & Wallen. (Eisner. 1985. fokusnya pada sesuatu yang partikular dimana data diinterpretasikan dalam hubungannya dengan partikulasi-partikularitas suatu kasus daripada generalisasigeneralisasi 8. kriteria untuk mempertimbangkan penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian kuantitatif. Penelitian kualitatif berfokus pada proses-proses yang terjadi. Tradisi penelitian in (kualitatif) bertumpu pada penerapan pengetahuan yang tersirat (pengetahuan intuitif atau perasaan) karena sering kali nuansa dari beragam realitas hanya dapat diapresiasi dengan cara ini (Lincoln & Cuba. Rancangan etnografis berasal dari bidang antropologi. peneliti menjelaskan karakteristik-karak-teristik penelitian kualitatif). Penelitian kualitatif merupakan suatu rancangan di mana di dalamnya peneliti dpat menegosiasi hasil penelitian (outcomes). bentuk datanya tidak bisa dihitung {not quantifiable) dalam pengertian yang biasa. Tujuan penelitian etnografis 253 . 1990. dan Franz Boas (Jacob. Objektivitas dan kebenaran menjadi dua hal yang sangat penting dalam tradisitradisi penelitian. Dengan kata lain. Penelitian kualitatif menekankan pada persepsi-persepsi dan pengalamanpengalaman partisipan. 10. Merriam 1988) 6. Merriam 1988) 7. 1991) serta ber-dasarkan pada sesuatu yang dapat dipercaya {trustworthiness) (Lincoln & Guba.

Sayajuga sudah cukup memahami tentang struktur perguruan tinggi dan peran rektor di dalamnya. dan dewan perwakilan mahasiswa. Focus penelitian ini adalah pada peran seorang rektor baru dalam menginisiasi perubahan. Saya juga sering bekerja sama dengan pihak fakultas. 1987). Saya yakin pemahaman saya tentang konteks dan peran ini dapat meningkatkan kesadaran. dan sensitivitas saya terhadap tantangantantangan. keputusan –keputusan. saya bertugas sebagai staf administrasi di sejumlah perguruan tinggi swasta yang terdiri dari 600 hingga 5000 mahasiswa. rektor. dan isu-isu yang sering dihadapi oleh rektor universitas di tahun pertama. saya menjabat sebagai Dekan Student Life di salah satu universitas di Midwest. Penelitian ini juga berusaha memperoleh gambaran menyeluruh untuk dapat menyingkap bagaimana manusia mendeskripsikan dan men-strukturkan dunia (Fraenkel & Wallen. Yang lebih terkini (1987-1990).. saya juga telah bekerja sama dengannya pada awal tahun masa kepemimpinannya di universitas. 1990). dan pembuatan keputusan. Selain memberikan laporan kepada rektor. Penelitian ini menekankan aspek pemotretan pengalaman individu-indivsdu sehari-hari dengan cara mengobservasi dan mewawancarai mereka dan individu-individu lain yang relevan (Fraenkel & Wallen. buka malah merugikan (locke et al. maka di bagian awal penelitian diperlukan adanya identifikasi terhadap nilai-nilai. asumsi-asumsi. Dari agustus 1980 hingga Mei 1990. anggota dewan. 1990). Sebagai anggota dewan rektorat. Persepsi saya terhadap jabatan rector perguruan tinggi dari universitas terbentuk dari pengalaman pribadi saya. saya sudah sering terlibat dalam semua aktivitas dan keputusan dewan administratif tingkat tinggi. {DI sini. Kontribusi peneliti terhadap setting penelitian sangat penting da positif. dan karena itulah saya berniat untuk menjadikan rektor sebagai informan dalam penelitian ini. pengetahuan. 254 . dan bias-bias personal (peneliti).adalah memperoleh gambaran umum mengenai subjek penelitian. serta mempersiapkan kepemimpinan dan visi universitas. Penelitian etnografis melibatkan wawancara mendalam dan observasi terus-menerus pada para partisipan dalam situasi tertentu (Jacob. 1987). peneliti menggunakan dan menjelaskan pendekatan etnografis). Peran Peneliti Karena peran peneliti dianggap sebagai instrument primer dalam pengumpulan data kualitatif. pembangunan relasi.

S2. Saya memandang tahun pertama sebagai tahun yang amat penting. Peristiwa Didasarkan pada metodologi etnografis. peneliti merefleksikan perannya dalam penelitian). Akan tetapi. dan tentu saja tantangan-tantangan baru.000 orang. dipenuhi dengan berbagai perubahan. Universitas ini terletak di lingkungan masyarakat pedesaan Midwestern. Akan tetapi saya mengobservasi peran rektor ini hanya dalam konteks pertemuan-pertemuan dewan administrative. Batasan Penelitian Lokasi Penelitian ini dilakukan di salah satu universitas negeri di Midwest. serta bagaimana saya menginterpretasikan pengalaman-pengalaman saya pribadi. dan Bidang Kemahasiswaan) dan dua Dekan (Sarjana dan Diploma). dan S3 dengan 51 mata kuliah.Karena pengalaman-pengalaman bekerja sebelumnya dengan seorang rektor baru di sebuah universitas. Informan utama dalam penelitian ini adalah rektor tersebut. Saya mengawali penelitian ini dengan asumsi bahwa rektor universitas merupakan suatu jabatan yang sangat berbeda dan rumit. Meskippun saya sudah berusaha semaksimal mungkin memastikan objektivitas penelitian. focus penelitian ini adalah pengalaman dan peristiwa sehari-hari seorang rektor yang baru. bias-bias ini justru membantu bagaimana saya memandang dan memahami data yang dikumpulkan. frustasi. (disini. Ketika kuliah aktir. saya tetap mempertanyakan seberapa besar kemampuan rektor untuk menginisiasi perubahan dan mempersiapkan kepemimpinan dan visi universitas. Dalam dewan ini. bias-bias ini tetap saja muncul. Bidang Administrasi. Institusi ini memiliki jenjang S1. Penelitian ini 255 . serta persepsi-persepsinya dan makna-makna dalam pengalaman tersebut sesuai dengan yang diungkapkan oleh informan. kejutan-kejuatan yang tak terduga. mahasiswa universitas ini yang berjumlah 1. saya tentu membawa bias bias tersendiri ke dalam penelitian ini. Meskipun banyak ekspektasi terhadapnya. rektor memliki tiga pembantu Rektor (Bidang Akademik.700 orang nyaris mengisi tiga kali lipat populasi masyarakat di sana yang hanya berkisar 1. Informan Informan dalam penelitian inin adalah rektor baru disalah satu universtitas negeri Midwest.

Observasi dalam penelitian etnografis mengharuskan peneliti untuk menggali kehidupan informan (Spradley. dan harapan-harapan informan harus dpertimbangkan terlebih dahulu ketika akan dibuat pilihan-pilihan tentang pelaporan data penelitian. (6) hak-hak. membangun relasi. Perimbangan-pertimbangan Etis Dalam merancang penelitian. serta mempersiapkan kepemimpinan dan visi universitas. peneliti membahas masalah-masalah etis dan review IRB) Strategi-Strategi Pengumpulan data Data dikumpulkan sejak Februari hingga Mei. 1980). para peneliti kualitatif pada umumnya selalu membahas pentingnya pertimbangan-pertimbangan etis (Locke et al. (Disini. membuat keputusan. pada 1992. jabatan dan institusi informan yang benar-benar tampak justru menjadi salah satu perhatian. kebutuhan-kebutuhan. (4) informan harus diberi tahu mengenai semua perangkat dan aktivitas pengumpulan data (5) transkripsi harfiah (kata demi kata) da interpretasi serta laporan tertulis harus dibuat dan diberikan pada informan. Dalam konteks pertimbangan etis ini. Uniknya. dan (7) keputusan akhir yang terkait dalam anonimitas informan selebihnya diserahkan pada informan sendiri. Jangka waktu ini sudah mencangkup minimal sekali dalam sebulan wawancara terekam selama 45 menit dengan 256 . peneliti harus memiliki kewajiban untuk menghormati hak-hak. Spradley. (3) formulir dispensasi penelitian harus disahkan oleh Dewan Peninjau Institusional/ Institutional Review Board/IRB (Lampiran B1 dan B2). Proses Penelitian ini difokuskan pada peran seorang rektor baru dalam menginisiasi perubahan..mencangkup penyesuaian peristiwa-peristiwa atau informasi-informasi yang mengejutkan dan pemaknaan atas peristiwa-peristiwa atau isu-isu penting yang muncul. 1988. dan keinginan-keinginan (para) informan. 1989. Merriam. keinginan-keinginan. Marshall & Rossman. penelitian etnografis lah yang paling menonjol. nilai-nilai. dalam penelitian ini. Untuk itulah diperlukan pula proteksi terhadap hak-hak informan: (1) sasaran penelitian harus disampaikan secara verbal da tulisan sehingga sasaran-sasaran tersebut bisa dipahami dengan jelas oleh informan (termasuk deskripsi mengenai bagaimana data yang nanti terkumpul dan dimanfaatkan selanjutnya dan untuk keperluan apa). Pertama dan yang utama. (2) izin tertulis untuk melakukan penelitian tersebut harus diperoleh dari informan. peneliti menjelaskan batasan-batasan pengumpulan data). (Disini. 1982. 1980) dan terus menyikap informasi-informasi yang dianggap sensitif.

dan persepsi saya selama proses penelitian dalam catatan lapangan. Catatancatatan rekaman dan entri-entri di dalamnya direview secara terus menerus. dan sekali dalam sebulan analisis pada kalender dan dokumen-dokumen informan (catatan-catatan pertemuan. kemudian berusaha memahami dan menjelaskan pola-pola dan tema-tema tersebut (Agar. orang-orang. Selama analis ini. 1980). Gagasan. penglaman. Prosedur-Prosedur Analisis Data Merriam (1998) dan Marshall dan Rossman (1989) menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif. perasaan. yang menampilkan sejumlah petunjuk tentang bagaimana saya harus memanfaatkan waktu ketika saya berada di lapangan. serta property-properti lain yang mencirikan ketiganya. Diary terekam (taped diary) milik partisipan dan hasil wawancara terekam (taped interview) di transrip dalam kata demi kata. dan perasaan-perasaannya melalui diary terekam/ taped diary (petunjuk-petunjuk tentang refleksi terekam. ketika menstranskip dan menganalsis data. saya akan menggunakan catatan lapangan (field log). sekali dalam sebulan. Selain itu.informan (rancangan pertanyaan-pertanyaan wawancara. berpartisipasi sebagai observer. peneliti berencana untuk wawancara secara berhadap-hadapan. peneliti menjelaskan bagaimana ia mencatat informasi deskriptif dan reflektif). observasi dua jam pada aktivitas-aktivitas keseharian.gagasan utama dicatat rentetan kemunculannya (seperti yang disarankan oleh Merriam. lampiran C). data disusun secara kategoris dan kronologis. pemikiran. Schatzman dan Strauss (1973) menyatakan bahwa analisis data kualitatif utamanya melibatkan pengklasifikasian benda-benda. Saya juga bermaksud mencatat detail-detail observasi saya dalam notebook dan pemikiran. pengumpulan data dan analisis data harus serempak (simultaneously). dan Publikasi). 1988). peneliti mendeskripsikan langkah-langkah dalam analisis data). (Disini. peneliti etnografi mengindeks dan mengkode data mereka dengan menggunakan sebanyak mungkin kategori-kategori (Jacob. Biasanya sepanjang proses analisis data. (Disini. wawancara lanjutan (follow up interview) dijadwalkan akan dilakukan pada akhir Mei 1992 (lihat Lampiran E untuk catatan waktu dan jadwal kegiatan yang direncanakan). dan peristiwa-peristiwa. informan telah setuju untuk merekam kesan-kesan mengenai pengalaman. dan dicoding secara terus menerus. Lampiran D). memo. 257 . 1987). Untuk membantu pengumpulan data. dan memperoleh dokumendokumen pribadi). Mereka berusaha mengidentifikasi dan mendeskripsikan pola-pola dan tema-tema dari sudut pandang partisipan. diperiksa kembali berulang-ulang. (Disini.

proses analisis data ini dibantu dengan penggunaan program computer analisis data kualitatif yang dikenal dengan HyperQual. seorang mahasiswa doktoral dan graduate asisten di Jurusan Psikologi Pendidikan dipilih sebagai rekan pemeriksa atas peneitian ini. 4. Stack-stack khusus dirancang untuk mengoperasikan dan mengolah data. dipilah-pilah. observasi regular dan berulang atas fenomena dan setting penelitian akan dilakukan dalam jangka waktu empat bulan. berikut ini strategi-strategi yang akan diterapkan: 1. Raymond Padilla (Arizona State University) merancang HyperQual ini pada 1987 yang diterapkan pertama kali dalam komputer Macintosh. dan dikelompokkan kembali untuk dianalisis. HyperQual memanfaatkan software HyperCard dengan memfasilitasi perekaman/ pencatatan dan analisis data teks dan grafis. Waktu yang lama dan observasi berulang di lokasi penelitian. 258 . atau dihapus dengan menggunakan editor HyperQual. data-data teks dapat dicari kategori-kategori. peneliti dapat langsung ―memasukkan data lapangan. Verifikasi Untuk memastikan validitas internal. Pola partisipatoris. atau frasafrasa kuncinya. observasi. data dikumpulkan melalui beragam sumber agar hasil wawancara. observasi. dikelompokkan . diubah. Sekumpulan data yang penting dapat diidentifikasi. dan ilustrasi-ilustrasi…(dan) menge-tag (atau meng-coding) semua atau sebagian sumber data sehingga sekumpulan data dapat disaring dan dirakit kembali dalam konfigurasi yang baru dan lebih baik‖ (Padilla. informan akan mengecek seluruh proses analisis data. tema-tema. catatan pribadi.Selain itu. dan dokumen dapat dianalisis seutuhnya. Kategori-kategori atau kode-kode dapat dimasukkan terlebih dahulu atau di lain waktu. informan dilibatkan dalam sebagian besar tahap penelitian ini. Triangulasi data. 2. 1989: 67-70). termasuk data wawncara. peneliti menjelaskan penggunaan software computer untuk analisis data). Denga HyperQual. 5. diperoleh kembali. Tanya jawab bersama informan terkait dengan hasil interpretasi peneliti tentang realitas dan makna yang disampaikan informan akan memastikan nilai kebenaran sebuah data 3. Pemeriksaan oleh sesame peneliti (peer examination). (Disini. mulai dari perancangan proyek hingga pemeriksaan interpretasi dan kesimpulan. Member Checking. Kode-kode ini juga dapat ditambah. kata-kata.

menjelaskan pentingnya membuat tampilan data. Proyek akhirnya akan berupa konstruksi pengalaman-pengalaman informan dan pemaknaannya terhadap pengalaman tersebut. saya juga merekomendasikan agar peneliti menjelas-kan —dalam proposal penelitian— strategi penelitian yang akan di-gunakan. Pertama. kedudukan informan dan dasar penelitian. Semua tahap dalam penelitian ini juga akan diperiksa oleh seorag auditor luar yang sudah berpengalaman dalam metode penelitian kualitatif. grounded theory). 1988). Peneliti menyebutkan outcome penelitian). peran peneliti. aktivitas. dan peristiwa (studi kasus. fenomenologi). Peneliti mengidentifikasi strategi-strategi validitas yang akan digunakan dalam penelitian). misalnya. Kedua. Karena penelitian ini merupakan penelitian naturalistik maka hasil-hasilnya akan lebih pas bila disajikan dalam bentuk deskriptif-naratif ketimbang dalam bentuk laporan saintfik. Sementara itu. dan rinci sehingga setiap orang yang tertarik membaca proyek ini akan memiliki perbandingan kerangka kerja (Merriam. Hal ini akan memungkinkan pembaca untuk turut merasakan tantangan-tantangan yang dirasakan informan dan memberikan prespektif yang dengannya pembaca juga dapat memandang dunia sang informan (Disini. seperti penelitian individu-individu (naratif. Melapokan Hasil Penelitian Lofland (1974) menegaskan bahwa: meskipun strategi-strategi pengumpulan dan analisis data relatif sama dalam berbagai metode kualitatif. atau pengamatan perilaku-perilaku individu ataii kelompok culture-sharing 259 . 1984). (Disini. bias peneliti telah dijelaskan dalam subjudul ―Peran Peneliti‖. Klarifikasi bias penelitian. Selain itu. serta konteks dari mana data dikumpulkan (LeCompte & Goetz. dan tulisan naratif adalah bentuk yang paling sering digunakan untuk menampilkan data kualitatif. cara melaporkan hasil penelitian cenderung berbeda. Ada tiga teknik untuk memastikan reabilitas penelitian ini. padat. Miles dan Huberman (1984). Ketiga. diterapkan traingulasi dan beberapa metode lain dalam pengumpulan dan analisis data. di awal penelitian ini. Deskripsi yang padat akan menjadi sarana menyampaikan gambaran holistik mengenai pengalaman-pengalaman dari seorang rektor universitas yang baru. strategi utama yang diterapkan adalah menyediakan deskripsi-deskripsi yang kaya. Strategi pengumpulan dan analisis data akan dilaporkan secara detail untuk memberikan gambaran yang jelas dan akurat mengenai metode-metode yang digunakan dalam penelitian ini.6. untuk memastikan validitas eksternal dalam proyek ini. peneliti memberikan penjelasan detail tentang focus penelitian. eksplorasi proses.

analisis tematik kode-kode. dan gambar. Latihan Menulis LATIHAN MENULIS 1. menyajikan langkah-langkah analisis data. grafik. Dalam bagian proposal pengumpulan data. memunculkan pertanyaan-per-tanyaan. dalam proposal tersebut. Selain itu. dan audiovisual). menunjukkan reliabilitas prosedur-prosedur. wawancara. observasi. Buatlah tabel yang. pembacaan awal informasi. penyajian data dalam tabel. langkah-langkah memperoleh entri. Penting juga menjelaskan jenis-jenis protokol perekaman/ pencatatan data yang akan digunakan. dalam kolom paling kiri. Tulislah satu rancangan prosedur penelitian kualitatif. perhatikan Tabel 9. peneliti juga perlu menyebutkan strategi-strategi yang akan digunakan untuk memvali-dasi keakuratan hasil penelitian. 2. deskripsi detail kode-kode. peneliti seharusnya menyertakan penjelasan tentang pendekatan sampling dan jenis/strategi apa yang digunakan untuk mengumpulkan data (seperti. serta interpretssi terhadap data penelitian. Dalam kolom-kolom sebelah kanan. dokumentasi. Setelah menulis rancangan ini. hubungan personal dengan lokasi penelitian. dan data yang harus Anda kumpulkan. Proposal penelitian seharusnya juga berisi satu bagian tentang outcome yang di-harapkan. penggunaan program-program kom puter. proposal penelitian juga perlu membahas peran peneiiti: pengalam anpengalaman sebelumnya. berarti strategi ini juga perlu disajikan sesuai dengan model narasinya masing-masing. dan menjelaskan fungsi generalisabilitas. peneliti perlu menyampaikan pelajaran apa yang dapat diambil. Lebih jauh.(etnografi). 260 . strategi penelitian yang ingin Anda giinakan. pehgcodmg-an data. dan peneliti biasanya menerapkan langkahlangkah analisis umum dan strategi-strategi khusus di dalamnya. Langkah-langkah umum ini meliputi antara lain: pengolahan dan penyiapan data. dan masalah-masalah etis. tunjukkan langkah-langkah yang akan Anda terapkan dalam proyek Anda. Analisis ini melibatkan analisis informasi partisipan.1 untuk mengecek apakah rancangan yang Anda tulis tersebut sudah lengkap atau tidak. Jika ada satu strategi yang dipilih. dan/atau mengajukan agenda perubahan. Untuk interpretasi data penelitian. membandingkan hasil penelitian dengan literatur dan teori tertentu. Analisis data merupakan proses yang terus berkelanjutan selama penelitian.

(Ed.). The Sage Qualitative Research Kit. merekam. C. fenomeno-logi. Secara keseluruhan.W. Terkadang. dan studi kasus— dan membahas bagaimana prosedur-prosedur dalam lima jenis penelitian ini ber-beda dan sama antarsatu dengan yang lain. anggota. Thousand Oaks. para pembaca akan lebih mudah memilih dan menentukan mana dari kelimanya yang tepat diterapkan untuk masalah penelitian mereka dan sesuai dengan gaya pribadi mereka dalam melakukan penelitian.BACAAN TAMBAHAN Marshall. mengumpulkan data. Di bagian akhir. G. Edisi kedua. London: Sage. buku ini juga membahas isu-isu kualitas dalam penelitian kualitatif. Tidak hanya itu. Flick. Creswell. Sebaliknya. ketimbang menekan-kan sikap filosofis. (2007). Ini adalah buku yang komprehensif dan insightful. dan menganalisis data kualitatif. U. CA: Sage. grounded theory.B. logika dan asumsiasumsi dasar tentang rancangan dan metode penelitian. CA: Sage. 261 . etnografi. seperti waktu. analisis wacana). buku ini bisa menjadi informasi up-to-date bagi para peneliti masa kini yang ingin mendalami bidang penelitian kualitatif. (2006). rnetode-metode pengumpulan data dan prosedur-prosedur dalammengatur. (2007). Misalnya. & Rossman. mereka menjelaskan tentang kerangka. Buku yang terdiri dari delapan volume dan diedit oleh Uwe Fick ini ditulis oleh para peneliti kualitatif kelas dunia dan dibuat secara kolektif untuk menjelaskan masalah-masalah inti yang muncul ketika para peneliti melaksanakan penelitian kualitatif. Catherine Marshall dan Gretchen Rossman memperkenalkan prosedur-prosedur dalam penelitian kualitatif. data visual. cocok dipelajari untuk para peneliti pemula maupun peneliti yang sudah mahir. buku saya lebih menyajikan lima pendekatan praktis dalam penelitian kualitatif—pendekatan naratif. dan pembaca dibiarkan tanpa pemahaman tentang prosedur-pro-sedur dan praktik-praktik yang sebenarnya dalam merancang dan melaksanakan penelitian kualitatif. Designing Qualitative Research. dan pendanaan.-konseptual penelitian. sejumlah penulis yang membahas penelitian kualitatif terlalu berpijak pada sikap filosofis terhadap topik yang dibahas. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing among Five Approaches. dan menganalisisnya (misalnya. dan sumber-sumber yang dibutuhkan untuk penelitian. Edisi keempat. J. Thousand Oaks. Buku ini menjelaskan bagaimana merencanakan dan merancang penelitian kualitatif. Topik-topik yang di-sertakan dalam buku ini sangat komprehensif.

Sifat interdisipliner penelitian juga turut memengaruhi tim penelitian yang terdiri dari individu-individu yang memiliki minat dan pendekatan metodologis yang beragam. disebabkan oleh kenyataan bahwa metodologi penelitian teais berevolusi dar. kombinasi penerapan metode kualitatif dan kuantitatif. ada begitu b3nyak manfaatyang dapat diperoleh dari kombinasi penelitian kualitatif dan kuantitatif ini daripada sekadar menerapkan salah satu dari keduanya secara terpisah. bab ini juga akan menjelaskan tujuan penelitian dan rumusan masalah dari kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif (Bab 6 dan 7). salah satunya. misalnya pembahasan lebih luas mengenai pandang-an-dunia pragmatis. penelitian dengan metode campuran —yakni.Bab Sepuluh PROSEDUR-PROSEDUR METODE CAMPURAN Seiring berkembangnya penelitian kualitatif dan kuantitatif dalam ilmu sosial humaniora. Pada akhirnya. KOMPONEN-KOMPONEN PROSEDUR METODE CAMPURAN 262 . yang memanfaatkan kekuatan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif sekaligus. masalah-masalah yang diangkat oleh para pakar ilmu sosial dan kesehatan begitu kom-pleks sehingga menerapkan hanya satu pendekatan saja tentu tidak memadai untuk menjabarkan kompleksitas ini. menerapkan kombinasi dua pendekatan sekaligus (kualitatif dan kuantitatif)— menjadi kian populer. dan menjelaskan alasan-alasan digunakannya strategi-strategi jamak (multiple forms) dalam pengumpulan dan analisis data (Bab 8 dan 9). Apalagi. Popularitas ini. Bab ini akan mengulas banyak hal yang telah disajikan dalam bab-bab sebelumnya. berkembang. dan penerapan metode-metode jamak (multiple methods) sebagaimana yang telah dijabarkan pada Bab 1. dan metode campuran adalah salah satu wujud dari perkembangan ini. Salah satu manfaatnya adalah memberikan pemahaman yang lebih luasterhadap masalah-masalah penelitian. Selain itu. Bab ini juga akan menjelaskan lebih lanjut tentang masalah-masalah penelitian yang menuntut keniscayaan untuk dieksplorasi dan dijelaskan (Bab 5).

penelitian metode campuran telah berkem'oang menjadi seperangkat prosed ur y a rig dapat diterapkah para peneliti dalam mendesain penelitian metode campuran mereka. Creswell & Piano Clark. komunikasi interpersonal (Boneva.1. 2000). seperti bidang terapi okupasional (Lysack & Kreftdng.. 2007. Selain jurnal. seperti International Journal of Social Research Methodology.1 Checklist Pertanyaan-pertanyaan untuk merancang prosedur Metode campuran --------------------------------------------______ --------------------Apakah definisi dasar tentang metode campuran sudah disajikan? Apakah alasan/rasionalisasi digunakannya dua pendekatan atau data ini (kuantitatif dan kualitatif) juga sudah disajikan? Apakah pembaca merasakan manfaat potensial dari diterapkannya rancangan metods campuran ini? Apakah kriteria-kriteria dalam memilih strategi metode campuran sudah diidentifikasi? Apakah strategi yang dipilih sudah disebutkan? Apakah model visual yang mengilustrasikan strategi tersebut juga sudah disajikan? Apakah ada notasi yang digunakan untuk menyajikan model visual tersebut? 263 . pencegahan AIDS (Janz et al.Saat ini. 1998). Annals of Family Medicine. Baru-baru ini. Selain itu. Qualitative Health Research. Quality and Quantity dan Field Methods. 2003). kesehatan mental (Rogers. Randall. & Frohlich. 2007. 1994). Greene. 1995). Tashakkori & Teddlie. Pada 2003. sejumlah jurnal lain juga telah berusaha merumuskan penelitian ini dalam konteks disiplin ilmu pengetahuan tertentu. Piano Clark & Creswell. Kraut. beberapa penelitian sosial humaniora juga bany ak yang menerapkan penelitian metode campuran ini dalam bidang-bidang yang beragam. 2003). Dalam bab ini. 2001). Bahkan. & Bentall. 2008. Checklist pertanyaan-pertanyaan seputar bagaimana mendesain penelitian metode campuran sudah disajikan dalam Tabel 10. perawatan demensia (Weitzman & Levkoff.. diterbit-kanlah Handbook of Mixed Methods in the Social & Behavior Sciences (Tashakkori & Teddlie. bab ini juga akan membahas perlunya model visual dalam Tabel 10. 1996). seperti Journal of Mixed Methods Research. Day. dan dalam sains sekolah menengah (Houtz. Buku-buku terbaru yang terbit setiap tahun pun juga tidak sedikit yang ditulis khusus untuk membahas penelitian metode campuran (seperti. sejumlah jurnal juga m ulai fokus pada peneli tian d engan metode campuran. 2008. Bryman. akan dijelaskan komponenkomponen penting terkait sifat-sifat dan jenis-jenis strategi penelitian metode campuran. yang untuk pertama kalinya menyajikan overviezo komprehensif mengenai strategi penelitian yang satu ini.

2007. Berikut ini. dan apakah struktur ini berkaitan dengan strategi penelitian yang dipilih? rancangan metode campuran. untuk memperluas pembahasan dengan cara menerapkan dua metode sekaligus. 1998). Namun. Onwuegbuzie. untuk menggunakan satu pendekatan integratif agar mampu memperoleh pemahaman yang 264 . SIFAT PENELITIAN METODE CAMPURAN Karena penelitian metode campuran ini relatif baru di dalam ilmu sosial humaniora maka peneliti perlu menyajikan definisi dasar dan deskripsi singkat dalam proposal. 1979). satu penelitian (lihat.  Definisikan penelitian metode campuran. Beberapa sumber mengidentifikasi bahwa penelitian ini bermula dari psikologi dan matriks multitraid-multwietlwd-nya Campbell dan Fiske (1959) yang tertarik untuk mengonvergensi dan mentriangulasi sumber-sumber data kuantitatif dan kualitatif 0ick. prosedur-prosedur khusus dalam pengumpulan dan analisis datanya. Jelaskan pula mengapa peneliti harus menggunakan rancangan metode campuran (misalnya. peran peneliti. Tashakkori & Teddlie.------------------------- ------------- --------------------- Apakah prosedur-prosedur pengumpulan dan analisis data sudah dijelaskan? Apakah strategi-strategi sampling untuk pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif sudah dijeiaskan? Apakah strategi-strategi sampling ini berkaitan erat dengan strategi penelitian yang dipiiih? Apakah prosedur-prosedur data yang spesifik sudah dijelaskan? Apakah prosedur-prosedur ini berkaitan erat dengan strategi penelitian yang dipilih? Apakah prosedur-prosedur validasi data kualitatif dan kuantitatif sudah dijelaskan? Apakah struktur naratif/penyajian metode campuran sudah dijelaskan. Setelah pembahasan mengenai komponen-komponen di atas. Turner. panjelasan lebih detail tentang bagaimana mendefinisikan pene litian metode campuran dalam Johnson. dan struktur penyajjan laporan akhir. misalnya. disajikan satu contoh prosedur metode campuran yang diperoleh dari berbagai sumber. beberapa hal yang perlu dijelaskan terkait dengan sifat metode campuran dalam proposal penelitian:  Jelaskan secara kronologis dan singkat sejarah perkembangan metode campuran. dengan menyertakan definisi dalam Bab 1 yang fokus pada pengombinasian dua metode (kualitatif dan kuantitatif) dalam. ada pula yang menyatakan bahwa metode campuran ini didorong oleh keinginan untuk mengembangkan metodologi yang berbeda dalam penelitian (lihat Creswell & Piano Clark. 2007).

dan proyek-proyek yang didanai/hibah (lihat Creswell & Piano Clark. setiap strategi memiliki istilah yang berbeda-beda.  Jelaskan secara singkat perkembangan minat terhadap penelitian metode campuran seperti yang banyak terungkap dalam buku.buku. kebijakan dan penelitian pendidikan. multimetode. Yang jelas. Tantangan-tantangan ini bisa berupa sifat pengumpulan datanya yang harus ekstensif. campuran dua metode ini bisa saja berada dalam satu penelitian atau berada di antara sejumlah studi dalam satu program penelitian. penting kiranya untuk mempertimbangkan terlebih dahulu sejumlali aspek penting dalam merancang prosedur-prosedur untuk penelitian 265 . atau untuk menguji hasil penelitian dari pendekatan yang berbeda).lebih baik. serta tuntutan akan pengetahuan mendalam tentang bentuk penelitian kuantitatif sekaligus kualitatif. 2007 untuk pembahasan mengenai inisiatif inisiatif awal yang turut berkontribusi pada perkernbangan metode campuran saat ini). sifat analisisnya yang begitu intensif atas data teks dan angka-angka. sintesis. seperti integmsi. 2003). seperti evaluasi. meskipun ada sejumlah hal substansial yang mirip dan overlapping dalam rancangan-rancang-an tersebut. Tashakkori & Teddlie. Creswell dan Piano Clark (2007) mengidentifikasi 12 sistem klasifikasi strategi penelitian metode campuran yang didasar-kan pada ranah-ranah yang berbeda.. Dalam klasifikasi-klasifikasi ini. 2006. metode kuantitatif dan kualitatif. meski bukubuku yang terbit baru-baru ini lebih banyak menggunakan istilah metode campuran (Bryman. perawatan kesehatan publik. Merencanakan Prosedur-Prosedur Metode Campuran Sebelum membahas enam strategi ini. serta penelitian sosial dan behavioral. kenalilah istilah-istilah berbeda yang sering digunakan untuk menyebut penelitian ini. Selain itu. saya jelaskan enam strategi penelitian metode campuran yang sudah saya dan rekan-rekan saya gunakan sejak 2003 (Creswell et al.  Tulislah tantangan-tantangan yang Anda hadapi ketika menerapkan penelitian metode campuran. artikel-artikel jurnal. Berikut ini. 2003). dan metodologi campuran. STRATEGI-STRATEGI PENELITIAN METODE CAMPURAN DAN MODELMODEL VISUALNYA Ada beberapa tipologi yang bisa dimanfaatkan peneliti untuk memilih jenis strategi metode campuran yang akan digunakan dalam ponelitiannya. penelitianpenelitian akademik.

berarti data kualitatif maupun data kuantitatif sama-sama dikumpulkan sekaligus dalam satu waktu. (2003). Dalam beberapa proyek penelitian. ketika peneliti berada dalam lokasi penelitian. Timing (Waktu) Peneliti harus mempertimbangkan waktu dalam pengumpulan data kualitatif dan kuantitatifnya: apakah data akan dikumpulkan secara bertahap (sekuensial) atau langsung dikumpulkan sekaligus dalam satu waktu (konkuren). dan teorizing (teorisasi) seperti yang dapat dilihat dalam Gambar 10. dan pelaksanaannya ber-langsung serempak. Aspek-aspek tersebut antara lain: timing (waktu). yang di dalamnya data dikumpulkan dari sejumlah besar partisipan (yang biasanya di-anggap sebagai sampel penelitian). Ketika data kualitatif yang terlebih dahulu dikumpulkan. mixing (pencampuran). mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif dalam satu waktu sering kali lebih efektif ketimbang mengumpulkannya secara bertahap. dalam ilmu kesehatan di mana para dokter tidak punya banyak waktu untuk mengumpulkan data di lapangan). peneliti memperluas pema-hamannya melalui tahap kedua. Dalam hal ini. iveighting (bobot). Ketika data dikumpulkan secara konkuren.metode campuran.1 Aspek-Aspek yang Perlu Dipertimbangkan dalam Merancang Penelitian Metode Campuran Sumber: Diaptasi dari Creswell et al. Weighting (Bobot) 266 . terkadang memang tidak efektif mengumpulkan data secara bertahap dalamjangka waktu yang lama (misalnya.1 Timing Konkuren/Tidak Sekuensial Tahap Pertama Kualitatif-Sekuensial Bobot/Prioritas Pencampuran Seimbang Menggabungkan {Integrating) Kualitatif Menghubungkan (Connecting) Teorisasi Eksplisit Implisit Tahap Pertama Kuantitatif Menancapkan Kuantitatif-Se(Embedding) kuensial Gambar 10. peneliti periu menentukan data apa saja yang akan dikumpulkan terlebih dahulu: apakah data kuantitatif atau data kualitatif. berarti tujuannya adalah untuk mengeksplorasi topik penelitian dengan cara mengamati para parti-sipan di lokasi penelitian. Setelah itu. Ketika data dikumpuikan secara bertahap. Hal ini bergantung pada tujuan awai peneliti. kuantitatif.

dijaga keterpisahannya dalam end of continuum yang lain. 2003). dan hal apa yang ingin diutamakan oleh peneliti. sejauh mana treatment terhadap masing-masing dari dua jenis data tersebut.Faktor kedua yang perlu diperhatikan dalam merancang prosedur-prosedur metode campuran adalah bobot atau priori tas yang diberikan antara metode kuantiatif dan kualitatif. membangun tema-tema dalam kualitatif) atau pendekatan deduktif (seperti. menguji suatu teori) yang akan diprioritaskan. atau bahkan dalam ketiga tahap ini sekaligus. Bagaimana data dicampur? Ini menjadi salah satu perhatian utama di kalangan para pakar metodologi penelitian baru-baru ini (Creswell & Piano Clark. seperti dalam percobaan-percobaan eksperimen (lihat Rogers et al. namun dalam beberapa penelitian lain.. peneliti memang sengaja lebih mernprioritaskan satu jenis data untuk penelitian tertentu. dan interpretasi penelitian) bukanlah pekerjaan yang mudah mengingat data kualitatif terdiri dari teks-teks dan gambar-gambar. Terkadang. bobot tersebut bisa lebih berat ke satu metode daripada metode yang lain. bobot dalam penelitian metode campuran ini bisa dipertimbangkan melalui beberapa hal. tahap analisis data. Dalam beberapa penelitian. Mixingr(Pencttiiipuran) Mencampur data (atautialam pengertian yang lebih luas. keinginan pembaca (seperti. mereka perlu menjelaskan dan menyajikan dalam. organisasi profesionai). Mencampur (mixing) berarti bahwa data kualitatif dan kuantitatif benar-benar dileburkan dalam satu end of continuum.is data danhasilnya dapat digunakan untuk mengidentifikasipara partisipan yang dikumpul-kan pada tahap 267 . men-campur rumusan masalah/ filosofi. bobot ini bisa saja seimbang. Pencampuran dua jenis data bisa saja dilakukan dalam bebe-rapa tahap: tahap pengumpulan data. dalam proyek dua-tahap yang diawali oleh tahap kuantitatif. atau apakah pendekatan induktif (seperti. sedangkan data kuantitatif terdiri dari angka-angka. tahap inter-pretasi. Bagi para pem-buat proposal yang menggunakan metode campuran ini. Prioritas pada satu metode bergantung pada minat peneliti. pihak fakultas. Misalnya. atau dikombinasikan denganbeberapa cara yang lain. analis. antara lain apakah data kualitatif atau data kuantitatif yang akan diutamakan terlebih dahulu. namun keduanya tetap dihubung-kan satu sama lain secara implisit. Dalam kerangka yang lebih praksis. Ada dua pertanyaan yang perlu diajukan dalam hal ini: Kapan peneliti harus melakukan pencampuran (mixing) dalam penelitian metode campuran? Dan bngaiinann proses pencampuran ini? Pertanyaan pertama lebih mudah dija wab ketimbang pertanyaan kedua. proposalnya kapan proses pencampuran tersebut terjadi. Dua data ini bisa saja ditulis secara terpisah. 2007).

peneliti bisa saja mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara konkuren dan menggabungkan (integrating) database keduanya dengan mentransformasikan tema-tema kualitatif menjadi angka-angka yang bisa dihitung (secara statistik) dan membandingkan hasil penghitunganini dengan data kuantitatif deskriptif. saling dihubungkan (connecting) satu sama lain selama tahap-tahap penelitian.selanjutnya.Sebaliknya. teori kepemimpinan. Database sekunder • memainkan peran pendukung dalam penelitian ini. ia justru tengah me-nancapkan (embedding) jenis data sekunder (kualitatif) ke dalam jenis data primer (kuantitatif) dalam satu penelitian. teori adopsi. teori biasanya muncul di bagian awal penelitian untuk membentuk rumusan masalah yang diajukan. teori atribusi) atau perspektifperspektif teoretis lain yang lebih luas. siapa yang berpartisipasi dalam penelitian. Keterhubungan ini tergambar dari penelitian kuantitatif dan kualitatif yang terhubung selama analisis data pada tahap pertama dan pengumpulan data pada tahap kedua. baik data kuantitatif maupun data kualitatif. Dalam skenario proyek terakhir. dan teori-teori ini dapat ditulis secara eksplisit dalam. kelas) (lihat Bab 3). Di sini. peneliti tidak menggabungkan dua jenis data yang berbeda dan tidak pula menghubungkan dua tahap penelitian yang berbeda. gender. bahkan tidak disebutkan sama sekali. pencampuran berarti menggabungkan dua database dengan meleburkan secara utuh data kuantitatif dengan * data kualitatif. Teorisasi dan Perspektif-PerspektifTrcmsformasi Faktor terakhir yang perlu dipertimbangkan seorang peneliti dalam merancang prosedur metode campuran adalah perspektif teo-retis apa yang akan menjadi landasan bagi keseluruhan proses/ tahap penelitian. Dalam hal ini. Semua peneliti membawa teori-teori ke dalam penelitian mereka. semacam advokasi/partisipatoris (misalnya. peneliti bisa saja lebih cende-rung untuk mengumpulkan satu jenis data (katakanlah kuantitatif) yang didukung oleh jenis data lain (katakanlah kualitatif) yang sudah ia miliki sebelumnya. kita akan fokus pada penggunaan teori-teori yang eksplisit. penelitian metode campuran. yakni pada tahap pengumpulan data kualitatif. Dalam hal ini. Dalam proyek yang lain. Dalam situasiini. ras. tetapi bisa juga ditulis secara implisit. dan implikasi-implikasi yang diharapkan dari penelitian (biasanya demi 268 . Dalam penelitian metode campuran.. Perspektif ini bisa berupa teori yang berasal dari ilmuilmu sosial (seperti. bagaimana data dikumpulkan.

Sebuah proposal seharusnya berisi deskripsi tentang strategi penelitian dan model visualnya.  Pengapitalan ("KUAN" atau "KUAL") mengindikasikan suatu bobot atau prioritas yang diberikan pada data. Strategi-Strategi Penelitian Metode Campuran dan Model-Model Visualnya Empat faktor ini —waktu. Notasi metode campuran merupakan label-label dan simbol-simbol singkatan yang mencerminkan aspek-aspek penting dalam penelitian metode campuran. analisis. keempat faktor tersebut tidak menu tup kemungkinan'kemungkinan yang lain. Masih a da enam strategi penting yang bisa dipiiih oleh peneliti dalam merancang prosedur-prosedur penelitiannya. Dalam penelitian metode campuran. Setiap teori pada umumnya menyediakan perspektif utuh yang bisa diterapkan dalam semua strategi penelitian metode campuran (akan dibahas sebentar lagi).  Simbol"—>" mengindikasikan strategi pengumpulan data sekuensial. yang bisa digunakan oleh para peneliti untuk mengomunikasikan prosedur-prosedur metode campuran mereka dengan mudah.2 dan 10. dan Creswell dan Piano Clark (2007):  Simbol "+" mengindikasikan strategi pengumpulan data secara konkuren dan simultan. data kualitatif) yang men. data kualitatif dan kuantitatif dapat diprioritaskan 269 . Berikut ini adalah notasi yang diadaptasi dari Morse (1991). dan interpretasi kuantitatif atau kualitatif. serta prosedurprosedur dasar yang akan digunakan peneliti dalam menerap-kan strategi tersebut. data kuantitatif). Tashakkori dan Teddlie (1998). Mertens (2003). (2003).perubahan dan advokasi). Meski demikian. misalnya. dengan satu jenis data (misalnya. dan teorisasi— dapat membantu peneliti untuk merancang prosed ur-prosedur penelitian metode campuran. bobot. Keenam strategi ini di-adaptasi dari Creswell et al. Gambar 10. Ia menyajikan pembahasan yang me-narik tentang bagaimana perspektif transformasi membentuk tahap-tahap penelitian metode campuran. Kata kualitatifdan kumititatif dalam dua gambar tersebut disingkat dengan kata "qual" dan "quan" (pembahasan detailnya akan disajikan lebih lanjut). dengan data kualitatif dan kuantitatif yang dikumpulkan sekaligus dalam satu waktu.dukung jenis data yang lain (misainya. pencampuran.3 mendeskripsikan dan mengilustrasikan secara singkat masing-masing strategi ini. Masing-masing strategi metode campuran ini dapat dideskripsi-kan dengan notasi yang sudah lazim digunakan dalam ranah metode campuran.

2 Strategi-Strategi Sekuensial Sumber: Diadaptasi dari Creswell et al.  "Kuan" dan "Kual" merupakan kependekan dari kunntitntif dan kualiatif. Keduanya menggunakan jumlah kata yang sama untuk menunjukkan keseimbangan antara dua jenis data. atau salah satu data dapat diutamakan ketim-bang data yang lain.  Notasi KUAN/kual mengindikasikan bahwa metode kualitatif ditancapkan ke dalam rancangan kuantitatif. Pengapitalan ini mengindikasikan adanya satu pendekatan atau metode yang lebih diprioritaskan. (2003) secara seimbang.Gambar 10.  Kotak-kotak mengindikasikan analisis dan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif. 270 .

sebuah gambar setidaknya harus terdiri dari dua elemen: prosedur umum dalam metode campuran yang digunakan dan prosedur-prosedur yang lebih spesifik dalam pengumpulan. (2003).3 Strategi-Strategi Konkuren Sumber: Diadaptasi dari Creswell et al. Dalam hal mi. yang juga perlu dimasukkan ke dalam setiap gambar adalah prosedur-prosedur spesifik dalam pengumpulan analisis.. dan interpretasi data untuk Gambar 10. Strategi ini diterapkan dengan pengumpulan dan analisis data 271 . analisis. membantu pembaca memahami prosedur-prosedur spesifik yang digunakan. dan interpretasi data. Strategi Eksplanatoris Sekuensial Strategi eksplanatoris sekuensial merupakan strategi yang cukup populer dalam penelitian metode campuran dan sering kali digunakan oleh para peneliti yang lebih condong pada proses kuanti-tatif.Selain notasi di atas.

Teori yang eksplisit bisa saja disajikan. dalam membentuk keseluruban prosedur. Langkah-langkah dari strategi ini sudah diilustrasikan dalam Gambar 10. Strategi eksploratoris sekuensial bisa. Proses pencampuran (mixing) data dalam strategi ini terjadi ketika hasil awal kuantitatif menginformasikmi proses pengumpulan data kualitatif. strategi ini akan lemah ketika dua tahap pengumpulan data diberikan prioritas yang seimbang. pengumpulan data kualitatif yang dilakukan sesudahnya dapat diterapkan untuk menguji hasil-hasil yang mengejutkan ini dengan lebih detail.kuantitatif pada tahap pertama yang diikuti oleh pengumpulan dan analisis data kualitatif pada tahap kedua yang dibangun berdasarkan hasil awal kuantitatif. 1991). yang kemudian diikuti oleh pengtimpuian dan analisis data kuantitatif pada tahap kedua yang didasarkan pada hasil-hasil tahap pertama. hanya tahap pengumpulan dan analisis datanya saja yang dibalik. Pada level yang paling dasar. diimplimentasikan berdasarkan perspektif teoretis tertentu (lihat Gambar 102b). namun tetap berhubungan.2a. Morgan (1998) menyatakan bahwa strategi ini cocok 272 . tetapi bisa juga tidak. Tidak seperti strategi eksplanatoris sekuensial. Selain itu. Strategi ini bisa saja memiliki atau tidak memiliki perspektif teoretis tertentu. Strategi Eksploratoris Sekuensial Strategi ini mirip dengan strategi sebelumnya. fokus utama dalam strategi eksploratoris sekuensial adalah mengeksplorasi suatu fenomena. yang lebih cocok untuk menjelaskan dan menginterpretasi hubungan-hubungan. Untuk itulah. atau tidak bisa. tujuan dari strategi ini adalah menggunakan data dan hasil-hasil kuantitatif untuk membantu menafsirkan penemuan-penemuan kualitatif. dan proses pencampuran (mixing) antarkedua metode ini terjadi ketika peneliti menghnbungkan antara analisis data kualitatif dan pengumpulan data kuantitatif. Rancangan ini juga mudah dideskripsikan dan dilaporkan. Bobot/prioritas lebih diberikan pada data kuantitatif. Rancangan ini secara khusus berguna ketika muncul hasil-hasil yang tidak diharapkan dari penelitian kuantitatif (Morse. Bobot/prioritas lebih cenderung pada tahap pertama. dua jenis data ini terpisah. Rancangan eksplanatoris sekuensial biasanya digunakan untuk menjelaskan dan menginterpretasikan hasil-hasil kuantitatif berdasarkan hasil pengumpulan dan analisis data kualitatif. Strategi eksploratoris sekuensial melibatkan pengurr«pulan dan analisis data kualitatif pada tahap pertama. Kelemahan utama rancangan ini terletak pada lamanya waktu dalam pengumpulan data karena harus melewati dua tahap secara terpisah. Sifat keterusterangan (straightforward) dari rancangan ini merupakan salah satu kekuatan utamanya. Artinya.

Lebih dari itu. teori ilmu sosial) yang turut membentuk prosedur-prosedur di dalamnya. Perspektif teoretis diperkenalkan di bagian pend~huluan. waktu yang relatif lama dalam menyelesaikan tahap-tahap pengumpulan data.. perbandingan antarkelompok.2c). gender. strategi eksploratoris sekuensial sering kali dipilih sebagai prosedur penelitian ketika peneliti perlu membuat suatu instrumen disebabkan instrumen yang ada tidak layak atau tidak tersedia. satu tahap mengikuti tahap yang lain. satu tema. yang tentu saja lemah untuk beberapa situasi penelitian tertentu. atau komunitas penelitian yang terbiasa dengan penelitian kuantitatif. tema-tema ganda). ras. Seperti halnya strategi eksplanatoris sekuensial. mengumpulkan data kualitatif dan mengana-lisisnya (Tahap 1). peneliti juga harus membuat keputusan penting tentang penemuan-penemuan awal kualitatif apa saja yang akan difokuskan dalam tahap kuantitatif berikutnya (seperti. Strategi Transformatif Sekuensial Strategi ini terdiri dari dua tahap pengumpulan data yang ber-beda. dan dilaporkan.digunakan untuk menguji elemen-elemen dari suatu teori yang dihasilkan dari tahap kualitatif. Untuk membuat instrumen ini. Strategi ini tepat digunakan oleh peneliti yang ingin mengeksplorasi suatu fenomena. Selain itu. menciptakan 273 . Pada akhirnya. Strategi eksploratoris sekuensial memiliki banyak keunggulan sebagaimana strategi sebelumnya. ke-tidaksetaraan. ketidakadilan). Perspektif ini dapat membentuk rumusan masalah yang akan dieksplorasi (seperti. strategi ini juga dapat digunakan untuk melakukan generalisasi atas penemuan-penemuan kualitatif pada sampel-sampel yang berbeda. Begitu pula. Morse (1991) menyatakan bahwa salah satu tujuan dipilihnya strategi ini adalah untuk menentukan distribusi suatu fenomena dalam populasi yang dipilih. 2007). lalu menggunakan analisis tersebut untuk membuat suatu instrumen (Tahap 2). Strategi transformatif sekuensial merupakan proyek dua-tahap dengan perspektif teoretis tertentu (seperti. Pendekatan dua-tahap irvi (pene-litian kualitatif yang diikuti oleh penelitian kuantitatif) membuat strategi ini mudah diwujudkan. peneliti perlu melewati tiga tahap: pertama-tama. diskriminasi. Strategi ini terdiri dari tahap pertama (baik itu kuantitatif ataupun kualitatif) yang diikuti oleh tahap kedua (baik itu kuantitatif maupun kualitatif). dideskripsikan. yang kemudian diatur untuk ke-perluan sampel populasi (Tahap 3) (Creswell & Piano Clark. Selain itu> strategi ini dapat membuat penelitian kualitatif yang sangat luas menjadi nyaman dibaca oleh pembimbing. seperti halnya dua strategi sekuensial sebelumnya (lihat Gambar 10. tetapi juga ingin memperluas penemuan-penemuan kualitatifnya. panitia. strategi eksploratoris sekuensial juga mengharuskan peneliti untuk melewati.

Dalam strategi ini. perspektif teoretis ini. Maka dari itu. misalnya dalam penelitian kualitatif. salah satu kelemahan strategi ini adalah sedikitnya buku yang ditulis tentangnya. Sayangnya. lebih bertujuan untuk membimbing penelitian ketimbang untuk diterapkan sebagai metode tersendiri. Tahap-tahap yang berbeda dalam strategi iru mernudahkan peneliti untuk menerapkan. Strategi Triangulasi Konkuren 274 . mendeskripsi. atau sejenis advokasi. dan diakhiri dengan ajakan akan perubahan. atau niemahami suatu feno-mena dengan lebih baik. Begitu juga. Tujuan dari strategi transformatif sekuensial adalah untuk me-nerapkan perspektif teoretis si peneliti. Pada dasarnya. seperti yang dilakukan dalam strategi-strategi sekuensial sebelumnya. tidak seperti strategi eksploratoris dan eksplanatoris sekuensial sebelumnya. memberikan advokasi yang lebih baik kepada partisipan. Yang lebih pen ting. apakah itu berupa kerangka konseptual atau ideologi tertentu. Meski demikian. proses pencampuran (mixing) terjadi ketika peneliti menggabungkan antardua metode penelitian.sensitivitas pengumpulan data dari keiompok-kelompok marginal. peneliti masih perlu memutuskan tentang hasil-hasil apa saja pada tahap pertartia yang akan dijadikan fokus vintuk ditindaklanjuti pada tahap kedua. Dengan diterapkannya penelitian dua-tahap dalam strategi ini. dan bobotnya dapat diberikanpada salah satu dari keduanya atau didis-tribusikan secara merata pada masing-masing tahap. dan rnelaporkan hasil penelitiannya meskipun strategi ini juga membutuh-kan waktu yang tidak sebentar dalam menyelesaikan dua tahap pengumpulan data. Strategi transformatif sekuensial juga memiliki kekuatan dan kelemahan metodologis tersendiri dibandingkan dengan dua strategi sekuensial sebelumnya. dalam strategi transformatif sekuensial ini. strategi ini telah menempat-kan penelitian metode campuran dalam kerangka transformatif: sesuatu yang tidak dilakukan dalam dua strategi sebelumnya. strategi ini bisa jadi lebih menarik dan acceptable bagi para peneliti yang perriah menggunakan kerangka transformatif dalam satu metodologi terlentu. peneliti harus menggunakan perspektif teoretis tertentu untuk me-mandu penelitiannya. seperti halnya strategi-strategi sekuensial lain. peneliti diharapkan dapat me-nyuarakan perspektif-perspektif yang berbeda. peneliti dapat menggunakari salah satu dari dua metode dalam tahap pertama. terutama tentang bagaimana visi transformatif tersebut digunakan untuk memandu metode penelitian. Dalam strategi transfonnatif sekuensial ini.

atau corroboration (Greene.Strategi triangulasi konkuren mungkin menjadi satu-satunya strategi dari enam strategi rnetode campuran yang paling populer saat ini (lihat gambar 10. Hal ini disebabkan data kuantitatif dan kualitatif dikumpul-kan sekaligus dalam satu waktu di lokasi penelitian. Meski demikian. perbedaan-perbeda-an. 1992). Saya sering menjumpai bahwa para peneliti yang ingin melakukan penelitian metode campuran hampir selalu mengguna-kan strategi ini dalam mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif. Morgan. & Graham. dan membandingkan kedua data tersebut. sering kali ada prioritas yang lebih dibebankan pada satu metode ketimbang pada metode yang lain. Caracelli. kekuatan satu metode menambah kekuatan metode yang lain). Sebagian penulis menyebut perban-dingan ini dengan istilah konfirmasi. 1989. diskonfirtnasi. Salah satunya adalah karena strategi ini membutuhkan usaha keras dan keahlian khusus dari peneliti untuk 275 . pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif dilakukan secara bersamaan (konkuren) dalam satu tahap peneliuan. strategi ini juga dapat menghasilkan penemuan yang substantif dan benar-benar tervalidasi. kemudian membandingkan dua database ini untuk mengetahui apakah ada konvergensi. & McCormick. McLeroy. Dalam strategi ini. Steckler. Bird. Dalam strategi triangulasi konkuren. peneliti mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara konkuren (dalam satu waktu). Goodman. 1998. mentransformasi satu jenis data menjadi jenis data lain sehingga keduanya dapat mudali diperbandingkan) atau dengan mengintegrasikan atau mengomparasikan hasil-hasil dari dua data tersebut secara berdampingan dalam pembahasan. baru kemudian diikuti oleh kuota-kuota kualitatif yang mendukung atau menolak hasil-hasil tersebut. strategi ini juga memiliki sejumlah keterbatas-an. pencampuran (mixing) terjadi ketika peneliti sampai pada tahap interpretasi dan pembahasan. Apalagi. Pencampuran tersebut dilakukan dengan meleburkan dua data penelitian menjadi satu (seperti. tetapi dalam praktiknya. Strategi ini pada umumnya menerapkan metode kuantitatif dan kualitatif secara terpisah untuk menutupi/menyeimbangkan kelemahankelemahan satu metode dengan kekuatan-kekutan metode yang lain (atau sebaliknya. atau beberapa kombinasi.3a). pengumpuian data konkuren membutuhkan jangka waktu pengumpuian data yang relatif sebentar jika dibandingkan dengan pengumpuian data se-kuensial. lintas-validasi. bobot antara dua metode ini setara/seimbang. Strategi transformatif konkuren ini memiliki banyak manfaat selain karena sudah populer di kalangan peneliti. Integrasi ber-dampingan ini (side-by-side integration) banyak dijumpai dalam pene-litian-penelitian metode campuran terpublikasi yang bagian pembahasan di dalamnya selalu menyajikan hasil-hasil statistik (kuantitatif) terlebih dahulu. Idealnya. Dalam strategi ini.

peneliti bisa saja bingung bagaimana mengatasi ketidaksesuaianketidaksesuaian yang sering kali muncul ketika membandingkan hasil-hasil penelitian. sementara data kualitatif mengeksplorasi proses-proses yang dialami oleh masing-masing individu dalam kelompok treat-men t) atau mencari informasi dalam tingkatan analisis yang berbeda (seperti. meskipun cara-cara mengatasi masalah ini sudah banyak di-bahas dalam literatur.mengkaji fenomena dengan dua metode yang berbeda. Kerumitan strategi ini juga ter-letak pada keharusan untuk membandingkari hasil-hasil dari dua analisis dengan dua data yang berbeda. atau membuat proyek baru yang membahas ketidaksesuaian tersebut (Creswell & Piano Clark. tetapi dideskripsikan secaraberdampingan sebagai dua gambaran berbeda yang rnerepresentasikan penilaian gabungan terhadap suatu masalah. dua data tersebut bisa saja tidak dikomparasikan. seperti mengumpulkan data tambahan untuk memecahkan ketidaksesuaian. memperoleh gagasan baru dari ketidaksamaan data. pencampuran (mixing) dua data terjadi ketika peneliti mengomparasikan satu sumber data dengan sumber data yang lain. Dalam strategi ini. 276 . Selain iru. yang membedakan strategi ini dengan strategi konkuren sebelumnya adalah bahwa strategi embedded konkuren memiliki metode primer yang memandu proyek dan database sekunder yang memainkan peran pendukung dalam prosedur-prosedur penelitian. Meski demikian. Mirip dengan strategi konkuren sebelumnya.3b). Meski demikian. Penancapan ini dapat berartibahwa metode sekunder menjabarkan rumusan masalah yang berbeda dari metode primer (seperti. strategi ini juga menerapkan perspektif teoretis tertentu untuk menjelaskan metode primer. memeriksa kembali database asli. Hal ini akan terjadi jika peneliti mengguna-kan strategi ini untuk mengevaluasi dua rumusan masalah yang berbeda (antara kualitatif dan kuantitatif) atau meneliti level-level yang berbeda dalam suatu organisasi. biasanya pencampuran ini banyak muncul dalam bagian pem-bahasan penelitian. 1998). data kuantitatif menjelaskan outcome yang diharapkan dari proses treatment. strategi embedded konkuren juga dapat dicirikan sebagai strategi metode campuran yarg menerapkan satu-tahap pengumpuian data kuantitatif dan kualitatif dalam satu waktu (lihat Gambar 10.. Strategi Embedded Konkuren Seperti halnya strategi triangulasi konkuren. 2007). Metode sekunder yang kurang diprioritaskan (kuantitatif atau kualitatif) di-tancapkan {embedded) atau disarangkan (nested) ke dalam metode yang lebih doniinan (kualitatif atau kuantitatif). analogi dalam analisis hierarkis kualitatif sangat membantu dalam mengkonseptualisasi level-level hierarki ini) (lihat Tashakkori dan Teddlie. dalam penelitian eksperimen.

Karena prioritas pada dua metode ini tidak seimbang. Pada akhirnya. dia bisa menggunakan metodologi studi kasus untuk meneliti bagaimana partisipan dalam penelitian tersebut menjalani prosedurprosedur treatment. Strategi embedded konkuren ini. jika peneliti me-rancang dan melakukan penelitian eksperimen untuk menguji hasil-hasil treatment. Misalnya. strategi embeddedkonkuxen iniberguna ketika peneliti lebih memilih menggunakan metode-metode yang berbeda uhtuk meneliti kelompok-kelompok atau levellevel yang berbeda pula. 277 . dan seterusnya. ada pula kelemahan-kelemahan yang perlu dipertimbangkan ketika memilih strategi ini. Strategi ini kerap kali digunakan agar peneliti dapat memper-oleh perspektif-perspektif yang lebih luas karena mereka tidak hanya menggunakan metode yang dominan saja.Strategi embedded konkuren dapat digunakan untuk beragam tujuan. Meski demikian. mewawancarai manajer-nya secara kualitatif. Peneliti mampu mengumpulkan dua jenis data secara serempak dalam satu tahap pengumpulan data saja. Lebih lanjut. dengan digunakannya dua metode yang berbeda sekaligus. strategi triangulasi konkuren tidak jarang meng-hasilkan bukti-bukti yang juga tidak setara dalam penelitian. Misalnya. Morse mendeskripsikan bagaimana data kualitatif juga dapat digunakan untuk mendeskripsikan aspek penelitian kuantitatif yang tidak dapat dihitung (unquantifiable). memang atraktif. Apalagi. peneliti dapat meneliti para pegawainya secara kuantitatif. Selain itu. menganalisis seluruh divisi di dalamnya ber-dasarkan data kuantitatif. bisa saja muncul ketidaksesuaianketidaksesuaian yang tentu saja perlu di-tuntaskan sesegera mungkin. yang mungkin akan merugikan peneliti ketika menginterpretasi hasil akhir. melainkan juga menggunakan dua metode yang berbeda. Tashakkori dan Teddlie (1998) menyebut strategi ini sebagai rancangan multilevel (multilevel design). Morse (1991) misalnya. Strategi ini menampiikan suatu penelitian yang sama-sama memanfaatkan kelebihan-kelebihan dari data kualitatif dan kuantitatif. untuk sejumlah alasan tertentu. jika yang diteliti adalah suatu organisasi. jika dua database ini dikomparasikan. menyata-kanbahwa strategi kualitatif pada umumnya dapat ditancapkan (embedded) ke dalam data kuantitatif untuk memperkaya deskripsi ten tang para partisipan yang menjadi sampel penelitian. peneliti dapat memperoleh perspektifperspektif yang lebili luas dari jenis-jenis data yang berbeda dalam satu penelitian. dalam strategi ini. Selain itu. satu metode dapat diguna-kan dalam kerangka metode yang lain. Peneliti terlebih dahulu harus mentransf ormasikan data dari dua metode ini ke dalam bebe-rapa kategori agar data tersebut dapat digabungkan dalam tahap analisis.

Para peneliti metode campuran perlu memilh strategi spesifik dalam pengumpulan data. Lebih jauh. strategi transformatif konkuren bisa saja diterapkan dalam kerangka strategi konkuren yang lain. Memilih strategi metode campuran. Tldak hanya itu.Strategi Transformatif Konkuren Seperti halnya strategi transformatif sekuensial. perspektif inilah yang akan menjadi kekuatah utama dalam mendefinisikan masalah. untuk menfasilitasi perspektif teoretis yang dibawanya. Perspektif ini bisa berorien-tasi pada ideologi-ideologi seperti teori kritis. seperti triangulasi dan embedded.embedded dan triangulasi maka ketiga strategi ini pun juga saling berbagi kelemahan dan kelebihannya masing-masing. atau menancapkan {embedding) dua data yangberbeda. Perspektif ini biasanya direfleksikan dalam tujuan penelitian atau rumusan masalah. mereka juga perlu menampilkan gambar visual yang dapat mempresentasikan prosedur-prosedur pengumpulan data yang akan mereka terapkan. Karena strategi transformatif konkuren ini salingberbagi fitur dengan strategi. Bahkan. la juga bisa men-trianguiasi {triangulating) data kuantitatif dan kualitatif untuk me-ngonvergensi informasi-informasi demi membuktikan adanya ke-tidaksetaraan dalam kebijakan-kebijakan organisasi tersebut. Akan tetapi. Untuk itulah. atau ditancapkanberdasarkanprioritas yang diberi-kan pada keduanya). menginterpretasi. yang rnembuatnya tampak menarikbagi para peneliti yang memang ingin menggunakan perspektif transformative untuk memandu penelitiannya. seorang peneliti bisa saja menancapkan {embedding) satu metode ke dalam. dan me-laporkan hasil penelitian.3c). Misalnya. strategi transformatif konkuren ini diterapkan dengan mengumpulkan data kuanti-tatif dan kualitatlf secara serempak serta didasarkan pada perspektif teoretis tertentu (lihat Gambar 10. menganalisis. Gambar 10.2 dan 10. strategi transformatif ini juga bisa diterapkan dalam konteks strategistrategi konkuren lain.3 278 . mengidentifikasi rancangan dan sumber-sumber data. strategi transformatif ini memiliki iiilai plus karena —tidak seperti dua strategi konkuren sebelumnya— telah menempatkan penelitian metode campuran dalam kerangka transformatif. Proses pencampuran {mixing) dalam strategi ini terjadi ketika peneliti meleburkan {merging). baik itu triangulasi maupun embedded (dua jenis data dikumpulkan sekaligus dalam satu tahap penelitian. atau pada kerangka konseptual tertentu. metode yang lain agar suara paridsipan dapat ter-sampaikan demi perubahan proses suatu organisasi. penelitian partisipatoris. menghubungkan {connecting). advokasi.

 Pertimbangkan batas waktu yang anda miliki dalam mengumpulkan data.  Carilah artikel-artikel jurnal metode campuran yang menerapkan strategi yang anda pilih. Strategistrategi konkuren tidak terlalu time consuming karena data kualitatif dan kuantitatif dikumpulkan sekaligus dalam satu waktu di lokasi penelitian. sedikit mewawancarai beberapa partisipan yang sudah mengisi instrument survey) dalam pengumpulan data.1 untuk mengevaluasi prosedur-prosedur yang ingin anda terapkan. Strategi ini merupakan strategi favorit para mahasiswa saya. strategi embedded konkuren memberikan bobot tidak setara pada dua bentuk data yang memiliki besara dan kerumitan yang berbeda sehingga memungkinkan penelitu untuk membatasi ruang lingkup penelitiannya dan mengatur waktu dan sumber-sumber yang tersedia. Apalagi. lalu identifikasilah salah satu dari enam strategi yang telah dibahas dalambab ini sebagai strategi utama yang akan anda gunakan untuk penelitian anda.  Bacalah artikel-artikel jurnal yang menggunakan strategi-strategi yang berbeda dan tentukan artikel mana yang paling berkesan bagi anda. saya selalu memberikan pertimbangan kepada para mahasiswa untuk menggunakan strategi embedded kongkuren. pengumpulan data kuantitatif pada tahap pertama dilanjutkan dengan pengumpulan data kualitatif pada tahap kedua sebagai tindak lanjut atas hasilhasil kuantitatif sebelumnya. Dalam strategi ini. Strategi ini merupakan satu teknik primer (seperti.  Ingatlah bahwa pengumpulan data analisis kuantitatif dan kualitatif merupakan proses rigrous yang benar-benar memakan waktu. survey) dan teknik seunder (seperti. sajikan satu definisi untuk strategi tersebut beserta model visual dan rasionalisasinya: mengapa strategi tersebut anda anggap paling layak untuk digunakan.menampilkan strategi-strategi metode campuran yang bisa dipertimbangkan. Creswell dan Plano Clark (2007) menyertakan empat artikel jurnal utuh sehingga pembaca dapat mengamati detail-detail penelitian di dalamnya yang menerapkan strategi-strategi yang berbeda.  Cobalah untuk menggunakan strategi sekuensial eksplanatoris. lalu tunjukkan artikel tersebut pada pembimbig anda atau pihak fakultas agar mereka memiliki satu model nyata tentang strategi penelitian yang ingin anda 279 . dan berikut ini beberapa tips penelitian tentang cara-cara bagaimana memilih strategi metode campuran:  Gunakanlah informasi dalam gambar 10. Dalam proposal. khususnya mereka yang kurang berpengalaman dengan penelitian kulitatif namun memiliki potensi besar dalam penelitian kualitatif. Ketika waktu menjadi masalah.

Tipologi ini dibuat dengan cara menghubungkan prosedur-prosedur sampling dengan srategi-strategi metode campuran yang sudah saya bahas sebelumnya: 280 . hal ini bukan tidak mungkin juga diterapakan dalam penelitian kulitatif (mengubah angka-angka menjadi deskripsi-deskripsi yang detail).3 yang menunjukkan dua jenis data tersebut (kuantitatif dan kualitatif). sampling juga ditetapan dalam pengumpulan data penelitian kulitatif untuk memilih individu-individu yang benar-benar telah mengalami/ merasakan fenomena utama. seperti wawancara dan observasi. Karena kita masih berada dalam tahap mengadopsi penelitian dengan metode campuran. Data dibedakan dalam konteks respons terbuka versus respon tertutup.jenis-jesi data yang akan dikumpulkan. Amati kembali table 1. Mesipun mengubah informasi menjadi angka-angka merupakan pendektan yang sering diterapkan dalam penelitian kuantitatif. bisa menjadi data kuantitatif atau kualitatif.  Ketahuilah bahwa data kuantitatif sering kali dipilih dengan random sampling agar masing-masing individu memiliki yang sama untuk diseleksi sebagai sampel. Selain itu. tergantung pada seberapa terbuka (kualitatif) opsi-opsi respons yang muncul dalam hasil wawancara atau ceklis obserpasi tersebut. khususnya di bagian pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif. peneliti tetap harus menjelaskan – dalam proposalnya. Proseder-prosedur pengumpulan data Meskipun model visual dan pembahasan mengenai strategi penelitian sudah memberikan deskripsi yang cukup jelas mengenai prosedur-prosedur pengumpulan data yang digunakan. Bebrapa jenis data. teddlie dan yu (2007) telah mengembangkan tipologi lima sampling metode campran. Hal ini akan membuat mereka dan pembaca lain merasa yakin bahwa strategi tesebut benar-benar dapat diterapakan untuk meneliti masalah penelitian yang anda angkat.gunakan.yang akan dikumpulkan selama penelitian. Meski demkian.  Identifikasi dan tentukanlah jenis data –baik kulitatif maupun kuantitatif. artikel jurnal) dalam bidang konsentrasi anda akan menbantu strategi metode campuran yang anda pilih yang telah disetujui oleh pihak fakultas. Penting pula bagi peneliti untuk mengidentifikasi strategi-strategi sampling dan pendekatan-pendekatan dalam memvalidasi data. penelitian-penelitian terpublikasi (seperti. Prosedur-prosedur sampling ini perlu dijelaskan dalam proposal. dan sampel ini dapat digeneraisasi pada populasi yang lebih luas.

penelitian juga perlu menjelaskan prosedur-prosedur analisis data dalam proposalnya. sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar 10. 1998): 281 . 3. didalamnya sampling tahap pertama melengkapi sampling tahap kedua. dalam strategi eksplanatoris sekuensial. kemudian obsevasi kualitatif. atau antar dua pendekatan ini.analisis bisa dilakukan berdasarkan pendekatan kuantiataif (analisis angka-angka secara deskriptif dan inferesial) dan kualitatif (deskripsi dan analisis teks atau gambar secara tematik). ada beberapa analisis data metode campuran yang menerapkan pendekatan-pendekatan berikut ini (lihat caracelli & greene. Misalnya. tashakkori & teddlie. dan analisis tematik dalam penelitian etnografi pada tahap kedua. 5. 1993. Sampling multilevel. coding. prosedur-prosedur umum harus terletak di bagian atas halaman. Misalnya. di dalamnya sampling ditetapkan pada dua atau lebih unit analisis. 2.  Sertakan prosedur-prosedur rinci dalam model visual anda. instrument survey dengan respons tertutup dan respons terbuka). di dalamnya probabiltas kuantitatif dan sampling kulitatif dikombinasikan menjadi prosedur-prosedur sampling indevenden atau ditetapkan secara bersamaan ( seperti. Sampling konkuren. stratified purposeful sampling dan purposive random sampling).2a. creswell & plano clark. Sampling sekuensial. Misalnya. Analisis data dalam penelitian metode campuran sangat berkaitan dengan jeis strategi yang dipilih. Sampling yang menerapkan bentuk kombinasi apa pun dengan strategistrategi metode campuran sebelumnya. sedangkan prosedur-prosedur yang lebih spesifik ditulis di bawahnya. pembahasan ini dapat meliputi pendeskripsian lebih jauh tentang pengumpulan data survey yang diikuti oleh analisis data yang deskriptif dan inferensial pada tahap pertama. ANALISIS DATA DAN PROSEDUR-PROSEDUR VALIDASI Selain prosedur-prosedur pengumpulan data. 4.1. 2007. di dalamnya sampling kuantitatif dan sampling kualitatif dikombinasikan (seperti. Strategi-strategi dasar. bahaslah kemabali secara rinci model visual anda. lalu.

hitungan jumlah kode dan kualitatif. lakukan survei (misalnya.  Mengeksplorasi outlier-outlier. Poros horizontal dalam matriks/tabel ini dapat berupa variabel kategorial kuantitatif (seperti. kombinasikanlah informasi-informasi yang diperoleh dan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif ke dalam sebuah matriks/tabel. Dalam strategi-strategi sekuensial. matriks/tabel tersebut akan 282 . pada kelompok-kelompok) untuk mengumpulkan hasil-hasil kuantitatif tentang sampel. dalam analisis faktor berdasarkan skala dengan menggunakan instrumen tertentu. sedangkan poros vertikalnya dapat berupa data kualitatif (seperti. Dengan menerapkan salah satu strategi konkuren yang sudah dijelaskan sebelumnya. kumpulkan tema-tema atau statemen-statemen tertentu dan partisipan pada tahap pertama kualitatif. Pada waktu yang bersamaan. atau kombinasi-kombinasi lain. cobalah ménvalidasi instrumen tersebut dengan sampel yang representatif dan populasi. Sebaliknya. jenis-jenis provider perawat. dokter. Transformasi data. Dengan menerapkan salah satu strategi sekuensial sebelumnya. dan asisten medis). Dengan menerapkan strategi embedded konkuren. gunakanlah statemen-statemen ini Sebagai item-item spesifik dan tema-temanya sebagai skala-skala untuk membuat instrumen survei kuantitatif. Informasi dalam setiap cell (kotak-kotak dalam matriks/tabel) dapat berupa kuota-kuota dan data kualitatif. Setelah analisis ini. Dalam strategi-strategi konkuren. Misalnya. lima tema tentang relasi caring antara provider dan pasien-pasiennya). lakukan wawancara kualitatif (seperti. Dengan cara seperti ini. peneliti dapat membuat faktor-faktor atau tema-tema kuantitatif yang kemudian diperbandingkan dengan tema-tema dan database kualitatif. Pada tahap ketiga.  Menguji level-level ganda. peneliti juga dapat mengualifikasi (qualify) data kuantitatif. peneliti dapat menindaklanjuti dengan wawancara kualitatif tentang kasus-kasus outlier tersebut untuk memperoleh pengetahuan tentang mengapa kasus-kasus ini berbeda/menyimpang dari sampel kuantitatif. analisis data kuantitatif pada tahap pertama dapat menghasilkan kasus-kasus ekstrem dan outlier. pada inclividu-individu) untuk mengeksplorasi suatu fenomena berdasarkan pandangan individu-individu dalam kelompok-kelompok tersebut. Pada tahap selanjutnya. Penghitungan data kualitatif inilah yang memungkinkan peneliti untuk membandingkan hasil-hasil kuantitatif dengan data kualitatif. peneliti bisa saja menghitung berapa kali kode-kode dan tema-tema tersebut muncul dalam data teks (atau dengan menhitung garis-garis dan kalimat-kalimat yang membicarakan kode dan tema itu).  Membuat matriks/tabel.  Membuat instrumen.

pertimbangkanlah jenis validitas yang berhubungan dengan komponen kuantitatif (lihat Bab 8). strategi-strategi yang akan digunakan untuk memeriksa akurasi hasil penelitian juga harus disebutkan (lihat Bab 9). Penulis proposal juga harus menjelaskan mengapa dan bagaimana validitas untuk penelitian metode campurannya berbeda dengan validitas untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif. Untuk membuat matriks/tabel ini. 2007. tindak lanjut terhadap hasil-hasil yang bertentangan. 2006). baik untuk tahap penelitian kuantitatif maupun tahap penelitian kualitatif (Tashakkori & Teddlie. dan isu-msu validitas lain yang mungkin berhubungan dengan pendekatan metode campuran. Sejumlah penulis metode campuran menganjurkan pada kita untuk menerapkan prosedur-prosedur validitas. member checking. Isu-isu validitas dalam penelitian metode campuran juga bisa berhubungan dengan jenis-jenis strategi yang pernah dibahas dalam bab ini. isu-isu tersebut juga bisa berhubungan dengan pemilihan sampel. Bagi siapa pun yang merancang proposal dengan metode campuran. untuk pembahasan lebih detail mengenai hal ini). SUSUNAN LAPORAN PENELITIAN 283 . Aspek lain dari analisis data yang harus dideskripsikan dalam proposal metode campuran adalah serangkaian langkah yang diambil untuk memeriksa validitas data kuantitatif dan akurasi hasil kualitatif. inferensi-inferensi ini haruslah benar-benar berkualitas) dan manfaat penelitian bagi pembaca (lihat Onwuegbuzie & Johnson. mulai dari isu-isu filosofis (seperti. prosedur-prosedur yang tidak layak. Legitimasi dalam penelitian metode campuran berhubungan erat dengan semua tahap dalam proses penelitian. jenis validitas yang berhubungan dengan komponen kualitatif (lihat Bab 9). Untuk tahap kualitatif. gunakanlah program-program software kualitatif (lihat Bab 9). Selain itu. Untuk tahap kuantitatif.menampilkan analisis data kualitatif dan kuantitatif terkombinasi. ancaman-ancaman potensial terhadap validitas internal dalam rancangan survei dan eksperimen juga perlu dicatat (lihat Bab 8). 1998). bisa dalam pengumpulan data. penulis proposal harus membahas validitas dan reliabilitas skor-skor dan penggunaan instrumen sebelumnya. atau rumusan masalah-rumusan masalah yang saling berseberangan (lihat Creswell & Piano Clark. Bahkan. deskripsi detail. besaran sampel. Beberapa penulis menyebut validitas untuk penelitian metode campuran ini dengan istilah legitimasi (Onwuegbuzie & Johnson. apakah prinsip-prinsip filosofis penelitian kuantitatif dan kualitatif sudah dicampur ke dalam satu konsep filosofis yang bisa diterapkan secara menyeluruh?) hingga inferensi-inferensi yang diambil (misalnya. Strategi-strategi ini bisa meliputi triangulasi sumber data. 2006: 55). atau pendekatan-pendekatan lain.

Tujuan penelitian di atas mengilustrasikan kombinasi antara tujuan dan rasionalisasi dilakukannya mixing (pencampuran). laporan mengenai pengumpulan dan analisis data kualitatif dapat disajikan terlebih dahulu. sedangkan untuk penyusunan proposal. laporan tentang pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif dapat disajikan di bagian terpisah. baik yang sekuensial maupun yang konkuren.  Dalam penelitian transformatif. penelitian transformatif bisa menggunakan susunan sekuensial ataupun konkuren seperti yang dijelaskan sebelumnya. harus disesuaikan dengan jenis strategi yang dipilih. Setelah itu. yakni ―untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik. susunan seperti ini tidak memperjelas perbedaan antara tahap kuantitatif dan tahap kualitatif.Susunan untuk laporan penelitian. Dalam kedua susunan ini. pengumpulan data kualitatif. CONTOH-CONTOH PROSEDUR METODE CAMPURAN Beberapa ilustrasi berikut ini menggambarkan penelitian-penelitian metode campuran yang menggunakan strategi-strategi dan prosedur-prosedur. kemudian diikuti oleh laporan tentang pengumpulan dan analisis data kualitatif. dengan judul yang juga terpisah untuk keduanya.‖ serta kombinasi antara dua jenis data yang dikumpulkan selama penelitian. tetapi analisis dan interpretasinya harus dikombinasikan untuk mencari konvergensi dan kesamaan-kesamaan antara hasil-hasil yang diperoleh. dan analisis data kualitatif.  Dalam penelitian sekuensial. peneliti metode campuran biasanya menyusun laporannya mengenai prosedur-prosedur ke dalam bagian pengumpulan data kuantitatif dan analisis data kuantitatif yang dilanjutkan dengan bagian data kualitatif. Biasanya. Di akhir proposal harus ada bagian tersendiri yang membahas mengenai agenda perubahan atau reformasi yang akan dilakukan setelah penelitian berlangsung. peneliti memberikan komentar tentang bagaimana hasil-hasil kualitatif membantu mengelaborasi atau memperluas hasil-hasil kuantitatif. Karena penelitian metode campuran mungkin terkesan asing bagi pembaca maka penulis proposal perlu memberikan beberapa petunjuk tentang bagaimana menyusun laporan akhir. Di bagian 284 . Sebagai alternatifnya. susunannya biasanya meliputi pembahasan mengenai isu advokasi di awal proposal. dalam bagian kesimpulan dan interpretasi. sebagaimana untuk analisis data.  Dalam penelitian konkuren. penulis proposal biasanya menyajikan proyeknya menjadi dua tahap yang berbeda.

lengkap dengan model visualnya. Kemudian. Kerangka koniseptual inilah yang memberikan petunjuk-petunjuk teoretis tentang semua proses/tahap penelitian kuantitatif (Morse. regresi. Tahap 1 adalah penelitian kuantitatif yang melihat hubungan statistik antara komitmen guru dan antesendenanteseden organisasional di SD dan SMP Setelah analisis mikrolevel ini. yang berarti menjadikan pendekatan kuantitatif sebagai prioritas utama. Kushman merujuk pada beberapa literatur yang pernah membahas dua konsep tersebut.. 1992 13) nyajikan kerangka konseptual... sebagaimana dijelaskan dalam tujuan penelitiannya Premis utama dalam penelitian ini adalah bahwa komitmen organisasi dan komitmen terhadap pembelajaran slswa merupakan dua sikap yang berbeda. hasil studi kasus kualitatif disajikan pada tahap kedua dalam bentuk tema-tema dan subtema-subtema. serta rumusan masalah yang diajukan untuk mengeksplorasi hubungan antar kedua komitmen tersebut. Artinya. Dalam penelitian dua-tahap ini.Pendahuluan penelitiannya. yaitu metode kualitatif/studi kasus pada sekolah-sekolah tertentu-untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang persoalan komitmen guru (Kushman. Kushman menerapkan tahap kuantitatif dengan KUAN  kual. Pencampuran (mixing) hasil kuantitatif dan hasil kualitatif dalam penelitian Kushman muncul di pembahasan akhir di mana di dalamnya Kushman menyoroti hasil-hasil kuantitatif dan kompleksitas-kompleksitas yang muncul dan hasil-hasil kualitatif. Untuk mendukung definisi ini.1 Strategi Sekuensial Kushman (1992) meneliti dua Jenis komitmen para guru -baik komitmennya secara organisasional maupun komitmennya terhadap pembelajaran siswa-di 63 SD dan SMP kota Penelitian Kushman ini menerapkan strategi metode campuran sekuensial eksplanatoris dua-tahap. 285 .. Kushman menyajikan hasil-hasilnya dalam dua tahap. yakni tahap pertama-hasil kuantitatif. diterapkanlah Tahap 2. 1991). Prioritas ini lebih jauh diilustrasikan dalam bagian Definisi istilah yang menjabarkan apa yang disebut dengan komitmen organisasi dan komitmen terhadap pembelajaran siswa. namun membutuhkan validasi empiris lebih lanjut.yang menampilkan dan membahas korelasi. namun sama-sama penting untuk efektivitas sekolah Premis ini memang sudah banyak dibahas dalam literatur. lengkap dengan kutipan-kutipannya. Kushman perlu menganalisis secara statistik komitmen organisasi dan komitmen terhadap pembelajaran siswa. Setelah itu. dan ANOVA. Kushman meContoh 10. Kushman tidak menggunakan satu teori yang spesifik dalam penelitiannya kali ini. Meski demikian.

Dalam hal ini. termasuk pembahasan mengenai pengukuran variabel-variabel dan detail-detail dalam analisis data regresi logistik. mereka juga menyajikan analisis data kualitatif dan menjelaskan secara singkat tema-tema yang muncul dalam pembahasannya. Pencampuran (mixing) kedua sumber data ini dilakukan dalam bagian khusus berjudul ‗Tembahasan Hasil Survei dan Wawancara‖ (hlm. Dalam bagian ini. 155). Hossler dan Vesper mengumpulkan Informasi dari hasil survei terhadap 128 mahasiswa dan orang tua dan hasil wawancara dengan 56 mahasiswa dan orang tua Berikut ini tujuan penelitian Hossler dan Vesper yang cenderung menerapkan strategi trangulasi data Karya tulis ini berusaha meneliti perilaku-perilaku penghematan (saving) orang tua.2 Strategi Konkuren Pada 1993. Dengan data longitudinal yang dikumpulkan dari para mahasiswa dan orang tua mereka selama jangka waktu 3 tahun. di satu sisi. Dan tujuan penelitiannya. lebih tepatnya dalam tahap interpretasi. penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang paling berhubungan dengan tabungan orang tua untuk pendidikan S2 anak-anak mereka. dengan hasil-hasil wawancara kualitatif di sisi ang lain. Pengetahuan ini diharapkan dapat membantu mengeksplorasi lebih jauh isu tentang penghematan orang tua. Hasilnya. kami juga berusaha menggali pengetahuan lain dari hasil wawancara kami dengan beberapa mahasiswa dan orang tua mereka selama lima kali dalam jangka waktu tiga tahun. mereka mengomparasikan pentingnya faktorfaktor yang menjelaskan penghematan orang tua untuk hasil-hasil kuantitatif. 286 . Mereka juga menyebutkan kelemahan-kelemahan dalam analisis kuantitatif dan hasil-hasil analisis t-test dan regresi. Meski demikian. dalam satu halaman khusus. Bobot atau prioritas untuk penelitian metode campurannya Hossler dan Vesper kali ini cenderung pada pengumpulan dan analisis data kuantitatif. 1993: 141) Data aktual dikumpulkan dari hasil survei terhadap 182 mahasiswa dan orang tua dari hasil wawancara dengan 56 mahasiswa dan orang tua. Hossler dan Vesper meneliti faktor-faktor yang berhubungan dengan penghematan orang tua untuk anak-anaknya yang tengah studi di perguruan tinggi. dan notasi untuk penelitian ini berupa KUAN + kual. Mereka juga menyajikan pembahasan tentang analisis kuantitatif terhadap data survei.Contoh 10. kami memilih regress logistik untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan penghematan orang tua bagi pendidikan S2 anak-anak mereka. Tidak hanya itu. ekspektasi pendidikan. dan informasi akan biaya perguruan tinggi. (Hossler & Vesper. kita bisa melihat bahwa Hossler dan Vesper mengumpulkan dua data ini secara konkuren (dalam satu waktu). ditemukan bahwa faktor-faktor yang penting dalam relasi ini adalah dukungan orang tua. Dengan menggunakan data mahasiswa dan orang tua yang diperoleh dari penelitian longitudinal dengan metode survei selama 3 tahun.

1. kami melihat teori yang digunakan dalam penelitian ini bersifat induktif (sebagaimana penelitian kualitatif). Dalam penelitian di 287 .‖ Artinya. Bbopal) menulis penelitiannya dengan tujuan untuk menyuarakan pandangan kaum wanita dan memberikan kritik tajam terhadap ketidakadilan gender. dan di bagian akhir mereka menyajikan ―Model Tambahan tentang Penghematan Orang Tua. dan pada akhirnya dibangun dan direkonstruksi secara terus-menerus selama proses penelitian. didasarkan literatur-literatur yang ada (sebagaimana penelitian kuantitatif). tidak ada perspektif teoretis yang digunakan dalam penelitian ini meskipun di bagian awal mereka menyajikan literatur-literatur yang membahas tentang ekonometrik dan pilihan perguruan tinggi.Mirip dengan Contoh 10. Peneliti (dalam hal ini.

2000: 68) Dari penelitian ini. Komponen kualitatif dan komponen kuantitatif sama-sama diberi bobot yang seimbang. Menariknya. Dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Bhopal melihat mereka sering kali mengalami bentuk-bentuk patriarki yang-anehnya-justru tidak dialami oleh kaum wanita Kulit Putih di Britania. sikap mereka terhadap pernikahan.Contoh 10. penelitian Bhopal ini tidak saja tentang wanita. 288 . Timing dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data terlebih dahulu. Ia tertarik menguji apakah teori-teori patriarki bisa diterapkan untuk meneliti para wanita Asia Selatan (dari India.. (untuk) menginvestigasi tingkat perbedaan yang signifikan antara kaum wanita ini yang pernah mengalami patriarki. tetapi juga untuk wanita.. dan Bangladesh) yang hidup di London Timur. mahar atau mas kawin. Di samping itu. Dalam hal ini. Bhopal meneliti 60 wanita. dan menyajikan informasi akurat yang berhubungan dengan jumlah kaum wanita yang mengalami bentuk-bentuk patriarki yang berbeda. Bhopal menemukan bahwa pendidikanlah yang berpengaruh secara signifikan terhadap kehidupan kaum wanita. data kuantitatif menampilkan pola-pola partisipasi umum. 70). dengan menggunakan bahasa dan kategorikategori yang di dalamnya kaum wanita mengekspresikan dirinya sendiri. kemudian mewawancarai beberapa wanita untuk menindaklanjuti dan memahami partisipasi mereka secara mendalam (strategi sekuensial eksplanatoris). Tujuan penelitian ini secara keseluruhan adalah “untuk memperoleh pengetahuan detail tentang kehidupan kaum wanita. pekerjaan domestik. penelitian Bhopal tersebut juga merupakan refleksi yang menampilkan bias-bias pribadinya sebagai seorang wanita. Bhopal terlibat langsung dalam proses penelitian yang di dalamnya dia menjelaskan prosedur-prosedur rasionalisasi mengapa ia tertarik meneliti kehidupan kaum wanita dengan perspektif feminis ini. dengan asumsi bahwa keduanya dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih detail terhadap masalah penelitian.. dan keuangan rumah tangga” (hlm. perasaan mereka terhadap perannya sebagai istri dan apakah mereka benar-benar melaksanakan peran tersebut di rumah. Sejak kaum wanita ini menikah dan diberi mas kawin. penelitian metode campuran membantu Bhopal untuk mengekspos kehidupan kaum wanita Apajagi.3 Strategi Transformatif Bhopal (2000) menggunakan perspektif feminis dalam penelitian metode campuran triangulasi transformatifnya. Karena teori feminis dibahas. Dia juga membahas bagaimana kaum wanita hidup dalam istilah-istilah mereka sendiri. strategi transformatif yang dipilihnya memungkinkan para wanita untuk mengambil manfaat dan proyek penelitian ini (hlm 76) atas. dia juga mendeskripsikan bagaimana metodologi feminis membantu proses penelitiannya. sementara data kualitatif menunjukkan narasi personal kaum wanita. Pakistan. serta menguji kekuatan dampak-dampak patriarki yang berbeda. Tidak hanya itu. Pencampuran (mixing) antara dua komponen ini dilakukan dengan cara menghubungkan hasil-hasil dan survei kuantitatif dan mengeksplorasi lebih jauh hasil-hasil ini dalam tahap kualitatif. (Bhopal.

Peneliti patut memilih salah satu dari keenam strategi tersebut: apakah secara sekuensial (eksplanatoris dan eksploratoris). Setelah itu. menguji level-level ganda. Setiap strategi memiliki kekuatan dan kelemahannya tersendiri. tahap demi tahap). apakah bobotnya setara atau lebih memprioritaskan salah satu di antara keduanya. meskipun diakui bahwa strategi sekuensial memang paling mudah diterapkan. Peneliti lalu menghubungkan dan menjelaskan gambar ini dengan prosedur-prosedur yang lebih spesifik untuk membantu pembaca memahami semua proses penelitian. Strategi yang dipilih juga harus disajikan dalam gambar (model visual). Ada enam strategi pengumpulan data dalam penelitian metode campuran. atau dengan perspektif transformatif (sekuensial atau konkuren). apakah dengan cara meleburkan (merging) data. Penjelasan ini bisa meliputi sejarah berkembangnya penelitian tersebut. Prosedur-prosedur ini bisa meliputi prosedur-prosedur pengumpulan data (kuantitatif dan kualitatif) dan prosedurprosedur analisis data (kuantitatif dan kualitatif). Akhinya. feminisme. secara konkuren (triangulasi dan embedded). mulailah dengan menjelaskan sifat penelitian metode campuran. definisinya. atau sekuensial. nyatakan pula bobot/ prioritas untuk dua pendekatan penelitian (kuantitatif dan/atau kualitatif). dan sebagainya). peneliti sebaiknya tetap menyusun laporan tertulis untuk proposal penelitiannya. dan aplikasinya dalam berbagai bidang penelitian. tunjukkan dan jelaskan pula apakah ada perspektif teoretis tertentu yang akan digunakan untuk memandu penelitian. menghubungkan (connecting) data dan satu tahap ke tahap lain. Analisis data metode campuran bisa dilakukan dengan mentransformasi data. atau menancapkan (embedding) sumber data sekunder ke dalam sumber data primer.Sepanjang penelitian ini dengan fokus pada kesetaraan dan penyuaraan hak-hak kaum wanita maka bisa dipastikan bahwa penelitian ini secara eksplisit telah menggunakan perspektif feminis sebagai landasan berpikinya. atau membuat matriks/tabel yang mengombinasikan hasil kuantitatif dan penemuan kualitatif. terapkan empat kriteria (seperti yang sudah dijelaskan) untuk memilih strategi metode campuran yang dianggap paling layak. Jelaskan pula bagaimana kedua data ini dicampur (mixed). RINGKASAN Untuk merancang prosedur-prosedur penelitian metode campuran. ras. Prosedur-prosedur validitas juga harus dideskripsikan secara eksplisit. Selain itu. Susunan laporan ini harus disesuaikan dengan jenis strategi yang dipilih289 . Meski penelitian metode campuran ini kurang familiar bagi sebagian pembaca. dalam satu waktu. mengeksplorasi outlier-outlier. Tunjukkan pula strategi timing dalam melakukan pengumpulan data (apakah konkuren. seperti teori dan ilmu-ilmu sosial atau perspektif advokasi (misalnya.

sekuensial. 290 .karena masing-masing dari ketiganya memiliki susunan penyajian tersendiri. konkuren. atau transformatif.

BACAAN TAMBAHAN Creswell. (hlm. V. (2008). Designing and Conducting Mixed Methods Research. dan rancangan embedded) dan menyajikan contoh-contoh penelitian yang ―mencerminkan‖ masing-masing strategi ini.F. Jelaskan alasan/rasionalisasi mengapa tahap-tahap tersebut diterapkan secara Sekuensial..L. Rancanglah sebuah penelitian yang mengombinasikan model kualitatif dan kuantitatif dengan fokus pada strategi sekuensial dua-tahap. 3. Caracelli. dan strategi pengumpulan data.W. rumusan masalah. V. Creswell dan Piano Clark menulis dua buku yang menjelaskan penelitian metode campuran. ―Toward a Conceptual Framework for Mixed-Method Evaluation Designs. Dalam buku kedua ini pula. (1989). Jennifer Greene dan rekan-rekannya mengevaluasi 57 penelitian metode campuran yang dipublikasikan mulai tahun 1980 hingga 1988. 2. 255-274). mereka fokus pada empat jenis strategi metode campuran (sekuensial eksplanatoris. J.(2007). mereka membahas seputar ide-ide dasar tentang empat strategi metode campuran tersebut.W. yang di dalamnya mereka menyertakan contoh-contoh penelitian lain yang ―benar-benar menerapkan‖ strategistrategi tersebut. Rancanglah penelitian yang mengombinasikan model kualitatif dan kuantitatif dengan memprioritaskan pengumpuian data kualitatif ketimbang pengumpulan data kuantitatif. 11 (3). J. The Mixed Methods Reader. sekuensial eksploratoris. triangulasi. Evaluation and Policy Analysis. & Creswell. CA: Sage. Buatlah gambar visual dan prosedur-prosedur spesifik yang mengilustrasikan penggunaan suatu perspektif teoritis tertentu. tujuan penelitian.‖ dalam Educational. Jangan lupa untuk menggunakan notasi yang tepat dalam gambar ini. Thousand Oaks.. Jelaskan juga pendekatan yang diambil (sekuensial. Dari evaluasi ini.C. V. J. dalam penelitian metode campuran transformatif. seperti perspektif ferminis.L. konkuren. Pada buku pertama. CA: Sage. Thousand Oaks.LATIHAN MENULIS 1. & Graham. Greene.J. dan transformatif) dalam menyajikan atau menulis pendahuluan. Strategi-strategi ini kemudian dijabarkan lebih jauh dalam buku kedua. W. lengkap dengan contoh-contohnya dan artikel-artikel metodologis tentang penelitian ini. Piano Clark. & Piano Clark. mereka menampilkan 291 .

atau apakah diimplementasikan secara independen. Mereka juga menemukan bahwa penelitian-penelitian metode campuran ini pada umumnya berbeda-beda dalam hal asumsiasumsi. Berdasarkan gagasan inilah. C. apakah diimplementasikan dalam paradigma yang sama atau berbeda. meneliti aspek-aspek yang berbeda dari sebuah fenomena (complementary). dan kelemahan-kelemahan dalam strategi triangulasi ini. mendeteksi paradoks dan perspektif-perspektif baru (initiation). Misalnya. Morse kemudian mengetengahkan dua bentuk triangulasi metodologis. CA: Sage. yang memanfaatkan hasil dari satu metode untuk melaksanakan metode selanjutnya. Handbook of Mixed Methods in the Social & Behavioral Sciences. J. Dengan 27bab di dalamnya. Tashakkori. & Teddlie. dan memperluas ruang lingkup penelitian (expansion).M. mereka kemudian merekomendasikan sejumlah strategi metode penelitian yang ―layak‖ digunakan. atau sekuensial. Handbook yang dieditori oleh Abbas Tashakkori dan Charles Teddlie ini menyajikan tulisan dari para penulis kontemporer yang memang berkonsentrasi dalam penelitian metode campuran. Janica Morse menyatakan bahwa penggunaan metode kualitatif dan kuantitatif secara bersamaan untuk membahas suatu masalah penelitian menuntut adanya upaya mempertimbangkan bobot dan urutan masing-masing metode tersebut. apakah diberikan bobot/prioritas yang sama atau berbeda. 40(1).lima tujuan dari tujuh karakteristik metode campuran. pendekatan-pendekatan. yang menggunakan dua metode dalam satu waktu. dan kelemahan-kelemahan metodologisnya. 120-123). (Ed). Mereka menyatakan bahwa penelitian metode campuran sering kali diterapkan untuk mencari konvergensi (triangulation). Dengan tujuan-tujuan dan karakteristik-karakteristik tersebut. handbook ini memperkenalkan kepada pembaca metode campuran. mengidentifikasi aplikasi-aplikasinya dalam ilmu sosial humaniora. 292 . mengilustrasikan isu-isu metodologis dan analisis dalam penerapan metode campuran. Morse. menganalisis data secara sekuensial (development). A. Dua bentuk ini dideskripsikan dengan menggunakan notasi huruf kapital dan huruf kecil yang menunjukkan bobot relatif serta urutan masing-masing metode. (2003). dan menggagas pandanganpandangan masa depan terkait dengan metode campuran ini. ―Approaches to Qualitative-Quantitative Methodological Triangulation‖ dalam Nursing Research. (1991). konkuren. yakni secara simultan (simultaneous). dan bertahap (sequential). (him. perbedaan-perbedaan ini bisa terlihat dari apakah penelitian-penelitian ini menjabarkan fenomena yang berbeda atau fenomena yang sama. Thousand Oaks.. Begitu pula. kekuatan-kekuatan. Morse juga menjelaskan tujuan-tujuan.

dan pendidikan. psikologi. ilmu kesehatan. keperawatan. sosiologi. 293 . manajemen dan organisasi.ada bab-bab khusus yang mengilustrasikan penerapan metode penelitian dalam evaluasi.

aktivitas. atau satu atau lebih indi-vidu dengan lebih mendalam. sehingga peneliti harus mengumpulkan infor-masi yang detail dengan menggunakan beragam prosedur pengum-pulan data selama periode waktu tertentu. Kode etik adalah aturan-aturan dan prinsip etis yang ditetapkan oleh sekelompok profesional yang khusus mengatur penelitian-penelitian ilmiah. pandangan ini juga mengangkat isu-isu spesifik dalam kehidupan sosial yang tengah terjadi di masyarakat. dan pengasingan. memperjelas. Gagasan dasar dalam penulisan adalah kalimat-kalimat yang mengandung beberapa gagasan atau gambar khusus yang termasuk dalam gagasan utama. Semisal pemberdayaan. mengorganisir gagasan. 294 . penelitian dihubungkan dengan politik dari sebuah agenda politik. ketidaksetaraan. Materi kode (coding) adalah proses pengaturan materi-materi pada bagian-bagian dalam keseluruhan teks agar gagasan umum bisa dikembangkan dan tersebar dalam tiap-tiap bagian. Kasus-kasus tersebut dibatasi oleh waktu dan aktivitas. Studi kasus adalah stategi kualitatif di mana peneliti mengkaji se-buah program. Selain itu. Gagasan atau gambar khusus ini berfungsi untuk menguatkan. Pertanyaan inti (Rumusan masalah) dalam penelitian kualitatif adalah pertanyaan besar yang dimiliki peneliti dan mengharuskan adanya sebuah penjelasan berupa fenomena sentral atau konsep sebuah penelitian. dominasi. atau memaparkan gagasan-gagasan yang termuat dalam gagasan utama. penindasan. Perhatian atau minat dalam penulisan adalah beberapa kalimat yang bertujuan untuk memberi batasan pembahasan pada pembaca (agar pembaca bisa tetap fokus).Glosarium Abstrak dalam review penelitian adalah review singkat mengenai penelitian (biasanya berupa paragraf singkat) yang menyimpulkan beberapa bagian utama dalam sebuah penelitian agar pembaca bisa memahami hal-hal dasar yang ada dalam sebuah penelitian. Karena itu. Pandangan advokatif/partisipatoris adalah landasan filosofis dalam penelitian dimana dalam proses penyelidikan. penelitian semacam ini memuat sebuah rencana tindakan untuk melakukan perubahan yang dimungkinkan bisa terjadi dalam kehidupan partisipan. tekanan. dan menarik perhatian individu secara kontinu. institusi yang didiami partisipan. atau dalam kehidupan peneliti sendiri. proses. kejadian.

perbedaan. Strategi triangulasi konkuren dalam metode campuran adalah se-buah pendekatan di mana peneliti mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara konkuren kemudian membandingkan dua data-base tersebut untuk menentukan adakah kesamaan. untuk 295 . arsip konferensi. atau kemungkinan melakukan kombinasi antar dua data tersebut. Kekurangan dalam penelitian terdahulu mungkin terjadi sebab topik penelitian yang sama tidak ditujukan pada kelompok. Prosedur metode campuran konkuren adalah prosedur di mana peneliti mengumpulkan atau mengombinasikan data kualitatif dan kuantitatif untuk memberikan sebuah analisis komprehensif ter-hadap masalah penelitian. atau populasi yang khusus. yakni selama pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif dilakukan secara berkesinambungan. Database ini memberikan akses cepat pada ribuan jurnal.pendekatan embedded konkuren memiliki metode utama yang membimbing laju penelitian dan memiliki metode kedua yang ber-peran suportif dalam prosedur tersebut. Penelitian terdahulu mungkin sudah harus dikaji uang untuk melihat adakah temuan penelitian yang sama. Validitas gagasan terjadi ketiga seorang invertostor menggunakan definisi dan ukuran variabel yang cukup. Ketersambngan dalam penelitian metode campuran berarti adanya keterhubungan antara penelitian kualitatif maupun penelitian kuan-titatif dengan analisis data pada fase pertama penelitian serta dengan pengumpulan data fase kedua. Pendekatan transformatif konkuren dalam metode campuran di-arahkan oleh sebuah perspektif teoretis khusus yang digunakan pe-neliti serta pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif yang konku-ren. dan materi-materi lain. Interval kepercayaan adalah sebuah prkiraan dalam penelitian kuantitatif yang berupa nilai statistik tertinggi dan terendah yang konsisten pada data yang diteliti serta memuat mean populasi yang sesungguhnya. Tidak seperti model triangulasi tradisional.Koherensi dalam penulisan berarti adanya kesatuan gagasan dan adanya ketersambungan logis antar beberapa kalimat dan beberapa paragraf. sampel. Database literarur dalam komputer dewasa ini sudah bisa diakses di perpustakaan. Strategi embedded konkuren dalam metode penelitian campuran bisa diketahuai dari kegunaannya pada satu fase pengumpulan data.

Penelitian eksperimental berupaya menentukan apakah sebuah treatmen khusus bisa memengaruhi hasi sebuah penelitian. atau situasi yang telah lalu dan situasi yang akan datang. Embedding adalah bentuk pencampuran dalam metode penelitian campuran. Dampak atau pengaruh tersebut bisa diketahuai dengan memberikan sebuah treatment khusus pada sebuah kelompok dan membatasi treatment pada kelompok lain. 296 .diberi sampel baru berupa individu baru atau situs-situs penelitian. Analisis deskriptif terhadap data untuk variabel-variabel sebuah penelitian mencakup penggambaran hasil penelitian yang berupa mean. (tidak tepat sasaran) Kegemukan dalam penulisan berartiadanya kata yang ditambahkan dan sebenarnya tidak dibutuhkan dalam sebuah kalimat untuk me-nyampaikan sebuah gagasan. Kemudian. setting lain. penyimpangan standar. yang digunakan dalam penelitian kuantitatif adalah ketika seorang peneliti membuat prediksi tentang arah atau hasil penelitian yang diharapkan. peneliti menentukan bagaimana perbedaan dua kelompok tersebut memengaruhi hasil sebuah penelitian. Desain eksperimental dalam penelitian kuantitatif menguji dampak treatment (arah sebuah intervensi) terhadap hasil penelitian serta mengkaji semua faktor lain yang dimiliki kemungkinan untuk memengaruhi hasil sebuah penelitian. Ancaman validitas eksternal munculsaat seorang yang melakukan eksperimen membuat kesimpulan yang salah dari sampel data dengan mengkaji orang lain. Database kedua berfungsi untuk mendukung database utama. Hipotesis direktif. dan jarak antara angka terendah dan angka tertinggi. Ukuran efek mengkaji kekuatan sebuah kesimpulan dari segi per-bedaan kelompok atau hbungan antara beberapa variabel dalam penelitian kuantitatif.di mana bentuk data kedua dihubungkan dengan peneliti-an berskala lebih luas yang menjadi database utama. Penegasan judul adalah bagian yang berada dalam proposal penelitian dan menjelaskan istilah-istilah yang mungkin tidak dipahami pembaca. atau untuk mengetahui adanya data dari sebuah kelompok yang belum terangkat dalam penelitian terdahulu tersebut. Etnografi adalah strategi kualitatif di mana peneliti mempelajari sebuah kelompok kultural secara utuh dalam setting yang natural selama periode waktu tertentu dengan mengumpulkan data pene-litian dan wawancara.

(Hal tersebut tidak berarti mereka memberi kode pada teks yang sama. treat-ment. atau interaksi yang grounded dalam pandangan partisipan sebuah penelitian. Formulir ini menegaskan bahwa hak partisipan akan dilingdungi selama proses pengumpulan data. Interpretasi hasil dalam penelitian kuantitatif berarti bahwa peneliti menarik kesimpulan dari pertanyaan dalam penelitian. Formulir izin ditandatangani oleh partisipan sebelum mereka terlibat dalam sebuah penelitian. Ancaman validitas internal adalah prosedur eksperimental. dan makna yang lebih luas dalam hasil penelitian. Interpretasi dalam penelitian kualitatif berarti bahwa peneliti dapat menarik makna dari hasil analisis data. atau pengalaman partisipan yang bisa menghambat peneliti untuk membuat kesimpulan yang tepat dari data mengenai populasi yang dilibatkan dalam eksperimen. bukan penulisan dalam jangka waktu yang tidak teratur dan mandeg beberapa saat. Hipotesis menghubungkan beberapa variabel atau membandingkan kelompok-kelompok dalam variabel sehingga kesimpulan sampel bisa ditarik menjadi kesimpulan populasi. 297 . Persetujuan intercoder (atau pengujian ulang) adalah ketika dua atau beberapa coder menyetujui penggunaan beberapa kode untuk bagian yang sama dalam sebuah teks. namun berarti bahwa coder lain akan memberi kode yang persis sam dengan kode yang digunakan seorang coder pada bagian yang sama). Memadukan dua database dalam metode penelitian campuran ber-arti bahwa database kualitatif dan kuantitatif benar-benar digabung-kan dengan sebuah pendekatan perbandingan atau untuk keperluan melakukan transformasi data.Prosedur statistik atau subprogram yang telah terakui dalam paket software kualitatif bisa digunakan untuk menentukan level konsistensi dalam memberi kode. hipotesis. tindakan. Makna ini bisa berupa pelajaran atau informasi untuk melakukan perbandingan dengan penelitian lain dan pengalaman pribadi. Penulisan yang biasa adalah penulisan proposal dengan cara yang umum dan terus-menerus. Protokol wawancara adalah sebuah formulir yang digunakan oleh peneliti kualitatif untuk merekam dan menulis informasi yang di-dapatkan selama proses wawancara.Gatakeeperadalah beberapa staf yang terlibat dalam situs penelitian yang memberikan akses pada situs yang bersangkutan dan meng-izinkan terlaksananya sebuah penelitian kualitatif. Teori grounded adalah sebuah strategi kualitatif di mana peneliti menyampaikan teori yang umum dan abstrak mengenai proses.

Penelitian naratif adalah sebuah strategi kualitatif di mana peneliti mempelajari kehidupan individu dengan meminta satu atau bebe-rapa individu untuk menuturkan cerita 298 .melibatkan. dan campuran antara dua pendekatan dalam sebuah penelitian.satu data terakhir dalam sebuah rangkai-an. Pencampuran bisa diartikan adanya kombinasi antara data kualitatif dan kuantitatif. Notasi ini memaparkan cara bagaiman peneliti dengan metode campuran bisa dengan mudah berkomunikasi dengan prosedur yang harus dipenuhinya. informasi mengenai STRAND kualitatif dan kuantitatif penelitian.atau mengajak pembaca untuk terlibat dalam penelitian. Metode penelitian campuran adalah sebuahpendekatan untuk me-nyelidiki suatu objek dengan mengombinasikan atau menghubung-kan bentuk penelitian kualitatif dan bentuk penelitian kuantitatif. Metode ini juga dilibatkan asumsi filosofis. Memasangkan partisipan dalam penelitian eksperimental adalah prosedur yang memasangkan beberapa partisipan yang memiliki sifat dan karakteristik tertentu dan secara acak ditugaskan untuk terlibat dalam kelompok eksperimental dan kelompok yang melakukan kontrol.Peta penelitian adalah sebuah gambaran visual (atau gambar) me-ngenai penelitian sebuah topik yang menggambarkan bagaimana sebuah penelitian khusus bisa memberikan kontribusi terhadap se-buah topik tertentu. Rumusan masalah dalam metode penelitian campuran adalah per-tanyaan khusus yang diangkat dalam penelitian metode campuran dan secara langsung membidik percampuran antara STRANDS pe-nelitian kualitatif dan kuantitatif. Sisipan narasi adalah sebuah istilah yang berasal dari susunan bahasa inggris.satu data lain berakhir dalam sebuah rangkaian. serta alasan logis dalam memadukan kedua STRAND tersebut untuk menelti masalah yang diangkat.pemisahan dua data. Sisipan ini berarti kata bermakna yang digunakan sebagai kalimat pembuka sebuah pendahuluan yang berfungsi untuk menggambarkan. Notasi metode campuran memberikan label dan simbol kecil yang memainkan peran penting dalam metode penelitian campuran. Pertanyaan inilah yang akan di-jawab pada penelitian yang menggunakan metode campuran. atau pencampuran sedemikian rupa dalam sebuah rangkaian. kegunaan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Statemen purpose metode campuran memuat keseluruhan maksud penelitian.

Hipotesis nol penelitian kuantitatif yang mencerminkan pen-dekatan tradisional dalam membuat hipotesis. Hipotesis tak berarah dalam strategi penelitian kuantitatif adalah sebuah penelitian di mana seorang peneliti membuat prediksi. sebab peneliti tidak mengetahui apa yang bisa diperkirakan dari penelitian terdahulu. masalah yang diteliti dengan menggunakan landasan ini mencerminkan isu yang tidak harus diidentifikasi dan diketahui penyebab yang memuat hal tersebut bisa memengaruhi hasil penelitian. lebih rendah. Postpositivistik mencerminkan sebuah filosofi deterministik mengenai penelitian yang bisa menentukan efek atau hasil tertentu. namum bentuk perbedaan yang pasti (semisal lebih tinggi. tidak ada hubungan atau tidak ada perbedaan signifikan antara dua kelompok dalam sebuah variabel. semisal dalam sebuah eksperimen. Pragmatisme sebagai sebuah pola pikir atau landasan filosofis muncul dalam tindakan. Protokol observasional adalah sebuah formulir yang digunakan oleh seorang peneliti kualitatif untuk merakam dan menulis informasi saat tengah melakukan observasi. dan konsekuensi serta bukan dari kondisi yang sebelumnya (seperti dalam postpositivistik). peneliti juga menekankan masalah penelitian dan menggunakan semua pendekatan yang cocok untuk bisa memahami sebuah permasalahan. dalam populasi umum. situasi. dan gagasan beasr sebuah penelitian. atau kurang) tidak diperkirakan secara jelas. Selain fokus pada beberapa metode. Hipotesis tradisional tersebut adalah bahwa. lebih. Sebab itu. 299 . Ada sebuah konsern yang dilengkapi dengan aplikasi-yang berfungsi dengan baik-serta solusi terhadap masalah-masalah yang muncul. Statemen purpose dalam sebuah proposal penelitian memaparkan sasaran. tujuan. Informasi ini sering kali dituturkan kembali oleh peneliti dengan menggunakan narasi kronologis. Adanya partisipan atau situs yang sengaja dipilih (atau dengan dokumen serta materi visual) menandakan bahwa peneliti kualitatif memilih beberapa individu yang akan banyak membantu dalam memahami masalah penelitian dan memecahkan pertanyaan yang mendasari penelitian.kehidupannya. Penelitian fenomenologis adalah strategikualitatif di mana peneliti mengidentifikasikan esensi pengalaman manusia tentang fenomena yang diungkapkan seorang partisipan dalam sebuah penelitian.

Materi audio dan visual kualitatif bisa berbentuk foto.karya seni. diari.melakukan wawancara melalui telepon. partisipan dalam penelitian. atau bentukbentuk suara lain. definisi kode di kolom lain. Buku kode ini bisa berisi nama kode dalam sebuah kolom. report kantor). Kode buku kualitatifadalah sebuah alatuntuk mengatur data kuali-tatif dengan menggunakan sebuah list yang berisi kode yang belum ditentukan dan akan digunakan untuk memberi kode pada data. namun peneliti harus memiliki pro-sedur yang terdokumentasi dengan baik dan database kualitatif yang telah dikembangkan dengan baik. dan email). Bebarapa wawancara ini melibatkan pertanyaan yang tidakteratur dansecara umum masih open-ended. arsip pertemuan. Statemen ini juga memuat desain yang muncul dan kata-kata penelitian yang didapatkan dari bahasa penyelidikan kualitatif. ata terlibat dalam sebuah wawancara diskusi kelompok yang berisi enam hingga delapan narasumber pada masing-masing kelompok. Proses 300 . Penelitian kualitatif adalahsebuah alatuntuk memaparkan dan me-mahami makna yang berasal dari individu dan kelompok mengenai masalah sosial atau masalah individu.Jumlah pertanyaan untuk wawancara ini relatif masih sedikit dan digunakan untuk memperoleh pandagan dan opini yang muncul dari partisipan. atau tempat-tempat yang tidak terkait dengan pene-litian. serta situs penelitian. Observasi kualitatif berarti bahwa seorang peneliti memerhatikan dan mencatat tingkah laku dan aktivitas individual yang terlibat dalam situs penelitian dan rekaman observasi. situs. surat. atau dokumen pribadi (semisal jurnal pribadi. Menggeneralisasi beberapa temuan menjadisebuah teori merupakan sebuah pendekatan yang digunakan dalam beberapa studi kasus penelitian kualitatif. Reabilitas kualitatif menunjukkan bahwa sebuah pendekatan ter-tentu bisa konsisten di tengah beberapa peneliti yang memiliki beragam proyek penelitian. Generalisasi kualitatifadalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkancara-cara tertentu dalam penelitian kualitatif.lalu contoh-contoh khusus(semisal garis angka) yang menunjukkan di mana saja posisi kode dalam transkrip pada kolom yang lain. Statemen purpose kualitatif memuat informasi mengenai fenomena inti yang dipaparkan dalam sebuah penelitian. Wawancara kualitatif berarti bahwa peneliti mengadakan wawan-cara tatap muka dengan partisipan. sebab tujuan penyelidikan ini tidaklan untuk mengumumkan temuan pada individu. videotapes. Dokumen kualitatif adalah dokumen publik (semisal surat kabar.

Dengan teori ini. 301 . Kuasi-eksperimen adalah sebuah bentuk penelitian eksperimental di mana para individu tidak secara acak disuruh bergabung dalam sebuah kelompok.partisipan dalam penelitian.mengelola data dari yang spesifik menjadi tema umum. dan status sosial ekonomi yang dimilikinya dalam membentuk interpretasi yang dimilikinya selama melakukan penelitian. dan latar belakang semisal gender. nilai.Beberapa varia-bel ini bisa diukur. Refleksitas berarti bahwa seorang peneliti memasukkan bias. literatur dan teori. Hipotesis kualitatif adalah prediksi-prediksi yang dibuat oleh pe-neliti mengenai hubungan antar variabel yang diharapkan. Validitas kualitatif berarti bahwa peneliti menguji akurasi temuan penilaian dengan menggunakan beberapa prosedur tertentu. Hal ini berarti bahwa masing-masing individu dalam sebuah populasi memiliki kemungkinan yang sama untuk dipilih dan dijaring sebagai sampel.khususnya dalam beberapa instrumen. kebudayaan.dan membuat penafsiran mengenai makna di balik data.sehingga data yang sudah ditandai dengan nomor bisa dianalisis dengan menggunakan prosedur statistik. Penelitian kuantitatif adalah cara untuk menguji sasaran teori dengan mengkaji hubungan antarbeberapa variabel. dan diskusi. Pengacakan sampel adalah sebuah prosedur dalam penelitian kuantitatif untuk memilih partisipan.Report yang ditulis pada akhir penelitian memiliki susunan penulisan yakni pendahuluan.penelitian melibatkan pertanyaan dan prosedur yang sudah muncul. metode. yakni dengan mengumpulkan data menurut setting partisipan. sejarah.Re-port yang berhasil ditulis memiliki struktur penulisanyang fleksibel. serta situs penelitian. Statemen purpose ini juga memuat bahasa yang berhubungan dengan penelitian kuantitatif danuji coba deduktif terhadap hubungan antar beberapa teori. Pertanyaandalampenelitiankuantitatifadalahstatemen interogatif yang memunculkan pertanyaan mengenai hubungan antarbeberapa variabel yang ingin dicari tahu jawabannya oleh pelaku investigasi. Statemen purpose kuantitatif mencakup beberapa variabel dalam peneltitian dan hubungan antarbeberapa variabel tersebut. hasil. menganalisis data secara induktif. bisa dipastikan bahwa sampel yang diambil benar-benar cukup representatif mewakili populasi yang ada.

Skripsi. adalah sebuah template yang berisi beberapa kalimat dengan kata-kata dan gagasan utama dalam bagian khusus sebuah proposal atau laporan penelitian (se-misal statemen purpose atau rumusan masalah) dan memberikan ruang bagi peneliti untuk menyisipkan informasi yang berhubungan dengan proyek yang tengah dikerjakan. dan metode-metode tertentu. Penelitian review dalam sebuah pendahuluan memaparkan pentingnya penelitian dan membuat batasan antara penelitian terdahulu yang telah dilakukan dengan penelitian yang diinginkan dan akan dilakukan. dan apakah ada konsistensi dalam uji administrasi dan penetapan skor. 302 .Keberterimaan sebuah penelitian berarti bahwa berapa pun skor pada item yang berada dalam sebuah instrumen. Responsbias adalah efekdari tidak adanya respons dalam perkiraan survei. Desainpenelitianadalahrencana dan prosedur penelitian yang men-cakup semua keputusan mulai dari asumsi yang luas hingga metode paling mendetail mengenai proses pengumpulan dan analisis data. serta interpretasi data yang dikemukakan peneliti dalam kerja penelitiannya. maka respons ‗asing‘ tersebut akan secara substansial mengubah hasil survei. Metode penelitian melibatkan berbagai macam teknik pengumpul-an. Desain ini melibatkan adanya pertemuan antara beberapa asumsi filosofis. Masalah penelitian adalah masalah atau isu yang menjadi sebab adanya sebuah penelitian. Strategi eksplanatori sekuensial dalam metode penelitian campuran bisa dikenali dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif dalam fase pertama yang kemudian diikuti dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif pada fase kedua yang akan menghasilkan temuan awal dalam sebuah penelitian kuantitatif. strategi penyelidikan. dan hal tersebut berarti bahwa jika ada orang yang bukan termasuk responden mamberikan respons. Tips penelitian adalah pikiran-pikiran saya mengenai pendekatan atau teknik yang telah banyak berfungsi dengan baik pada saya selama beberapa tahun saya melakukan berbagai penelitian. analisis.skor tersebut secara internal memiliki konsistensi(yakni apakah item responsselalu kon-sisten?) tetap stabil dari waktu ke waktu (dengan menguji dan me-lakukan korelasi dengan uji ulang). yang digunakan dalam buku ini.

Strategi penyelidikan adalah tipe desain atau model kualitatif. Konstruktivis sosial memiliki asumsi bahwa masing-masing orang mencoba memahami dunia yang akrab dengan hidup keseharian mereka. yakni fase awal (baik kualitatif ataupun kuantitatif) yang diikuti oleh fase kedua (baik kualitatif maupun kuantitatif) yang akan melengkapi proses fase pertama. Desain subjek tunggal atau desain N of 1 melibatkan aktivitas penelitian perilaku seorang individu (atau sejumlah kecil individu) dalam jangka waktu tertentu.sosial. Masing-masing individu tersebut mengembangkan makna subjektif dari pengalaman yang mereka lewati serta makna yang diarahkan terhadap sesuatu tertentu. kuantitatif. semisal format yang konsisten dalam menulis referensi. memuat heading memuat tabel dan gambar.Strategi eksplanatori sekuensial dalam metode penelitian campuran melibatkan fase pertama pengumpulan dan analisis data kualitatif yang kemudian diikuti dengan fase kedua. Signifikansi penelitian dalam pendahuluan menyampaikan pentingnya masalah yang menjadi subjek penelitian untuk diangkat pada audien yang berbeda serta keuntungan yang mungkin bisa di-dapatkan dari pembacaan dan penggunaan hasil penelitian. dan menggunakan bahasa yang tidak diskriminatif.teori ilmu pengetahuan) berlandaskan sebuah prosedur. yakni pengumpulan dan analisis data kualitatif yang akan mengahasilkan temuan dalam fase pertama kuantitatif. 303 . Strategi transformatif sekuensial dalam metode penelitian campuran adalah sebuah proyek dengan dua fase yang memiliki lensa teoretis (yakni gender. Validitas kesimpulan statistik tidak muncul saat seorang pelaku eksperimen menghasilkan kesimpulan yang tidak akurat dari data sebab kekuatan statistik yang tidak sama atau kesalahan dalam asumsi statistik. Prosedur metode campuran sekuensial ialah prosedur yang mengharuskan peneliti memaparkan atau mengembangkan sebuah temuan mengenai sebuah metode dengan metode lain. Gaya manual memberikan bimbingan untuk membuat sebuah manuskrip ilmiah. dan metode campuran yang memberikan arah khusus terhadap prosedur dalam desain penelitian.ras.

serta menyuntikkan semangat untuk melakukan sebuah gerakan perubahan. cara pengumpulan data. atau populasi dengan mempelajari sebuah sampel dari sebuah populasi tertentu. tingkah laku. pendapat.ras. Penelitian survey menampilkan sebuah gembaran kuantitatif dalam bentuk angka mengenai kebiasaan. me-maparkan cara-cara pengumpulan dan analisis.kelas.Lensa ini menjadi sebuah perspektif advokasi yang membentuk tipe-tipe pertanyaan yang diajukan.dan implikasi yang dihasilkandari penelitian (khususnya untuk 304 .Desain survey memaparkan rancangan sebuah gambaran kuantitatif berupa angka yang menunjukkan kebiasaan. siapa saja yang berpartisipasi dalam penelitian.atau isu lain mengenai kelom-pok yangn termarginalkan). atau opini sebuah populasi dengan mempelajari sampel dari sebuah populasi. tingkah laku. Lensa teoretisatauperspektif dalam penelitiankualitatif memuat keseluruhan pandangan yang digunakan untuk penelitian yang mengkaji masalah gender. Teori dalam metode penelitian campuran memuat sebuah lensa orientasi yang akan mengarahka tipe pertanyaan yang diajukan.

. E. J. Humphries (Ed. Use of iBook laptop computers in teacher education. Boeker. Journal of College Student Personnel. Thousand Oaks. Gender. (February. J. 1338-1352. Englewood Cliffs.H. (1992). & Luekmann. Babbie. (1950-). Swidler. Washington. E.320-327. (1994). & Rosenfeld. Edwards. OH: Charles Merrill. P. Boice. T.. Bogdan. 25(4). J. (2001). The Practice of Social Research (11th ed.). Beisel. CA: Sage. Bailey. R. D. L. (2002).W. J. 12(10). Belmont.L. (1969). American Sociological Revieio. Bhopal. 66. Bean. Qualitative Research for Education: An Introduction to Theory and Methods. Casual Models in the Social Sciences. CA: Wadsworth/ Thomson. (1990). (Ed. Student attrition among women at a liberal arts college. Garden City. 37. Blalock..44-62. NJ: Prentice Hall. Theory Construction: From Verbal to Mathematical Formulations.).). W. B. (1990). In M. Annual Review of Psychology. NJ: Anchor. M. The Compleat Academic: A Practical Guide for the Beginning Social Scientist (pp. Ansorge. London: UCL Press.J. Impression management.W. Qualitative Health Research. & B. Mertens. Bern. StiUwater. 21. CA: Annual Reviews. Bausell. S. Administrative Science Quarterly.P. J.C. 45(3). R. Asmussen. Survey Research Methods (2nd ed. (1985).). P. (1992). (1967). Professors as Writers: A Self-help Guide to Productive Writing.H. M. 171-201). Encyclopedia of educational research (6th ed. Research and inequality. 379-409.E. Berg.). R. Campus response to a student gunman. (2007). Educational Administration Quarterly. Booth-Kewley. B.K. D. Class. (1980). Cognitive representation of AIDS. Creswell. social 305 . H. (1992). (1992).C. (2000). Kraut. Blalock. 3. Using e-mail for personal relationships. N. Anderson. In C. D. (2001). New-York: Aldine. Babbie. Belmont. Conducting Meaningful Experiments.Daftar Pustaka Aikin. Darley (Ed.. The micropolitics of the school: The everyday political orientation of teachers toward open school principals. Columbus. & Frohlich. & Creswell.). CA: Wadsworth. K. 1872-1892.W. (2001). M. Boneva. DC: Author. Boston: Allyn & Bacon. Power and Managerial Dismissal: Scapegoating at the top. New York: Random House. University of Nebraska-Lincoln.. The Social Construction of Reality: A Treatise in the Sociology ofKjwzoledge. (2001). H. 575-591.B. S. Boston: Allyn & Bacon. & Biklen.). Journal of Higher Education. Publication Manual of the American Psychological Association (5th ed. Writing Clearly: A Contemporary Approach. E. (1987). 530-549. S. American Behavioral Scientist. Blase. C. Qualitative Research Methods for the Social Sciences (4th ed. v . and campaigns against vice in three American cities. 400-421. 55. Are there any constructive alternatives to causal modeling? Sociological Methodology. November). OK: New Forums. (1984). "race" and power in the research process: South Asian women in East London.M. E.. K. & Gutmann. Stanford. 325-335. (1991). & Creswell. American Psychological Association. R. (1989. Zanna & J. Berger. Unpublished manuscript.J. culture. (1995). 1990). J. H.). & Spencer.. Blalock. New York: Macmillan. Truman. Writing the empirical journal article.

(1987). Creswell. & Gall. Beverly Hills. Rog (Ed. Reports. Bunge. & Stanley.C. Campbel. (1977). (1992. Cooper. & Gall.M. 161191). Handbook of Research on Teaching (pp.V. Corbin. Randomized controlled experiments for evaluation and planning.1140-1150.J. J. CA: Sage. CA: Sage. Thousand Oaks. Statistical Power Analysis for the Behavioral Sderices. Basics of Qualitative Research: Techniques and Procedures for Developing Grounded Theory (3rd ed. N. W. J. (1993). Educational Researcher. V. Rickman & D.. T. New York: Longman. 181-189. J. Campbell. Handbook of Applied Social Research Methods (pp. CA: Sage. The lntegrative Research Review: A Systematic approach. Experimental and quasi-experimental designs for research.. D.D.M. Finding the Words: Conversations with Writers Who Teach. 14. (2004). and computer administration of attitude questionnaires: Does the computer make a difference..E.J. Borg. A. M. D. D.O. (2007). R. Cohen.L. Bryman. Carstensen.R. Boston: Hough ton Mifflin. and Evaluating Quantitative 306 . Constructing Grounded Theory. Columbus. Symbolic Interaction. & Heisler. Psychological Bul-. Cooper. T. Thousand Oaks. & Campbell.R. (2006). S. R. At the margins? Discourse analysis and qualitative research. Ohio University Press. Castetter. K. (2000). D. A Manual of Writer's Tricks. 16(3). New York: Academic Press. Convergent and discriminant validation by the multitraitmultimethod matrix. (1998). Data analysis strategies for mixed-method evaluation designs.S. (19 79). Conducting. letin. Developing and Defending a Dissertation Proposal. Cizek (Ed. 81-105. OH: Swallow Press.B. 195-207. Term Papers (5th ed. Thousand Oaks. J. & Heward. Cook. CA: Sage. CA: Sage. (1990). Chicago: Rand McNally. Campbell.L. (1977). & Strauss. W. London: Sage. San Diego. Gall. S. In G.H. J.D. C. New York: Longman. (1977). (1993). Gage (Ed. Applied Behavior Analysis.. Fashioning males and females: Appearance management and the social reproduction of gender.). J. CA: Academic Press.W... 455-472).P. & Fiske. (1963). Quasi-Experimentation: Design and Analysis Issues for Field Settings. In L. Boruch.). W. (1989). H.. Thousand Oaks.). (2007). New York: Paragon.T. (1984). 56. Notes on pragmatism and scientific realism. (1985). 77(4). August-September). (1999) Mixed method research: Introduction and application. J. Heron. Journal of Applied Psychology. (1959). Clandinin. Graduate School of Education.). & Greene. & Connelly. Borg. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing among Five Approaches ( 3rd ed. Applying Educational Research: A Practical Guide. L.. Educational Research: Ptoming. Athens. Center for Field Studies. 13-17. Creswell. Caracelli. Creswell. F. Cahill. Jr. 1-76). (2008).). 15(2). J.). & Ballou. (1989).desirability.. Charmaz. In N. (2006). A fractal analysis of cartographic generalization. Cheek.W. Mixed Methods: A Four-Volume Set..W. J. W. Carroll. Philadelphia: University of Pennsylvania. The American Cartographer. W.). Qualitative Health Research. M.J.M.W. J. Form mid Style: Theses. San Francisco: Jossey-Bass. D. J. Narrative Inquiry: Experience and Story in Qualitative Research. Cherryholmes.D. Educational Evaluation and Policy Analysis. OH: Merrill. 12(2). D. (1989).E.T.E.J. Chicago: Rand McNally. 281-298. Educational Research: An Introduction (5th ed.G.L. 562-566. Handbook of educational policy (pp.

P.. How chairpersons enhance faculty research: A grounded theory study. (2002). (1993). Anthropology and Education Quarterly. NJ: Merrill. Writing for Story: Craft Secrets of Dramatic Nonfic-tion by a Two-time Pulitzer Prize-winner. Meaning in method: The rhetoric of quantitative and qualitative research. Sexualities. queer theory. and qualitative research.. YS. (1975). CA: Sage. Teachers College Press Fowler. Thousand Oaks. J. G. & Piano Clark. M. Journal of Counseling Psychology. Crutchfield. Thousand Oaks. Phoenix. Piano Clark.K. Blalock. (1989). Mail and Telephone Surveys: The Total Design Method. J. Writing Without Teachers. Gutmann. Eisner.). G. Creswell. (1990). Creswell. University of Nebraska-Lincoln.W. G.K. Creswell. pp. (1986).J. Fath analysis: Sociological examples. Duncan. J. Fall). Comparison of feminist and nonfeminist women's reactions to variants of nonsexist and feminist counseling. 33-40. CA: Sage. 10. & Miller. 124-130.). E J. J. Firestone. (Ed. D. A.D. Jr. Teddlie (Ed. 224237. J. 41-62. Thousand Oaks. Upper Saddle River. (2003). (1987).W.16-21. V. 16. (1996). MJ. Theory into Practice.). (1985). M. (1973). Crotty. Ithaca. & Hole. Unpublished doctoral dissertation. (2003).W. Handbook of Mixed Method Research in the Social and Behavioral Sciences (pp. Erms. J. Advanced mixed methods designs.L. The Writing Life. Unpublished doctoral dissertation.. (1986). Fay.. Gamson. The Review of Higher Education.G. Seagren. CA: Sage. Franklin. Educational Researcher.and Qualitative Research (3rd ed.). CA: Sage. B. (Ed.Z. C. In A. (1979). 27. Critical Social Science. J.W. (2005). (2007).).. 71-89.. A. V. (2000). The Handbook of Qualitative Research (3rd ed. DeGraw. 37(1).W. J. (1978). U. NY: Cornell University Press. & Henry. The Enlightened Eye: Qualitative Inquiry and the Enhancement of Educational Practice. (1991). New York: Columbia University.S. D. Elbow.. & Hackett. Flinders.. Denzin & Y. Thousand Oaks.L. Causal Models in the Social Sciences (2nd ed. Theory and Concepts in Qualitative Research: Perspectives from the Field. M. (2007). (2000). Denzin. Locus of Control. 39(3). Field. (2002). & Mills. Job Motivational Factors of Educators Within Adult Correctional Institutions from Various States. (1984). London: Oxford University Press. New York: Macmillan. In N. 16(1). Thesaurus of ERIC descriptors (12th ed. 307 . Educational Resources Information Center. T. A. Interpersonal Trust. P. M. Creswell. Planning and Changing. How to Design and Report Experiments. D. New York: John Wiley.). Creswell. (1992.W. (Ed. Fink. Dillman. & Brown. W. Flick. and Scholarly Productivity.). New York: Aldine. Queens and teen Zines: Early adolescent females reading their way toward adulthood. Professional development training needs of department chairpersons: A test of the Biglan model. O.. & Lincoln. 209-240). Survey Research Methods (3rd ed. Determining validity in qualitative inquiry.). New York: Harper & Row. & Hanson. Thousand Oaks.). London: Sage. WA. Finders. A. The Survey Kit (2nd ed. London: Sage.A. New York: Atheneum. Thousand Oaks. CA: Sage. (1998). (1987). DiUard. In H. 55-79). University of NebraskaLincoln. The Sage Qualitative Research Kit. Designing and Conducting Mixed Methods Research. N. AZ: Oryx.E. E. CA: Sage. (Ed. The Foundations of Social Research: Meaning and Perspective in the Research Process. D.). Tashakkori & C.

A.. The Sage Qualitative Research Kit. San Francisco: Jossey-Bass Greene. Handbook in Research and Evaluation: A Collection ofPrinciples. 264-275. The Exercise of Influence in Small Groups. & Caracelli. S. 3. V. A dialectic on validity: Where we have been and where we are going.). (1993). J. K. Analyzing qualitative data. Advances in Mixed-method Evaluation: The Challenges and Benefits oflntegrating Diverse Paradigms.J. Hopkins. L.C (1950). Heron. New York: Harcourt. N.C. Research Ethics for Social Scientists: Between Ethical Conduct and 308 .. Houtz. Isaac. & Hay. Journal of Research in Science Teaching. Huber. S. London: Sage. Doing Qualitative Research in Educational Settings.D. (1997). CA: Wadsworth/Thomson. 140-165.and eighth-grade science students. 274-294. O'Reilly. I. E. The Sage handbook of qualitative research (3rd ed. Y.S. Instructional strategy change and the attitude and achievement of seventh. Guba. G. (2002). Gravetter. Guba (Ed.F. (1995). Gibbs. E.). (1989).J. Paradigmatic controversies. An exploratory study of the factors associated with parental savings for postsecondary education. G. W.S. P (2006).B.)..E. M..G. W. J. Hopson. How and why Language Matters in Evaluation. J. 74). N. J. (2000).. A marginal story as a place of possibility: Negotiating self on the professional knowledge landscape. Mixed Methods in Social Inquiry. (2006). (1999). Handbook of Qualitative Research (pp.C. The Human Group. NJ: Bedmister. R. D. & Dogra. Teaching and Teacher Education. In E. Flick (Ed. V.. B.). In U. Thousand Oaks. L.N. & Vesper.J. Confidentiality and autonomy: The challenge(s) of offering research participants a choice of disclosing their identity. and Evaluation of Studies in Education and the Behavioral Sciences (2nd ed. Humans. Isreal. Journal of Higher Education. & Graham. The Journal of General Psychology. Belmont. Statistics for the Behavioral Science (5th ed. Guba. (1997). Albany: State University of New York Press. E. (New Directions for Evaluation. 255-274. pp. Brace. & Whelan.M. & Lincoln. C. Toward a conceptual framework for mixed-method evaluation designs. CA: Sage.. 191-215).C. 32(6)..R. (2000). J. H. CA: Sage. San Francisco: Jossey-Bass. Caracelli. (2005).G.K.. K. & Peshkin. (New Directions for Evaluation. (2007).). 347-365 ). 17(2). J. The paradigm Dialog (pp. Qualitative Inquiry.A. Design. No. (1981). HIV/AIDS talk: Implications for prevention intervention and evaluation. 11(3). CA: EdITS.. Becoming Qualitative Researchers: An Introduction. San Francisco: Jossey-Bass. 123. Hopson (Ed. Tlie Practice of Qualitative Research. Thousand Oaks. In R. Taylor. In N. Educational Evaluation and Policy Analysis. (1964).A. CA: Sage. Hatch. Hesse-Bieber. contradictions. White Plains. (Ed.381396. Denzin & Y. Greene. P.B. M.K. A participatory inquiry paradigm. Lucas. 207-215. T. Hossler.J. 15.K. NY: Longman. and Strategies useful in the Planning.Lincoln (Ed. & Reason. Thousand Oaks. Glesne. ]. 64(2). Lincoln. J.G. Qualitative Health Research. A. Methods. 629-648. Totowa. Newbury Park. (1990). (1992). and emerging confluences.K. CA: Sage. Giordano. 17-30). & Wallnau.). & Michael. (2007). & Zumbo.. (1996).. & Peterson. (2007). Humbley. Greene. The alternative paradigm dialog.). San Diego. & Leavy. Number 86).

(1996).D. Janovec. Onwuegbuzie. New York: Holt. & Guba. (1993). Lather. Kline.A. E. Behavioral Research: A conceptual Approach.L. (1979). 21. Freudenberg. MA. & Schensul. L.. (2007).K. R. E. Workplace Correlates and Scholarly Performance of Pharmacy Clinical Faculty Members. (2000). 80-97. LeCompte. (1986). (2000). Introduction to Social Research. J.S. Health Education Quarterly. Keppel. 366-389. Lincoln. CA: Sage. (1998). 112-133. (1992. The Sage Qualitative Research Kit. Thousand Oaks. J. Labovitz.).W. Weeks (Ed. Mixing qualitative and quantitative methods: Triangulationin action. 257-277). London: Sage. (1991). Walnut Creek. Rinehart & Winston. NJ: Prentice Hall. S.. P. University of Nebraska-Lincoln. Persistence of reading disabilities: The voices of four middle school students. Johnson.B. &Turner. February). Lee.36). Y. L. The predictive validity of an ESLplacement test: A mixed methods approach.K. Zimmerman. Principles and Practice of Structural Equation Modeling. In B. (2007). Wren. Unpublished manuscript. 28(4).. 1. Lincoln (Ed. Beverly Hills. (Ed. P.). Journal of Mixed Methods Research. Toward a definition of mixed methods research: Journal of Mixed Methods Research. Harvard Educational Review 56. & Wilkinson. 257-277.. American Educational Research Journal. Design and Analysis: A Researcher's Handbook (3rd ed. New York: Routledge. Leslie. R. Oxford.J. Janz. (1971). Kalof. Kos. P. (1972). Gender Issues.J. Naturalistic Inquiry. Getting Smart: Feminist Research and Pedagogy with/in the Postmodern. contradictions. New York: National League for Nursing Press. Procedural Justice in Organizations: A Literature Map. Y. Atweh. & Guba.D. Kemmis. S. 24. (2007). Munhall & CO.W. 23(1).A. A. 602-611.). and emerging 309 . 18(4). G.. 1(4). Kushman. Jungnickel. Are high response rates essential to valid surveys? Social Science Research. R. CA:Sage. December). S. Flick (Ed.B. Y. J. A. (1979. New York: McGrawHill. Englewood Cliffs. P. J.. Lather. Ladson-Billings. Administrative Science Quarterly. RN. T. Paradigmatic controversies. Doing interviews. Research as praxis. UK: Pergamon. Participatory action research and the study of practice. B. 28(1).J. Methodology. (1985). and Measurement: An international handbook. 13 3-179). London: Sage. (1988). & Greene. (2000). In P. N. CA: AltaMira. Boyd (Ed.P.. & Hagedorn.. (2001). G. Vulnerability to sexual coercion among college women: A longitudinal study. Educational Research. Jick.Regulatory Compliance. 875-895. Handbook on Qualitative Research (pp. University of Nebraska-Lincoln. S.323-334. Lincoln. M. Educational Administration Quarterly. 47-58 Keeve. (1990). 1(2).G. Kemmis. The organizational dynamics of teacher workplace.L. S. 5-42. New York: Routledge. N. Designing and Conducting Ethnographic Research. S. Denzin & Y. Evaluation of 37 AIDS prevention projects: Successful approaches and barriers to program effectiveness.. Racialized discourses and ethnic episte-mologies In N. S. In U.). Unpublished manuscript. & P. (1991).G. Kvale. & Carter. R. (1998). L. (1999). M. Nursing Research: A qualitative Perspective (pp. Kerlinger. S. R.J. Isreal.). Lauterbach. T.' (1991). In another world: A phenomenologicalperspective and discovery of meaning in mothers' experience with death of a wished-for baby: Doing phenomenology.). Action Research in Practice: Partnerships for Social Justice in Education (pp. New York: Guilford.

3-28. CA: Sage. Morse. Adminis-trative Science Quarterly.. D. Guba (Ed. CA: Sage. Mascarenhas.B. D. CA: Sage. Pragmatism: Vrom Peirce to Davidson.M. Lysack. (1995). CA: Sage. Thousand Oaks. Phenomenological Research Methods.B. (1987). (1998). Etomains of state-owned. S. In A. 48-76.V. Paradigms lost and pragmatism regained: Methodological implications of combining qualitative and quantitative methods. Newbury Park. J. Lincoln. Journal of Professional Nursing.B. Neuman. Journal of Mixed Methods Research. (1998). Thousand Oaks. & Silverman. Miller. (1991. Thousand Oaks. Qualitative Research and Case Study Applications in Education. (1988). Denzin & Y. Handbook of Mixed Methods in the Social & Behavioral Sciences (pp. March/April). Gender identity. Iipsey. 8(3). Nursing Research. (1994).W. CA: Sage. Murphy. Desigiiing Qualitative Research (4th ed. Design Sensitivity: Statistical Power for Experimental Research. J.M. Mertens. B..E. & Pavel. CA: Sage.). (2005). S. (2007). 32. J. Practical strategies for combining qualitative and quantitative methods: Applications to health research. Qualitative Data Analysis: A Sourcebook of New Methods. Thousand Oaks.A. Locke. (2006). Tashakkori & C. Thousand Oaks. 40(1).C. The Occupational Therapy Journal of Research. 433-439. 120-123. (2003).K. Moustakas. (Ed. Mixed methods and the politics of human research: The transformative-emancipatory perspective. 362-376. 93-110. Thousand Oaks. Newbury Park.S. Designing funded qualitative research. C. (1990). Langston. Maxwell. S.). C. University of Nebraska-Lincoln. Unpublished doctoral dissertation. Spirduso.). Nationalism and social action among Jewish and Arab women in Israel: Redefining the social order? Gender Issues. Merriam.E. (1994). Handbook of Qualitative Research (pp. Single-subject Experimental Research: 310 . Marshall. (1991. Moore. D. J. Proposals that work: A Guide for Planning Dissertations and Grant Proposals (5th ed.K. (1998). CO: Westview.). L.). S. Padilla. McCracken. CA: Sage. The Long Interview. Teddli (Ed. A. Qualitative Health Research. D. Qualitative Research Design: An Interactive Approach (2nd ed. Murguia. Qualitative methods in field research: An Indonesian experience in community based practice. Handbook cf Qualitative Research (pp.M. (2000).W. M.). Research Methods in Education and Psychology: Integrating Diversity with Quantitative and Qualitative Approaches.M. San Francisco: Jossey-Bass.L. CA: Sage. (2007). (1992). C. M. Nesbary.). & Rossman. CA: Sage. G. W. & Krefting. R. Ethnicity and the concept of social integration in Tinto's model of institutional departure. Thousand Oaks. 14(20). In N. and publicly traded firms in international competition.P. (1994). G. 4. & Huberman. & Creswell. Survey Research and the World wide web.. (1994). M. Scholarly productivity: A survey of nursing faculty researchers. (1989). Approaches to qualitative-quantitative methodological triangulation. Megel. D. 135-164). CA: Sage. (1991). J. 18(2). D. (1990). Journal of College Student Development.45-54. S.B.M. E. D. Handbook of Research Design and Social Measurement (5th ed. In Y.J. D. Mertens. & McCormick. Lincoln & E. Thousand Oaks. G. N. CA: Sage. 1(1). Miller. Boulder. Newbury Park.E. 34. CA: Sage. Morse. Morgan. privately held. Morgan. 220-235). Miles. (2000). L. The Experiences of a First-year College President: An Ethnography.).W. M. (Ed. Thousand Oaks. Boston: Allyn & Bacon..confluences.582-597. 163-188). September).

Patients' understanding and participation in a trial designed to improve the management of anti-psychotic medication: A qualitative study.). Punch. Bickman & DJ.G. Piano Clark.. Norwalk. & Nyman. (2008). 13(1). The validity issue in mixed research. Rog (Ed. Punch. Lanham. Developing Effective Research Proposals. 48-63.R. M. V. Patton. Reading Like a Writer New York: HarperCollins. D. The European Journal of Women's Studies. Qualitative Research and Evaluation Methods (3rd ed.327-343. O'Cathain. Phillips. 38. C. J. & Nicholl. R. The Mixed Methods Reader Thousand Oaks. (1997). 23. The essential structure of a caring interaction: Doing phenomenology. K.. M. Denzin & Y. In P. C. In N. CA: Sage.). Journal of Counseling Psychology.J. 275-286. CA: Sage. NASPA Journal. 44(2). (1997). Norwalk. Social Research Methods: Qualitative'and Quantitative Approaches (4th ed. M. (2000). R.C. Lincoln.C. Implications of the Growing Visibility of Gay and Bisexual male Students on Campus. Introduction to Social Research: Quantitative and Qualitative Approaches (2nd ed. (2006). Thousand Oaks. London: Sage. Feminism and qualitative research at and into the millennium. (1993). CA: Sage. (1998). & Robinson. (2000).). Riemen. London: Sage. 181-209. Prose. (1999). 311 . Richardson. Randall.M. M. D. & Miller. & Creswell. (1998). (2005). Murphy. J. 10(2). Rhoads. Research in the Schools.. J. CA: Sage.A. E.. E. and passion: A qualitative study of the career development of highly achieving African American-Black and White women... & Bentall.N.J. Carbondale and Edwardsville: Southern Illinois University Press. S. Newman. Patton. Newbury Park. Handbook of qualitative Research (pp. (2007).S. Psychology of Women Quarterly. 34(4).). (2000).W.S. NY: Rowman & Littlefield. A.). CS. Padula. In L. R. & Johnson. (2nd ed. CA: Sage. Munhall & C. R. Thousand Oaks.J. L.. Social Psychiatry and Psychiatric Epidemiology. & Burbules. Integration and Publications as indicators of "yield" from mixed methods studies. Fassinger. Newbury Park. S. & Benz. M. Fair or unfair? Perceived fairness of household division of labour and gender equality among women and men. Nursing Research: A qualitative Perspective (pp.P.. (2003). Day. Understanding graduate women's reentry experiences. connection. 133-148. (2006). Persistence.F. A.). 147163.L.. (2002). Thousand Oaks. Newark.. Quasi-experimentation. J.M.L. (1990). Linn. A.F.E. Onwuegbuzie. Foundations of Nursing Research. 215-255).L. CA: Sage. Journal of Mixed Methods Research.Applications for Literacy.). Oiler (Ed. Postpositivism and Educational Research. Nordenmark. CT: Appleton & Lange. K. Nieswiadomy. DE: International Reading Association.. W.. F.. 85105). A. Prosser. Qualitative Evaluation and Research Methods (2nd ed.B.Q. (2003). Writing strategies: Reaching diverse audiences. Qualitative-quantitative Research Methodology: Exploring the Interactive Continuum. 1(2). Reichardt.M. Boston: Allyn & Bacon. Olesen. Handbook of Applied Social Research Methods (pp. L. Rogers. (1986). CN: Appleton-Century-Crofts. B. D. Richie. 193-228).Q. (1990). J.L. (2000). Neuman. & Mark. R. V. Johnson.

B. (2007). (1982). CA: Sage. Rural Hospitals use of Strategic Adaptation in a changing health care environment.. K. McLeroy. Basics of Qualitative Research: Grounded theory Procedures and Techniques (2nd ed. L. Thousand Oaks. CA: Sage. & Corbin. A. S. Three Epistemological stances for qualitative Inquiry. New York: Norton Rossman. S. 189-213).E.R. Edit Yourself: A manual for Everyone who Works with Words.M. W. Theory for the moral sciences: Crisis of identity and purpose. What's behind the Research? Discovering Hidden Assumptions in the Behavioral Sciences. J. In N. (1990). Smith. Tarshis. Schwandt. R.S.E.. CA: Sage. CA: Sage. Steinbeck. Mills (Ed. Theory and concepts in Qualitative Research: Perspectives from the Field (pp.T. (1990).). B.T. 5-23). University of Nebraska-Lincoln. Rog (Ed. J. Handbook of Applied Social Research Methods (pp. American Journal of Sociology.L. DA. Sudduth.. (1998). New York: Columbia University.Bickman & D.. Conducting online surveys.. Flinders & G. Essentials of Behavioral Research: Methods and Data Analysis. 1-8. B. F. (1995).New York: Holt.. Social Research (3rd ed. TA. 1-6). Minneapolis: University of Minnesota Press. Boulder. Dictionary of Qualitative Inquiry (3rd ed. 9(5). CA: Sage. Tho sand Oaks. Denzin & Y. Rossman. (1990). Goodman.. Sarantakos. Thousand Oaks.E.1335-1359. (2007). A. 6-13.. J. Murphy. Experimental and Quasi-experimental Designs for Generalized Causal Inference. (1991). CA: Sage. In D j.).R. CA: Sage. G. Unpublished doctoral dissertation. Thousand Oaks. TA. Strauss. New York: McGraw-Hill. R. T. R.. (1973). & Newton. F. & Williams. S.J. (1993). Learning in the Field: An Introduction to Qualitative Research. (1992). R.720-727. (2000). The art of Case Study Research.. Thousand Oaks. Sieber. (2007). (1985. 78.R. Journal of a Novel: The East of Eden Letters. D. (2005). Educatioiial Researcher. L. New York: John Wiley. In J. (1995 ). Handbook of qualitative research (2nd ed. S. Quantitative versus qualitative research: An attempt to clarify the issue. & Campbell. Rinehart & Winston.D. New York: Viking. (1969). (1982). Salant. Schwandt.K..E. In L. Newbury Park. & Corbin. Thousand Oaks. October).).. Rorty. R. New York: Palgrave Macmillan. 19(1). & Wilson. G. Sieber. Schwandt. Consequences of Pragmatism. Lincoln (Ed. Basics of Qualitative Research: Grounded Theory Procedures and Techniques (1st ed. Ross-Larson. & Rosnow. N. Toward integrating qualitative and quantitative methods: An introduction. (1992). Spradley. pp. Thousand Oaks.R (1980). (1983).G. R. Participant Observation. (1994). (1983. The integration of field work and survey methods. Salkind. 127-156).). J. Rudestam. How to Write like a pro: A guide to Effective Ncnfiction Writing. Sue. Shadish. New York: MacMillan.. & Dillman. Bird. J. K. Thousand Oaks. CA: Sage. New York: 312 . Thousand Oaks. Exploring Research. How to Conduct your own Survey.D. Pragmatism as anti-representationalism.). March).D. Strauss.K.N. A. V. CA: Sage.*Cook. Pragmatism: From Peirce to Davison (pp. CO: Westview.). A.P. (2001). & McCormick. Slife. Teachers College Press. Rorty.J. & Ritter. Numbers and words: Combining quantitative and qualitative methods in a single large-scale evaluation study.A. Boston: Houghton Mifflin.). Steckler. & Rallis.L. CA: Sage. Rosenthal. TA. Planning ethically responsible research. (1998). 627-643.).. Surviving your Dissertation (3rd ed. R. B. Stake. R. Evaluation Review.M.B. (1998). Health Education Quarterly.

CA: Sage. CA: Sage. Thousand Oaks. CA: Sage. A. Weitzman.). H. TX: Harcourt. Millroy. Field Methods. EnJiancing Practice: New Professional in student affairs. Newbury Park.. A. & Glesne. S A. In M. Doing critical ethnography. CA: Sage.). Tashakkori. B. L. A. New York: Macmillan. Tales of the Field: On Writing Ethnography. A. & J. Combining qualitative and quantitative methods in health research with minority elders: Lessons from a study of dementia caregiving. A. (1986). M. Unpublished doctoral dissertation.) Chicago: University of Chicago Press. H. Terenzini. R.F. (1938). University of Chicago Press. 67(1). W. Wilkinson. (1998). K.E. Thousand Oaks. W. (1982). R. Van Maanen. Thomas. 771814). Writing up Qualitative Research (2nd ed. LeCompte. Trujillo.}. Tesch. Wolcott. and Dissertations (4th ed. CA: Sage. Chicago: University of Chicago Press. H. (1999). 195-208. P.. Racial and ethnic diversity in the classroom.B. The Sientist's Handbook for Writing Papers and Dissertations. Beals. (2003). (2001). 509-531. Fort Worth. and interpretation.. JM. NJ: Prentice Hall.T. (1990). 72(5). (1999)... C. Thorndike. San Diego. Dictionary of Statistics and Methodology: A nontechnical Guide for the Social Sciences (2nd ed. Journal of Mixed Methods Research.L.. Ann Arbor. Tashakkori. What's the use of theory? Harvard Educational Review. New York: Falmer. Colbeck. Teaching qualitative research. Exploring the nature of research questions in mixed methods research..).K. Turabian.E. (1973). J. CA: Sage.350-371. The Journal of Higher Education. Conducting Educational Research (5th ed. G. C. (1992). Bjorklund. C. Englewood Cliffs. Tuckman.R. Interpreting (the work and the talk of) baseball: Perspectives on ballpark culture. (2007). & Teddlie. 75-104. Mixed Methodology: Combining Qualitative and Quantitative Approaches. 56. (Ed. (1994). Brace. J. Yin. (2000). & Miles. C. Western Journal of Communication. MI: Author. Ethnography: A way of Seeing. University Microfilms... Preissle (Ed. Thousand Oaks. Analysis.T. 12(3). (1999). & Creswell. (1997).. Theses. Wolcott. 207-211 Tashakkori. (1991).E. N. CA: 313 . A. 77-100.L.W.A. Handbook of Mixed Method Research in the Social and Behavior Sciences. Chicago: Author. Measurement and Evaluation in Psychology and Education (6th ed. 1(1). R. The impact of divorce on the Grandparent/Grandchild Relationship When the Parent Generation Divorces. K. (1992). R. & Yu. Chicago: American Library Association. Journal of Mixed Methods Research.New American Library. R. R (2007). 1(3). CA: Academic Press. & Parente.)..). D. Editorial. Cabrera. (1995). (1993). W. Vernon. P.M.). Teddlie. & Levkoff. Computer Programs for Qualitative Data Analysis. Thousand Oaks..H.T. Wolcott. Weitzman. Unpublished doctoral dissertation. J.B.M. Thousand Oaks. Transforming Qualitative Data: Description. Thomas.). University of Nebraska-Lincoln. S. A Manual for Writers of term Papers. VanHorn-Grassmeyer. The Handbook of Qualitative Research in Education (pp.T. Walnut Creek. CA: Sage. C. CA: AltaMira. Webb. Mixed methods sampling: A typology with examples. (2001). (1992). Webb. Case study research: Design and Methods (2nd ed. & White. Dissertation Abstracts International..P. (2003). University of Nebraska-Lincoln. Vogt. CM. Thousand Oaks.W. (1997). (1988).. Sources of Information in the Social Sciences: A Guide to the Literature (3rd ed. & Teddlie. (1998). Thousand Oaks. Qualitative Research: Analysis Types and Software Tools.). A manual of Style.

(1990). Photographing the self: Methods for Observing Personal Orientations. Writing with a Word Processor. Zinsser. R. 314 . CA: Sage. Newbury Park.Sage.C. (1983). Ziller. W. York: Harper Colophon.

R..10 C Cabrera. 195 Fink.C. 89 culture-sharing. S.93. 150 Blalock. 15 Clandinin. 19 Clark.. kritis.R. 224 diskonfirmasi.. 82 Bogdan. 118. 101 etnografi. A.P. F. 80 B Beisel. M. 12 Crutchfiled. John.. J. 238 Biklen.D. O. 101. 121 Dillman..J. M. V. 248 Burbules.W. 98. 263. 93 315 D dependent variables. Annie.. Til Cooper. 42. 80 Gravetter. C. 313 clustering. 125 Freire. 227 Greene. H.D.249 antropologi. R. D. P.L.R.J.. 20 Finders. J.A.. 98 experimental design.K..307 Franklin.. Peter. 285 Goffman. 289 naturaiistik. 20.C... 9.. 218 clustering sampling.M.. 313 Crotty.. 249 F factorial design. 23 Connelly. 82 Durkheim. 148 Berg. G. N.L.. 222 contmt validity. 97 proporsional..L. 63 Fisk.J. 266.. 150 Campbell.. 11 between-subject design.C. N.Indeks Adorno. 308. 21 Fiske. J. B. 77 Dewey. Piano.. H. 193 .. M. 19 construct validity.. 248 generalisasi: kualitatif. 320 Creswell. S. 9 E Elbow..... D. 21.D. Paulo. 307 Caracelli. 13 Fenomenologi. 250 Fay. 320 Duncan.. 80 Comte.F.. 101 Carrol. 101.H. 279 Boice. 97. 44 CorbinJ.L.. A. 97 Gibbs. 217 Firestone. D..T. E.A. 136 Berger. 13 G Gall. 206. 279 Bjorklund.. 15 Dillard.J. 218 Colbeck. 19. F. 11. W. 19 corroboration. 119 Borg. 266.. 13 Analisis data.. 120 Cherryholmes C. 150 Collin. Emile. 9 concurrent mixed methods. 118 empowerment approach. 301 analysis of covariance (ANCOVA). 101 grounded theory. 308. 20. D.

323 multimethods. J. 192. 22 metodologi: penelitian. 322 terintegrasi. 17 metodologis.B..N. 13. 22 konvergens. C. 15.P. S.S. 81 Huberman.. 198. Hesse-Biber.. 15 means.. 198 Homans.312 Metafora pelangi.. C. 84 K Kalof. 138 J James. 79 Hanson. alternatif. 101. 333 L Labovitz. 110. J.M. J. L. 44 Miles. 275 multi-metode. D. 15 N Naratif. M. T.. 145. P. 13 Marshall. 77 inferential statistical test. 101 H Habermas.. 80 level: makro.197. 147..166 Luekmann. 78. 22 primer.. 131 legitimasi. __ . 149..Guba. 313. 134 kontrol. 330 Lenski. 11 M Mannheim. 44 Interval confidence. 19.. 101 Hay. S. 11.W. 322 saintifik. 11 Marcuse.97 Gutmann.N. 134 Kemmis. 13 Maxwell.. 9 model: defisiensi.M. J. 13 Hagedorn. 171 Leavy.K.M. 286 I independent variables. 79 metode: campuran. 249 Murphy. 97 lintas-validasi. P.. 80 316 mikro. 249 member checking..W. 192. Y... 13 ----. Jurgen.. 98 Lauterbach. 55 Jungnickel.14 Kerlinger..102. 157 Marx.E. 22 multilevel design. 78 Kushman..G. 98 Lather. S. 21 multivariate analysis of variance (MANOVA). I. 159 defisiensi pendahuluan. 307 kombinasi.. 250 Isreal. D. 138 Heron. L..ll. 249 integratif. 15 Jancvec. nol. Karl. 330 Mertens.. 21 . 8. 80 Lincoln.. Karl. E. 169 Mead. 138 McCracken. G. 9. 320 Locke. T. 21 multiple approaches. R.A. S.. 150 Morgan. 317. 9 sekunder. 81 Hopkins..S.F. 131 hipotesis..193.. 79 Lather. M. 286 Mill. A. 322 Moustakas. 80 meso. 332. 178 kelompok: eksperimen.317 Morse J. P.

A. 317 embedded konkuren. 94 Terenzini. 236 Ross-Larson.. 116 Q quasi-eksperimen (quasi-experi-ment). 9 nonparametric statistical test.. 249 317 Reason. 335. Francine. J. 220 T t-test. 101 pattern theory. 221 random sampling. 15. 323 Teddlie. P. 4. John. 249 Stanley. 218.9.A. 5.0. 95.. 274 Rossman.. R. J.. M. 17 penelitian: korelasional. kualitatif.. 238 R Rallis.F.P. 27 metode campuran. 224 sampel.. R. 148 . R. R. 94 teori kritis. 320 Studi kasus... 13 regresi. 8 penelitian sains. 250 O observasi. 157 S Salant. 324 transformatif sekuensial. 19.. R. 236 Rosnow. 232. 5. 216 random numbers table. B. 220 Pragmatisme. 327. 94 Phillips. 327... J. G. 192 Stake. C... 218 sample size formula.QV 15 Peirce.Neuman. 28 kuantitatif. J. 79 Teori queer..M. 327 range. 238 predictive validity. 97 Steinbeck. 250 sosiologi. 22 single-subject r 18 single-subject design. 120 Strategi: eksploratoris sekuensial. P. 97 Newton. 267 P Parente. 97 Patton. 220. 327 Schwandt. 150 Tesch. 125 ' Rossman. 11. 8 Perspektif feminis. 206. rancangan transformatif. 15 pendekatan: deduktif. 239 starting point.232. 221 sampling. 80. 323 theoretical rationale.L. 150 participatory action research. 15 pre-experimental design. 238.E. 321 transformatif konkuren.313. 220 Prose.10 populasi. Sanders.. 18 kualitatif. 80 Spradley.L... 20 systematic sample. 335 Rorty. G.logistik. 335 Tarshis. 86 penelitian. 97 standard deviation. 222 probabilistic sample. 101 random assignment. 263 Thomas. 15.B. 95. D. 313. 249. W. 11 sequential mixed methods. T. B... 122 Tashakkori. 28 positivis/post-positivis. 19. S. 15 Rosenthal. 18.274 .318 triangulasi konkuren. 218.T.

bebas. 249 V validitas. 263 Y Yin.B. konstruk.. 94 Wallnau. 166 Wolcott. 286 true experiment. 77. R. 38. 327.14. 267. control. 87. 22 triangulate. 285. moderating. 222. 227 wawancara.. 178. mendalam.. 284 Wolcott. 247 Variabel. 286.K. terikat. 77. intervening. 238 U univariate analysis of variance (ANOVA). 125.T.transformative mixed methods. 145. 125. 178 W Wacana rasial. kualitatif. confounding.. 232. 63. 289 Yu. 327 Z Zinsser. L. 19. 78.. 117. 76.123. 123 318 . 23 triangulasi. 118. 25 Wilkinson M. 13. H. 324 triangulasi of data resourcers. W. 87. 78. R.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.