Pendahuluan

TUJUAN BUKU ini menyajikan kerangka kerja, proses, dan aneka pendekatan komposisional dalam merancang sebuah penelitian kualitatif, kuan-titatif, dan metode campuran untuk bidang-bidang sosialhumaniora. Adanya minat yang tinggi pada penelitian kualitatif, munculnya beragam pendekatan metode campuran, dan terus diterapkannya bentuk-bentuk tradisional kuantitatif, membuat saya merasa pe"rlu melakukan perbandingan terhadap tiga rancangan penelitian ini. Saya membandingkan ketiganya berdasarkan asumsi-asumsi filosofis, tinjauan pustaka, penggunaan teori, struktur penyajian, dan pertimbangan-pertirnbangan etis atas ketiga rancangan tersebut. Selanjutnya, saya menjelaskan unsur-unsur kunci dalam proses penelitian pada umumnya: menulis pendahuluan, menegaskan tujuan penelitian, mengidentifikasi rumusan masalah dan hipotesis penelitian, serta menerapkan metode-metode dan prosedur-prosedur di dalam pengumpulan dan analisis data. Semua elemen ini saya jelaskan berdasarkan penerapannya dalam rancangan kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran. Cover buku ini —buku aslinya, bukan buku terjemahan bahasa Indonesia ini— menggambarkan sebuah mandala: suatu simbol orang Hindu dan Buddha tentang dunia. Merancang mandala, sepertihalnya merancang penelitian, membutuhkan usaha pengamatan yang tepat terhadap kerangka kerja, desain keseluruhan, dan detail-detail —sebuah mandala yang dibuat dari pasir akan membutuhkan waktu berhari-hari karena sang arsitek harus menyusun dengan tepat bagian-bagian di dalamnya yang terdiri dari butiran-butiran pasir. Mandala juga menunjukkan keterkaitan bagian-bagian ini secara keseluruhan, yang juga merefleksikan rancangan penelitian, di mana setiap bagian di dalamnya saling berpengaruh terhadap konstruksi akhir penelitian. SASARAN PEMBACA Buku ini ditujukan untuk para mahasiswa sarjana dan pasca-sarjana yang ingin menyiapkan rencana atau proposal untuk artikel jurnal akademis, disertasi, ataupun tesisnya. Pada level yang lebih luas, buku ini bisa digunakan sebagai buku referensi sekaligus pegangan untuk mata kuliah metode-metode penelitian. Agar mem-peroleh manfaat terbaik dari buku ini, pembaca perlu memiliki pengetahuan dasar tentang penelitian kualitatif dan kuantitatif. Sebab, bagaimanapun juga, istilah-istilah kunci yang akan dijelaskan dan dijabarkan serta strategi-strategi yang

direkomendasikan dalam buku ini, mengharuskan pembaca memiliki kesiapan dasar "teknis" dalam merancangpenelitian. Istilah-istilah yang dicetak tebal dalam. tulisan ini ataupun dalam giosarium pada akhir buku ini merupakan istilah-istilah yang diharapkan dapat membantu proses pernbacaan yang lebih cepat, Buku ini juga dirancang untuk pembaca umum dalam bidang-bidang sosial-humaniora. Sejak diterbitkan pertama kali, saya melihat bahwa pembaca buku ini adalah mereka yang berasal dari berbagai disiplin dan bidang ilmu pengetahuan. Tentu saja, dari respons yang begitu positif ini, saya sangat berharap para mahasiswa, pembaca, dan peneliti di bidang-bidang seperti marketing, manajemen, hukum pidana, komunikasi, psikologi, sosiologi, pendidikan dasar, pendidikan menengah atau perguruan tinggi, ke-perawatan, kesehatan, studi perkotaan, keluarga, dan bidangbidang lain, juga dapat memanfaatkan edisi ketiga buku ini. FORMAT Pada masing-masing bab, saya menyajikan contoh-contoh penelitian yang berasal dari berbagai disiplin yang berbeda. Contoh-contoh ini saya ambil dari buku, artikel ilmiah, proposal disertasi dan disertasi itu sendiri. Meskipun spesialisasi saya adalah pendidik-an, namun contoh-contoh ini sudah saya rancang seinklusif mungkin agar dapat diterapkan dalam ilmu-ilmu sosial-humaniora. Contoh-contoh ini pada umumnya merefleksikan isu-isu seputar keadilan sosial, individu-individu marginal, serta sampel dan populasi yang pernah dikaji oleh para peneliti sosial. Sifat inklusivitas (keterbukaan) ■ ini diharapkan dapat memperluas pluralisme metodologis dalam . penelitian dewasa ini. Apalagi, saya juga sudah memperluas konten dalam buku dengan menjelaskan gagasangagasan filosofis penelitian, gaya-gaya penelitian, dan prosedur-prosedur penelitian yang beraneka ragam. Buku ini bukanlah buku metodologi yang rinci karena saya hanya menyoroti poin-poin penting dalam rancangan/rencana penelitian. Meski demikian, saya berkeyakinan bahwa saya telah menge-mas buku ini sebaik mungkin dengan menyajikan gagasan-gagasan inti yang kira-kira dibutuhkan oleh peneliti untuk merencanakan suatu penelitian. Strategi-strategi penelitian dalam buku ini dibatasi berdasarkan frekuensi penggunaan penelitian tersebut. Misalnya, untuk penelitian kuantitatif, saya hanya membahas rancangan survei dan eksperimen. Sedangkan untuk penelitian kuantitatif, disertakan pembahasan tentang fenomenologi, etnografi, grounded theory, studi kasus, dan penelitian. Adapun strategi-strategi konkuren, sekuensial, dan transformatif menjadi tiga topik utama yang saya bahas terkait dengan penelitian metode campuran. Para mahasiswa bisa memanf

aatkan buku ini untuk membantu mempersiapkan proposal disertasi. Akan tetapi, saya tidak membahas topik-topik seputar "politik penyajian dan negoisasi" dengan pihak perguruan tinggi karena topik-topik seperti ini sudah dijelaskan di buku-buku lain. Dengan tetap konsisten pada konvensi-konvensi tulisan akade-mis, saya sudah berusaha menghilangkan kata-kata dan contoh-contoh yang cenderung diskriminatif (seperti, seksis atau etnis). Contoh-contoh yang dipilih pada umumnya berhubungan dengan gender dan kebudayaan. Saya juga sudah berusaha membagi contoh-contoh secara merata untuk penelitian kualitatif dan kuantitatif. Tldak ada favoritisme di sini. Selain itu, perlu diketahui pula bahwa meskipun contoh-contoh yang disajikan dalam buku ini dikutip dari berbagai buku dan referensi, masih ada banyak contoh yang bisa Anda peroleh dari referensi-referensi lain. Saya hanya mengutip satu referensi yang benar-benar sesuai dengan contoh yang ingin saya sajikan. Seperti halnya dengan dua edisi sebelum buku ini, saya tetap mempertahankan beberapa hal yang dapat meningkatkan keterbacaan dan pemahaman atas materi di dalamnya, misainya bullet-bullet untuk menekankan poin-poin inti, angka-angka untuk menekankan langkah-langkah pelaksanaan, contoh-contoh kutipan dengan catatan tambahan untuk menyoroti poin-poin kunci penelitian yang di-tunjukkan oleh para pengarangnya. Meski demikian, pada edisi ketiga kali ini, ada banyak hal baru yang ditambah untuk merespons keinginan pembaca dan perkem-bangan-perkembangan penelitian masa kini:    Asumsi-asumsi filosofis diperkenalkan di awal buku ini sebagai langkah dasar yang perlu dipertimbangkan oleh peneliti sebelum mereka benar-benar merancang penelitiannya. Pembahasan tentang masalah-masalah etis diperluas lagi dengan menyertakan lebih banyak pertimbangan terkait pengumpulan data dan pelaporan hasil penelitian. Dalam edisi ketiga ini juga diselipkan, untuk pertama kalinya., CD (Compact Disc) yang berisi slide-slide presentasi Powerpoint yang dapat digunakan dalam kelas, serta contoh-contoh aktivitas dan pertanyaan-pertanyaan yang dapat didiskusikan.   Program-program terkomputerisasi untuk mencari bahan bacaan juga disertakan, seperti Google Scholar, ProQuest, dan Survey-Monkey. Bab tentang prosedur-prosedur metode campuran sudah direvisi secara besar-besaran dengan menyertakan gagasan-gagasan mutakhir yang muncul baru-baru ini. Artikel-artikel terbaru dari jurnal Sage, yakni Journal of Mixed Methods Research, juga disajikan dan dikutip.  Bab tentang Definisi Istilah, Batasan Penelitian, dan Perluasan Pe nelitian yang sebelumnya

muncul pada edisi kedua kini telah dihapus, dan informasi tersebut dimasukkan ke dalam bab yang membahas tentang pendahuluan dan tinjauan pustaka.  Edisi ketiga ini juga berisi glosarium yang memuat sejumlah istilah penting yang bisa digunakan oleh para peneliti pemula ataupun yang sudah berpengalaman untuk memahami bahasa penelitian. Hal ini sangat penting, utamanya menyangkut soal istilah-istilah yang berkembang tentang penelitian kualitatif dan metode campuran. tidak hanya disertakan, istilah-istilah tersebut juga didefinisikan secara detail.  Pada hampir semua bab, saya juga menyertakan tips-tips peneliti an yang hingga saat ini telah membantu saya dalam memberikan arahan pada mahasiswa dan fakultas saya tentang metodemetode peneiitian selama hampir 35 tahun.  Saya juga telah menyertakan referensi-referensi terbaru yang terkait dengan setiap topik yang dibahas dalam buku ini.  Keunggulan-keunggulan pada edisi sebelumnya, dalam beberapa hal, juga saya sertakan, seperti:

1.

Struktur keseluruhan buku ini yang terdiri dari pembahasan mengenai rancangan kualitatif, rancangan kuantitatif, dan rancangan metode campuran, utamanya yang terkait dengan proses-proses dan langkah-langkah penelitian di dalamnya.

2.

Strategi-strategi kunci dalam memahami asumsi-asumsi filo- sofis, tips-tips dalam menulis penelitian akademis, melakukan tinjauan pustaka, script-script dalam menulis tujuan penelitian dan pertanyaan-pertanyaannya, serta daftar-daftar rinci mengenai bagaimana cara menulis prosedur-prosedur penelitian kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran.

3.

Masing-masing bab diakhiri dengan pertanyaan-pertanyaan diskusi dan referensi-referensi kunci.

RINGKASANBAB Buku ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian I berisi langkah-langkah yang perlu dipertimbangkan oleh para peneliti sebelum mereka mengembangkan proposal atau rencana penelitiannya. Bagian II membahas bagian-bagian dalam proposal.

Bagian I: Pertimbangan-Pertimbangan Awal Bagian ini membahas persiapan-persiapan untuk merancang penelitian akademis. Bagian ini mencakup Bab 1 sampai Bab 4. Bab 1. Memilih Rancangan Penelitian Saya mengawali bab ini dengan mendefinisikan penelitian kuali-tatif, kuantitatif, dan metode campuran, serta membahas ketiganya sebagai rancangan penelitian. Rancangan penelitian merupakan rencana untuk melakukan penelitian. Rancangan ini terdiri dari tiga komponen penting: asumsi-a'sumsi fiiosofis, strategi-strategi penelitian, dan metode-metode penelitian spesifik. Setiap komponen dibahas secara detail, Pilihan pada satu rancangan penelitian didasarkan pada pertimbangan atas tiga elemen ini serta masalah penelitian yang tengah dihadapi, pengalaman pribadi si peneliti, dan target pembaca. Bab ini diharapkan dapat membantu para pembuat proposal dalam menentukan jenis rancangan (apakah rancangan kualitatif, kuantitatif, atau metode campuran) yang sesuai dengan penelitian mereka. Bah 2. Tinjau'an Pustaka Sebelum merancang proposal, Anda juga perlu melakukan tinjauan pustaka tentang topik penelitian yang ingin Anda bahas. Untuk itu, Anda perlu mengawalinya dengan mencari topik apa yang bisa diteliti dan kemudian mengeksplorasi literatur-literatur dengan menerapkan beberapa langkah penting sebagaimana yang akan dibahas dalam bab ini. Yang jelas, untuk melakukan tinjauan pustaka, Anda perlu memprioritaskan jenis-jenis literatur yang akan Anda review, menggambar peta literatur yang berhubungan dengan topik Anda, menulis abstraksi, menggunakart petunjuk-petunjuk gaya, dan mendefinisikan istilah-istilah yang dianggap penting. Bab ini di harapkan dapat membantu para pembuat proposal dalam memper-timbangkan literatur-literatvir yang sesuai dengan topik mereka dan mulai menulis tinjauan pustaka untvik proposalnya. Bab 3. Penggunaan Teori Teori memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda-beda dalam tiga bentuk penelitian. Dalam penelitian kuantitatif, teori berperan sebagai penjelasan awal tentang hubungan antarvariabel yang idiuji oleh peneliti. Dalam penelitian kuaiitatif, teori berperan sebagai perspektif bagi penelitian dan terkadang pula justru dihasilkan selama penelitian itu berlangsung. Dalam penelitian metode

campuran, teori bisa digunakan untuk beragam tujuan, bergantung pada fleksibilitas penggunaannya dalam penelitian kualitatif dan kuantitatif. Bab ini membantu para pembuat proposal dalam mempertLm-bangkan dan merencanakanbagaimana suatu teori dapat disertakan ke dalam penelitian mereka. Bab 4. Strategi-Strategi Menulis dan Pertimbangan-Pertimbangan Etis Anda juga perlu memiliki outline/draf yang menyeluruh tentang topik-topik yang hendak dimasukkan ke dalam proposal sebelum Anda benar-benar menulis proposal tersebut. Untuk itulah, dalam bab ini, saya menyajikan sejumlah outline untuk proposal penelitian kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran. Selanjutnya, saya menyajikan pula trik-trik menulis proposal yang sebenamya, seperti mengembangkan kebiasaan menulis dan aneka persoalan tata bahasa yang perlu diperhatikan di dalam menulis proposal penelitian aka-demis. Di bagian akhir, saya mulai bergeser ke masalah-masalah etis dan membahasnya tidak sebagai gagasan-gagasan abstrak, melainkan sebagai pertimbangan-pertimbangan yang perlu diantisipasi selama proses penelitian.

Bagian II: Merancang Penelitian Dalam bagian ini, saya menjelaskan komponen-komponen proposal penelitian. Bab ini terdiri dari Bab 5 sampai 10, yang masing-masing menjelaskan setiap komponen proposal dan tata cara penulisannya. Bab 5. Pendahuluan Pendahuluan adalah salah satu bagian penting dalam (proposal) penelitian mana pun. Saya menyajikan satu contoh pendahuluan aka-demis yang baik untuk proposal Anda. Dalam bagian pendahuluan, Anda perlu mengidentifikasi masalah penelitian, membuat kerangka atas masalah tersebut berdasarkan literatur-literatur yang ada, me-nunjukkan defisiensi-defisiensi dalam literaturliteratur tersebut, dan menargetkan para pembaca yang dapat mengambil manfaat dari penelitian Anda. Bab ini menyajikan metode sistematis dalam merancang pendahuluan akademis untuk proposal atau penelitian.

serta penulisan hasil penelitian memang berbeda dengan prosedur-prosedur kuantitatif tradisional. rumusan masalah dan hipotesis ini haruslah ditulis dengan hati-hati. pengumpulan data terbuka. dan metode campuran. Akan tetapi. serta bagaimanamenerapkan dua bentuk tersebut untuk menulis rumusan masalah dan hipotesis pada metode campuran. pengumpulan dan analisis data. Pada bab ini. Metode-Metode Kuantitatif Metode-metode dalam penelitian kuantitatif pada umumnya melibatkan proses pengumpulan. Bab 8. Karena berperan sebagai "rambu-rambu" utama dalam sebuah peneiitian. kuantitatif. Pada bab ini. Ada beberapa checklist yang disajikan dalam bab ini untuk membantu Anda memastikan terlaksananya semua prosedur tersebut. Rumusan Masalah dan Hipotesis Penelitian Rumusan masalah dan hipotesis penelitian dibuat untuk mem-persempit dan memfokuskan tujuan penelitian. Prosedur-Prosedur Kualitatif Prosedur-prosedur kualitatif dalam pengumpulan. Tujuan Penelitian Pada awal proposal penelitian. analisis. analisis. penafsiran. penentuan strategi penelitian. Anda akan belajar tentang prosedur^ prosedur spesifik dalam merancang penelitian survei atau eksperimen. Saya sudah menyajikan banyak contoh untuk mengilustrasikan rumusan masalah dan hipotesis untuk ketiga rancangan penelitian ini. penyajian informasi dalam . dalam penelitian survei atau eksperimen kuantitatif. Pengambilan sampel secara sengaja. metode-metode ini muncul lebih spesifik. dan interpretasi data. Tujuan penelitian merupakan bagian yang teramat penting dalam keseluruhan proposal penelitian. misalnya. Anda juga perlu mempertegas tujuan inti dari penelitian tersebut. dan penulis-an hasil penelitian. serta penulisanhasil-hasil penelitian. Anda akan belajar bagaimana menulis rumusan masalah dan hipotesis penelitian kualitatif dan kuantitatif. Pada bab ini.Bab 6. Bab 7. Anda akan belajar bagaimana menulis tujuan penelitian untuk penelitian kualitatif. analisis teks atau gambar. Bab 9. yang biasanya berhubungan dengan identifikasi sampel dan populasi. yang juga bisa Anda sajikan dalam proposal penelitian. penyajian hasil penelitian. dan interpretasi data. Anda juga akan saya beri contoh-contoh yang sangat membantu Anda dalam merancang dan menulis tujuan penelitian tersebut.

Beberapa gambar disajikan untuk memudah-kan Anda merancang dan menyertakannya dalam proposal penelitian. Bab ini menyajikan prosedur-prosedur kualitatif yang bisa Anda tulis dalam proposal penelitian Anda. Bagian I akan menjelas-kannya secara detail kepada Anda . Sebelum langkahlangkah dalam proses ini dijelaskan. Ada enam jenis strategi metode campuran yang dibahas dalam bab ini. Prosedur-Prosedur Metode Campuran Prosedur-prosedur metode campuran menerapkan aspek-aspek dari metode kuantitatif dan prosedvir kualitatif. grounded theory. semuanya mencerminkan prosedur-prosedur kualitatif. tetapi lebih dimaksudkan untuk menyediakan keterampilan-keterampilan khusus yang bisa diterap-kan dalam proses itu. bobot. pen-campuf an. serta interpretasi pribadi atas temuan-temuan. Selain itu. saya merekomen-dasikan agar para pembuat proposal terlebih dahulu memikirkan pendekatan apa yang akan mereka terapkan dalam penelitiannya. dan teori. sekaligus petunjuk-petunjuk praktis dalam menyusun dan menulis sebuah penelitian akademis. bab ini menyertakan checklist untuk memastikan terlaksananya semua prosedur kualitatif. dan studi naratif. Penelitian metode campuran sudah banyak dilakukan dalam beberapa tahun bela-kangan. dan bab ini akan menyoroti perkejnbangan-perkembangan penting dalam penelitian metode campuran. Anda juga akan memperoleh pengetahuan dasar tentang bagaimana mempraktikkan penelitian metode campuran dan juga tentang jenis-jenis strategi metode campuran yang bisa Anda terap-kan dalam proposal penelitian Anda. dan mulai mengantisipasi masalah-masalah etis yang mungkin muncul selama penelitian. etnografi. Mengenai hal ini. Merancang suatu penelitian merupakan proses yang amat sulit dan menyita waktu. mengembang-kan outline topik untuk disertakan dalam rancangan proposalnya. melakukan tinjauan pustaka atas masalah penelitian. Buku ini tidak ditujukan untuk mempermudah atau mempercepat proses tersebut. studi kasus. Bab ini juga menampilkan sejumlah contoh prosedur kualitatif yang berasal dari penelitian-penelitian fenomenologi. lengkap dengan penjelasan mengenai kriteria-kriteria dalam mcmilih salah satu dari enam jenis strategi tersebut berdasarkan pada timing. Bab 10.bentuk gambar dan tabel.

dan Alex Morales. Miriam W. Vassar College. Secara khusus. Banerjee. Sivo. Saya juga mengucapkan terima kasih atas saran-saran yang men-cerahkan dari para pereview buku ini. Barry University. Sage merupakan dan masih menjadi salah satu publishing-house dengan rating yang cukup tinggi.Penghargaan Buku ini tidak akan bisa terbit tanpa gagasan dan dorongan dari ratusan mahasiswa doktoral pada mata kuliah Pengembangan Proposal yang saya ampu di University of Nebraska-Lincoln selama beberapa tahun ini. Dr.). Vicki Piano Clark. Sherry Wang. Kennesaw State University. Kim Gait. Georgakopoulos. Mary Enzman Hagedorn. Selama hampir 20 tahvin bekerja sama'dengan Sage. saya juga berutang banyak kepada pembimbing sekaligus editor saya sebelumnya. Nette Nelson (aim. Boeri. Kepada para staf dan rekan-rekan di Kantor Penelitian Kualitatif dan Metode Campuran di University of Nebraska-Lincoln yang sudah banyak membantu penulisan buku ini. University of Colorado di Colorado Springs. dan membagibagikan pengalaman saya sebagai penulis dan peneliti. Howard. Sharon Anderson Dannels. Ray Ostrander. Vicki Knight. Drew Ishii. Yun Lu. Saya tidak bisa menghasilkan buku ini tanpa dukungan dan dorongan dari rekan-rekan saya di Penerbit Sage. Carmen McCrink. Deborah Laughton (sekarang di Guilford Press). Montana State University. Sejak edisi pertama. De Tonack. Dr. saya ingin memberikan penghargaan sebesar-besarnya atas kontribusi para pereview berikut ini: Mahasweta M. memperoleh ide-ide segar. C. kami telah berusaha mengembangkan metode-metode penelitian. dan Diane Greenlee. Barbara Safford. Stephen A. Montana State University. Kuliah-kuliah ini. Sejumlah mahasiswa sebelumnya dan para editor yang menjadi partner dalam proses penulisan buku ini: Dr. Gayle Sulik. Richard D. dan Stephanie Adams. Whittier College. Amanda Garrett. Dr. Nova Southeastern University. Dr. Dr. Ron Shope. University of Kansas. University of Montevallo . dan lisa Cuevas-Shaw. semuanya. University of Central Florida. Sharon Hudson. saya juga banyak berutang budi kepada para mahasiswa di kelas Metode Penelitian Dasar dan orang-orang yang telah berpartisipasi dalam seminar metode campuran yang pernah saya pimpin. The George S. Saya juga mendapat-kan banyak kontribusi dari kajian-kajian akademis Dr. menjadi laboratorium pribadi saya dalam menyam-paikan gagasan. Marilyn Lockhart. saya ucapkan terima kasih. University of Northern Iowa. Dr. Leon Cantrell. Dalam kesempatan ini. dan Elizabeth Thrower.

menulis sajak. Dia mengajar di University of Nebraska-Lincoln selama 30 tahun dan telah menulis setidak-tidak-nya 11 buku.Tentang Penulis John W. Dia juga menjabat sebagai co-director di Kantor Penelitian Kualitatif dan Metode Campuran di Nebraska yang bertugas me-nyediakan dukungan bagi para sarjana yang ingin mengajukan penelitian kualitatif dan metode campuran pada lembaga-lembaga pendanaan.com.johnwcreswell. Buku-bukunya telah diterjemahkan ke dalamberbagai bahasa dan digunakan di seluruh dunia. dia terpilih menjadi Senior Fulbright Scholar dan bertugas di Afrika Selatan sejak Oktober 2008 untuk berbagi ilmu tentang penelitian metode campuran denganpara ilmuwan sosial dan doku-mentator isu-isu AIDS. Journal of Mixed Methods Research. sebagian besar tentang rancangan penelitian. penelitian kualitatif. Creswell adalah Profesor Psikologi Pendidikan sekaligus penulis dan pengajar mata kuliah metodologi kualitatif dan penelitian metode campuran. dan penelitian metode campuran. Dia hobi bermain piano. Kunjungi websitenya di www. dan sebagai Asisten Profesor untuk bidang Kedokteran di University of Michigan. . Cresswell juga sering diminta menjadi asisten peneliti bidang-bidang kesehatan. dan berolahraga. Dia juga tercatat sebagai co-editor utama untuk jurnal Sage. Baru-baru ini.

Pendahuluan — vii Penghargaan — xvii Tentang Penulis — xix Daftar Isi — xx Daftar Isi BAGIAN SATU: PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN AWAL — I Bab Satu: Memilih Rancangan Penelitian — 3 Tlga Jenis Rancangan — 3 liga Komponen Penting dalam Rancangan Penelitian — 6 ■ Beberapa Pandangan-Dunia Filosofis — 6 ♦ Pandangan-Dunia Post-positivisme — 8 ♦ Pandangan-Dunia Konstruktivisme Sosial — 11 ♦ Pandangan-Dunia Advokasi dan Partisipatoris — 13 ♦ Pandangan-Dunia Pragmatik — 15 ■ Strategi-Strategi Penelitian — 17 ♦ Strategi-Strategi Kuantitatif — 18 ♦ Strategi-Strategi Kualitatif — 19 ♦ Strategi-Strategi Metode Campuran — 21 ■ Metode-Metode Penelitian — 23 Rancangan Penelitian Sebagai Pandangan-dunia. Strategi. dan Metode — 25 Kriteria dalam Memilih Rancangan Penelitian — 29 ■ Masalah Penelitian — 29 ■ Pengalaman-Pengalaman Pribadi — 30 ■ Pembaca — 31 Ringkasan — 32 Latihan Menulis — 32 Bacaan Tambahan — 32 Bab Dua: Tinjauan Pustaka — 36 Topik Penelitian — 36 Tinjauan Pustaka — 40 .

■ Pemanfaatan Pustaka/Iiteratur — 40 ■ Teknik-Teknik Tinjauan Pustaka — 46 ♦ Langkah-Langkah Melakukan Tinjauan Pustaka — 46 ♦ Database Terkomputerisasi — 48 ♦ Prioritas dalam Memilih Literatur — 52 ♦ Peta Literatur Penelitian — 54 ♦ Mengabstraksikan Literatur — 57 ♦ PetunjukGaya — 61 ■ Definisi Istilah — 63 ■ Tinjauan Pustaka Kuantitatif atau Metode Campuran — 69 Kesimpulan — 71 Latihan Menulis — 72 Bacaan Tambahan — 73 Bab Tiga: Penerapan Teori — 75 Teori dalam Penelitian Kuantitatif — 76 ■ Variabel-Variabel dalam Penelitian Kuantitatif — 76 ■ Definisi Teori — 78 ■ Bentuk-Bentuk Teori — 81 ■ Penempatan Teori dalam Penelitian Kuantitatif — 84 ■ Menulis Perspektif Teoretis Kuantitatif — 86 Teori dalam Penelitian Kualitatif — 93 ■ Variasi Penggunaan Teori dalam Penelitian Kualitatif — 93 ■ Menempatkan Teori dalam Penelitian Kualitatif — 98 Teori dalam Penelitian Metode Campuran — 99 Ringkasan — 104 Latihan Menulis — 106 Bacaan Tambahan — 107 . .

Kata Kerja. dan "Berlebih-lebihan" — 124 Masalah-masalah Etis yang Perlu Diantisipasi — 130 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Masalah Penelitian — 131 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Tujuan Penelitian dan Rumusan Masalah — 132 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Pengumpulan Data — 132 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Analisis dan Interpretasi Data — 135 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Menulis dan Menyebarluaskan Hasil Penelitian — 137 Ringkasan — 138 Latihan Menulis — 139 Bacaan Tambahan — 140 BAGIAN DUA. dan Metode Campuran — 147 Salah Satu Model Pendahuluan — 149 - .Bab Empat: Strategi-strategi Menulis dan Pertimbangan-Pertitnbangan Etis — 109 Menulis Proposal'—109 ■ Bagian-Bagian dalam Proposal — 109 ■ Format Proposal Kualitatif — 111 ■ Format Proposal Kuantitatif — 113 ■ Format Proposal Metode Campuran — 113 ■ Merancang Bagian-Bagian dalam Proposal Penelitian — 114 ■ Menulis Gagasan — 116 ■ Menulis seperti Berpikir — 117 . MERANCANG PENELITIAN — 143 .Bab Lima: Pendahuluan — 145 Pentingnya Pendahuluan — 145 Pendahuluan dalam Penelitian Kualitatif. Kuantitatif. ■ Kebiasaan Menulis — 118 ■ Keterbacaan Tulisan — 121 ■ Kalimat Aktif.

■ Sebuah Ilustrasi — 150 ■ Masalah Penelitian — 153 ■ PeneHtian-Penelitian Sebelumnya — 156 ■ Kekurangan (Defisiensi) dalam Literatur Sebelumnya — 159 ■ Signifikansi Penelitian bagi Pembaca — 161 Ringkasan — 163 Latihan Merudis — 164 Bacaan Tambahan — 164 Bab Enam: Tujuan Penelitian — 166 Signifikansi dan Makna Tujuan Penelitian — 166 ■ Tujuan Penelitian Kualitatif — 167 ■ Tujuan Penelitian Kuantitatif — 175 ■ Tujuan Penelitian Metode Campuran —'.181 Ringkasan — 188 Latihan Menulis — 189 Bacaan Tambahan — 189 Bab Tujuh: Rumusan Masalah dan Hipotesis Penelitian — 191 Rumusan Masalah Kualitatif — 191 Rumusan Masalah dan Hipotesis Penelitian Kuantitatif — 196 Model Rumusan Masalah dan Hipotesis Deskriptif — 203 Rumusan Masalah Dan Hipotesis Penelitian Metode Campuran — 205 Ringkasan — 210 Latihan Menulis — 211 Bacaan Tambahan — 212 Bab Delapan: Metode-metode Kuantitatif — 215 Mendefinisikan Rancangan Survei dan Eksperimen — 216 Komponenkomponen Rancangan Metode Survei — 216 ■ Rancangan Survei — 217 ■ Populasi dan Sampel — 218 .

.■ Instrumentasi — 221 ■ Variabel-Variabel dalam Penelitian — 224 Analisis Data dan Interpretasi — 225 Komponen-komponendalam Metode Penelitian Eksperimen — 229 ■ Partisipan — 229 ■ Variabel-Variabel — 236 ■ Instrumentasi dan Materi — 237 ■ Prosedur-ProsedurEksperimentasi — 237 Ancaman-Ancaman terhadap Validitas — 240 ■ Prosedur — 247 ■ AnalisisData — 249 ■ Interpretasi Hasil '-=. Validitas.250 Ringkasan — 251 Latihan Menulis — 254 Bacaan Tambahan — 255 Bab Sembilan: Prosedur-prosedur Kualitatif — 258 Karakteristik-karakteristik Penelitian Kualitatif — 259 Strategi-strategi Penelitian — 263 Peran Peneliti — 264 Prosedur-prosedur Pengumpulan Data — 266 Prosedur-Prosedur Perekaman Data — 271 Analisis dan Interpretasi Data — 274 Reliabilitas. dan Generalisabilitas — 284 Menulis Kualitatif — 290 Ringkasan — 291 Latihan Menulis — 302 Bacaan Tambahan — 302 ■ .

.Bab Sepuluh: Prosedur-prosedur Metode Campuran — 304 Komponen-komponen Prosedur Metode Campuran — 305 Sif at Penelitian Metode Campuran — 307 Strategi-strategi Penelitian Metode Campuran dan Model-model Visualnya — 308 ■ Merencanakan Prosedur-Prosedur Metode Campuran — 308 ♦ Timing (Waktu) — 309 ♦ Weighting (Bobot) — 310 Mixing (Pencampuran) — 310 ♦ Teorisasi dan Perspektif-Perspektif Transformasi — 312 ■ Strategi-Strategi Penelitian Metode Campuran dan Model-Model Visualnya — 313 ♦ Strategi Eksplanatoris Sekuensial — 316 ♦ Strategi Eksploratoris Sekuensial — 317 ♦ Strategi Transformatif Sekuensial — 318 ♦ Strategi Triangulasi Konkuren — 320 ♦ Strategi Embedded Konkuren — 321 ♦ Strategi Transformatif Konkuren — 324 ■ Memilih Strategi Metode Campuran — 325 Prosedur-Prosedur Pengumpulan Data — 326 Analisis Data dan Prosedur-prosedur Validasi — 328 Susunan Laporan Penelitian — 331 Contoh-contoh Prosedur Metode Campuran — 332 Ringkasan — 337 Latihan Menulis — 339 Bacaan Tambahan — 339 Glosarium — 342 Daftar Pustaka — 359 Indeks — 379 .

penentuan teori apa yang hendak digunakan dalam penelitian sekaligus usaha dalam menulis karya yang baik dan sesuai dengan standar etika yang berlaku.Bagian Satu ■ B abl Memilih Rancangan Penelitian ■ Bab 2 Tinjauan Pustaka ■ Bab 3 Penggunaan Teori ■ Bab 4 Strategi-Strategi Menulis dan Pertimbangan-Pertimbangan Etis Buku ini dirancang untuk membantu para peneliti mengem bangkan rencana atau proposal penelitian. . peninjauan pustaka untuk memosisikan penelitian yang diusulkan dalam konteks literatur-literatur yang ada. Bagian I membahas sejumlah pertimbangan awal sebelum seorang peneliti merancang rencana atau proposal penelitian. Pertimbangan-pertirnbangart ini pada umumnya berkaitan dengan pemilihan rancangan penelitian yang sesuai.

kuantitatif. Lagi pula. pengumpulan data secara kuantitatif dalam bentuk instrumen versus Pengumpulan data secara kualitatif melalui observasi lapangan). Misalnya saja. para peneliti perlu mengambil keputusan terkait dengan asumsi-asumsi filoSofis yang mendasari penelitian mereka. secara keseluruharr. Yang jeias.strategi eksperimen kuantitatif atau strategi studi lapangan kualitatif). 2008. dan bersamaan dengan itu berkembang pula penelitian metode campuran (lihat Creswell. LggS). ada tiga jenis penelitian yang akan disajikan: penelitian kualitatif. Pada hakikatnya. jenis-jenis strategi penelitian yang digunakan peneliti sepanjang penelitiannya (seperti. TIGA JENIS RANCANGAN Dalam buku ini. analisis. Pemilihan atas satu rancangan penelitian juga perlu didasarkan pada masalah/isu yang ingin diteliti. prosedur-prosedur (yang juga sering di-sebut sebagai strategi -strategi) penelitian.Bab Satu Memilih Rancangan Penelitian Rancangan penelitian merupakan rencana dan prosedur penelitian yang meliputi: dari asumsi-asumsi luas hingga metode-metode rinci dalam pengumpulan dan analisis data. dan metode-metode spesifik yang akan mereka gunakan dalam pengumpulan. Pendekatan kualitatif dan kuantitatif seharusnya tidak dipandang sebagai antitesis atau dikotomi yang saling bertentangan. ada perkembangan historis yang dapat membedakan kedua pendekatan tersebut. sejak awal pertengahan abad XX. pendekatan kuantitatif banyak mendominasi bentuk-bentuk penelitian dalam ilmu-ilmu sosial sejak awal abad XIX hingga pertengahan abad XX. dalam (proposal) penelitian. Rancangan tersebut melibatkan sejumlah keputusan yang. Namun. dan interpretasi data. Perbedaan antara penelitian kualitatif dan kuantitatif sering kali dijelaskan berdasarkan bentuk-bentuknya yang menggunakan kata-kata (kualitatif) dan yang menggudakan angka-angla (kuantitatif). keduanya hanya merepresentasikan hasil akhir yang berbeda. Padahal. atau sebaliknya. gradasi perbedaan antar keduanya sebenamya terletak pada asumsi filosofis dasar yang dibawa oleh peneliti ke dalam penetitiannya. dan target atau sasaran pembacanya. Suatu penelitian hanya akan lebih kualitatif ketimbang kuantitatif. tiga pendekatan ini tidaklah terpisah satu sama lain seperti ketika pertama kali muncul. namun tetap dalam satu continuum (Newman & Benz. muncul minat yang tinggi terhadap penelitian kualitatif. dan metode campuran. untuk sejarah . dari metode-metode spesifk yang diterapkan peneliti untuk melaksanakan strategi-strategi ini (seperti. Misalnya. keputusan ini melibatkan rancangan seperti apa yang seharusnya digunakan untuk meneliti topik tertentu. dalam buku ini. Adapun penelitian metode campuran berada di tengah continuum tersebut karena penelitian ini melibatkan unsur-unsur dari pendekatan kualitatif dan kuantitatif. sudah saya sajikan meski tidak secara runtut dalam pengertian yang lazim. atau berdasarkan pertanyaan-pertanyaan ycng tertutup (hipotesis kuantitatif) dan yang terbuka (hipotesis kualitatif). pengalaman pribadi si peneliti.

dan menafsirkan makna data.2008). Laporan akhir untuk penelitian ini memiliki struktur atau kerangka yang fleksibel. Seperti halnya para peneliti kualitatif. ia juga melibatkan fungsi dari dua pendekatan penelitian tersebut secara kolektif sehingga kekuatan penelitian ini secara keseluruhan lebih besar ketimbang penelitian kualitatif dan kuantiiatif (Creswell & Plano Clark. tinjauan pustaka. melibatkan relasi antara asumsi-asumsi filosofis. Seperti yang kita lihat. sepei'ti mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan prosedur-prosedur. yang saya sebut sebagai rencana atau propasal untuk melaksanakan penetitian. dan mampu menggeneralisasi dan menerapkan kembali penemuan-penemuannya. Proses penelitian kualitatif ini melibatkan upaya-uPaya penting. TIGA KOMPONEN PENTING DALAM RANCANGAN PENELITIAN Ada dua titik tekan dalam setiap definisi tadi yaitu: bahwa suatu pendekatan penelitian selalu melibatkan asumsi-asumsi filosofis dan metode-metode atau prosedur-prosedur yang berbeda-beda. mengontrol penjelasan-penjelasan alternatif. strategi-strategi .  Penelitian metode campuran merupakan pendekatan penelitian yang mengombinasikan atau mengasosiasikan bentuk kualitatif dan bentuk kuantitatif. berfokus terhadap makna individual. metode penelitian. Pendekatan ini melibatkan asumsi-asumsi filosofis. menganalisis data secara induktif mulai dari tema-tema yang khusus ke tema-tema umum. Untuk itulah. aplikasi pendekatan-pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Rancangan penelitian.sehingga data yang terdiri dari angka-angka dapat dianalisis berdasarkan prosedur-prosedur statistik. mencegah munculnya bias-bias. Pendekatan ini lebih kompleks dari sekadar mengumpulkan dan menganalisis dua jenis data. (Creswell. yang untuk selanjutnya akan digunakan dalam buku ini:  Penelitian kualitatif merupakan metode-metode untuk mengekplorasi dan memahami makna yang – oleh sejumlah individu atau sekelompok orang – dianggap berasal dari masalah sosial atau kemanusiaan. siapa pun yang terlibat di dalam penelitian kuantitatif juga perlu rnemiliki asumsi-asumsi untuk menguji teori secara deduktif.2007). Laporan akhir untuk penelitian ini pada umumnya memiliki struktur yang ketat dan konsisten mulai dari pendahuluan. landasan teori. dan pembahasan. saya akan menjelaskan tiga definisi tersebut secara detail agar Anda bisa mengetahui masing-masing maknanya dengan jelas. dalam buku ini. dan pencampuran (mixing) kedua pendekatan tersebut dalam satu penelitian. 2007).. Latar belakang historis ini setidak-tidaknya dapat dijadikan salah satu landasan untuk mencari definisi "rigid" atas tiga istilah kunci tersebut. Siapa pun yang terlibat dalam bentuk penelitian ini harus menerapkan cara pandang penelitian yang bergaya induktif. mengumPulkan data yang spesifik dari para partisipan. dan menerjemahkan kompleksitas suatu persoalan (diadaptasi dari Creswell.  Penelitian kuantitatif merupakan metode-metode untuk menguji teori-teori tertentu dengan cara meneliti hubungan antarvariabel. Variabel-variabel ini diukur -biasanya dmgan instrumen-instrumen penelitian.yang lebih lengkap). masing-masing definisi di atas memiliki titik tekannya tersendiri. hasil penelitian.

dalam merencanakan penelitian. para peneliti perlu memPertimbangkan tiga komponen penting. eksperimen) Strategi-Strategi Metode Campuran (seperti. (2) strategi penelitian yang berhubungan dengan asumsi-asumsi tersebut.penelitian dan metode-metode tertentu. dan (3) metode-metode atau prosedur-prosedur spesifik yang dapat menerjemahkan strategi tersebut ke dalam Praktik nyata. Secara detail. Penjelasan ini tentu akan mencerminkan alasan mengaPa mereka perlu memilih. yaitu: (1) asumsi-asumsi pandangan-dunia (worldview) filosofis yang mereka bawa ke dalam penelitiannya. atau metode camPuran untuk penelitian mereka.pendekatan kuaiitatif. dan Metode-Metode Penelitian . Kerangka kerja yang saya gunakan untuk menjelaskan pertemuan antara tiga komponen ini dapat dilihat pada Gambar 1. ethnografi) Strategi-Strategi Kuantitatif (seperti.1. Saya merekomendasikan agar siapa pun yang tengah mempersiapkan proposal atau rencana penelitian seyogianya memperjelas gagasan-gagasan filosofis yang mereka ekspos. Beberapa Pandangan-Dunia Filosofis Meskipun sebagian besar gagasan filosofis tersembunyi dalam sebuah penelitian (Slife & William. sekuensial) RancanganRancangan Penelitian Kualitatif Kuantitatif Metode Campuran Metode-metode Campuran Pertanyaan-pertanyaan Pengumpulan data Analisis data Interpretasi Laporan tertulis Validasi Gambar 1. StartegiStrategi Penelitian. Dalam menjelaskan pandangan-dunia filosofis. kuantitatif. peneliti setidak-tidaknya perlu menyertakan – dalam proposalnya – satu bagian khusus yang membahas sejumlah hal berikut: Beberapa PandanganDunia Filosofis Post-Positivis Konstruksi Sosial Advokasi/partisipatoris Pragmatis Strategi-Strategi Penelitian Strategi-Strategi Kualitatif (seperti. gagasan-gagasan tersebut tetap mempengaruhi praktik penelitian dan perlu diidentifikasi.1 Kerangka Kerja Rancangan Penelitian – Relasi antara Pandangan – Dunia. 1995).

Pandangan-dunia ini sering kali dipengaruhi oleh bidang keilmuan yang menjadi konsentrasi mahasiswa. atau metodologi penelitian yang telah diterima secara luas (Neuman. dan pengalaman-pengalaman penelitian sebelumnya. sains empiris. kuantitafrf. 2000).1 Empat Pandangan-Dunia Post-positivisme Determinasi Reduksionisme Observasi dan Pengujian empiris Verifikasi teori Advokasi/Partisipatoris Bersifat politis Berorientasi pada isu pemberdayaan Kolaboratif Berorientasi pada perubahan Konstruktivisme Pemahaman Makna yang beragarn dari partisipan Konstruksisosiai dan historis Penciptaan teori Pragmatisme Efek-efek tindakan Berpusat Pada masalah Bersifat Pluralistik Berorientasi pada praktik dunia-nyata                 Pandangan-Dunia Post-positivisme Asumsi-asumsi post-positivis merepresentasikan bentuk tradisional penelitian. Istilah terakhir disebut post-positivisme karena ia merepresentasikan pemikiran post-positivisme.kepercayaan para pembimbin dan pihak fakultas terhadap bidang tersebut. Pertimbangan-Pertimbangan dasar mengapa pandangan-dunia tersebut digunakan Bagaimana pandangan-dunia itu membentuk pendekatan penelitian.1. dan pragmatisme. Ada empat pandangan dunia yang akan dibahas kali ini: post-positivisme. 1998). 2000. Saya memandang pandangan-dunia sebagai orientasi umum terhadap dunia dan sifat penelitian yang dipegang kukuh oleh peneliti. yang menentang gagasan tradisional tentang kebenaran absolut ilmu . Mertens. dan metode campuran dalam penelitian mereka. 1998).   Pandangan dunia filosofis yang diusulkan dalam penelitian. epistemologi dan ontologi (Crotty. Pandangan-dunia ini terkadang disebut sebagai metode saintifik atau penelitian sains. Peneliti lain lebih suka menyebutnya paradigma (Lincoln & Guba. yang kebenarannya lebih sering disematkan untuk penelitian kuantitatif ketimbang penelitian kualitatif. 1990: 17). dan postpositivisme. Elemen-elemen penting dalam setiap pandangan dunia ini dapat dilihat dalam Tabel 1. advokasi/partisipatoris. Saya lebih memilih menggunakan istilah pandangan-dunia (worldviews) karena memiliki arti kepercayaan dasar yang memandu tindakan (Guba. Tabel 1. Unikny pandangan dunia yang dipegang kukuh oleh para peneliti tidak jarang merangkul secara kolektif pendekatan kualitatif. konstruktivisme. Ada pula yang menyebutnya sebagai penelitian positivis/post-positivis.

untuk itulah. dan Pertimbang-pertimbangan logis. 2. bukti yang dibangun dalam penelitian sering kali lemah dan tidak sempurna. bukti. kita akan menemukan sejumlah asumsi dasar yang menjadi inti dalam paradigma penelitian post-positivis. antara lain: 1. Kaum Post-positivis mempertahankan filsafat deterministik bahwa sebab-sebab (faktorfakior kausatif) sangat mungkin menentukan akibat atau hasil akhir.pengetahuan (Phillips & Burbules. muncul hukum-hukum atau teori-teori yang mengatur dunia. lalu mengumpulkan data baik yang mendukung maupun yang membantah teori tersebut. Pengetahuan dibentuk oleh data. dan Locke (Smith. peneliti mengumpulkan informasi dengan menggunakan instrumen-instrumen Pengukuran tertentu yang diisi oleh para partisipan atau dengan melakukan observasi mendalam di lokasi penelitian. Karena alasan ini pula. Filsafat kaum post-positivis juga cenderung reduksionistis yang orientasinya adalah mereduksi gagasan-gagasan besar menjadi gagasan-gagasan terpisah yang lebih kecil untuk diuji lebih lanjut. Penelitian merupakan proses membuat klaim-klaim. Newton. problemproblem yang dikaji oleh kaum post-positivis mencerminkan adanya kebutuhan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab y ang memengaruhi hasil akhir. Pengetahuan bersifat konjektural/terkaan (dan antifondasional/ddak berlandasan apa pun) bahwa kita tidak akan pernah mendapatkan kebenaran absolut. Untuk itulah. dan belakangan dikembangkan lebih lanjut oleh penulis-penulis seperti Phillips dan Burbules (2000). yang menuntut adanya pengujian dan verifikasi atas kebenaran teori-teori tersebut. kemudian menyaring sebagian klaim tersebut meniadi "klaim-klaim lain" yang kebenarannya jauh lebih kuat. dan mengakui bahwa kita tidak bisa terus menjadi "orang yang yakin/positif" pada klaim-klaim kita tentang pengetahuan ketika kita mengkaji perilaku dan tindakan manusia. Membaca buku Phillips dan Burbules (2000). 1983). Mill. Dalam perkembangan historisnya. sebagaimana yang banyak kita jumpai dalam penelitian eksperimen kuantitatif. . seperti Comte. 2000). bahkan. seorang peneliti harus mengawali penelitiannya dengan menguji teori tertentu. banyak peneliti yang berujar bahwa mereka tidak dapat membuktikan hipotesisnya. Dukheim. Dalam praktiknya. tak jarang rnereka juga gagal untuk menyangkal hipotesisnya. baru kemudian membuat perbaikan-perbaikan lanjutan sebelum dilakukan pengujian ulang. dalam metode saintifik. rnisalnya. sebagian besar penelitian kuantitatif. tradisi post-positivis ini lahir dari penulis-penulis abad XIX." Untuk itulah. seperti halnya variabelvariabel yang umumnya terdiri dari sejumlah rumusan masalah dan hipotesis penelitian.salah satu pendekatan penelitian "yang telah disepakati" oleh kaum post-positivis. Akibatnya. Pengetahuan yang berkembang melalui kacamata kaum post-positivis selalu didasarkan pada observasi dan pengujian yang sangat cermat terhadap realitas objektif yang muncul di dunia "luar sana. agar dunia ini dapat dipahami oleh manusia. selalu diawali dengan pengujian atas suatu teori. 3. Untuk itulah. melakukan observasi dan meneliti perilaku individu-individu dengan berlandaskan pada ukuran angka-angka dianggap sebagai aktivitas yang amat penting bagi kaum post-positivis.

Untuk itulah ketika melakukan penelitian. kultural. Dalam penelitian kuantitatif. para peneliti harus menguji kembali metode-metode dan kesimpulan-kesimpulan yang sekiranya mengandung bias. Salah satunya adalah pandangan-dunia konstruktivisme sosial (yang sering kali dikombinasikan dengan interpretivisme) (lihat Merters. Pandangan-Dunia Konstruktivisme Sosial Kelompok lain memiliki pandangan dunia yang berbeda. Maknamakna ini tidak sekadar dicetak untuk kemudian dibagikan kepada indiviciu-individu. dan historis mereka . agar peneliti bisa mendengarkan dengan cermat apa yang dibicarakan dan dilakukan partisipan dalam kehidupan mereka. yang biasanya tidak asli atau tidak dipakai dalam interaksi dengan orang lain. Peneliti berusaha mengandalkan sebanyak mungkin pandangan partisipan tentang situasi yang tengah diteliti.mereka harus memosisikan diri mereka sedemikian rupa seraya mengakui dengan rendah hati bahwa interpretasi mereka tidak pernah lepas dari pengalaman pribadi. penulis-penulis yang getol mengkaji paradigma konstruktivisme sosial antara lain Lincoln dan Guba (2000). Mereka mengembangkan makna-makna subjektif atas pengalaman-pengalaman mereka -makna-makna yang diarahkan pada objek-objek atau benda-benda tertentu. tetapi harus dibuat melalui interaksi dengan mereka (karena itulah dinamakan konstruktivisme sosial) dan melalui norma-norma historis dan sosial yang berlaku dalam kehidupan mereka sehari-hari.4. Dewasa ini. Penelitian harus mampu mengembangkan statemen-statemen yang relevan dan benar. Schwandt (2007. penafsiran mereka terhadap hasil penelitian. dannCrotty (1998). statemen-statemen yang dapat menjelaskan situasi yang sebenarnya atau dapat mendeskripsikan relasi kausalitas dari suatu persoalan. Untuk mengeksplorasi pandangan-pandangan ini. Para peneliti iuga perlu menyadari bahwa latar belakang dapat mempengaruhi. Semakin terbuka pertanyaan tersebut tentu akan sernakin baik. menjadi dua ispek penting yang wajib dipertimbangkan oleh peneliti. pertanyaan-pertanyaan pun perlu diajukan. untuk ituiah. 1998). dalam penelitian kuantitatif. Makna-makna subjektif ini sering kali dinegosiasi secara sosial dan historis. Pandangan-dunia ini biasanya dipandang sebagai suatu pendekatan dalam penelitian kualitatif. Aspek terpenting dalam penelitian adalah sikap objektif. standar validitas dan reliabilitas. Konstruktivisme sosial meneguhkan asumsi bahwa individu-individu selalu berusaha memahami dunia di mana mereka hidup dan bekerja. Pertayaanpertanyaan ini bisa jadi sangat luas dan umum sehingga partisipan dapat mengkonstruksi makna atas situasi tersebut. Makna-makna itu juga harus ditekankan pada kontekster tentu dimana individu-individu ini tinggal dan kerjia agar peneliti dapat memahami latar belakang historis dan kultural mereka. Gagasan konstruktivisme sosial berasal dari Mannheim dan buku-buku seperti The Social Construction of Reality-nya Berger dan Luekmann (1967) dan Naturalistic Inquiry-nya Lincoln dan Guba (1985). peneliti membuat relasi antarvariabel dan mengemukakannya dalam bentuk pertanyaan dan hipotesis' 5. Neuman (2000). Makna-makna ini pun cukup banyak dan beragam sehingga peneliti dituntut untuk lebih mencari kompleksitas pandangan-pandangan ketimbang mempersempit makna-makna meniadi sejumlah kategori dan gagasan.

Dalam konteks konnstruktivisme. Ketimbang mengawali penelitiannya dengan suatu teori (seperti dalam post-positivisme). Dalam sejarahnya.sendiri. institusi-institusi di mana mereka hidup dan bekerja. Yang menciptakan makna pada dasarnya adalah lingkungan sosial. Adapun Fay (1987). Yang ielas. seperti . Heron dan Reason (1997. dan kehidupan para peneliti sendiri. pembahasan tentang advokasi/partisipatoris (atau emansipatoris) dapat kita jumpai dalam kajian-kajian yang dilakukan oleh penulis-penulis seperti Marx. 2. yang muncul di dalam dan di luar interaksi dengan komunitas manusia. Untuk itulah. peneliti sebaiknya membuat atau mengembangkan suatu teori atau pola makna tertentu secara induktif. Mereka juga harus menafsirkan apa yang mereka cari: sebuah penafsiran yang dibentuk oleh pengalaman dan latar belakang mereka sendiri. Untut itulah. Marcuse. 2000). 3. mereka semua merasa bahwa sikap konstruktivis tidak memadai dalam menganjurkan (mengadvokasi) program aksi untuk membantu orang-orang yang termarjinalkan. pandangan-dunia ini menyutakan bahwa ada isu-isu tertentu yang perlu mendapat perhatian lebih. Habermas. dan Freire (Neuman. Proses penelitian kualitatif bersifat induktif di mana di dalamnya peneliti menciptakan makna dari data-data lapangan yang dikumpulkan. Pendekatan ini muncul sejak 1980-an hingga 1990-an dari sejumlah kalangan yang merasa bahwa asumsi-asumsi post-positivis telah rnembebankan hukum-hukum dan teori-teori struktural yang sering kali tidak sesuai dengan/tidak menyertakan individu-individu yang terpinggirkan dalam masyarakat kita atau isu-isu keadilan sosial yang memang perlu dimunculkan. Pandangan-dunia ini tampaknya memang cocok dengan penelitian kualitatif. utamanya isu-isu menyangkut kehidupan sosial dewasa ini. para peneliti kualitatif harus memahami konteks atau latar belakang partisipan mereka dengan cara mengunjungi konteks tersebut dan mengumpulkan sendiri informasi yang dibutuhkan. Manusia senantiasa terlibat dengan dunia mereka dan berusaha memahaminya berdasarkan perspektif historis dan sosial mereka sendiri – kita semua dilahirkan ke dunia makna (world of meaning) yang dianugerahkan oleh kebudayaan di sekeliling kita. yakni berusaha memaknai (atau menafsirkan) makna-makna yang dimiliki orang lain tentang dunia ini. Makna-makna dikonstruksi oleh manusia agar mereka bisa tertibat dengan dunia yang tengah mereka tafsirkan. Di samping itu. Terkait dengan konstruktivisme ini. serta Kemmis dan Wilkinson (1998) merupakan sederet penulis masa kini yang aktif mengkaji perspektif advokasi dan partisipatoris ini. namun ia juga bisa menjadi dasar untuk penelitian kuantitatif . peneliti memiliki tujuan utama. Pandangan-dunia advokasi/partisipatoris berasumsi bahwa penelitian harus dihubungkan dengan politik dan agenda politis. Crotty(1995) memperkenalkan sejumlah asumsi: 1. Pandangan-Dunia Advohasi dan Partisipatoris Terdapat kelompok lain yang memiliki asumsi-asumsi filosofis berdasarkan pada pendekatan advokasi/partisipatoris. Adorno. Para peneliti kualititif cenderung menggunakan pertanyaan-pertanyaan terbuka agar partisipan dapat mengungkapkan pandangan-pandangannya. penelitian ini pada umumnya memiiiki agenda aksi demi reformasi yang diharapkan dapat mengubah kehidupan para partisipan.

dan pengasingan. Penelitian advokasi menyediakan sarana bagi partisipan untuk menyuarakan pendapat dari hak-hak mereka yang selama ini tergadaikan. ketertindasan. Penelitian ini bersifat emansipatoris yang berarti bahwa penelitian ini membantu membebaskan manusia dari ketidakadilan-ketidakadilan yang dapat membatasi perkembangan dan determinasi diri. teori kritis. menganalisis informasi. Bahkan. pada akhir penelitian advokasi /partisipatoris. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mereka akan realitas sosial yang sebenarnya atau dapat mengusulkan suatu agenda perubahan demi memperbaiki kehidupan mereka sendiri. dan relasi kekuasaan dalam ranah pendidikan. seperti perspektif feminis. Untuk itulah. mengumpulkan data. Tindakan partisipatoris bersikap dialektis dan difokuskan untuk membawa perubahan. Untuk itulah. Meskipun penjelasan saya sejak tadi cenderung bersifat generalisasi terhadap kelornpokkelompok yang termarginalkan. penindasan. para peneliti harus bertindak secara kolaboratif agar nantinya tidak ada partisipan yang terpinggirkan dalam hasil penelitian mereka. 2. setidak-tidaknya kita perlu membaca ringkasan Kemmis dan Wilkinson (1995) tentang karakteristik-karakteristik inti dari penelitian advokasi atau partisipatoris: 1. 3. seperti pemberdayaan. para partisipan dapat membantu merancang pertanyaan-pertanyaan. dan bukan menyempurnakan penelitianpenelitian yang lain. ketidakadilan. dan perubahan-perubahan yang diinginkan. bahasa. Penelitian ini ditekankan untuk membantu individu-individu agar bebas dari kendala-kendala yang muncul dari media. Dalam penelitian ini. tidak menutup kemungkinan diintegrasikannya pandangan-dunia ini dengan perspektif-perspektif teoretis lain yang mengkonstruksi suatu gambaran tentang isu-isu/masalah-masalah yang hendak diteliti.pemberdayaan. kondisi ini akan mendorong lahirnya satu suara yang bersatu demi reformasi dan perubahan. penguasaan. aturan-aturan kerja. Tentu saja. Penelitian advokasi/partisipatoris bertujuan untuk menciptakan perdebatan dan diskusi politis untuk menciptakan perubahan. Dengan spirit inilah para peneliti advokasi/partisipatoris melibatkan para partisipan sebagai kolaborator aktif dalam penelitian mereka. dant eori disability –sejumlah perspektif teoretis ini akan dibahas lebih rinci pada Bab 3. Penelitian ini juga bersifat praktis dan kolaboratif karena ia hanya dapat sempurna jika dikolaborasikan dengan penelitian-penelitian lain. teori queer. Peneliti dapat mengawali penelitian mereka dengan salah satu dari isu-isu ini sebagai fokus penelitiannya. diskursus rasialisme. 4. atau mencari hibah-hibah penelitian. para peneliti harus memunculkan agenda aksi demi reformasi dan perubahan. orang-orang yang diselidiki. Penelitian advokasi/partisipatoris sering kali dimulai dengan satu isu penting atau sikap tertentu terhadap masalah-masalah sosial. Pandangan-dunia filosofis advokasi/partisipatoris fokus pada kebutuhan-kebutuhan suatu kelompok atau individu tertentu yang mungkin termarginalkan secara sosial. .

pragmatisme pada hakikatnya merupakan dasar filosofis untuk setiap bentuk penelitian. 4. mereka bebas untuk memilih metode-metode. 1990). Pandangan-dunia ini berpijak pada aplikasi-aplikasi dan solusi-solusi atas problem-problem yang ada (Patton. Artinya. Untuk itulah. para peneliti pragmatik lebih menekankan pada pemecahan masalah dan menggunakan semua pendekatan yang ada untuk memahami rnasalah tersebut (lihat Rossman & Wilson. Morgan (2007). 2. dalam peneiitian metode campuran. Untuk itulah. tetapi pada umumnya Pragmatisme sebagai pandangan-dunia lahir dari tindakan-tindakan. Paradigma filosofis yang satu ini memiliki banyak bentuk. para peneliti menggunakan data kuantatif dan kualitatif karena mereka meneliti untuk memiliki pemahaman yang baik terhadap masalah penelitian. Pragmatisme dapat digunakan untuk penelitian metode campuran yang di dalamnya para peneliti bisa dengan bebas melibatkan asumsi-asumsi kuantitatif dan kualitatif ketika mereka terlibat dalam sebuah penelitian. Morgan (2007). james. yang pada umumnya harus berfokus pada masalah-masalah penelitian dalam ilmu sosial humaniora. khususnya penelitian metode campuran: 1. kemudian menggunakan pendekatan yang beragam untuk memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam tentang problem-problem tersebut. situasi-situasi. 5. Berdasarkan kajian Cherryholmes (1992). Mead.Pandangan –Dunia Pragmatik Prinsip lain berasal dari kelompok pragmatis. Pragmatisme tidak hanya diterapkan untuk satu sistem filsafat atau realitas saja. Tashakkori dan Teddlie (1998). 1992). selalu kualitatif). dan konsekuensi-konsekuensi yang sudah ada. Para peneliti pragmatis selalu melihat apa dan bagaimana meneliti. Penulis-penulis kontemporer yang termasuk dalam kelompok ini antara lain Rorty (1990). para peneliti metode campuran dapat menerapkan berbagai pendekatan dalam mengumpulkan dan menganaIisis data ketimbang hanya menggunakan satu pendekatan saja (jika tidak kuantitatif. Kebenaran adalah apa yang teriadi pada saat itu. . dan pandangan saya pribadi. Kebenaran tidak didasarkan pada dualitas antara kenyataan yang berada di luar pikiran dan kenyataan yang ada dalam pikiran. dan Dewey (Cherryholmes. teknik-teknik. Dalam hal ini. sejenis alasan mengapa data kuantitatif dan kualitatif harus dicampur menjadi satu. dan Cherryholmes (1992). Murphy (1990). 1985). dan Patton (1990) menekankan pentingnya paradigma pragmatik ini bagi para peneliti metode campuran. Kaum pragmatis tidak melihat dunia sebagai kesatuan yang mutlak. 3. Patton (1990). Sebagai salah satu paradigma filosofis untuk penelitian metode campuran. dan prosedur-prosedur peneIitian yang dianggap terbaik untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan mereka. Setiap peneliti memiliki kebebasan memilih. Pragmatisme ini berawal dari kajian Peirce. seraya mengetahui apa saja akibat-akibat yang akan mereka terima –kapan dan dimana mereka harus menjalankan penelitian tersebut. dan bukan dari kondisi-kondisi sebelumnya (seperti dalam post-positivisme). para peneliti metode campuran pada umumnya selalu memiliki tujuan atas pencampuran (mixing) ini. Ketimbang berfokus pada metode-metode.

Kaum pragmatis setuju bahwa penelitian selalu muncul dalam konteks sosial. Bahkan. dan lain sebagainya. atau metode campuran untuk diterapkan. suatu pandangan teoretis yang reflektif terhadap keadilan sosial dan tujuan-tujuan politis. serta bentuk-bentuk yang berbeda dalam pengumpulan dan analisis data. Strategi-strategi tersebut hadir ketika manusia sudah mampu mengartikulasikan prosedurprosedur baru dalam melakukan penelitian ilmu sosial. kuantitatif.2 Strategl-Strategi Penetitian Alternatif Kuantitatif Kualitatif  Rancangan-rancangan  Penelitian naratif eksperimen  Fenomenologi  Rancangan-racangan  Etnografi non-eksperimen. 2007) atau metodologi penelitian (Mertens.2. pandangan-dunia yang berbeda-beda. 1983: xiv). penelitian metode campuran bisa saja beralih pada paradigma post-modern. 9. Mereka juga percaya bahwa kita harus berhenti bertanya tentang realitas dan hukum-hukum alam (Cherryholmes. "mereka sepertinya ingin mengubah subjek" (Rorty. bagi para peneliti metode campuran. Pilihlah salah satu dari strategi-strategi penelitian yang sering kali digunakan dalam ilmu sosial. mereka juga harus menentukan jenis penelitian dalam tiga pilihan tersebut. dan10. seperti yang akan saya jelaskan dalam Bab 8. kuantitatif. Untuk itulah. 8. Tabel 1. dan metode campuran yang menetapkan prosedur-prosedur khusus dalam penelitian. 7. Ringkasan strategi-strategi tersebut dapat dilihat dalam Tabel 1. 1992). Dalam hal ini. 1998). Kaum pragmatis percaya akan dunia eksternal yang berada di luar pikiran sebagaimana yang berada di dalam pikiran manusia. saya hanya akan memperkenalkan strategi-strategi ini yang nantinya akan dijelaskan lebih rinci –lengkap dengan contoh-contohnya— di sepanjang buku ini. historis. Strategi-strategi penelitian merupakan jenis-jenis rancangan peneIitian kualitatif. Di sini. Beberapa orang menyebut strategi penelitian dengan istilah pendekatan peneiitian (Creswell. Strategi-strategi yang tersedia bagi peneliti sebenamya sudah muncul bertahun-tahun lalu saat teknologi komputer telah mempercepat aktivitas kita dalam menganalisis data-data yang rurnit. Strategi-Strategi Penelitian Para peneliti hendaknya jangan hanya memilih penelitian kualitatif. politis. pragmatisme dapat membuka pintu untuk menerapkan metode-metode yang beragam. seperti  Grounded theory metode survei  Studi kasus    Metode Campuran Sekuensial Konkuren Transformatif .6. dan asumsi-asumsi yang bervariasi.

sikap. Namun.1998) memperkenalkan prosedur-prosedur untuk peneliti grounded theory. 2001).  Penelitian survei berusaha memaparkan secara kuantitatif kecenderungan. strategi-strategi kuantitatif sudah melibatkan eksperimen-eksperimen yang lebih kompleks dengan semua variabei dan treatment-nya (seperti rancangan faktorial dan rancangan repeated measure). Moustakas (1994) juga telah membahas doktrin-doktrin filosofis dan prosedur-prosedur dalam metode fenomenologi. Strategi-strategi ini meliputi eksperimeh-eksperimen nyata. Pengaruh ini dinilai dengan cara menerapkan treatment tertentu pada satu kelompok (sering disebut kelompok treatment. Strategi-Strategi Kualitatif Untuk penelitian kualitatif. strategi-strateginya sudah mulai bermunculan sepanjang tahun 1990-an dan memasuki abad XX. yakni survei dan eksperimen. Bahkan. & Heward. dewasa ini. 1963). Heron. atau opini dari suatu populasi tertentu dengan meneliti satu sampel dari populasi tersebut. Wolcott (1999) menjabarkan prosedur-prosedur etnografis. Penelitian ini meliputi studi-studi cross-sectional dan longitudinal yang menggunakan kuesioner atau wawancara terencana dalam pengumpulan data.  Penelitian eksperimen berusaha menentukan apakah suatu treatment memengaruhi hasil sebuah penelitian. eksperimen-eksperimen yang kurang rigid yang sering disebut dengan kuasi-eksperimen dan penelitian korelasional (Campbell & Stanley. Strategi-strategi kuantitatif juga meliputi model-model persamaan struktural yang sedikit rumit. . sedangkan Strauss dan Corbin (1990. dan Stake (1995) merekomendasikan sejumlah proses yang harus dilakukan dalam penelitian studi kasus. Misalnya. penj. Clandinin dan Connelly (2000) telah membuat deskripsi komprehensif tentang apa yang harus dilakukan oleh seorang peneliti naratif. Dalam buku ini. 1990). yang biasanya menyertakan metode-metode kausalitas dan identifikasi kekuatan variabel-variabel ganda. Penj. dengan tujuan untuk menggeneralisasi populasi berdasarkan sampel yang sudah ditentukan (Babbie.) dan tidak menerapkannya pada kelompok yang lain (sering disebut kelompok kontrol.1995). dan kuasi-eksperimen dengan prosedur-prosedur non-acak (Keepel 1991). saya hanya fokus pada dua strategi penelitian kuantitatif. 1987. Neuman & McCormick.).Strategi-strategi Kuantitatif Selama akhir abad XIX dan awal abad XX. Penelitian ini mencakup eksperimen-aktual dengan penugasan acak (random assignmenf) atas subjek-subjek yang di-treatment dalam kondisi-kondisi tertentu. strategi-strategi penelitian yang berkaitan dengan rancangan kuantitatif selalu meIibatkan pandangan-dunia post-positivis. Ialu menentukan bagaimana dua kelompok tersebut menentukan hasil akhir. pendekatanpendekatan di dalam penelitian kualitatif tertentu sudah memiliki prosedur-prosedur yang lengkap dan jelas. Termasuk dalam kuasi-eksperimen adalah rancangan single-subiect. dan eksperimen-eksperimen single-subject (Cooper. Tidak sedikit buku yang telah membahas strategi kualitatif ini (seperti 19 strategi yang diperkenalkan oleh Wolcott.

data observasi. atau sekelompok individu. Strauss dan Corbin. 1995).  Fenomenologi merupakan strategi penelitian di mana di dalamnya peneliti mengidentifikasi hakikat pengalaman manusia tentang suatu fenomena tertentu. Proses penelitiannya fleksibel dan biasanya berkembang sesuai kondisi dalam merespons kenyataan-kenyataan hidup yang dijumpai di lapangan (LeCompte & Schensul. 1998). peristiwa.2004). 1999). sekaligus memperkenalkan bahwa pendekatan-pendekatan seperti penelitian partisipatoris (Kemmis & Wilkinson. 1990. Kasus-kasus dibatasi oleh waktu dan aktivitas. yaitu: (1) perbandingan yang konstan antara data dan kategori-kategori yang muncul dan (2) pengambilan contoh secara teoretis (teoretical sampling) atas kelompok-kelompok yang berbeda untuk memaksimalkan kesamaan dan perbedaan informasi. .Dalam buku ini. Dalam Proses ini.  Grounded theory nterupakan strategi penelitian yang di dalamnya peneliti "memproduksi" teori umum dan abstrak dari suatu proses.  Studi kasus merupakan strategi penelitian dimana didalamnya peneliti menyeliki secara cermat suatu program. dan pendekatan-pendekatan lain yang tidak disebutkan (lihat Creswell. Rancangan ini memiliki dua karakteristik utama. analisis wacana (Cheek. peneliti mengesampingkan terlebih dahulu pengalaman-pengalaman pribadinya agar ia dapat memahami pengalaman-pengalaman partisipan yang ia teiiti (Nieswiadomy.  Naratif merupakan strategi penelitian di mana di dalamnya peneliti menyelidiki kehidupan individu-individu dan meminta seorang atau sekolompok individu untuk menceritakan kehidupan mereka. atau interaksi tertentu yang berasal dari pandangan-pandangan partisipan. 1994). aksi. dan data wawancara (creswell. 2006. 2007b) juga dapat menjadi cara-cara yang memadai di dalam melakukan penelitian kualitatif:  Etnografi merupakan salah satu strategi penelitian kualitatif yang di dalamnya peneliti menyelidiki suatu kelompok kebudayaan di lingkungan yang alamiah dalam periode waktu yang cukup lama dalam dalam pengumpulan data utama.2000).1993). 2007b). Di akhir tahap penelitian. 1998). proses. Informasi ini kemudian diceritakan kembali oleh peneliti dalam kronologi naratif. dan peneliti mengumpulkan informasi secara lengkap dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data berdasarkan waktu yang telah ditentukan (Stake. Rancangan ini mengharuskan peneliti untuk menjalani sejumlah tahap pengumpulan data dan penyaringan kategori-kategori atas informasi yang diperoleh (Charmaz. aktivitas. saya sudah menyajikan ilustrasi-ilustrasi berdasarkan strategi-strategi di atas. Memahami pengalamanpengalaman hidup manusia menjadikan filsafat fenomenologi sebagai suatu metode penelitian yang prosedur-prosedurnya mengharuskan peneliti untuk mengkaji sejumlah subjek dengan terlibat secara langsung dan relatif lama di dalamnya untuk mengembangkan pola-pola dan relasi-relasi makna (Moustakas. peneliti harus menggabungkan dengan gaya naratif pandangan-pandangannya tentang kehidupan partisipan dengan pandangan-pandangannya tentang kehidupan peneliti sendiri (Clandinin & Connelly.

metode konvergensi. 2007). misalnya. hasil-hasil dari satu metode dapat membantu metode yang lain. Pada awal 1990-an. dan metode kombinasi (Creswell & Plano Clark. banyak orang yang kemudian mencampur metode-metode sekaligus pendekatan-pendekatan yang berhubungan dengan metode-metode tersebut. Konsep untuk "mencampur metode-metode yang berbeda" ini pada hakikatnya muncul pada 1959 ketika Campbell dan Fisk menggunakan metode-jamak (multimethods) dalam meneliti kebenaran watak-watak psikologis. komunitas gay dan lesbian. dan mereka yang miskin/lemah (Mertens' 2003). orang-orang difabel. 1998). data kualitatif dan kuantitatif dapat disatukan menjadi satu database besar yang bisa digunakan secara berdampingan untuk memperkuat satu sama lain (misalnya. kombinasi dua metode tersebut dapat diterapkan untuk mencapai tujuan-tujuan yang luas dan transformatif. para peneliti metode campuran pun akhirnya meyakini bahwa bias-bias yang muncul dalam satu metode dapat menetralisasi atau menghilangkan bias-bias dalam metode metode yang lain. Secara khusus. Misalnya. utamanya dalam mengidentifikasi para partisipan yang diteliti atau pertanyaanpertanyaan yang diajukan (Thashakkori & Teddlie. dalam mengadvokasi kelompok-kelompok marginal. gagasan "pencampuran" (mixing) ini mulai beralih dari yang awalnya hanya berusaha mencari-cari konvergensi menuju usaha penggabungan yang sebenarnya antara data kuantitatif dan data kualitatif. lalu diikuti . Mereka kemudian mendorong orang lain menggunakan matriks metode-jamak mereka untuk menguji kemungkinan digunakannya pendekatan-jamak (muttiple approaches) dalam pengumpulan data penelitian. seperti multi-metode. seperti perempuan. misalnya. mereka menggabungkan metode observasi dan wawancara (data kualitatif) dengan metode survei tradisional (data kuantitatif) (Sieber. 2003) . Selain itu. 1973).Strategi-Strategi Metode Campuran Strategi-strategi metode campuran sebenamya kurang populer dibanding dua strategi sebelumnya (kuantitatif dan kualitatif). ada tiga strategi metode campuran dan sejumlah variasinya yang akan diilustrasikan dalam buku ini:  Strategi metode campuran sekuensial/bertahap (sequential mixed methods) merupakan prosedur-prosedur di mana di dalamnya peneliti berusaha menggabungkan atau memperluas penemuan-penernuannya yang diperoleh dari satu metode dengan penemuan-penemuannya dari metode yang lain. Strategi ini dapat dilakukan dengan melakukan interview kualitatif terlebih dahulu untuk mendapatkan penjelasan-penjelasan yang memadai. metode terintegrasi. Dimungkinkannya sejumlah metode dicampur "jadi satu" telah rnenuntun para pakar untuk mengembangkan prosedur-prosedur penelitian berdasarkan metode campuran. 2007). istilah-istilah untuk menyebut rancangan metode campuran pun sangat beragam. Triangulasi sumber-sumber data (triangulasi of data resourcers) –suatu metode dalam mencari konvergensi antara metode kualitatif dan metode kuantitatif—pun muncul (Jick. Hingga saat ini. 1979). Dengan menyadari bahwa setiap metode pasti memiliki kekurangan dan keterbatasan. Jika tidak. kuota kualitatif dapat mendukung hasi-hasil statistik)(Creswell & Plano Clark. Berawal dari inilah. minoritas etnik/ras. yang memiliki prosedur-prosedurnya masing-masing (Tashakkori & Teddlie.

peneliti perlu mempertimbangkan sejumlah metode pengumpulan data dan mengatumya secara sisternatis. metode kuantitatif dapat diterapkan untuk mengetahui hasil akhir). data dokumentasi. Perspektif inilah yang akan menyediakan kerangka kerja untuk topik penelitian. dan data audio-visual Analisis tekstual dan  . dan Metode Kualitatif Metode Kuantitatif  Metode Campuran  Metode Kualitatif    Bersifat Pre-determined (sudah ditentukan sebelumnya) Perianyaan-Pertanyaan Yang didasarkan Pada instrumen penelitian Data Performa. data observasi. kemudian menggabungkannya menjadi satu informasi dalam interpretasi hasil keseluruhan. fungsi metode tersebut saat peneliti menggunakan pertanyaan tertutup dan terbuka. peneliti mengumpulkan dua jenis data tersebut pada satu waktu.3. penelitian ini dapat dimulai dari metode kuantitatif terlebih dahulu dengan menguji suatu teori atau konsep tertentu. dan fokus metode tersebut pada analisis data yang numerik atau non-numerik. data sikap. data observasi. Metodemetode ini akan dijelaskan lebih lanjut dalam Bab 8 hingga 10. dalam strategi ini peneliti dapat memasukkan satu jenis data yang lebih kecil ke dalam sekumpulan data yang lebih besar untuk menganalisis jenis-jenis pertanyaan yang berbeda-beda (misalnya. Dalam strategi ini. metode-metode untuk pengumpulan data. analisis. Bahkan. Jika tidak. dan interpretasi data. Jika tidak. Seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 1. jika metode kualitatif diterapkan untuk melaksanakan penelitian. Metode-Metode Penelitian Komponen ketiga dalam kerangka kerja penelitian adalah metode-metode penelitian spesifik yang berkaitan dengan strategi pengumpulan.  denganmetode survei kuantitatif dengan sejumlah sampel untuk memperoleh hasil umum dari suatu populasi. Strategi metode campuran konkuren/satu waktu (concurrent mixed metlnds) merupakan prosedur-prosedur di mana di dalamnya peneliti mempertemukan atau menyatukan data kuantitatif dan data kualitatif untuk memperoleh analisis kornprehensif atas masalah penelitian. misalnya berdasarkan level metode tersebut atas sifat objek penelitian. Tabel 1. dan hasil-hasil atau perubahan-perubahan yang diharapkan. Metode Campuran. dan data sensus      Bersifat Pre-determined dan berkembang dinamis Pertanyaan-pertanyaan Terbuka dan pertanyaanpertanyaan tertutup Bentuk-bentuk data berganda Yang tebuka Pada Kemungkinan   Berkembang dinamis Pertanyaan-pertanyaan terbuka Data wawancara. Prosedur metode campuran transformatif (transformative mixed methods) merupakan prosedur-prosedur di mana di dalamnya peneliti menggunakan kacamata teoretis (lihat Bab 3) sebagai perspektif overaching yang di dalamnya terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif. perspektif ini bisa digunakan peneliti sebagai metode pengumpulan data secara sekuensial ataupun konkuren. kemudian diikuti dengan metode kualitatif dengan mengeksplorasi sejumlah kasus dan individu.3 Metode Kuantitafif.

dalam kasus metode campuran. apakah peneliti ingin menafsirkan. dan ditafsirkan secara bersama-sama. Dalam sejumlah penelitian. dan metode) berkombinasi dalam satu skenario penelitian: . apakah peneliti bermaksud untuk menggali informasi yang diinginkan atau membiarkannya muncul begitu saja dari para partisipan. semuanya turut menentukan apakah suatu rancangan penelitian akan cenderung kuantitatif. STRATEGI. dianalisis. atau data sensus dapat diikuti dengan wawancara mendalam. akan digambarkan bagaimana ketiga elemen ini (pandangan-dunia. Berikut ini. peneliti membuat inferensi/kesimpulan antara data kuantitatif dan data kualitatif. DAN METODE Pandangan-dunia. Pemilihan metode ini pada akhirnya haruslah disesuaikan dengan maksud peneliti. strategi. dan metode. Tabel ini juga menyertakan praktik-praktik dari tiga pendekatan yang akan dijelaskan secara lebih rinci dalambab-bab selanjutnya di buku ini. apakah peneliti ingin menganalisis jenis data berupa informasi numerik yang dikumpulkan dari instrumen penelitian atau informasi teks yang dikumpulkan dari rekaman hasil pembicaraan dengan partisipan. Di sisi lain.4 menyajikan perbedaanperbedaan yang mungkin berguna bagi para peneliti dalam memilih suatu pendekatan penelitian. strategi. Data instrumen dapat dilengkapi dengan observasi-terbuka. observasi atas seorang pekerja yang terlibat dalam keterampilan yang kompleks). pertanyaanpertanyaan tentang harga diri) atau mengumpulan informasi dengan bantuan checklist perilaku (seperti. hasil-hasil statistik atau mereka ingin menafsirkan kecenderungan-kecenderungan atau pola-pola umum yang muncul dari data penelitian. RANCANGAN PENELITIAN SEBAGAI PANDANGAN-DUNIA. Atau. data kuantitaiif dan kualitatif bisa saja dikumpulkan. pola-pola Peneliti mengumpulkan data dengan bantuan instrumen atau tes (seperti. pengumpulan data juga bisa melibatkan peneliti untuk mengunjungi secara langsung tempat penelitian dan mengobservasi perilaku individu-individu di dalamnya tanpa ada pertanyaan yang disediakan sebelumnya atau melakukan wawan cara secara aktif atas individu-individu tersebut agar dapat mengungkapkan gagasannya tentang topik penelitian. Tabel 1. Akan tetapi. kualitatif. Atau. atau campuran.  Analisis statistik Lnterpretasi statistik   kemungkinan lain Analisis statistik dan analisis tekstual Lintas-interpretasi database  gambar Lnterpretasi tema-tema. tanpa harus menyediakan pertanyaan-pertariyaan yang spesifik.

data tekstual dan sebelumnya).  Survei dan  Sekuensial. analisis data kuantitatif dandata kualitatif  Menerapkan  Posisi-posisi dia  Menguji atau  Mengumpulkan praktik-praktik memverifikasi data kuantitatif penelitian ini teori atau dan data kualitatif Penjelasan  Mengumpulkan  Membuat makna dari para rasinalisasi atas  Mengidentifikasi partisipan variabel-variabel dicampurnya dua yang akan diteliti data  Fokus pada satu konsep atau  Menghubungkan  Menggabungkan fenomenon variabel-variabel data pada tahapdalam rumusan tahap penelitian  Membawa nilaimasalah dan yang berbeda nilai pribadi ke hipotesis dalam penelitian  Menyajikan penelitian gambaran visual  Meneliti konteks tentang prosedur Menggunakan atau setting standar-standar prosedur partisipan validitas dan  Menerapkan  Menvalidasi akurasi reliabilitas praktik-praktik penemuan Mengobservasi kuantitatif dan penemuan dan mengukur kualitatif  Menginterpretasi . eksprimen konkuren.4 Pendekatan-Pendekatan Kualitatif. Kuantitatif. data dinamis gambar berupa angka(emerging) dan angka sudah ditentukan sebelumnya (predetermined). Pertanyaan pertanyaa pendekatanterbuka. strategi-strategi grounded theory.  yang terbuka dan Pendekatan yang pendekatantertutup. studi transformatif kasus. dan penelitian ini etnografi.Tabel 1. dan Metode Campuran Pendekatan Pendekatan Pendekatan Metode Kecenderungan Kualitatif Kuantitatif Campuran  Menggunakan  Klaim-klaim  Klaim-klaim  Klaim-klaim asumsi-asumsi Pengetahuan pengetahuan Postpengetahuan filosofis ini konstruktivis/advok positivis pragmatis asi/ Partisipatoris  Menerapkan  Fenomenologi. dan naratif   Menerapkan  Pertanyaan Pertanyaan Pertanyaanmetode-metode ini Pertanyaan lerbuka. berkembang pendekatan yang pendekatandinamis predetermined  pendekatan yang (fleksibel/emerging (sudah ditentukan berkembang ).

Individuindividu ini kemudian diwawancarai untuk mengetahui bagaimana mereka secara pribadi mengalami penindasan dan marginalisasi.  Penelitian kualitatif –pandangan-dunia partisipatoris. Penelitian ini dapat dimulai dengan survei secara luas .danpost-test perilaku Dalam skenario ini. peneliti kuantitatif menguji suatu teori dengan cara memerinci hipotesis-hipotesis yang spesifik. lalu meneliti bagaimana komunitas tersebut mengembangkan pola-pola perilaku yang berbeda dalam satu waktu. Strategi eksperimen diterapkan untuk menilai perilakuperilaku. sedangkan informasiinformasi dianalisis dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik dan penguiian hipotesis. Misalnya. strategi penelitian eksperimen. dan metode pre. strategi naratif. peneliti kuatitatif berusaha membangun makna tentang suatu fenomena berdasarkan pandangan-pandangan dari para partisipan.  Penelitian metode campuran –pandangan-dunia pragmatis. dan metode wawancara terbuka Untuk penelitian yang satu ini. Untuk meneliti isu ini. baik sebelum maupun sesudah proses eksperimen. peneliti menerapkan strategi etnografis dengan berusaha mengidentifikasi suatu komunitas culture-sharing. peneliti berusaha menyelidiki suatu isu yang berhubungan dengan marginalisasi individu-individu tertentu. strategi etnografis.data  Membuat agenda perubahan atau reformasi  Berkolaborasi dengan partisipan informasi secara numerik (angkaangka)  Menerapkan pendekatanpendekatan yang bebas-bias  Menerapkan prosedur-prosedur statistik  Penelitian kuantitatif –pandangan-dunia post-positivis. cerita-cerita dikumpulkan dari individu-individu tersebut dengan menggunakan pendekatan naratif . lalu mengumpulkan data-data untuk mendukung atau membantah hipotesis-hipotesis tersebut. Data-data dikumpulkan dengan bantuan instrumen khusus yang dirancang untuk rnenilai perilaku-perilaku.  Penelitian kualitatif –pandangan-dunia konstruktivis. strategi/metode pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif secara sekuensial Peneliti dengan metode campuran ini melakukan suatu penelitian dengan asumsi bahwa mengumpulkan berbagai jenis data yang dianggap terbaik dapat memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang masalah yang diteliti. dan metode observasi perilaku Dalam hal ini. Salah satu metode pengumpulan data untuk strategi semacam ini adalah dengan mengobservasi perilaku para partisipan dengan cara terlibat langsung dalarn aktivitas-aktivitas mereka.

dan target pembaca juga perlu dipertimbangkan oleh peneliti dalam memilih rancangan penelitian yang tepat. dan metode campuran memiliki kemungkinan yang sama untuk diterapkan. Misalnya. pengumpulan data kuantitatif yang tertutup dan data kualitatif yang terbuka. misalnya. peneliti bisa melakukan survei terlebih dahulu pada sejumlah besar individu. (b) fungsi keterlibatan. Jika tidak. Misalnya. Pendekatan metode campuran sangatlah berguna. dan topik baru ini tidak pernah dibahas dengan sampel atau sekelompok individu tertentu. dilakukan wawancara kualitatif secara terbuka agar dapat mengumpulkan pandangan-pandangan dari partisipan. kuantitatif. Masalah Penelitian Masalah penelitian. kemudian menguji variabel-variabel ini berdasarkan sampel individu yang luas. masalah diskriminasi ras). Lalu. haruslah masalah yang benar-benar perlu dibahas (seperti. strategi. karena ada topik yang baru. peneliti tersebut terlebih dahulu harus mempelaiari variabel-variabel apa yang akan diteliti. . Pendekatan ini juga layak diterapkan untuk menguji suatu teori atau pernyataan. Dalam penelitian ini. benar-benar diperlukan. dan berguna bagi peneliti-peneliti yang tidak mengetahui bagaimana menguji variabel-variabel. jika masalah ini mengharuskan (a) identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hasil. Di sisi lain.agar dapat dilakukan generalisasi terhadap hasil penelitian dari populasi yang telah ditentukan. dan metode). karena sedikitnya penelitian yang membahas fenomena/konsep tersebut—berarti pendekatan kualitatif dapat dipilih sebagai jalan terbaik. atau ingin mengembangkan pandangan yang detail mengenai makna suatu fenomena atau konsep tertentu. pengalaman-pengalaman pribadi. atau (c) pemahaman prediksi hasil. Dalam kondisi seperti inilah. Alhasil. kemudian menindaklanjuti dengan sejumlah partisipan saja untuk memperoleh pandangan mereka tentang topik penelitian. KRITERIA DALAM MEMILIH RANCANGAN PENELITIAN Pendekatan kualitatif. jika ada suatu konsep atau fenomena yang perlu dipahami –misalnya. yang akan dijelaskan lebih rinci pada Bab 5. 1991). seorang peneliti mungkin sjia ingin melakukan generalisasi terhadap penemuan-penemuannya atas populasi yang ada. keduanya pun harus digabung agar mampu memahami masalah yang tengah diteliti. pendekatan kuantitatif menjadi pilihan terbaik. atau karena teori-teori yang ada selama ini belum diterapkan sebagai landasan untuk meneliti sampel atau sekelompok individu yang diteliti (Morse. Jenis pendekatan ini juga bisa berguna. masalah penelitian. Kemudian. pada tahap selanjutnya. Masalah-masalah sosial tertentu terkadang turut menentukan pendekatan penelitian yang digunakan. Pendekatan kualitatif bersifat eksploratif. utamanya ketika pendekatan kuantitatif atau pendekatan kualitatif dirasa tidak memadai untuk memahami masalah yang diteliti. faktor-faktor apa saja yang dapat memengaruhi seseorang untuk lebih memilih satu pendekatan tertentu ketimbang pendekaian lain untuk proposal penelitiannya? Selain ketiga komponen di atas (pandangan-dunia.

dan aturan yang dibuat untuk penelitian tersebut. penulisan saintifik. atau metode campuran ini dapat membantu mahasiswa untuk menentukan pilihan mereka. seseorang yang terbiasa dengan penelitian kuantitatif dan kualitatif sangat mungkin akan memilih metode campuran. kualitatif. peserta seminar. dia memiliki waktu dan sumber yang memadai untuk mengumpulkan data-clata kuantitatif dan kualitatif. dan komputer. Namun. statistik. Sejak penelitian kuantitatif menjadi gaya penelitian tradisional. atau keinginan untuk menciptakan kelompok masyarakat yang lebih baik bagi mereka dan yang lainnya. Seseorang yang terbiasa dilatih dalam program-program teknik. Penelitian semacam ini juga memungkinkan munculnya tulisan-tulisan yang lebih kreatif dan bergaya sastrawi: suatu gaya yang sebagian orang lebih menyukainya. serta memiliki outlet untuk menerapkan metode campuran yang jangkauannya cenderung luas. mungkin akan lebih tergerak untuk menggunakan pendekatan kualitatif. dewan perguruan tinggi. . Bagi para peneliti dengan metode campuran. proyek ini bisa saja menyita banyak waktu karena mereka dituntut untuk mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif dan kualitatif sekaligus. pendekatan-pendekatan kualitatif diyakini menyediakan ruang inovasi yang lebih besar bagi kerangka kerja penelitian. misalnya. pembaca jumal. penelitian dengan metode campuran ini hanya sesuai bagi seorang peneliti yang merasa nyaman dengan struktur penelitian kualitatif yang cenderung rigid dan fleksibilitas penelitian kualitatif yang cenderung adaptif. Biasanya. Untuk para penulis advokasi/partisipatoris. ia cenderung akan memilih rancangan kuantitatif. tak dapat disangkal ada dorongan yang kuat untuk mengejar topik yang memang sesuai dengan minat pribadi –isu-isu yang berhubungan dengan orang-orang marginal. peneliti menulis laporan penelitian yang benar-benar bisa diterima oleh para pembaca. bagi sebagian yang lain. Mahasiswa seharusnya mempertimbangkan pendekatan-pendekatan yang sudah biasa direstui dan digunakan oleh para pembimbing mereka. Apalagi. Sebagian orang mungkin saja lebih nyaman dengan prosedur-prosedur penelitian kuantitatif yang sangat sistematis ini. Di sisi lain. serta terbiasa membaca jumal-jurnal kuantitatif di perpustakaan. atau rekan-rekan satu bidang ilmu pengetahuan. seseorang yang sudah nyaman menulis buku atau melakukan wawancara pribadi dan observasi. Pembaca-pernbaca ini bisa jadi editor jurnal. Artinya. Pembaca yang telah berpengalaman dengan penelitian kuantitatif. Pembaca Pada akhirnya.Pengalaman-Pengalaman Pribadi Pengalaman pribadi juga turut memengaruhi para peneliti dalam memilih pendekatan yang akan mereka terapkan. Namun. hal ini justru kurang comfortable karena tidak dapat beradaptasi dengan keinginan sejumlah fakultas yang memang memiliki basis pendekatan kualitatif dan advokasi/partisipatoris dalam penelitian-penelitiannya. banyak prosedur.

kuantitatif. dan metode-metode penelitian. dan metode yang telah Anda pilih.1. Rancangan ini dipilih berdasarkan pandangan-dniia atau asumsi-asumsi filosofis tentang suatu penelitian. Cherryholmes menegaskan bahwa pragmatisme digerakkan oleh konsekuensi-konsekuensi yang telah terduga. 14. peneliti perlu menentukan apakah mereka akan menggunakan rancangan kualitatif. kualitatif. "Notes on Pragmatism and scientific Realism. 2. Lalu. Pilihan atas suatu rancangan penelitian biasanya dipengaruhi oleh masalah penelitian yang akan diteliti. strategi penelitian. atau metode campuran. (Agustus-September.strategi-strategi penelitian. Apa yang membedakan penelitian kuantitatif dari pnelitian kualitatif? Jelaskan (minimal) tiga karakteristik pembedanya! BACAAN TAMBAHAN Cherryholmes. 3. Gambar 1." dalam Educational Researcher. Cariiah rumusan masalah penelitian dalam sebuah artikel jurnal dan jelaskan rancangan apa yang terbaik untuk meneliti pertanyaan tersebut. Kelebihan artikel ini terletak pada sumber kutipannya yang cukup memadai dari para penulis pragmatisme dan klarifikasinya tentang satu versi pragmatisme. 1992). tentukanlah apakah proyek tersebut akan didesain menjadi penelitian kuantitatif. dan dengan menggunakan pandangan-dunia. C. Cleo Cherryholmes menjelaskan pragmatisme sebagai suatu perspektif yang berbeda dengan realisme saintifik.H. Pikirkanlah satu topik yang ingin Anda teliti. Latihan Menulis 1. strategi. berikut alasanalasannya. LATIHAN MENULIS . dan metode penelitian seperti yang tertera pada. keengganan utuk rnenceritakan kisah yang sebenarnya.RINGKASAN Dalam merencanakan suatu proyek penelitian. dan target pembaca yang diharapkan akan membaca hasil penelitian tersebut. dan sekumpulan gagasan yang menyatakan bahwa ada dunia eksternal yang berada di luar pikiran kita. 13-17). pengalaman-pengalaman pribadi dari si peneliti. Selain itu. atau metode campuran. buatlah satu proyek penelitian yang berbasis pada satu pandangan-dunia. (hlm. artikel itu juga menyertakan beragam referensi dari para penulis –mulai dari yang klasik hingga modern—yang berfokus pada pragmatisme sebagai prinsip filosofis.

S.). dan metodologis (seperti. S. Atweh. berjudul "The Meanings of Methodology. The Sage Handbooko f Qualitative Research. konstruktivisme. Thousand Oaks. dan partisipatoris. dan metode-metode penelitian sosial. penelitian kritis. (2000).S. Singkatnya. "Participatory Action Research and The Study of Practice. (hlm. Crotty lalu beralih menjelaskan enam perbedaan orientasi teoretis dalam penelitian-penelitian sosial. Lawrence Neuman menulis buku ―pengantar‖ komprehensif tentang metode penelitian untuk ilmu-ilmu sosial. teori kritis. and Emerging Confluences. epistemologis (seperti. Contradictions. Yang secara khusus berguna bagi pemahaman kita tentang makna-makna metodologi terdapat pada Bab 4.. Lincoln.Crotty. Kemmis. interpretativisme.K. Neuman. metodologi. lalu ia menampilkan sebuah tabel berisi metode representatif pengambilan sampel (sampling) atas topik-topik yang ada dalam setiap komponen tersebut." dalam N. Setelah menjelaskan lima pendekatan ini. Kemmis." dalam B. Nueman membedakan . bagaimana kita mengenali pengetahuan kita). (2005). perspektif-perspektif teoretis. E.G. Thousand Oaks. proses penelitian). (1998). CA: Sage. Paradigma partisipatoris menjadi paradigma alternatif tambahan yang kehadirannya baru muncul pada edisi kedua buku ini. seperti sifat pengetahuan bagaimana pengetahuan bertambah.S. 191-215). Michael Crotty menawarkan kerangka penting unttrk mengikat secara bersama isu-isu epistemologis. Stephen Kemmis dan Mervyn Wilkinson menyajikan satu ringkasan apik tentang penelitian partisipatoris. & Lincoln. feminisme. M. dan kelayakan atau kriteria mutu." Dalam bab ini.L. & P. "Paradigmatic Controversies. seperti post-modernisme. Y. lalu menjabarkan bagaimana penelitian ini dipraktikkan dalam ranah individu. konstruktivisme. dan kedua-duanya. Yvonna Lincoln and Egon Guba menjelaskan prinsip-prinsip dasar dari lima paradigma penelitian ilmu sosial: positivisme/Post-positivisme.menghubungkan empat komponen ini dalam suatu proses penelitian. Denzin & Y. W. Guba. Weeks (ed. M. The Foundations of Social Research: Meaning and Perspective in the Research Process.. (hlm. mereka menjelaskan enam keunggulan utama penelitian aksi partisipatoris (participatory action research). substansi realitas). Action Research in Practice: Partnerships for social Justice in Education. New York: Routledge. mereka kemudian membedakannya berdasarkan tujuh isu utama. Boston: Allyn & Bacon. 21-36). CA: Sage. (1998). Penielasan ini memperluas kembali analisis yang sudah disajikan dalam edisi pertama dan kedua Handbook tersebut. Masing-masing paradigma disajikan secara ontologis (seperti. dan positivisme. & Wilkinson. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches. sosial. Crotty .

MD: Rowrnan & Littlefield. N. (2000)." mereka menjelaskan ide-ide utama dalam postpositivisme. Post positivism and Educational Research.C. Phillips. apa saja yang turut membentuk penjelasan atau teori realitas sosial? epa kira-kira manfaat dari bukti atau informasi faktual?). dan bahwa kepastian kita sebelumnya akan suatu pengetahuan dapat terbantahkan dalam proses penelitian selanjutnya. D. Melalui dua bab sekaligus. dan ilmu sosial kritis—berdasarkan delapan pertanyaan (misalnya. khususnya ide-ide yang membuat aliran ini berbeda dengan aliran positivisme.C. & Burbules. ilmu ilmu sosial interpretif.C. "What is Postpositivism?" dan "Philosophical Commitments of Postpositivist Researchers. . D. Phillips dan Nicholas Burbules merangkum gagasan-gagasan penting pemikiran postpositivisme. Postpositivisme menegaskan bahwa pengetahuan manusia pada hakikatnya lebih bersifat spekulatif ketimbang normatif..tiga metodologi –ilmu sosial positivis. Lanham.

tujuan-tujuan utama dilakukannya tinjauan pustaka dalam penelltian." atau "tekanan psikologis. Topik adalah subjek atau materi subjek penelitian. kuantitatif." "kreativitas organisasi. Bab ini masih tetap membahas hal-hal yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu oleh peneliti sebelum meluncurkan (proposal) penelitian. seorang peneliti juga perlu melakukan tinjauan pustaka terkait dengan topik penelitiannya. ada beberapa cara untuk memperoleh pemahaman mengenai topik penelitian (dengan asumsi bahwa topik ini harus dipilih sendiri oleh si peneliti dan bukan oleh pembimbing). Tinjauan pustaka juga akan memberikan pengetahuan luas bagi peneliti dalam membatasi ruang lingkup penelitiannya. Menurut saya. dan prinsip-prinsip penting dalam merancang tinjauan pustaka untuk penelitian kualitatif. saya akan membahas bagaimana memilih dan menulis suatu topik yang menjadi fokus penelitian. Topik inilah yang nantinya akan menjadi gagasan utama yang harus dipelajari dan dieksplorasi oleh peneliti. Selanjutnya. 1992). Saya terkejut ketika menjumpai banyak peneliti yang sering kali gagal merancang judul awal untuk proyek penelitian mereka. Tinjauan pustaka ini membantu peneliti untuk menentukan apakah topik tersebut layak diteliti ataukah tidak.Bab Dua Tinjauan Pustaka Selain memilih rancangan kuantitatif. Dalam hal ini. Ketika saya melakukan . Pertama-tama. pertama-tama identifikasilah dahulu satu topik yang akan diteliti. lalu pertimbangkan apakah topik tersebut bermanfaat secara praktis atau tidak. saya akan menjabarkan langkah-langkah dalam melakukan tinjauan pustaka. Salah satunya adalah dengan menulis judul yang jelas dalam proposal penelitian. seperti "pengajaran sekolah. dan metode campuran. TOPIK PENELITIAN Sebelum mempertirnbangkan pustaka/literatur apa yang akan ditinjau dalam proyek penelitian. penting juga dipertimbangkan apakah topik tersebut dapat dan perlu diteliti. kualitatif." Buatlah abstraksi tentang topik tersebut dalam beberapa paragraf. atau metode campuran. judul yang baik dan terencana akan menjadi jalan utama untuk masuk ke dalam penelitian—inilah gagasan nyata yang harus dimiliki peneliti agar tetap fokus pada proyek penelitiannya (lihat Glesne & Peshkin. Dalam hal ini.

‖ atau ―Penelitian saya akan membahas bagaimana memfasilitasi mahasiswa menjadi peneliti yang kompeten." Selain saran-saran Wilkinson di atas... Strategi lain untuk mengembangkan topik adalah menuliskannya dalam bentuk pertanyaan. ―Penelitian saya akan membahas. Jika artikel tersebut mudah dibaca dan dipahami. Hilangkan kata-kata yang tidak penting.. seperti ―Ancaman apa yang paling membahayakan bagi penderita depresi?‖ ―Apa makna menjadi orang Arab dalam masyarakat Amerika saat ini?‖ ―Faktor-faktor apa saja yang membuat orang ingin berkunjung ke Midwest?‖ Ketika merancang pertanyaan-pertanyaan seperti di atas. Saat para mahasiswa pertama kali memberikan prospektus penelitian mereka pada saya.‖ ―Sebuah Studi.‖ Pada tahap in. Wilkinson (1991) pernah memberikan saran yang bagus dalam membuat judul: Buatlah sejelas mungkin dan hindari pernyataan-pernyataan yang berlebihan. saya sering meminta mereka agar terlebih dahulu merancang judul yang baik sebelum menulis penelitiannya.. buatlah kerangka jawaban atas pertanyaan tersebut sehingga orang lain mudah menangkap maksud/tujuan proyek penelitian anda.. topik akan menuntun dan memberikan saya petunjuk atas apa yang harus saya teliti. seperti ―Suatu Pendekatan.. mudah dibaca dan dipahami. cobalah membuat judul yang tidak lebih dari 12 kata. Gunakan judul tunggal atau ganda. Bagaimana menulis judulyang baik? Coba lengkapi kalimat ini.‖ dan seterusnya. Contoh judul ganda bisa seperti "Etnografi: Memahami Persepsi Anak-anak tentang Perang. dan pastikan bahwa judul tersebut sudah mencakup topik utama penelitian. hilangkan kata sandang dan preposisi yang berlebihan. serta petunjuk yang akan saya gunakan untuk menyampaikan gagasan penelitian saya kepada orang lain. Coba renungkan artikel yang anda baca baru-baru ini. Pertanyaan seperti apa yang harus dijawab dalam penelitian? Buatah pertanyaan. dipastikan artikel ini ditulis dalam bahasa vang sederhana sehingga anda (pembaca) dapat dengan mudah memahaminya. proyek penelitian yang baik biasanya dilandasi dengan pemikiran-pemikiran yang jelas dan tidak rumit.. Kesalahan umum para peneliti pemula adalah bahwa mereka sering kali membuat kerangka penelitiannya dengan bahasa yang rumit dan kompleks. selain konseptualisasi dan rancangan keseluruhan artikel yang memang ditulis dalam bentuk yang lugas dan sederhana.‖ Jawabannya bisa jadi ―Penelitian saya akan membahas siswa-siswa nakal di SMA.. .. Kesalahan ini mungkin saja disebabkan terlalu seringnya mereka membaca artikel-artikel ilmiah yang telah mengalami revisi berkali-kali sebelum diterbitkan.penelitian. Akan tetapi terlepas dari itu.

langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memanfaatkan sebanyak mungkin waktu di perpustakaan untuk membaca berbagai literatur tentang topik yang akan diteliti (tentang strategi-strategi efektif memanfaatkan perpustakaan dan sumber-sumber pustaka dapat dibaca pada subbab selanjutnya). Pikirkan apakah pertanyaan tersebut akan terjawab dalam penelitian Anda ataukah tidak (lihat Bab 6 dan 7 tentang tujuan. pada hakikatnya juga berhubungan dengan apakah ada orang lain di luar lembaga peneliti yang akan tertarik pada topik . dan hipotesis penelitian). Ada banyak faktor yang melatarbelakangi kemungkinan ini. atau justru berusaha menyuarakan kembali hak-hak kelompok atau individu yang terpinggirkan. untuk menentukan topik yang layak diteliti bukanlah pekerjaan yang mudah.fokuslah anda pada topik inti dalam penelitian. Para peneliti pemula mungkin saja sudah melangkah jauh dalam penelitian. Akan tetapi bukan tidak mungkin mereka kurang didukung oleh pihak fakultas atau perencana seminar karena penelitian mereka tidak memberikan sesuatu yang baru. ataukah akan memperluas pembahasan literatur/penelitian sebelumnya dengan menyertakan elemen elemen baru. ―Bagaimana proyek saya ini memiliki kontribusi pada literatur?‖ Pertimbangkan pula apakah proyek penelitian anda akan membahas suatu topik yang belum diteliti. ataukan akan menduplikasi penelitian-penelitian sebelumnya. atau sekadar menduplikasi penelitian-penelitian sebelumnya. Untuk mengatasi masalah itu. Langkah ini harus menjadi pertimbangan utama. seperti program komputer atau perangkat-perangkat lain. atau justru berusaha mentransformasi gagasan-gagasan para peneliti sebelumnya. Selain kemungkinan suatu topik yang dapat diteliti. rumusan masalah. Masalahnya. melengkapi data penelitian. atau membantu keadilan sosial. Pertimbangkan alasan-alasan utama mengapa topik penelitian tersebut benar-benar dapat dan perlu diteliti. hal terpenting yang harus dipertimbangkan adalah apakah topik tersebut hanya sekadar menambah pengetahuan yang sudah ada. peneliti juga perlu mempertimbangkan apakah topik tersebut memang perlu diteliti. Tanyakan pada diri Anda. namun dengan partisipan-partisipan baru dan dalam situasi-situasi yang berbeda pula. Mengenai apakah topik itu memang perlu diteliti atau tidak. seperti merancang rumusan masalah. dan melakukan analisis statistik. Setidak-tidaknya. Suatu topik dapat diteliti jika peneliti memiliki target partisipan yang bersedia membantunya dalam melakukan penelitian dan memiliki perangkat-perangkat yang memadai dalam mengumpulkan dan menganalisis data dalam jangka waktu yang ditentukan.

pihak universitas. Tinjauan ini juga dapat menyediakan kerangka kerja dan tolok ukur untuk mempertegas pentingnya penelitian tersebut. para peneliti sebaiknya mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan meminta orang lain memberikan respons kritis pada topik penelitiannya.Tinjauan pustaka memiliki beberapa tujuan utama: menginformasikan kepada pembaca hasil-hasil penelitian lain yang berkaitan erat dengan penelitian yang dilakukan saat itu.tersebut. Semua atau beberapa alasan ini bisa menjadi dasar bagi peneliti untuk menuliskan literatur-literatur yang relevan ke dalam penelitianya (lihat Miller. dan agen pendanaan. para pembimbing akadernik. seraya membandingkan hasil-hasilnya dengan penemuan-penemuan lain. Akhirnya. Sebelum membuat proposal atau melakukan penelitian. . panitia serninar. Jika ada pilihan antara topik yang berkaitan dengan kepentingan daerah dan topik yang berkaitan dengan kepentingan nasional. dan menyebarkan hasil-hasil penelitian anda. saya akan memilih opsi yang terakhir karena topik tersebut memiliki daya tarik yang lebih besar bagi pembaca umum. baik citacita ini berhubungan dengan dedikasi mereka untuk melakukan banyak penelitian. semuanya akan mengapresiasi penelitianpenelitian yang dapat menjangkau pembaca umum. Terkait hal ini. dan mengisi celah-celah dalam penelitian-penelitian sebelumnya (Cooper. atau menaikkan pangkat/jabatan. isu kelayakan ini—apakah suatu topik layak diteliti atau tidak—juga berhubungan dengan cita-cita peneliti itu sendiri. memperoleh kedudukan di masa depan. 1984. Para peneliti seharusnya merenungkan betapa penelitian dan komitmen besarnya suatu saat akan mendukung cita-cita karier mereka. menghubungkan penelitian dengan literatur-literatur yang ada. TINJAUAN PUSTAKA Setelah mengidentifikasi satu topik yang dapat dan perlu diteliti barulah peneliti bisa melakukan tinjauan pustaka atas topik tersebut. Pertimbangkanlah waktu yang harus dihabiskan untuk merampungkan proyek anda. Marshall & Rossman. Editor jurnal. merevisinya. Pemanfaatan Pustaka/Literatur Persoalan lain yang juga penting dipertimbangkan dalam menulis tinjauan pustaka adalah bagaimana menggunakan pustaka/ literatur tersebut dalam proposal penelitian. 1991 untuk pembahasan lebih jelas mengenai tujuan-tujuan menggunakan literatur dalam penelitian). 2006). dan para pengurus fakultas. orang-orang yang kompeten dalam bidang tersebut. Mintalah respons-respons dari teman-teman.

Dalam penelitian kualitatif. tinjauan pustaka bisa jadi ditulis secara terpisah. bagaimanapun tinjauan pustaka ini ditulis. Ini sudah menjadi pola umum untuk artikel-artikel penelitian kuantitatif dalam jurnal-jurnal ilmiah. Pendekatan lain dalam menulis tinjauan pustaka adalah dengan membuat ringkasan detail tentang topik penelitian dan referensi-referensi yang terkait dengan topik ini untuk nantinya dikembangkan kembali dalam bab khusus biasanya dalam bab dua. Tinjauan itu biasanya disajikan dalam bagian khusus bertajuk "Bacaan Terkait" setelah Pendahuluan. kualitatif. Saya menyarankan anda agar meminta pendapat dari pembimbing atau pihak fakultas tentang keinginan mereka terkait dengan penyajian tinjauan pustaka ini. seperti etnografi atau etnografi kritis. literatur-literatur tentang konsep kebudayaan atau teori kritis diperkenalkan terlebih dahulu dalam laporan atau proposal sebagai kerangka kerja orientasi. namun. tinjauan pustaka juga jangan terlalu panjang—katakanlah maksimal 20 halaman—namun mampu menunjukkan kepada pembaca bahwa anda benarbenar memahami literatur-literatur yang berkaitan dengan topik penelitian. tidak memberi ruang bagi pandangan pribadi peneliti. Akan tetapi untuk artikel penelitian kualitatif. atau justru disajikan secara intrinsik di sepanjang penelitian. Singkatnya. peneliti menggunakan literatur secara konsisten berdasarkan asumsi-asumsi yang berasal dari para partisipan. Menurut saya.‖ yang mungkin saja membutuhkan 20 hingga 60 halaman lebih. Sebaliknya.ada banyak cara yang bisa diterapkan. Selain itu. Penelitian kualitatif pada umumnya dilakukan dengan pertimbangkan bahwa penelitian tersebut haruslah eksploratif. yang jelas hal ini akan sangat bergantung pada jenis penelitian yang hendak dilakukan. namun tetap berada dalam bagian pendahuluan. untuk penelitian . peneliti harus berusaha mendengarkan opini partisipan dan membangun pemahaman berdasarkan pada apa yang ia dengar. apakah kuantitatif. Hal ini berarti bahwa peneliti tidak boleh terlalu banyak menulis tentang topik atau populasi yang tengah diteliti. ―Tinjauan Pustaka. tinjauan pustaka dalam artikel jurnal pada umumnya ditulis secara rngkas. penggunaan literatur dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan beragam cara. Untuk penelitian yang berorientasi teoretis. tinjauan pustaka sebaiknya disajikan secara jelas dan dapat meringkas berbagai literatur yang relevan dengan masalah penelitian. atau metode campuran. Tidak seperti dalam disertasi dan tesis. tinjauan pustaka ini jangan sampai terlalu rumit dan komprehensif karena pihak fakultas sangat mungkin akan meminta perubahan-perubahan besar ketika proposal penelitian diajukan. Namun demikian. Namun.

Model ini biasanya diterapkan dalam penelitian kuantitatif atau dalam jurnal-jurnal yang berorientasi kuantitatif. Model pertama. siapa saja yang telah menelitinya. dan saya merekomendasikan model ketiga ini karena penelitian grounded theory pada umumnya mengguakan literatur secara induktif. peneliti bisa saja memasukkan tinjauan pustaka dalam pendahuluan. Model ini banyak dijumpai dalam penelitian grounded theory. Saya menawarkan tiga model penempatan. peneliti juga dapat menempatkan tinjauan pustaka di bagian terpisah. dengan posisi ini. Artinya. pustaka/literatur berfungsi untuk menjelaskan latar belakang "teoretis" atas masalah penelitian.‖ di akhir penelitian. seperti siapa saja yang telah menulis mengenai masalah ini. yang berarti tinjauan pustaka bisa anda letakkan dalam ketiga lokasi ini. dan siapa saja yang telah menunjukkan upaya-upaya penelitian ke arah itu. Model kedua adalah dengan menempatkan tinjauan pustaka di bagian terpisah. tentu saja. dan fenomenologi. Peneliti dapat mencari model seperti ini di berbagai penelitian kualitatif yang menerapkan jenis strategi penelitian yang berbeda-beda. literatur-literatur jarang sekali digunakan untuk membangun tahap-tahap penelitian secara keseluruhan. dan advokasi atau emansipatoris. ada beberapa model tinjauan pustaka yang bisa anda pertimbangkan. Penempatan ini dimaksudkan untuk membandingkan dan membedakan hasilhasil atau kategori-kategori yang muncul dalam penelitian dengan hasil-hasil atau kategorikategori yang terdapat dalam literatur. teori kritis. studi kasus.grounded theory. sangat bergantung pada literaturliteratur atau penelitian-penelitian yang tersedia. peneliti menyertakan bagian khusus. Untuk pendekatan kualitatif yang didasarkan pada opini partisipan. Penyajian latar belakang teoretis ini. Model ketiga. Meski demikian. . seperti ―Bacaan/Literatur Terkait. dalam penelitian kualitatif yang berorientasi pada teori seperti etnografi. seperti yang tampak pada Tabel 2.1.

dan menjelaskan mengapa teori tersebut penting untuk dikaji. peneliti kuantitatif menggunakan literatur secara deduktif sebagai kerangka kerja untuk merancang rumusan masalah dan hipotesis-hipotesis penelitian. menggambarkan teori yang akan digunakan. Dalam hal ini. di sisi lain. apa pun itu jenis strateginya Kriteria Pendekatan ini biasanya diterapkan dalam penelitianpenelitian yang menggunakan teori yang sudah kuat di awal penelitian. seperti etnografi dan kajian teori kritis Pendekatan ini dapat diterapkan di semua jenis rancangan kuaitatif. tetapi menjadi pentunjuk dan pembanding atas pola-pola atau kategori-kategori yang diperkenalkan dalam penelitian Penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif juga menggunakan literatur untuk mennperkenalkan masalah atau menggambarkan secara detail literatur-literatur sebelumnya dalam bagian khusus berjudul ―Literatur Terkait‖ atau "Tinjauan Pustaka.‖ sudah terbiasa dan nyaman dengan pendekatan pospositivis tradisional untuk tinjauan pustaka Tinjauan pustaka disajikan di akhir penelitian. Pada akhir penelitian. tinjauan pustaka dalam penelitian kuantitatif dapat ditulis untuk memperkenalkan suatu teori suatu penjelasan atas hubungan-hubungan yang diinginkan (lihat Bab 3). menyertakan sejumlah besar literatur utama di awal penelitian untuk memberikan arahan/petunjuk atas pertanyaan-pertanyaan dan hipotesis-hipotesis penelitian.Tabel 2. peneliti meninjau kembali literatur yang ada dan membuat perbandingan antara hasil penelitian dengan penemuan-penemuan yang terdapat dalam literatur.‖ atau judul-judul yang sejenis. literatur tidak membimbing dan mengarahkan penelitian. Pendekatan ini cocok untuk penelitian kualitatif yang bersifat induktif. .1 Menggunakan Literatur dalam Peneitian Kualitatif Model Penggunaan Strategi Penelitian yang sesuai Harus ada beberapa literatur Model ini bisanya digunakan yang tersedia dalam peneitian-penelitian kualitatif. Biasanya berjudu ―Bacaan/Literatur untuk membandingkan dan membedakan hasil penelitian dengan apa yang terdapat dalam literatur. tetapi lebih sering diterapkan dalam penelitian grounded theory dimana seseorang dapat membedakan dan membandingkan satu teori dengan teori-teori lain yang terdapat dalam literatur Tinjuan pustaka disajikan dalam pendahuluan untuk menjelaskan kerangka ―teoritis-kronologis‖ masalah peneitian Tinjauan pustaka disajikan Pendekatan ini lebih disukai dalam bagian terpisah dengan oeh pembaca-pembaca yanng judul ―Tinjauan Pustaka. Selain itu.

gunakanlah literatur secara hemat di awal penelitian agar nantinya bisa terbentuk rancangan yang induktif. Untuk strategi sekuensial.  Dalam penelitian kualitatif. yang berarti si peneliti bisa menyajikannya secara detail di akhir penelitian jika pendekatannya berslfat induktif. kecuali jika jenis rancangan yang diinginkan benarbenar membutuhkan orientasi atau petunjuk literatur yang detail di awal penelitian. Model terakhir yang disarankan Cooper adalah tinjuan pustaka yang bersifat metodologis: peneliti fokus pada metode-metode dan definisi-definisi. Misalnya. Tmjauan semacam ini biasanya menyajikan ringkasan atas penelitian-penelitian sebelumnya. bergantung pada jenis strategi yang digunakan. Model kedua yang direkomendasikan Cooper adalah tinjauan pustaka yang bersifat teoretis: peneliti fokus pada teori-teori dalam berbagai literatur yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. yang di dalamnya penulis sering kali menjelaskan teori di bagian pendahuluan. penggunaan literatur dalam proyek metode campuran sangat bergantung pada strategi dan bobot yang diberikan antara penelitian kualitatif atau kuantitatif. tinjauan pustaka tidak terlalu ditekankan.Cooper (1984) menyarankan tinjauan pustaka yang bersifat integratif: peneliti menyimpulkan tema-tema umum yang terdapat dalam literatur. pertimbangkan pula segmen tempat yang benar-benar sesuai untuk tinjauan pustaka. Jika penelitian dimulai dengan tahap kualitatif. literatur disajikan pada setiap tahapan penelitian dengan tetap konsisten pada metode yang digunakan. dan jadikan pembaca sebagai dasar keputusan untuk . peneliti menerapkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif sebelumnya dalam menulis tinjauan pustaka. Saya merekomendasikan beberapa langkah dalam menulis atau menggunakan pustaka untuk penelitian kualitatif. kuantitatif dan metode campuran. peneliti boleh jadi memasukkan tinjauan pustaka di awal penelitian yang dapat membantunya membangun logika atas rumusan masalah dan hipotesis penelitian. jika penelitian dimulai dengan tahap kuantitatif. peneliti bisa menyajikan literatur secara detail di setiap tahap kualitatif dan kuantitatif. Singkatnya. Model yang terakhir ini kini sudah jarang ditemukan dalarn tesis dan disertasi. dan kritik atas kekuatan dan kelemahan metodologis dalam penelitian-penelitian tersebut. Model ini biasanya banyak muncul dalam artikel-artikel jurnal. Model ini sering digunakan dalam proposal disertasi dan dalam disertasi itu sendiri. Dalam penelitian metode campuran. Jika peneliti menerapkan penelitian konkuren dengan bobot dan prioritas yang seimbang antara data kualitatif dan kuantitatif.  Masih dalam penelitian kualitatif.

gunakanlah literatur untuk memperkenalkan penelitian. atau metodologis. dan menyirnpulkan pustaka/literatur yang ada. teoretis.  Dalam penelitian kuantitatif.pertimbangan ini. Ada banyak cara dalam menggarap tinjauan pustaka. Kajian-kajian tersebut sering kali berupa studi-studi penelitian (karena anda memang tengah menggarap suatu penelitian). tetapi kajian-kajian ini bisa juga meliputi artikelartikel atau pemikiran-pemikiran yang memberikan kerangka kerja dalam menjelaskan suatu topik. ada beberapa proses yang harus dilalui dalam melakukan tinjauan pustaka. pertimbangkan apakah tinjauan tersebut akan ditulis secara integratif. meletakkan tinjauan pustaka di bagian terpisah atau meletakkan tinjauan pustaka di akhir penelitian untuk membandingkan dan membedakannya dengan hasil penelitian. Langkah-Langkah melakukan Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka berarti menempatkan dan menyimpulkan kajian-kajian tentang suatu topik tertentu. gunakanlah literatur dalam satu pola yang konsisten dengan jenis strategi yang dipilih dan sesuai dengan bobot yang diberikan pada pendekatan kualitatif atau kuantitatif. gunakanlah literatur secara deduktif.  Jika tinjauan pustaka diletakkan dalam bagian terpisah. mengevaluasi. Teknik-Teknik Tinjauan Pustaka Apa pun jenis penelitiannya. Ingatlah opsi-opsi berikut: meletakkan tinjauan pustaka diawal tulisan untuk membantu membangun kerangka masalah penelitian.  Dalam penelitian metode campuran. sebagai dasar untuk merancang rumusan masalah dan hipotesis penelitian. dan sajikanlah literatur tersebut (tinjauan pustaka) dalam bagian terpisah untuk membandingkan hasil penelitian dengan konsep-konsep yang terdapat dalam literatur.  Masih dalam proposal penelitian kuantitatif. Praktik yang biasa diterapkan dalam penulisan disertasi pada umumnya adalah tinjauan pustaka secara integratif. Di bawah ini adalah beberapa cara yang saya rekomendasikan untuk anda: . tetapi sebagian besar sarjana melakukannya dengan cara yang sistematis untuk menangkap.

Ringkasan-ringkasan inilah yang nantinya akan dimasukkan ke dalam tinjauan pustaka anda. jurnal-jurnal dan buku-buku).ng ketika Anda ingin mencari materi-materi. Peta literatur (literature map) merupakan sejenis gambar visual yang menampilkan pengelompokan literatur berdasarkan topik penelitian. ProQuest. dan sebagainya. referensi-referensi.1. Langkah ini utamanya pent. Social Science Citation Index. selanjutnya kunjungi perpustakaan dan mulailah-mencari katalog untuk materi-materi referensi (seperti. seperti artikel-artikel atau buku~uku. Kata kunci ini bisa saja Anda peroleh ketika Anda tengah mengidentifikasi topik penelitian atau bisa jadi berasal dari hasil pembacaan beberapa buku. Namun. dan saya menyarankan Anda fokus terlebih dahulu pada jurnal-jurnal dan buku-buku yang relevan dengan topik penelitian anda. pastikan apakah artikel ataubab tersebut akan cukup memberi kontribu. cobalah untuk mencari database-database terkomputerisasi yang telah direview dan direkomendasikan oleh para peneliti ilmu sosial. Ketika Anda mengidentifikasi beberapa literatur. Pertama-tama. dan bahanbahan pustaka di perpustakaan universitas. buatlah ringkasan dari beberapa artikel yang paling relevan. lalu salinlah/gandakanlah babbab atau artikel-artikel yang memang relevan dengan topik anda. Pastikan apakah artikel-artikel danbuku-buku tersebut tersedia diperpustakaan akademik anda. seperti ERIC. . PsycINFO. bahkan beberapa di antaranya sudah tersedia dalam bentuk CD-ROM. Prioritaskan pencarian pada artikel-artikel jurnal dan buku-buku karena sumber-sumber seperti ini sangat mudah diperoieh. atau apakah anda perlu meminta bantuan dari pustakawan untuk mengirimkannya. Database-database ini sudah bisa diakses secara online. 6. Peta inilah yang nantinya akan menggambarkan bagaimana penelitian Anda memberikan kontribusi pada literatur-literatur yang ada. mulaiIah merancang peta literatur (yang akan dibahas lebih detail pada subbab khusus). Dalam proses ini. Sociofile. kebanyakan perpustakaan saat ini sudah memiliki database terkomputerisasi. 4. 3. cobalah menemukan sedikitnya 50 laporan penelitian. Bacalah sepintas sekumpulan artikel atau bab-bab dalam buku. yang berhubungan dengan topik penelitian anda.si yang memadai untuk tinjauan pustaka Anda 5. Setelah mernbuat peta literatur. 2. Mulailah dengan mengidentifikasi beberapa kata kunci (keywords) penelitian. atau apakah Anda harus membelinya di toko buku. Google Schoolar. Setelah kata kunci diperoleh. Selain itu.

seperti petunjuk American Psychological Association (APA) (APA. Di akhir tinjauan pustaka. Koleksinya meliputi artikel ilmiah. dan materi-materi lain tentang berbagai topik yang berbeda-beda. idenditikasilah deskriptor-deskriptor yang berhubungan dengan topik anda.erx. dan link-link untuk berbagai materi yang full-text. laporan teknis. ERIC (Educational Resources Information center) merupakan perpustakaan digital Qnline gratis yang berisi berbagai penelitian dan informasi yang berhubungan dengan pendidikan. undang-undang. Deskriptor . 7. makalah seminar. Database Terkomputerisasi Dalam proses pengumpulan bahan/materi yang relevan.ggap penting. ERIC memungkinkan user mengakses sekitar 1. ERIC mengindeks lebih dari 600 jurnal.ed. makalah seminar. sintesis penelitian. buku. database terkomputerisasi memberikan akses yang cepat dan mudah. Perpustakaan akademik di sebagian besar Universitas pada urnumnya juga sudah memiliki database komersial ataupun database-database domain publik.Masukkanlah referensi-referensi relevan dalam tinjauan pustaka dengan menggunakan petunjuk penulisan yang sesuai. utarakan pandangan umum anda tentang tema keseluruhan yang anda peroleh dari literatur-literatur yang ada. kini saatnya membuat tinjauan pustaka. lalu jelaskan mengapa penelitian anda benar-benar memiliki kebaruan tersendiri dibandingkan literatur-literatur yang sudah ada. namun database-database ini sudah populer dan menjadi sumber utama yang seriing kali digunakan oleh para peneliti profesional untuk mencari artikel-artikel jurnal dan dokurnen-dokumen lain yang diar. database terkomputerisasi sudah banyak tersedia di berbagai perpustakaan dan menyediakan akses pada ribuan jurnal. Database yang disponsori oleh Institute of Educational Sciences (IES) Departemen Pendidikan AS ini dapat Anda kunjungi di http://www. Beberapa database yang akan saya sajikan dalam buku ini memang sedikit. 2001) agar anda memiliki referensi yang lengkap untuk digunakan di akhir proposal penelitian. Setelah rnembuat ringkasan dari beberapa literatur yang anda peroleh.gov. dan materimateri lain yang berhubungan dengan pendidikan.2 juta item yang telah terindeks sejak 1966. dengan menyusunnya secara tematis atau berdasarkan konsep-konsep penting. Saat ini. Jika Anda berminat menggunakan ERIC.

yang memiliki lebih dari 17 juta kutipan dari MEDLINE.nih. versi artikel elektronik yang berafiliasi dengan perpustakaan tertentu. dan sumber-sumber untuk membeli full-fext artikel tersebut. dan artikel-artikel dari penerbit akademik. dan organisasi-organisasi intelektual yang lain. Artikel-artikel yang terdaftar dalam Google Schoolar pada umumnya dilengkapi dengan link-link yang terhubung dengan abstraksi. anda sebaiknya menggunakan MeSH (Medical Subject Hendings). abstraksi. 1975) atau melalui thesaurus online lain. Database ini memungkinkan anda mencari materi-materi dari berbagai sumber dan disiplin pengetahuan.nlm. Anda juga bisa memperoleh abstraksi materi ilmu-ilmu kesehatan mealui database PubMed gratis. website-website relevan. lalu lakukan pencarian lain dengan menggunakan islah-istilah yang baru anda temukan ini. buku. lihatlah dengan cermat deskriptor-deskriptor yang digunakan dalam artkel dan dokumen tersebut. Untuk mendapatkan hasil pencarian yang maksimal dari PubMed. artikel-artikel relevan. yang memungkinkan peneliti mencari berbagai database yang . Center. tesis. sejenis thesaurus kosakata yang dikontrol oleh Perpustakaan Nasional Kesehatan AS.com). anda bisa memperoleh referensi-referensi yang sesuai dengan topik yang Anda cari. kelompok profesional. saya merekomendaskan agar anda mencari artikel-artikel ilmiah dan dokumen-dokumen terkini yang berhubungan dengan topik ~^r^lda. Untuk memperoleh hasil maksimal dari program ERIC. Selain Google Schoolar.gov). PubMed juga memiliki link-link yang terhubung dengan artikel-artikel full-text (yang terdapat di perpustakaan-perpustakaan akademik) dan sumber-sumber lain yang relevan. Database gratis lain adalah Google Scholar. Anda bisa mencari deskriptor ini melalui Thesaurus of ERIC Descriptors (Educational Resources Information. Salah satu situs yang biasanya dimiliki adalah ProQuest (http://proquest. Kemudian.ncbi. Perpustakaan-perpustakaan akademik saat ini juga sudah memiliki situs-situs berlisensi untuk database-database komersial tertentu. dan jurnaljurnal life science yang menerbitkan artikel-artikel biomedis sejak 1950-an (www. Tips ini akan memaksimalkan kemungkinan diperolehnya beberapa artikel yang layak untuk tinjauan pustaka. Dengan MeSH.merupakan istilah yang digunakan oleh indexer dalam mengategorisasi artikel atau dokumendokumen lain. untuk mengindeks artikel-artikel di MEDLINE/PubMed. universitas. Database ini merupakan layanan Perpustakaan Nasional Kesehatan AS. seperti makalah peer-reviewed.

Dengan demikian. Database ini dapat digunakan untuk mencari artikel-artikel dan pengarang-pengarang yang telah melakukan penelitian mengenai topik tertentu. psikiater. PsycInfo. bisnis. tentu saja situs ini bisa menjadi salah satu perangkat pencarian yang dapat anda gunakan sebelum memanfaatkan database-database yang lain.150 judul jurnal. pendidikan. Thomson Scientific [http://isiwebofknowledge. dan hukum.com). Database ini mengindeks sekitar 1. Dissertation Abstracts. Database ini mengindeks lebih dari 2000 jurnal. seperti kedokteran. buku. keperawatan. makalah seminar. hanya dengan mengakses situs ini.org). konon. Database komersial terakhir yang banyak tersedia di perpustakaan adalah Social Sciences Citation Index (SSCI.com]). anda bisa mencari ERIC. Database ini memilild Thesaurus of Psychological Index Terms yang dapat dirnanfaatkan untuk mencari istiaah-istiaah penting dalam literatur psikologi. Database ini mengindeks 2. Karena memasukkan berbagai database yang berbeda-beda. disertasi resensi buku.700 jurnal yang meliputi 50 disiplin dan juga mengindeks item-item relevan dari lebih 3300 jurnal sains dan teknik. fisiologi. dan disiplin-disiplin lain yang relevan. Misalnya. ada beberapa tips yang saya rekomendasikan jika Anda ingin memanfaatkan database terkomputerisasi ini: . Situs ini. Daftar kronologis tersebut bisa jadi sangat membantu dalam melacak perkembangan gagasan-gagasan tentang topik tinjauan pustaka Anda. Untuk literatur dalam bidang psikologi dan bidang-bidang yang terkait. sosiologi.berbeda-beda. Health and Medical Complete. farmasologi. merupakan salah satu tempat penyimpanan konten onine terbesar di dunia. Web of Knowledge. dan berbagai database spesifik lain (seperti International Index to Black Periodicals). linguistik. Periodicals Index. Database ini mencakup bidang psikologi serta aspek-aspek psikologis dari disiplin-disiplin yang relevan. disertasi dari berbagai negara. Database komersial lain yang berlisensi yang sudah banyak dimiliki oleh berbagai perpustakaan akademik adalah Sociological Abstracts (Cambridge Scientific Abstracts. antropologi. PsyclNFO (http:// www. Ringkasnya. Database ini terutama berguna ketika anda ingin mencari satu penelitian kunci yang dijadikan awal mula rujukan oleh penelitian-penelitian lain. anda bisa mengakses database komersial psikologi. dan buku-buku terpilih dalam sosiologi. anda bisa membuat daftar referensi secara kronologis yang mendokumentasikan evolusi historis dari suatu gagasan atau penelitian tertentu. kajian sosial.apa. http://www.csa.

 Carilah satu artikel yang sangat berkaitan dengan topik anda. atau anda menggunakan PsycINFO meskipun anda merasa topik anda tidak terlalu berkaitan dengan psikologi. Selanjutnya. link. Jenis-jenis literatur apa saja yang ingin Anda masukkan dalam tinjauan pustaka? Pertimbangkan beberapa hal berikut ini: 1. Jika Anda ingin meneliti topik tertentu. atau anda bisa mencarinya dalam artikel-artikel jurnal atau abstraksi-abstraksi ilmiah (rnisalnya. Misalnya. Baik ERIC maupun PsycINFO sama-sama memandang pendidikan dan psikologi sebagai istilah umum yang bisa diteliti dengan berbagai topik yang berbeda  Gunakanlah panduan istilah-istilah untuk mencari artikel yang anda inginkan.  Prioritas dalam Memilih Literatur Saya sangat merekomendasikan agar Anda membuat satu prioritas ketika mencari literatur. 1950). 1992. Keeves. cobalah memulainya dengan mempelajari sintesis-sintesis umum dari literatur yang ada. Gunakanlah database literatur online gratis serta database-database gratis lain yang tersedia di perpustakaan akadernik anda. dalam Annual Review of Psychology. khususnya jurnal-jurnal yang menampilkan laporan . lalu lihatlah istilah-istilah penting yang digunakan dalam artikel tersebut.  Gunakanlah database-database yang menyediakan akses. seperti thesaurus --jika tersedia. Anda mencari ringkasan-ringkasan literatur yang terkait dengan topik Anda di beberapa ensiklopedia (misalnya. kemudian gunakan istilah-istilah itu untuk men-search literatur lain yang relevan. beralihlah pada artikel-artikel ilmiah yang diterbitkan oleh jurnal-jurnal nasional/internasional kenamaan.  Carilah beberapa database yang berbeda. 2. Aikin. misalnya Anda harus tetap menggunakan database ERIC meskipun topik penelitian anda tidak terlalu berhubungan dengan pendidikan. namun belum tahu bagaimana harus melakukannya. 1988). atau informasi tentang gandaan full-text dari artikel-artikel yang anda inginkan (baik di perpustakaan atau di toko buku) agar anda bisa menghemat lebih banyak waktu untuk mencari gandaan artikel-artikel lni.

Anda bisa mencarinya melalui database. Dari database inilah Anda bisa menghubungi para penyaji yang telah menulis makalah yang relevan dengan topik Anda. Hadirilah seminar-seminar nasional.penelitian. Mulailah dengan naskah-naskah penelitian yang merujuk pada berbagai literatur penting. dan ada pula yang meminta para penyaji untuk mencantumkan makalahnya dalam database-database terkomputensasi. dan biasanya jurnal-jurnal tersebut diterbitkan oleh dewan editorial dan para penulis profesional dari belahan Amerika Serikat dan dunia. Kemudian. Dari sini. 5. Sebagian besar seminar. Anda bisa mencari buku-buku yang berkaitan dengan topik Anda. Tanyakan juga apakah mereka memiliki sebuah instrumen yang mungkinbisa digunakan atau dimodifikasi untuk penelitian anda. Mulailah dengan isu-isu terkini dalam jurnaljurnal tersebut dan carilah artikel-artikel penelitian yang terkait dengan topik Anda. Mencari dalam Dissertation Abstracts mungkin saja menghasilkan satu atau dua disertasi yang relevan. Microfilm Library. l938). dan Anda perlu selektif dalam memilih disertasi-disertasi tersebut untuk disertakan dalam tinjauan pustaka. Jika tidak. Kirimlah email atau teleponlah mereka. Para penulis di jurnal-jurnal seperti ini biasanya mengekspos rurnusan masalah atau hipotesis penelitian mereka. ada yang membutuhkan. Anda bisa melihat apakah ada dewan editorialnya dan apakah artikel-artikel di dalamnya ditulis oleh individu-individu dari berbagai belahan dunia. lalu tanyakan apakah mereka mengetahui penelitian-penelitian yang berhubungan dengan topik Anda. periksalah entri-entri dalam Dissertation Abstracts (University Microfilms. Tindaklanjuti referensi referensi di akhir artikel untuk memperoleh sumbersumber lain yang mendukung. Akan tetapi Anda perlu berhati-hati karena setiap disertasi memiliki kualitas yang berbeda-beda. Lanjutkan usaha Anda di atas dengan melacak makalah-makalah seminar terkini. lalu dapatkan makalah-makalah yang disampaikan oleh penyaji. 4. 3. begitu seterusnya. Di halaman-halaman pertama jurnal ini. Jika memungkinkan. pertimbangkan beberapa buku yang berhubungan dengan satu topik yang ditulis oleh seorang pengarang atau sekelompok pengarang. dan Anda bisa meminta gandaan disertasi ini melalui pustakawan atau University of Michigar. Ada beberapa jurnal yang bisa Anda pelajari dalam bidang Anda. cobalah Anda menjawab rumusan masalah dan hipotesis tersebut. . atau buku-buku yang berisi bab-bab yang ditulis oleh pengarang yang berbeda-beda. Setelah artikel.

atau justru memperluas penelitian yang sudah ada sebelumnya.6. Salah satunya adalah disusun secara hierarkis. pelajarilah terlebih dahulu artikel-artikel ini dengan hati-hati agar Anda memperoleh artikel yang benar-benar berkualitas. Saya meletakkan artikel-artikel jurnal di urutan teratas karena artikel-artikel semacam ini sangat mudah dicari dan digandakan. atau dalam makalah presentasi dan artikel ilmiah. sering kali juga menyertakan artikel-artikel yang telah diperiksa secara cermat oleh dewan editor. Website juga menyediakan bahan-bahan yang berguna untuk tinjauan pustaka. Meski demikian. Jurnal-jurnal online. Anda terlebih dahulu harus mencari tahu apakah jurnal-jurnal tersebut benar-benar memiliki dewan editor profesional dan menetapkan standar-standar untuk menerima naskah-naskah yang masuk. Kemudahan mengakses dan kemampuannya untuk memposting beragam artikel membuatnya lebih atraktif. Disertasi diletakkan dalam daftar prioritas yang lebih rendah karena disertasi pada umumnya memiliki kualitas yang berbeda-beda dan karenanya sangat sulit dicari. Artikel tersebut juga tak jarang merepresentasikan suatu penelitian tentang topik tertentu. Peta Literatur Penelitian Selain mencari literatur. di sisi lain. penyusunan ini memungkinkan pembaca untuk memahami apakah penelitian yang diajukan hanya sekadar menambah. ataukah tidak. Perhatikan. berkualitas. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. apalagi pada umumnya disertasi merupakan materi yang sangat sulit dipahami. yakni menyajikan literatur dengan teknik . peneliti juga perlu menyusun literatur tersebut sedemikian rupa untuk disajikan dalam tinjauan pustaka. apakah artikel-artikel ini memang mencerminkan sejenis penelitian yang rigid. dan sistematis. Pendekatan penting dalam menyusun literatur ini adalah dengan membuat literature map (peta literatur). Selain itu. menduplikasi. Pendekatan ini merupakan gagasan yang saya peroleh beberapa tahun lalu. Peta ini biasanya disajikan dalam bentuk gambar dan bisa disusun dengan berbagai cara. Peta literatur merupakan ringkasan visual dari penelitian-penelitian yang sudah dilakukan orang lain. dan ternyata sangat membantu para mahasiswa ketika mereka menyusun tinjauan pustaka untuk dipresentasikan di hadapan dewan penguji. berhati-hatilah dalam memilih artikel-artikel ilmiah di website kecuali jika artikel-artikel tersebut berasal dari salah satu artikel ilmiah yang diterbitkan oleh jurnaljumal tertentu. Namun. atau hanya menampilkan gagasan-gagasan yang kurang bermutu. yang layak dimasukkan ke dalam tinjauan pustaka Anda.

dan semuanya ternyata efektif. yang pada bagian paling bawah diisi oleh peneilitian yang diajukan.top-down. dengan sisi-kanan paling akhir diisi oleh penelitian yang diajukan. di mana pembaca melihat tinjauan pustaka disusun layaknya suatu hamparan (unfolding) yang membentang dari kiri-kekanan. Saya pernah melihat contoh-contoh dari ketiga struktur ini. . Struktur lain bisa saja dibuat menyerupai flowchart. Model ketiga bisa berbentuk lingkaran-lingkaran di mana setiap lingkaran mencerminkan satu literatur dan titik potong lingkaran-lingkaran yang mengindikasikan penelitian selanjutnya.

Keadian Prosedural dalam Organisasi* Terbentuknya Persepsi tentang Keadian Efek-efek Keadilan Keadian dalam Perubahan Organisasi* Motif-motif (Tyler. 1998. dan Early. dan Niehoff.1 Contoh Peta Pustaka *Kekhawatiran-kekhawatiran para pekerja terhadap keadilan dalam keputusan-keputusan manajerial SUMBER: Janovec (1002) Dicetak atas izin resmi . 1994) Yang perlu diteliti (Keadilan dan Kultur Prosedural Gambar 2. Lind. Ambrose. 1994) Pengetahuan (Schappe. Kickul. dan Brown. Hall. 19980 Treatment yang Tidak Adil (dailey dan Kirk. 1990) Kemimpinan (Wiensenfeld. 2000) Kepercayaan (Konovsky dan Pugh. 2011. Tepper. 1992. 2000) Struktur-struktur Organisasi (Schminke. Hunton. Blakely. Lewis. 1996) Outcome-outcome (Masterson. Kanfer. 1998. 2000) Sejarah (Lawson dan Angle. 1995) Pendapat/Suara (Bies dan Shapiro. 1994) Penjelasan-penjelasan Iklim (Nauman dan Bennett. 1998) Relokasi (Daily. 2000) Perilaku-perilaku Kewarganegaraan Organisasi Moorman. 2000) Kredit Macet (Shaubroeck. dan Thibalt. dan Taylor. dan Price. 2000) Pengambilan Keputusan strategis (Kim dan Mauborgne. Brockner. 1998) Divestasi (Gopinath dan Becker. dan Cropanzona. 1991) Dukungan Organisasi (Moorman. Goldman. May.

 Khusus untuk peta literatur Anda. EfekEfek Keadilan. Semua ini disusun untuk membuktikan bahwa proyek penelitian Janovec dapat memperluas literatur-literatur tersebut. Janovec kemudian menyajikan cabang-cabang lanjutan dari setiap kotak untuk menunjukkan keluasan penelitiannya. dan metode campuran di dalarnnya . bergantung pada ketersedian penelitian-penelitian lain sebelumnya. dan Keadilan demi Perubahan Organisasi). Setelah menyusun literatur-literatur dalam bentuk diagram hierarkis.  Dalam setiap kotak itu pula disertakan referensi-referensi relevan lain yang terkait.  Dalam setiap kotak. begitu seterusnya. cobalah memasukkan penelitian-penelitian kuantitatif. Setiap topik umum menuntun subtopik-subtopik tertentu yang dilanjutkan dengan subtopik-subtopik berikutnya. kualitatif.Intinya. lalu menyusunnya ke dalam tiga subtopik umum (misalnya. seperti gaya APA. Susunan Persepsi Keadilan. Saya merekomendasikan Anda untuk menggunakan referensi-referensi yang terbit baru-baru ini dan secara tepat menuliskan referensi-referensi tersebut. dalam setiap kotak.  Kembali lagi ke peta literatur Janovec.  Perhatikan pula tingkatan-tingkatan dalam peta literatur ini. Dia membuat kotak Need to Study (Yang Perlu Diteliti) di bagian peta paling bawah yang menunjukkan penelitian yang ia ajukan. peneliti bisa saja menempatkan lebih sedikit atau banyak dari sekadar empat kategori. berdasarkan gaya tertentu. Selanjutnya. yaitu Procedural Justice and Culture (Keadilan dan Kultur Prosedural). dengan prinsip-prinsip rancangan peta yang sangat baik. Peta Janovec ini menggambarkan model hierarkis. Gambar 2. Dia menempatkan topik penelitiannya di kotak hierarki paling atas. Untuk peta seperti ini. Namun. ada pula label-label yang menggambarkan sifat dari penelitian yang terdapat di dalamnya.  Anda bisa saja membuat peta literatur yang jauh lebih luas ketimbang peta literatur di atas. peneliti sebaiknya membangun gambaran visual atas penelitian-penelitian atau literatur-literatur yang sudah ada sebelumnya. dia mencari penelitian-penelitian lain di database terkomputerisasi.1 rnerupakan contoh peta literatur yang mengilustrasikan literatur-literatur yang berkaitan dengan keadilan prosedural dalam studi-studi organisasi (Janovec. perluasan ini tentu saja bergantung pada jumlah literatur yang tersedia dan kedalaman eksplorasi dari setiap literatur tersebut. lalu ia menggambar garis-garis untuk literatur-literatur sebelumnya. 2001).

Informasi tentang sampel. Khusus di bagian akhir ini. Hal yang sama juga dilakukan jika penelitiannya berbentuk buku. 1984). Dalam jurnal ilmiah. Namun. Abstraksi ini harus mewakili isi dari setiap literatur. Untuk mengabstraksikan penelitian-penelitian relevan lain yang sudah dilakukan sebelumnya.  Menyatakan secara singkat informasi tentang sampel. carilah masalah dan tujuan penelitiannya (biasanya terdapat dalam pendahuluan). lalu membuat abstraksi atas literatur-literatur tersebut. abstraksi pada umumnya ditulis di bagian awal penelitian. Dalam jurnal-jurnal ilmiah. dia perlu mencari literatur-literatur. utamanya yang terkait dengan topik penelitian.  Membahas hasil-hasil inti yang berhubungan dengan penelitian yang diajukan. tunjukkan kekurangan teknis dari metodologis dalam literatur/ penelitian tersebut. sedangkan hasil penelitian sering kali disampaikan di akhir karya tulis (biasanya dalam penutup/kesimpulan). peneliti perlu mempertimbangkan materi apa yang akan diringkas dari literatur yang ada. carilah di pertengahan (biasanya dalam bagian metode/ prosedur penelitian). Jika penelitian tersebut berbentuk karya tulis ilmiah. ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. seperti disertasi atau tesis. Abstraksi menjadi informasi penting manakala peneliti ingin meninjau puluhan atau bahkan ratusan literatur.  Jika tinjauan pustakanya bersifat metodologis (Cooper. Perhatikan contoh berikut : .  Menyatakan tujuan atau fokus utama penelitian. abstraksi yang baik mencakup beberapa poin berikut:  Menyatakan masalah yang tengah dibahas. populasi atau data. Untuk membuat abstraksi. carilah pernyataan-pernyataan si penulis yang menunjukkan jawaban singkat atas rumusan masalah dan hipotesis penelitian yang diajukan sebelumnya. Biasanya. populasi atau data penelitian. tetapi juga bisa ditulis dalam bagian tinjauan pustaka.).Mengabstraksikan Literatur Ketika peneliti menulis tinjauan pustaka untuk penelitiannya. yang biasanya ditujukan untuk mendeskripsikan materi literatur-literatur atau penelitian-penelitian sebelumnya yang terkait dengan topik penelitian yang diajukan (penj. dalam penelitian-penelitian akademik. abstraksi tidak hanya ditulis di bagian awal penelitian. kita dapat melihat ada banyak contoh abstraksi ini. Abstraksi merupakan tinjauan singkat atas literatur (biasanya dalam bentuk paragraf pendek) yang meringkas elemen-elemen utama agar pembaca dapat memahami keunggulan-keunggulan dasar dari setiap literatur.

dan Henry (1979) menguji mode Biglan.‖ ―murni atau aplikasi. dan sintesis dari penelitian sebelumnya.  Jika jenis tinjauan pustakanya bersifat metodologis. Creswell dkk. Berdasarkan penemuan ini. Seagren. padahal tulisan tulisan seperti ini tidak termasuk dalam studi penelitian? Untuk tulisan-tulisan yang berbasis penelitian non-empiris seperti di atas.Contoh 2. abstraksinya dapat dibuat dengan cara berikut:  Sebutkan masalah yang dibahas oleh tulisan tersebut. jelaskan kekurangan-kekurangan tulisan tersebut dalam hal penalaran. Dalam kutipan ini. salah satu contoh abstraksi yang mengilustrasikan karakteristikkarakteristik di atas. Berikut ini. Delapan ketua jurusan yang bertugas di empat perguruan tinggi dan satu universitas negeri Midwestern menjadi partisipan dalam penelitian ini. Pada contoh di atas. logika. kekuatan argumentasi.  Nyatakan kesimpulan utama yang berhubungan dengan tema itu. Seagren. dan seterusnya. saya telah memiih komponen-komponen kunci untuk diabstraksikan.1 Tinjauan Pustaka dalam Penelitian Kuantitatif Berikut ini. tipologi. bagaimana mengabstraksilcan esai. model tiga-dimensi yang mengelompokkan 36 bidang akademik ke dalam bidang0bidang yang ―sulit atau mudah. yang diikuti dengan informasi tentang pengumpulan data dan diakhiri dengan pernyataan tentang hasil-hasil utama dan implikasi-implikasi praktis dari hasi-hasil tersebut. . sangat mirip dengan paragraf yang muncul dalam tinjauan pustaka yang biasanya terdapat dalam disertasi atau artikel jurnal. kami meringkas tujuan inti penelitian.  Identifikasilah tema utama tulisan tersebut. Hasinya menunjukkan bahwa para ketua jurusan dalam bidang akademik yang berbeda memiliki kebutuhan pengembangan profesional yang berbeda-beda pua. Lalu. ringkasan satu paragraf atas komponen-komponen utama dalam peneitian kuantitatif (Creswel. Creswell. & Henry. kami menulis abstraksi penelitian berdasarkan referensi in-text dengan format APA (2001). Merekomendasikan agar para ketua/pimpinan yang mengembangkan program-program inservice perlu mempertimbangkan perbedaan-perbedaan antarbidang yang dipimpinnya.‖ dan ―kehidupan atau nono-kehidupan. opini.‖ sebagai prediktor atas kebutuhn pengembangan profesional seorang pemimpin. Dalam abstraksi ini. 1979).

Duncan..1 Pada contoh di atas. tema. . Untuk proposal disertasi. dan menyatakan kesimpulan yang berhubungan dengan tema tersebut (seperti. Dalam hal ini. staf jurusan atau universitas tentang gaya seperti apa yang seharusnya digunakan dalam mengutip referensi. saya telah memperkenakan gagasan tentang bagaimana menggunakan gaya APA untuk mereview artikel di bagian awal abstraksi. mengidentifikasi tema utama ("suatu proses yang mereka sebut sebagai enviromental analysis"). "tidak ada satu pun model konseptual yang komprehensif. Untuk membantu pengelola rumah sakit mengevaluasi lingkungan ekternal." "mengembangkan suatu tipologi‖).Contoh 2. mahasiswa pascasarjana seharusnya meminta arahan dari pihak fakultas. Petunjuk Gaya Pada dua contoh sebelumnya. Sudduth mereview penelitian/literatur relevan lain dengan menggunakan gaya referensi in-text untuk menjelaskan masalah ("kemampuan rumah sakit untuk menyesuaikan perubahan"). ternyata tidak ada satu pun skema konseptual atau model komputer yang komprehensif yang berhasil dikembangkan untuk menganalisis isu-isu lingkungan (Ginter et al. Petunjuk gaya (style manual) menyediakan arahan-arahan bagi para peneliti untuk menulis penelitian bergava akademis. Meraka kemudian menyarankan suatu proses yang dikenal dengan analisis lingkungan (environmental anaysis) yang memungkinkan suatu organisasi dapat merespons secara strategis perubahan-perubahan muncu di lingkungan. Sudduth meringkas tiga ha. jadikanlah dokumen tersebut sebagai referensi dengan menggunakan gaya yang sesuai. seperti format yang konsisten dalam mengutip referensi membuat judul. dan tipologi Ginter. Ketika mendapatkan dokumen yang sekiranya penting dan relevan. Dia melakukan tinjauan pustaka di awal penelitian. dan menggunakan bahasa yang tidak diskriminatif. Meraka lalu menyimpulkan bahwa perubahan yang paling strategis adalah perubahan yang bertumpu pada proses evaluasi yang non-quantifiable dan non-judgemental. 1991). Ginter et al.2 Tinjauan Pustaka dalam Studi Tipologi Sudduth (1992) menyelesaikan disertasi kuantitatifnya dalam bidang poitik tentang adaptasi strategis di beberapa rumah sakit pedesaan. Richardson. Landasan utama dalam melakukan tinjauan pustaka adalah menggunakan gaya referensi yang tepat dan konsisten di sepanjang tulisan. dewan pertimbangan disertasi. dan Swayne (1991) mengangap bahwa lingkungan eksternal berdampak pada mekampuan rumah sakit untuk beradaptasi dengan perubahan. menyajikan tabel dan gambar. yakni masalah. (1991) lalu mengembangkan suatu tipologi. seperti yang terdapat dalam Gambar 2.

Footnote saat ini jarang sekali digunakan dalam makalah/karya tulis akademik dibandingkan beberapa tahun lalu. 2001) merupakan petunjuk gaya yang paling sering digunakan dalam bidang pendidikan dan psikologi. Turabian (1973). aspek terpenting dalam penggunaan petunjuk gaya adalah konsistensi di sepanjang tulisan. dan Campbell dan Ballou (1977) juga sering digunakan dalam bidang ilmu sosial meskipun tetap kurang populer jika dibandingkan dengan gaya APA. Perhatikan aspek-aspek penting.text. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi saya terkait dengan bagaimana menggunakan petunjuk gaya untuk keperluan tulisan akademik:  Ketika menulis referensi in-text. judul.  Ketika menulis referensi end-of-text. Ringkasnya. di akhir setiap bab.  Tabel (table) dan gambar (figure) memiliki format-formatnya tersendiri dalam setiap petunjuk gaya.  Dalarn makalah/karya tulis akademik. end-of. judul. Gaya penulis Universitas Chicago (A Manual of Style. judul (heading) biasanya disusun dalam bentuk tingkatan-tingkatan. 1982). Style manual pada umumnya mempertimbangkan beberapa format penting. bukalah petunjuk gaya untuk mendapatkan format yang sesuai untuk setiap tingkatan tersebut. perhatikan seberapa banyak tingkatan judul yang akan Anda tulis dalam penelitian Anda.Publication Manual of the American Psychological Association. Kemudian. pada contoh-contoh yang disajikan. perhatikan juga apakah petunjuk gaya yang Anda gunakan mengharuskan referensi ini ditulis secara alfabetis atau numerik. . dan penggunaan gambar dan tabel. Saya merekomendasikan Anda mengidentifikasi satu gaya yang dapat diterima oleh para pembaca dan segera mengadopsinya dalam proyek penelitian Anda. seperti garis yang harus dicetak tebal (bold). perhatikan petunjuk gaya untuk mengetahui bagaimana menulis footnote yang sesuai. Jika Anda menyertakan footnote. laporan penelitian berisi sekitar dua hingga empat tingkatan judul. pastikan pula bahwa setiap referensi in-text sudah masuk dalam daftar end-text. perhatikan format yang tepat untuk jenis-jenis referensi dan kutipan ganda. perhatikan apakah footnote tersebut berada di bagian bawah setiap halaman. Pertama-tama. Biasanya. Selain itu. Fifth Edition (APA. atau di akhir makalah. Beberapa jurnal juga telah mengembangkan variasi gaya mereka sendiri. dan spasi.  Jika menggunakan catatan kaki (footnote). seperti intext.

Bahasa ilmu saat ini tampaknya terlalu sering mengabaikan keanekaragaman makna ini. atau justru diletakkan di bagian lain dalam proposal penelitian. Alasannya adalah bahwa dalam penelitian-penelitian formal seperti ini. definisikan istilah-istilah yang muncul di semua bagian proposal penelitian Anda: . Demi keakuratan inilah. Pentingnya sejumlah istilah untuk didefinisikan memang hanya persoalan judgment saja. 22). Bagian defnisi istilah bisa saja ditulis secara terpisah dari tinjauan pustaka. kekuatan bahasa berasal dari kombinasi antara makna dengan konteks tertentu. Sebagai mana pendapat Wilkinson (1991). 17). bisa pula masuk dalam tinjauan pustaka. seperti diungkapkan oleh Firestone (1987) berikut ini: Bahasa sehari-hari memiliki makna yang sangat kaya dan beragam. namun saya tetap merekomendasikan Anda untuk mendefinisikan istilah-istilah tertentu y ang kemungkinan tidak dipahami oleh sebagian besar pembaca. keilmuan kita akan terbentuk dengan baik. Selain itu. Mendefinisikan istilah juga dapat menambah keakuratan suatu penelitian. definisi istilah biasanya ditulis di bagian khusus.Definisi Istilah Topik lain yang berhubungan dengan tinjauan pustaka adalah identifikasi dan definisi istilah-istilah yang dibutuhkan pembaca untuk memahami proyek penelitian yang diajukan. Dalam proposal disertasi dan tesis. atau istilah-istilah yang terdengar asing (Locke. Hanya dengan menjelaskan pemikiranpemikiran dalam definisi-definisi yang otoritatiflah. Sepert halnya simbol. Inilah alasan mengapa istilah-istilah umum atau bahasa-bahasa sehari-hari pun bisa saja memiliki "maknamakna teknis" jika digunakan untuk tujuan keilmuan (hlm. mahasiswa harus tepat dalam menggunakan bahasa dan istilah. "para ilmuwan harus mendefinisikan istilah-istilah yang dapat menjelaskan penelitian mereka secara tepat dan dapat mengomunikasikan penemuan-penemuan dan gagasan-gagasan mereka secara akurat" (hlm. 2007). Karena itu. Saran saya. definisikan istilah-istilah ketika muncul pertama kali agar pembaca tidak perlu kembali lagi membaca di bagian awal ketika mereka menemukan istilah-istilah tersebut dibagian akhir atau pertengahan. utamanya dalam hal keakuratan. Spirduso. & Silverman. peneliti perlu mendefinisikan istilah-istilah penting di awal penelitian. definisikan istilah-istilah vang kemungkinan tidak dimengerti oleh orangorang di luar bidang penelitian Anda.

Sebagai gantinya. Peneliti juga mencoba mendefinisikan secara komprehensif istilah-istilah yang relevan di awal penelitian dan menggunakan definisi-definisi lain yang diperoleh dari literatur. ataupun metode campuran. melainkan mengemukakan definisi-definisi tersebut secara tentatif di awal penelitian sebelum masuk ke dalam inti persoalan.  Dalampenelitian kualitatif. peneliti dapat mendefinisikan istilah-istilah penting pada saat istilah-istilah ini muncul pertama kali. Dalam bagian prosedur penelitian.  Di sisi lain. Karena alasan inilah.  Dalam penelitian metode campuran. dalam penelitian metode campuran. tema-tema (atau perspektifperspektif atau dimensi-dimensi) dapat ditulis setelah analisis data. Jika pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif ditulis secara bersamaan. atau bahkan di bagian akhir penelitian. ada istilah-istilah yang mungkin terdengar asing bagi pembaca—misalnya definisi tentang penelitian metode campuran itu sendiri— sehingga peneliti perlu meletakkan definisi tersebut di bagian prosedur penelitian (lihat Bab 10). peneliti bisa saja mendefinisikan beberapa istilah di awal penelitian meskipun definisi ini hanya tentatif semata. karena bersifat induktif dan melibatkan rancangan metodologis. baik kualitatif. Namun. Definisi istilah bisa saja ditulis untuk semua jerus penelitian. Peneliti meletakkan definisi ini pada bagian terpisah. berarti penulisan definisi istilah bergantung pada prioritas yang diberikan atas salah satu dari dua jenis penelitian tersebut. jelaskan istilah-istilah yang berhubungan dengan strategi penelitian . kuantitatif. dalam penelitian kuantitatif—yang sering ditulis secara deduktif dengan sasaran penelitian yang sudah fixed—peneliti dapat menyertakan definisi-definisi ekstensif dalam proposal penelitiannya. para peneliti kualitatif sering kali tidak membuat bagian terpisah untuk definisi istilah. Jika penelitiannya diawali dengan pengumpulan data kualitatif. definisi istilah bisa diletakan di bagian terpisah jika penelitiannya dimulai dengan tahap awal pengumpulan data kuantitatif. Judul penelitian  Masalah penelitian  Tujuan penelitian  Pertanyaan atau hipotesis penelitiar  Tinjauan pustaka  Landasan teori  Metode penelitian. Selain itu. berarti istilah-istilah bisa didefinisikan sepanjang penelitian.

atau hipotesis penelitian tersebut. 2007):  Definisikan suatu istilah ketika ia muncul pertama kali dalam proposal Anda. hlm. seperti. seperti yang akan dibahas pada Bab 10). Definisi juga bisa disandingkan dengan batasan tertentu. menyediakan ruangan khusus bagi anggota. Tidak ada satu pun pendekatan yang dianggap paling baik untuk mendefinisikan istilah-istilah dalam penelitian. sangat mungkin definisi yang tepat atas suatu istilah tidak tersedia dalam literatur. seperti. 1991). 130). "Kurikulum ini dibatasi hanya pada kurikulum School Disctrict Manual untuk siswa SMP" (Locke et al.  Tulislah definisi dalam tingkatan operasional tertentu. Karena peneliti memiliki ruang untuk menspesifikasikan istilah-istilah yang digunakan dalam penelitiannya maka lebih baik digunakan definisi operasional saja.. tidak dalam bahasa konseptual yang abstrak. "Penguatan (reinforcement) dalam penelitian ini merujuk usaha-usaha untuk mendaftarkan semua anggota klub pada buletin sekolah....yang digunakan seperti strategi konkuren atau sekuensial. Definisi dapat mendeskripsikan istilah sehari-hari (seperti. Dalam hal ini.  Jangan mendefinisikan istilah-istilah dan bahasa sehari-hari. dan istilah tertentu untuk strategi tersebut (seperti rancangan triangulasi konkuren." Definisi juga bisa menjelaskan istilah secara operasional. Dalam pendahuluan. dan bahasa sehari-hari pun bisa jadi digunakan.berdasarkan skala 4.0. dan mendaftarkan keanggotaan klub pada transkip nilai sekolah" (Locke et al. sajikanlah definisi yang tepat dan gunakanlah istilah-istilahnya secara konsisten di sepanjang proposal penelitian (Wilkinson. 2007. suatu istilah bisa saja menuntut adanya definisi untuk membantu pembaca memahami masalah penelitian. organisasi). rumusan masalah. seperti. hlm. Definisi operasional ditulis dalam bahasa tertentu. Meski demikian. . 2007. Definisi juga bisa terdiri dari kriteria yang digunakan dalam penelitian. ada beberapa saran yang perlu dipertimbangkan (lihat juga Locke et al.  Definisi istilah bisa ditulis dengan karakteristik yang berbeda-beda. 2007). Alhasil.7 atau di atasnya. Meski demikian. Jika demikian ihwalnya. gunakanlah bahasabahasa "teknis" yang sudah ada dalam literatur. istilah-istilah harus didasarkan pada literatur dan tidak boleh Anda buat sendiri (Locke et al. 130). "Rata-rata IP mahasiswa yang digunakan dalam penelitian ini adalah GPA kumulatif 3. misalnya.

Karena penelitian refleksi individual dan kolaboratif di antara para staf bidang kemahasiswaan ini. dan (c) bagaimana seorang pengurus professional meningkatkan praktiknya melalui tuturan reflektif dan pikiran. Definisi Istilah dalam Disertasi Metode Campuran Contoh pertama ini mengilustrasikan definisi panjang atas istilah-istilah dalam penelitian metode campuran yang diletakkan di bagian terpisah pada Bab I. 2007). Biasanya. bagian yang terpisah ini tidak lebih dari dua atau tiga paragraf saja. (b) bagaimana seseorang mempraktikkan secara terang-terangan apa yang diketahuinya secara intuitif. Dari buku Schon inilah. yang menunjukkan bahwa istilah itu memiliki makna tertentu (Locke et al. karakteristik-karakteristik penting dari refleksi individual dapat merujuk pada beberapa hal : (a) ―tindakan artistic‖ (Schon. Meskipun tidak ada satu format yang dianggap paling tepat. . dalam penelitian ini. Setelah beberapa decade. sebagian besar definisi istilah diletakkan di bagian khusus penelitian. 1983). sejauh yang peneliti pahami." dan memasangkan istilah-istilah dengan definisi-definisinya dengan cara meng-highlight istilah tersebut. Dua contoh berikut menggambarkan susunan definisi istilah yang berbeda-beda dalam penelitian: Contoh 2.3. Grassmeyer kemudian memberikan definisi detail atas istilah-istilah tersebut di awal penelitiannya. VanHorn-Grassmeyer (1998) meneliti bagaimana 119 staf baru bidang kemahasiswaan di perguruan tinggi terlibat dalam refleksi secara individual atau kolaboratif. yang sering kali bertajuk "Definisi Istilah. Perhatikan bagaimana Grassmeyer merujuk pada definisi istilah yang sudah disajikan oleh para penulis lain : Refleksi Individual Schon (1983) menulis sebuah buku yang menjelaskan konsep-konsep yang ia sebut sebagai berfikir reflektif.. Meski demikian. buku ini kemudian ditulis dan dirombak kembali oleh Schon dan Argyris (Argyris dan Schon. Pendahuluan. berefleksi dan praktik reflektif. definisi singkat atas refleksi individual adalah tindakan intuitif yang sulit dilakukan. Berikut ini saya akan menggambarkan dua cara bagaimana Grassmeyer mendefinisikan istilah-istilahnya. 1978) untuk mempertajam konsep-konsep tersebut. Grassmeyer menyurvei para staf baru dan melakukan wawancara mendalam dengan mereka.

Penelitian sebelumnya (seperti Cherlin dan Furstenberg. informasi. norma dan kebiasaan kolektif (dan seorang individu yang terlibat dalam persoalan-persoalan professional)‖ (Baskett & Marsick. 1988) . sehingga peran menjaga keutuhan keluarga sering kali dikaitkan dengan wanita di dalamnya (Hagestad. Untuk menjelaskan topic ini.Staf Kemahasiswaan Staf memiliki banyak definisi. 1998:11-12) Contoh 2. (Vernon.4 Definisi Istilah dalam Subbab Variabel-Variabel Bebas Contoh keduaini menggambarkan bentuk singkatbagaimana menulis definisi istilah untuk suatu penelitian. Vernon (1992) meneliti bagaimana perceraian dalam keturunan kedua mempengaruhi relasi antara kakek-nenek dan cucu-cucu mereka. Jika pada contoh ini disajikan definisi operasional tertentu. (VanHorn-Grassmeyer. 1992:3). perspektif. nenek cenderung lebih dekat dengan cucu-cucu mereka daripada kakek). Baskett dan Marsick mendeskripsikan staf sebagai seorang individu ―yang memiliki pangkat tertentu dari kebebasan untuk memberikan judgment dengan tetap didasarkan pada gagasan. pada contoh kedua ini disajikan definisi procedural. 1986) menyatakan bahwa kakek-nenek dari pihak ibu cenderung dekat dengan cucu-cucu mereka. Vernon memasukkan definisi istilah pada subbab variablevariabel bebas. 1992:35-36) . Relasi Kekeluargaan Dengan Cucu Relasi kekeluargaan dengan cucu pada umumnya ditentukan oleh apakah kakeknenek berasal dari pihak ibu atau dari pihak ayah. Staf kemahasiswaan setidak-tidaknya memiliki karakteristikkarakteristik di atas dalam melayani mahasiswa di lingkungan universitas yang salah satu fungsinya adalah mendukung keberhasilan akademik dan kurikulum. Jenis Kelamin Kakek-Nenek Baik kakek meupun nenek ternyata menjadi salah satu fackor dalam relasi kekeluargaan antara mereka dengan cucu-cucu mereka (seperti.

Tulislah paragraf awal tinjauan pustaka dengan memerinci bagian-bagian yang akan dibahas di dalamnya. khususnya untuk rancangan penelitian kuantitatif atau metode campuran yang hampir selalu menyediakan bagian/subbab khusus unhrk tinjauarr pustaka. Model penulisan ini tampaknya sesuai untuk disertasi atau untuk mengkonseptualisasikan literatur dalam artikel/karya tulis ilmiah. dan Kesimpulan. Untuk penelitian kuantitatif atau metode carnpuran yang memprioritasknn penelitian kuantitatif. sebagai sesuatu yang dibandingkan dengan hasil penelitian. dan relasi antara variabel bebas dan variabel terikat (lebih jelas tentang variabel ini baca Bab 3).ang dibahas dalan'r literatur tersebut. bukan variabel terikat. dapat ditulis untuk tujuan yang berbeda-beda (misalnya. yakni dengan meninjau literature-literatur akademik tentang satu atau beberapa variabel bebas. Tinjaulah Topik 1. tinjauan pustaka bisa saja mengeksplorasi aspek-aspek fenomena utama yang dibahas dan membaginya ke dalam topik-topik khusus. 2. Tinjaulah Topik 2. tulisiah. variabel-variabel terikat. Jangan lupa membahas penjelasan dalam literature yang hanya terkait dengan variabel bebas. Jika dalam literature tersebut dibahas bebepa variabel terikat. Topik 2 (tentang variabel terikat). sebagai sesuatu yang dibahas sepanjang penelitian. Buatlah tinjauan pustaka yang tersusun dari lima komponen: Pendahuluan. saya telah mengembangkan satu model yang menyajikan parameter-parameter tertentu dalam menulis tinjauan pustaka. perhatikan rincian berikut ini: 1.Tinjauan Pustaka Kuantitatif atau Metode Campuran Saat menyusun tinjauan pustaka. Jika ada beberapa variabel bebas ).perhatikan subbagian-subbagiannya atau fokuslah pada satu variabel terikat yang paling panjang saja. 3. Untuk lebih jelasnya. biasanya peneliti akan sulit menentukan seberapa banyak literatur yang harus direview.perhatikan subbagian-subbagiannya atau fokuslah pada satu variabel yang paling penting saja. .tinjauan pusiaka yang berisi materi-materi perrting daiam literatur yang berhubungan dengan variabel-variabel bebas. Topik 3 (keterangan-keterangan lain yang membahas relasi antara variabel bebas dan variabel terikat). Meski demikian. sebagai alasan atau penjelasan logis atas masalah penelitian. yakni dengan meninjau literatur-literatur akademik tentang satu atau beberapa variabel terikat. dan sebagainya). tiniauan pustaka dalam penelitian kualitatif ini.Paragraf ini lebih berupa penjelasan tentang susunan setiap bagian dalam tinjauan pustaka yang Anda tulis. Agar masalah ini terselesaikan. Topik 1 (tentang variabel bebas). seperti yang telah dibahas sebelumnya. Dalam penelitian kualitatif.

yakni iengan meninjau literatur-literatur akademik yang membahas hubungan antara variabel-variabel bebas dan variabel(-variabel) terikat. langkah-langkah ini iuga dapat mempersempit ruang lingkup penelitian yang diaiukan sehingga rumusan masalah dan metode penelitian yang nantinva disajikan benar-benar dapat terjangkau dengan baik KESIMPULAN Sebelum mencari literatur. bagian ini harus padat dan berisi literatur-literatur lain yang memang sangat berkaitan dengan topik penelitian Anda. peneliti seyogianya menggunakan literatur-literatur akadernik untuk menyajikan hasil-hasil dari penelitian-penelitian sebelumnya. Selain itu.uan utamanya. Langkah-langkah di atas dapat diterapkan untuk menulis tinjauan pustaka untuk jenis penelitian yang membahas variabel-variabel (biasanya kuantitatif atau penelitian metode campuran dengan bobot kuantitatif). Ambillah satu bagian dalam literature tersebut yang sangat berkaitan erat dengan topik atau tinjaulah bagianbagian lain yang membahas topik tersebut secara umum. untuk itu. kuantitatif. literatur memiliki tujuan yang berbeda-beda. menghubungkan penelitiannya dengan literatur-literatur tersebu! dan menyediakan kerangka kerja dalam membandingkan hasil penelitiannya dengan hasil penelitian-penelitian lain. pertimbangkan apakah topik Anda dapat dan perlu diteliti dengan cara mencari tahu adakah akses kepada para partisipan dan sumber-sumber lain. Penelitiar tetapi literatur tersebut tidak mempersempit pandangan dari para partisipan. tunjukkan tema-tema utama yang diangkat oleh literature-literatur tersebut. identifikasilah topik Anda. Di sinilah inti dasar penelitian Anda. Di bagian akhir tinjauan pustak. dan metode campuran. misalnya dengan merancang iudul yang jelas atau menyatakan rumusan masalah utama. Tidak hanva itu. Dalam penelitian kua litatif. Pendekatan umurn yang sering digunakan dalam penelitian kualitatif adalah memasukkan .bteratur membantu memverifikasi masalah.4. 5.jelaskan mengapa tema-tema ini membutuhkan penelitian lebih lanjut dan tentu saja yakinkan pembaca mengapa penelitian lebih lanjut dan tentu saja yakinkan pembaca mengapa penelitian Anda dapat memenuhi kebutuhan ini. akan diminati oleh orang lain. untuk penelitian kualitatif. buatlah kesimpulan atau ringkasan yang menonjolkan literature-literatur yang dianggap paling relevan. Dalam tinjauan pustaka. Tinjaulah Topik 3. dan konsisten dengan tujuan-tu. dan apakah topik tersebut akan memberikan konkibusi pada literatur yangada.

2001). Kemudian. pertimbangkan keseluruhan struktur Penyusunan tinjauan pustaka Anda. Namun demikian. seraya memerhatikan gaya penulisan referensi berdasarkan petunjuk gaya (seperti. carilah database-database online. pertama-pertama carilah artikel jurnal. Dalam pen elTtian kuantitatif. Dalam penelitian kuantitatif. PubMed. Anda dapat menyediakan bagian khusus untuk tinjauan pustaka berdasarkan variabel-variabel utama. pada tahap akhir. atau jika tidak. literatur tidak hanya membantu memverifikasi masalah. lalu buku-buku. Mulailah menulis absiaksi penelitian. atas berdasarkan subtema-subtema penting suatu fenomena untuk penelitian kualitatif' . Deskripsikan secara singkat informasi penting tentang penelitian tersebut yang meliputi masalah penelitian pertanyaan penelitian. seperti ERIC. dan seterusnya. dalam penelitian metocle campuran. Google Scholar. tetapi juga memperlihatkan kemungkinan perlunya mmusan masalah atau hipotesis untuk dibahas. APA. dan SSCI. Penggunaan tinjauan pustaka bergantung pada jenis rancangan dan bobot yang diberikan pada aspek-aspek kuaiitatif dan kuantitatif. Identifikasilah penelitian-penelitian lain yang turut memberikan kontribusi pada penelitian Anda. Untuk penelitian kuantitatif. identifikasilah kata kunci-kata kunci (keywords) untuk mencari literatur. carilah literatur-literatur yang sesuai dengan prioritas. masukkan definisi tersebut dalam tinjauan pustaka. Definisikan istilah-istilah kunci dan jika dibutuhkan sediakan subbab khusus untuk definisi istilah ini dalam proposal Anda. Sociofile. seperti PsycINFO. Lalu. Ketika akan melakukan tinjauan pustaka. Kelornpokkan penelitian-p-enelitian ini ke dalam peta literatur yang mencerminkan kategori-kategori utama atas penelitian-penelitian tersebut dan posisikin penelitian Anda dalam kategori-kategori ini. ProQuest. tinjauan pustaka biasanya diletakkan terpisah dalam satu bagian khusus. pengumpulan dan analisis data penelitian' dan hasil akhir penelitian. dan database-database lain yang lebih spesifik.lebih banyak literatur di bagian akhir ketimbang di bagian awal.

antara lain: mengembangkan konsep-konseP yang menjelaskan alasan/logika penelitian. Spirduso. sajikan definisi-definisi di bagian utama proposal.. W. Thousand Oaks. Berdasarkan pencarian yang sudah Anda lakukan pada latihan (3). Masukkan penelitian Anda ke dalarn peta tersebut dan gambarlah garis-garis Cari penelitian Anda ke kategori-kategori pehelitian lain seiringga pembaca dapat mudah LATIHAN MENULIS melihatbagaimana penelitian Anda benar-benar memperluas pertelitian/literatur yang sudah ada 2. & Silverman. mengembangkan subtopik-subtopik untuk setiap konsep utama.F. Ambillah l0 literatur yang telah Anda pilih dan abstraksikan literatur tersebut untuk tinjauan pustaka Anda. tulislah satu abstraksi -rnasing-masing untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif. 3. dan Stephen Silverman mendeskripsikan tiga tahapan dalam melakukan tiniauan pustaka. Buatlah tiniauan pustaka untuk penelitian kuantitatif dan perhatikan langkahlangkah yang sudah diielaskansebelumny agar variabel-variabel penelitian Anda dapat terlihat dengan jelas. Proposals that Work A Guide for Planning Dissertations and Grant Proposals (5'h Edition).atas literatur/penelitian lain yang sudah Anda dapatkan dari database terkomputerisasi. jangan . CA: Sage. Buatlah peta literatur untukliteratur-literatur yang Anda peroleh. L. 4. Mereka juga menjelaskan enam aturan dalam mendefinisikan istilahistilah: jangan membuat kata-kata sendiri. dan menambah referensi-referensi terpenting yang mendukung konsep-konsep tersebut.Latihan Menulis 1. (2007). Lawrence Locke. lakukan pencarian ulang dengan memanfaatkan deskrip tor-deskriptor yang terdapat dalarn literatur tersebut. Berlatihlah dengan menggunakan database online terkomputerisasi untuk mencari literalur-literatur yang relevan dengan topik Anda' Lakukan pencarian berulangulang hingga Anda menemukan satu literature yang sangat ierkait dengan topik penelitian Anda' Kemudian.W. BACAAN TAMBAHAN Locke. Gunakan petunjuk-petunjuk yang sudah dijelaskan dalambab ini untukmengetahui elemen-elemen aPa saja yang perlu dimasukkan dalam abstraksi tersebut. Waneen Spirduso. SJ.

(1998). San Francisco: Jossey-Bass. Lebih dari itu.Introduclion to social Research: Quantitatiae and Qualitatioe Approaches (2'd edition). dan apakah literatur tersebut berkualitas. Langkah-langkah ini mencakup usaha peneliti untuk memeriksa apakah Pengarang literatur tersebut sudah kompeten dengan topik yang diangkat. keseluruhan strategi penelitian. Konseptualisasi Funch atas isu-isu penting yang membedakan dua pendekatan ini semakin memperjelas mengapa kedua pendekatan tersebut berbeda. London: Sage Keith Punch membahas tentang penelitian ilmu-ilmu sosial yang biasanya menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan.B. kemudian menulis masalah peelitian. dan gunakan definisi-definisi tertentu (prosedural atau operasional. Merriam lebih jauh menjelaskan bahwa tinjauan pustaka bukanlah sekadar proses linear dari membaca literatur.) untuk istilah-istilah tersebut. Faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut biasanyi meliputi gaya penelitian. yakni melakukan langkah-langkah ini secara bersama-bersama. Sharan Merriam menyajikan pembahasan menarik tentang penggunaan literatur dalam penelitian kualitatif . tinjauan pustaka justru melibatkan proses yang lebih interaktif. peni. lalu mengidentifikasi kerangka teoretis. (2005) .F. dan seberapa ketat penelitian tersebut akan mengikuti arahanarahan yang terdapat dalam literature. kapan terakhir kali literatur tersebut diterbi&an.menggunakan bahasa-bahasa umum sehari-hari. apakah literature tersebut relevan dengan topik penelitian yang diajukan. . mencatat bahwa ketika menulis proposal atau laporan penelitian. S. Punch. Punch juga. Dia mernperkenalkan langkah-langkah dalam melakukan tinjauan pustaka dan memberikan kriteria penting dalam memilih literatur. fokus kita dalam menulis tinjauan pustaka sering kaliberbeda-beda. Merriam. K. definisikan istilah-istilah penting ketika muncul pertama kali. Qualitatit:e Research and Case Study Applications in Education.

Di bagian arnir.peneliti sering kali menguji berbagai teori untuk menjawab rumusan masalahnya.apa yang dilihat Can rumusan masalah apa yang diajukan. ras.perspektif yang nantinya dapat membentuk. Selanjutnya. penelitian dengan metode carnpuran bisa didasarkan pada satu perspektif teoretis. penggunaan teori lebih bervaridsi lagi. seperti dalam penelitian etnografi atau advokasi. peneliii kualitatif dapat mengembangkan suatu teori dari hasil penelitiannya dan meletakkan teori tersebut di akhir proyek penelitian misalnya dalam penelitian grounded theory. teori bisa juga muncul di awal penelitian sebagai . atau kelas. Dalam penelitian kuantitatif. dan penerapan perspektif transformatif yang populer dalam pendekatan ini. yang nantinya dapat menuntun keseluruhan tahap penelitian.BAB TIGA PENERAPAN TEORI Salah satu komponen penting dalam melakukan penelitian adalah menentukan teori apakah yang akan digunakan untuk mengeksplorasi rumusan masalah. Dalam penelitian kuatitatif. sepe rti pota-pola. Dalam penelitian metode campuran' peneliti bisa saja menguji atau justru membuat suatu teori' Bahkan. pembahasan akan beralih pada penggunaan teoridalam penelitian kualitatif. Para peneliti kualitatif menggunakan istilah yang berbeda-beda untuk menyebut teori. Kemudian. Saya juga akan menyajikan definisi dari teori itu sendiri. Dalam penelitian kualitatif.uau ini akan berarih pada penggunaan teori dalam penelitian metode campuran. Bahkan. peletakan serta model penulisan teori dalam penelitian kuantitatif. 73 . Saya mengawali bab inidengan berfokus pada penggunaan teori dalam penelitian kuantitatit. lalu menjabarkan perspektif teoretis dalam proposal penelitian kuantitatif. untuk mendeskripsikan sudut pandang mereka dalam penelitian. saya akan membahas prcsedur-prosedur dalam mengidentlfikasi teori. Dalam proposal disertasi kuantitatif. semua bagian di dalamnya bisa saja dirancang untuk rnenyaji kategori yang akan diteliti. seperti fokus pada isu-isu feminis. penggunaan variabelvariabel dalam penelitian kuantitatif. Dalam bab ini juga disediakan contoh-contoh penulisan teori kualitatif. kacamata teoretis' atau generalisasi naturalistik.

. atau kepemimpinan' Ada sejumlah buku yang menjelaskan secara rinci tentang jenis-jenis variabel dan skala pengukurannya (seperti. 2007 a). vaiabel meruiuk pada karakteristik atau atribut seorang ir. status sosial-ekonomi (SSE)' dan sikap-sikap atau.TEORI DALAM PENELITIAN KUANTITANF Variabet-Variabel dalam Penelitian Kuantitatif Sebelum membahas teori kuantitatif. atecedent. Susunan temporal (temporal order) berarti bahwa. yang memiliki konotasi gagasan yang. satu variabel mendahului variabel lain dalam satu waktu.menggunakan istilah konstruk (ketimbang variabel). Namun demikian. atau predictor. Untuk itulah:  Vaiabel-aniabel bebas (independcnt aariables) merupakan variabel-variabel yang (mungkin) menyebabkan. serta memvisualisasikan model-model variabel iiu ke cialam penyajian kiri-kanan atau penyebab-dan-pengaruh. seperti rasisrme control sosial. (Punch. apalagi iknuwan social saat ini sering mengatakan bahwa ada penyebab yang mungkin (probable causation). L991). 1997). 1991. umur. peneliti tidak bisa secara mutlak membuktikan adanya penyebab dan pengaruh (Rosenthal & Rosnow.Variabel dapat diukur atau dinilai berdasarkan satu skala.Yariabel-variabel ini juga dikenal dengan istilah variabel-variabel treatmant.lebih abstrak ketimbang istilah yang didefinisikan justru spesifik. 1979 . kekuatan politis.2005). penelitin perlu memahami variabel-variabel dan jenis-jenisnya vang akan digunakan dalam rnembangtrn teori. dan menyusun variabel-variabel tersebut dalarn rumusan masalah dan fujuan penelitian. atau berefek pada outcome . Thotndike. Variabel-variabel yang diukur dalam penelitian biasanya meliputi gender.yang iuga akan digur'akan dalam buku inisecara pemranen. Keppel.ai riau atau suatu organisasi yang dapat diukur atau diobservasi (Creswell.Variabel biasanya berv-ariasi dalam dua atau lebih kategori atau dalam continuum skor. Karena susunan waktu inilah maka sering dikatakan bahwa satu variabel dapat berpengaruh pada variabel iain meskipun Pernyataan yang lebih akurat adalah satu variabel mungkin saja memengaruhi variabel lain. mernengaruhi.Isaac & Michael 1981. Variabel-variabel dibedakan berdasarkan dua karakteristik: susunan temporal dan pengukurannya (atau observasi). perilakuperilaku tertentu. Kerlinger. Ketika melakukanpenelitian dalam setting dan terhadap manusia tertentu. Temporal order berarltbahlva peneliti kuantitatif belpikir tentang variabel-variabel dalam satu sustrnan (order) "dari kiri ke kanan. Ahli psikologi lebih suka. 74 . manipulated. ilmuwan sosial biasanya menggunakan istilah aariabel.

variabel tersebut bisa saja merupakan variabel demografis atau persbnal (seperti umur atau gender) yang memang perlu dikontrol sehingga pengaruh variabel bebas terhadap variaber terikat benar-ben. Variabelvariabel ini biasanya terdapat dalam penelitian eksperimen. sebenarnya tidak diukur atau diobservasi dalam penelitian. Variabel ini memediasi pengaruh-pengaruh vaariabel bebas terhadap variabel terikat. berada di antara variabel bebas dan variabel terikat. Dalam penelitian kuantitatif.  Dua jenis variabel lain adalah variabel control dan variabel confounding.tetapi variabel ini tidak atau tidak bisa dinilai (misalnya. hal ini mungkin disebabkan (a) persiapan mereka dalam penelitian (variabel bebas) dan/atau (b) usaha mereka dalam menyusun gagasan penelitian ke dalam kerangka kerja (variabel intervening) yang juga turut memengaruhi performa mereka dalam test tersebut. dan effect. tetapi pengaruhnya tidak dapat dilacak secara langsung.r dapat diidentifikasi. Peneliti mernberikan komentar tentang pengaruh variabel confounding setelaah penelitiannya selesai karena variabel-variabel ini dapat beroperasi untuk menjelaskan relasi antara variabel bebas dan variabel terikat. Jenis variabel lain.  Variabel intervening ataumediatingberadadi antara variabel bebas dan variabel terikat. Variabel-aariabel. variabel ini merupakan variabel bebas jenis khusus karena variabel ini secara potmsial juga dapat memengaruhi variabel terikat. sikap-sikap diskriminatif). variabel confounding (atau spurious). jika siswa dapat melakukan fesf metode penelitian dengan baik (variabel terikat). Misalnya. yakni usaha menyusun penelitian. Istilah lain untuk variabel terikat adalah variabel criterion."Bagaimana harga diri mempengaruhi hubungan pertemanan di 75 . Variabel-variabel terikat ini merupakan outcome atau hasil dari pengaruh variabel-variabel bebas. Seperti yang terlihat bahwa variabel mediating ini. peneliti menggunakan prosedur-prosedur statistik (seperti analisis covariance) untuk mengontrol variabel-variabel ini. Variabel control memainkan peran penting dalam penelitian kuantitatif. Vuriabel ini meman ada.terikat (dependent variables merupakan variabel-variabel yang bergantung pada variabel-variabel bebas. vadabel-variabel saling dihubung kan untuk menjawab rumusan masalah (seperti. outcome.  Variabel moderating merupakan variabel baru yang dikonstruksi sendiri oleh peneliti dengan cara rnengambil satu variabel dan mengalikannya dengan variabel lain untuk mengetahui dampak keduanya (seperti. umur X sikap = kualitas hidup).

17). Y? Dalam hal ini. Berdasarkan definisi ini. atau alasan. berpengaruh atau berefek pada variabel terikat. yang dimaknai sebagai "usaha mengetahui bagaimana dan mengapa variabel-variabel dan pernyataan-Pernyataan relasional saling berhubungan satu sama lain" (hlm. teori merupakan seperangkat konstruk (atau variabel) yang saling berhubungan. Dia berpendapat bahwa teori merupakan seperangkat konstruk (variabel-variabel). Dalam penelitian kuantitatif. logika teoretis. Pembahasan mengenai teori biasanya muncul di bagian tinjauan pustaka atau di bagian khusus.Thomas. Teori biasanya membantu menjelaskan (atau memprediksi) fenomena yang muncul di dunia.antara anak-anak remaja?") atau untuk memuat prediksi tentang hasil apakah yang ingin diharapkan. definisi Kerlinger tentang teori masih berlaku hingga saat ini. atau perspektif teoretis. utamanya dalam makalah yang disajikan di seminar American Educational Research Association – Metafora pelangi (metaphor of a rainbow) mungkin dapat membantu kita memvisualisasikan bagaimana Suatu teori beroperasi. mengenai cara-cara mengkonseptualisasikan teori dan bagaimana teori dapat mempersempit ruang lingkup penelitian). Pelangi ini mengikat secara bersarrra variabel-variabel tersebut dan menyediakan penjelasan yang memadai tentang bagaimana dan mengapri seseorang harus berharap pada variabel t'rebas untuk menjeiaskan atau 76 . Prediksi-prediksi sering kali dikenal dengan istilah hipotesis (seperti. meskipun saya lebih suka dengan istilah perspektif teoretis karena istilah ini lebih banyak digunakan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalarn proposal penelitian. X.64). definisi-definisi. 1997. Suatu teori dalam penelitian bisa saja berfungsi sebagai argumentasi. yang berasosiasi dengan proposisi atau hipotesis yang memerinci hubungan antar variabel (biasanya dalam konteks magnitude atau direction). teori akan menyediakan penjelasan atas ekspektasi atau prediksi atas keterhubungan ini. dan proposisi-proposisi yang saling berhubungan yang mencerminkan pandangan sistematik atas suatu fenomena dengan cara memerinci hubungan antar variabel yang ditujukan untuk menjelaskan fenomena alamiah‖ (hlm. ada beberapa preseden historis untuk memandang teori sebagai prediksi atau penjelasan saintifik (lihat G. Dalam hal ini. Labovitz dan Hagedorn (1971) menambah definisi teori ini dengan gagasan tentang theoretical rationale. "Harga diri yang positif dapat rneningkatkan hubungan pertemanan di antara anak-anak remaja")' Definisi Teori Dengan berbekal pemahaman tentang variabel' kita dapat melanjutkan pembahasan tentang Penggunaan teori kuantitatif. pelangi mrnjembotani variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian. pembahasan. Mengapa variabel bebas. Misalnya. seperti landasan teori.

ruang dan jurnlah tertentu" seperti teori Goffman tentang gerak wajah (face work) yang menjelaskan bagaimana orang berinter aksi face to face ketika berada dalam ritual-ritual keagaman. sosiologi. menjelaskan bagaimana surplus suatu masyarakat dapat meningkat seiring dengan perkembangan masyarakat tersebut. teori iuga memiliki jangkauan yang berbeda-beda.memprediksikan variabel terikat. Teori-teori berkembang ketika peneliti tengah rnenguji suatu prediksi secara terus-menerus. Teori level-mikro mernberikan penjelasan yang hanya terbatas pada waktu. dan ekonomi. Misalnya. Dengan memasukkan informasi ini ke dalam pernyataan prediktif (hipotesis). & White. dengan mencarinya dalam databasedatabase literatur (seperti. peneliti bisa menulis. Teori level-meso menghubungkan teori level-mikro dan teori level-makro. 77 . Beals.atau tidak diketahui) dan magnitudenya (apakah kuat atau lemah). seperti teorinya Collin tentang kontrol dalam organisasi. pergerakan sosial. atau komunitas. Sociological Abstracts) atau mereview petunjuk-petunjuk dalam literatur yang memb ahas teori-teori tersebut (misatnya. dan siswa-siswa SMA) maka teori pun akan rnuncul. seperti psikologi. pendidikan. Selain itu. Dengan demikian. dan masyarakat luas. misalnya. Teori-teori bisa saja muncul daiamberbagai disiplin ilmu sosial. Berikut ini saya tunjukkan bagaimana suatu teori ini berkembang dalam penelitian. antropologi. Psychological Abstracts. seperti institusi sosial. semakin besar disanfranchisemant dalam diri pengikutnya. teori atribusi). Teori-teori ini tentu saja dapat diakses. 1997). Rotary CIub.negatif. peneliti mengombinasikan variabel-variabel bebas. serta dalam subbidang-subbidang lain. sistern berdaya.level-meso. Teori level-makro menjelaskan agregat-agregat yarig lebih luas. lihat Webb. dan ia bisa memberinya nama (seperti. misalnya. semakin kuat sentralitas kekuasaan dalam diri pemimpin. dan level-rnakro. Teori ini pada umumnya meliputi teori tentang organisasi. dan terikat berdasarkan ukurannya yang berbeda-beda dalam rumusan masalah penelitian. dapat disimpulkan bahwa teori muncul dan berkembang sebagai penjelasan atas suahl pengetahuan dalam bidang-bidang tertentu (Thomas. Rumusan masalah ini memberikan informasi tentang jenis hubungan antarvariabel (apakah positif. mediating. gereja Presbyterian. Teorinya Lenski tentang stratifikasi sosial. L986)." Ketika peneliti menguji hipotesis hipotesis seperti ini dalam setting yang berbeda-beda dan dengan populasi yang berbeda-beda pula (seperti Pramuka. Neuman (2000) membagi teori dalam tiga level: level-mikro.

dan alctivitas-aktivitas ini bisa saja sernakin memperkuat perasaan sentimen tersebut' Semakin sering individu berinteraksi dlngan individu lain. 2. Ketiga. semakin besar observabilitasnya (htm. semakin besar konforrnitasnya. Seperti yang tampak pada Gambar 3.1. Kedua. tiga variabel 78 .peneliti dapat menyajikan teori dalam bentuk visual. Pertama.semakin besar konformitasnya.118. Semakin tinggi pangkat seseorang. Ada dua contoh sederhana yang dapat disajikan di sini.peneliti menegaskan teori dalam bentuk hipotesis-hipotesis yang saling berhubungan.120). Semakin kuat sentralitas seseorang. pernyataan logika "jika-maka". akan semakin mirip (hlm 112. Blalock (1969. dalam beberapa keadaan. 1985. 5. Semakin tinggi pangkat seseorang. 4. Bentuk ini penting untuk meneterjemahkan variabel-variabel ke dalam gambar visual. Hopkins (1964) menegaskan teorinya tentang ?roses-Prosespenganh dalam 15 hipotesis. Individu-individu yang senitmentil dalam berinteraksi dengan individu-individu lain akan mengungkapkan perasaan sentimennya dalam aktivitas-aktivitas yang sering kali melampaui aktivitasaktivitas sistem eksternal.. semakin besar konformitasnya. semakinbesar observabilitasnya. Semakin tinggi pangkat seseorang. 6. aktivitas-aktivitas dan sentimen-sentimen mereka. tingkat kesukaan antarkeduanya juga akan meningkat. peneliti menyatakan teori dalam bentuk pemyataan ―Jika-maka" yang menunjukkan mengapa seseorang harus berharap variabel bebas dapat mempengaruhi variabel terikat. atau benfuk visual. dan seterusnya. seperti hipotesis. 7.. Homans (1950) menjelaskan teori tentang internksi: Jika frekuensi interaksi antara dua atau lebih individu meningkat. Misalnya. Semakin kuat sentralitas seseorang. 1991) rnenampilkan causal modeling dengan membentuk teori-teori verbal menjadi model-model kausal sehingga pembaca dapat menvisualisasi hubungan antarvariabel.Bentuk-Bentuk Teori Dalam proposal peneli tian. Semakin besar konformitas seseorang. Contoh. Semakin besar observabilitas seseorang. Sebagian hipotesis ini dapat dilihat sebagai berikut (hipotesis-hipotesis ini sudah dimodifikasi dengan menghilangkan pronornina-pronomina yang me3ujuk pada gender tertentu): 1. 3. semakin kuat sentralitasnya. 51). semakinbesar observabilitasnya. peneliti menegaskan teorinya dalam beberapa bentuk.

 Tunjukkan kekuatan hubungan antarvariabel dengan menyisipkan simbol-sirnbol valensi dalam setiap anak panah. Diagram semacam ini menunjukkan adanya rangkaian kausalitas antar variabel yang menuntun modeling melewati suatu analisis dart analisis-analisis lain yang lebih rumit dengan menggunakan sistem pengalian antarvariabel.  Gunakan anak panah two-headed yangterhubung satu sama lain untuk menunjukkan hubungan yang tidak dianalisis diantara variabel-variabel yang tidak terkait dengan hubungan-hubungan lain.  Gunakan valensi positif atau negatif untuk mempostulasi atau menyimpulkan hubunganhubungan antarvariabel. X1 + Y1 X2 + + + Y2 X3 Variabel-variabel Terikat + Variabel-variabel Intevening Z1 Variabel-variabel Bebas Gambar 3. yang juga dimediasi oleh pengaruh dari dua variabel intervening.1998). Duncan (1985) memberikan saran penting untuk membuat diagrarn-diagram kausal seperti ini:  Posisikan variabel-variabel bebas di bagian kanan diagram dan variabel-variabel terikat di bagian kiri.  Gunakan anak panah satu-arah yang menuntun setiap variabel utama (variabei bebas) menuju variabel-variabel lain (variabel terikat dan variabel futercating / control)yang bergantung padanya. seperti yang terdapat dalam model ekuasi siruktural (lihat Kline . Pada level preliminer.1 Tiga Variabel Bebas Memengaruhi Satu Variabel Terikat Yang Dimensiasi Oleh Dua Variabel Intervening.bebas mempengaruhi satu variabel terikat. 79 .

variabel terikat. Saya mwenunjukkan dua contoh ini hanya untuk memperkenalkan kemungkinankemungkinan menghubungkan variabel bebas dan variabel terikat agar teori yang dapat terpakai dapat terbangun secara utuh. Rancangan seperti ini sering diterapkan untuk penelitian eksperimen antar kelompok (lihat Bab 8). lalu membuat model visual yang melukiskan hubungan antar faktor-faktor ini. Variasi atas model diatas bisa dilakukan dengan menambahkan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen segala variabel-variabel yang dikomparasikan berdasarkan pengaruhnya terhadap hasil akhir (variabel terikat). Seperti yang tanpak pada gambar 3. sama seperti yang dijelaskan pada contoh sebelumnya. Variabel X Kelompok Eksperimen Y1 Variabel Y Kelompok Kontrol Gambar 3. seperti yang tanpak pada Gambar 3. menyajikan contoh visual yang kompoleks. dia menyesuaikan dengan kerangka teoretis yang terdapat dalam penelitian-penelitian keperawatan (Megel. Creswell.2 Dua Kelompok (Variabel X) Dengan Treatmen Yang Berbeda-Beda Dikomparasikan Berdasarkan Pengaruhnya Terhadap Y Misalnya. 1985). 1988). 80 . Ada juga model-model yang lebih rumit.2. dalam proposal disertasinya tentang produktivitas penelitian antar guru disekolah-sekolah farmasi. Jungnikel (1990).3 Jungnikel mempertanyakan faktor-faktor apa saja yang memengaruhi performa penelitian akademik penelitian disekolah-sekolah farmasi. Mengenai aturan-aturan notasi. 1969. Setelah mengidentifikasi faktor-faktor ini dalam literatur-literatur yang ada. dengan aturan-aturan model visual seperti yang baru saja diperkenalkan. Langston. Contoh diatas merupakan contoh dasar yang mengunakan variabel-variabel yang terbatas. biasanya dengan mengunakan sistem pengalian antara variabel bebas dan variabel terikat dalam bentuk model kausal yang sangat rinci (blalock.Diagram klausal yang lebih rumit dapat dibuat dengan notasi-notasi tambahan. dua kelompok dalam variabel X dikomparasikan berdasarkan pengaruh terhadap Y. seperti yang sering terdapat dalam penelitian metode survei.

Jungnickel memerinci variabel-variabel bebas di bagian kiri, variabel-variabel intervening di bagian tengah, dan variabel-variabel terikat di bagian kanan. Arah pengaru membentang dari kiri ke kanan dengan simnol panah, dan simbol plus dan minus. Untuk menunjukkan arah hipotesis.

Penempatan Teori dalam Penelitian Kuantitatif. Dalam penelitian kuantitatif, peneliti mengunakan teori secara deduktif dan meletakkanya diawal proposal penelitian. Karena tujuanya adalah untuk menguji atau memverifikasi suatu teoriketimbang mengembangkanya maka peneliti kuantitatif seyogianya mengajukan teori, mengumpulkan data untuk menguji teori tersebut, dan menyatakan konfirmasi atau diskonfirmasi atas teori tersebut berdasarkan hasil yang diperoleh.

Eksogen
Variabel-variabel Demografis Standart-standart Ikatan Dinas (Lenure Institusi) Jarak waktu Pengangkatan jabatan Pusat study Universitas

(+/-)
Beban kerja non riset

(+) (-) (+) (+) (+) (+) (-) (+)
Tekanan untuk melakukan penelitian

(-)

(+)

Kolaborasi Sumber daya

(-)

(+)
Dukungan & Rekanrekan

Performa akademik:  Presentasi (non riset)  Presentasi (riset)  Artikel-artikel Jurnal (Tidak diminta)  Artikel-artikel Jurnal (diminta/risert)  Kontributor tulisan dibuku-buku  Buku-buku  Hibah pemerintah (disetujui)  Hibah pemerintah (didanai)  Hibah swasta  kontrak

(-)
Persepsi diri Sebagai peneliti

(+)

(+)

Dukungan dari kepala sekolah

(+)

(-)
Training penelitian sebelumnya Pengangkatan (kepala sekolah vs guru)

(+/-)

Teori menjadi kerangka kerja untuk keseluruhan penelitian yang nantinya berfungsi mengorganisasi rumusan masalah dan hipotesis penelitian serta prosedur pengumpulan data. Model berfikir deduktif yang diterapkan dalam penelitian kuantitatif tanpak pada gambar 3.4 peneliti memverifikasi suatu teori dengan menguji rumusan masalah atau hipotesis-hiotesis
81

yang berasal dari teori ini. Hipotesis atau rumusan tersebut berisi variabel-variabel (Konstruk-konstruk) yang perlu didefinisikan oleh peneliti atau perlu disesuaikan dengan definisi-definisi yang terdapat dalam literatur. Dari sinilah, peneliti mengunakan suatu instrumen penelitian untuk mengukur sikap-sikap atau perilaku-perilaku para partisipan. Kemudian, peneliti mengumpulkan skor-skor yang diperoleh dari instrumen ini mengonfirmasi atau mengonfirmasi teori tersebut.Para hakikatnya, pendekatan deduktif yang diterapkan dalam penelitian kuantitatif juga turut mempengaruhi peletakan teori di dalamnya (lihat Tabel 3.1). Petunjuk umumnya adalah memperkenalkan teori diawal proposal penelitian: dalam pendahuluan, dalam tinjauan pustaka, setelah hipotesis atau rumusan masalah (sebagai resionalisasi atas hubungan antar variabel), atau dalam bab/ subbab khusus. Masing-masing penempatan ini memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Tips penelitian: Anda sebaiknya menulis teori pada bagian terpisah dalam proposal penelitian sehingga pembaca dxapat mudah mengidentifikasi teori tersebut dari komponenkomponen lain. Dengan meletakkan teori di bagian khusus, anda dapat memberikan penjelasan yang memadai tentang teori tesebut, fungsinya, dan hubunganya dengan penelitian. Menulis Perspektif Teoretis kuantitatif Berdasarkan opsi-opsi yang sudah disajikan sebelumnya, berikut ini saya akan menunjukkan satu contoh penulisan persepektif
Peneliti menguji atau memverifikasi suatu teori

Peneliti menguji hipotesis-hipotesis atau rumusan masalah dari teori tersebut Peneliti mendefinisikan dan mengoperasionalisasikan variabelvariabel yang terbentuk dari teori tersebut Peneliti mengukur atau mengobservasi variabel-variabel dengan bantuan instrumen untuk memperoleh skor-skor

Gambar 3.4 Pendekatan Deduktif dalam Penelitian Kualitatif 82

Teoretis dalam penelitian kuantitatif. Anggap saja, tugas anda saat ini adalah mengidentifikasi suatu teori yang menjelaskan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. 1. Periksalah literatur-literatur yang kemungkinan membahas teori ini. Jika unit analisis untuk variabel-variabel penelitian adalah seorang individu, periksalah dalam literatur psikologi. Jika unit analisisnya adalah kelompok-kelopmok atau organisasi, lihatlah dalam literatur sosiologi. Jika penelitianya hendak menguji individu-individu dan kelompok-kelompok atau organisasi, lihatlah dalam literatur sosial-psikologi. Jika penelitianya hendak menguji individu-individu dan kelompok-kelompok, pertimbangkanlah literatur sosial-psikologi. Tentu saja, teori-teori dari disiplin lain bisa saja berguna (misalnya, untuk meneliti isu ekonomi). 2. Periksa pula penelitian-penelitian lain yang membahas topik atau yang sangat berkaitan dengan topik anda. Teori-teori apa ketimbang mengembangkanya maka peneliti kuantitatif seyogianya mengajukan teori, mengumpulkan data untuk menguji teori tersebut, dan menyatakan konfirmasi atau diskonfirmasi atas teori tersebut berdasarkan hasil yang diperoleh. Teori menjadi kerangka kerja untuk keseluruhan penelitian yang nantinya berfungsi mengorganisasi rumusan masalah dan hipotesis penelitian serta prosedur pengumpulan data. Model berfikir deduktif yang diterapkan dalam penelitian kuantitatif tanpak pada Gambar 3.4 peneliti memverifikasi suatu teori yang menguji rumusan masalah atau hipotesis-hipotesis yang berasal dari teori ini. Hipotesis atau rumusan masalah tersebut berisi variabel-variabel (konstrukkonstruk) yang perlu didefinisikan oleh peneliti atau perlu disesuaikan dengan definisi-definisi yang terdapat dalam literatur. Dari sinilah, peneliti mengunakan suatu instrumen penelitian untuk mengukur sikap-sikap atau perilaku-perilaku para partisipan. Kemudian, peneliti mengumpulkan skor-skor yang diperoleh dari instrumen ini untuk mengonfirmasi atau mendiskonfirmasi teori tersebut. Pada hakikatnya, pendekatan deduktif yang bisa diterapkan dalam penelitian kualitatif juga turut memengaruhi peletakan teori di dalamnya (lihat tabel 3.1). Petunjuk umumnya adalah memperkenalkan teori diawal proposal penelitian: dalam pendahuluan, dalam tinjauan pustaka, setelah hipotesis atau rumusan masalah (sebagai rasionalisasi atas hubungan antarvariabel), atau dalam bab/subbab khusus. Masing-masing penempatan ini memiliki kelebihan dan kekuranganya tersendiri.

Tabel 3.1 Opsi-Opsi Penempatan Teori Dalam Penelitian Kualitatif. Penempatan Dalam pendahuluan Kelebihan-kelebihan Penempatan ini banyak ditemukan dalam artikel-artikel jurnal; akan tanpak fimiliar bagi pembaca; lebih bersifat deduktif. Teori berasal dari literaturliteratur yang ada. Dengan meletakkanya dalam tinjauan pustaka, teori ini akan semakin jelas dan tuntut sesuai dengan literatur aslinya. Kekurangan-kekurangan Pembaca sulit untuk memisahkan landasan teori dari komponen-komponen lain dari proses penelitian Pembaca silit membedakan teori dengan tinjauan pustaka

Dalam tinjauan pustaka

83

Setelah rumusan masalah atau hipotesis peelitian

Bagaimanapun juga, teori merupakan penjelasan logis atau rumusan masalah atau hipotesis penelitian karena teori dapat menerangkan bagaimana dan mengapa variabel-variabel saling berhubungan Penempatan ini dapat memperjelas pembahasan mengenai teori dari pembahasan-pembahasan lain dalam penelitian. Penempatan ini juga memungkinkan pembaca untuk mengidentifikasi dan memahami dengan baik landasan teori untuk penelitian tersebut.

Dalam bagian (bab/subbab terpisah)

Peneliti bisa saja memasukkan logika teoretis setelah rumusan masalah atau hipotesis penelitian, tetapi ia akan mengabaikan pembahasan detail tentang asal mula perkembangan dan penerapan teori tersebut. Pembahasan teori bisa saja berada terpisah dari komponen-komponen lain, namun pembaca akan sulit untuk menghubungkanya dengan komponen-komponen lain dalam penelitian.

Yang digunakan oleh para penelitianya? Batasilah jumlah teori dan cobalah mengidentifikasi suatu teori yang dapat menjelaskan hipotesis inti atau rumusan masalah utama. 3. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, buatlah rumusan masalah dengan metafor pelangi agar dapat menjembatani variabel-variabel bebas dan variabel-variabel terikat, seperti: mengapa variabel(-variabel) bebas mempengaruhi variabel (-variabel) terikat? 4. Jelaskan teori anda dalam bagian khusus. Ikuti kalimat-kalimat berikut: ―Teori yang akan digunakan adalah.......... (nama teori). Teori ini dikembangkan oleh.........(sumber atau pengembang teori) dan sudah banyak diterapkan dalam penelitian mengenai.......(topik-topik penelitian yang menerapkan teori ini sebagai landasanya). Teori ini menegaskan bahwa...... (proposisi-proposisi atau hipotesis-hipotesis dalam teori tersebut). Diaplikasikan pada penelitian ini, teori tersebut diharapkan dapat menjelaskan pengaruh variabel(-variabel) bebas...........( variabel-variabel bebas) terhadap variabel(-variabel) terikat (variabel-variabel terikat) karena....... (penjelasan yang didasarkan pada logika dari teori tersebut).‖

Dengan demikian, topik-topik yang harus dimasukkan kedalam pembahasan mengenai teori kuantitatif ini mencangkup antara lain: teori yang digunakan, hipotesis-hipotesis atau proporsi-proporsi dari teori tersebut, informasi tentang aplikasi teori tersebut dalam penelitian-penelitian sebelumnya, dan pernyataan yang mencerminkan bagaimana teori tersebut berhubungan dengan penelitian yang diajukan. Contoh penulisan teori kuantitatif ini dapat disimak dalam penelitian Crutchfiled (1986) berikut:

84

Contoh 3.1 Teori kuantitatif Crutchfiled (1986) menulis disertai doktoralnya dengan judul Locus of Control, Interpersonal Trust, And Scolarly produktifity. Dengan menyurvei para guru keperawatan, ia hendak mengetahui apakah lokus kontrol dan keyakinan interpersonal dapat memengaruhi tingkat produktifitas para guru. Dalam bab ini pendahuluan disertai ini terdapat salah satu subbab yang berjudul ―Perspektif teoritis‖. Subbab ini mencangkup poin-poin berikut:  Teori yang akan digunakan  Hipotesis utama dari teori tersebut  Informasi tentang siapa yang telah mengunakan teori tersebut  Penyesuaian antara teori dan variabel-variabel penelitian dengan mengunakan bentuk pernyataan logika ―jika-maka‖ Saya telah memberikan catatan-catatan tambahan dalam format italic untuk menandai poin-point diatas. Perspektif Teoritis Untuk merumuskan perspektif teoritis dalam meneliti produktifitas akademi para guru, teori belajar sosial (sosial learning theori) menyediakan proto tipe penting. Konsep tentang perilaku berusaha ―mendekati perilaku manusia berdasarkan hubungan (timbal-balik) berkelanjutan antara faktor-faktor kognitif, perilaku, dan lingkungan‖ (Bandura, 1977:vi) (Disini, peneliti tengah mengidentifikasi teori tertentu). Meskipun teori ini menyarankan agar diterapkan reirfoncemen seperti membentuk prinsip-prinsip, teori belajar sosial tetap melihat peran reward sebagai sarana untuk mengidentifikasi respon-respons terbaik dan sebagai motivasi intensif terhadap perilaku yang diharapkan. Selain itu, prinsip-prinsip belajar dalam teori ini menekankan peran penting proses-proses lain, seperti proses vicari ous, simbolic, dan self regulating (Bandura, 1997). Teori belajar sosial tidak hanya membahas belajar dan pembelajaran, tetapi juga berusaha mendeskripsikan bagaimana kompetensi sosial dan dan kompetensi personal (sehingga disebut personalitas) dapat mengembangkan kondisi sosial yang kondusif untuk proses belajar. Teori ini juga untuk menjabarkan teknik-teknik penilaian personalitas (Mischel, 1968), dan modifikasi perilaku dalam setting klinis dan edukatif (Bandura, 1977; Bowel dan Hilgart, 1981; Rotter 1954) (Disini, peneliti tengah mendeskripsikan teori belajar sosial) Sejauh ini prinsip-prinsip teori belajar sosial telah banyak diterapkan pada perilaku-perilaku sosial seperti kompetifitas, agresifitas peran seks, tantanga, dan perilaku patologis (Bahdura & Walters, 1963; Bandura 1977; Mishel, 1968; Miller & Dollard, 1941, Rotter 1954; Staats, 1975) (Disini peneliti tengah mendeskripsikan penerapan teori ).

85

Dengan menjelaska teori belajar sosial, rotter (1954) menunjukkan bahwa ada empat tingkatan variabel yang harus dipertimbangkan: perilaku, ekspektasi, reinforcement, dan situasi psikologis. Formula umum tentang perilaku dapat dinyatakan sebagai berikut: Potensi munculnya perilaku dan situasi psikologistertentu merupakan pengaruh ekspektasi bahwa perilaku tersebut nantinya akan menuntun para reiformence dan manfaat-manfaatnya dalam dalam situasi psikologis tersebut (Rotter, 1975:57). Ekspektasi dalam formula ini merujuk pada kepastian (atau kemungkinan) tertentu bahwa hubungan kausatif umumnya muncul antara perilaku dan rewad konstruk dari eksprestasi ini dapat didefinisikan sebagai lokus kontrol ekternal ketika seorang individu percaya bahwa dalam dirinya mempengaruhi oleh hal-hal seperti keberuntungan, nasib atau kekuatan-kekuatan lain. Kesadaran akan hubungan kausatif ini tentu saja bukanlah sikap yang mutlak dan selalu muncul dalam setiap individu, melainkan yang berupa sikap yang berbedabeda dalam satu kontinum bergantung pada pengalaman-pengalaman individu tersebut dan sebelumnya dan kompleksitas-kompleksitas situasional (Rotter: 1996).(Disini peneliti menjelaskan variabel-variabel dalam teori) Karena penelitian ini menerapkan teori belajar sosial maka empat tingkatan variabel yang diidentifikasi oleh Rotter (1954) diatas menjadi bahan utama untuk memerinci poin-poin produktifitas akademik seperti berikut: 1. Produktifitas akademik merupakan perilaku atau aktifitas yang diharapkan. 2. Lokus kontrol merupakan ekspektansi umum bahwa reward dapat atau tidak dapat bergantung pada perilaku-perilaku tertentu. 3. Reinforcement merupakan reward dan penghargaan atas kerja akademik 4. Institusi pendidikan merupakan situasi psikologis yang di dalam nya terdapat berbagai reward atas produktivitas akademik

Dengan variabel-variabel diatas maka konsep umum tentang perilaku sebagaimana yang sedang diformulasikan oleh Rotter (1975) akan diadaptasi sehingga menjadi seperti ini: potensi munculnya perilaku akademi dalam institusi pendidikan merupakan pengaruh dari ekspektasi bahwa perilaku tersebut nantinya akan menuntut pada reward-rewad tertentu dan manfaat-manfaatnya dalam institusi pendidikan, yakni produktifitas para guru semakin meningkat karena adanya para guru. Selain itu hubungan antara kepercayaan interpersonal dan lokus control perlu dipertimbangkan dalam kaitanya dengan ekspektasi dengan kaitanya reward melalui perilaku-perilaku yang direkomendasikan oleh Rotter dalam bukunya yang lain (1967). Selanjutnya, karakteristik-karakteristik tertentu, seperti persiapan akademik,umur kronologis, beasiswa doktoral, ikatan dinas atau kerja full-time, atau part-time, diasosiasikan
86

12-16) (Disini. 1999:113) untuk dikaji dalam proyek penelitian mereka. atau organisasi sosial. seperti kekerabatan atau keluarga (lihat pembahasan Wolcott:1999 tentang sejumlah penelitian antropologi yang mengangkat topik-topik kebudayaan). b) Usaha-usaha mereka sangat bergantung pula kesanggupan-kesanggupan mereka pribadi (kepercayaan interpersonal). pernyataan berikut akan merepresentasikan logika dasar penelitian ini. Pertama. Meskipun para peneliti kualitatif tidak merujuk pada tema-tema tersebut sebagai teori mereka. Jika para guru percaya bahwa: a) usaha-usaha mereka melaksanakan kegiatan akademik akan capai menuntutnya pada reward (lokus kontrol). seperti adopsi dalam praktek-praktek kesehatan atau kualitas dalam orentasi kehidupan umat manusia. teori sering kali digunakan sebagai penjelasan atas perilaku dan sikap-sikap tertentu. 87 .dalam penelitian kualitatif. d) Reward benar-benar ada dalam bidang atau institusi mereka (Seting Institusi) maka produktifitas akademik mereka akan semakin meningkat (hlm. TEORI DALAM PENELITIAN KUALITATIF Variasi Penggunaan Teori Dalam Penelitian Kualitatif. Misalnya. Untuk lebih jelasnya. bahasa. Teori ini bisa jadi sempurna dengan adanya variabelvariabel. Pendekatan ini sangat populer dalam penelitian ilmu kesehatan kualitatif dimana peneliti biasanya mengawali penelitianya dengan model-model teoretis. Para peneliti kualitatif menggunakan teori dalam penelitian untuk tujuan-tujuan yang berbeda. c) Reward atas aktifitas akademik sangat bermanfaat (manfaat reward). para ahli etnografi memanfaatkan tema-tema kultural atau ―aspek-aspek kebudayaan‖ (Wolcott.dengan produktifitas akademik keperawatan dalam satu cara yang sama dengan produktifitas dengan disiplin-disiplin lain (disini peneliti tengah menerapkan konsep-konsep teoretis pada penelitianya). seperti kontrol sosial. peneliti tengah memberikan kesimpulan hipotesis dengan pernyataan logika ―jika maka‖ untuk menghubungkan variabel bebas dengan variabel terikat). dan hipotesis-hipotesis penelitian. Tema-tema ini dapat memberikan serangkaian hipotesis siap pakai untuk diuji dengan literatur-literatur yang ada. tema-tema ini umumnya menyediakan penjelasan lengkap yang sering kali dimanfaatkan oleh antropolog untuk meneliti perilaku culturesharing dan tingkah laku manusia. stabilitas dan perubahan. konstruk-konstruk.

Topik-topik penelitian bisa mencangkup isu-isu kebijakan yang berhubungan dengan realisasi keadilan sosial bagi kaum wanita dengan ranah-ranah tertentu atau pengetahuan tentang kondisikondisi ketertindasan yang dialami oleh mereka (Ollesen. kelas. kelas. dan ras (atau isu-isu lain mengenai kelompokkelompok marginal). Beberapa perspektif teoritis yang dapat digunakan dalam penelitian kualitatif adalah sebagai berikut (Creswell. 1993). mengumpulkan dan menganalisis data. khususnya tentang orangorang dan komunitas-komunitas kulit berwarna (Ladson-Bilings. gay.para peneliti kualitatif sering kali mengunakan perspektif teoritis sebagai panduan umum untuk meneliti gender.Kedua. 1987) Teori queer-begitulah istilah yang digunakan dalam literatur ini berfokus pada individu-individu yang menanamkan pada dirinya sebagai kelompok lesbian. Perspektif ini biasanya digunakan dalam penelitian advokasi/partisipatoris kualitatif atau dapat membantu peneliti untuk merancang rumusan masalah. atau trans gender. atau historis tertentu) dan bagaimana menulis laporan akhir (seperti. dan gender yang diletakkan pada mereka (Fay. Perspektifperspektif juga menunjukkan bagaimana peneliti harus memosisikan diri mereka dalam penelitian kualitatif (seperti. Perspektif-perspektif teoretis ini menuntun peneliti pada isu-isu penting yang perlu diteliti (seperti. kultural.dan kelompok-kelompok minoritas lain). 2000)   Perspektif teori kritis fokus pada pemberdayaan umat manusia agar dapat bebas dari kungkunghan rasial. Penelitian kualitatif pada 1980-an mengalami transformasi besar-besaran yang ditandai munculnya perspektif-perspektif teoretis seperti ini sehingga memperluas ruang lingkup penelitian yang muncul sebelumnya. biseksual. berada diluar atau tidak condong pada konteks pribadi. serta membentuk call for action and change (panggilan untuk melakukan aksi dan perubahan). atau dengan cara berbaur langsung dengan mereka). Penelitian-penalitian yang menerapkan perspektif teoritis ini bukan berarti menjadikan individu-individu diatas sebagai objek mentah yang 88 . anak jalanan. 2007):  Perspektif feminis mengugat kaum wanita saat ini yang ditindas dengan sewenangwenang dan institusi yang turut membentuk kondisi tersebut. Dalam penelitian etnografi kritis. Teori kausatif seperti ini bisa berupa teori emansipasi atau represi (Thomas. 2000). perempuan. dengan tidak memarjinalisasi lebih jauh individu-individu yang diteliti. peneliti memulai dengan satu teori yang menjelaskan keseluruhan proses penelitian.  Wacana rasial memunculkan pertanyaan-pertanyaan penting tentang tentang kontruksi dan kontrol atas pengetahuan yang berbau ras.

Penelitian pada dasarnya melibatkan isu-isu kekuasaan. teori sering kali digunakan sebagai poin akhir penelitian. Rossman dan Rallis (1998) mengartikan teori dalam penelitian kualitatif sebagai perspektif pos modern dan kritis: Menjelang abad XX. merupakan aspekaspek penting dalam memahami pengalaman manusia dan d). b). Ada empat hal yang menjadi fokus utama dalam kritik ini: a). 66) Ketiga dalam penelitian kualitatif. Logika pendekatan induktif ini dapat dilihat pada gambar 35. lalu ke tema-tema umum. 1998). Dengan menjadikan teori sebagai poin akhir penelitian. Laporan penelitian tidak transparan dan netral. ilmu-ilmu sosial tradisional mulai dikritik dan dipertanyakan oleh perspektif-perspektif pos modern dan kritis yang menantang asumsi-asumsi objektif dan norma-norma tradisional dalam penelitian. 2005). melainkan lebih berusaha mencari sisi-sisi kultural dan politis apa yang membuat mereka terkucilkan dalam ranah sosial. Penelitian historis tradisional telah membungkam kelompok-kelompok yang tertindas dan marginal (hlm. 89 . berarti peneliti menerapkan proses penelitianya secara induktif yang berlangsung mulai dari data.dapat diperlakukan begitu saja. tetapi dikuasai oleh individu-individu yang secara teoritis berorentasi pada ras. 2000)  Studi ketidak mampuan berfokus pada makna inklusi dalam sekolah. kemudian menuju teori atau model tertentu (lihat punch. yang melibatkan para pengurus sekolah. guru dan orang tua yang memiliki anak-anak dengan ketidak mampuan tetentu (Mertens. gender. Teori ini bahkan menyuarakan kembali hak-hak dan pengalaman-pengalaman individu yang tertindas (gamson.

Stake (1995) menyebut tuntutan (assertion) sebagai generalisasi proporsional (kesimpulan peneliti dari hasil interpretasi dan klaim-klaimnya) dan generalisasi naturalistik (pengalaman-pengalaman pribadi peneliti) (hlm. Usaha mengembangkan tema-tema dan kategori-kategori menjadi pola-pola. Sebagai contoh lain. 1998).Peneliti mengemukakan generalisasigeneralisasi atau teori-teori dari literatur-literatur dan pengalamanpengalaman pribadinya Peneliti mencari pola umum. teori-teori. Misalnya. Lincoln dan Guba 90 . generalisasi-generalisasi atau teori-teori dari tema-tema atau kategori-kategori yang dibuat Peneliti menganalisis data berdasarkan tema-tema dan kategori-kategori Peneliti mengajukan pertanyaanpertanyaan terbuka pada partisipasi dan merekam catatan-catatan lapangan Peneliti mengumpulkan informasi (misalnya.5. peneliti berharap dapat menemukan satu teori yang didasarkan pada informasi dari para partisipan (Stauss dan Corbin. dari wawancara atau observasi) Gambar 3. Logika Induktif Dalam Penelitian Kualitatif Peneliti memulai penelitianya dengan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin dari para partisipan. teoriteori atau generalisasi-generalisasi ini menunjukkan bahwa penelitian kualitatif memiliki point akhir yang berbeda-beda. atau generalisasi-generalisasi untuk nantinya diperbandingkan dengan pengalaman-pengalaman pribadi atau dengan literatur-literatur yang ada. Dalam penelitian ini. Bahkan. lalu membentuk informasi ini menjadi pola-pola. grounded theory memiliki poin akhir yang berbeda. 86). dalam penelitian studi kasus.

38) Keempat. Kasus ini bisa saja terjadi disebabkan dua hal: (1) karena tidak ada satupun penelitian kualitatif dilakukan dengan observasi yang ―benar-benar murni‖ dan (2) karena struktur konseptual sebelumnya yang disusun dari teori dan metode tertentu telah memberikan starting point bagi keseluruhan observasi (Schwandt. sebagai end point penelitian. identifikasilah bagaimana teori tersebut akan dijabarkan dan digunakan dalam penelitian anda. Neuman (2000) memberikan informasi tambahan mengenai pattern theory ini: Pattern theory tidak menemukan aspek penalaran deduktif. misalnya. 1986). mirip dengan teori kausatif. peneliti hanya membuat sesuatu deskripsi yang kaya dan rinci tentang fenomena tertentu. beberapa penelitian kualitatif tidak mengunakan teori yang terlalu eksplisit. tidak sedikit orang memandang penelitian kualitatif sebagai penelitian yang tidak memiliki orientasi teori yang eksplisit.‖ pattern theory merupakan sistem gagasan-gagasan. yang didalamnya peneliti berusaha untuk membangun esensi pengalaman dari para partisipasi (lihat. Pattern theory mengurutkan setiap tahapan atau menghubungkan bagian-bagian dengan keseluruhan (hlm. atau sebagai perspektif advokasi. 1993). Tips penelitian saya tentang pengunaan teori dalam penelitian kualitatif ini antara lain sebagai berikut:   Pastikan apakah teori tersebut dapat diterapkan dalam penelitian kualitatif atau tidak. teori ini mengunakan metafora dan analogi-analogi agar relasi-relasi ini ―memiliki arti. Malahan. sesuai dengan tujuan yang digunakanya teori tersebut. Jika bisa diterapkan. Dalam penelitian-penelitian semacam ini. pattern theory justru berisi konsep-konsep dan relasi-relasi yang saling berhubungan. apakah sebagai penjelasan up-front. namun teori ini tidak membutuhkan pernyataan kausatif.  Tempatkan teori tersebut dalam naskah penelitian anda dibagian yang tepat. Bahkan. seperti dalam penelitian fenomenologi. Konsep-konsep dan relasi-relasi di dalamnya membentuk sejenis mutual-reinforcing dan sistem tertutup.(1985) menyebut pattern theory (teori pula) sebagai pemikiran-pemikiran awal yang terus berkembang selama penelitian kualitatif ini justru merepresentasikan pemikiran-pemikiran yang saling berhubungan atau bagian-bagian yang berhubung dengan keseluruhan. Sebaliknya. Riemen. 91 .

merancang model ini secara induktif dari komentarkomentar infor man. 433). dan meletakkan model tersebut di akhir penelitian. Mereka mengawalinya dengan menghubungkan pengalaman-pengalaman partisipan dengan satu model teori. Lather (1986) mengulifikasi pengunaan teori sebagai berikut: Melakukan penelitian grounded theory secara empiris membutuhkan relasi timbal balik antara data dan teori. teori muncul diawal dan dapat dimodifikasi atau disesuaikan dengan sedemikian rupa berdasarkan pandangan dari para partisipan. Mereka ingin mengetahui tentang bagaimana etnisitas memengaruhi integrasi sosial. pola. model tersebut tidak diuji (seperti yang sering ditemukan dalam proyek kuantitatif). Mereka mendaur-ulang model Tinto ini dan menawarkan modifikasinya untuk mengilustrasikan bagaimana etnisitas itu berfungsi. Karena penelitian kualitatif mereka menempatkan teori. yang di dalamnya proposisi utama dapat dibedakan dengan teori-teori dan literatur-literatur yang sudah ada. Mereka merasa bahwa model ini telah "dikonseptualisasikan secara tidak utuh dan. Data harus diolah secara dialektik agar dapat menghasilkan proposisiproposisi baru yang memungkinkan munculnya kerangka teoretis. universitas). seperti etnografi kritis. dengan tetap menjaga kerangka tersebut secara ketat agar tidak tercampur-baur dengan data penelitian (hlm. 92 . akan turut memengaruhi penempatanya dalam sebuah penelitian kualitatif. sebagai konsekuensinya. Untuk itulah. sering kali dipahami dan diukur dengan tidak tepat" (hlm. Contoh 3. sebuah representasi visual yang mengilustrasikan hubungan antarkonsep. untuk sebagian besar rancangan kualitatif yang berorientasi teori. 276) Seperti yang tanpak pada contoh diatas. Akan tetapi. kami telah mengembangkan suatu model visual yang menghubungkan variabel-variabel. Padilla. atau generalisasi sebagai poin akhir (end point} maka modifikasi atas teori model Tinto tersebut dimunculkan di akhir penelitian. yaitu model Tinto tentang integrasi sosial. Modtfikasi-teori ini berbentuk diagram logika. tetapi hanya dimodifikasi (karena penelitian mereka adalah penelitian kualitatif). dan Pavel (1991) meneliti 24 siswa yang berasal dari Spayol dan Amerika Asli yang tergabung dalam suatu sistem sosial (dalam hal ini. dalam penelitian mereka.Menempatkan Teori Dalam Penelitian Kualitatif Bagaimana teori itu digunakan. Dalam penelitian kualitatif yang mengunakan tema kultural atau perspektif teoretis.2 Teori di Bagian Awal Penelitian Kualitatif Murguia.

1992: 58) 93 .1. antara lain kami menyatakan: Proposisi dan subproposisi-subproposisi dari teori ini ternyata menampiikan sesuatu yang tidak biasa. (Creswell & Brown. dengan harapan kami. 1992) mengembangkan suatu grounded theory yang menghubungkan variabel-variabel (atau kategori-kategori) penelitian. Bahkan. baik dengan pendekatan kuantitatif maupun kualitatif. Selain itu. bukan dalam jenis-jenis masalah. kami juga membandingkan hasil survei dari para partisipan dengan hasil survei dari penelitian-penelitian lain. kami juga menyertakan hipotesis-hipotesis dari teori tersebut. beragamnya tujuan-tujuan karier para dosen yang post-tenure memperluas kemungkinan munculnya "jenis-jenis" masalah tersebut. mengharuskan kita untuk mengujinya lebih rinci. kami (Creswell & Brown. salah satu literatur yang membahas tentang produktivitas penelitian menegaskan bahwa performa penelitian seseorang tidak akan merosot hanya karena ada penghargaan tenure (Holley. ras atau etnisitas. kami menggambarkan teori tersebut secara induktif dalam bentuk isual berdasarkan kategori-kategori informasi yang berasal dari para informan. ketidakmampuan. Mengapa kebutuhankebutuhan para dosen yang tenured justru lebih banyak dibanding para dosen yang nontenured? Padahal. sekaligus membandingkan beragam spekulasi teoretis yang terdapat dalam literatur. Pada bagian ini. Bab teori kami munculkan di bagian akhir penelitian. 1977). kami berharap bahwa jenjang-jenjang karier akan sama. Dalam hal ini. subproposisi ini justru menekankan pada kelompok karier yang understudied. atau isu-isu lain maka penelitian tersebut sebaiknya menerapkan teori-teori ini di bagian penelitian (Mertens. Barangkali. orientasi seksual. Cara lain untuk menerapkan teori dalam penelitian metode campuran adalah dengan menjadikan teori sebagai perspektif teoretis untuk menuntun penelitian. Contoh 3. penelitian metode campuran yang didasarkan pada teori gender. bahkan kontras. 2003). Bertentangan dengan proposisi 2. Teori ilmu sosial atau ilmu kesehatan bisa saja digunakan sebagai kerangka teoretis untuk diuji. Kami justru menemukan bahwa masalah yang dirasakan para dosen yang post-tenure hampir mencakup keseluruhan masalah yang terdapat dalam daftar.TEORI DALAM PENELITIAN METODE CAM! URAN Teori dalam penelitian metode campuran dapat diterapkan secara deduktif (seperti dengan pengujian atau verifikasi teori kuantitatif) atau secara induktif (seperti dengan pemunculan teori atau pola kualitatif). melainkan dalam jangkauan masalah-masalah tersebut.3 Teori di Bagian Akhir Penelitian Kualitatif Dengan menggunakan database yang memuat sekitar 33 wawancara kami bersama para ketua jurusan akademik. Dalam banyak hal. pada bagian ini. Dalarn bab tersebut. yakni pengaruh para ketua jurusan terhadap performa dosen. yang menurut Furniss (1981).

Tidak hanya itu.1 mengarahkan para peneliti 94 . dan perhatian pada solusi-solusi aksi. kelas dan status sosial. Mertens juga menjelaskan implikasi dasar diterapkannya teori-teori transformatif ini dalam penelitian metode campuran. dia menekankan pentingnya nilai-nilai dalam meneliti isu-isu feminis. menurut Mertens. dalam menjelaskan paradigma transfor-rriatif-partisipators dan prosedur-prosedur khusus metode campuran. Mereka kemudian membuat model-model visual untuk mengilustrasikan bagaimana perspektif-perspektif ini dapat menjadi panduan bagi penelitian metode campuran. bebas-bias dari kuantitatif dan bermuatan-bias dari kualitatif). ras/etnis. Rancangan ini mengutamakan penelitian-penelitian yang berbasis pada nilai dan aksi. Teori transformatifnya Mertens ini bisa menjadi gagasan umum bagi serrtua penelitian yang berbasis emansipatoris. antidiskriminasi partisipatif. Perspektif-perspektif inilah yang nantinya saling bertumpang tindih dalam penelitian metode campuran (lihat-Bab 10). para peneliti akan menyadari pentingnya penelitian tentang isu-isu diskriminisi dan tekanan. Dalam rancangan ini.1.1. dengan objek penelitian yaitu individuindividu dengan ketidakmarnpuan-ketidakmampuan khusus dan kelompok-kelompok marginal. etnis/ras. seperti gender. Banyak peneliti metode campuran yang sudah menerapkan gagasan ini. Gutmann. Dengan membaca pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam Kotak 3. seperti penelitian aksi partisipatoris (participatory action research) dan pendekatan pemberdayaan (empowerment approach). feminis. kebudayaan/ras/etnik. Piano Clark. Tentang prosedur-prosedur penelitian metode campuran. kritik. Greene dan Caracelli menawarkan pencampur-an nilai-nilai dari tradisi-tradisi yang berbeda (seperti. feminis. Mereka menjelaskan kemungkinan penelitian metode campuran menerapkan perspektif-perspektif teoretis yang beragam. dan Hanson (2003) sudah menulis sebuah bab khusus yang menjelaskan hal tersebut secara kompre-hensif. dan isu-isu ketidakmampuan (disability issues). perlu menggabungkan metodologi emansipatoristransformatif ke dalam semua tahap penelitiannva. Sebagaimana diringkas dalam Kotak 3. Creswell. gaya hidup. dia menegaskan pentingnya perspektif teoretis dalam penelitian metode carnpuran. Mereka mengidentifikasi penerapan rancangan transformatif'untuk penelitian metode campuran.Secara historis. Freirian. Pertanyaan-pertanyaan dalam Kotak 3. gagasan digunakannya landasan teoretis dalam penelitian metode campuran sudah ditunjukkan pertama kali oleh Greene dan Caracelli pada 1997. Mertens (2003) melanjutkan pembahasan ini. Para peneliti metode campuran yang menggunakan teoriteori transformatif ini. serta perlunya pengharga-an akan perbedaan di antara para partisipan penelitian. penerapan metode-metode yang berbeda.

Langkah-langkah untuk menggunakan teori dalam proposal metode campuran ialah: • • • Tentukan teori apa yang akan digunakan. Penelitian metode campuran di atas "menekankan dimensi-dimensi berbasis nilai dan aksi dari dua tradisi penelitian yang berbeda" (Greene & Caracelli. 95 . yang di dalamnya gagasan-gagasan emansipatoris juga digunakan. Identifikasilah penerapan teori tersebut dalam hubungannya dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. 1997:24). Jika teori digunakan sebagai strategi transformasional dalam penelitian.untuk respek dalam mengumpulkan dan mengomunikasikan data penelitian dan melaporkan hasil penelitian sehingga dapat menuntun pada per-ubahan dalam proses dan relasi sosial. Mereka menggunakan perspek-tif teoretis untuk mengonfigurasi kembali bahasa dan percakapan partisipan. lalu mereka mengemukakan pentingnya pemberdayaan dalam penelitian. jelaskan strategi tersebut dan bahaslah poin-poin intinya dalam penelitian yang diajukan.

utamanya untuk komunitas yang diteliti? • Apakah Anda sudah benar-benar memanfaatkan waktu dengan komunitaskomunitas ini? (seperti.Kotak 3. merrlbuat pertanyaan-pertanyaan positif dan negatif yang seimbang? Membuat pertanyaan-pertanyaan yang menuntun pada jawaban-jawaban transformatif. seperti pertanyaan-pertanyaan yang difokuskan pada persoalan otoritas dan relasi kekuasaan dalam institusi-institusi dan komunitaskomunitas tertentu?). menggunakan kerangka teoretis ketimbang model tertentu yang terbatas. Mengidentifikasi Rancangan Penelitian • Apakah rancangan penelitian Anda sudah menerapkan treatment yang berbedabeda pada setiap kelompok dan menghormati pertimbangan-pertimbangan etis dari para partisipan? Mengidentifikasi Sumber-Sumber Data dan Memtlih Partisipan • Apakah para partisipan benar-benar pernah mengalami —atau setidaknya berkaitan dengan— diskriminasi dan penindasan? • Apakah para partisipan sudah tepat dilabeli sebagai komunitas yang tertindas? • Apakah proses penargetan populasi sudah memenuhi syarat-syarat pengharaan akan perbedaan? • Apa yang Anda lakukan pada sampel penelitian untuk mengetahui bahwa kelompokkelompok yang tertindas itu benar-benar terwakilkan dengan tepat dan akurat? Mengidentifikasi atau Membuat Instrumen-Instrumen dan Metode-Metode Pengumpulan Data • Apakah proses pengumpulan data dan hasil penelitian akan menguntungkan komunitas yang diteliti? 96 .1 Pertanyaan-Pertanyaan Emansipatoris-Transformatif untuk PenelitianPenelitian Metode Campuran selama proses Penelitian Membatasi Masalah dan Mencari Literatur • Apakah Anda sudah mencari dengan teliti literatur-literatur yang concern dengan isu-isu diskriminasi dan penindasan? • Apakah Anda sudah membatasi masalah penelitian. membangun kepercayaan.

peneliti perlu membuat tulisan agak panjang mengenai teori tersebut." atau dalam bentuk visual. Tashakkori & C. Tentu saja. pernyataan logika "jika-maka. Teori inilah yang menjelaskan bagaimana dan mengapa variabel-variabel itu berhubungan satu sama lain. Teddlie (Ed. Para peneliti kuantitatif menggunakan teori untuk memberikan penjelasan atau prediksi tentang relasi antarvariabel dalam penelitian. Peneliti kuantitatif tentu membutuhkan landasan teoretis tentang variabel-variabel ini untuk membantunya merancang rumusan masalah dan hipotesis penelitian. seperti dalam bentuk hipotesis. dan Melaporkan Hasil Penelitian • Apakah hasif penelitian akan memunculkan hipotesis-hipotesis baru? • Apakah penelitian ini juga akan meneliti subkelompok-subkelompok (seperti.• Apakah temuan-temuan penelitian nantinya dapat dipercaya oleh komunitas tersebut? • Apakah komunikasi dengan komunitas tersebut akan berjalan efektif? • Apakah proses pengumpulan data dapat membuka jaian bagi partisipan menuju proses perubahan sosial? Menganalisis. Mereka juga dapat memasukkan teori-teori itu dalam rumusan masalah atau hipotesis penelitian. RINGKASAN Teori diterapkan dalam penelitian kuantitatif. Menafsirkan. atau menempatkannya dalam bagian terpisah. Handbook of Mixed Methods in the Social & Behavioral Sciences. dan metode campuran untuk tujuan yang berbeda-beda. Jika teori-teori tersebut digunakan secara deduktif.M. kualitatif. dan peneliti menyatakan teori mereka dalam bebe rapa bentuk. Diadaptasi atas izin penulis. Mertens (2003). analisis multilevel) untuk mengetahui bahwa ada dampak yang berbeda terhadap setiap kelompok? • Apakah hasil penelitian akan membantu memahami dan memper-jelas relasi kekuasaan? • Apakah hasil penelitian akan mempermudah proses perubahan sosial? Sumber: Diadaptasi seperlunya dari D. 97 . berfungsi sebagai jembatan antarvariabel. Ruang lingkup teori bisa saja luas ataupun sempit. jika diletakkan di bagian terpisah.). peneliti menempatkannya di awal penelitian dalam tinjauan pustaka. "Mixed Methods and the Politics of Human Research: The Transformative-Emancipatory Perspective/' dalam A.

kelas. Lucas. ras/etnis. berusaha menghasilkan suatu teori yang didasarkan (grounded) pada pandangan-pandangan para partisipan. Mereka pertama-tama melakukan 75 wawancara etnografis terbuka untuk mengidentifikasi "tema-tema bahasa" (him. Mereka juga melakukan 40 wawan¬cara semi-struktur untuk mengidentifikasi demografi. 31). sebaiknya diterapkan pendekatan pemberdayaan di mana peneliti secara aktif mendengarkan pendapat dari para partisipan dan melaksanakan program-program yang mereka inginkan Sebagaimana dalam penelitian kuantitatif. Teori juga bisa diterapkan sebagai perspektif teoretis untuk membantu peneliti memunculkan pertanyaanpertanyaan tentang gender. para peneliti kualitatif juga dapat menerapkan teori sebagai penjelasan umurn. seperti celaan. ras. atau generalisasi (generalization) yang secara induktif berawal dari pengumpulan dan analisis data. kepemilikan. dan Peterson (2000) meneliti isu-isu yang sering kali muncul dalam masyarakat urban. dan sebagainya. Mereka lalu menyatakan bahwa dalam metakukan penilaian (evaluasi). pola (pattern]. hanya menyajikan penelitian deskriptif tentang fenomena utama. mereka meneliti bahasa para partisipan yang terjangkit HIV/AIDS dalam konteks sosial. Dengan kerangka teori transformatif-emanstpatoris. Misalnya. Teori juga dapat diterapkan sebagai poin akhir penelitian (end point). dan keber-terimaan dan ketakberterimaan. lalu memosisikannya sebagai kesimpulan di akhir penelitian mereka. Meski demikian.Contoh 3. gaya hidup. para peneliti metode campuran dapat 98 . Para peneliti kualitatif yang menerapkan grounded theory. Dari data kualitatif ini. misalnya. mereka menyaring kembali pertanyaanper-tanyaan follow-up (lanjutan) untuk digunakan sebagai instrumen posintervensi kuantitatif. Mereka juga dapat mengawalinya dengan menggunakan perspektif-perspektif teoretis (misalnya.4 Teori dalam Penelitian Metode Campuran Transformatif-Emansipatoris Hopson. narkoba. yang didominast oleh penduduk Afrika Amerika yang terjangkit HIV/AIDS. dan karakteristik-karakteristik perilaku-sosio seksual. penggunaan obat-obatan. pengetahuan tentang bahaya HIV/ AIDS. yang berhubungan dengan gender. dan kelas) dalam penelitian metode campuran mereka. Para peneliti metode campuran dapat menerapkan teori secara deduktif (sebagaimana dalam penelitian kuantitatif) ataupun secara induktif (sebagaimana dalam penelitian kualitatif). seperti penelitian feno-menologi. rutinitas sehari-hari. misal-nya dalam etnografi. ada juga beberapa penelitian kualitatif yang tidak menyertakan teori yang eksplisit.

Bab-bab dalam buku ini mengilustrasikan beberapa konsensus tentang bagaimana meryjelaskan suatu teori. teori-teori metodologis. beberapa buku penelitian saat ini (seperti. (1993). Bahkan. Identifikasilah secara cermat bagaimana perspektif tersebut membentuk langkah-langkah dalam proses penelitian itu! Gunakan Kotak 3. buatlah tulisan Latihan Menulis mengenai perspektif teoretis untuk rencana penelitian kuantitatif Anda! 2. diperlukan usaha untuk mencari teori lapangan yang sebenarnya dalam penelitian kualitatif. buku ini juga menunjukkan bahwa teori bisa saja beroperasi pada banyak level dalam penelitian kualitatif.. atau kelas. Berdasarkan keragaman inilah. David Flinder dan Geoffrey Mills mengeditori sebuah buku yang membahas tentang perspektif-perspektif yang berasal dari lapangan —"teori lapangan"— seperti yang sudah sering dideskripsikan oleh para peneliti kualitatif. (Ed. Setelah itu. Latihan Menulis 1. Mertens. dan teori seperti apa yang dianggap buruk dan baik. buat juga model visual teori tersebut yang mengilustrasikan hubungan antarvariabel dalam penelitian Anda! Ikutilah prosedur-prosedur rancangan model kausatif yang sudah dijelaskan dalam bab ini! 3.J.). Theory and Concepts in Qualitative Research: Perspectives from The Field.menerapkan pen-dekatan transformasional-emansipatoris yang menggabungkan perspektifperspektif di atas untuk meneliti isu utama. Teachers College. New York: Teachers College Press. Lebih jauh. Carilah artikel-artikel jurnal yang: (a) memodifikasi suatu teori yang muncul sebelumnya. (b) berusaha mengembangkan suatu teori di akhir penelitian. dan (c) menyajikan penjelasan deskriptif tanpa menggunakan teori yang eksplisit. teori-teori epistemologis.1 sebagai panduan identifikasi. & Mills.E. G. Berdasarkan contoh yang sudah disajikan dalam bab ini. dan meta-teori. D. seperti teori-teori formal. 4. BACAAN TAMBAHAN Flinders. Carilah penelitian metode campuran yang menggunakan satu perspektif teoretis. Columbia University. seperti perspektif feminis. 99 . 2003) sudah me-nyediakan prosedur-prosedur khusus bagaimana memasukkan beragam perspektif tersebut ke dalam tahap-tahap penelitian. etnis/ras.

la juga menawarkan paradigma transformatif-emansipatoris sebagai kerangka teoretis bagi penelitian metode campuran karena paradigma ini digagas oleh para sarjana yang berasal dari kelompok ras/etnis yang beragam. Mertens. Sebalik-nya. "Mixed Methods and The Politics of Human Research: The Transformative-Emancipatory Perspective.M. Tashakkori & C. teori-teori ini harus berkembang secara terus-menerus dan menjadi ad hocery. Handbook of Mixed Methods in Social and Behavioral Research. Thomas. 75-104). (2003). isu-isu politik-kemanusiaan dan keadilan sosial. Gary Thomas mengkritik penggunaan teori dalam penelitian edukatif. Thousand Oaks. metode penelitian pada awalnya tidak terlibat dalam. Teddlie (Ed. yang menurutnya cenderung membatasi pemikiran. G. (c) sebagai penjelasan untuk menambah pengetahuan dalam bidang yang berbeda. Aspek yang berbeda dari tulisan Mertens ini terletak pada bagaimana ia berusaha merangkaikan paradigma pemikiran transformatif-emansipatorisnya dengan langkah-langkah dalam proses pelaksanaan penelitian metode campuran. dia kemudian memunculkan satu tesis bahwa teori tidak seharusnya menstrukturkan apalagi mengekang pemikiran. yaitu: (a) sebagai bahan pemikiran dan refleksi. 67 (1). CA: Sage.Buku ini juga mengilustrasikan praktik dari kritisisme kritis. personal. 100 . sebagaimana dikatakan Toffler. 135-164). dari orane-orang yang memiliki ketidakmampuan-ketidakmampuan khusus dan dari kaum feminis. dan (d) sebagai pernyataan formal dalam ilmu pengetahuan. Donna Mertens mengakui bahwa secara historis. (1997). formal. dan edukasional." dalam A. D. Dia mencatat beragam definisi tentang teori dan memetakan empat fungsi teori. (b) sebagai hipotesis yang lebih sempit atau longgar. (him. "What's The Use of Theory?" dalam Harvard Educational Review.). Berangkat dari catatan-catatan ini. (him.

Bab Empat Strategi-strategi Menulis dan Pertimbangan-Pertimbangan Etis S ebelum menulis proposal. Bab ini akan menjelaskan garis-garis besar susunan proposal penelitian secara keseluruhan. Sepanjang penggarapan proposal. Apa yang dibutuhkan pembaca untuk memahami topik Anda dengan lebih mudah? Apa yang sudah sedikit-banyak diketahui pembaca mengenui topik Anda? 101 . saya akan menjelaskan bagian-bagian ini secara lebih detail. kualitatif. Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah kesadaran akan tulisan yang baik dan benar. kualitatif. Untuk itulah. dan masalah-masalah etis yang harus dipertimbangkan saat proposal tersebut ditulis. sejenis draf tentang bagian-bagian yang perlu dimasukkan dalam proposal penelitian. 1. praktik-praktik penulisan proposal agar mudah dibaca. Dalam bab-bab selanjutnva. suatu proposal penelitian di-bentuk oleh beberapa argumentasi utama. 2. Semua topik harus saling berhubungan dan memberikan gambaran kohesif mengenai proyek penelitian secara keseluruhan. Maxwell (2005) menyebut sembilan argumentasi inti yang harus diperhatikan peneliti untuk menulis proposal penelitian. peneliti juga perlu mematuhi aturan-aturan etis dan mengantisipasi masalah-masalah etis yang sering kali muncul. Berikut ini saya sajikan sembilan argumentasi tersebut dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan. Dalam bab ini. peneliti perlu memiliki gagasan umum tentang struktur penelitian yang akan sajikan. diperlukan sejenis outline atau draft meskipun topik-topik ini akan bervariasi bergantung pada jenis proposal yang diajukan. MENULIS PROPOSAL Bagian-Bagian dalam Proposal Salah satu syarat utama yang harus dipenuhi sebelum menulis proposal adalah mempertimbangkan topik-topik apa saja yang akan dimasukkan dalam proposal tersebut. secara keseluruhan. apakah kuantitatif. Yang jelas. Struktur proposal ini akan berbeda tergantung pada apakah proyek yang ditulis adalah kuantitatif. atau metode campuran. saya menyajikan outline topiktopik proposal. utamanya tentang 'format bagian-bagian dan outline topik-topik di dalamnya. yang akan turut memastikan konsistenst dan keterbacaan proposal tersebut. atau metode campuran.

4. Strategi-strategi menvalidasi hasil penelitian.2 didasarkan pada perspektif advokasi/partisipatoris.1 Format Konstruktivis/Interpret!vis Kualitatif Pendahuluan Latar belakang masalah (mencakup literatuMiteratur yang ber-hubungan dengan rnasalah tersebut dan pentingnya penelitian). Lampiran: pertanyaan-pertanyaan wawancara. saya menawarkan dua model alternatif. Masalah-masalah etis yang mungkin muncul. sedangkan Contoh 4. Outcomes yang diharapkan. Susunan naratif penelitian. 8. Format Proposal Kualitatif Mengenai format proposal kualitatif.3. Strategi penelitian kualitatif. 7. pertimbangan-pertimbangan etis. hasil-hasil sementara. 5. bukti observasi. Hasil-hasil sementara (jika ada). Yang menarik dari sembilan pertanyaan di atas adalah disertakannya verifikasi penemuan. dan anggaran yang diajukan. Komponen-komponen ini dapat memfokuskan perhatian pembaca pada elemen-elemen kunci yang sering kali diabaikan dalam proposal penelitian. jika masing-masing disajikan secara tepat dalam satu bagian proposal. 9.1 didasarkan pada perspektif konstruk-tivis/interpretivis. Apa yang Anda harapkan dari penelitian Anda? Rancangan seperti apa dan siapa saja orang-orang yang ingin Anda teliti? Metode-metode apa yang ingin Anda gunakan untukmenyajikan data? Bagaimana Anda akan menganalisis data? Bagaimana Anda akan menvalidasi penemuan-penemuan Anda? Masalah-masalah etis apa saja yang akan Anda sajikan? Apakah hasil-hasil sementara sudah menunjukkan bahwa penelitian yang Anda ajukan ini bermanfaat dan bisa diterapkan? Sembilan pertanyaan ini. akan membentuk fondasi penelitian yang baik dan sangat membantu proses penyusunan proposal secara keseluruhan. catatan waktu. Peran peneliti. 6. Rumusan masalah. dan bukti manfaat atau tidaknya sebuah proposal. Tujuan penelitian dan batasan masalah. Prosedur-prosedur pengumpulan data. Contoh 4. Contoh 4. Prosedur-Prosedur Asumsi-asumsi filosofis tentang penelitian kualitatif. 102 .

Pentingnya penelitian. Lampiran: pertanyaan-pertanyaan wawancara.. Tujuan penelitian dan batasan masalah. peneliti mengidentifikasi isu-isu advokasi/partisipatoris tertentu yaing akan dieksplorasi dalam penelitian (seperti marginalisasi dan pemberdayaan). Hasil-hasil semwentara (jika ada). bukti observasi. Prosedur-proseedur pencatatan/perekaman data. berkolaborasi dengan para partisipan dalam pengumpulan data. saya juga sudah menambah bagian-bagian yang mungkin pada awalnya tampak tidak lazim. literatur-literatur yang berhubungan dengan isu tersebut. Tinjauan pustaka bisa saja dimasukkan. denganmembuat catatan waktu dan menyajikan anggaran yang diajukan peneliti setidak-tidaknya sudah memberikan informasi yang berguna bagi pihak perguran tinggi meskipun bagian-bagian ini biasanya tidak dijumpai dalam outline proposal. Strategi-stratecgi menvaiidasi hasif penelitian. dan anggaran yang diajukan. Peran peneliti. Format proposal di atas tadi sama dengan format sebelumnya (konstruktivis/interpretivis) kecuali dalam hal bahwa dalam format proposal ini. dan menyatakan perubahan-perubahan yang dapat ditawarkan oleh penelitian ini. Selain itu. Contoh 4. Misalnya. peneliti hanya menyertakan dua bagian utama. tinjauan pustaka bisa dimasukkan di akhir penelitian atau di bagian outcomes yang diharapkan. Masalah-masalsh etis yang mungkin muncul. tetapi hanya bersifat optional saja.Pada contoh di atas. dan pentingnya penelitian). sebagaimana yang sudah dijelaskan pada Bab 3. catatan waktu. Rumusan masalah. yaitu pendahuluan dan prosedur-prosedur. lagi pula. Asumsi-asumsi filosofis tentang penelitian kualitatif. Prosedur-prosedur pengumpulan data (meliputi pendekatan-pendekatan pengumpulan data secara kolaboratif bersama para partisipan). Susunan naratif.2 Format Advokasi/Partisipatoris Kualitatif Pendahuluan Latar belakang masalah (meliputi isu-isu advokasi/partisipatoris yang akan dieksplorasi. Strategi penelitian kualitatif. 103 . Perubahan-perubahan advokasi/partisipatoris yang diharapkan. Prosedur-prose*dur analisis data. Prosedur-Prosedur.

pertimbangkanlah format berikut ini sebagai panduan menulis (lihat Contoh 4. Contoh 4. Ilustrasi untuk format proposal metode campuran ini dapat dilihat pada Contoh 4. gambaran visual prosedur-prosedur penelitian secara umum. khususnya dalam pendahuluan.3 merupakan format standar untuk penelitian ilmu sosial meskipun susunan bagian-bagiannya. formatnya disesuaikan dengan bagian-bagian yang biasanya terdapat dalam artikel-artikel jurnal kuantitatif. 1991. dan pembahasan. Format tersebut pada umumnya terdiri dari pendahuluan. 2007). hasil. Miller. 104 . tinjauan pustaka. 2007). Untuk itu.3). Format ini menunjukkan bahwa peneliti menerapkan komponen-komponen kuantitatif dan kualitatif (khususnya. sangat penting menjelaskan sejak awal alasan-alasan diterapkannya pendekatan metode campuran dan mengidentifikasi elemen-elemen kunci dari rancangan ini. peneliti dapat menggabungkan format kuantitatif dan kualitatif (lihat Creswell & Piano Clark. 2007).Format Proposal Kuantitatif Untuk penelitian kuantitatif. Rudestam & Newton. misalnya. seperti metode campuran. tujuan pe-nelitian dan rumusan masalah) sebagai komponen-komponen Metode campuran. dan prosedur-prosedur pengumpulan dan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Format Proposal Metode Campuran Untuk proposal metode campuran.4 (yang diadaptasi dari buku Creswell & Piano Clark. bisa jadi bermacam-macam antarmasingmasing penelitian (lihat. Dalam merencanakan penelitian kuantitatif atau proposal disertasi. Contoh ini juga sangat berguna bagi para peneliti yang ingin merancang bagian-bagian penelitian untuk disertasi atau membuat kerangka topik-topik untuk penelitian-penelitian akademik yang lain. metode penelitian.

Prosedur-prosedur analisis data. Kemudian. Merancang Bagian-Bagian dalam Proposal Penelitian Di sini. catatan waktu. Tujuan penelitian dan batasan masalah. dan anggaran yang diajukan. Isu-isu etis yang mungkin muncul.3 Format Kuantitatif Pendahuluan Latar belakang masalah (meliputi pembahasan mengenai masalah yang diangkat dan pentingnya penelitian). terkait dengan bagaimana merancang struktur keseluruhan proposal penelitian. vartabel-variabel. Rumusan masalah atau hipotesis. buatlah satu draft atau outline bagian-bagian proposal. ada beberapa tips penelitian yang sering kali saya sampaikan kepada para mahasiswa. Instrumen-instrumen pengumpulan data. 105 .Contoh 4. dan materi-rnateri. Hasil-hasil sementara. dan partisipan. saringlah kembali ke bagian-bagian tersebut dengan mempertimbangkan secara lebih detail informasiinformasi lain yang mungkin perlu dimasukkan ke dalam setiap bagian. lalu tulislah sesuatu dalam setiap bagian tersebut. Tinjauan Pustaka Metode Penelitian 3enis rancangan penelitian. sampel. Lampiran: instrumen. Populasi. Mengerjakan satu bagian akan mendorong munculnya gagasan-gagasan baru ketika merancang bagianbagian proposal yang lain. Merinci terlebih dahulu bagian-bagian dalam rancangan proposal. Perspektif teoretis. Pertama-tama.

Pengumpulan dan analisis data kuantitatif. Penelitian-penelitian sebelumnya yang juga mernbahas masalah tersebut. dan bentukbentuk visual lain. Rumusan masalah dan hipotesis (rumusan masalah atau hipotesis kuantitatif. Tujuan Penelitian Tujuan atau manfaat peneiitian dan rasionalisasi digunakannya metode campuran. protokol penelitian. Pengumpulan dan analisis data kualitatif. Isu-isu etis yang mungkin muncul.4 Pendahuluan Format Metode Campuran Latar belakang masalah. Pendekatan-pendekatan dalam menvalidasi data kuantitatif dan kualitatif. Para pembaca yang dapat mengambil manfaat dari penetitian ini. seperti instrumen penelitian. tinjauan kualitatif. Tantangan-tantangan menggunakan rancangan ini dan bagaimana menghadapi tantangantantangan tersebut. Tinjauan pustaka (tinjauan kuantitatif. Jenis rancangan yang digunakan dan definisinya. rumusan masalah kualitatif. 106 . Referensi dan penyertaan diagram visual. Referensi dan lampiran-lampiran. Kekurangan-kekurangan dalam penelitian-penelitian sebelumnya dan satu kekurangan yang membuat Anda merasa perlu mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan untuk menutupi kekurangan ini.Contoh 4. Catatan waktu dalam menyelesaikan penelitian. dan tinjauan metode campuran}. Metode Campuran Definisi peneiitian metode campuran. Landasan-landasan filosofis tentang peneiitian metode campuran. Sumber-sumber dan skill-skill peneliti. rumusan masalah metode campuran). Prosedur-prosedur analisis data metode campuran. Contoh-contoh penerapan rancangan tersebut.

saya akan memberikan pada Anda gagasan-gagasan kunci yang saya dapatkan dari buku-buku favorit yang pernah saya baca. Susunan bagian-bagian proposal yang terdapat dalam artikel-artikel jurnal bisa saja tidak memberikan banyak informasi yang diinginkan oleh pembimbing atau pihak perguruan tinggi. Menulis seperti Berpikir Salah satu tanda penulis yang kurang berpengalaman adalah ia lebih suka mendiskusikan penelitian yang diajukan ketimbang me-nulis tentangnya. Pelajari topik-topik yang dibahas dan susunan di dalamnya hingga ke tahap yang lebih detail. saya selalu mengumpulkan berbagai buku tentang teknik menulis yang baik. Setiap kali saya membaca buku-buku seperti ini.• Pelajari proposal-proposal dari mahasiswa lain yang juga dipandu oleh pembimbing Anda dan perhatikan proposal-proposal tersebut dengan seksama. Semua ini tentu saja didukung. Menulis Gagasan Setiap tahun. pada bagian ini. Ketika buku Research Design ini saya tulis untuk edisi yang ketiga. cobalah untuk benar-benar menulis gagasan-gagasan Anda. salah satunya. penelitian-penelitian saya sudah menjangkau berbagai spektrum yang luas. saya terus teringat dengan prinsip-prinsip menulis yang baik yang harus saya terapkan pada penelitian saya. Jangan terlalu mengandalkan artikel jurnal sebagai panduan penyusunan. Saya biasanya membeli satu buku baru tentang teknik-teknik menulis setiap kali saya mengerjakan proposal penelitian. Untuk mengatasi masalah ini. Kelas-kelas seperti ini sering kali membantu Anda dalam menyusun proyek penelitian dan membantu pembaca memahami dan merespons gagasan-gagasan dalam proposal tersebut. dan bukan membicarakannya. saya waktu itu sedang membaca Reading Like a Writer-nya Francine Prose (Prose. • Pastikan apakah program atau institusi Anda menawarkan sejenis kursus tentang pembuatan proposal atau topik-topik lain yang sejenis. saya merekomen-dasikan beberapa langkah berikut: • Di awal proses penelitian. 2006). Para penulis ahli me-mandang proses menulis layaknya 107 . Gandakan proposalproposal yang me-nurut pembimbing Anda paling layak diajukan pada pihak perguruan tinggi. mulai dari buku-buku profesional hingga buku-buku akademik. • Mintalah pertimbangan dari pembimbing Anda tentang format proposal yang ia harapkan. oleh hasil pembacaan saya pada buku-buku panduan menulis tersebut. Untuk itu. Hingga saat ini.

Zinsser (1983) meng-identifikasi dua jenis penulis: "tukang batu" (bricklayer). Lebih baik. rumusan masalah yang akan diajukan. Setidak-tidaknya. yang ber-usaha membuat satu paragraf yang benar-benar baik sebelum beralih pada paragraf selanjutnya. Yang berada di antara kedua jenis ini adalah Peter Elbow (Elbow. Pembimbing akan memberikan respons yang lebih baik ketika mereka membaca gagasan-gagasan di atas kertas daripada ketika mereka mendengar dan mendiskusikan topik penelitian dengan mahasiswa atau rekannya. lebih baik menulis empat draf (masing-masing 15 menit) daripada menulis satu draf (yang harus dihabiskan selama 15 menit). 1984). Sebelum merancang proposal. Selain itu. tujuan penelitian. Draf ini dapat berisi sejumlah informasi penting: masalah penelitian yang akan dianalisis. pembaca akan mampu menvisualisasi hasil akhir-nya. Kata Elbow: jika Anda punya satu jam untuk membuat sebuah tulisan. Peneliti yang berpengalaman akan menulis draf pertama dengan sangat hati-hati tetapi ia tidak menulis draf yang benar-benar sudah dipoles: pemolesan ini hanya akan membuat proses penulisan menjadi lamban. sumber data. lalu melihat topik mana yang lebih disukai pembimbing Anda dan memberikan kontribusi besar bagi bidang yang tengah Anda geluti saat ini. Zinsser (1983) membahas pentingnya mengekspresikan kata-kata (gagas-an-gagasan) di kepala ke atas kertas. cara ini akan membuat gagasan-gagasan di kepala Anda'segera tercurahkan. Ketika peneliti berusaha menuliskan gagasan-gagasannya di atas kertas. yang menulis draf pertama secara keseluruhan tanpa peduli terlebih dahulu betapa buruknya draf tersebut. lebih tepatnya melihat bagaimana hasil akhir itu tampak ke permukaan.berpikir (Bailey. penting juga membuat draf untuk topik-topik yang berbeda sebanyak satu sampai dua halaman. mereview. Konsep tentang menulis gagasan-gagasan di atas kertas ini sudah banyak membantu orang dalam merangkai tulisan yang baik. yakni: mulai dari menulis. Anda mempertimbangkan model tiga-tahapnya Franklin (1986) yang saya pandang sangat bermanfaat dalam membuat proposal awal dan penulisan penelitian akademik yang saya 108 . buatlah draf ringkas sebanyak satu hingga dua halaman tentang proyek Anda dan biarkan pembimbing Anda memberikan arahan atas penelitian yang Anda ajukan. • Lebih baik menulis beberapa draf proposal ketimbang mencoba memoles drafpertama. • Jangan mengedit proposal Anda pada tahap-tahap awal. 1973) yang lebih merekomendasikan agar seseorang melewati proses literatif. dan penulis yang "membiarkan semuanya menggelantung pada draf pertama". dan pada akhirnya pun juga mampu mengklarifikasi gagasan-gagasan di dalamnya. dan pentingnya proyek tersebut bagi para pembaca. lalu menulis kembali.

Buatlah jadwal aktivitas menulis sehingga Anda dapat merencana-kan kapan harus 109 . cobalah memetakan aktivitas keseharian Anda dalam momen-momen setengah-jam-an selama satu sampai dua minggu. dan mereview beberapa hal yang sudah ditulis dalam proposal penelitian. Pilihlah tempat yang bebas dari gangguan. atau dapat berupa peta visual. Jika Anda merasa tidak memiliki waktu untuk menulis secara reguler. yaitu penulis yang hanya memiliki waktu untuk mengerjakan penelitian-nya pada akhir-akhir pekan setelah semua pekerjaan "penting" hariannya terselesaikan. • • • • Menulislah ketika Anda sedang fresh. baik ketika siap maupun belum siap untuk menulis. Bahkan. menjadi seorang penulis mingguan. lalu cobalah untuk berdisiplin dalam menulis pada momen-momen itu setiap harinya. Pilihlah waktu-waktu khusus dalam satu hari untuk menggarap proyek penelitian Anda. Menulislah secara reguler meski hanya sebentar. Pertama-tama. sebentar-sebentar memulai lagi) sering kali menghambat rampungnya penulisan.lakukan selama ini: 1. Jangan menulis ketika Anda kekenyangan. outline ini dapat berupa kalimat-kalimat atau kata-kata. Boice (1990:77-78) menawarkan ide tentang bagaimana Anda membangun kebiasaan menulis yang baik: • • Dengan prioritas yang sudah Anda miliki. lalu nyatakan gagasan-gagasan tersebut dalam bentuk paragraf-paragraf. edit dan poleslah setiap kalimat yang sudah Anda tulis. 2. buatlah sebuah outline. mengumpulkan informasi. Menulis proposal secara kontinu yang saya maksudkan adalah menulis beberapa paragraf setiap hari atau se-tidak-tidaknya libatkan pikiran kita setiap hari dalam proses berpikir. cara seperti ini dapat mengubah seorang penulis yang awalnya memiliki bakat menulis yang baik. Kebiasaan Menulis Cobalah untuk berdisiplin dan membiasakan diri menulis proposal secara reguler dan terus-menerus. 3. Ini akan membantu Anda menemukan waktu yang tepat buat menulis. tulislah aktivitas keseharian Anda. Merancang draf yang benar-benar utuh dalam satu waktu memang dapat memberikan Anda perspektif awal ketika mereview hasil tulisan sebelum dilakukan pengeditan yang sebenarnya. Tulislah satu draf utuh. Akhirnya. namun proses menulis yang tidak konsisten ini (sebentarsebentar berhenti. lengkap dengan gagasan-gagasan pokoknya.

Cobalah menulis dua atau tiga proyek penulisan secara serempak sehingga Anda tidak overload dengan satu proyek saja. tanpa terlebih dahulu menceritakan nama objek tersebut kepada pembaca.ni Diskusikan tulisan Anda dengan teman-teman yang suportif dan konstruktif sehingga Anda merasa siap untuk go public. dan (c) perkiraan kapan tugas dapat selesai secara keseluruhan. dapat membuat tugas menulis lebih mudah. • • • Rencanakan tujuan-tujuan harian Anda. lalu tulislah dengan tiga cara yang ber-beda-beda (him. Latihan yang terakhir ini tampaknya cocok bagi para peneliti kualitatif yang menganalisis data mereka dengan kode-kode dan tema-tema yang beragam (lihat Bab 9 mengenai analisis data kuali-tatif). Layaknya pembalap yang selalu menggeliat sebelum balapan dimulai. 110 . Carilah satu tema pokok. Saya teringat konsep "masa-pemanasan"-nya John Steinbeck (1969:42) yang dideskripsikan secara detail dalam Journal of a Novel: The East of Eden Letters. (b) jumlah halaman yang dapat diselesaikan. proses menulis itu berlangsung secara perlahan-lahan danbahwa penulis harus merasa mudah ketika menulis. • Cobalah menaati kartu harian Anda. Ada banyak pemanasan lain yang bisa dilakukan. lengkap dengan bagian-bagian dan dimensi-dimensinya. membaca tulisan-tulisan di komputer. . di sebuah notebook.mengerjakan unit-unit tulisan tertentu dalam setiap sesi. brainstorming di depan komputer. penulis juga harus menghangatkan pikiran dan jari-jari terlebih dahulu sebelum benar-benar menulis. Yang juga penting diketahui. Tulislah serangkaian petunjuk sederhana untuk tulisan-tulisan yang diperkirakan sangat rumit untuk dimengerti. seperti menulis sebuah surat kepada seorang teman. Tulislah setidak-tidaknya tiga hal: (a) waktu yang digunakan untuk menulis. Pascal Covici. atau merenungkan sebuah syair. 113116). Aktivitas menulis yang tidak tergesa-gesa. . Tulislah sebuah percakapan dramatis di antara dua orang yang sekiranya dapat membuat pembaca penasaran. Carrol (1990) memberikan contoh latihan untuk memperbaiki kontrol seorang penulis yang ingin membuat tulisan yang deskriptif dan emotif: • • • • • Deskripsikan suatu objek. Steinbeck selalu memulai aktivitas menulisnya setiap hari dengan membuat satu surat kepada editor sekaligus teman dekatnya.

Selain itu. Big thoughts —gagasan-gagasan atau gambaran-gambaran tertentu yang berada dalam ranah umbrella thought untuk memperkuat. Setting fisik juga turut membantu. 2001)— memberikan banyak opsi kepada Anda untuk dapat comfortable ketika menulis. dan pekerjaan saya pun terselesaikan (Dillard. 1989:26-27). seorang novelis pemenang penghargaan Pulitzer. mengklarifikasi. Pakailah istilahistilah yang sama setiap kali variabel disebutkan dalam penelitian kuantitatif atau fenomena utama dalam penelitian kualitatif. Umbrella thoughts —gagasan-gagasan umum atau inti yang disilangkan satu sama lain. Ada empat jenis gaya pemikiran yang bisa diper-timbangkan: 1. keypad yang nyaman dipakai. Di sana ada banyak pohon pinus yang tidak berhenti berguguran daunnya sehingga membuat saya merasa bahwa pekerjaan di dekat bara api ini lebih baik. pena kesayangan. Konsep ini pernah dikemukakan oleh Tarshis (1982) yang merekomendasi-kan agar penulis membuat tahapan pemikiran untuk membim-bing pembaca.Selain itu. Jangan menggunakan sinonim-sinonim dari istilah-istilah tersebut. Saya tak mau berada di atas aspal dan kerikil. bahkan kopi dan snack (Wolcott. Annie Dillard. justru menghindari tempat-tempat yang menarik perhatian: Seseorang ingin ruangannya tanpa pemandangan. saya juga menulis di dekat perapian di area parkir. Instrumen-instrumen tersebut— seperti komputer. Publication Manual APA (2001) membahas tentang bagaimana menyajikan tulisan yang rapi dengan cara menunjukkan hubungan antargagasan dan menggunakan kata transisional. • Pertimbangkan pula seberapa naratif gaya pemikiran yang Anda terapkan agar pembaca dapat memahami proposal Anda. lima belas tahun lalu. penting juga meng-gunakan istilah-istilah yang konsisten dan terus membangun kohe-rensi dalam proposal penelitian Anda. sehingga imajinasi dapat muncul dari kegelapan. Keterbacaan Tulisan Sebelum mulai menulis proposal. cobalah berpikir tentang bagaimana Anda meningkatkan keterbacaan proposal Anda. saya mendorong meja panjang saya ke dinding kosong sehingga saya tidak dapat melihat dari jendela mana pun. atau menjelaskan umbrella thought. pertimbangkan pula instrumen-instrumen penulisan dan tempat fisik yang membantu proses penulisan Anda berjalan baik dan disiplin. 2. • Gunakan istilah-istilah yang konsisten di sepanjang proposal Anda. pensil. Hal ini hanya akan membuat pembaca bingung memahami makna setiap gagasan dalam proposal penelitian Anda. Ketika saya menggarap pekerjaan ini tujuh tahun lalu. Suatu hari. 111 .

seperti tujuan penelitian. tujuan penelitian. juga dibutuhkan. Koherensi dalam tulisan berarti bahwa gagasan-gagasan Anda terikat bersama dan mengalir secara logis dari satu kalimat ke kalimat lain dan dari satu paragraf ke paragraf lain. Bahkan. namun tidak didukung oleh isi yang detail untuk memperjelas gagasangagasan besar tersebut. yang merupakan statemen-statemen ter-organisir untuk memandu pembaca. dan tinjauan pustaka (yang banyak muncul dalam proyek kuantitatif). • Terapkanlah koherensi untuk menambah keterbacaan naskah. suatu gagasan umum tidak jarang ditulis dalam satu para-graf yang sangat pendek dalam pendahuluan proposal. misalnya. menggambarkan dengan jelas bagaimana koherensi ini bekerja. Little thoughts —gagasan-gagasan atau gambaran-gambaran yang fungsi utamanya adalah memperkuat big thoughts. peneliti diharapkan dapat berpikir dalam konteks narasi yang detail agar gagasan-gagasan umbrella dapat tersampaikan dengan jelas. rumusan masalah. Salah satu gejala masalah ini adalah terlalu cepatnya peralihan gagasan secara terus-menerus dari satu gagasan umum ke gagasan umum yang lain dalam satu naskah. Akibatnya. Attention or interest thoughts —gagasan-gagasan yang tujuan-nya adalah mengorganisasi pemikiran-pemikiran lain dan menjaga perhatian pembaca agar tetap berada dalam satu jalur pemikiran/konsep tulisan. rumusan masalah. Pembaca membutuhkan rambu-rambu dan petunjuk-petunjuk agar mereka dapat memahami peralihan dari satu gagasan umum ke gagasan umum selanjutnya (Bab 6 dan 7 akan membahas rambu-rambu dalam penelitian. 4.3. Begitu pula. seperti yang sering ditulis oleh para jurnalis dalam artikel-artikel koran. Konsistensi nama-nama variabel dalam judul. Konsistensi ini akan turut mem-bangun koherensi dalam penelitian. Pembaca harus melihat secara ke-seluruhan susunan gagasan-gagasan melalui paragraf-paragraf awal dan harus diberi tahu mengenai poin-poin terpenting di bagian akhir yang nantinya dapat mereka ingat. Paragraf yang terorganisir utamanya sangat dibutuhkan di awal dan akhir tinjauan pustaka. dan hipo-tesis). Untuk itulah. proposal mereka dipenuhi dengan gagasan umbrella yang sangat banyak. Attention thoughts. Para peneliti pemula pada umumnya selalu berputar-putar dalam umbrella thought dan attention thought. Hal ini biasa muncul dalam tinjauan pustaka yang di dalamnya peneliti perlu menyediakan bagian-bagian besar yang lebih banyak untuk mengikat dan menyimpulkan semua literatur secara bersama-sama. menekankan urutan yang konsisten kapan pun variabel bebas dan terikat disebutkan juga merupakan teknik yang dapat digunakan untuk membangun 112 .

berarti sebuah tulisan tidak mampu menghubungkan peralihan gagasan-gagasan dan topik-topik secara koheren. Jika hubungan semacam ini tidak dibuat mudah. koherensi dapat dibangun dengan menghubungkan kalimat-kalimat dan paragraf-paragraf dalam naskah. Karena gagasan inti suatu kalimat seharusnya terhubung pada gagasan inti pada kalimat selanjutnya maka mereka harus menandai hubungan ini. Seperti yang sudah dijelaskan. Zinsser (1983) menyarankan agar setiap kalimat ditulis secara bersambung dan logis. Latihan hook and eye-nya Wilkinson (1991) tampaknya dapat diterapkan untuk menghubungkan gagasan-gagasan dari kalimat satu ke kalimat lain dan dari paragraf satu ke paragraf yang lain pula. Pada level yang lebih detail. berarti ada kata-kata transisional yang hilang. Contoh 4. 1991) adalah untuk menghubungkan gagasan-gagasan di setiap kalimat dan paragraf. Pertama-tama. Saya juga meminta para mahasiswa untuk memastikan bahwa antarparagraf dan antarkalimat sudah terhubung dengan teknik hook and eye. 113 . saya sudah menerapkan pola hook and eye untuk menghubungkan gagasan-gagasan dari kalimat satu ke kalimat lain dan dari paragraf satu ke paragraf lain. Pada mata kuliah pengembangan proposal yang saya ampu. tujuan latihan hook and eye ini (Wilkinson. saya sering menyediakan satu kutipan dari pendahuluan sebuah proposal dan meminta mahasiswa untuk menghubungkan kalimat-kalimat di dalamnya dengan melingkari dan menggaris gagasangagasan inti untuk menghubungkan gagasan-gagasan tersebut dari kalimat satu ke kalimat yang lain. penulis perlu menambah kata-kata. Kutipan ini diambil dari bagian pen-dahuluan proyek disertasi kualitatif seorang mahasiswa yang membahas tentang siswa-siswa yang berisiko gagal. frasa-frasa. Dalam kutipan ini. kemudian setelah latihan usai. Jika kalimat-kalimat tersebut tidak terhubung. dan untuk itu perlu dibumbui. sejak dari halaman pertama.koherensi.5 yang dikutip dari proposal salah seorang mahasiswa berikut ini akan menunjukkan kepada Anda bagaimana level tinggi koherensi tersebut terjadi. atau kalimat-kalimat transisional untuk membangun koherensi yang jelas. Untuk itu. baru saya memberikan kutipan yang lengkap dengan tanda-tandanya. Teknik ini diterapkan agar para mahasiswa dapat menemukan koherensi dalam proposal penelitian. saya memberikan kutipan yang tidak diberi tanda apa pun kepada para mahasiswa.

• Untuk tulisan-tulisan akademik. berbicara tentang bagaimana mengasah kemampuan editing dengan cara mengurangi kata-kata yang tidak perlu. misalnya. dan sebagainya). meminimalisir frasa-frasa yang sering diulang. cobalah untuk menvariasi-kan auxiliary verb. kini saatnya Anda belajar menulis kalimat-kalimat dan kata-kata. 1982). kata-kata yang digaris miring (italic). Kalimat pasif jika subjeknya dikenai tindakan" (him. lebih baik menerapkan konstruksi proposal yang peneliti ajukan (penj. mengukur diksi. dan "Berlebih-lebihan" Setelah belajar bagaimana mengekspresikan pemikiran-pemikiran dan paragrafparagraf. 114 . Contoh-contohnya meliputi will be. dan pernyataan-pernyataan yang dikurawal. have been. gagasan saya tentang kalimat aktif. Selain gagasan dari Wolcott di atas.). menghilangkan kalimat pasif. melainkan dari tahap — meminjam istilah Franklin (1986)— memoles tulisan. dan "berlebih-lebihan" dalam bagian ini sebenarnya juga bisa Anda gunakan untuk menyegarkan dan memperkuat tulisan akademik Anda selama ini. seperti was. dan mereduksi kutip-an-kutipan yang berlebihan. Persoalan tata bahasa dan konstruksi kalimat sebenarnya sudah dijabarkan dalam Publication Manual APA (2001). Inilah tahap yang harus dilalui terakhir kali dalam proses penulisan. Misalnya. Dalam bagian ini. Wolcott (2001). daripada konstruksi proposal yang diajukan oleh peneliti. akan tetapi saya tetap menyertakan bagian ini untuk me-nyoroti beberapa masalah tata bahasa yang sering kali saya lihat dalam proposal-proposal mahasiswa saya dan tulisantulisan saya pribadi. se-orang peneliti etnografi. Jika harus menggunakan konstruksi pasif. 2001). Kata Kerja. gunakanlah kalimat aktif se-banyak mungkin (APA. Penulis dapat menggunakan konstruksi pasif dengan variasi ini ketika subjek yang bertindak dapat secara logis diletakkan di kiri kalimat dan ketika apa yang dilakukan subjek tersebut dapat diletakkan sesudahnya (Ross-Larson. Ross-Larson (1982). dan is being. Menurut penulis sastra.Kalimat Aktif. kata kerja. Anda tidak akan diajari untuk menulis dari tahap paling dasar (seperti merangkai kalimat. Ada banyak buku yang membahas tentang bagaimana menulis penelitian atau menulis kesusastraan dengan aturan-aturan dan prinsip-prinsip yang harus diikuti terkait dengan konstruksi kalimat dan diksi yang tepat. "kalimat aktif jika subjeknya melakukan tindakan. 29). menemukan gagasan.

Halaman ini Sengaja dikosongkan Cek di buku 115 .

Halaman ini Sengaja dikosongkan Cek di buku 116 .

"Peneliti baru saja melaporkan") untuk tinjauan pustaka dan pro-sediir-prosedur yang berdasarkan pada peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi. Publication Manual APA (2001) hanya merekomendasikan past tense (seperti. mereview. dan present tense (seperti. para penulis sebaiknya membuat banyak draf untuk satu naskah/tulisan." Pada awalnya. misalnya) atau verba-verba yang berfungsi sebagai adjektiva atau adverbia. dan mengedit tulisan.. seperti modi-fikasimodifikasi yang terlalu banyak.. "Jones telah melaporkan") atau present perfect tense (seperti. Proses ini biasanya me-liputi tindakan menulis. Verba-verba yang kurang kuat biasanya adalah verba-verba yang minim-aksi (is atau was. Anda bisa melihat orang-orang pintar yang berusaha mem-buat kalimat yang rumit. past tense untuk mendeskripsikan hasil penelitian (seperti. yang sering kali dimulai dengan kata-kata seperti ini. 117 . "diketahui bahwa stres telah menurunkan harga diri"). setiap harinya hampir selalu mengatakan kalimat yang rumit. dengan pergaulan yang jauh dari krisis kehidupan anak-anak muda. the study of— yang hanya akan menambah kata-kata yang tidak terlalu penting (Ross-Larson. preposisi-preposisi yang terlalu sering muncul. Dalam proses editing. Padahal. kurangilah kata-kata yang berlebihan. "Saya hanya akan bisa berharap bahwa kita akan bisa. dia tidak pernah mengucapkan kalimat-kalimat seperti itu. • Berusahalah mengedit dan merevisi draf-draf naskah Anda agar hal-hal yang sekiranya terkesan "berlebihan" dapat terkurangi. Untuk menghindari hal ini. khususnya di bagian pendahuluan. gunakanlah present tense untuk menambah kesegaran dalam penelitian. Untuk penelitian-penelitian yang sudah di-lakukan.. • Banyak peneliti menggunakan past tense dalam menulis tinjauan pustaka dan melaporkan hasil penelitian. 1982). tetapi di umurnya yang sekarang.• Gunakanlah verba-verba yang kuat. dan konstruksi "the-of" —misalnya. Seorang rekan yang saat ini menjadi staf administrasi universitas. yang seharus-nya diterapkan adalah future tense. Saya jadi teringat dengan prosa lucu yang ditulis oleh Bunge (1985): Sekarang. dia justru sangat sulit mengucapkan kalimat-kalimat yang mudah (Bunge. bersemangat. Verba ini setidak-tidaknya dapat mendukung semua waktu yang tersaji secara implisit dalam proposal penelitian. "Sesuatu yang berlebihan" di sini merujuk pada kata-kata yang tidak terlalu penting dalam menjelaskan makna suatu gagasan. 1985:172). "penemuan kualitatif tersebut me-nunjukkan") untuk membahas hasil penelitian dan menyajikan kesimpulan. Saya melihat semua ini bukanlah sebagai aturan yang rumit dan berat. melainkan justru sebagai petunjuk yang sangat bermanfaat. dan sesuai dengan bidang tulisan yang disusun.

Untuk mengetahui masalah-masalah etis ini. Journal of Applied Psychology. peneliti perlu terlibat langsung dalam pengumpulan data dari atau tentang orang lain (Punch. menulis masalah-masalah etis seperti ini sangat dibutuhkan. peneliti juga perlu mengantisipasi masalah-masalah etis yang bisa saja muncul dalam penelitian mereka (Hesse-Bieber & Leavey. termasuk pula jurnal-jurnal ilmu sosial. berusaha jujur dalam penelitian. mencegah kelalaian dan kecerobohan yang dapat mencemari nama baik organisasi atau insti-tusinya. seperti American Journal of Sociology. mulai dari masalah-masalah seperti pembocoran rahasia individu. American Educational Research Journal. cobalah mempelajari jurnal-jurnal yang melaporkan penelitian dengan kombinasi data kualitatif dan kuantitatif. The Scarlet Letter. Dalam ranah kualitatif. MASALAH-MASALAH ETIS YANG PERLU DIANTISIPASI Selain mengkonseptualisasi proses penulisan bagian-bagian proposal. seperti Moby Dick. Qualitative Inquiry. Qualitative Research. seperti Journal of Mixed Methods Research. Peneliti juga harus mempro-teksi para partisipan mereka. dan The Bonfire of the Vanities (Webb &. utamanya untuk membangun argumentasi dalam penelitian dan menetapkan satu topik penting untuk format proposal. Tulisan yang baik adalah tulisan yang ide-idenya mengalir hingga titik akhir. Dalam buku ini. literatur yang baik akan menyajikan tulisan yang jelas dan kalimat-kalimat yang detail. 2006). dan berupaya mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dengan sikap arif dan bijaksana (Isreal & Hay. Baca pula artikel-artikel lain yang dikutip dalam Handboox of Mixed Methods in the Social and Behavioral Sciences (Tashakkori & Teddlie. kuantitatif. autentisitas dan kredibilitas 118 . Sociology of Education. membangun kepercayaan (pada) mereka. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Qualitative Family Research. 2003). dan Journal of Contemporary Ethnography merupakan jurnal-jurnal akademik yang juga layak dipelajari. Para pengajar yang membimbing penelitian kualitatif setidak-tidaknya perlu menugaskan pada maha-siswa untuk membaca buku-buku terkenal. Glesne. 1992). 2006). Salah satu ciri tulisan yang baik adalah mata dan pikiran ini tidak akan terhenti dan ter-sendat tiba-tiba dalam sebuah kutipan atau kalimat tertentu. Selain itu.Mulailah mempelajari bagaimana menulis penelitian kualitatif. Pertanyaan-pertanyaan etis saat ini sudah mulai bermunculan. Symbolic Interaction. 2006). saya telah mencoba menggambarkan contoh tulisan-tulisan yang baik dari beberapa jurnal ilmu sosial-humaniora. dan metode campuran dengan baik. dan Quality and Quantity. Field Methods. Administrative Science Quarterly. Jika ingin melakukan penelitian dengan metode campuran. dan Image: Journal of Nursing Scholarship.

laporan penelitian, peran peneliti dalam konteks lintas-budaya, hingga masalah-masalah privasi dari data-data internet (Isreal & Hay, 2006). Dalam literatur, masalah-masalah etis biasanya dibahas di bagian kode-kode etik profesi dan di bagian respons-respons mereka terhadap dilema-dilema etis serta solusisolusinya (Punch, 2005). Banyak organisasi nasional memublikasikan standar atau kode-kode etik dalam website profesional mereka sesuai, dengan bidang yang mereka garap. Sebagai contoh, lihatlah: • • • • • • "Ethical Principles of Psychologists and Code of Conduct," dalam www.apa.org/ethics, tahun 2002. "The American Sociological Association Code of Ethics," dalam www.asanet.org, tahun 1997. "The American Anthropological Association's Code of Ethics," dalam www.aaanet.org, Juni 1998. "The American Educational Research Association Ethical Standars of the American Educational Research Association," dalam www.aera.net, tahun 2002. ―The American Nurses Association Code of Ethics for Nurses Provisions,‖ dalam
www.ana.org, Juni 2001

Praktik-praktik etis melibatkan lebih dari sekedar mengikuti seperangkat pedoman statis, seperti pedoman-pedoman yang disajikan oleh organisasi-organisasi professional di atas. Lebih dari itu, peneliti juga perlu mengantisipasi dan menyampaikan masalah-masalah etis yang mungkin saja muncul dalam penelitian mereka (seperti, lihat Berg, 2001; Punch, 2005; dan Sieber, 1998). Masalah-masalah etis ini bisa saja muncul dalam penelitian kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran, serta semua tahap dalam tiga penelitian tersebut. Dalam bab-bab selanjutnya, saya sudah menjelaskan beberapa masalah etis dalam banyak tahapan penelitian. Dengan menyajikan masalah-masalah ini, saya berharap para peneliti dapat terdorong untuk lebih hati-hati merancang bagian-bagian proposal mereka. Meskipun pembahasan dalam buku ini tidak secara komprehensif mencakup semua masalah etis, setidaknya saya sudah menyajikan masalah-masalah etis yang paling sering muncul. Masalah-masalah tersebut sering kali muncul ketika peneliti tengah membatasi masalah penelitian (Bab 5); mengidentifikasi tujuan penelitian dan rumusan masalah (Bab 6 dan 7); dan mengumpulkan, menganalisis, dan menulis data penelitian (Bab 8,9, 10).

119

Masalah-masalah Etis dalam Masalah Penelitian. Hesse-Biber dan Leavy (2006:86) mengajukan pertanyaan: ―Bagaimana masalahmasalah etis masuk kedalam bagian latar belakang masalah penelitian?‖ Dalam pendahuluan proposal, peneliti mengidentifikasi satu masalah atau isu yang penting untuk diteliti dan menyajikan rasionalisasi atas pentingnya penelitian tersebut. Selain itu peneliti juga perlu mengidentifikasi satu masalah yang akan menguntungkan individu-individu yang akan diteliti, satu masalah yang nantinya berguna bagi orang lain selain peneliti itu sendiri (Punch, 2005). Gagasan inti penelitian aksi/partisipatoris adalah: peneliti tidak boleh memarginalisasi atau melemahkan partisipan-partisipan yang ditelitinya. Masalahnya, tidak jarang identifikasi masalah penelitian justru semakin meminggirkan para partisipan yang diteliti. Untuk mrncegah hal ini terjadi, peneliti terlebih dahulu harus membuat proyek-proyek utama agar kepercayaan partisipan dapat terbangun sehingga peneliti dapat mendeteksi marginalisasi apa saja yang tidak boleh dilakukan sebelum ia benar-benar menggarap penelitian.

Masalah-masalah Etis dalam Tujuan Penelitian dan Rumusan Masalah Dalam merancang tujuan penelitian atau rumusan masalah, peneliti perlu menjelaskan tujuan penelitian kepada para partisipan (Sarantakos,2005). Penipuan sering kali muncul ketika partisipan memahami satu tujuan, tetapi penelitian memiliki tujuan lain yang berbeda. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti perlu menentukan sponsorship atas penelitian mereka. Misalnya, dalam merancang surat-surat pendahuluan untuk penelitian survey, sponsorship merupakan elemen penting yang dapat membangun kepercayaan dan kredibilitas instrument survey yang disebarkan peneliti.

Masalah-masalah Etis dalam Pengumpulan Data Selain mempersiapkan data apa saja akan dikumpulkan, peneliti juga perlu respek terhadap para partisipan dan tempat-tempat yang akan diteliti. Banyak masalah etis muncul selama tahap pengumpulan data. Jangan membahayakan Partisipan, dan hargailah kelompok-kelompok yang rawan kekerasan. Proposal openelitian yang diajukan sebaiknya sudah direview oleh Dewan Peninjau Institusi/Instutional Review Board (IRB) atau lembaga-lembaga sejenis diperguruan tinggi mereka. Komite IRB ini dibangun atas dasar peraturan pemrintah untuk mencagah adanya kekerasan atau pelanggaran HAM. Bagi seorang peneliti, IRB dibutuhkan untuk meninjau kemungkinan terjadinya resiko-resiko penelitian, seperti resiko fisik, psikologis, sosial, ekonomi, atau hukum (Sieber,1998), yang mungkin saja muncul tiba-tiba. Selain itu,
120

peneliti juga mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan tertentu bagi komunitas yang rawan kekerasan, seperti anak-anak kecil (di bawah umur 19 tahun), partisipan-partisipan yang lemah mental, korban-korban kekerasan atau bencana, para napi, dan individu-individu yang terserang AIDS. Penelti juga harus menyimpan proposal penelitian yang berisi prosedurprosedur dan informasi mengenai partisipan di komite IRB kampus mereka yang komite ini dapat meninjau sejauh mana proposal proposal tersebut menjangkau subjek-subjek atau partisipan-partisipan yang berada dalam resiko. Selain Proposal ini, peneliti juga harus membuat formulir izin tertulis yang ditandatangani oleh partisipan sebelum mereka terlibat dalam penelitian. Formulir ini menjelaskan bahwa hak-hak partisipan akan dijaga selama pengumpulan data. Elemen-elemen dalam formulir tersebut dapat meliputi beberapa informasi sebagai berikut (Sarantakos, 2005):           Informasi mengenai peneliti Informasi mengenai institusi yang mensponsori Informasi mengenai prosedur-prosedur pemilihan partisipan Informasi mengenai tujuan penelitian Informasi mengenai keuntungan-keuntungan bagi partisipan Informasi mengenai tingkatan dan jenis keterlibatan partisipan Natation of Risks bagi partisipan Jaminan kerahasiaan bagi partisipan Jaminan bahwa partisipan dapat mundur kapan saja Klausula nama-nama person yang dapat dihubungi jika ada pertanyaan

Salah satu masalah yang harus diantisipasi terkait dengan jaminan kerahasiaan adalah bahwa beberapa partisipan bisa saja identitas mereka dirahasiakan. Jika demikian Ihwalnya, peneliti sebaiknya meminta mereka untuk menjaga sendiri pendapat mereka dan membebaskan mereka untuk mengambil keputusan. Akan tetapi, mereka juga harus diberitahu mengenai resiko ketidakrahasiaan tersebut, seperti kemungkinan terbongkarnya data dalam laporan akhir yang mungkin tidak mereka harapkan, informasi yang mungkin melampaui batas hak-hak orang lain seharusnya disembunyikan, dan sebagainya (Giardano, O‘Reilly, Taylor, & Dogra, 2007).  Selain, itu prosedur etis lain yang harus dipenuhi peneliti selama pengumpulan data adalah persetujuan dari individu-individu yang berwenang (seperti, satpam) untuk memberikan akses bagi para peneliti untuk melakukan penelitiannya. Prosedur seperti
121

ini seringkali mengharuskan penelti untuk menulis sebuah surat yang menjelaskan jangka waktu penelitian, dampak potensial, dan hasil-hasil penelitian. Begitu pula, pemerolehan data melalui interview atau survey elektronik juga harus disertai ijin dari partisipan. Hal ini dilakukan, pertama-pertama dengan mengirimkan email permohonan, baru kemudian melakukan survey dan wawancara.  Peneliti juga harus respek pada lokasi-lokasi yang diteliti agar mereka tidak mendapat gangguan setelah melakukan penelitian. Tugas ini mengharuskan peneliti, khususnya dalam penelitian kualitatif, untuk terlibat dalam observasi atau wawancara berkelanjutan di lokasi tersebut, sadar akan konsekuensinya, dan tidak boleh merusak tatanan fisik lokasi itu. Misalnya, jika punya waktu berkunjung, peneliti juga bisa ―menyusup‖ ke dalam aktivitas-aktivitas partisipan. Jika tidak, peneliti harus meminta izin terlebih dahulu. Apalagi, beberapa organisasi saat ini sudah memiliki aturan tersendiri bagi orang-orang yang ingin melakukan penelitian agar tidak terjadi perusakan di tempat mereka.  Dalam penelitian-penelitian eksperimen, yang sering kali memperoleh keuntungan dari penelitian hanyalah kelompok yang ditreatment (atau sering kali dengan dengan kelompok eksperimen). Sedangkan kelompok control tidak mendapatkan apa-apa. Untuk menghindari hal ini, peneliti perlu melakukan beberapa eksperimentasi bagi semua kelompok dalam satu waktu atau secara bertahap sehingga kelompokkelompok ini bisa mengambil secara merata.  Masalah etis juga muncul ketika tidak ada mutualitas antara peneliti dan partisipan. Baik peneliti maupun partisipan seharusnya sama-sama dapat mengambil keuntungan dari penelitian. Akan tetapi, yang sering terjadi justru sebaliknya: kekuasaan disalahgunakan dan partisipan dipaksa untuk terlibat dalam proyek tersebut. Untuk itulah, melibatkan para partisipan secara kolaboratif dalam penelitian mungkin dapat memunculkan muatlitas tersebut. Penelitian-penelitian yang benar-benar kolaboratif, seperti dalam beberapa penelitian kualitatif, dapat melibatkan partisipan sebagai coresearcher dalam proses penelitian, seperti merancang penelitian, mengumpulkan dan menganalisis data, menulis laporan penelitian , dan menyebarkan hasil penelitian (Patton, 2002).  Wawancara dalam penelitian kualitatif tampaknya sudah semakin banyak dipandang sebagai penelitian moral (Kvale, 2007). Untuk itu, pewawancara harus memastikan beberapa hal penting, seperti apakah wawancaranya dapat memperbaiki situasi manusia

122

(serta meningkatkan pengetahuan saintifik), seberapa sensitive interaksi wawancara pagi partisipan, apakah partisipan pernah berkata tentang bagaimana statemen mereka harus ditafsirkan, seberapa kritis pertanyaan-pertanyaan yang harus diajukan, dan apa saja akibat-akibat yang akan diterima pewawancara dan partisipan dari hasil wawancara tersebut.  Peneliti juga perlu mengantisipasi kemungkinan informasi yang berbahaya dan intim yang diungkapkan selama proses pengumpulan data. Sulit mengantisipasi dan merencanakan dampak dari informasi ini selama atau setelah wawancara (Patton, 2002). Misalnya, siswa bisa saja membicarakan pelecehan orang tuanya: atau para napi berbicara tentang pelolosan dirinya dari penjara. Dalam situasi seperti ini, biasanya kode etik bagi peneliti (yang bisa saja berbeda satu sama lain) dapat memproteksi privasi partisipan-partisipan tersebut, dan tugas penelitian adalah menyampaikan proteksi ini kepada semua partisipan yang juga terlibat dalam penelitian.

Masalah-masalah Etis dalam analisis dan Interpretasi Data Ketika peneliti menganalisis dan menginterpretasi data kuantitatif ataupun kualitatif, tidak jarang masalah-masalah muncul yang mengharuskan peneliti untuk membuat keputusan etis yang tepat. Dalam mengantisipasi masalah-masalah etis ini, mempertimbangkan beberapa hal berikut:  Bagaimana peneliti memproteksi anonimitas individu-individu, peran-peran, dan peristiwa-peristiwa yang diteliti dalam proyek penelitiannya? Misalnya, dalam penelitian survey, peneliti tidak memasukkan nama-nama partisipan selama proses coding dan perekaman. Dalam penelitian kualitatif, peneliti menggunakan nama alias atau nama samaran dari para partisipan atau tempat-tempat tertentu, untuk memproteksi identitas mereka.  Data, setelah dianalisis, harus dijaga selama dalam jangka waktu tertentu (misalnya, Sieber, 1998, merekomendasikan jangka waktu 5-10 tahun). Setelah itu peneliti sebaiknya membuang data tersebut agar tidak jatuh ke tangan peneliti-peneliti lain yang ingin ,enyalahgunakannya.  Pertanyaan tentang siapa yang memiliki data tersebut setelah proses pengumpulan dan analisis data juga menjadi masalah yang sering kali memecah belah tim penelitian dan membuat mereka bertengkar satu sama lain. Dalam hal ini, proposal peneliti seharusnya juga mengidentifikasi masalah kepemilikan ini dan membahas bagaimana

123

solusinya, seperti melalui proses saling memahami antara antara peneliti, partisipan, dan pihak fakultas (Punch, 2005). Berg (2001) merekomendasikan agar digunakan persetujuan personal untuk menunjuk siapa pemilik pemilik data penelitian tersebut. Hal ini dilakukan agar data dapat terjaga dari individu-individu yang tidak terlibat dalam penelitian.  Dalam interpretasi data, peneliti perlu memastikan bahwa informasi yang diperoleh benar-benar akurat. Untuk mengetahui akurasi ini, dalam penelitian kuantitatif, peneliti dapat bernegosiasi dan berinterogasi dengan para partisipan (berg, 2001). Untuk penelitian kualitatif langkah tersebut dapat diterapkan dengan cara menerapkan satu atau beberapa strategi validasi data bersama para partisipan atau dengan cara membandingkan data tersebut dengan sumber-sumber data lain yang relevan (lihat strategi-strategi validasi kualitatif pada Bab 9).

Masalah-Masalah Etis dalam Menulis dan Menyebarluaskan Hasil Penelitian Masalah-masalah etis tidak berhenti dalam pengumpulan dan analisis data saja. Masalah-masalah tersebut juga bisa terjadi dalam proses penulisan dan penyebaran laporan penelitian final. Untuk mengantisipasinya, Anda bisa menerapkan beberapa langkah berikut:  Jelaskan bagaimana penelitian Anda tidak akan menggunakan bahasa atau kata-kata yang mengandung bias pada orang-orang tertentu, baik itu bias gender, orientasi social, ras, etnis, ketidakmampuan, maupun usia. Publication Manual APA (2001) memberikan tiga saran. Pertama, sajikan bahasa yang tidak bias pada tingkat spesifisitas yang sesuai (seperti, daripada menulis ―prilaku pelanggan tersebut biasanya adalah para lelaki, ― lebih baik menulis, ―perilaku pelanggan tersebut……(jelaskan) ). Kedua, untuk keperluan melabeli atau sejenisnya, gunakan bahasa yang tegas dan peka (seperti, daripada menulis ―400 Hispanik‖, lebih baik menulis ―400 orang yang terdiri dari penduduk meksiko, Spanyol, dan Puerto Rico‖). Ketiga, cobalah untuk benar-benar mengenali identitas para partisipan dalam penelitian (seperti, daripada menulis ―subjek‖ lebih baik menggunakan kata-kata ―partisipan‖, daripada menulis ― dokter perempuan‖ lebih baik menggunakan ―dokter‖ atau ―ahli medis‖ saja, tanpa ada identifikasi jenis kelamin).  Masalah-masalah etis lainnya dalam menulis penelitian bisa saja meliputi usaha-usaha untuk menekan, memalsukan, atau mengkreasikan penemuan-penemuan ―baru‖ untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan peneliti atau audiens. Praktik-praktik curang seperti ini

124

Begitu pula. peneliti seharusnya tidak melakukan duplikasi secara berlebihan dengan menyajikan secara persis data. peneliti perlu mengantisipasi konsekuensi-konsekuensi dilaksanakannya penelitian tersebut pada partisipan-partisipan tertentu dan tidak menyalahgunakan hasil-hasil penelitian untuk kepentingan pribadi atau kelompok. peneliti juga perlu mengekspos detail-detail penelitiannya agar pembaca dapat mengetahui kredibilitas penelitian tersebut (Neuman. dan kesimpulan yang sama dari makalah seseorang.  Pada akhirnya. Pertimbangkan Sembilan argumentasi yang ditawarkan Maxwell (2005) sebagai elemen-elemen kunci yang perlu dimasukkan dalam proposal. Proposal penelitian seharusnya mengendalikan kesempatan peneliti untuk tidak terlibat dalam praktik-praktik seperti ini.  Masalah lain etis yang sering dijumpai dalam tulisan-tulisan akademik adalah praktik eksploitasi terhadap sejumlah pegawai universitas dan disertakannya nama individuindividu yang secara substansial tidak berkontribusi atas penelitian. sementara peneliti tidak menawarkan materi yang baru. Israel dan hay (2006) membahas praktik tidak etis yang disebutnya sebagai hadiah kepengarangannya bagi individu yang tidak berkontribusi pada penelitian dan hantu kepenarangan bagi staf-staf yunior yang membuat kontribusi penting. pembahasan. kualitatif.tidak diterima dalam komunitas penelitian professional. atau metode campuran. namun namanya tidak dimasukkan dalam daftar contributor. 2007). kuantitatif. 2000). 2006). 125 . Prosedur-prosedur dalam penelitian kuantitatif.  Dalam merencanakan penelitian. Peneliti harus memberikan gandaan publikasi penelitian tersebut pada pihak-pihak yang pernah ditelitinya (Creswell. dan tindakan tersebut biasanya akan membentuk sifat atau prilaku saintifik yang buruk (Neuman. kemudian gunakanlah salah satu dari empat outline topic atau format penelitian-yang sudah dijelaskan dalam bab ini-untuk membuat proposal kualitatif. 2000). dan metode campuran harus disajikan secara rinci dalam setiap bab. RINGKASAN Peneliti perlu memikirkan bagaimana menulis proposal penelitian dengan baik sebelum benar-benar terlibat dalam proses penelitian. Beberapa jurnal biomedis mengharuskan pengarang untuk menyatakan apakah mereka telah atau sedang memublikasikan makalahnya pada media-media lain ataukah tidak (Israel & Hay.

Seorang narapidana yang tengah Anda wawancarai bercerita tentang kesempatan melarikan diri pada malah hari. Masalah-masalah ini berhubungan dengan semua tahap proses penelitian. penelitian bisa menjadi sejenis studi yang benarbenar dirancang berdasarkan praktik-praktik etis yang sesungguhnya. serta kekurangan-kekurangan di dalamnya. dan terapkan strategi-straregi penulisan yang baik. Dengan mempetimbangkan keberadaan partisipan. Buatlah satu outline topic-topik atau draft bagian-bagian untuk proposal kuantitatif. Masukkan topic-topik utama seperti LATIHAN MENULIS yang telah dijelaskan dalam bab ini. Salah seorang peneliti dalam tim Anda menduplikasi kalimat dari penelitian lain dan memasukkannya dalam laporan akhir penelitian. Pertimbangkanlah salah satu dilema etis berikut ini yang –anggap saja.menunjukkan level gagasan naratif yang berbedabeda. serta merevisi dan mengedit kembali tulisan Anda. Gambarkan cara-cara yang bisa anda terapkan untuk mengantisipasi masalah tersebut dan membahasnya dalam proposal penelitian Anda. mulailah merangkai kata-kata di atas kertas berdasarkan gagasan-gagasan yang ada dalam pikiran Anda. a. Latihan Menulis 1. Cobalah melatih diri anda dengan membaca pendahuluan artikel tersebut dan gunakan metode hook and eye yamh telah dijelaskan dalam bab ini. atau metoe campuran.pernah anda hadapi ketika melakukan penelitian. mahasiswa tersebut bercerita kepada 126 . Setelah wawancara keempat. kuantitatif. kualitatif. atau metode campuran. 2. seperti menggunakan istilah-istilah yang konsisten. 3. peneliti juga perlu memikirkan masalah-masalah etis yang perlu diantisipasi dan dideskripsikan dalam proposal. Sebelum menulis proposal. Apa yang akan anda lakukan? b. Identifikasikanlah aliran gagasan dari kalimat satu ke kalimat yang lain dan dari paragraph satu ke paragraph yang lain. Seorang mahasiswa melakukan beberapa kali wawancara pada sekelompok individu di tempat anda.Dalam pembuatan proposal. Apa yang anda lakukan? c. cobalah membangun kebiasaan membangun menulis secara regular. lokasi penelitian. Carilah artikel jurnal yang didalamnya melaporkan penelitian kualitatif. Sejumlah langkah yang dapat dilakukan antara lain menggunakan kalimat aktif dan verba-verba yang kuat dan tegas. dan pembaca potensial. dan menciptakan koherensi untuk meningkatkan kekuatan tulisan.

Qualitative Research Design: An Interactive Approach. Handbook of Applied Social Research Methods. Pembahasannya sangat luas. ―Planning Ethically Responsible Research‖. Mereka mereview beragam teori etika. serta beberapa resiko penelitian dan komunitas yang rawan kekerasan. Apa yang anda lakukan? BACAAN TAMBAHAN Maxwell. (1998).layak untuk diikuti. 127 . Israel. Edisi kedua. Selain itu. Dalam lampiran buku ini. Research Ethics for Social Scientists: Between Ethical Conduct and Regulatory Compliance. Sepanjang buku ini. & Hay. (hlm. 127-156) Joan Sieber membahas pentingnya perencanaan etis sebagai bagian integral dalam merancang penelitian. dan pendekatan normative berorientasi-kepedulian. privasi. London: Sage Mark Israel dan Lain Hay menyajikan analisis kritis tentang manfaat berfikir serius dan sistematis mengenai apa saja yang membentuk prilaku etis dalam ilmu social. Thousand Oaks. dan strategi-strategi yang ia rekomendasikan juga sangat melimpah. J. M. J. CA:Sage Joe Maxwell menyajikan ringkasan menarik mengenai proses pembuatan proposal untuk penelitian kualitatif yang juga dapat diterapkan dalam penelitian kuantitatif dan metode campuran. (2006). Dalam bab ini.. mereka menyajikan tiga contoh kasus dan mengajak para sarjana untuk berkomentar mengenai bagaimana mereka akan mendekati ketiga kasus tersebut. formulir perizinan. viriue ethics. mereka menawarkan contoh-contoh kasus etis yang sebenarnya dan cara-cara yang bisa ditempuh peneliti untuk menghadapi kasus-kasus tersebut secara etis. kerahasiaan. L. Rog (Ed). CA:Sage. J. dia juga menganalisis dan menyajikan satu contoh proposal kualitatif yang menurutnya. Mereka juga menjelaskan sejarah perilaku etis di berbagai Negara di dunia ini. Bickman & D. seperti IRB.Anda bahwa Institutional Review Board sebenarnya tidak menyetujui proyek penelitian tersebut. Dia kemudian menyajikan Sembilan langkah membuat proposal dan contohcontohnya. Dalam L. dan anonimitas. dia menyajikan review komprehensif mengenai beragam topic yang berhubungan dengan masalah-masalah etis. (2005). seperti pendekatan konsekuensialis dan non-konsekuensialis. Sieber. Thousand Oaks.E.

CA: Sage Harry Wolcott. buku ini sangat penting. dan merampungkan proses penulisan dengan menghadirkan aspek-aspek ini sebgai judul dan lampiran.Wolcott. kuantitatif. (2001). merevisi dan mengedit. Edisi kedua. teori. mengumpulkan sumber-sumber berharga terkait dengan proses penulisan penelitian kualitatif. Bagi para penulis. Thousand Oaks. seorang ahli etnografi pendidikan. mengembangkan detail. 128 .F. H. Writing up Qualitative research. maupun metode campuran. dan metode. baik untuk keperluan penelitian kualitatif. Dia menyurvei teknik-teknik ampuh bagaimana seseorang memulai menulis. menghubungkan literature.

Halaman Kosong Sesuai Buku 129 .

Halaman Kosong Sesuai Buku 130 .

masing-masing dengan langkah-langkah penelitiannya. kualitatif. 131 . Setiap bab dalam bagian kedua ini akan membahas satu langkah terpisah dalam proses penelitian ini.Bagian Dua Merancang Penelitian       BaB 5 Pendahuluan Bab 6 Tujuan Penelitian Bab 7 Rumusan masalah dan hipotesis penelitian Bab 8 Metode-metode kuantitatif Bab 9 Prosedur-prosedur kualitatif Bab 10 Prosedur-prosedur Metode Campuran Bagian kedua ini menghubungkan tiga rancangan – kuantitatif. dan metode campuran.

BAB LIMA PENDAHULUAN Setelah menentukan jenis pendekatan penelitian (kualitatif. menyatakan pentingnya penelitian bagi pembaca-pembaca tertentu. Karena pendahuluan merupakan bagian awal dalam proposal atau penelitian maka diperlukan perhatian khusus dalam proses penelitiannya. Pendahuluan menjelaskan suatu isu atau concern yang dapat menuntun pada penelitian. dan menjangkau 132 . mereview literature-literatur yang berhubungan dengan masalah tersebut. mengidentifikasi tujuan penelitian. atau metode campuran). PENTINGNYA PENDAHULUAN Pendahuluan merupakan bagian pertama dalam artikel jurnal. Untuk mengilustrasikan model ini. Pendahuluan inilah yang menentukan tahap-tahap selanjutnya dalam penelitian. Peneliti juga perlu menerapkan model defisiensi ketika menulis pendahuluan karena komponen utama dalam pendahuluan adalah menunjukkan kekurangan-kekurangan (defisiensi-defisiensi) dalam penelitian-penelitian sebelumnya. Tujuannya untuk membangun kerangka penelitian sehingga pembaca dapat memahami bagaimana penelitian tersebut berhubungan dengan penelitian-penelitian yang lain. Kemudian pembahasan beralih pada lima komponen dalam menulis pendahuluan. antara lain: a. serta format proposal. dan e. menjabarkan masalah yang dapat menuntun pada penelitian. Langkah ini diawali dengan membuat pendahuluan proposal sebagai proses mengatur dan menulis gagasan-gagasan awal. Bab ini membahas komposisi dan penulisan pendahuluan serta menjelaskan perbedaan-perbedaan dalam menulis pendahuluan untuk tiga jenis rancangan yang berbeda. meletakkan penelitian dalam konteks literature yang lebih luas. tinjauan pustaka sementara. atau penelitian akademik. b. menunjukkan sejumlah kekurangan dalam literature-literatur itu. disertasi. langkah selanjutnya adalah merancang atau merencanakan penelitian. Pendahuluan harus membuat pembaca tertarik pada topic penelitian. c. saya sudah menyajikan satu tulisan pendahuluan yang utuh (lengkap dengan analisisnya) dari salah satu artikel jurnal yang pernah dipublikasikan. Seperti yang dijelaskan Wilkinson (1991:96): Pendahuluan merupakan bagian tulisan yang memberikan informasi awal kepada pembaca tentang penelitian yang ditulis. kuantitatif. menjelaskan masalah yang dapat menuntun pada penelitian. d.

audien tertentu. Semua unsur ini ditulis secara singkat dalam beberapa halaman. sebelum memperkenalkan model ini. kita masih perlu memunculkan terlebih dahulu masalah yang terkait dengan kehidupan wanita dan social secara umum. terlalu banyak pengarang tidak secara jelas mengidentifikasi masalah penelitian. dan peneliti memanfaatkan pendahuluan untuk 133 . Masalahnya mengidentifikasi dan menjabarkan masalah penelitian yang menggarisbawahi penelitian bukanlah tugas mudah. Ia juga bisa berasal dari perdebatan ekstensif dalam literature-literatur. masalah penelitian seringkali dikacaukan dengan rumusan masalah-pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab peneliti untuk memahami atau menjelaskan masalah tersebut. Namun. signifikansi penelitian menjadi sulit dipahami. Jenis masalah yang disajikan dalam pendahuluan sangat beragam tergantung pada pendekatan yang digunakan (lihat Bab 1). Masalah penelitian merupakan masalah atau isu yang menuntun pada keharusan dilaksanakannya penelitian tersebut. membiarkan pembaca menentukan masalah tersebut. Ia juga bisa muncul dari perdebatan kebijakan di pemerintahan atau antara para eksekutif kenamaan. kuantitatif. DAN METODE CAMPURAN Setelah melakukan tinjauan umum pada beberapa pendahuluan yang terdapat dalam banyak penelitian. PENDAHULUAN DALAM PENELITIAN KUALITATIF. KUANTITATIF. Sayangnya. yaitu: menyatakan suatu masalah. dan metode campuran. Untungnya. Intinya. Belum lagi kompleksitas ini ditambah dengan keharusan peneliti untuk mendorong audiens agar mau lebih jauh membaca dan melihat pentingnya penelitian. Ia bisa bersumber dari pengalaman yang pernah dirasakan peneliti dalam kehidupan pribadi atau tempat kerjanya. sumber-sumber masalah penelitian bisa jadi sangat beragam. saya menemukan bahwa pendahuluan pada umumnya selalu mengikuti pola yang sama. ada satu model yang bisa ditiru tentang bagaimana menulis pendahuluan yang baik untuk penelitian ilmu social. Dalam proyek kualitatif. peneliti mendeskribsikan masalah penelitian yang benar-benar mudah dipahami dengan cara mengeksplorasi suatu konsep atau fenomena tertentu. saya terlebih dahulu perlu menjelaskan perbedaan-perbedaan subtil antara pendahuluan untuk penelitian kualitatif. lalu menjustifikasi mengapa masalah tersebut harus diteliti. Ketika masalah tidak jelas. Apalagi. Saya juga sudah menegaskan bahwa penelitian kualitatif bersifat eksploratoris. Karena ada pesan-pesan yang harus disampaikan sedangkan ruang yang tersedia sangat terbatas maka pendahuluan bisa menjadi tantangan tersendiri untuk ditulis dan dipahami. Misalnya. untuk mengidentifikasi isu kehamilan anak remaja.

gagasan yang ditawarkan suatu teori bisa saja belum akurat. Sejumlah peneliti kualitatif terkadang memiliki perspektif teoritis tentang masalah apa yang akan diteliti (seperti. masalah penelitian dijelaskan dengan cara mengidentifikasi. Beisel (1990). tidak benar. atau d. Selain itu. konsepnya belum matang (immature) karena teori dan penelitian sebelumnya yang membahas konsep tersebut tidak terlalu banyak dan menonjol. dan cara terbaik untuk mengeksplorasi masalah ini adalah dengan pergi ke sekolah dan mengunjungi mereka dan para guru secara langsung. Pendahuluan kualitatif juga bisa dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan personal dari peneliti tentang pengalaman pribadi memandang suatu fenomena secara substansial. atau mengandung bias. tidak cocok. meningkatnya urbanisasi (sebagai masalah penelitian) harus dieksplorasi karena masalah tersebut pelum pernah diteliti dalam kawasan-kawasan tertentu di suatu Negara. Morse (1991:120). masih jarang ada variasi. pribadi. 134 . pendahuluannya bisa saja tidak ditulis secara induktif. Thomas (1993:9) mengatakan bahwa ―seorang peneliti kritis selalu berangkat dari premis bahwa semua kehidupan kultural merupakan ketegangan konstan antara control dan resistensi‖. pernah menyatakan: Karakteristik-karakteristik masalah penelitian kualitatif antara lain: a. memahami. Misalnya lagi. ketidakadilan dalam pembagian upah antara wanita dan laki-laki atau sikap-sikap rasial yang sering kali muncul saat membuat sketsa biografis sopir-sopir di jalan raya). Misalnya. seperti yang sering dijumpai dalam penelitian-penelitian fenomenologis (Moustakas. orang pertama. 1994).mengeksplorasi suatu topic yang tidak bisa diidentifikasi variable-variabel ataupun teorinya. b. Bahkan pendahuluan kualitatif juga dapat ditulis dari sudut pandang subjektif. seperti penelitian etnografi. Orientasi teoritis inilah yang kemudian membentuk struktur pendahuluan. seperti dalam penelitian naratif. dalam beberapa penelitian kualitatif yang lebih berfokus pada perspektif partisipan. Dalam proyek kuantitatif. yang didalamnya peneliti memosisikan diri mereka secara naratif dalam penelitian. Misalnya. dan menemukan factor-faktor atau variable-variabel apa saja yang mempengaruhi suatu outcome. adanya keharusan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan fenomena dan mengembangkan suatu teori. Untuk pendahuluan kuantitatif. sifat fenomena yang ingin diteliti tidak sesuai jika dianalisis secara kuantitatif. tetapi deduktif. misalnya meneliti bagaimana teori politik kelas menjelaskan ketidaksuksesan kampanye anti-vice di salah satu dari tiga kota besar di Amerika. c. misalnya. anak-anak SD sering kali gelisah dan mengganggu proses belajar (sebagai masalah penelitian).

baik itu penelitian kualitatif. Bahkan. lalu melakukan tinjauan pustaka secara mendalam. Selain itu. peneliti bisa memprioritaskan salah satu diantara pendekatan kuantitatif atau pendekatan kalitatif. peneliti kuantitatif perlu memahami tingginya rata-rata perceraian (sebagai suatu masalah) dan menelti apakah salah satu faktor yang menyebabkan perceraian itu adalah masalah financial.dalam merespon pengurangan jumlah kerja (sebagai masalah penelitian). SALAH SATU MODEL PENDAHULUAN Menulis pendahuluan untuk tiga penelitian yang berbeda . Proyek metode campuran bisa terlebih dahulu menjelaskan hubungan antara perilaku merokok dan depresi dalam lingkungan remaja. kemudian mengeksplorasi pandangan – pandangan dari para remaja untuk dapat menampilkan pola – pola / tema – tema yang berbeda tentang merokok dan depresi tersebut. Untuk itu. Dalam penelitian metode campuran. dalam pendahulian kuantitatif. prioritas ini bisa saja setara antara penelitian kualitatif atau kuantitatif. Jika tahap pertama proyek ini bersifat kuantitatif. pendahuluan kuantitatif juga dapat ditulis dari sudut pandang interpersonal dan dalam kalimat pasif. maupun metode campuran. peneliti bisa saja menguji suatu teori terlebih dahulu dan melakukan tinjauan pustaka singkat untuk mengidentifikasi rumusan masalah yang nantinya harus dijawab. Dalam dua situasi ini. pendahuluan dapat menekankan pada pendekatan kuantitatif dengan menyertakan terlebih dahulu suatu teori yang dapat memprediksi hubungan antara perokok dan depresi. Komponen utama yang perlu dimasukkan ke dalam pendahuluan pada umumnya berhubungan dengan jenis – jenis masalah yang dibahas. masalah penelitian merupakan masalah yang darinya pemahaman mengenai faktor . Peneliti dengan metode campuran dapat menerapkan pendekatan kualitatif atau kuantitatif terlebih dahulu (atau kombinasikan sekaligus) dalam pendahuluannya.faktor yang menjelaskan atau berhubungan dengan hasil menjadi sangat penting karena membantu peneliti menjelaskan masalah tersebut dengan baik. Meski demikian. seorang peneliti kuantitatif harus berusaha menemukan factor-faktor apa saja yang mempengaruhi menurunnya bisnis-bisnis besar. dan pendahuluan harus mencerminkan prioritas tersebut. kuantitatif. untuk meningkatkan objektivitas. diperlukan satu model ilustratif tentang bagaimana menulis pendahuluan yang baik 135 .seperti yang sudash dijelaskan di atas – memang tidak terlalu jelas perbedaannya. yang berarti bahwa pendahuluannya harus menjelaskan suata masalah yang di dalamnya diperlukan pemahaman antara variable – variable dan eksplorasi terhadap suatu topic/fenomenda secara mendalam. Contoh lain.

Court of Appeals for the Fifth Circuit. Tujuan penelitian Sebuah ilustrasi Sebelum menjelaskan lima bagian tersebut. states of Texas. yang di dalamnya Justice William Powell menyatakan bahwa ras ini sudah dipertimbangkan berdasarkan keputusan – keputusan admisi. universitas – universitas di Amerika berusaha meningkatkan keragaman ras dan etnik para mahasiswa dan dosennya. Masalah penelitian 2. Kekurangan – kekurangan (deficiencies) dalam penelitian – penelitian sebelumnya 4. Penelitian – penelitian sebelumnya yang membahas masalah tersebut 3. Lima bagian tersebut antara lain : 1. ―Tindakan afirmatif‖ kemudian diambil sebagai kebijakan untuk merealisasikan heterogenitas ini ( di sini. Pentingnya penelitian untuk audiens tertentu.S. Bjorklund.tanpa perlu memandang pendekatan – pendekatan dan komponen – komponen yang harus disertakan. U. perundang – undangan. Model defisiensi pendahuluan (deficiency model an introduction) merupakan salah sastu pola umum dalam menulis pendahuluan yang baik. berikut ini ada contoh pendahuluan kualitatif yang ditulis oleh Terezainni. yang lebih terkini. menemukan argumentasi Powell ini bermasalah. kebijakan tersebut sampai saat ini mash menjadi topic perdebatan nasional yang hangat. yang menangani kasus Hopwood vs. Persoalan hokum terkait dengan tindakan afirmatif tersebut bermula dari kasus Regents of the University of California versus Bakke tahun 1978. Model ini terdiri dari lima bagian yang masing – masing dari kelimanya dapat ditulis dalam satu paragrap sehingga secara keseluruhan bisa mencapai maksimal dua halaman.berkaitan dengan masing – masing komponen sudah saya tandai dengan jelas. Colbeck. penulis menyatakan dengan teknik hook naratif). Keputusan courth untuk menolak tindakan afirmatif ini didasarkan pada referenda Negara. Sejak diterbitkannya Civil Right Act tahun 1964 dan Higher Education Act tahun 1965. Model ini merupakan pendekatan popular yang banyak digunakan dalam ilmu – ilmu social. Akan tetapi. Cabrera. Akan tetapi. dan Parente (2001) dalam The Journal of Higher Education dengan judul penelitiannya ―Racial and Ethnic Diversity in the Classroom‖ (ditulis kembali atas izin penerbit). 5. Anda akan menemukan banyak sekali penelitian dewasa ini yang telah menggunakan model tersebut. Jika struktur model ini dirinci. Berdasarkan lima komponen penting pendahuluan yang sudah dijelaskan di atas maka beberapa pernyataan yang – menurut saya. dan tindakan – 136 .

rekan Rudenstine di University of Michigan. Massachusetts. Neil Rudenstine. Florida. Ada banyak penelitian yang membahas mengenai pengaruh keragaman terhadap outcomes mahasiswa. 1999:1). dalam konteks pendidikan. Chang. penelitian – penelitian yang memandang keragaman structural sebagai suatu yang ilmiah.tindakan terkait melarang pengakuan yang sensitive – ras atau sewa menyewa di California. 1998 : A32). Penelitian – penelitian ini dapat dibagi ke dalam tiga kecenderungan utama. penelitian – penelitian yang menganalisis hubungan mahasiswa dengan ―keragaman‖ secara umum sebagai salah satu implikasi percampuran mahasiswa secara kuantitas. dengan menegaskan : ―Pertama-tama. Kedua. para pendidik lalu mengemukakan argumentasi mereka untuk mendukung tindakan afirmatif ini dengan klaim bahwa siswa – siswa heterogen. ras/etnis. Presiden Harvard University. 1999a. sering kali 137 . 1998a. Kanter. ada banyak pendekatan yang telah diterapkan untuk meneliti pengaruh keragaman terhadap outcomes mahasiswa. perlu kami sampaikan bahwa kami berbicara atas nama pendidik. Sax. Mississippi. 24 April 1997:A27) (Di sini. Dalam merespons hal ini. juga menyatakan : ―Sebuah kelas yang tidak mempresentasikan anggota – anggota ras yang berbeda akan melahirkan diskusi yang miskin – wawasan‖ (Schmidt. Bukti – bukti yang dimunculkan pada umumnya tidak jauh berbeda bahwa para mahasiswa dalam komunitas yang lintas gender atau ras/etnis atau yang terlibat dalam aktivitas yang berhubungan dengan keragaman. 1998b. Maine. Michigan. mengklaim bahwa ―alasan utama diterimanya keragaman siswa di perguruan tinggi adalah karena nilai pendidikannya‖ (Rudenstine. Di belakang mereka ada Assiciation of American Universities yang terdiri dari para rector dari 26 universitas yang mengusung argumentasi yang sama. atau gender dalam satu kampus (lihat. 1996. 1997. penelitian – penelitian yang meneliti secara institusional usaha – usaha programatik yang terstruktur untuk membanu mahasiswa terlibat dalam ―keragaman‖ ras/etnis dan/atau gender dalam kaitannya dengan gagasan – gagasan dan kemanusiaan. 1996). Lee Bollinger. Kami percaya bahwa mahasiswa kami dapat memperoleh keuntungan dari pendidikan yang berbasis keragaman‖ (―On the importance of Diversity in University Adminissions. Intinya. Lousiana. Rhode Island dan Puerto Rico (Healy. Pertama.‖ The New York Times. New Hampshire. Dua presiden ini tidak sendirian. dan lebih berpijak pada perjumpaan antara mahasiswa dan keragaman dengan cara mengamati frekuensi atau sifat interaksi mereka dengan rekan – rekannya secara ras/etnis berbeda. penulis mengidentifikasi masalah penelitian). 1999). misalnya. Ketiga. lebih efektif ketimbang siswa – siswa yang lebih homogen.

1996) yang secara spesifik meneliti apakah komposisi ras/etnis atau gender para mahasiswa dalam sebuah kampus. seperti apakah tingkat keragaman rasial dalam satu kampus atau kelas berpengaruh langsung terhadap hasil belajar ataukah tidak. hal ini masih menyisakan banyak pertanyaan (Di sini. Kalimat ini sering kali dikenal dengan istilah narrative hook. penulis menunjukkan pentingnya penelitian pada audiens tertentu. Masalah Penelitian Dalam pendahuluan artikel Terenzini et al. yang berarti ―kata – kata yang dapat menggambarkan. penulis menyebutkan penelitian – penelitian yang pernah membahas masalah tersebut). yaitu menunjukkan bahwa penelitian tersebut menarik dan memperlihatkan bahwa masalah atau isu yang diangkat benar – benar berbeda. Chang. 1996. ― untuk mempelajari bagaimana menulis narrative hook yang baik. Penelitian ini menganalisis pengaruh langsung keragaman kelas terhadap outcome akademik/intelektual dan apakah ada dari pengaruh – pengaruh tersebut yang ditindaklanjuti menjadi pendekatan – pendekatan instruksional aktif dan kolaboratif dalam konteks pembelajaran (Di sini. kalimat pertama sudah menunjukkan dua komponen utama pendahuluan yang baik. ditulis kembali atas izin The Journal of higher Education). Pengaruh seperti apa yang dimunculkan dari kalimat ini? Apakah kalimat tersebut memancing pembaca untuk membacanya lebih lanjut? Apakah kalimat tersebut harus ditulis dalam level tertentu sehingga pembaca dapat memahaminya? Pertanyaan – pertanyaan ini penting dijawab untuk menulis kalimat pembuka pendahuluan. suatu istilah yang diambil dari bahasa inggris. Sax.memperoleh manfaat dan makna edukatif yang lebih positif (Disini. Hanya sedikit sekali penelitian (seperti. (2001) di atas. penulis menunjukkan kekurangan atau defisiensi dalam penelitian – penelitian sebelumnya). 1999a. tentu saja sangat disayangkan. peneliti. isu – isu. yaitu menunjukkan dua komponen utama pendahuluan yang baik.Begitu pula. Langkanya informasi tentang manfaat akademik dari keragaman structural di sebuah kampus atau kelas. melibatkan. penulis mengidentifikasi tujuan penelitian) (hlm. dalam satu komunitas akademik atau dalam kelas (seperti. keragaman structural) memiliki manfaat –manfaat akademik yang diklaim….. atau menghubungkan (hook) pembaca dengan/dalam penelitian. yakni hakim. dan para pendidik). Padahal informasi inilah yang bisa menjadi bukti para hakim untuk mendukung kebijakan keputusan yang sensitive – ras (Di sini. 510 – 512. 138 . Penelitian ini berusaha memberikan kontribusi pengetahuan dengan mengekspolrasi pengaruh keragaman structural kelas terhadap perkembangan akademik dan skill intelektual mahasiswa.

  ―Siapa yang mengendalikan proses pencalonan wakil DPR?‖ (Boeker. artikel ringkas baru – baru ini. ketika contoh di atas sudah menggambarkan bagaimana menulis kalimat pembuka dengan baik agar pembaca tidak dipaksa masuk ke dalam pemikiran yang terlalu detail.iti garis kartografis (salah satunya. Tiga contoh di atas menyajikan informasi yang mudah dipahami oleh pembaca. 1989:281). 1989:181). penulis yang berpengalaman menurunkan tong (pembaca) sedara perlahan – lahan.perhatikan Koran – Koran penting. yakni menceritakan contoh kasus umum terlebih dahulu sehingga pembada dapat memahami dan menghubungkannya dengan topic penelitian. Buttenfield:1985). Sering kali. saya menggunakan metaphor seseorang yang sedang menurunkan seubah tong ke dalam sumur. Setelah itu. Mereka mencatat bahwa kebijakan – kebijakan untuk meningkatkan keragaman ini sedang menjadi ―topic perdebatan nasional yang hangat‖ (hlm. seraya membiarkannya beradaptasi dengan kedalaman (penelitian). 139 . para jurnalis menyajikan contoh – contoh yang menarik di awal kalimatnya. Penurunan tong ini diawali dengan narrative hook. tetapi digiring perlahan – lahan ke dalam topic penelitian. peneliti perlu menunjukkan masalah atau isu yang dapat menuntun pada signifikansi penelitian. 1992:400).509). yang menjadi pendahuluan dalam penelitian kuantitatif. yaitu perjuangan untuk meningkatkan keragaman ras dan etnik di universitas – universitas AS. Dua contoh pertama – yang menjadi pendahuluan dalam penelitian kualitatif – menunjukkan bagaimana pembada di tarik perhatiannya dengan merujuk pada satu partisipan (di contoh pertama) dan mengajukan satu pertanyaan (di contoh kedua). Berikut ini. Pembaca pun hanya akan melihat materi yang tidak biasa dan aneh. Yang jelas. dan generalisasi garis – garis tersebut (salah satunya. ―Ada banyak literature yang menel.  ―selebriti transeksual dan tnometodologis. Untuk menggambarkan lebih jauh bagaimana proses menulis pendahuluan ini. Sementara itu. McMaster:1987)‖ (Carstensen.(2001) membahas problem yang unik. Artikel terezini et al. Penulis pemula menceburkan tong (pembaca) langsung ke kedalaman sumur (artikel). telah mengubah identitasnya tiga tahun lalu sebelum pada akhirnya ia menjalani kembali pembedahan jenis kelamin‖ (Cahlil. Agnes. contoh – contoh kalimat pembuka dalam jurnal – jurnal ilmu social. Contoh ketiga. menunjukkan bagaimana pembaca dapat mengawali bacaanhya dengan memahami beberapa literature terlebih dahulu.

Sekadar intermezzo : saya selalu mengatakan kepada para mahasiswa saya : ―Jika kalian tidak memiliki banyak referensi pada halaman – halaman pertama proposal kalian maka penelitian kialian tidak akan bernilai akademik. Cobalah bertanya pada diri sendiri : ―Adakah kalimat yang bisa mewakili masalah penelitian yang saya angkat ini?‖  Tunjukkan mengapa masalah tersebut penting diteliti dengan cara mengutip berbagai referensi yang membenarkan kelayakan penelitian akan masalah tersebut. ingatlah tips – tips penelitian berikut ini :  Tulislah kalimat pembuka yang dapat menstimulasi ketertarikan pembaca dan mampu menampilkan masalah yang dapat dipahami secara relasional oleh pembaca pada umumnya. isu) yang dapat menuntun pada penelitian. dalam kalimat pembuka. Ketika merancang paragraph – paragraph pembuka. Pertimbangkan pengaruh informasi yang menggunakan angka – angka (seperti. bahkan dapa membuat topic penelitian menjadi tidak jelas. atau karena suatu masyarakat tidak boleh melupakan kontribusi para pelopor wanitanya. yang tentu saja meliputi masalah penelitian. gunakan kutipan secara layak dan tepat.‖ 140 .   Hindari ekspresi – ekspresi idiomatic (kalimat – kalimat membingungkan). kesulitan – kesulitan. karena ada kebutuhan dari para dosen yang harus dipenuhi agar mereka terlibat dalam aktivitas pengembangan professional di jurusan – jurusan mereka. Semua ―jawaban‖ ini merupakan masalah =. Untuk itu. khususnya kutipan yang terlalu panjang. kutipan – kutipan seperti ini juga dapat menarik perhatian membaca. seperti : ―Apa kepentingan atau motivasi diadakannya penelitian ini?‖ Atau ―Masalah apa yang memengaruhi untuk melakukan penelitian ini?‖ jawaban atas dua pertanyaan ini bisa bermacam – macam. dilemma.  Sebagai aturan umum. hindari penggunaan kutipan – kutipan. Kutipan – kutipan hanya akan memunculkan banyak kemungkinan penafsiran.masalah penting yang memerlukan penelitian lebih jauh. dalam beberapa penelitian kualitatif.Dalam ilmu social terapan. dan perilaku – perilaku masa kini.  Tunjukkan secara jelas masalah yang diangkat (seperti. sekitar 5 juta orang Amerika mengalami kematian anggota keluarga secara tiba – tiba‖). Misalnya : karena sekolah masih belum menerapkan pedoman – pedoman multi cultural. Masalah penelitian ini akan menjadi jelas jika peneliti mau mengidentifikasi dengan mengajukan sejumlah pertanyaan. karena siswa – siswa minoritas membutuhkan akses yang lebih baik ke universitas. ―Setiap tahun. Akan tetapi. masalah penelitian bisa saja muncul dari isu – isu.

ia harus lebih meringkas sebagian besar penelitian – penelitian yang nantinya akan dirinci kembali pada bagian khusus. Bukan hanya satu masalah saja. Meski demikian.‖ Peneliti tentu tidak dakan melaksanakan penelitian yang sekedar meniru apa yang telah diteliti orang lain.  Tuliskah. Menyebutkan katergori – kategori penting inilah yang saya maksudkan dengan meninjau psutaka atau mereview penelitian – penelitian di bagian pendahuluan. Peneliti perlu mereview penelitian – penelitian relevean sebelumnya dan menaruhnya di bagian pendahuluan dengan tujuan : (1) untuk menjustifikasi pentingnya penelitian yang ia ajukan. Hanya saja. apakah ada satu atau banyak masalah yang terlibat dalam penelitian sehingga mengharuskan anda untuk menelitinya? Seringkali. dan pendekatan keduanya dalam metode campuran). Pastikan bahwa masalah sudah dijelaskan dalam konstruksi yang konsisten dengan jenis pendekatan penelitian (seperti. Marshall dan Rossman (2006) memandang bahwa tinjauan pustaka dalam pendahuluan ini adalah cara untuk merancang penelitian dalam konteks penelitian – penelitian lain yang berhubungan. peneliti bukan berarti tidak boleh melakukan tinjauan pustaka/penelitian dalam pendahuluan ini. Artinya. Tinjauan pustaka ditempatkan di bagian khusus yang terpisah dari bagian pendahuluan. Kemampuan membingkai penelitian dengan cara inilah 141 . mereka diminta untuk meringkas kategori – kategori penting dari berbagai pustaka yang ditinjaunya. dan (2) untuk menjelaskan perbedaan antara penelitian – penelitian sebelumya dengan penelitian yang sedang ia ajukan. eksploratoris daslam kualitatif. Untuk itu diperlukan penelitian – penelitian baru untuk memperkaya literature – literature yang relevan atau untuk memperluas dan bahkan menguji kembali penelitian – penelitian yang sudah ada sebelumnya. pengujian hubungan – hubungan atau predictor – predictor dalam kuantitatif. ada banyak masalah yang perlu dibahas. Saya harus berhati – hati ketika berbicara tentang ―mereview penelitian‖ di sini karena saya tidak bermaksud bahwa Anda harus memasukkan tinjauan pustaka utuh dalam bagian pendahuluan. peneliti seyogianya berusaha ―merancang penelitiannya dalam satu dialog berkelanjutan dengan literature – literature / penelitian – penelitian lain yang relevan. Saya selalu meminta mahasiswa saya untuk merefleksikan peta pustaka (seperti yang pernah dibahas dalam Bab 2). lalu di bagian atas tinjauan psutaka. Penelitan – penelitian sebelumnya Setelah menulis paragraph – paragraph pembuka yang membahas penelitian. penelti selanjutnya perlu mereview penelitian-penelitian/literature-literatur sebelumnya yang pernah membahas masalah penelitian tersebut. dalam beberapa penelitian.

Penelitian – penelitian ini bisa saja berupa penelitian kuantitatif. Jika seseorang melihat tinjauan pustaka ini terus ke bagian atas segitiga. kualitatif. atau metode campuran.‖ Tentu saja. baru kemudian mengakhiri abstraksinya secara spesifik dengan menegaskan pentingnya penelitiannya yang diajukan (misalnya. Untuk itu. topic mengenai siswa – siswa Amerika – Afrika yang beresiko gagal di SD mungkin tidak pernah diteliti. topic mengenai siswa – siswa yang beresiko gagal di SD atau di jenjang – jenjang pendidikan lain sudah banyak diteliti. Artinya. Namun. bukan secara individual (tidak seperti dalam Tinjauan Pustaka yang biasanya terdapat dalam bagian 142 . jika tinjauan pustaka diartikan secara sempit maka tidak ada satupun literature yang mendokumentasikan atau menjabarkan secara komprehensif dan precise masalah penelitian yang kita bahas. Penelitian ini haruslah sempit dan terfokus (tidak boleh ada satu pun penelitian yang serupa). Peneliti penula seringkali bertanya : ―Apa yang harus saya lakukan sekarang? Tidak ada satu pun penelitian / literature yang pernah membahas topi ini. pertimbangkan tips – tips penelitian berikut ini :  Reviewlah sejumlah literature dengan meringkasnya secara komunal. Peneliti yang berpengalaman akan mereview dan memahami tulisan – tulisan sebelumnya yang membahas topic atau masalah serupa yang menjadi garapan penelitiannya. peneliti terlebih dahulu harus mengabstraksikan literature – literature / penelitian – penelitian yang membahas topic yang lebih umum (seperti. siswa –siswa yang berisiko gagal di SD atau di jenjang – jenjang pendidikan lain). Misanya. Pada ujung segitiga itu terdapat penelitian yang diajukan. tentang siswa – siswa Afrika – Amerika yang berisiko gagal di tingkat SD).yang membedakan peneliti pemula dengan peneliti berpengalaman. tetapi berasal dari keterlibatan peneliti selama bertahun – tahun dalam mengikuti perkembangan masalah penelitiannya dan literature – literature yang terkait. secara umum. Pertanyaan lain yang sering kali muncul adalah : Jenis literature seperti apa yang harus direview oleh seorang peneliti? Saya menyarankan agar peneliti merevie penelitian – penelitian sebelumnya yang memiliki rumusah masalah dan data – data untuk menjawab rumusan tersebut. Pemahaman ini tentu saja tidak muncul dengan sendirinya. ada beberapa literature yang bisa dijumpai meskipun agak sedikit berbeda dengan penelitian yang diajukan. Untuk mereview literature – literature / penelitian – penelitian yang relevan di bagian pendahulan proposal. saya sering kali menyarankan agar peneliti memandang literature dengan pola piker segitiga terbalik. Intinya adalah : literature – literature atau penelitian – penelitian sebelumnya akan memberikan sumbangsih pemikiran dalam menganalisis rumusan masalah yang akan dibahas dalam proposal.

sampel – sampel. Sifat defisiensi ini bervariasi dasi satu penelitian ke penelitian lain. Misalnya. Sebagai contoh. Defisiensi dalam literature atau penelitian sebelumnya bisa saja muncul karena topic – topic yang diangkat di dalamnya tidak dieksplorasi berdasarkan kelompok. Dalam artikel – artikel jurnal. letakkan referensi – referensi in text di akhir paragraph atau di akhir review mengenai literature – literature tersebut. Carilah literature – literature terbaru untuk direview dan diabstraksikan. Untuk mencari defisiensi ini. literature/penelitian tersebut mungkin perlu dikaji kembali untuk melihat adakah kesamaan-kesamaan dalam hal penemuan-penemuan. Identifikasi semacam ini sering dikenal dengan istilah model defisiensi. kualitatif. karena penelitian – penelitian sebelumnya telah mengesampingkan satu variable penting maka penelitian anda bisa memasukkan variable tersebut dan menganalisis pengaruh – pengaruhnya. Tujuannya adalah untuk membangun wilayah penelitian yang lebih luas. peneliti kemudian mengidentifikasi kekurangan – kekurangan (deficiencies) yang terdapat dalam literature/penelitian tersebut.   Tinjaulah penelitan – penelitian lain yang menggunakan pendekatan kuantitatif. atau metode campuran. atau komunitas yang termarjinalkan tidak direpresentasikan secara memadai dalam literature/penelitian tersebut. Kutiplah penelitian – penelitian sebelumnya jika memang ada karena penelitian – penelitian seperti itu basanya banyak dijadikan referensi oleh orang lain. Kekurangan (Defisiensi) dalam Literatur Sebelumnya Setelah menjabarkan masalah penelitian dan mereview sejumlah literature/penelitian lain yang relevan.  Agar tidak sekedar menekankan pada literature – literature secara individual. sampel. ataupun tempat-tempat yang diteliti.khusus dan terpisah). defisiensi ini basanya ada di bagian ―saran-saran untuk penelitian selanjutnya‖ yang sering kali disampaikan secara implicit maupun eksplisit. peneliti juga perlu menjabarkan bagaimana penelitiannya akan mengoreksi atau menutupi defisiensi tersebut. Untuk literature/penelitian mana pun. atau populasi tertentu. peneliti seyogianya dapat menjelaskan satu atau lebih defisiensi ini dalam bagian pendahuluan proposal mereka. Peneliti tinggal merujuk gagasan – gagasn defisiensi ini untuk dijadikan topic penelitiannya. karena penelitian sebelumnya mengabaikan keberadaan 143 . Selain menyebutkan defisiensi – defisiensi. caranya sangat mudah. seperti literature – literature yang dipublikasikan tidak lebih dari 10 tahun lalu.

kesalahan metodologis atau variable – variable yang terabaikan). 1968. Sedikit sekali penelitian yang difokuskan pada bagaimana guru menggunakan kekuasannya untuk berinteraksi secara strategis dengan kepala sekolah. begitu langka.‖ dan sebagainya. 1990 :85-86) Contoh 5. Svancarova& Svancarova. (Ziller. Rosell. Anda dapat melihat bagaimana para penulisnya menunjukkan kelemahan – kelemahan atau kekurangan – kekurangan dalam beberapa literature sebelumnya. Hoyle. 1984) (Blase. Contoh 5. Pratt. anehnya sangat sedikit penelitian empiris yang berusaha menganalisis isu tersebut. tidak sedikit ilmuwan sosial yang berusaha meneliti makna perang dan kedamaian (Cooper. Pada dua contoh tulisan berikut. 1989 :381) Singkatnya. Sayangnya. 1970). Penelitian politik dalam ranah pendidikan. Alvik. untuk menunjukkan kekurangan – kekurangan (deficiencies) dalam literature sebelumnya. dan apa makna semua ini secara deskriptif dan konseptual (Ball. dari sekian banyak analisis ini.penduduk asli Amerika sebagai komunitas cultural maka Anda dapat menyertakan mereka sebagai paratisipan dalam proyek penelitian anda.2 Defisiensi – Defisiensi dalam Literatur : Sedikitnya Penelitian – Penelitian yang dilakukan Meskipun ada minat yang sangat tinggi terhadap persoalan mikro-politik. 1965. yaitu tentang bagaimana bekas pejuang masa lalu memberikan reaksi terhadap perang masa kini. 1987.‖ ―sedikit sekali penelitian. 1986.1 Defisiensi – Defisiensi dalam Literatur : Dibutuhkan Penelitian – Penelitian Lanjutan Berdasarkan rasionalisasi inilah. Haavedsrud.‖ sangat sedikit penelitian empiris. misalnya. peneliti perlu menerapkan tips – tips penelitian berikut ini :   Kutiplah sejumlah kekurangan dalam literature tersebut untuk memperkuat alasan dibutuhkannya penelitian terhadap topic tertentu. khususnya dari perspektif subordinasi. 144 . Tunjukkan secara spesifik kekurangan – kekurangan dalam penelitian – penelitian yang sudah ada (seperti. 1968. seperti ―yang belum dianalisis. ada satu masalah yang belum dianalisis. 1967-1968. Perhatikan pula bagaimana mereka menggunakan frasa – frasa kunci untuk menunjukkan defisiensi – defisiensi ini.

Tiga atau empat alasan/rasionalisasi tentang bagaimana penelitian Anda akan memperbaiki atau meningkatkan kebijakan tertentu. Tulislah bidang – bidang atau ranah – ranah tertentu yang terabaikan oleh penelitian – penelitian sebelumnya. implikasi – implikasi penting. Tiga atau empat alasan/rasionalisasi tentang bagaimana penelitan Anda dapat membantu memperbaiki atau meningkatkan praktik – praktik tertentu. Dalam bagian ini pula. peneliti juga dapat menjelaskan beberapa hal berikut :     Tiga atau empat alasan/rasionalisasi tentang bagaimana penelitian Anda dapat menambah penelitian akademik dan literature dalam bidang – bidang tertentu. Tiga atau empat alasan/rasionalisasi tentang bagaimana penelitian Anda akan memperbaiki atau meningkatkan kebijakan tertentu. termasuk topic. semakin besar signifikansi penelitian tersebut bagi mereka. dan sebagainya. Dia secara jelas menunjukkan bahwa para pengambil keputusan. (2000). 145 . seperti yang pernah dicontohkan dalam pendahuluan Terenzini et al. peneliti hendaknya menulis alasan/rasionalisasi tentang pentingnya penelitiannya yang diajukan. Anda bisa melihat bagaimana penulisnya menyatakan pentingnya penelitian pada paragraph pembuka.  Jelaskan bagaimana peneltian Anda akan mengoreksi kekurangan – kekurangan ini dan memberkan kontribusi yang berbeda pada literature/penelitian akademik. Semakin banyak pembaca yang ditargetkan. dan para peneliti adalah target pembacanya yang diharapkan akan membaca hasl penelitiannya. Hal ini dilakukan untuk mendukung pentingnya analisis topic penelitian bagi kelompok – kelompok tertentu yang mungkin saja dapat memperoleh manfaat dengan membaca dan menggunakan penelitian tersebut. Dalam bagian ini. Pada contoh tulisan berikut ini. Signifikansi Penelitian bagi Pembaca Dalam disertasi. peneliti sering kali menyertakan bagian khusus yang mendeskripsikan signifikansi penelitian bagi pembaca tertentu. anggota organisasi. Penelitian yang dilakuka noleh Mascarenhas (1989) ini meneliti kepemilikan perusahaan – perusahaan industri. begitu pula potensi penelitian tersebut akan semakin kuat untuk diterapkan di dunia nyata. Tulislah paragraph pendek untuk menjelaskan tiga atau empat kekurangan dari penelitian sebelumnya atau fokuslan pada satu kekurangan paling pokok. proses statistic.

dibutuhkan keputusan mendasar yang dapat menjangkau semua lapisan masyarakat demi terlaksananya aktivitas organisasi ini. Selain itu. namun penemuan – penemuan mereka pada umumnya terlalu digeneralisasi untuk semua organisasi. 1989 : 582) Terenzini et al. para mahasiswa yang menuntut admisi. Peny dan Rainey. pendahuluan yang baik untuk penelitian selalu diakhiri dengan pernyataan tentang tujuan atau maksud penelitian. 1980.3 Signifikansi Penelitian yang Dinyatakan dalam Pendaluluan Studi Kuantitatif penelitian tentang kepemilikan organisasi dan ranah – ranah di dalammya. Pengertahuan mengenai ranah – ranah dalam kepemilikan organisasi yang berbeda dapat menjadi input penting atas keputusan tersebut. Untuk menulis pendahuluan yang baik. 1988). (Mascarenhas. jangkauan produk. dengan 146 . seperti costumer service. dan pemanfaatan teknologi (Abeli dan Hammond. Pertama. atau metode campurannya. RINGKASAN Bab ini menyajikan cara – cara bagaimana menyusun dan menulis pendahuluan untuk penelitian – penelitian akademik.512). (2001) mengakhiri pendahuluannya dengan menyatakan bahwa pengadilan / hakim (court) dapat menggunakan informasi dari penelitian – penelitian yang ada untuk meminta perguruan tingi dan universitas – universitas mendukung ―kebijakan admisi yang sensitive-ras‖ (hlm. Kedua.Contoh 5. 1979. Abell. memahami hubungan antara kepemilikan dan ranah – ranahnya akan membantu menyingkap logika dasar aktivitas organisasi dan dapat membantu anggota organisasi tersebut mengevaluasi strategi – strategi. peneliti disarankan untuk menggunakan model pendahuluan lima – bagian yang sudah dijelaskan dalam bab ini. dan para anggota dewan yang mereview admisi – admisi tersebut. salah satunya. (2001) mengakhiri pendahuluannya dengan meyatakan secara tegas bahwa penelitiannya ditujukan untuk membahas pengaruh keragaman structural terhadap skill intelektual mahasiswa. mereka juga menyatakan pentingnya penelitian ini bagi para staf kantor admisi. Terenzial et al. Ketiga. ada begitu banyak pakar yang meneliti organisasi – organisasi yang merefleksikan satu atau dua jenis kepemilikan. orientasi pembeli. Model yang sering kali dikenal dengan istilah model defisiensi ini diterapkan. Pada akhirnya. kualitatif. pertama – tama peneliti perlu mendeskripsikan masalah penelitian yang berhubungan dengan penelitian kuantitatif. sangat penting dilakukan karena sejumlah alasan. Kemudian.

Selain itu. Daryl Bern menekankan pentingnya statemen/paragraph pembuka dalam suatu penelitian. dan pembaca – pembaca yang secara potensial dapat mengambil manfaat dari penelitian ini.Zanna&J. dan struktur yang dapat menuntun pembaca langkah demi langkah untuk sampai pada rumusan masalah. (1987). Bern juga menyajikan contoh – 147 . Akhirnya. P. Setelah itu.). New York : Random House. Latihan Menulis 1. seraya menunjukkan satu atau lebih kekurangan (defisiensi) dalam literature – literature tersebut dan menegaskan bagaimana penelitian yang diajukan dapat mengoreksi kekurangan – kekurangan itu. diskusikan tulisan Anda ini dengan rekan – rekan Anda. Tulislah pendahuluan untuk suatu penelitian tertentu. Amatilah pendahuluannya. meyakinkan pembaca tentang LATIHAN MENNULIS uniknya penelitian Anda. yang menurutnya harus menekankan pada kejelasan. 3.M Darley (ed. (hlm. Buatlah masing – masing satu paragraph mengenai masalah penelitian.‖ Dalam M. Carilah beberapa penelitian bidang – bidang tertentu yang dipublikaskan dalam jurnal – jurnal akademik. keterbacaan. Peneliti kemudian mulai memerinci secara implicit atau eksplisit pembaca – pembaca tertentu yang diharapkan dapat mengambil manfaat dari penelitiannya. lalu carilah kalimat – kalimat yang menunjukkan bahwa penulisnya tengah membahas satu masalah atau isu tertentu. peneliti dapat menutup pendahuluannya dengan menyatakan – setidaknya. 2. kekurangan – kekurangan dalam literature.J. literature – literature yang terkait dengan masalah tersebut. peneliti juga perlu menyertakan secara singkat tinjauan psutaka/literature lain yang relevan. 171-201). BACAAN TAMBAHAN Bem. apakah teknik yang Anda gunakan berhasil menarik perhatian pembaca.tiga atau empat tujuan diadakannya penelitian. Cobalah menulis pendahuluan dengan teknik narrative hook. Dia menyajikan sederet aturan tentang paragraph pembuka ini. D. ―Writing the Empirical Journal Article. dan mampu menghubungkan pembaca dengan topic yang diangkat. The Compleat Academic : A Practical Guide for the Beginning Social Scients.cara mengidentifikasi terlebih dahulu kasus – kasus umum (dengan teknik narrative hook) yang berhubungan dengan masalah penelitian.

Dia juga menyatakan pentingnya mengidentifikasi isu – isu yang ingin Anda teliti dan pentingnya menunjukkan mengapa isu – isu tersebut penting untuk diteliti. Wilkinson. Antoinette Wilkinson membahas tiga aspek utama dalam pendahuluan : (1) Pernyataan mengenai suatu masalah dan sifat – sifatnya.A.M. salah astu aspek mendasar dalam proposal adalah menjustifikasi bahwa proyek yang diajukan dapat membantu pembaca memahami. Englewood Cliffs. yang disertai dengan penjelasan tentang bagaimana menulis dan menyusun sebuah pendahuluan yang baik. Maxwell. NJ : Prentice Hall. baik yang memuaskan maupun yang tidak. Dia menekankan bahwa pendahuluan harus menuntun secara logis dan runtut pada rumusah masalah. (2005). dan juga tidak membosankan lantaran terlalu banyak bahasa teknis. A. tetapi juga mengapa Anda merencakanannya. Thousand Oaks. Pada satu contoh proposal disertasi mahasisaw s2 yang disajikan. Wilkinson juga menyajikan banyak contoh dari tiga aspek tersebut. (1991). tidak hanya tentang apa yang Anda rencanakan. ―Qualitative Research Design : An Interakctive Approach.‖ Edisi kedua. CA : Sage. Joe Maxwell menulis tentang tujuan penelitan untuk proposal disertasi kualitatif. Menurut Bern. J. paragraph pembuka yang baik adalah paragraph yang dapat dimengerti bahkan oleh seseorang yang bukan ahli sekalipun.contoh paragraph pembuka. (2) pembahasan mengenai latar belakang dari masalah tersebut. Maxwell membahas isu – isu utama yang harus dieksplorasi mahasiswa untuk membuat argument proposal penelitiannya efektif dan efisien. dan (3) pernyataan mengenai rumusan masalah. Menurut Maxwell. 148 . The Scientist‘s Handbook for Writing Papers and Dissertations.

SIGNIFIKANSI DAN MAKNA TUJUAN PENELITIAN Menurut Locke et al. Dikenal dengan istilah tujuan penelitian karena ia menggambarkan tujuantujuan/maksud-maksud dilakukannya penelitian dalam satu atau beberapa kalimat. dan contoh-contoh tujuan penelitian yang biasa anda modifikasi untuk proyek proposal anda. Dalam bab yang khususnya untuk tujuan penelitian ini. Inilah bagian terpenting dari keseluruhan penelitian. Untuk itu.‖ Sayangnya proposalproposal penelitian saat ini jarang sekali yang memperhatikan tujuan penelitian. masalah penelitian. adalah menyajikan tujuan penelitian. Para penlulis metodologi penelitianpun sering memasukkan tujuan penelitian ini kedalam bagian-bagian lain. tujuan penelitian harus ditulis dengan jelas dan spesifik.Bab Enam TUJUAN PENELITIAN Bagian terakhir dari pendahuluan. Tujuan penelitian bukanlah rumusan masalah yang di dalamnya terdapat sejumlah pertanyaan yang nantinya dijawab berdasarkan data-data penelitian yang telah dikumpulkan (lihat Bab 7). seperti rumusan masalah atau hipotesis. 1997). maksud-maksud. menjelaskan tujuan dalam konteks rumusan masalah dan sasaran penelitian. dan bukan masalah atau isu yang dapat menuntun pada keharusan diadakannya penelitian (lihat Bab 5). dalam disertasi atau proposal disertasi. Dalam artikel-artikel jurnal. Akan tetapi. Penulis lain merujuknya sebagai salah satu aspek dari masalah penelitian (Casstetter & Heisler. atau gagasan-gagasn umum diadakannya 149 . sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam bab 5. prinsip-prinsip kunci. Namun. Dari tujuan inilah semua asfek penelitian ditentukan. saya membahas alasanalasan/rasionalisasi ditulisnya tujuan penelitian. peneliti biasanya menulis tujuan penelitian dibagian pendahuluan. Dalam proposal. pembahasan mereka pada umumnya tetap menunjukkan bahwa tujuan penelitian merupakan gagasan inti dari suatu penelitian. tujuan penelitian berarti menunjukkan ‖mengapa anda ingin melakukan penelitian dan apa yang ingin anda capai. peneliti haruslah membedakan secara jelas antara tujua penelitian . (2007: 9). dan rumusan penelitian. Akan tetapi. Wilkinson (1991). misalnya. Tujuan penelitian mengindikasikan maksud penelitian. tujuan penelitian adalah kumpulan pernyataan yang menjelaskan sasaran-sasaran. tujuan penelitian sering kali ditulis secara terpisah.

Gagasan ini dibangun berdasarkan suatu kebutuhan (masalah penelitian) dan diperhalus kembali dalam pertanyaan-pertanyaan spesifik (rumusan masalah). Meslipun tujuan penelitian untuk studi kualitatif. seperti yang akan digambarkan dalam paragraf-paragraf berikut ini. maksud. seperti berikut ini:  Gunakanlah kata-kata seperti tujuan. atau metode campuran ditulis dengan konten yang sama. sehingga peneliti perlu menulisnya secara terpisah dari aspek-aspek lain dalam proposal penelitiannya da ia juga perlu membingkainya dalam satu kalimat atau paragraph yang mudah dipahami oleh pembaca.suatu penelitian. Untuk itulah. Tujuan ini ditulis dengan istilah-istilah ―teknis‖ penelitian yang bersumber dari bahasa penelitian kualitatif (Schwandt. seperti ―tujuan (maksud atau sasaran) penelitian ini adalah.. atau sasaran untuk menandai tujuan penelitian yang anda tulis. Fokus ini berarti bahwa tujuan penelitian kualitatif tidak boleh menunjukkan dua atau lebuh variable yang salin berelasi. Persempitlah penelitian anda menjadi satu gagasan untuk dieksplorasi dan dipahami. seperti yang sering dijumpai dalam penelitian kuantitatif. Untuk itu. masing-masing tujuan penelitian untuk tiga penelitian ini sebenarnya tetap memiliki sifat-sifat dan cara penulisannya sendiri yang berbeda-beda.‖ Para peneliti biasanya menggunakan verba masa kini (present verb tense) dan verb masa lampau (past verb tense) untuk proposal penelitian karena proposal mereka tengah menyajikan rencan penelitian yang akan—bukan yang belum—dikerjakan. atau justru membandingkan dua atau lebih kategori tertentu. Peneliti perlu memperhatikan beberapa hal mendasar dalam menulis tujuan penelitian kualitatif.  Fokuslah pada satu fenomena (atau konsep atau gagasan) utama. kuantitatif. partisipan penelitian..2007). Misalnya suatu penelitian bisa saja dimulai dengan mengeksplorasi peran ketua jurusan dalam usaha pemberdayaan kualitas akademik para dosen 150 . Tujuan penelitian kualitatif juga bisa menyatakan rancangan penelitian yang dipilih. namun tetap tunjukkan bahwa penelitian anda bisa saja berkembang untuk mengeksplorasi hubungan atau perbandingan antargagasan dalam fenomena tersebut. Tujuan Penelitian Kualitatif Tujuan penelitian kualitatif pada umumnya mencakup informasi tentang fenomena utama yang dieksplorasi dalam penelitian.. dan gunakanlah bahasa-bahasa penelitian. Begitu pentingnya tujuan penelitian ini. dan lokasi penelitian. jelaskan satu fenomena saja. Tulislah tujuan penelitian ini dalam kalimat atau paragraph terpisah.

Untuk itu. khususnya jika fenomena tersebut merupakan istilah yang tidak dipahami oleh pembaca luas. positif. seperti berguna.. atau dengan menjelaskan makna kebudayaan bisbol dalam hubungannya dengan pekerja studion (Trujillo..  Gunakan kata-kata dan frasa-frasa yang netral ---bahasa tidak langsung ---seperti . definisi ini tidak boleh rigid. Verb-verb atau frasa-frasa tindakan.. definisi istilah. seperti yang telah saya jelaskan dalam Bab 2. 151 . memahami. akan membuat penelitian anda terbuka atas kemungkinan-kemungkinan lain: suatu cirri yang menunjukkan bahwa penelitian anda adalah penelitian kualitatif. mengembangkan.. 2002).. atau menunjukkan bagaimana individu-individu tertentu secara kognitif mencirikan penyakit AIDS yang dideritanya (Anderson & Spencer. dari pada menggunakan kata-kata ―pengalaman sukses individu-individu..‖ selain itu peneliti juga perlu memperhatikan bahwa definisi ini tidak boleh dicampur-baurkan dengan definisi yang lebih detail. dan informatif ---kata-kata yang seolah-olah memiliki makna yang bisa saja nuncul atau tidak muncul. peneliti kualitatif setidak-tidaknya harus menggunakan kata-kata seperti: ―untuk semintara ini..1999). seperti mendeskripsikan. melainkan tentatif dan berkembang selama pemelitian berdasarkan informasi dari para partisipan. Tujuan disajikannya definisi umum ini adalah untuk menunjukkan kepada pembaca makna general dari fenomena yang dijabarkan dalam penelitian. Dengan demikian. Karena termasuk dalam retorika penelitian kualitatif. teoritis dan teknis yang biasanya ada pada bagian khusus. 1992). 1998: 21) tersebut dengan menggunaka kata-kata yang seolah-olah berorientasi langsung. atau mengamati. pewawancara (peniliti) ini dapat dengan mudah mengutak-atik ―atturan ketidaklangsungan‖ (McCracken.  Gunakanlah verb-verb tindakan untuk menunjukkan bahwa ada proses learning dalam penelitian anda. definisi. atau dengan mengeksplorasi identitas guru dan marginalisasi atas identitas ini disekolah tertentu (Huber & Whelan.1992).(Creswell & Brown. spesifik.‖ Lebih baik memakai kata-kata ―pengalamn individu-individu‖ jangan terlalu sering menggunakan atau frasa-frasa yang problematik. meneliti makna. (fenomena utama) adalah . McCracken (1998) mengatakan bahwa dalam wawancara kualitatif.  Sajikan definisi umum mengenai fenomena atau gagasan utama. pewawancara seharusnya mengajak responden untuk mendeskripsikan pengalamannya. Contohcontoh ini semua mengiliustrasikan bahwa ada satu gagasan utama yang dijadikan focus dalam tujuan penelitian kualitaitf.

152 . atau sekelompok orang. di sini saya menyajikan sejumlah catatan yang mungkin berguna dalam menulis tujuan penelitian kualitatif.... gunakan beberapa bahasa yang membatasi ruang lingkup partisispan atau lokasi penenlitian.. analisis data.. Dalam penelitian ini. atau strategi-stragi lainnya. kelompok.. (memahami? mendeskripsikan? mengembangka? meneliti?) .. Gunakan kata-kata teknis strategis/teori penelitian yang digunakan ketika sampai pada bagian pengumpulan data. dan proses penelitian.. Tujuan penelitian. Conto-contoh di bawah ini mungkin tidak secara sempurna mengilustrasikan semua elemen yang telah saya jelaskan.. Fenomena utama dapat dibatasi pada individu-individu dalam suatu organisasi bisnis. Gambarkan tempat ini secara detail sehingga pembaca benarbenar mengetahui dimana penelitian itu dilaksanakan.. atau suatu organisasi. Meskipun ada banyak variasi dalam mencantumkan poin-poin di atas pada tujuan penelitian.... atau satu wilayah geografis tertentu. seperti etnografi. (strategi/teori penelitian. studi kasus. proposal disertasi atau tesis kualitatif yang baik. organisasi... atau sejenisnya) ini adalah untuk. pendekatan naratif.. atau peristiwa tertentu. seperti: apakah partisipan penelitian anda terdiri dari satu atau lebih individu. Gunakan kata-kata yang sering digunakan dalam teori-teori diatas. studi kasus.. (para partisipan. tetapi setidaknya contoh-contoh berikut ini telah berhasil menyajikan model-model yang layak ditiru dan dipelajari. Pembatasan-pembaasan semacam ini aka membantu peneliti untuk lebih jauh menjabarkan parameter penelitiannya...  Tunjukkan lokasi dilakukannya penelitian. grounded theory. atau organisasi) di. (fenomena utama yang diteliti) pada.... fenomenologi. penelitian bisa saja terbatas pada wanita saja. Untuk membantu anda. seperti rumah.. lebih khusus mereka yang menjadi anggota tim kreatif. seperti individu. (lokasi penelitian).. Seperti catatan-catatan (scripts) sebelumnya dalam buku ini.. program. seperti: apakah penelitian tersebut menggunakan teori etnografi.  Sebagai langkah akhir dalam tujuan penelitian kualitatif.. setidak-tidaknya harus mencakup beberapa diantara poin-poin itu.. Misalnya. (sajikan definisi umum). saya sudah menyediakan ruang agar anda bisa menyisipkan informasi yang sesuai.. kelas.. (fenomena utama yang diteliti) secara umum dapat didefinisikan sebagai..  Jelaskan para partisipan yang terlibat dalam penelitian...

focus penelitian ini adalah pada memori para ibu dan pengalaman kehidupan mereka. 1993: 134) 153 . Contoh 6. Perspektif ini mempermudah usaha menyingkap pengalamanpengalaman tersebut yang tertutup selama ini. Tujuan penelitian Leuterbach adalah sebagai berikut: Sebagai upaya menyingkap makana substantif suatu fenomenalogi. tulisan Leuterbach juga secara jelas menunjukkan bahwa partisipannya hanya para ibu. pembaca akan melihat bagaimana Leuterbach melakukan interviw pada lima sampel ibu (yang masingmasing telah mengalami keguguran) dirumah mereka.Saya memperoleh tujuan penelitia yang ditulis oleh Lauterbach (1993) ini disebuah artikel jurnaldi bagian pembukanya yang berjudul ―tujuan penelitian.‖ Judul inilah yang secara jelas mengajak pembaca untuk focus pada tujuan penelitian. jelas Leuterbach telah menggunakan strategi fenomenologi. (Leuterbach. Metode yang digunakan dalam penelitia ini meliputi refleksi fenomenologis atas data-data yang ada berdasarkan investigasi pada pengalaman para ibu. selain itu.1 Tujuan Penelitian Dalam Studi Fenomenologi Kualitatif Leuterbach (1993) meneliti lima wanita yang kehilangan bayinya ketika sedang hamil (keguguran). dan investigasi atas fenomena tersebut dalam konteks seni kreatif. Di sepanjang tulisannya. penelitian fenomenologi ini berusaha mengartikulasikan ―esensi-esensi‖ makna dalam pengalaman kehidupan para ibu ketika bayi yang mereka sayangi meninggal dunia. dan bagianbagian selanjutnya di artikel itu. Penulis lalu mendifinisikan pengalaman-pengalaman apa saja yang ditelitinya terkait dengan ―memori‖ dan ―pengalaman hidup‖ ini. perspektif ini juga membantu mengartikulasikan dan menyuarakan memori para ibu dan cerita kehilangan mereka. dan memori serta pengalaman-pengalaman mereka atas peristiwa itu. Dengan menggunakan persfektif feminis. ―pengalaman kehidupan para ibu‖ menjadi fenomena utama dan penulis menggunakan kata kerja mengartikulasikan untuk membahas makna (kata yang netral) dari pengalaman-pengalaman ini.

Penelitian ini juga berusaha menjelaskan mengapa siswa-siswa tersebut tetap saj tidak bisa membaca meskipus sudah bertahun-bertahun sekolah. meskipun beberapa siswa mungkin telah mampu mengembangkan skill membaca mereka. 154 . Tidak hanya itu. Pada bagian selanjutnya. seperti ―afektif. Studi kasus ini berfokus pada faktor-faktor yang menghalangi para siswa SMP berkembang dalam skill membacanya. Uniknya. Karena tujuanya adalah untuk meningkatkan iklim kampus maka penelitian kualitaitf diatas termmasuk ke dalam jenis penelitian advokasi. dia juga menyebutkan para partisipannya secara jelas. Penelitia ini bukanlah intervensi. yang memang menjadi cirri umum untuk artikel-artikel jurnal. sosial. diartikel tersebut. pembaca akan menemukan bahwa penelitian Kos ini menggunakan strategi penelitian studi kasus yang dilakukan dalam suatu ruang kelas.‖ Dia juga menulis pernyataan di atas dengan judul ―Tujuan Penelitian‖ untuk membuat pembaca fokus pada tujuan penelitiannya. edukatif. (Kos. Tujuan penelitiannya adalah sebagai berikut: Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi faktor-faktor afektif.Kos (1991) menegaskan bahwa penelitiannya bukanlah penelitian kuantitatif yang mengukur besarnya perubahan skill membaca dalam diri siswa. tujuan penelitian ini muncul di bagian awal artikel. Kebutuhan mahasiswa yang gay dan biseksual menjadi fenomena utama yang diteliti. sosial. dan edukatif yang mempengaruhi empat anak remaja (siswa) tidak mampu membaca. Kos justru meletakkan penelitiannya dalam pendekatan kualitatif dengan menggunakan kata-kata seperti mengeksplorasi. 1991: 876-877) faktor tersebut.2 Tujuan Penelitian Dalam Studi Kasus Kos (1991) melakukan beberapa kali studi kasus tentang siswa-siswa SMP yang tidak bisa membaca. Dia berfokus pada ―faktor-faktor‖ sebagai fenomena utama dan menyajikan definisi tentative dengan menyebutkan contoh Contoh 6. bukan berarti fokus penelitian ini pada usaha peningkatan skill membaca. khususnya dibagian abstraksi dan metodologi. seperti yang telah dijelaska dalam Bab 1.

yang berarti secara langsung merefleksikan bahwa wanita lesbian dan biseksual merupakan komonitas berbeda yang membentuk subkultur tersendiri di Universitas tersebut. Pada pernyataan di atas. Sayangnya. Akan tetapi. Tujuan penelitian. Dalam penelitian ini memang digunakan kata langsung.Contoh 6. Selain itu. Penelitian ini hanya dibatasi pada laki-laki gay dan biseksual saja. 1997: 278) juga berusaha mengidentifikasi kawasan-kawasan yang dapat meningkatkan iklim kampus bagi laki-laki gay dan biseksual. fenomena utamanya adalah perkembangan karier. kata ini lebih dimaksudkan untuk mendefinisikan sampel individu yang diteliti dan bukan untuk membatasi tentang fenomena utama. seperti kesuksesan. da pembaca juga akan mengetahui bahwa fenomena tersebut didefinisikan sebagai pengaruhpengaruh penting dalam kesuksesan karir 18 wanita tersebut. Tulisan ini sebenarnya berasal dari penelitian etnografis yang pernah penulis lakukan duaa tahun terhadap suatu subkultur mahasiswa yang terdiri dari laki-laki gay yang biseksual disebuah Universitas kenamaan. dib again terpisah. dan bahwa penelitian ini hanya akan melibatkan laki-laki saja (partisipan) di sebuah Universitas kenamaan (lokasi penelitian).3 Tujuan Penelitian Dalam Etnografi Rhoads (1997) melakukan penelitian etnografi selama dua tahun disebuah Universitas kenamaan. Rhoads juga telah menyebutkan bahwa strategi penelitian yang digunakan adalah etnografi. 155 . yang ia sertakan pada bagain awal tulisannya adalah sebagai berikut: Artikel ini berusaha memberikan sumbangsih tambahan pada literaturliteratur yang membahas tentang kebutuhan mahasiswa gay yang biseksual dengan mengidentifikasi sejumlah kawasan yang sekiranya dapat meningkatkan iklim kampus bagi mereka. Rhoads tidak memberikan informasi tambahan mengenai sifat utama kebutuhan para mahasiswa ini atau definisi umum dari kebutuhan tersebut. (Rhoads. Akan tetapi. Dia berusaha mengeksplorasi bagaimana iklim kampus dapat ditingkatkan bagi laki-laki gay yang biseksual. dia sudah berusaha mengidentifikasi dan menyajikan makna tentative atas istilah-istilah penting tersebut.

Pada paragraph kedua penelitiannya. Grounded Theory sebagai strategi penelitian disebutkan pada bagian abstraksi dan dijelaskan lebih lanjut pada bagian prosedur penelitian. dan pembaca akan memahami bahwa partisipannya adalah para wanita yang bekerja di tempat berbeda-beda. Tujuan Penelitian Kuantitatif Tujuan penelitian kuantitatif sangat berbeda dengan model tujuan penelitian kualitatif. dan lokasi penelitian. varibel moderate. dan terkadang juga mencakup pengujian deduktif atas hubungan-hubungan atau teori-teori tertentu. baik dalam hal bahasa maupun fokusnya dalam menghubungkan atau membandingkan varibel-varibel. mereka menyatakan tujuan diadakannya penelitian tersebut: Artikel ini ---yang didasarkan pada penelitian kualitatif--.berusaha meneliti perkembangan karier 18 wanita Amerika-Afrika (kulit putih dan hitam) yang memiliki prestasi tinggi di Amerika Seriakat dalam 8 bidang profesi yang berbeda-beda. dan varibel terikat. yaitu varibel bebas. tujuan kami melakukan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi factor-faktor penting yang mempengaruhi perkembangan karier para wanita ini.4 Tujuan Penelitian Dalam Studi Grounded Theory Richie et al. khusunya pengaruh-pengaruh yang berhubungan dengan kesuksesan karier mereka. Ingatklah kembali Bab 3 yang menjelaskan jenis-jenis variable utama dalam penelitian kuantitatif. para partisipan. varibel mediate. Tujuan ini ditulis dengan bahasabahasa yang berhubungan dengan penelitian kuantitatif. Tujuan penelitian kuantitatif meliputi varibel-varibel dalam penelitian dan hubungan antar varibel tersebut. (1997) melakukan penelitian kualitatif untuk mengembangkan suatu teori tentang perkembangan karier 18 wanita AmerikaAfrika (kulit putih dan hitam) yang memiliki prestasi tinggi Ameriaka Serikat yang masing-masing dalam bidang profesi yang berbeda-beda.Contoh 6. Secara keseluruhan. Tujuan penelitian kuantitatif biasanya dimulai dengan mengidentifikasikan varibel-varibel utama dalam 156 . (Richie et al. 1997: 133) Peneliti beusaha untuk mengeksplorasi fenomena terssebut.

intervening.  Tempatkanlah dan susunlah varibel-varibel ini dari kiri ke kanan. seperti yang sering dijumpai dalam penelitian eksperimen. Tetapi ada juga peneliti yang menggunaka kombinasi antara membandingkan (comparing) dan menghubungkan (relating).. yang digunakan dalam penelitian. lalu mencari dan dan menentukan bagaimana varibel-varibel itu akan diukur atau diamati. seperti yang bisa ditemukan dalam penelitian survei. seperti mediate. atau kerangka konseptual yang anda gunakan.  Gunakan kata-kata yang dapat menghubungkan varibel bebas dan varibel terikat untuk emnunjukkan bahwa kedua jenis varibel ini benar-benar saling berhubungan. tidak menutup kemungkinan mereka juga menggunakan teknik tersebut dalam penelitian survei. atau control.. Meskipun peneliti kebanyakan menggunakan teknik menghubungkan dua atau lebih kelompok dalam penelitian eksperimen. moderate. Untuk menulis tujuan penelitian kuantitatif... Mulailah dengan kata-kata seperti ―tujuan (atau maksud atau sasaran) penelitian ini adalah. atau sasaran. Mendeskripsikan teori secara sederhana di bagian tujuan penelitian akan memberikan penekanan pada pentingnya teori itu dalam penelitian tersebut. maksud. atau untuk membandingkan sampel-sampel atau kelompok-kelompok tertentu dalm kaitannya dengan hasil penelitian.. ada sejumlah hal yang perlu diperhatika:  Gunakan kata-kata untuk menandai tujuan penelitian anda. Letakkan varibel-variabel intervening antara varibel bebas dan varibel terikat. atau terikat) beserta model visualnya. seperti ―hubungan antara‖ dua atau lebih varibel. penelitian eksperimen dua faktor yang didalamnya peneliti memiliki dua atau lebih kelompok treatment dan satu varibel bebas.penekitian (bebas. serta varibel-variabel lain. dengan varibel bebas (di bagain kiri) yang diikuti oleh varibel terikat (di bagian kanan).seperti yang sudah saya jelaskan pada Bab 3--. atau ―perbandingan antara‖ dua atau lebih kelompok.‖  Tunjukkan teori. 157 . Dalam hal ini. Kebanyaka penelitian kuantitatif menggunakan dalah satu dari dua opsi ini untuk menghubungkan varibel-varibel dalam tujuan penelitian. seperti tujuan. Pada akhirnya. tujuan digunakannya variable-varibel secara kuantitatif adalah untuk menghubungkan varibelvaribel tersebut. Anda tidak perlu mendeskripsikannya secara detail karena--.ada kemungkinan bagian ―Perspektif Teoritis‖ ditulis secara terpisah untuk keperluan ini. misalnya.  Tunjukkanlah varibel bebas dan varibel terikat. model. Banyak peniliti juga meletakkan varibel-varibel moderating antara varibel bebas dan varibel terikat.

..Bahkan.  Definisikanlah secara umum masing-masing varibel kunci. varibel control juga tidak jarang diletakkan secara tiba-tiba mengikuti varibel terikat. (varibel kontrol)...... dalam hal in didefinisikan sebagai.. (sajikan suatu definisi umum). peneliti tidak boleh memberikan terlalu detail memberikan definisi secara operasional karena definisi semacam ini biasanya ditulis dalam bagian khusus ―Definisi Istilah‖ (yang menjelaskan secara rigid bagaimana varibel-varibel diukur).......... yang juga dipengaruhi/dikontrol oleh.... yang . (sajikan definisi umum). misalnya dalam frasa ―yang juga dipengaruhi oleh..... (tunjukkan varibel control dan intervening) didefinisikan sebagai. Dengan menyatakan informasi tentang strategi penelitian. seperti ruang lingkup pengumpulan data atau ruang lingkup partisipan penelitian.  Tunjukkan sedcara jelas partisipan (atau unit analisis) dan lokasi penelitian tersebut...... Berdasarkan poin-poin di atas..  Sebutkan jenis strategi penelitian (seperti strategi survei atau eksperimen) yang digunakan dalam penelitian..‖ Dalam penelitian eksperimen..... tujuan penelitian kuantitatif dapat ditulis sebagai berikut: Tujuan penelitian... Dua penelitian pertama adalah penelitian survey. (membandingkan? emnghubungkan?)... Varibel-(varibel) bebas. terhadap. berikan batasan pada ruang lingkup penelitian.. misalnya dengan menggunakan definidi-definisi yang sudah diterima secara umum yang berasal dari literatur-literatur... (lokasi penelitian).. Meski demikian.‖ atau ―dengan varibel kontrol. Disertakannya definisi umum ini adalah untuk membantu pembaca lebih memahami tujuan penelitian. dan varibel(-varibel) control dan intervening... satu penelitian terakhir adalah penelitian eksperimen....... 158 ... dengan (varibel terikat)... Selain itu... (partisipan penelitian) di..... varibel bebas selalu menjadi varibel yang dimanipulsi. peneliti setidaknya sudah mengantisipasi diri untuk tidak membahas detail metodologi penelitian (yang biasanya di tulis dibagian khusus) dan memungkinkan pembaca untuk mengasosiasikan hubungan antarvaribel dengan strategi penelitian....... (eksperimen? survei?) ini adalah untuk menguji teori. Contoh-contoh berikut ini akan mengilustrasikan elemen-elemen di atas...

Tujuan penelitian di atas juga telah mengidentifikasi secara jelas para partisipan (wanita) dan lokasi penelitian (Universitas) . Mahsiswi ini memberikan responnya masing-masing pada dua instrumen survei yang disebarkan secar terpisah selama dua tahun. dari susunan varibel yang dijelaskan. setidak-tidaknya dia telah mengidentifikasi varibel bebas (perilaku seks) dan varibel terikat (pelecehan seksual) dalam penelitiannya. Lebih jauh. populasi dan sebagainya.5 Tujuan Penelitian Dalam Studi Survei Kalof (2000) melakukan penelitian selama dua tahun pada 54 mahasiswi. pada bagian metodologi penelitian. istilah-istilah yang didefinisikan.Contoh 6. Selanjutnya. Kutipan di atas mencakup beberapa komponen tujuan penelitian yang baik. Selain ditulis pada bagian terpisah (Pernyataan Masalah). 159 . pembaca akan mudah mengidentifikasi varibel bebas dan varibel terikatnya. Kalof menggabungkan tujuan penelitian dengan rumusan masalah sebagai berikut: Penelitian ini berusaha mengelaborasikan dan mengklarifikasi hubungan antara perilaku seksual wanita dan pengalaman-pengalaman mereka terhadap pelecehan seksual. Saya memanfaatkan data yang diperoleh selama dua tahun dari 54 mahasiswi untuk menjawab pertanyaanpertanyaan berikut ini: (1) Apakah perilaku-perilaku wanita mempengaruhi pelecehan seksual terhadap mereka dua tahun ini? (2) Apakah sikap-sikap wanita berubah setelah mengalami pelecehan seksual? (3) Apakah pelecehan seksual sebelumnya mengurangi atau justru meningkatkan resiko pelecehan-pelecehan seksual selanjutnya? (Kalof. kutipan di atas telah menggunakan kata hubungan. Dia juga menggunakan kata-kata hubungan antara untuk menunjukkan relasi antarvaribel. terkait oerilaku-perilaku dan pengalaman-pengalaman mereka terhadap pelecehan seksual. Kalof menyebutkan bahwa penelitiannya menggunakan metode survei mailed. 2000: 24) Meskipun Kalof (2000) tidak menyebutkan teori yang dia gunakan. meskipun Kalof tidak mendefinisikan varibel-varibel utama dalam tujuan penelitian di atas setidaknya dia sudah menyajikan ukuran-ukuran spesifik pada varibelvaribel tersebut dalam rumusan masalah. Selain itu.

keamanan konservatif. mereka menyusunnya dengan meletakkan varibel terikat diurutan pertama an varibel bebasnya di 160 . (DeGrew. Dalam salah satu subjudul disertasinya ―Pernyataan Masalah‖ dia menjelaskan tujuan penelitian sebagai berikut: Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti hubungan antara karakristikkarakristik pribadi dan motivasi pekerjaan bagi para pendidik yang mengajar dilembaga-lembaga negeri perbaikan remaja di Amerika Serikat. 1973). da kesediaan untuk mencari reward meski berada diantara ketidakpastian dan penyangkalan. Selain ditulis dengan terpisah. 1984: 4-5) Kutipan di atas juga merefleksikan komponen-komponen tujuan penelitian kuantitatif yang baik. karakristik-karakristik dibagi ke dalam dua informasi penting. dan sebagainya) dan informasi tentang pemikiran responden terhadap pekerjaannya yang berubah-ubah. tingkat pendidikan.6 Tujuan Penelitian Dalam Studi Survei Disertasi DeGraw (1984) menyelsaikan disertasi doktoralnya dalam bidang pendidikan. keinginan dan penghargaan akan kesuksesan. pelatihan sebelumnya. tujuan penelitian di atas juga menjelaskan adanya perbandingan antarvaribel. Disertasi itu membahas topik tentang para pendidik yang bertugas pada institusi-institusi perbaikan remaja. sebagaimana yang terdapat dalam kuesioner penelitian komponen kerja pendidikan (educational work components study/EWCS) (Miskel & Heller. Bagian kedua penelitian ini meminta responden untuk mengidentifikasi faktor-faktor motivasional ini yang berhubungan dengan mereka. Motivasi pekerjaan didefinisikan sebagai enam faktor utama. Para penulisnya juga telah menunjukkan para partisipan yang terlibat dalam penelitian eksperimennya.Contoh 6. daya saing. Penelitian terhadap latar belakang responden sangat penting dalam disertasi ini karena penelitian semacam dan ini diharapkan faktor-faktor dapat yang mengidentifikasi karakristik-karakristik mempengaruhi mobilitas dan motivasi. kesabaran terhadap tekanan pekeerjaan. Enam faktor ini antara lain: potensi perubahan dan perkembangan diri. Dalam hal susunan varibel. yaitu informasi tentang latar belakang responden (seperti informasi institusional.

dalam pararaf-paragraf sebelumnya mereka sebenarnya sudah mereview beberapa penemuan dari teori sebelumnya. (2) komputer dengan backtracking (3) komputer tanpa backtracking. Dalam paragraf terakhir di bagaian pendahhuluan. untuk memberikan panduan awal bagi pembaca dalam memahami bagian-bagian penelitian kuantitatif dan kualitatif di dalamnya.dari kiri--. yaitu: (1) kertas---dan----pensil. Meski demikian. dalam pendahuluan. dan Rosenfeld (1992) membandingkan antara daya tarik sosial terhadap penggunaan computer dan daya tarik pribadi terhadap pensil dan kertas. dan alasan/rasionalisasi mencampur dua unsur tersebut untuk meneliti masalah penelitian.kekanan). Edwards. Begitu pula.bagian ke dua (Note: cara penulisan ini berbeda dengan apa yang sayasarankan agar varibel bebas ditulis terlebih dahulu---. Mereka melanjutkan penelitian inventaris yang telah dilakukan sejumlah mahasiswa sebelumnya dengan menggunaka Balanced Inventory of Desirable Responding (BIRD). 161 . yang dikumpulkan dalam tiga kondisi. (Booth-Kewley et al. kelompok-kelompok dalam masing-masing varibel telah diidentifikasi secara jelas. Contoh 6. 1992: 563) Tujuan Penelitian Metode Campuran Tujuan penelitian metode campuran berisi tujuan penetian secara keseluruhan. yaitu impression management (IM) dan Self-Deception (SD). Kurang lebih separu dari calon AL ini menjawab kuesioner-kuesioner yang diberikan secara anonym (tanpa nama/identitas jelas) dan separuh lainnya menjawab dengan identitas yang jelas. yang menawarkan dua skala.7 Tujuan Penelitian Dalam Studi Eksperimen Booth-Kewley. informasi mengenai unsure-unsur penelitian kuantitatif dan kualitaif. meskipun dalam tujuan penelitian diatas par apenulisnya tidak menyebutkan dasar teori yang digunakan. Berikut ini saya sajikan beberapa petunjuk bagaimana menyusun dan menyajikan tujuan penelitian metode campuran.kemudian varibel terikat---. Tujuan penelitian metode campuran biasanya ditunjukkan terlebih dahulu. mereka mengemukakan tujuan penelitiannya: Kami merancang penelitian ini untuk membandingkan respon-respon para calon Angkata Laut terhadap skala IM dan SD.

menyebutkan strategi penelitian dan memerinci para partisipan dan lokasi penelitian. dan menjelaskan para partisipan dan lokasi penelitian. Untuk lebih memahami masalah penelitian dengan mengonvergensikan (atau mentrianggulasi) data kuantitatif yang berupa angka-angka dan data kualitatif yang berupa rincian-rincian deskreptif. seperti berfokus pada satu fenomena utama. 162 .  Terapkan karakristik-karakristik tujuan penelitian kualitatif yang baik.. Jelaskan alasan/rasionalisasi dikombinasikannya data kuantitatif dan kualitatif..‖ Jelaskan tujuan penelitian dari perspektif konten. menggunakan kata-kata tindakan dan bahasa tidak langsung. atau transformasional.. seperti menyebutkan suatu teori dan varibel-varibel. menyebutkan strategi penelitian. Murphy & Nicholl...  Mulailah dengan menulis kata-kata yang menunjukkan secara jelas tujuan penelitian yang akan dijabarkan. 3.‖ atau ―Maksud.. Untuk mengungkap kecenderungan-kecenderungan dan hak-hak dari kelompok atau individu-individu yang tertindas.   Tunjukka jenis rancangan metode campuran yang digunakan. Untuk memperoleh hasil-hasil statistic kuantitatif dari suatu sampel. Alasan ini dapat berupa salah satu dari yang berikut ini (lihat Bab 10 untuk lebih detailnya): 1.  Terapkan pula karakristik-karakristik tujuan penelitian kuantitatif yang baik. konkuren. menyusun varibel-variabel ini mulai dari varibel bebas terlebih dahulu lalu varibel terikat. apakah itu sekuensial. seperti ―Tujuan. 4. kemudian menindaklanjutinya denga mewawancarai atau mengobservasi sejumlah individu untuk membantu menjelaskan lebih jauh hasil statistik yang sudah diperoleh (lihat juga O‘Cathain. seperti ―Tujuannya adalah untuk mempelajari efektivitas organisasi‖ atau ―Tujuannya adalah untuk mengamati keluarga-keluarga yang anak tiri‖ untuk memahami keseluruhan maksud penelitian tersebut terlebih dahulu sebelum peneliti membagi penelitiannya ke dalam bagian kuantitatif dan kualitatif. 2007). Untuk mengeksplorasi pandangan partisipan (kualitatif) untuk kemudian dianalisis berdasarkan sampel yang luas (kuantitatif). menghubungkan varibel-varibel atau membandingkan kelompok-kelompok varibel.. 2.

. instrumen ... 2. variabel variabel-nya tidak diketahui. Tahap pertama adalah eksplorasi kualitatif terhadap ........ 2007).. Alasan ditindaklanjutinya 163 .... Penelitian sekuensial dengan tahap kuantitatif di urutan kedua yang didasarkan pada tahap kualitatif di urutan pertama: Tujuan penelitian metode campuran sekuensial dua-tahap ini adalah untuk...... Dua contoh pertama adalah penelitian sekuensial dengan satu strategi pengumpulan data yang turut membangun strategi pengumpulan data yang lain... wawancara atau observasi kualitatif digunakan untuk memeriksa kembali (hasil-hasil kuantitatif) dengan mengeksplorasi aspek-aspek . Contoh keempat adalah penelitian metode campuran transformative yang didasarkan pada rancangan konkuren.. (fenomena utama) dengan melibatkan (para partisipan) di (lokasi penelitian)... Informasi dari tahap pertama akan dieksplorasi lebih lanjut pada tahap kedua.. 1...... Pada tahap kedua ini... yaitu tahap kualitatif. Contoh ketiga adalah penelitian konkuren dengan menerapkan dua strategi pengumpulan data dalam satu waktu lalu dibawa secara bersama-sama dalam analisis data..... ada sedikit teori atau taksonomi yang dapat dijadikan panduan rigorus). Penelitian sekuensial dengan tahap kualitatif tindak-lanjut (di urutan kedua) yang turut membantu menjelaskan tahap kuantitatif sebelumnya (di urutan pertama): Tujuan dari penelitian metode campuran sekuensial dua........... atau hipotesis) yang (menghubungkan? membandingkan?) (variabel bebas) dengan (variabel terikat) terhadap (sampel dari populasi) di (lokasi penelitian)....instrumennya tidak sesuai atau tidak tersedia...... rumusan masalah... (sebutkan tujuan penelitian berdasarkan konten).tahap ini adalah untuk (sebutkan tujuan penelitian berdasarkan konten)........ Alasan didahulukannya pengumpulan data kualitatif disebabkan (seperti.. Pada tahap pertama... Penemuan. Berdasarkan elemen-elemen di atas. berikut ini disajikan empat contoh tujuan penelitian metode campuran (Creswell & Plano Clark. rumusan masalah atau hipotesis penelitian kuantitatif akan menjelaskan hubungan atau perbandingan (variabel bebas) dan (variabel terikat) dengan melibatkan (partisipan penelitian) di (lokasi penelitian).. Pertimbangkan pula informasi-informasi tambahan mengenai jenis-jenis/strategistrategi pengumpilan data kualitatif dan kuantitatif.....penemuan dari tahap kualitaiif ini kemudian digunakan untuk menguji (suatu teori. (fenomena utama) dengan mengumpulkan (jenis-jenis data) dari (para partisipan) di (lokasi penelitian)...........

Tujuan penelitian metode campuran konkuren ini adalah untuk (sebutkan isu-isu yang perlu dibahas terkait dengan kelompok atau individu-individu yang termarjinalkan). lalu memadukan keduanya untuk dapat memahami masalah penelitian dengan lebih baik : Tujuan penelitian metode campuran konkuren ini adalah untuk. Selain itu. Pada waktu bersamaan.. 3. . (instrumen instrumen kuantitatif) akan digunakan untuk mengukur hubungan antara (variabel bebas) dan (variabel terikat). Dalam penelitian ini. Dikatakan strategi tranformatif karena tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas isu utama yang berhubungan dengan kelompok-kelompok atau individu-individu yang ter-marjinalkan. tetapi yang namanya proyek metode campuran bisa saja menggunakan strategi konkuren (data kuantitatif dan data kualitatif dikumpulkan dalam waktu bersamaan) ataupun strategi sekuensial (dua jenis data yang dikumpulkan secara ber-tahap). Contoh terakhir adalah penelitian metode campuran dengan strategi transfofiriatif.:.. hasil dari penelitian semacam ini biasanya untuk mengadvojcasi kebutuhan-kebutuhan kelompok atau individu tersebut sehingga dalam tujuan penelitiannya diserta-kan pula penjelasan mengenai usaha/harapan transformasi (perubahan) dalam tujuan penelitian... Penelitian konkuren dengan mengumpulkan data kuantitatif dan data kualitatif sekaligus dalam satu waktu.. (fenomena utama) akan dieksplorasi dengan menggunakan (wawancara atau observasi kualitatif) dengan/terhada (para partisipan) di (lokasi penelitian)..metode kuantitatif ini dengan metode kualitatif adalah untuk (seperti. (fenomena utama) akan dieksplorasi juga dengan menggunakan (wawancara atau observasi kualitatif) dengan/terhadap (para partisipan) di (lokasi penelitian)... Dalam penelitian ini. Alasan dikombinasikannya data kuantitatif dan data kualitatif iri adalah untuk lebih memahami masalah penelitian dengan cara mengonvergensi data kuantitatif (berupa angka-angka) dan 164 ... Pada waktu bersamaan. Asalan mengombinasikan data kuantitatif dan data kualitatif ini adalah agar lebih memahami masalah penelitian tersebut dengan mengon vergensi data kualitatif (berupa angka-angka) dan data kuantitatif (berupa pandangan-pandangan deskriptif). 4. Contoh ini ditulis berdasarkan penelitian konkuren. (sebutkan tujuan penelitian berdasarkan konten). (instrumeninstrumen kuantitatif) akan digunakan untuk mengukur hubungan antara (variabelvariabel bebas) dan (variabel-variabel terikat). lebih memahami dan menjelaskan hasil-hasil kuantitatif yang diperoleh sebelumnya).

fidakhanya itu. Alasan dipilihnya metode triangulasi atau konkuren ini memang tidak di-sertakan dalam tujuan penelitian di atas.data kualitatif (berupa pandangan-pandangan rinci). Pajarrr penejitian yang diiaksariakan selama tig a tahun. khususnya yang terkait dengart pengbernatan orang tuauntuk pendicfikan S2 bag] anak-a. tujuanpenelitian di atas ditulis denganjudul "Tujuan. dalam pembahasan metode survei dan wawancara. survei) dan data kualitatif (seperti." Tujuan tersebut juga sudah mengindikasikan bahwa ada data kuantitatif (seperti. Dalam bagian metode survei dan wawancara inilah di-dapati pernyataan bahwa "wawancara juga digunakan untuk meng-eksplorasi lebih detail variabel-variabel yang sudah dianalisis dan untuk mengtriangulasi hasil penelitian berdasarkan data kuantitatif dan data kualitatif" (Hossler & Vesper. (Hossler & Vesper. kami memilih regresi logistik untuk mengidentifikasifaktor-faktor yang berhubungan dengan pehghematan prang tua bagi pendidikan S2 anak-anak mereka.dan untuk mengadvokasi perubahan/transformasi bagi (kelompok-kelompok atau individu-individu). Kedua jenis data ini di-kumpulkan selama periode tiga tahun. 1993:146) 165 . Pengetahuan ini diharapkan dapat mernbantu mengekSplorasi lebih jauh isu teritang penghematan orang tua. mereka rnengideritiftkasi taktpf-faktof yang sangat berhubufigari dengan p'enghematart orang tua dan data kuantitatifkualitatif yang mereka kurhpulkan. penelitian ini dapat digolongkan ke dalam penelitian triangulasi atau konkuren. 1991: 141) Dalam teks aslinya. wawan-cara) yang dicampur dalam penelitian. Dengan menggunakan data anak-anak dan orang tua yang diperoleh dari penelitian longitudinal dengan metode survei selama tiga tahun. namun ia telah disajikan pada bagian selanjutnya. Artinya.nak rriereka. kami juga berusaha menggali pengetahuan lain dari hasil wawancara kami dengan beberapa sampel mahasiswa dan orang tua mereka selama lima kali dalam jangka waktu tiga tahun.8 Tujuan Penelitian Metode Campuran Konkuren Hossler dan Vesper (1993) meneliti sikap/kecehderungan anak-anak dan prang tua. Contoh 6. Tujuan penelitian mereka adalah sebagai perikut: Karya tulis ini berusaha meneliti perilaku-perilaku pengtiernatan (saving) orang tua.

(Nordenmark & Nyman.10 Tujuan Penelitian Metode Campuran Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman umum tentang bagaimana keadilan dan kesetaraan gender dipersepsikan oleh perernpuan dan laki-laki Swedia. surnber daya-surnber daya individu. Swidler. Creswell. Laptop ini memungkinkan mahasiswa untuk belajar di meja mereka masing-masing dan mernanfaatkannya untuk login secara langsung ke dalam website-website yang direkomendasikan oleh instruktur. Tujuan penelitiannya adalah sebagai berikut : Tujuan penelitian metode campuran sekuensial ini adalah per-tama-tama untuk mengeksplorasi dan membuat tema-tema utama tentang penggunaan laptop iBook di kelas Metode Pendidikan Guru dengan melakukan observasi lapangan dan wawancara langsung." Tujuan penelitian tersebut sudah menyebutkan jenis rancangan metode campuran yang digunakan (rancangan sekuensial).Contoh 6. dibuatlah instrumen penelitian untuk menyurvei cara penggunaan laptop oleh para mahasiswa dalam beberapa kondisi. Tujuan penelitian di atas juga menyertakan informasi mengenai dua strategi pengumpulan data dan diakhiri dengan alasan digunakannya dua bentuk data dalam rancangan metode campuran sekuensial. dan Gutmann (2001) meneliti penggunaan laptop iBook di tiga kelas Metoae Pendidikan Guru. keadilan distributif. Hal ini diperkuat karena di dalamnya berisi elemen-elemen dasar dari tahap pertama ' (kualitatif) yang ditindaklanjuti oleh tahap kedua (kuantitatif).pengalaman mahasiswa dapat dilakukan dengan lebih baik hanya jika eksplorasi terhadap cara penggunaan laptop oleh mahasiswa terlebih dahulu diterapkan. Kemudian. Tujuan penelitian di atas ditulis dengan judul "Tujuan.9 Tujuan Penelitian Metode Campuran Sekuensial Ansorge. Tujuan karya tulis ini adalah untuk rneneliti pentingnya pemanfaatan waktu. dan ideologi gender bagi terbentuknya persepsi positif masyarakat Swedia tentang kejadilan dan kesetaraan gender. Alasan digunakannya data kualitatif dan ddta kuantitatif ini disebabkan survei terhadap. Contoh 6. dari tema-tema tersebut. 2003: 185) 166 .

Dalam tujuan penelitian kuantitatif. dan setelah kutipan di atas. Kutipan tersebut mengetengahkan persoalan kesetaraan gender sebagai isu utama. di mana "ke-seimbangan kerja dan kekuasaan antara pria dan wanita seolah-olah dieliminasi" (Nordenmark & Nyman. Para penulisnya juga menunjukkan dua jenis data yang dikumpulkan (yaitu. dan memperjelas strategi penelitian. dan perilaku-perilaku yang saling kontradiktif yang berimplikasi terhadap kesetaraan gender di Swedia. RINGKASAN Bab ini menjelaskan pentingnya tujuan penelitian yang menjadi gagasan utama dilakukannya suatu penelitian atau studi. Artinya. penelitian metode campuran ini dilaksanakan berdasarkan strategi konkuren. Uniknya. untuk saling melengkapi satu sama lain). mereka juga menjelaskan mengapa dua jenis data ini digabungkan (yaitu. pemikiran-pemikiran. pembaca disajikan satu informasi bahwa orang-orang Swedia ternyata memiliki tujuan politis terkait dengan kesetaraan gender ini. di bagian-bagian selanjutnya dalam artikel ini. peneliti harus menyatakan secara jelas strategi penelitian yang 167 . survei dan wawancara). peneliti juga perlu menggunakan kata-kata tindakan seperti mengamati. peneliti perlu menegaskan feno-mena utama yang diteliti dan menyajikan definisi tentatif ten tang fenomena tersebut. di bagian akhir karya tulisnya. pembaca akan mengetahui bahwa variabel-variabel ini ternyata ditulis dalam bentuk pertanya-an-pertanyaan kualitatif. para partisipan penelitian. Meski demikian. kutipan di atas diawali dengan pernyataan tentang maksud penelitian dan ditulis di akhir pen-dahuluan. Selain itu. tujuan penelitian di atas juga sudah menyebutkan variabel-variabel kuanti-tatif yang saling berhubungan dalam penelitian.Seperti yang sudah kita baca. para pen1 llisnya bisa saja lebih eksplisit dalam menjelaskan prosedurprosedur kuantitatif dan kualitatifnya. peneliti menegaskan teori yang akan diuji dan variabel-variabel yang akan dihubungkan atau diperbandingkannya. Selain itu. dan lokasi penelitian. dan karena inilah mereka mengharapkan adanya penelitian lanjutan terhadap keadilan dan kesetaraan gender dengan metode survei skala-luas. 2003: 182). Selain itu. serta jenis strategi metode campuran yang digunakan. Sebelum kutipan di atas. Dalam kutipan di atas juga tidak disebutkan bagaimana penelitian ini akan turut mem-bantu menciptakan kesetaraan gender di lingkungan masyarakat Swedia. Meski demikian. menggunakan bahasa tidak langsung. Peneliti juga perlu menempatkan variabel bebas di urutan pertama (bagian kiri) dan variabel terikat di urutan kedua (bagian kanan). mengetribangkan. Dalam menulis tujuan penelitian kualitatif. atau mernahami. mereka sudah menegaskan bahwa tidak menu tup kemungkinan muncul tujuan-tujuan.

ekplanatoris. karena ini penelitian metode campuran maka beberapa elemen dalam tujuan penelitian kuantitatif dan kuali-tatif juga harus disertakan. Dalam beberapa hal. G. Peneliti harus menulis tujuan penelitian secara eksploratif. Dalam tujuan penelitian metode campuran. deskriptif. Pastikan Anda menyertakan alasan dicampurnya data kuantitatif dan data kualitatif.hendak diterapkan serta para partisipan dan lokasi penelitiannya. Edisi keempat. Dengan merujuk pada beberapa contoh tujuan penelitian metode campuran. pastikan tulisan Anda singkat. tulislah satu saja tujuan penelitian. Dengan merujuk pada beberapa contoh tujuan penelitian kuantitatif. Latihan Menulis 1. Thousand Oaks. Peneliti juga perlu menyertakan unit analisis (seperti. Designing Qualitative Research. Dalam buku ini.B. tidak lebih dari sepertiga halaman 3. sebagaimana yang telah dijelas- BACAAN TAMBAHAN Marshall. 168 . selebihnya Anda bisa menerapkan elemen-elemen kunci dalam tujuan penelitian kuantitatif dan kualitatif kan sebelumnya. (2006). lazimnya disertai dengan pembahasan singkat mengenai topik penelitian dan sering kali ditulis dalam satu atau dua kalimat. peneliti juga dapat mendefinisikan variabel-variabel kunci yang digunakan dalam penelitian. Tulislah tidak lebih dari sepertiga halaman. Selebihnya. & Rossman. menurut Marshall dan Rossman. individuindividu atau kelompok-kelompok) dalam tujuan penelitiannya. C. dan alasan/rasionalisasi dignnakannya strategi tersebut. jenis strategi harus dinyatakan secara jelas: apakah data penelitian dikumpulkan secara konkuren atau sekuensial. Dengan merujuk pada sejumlah contoh tujuan penelitian kualitatif yang sudah disajikan dalam bab ini. dan emansipatoris. Pastikan tujuan ini ringkas LATIHAN MENULIS dan jelas. 2. Tujuan penelitian menjelaskan kepada pembaca hasil-ttasil apa saja yang ingin dicapai oleh peneliti. buatlah satu tujuan penelitian dengan mengisi ruang-ruang kosong di dalamnya. Catherine Marshall dan Gretchen Rossman membahas di antaranya mengenai tujuan penelitian. Tujuan penelitian. tulislah satu saja tujuan penelitian. CA: Sage. Seperti biasa.

Piano Clark menulis buku peng-antar tentang penelitian metode campuran. J. Creswell dan Vicki L. Wilkinson. Dia menyatakanbahwa tujuan penelitian ditulis untuk menjawab rumus-an masalah. Antoinette Wilkinson menyebut tujuan penelitian dengan istilah "sasaran langsung penelitian" (immediate objective of the study). (2007). mereka membahas proses-proses penelitian dengan metode campuran. CA: Sage. tujuan penelitian sbaiknya ditulis di bagian akhir pendahuluan saja. John W. V. The Scientist's Handbook for Writing Papers andfiissertatkms. serta menulis hasil penelitian. Di dalamnya. Lebih lanjut.Creswell. & Piano Clark.. menafsirkan data. Englewood Cliff. tergantung pada bagaimana bagian pendahuluan itu disusun oleh peneliti. Mereka juga me-nyajikan empat cqntdh jenis penelitian metode campuran serta panduan-panduan umum dalam menulis tujuan penelitian berdasar-kan contoh-contph tersebut. meskipun tujuan ini bisa saja secara implisit dinyatakan di bagian mana pun. menganalisis data.L. mulai dari menulis pendaehuhian. tujuan penelitian harus disajikan dalam bagian pendabAiluan. atau diletakkan berdampingan atau di pertengahan pendahuluan. mengumpulkan data. NJ: Prentice Hall. 169 . Jika ditulis secara eksplisit.. Thousand Oaks. Designing and Conducting Mixed Methods Research.W. AJNC (1991).

bukan sasaran penelitian (seperti. Rumusan masalah utama mempakan pertanyaan umum tentang konsep atau fenomena yang diteliti. peneliti mulai memper-sempit fokus penelitiannya dengan menyajikan rumusan masalah dan hipotesis penelitian. Peneliti mengajukan pertanyaan ini sebagai masalah umum yang tidak dimaksudkan untuk mem-batasi penelitian. RUMUSAN MASALAH KUALITATIF Dalam penelitian kualitatif. Bab tujuh ini akan menjelaskan sejumlah prinsip dan panduan dalam merancang rumusan masalah penelitian kualitatif. Rumusan masalah untuk penelitian kualitatif mengandaikan dua bentuk: satu rumusan masalah utama danbebe-rapa subrumusan masalah spesifik. Untuk membuat pertanyaan seperti ini y cobalah bertanya: "Apa pertanyaan terluas yang bisa say a ajukan terkait dengan penelitian ini?" Peneliti pemvila yang dilatih dalam penelitian kuantitatifbiasanya akan kesulitan untuk menerapkan pendekatan ini karena mereka terbiasa dengan pendekatan sebaliknya: meng-identifikasi rumusan masalah yang spesifik atau hipotesis-hipotesis yang didasarkan pada variabel-variabel yang sangat terbatas. Dari tujuan penelitian ini. peneliti menyatakan rumusan masalah.BabTujuh Rumusan Masalah dan Hipotesis Penelitian Peneiiti seyogianya menyajikan rarnbu-rambu yang dapat me-nuntun pembaca melewati semua tahap penelitian. Sebaliknya. Berikut ini saya sajikan beberapa petunjuk bagai-mana menulis rumusan masalah atau pertanyaan umum dalam penelitian kualitatif: 170 . rumusan masalah dan hipotesis penelitian kuantitatlf. penelitian kualitatif bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor kompleks yang berada di sekitar fenomena utama dan me-ny ajikan perspekuf-perspektif atau makna-makna yang beragam dari para partisipan. serta rumusan masalah penelitian metode campuran. Rambu pertama adalah tujuan penelitian yang menjadi petunjuk utama sebuah penelitian. hasil-hasil akhir yang ingin diperoleh dalam penelitian) ataupun hipotesis-hipotesis (seperti. prediksi-prediksi yang melibatkan variabel-variabel dan pengujian-pengujian statistik).

 Ajukanlah satu atau dua pertanyaan utama (rumusan masalah) yang diikuti oleh lima hingga tujuh subpertanyaan. rumusan masalahnya bisa dinyatakan secara luas tanpa harus merujuk pada literatur-literatur. Subpertanyaan-sub-pertanyaan ini harus sesuai dengan rumusan masalah dan mem-peisempit fokus penelitian. Dalam penelitian etnografi. tetapi tetap membuka diri akan kemungkinan-kemungkinan lain. baik itu pertanyaan utama (rumusan masalah) maupun subpertanyaan-subpertanyaan. Rumusan masalah ini.  Kaitkanlah pertanyaan utama (rumusan masalah) dengan strategi penelitian kualitatif'tertentu. seperti mengajukan rumusan masalah untuk menciptakan teori tentang 171 . Dalam etnografi kritis. rumusan masalah bisa saja dibuatberdasarkan literatur-literatur yang ada. seperti yang pernah saya lakukan dalam salah satu penelitian studi kasus saya: "Pertanyaan terakhir. Spradley (1980) mengajukan taksonomi rumusan masalah etnografis terkait dengan sekelumit kisah komunitas culture-sharing. yang kemudian di-lanjutkan dengan lima subpertanyaan (lihat Bab 9). peneliti dapat mengajukan pertanyaan ice breaker di awal wawancara. 1995). atau ketika proses dokumentasi). dalam fenomenologi. misalnya. Miles dan Huberman (1994) merekomendasikan agar peneliti menulis tidak lebih dari dua belas pertanyaan penelitian kualitatif. Dalam membuat protokol atau panduan wawancara. Wawancara ini kemudian bisa diakhiri dengan pertanyaan penutup. pengalaman-pengalaman mereka. perbedaan-perbedaan mereka dengan kelompok-kelompok kultural lain. Misalnya. Sebaliknya. biasanya lebih berupa petunjuk-petunjuk kerja ketimbang kebenaran-kebenaranyang haruc dibuktikan (Thomas. siapa yang bisa saya hubungi untuk mempelajari lebih jauh tentang topik ini?" (Asmussen & Creswell. penggunaan bahasa asli. Sebaliknya. rumusan masalahnya bisa diarahkan menuju upaya menciptakan teori baru tentang proses-proses tertentu. Contoh rumusan masalah fenomenologi adalah: "Bagaimana kehidupan seorang ibu jika satu anak remajanya meninggal karena kanker?" (Nieswiadomy. 1993: 151). spesifikasi rumusan masalah dalam penelitian etnografi berbeda dengan rumusan masalah dalam strategi-strategi penelitian kualitatif yang lain. dan rumusan masalah tambahan untuk menverifikasi keakuratan data. subpertanyaan-subpertanyaan bisa dibuat menjadipertanyaan-pertanyaan spesifik untuk digunakan selama xvawancara (atau obser-vasi. Dalam grounded theory. Moustakas (1994) membahas satu rumusan masalah tentang peristiwa apa saja yang dialami partisipan dan dalam situasi apa mereka mengalami peristiwa itu. 1993:35).

" pada." dan "menghubungkan. Menemukan (grounded theory). Suatu penelitian memang bisa berkembang dari waktu ke waktu. Pendekatan yang sudah ini mungkin terbiasa saja problematis individu-individu dengan 172 .‖ "memengaruhi. namun tetap konsisten dengan asumsi-asumsi dasar rancangan penelitian tersebut. Dalam penelitian kualitatif. seperti "berdampak "merientukan.  Fokuslah pada satu fenomena atau konsep utama.  Gunakanlah verba-verba eksploratif sesuai dengan jenis strategi kualitatif yang Anda terapkan.interaksi antara pasien dan dokter di rumah sakit. Dalam penelitian studi kasus."  Upayakan rumusan masalah Anda terus berkembang dan berubah selama penelitian berlangsung. tetapi cobalah memulai penelitian Anda dengan satu fenomena utama untuk dieksplorasi secara detail. dalam penelitian kuali-tatif.  Awalilah rumusan masalah peneliticm Anda dengan kata-kata "apa" atau "bagaimana" untuk meniinjukkan keterbukaan penelitian Anda. rumusan masalahnya bisa diarahkan untuk mendesknpsikan suatu kasus dan kecenderungankecenderungan tertentu. Mendeskripsikanpengalaman-pengalaman (fenomenologi). Kata ini memang menuntut adanya jawaban sebab-akibat yang lebih berhubungan dengan penelitian kuantitatif. 2.  Karena ini penelitian kualitatif maka gunakanlah verba-verba eksploratoris berupa kata-kata tidak langsung (nondirectional words) ketimbang kata-kata langsung (directional words). Berusaha memahami (etnografi). Mengeksplorasi suatu proses (studi kasus). 4. kata itu mencerminkan pemikiran yang lebih terbuka. rumusan masalah sering kali didasarkan pada revieiv atau reformulasi secara terus-menerus (seperti dalam penelitian bagi grounded theory)." "menyebabkan. 3. ada kemungkin-an banyak faktor lain yang muncul dan memengaruhi fenomena tersebut. Hanya saja. Kata bagaimana sering kali menyiratkan bahwa penelitian tengah berusaha menjelaskan mengapa sesuatu muncul. Verba-verba ini seyogianya mengajak pembaca untuk memahami bahwa penelitian Anda: 1. 5. Menyajikan cerita-cerita (penelitian naratif).

........ "teori yang menjelaskan proses" untuk penelitian grounded theory.... (lokasi penelitian). di mana rumusan masalah harus fixed sepanjang penelitian. salah satu model bagaimana menulis rumusan masalah kualitatif: ..... kutipan sejumlah rumusan masalah kualitatif dari strategi-strategi penelitian yang berbeda-beda..... "makna dari" untuk penelitian fenomenologi. Gimakanlah rumusan masalah yang open-ended (terbuka). tanpa perlu merujuk pada literatur atau teori tertentu. (bagaimana atau apa) ("cerita tentang" untuk penelitian naratif. itu pun jika sebelumnya informasi mengenai keduanya belum dijelaskan.  Rinicilah para partisipan dan lokasi penelitian.1 Rumusan Masalah Kualitatif dalam Etnografi Finders (1996) menggunakan prosedur-prosedur etnografi uhtuk mendokumentasikan kecenderungan membaca majalah-majalah remaja oleh siswa siswi kelas 1 SMP Amerika yang berekonomi kelas-menengah.. "isu" dalam "kasus" untuk penelitian studi kasus).....dan mengkonstruksi peran sosiaf dan pergaulan mereka saat mereka masuk ke SMP dengan cara meneliti kecenderungan mereka dalam membaca majalah-majalah remaja.. Finders meng-ajukan satu rumusan masalah utama dalam penelitiannya: Bagaimana para remaja putrj membaca buku-buku yang menyajikan realisme fiksi? (Rnders... Berikut ini.(fenomena utama) dengan . kecualijika ada strategi ' penelitian kualitatif yang menganjurkan hal itu..... Finders berusaha mengeksplorasi bagaimana sis'wi-siswi tersebut memersepsi....rancangan  kuantitatif.. (partisipan penelitian) di.. Di bawah ini.. "kecenderungan culture-sharing" untuk penelitian etnografi... Contoh 7. 1996: 72) 173 ..

peneliti menyajikan rumusan masalah dan hipotesis penelitian. Rumusan masalah ini biasanya berupa pertanyaan-pertanyaan tentang hubungan antara variabel-variabel yang akan dianalisis oleh 174 . dan fokus pada tiga aspek pengalaman psikologis — kembali ke sekolah. seperti mende-kripsikan.2 Rumusan Masalah Kualitatif dalam Studi Kasus Padula dan Miller (1999) melakukan studi kasus untuk mendeskripsikan pengalaman para mahasiswi program doktrol psikologi di salah satu universitas research Midwestern yang ingin kembali bersekolah. sebagai kelompok culture-sharing. Contoh 7. Ketiganya juga_me-nyebutkan secara jelas para partisipan. terkadang sasaran penelitian juga. setefah beberapa lama mereka kuliah di universitas. dan mengubah. RUMUSAN MASALAH DAN HIPOTESIS PENELITIAN KUALITATIF Dalam penelitian kuantitatif. Perhatikan bagaimana Finders membuat rumusan masalah yang ringkas dan padat ini untuk nantinya dijawab dalam penelitiannya. 1999: 328) Tiga rumusan masalah ini. menggunakaan verba terbuka. dan menyebutkah para partisipannya.Rumusan masalah Finders (1996) ini dimulai dengan kata bagaimana. menggunakan verbaverba yang terbuka. Tujuannya untuk mendokumentasikan pengalaman para mahasiswi ini berdasarkan perspektif "perempuan" feminis dan gender. yaitu mahasiswi-mahasiswi program doktoral di salah satu universitas research Midwestern. Padula dan Miller mengajukan tiga rumusan masalah utama dalam penelitiannya: (1) Bagaimana paYa mahasiswi program doktora psikologi mendeskripstkan keputusan mereka untuk kembali bersekolah? (2) Bagaimana para mahasiswi program doktoral psikologi mendeskripstkan pengalaman mereka. literatur atau majalah remaja. ketika sudah mulai bersekolah kembalf? Dan (3) Bagaimana sekembalinya mereka dari seKotah ini mengubah kehidupan mereka? (Padula & Miller. Rumusan masalahnya adalah pertanyaan luas yang memungkinkan Finders menyingkap pola-pola aiau kecenderungan-kecenderungan siswi SMP membaca majalah remaja. semuanya diawali dengan kata bagaimana. remaja-remaja putri. fokus pada satu konsep utama. masuk kembali. membaca.

.......... Berikut ini. (variabel terikat).peneliti...... guna memperjelas ke mana penelitian-penelitian tersebut diarahkan. Menguji hipotesis berarti me-nerapkan prosedur-prosedur statistik di mana di dalamnya peneliti mendeskripsikan dugaan-dugaannya terhadap populasi tertentu berdasarkan sampel penelitian. tetapi jarang digunakan dalam penelitian-penelitian ilmu social dan kesehatan de wasa ini... Sasaran ini mengindikasikan tujuan jangka panjang yang ingih dicapai.. Kebanyakan penelitian kuantitatif menggunakan salah satu atau lebih dari tiga pendekatan ini... Ketiga...... penelitimenghubungkan satu atau beberapa variabel bebas dengan satu atau beberapa variabel terikat.. atau variabel terikat. Hipotesis ini biasanya berupa perkiraan numerik atas populasi yang dinilai berdasarkan data sampel penelitian..... Rumusan masalah pada umumnya digunakan dalam penelitian ilmu sosial dan lebih khusus dalam penelitian survei. f okus kita hanya pada rumusan masalah dan hipotesis penelitian... Di sisi lain.... Sasaran kuantitatif banyak dijumpai dalam proposal-proposal permohonan dana. Pertama. ada pula sasaran kuantitatif. (kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dalam variabel bebas) terhadap.... (variabel terikat). seperti disertasi atau tesis...... (nama teori) dapat menjelaskan hubungan antara .. yang dipengaruhi pula oleh . Untuk itulah.. Hipotesis sering kali digunakan dalam penelitian eksperimen yang di dalamnya peneliti memban-dingkan kelompok-kelompok (groups).. 175 ........ Selain rumusan masalah dan hipotesis... Para pembimbing biasanya merekomendasikan penggunaan hipotesis ini hanya untuk pene-litian-penelitian formal. hipotesis kuantitatif merupakan prediksi-prediksi yang dibuat peneliti tentang hubungan antarvariabel yang ia harapkan..... peneliti mendeskripsikan respons-respons terhadap variabel bebas..... Berikut ini adalah contoh rumusan masalah kuantitatif: Apakah ..  Salah satu hal yang paling sering muncul dalam penelitian kuantitatif adalah pengujian terhadap suatu teori (lihat Bab 3) dan spesi-fikasi rumusan masalah atau hipotesis yang berhubungan dengan teori tersebut.. variabel mediate. peneliti membandingkan kelompok-kelompok dalam variabel bebas untuk melihat dampaknya terhadap variabel terikat. (variabel bebas) dan ... (variabel control)? Sementara untuk contoh hipotesis kuantitatif dapat berupa seperti ini (hipotesis nol): Tidak ada perbedaan signifikan antara ............ disajikan sejumlah petunjuk dalam menulis rumusan masalah dan hipotesis kuantitatif yang baik:  Variabel-variabel dalam rumusan masalah atau hipotesis biasanya hanya digunakan dengan tiga pendekatan dasar.. Kedua..

3 Hipotesis Nol Seorang peneliti mengamati tigas jenis penguatan (reinforcement) bagi anak-anak autis. yang banyak dijumpai dalam artikel-artikel jurnal. Berikut ini. Prosedur ini sekaligus memperkuat logika sebab-akibat dalam penelitian kuantitatif. atau berdasarkan ada tidaknya prediksi akan hasil penelitian dari penelitian-penelitian sebelumnya. tidak kedua-duanya. Pernyataan untuk hipotesis nol bisa berupa: "Tidak ada perbedaan (atau hubungan)" antara kelornpok-kelompok.  Variabel bebas dan variabel terikat harus diukur secara terpisah.  Jika hipotesis yang digunakan. Misalnya. atau. tulislah hanya rumusan masalah atau hipotesis saja. reward dan tanpa penguatan. akan dijelaskan kemudian). Peneliti tadi mengumpulkan informasi mengenai perilaku anak-anak autis yang nantinya dapat dijadikan instrumen pengukuran untuk menganlisis interaksi sosial mereka dengan saudara-saudara mereka. bahwa "Kelompok A akan lebih banyak berubah ketimbang Kelompok B" dalam outcome yang diharapkan. Peneliti m^mbuat suatu prediksi atas hasil yang diharapkan. peneliti dapat memprediksikan bahwa "Nilai Kelompbk A akan lebih tinggi ketimbang Kelompok B" dalam yariabel terikat. Untuk mengurangi "kelebihan muatan". Hipotesis nol merepresentasikan pendekatan tradisional: ia membuat suatu prediksi yang menyatakan tidak ada satu pun hubungan atau perbedaan signifikan antara kelom-pokkelompok dalam variabel penelitian. yaitu isyarat-isyarat verbal. Pilihlah satu pola rumusan masalah atau hipotesis berdasarkan tradisi atau rekomendasi dari pembimbing atau pihak fakultas.-adalah hipotesis alternatif atau hipotesis direksional. Hipotesis nol untuk penelitian ini bisa berupa : Tidak ada perbedaan signifikan antara isyarat verbal. salah satu contoh hipotesis nol Contoh 7. ada dua bentuk: hipotesis nol dan hipotesis alternatif. Contoh-contoh berikut mengilustrasikan 176 . kecuali jika hipotesis tersebut dibuatberdasarkan rumusan masalah (mengenai hal ini. reward dan tanpa penguatan terhadap interaksi sosial antara anak-anak autis dan saudara-saudara mereka  Hipotesis kedua. Predjks«tini bjasanya berasal dari literatur-literatur atau peneMan-penelitiajfiL set>eltunnya yang pen\ah menyatakan kemungkinan hasil tersebut.

Hipotesis 6: Perusahaan-perusahaan milik negara akan memiliki jumlah kostumer yang lebih stabil ketimbang perusahaan-perusahaan swasta. 1989: 585-588  Jenis lain dari hipotesis alternatif adalah hipotesis nondireksional: suatu prediksi dibuat. perusahaan-perusahaan publik sepertinya akan menerapkan teknologi yang lebih canggih ketimbang perusahaan-perusahaan milik negara dan swasta. Hipotesis 5: Perusahaan-perusahaan milik negara kemungkinan akan lebih banyak membangun BUMN-BUMN di seberang lautan untuk menjaring kostumer yang lebih luas. lebih banyak. publik. peneliti yang menggunakan hipotesis ini kemungkinan akan menulis: "Ada perbedaan" antara dua 177 .4 Hipotesis Direksional (1989) meneliti perbedaan antara jenis-jents keperriilikan Mascarenhas perusahaan (milik riegara. Contoh 7.hipotesis direksional ini karena outcome yang diharapkan (seperti. jangkauan internasional. Secara khustis. Untuk itu. namun bentuk perbedaan-perbedaannya (seperti. dan swasta) dalam Industrioffshore drilling (pengeboran jauh dari paritai). lebih banyak berubah. Hipotesis 2: Perusahaan-perusahaan publik akan rnemiliki jangkauan internasional yang lebih luas ketimbang perusahaan-perusahaan milik negara dan swasta. lebih tinggi. dan sebagainya) juga disertakan di dalamnya. perbedaan-perbedaan yang dieksplbrasi menyangkut soal dominasi market domestik. lebih lemah. Hipotesis 7: Meskipun tidak terlalu tampak. dan orientasi kostumer antara ketiga jenis perusahaan tersebut. dan se-bagainya) tidak secara eksak dirinci karena si peneliti tidak menge-tahui apa yang diprediksikan dari literatur-literatur sebelumnya. (Mascarenhas. lebih besar. kurang. Hipotesis 3: Perusahaan-perusahaan rnilik riegara akan rrie-miiiki share yang lebih luas dalam market domestik ketimbang perusahaan-psrusahaan publik dan swasta. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan terkontroi (control field study} dengan prosedur kuasi-eksperimehtai Hipotesis 1: Perusahaan-perusahaan publik akan rnemiliki rata-rata pertumbuhan yang lebih besar ketimbang perusahaan-perusahaan swasta. Hipotesis 4: Perusahaan-perusahaan publik akan memiliki jaringan produk yang lebih luas ketimbang perusahaan-perusahaan rnilik negara dan swasta.

umur. sikap atau perilaku) sebagai vaxiabel bebas dan terikatnya. H3: Hubunga.0 antara identitas gender.5 Hipotesis Nondireksional dan Direksional Terkadang hipotesis-hipotesis direksional dibuat untuk meneliti hubungan antara variabel=variabel ketimbang membandingkan kelompok-kelompok. Misalnya Moore (2000) meneliti makna identitas gender wanita Yahudi dan Arab yang religius dan sekuler di lingkungan Israel. dan sebagainya) bisa saja Anda gunakan sebagai variabel-variabel intervening (atau mediate atau moderate) sebagai ganti dari variabel-variabel bebas. Hipotesis pertama bercirinondireksional. Dengan sampel probabilitas berskala nasional yang terdiri dari wnita Yahudi dan Arab lingkungan Israel. tingkat pemasukan.. Bahkan. 178 . Berikut ini.  Gunakanlah pola urutan kata-kata yang konsisten dalain menulis rumusan masalah atau hipotesis penelitian agar pembaca mudah mengidentifikasi variabel-variabel utama. Hal ini mengharuskan peneliti untuk mengulang frasa-frasa kunci dan memosisikan variabel bebas di bagian pertama (bagian kiri) dan variabel terikat di bagian kedua (sebelah kanan). sedangkan dua hipotesis terakhir berciri direksional. sebaiknya gunakanlah variabel-variabel nondemografis (seperti. religiusitas. level pendidikan. Contoh 7. Berikut ini. Moore mngidentifikasikan tiga hipotesis untuk penelitiannya. lalu variabel terikat. seperti yang sudah dibahas dalam Bab 6 tentang Tujuan Penelitian. Ht: Identitas gender Wanita Arab dan Yahudi yang religius dan sekuler sangat berkaitan dengan tatanan masyarakat sosio-politik yang berbeda-beda yang turut merefleksikan sistem nilai mereka yang berbeda-beda pula. contoh susunan kata-kata dengan menyatakan variabel bebas terlebih dahulu. dan penlaku sosial lebih lemah dalam komunitas wanita Arab ketimbang wanita Yahudi  Jika penelitian Anda menggunakan variabel-variabel demografis sebagai prediktorprediktornya. H2: Wanita religius dengan identitas gender yang prominen kurang aktif secara sosio-politik ketimbang wanita sekuler dengan identitas gender yang juga prominen.kelompok. salah satu contoh yang menggabungkan dua jeni§ hipotesis tersebut (direksional dan nondireksional). variabelvariabel demografis (seperti.

Tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dan ketekunan akademik bagi para mahasiswi di bawah umur rata-rata.Contoh 7. Tlidak ada hubungan antara fasilitas tambahan dan ketekunan akademik bagi para mahasiswi di bawah umur rata-rata. Tidak ada hubungan antara fasilitas tambahan dan dukungan keluarga bagi para mahasisvvi di bawah umur rata-rata MODEL RUMUSAN MASALAH DAN HIPOTESIS DESKRIPTIF Salah satu model yang saya rekomendasikan dalam merancang rumusan masalah dan hjpotesis penelitian adalah dengan menulis rvtmusan masalah yang bersifat deskriptif (mendeskripsikan sesuatu) terlebih dahulu. Sebagai tindak lanjutnya. Jika mengikuti model yang sudah dijelaskan tadi. peneliti membuat rumusan masalah deskriptif. masing-masing untuk variabel bebas. Dalam model ini. Model rumusan masalah dan hipotesis ini mencakup variabel bebas dan variabel terikat. inferensial ini. rumusan masalahnya bisa ditulis seperti berikut ini: 179 .diukur berdasarkan instrumen tertentu) dan prestasi (variabel terikat yang dmkur berdasarkan level-level) siswa kelas delapan jurusan ilmu sosial di distnk sekolah metropolitan. peneliti tersebut mendasarkan analisis ini pada variaber control. variabel terikat. anggap saja ada seorang peneliti yang tengah rnenganalisis hubungan antara keterampilan berpikir kritis (variabe! bebas yang .7 Rumusan Masalah Deskriptif dan Inferensial Untuk mehgiiustrasikan model rumusan masalah deskriptif dan .6 Penggunaan Standar Bahasa dalam Hipotesis 1. Setelah menulis rumusan masalah deskriptif ini. 3. yaitu pengaruh prestasi siswa-siswa sebeiumnya di kelas ilmu sosial dan pendidikan orang tua. Contoh 7. dan variabel intervening/control. peneliti bisa menyajikan rumusan masalah (atau hipotesis) inferensial yang menghubungkan variabel-variabel atau mem-bandingkan kelompok-kelompok. Berikut ini. 2. contoh model rumusan masalah deskriptif dan inferensial. kemudian dilanjutkan dengan menulis rumusan masalah dan hipotesis inferensial (memberikan dugaan-dugaan atas populasi tertentu berdasarkan sampel penelitian).

Akan tetapi. bahasa yang digunakan mungkin akan sedikit berbeda. Anda juga bisa mengkreasikan sendiri rumusan masalah deskriptif dan inferensial dengan cara membuat sebanyak mungkin rumusan masalah yang menghubungkan variabel bebas dan variabel terikat. Bagaimana level-level prestasi siswa di kelas ilmu sosial?(Rumusan masalah deskriptif yang fokus pada vanabel terikat).Rumusan Masalah Deskriptif : 1. yang juga melibatkan pengaruh-pengaruh dari dua variabel control). Hanya saja. yaknj prestasiTprestasj siswasebelumnya). 2. contoh di atas meletakkan variabel bebas di urutan pertama dan variabel terikat di urutan kedua. pendidikan orang tua dan prestasi siswa sebelumnya) sebagai variabel 180 . Contoh di atas juga mengilustrasikan bagaimana mendeskripsi-kan variabel-variabel dan menghubungkannya. Begitu pula. Apakah kemampuan berpjkir-kritis berpengaruh pada prestasi siswa? (Rumusan masalah inferensial yang rnenghubungkah variabel bebas dengan variabel tenkati. 4. Bagaimana level-level kualitas siswa sebelurnnya di kelas ilmu sosial? (Rumusan masalah deskriptif yang fokus pada variabel kontrol. Rumusan Masalah Inferensial 1. saya merekomendasikan Anda untuk menggunakan model deskriptif-inferensial seperti di atas tadi. Apakah kemampuan berpikir krijtis tierpengaruh pada prestasi 5iswa? Apakah pengaruh ini juga berasal dari kualitas-kualitas siswa-siswa sebelijmnya dan keberhasilan pendidikan orang tua? (Rumusan masalah inferensial yang menghubungkan variabel bebas dan variabel terikat. Tidak hanya itu. Peneliti bisa saja membandingkan kelompokkelompok dalam variabel. Bagaimana' rata-rata keterampilan berpikir kritis para siswa? (Rumusan masalafi deskriptif yang fokus pada vanabel bebas). 2. sedangkan variabel control di urutan ketiga. dalam rumusan masalah inferensialnya. Bagaimana keberhasilan pendidikan orang tua? (Rumusan masalah deskriptif yang fokus pada variabel kontrpl yang lain. yakni keberhasilan pendidikan orang tua). contoh di atas juga menggunakan informasi-informasi demografis (seperti. Contoh di atas mengilustrasikan bagaimana menyusiin rumusan masalah secara deskriptif dan inferensial dalam konteks hubungan antarvariabel. 3. dalam struktur penulisannya.

Dalam penelitian metode campuran dua. yang perlu dipikirkan adalah: seperti apa jenis-jenis rumusan masalah yang seharusnya disajikan dan kapan serta informasi'apa saja yang paling dibutuhkan —dalam rumusan masalah— untuk menunjukkan sifat penelitian metode campuran  Rumusan masalah (atau hipotesis).  Ketika menulis rumusan masalah atau hipotesis penelitian metode campuran. yaitu kuantitatif atau kualitatif. Misalnya. sudah banyak pembahasan mengenai aplikasi rumusan masalah metode campuran dan bagaimana merancang rumusan masalah ini (lihat Creswell & Piano Clark. baik yang didasarkan pada rancangan kualitatif maupun kuantitatif. 20&7). ikutilah petunjuk-petunjuk dalam bab ini tentang bagaimana menulis rumusan msalah dan hipotesis yang baik. Tashakkori & Creswell. maka kombinasi atas dua rancangan ini bisa jadi memberikan infor-masi yang berguna dalam membuat rumusan masalah dan hipotesis metode campuran. harus sama-sama disajikan dalam penelitian metode campuran untuk mempersempit dan memfokuskan tujuan penelitian. ketika tahap kualitatif sudah mulai di-bahas. barulah peneliti memunculkan rumusan masalah kualitatif.tahap (sekuensial). penelitisebaiknya memperkenalkan hipotesis terlebih dahulu. tergantung tahap penelitian apa yang didahulukan. 2007. jika penelitiannya diawali dengan tahap kuantitatif. kemudian diikuti oleh rumusan masalah tahap kedua sehingga pembaca bisa melihat rumusan-rumusan tersebut secara berurutan sebagai 181 . RUMUSAN MASALAH DAN HIPOTESIS PENELITIAN METODE CAMPURAN Dalam buku^buku yang membahas mstode penelitian.  Peneliti seharusnya juga memerhatikan susunan rumusan masalah dan hipotesis ini. Penelitian metode Campuran seharusnya dimulai dengan rumusan masalah. Rumusan masalah atau hipotesis ini dapat diajukan diawal penelitian atau dibagian-bagian lain. dalam penelitian tersebut.control ketimbang sebagai variabel utama sehingga pembaca akan berasumsi bahwa rumusan masalah tersebut berasal dari suatu model teoretis tertentu.Haliriidimaksudkari untukmembentukmetode dan rancangan penelitian yang benar-benar sesuai dan utuh. rumusan masalah tahap pertama seharusnya diajukan terlebih dahulu. peneliti biasanya tidak akan melihatpenjelasan mengenai rumusan masalah atau hipotesis yang spesifik yang memang didesain untuk rancangan metode campuran. Nanti. yang memang dirancang khusus untuk penelitian metode campuran. Meski demikian. Dengan demikian. Karena penelitian metode campufan sering kali bertumpu pada salah salu dari dua desain penelitian yang lain.

2007).baca keseluruhan penelitian. menyebut rumusan masalah iru sebagai rumusan masalah "hibrida" atau "terintegrasi". Semua rumusan masalah dan hipotesis ini bisa ditulis di awal penelitian atau di bagian-bagian lain ketika penelitian tersebut sampai pada tahap tertentu. Tulislah. Untuk penelitian metode campuran satu-tahap (konkuren). kualitatif. misalnya.  Pertimbangkan pula teknik-teknik lain yang berbeda: bahwa semua jenis rumusan masalah (baik itu kuantitatif. berarti peneliti tengah menekankan penelitiannya pada dua pendekatan sekaligus (kuantitatif dan kualitatif). rumusan masalah dan hipotesis kuantitatif. Bentuk pertama adalah menuliskannya ketika peneliti tengah membahas metodologi atau prosedur-prosedur dalam penelitian (seperti. Tashakkori dan Creswell (2007: 208). Misalnya. secara terpisah dan sendiri-sendiri. Inilah rumusan masalah terbaru yang akhir-akhir ini banyak di. misalnya: 1. rumusan masalah ini dapat diletakkan dalam pembahasan antara dua tahap tersebut. Teknik penulisan semacam ini menyisratkan pentingnya dua tahap penelitian tersebut (kualitatif dan kuantitatif) serta kekuatan 182 . maupun metode campuran) bisa saja ditulis untuk keperluan penelitian metode campuran. Rumusan masalah inilah yang nan tiny a akan dijawab berdasarkan proses pencampuran tersebut (lihat Creswell & Piano Clark. 2007). Dengan teknik ini. secara terpisah dan sendiri-sendiri. rumusan masalah seharusnya disusun berdasarkan metode apa yang paling ditekankan dalam penelitian tersebut.acuan mereka ketika akan mem. 2. bukan pada metode campuran saja atau pada komponen integratif penelitian semata. Tulislah. 2007). Rumusan masalah semacam ini dapat ditulis di awal penelitian maupun di bagian-bagian lain.  Tulislah rumusan masalah penelitian metode campuran yang secara langsung menunjukkan adanya pencampuran {mixing) karakteristik-karakteristik penelitian kuantitatif dan kualitatif. apakah data kualitatif dapat membantu menjelaskan hasil-hasil dari tahap penelitian kuantitatif sebclumnya?) (Lihat Creswell & Piano Clark. apakah topik mengenai dukungan sosial dapat membantu menjelaskan mengapa beberapa siswa menjadi nakal di sekolah?) (lihat Tashakkori & Creswell. dalam penelitian dua-tahap. Bentuk kedua adalah menuliskannya ketika peneliti tengah membahas isi atau konten penelitian (seperti.bahas dalam buku-buku metode penelitian. yang kemudian diikuti oleh rumusan masalah metode campuran. rumusan masalah kualitatif. rumusan masalah atau hipotesis kuantitatif dan rumusan masalah kualitatif. Rumusan semacam ini mengandaikan salah satu dari dua bentuk.

Dalam penelitian dua-tahap ini.8 Hipotesis dan Rumusan Masalah dalam Penelitian Metode Campuran Houtz (1995) melakukan penelitian metode campuran dua-tahap (sekuensial) dengan hipotesis dan rumusan masalah yang ditulis secara terpisah (antara kuantitatif dan kualitatif) di masing-masing bagian pendahuluan tahap tersebut. tahap pertama (kuantitatif) melibatkan penilaian pretest dan post-test terhadap penlaku-perilaku dan prestasi-prestasi siswa dengan menggunakan ska'a dan nilai ujian. Penelitian mi mengana'isis perbedaanperbedagn antara strategi instruksional SNIP (nontradisio-nal) dan strategi instruksional SLTP (tradisional) bagi siswa-siswa kelas tujuh dan kelas delapan. Dengan penelitian kuantitatif d. dihipotesiskan pula bahwa tidak ada perbedaan signifikan anta~a siswa di SMP dan siswa di SLTP dalam hal prestasi keilmuan mereka Hipotesis-hipotesis di atas muncul di bagian pendahuluan tahap kuantitatif Setelah itu. kepala sekolah. Tulislah hanya rumusan masalah metode campuran yang mencerminkan prosedurprosedur atau isi (atau. Penelitian mi dilaksanakan ketika banyak sekolah berahh dan konsep dua-tahun SLTP menuju tiga-tahun SMP (yang mehputi kelas enam). Tahap kedua sni rrterqbantu menjelaskan perbedaan-perbedaan dan petsamaan-persamaan. Pendekatan ini dapat meningkatkan cara pandang pembaca bahwa penelitian tersebut memang dimaksudkan untuk mengintegrasikan atau menghubungkan secara ketat tahap penelitian kuantitatif dan kualitatif (artinya. 3. jumlah/gabungan dari dua tahap ini —kuantitatif dan kualitatif— lebih besar ketimbang jumlah masing-masing dari keduanya). Contoh 7. dan jangan menulis rumusan masalah kuantitatif dan kualitatif secara terpisah. juga prestasi-prestasi mereka dan sikap-sikap me-eka terhadap ilmu pengetahuan. 183 . antara Qua strategi instruksional yang diper-ojefi'dan'tahap pertama tadi. tulislah rumusan masalah metode campuran berdasarkan pendekatan prosedurai maupun isi). Houtz kemudian me-ianjutkan hasil kuantitatif in1 dengan wawancara kualitatif bersama para guru ilmu sostal.kombinasi keduanya. Selain itu. tahap pertama. Houtz (1995: 630) menulis hipotesishipotesisnya sebagai benkut: PeneJitian mi didasarkan pada hipotesis bahwa tidak ada per-bedaan signifikan antara siswa di SMP (nontradisional) dan siswa di SLTP (tradisional) dalam hal sikap-sikap mereka terhadap ilmu pengetahuan sebagai maten pelajaran. dan konsultan-konsultan terkait. Tidak mengherankan jika pendekatan semacam ini dianggap sebagai pendekatan yang paling ideal.

kepala sekolah dan para konsultan universitas. Rumusan masalah mi la jadikan sebagai bahan pertanyaan untuk mewawancarai guru ilmu sosial. rumusan masaiah metode campurannya dapat ditulis berdasarkan orientasi isi. 2007) 184 .dalam tahap kualitatif. meialui analisis metode campuran integratif? (Lee & Greene. dan para konsultan universitas dapat membantu menjelaskan perbedaan-perbedaan kuantitatif dalam hal prestasi siswasiswa SMP dan SLTP? Jika tidak. Houtz memuncunculkan tiga rumusan masalah untuk mengeksplorasi hasil-hasii Kuantitatif secara lebih mendalam.9 Rumusan Masalah Metode campuran dalam Konteks Prosedur-prosedur Campuran Sejauh mana dan dalam hal apa wawancara kualitatif bersama para mahasiswa dan pihak fakultas turut menciptakan pemahaman yang lebih komprehensif tentang hubungan antara nilai SEEPT dan performa akademik siswa. Houtz (1995) sebenarnya bisa membuat sejenis rumusan masaiah metode campuran yang ia nyatakan berdasarkan perspektif procedural: Bagaimana interview dengan para guru. Dari hipotesis dan rumusan masaiah ini. Tiga rumusan masalah tersebut antara lain: Apa saja perbedaan antare strategi instruksional SMP dan strategi instruksional SLTP ketika sekolah ini berada dalam masa-masa transisi? Bagaimana masa-masa transisi ini memengaruhi perilaku dan prestasi keilmuan siswa Anda? Bagaimana perasaan para guru tentang proses yang berubah ini? (Houtz. 1995: 649) Dari penelitian metode campuran ini dapat kita lihat bahwa Houtz telah menyertakan hipotesis kuantitatif dan rumusan masaiah kualitatif di awal setiap tahap peneiitiannya. kepala sekolah. seperti berikut ini: Bagaimana pemikiran-pemikiran yang diungkapkan oleh para guru dapat membantu menjelaskan mengapa nilai siswa SMP lebih rendah ketimbang nilai siswa SLTP? Contoh 7. dan ia sudah menggunakan elemen-elemen yang tepat dalam menulis hipotesis dan rumusan masaiah tersebut.

Mereka juga harus fokus pada satu fenomena utama yang diteliti. RINGKASAN Rumusan masalah dan hipotesis berperan sebagai "rambu-ranribu" bagi pembaca dan untuk mempersempit tujuan penelitian. hipotesis tidak jarang disertakan pula. seperti mengeksplorasi atau mendeskripsikan. dikategorisasikan ke dalam kelompok-kelompok perbandingan. yakni gabungan antara data kuantitatif dan wawancara kualitatif untuk melihat hubungan antara nilai dan performa siswa. lebih kuat atau lebih lemah. Biasanya. Kedua bentuk ini harus meliputi variabel-variabel yang dideskripsikan. peneliti menulis variabel bebas di urutan pertama. Sebaliknya. Rumusan masalah di atas juga menekankan pada apakah penggabungan ini dapat membantu menciptakan pemahaman yang komprehertsif tentang topik penelitian. Di akhir penelitiannya. mereka harus menyajikan rumusan masalah yang umum dan luas yang memung-kinkan mereka mengeksplorasi gagasan-gagasan partisipan. Mereka harus mengawali rumusan masalahnya dengan kata-kala seperti bagaimana atau apakah dan menggunakan verba-verba eksploratoris. Hipotesis ini dapat berupa hipotesis alternatif yang memerinci hasil eksak yang diharapkan (lebih banyak atau lebih luas. Salah satu teknik penyusunan rumusan masalah dalam proposal kuantitatif adalah mengawalinya dengan rumusan masalah deskriptif. Lee dan Greene telah menyajikan petunjuk untuk menjawab pertanyaan ini. para peneliti kuantitatif bisa menulis rumusan masalah atau hipotesis saja.Rumusan masalah ini merupakan rumusan masalah metode campuran yang fokus pada tujuan dicampurnya dua tahap penelitian. kemudian diikuti oleh rumusan masalah infe-rensial yang menghubungkan variabel-variabel atau membanding-kan kelompok-kelompok dalam variabel. 185 . Hipctesis merupakan prediksi atas hasilhasil penelitian. dan sebagainya) dan juga dapat berupa hipotesis nol yang mengindikasikan tidak adanya perbedaan atau hubungan signifikan antara kelornpok-kelompok dalam variabel terikat. untuk keperluan formal. Rumusan masalah dalam penelitian kualitatif juga harus menyebutkan partisipan dan lokasi penelitian. Para peneliti kualitatif seyogianya mengajukan sedikitnya satu rumusan masalah utama danbeberapa subrumusari masalah. Dalam beberapa penelitian kuantitatif. Dua bentuk ini juga bisa meliputi variabel bebas dan variabel terikat yang diukur secara ter-pisah. Akan tetapi. kemudian diikuti oleh variabel terikat di urutan kedua. Selain itu. dihubungkan. peneliti sering kali menggunakan rumusan masalah saja.

Cizek (ed. Jenis rumusan kedua ditulis secara inferensial yang menghubungkan (atau membandingkan) variabel bebas dan variabel terikat. Rumusan masalah ini dapat ditulis berdasarkan prosedur-prosedur atau isi penelitian. Ikutilah model yang disajikan dalam bab ini tentang pengombinasian rumusan masalah deskriptif dan rumusan masalah inferensial. kemudian tulislah kembali rumusan tersebut berdasarkan pada isi penelitian. Latihan Menulis 1. Jenis rumusan pertama ditulis secara deskriptif tentang variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian. tulislah rumusan tersebut sebagai rumusan masalah yang didasarkan pada prosedur-prosedur penelitian metode campuran. Untuk penelitian kualitatif. (1999). 3." dalam GJ. Berikan komentar tentang pendekatan mana yang paling tepat untuk Anda gunakan BACAAN TAMBAHAN Creswell. atau (3) menulis hanya rumusan masalah metode campuran saja. Pertama-tama. antara lain: 1. tulisiah dua jenis rumusan masalah. Dalam bab ini.W. tulislah salah satu atau dua rumusan masalah utama yang kemudian diikuti oleh lima hingga tujuh subrumusan masalah. antara lain: (1) menulis hanya rumusan masalah atau hipotesis kuantitatif (bukan keduanya) dan rumusan masalah kualitatif. Rumusan masalah untuk metode oampuran setidaknya juga harus menunjukkan pentingnya penggabungan atau pengombinasian elemen-elemen kuantitatif dan kualitatif. apakah masalah yang ingin Anda teliti memang mengharuskan dicampurnya dua metode penelitian yang berbeda.). dan bisa diletak-kan dalam bagian yang berbeda-beda. Untuk penelitian kuantitatif. Pastikan. Hcnulbook of Educational Policy. San Diego: Academic Press. (2) menulis rumusan masalah atau hipotesis kuantitatif dan rumusan masalah kualitatif yang diikuti oleh rumusan masalah metode campuran.Bagi para peneliti metode campuran. saya menjelaskan sembilan langkah dalam melaksanakan penelitian metode campuran. saya merekomendasikan agar mereka membuat rumusan masalah metode campuran secara terpisah dalam penelitian mereka. J. (him. Sejumlah teknik dapat diterapkan untuk menulis rumusan masalah dengan metode campuran. 186 LATIHAN MENULIS . 455-472). 2. Tulislah rumusan masalah metode campuran. "Mixed-Method Research: Introduction and Application.

A. 6. (1994). "Exploring the Nature of Research Questions in Mixed Methods Research. J. S.). Dalam jurnal ini pula. Thousand Oaks. J. Buatlah rencana penelitian. Denzin & Y.M.. (him. 1(3). (2007). 8. saya merekomendasikan kepada para peneliti agar membuat jenis rumusan kualitatif dan kuantitatif di mana di dalamnya juga disebutkan strategi penelitian kualitatif yang digunakan Tashakkori. 207-211). Morse." dalam N. Pikirkan kemungkinan dan ketidakmungkinan dilaksanakannya penelitian metode campuran.2. (2) menulis satu rumusan masalah untuk metode campuran yang dapat mewakili semuanya. Tiga model kemudian disajikan: (1) menulis secara terpisah rumusan masalah kuantitatif dan rumusan masalah kualitatif. Tulislah rumusan masalah kuantitatif dan rumusan masalah kualitatif. Tentukan jenis-jenis strategi pengumpulan data. Lincoln (Ed. CA: Sage. 4. Journal of Mixed Methods Research. & Creswell. 207).K. Sajikan model visualnya. dan (3) menulis rumusan masalah untuk masing-masing tahap penelitian (kuantitatif dan kualitatif) ketika penelitian tersebut tengah ditulis dan dilakukan. Ukurlah bobot relatif dan strategi implementasi atas dua strategi (kuantitatif dan kualitatif) tersebut. Jelaskan bagaimana data akan dianalisis. Berikan kriteria-kriteria pasti untuk mengevaluasi penelitian. (him.Handbook of Qualitative Research. Dalam menulis rumusan masalah. 5. "Designing Founded Qualitative Research. Jurnal ini menyoroti pentingnya rumusan masalah dalam proses penelitian dan membahas perlunya peiriahaman yang baik untuk menulis rumusan masalah metode campuran. 7. Janice Morse mengidentifikasi dan mendeskripsikan sejumlah persoalan dalam merancang proyek kualitatif.W. diajukan sebuah pertanyaan: "Bagaimana seseorang merancang rumusan masalah dalam penelitian metode campuran?" (him. 220-235).. 3. 9. Tim editorial jurnal ini membahas penulisan dan sifat rumusan masalah dalam penelitian metode campuran." dalam Tim Editorial. Dia membandingkan beberapa strategi penelitian kualitatif dan membuat kerangka atas jenis-jenis rumusan masalah yang digunakan dalam masing- 187 .

Tuckman lebih jauh mendefinisikan dan mengilustrasikan hipotesis alternatif dan hipotesis nol serta mengajak pembaca merrahami bagaimana pro -sedurprosedur pengujian dua hipotesis ini 188 . sedangkan dalam penelitian etnometodologi dan analisis wacana. Untuk penelitian grounded theory. Conducting Educational Research. Dia mengidentifikasi asal mula hipotesis dalam teori deskriptif dan observasi induktif. rumusan masalahnya harus membahas suatu proses. Edisi kelima. (1999). Bruce Tuckman menyajikan satu bab tentang bagaimana caranya membuat hipotesis-hipotesis. rumusan masalahnya harus berhubungan dengan interaksi verbal dan dialog.masing strategi tersebut. Morse juga me-ngatakan bahwa rumusan masalah harus menegaskan fokus dan ruang lingkup penelitian Tuckman. rumusan masalahnya harus deskriptif dan mencerminkan usaha me-nyingkap makna. B. Untuk penelitian fenomenologi dan etnografi.W. Fort Worth. TX: Harcourt Brace.

Dalam rancangan eksperimen. 1991. Untuk prosedur-prosedur eksperimen. 2002. Fink. Campbell & Stanley. peneliti juga 189 . Keppel. 1998). Cook & Campbell. Dengan menjelaskan relasi antara asumsi-asumsi ini dan prosedur-prosedur untuk menerapkan asumsi-asumsi tersebut. Dalam bab ini. Data objektif dihasilkan dari observasi dan pengukuran empiris. Ada banyak sumber yang secara detail membahas penelitian survei (seperti. atau opini-opini dari suatu populasi dengan meneliti sampel populasi tersebut. 1994). Dari sampel ini. MENDEFINISIKAN RANCANGAN SURVEI DAN EKSPERIMEN Dalam rancangan survei. 1994. sebagaimana yang telah dibahas dalam Bab 1. yang secara ketat dilakukan melalui analisis statistik. 1963. pembahasan dalam bab ini tidak secara komprehensif menyajikan metode-metode penelitian kuantitatif (survei dan eksperimen). 1998. 1979) dan buku baru turut memperluas pembahasan-pembahasan yang disajikan dalam buku ini (seperti. 1990. peneliti melakukan pengukuran atau observasi untuk menguji teori tertentu. lihat Babbie. Kaum determinis menegas-kan bahwa —dalam metode survei dan eksperimen— meneiiti hubung-an antara variabel-variabel merupakan syarat utama untuk menjawab rumusan masalah dan hipotesis sebuah penelitian. Field & Hole. 2003. Reichardt & Mark. Salant & Dillman. sejumlah buku lama (seperti. Lipsey.2007. dengan berfokus pada rancangan metode survei dan eks-perimen. bagian metode penelitian merupakan bagian proposal yang paling konkret dan spesifik. peneliti melakukan generalisasi atau membuat klaim-klaim tentang populasi itu. Bausell. Dua rancangan ini merefleksikan asumsi filosofis pospositivis. Salah satu asumsi fiiosofis pospositivis adalah determinisme. Validitas dan reiiabilitas skor dalam instrumeri-instrumen penelitian memandu peneliti untuk menginterpretasi data penelitian. Boruch. fokus pembahasannya hanyalah pada komponen-komponen penting yang harus disertakan oleh peneliti dalam bagian metode penelitian untuk proposal survei dan eksperimen. Untuk itulah. peneliti mendeskripsikan secara kuantitatif (angka-angka) kecenderungan-kecenderuiigan. bab ini ditulis untuk menyajikan langkah-langkah penting dalam merancang metode-metode kuantitatif untuk proposal penelitian. perilaku-perilaku. 1990. Daiam menganalisis hubungan antarvariabel.Bab Delapan METODE-METODE KUANTITATIF Bagi kebanyakan penulis proposal.

Misalnya. Tuiuannya untuk menggeneralisasi populasi dari beberapa sampel sehingga dapat dibuat kesimpulankesimpulan/dugaan-dugaan sementara tentang karakteristik-karakteristik. peneliti eksperimen dapat memilah-milah mana yang termasuk treatment dan mana yang merupakan faktor-faktor lain namun turut memengaruhi outcome penelitian. Rancangan Survei Dalam proposal. beberapa hal yang bisa Anda bahas dalam proposal. sebagai panduan umum. tujuan utama rancangan eksperimen adalah untuk menguji dampak suatu treatment (atau suatu intervensi) terhadap hasil penelitian. 1990). akan disajikan sejumlah komponen yang sudah biasa muncul dalam penelitian survei. salah satu komponen pertama dalam bagian metode penelitian adalah tujuan dasar atau alasan/rasionalisasi di-adakannya penelitian survei. peneliti sebaiknya mempertimbangkan pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam checklist. Akan telapi. seperti dalam jurnal-jurnal akademik. khususnya di bagian metode penelitian untuk rancangan survei:  Identifikasilah tujuan penelitian survei.) tidak. penj. Berikut ini. KOMPONEN-KOMPONEN RANCANGAN METODE SURVEI Untuk menulis bagian metcde survei dalam proposal penelitian. peneliti sebaiknya mengikuti format standar. Ketika satu kelompok menerima suatu treatment (kelompok eksperimen. perilaku-perilaku. dan contoh-contoh ini pun sering menampilkan model-model yang patut diper-timbangkan.mengidentifikasi sampel dan melakukan generalisasi populasi. dalam rancangan eksperimen yang melibatkan kelompok kontrol.) dan kelompok lain (kelompok kontrol. atau sikap-sikap dari populasi tersebut (Babbie. peneliti secara acak membagi (random assignment) individu-individu ke dalam kelompok-kelompok. Akan tetapi. Sajikan referensi mengenai tujuan ini dari 190 . yang dikontrol oleh faktor-faktor lain yang dimungkinkan juga memengaruhi hasil tersebut. seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 8. penj.. Mulailah membahas bagian pertama ini dengan rciereview tujuan survei dan rasionalisasi atas pemilihan metode tersebut dalam penelitian yang Anda ajukan. Berikut ini.1. Ada banyak sekali contoh format ini. sebelum berencana untuk memasukkan komponen-komponen ini ke dalamproposal.

 Pertegas apakah survei yang Anda tetapkan adalah survei lintas. aspek-aspek penting populasi dan sampel yang dapat dideskripsikan dalam proposal penelitian:  Identifikasilah populasi dalam penelitian. (3) review catatan terstruktur (structured record review) untuk mengumpulkan informasi finansial. Populasi dan Sampel Tenrukaniah karakteristik-karakteristik populasi dan prosedur sampling. Sue & Ritter. Untuk rasionalisasi ini. nyatakan secara jelas besaran popuiasi ini. ketersediaan data. Jangan lupa untuk membahas keuntungan-keuntungan mengidentifikasi sifat-sifat suatu populasi berdasarkan sekelompok kecil individu (sampel) (Babbie. Babbie. Selain itu. Ada banyak pakar metodologi yang telah menulis buku-buku tentang logika dasar teori sampling (seperti. dan kemudahan. Pengumpulan data juga bisa dilakukan dengan menerapkan survei berbasis website atau internet dan mengolahnya secara online (Nesbary. atau sekolah. (2) wawancara (interviews). Fowler. 1990. Pertanyaan191 .  Rincilah strategi pengumpulan data. 2000.bagian {crosssectional survey) dengan mengumpulkan data satu per satu dalam satu waktu. peneliti harus tetap rnenyajikan alasan/rasionalisasi digunakannya prosedur pengumpulan data tersebut dengan argumen-tasi-argumentasi yang didasarkan pada kekuatan dan kelemahannya. yang jelas. 1990. 2002). pikirkanlah keunggulankeunggulan rancangan survei. 2007). Seperti apa pun data dikumpulkan. medis. seperti keekonomisan rancangan ini dan kecepatan dalam menyajikan data penelitian. Fink {2002) menunjukkan empat strategi pengumpulan data. apakah besaran tersebut dapat ditentukan ataukah tidak. antara lain: (1) kuesioner yang disusun sendiri (self-administered questionnaires). atau survei longitudinal (longitudinal survey) dengan mengumpulkan data secara kumulatif sepanjang waktu. dan (4) observasi terstruktur (structured observation). biaya (cost).2007).salah satu buku/literatur yang membahas metode survei (beberapa buku tersebut sudah saya tunjukkan dalam bab ini). Berikut ini. dan cara-cara pengidentifikasian individu-individu dalam populasi itu.  Tunjukkan mengapa survei lebih dipilih sebagai jenis prosedur pengumpulan data dalam penelitian tersebut.

2007). mengolah. penj.)? Jika iya.  Perjelaslah apakah prosedur sampling untuk populasi ini menggunakan satu-tahap atau multi-tahap (yang sering dikenal dengan istilah clustering). dan mengurus survei tersebut? Apa saja variabel-variabel dalam penelitian survei ini? Bagaimana variabel-variabel tersebut disilangkan (cross-reference) dengan pertanyaanpertanyaan dan item-item penelitian dalam rancangan survei ini? Langkah-langkah spesifik apa saja yang akan diambil dalam menganalisis data? Apakah: (a) Analisis return (hasil/keuntungan)? 192 . Prosedur sampling salu-tahap merupakan prosedur sampling yang di dalamnya peneliti sudah memiliki akses atas nama-nama dalam populasi dan dapat mensampling sejumlah individu (atau elemen-elemen) secara langsung Tabel 8. bagaimana caranya? Seberapa banyak orang yang akan dijadikan sampel? Didasarkan pada apa besaran sampel ini? Apa prosedur sampling yang akan diterapkan terhadap pcpulasi yang ada (apakah acaW random sampling atau non-acak/nonrandom sampling)? Instrumen apa yang akan digunakan dalam survei ini? Siapa yang membuat instrumen itu? Konten apa saja yang akan dijelaskan dalam survei ini? Skala-skalanya? Prosadur survei apa yang akan diuji terlebih dahulu di lapangan? Seberapa lama catatan waktu (timeline) untuk menyusun. dan peneliti dapat menunjukkan ketersediaan kerangka-kerangka sampling —surat atau daftar-daftar—para responden potensial dalam populasi tersebut.pertanyaan akses juga bisa ditulis di bagian ini. Prosedur sampling multi-tahap atau clustering sampling adalah prosedur sampling yang ideal ketika peneliti merasa tidak mungkin mengumpulkan daftar semua elemen yang membentuk populasi (Babie.1 Checkllist Pertanyaan-Pertanyaan untuk Merancang Metode Survei Apakah tujuan rancangan survei sudah dijelaskan secara rinci? Apakah alasan/rasionalisasi dipilihnya rancangan ini juga sudah disebutkan? Apakah sifat survei (cross-sectional atau longitudinal) sudah dipartegas? Apakah populasi dan besarnya populasi sudah dirinci? Apakah populasi tersebut akan distratifikasi (stratified sampling.

Yang kurang menarik adalah sampel nonprobability (atau convenience smnple) di mana di dalamnya para responden/individu dipilih berdasarkan kemudahan {convenience) dan ketersediaannya (Babbie. sampel yang paling representif akan memungkinankan peneliti untuk melaku-kan generaiisasi terhadap suatu populasi.  Jelaskanlah proses pemilihan atas individu-individu. lalu mengidentifikasi nama-nama individu dalam setiap kluster. Ketika individu-individu dipilih secara acak dari suatu populasi. iaki-laki atau perempvian) direpresentasikan dalam sampel agar sampel ini nantinya dapat merefleksikan proporsi yang tepat dalam populasi sesuai dengan karakteristik-karakteristiknya masing-masing (Fowler.  Pertegaslah apakah peneliti. karakteristikkarakteristik mereka bisa disajikan dalam sampel sesuai proporsinya masingmasing secara sama rata sebagaimana dalam populasi. Dalam hal ini. ataukah tidak.an Anda akan menggunakan strati-fikasi (penjenjangan) populasi sebelum Anda memilih sampel. stratifikasilah yang memastikan penyajian ini. Saya me-rekoniendasikan agar Anda memilih sampel acak (random sample) di mana di dalamnya setiap individu dalam populasi memiliki kemungkinan yang sama untuk dipilih (sering juga dikenal dengan istilah systematic sample atau probabilistic sample). baru kemudian mensampling individu-individu tersebut. 1990). Stratifiknsi berarti bahwa karakteristik-karakteristik tertentu dari individu-individu yang dipilih (seperti.(b) (c) (d) (e) (f) Analisis bias respons (check for response bias)? Analisis deskriptif? Memasukkan item-item ke dalam skala-skala? Anaiisis reliabilitas skala-skaia? Menerapkan statistik inferensiai untuk menjawab rurriusan masalah? Bagaimana hasil-hasil ini diinterpretasikan? Dalam prosedur multi-tahap atau clustering. Selain itu. iden-tifikasilah karakteristik-karakteristik yang Anda gunakan untuk menstntifikasi populasi 193 . Dengan pengacakan (randomization). 2002). jenis kela-min. peneliti terlebih dahulu menentukan kluster-kluster (kelompok-kelompok atau organisasi-organisasi).

Metode yang paling umum digunakan untuk menyeleksi sampel ini adalah memilih individu-individu (sampel) dengan menggunakan tabel angka-angka secara acak (random numbers table). instrumen-instrumen yang ada saat ini sudah banyak dirancang monjadi sejenis pe. Gravetter & Wallnau.  Jelaskan prosedur-prosedur dalam menyeleksi sampel dari daftar-daftar yang ada. 2002). ataukah tidak (Babbie. peneliti juga perlu menyajikan informasi detail mengenai instrumen-Lnstrumen survei yang akan digunakan dalam peneiitian yang diajukan. dan sebagajnya). Kemudian. Jelaskan apakah instrumen tersebut merupakan instrumen yang dirancang khusus untuk peneiitian ini. saya merekomendasikan agar peneliti menggunakan formula besaran sampel (sample size formula) yang banyak dibahas dalam buku-buku peneiitian survei (seperti. Fowler. Tika instrumen yang digunakan memang dirancang khusus (modified instrument). pendidikan.. 2000). pe. tingkat peng-hasilan. lihat Babbie. Instrumentasi Sebagai populasi dan sampel. 1991). Jika demikian.tersebut (seperti. ataukan instrumen utuh yang pemah dirancang orang lain. 1990. sebuah tabel yang banyak dibahas dalam buku-buku panduan statistik (seperti. Apalagi.. Stie & 194 . tetapkan apakah sampelnya berisi individuindividu yang memiliki karakteristik-karakteristik yang sama sebagaimana karakteristik-karakteristik dalam keseluruhan populasi. Dalam sejumlah proyek penelitian survei.  Tunjukkan juga angka setiap individu yang di-sampling dan jelaskan prosedurprosedur yang Anda gunakan untuk mengalkulasi angka-angka ini. 1990. peneliti tersebut seharusnya memiiiki izin atau dasar teoretis untuk menggunakan sebagian instrumen-instrumen ini. Pertimbangkan larigkah-langkah berikut:  Namailah instrumen survei yang Anda gunakan untuk mengumpulkan data. Dalam peneiitian survei. gender. sejenis instrumen yang dimodifikasi. Miller.rangkat survei online (lihat.neliti sering kali merancang suatu instrumen dari beberapa komponen instrumen lain. dalam setiap strata ini. jelaskan apakah Anda sudah memiiiki izin atau dasar teoretis yang kuat untuk menggunakannya.

Jika peneliti menginginkan respons-respons tambahan. hanya dengan memanfaatkan custom templates. (2) predictive validity (apakah skor-skor yang diperoleh sudah memprediksi kriteria-kriteria yang diukur? Apakah hasil-hasilnya berkorelasi dengan hasil-hasil yang lain?).Ritter.  Ketika menggunakan instrumen yang memang sudah ada. peneliti dapat mem-buat survei-survei pribadinya dalam waktu yang relatif cepat. atau dalam wujud informasi grafik. peneliti dapat mengetahui apakah instrumen yang digunakan benar-benar sudah tepat untuk penelitian surveinya. Dengan mendeteksi validitas skor dalam penelitian survei. Hal ini berarti. Dalam penelitian baru-baru ini. Setelah itu. deskripsikanlah validitas dan reliabilitas skor-skor yang diperoleh dari penggunaan instrumen tersebut sebelumnya. dan (3) construct validity (apakah itemitem yang dianalisis sudah sesuai dengan konstruksi-konstruksi atau konsepkonsep hipotesis?). Tiga bentuk validitas yang harus dicari adalah: (1) content validity (apakah item-item yang dianalisis benar-benar sesuai konten yang terdapat dalam item-item tersebut?). mengharuskan peneliti untuk membangun validitas atas instrumen tersebut —adakah peneliti dapat menghasilkan kesimpulan-kesimpulan/dugaan-dugaan penting dan berguna dari skor-skor yang diperoleh dari instrumen ini. Salah satu pe rangkat survei online yang cukup terkenal adalah SurveyMonkey (SurveyMonkey. atau mengirimkannya pada para partisipan untuk diisi.com). Hasil-hasil ini dapat diunduh ke dalam spreadsheet atau database untuk kemudian dianalisis lebih lanjut. Dengan menggunakan perangkat ini. SurveyMonkey akan memberi-kan hasil dan laporan balik kepada peneliti dalam bentuk statistik deskripuf. dan tidak lebih dari 10 pertanyaan per survei. sebuah produk komersial yang dirilis sejak 1999. Konsep validitas (validity) dalam penelitian survei ini tentu saja berbeda dengan identifikasi 195 . 1996). lalu mem-posting-nya di website-website mereka. SurveyMonkey membebankan biaya bulanan atau tahunan kepada si peneliti. pertanyaanpertanyaan yang lebih banyak. dan beberapa custom feature yang lain. construct validity juga meliputi pertanyaan dasar tentang apakah skor-skor yang dihasilkan me-miliki tujuan yang berguna dan dampak-dampak yang positif ketika dipraktikkan dalam kehidupan nyata (Humbley & Zumbo. 2007). Perangkat ini gratis jika digunakan untuk 100 resporis per survei.

ya/tidak. Pilot testing ini penting untuk membangun validitas konten dari suatu instrumen dan untuk memperbaiki pertanyaan-pertanyaan. Sebutkan juga jumlah orang-orang yang akan menguji 196 . Untuk mengetahui hal ini. item-item perilaku. format.masukkan dalam Surat Pengantar). Dalam lampiran proposal. Untuk irulah. akan di-jelaskan lebih lanjut). item-item faktual). item-item sikap. lampirkan juga item-item sampel atau keseluruhan instrumen penelitian ini. seperti Surat Pengantar (Dillman. menyajikan beberapa hal yang perlu di. pastikan juga apakah ada konsistensi dalam aturan testing dan scormg-nya (apakah ada kesalahan-kesalahan yang disebabkan karena kecerobohan dalam menerapkan aturan testing atau scoring sebelumnya?) (Borg. peneliti harus mencari laporan mengenai konsistensi internal (apakah respons dari setiap item sudah konsisten dengan konstruk -konstruk yang dibuat?) dan korelasi test-retest (apakah skor-skor yang dihasilkan selalu stabil meskipun instrumennya digunakan pada lain waktu?) dalam penggunaan instrumen tersebut sebelumnya.  Tunjukkan item-item sampel dari instrumen tersebut sehingga pembaca dapat melihat item-item sebenarnya yang digunakan. 1978. demografis. jelaskan pula apakah skor-skor yang dihasilkan dari penggunaan instrumen sebelumnya sudah mencerminkan adanya reliabilitas atau tidak. Selain itu.ancaman-ancaman terhadap validitas (threats to validity) dalam paielitian eksperimen (mengenai hal ini.  Ketika peneliti memcdifikasi suatu instrumen atau mengkom binasikan beberapa instrumen. & Gall. Selain itu. dan instruksi penutup. 1993). item-item (seperti. atau skala-skala yang mungkin tidak sesuai ketika diterapkan. Lebih dari itu. sebutkan juga jenis skala-skala yang digunakan untuk mengukur/menganalisis item -item dalam instrumen. benar-benar diterima hingga tidak diterima) dan skala-skala kategorial (misalnya.  Tunjukkan isi-isi utama dalam instrumen tersebut. validitas dan reliabilitas tidak berlaku untuk instrumen yang baru ini. Gall. seperti skala-skala berkelanjutan (misalnya. peneliti perlu membangun kembali validitas dan reliabiiitas tersebut ketika dilakukan proses analisis data. level ranking atau signifikansi dari yang tertinggi hingga yang terendah)  Jelaskan rencana-rencana Anda untuk melakukan uji coba surveidi lapangan (pilot testing) dan sajikan pula alasan/rasionalisasi atas rencana ini.

perjelaslah langkah-langkah Anda dalam pengaturan pendekatan survei ini dan tindak lanjutnya untuk memastikan rating respons yang tinggi. Salah satu tekniknya adalah dengan menghubungkan variabelvariabel. bisa jadi dengan proyek tindak lanjutnya. total secara keseluruhan. dan item-item survei agar pembaca mudah mengidentifikasi bagaimana item-item tersebut digunakan. peneliti tetap perlu memasukkannya dalam bagian metode penelitian. atau hipotesis. rumusan masalah. Di bawah ini adalah tabel 8. Variabel-Variabel dalam Penelitian Meskipun pembaca proposal sudah mengetahui informasi mengenai variabelvariabel dalam tujuan penelitian. yang biasanya ditujukan untuk anggota nonresponden. Jangan lupa untuk menyertakan pendapat-pendapat mereka dalam instrumen final yang sudah direvisi. kuesioner. Hal ini dimaksudkan untuk menghubung kan variabel-variabel tersebut dengan rumusan masalah atau hipo-tesis dan instrumen penelitian. Mail yang dikirim pada tahap kedua adalah mail survei yang sebenarnya. Jadi.  Untuk mailed survei.coba instrumen tersebut. rumusan masa-lah. Salant dan Dillman (1994)menyarankan proses pengaturan empat-tahap. Mail yang dikirim pada tahap ketiga berisi tindak lanjutberupa kartu pos (atau sejenisnya) yang dikirimkan pada semua anggota sampel 4 hingga 8 hari setelah pengiriman mail sebelumnya. berisi surat pengantar pribadi lengkap dengan tanda tangan tertulis. rumusan masalah atau hipotesis. dan item-item tersebut. hipotesis. buatlah sebuah tabel dan penjelasan khusus tentang variabel-variabel. Mail yang dikirim pada tahap pertama adalah surat pemberitahuan singkat kepada semua daftar sampel yang dipilih. Untuk itu.2 yang menggunakan data hipotesis. Peneliti mengirimkan mail keempat ini tiga minggu setelah mail kedua dikirimkan. 197 . Mail yang dikirimkan pada tahap keempat. danamplop plus perangko pengembalian. Teknik ini khususnya berguna bagi para peneliti yang menggunakan model-model berskala luas untuk penelitian disertasinya. peneliti menyelesaikan periode administrasi/ pengaturan ini selama kurang lebih empat minggu (sebulan). yang didistribusikan setidak-tidaknya satu minggu setelah surat pemberitahuan diedarkan.

Jelaskan prosedurprosedur yang digunakan untuk mengecek respons bias. seperti wave analysis atau analisis responden/nonresponden. Informasi ini bisa dirancang dalam bentuk tabel yang berisi angka-angka dan persentase-persen-tase yang mendeskripsikan responden dan nonresponden. bab-bab dosen untuk diserahkan sebagai buku yang berhasil dipublikasikan tanda bukti doktoralnya? sebelum menerima gelar doktor? Variabel terikat 1 : Rumusan Hibah masalah deskriptif Lihat rumusan masalah 16. Berpijak pada asumsi bahwa partisipan yang mengembalikan survei pada minggu terakhir hampir semuanya merupakan partisipan 198 .Hibah dari yayasan. Bias berarti bahwa jika nonresponden memberikan respons. Sajikan informasi tentang jumlah sampel yang ter-libat dan tidak terlibat dalam survei. dan 18: penelitian 3:Ada berapa hibah yang di. maka respons ini akan memberi perubahan besar-besaran terhadap hasil survei akhir. Respons bias adalah pengaruh/efek dari tidak adanya respons terhadap survei (Fowler. terima dosen dalam tiga tahun atau lembaga negara terakhir ini? yang didanai Variabel kontrol: Rumusan masalah deskriptif 5: Lihat rumusan masalah 19: Ikatan Apakah dosen memiliki ikatan dinas (Ya/Tidak) dinas? Status ikatan di-nas Dalam proposal. maka-iah seminar.2 Variabel-variabel.Analisis Data dan Interpretasi Tabel 8. 1972). Saya me-nyarankan Anda menggunakan tips penelitian berikut. 12. 13. Langkah 2. yaitu dengan menyajikan analisis data dalam bentuk tahap-demi-tahap agar pembaca bisa memahami bagaimana suatu tahap menuntun tahap selanjutnya hingga semua prosedur analisis data dibahas secara tuntas. peneliti mengevaluasi hasilhasil item yang terpilih dari minggu ke minggu untuk mengetahui apakah sebagian besar respons berubah (Lesile. 14. Seberapa banyak penelitian dan 15: hasil penelitian dalam bentuk yang mampu dihasilkan oleh artikel jurna!. Langkah 1. Rumusan Masalah dan item-item Survei Nama Variabel Variabelbebasi: Penelitian sebelumnya Rumusan Masaiah Item-Item dalam Survei Rumusan masalah deskriptif 1: Lihat rumusan masalah 11. 2002). 17. Dalam wave analysis. Jelaskan metode-metode yang sekiranya dapat naengidentifikasi respons bias. lembaga swasta. jelaskan tahap-tahap analisis data.

Jika Anda menggunakan instrumen penelitian dengan skala-skala atau berencana untuk mengembangkan sendiri instrumen tersebut (dengan mengombinasikan beberapa item dalam skala). 2007). lalu jelaskanlah asumsi-asumsi yang berkaitan dengan statistik tersebut. Creswell.3. maka jika respons-respons tersebut terlihat mulai berubah. pertimbangkan pula apakah skor-skor ini akan didistribusikan secara normal (normal distribution) dalam kurva berbentuk bel (bell-shaped curve) atau tidak didistribusikan secara normal (non-normal distribution). Ada banyak cara untuk mengetahui apakah skor-skor ini didistribusikan secara normal ataukah tidak (Lih. ada kemungkinan terdapat respons bias. Anda juga bisa menggunakan tes reliabilitas untuk mengidentifikasi konsistensi internal skala-skala tersebut (seperti.yang nonresponden. Faktor-faktor ini. kemudian mengidentifikasi apakah respons mereka berbeda jauh dengan hasil respons dari responden. Langkah 5. Rumusan masalah atau hipotesis inferensial menghubungkan (relate) variabel-variabel atau membandingkan (compare) kelompok-kelompok dalam variabel agar kesimpulan-kesimpulan sementara (inferensiinferensi) dari skala sampel hingga skala populasi dapat diketahui. akan memudahkan peneliti untuk menentukan apakah tes statistik akan 199 . dalam kombinasinya. pilihan atas tes statistik harus didasarkan atas sifat rumusan masalah (apakah menghubungkan variabel-variabel atau membandingkan beberapa kelompok dalam variabel). pertimbangkan apakah variabel-variabel ini akan diukur ber-dasarkan suatu instrumen sebagai skor berkelanjutan/continuous score (seperti. jumlah variabel bebas dan variabel terikat. Langkah 3. Salah satu cara untuk. misalnya. 2008). Gunakanlah statistik atau program statistik kompu-ter untuk menguji rumusan masalah atau hipotesis inferensial. Langkah 4. Rudestam & Newton. Selain itu. dan skor-skor untuk dua variabel ini. Sajikanlah rasionalisasi mengapa dipilih tes statistik. Lebih jauh. Analisis ini harus menunjukkan rata-rata. umur dari 18 hingga 36) atau sebagai skor katagoris/ categorical score (seperti. Sebagaimana terlihat dalam Tabel 8. perempuan = 1. deviasi stand ar. serta jumlah variabel kontrol (lihat.mengecek adanya respons bias adalah dengan menghubungi beberapa nonresponden melalui sambungan telepon. gunakanlah prosedur statistik (analisis faktor) untuk menye-lesaikan proses ini. statistik alpha Cronbach). laki-laki = 1). Lakukan analisis data secara deskriptif terhadap variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian.

kemudian menginterpretasikan hasil tes statistik.3.cocok untuk menjawab rumusan masalah atau hipotesis. Untuk mendapatkan jenis tes statistik yang lain. Langkah terakhir dalam proses analisis data adalah menyajikan hasil survei dalam bentuk tabel atau gambar. seperti buku yang ditulis Gravetter dan Wallnau (2000). peneliti bisa merujuk pada buku metode statistik. Langkah 6. Interpretasi terhadap hasil berarti bahwa seorang peneliti membuat suatu kesimpulan dari rumusan masalah dan hipotesis yang sudah dianalisis. saya menunjukkan bagaimana faktor-faktor ini bisa menuntun peneliti untuk memilih sejumlah tes statistik yang biasa digunakan.3 Kriteria Memilih Tes-tes Statistik Sifat Pertanyaan Petbandngan kelompok Peibandngan kelompok Perbandingan kelompok Petbandingan kelompok Jumlah Variabel Bebas 1 1 atau lebih 1 atau lebih 1 Jumlah Variabel Terikat 1 1 1 1 Jumlah Variabel Control 0 0 t 0 Jenis Skor Distribusi Tes Variabel Skor Statisik Bebas/Terikat Kategorial/ Normal l-tes berkelanjutan Kategorial/ Normal Analisis berkelanjutan varian Kategorial/ Normal Analisis berkelanjutan kovarian Kategorial/ NonTes berkelanjutan normal MannWhitney U Kategorial/ NonChiberkelanjutan normal square Kategorial/ Normal Korelasi berkelanjutan product moment Pearson Kategorial/ Normal Regresi berkelanjutan berganda Kategorial/ NonKorelasi berkelanjutan normal rankorder Spearman Gabungan antar kelompok Menghubungkan variabel-variabel 1 1 1 1 0 0 Menghubungkan variabel-variabel Menghubungkan variabel-variabel 2 atau lebih i 1 1 atau lebih 0 0 200 . Dalam Tabel 8. Interpretasi ini melibatkan beberapa langkah khusus Tabel 8.

literature – literature sebelumnya yang membahas hal ini (lihat bab 2). 1980 : 32 1 – 322).‖  Laporan bagaimana hasil – hasil ini menjawab rumusan masalah atau hipotesis penelitian. Tulisan ini (yang diperoleh atas izin penulis) dikutip dari salah satu artikel jurnal yang melaporkan penelitian tentang factor – factor yang mempengaruhi atrisi (berkurangnya jumlah) mahasiswa di salah satu universitas seni liberal (bean & creswell.55. atau alasan/rasionalisasi lain yang logis. prosedur. Laporan apakah hasil – hasil tes statistic yang diperoleh signifikan atau tidak secara statistic. saya akan membahas komponen – komponen tersebut dan menyajikan informasi seputar rancangan eksperimen dan analisis statistic.000 orang). Bagian Metode Survey Berikut ini adalah salah satu contoh tulisan bagian metode survey yang didasarkan pada langkah – langkah yang telah dijelaskan sebelumnya. religious. (disini.  Jelaskan juga kemungkinan hasil ini dipraktikkan di lapangan atau untuk penelitian – penelitian sebelumnya. Untuk menjelaskan ini. Untuk mengetahui petunjuk detail atas komponen – komponen ini. Apakah hasil – hasil tersebut mendukung hipotesis ataukah kontradiktif dengan yang diharapkan?  Tunjukan pula kemungkinan menjelaskan mengapa hasil – hasil tersebut bias muncul seperti itu.000 orang. anda dapat merujuk kembali pada teori yang anda gunakan dalam penelitian (lihat bab 3). materi. di kota Midwestern dengan populasi 175. cobalah untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan dalam checklist table 8.001. Metodologi Penelitian ini memilih lokasi disalah satu universitas seni liberal yang kecil (tingkat pendaftaran 1. dan koendukatif. Pada sub bab kali ini. seperti ― analisis varian secara statistic menunjukan adanya perbedaan signifikan antara wanita dan pria dalam hal sikap – sikap mereka terhaap larangan merokok di restoran F (2:6) = 8. dan ukuran (besaran). Sebagaiman pembahasan mengenai peneleitian survey sebelumnya. KOMPONEN – KOMPONEN DALAM METODE PENELITIAN EKSPERIMEN Metode penelitian eksperimen pada umumnya menggunakan format standar yang melibatkan komponen – komponen sebagai berikut : partisipan. p =. penulis mengidentifikasi lokasi dan populasi penelitian) 201 . pembahasan mengenai penelitian eksperimen ini juga dimaksudkan untuk menonjolkan beberapa komponen kunci di dalamnya.4 Contoh 8.1.

Rating Dropuot yang paling sering terjadi adlah pada mahasiswa tahun pertama dan tahun kedua maka dibuatlah kuisioner – kuisioner untuk didistribusikan kepada sebanyak mungkin mahasiswa tahun pertama dan tahun kedua di universitas tersebut. dan 9 diantaranya mahasiswi junior. dan kulit putih. 1959) atas instrument ini telah diuji melalui analisa factor (Faktor analysis). seperti skor – skor ACT. 1969. dan didapatkan bahwa validitas tersebut sudah berada dalam level yang layak (memenuhi syarat). warga Negara AS. Item – item ini kebanyakannya likert like yang didasarkan pada skala dari ―jangkauan sangat kecil‖ hingga ―jangkauan sangat besar‖ ada juga pertanyaan – pertanyaan lain yang diajukan untuk mendapatkan informasi factual. 1971). dan pendidikan orang tua. regresi berganda dan path analysis (helse. Semua informasi yang digunakan dalam analisis ini berasal dari data kuisioner. tidak menikah. Reliabilitas factor – factor juga telah diuji melalui alpha koefisien (coefficeient alpha). Spady. Selama April. Untuk konstruk – konstruk disajikan dalam 25 ukuran yaitu item – item berganda berdasarkan analisis factor untuk membuat indeks – indeks dan 27 ukuran lainnya indicator – indicator item tunggal. 1973). tingkat kelas. 1978. (disini penulis menjelaskan validitas dan reliabilitas. Sampel ini lebih ditekankan pada mereka yang memili kemampuan melebihi rata – rata yang dapat dilihat dari skor – skor yang mereka perolah dalam tes ACT. Dari 169 mahasiswi ini. 202 . dipilih sebagai objek analisis dengan mengecualikan beberapa variabel yang kemungkinan mengacaukan sampel ini (Kerlinger. yang dipilih sebagai sampel. Validitas konkuren dan konvergen (Campbell & Fiske. 71 diantaranya mahasiswi tahun pertama. Data dikumpulkan dengan metode kuisioner yang berisi 116 item. 55 mahasiswi tahun kedua. Dari keseluruhan mahasiswi. 1973) dipilih sebagai tes statistic untuk menganalisis data. sebanyak 169 mahasiswi mengembalikan kuisioner. penulis menyajikan informasi deskriptif tentang sampel penelitian). (disini penulis membahas instrument penelitian). (disini. Maka dari itu. diantaranya berumur 25 tahun. hanya mahasiswa saja yang akan dianalisis dalam penelitian ini. Dalam penelitian. Sebanyak 95 % mahasiswi ini rata – rata berumur 18 hingga 21 tahun. Sejumlah penelitian yang membahas atrisi atau menurunnya jumlah mahasiswa bahwa dropoutnya mahasiswa ini. Kuisioner ini telah dirancang dan diuji pada tiga institusi yang lain sebelum kemudian diterapkan pada institusi ini.Rating dropout pada tahun sebelumnya adalah 25 %. baik laki – laki maupun perempuan ternyata dilatari oleh banyak alasan (Bean. 1979. Kerlinger & Pedhazur.

 Dalam pemilihan acak atau random sampling. varibel – variabel personal. Perhatikanlah beberapa hal berikut ini saat menulis metode eksperimen. penulis menyajikan langkah – langkah analisis data). Meski demikian. paparkanlah secara detail bagaimana anda akan menugaskan secara acak masing – masing individu ke dalam kelomopk – kelompok treatment. Setelah itu. Prosedur ini bisa menghilangkan kemungkinan adanya perbedaan sistematik antara karakteristik – karakteristik dari setiap partisipan yang bisa 203 . sebuah kelas. dan variabel – variabel latar belakang. variabel – variabel lingkungan.Dalam metode kausal…. keinginan untuk keluar dari universitas diregresi pada semua variabel yang mendahuluinya dalam satu rangkaian kausal. Hal ini berarti bahwa dalam lingkup partisipan. masing – masing individu memiliki kemungkinan yang sama untuk dipilih sebagai partisipan penelitian  Langkah ini juga akan memastikan bahwa sampel yang terpilih benar – benar representative dan bisa mewakili suatu populasi (Keppel. dan jumlah partisipan yang terlibat dalam suatu eksperimen.. Partisipan Pembaca perlu mengetahui cara pemilihan (sampling). 1991). partisipan kedua ditugaskan dalam kelompok II. Penugasan (assignment). dalam beberapa penelitian eksperimen. partisipan pertama ditugaskan dalam kelompok I. atau sebuah keluarga) atau sukarelawan..  Deskripsikanlah proses pemilihan (sampling) partisipan. organisasi. jika penelitian anda menggunakan penugasan acaka seperti ini. tidak ditugaskna secara acak (non-randomly assignment). (disini. berarti prosedur yang demikian dikenal sebagai prosedur true-experiment. hanya sampel convenience-lah yang memiliki kemungkinan untuk terpilih sebab peneliti biasanya menggunakan kelompok – kelompok yang sudah terbentuk secara alamiah (seperti. Jika masing – masing partisipan. apakah dilakukan secara acak atau non – acak (dipilih secara kovenien). berarti prosedur yang demikian lebih dikenal sebagai prosedur quasi-eksperimen. dan begitu seterusnya hingga tidak ada bias sistematik dalam penugasan masing – masing partisipan. variabel – variabel intervening yang secara signifikan berhubungan dengan keinginan untuk keluar dari universitas diregresi pada variabel – variabel organisasi.  Jika setiap partisipan ditugaskan secara acak (randomly assignment) ke dalam beberapa kelompok.

Pengukurannya dapat menggunakan skor – skor pre-test. Berdasarkan skor pretest ini. sebagai alternatifnya. 1991). sehingga perbedaan apapun yang muncul dalam hasil penelitian bisa diatribusikan pada treatment eksperimen (Keppel. sedang dan rendah. peneliti dapat menugaskan setiap partisipan ke dalam kelompok tertentu dengan anggota yang juga memiliki skor pre-test yang sama.  Jelaskan pula keunggulan – keunggulan lain penelitian ekperimen yang secara sistematik dapat mengontrol variabel – variabel yang bisa mempengaruhi hasil penelitian. Salah satu pendekatannya adalah dengan memasangkan partisipan berdasarkan sifat atau karakteristik tertentu. Skro pre-test bisa dibagi menjadi skor tinggi.mempengaruhi hasil penelitian. individu – individu bisa dipasangkan satu sama lain berdasarkan level kemampuan atau variabel demografi. kemudian memilih seorang partisipan dari masing – masing pasangan ini untuk ditugaskan dalam suatu kelompok. 204 .

kemudian menganalisis pengaruh dari masing – masing subkelompok ini terhadap hasil penelitian (Creswell. atau mem-block beberapa partisipan dalam subkelompok atau kategori tertentu. 1990) serta rentan menimbulkan adanya kelompok yang tidak bisa dibandingkan. _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ Siapa saja partisipan yang terlibat dalam penelitian? Populasi seperti apa yang akan dijadikan landasan untuk menggeneralisasi semua partisipan? Bagaimana partisipan – partisipan ini dipilih? Apakah dengan menggunakan pemilihan acak (random sampling)? Bagaimana partisipan – partisipan ini akan ditugaskan secara acak (randomly assignment)? Apakah mereka akan dipasangkan? Bagaimana caranya? Ada berapa banyak partisipan dalam kelompok eksperimen dan kelompok control? Apakah variabel (variabel) bebas (seperti. Prosedur lain untuk mengontrol proses eksperimen adalah dengan menggunakan covarian (seperti. skor – skro pres-tes) sebagai variabel moderating dan mengontrol pengaruh dari skor – skor ini secara statistic.4. variabel outcome) dalam penelitian tersebut? Bagaimana cara mengukurnya? Apakah variabel tersebut akan diukur sebelum atau sesudah eksperimen? Seperti apa treatmen nya? Bagaimana langkah operasionalnya? Apakah variabel – variabel akan dicovarian? Bagaimana cara pengukurannya? Metode/rancangan penelitian eksperimen seperti apakah yang akan digunakan? Bagiamana model visual untuk rancangan ini? Instrumen apa saja yang akan digunakan untukm mengukur hasil penelitian? Mengapa instrument tersebut dipilih? Siapa saja yang membuatnya? Apakah instrument tersebut sudah valid dan reliable? Apakah peneliti sudah memiliki izin unutk menggunakannya?? Bagaimana langkah – langkah dalam prosedur penelitian ini (apakh dengan menugaskan secara acak para partisipan ke dalam beberapa kelompok.Tabel 8. memilih sampel – sampel yang homogen. atau dengan mengumpulkan infromasi demografis. 1991). misalnya jika ada partisipan yang tidak mau ditreatment (Rosenthal & Roshnow. treatment. 2008)  Tunjukkan kepada pembaca jumlah partisipan dalam setiap kelompok dan jelaskan prosedur – prosedur sistematik dalam menentukan besaran setiap kelompok. ataukah dengan menggunakan pre-test. atau post-test? Ancaman – ancaman seperti apakah yang paling berpotensi mengurangi validitas internal dan eksternal dalam penelitian ini? Bagaimana ancaman – ancaman ini akan dibahas? Apakah instrument penelitian sudah diuji lapangan terlebih dahulu?? Statistic seperti apakah yang akan digunakan untuk menganalisis data (apakah secara deskriptif atau inferensial? Bagaimanahasil penelitian akan diinterpretasi? Seorang peneliti bisa saja memutuskan untuk tidak melakukan pemasangan seperti diatas sebab hal ini bisa menyedot banyak biaya maupun waktu (Salkind. : Checklist pertanyaan – partanyaan untuk merancang prosedur penelitian eksperimen. Untuk 205 .

seperti demografi (gender atau usia).penelitian eksperimen. alpha = . 1. sikap atau karakteristik pribadi pada partisipan). Satu atau beberapa harus meminta treatment dari peneliti. 1990). 3. Lipsey.  Susunlah nilai – nilai untuk tiga factor ini (seperti. Dalam hal ini. bagian metode penelitian dalam proposal eksperimen harus memerinci dan menunjukkan secara jelas semua variabel bebas ini. sebenarnya. Variabel – variabel bebas yang lain bisa saja menjadi measured variabel yang didalamnya tidak ada manipuasi yang dilakukan (seperti. penelitian seyogianya menggunakan analisis kekuatan (power analysis) (lipsey. dan besaran efek = . Pertimbangan level signifikasi statistic untuk eksperimen ini (alpha) 2. Kalkulasinya harus melibatkan beberapa hal berikut. rencanakanlah sebuah eksperimentasi supaya besaran setiap kelompok yang ditretment memberikan sensitivitas yang paling tinggi : bahwa pengaruh yang diinginkan terhadap outcome penelitian bisa tercapai dalam manipulasi eksperimental ini.80.50) dan perlihatkanlah dalam sebuah tabel besaran. Satu variabel harus menjadi treatment variabel. 1977. Jumlah kekuatan yang diinginkan – biasanya disajikan dalam bentuk kuat (high). outcome) yang anda gunakan dalam penelitian eksperimen. kekuatan = . lemah (low) – dalam pengujian statistic terhadap hipotesis nol ketika hipotesis ini. 1990) untuk mengidentifikasi besaran sampel yang sesuai untuk kelompok – kelompok tersebut. perbedaan – perbedaan yang diinginkan dalam jumlah rata – rata antara kelompok control dan kelompok eksperimen yang dinyatakan dalam unit – unit deviasi standar.05. Variabel – Variabel Dalam penelitian eksperimen. variabel – variabel harus dirinci agar pembaca bisa melihat dengan jelas kelompok – kelompok apa yang akan dieksperimentasi dan outcome – outcome apa saja yang ingin diukur. Intinya. gagal. Berikut ini adalah beberapa saran bagaimana mengembangkan gagasan terkati dengan variabel – variabel dalam proposal penelitian:  Tunjukkanlah secara jelas variabel – variabel bebas yang anda gunakan dalam penelitian tersebut (ingat kembali pembahasan mengenai variabel dalam bab 3). Variabel terikat merupakan variabel respons atau 206 . besaran yang dibutuhkan untuk setiap kelompok ini (lihat Cohen. Variabel – variabel bebas lain bisa menjadi variabel control atau dapat dikontrol secara statistic. Besaran efek.  Tunjukan pula variabel (variabel) terikat (misalnya. sedang (medium).

variabel criteria yang diasumsikan mendapat pengaruh dari variabel bebas. peneliti perlu membahas instrument – instrument ini. atau kegiatan – kegiatan tertentu yang diberikan pada kelompok eksperimental). jika dibutuhkan. dan isntruksi tertulis khusus unutk membantu siswa dalam kelompok eksperimen ini. khususnya pada tahap pres-test atau post-test (atau keduanya). item – itemnya. dan kemudahan perubahan. misalnya berpartisipasi dalam rencana pembelajaran berbasis IT yang disampaikan seorang guru di ruang kelas. seorang partisipan memberikan respon yang tepat ketika ditreatmen dalam rancangan eksperimen single-subjet). dan laporan reliabilitas dan validitas skornya. individu – individu yang mengembangkannya. Tes lapangan atas materi – materi semacam ini harus dijelaskan. materi – materi yang akan digunakan selama proses eksperimentasinya (seperti. instrument – instrument ini diselesaikan sebelum eksperimen tersebut dilakukan atau bahkan di akhir eksperimen). Bahkan.  Jelaskan secara menyeluruh materi – materi yang akan dimanfaatkan selama proses eksperimentasi. dalam proposal penelitian. peneliti juga perlu menjelaskan training – training lain yang mungkin dibutuhkan untuk mengelola materi – materi tersebut. Tujuan tes lapangan ini adalah untuk memastikan bahwa materi – materi penelitian bisa dikelola dengan baik tanpa varibilitas dalam kelompok eksperimen. skala – skalanya. mata pelajaran. belajar mata pelajaran dengan computer. penelitia biasanya melakukan observasi dan pengukuran dengan menggunakan instrument – instrument yang tersedia. Tunjukkan pula validitas dan reliabiitas skor atas instrument tersebut. yaitu : arah perubahan. Peneliti juga perlu melaporkan.  Deskripsikan pula instrument – instrument yang di isi / diselesaikan partisipan (biasanya. dan izin – izin untuk menggunakannya. Rosenthal dan Rosnow (1991) menyajikan tiga ukuran outcome prototipik dalam variabel terikat. Satu kelompok. cara perancangannya. program – program. Nah. kuantitas perubahan. Instrumentasi dan Materi Selama penelitian eksperimen. yang diperoleh dari partisipan (misalnya. Rencana ini dapat meliputi handout. 207 .

peneliti membandingkan dua atau lebih kelompok (Keppel. Misalnya.  Tunjukkan pula apa yang ingin dikomparasikan. Dalam rancangan pre experimental.  Tunjukanlah jenis rancangan eksperimentasi yang akan anda gunakan dalam penelitian. namun tidak secara acak memasukkan (no random assignment) para partisipan ke dalam dua kelompok tersebut (misalnya. peneliti menggunakan kelompok control dan kelompok eksperimen. yang dikenal dengan rancangan kelompok dari dalam (within group design). kuasi eksperimen (quasi experiment) dan rancangan subjek tunggal (single subject design). sejenis varian dalam within 208 . peneliti mulai memasukkan secara acak para partisipan dalam kelompok – kelompok yang akan diproses. Jenis – jenis rancangan eksperimentasi bisa meliputi rancangan pra-eksperimen (preexperimental design). 1991). mereka bisa saja berada dalam satu kelompok utuh yang tidak dapat dibagi – bagi lagi) dalam true experiment. tidak ada kelompok control untuk diperbandingkan dengan kelompok eksperimen. alasan – alasan digunakannya rancangan tersebut. peneliti juga perlu menjelaskan dalam proposalnya prosedur – prosedur khusus yang digunakan selama proses eksperimentasi. peneliti mengatai satu kelompok utama dan melakukan intervensi di dalamnya sepanjang penelitian. rancangan factorial (factorial design) salah satu varian dalam between subject design mengharuskan peneliti untuk menggunakan dua atau lebih variabel treatment untuk menguji pengaruh – pengaruh simultan variabel – variabel ini terhadap hasil penelitian (Vogt. Misalnyal. 1991. Dalam penelitian eksperimen lain. Penjelasan ini bisa meliputi pembahasan mengenai jenis rancangan eksperimentasi. Rancangan penelitian ini mengeksplorasi pengaruh – pengaruh setiap treatment secara terpisah dan juga pengaruh – pengaruh variabel yang digunakan di dalamnya sehingga peneliti dapat memperoleh pandangan yang multidimensional dan lebih kaya (Keppel. peneliti menguji hanya satu kelompok treatment saja. Rosenthal & Rosnow. Dalam kebanyakan penelitian eksperimen. dalam rancangan ukuran terulang (repeated measure design). 1999). Dalam quasiexperiment. yang salah satunya dikenal dengan rancangan subjek – antara (between subject design). 1991). eksperimentasi yang sebenarnya (true experiment). dan model visual untuk membantu pembaca memahami prosedur – prosedurnya. Adapun rancangan single-subject atau yang dikenal dengan rancangan N of 1.Prosedur – Prosedur Eksperimentasi Selain instrument dari materi penelitian. Mengharuskan peneliti untuk mengobeservasi perilaku satu individu utama (atau sejumlah kecil individu) sepanjang penelitian. Dalam rancangan ini.

2.group desing. atau justru ada intervensi peneliti didalamnya. Untuk itu. Tidak adanya garis antara kelompok – kelompok menunjukkan bahwa individu – individu di dalamnnya ditempatkan secara acak (random assignment) ke dalam kelompok – kelompok yang akan di treatment (treatment groups). Pemisahan lajur – lajur yang sejajar oleh garis horizontal merepresentasikan bahwa kelompok – kelompok yang diperbandingkan tidak ditempatkan secara acak (no random assignment). dan single subject. quasi experimental. yang didalamnya peneliti menyajikan dan memberikan treatment terhadap individu tersebut pada waktu yang berbeda – beda. X dan O yang berada dalam satu lajur mempresentasikan kelompok (X) dan observasi (O) yang di aplikasikan dalam lajur yang sama. O mempresentasikan proses observasi atau pengukuran dengan instrument penelitian 3. Setelah berhasil diidentifikasi. bersifat simultan. Simbol R merepresentasikan penempatan acak (random assignment). gunakanlah system notasi klasik yang pernah disampaikan oleh Campbell dan Stanley (1963 : 6). true experimental. peneliti harus mengidentifikasi beberapa hal yang berpotensi mengancam validitas dan eksperimentasinya. atau disejajarkan secara vertical.  Sajikanlah diagram atau gambar yang dapat menghasilkan rancangan penelitian yang anda gunakan. 1. untuk mengetahui dampaknya. 4. efek – efek dari variabel tersebut. para partisipan dikelompokkan dalam treatmen yang berbeda – beda pada waktu yang berbeda – beda pula selama penelitian. X merepresentasikan satu kelompok dalam peristiwa atau variabel eksperimental tertentu. Praktik lain dari within group design adalah meneliti perilaku seorang individu sepanjang waktu. Ancaman – Ancaman terhadap Validitas Ada sejumlah ancaman terhadap validias yang sering kali membuat orang mempertanyakan hasil / outcome yang disimpulkan oleh peneliti : apakah hasil tersebut dipengaruhi oleh factor – factor utama. peneliti harus merancang dan mengantisipasi sedemikian rupa agar ancaman – ancaman ini tidak lagi muncul atau 209 . System notasi standar juga perlu diterapkan dalam gambar/diagram ini. Rekomendasi saya. Simbol matra dari kiri ke kanan merepresentasikan pelaksanaan prosedur – prosedur treatment secara temporal (terkadang disimbolkan dengan anak panah) 5. Contoh – contoh berikut ini mengilustrasikan bagaimana notasi di atas digunakan untuk mengindentifikasi rancangan pre experimental. 6.

mendeskripsikan setiap ancaman.setidaknya dapat diminimaliasasi. demoralisasi imbang.O 210 .. seleksi. pengujian / testing dan instrumentasi). Kelompok A O1 -------------------X-----------------. Ada ancaman – ancaman yang melibatkan para partisipan (seperti sejarah.5 menyajikan beberapa ancaman ini. ancaman – ancaman yang berhubungan dengan treatment eksperimental (seperti difusi.O2 Perbandingan Kelompok Statis atau Rancangan Pos – Tes terhadap Kelompok – Kelompok Non – Ekuivalen (Statistic Group Compariosn or Post – Test – Only with Nonequivalent Groups) Setelah melakukan treatment pada satu kelompok eksperimental (A). Kelompok A X ---------------------. Ada dua jenis ancaman terhadap validitas : ancaman dalam (internal threats) dan ancaman luar (external threats). atau pengalaman – pengalaman dari para partisipan yang mengancam kemampuan peneliti untuk menarik kesimpulan – kesimpulan yang tepat dari data penelitian. dan memberikan saran – saran kepada peneliti agar ancaman – ancaman tersebut tidak lagi dating. dan mortalitas). lalu melakukan Post – test pada kelompok eksperimental A (kelompok yang sudah di treatment tadi) dan kelompok perbandingan B yang sudah dipilih sebelumnya. Contoh 8.2 Rancangan Pre. dan ancaman – ancaman yang berhubungan dengan prosedur – prosedur eksperimentasi (seperti.O Rancangan Pra – Tes Pos – Tes pada Satu Kelompok (One – Group Pre – Test Post – Test Design) Rancangan berikut ini mencakup satu kelompok yang diobservasi pada tahap pre – test yang kemudian dilanjutkan dengan treatment dan psot – test.Experimental Studi Kasus Dengan Satu – Bidikan (One – Shot Case Study) Rancangan Berikut Ini Melibatkan Satu Kelompok (X) Dalam Treatment Tertentu Yang Kemudian Dilanjutkan Dengan Observasi/Pengukuran (O) Kelompok A X ---------------------. peneliti memilih satu kelompok perbandingan (B). treatment – treatment. Ancaman Validitas Internal dapat berupa prosedur – prosedur eksperimentasi. Tabel 8. dan rivalitas imbangan). maturasi.

Hanya kelompok eksperimen (A) saja yang di treatment.O Contoh 8. Kelompok A O ------------X---------. Hanya saja. sama – sama dilakukan pre – test dan post – test. kelompok eksperimen (A) dan kelompok control (B) diseleksi tanpa prosedur penempatan acak (without random assignment) pada dua kelompok tersebut. dalam rancangan ini peneliti melakukan treatment yang sedikit berbeda (dengan rancangan sebelumnya) terhadap kelompok perbandingan non ekuvalen.----------------------------------------------Kelompok A X ---------------------. peneliti melakukan pengukuran pada satu kelompok. Berikut ilustrasinya : Kelompok A X1 ---------------------.O Rancangan Serangakain waktu yang diputus oleh satu kelompok (Single – Group Interupted Time-Series Design) Dalam rancangan ini.O -----------------------------------------------Kelompok B X2 ---------------------. Kelompok A O—O—O—O—X—O—O—O—O Rancangan serangkaian waktu yang diputus oleh kelompok control (control – group Interrupted Time – Series Design) 211 .O Rancangan Alternatif Pos – tes Treatment dengan kelompok – kelompok Non – Ekuivalen (Alaternative Treatment Post – Test Only with Nonequipalent Groups Design) Rancangan ini menerapkan prosedur yang sama dengan rancangan Static Group Comparison sebelumnya.O -----------------------------------------------Kelompok B O -----------------------.3 Rancangan Quasi – experimental Rancangan Kelompok – control (Pra Tes dan Pos – Tes) Nonekuivalen (nonequivalent (Pre – test and Post – test)Control – Group Design) Dalam rancangan ini. baik sebelum maupaun sesudah treatment.

Kelompok A R ----------------------X--------------O Kelompok B R --------------------------------------O Rancangan Solomon Empat – Kelompok (Solomon Four – Group Design) Rancangan ini merupakan salah satu bentuk rancangan faktorial 2 X 2 yang menerapkan prosedur random assignment (R) pada para partisipan untuk dikategoriasasi ke dalam empat 212 . dari dua kelompok tersebut. Dalam rancangan ini. Penelitia sama –sama melakukan post – test pada kedua kelompok tersebut. hanya satu kelompok saja yang di treatment. Meski demikian. Kelompok A O—O—O—O—X—O—O—O—O ----------------------------------------------------------------Kelompok B O—O—O—O—O—O—O—O—O Contoh 8.Rancangan ini merupakan modifikasi dari rancangan single – group sebelumnya. Peneliti menerapkan pre –test dan pos – test pada dua kelompok ini. Yang di treatment hanya kelompok eksperimen (A) saja. dua kelompok partisipan (A dan B). diobeservasi sepanjang waktu. Para partisipan dikategorisasikan atau ditempatkan secara acak (random assignment) dalam dua kelompok. Meski demikian. yaitu kelompok A. dan hanya kelompok eksperimen (A) saja yang di treatment. yang dipilih tanpa random assignment. Kelompok A R -----------O-----------X--------------O ----------------------------------------------------------------Kelompok B R -----------O---------------------------O Rancangan Post – Test pada kelompok control (post – test – only control group design) Rancangan post test ini merupakan salah satu rancangan eksperimen yang paling popular dan diterapkan karena pre-test memberikan efek – efek yang kurang diharapkan.4 Rancangan True Experimental Rancangan Pra – Tes Pos – Tes pada kelompok control (Pre – Test Pos – Test Control Group Design) Rancangan ini merupakan rancangan klasik dan tradisional yang menerapkan prosedur random assignment (R) pada para partisipan untuk ditempatkan ke dalam dua kelompok (A) dan (B).

Perilaku dasar ini kemudian dinilai. sebelum pada akhirnya treatment tersebut dihentikan di tahap akhir penelitia. Kelompok A R -----------O-----------X-------------. Ancaman – ancaman validitas eksternal ini muncul.B. dan D). peneliti harus melakukan post – test untuk semua kelompok tersebut tanpa terkecuali. Target perilaku dari individu tersebut dibangun sepanjang waktu untuk kemudian dicari perilaku utama yang menjadi garis dasar (baseline) untuk diteliti. bahkan masa depan. atau kondisi – kondisi masa lalu.6. ancaman – ancaman ini biasanya berasal dari karakteristik – karakteristik individu yang dipilih sebagai sampel. ketika peneliti menarik kesimpulan – kesimpulan yang seharusnya berasal dari data sampel. Baseline A Treatment B Baseline A O—O—O—O—O—X—X—X—X—X— O—O—O—O—O—O Ancaman – ancaman terhadap valitidas eksternal juga harus di indentifikasi dan dirancang sedemikian rupa agar ancaman – ancaman tersebut dapat direduksi sedikit mungkin.O Contoh 8.O Kelompok B R -----------O--------------------------. hanya saja.C. dan timming eksperimentasi. di treatment.O Kelompok D R ----------------------------------------. Sebagaimana yang ditunjukkan dalam tabel 8.5 Rancangan Single – Subejct Rancangan Subejk – Tunggal A-B-A (A-B-A Single – Subejct Design) Rancangan ini menerapkan observasi terus menerus pada satu individu utama. Misalnya.kelompok (A. Peneliti bisa memberikan pre-test dan treatment secara variatif pada masing – masing kelompok. keunikan – keunikan setting. setting – setting lain. misalnya. namun ia justru menariknya dari orang – orang lain.O Kelompok C R ---------------------------X-----------. ancaman – ancaman ini muncul ketika peneliti melakukan generalisasi 213 .

Maturasi Selama peneiitian. memengaruhi outcome peneiitian. ada banyak peristiwa bermunculan yang sering kali memengaruhi outcome yang tidak diharapkan. mereka sangat rnung-kin berubah selama peneiitian. Peneliti dapat memilih para partisipan secara acak sehingga karakteristikkarakteristik mereka memiliki kemungkinan yang sama untuk didistri-busikan menjadi kelompok-kelompok eksperimen. sedangkan sama pada dua kelom-pok tersebut se/ama kelompok kontrol tidak diberikan penelitian. karena mereka lebih cerdas). yang tetap meneruskan. misalnya dengan karena yang 6\-treatment hanyalah memberikan treatment pada kelompok Kelompok eksperimen saja kontrol setelah penelitian usai atau (misalnya. skor-skor uniuk di-toliti. kelompok eksperimen dengan memoerikan jenis treatment yang diberikan terapi. Tentu saja. guna memperoleh outcome peneiitian. umur yang sama). 214 . para parti-sipan Peneliti dapat memilih para partisipan bisa saja berubah dan menginjak yang sudah dewasa dengan rating yang dewasa (mature) sehingga dapat sama (seperti. Tindakan-Tindakan Responsif Peneliti dapatmemintatelonrF pok kontrol dan kelompok eksperimen untuk merasakan peristiwa-peristiwa yang sama. Para partisipan sering kali dipilih hanya karena mereka memiliki karakteristik-karakteristik yang dianggap dapat memengaruhi hasilhasil tertentu (misalnya. penelitian. sewaktuwaktu. Difusi treatmenta Demoralisasi Keuntungan diadakannya pe. Regresi Seleksi Mcrtalitas Para partisipan bisa saja mun-dur Peneliti dapat merekrut se-banyak dari peneiitian disebabkan banyak mungkin partisipan peneiitian untuk alasan.Tabel 8. Para partisipan dalam kelom-pok Peneliti harus menjaga keter-pisahan kontrol dan eksperimen saling antara dua kelompok ini selarna berkomunikasi satu sama Iain. Tidak heran jika skor-skor yang tinggi ini.Peneliti dapat memberikan keuntungan imbang-an nelitian bisa saja tidak setara pada dua kelompok ini. bisa merosot menjadi ratarata. komu-nikasi ini bisa saja memengaruhi skor akhir kedua kelompok tersebut.5 Ancaman-ancaman terhadap Validitas Internal Jenis Ancaman Sejarah Deskripsi Ancaman Seiring berjalannya waktu selama peneiitian.mereka yang mundur dengan mereka individu ini. Ironisnya. Para partisipan yang memiliki skor Peneliti dapat memilih para partisipan yang tinggi dipilih sebagai objek yang tidak memiliki skor-skor yang tinggi peneiitian. Tidak heran jika peneliti mengantisi-pasi para partisipan yang sering kali ke-bingungan untuk mun-dur atau untuk membanding-kan mengetahui outcome atas individu.

Instrumen ralisasi melampaui kelompok-kelompok yang dieksperimentasi. Selain ancaman terhadap kesimpulan statistik. dapatkan treatment sama sekali.apa-apa). Jelaskan bagaimana Anda akan menjabarkan ancaman-ancaman ini dalam proposal eksperimen Anda. disebabkan kekuatan statisik yang lemah atau pe-langgaran terhadap asumsi-asumsi statistik yang sebenarnya. respons tersebut jika ada pengujian selanjutnya. ada pula ancaman terhadap validitas konstruk.6.kelompok kontrol. atau situasi-situasi lain. Definisikanlah jenis ancaman dan isu-isu apa yang sering dimunculkan oleh ancaman itu. memengaruhi skor-skor penelitian. Langkah-langkah untuk menyiasati isu-isu ini juga disajikan dalam Tabel 8. Ancaman ini muncul ketika peneliti menyajikan definisi-definisi dan ukuran-ukuran yang tidak tepat pada variabel-variabel penelitian.antara dua kelompok ini.Peneliti dapat menggunakan instrumen test dan post-test tidak jarang yang sama untuk pre-test dan post-test. Anda bisa membuat bagian terpisah khusus untuk membahas ancaman ini. Berikut ini adalah tips-tips penelitian praktis untuk menjabar-kan isu-isu validitas tersebut dalam proposal penelitian:     Identifikasilah ancaman-ancaman potensial terhadap validitas yang mungkin muncul. setting-setting lain. seperti kelompok-kelompok sosial atau ras lain. Ancaman-ancaman lain yang juga perlu diperhatikan adalah ancaman-ancaman terhadap validitas kesimpulan statistik yang muncul ketika peneliti menarik kesimpulan yang tidak tepat dari data penelitian.instrumen-instrumen yang berbeda canakan manipulasi atas res-pons. Perubahan instrumen dalam pre. Rivalitas imbangan Para partisipan dalam kelompok Peneliti dapat mencari lang-kah-langkah kontrol merasa bahwa mereka strategis guna menciptakan kesetaraan didevaluasi karena di. misalnya perbandingkan dengan kelompok dengan cara me-ngurangi ekspektasi eksperimen dan tidak men. Pengujian (testing) . yang tidak termasuk objek eksperimentasi. Para partisipan sudah terbiasa Peneliti harus memiliki teng-gang waktu dengan hasil akhir pengujian yang lebih lama dalam menyebarkan sehingga mereka bisa meren. Kutiplah referensi dari beberapa buku yang membahas mengenai ancaman terhadap 215 .kepada para partisipan.

6 Ancaman-ancaman terhadap Validitas Eksternal Jenis Ancaman Antara pemilihan dan treatment Deskrlpsi Ancaman Karena sempitnya karakteris-tikkarakteristik yang ditetap-kan dalam memilih para parti-sipan. Tabel 8. peneliti sering kali tidak mampu menggenaralisasi siapa saja yang rhemiliki dan tidak memiliki karakteristik khusus untuk menjadi parti-sipan penelitian. Tempatkan para partisipan secara berpasangan berdasarkan skor-skor dalam ukuran mereka sebagaimana yang telah diidentifikasi pada langkah 1 3. Deskripsi ini akan membantu pembaca untuk memahami rancangan. Tempatkan secara acak satu anggota dari setiap pasangan ini dalam kelompok eksperimen dan anggota lain dalam kelompok kontrol 216 .Peneliti perlu melakukan penelitian sejarah dan waktu. peneliti harus mendeskripsikan secara detail prosedurprosedur dalam melakukan eksperimentasi. Antara Karena ditetapkan karakteristik. Borg dan Gall (1989: 679) meringkas enam langkah yang biasanya digunakan dalam prosedur rancangan pre-test post-test control group dengan menjodohkan para partisipasi dalam kelompok kontrol : 1. Buatlah ukuran-ukuran variabel terikat atau variabel yang sangat berkorelasi dengan variabel terikat untuk setiap partisipan penelitian 2. Misalnya.Peneliti perlu melakukan penelitian setting dan karakteristik khusus dalam memilih tambahan dalam setting yang baru untuk treatment setting. dan Tuckman (1999). & Campbell (2001). Sumber : diadaptasi dari Creswell (2008) Jelaskan pendekatan langkah demi langkah dalam prosedur eksperimentasi tersebut. peneliti sering kali tak menge-tahui apakah hasil yang mun-cul mampu menggeneralisasi individu. Tindakan-Tindakan Responsif Peneliti perlu membatasi tuntutantuntutan atau klaim-klaimnya mengenai karakteristik partisipan yang sering kali membuat peneliti tidak mampu menggeneralisasi hasil penelitian. Shadish. seperti Cook dan Campbell (1979). Peneliti me-laksanakan penelitian tambahan pada kelompok-kelom-pok/para partisipan yang memiliki karakteristik yang berbeda. dan jangka waktu yang ditetapkan. Reichardt dan Mark (1998).sama dengan yang diper-oiehnya dalam individu pada setting-setting yang setting se-belumnya.validitas ini. Prosedur Dalam proposal penelitian. hasil-hasil pada penelitian terdahulu. Cook. berbeda. treatment. peneliti sering kali tidak ulang pada waktu-waktu yang akan treatment mampu menggeneralisasi hasil datang untuk mengetahui apakah hasilpenelitian untuk situasi masa lalu hasil yang diperolehnya sama dengan dan masa depan. Creswell (2008). observasi. Antara Karena hasil ekspenmentasi terikat.

Lakukan treatment eksperimen pada kelompok eksperimen dan berikan treatment alternatif (atau bahkan tanpa treatment) pada kelompok kontrol 5.5 sebelumnya. standard deviation (deviasi standar) dan range (jangkauan). Kadang-kadang. lalu masing-masing data ini dihubungkan dengan garis-garis (misalnya. peneliti sebaiknya menggunakan tes statistik nonparameter (parametric statical test) untuk menguji hipotesis penelitian. digunakan untuk membandingkan rata-rata beseline dengan tahap-athap treatment . Setiap data diformulasikan secara terpisah dalam grafik tersebut. atau multivariate analysis of variace (MANOVA) – multiple dependent measure).penj). sedangkan untuk unit waktu gunakanlah grafik abscissa( poros horizontal) dan grafik ordinate (poros Vertikal) untuk unit target perilaku dalam observasi treatment.) dalam rancangan faktorial (factorial design).  Laporkan statistik-statistik deskriptif yang telah diukur dan diobservasi pada pre-test dan post-test sebelumnya. ketika data dalam pre-test dan posttest menunjukan deviasi pemarkaan (marked deviation) dari distribusi normal. 1995). Akan tetapi. Dalam rancangan eksperiman (eksperimental design).  Jelaskan tes statistik inferensial (inferensial statistic test) yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. penelitian menerapkan t-test atau univariate analysis of variance (ANOVA). gunakanlah grafik garisgsris untuk beseline. 217 .3 sebelunya. (mengenai ilustrasinya dapat dilihat dalam contoh 8. Buatlah ukuran-ukuran variabel terikat untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol ini 6. lihat Neuman & McCormick. seperti t test.  Untuk rancangan subjek-tunggal (single-subject design). Statistik-statistik ini haruslah berupa means (rata-rata). (sebagaimana jenis tes ini telah ditunjukan dalam tabel 8. tes-tes signifikansi statistik.4. analysis of covariance (ANCOVA). Bandingkan performa kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pada akhir tes (post-tes) dengan menggunakan tes-tes signifikansi statistik Analsis Data Jelaskan kepada pembaca jenis-jenis analisis statistik yang akan anda gunakan selama penelitian. yang menerapkan informasi kategoris untuk variabel bebasdan informasi berkelanjutan untuk variabel terikat. peneliti menggunakan pengaruh timbal-balik dan efek-efek utama dari ANOVA.

Besaran efek merupakan kekuatan atas hasil kesimpulan tentang perbedaan-perbedaan antarkelompok atau hubungan antarvariabel dalam penelitian kuantitatif. Kalkulasi besaran efek ini bermacammacam. seperti kehadiran ancaman-ancaman terhadap validitas. Beri-kan alasan mengapa hasil penelitian signifikan atau tidak signifikan. peneliti menjelaskan tujuan. jelaskan apakah hipotesis atau rumusan masalah tersebut disetujui (signifikan) atau ditolak (tidak signifikan). Jelaskan pula apakah proses treatment yang diimplementasikan benar-benar mendptakan suatu perbedaanbagi para partisipan yang diteliti. RINGKASAN Bab ini menjelaskan tentang komponen-komponen penting dalam merancang prosedurprosedur metodis penelitian eksperimen dan survei. instrumen-instrumen yang 218 . dan waktu-waktu tertentu. yang sesuai data penelitian dan bisa saja mencerminkan rata-rata populasi yang sebenarnya. teori-teori yang Anda gunakan (Bab 3). tergantung pada tes statistik yang digunakan. Interpretasi Hasil Langkah terakhir dalam penelitian eksperimen adalah mentafsirkan penemuanpenemuan berdasarkan hipotesis atau rumusanmasalah yang sudah dirancang di awal penelitian. berdasarkan literatur-literatur yang telah Anda review (Bab 2). Dalam penelitian survei. atau logika persuasif lain yang dapat menjelaskan hasil tersebut. interval confidence dan besaran efek sebagai indikator-indikator utama atas signnifikansi hasil penelitian. Interval confidence merupakan perkiraan interval atas nilai statistik yang lebih tinggi dan lebih rendah. Pada akhirnya. Anda juga harus menunjukkan dampakdampak dari hasil ini terhadap populasi yang diteliti atau bagi penelitian-peneiitian selanjutnya. Jelaskan adakah hasil penelitian yang muncul disebabkan prosedur-prosedur eksperimental yang tidak tepat. 1989)  Peneliti juga perlu melaporkan hasil-hasil statistik pengujian hipotesis. mengidentifikasi populasi dan sampel. dan jelaskan pula bagaimana Anda menggeneralisasi hasil tersebut pada orang-orang tertentu. setting-setting tertentu.meskipun prosedur-prosedur seperti ini bisa saja melanggar asumsi ukuran-ukuran variabel bebas (Borg&Gall. Dalam laporan interpretasi ini.

dan komunikasi. Penelitian Enns dan Hackett ini mengangkat isu umum tentang kesesuaian minat antara klien dan penasihatnya sepanjang menyangkut dimensi-dimensi dikap femi-nisme. tulisan Enns dan Hackett ini setidaknya sudah berisi elemen-elemen penting bagai-mana menulis bagian metode penelitian eksperimen yang baik. Metode Penelitian Partisipan Partisipan dalam penelitian ini adalah 150 mahasiswi kelas dasar dan kelas atas dalam bidang sosiologi.6 Bagian Metodologi Penelitian Eksperimen Berikut ini. Kecuali pembahasan yang begitu terbatas mengenai analisis dan iriterpretasi data. Penelitian eksperimen juga mencakup jenis-jenis rancangan eksperimen. dan bahwa para partisipan nonfeminis lebih reseptif pada penasihat feminis yang liberal dan non-seksis ketimbang para partisipan feminis. dan single-subject. dan materi-materi yang akan dimanfaatkan selama treatment.digunakan. peneliti mendeskripsikan para partisipan penelitiannya). item-item khusus. Enns dan Hacket berhipotesis bahwa para partisipan (klien) feminis lebih reseptif pada penasihat feminis yang radikal ketimbang para partisipan non-feminis. dan langkahlangkah yang diambil dalam analisis dan interpretasi data. Rancangan dan Manipulasi Eksperimental Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial (factorial design) 3 X 2X2: Kecenderungan Penasihat (humanis-nonseksis. di pesisir barat. atau feminis radikal) X Nilai-nilai (implisitatau eksplisit) X Identifikasi Feminisme Partisipan (feminis atau 219 . di uni-versitas negeri dan perguruan tinggi swasta. true experiment. Dalam penelitian eksperimen. seperti pre-experimental. variabel-variabel — kondisi-kondisi treatment dan variabel-variabel outcome— dan instrumen-instrumen yang digunakan untuk pre-test dan post-test. salah satu contoh tulisan dari penelitian quasi-experimental yang dilakukan Enns dan Hackett (1990). hubungan antarvariabel. (Disini. feminis liberal. Peneliti kemudian membuat sebuah gambar untuk mengilus-trasikan rancangan ini. rumusan masalah. quasi-experimental. peneliti mengidentifikasi partisipan. psikologi. sesuai notasi yang tepat. penelitiContoh 8. Tulisan ini mengilus-trasikan beberapa komponen penting dalam penelitian eksperimen seperti yang sudah dijelaskan sejak awal. Setelah itu.

Sementara ATF dikumpulkan dan dinilai... Berryman Fink dan Verderber melaporkart reliabilitas konsistensi internal . Prosedur Semua tahap eksperimentasi dilakukan secara individual. Karena itulah. Untuk nilai-nilai eksplisit. Sedangkan respons-respons penasihat justru berbeda-beda sesuai pendekatan yang mereka gunakan.. dan kami telah mengatur ATF. dan radikal) dan implikasi-implikasi konselingnya. kami meminta setiap partisipan untuk mengisi formulir data demografis dan 220 . kami memperolehnya dengan cara menggabungkan tiga sifat konseling tadi dengan deskripsi singkat atas rekaman videotape selama 2 menit tentang seorang penasihat yang tengah menjelaskan pendekatan konselingnya kepada seorang klien.. peneliti menjabarkan keseluruhan rancangan penelitian). dua subskala dari Attributions of the Term Feminist Sca/e-nya Berryman-Fink dan Verderber (1935) karni modifikasi dan kami gunakan sebagai instrumen penelitfan. (Disini.nonfeminis). Untuk data penelitian yang kemungkinan tidak mengenai sasaran dalam itemitem tertentu. sudah kami tangani dengan prosedurpairwise deletion. Nilai-nilai implisit kami peroleh dari hasil wawancara pada sampel (klien) saja. nilai penasihat bersifat implisit.89 untuk versi asli dari dua subskala ini.. feminis liberal. Tiga sifat konseling kami tetapkan berdasarkan tiga perbedaan filosofis feminisme (humanjsnonseksis.. peneliti menjelaskan instrumen-instrumeh dan reliabilitas skala-skala untuk variabel terikat). yaitu liberal dan radikal. liberal. menjelaskan tujuan penelitian kami untuk mengetahui respons mereka mengenai konseling. peneliti mendeskripsikan tiga ^variabel yang di-treatment dan dimanipulasi dalam penelitiannya).86 dan . Instrumen Cek manipulasi. Tiga sifat konseling (humanis-nonseksis. tidak pada penasihatnya secara langsung. (Di sini. (D/ sini. kami mengidentifikasi nilainilai tersebut berdasarkan dua orientasi filospfis feminisme. Setelah itu. Kami telah mengundang para partisipan. yaitu Counselor Description Quesiidnnaire (CDQ) dan Personal Description Questionnaire (PDQ). Pernyataanpernyataan klien dan hasil wawancara dengan mereka pada umumnya bersifat konstan (tidak berubah-ubah). Untuk rhengecek persepsi partisipan terhadap manipulasi eksperimeritai dan untuk menilai kesamaan persepsi mereka terhadap tiga penasihat. dan feminis radikal) tergambar dari hasil deskripsi singkat atas rekaman videotape selama 10 menit antara seorang penasihat wanita dan seorang klien wanita.

liberal. 35-36). kami memeriksa nilai rata-rata sampel final dan menga-tegorisasi kembali beberapa partisipan dengan pecahan rata-rata.membaca serangkaian petunjuk untuk menggunakan videotape. Latihan Menulis 1. dan radikal) untiik memastikan hasii cell size yang setara.4 untuk mengetahui apakah semua komponen sudah disertakan secara jelas. peneliti mende'skripsikan pro-sedur-prosedur yang diterapkan dalam penelitian eksparimen). Buatlah desain penelitian berdasarkan prosedur-prosedur penelitian survei. para partisipan kernudian diminta untuk menyelesaikan instrumen variabel terikat (dependent measure). Pada tahap akhir.endehgsirkan videotape yang bernubungan dengan pe-nempatan/periugasah eksperimentalnya {experimental assignment). setelah itu baru mereka mulai diwawancarai (him. Separuh partisipan pertama ditempatkan secara acak (randomly assigned) ke dalam 12 videotape (3 Pendekatan X 2 Nilai X 2 Penasihat). LATIHAN MENULIS Setelah usai. amati kembali Tabel 8. Untuk nilai rata-rata. jika ada) yang berhubungan dengan penelitian eksperi-men. Setelah m. 2. Setelah ucai.1 untuk mengetahui apakah semua komponen sudah disertakan secara jelas dalam desain yang Anda buat. kami memperolehnya dari ATF. Dikutip atas izin penulis memberikan komentar-komentarnya tentang ancaman-ancaman potensial pada validitas internal dan eksternal (dan validitas statistik dan konstruk. dan interpretasi hasil. (D/ sini. yang akhirnya menghasilkan 12 atau 13 per cell. 221 . Sumber : Erns dan Hackett (1990). Nilai rata-rata untuk separuh partisipan pertama kemudian digunakan untuk mengategorisasi separuh kelompok kedua ke dalam feminis dan nonfeminis. amati kembali checklist dalam Tabel 8. dan sisany'a yang lain ditempatkan secara acak {randomly assigned) ke dalam'tiga' kelorhpok orientasi feminis (humanis-nonseksis. Buatlah desain penelitian berdasarkan prosedur-pro-sedur penelitian eksperimen. analisis statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis atau rumusan masalah. © 1990 oleh American Psychological Association.

Edisi ketiga. logika sampling. quasi experimental. CA: Sage. Bab ini menyajikan ringkasan yang menarik tentang jenis-jenis rancangan eksperimen." dalam N. Gage (Ed. Earl Babbie membahas secara detail aspek-aspek penelitian survei. CA: Sage. The Survey Kit. CA: Wadsworth. J. & Stanley.C. (1963).).BACAAN TAMBAHAN Babbie.J. Dalam pendahuluan volume tersebut. Dia membahas konseptualisasi instrumen survei dan skala-skalanya. 1-76) Salah satu bab dalam Handbook ini membahas penelitian ekspe-rimen. Buku ini sangat detail. Apalagi di dalamnya juga disajikan banyak contoh dan ilustrasi yang bagus. Pembahasan dalam buku ini pada umumnya cocok untuk para peneliti survei pemula. sangat cocok bagi mahasiswa yang sudah berada di level intermediate atau advance dalam mempelajari penelitian survei. dan rancangan correlational dan ex post facto. Survey Research Methods. Ringkasan detail buku-buku tersebut disajikan dalam volume pertama. ancaman-ancaman terhadap validitas. Campbell. dan bagaimana mengukur validitas dan relia-bilitas. Chicago: Rand-McNally. Campbell dan Stanley merancang sistem notasi untuk penelitian eksperimen yang hingga saat ini masih digunakan. F. Bab ini cocok bagi mahasiswa yang baru belajar penelitian eksperimen. (2002). Edisi kedua. 222 . "Experimental and Quasi-Experimental Designs for Research. membuatnya lebih menarik untuk dipelajari. A. Handbook of Research on Teaching. "The Survey Kit" disusun daribeberapa buku dan dieditori oleh Arlene Fink. dan contoh-contoh untuk masingmasing rancangan. true experiment. Selain itu. (Edisi kedua. Dia juga menyajikan gagasan yang amat penting terkait dengan bagai-mana mengatur kuesioner dan memproses hasil akhir. bagaimana melaksanakan survei. Dia menyajikan jenis-jenis rancangan penelitian survei. Fink. Mereka juga mengajukan jenis-jenis rancangan eksperimen. Belmont. (2002). yang meliputi antara lain: bagai-mana mengajukan pertanyaan. informatif. L. (1990). bagaimana melibatkan diri dalam wawancaran telepon. E. dan prosedur-prosedur statis-tik. dan teknis.T. D. jenis-jenis rancangan preexnerimental. bagaimana melakukan sampling. Survey Research Methods. (him. Fowler. Fink mem-bahas aspek-aspek penelitian survei. dimulai dari faktorfaktor yang membahayakan validitas internal dan eksternal. Thousand Oaks. Thousand Oaks. disertakan pula pembahasan tentang analisis data dengan fokus pada bagaimana membuat dan memahami tabel-tabel dan menulis laporan survei.

misalnya. (Ed. (1990). Selain itu. Susan Neuman dan Sandra McCormick mengeditori sebuah buku panduan praktis yang membahas ten tang rancangan penelitian single-subject. Newbury Park. Meskipun aplikasi dari rancangan single-subject yang dijeiaskan dalam buku ini secara khusus diorientasikan untuk bidang kesusastraan. Englewood Cliffs.Floyd Fowler menyajikan tulisan menarik tentang keputusan-keputusan yang harus diambil dalam melaksanakan proyek penelitian survei. G. mengumpulkan data. Secara kese-luruhan. dan menghadapi masalah-masalah etis dalam penelitian survei. Upsey. mengurangi rating nonrespons. menerapkan teknik-teknik wawancara yang menarik. S. yang ingin memahami rancangan dan anaiisis statistik eksperimentasi. Newark. Design and Analysis: A Researcher's Handbook. Dia menjelaskan tentang bagaimana menerapkan prosedur sampling alternatif.W. Keppel. Salah satu bab. Design Sensitivity: Statistical Power for Experimental Research.B. CA: Sage. seperti reversal design dan Tiniltipe-baseline design. 223 . (1995). & McCormick.. mereka juga menyajikan prosedur-prosedur statistik yang bisa diterapkan dalam analisis data single-subject. M. Buku ini mengeksplorasi kekuatan statistik dan menyertakan sebuah tabel untuk membantu para peneliti menentukanbesaran (size) yang sesuai untuk kelompok-kelompok yang diteliti. Edisi ketiga. Neuman. (1991). Mark Iipsey menulis sebuah buku yang membahas rancangan-rancangan eksperimental dan kekuatan statistik dari rancangan-rancangan tersebut. Geoffrey Keppel menjelaskan penelitian eksperimen secara detail dan menyeluruh. NJ: Prentice-Hall. merancang pertanyaan yang baik. DE: International Reading Association. mulai dari prinsip-prinsip rancangan eksperimen hingga anaiisis statistik terhadap data-data eksperimen. Single-Subject Experimental Research: Applications for Literacy. S. Mereka juga menyajikan banyak contoh jenis-jenis rancangan yang lain. mengilustrasikan bagaimana menampilkan data dengan grafik garis-garis. Anda sebenarnya juga bisa menerapkan rancangan ini untuk bidang ilmu sosial-humaniora. Bab pendahuluan dalam Handbook ini menyajikan ringkasan yang begitu informatif rnengenai komponen-komponen dalam rancangan eksperimen. buku ini cocok dibaca oleh mahasiswa dalam bidang statistik di level intermediate hingga advance.). Premis dasarnya adalah: bahwa sebuah eksperi-mentasi perlu memiliki sensitivitas yang memadai untuk mendeteksi pengaruh-peng£ruh dari objek yang diteliti. mempersiapkan anaiisis.

Bab Sembilan

Prosedur-prosedur Kualitatif
Prosedur-prosedur kualitatif memiliki pendekatan yang lebih beragam dalam peneiitian akademik ketimbang metode-metode kuantitatif. Penelitian kualitatif juga memiliki asumsi asumsi filosofis, strategi-strategi penelitian, dan metode-metode pengumpulan, analisis, dan interpretasi data yang beragam. Meskipun prosesnya sama, prosedur-prosedur kualitatif tetap mengandalkan data berupa teks dan gambar, memiliki langkah-langkah unik dalam analisis datanya, dan bersumber dari strategi-strategi peneiitian yang berbeda-beda. Pada dasarnya, strategi-strategi penelitian yang dipilih dalam proyek kualitatif sangat berpengaruh terhadap prosedur-prosedurnya yang, meski seragam, tetap menunjukkan pola yang berbeda-beda. Melihat landskap prosedur-prosedur kualitatif berarti melihat perspektifperspektif yang beragam, mulai dari perspektif keadilan sosial (Denzin & Lincoln, 2005), perspektif ideologis (Lather, 1991), perspektif filosofis (Schwandt, 2000), hingga petunjukpetunjuk prosedur sistematis (Creswell, 007; Corbin & Strauss, 2007). Semua perspektif ini bersaing untuk menjadi landasan utama dalam penelitian kualitatif. Bab ini berusaha mengombinasikan perspektif-perspektif tersebut, menyajikan prosedurprosedur urnum, dan menampilkan contoh-contoh dari beragam strategi kualitatif. Bab ini juga akan menyajikan gagasan-gagasan dari beberapa pakaryang menulis tenta.ng rancangan proposal kualitatif (misalnya, lihat Berg, 2001; Marshall &. Rossman, 2006; Maxwell, 2005; Rossman & Rallis, 1998). Topik-topik yang termasukke dalam bagian prosedur kualitatif antara lain: karakteristik-karakteristik penelitian kualitatif, strategi peneiitian, peran peneliti, langkah-langkah dalam pengumpulan dan analisis data, strategi-strategi validasi, akurasi penemuan, dan struktur naratif. Tabel 9.1 menunjukkan checklist pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana merancang prosedur-prosedur kualitatif ini.

KARAKTERISTIK-KARAKTERISTIK PENEUTIAN KUALITATIF Bertahun-tahun lamanya, para penulis proposal terus berusaha membahas karakteristikkarakteristik penelitian kualitatif untuk me-mastikan legitimasi dari pihak fakultas dan pembacanya. Saat ini, pembahasan-pembahasan semacam itu sudah jarang dijumpai dalam literatur. Bahkan, sekarang ada beberapa konsensus yang telah meng-atur ketentuan-

224

ketentuan dalam penelitian kualitatif. Untuk itulah, saran saya bagi para penulis proposal yang ingin merancang bagian karakteristik penelitian ini antara lain:  Amatilah apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh para pembaca proposal Anda. Identifikasilah apakah pembaca Anda sudah banyak mengetahui karakteristikkarakteristik penelitian kualitatif sehingga bagian ini tidak begitu pen ting bagi mereka.  Jika Anda ragu-ragu atas pengetahuan mereka, jelaskan karakteristik-karakteristik dasar penelitian kualitatif dalam proposal Anda dan jika rnemungkinkan, bahaslah sebuah artikel jurnal (atau studi) kualitatif baru-baru ini sebagai contoh untuk mengilustrasikan karakteristik-karakteristik tersebut.  Sejumlah karakteristik penelitian kualitatif bisa saja digunakan (seperti, Bogdan & Biklen, 1992; Eisner, 1991; Hatch, 2002; LeCompte & Schensul, 1999; Marshall & Rossman, 2006), tetapi saya lebih mengandalkan pada analisis gabungan dari beberapa penulis ini yang sudah saya sertakan secara menyeluruh dalam buku saya tentang penelitian kualitatif (Creswell, 2007). Saya tidak hanya menyertakan perspektifperspektif tradisional saja, tetapi juga perspektif-perspektif baru dalam penelitian kualitatif, seperti advokasi, partisipatoris, dan refleksi-diri. Berikut ini adalah beberapa karakteristik penelitian kualitatif yang disajikan tidak dalam urutan prioritas tertentu.

Tabel 9.1 Checklist pertanyaan-pertanyaan untuk merancang prosedur kualitatif --------Apakah karakteristik-karakteristik dasar penelitian kualitatif sudah di-jelaskan? jenis strategi kualitatif yang akan dan digunakan penerapan juga dari sudah strategi

---------- Apakah -

dijelaskan?

Apakah

sejarah,

definisi,

tersebut sudah dijelaskarvpula? _____ --------- Apakah pembaca dapat memahami peran peneliti dalam peneiitian tersebut (pengalaman historis, sosial, dan kultural sebelumnya, hubungan personal dengan lokasi dan partisipan, langkah-langkah dalam memperoleh entri, dan masalahmasaiah etis)? ---------- Apakah strategi sampling dalam memilih lokasi dan partisipan penelitian sudah -------diidentifikasi? Apakah jenis strategi pengumpulan data dan rasionalisasi pengguna-annya juga
225

sudah dijabarkan? ---------- Apakah langkah-langkah perekaman/pencatatan informasi selama prosedur pengumpulan .data sudah dijelaskan? ---------- Apakah langkah-langkah analisis data juga sudah dijabarkan? --------Apakah ada bukti/petunjuk bahwa peneliti telah mengatur data untuk dianalisis?

---------- Apakah peneliti telah merew'ewdata secara umum untuk memperoleh makna informasi? ---------- Apakah data sudah di-cocffng? ---------- Apakah kode-kode sudah dirancang untuk membentuk deskripsi atau mengidentifikasi tema-tema utama? ---------- Apakah tema-tema tersebut sating terkait satu sama lain, memperkuat analisis dan abstraksi? ---------- Apakah cara-cara penyajian data sudah dijelaskan —misalnya dalam bentuk tabel, grafik, atau gambar? --------Apakah dasar-dasar dalam menginterpretasi data sudah dijelaskan secara rinci (pengalaman-pengalaman personal, literatur, pertanyaan-pertanyaan, agenda aksi)? ---------- Apakah peneliti sudah menyebutkan outcome penelitian (misalnya, untuk mengembangkan/msnciptakan suatu teori, menyajikan gambar-an kompleks tentang tema)? ---------- Apakah ada strategi-strategi lain yang dikutip untuk menvalidasi hasil atau penemuan penelitian?  Lingkungan alamiah (natural setting); para peneliti kualitatif cenderung mengumpulkan data lapangan di lokasi di mana para partisipan mengalami isu atau masalah yang akan diteliti. Peneliti kualitatif tidak membawa individu-individu ini kedalm laboratoratorium (atau dalam situasi yang telah di-setting sebelumnya); tidak pula membagikan instrumen-instrumen kepada mereka. Informasi yang dikumpulkn dengan berbicara langsung kepada orang-orang dan melihat mereka bertingkah laku dalam konteks natural inilah yang menjadi karakteristik utama peneliti kualitatif.

226

Dalam setting yang alamiah, para peneliti kualitatif melakukan interaksi face-to-face sepanjang penelitian.  Penneliti sebagai instrumen kunci (researcher as key instrument); para peneliti kualitatif mengumpulkan sendiri data melalui dokumentasi, observasi perilaku, atau wawancara dengan para partisipan. Mereka bisa saja mengumpulkan protokol-sejenis instrumen untuk mengumpulkan data-tetapi diri merekalah yang sebenarnya menjadi satu-satunya instrumen dalam mengumpulkan informasi. Mareka, pada umumnya, tidak menggunakan kuesioner atau instrumen yang di buat oleh peneliti lain.  Beragam sumber data (multiple sources of data); para peneliti kualitatif biasanya memilih mengumpulkan data dari beragam sumber, seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi, ketimbang hanya bertumpu pada satu sumber data saja. Kemudian, peneliti mereview semua data tersebut, memberikannya makna, dan mengolahnya ke dalam kategori-kategori atau tema-tema yang melintasi semua sumber data.  Analisis data induktif (inductive data analysis); para peneliti kualitatif membangun pola-pola, kategori-kategori, dan tema-temanya dari bawah ke atas (induktif), dengan mengolah data ke dalam unit-unit informasi yang lebih abstrak. Proses induktif ini mengilustrasikan usaha peneliti dalam mengolah secara berulang-ulang membangun serangkaian tema yang utuh. Proses ini juga melibatkan peneliti untuk bekerjasama dengan para partisipan secara interaktif sehingga partisipan memiliki kesempatan untuk membentuk sendiri tema-tema dan abstraksi-abstraksi yang muncul dari proses ini.  Makna dari para partisipan (paticipants’ meaning); dalam keseluruhan proses penelitian kualitatif, peneliti terus fokus pada usaha mempelajari makna yang disampaikan para partisipan tentang masalah atau isu penelitian, bukan makna yang disampaikan oleh peneliti atau penulis lain dalam literatur-literatur tertentu.  Rancangan yang berkembang (emergent design); bagi para peneliti kualitatif, proses penelitian selalu berkembang dinamis. Hal ini berarti bahwa rencana awal penelitian tidak bisa secara ketat dipatuhi. Semua tahap dalam proses ini bisa saja berubah setelah peneliti masuk kelapangan dan mulai mengumpulkan data. Misalnya, pertanyaan-pertanyaan bisa saja berubah, strategi pengumpulan data juga bisa berganti, dan individu-individu yang diteliti serta lokasi-lokasi yang dikunjungi juga bisa berubah sewaktu-waktu. Gagasan utama di balik penelitian kualitatif sebenarnya adalah mengkaji masalah atau isu dari para partisipan dan melakukan penelitian untuk memperoleh informasi mengenai masalah tersebut.
227

 Perspektif teoritis (theoretical lens); para peneliti kualitatif sering kali menggunakan perspektif tertentu dalam penelitian mereka, seperti konsep kebudayaan, etnografi, perbedaan-perbadaan gender, ras, atau kelas yang muncul dari orientasi-orientasi teoritis, seperti yang telah dijelaskan pada Bab 3. Terkadang pula penelitian dapat diawali dengan mengidentifikasi terlebih dahulu konteks sosial, politis, atau historis dari masalah yang akan diteliti.  Bersifat penafsiran (interpretive); penelitian kualitatif merupakan salah satu bentuk penelitian interpretif di mana di dalamnya para peneliti kualitatif membuat suatu interpretasi atas apa yang mereka lihat, dengar, dan pahami. Interpretasi-interpretasi mereka bisa saja berbeda dengan latar belakang, sejarah, konteks, dan pemahamanpamahaman mereka sebelumnya. Setelah laporan penelitian diterbitkan, barulah para pembaca dan para partisipan yang melakukan interpretasi, yang seringkali berbeda dengan interpretasi peneliti. Karena pembaca, partisipan, dan peneliti sama-sama terlibat dalam proses interpretif ini, tampaklah bahwa penelitian kualitaif memang menawarkan pandangan-pandangan yang beragam atas suatu masalah.  Pandangan menyeluruh (holistic account); para penelitia kualitatif berusaha mambuat gambaran kompleks dari suatu masalah atau isu yang diteliti. Hal ini melibatkan usaha pelaporan perspektif-perspektif, pengidentifkasian faktor-faktor yang terkait dengan situasi tertentu, dan secara umum usaha pensketsaan atas gambaran besar yang muncul. Untuk itulah, para peneliti kualitatif diharapkan dapat membuat suatu model visual dari berbagai aspek mengenai proses atau fenomena utama yang diteliti. Model inilah yang akan membantu mereka membangun gambaran holistik (lihat, misalnya, Creswell & Brown, 1992) STRATEGI-STRATEGI PENELITIAN Selain karakteristik-karakteristik utama diatas, penelitian kualitatif juga memiliki strategi-strategi penelitian yang spesifik. Strategi-strategi ini utamnya terkait dengan pengumpulan data, analisis data, dan laporan penelitian, tetapi tetap berasal dari berbagai disiplin dan teru berkembang dinamis sepsnjang proses penelitian (seperti, jenis-jenis problem, masalah-masalah etis, dan sebagainya) (Creswell, 2007b). Ada banyak strategi kualitatif yang sudah dibahas, seperti 28 pendekatan yang pernah diidentifikasi oleh Tesch (1990), 19 jenis dalam konsep pohon-nya Wolcott (2001), dan 5 pendekatan kualitatif oleh Creswell (2007).

228

Seperti yang telah dijelaskan dalam Bab 1, saya merekomendasikan agar para peneliti kualitatif memilih antara beberapa kemungkinan, seperti naratif, fenomenologi, etnografi, studi kasus, dan grounded theory. Saya memilih lima strategi ini karena kelimanya cukup populer dalam ilmu kesehatan dan sosial saat ini. Strategi-strategi lain juga ada dan sudah byank dibahas secara meyakinkan dalam buku-buku kulaitatif, seperti penelitian tindakan partisipatoris (Kemmis & Wilkinson, 1998) atau analisis wacana (Cheek, 2004). Khusus untuk lima pendekatan tadi, para peneliti dapat mengkaji individu-individu (dengan naratif atau fenomenologi); mengeksplorasi proses, aktivitas, dan peristiwa-peristiwa (dengan studi kasus atau grounded theory); atau mempelajari perilaku culture-sharing dari individuindividu atau kelompok-kelompok tertentu (dengan etnografi). Dalam menulis prosedur penelitian untuk proposal kualitatif, pertimbangkan tipstips penelitan berikut ini:   Jelaskan pendekatan spesifik yang akan anda gunakan. Sajikan sejumlah informasi historis mengenai strategi penelitan yang akan Anda terapkan, seperti asal mulanya, penerapannya, dan definis ringkasnya (lihat Bab 1 tentang lima strategi penelitian kualitatif).   Jelaskam mengapa strategi tersebut dianggap sesuai untuk anda gunakan dalam penelitian Anda. Jabarkan pula bagaimana penggunaan strategi tersebut dapat menentukan jenis-jenis pertanyaan yang diajukan (lihat Morsee, 1994, untuk pertanyaan yang berhubungan dengan strategi penelitian), cara-cara pengumpulan data, langkah-langkah analisis data, dan narasi/laporan akhir. PERAN PENELITI Sebagaiman yang telah dijelaskan sebelumnya, penelitian kualitatif merupakan penelitian interpretif, yang didalamnya peneliti terlibat dalam pengalaman yang berkelanjutan dan terus-menerus dengan para partisipan. Keterlibatan inilah yang nantinya memunculkan serangkaian isu-isu strategi, etis, dan personal dalam proses penelitian kualitatif (Locke et at.,2007). Dengan keterlibatannya dalam concern seperti ini, peneliti kualitatif berperan untuk mengidentifikasi bisa-bisa, nilai-nilai, dan latar belakang pribadinya secara refleksif, seperti gender, sejarah, kebudayaan, dan status sosial ekonominya, yang bisa saja turut membentuk interpretasi mereka selama penelitian. Selain itu, para peneliti kualitatif juga berperan memperoleh entri dalam lokasi penelitan dan masalah-masalah etis yang bisa muncul tiba-tiba.
229

Mengapa lokasi tersebut dipilih sebagai lokasi penelitian? 2.  Jelaskan hubungan antara Anda (sebagai peneliti) dan partisipan. dan berilah keterangan mengenai lokasi penelitian. Peneliti perlu memiliki akses untuk meneliti dan mengarsipkan lokasi penelitian dengan cara berusaha mendapatkan izin dari pihak security atau individu-individu tertentu yang memiliki akses pada lokasi tersebut dan memberikan izin penelitian. 2006). Bagaimana melaporkan hasil penelitian? 5. cobalah menerapkan beberapa strategi validasi (akan dijelaskan kemudian) untuk membuat pembaca merasa yakin akan akurasi hasil penelitan. 2001).  Jelaskan langkah-langkah yang diambil untuk memperoleh izin dalam meneliti para partisipan dan lokasi penelitian (Marshall & Rossmas. sajikan Surat Persetujuan atau Surat Izin dari IRB dan jelaskan proses-proses memperoleh izin tersebut. atau setting kerja peneliti.  Jelaskan langkah-langkah yang Anda lalui dalam memperoleh izin dari Dewan Pertimbangan Institusional /Institutional Review Board (IRB) (lihat Bab 4) untuk memproteksi hak-hak para partisipan. Proposal ringkas perlu dibuat untuk diserahkan sebagai pertimbangan kepada phak security tersebut. Apakah penelitian ini kan mengganggu lingkungan sekitar? 4. Nyatakanlah pengalaman-pengalaman Anda sebelumnya yang kira-kira dapat mencerminkan data mengenai latar belakang yang komprehensif sehingga pembaca bisa lebih memahami topik. masalah-masalah pelaporan data yang sering kali mengandung bias. 1992) melibatkan usaha identifikasi atas strategi pengolahan. Jika penelitian backyard akan digunakan . Bogdan dan Biklen (1992) menjelaskan beberapa hal yang dapat dibahas dalam proposal untuk keperluan izin ini: 1. atau para partisipan serta interpretasi Anda atas fenomena tertentu. tidak utuh. jelaskan bagaimana Anda akan 230 . Dalam lampiram. Tugas ini sering kali mengharuskan peneliti terlibat dalam kompromi-kompromi tertentu untuk mengungkap informasi dan memunculkan isu-isu kekuasaan. mitra-mitra. Untuk masalah-masalah etis ini. Apa yang dapat diperoleh pehiak security dari penelitian ini?  Berikan penjelasan mengenai masalah-masalah etis yang mungkin muncul (lihat Bab 3) (Berg. Kegiatan-kegiatan apa yang akan dilakukan di lokasi tersebut selama penelitan? 3. atau penuh dengan kompromi-kompromi juga tidak bisa diremehkan begitu saja. Meskipun pengumpulan data bisa berlangsung nyaman dan mudah. Penelitian ―Backyard‖ (Glesne & Peshkin. setting.

yang biasa dijumpai dalam penelitan kuantitatif.mengantisipasinya.  Identifikasi lokasi-lokasi atau individu-individu yang sengaja dipilih dalam proposal penenlitian. Gagasan di balik penelitian kualitatif adalah memilih dengan sengaja dan penuh perencanaan para partisipan dan lokasi (dokumen-dokumen atau materi visual) penelitian yang dapat membantu peneliti mamahami masalah yang diteliti. Prosedur-prosedur pengumpulan data dalam penelitian kualitatif melibatkan empat jenis strategi. Dalam pengamatan ini. 1. aktor (siapa yang akan diobservasi atau diwawancarai). Pembahasan mengenai para partisipan dan lokasi penelitian dapat mencakup empat aspek (Miles dan Huberman. 1994). Peneliti-dalam kebanyakan penelitian kualitatif-mengumpulkan beragam jenis data dan memanfaatkan waktu seefektif mungkin untuk mengumpulkan informasi dilokasi penelitian. seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 9. mulai dari sebagai nonpartisipan hingga partisipan utuh. serta usaha merancang protokol untuk merekam/mencatat informasi. Langkah-langkah pengumpulan data meliputi usaha membatasi penelitian. atau aktifitas-aktifitas tertentu. peneliti merekam/mencatat-baik dengan cara terstruktur maupun semistruktur (misalnya. Para peneliti kulitatif juga dapat terlibat dalam peran-peran yang beragam. dan proses (sifat peristiwa yang dirahasiakan oleh aktor dalam setting penelitian). materi-materi visual. ketika sedang meneliti topik yang sensitif. penting merahasiakan nama-nama orang. lokasi. Dalam hal ini. tidak terlalu dibutuhkan random sampling atau pemilihan secara acak terhadap para partisipan dan lokasi penelitian. PROSEDUR-PROSEDUR PENGUMPULAN DATA Penjelasan tentang peranan peneliti akan turut menentukan penjelasan tentang masalah-masalah yang mungkin muncul dalam proses pengumpulan data. yaitu: setting (lokasi penelitian).2. Observasi kualitatif merupakan observasi yang di dalamnya peneliti langsung turun ke lapangan untuk mengamati perilaku dan aktivitas individu-individu di lokasi penelitian. mengumpulkan informasi melalui observasi dan wawancara. proses merahasiakan informasi juga perlu dibahas dalam proposal penelitian. baik yang tersetruktur maupun tidak.  Jelaskan jenis-jenis data yang akan dikumpulkan. Dalam penelitian kualitatif. Misalnya. dokumentasi. dengan mengajukan sejumlah pertanyaan yang memang diketahui oleh peneliti) – aktivitas-aktivitas dalam lokasi penelitian. 231 .

Aspek-aspek yang tidak biasa.   KelemahanKelemahan Peneliti bisa saja tampak sebagai pengganggu. dan Kelemahan-Kelemahan Pengumpulan Data Kualitatif Jenis-Jenis Observasi  Opsi-Opsi Partisipasi utuh – peneliti menyembunyikan perannya sebagai Observer. wawancarai mereka dengan telepon. ganjil. Opsi terkhir penting jika peneliti tengah mengeksplorasi topik-topik yang mungkin kurang menyenangkan bagi para partisipan untuk dibahas. Wawancarawawancara seperti ini tentu saja memerlukan pertanyaan-pertanyaan yang secara umum tidak tersetruktur (unstructured) dan bersifat terbuka (openended) yang dirancang untuk memunculkan pandangan dan opini dari para partisipan. Tabel 9. Berhadap-hadapan – peneliti melakukan wawancara perorangan. Peneliti sangat mungkin tidak dapat melaporkan hasil observai yang bersifat frivat. Opsi-Opsi. Peneliti dapat melakukan perekaman ketika ada informasi yang muncul. Opsi pertama penting ketika peneliti tidak bisa mengobservasi secara langsung semua partisiapan. Jenis-Jenis  Kelebihan-Kelebihan  Para partisipan bisa lebih leluasa memberikan 232 Kelemahan-Kelemahan  Wawancara hanya akan memberikan informasi di tempat . Kelebihan-Kelebihan. Peneliti sebagai partisipan – peneliti menampakkan perannya sebagai observer. Peneliti utuh – peneliti mengobservasitanpa bantuan partisipan. atau terlibat dalam focus group interview (interview dalam kelompok tertentu) yang terdiri dari enam sampai delapan partisipan per kelompok.2. Sejumlah partisipan tertentu (seperti. Dalam wawancara kualitatif. atau aneh bisa di deteksi selama observasi. peneliti dapat melakukan face-to-face interview ( wawancara berhadap-hadapan) dengan partisipan. Partisipan sebagai observer –peran observasi sekunder diserahkan kepada partisipan. Peneliti tidak dianggap memiliki skill observasi yang baik. siswa) sering kali hanya mendatangkan masalah selama proses penelitian. Telepon –peneliti mewawancarai partisipan lewat telepon Opsi-Opsi Focus group – peneliti pewawancarai   Kelebihan-Kelebihan Peenliti mendapatkan pengalaman langsung dari partisipan.2 Jenis-Jenis.        Wawancara     Informasi yang diperoleh bisa saja tidak murni karena masih disaring kembali oleh peneliti.

partisiapan dalam sebuat kelompok Wawancara internet dengan email atau perangkat online lain.

Doumentasi  

Dokumen publik, seperti makalah, atau koran. Dokumen privat, seperti diary, buku harian, atau surat.

Jenis-Jenis

Opsi-Opsi 

AudioVisual

  

Foto Vediotape Objek-objek seni

yang sudah ditentukan, dan bukan di tempat alamiah.  Kehadiran peneliti bisa saja melahirkan respons-respons yang bias.  Tidak semua orang punya kemampuan artikulasi dan persepsi yang setara. Memungkinkan  Tidak semua orang peneliti memperoleh memiliki bahasa dan kata-kata kemampuan tekstual dari artikulasi dan partisipan. persepsi yang setara. Dapat diakses kapan saja –sumber  Dokumen ini bisa informasi yang tidak saja diproteksi dan terlalu menonjol. tidak memberikan akses privat mapun Menyajikan data publik. yang berbobot. Data ini biasanya sudah  Mengharuskan ditulis secara peneliti menggali mendalam oleh informasi dari partisipan tempat-tempat yang mungkin saja sulit ditemukan. Kelebihan-Kelebihan Kelemahan-Kelemahan Sebagai bukti tertulis,  Dokumen yang data ini benar-benar terkomputerisasi dapat menghemat masih waktu peneliti dalam mengharuskan mentranskip. peneliti untuk mentranskip secara online atau menscanning-nya terlebih dahulu.  Materi-materinya sangat mungkin tidak lengkap.  Dokumen tersebut bisa saja tidak asli atau tidak akurat. Bisa menjadi metode  Materi seperti ini yang tidak terlalu bisa saja sangat menonjol dalam rumit untuk
233

informasi historis. Memungkinkan peneliti mengontrol alur tanya jawab (questioning).

proses pengumpulan ditafsirkan. data.  Bebarapa materi audio-visual  Memberikan kesempatan bagi diproteksi dan tidak partisipan untuk memberikan akses membagi publik maupun pengalamannya privat. secara langsung.  Kehadiran peneliti (seperti, fotografer)  Materi audio-visual merupakan materi sangat mungkin kreatif yang dibuat mengganggu dengan penuh (disruptif). perhatian. Catatan: Tabel ini merupakan gabungan dari beberapa materi yang pernah disampaikan oleh Software komputer film Merriam (1998), Bogdam & Biklen (1992), dan Creswell (2007) 3. Selama proses penelitian, peneliti juga bisa mengumpulkan dokumen-dokumen kulitatif. Dokumen ini bisa berupa dokumen publik (seperti, koran, makalah, laporan kantor) ataupun dokumen privat (seperti, buku harian, diary, surat, e-mail). 4. Kategoti terakhir dari data kualitatif adalah materi audio dan visual. Data ini bisa berupa foto, objek-objek seni, videotape, atau segala jenis suara/bunyi.  Dalam membahas pengumpulan data lain di luar observasi dan wawancara yang biasa. Strategi-strategi yang tidak biasa seperti ini tidak hanya memungkinkan peneliti memperoleh informasi penting yang mungkin luput dari observasi dan wawancara, tetapi juga akan membuat pembaca tertarik pada proposal yang diajukan. Misalnya, amatilah sejumlah pendekatan pengumpulan data dalam Tabel 9.3 yang mungkin bisa anda gunakan. Dari tabel ini, diharapkan anda mampu membuka imajinasi lebih luas terhadap kemungkinan pendekatan-pendekatan lain, misalnya dengan mengumpulkan bunyi atau rasa, atau dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang disukai partisipan untuk membangkitkan komentar mereka selama wawancra.

 

PROSEDUR-PROSEDUR PEREKAM DATA Sebelum terjun kelapangan, peneliti kualitatif merencanakan pendekatan untuk merekam data penelitian. Proposal seharusnya mengidentifikasi data apa yang akan direkam dan prosedur-prosedur apa yang digunakan untuk merekam data tersebut.

234

Gunakanlah protokol untuk merekam data observasional. Peneliti sering kali terlibat dalam banyak observasi selama penelitian dan selama observasi ini; peneliti meggunkan protokol observasional untuk merekam data. Protokol ini bisa berupa satu lembar kertas dengan garis pemisah di tengah untuk membedakan catatan-catatac deskriptif (deskripsi mengenai partisipan, rekonstruksi dialog, deskripsi mengenai setting fisik, catatan tentang peristiwa

Tabel 9.3 Beberapa Pendekatan Pengumpulan Data Kualitaif Observasi Observasi      Mengumpulkan data lapangan denga berperan sebagai partisipan. Mengumpulkan data lapangan dengan berperan sebagai Observer. Mengumpulkan data lapangan dengan lebih banyak berperan sebagai partisipan ketimbang observer. Mengumpulkan data lapangan dengan lebih banyak berperan sebagai observer ketimbang partisipan. Mengumpulkan data lapangan dengan berperan sebagai outsider (orang luar) terlebih dahulu, kemudian mulai masuk kedalam setting penelitian sebagai insider (orang dalam) Wawancara      Melaksanakan wawancara tidak-tersetruktur dan terbuka, sambil mencatat hal-hal penting. Melaksanakan wawancara tidak-tersetruktur dan terbuka, sambil merekamnya dengan audiotape, lalu mentranskipnya. Melaksanakan wawancara semi-terstruktur, sambil merekamnya dengan audiotape, lalu mentranskipnya. Melaksankan wawancara focus group, sambil merekamnya dengan audiotape, lalu mentranskipnya. Melaksanakan jenis wawancara yang berbeda sekaligus: melalui email, dengan berhadaphadapan langsung, wawancara focus group, wawancara focus group online, dan wawancara telepon. Dokumentasi    Mendokumentasikan buku harian selama penelitian. Meminta buku harian atau diary dari partisipan selama penelitian. Mengumpulkan surat pribadi ari partisipan.
235

             

Menganalisis dokumen publik (seperti, memo resmi, catatan-catatan resmi, atau arsiparsip lainnya). Menganalisis autobiografi atau biografi. Meminta foto partisipan atau merekam suara mereka dengan videotape. Audit-audit. Rekaman medis

Materi Audio-Visual Menganalisis jejak-jejak fisik (seperti, jejak-jejak kaki di salju). Merkam atau memfilmkan situasi sosial atau seorang individu atau kelaompok tertentu. Menganalisis foto dan rekaman video. Mengumpulkan suara/bunyi (seperti, musik, teriakan anak, klakson mobil), Mengumpulkan email. Mengumpulkan text massage dari telepon seluler. Menganalisis harta kepemilikan atau objek-objek ritual. Mengumpulkan bunyi, aroma, rasa, atau stimuli-stimuli indra lainnya

Sumber: Diadopsi dari Creswell (2007) dan aktivitas tertentu) dengan catatan-catatan refleksif (pengetahuan pribadi peneliti, seperti ―spekulasi, perasaan, masalah, gagasan, dugaan, kesan, dan prasangka‖) (Bogdan & Biklen, 1992:121). Dalam prorokol ini juga bisa disertsakan informasi demografis, seperti jam, tanggal, dan lokasi di mana peneliti saat itu berada.  Gunakanlah protokol wawancara ketika mengajukan pertanyaan dan merekam jawabanjawaban selama wawancara kualitatif. Protokol ini bisa mencakup komponen-komponen berikut ini: 1. Judul (tanggal, lokasi, pewawancara/peneliti, yang diwawancarai/partisipan). 2. Instruksi-instruksi yang harus diikuti oleh partisipan agar prosedur-prosedur wawancara dapat berajalan lancar. 3. Pertaanyaan-pertanyaan (biasanya pertanyaan ice-breaker di awal wawancara yang kemudian dilanjutkan dengan 4-5 pertanyaan yang menjadi subpertanyaansubpertanyaan dari rumusan masalah penelitian; lalu diikuti oleh beberapa pertanyaan lain atau pertanyaan penutup, seperti: ―siapa yang harus saya kunjungi untuk mempelajari lebih lanjut mengenai topik ini?‖

236

4. Proses penjajakan/pemeriksaan dengan mengajukan 4-5 pertanyaan, untuk meminta partisipan menjelaskan gagasan-gagasan mereka lebih detail atau menguraikan lebih rinci tentang apa yang mereka katakan. 5. Waktu tunda selama wawancara untuk merekam/mencatat respons-respons dari partisipan. 6. Ucapan terimakasih kepada orang yang diwawancarai atas waktu yang diluangkan untuk wawancara (lihat Creswell, 2007)  Peneliti merekam informasi dari partisipan dengan menggunakan catatan-tangan, dengan audiotape, atau dengan videotape. Akan tetapi, meskipun wawancara ini direkam menggunakan audiotape, saya merekomendasikan agar peneliti tetap mencatatnya karena banyak kejadian hasil rekaman menjadi korup, rusak, atau gagal. Jika videotape yang digunakan, peneliti harus tetap mengatur rencana selanjutnya untuk mentranskip hasil rekaman vediotape ini.  Untuk dokumen dan materi-materi visual, dapat direkam/ dicatat sesuai keinginkan peneliti. Biasanya, rekaman/catatan haruslah merefleksikan informasi menganai dokumen tersebut atau materi lain serta gagasan-gagasnan inti dalam dokumen itu. Penting juga mencatat apakah materi ini benar-benar mencerminkan materi primer (seperti, informasi yang secara langsung berasal dari orang atau situasi yang tengah diteliti) atau materi sekunder (seperti, catatan-catatan tangan-kedua/second-hand tentang orang atau situasi penelitian yang berasal dari sumber lain).  Peneliti juga perlu memberikan komentar tentang nilai dan reliabilitas sumber-sumber data ini. ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA Dalam proposal, bagian analisis data bisa terdiri dari sejumlah komponen. Tetapi, proses analisis data secara keseluruhan melibatkan usaha memaknai data yang berupa teks atau gambar. Untuk itu, peneliti perlu mempersiapkan data tersebut untuk dianalisis, melakukan analisis-analisis yang berbeda, memperdalam pemahaman akan data tersebut (sejumlah peneliti kualitatif lebih suka membayangkan tugas ini layaknya menguliti lapisan bawang), menyajikan data, dan membuat interpretasi makna yang lebih luas akan data tersebut. Ada sejumlah proses umum yang bisa dijelaskan oleh peneliti dalam proposal mereka untuk menggambarkan keseluruhan aktivitas analisis data ini, sebagaimana yang pernah saya (Creswell, 2007), Rossman dan Rallis (1998) deskripsikan berikut ini:

237

Analisis data merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan refleksi terus-menerus terhadap data, mengajukan pertanyaan-pertanyaan analitis, dan menulis catatan singkat sepanjang penelitian. Maksud saya, analisis data kualitatif bisa saja melibatkan proses pengumpulan data, interpretasi, dan pelaporan hasil secara serentak dan bersama-sama. Ketika wawancara berlangsung, misalnya, peneliti sambil lalu melakukan analisis terhadap data-data yang baru saja diperoleh dari hasil wawancara ini, menulis catatancatatan kecil yang dapat dimasukkan sebagai narasi dalam laporan akhir, dan memikirkan susunan laporan akhir.   Analisis data melibatkan pengumpulan data yang terbuka, yang didasarkan pada pertanyaan-pertanyaan umum, dan analisis informasi dari para partisipan. Analisis data kualitatif yang dilaporkan dalam artikel-artikel jurnal dan buku-buku ilmiah sering kali menjadi model analisis yang umum digunakan. Dalam model analisis tersebut, peneliti mengumpulkan data kualitatif, menganalisisnya berdasarkan tema-tema atau perspektif-perspektif tertentu, dan melaporkan 4-5 tema. Meski demikian, saat ini tidak sedikit peneliti kualitatif yang berusaha melampaui model analisis yang sudah lazim tersebut dengan menyajikan prosedur-prosedur yang lebih detail dalam setiap strategi penelitiannya. Misalnya, strategi grounded theory kini sudah memiliki langkah-langkah sistematis dalam analisis datanya (Corbin & Strauss, 2007; Strauss & Corbin, 1990,. 1998). Langkah-langkah ini meliputi, misalnya, membuat kategori-kategori atas informasi yang diperoleh (open coding), memilih salah satu kategori dan menempatkannya dalam satu model teoretis (axial coding), lalu merangkai sebuah cerita dari hubungan antar-kategori ini (selective ceding). Selain grounded theory, studi kasus atau penelitian etnografi kini sudah melibatkan deskripsi detail mengenai setting atau individu-individu tertentu, yang kemudian diikuti oleh analisis data (lihat Stake, 1995; Wolcott, 1994). Penelitian fenomenologis sudah menerapkan analisis terhadap per-nyataan-pernyataan penting, generalisasi unit-unit makna, dan apa yang disebut Moustakas (1994) sebagai deskripsi esensi. Penelitian naratif melibatkan penceritaan kembali cerita-cerita partisipan dengan menggunakan unsurunsur struktural, seperti plot, setting, aktivitas, klimaks, dan ending cerita (Clandinin & Connelly, 2000). Intinya, proses-proses dan istilah-istilah dalam strategi penelitian kualitatif berbeda satu sama lain dalam hal analisis datanya.  Meskipun perbedaan-perbedaan analitis ini sangat bergantung pada jenis strategi yang digunakan, peneliti kualitatif pada umumnya menggunakan prosedur yang umum dan

238

Coding merupakan proses mengolah materi/informasi menjadi segmen-segmen tulisan sebelum memaknainya (Rossman & Rallis. dan penuturan informasi itu? Pada tahap ini. Langkah 3. men-scanning materi. sebagaimana yang ditunjukkan Menginterpretasitematema/deskripsi-deskripsi Menghubungkan tematema/deskripsi-deskripsi (seperti. Sebagai tips penelitian. mengeuk data lapangan. 1998:171). grounded theory. atau memilah-milah dan menyusun data tersebut ke dalam jenis-jenis yang berbeda tergantung pada sumber informasi. Langkah ini melibatkan transkripsi wawancara. beragam tahap saling berhubungan dan tidak harus selalu sesuai dengan susunan yang telah disajikan. Menganalisis lebih detail dengan mene-coding data.langkah dari yang spesifik hingga yang umum dengan berbagai berikut ini Gambar 9. Langkah 2. mensegmentasi kalimat-kalimat (atau paragraf-paragraf) atau level analisis yang berbeda.langkah-langkah khusus dalam analisis data.1 mengilustrasikan pendekatan linear dan hierarkis yang dibangun dari bawah ke atas. saya mengajak peneliti untuk melihat analisis data kualitatif sebagai suatu proses penerapan langkah. Pendekatan di atas dapat dijabarkan lebih detail dalam langkah-langkah analisis berikut ini: Langkah 1. studikasus) 239 . tetapi dalam praktiknya saya melihat pendekatan ini lebih interaktif. para peneliti kualitatif terkadang menulis catatan-catatan khusus atau gagasan-gagasan umum tentang data yang diperoleh. Mengolnh dan mempersiapkan data untuk dianalisis. Membaca keseluruhan data. kredibilitas. Cara yang ideal adalah dengan mencampurkan prosedur umum tersebut dengan langkah-langkah khusus. Langkah ini melibatkan beberapa tahap: mengambil data tulisan atau gambar yang telah dikumpulkan selama proses pengumpulan.1. Ringkasan proses analisis data dapat dilihat pada Gambar 9. Langkah pertama adalah membangun general sense atas Informasi yang diperoleh dan me-refleksikan maknanya secara keseluruhan. Gagasan umum apa yang terkandung dalam perkataan partisipan? Bagaimana nada gagasangagasan tersebut? Bagaimana kesan dari kedalaman.

Ketika Anda sudah merampungkan tugas ini. Pelajari baik-baik. 2. data lapangan.A V. kemudian melabeli kategori-kategori ini dengan istilah-istilah khusus. pertimbangkan peturv-juk-petunjuk detail yang dapat membantu Anda dalam proses coding. Tulislah gagasan tersebut dalam bentuk catatan-catatan kecil. yang sering kali didasarkan pada istilah/bahasa yang benarbenar berasal dari partisipan (disebut istilah in vivo). wawancara) —yang paling menarik. buatlah daftar mengenai semua topik yang Anda peroleh dari perenungan Anda sebelumnya. Masukkan topik-topik ini dalam kolom-kolom khusus. 240 . Sebelum melanjutkan pada Langkah 4. Tesch (1990:142-145) memberikan ulasan menarik tentang dela-pan langkah dalam proses coding: 1. Gabungkan topik-topik yang sama. tetapi pikirkanlah makna dasarnya. topik unik. lalu tanyakan pada diri Anda sendiri. gambar. dan Analisis data dalam Penelitian Kualitatif sebagainya) gambar-gambar tersebut ke dalam kategori-kategori. Tema-tenia I Menvalidasi keakuratan informasi * Men-coding data Deskripsi L (tangan atau komputer)i * Membaca keseluruhan data ji Mengolatrdan mempersiapkan data untuk i dianalisis Data mentah (transkripsi. atau topik lain. Berusahalah untuk memperoleh pemahaman umum. 3. dan paling penting. paling singkat. Berusahalah untuk menangkap gagasan-gagasan inti dari transkripsi tersebut. bisa sebagai topik utama. Pilihlah satu dokumen (seperti. Bacalah semua tran'skripsi dengan hati-hati. "Ini tentang apa?" Jangan dulu berpikir mengenai substansi informasi.

8. Tentu saja ada banyak variasi dalam proses ini. dalam Asmussen dan Creswell. Cobalah meringkas kategori-kategori yang ada dengan mengelompokkan topik-topik yang saling berhubungan satu sama lain.gambarkan topik-topik yang sudah Anda peroleh sebelumnya. lalu lihatlah apakah ada kategori-kategori dan kode-kode lain yang luput dari pengamatan Anda. pertimbangkan pula jenis-jenis kode yang menurut Bogdan dan Biklen (1992:166-172) banyak muncul dalam database kualitatif:  Kode-kode setting dan konteks. lalu tulislah kode-kode tersebut dalam segmensegmen/kategori-kategori.  Kode-kode yang mencerminkan perspektif teoretis yang luas dalam penelitian. kami memunculkan retriggering. deiapan langkah di atas akan membuat peneliti lebih sistematis daiam proses analisis data tekstual. ringkas kembali kategori-kategori ini. Jika perlu. Untuk melakukan hal ini. Sebagai konseptualisasi alternatif. dengan berpijak pada literatur sebelumnya dan common sense." sebagai salah satu kode/tema yang menyuguhkan dimensi baru pada kita tentang insiden penembakan di kampus dan tentu saja berhubungan dengan pengalaman orang lain di kampus mana pun). lalu masukkanlah topik-topik ini dalam kategorikategori khusus. Jika masih dimungkinkan. Ringkaslah topiktopik ini menjadi kode-kode. 5.  Kode-kode yang mengejutkan dan tidak disangka-sangka di awal penelitian. Buatlah satu kalimat/frasa/kata yang paling cocok untuk meng. 241 . 1995. 7. Anda bisa membuat garis-garis antarkategori untuk menujukkan keterhubungannya 6.bawalah daftar topik tersebut dan kembalilah ke data Anda. "penembakan kembali. saya mendorong para peneliti kualitatif untuk menganalisis materi data mereka dengan menjelaskan:  Kode-kode yang berkaitan dengan topik-topik utama yang sudah banyak diketahui oleh pembaca secara umum. Sebagai tips penelitian. coding-lah kembali data yang sudah ada. lalu susunlah kodekode untuknya. Masukkan materi-materi data ke dalam setiap kategori tersebut dan bersiaplah untuk melakukan analisis awal.  Kode-kode yang ganjil dan memiliki ketertarikan konseprual bagi pembaca (seperti. Amati kembali kategori-kategori yang sudah Anda buat.4. Sekarang. Intinya.

codebook ini tidak akan terlalu berfungsi jika peneliti meng-coding data dari transkrip yang berbeda-beda. Codebook ini bisa tersusun dari nama kode di satu kolom. Pendekatan yang banyak diterapkan dalam ilmu sosial adalah dengan membiarkan kode-kode tersebut muncul (emerging code) selama analisis data.kodie ini (emerging code dan predetermined code). Dalam ilmu kesehatan. Kode-kode strategi. atau (c) mengombinasikan dua jenis. definisi kode di kolom lain. kemudian men-/ft-kan kodekode tersebut dengan data penelitian. Hanya saja. sebuah tabel atau catatan yang berisi kode-kode yang telah ditentukan sebelumnya (predetermined codes) untuk digunakan dalam mengcoding data. 242 . Kode-kode aktivitas. saya merekomen-dasikan agarcodebook digunakan terlebih dahulu untuk meng-coding data dan biarkan codebook tersebut berkembang dan berubah sesuai dengan informasi yangdipelajari ketika melakukan analisis data. Codebook ini ber-kembang dan bisa berubah jika penelitiannya didasarkan pada" analisis tertutup (close analysis) atau ketika peneliti tidak memulai analisisnya dari perspektif emerging code. yaitu dengan membuat codebook kualitatif. Kode-kode proses. nomor garis) yang menunjukkan adanya kode dalam transkrip ter-tentu. (b) menggunakan kodekode yang telah ditentukan sebelumnya {predetermined code). Kode-kode relasi dan struktur sosial Skema-skema coding yang sudah direncanakan sejak awal. peneliti juga bisa menerapkan pendekatan lain yang lebih variatii. Penggunaan codebook secara khusus berguna bagi bidang-bidang yang menerapkan penelitian kuantitatif. dan keterangan-keterangan lain (seperti. Kecenderungan berpikir subjek tentang orang lain dan objek-objek. Masalah lain yang sering kali muncul terkait dengan proses coding ini adalah soal apakah peneliti seharusnya: (a) membuat kode-kode hanya berdasarkan informasi yang muncul dengan sendirinya (enlarging code) dari para partisipan.       Perspektif-perspektif subjek. Bagi para peneliti yang memiliki teori yang sudah pasti dan mereka ingin menguji dalam proyek-proyeknya. pendekatan yang paling sering digunakan adalah dengan menggunakan kode-kode yang telah ditentukan sebelumnya {predetermined code) yang didasarkan pada teori yang akan diuji. namun masih memerlukan pendekatan yang lebih sistematis dari penelitian kualitatif. Meski demikian.

Tentu saja.Kembali pada proses coding sebelumnya. Meskipun dalam program ini peneliti masih perlu membaca teks (seperti transkripsi-transkripsi) dan memindah kode-kode. foto). 1995). kemampuan menggabungkan data teks dan gambar (seperti. pendekatan ini menguras energi dan waktu. Pendekatan lain yang lebih cepat adalah dengan menggunakan program-program software komputer untuk membantu meng-coding. lalu menuliskan segmen-segmen teksnya ke dalam kartu-kartu kecii. Sebagaimana program-program software lain. kapasitas pencarian dan penempatan semua teks yang berhubungan dengan kode-kode tertentu. sejumlah peneliti melihat pentingnya mengcoding transkrip-transkrip atau informasi kualitatif dengan memakai tangan. Misalnya. Di luar kemudahan ini. Ide dasar di balik program-program seperti ini adalah bahwa menggunakan komputer merupakan cara efisien untuk menyimpan dan menempatkan data kualitatif. proses ini akan menjadi lebih cepat dan efisien ketimbang mengcoding menggunakan tangan. Fitur-fitur inilah yang membuat proses coding dengan software komputer menjadi pilihan yang lebih logis kefimbang meng-codzng-nya dengan tangan. program-program software yang saya dan rekan-rekan saya guriakan di kantor penelitian adalah sebagai berikut: 243 . jika database sangat banyak. atau mengcoding skema-skema dengan warna-warna. dan import serta export data kualitatif ke dalam program-program kuantitatif seperti dalam spreadsheet atau program analisis data. Selain itu. program komputer dapat menfasilitasi peneliti untuk mem-bandingkan kode-kode yang berbeda (seperti. pencarian kode-kode yang saling berhubungan dalam membuat pertanyaan-per-tanyaan mengenai hubungan antarkode. Weitzman & Miles. Ada begitu ban)'ak program software yang mendukung untuk PC pribadi. bagaimana laki-iaki dan wanita —kode pertama tentang gender— berbeda-beda dalam hal sikap mereka terhadap aktivitas merokok —kode kedua). kehandalan dalarh penyimpanan dan pengolahan data. Ada beberapa software komputer yang memiliki fitur-fitur yang sangat berguna. meski-pun buku-buku y ang membahas teknik-teknik penggunaan program ini sudah banyak tersedia (seperti. peneliti bisa dengan cepat mencari semua kutip-an (atau segmen-segmen teks) yang memiliki kode yang sama dan mendeteksi apakah para partisipan merespons gagasan dalam kode tersebut dengan cara yang sama atau berbeda. mengolah/ dan memilah-milah informasi yang mungkin berguna dalam proses penulisan bagi penelitian kualitatif. program software kualitatif seperti ini juga membutuhkan waktu dan keterampilan peneliti untuk mempelajari dan menerapkannya secara efektif. seperti tersedianya tutorial dan CD peragaan.

Penelitian kualitatif yang rumit biasanya melampaui 244 . lokasi-lokasi. Terapkan proses coding untuk mendeskripsikan setting. Deskripsi ini melibatkan usaha penyampaian informasi secara detail mengenai orang-orang. Program yang mendukung. peneliti mengait-kan tema-tema dalam satu rangkaian cerita (seperti dalam penelitian naratif) atau mengembangkan tema-tema tersebut menjadi satu model teoretis (seperti dalam grounded theory). dan tema-tema yang akan di-analisis. Tema-tema inilah yang biasanya menjadi hasil utama dalam penelitian kualitatif dan sering kali digvinakan untuk membuat judul dalam bagian hasil penelitian. pene-liti kualitatif dapat memanfaatkan lebih jauh tema-tema ini untuk membuat analisis yang lebih kompleks. serta melakukan analisis data. Langkah 4. Setelah itu. lalu menganalisisnya untuk proyek studi kasus.researchware. gambar. Misalnya.com).com). atau dibentuk menjadi deskripsi umum (seperti dalam fenomenologi). ke dalam proyek penelitian. atau penelitian naratif. atau peristiwaperistiwa dalam setting tertentu.ist) yang dikombinasikan dengan concept mapping NVivo. serta hal-hal lain yang dapat di-coding. lintas kasus yang berbeda-beda (seperti dalam studi kasus). MAXqda (www. Setelah mengidentifikasi terria-tema selama proses coding. Program ini istimewa karena memiliki semua fitur yang telah saya sebutkan di atas.  QSR NVivo (www. Program ini juga mendukung PC berbasis windows. dan visual. merupakan paket software kualitatif yang mudah digunakan dan memungkinkan peneliti untuk meng-codzrzg.qsrintemational.maxqda . Program berbasis PC lain yang juga berasal dari Jerman ini juga dapat membantu peneliti dalam mengolah file-file data teks.com). Tema-tema ini juga bisa dianalisis untuk kasus tertentu.  Atlas. terapkanlah proses coding untuk membuat sejumlah kecil tema atau kategori.atlasti. dan membangun teori-teori. Program yang berasal dari Austrasila ini menawarkan program software terkenal a N6 (atau Nud. memperoleh kembali.com). audio. tema-tema ini sebaiknya diperkuat dengan berbagai kutipan. Peneliti dapat membuat kode-kode untuk mendeskripsikan semua informasi ini. bisa lima hingga tujuh kategori. orang-orang. kategori-kategori. Program ini merupakan program berbasis PC dari Jerman yang dapat membantu peneliti secara sistematis mengevaluasi dan menginterpretasi teks-teks kualitatif. baik untuk PC maupun MAC ini. Meski demikian.ti (www.  HyperRESEARCH (www. etnografi. seraya menampilkan perspektif-perspektif yang terbuka untuk dikaji ulang. seperti memo.

Langkah 6. penelitian kualitatif dapat berupa banyak hal. dan tindakan. Para peneliti kualitatif juga dapat menggunakan visual-visual. Salah satu cara yang. perspektif-perspektif. Tunjukkan bagaimana deskripsi dan tema-tema ini akan disajikan kembali dalam narasi/laporan kualitatif. interpretasi atau pemaknaan data dalam. dan pengalaman pribadinya ke dalam penelitian. sejarah. tema-tema tertentu (lengkap dengan subtemasubtema. jika peneliti kualitatif menggunakan perspektif teoretis. Selain itu. Langkah terakhir dalam analisis data adalah meng-interpretasi atau memaknai data. atau tentang keterhubung-an antartema. Dalam hal ini. ilustrasi-ilustrasi khusus. Pendekatan ini bisa meliputi pembahasan tentang kronologi peristiwa. dan bukan dari hasil ramalan peneliti. Mengajukan pertanyaan seperti "Pelajaran apa yang bisa diambil dari semua ini?" akan membantu peneliti mengungkap esensi dari suatu gagasan (Lincoln & Guba. dapat diterapkan ahli etnografi untuk mengakhiri penelitiannya adalah dengan meng-ajukan pertanyaan-pertanyaan lebih laniut. Mereka dapat menyajikan suatu proses (sebagaimana dalam grounded theory). Langkah 5. menggambarkan secara spesifik lokasi penelitian (sebagaimana dalam etnografi). Jadi. dapat diadaptasikan untuk jenis rancangan yang berbeda. dengan berpijak pada kenyataan bahwa peneliti membawa kebudayaan.deskripsi dan identifikasi tema untuk masuk ke dalam huburvgan antartema yang lebih kompleks. atau tabel-tabel untuk membantu menyaji-kan pembahasan ini. Pendekatan yang paling populer adalah dengan menerapkan pendekatan naratif dalam menyampaikan hasil analisis. atau memberikan informasi deskriptif tentang partisipan dalam sebuah tabel (sebagaimana dalam studi kasus dan etnografi). Pendekatan questioning ini juga berlaku dalam pendekatan advokasi dan partisipatoris. DAN GENERALISABILITAS 245 . RELIABIUTAS. VALIDItAS. dan kutipan-kutipan). dan dapat bersifat pribadi. Interpretasi/pemaknaan ini juga bisa berupa pertanyaan-pertanyaan baru yang perlu dijawab selanjutnya: pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari data dan analisis. gambar-gambar. Interpretasi juga bisa berupa makna yang berasal dari perbandingan antara hasil penelitian dengan informasi yang berasal dari literatur atau teori. 1985). berbasis penelitian. Pelajaran ini dapat berupa interpretasi pribadi si peneliti. mereka dapat membentuk interpretasi-interpretasi yang diorientasikan pada agenda aksi menuju reformasi dan perubahan. peneliti menegaskan apakah hasil peneliti-annya membenarkan atau justru menyangkal informasi sebelumnya. menurut Wolcott (1994).

tidak pula sejajar dengan reliabilitas (yang berarti pengujian stabilitas dan konsistensi respons) ataupun dengan generalisabilitas (yang berarti validitas eksternal atas hasil penelitian yang dapat diterapkan pada setting. atau sampel yang baru) dalam penelitian kuantitatif) (mengenai generalisabilitas dan reliabilitas kuantitatif ini sudah di-jelaskan dalam Bab 8). sementara reliabilitas kualitatif mengindikasikan bahwa pendekatan yang digunakan peneliti konsisten jika diterapkan oleh peneliti-peneliti lain (dan) untuk proyek-proyek yang berbeda (Gibbs.1). Peneliti perlu menyampaikan langkah-iangkah yang ia ambil untuk memeriksa akurasi dan kredibilitas hasil penelitiannya. 246 . 2007). Gibbs (2007) memerinci sejumlah prosedur reliabilitas sebagai berikut:   Ceklah hasil transkripsi untuk memastikan tidak adanya kesalahan yang dibuat selama proses transkripsi.   Untuk penelitian yang berbentuk tim. Pastikan tidak ada definisi dan makna yang mengambang mengenai kode-kode selama proses coding. Dia juga merekomendasi-kan agar para peneliti kualitatif merancang secara cermat protokol dan database studi kasusnya. Lakukan cross-check dan bandingkan kode-kode yang dibuat oleh peneliti lain dengan kode-kode yang teiah Anda buat sendiri. Sebaliknya. validitas kualitatif merupakan upaya pemeriksaan terhadap akurasi hasil penelitian dengan me-nerapkan prosedur-prosedur tertentu. Dalam penelitian kualitatif. peneliti tetap harus memiokuskan pembahasannya mengenai validasi ini dengan cara menulis prosedur-prosedur validasi pada bagian khusus dalam proposal. orang. Bagaimana para peneliti kualitatif mengetahui bahwa pendekatan mereka konsisten dan reliabel? Yin (2003) menegaskan bahwa para peneliti kualitatif harus mendokumentasikan prosedur-prosedur studi kasus mereka dan mendokumentasikan sebanyak mungkin langkahlangkah dalam prosedur tersebut. diskusikanlah kode-kode bersama partner satu tim dalam pertemuan-pertemuan rutin atau sharing analisis. Hal ini dapat dilakukan dengan terus membandingkan data dengan kodekode atau dengan menulis catatan tentang kode-kode dan defirusi-definisinya (lihat pembahasan mengenai codebook kualitatif). validitas ini tidak memiliki konotasi yang sama dengan validitas dalam penelitian kuantitatif.Meski validasi atas hasil penelitian bisa berlangsung selama proses penelitian (seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 9.

Setelah itu. Sementara itu. Peneliti perlu menjelaskan strategi-strategi validitas ke dalam proposalnya. authenticity. Ada banyak istilah dalam literatur-literatur kualitatif yang membahasakan validitas ini. Tema-tema yang dibangun berdasar-kan sejumlah sumber data atau perspektif dari partisipan akan menambah validitas penelitian. atau pembaca secara umum (Creswell & Miller. Berikut ini adalah dela-pan strategi validitas yang disusun mulai dari yang paling sering dan mudah digunakan hingga yang jarang dan sulit diterapkan:  Mentriangulasi (triangulate) sumber-sumber data yang berbeda dengan memeriksa buktibukti yang berasal dari sumber-sumber tersebut dan menggunakannya untuk membangun justifikasi tema-tema secara koheren. peneliti dapat menerapkan prosedur-prosedur statistik atau subprogram-subprogram reliabilitas yang tersedia dalam program-program software kualitatif untuk mengetahui tingkat konsistensi coding. tetapi apakah mereka akan meng-codmg pernyataan tersebut dengan kode yang sama/mirip satu sama lain). dan peneliti perlu mencari orang yang dapat mengkroscek kode-kode mereka untuk memperoleh apa yang saya sebut dengan intercoder agreement. validitas merupakan kekuatan lain dalam pe-nelitian kualitatif selain reliabilitas. Prosedur lain yang saya rekomendasikan untuk disertakan dalam proposal penelitian adalah mengidentifikasi dan membahas satu atau lebih strategi yang ada untuk memeriksa akurasi hasil penelitian. Saya rnemang merekomendasikan digunakan-nya beragam strategi validitas karena hal ini dapat meningkatkan kemampuan peneliti dalam menilai keakuratan hasil penelitian serta meyakinkan pembaca akan akurasi tersebut. 2000).) telah "sepakat" tentang kode-kode yang digunakan untuk "pernyataan yang sama" (Catatan: ini bukan soal apakah mereka menfr-coding pernyataan yang sama. 2000). penj. Miles dan Huberman (1994) merekomendasikan agar konsistensi coding ini setidaknya berada dalam 80% agreement untuk memastikan reliabilitas kualitatif yang baik. Saya merekomendasikan agar beberapa prosedur penelitian dijelaskan dalam proposal.Para peneliti kualitatif perlu menjelaskan sejumlah prosedur ini dalam proposal penelitian untuk menunjukkan bahwa hasil penelitian yang mereka peroleh nantinya akan benar-benar konsisten dan reliabel. 2000). partisipan. dan credibility (Greswell & Miller. Member 247 . Validitas ini didasarkan pada kepastian apakah hasil penelitian sudah akurat dari sudut pandang peneliti. bahkan ini menjadi salah satu topik penelitian yang paling banyak dibahas (Lincoln & Guba. seperti trustworthiness. Persetujuan semacam ini dapat didasarkan pada apakah dua atau lebih coder (pemeriksa kode.  Menerapkan member checking untuk mengetahui akurasi hasil penelitian.

dan sejenisnya. Akan tetapi. seperti tema-tema.transkrip mentah kepada partisipan untuk mengecek akurasinya. sejarah. Dalam hal ini. Semakin banyak kasus yang disodorkan peneliti. dan status sosial ekonomi. akan melahirkan sejenis problem tersendiri atas tema tersebut. hasilnya bisa jadi lebih realistis dan kaya. Prosedur ini tentu saja akan menambah validitas hasil penelitian. peneliti akan mampu membuat narasi yang terbuka dan jujur yang akan dirasakan oleh pembaca. peneliti juga dapat menyajikan informasi yang berbeda dengan perspektif-perspektif dari tema itu. atau menyajikan banyak perspektif mengenai tema. Dengan menyajikan bukti yang kontradiktif. Hal ini tidak berarti bahwa peneliti membawa kembali transkrip. seperti gender.  Membuat deskripsi yang kaya dan padat (rich and thick description) tentang hasil penelitian. kebudayaan. hasil penelitian bisa lebih realistis dan valid. Dengan melakukan refleksi diri terhadap kemungkinan munculnya bias dalam penelitian. Penelitian kualitatif yang baik berisi pendapat-pendapat peneliti tentang bagaimana interpretasi mereka terhadap hasil penelitian turut dibentuk dan dipengaruhi oleh latar belakang mereka. Sebaliknya. Deskripsi ini setidaknya harus berhasil menggambarkan setting penelitian dan membahas salah satu elemen dari pengalaman-pengalaman partisipan.  Mengklarifikasi bias yang mungkin dibawa peneliti ke dalam penelitian. deskripsi kebudayaan. membahas informasi yang berbeda sangat mungkin menambah kredibilitas hasil penelitian. peneliti diharapkan dapat memahami lebih dalam fenomena 248 . Refleksivitas dianggap sebagai salah satu karakteristik kunci dalam penelitian kualitatif. Tugas ini bisa saja mengharuskan peneliti untuk melakukan wawancara tindak lanjut dengan para partisipan dan memberikan kesempatan pada mereka untuk berkomentar tentang hasil penelitian. analisis kasus. Karena kehidupan nyata tercipta dari beragam perspektif yang tidak selalu menyatu. Ketika para peneliti kualitatif menyajikan deskripsi yang detail mengenai setting misalnya.  Memanfaatkan waktu yang relatif lama {prolonged time) dilapangan atau lokasi penelitian.checking ini dapat dilakukan dengan membawa kembali laporan akhir atau deskripsideskripsi atau tema-tema spesifik ke hadapan partisipan untuk mengecek apakah mereka merasa bahwa laporan/deskripsi/tema tersebut sudah akurat. yang harus dibawa peneliti adalah bagian-bagian dari hasil penelitian yang sudah dipoles.  Menyajikan informasi "yang berbeda" atau "negatif" {negative or discrepant information) yang dapat memberikan perlawanan pada tema-tema tertentu. grounded theory. Peneliti dapat melakukan ini dengan membahas bukti mengenai suatu tema.

Peran auditor ini sebenarnya mirip peran auditor fiscal. Tujuan dari generalisasi dalam penelitian kuaiitatif ini sendiri bukan untuk menggeneralisasi hasil penemuan pada individu-individu. strategi ini dapat menambah validitas penelitian kuaiitatif. Pada dasarnya. Generalisasi ini muncul ketika para 249 . terkait catat-an marning-nya tentang generalisasi dalam penelitian kuaiitatif).  Mengajak seorang auditor {external auditor) untuk mereviexv ke. kehadiran auditor tersebut dapat memberikan penilaian objektif. auditor ini tidak akrab dengan peneliti atau proyek yang diajukan. Proses ini mengharuskan peneliti mencari seorang rekan {a peer debriefer) yang dapat mereviezv untuk berdiskusi mengenai penelitian kualitatif sehingga hasil penelitiannya dapat dirasakan oleh orang lain. mulai dari proses hingga kesimpulan penelitian. Yin (2003). Akan tetapi. sebagaimana yang banyak dijumpai dalam penelitian kuantitatif (lihat Gibbs. begitu pula dengan karakteristik pertanyaanpertanyaan yang akan diajukan oleh keduanya (Lincoln & Guba.yang diteliti dan dapat menyampaikan secara detail mengenai lokasi dan orang-orang yang turut membangun kredibilitas hasil naratif peneiitian. tingkat analisis data mulai dari data mentah hingga interpretasi). semakin akurat atau valid hasil penelitiannya. Semakin banyak pengalaman yang dilalui peneliti bersama partisipan dalam setting yang sebenarnya. Strategi ini —yaitu melibatkan interpretasi lain selain interpretasi dari peneliti— dapat menambah validitas atas hasil penelitian. keakuratan transkrip. Berbeda dengan peer debriefer.seluruhan proyek penelitian. nilai dari penelitian kuaiitatif terletak pada deskripsi dan tema-tema tertentu yang berkembang/dikembangkan daiam konteks lokasi tertentu pula. 1985). MenekankanparHkularitaskeiimbang generalisabilitas (Greene & Caracelli.  Melakukan tanya-jawab. 1997) merupakan karakteristik penelitian kuaiitatif. merasa bahwa hasil studi kasus kuaiitatif dapat digeneralisasi pada sejumlah teori yang lebih luas. Tentu saja. atau tempat-tempat di iuar objek penelitian. misalnya. lokasi-lokasi.dengan sesama rekan peneliti {peer debriefing) untuk meningkatkan keakuratan hasil penelitian. selain oleh peneliti sendiri. 2007. khususnya yang berlaku untuk penelitian studi kasus. hubungan antara rumusan masalah dan data. Hal-hal yang akan di-periksa oleh investigator independen seperti ini biasanya me-nyangkut banyak aspek dalam penelitian (seperti. Akan tetapi. Generalisasi kuaiitatif merupakan suatu istilah yang jarang digunakan dalam penelitian kuaiitatif karena istilah generalisasi lebih banyak diterapkan untuk penelitian kuantitatif. ada sejumlah literatur kuaiitatif yang membahas mengenai generalisabilitas ini.

utamanya tentang bagaimana bagian-bagian ini akan. 2003). peneliti dapat mem-bahas bagian-bagian proposal lain. model proses. 1988). untuk mengulang atau mereplikasi hasil penelitian studi kasus dalam setting kasus yang baru.  Catatlah percakapan-percakapan yang terjadi selama penelitian dan sajikan percakapan250 . Yang jelas. ataukah dengan krono-logi. pengalamanpengalaman lapangan (Van Maanen. seperti hasil penelitian dan inter-pretasi data. atau analisis mendalam tentang satu atau beberapa kasus (studi kasus). 2007). Ini mirip logika replikasi yang berlaku dalam penelitian eksperimen. Setiap strategi penelitian kualitatif pada hakikatnya memiliki prosedur narasinya masing-masing. Pada tingkat tertentu. Dari narasi-narasi yang berbeda ini pula. disajikan: apakah dengan pertimbangan objektif. seperti protokol penelitian untuk mendoku-mentasikan kasus secara detail dan mengembangkan database studi kasus secara utuh (Yin. misal-nya narasi kronologis mengenai kehidupan individu (penelitian naratif). deskripsi detail mengenai pengalaman mereka (fenomenologi). analisis berdasarkan kasus atau lintas kasus. potret detail mengenai kelompok culturesharing (etnografi). peneliti bisa menemukannya dalam jurnal-jumal akademik. atau dengan potret deskriptif yang detail (Creswell. peneliti perlu melakukan dokumentasi yang baik atas prosedur-prosedur kuaiitatif. peneliti perlu menjelaskan tentang proses narasi tersebut. MENULIS KUALITATIF Bagian prosedvir kualitatif dalam proposal penelitian seharusny a diakhiri dengan penjelasan mengenai bagaimana peneliti menarasi-kan hasil analisis datanya. Ada banyak model narasi ini. kisah yang diperluas. dalam merancarig penelitian kualitatif. sebuah teori yang dihasilkan dari data penelitian (grounded theory).1).peneliti kuaiitatif meneliti kasus-kasus tambahan dan menggeneralisasi hasil penelitian sebelumnya pada kasus-kasus yang baru tersebut. Akan tetapi. strategi /menulis dua bagian proposal di atas (hasil penelitian dan interpretasi data) dapat dilakukan dengan leknik-teknik berikut ini:  Gunakanlah cuplikan-cuplikan dan variasikan panjang pendeknya cuplikan tersebut dengan tepat dan sesuai keperluan. khususnya deskripsi atau tema yang mengandung beragam perspektif dari partisipan atau gambaran detail tentang setting dan individuindividu. Sebagaimana yang sudah dijelaskan bahwa prosedur dasar dalam melaporkan hasil penelitian kualitatif adalah membuat des-kripsi-deskripsi dan tema-tema yang berasal dari data penelitian (lihat Gambar 9.

penj. Beberapa karakteristik penelitian kualitatif antara Iain: berada dalam setting yang alamiah. bersifat interpretif dan holistik.  Terapkan indent (menambah spasi di depan alinea untuk tulisan. Dalam sebagian besar karya tulis kualitatif.  Gunakan metafora-metafora dan analogi-analogi (lihat. bab ini juga menge-mukakan panduan umum tentang prosedur-prosedur kualitatif yang meliputi pembahasan mengenai karakteristik-karakteristik umum penelitian kualitatif. narasi detail dalam penelitian naratif).percakapan ini dalam bahasa yang berbeda untuk merefleksikan sensitivitas kultural. sering kali menyertakan perspektif-perspektif teoretis.  Gunakan pernyataan dari partisipan untuk membuat kode-kode atau melabeli tema.  Sajikan informasi tekstual dalam bentuk tabel (seperti. Prosedur-Prosedur Kualitatif Berikut ini adalah salah satu contoh prosedur kualitatif yang ditulis di bagian kbiisus dalam sebuah proposal doktoralnya Miller (1992). didasarkan pada makna partisipan.  Terapkan pendekatan naratif yang biasanya digunakan dalam strategi penelitian kualitatif (seperti deskripsi dalam studi kasus atau etnografi. Selain memperkenal-kan sejumlah variasi dalam penelitian kualitatif. matriks. Contoh 9. melibatkan beberapa metode pengumpulan data. yang membahas bentuk-bentuk ini).tulisan penting atau semiblok. 1990. Richardson.) atau format lain untuk menandai cuplikan-cuplikan yang berasal dari partisipan. tabel-tabel perbandingan untuk kode-kode yang berbeda). RINGKASAN Bab ini mengeksplorasi langkah-iangkah dalam mengembang-kan dan menulis prosedur-prosedur kualitatif. misalnya. bersif at induktif. peneliti membahas literatur ini di akhir penelitian (lihat pembahasan dalam Bab 2). Proyek Miller ini adalah penelitian etnografi tentang pengalaman tahun pertama seorang rektor di sebuah universitas yang 251 .1.  Gunakan kata ganti pertama (saya) atau "kita" dalam bentuk naratif. yang berguna bagi para pembaca yang mungkin kurang familiar dengan pendekatan ini.  Deskripsikan bagaimana hasii narasi tersebut dikomparasikan dengan teori-teori atau literatur-literatur yang membahas topic yang sama.  Campurkan kutipan-kutipan dengan penafsiran-penafsiran penulis. berpijak pada dasar bahwa peneliti adalah instrumen utama pengum-pulan data.

Penelitian > ini dapat diartikan sebagai proses investigatif yang di dalamnya penelitj secara perlahan-lahan memaknai suatu fenamena sosial dengan membedakan. mencaii makna-makna dan perspektif-perspektif informan. kelompok.al. & Silverman. menggandakan. 1998). Dalam penelitian kualitatif.baru berumur empat tanun. Data ini merupakan data yang disajikan dalam bentuk kata-kata (utamanya kata-kata parisipan) atau gambargambar ketimbang angka-angka (Freenkel & Wallen. Marshall dan Rossman (1989) menyatakan bahwa penelitian ini melibatkan peneliti untuk menyelami setting peneliti. 4. Penelitian kualitatif muncul dalam setting yang alamiah di mana di dalamnya ada banyak penlaku dan peristiwa ' kemahusiaan yang terjadi. atau interaksi j sosial tertentu (Locke. 1936). 1990. 2. Untuk menyajikan bagian prosedur kualitatif dalam pr. dan mengklasifiKasikan objek penelitian (Miles & Huberman. Spirduso.didikan (Borg &Gall. Locke et. tidak ada teori atau hipotesis yang dibangun secara priori 3. saya sudah merujuk pada beberapa bagian yang dianggap paling penOng. . Selain itu. Data Penelitian kualitatif bersifat deskriptif. 1984). peristiwa. 1990. Penelitian kualitatif lebih memprioritaskan peneliti ketimbang mekanisme yang tak bernyawa sebagai instumen primer dalam pengumpulan data (Eisner. Frankel & Wallen. {Di $ini. membandingkan. Merriam. Tujuan peneiitian kualitatif / adalah memahami situasi. 1987). Lincoln & Guba. Berikut ini adalah sintesis dari asumsi-asumsi umum tentang karaktenstik-karakteristik penelitian kualitatif yang pemah diajukan oleh sejumlah peneliti: 1. peneliti menjelaskan asumsi-asumsi kualitatif).oyek ini. Paradigma Penelitian Kualitatif Paradigma penelitian kualitatif pada hakikatnya berasal dari antropologi kultural dan sosiologi Amerika (Kirk & Miller. saya juga tetap mempertahankan istilah informan yang digunakan Miller meskipun saat ini ibtilah yang lebih tepat digunakan adalah partisipan.1987. Penelitian kualitatif didasarkan pada sumsi-sumsi yang sangat berbeda dengan rancangan kuantitatif. 1985.Hanya baru-baru ini saja paradigma tersebut diadopsi oieh para peneliti per. Peneliti memasuki dunia informan melalui interaksi berkeianjutan. Para sarjana menyatakan bahwa penelitian kualitatif dapat dibedakan dengan metodologi kuantitatif berdasarkan karakteristik-karakteristiknya yang inheren. menga-talogkan. 1991.1989. Merriam 1988) 252 . 19R9).Marshall & Rossman.

(Eisner. Locke et. diterapkan interpretasi ideografis. 1991) serta ber-dasarkan pada sesuatu yang dapat dipercaya {trustworthiness) (Lincoln & Guba. 1985 ) Maka dari itu. Rancangan etnografis berasal dari bidang antropologi. Kirk & Miller. 1986). 1987. 1988) 9. fokusnya pada sesuatu yang partikular dimana data diinterpretasikan dalam hubungannya dengan partikulasi-partikularitas suatu kasus daripada generalisasigeneralisasi 8. 1985. Tujuan penelitian etnografis 253 . 1990. Merriam. peneliti menjelaskan karakteristik-karak-teristik penelitian kualitatif).al. 1990. Objektivitas dan kebenaran menjadi dua hal yang sangat penting dalam tradisitradisi penelitian. 1985) melalui proses verifikasi dari-pada melalui pengukuran validitas dan reliabilitas pada umumnya. Rancangan Penelitian Etnografis Penelitian ini menerapkan rancangan etnografis. peneliti kualitatif lebih berusaha untuk mencari ketepercaya-an {believability) yang didasarkan pada koherensi. 10. Pertama dan yang utama. Dalam Penelitian Kualitatif. dan Franz Boas (Jacob. khususnya dari kohtribusi Brortislaw Malinowski. Tradisi penelitian in (kualitatif) bertumpu pada penerapan pengetahuan yang tersirat (pengetahuan intuitif atau perasaan) karena sering kali nuansa dari beragam realitas hanya dapat diapresiasi dengan cara ini (Lincoln & Cuba. kegunaan instrumental dan pengetahuan. Merriam 1988) 7.5. kriteria untuk mempertimbangkan penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian kuantitatif. Robert Park. {Disini. Penelitian kualitatif menekankan pada persepsi-persepsi dan pengalamanpengalaman partisipan. Penelitian kualitatif berfokus pada proses-proses yang terjadi. bentuk datanya tidak bisa dihitung {not quantifiable) dalam pengertian yang biasa.1987. Penelitian kualitatif khususnya tertarik pada usaha memahami bagaimana sesuatu itu muncul (Freenkel & Wallen. Makna dan interpretasi dinegosiasi dengan sumber-sumber data manusiawi karena inilah realitas subjek yang memang ingin direkonstruksi oleh seorang peneliti kulatatif (Lincoln & Cuba. atau hasil dan outcome. Merriam 1988) 6. Penelitian kualitatif merupakan suatu rancangan di mana di dalamnya peneliti dpat menegosiasi hasil penelitian (outcomes). Akan tetapi. Dengan kata lain. dan cara-cara mereka memaknai hidup (Freenkel & Wallen.

dan karena itulah saya berniat untuk menjadikan rektor sebagai informan dalam penelitian ini. Penelitian ini juga berusaha memperoleh gambaran menyeluruh untuk dapat menyingkap bagaimana manusia mendeskripsikan dan men-strukturkan dunia (Fraenkel & Wallen. keputusan –keputusan. dan bias-bias personal (peneliti).adalah memperoleh gambaran umum mengenai subjek penelitian. Penelitian ini menekankan aspek pemotretan pengalaman individu-indivsdu sehari-hari dengan cara mengobservasi dan mewawancarai mereka dan individu-individu lain yang relevan (Fraenkel & Wallen. pengetahuan. dan sensitivitas saya terhadap tantangantantangan. peneliti menggunakan dan menjelaskan pendekatan etnografis). dan dewan perwakilan mahasiswa. Sayajuga sudah cukup memahami tentang struktur perguruan tinggi dan peran rektor di dalamnya. 1990). dan pembuatan keputusan. rektor. 254 . 1987). asumsi-asumsi. serta mempersiapkan kepemimpinan dan visi universitas. {DI sini. Kontribusi peneliti terhadap setting penelitian sangat penting da positif. Selain memberikan laporan kepada rektor. Peran Peneliti Karena peran peneliti dianggap sebagai instrument primer dalam pengumpulan data kualitatif. Persepsi saya terhadap jabatan rector perguruan tinggi dari universitas terbentuk dari pengalaman pribadi saya. Yang lebih terkini (1987-1990). Saya juga sering bekerja sama dengan pihak fakultas. anggota dewan. Dari agustus 1980 hingga Mei 1990. Focus penelitian ini adalah pada peran seorang rektor baru dalam menginisiasi perubahan. saya juga telah bekerja sama dengannya pada awal tahun masa kepemimpinannya di universitas. saya bertugas sebagai staf administrasi di sejumlah perguruan tinggi swasta yang terdiri dari 600 hingga 5000 mahasiswa.. pembangunan relasi. Penelitian etnografis melibatkan wawancara mendalam dan observasi terus-menerus pada para partisipan dalam situasi tertentu (Jacob. maka di bagian awal penelitian diperlukan adanya identifikasi terhadap nilai-nilai. 1990). Sebagai anggota dewan rektorat. saya menjabat sebagai Dekan Student Life di salah satu universitas di Midwest. buka malah merugikan (locke et al. 1987). Saya yakin pemahaman saya tentang konteks dan peran ini dapat meningkatkan kesadaran. dan isu-isu yang sering dihadapi oleh rektor universitas di tahun pertama. saya sudah sering terlibat dalam semua aktivitas dan keputusan dewan administratif tingkat tinggi.

Saya mengawali penelitian ini dengan asumsi bahwa rektor universitas merupakan suatu jabatan yang sangat berbeda dan rumit. focus penelitian ini adalah pengalaman dan peristiwa sehari-hari seorang rektor yang baru. Meskipun banyak ekspektasi terhadapnya. Dalam dewan ini. kejutan-kejuatan yang tak terduga.000 orang. bias-bias ini tetap saja muncul. Ketika kuliah aktir. (disini. Saya memandang tahun pertama sebagai tahun yang amat penting. rektor memliki tiga pembantu Rektor (Bidang Akademik. mahasiswa universitas ini yang berjumlah 1. Meskippun saya sudah berusaha semaksimal mungkin memastikan objektivitas penelitian. dipenuhi dengan berbagai perubahan. peneliti merefleksikan perannya dalam penelitian). Informan utama dalam penelitian ini adalah rektor tersebut.Karena pengalaman-pengalaman bekerja sebelumnya dengan seorang rektor baru di sebuah universitas. dan tentu saja tantangan-tantangan baru. Peristiwa Didasarkan pada metodologi etnografis. Universitas ini terletak di lingkungan masyarakat pedesaan Midwestern. bias-bias ini justru membantu bagaimana saya memandang dan memahami data yang dikumpulkan. S2. frustasi. serta persepsi-persepsinya dan makna-makna dalam pengalaman tersebut sesuai dengan yang diungkapkan oleh informan. Bidang Administrasi. Batasan Penelitian Lokasi Penelitian ini dilakukan di salah satu universitas negeri di Midwest. serta bagaimana saya menginterpretasikan pengalaman-pengalaman saya pribadi. dan S3 dengan 51 mata kuliah. Institusi ini memiliki jenjang S1. saya tentu membawa bias bias tersendiri ke dalam penelitian ini. saya tetap mempertanyakan seberapa besar kemampuan rektor untuk menginisiasi perubahan dan mempersiapkan kepemimpinan dan visi universitas. Akan tetapi saya mengobservasi peran rektor ini hanya dalam konteks pertemuan-pertemuan dewan administrative.700 orang nyaris mengisi tiga kali lipat populasi masyarakat di sana yang hanya berkisar 1. Informan Informan dalam penelitian inin adalah rektor baru disalah satu universtitas negeri Midwest. Penelitian ini 255 . Akan tetapi. dan Bidang Kemahasiswaan) dan dua Dekan (Sarjana dan Diploma).

Marshall & Rossman. Merriam. Perimbangan-pertimbangan Etis Dalam merancang penelitian. dalam penelitian ini. kebutuhan-kebutuhan. Untuk itulah diperlukan pula proteksi terhadap hak-hak informan: (1) sasaran penelitian harus disampaikan secara verbal da tulisan sehingga sasaran-sasaran tersebut bisa dipahami dengan jelas oleh informan (termasuk deskripsi mengenai bagaimana data yang nanti terkumpul dan dimanfaatkan selanjutnya dan untuk keperluan apa). 1982. pada 1992. serta mempersiapkan kepemimpinan dan visi universitas.. (Disini. keinginan-keinginan. 1988. Uniknya. peneliti menjelaskan batasan-batasan pengumpulan data). Proses Penelitian ini difokuskan pada peran seorang rektor baru dalam menginisiasi perubahan. (Disini. Pertama dan yang utama. jabatan dan institusi informan yang benar-benar tampak justru menjadi salah satu perhatian. Observasi dalam penelitian etnografis mengharuskan peneliti untuk menggali kehidupan informan (Spradley. Dalam konteks pertimbangan etis ini. peneliti harus memiliki kewajiban untuk menghormati hak-hak. dan harapan-harapan informan harus dpertimbangkan terlebih dahulu ketika akan dibuat pilihan-pilihan tentang pelaporan data penelitian. penelitian etnografis lah yang paling menonjol. (4) informan harus diberi tahu mengenai semua perangkat dan aktivitas pengumpulan data (5) transkripsi harfiah (kata demi kata) da interpretasi serta laporan tertulis harus dibuat dan diberikan pada informan. nilai-nilai. (3) formulir dispensasi penelitian harus disahkan oleh Dewan Peninjau Institusional/ Institutional Review Board/IRB (Lampiran B1 dan B2). peneliti membahas masalah-masalah etis dan review IRB) Strategi-Strategi Pengumpulan data Data dikumpulkan sejak Februari hingga Mei. para peneliti kualitatif pada umumnya selalu membahas pentingnya pertimbangan-pertimbangan etis (Locke et al. (6) hak-hak. (2) izin tertulis untuk melakukan penelitian tersebut harus diperoleh dari informan. dan keinginan-keinginan (para) informan. 1989. Spradley. membangun relasi. membuat keputusan. 1980) dan terus menyikap informasi-informasi yang dianggap sensitif. Jangka waktu ini sudah mencangkup minimal sekali dalam sebulan wawancara terekam selama 45 menit dengan 256 .mencangkup penyesuaian peristiwa-peristiwa atau informasi-informasi yang mengejutkan dan pemaknaan atas peristiwa-peristiwa atau isu-isu penting yang muncul. 1980). dan (7) keputusan akhir yang terkait dalam anonimitas informan selebihnya diserahkan pada informan sendiri.

serta property-properti lain yang mencirikan ketiganya. dan dicoding secara terus menerus. peneliti etnografi mengindeks dan mengkode data mereka dengan menggunakan sebanyak mungkin kategori-kategori (Jacob. Schatzman dan Strauss (1973) menyatakan bahwa analisis data kualitatif utamanya melibatkan pengklasifikasian benda-benda. 1988). pemikiran. wawancara lanjutan (follow up interview) dijadwalkan akan dilakukan pada akhir Mei 1992 (lihat Lampiran E untuk catatan waktu dan jadwal kegiatan yang direncanakan). (Disini. peneliti menjelaskan bagaimana ia mencatat informasi deskriptif dan reflektif). data disusun secara kategoris dan kronologis. (Disini. dan persepsi saya selama proses penelitian dalam catatan lapangan. 1987). Prosedur-Prosedur Analisis Data Merriam (1998) dan Marshall dan Rossman (1989) menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif. Diary terekam (taped diary) milik partisipan dan hasil wawancara terekam (taped interview) di transrip dalam kata demi kata. kemudian berusaha memahami dan menjelaskan pola-pola dan tema-tema tersebut (Agar. 257 . yang menampilkan sejumlah petunjuk tentang bagaimana saya harus memanfaatkan waktu ketika saya berada di lapangan. perasaan. lampiran C). dan Publikasi). Lampiran D). peneliti berencana untuk wawancara secara berhadap-hadapan. Saya juga bermaksud mencatat detail-detail observasi saya dalam notebook dan pemikiran. Untuk membantu pengumpulan data.gagasan utama dicatat rentetan kemunculannya (seperti yang disarankan oleh Merriam. saya akan menggunakan catatan lapangan (field log). berpartisipasi sebagai observer. memo.informan (rancangan pertanyaan-pertanyaan wawancara. pengumpulan data dan analisis data harus serempak (simultaneously). orang-orang. (Disini. Gagasan. dan sekali dalam sebulan analisis pada kalender dan dokumen-dokumen informan (catatan-catatan pertemuan. penglaman. Selain itu. Mereka berusaha mengidentifikasi dan mendeskripsikan pola-pola dan tema-tema dari sudut pandang partisipan. dan peristiwa-peristiwa. dan memperoleh dokumendokumen pribadi). ketika menstranskip dan menganalsis data. Catatancatatan rekaman dan entri-entri di dalamnya direview secara terus menerus. Biasanya sepanjang proses analisis data. informan telah setuju untuk merekam kesan-kesan mengenai pengalaman. diperiksa kembali berulang-ulang. peneliti mendeskripsikan langkah-langkah dalam analisis data). dan perasaan-perasaannya melalui diary terekam/ taped diary (petunjuk-petunjuk tentang refleksi terekam. sekali dalam sebulan. Selama analis ini. 1980). observasi dua jam pada aktivitas-aktivitas keseharian.

Raymond Padilla (Arizona State University) merancang HyperQual ini pada 1987 yang diterapkan pertama kali dalam komputer Macintosh. kata-kata. Kategori-kategori atau kode-kode dapat dimasukkan terlebih dahulu atau di lain waktu. dipilah-pilah. Stack-stack khusus dirancang untuk mengoperasikan dan mengolah data. Tanya jawab bersama informan terkait dengan hasil interpretasi peneliti tentang realitas dan makna yang disampaikan informan akan memastikan nilai kebenaran sebuah data 3. proses analisis data ini dibantu dengan penggunaan program computer analisis data kualitatif yang dikenal dengan HyperQual. Member Checking. peneliti dapat langsung ―memasukkan data lapangan. data dikumpulkan melalui beragam sumber agar hasil wawancara. observasi. 4. Denga HyperQual. mulai dari perancangan proyek hingga pemeriksaan interpretasi dan kesimpulan. observasi regular dan berulang atas fenomena dan setting penelitian akan dilakukan dalam jangka waktu empat bulan. dan dokumen dapat dianalisis seutuhnya. (Disini. Sekumpulan data yang penting dapat diidentifikasi. Verifikasi Untuk memastikan validitas internal. atau frasafrasa kuncinya. HyperQual memanfaatkan software HyperCard dengan memfasilitasi perekaman/ pencatatan dan analisis data teks dan grafis. berikut ini strategi-strategi yang akan diterapkan: 1. termasuk data wawncara. peneliti menjelaskan penggunaan software computer untuk analisis data).Selain itu. Triangulasi data. diperoleh kembali. diubah. 5. dikelompokkan . catatan pribadi. tema-tema. dan ilustrasi-ilustrasi…(dan) menge-tag (atau meng-coding) semua atau sebagian sumber data sehingga sekumpulan data dapat disaring dan dirakit kembali dalam konfigurasi yang baru dan lebih baik‖ (Padilla. seorang mahasiswa doktoral dan graduate asisten di Jurusan Psikologi Pendidikan dipilih sebagai rekan pemeriksa atas peneitian ini. informan akan mengecek seluruh proses analisis data. dan dikelompokkan kembali untuk dianalisis. Kode-kode ini juga dapat ditambah. 258 . observasi. Waktu yang lama dan observasi berulang di lokasi penelitian. informan dilibatkan dalam sebagian besar tahap penelitian ini. 2. data-data teks dapat dicari kategori-kategori. Pola partisipatoris. atau dihapus dengan menggunakan editor HyperQual. Pemeriksaan oleh sesame peneliti (peer examination). 1989: 67-70).

Miles dan Huberman (1984). Semua tahap dalam penelitian ini juga akan diperiksa oleh seorag auditor luar yang sudah berpengalaman dalam metode penelitian kualitatif. eksplorasi proses. strategi utama yang diterapkan adalah menyediakan deskripsi-deskripsi yang kaya. dan peristiwa (studi kasus. Melapokan Hasil Penelitian Lofland (1974) menegaskan bahwa: meskipun strategi-strategi pengumpulan dan analisis data relatif sama dalam berbagai metode kualitatif. di awal penelitian ini. peneliti memberikan penjelasan detail tentang focus penelitian. Klarifikasi bias penelitian. (Disini. peran peneliti.6. Ketiga. untuk memastikan validitas eksternal dalam proyek ini. Deskripsi yang padat akan menjadi sarana menyampaikan gambaran holistik mengenai pengalaman-pengalaman dari seorang rektor universitas yang baru. padat. Peneliti menyebutkan outcome penelitian). grounded theory). Peneliti mengidentifikasi strategi-strategi validitas yang akan digunakan dalam penelitian). serta konteks dari mana data dikumpulkan (LeCompte & Goetz. seperti penelitian individu-individu (naratif. 1984). Strategi pengumpulan dan analisis data akan dilaporkan secara detail untuk memberikan gambaran yang jelas dan akurat mengenai metode-metode yang digunakan dalam penelitian ini. aktivitas. Hal ini akan memungkinkan pembaca untuk turut merasakan tantangan-tantangan yang dirasakan informan dan memberikan prespektif yang dengannya pembaca juga dapat memandang dunia sang informan (Disini. atau pengamatan perilaku-perilaku individu ataii kelompok culture-sharing 259 . Kedua. menjelaskan pentingnya membuat tampilan data. Karena penelitian ini merupakan penelitian naturalistik maka hasil-hasilnya akan lebih pas bila disajikan dalam bentuk deskriptif-naratif ketimbang dalam bentuk laporan saintfik. Sementara itu. dan tulisan naratif adalah bentuk yang paling sering digunakan untuk menampilkan data kualitatif. fenomenologi). saya juga merekomendasikan agar peneliti menjelas-kan —dalam proposal penelitian— strategi penelitian yang akan di-gunakan. kedudukan informan dan dasar penelitian. Pertama. Ada tiga teknik untuk memastikan reabilitas penelitian ini. cara melaporkan hasil penelitian cenderung berbeda. bias peneliti telah dijelaskan dalam subjudul ―Peran Peneliti‖. misalnya. 1988). Proyek akhirnya akan berupa konstruksi pengalaman-pengalaman informan dan pemaknaannya terhadap pengalaman tersebut. Selain itu. dan rinci sehingga setiap orang yang tertarik membaca proyek ini akan memiliki perbandingan kerangka kerja (Merriam. diterapkan traingulasi dan beberapa metode lain dalam pengumpulan dan analisis data.

pehgcodmg-an data. Analisis ini melibatkan analisis informasi partisipan. menunjukkan reliabilitas prosedur-prosedur. dan gambar. Langkah-langkah umum ini meliputi antara lain: pengolahan dan penyiapan data. serta interpretssi terhadap data penelitian. dalam proposal tersebut. Lebih jauh. pembacaan awal informasi. perhatikan Tabel 9. analisis tematik kode-kode. dalam kolom paling kiri.(etnografi). peneliti perlu menyampaikan pelajaran apa yang dapat diambil. 260 . Jika ada satu strategi yang dipilih. Buatlah tabel yang. penggunaan program-program kom puter. peneliti seharusnya menyertakan penjelasan tentang pendekatan sampling dan jenis/strategi apa yang digunakan untuk mengumpulkan data (seperti. grafik. Proposal penelitian seharusnya juga berisi satu bagian tentang outcome yang di-harapkan. Setelah menulis rancangan ini. memunculkan pertanyaan-per-tanyaan. Untuk interpretasi data penelitian. Dalam bagian proposal pengumpulan data. dan audiovisual). deskripsi detail kode-kode. observasi. dan masalah-masalah etis. wawancara. dan peneliti biasanya menerapkan langkahlangkah analisis umum dan strategi-strategi khusus di dalamnya. Penting juga menjelaskan jenis-jenis protokol perekaman/ pencatatan data yang akan digunakan. dan data yang harus Anda kumpulkan. membandingkan hasil penelitian dengan literatur dan teori tertentu. Dalam kolom-kolom sebelah kanan. dokumentasi. strategi penelitian yang ingin Anda giinakan. Analisis data merupakan proses yang terus berkelanjutan selama penelitian. proposal penelitian juga perlu membahas peran peneiiti: pengalam anpengalaman sebelumnya. berarti strategi ini juga perlu disajikan sesuai dengan model narasinya masing-masing. 2. penyajian data dalam tabel. dan/atau mengajukan agenda perubahan. Tulislah satu rancangan prosedur penelitian kualitatif. Selain itu.1 untuk mengecek apakah rancangan yang Anda tulis tersebut sudah lengkap atau tidak. langkah-langkah memperoleh entri. dan menjelaskan fungsi generalisabilitas. menyajikan langkah-langkah analisis data. tunjukkan langkah-langkah yang akan Anda terapkan dalam proyek Anda. Latihan Menulis LATIHAN MENULIS 1. hubungan personal dengan lokasi penelitian. peneliti juga perlu menyebutkan strategi-strategi yang akan digunakan untuk memvali-dasi keakuratan hasil penelitian.

para pembaca akan lebih mudah memilih dan menentukan mana dari kelimanya yang tepat diterapkan untuk masalah penelitian mereka dan sesuai dengan gaya pribadi mereka dalam melakukan penelitian. U. CA: Sage. anggota. Flick. mereka menjelaskan tentang kerangka. Tidak hanya itu. Thousand Oaks. data visual. London: Sage. J. dan sumber-sumber yang dibutuhkan untuk penelitian. buku ini juga membahas isu-isu kualitas dalam penelitian kualitatif. Thousand Oaks. CA: Sage. fenomeno-logi. Buku yang terdiri dari delapan volume dan diedit oleh Uwe Fick ini ditulis oleh para peneliti kualitatif kelas dunia dan dibuat secara kolektif untuk menjelaskan masalah-masalah inti yang muncul ketika para peneliti melaksanakan penelitian kualitatif. (2006). dan menganalisisnya (misalnya. Designing Qualitative Research. Topik-topik yang di-sertakan dalam buku ini sangat komprehensif. Catherine Marshall dan Gretchen Rossman memperkenalkan prosedur-prosedur dalam penelitian kualitatif. Di bagian akhir. Sebaliknya. sejumlah penulis yang membahas penelitian kualitatif terlalu berpijak pada sikap filosofis terhadap topik yang dibahas. buku saya lebih menyajikan lima pendekatan praktis dalam penelitian kualitatif—pendekatan naratif. The Sage Qualitative Research Kit. logika dan asumsiasumsi dasar tentang rancangan dan metode penelitian. cocok dipelajari untuk para peneliti pemula maupun peneliti yang sudah mahir. dan pembaca dibiarkan tanpa pemahaman tentang prosedur-pro-sedur dan praktik-praktik yang sebenarnya dalam merancang dan melaksanakan penelitian kualitatif. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing among Five Approaches. Creswell. merekam. Ini adalah buku yang komprehensif dan insightful. (Ed. analisis wacana). mengumpulkan data. & Rossman. Edisi keempat. buku ini bisa menjadi informasi up-to-date bagi para peneliti masa kini yang ingin mendalami bidang penelitian kualitatif. rnetode-metode pengumpulan data dan prosedur-prosedur dalammengatur. dan menganalisis data kualitatif. C.). Misalnya. 261 . Secara keseluruhan. dan studi kasus— dan membahas bagaimana prosedur-prosedur dalam lima jenis penelitian ini ber-beda dan sama antarsatu dengan yang lain. (2007). ketimbang menekan-kan sikap filosofis. seperti waktu.BACAAN TAMBAHAN Marshall. Edisi kedua. etnografi. (2007).-konseptual penelitian. Terkadang. grounded theory. Buku ini menjelaskan bagaimana merencanakan dan merancang penelitian kualitatif. dan pendanaan.B. G.W.

berkembang. disebabkan oleh kenyataan bahwa metodologi penelitian teais berevolusi dar. Bab ini juga akan menjelaskan lebih lanjut tentang masalah-masalah penelitian yang menuntut keniscayaan untuk dieksplorasi dan dijelaskan (Bab 5). misalnya pembahasan lebih luas mengenai pandang-an-dunia pragmatis. Salah satu manfaatnya adalah memberikan pemahaman yang lebih luasterhadap masalah-masalah penelitian. dan menjelaskan alasan-alasan digunakannya strategi-strategi jamak (multiple forms) dalam pengumpulan dan analisis data (Bab 8 dan 9). dan penerapan metode-metode jamak (multiple methods) sebagaimana yang telah dijabarkan pada Bab 1. penelitian dengan metode campuran —yakni. KOMPONEN-KOMPONEN PROSEDUR METODE CAMPURAN 262 . salah satunya.Bab Sepuluh PROSEDUR-PROSEDUR METODE CAMPURAN Seiring berkembangnya penelitian kualitatif dan kuantitatif dalam ilmu sosial humaniora. masalah-masalah yang diangkat oleh para pakar ilmu sosial dan kesehatan begitu kom-pleks sehingga menerapkan hanya satu pendekatan saja tentu tidak memadai untuk menjabarkan kompleksitas ini. Bab ini akan mengulas banyak hal yang telah disajikan dalam bab-bab sebelumnya. kombinasi penerapan metode kualitatif dan kuantitatif. dan metode campuran adalah salah satu wujud dari perkembangan ini. Popularitas ini. Sifat interdisipliner penelitian juga turut memengaruhi tim penelitian yang terdiri dari individu-individu yang memiliki minat dan pendekatan metodologis yang beragam. bab ini juga akan menjelaskan tujuan penelitian dan rumusan masalah dari kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif (Bab 6 dan 7). ada begitu b3nyak manfaatyang dapat diperoleh dari kombinasi penelitian kualitatif dan kuantitatif ini daripada sekadar menerapkan salah satu dari keduanya secara terpisah. Selain itu. yang memanfaatkan kekuatan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif sekaligus. Pada akhirnya. Apalagi. menerapkan kombinasi dua pendekatan sekaligus (kualitatif dan kuantitatif)— menjadi kian populer.

Creswell & Piano Clark. Selain jurnal.Saat ini. Tashakkori & Teddlie. 1996). akan dijelaskan komponenkomponen penting terkait sifat-sifat dan jenis-jenis strategi penelitian metode campuran. & Bentall. yang untuk pertama kalinya menyajikan overviezo komprehensif mengenai strategi penelitian yang satu ini. Bryman. seperti bidang terapi okupasional (Lysack & Kreftdng. Qualitative Health Research. 2007. Piano Clark & Creswell. komunikasi interpersonal (Boneva. Pada 2003. kesehatan mental (Rogers. 2007. penelitian metode campuran telah berkem'oang menjadi seperangkat prosed ur y a rig dapat diterapkah para peneliti dalam mendesain penelitian metode campuran mereka. seperti International Journal of Social Research Methodology. 1998). Annals of Family Medicine. 2008. Day. Buku-buku terbaru yang terbit setiap tahun pun juga tidak sedikit yang ditulis khusus untuk membahas penelitian metode campuran (seperti. pencegahan AIDS (Janz et al. 2008. Greene. Randall. 1995). sejumlah jurnal juga m ulai fokus pada peneli tian d engan metode campuran. 2003). Dalam bab ini. 2000). sejumlah jurnal lain juga telah berusaha merumuskan penelitian ini dalam konteks disiplin ilmu pengetahuan tertentu.1.. Selain itu. 2001). Checklist pertanyaan-pertanyaan seputar bagaimana mendesain penelitian metode campuran sudah disajikan dalam Tabel 10.1 Checklist Pertanyaan-pertanyaan untuk merancang prosedur Metode campuran --------------------------------------------______ --------------------Apakah definisi dasar tentang metode campuran sudah disajikan? Apakah alasan/rasionalisasi digunakannya dua pendekatan atau data ini (kuantitatif dan kualitatif) juga sudah disajikan? Apakah pembaca merasakan manfaat potensial dari diterapkannya rancangan metods campuran ini? Apakah kriteria-kriteria dalam memilih strategi metode campuran sudah diidentifikasi? Apakah strategi yang dipilih sudah disebutkan? Apakah model visual yang mengilustrasikan strategi tersebut juga sudah disajikan? Apakah ada notasi yang digunakan untuk menyajikan model visual tersebut? 263 . & Frohlich. seperti Journal of Mixed Methods Research. bab ini juga akan membahas perlunya model visual dalam Tabel 10. beberapa penelitian sosial humaniora juga bany ak yang menerapkan penelitian metode campuran ini dalam bidang-bidang yang beragam. dan dalam sains sekolah menengah (Houtz. perawatan demensia (Weitzman & Levkoff. Quality and Quantity dan Field Methods. Kraut. 2003).. diterbit-kanlah Handbook of Mixed Methods in the Social & Behavior Sciences (Tashakkori & Teddlie. Bahkan. Baru-baru ini. 1994).

Beberapa sumber mengidentifikasi bahwa penelitian ini bermula dari psikologi dan matriks multitraid-multwietlwd-nya Campbell dan Fiske (1959) yang tertarik untuk mengonvergensi dan mentriangulasi sumber-sumber data kuantitatif dan kualitatif 0ick. beberapa hal yang perlu dijelaskan terkait dengan sifat metode campuran dalam proposal penelitian:  Jelaskan secara kronologis dan singkat sejarah perkembangan metode campuran. SIFAT PENELITIAN METODE CAMPURAN Karena penelitian metode campuran ini relatif baru di dalam ilmu sosial humaniora maka peneliti perlu menyajikan definisi dasar dan deskripsi singkat dalam proposal. 2007). Onwuegbuzie. Tashakkori & Teddlie. panjelasan lebih detail tentang bagaimana mendefinisikan pene litian metode campuran dalam Johnson. dan struktur penyajjan laporan akhir. 2007. satu penelitian (lihat. untuk memperluas pembahasan dengan cara menerapkan dua metode sekaligus.  Definisikan penelitian metode campuran. ada pula yang menyatakan bahwa metode campuran ini didorong oleh keinginan untuk mengembangkan metodologi yang berbeda dalam penelitian (lihat Creswell & Piano Clark. disajikan satu contoh prosedur metode campuran yang diperoleh dari berbagai sumber. Turner. 1979). Jelaskan pula mengapa peneliti harus menggunakan rancangan metode campuran (misalnya. 1998). misalnya. untuk menggunakan satu pendekatan integratif agar mampu memperoleh pemahaman yang 264 . Berikut ini. peran peneliti. dan apakah struktur ini berkaitan dengan strategi penelitian yang dipilih? rancangan metode campuran. Namun. Setelah pembahasan mengenai komponen-komponen di atas. dengan menyertakan definisi dalam Bab 1 yang fokus pada pengombinasian dua metode (kualitatif dan kuantitatif) dalam.------------------------- ------------- --------------------- Apakah prosedur-prosedur pengumpulan dan analisis data sudah dijelaskan? Apakah strategi-strategi sampling untuk pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif sudah dijeiaskan? Apakah strategi-strategi sampling ini berkaitan erat dengan strategi penelitian yang dipiiih? Apakah prosedur-prosedur data yang spesifik sudah dijelaskan? Apakah prosedur-prosedur ini berkaitan erat dengan strategi penelitian yang dipilih? Apakah prosedur-prosedur validasi data kualitatif dan kuantitatif sudah dijelaskan? Apakah struktur naratif/penyajian metode campuran sudah dijelaskan. prosedur-prosedur khusus dalam pengumpulan dan analisis datanya.

dan proyek-proyek yang didanai/hibah (lihat Creswell & Piano Clark. perawatan kesehatan publik. kenalilah istilah-istilah berbeda yang sering digunakan untuk menyebut penelitian ini. meski bukubuku yang terbit baru-baru ini lebih banyak menggunakan istilah metode campuran (Bryman. STRATEGI-STRATEGI PENELITIAN METODE CAMPURAN DAN MODELMODEL VISUALNYA Ada beberapa tipologi yang bisa dimanfaatkan peneliti untuk memilih jenis strategi metode campuran yang akan digunakan dalam ponelitiannya. Tashakkori & Teddlie. 2007 untuk pembahasan mengenai inisiatif inisiatif awal yang turut berkontribusi pada perkernbangan metode campuran saat ini). atau untuk menguji hasil penelitian dari pendekatan yang berbeda). Yang jelas. Dalam klasifikasi-klasifikasi ini. setiap strategi memiliki istilah yang berbeda-beda. Berikut ini. meskipun ada sejumlah hal substansial yang mirip dan overlapping dalam rancangan-rancang-an tersebut. Selain itu. multimetode. 2003). kebijakan dan penelitian pendidikan. sintesis. artikel-artikel jurnal. 2006.. penelitianpenelitian akademik. Merencanakan Prosedur-Prosedur Metode Campuran Sebelum membahas enam strategi ini.  Tulislah tantangan-tantangan yang Anda hadapi ketika menerapkan penelitian metode campuran.buku. serta penelitian sosial dan behavioral. serta tuntutan akan pengetahuan mendalam tentang bentuk penelitian kuantitatif sekaligus kualitatif. dan metodologi campuran. campuran dua metode ini bisa saja berada dalam satu penelitian atau berada di antara sejumlah studi dalam satu program penelitian. sifat analisisnya yang begitu intensif atas data teks dan angka-angka. Creswell dan Piano Clark (2007) mengidentifikasi 12 sistem klasifikasi strategi penelitian metode campuran yang didasar-kan pada ranah-ranah yang berbeda. seperti evaluasi.  Jelaskan secara singkat perkembangan minat terhadap penelitian metode campuran seperti yang banyak terungkap dalam buku. metode kuantitatif dan kualitatif. saya jelaskan enam strategi penelitian metode campuran yang sudah saya dan rekan-rekan saya gunakan sejak 2003 (Creswell et al.lebih baik. 2003). penting kiranya untuk mempertimbangkan terlebih dahulu sejumlali aspek penting dalam merancang prosedur-prosedur untuk penelitian 265 . Tantangan-tantangan ini bisa berupa sifat pengumpulan datanya yang harus ekstensif. seperti integmsi.

1 Timing Konkuren/Tidak Sekuensial Tahap Pertama Kualitatif-Sekuensial Bobot/Prioritas Pencampuran Seimbang Menggabungkan {Integrating) Kualitatif Menghubungkan (Connecting) Teorisasi Eksplisit Implisit Tahap Pertama Kuantitatif Menancapkan Kuantitatif-Se(Embedding) kuensial Gambar 10. Ketika data dikumpuikan secara bertahap. Hal ini bergantung pada tujuan awai peneliti.metode campuran. Aspek-aspek tersebut antara lain: timing (waktu). Timing (Waktu) Peneliti harus mempertimbangkan waktu dalam pengumpulan data kualitatif dan kuantitatifnya: apakah data akan dikumpulkan secara bertahap (sekuensial) atau langsung dikumpulkan sekaligus dalam satu waktu (konkuren). yang di dalamnya data dikumpulkan dari sejumlah besar partisipan (yang biasanya di-anggap sebagai sampel penelitian).1 Aspek-Aspek yang Perlu Dipertimbangkan dalam Merancang Penelitian Metode Campuran Sumber: Diaptasi dari Creswell et al. Setelah itu. peneliti memperluas pema-hamannya melalui tahap kedua. berarti tujuannya adalah untuk mengeksplorasi topik penelitian dengan cara mengamati para parti-sipan di lokasi penelitian. kuantitatif. terkadang memang tidak efektif mengumpulkan data secara bertahap dalamjangka waktu yang lama (misalnya. peneliti periu menentukan data apa saja yang akan dikumpulkan terlebih dahulu: apakah data kuantitatif atau data kualitatif. dan teorizing (teorisasi) seperti yang dapat dilihat dalam Gambar 10. Dalam beberapa proyek penelitian. Ketika data dikumpulkan secara konkuren. Dalam hal ini. berarti data kualitatif maupun data kuantitatif sama-sama dikumpulkan sekaligus dalam satu waktu. mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif dalam satu waktu sering kali lebih efektif ketimbang mengumpulkannya secara bertahap. iveighting (bobot). dalam ilmu kesehatan di mana para dokter tidak punya banyak waktu untuk mengumpulkan data di lapangan). (2003). dan pelaksanaannya ber-langsung serempak. mixing (pencampuran). Ketika data kualitatif yang terlebih dahulu dikumpulkan. ketika peneliti berada dalam lokasi penelitian. Weighting (Bobot) 266 .

men-campur rumusan masalah/ filosofi. menguji suatu teori) yang akan diprioritaskan. Bagi para pem-buat proposal yang menggunakan metode campuran ini. proposalnya kapan proses pencampuran tersebut terjadi. dalam proyek dua-tahap yang diawali oleh tahap kuantitatif. 2007). Terkadang. seperti dalam percobaan-percobaan eksperimen (lihat Rogers et al. Mencampur (mixing) berarti bahwa data kualitatif dan kuantitatif benar-benar dileburkan dalam satu end of continuum. atau dikombinasikan denganbeberapa cara yang lain. sedangkan data kuantitatif terdiri dari angka-angka. bobot tersebut bisa lebih berat ke satu metode daripada metode yang lain. sejauh mana treatment terhadap masing-masing dari dua jenis data tersebut. organisasi profesionai). Dua data ini bisa saja ditulis secara terpisah. Misalnya. Mixingr(Pencttiiipuran) Mencampur data (atautialam pengertian yang lebih luas. atau apakah pendekatan induktif (seperti. peneliti memang sengaja lebih mernprioritaskan satu jenis data untuk penelitian tertentu. Dalam beberapa penelitian. analis. namun keduanya tetap dihubung-kan satu sama lain secara implisit. atau bahkan dalam ketiga tahap ini sekaligus.. tahap inter-pretasi. namun dalam beberapa penelitian lain. dijaga keterpisahannya dalam end of continuum yang lain. Ada dua pertanyaan yang perlu diajukan dalam hal ini: Kapan peneliti harus melakukan pencampuran (mixing) dalam penelitian metode campuran? Dan bngaiinann proses pencampuran ini? Pertanyaan pertama lebih mudah dija wab ketimbang pertanyaan kedua. dan interpretasi penelitian) bukanlah pekerjaan yang mudah mengingat data kualitatif terdiri dari teks-teks dan gambar-gambar. bobot ini bisa saja seimbang. membangun tema-tema dalam kualitatif) atau pendekatan deduktif (seperti. Dalam kerangka yang lebih praksis. Prioritas pada satu metode bergantung pada minat peneliti. keinginan pembaca (seperti.Faktor kedua yang perlu diperhatikan dalam merancang prosedur-prosedur metode campuran adalah bobot atau priori tas yang diberikan antara metode kuantiatif dan kualitatif. mereka perlu menjelaskan dan menyajikan dalam. 2003). Bagaimana data dicampur? Ini menjadi salah satu perhatian utama di kalangan para pakar metodologi penelitian baru-baru ini (Creswell & Piano Clark. bobot dalam penelitian metode campuran ini bisa dipertimbangkan melalui beberapa hal.is data danhasilnya dapat digunakan untuk mengidentifikasipara partisipan yang dikumpul-kan pada tahap 267 . dan hal apa yang ingin diutamakan oleh peneliti. pihak fakultas. antara lain apakah data kualitatif atau data kuantitatif yang akan diutamakan terlebih dahulu. Pencampuran dua jenis data bisa saja dilakukan dalam bebe-rapa tahap: tahap pengumpulan data. tahap analisis data.

Keterhubungan ini tergambar dari penelitian kuantitatif dan kualitatif yang terhubung selama analisis data pada tahap pertama dan pengumpulan data pada tahap kedua. teori adopsi..Sebaliknya. teori atribusi) atau perspektifperspektif teoretis lain yang lebih luas. Dalam penelitian metode campuran. Teorisasi dan Perspektif-PerspektifTrcmsformasi Faktor terakhir yang perlu dipertimbangkan seorang peneliti dalam merancang prosedur metode campuran adalah perspektif teo-retis apa yang akan menjadi landasan bagi keseluruhan proses/ tahap penelitian. peneliti bisa saja mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara konkuren dan menggabungkan (integrating) database keduanya dengan mentransformasikan tema-tema kualitatif menjadi angka-angka yang bisa dihitung (secara statistik) dan membandingkan hasil penghitunganini dengan data kuantitatif deskriptif. pencampuran berarti menggabungkan dua database dengan meleburkan secara utuh data kuantitatif dengan * data kualitatif. siapa yang berpartisipasi dalam penelitian. peneliti bisa saja lebih cende-rung untuk mengumpulkan satu jenis data (katakanlah kuantitatif) yang didukung oleh jenis data lain (katakanlah kualitatif) yang sudah ia miliki sebelumnya. peneliti tidak menggabungkan dua jenis data yang berbeda dan tidak pula menghubungkan dua tahap penelitian yang berbeda. dan teori-teori ini dapat ditulis secara eksplisit dalam. Dalam proyek yang lain. gender. semacam advokasi/partisipatoris (misalnya. Database sekunder • memainkan peran pendukung dalam penelitian ini. Perspektif ini bisa berupa teori yang berasal dari ilmuilmu sosial (seperti. kelas) (lihat Bab 3). dan implikasi-implikasi yang diharapkan dari penelitian (biasanya demi 268 . yakni pada tahap pengumpulan data kualitatif. Semua peneliti membawa teori-teori ke dalam penelitian mereka. teori kepemimpinan. Dalam hal ini. tetapi bisa juga ditulis secara implisit. penelitian metode campuran. Dalam situasiini. bagaimana data dikumpulkan.selanjutnya. saling dihubungkan (connecting) satu sama lain selama tahap-tahap penelitian. baik data kuantitatif maupun data kualitatif. teori biasanya muncul di bagian awal penelitian untuk membentuk rumusan masalah yang diajukan. Di sini. Dalam hal ini. ia justru tengah me-nancapkan (embedding) jenis data sekunder (kualitatif) ke dalam jenis data primer (kuantitatif) dalam satu penelitian. ras. Dalam skenario proyek terakhir. bahkan tidak disebutkan sama sekali. kita akan fokus pada penggunaan teori-teori yang eksplisit.

dengan data kualitatif dan kuantitatif yang dikumpulkan sekaligus dalam satu waktu. Berikut ini adalah notasi yang diadaptasi dari Morse (1991). Dalam penelitian metode campuran. analisis.perubahan dan advokasi).3 mendeskripsikan dan mengilustrasikan secara singkat masing-masing strategi ini.  Pengapitalan ("KUAN" atau "KUAL") mengindikasikan suatu bobot atau prioritas yang diberikan pada data.2 dan 10. Strategi-Strategi Penelitian Metode Campuran dan Model-Model Visualnya Empat faktor ini —waktu. Tashakkori dan Teddlie (1998). dan interpretasi kuantitatif atau kualitatif. Ia menyajikan pembahasan yang me-narik tentang bagaimana perspektif transformasi membentuk tahap-tahap penelitian metode campuran. Masing-masing strategi metode campuran ini dapat dideskripsi-kan dengan notasi yang sudah lazim digunakan dalam ranah metode campuran. Masih a da enam strategi penting yang bisa dipiiih oleh peneliti dalam merancang prosedur-prosedur penelitiannya. Gambar 10.  Simbol"—>" mengindikasikan strategi pengumpulan data sekuensial. Mertens (2003). yang bisa digunakan oleh para peneliti untuk mengomunikasikan prosedur-prosedur metode campuran mereka dengan mudah. Sebuah proposal seharusnya berisi deskripsi tentang strategi penelitian dan model visualnya. Keenam strategi ini di-adaptasi dari Creswell et al. dan Creswell dan Piano Clark (2007):  Simbol "+" mengindikasikan strategi pengumpulan data secara konkuren dan simultan. data kuantitatif). Meski demikian. dan teorisasi— dapat membantu peneliti untuk merancang prosed ur-prosedur penelitian metode campuran. serta prosedurprosedur dasar yang akan digunakan peneliti dalam menerap-kan strategi tersebut.dukung jenis data yang lain (misainya. Notasi metode campuran merupakan label-label dan simbol-simbol singkatan yang mencerminkan aspek-aspek penting dalam penelitian metode campuran. keempat faktor tersebut tidak menu tup kemungkinan'kemungkinan yang lain. data kualitatif) yang men. pencampuran. misalnya. data kualitatif dan kuantitatif dapat diprioritaskan 269 . dengan satu jenis data (misalnya. Setiap teori pada umumnya menyediakan perspektif utuh yang bisa diterapkan dalam semua strategi penelitian metode campuran (akan dibahas sebentar lagi). (2003). bobot. Kata kualitatifdan kumititatif dalam dua gambar tersebut disingkat dengan kata "qual" dan "quan" (pembahasan detailnya akan disajikan lebih lanjut).

270 .  "Kuan" dan "Kual" merupakan kependekan dari kunntitntif dan kualiatif. (2003) secara seimbang.  Kotak-kotak mengindikasikan analisis dan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif.  Notasi KUAN/kual mengindikasikan bahwa metode kualitatif ditancapkan ke dalam rancangan kuantitatif. atau salah satu data dapat diutamakan ketim-bang data yang lain.2 Strategi-Strategi Sekuensial Sumber: Diadaptasi dari Creswell et al. Pengapitalan ini mengindikasikan adanya satu pendekatan atau metode yang lebih diprioritaskan. Keduanya menggunakan jumlah kata yang sama untuk menunjukkan keseimbangan antara dua jenis data.Gambar 10.

Strategi ini diterapkan dengan pengumpulan dan analisis data 271 . membantu pembaca memahami prosedur-prosedur spesifik yang digunakan.Selain notasi di atas. analisis. yang juga perlu dimasukkan ke dalam setiap gambar adalah prosedur-prosedur spesifik dalam pengumpulan analisis. sebuah gambar setidaknya harus terdiri dari dua elemen: prosedur umum dalam metode campuran yang digunakan dan prosedur-prosedur yang lebih spesifik dalam pengumpulan.. Dalam hal mi. dan interpretasi data.3 Strategi-Strategi Konkuren Sumber: Diadaptasi dari Creswell et al. (2003). Strategi Eksplanatoris Sekuensial Strategi eksplanatoris sekuensial merupakan strategi yang cukup populer dalam penelitian metode campuran dan sering kali digunakan oleh para peneliti yang lebih condong pada proses kuanti-tatif. dan interpretasi data untuk Gambar 10.

kuantitatif pada tahap pertama yang diikuti oleh pengumpulan dan analisis data kualitatif pada tahap kedua yang dibangun berdasarkan hasil awal kuantitatif. yang lebih cocok untuk menjelaskan dan menginterpretasi hubungan-hubungan. tetapi bisa juga tidak. Strategi Eksploratoris Sekuensial Strategi ini mirip dengan strategi sebelumnya. Proses pencampuran (mixing) data dalam strategi ini terjadi ketika hasil awal kuantitatif menginformasikmi proses pengumpulan data kualitatif. tujuan dari strategi ini adalah menggunakan data dan hasil-hasil kuantitatif untuk membantu menafsirkan penemuan-penemuan kualitatif. Artinya. Rancangan eksplanatoris sekuensial biasanya digunakan untuk menjelaskan dan menginterpretasikan hasil-hasil kuantitatif berdasarkan hasil pengumpulan dan analisis data kualitatif. dua jenis data ini terpisah. strategi ini akan lemah ketika dua tahap pengumpulan data diberikan prioritas yang seimbang. Morgan (1998) menyatakan bahwa strategi ini cocok 272 . diimplimentasikan berdasarkan perspektif teoretis tertentu (lihat Gambar 102b). fokus utama dalam strategi eksploratoris sekuensial adalah mengeksplorasi suatu fenomena. Teori yang eksplisit bisa saja disajikan. Untuk itulah.2a. Sifat keterusterangan (straightforward) dari rancangan ini merupakan salah satu kekuatan utamanya. dan proses pencampuran (mixing) antarkedua metode ini terjadi ketika peneliti menghnbungkan antara analisis data kualitatif dan pengumpulan data kuantitatif. Bobot/prioritas lebih diberikan pada data kuantitatif. Bobot/prioritas lebih cenderung pada tahap pertama. Tidak seperti strategi eksplanatoris sekuensial. Pada level yang paling dasar. atau tidak bisa. Strategi eksploratoris sekuensial bisa. Rancangan ini secara khusus berguna ketika muncul hasil-hasil yang tidak diharapkan dari penelitian kuantitatif (Morse. Rancangan ini juga mudah dideskripsikan dan dilaporkan. namun tetap berhubungan. pengumpulan data kualitatif yang dilakukan sesudahnya dapat diterapkan untuk menguji hasil-hasil yang mengejutkan ini dengan lebih detail. Strategi ini bisa saja memiliki atau tidak memiliki perspektif teoretis tertentu. yang kemudian diikuti oleh pengtimpuian dan analisis data kuantitatif pada tahap kedua yang didasarkan pada hasil-hasil tahap pertama. Strategi eksploratoris sekuensial melibatkan pengurr«pulan dan analisis data kualitatif pada tahap pertama. 1991). Kelemahan utama rancangan ini terletak pada lamanya waktu dalam pengumpulan data karena harus melewati dua tahap secara terpisah. Selain itu. Langkah-langkah dari strategi ini sudah diilustrasikan dalam Gambar 10. dalam membentuk keseluruban prosedur. hanya tahap pengumpulan dan analisis datanya saja yang dibalik.

Begitu pula. mengumpulkan data kualitatif dan mengana-lisisnya (Tahap 1). strategi eksploratoris sekuensial juga mengharuskan peneliti untuk melewati. Selain itu> strategi ini dapat membuat penelitian kualitatif yang sangat luas menjadi nyaman dibaca oleh pembimbing. strategi eksploratoris sekuensial sering kali dipilih sebagai prosedur penelitian ketika peneliti perlu membuat suatu instrumen disebabkan instrumen yang ada tidak layak atau tidak tersedia. Strategi ini terdiri dari tahap pertama (baik itu kuantitatif ataupun kualitatif) yang diikuti oleh tahap kedua (baik itu kuantitatif maupun kualitatif). ketidakadilan). Morse (1991) menyatakan bahwa salah satu tujuan dipilihnya strategi ini adalah untuk menentukan distribusi suatu fenomena dalam populasi yang dipilih. peneliti juga harus membuat keputusan penting tentang penemuan-penemuan awal kualitatif apa saja yang akan difokuskan dalam tahap kuantitatif berikutnya (seperti. Untuk membuat instrumen ini. panitia. 2007). Strategi transformatif sekuensial merupakan proyek dua-tahap dengan perspektif teoretis tertentu (seperti. Strategi ini tepat digunakan oleh peneliti yang ingin mengeksplorasi suatu fenomena. strategi ini juga dapat digunakan untuk melakukan generalisasi atas penemuan-penemuan kualitatif pada sampel-sampel yang berbeda. teori ilmu sosial) yang turut membentuk prosedur-prosedur di dalamnya..2c). yang tentu saja lemah untuk beberapa situasi penelitian tertentu.digunakan untuk menguji elemen-elemen dari suatu teori yang dihasilkan dari tahap kualitatif. tema-tema ganda). Lebih dari itu. Pada akhirnya. dan dilaporkan. atau komunitas penelitian yang terbiasa dengan penelitian kuantitatif. tetapi juga ingin memperluas penemuan-penemuan kualitatifnya. menciptakan 273 . Perspektif ini dapat membentuk rumusan masalah yang akan dieksplorasi (seperti. peneliti perlu melewati tiga tahap: pertama-tama. ras. ke-tidaksetaraan. gender. Selain itu. Strategi Transformatif Sekuensial Strategi ini terdiri dari dua tahap pengumpulan data yang ber-beda. satu tema. Pendekatan dua-tahap irvi (pene-litian kualitatif yang diikuti oleh penelitian kuantitatif) membuat strategi ini mudah diwujudkan. satu tahap mengikuti tahap yang lain. perbandingan antarkelompok. waktu yang relatif lama dalam menyelesaikan tahap-tahap pengumpulan data. seperti halnya dua strategi sekuensial sebelumnya (lihat Gambar 10. dideskripsikan. Strategi eksploratoris sekuensial memiliki banyak keunggulan sebagaimana strategi sebelumnya. Perspektif teoretis diperkenalkan di bagian pend~huluan. lalu menggunakan analisis tersebut untuk membuat suatu instrumen (Tahap 2). diskriminasi. yang kemudian diatur untuk ke-perluan sampel populasi (Tahap 3) (Creswell & Piano Clark. Seperti halnya strategi eksplanatoris sekuensial.

misalnya dalam penelitian kualitatif. terutama tentang bagaimana visi transformatif tersebut digunakan untuk memandu metode penelitian. peneliti diharapkan dapat me-nyuarakan perspektif-perspektif yang berbeda. dan diakhiri dengan ajakan akan perubahan. Strategi transformatif sekuensial juga memiliki kekuatan dan kelemahan metodologis tersendiri dibandingkan dengan dua strategi sekuensial sebelumnya. lebih bertujuan untuk membimbing penelitian ketimbang untuk diterapkan sebagai metode tersendiri. salah satu kelemahan strategi ini adalah sedikitnya buku yang ditulis tentangnya. strategi ini bisa jadi lebih menarik dan acceptable bagi para peneliti yang perriah menggunakan kerangka transformatif dalam satu metodologi terlentu. seperti yang dilakukan dalam strategi-strategi sekuensial sebelumnya. perspektif teoretis ini. Tahap-tahap yang berbeda dalam strategi iru mernudahkan peneliti untuk menerapkan. mendeskripsi. Pada dasarnya. Dalam strategi transfonnatif sekuensial ini. atau niemahami suatu feno-mena dengan lebih baik. Begitu juga. strategi ini telah menempat-kan penelitian metode campuran dalam kerangka transformatif: sesuatu yang tidak dilakukan dalam dua strategi sebelumnya. Tujuan dari strategi transformatif sekuensial adalah untuk me-nerapkan perspektif teoretis si peneliti. apakah itu berupa kerangka konseptual atau ideologi tertentu. Dengan diterapkannya penelitian dua-tahap dalam strategi ini. Sayangnya. memberikan advokasi yang lebih baik kepada partisipan. dan bobotnya dapat diberikanpada salah satu dari keduanya atau didis-tribusikan secara merata pada masing-masing tahap. Dalam strategi ini. Meski demikian.sensitivitas pengumpulan data dari keiompok-kelompok marginal. dan rnelaporkan hasil penelitiannya meskipun strategi ini juga membutuh-kan waktu yang tidak sebentar dalam menyelesaikan dua tahap pengumpulan data. Strategi Triangulasi Konkuren 274 . tidak seperti strategi eksploratoris dan eksplanatoris sekuensial sebelumnya. Maka dari itu. peneliti dapat menggunakari salah satu dari dua metode dalam tahap pertama. peneliti masih perlu memutuskan tentang hasil-hasil apa saja pada tahap pertartia yang akan dijadikan fokus vintuk ditindaklanjuti pada tahap kedua. atau sejenis advokasi. dalam strategi transformatif sekuensial ini. proses pencampuran (mixing) terjadi ketika peneliti menggabungkan antardua metode penelitian. seperti halnya strategi-strategi sekuensial lain. Yang lebih pen ting. peneliti harus menggunakan perspektif teoretis tertentu untuk me-mandu penelitiannya.

pencampuran (mixing) terjadi ketika peneliti sampai pada tahap interpretasi dan pembahasan. Strategi ini pada umumnya menerapkan metode kuantitatif dan kualitatif secara terpisah untuk menutupi/menyeimbangkan kelemahankelemahan satu metode dengan kekuatan-kekutan metode yang lain (atau sebaliknya. Strategi transformatif konkuren ini memiliki banyak manfaat selain karena sudah populer di kalangan peneliti. Salah satunya adalah karena strategi ini membutuhkan usaha keras dan keahlian khusus dari peneliti untuk 275 .3a). & Graham. Meski demikian. perbedaan-perbeda-an. strategi ini juga dapat menghasilkan penemuan yang substantif dan benar-benar tervalidasi. peneliti mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara konkuren (dalam satu waktu). Goodman. Morgan. McLeroy. & McCormick. Integrasi ber-dampingan ini (side-by-side integration) banyak dijumpai dalam pene-litian-penelitian metode campuran terpublikasi yang bagian pembahasan di dalamnya selalu menyajikan hasil-hasil statistik (kuantitatif) terlebih dahulu. pengumpuian data konkuren membutuhkan jangka waktu pengumpuian data yang relatif sebentar jika dibandingkan dengan pengumpuian data se-kuensial. Dalam strategi triangulasi konkuren. kemudian membandingkan dua database ini untuk mengetahui apakah ada konvergensi. Idealnya. Apalagi. Dalam strategi ini. Pencampuran tersebut dilakukan dengan meleburkan dua data penelitian menjadi satu (seperti. Hal ini disebabkan data kuantitatif dan kualitatif dikumpul-kan sekaligus dalam satu waktu di lokasi penelitian. atau corroboration (Greene. tetapi dalam praktiknya. sering kali ada prioritas yang lebih dibebankan pada satu metode ketimbang pada metode yang lain. mentransformasi satu jenis data menjadi jenis data lain sehingga keduanya dapat mudali diperbandingkan) atau dengan mengintegrasikan atau mengomparasikan hasil-hasil dari dua data tersebut secara berdampingan dalam pembahasan. atau beberapa kombinasi. dan membandingkan kedua data tersebut. baru kemudian diikuti oleh kuota-kuota kualitatif yang mendukung atau menolak hasil-hasil tersebut. Saya sering menjumpai bahwa para peneliti yang ingin melakukan penelitian metode campuran hampir selalu mengguna-kan strategi ini dalam mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif. pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif dilakukan secara bersamaan (konkuren) dalam satu tahap peneliuan. strategi ini juga memiliki sejumlah keterbatas-an. Bird. Steckler. kekuatan satu metode menambah kekuatan metode yang lain). Sebagian penulis menyebut perban-dingan ini dengan istilah konfirmasi. 1998. 1989.Strategi triangulasi konkuren mungkin menjadi satu-satunya strategi dari enam strategi rnetode campuran yang paling populer saat ini (lihat gambar 10. 1992). diskonfirtnasi. bobot antara dua metode ini setara/seimbang. Dalam strategi ini. lintas-validasi. Caracelli.

atau membuat proyek baru yang membahas ketidaksesuaian tersebut (Creswell & Piano Clark. biasanya pencampuran ini banyak muncul dalam bagian pem-bahasan penelitian. Meski demikian. sementara data kualitatif mengeksplorasi proses-proses yang dialami oleh masing-masing individu dalam kelompok treat-men t) atau mencari informasi dalam tingkatan analisis yang berbeda (seperti. pencampuran (mixing) dua data terjadi ketika peneliti mengomparasikan satu sumber data dengan sumber data yang lain.. seperti mengumpulkan data tambahan untuk memecahkan ketidaksesuaian. analogi dalam analisis hierarkis kualitatif sangat membantu dalam mengkonseptualisasi level-level hierarki ini) (lihat Tashakkori dan Teddlie. Dalam strategi ini. data kuantitatif menjelaskan outcome yang diharapkan dari proses treatment. 1998). meskipun cara-cara mengatasi masalah ini sudah banyak di-bahas dalam literatur. tetapi dideskripsikan secaraberdampingan sebagai dua gambaran berbeda yang rnerepresentasikan penilaian gabungan terhadap suatu masalah.3b). strategi ini juga menerapkan perspektif teoretis tertentu untuk menjelaskan metode primer. Kerumitan strategi ini juga ter-letak pada keharusan untuk membandingkari hasil-hasil dari dua analisis dengan dua data yang berbeda.mengkaji fenomena dengan dua metode yang berbeda. memperoleh gagasan baru dari ketidaksamaan data. Meski demikian. Selain iru. peneliti bisa saja bingung bagaimana mengatasi ketidaksesuaianketidaksesuaian yang sering kali muncul ketika membandingkan hasil-hasil penelitian. Strategi Embedded Konkuren Seperti halnya strategi triangulasi konkuren. yang membedakan strategi ini dengan strategi konkuren sebelumnya adalah bahwa strategi embedded konkuren memiliki metode primer yang memandu proyek dan database sekunder yang memainkan peran pendukung dalam prosedur-prosedur penelitian. 2007). Metode sekunder yang kurang diprioritaskan (kuantitatif atau kualitatif) di-tancapkan {embedded) atau disarangkan (nested) ke dalam metode yang lebih doniinan (kualitatif atau kuantitatif). Penancapan ini dapat berartibahwa metode sekunder menjabarkan rumusan masalah yang berbeda dari metode primer (seperti. 276 . memeriksa kembali database asli. dua data tersebut bisa saja tidak dikomparasikan. dalam penelitian eksperimen. strategi embedded konkuren juga dapat dicirikan sebagai strategi metode campuran yarg menerapkan satu-tahap pengumpuian data kuantitatif dan kualitatif dalam satu waktu (lihat Gambar 10. Mirip dengan strategi konkuren sebelumnya. Hal ini akan terjadi jika peneliti mengguna-kan strategi ini untuk mengevaluasi dua rumusan masalah yang berbeda (antara kualitatif dan kuantitatif) atau meneliti level-level yang berbeda dalam suatu organisasi.

strategi triangulasi konkuren tidak jarang meng-hasilkan bukti-bukti yang juga tidak setara dalam penelitian. Strategi embedded konkuren ini. Strategi ini menampiikan suatu penelitian yang sama-sama memanfaatkan kelebihan-kelebihan dari data kualitatif dan kuantitatif. Meski demikian. 277 . dalam strategi ini. ada pula kelemahan-kelemahan yang perlu dipertimbangkan ketika memilih strategi ini. untuk sejumlah alasan tertentu. strategi embeddedkonkuxen iniberguna ketika peneliti lebih memilih menggunakan metode-metode yang berbeda uhtuk meneliti kelompok-kelompok atau levellevel yang berbeda pula. menganalisis seluruh divisi di dalamnya ber-dasarkan data kuantitatif. Morse mendeskripsikan bagaimana data kualitatif juga dapat digunakan untuk mendeskripsikan aspek penelitian kuantitatif yang tidak dapat dihitung (unquantifiable). dia bisa menggunakan metodologi studi kasus untuk meneliti bagaimana partisipan dalam penelitian tersebut menjalani prosedurprosedur treatment. Misalnya. mewawancarai manajer-nya secara kualitatif. Selain itu. Selain itu. menyata-kanbahwa strategi kualitatif pada umumnya dapat ditancapkan (embedded) ke dalam data kuantitatif untuk memperkaya deskripsi ten tang para partisipan yang menjadi sampel penelitian. Pada akhirnya. melainkan juga menggunakan dua metode yang berbeda. Morse (1991) misalnya. Apalagi. yang mungkin akan merugikan peneliti ketika menginterpretasi hasil akhir. bisa saja muncul ketidaksesuaianketidaksesuaian yang tentu saja perlu di-tuntaskan sesegera mungkin. peneliti dapat meneliti para pegawainya secara kuantitatif. satu metode dapat diguna-kan dalam kerangka metode yang lain. memang atraktif. jika yang diteliti adalah suatu organisasi. Strategi ini kerap kali digunakan agar peneliti dapat memper-oleh perspektif-perspektif yang lebih luas karena mereka tidak hanya menggunakan metode yang dominan saja. Karena prioritas pada dua metode ini tidak seimbang. peneliti dapat memperoleh perspektifperspektif yang lebili luas dari jenis-jenis data yang berbeda dalam satu penelitian. dengan digunakannya dua metode yang berbeda sekaligus. dan seterusnya. jika dua database ini dikomparasikan. Tashakkori dan Teddlie (1998) menyebut strategi ini sebagai rancangan multilevel (multilevel design). Peneliti mampu mengumpulkan dua jenis data secara serempak dalam satu tahap pengumpulan data saja. jika peneliti me-rancang dan melakukan penelitian eksperimen untuk menguji hasil-hasil treatment. Peneliti terlebih dahulu harus mentransf ormasikan data dari dua metode ini ke dalam bebe-rapa kategori agar data tersebut dapat digabungkan dalam tahap analisis.Strategi embedded konkuren dapat digunakan untuk beragam tujuan. Lebih lanjut. Misalnya.

Perspektif ini biasanya direfleksikan dalam tujuan penelitian atau rumusan masalah. mereka juga perlu menampilkan gambar visual yang dapat mempresentasikan prosedur-prosedur pengumpulan data yang akan mereka terapkan. Tldak hanya itu. metode yang lain agar suara paridsipan dapat ter-sampaikan demi perubahan proses suatu organisasi. mengidentifikasi rancangan dan sumber-sumber data. baik itu triangulasi maupun embedded (dua jenis data dikumpulkan sekaligus dalam satu tahap penelitian. seperti triangulasi dan embedded. dan me-laporkan hasil penelitian. Gambar 10. advokasi. yang rnembuatnya tampak menarikbagi para peneliti yang memang ingin menggunakan perspektif transformative untuk memandu penelitiannya. menghubungkan {connecting). atau ditancapkanberdasarkanprioritas yang diberi-kan pada keduanya). menginterpretasi. untuk menfasilitasi perspektif teoretis yang dibawanya.2 dan 10. Untuk itulah. Lebih jauh. Memilih strategi metode campuran. strategi transformatif ini juga bisa diterapkan dalam konteks strategistrategi konkuren lain. perspektif inilah yang akan menjadi kekuatah utama dalam mendefinisikan masalah. strategi transformatif konkuren bisa saja diterapkan dalam kerangka strategi konkuren yang lain. menganalisis. Para peneliti metode campuran perlu memilh strategi spesifik dalam pengumpulan data. penelitian partisipatoris.3 278 . strategi transformatif konkuren ini diterapkan dengan mengumpulkan data kuanti-tatif dan kualitatlf secara serempak serta didasarkan pada perspektif teoretis tertentu (lihat Gambar 10. Proses pencampuran {mixing) dalam strategi ini terjadi ketika peneliti meleburkan {merging). la juga bisa men-trianguiasi {triangulating) data kuantitatif dan kualitatif untuk me-ngonvergensi informasi-informasi demi membuktikan adanya ke-tidaksetaraan dalam kebijakan-kebijakan organisasi tersebut.Strategi Transformatif Konkuren Seperti halnya strategi transformatif sekuensial. seorang peneliti bisa saja menancapkan {embedding) satu metode ke dalam. atau menancapkan {embedding) dua data yangberbeda.embedded dan triangulasi maka ketiga strategi ini pun juga saling berbagi kelemahan dan kelebihannya masing-masing. Perspektif ini bisa berorien-tasi pada ideologi-ideologi seperti teori kritis. atau pada kerangka konseptual tertentu.3c). Akan tetapi. Karena strategi transformatif konkuren ini salingberbagi fitur dengan strategi. Bahkan. strategi transformatif ini memiliki iiilai plus karena —tidak seperti dua strategi konkuren sebelumnya— telah menempatkan penelitian metode campuran dalam kerangka transformatif. Misalnya.

Dalam strategi ini. lalu identifikasilah salah satu dari enam strategi yang telah dibahas dalambab ini sebagai strategi utama yang akan anda gunakan untuk penelitian anda. saya selalu memberikan pertimbangan kepada para mahasiswa untuk menggunakan strategi embedded kongkuren. Apalagi.1 untuk mengevaluasi prosedur-prosedur yang ingin anda terapkan.  Cobalah untuk menggunakan strategi sekuensial eksplanatoris. sedikit mewawancarai beberapa partisipan yang sudah mengisi instrument survey) dalam pengumpulan data. strategi embedded konkuren memberikan bobot tidak setara pada dua bentuk data yang memiliki besara dan kerumitan yang berbeda sehingga memungkinkan penelitu untuk membatasi ruang lingkup penelitiannya dan mengatur waktu dan sumber-sumber yang tersedia.  Ingatlah bahwa pengumpulan data analisis kuantitatif dan kualitatif merupakan proses rigrous yang benar-benar memakan waktu.  Pertimbangkan batas waktu yang anda miliki dalam mengumpulkan data.menampilkan strategi-strategi metode campuran yang bisa dipertimbangkan. Dalam proposal. Strategi ini merupakan satu teknik primer (seperti. Strategi ini merupakan strategi favorit para mahasiswa saya. Creswell dan Plano Clark (2007) menyertakan empat artikel jurnal utuh sehingga pembaca dapat mengamati detail-detail penelitian di dalamnya yang menerapkan strategi-strategi yang berbeda. Strategistrategi konkuren tidak terlalu time consuming karena data kualitatif dan kuantitatif dikumpulkan sekaligus dalam satu waktu di lokasi penelitian.  Carilah artikel-artikel jurnal metode campuran yang menerapkan strategi yang anda pilih. survey) dan teknik seunder (seperti. khususnya mereka yang kurang berpengalaman dengan penelitian kulitatif namun memiliki potensi besar dalam penelitian kualitatif. sajikan satu definisi untuk strategi tersebut beserta model visual dan rasionalisasinya: mengapa strategi tersebut anda anggap paling layak untuk digunakan. Ketika waktu menjadi masalah. lalu tunjukkan artikel tersebut pada pembimbig anda atau pihak fakultas agar mereka memiliki satu model nyata tentang strategi penelitian yang ingin anda 279 . pengumpulan data kuantitatif pada tahap pertama dilanjutkan dengan pengumpulan data kualitatif pada tahap kedua sebagai tindak lanjut atas hasilhasil kuantitatif sebelumnya.  Bacalah artikel-artikel jurnal yang menggunakan strategi-strategi yang berbeda dan tentukan artikel mana yang paling berkesan bagi anda. dan berikut ini beberapa tips penelitian tentang cara-cara bagaimana memilih strategi metode campuran:  Gunakanlah informasi dalam gambar 10.

Amati kembali table 1. sampling juga ditetapan dalam pengumpulan data penelitian kulitatif untuk memilih individu-individu yang benar-benar telah mengalami/ merasakan fenomena utama.yang akan dikumpulkan selama penelitian.gunakan. peneliti tetap harus menjelaskan – dalam proposalnya. Data dibedakan dalam konteks respons terbuka versus respon tertutup. Selain itu. seperti wawancara dan observasi. khususnya di bagian pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif. bisa menjadi data kuantitatif atau kualitatif. Hal ini akan membuat mereka dan pembaca lain merasa yakin bahwa strategi tesebut benar-benar dapat diterapakan untuk meneliti masalah penelitian yang anda angkat. Proseder-prosedur pengumpulan data Meskipun model visual dan pembahasan mengenai strategi penelitian sudah memberikan deskripsi yang cukup jelas mengenai prosedur-prosedur pengumpulan data yang digunakan. Bebrapa jenis data. Meski demkian. artikel jurnal) dalam bidang konsentrasi anda akan menbantu strategi metode campuran yang anda pilih yang telah disetujui oleh pihak fakultas. Prosedur-prosedur sampling ini perlu dijelaskan dalam proposal. penelitian-penelitian terpublikasi (seperti. tergantung pada seberapa terbuka (kualitatif) opsi-opsi respons yang muncul dalam hasil wawancara atau ceklis obserpasi tersebut.3 yang menunjukkan dua jenis data tersebut (kuantitatif dan kualitatif).  Ketahuilah bahwa data kuantitatif sering kali dipilih dengan random sampling agar masing-masing individu memiliki yang sama untuk diseleksi sebagai sampel. Mesipun mengubah informasi menjadi angka-angka merupakan pendektan yang sering diterapkan dalam penelitian kuantitatif. Karena kita masih berada dalam tahap mengadopsi penelitian dengan metode campuran.jenis-jesi data yang akan dikumpulkan. Penting pula bagi peneliti untuk mengidentifikasi strategi-strategi sampling dan pendekatan-pendekatan dalam memvalidasi data. Tipologi ini dibuat dengan cara menghubungkan prosedur-prosedur sampling dengan srategi-strategi metode campuran yang sudah saya bahas sebelumnya: 280 . dan sampel ini dapat digeneraisasi pada populasi yang lebih luas. hal ini bukan tidak mungkin juga diterapakan dalam penelitian kulitatif (mengubah angka-angka menjadi deskripsi-deskripsi yang detail). teddlie dan yu (2007) telah mengembangkan tipologi lima sampling metode campran.  Identifikasi dan tentukanlah jenis data –baik kulitatif maupun kuantitatif.

1993. pembahasan ini dapat meliputi pendeskripsian lebih jauh tentang pengumpulan data survey yang diikuti oleh analisis data yang deskriptif dan inferensial pada tahap pertama. ANALISIS DATA DAN PROSEDUR-PROSEDUR VALIDASI Selain prosedur-prosedur pengumpulan data.  Sertakan prosedur-prosedur rinci dalam model visual anda. coding. stratified purposeful sampling dan purposive random sampling). penelitian juga perlu menjelaskan prosedur-prosedur analisis data dalam proposalnya. sedangkan prosedur-prosedur yang lebih spesifik ditulis di bawahnya.1. instrument survey dengan respons tertutup dan respons terbuka). didalamnya sampling tahap pertama melengkapi sampling tahap kedua. Misalnya. 1998): 281 . kemudian obsevasi kualitatif. Strategi-strategi dasar. prosedur-prosedur umum harus terletak di bagian atas halaman. 5. bahaslah kemabali secara rinci model visual anda. dalam strategi eksplanatoris sekuensial. 3. Analisis data dalam penelitian metode campuran sangat berkaitan dengan jeis strategi yang dipilih. lalu. atau antar dua pendekatan ini. Misalnya. tashakkori & teddlie. 2. Misalnya. di dalamnya sampling kuantitatif dan sampling kualitatif dikombinasikan (seperti. creswell & plano clark. dan analisis tematik dalam penelitian etnografi pada tahap kedua. ada beberapa analisis data metode campuran yang menerapkan pendekatan-pendekatan berikut ini (lihat caracelli & greene. Sampling multilevel.analisis bisa dilakukan berdasarkan pendekatan kuantiataif (analisis angka-angka secara deskriptif dan inferesial) dan kualitatif (deskripsi dan analisis teks atau gambar secara tematik). Sampling yang menerapkan bentuk kombinasi apa pun dengan strategistrategi metode campuran sebelumnya. di dalamnya sampling ditetapkan pada dua atau lebih unit analisis. 2007. di dalamnya probabiltas kuantitatif dan sampling kulitatif dikombinasikan menjadi prosedur-prosedur sampling indevenden atau ditetapkan secara bersamaan ( seperti. sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar 10. Sampling konkuren. Sampling sekuensial. 4.2a.

cobalah ménvalidasi instrumen tersebut dengan sampel yang representatif dan populasi. sedangkan poros vertikalnya dapat berupa data kualitatif (seperti. atau kombinasi-kombinasi lain.  Menguji level-level ganda. pada inclividu-individu) untuk mengeksplorasi suatu fenomena berdasarkan pandangan individu-individu dalam kelompok-kelompok tersebut. Poros horizontal dalam matriks/tabel ini dapat berupa variabel kategorial kuantitatif (seperti. lakukan survei (misalnya. lima tema tentang relasi caring antara provider dan pasien-pasiennya). kumpulkan tema-tema atau statemen-statemen tertentu dan partisipan pada tahap pertama kualitatif. peneliti dapat membuat faktor-faktor atau tema-tema kuantitatif yang kemudian diperbandingkan dengan tema-tema dan database kualitatif.  Mengeksplorasi outlier-outlier. Dengan cara seperti ini. Informasi dalam setiap cell (kotak-kotak dalam matriks/tabel) dapat berupa kuota-kuota dan data kualitatif. Dalam strategi-strategi konkuren. Dengan menerapkan salah satu strategi konkuren yang sudah dijelaskan sebelumnya. Transformasi data. Pada tahap ketiga. peneliti bisa saja menghitung berapa kali kode-kode dan tema-tema tersebut muncul dalam data teks (atau dengan menhitung garis-garis dan kalimat-kalimat yang membicarakan kode dan tema itu).  Membuat instrumen. analisis data kuantitatif pada tahap pertama dapat menghasilkan kasus-kasus ekstrem dan outlier. Misalnya. Dengan menerapkan salah satu strategi sekuensial sebelumnya. Dengan menerapkan strategi embedded konkuren. gunakanlah statemen-statemen ini Sebagai item-item spesifik dan tema-temanya sebagai skala-skala untuk membuat instrumen survei kuantitatif. dokter. lakukan wawancara kualitatif (seperti. dalam analisis faktor berdasarkan skala dengan menggunakan instrumen tertentu. Pada tahap selanjutnya.  Membuat matriks/tabel. Pada waktu yang bersamaan. Sebaliknya. Dalam strategi-strategi sekuensial. Penghitungan data kualitatif inilah yang memungkinkan peneliti untuk membandingkan hasil-hasil kuantitatif dengan data kualitatif. hitungan jumlah kode dan kualitatif. dan asisten medis). Setelah analisis ini. kombinasikanlah informasi-informasi yang diperoleh dan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif ke dalam sebuah matriks/tabel. matriks/tabel tersebut akan 282 . peneliti juga dapat mengualifikasi (qualify) data kuantitatif. pada kelompok-kelompok) untuk mengumpulkan hasil-hasil kuantitatif tentang sampel. peneliti dapat menindaklanjuti dengan wawancara kualitatif tentang kasus-kasus outlier tersebut untuk memperoleh pengetahuan tentang mengapa kasus-kasus ini berbeda/menyimpang dari sampel kuantitatif. jenis-jenis provider perawat.

Isu-isu validitas dalam penelitian metode campuran juga bisa berhubungan dengan jenis-jenis strategi yang pernah dibahas dalam bab ini. penulis proposal harus membahas validitas dan reliabilitas skor-skor dan penggunaan instrumen sebelumnya. 2006: 55). atau pendekatan-pendekatan lain. apakah prinsip-prinsip filosofis penelitian kuantitatif dan kualitatif sudah dicampur ke dalam satu konsep filosofis yang bisa diterapkan secara menyeluruh?) hingga inferensi-inferensi yang diambil (misalnya.menampilkan analisis data kualitatif dan kuantitatif terkombinasi. mulai dari isu-isu filosofis (seperti. 2006). Legitimasi dalam penelitian metode campuran berhubungan erat dengan semua tahap dalam proses penelitian. inferensi-inferensi ini haruslah benar-benar berkualitas) dan manfaat penelitian bagi pembaca (lihat Onwuegbuzie & Johnson. Untuk membuat matriks/tabel ini. Bahkan. bisa dalam pengumpulan data. tindak lanjut terhadap hasil-hasil yang bertentangan. Untuk tahap kualitatif. prosedur-prosedur yang tidak layak. untuk pembahasan lebih detail mengenai hal ini). Beberapa penulis menyebut validitas untuk penelitian metode campuran ini dengan istilah legitimasi (Onwuegbuzie & Johnson. Strategi-strategi ini bisa meliputi triangulasi sumber data. 2007. pertimbangkanlah jenis validitas yang berhubungan dengan komponen kuantitatif (lihat Bab 8). jenis validitas yang berhubungan dengan komponen kualitatif (lihat Bab 9). gunakanlah program-program software kualitatif (lihat Bab 9). besaran sampel. baik untuk tahap penelitian kuantitatif maupun tahap penelitian kualitatif (Tashakkori & Teddlie. member checking. strategi-strategi yang akan digunakan untuk memeriksa akurasi hasil penelitian juga harus disebutkan (lihat Bab 9). deskripsi detail. 1998). Untuk tahap kuantitatif. ancaman-ancaman potensial terhadap validitas internal dalam rancangan survei dan eksperimen juga perlu dicatat (lihat Bab 8). Penulis proposal juga harus menjelaskan mengapa dan bagaimana validitas untuk penelitian metode campurannya berbeda dengan validitas untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif. isu-isu tersebut juga bisa berhubungan dengan pemilihan sampel. Aspek lain dari analisis data yang harus dideskripsikan dalam proposal metode campuran adalah serangkaian langkah yang diambil untuk memeriksa validitas data kuantitatif dan akurasi hasil kualitatif. Selain itu. Bagi siapa pun yang merancang proposal dengan metode campuran. SUSUNAN LAPORAN PENELITIAN 283 . Sejumlah penulis metode campuran menganjurkan pada kita untuk menerapkan prosedur-prosedur validitas. atau rumusan masalah-rumusan masalah yang saling berseberangan (lihat Creswell & Piano Clark. dan isu-msu validitas lain yang mungkin berhubungan dengan pendekatan metode campuran.

‖ serta kombinasi antara dua jenis data yang dikumpulkan selama penelitian. Di akhir proposal harus ada bagian tersendiri yang membahas mengenai agenda perubahan atau reformasi yang akan dilakukan setelah penelitian berlangsung. peneliti metode campuran biasanya menyusun laporannya mengenai prosedur-prosedur ke dalam bagian pengumpulan data kuantitatif dan analisis data kuantitatif yang dilanjutkan dengan bagian data kualitatif. Biasanya. Di bagian 284 . dengan judul yang juga terpisah untuk keduanya. sebagaimana untuk analisis data. baik yang sekuensial maupun yang konkuren.  Dalam penelitian konkuren. penulis proposal biasanya menyajikan proyeknya menjadi dua tahap yang berbeda. susunannya biasanya meliputi pembahasan mengenai isu advokasi di awal proposal. laporan tentang pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif dapat disajikan di bagian terpisah. susunan seperti ini tidak memperjelas perbedaan antara tahap kuantitatif dan tahap kualitatif. kemudian diikuti oleh laporan tentang pengumpulan dan analisis data kualitatif. Dalam kedua susunan ini. dan analisis data kualitatif. Karena penelitian metode campuran mungkin terkesan asing bagi pembaca maka penulis proposal perlu memberikan beberapa petunjuk tentang bagaimana menyusun laporan akhir. penelitian transformatif bisa menggunakan susunan sekuensial ataupun konkuren seperti yang dijelaskan sebelumnya.Susunan untuk laporan penelitian. dalam bagian kesimpulan dan interpretasi.  Dalam penelitian sekuensial. CONTOH-CONTOH PROSEDUR METODE CAMPURAN Beberapa ilustrasi berikut ini menggambarkan penelitian-penelitian metode campuran yang menggunakan strategi-strategi dan prosedur-prosedur. peneliti memberikan komentar tentang bagaimana hasil-hasil kualitatif membantu mengelaborasi atau memperluas hasil-hasil kuantitatif.  Dalam penelitian transformatif. pengumpulan data kualitatif. tetapi analisis dan interpretasinya harus dikombinasikan untuk mencari konvergensi dan kesamaan-kesamaan antara hasil-hasil yang diperoleh. Sebagai alternatifnya. harus disesuaikan dengan jenis strategi yang dipilih. sedangkan untuk penyusunan proposal. laporan mengenai pengumpulan dan analisis data kualitatif dapat disajikan terlebih dahulu. Setelah itu. yakni ―untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik. Tujuan penelitian di atas mengilustrasikan kombinasi antara tujuan dan rasionalisasi dilakukannya mixing (pencampuran).

1991). 285 . hasil studi kasus kualitatif disajikan pada tahap kedua dalam bentuk tema-tema dan subtema-subtema. yakni tahap pertama-hasil kuantitatif. Kushman perlu menganalisis secara statistik komitmen organisasi dan komitmen terhadap pembelajaran siswa. Kushman menerapkan tahap kuantitatif dengan KUAN  kual. Setelah itu. Kushman tidak menggunakan satu teori yang spesifik dalam penelitiannya kali ini. yang berarti menjadikan pendekatan kuantitatif sebagai prioritas utama.. namun sama-sama penting untuk efektivitas sekolah Premis ini memang sudah banyak dibahas dalam literatur.1 Strategi Sekuensial Kushman (1992) meneliti dua Jenis komitmen para guru -baik komitmennya secara organisasional maupun komitmennya terhadap pembelajaran siswa-di 63 SD dan SMP kota Penelitian Kushman ini menerapkan strategi metode campuran sekuensial eksplanatoris dua-tahap. Kemudian. serta rumusan masalah yang diajukan untuk mengeksplorasi hubungan antar kedua komitmen tersebut. Untuk mendukung definisi ini. sebagaimana dijelaskan dalam tujuan penelitiannya Premis utama dalam penelitian ini adalah bahwa komitmen organisasi dan komitmen terhadap pembelajaran slswa merupakan dua sikap yang berbeda. Kushman menyajikan hasil-hasilnya dalam dua tahap. regresi..yang menampilkan dan membahas korelasi. Meski demikian. namun membutuhkan validasi empiris lebih lanjut.. Kerangka koniseptual inilah yang memberikan petunjuk-petunjuk teoretis tentang semua proses/tahap penelitian kuantitatif (Morse. lengkap dengan model visualnya. diterapkanlah Tahap 2. Kushman merujuk pada beberapa literatur yang pernah membahas dua konsep tersebut. Artinya. yaitu metode kualitatif/studi kasus pada sekolah-sekolah tertentu-untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang persoalan komitmen guru (Kushman. lengkap dengan kutipan-kutipannya.. Pencampuran (mixing) hasil kuantitatif dan hasil kualitatif dalam penelitian Kushman muncul di pembahasan akhir di mana di dalamnya Kushman menyoroti hasil-hasil kuantitatif dan kompleksitas-kompleksitas yang muncul dan hasil-hasil kualitatif. Dalam penelitian dua-tahap ini. 1992 13) nyajikan kerangka konseptual. Kushman meContoh 10.Pendahuluan penelitiannya. dan ANOVA. Prioritas ini lebih jauh diilustrasikan dalam bagian Definisi istilah yang menjabarkan apa yang disebut dengan komitmen organisasi dan komitmen terhadap pembelajaran siswa. Tahap 1 adalah penelitian kuantitatif yang melihat hubungan statistik antara komitmen guru dan antesendenanteseden organisasional di SD dan SMP Setelah analisis mikrolevel ini.

dengan hasil-hasil wawancara kualitatif di sisi ang lain. ekspektasi pendidikan. Mereka juga menyajikan pembahasan tentang analisis kuantitatif terhadap data survei. Hossler dan Vesper mengumpulkan Informasi dari hasil survei terhadap 128 mahasiswa dan orang tua dan hasil wawancara dengan 56 mahasiswa dan orang tua Berikut ini tujuan penelitian Hossler dan Vesper yang cenderung menerapkan strategi trangulasi data Karya tulis ini berusaha meneliti perilaku-perilaku penghematan (saving) orang tua. Tidak hanya itu. Dan tujuan penelitiannya. Mereka juga menyebutkan kelemahan-kelemahan dalam analisis kuantitatif dan hasil-hasil analisis t-test dan regresi. 286 . Dengan data longitudinal yang dikumpulkan dari para mahasiswa dan orang tua mereka selama jangka waktu 3 tahun. kita bisa melihat bahwa Hossler dan Vesper mengumpulkan dua data ini secara konkuren (dalam satu waktu). Hossler dan Vesper meneliti faktor-faktor yang berhubungan dengan penghematan orang tua untuk anak-anaknya yang tengah studi di perguruan tinggi. dan notasi untuk penelitian ini berupa KUAN + kual. Dengan menggunakan data mahasiswa dan orang tua yang diperoleh dari penelitian longitudinal dengan metode survei selama 3 tahun. (Hossler & Vesper. kami memilih regress logistik untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan penghematan orang tua bagi pendidikan S2 anak-anak mereka. kami juga berusaha menggali pengetahuan lain dari hasil wawancara kami dengan beberapa mahasiswa dan orang tua mereka selama lima kali dalam jangka waktu tiga tahun. lebih tepatnya dalam tahap interpretasi. termasuk pembahasan mengenai pengukuran variabel-variabel dan detail-detail dalam analisis data regresi logistik. 1993: 141) Data aktual dikumpulkan dari hasil survei terhadap 182 mahasiswa dan orang tua dari hasil wawancara dengan 56 mahasiswa dan orang tua. mereka juga menyajikan analisis data kualitatif dan menjelaskan secara singkat tema-tema yang muncul dalam pembahasannya. 155). Dalam bagian ini. Meski demikian. Dalam hal ini. dan informasi akan biaya perguruan tinggi. Bobot atau prioritas untuk penelitian metode campurannya Hossler dan Vesper kali ini cenderung pada pengumpulan dan analisis data kuantitatif.2 Strategi Konkuren Pada 1993. dalam satu halaman khusus. ditemukan bahwa faktor-faktor yang penting dalam relasi ini adalah dukungan orang tua. di satu sisi. mereka mengomparasikan pentingnya faktorfaktor yang menjelaskan penghematan orang tua untuk hasil-hasil kuantitatif. penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang paling berhubungan dengan tabungan orang tua untuk pendidikan S2 anak-anak mereka.Contoh 10. Pengetahuan ini diharapkan dapat membantu mengeksplorasi lebih jauh isu tentang penghematan orang tua. Hasilnya. Pencampuran (mixing) kedua sumber data ini dilakukan dalam bagian khusus berjudul ‗Tembahasan Hasil Survei dan Wawancara‖ (hlm.

kami melihat teori yang digunakan dalam penelitian ini bersifat induktif (sebagaimana penelitian kualitatif). dan di bagian akhir mereka menyajikan ―Model Tambahan tentang Penghematan Orang Tua. Dalam penelitian di 287 .1. Peneliti (dalam hal ini. dan pada akhirnya dibangun dan direkonstruksi secara terus-menerus selama proses penelitian. didasarkan literatur-literatur yang ada (sebagaimana penelitian kuantitatif). Bbopal) menulis penelitiannya dengan tujuan untuk menyuarakan pandangan kaum wanita dan memberikan kritik tajam terhadap ketidakadilan gender.Mirip dengan Contoh 10.‖ Artinya. tidak ada perspektif teoretis yang digunakan dalam penelitian ini meskipun di bagian awal mereka menyajikan literatur-literatur yang membahas tentang ekonometrik dan pilihan perguruan tinggi.

Ia tertarik menguji apakah teori-teori patriarki bisa diterapkan untuk meneliti para wanita Asia Selatan (dari India. Bhopal melihat mereka sering kali mengalami bentuk-bentuk patriarki yang-anehnya-justru tidak dialami oleh kaum wanita Kulit Putih di Britania. sikap mereka terhadap pernikahan. Dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. (Bhopal. Karena teori feminis dibahas.3 Strategi Transformatif Bhopal (2000) menggunakan perspektif feminis dalam penelitian metode campuran triangulasi transformatifnya.. Pencampuran (mixing) antara dua komponen ini dilakukan dengan cara menghubungkan hasil-hasil dan survei kuantitatif dan mengeksplorasi lebih jauh hasil-hasil ini dalam tahap kualitatif. Sejak kaum wanita ini menikah dan diberi mas kawin. penelitian Bhopal tersebut juga merupakan refleksi yang menampilkan bias-bias pribadinya sebagai seorang wanita. perasaan mereka terhadap perannya sebagai istri dan apakah mereka benar-benar melaksanakan peran tersebut di rumah. 70). Bhopal terlibat langsung dalam proses penelitian yang di dalamnya dia menjelaskan prosedur-prosedur rasionalisasi mengapa ia tertarik meneliti kehidupan kaum wanita dengan perspektif feminis ini. pekerjaan domestik. penelitian Bhopal ini tidak saja tentang wanita.Contoh 10. Tujuan penelitian ini secara keseluruhan adalah “untuk memperoleh pengetahuan detail tentang kehidupan kaum wanita.. Komponen kualitatif dan komponen kuantitatif sama-sama diberi bobot yang seimbang. dia juga mendeskripsikan bagaimana metodologi feminis membantu proses penelitiannya. serta menguji kekuatan dampak-dampak patriarki yang berbeda. penelitian metode campuran membantu Bhopal untuk mengekspos kehidupan kaum wanita Apajagi. strategi transformatif yang dipilihnya memungkinkan para wanita untuk mengambil manfaat dan proyek penelitian ini (hlm 76) atas. dan menyajikan informasi akurat yang berhubungan dengan jumlah kaum wanita yang mengalami bentuk-bentuk patriarki yang berbeda. kemudian mewawancarai beberapa wanita untuk menindaklanjuti dan memahami partisipasi mereka secara mendalam (strategi sekuensial eksplanatoris). dengan menggunakan bahasa dan kategorikategori yang di dalamnya kaum wanita mengekspresikan dirinya sendiri. Bhopal menemukan bahwa pendidikanlah yang berpengaruh secara signifikan terhadap kehidupan kaum wanita. data kuantitatif menampilkan pola-pola partisipasi umum. Di samping itu. sementara data kualitatif menunjukkan narasi personal kaum wanita. tetapi juga untuk wanita. Tidak hanya itu. Dalam hal ini. (untuk) menginvestigasi tingkat perbedaan yang signifikan antara kaum wanita ini yang pernah mengalami patriarki. mahar atau mas kawin. dan Bangladesh) yang hidup di London Timur. Timing dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data terlebih dahulu. 288 . Bhopal meneliti 60 wanita. dengan asumsi bahwa keduanya dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih detail terhadap masalah penelitian. Menariknya. 2000: 68) Dari penelitian ini.. Pakistan. dan keuangan rumah tangga” (hlm. Dia juga membahas bagaimana kaum wanita hidup dalam istilah-istilah mereka sendiri.

Ada enam strategi pengumpulan data dalam penelitian metode campuran. Susunan laporan ini harus disesuaikan dengan jenis strategi yang dipilih289 . ras. tahap demi tahap). RINGKASAN Untuk merancang prosedur-prosedur penelitian metode campuran. secara konkuren (triangulasi dan embedded). Setelah itu. menghubungkan (connecting) data dan satu tahap ke tahap lain. feminisme. terapkan empat kriteria (seperti yang sudah dijelaskan) untuk memilih strategi metode campuran yang dianggap paling layak. Akhinya. Prosedur-prosedur ini bisa meliputi prosedur-prosedur pengumpulan data (kuantitatif dan kualitatif) dan prosedurprosedur analisis data (kuantitatif dan kualitatif). nyatakan pula bobot/ prioritas untuk dua pendekatan penelitian (kuantitatif dan/atau kualitatif). seperti teori dan ilmu-ilmu sosial atau perspektif advokasi (misalnya. Strategi yang dipilih juga harus disajikan dalam gambar (model visual). definisinya. Setiap strategi memiliki kekuatan dan kelemahannya tersendiri. dalam satu waktu. Jelaskan pula bagaimana kedua data ini dicampur (mixed). Peneliti lalu menghubungkan dan menjelaskan gambar ini dengan prosedur-prosedur yang lebih spesifik untuk membantu pembaca memahami semua proses penelitian. Analisis data metode campuran bisa dilakukan dengan mentransformasi data. apakah dengan cara meleburkan (merging) data. Peneliti patut memilih salah satu dari keenam strategi tersebut: apakah secara sekuensial (eksplanatoris dan eksploratoris). menguji level-level ganda. Prosedur-prosedur validitas juga harus dideskripsikan secara eksplisit. atau menancapkan (embedding) sumber data sekunder ke dalam sumber data primer. atau dengan perspektif transformatif (sekuensial atau konkuren). mulailah dengan menjelaskan sifat penelitian metode campuran. apakah bobotnya setara atau lebih memprioritaskan salah satu di antara keduanya. meskipun diakui bahwa strategi sekuensial memang paling mudah diterapkan. Tunjukkan pula strategi timing dalam melakukan pengumpulan data (apakah konkuren. mengeksplorasi outlier-outlier. Selain itu.Sepanjang penelitian ini dengan fokus pada kesetaraan dan penyuaraan hak-hak kaum wanita maka bisa dipastikan bahwa penelitian ini secara eksplisit telah menggunakan perspektif feminis sebagai landasan berpikinya. dan sebagainya). peneliti sebaiknya tetap menyusun laporan tertulis untuk proposal penelitiannya. Penjelasan ini bisa meliputi sejarah berkembangnya penelitian tersebut. tunjukkan dan jelaskan pula apakah ada perspektif teoretis tertentu yang akan digunakan untuk memandu penelitian. Meski penelitian metode campuran ini kurang familiar bagi sebagian pembaca. atau membuat matriks/tabel yang mengombinasikan hasil kuantitatif dan penemuan kualitatif. atau sekuensial. dan aplikasinya dalam berbagai bidang penelitian.

konkuren. 290 .karena masing-masing dari ketiganya memiliki susunan penyajian tersendiri. atau transformatif.sekuensial.

―Toward a Conceptual Framework for Mixed-Method Evaluation Designs. dan strategi pengumpulan data... V.J. 11 (3). Dalam buku kedua ini pula. CA: Sage.‖ dalam Educational. Rancanglah sebuah penelitian yang mengombinasikan model kualitatif dan kuantitatif dengan fokus pada strategi sekuensial dua-tahap. Thousand Oaks. lengkap dengan contoh-contohnya dan artikel-artikel metodologis tentang penelitian ini. Buatlah gambar visual dan prosedur-prosedur spesifik yang mengilustrasikan penggunaan suatu perspektif teoritis tertentu. W. Jelaskan juga pendekatan yang diambil (sekuensial. Evaluation and Policy Analysis. Caracelli. Jangan lupa untuk menggunakan notasi yang tepat dalam gambar ini. The Mixed Methods Reader. seperti perspektif ferminis. Dari evaluasi ini.LATIHAN MENULIS 1. (1989).L. V. mereka menampilkan 291 . Designing and Conducting Mixed Methods Research. Creswell dan Piano Clark menulis dua buku yang menjelaskan penelitian metode campuran. J. sekuensial eksploratoris. Jennifer Greene dan rekan-rekannya mengevaluasi 57 penelitian metode campuran yang dipublikasikan mulai tahun 1980 hingga 1988. konkuren. & Graham. 255-274). Greene. V. dalam penelitian metode campuran transformatif.W. mereka membahas seputar ide-ide dasar tentang empat strategi metode campuran tersebut. rumusan masalah. BACAAN TAMBAHAN Creswell. CA: Sage. Piano Clark. (2008). dan rancangan embedded) dan menyajikan contoh-contoh penelitian yang ―mencerminkan‖ masing-masing strategi ini.L.C. J. dan transformatif) dalam menyajikan atau menulis pendahuluan. & Creswell. mereka fokus pada empat jenis strategi metode campuran (sekuensial eksplanatoris. Strategi-strategi ini kemudian dijabarkan lebih jauh dalam buku kedua. Pada buku pertama. 3. tujuan penelitian. Jelaskan alasan/rasionalisasi mengapa tahap-tahap tersebut diterapkan secara Sekuensial.F.W. J. & Piano Clark. (hlm. 2. Rancanglah penelitian yang mengombinasikan model kualitatif dan kuantitatif dengan memprioritaskan pengumpuian data kualitatif ketimbang pengumpulan data kuantitatif. yang di dalamnya mereka menyertakan contoh-contoh penelitian lain yang ―benar-benar menerapkan‖ strategistrategi tersebut. Thousand Oaks. triangulasi.(2007).

Morse. handbook ini memperkenalkan kepada pembaca metode campuran. kekuatan-kekuatan. (1991). J. yang memanfaatkan hasil dari satu metode untuk melaksanakan metode selanjutnya. perbedaan-perbedaan ini bisa terlihat dari apakah penelitian-penelitian ini menjabarkan fenomena yang berbeda atau fenomena yang sama. dan kelemahan-kelemahan dalam strategi triangulasi ini. 292 . dan kelemahan-kelemahan metodologisnya. mendeteksi paradoks dan perspektif-perspektif baru (initiation). meneliti aspek-aspek yang berbeda dari sebuah fenomena (complementary). pendekatan-pendekatan. CA: Sage. Dua bentuk ini dideskripsikan dengan menggunakan notasi huruf kapital dan huruf kecil yang menunjukkan bobot relatif serta urutan masing-masing metode. apakah diberikan bobot/prioritas yang sama atau berbeda. menganalisis data secara sekuensial (development). yang menggunakan dua metode dalam satu waktu. & Teddlie. Dengan 27bab di dalamnya. yakni secara simultan (simultaneous). atau apakah diimplementasikan secara independen. (Ed). Mereka menyatakan bahwa penelitian metode campuran sering kali diterapkan untuk mencari konvergensi (triangulation). Morse kemudian mengetengahkan dua bentuk triangulasi metodologis. Tashakkori. (him. Handbook yang dieditori oleh Abbas Tashakkori dan Charles Teddlie ini menyajikan tulisan dari para penulis kontemporer yang memang berkonsentrasi dalam penelitian metode campuran. C. mengidentifikasi aplikasi-aplikasinya dalam ilmu sosial humaniora. A. mengilustrasikan isu-isu metodologis dan analisis dalam penerapan metode campuran. Handbook of Mixed Methods in the Social & Behavioral Sciences. ―Approaches to Qualitative-Quantitative Methodological Triangulation‖ dalam Nursing Research. Dengan tujuan-tujuan dan karakteristik-karakteristik tersebut. Morse juga menjelaskan tujuan-tujuan. Janica Morse menyatakan bahwa penggunaan metode kualitatif dan kuantitatif secara bersamaan untuk membahas suatu masalah penelitian menuntut adanya upaya mempertimbangkan bobot dan urutan masing-masing metode tersebut. Begitu pula.M. konkuren. (2003). Thousand Oaks. 120-123). mereka kemudian merekomendasikan sejumlah strategi metode penelitian yang ―layak‖ digunakan. dan bertahap (sequential). Berdasarkan gagasan inilah. 40(1). apakah diimplementasikan dalam paradigma yang sama atau berbeda. Mereka juga menemukan bahwa penelitian-penelitian metode campuran ini pada umumnya berbeda-beda dalam hal asumsiasumsi.lima tujuan dari tujuh karakteristik metode campuran. atau sekuensial. dan memperluas ruang lingkup penelitian (expansion). dan menggagas pandanganpandangan masa depan terkait dengan metode campuran ini.. Misalnya.

psikologi. sosiologi. 293 . dan pendidikan. keperawatan.ada bab-bab khusus yang mengilustrasikan penerapan metode penelitian dalam evaluasi. manajemen dan organisasi. ilmu kesehatan.

Gagasan dasar dalam penulisan adalah kalimat-kalimat yang mengandung beberapa gagasan atau gambar khusus yang termasuk dalam gagasan utama. dan pengasingan. penindasan. atau satu atau lebih indi-vidu dengan lebih mendalam. tekanan. aktivitas. proses. memperjelas. Selain itu. Kode etik adalah aturan-aturan dan prinsip etis yang ditetapkan oleh sekelompok profesional yang khusus mengatur penelitian-penelitian ilmiah. 294 .Glosarium Abstrak dalam review penelitian adalah review singkat mengenai penelitian (biasanya berupa paragraf singkat) yang menyimpulkan beberapa bagian utama dalam sebuah penelitian agar pembaca bisa memahami hal-hal dasar yang ada dalam sebuah penelitian. penelitian semacam ini memuat sebuah rencana tindakan untuk melakukan perubahan yang dimungkinkan bisa terjadi dalam kehidupan partisipan. Materi kode (coding) adalah proses pengaturan materi-materi pada bagian-bagian dalam keseluruhan teks agar gagasan umum bisa dikembangkan dan tersebar dalam tiap-tiap bagian. Karena itu. Pertanyaan inti (Rumusan masalah) dalam penelitian kualitatif adalah pertanyaan besar yang dimiliki peneliti dan mengharuskan adanya sebuah penjelasan berupa fenomena sentral atau konsep sebuah penelitian. dan menarik perhatian individu secara kontinu. Semisal pemberdayaan. dominasi. Studi kasus adalah stategi kualitatif di mana peneliti mengkaji se-buah program. Pandangan advokatif/partisipatoris adalah landasan filosofis dalam penelitian dimana dalam proses penyelidikan. mengorganisir gagasan. Perhatian atau minat dalam penulisan adalah beberapa kalimat yang bertujuan untuk memberi batasan pembahasan pada pembaca (agar pembaca bisa tetap fokus). kejadian. pandangan ini juga mengangkat isu-isu spesifik dalam kehidupan sosial yang tengah terjadi di masyarakat. ketidaksetaraan. atau dalam kehidupan peneliti sendiri. institusi yang didiami partisipan. Gagasan atau gambar khusus ini berfungsi untuk menguatkan. penelitian dihubungkan dengan politik dari sebuah agenda politik. Kasus-kasus tersebut dibatasi oleh waktu dan aktivitas. sehingga peneliti harus mengumpulkan infor-masi yang detail dengan menggunakan beragam prosedur pengum-pulan data selama periode waktu tertentu. atau memaparkan gagasan-gagasan yang termuat dalam gagasan utama.

dan materi-materi lain. Tidak seperti model triangulasi tradisional. atau populasi yang khusus. Interval kepercayaan adalah sebuah prkiraan dalam penelitian kuantitatif yang berupa nilai statistik tertinggi dan terendah yang konsisten pada data yang diteliti serta memuat mean populasi yang sesungguhnya.pendekatan embedded konkuren memiliki metode utama yang membimbing laju penelitian dan memiliki metode kedua yang ber-peran suportif dalam prosedur tersebut. untuk 295 . atau kemungkinan melakukan kombinasi antar dua data tersebut. Ketersambngan dalam penelitian metode campuran berarti adanya keterhubungan antara penelitian kualitatif maupun penelitian kuan-titatif dengan analisis data pada fase pertama penelitian serta dengan pengumpulan data fase kedua. perbedaan. yakni selama pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif dilakukan secara berkesinambungan. Kekurangan dalam penelitian terdahulu mungkin terjadi sebab topik penelitian yang sama tidak ditujukan pada kelompok. sampel. Database ini memberikan akses cepat pada ribuan jurnal. Validitas gagasan terjadi ketiga seorang invertostor menggunakan definisi dan ukuran variabel yang cukup. Strategi embedded konkuren dalam metode penelitian campuran bisa diketahuai dari kegunaannya pada satu fase pengumpulan data. Penelitian terdahulu mungkin sudah harus dikaji uang untuk melihat adakah temuan penelitian yang sama.Koherensi dalam penulisan berarti adanya kesatuan gagasan dan adanya ketersambungan logis antar beberapa kalimat dan beberapa paragraf. Database literarur dalam komputer dewasa ini sudah bisa diakses di perpustakaan. Strategi triangulasi konkuren dalam metode campuran adalah se-buah pendekatan di mana peneliti mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara konkuren kemudian membandingkan dua data-base tersebut untuk menentukan adakah kesamaan. Prosedur metode campuran konkuren adalah prosedur di mana peneliti mengumpulkan atau mengombinasikan data kualitatif dan kuantitatif untuk memberikan sebuah analisis komprehensif ter-hadap masalah penelitian. arsip konferensi. Pendekatan transformatif konkuren dalam metode campuran di-arahkan oleh sebuah perspektif teoretis khusus yang digunakan pe-neliti serta pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif yang konku-ren.

Hipotesis direktif. dan jarak antara angka terendah dan angka tertinggi. yang digunakan dalam penelitian kuantitatif adalah ketika seorang peneliti membuat prediksi tentang arah atau hasil penelitian yang diharapkan. 296 . Embedding adalah bentuk pencampuran dalam metode penelitian campuran. Penegasan judul adalah bagian yang berada dalam proposal penelitian dan menjelaskan istilah-istilah yang mungkin tidak dipahami pembaca. Etnografi adalah strategi kualitatif di mana peneliti mempelajari sebuah kelompok kultural secara utuh dalam setting yang natural selama periode waktu tertentu dengan mengumpulkan data pene-litian dan wawancara. Kemudian. (tidak tepat sasaran) Kegemukan dalam penulisan berartiadanya kata yang ditambahkan dan sebenarnya tidak dibutuhkan dalam sebuah kalimat untuk me-nyampaikan sebuah gagasan.diberi sampel baru berupa individu baru atau situs-situs penelitian. Penelitian eksperimental berupaya menentukan apakah sebuah treatmen khusus bisa memengaruhi hasi sebuah penelitian. Ukuran efek mengkaji kekuatan sebuah kesimpulan dari segi per-bedaan kelompok atau hbungan antara beberapa variabel dalam penelitian kuantitatif. penyimpangan standar. Database kedua berfungsi untuk mendukung database utama. Analisis deskriptif terhadap data untuk variabel-variabel sebuah penelitian mencakup penggambaran hasil penelitian yang berupa mean. Ancaman validitas eksternal munculsaat seorang yang melakukan eksperimen membuat kesimpulan yang salah dari sampel data dengan mengkaji orang lain. atau untuk mengetahui adanya data dari sebuah kelompok yang belum terangkat dalam penelitian terdahulu tersebut. Dampak atau pengaruh tersebut bisa diketahuai dengan memberikan sebuah treatment khusus pada sebuah kelompok dan membatasi treatment pada kelompok lain. peneliti menentukan bagaimana perbedaan dua kelompok tersebut memengaruhi hasil sebuah penelitian. setting lain. Desain eksperimental dalam penelitian kuantitatif menguji dampak treatment (arah sebuah intervensi) terhadap hasil penelitian serta mengkaji semua faktor lain yang dimiliki kemungkinan untuk memengaruhi hasil sebuah penelitian.di mana bentuk data kedua dihubungkan dengan peneliti-an berskala lebih luas yang menjadi database utama. atau situasi yang telah lalu dan situasi yang akan datang.

Teori grounded adalah sebuah strategi kualitatif di mana peneliti menyampaikan teori yang umum dan abstrak mengenai proses. Formulir ini menegaskan bahwa hak partisipan akan dilingdungi selama proses pengumpulan data. tindakan. Persetujuan intercoder (atau pengujian ulang) adalah ketika dua atau beberapa coder menyetujui penggunaan beberapa kode untuk bagian yang sama dalam sebuah teks. Protokol wawancara adalah sebuah formulir yang digunakan oleh peneliti kualitatif untuk merekam dan menulis informasi yang di-dapatkan selama proses wawancara. namun berarti bahwa coder lain akan memberi kode yang persis sam dengan kode yang digunakan seorang coder pada bagian yang sama). Interpretasi hasil dalam penelitian kuantitatif berarti bahwa peneliti menarik kesimpulan dari pertanyaan dalam penelitian. Penulisan yang biasa adalah penulisan proposal dengan cara yang umum dan terus-menerus. Formulir izin ditandatangani oleh partisipan sebelum mereka terlibat dalam sebuah penelitian. atau interaksi yang grounded dalam pandangan partisipan sebuah penelitian. Ancaman validitas internal adalah prosedur eksperimental. (Hal tersebut tidak berarti mereka memberi kode pada teks yang sama. Interpretasi dalam penelitian kualitatif berarti bahwa peneliti dapat menarik makna dari hasil analisis data. Makna ini bisa berupa pelajaran atau informasi untuk melakukan perbandingan dengan penelitian lain dan pengalaman pribadi. dan makna yang lebih luas dalam hasil penelitian. Hipotesis menghubungkan beberapa variabel atau membandingkan kelompok-kelompok dalam variabel sehingga kesimpulan sampel bisa ditarik menjadi kesimpulan populasi. atau pengalaman partisipan yang bisa menghambat peneliti untuk membuat kesimpulan yang tepat dari data mengenai populasi yang dilibatkan dalam eksperimen. treat-ment.Gatakeeperadalah beberapa staf yang terlibat dalam situs penelitian yang memberikan akses pada situs yang bersangkutan dan meng-izinkan terlaksananya sebuah penelitian kualitatif. 297 . bukan penulisan dalam jangka waktu yang tidak teratur dan mandeg beberapa saat. Memadukan dua database dalam metode penelitian campuran ber-arti bahwa database kualitatif dan kuantitatif benar-benar digabung-kan dengan sebuah pendekatan perbandingan atau untuk keperluan melakukan transformasi data. hipotesis.Prosedur statistik atau subprogram yang telah terakui dalam paket software kualitatif bisa digunakan untuk menentukan level konsistensi dalam memberi kode.

Pencampuran bisa diartikan adanya kombinasi antara data kualitatif dan kuantitatif.pemisahan dua data. Penelitian naratif adalah sebuah strategi kualitatif di mana peneliti mempelajari kehidupan individu dengan meminta satu atau bebe-rapa individu untuk menuturkan cerita 298 . kegunaan pendekatan kualitatif dan kuantitatif.melibatkan. Rumusan masalah dalam metode penelitian campuran adalah per-tanyaan khusus yang diangkat dalam penelitian metode campuran dan secara langsung membidik percampuran antara STRANDS pe-nelitian kualitatif dan kuantitatif.satu data lain berakhir dalam sebuah rangkaian. dan campuran antara dua pendekatan dalam sebuah penelitian. Notasi metode campuran memberikan label dan simbol kecil yang memainkan peran penting dalam metode penelitian campuran.atau mengajak pembaca untuk terlibat dalam penelitian. Metode ini juga dilibatkan asumsi filosofis.Peta penelitian adalah sebuah gambaran visual (atau gambar) me-ngenai penelitian sebuah topik yang menggambarkan bagaimana sebuah penelitian khusus bisa memberikan kontribusi terhadap se-buah topik tertentu. Metode penelitian campuran adalah sebuahpendekatan untuk me-nyelidiki suatu objek dengan mengombinasikan atau menghubung-kan bentuk penelitian kualitatif dan bentuk penelitian kuantitatif. Memasangkan partisipan dalam penelitian eksperimental adalah prosedur yang memasangkan beberapa partisipan yang memiliki sifat dan karakteristik tertentu dan secara acak ditugaskan untuk terlibat dalam kelompok eksperimental dan kelompok yang melakukan kontrol. Notasi ini memaparkan cara bagaiman peneliti dengan metode campuran bisa dengan mudah berkomunikasi dengan prosedur yang harus dipenuhinya. informasi mengenai STRAND kualitatif dan kuantitatif penelitian. Statemen purpose metode campuran memuat keseluruhan maksud penelitian. Pertanyaan inilah yang akan di-jawab pada penelitian yang menggunakan metode campuran. atau pencampuran sedemikian rupa dalam sebuah rangkaian. Sisipan narasi adalah sebuah istilah yang berasal dari susunan bahasa inggris. Sisipan ini berarti kata bermakna yang digunakan sebagai kalimat pembuka sebuah pendahuluan yang berfungsi untuk menggambarkan.satu data terakhir dalam sebuah rangkai-an. serta alasan logis dalam memadukan kedua STRAND tersebut untuk menelti masalah yang diangkat.

Hipotesis tradisional tersebut adalah bahwa. Selain fokus pada beberapa metode. dan gagasan beasr sebuah penelitian. tujuan. namum bentuk perbedaan yang pasti (semisal lebih tinggi. dan konsekuensi serta bukan dari kondisi yang sebelumnya (seperti dalam postpositivistik). masalah yang diteliti dengan menggunakan landasan ini mencerminkan isu yang tidak harus diidentifikasi dan diketahui penyebab yang memuat hal tersebut bisa memengaruhi hasil penelitian. tidak ada hubungan atau tidak ada perbedaan signifikan antara dua kelompok dalam sebuah variabel. dalam populasi umum. Ada sebuah konsern yang dilengkapi dengan aplikasi-yang berfungsi dengan baik-serta solusi terhadap masalah-masalah yang muncul. Adanya partisipan atau situs yang sengaja dipilih (atau dengan dokumen serta materi visual) menandakan bahwa peneliti kualitatif memilih beberapa individu yang akan banyak membantu dalam memahami masalah penelitian dan memecahkan pertanyaan yang mendasari penelitian. sebab peneliti tidak mengetahui apa yang bisa diperkirakan dari penelitian terdahulu. Statemen purpose dalam sebuah proposal penelitian memaparkan sasaran. Pragmatisme sebagai sebuah pola pikir atau landasan filosofis muncul dalam tindakan. peneliti juga menekankan masalah penelitian dan menggunakan semua pendekatan yang cocok untuk bisa memahami sebuah permasalahan. Protokol observasional adalah sebuah formulir yang digunakan oleh seorang peneliti kualitatif untuk merakam dan menulis informasi saat tengah melakukan observasi. Hipotesis tak berarah dalam strategi penelitian kuantitatif adalah sebuah penelitian di mana seorang peneliti membuat prediksi. Penelitian fenomenologis adalah strategikualitatif di mana peneliti mengidentifikasikan esensi pengalaman manusia tentang fenomena yang diungkapkan seorang partisipan dalam sebuah penelitian. lebih rendah. semisal dalam sebuah eksperimen.kehidupannya. situasi. lebih. atau kurang) tidak diperkirakan secara jelas. Sebab itu. Informasi ini sering kali dituturkan kembali oleh peneliti dengan menggunakan narasi kronologis. Hipotesis nol penelitian kuantitatif yang mencerminkan pen-dekatan tradisional dalam membuat hipotesis. 299 . Postpositivistik mencerminkan sebuah filosofi deterministik mengenai penelitian yang bisa menentukan efek atau hasil tertentu.

Statemen purpose kualitatif memuat informasi mengenai fenomena inti yang dipaparkan dalam sebuah penelitian. Buku kode ini bisa berisi nama kode dalam sebuah kolom. Statemen ini juga memuat desain yang muncul dan kata-kata penelitian yang didapatkan dari bahasa penyelidikan kualitatif. arsip pertemuan. ata terlibat dalam sebuah wawancara diskusi kelompok yang berisi enam hingga delapan narasumber pada masing-masing kelompok. sebab tujuan penyelidikan ini tidaklan untuk mengumumkan temuan pada individu. Proses 300 . serta situs penelitian. Kode buku kualitatifadalah sebuah alatuntuk mengatur data kuali-tatif dengan menggunakan sebuah list yang berisi kode yang belum ditentukan dan akan digunakan untuk memberi kode pada data.melakukan wawancara melalui telepon. situs. Penelitian kualitatif adalahsebuah alatuntuk memaparkan dan me-mahami makna yang berasal dari individu dan kelompok mengenai masalah sosial atau masalah individu. videotapes. Menggeneralisasi beberapa temuan menjadisebuah teori merupakan sebuah pendekatan yang digunakan dalam beberapa studi kasus penelitian kualitatif. partisipan dalam penelitian. atau bentukbentuk suara lain. Generalisasi kualitatifadalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkancara-cara tertentu dalam penelitian kualitatif. dan email). Reabilitas kualitatif menunjukkan bahwa sebuah pendekatan ter-tentu bisa konsisten di tengah beberapa peneliti yang memiliki beragam proyek penelitian. Dokumen kualitatif adalah dokumen publik (semisal surat kabar. atau dokumen pribadi (semisal jurnal pribadi. atau tempat-tempat yang tidak terkait dengan pene-litian. Bebarapa wawancara ini melibatkan pertanyaan yang tidakteratur dansecara umum masih open-ended. report kantor). definisi kode di kolom lain. Observasi kualitatif berarti bahwa seorang peneliti memerhatikan dan mencatat tingkah laku dan aktivitas individual yang terlibat dalam situs penelitian dan rekaman observasi.Jumlah pertanyaan untuk wawancara ini relatif masih sedikit dan digunakan untuk memperoleh pandagan dan opini yang muncul dari partisipan. surat. namun peneliti harus memiliki pro-sedur yang terdokumentasi dengan baik dan database kualitatif yang telah dikembangkan dengan baik. diari. Wawancara kualitatif berarti bahwa peneliti mengadakan wawan-cara tatap muka dengan partisipan.karya seni.lalu contoh-contoh khusus(semisal garis angka) yang menunjukkan di mana saja posisi kode dalam transkrip pada kolom yang lain.Materi audio dan visual kualitatif bisa berbentuk foto.

Penelitian kuantitatif adalah cara untuk menguji sasaran teori dengan mengkaji hubungan antarbeberapa variabel.sehingga data yang sudah ditandai dengan nomor bisa dianalisis dengan menggunakan prosedur statistik.Report yang ditulis pada akhir penelitian memiliki susunan penulisan yakni pendahuluan. Validitas kualitatif berarti bahwa peneliti menguji akurasi temuan penilaian dengan menggunakan beberapa prosedur tertentu. dan status sosial ekonomi yang dimilikinya dalam membentuk interpretasi yang dimilikinya selama melakukan penelitian. dan diskusi.mengelola data dari yang spesifik menjadi tema umum. literatur dan teori.khususnya dalam beberapa instrumen. menganalisis data secara induktif. Pengacakan sampel adalah sebuah prosedur dalam penelitian kuantitatif untuk memilih partisipan. Pertanyaandalampenelitiankuantitatifadalahstatemen interogatif yang memunculkan pertanyaan mengenai hubungan antarbeberapa variabel yang ingin dicari tahu jawabannya oleh pelaku investigasi.Re-port yang berhasil ditulis memiliki struktur penulisanyang fleksibel. hasil. Statemen purpose ini juga memuat bahasa yang berhubungan dengan penelitian kuantitatif danuji coba deduktif terhadap hubungan antar beberapa teori. Dengan teori ini. nilai.dan membuat penafsiran mengenai makna di balik data. Hal ini berarti bahwa masing-masing individu dalam sebuah populasi memiliki kemungkinan yang sama untuk dipilih dan dijaring sebagai sampel.penelitian melibatkan pertanyaan dan prosedur yang sudah muncul.Beberapa varia-bel ini bisa diukur. dan latar belakang semisal gender. yakni dengan mengumpulkan data menurut setting partisipan. metode. Statemen purpose kuantitatif mencakup beberapa variabel dalam peneltitian dan hubungan antarbeberapa variabel tersebut. Hipotesis kualitatif adalah prediksi-prediksi yang dibuat oleh pe-neliti mengenai hubungan antar variabel yang diharapkan. kebudayaan. Refleksitas berarti bahwa seorang peneliti memasukkan bias. 301 . Kuasi-eksperimen adalah sebuah bentuk penelitian eksperimental di mana para individu tidak secara acak disuruh bergabung dalam sebuah kelompok. serta situs penelitian.partisipan dalam penelitian. bisa dipastikan bahwa sampel yang diambil benar-benar cukup representatif mewakili populasi yang ada. sejarah.

yang digunakan dalam buku ini. strategi penyelidikan. Metode penelitian melibatkan berbagai macam teknik pengumpul-an. Tips penelitian adalah pikiran-pikiran saya mengenai pendekatan atau teknik yang telah banyak berfungsi dengan baik pada saya selama beberapa tahun saya melakukan berbagai penelitian.skor tersebut secara internal memiliki konsistensi(yakni apakah item responsselalu kon-sisten?) tetap stabil dari waktu ke waktu (dengan menguji dan me-lakukan korelasi dengan uji ulang). analisis. 302 . Desainpenelitianadalahrencana dan prosedur penelitian yang men-cakup semua keputusan mulai dari asumsi yang luas hingga metode paling mendetail mengenai proses pengumpulan dan analisis data.Keberterimaan sebuah penelitian berarti bahwa berapa pun skor pada item yang berada dalam sebuah instrumen. Skripsi. dan hal tersebut berarti bahwa jika ada orang yang bukan termasuk responden mamberikan respons. dan apakah ada konsistensi dalam uji administrasi dan penetapan skor. Masalah penelitian adalah masalah atau isu yang menjadi sebab adanya sebuah penelitian. maka respons ‗asing‘ tersebut akan secara substansial mengubah hasil survei. dan metode-metode tertentu. Responsbias adalah efekdari tidak adanya respons dalam perkiraan survei. adalah sebuah template yang berisi beberapa kalimat dengan kata-kata dan gagasan utama dalam bagian khusus sebuah proposal atau laporan penelitian (se-misal statemen purpose atau rumusan masalah) dan memberikan ruang bagi peneliti untuk menyisipkan informasi yang berhubungan dengan proyek yang tengah dikerjakan. Strategi eksplanatori sekuensial dalam metode penelitian campuran bisa dikenali dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif dalam fase pertama yang kemudian diikuti dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif pada fase kedua yang akan menghasilkan temuan awal dalam sebuah penelitian kuantitatif. Desain ini melibatkan adanya pertemuan antara beberapa asumsi filosofis. Penelitian review dalam sebuah pendahuluan memaparkan pentingnya penelitian dan membuat batasan antara penelitian terdahulu yang telah dilakukan dengan penelitian yang diinginkan dan akan dilakukan. serta interpretasi data yang dikemukakan peneliti dalam kerja penelitiannya.

semisal format yang konsisten dalam menulis referensi. Validitas kesimpulan statistik tidak muncul saat seorang pelaku eksperimen menghasilkan kesimpulan yang tidak akurat dari data sebab kekuatan statistik yang tidak sama atau kesalahan dalam asumsi statistik. Strategi transformatif sekuensial dalam metode penelitian campuran adalah sebuah proyek dengan dua fase yang memiliki lensa teoretis (yakni gender. Desain subjek tunggal atau desain N of 1 melibatkan aktivitas penelitian perilaku seorang individu (atau sejumlah kecil individu) dalam jangka waktu tertentu. yakni fase awal (baik kualitatif ataupun kuantitatif) yang diikuti oleh fase kedua (baik kualitatif maupun kuantitatif) yang akan melengkapi proses fase pertama. dan menggunakan bahasa yang tidak diskriminatif.teori ilmu pengetahuan) berlandaskan sebuah prosedur. Strategi penyelidikan adalah tipe desain atau model kualitatif. dan metode campuran yang memberikan arah khusus terhadap prosedur dalam desain penelitian. 303 .sosial. Prosedur metode campuran sekuensial ialah prosedur yang mengharuskan peneliti memaparkan atau mengembangkan sebuah temuan mengenai sebuah metode dengan metode lain. kuantitatif. Gaya manual memberikan bimbingan untuk membuat sebuah manuskrip ilmiah.Strategi eksplanatori sekuensial dalam metode penelitian campuran melibatkan fase pertama pengumpulan dan analisis data kualitatif yang kemudian diikuti dengan fase kedua. memuat heading memuat tabel dan gambar. Signifikansi penelitian dalam pendahuluan menyampaikan pentingnya masalah yang menjadi subjek penelitian untuk diangkat pada audien yang berbeda serta keuntungan yang mungkin bisa di-dapatkan dari pembacaan dan penggunaan hasil penelitian. yakni pengumpulan dan analisis data kualitatif yang akan mengahasilkan temuan dalam fase pertama kuantitatif. Masing-masing individu tersebut mengembangkan makna subjektif dari pengalaman yang mereka lewati serta makna yang diarahkan terhadap sesuatu tertentu.ras. Konstruktivis sosial memiliki asumsi bahwa masing-masing orang mencoba memahami dunia yang akrab dengan hidup keseharian mereka.

cara pengumpulan data.kelas. pendapat.ras. atau opini sebuah populasi dengan mempelajari sampel dari sebuah populasi. atau populasi dengan mempelajari sebuah sampel dari sebuah populasi tertentu. tingkah laku. Penelitian survey menampilkan sebuah gembaran kuantitatif dalam bentuk angka mengenai kebiasaan.Desain survey memaparkan rancangan sebuah gambaran kuantitatif berupa angka yang menunjukkan kebiasaan. tingkah laku.dan implikasi yang dihasilkandari penelitian (khususnya untuk 304 . me-maparkan cara-cara pengumpulan dan analisis. Teori dalam metode penelitian campuran memuat sebuah lensa orientasi yang akan mengarahka tipe pertanyaan yang diajukan. siapa saja yang berpartisipasi dalam penelitian. Lensa teoretisatauperspektif dalam penelitiankualitatif memuat keseluruhan pandangan yang digunakan untuk penelitian yang mengkaji masalah gender.atau isu lain mengenai kelom-pok yangn termarginalkan). serta menyuntikkan semangat untuk melakukan sebuah gerakan perubahan.Lensa ini menjadi sebuah perspektif advokasi yang membentuk tipe-tipe pertanyaan yang diajukan.

& Biklen. & Spencer. (1992). (February. 575-591.).. In M. & Creswell. (2001). Administrative Science Quarterly. Educational Administration Quarterly.. 1872-1892. Kraut. Blalock. M.). Blalock.K.J. Professors as Writers: A Self-help Guide to Productive Writing. culture. J.). 21. and campaigns against vice in three American cities. (1967). Impression management.M. Anderson.44-62.W. Berg. Conducting Meaningful Experiments. J. S. v . Blalock. Encyclopedia of educational research (6th ed. Writing Clearly: A Contemporary Approach. E. American Psychological Association. R. M. November). K. OH: Charles Merrill. Babbie. NJ: Prentice Hall. American Sociological Revieio. M. Belmont. J. C.C. Ansorge. Creswell. (1989. Babbie. Washington. B. 37.C. 530-549. (1991). CA: Annual Reviews. University of Nebraska-Lincoln.E. E. (1992). 325-335. 12(10). (1987). Annual Review of Psychology. Englewood Cliffs. The micropolitics of the school: The everyday political orientation of teachers toward open school principals. Zanna & J. Student attrition among women at a liberal arts college. Research and inequality. Use of iBook laptop computers in teacher education. H. Writing the empirical journal article. Power and Managerial Dismissal: Scapegoating at the top. (1990). (1980). & Frohlich. Stanford. 25(4). W. Survey Research Methods (2nd ed. (2007).P. D. Mertens. Bhopal. H. Beisel..H. Bean. New York: Random House. N. "race" and power in the research process: South Asian women in East London. Bausell. 55. Boston: Allyn & Bacon.L. J. Bern.B. Asmussen. OK: New Forums. (2001). The Social Construction of Reality: A Treatise in the Sociology ofKjwzoledge. Qualitative Health Research. Campus response to a student gunman. Swidler. 379-409. 3. DC: Author. P. Berger. S. New-York: Aldine. New York: Macmillan. (1969). Journal of College Student Personnel. E. (1985). Edwards.. In C.). 45(3). Boneva. (1992). (2000). Theory Construction: From Verbal to Mathematical Formulations. Truman. London: UCL Press. 1990). Boice. J. The Practice of Social Research (11th ed. & B. Belmont. The Compleat Academic: A Practical Guide for the Beginning Social Scientist (pp. Garden City. Humphries (Ed. J. & Rosenfeld. (1992).W. R. NJ: Anchor. (1994). CA: Sage. Are there any constructive alternatives to causal modeling? Sociological Methodology.W.). Boeker.). T. B. Using e-mail for personal relationships. 66. & Luekmann. StiUwater. Thousand Oaks. social 305 . Casual Models in the Social Sciences. Columbus.. Gender. (1950-). 171-201).. D. (1995). CA: Wadsworth/ Thomson. R. (Ed.H.J. Boston: Allyn & Bacon. Unpublished manuscript. American Behavioral Scientist. (2001). D. Publication Manual of the American Psychological Association (5th ed. Qualitative Research for Education: An Introduction to Theory and Methods. Bailey. Darley (Ed. Journal of Higher Education. P. CA: Wadsworth.). 1338-1352.320-327. Bogdan. & Creswell.). 400-421. L. & Gutmann. Blase. Class. (1990). R. Booth-Kewley. (2002). S. H. Cognitive representation of AIDS. (2001). Qualitative Research Methods for the Social Sciences (4th ed.. E. K.Daftar Pustaka Aikin. (1984).

J. Bryman. Thousand Oaks. The lntegrative Research Review: A Systematic approach. J. Reports. 81-105. & Strauss. Educational Research: Ptoming. Cheek. CA: Academic Press. M. CA: Sage. Handbook of educational policy (pp.L. D. Journal of Applied Psychology. 195-207. F.).). (2007). (2006). H. Borg. 281-298. Thousand Oaks. Creswell. Cizek (Ed. Basics of Qualitative Research: Techniques and Procedures for Developing Grounded Theory (3rd ed. Heron. Quasi-Experimentation: Design and Analysis Issues for Field Settings. R.P.. (1989). (2008).. (1977).J. Conducting.V..S.C. W. S. Applying Educational Research: A Practical Guide. Handbook of Applied Social Research Methods (pp. 56. Term Papers (5th ed. Finding the Words: Conversations with Writers Who Teach. Educational Evaluation and Policy Analysis. D. Creswell. Psychological Bul-. D.W.R. & Connelly. 15(2). 455-472).. Notes on pragmatism and scientific realism. and Evaluating Quantitative 306 . Rog (Ed. Graduate School of Education.). (1985). OH: Merrill. A Manual of Writer's Tricks.. 12(2). S. Thousand Oaks.. 1-76). At the margins? Discourse analysis and qualitative research. Philadelphia: University of Pennsylvania. Corbin. W. London: Sage. (1987). J. Form mid Style: Theses. Handbook of Research on Teaching (pp.desirability. (1977). Campbel. Data analysis strategies for mixed-method evaluation designs. San Francisco: Jossey-Bass.. Convergent and discriminant validation by the multitraitmultimethod matrix. The American Cartographer. Boruch. L.W. Charmaz. (1989). D. and computer administration of attitude questionnaires: Does the computer make a difference. (1984). Boston: Hough ton Mifflin.E.G. Carroll. Thousand Oaks. R. & Gall. Constructing Grounded Theory. Castetter.M.E.). Bunge. A fractal analysis of cartographic generalization. Ohio University Press.D. (1992. Beverly Hills. & Heisler. In L. Columbus.D. J. (2000). C. Gall. New York: Longman. Carstensen. Symbolic Interaction. Educational Research: An Introduction (5th ed. 14.L.1140-1150. N. August-September). CA: Sage.H. Applied Behavior Analysis. New York: Longman.W. In N. Cook.L.). (1989). W. 562-566. (1963). J. (1993). Statistical Power Analysis for the Behavioral Sderices.J.. Campbell. Mixed Methods: A Four-Volume Set. Caracelli. D. Cooper. (1999) Mixed method research: Introduction and application. Developing and Defending a Dissertation Proposal..T.).B. A. W. New York: Paragon. & Greene. J. In G. Chicago: Rand McNally. (19 79). 13-17. 161191).O. (1959). & Ballou. (1990). Jr. CA: Sage. J. D. OH: Swallow Press. Clandinin. (1998). Gage (Ed. Campbell.T. Cahill.W. T. J. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing among Five Approaches ( 3rd ed. & Stanley. Borg. Cooper.E. 181-189. 16(3). New York: Academic Press. Experimental and quasi-experimental designs for research. letin. (2007).. San Diego.D. W. Chicago: Rand McNally. Athens. Cohen.J. & Gall. 77(4). J.M. Educational Researcher. J. Qualitative Health Research. & Heward. M. CA: Sage. & Fiske. (1977). V. Fashioning males and females: Appearance management and the social reproduction of gender. & Campbell. Cherryholmes. Narrative Inquiry: Experience and Story in Qualitative Research. Rickman & D. (1993).M. T. Center for Field Studies. K. Creswell.R. (2006). J. Randomized controlled experiments for evaluation and planning. J.). CA: Sage. (2004).

E.. Finders. A.D. The Enlightened Eye: Qualitative Inquiry and the Enhancement of Educational Practice.).). & Hole. Critical Social Science.. (2007). Blalock. B. Sexualities.. YS. Dillman. G. Upper Saddle River. Fink. CA: Sage. J.G. Phoenix. (1975).L. University of Nebraska-Lincoln. Meaning in method: The rhetoric of quantitative and qualitative research. (1998). Job Motivational Factors of Educators Within Adult Correctional Institutions from Various States.). 41-62. Unpublished doctoral dissertation. J. Theory into Practice. M. Thousand Oaks. Eisner. (1985). & Hackett. Denzin. 27. DeGraw. (2007). London: Oxford University Press. 55-79). (1987). (1991). & Hanson. (Ed. DiUard. J. M. D. Tashakkori & C. (1992.. Teddlie (Ed.J. Creswell. Handbook of Mixed Method Research in the Social and Behavioral Sciences (pp. Determining validity in qualitative inquiry. NJ: Merrill. NY: Cornell University Press. 209-240). and Scholarly Productivity. CA: Sage. 37(1).K.). Causal Models in the Social Sciences (2nd ed. 124-130. Comparison of feminist and nonfeminist women's reactions to variants of nonsexist and feminist counseling.). J. A. G. Thesaurus of ERIC descriptors (12th ed. J. The Handbook of Qualitative Research (3rd ed. A. In A. Jr.). The Review of Higher Education. The Survey Kit (2nd ed. Creswell. Queens and teen Zines: Early adolescent females reading their way toward adulthood.S. New York: Macmillan. G. MJ. Elbow. E J. 10. In H. (2005). (2003). Educational Resources Information Center. (1993). (1973). Writing for Story: Craft Secrets of Dramatic Nonfic-tion by a Two-time Pulitzer Prize-winner. Writing Without Teachers. (1987). (1984). Field.P. Mail and Telephone Surveys: The Total Design Method. How to Design and Report Experiments. & Miller. (2003). Gutmann. pp. C. & Lincoln. U. Creswell. & Henry. 307 . New York: Atheneum. Locus of Control. (Ed. (Ed. Franklin.. (1989). The Writing Life. V. Erms.W. AZ: Oryx. W. Piano Clark.. Survey Research Methods (3rd ed. D. Seagren. (1986). 33-40. O. 16. Teachers College Press Fowler. In N. Professional development training needs of department chairpersons: A test of the Biglan model. University of NebraskaLincoln. Crutchfield. Ithaca. CA: Sage. & Piano Clark. (1986).and Qualitative Research (3rd ed.A. (1978).). & Brown. Fall). J. The Foundations of Social Research: Meaning and Perspective in the Research Process. Fath analysis: Sociological examples.K. Flick. (2002). & Mills. D.W. Crotty. (1990). CA: Sage. Denzin & Y. Educational Researcher.16-21.. Journal of Counseling Psychology. P. Thousand Oaks. J. Thousand Oaks.W. Anthropology and Education Quarterly. (2000). M. (Ed.. queer theory. New York: Columbia University. 224237. 39(3). How chairpersons enhance faculty research: A grounded theory study. Thousand Oaks. CA: Sage. and qualitative research.). The Sage Qualitative Research Kit.Z. A.W.W. London: Sage.W. Advanced mixed methods designs. Duncan. Fay.). CA: Sage. N.. Creswell. (2002). J. M. Thousand Oaks. Creswell. Planning and Changing. T. Interpersonal Trust. 71-89. Firestone.L.). (1979). Gamson. (2000). Theory and Concepts in Qualitative Research: Perspectives from the Field. (1996).E. 16(1). Flinders. New York: John Wiley. D. New York: Harper & Row. Thousand Oaks. London: Sage. V. Designing and Conducting Mixed Methods Research. WA. Unpublished doctoral dissertation. New York: Aldine.

Totowa.. & Wallnau. P (2006). W. (1999). Methods. contradictions. V. 629-648. and Evaluation of Studies in Education and the Behavioral Sciences (2nd ed. In N. T. and emerging confluences. 123. Paradigmatic controversies. (1995).R.381396. In R. NJ: Bedmister. CA: Sage. Hatch. R. & Lincoln. Giordano. J. Isaac.. Glesne. Gravetter.M. Handbook of Qualitative Research (pp. San Francisco: Jossey-Bass. (2000).C. (1996). & Reason.E..). CA: Sage. San Francisco: Jossey-Bass Greene. Qualitative Inquiry.. D. New York: Harcourt. Isreal. The Exercise of Influence in Small Groups. V. (1989). Thousand Oaks. (1992). Thousand Oaks. 264-275. I. N. Denzin & Y.). Analyzing qualitative data. Guba (Ed.G.J. The Journal of General Psychology. & Michael. Mixed Methods in Social Inquiry. W. Humbley. Humans. 64(2).B. & Zumbo. & Leavy.). (1997). Hesse-Bieber. Advances in Mixed-method Evaluation: The Challenges and Benefits oflntegrating Diverse Paradigms. Lucas. (2007). Gibbs. O'Reilly. & Graham. & Peterson. pp. S. Houtz.K. K. Statistics for the Behavioral Science (5th ed. K.. S. San Diego. (1981). Taylor. Journal of Research in Science Teaching. The paradigm Dialog (pp. Flick (Ed. 32(6). (1990). (2007)..C.). G.J. (2000). London: Sage. H. Hopkins.Lincoln (Ed. Number 86). Hopson. 347-365 ). (New Directions for Evaluation.K. An exploratory study of the factors associated with parental savings for postsecondary education. Design. & Vesper. Brace. A participatory inquiry paradigm. 15. E. 3. J. J.B.S. Lincoln. A marginal story as a place of possibility: Negotiating self on the professional knowledge landscape. Hossler.. CA: Sage. E. L.).. Guba.). Greene. Huber. 74).N. Y.C. J. G.K.G. The Human Group. A dialectic on validity: Where we have been and where we are going. 140-165.C (1950). 17(2).K. Qualitative Health Research. Belmont.).G. (New Directions for Evaluation. 274-294. A. (2002). Teaching and Teacher Education. Tlie Practice of Qualitative Research. E. Greene. B. Instructional strategy change and the attitude and achievement of seventh. Handbook in Research and Evaluation: A Collection ofPrinciples. A. In E. The alternative paradigm dialog. (1964). The Sage handbook of qualitative research (3rd ed. 17-30). (Ed. CA: EdITS. No. The Sage Qualitative Research Kit. NY: Longman. (1993). (2005). and Strategies useful in the Planning. Becoming Qualitative Researchers: An Introduction. Research Ethics for Social Scientists: Between Ethical Conduct and 308 . & Whelan. 255-274. J.D. 191-215). 207-215.S.F. L..and eighth-grade science students. & Hay. M. White Plains. M. & Dogra. Toward a conceptual framework for mixed-method evaluation designs. How and why Language Matters in Evaluation.. CA: Sage. Guba. & Caracelli.. (2007). C. Hopson (Ed. J.. J.J. (2006). P. & Peshkin. Caracelli. CA: Wadsworth/Thomson. N.J. 11(3). Thousand Oaks. Educational Evaluation and Policy Analysis. Heron. Albany: State University of New York Press. ]. HIV/AIDS talk: Implications for prevention intervention and evaluation. (1997). In U.A.A. Newbury Park. Journal of Higher Education. San Francisco: Jossey-Bass. Confidentiality and autonomy: The challenge(s) of offering research participants a choice of disclosing their identity. Doing Qualitative Research in Educational Settings.

257-277).J. G. J.36). (1992. Gender Issues. Educational Administration Quarterly. Isreal. and Measurement: An international handbook. Flick (Ed. J.L.W. Weeks (Ed. & Guba. Kos. Labovitz. (1979.). Educational Research.W. (1996). 1(4). New York: Guilford. December). Administrative Science Quarterly. Atweh. (1990). Jick. S. Getting Smart: Feminist Research and Pedagogy with/in the Postmodern. (1985). (1971). Participatory action research and the study of practice. Design and Analysis: A Researcher's Handbook (3rd ed. Johnson. Mixing qualitative and quantitative methods: Triangulationin action. (1972). Kvale. New York: Routledge.). Oxford. (1999). Zimmerman. 80-97. Lather. Lincoln.J. Freudenberg. American Educational Research Journal. P. & Hagedorn. R. 366-389. S.P. 24. NJ: Prentice Hall. Kerlinger.K. 1. Denzin & Y.. contradictions. New York: Holt. Jungnickel. (2001). 112-133. Beverly Hills. Health Education Quarterly.). Designing and Conducting Ethnographic Research.' (1991). Lauterbach. Lincoln (Ed. Thousand Oaks.A. (2000). 602-611. Handbook on Qualitative Research (pp. S. Racialized discourses and ethnic episte-mologies In N. Unpublished manuscript. Vulnerability to sexual coercion among college women: A longitudinal study. Kline. (1991). P.S... (2007).. Methodology. In U. New York: National League for Nursing Press. 5-42. Munhall & CO. 875-895. N. Y. E.323-334. Unpublished manuscript. Research as praxis. In another world: A phenomenologicalperspective and discovery of meaning in mothers' experience with death of a wished-for baby: Doing phenomenology. R. (Ed. London: Sage. Persistence of reading disabilities: The voices of four middle school students. (1991). Kalof. (1998). & Greene. In P.. 21. P. &Turner. Ladson-Billings. New York: Routledge. CA:Sage. Keppel. R. Kushman. B. 28(4). Are high response rates essential to valid surveys? Social Science Research. 1(2).G.. RN. New York: McGrawHill. & P. 28(1). Y. University of Nebraska-Lincoln. Janz. The predictive validity of an ESLplacement test: A mixed methods approach. (2007). Lee.. (1986). UK: Pergamon. L. 23(1). Procedural Justice in Organizations: A Literature Map. & Schensul. Naturalistic Inquiry. (2000).). J. Englewood Cliffs. Nursing Research: A qualitative Perspective (pp. Janovec.D.B. & Wilkinson.). P. (2000). Y. J. N. Rinehart & Winston.K.L.. (1993). Behavioral Research: A conceptual Approach. Kemmis. T. L.A. & Guba. The Sage Qualitative Research Kit. Lather. R. S. S.G. (1979). The organizational dynamics of teacher workplace.. S. E. A. Leslie. MA.). A. S. Introduction to Social Research. LeCompte. Action Research in Practice: Partnerships for Social Justice in Education (pp. Wren. University of Nebraska-Lincoln. (1998). CA: Sage. 257-277. Evaluation of 37 AIDS prevention projects: Successful approaches and barriers to program effectiveness. Toward a definition of mixed methods research: Journal of Mixed Methods Research. T. (1988). Workplace Correlates and Scholarly Performance of Pharmacy Clinical Faculty Members.D. & Carter.Regulatory Compliance. Harvard Educational Review 56. Lincoln.J. 47-58 Keeve. S. R. Boyd (Ed. Principles and Practice of Structural Equation Modeling. Walnut Creek. Kemmis. February). Paradigmatic controversies. In B. London: Sage. Doing interviews. Onwuegbuzie. 18(4). M.J. CA: AltaMira. M.B. L. Journal of Mixed Methods Research. and emerging 309 . G. (2007). 13 3-179).

N. Journal of Mixed Methods Research.V. (1990). (Ed. M. Mertens. Neuman. CA: Sage. Pragmatism: Vrom Peirce to Davidson. CO: Westview. S. Practical strategies for combining qualitative and quantitative methods: Applications to health research. G.E. Thousand Oaks. Gender identity. E. Mixed methods and the politics of human research: The transformative-emancipatory perspective. Mertens. & Pavel. (1988).W.). CA: Sage. Merriam. 433-439. 8(3). (1990). Teddli (Ed.M. (1987). 220-235).J. D. Handbook of Qualitative Research (pp. (2007). Locke. Thousand Oaks. Newbury Park. 135-164). Proposals that work: A Guide for Planning Dissertations and Grant Proposals (5th ed. Morgan. (1989).). The Occupational Therapy Journal of Research. Paradigms lost and pragmatism regained: Methodological implications of combining qualitative and quantitative methods.). S.confluences. D. Maxwell. September). Spirduso. Denzin & Y.B. Newbury Park. D.W. (1998). Moore. Survey Research and the World wide web. J. (2007).M.). (2000). (2000). D. Qualitative methods in field research: An Indonesian experience in community based practice.E. Journal of Professional Nursing.S. 120-123. Thousand Oaks. Boulder. Thousand Oaks. 18(2). 4. McCracken. (1994). (1991. 3-28. Lysack.E. Langston. G. W. J. Moustakas.45-54. A. In Y.B. Thousand Oaks.M. Approaches to qualitative-quantitative methodological triangulation. Research Methods in Education and Psychology: Integrating Diversity with Quantitative and Qualitative Approaches. B. 34. Designing funded qualitative research.K.). Journal of College Student Development. Nesbary. Qualitative Health Research.M. L. Handbook cf Qualitative Research (pp. (1995). Handbook of Research Design and Social Measurement (5th ed. CA: Sage. S. (1994). 1(1). Miles. Thousand Oaks. Nursing Research. Miller. CA: Sage. Qualitative Research Design: An Interactive Approach (2nd ed. & Krefting. CA: Sage. Boston: Allyn & Bacon.582-597. (2006).A. 93-110. Padilla. Design Sensitivity: Statistical Power for Experimental Research. Nationalism and social action among Jewish and Arab women in Israel: Redefining the social order? Gender Issues. (1998). G. C.C. (1998). M. 48-76. D. Single-subject Experimental Research: 310 . Ethnicity and the concept of social integration in Tinto's model of institutional departure. (1992).. Thousand Oaks. S.). Handbook of Mixed Methods in the Social & Behavioral Sciences (pp. CA: Sage. 40(1). Qualitative Research and Case Study Applications in Education. Guba (Ed.P. J. San Francisco: Jossey-Bass. C. M. Tashakkori & C. Newbury Park. privately held. (2005). The Experiences of a First-year College President: An Ethnography. Morse. Morse.B. (1994). 14(20). The Long Interview. & Rossman. Adminis-trative Science Quarterly. 362-376. L. CA: Sage. M. D. 163-188).L. J. Murphy. CA: Sage. Iipsey. Lincoln. & Creswell. & McCormick. (1991).. R. CA: Sage.K.. Lincoln & E. Thousand Oaks. (Ed. In A. Miller.W. D. CA: Sage.). March/April). Phenomenological Research Methods. Marshall. D. Qualitative Data Analysis: A Sourcebook of New Methods. Desigiiing Qualitative Research (4th ed. 32. (1991. Murguia. Unpublished doctoral dissertation. Thousand Oaks. Morgan. Scholarly productivity: A survey of nursing faculty researchers. S.). & Huberman.B. In N. University of Nebraska-Lincoln. CA: Sage. Etomains of state-owned. Megel. C. CA: Sage. & Silverman. (2003). J. Mascarenhas. (1994)..M. and publicly traded firms in international competition.

Integration and Publications as indicators of "yield" from mixed methods studies. F.). DE: International Reading Association. (2007). R. (2008). A. R. A.). (2000). Newark. Boston: Allyn & Bacon. & Nyman. B. CT: Appleton & Lange. Postpositivism and Educational Research.. J.B. & Creswell. connection. The essential structure of a caring interaction: Doing phenomenology. Nursing Research: A qualitative Perspective (pp. L. 275-286. V.S. & Johnson. (1993).J. Qualitative Evaluation and Research Methods (2nd ed. (2000). Qualitative Research and Evaluation Methods (3rd ed.327-343. (2nd ed... Developing Effective Research Proposals. Social Psychiatry and Psychiatric Epidemiology. Prosser. M. & Bentall. NASPA Journal. L. (1997). Denzin & Y. Reading Like a Writer New York: HarperCollins. R.W. 181-209. (1997).). The European Journal of Women's Studies. & Burbules. Handbook of Applied Social Research Methods (pp. Rhoads. Prose. O'Cathain.. Thousand Oaks. Newbury Park. 48-63. Piano Clark. CA: Sage. Social Research Methods: Qualitative'and Quantitative Approaches (4th ed.C. CA: Sage. Patients' understanding and participation in a trial designed to improve the management of anti-psychotic medication: A qualitative study. D. Psychology of Women Quarterly..).F. Neuman. 38. 44(2). Lincoln. Patton. V. R. 133-148. Fassinger. Newman.N. (2003)..F. CA: Sage. Reichardt. R. Olesen. 85105). Quasi-experimentation.M. Thousand Oaks. Patton. J.M. (1998). A. Munhall & C. M. M. NY: Rowman & Littlefield. (2006).G. (2006). Rogers. Day. (1990).. Johnson. (2003).J. 34(4). J. 13(1). (2002). (1998). (2000). Foundations of Nursing Research.Q. Bickman & DJ.. Newbury Park. Phillips. & Mark. (1986). Implications of the Growing Visibility of Gay and Bisexual male Students on Campus. Onwuegbuzie. CA: Sage.L. Norwalk.L. CN: Appleton-Century-Crofts. C.. Thousand Oaks. (2000). Richie. The validity issue in mixed research. & Nicholl. Introduction to Social Research: Quantitative and Qualitative Approaches (2nd ed. (1990). 147163. 311 .L. In L. CS. Murphy. CA: Sage.J. Oiler (Ed.. Richardson. E..). London: Sage. The Mixed Methods Reader Thousand Oaks. Riemen. Carbondale and Edwardsville: Southern Illinois University Press. S. Punch. Nordenmark. J. 215-255). (2005). E. Fair or unfair? Perceived fairness of household division of labour and gender equality among women and men.P. Lanham. Rog (Ed. Linn.L. Writing strategies: Reaching diverse audiences. Qualitative-quantitative Research Methodology: Exploring the Interactive Continuum. Understanding graduate women's reentry experiences.A. Handbook of qualitative Research (pp. C. Punch. 10(2). CA: Sage.M.E. A. Journal of Counseling Psychology. Feminism and qualitative research at and into the millennium..). D.). S. Persistence.R.C. K. 1(2). London: Sage. D.S. M.Applications for Literacy. J. K. Norwalk. Padula. Research in the Schools.. 23. W. In P. Nieswiadomy. (1999). and passion: A qualitative study of the career development of highly achieving African American-Black and White women. In N. Randall.Q. & Benz. & Miller. 193-228). & Robinson. Journal of Mixed Methods Research. M.

B. (1998). The integration of field work and survey methods. New York: Columbia University. New York: Viking. K.. Newbury Park. How to Write like a pro: A guide to Effective Ncnfiction Writing. (1994). (1991). F. Thousand Oaks.R. Planning ethically responsible research. Sieber. Strauss. CO: Westview. University of Nebraska-Lincoln. Schwandt. CA: Sage. DA. & Ritter. R. R.720-727. Essentials of Behavioral Research: Methods and Data Analysis. J. R.New York: Holt. (1983). W. Steinbeck. 78.L.M. Three Epistemological stances for qualitative Inquiry.. (2007). Mills (Ed. CA: Sage.. (1990). 19(1). S. Theory and concepts in Qualitative Research: Perspectives from the Field (pp.P. (1993). Sudduth. (1973).K.).A. Consequences of Pragmatism.S. Spradley.. 127-156). Edit Yourself: A manual for Everyone who Works with Words. In L. CA: Sage. pp. A. R. Lincoln (Ed. (1992). Basics of Qualitative Research: Grounded theory Procedures and Techniques (2nd ed. CA: Sage.N.). New York: Norton Rossman. N.. In D j. Denzin & Y. S. Stake. How to Conduct your own Survey. Rudestam. Strauss. New York: John Wiley. Basics of Qualitative Research: Grounded Theory Procedures and Techniques (1st ed. 627-643.G. Salant. & Wilson. Unpublished doctoral dissertation.B. Educatioiial Researcher. Thousand Oaks. New York: MacMillan. L. B.1335-1359. A. Tho sand Oaks..J.. Rorty. J.L..D. New York: McGraw-Hill. The art of Case Study Research.). Rosenthal. & Newton. (2007). October). (1995). (1990). Boston: Houghton Mifflin. McLeroy. & McCormick. (1995 ).. Handbook of qualitative research (2nd ed. Schwandt. J. B. (1998). F. Social Research (3rd ed. TA. R. Journal of a Novel: The East of Eden Letters. Thousand Oaks.E. J. S. G..*Cook. (1992). Toward integrating qualitative and quantitative methods: An introduction. & Rallis.K. & Dillman. K.. CA: Sage. 5-23). Thousand Oaks. Participant Observation.). Ross-Larson.E. Steckler. (2007). Rural Hospitals use of Strategic Adaptation in a changing health care environment. (2001). Handbook of Applied Social Research Methods (pp. Bird. Thousand Oaks. R. Slife. J. T.J. (1982). 1-8. Rinehart & Winston. B.T. In J. 1-6). (1985. TA. Numbers and words: Combining quantitative and qualitative methods in a single large-scale evaluation study. Learning in the Field: An Introduction to Qualitative Research. & Corbin.). Sieber.R (1980). (2000). Teachers College Press. R. (1982). Exploring Research. D. & Rosnow. Pragmatism: From Peirce to Davison (pp. A. S. Rorty. (2005). Sarantakos. & Corbin. Shadish.M. Rog (Ed. A. Minneapolis: University of Minnesota Press. (1983. What's behind the Research? Discovering Hidden Assumptions in the Behavioral Sciences. Thousand Oaks. New York: Palgrave Macmillan. American Journal of Sociology. Tarshis. G. Sue. & Campbell.E. Pragmatism as anti-representationalism.R.). Rossman.D. CA: Sage.D. Flinders & G. 189-213). R. Murphy... TA.Bickman & D. 6-13. V. Goodman.). CA: Sage. In N. CA: Sage. 9(5). (1998). Theory for the moral sciences: Crisis of identity and purpose. Evaluation Review.). CA: Sage. CA: Sage. L.T. (1969). Health Education Quarterly. March). Quantitative versus qualitative research: An attempt to clarify the issue.E.R. (1990). Salkind. Thousand Oaks. Smith. & Williams. Experimental and Quasi-experimental Designs for Generalized Causal Inference. Boulder. Surviving your Dissertation (3rd ed. Conducting online surveys. Schwandt.. Thousand Oaks. Dictionary of Qualitative Inquiry (3rd ed. New York: 312 .

New York: Falmer. Vogt. (2003)..New American Library. M.). CA: Sage. and interpretation.M. Cabrera. University Microfilms. (1999). Thomas. Walnut Creek. (1992). Beals. Thousand Oaks.. Editorial.).E.A.B. W. 12(3). & Parente. Handbook of Mixed Method Research in the Social and Behavior Sciences. JM. Journal of Mixed Methods Research.T. The Journal of Higher Education. Brace.B. C. D. 195-208. Van Maanen. Combining qualitative and quantitative methods in health research with minority elders: Lessons from a study of dementia caregiving. R. (1999). Thousand Oaks. CA: Academic Press. H. Writing up Qualitative Research (2nd ed. Ethnography: A way of Seeing. Preissle (Ed. & Glesne. A.. 67(1). (1992). Chicago: Author. Terenzini. LeCompte. R.R... Colbeck. (1982). 1(1). VanHorn-Grassmeyer. Measurement and Evaluation in Psychology and Education (6th ed. (Ed. Englewood Cliffs. CA: Sage. University of Nebraska-Lincoln. W. (1992). & Levkoff. (1995). Computer Programs for Qualitative Data Analysis. H.).. Theses. Chicago: University of Chicago Press. CA: Sage.).}. (1990). Ann Arbor. Unpublished doctoral dissertation. Chicago: American Library Association. & Yu. A. The Sientist's Handbook for Writing Papers and Dissertations. A. Thousand Oaks. Yin. & Teddlie.P. & White. Turabian. CA: Sage. CA: Sage. Wilkinson. Wolcott. S A. C.). 75-104.. (1997). University of Chicago Press. Interpreting (the work and the talk of) baseball: Perspectives on ballpark culture. CA: AltaMira. (1991).E. Tashakkori.H. The Handbook of Qualitative Research in Education (pp. 77-100.). A Manual for Writers of term Papers. C. Doing critical ethnography. B.. Thousand Oaks. C. In M.L. (1997). (2001). Webb. Analysis. San Diego. Field Methods. & Creswell. (1998). Tuckman. (2001). Thousand Oaks. W. Unpublished doctoral dissertation.. Racial and ethnic diversity in the classroom. CA: Sage. Millroy. Thousand Oaks. (1993). Thomas.L. & J. A.T. K. What's the use of theory? Harvard Educational Review.E.. L. (1988). Newbury Park.T. R. EnJiancing Practice: New Professional in student affairs. 56. N. Dissertation Abstracts International. (1994). and Dissertations (4th ed.) Chicago: University of Chicago Press. J. S. (1998). (1999). A manual of Style. Dictionary of Statistics and Methodology: A nontechnical Guide for the Social Sciences (2nd ed. CA: 313 . A. H. C. Tashakkori. Teddlie. R.350-371. J. Exploring the nature of research questions in mixed methods research. 72(5). G. Thorndike. MI: Author. (2003). CA: Sage. (1986). Mixed Methodology: Combining Qualitative and Quantitative Approaches. Sources of Information in the Social Sciences: A Guide to the Literature (3rd ed. Qualitative Research: Analysis Types and Software Tools. A.W. (2000). R (2007).M. Case study research: Design and Methods (2nd ed. University of Nebraska-Lincoln. K.). Weitzman. & Teddlie. Bjorklund. Weitzman. Journal of Mixed Methods Research.. Webb.K. Western Journal of Communication. TX: Harcourt. 207-211 Tashakkori. Wolcott. J.F.. Vernon. NJ: Prentice Hall.. P. Teaching qualitative research. New York: Macmillan. Thousand Oaks. Trujillo. Mixed methods sampling: A typology with examples. Tesch. 771814). (2007). Fort Worth..).W. (1973). (1938). 509-531.T. Transforming Qualitative Data: Description. P. Tales of the Field: On Writing Ethnography. & Miles. 1(3). The impact of divorce on the Grandparent/Grandchild Relationship When the Parent Generation Divorces. R. CM. Wolcott. Conducting Educational Research (5th ed.

Photographing the self: Methods for Observing Personal Orientations.C.Sage. R. Ziller. (1990). CA: Sage. (1983). Writing with a Word Processor. Zinsser. 314 . York: Harper Colophon. Newbury Park. W.

J.93. Paulo. 248 generalisasi: kualitatif. 150 Campbell. Emile.. 98. D. 13 Analisis data. 266. 97 proporsional... B. A..249 antropologi.. 101 etnografi. 248 Burbules. 9 E Elbow. Til Cooper. 80 B Beisel.Indeks Adorno. H. 266. 80 Gravetter. 289 naturaiistik.. John. 20. S. 227 Greene. Piano. N.L... 13 Fenomenologi.A. 13 G Gall..W. 224 diskonfirmasi.F.H. V. 250 Fay. 249 F factorial design.J. R..307 Franklin.J. 19.. G.. 308. J.. 150 Blalock.D. 9. 21. 89 culture-sharing. 21 Fiske.. 93 315 D dependent variables.. 20. 101. 307 Caracelli. 23 Connelly. M.M.C.. 320 Duncan. 101 Carrol. 195 Fink.K.10 C Cabrera. W. 119 Borg. 222 contmt validity.. 136 Berger. 301 analysis of covariance (ANCOVA). 77 Dewey. 101 grounded theory... 42. 279 Boice.. 148 Berg. 63 Fisk.R. 97 Gibbs. 15 Dillard. C. 97.C. 125 Freire. 150 Collin. 313 clustering... M. M. A. 193 . F. 98 experimental design..J. 118. Peter. 121 Dillman.J.P.. 82 Bogdan. N. 11.. Annie. 12 Crutchfiled. 9 concurrent mixed methods.L.T.. 20 Finders. 218 Colbeck.L.. 11 between-subject design. 19 corroboration. kritis. 44 CorbinJ. E. D.R. 15 Clandinin. S. 120 Cherryholmes C. 308.. 19 Clark. 218 clustering sampling. 285 Goffman. 279 Bjorklund. 320 Creswell. F. 217 Firestone.. 101. 80 Comte...A. D.D. H. J. 19 construct validity.. 263. O.L. D. 313 Crotty. P. 238 Biklen.R..C. 82 Durkheim.D. 206. 118 empowerment approach.

G. 21 multiple approaches. 80 meso. 11 M Mannheim. Jurgen.. 307 kombinasi. E. 78. 15 means.N. 13 ----.. G. 249 member checking. 275 multi-metode. Karl..S. M. 134 kontrol. 313. T.193. 15. D. nol. 101. 80 Lincoln.S.. 250 Isreal.E... 322 Moustakas. 147.. 22 konvergens.ll. 138 J James. 249 integratif. 98 Lauterbach. 134 Kemmis. 330 Lenski. 19.M. 149. 13 Hagedorn. 13. 157 Marx. P.. 80 level: makro. T. 110. 320 Locke.. Karl.. 77 inferential statistical test. 97 lintas-validasi. 21 multivariate analysis of variance (MANOVA). Hesse-Biber. 286 I independent variables. 198 Homans. 171 Leavy. C. 44 Interval confidence. 55 Jungnickel.166 Luekmann. 78 Kushman.. 286 Mill..P. S.317 Morse J. 317. P. 101 H Habermas.W..312 Metafora pelangi. 249 Murphy.. L.14 Kerlinger.. S. 15 N Naratif. 79 Lather.. 192. 159 defisiensi pendahuluan.K. J. 9 model: defisiensi.B. M.N. D.Guba. 333 L Labovitz.. 192. 44 Miles. alternatif. J. 178 kelompok: eksperimen. A. 13 Maxwell.M.W.. __ . 22 multilevel design. 131 hipotesis.. 322 terintegrasi. S.. 81 Huberman. J. 9 sekunder. 80 316 mikro. 8. 13 Marshall. 322 saintifik. P. 84 K Kalof. 22 metodologi: penelitian.97 Gutmann. 15 Jancvec. C.197. 98 Lather. 17 metodologis.102.F.A.. S.. 150 Morgan. 79 metode: campuran.. 9. 101 Hay. 22 primer. 79 Hanson.. 169 Mead. 323 multimethods. L.M. 138 Heron.. 21 . 330 Mertens. 138 McCracken. 11. 11 Marcuse.. R. I.. 332. 131 legitimasi. 198. 81 Hopkins. 145. Y. J.

323 theoretical rationale. 11 sequential mixed methods. 232. 220 T t-test. John. 220. 4.B. 15. 101 pattern theory. 19. 249 Stanley. 11. 317 embedded konkuren. J. 327.QV 15 Peirce. 95. 18. R. 79 Teori queer.Neuman. 5. 220 Prose.0. 221 sampling. 239 starting point. 101 random assignment.P. 15 pendekatan: deduktif. 274 Rossman.. 150 participatory action research.10 populasi. 192 Stake.. 324 transformatif sekuensial. 80. 97 standard deviation.. W. 15. 18 kualitatif. 267 P Parente. 94 Terenzini. 313. 327 range. Francine.9. 320 Studi kasus.. 220 Pragmatisme. 218 sample size formula.A. 238 predictive validity. 116 Q quasi-eksperimen (quasi-experi-ment).logistik. 28 positivis/post-positivis. 19. 238. 120 Strategi: eksploratoris sekuensial. 321 transformatif konkuren. 94 Phillips. 27 metode campuran. 335.L. 222 probabilistic sample.. J. 9 nonparametric statistical test. 335 Tarshis. 28 kuantitatif.. 218. D. 80 Spradley. R. G. 8 Perspektif feminis. 148 . Sanders. P.. P. 236 Rosnow. J. 250 O observasi. 97 Patton. 86 penelitian.E. 97 Steinbeck.L. 250 sosiologi. S. 8 penelitian sains. R.313.. R.318 triangulasi konkuren.232.. 221 random sampling. rancangan transformatif.T. B.. 13 regresi.. 157 S Salant... T. 216 random numbers table.274 . 218. 249 317 Reason. 22 single-subject r 18 single-subject design. 122 Tashakkori. 94 teori kritis. R. 327 Schwandt. 97 Newton. 327.. 236 Ross-Larson. G. J. 15 Rosenthal. 238 R Rallis. A. 150 Tesch.. 17 penelitian: korelasional. 15 pre-experimental design. 206.. 125 ' Rossman. 20 systematic sample. 5. 263 Thomas. M. C.. 224 sampel. 95.. 335 Rorty.M.. 249. 323 Teddlie..F. kualitatif. B.

13. 78. W.. 222. bebas. 289 Yu. moderating. 178. 238 U univariate analysis of variance (ANOVA). 87. 19.. L. 63.. 22 triangulate. 76.14.B. 267. 117. 38. 77. 324 triangulasi of data resourcers. terikat. 87. 284 Wolcott.. 123 318 . konstruk. 286. 286 true experiment.123.. 125. 166 Wolcott. 77. intervening. 25 Wilkinson M. 78. kualitatif. 232. 145.T. 249 V validitas. 178 W Wacana rasial. R. 23 triangulasi. 125. 285.transformative mixed methods. 327 Z Zinsser. 263 Y Yin. confounding. mendalam. 247 Variabel.K. 118. 94 Wallnau. H. R. 227 wawancara. control. 327.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times