Pendahuluan

TUJUAN BUKU ini menyajikan kerangka kerja, proses, dan aneka pendekatan komposisional dalam merancang sebuah penelitian kualitatif, kuan-titatif, dan metode campuran untuk bidang-bidang sosialhumaniora. Adanya minat yang tinggi pada penelitian kualitatif, munculnya beragam pendekatan metode campuran, dan terus diterapkannya bentuk-bentuk tradisional kuantitatif, membuat saya merasa pe"rlu melakukan perbandingan terhadap tiga rancangan penelitian ini. Saya membandingkan ketiganya berdasarkan asumsi-asumsi filosofis, tinjauan pustaka, penggunaan teori, struktur penyajian, dan pertimbangan-pertirnbangan etis atas ketiga rancangan tersebut. Selanjutnya, saya menjelaskan unsur-unsur kunci dalam proses penelitian pada umumnya: menulis pendahuluan, menegaskan tujuan penelitian, mengidentifikasi rumusan masalah dan hipotesis penelitian, serta menerapkan metode-metode dan prosedur-prosedur di dalam pengumpulan dan analisis data. Semua elemen ini saya jelaskan berdasarkan penerapannya dalam rancangan kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran. Cover buku ini —buku aslinya, bukan buku terjemahan bahasa Indonesia ini— menggambarkan sebuah mandala: suatu simbol orang Hindu dan Buddha tentang dunia. Merancang mandala, sepertihalnya merancang penelitian, membutuhkan usaha pengamatan yang tepat terhadap kerangka kerja, desain keseluruhan, dan detail-detail —sebuah mandala yang dibuat dari pasir akan membutuhkan waktu berhari-hari karena sang arsitek harus menyusun dengan tepat bagian-bagian di dalamnya yang terdiri dari butiran-butiran pasir. Mandala juga menunjukkan keterkaitan bagian-bagian ini secara keseluruhan, yang juga merefleksikan rancangan penelitian, di mana setiap bagian di dalamnya saling berpengaruh terhadap konstruksi akhir penelitian. SASARAN PEMBACA Buku ini ditujukan untuk para mahasiswa sarjana dan pasca-sarjana yang ingin menyiapkan rencana atau proposal untuk artikel jurnal akademis, disertasi, ataupun tesisnya. Pada level yang lebih luas, buku ini bisa digunakan sebagai buku referensi sekaligus pegangan untuk mata kuliah metode-metode penelitian. Agar mem-peroleh manfaat terbaik dari buku ini, pembaca perlu memiliki pengetahuan dasar tentang penelitian kualitatif dan kuantitatif. Sebab, bagaimanapun juga, istilah-istilah kunci yang akan dijelaskan dan dijabarkan serta strategi-strategi yang

direkomendasikan dalam buku ini, mengharuskan pembaca memiliki kesiapan dasar "teknis" dalam merancangpenelitian. Istilah-istilah yang dicetak tebal dalam. tulisan ini ataupun dalam giosarium pada akhir buku ini merupakan istilah-istilah yang diharapkan dapat membantu proses pernbacaan yang lebih cepat, Buku ini juga dirancang untuk pembaca umum dalam bidang-bidang sosial-humaniora. Sejak diterbitkan pertama kali, saya melihat bahwa pembaca buku ini adalah mereka yang berasal dari berbagai disiplin dan bidang ilmu pengetahuan. Tentu saja, dari respons yang begitu positif ini, saya sangat berharap para mahasiswa, pembaca, dan peneliti di bidang-bidang seperti marketing, manajemen, hukum pidana, komunikasi, psikologi, sosiologi, pendidikan dasar, pendidikan menengah atau perguruan tinggi, ke-perawatan, kesehatan, studi perkotaan, keluarga, dan bidangbidang lain, juga dapat memanfaatkan edisi ketiga buku ini. FORMAT Pada masing-masing bab, saya menyajikan contoh-contoh penelitian yang berasal dari berbagai disiplin yang berbeda. Contoh-contoh ini saya ambil dari buku, artikel ilmiah, proposal disertasi dan disertasi itu sendiri. Meskipun spesialisasi saya adalah pendidik-an, namun contoh-contoh ini sudah saya rancang seinklusif mungkin agar dapat diterapkan dalam ilmu-ilmu sosial-humaniora. Contoh-contoh ini pada umumnya merefleksikan isu-isu seputar keadilan sosial, individu-individu marginal, serta sampel dan populasi yang pernah dikaji oleh para peneliti sosial. Sifat inklusivitas (keterbukaan) ■ ini diharapkan dapat memperluas pluralisme metodologis dalam . penelitian dewasa ini. Apalagi, saya juga sudah memperluas konten dalam buku dengan menjelaskan gagasangagasan filosofis penelitian, gaya-gaya penelitian, dan prosedur-prosedur penelitian yang beraneka ragam. Buku ini bukanlah buku metodologi yang rinci karena saya hanya menyoroti poin-poin penting dalam rancangan/rencana penelitian. Meski demikian, saya berkeyakinan bahwa saya telah menge-mas buku ini sebaik mungkin dengan menyajikan gagasan-gagasan inti yang kira-kira dibutuhkan oleh peneliti untuk merencanakan suatu penelitian. Strategi-strategi penelitian dalam buku ini dibatasi berdasarkan frekuensi penggunaan penelitian tersebut. Misalnya, untuk penelitian kuantitatif, saya hanya membahas rancangan survei dan eksperimen. Sedangkan untuk penelitian kuantitatif, disertakan pembahasan tentang fenomenologi, etnografi, grounded theory, studi kasus, dan penelitian. Adapun strategi-strategi konkuren, sekuensial, dan transformatif menjadi tiga topik utama yang saya bahas terkait dengan penelitian metode campuran. Para mahasiswa bisa memanf

aatkan buku ini untuk membantu mempersiapkan proposal disertasi. Akan tetapi, saya tidak membahas topik-topik seputar "politik penyajian dan negoisasi" dengan pihak perguruan tinggi karena topik-topik seperti ini sudah dijelaskan di buku-buku lain. Dengan tetap konsisten pada konvensi-konvensi tulisan akade-mis, saya sudah berusaha menghilangkan kata-kata dan contoh-contoh yang cenderung diskriminatif (seperti, seksis atau etnis). Contoh-contoh yang dipilih pada umumnya berhubungan dengan gender dan kebudayaan. Saya juga sudah berusaha membagi contoh-contoh secara merata untuk penelitian kualitatif dan kuantitatif. Tldak ada favoritisme di sini. Selain itu, perlu diketahui pula bahwa meskipun contoh-contoh yang disajikan dalam buku ini dikutip dari berbagai buku dan referensi, masih ada banyak contoh yang bisa Anda peroleh dari referensi-referensi lain. Saya hanya mengutip satu referensi yang benar-benar sesuai dengan contoh yang ingin saya sajikan. Seperti halnya dengan dua edisi sebelum buku ini, saya tetap mempertahankan beberapa hal yang dapat meningkatkan keterbacaan dan pemahaman atas materi di dalamnya, misainya bullet-bullet untuk menekankan poin-poin inti, angka-angka untuk menekankan langkah-langkah pelaksanaan, contoh-contoh kutipan dengan catatan tambahan untuk menyoroti poin-poin kunci penelitian yang di-tunjukkan oleh para pengarangnya. Meski demikian, pada edisi ketiga kali ini, ada banyak hal baru yang ditambah untuk merespons keinginan pembaca dan perkem-bangan-perkembangan penelitian masa kini:    Asumsi-asumsi filosofis diperkenalkan di awal buku ini sebagai langkah dasar yang perlu dipertimbangkan oleh peneliti sebelum mereka benar-benar merancang penelitiannya. Pembahasan tentang masalah-masalah etis diperluas lagi dengan menyertakan lebih banyak pertimbangan terkait pengumpulan data dan pelaporan hasil penelitian. Dalam edisi ketiga ini juga diselipkan, untuk pertama kalinya., CD (Compact Disc) yang berisi slide-slide presentasi Powerpoint yang dapat digunakan dalam kelas, serta contoh-contoh aktivitas dan pertanyaan-pertanyaan yang dapat didiskusikan.   Program-program terkomputerisasi untuk mencari bahan bacaan juga disertakan, seperti Google Scholar, ProQuest, dan Survey-Monkey. Bab tentang prosedur-prosedur metode campuran sudah direvisi secara besar-besaran dengan menyertakan gagasan-gagasan mutakhir yang muncul baru-baru ini. Artikel-artikel terbaru dari jurnal Sage, yakni Journal of Mixed Methods Research, juga disajikan dan dikutip.  Bab tentang Definisi Istilah, Batasan Penelitian, dan Perluasan Pe nelitian yang sebelumnya

muncul pada edisi kedua kini telah dihapus, dan informasi tersebut dimasukkan ke dalam bab yang membahas tentang pendahuluan dan tinjauan pustaka.  Edisi ketiga ini juga berisi glosarium yang memuat sejumlah istilah penting yang bisa digunakan oleh para peneliti pemula ataupun yang sudah berpengalaman untuk memahami bahasa penelitian. Hal ini sangat penting, utamanya menyangkut soal istilah-istilah yang berkembang tentang penelitian kualitatif dan metode campuran. tidak hanya disertakan, istilah-istilah tersebut juga didefinisikan secara detail.  Pada hampir semua bab, saya juga menyertakan tips-tips peneliti an yang hingga saat ini telah membantu saya dalam memberikan arahan pada mahasiswa dan fakultas saya tentang metodemetode peneiitian selama hampir 35 tahun.  Saya juga telah menyertakan referensi-referensi terbaru yang terkait dengan setiap topik yang dibahas dalam buku ini.  Keunggulan-keunggulan pada edisi sebelumnya, dalam beberapa hal, juga saya sertakan, seperti:

1.

Struktur keseluruhan buku ini yang terdiri dari pembahasan mengenai rancangan kualitatif, rancangan kuantitatif, dan rancangan metode campuran, utamanya yang terkait dengan proses-proses dan langkah-langkah penelitian di dalamnya.

2.

Strategi-strategi kunci dalam memahami asumsi-asumsi filo- sofis, tips-tips dalam menulis penelitian akademis, melakukan tinjauan pustaka, script-script dalam menulis tujuan penelitian dan pertanyaan-pertanyaannya, serta daftar-daftar rinci mengenai bagaimana cara menulis prosedur-prosedur penelitian kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran.

3.

Masing-masing bab diakhiri dengan pertanyaan-pertanyaan diskusi dan referensi-referensi kunci.

RINGKASANBAB Buku ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian I berisi langkah-langkah yang perlu dipertimbangkan oleh para peneliti sebelum mereka mengembangkan proposal atau rencana penelitiannya. Bagian II membahas bagian-bagian dalam proposal.

Bagian I: Pertimbangan-Pertimbangan Awal Bagian ini membahas persiapan-persiapan untuk merancang penelitian akademis. Bagian ini mencakup Bab 1 sampai Bab 4. Bab 1. Memilih Rancangan Penelitian Saya mengawali bab ini dengan mendefinisikan penelitian kuali-tatif, kuantitatif, dan metode campuran, serta membahas ketiganya sebagai rancangan penelitian. Rancangan penelitian merupakan rencana untuk melakukan penelitian. Rancangan ini terdiri dari tiga komponen penting: asumsi-a'sumsi fiiosofis, strategi-strategi penelitian, dan metode-metode penelitian spesifik. Setiap komponen dibahas secara detail, Pilihan pada satu rancangan penelitian didasarkan pada pertimbangan atas tiga elemen ini serta masalah penelitian yang tengah dihadapi, pengalaman pribadi si peneliti, dan target pembaca. Bab ini diharapkan dapat membantu para pembuat proposal dalam menentukan jenis rancangan (apakah rancangan kualitatif, kuantitatif, atau metode campuran) yang sesuai dengan penelitian mereka. Bah 2. Tinjau'an Pustaka Sebelum merancang proposal, Anda juga perlu melakukan tinjauan pustaka tentang topik penelitian yang ingin Anda bahas. Untuk itu, Anda perlu mengawalinya dengan mencari topik apa yang bisa diteliti dan kemudian mengeksplorasi literatur-literatur dengan menerapkan beberapa langkah penting sebagaimana yang akan dibahas dalam bab ini. Yang jelas, untuk melakukan tinjauan pustaka, Anda perlu memprioritaskan jenis-jenis literatur yang akan Anda review, menggambar peta literatur yang berhubungan dengan topik Anda, menulis abstraksi, menggunakart petunjuk-petunjuk gaya, dan mendefinisikan istilah-istilah yang dianggap penting. Bab ini di harapkan dapat membantu para pembuat proposal dalam memper-timbangkan literatur-literatvir yang sesuai dengan topik mereka dan mulai menulis tinjauan pustaka untvik proposalnya. Bab 3. Penggunaan Teori Teori memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda-beda dalam tiga bentuk penelitian. Dalam penelitian kuantitatif, teori berperan sebagai penjelasan awal tentang hubungan antarvariabel yang idiuji oleh peneliti. Dalam penelitian kuaiitatif, teori berperan sebagai perspektif bagi penelitian dan terkadang pula justru dihasilkan selama penelitian itu berlangsung. Dalam penelitian metode

campuran, teori bisa digunakan untuk beragam tujuan, bergantung pada fleksibilitas penggunaannya dalam penelitian kualitatif dan kuantitatif. Bab ini membantu para pembuat proposal dalam mempertLm-bangkan dan merencanakanbagaimana suatu teori dapat disertakan ke dalam penelitian mereka. Bab 4. Strategi-Strategi Menulis dan Pertimbangan-Pertimbangan Etis Anda juga perlu memiliki outline/draf yang menyeluruh tentang topik-topik yang hendak dimasukkan ke dalam proposal sebelum Anda benar-benar menulis proposal tersebut. Untuk itulah, dalam bab ini, saya menyajikan sejumlah outline untuk proposal penelitian kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran. Selanjutnya, saya menyajikan pula trik-trik menulis proposal yang sebenamya, seperti mengembangkan kebiasaan menulis dan aneka persoalan tata bahasa yang perlu diperhatikan di dalam menulis proposal penelitian aka-demis. Di bagian akhir, saya mulai bergeser ke masalah-masalah etis dan membahasnya tidak sebagai gagasan-gagasan abstrak, melainkan sebagai pertimbangan-pertimbangan yang perlu diantisipasi selama proses penelitian.

Bagian II: Merancang Penelitian Dalam bagian ini, saya menjelaskan komponen-komponen proposal penelitian. Bab ini terdiri dari Bab 5 sampai 10, yang masing-masing menjelaskan setiap komponen proposal dan tata cara penulisannya. Bab 5. Pendahuluan Pendahuluan adalah salah satu bagian penting dalam (proposal) penelitian mana pun. Saya menyajikan satu contoh pendahuluan aka-demis yang baik untuk proposal Anda. Dalam bagian pendahuluan, Anda perlu mengidentifikasi masalah penelitian, membuat kerangka atas masalah tersebut berdasarkan literatur-literatur yang ada, me-nunjukkan defisiensi-defisiensi dalam literaturliteratur tersebut, dan menargetkan para pembaca yang dapat mengambil manfaat dari penelitian Anda. Bab ini menyajikan metode sistematis dalam merancang pendahuluan akademis untuk proposal atau penelitian.

Anda akan belajar bagaimana menulis tujuan penelitian untuk penelitian kualitatif. Pada bab ini. Bab 7. metode-metode ini muncul lebih spesifik. yang juga bisa Anda sajikan dalam proposal penelitian. analisis teks atau gambar. dan interpretasi data. Anda juga akan saya beri contoh-contoh yang sangat membantu Anda dalam merancang dan menulis tujuan penelitian tersebut. serta penulisan hasil penelitian memang berbeda dengan prosedur-prosedur kuantitatif tradisional. rumusan masalah dan hipotesis ini haruslah ditulis dengan hati-hati. dalam penelitian survei atau eksperimen kuantitatif. Pada bab ini. Rumusan Masalah dan Hipotesis Penelitian Rumusan masalah dan hipotesis penelitian dibuat untuk mem-persempit dan memfokuskan tujuan penelitian. Pada bab ini. serta penulisanhasil-hasil penelitian. Metode-Metode Kuantitatif Metode-metode dalam penelitian kuantitatif pada umumnya melibatkan proses pengumpulan. pengumpulan data terbuka. Bab 8. penyajian informasi dalam . analisis. Anda juga perlu mempertegas tujuan inti dari penelitian tersebut. Anda akan belajar bagaimana menulis rumusan masalah dan hipotesis penelitian kualitatif dan kuantitatif. pengumpulan dan analisis data. analisis. yang biasanya berhubungan dengan identifikasi sampel dan populasi. Ada beberapa checklist yang disajikan dalam bab ini untuk membantu Anda memastikan terlaksananya semua prosedur tersebut. serta bagaimanamenerapkan dua bentuk tersebut untuk menulis rumusan masalah dan hipotesis pada metode campuran. Bab 9. Karena berperan sebagai "rambu-rambu" utama dalam sebuah peneiitian. dan penulis-an hasil penelitian. Akan tetapi. Tujuan penelitian merupakan bagian yang teramat penting dalam keseluruhan proposal penelitian. penentuan strategi penelitian. misalnya. Tujuan Penelitian Pada awal proposal penelitian. Saya sudah menyajikan banyak contoh untuk mengilustrasikan rumusan masalah dan hipotesis untuk ketiga rancangan penelitian ini.Bab 6. dan metode campuran. penyajian hasil penelitian. dan interpretasi data. penafsiran. Pengambilan sampel secara sengaja. kuantitatif. Anda akan belajar tentang prosedur^ prosedur spesifik dalam merancang penelitian survei atau eksperimen. Prosedur-Prosedur Kualitatif Prosedur-prosedur kualitatif dalam pengumpulan.

Ada enam jenis strategi metode campuran yang dibahas dalam bab ini. Buku ini tidak ditujukan untuk mempermudah atau mempercepat proses tersebut. grounded theory. pen-campuf an. melakukan tinjauan pustaka atas masalah penelitian. sekaligus petunjuk-petunjuk praktis dalam menyusun dan menulis sebuah penelitian akademis. Mengenai hal ini. Merancang suatu penelitian merupakan proses yang amat sulit dan menyita waktu. Bagian I akan menjelas-kannya secara detail kepada Anda . Bab ini juga menampilkan sejumlah contoh prosedur kualitatif yang berasal dari penelitian-penelitian fenomenologi. serta interpretasi pribadi atas temuan-temuan. Bab ini menyajikan prosedur-prosedur kualitatif yang bisa Anda tulis dalam proposal penelitian Anda. Penelitian metode campuran sudah banyak dilakukan dalam beberapa tahun bela-kangan. tetapi lebih dimaksudkan untuk menyediakan keterampilan-keterampilan khusus yang bisa diterap-kan dalam proses itu. Sebelum langkahlangkah dalam proses ini dijelaskan. mengembang-kan outline topik untuk disertakan dalam rancangan proposalnya. dan studi naratif. Selain itu. Beberapa gambar disajikan untuk memudah-kan Anda merancang dan menyertakannya dalam proposal penelitian. dan teori. etnografi. Prosedur-Prosedur Metode Campuran Prosedur-prosedur metode campuran menerapkan aspek-aspek dari metode kuantitatif dan prosedvir kualitatif. studi kasus. dan mulai mengantisipasi masalah-masalah etis yang mungkin muncul selama penelitian. lengkap dengan penjelasan mengenai kriteria-kriteria dalam mcmilih salah satu dari enam jenis strategi tersebut berdasarkan pada timing. dan bab ini akan menyoroti perkejnbangan-perkembangan penting dalam penelitian metode campuran. Anda juga akan memperoleh pengetahuan dasar tentang bagaimana mempraktikkan penelitian metode campuran dan juga tentang jenis-jenis strategi metode campuran yang bisa Anda terap-kan dalam proposal penelitian Anda. bobot.bentuk gambar dan tabel. bab ini menyertakan checklist untuk memastikan terlaksananya semua prosedur kualitatif. Bab 10. saya merekomen-dasikan agar para pembuat proposal terlebih dahulu memikirkan pendekatan apa yang akan mereka terapkan dalam penelitiannya. semuanya mencerminkan prosedur-prosedur kualitatif.

Ray Ostrander. dan lisa Cuevas-Shaw. Banerjee. Boeri. University of Central Florida. Sivo. Miriam W. University of Colorado di Colorado Springs. dan membagibagikan pengalaman saya sebagai penulis dan peneliti. saya ucapkan terima kasih. Kepada para staf dan rekan-rekan di Kantor Penelitian Kualitatif dan Metode Campuran di University of Nebraska-Lincoln yang sudah banyak membantu penulisan buku ini. Yun Lu. Saya juga mengucapkan terima kasih atas saran-saran yang men-cerahkan dari para pereview buku ini. De Tonack. Vicki Knight. saya ingin memberikan penghargaan sebesar-besarnya atas kontribusi para pereview berikut ini: Mahasweta M. saya juga banyak berutang budi kepada para mahasiswa di kelas Metode Penelitian Dasar dan orang-orang yang telah berpartisipasi dalam seminar metode campuran yang pernah saya pimpin. dan Diane Greenlee. Gayle Sulik. Barry University. Selama hampir 20 tahvin bekerja sama'dengan Sage. Barbara Safford. Sejumlah mahasiswa sebelumnya dan para editor yang menjadi partner dalam proses penulisan buku ini: Dr. Ron Shope. Saya juga mendapat-kan banyak kontribusi dari kajian-kajian akademis Dr. Howard. Dalam kesempatan ini. Mary Enzman Hagedorn. Georgakopoulos. kami telah berusaha mengembangkan metode-metode penelitian. University of Montevallo . Sharon Hudson. Dr. Nova Southeastern University. University of Northern Iowa. The George S. Richard D. memperoleh ide-ide segar. Dr. Sejak edisi pertama. menjadi laboratorium pribadi saya dalam menyam-paikan gagasan. dan Alex Morales. Saya tidak bisa menghasilkan buku ini tanpa dukungan dan dorongan dari rekan-rekan saya di Penerbit Sage. Drew Ishii. Dr. Stephen A. dan Stephanie Adams.). Sage merupakan dan masih menjadi salah satu publishing-house dengan rating yang cukup tinggi. Vassar College. Sherry Wang. Carmen McCrink. Montana State University. Vicki Piano Clark. Sharon Anderson Dannels. Montana State University. Kim Gait. Deborah Laughton (sekarang di Guilford Press). Kuliah-kuliah ini.Penghargaan Buku ini tidak akan bisa terbit tanpa gagasan dan dorongan dari ratusan mahasiswa doktoral pada mata kuliah Pengembangan Proposal yang saya ampu di University of Nebraska-Lincoln selama beberapa tahun ini. University of Kansas. dan Elizabeth Thrower. Dr. C. saya juga berutang banyak kepada pembimbing sekaligus editor saya sebelumnya. Kennesaw State University. Nette Nelson (aim. Dr. Dr. Leon Cantrell. Marilyn Lockhart. Amanda Garrett. Secara khusus. semuanya. Whittier College.

dan berolahraga. dia terpilih menjadi Senior Fulbright Scholar dan bertugas di Afrika Selatan sejak Oktober 2008 untuk berbagi ilmu tentang penelitian metode campuran denganpara ilmuwan sosial dan doku-mentator isu-isu AIDS. Dia hobi bermain piano. sebagian besar tentang rancangan penelitian. Dia mengajar di University of Nebraska-Lincoln selama 30 tahun dan telah menulis setidak-tidak-nya 11 buku. Creswell adalah Profesor Psikologi Pendidikan sekaligus penulis dan pengajar mata kuliah metodologi kualitatif dan penelitian metode campuran. dan sebagai Asisten Profesor untuk bidang Kedokteran di University of Michigan. . Baru-baru ini. Cresswell juga sering diminta menjadi asisten peneliti bidang-bidang kesehatan. penelitian kualitatif. Journal of Mixed Methods Research.Tentang Penulis John W. dan penelitian metode campuran. menulis sajak.johnwcreswell. Buku-bukunya telah diterjemahkan ke dalamberbagai bahasa dan digunakan di seluruh dunia. Kunjungi websitenya di www.com. Dia juga menjabat sebagai co-director di Kantor Penelitian Kualitatif dan Metode Campuran di Nebraska yang bertugas me-nyediakan dukungan bagi para sarjana yang ingin mengajukan penelitian kualitatif dan metode campuran pada lembaga-lembaga pendanaan. Dia juga tercatat sebagai co-editor utama untuk jurnal Sage.

Pendahuluan — vii Penghargaan — xvii Tentang Penulis — xix Daftar Isi — xx Daftar Isi BAGIAN SATU: PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN AWAL — I Bab Satu: Memilih Rancangan Penelitian — 3 Tlga Jenis Rancangan — 3 liga Komponen Penting dalam Rancangan Penelitian — 6 ■ Beberapa Pandangan-Dunia Filosofis — 6 ♦ Pandangan-Dunia Post-positivisme — 8 ♦ Pandangan-Dunia Konstruktivisme Sosial — 11 ♦ Pandangan-Dunia Advokasi dan Partisipatoris — 13 ♦ Pandangan-Dunia Pragmatik — 15 ■ Strategi-Strategi Penelitian — 17 ♦ Strategi-Strategi Kuantitatif — 18 ♦ Strategi-Strategi Kualitatif — 19 ♦ Strategi-Strategi Metode Campuran — 21 ■ Metode-Metode Penelitian — 23 Rancangan Penelitian Sebagai Pandangan-dunia. Strategi. dan Metode — 25 Kriteria dalam Memilih Rancangan Penelitian — 29 ■ Masalah Penelitian — 29 ■ Pengalaman-Pengalaman Pribadi — 30 ■ Pembaca — 31 Ringkasan — 32 Latihan Menulis — 32 Bacaan Tambahan — 32 Bab Dua: Tinjauan Pustaka — 36 Topik Penelitian — 36 Tinjauan Pustaka — 40 .

.■ Pemanfaatan Pustaka/Iiteratur — 40 ■ Teknik-Teknik Tinjauan Pustaka — 46 ♦ Langkah-Langkah Melakukan Tinjauan Pustaka — 46 ♦ Database Terkomputerisasi — 48 ♦ Prioritas dalam Memilih Literatur — 52 ♦ Peta Literatur Penelitian — 54 ♦ Mengabstraksikan Literatur — 57 ♦ PetunjukGaya — 61 ■ Definisi Istilah — 63 ■ Tinjauan Pustaka Kuantitatif atau Metode Campuran — 69 Kesimpulan — 71 Latihan Menulis — 72 Bacaan Tambahan — 73 Bab Tiga: Penerapan Teori — 75 Teori dalam Penelitian Kuantitatif — 76 ■ Variabel-Variabel dalam Penelitian Kuantitatif — 76 ■ Definisi Teori — 78 ■ Bentuk-Bentuk Teori — 81 ■ Penempatan Teori dalam Penelitian Kuantitatif — 84 ■ Menulis Perspektif Teoretis Kuantitatif — 86 Teori dalam Penelitian Kualitatif — 93 ■ Variasi Penggunaan Teori dalam Penelitian Kualitatif — 93 ■ Menempatkan Teori dalam Penelitian Kualitatif — 98 Teori dalam Penelitian Metode Campuran — 99 Ringkasan — 104 Latihan Menulis — 106 Bacaan Tambahan — 107 .

Kuantitatif. ■ Kebiasaan Menulis — 118 ■ Keterbacaan Tulisan — 121 ■ Kalimat Aktif. MERANCANG PENELITIAN — 143 .Bab Empat: Strategi-strategi Menulis dan Pertimbangan-Pertitnbangan Etis — 109 Menulis Proposal'—109 ■ Bagian-Bagian dalam Proposal — 109 ■ Format Proposal Kualitatif — 111 ■ Format Proposal Kuantitatif — 113 ■ Format Proposal Metode Campuran — 113 ■ Merancang Bagian-Bagian dalam Proposal Penelitian — 114 ■ Menulis Gagasan — 116 ■ Menulis seperti Berpikir — 117 .Bab Lima: Pendahuluan — 145 Pentingnya Pendahuluan — 145 Pendahuluan dalam Penelitian Kualitatif. dan "Berlebih-lebihan" — 124 Masalah-masalah Etis yang Perlu Diantisipasi — 130 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Masalah Penelitian — 131 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Tujuan Penelitian dan Rumusan Masalah — 132 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Pengumpulan Data — 132 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Analisis dan Interpretasi Data — 135 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Menulis dan Menyebarluaskan Hasil Penelitian — 137 Ringkasan — 138 Latihan Menulis — 139 Bacaan Tambahan — 140 BAGIAN DUA. dan Metode Campuran — 147 Salah Satu Model Pendahuluan — 149 - . Kata Kerja.

■ Sebuah Ilustrasi — 150 ■ Masalah Penelitian — 153 ■ PeneHtian-Penelitian Sebelumnya — 156 ■ Kekurangan (Defisiensi) dalam Literatur Sebelumnya — 159 ■ Signifikansi Penelitian bagi Pembaca — 161 Ringkasan — 163 Latihan Merudis — 164 Bacaan Tambahan — 164 Bab Enam: Tujuan Penelitian — 166 Signifikansi dan Makna Tujuan Penelitian — 166 ■ Tujuan Penelitian Kualitatif — 167 ■ Tujuan Penelitian Kuantitatif — 175 ■ Tujuan Penelitian Metode Campuran —'.181 Ringkasan — 188 Latihan Menulis — 189 Bacaan Tambahan — 189 Bab Tujuh: Rumusan Masalah dan Hipotesis Penelitian — 191 Rumusan Masalah Kualitatif — 191 Rumusan Masalah dan Hipotesis Penelitian Kuantitatif — 196 Model Rumusan Masalah dan Hipotesis Deskriptif — 203 Rumusan Masalah Dan Hipotesis Penelitian Metode Campuran — 205 Ringkasan — 210 Latihan Menulis — 211 Bacaan Tambahan — 212 Bab Delapan: Metode-metode Kuantitatif — 215 Mendefinisikan Rancangan Survei dan Eksperimen — 216 Komponenkomponen Rancangan Metode Survei — 216 ■ Rancangan Survei — 217 ■ Populasi dan Sampel — 218 .

250 Ringkasan — 251 Latihan Menulis — 254 Bacaan Tambahan — 255 Bab Sembilan: Prosedur-prosedur Kualitatif — 258 Karakteristik-karakteristik Penelitian Kualitatif — 259 Strategi-strategi Penelitian — 263 Peran Peneliti — 264 Prosedur-prosedur Pengumpulan Data — 266 Prosedur-Prosedur Perekaman Data — 271 Analisis dan Interpretasi Data — 274 Reliabilitas. . dan Generalisabilitas — 284 Menulis Kualitatif — 290 Ringkasan — 291 Latihan Menulis — 302 Bacaan Tambahan — 302 ■ .■ Instrumentasi — 221 ■ Variabel-Variabel dalam Penelitian — 224 Analisis Data dan Interpretasi — 225 Komponen-komponendalam Metode Penelitian Eksperimen — 229 ■ Partisipan — 229 ■ Variabel-Variabel — 236 ■ Instrumentasi dan Materi — 237 ■ Prosedur-ProsedurEksperimentasi — 237 Ancaman-Ancaman terhadap Validitas — 240 ■ Prosedur — 247 ■ AnalisisData — 249 ■ Interpretasi Hasil '-=. Validitas.

.Bab Sepuluh: Prosedur-prosedur Metode Campuran — 304 Komponen-komponen Prosedur Metode Campuran — 305 Sif at Penelitian Metode Campuran — 307 Strategi-strategi Penelitian Metode Campuran dan Model-model Visualnya — 308 ■ Merencanakan Prosedur-Prosedur Metode Campuran — 308 ♦ Timing (Waktu) — 309 ♦ Weighting (Bobot) — 310 Mixing (Pencampuran) — 310 ♦ Teorisasi dan Perspektif-Perspektif Transformasi — 312 ■ Strategi-Strategi Penelitian Metode Campuran dan Model-Model Visualnya — 313 ♦ Strategi Eksplanatoris Sekuensial — 316 ♦ Strategi Eksploratoris Sekuensial — 317 ♦ Strategi Transformatif Sekuensial — 318 ♦ Strategi Triangulasi Konkuren — 320 ♦ Strategi Embedded Konkuren — 321 ♦ Strategi Transformatif Konkuren — 324 ■ Memilih Strategi Metode Campuran — 325 Prosedur-Prosedur Pengumpulan Data — 326 Analisis Data dan Prosedur-prosedur Validasi — 328 Susunan Laporan Penelitian — 331 Contoh-contoh Prosedur Metode Campuran — 332 Ringkasan — 337 Latihan Menulis — 339 Bacaan Tambahan — 339 Glosarium — 342 Daftar Pustaka — 359 Indeks — 379 .

Bagian Satu ■ B abl Memilih Rancangan Penelitian ■ Bab 2 Tinjauan Pustaka ■ Bab 3 Penggunaan Teori ■ Bab 4 Strategi-Strategi Menulis dan Pertimbangan-Pertimbangan Etis Buku ini dirancang untuk membantu para peneliti mengem bangkan rencana atau proposal penelitian. Pertimbangan-pertirnbangart ini pada umumnya berkaitan dengan pemilihan rancangan penelitian yang sesuai. Bagian I membahas sejumlah pertimbangan awal sebelum seorang peneliti merancang rencana atau proposal penelitian. penentuan teori apa yang hendak digunakan dalam penelitian sekaligus usaha dalam menulis karya yang baik dan sesuai dengan standar etika yang berlaku. peninjauan pustaka untuk memosisikan penelitian yang diusulkan dalam konteks literatur-literatur yang ada. .

prosedur-prosedur (yang juga sering di-sebut sebagai strategi -strategi) penelitian. Lagi pula. dan target atau sasaran pembacanya. Pada hakikatnya. dan metode campuran. untuk sejarah . gradasi perbedaan antar keduanya sebenamya terletak pada asumsi filosofis dasar yang dibawa oleh peneliti ke dalam penetitiannya. Namun. dan metode-metode spesifik yang akan mereka gunakan dalam pengumpulan. sudah saya sajikan meski tidak secara runtut dalam pengertian yang lazim. ada tiga jenis penelitian yang akan disajikan: penelitian kualitatif. keputusan ini melibatkan rancangan seperti apa yang seharusnya digunakan untuk meneliti topik tertentu. pendekatan kuantitatif banyak mendominasi bentuk-bentuk penelitian dalam ilmu-ilmu sosial sejak awal abad XIX hingga pertengahan abad XX. 2008. para peneliti perlu mengambil keputusan terkait dengan asumsi-asumsi filoSofis yang mendasari penelitian mereka. namun tetap dalam satu continuum (Newman & Benz. dari metode-metode spesifk yang diterapkan peneliti untuk melaksanakan strategi-strategi ini (seperti.strategi eksperimen kuantitatif atau strategi studi lapangan kualitatif). ada perkembangan historis yang dapat membedakan kedua pendekatan tersebut. dalam buku ini. LggS).Bab Satu Memilih Rancangan Penelitian Rancangan penelitian merupakan rencana dan prosedur penelitian yang meliputi: dari asumsi-asumsi luas hingga metode-metode rinci dalam pengumpulan dan analisis data. muncul minat yang tinggi terhadap penelitian kualitatif. analisis. secara keseluruharr. Yang jeias. jenis-jenis strategi penelitian yang digunakan peneliti sepanjang penelitiannya (seperti. Pemilihan atas satu rancangan penelitian juga perlu didasarkan pada masalah/isu yang ingin diteliti. Adapun penelitian metode campuran berada di tengah continuum tersebut karena penelitian ini melibatkan unsur-unsur dari pendekatan kualitatif dan kuantitatif. sejak awal pertengahan abad XX. Misalnya saja. TIGA JENIS RANCANGAN Dalam buku ini. dalam (proposal) penelitian. atau sebaliknya. keduanya hanya merepresentasikan hasil akhir yang berbeda. Suatu penelitian hanya akan lebih kualitatif ketimbang kuantitatif. pengalaman pribadi si peneliti. atau berdasarkan pertanyaan-pertanyaan ycng tertutup (hipotesis kuantitatif) dan yang terbuka (hipotesis kualitatif). kuantitatif. Misalnya. tiga pendekatan ini tidaklah terpisah satu sama lain seperti ketika pertama kali muncul. Padahal. dan bersamaan dengan itu berkembang pula penelitian metode campuran (lihat Creswell. Pendekatan kualitatif dan kuantitatif seharusnya tidak dipandang sebagai antitesis atau dikotomi yang saling bertentangan. pengumpulan data secara kuantitatif dalam bentuk instrumen versus Pengumpulan data secara kualitatif melalui observasi lapangan). Perbedaan antara penelitian kualitatif dan kuantitatif sering kali dijelaskan berdasarkan bentuk-bentuknya yang menggunakan kata-kata (kualitatif) dan yang menggudakan angka-angla (kuantitatif). dan interpretasi data. Rancangan tersebut melibatkan sejumlah keputusan yang.

Untuk itulah. yang saya sebut sebagai rencana atau propasal untuk melaksanakan penetitian. Laporan akhir untuk penelitian ini memiliki struktur atau kerangka yang fleksibel. hasil penelitian. Seperti yang kita lihat. Laporan akhir untuk penelitian ini pada umumnya memiliki struktur yang ketat dan konsisten mulai dari pendahuluan. Proses penelitian kualitatif ini melibatkan upaya-uPaya penting. strategi-strategi . Seperti halnya para peneliti kualitatif. (Creswell. metode penelitian. berfokus terhadap makna individual. melibatkan relasi antara asumsi-asumsi filosofis. Rancangan penelitian. aplikasi pendekatan-pendekatan kualitatif dan kuantitatif. saya akan menjelaskan tiga definisi tersebut secara detail agar Anda bisa mengetahui masing-masing maknanya dengan jelas. mengumPulkan data yang spesifik dari para partisipan. 2007). landasan teori. dan mampu menggeneralisasi dan menerapkan kembali penemuan-penemuannya. ia juga melibatkan fungsi dari dua pendekatan penelitian tersebut secara kolektif sehingga kekuatan penelitian ini secara keseluruhan lebih besar ketimbang penelitian kualitatif dan kuantiiatif (Creswell & Plano Clark. Latar belakang historis ini setidak-tidaknya dapat dijadikan salah satu landasan untuk mencari definisi "rigid" atas tiga istilah kunci tersebut.. sepei'ti mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan prosedur-prosedur.  Penelitian kuantitatif merupakan metode-metode untuk menguji teori-teori tertentu dengan cara meneliti hubungan antarvariabel.2008). Variabel-variabel ini diukur -biasanya dmgan instrumen-instrumen penelitian. TIGA KOMPONEN PENTING DALAM RANCANGAN PENELITIAN Ada dua titik tekan dalam setiap definisi tadi yaitu: bahwa suatu pendekatan penelitian selalu melibatkan asumsi-asumsi filosofis dan metode-metode atau prosedur-prosedur yang berbeda-beda. Pendekatan ini lebih kompleks dari sekadar mengumpulkan dan menganalisis dua jenis data. mencegah munculnya bias-bias. yang untuk selanjutnya akan digunakan dalam buku ini:  Penelitian kualitatif merupakan metode-metode untuk mengekplorasi dan memahami makna yang – oleh sejumlah individu atau sekelompok orang – dianggap berasal dari masalah sosial atau kemanusiaan.sehingga data yang terdiri dari angka-angka dapat dianalisis berdasarkan prosedur-prosedur statistik. tinjauan pustaka.yang lebih lengkap). dalam buku ini.  Penelitian metode campuran merupakan pendekatan penelitian yang mengombinasikan atau mengasosiasikan bentuk kualitatif dan bentuk kuantitatif. siapa pun yang terlibat di dalam penelitian kuantitatif juga perlu rnemiliki asumsi-asumsi untuk menguji teori secara deduktif. mengontrol penjelasan-penjelasan alternatif. dan menafsirkan makna data. Siapa pun yang terlibat dalam bentuk penelitian ini harus menerapkan cara pandang penelitian yang bergaya induktif. dan pencampuran (mixing) kedua pendekatan tersebut dalam satu penelitian. menganalisis data secara induktif mulai dari tema-tema yang khusus ke tema-tema umum. masing-masing definisi di atas memiliki titik tekannya tersendiri. dan pembahasan. Pendekatan ini melibatkan asumsi-asumsi filosofis.2007). dan menerjemahkan kompleksitas suatu persoalan (diadaptasi dari Creswell.

dan (3) metode-metode atau prosedur-prosedur spesifik yang dapat menerjemahkan strategi tersebut ke dalam Praktik nyata. Saya merekomendasikan agar siapa pun yang tengah mempersiapkan proposal atau rencana penelitian seyogianya memperjelas gagasan-gagasan filosofis yang mereka ekspos.penelitian dan metode-metode tertentu. Secara detail. Kerangka kerja yang saya gunakan untuk menjelaskan pertemuan antara tiga komponen ini dapat dilihat pada Gambar 1. StartegiStrategi Penelitian. (2) strategi penelitian yang berhubungan dengan asumsi-asumsi tersebut. Dalam menjelaskan pandangan-dunia filosofis. sekuensial) RancanganRancangan Penelitian Kualitatif Kuantitatif Metode Campuran Metode-metode Campuran Pertanyaan-pertanyaan Pengumpulan data Analisis data Interpretasi Laporan tertulis Validasi Gambar 1. para peneliti perlu memPertimbangkan tiga komponen penting. peneliti setidak-tidaknya perlu menyertakan – dalam proposalnya – satu bagian khusus yang membahas sejumlah hal berikut: Beberapa PandanganDunia Filosofis Post-Positivis Konstruksi Sosial Advokasi/partisipatoris Pragmatis Strategi-Strategi Penelitian Strategi-Strategi Kualitatif (seperti. kuantitatif. dan Metode-Metode Penelitian . ethnografi) Strategi-Strategi Kuantitatif (seperti. atau metode camPuran untuk penelitian mereka. gagasan-gagasan tersebut tetap mempengaruhi praktik penelitian dan perlu diidentifikasi. eksperimen) Strategi-Strategi Metode Campuran (seperti.1 Kerangka Kerja Rancangan Penelitian – Relasi antara Pandangan – Dunia. 1995).1.pendekatan kuaiitatif. dalam merencanakan penelitian. yaitu: (1) asumsi-asumsi pandangan-dunia (worldview) filosofis yang mereka bawa ke dalam penelitiannya. Penjelasan ini tentu akan mencerminkan alasan mengaPa mereka perlu memilih. Beberapa Pandangan-Dunia Filosofis Meskipun sebagian besar gagasan filosofis tersembunyi dalam sebuah penelitian (Slife & William.

dan pengalaman-pengalaman penelitian sebelumnya. 2000.   Pandangan dunia filosofis yang diusulkan dalam penelitian. Unikny pandangan dunia yang dipegang kukuh oleh para peneliti tidak jarang merangkul secara kolektif pendekatan kualitatif. Saya memandang pandangan-dunia sebagai orientasi umum terhadap dunia dan sifat penelitian yang dipegang kukuh oleh peneliti. Tabel 1.kepercayaan para pembimbin dan pihak fakultas terhadap bidang tersebut. dan pragmatisme. 1990: 17). Elemen-elemen penting dalam setiap pandangan dunia ini dapat dilihat dalam Tabel 1. konstruktivisme. advokasi/partisipatoris. epistemologi dan ontologi (Crotty. Ada pula yang menyebutnya sebagai penelitian positivis/post-positivis. 1998).1. sains empiris. Pandangan-dunia ini terkadang disebut sebagai metode saintifik atau penelitian sains.1 Empat Pandangan-Dunia Post-positivisme Determinasi Reduksionisme Observasi dan Pengujian empiris Verifikasi teori Advokasi/Partisipatoris Bersifat politis Berorientasi pada isu pemberdayaan Kolaboratif Berorientasi pada perubahan Konstruktivisme Pemahaman Makna yang beragarn dari partisipan Konstruksisosiai dan historis Penciptaan teori Pragmatisme Efek-efek tindakan Berpusat Pada masalah Bersifat Pluralistik Berorientasi pada praktik dunia-nyata                 Pandangan-Dunia Post-positivisme Asumsi-asumsi post-positivis merepresentasikan bentuk tradisional penelitian. 2000). Istilah terakhir disebut post-positivisme karena ia merepresentasikan pemikiran post-positivisme. Pandangan-dunia ini sering kali dipengaruhi oleh bidang keilmuan yang menjadi konsentrasi mahasiswa. Saya lebih memilih menggunakan istilah pandangan-dunia (worldviews) karena memiliki arti kepercayaan dasar yang memandu tindakan (Guba. Peneliti lain lebih suka menyebutnya paradigma (Lincoln & Guba. dan postpositivisme. yang kebenarannya lebih sering disematkan untuk penelitian kuantitatif ketimbang penelitian kualitatif. Mertens. Ada empat pandangan dunia yang akan dibahas kali ini: post-positivisme. dan metode campuran dalam penelitian mereka. atau metodologi penelitian yang telah diterima secara luas (Neuman. yang menentang gagasan tradisional tentang kebenaran absolut ilmu . 1998). Pertimbangan-Pertimbangan dasar mengapa pandangan-dunia tersebut digunakan Bagaimana pandangan-dunia itu membentuk pendekatan penelitian. kuantitafrf.

seorang peneliti harus mengawali penelitiannya dengan menguji teori tertentu. seperti halnya variabelvariabel yang umumnya terdiri dari sejumlah rumusan masalah dan hipotesis penelitian. yang menuntut adanya pengujian dan verifikasi atas kebenaran teori-teori tersebut. Newton. Mill. dan Pertimbang-pertimbangan logis. dan belakangan dikembangkan lebih lanjut oleh penulis-penulis seperti Phillips dan Burbules (2000). peneliti mengumpulkan informasi dengan menggunakan instrumen-instrumen Pengukuran tertentu yang diisi oleh para partisipan atau dengan melakukan observasi mendalam di lokasi penelitian. baru kemudian membuat perbaikan-perbaikan lanjutan sebelum dilakukan pengujian ulang. antara lain: 1. banyak peneliti yang berujar bahwa mereka tidak dapat membuktikan hipotesisnya. muncul hukum-hukum atau teori-teori yang mengatur dunia. bukti. melakukan observasi dan meneliti perilaku individu-individu dengan berlandaskan pada ukuran angka-angka dianggap sebagai aktivitas yang amat penting bagi kaum post-positivis. bahkan. dan mengakui bahwa kita tidak bisa terus menjadi "orang yang yakin/positif" pada klaim-klaim kita tentang pengetahuan ketika kita mengkaji perilaku dan tindakan manusia. Akibatnya. Karena alasan ini pula. sebagaimana yang banyak kita jumpai dalam penelitian eksperimen kuantitatif. Untuk itulah. bukti yang dibangun dalam penelitian sering kali lemah dan tidak sempurna. sebagian besar penelitian kuantitatif.pengetahuan (Phillips & Burbules. kemudian menyaring sebagian klaim tersebut meniadi "klaim-klaim lain" yang kebenarannya jauh lebih kuat. 2000). Pengetahuan yang berkembang melalui kacamata kaum post-positivis selalu didasarkan pada observasi dan pengujian yang sangat cermat terhadap realitas objektif yang muncul di dunia "luar sana. 1983)." Untuk itulah. Membaca buku Phillips dan Burbules (2000). Untuk itulah. tak jarang rnereka juga gagal untuk menyangkal hipotesisnya. Dalam perkembangan historisnya. kita akan menemukan sejumlah asumsi dasar yang menjadi inti dalam paradigma penelitian post-positivis. Pengetahuan dibentuk oleh data. Dukheim. seperti Comte. Penelitian merupakan proses membuat klaim-klaim. Dalam praktiknya. selalu diawali dengan pengujian atas suatu teori. dalam metode saintifik. Pengetahuan bersifat konjektural/terkaan (dan antifondasional/ddak berlandasan apa pun) bahwa kita tidak akan pernah mendapatkan kebenaran absolut. .salah satu pendekatan penelitian "yang telah disepakati" oleh kaum post-positivis. problemproblem yang dikaji oleh kaum post-positivis mencerminkan adanya kebutuhan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab y ang memengaruhi hasil akhir. 3. rnisalnya. dan Locke (Smith. 2. Filsafat kaum post-positivis juga cenderung reduksionistis yang orientasinya adalah mereduksi gagasan-gagasan besar menjadi gagasan-gagasan terpisah yang lebih kecil untuk diuji lebih lanjut. Kaum Post-positivis mempertahankan filsafat deterministik bahwa sebab-sebab (faktorfakior kausatif) sangat mungkin menentukan akibat atau hasil akhir. untuk itulah. agar dunia ini dapat dipahami oleh manusia. lalu mengumpulkan data baik yang mendukung maupun yang membantah teori tersebut. tradisi post-positivis ini lahir dari penulis-penulis abad XIX.

para peneliti harus menguji kembali metode-metode dan kesimpulan-kesimpulan yang sekiranya mengandung bias. Semakin terbuka pertanyaan tersebut tentu akan sernakin baik. 1998). peneliti membuat relasi antarvariabel dan mengemukakannya dalam bentuk pertanyaan dan hipotesis' 5. Gagasan konstruktivisme sosial berasal dari Mannheim dan buku-buku seperti The Social Construction of Reality-nya Berger dan Luekmann (1967) dan Naturalistic Inquiry-nya Lincoln dan Guba (1985). Pertayaanpertanyaan ini bisa jadi sangat luas dan umum sehingga partisipan dapat mengkonstruksi makna atas situasi tersebut. penulis-penulis yang getol mengkaji paradigma konstruktivisme sosial antara lain Lincoln dan Guba (2000). Salah satunya adalah pandangan-dunia konstruktivisme sosial (yang sering kali dikombinasikan dengan interpretivisme) (lihat Merters. standar validitas dan reliabilitas. Untuk itulah ketika melakukan penelitian.4. Peneliti berusaha mengandalkan sebanyak mungkin pandangan partisipan tentang situasi yang tengah diteliti. Dewasa ini. agar peneliti bisa mendengarkan dengan cermat apa yang dibicarakan dan dilakukan partisipan dalam kehidupan mereka. dalam penelitian kuantitatif. Penelitian harus mampu mengembangkan statemen-statemen yang relevan dan benar.mereka harus memosisikan diri mereka sedemikian rupa seraya mengakui dengan rendah hati bahwa interpretasi mereka tidak pernah lepas dari pengalaman pribadi. penafsiran mereka terhadap hasil penelitian. Makna-makna itu juga harus ditekankan pada kontekster tentu dimana individu-individu ini tinggal dan kerjia agar peneliti dapat memahami latar belakang historis dan kultural mereka. Neuman (2000). Schwandt (2007. dannCrotty (1998). Pandangan-Dunia Konstruktivisme Sosial Kelompok lain memiliki pandangan dunia yang berbeda. Makna-makna subjektif ini sering kali dinegosiasi secara sosial dan historis. untuk ituiah. Pandangan-dunia ini biasanya dipandang sebagai suatu pendekatan dalam penelitian kualitatif. Konstruktivisme sosial meneguhkan asumsi bahwa individu-individu selalu berusaha memahami dunia di mana mereka hidup dan bekerja. Untuk mengeksplorasi pandangan-pandangan ini. tetapi harus dibuat melalui interaksi dengan mereka (karena itulah dinamakan konstruktivisme sosial) dan melalui norma-norma historis dan sosial yang berlaku dalam kehidupan mereka sehari-hari. Maknamakna ini tidak sekadar dicetak untuk kemudian dibagikan kepada indiviciu-individu. yang biasanya tidak asli atau tidak dipakai dalam interaksi dengan orang lain. pertanyaan-pertanyaan pun perlu diajukan. kultural. Para peneliti iuga perlu menyadari bahwa latar belakang dapat mempengaruhi. Dalam penelitian kuantitatif. menjadi dua ispek penting yang wajib dipertimbangkan oleh peneliti. statemen-statemen yang dapat menjelaskan situasi yang sebenarnya atau dapat mendeskripsikan relasi kausalitas dari suatu persoalan. Makna-makna ini pun cukup banyak dan beragam sehingga peneliti dituntut untuk lebih mencari kompleksitas pandangan-pandangan ketimbang mempersempit makna-makna meniadi sejumlah kategori dan gagasan. Mereka mengembangkan makna-makna subjektif atas pengalaman-pengalaman mereka -makna-makna yang diarahkan pada objek-objek atau benda-benda tertentu. Aspek terpenting dalam penelitian adalah sikap objektif. dan historis mereka .

Manusia senantiasa terlibat dengan dunia mereka dan berusaha memahaminya berdasarkan perspektif historis dan sosial mereka sendiri – kita semua dilahirkan ke dunia makna (world of meaning) yang dianugerahkan oleh kebudayaan di sekeliling kita. peneliti sebaiknya membuat atau mengembangkan suatu teori atau pola makna tertentu secara induktif. Adapun Fay (1987). 2000). pembahasan tentang advokasi/partisipatoris (atau emansipatoris) dapat kita jumpai dalam kajian-kajian yang dilakukan oleh penulis-penulis seperti Marx. Yang menciptakan makna pada dasarnya adalah lingkungan sosial. 3. Mereka juga harus menafsirkan apa yang mereka cari: sebuah penafsiran yang dibentuk oleh pengalaman dan latar belakang mereka sendiri.sendiri. seperti . Adorno. Pandangan-dunia ini tampaknya memang cocok dengan penelitian kualitatif. para peneliti kualitatif harus memahami konteks atau latar belakang partisipan mereka dengan cara mengunjungi konteks tersebut dan mengumpulkan sendiri informasi yang dibutuhkan. Makna-makna dikonstruksi oleh manusia agar mereka bisa tertibat dengan dunia yang tengah mereka tafsirkan. 2. Marcuse. institusi-institusi di mana mereka hidup dan bekerja. pandangan-dunia ini menyutakan bahwa ada isu-isu tertentu yang perlu mendapat perhatian lebih. Para peneliti kualititif cenderung menggunakan pertanyaan-pertanyaan terbuka agar partisipan dapat mengungkapkan pandangan-pandangannya. serta Kemmis dan Wilkinson (1998) merupakan sederet penulis masa kini yang aktif mengkaji perspektif advokasi dan partisipatoris ini. Untut itulah. Pandangan-dunia advokasi/partisipatoris berasumsi bahwa penelitian harus dihubungkan dengan politik dan agenda politis. namun ia juga bisa menjadi dasar untuk penelitian kuantitatif . utamanya isu-isu menyangkut kehidupan sosial dewasa ini. Habermas. dan kehidupan para peneliti sendiri. Dalam sejarahnya. peneliti memiliki tujuan utama. Ketimbang mengawali penelitiannya dengan suatu teori (seperti dalam post-positivisme). Untuk itulah. Dalam konteks konnstruktivisme. Pandangan-Dunia Advohasi dan Partisipatoris Terdapat kelompok lain yang memiliki asumsi-asumsi filosofis berdasarkan pada pendekatan advokasi/partisipatoris. yang muncul di dalam dan di luar interaksi dengan komunitas manusia. Proses penelitian kualitatif bersifat induktif di mana di dalamnya peneliti menciptakan makna dari data-data lapangan yang dikumpulkan. Crotty(1995) memperkenalkan sejumlah asumsi: 1. Heron dan Reason (1997. Di samping itu. Yang ielas. yakni berusaha memaknai (atau menafsirkan) makna-makna yang dimiliki orang lain tentang dunia ini. Terkait dengan konstruktivisme ini. mereka semua merasa bahwa sikap konstruktivis tidak memadai dalam menganjurkan (mengadvokasi) program aksi untuk membantu orang-orang yang termarjinalkan. Pendekatan ini muncul sejak 1980-an hingga 1990-an dari sejumlah kalangan yang merasa bahwa asumsi-asumsi post-positivis telah rnembebankan hukum-hukum dan teori-teori struktural yang sering kali tidak sesuai dengan/tidak menyertakan individu-individu yang terpinggirkan dalam masyarakat kita atau isu-isu keadilan sosial yang memang perlu dimunculkan. dan Freire (Neuman. penelitian ini pada umumnya memiiiki agenda aksi demi reformasi yang diharapkan dapat mengubah kehidupan para partisipan.

kondisi ini akan mendorong lahirnya satu suara yang bersatu demi reformasi dan perubahan. teori queer. dan relasi kekuasaan dalam ranah pendidikan. ketidakadilan. aturan-aturan kerja. Dengan spirit inilah para peneliti advokasi/partisipatoris melibatkan para partisipan sebagai kolaborator aktif dalam penelitian mereka. dant eori disability –sejumlah perspektif teoretis ini akan dibahas lebih rinci pada Bab 3. penindasan.pemberdayaan. tidak menutup kemungkinan diintegrasikannya pandangan-dunia ini dengan perspektif-perspektif teoretis lain yang mengkonstruksi suatu gambaran tentang isu-isu/masalah-masalah yang hendak diteliti. orang-orang yang diselidiki. para peneliti harus memunculkan agenda aksi demi reformasi dan perubahan. Penelitian ini juga bersifat praktis dan kolaboratif karena ia hanya dapat sempurna jika dikolaborasikan dengan penelitian-penelitian lain. Untuk itulah. Untuk itulah. setidak-tidaknya kita perlu membaca ringkasan Kemmis dan Wilkinson (1995) tentang karakteristik-karakteristik inti dari penelitian advokasi atau partisipatoris: 1. Tentu saja. 2. Penelitian ini ditekankan untuk membantu individu-individu agar bebas dari kendala-kendala yang muncul dari media. Penelitian ini bersifat emansipatoris yang berarti bahwa penelitian ini membantu membebaskan manusia dari ketidakadilan-ketidakadilan yang dapat membatasi perkembangan dan determinasi diri. atau mencari hibah-hibah penelitian. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mereka akan realitas sosial yang sebenarnya atau dapat mengusulkan suatu agenda perubahan demi memperbaiki kehidupan mereka sendiri. ketertindasan. . pada akhir penelitian advokasi /partisipatoris. Pandangan-dunia filosofis advokasi/partisipatoris fokus pada kebutuhan-kebutuhan suatu kelompok atau individu tertentu yang mungkin termarginalkan secara sosial. Penelitian advokasi/partisipatoris sering kali dimulai dengan satu isu penting atau sikap tertentu terhadap masalah-masalah sosial. dan bukan menyempurnakan penelitianpenelitian yang lain. Bahkan. teori kritis. mengumpulkan data. dan pengasingan. Dalam penelitian ini. Tindakan partisipatoris bersikap dialektis dan difokuskan untuk membawa perubahan. 4. para partisipan dapat membantu merancang pertanyaan-pertanyaan. Peneliti dapat mengawali penelitian mereka dengan salah satu dari isu-isu ini sebagai fokus penelitiannya. para peneliti harus bertindak secara kolaboratif agar nantinya tidak ada partisipan yang terpinggirkan dalam hasil penelitian mereka. seperti pemberdayaan. penguasaan. Penelitian advokasi menyediakan sarana bagi partisipan untuk menyuarakan pendapat dari hak-hak mereka yang selama ini tergadaikan. Penelitian advokasi/partisipatoris bertujuan untuk menciptakan perdebatan dan diskusi politis untuk menciptakan perubahan. dan perubahan-perubahan yang diinginkan. 3. Meskipun penjelasan saya sejak tadi cenderung bersifat generalisasi terhadap kelornpokkelompok yang termarginalkan. bahasa. menganalisis informasi. diskursus rasialisme. seperti perspektif feminis.

james. dalam peneiitian metode campuran. situasi-situasi. Ketimbang berfokus pada metode-metode. sejenis alasan mengapa data kuantitatif dan kualitatif harus dicampur menjadi satu. Morgan (2007). para peneliti menggunakan data kuantatif dan kualitatif karena mereka meneliti untuk memiliki pemahaman yang baik terhadap masalah penelitian. 4. Mead. mereka bebas untuk memilih metode-metode. Setiap peneliti memiliki kebebasan memilih. Para peneliti pragmatis selalu melihat apa dan bagaimana meneliti. Pragmatisme tidak hanya diterapkan untuk satu sistem filsafat atau realitas saja. Untuk itulah. Pandangan-dunia ini berpijak pada aplikasi-aplikasi dan solusi-solusi atas problem-problem yang ada (Patton. tetapi pada umumnya Pragmatisme sebagai pandangan-dunia lahir dari tindakan-tindakan. Patton (1990). khususnya penelitian metode campuran: 1. dan prosedur-prosedur peneIitian yang dianggap terbaik untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan mereka. dan pandangan saya pribadi. Penulis-penulis kontemporer yang termasuk dalam kelompok ini antara lain Rorty (1990). para peneliti pragmatik lebih menekankan pada pemecahan masalah dan menggunakan semua pendekatan yang ada untuk memahami rnasalah tersebut (lihat Rossman & Wilson. dan Dewey (Cherryholmes. dan Cherryholmes (1992). kemudian menggunakan pendekatan yang beragam untuk memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam tentang problem-problem tersebut. 1992). Tashakkori dan Teddlie (1998). pragmatisme pada hakikatnya merupakan dasar filosofis untuk setiap bentuk penelitian. para peneliti metode campuran dapat menerapkan berbagai pendekatan dalam mengumpulkan dan menganaIisis data ketimbang hanya menggunakan satu pendekatan saja (jika tidak kuantitatif. dan bukan dari kondisi-kondisi sebelumnya (seperti dalam post-positivisme). Murphy (1990). yang pada umumnya harus berfokus pada masalah-masalah penelitian dalam ilmu sosial humaniora.Pandangan –Dunia Pragmatik Prinsip lain berasal dari kelompok pragmatis. Untuk itulah. 3. Morgan (2007). dan Patton (1990) menekankan pentingnya paradigma pragmatik ini bagi para peneliti metode campuran. seraya mengetahui apa saja akibat-akibat yang akan mereka terima –kapan dan dimana mereka harus menjalankan penelitian tersebut. Paradigma filosofis yang satu ini memiliki banyak bentuk. selalu kualitatif). Dalam hal ini. Pragmatisme dapat digunakan untuk penelitian metode campuran yang di dalamnya para peneliti bisa dengan bebas melibatkan asumsi-asumsi kuantitatif dan kualitatif ketika mereka terlibat dalam sebuah penelitian. Artinya. Kebenaran adalah apa yang teriadi pada saat itu. 5. Kaum pragmatis tidak melihat dunia sebagai kesatuan yang mutlak. . Kebenaran tidak didasarkan pada dualitas antara kenyataan yang berada di luar pikiran dan kenyataan yang ada dalam pikiran. teknik-teknik. Pragmatisme ini berawal dari kajian Peirce. 1985). 2. Sebagai salah satu paradigma filosofis untuk penelitian metode campuran. 1990). Berdasarkan kajian Cherryholmes (1992). dan konsekuensi-konsekuensi yang sudah ada. para peneliti metode campuran pada umumnya selalu memiliki tujuan atas pencampuran (mixing) ini.

1998). Dalam hal ini.6. 1983: xiv). seperti  Grounded theory metode survei  Studi kasus    Metode Campuran Sekuensial Konkuren Transformatif . atau metode campuran untuk diterapkan. bagi para peneliti metode campuran. Strategi-strategi yang tersedia bagi peneliti sebenamya sudah muncul bertahun-tahun lalu saat teknologi komputer telah mempercepat aktivitas kita dalam menganalisis data-data yang rurnit. "mereka sepertinya ingin mengubah subjek" (Rorty. Strategi-strategi penelitian merupakan jenis-jenis rancangan peneIitian kualitatif. Bahkan. kuantitatif. 1992).2 Strategl-Strategi Penetitian Alternatif Kuantitatif Kualitatif  Rancangan-rancangan  Penelitian naratif eksperimen  Fenomenologi  Rancangan-racangan  Etnografi non-eksperimen. mereka juga harus menentukan jenis penelitian dalam tiga pilihan tersebut.2. Beberapa orang menyebut strategi penelitian dengan istilah pendekatan peneiitian (Creswell. seperti yang akan saya jelaskan dalam Bab 8. pragmatisme dapat membuka pintu untuk menerapkan metode-metode yang beragam. Strategi-strategi tersebut hadir ketika manusia sudah mampu mengartikulasikan prosedurprosedur baru dalam melakukan penelitian ilmu sosial. saya hanya akan memperkenalkan strategi-strategi ini yang nantinya akan dijelaskan lebih rinci –lengkap dengan contoh-contohnya— di sepanjang buku ini. Strategi-Strategi Penelitian Para peneliti hendaknya jangan hanya memilih penelitian kualitatif. politis. 7. Di sini. historis. Kaum pragmatis setuju bahwa penelitian selalu muncul dalam konteks sosial. dan asumsi-asumsi yang bervariasi. 2007) atau metodologi penelitian (Mertens. Ringkasan strategi-strategi tersebut dapat dilihat dalam Tabel 1. suatu pandangan teoretis yang reflektif terhadap keadilan sosial dan tujuan-tujuan politis. Tabel 1. Mereka juga percaya bahwa kita harus berhenti bertanya tentang realitas dan hukum-hukum alam (Cherryholmes. dan metode campuran yang menetapkan prosedur-prosedur khusus dalam penelitian. penelitian metode campuran bisa saja beralih pada paradigma post-modern. 8. Pilihlah salah satu dari strategi-strategi penelitian yang sering kali digunakan dalam ilmu sosial. Untuk itulah. 9. dan lain sebagainya. kuantitatif. serta bentuk-bentuk yang berbeda dalam pengumpulan dan analisis data. pandangan-dunia yang berbeda-beda. Kaum pragmatis percaya akan dunia eksternal yang berada di luar pikiran sebagaimana yang berada di dalam pikiran manusia. dan10.

& Heward.1995). Clandinin dan Connelly (2000) telah membuat deskripsi komprehensif tentang apa yang harus dilakukan oleh seorang peneliti naratif. Namun.  Penelitian survei berusaha memaparkan secara kuantitatif kecenderungan. Penj.Strategi-strategi Kuantitatif Selama akhir abad XIX dan awal abad XX.1998) memperkenalkan prosedur-prosedur untuk peneliti grounded theory. dan eksperimen-eksperimen single-subject (Cooper. penj. sikap. strategi-strategi kuantitatif sudah melibatkan eksperimen-eksperimen yang lebih kompleks dengan semua variabei dan treatment-nya (seperti rancangan faktorial dan rancangan repeated measure).  Penelitian eksperimen berusaha menentukan apakah suatu treatment memengaruhi hasil sebuah penelitian. strategi-strateginya sudah mulai bermunculan sepanjang tahun 1990-an dan memasuki abad XX. Wolcott (1999) menjabarkan prosedur-prosedur etnografis. Tidak sedikit buku yang telah membahas strategi kualitatif ini (seperti 19 strategi yang diperkenalkan oleh Wolcott. dengan tujuan untuk menggeneralisasi populasi berdasarkan sampel yang sudah ditentukan (Babbie. Strategi-Strategi Kualitatif Untuk penelitian kualitatif. . Heron.). dewasa ini. atau opini dari suatu populasi tertentu dengan meneliti satu sampel dari populasi tersebut. Pengaruh ini dinilai dengan cara menerapkan treatment tertentu pada satu kelompok (sering disebut kelompok treatment. sedangkan Strauss dan Corbin (1990. Penelitian ini mencakup eksperimen-aktual dengan penugasan acak (random assignmenf) atas subjek-subjek yang di-treatment dalam kondisi-kondisi tertentu. Strategi-strategi ini meliputi eksperimeh-eksperimen nyata.) dan tidak menerapkannya pada kelompok yang lain (sering disebut kelompok kontrol. strategi-strategi penelitian yang berkaitan dengan rancangan kuantitatif selalu meIibatkan pandangan-dunia post-positivis. Strategi-strategi kuantitatif juga meliputi model-model persamaan struktural yang sedikit rumit. Bahkan. Penelitian ini meliputi studi-studi cross-sectional dan longitudinal yang menggunakan kuesioner atau wawancara terencana dalam pengumpulan data. saya hanya fokus pada dua strategi penelitian kuantitatif. Ialu menentukan bagaimana dua kelompok tersebut menentukan hasil akhir. yang biasanya menyertakan metode-metode kausalitas dan identifikasi kekuatan variabel-variabel ganda. yakni survei dan eksperimen. Neuman & McCormick. dan kuasi-eksperimen dengan prosedur-prosedur non-acak (Keepel 1991). 1990). Termasuk dalam kuasi-eksperimen adalah rancangan single-subiect. 1963). dan Stake (1995) merekomendasikan sejumlah proses yang harus dilakukan dalam penelitian studi kasus. pendekatanpendekatan di dalam penelitian kualitatif tertentu sudah memiliki prosedur-prosedur yang lengkap dan jelas. Dalam buku ini. 2001). eksperimen-eksperimen yang kurang rigid yang sering disebut dengan kuasi-eksperimen dan penelitian korelasional (Campbell & Stanley. 1987. Misalnya. Moustakas (1994) juga telah membahas doktrin-doktrin filosofis dan prosedur-prosedur dalam metode fenomenologi.

peristiwa. 2007b). proses. atau sekelompok individu. Di akhir tahap penelitian. yaitu: (1) perbandingan yang konstan antara data dan kategori-kategori yang muncul dan (2) pengambilan contoh secara teoretis (teoretical sampling) atas kelompok-kelompok yang berbeda untuk memaksimalkan kesamaan dan perbedaan informasi.  Naratif merupakan strategi penelitian di mana di dalamnya peneliti menyelidiki kehidupan individu-individu dan meminta seorang atau sekolompok individu untuk menceritakan kehidupan mereka. saya sudah menyajikan ilustrasi-ilustrasi berdasarkan strategi-strategi di atas. 1990. peneliti harus menggabungkan dengan gaya naratif pandangan-pandangannya tentang kehidupan partisipan dengan pandangan-pandangannya tentang kehidupan peneliti sendiri (Clandinin & Connelly. data observasi.2004). peneliti mengesampingkan terlebih dahulu pengalaman-pengalaman pribadinya agar ia dapat memahami pengalaman-pengalaman partisipan yang ia teiiti (Nieswiadomy. atau interaksi tertentu yang berasal dari pandangan-pandangan partisipan.Dalam buku ini. 1998). 1998). 1994). aktivitas.1993). dan peneliti mengumpulkan informasi secara lengkap dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data berdasarkan waktu yang telah ditentukan (Stake. 2007b) juga dapat menjadi cara-cara yang memadai di dalam melakukan penelitian kualitatif:  Etnografi merupakan salah satu strategi penelitian kualitatif yang di dalamnya peneliti menyelidiki suatu kelompok kebudayaan di lingkungan yang alamiah dalam periode waktu yang cukup lama dalam dalam pengumpulan data utama.2000). 1999). Kasus-kasus dibatasi oleh waktu dan aktivitas. Proses penelitiannya fleksibel dan biasanya berkembang sesuai kondisi dalam merespons kenyataan-kenyataan hidup yang dijumpai di lapangan (LeCompte & Schensul. Strauss dan Corbin.  Grounded theory nterupakan strategi penelitian yang di dalamnya peneliti "memproduksi" teori umum dan abstrak dari suatu proses. dan data wawancara (creswell. Rancangan ini mengharuskan peneliti untuk menjalani sejumlah tahap pengumpulan data dan penyaringan kategori-kategori atas informasi yang diperoleh (Charmaz. 1995). Memahami pengalamanpengalaman hidup manusia menjadikan filsafat fenomenologi sebagai suatu metode penelitian yang prosedur-prosedurnya mengharuskan peneliti untuk mengkaji sejumlah subjek dengan terlibat secara langsung dan relatif lama di dalamnya untuk mengembangkan pola-pola dan relasi-relasi makna (Moustakas. sekaligus memperkenalkan bahwa pendekatan-pendekatan seperti penelitian partisipatoris (Kemmis & Wilkinson.  Studi kasus merupakan strategi penelitian dimana didalamnya peneliti menyeliki secara cermat suatu program. Dalam Proses ini.  Fenomenologi merupakan strategi penelitian di mana di dalamnya peneliti mengidentifikasi hakikat pengalaman manusia tentang suatu fenomena tertentu. dan pendekatan-pendekatan lain yang tidak disebutkan (lihat Creswell. Informasi ini kemudian diceritakan kembali oleh peneliti dalam kronologi naratif. . analisis wacana (Cheek. aksi. Rancangan ini memiliki dua karakteristik utama. 2006.

Berawal dari inilah. minoritas etnik/ras. Pada awal 1990-an. Jika tidak. mereka menggabungkan metode observasi dan wawancara (data kualitatif) dengan metode survei tradisional (data kuantitatif) (Sieber. hasil-hasil dari satu metode dapat membantu metode yang lain. Triangulasi sumber-sumber data (triangulasi of data resourcers) –suatu metode dalam mencari konvergensi antara metode kualitatif dan metode kuantitatif—pun muncul (Jick. Mereka kemudian mendorong orang lain menggunakan matriks metode-jamak mereka untuk menguji kemungkinan digunakannya pendekatan-jamak (muttiple approaches) dalam pengumpulan data penelitian. Hingga saat ini. banyak orang yang kemudian mencampur metode-metode sekaligus pendekatan-pendekatan yang berhubungan dengan metode-metode tersebut. utamanya dalam mengidentifikasi para partisipan yang diteliti atau pertanyaanpertanyaan yang diajukan (Thashakkori & Teddlie. 2007). orang-orang difabel. 1998). misalnya. 2003) . kombinasi dua metode tersebut dapat diterapkan untuk mencapai tujuan-tujuan yang luas dan transformatif. istilah-istilah untuk menyebut rancangan metode campuran pun sangat beragam. dan mereka yang miskin/lemah (Mertens' 2003). Strategi ini dapat dilakukan dengan melakukan interview kualitatif terlebih dahulu untuk mendapatkan penjelasan-penjelasan yang memadai. dan metode kombinasi (Creswell & Plano Clark. Secara khusus. yang memiliki prosedur-prosedurnya masing-masing (Tashakkori & Teddlie. seperti multi-metode. Konsep untuk "mencampur metode-metode yang berbeda" ini pada hakikatnya muncul pada 1959 ketika Campbell dan Fisk menggunakan metode-jamak (multimethods) dalam meneliti kebenaran watak-watak psikologis. lalu diikuti . 1973). seperti perempuan. para peneliti metode campuran pun akhirnya meyakini bahwa bias-bias yang muncul dalam satu metode dapat menetralisasi atau menghilangkan bias-bias dalam metode metode yang lain. 2007). misalnya. Dengan menyadari bahwa setiap metode pasti memiliki kekurangan dan keterbatasan. 1979).Strategi-Strategi Metode Campuran Strategi-strategi metode campuran sebenamya kurang populer dibanding dua strategi sebelumnya (kuantitatif dan kualitatif). metode konvergensi. metode terintegrasi. ada tiga strategi metode campuran dan sejumlah variasinya yang akan diilustrasikan dalam buku ini:  Strategi metode campuran sekuensial/bertahap (sequential mixed methods) merupakan prosedur-prosedur di mana di dalamnya peneliti berusaha menggabungkan atau memperluas penemuan-penernuannya yang diperoleh dari satu metode dengan penemuan-penemuannya dari metode yang lain. kuota kualitatif dapat mendukung hasi-hasil statistik)(Creswell & Plano Clark. Dimungkinkannya sejumlah metode dicampur "jadi satu" telah rnenuntun para pakar untuk mengembangkan prosedur-prosedur penelitian berdasarkan metode campuran. Misalnya. dalam mengadvokasi kelompok-kelompok marginal. gagasan "pencampuran" (mixing) ini mulai beralih dari yang awalnya hanya berusaha mencari-cari konvergensi menuju usaha penggabungan yang sebenarnya antara data kuantitatif dan data kualitatif. data kualitatif dan kuantitatif dapat disatukan menjadi satu database besar yang bisa digunakan secara berdampingan untuk memperkuat satu sama lain (misalnya. Selain itu. komunitas gay dan lesbian.

kemudian menggabungkannya menjadi satu informasi dalam interpretasi hasil keseluruhan. Tabel 1. dan data audio-visual Analisis tekstual dan  . peneliti perlu mempertimbangkan sejumlah metode pengumpulan data dan mengatumya secara sisternatis. dan fokus metode tersebut pada analisis data yang numerik atau non-numerik. dan data sensus      Bersifat Pre-determined dan berkembang dinamis Pertanyaan-pertanyaan Terbuka dan pertanyaanpertanyaan tertutup Bentuk-bentuk data berganda Yang tebuka Pada Kemungkinan   Berkembang dinamis Pertanyaan-pertanyaan terbuka Data wawancara. metode kuantitatif dapat diterapkan untuk mengetahui hasil akhir). Perspektif inilah yang akan menyediakan kerangka kerja untuk topik penelitian. analisis. jika metode kualitatif diterapkan untuk melaksanakan penelitian. data observasi. data sikap. peneliti mengumpulkan dua jenis data tersebut pada satu waktu. Bahkan. Dalam strategi ini. data dokumentasi. Metodemetode ini akan dijelaskan lebih lanjut dalam Bab 8 hingga 10. kemudian diikuti dengan metode kualitatif dengan mengeksplorasi sejumlah kasus dan individu. Prosedur metode campuran transformatif (transformative mixed methods) merupakan prosedur-prosedur di mana di dalamnya peneliti menggunakan kacamata teoretis (lihat Bab 3) sebagai perspektif overaching yang di dalamnya terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif. dalam strategi ini peneliti dapat memasukkan satu jenis data yang lebih kecil ke dalam sekumpulan data yang lebih besar untuk menganalisis jenis-jenis pertanyaan yang berbeda-beda (misalnya. Metode Campuran. data observasi. Metode-Metode Penelitian Komponen ketiga dalam kerangka kerja penelitian adalah metode-metode penelitian spesifik yang berkaitan dengan strategi pengumpulan. dan Metode Kualitatif Metode Kuantitatif  Metode Campuran  Metode Kualitatif    Bersifat Pre-determined (sudah ditentukan sebelumnya) Perianyaan-Pertanyaan Yang didasarkan Pada instrumen penelitian Data Performa. fungsi metode tersebut saat peneliti menggunakan pertanyaan tertutup dan terbuka.3 Metode Kuantitafif. dan hasil-hasil atau perubahan-perubahan yang diharapkan. metode-metode untuk pengumpulan data. Strategi metode campuran konkuren/satu waktu (concurrent mixed metlnds) merupakan prosedur-prosedur di mana di dalamnya peneliti mempertemukan atau menyatukan data kuantitatif dan data kualitatif untuk memperoleh analisis kornprehensif atas masalah penelitian. dan interpretasi data. perspektif ini bisa digunakan peneliti sebagai metode pengumpulan data secara sekuensial ataupun konkuren. Seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 1. Jika tidak.  denganmetode survei kuantitatif dengan sejumlah sampel untuk memperoleh hasil umum dari suatu populasi.3. Jika tidak. penelitian ini dapat dimulai dari metode kuantitatif terlebih dahulu dengan menguji suatu teori atau konsep tertentu. misalnya berdasarkan level metode tersebut atas sifat objek penelitian.

atau campuran. RANCANGAN PENELITIAN SEBAGAI PANDANGAN-DUNIA. observasi atas seorang pekerja yang terlibat dalam keterampilan yang kompleks). strategi. Atau. kualitatif. dan metode. dianalisis. Pemilihan metode ini pada akhirnya haruslah disesuaikan dengan maksud peneliti. pola-pola Peneliti mengumpulkan data dengan bantuan instrumen atau tes (seperti. atau data sensus dapat diikuti dengan wawancara mendalam. pengumpulan data juga bisa melibatkan peneliti untuk mengunjungi secara langsung tempat penelitian dan mengobservasi perilaku individu-individu di dalamnya tanpa ada pertanyaan yang disediakan sebelumnya atau melakukan wawan cara secara aktif atas individu-individu tersebut agar dapat mengungkapkan gagasannya tentang topik penelitian. pertanyaanpertanyaan tentang harga diri) atau mengumpulan informasi dengan bantuan checklist perilaku (seperti. dan metode) berkombinasi dalam satu skenario penelitian: . apakah peneliti ingin menafsirkan. hasil-hasil statistik atau mereka ingin menafsirkan kecenderungan-kecenderungan atau pola-pola umum yang muncul dari data penelitian. peneliti membuat inferensi/kesimpulan antara data kuantitatif dan data kualitatif. Tabel 1. akan digambarkan bagaimana ketiga elemen ini (pandangan-dunia. Berikut ini. Di sisi lain.  Analisis statistik Lnterpretasi statistik   kemungkinan lain Analisis statistik dan analisis tekstual Lintas-interpretasi database  gambar Lnterpretasi tema-tema. apakah peneliti bermaksud untuk menggali informasi yang diinginkan atau membiarkannya muncul begitu saja dari para partisipan. strategi. dan ditafsirkan secara bersama-sama. DAN METODE Pandangan-dunia. Atau.4 menyajikan perbedaanperbedaan yang mungkin berguna bagi para peneliti dalam memilih suatu pendekatan penelitian. STRATEGI. Dalam sejumlah penelitian. dalam kasus metode campuran. Data instrumen dapat dilengkapi dengan observasi-terbuka. semuanya turut menentukan apakah suatu rancangan penelitian akan cenderung kuantitatif. data kuantitaiif dan kualitatif bisa saja dikumpulkan. apakah peneliti ingin menganalisis jenis data berupa informasi numerik yang dikumpulkan dari instrumen penelitian atau informasi teks yang dikumpulkan dari rekaman hasil pembicaraan dengan partisipan. Tabel ini juga menyertakan praktik-praktik dari tiga pendekatan yang akan dijelaskan secara lebih rinci dalambab-bab selanjutnya di buku ini. tanpa harus menyediakan pertanyaan-pertariyaan yang spesifik. Akan tetapi.

Pertanyaan pertanyaa pendekatanterbuka. dan penelitian ini etnografi.4 Pendekatan-Pendekatan Kualitatif. data dinamis gambar berupa angka(emerging) dan angka sudah ditentukan sebelumnya (predetermined). analisis data kuantitatif dandata kualitatif  Menerapkan  Posisi-posisi dia  Menguji atau  Mengumpulkan praktik-praktik memverifikasi data kuantitatif penelitian ini teori atau dan data kualitatif Penjelasan  Mengumpulkan  Membuat makna dari para rasinalisasi atas  Mengidentifikasi partisipan variabel-variabel dicampurnya dua yang akan diteliti data  Fokus pada satu konsep atau  Menghubungkan  Menggabungkan fenomenon variabel-variabel data pada tahapdalam rumusan tahap penelitian  Membawa nilaimasalah dan yang berbeda nilai pribadi ke hipotesis dalam penelitian  Menyajikan penelitian gambaran visual  Meneliti konteks tentang prosedur Menggunakan atau setting standar-standar prosedur partisipan validitas dan  Menerapkan  Menvalidasi akurasi reliabilitas praktik-praktik penemuan Mengobservasi kuantitatif dan penemuan dan mengukur kualitatif  Menginterpretasi . dan naratif   Menerapkan  Pertanyaan Pertanyaan Pertanyaanmetode-metode ini Pertanyaan lerbuka. eksprimen konkuren.Tabel 1. berkembang pendekatan yang pendekatandinamis predetermined  pendekatan yang (fleksibel/emerging (sudah ditentukan berkembang ). strategi-strategi grounded theory. data tekstual dan sebelumnya). studi transformatif kasus. Kuantitatif.  yang terbuka dan Pendekatan yang pendekatantertutup. dan Metode Campuran Pendekatan Pendekatan Pendekatan Metode Kecenderungan Kualitatif Kuantitatif Campuran  Menggunakan  Klaim-klaim  Klaim-klaim  Klaim-klaim asumsi-asumsi Pengetahuan pengetahuan Postpengetahuan filosofis ini konstruktivis/advok positivis pragmatis asi/ Partisipatoris  Menerapkan  Fenomenologi.  Survei dan  Sekuensial.

 Penelitian metode campuran –pandangan-dunia pragmatis. Penelitian ini dapat dimulai dengan survei secara luas . Salah satu metode pengumpulan data untuk strategi semacam ini adalah dengan mengobservasi perilaku para partisipan dengan cara terlibat langsung dalarn aktivitas-aktivitas mereka.  Penelitian kualitatif –pandangan-dunia konstruktivis. dan metode observasi perilaku Dalam hal ini. lalu mengumpulkan data-data untuk mendukung atau membantah hipotesis-hipotesis tersebut. lalu meneliti bagaimana komunitas tersebut mengembangkan pola-pola perilaku yang berbeda dalam satu waktu. Untuk meneliti isu ini.  Penelitian kualitatif –pandangan-dunia partisipatoris. peneliti kuantitatif menguji suatu teori dengan cara memerinci hipotesis-hipotesis yang spesifik. dan metode wawancara terbuka Untuk penelitian yang satu ini. dan metode pre. Strategi eksperimen diterapkan untuk menilai perilakuperilaku. baik sebelum maupun sesudah proses eksperimen.danpost-test perilaku Dalam skenario ini. Misalnya. peneliti berusaha menyelidiki suatu isu yang berhubungan dengan marginalisasi individu-individu tertentu. Data-data dikumpulkan dengan bantuan instrumen khusus yang dirancang untuk rnenilai perilaku-perilaku. peneliti kuatitatif berusaha membangun makna tentang suatu fenomena berdasarkan pandangan-pandangan dari para partisipan. cerita-cerita dikumpulkan dari individu-individu tersebut dengan menggunakan pendekatan naratif . Individuindividu ini kemudian diwawancarai untuk mengetahui bagaimana mereka secara pribadi mengalami penindasan dan marginalisasi. peneliti menerapkan strategi etnografis dengan berusaha mengidentifikasi suatu komunitas culture-sharing. strategi/metode pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif secara sekuensial Peneliti dengan metode campuran ini melakukan suatu penelitian dengan asumsi bahwa mengumpulkan berbagai jenis data yang dianggap terbaik dapat memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang masalah yang diteliti. strategi etnografis. strategi naratif.data  Membuat agenda perubahan atau reformasi  Berkolaborasi dengan partisipan informasi secara numerik (angkaangka)  Menerapkan pendekatanpendekatan yang bebas-bias  Menerapkan prosedur-prosedur statistik  Penelitian kuantitatif –pandangan-dunia post-positivis. strategi penelitian eksperimen. sedangkan informasiinformasi dianalisis dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik dan penguiian hipotesis.

Pendekatan kualitatif bersifat eksploratif. (b) fungsi keterlibatan. seorang peneliti mungkin sjia ingin melakukan generalisasi terhadap penemuan-penemuannya atas populasi yang ada. Jenis pendekatan ini juga bisa berguna. pengalaman-pengalaman pribadi. jika masalah ini mengharuskan (a) identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hasil. masalah diskriminasi ras). Misalnya. . jika ada suatu konsep atau fenomena yang perlu dipahami –misalnya. kemudian menguji variabel-variabel ini berdasarkan sampel individu yang luas. yang akan dijelaskan lebih rinci pada Bab 5. Misalnya. Alhasil. dilakukan wawancara kualitatif secara terbuka agar dapat mengumpulkan pandangan-pandangan dari partisipan. Masalah-masalah sosial tertentu terkadang turut menentukan pendekatan penelitian yang digunakan. Lalu. Dalam kondisi seperti inilah. atau ingin mengembangkan pandangan yang detail mengenai makna suatu fenomena atau konsep tertentu. KRITERIA DALAM MEMILIH RANCANGAN PENELITIAN Pendekatan kualitatif. Pendekatan metode campuran sangatlah berguna. karena sedikitnya penelitian yang membahas fenomena/konsep tersebut—berarti pendekatan kualitatif dapat dipilih sebagai jalan terbaik. peneliti tersebut terlebih dahulu harus mempelaiari variabel-variabel apa yang akan diteliti. misalnya. masalah penelitian. dan metode campuran memiliki kemungkinan yang sama untuk diterapkan. utamanya ketika pendekatan kuantitatif atau pendekatan kualitatif dirasa tidak memadai untuk memahami masalah yang diteliti. atau karena teori-teori yang ada selama ini belum diterapkan sebagai landasan untuk meneliti sampel atau sekelompok individu yang diteliti (Morse. keduanya pun harus digabung agar mampu memahami masalah yang tengah diteliti. pada tahap selanjutnya. dan topik baru ini tidak pernah dibahas dengan sampel atau sekelompok individu tertentu. dan target pembaca juga perlu dipertimbangkan oleh peneliti dalam memilih rancangan penelitian yang tepat. karena ada topik yang baru. atau (c) pemahaman prediksi hasil. 1991). pendekatan kuantitatif menjadi pilihan terbaik. haruslah masalah yang benar-benar perlu dibahas (seperti. benar-benar diperlukan. dan metode). kemudian menindaklanjuti dengan sejumlah partisipan saja untuk memperoleh pandangan mereka tentang topik penelitian. Dalam penelitian ini. Masalah Penelitian Masalah penelitian. strategi. Kemudian. peneliti bisa melakukan survei terlebih dahulu pada sejumlah besar individu. kuantitatif. Jika tidak. Pendekatan ini juga layak diterapkan untuk menguji suatu teori atau pernyataan. faktor-faktor apa saja yang dapat memengaruhi seseorang untuk lebih memilih satu pendekatan tertentu ketimbang pendekaian lain untuk proposal penelitiannya? Selain ketiga komponen di atas (pandangan-dunia. Di sisi lain.agar dapat dilakukan generalisasi terhadap hasil penelitian dari populasi yang telah ditentukan. pengumpulan data kuantitatif yang tertutup dan data kualitatif yang terbuka. dan berguna bagi peneliti-peneliti yang tidak mengetahui bagaimana menguji variabel-variabel.

seseorang yang sudah nyaman menulis buku atau melakukan wawancara pribadi dan observasi. Sejak penelitian kuantitatif menjadi gaya penelitian tradisional. seseorang yang terbiasa dengan penelitian kuantitatif dan kualitatif sangat mungkin akan memilih metode campuran. tak dapat disangkal ada dorongan yang kuat untuk mengejar topik yang memang sesuai dengan minat pribadi –isu-isu yang berhubungan dengan orang-orang marginal. peneliti menulis laporan penelitian yang benar-benar bisa diterima oleh para pembaca. Apalagi. Namun. Pembaca yang telah berpengalaman dengan penelitian kuantitatif. peserta seminar. statistik. pendekatan-pendekatan kualitatif diyakini menyediakan ruang inovasi yang lebih besar bagi kerangka kerja penelitian. Untuk para penulis advokasi/partisipatoris. dan komputer. Pembaca-pernbaca ini bisa jadi editor jurnal. atau rekan-rekan satu bidang ilmu pengetahuan. penulisan saintifik. . atau keinginan untuk menciptakan kelompok masyarakat yang lebih baik bagi mereka dan yang lainnya. Bagi para peneliti dengan metode campuran. serta terbiasa membaca jumal-jurnal kuantitatif di perpustakaan. Di sisi lain.Pengalaman-Pengalaman Pribadi Pengalaman pribadi juga turut memengaruhi para peneliti dalam memilih pendekatan yang akan mereka terapkan. dia memiliki waktu dan sumber yang memadai untuk mengumpulkan data-clata kuantitatif dan kualitatif. Seseorang yang terbiasa dilatih dalam program-program teknik. dewan perguruan tinggi. kualitatif. Biasanya. Pembaca Pada akhirnya. Mahasiswa seharusnya mempertimbangkan pendekatan-pendekatan yang sudah biasa direstui dan digunakan oleh para pembimbing mereka. Penelitian semacam ini juga memungkinkan munculnya tulisan-tulisan yang lebih kreatif dan bergaya sastrawi: suatu gaya yang sebagian orang lebih menyukainya. mungkin akan lebih tergerak untuk menggunakan pendekatan kualitatif. Artinya. dan aturan yang dibuat untuk penelitian tersebut. atau metode campuran ini dapat membantu mahasiswa untuk menentukan pilihan mereka. serta memiliki outlet untuk menerapkan metode campuran yang jangkauannya cenderung luas. ia cenderung akan memilih rancangan kuantitatif. bagi sebagian yang lain. penelitian dengan metode campuran ini hanya sesuai bagi seorang peneliti yang merasa nyaman dengan struktur penelitian kualitatif yang cenderung rigid dan fleksibilitas penelitian kualitatif yang cenderung adaptif. Namun. banyak prosedur. Sebagian orang mungkin saja lebih nyaman dengan prosedur-prosedur penelitian kuantitatif yang sangat sistematis ini. misalnya. pembaca jumal. proyek ini bisa saja menyita banyak waktu karena mereka dituntut untuk mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif dan kualitatif sekaligus. hal ini justru kurang comfortable karena tidak dapat beradaptasi dengan keinginan sejumlah fakultas yang memang memiliki basis pendekatan kualitatif dan advokasi/partisipatoris dalam penelitian-penelitiannya.

13-17). berikut alasanalasannya. Selain itu. dan metode yang telah Anda pilih.1. 1992). Cariiah rumusan masalah penelitian dalam sebuah artikel jurnal dan jelaskan rancangan apa yang terbaik untuk meneliti pertanyaan tersebut. tentukanlah apakah proyek tersebut akan didesain menjadi penelitian kuantitatif. kualitatif. Gambar 1. Latihan Menulis 1. artikel itu juga menyertakan beragam referensi dari para penulis –mulai dari yang klasik hingga modern—yang berfokus pada pragmatisme sebagai prinsip filosofis. 14. C. dan metode penelitian seperti yang tertera pada. Cherryholmes menegaskan bahwa pragmatisme digerakkan oleh konsekuensi-konsekuensi yang telah terduga. atau metode campuran. dan sekumpulan gagasan yang menyatakan bahwa ada dunia eksternal yang berada di luar pikiran kita. dan target pembaca yang diharapkan akan membaca hasil penelitian tersebut. 3. "Notes on Pragmatism and scientific Realism. (Agustus-September. kuantitatif. 2.strategi-strategi penelitian. Rancangan ini dipilih berdasarkan pandangan-dniia atau asumsi-asumsi filosofis tentang suatu penelitian.H. keengganan utuk rnenceritakan kisah yang sebenarnya. strategi. Pikirkanlah satu topik yang ingin Anda teliti. Pilihan atas suatu rancangan penelitian biasanya dipengaruhi oleh masalah penelitian yang akan diteliti. Kelebihan artikel ini terletak pada sumber kutipannya yang cukup memadai dari para penulis pragmatisme dan klarifikasinya tentang satu versi pragmatisme." dalam Educational Researcher. atau metode campuran. pengalaman-pengalaman pribadi dari si peneliti. dan metode-metode penelitian. dan dengan menggunakan pandangan-dunia. Cleo Cherryholmes menjelaskan pragmatisme sebagai suatu perspektif yang berbeda dengan realisme saintifik. Apa yang membedakan penelitian kuantitatif dari pnelitian kualitatif? Jelaskan (minimal) tiga karakteristik pembedanya! BACAAN TAMBAHAN Cherryholmes.RINGKASAN Dalam merencanakan suatu proyek penelitian. LATIHAN MENULIS . peneliti perlu menentukan apakah mereka akan menggunakan rancangan kualitatif. buatlah satu proyek penelitian yang berbasis pada satu pandangan-dunia. Lalu. (hlm. strategi penelitian.

. lalu menjabarkan bagaimana penelitian ini dipraktikkan dalam ranah individu. Contradictions. 191-215). mereka kemudian membedakannya berdasarkan tujuh isu utama. Neuman. Michael Crotty menawarkan kerangka penting unttrk mengikat secara bersama isu-isu epistemologis.Crotty. Yvonna Lincoln and Egon Guba menjelaskan prinsip-prinsip dasar dari lima paradigma penelitian ilmu sosial: positivisme/Post-positivisme. Penielasan ini memperluas kembali analisis yang sudah disajikan dalam edisi pertama dan kedua Handbook tersebut. CA: Sage. M. "Paradigmatic Controversies. & Lincoln. Lawrence Neuman menulis buku ―pengantar‖ komprehensif tentang metode penelitian untuk ilmu-ilmu sosial. dan kedua-duanya. teori kritis.. Kemmis." dalam N.S. Thousand Oaks. interpretativisme. Thousand Oaks." dalam B. Masing-masing paradigma disajikan secara ontologis (seperti. Setelah menjelaskan lima pendekatan ini. (1998). lalu ia menampilkan sebuah tabel berisi metode representatif pengambilan sampel (sampling) atas topik-topik yang ada dalam setiap komponen tersebut. konstruktivisme. W. (2000). bagaimana kita mengenali pengetahuan kita). konstruktivisme.menghubungkan empat komponen ini dalam suatu proses penelitian. (1998). berjudul "The Meanings of Methodology. The Sage Handbooko f Qualitative Research.G. S. Crotty . Weeks (ed. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches. M. (hlm. Action Research in Practice: Partnerships for social Justice in Education. Crotty lalu beralih menjelaskan enam perbedaan orientasi teoretis dalam penelitian-penelitian sosial. Nueman membedakan . Lincoln. seperti sifat pengetahuan bagaimana pengetahuan bertambah. Kemmis. Paradigma partisipatoris menjadi paradigma alternatif tambahan yang kehadirannya baru muncul pada edisi kedua buku ini. New York: Routledge. Atweh. Yang secara khusus berguna bagi pemahaman kita tentang makna-makna metodologi terdapat pada Bab 4. Singkatnya. (2005). and Emerging Confluences.K. 21-36). S.L. Stephen Kemmis dan Mervyn Wilkinson menyajikan satu ringkasan apik tentang penelitian partisipatoris. substansi realitas). seperti post-modernisme. mereka menjelaskan enam keunggulan utama penelitian aksi partisipatoris (participatory action research).). sosial. dan kelayakan atau kriteria mutu. Guba. metodologi. CA: Sage. E. & P. & Wilkinson. penelitian kritis.S. The Foundations of Social Research: Meaning and Perspective in the Research Process. dan metodologis (seperti. feminisme. dan positivisme. epistemologis (seperti. perspektif-perspektif teoretis. (hlm. dan partisipatoris." Dalam bab ini. dan metode-metode penelitian sosial. Denzin & Y. proses penelitian). Y. Boston: Allyn & Bacon. "Participatory Action Research and The Study of Practice.

C.. N. "What is Postpositivism?" dan "Philosophical Commitments of Postpositivist Researchers. ilmu ilmu sosial interpretif. Melalui dua bab sekaligus.C. Phillips. & Burbules. Post positivism and Educational Research. MD: Rowrnan & Littlefield. apa saja yang turut membentuk penjelasan atau teori realitas sosial? epa kira-kira manfaat dari bukti atau informasi faktual?). . dan bahwa kepastian kita sebelumnya akan suatu pengetahuan dapat terbantahkan dalam proses penelitian selanjutnya. Phillips dan Nicholas Burbules merangkum gagasan-gagasan penting pemikiran postpositivisme. (2000).tiga metodologi –ilmu sosial positivis. D. Lanham.C. khususnya ide-ide yang membuat aliran ini berbeda dengan aliran positivisme. D. dan ilmu sosial kritis—berdasarkan delapan pertanyaan (misalnya." mereka menjelaskan ide-ide utama dalam postpositivisme. Postpositivisme menegaskan bahwa pengetahuan manusia pada hakikatnya lebih bersifat spekulatif ketimbang normatif.

TOPIK PENELITIAN Sebelum mempertirnbangkan pustaka/literatur apa yang akan ditinjau dalam proyek penelitian. Saya terkejut ketika menjumpai banyak peneliti yang sering kali gagal merancang judul awal untuk proyek penelitian mereka. Dalam hal ini. Tinjauan pustaka juga akan memberikan pengetahuan luas bagi peneliti dalam membatasi ruang lingkup penelitiannya. judul yang baik dan terencana akan menjadi jalan utama untuk masuk ke dalam penelitian—inilah gagasan nyata yang harus dimiliki peneliti agar tetap fokus pada proyek penelitiannya (lihat Glesne & Peshkin. lalu pertimbangkan apakah topik tersebut bermanfaat secara praktis atau tidak. dan metode campuran." atau "tekanan psikologis." Buatlah abstraksi tentang topik tersebut dalam beberapa paragraf. saya akan menjabarkan langkah-langkah dalam melakukan tinjauan pustaka. Tinjauan pustaka ini membantu peneliti untuk menentukan apakah topik tersebut layak diteliti ataukah tidak. 1992). Topik adalah subjek atau materi subjek penelitian. Dalam hal ini. Menurut saya. Selanjutnya. seorang peneliti juga perlu melakukan tinjauan pustaka terkait dengan topik penelitiannya. seperti "pengajaran sekolah. Salah satunya adalah dengan menulis judul yang jelas dalam proposal penelitian. tujuan-tujuan utama dilakukannya tinjauan pustaka dalam penelltian. pertama-tama identifikasilah dahulu satu topik yang akan diteliti. kualitatif. Ketika saya melakukan . ada beberapa cara untuk memperoleh pemahaman mengenai topik penelitian (dengan asumsi bahwa topik ini harus dipilih sendiri oleh si peneliti dan bukan oleh pembimbing).Bab Dua Tinjauan Pustaka Selain memilih rancangan kuantitatif. kuantitatif. Pertama-tama. atau metode campuran. dan prinsip-prinsip penting dalam merancang tinjauan pustaka untuk penelitian kualitatif." "kreativitas organisasi. saya akan membahas bagaimana memilih dan menulis suatu topik yang menjadi fokus penelitian. Bab ini masih tetap membahas hal-hal yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu oleh peneliti sebelum meluncurkan (proposal) penelitian. Topik inilah yang nantinya akan menjadi gagasan utama yang harus dipelajari dan dieksplorasi oleh peneliti. penting juga dipertimbangkan apakah topik tersebut dapat dan perlu diteliti.

buatlah kerangka jawaban atas pertanyaan tersebut sehingga orang lain mudah menangkap maksud/tujuan proyek penelitian anda." Selain saran-saran Wilkinson di atas. dan pastikan bahwa judul tersebut sudah mencakup topik utama penelitian. Coba renungkan artikel yang anda baca baru-baru ini. Strategi lain untuk mengembangkan topik adalah menuliskannya dalam bentuk pertanyaan.. Kesalahan umum para peneliti pemula adalah bahwa mereka sering kali membuat kerangka penelitiannya dengan bahasa yang rumit dan kompleks. Contoh judul ganda bisa seperti "Etnografi: Memahami Persepsi Anak-anak tentang Perang.penelitian. Jika artikel tersebut mudah dibaca dan dipahami. Akan tetapi terlepas dari itu. topik akan menuntun dan memberikan saya petunjuk atas apa yang harus saya teliti. Hilangkan kata-kata yang tidak penting. serta petunjuk yang akan saya gunakan untuk menyampaikan gagasan penelitian saya kepada orang lain. Pertanyaan seperti apa yang harus dijawab dalam penelitian? Buatah pertanyaan. dipastikan artikel ini ditulis dalam bahasa vang sederhana sehingga anda (pembaca) dapat dengan mudah memahaminya. Saat para mahasiswa pertama kali memberikan prospektus penelitian mereka pada saya..‖ atau ―Penelitian saya akan membahas bagaimana memfasilitasi mahasiswa menjadi peneliti yang kompeten. mudah dibaca dan dipahami. cobalah membuat judul yang tidak lebih dari 12 kata. Bagaimana menulis judulyang baik? Coba lengkapi kalimat ini. Gunakan judul tunggal atau ganda. Wilkinson (1991) pernah memberikan saran yang bagus dalam membuat judul: Buatlah sejelas mungkin dan hindari pernyataan-pernyataan yang berlebihan.‖ Pada tahap in. seperti ―Ancaman apa yang paling membahayakan bagi penderita depresi?‖ ―Apa makna menjadi orang Arab dalam masyarakat Amerika saat ini?‖ ―Faktor-faktor apa saja yang membuat orang ingin berkunjung ke Midwest?‖ Ketika merancang pertanyaan-pertanyaan seperti di atas. Kesalahan ini mungkin saja disebabkan terlalu seringnya mereka membaca artikel-artikel ilmiah yang telah mengalami revisi berkali-kali sebelum diterbitkan.‖ Jawabannya bisa jadi ―Penelitian saya akan membahas siswa-siswa nakal di SMA.. hilangkan kata sandang dan preposisi yang berlebihan.‖ ―Sebuah Studi. seperti ―Suatu Pendekatan. selain konseptualisasi dan rancangan keseluruhan artikel yang memang ditulis dalam bentuk yang lugas dan sederhana.....‖ dan seterusnya. proyek penelitian yang baik biasanya dilandasi dengan pemikiran-pemikiran yang jelas dan tidak rumit. .. saya sering meminta mereka agar terlebih dahulu merancang judul yang baik sebelum menulis penelitiannya.. ―Penelitian saya akan membahas.

Akan tetapi bukan tidak mungkin mereka kurang didukung oleh pihak fakultas atau perencana seminar karena penelitian mereka tidak memberikan sesuatu yang baru. Untuk mengatasi masalah itu. dan hipotesis penelitian). Pertimbangkan alasan-alasan utama mengapa topik penelitian tersebut benar-benar dapat dan perlu diteliti. pada hakikatnya juga berhubungan dengan apakah ada orang lain di luar lembaga peneliti yang akan tertarik pada topik . Ada banyak faktor yang melatarbelakangi kemungkinan ini. untuk menentukan topik yang layak diteliti bukanlah pekerjaan yang mudah. ataukan akan menduplikasi penelitian-penelitian sebelumnya. hal terpenting yang harus dipertimbangkan adalah apakah topik tersebut hanya sekadar menambah pengetahuan yang sudah ada. atau sekadar menduplikasi penelitian-penelitian sebelumnya. Pikirkan apakah pertanyaan tersebut akan terjawab dalam penelitian Anda ataukah tidak (lihat Bab 6 dan 7 tentang tujuan. atau justru berusaha menyuarakan kembali hak-hak kelompok atau individu yang terpinggirkan. seperti program komputer atau perangkat-perangkat lain. peneliti juga perlu mempertimbangkan apakah topik tersebut memang perlu diteliti. Suatu topik dapat diteliti jika peneliti memiliki target partisipan yang bersedia membantunya dalam melakukan penelitian dan memiliki perangkat-perangkat yang memadai dalam mengumpulkan dan menganalisis data dalam jangka waktu yang ditentukan. dan melakukan analisis statistik. ataukah akan memperluas pembahasan literatur/penelitian sebelumnya dengan menyertakan elemen elemen baru. atau justru berusaha mentransformasi gagasan-gagasan para peneliti sebelumnya. Setidak-tidaknya. Para peneliti pemula mungkin saja sudah melangkah jauh dalam penelitian. Tanyakan pada diri Anda. seperti merancang rumusan masalah. langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memanfaatkan sebanyak mungkin waktu di perpustakaan untuk membaca berbagai literatur tentang topik yang akan diteliti (tentang strategi-strategi efektif memanfaatkan perpustakaan dan sumber-sumber pustaka dapat dibaca pada subbab selanjutnya).fokuslah anda pada topik inti dalam penelitian. ―Bagaimana proyek saya ini memiliki kontribusi pada literatur?‖ Pertimbangkan pula apakah proyek penelitian anda akan membahas suatu topik yang belum diteliti. Mengenai apakah topik itu memang perlu diteliti atau tidak. melengkapi data penelitian. Selain kemungkinan suatu topik yang dapat diteliti. atau membantu keadilan sosial. rumusan masalah. Masalahnya. namun dengan partisipan-partisipan baru dan dalam situasi-situasi yang berbeda pula. Langkah ini harus menjadi pertimbangan utama.

merevisinya. pihak universitas. panitia serninar. Terkait hal ini.Tinjauan pustaka memiliki beberapa tujuan utama: menginformasikan kepada pembaca hasil-hasil penelitian lain yang berkaitan erat dengan penelitian yang dilakukan saat itu. memperoleh kedudukan di masa depan. Para peneliti seharusnya merenungkan betapa penelitian dan komitmen besarnya suatu saat akan mendukung cita-cita karier mereka. Semua atau beberapa alasan ini bisa menjadi dasar bagi peneliti untuk menuliskan literatur-literatur yang relevan ke dalam penelitianya (lihat Miller. orang-orang yang kompeten dalam bidang tersebut. Marshall & Rossman. Mintalah respons-respons dari teman-teman. dan mengisi celah-celah dalam penelitian-penelitian sebelumnya (Cooper. para peneliti sebaiknya mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan meminta orang lain memberikan respons kritis pada topik penelitiannya. Sebelum membuat proposal atau melakukan penelitian. isu kelayakan ini—apakah suatu topik layak diteliti atau tidak—juga berhubungan dengan cita-cita peneliti itu sendiri. seraya membandingkan hasil-hasilnya dengan penemuan-penemuan lain. semuanya akan mengapresiasi penelitianpenelitian yang dapat menjangkau pembaca umum. 1984. dan agen pendanaan. Pertimbangkanlah waktu yang harus dihabiskan untuk merampungkan proyek anda. menghubungkan penelitian dengan literatur-literatur yang ada. para pembimbing akadernik. . dan para pengurus fakultas. saya akan memilih opsi yang terakhir karena topik tersebut memiliki daya tarik yang lebih besar bagi pembaca umum. Editor jurnal. baik citacita ini berhubungan dengan dedikasi mereka untuk melakukan banyak penelitian. Pemanfaatan Pustaka/Literatur Persoalan lain yang juga penting dipertimbangkan dalam menulis tinjauan pustaka adalah bagaimana menggunakan pustaka/ literatur tersebut dalam proposal penelitian. atau menaikkan pangkat/jabatan. 1991 untuk pembahasan lebih jelas mengenai tujuan-tujuan menggunakan literatur dalam penelitian). Akhirnya.tersebut. Tinjauan ini juga dapat menyediakan kerangka kerja dan tolok ukur untuk mempertegas pentingnya penelitian tersebut. TINJAUAN PUSTAKA Setelah mengidentifikasi satu topik yang dapat dan perlu diteliti barulah peneliti bisa melakukan tinjauan pustaka atas topik tersebut. 2006). Jika ada pilihan antara topik yang berkaitan dengan kepentingan daerah dan topik yang berkaitan dengan kepentingan nasional. dan menyebarkan hasil-hasil penelitian anda.

ada banyak cara yang bisa diterapkan. namun. untuk penelitian . Untuk penelitian yang berorientasi teoretis. penggunaan literatur dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan beragam cara. apakah kuantitatif. Saya menyarankan anda agar meminta pendapat dari pembimbing atau pihak fakultas tentang keinginan mereka terkait dengan penyajian tinjauan pustaka ini. ―Tinjauan Pustaka. Tinjauan itu biasanya disajikan dalam bagian khusus bertajuk "Bacaan Terkait" setelah Pendahuluan. namun tetap berada dalam bagian pendahuluan. tinjauan pustaka dalam artikel jurnal pada umumnya ditulis secara rngkas. atau justru disajikan secara intrinsik di sepanjang penelitian. Namun demikian. Singkatnya. peneliti menggunakan literatur secara konsisten berdasarkan asumsi-asumsi yang berasal dari para partisipan. Ini sudah menjadi pola umum untuk artikel-artikel penelitian kuantitatif dalam jurnal-jurnal ilmiah. seperti etnografi atau etnografi kritis. Hal ini berarti bahwa peneliti tidak boleh terlalu banyak menulis tentang topik atau populasi yang tengah diteliti. tidak memberi ruang bagi pandangan pribadi peneliti. literatur-literatur tentang konsep kebudayaan atau teori kritis diperkenalkan terlebih dahulu dalam laporan atau proposal sebagai kerangka kerja orientasi. Sebaliknya. Menurut saya. Penelitian kualitatif pada umumnya dilakukan dengan pertimbangkan bahwa penelitian tersebut haruslah eksploratif. Namun. Selain itu. yang jelas hal ini akan sangat bergantung pada jenis penelitian yang hendak dilakukan. tinjauan pustaka sebaiknya disajikan secara jelas dan dapat meringkas berbagai literatur yang relevan dengan masalah penelitian. Tidak seperti dalam disertasi dan tesis. Pendekatan lain dalam menulis tinjauan pustaka adalah dengan membuat ringkasan detail tentang topik penelitian dan referensi-referensi yang terkait dengan topik ini untuk nantinya dikembangkan kembali dalam bab khusus biasanya dalam bab dua. tinjauan pustaka ini jangan sampai terlalu rumit dan komprehensif karena pihak fakultas sangat mungkin akan meminta perubahan-perubahan besar ketika proposal penelitian diajukan. tinjauan pustaka bisa jadi ditulis secara terpisah.‖ yang mungkin saja membutuhkan 20 hingga 60 halaman lebih. bagaimanapun tinjauan pustaka ini ditulis. Akan tetapi untuk artikel penelitian kualitatif. kualitatif. Dalam penelitian kualitatif. peneliti harus berusaha mendengarkan opini partisipan dan membangun pemahaman berdasarkan pada apa yang ia dengar. atau metode campuran. tinjauan pustaka juga jangan terlalu panjang—katakanlah maksimal 20 halaman—namun mampu menunjukkan kepada pembaca bahwa anda benarbenar memahami literatur-literatur yang berkaitan dengan topik penelitian.

. yang berarti tinjauan pustaka bisa anda letakkan dalam ketiga lokasi ini. siapa saja yang telah menelitinya. dan advokasi atau emansipatoris. dan saya merekomendasikan model ketiga ini karena penelitian grounded theory pada umumnya mengguakan literatur secara induktif. Model pertama. seperti ―Bacaan/Literatur Terkait. Meski demikian. Penempatan ini dimaksudkan untuk membandingkan dan membedakan hasilhasil atau kategori-kategori yang muncul dalam penelitian dengan hasil-hasil atau kategorikategori yang terdapat dalam literatur. dalam penelitian kualitatif yang berorientasi pada teori seperti etnografi. seperti siapa saja yang telah menulis mengenai masalah ini. dan siapa saja yang telah menunjukkan upaya-upaya penelitian ke arah itu. seperti yang tampak pada Tabel 2. Peneliti dapat mencari model seperti ini di berbagai penelitian kualitatif yang menerapkan jenis strategi penelitian yang berbeda-beda. Model ketiga. Saya menawarkan tiga model penempatan. ada beberapa model tinjauan pustaka yang bisa anda pertimbangkan. Untuk pendekatan kualitatif yang didasarkan pada opini partisipan.grounded theory. peneliti juga dapat menempatkan tinjauan pustaka di bagian terpisah. peneliti bisa saja memasukkan tinjauan pustaka dalam pendahuluan. tentu saja. Model kedua adalah dengan menempatkan tinjauan pustaka di bagian terpisah. dan fenomenologi. pustaka/literatur berfungsi untuk menjelaskan latar belakang "teoretis" atas masalah penelitian. studi kasus. Model ini biasanya diterapkan dalam penelitian kuantitatif atau dalam jurnal-jurnal yang berorientasi kuantitatif. Model ini banyak dijumpai dalam penelitian grounded theory. Penyajian latar belakang teoretis ini. dengan posisi ini.1. teori kritis. literatur-literatur jarang sekali digunakan untuk membangun tahap-tahap penelitian secara keseluruhan.‖ di akhir penelitian. peneliti menyertakan bagian khusus. sangat bergantung pada literaturliteratur atau penelitian-penelitian yang tersedia. Artinya.

Selain itu. Biasanya berjudu ―Bacaan/Literatur untuk membandingkan dan membedakan hasil penelitian dengan apa yang terdapat dalam literatur. di sisi lain. Pada akhir penelitian. peneliti meninjau kembali literatur yang ada dan membuat perbandingan antara hasil penelitian dengan penemuan-penemuan yang terdapat dalam literatur. menyertakan sejumlah besar literatur utama di awal penelitian untuk memberikan arahan/petunjuk atas pertanyaan-pertanyaan dan hipotesis-hipotesis penelitian. Pendekatan ini cocok untuk penelitian kualitatif yang bersifat induktif. dan menjelaskan mengapa teori tersebut penting untuk dikaji.1 Menggunakan Literatur dalam Peneitian Kualitatif Model Penggunaan Strategi Penelitian yang sesuai Harus ada beberapa literatur Model ini bisanya digunakan yang tersedia dalam peneitian-penelitian kualitatif. tinjauan pustaka dalam penelitian kuantitatif dapat ditulis untuk memperkenalkan suatu teori suatu penjelasan atas hubungan-hubungan yang diinginkan (lihat Bab 3). Dalam hal ini. tetapi lebih sering diterapkan dalam penelitian grounded theory dimana seseorang dapat membedakan dan membandingkan satu teori dengan teori-teori lain yang terdapat dalam literatur Tinjuan pustaka disajikan dalam pendahuluan untuk menjelaskan kerangka ―teoritis-kronologis‖ masalah peneitian Tinjauan pustaka disajikan Pendekatan ini lebih disukai dalam bagian terpisah dengan oeh pembaca-pembaca yanng judul ―Tinjauan Pustaka. seperti etnografi dan kajian teori kritis Pendekatan ini dapat diterapkan di semua jenis rancangan kuaitatif. menggambarkan teori yang akan digunakan. tetapi menjadi pentunjuk dan pembanding atas pola-pola atau kategori-kategori yang diperkenalkan dalam penelitian Penelitian kuantitatif.Tabel 2.‖ sudah terbiasa dan nyaman dengan pendekatan pospositivis tradisional untuk tinjauan pustaka Tinjauan pustaka disajikan di akhir penelitian. peneliti kuantitatif menggunakan literatur secara deduktif sebagai kerangka kerja untuk merancang rumusan masalah dan hipotesis-hipotesis penelitian. apa pun itu jenis strateginya Kriteria Pendekatan ini biasanya diterapkan dalam penelitianpenelitian yang menggunakan teori yang sudah kuat di awal penelitian.‖ atau judul-judul yang sejenis. literatur tidak membimbing dan mengarahkan penelitian. . Penelitian kuantitatif juga menggunakan literatur untuk mennperkenalkan masalah atau menggambarkan secara detail literatur-literatur sebelumnya dalam bagian khusus berjudul ―Literatur Terkait‖ atau "Tinjauan Pustaka.

Model kedua yang direkomendasikan Cooper adalah tinjauan pustaka yang bersifat teoretis: peneliti fokus pada teori-teori dalam berbagai literatur yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. dan kritik atas kekuatan dan kelemahan metodologis dalam penelitian-penelitian tersebut. kuantitatif dan metode campuran. Model ini sering digunakan dalam proposal disertasi dan dalam disertasi itu sendiri. yang berarti si peneliti bisa menyajikannya secara detail di akhir penelitian jika pendekatannya berslfat induktif. Dalam penelitian metode campuran. Saya merekomendasikan beberapa langkah dalam menulis atau menggunakan pustaka untuk penelitian kualitatif. gunakanlah literatur secara hemat di awal penelitian agar nantinya bisa terbentuk rancangan yang induktif. Jika peneliti menerapkan penelitian konkuren dengan bobot dan prioritas yang seimbang antara data kualitatif dan kuantitatif.Cooper (1984) menyarankan tinjauan pustaka yang bersifat integratif: peneliti menyimpulkan tema-tema umum yang terdapat dalam literatur.  Dalam penelitian kualitatif. penggunaan literatur dalam proyek metode campuran sangat bergantung pada strategi dan bobot yang diberikan antara penelitian kualitatif atau kuantitatif. jika penelitian dimulai dengan tahap kuantitatif. Untuk strategi sekuensial. peneliti menerapkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif sebelumnya dalam menulis tinjauan pustaka. Tmjauan semacam ini biasanya menyajikan ringkasan atas penelitian-penelitian sebelumnya. Misalnya. yang di dalamnya penulis sering kali menjelaskan teori di bagian pendahuluan. dan jadikan pembaca sebagai dasar keputusan untuk . pertimbangkan pula segmen tempat yang benar-benar sesuai untuk tinjauan pustaka. tinjauan pustaka tidak terlalu ditekankan. Singkatnya. kecuali jika jenis rancangan yang diinginkan benarbenar membutuhkan orientasi atau petunjuk literatur yang detail di awal penelitian. Jika penelitian dimulai dengan tahap kualitatif. Model yang terakhir ini kini sudah jarang ditemukan dalarn tesis dan disertasi. bergantung pada jenis strategi yang digunakan. peneliti boleh jadi memasukkan tinjauan pustaka di awal penelitian yang dapat membantunya membangun logika atas rumusan masalah dan hipotesis penelitian. Model terakhir yang disarankan Cooper adalah tinjuan pustaka yang bersifat metodologis: peneliti fokus pada metode-metode dan definisi-definisi.  Masih dalam penelitian kualitatif. Model ini biasanya banyak muncul dalam artikel-artikel jurnal. literatur disajikan pada setiap tahapan penelitian dengan tetap konsisten pada metode yang digunakan. peneliti bisa menyajikan literatur secara detail di setiap tahap kualitatif dan kuantitatif.

tetapi sebagian besar sarjana melakukannya dengan cara yang sistematis untuk menangkap.pertimbangan ini.  Dalam penelitian metode campuran. gunakanlah literatur untuk memperkenalkan penelitian. gunakanlah literatur secara deduktif. dan menyirnpulkan pustaka/literatur yang ada. tetapi kajian-kajian ini bisa juga meliputi artikelartikel atau pemikiran-pemikiran yang memberikan kerangka kerja dalam menjelaskan suatu topik.  Dalam penelitian kuantitatif.  Jika tinjauan pustaka diletakkan dalam bagian terpisah. Langkah-Langkah melakukan Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka berarti menempatkan dan menyimpulkan kajian-kajian tentang suatu topik tertentu. ada beberapa proses yang harus dilalui dalam melakukan tinjauan pustaka. mengevaluasi. Ada banyak cara dalam menggarap tinjauan pustaka. meletakkan tinjauan pustaka di bagian terpisah atau meletakkan tinjauan pustaka di akhir penelitian untuk membandingkan dan membedakannya dengan hasil penelitian. Teknik-Teknik Tinjauan Pustaka Apa pun jenis penelitiannya.  Masih dalam proposal penelitian kuantitatif. Di bawah ini adalah beberapa cara yang saya rekomendasikan untuk anda: . atau metodologis. Ingatlah opsi-opsi berikut: meletakkan tinjauan pustaka diawal tulisan untuk membantu membangun kerangka masalah penelitian. gunakanlah literatur dalam satu pola yang konsisten dengan jenis strategi yang dipilih dan sesuai dengan bobot yang diberikan pada pendekatan kualitatif atau kuantitatif. teoretis. dan sajikanlah literatur tersebut (tinjauan pustaka) dalam bagian terpisah untuk membandingkan hasil penelitian dengan konsep-konsep yang terdapat dalam literatur. Praktik yang biasa diterapkan dalam penulisan disertasi pada umumnya adalah tinjauan pustaka secara integratif. Kajian-kajian tersebut sering kali berupa studi-studi penelitian (karena anda memang tengah menggarap suatu penelitian). sebagai dasar untuk merancang rumusan masalah dan hipotesis penelitian. pertimbangkan apakah tinjauan tersebut akan ditulis secara integratif.

Ketika Anda mengidentifikasi beberapa literatur. Prioritaskan pencarian pada artikel-artikel jurnal dan buku-buku karena sumber-sumber seperti ini sangat mudah diperoieh. Dalam proses ini. atau apakah Anda harus membelinya di toko buku. dan saya menyarankan Anda fokus terlebih dahulu pada jurnal-jurnal dan buku-buku yang relevan dengan topik penelitian anda. 6. Sociofile. cobalah menemukan sedikitnya 50 laporan penelitian. lalu salinlah/gandakanlah babbab atau artikel-artikel yang memang relevan dengan topik anda.1. atau apakah anda perlu meminta bantuan dari pustakawan untuk mengirimkannya. Peta literatur (literature map) merupakan sejenis gambar visual yang menampilkan pengelompokan literatur berdasarkan topik penelitian. 3. Setelah mernbuat peta literatur. Setelah kata kunci diperoleh. Social Science Citation Index. Ringkasan-ringkasan inilah yang nantinya akan dimasukkan ke dalam tinjauan pustaka anda. 4. buatlah ringkasan dari beberapa artikel yang paling relevan. selanjutnya kunjungi perpustakaan dan mulailah-mencari katalog untuk materi-materi referensi (seperti. . bahkan beberapa di antaranya sudah tersedia dalam bentuk CD-ROM. seperti artikel-artikel atau buku~uku. Database-database ini sudah bisa diakses secara online. dan sebagainya. Namun. mulaiIah merancang peta literatur (yang akan dibahas lebih detail pada subbab khusus). Selain itu. Google Schoolar. kebanyakan perpustakaan saat ini sudah memiliki database terkomputerisasi. 2. referensi-referensi. cobalah untuk mencari database-database terkomputerisasi yang telah direview dan direkomendasikan oleh para peneliti ilmu sosial. jurnal-jurnal dan buku-buku). ProQuest. Mulailah dengan mengidentifikasi beberapa kata kunci (keywords) penelitian. Kata kunci ini bisa saja Anda peroleh ketika Anda tengah mengidentifikasi topik penelitian atau bisa jadi berasal dari hasil pembacaan beberapa buku.ng ketika Anda ingin mencari materi-materi. Pertama-tama. Pastikan apakah artikel-artikel danbuku-buku tersebut tersedia diperpustakaan akademik anda.si yang memadai untuk tinjauan pustaka Anda 5. Peta inilah yang nantinya akan menggambarkan bagaimana penelitian Anda memberikan kontribusi pada literatur-literatur yang ada. Langkah ini utamanya pent. dan bahanbahan pustaka di perpustakaan universitas. yang berhubungan dengan topik penelitian anda. seperti ERIC. PsycINFO. Bacalah sepintas sekumpulan artikel atau bab-bab dalam buku. pastikan apakah artikel ataubab tersebut akan cukup memberi kontribu.

ERIC memungkinkan user mengakses sekitar 1. ERIC mengindeks lebih dari 600 jurnal. Database Terkomputerisasi Dalam proses pengumpulan bahan/materi yang relevan. database terkomputerisasi sudah banyak tersedia di berbagai perpustakaan dan menyediakan akses pada ribuan jurnal. Deskriptor . makalah seminar.2 juta item yang telah terindeks sejak 1966. idenditikasilah deskriptor-deskriptor yang berhubungan dengan topik anda. dengan menyusunnya secara tematis atau berdasarkan konsep-konsep penting. database terkomputerisasi memberikan akses yang cepat dan mudah. Saat ini. dan materimateri lain yang berhubungan dengan pendidikan. Jika Anda berminat menggunakan ERIC. ERIC (Educational Resources Information center) merupakan perpustakaan digital Qnline gratis yang berisi berbagai penelitian dan informasi yang berhubungan dengan pendidikan.Masukkanlah referensi-referensi relevan dalam tinjauan pustaka dengan menggunakan petunjuk penulisan yang sesuai. Perpustakaan akademik di sebagian besar Universitas pada urnumnya juga sudah memiliki database komersial ataupun database-database domain publik. undang-undang. makalah seminar. 7. namun database-database ini sudah populer dan menjadi sumber utama yang seriing kali digunakan oleh para peneliti profesional untuk mencari artikel-artikel jurnal dan dokurnen-dokumen lain yang diar. Koleksinya meliputi artikel ilmiah. buku. seperti petunjuk American Psychological Association (APA) (APA. 2001) agar anda memiliki referensi yang lengkap untuk digunakan di akhir proposal penelitian.erx. dan link-link untuk berbagai materi yang full-text.ggap penting. Database yang disponsori oleh Institute of Educational Sciences (IES) Departemen Pendidikan AS ini dapat Anda kunjungi di http://www.gov. sintesis penelitian. Setelah rnembuat ringkasan dari beberapa literatur yang anda peroleh. laporan teknis. utarakan pandangan umum anda tentang tema keseluruhan yang anda peroleh dari literatur-literatur yang ada.ed. dan materi-materi lain tentang berbagai topik yang berbeda-beda. kini saatnya membuat tinjauan pustaka. Di akhir tinjauan pustaka. lalu jelaskan mengapa penelitian anda benar-benar memiliki kebaruan tersendiri dibandingkan literatur-literatur yang sudah ada. Beberapa database yang akan saya sajikan dalam buku ini memang sedikit.

Anda juga bisa memperoleh abstraksi materi ilmu-ilmu kesehatan mealui database PubMed gratis. untuk mengindeks artikel-artikel di MEDLINE/PubMed. seperti makalah peer-reviewed.nlm.gov). abstraksi. Artikel-artikel yang terdaftar dalam Google Schoolar pada umumnya dilengkapi dengan link-link yang terhubung dengan abstraksi.ncbi. tesis. Center. dan sumber-sumber untuk membeli full-fext artikel tersebut. dan jurnaljurnal life science yang menerbitkan artikel-artikel biomedis sejak 1950-an (www. saya merekomendaskan agar anda mencari artikel-artikel ilmiah dan dokumen-dokumen terkini yang berhubungan dengan topik ~^r^lda. sejenis thesaurus kosakata yang dikontrol oleh Perpustakaan Nasional Kesehatan AS. Anda bisa mencari deskriptor ini melalui Thesaurus of ERIC Descriptors (Educational Resources Information. 1975) atau melalui thesaurus online lain. Salah satu situs yang biasanya dimiliki adalah ProQuest (http://proquest. Selain Google Schoolar. Database ini merupakan layanan Perpustakaan Nasional Kesehatan AS.com). Database gratis lain adalah Google Scholar. yang memiliki lebih dari 17 juta kutipan dari MEDLINE. buku. yang memungkinkan peneliti mencari berbagai database yang . artikel-artikel relevan. dan organisasi-organisasi intelektual yang lain. anda sebaiknya menggunakan MeSH (Medical Subject Hendings). Kemudian. Untuk mendapatkan hasil pencarian yang maksimal dari PubMed.nih. universitas. website-website relevan. kelompok profesional. Untuk memperoleh hasil maksimal dari program ERIC.merupakan istilah yang digunakan oleh indexer dalam mengategorisasi artikel atau dokumendokumen lain. Tips ini akan memaksimalkan kemungkinan diperolehnya beberapa artikel yang layak untuk tinjauan pustaka. lihatlah dengan cermat deskriptor-deskriptor yang digunakan dalam artkel dan dokumen tersebut. dan artikel-artikel dari penerbit akademik. Dengan MeSH. Database ini memungkinkan anda mencari materi-materi dari berbagai sumber dan disiplin pengetahuan. Perpustakaan-perpustakaan akademik saat ini juga sudah memiliki situs-situs berlisensi untuk database-database komersial tertentu. lalu lakukan pencarian lain dengan menggunakan islah-istilah yang baru anda temukan ini. PubMed juga memiliki link-link yang terhubung dengan artikel-artikel full-text (yang terdapat di perpustakaan-perpustakaan akademik) dan sumber-sumber lain yang relevan. versi artikel elektronik yang berafiliasi dengan perpustakaan tertentu. anda bisa memperoleh referensi-referensi yang sesuai dengan topik yang Anda cari.

dan hukum. farmasologi. Ringkasnya. antropologi. dan berbagai database spesifik lain (seperti International Index to Black Periodicals).com]). anda bisa mencari ERIC. bisnis. seperti kedokteran. anda bisa mengakses database komersial psikologi. disertasi resensi buku.org). Situs ini. sosiologi.com). tentu saja situs ini bisa menjadi salah satu perangkat pencarian yang dapat anda gunakan sebelum memanfaatkan database-database yang lain. Database komersial lain yang berlisensi yang sudah banyak dimiliki oleh berbagai perpustakaan akademik adalah Sociological Abstracts (Cambridge Scientific Abstracts. Database komersial terakhir yang banyak tersedia di perpustakaan adalah Social Sciences Citation Index (SSCI. buku.apa. Periodicals Index. keperawatan. pendidikan. Database ini memilild Thesaurus of Psychological Index Terms yang dapat dirnanfaatkan untuk mencari istiaah-istiaah penting dalam literatur psikologi. Dissertation Abstracts. Database ini mengindeks 2. dan disiplin-disiplin lain yang relevan. PsyclNFO (http:// www. konon. fisiologi. disertasi dari berbagai negara.700 jurnal yang meliputi 50 disiplin dan juga mengindeks item-item relevan dari lebih 3300 jurnal sains dan teknik. Database ini mengindeks lebih dari 2000 jurnal. Database ini terutama berguna ketika anda ingin mencari satu penelitian kunci yang dijadikan awal mula rujukan oleh penelitian-penelitian lain. Karena memasukkan berbagai database yang berbeda-beda. makalah seminar. http://www.csa.150 judul jurnal. Database ini dapat digunakan untuk mencari artikel-artikel dan pengarang-pengarang yang telah melakukan penelitian mengenai topik tertentu. Untuk literatur dalam bidang psikologi dan bidang-bidang yang terkait. Thomson Scientific [http://isiwebofknowledge. Dengan demikian. hanya dengan mengakses situs ini. Database ini mengindeks sekitar 1. Misalnya. Web of Knowledge. linguistik. anda bisa membuat daftar referensi secara kronologis yang mendokumentasikan evolusi historis dari suatu gagasan atau penelitian tertentu. PsycInfo. Database ini mencakup bidang psikologi serta aspek-aspek psikologis dari disiplin-disiplin yang relevan. ada beberapa tips yang saya rekomendasikan jika Anda ingin memanfaatkan database terkomputerisasi ini: . dan buku-buku terpilih dalam sosiologi. merupakan salah satu tempat penyimpanan konten onine terbesar di dunia. Daftar kronologis tersebut bisa jadi sangat membantu dalam melacak perkembangan gagasan-gagasan tentang topik tinjauan pustaka Anda. Health and Medical Complete. psikiater.berbeda-beda. kajian sosial.

2.  Carilah beberapa database yang berbeda. Keeves. Selanjutnya. khususnya jurnal-jurnal yang menampilkan laporan . Gunakanlah database literatur online gratis serta database-database gratis lain yang tersedia di perpustakaan akadernik anda.  Prioritas dalam Memilih Literatur Saya sangat merekomendasikan agar Anda membuat satu prioritas ketika mencari literatur. Aikin.  Carilah satu artikel yang sangat berkaitan dengan topik anda. beralihlah pada artikel-artikel ilmiah yang diterbitkan oleh jurnal-jurnal nasional/internasional kenamaan. 1992. misalnya Anda harus tetap menggunakan database ERIC meskipun topik penelitian anda tidak terlalu berhubungan dengan pendidikan. Anda mencari ringkasan-ringkasan literatur yang terkait dengan topik Anda di beberapa ensiklopedia (misalnya. Misalnya. lalu lihatlah istilah-istilah penting yang digunakan dalam artikel tersebut. dalam Annual Review of Psychology. Baik ERIC maupun PsycINFO sama-sama memandang pendidikan dan psikologi sebagai istilah umum yang bisa diteliti dengan berbagai topik yang berbeda  Gunakanlah panduan istilah-istilah untuk mencari artikel yang anda inginkan. 1988). Jenis-jenis literatur apa saja yang ingin Anda masukkan dalam tinjauan pustaka? Pertimbangkan beberapa hal berikut ini: 1. kemudian gunakan istilah-istilah itu untuk men-search literatur lain yang relevan.  Gunakanlah database-database yang menyediakan akses. seperti thesaurus --jika tersedia. link. Jika Anda ingin meneliti topik tertentu. 1950). atau anda menggunakan PsycINFO meskipun anda merasa topik anda tidak terlalu berkaitan dengan psikologi. atau anda bisa mencarinya dalam artikel-artikel jurnal atau abstraksi-abstraksi ilmiah (rnisalnya. cobalah memulainya dengan mempelajari sintesis-sintesis umum dari literatur yang ada. atau informasi tentang gandaan full-text dari artikel-artikel yang anda inginkan (baik di perpustakaan atau di toko buku) agar anda bisa menghemat lebih banyak waktu untuk mencari gandaan artikel-artikel lni. namun belum tahu bagaimana harus melakukannya.

Akan tetapi Anda perlu berhati-hati karena setiap disertasi memiliki kualitas yang berbeda-beda. Anda bisa mencari buku-buku yang berkaitan dengan topik Anda. Dari sini. Anda bisa mencarinya melalui database. Hadirilah seminar-seminar nasional. atau buku-buku yang berisi bab-bab yang ditulis oleh pengarang yang berbeda-beda. ada yang membutuhkan. Tanyakan juga apakah mereka memiliki sebuah instrumen yang mungkinbisa digunakan atau dimodifikasi untuk penelitian anda. Kemudian. Mulailah dengan isu-isu terkini dalam jurnaljurnal tersebut dan carilah artikel-artikel penelitian yang terkait dengan topik Anda. Microfilm Library. lalu dapatkan makalah-makalah yang disampaikan oleh penyaji. Sebagian besar seminar. Dari database inilah Anda bisa menghubungi para penyaji yang telah menulis makalah yang relevan dengan topik Anda. 3. pertimbangkan beberapa buku yang berhubungan dengan satu topik yang ditulis oleh seorang pengarang atau sekelompok pengarang. Mulailah dengan naskah-naskah penelitian yang merujuk pada berbagai literatur penting. Ada beberapa jurnal yang bisa Anda pelajari dalam bidang Anda. Anda bisa melihat apakah ada dewan editorialnya dan apakah artikel-artikel di dalamnya ditulis oleh individu-individu dari berbagai belahan dunia. 4. Jika memungkinkan. lalu tanyakan apakah mereka mengetahui penelitian-penelitian yang berhubungan dengan topik Anda. Di halaman-halaman pertama jurnal ini. Lanjutkan usaha Anda di atas dengan melacak makalah-makalah seminar terkini.penelitian. Kirimlah email atau teleponlah mereka. begitu seterusnya. periksalah entri-entri dalam Dissertation Abstracts (University Microfilms. Mencari dalam Dissertation Abstracts mungkin saja menghasilkan satu atau dua disertasi yang relevan. . Jika tidak. cobalah Anda menjawab rumusan masalah dan hipotesis tersebut. 5. Setelah artikel. Tindaklanjuti referensi referensi di akhir artikel untuk memperoleh sumbersumber lain yang mendukung. dan Anda perlu selektif dalam memilih disertasi-disertasi tersebut untuk disertakan dalam tinjauan pustaka. dan ada pula yang meminta para penyaji untuk mencantumkan makalahnya dalam database-database terkomputensasi. dan biasanya jurnal-jurnal tersebut diterbitkan oleh dewan editorial dan para penulis profesional dari belahan Amerika Serikat dan dunia. l938). Para penulis di jurnal-jurnal seperti ini biasanya mengekspos rurnusan masalah atau hipotesis penelitian mereka. dan Anda bisa meminta gandaan disertasi ini melalui pustakawan atau University of Michigar.

Selain itu. Jurnal-jurnal online. atau justru memperluas penelitian yang sudah ada sebelumnya. dan ternyata sangat membantu para mahasiswa ketika mereka menyusun tinjauan pustaka untuk dipresentasikan di hadapan dewan penguji. Peta ini biasanya disajikan dalam bentuk gambar dan bisa disusun dengan berbagai cara. Website juga menyediakan bahan-bahan yang berguna untuk tinjauan pustaka. Saya meletakkan artikel-artikel jurnal di urutan teratas karena artikel-artikel semacam ini sangat mudah dicari dan digandakan. yang layak dimasukkan ke dalam tinjauan pustaka Anda. Peta Literatur Penelitian Selain mencari literatur. berhati-hatilah dalam memilih artikel-artikel ilmiah di website kecuali jika artikel-artikel tersebut berasal dari salah satu artikel ilmiah yang diterbitkan oleh jurnaljumal tertentu. atau dalam makalah presentasi dan artikel ilmiah. Perhatikan. di sisi lain. ataukah tidak. yakni menyajikan literatur dengan teknik . Peta literatur merupakan ringkasan visual dari penelitian-penelitian yang sudah dilakukan orang lain. Disertasi diletakkan dalam daftar prioritas yang lebih rendah karena disertasi pada umumnya memiliki kualitas yang berbeda-beda dan karenanya sangat sulit dicari. Pendekatan ini merupakan gagasan yang saya peroleh beberapa tahun lalu. atau hanya menampilkan gagasan-gagasan yang kurang bermutu. Artikel tersebut juga tak jarang merepresentasikan suatu penelitian tentang topik tertentu. Namun. sering kali juga menyertakan artikel-artikel yang telah diperiksa secara cermat oleh dewan editor. Pendekatan penting dalam menyusun literatur ini adalah dengan membuat literature map (peta literatur). pelajarilah terlebih dahulu artikel-artikel ini dengan hati-hati agar Anda memperoleh artikel yang benar-benar berkualitas. Anda terlebih dahulu harus mencari tahu apakah jurnal-jurnal tersebut benar-benar memiliki dewan editor profesional dan menetapkan standar-standar untuk menerima naskah-naskah yang masuk. peneliti juga perlu menyusun literatur tersebut sedemikian rupa untuk disajikan dalam tinjauan pustaka. dan sistematis. Salah satunya adalah disusun secara hierarkis.6. menduplikasi. apalagi pada umumnya disertasi merupakan materi yang sangat sulit dipahami. penyusunan ini memungkinkan pembaca untuk memahami apakah penelitian yang diajukan hanya sekadar menambah. Meski demikian. apakah artikel-artikel ini memang mencerminkan sejenis penelitian yang rigid. Kemudahan mengakses dan kemampuannya untuk memposting beragam artikel membuatnya lebih atraktif. berkualitas. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

dengan sisi-kanan paling akhir diisi oleh penelitian yang diajukan. . dan semuanya ternyata efektif. yang pada bagian paling bawah diisi oleh peneilitian yang diajukan. Model ketiga bisa berbentuk lingkaran-lingkaran di mana setiap lingkaran mencerminkan satu literatur dan titik potong lingkaran-lingkaran yang mengindikasikan penelitian selanjutnya. di mana pembaca melihat tinjauan pustaka disusun layaknya suatu hamparan (unfolding) yang membentang dari kiri-kekanan. Struktur lain bisa saja dibuat menyerupai flowchart.top-down. Saya pernah melihat contoh-contoh dari ketiga struktur ini.

1998) Relokasi (Daily.1 Contoh Peta Pustaka *Kekhawatiran-kekhawatiran para pekerja terhadap keadilan dalam keputusan-keputusan manajerial SUMBER: Janovec (1002) Dicetak atas izin resmi . dan Taylor. Ambrose. 2000) Struktur-struktur Organisasi (Schminke. dan Brown. 2000) Pengambilan Keputusan strategis (Kim dan Mauborgne. dan Early. Kanfer. 1991) Dukungan Organisasi (Moorman. 1992. 1990) Kemimpinan (Wiensenfeld. Lewis.Keadian Prosedural dalam Organisasi* Terbentuknya Persepsi tentang Keadian Efek-efek Keadilan Keadian dalam Perubahan Organisasi* Motif-motif (Tyler. 2000) Sejarah (Lawson dan Angle. 2000) Kredit Macet (Shaubroeck. dan Niehoff. 19980 Treatment yang Tidak Adil (dailey dan Kirk. Hunton. 2011. Brockner. 2000) Perilaku-perilaku Kewarganegaraan Organisasi Moorman. 1998. 1994) Penjelasan-penjelasan Iklim (Nauman dan Bennett. Tepper. 1994) Pengetahuan (Schappe. 1998) Divestasi (Gopinath dan Becker. 1995) Pendapat/Suara (Bies dan Shapiro. Lind. May. 1996) Outcome-outcome (Masterson. 2000) Kepercayaan (Konovsky dan Pugh. Kickul. dan Cropanzona. 1994) Yang perlu diteliti (Keadilan dan Kultur Prosedural Gambar 2. dan Thibalt. 1998. Goldman. Hall. dan Price. Blakely.

Dia membuat kotak Need to Study (Yang Perlu Diteliti) di bagian peta paling bawah yang menunjukkan penelitian yang ia ajukan. cobalah memasukkan penelitian-penelitian kuantitatif. dalam setiap kotak. dengan prinsip-prinsip rancangan peta yang sangat baik.  Perhatikan pula tingkatan-tingkatan dalam peta literatur ini. 2001).1 rnerupakan contoh peta literatur yang mengilustrasikan literatur-literatur yang berkaitan dengan keadilan prosedural dalam studi-studi organisasi (Janovec. yaitu Procedural Justice and Culture (Keadilan dan Kultur Prosedural).Intinya. kualitatif. Namun.  Dalam setiap kotak itu pula disertakan referensi-referensi relevan lain yang terkait. Selanjutnya. Saya merekomendasikan Anda untuk menggunakan referensi-referensi yang terbit baru-baru ini dan secara tepat menuliskan referensi-referensi tersebut. Setiap topik umum menuntun subtopik-subtopik tertentu yang dilanjutkan dengan subtopik-subtopik berikutnya. Semua ini disusun untuk membuktikan bahwa proyek penelitian Janovec dapat memperluas literatur-literatur tersebut. Susunan Persepsi Keadilan. perluasan ini tentu saja bergantung pada jumlah literatur yang tersedia dan kedalaman eksplorasi dari setiap literatur tersebut. Dia menempatkan topik penelitiannya di kotak hierarki paling atas. bergantung pada ketersedian penelitian-penelitian lain sebelumnya. Peta Janovec ini menggambarkan model hierarkis.  Dalam setiap kotak. begitu seterusnya. lalu ia menggambar garis-garis untuk literatur-literatur sebelumnya. berdasarkan gaya tertentu. Janovec kemudian menyajikan cabang-cabang lanjutan dari setiap kotak untuk menunjukkan keluasan penelitiannya.  Kembali lagi ke peta literatur Janovec. Gambar 2.  Khusus untuk peta literatur Anda.  Anda bisa saja membuat peta literatur yang jauh lebih luas ketimbang peta literatur di atas. peneliti sebaiknya membangun gambaran visual atas penelitian-penelitian atau literatur-literatur yang sudah ada sebelumnya. dan metode campuran di dalarnnya . lalu menyusunnya ke dalam tiga subtopik umum (misalnya. dia mencari penelitian-penelitian lain di database terkomputerisasi. seperti gaya APA. peneliti bisa saja menempatkan lebih sedikit atau banyak dari sekadar empat kategori. Untuk peta seperti ini. dan Keadilan demi Perubahan Organisasi). ada pula label-label yang menggambarkan sifat dari penelitian yang terdapat di dalamnya. EfekEfek Keadilan. Setelah menyusun literatur-literatur dalam bentuk diagram hierarkis.

kita dapat melihat ada banyak contoh abstraksi ini. Abstraksi merupakan tinjauan singkat atas literatur (biasanya dalam bentuk paragraf pendek) yang meringkas elemen-elemen utama agar pembaca dapat memahami keunggulan-keunggulan dasar dari setiap literatur.  Membahas hasil-hasil inti yang berhubungan dengan penelitian yang diajukan.  Jika tinjauan pustakanya bersifat metodologis (Cooper. Abstraksi ini harus mewakili isi dari setiap literatur.  Menyatakan secara singkat informasi tentang sampel. dalam penelitian-penelitian akademik. Informasi tentang sampel. yang biasanya ditujukan untuk mendeskripsikan materi literatur-literatur atau penelitian-penelitian sebelumnya yang terkait dengan topik penelitian yang diajukan (penj.  Menyatakan tujuan atau fokus utama penelitian. 1984). sedangkan hasil penelitian sering kali disampaikan di akhir karya tulis (biasanya dalam penutup/kesimpulan). Abstraksi menjadi informasi penting manakala peneliti ingin meninjau puluhan atau bahkan ratusan literatur. ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Jika penelitian tersebut berbentuk karya tulis ilmiah. Khusus di bagian akhir ini. peneliti perlu mempertimbangkan materi apa yang akan diringkas dari literatur yang ada. Namun.Mengabstraksikan Literatur Ketika peneliti menulis tinjauan pustaka untuk penelitiannya. dia perlu mencari literatur-literatur. Biasanya. populasi atau data penelitian. Dalam jurnal ilmiah. utamanya yang terkait dengan topik penelitian.). abstraksi tidak hanya ditulis di bagian awal penelitian. carilah masalah dan tujuan penelitiannya (biasanya terdapat dalam pendahuluan). tunjukkan kekurangan teknis dari metodologis dalam literatur/ penelitian tersebut. Perhatikan contoh berikut : . Untuk membuat abstraksi. carilah di pertengahan (biasanya dalam bagian metode/ prosedur penelitian). Dalam jurnal-jurnal ilmiah. populasi atau data. Untuk mengabstraksikan penelitian-penelitian relevan lain yang sudah dilakukan sebelumnya. seperti disertasi atau tesis. tetapi juga bisa ditulis dalam bagian tinjauan pustaka. lalu membuat abstraksi atas literatur-literatur tersebut. Hal yang sama juga dilakukan jika penelitiannya berbentuk buku. abstraksi yang baik mencakup beberapa poin berikut:  Menyatakan masalah yang tengah dibahas. carilah pernyataan-pernyataan si penulis yang menunjukkan jawaban singkat atas rumusan masalah dan hipotesis penelitian yang diajukan sebelumnya. abstraksi pada umumnya ditulis di bagian awal penelitian.

tipologi. padahal tulisan tulisan seperti ini tidak termasuk dalam studi penelitian? Untuk tulisan-tulisan yang berbasis penelitian non-empiris seperti di atas. yang diikuti dengan informasi tentang pengumpulan data dan diakhiri dengan pernyataan tentang hasil-hasil utama dan implikasi-implikasi praktis dari hasi-hasil tersebut. salah satu contoh abstraksi yang mengilustrasikan karakteristikkarakteristik di atas. & Henry. Seagren. bagaimana mengabstraksilcan esai. Berdasarkan penemuan ini. Seagren. Creswell dkk.‖ sebagai prediktor atas kebutuhn pengembangan profesional seorang pemimpin. 1979).  Jika jenis tinjauan pustakanya bersifat metodologis. dan sintesis dari penelitian sebelumnya. kami menulis abstraksi penelitian berdasarkan referensi in-text dengan format APA (2001). kami meringkas tujuan inti penelitian. Dalam kutipan ini. jelaskan kekurangan-kekurangan tulisan tersebut dalam hal penalaran.  Identifikasilah tema utama tulisan tersebut. model tiga-dimensi yang mengelompokkan 36 bidang akademik ke dalam bidang0bidang yang ―sulit atau mudah. Delapan ketua jurusan yang bertugas di empat perguruan tinggi dan satu universitas negeri Midwestern menjadi partisipan dalam penelitian ini. Lalu. ringkasan satu paragraf atas komponen-komponen utama dalam peneitian kuantitatif (Creswel. sangat mirip dengan paragraf yang muncul dalam tinjauan pustaka yang biasanya terdapat dalam disertasi atau artikel jurnal. kekuatan argumentasi.Contoh 2. logika. dan Henry (1979) menguji mode Biglan. Hasinya menunjukkan bahwa para ketua jurusan dalam bidang akademik yang berbeda memiliki kebutuhan pengembangan profesional yang berbeda-beda pua. Pada contoh di atas. opini. dan seterusnya. Creswell. saya telah memiih komponen-komponen kunci untuk diabstraksikan. Dalam abstraksi ini. Merekomendasikan agar para ketua/pimpinan yang mengembangkan program-program inservice perlu mempertimbangkan perbedaan-perbedaan antarbidang yang dipimpinnya. abstraksinya dapat dibuat dengan cara berikut:  Sebutkan masalah yang dibahas oleh tulisan tersebut.‖ dan ―kehidupan atau nono-kehidupan.  Nyatakan kesimpulan utama yang berhubungan dengan tema itu. . Berikut ini.1 Tinjauan Pustaka dalam Penelitian Kuantitatif Berikut ini.‖ ―murni atau aplikasi.

Petunjuk gaya (style manual) menyediakan arahan-arahan bagi para peneliti untuk menulis penelitian bergava akademis. Ketika mendapatkan dokumen yang sekiranya penting dan relevan. Dalam hal ini. Richardson." "mengembangkan suatu tipologi‖). Untuk membantu pengelola rumah sakit mengevaluasi lingkungan ekternal. Ginter et al. Meraka lalu menyimpulkan bahwa perubahan yang paling strategis adalah perubahan yang bertumpu pada proses evaluasi yang non-quantifiable dan non-judgemental. Duncan. 1991). seperti format yang konsisten dalam mengutip referensi membuat judul. seperti yang terdapat dalam Gambar 2. yakni masalah. menyajikan tabel dan gambar. Untuk proposal disertasi.. (1991) lalu mengembangkan suatu tipologi. dan Swayne (1991) mengangap bahwa lingkungan eksternal berdampak pada mekampuan rumah sakit untuk beradaptasi dengan perubahan. "tidak ada satu pun model konseptual yang komprehensif. dan menyatakan kesimpulan yang berhubungan dengan tema tersebut (seperti. tema. dewan pertimbangan disertasi. . jadikanlah dokumen tersebut sebagai referensi dengan menggunakan gaya yang sesuai. ternyata tidak ada satu pun skema konseptual atau model komputer yang komprehensif yang berhasil dikembangkan untuk menganalisis isu-isu lingkungan (Ginter et al. Sudduth meringkas tiga ha. staf jurusan atau universitas tentang gaya seperti apa yang seharusnya digunakan dalam mengutip referensi. dan tipologi Ginter. Petunjuk Gaya Pada dua contoh sebelumnya. mahasiswa pascasarjana seharusnya meminta arahan dari pihak fakultas.Contoh 2.2 Tinjauan Pustaka dalam Studi Tipologi Sudduth (1992) menyelesaikan disertasi kuantitatifnya dalam bidang poitik tentang adaptasi strategis di beberapa rumah sakit pedesaan. mengidentifikasi tema utama ("suatu proses yang mereka sebut sebagai enviromental analysis"). Landasan utama dalam melakukan tinjauan pustaka adalah menggunakan gaya referensi yang tepat dan konsisten di sepanjang tulisan. saya telah memperkenakan gagasan tentang bagaimana menggunakan gaya APA untuk mereview artikel di bagian awal abstraksi. dan menggunakan bahasa yang tidak diskriminatif. Meraka kemudian menyarankan suatu proses yang dikenal dengan analisis lingkungan (environmental anaysis) yang memungkinkan suatu organisasi dapat merespons secara strategis perubahan-perubahan muncu di lingkungan. Sudduth mereview penelitian/literatur relevan lain dengan menggunakan gaya referensi in-text untuk menjelaskan masalah ("kemampuan rumah sakit untuk menyesuaikan perubahan"). Dia melakukan tinjauan pustaka di awal penelitian.1 Pada contoh di atas.

Selain itu. seperti garis yang harus dicetak tebal (bold).  Dalarn makalah/karya tulis akademik. Saya merekomendasikan Anda mengidentifikasi satu gaya yang dapat diterima oleh para pembaca dan segera mengadopsinya dalam proyek penelitian Anda. Fifth Edition (APA.  Ketika menulis referensi end-of-text.text. Jika Anda menyertakan footnote.  Jika menggunakan catatan kaki (footnote). Ringkasnya. judul. Footnote saat ini jarang sekali digunakan dalam makalah/karya tulis akademik dibandingkan beberapa tahun lalu. dan spasi. seperti intext. .  Tabel (table) dan gambar (figure) memiliki format-formatnya tersendiri dalam setiap petunjuk gaya. pastikan pula bahwa setiap referensi in-text sudah masuk dalam daftar end-text. Kemudian. perhatikan apakah footnote tersebut berada di bagian bawah setiap halaman. Gaya penulis Universitas Chicago (A Manual of Style. perhatikan seberapa banyak tingkatan judul yang akan Anda tulis dalam penelitian Anda. Turabian (1973). di akhir setiap bab. Biasanya. Beberapa jurnal juga telah mengembangkan variasi gaya mereka sendiri. dan penggunaan gambar dan tabel. 1982). Berikut ini adalah beberapa rekomendasi saya terkait dengan bagaimana menggunakan petunjuk gaya untuk keperluan tulisan akademik:  Ketika menulis referensi in-text. perhatikan juga apakah petunjuk gaya yang Anda gunakan mengharuskan referensi ini ditulis secara alfabetis atau numerik. perhatikan format yang tepat untuk jenis-jenis referensi dan kutipan ganda. Pertama-tama. pada contoh-contoh yang disajikan. end-of. aspek terpenting dalam penggunaan petunjuk gaya adalah konsistensi di sepanjang tulisan. bukalah petunjuk gaya untuk mendapatkan format yang sesuai untuk setiap tingkatan tersebut. dan Campbell dan Ballou (1977) juga sering digunakan dalam bidang ilmu sosial meskipun tetap kurang populer jika dibandingkan dengan gaya APA. Style manual pada umumnya mempertimbangkan beberapa format penting. 2001) merupakan petunjuk gaya yang paling sering digunakan dalam bidang pendidikan dan psikologi. perhatikan petunjuk gaya untuk mengetahui bagaimana menulis footnote yang sesuai.Publication Manual of the American Psychological Association. Perhatikan aspek-aspek penting. judul. atau di akhir makalah. judul (heading) biasanya disusun dalam bentuk tingkatan-tingkatan. laporan penelitian berisi sekitar dua hingga empat tingkatan judul.

Demi keakuratan inilah. keilmuan kita akan terbentuk dengan baik. definisikan istilah-istilah yang muncul di semua bagian proposal penelitian Anda: . kekuatan bahasa berasal dari kombinasi antara makna dengan konteks tertentu. 17). 22). Bagian defnisi istilah bisa saja ditulis secara terpisah dari tinjauan pustaka. seperti diungkapkan oleh Firestone (1987) berikut ini: Bahasa sehari-hari memiliki makna yang sangat kaya dan beragam. Sebagai mana pendapat Wilkinson (1991). Sepert halnya simbol. Karena itu. definisi istilah biasanya ditulis di bagian khusus. peneliti perlu mendefinisikan istilah-istilah penting di awal penelitian. definisikan istilah-istilah vang kemungkinan tidak dimengerti oleh orangorang di luar bidang penelitian Anda. mahasiswa harus tepat dalam menggunakan bahasa dan istilah. definisikan istilah-istilah ketika muncul pertama kali agar pembaca tidak perlu kembali lagi membaca di bagian awal ketika mereka menemukan istilah-istilah tersebut dibagian akhir atau pertengahan. atau justru diletakkan di bagian lain dalam proposal penelitian. Pentingnya sejumlah istilah untuk didefinisikan memang hanya persoalan judgment saja. & Silverman. Hanya dengan menjelaskan pemikiranpemikiran dalam definisi-definisi yang otoritatiflah. Selain itu. namun saya tetap merekomendasikan Anda untuk mendefinisikan istilah-istilah tertentu y ang kemungkinan tidak dipahami oleh sebagian besar pembaca. Inilah alasan mengapa istilah-istilah umum atau bahasa-bahasa sehari-hari pun bisa saja memiliki "maknamakna teknis" jika digunakan untuk tujuan keilmuan (hlm. "para ilmuwan harus mendefinisikan istilah-istilah yang dapat menjelaskan penelitian mereka secara tepat dan dapat mengomunikasikan penemuan-penemuan dan gagasan-gagasan mereka secara akurat" (hlm. Mendefinisikan istilah juga dapat menambah keakuratan suatu penelitian. Spirduso. Bahasa ilmu saat ini tampaknya terlalu sering mengabaikan keanekaragaman makna ini. 2007). atau istilah-istilah yang terdengar asing (Locke.Definisi Istilah Topik lain yang berhubungan dengan tinjauan pustaka adalah identifikasi dan definisi istilah-istilah yang dibutuhkan pembaca untuk memahami proyek penelitian yang diajukan. Dalam proposal disertasi dan tesis. utamanya dalam hal keakuratan. Saran saya. bisa pula masuk dalam tinjauan pustaka. Alasannya adalah bahwa dalam penelitian-penelitian formal seperti ini.

kuantitatif. tema-tema (atau perspektifperspektif atau dimensi-dimensi) dapat ditulis setelah analisis data. Namun. Sebagai gantinya. definisi istilah bisa diletakan di bagian terpisah jika penelitiannya dimulai dengan tahap awal pengumpulan data kuantitatif. Judul penelitian  Masalah penelitian  Tujuan penelitian  Pertanyaan atau hipotesis penelitiar  Tinjauan pustaka  Landasan teori  Metode penelitian.  Dalam penelitian metode campuran. para peneliti kualitatif sering kali tidak membuat bagian terpisah untuk definisi istilah. berarti istilah-istilah bisa didefinisikan sepanjang penelitian. atau bahkan di bagian akhir penelitian. Selain itu. dalam penelitian metode campuran. ataupun metode campuran. Jika pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif ditulis secara bersamaan.  Dalampenelitian kualitatif. berarti penulisan definisi istilah bergantung pada prioritas yang diberikan atas salah satu dari dua jenis penelitian tersebut. Jika penelitiannya diawali dengan pengumpulan data kualitatif. karena bersifat induktif dan melibatkan rancangan metodologis. peneliti bisa saja mendefinisikan beberapa istilah di awal penelitian meskipun definisi ini hanya tentatif semata. melainkan mengemukakan definisi-definisi tersebut secara tentatif di awal penelitian sebelum masuk ke dalam inti persoalan. jelaskan istilah-istilah yang berhubungan dengan strategi penelitian . dalam penelitian kuantitatif—yang sering ditulis secara deduktif dengan sasaran penelitian yang sudah fixed—peneliti dapat menyertakan definisi-definisi ekstensif dalam proposal penelitiannya.  Di sisi lain. Definisi istilah bisa saja ditulis untuk semua jerus penelitian. baik kualitatif. Peneliti meletakkan definisi ini pada bagian terpisah. Peneliti juga mencoba mendefinisikan secara komprehensif istilah-istilah yang relevan di awal penelitian dan menggunakan definisi-definisi lain yang diperoleh dari literatur. Karena alasan inilah. ada istilah-istilah yang mungkin terdengar asing bagi pembaca—misalnya definisi tentang penelitian metode campuran itu sendiri— sehingga peneliti perlu meletakkan definisi tersebut di bagian prosedur penelitian (lihat Bab 10). peneliti dapat mendefinisikan istilah-istilah penting pada saat istilah-istilah ini muncul pertama kali. Dalam bagian prosedur penelitian.

Definisi operasional ditulis dalam bahasa tertentu.  Jangan mendefinisikan istilah-istilah dan bahasa sehari-hari. suatu istilah bisa saja menuntut adanya definisi untuk membantu pembaca memahami masalah penelitian. 2007. 2007):  Definisikan suatu istilah ketika ia muncul pertama kali dalam proposal Anda. Alhasil. sajikanlah definisi yang tepat dan gunakanlah istilah-istilahnya secara konsisten di sepanjang proposal penelitian (Wilkinson. "Penguatan (reinforcement) dalam penelitian ini merujuk usaha-usaha untuk mendaftarkan semua anggota klub pada buletin sekolah.yang digunakan seperti strategi konkuren atau sekuensial. Definisi dapat mendeskripsikan istilah sehari-hari (seperti. Dalam pendahuluan. seperti yang akan dibahas pada Bab 10)." Definisi juga bisa menjelaskan istilah secara operasional. seperti. 130). istilah-istilah harus didasarkan pada literatur dan tidak boleh Anda buat sendiri (Locke et al. ada beberapa saran yang perlu dipertimbangkan (lihat juga Locke et al. seperti.  Tulislah definisi dalam tingkatan operasional tertentu.. atau hipotesis penelitian tersebut. dan bahasa sehari-hari pun bisa jadi digunakan. Dalam hal ini. Definisi juga bisa disandingkan dengan batasan tertentu.0. rumusan masalah. Karena peneliti memiliki ruang untuk menspesifikasikan istilah-istilah yang digunakan dalam penelitiannya maka lebih baik digunakan definisi operasional saja.. Meski demikian. menyediakan ruangan khusus bagi anggota. tidak dalam bahasa konseptual yang abstrak. 2007).. "Rata-rata IP mahasiswa yang digunakan dalam penelitian ini adalah GPA kumulatif 3. seperti. dan istilah tertentu untuk strategi tersebut (seperti rancangan triangulasi konkuren. 130). organisasi). gunakanlah bahasabahasa "teknis" yang sudah ada dalam literatur. Jika demikian ihwalnya. "Kurikulum ini dibatasi hanya pada kurikulum School Disctrict Manual untuk siswa SMP" (Locke et al. .. hlm. Meski demikian. Definisi juga bisa terdiri dari kriteria yang digunakan dalam penelitian. 2007. dan mendaftarkan keanggotaan klub pada transkip nilai sekolah" (Locke et al. hlm. sangat mungkin definisi yang tepat atas suatu istilah tidak tersedia dalam literatur. 1991). Tidak ada satu pun pendekatan yang dianggap paling baik untuk mendefinisikan istilah-istilah dalam penelitian.berdasarkan skala 4.7 atau di atasnya.  Definisi istilah bisa ditulis dengan karakteristik yang berbeda-beda. misalnya.

" dan memasangkan istilah-istilah dengan definisi-definisinya dengan cara meng-highlight istilah tersebut. Meskipun tidak ada satu format yang dianggap paling tepat. Dua contoh berikut menggambarkan susunan definisi istilah yang berbeda-beda dalam penelitian: Contoh 2. dalam penelitian ini. . (b) bagaimana seseorang mempraktikkan secara terang-terangan apa yang diketahuinya secara intuitif. 1978) untuk mempertajam konsep-konsep tersebut. bagian yang terpisah ini tidak lebih dari dua atau tiga paragraf saja. Karena penelitian refleksi individual dan kolaboratif di antara para staf bidang kemahasiswaan ini. Definisi Istilah dalam Disertasi Metode Campuran Contoh pertama ini mengilustrasikan definisi panjang atas istilah-istilah dalam penelitian metode campuran yang diletakkan di bagian terpisah pada Bab I. Dari buku Schon inilah. sejauh yang peneliti pahami.. berefleksi dan praktik reflektif. Biasanya. sebagian besar definisi istilah diletakkan di bagian khusus penelitian. definisi singkat atas refleksi individual adalah tindakan intuitif yang sulit dilakukan. yang menunjukkan bahwa istilah itu memiliki makna tertentu (Locke et al. VanHorn-Grassmeyer (1998) meneliti bagaimana 119 staf baru bidang kemahasiswaan di perguruan tinggi terlibat dalam refleksi secara individual atau kolaboratif. Meski demikian. Berikut ini saya akan menggambarkan dua cara bagaimana Grassmeyer mendefinisikan istilah-istilahnya. buku ini kemudian ditulis dan dirombak kembali oleh Schon dan Argyris (Argyris dan Schon. Pendahuluan. karakteristik-karakteristik penting dari refleksi individual dapat merujuk pada beberapa hal : (a) ―tindakan artistic‖ (Schon. 2007). dan (c) bagaimana seorang pengurus professional meningkatkan praktiknya melalui tuturan reflektif dan pikiran. 1983). Setelah beberapa decade. Grassmeyer kemudian memberikan definisi detail atas istilah-istilah tersebut di awal penelitiannya. Grassmeyer menyurvei para staf baru dan melakukan wawancara mendalam dengan mereka. yang sering kali bertajuk "Definisi Istilah.3. Perhatikan bagaimana Grassmeyer merujuk pada definisi istilah yang sudah disajikan oleh para penulis lain : Refleksi Individual Schon (1983) menulis sebuah buku yang menjelaskan konsep-konsep yang ia sebut sebagai berfikir reflektif.

(Vernon. Jika pada contoh ini disajikan definisi operasional tertentu. informasi. 1992:35-36) . 1988) . Baskett dan Marsick mendeskripsikan staf sebagai seorang individu ―yang memiliki pangkat tertentu dari kebebasan untuk memberikan judgment dengan tetap didasarkan pada gagasan. Staf kemahasiswaan setidak-tidaknya memiliki karakteristikkarakteristik di atas dalam melayani mahasiswa di lingkungan universitas yang salah satu fungsinya adalah mendukung keberhasilan akademik dan kurikulum.4 Definisi Istilah dalam Subbab Variabel-Variabel Bebas Contoh keduaini menggambarkan bentuk singkatbagaimana menulis definisi istilah untuk suatu penelitian. pada contoh kedua ini disajikan definisi procedural. norma dan kebiasaan kolektif (dan seorang individu yang terlibat dalam persoalan-persoalan professional)‖ (Baskett & Marsick. (VanHorn-Grassmeyer. 1992:3). Jenis Kelamin Kakek-Nenek Baik kakek meupun nenek ternyata menjadi salah satu fackor dalam relasi kekeluargaan antara mereka dengan cucu-cucu mereka (seperti. Penelitian sebelumnya (seperti Cherlin dan Furstenberg. 1986) menyatakan bahwa kakek-nenek dari pihak ibu cenderung dekat dengan cucu-cucu mereka. 1998:11-12) Contoh 2. Untuk menjelaskan topic ini. sehingga peran menjaga keutuhan keluarga sering kali dikaitkan dengan wanita di dalamnya (Hagestad.Staf Kemahasiswaan Staf memiliki banyak definisi. Vernon memasukkan definisi istilah pada subbab variablevariabel bebas. perspektif. nenek cenderung lebih dekat dengan cucu-cucu mereka daripada kakek). Relasi Kekeluargaan Dengan Cucu Relasi kekeluargaan dengan cucu pada umumnya ditentukan oleh apakah kakeknenek berasal dari pihak ibu atau dari pihak ayah. Vernon (1992) meneliti bagaimana perceraian dalam keturunan kedua mempengaruhi relasi antara kakek-nenek dan cucu-cucu mereka.

perhatikan rincian berikut ini: 1. sebagai sesuatu yang dibahas sepanjang penelitian. dan Kesimpulan. Meski demikian. tiniauan pustaka dalam penelitian kualitatif ini. sebagai alasan atau penjelasan logis atas masalah penelitian. Jika ada beberapa variabel bebas ). Topik 2 (tentang variabel terikat). 3.Tinjauan Pustaka Kuantitatif atau Metode Campuran Saat menyusun tinjauan pustaka. Topik 1 (tentang variabel bebas). Tulislah paragraf awal tinjauan pustaka dengan memerinci bagian-bagian yang akan dibahas di dalamnya. Tinjaulah Topik 2. Buatlah tinjauan pustaka yang tersusun dari lima komponen: Pendahuluan. 2. Model penulisan ini tampaknya sesuai untuk disertasi atau untuk mengkonseptualisasikan literatur dalam artikel/karya tulis ilmiah. bukan variabel terikat. biasanya peneliti akan sulit menentukan seberapa banyak literatur yang harus direview.Paragraf ini lebih berupa penjelasan tentang susunan setiap bagian dalam tinjauan pustaka yang Anda tulis. yakni dengan meninjau literature-literatur akademik tentang satu atau beberapa variabel bebas. khususnya untuk rancangan penelitian kuantitatif atau metode campuran yang hampir selalu menyediakan bagian/subbab khusus unhrk tinjauarr pustaka. saya telah mengembangkan satu model yang menyajikan parameter-parameter tertentu dalam menulis tinjauan pustaka. . Agar masalah ini terselesaikan. dan sebagainya). Dalam penelitian kualitatif. dan relasi antara variabel bebas dan variabel terikat (lebih jelas tentang variabel ini baca Bab 3).perhatikan subbagian-subbagiannya atau fokuslah pada satu variabel yang paling penting saja. sebagai sesuatu yang dibandingkan dengan hasil penelitian. Untuk penelitian kuantitatif atau metode carnpuran yang memprioritasknn penelitian kuantitatif. dapat ditulis untuk tujuan yang berbeda-beda (misalnya. Topik 3 (keterangan-keterangan lain yang membahas relasi antara variabel bebas dan variabel terikat). Jika dalam literature tersebut dibahas bebepa variabel terikat.tinjauan pusiaka yang berisi materi-materi perrting daiam literatur yang berhubungan dengan variabel-variabel bebas. seperti yang telah dibahas sebelumnya.perhatikan subbagian-subbagiannya atau fokuslah pada satu variabel terikat yang paling panjang saja.ang dibahas dalan'r literatur tersebut. Jangan lupa membahas penjelasan dalam literature yang hanya terkait dengan variabel bebas. variabel-variabel terikat. tinjauan pustaka bisa saja mengeksplorasi aspek-aspek fenomena utama yang dibahas dan membaginya ke dalam topik-topik khusus. Untuk lebih jelasnya. tulisiah. yakni dengan meninjau literatur-literatur akademik tentang satu atau beberapa variabel terikat. Tinjaulah Topik 1.

menghubungkan penelitiannya dengan literatur-literatur tersebu! dan menyediakan kerangka kerja dalam membandingkan hasil penelitiannya dengan hasil penelitian-penelitian lain. Langkah-langkah di atas dapat diterapkan untuk menulis tinjauan pustaka untuk jenis penelitian yang membahas variabel-variabel (biasanya kuantitatif atau penelitian metode campuran dengan bobot kuantitatif).bteratur membantu memverifikasi masalah. misalnya dengan merancang iudul yang jelas atau menyatakan rumusan masalah utama. kuantitatif. bagian ini harus padat dan berisi literatur-literatur lain yang memang sangat berkaitan dengan topik penelitian Anda. Selain itu. Pendekatan umurn yang sering digunakan dalam penelitian kualitatif adalah memasukkan . langkah-langkah ini iuga dapat mempersempit ruang lingkup penelitian yang diaiukan sehingga rumusan masalah dan metode penelitian yang nantinva disajikan benar-benar dapat terjangkau dengan baik KESIMPULAN Sebelum mencari literatur. yakni iengan meninjau literatur-literatur akademik yang membahas hubungan antara variabel-variabel bebas dan variabel(-variabel) terikat. 5. Dalam penelitian kua litatif. identifikasilah topik Anda.uan utamanya. Di sinilah inti dasar penelitian Anda.4. Penelitiar tetapi literatur tersebut tidak mempersempit pandangan dari para partisipan. pertimbangkan apakah topik Anda dapat dan perlu diteliti dengan cara mencari tahu adakah akses kepada para partisipan dan sumber-sumber lain. Dalam tinjauan pustaka. untuk itu. Ambillah satu bagian dalam literature tersebut yang sangat berkaitan erat dengan topik atau tinjaulah bagianbagian lain yang membahas topik tersebut secara umum. peneliti seyogianya menggunakan literatur-literatur akadernik untuk menyajikan hasil-hasil dari penelitian-penelitian sebelumnya. untuk penelitian kualitatif. tunjukkan tema-tema utama yang diangkat oleh literature-literatur tersebut. literatur memiliki tujuan yang berbeda-beda. Di bagian akhir tinjauan pustak. dan metode campuran.jelaskan mengapa tema-tema ini membutuhkan penelitian lebih lanjut dan tentu saja yakinkan pembaca mengapa penelitian lebih lanjut dan tentu saja yakinkan pembaca mengapa penelitian Anda dapat memenuhi kebutuhan ini. akan diminati oleh orang lain. dan apakah topik tersebut akan memberikan konkibusi pada literatur yangada. Tinjaulah Topik 3. buatlah kesimpulan atau ringkasan yang menonjolkan literature-literatur yang dianggap paling relevan. dan konsisten dengan tujuan-tu. Tidak hanva itu.

Kemudian. Sociofile. Definisikan istilah-istilah kunci dan jika dibutuhkan sediakan subbab khusus untuk definisi istilah ini dalam proposal Anda. dan seterusnya. carilah literatur-literatur yang sesuai dengan prioritas. dan SSCI. Namun demikian. Lalu. PubMed. Anda dapat menyediakan bagian khusus untuk tinjauan pustaka berdasarkan variabel-variabel utama. Deskripsikan secara singkat informasi penting tentang penelitian tersebut yang meliputi masalah penelitian pertanyaan penelitian. lalu buku-buku. pertama-pertama carilah artikel jurnal. Penggunaan tinjauan pustaka bergantung pada jenis rancangan dan bobot yang diberikan pada aspek-aspek kuaiitatif dan kuantitatif. pertimbangkan keseluruhan struktur Penyusunan tinjauan pustaka Anda. carilah database-database online. Untuk penelitian kuantitatif. dalam penelitian metocle campuran. seperti ERIC. Dalam pen elTtian kuantitatif. atau jika tidak. masukkan definisi tersebut dalam tinjauan pustaka. Identifikasilah penelitian-penelitian lain yang turut memberikan kontribusi pada penelitian Anda. pengumpulan dan analisis data penelitian' dan hasil akhir penelitian. atas berdasarkan subtema-subtema penting suatu fenomena untuk penelitian kualitatif' . seperti PsycINFO. ProQuest. dan database-database lain yang lebih spesifik. literatur tidak hanya membantu memverifikasi masalah. Kelornpokkan penelitian-p-enelitian ini ke dalam peta literatur yang mencerminkan kategori-kategori utama atas penelitian-penelitian tersebut dan posisikin penelitian Anda dalam kategori-kategori ini. Dalam penelitian kuantitatif. Mulailah menulis absiaksi penelitian. Ketika akan melakukan tinjauan pustaka. seraya memerhatikan gaya penulisan referensi berdasarkan petunjuk gaya (seperti. tetapi juga memperlihatkan kemungkinan perlunya mmusan masalah atau hipotesis untuk dibahas. APA. tinjauan pustaka biasanya diletakkan terpisah dalam satu bagian khusus. identifikasilah kata kunci-kata kunci (keywords) untuk mencari literatur. pada tahap akhir.lebih banyak literatur di bagian akhir ketimbang di bagian awal. 2001). Google Scholar.

Berlatihlah dengan menggunakan database online terkomputerisasi untuk mencari literalur-literatur yang relevan dengan topik Anda' Lakukan pencarian berulangulang hingga Anda menemukan satu literature yang sangat ierkait dengan topik penelitian Anda' Kemudian. BACAAN TAMBAHAN Locke. Ambillah l0 literatur yang telah Anda pilih dan abstraksikan literatur tersebut untuk tinjauan pustaka Anda. L. sajikan definisi-definisi di bagian utama proposal.F. W. Thousand Oaks.Latihan Menulis 1. mengembangkan subtopik-subtopik untuk setiap konsep utama. tulislah satu abstraksi -rnasing-masing untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif. jangan . Berdasarkan pencarian yang sudah Anda lakukan pada latihan (3). dan menambah referensi-referensi terpenting yang mendukung konsep-konsep tersebut.atas literatur/penelitian lain yang sudah Anda dapatkan dari database terkomputerisasi. SJ. Gunakan petunjuk-petunjuk yang sudah dijelaskan dalambab ini untukmengetahui elemen-elemen aPa saja yang perlu dimasukkan dalam abstraksi tersebut. CA: Sage. (2007). lakukan pencarian ulang dengan memanfaatkan deskrip tor-deskriptor yang terdapat dalarn literatur tersebut. 4.. Buatlah peta literatur untukliteratur-literatur yang Anda peroleh. Spirduso. & Silverman. Proposals that Work A Guide for Planning Dissertations and Grant Proposals (5'h Edition). Masukkan penelitian Anda ke dalarn peta tersebut dan gambarlah garis-garis Cari penelitian Anda ke kategori-kategori pehelitian lain seiringga pembaca dapat mudah LATIHAN MENULIS melihatbagaimana penelitian Anda benar-benar memperluas pertelitian/literatur yang sudah ada 2. 3. dan Stephen Silverman mendeskripsikan tiga tahapan dalam melakukan tiniauan pustaka. Waneen Spirduso. antara lain: mengembangkan konsep-konseP yang menjelaskan alasan/logika penelitian.W. Mereka juga menjelaskan enam aturan dalam mendefinisikan istilahistilah: jangan membuat kata-kata sendiri. Lawrence Locke. Buatlah tiniauan pustaka untuk penelitian kuantitatif dan perhatikan langkahlangkah yang sudah diielaskansebelumny agar variabel-variabel penelitian Anda dapat terlihat dengan jelas.

Konseptualisasi Funch atas isu-isu penting yang membedakan dua pendekatan ini semakin memperjelas mengapa kedua pendekatan tersebut berbeda. yakni melakukan langkah-langkah ini secara bersama-bersama. keseluruhan strategi penelitian. kapan terakhir kali literatur tersebut diterbi&an. peni.menggunakan bahasa-bahasa umum sehari-hari. dan gunakan definisi-definisi tertentu (prosedural atau operasional. Langkah-langkah ini mencakup usaha peneliti untuk memeriksa apakah Pengarang literatur tersebut sudah kompeten dengan topik yang diangkat.Introduclion to social Research: Quantitatiae and Qualitatioe Approaches (2'd edition). mencatat bahwa ketika menulis proposal atau laporan penelitian. S. apakah literature tersebut relevan dengan topik penelitian yang diajukan. dan apakah literatur tersebut berkualitas. Sharan Merriam menyajikan pembahasan menarik tentang penggunaan literatur dalam penelitian kualitatif . Dia mernperkenalkan langkah-langkah dalam melakukan tinjauan pustaka dan memberikan kriteria penting dalam memilih literatur.F. tinjauan pustaka justru melibatkan proses yang lebih interaktif. .B. (2005) . Merriam lebih jauh menjelaskan bahwa tinjauan pustaka bukanlah sekadar proses linear dari membaca literatur. Faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut biasanyi meliputi gaya penelitian. Qualitatit:e Research and Case Study Applications in Education.) untuk istilah-istilah tersebut. Punch juga. (1998). lalu mengidentifikasi kerangka teoretis. San Francisco: Jossey-Bass. Lebih dari itu. fokus kita dalam menulis tinjauan pustaka sering kaliberbeda-beda. dan seberapa ketat penelitian tersebut akan mengikuti arahanarahan yang terdapat dalam literature. kemudian menulis masalah peelitian. K. definisikan istilah-istilah penting ketika muncul pertama kali. Punch. Merriam. London: Sage Keith Punch membahas tentang penelitian ilmu-ilmu sosial yang biasanya menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan.

pembahasan akan beralih pada penggunaan teoridalam penelitian kualitatif. Dalam proposal disertasi kuantitatif. Dalam penelitian kuatitatif. 73 .peneliti sering kali menguji berbagai teori untuk menjawab rumusan masalahnya. yang nantinya dapat menuntun keseluruhan tahap penelitian. teori bisa juga muncul di awal penelitian sebagai . Di bagian arnir. ras. dan penerapan perspektif transformatif yang populer dalam pendekatan ini.BAB TIGA PENERAPAN TEORI Salah satu komponen penting dalam melakukan penelitian adalah menentukan teori apakah yang akan digunakan untuk mengeksplorasi rumusan masalah. Kemudian. Dalam penelitian kualitatif. saya akan membahas prcsedur-prosedur dalam mengidentlfikasi teori. untuk mendeskripsikan sudut pandang mereka dalam penelitian. Dalam bab ini juga disediakan contoh-contoh penulisan teori kualitatif. kacamata teoretis' atau generalisasi naturalistik. Selanjutnya. peneliii kualitatif dapat mengembangkan suatu teori dari hasil penelitiannya dan meletakkan teori tersebut di akhir proyek penelitian misalnya dalam penelitian grounded theory. lalu menjabarkan perspektif teoretis dalam proposal penelitian kuantitatif. Para peneliti kualitatif menggunakan istilah yang berbeda-beda untuk menyebut teori. penelitian dengan metode carnpuran bisa didasarkan pada satu perspektif teoretis. atau kelas. Bahkan.perspektif yang nantinya dapat membentuk. semua bagian di dalamnya bisa saja dirancang untuk rnenyaji kategori yang akan diteliti. sepe rti pota-pola.apa yang dilihat Can rumusan masalah apa yang diajukan. Saya mengawali bab inidengan berfokus pada penggunaan teori dalam penelitian kuantitatit. penggunaan teori lebih bervaridsi lagi. seperti fokus pada isu-isu feminis. peletakan serta model penulisan teori dalam penelitian kuantitatif. Saya juga akan menyajikan definisi dari teori itu sendiri.uau ini akan berarih pada penggunaan teori dalam penelitian metode campuran. penggunaan variabelvariabel dalam penelitian kuantitatif. Dalam penelitian metode campuran' peneliti bisa saja menguji atau justru membuat suatu teori' Bahkan. Dalam penelitian kuantitatif. seperti dalam penelitian etnografi atau advokasi.

satu variabel mendahului variabel lain dalam satu waktu. atau kepemimpinan' Ada sejumlah buku yang menjelaskan secara rinci tentang jenis-jenis variabel dan skala pengukurannya (seperti. apalagi iknuwan social saat ini sering mengatakan bahwa ada penyebab yang mungkin (probable causation). kekuatan politis. Ahli psikologi lebih suka. Ketika melakukanpenelitian dalam setting dan terhadap manusia tertentu. seperti rasisrme control sosial. 1997). (Punch. L991).lebih abstrak ketimbang istilah yang didefinisikan justru spesifik. perilakuperilaku tertentu. Susunan temporal (temporal order) berarti bahwa. Kerlinger. 74 . atau berefek pada outcome . manipulated.Isaac & Michael 1981.Variabel dapat diukur atau dinilai berdasarkan satu skala. Karena susunan waktu inilah maka sering dikatakan bahwa satu variabel dapat berpengaruh pada variabel iain meskipun Pernyataan yang lebih akurat adalah satu variabel mungkin saja memengaruhi variabel lain.ai riau atau suatu organisasi yang dapat diukur atau diobservasi (Creswell. serta memvisualisasikan model-model variabel iiu ke cialam penyajian kiri-kanan atau penyebab-dan-pengaruh. Variabel-variabel yang diukur dalam penelitian biasanya meliputi gender. atecedent. ilmuwan sosial biasanya menggunakan istilah aariabel. Keppel. status sosial-ekonomi (SSE)' dan sikap-sikap atau. 1979 . yang memiliki konotasi gagasan yang. 1991. dan menyusun variabel-variabel tersebut dalarn rumusan masalah dan fujuan penelitian.2005). atau predictor.yang iuga akan digur'akan dalam buku inisecara pemranen.menggunakan istilah konstruk (ketimbang variabel). vaiabel meruiuk pada karakteristik atau atribut seorang ir.. peneliti tidak bisa secara mutlak membuktikan adanya penyebab dan pengaruh (Rosenthal & Rosnow. mernengaruhi. Thotndike. umur.TEORI DALAM PENELITIAN KUANTITANF Variabet-Variabel dalam Penelitian Kuantitatif Sebelum membahas teori kuantitatif. 2007 a). Temporal order berarltbahlva peneliti kuantitatif belpikir tentang variabel-variabel dalam satu sustrnan (order) "dari kiri ke kanan.Variabel biasanya berv-ariasi dalam dua atau lebih kategori atau dalam continuum skor. penelitin perlu memahami variabel-variabel dan jenis-jenisnya vang akan digunakan dalam rnembangtrn teori. Untuk itulah:  Vaiabel-aniabel bebas (independcnt aariables) merupakan variabel-variabel yang (mungkin) menyebabkan.Yariabel-variabel ini juga dikenal dengan istilah variabel-variabel treatmant. Namun demikian. Variabel-variabel dibedakan berdasarkan dua karakteristik: susunan temporal dan pengukurannya (atau observasi).

dan effect. Jenis variabel lain. Variabel-aariabel. Seperti yang terlihat bahwa variabel mediating ini. Variabel ini memediasi pengaruh-pengaruh vaariabel bebas terhadap variabel terikat. Peneliti mernberikan komentar tentang pengaruh variabel confounding setelaah penelitiannya selesai karena variabel-variabel ini dapat beroperasi untuk menjelaskan relasi antara variabel bebas dan variabel terikat. sebenarnya tidak diukur atau diobservasi dalam penelitian. Dalam penelitian kuantitatif. Variabel control memainkan peran penting dalam penelitian kuantitatif. berada di antara variabel bebas dan variabel terikat."Bagaimana harga diri mempengaruhi hubungan pertemanan di 75 .  Variabel moderating merupakan variabel baru yang dikonstruksi sendiri oleh peneliti dengan cara rnengambil satu variabel dan mengalikannya dengan variabel lain untuk mengetahui dampak keduanya (seperti. variabel ini merupakan variabel bebas jenis khusus karena variabel ini secara potmsial juga dapat memengaruhi variabel terikat. sikap-sikap diskriminatif).  Variabel intervening ataumediatingberadadi antara variabel bebas dan variabel terikat. Istilah lain untuk variabel terikat adalah variabel criterion. jika siswa dapat melakukan fesf metode penelitian dengan baik (variabel terikat). hal ini mungkin disebabkan (a) persiapan mereka dalam penelitian (variabel bebas) dan/atau (b) usaha mereka dalam menyusun gagasan penelitian ke dalam kerangka kerja (variabel intervening) yang juga turut memengaruhi performa mereka dalam test tersebut. vadabel-variabel saling dihubung kan untuk menjawab rumusan masalah (seperti. variabel confounding (atau spurious). Variabelvariabel ini biasanya terdapat dalam penelitian eksperimen. outcome.terikat (dependent variables merupakan variabel-variabel yang bergantung pada variabel-variabel bebas. variabel tersebut bisa saja merupakan variabel demografis atau persbnal (seperti umur atau gender) yang memang perlu dikontrol sehingga pengaruh variabel bebas terhadap variaber terikat benar-ben. Vuriabel ini meman ada. yakni usaha menyusun penelitian. umur X sikap = kualitas hidup). Variabel-variabel terikat ini merupakan outcome atau hasil dari pengaruh variabel-variabel bebas.  Dua jenis variabel lain adalah variabel control dan variabel confounding. Misalnya.tetapi variabel ini tidak atau tidak bisa dinilai (misalnya. peneliti menggunakan prosedur-prosedur statistik (seperti analisis covariance) untuk mengontrol variabel-variabel ini.r dapat diidentifikasi. tetapi pengaruhnya tidak dapat dilacak secara langsung.

Berdasarkan definisi ini. "Harga diri yang positif dapat rneningkatkan hubungan pertemanan di antara anak-anak remaja")' Definisi Teori Dengan berbekal pemahaman tentang variabel' kita dapat melanjutkan pembahasan tentang Penggunaan teori kuantitatif. Pembahasan mengenai teori biasanya muncul di bagian tinjauan pustaka atau di bagian khusus. 17). mengenai cara-cara mengkonseptualisasikan teori dan bagaimana teori dapat mempersempit ruang lingkup penelitian). meskipun saya lebih suka dengan istilah perspektif teoretis karena istilah ini lebih banyak digunakan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalarn proposal penelitian. ada beberapa preseden historis untuk memandang teori sebagai prediksi atau penjelasan saintifik (lihat G. teori akan menyediakan penjelasan atas ekspektasi atau prediksi atas keterhubungan ini. definisi-definisi.64). definisi Kerlinger tentang teori masih berlaku hingga saat ini. seperti landasan teori. Prediksi-prediksi sering kali dikenal dengan istilah hipotesis (seperti. X. atau perspektif teoretis. Labovitz dan Hagedorn (1971) menambah definisi teori ini dengan gagasan tentang theoretical rationale. Teori biasanya membantu menjelaskan (atau memprediksi) fenomena yang muncul di dunia. dan proposisi-proposisi yang saling berhubungan yang mencerminkan pandangan sistematik atas suatu fenomena dengan cara memerinci hubungan antar variabel yang ditujukan untuk menjelaskan fenomena alamiah‖ (hlm. yang dimaknai sebagai "usaha mengetahui bagaimana dan mengapa variabel-variabel dan pernyataan-Pernyataan relasional saling berhubungan satu sama lain" (hlm. Y? Dalam hal ini. logika teoretis. yang berasosiasi dengan proposisi atau hipotesis yang memerinci hubungan antar variabel (biasanya dalam konteks magnitude atau direction). Mengapa variabel bebas. pelangi mrnjembotani variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian. Dalam penelitian kuantitatif. 1997. utamanya dalam makalah yang disajikan di seminar American Educational Research Association – Metafora pelangi (metaphor of a rainbow) mungkin dapat membantu kita memvisualisasikan bagaimana Suatu teori beroperasi. Misalnya. Dalam hal ini.Thomas.antara anak-anak remaja?") atau untuk memuat prediksi tentang hasil apakah yang ingin diharapkan. berpengaruh atau berefek pada variabel terikat. Suatu teori dalam penelitian bisa saja berfungsi sebagai argumentasi. Dia berpendapat bahwa teori merupakan seperangkat konstruk (variabel-variabel). Pelangi ini mengikat secara bersarrra variabel-variabel tersebut dan menyediakan penjelasan yang memadai tentang bagaimana dan mengapri seseorang harus berharap pada variabel t'rebas untuk menjeiaskan atau 76 . atau alasan. pembahasan. teori merupakan seperangkat konstruk (atau variabel) yang saling berhubungan.

sistern berdaya. semakin kuat sentralitas kekuasaan dalam diri pemimpin. dan masyarakat luas. Teori-teori ini tentu saja dapat diakses. Psychological Abstracts. serta dalam subbidang-subbidang lain. Rotary CIub. atau komunitas. misalnya. Teori level-meso menghubungkan teori level-mikro dan teori level-makro. seperti institusi sosial. pendidikan. Misalnya.level-meso. sosiologi. Rumusan masalah ini memberikan informasi tentang jenis hubungan antarvariabel (apakah positif. menjelaskan bagaimana surplus suatu masyarakat dapat meningkat seiring dengan perkembangan masyarakat tersebut. Teorinya Lenski tentang stratifikasi sosial. dan terikat berdasarkan ukurannya yang berbeda-beda dalam rumusan masalah penelitian. 1997). Beals. Sociological Abstracts) atau mereview petunjuk-petunjuk dalam literatur yang memb ahas teori-teori tersebut (misatnya.memprediksikan variabel terikat." Ketika peneliti menguji hipotesis hipotesis seperti ini dalam setting yang berbeda-beda dan dengan populasi yang berbeda-beda pula (seperti Pramuka. L986). mediating. gereja Presbyterian. peneliti bisa menulis. seperti psikologi. teori atribusi). pergerakan sosial. Teori level-makro menjelaskan agregat-agregat yarig lebih luas. semakin besar disanfranchisemant dalam diri pengikutnya. teori iuga memiliki jangkauan yang berbeda-beda. dan ia bisa memberinya nama (seperti. ruang dan jurnlah tertentu" seperti teori Goffman tentang gerak wajah (face work) yang menjelaskan bagaimana orang berinter aksi face to face ketika berada dalam ritual-ritual keagaman. 77 . & White. dan ekonomi. Teori ini pada umumnya meliputi teori tentang organisasi. Berikut ini saya tunjukkan bagaimana suatu teori ini berkembang dalam penelitian. misalnya. dengan mencarinya dalam databasedatabase literatur (seperti. antropologi. Dengan demikian. seperti teorinya Collin tentang kontrol dalam organisasi. peneliti mengombinasikan variabel-variabel bebas. Selain itu. dan siswa-siswa SMA) maka teori pun akan rnuncul.atau tidak diketahui) dan magnitudenya (apakah kuat atau lemah). Teori level-mikro mernberikan penjelasan yang hanya terbatas pada waktu. dan level-rnakro. Teori-teori berkembang ketika peneliti tengah rnenguji suatu prediksi secara terus-menerus. Neuman (2000) membagi teori dalam tiga level: level-mikro. Dengan memasukkan informasi ini ke dalam pernyataan prediktif (hipotesis).negatif. dapat disimpulkan bahwa teori muncul dan berkembang sebagai penjelasan atas suahl pengetahuan dalam bidang-bidang tertentu (Thomas. Teori-teori bisa saja muncul daiamberbagai disiplin ilmu sosial. lihat Webb.

51). Individu-individu yang senitmentil dalam berinteraksi dengan individu-individu lain akan mengungkapkan perasaan sentimennya dalam aktivitas-aktivitas yang sering kali melampaui aktivitasaktivitas sistem eksternal. Blalock (1969. dan seterusnya.. Bentuk ini penting untuk meneterjemahkan variabel-variabel ke dalam gambar visual. semakin besar observabilitasnya (htm. akan semakin mirip (hlm 112. 4.peneliti dapat menyajikan teori dalam bentuk visual. 7. Semakin kuat sentralitas seseorang. 6.Bentuk-Bentuk Teori Dalam proposal peneli tian. atau benfuk visual. Misalnya. pernyataan logika "jika-maka". Semakin tinggi pangkat seseorang. semakinbesar observabilitasnya. 5. Semakin kuat sentralitas seseorang. peneliti menegaskan teorinya dalam beberapa bentuk. Semakin tinggi pangkat seseorang. Semakin besar konformitas seseorang. seperti hipotesis. dalam beberapa keadaan. Semakin besar observabilitas seseorang. Seperti yang tampak pada Gambar 3. Ketiga.semakin besar konformitasnya. 3. Homans (1950) menjelaskan teori tentang internksi: Jika frekuensi interaksi antara dua atau lebih individu meningkat.peneliti menegaskan teori dalam bentuk hipotesis-hipotesis yang saling berhubungan.1. semakin kuat sentralitasnya. Hopkins (1964) menegaskan teorinya tentang ?roses-Prosespenganh dalam 15 hipotesis. dan alctivitas-aktivitas ini bisa saja sernakin memperkuat perasaan sentimen tersebut' Semakin sering individu berinteraksi dlngan individu lain. aktivitas-aktivitas dan sentimen-sentimen mereka. peneliti menyatakan teori dalam bentuk pemyataan ―Jika-maka" yang menunjukkan mengapa seseorang harus berharap variabel bebas dapat mempengaruhi variabel terikat.118. Ada dua contoh sederhana yang dapat disajikan di sini. 1985. Kedua. Contoh. tiga variabel 78 . Semakin tinggi pangkat seseorang.. tingkat kesukaan antarkeduanya juga akan meningkat. semakin besar konformitasnya.120). semakinbesar observabilitasnya. 2. Pertama. 1991) rnenampilkan causal modeling dengan membentuk teori-teori verbal menjadi model-model kausal sehingga pembaca dapat menvisualisasi hubungan antarvariabel. semakin besar konforrnitasnya. Sebagian hipotesis ini dapat dilihat sebagai berikut (hipotesis-hipotesis ini sudah dimodifikasi dengan menghilangkan pronornina-pronomina yang me3ujuk pada gender tertentu): 1.

 Tunjukkan kekuatan hubungan antarvariabel dengan menyisipkan simbol-sirnbol valensi dalam setiap anak panah. X1 + Y1 X2 + + + Y2 X3 Variabel-variabel Terikat + Variabel-variabel Intevening Z1 Variabel-variabel Bebas Gambar 3. Duncan (1985) memberikan saran penting untuk membuat diagrarn-diagram kausal seperti ini:  Posisikan variabel-variabel bebas di bagian kanan diagram dan variabel-variabel terikat di bagian kiri.  Gunakan anak panah satu-arah yang menuntun setiap variabel utama (variabei bebas) menuju variabel-variabel lain (variabel terikat dan variabel futercating / control)yang bergantung padanya. 79 .1998).  Gunakan anak panah two-headed yangterhubung satu sama lain untuk menunjukkan hubungan yang tidak dianalisis diantara variabel-variabel yang tidak terkait dengan hubungan-hubungan lain. yang juga dimediasi oleh pengaruh dari dua variabel intervening. Diagram semacam ini menunjukkan adanya rangkaian kausalitas antar variabel yang menuntun modeling melewati suatu analisis dart analisis-analisis lain yang lebih rumit dengan menggunakan sistem pengalian antarvariabel. seperti yang terdapat dalam model ekuasi siruktural (lihat Kline .  Gunakan valensi positif atau negatif untuk mempostulasi atau menyimpulkan hubunganhubungan antarvariabel.bebas mempengaruhi satu variabel terikat. Pada level preliminer.1 Tiga Variabel Bebas Memengaruhi Satu Variabel Terikat Yang Dimensiasi Oleh Dua Variabel Intervening.

dia menyesuaikan dengan kerangka teoretis yang terdapat dalam penelitian-penelitian keperawatan (Megel.2 Dua Kelompok (Variabel X) Dengan Treatmen Yang Berbeda-Beda Dikomparasikan Berdasarkan Pengaruhnya Terhadap Y Misalnya. Creswell. dengan aturan-aturan model visual seperti yang baru saja diperkenalkan. 1985). Setelah mengidentifikasi faktor-faktor ini dalam literatur-literatur yang ada. variabel terikat. Rancangan seperti ini sering diterapkan untuk penelitian eksperimen antar kelompok (lihat Bab 8). seperti yang sering terdapat dalam penelitian metode survei. seperti yang tanpak pada Gambar 3. Variabel X Kelompok Eksperimen Y1 Variabel Y Kelompok Kontrol Gambar 3. Langston. dua kelompok dalam variabel X dikomparasikan berdasarkan pengaruh terhadap Y. Jungnikel (1990). Variasi atas model diatas bisa dilakukan dengan menambahkan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen segala variabel-variabel yang dikomparasikan berdasarkan pengaruhnya terhadap hasil akhir (variabel terikat). dalam proposal disertasinya tentang produktivitas penelitian antar guru disekolah-sekolah farmasi. lalu membuat model visual yang melukiskan hubungan antar faktor-faktor ini. Seperti yang tanpak pada gambar 3. 1988). Mengenai aturan-aturan notasi. biasanya dengan mengunakan sistem pengalian antara variabel bebas dan variabel terikat dalam bentuk model kausal yang sangat rinci (blalock. menyajikan contoh visual yang kompoleks.2. Contoh diatas merupakan contoh dasar yang mengunakan variabel-variabel yang terbatas. 1969.Diagram klausal yang lebih rumit dapat dibuat dengan notasi-notasi tambahan.3 Jungnikel mempertanyakan faktor-faktor apa saja yang memengaruhi performa penelitian akademik penelitian disekolah-sekolah farmasi. sama seperti yang dijelaskan pada contoh sebelumnya. 80 . Ada juga model-model yang lebih rumit. Saya mwenunjukkan dua contoh ini hanya untuk memperkenalkan kemungkinankemungkinan menghubungkan variabel bebas dan variabel terikat agar teori yang dapat terpakai dapat terbangun secara utuh.

Jungnickel memerinci variabel-variabel bebas di bagian kiri, variabel-variabel intervening di bagian tengah, dan variabel-variabel terikat di bagian kanan. Arah pengaru membentang dari kiri ke kanan dengan simnol panah, dan simbol plus dan minus. Untuk menunjukkan arah hipotesis.

Penempatan Teori dalam Penelitian Kuantitatif. Dalam penelitian kuantitatif, peneliti mengunakan teori secara deduktif dan meletakkanya diawal proposal penelitian. Karena tujuanya adalah untuk menguji atau memverifikasi suatu teoriketimbang mengembangkanya maka peneliti kuantitatif seyogianya mengajukan teori, mengumpulkan data untuk menguji teori tersebut, dan menyatakan konfirmasi atau diskonfirmasi atas teori tersebut berdasarkan hasil yang diperoleh.

Eksogen
Variabel-variabel Demografis Standart-standart Ikatan Dinas (Lenure Institusi) Jarak waktu Pengangkatan jabatan Pusat study Universitas

(+/-)
Beban kerja non riset

(+) (-) (+) (+) (+) (+) (-) (+)
Tekanan untuk melakukan penelitian

(-)

(+)

Kolaborasi Sumber daya

(-)

(+)
Dukungan & Rekanrekan

Performa akademik:  Presentasi (non riset)  Presentasi (riset)  Artikel-artikel Jurnal (Tidak diminta)  Artikel-artikel Jurnal (diminta/risert)  Kontributor tulisan dibuku-buku  Buku-buku  Hibah pemerintah (disetujui)  Hibah pemerintah (didanai)  Hibah swasta  kontrak

(-)
Persepsi diri Sebagai peneliti

(+)

(+)

Dukungan dari kepala sekolah

(+)

(-)
Training penelitian sebelumnya Pengangkatan (kepala sekolah vs guru)

(+/-)

Teori menjadi kerangka kerja untuk keseluruhan penelitian yang nantinya berfungsi mengorganisasi rumusan masalah dan hipotesis penelitian serta prosedur pengumpulan data. Model berfikir deduktif yang diterapkan dalam penelitian kuantitatif tanpak pada gambar 3.4 peneliti memverifikasi suatu teori dengan menguji rumusan masalah atau hipotesis-hiotesis
81

yang berasal dari teori ini. Hipotesis atau rumusan tersebut berisi variabel-variabel (Konstruk-konstruk) yang perlu didefinisikan oleh peneliti atau perlu disesuaikan dengan definisi-definisi yang terdapat dalam literatur. Dari sinilah, peneliti mengunakan suatu instrumen penelitian untuk mengukur sikap-sikap atau perilaku-perilaku para partisipan. Kemudian, peneliti mengumpulkan skor-skor yang diperoleh dari instrumen ini mengonfirmasi atau mengonfirmasi teori tersebut.Para hakikatnya, pendekatan deduktif yang diterapkan dalam penelitian kuantitatif juga turut mempengaruhi peletakan teori di dalamnya (lihat Tabel 3.1). Petunjuk umumnya adalah memperkenalkan teori diawal proposal penelitian: dalam pendahuluan, dalam tinjauan pustaka, setelah hipotesis atau rumusan masalah (sebagai resionalisasi atas hubungan antar variabel), atau dalam bab/ subbab khusus. Masing-masing penempatan ini memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Tips penelitian: Anda sebaiknya menulis teori pada bagian terpisah dalam proposal penelitian sehingga pembaca dxapat mudah mengidentifikasi teori tersebut dari komponenkomponen lain. Dengan meletakkan teori di bagian khusus, anda dapat memberikan penjelasan yang memadai tentang teori tesebut, fungsinya, dan hubunganya dengan penelitian. Menulis Perspektif Teoretis kuantitatif Berdasarkan opsi-opsi yang sudah disajikan sebelumnya, berikut ini saya akan menunjukkan satu contoh penulisan persepektif
Peneliti menguji atau memverifikasi suatu teori

Peneliti menguji hipotesis-hipotesis atau rumusan masalah dari teori tersebut Peneliti mendefinisikan dan mengoperasionalisasikan variabelvariabel yang terbentuk dari teori tersebut Peneliti mengukur atau mengobservasi variabel-variabel dengan bantuan instrumen untuk memperoleh skor-skor

Gambar 3.4 Pendekatan Deduktif dalam Penelitian Kualitatif 82

Teoretis dalam penelitian kuantitatif. Anggap saja, tugas anda saat ini adalah mengidentifikasi suatu teori yang menjelaskan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. 1. Periksalah literatur-literatur yang kemungkinan membahas teori ini. Jika unit analisis untuk variabel-variabel penelitian adalah seorang individu, periksalah dalam literatur psikologi. Jika unit analisisnya adalah kelompok-kelopmok atau organisasi, lihatlah dalam literatur sosiologi. Jika penelitianya hendak menguji individu-individu dan kelompok-kelompok atau organisasi, lihatlah dalam literatur sosial-psikologi. Jika penelitianya hendak menguji individu-individu dan kelompok-kelompok, pertimbangkanlah literatur sosial-psikologi. Tentu saja, teori-teori dari disiplin lain bisa saja berguna (misalnya, untuk meneliti isu ekonomi). 2. Periksa pula penelitian-penelitian lain yang membahas topik atau yang sangat berkaitan dengan topik anda. Teori-teori apa ketimbang mengembangkanya maka peneliti kuantitatif seyogianya mengajukan teori, mengumpulkan data untuk menguji teori tersebut, dan menyatakan konfirmasi atau diskonfirmasi atas teori tersebut berdasarkan hasil yang diperoleh. Teori menjadi kerangka kerja untuk keseluruhan penelitian yang nantinya berfungsi mengorganisasi rumusan masalah dan hipotesis penelitian serta prosedur pengumpulan data. Model berfikir deduktif yang diterapkan dalam penelitian kuantitatif tanpak pada Gambar 3.4 peneliti memverifikasi suatu teori yang menguji rumusan masalah atau hipotesis-hipotesis yang berasal dari teori ini. Hipotesis atau rumusan masalah tersebut berisi variabel-variabel (konstrukkonstruk) yang perlu didefinisikan oleh peneliti atau perlu disesuaikan dengan definisi-definisi yang terdapat dalam literatur. Dari sinilah, peneliti mengunakan suatu instrumen penelitian untuk mengukur sikap-sikap atau perilaku-perilaku para partisipan. Kemudian, peneliti mengumpulkan skor-skor yang diperoleh dari instrumen ini untuk mengonfirmasi atau mendiskonfirmasi teori tersebut. Pada hakikatnya, pendekatan deduktif yang bisa diterapkan dalam penelitian kualitatif juga turut memengaruhi peletakan teori di dalamnya (lihat tabel 3.1). Petunjuk umumnya adalah memperkenalkan teori diawal proposal penelitian: dalam pendahuluan, dalam tinjauan pustaka, setelah hipotesis atau rumusan masalah (sebagai rasionalisasi atas hubungan antarvariabel), atau dalam bab/subbab khusus. Masing-masing penempatan ini memiliki kelebihan dan kekuranganya tersendiri.

Tabel 3.1 Opsi-Opsi Penempatan Teori Dalam Penelitian Kualitatif. Penempatan Dalam pendahuluan Kelebihan-kelebihan Penempatan ini banyak ditemukan dalam artikel-artikel jurnal; akan tanpak fimiliar bagi pembaca; lebih bersifat deduktif. Teori berasal dari literaturliteratur yang ada. Dengan meletakkanya dalam tinjauan pustaka, teori ini akan semakin jelas dan tuntut sesuai dengan literatur aslinya. Kekurangan-kekurangan Pembaca sulit untuk memisahkan landasan teori dari komponen-komponen lain dari proses penelitian Pembaca silit membedakan teori dengan tinjauan pustaka

Dalam tinjauan pustaka

83

Setelah rumusan masalah atau hipotesis peelitian

Bagaimanapun juga, teori merupakan penjelasan logis atau rumusan masalah atau hipotesis penelitian karena teori dapat menerangkan bagaimana dan mengapa variabel-variabel saling berhubungan Penempatan ini dapat memperjelas pembahasan mengenai teori dari pembahasan-pembahasan lain dalam penelitian. Penempatan ini juga memungkinkan pembaca untuk mengidentifikasi dan memahami dengan baik landasan teori untuk penelitian tersebut.

Dalam bagian (bab/subbab terpisah)

Peneliti bisa saja memasukkan logika teoretis setelah rumusan masalah atau hipotesis penelitian, tetapi ia akan mengabaikan pembahasan detail tentang asal mula perkembangan dan penerapan teori tersebut. Pembahasan teori bisa saja berada terpisah dari komponen-komponen lain, namun pembaca akan sulit untuk menghubungkanya dengan komponen-komponen lain dalam penelitian.

Yang digunakan oleh para penelitianya? Batasilah jumlah teori dan cobalah mengidentifikasi suatu teori yang dapat menjelaskan hipotesis inti atau rumusan masalah utama. 3. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, buatlah rumusan masalah dengan metafor pelangi agar dapat menjembatani variabel-variabel bebas dan variabel-variabel terikat, seperti: mengapa variabel(-variabel) bebas mempengaruhi variabel (-variabel) terikat? 4. Jelaskan teori anda dalam bagian khusus. Ikuti kalimat-kalimat berikut: ―Teori yang akan digunakan adalah.......... (nama teori). Teori ini dikembangkan oleh.........(sumber atau pengembang teori) dan sudah banyak diterapkan dalam penelitian mengenai.......(topik-topik penelitian yang menerapkan teori ini sebagai landasanya). Teori ini menegaskan bahwa...... (proposisi-proposisi atau hipotesis-hipotesis dalam teori tersebut). Diaplikasikan pada penelitian ini, teori tersebut diharapkan dapat menjelaskan pengaruh variabel(-variabel) bebas...........( variabel-variabel bebas) terhadap variabel(-variabel) terikat (variabel-variabel terikat) karena....... (penjelasan yang didasarkan pada logika dari teori tersebut).‖

Dengan demikian, topik-topik yang harus dimasukkan kedalam pembahasan mengenai teori kuantitatif ini mencangkup antara lain: teori yang digunakan, hipotesis-hipotesis atau proporsi-proporsi dari teori tersebut, informasi tentang aplikasi teori tersebut dalam penelitian-penelitian sebelumnya, dan pernyataan yang mencerminkan bagaimana teori tersebut berhubungan dengan penelitian yang diajukan. Contoh penulisan teori kuantitatif ini dapat disimak dalam penelitian Crutchfiled (1986) berikut:

84

Contoh 3.1 Teori kuantitatif Crutchfiled (1986) menulis disertai doktoralnya dengan judul Locus of Control, Interpersonal Trust, And Scolarly produktifity. Dengan menyurvei para guru keperawatan, ia hendak mengetahui apakah lokus kontrol dan keyakinan interpersonal dapat memengaruhi tingkat produktifitas para guru. Dalam bab ini pendahuluan disertai ini terdapat salah satu subbab yang berjudul ―Perspektif teoritis‖. Subbab ini mencangkup poin-poin berikut:  Teori yang akan digunakan  Hipotesis utama dari teori tersebut  Informasi tentang siapa yang telah mengunakan teori tersebut  Penyesuaian antara teori dan variabel-variabel penelitian dengan mengunakan bentuk pernyataan logika ―jika-maka‖ Saya telah memberikan catatan-catatan tambahan dalam format italic untuk menandai poin-point diatas. Perspektif Teoritis Untuk merumuskan perspektif teoritis dalam meneliti produktifitas akademi para guru, teori belajar sosial (sosial learning theori) menyediakan proto tipe penting. Konsep tentang perilaku berusaha ―mendekati perilaku manusia berdasarkan hubungan (timbal-balik) berkelanjutan antara faktor-faktor kognitif, perilaku, dan lingkungan‖ (Bandura, 1977:vi) (Disini, peneliti tengah mengidentifikasi teori tertentu). Meskipun teori ini menyarankan agar diterapkan reirfoncemen seperti membentuk prinsip-prinsip, teori belajar sosial tetap melihat peran reward sebagai sarana untuk mengidentifikasi respon-respons terbaik dan sebagai motivasi intensif terhadap perilaku yang diharapkan. Selain itu, prinsip-prinsip belajar dalam teori ini menekankan peran penting proses-proses lain, seperti proses vicari ous, simbolic, dan self regulating (Bandura, 1997). Teori belajar sosial tidak hanya membahas belajar dan pembelajaran, tetapi juga berusaha mendeskripsikan bagaimana kompetensi sosial dan dan kompetensi personal (sehingga disebut personalitas) dapat mengembangkan kondisi sosial yang kondusif untuk proses belajar. Teori ini juga untuk menjabarkan teknik-teknik penilaian personalitas (Mischel, 1968), dan modifikasi perilaku dalam setting klinis dan edukatif (Bandura, 1977; Bowel dan Hilgart, 1981; Rotter 1954) (Disini, peneliti tengah mendeskripsikan teori belajar sosial) Sejauh ini prinsip-prinsip teori belajar sosial telah banyak diterapkan pada perilaku-perilaku sosial seperti kompetifitas, agresifitas peran seks, tantanga, dan perilaku patologis (Bahdura & Walters, 1963; Bandura 1977; Mishel, 1968; Miller & Dollard, 1941, Rotter 1954; Staats, 1975) (Disini peneliti tengah mendeskripsikan penerapan teori ).

85

Dengan menjelaska teori belajar sosial, rotter (1954) menunjukkan bahwa ada empat tingkatan variabel yang harus dipertimbangkan: perilaku, ekspektasi, reinforcement, dan situasi psikologis. Formula umum tentang perilaku dapat dinyatakan sebagai berikut: Potensi munculnya perilaku dan situasi psikologistertentu merupakan pengaruh ekspektasi bahwa perilaku tersebut nantinya akan menuntun para reiformence dan manfaat-manfaatnya dalam dalam situasi psikologis tersebut (Rotter, 1975:57). Ekspektasi dalam formula ini merujuk pada kepastian (atau kemungkinan) tertentu bahwa hubungan kausatif umumnya muncul antara perilaku dan rewad konstruk dari eksprestasi ini dapat didefinisikan sebagai lokus kontrol ekternal ketika seorang individu percaya bahwa dalam dirinya mempengaruhi oleh hal-hal seperti keberuntungan, nasib atau kekuatan-kekuatan lain. Kesadaran akan hubungan kausatif ini tentu saja bukanlah sikap yang mutlak dan selalu muncul dalam setiap individu, melainkan yang berupa sikap yang berbedabeda dalam satu kontinum bergantung pada pengalaman-pengalaman individu tersebut dan sebelumnya dan kompleksitas-kompleksitas situasional (Rotter: 1996).(Disini peneliti menjelaskan variabel-variabel dalam teori) Karena penelitian ini menerapkan teori belajar sosial maka empat tingkatan variabel yang diidentifikasi oleh Rotter (1954) diatas menjadi bahan utama untuk memerinci poin-poin produktifitas akademik seperti berikut: 1. Produktifitas akademik merupakan perilaku atau aktifitas yang diharapkan. 2. Lokus kontrol merupakan ekspektansi umum bahwa reward dapat atau tidak dapat bergantung pada perilaku-perilaku tertentu. 3. Reinforcement merupakan reward dan penghargaan atas kerja akademik 4. Institusi pendidikan merupakan situasi psikologis yang di dalam nya terdapat berbagai reward atas produktivitas akademik

Dengan variabel-variabel diatas maka konsep umum tentang perilaku sebagaimana yang sedang diformulasikan oleh Rotter (1975) akan diadaptasi sehingga menjadi seperti ini: potensi munculnya perilaku akademi dalam institusi pendidikan merupakan pengaruh dari ekspektasi bahwa perilaku tersebut nantinya akan menuntut pada reward-rewad tertentu dan manfaat-manfaatnya dalam institusi pendidikan, yakni produktifitas para guru semakin meningkat karena adanya para guru. Selain itu hubungan antara kepercayaan interpersonal dan lokus control perlu dipertimbangkan dalam kaitanya dengan ekspektasi dengan kaitanya reward melalui perilaku-perilaku yang direkomendasikan oleh Rotter dalam bukunya yang lain (1967). Selanjutnya, karakteristik-karakteristik tertentu, seperti persiapan akademik,umur kronologis, beasiswa doktoral, ikatan dinas atau kerja full-time, atau part-time, diasosiasikan
86

peneliti tengah memberikan kesimpulan hipotesis dengan pernyataan logika ―jika maka‖ untuk menghubungkan variabel bebas dengan variabel terikat). b) Usaha-usaha mereka sangat bergantung pula kesanggupan-kesanggupan mereka pribadi (kepercayaan interpersonal). para ahli etnografi memanfaatkan tema-tema kultural atau ―aspek-aspek kebudayaan‖ (Wolcott. atau organisasi sosial.dengan produktifitas akademik keperawatan dalam satu cara yang sama dengan produktifitas dengan disiplin-disiplin lain (disini peneliti tengah menerapkan konsep-konsep teoretis pada penelitianya). konstruk-konstruk. Teori ini bisa jadi sempurna dengan adanya variabelvariabel. Tema-tema ini dapat memberikan serangkaian hipotesis siap pakai untuk diuji dengan literatur-literatur yang ada. 87 . pernyataan berikut akan merepresentasikan logika dasar penelitian ini. TEORI DALAM PENELITIAN KUALITATIF Variasi Penggunaan Teori Dalam Penelitian Kualitatif.dalam penelitian kualitatif. 1999:113) untuk dikaji dalam proyek penelitian mereka. bahasa. tema-tema ini umumnya menyediakan penjelasan lengkap yang sering kali dimanfaatkan oleh antropolog untuk meneliti perilaku culturesharing dan tingkah laku manusia. Jika para guru percaya bahwa: a) usaha-usaha mereka melaksanakan kegiatan akademik akan capai menuntutnya pada reward (lokus kontrol). Para peneliti kualitatif menggunakan teori dalam penelitian untuk tujuan-tujuan yang berbeda. d) Reward benar-benar ada dalam bidang atau institusi mereka (Seting Institusi) maka produktifitas akademik mereka akan semakin meningkat (hlm. teori sering kali digunakan sebagai penjelasan atas perilaku dan sikap-sikap tertentu. seperti adopsi dalam praktek-praktek kesehatan atau kualitas dalam orentasi kehidupan umat manusia. 12-16) (Disini. Untuk lebih jelasnya. dan hipotesis-hipotesis penelitian. Misalnya. Pertama. Pendekatan ini sangat populer dalam penelitian ilmu kesehatan kualitatif dimana peneliti biasanya mengawali penelitianya dengan model-model teoretis. c) Reward atas aktifitas akademik sangat bermanfaat (manfaat reward). stabilitas dan perubahan. seperti kontrol sosial. Meskipun para peneliti kualitatif tidak merujuk pada tema-tema tersebut sebagai teori mereka. seperti kekerabatan atau keluarga (lihat pembahasan Wolcott:1999 tentang sejumlah penelitian antropologi yang mengangkat topik-topik kebudayaan).

biseksual. khususnya tentang orangorang dan komunitas-komunitas kulit berwarna (Ladson-Bilings. Perspektifperspektif juga menunjukkan bagaimana peneliti harus memosisikan diri mereka dalam penelitian kualitatif (seperti. peneliti memulai dengan satu teori yang menjelaskan keseluruhan proses penelitian. dan gender yang diletakkan pada mereka (Fay.  Wacana rasial memunculkan pertanyaan-pertanyaan penting tentang tentang kontruksi dan kontrol atas pengetahuan yang berbau ras. atau dengan cara berbaur langsung dengan mereka). 1993). Topik-topik penelitian bisa mencangkup isu-isu kebijakan yang berhubungan dengan realisasi keadilan sosial bagi kaum wanita dengan ranah-ranah tertentu atau pengetahuan tentang kondisikondisi ketertindasan yang dialami oleh mereka (Ollesen. Teori kausatif seperti ini bisa berupa teori emansipasi atau represi (Thomas. kelas. dan ras (atau isu-isu lain mengenai kelompokkelompok marginal). kultural. serta membentuk call for action and change (panggilan untuk melakukan aksi dan perubahan). Penelitian kualitatif pada 1980-an mengalami transformasi besar-besaran yang ditandai munculnya perspektif-perspektif teoretis seperti ini sehingga memperluas ruang lingkup penelitian yang muncul sebelumnya. gay. kelas. 2000). Perspektif-perspektif teoretis ini menuntun peneliti pada isu-isu penting yang perlu diteliti (seperti. mengumpulkan dan menganalisis data. atau historis tertentu) dan bagaimana menulis laporan akhir (seperti. berada diluar atau tidak condong pada konteks pribadi. 1987) Teori queer-begitulah istilah yang digunakan dalam literatur ini berfokus pada individu-individu yang menanamkan pada dirinya sebagai kelompok lesbian. perempuan. 2000)   Perspektif teori kritis fokus pada pemberdayaan umat manusia agar dapat bebas dari kungkunghan rasial. Penelitian-penalitian yang menerapkan perspektif teoritis ini bukan berarti menjadikan individu-individu diatas sebagai objek mentah yang 88 . Perspektif ini biasanya digunakan dalam penelitian advokasi/partisipatoris kualitatif atau dapat membantu peneliti untuk merancang rumusan masalah. 2007):  Perspektif feminis mengugat kaum wanita saat ini yang ditindas dengan sewenangwenang dan institusi yang turut membentuk kondisi tersebut. Beberapa perspektif teoritis yang dapat digunakan dalam penelitian kualitatif adalah sebagai berikut (Creswell. atau trans gender.Kedua.para peneliti kualitatif sering kali mengunakan perspektif teoritis sebagai panduan umum untuk meneliti gender.dan kelompok-kelompok minoritas lain). dengan tidak memarjinalisasi lebih jauh individu-individu yang diteliti. anak jalanan. Dalam penelitian etnografi kritis.

kemudian menuju teori atau model tertentu (lihat punch. Teori ini bahkan menyuarakan kembali hak-hak dan pengalaman-pengalaman individu yang tertindas (gamson. Dengan menjadikan teori sebagai poin akhir penelitian. Rossman dan Rallis (1998) mengartikan teori dalam penelitian kualitatif sebagai perspektif pos modern dan kritis: Menjelang abad XX. berarti peneliti menerapkan proses penelitianya secara induktif yang berlangsung mulai dari data. Penelitian historis tradisional telah membungkam kelompok-kelompok yang tertindas dan marginal (hlm. Penelitian pada dasarnya melibatkan isu-isu kekuasaan. tetapi dikuasai oleh individu-individu yang secara teoritis berorentasi pada ras. 66) Ketiga dalam penelitian kualitatif. 1998). ilmu-ilmu sosial tradisional mulai dikritik dan dipertanyakan oleh perspektif-perspektif pos modern dan kritis yang menantang asumsi-asumsi objektif dan norma-norma tradisional dalam penelitian. 89 . b). teori sering kali digunakan sebagai poin akhir penelitian. 2000)  Studi ketidak mampuan berfokus pada makna inklusi dalam sekolah. Ada empat hal yang menjadi fokus utama dalam kritik ini: a). 2005).dapat diperlakukan begitu saja. yang melibatkan para pengurus sekolah. merupakan aspekaspek penting dalam memahami pengalaman manusia dan d). gender. Logika pendekatan induktif ini dapat dilihat pada gambar 35. melainkan lebih berusaha mencari sisi-sisi kultural dan politis apa yang membuat mereka terkucilkan dalam ranah sosial. lalu ke tema-tema umum. guru dan orang tua yang memiliki anak-anak dengan ketidak mampuan tetentu (Mertens. Laporan penelitian tidak transparan dan netral.

atau generalisasi-generalisasi untuk nantinya diperbandingkan dengan pengalaman-pengalaman pribadi atau dengan literatur-literatur yang ada. dari wawancara atau observasi) Gambar 3. peneliti berharap dapat menemukan satu teori yang didasarkan pada informasi dari para partisipan (Stauss dan Corbin. Sebagai contoh lain. Usaha mengembangkan tema-tema dan kategori-kategori menjadi pola-pola. Lincoln dan Guba 90 .5. dalam penelitian studi kasus. Dalam penelitian ini. Logika Induktif Dalam Penelitian Kualitatif Peneliti memulai penelitianya dengan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin dari para partisipan. Misalnya. grounded theory memiliki poin akhir yang berbeda. Bahkan. 86). 1998). Stake (1995) menyebut tuntutan (assertion) sebagai generalisasi proporsional (kesimpulan peneliti dari hasil interpretasi dan klaim-klaimnya) dan generalisasi naturalistik (pengalaman-pengalaman pribadi peneliti) (hlm.Peneliti mengemukakan generalisasigeneralisasi atau teori-teori dari literatur-literatur dan pengalamanpengalaman pribadinya Peneliti mencari pola umum. lalu membentuk informasi ini menjadi pola-pola. generalisasi-generalisasi atau teori-teori dari tema-tema atau kategori-kategori yang dibuat Peneliti menganalisis data berdasarkan tema-tema dan kategori-kategori Peneliti mengajukan pertanyaanpertanyaan terbuka pada partisipasi dan merekam catatan-catatan lapangan Peneliti mengumpulkan informasi (misalnya. teoriteori atau generalisasi-generalisasi ini menunjukkan bahwa penelitian kualitatif memiliki point akhir yang berbeda-beda. teori-teori.

Neuman (2000) memberikan informasi tambahan mengenai pattern theory ini: Pattern theory tidak menemukan aspek penalaran deduktif. Jika bisa diterapkan. Kasus ini bisa saja terjadi disebabkan dua hal: (1) karena tidak ada satupun penelitian kualitatif dilakukan dengan observasi yang ―benar-benar murni‖ dan (2) karena struktur konseptual sebelumnya yang disusun dari teori dan metode tertentu telah memberikan starting point bagi keseluruhan observasi (Schwandt. tidak sedikit orang memandang penelitian kualitatif sebagai penelitian yang tidak memiliki orientasi teori yang eksplisit. beberapa penelitian kualitatif tidak mengunakan teori yang terlalu eksplisit. peneliti hanya membuat sesuatu deskripsi yang kaya dan rinci tentang fenomena tertentu. Bahkan. 1986). namun teori ini tidak membutuhkan pernyataan kausatif. Konsep-konsep dan relasi-relasi di dalamnya membentuk sejenis mutual-reinforcing dan sistem tertutup. sebagai end point penelitian. 38) Keempat. Pattern theory mengurutkan setiap tahapan atau menghubungkan bagian-bagian dengan keseluruhan (hlm. atau sebagai perspektif advokasi. seperti dalam penelitian fenomenologi. Sebaliknya. yang didalamnya peneliti berusaha untuk membangun esensi pengalaman dari para partisipasi (lihat. misalnya. 91 . Tips penelitian saya tentang pengunaan teori dalam penelitian kualitatif ini antara lain sebagai berikut:   Pastikan apakah teori tersebut dapat diterapkan dalam penelitian kualitatif atau tidak. mirip dengan teori kausatif.  Tempatkan teori tersebut dalam naskah penelitian anda dibagian yang tepat. sesuai dengan tujuan yang digunakanya teori tersebut. apakah sebagai penjelasan up-front.‖ pattern theory merupakan sistem gagasan-gagasan. 1993).(1985) menyebut pattern theory (teori pula) sebagai pemikiran-pemikiran awal yang terus berkembang selama penelitian kualitatif ini justru merepresentasikan pemikiran-pemikiran yang saling berhubungan atau bagian-bagian yang berhubung dengan keseluruhan. teori ini mengunakan metafora dan analogi-analogi agar relasi-relasi ini ―memiliki arti. identifikasilah bagaimana teori tersebut akan dijabarkan dan digunakan dalam penelitian anda. Riemen. Dalam penelitian-penelitian semacam ini. pattern theory justru berisi konsep-konsep dan relasi-relasi yang saling berhubungan. Malahan.

tetapi hanya dimodifikasi (karena penelitian mereka adalah penelitian kualitatif). 276) Seperti yang tanpak pada contoh diatas. Padilla. yang di dalamnya proposisi utama dapat dibedakan dengan teori-teori dan literatur-literatur yang sudah ada. akan turut memengaruhi penempatanya dalam sebuah penelitian kualitatif. Untuk itulah. Akan tetapi. Mereka merasa bahwa model ini telah "dikonseptualisasikan secara tidak utuh dan. Contoh 3. Mereka mendaur-ulang model Tinto ini dan menawarkan modifikasinya untuk mengilustrasikan bagaimana etnisitas itu berfungsi. dengan tetap menjaga kerangka tersebut secara ketat agar tidak tercampur-baur dengan data penelitian (hlm. dan Pavel (1991) meneliti 24 siswa yang berasal dari Spayol dan Amerika Asli yang tergabung dalam suatu sistem sosial (dalam hal ini. Modtfikasi-teori ini berbentuk diagram logika. dan meletakkan model tersebut di akhir penelitian. 92 . 433). Data harus diolah secara dialektik agar dapat menghasilkan proposisiproposisi baru yang memungkinkan munculnya kerangka teoretis. pola. atau generalisasi sebagai poin akhir (end point} maka modifikasi atas teori model Tinto tersebut dimunculkan di akhir penelitian. untuk sebagian besar rancangan kualitatif yang berorientasi teori.2 Teori di Bagian Awal Penelitian Kualitatif Murguia. Mereka mengawalinya dengan menghubungkan pengalaman-pengalaman partisipan dengan satu model teori. Mereka ingin mengetahui tentang bagaimana etnisitas memengaruhi integrasi sosial. sebagai konsekuensinya. dalam penelitian mereka. model tersebut tidak diuji (seperti yang sering ditemukan dalam proyek kuantitatif). Dalam penelitian kualitatif yang mengunakan tema kultural atau perspektif teoretis. universitas). Lather (1986) mengulifikasi pengunaan teori sebagai berikut: Melakukan penelitian grounded theory secara empiris membutuhkan relasi timbal balik antara data dan teori. teori muncul diawal dan dapat dimodifikasi atau disesuaikan dengan sedemikian rupa berdasarkan pandangan dari para partisipan. sebuah representasi visual yang mengilustrasikan hubungan antarkonsep. Karena penelitian kualitatif mereka menempatkan teori.Menempatkan Teori Dalam Penelitian Kualitatif Bagaimana teori itu digunakan. sering kali dipahami dan diukur dengan tidak tepat" (hlm. seperti etnografi kritis. yaitu model Tinto tentang integrasi sosial. merancang model ini secara induktif dari komentarkomentar infor man. kami telah mengembangkan suatu model visual yang menghubungkan variabel-variabel.

salah satu literatur yang membahas tentang produktivitas penelitian menegaskan bahwa performa penelitian seseorang tidak akan merosot hanya karena ada penghargaan tenure (Holley. Bab teori kami munculkan di bagian akhir penelitian. 1992) mengembangkan suatu grounded theory yang menghubungkan variabel-variabel (atau kategori-kategori) penelitian. Cara lain untuk menerapkan teori dalam penelitian metode campuran adalah dengan menjadikan teori sebagai perspektif teoretis untuk menuntun penelitian.3 Teori di Bagian Akhir Penelitian Kualitatif Dengan menggunakan database yang memuat sekitar 33 wawancara kami bersama para ketua jurusan akademik. Mengapa kebutuhankebutuhan para dosen yang tenured justru lebih banyak dibanding para dosen yang nontenured? Padahal. beragamnya tujuan-tujuan karier para dosen yang post-tenure memperluas kemungkinan munculnya "jenis-jenis" masalah tersebut. antara lain kami menyatakan: Proposisi dan subproposisi-subproposisi dari teori ini ternyata menampiikan sesuatu yang tidak biasa. Selain itu. orientasi seksual. Pada bagian ini. subproposisi ini justru menekankan pada kelompok karier yang understudied. baik dengan pendekatan kuantitatif maupun kualitatif. 1977). kami juga membandingkan hasil survei dari para partisipan dengan hasil survei dari penelitian-penelitian lain. Teori ilmu sosial atau ilmu kesehatan bisa saja digunakan sebagai kerangka teoretis untuk diuji. (Creswell & Brown. kami (Creswell & Brown. melainkan dalam jangkauan masalah-masalah tersebut. Dalam banyak hal. Contoh 3. Dalam hal ini. Barangkali. sekaligus membandingkan beragam spekulasi teoretis yang terdapat dalam literatur. kami juga menyertakan hipotesis-hipotesis dari teori tersebut. bahkan kontras.TEORI DALAM PENELITIAN METODE CAM! URAN Teori dalam penelitian metode campuran dapat diterapkan secara deduktif (seperti dengan pengujian atau verifikasi teori kuantitatif) atau secara induktif (seperti dengan pemunculan teori atau pola kualitatif). mengharuskan kita untuk mengujinya lebih rinci. penelitian metode campuran yang didasarkan pada teori gender. Kami justru menemukan bahwa masalah yang dirasakan para dosen yang post-tenure hampir mencakup keseluruhan masalah yang terdapat dalam daftar. kami berharap bahwa jenjang-jenjang karier akan sama. atau isu-isu lain maka penelitian tersebut sebaiknya menerapkan teori-teori ini di bagian penelitian (Mertens. ketidakmampuan. ras atau etnisitas. yang menurut Furniss (1981). dengan harapan kami. yakni pengaruh para ketua jurusan terhadap performa dosen. Bahkan. Dalarn bab tersebut.1. kami menggambarkan teori tersebut secara induktif dalam bentuk isual berdasarkan kategori-kategori informasi yang berasal dari para informan. Bertentangan dengan proposisi 2. pada bagian ini. bukan dalam jenis-jenis masalah. 1992: 58) 93 . 2003).

Tentang prosedur-prosedur penelitian metode campuran.1.Secara historis. kebudayaan/ras/etnik. dalam menjelaskan paradigma transfor-rriatif-partisipators dan prosedur-prosedur khusus metode campuran. kelas dan status sosial. seperti gender. dan perhatian pada solusi-solusi aksi. gagasan digunakannya landasan teoretis dalam penelitian metode campuran sudah ditunjukkan pertama kali oleh Greene dan Caracelli pada 1997. Creswell. bebas-bias dari kuantitatif dan bermuatan-bias dari kualitatif). feminis. Sebagaimana diringkas dalam Kotak 3. menurut Mertens. dia menegaskan pentingnya perspektif teoretis dalam penelitian metode carnpuran. Pertanyaan-pertanyaan dalam Kotak 3. para peneliti akan menyadari pentingnya penelitian tentang isu-isu diskriminisi dan tekanan. Teori transformatifnya Mertens ini bisa menjadi gagasan umum bagi serrtua penelitian yang berbasis emansipatoris. penerapan metode-metode yang berbeda. etnis/ras. Tidak hanya itu. Para peneliti metode campuran yang menggunakan teoriteori transformatif ini. Mertens juga menjelaskan implikasi dasar diterapkannya teori-teori transformatif ini dalam penelitian metode campuran. kritik. gaya hidup. seperti penelitian aksi partisipatoris (participatory action research) dan pendekatan pemberdayaan (empowerment approach). feminis. Perspektif-perspektif inilah yang nantinya saling bertumpang tindih dalam penelitian metode campuran (lihat-Bab 10).1 mengarahkan para peneliti 94 . antidiskriminasi partisipatif. Dalam rancangan ini.1. dan isu-isu ketidakmampuan (disability issues). dan Hanson (2003) sudah menulis sebuah bab khusus yang menjelaskan hal tersebut secara kompre-hensif. serta perlunya pengharga-an akan perbedaan di antara para partisipan penelitian. Mereka menjelaskan kemungkinan penelitian metode campuran menerapkan perspektif-perspektif teoretis yang beragam. dengan objek penelitian yaitu individuindividu dengan ketidakmarnpuan-ketidakmampuan khusus dan kelompok-kelompok marginal. Mertens (2003) melanjutkan pembahasan ini. Piano Clark. ras/etnis. dia menekankan pentingnya nilai-nilai dalam meneliti isu-isu feminis. Gutmann. Dengan membaca pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam Kotak 3. Mereka mengidentifikasi penerapan rancangan transformatif'untuk penelitian metode campuran. Freirian. Banyak peneliti metode campuran yang sudah menerapkan gagasan ini. perlu menggabungkan metodologi emansipatoristransformatif ke dalam semua tahap penelitiannva. Mereka kemudian membuat model-model visual untuk mengilustrasikan bagaimana perspektif-perspektif ini dapat menjadi panduan bagi penelitian metode campuran. Greene dan Caracelli menawarkan pencampur-an nilai-nilai dari tradisi-tradisi yang berbeda (seperti. Rancangan ini mengutamakan penelitian-penelitian yang berbasis pada nilai dan aksi.

lalu mereka mengemukakan pentingnya pemberdayaan dalam penelitian. Jika teori digunakan sebagai strategi transformasional dalam penelitian. jelaskan strategi tersebut dan bahaslah poin-poin intinya dalam penelitian yang diajukan. yang di dalamnya gagasan-gagasan emansipatoris juga digunakan. Langkah-langkah untuk menggunakan teori dalam proposal metode campuran ialah: • • • Tentukan teori apa yang akan digunakan.untuk respek dalam mengumpulkan dan mengomunikasikan data penelitian dan melaporkan hasil penelitian sehingga dapat menuntun pada per-ubahan dalam proses dan relasi sosial. 95 . Mereka menggunakan perspek-tif teoretis untuk mengonfigurasi kembali bahasa dan percakapan partisipan. 1997:24). Penelitian metode campuran di atas "menekankan dimensi-dimensi berbasis nilai dan aksi dari dua tradisi penelitian yang berbeda" (Greene & Caracelli. Identifikasilah penerapan teori tersebut dalam hubungannya dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.

Mengidentifikasi Rancangan Penelitian • Apakah rancangan penelitian Anda sudah menerapkan treatment yang berbedabeda pada setiap kelompok dan menghormati pertimbangan-pertimbangan etis dari para partisipan? Mengidentifikasi Sumber-Sumber Data dan Memtlih Partisipan • Apakah para partisipan benar-benar pernah mengalami —atau setidaknya berkaitan dengan— diskriminasi dan penindasan? • Apakah para partisipan sudah tepat dilabeli sebagai komunitas yang tertindas? • Apakah proses penargetan populasi sudah memenuhi syarat-syarat pengharaan akan perbedaan? • Apa yang Anda lakukan pada sampel penelitian untuk mengetahui bahwa kelompokkelompok yang tertindas itu benar-benar terwakilkan dengan tepat dan akurat? Mengidentifikasi atau Membuat Instrumen-Instrumen dan Metode-Metode Pengumpulan Data • Apakah proses pengumpulan data dan hasil penelitian akan menguntungkan komunitas yang diteliti? 96 .Kotak 3. seperti pertanyaan-pertanyaan yang difokuskan pada persoalan otoritas dan relasi kekuasaan dalam institusi-institusi dan komunitaskomunitas tertentu?). membangun kepercayaan.1 Pertanyaan-Pertanyaan Emansipatoris-Transformatif untuk PenelitianPenelitian Metode Campuran selama proses Penelitian Membatasi Masalah dan Mencari Literatur • Apakah Anda sudah mencari dengan teliti literatur-literatur yang concern dengan isu-isu diskriminasi dan penindasan? • Apakah Anda sudah membatasi masalah penelitian. merrlbuat pertanyaan-pertanyaan positif dan negatif yang seimbang? Membuat pertanyaan-pertanyaan yang menuntun pada jawaban-jawaban transformatif. utamanya untuk komunitas yang diteliti? • Apakah Anda sudah benar-benar memanfaatkan waktu dengan komunitaskomunitas ini? (seperti. menggunakan kerangka teoretis ketimbang model tertentu yang terbatas.

berfungsi sebagai jembatan antarvariabel. atau menempatkannya dalam bagian terpisah." atau dalam bentuk visual. Handbook of Mixed Methods in the Social & Behavioral Sciences. peneliti perlu membuat tulisan agak panjang mengenai teori tersebut. Teddlie (Ed. analisis multilevel) untuk mengetahui bahwa ada dampak yang berbeda terhadap setiap kelompok? • Apakah hasil penelitian akan membantu memahami dan memper-jelas relasi kekuasaan? • Apakah hasil penelitian akan mempermudah proses perubahan sosial? Sumber: Diadaptasi seperlunya dari D. "Mixed Methods and the Politics of Human Research: The Transformative-Emancipatory Perspective/' dalam A. peneliti menempatkannya di awal penelitian dalam tinjauan pustaka. Mereka juga dapat memasukkan teori-teori itu dalam rumusan masalah atau hipotesis penelitian. Tentu saja. dan peneliti menyatakan teori mereka dalam bebe rapa bentuk. Ruang lingkup teori bisa saja luas ataupun sempit.). Menafsirkan. kualitatif. dan Melaporkan Hasil Penelitian • Apakah hasif penelitian akan memunculkan hipotesis-hipotesis baru? • Apakah penelitian ini juga akan meneliti subkelompok-subkelompok (seperti. jika diletakkan di bagian terpisah. Tashakkori & C. dan metode campuran untuk tujuan yang berbeda-beda. 97 . RINGKASAN Teori diterapkan dalam penelitian kuantitatif.M. Peneliti kuantitatif tentu membutuhkan landasan teoretis tentang variabel-variabel ini untuk membantunya merancang rumusan masalah dan hipotesis penelitian.• Apakah temuan-temuan penelitian nantinya dapat dipercaya oleh komunitas tersebut? • Apakah komunikasi dengan komunitas tersebut akan berjalan efektif? • Apakah proses pengumpulan data dapat membuka jaian bagi partisipan menuju proses perubahan sosial? Menganalisis. Teori inilah yang menjelaskan bagaimana dan mengapa variabel-variabel itu berhubungan satu sama lain. Mertens (2003). Jika teori-teori tersebut digunakan secara deduktif. Para peneliti kuantitatif menggunakan teori untuk memberikan penjelasan atau prediksi tentang relasi antarvariabel dalam penelitian. seperti dalam bentuk hipotesis. pernyataan logika "jika-maka. Diadaptasi atas izin penulis.

4 Teori dalam Penelitian Metode Campuran Transformatif-Emansipatoris Hopson. Lucas. mereka meneliti bahasa para partisipan yang terjangkit HIV/AIDS dalam konteks sosial. penggunaan obat-obatan. Dari data kualitatif ini.Contoh 3. yang didominast oleh penduduk Afrika Amerika yang terjangkit HIV/AIDS. Para peneliti kualitatif yang menerapkan grounded theory. Teori juga bisa diterapkan sebagai perspektif teoretis untuk membantu peneliti memunculkan pertanyaanpertanyaan tentang gender. Para peneliti metode campuran dapat menerapkan teori secara deduktif (sebagaimana dalam penelitian kuantitatif) ataupun secara induktif (sebagaimana dalam penelitian kualitatif). Teori juga dapat diterapkan sebagai poin akhir penelitian (end point). Mereka lalu menyatakan bahwa dalam metakukan penilaian (evaluasi). sebaiknya diterapkan pendekatan pemberdayaan di mana peneliti secara aktif mendengarkan pendapat dari para partisipan dan melaksanakan program-program yang mereka inginkan Sebagaimana dalam penelitian kuantitatif. Mereka juga melakukan 40 wawan¬cara semi-struktur untuk mengidentifikasi demografi. ras. misalnya. berusaha menghasilkan suatu teori yang didasarkan (grounded) pada pandangan-pandangan para partisipan. hanya menyajikan penelitian deskriptif tentang fenomena utama. pola (pattern]. dan kelas) dalam penelitian metode campuran mereka. pengetahuan tentang bahaya HIV/ AIDS. dan keber-terimaan dan ketakberterimaan. yang berhubungan dengan gender. para peneliti metode campuran dapat 98 . mereka menyaring kembali pertanyaanper-tanyaan follow-up (lanjutan) untuk digunakan sebagai instrumen posintervensi kuantitatif. Mereka juga dapat mengawalinya dengan menggunakan perspektif-perspektif teoretis (misalnya. kepemilikan. Misalnya. lalu memosisikannya sebagai kesimpulan di akhir penelitian mereka. dan Peterson (2000) meneliti isu-isu yang sering kali muncul dalam masyarakat urban. ada juga beberapa penelitian kualitatif yang tidak menyertakan teori yang eksplisit. seperti penelitian feno-menologi. Meski demikian. Mereka pertama-tama melakukan 75 wawancara etnografis terbuka untuk mengidentifikasi "tema-tema bahasa" (him. gaya hidup. 31). para peneliti kualitatif juga dapat menerapkan teori sebagai penjelasan umurn. dan sebagainya. Dengan kerangka teori transformatif-emanstpatoris. kelas. narkoba. ras/etnis. atau generalisasi (generalization) yang secara induktif berawal dari pengumpulan dan analisis data. seperti celaan. rutinitas sehari-hari. dan karakteristik-karakteristik perilaku-sosio seksual. misal-nya dalam etnografi.

Berdasarkan keragaman inilah. Setelah itu. 99 . Latihan Menulis 1. seperti perspektif feminis. Bahkan. beberapa buku penelitian saat ini (seperti. Bab-bab dalam buku ini mengilustrasikan beberapa konsensus tentang bagaimana meryjelaskan suatu teori. G. Mertens. buku ini juga menunjukkan bahwa teori bisa saja beroperasi pada banyak level dalam penelitian kualitatif. Identifikasilah secara cermat bagaimana perspektif tersebut membentuk langkah-langkah dalam proses penelitian itu! Gunakan Kotak 3. BACAAN TAMBAHAN Flinders. seperti teori-teori formal. dan meta-teori.).1 sebagai panduan identifikasi. Teachers College. Theory and Concepts in Qualitative Research: Perspectives from The Field. & Mills.E. buat juga model visual teori tersebut yang mengilustrasikan hubungan antarvariabel dalam penelitian Anda! Ikutilah prosedur-prosedur rancangan model kausatif yang sudah dijelaskan dalam bab ini! 3. dan (c) menyajikan penjelasan deskriptif tanpa menggunakan teori yang eksplisit. 2003) sudah me-nyediakan prosedur-prosedur khusus bagaimana memasukkan beragam perspektif tersebut ke dalam tahap-tahap penelitian.. buatlah tulisan Latihan Menulis mengenai perspektif teoretis untuk rencana penelitian kuantitatif Anda! 2. D. diperlukan usaha untuk mencari teori lapangan yang sebenarnya dalam penelitian kualitatif. (b) berusaha mengembangkan suatu teori di akhir penelitian. atau kelas. Lebih jauh. (1993). etnis/ras. teori-teori metodologis. teori-teori epistemologis. Carilah artikel-artikel jurnal yang: (a) memodifikasi suatu teori yang muncul sebelumnya.J. (Ed. Berdasarkan contoh yang sudah disajikan dalam bab ini. New York: Teachers College Press. Carilah penelitian metode campuran yang menggunakan satu perspektif teoretis. 4.menerapkan pen-dekatan transformasional-emansipatoris yang menggabungkan perspektifperspektif di atas untuk meneliti isu utama. Columbia University. dan teori seperti apa yang dianggap buruk dan baik. David Flinder dan Geoffrey Mills mengeditori sebuah buku yang membahas tentang perspektif-perspektif yang berasal dari lapangan —"teori lapangan"— seperti yang sudah sering dideskripsikan oleh para peneliti kualitatif.

yaitu: (a) sebagai bahan pemikiran dan refleksi. Donna Mertens mengakui bahwa secara historis.Buku ini juga mengilustrasikan praktik dari kritisisme kritis. 100 . Dia mencatat beragam definisi tentang teori dan memetakan empat fungsi teori. teori-teori ini harus berkembang secara terus-menerus dan menjadi ad hocery. Teddlie (Ed.). 67 (1). Berangkat dari catatan-catatan ini. sebagaimana dikatakan Toffler. Aspek yang berbeda dari tulisan Mertens ini terletak pada bagaimana ia berusaha merangkaikan paradigma pemikiran transformatif-emansipatorisnya dengan langkah-langkah dalam proses pelaksanaan penelitian metode campuran. (1997). 75-104). formal. (b) sebagai hipotesis yang lebih sempit atau longgar. metode penelitian pada awalnya tidak terlibat dalam. G. (him. Mertens. (2003). CA: Sage. Tashakkori & C. la juga menawarkan paradigma transformatif-emansipatoris sebagai kerangka teoretis bagi penelitian metode campuran karena paradigma ini digagas oleh para sarjana yang berasal dari kelompok ras/etnis yang beragam. Handbook of Mixed Methods in Social and Behavioral Research. (c) sebagai penjelasan untuk menambah pengetahuan dalam bidang yang berbeda. D. dia kemudian memunculkan satu tesis bahwa teori tidak seharusnya menstrukturkan apalagi mengekang pemikiran. Gary Thomas mengkritik penggunaan teori dalam penelitian edukatif. dari orane-orang yang memiliki ketidakmampuan-ketidakmampuan khusus dan dari kaum feminis. dan edukasional. "Mixed Methods and The Politics of Human Research: The Transformative-Emancipatory Perspective. 135-164)." dalam A. (him. isu-isu politik-kemanusiaan dan keadilan sosial. dan (d) sebagai pernyataan formal dalam ilmu pengetahuan. personal. Thomas. yang menurutnya cenderung membatasi pemikiran. Sebalik-nya. "What's The Use of Theory?" dalam Harvard Educational Review.M. Thousand Oaks.

atau metode campuran. apakah kuantitatif. Sepanjang penggarapan proposal. atau metode campuran. 2. Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah kesadaran akan tulisan yang baik dan benar. saya menyajikan outline topiktopik proposal.Bab Empat Strategi-strategi Menulis dan Pertimbangan-Pertimbangan Etis S ebelum menulis proposal. MENULIS PROPOSAL Bagian-Bagian dalam Proposal Salah satu syarat utama yang harus dipenuhi sebelum menulis proposal adalah mempertimbangkan topik-topik apa saja yang akan dimasukkan dalam proposal tersebut. saya akan menjelaskan bagian-bagian ini secara lebih detail. Dalam bab-bab selanjutnva. Apa yang dibutuhkan pembaca untuk memahami topik Anda dengan lebih mudah? Apa yang sudah sedikit-banyak diketahui pembaca mengenui topik Anda? 101 . Untuk itulah. kualitatif. Bab ini akan menjelaskan garis-garis besar susunan proposal penelitian secara keseluruhan. secara keseluruhan. peneliti juga perlu mematuhi aturan-aturan etis dan mengantisipasi masalah-masalah etis yang sering kali muncul. yang akan turut memastikan konsistenst dan keterbacaan proposal tersebut. suatu proposal penelitian di-bentuk oleh beberapa argumentasi utama. Yang jelas. diperlukan sejenis outline atau draft meskipun topik-topik ini akan bervariasi bergantung pada jenis proposal yang diajukan. Maxwell (2005) menyebut sembilan argumentasi inti yang harus diperhatikan peneliti untuk menulis proposal penelitian. sejenis draf tentang bagian-bagian yang perlu dimasukkan dalam proposal penelitian. kualitatif. Berikut ini saya sajikan sembilan argumentasi tersebut dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan. peneliti perlu memiliki gagasan umum tentang struktur penelitian yang akan sajikan. 1. praktik-praktik penulisan proposal agar mudah dibaca. Dalam bab ini. Struktur proposal ini akan berbeda tergantung pada apakah proyek yang ditulis adalah kuantitatif. dan masalah-masalah etis yang harus dipertimbangkan saat proposal tersebut ditulis. utamanya tentang 'format bagian-bagian dan outline topik-topik di dalamnya. Semua topik harus saling berhubungan dan memberikan gambaran kohesif mengenai proyek penelitian secara keseluruhan.

Masalah-masalah etis yang mungkin muncul.1 didasarkan pada perspektif konstruk-tivis/interpretivis. Tujuan penelitian dan batasan masalah. dan anggaran yang diajukan. akan membentuk fondasi penelitian yang baik dan sangat membantu proses penyusunan proposal secara keseluruhan. Yang menarik dari sembilan pertanyaan di atas adalah disertakannya verifikasi penemuan. hasil-hasil sementara. Strategi-strategi menvalidasi hasil penelitian. pertimbangan-pertimbangan etis. catatan waktu. Apa yang Anda harapkan dari penelitian Anda? Rancangan seperti apa dan siapa saja orang-orang yang ingin Anda teliti? Metode-metode apa yang ingin Anda gunakan untukmenyajikan data? Bagaimana Anda akan menganalisis data? Bagaimana Anda akan menvalidasi penemuan-penemuan Anda? Masalah-masalah etis apa saja yang akan Anda sajikan? Apakah hasil-hasil sementara sudah menunjukkan bahwa penelitian yang Anda ajukan ini bermanfaat dan bisa diterapkan? Sembilan pertanyaan ini. 5. Rumusan masalah.1 Format Konstruktivis/Interpret!vis Kualitatif Pendahuluan Latar belakang masalah (mencakup literatuMiteratur yang ber-hubungan dengan rnasalah tersebut dan pentingnya penelitian). Contoh 4. Outcomes yang diharapkan. bukti observasi. Susunan naratif penelitian. 102 . 7. Komponen-komponen ini dapat memfokuskan perhatian pembaca pada elemen-elemen kunci yang sering kali diabaikan dalam proposal penelitian. 8. 9. Format Proposal Kualitatif Mengenai format proposal kualitatif. dan bukti manfaat atau tidaknya sebuah proposal.2 didasarkan pada perspektif advokasi/partisipatoris. Contoh 4. Prosedur-prosedur pengumpulan data. 4. Lampiran: pertanyaan-pertanyaan wawancara. Hasil-hasil sementara (jika ada). saya menawarkan dua model alternatif. jika masing-masing disajikan secara tepat dalam satu bagian proposal. Peran peneliti.3. sedangkan Contoh 4. 6. Prosedur-Prosedur Asumsi-asumsi filosofis tentang penelitian kualitatif. Strategi penelitian kualitatif.

bukti observasi. dan anggaran yang diajukan. Strategi penelitian kualitatif. yaitu pendahuluan dan prosedur-prosedur. tinjauan pustaka bisa dimasukkan di akhir penelitian atau di bagian outcomes yang diharapkan. catatan waktu. peneliti mengidentifikasi isu-isu advokasi/partisipatoris tertentu yaing akan dieksplorasi dalam penelitian (seperti marginalisasi dan pemberdayaan). Pentingnya penelitian. Lampiran: pertanyaan-pertanyaan wawancara. berkolaborasi dengan para partisipan dalam pengumpulan data. 103 . Strategi-stratecgi menvaiidasi hasif penelitian. Susunan naratif. dan menyatakan perubahan-perubahan yang dapat ditawarkan oleh penelitian ini. Format proposal di atas tadi sama dengan format sebelumnya (konstruktivis/interpretivis) kecuali dalam hal bahwa dalam format proposal ini. literatur-literatur yang berhubungan dengan isu tersebut. Masalah-masalsh etis yang mungkin muncul. Prosedur-prosedur pengumpulan data (meliputi pendekatan-pendekatan pengumpulan data secara kolaboratif bersama para partisipan). Contoh 4. tetapi hanya bersifat optional saja. Prosedur-prose*dur analisis data. Asumsi-asumsi filosofis tentang penelitian kualitatif. Perubahan-perubahan advokasi/partisipatoris yang diharapkan. Misalnya. Selain itu. denganmembuat catatan waktu dan menyajikan anggaran yang diajukan peneliti setidak-tidaknya sudah memberikan informasi yang berguna bagi pihak perguran tinggi meskipun bagian-bagian ini biasanya tidak dijumpai dalam outline proposal..2 Format Advokasi/Partisipatoris Kualitatif Pendahuluan Latar belakang masalah (meliputi isu-isu advokasi/partisipatoris yang akan dieksplorasi. sebagaimana yang sudah dijelaskan pada Bab 3. peneliti hanya menyertakan dua bagian utama. Tujuan penelitian dan batasan masalah. Prosedur-proseedur pencatatan/perekaman data. Hasil-hasil semwentara (jika ada). lagi pula.Pada contoh di atas. Tinjauan pustaka bisa saja dimasukkan. Peran peneliti. dan pentingnya penelitian). Rumusan masalah. saya juga sudah menambah bagian-bagian yang mungkin pada awalnya tampak tidak lazim. Prosedur-Prosedur.

2007). seperti metode campuran. 2007). Untuk itu. Format ini menunjukkan bahwa peneliti menerapkan komponen-komponen kuantitatif dan kualitatif (khususnya. tinjauan pustaka. Rudestam & Newton. bisa jadi bermacam-macam antarmasingmasing penelitian (lihat. formatnya disesuaikan dengan bagian-bagian yang biasanya terdapat dalam artikel-artikel jurnal kuantitatif. dan pembahasan.3). tujuan pe-nelitian dan rumusan masalah) sebagai komponen-komponen Metode campuran. Dalam merencanakan penelitian kuantitatif atau proposal disertasi. Contoh ini juga sangat berguna bagi para peneliti yang ingin merancang bagian-bagian penelitian untuk disertasi atau membuat kerangka topik-topik untuk penelitian-penelitian akademik yang lain. metode penelitian. 104 .4 (yang diadaptasi dari buku Creswell & Piano Clark. sangat penting menjelaskan sejak awal alasan-alasan diterapkannya pendekatan metode campuran dan mengidentifikasi elemen-elemen kunci dari rancangan ini. 2007). dan prosedur-prosedur pengumpulan dan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Miller. khususnya dalam pendahuluan. misalnya. peneliti dapat menggabungkan format kuantitatif dan kualitatif (lihat Creswell & Piano Clark. hasil. Ilustrasi untuk format proposal metode campuran ini dapat dilihat pada Contoh 4.3 merupakan format standar untuk penelitian ilmu sosial meskipun susunan bagian-bagiannya.Format Proposal Kuantitatif Untuk penelitian kuantitatif. Format Proposal Metode Campuran Untuk proposal metode campuran. pertimbangkanlah format berikut ini sebagai panduan menulis (lihat Contoh 4. 1991. Contoh 4. gambaran visual prosedur-prosedur penelitian secara umum. Format tersebut pada umumnya terdiri dari pendahuluan.

Rumusan masalah atau hipotesis. dan partisipan. 105 . dan materi-rnateri. Populasi. ada beberapa tips penelitian yang sering kali saya sampaikan kepada para mahasiswa. Mengerjakan satu bagian akan mendorong munculnya gagasan-gagasan baru ketika merancang bagianbagian proposal yang lain. catatan waktu. Merancang Bagian-Bagian dalam Proposal Penelitian Di sini. Lampiran: instrumen. Isu-isu etis yang mungkin muncul. lalu tulislah sesuatu dalam setiap bagian tersebut. saringlah kembali ke bagian-bagian tersebut dengan mempertimbangkan secara lebih detail informasiinformasi lain yang mungkin perlu dimasukkan ke dalam setiap bagian. Pertama-tama. Prosedur-prosedur analisis data. Kemudian.3 Format Kuantitatif Pendahuluan Latar belakang masalah (meliputi pembahasan mengenai masalah yang diangkat dan pentingnya penelitian). buatlah satu draft atau outline bagian-bagian proposal. Instrumen-instrumen pengumpulan data. Hasil-hasil sementara. sampel. Tujuan penelitian dan batasan masalah. dan anggaran yang diajukan. terkait dengan bagaimana merancang struktur keseluruhan proposal penelitian.Contoh 4. vartabel-variabel. Merinci terlebih dahulu bagian-bagian dalam rancangan proposal. Tinjauan Pustaka Metode Penelitian 3enis rancangan penelitian. Perspektif teoretis.

Jenis rancangan yang digunakan dan definisinya. Kekurangan-kekurangan dalam penelitian-penelitian sebelumnya dan satu kekurangan yang membuat Anda merasa perlu mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan untuk menutupi kekurangan ini. Rumusan masalah dan hipotesis (rumusan masalah atau hipotesis kuantitatif. Pengumpulan dan analisis data kuantitatif. Tujuan Penelitian Tujuan atau manfaat peneiitian dan rasionalisasi digunakannya metode campuran. dan tinjauan metode campuran}. Isu-isu etis yang mungkin muncul. Para pembaca yang dapat mengambil manfaat dari penetitian ini. Contoh-contoh penerapan rancangan tersebut. 106 . Sumber-sumber dan skill-skill peneliti. Referensi dan penyertaan diagram visual. Pengumpulan dan analisis data kualitatif.4 Pendahuluan Format Metode Campuran Latar belakang masalah. Tantangan-tantangan menggunakan rancangan ini dan bagaimana menghadapi tantangantantangan tersebut. Penelitian-penelitian sebelumnya yang juga mernbahas masalah tersebut. protokol penelitian. Metode Campuran Definisi peneiitian metode campuran. Referensi dan lampiran-lampiran. Tinjauan pustaka (tinjauan kuantitatif. Catatan waktu dalam menyelesaikan penelitian. rumusan masalah metode campuran). dan bentukbentuk visual lain. tinjauan kualitatif. Prosedur-prosedur analisis data metode campuran. Pendekatan-pendekatan dalam menvalidasi data kuantitatif dan kualitatif. Landasan-landasan filosofis tentang peneiitian metode campuran.Contoh 4. rumusan masalah kualitatif. seperti instrumen penelitian.

Untuk itu. Gandakan proposalproposal yang me-nurut pembimbing Anda paling layak diajukan pada pihak perguruan tinggi. oleh hasil pembacaan saya pada buku-buku panduan menulis tersebut. Setiap kali saya membaca buku-buku seperti ini. Ketika buku Research Design ini saya tulis untuk edisi yang ketiga. Para penulis ahli me-mandang proses menulis layaknya 107 . mulai dari buku-buku profesional hingga buku-buku akademik. cobalah untuk benar-benar menulis gagasan-gagasan Anda. Semua ini tentu saja didukung. saya merekomen-dasikan beberapa langkah berikut: • Di awal proses penelitian. dan bukan membicarakannya. saya selalu mengumpulkan berbagai buku tentang teknik menulis yang baik. salah satunya. Hingga saat ini. saya akan memberikan pada Anda gagasan-gagasan kunci yang saya dapatkan dari buku-buku favorit yang pernah saya baca. Kelas-kelas seperti ini sering kali membantu Anda dalam menyusun proyek penelitian dan membantu pembaca memahami dan merespons gagasan-gagasan dalam proposal tersebut. 2006). Menulis seperti Berpikir Salah satu tanda penulis yang kurang berpengalaman adalah ia lebih suka mendiskusikan penelitian yang diajukan ketimbang me-nulis tentangnya. penelitian-penelitian saya sudah menjangkau berbagai spektrum yang luas. Saya biasanya membeli satu buku baru tentang teknik-teknik menulis setiap kali saya mengerjakan proposal penelitian. Untuk mengatasi masalah ini. Menulis Gagasan Setiap tahun. • Mintalah pertimbangan dari pembimbing Anda tentang format proposal yang ia harapkan. • Pastikan apakah program atau institusi Anda menawarkan sejenis kursus tentang pembuatan proposal atau topik-topik lain yang sejenis. saya terus teringat dengan prinsip-prinsip menulis yang baik yang harus saya terapkan pada penelitian saya. pada bagian ini. Susunan bagian-bagian proposal yang terdapat dalam artikel-artikel jurnal bisa saja tidak memberikan banyak informasi yang diinginkan oleh pembimbing atau pihak perguruan tinggi.• Pelajari proposal-proposal dari mahasiswa lain yang juga dipandu oleh pembimbing Anda dan perhatikan proposal-proposal tersebut dengan seksama. Pelajari topik-topik yang dibahas dan susunan di dalamnya hingga ke tahap yang lebih detail. Jangan terlalu mengandalkan artikel jurnal sebagai panduan penyusunan. saya waktu itu sedang membaca Reading Like a Writer-nya Francine Prose (Prose.

Pembimbing akan memberikan respons yang lebih baik ketika mereka membaca gagasan-gagasan di atas kertas daripada ketika mereka mendengar dan mendiskusikan topik penelitian dengan mahasiswa atau rekannya. Zinsser (1983) membahas pentingnya mengekspresikan kata-kata (gagas-an-gagasan) di kepala ke atas kertas. pembaca akan mampu menvisualisasi hasil akhir-nya. yakni: mulai dari menulis. penting juga membuat draf untuk topik-topik yang berbeda sebanyak satu sampai dua halaman. dan pentingnya proyek tersebut bagi para pembaca. Sebelum merancang proposal. lalu menulis kembali. buatlah draf ringkas sebanyak satu hingga dua halaman tentang proyek Anda dan biarkan pembimbing Anda memberikan arahan atas penelitian yang Anda ajukan. Yang berada di antara kedua jenis ini adalah Peter Elbow (Elbow. rumusan masalah yang akan diajukan. cara ini akan membuat gagasan-gagasan di kepala Anda'segera tercurahkan. yang menulis draf pertama secara keseluruhan tanpa peduli terlebih dahulu betapa buruknya draf tersebut. Konsep tentang menulis gagasan-gagasan di atas kertas ini sudah banyak membantu orang dalam merangkai tulisan yang baik. dan pada akhirnya pun juga mampu mengklarifikasi gagasan-gagasan di dalamnya. 1984). mereview. Setidak-tidaknya. Selain itu. yang ber-usaha membuat satu paragraf yang benar-benar baik sebelum beralih pada paragraf selanjutnya. Ketika peneliti berusaha menuliskan gagasan-gagasannya di atas kertas. • Jangan mengedit proposal Anda pada tahap-tahap awal. lalu melihat topik mana yang lebih disukai pembimbing Anda dan memberikan kontribusi besar bagi bidang yang tengah Anda geluti saat ini. lebih tepatnya melihat bagaimana hasil akhir itu tampak ke permukaan. Lebih baik. Draf ini dapat berisi sejumlah informasi penting: masalah penelitian yang akan dianalisis. Kata Elbow: jika Anda punya satu jam untuk membuat sebuah tulisan. Anda mempertimbangkan model tiga-tahapnya Franklin (1986) yang saya pandang sangat bermanfaat dalam membuat proposal awal dan penulisan penelitian akademik yang saya 108 .berpikir (Bailey. sumber data. Peneliti yang berpengalaman akan menulis draf pertama dengan sangat hati-hati tetapi ia tidak menulis draf yang benar-benar sudah dipoles: pemolesan ini hanya akan membuat proses penulisan menjadi lamban. tujuan penelitian. lebih baik menulis empat draf (masing-masing 15 menit) daripada menulis satu draf (yang harus dihabiskan selama 15 menit). Zinsser (1983) meng-identifikasi dua jenis penulis: "tukang batu" (bricklayer). 1973) yang lebih merekomendasikan agar seseorang melewati proses literatif. • Lebih baik menulis beberapa draf proposal ketimbang mencoba memoles drafpertama. dan penulis yang "membiarkan semuanya menggelantung pada draf pertama".

mengumpulkan informasi. Merancang draf yang benar-benar utuh dalam satu waktu memang dapat memberikan Anda perspektif awal ketika mereview hasil tulisan sebelum dilakukan pengeditan yang sebenarnya. Boice (1990:77-78) menawarkan ide tentang bagaimana Anda membangun kebiasaan menulis yang baik: • • Dengan prioritas yang sudah Anda miliki. dan mereview beberapa hal yang sudah ditulis dalam proposal penelitian. Buatlah jadwal aktivitas menulis sehingga Anda dapat merencana-kan kapan harus 109 . sebentar-sebentar memulai lagi) sering kali menghambat rampungnya penulisan.lakukan selama ini: 1. 2. Pilihlah waktu-waktu khusus dalam satu hari untuk menggarap proyek penelitian Anda. baik ketika siap maupun belum siap untuk menulis. cara seperti ini dapat mengubah seorang penulis yang awalnya memiliki bakat menulis yang baik. • • • • Menulislah ketika Anda sedang fresh. Kebiasaan Menulis Cobalah untuk berdisiplin dan membiasakan diri menulis proposal secara reguler dan terus-menerus. 3. namun proses menulis yang tidak konsisten ini (sebentarsebentar berhenti. edit dan poleslah setiap kalimat yang sudah Anda tulis. Akhirnya. lalu cobalah untuk berdisiplin dalam menulis pada momen-momen itu setiap harinya. Jika Anda merasa tidak memiliki waktu untuk menulis secara reguler. menjadi seorang penulis mingguan. cobalah memetakan aktivitas keseharian Anda dalam momen-momen setengah-jam-an selama satu sampai dua minggu. Bahkan. atau dapat berupa peta visual. outline ini dapat berupa kalimat-kalimat atau kata-kata. tulislah aktivitas keseharian Anda. Menulislah secara reguler meski hanya sebentar. lengkap dengan gagasan-gagasan pokoknya. Ini akan membantu Anda menemukan waktu yang tepat buat menulis. lalu nyatakan gagasan-gagasan tersebut dalam bentuk paragraf-paragraf. Jangan menulis ketika Anda kekenyangan. buatlah sebuah outline. yaitu penulis yang hanya memiliki waktu untuk mengerjakan penelitian-nya pada akhir-akhir pekan setelah semua pekerjaan "penting" hariannya terselesaikan. Tulislah satu draf utuh. Menulis proposal secara kontinu yang saya maksudkan adalah menulis beberapa paragraf setiap hari atau se-tidak-tidaknya libatkan pikiran kita setiap hari dalam proses berpikir. Pertama-tama. Pilihlah tempat yang bebas dari gangguan.

atau merenungkan sebuah syair. Carilah satu tema pokok. Yang juga penting diketahui. Tulislah serangkaian petunjuk sederhana untuk tulisan-tulisan yang diperkirakan sangat rumit untuk dimengerti. . 110 . (b) jumlah halaman yang dapat diselesaikan. membaca tulisan-tulisan di komputer. Cobalah menulis dua atau tiga proyek penulisan secara serempak sehingga Anda tidak overload dengan satu proyek saja. Steinbeck selalu memulai aktivitas menulisnya setiap hari dengan membuat satu surat kepada editor sekaligus teman dekatnya. seperti menulis sebuah surat kepada seorang teman. Pascal Covici. Ada banyak pemanasan lain yang bisa dilakukan. • Cobalah menaati kartu harian Anda. Latihan yang terakhir ini tampaknya cocok bagi para peneliti kualitatif yang menganalisis data mereka dengan kode-kode dan tema-tema yang beragam (lihat Bab 9 mengenai analisis data kuali-tatif). • • • Rencanakan tujuan-tujuan harian Anda. penulis juga harus menghangatkan pikiran dan jari-jari terlebih dahulu sebelum benar-benar menulis. Aktivitas menulis yang tidak tergesa-gesa.ni Diskusikan tulisan Anda dengan teman-teman yang suportif dan konstruktif sehingga Anda merasa siap untuk go public. Saya teringat konsep "masa-pemanasan"-nya John Steinbeck (1969:42) yang dideskripsikan secara detail dalam Journal of a Novel: The East of Eden Letters. brainstorming di depan komputer. lengkap dengan bagian-bagian dan dimensi-dimensinya. 113116). Layaknya pembalap yang selalu menggeliat sebelum balapan dimulai. lalu tulislah dengan tiga cara yang ber-beda-beda (him. Carrol (1990) memberikan contoh latihan untuk memperbaiki kontrol seorang penulis yang ingin membuat tulisan yang deskriptif dan emotif: • • • • • Deskripsikan suatu objek. dan (c) perkiraan kapan tugas dapat selesai secara keseluruhan. tanpa terlebih dahulu menceritakan nama objek tersebut kepada pembaca. Tulislah setidak-tidaknya tiga hal: (a) waktu yang digunakan untuk menulis. di sebuah notebook. Tulislah sebuah percakapan dramatis di antara dua orang yang sekiranya dapat membuat pembaca penasaran. dapat membuat tugas menulis lebih mudah. .mengerjakan unit-unit tulisan tertentu dalam setiap sesi. proses menulis itu berlangsung secara perlahan-lahan danbahwa penulis harus merasa mudah ketika menulis.

Selain itu. pena kesayangan. Annie Dillard. Saya tak mau berada di atas aspal dan kerikil. Hal ini hanya akan membuat pembaca bingung memahami makna setiap gagasan dalam proposal penelitian Anda. atau menjelaskan umbrella thought. cobalah berpikir tentang bagaimana Anda meningkatkan keterbacaan proposal Anda. sehingga imajinasi dapat muncul dari kegelapan. justru menghindari tempat-tempat yang menarik perhatian: Seseorang ingin ruangannya tanpa pemandangan.Selain itu. dan pekerjaan saya pun terselesaikan (Dillard. bahkan kopi dan snack (Wolcott. saya juga menulis di dekat perapian di area parkir. Ada empat jenis gaya pemikiran yang bisa diper-timbangkan: 1. Publication Manual APA (2001) membahas tentang bagaimana menyajikan tulisan yang rapi dengan cara menunjukkan hubungan antargagasan dan menggunakan kata transisional. lima belas tahun lalu. pensil. seorang novelis pemenang penghargaan Pulitzer. mengklarifikasi. • Gunakan istilah-istilah yang konsisten di sepanjang proposal Anda. Suatu hari. Konsep ini pernah dikemukakan oleh Tarshis (1982) yang merekomendasi-kan agar penulis membuat tahapan pemikiran untuk membim-bing pembaca. Umbrella thoughts —gagasan-gagasan umum atau inti yang disilangkan satu sama lain. keypad yang nyaman dipakai. Jangan menggunakan sinonim-sinonim dari istilah-istilah tersebut. penting juga meng-gunakan istilah-istilah yang konsisten dan terus membangun kohe-rensi dalam proposal penelitian Anda. 2001)— memberikan banyak opsi kepada Anda untuk dapat comfortable ketika menulis. Big thoughts —gagasan-gagasan atau gambaran-gambaran tertentu yang berada dalam ranah umbrella thought untuk memperkuat. 1989:26-27). Di sana ada banyak pohon pinus yang tidak berhenti berguguran daunnya sehingga membuat saya merasa bahwa pekerjaan di dekat bara api ini lebih baik. Keterbacaan Tulisan Sebelum mulai menulis proposal. Setting fisik juga turut membantu. • Pertimbangkan pula seberapa naratif gaya pemikiran yang Anda terapkan agar pembaca dapat memahami proposal Anda. Instrumen-instrumen tersebut— seperti komputer. Pakailah istilahistilah yang sama setiap kali variabel disebutkan dalam penelitian kuantitatif atau fenomena utama dalam penelitian kualitatif. 2. Ketika saya menggarap pekerjaan ini tujuh tahun lalu. pertimbangkan pula instrumen-instrumen penulisan dan tempat fisik yang membantu proses penulisan Anda berjalan baik dan disiplin. 111 . saya mendorong meja panjang saya ke dinding kosong sehingga saya tidak dapat melihat dari jendela mana pun.

Konsistensi nama-nama variabel dalam judul. seperti yang sering ditulis oleh para jurnalis dalam artikel-artikel koran.3. rumusan masalah. juga dibutuhkan. suatu gagasan umum tidak jarang ditulis dalam satu para-graf yang sangat pendek dalam pendahuluan proposal. menggambarkan dengan jelas bagaimana koherensi ini bekerja. Koherensi dalam tulisan berarti bahwa gagasan-gagasan Anda terikat bersama dan mengalir secara logis dari satu kalimat ke kalimat lain dan dari satu paragraf ke paragraf lain. Hal ini biasa muncul dalam tinjauan pustaka yang di dalamnya peneliti perlu menyediakan bagian-bagian besar yang lebih banyak untuk mengikat dan menyimpulkan semua literatur secara bersama-sama. Para peneliti pemula pada umumnya selalu berputar-putar dalam umbrella thought dan attention thought. proposal mereka dipenuhi dengan gagasan umbrella yang sangat banyak. Little thoughts —gagasan-gagasan atau gambaran-gambaran yang fungsi utamanya adalah memperkuat big thoughts. Begitu pula. Attention thoughts. Konsistensi ini akan turut mem-bangun koherensi dalam penelitian. 4. Paragraf yang terorganisir utamanya sangat dibutuhkan di awal dan akhir tinjauan pustaka. menekankan urutan yang konsisten kapan pun variabel bebas dan terikat disebutkan juga merupakan teknik yang dapat digunakan untuk membangun 112 . dan hipo-tesis). • Terapkanlah koherensi untuk menambah keterbacaan naskah. peneliti diharapkan dapat berpikir dalam konteks narasi yang detail agar gagasan-gagasan umbrella dapat tersampaikan dengan jelas. Untuk itulah. seperti tujuan penelitian. misalnya. Bahkan. Salah satu gejala masalah ini adalah terlalu cepatnya peralihan gagasan secara terus-menerus dari satu gagasan umum ke gagasan umum yang lain dalam satu naskah. yang merupakan statemen-statemen ter-organisir untuk memandu pembaca. Akibatnya. Pembaca harus melihat secara ke-seluruhan susunan gagasan-gagasan melalui paragraf-paragraf awal dan harus diberi tahu mengenai poin-poin terpenting di bagian akhir yang nantinya dapat mereka ingat. Pembaca membutuhkan rambu-rambu dan petunjuk-petunjuk agar mereka dapat memahami peralihan dari satu gagasan umum ke gagasan umum selanjutnya (Bab 6 dan 7 akan membahas rambu-rambu dalam penelitian. tujuan penelitian. dan tinjauan pustaka (yang banyak muncul dalam proyek kuantitatif). rumusan masalah. namun tidak didukung oleh isi yang detail untuk memperjelas gagasangagasan besar tersebut. Attention or interest thoughts —gagasan-gagasan yang tujuan-nya adalah mengorganisasi pemikiran-pemikiran lain dan menjaga perhatian pembaca agar tetap berada dalam satu jalur pemikiran/konsep tulisan.

berarti sebuah tulisan tidak mampu menghubungkan peralihan gagasan-gagasan dan topik-topik secara koheren. kemudian setelah latihan usai. Jika kalimat-kalimat tersebut tidak terhubung. Saya juga meminta para mahasiswa untuk memastikan bahwa antarparagraf dan antarkalimat sudah terhubung dengan teknik hook and eye. Pada level yang lebih detail. Pertama-tama.5 yang dikutip dari proposal salah seorang mahasiswa berikut ini akan menunjukkan kepada Anda bagaimana level tinggi koherensi tersebut terjadi. 1991) adalah untuk menghubungkan gagasan-gagasan di setiap kalimat dan paragraf. frasa-frasa. Seperti yang sudah dijelaskan. Latihan hook and eye-nya Wilkinson (1991) tampaknya dapat diterapkan untuk menghubungkan gagasan-gagasan dari kalimat satu ke kalimat lain dan dari paragraf satu ke paragraf yang lain pula. Zinsser (1983) menyarankan agar setiap kalimat ditulis secara bersambung dan logis. baru saya memberikan kutipan yang lengkap dengan tanda-tandanya. dan untuk itu perlu dibumbui. koherensi dapat dibangun dengan menghubungkan kalimat-kalimat dan paragraf-paragraf dalam naskah. berarti ada kata-kata transisional yang hilang. Jika hubungan semacam ini tidak dibuat mudah. saya memberikan kutipan yang tidak diberi tanda apa pun kepada para mahasiswa. Teknik ini diterapkan agar para mahasiswa dapat menemukan koherensi dalam proposal penelitian. Dalam kutipan ini. saya sering menyediakan satu kutipan dari pendahuluan sebuah proposal dan meminta mahasiswa untuk menghubungkan kalimat-kalimat di dalamnya dengan melingkari dan menggaris gagasangagasan inti untuk menghubungkan gagasan-gagasan tersebut dari kalimat satu ke kalimat yang lain. 113 . saya sudah menerapkan pola hook and eye untuk menghubungkan gagasan-gagasan dari kalimat satu ke kalimat lain dan dari paragraf satu ke paragraf lain. Pada mata kuliah pengembangan proposal yang saya ampu. penulis perlu menambah kata-kata. Kutipan ini diambil dari bagian pen-dahuluan proyek disertasi kualitatif seorang mahasiswa yang membahas tentang siswa-siswa yang berisiko gagal. Contoh 4. sejak dari halaman pertama.koherensi. Karena gagasan inti suatu kalimat seharusnya terhubung pada gagasan inti pada kalimat selanjutnya maka mereka harus menandai hubungan ini. Untuk itu. atau kalimat-kalimat transisional untuk membangun koherensi yang jelas. tujuan latihan hook and eye ini (Wilkinson.

kata kerja. 2001). dan "berlebih-lebihan" dalam bagian ini sebenarnya juga bisa Anda gunakan untuk menyegarkan dan memperkuat tulisan akademik Anda selama ini. Wolcott (2001). Jika harus menggunakan konstruksi pasif. Kalimat pasif jika subjeknya dikenai tindakan" (him. Contoh-contohnya meliputi will be. dan pernyataan-pernyataan yang dikurawal. akan tetapi saya tetap menyertakan bagian ini untuk me-nyoroti beberapa masalah tata bahasa yang sering kali saya lihat dalam proposal-proposal mahasiswa saya dan tulisantulisan saya pribadi. mengukur diksi. melainkan dari tahap — meminjam istilah Franklin (1986)— memoles tulisan. Penulis dapat menggunakan konstruksi pasif dengan variasi ini ketika subjek yang bertindak dapat secara logis diletakkan di kiri kalimat dan ketika apa yang dilakukan subjek tersebut dapat diletakkan sesudahnya (Ross-Larson. Anda tidak akan diajari untuk menulis dari tahap paling dasar (seperti merangkai kalimat.Kalimat Aktif. dan sebagainya). dan mereduksi kutip-an-kutipan yang berlebihan. dan "Berlebih-lebihan" Setelah belajar bagaimana mengekspresikan pemikiran-pemikiran dan paragrafparagraf. menemukan gagasan. daripada konstruksi proposal yang diajukan oleh peneliti. Ada banyak buku yang membahas tentang bagaimana menulis penelitian atau menulis kesusastraan dengan aturan-aturan dan prinsip-prinsip yang harus diikuti terkait dengan konstruksi kalimat dan diksi yang tepat. misalnya. Ross-Larson (1982). meminimalisir frasa-frasa yang sering diulang. gagasan saya tentang kalimat aktif. berbicara tentang bagaimana mengasah kemampuan editing dengan cara mengurangi kata-kata yang tidak perlu. 114 . Kata Kerja. Dalam bagian ini. menghilangkan kalimat pasif. 29). Persoalan tata bahasa dan konstruksi kalimat sebenarnya sudah dijabarkan dalam Publication Manual APA (2001). Selain gagasan dari Wolcott di atas. se-orang peneliti etnografi. kata-kata yang digaris miring (italic). "kalimat aktif jika subjeknya melakukan tindakan. 1982). gunakanlah kalimat aktif se-banyak mungkin (APA. kini saatnya Anda belajar menulis kalimat-kalimat dan kata-kata. • Untuk tulisan-tulisan akademik. Inilah tahap yang harus dilalui terakhir kali dalam proses penulisan. Menurut penulis sastra. seperti was. lebih baik menerapkan konstruksi proposal yang peneliti ajukan (penj. Misalnya.). have been. dan is being. cobalah untuk menvariasi-kan auxiliary verb.

Halaman ini Sengaja dikosongkan Cek di buku 115 .

Halaman ini Sengaja dikosongkan Cek di buku 116 .

"Peneliti baru saja melaporkan") untuk tinjauan pustaka dan pro-sediir-prosedur yang berdasarkan pada peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi. misalnya) atau verba-verba yang berfungsi sebagai adjektiva atau adverbia. dan konstruksi "the-of" —misalnya. Seorang rekan yang saat ini menjadi staf administrasi universitas. "penemuan kualitatif tersebut me-nunjukkan") untuk membahas hasil penelitian dan menyajikan kesimpulan. • Banyak peneliti menggunakan past tense dalam menulis tinjauan pustaka dan melaporkan hasil penelitian. preposisi-preposisi yang terlalu sering muncul. "Sesuatu yang berlebihan" di sini merujuk pada kata-kata yang tidak terlalu penting dalam menjelaskan makna suatu gagasan. setiap harinya hampir selalu mengatakan kalimat yang rumit. Verba ini setidak-tidaknya dapat mendukung semua waktu yang tersaji secara implisit dalam proposal penelitian.. the study of— yang hanya akan menambah kata-kata yang tidak terlalu penting (Ross-Larson. para penulis sebaiknya membuat banyak draf untuk satu naskah/tulisan. Padahal. 1985:172). Untuk penelitian-penelitian yang sudah di-lakukan.. Verba-verba yang kurang kuat biasanya adalah verba-verba yang minim-aksi (is atau was.• Gunakanlah verba-verba yang kuat. bersemangat. dia tidak pernah mengucapkan kalimat-kalimat seperti itu. melainkan justru sebagai petunjuk yang sangat bermanfaat.. seperti modi-fikasimodifikasi yang terlalu banyak. yang sering kali dimulai dengan kata-kata seperti ini. "diketahui bahwa stres telah menurunkan harga diri"). dan sesuai dengan bidang tulisan yang disusun. 117 . dan present tense (seperti. tetapi di umurnya yang sekarang. Saya jadi teringat dengan prosa lucu yang ditulis oleh Bunge (1985): Sekarang. Proses ini biasanya me-liputi tindakan menulis. past tense untuk mendeskripsikan hasil penelitian (seperti. • Berusahalah mengedit dan merevisi draf-draf naskah Anda agar hal-hal yang sekiranya terkesan "berlebihan" dapat terkurangi. yang seharus-nya diterapkan adalah future tense." Pada awalnya. "Jones telah melaporkan") atau present perfect tense (seperti. 1982). dia justru sangat sulit mengucapkan kalimat-kalimat yang mudah (Bunge. Saya melihat semua ini bukanlah sebagai aturan yang rumit dan berat. mereview. gunakanlah present tense untuk menambah kesegaran dalam penelitian. kurangilah kata-kata yang berlebihan. "Saya hanya akan bisa berharap bahwa kita akan bisa. Untuk menghindari hal ini. Publication Manual APA (2001) hanya merekomendasikan past tense (seperti. dan mengedit tulisan. Anda bisa melihat orang-orang pintar yang berusaha mem-buat kalimat yang rumit. dengan pergaulan yang jauh dari krisis kehidupan anak-anak muda. Dalam proses editing. khususnya di bagian pendahuluan.

saya telah mencoba menggambarkan contoh tulisan-tulisan yang baik dari beberapa jurnal ilmu sosial-humaniora. Dalam buku ini. Symbolic Interaction. Para pengajar yang membimbing penelitian kualitatif setidak-tidaknya perlu menugaskan pada maha-siswa untuk membaca buku-buku terkenal. peneliti perlu terlibat langsung dalam pengumpulan data dari atau tentang orang lain (Punch. dan berupaya mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dengan sikap arif dan bijaksana (Isreal & Hay. Baca pula artikel-artikel lain yang dikutip dalam Handboox of Mixed Methods in the Social and Behavioral Sciences (Tashakkori & Teddlie. dan Image: Journal of Nursing Scholarship. Pertanyaan-pertanyaan etis saat ini sudah mulai bermunculan. Field Methods. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. literatur yang baik akan menyajikan tulisan yang jelas dan kalimat-kalimat yang detail. Glesne. 2006). 2003). dan The Bonfire of the Vanities (Webb &. Dalam ranah kualitatif.Mulailah mempelajari bagaimana menulis penelitian kualitatif. Qualitative Research. mulai dari masalah-masalah seperti pembocoran rahasia individu. mencegah kelalaian dan kecerobohan yang dapat mencemari nama baik organisasi atau insti-tusinya. peneliti juga perlu mengantisipasi masalah-masalah etis yang bisa saja muncul dalam penelitian mereka (Hesse-Bieber & Leavey. The Scarlet Letter. utamanya untuk membangun argumentasi dalam penelitian dan menetapkan satu topik penting untuk format proposal. MASALAH-MASALAH ETIS YANG PERLU DIANTISIPASI Selain mengkonseptualisasi proses penulisan bagian-bagian proposal. 1992). Tulisan yang baik adalah tulisan yang ide-idenya mengalir hingga titik akhir. dan Journal of Contemporary Ethnography merupakan jurnal-jurnal akademik yang juga layak dipelajari. membangun kepercayaan (pada) mereka. Qualitative Inquiry. American Educational Research Journal. Salah satu ciri tulisan yang baik adalah mata dan pikiran ini tidak akan terhenti dan ter-sendat tiba-tiba dalam sebuah kutipan atau kalimat tertentu. Administrative Science Quarterly. Peneliti juga harus mempro-teksi para partisipan mereka. Qualitative Family Research. 2006). termasuk pula jurnal-jurnal ilmu sosial. menulis masalah-masalah etis seperti ini sangat dibutuhkan. seperti Moby Dick. dan metode campuran dengan baik. dan Quality and Quantity. Journal of Applied Psychology. seperti Journal of Mixed Methods Research. 2006). kuantitatif. Jika ingin melakukan penelitian dengan metode campuran. cobalah mempelajari jurnal-jurnal yang melaporkan penelitian dengan kombinasi data kualitatif dan kuantitatif. Sociology of Education. Selain itu. Untuk mengetahui masalah-masalah etis ini. berusaha jujur dalam penelitian. autentisitas dan kredibilitas 118 . seperti American Journal of Sociology.

laporan penelitian, peran peneliti dalam konteks lintas-budaya, hingga masalah-masalah privasi dari data-data internet (Isreal & Hay, 2006). Dalam literatur, masalah-masalah etis biasanya dibahas di bagian kode-kode etik profesi dan di bagian respons-respons mereka terhadap dilema-dilema etis serta solusisolusinya (Punch, 2005). Banyak organisasi nasional memublikasikan standar atau kode-kode etik dalam website profesional mereka sesuai, dengan bidang yang mereka garap. Sebagai contoh, lihatlah: • • • • • • "Ethical Principles of Psychologists and Code of Conduct," dalam www.apa.org/ethics, tahun 2002. "The American Sociological Association Code of Ethics," dalam www.asanet.org, tahun 1997. "The American Anthropological Association's Code of Ethics," dalam www.aaanet.org, Juni 1998. "The American Educational Research Association Ethical Standars of the American Educational Research Association," dalam www.aera.net, tahun 2002. ―The American Nurses Association Code of Ethics for Nurses Provisions,‖ dalam
www.ana.org, Juni 2001

Praktik-praktik etis melibatkan lebih dari sekedar mengikuti seperangkat pedoman statis, seperti pedoman-pedoman yang disajikan oleh organisasi-organisasi professional di atas. Lebih dari itu, peneliti juga perlu mengantisipasi dan menyampaikan masalah-masalah etis yang mungkin saja muncul dalam penelitian mereka (seperti, lihat Berg, 2001; Punch, 2005; dan Sieber, 1998). Masalah-masalah etis ini bisa saja muncul dalam penelitian kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran, serta semua tahap dalam tiga penelitian tersebut. Dalam bab-bab selanjutnya, saya sudah menjelaskan beberapa masalah etis dalam banyak tahapan penelitian. Dengan menyajikan masalah-masalah ini, saya berharap para peneliti dapat terdorong untuk lebih hati-hati merancang bagian-bagian proposal mereka. Meskipun pembahasan dalam buku ini tidak secara komprehensif mencakup semua masalah etis, setidaknya saya sudah menyajikan masalah-masalah etis yang paling sering muncul. Masalah-masalah tersebut sering kali muncul ketika peneliti tengah membatasi masalah penelitian (Bab 5); mengidentifikasi tujuan penelitian dan rumusan masalah (Bab 6 dan 7); dan mengumpulkan, menganalisis, dan menulis data penelitian (Bab 8,9, 10).

119

Masalah-masalah Etis dalam Masalah Penelitian. Hesse-Biber dan Leavy (2006:86) mengajukan pertanyaan: ―Bagaimana masalahmasalah etis masuk kedalam bagian latar belakang masalah penelitian?‖ Dalam pendahuluan proposal, peneliti mengidentifikasi satu masalah atau isu yang penting untuk diteliti dan menyajikan rasionalisasi atas pentingnya penelitian tersebut. Selain itu peneliti juga perlu mengidentifikasi satu masalah yang akan menguntungkan individu-individu yang akan diteliti, satu masalah yang nantinya berguna bagi orang lain selain peneliti itu sendiri (Punch, 2005). Gagasan inti penelitian aksi/partisipatoris adalah: peneliti tidak boleh memarginalisasi atau melemahkan partisipan-partisipan yang ditelitinya. Masalahnya, tidak jarang identifikasi masalah penelitian justru semakin meminggirkan para partisipan yang diteliti. Untuk mrncegah hal ini terjadi, peneliti terlebih dahulu harus membuat proyek-proyek utama agar kepercayaan partisipan dapat terbangun sehingga peneliti dapat mendeteksi marginalisasi apa saja yang tidak boleh dilakukan sebelum ia benar-benar menggarap penelitian.

Masalah-masalah Etis dalam Tujuan Penelitian dan Rumusan Masalah Dalam merancang tujuan penelitian atau rumusan masalah, peneliti perlu menjelaskan tujuan penelitian kepada para partisipan (Sarantakos,2005). Penipuan sering kali muncul ketika partisipan memahami satu tujuan, tetapi penelitian memiliki tujuan lain yang berbeda. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti perlu menentukan sponsorship atas penelitian mereka. Misalnya, dalam merancang surat-surat pendahuluan untuk penelitian survey, sponsorship merupakan elemen penting yang dapat membangun kepercayaan dan kredibilitas instrument survey yang disebarkan peneliti.

Masalah-masalah Etis dalam Pengumpulan Data Selain mempersiapkan data apa saja akan dikumpulkan, peneliti juga perlu respek terhadap para partisipan dan tempat-tempat yang akan diteliti. Banyak masalah etis muncul selama tahap pengumpulan data. Jangan membahayakan Partisipan, dan hargailah kelompok-kelompok yang rawan kekerasan. Proposal openelitian yang diajukan sebaiknya sudah direview oleh Dewan Peninjau Institusi/Instutional Review Board (IRB) atau lembaga-lembaga sejenis diperguruan tinggi mereka. Komite IRB ini dibangun atas dasar peraturan pemrintah untuk mencagah adanya kekerasan atau pelanggaran HAM. Bagi seorang peneliti, IRB dibutuhkan untuk meninjau kemungkinan terjadinya resiko-resiko penelitian, seperti resiko fisik, psikologis, sosial, ekonomi, atau hukum (Sieber,1998), yang mungkin saja muncul tiba-tiba. Selain itu,
120

peneliti juga mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan tertentu bagi komunitas yang rawan kekerasan, seperti anak-anak kecil (di bawah umur 19 tahun), partisipan-partisipan yang lemah mental, korban-korban kekerasan atau bencana, para napi, dan individu-individu yang terserang AIDS. Penelti juga harus menyimpan proposal penelitian yang berisi prosedurprosedur dan informasi mengenai partisipan di komite IRB kampus mereka yang komite ini dapat meninjau sejauh mana proposal proposal tersebut menjangkau subjek-subjek atau partisipan-partisipan yang berada dalam resiko. Selain Proposal ini, peneliti juga harus membuat formulir izin tertulis yang ditandatangani oleh partisipan sebelum mereka terlibat dalam penelitian. Formulir ini menjelaskan bahwa hak-hak partisipan akan dijaga selama pengumpulan data. Elemen-elemen dalam formulir tersebut dapat meliputi beberapa informasi sebagai berikut (Sarantakos, 2005):           Informasi mengenai peneliti Informasi mengenai institusi yang mensponsori Informasi mengenai prosedur-prosedur pemilihan partisipan Informasi mengenai tujuan penelitian Informasi mengenai keuntungan-keuntungan bagi partisipan Informasi mengenai tingkatan dan jenis keterlibatan partisipan Natation of Risks bagi partisipan Jaminan kerahasiaan bagi partisipan Jaminan bahwa partisipan dapat mundur kapan saja Klausula nama-nama person yang dapat dihubungi jika ada pertanyaan

Salah satu masalah yang harus diantisipasi terkait dengan jaminan kerahasiaan adalah bahwa beberapa partisipan bisa saja identitas mereka dirahasiakan. Jika demikian Ihwalnya, peneliti sebaiknya meminta mereka untuk menjaga sendiri pendapat mereka dan membebaskan mereka untuk mengambil keputusan. Akan tetapi, mereka juga harus diberitahu mengenai resiko ketidakrahasiaan tersebut, seperti kemungkinan terbongkarnya data dalam laporan akhir yang mungkin tidak mereka harapkan, informasi yang mungkin melampaui batas hak-hak orang lain seharusnya disembunyikan, dan sebagainya (Giardano, O‘Reilly, Taylor, & Dogra, 2007).  Selain, itu prosedur etis lain yang harus dipenuhi peneliti selama pengumpulan data adalah persetujuan dari individu-individu yang berwenang (seperti, satpam) untuk memberikan akses bagi para peneliti untuk melakukan penelitiannya. Prosedur seperti
121

ini seringkali mengharuskan penelti untuk menulis sebuah surat yang menjelaskan jangka waktu penelitian, dampak potensial, dan hasil-hasil penelitian. Begitu pula, pemerolehan data melalui interview atau survey elektronik juga harus disertai ijin dari partisipan. Hal ini dilakukan, pertama-pertama dengan mengirimkan email permohonan, baru kemudian melakukan survey dan wawancara.  Peneliti juga harus respek pada lokasi-lokasi yang diteliti agar mereka tidak mendapat gangguan setelah melakukan penelitian. Tugas ini mengharuskan peneliti, khususnya dalam penelitian kualitatif, untuk terlibat dalam observasi atau wawancara berkelanjutan di lokasi tersebut, sadar akan konsekuensinya, dan tidak boleh merusak tatanan fisik lokasi itu. Misalnya, jika punya waktu berkunjung, peneliti juga bisa ―menyusup‖ ke dalam aktivitas-aktivitas partisipan. Jika tidak, peneliti harus meminta izin terlebih dahulu. Apalagi, beberapa organisasi saat ini sudah memiliki aturan tersendiri bagi orang-orang yang ingin melakukan penelitian agar tidak terjadi perusakan di tempat mereka.  Dalam penelitian-penelitian eksperimen, yang sering kali memperoleh keuntungan dari penelitian hanyalah kelompok yang ditreatment (atau sering kali dengan dengan kelompok eksperimen). Sedangkan kelompok control tidak mendapatkan apa-apa. Untuk menghindari hal ini, peneliti perlu melakukan beberapa eksperimentasi bagi semua kelompok dalam satu waktu atau secara bertahap sehingga kelompokkelompok ini bisa mengambil secara merata.  Masalah etis juga muncul ketika tidak ada mutualitas antara peneliti dan partisipan. Baik peneliti maupun partisipan seharusnya sama-sama dapat mengambil keuntungan dari penelitian. Akan tetapi, yang sering terjadi justru sebaliknya: kekuasaan disalahgunakan dan partisipan dipaksa untuk terlibat dalam proyek tersebut. Untuk itulah, melibatkan para partisipan secara kolaboratif dalam penelitian mungkin dapat memunculkan muatlitas tersebut. Penelitian-penelitian yang benar-benar kolaboratif, seperti dalam beberapa penelitian kualitatif, dapat melibatkan partisipan sebagai coresearcher dalam proses penelitian, seperti merancang penelitian, mengumpulkan dan menganalisis data, menulis laporan penelitian , dan menyebarkan hasil penelitian (Patton, 2002).  Wawancara dalam penelitian kualitatif tampaknya sudah semakin banyak dipandang sebagai penelitian moral (Kvale, 2007). Untuk itu, pewawancara harus memastikan beberapa hal penting, seperti apakah wawancaranya dapat memperbaiki situasi manusia

122

(serta meningkatkan pengetahuan saintifik), seberapa sensitive interaksi wawancara pagi partisipan, apakah partisipan pernah berkata tentang bagaimana statemen mereka harus ditafsirkan, seberapa kritis pertanyaan-pertanyaan yang harus diajukan, dan apa saja akibat-akibat yang akan diterima pewawancara dan partisipan dari hasil wawancara tersebut.  Peneliti juga perlu mengantisipasi kemungkinan informasi yang berbahaya dan intim yang diungkapkan selama proses pengumpulan data. Sulit mengantisipasi dan merencanakan dampak dari informasi ini selama atau setelah wawancara (Patton, 2002). Misalnya, siswa bisa saja membicarakan pelecehan orang tuanya: atau para napi berbicara tentang pelolosan dirinya dari penjara. Dalam situasi seperti ini, biasanya kode etik bagi peneliti (yang bisa saja berbeda satu sama lain) dapat memproteksi privasi partisipan-partisipan tersebut, dan tugas penelitian adalah menyampaikan proteksi ini kepada semua partisipan yang juga terlibat dalam penelitian.

Masalah-masalah Etis dalam analisis dan Interpretasi Data Ketika peneliti menganalisis dan menginterpretasi data kuantitatif ataupun kualitatif, tidak jarang masalah-masalah muncul yang mengharuskan peneliti untuk membuat keputusan etis yang tepat. Dalam mengantisipasi masalah-masalah etis ini, mempertimbangkan beberapa hal berikut:  Bagaimana peneliti memproteksi anonimitas individu-individu, peran-peran, dan peristiwa-peristiwa yang diteliti dalam proyek penelitiannya? Misalnya, dalam penelitian survey, peneliti tidak memasukkan nama-nama partisipan selama proses coding dan perekaman. Dalam penelitian kualitatif, peneliti menggunakan nama alias atau nama samaran dari para partisipan atau tempat-tempat tertentu, untuk memproteksi identitas mereka.  Data, setelah dianalisis, harus dijaga selama dalam jangka waktu tertentu (misalnya, Sieber, 1998, merekomendasikan jangka waktu 5-10 tahun). Setelah itu peneliti sebaiknya membuang data tersebut agar tidak jatuh ke tangan peneliti-peneliti lain yang ingin ,enyalahgunakannya.  Pertanyaan tentang siapa yang memiliki data tersebut setelah proses pengumpulan dan analisis data juga menjadi masalah yang sering kali memecah belah tim penelitian dan membuat mereka bertengkar satu sama lain. Dalam hal ini, proposal peneliti seharusnya juga mengidentifikasi masalah kepemilikan ini dan membahas bagaimana

123

solusinya, seperti melalui proses saling memahami antara antara peneliti, partisipan, dan pihak fakultas (Punch, 2005). Berg (2001) merekomendasikan agar digunakan persetujuan personal untuk menunjuk siapa pemilik pemilik data penelitian tersebut. Hal ini dilakukan agar data dapat terjaga dari individu-individu yang tidak terlibat dalam penelitian.  Dalam interpretasi data, peneliti perlu memastikan bahwa informasi yang diperoleh benar-benar akurat. Untuk mengetahui akurasi ini, dalam penelitian kuantitatif, peneliti dapat bernegosiasi dan berinterogasi dengan para partisipan (berg, 2001). Untuk penelitian kualitatif langkah tersebut dapat diterapkan dengan cara menerapkan satu atau beberapa strategi validasi data bersama para partisipan atau dengan cara membandingkan data tersebut dengan sumber-sumber data lain yang relevan (lihat strategi-strategi validasi kualitatif pada Bab 9).

Masalah-Masalah Etis dalam Menulis dan Menyebarluaskan Hasil Penelitian Masalah-masalah etis tidak berhenti dalam pengumpulan dan analisis data saja. Masalah-masalah tersebut juga bisa terjadi dalam proses penulisan dan penyebaran laporan penelitian final. Untuk mengantisipasinya, Anda bisa menerapkan beberapa langkah berikut:  Jelaskan bagaimana penelitian Anda tidak akan menggunakan bahasa atau kata-kata yang mengandung bias pada orang-orang tertentu, baik itu bias gender, orientasi social, ras, etnis, ketidakmampuan, maupun usia. Publication Manual APA (2001) memberikan tiga saran. Pertama, sajikan bahasa yang tidak bias pada tingkat spesifisitas yang sesuai (seperti, daripada menulis ―prilaku pelanggan tersebut biasanya adalah para lelaki, ― lebih baik menulis, ―perilaku pelanggan tersebut……(jelaskan) ). Kedua, untuk keperluan melabeli atau sejenisnya, gunakan bahasa yang tegas dan peka (seperti, daripada menulis ―400 Hispanik‖, lebih baik menulis ―400 orang yang terdiri dari penduduk meksiko, Spanyol, dan Puerto Rico‖). Ketiga, cobalah untuk benar-benar mengenali identitas para partisipan dalam penelitian (seperti, daripada menulis ―subjek‖ lebih baik menggunakan kata-kata ―partisipan‖, daripada menulis ― dokter perempuan‖ lebih baik menggunakan ―dokter‖ atau ―ahli medis‖ saja, tanpa ada identifikasi jenis kelamin).  Masalah-masalah etis lainnya dalam menulis penelitian bisa saja meliputi usaha-usaha untuk menekan, memalsukan, atau mengkreasikan penemuan-penemuan ―baru‖ untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan peneliti atau audiens. Praktik-praktik curang seperti ini

124

 Masalah lain etis yang sering dijumpai dalam tulisan-tulisan akademik adalah praktik eksploitasi terhadap sejumlah pegawai universitas dan disertakannya nama individuindividu yang secara substansial tidak berkontribusi atas penelitian. kemudian gunakanlah salah satu dari empat outline topic atau format penelitian-yang sudah dijelaskan dalam bab ini-untuk membuat proposal kualitatif. 2006). Prosedur-prosedur dalam penelitian kuantitatif. Peneliti harus memberikan gandaan publikasi penelitian tersebut pada pihak-pihak yang pernah ditelitinya (Creswell. peneliti seharusnya tidak melakukan duplikasi secara berlebihan dengan menyajikan secara persis data. 125 .tidak diterima dalam komunitas penelitian professional.  Pada akhirnya. 2000). namun namanya tidak dimasukkan dalam daftar contributor. Begitu pula. Israel dan hay (2006) membahas praktik tidak etis yang disebutnya sebagai hadiah kepengarangannya bagi individu yang tidak berkontribusi pada penelitian dan hantu kepenarangan bagi staf-staf yunior yang membuat kontribusi penting. Beberapa jurnal biomedis mengharuskan pengarang untuk menyatakan apakah mereka telah atau sedang memublikasikan makalahnya pada media-media lain ataukah tidak (Israel & Hay. 2007). pembahasan. Pertimbangkan Sembilan argumentasi yang ditawarkan Maxwell (2005) sebagai elemen-elemen kunci yang perlu dimasukkan dalam proposal. peneliti perlu mengantisipasi konsekuensi-konsekuensi dilaksanakannya penelitian tersebut pada partisipan-partisipan tertentu dan tidak menyalahgunakan hasil-hasil penelitian untuk kepentingan pribadi atau kelompok. peneliti juga perlu mengekspos detail-detail penelitiannya agar pembaca dapat mengetahui kredibilitas penelitian tersebut (Neuman.  Dalam merencanakan penelitian. kuantitatif. RINGKASAN Peneliti perlu memikirkan bagaimana menulis proposal penelitian dengan baik sebelum benar-benar terlibat dalam proses penelitian. dan tindakan tersebut biasanya akan membentuk sifat atau prilaku saintifik yang buruk (Neuman. 2000). dan metode campuran harus disajikan secara rinci dalam setiap bab. dan kesimpulan yang sama dari makalah seseorang. Proposal penelitian seharusnya mengendalikan kesempatan peneliti untuk tidak terlibat dalam praktik-praktik seperti ini. atau metode campuran. sementara peneliti tidak menawarkan materi yang baru. kualitatif.

a. atau metode campuran. Salah seorang peneliti dalam tim Anda menduplikasi kalimat dari penelitian lain dan memasukkannya dalam laporan akhir penelitian. mulailah merangkai kata-kata di atas kertas berdasarkan gagasan-gagasan yang ada dalam pikiran Anda. kualitatif. Seorang mahasiswa melakukan beberapa kali wawancara pada sekelompok individu di tempat anda. Cobalah melatih diri anda dengan membaca pendahuluan artikel tersebut dan gunakan metode hook and eye yamh telah dijelaskan dalam bab ini. dan pembaca potensial. Masukkan topic-topik utama seperti LATIHAN MENULIS yang telah dijelaskan dalam bab ini. atau metoe campuran. dan terapkan strategi-straregi penulisan yang baik. penelitian bisa menjadi sejenis studi yang benarbenar dirancang berdasarkan praktik-praktik etis yang sesungguhnya. serta merevisi dan mengedit kembali tulisan Anda. Apa yang akan anda lakukan? b. Latihan Menulis 1. Identifikasikanlah aliran gagasan dari kalimat satu ke kalimat yang lain dan dari paragraph satu ke paragraph yang lain. seperti menggunakan istilah-istilah yang konsisten. Seorang narapidana yang tengah Anda wawancarai bercerita tentang kesempatan melarikan diri pada malah hari. dan menciptakan koherensi untuk meningkatkan kekuatan tulisan. serta kekurangan-kekurangan di dalamnya. cobalah membangun kebiasaan membangun menulis secara regular. Gambarkan cara-cara yang bisa anda terapkan untuk mengantisipasi masalah tersebut dan membahasnya dalam proposal penelitian Anda.menunjukkan level gagasan naratif yang berbedabeda. Carilah artikel jurnal yang didalamnya melaporkan penelitian kualitatif. Pertimbangkanlah salah satu dilema etis berikut ini yang –anggap saja. peneliti juga perlu memikirkan masalah-masalah etis yang perlu diantisipasi dan dideskripsikan dalam proposal. Dengan mempetimbangkan keberadaan partisipan. kuantitatif. Buatlah satu outline topic-topik atau draft bagian-bagian untuk proposal kuantitatif. 3. mahasiswa tersebut bercerita kepada 126 . Sebelum menulis proposal. Setelah wawancara keempat. 2.Dalam pembuatan proposal.pernah anda hadapi ketika melakukan penelitian. Sejumlah langkah yang dapat dilakukan antara lain menggunakan kalimat aktif dan verba-verba yang kuat dan tegas. lokasi penelitian. Apa yang anda lakukan? c. Masalah-masalah ini berhubungan dengan semua tahap proses penelitian.

dan pendekatan normative berorientasi-kepedulian. Qualitative Research Design: An Interactive Approach. dia juga menganalisis dan menyajikan satu contoh proposal kualitatif yang menurutnya. M. viriue ethics. 127-156) Joan Sieber membahas pentingnya perencanaan etis sebagai bagian integral dalam merancang penelitian. & Hay. seperti IRB. J. kerahasiaan. Dalam lampiran buku ini. seperti pendekatan konsekuensialis dan non-konsekuensialis. Mereka mereview beragam teori etika. (1998). Dalam L. dan strategi-strategi yang ia rekomendasikan juga sangat melimpah. J. J. Israel. Handbook of Applied Social Research Methods. Pembahasannya sangat luas. (2006). Mereka juga menjelaskan sejarah perilaku etis di berbagai Negara di dunia ini.layak untuk diikuti..Anda bahwa Institutional Review Board sebenarnya tidak menyetujui proyek penelitian tersebut. Sieber. serta beberapa resiko penelitian dan komunitas yang rawan kekerasan. mereka menawarkan contoh-contoh kasus etis yang sebenarnya dan cara-cara yang bisa ditempuh peneliti untuk menghadapi kasus-kasus tersebut secara etis. Thousand Oaks. privasi. Dalam bab ini. Rog (Ed). ―Planning Ethically Responsible Research‖. dan anonimitas. L. mereka menyajikan tiga contoh kasus dan mengajak para sarjana untuk berkomentar mengenai bagaimana mereka akan mendekati ketiga kasus tersebut. Bickman & D. CA:Sage Joe Maxwell menyajikan ringkasan menarik mengenai proses pembuatan proposal untuk penelitian kualitatif yang juga dapat diterapkan dalam penelitian kuantitatif dan metode campuran. Edisi kedua. 127 . Thousand Oaks. London: Sage Mark Israel dan Lain Hay menyajikan analisis kritis tentang manfaat berfikir serius dan sistematis mengenai apa saja yang membentuk prilaku etis dalam ilmu social.E. (hlm. CA:Sage. Sepanjang buku ini. Selain itu. Research Ethics for Social Scientists: Between Ethical Conduct and Regulatory Compliance. (2005). Dia kemudian menyajikan Sembilan langkah membuat proposal dan contohcontohnya. Apa yang anda lakukan? BACAAN TAMBAHAN Maxwell. dia menyajikan review komprehensif mengenai beragam topic yang berhubungan dengan masalah-masalah etis. formulir perizinan.

Thousand Oaks. CA: Sage Harry Wolcott. Writing up Qualitative research. dan metode. Edisi kedua. (2001). teori. mengembangkan detail. baik untuk keperluan penelitian kualitatif. Bagi para penulis. seorang ahli etnografi pendidikan. mengumpulkan sumber-sumber berharga terkait dengan proses penulisan penelitian kualitatif. dan merampungkan proses penulisan dengan menghadirkan aspek-aspek ini sebgai judul dan lampiran. H. merevisi dan mengedit. kuantitatif.Wolcott. Dia menyurvei teknik-teknik ampuh bagaimana seseorang memulai menulis. menghubungkan literature. 128 . maupun metode campuran. buku ini sangat penting.F.

Halaman Kosong Sesuai Buku 129 .

Halaman Kosong Sesuai Buku 130 .

dan metode campuran. 131 .Bagian Dua Merancang Penelitian       BaB 5 Pendahuluan Bab 6 Tujuan Penelitian Bab 7 Rumusan masalah dan hipotesis penelitian Bab 8 Metode-metode kuantitatif Bab 9 Prosedur-prosedur kualitatif Bab 10 Prosedur-prosedur Metode Campuran Bagian kedua ini menghubungkan tiga rancangan – kuantitatif. Setiap bab dalam bagian kedua ini akan membahas satu langkah terpisah dalam proses penelitian ini. kualitatif.masing-masing dengan langkah-langkah penelitiannya.

dan menjangkau 132 . Pendahuluan inilah yang menentukan tahap-tahap selanjutnya dalam penelitian. serta format proposal. menjelaskan masalah yang dapat menuntun pada penelitian. mengidentifikasi tujuan penelitian. mereview literature-literatur yang berhubungan dengan masalah tersebut. Peneliti juga perlu menerapkan model defisiensi ketika menulis pendahuluan karena komponen utama dalam pendahuluan adalah menunjukkan kekurangan-kekurangan (defisiensi-defisiensi) dalam penelitian-penelitian sebelumnya. langkah selanjutnya adalah merancang atau merencanakan penelitian. tinjauan pustaka sementara. meletakkan penelitian dalam konteks literature yang lebih luas. Untuk mengilustrasikan model ini. Tujuannya untuk membangun kerangka penelitian sehingga pembaca dapat memahami bagaimana penelitian tersebut berhubungan dengan penelitian-penelitian yang lain. atau penelitian akademik. antara lain: a. Langkah ini diawali dengan membuat pendahuluan proposal sebagai proses mengatur dan menulis gagasan-gagasan awal. Pendahuluan menjelaskan suatu isu atau concern yang dapat menuntun pada penelitian. Bab ini membahas komposisi dan penulisan pendahuluan serta menjelaskan perbedaan-perbedaan dalam menulis pendahuluan untuk tiga jenis rancangan yang berbeda. Kemudian pembahasan beralih pada lima komponen dalam menulis pendahuluan. PENTINGNYA PENDAHULUAN Pendahuluan merupakan bagian pertama dalam artikel jurnal.BAB LIMA PENDAHULUAN Setelah menentukan jenis pendekatan penelitian (kualitatif. Pendahuluan harus membuat pembaca tertarik pada topic penelitian. Seperti yang dijelaskan Wilkinson (1991:96): Pendahuluan merupakan bagian tulisan yang memberikan informasi awal kepada pembaca tentang penelitian yang ditulis. saya sudah menyajikan satu tulisan pendahuluan yang utuh (lengkap dengan analisisnya) dari salah satu artikel jurnal yang pernah dipublikasikan. atau metode campuran). d. dan e. kuantitatif. menyatakan pentingnya penelitian bagi pembaca-pembaca tertentu. menjabarkan masalah yang dapat menuntun pada penelitian. menunjukkan sejumlah kekurangan dalam literature-literatur itu. disertasi. b. c. Karena pendahuluan merupakan bagian awal dalam proposal atau penelitian maka diperlukan perhatian khusus dalam proses penelitiannya.

Sayangnya. Saya juga sudah menegaskan bahwa penelitian kualitatif bersifat eksploratoris. dan metode campuran. membiarkan pembaca menentukan masalah tersebut. dan peneliti memanfaatkan pendahuluan untuk 133 . signifikansi penelitian menjadi sulit dipahami. Apalagi. Untungnya. DAN METODE CAMPURAN Setelah melakukan tinjauan umum pada beberapa pendahuluan yang terdapat dalam banyak penelitian. Ia juga bisa berasal dari perdebatan ekstensif dalam literature-literatur. Jenis masalah yang disajikan dalam pendahuluan sangat beragam tergantung pada pendekatan yang digunakan (lihat Bab 1). Ketika masalah tidak jelas. sumber-sumber masalah penelitian bisa jadi sangat beragam. Karena ada pesan-pesan yang harus disampaikan sedangkan ruang yang tersedia sangat terbatas maka pendahuluan bisa menjadi tantangan tersendiri untuk ditulis dan dipahami. saya menemukan bahwa pendahuluan pada umumnya selalu mengikuti pola yang sama. Misalnya. kuantitatif.audien tertentu. Ia juga bisa muncul dari perdebatan kebijakan di pemerintahan atau antara para eksekutif kenamaan. peneliti mendeskribsikan masalah penelitian yang benar-benar mudah dipahami dengan cara mengeksplorasi suatu konsep atau fenomena tertentu. sebelum memperkenalkan model ini. Masalah penelitian merupakan masalah atau isu yang menuntun pada keharusan dilaksanakannya penelitian tersebut. masalah penelitian seringkali dikacaukan dengan rumusan masalah-pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab peneliti untuk memahami atau menjelaskan masalah tersebut. untuk mengidentifikasi isu kehamilan anak remaja. yaitu: menyatakan suatu masalah. kita masih perlu memunculkan terlebih dahulu masalah yang terkait dengan kehidupan wanita dan social secara umum. KUANTITATIF. Belum lagi kompleksitas ini ditambah dengan keharusan peneliti untuk mendorong audiens agar mau lebih jauh membaca dan melihat pentingnya penelitian. terlalu banyak pengarang tidak secara jelas mengidentifikasi masalah penelitian. PENDAHULUAN DALAM PENELITIAN KUALITATIF. ada satu model yang bisa ditiru tentang bagaimana menulis pendahuluan yang baik untuk penelitian ilmu social. lalu menjustifikasi mengapa masalah tersebut harus diteliti. Ia bisa bersumber dari pengalaman yang pernah dirasakan peneliti dalam kehidupan pribadi atau tempat kerjanya. Semua unsur ini ditulis secara singkat dalam beberapa halaman. Dalam proyek kualitatif. Masalahnya mengidentifikasi dan menjabarkan masalah penelitian yang menggarisbawahi penelitian bukanlah tugas mudah. Namun. saya terlebih dahulu perlu menjelaskan perbedaan-perbedaan subtil antara pendahuluan untuk penelitian kualitatif. Intinya.

ketidakadilan dalam pembagian upah antara wanita dan laki-laki atau sikap-sikap rasial yang sering kali muncul saat membuat sketsa biografis sopir-sopir di jalan raya). konsepnya belum matang (immature) karena teori dan penelitian sebelumnya yang membahas konsep tersebut tidak terlalu banyak dan menonjol. yang didalamnya peneliti memosisikan diri mereka secara naratif dalam penelitian. adanya keharusan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan fenomena dan mengembangkan suatu teori. c. memahami. masih jarang ada variasi. sifat fenomena yang ingin diteliti tidak sesuai jika dianalisis secara kuantitatif. pendahuluannya bisa saja tidak ditulis secara induktif. Misalnya lagi. Orientasi teoritis inilah yang kemudian membentuk struktur pendahuluan. masalah penelitian dijelaskan dengan cara mengidentifikasi. seperti penelitian etnografi. Pendahuluan kualitatif juga bisa dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan personal dari peneliti tentang pengalaman pribadi memandang suatu fenomena secara substansial. Bahkan pendahuluan kualitatif juga dapat ditulis dari sudut pandang subjektif.mengeksplorasi suatu topic yang tidak bisa diidentifikasi variable-variabel ataupun teorinya. seperti dalam penelitian naratif. gagasan yang ditawarkan suatu teori bisa saja belum akurat. misalnya meneliti bagaimana teori politik kelas menjelaskan ketidaksuksesan kampanye anti-vice di salah satu dari tiga kota besar di Amerika. orang pertama. meningkatnya urbanisasi (sebagai masalah penelitian) harus dieksplorasi karena masalah tersebut pelum pernah diteliti dalam kawasan-kawasan tertentu di suatu Negara. seperti yang sering dijumpai dalam penelitian-penelitian fenomenologis (Moustakas. Morse (1991:120). dalam beberapa penelitian kualitatif yang lebih berfokus pada perspektif partisipan. atau mengandung bias. tidak benar. Sejumlah peneliti kualitatif terkadang memiliki perspektif teoritis tentang masalah apa yang akan diteliti (seperti. Dalam proyek kuantitatif. b. Misalnya. dan menemukan factor-faktor atau variable-variabel apa saja yang mempengaruhi suatu outcome. tetapi deduktif. Misalnya. misalnya. Selain itu. 134 . atau d. Thomas (1993:9) mengatakan bahwa ―seorang peneliti kritis selalu berangkat dari premis bahwa semua kehidupan kultural merupakan ketegangan konstan antara control dan resistensi‖. dan cara terbaik untuk mengeksplorasi masalah ini adalah dengan pergi ke sekolah dan mengunjungi mereka dan para guru secara langsung. Beisel (1990). 1994). pribadi. tidak cocok. anak-anak SD sering kali gelisah dan mengganggu proses belajar (sebagai masalah penelitian). Untuk pendahuluan kuantitatif. pernah menyatakan: Karakteristik-karakteristik masalah penelitian kualitatif antara lain: a.

Jika tahap pertama proyek ini bersifat kuantitatif. yang berarti bahwa pendahuluannya harus menjelaskan suata masalah yang di dalamnya diperlukan pemahaman antara variable – variable dan eksplorasi terhadap suatu topic/fenomenda secara mendalam. prioritas ini bisa saja setara antara penelitian kualitatif atau kuantitatif. masalah penelitian merupakan masalah yang darinya pemahaman mengenai faktor .dalam merespon pengurangan jumlah kerja (sebagai masalah penelitian). Selain itu. dalam pendahulian kuantitatif. untuk meningkatkan objektivitas. kemudian mengeksplorasi pandangan – pandangan dari para remaja untuk dapat menampilkan pola – pola / tema – tema yang berbeda tentang merokok dan depresi tersebut. pendahuluan kuantitatif juga dapat ditulis dari sudut pandang interpersonal dan dalam kalimat pasif. peneliti bisa memprioritaskan salah satu diantara pendekatan kuantitatif atau pendekatan kalitatif. peneliti kuantitatif perlu memahami tingginya rata-rata perceraian (sebagai suatu masalah) dan menelti apakah salah satu faktor yang menyebabkan perceraian itu adalah masalah financial. Peneliti dengan metode campuran dapat menerapkan pendekatan kualitatif atau kuantitatif terlebih dahulu (atau kombinasikan sekaligus) dalam pendahuluannya. Untuk itu. maupun metode campuran.seperti yang sudash dijelaskan di atas – memang tidak terlalu jelas perbedaannya. Contoh lain. pendahuluan dapat menekankan pada pendekatan kuantitatif dengan menyertakan terlebih dahulu suatu teori yang dapat memprediksi hubungan antara perokok dan depresi.faktor yang menjelaskan atau berhubungan dengan hasil menjadi sangat penting karena membantu peneliti menjelaskan masalah tersebut dengan baik. Komponen utama yang perlu dimasukkan ke dalam pendahuluan pada umumnya berhubungan dengan jenis – jenis masalah yang dibahas. Dalam dua situasi ini. seorang peneliti kuantitatif harus berusaha menemukan factor-faktor apa saja yang mempengaruhi menurunnya bisnis-bisnis besar. Proyek metode campuran bisa terlebih dahulu menjelaskan hubungan antara perilaku merokok dan depresi dalam lingkungan remaja. diperlukan satu model ilustratif tentang bagaimana menulis pendahuluan yang baik 135 . kuantitatif. Meski demikian. Dalam penelitian metode campuran. dan pendahuluan harus mencerminkan prioritas tersebut. lalu melakukan tinjauan pustaka secara mendalam. peneliti bisa saja menguji suatu teori terlebih dahulu dan melakukan tinjauan pustaka singkat untuk mengidentifikasi rumusan masalah yang nantinya harus dijawab. baik itu penelitian kualitatif. Bahkan. SALAH SATU MODEL PENDAHULUAN Menulis pendahuluan untuk tiga penelitian yang berbeda .

Sejak diterbitkannya Civil Right Act tahun 1964 dan Higher Education Act tahun 1965. Tujuan penelitian Sebuah ilustrasi Sebelum menjelaskan lima bagian tersebut.berkaitan dengan masing – masing komponen sudah saya tandai dengan jelas. yang menangani kasus Hopwood vs. U. Keputusan courth untuk menolak tindakan afirmatif ini didasarkan pada referenda Negara. Akan tetapi. penulis menyatakan dengan teknik hook naratif). Kekurangan – kekurangan (deficiencies) dalam penelitian – penelitian sebelumnya 4. dan tindakan – 136 . Berdasarkan lima komponen penting pendahuluan yang sudah dijelaskan di atas maka beberapa pernyataan yang – menurut saya. ―Tindakan afirmatif‖ kemudian diambil sebagai kebijakan untuk merealisasikan heterogenitas ini ( di sini. 5. perundang – undangan. Cabrera. Masalah penelitian 2. Persoalan hokum terkait dengan tindakan afirmatif tersebut bermula dari kasus Regents of the University of California versus Bakke tahun 1978. kebijakan tersebut sampai saat ini mash menjadi topic perdebatan nasional yang hangat. Jika struktur model ini dirinci.S. menemukan argumentasi Powell ini bermasalah. yang di dalamnya Justice William Powell menyatakan bahwa ras ini sudah dipertimbangkan berdasarkan keputusan – keputusan admisi. Akan tetapi. states of Texas.tanpa perlu memandang pendekatan – pendekatan dan komponen – komponen yang harus disertakan. Pentingnya penelitian untuk audiens tertentu. Model defisiensi pendahuluan (deficiency model an introduction) merupakan salah sastu pola umum dalam menulis pendahuluan yang baik. universitas – universitas di Amerika berusaha meningkatkan keragaman ras dan etnik para mahasiswa dan dosennya. dan Parente (2001) dalam The Journal of Higher Education dengan judul penelitiannya ―Racial and Ethnic Diversity in the Classroom‖ (ditulis kembali atas izin penerbit). Penelitian – penelitian sebelumnya yang membahas masalah tersebut 3. Court of Appeals for the Fifth Circuit. yang lebih terkini. Model ini merupakan pendekatan popular yang banyak digunakan dalam ilmu – ilmu social. Lima bagian tersebut antara lain : 1. Anda akan menemukan banyak sekali penelitian dewasa ini yang telah menggunakan model tersebut. Colbeck. Model ini terdiri dari lima bagian yang masing – masing dari kelimanya dapat ditulis dalam satu paragrap sehingga secara keseluruhan bisa mencapai maksimal dua halaman. Bjorklund. berikut ini ada contoh pendahuluan kualitatif yang ditulis oleh Terezainni.

Pertama.‖ The New York Times. 1999a. 1999). atau gender dalam satu kampus (lihat. Ada banyak penelitian yang membahas mengenai pengaruh keragaman terhadap outcomes mahasiswa. 1997. Neil Rudenstine. dan lebih berpijak pada perjumpaan antara mahasiswa dan keragaman dengan cara mengamati frekuensi atau sifat interaksi mereka dengan rekan – rekannya secara ras/etnis berbeda. mengklaim bahwa ―alasan utama diterimanya keragaman siswa di perguruan tinggi adalah karena nilai pendidikannya‖ (Rudenstine. 1999:1). penelitian – penelitian yang menganalisis hubungan mahasiswa dengan ―keragaman‖ secara umum sebagai salah satu implikasi percampuran mahasiswa secara kuantitas. Kami percaya bahwa mahasiswa kami dapat memperoleh keuntungan dari pendidikan yang berbasis keragaman‖ (―On the importance of Diversity in University Adminissions.tindakan terkait melarang pengakuan yang sensitive – ras atau sewa menyewa di California. 1996. Florida. Chang. Michigan. ada banyak pendekatan yang telah diterapkan untuk meneliti pengaruh keragaman terhadap outcomes mahasiswa. Mississippi. rekan Rudenstine di University of Michigan. dengan menegaskan : ―Pertama-tama. lebih efektif ketimbang siswa – siswa yang lebih homogen. Massachusetts. Kanter. 24 April 1997:A27) (Di sini. Ketiga. Kedua. 1998a. penulis mengidentifikasi masalah penelitian). 1996). Rhode Island dan Puerto Rico (Healy. Lee Bollinger. misalnya. Bukti – bukti yang dimunculkan pada umumnya tidak jauh berbeda bahwa para mahasiswa dalam komunitas yang lintas gender atau ras/etnis atau yang terlibat dalam aktivitas yang berhubungan dengan keragaman. Presiden Harvard University. Penelitian – penelitian ini dapat dibagi ke dalam tiga kecenderungan utama. 1998b. Dua presiden ini tidak sendirian. para pendidik lalu mengemukakan argumentasi mereka untuk mendukung tindakan afirmatif ini dengan klaim bahwa siswa – siswa heterogen. Maine. Sax. dalam konteks pendidikan. juga menyatakan : ―Sebuah kelas yang tidak mempresentasikan anggota – anggota ras yang berbeda akan melahirkan diskusi yang miskin – wawasan‖ (Schmidt. Lousiana. perlu kami sampaikan bahwa kami berbicara atas nama pendidik. penelitian – penelitian yang meneliti secara institusional usaha – usaha programatik yang terstruktur untuk membanu mahasiswa terlibat dalam ―keragaman‖ ras/etnis dan/atau gender dalam kaitannya dengan gagasan – gagasan dan kemanusiaan. Intinya. penelitian – penelitian yang memandang keragaman structural sebagai suatu yang ilmiah. 1998 : A32). sering kali 137 . Dalam merespons hal ini. New Hampshire. Di belakang mereka ada Assiciation of American Universities yang terdiri dari para rector dari 26 universitas yang mengusung argumentasi yang sama. ras/etnis.

suatu istilah yang diambil dari bahasa inggris. penulis menyebutkan penelitian – penelitian yang pernah membahas masalah tersebut). 1999a. 510 – 512. dalam satu komunitas akademik atau dalam kelas (seperti. penulis menunjukkan kekurangan atau defisiensi dalam penelitian – penelitian sebelumnya). yakni hakim.. Pengaruh seperti apa yang dimunculkan dari kalimat ini? Apakah kalimat tersebut memancing pembaca untuk membacanya lebih lanjut? Apakah kalimat tersebut harus ditulis dalam level tertentu sehingga pembaca dapat memahaminya? Pertanyaan – pertanyaan ini penting dijawab untuk menulis kalimat pembuka pendahuluan. Masalah Penelitian Dalam pendahuluan artikel Terenzini et al.Begitu pula. Padahal informasi inilah yang bisa menjadi bukti para hakim untuk mendukung kebijakan keputusan yang sensitive – ras (Di sini. tentu saja sangat disayangkan. keragaman structural) memiliki manfaat –manfaat akademik yang diklaim…. Penelitian ini menganalisis pengaruh langsung keragaman kelas terhadap outcome akademik/intelektual dan apakah ada dari pengaruh – pengaruh tersebut yang ditindaklanjuti menjadi pendekatan – pendekatan instruksional aktif dan kolaboratif dalam konteks pembelajaran (Di sini. hal ini masih menyisakan banyak pertanyaan (Di sini. seperti apakah tingkat keragaman rasial dalam satu kampus atau kelas berpengaruh langsung terhadap hasil belajar ataukah tidak. dan para pendidik). atau menghubungkan (hook) pembaca dengan/dalam penelitian. ― untuk mempelajari bagaimana menulis narrative hook yang baik.memperoleh manfaat dan makna edukatif yang lebih positif (Disini. yaitu menunjukkan dua komponen utama pendahuluan yang baik. Kalimat ini sering kali dikenal dengan istilah narrative hook. Penelitian ini berusaha memberikan kontribusi pengetahuan dengan mengekspolrasi pengaruh keragaman structural kelas terhadap perkembangan akademik dan skill intelektual mahasiswa. peneliti. Sax. 1996. 1996) yang secara spesifik meneliti apakah komposisi ras/etnis atau gender para mahasiswa dalam sebuah kampus. Hanya sedikit sekali penelitian (seperti. 138 . Langkanya informasi tentang manfaat akademik dari keragaman structural di sebuah kampus atau kelas. Chang. melibatkan. isu – isu. yaitu menunjukkan bahwa penelitian tersebut menarik dan memperlihatkan bahwa masalah atau isu yang diangkat benar – benar berbeda. penulis mengidentifikasi tujuan penelitian) (hlm. penulis menunjukkan pentingnya penelitian pada audiens tertentu. (2001) di atas. ditulis kembali atas izin The Journal of higher Education). yang berarti ―kata – kata yang dapat menggambarkan. kalimat pertama sudah menunjukkan dua komponen utama pendahuluan yang baik.

Dua contoh pertama – yang menjadi pendahuluan dalam penelitian kualitatif – menunjukkan bagaimana pembada di tarik perhatiannya dengan merujuk pada satu partisipan (di contoh pertama) dan mengajukan satu pertanyaan (di contoh kedua). Contoh ketiga. saya menggunakan metaphor seseorang yang sedang menurunkan seubah tong ke dalam sumur. dan generalisasi garis – garis tersebut (salah satunya. artikel ringkas baru – baru ini. peneliti perlu menunjukkan masalah atau isu yang dapat menuntun pada signifikansi penelitian.(2001) membahas problem yang unik. Sementara itu. Agnes. Sering kali. menunjukkan bagaimana pembaca dapat mengawali bacaanhya dengan memahami beberapa literature terlebih dahulu.perhatikan Koran – Koran penting. Setelah itu. 139 . Berikut ini. Penurunan tong ini diawali dengan narrative hook.iti garis kartografis (salah satunya. 1989:181). ketika contoh di atas sudah menggambarkan bagaimana menulis kalimat pembuka dengan baik agar pembaca tidak dipaksa masuk ke dalam pemikiran yang terlalu detail.  ―selebriti transeksual dan tnometodologis. contoh – contoh kalimat pembuka dalam jurnal – jurnal ilmu social.509). Yang jelas. seraya membiarkannya beradaptasi dengan kedalaman (penelitian). Penulis pemula menceburkan tong (pembaca) langsung ke kedalaman sumur (artikel). Untuk menggambarkan lebih jauh bagaimana proses menulis pendahuluan ini. McMaster:1987)‖ (Carstensen. yaitu perjuangan untuk meningkatkan keragaman ras dan etnik di universitas – universitas AS. Mereka mencatat bahwa kebijakan – kebijakan untuk meningkatkan keragaman ini sedang menjadi ―topic perdebatan nasional yang hangat‖ (hlm. penulis yang berpengalaman menurunkan tong (pembaca) sedara perlahan – lahan. Buttenfield:1985). Pembaca pun hanya akan melihat materi yang tidak biasa dan aneh. tetapi digiring perlahan – lahan ke dalam topic penelitian. yakni menceritakan contoh kasus umum terlebih dahulu sehingga pembada dapat memahami dan menghubungkannya dengan topic penelitian. 1989:281). telah mengubah identitasnya tiga tahun lalu sebelum pada akhirnya ia menjalani kembali pembedahan jenis kelamin‖ (Cahlil.   ―Siapa yang mengendalikan proses pencalonan wakil DPR?‖ (Boeker. ―Ada banyak literature yang menel. Artikel terezini et al. 1992:400). yang menjadi pendahuluan dalam penelitian kuantitatif. para jurnalis menyajikan contoh – contoh yang menarik di awal kalimatnya. Tiga contoh di atas menyajikan informasi yang mudah dipahami oleh pembaca.

dalam kalimat pembuka.‖ 140 . dan perilaku – perilaku masa kini.  Sebagai aturan umum. dilemma. bahkan dapa membuat topic penelitian menjadi tidak jelas.  Tunjukkan secara jelas masalah yang diangkat (seperti. Kutipan – kutipan hanya akan memunculkan banyak kemungkinan penafsiran.masalah penting yang memerlukan penelitian lebih jauh. ―Setiap tahun. kutipan – kutipan seperti ini juga dapat menarik perhatian membaca. seperti : ―Apa kepentingan atau motivasi diadakannya penelitian ini?‖ Atau ―Masalah apa yang memengaruhi untuk melakukan penelitian ini?‖ jawaban atas dua pertanyaan ini bisa bermacam – macam. Sekadar intermezzo : saya selalu mengatakan kepada para mahasiswa saya : ―Jika kalian tidak memiliki banyak referensi pada halaman – halaman pertama proposal kalian maka penelitian kialian tidak akan bernilai akademik. kesulitan – kesulitan. karena siswa – siswa minoritas membutuhkan akses yang lebih baik ke universitas. Cobalah bertanya pada diri sendiri : ―Adakah kalimat yang bisa mewakili masalah penelitian yang saya angkat ini?‖  Tunjukkan mengapa masalah tersebut penting diteliti dengan cara mengutip berbagai referensi yang membenarkan kelayakan penelitian akan masalah tersebut. Pertimbangkan pengaruh informasi yang menggunakan angka – angka (seperti. karena ada kebutuhan dari para dosen yang harus dipenuhi agar mereka terlibat dalam aktivitas pengembangan professional di jurusan – jurusan mereka. yang tentu saja meliputi masalah penelitian. Akan tetapi. atau karena suatu masyarakat tidak boleh melupakan kontribusi para pelopor wanitanya.   Hindari ekspresi – ekspresi idiomatic (kalimat – kalimat membingungkan). masalah penelitian bisa saja muncul dari isu – isu. gunakan kutipan secara layak dan tepat.Dalam ilmu social terapan. sekitar 5 juta orang Amerika mengalami kematian anggota keluarga secara tiba – tiba‖). Ketika merancang paragraph – paragraph pembuka. Misalnya : karena sekolah masih belum menerapkan pedoman – pedoman multi cultural. Masalah penelitian ini akan menjadi jelas jika peneliti mau mengidentifikasi dengan mengajukan sejumlah pertanyaan. Untuk itu. khususnya kutipan yang terlalu panjang. isu) yang dapat menuntun pada penelitian. hindari penggunaan kutipan – kutipan. Semua ―jawaban‖ ini merupakan masalah =. ingatlah tips – tips penelitian berikut ini :  Tulislah kalimat pembuka yang dapat menstimulasi ketertarikan pembaca dan mampu menampilkan masalah yang dapat dipahami secara relasional oleh pembaca pada umumnya. dalam beberapa penelitian kualitatif.

 Pastikan bahwa masalah sudah dijelaskan dalam konstruksi yang konsisten dengan jenis pendekatan penelitian (seperti. Peneliti perlu mereview penelitian – penelitian relevean sebelumnya dan menaruhnya di bagian pendahuluan dengan tujuan : (1) untuk menjustifikasi pentingnya penelitian yang ia ajukan. Kemampuan membingkai penelitian dengan cara inilah 141 . Bukan hanya satu masalah saja. Saya selalu meminta mahasiswa saya untuk merefleksikan peta pustaka (seperti yang pernah dibahas dalam Bab 2). Untuk itu diperlukan penelitian – penelitian baru untuk memperkaya literature – literature yang relevan atau untuk memperluas dan bahkan menguji kembali penelitian – penelitian yang sudah ada sebelumnya. Marshall dan Rossman (2006) memandang bahwa tinjauan pustaka dalam pendahuluan ini adalah cara untuk merancang penelitian dalam konteks penelitian – penelitian lain yang berhubungan. Artinya. apakah ada satu atau banyak masalah yang terlibat dalam penelitian sehingga mengharuskan anda untuk menelitinya? Seringkali.‖ Peneliti tentu tidak dakan melaksanakan penelitian yang sekedar meniru apa yang telah diteliti orang lain. ia harus lebih meringkas sebagian besar penelitian – penelitian yang nantinya akan dirinci kembali pada bagian khusus. Penelitan – penelitian sebelumnya Setelah menulis paragraph – paragraph pembuka yang membahas penelitian. lalu di bagian atas tinjauan psutaka. pengujian hubungan – hubungan atau predictor – predictor dalam kuantitatif. dalam beberapa penelitian. mereka diminta untuk meringkas kategori – kategori penting dari berbagai pustaka yang ditinjaunya. peneliti bukan berarti tidak boleh melakukan tinjauan pustaka/penelitian dalam pendahuluan ini. Menyebutkan katergori – kategori penting inilah yang saya maksudkan dengan meninjau psutaka atau mereview penelitian – penelitian di bagian pendahuluan. Meski demikian. dan pendekatan keduanya dalam metode campuran).  Tuliskah. Tinjauan pustaka ditempatkan di bagian khusus yang terpisah dari bagian pendahuluan. ada banyak masalah yang perlu dibahas. penelti selanjutnya perlu mereview penelitian-penelitian/literature-literatur sebelumnya yang pernah membahas masalah penelitian tersebut. Hanya saja. peneliti seyogianya berusaha ―merancang penelitiannya dalam satu dialog berkelanjutan dengan literature – literature / penelitian – penelitian lain yang relevan. eksploratoris daslam kualitatif. Saya harus berhati – hati ketika berbicara tentang ―mereview penelitian‖ di sini karena saya tidak bermaksud bahwa Anda harus memasukkan tinjauan pustaka utuh dalam bagian pendahuluan. dan (2) untuk menjelaskan perbedaan antara penelitian – penelitian sebelumya dengan penelitian yang sedang ia ajukan.

Penelitian – penelitian ini bisa saja berupa penelitian kuantitatif. kualitatif. ada beberapa literature yang bisa dijumpai meskipun agak sedikit berbeda dengan penelitian yang diajukan. Penelitian ini haruslah sempit dan terfokus (tidak boleh ada satu pun penelitian yang serupa). topic mengenai siswa – siswa Amerika – Afrika yang beresiko gagal di SD mungkin tidak pernah diteliti. Untuk itu. Peneliti yang berpengalaman akan mereview dan memahami tulisan – tulisan sebelumnya yang membahas topic atau masalah serupa yang menjadi garapan penelitiannya.yang membedakan peneliti pemula dengan peneliti berpengalaman. topic mengenai siswa – siswa yang beresiko gagal di SD atau di jenjang – jenjang pendidikan lain sudah banyak diteliti. Pada ujung segitiga itu terdapat penelitian yang diajukan. baru kemudian mengakhiri abstraksinya secara spesifik dengan menegaskan pentingnya penelitiannya yang diajukan (misalnya. tetapi berasal dari keterlibatan peneliti selama bertahun – tahun dalam mengikuti perkembangan masalah penelitiannya dan literature – literature yang terkait. peneliti terlebih dahulu harus mengabstraksikan literature – literature / penelitian – penelitian yang membahas topic yang lebih umum (seperti. Pertanyaan lain yang sering kali muncul adalah : Jenis literature seperti apa yang harus direview oleh seorang peneliti? Saya menyarankan agar peneliti merevie penelitian – penelitian sebelumnya yang memiliki rumusah masalah dan data – data untuk menjawab rumusan tersebut. Artinya. Peneliti penula seringkali bertanya : ―Apa yang harus saya lakukan sekarang? Tidak ada satu pun penelitian / literature yang pernah membahas topi ini. jika tinjauan pustaka diartikan secara sempit maka tidak ada satupun literature yang mendokumentasikan atau menjabarkan secara komprehensif dan precise masalah penelitian yang kita bahas. Misanya. Jika seseorang melihat tinjauan pustaka ini terus ke bagian atas segitiga. Pemahaman ini tentu saja tidak muncul dengan sendirinya. Intinya adalah : literature – literature atau penelitian – penelitian sebelumnya akan memberikan sumbangsih pemikiran dalam menganalisis rumusan masalah yang akan dibahas dalam proposal. tentang siswa – siswa Afrika – Amerika yang berisiko gagal di tingkat SD). bukan secara individual (tidak seperti dalam Tinjauan Pustaka yang biasanya terdapat dalam bagian 142 . atau metode campuran. siswa –siswa yang berisiko gagal di SD atau di jenjang – jenjang pendidikan lain). secara umum. pertimbangkan tips – tips penelitian berikut ini :  Reviewlah sejumlah literature dengan meringkasnya secara komunal. Namun.‖ Tentu saja. Untuk mereview literature – literature / penelitian – penelitian yang relevan di bagian pendahulan proposal. saya sering kali menyarankan agar peneliti memandang literature dengan pola piker segitiga terbalik.

defisiensi ini basanya ada di bagian ―saran-saran untuk penelitian selanjutnya‖ yang sering kali disampaikan secara implicit maupun eksplisit. karena penelitian – penelitian sebelumnya telah mengesampingkan satu variable penting maka penelitian anda bisa memasukkan variable tersebut dan menganalisis pengaruh – pengaruhnya. Untuk literature/penelitian mana pun. atau metode campuran. Dalam artikel – artikel jurnal. peneliti juga perlu menjabarkan bagaimana penelitiannya akan mengoreksi atau menutupi defisiensi tersebut.  Agar tidak sekedar menekankan pada literature – literature secara individual. peneliti kemudian mengidentifikasi kekurangan – kekurangan (deficiencies) yang terdapat dalam literature/penelitian tersebut. kualitatif. Identifikasi semacam ini sering dikenal dengan istilah model defisiensi. Peneliti tinggal merujuk gagasan – gagasn defisiensi ini untuk dijadikan topic penelitiannya. atau populasi tertentu. Carilah literature – literature terbaru untuk direview dan diabstraksikan.   Tinjaulah penelitan – penelitian lain yang menggunakan pendekatan kuantitatif. literature/penelitian tersebut mungkin perlu dikaji kembali untuk melihat adakah kesamaan-kesamaan dalam hal penemuan-penemuan. karena penelitian sebelumnya mengabaikan keberadaan 143 . Misalnya. Defisiensi dalam literature atau penelitian sebelumnya bisa saja muncul karena topic – topic yang diangkat di dalamnya tidak dieksplorasi berdasarkan kelompok.khusus dan terpisah). Tujuannya adalah untuk membangun wilayah penelitian yang lebih luas. Selain menyebutkan defisiensi – defisiensi. sampel. Sebagai contoh. sampel – sampel. peneliti seyogianya dapat menjelaskan satu atau lebih defisiensi ini dalam bagian pendahuluan proposal mereka. seperti literature – literature yang dipublikasikan tidak lebih dari 10 tahun lalu. atau komunitas yang termarjinalkan tidak direpresentasikan secara memadai dalam literature/penelitian tersebut. letakkan referensi – referensi in text di akhir paragraph atau di akhir review mengenai literature – literature tersebut. Untuk mencari defisiensi ini. Sifat defisiensi ini bervariasi dasi satu penelitian ke penelitian lain. Kekurangan (Defisiensi) dalam Literatur Sebelumnya Setelah menjabarkan masalah penelitian dan mereview sejumlah literature/penelitian lain yang relevan. Kutiplah penelitian – penelitian sebelumnya jika memang ada karena penelitian – penelitian seperti itu basanya banyak dijadikan referensi oleh orang lain. caranya sangat mudah. ataupun tempat-tempat yang diteliti.

tidak sedikit ilmuwan sosial yang berusaha meneliti makna perang dan kedamaian (Cooper. kesalahan metodologis atau variable – variable yang terabaikan). Sedikit sekali penelitian yang difokuskan pada bagaimana guru menggunakan kekuasannya untuk berinteraksi secara strategis dengan kepala sekolah. 1989 :381) Singkatnya. Penelitian politik dalam ranah pendidikan. peneliti perlu menerapkan tips – tips penelitian berikut ini :   Kutiplah sejumlah kekurangan dalam literature tersebut untuk memperkuat alasan dibutuhkannya penelitian terhadap topic tertentu. dan apa makna semua ini secara deskriptif dan konseptual (Ball. Rosell. (Ziller. ada satu masalah yang belum dianalisis. Contoh 5. 1970).‖ sangat sedikit penelitian empiris.‖ dan sebagainya. Pratt. yaitu tentang bagaimana bekas pejuang masa lalu memberikan reaksi terhadap perang masa kini. 1968. Alvik. 1990 :85-86) Contoh 5.2 Defisiensi – Defisiensi dalam Literatur : Sedikitnya Penelitian – Penelitian yang dilakukan Meskipun ada minat yang sangat tinggi terhadap persoalan mikro-politik. 1986. Tunjukkan secara spesifik kekurangan – kekurangan dalam penelitian – penelitian yang sudah ada (seperti.‖ ―sedikit sekali penelitian. Svancarova& Svancarova. khususnya dari perspektif subordinasi. 1987. Perhatikan pula bagaimana mereka menggunakan frasa – frasa kunci untuk menunjukkan defisiensi – defisiensi ini. 1984) (Blase. Hoyle. 1965. anehnya sangat sedikit penelitian empiris yang berusaha menganalisis isu tersebut. 1968. misalnya. Sayangnya. Anda dapat melihat bagaimana para penulisnya menunjukkan kelemahan – kelemahan atau kekurangan – kekurangan dalam beberapa literature sebelumnya. begitu langka.penduduk asli Amerika sebagai komunitas cultural maka Anda dapat menyertakan mereka sebagai paratisipan dalam proyek penelitian anda. seperti ―yang belum dianalisis. 144 . untuk menunjukkan kekurangan – kekurangan (deficiencies) dalam literature sebelumnya. Haavedsrud. dari sekian banyak analisis ini. Pada dua contoh tulisan berikut.1 Defisiensi – Defisiensi dalam Literatur : Dibutuhkan Penelitian – Penelitian Lanjutan Berdasarkan rasionalisasi inilah. 1967-1968.

peneliti hendaknya menulis alasan/rasionalisasi tentang pentingnya penelitiannya yang diajukan. termasuk topic. proses statistic. seperti yang pernah dicontohkan dalam pendahuluan Terenzini et al. Dalam bagian ini pula. Dalam bagian ini. Tulislah bidang – bidang atau ranah – ranah tertentu yang terabaikan oleh penelitian – penelitian sebelumnya. peneliti sering kali menyertakan bagian khusus yang mendeskripsikan signifikansi penelitian bagi pembaca tertentu. Tiga atau empat alasan/rasionalisasi tentang bagaimana penelitian Anda akan memperbaiki atau meningkatkan kebijakan tertentu. (2000). Tulislah paragraph pendek untuk menjelaskan tiga atau empat kekurangan dari penelitian sebelumnya atau fokuslan pada satu kekurangan paling pokok. Anda bisa melihat bagaimana penulisnya menyatakan pentingnya penelitian pada paragraph pembuka. peneliti juga dapat menjelaskan beberapa hal berikut :     Tiga atau empat alasan/rasionalisasi tentang bagaimana penelitian Anda dapat menambah penelitian akademik dan literature dalam bidang – bidang tertentu. Penelitian yang dilakuka noleh Mascarenhas (1989) ini meneliti kepemilikan perusahaan – perusahaan industri. anggota organisasi. Tiga atau empat alasan/rasionalisasi tentang bagaimana penelitian Anda akan memperbaiki atau meningkatkan kebijakan tertentu. Semakin banyak pembaca yang ditargetkan. Tiga atau empat alasan/rasionalisasi tentang bagaimana penelitan Anda dapat membantu memperbaiki atau meningkatkan praktik – praktik tertentu. Dia secara jelas menunjukkan bahwa para pengambil keputusan. dan sebagainya. Hal ini dilakukan untuk mendukung pentingnya analisis topic penelitian bagi kelompok – kelompok tertentu yang mungkin saja dapat memperoleh manfaat dengan membaca dan menggunakan penelitian tersebut. Pada contoh tulisan berikut ini.  Jelaskan bagaimana peneltian Anda akan mengoreksi kekurangan – kekurangan ini dan memberkan kontribusi yang berbeda pada literature/penelitian akademik. 145 . semakin besar signifikansi penelitian tersebut bagi mereka. Signifikansi Penelitian bagi Pembaca Dalam disertasi. implikasi – implikasi penting. dan para peneliti adalah target pembacanya yang diharapkan akan membaca hasl penelitiannya. begitu pula potensi penelitian tersebut akan semakin kuat untuk diterapkan di dunia nyata.

1980.3 Signifikansi Penelitian yang Dinyatakan dalam Pendaluluan Studi Kuantitatif penelitian tentang kepemilikan organisasi dan ranah – ranah di dalammya. dengan 146 . dan para anggota dewan yang mereview admisi – admisi tersebut. pertama – tama peneliti perlu mendeskripsikan masalah penelitian yang berhubungan dengan penelitian kuantitatif. mereka juga menyatakan pentingnya penelitian ini bagi para staf kantor admisi. dibutuhkan keputusan mendasar yang dapat menjangkau semua lapisan masyarakat demi terlaksananya aktivitas organisasi ini. Selain itu. Abell. jangkauan produk. Kedua. Untuk menulis pendahuluan yang baik. (2001) mengakhiri pendahuluannya dengan menyatakan bahwa pengadilan / hakim (court) dapat menggunakan informasi dari penelitian – penelitian yang ada untuk meminta perguruan tingi dan universitas – universitas mendukung ―kebijakan admisi yang sensitive-ras‖ (hlm. (Mascarenhas. peneliti disarankan untuk menggunakan model pendahuluan lima – bagian yang sudah dijelaskan dalam bab ini. Terenzial et al. dan pemanfaatan teknologi (Abeli dan Hammond.Contoh 5. memahami hubungan antara kepemilikan dan ranah – ranahnya akan membantu menyingkap logika dasar aktivitas organisasi dan dapat membantu anggota organisasi tersebut mengevaluasi strategi – strategi. salah satunya. 1979. namun penemuan – penemuan mereka pada umumnya terlalu digeneralisasi untuk semua organisasi. Ketiga. 1988). sangat penting dilakukan karena sejumlah alasan. seperti costumer service. Pada akhirnya. Pengertahuan mengenai ranah – ranah dalam kepemilikan organisasi yang berbeda dapat menjadi input penting atas keputusan tersebut. ada begitu banyak pakar yang meneliti organisasi – organisasi yang merefleksikan satu atau dua jenis kepemilikan. atau metode campurannya. pendahuluan yang baik untuk penelitian selalu diakhiri dengan pernyataan tentang tujuan atau maksud penelitian. kualitatif. Model yang sering kali dikenal dengan istilah model defisiensi ini diterapkan. para mahasiswa yang menuntut admisi. RINGKASAN Bab ini menyajikan cara – cara bagaimana menyusun dan menulis pendahuluan untuk penelitian – penelitian akademik. 1989 : 582) Terenzini et al. (2001) mengakhiri pendahuluannya dengan meyatakan secara tegas bahwa penelitiannya ditujukan untuk membahas pengaruh keragaman structural terhadap skill intelektual mahasiswa.512). Pertama. orientasi pembeli. Peny dan Rainey. Kemudian.

D. lalu carilah kalimat – kalimat yang menunjukkan bahwa penulisnya tengah membahas satu masalah atau isu tertentu.‖ Dalam M. peneliti juga perlu menyertakan secara singkat tinjauan psutaka/literature lain yang relevan. 3. Amatilah pendahuluannya. Buatlah masing – masing satu paragraph mengenai masalah penelitian. kekurangan – kekurangan dalam literature. literature – literature yang terkait dengan masalah tersebut. Daryl Bern menekankan pentingnya statemen/paragraph pembuka dalam suatu penelitian. Cobalah menulis pendahuluan dengan teknik narrative hook. peneliti dapat menutup pendahuluannya dengan menyatakan – setidaknya. dan struktur yang dapat menuntun pembaca langkah demi langkah untuk sampai pada rumusan masalah. The Compleat Academic : A Practical Guide for the Beginning Social Scients. Selain itu. apakah teknik yang Anda gunakan berhasil menarik perhatian pembaca. 2. New York : Random House. 171-201). diskusikan tulisan Anda ini dengan rekan – rekan Anda. dan pembaca – pembaca yang secara potensial dapat mengambil manfaat dari penelitian ini. yang menurutnya harus menekankan pada kejelasan.).tiga atau empat tujuan diadakannya penelitian.Zanna&J. meyakinkan pembaca tentang LATIHAN MENNULIS uniknya penelitian Anda. Bern juga menyajikan contoh – 147 . Latihan Menulis 1. seraya menunjukkan satu atau lebih kekurangan (defisiensi) dalam literature – literature tersebut dan menegaskan bagaimana penelitian yang diajukan dapat mengoreksi kekurangan – kekurangan itu. Peneliti kemudian mulai memerinci secara implicit atau eksplisit pembaca – pembaca tertentu yang diharapkan dapat mengambil manfaat dari penelitiannya. Akhirnya. dan mampu menghubungkan pembaca dengan topic yang diangkat. Setelah itu. (1987). Carilah beberapa penelitian bidang – bidang tertentu yang dipublikaskan dalam jurnal – jurnal akademik.cara mengidentifikasi terlebih dahulu kasus – kasus umum (dengan teknik narrative hook) yang berhubungan dengan masalah penelitian. BACAAN TAMBAHAN Bem.J. P. Dia menyajikan sederet aturan tentang paragraph pembuka ini. Tulislah pendahuluan untuk suatu penelitian tertentu. (hlm. keterbacaan. ―Writing the Empirical Journal Article.M Darley (ed.

―Qualitative Research Design : An Interakctive Approach. Maxwell. CA : Sage. Menurut Maxwell. yang disertai dengan penjelasan tentang bagaimana menulis dan menyusun sebuah pendahuluan yang baik. Thousand Oaks.contoh paragraph pembuka. tetapi juga mengapa Anda merencakanannya. Wilkinson. Menurut Bern. baik yang memuaskan maupun yang tidak. A. paragraph pembuka yang baik adalah paragraph yang dapat dimengerti bahkan oleh seseorang yang bukan ahli sekalipun. NJ : Prentice Hall. Antoinette Wilkinson membahas tiga aspek utama dalam pendahuluan : (1) Pernyataan mengenai suatu masalah dan sifat – sifatnya. Joe Maxwell menulis tentang tujuan penelitan untuk proposal disertasi kualitatif. (2) pembahasan mengenai latar belakang dari masalah tersebut. (1991). Dia juga menyatakan pentingnya mengidentifikasi isu – isu yang ingin Anda teliti dan pentingnya menunjukkan mengapa isu – isu tersebut penting untuk diteliti. salah astu aspek mendasar dalam proposal adalah menjustifikasi bahwa proyek yang diajukan dapat membantu pembaca memahami. tidak hanya tentang apa yang Anda rencanakan. Englewood Cliffs. dan juga tidak membosankan lantaran terlalu banyak bahasa teknis. Dia menekankan bahwa pendahuluan harus menuntun secara logis dan runtut pada rumusah masalah. dan (3) pernyataan mengenai rumusan masalah. Maxwell membahas isu – isu utama yang harus dieksplorasi mahasiswa untuk membuat argument proposal penelitiannya efektif dan efisien. J. Wilkinson juga menyajikan banyak contoh dari tiga aspek tersebut. (2005).M. The Scientist‘s Handbook for Writing Papers and Dissertations. Pada satu contoh proposal disertasi mahasisaw s2 yang disajikan.A. 148 .‖ Edisi kedua.

Dalam artikel-artikel jurnal. Akan tetapi. maksud-maksud. Wilkinson (1991). dan contoh-contoh tujuan penelitian yang biasa anda modifikasi untuk proyek proposal anda. 1997). Dalam bab yang khususnya untuk tujuan penelitian ini.Bab Enam TUJUAN PENELITIAN Bagian terakhir dari pendahuluan. pembahasan mereka pada umumnya tetap menunjukkan bahwa tujuan penelitian merupakan gagasan inti dari suatu penelitian. tujuan penelitian adalah kumpulan pernyataan yang menjelaskan sasaran-sasaran. prinsip-prinsip kunci. Dari tujuan inilah semua asfek penelitian ditentukan. masalah penelitian. dan bukan masalah atau isu yang dapat menuntun pada keharusan diadakannya penelitian (lihat Bab 5).‖ Sayangnya proposalproposal penelitian saat ini jarang sekali yang memperhatikan tujuan penelitian. Untuk itu. menjelaskan tujuan dalam konteks rumusan masalah dan sasaran penelitian. Tujuan penelitian bukanlah rumusan masalah yang di dalamnya terdapat sejumlah pertanyaan yang nantinya dijawab berdasarkan data-data penelitian yang telah dikumpulkan (lihat Bab 7). Inilah bagian terpenting dari keseluruhan penelitian. (2007: 9). Namun. seperti rumusan masalah atau hipotesis. Tujuan penelitian mengindikasikan maksud penelitian. Penulis lain merujuknya sebagai salah satu aspek dari masalah penelitian (Casstetter & Heisler. Para penlulis metodologi penelitianpun sering memasukkan tujuan penelitian ini kedalam bagian-bagian lain. atau gagasan-gagasn umum diadakannya 149 . peneliti haruslah membedakan secara jelas antara tujua penelitian . misalnya. Dikenal dengan istilah tujuan penelitian karena ia menggambarkan tujuantujuan/maksud-maksud dilakukannya penelitian dalam satu atau beberapa kalimat. Akan tetapi. tujuan penelitian sering kali ditulis secara terpisah. adalah menyajikan tujuan penelitian. saya membahas alasanalasan/rasionalisasi ditulisnya tujuan penelitian. sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam bab 5. tujuan penelitian harus ditulis dengan jelas dan spesifik. dalam disertasi atau proposal disertasi. Dalam proposal. tujuan penelitian berarti menunjukkan ‖mengapa anda ingin melakukan penelitian dan apa yang ingin anda capai. SIGNIFIKANSI DAN MAKNA TUJUAN PENELITIAN Menurut Locke et al. dan rumusan penelitian. peneliti biasanya menulis tujuan penelitian dibagian pendahuluan.

atau metode campuran ditulis dengan konten yang sama. Tujuan Penelitian Kualitatif Tujuan penelitian kualitatif pada umumnya mencakup informasi tentang fenomena utama yang dieksplorasi dalam penelitian. Untuk itu. namun tetap tunjukkan bahwa penelitian anda bisa saja berkembang untuk mengeksplorasi hubungan atau perbandingan antargagasan dalam fenomena tersebut. Meslipun tujuan penelitian untuk studi kualitatif.‖ Para peneliti biasanya menggunakan verba masa kini (present verb tense) dan verb masa lampau (past verb tense) untuk proposal penelitian karena proposal mereka tengah menyajikan rencan penelitian yang akan—bukan yang belum—dikerjakan. atau sasaran untuk menandai tujuan penelitian yang anda tulis. partisipan penelitian. kuantitatif. jelaskan satu fenomena saja. seperti ―tujuan (maksud atau sasaran) penelitian ini adalah. sehingga peneliti perlu menulisnya secara terpisah dari aspek-aspek lain dalam proposal penelitiannya da ia juga perlu membingkainya dalam satu kalimat atau paragraph yang mudah dipahami oleh pembaca.. seperti berikut ini:  Gunakanlah kata-kata seperti tujuan. seperti yang akan digambarkan dalam paragraf-paragraf berikut ini. Untuk itulah. Tujuan ini ditulis dengan istilah-istilah ―teknis‖ penelitian yang bersumber dari bahasa penelitian kualitatif (Schwandt. Tujuan penelitian kualitatif juga bisa menyatakan rancangan penelitian yang dipilih.  Fokuslah pada satu fenomena (atau konsep atau gagasan) utama. maksud. atau justru membandingkan dua atau lebih kategori tertentu.. masing-masing tujuan penelitian untuk tiga penelitian ini sebenarnya tetap memiliki sifat-sifat dan cara penulisannya sendiri yang berbeda-beda. dan lokasi penelitian. Begitu pentingnya tujuan penelitian ini. Peneliti perlu memperhatikan beberapa hal mendasar dalam menulis tujuan penelitian kualitatif. Tulislah tujuan penelitian ini dalam kalimat atau paragraph terpisah. dan gunakanlah bahasa-bahasa penelitian.suatu penelitian. Fokus ini berarti bahwa tujuan penelitian kualitatif tidak boleh menunjukkan dua atau lebuh variable yang salin berelasi. seperti yang sering dijumpai dalam penelitian kuantitatif.2007). Persempitlah penelitian anda menjadi satu gagasan untuk dieksplorasi dan dipahami. Gagasan ini dibangun berdasarkan suatu kebutuhan (masalah penelitian) dan diperhalus kembali dalam pertanyaan-pertanyaan spesifik (rumusan masalah).. Misalnya suatu penelitian bisa saja dimulai dengan mengeksplorasi peran ketua jurusan dalam usaha pemberdayaan kualitas akademik para dosen 150 .

. teoritis dan teknis yang biasanya ada pada bagian khusus.‖ Lebih baik memakai kata-kata ―pengalamn individu-individu‖ jangan terlalu sering menggunakan atau frasa-frasa yang problematik. mengembangkan. meneliti makna. Dengan demikian. Untuk itu. akan membuat penelitian anda terbuka atas kemungkinan-kemungkinan lain: suatu cirri yang menunjukkan bahwa penelitian anda adalah penelitian kualitatif. (fenomena utama) adalah ..  Sajikan definisi umum mengenai fenomena atau gagasan utama. 1992).  Gunakan kata-kata dan frasa-frasa yang netral ---bahasa tidak langsung ---seperti . definisi ini tidak boleh rigid. 151 . seperti yang telah saya jelaskan dalam Bab 2. positif. McCracken (1998) mengatakan bahwa dalam wawancara kualitatif. pewawancara (peniliti) ini dapat dengan mudah mengutak-atik ―atturan ketidaklangsungan‖ (McCracken.1999). atau menunjukkan bagaimana individu-individu tertentu secara kognitif mencirikan penyakit AIDS yang dideritanya (Anderson & Spencer. 1998: 21) tersebut dengan menggunaka kata-kata yang seolah-olah berorientasi langsung.‖ selain itu peneliti juga perlu memperhatikan bahwa definisi ini tidak boleh dicampur-baurkan dengan definisi yang lebih detail.  Gunakanlah verb-verb tindakan untuk menunjukkan bahwa ada proses learning dalam penelitian anda. 2002). Tujuan disajikannya definisi umum ini adalah untuk menunjukkan kepada pembaca makna general dari fenomena yang dijabarkan dalam penelitian. Verb-verb atau frasa-frasa tindakan. Karena termasuk dalam retorika penelitian kualitatif. seperti mendeskripsikan. seperti berguna. Contohcontoh ini semua mengiliustrasikan bahwa ada satu gagasan utama yang dijadikan focus dalam tujuan penelitian kualitaitf. pewawancara seharusnya mengajak responden untuk mendeskripsikan pengalamannya. dari pada menggunakan kata-kata ―pengalaman sukses individu-individu. atau mengamati. peneliti kualitatif setidak-tidaknya harus menggunakan kata-kata seperti: ―untuk semintara ini....(Creswell & Brown.1992). dan informatif ---kata-kata yang seolah-olah memiliki makna yang bisa saja nuncul atau tidak muncul. definisi istilah. melainkan tentatif dan berkembang selama pemelitian berdasarkan informasi dari para partisipan. atau dengan mengeksplorasi identitas guru dan marginalisasi atas identitas ini disekolah tertentu (Huber & Whelan. spesifik. memahami... definisi. atau dengan menjelaskan makna kebudayaan bisbol dalam hubungannya dengan pekerja studion (Trujillo. khususnya jika fenomena tersebut merupakan istilah yang tidak dipahami oleh pembaca luas.

.... Gambarkan tempat ini secara detail sehingga pembaca benarbenar mengetahui dimana penelitian itu dilaksanakan. seperti individu. Fenomena utama dapat dibatasi pada individu-individu dalam suatu organisasi bisnis.. atau suatu organisasi.. analisis data. tetapi setidaknya contoh-contoh berikut ini telah berhasil menyajikan model-model yang layak ditiru dan dipelajari. organisasi.. (para partisipan.. (fenomena utama yang diteliti) secara umum dapat didefinisikan sebagai. seperti: apakah partisipan penelitian anda terdiri dari satu atau lebih individu.. Pembatasan-pembaasan semacam ini aka membantu peneliti untuk lebih jauh menjabarkan parameter penelitiannya. kelompok.  Tunjukkan lokasi dilakukannya penelitian..  Sebagai langkah akhir dalam tujuan penelitian kualitatif. Seperti catatan-catatan (scripts) sebelumnya dalam buku ini.. di sini saya menyajikan sejumlah catatan yang mungkin berguna dalam menulis tujuan penelitian kualitatif. (memahami? mendeskripsikan? mengembangka? meneliti?) . kelas... seperti rumah. studi kasus... program. Gunakan kata-kata yang sering digunakan dalam teori-teori diatas.. (fenomena utama yang diteliti) pada..  Jelaskan para partisipan yang terlibat dalam penelitian. studi kasus. Tujuan penelitian. saya sudah menyediakan ruang agar anda bisa menyisipkan informasi yang sesuai. (strategi/teori penelitian.. Conto-contoh di bawah ini mungkin tidak secara sempurna mengilustrasikan semua elemen yang telah saya jelaskan.. (lokasi penelitian). Dalam penelitian ini. (sajikan definisi umum). gunakan beberapa bahasa yang membatasi ruang lingkup partisispan atau lokasi penenlitian... seperti: apakah penelitian tersebut menggunakan teori etnografi. atau strategi-stragi lainnya.. atau sejenisnya) ini adalah untuk.. atau satu wilayah geografis tertentu.. fenomenologi. atau peristiwa tertentu. pendekatan naratif. penelitian bisa saja terbatas pada wanita saja... Meskipun ada banyak variasi dalam mencantumkan poin-poin di atas pada tujuan penelitian. Misalnya. lebih khusus mereka yang menjadi anggota tim kreatif. setidak-tidaknya harus mencakup beberapa diantara poin-poin itu. 152 . Gunakan kata-kata teknis strategis/teori penelitian yang digunakan ketika sampai pada bagian pengumpulan data. atau sekelompok orang.. seperti etnografi.. Untuk membantu anda.. proposal disertasi atau tesis kualitatif yang baik. dan proses penelitian.. atau organisasi) di. grounded theory...

jelas Leuterbach telah menggunakan strategi fenomenologi. Tujuan penelitian Leuterbach adalah sebagai berikut: Sebagai upaya menyingkap makana substantif suatu fenomenalogi. dan memori serta pengalaman-pengalaman mereka atas peristiwa itu. pembaca akan melihat bagaimana Leuterbach melakukan interviw pada lima sampel ibu (yang masingmasing telah mengalami keguguran) dirumah mereka. penelitian fenomenologi ini berusaha mengartikulasikan ―esensi-esensi‖ makna dalam pengalaman kehidupan para ibu ketika bayi yang mereka sayangi meninggal dunia. Dengan menggunakan persfektif feminis. perspektif ini juga membantu mengartikulasikan dan menyuarakan memori para ibu dan cerita kehilangan mereka. tulisan Leuterbach juga secara jelas menunjukkan bahwa partisipannya hanya para ibu. (Leuterbach.1 Tujuan Penelitian Dalam Studi Fenomenologi Kualitatif Leuterbach (1993) meneliti lima wanita yang kehilangan bayinya ketika sedang hamil (keguguran). Di sepanjang tulisannya.‖ Judul inilah yang secara jelas mengajak pembaca untuk focus pada tujuan penelitian. selain itu.Saya memperoleh tujuan penelitia yang ditulis oleh Lauterbach (1993) ini disebuah artikel jurnaldi bagian pembukanya yang berjudul ―tujuan penelitian. ―pengalaman kehidupan para ibu‖ menjadi fenomena utama dan penulis menggunakan kata kerja mengartikulasikan untuk membahas makna (kata yang netral) dari pengalaman-pengalaman ini. Metode yang digunakan dalam penelitia ini meliputi refleksi fenomenologis atas data-data yang ada berdasarkan investigasi pada pengalaman para ibu. Perspektif ini mempermudah usaha menyingkap pengalamanpengalaman tersebut yang tertutup selama ini. focus penelitian ini adalah pada memori para ibu dan pengalaman kehidupan mereka. Contoh 6. 1993: 134) 153 . dan bagianbagian selanjutnya di artikel itu. Penulis lalu mendifinisikan pengalaman-pengalaman apa saja yang ditelitinya terkait dengan ―memori‖ dan ―pengalaman hidup‖ ini. dan investigasi atas fenomena tersebut dalam konteks seni kreatif.

sosial.‖ Dia juga menulis pernyataan di atas dengan judul ―Tujuan Penelitian‖ untuk membuat pembaca fokus pada tujuan penelitiannya. diartikel tersebut. seperti yang telah dijelaska dalam Bab 1. khususnya dibagian abstraksi dan metodologi. Pada bagian selanjutnya. Studi kasus ini berfokus pada faktor-faktor yang menghalangi para siswa SMP berkembang dalam skill membacanya. Penelitian ini juga berusaha menjelaskan mengapa siswa-siswa tersebut tetap saj tidak bisa membaca meskipus sudah bertahun-bertahun sekolah. yang memang menjadi cirri umum untuk artikel-artikel jurnal. meskipun beberapa siswa mungkin telah mampu mengembangkan skill membaca mereka.Kos (1991) menegaskan bahwa penelitiannya bukanlah penelitian kuantitatif yang mengukur besarnya perubahan skill membaca dalam diri siswa. Karena tujuanya adalah untuk meningkatkan iklim kampus maka penelitian kualitaitf diatas termmasuk ke dalam jenis penelitian advokasi. (Kos. 154 . dan edukatif yang mempengaruhi empat anak remaja (siswa) tidak mampu membaca. Dia berfokus pada ―faktor-faktor‖ sebagai fenomena utama dan menyajikan definisi tentative dengan menyebutkan contoh Contoh 6. pembaca akan menemukan bahwa penelitian Kos ini menggunakan strategi penelitian studi kasus yang dilakukan dalam suatu ruang kelas. Kebutuhan mahasiswa yang gay dan biseksual menjadi fenomena utama yang diteliti. Uniknya. dia juga menyebutkan para partisipannya secara jelas. sosial. tujuan penelitian ini muncul di bagian awal artikel. edukatif. Kos justru meletakkan penelitiannya dalam pendekatan kualitatif dengan menggunakan kata-kata seperti mengeksplorasi. Penelitia ini bukanlah intervensi. Tujuan penelitiannya adalah sebagai berikut: Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi faktor-faktor afektif. 1991: 876-877) faktor tersebut.2 Tujuan Penelitian Dalam Studi Kasus Kos (1991) melakukan beberapa kali studi kasus tentang siswa-siswa SMP yang tidak bisa membaca. seperti ―afektif. bukan berarti fokus penelitian ini pada usaha peningkatan skill membaca. Tidak hanya itu.

1997: 278) juga berusaha mengidentifikasi kawasan-kawasan yang dapat meningkatkan iklim kampus bagi laki-laki gay dan biseksual. Akan tetapi. Tulisan ini sebenarnya berasal dari penelitian etnografis yang pernah penulis lakukan duaa tahun terhadap suatu subkultur mahasiswa yang terdiri dari laki-laki gay yang biseksual disebuah Universitas kenamaan. 155 . Penelitian ini hanya dibatasi pada laki-laki gay dan biseksual saja. dib again terpisah. fenomena utamanya adalah perkembangan karier. yang ia sertakan pada bagain awal tulisannya adalah sebagai berikut: Artikel ini berusaha memberikan sumbangsih tambahan pada literaturliteratur yang membahas tentang kebutuhan mahasiswa gay yang biseksual dengan mengidentifikasi sejumlah kawasan yang sekiranya dapat meningkatkan iklim kampus bagi mereka. Rhoads juga telah menyebutkan bahwa strategi penelitian yang digunakan adalah etnografi. kata ini lebih dimaksudkan untuk mendefinisikan sampel individu yang diteliti dan bukan untuk membatasi tentang fenomena utama. dia sudah berusaha mengidentifikasi dan menyajikan makna tentative atas istilah-istilah penting tersebut. Rhoads tidak memberikan informasi tambahan mengenai sifat utama kebutuhan para mahasiswa ini atau definisi umum dari kebutuhan tersebut.3 Tujuan Penelitian Dalam Etnografi Rhoads (1997) melakukan penelitian etnografi selama dua tahun disebuah Universitas kenamaan.Contoh 6. Dalam penelitian ini memang digunakan kata langsung. da pembaca juga akan mengetahui bahwa fenomena tersebut didefinisikan sebagai pengaruhpengaruh penting dalam kesuksesan karir 18 wanita tersebut. seperti kesuksesan. Dia berusaha mengeksplorasi bagaimana iklim kampus dapat ditingkatkan bagi laki-laki gay yang biseksual. Sayangnya. (Rhoads. Tujuan penelitian. yang berarti secara langsung merefleksikan bahwa wanita lesbian dan biseksual merupakan komonitas berbeda yang membentuk subkultur tersendiri di Universitas tersebut. dan bahwa penelitian ini hanya akan melibatkan laki-laki saja (partisipan) di sebuah Universitas kenamaan (lokasi penelitian). Pada pernyataan di atas. Akan tetapi. Selain itu.

varibel moderate. Tujuan ini ditulis dengan bahasabahasa yang berhubungan dengan penelitian kuantitatif. dan pembaca akan memahami bahwa partisipannya adalah para wanita yang bekerja di tempat berbeda-beda. Tujuan penelitian kuantitatif meliputi varibel-varibel dalam penelitian dan hubungan antar varibel tersebut. khusunya pengaruh-pengaruh yang berhubungan dengan kesuksesan karier mereka. (Richie et al. varibel mediate. Grounded Theory sebagai strategi penelitian disebutkan pada bagian abstraksi dan dijelaskan lebih lanjut pada bagian prosedur penelitian. Tujuan Penelitian Kuantitatif Tujuan penelitian kuantitatif sangat berbeda dengan model tujuan penelitian kualitatif. Tujuan penelitian kuantitatif biasanya dimulai dengan mengidentifikasikan varibel-varibel utama dalam 156 . tujuan kami melakukan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi factor-faktor penting yang mempengaruhi perkembangan karier para wanita ini. Pada paragraph kedua penelitiannya. baik dalam hal bahasa maupun fokusnya dalam menghubungkan atau membandingkan varibel-varibel. dan terkadang juga mencakup pengujian deduktif atas hubungan-hubungan atau teori-teori tertentu.Contoh 6. para partisipan. 1997: 133) Peneliti beusaha untuk mengeksplorasi fenomena terssebut. mereka menyatakan tujuan diadakannya penelitian tersebut: Artikel ini ---yang didasarkan pada penelitian kualitatif--. dan lokasi penelitian. Ingatklah kembali Bab 3 yang menjelaskan jenis-jenis variable utama dalam penelitian kuantitatif. Secara keseluruhan. (1997) melakukan penelitian kualitatif untuk mengembangkan suatu teori tentang perkembangan karier 18 wanita AmerikaAfrika (kulit putih dan hitam) yang memiliki prestasi tinggi Ameriaka Serikat yang masing-masing dalam bidang profesi yang berbeda-beda. yaitu varibel bebas.berusaha meneliti perkembangan karier 18 wanita Amerika-Afrika (kulit putih dan hitam) yang memiliki prestasi tinggi di Amerika Seriakat dalam 8 bidang profesi yang berbeda-beda.4 Tujuan Penelitian Dalam Studi Grounded Theory Richie et al. dan varibel terikat.

atau sasaran.. atau kerangka konseptual yang anda gunakan. dengan varibel bebas (di bagain kiri) yang diikuti oleh varibel terikat (di bagian kanan). penelitian eksperimen dua faktor yang didalamnya peneliti memiliki dua atau lebih kelompok treatment dan satu varibel bebas. tujuan digunakannya variable-varibel secara kuantitatif adalah untuk menghubungkan varibelvaribel tersebut. Tetapi ada juga peneliti yang menggunaka kombinasi antara membandingkan (comparing) dan menghubungkan (relating). Mulailah dengan kata-kata seperti ―tujuan (atau maksud atau sasaran) penelitian ini adalah. yang digunakan dalam penelitian. atau control.  Tunjukkanlah varibel bebas dan varibel terikat.. tidak menutup kemungkinan mereka juga menggunakan teknik tersebut dalam penelitian survei..seperti yang sudah saya jelaskan pada Bab 3--. lalu mencari dan dan menentukan bagaimana varibel-varibel itu akan diukur atau diamati. Untuk menulis tujuan penelitian kuantitatif. atau untuk membandingkan sampel-sampel atau kelompok-kelompok tertentu dalm kaitannya dengan hasil penelitian.  Gunakan kata-kata yang dapat menghubungkan varibel bebas dan varibel terikat untuk emnunjukkan bahwa kedua jenis varibel ini benar-benar saling berhubungan. Letakkan varibel-variabel intervening antara varibel bebas dan varibel terikat. 157 . ada sejumlah hal yang perlu diperhatika:  Gunakan kata-kata untuk menandai tujuan penelitian anda.. seperti ―hubungan antara‖ dua atau lebih varibel. atau terikat) beserta model visualnya. Kebanyaka penelitian kuantitatif menggunakan dalah satu dari dua opsi ini untuk menghubungkan varibel-varibel dalam tujuan penelitian. misalnya. seperti yang bisa ditemukan dalam penelitian survei. model.‖  Tunjukkan teori. atau ―perbandingan antara‖ dua atau lebih kelompok.  Tempatkanlah dan susunlah varibel-varibel ini dari kiri ke kanan.ada kemungkinan bagian ―Perspektif Teoritis‖ ditulis secara terpisah untuk keperluan ini. moderate. maksud. seperti yang sering dijumpai dalam penelitian eksperimen. Pada akhirnya. seperti mediate. Mendeskripsikan teori secara sederhana di bagian tujuan penelitian akan memberikan penekanan pada pentingnya teori itu dalam penelitian tersebut. Meskipun peneliti kebanyakan menggunakan teknik menghubungkan dua atau lebih kelompok dalam penelitian eksperimen.penekitian (bebas.. Dalam hal ini. serta varibel-variabel lain. Banyak peniliti juga meletakkan varibel-varibel moderating antara varibel bebas dan varibel terikat. Anda tidak perlu mendeskripsikannya secara detail karena--. intervening. seperti tujuan.

..... Dua penelitian pertama adalah penelitian survey. Varibel-(varibel) bebas.  Tunjukkan sedcara jelas partisipan (atau unit analisis) dan lokasi penelitian tersebut. misalnya dalam frasa ―yang juga dipengaruhi oleh. (eksperimen? survei?) ini adalah untuk menguji teori........ peneliti tidak boleh memberikan terlalu detail memberikan definisi secara operasional karena definisi semacam ini biasanya ditulis dalam bagian khusus ―Definisi Istilah‖ (yang menjelaskan secara rigid bagaimana varibel-varibel diukur)... misalnya dengan menggunakan definidi-definisi yang sudah diterima secara umum yang berasal dari literatur-literatur. yang ... terhadap. varibel control juga tidak jarang diletakkan secara tiba-tiba mengikuti varibel terikat..... 158 . (sajikan suatu definisi umum). (varibel kontrol).  Definisikanlah secara umum masing-masing varibel kunci... berikan batasan pada ruang lingkup penelitian..  Sebutkan jenis strategi penelitian (seperti strategi survei atau eksperimen) yang digunakan dalam penelitian... (membandingkan? emnghubungkan?).... Dengan menyatakan informasi tentang strategi penelitian. (partisipan penelitian) di... peneliti setidaknya sudah mengantisipasi diri untuk tidak membahas detail metodologi penelitian (yang biasanya di tulis dibagian khusus) dan memungkinkan pembaca untuk mengasosiasikan hubungan antarvaribel dengan strategi penelitian.... seperti ruang lingkup pengumpulan data atau ruang lingkup partisipan penelitian...... dalam hal in didefinisikan sebagai. yang juga dipengaruhi/dikontrol oleh.. tujuan penelitian kuantitatif dapat ditulis sebagai berikut: Tujuan penelitian. Contoh-contoh berikut ini akan mengilustrasikan elemen-elemen di atas.... dan varibel(-varibel) control dan intervening..... Meski demikian.. Selain itu... (tunjukkan varibel control dan intervening) didefinisikan sebagai... varibel bebas selalu menjadi varibel yang dimanipulsi... (lokasi penelitian)...‖ Dalam penelitian eksperimen. Berdasarkan poin-poin di atas......‖ atau ―dengan varibel kontrol. satu penelitian terakhir adalah penelitian eksperimen....Bahkan... Disertakannya definisi umum ini adalah untuk membantu pembaca lebih memahami tujuan penelitian.... (sajikan definisi umum). dengan (varibel terikat)..

Selain itu. 2000: 24) Meskipun Kalof (2000) tidak menyebutkan teori yang dia gunakan. dari susunan varibel yang dijelaskan. Selain ditulis pada bagian terpisah (Pernyataan Masalah). Lebih jauh. pembaca akan mudah mengidentifikasi varibel bebas dan varibel terikatnya. populasi dan sebagainya. kutipan di atas telah menggunakan kata hubungan. pada bagian metodologi penelitian. Tujuan penelitian di atas juga telah mengidentifikasi secara jelas para partisipan (wanita) dan lokasi penelitian (Universitas) . Saya memanfaatkan data yang diperoleh selama dua tahun dari 54 mahasiswi untuk menjawab pertanyaanpertanyaan berikut ini: (1) Apakah perilaku-perilaku wanita mempengaruhi pelecehan seksual terhadap mereka dua tahun ini? (2) Apakah sikap-sikap wanita berubah setelah mengalami pelecehan seksual? (3) Apakah pelecehan seksual sebelumnya mengurangi atau justru meningkatkan resiko pelecehan-pelecehan seksual selanjutnya? (Kalof. istilah-istilah yang didefinisikan.5 Tujuan Penelitian Dalam Studi Survei Kalof (2000) melakukan penelitian selama dua tahun pada 54 mahasiswi. Dia juga menggunakan kata-kata hubungan antara untuk menunjukkan relasi antarvaribel. Kutipan di atas mencakup beberapa komponen tujuan penelitian yang baik. Kalof menggabungkan tujuan penelitian dengan rumusan masalah sebagai berikut: Penelitian ini berusaha mengelaborasikan dan mengklarifikasi hubungan antara perilaku seksual wanita dan pengalaman-pengalaman mereka terhadap pelecehan seksual. 159 . Selanjutnya. setidak-tidaknya dia telah mengidentifikasi varibel bebas (perilaku seks) dan varibel terikat (pelecehan seksual) dalam penelitiannya. Kalof menyebutkan bahwa penelitiannya menggunakan metode survei mailed. terkait oerilaku-perilaku dan pengalaman-pengalaman mereka terhadap pelecehan seksual. Mahsiswi ini memberikan responnya masing-masing pada dua instrumen survei yang disebarkan secar terpisah selama dua tahun.Contoh 6. meskipun Kalof tidak mendefinisikan varibel-varibel utama dalam tujuan penelitian di atas setidaknya dia sudah menyajikan ukuran-ukuran spesifik pada varibelvaribel tersebut dalam rumusan masalah.

keamanan konservatif. (DeGrew. pelatihan sebelumnya. sebagaimana yang terdapat dalam kuesioner penelitian komponen kerja pendidikan (educational work components study/EWCS) (Miskel & Heller. Para penulisnya juga telah menunjukkan para partisipan yang terlibat dalam penelitian eksperimennya.Contoh 6. Bagian kedua penelitian ini meminta responden untuk mengidentifikasi faktor-faktor motivasional ini yang berhubungan dengan mereka. karakristik-karakristik dibagi ke dalam dua informasi penting.6 Tujuan Penelitian Dalam Studi Survei Disertasi DeGraw (1984) menyelsaikan disertasi doktoralnya dalam bidang pendidikan. Dalam salah satu subjudul disertasinya ―Pernyataan Masalah‖ dia menjelaskan tujuan penelitian sebagai berikut: Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti hubungan antara karakristikkarakristik pribadi dan motivasi pekerjaan bagi para pendidik yang mengajar dilembaga-lembaga negeri perbaikan remaja di Amerika Serikat. Motivasi pekerjaan didefinisikan sebagai enam faktor utama. keinginan dan penghargaan akan kesuksesan. 1984: 4-5) Kutipan di atas juga merefleksikan komponen-komponen tujuan penelitian kuantitatif yang baik. mereka menyusunnya dengan meletakkan varibel terikat diurutan pertama an varibel bebasnya di 160 . tingkat pendidikan. 1973). kesabaran terhadap tekanan pekeerjaan. daya saing. yaitu informasi tentang latar belakang responden (seperti informasi institusional. Selain ditulis dengan terpisah. da kesediaan untuk mencari reward meski berada diantara ketidakpastian dan penyangkalan. Dalam hal susunan varibel. Disertasi itu membahas topik tentang para pendidik yang bertugas pada institusi-institusi perbaikan remaja. dan sebagainya) dan informasi tentang pemikiran responden terhadap pekerjaannya yang berubah-ubah. Penelitian terhadap latar belakang responden sangat penting dalam disertasi ini karena penelitian semacam dan ini diharapkan faktor-faktor dapat yang mengidentifikasi karakristik-karakristik mempengaruhi mobilitas dan motivasi. tujuan penelitian di atas juga menjelaskan adanya perbandingan antarvaribel. Enam faktor ini antara lain: potensi perubahan dan perkembangan diri.

dalam pendahuluan. (2) komputer dengan backtracking (3) komputer tanpa backtracking. Berikut ini saya sajikan beberapa petunjuk bagaimana menyusun dan menyajikan tujuan penelitian metode campuran. Begitu pula. 1992: 563) Tujuan Penelitian Metode Campuran Tujuan penelitian metode campuran berisi tujuan penetian secara keseluruhan. 161 . meskipun dalam tujuan penelitian diatas par apenulisnya tidak menyebutkan dasar teori yang digunakan. yang menawarkan dua skala. mereka mengemukakan tujuan penelitiannya: Kami merancang penelitian ini untuk membandingkan respon-respon para calon Angkata Laut terhadap skala IM dan SD. Tujuan penelitian metode campuran biasanya ditunjukkan terlebih dahulu. yaitu: (1) kertas---dan----pensil.dari kiri--. Mereka melanjutkan penelitian inventaris yang telah dilakukan sejumlah mahasiswa sebelumnya dengan menggunaka Balanced Inventory of Desirable Responding (BIRD). dan Rosenfeld (1992) membandingkan antara daya tarik sosial terhadap penggunaan computer dan daya tarik pribadi terhadap pensil dan kertas. yang dikumpulkan dalam tiga kondisi. Edwards. (Booth-Kewley et al.bagian ke dua (Note: cara penulisan ini berbeda dengan apa yang sayasarankan agar varibel bebas ditulis terlebih dahulu---. untuk memberikan panduan awal bagi pembaca dalam memahami bagian-bagian penelitian kuantitatif dan kualitatif di dalamnya. informasi mengenai unsure-unsur penelitian kuantitatif dan kualitaif.7 Tujuan Penelitian Dalam Studi Eksperimen Booth-Kewley. kelompok-kelompok dalam masing-masing varibel telah diidentifikasi secara jelas.kekanan). Contoh 6. Meski demikian. Kurang lebih separu dari calon AL ini menjawab kuesioner-kuesioner yang diberikan secara anonym (tanpa nama/identitas jelas) dan separuh lainnya menjawab dengan identitas yang jelas.kemudian varibel terikat---. dan alasan/rasionalisasi mencampur dua unsur tersebut untuk meneliti masalah penelitian. yaitu impression management (IM) dan Self-Deception (SD). Dalam paragraf terakhir di bagaian pendahhuluan. dalam pararaf-paragraf sebelumnya mereka sebenarnya sudah mereview beberapa penemuan dari teori sebelumnya.

seperti ―Tujuannya adalah untuk mempelajari efektivitas organisasi‖ atau ―Tujuannya adalah untuk mengamati keluarga-keluarga yang anak tiri‖ untuk memahami keseluruhan maksud penelitian tersebut terlebih dahulu sebelum peneliti membagi penelitiannya ke dalam bagian kuantitatif dan kualitatif.  Terapkan karakristik-karakristik tujuan penelitian kualitatif yang baik. menggunakan kata-kata tindakan dan bahasa tidak langsung. apakah itu sekuensial. Untuk mengungkap kecenderungan-kecenderungan dan hak-hak dari kelompok atau individu-individu yang tertindas.  Terapkan pula karakristik-karakristik tujuan penelitian kuantitatif yang baik.‖ atau ―Maksud. Jelaskan alasan/rasionalisasi dikombinasikannya data kuantitatif dan kualitatif. Murphy & Nicholl.   Tunjukka jenis rancangan metode campuran yang digunakan.. seperti menyebutkan suatu teori dan varibel-varibel.‖ Jelaskan tujuan penelitian dari perspektif konten. 162 . Untuk mengeksplorasi pandangan partisipan (kualitatif) untuk kemudian dianalisis berdasarkan sampel yang luas (kuantitatif). menghubungkan varibel-varibel atau membandingkan kelompok-kelompok varibel. 3.. dan menjelaskan para partisipan dan lokasi penelitian. konkuren. Untuk memperoleh hasil-hasil statistic kuantitatif dari suatu sampel. 2007).  Mulailah dengan menulis kata-kata yang menunjukkan secara jelas tujuan penelitian yang akan dijabarkan. Untuk lebih memahami masalah penelitian dengan mengonvergensikan (atau mentrianggulasi) data kuantitatif yang berupa angka-angka dan data kualitatif yang berupa rincian-rincian deskreptif... menyebutkan strategi penelitian.. seperti ―Tujuan. seperti berfokus pada satu fenomena utama. menyusun varibel-variabel ini mulai dari varibel bebas terlebih dahulu lalu varibel terikat. 4.. atau transformasional. Alasan ini dapat berupa salah satu dari yang berikut ini (lihat Bab 10 untuk lebih detailnya): 1. menyebutkan strategi penelitian dan memerinci para partisipan dan lokasi penelitian. kemudian menindaklanjutinya denga mewawancarai atau mengobservasi sejumlah individu untuk membantu menjelaskan lebih jauh hasil statistik yang sudah diperoleh (lihat juga O‘Cathain.. 2.

rumusan masalah atau hipotesis penelitian kuantitatif akan menjelaskan hubungan atau perbandingan (variabel bebas) dan (variabel terikat) dengan melibatkan (partisipan penelitian) di (lokasi penelitian)... (sebutkan tujuan penelitian berdasarkan konten)..... Alasan didahulukannya pengumpulan data kualitatif disebabkan (seperti........ 2. wawancara atau observasi kualitatif digunakan untuk memeriksa kembali (hasil-hasil kuantitatif) dengan mengeksplorasi aspek-aspek .... (fenomena utama) dengan melibatkan (para partisipan) di (lokasi penelitian). Dua contoh pertama adalah penelitian sekuensial dengan satu strategi pengumpulan data yang turut membangun strategi pengumpulan data yang lain. Pada tahap kedua ini.. rumusan masalah. Contoh keempat adalah penelitian metode campuran transformative yang didasarkan pada rancangan konkuren... variabel variabel-nya tidak diketahui.. Berdasarkan elemen-elemen di atas. instrumen .....instrumennya tidak sesuai atau tidak tersedia............. ada sedikit teori atau taksonomi yang dapat dijadikan panduan rigorus)...... Tahap pertama adalah eksplorasi kualitatif terhadap . Pada tahap pertama..penemuan dari tahap kualitaiif ini kemudian digunakan untuk menguji (suatu teori....tahap ini adalah untuk (sebutkan tujuan penelitian berdasarkan konten).. berikut ini disajikan empat contoh tujuan penelitian metode campuran (Creswell & Plano Clark.............. 2007).. Penelitian sekuensial dengan tahap kuantitatif di urutan kedua yang didasarkan pada tahap kualitatif di urutan pertama: Tujuan penelitian metode campuran sekuensial dua-tahap ini adalah untuk....... Penelitian sekuensial dengan tahap kualitatif tindak-lanjut (di urutan kedua) yang turut membantu menjelaskan tahap kuantitatif sebelumnya (di urutan pertama): Tujuan dari penelitian metode campuran sekuensial dua...... Alasan ditindaklanjutinya 163 .. Informasi dari tahap pertama akan dieksplorasi lebih lanjut pada tahap kedua. Contoh ketiga adalah penelitian konkuren dengan menerapkan dua strategi pengumpulan data dalam satu waktu lalu dibawa secara bersama-sama dalam analisis data. (fenomena utama) dengan mengumpulkan (jenis-jenis data) dari (para partisipan) di (lokasi penelitian)..... Pertimbangkan pula informasi-informasi tambahan mengenai jenis-jenis/strategistrategi pengumpilan data kualitatif dan kuantitatif.. yaitu tahap kualitatif... Penemuan. 1... atau hipotesis) yang (menghubungkan? membandingkan?) (variabel bebas) dengan (variabel terikat) terhadap (sampel dari populasi) di (lokasi penelitian).

. Alasan dikombinasikannya data kuantitatif dan data kualitatif iri adalah untuk lebih memahami masalah penelitian dengan cara mengonvergensi data kuantitatif (berupa angka-angka) dan 164 .. tetapi yang namanya proyek metode campuran bisa saja menggunakan strategi konkuren (data kuantitatif dan data kualitatif dikumpulkan dalam waktu bersamaan) ataupun strategi sekuensial (dua jenis data yang dikumpulkan secara ber-tahap). Contoh terakhir adalah penelitian metode campuran dengan strategi transfofiriatif. Asalan mengombinasikan data kuantitatif dan data kualitatif ini adalah agar lebih memahami masalah penelitian tersebut dengan mengon vergensi data kualitatif (berupa angka-angka) dan data kuantitatif (berupa pandangan-pandangan deskriptif).. Dalam penelitian ini.:. hasil dari penelitian semacam ini biasanya untuk mengadvojcasi kebutuhan-kebutuhan kelompok atau individu tersebut sehingga dalam tujuan penelitiannya diserta-kan pula penjelasan mengenai usaha/harapan transformasi (perubahan) dalam tujuan penelitian. (instrumeninstrumen kuantitatif) akan digunakan untuk mengukur hubungan antara (variabelvariabel bebas) dan (variabel-variabel terikat).. . Contoh ini ditulis berdasarkan penelitian konkuren. Dalam penelitian ini. Dikatakan strategi tranformatif karena tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas isu utama yang berhubungan dengan kelompok-kelompok atau individu-individu yang ter-marjinalkan.metode kuantitatif ini dengan metode kualitatif adalah untuk (seperti. Pada waktu bersamaan. lebih memahami dan menjelaskan hasil-hasil kuantitatif yang diperoleh sebelumnya).. Selain itu. (instrumen instrumen kuantitatif) akan digunakan untuk mengukur hubungan antara (variabel bebas) dan (variabel terikat). Penelitian konkuren dengan mengumpulkan data kuantitatif dan data kualitatif sekaligus dalam satu waktu. 4. Tujuan penelitian metode campuran konkuren ini adalah untuk (sebutkan isu-isu yang perlu dibahas terkait dengan kelompok atau individu-individu yang termarjinalkan). Pada waktu bersamaan.. (sebutkan tujuan penelitian berdasarkan konten)... (fenomena utama) akan dieksplorasi juga dengan menggunakan (wawancara atau observasi kualitatif) dengan/terhadap (para partisipan) di (lokasi penelitian). lalu memadukan keduanya untuk dapat memahami masalah penelitian dengan lebih baik : Tujuan penelitian metode campuran konkuren ini adalah untuk. 3.. (fenomena utama) akan dieksplorasi dengan menggunakan (wawancara atau observasi kualitatif) dengan/terhada (para partisipan) di (lokasi penelitian)..

Alasan dipilihnya metode triangulasi atau konkuren ini memang tidak di-sertakan dalam tujuan penelitian di atas. penelitian ini dapat digolongkan ke dalam penelitian triangulasi atau konkuren.nak rriereka. Pajarrr penejitian yang diiaksariakan selama tig a tahun. (Hossler & Vesper. kami juga berusaha menggali pengetahuan lain dari hasil wawancara kami dengan beberapa sampel mahasiswa dan orang tua mereka selama lima kali dalam jangka waktu tiga tahun. Dengan menggunakan data anak-anak dan orang tua yang diperoleh dari penelitian longitudinal dengan metode survei selama tiga tahun. 1991: 141) Dalam teks aslinya. wawan-cara) yang dicampur dalam penelitian. Tujuan penelitian mereka adalah sebagai perikut: Karya tulis ini berusaha meneliti perilaku-perilaku pengtiernatan (saving) orang tua. Dalam bagian metode survei dan wawancara inilah di-dapati pernyataan bahwa "wawancara juga digunakan untuk meng-eksplorasi lebih detail variabel-variabel yang sudah dianalisis dan untuk mengtriangulasi hasil penelitian berdasarkan data kuantitatif dan data kualitatif" (Hossler & Vesper. dalam pembahasan metode survei dan wawancara. fidakhanya itu.8 Tujuan Penelitian Metode Campuran Konkuren Hossler dan Vesper (1993) meneliti sikap/kecehderungan anak-anak dan prang tua. 1993:146) 165 . mereka rnengideritiftkasi taktpf-faktof yang sangat berhubufigari dengan p'enghematart orang tua dan data kuantitatifkualitatif yang mereka kurhpulkan. Artinya. namun ia telah disajikan pada bagian selanjutnya. tujuanpenelitian di atas ditulis denganjudul "Tujuan. khususnya yang terkait dengart pengbernatan orang tuauntuk pendicfikan S2 bag] anak-a. Pengetahuan ini diharapkan dapat mernbantu mengekSplorasi lebih jauh isu teritang penghematan orang tua." Tujuan tersebut juga sudah mengindikasikan bahwa ada data kuantitatif (seperti.data kualitatif (berupa pandangan-pandangan rinci). Kedua jenis data ini di-kumpulkan selama periode tiga tahun. Contoh 6.dan untuk mengadvokasi perubahan/transformasi bagi (kelompok-kelompok atau individu-individu). kami memilih regresi logistik untuk mengidentifikasifaktor-faktor yang berhubungan dengan pehghematan prang tua bagi pendidikan S2 anak-anak mereka. survei) dan data kualitatif (seperti.

9 Tujuan Penelitian Metode Campuran Sekuensial Ansorge. Tujuan penelitian di atas juga menyertakan informasi mengenai dua strategi pengumpulan data dan diakhiri dengan alasan digunakannya dua bentuk data dalam rancangan metode campuran sekuensial.pengalaman mahasiswa dapat dilakukan dengan lebih baik hanya jika eksplorasi terhadap cara penggunaan laptop oleh mahasiswa terlebih dahulu diterapkan. Hal ini diperkuat karena di dalamnya berisi elemen-elemen dasar dari tahap pertama ' (kualitatif) yang ditindaklanjuti oleh tahap kedua (kuantitatif). (Nordenmark & Nyman. Contoh 6. Alasan digunakannya data kualitatif dan ddta kuantitatif ini disebabkan survei terhadap.10 Tujuan Penelitian Metode Campuran Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman umum tentang bagaimana keadilan dan kesetaraan gender dipersepsikan oleh perernpuan dan laki-laki Swedia. dari tema-tema tersebut. dibuatlah instrumen penelitian untuk menyurvei cara penggunaan laptop oleh para mahasiswa dalam beberapa kondisi. Laptop ini memungkinkan mahasiswa untuk belajar di meja mereka masing-masing dan mernanfaatkannya untuk login secara langsung ke dalam website-website yang direkomendasikan oleh instruktur." Tujuan penelitian tersebut sudah menyebutkan jenis rancangan metode campuran yang digunakan (rancangan sekuensial). 2003: 185) 166 . dan Gutmann (2001) meneliti penggunaan laptop iBook di tiga kelas Metoae Pendidikan Guru.Contoh 6. surnber daya-surnber daya individu. keadilan distributif. Swidler. Tujuan penelitiannya adalah sebagai berikut : Tujuan penelitian metode campuran sekuensial ini adalah per-tama-tama untuk mengeksplorasi dan membuat tema-tema utama tentang penggunaan laptop iBook di kelas Metode Pendidikan Guru dengan melakukan observasi lapangan dan wawancara langsung. Tujuan karya tulis ini adalah untuk rneneliti pentingnya pemanfaatan waktu. dan ideologi gender bagi terbentuknya persepsi positif masyarakat Swedia tentang kejadilan dan kesetaraan gender. Kemudian. Creswell. Tujuan penelitian di atas ditulis dengan judul "Tujuan.

Sebelum kutipan di atas. pembaca disajikan satu informasi bahwa orang-orang Swedia ternyata memiliki tujuan politis terkait dengan kesetaraan gender ini. tujuan penelitian di atas juga sudah menyebutkan variabel-variabel kuanti-tatif yang saling berhubungan dalam penelitian. Meski demikian. Kutipan tersebut mengetengahkan persoalan kesetaraan gender sebagai isu utama. mereka sudah menegaskan bahwa tidak menu tup kemungkinan muncul tujuan-tujuan. Para penulisnya juga menunjukkan dua jenis data yang dikumpulkan (yaitu. di bagian-bagian selanjutnya dalam artikel ini. atau mernahami. mengetribangkan. para pen1 llisnya bisa saja lebih eksplisit dalam menjelaskan prosedurprosedur kuantitatif dan kualitatifnya. di mana "ke-seimbangan kerja dan kekuasaan antara pria dan wanita seolah-olah dieliminasi" (Nordenmark & Nyman. dan karena inilah mereka mengharapkan adanya penelitian lanjutan terhadap keadilan dan kesetaraan gender dengan metode survei skala-luas. penelitian metode campuran ini dilaksanakan berdasarkan strategi konkuren. Dalam menulis tujuan penelitian kualitatif. Dalam kutipan di atas juga tidak disebutkan bagaimana penelitian ini akan turut mem-bantu menciptakan kesetaraan gender di lingkungan masyarakat Swedia. para partisipan penelitian. kutipan di atas diawali dengan pernyataan tentang maksud penelitian dan ditulis di akhir pen-dahuluan. dan lokasi penelitian. survei dan wawancara). Artinya. dan memperjelas strategi penelitian. untuk saling melengkapi satu sama lain). Selain itu. peneliti menegaskan teori yang akan diuji dan variabel-variabel yang akan dihubungkan atau diperbandingkannya. pembaca akan mengetahui bahwa variabel-variabel ini ternyata ditulis dalam bentuk pertanya-an-pertanyaan kualitatif. Meski demikian. peneliti juga perlu menggunakan kata-kata tindakan seperti mengamati. pemikiran-pemikiran. RINGKASAN Bab ini menjelaskan pentingnya tujuan penelitian yang menjadi gagasan utama dilakukannya suatu penelitian atau studi. menggunakan bahasa tidak langsung. Selain itu. peneliti harus menyatakan secara jelas strategi penelitian yang 167 . Uniknya. Selain itu. di bagian akhir karya tulisnya. 2003: 182). mereka juga menjelaskan mengapa dua jenis data ini digabungkan (yaitu. serta jenis strategi metode campuran yang digunakan. dan setelah kutipan di atas. dan perilaku-perilaku yang saling kontradiktif yang berimplikasi terhadap kesetaraan gender di Swedia. Dalam tujuan penelitian kuantitatif. peneliti perlu menegaskan feno-mena utama yang diteliti dan menyajikan definisi tentatif ten tang fenomena tersebut. Peneliti juga perlu menempatkan variabel bebas di urutan pertama (bagian kiri) dan variabel terikat di urutan kedua (bagian kanan).Seperti yang sudah kita baca.

Dengan merujuk pada beberapa contoh tujuan penelitian kuantitatif. Seperti biasa. Peneliti juga perlu menyertakan unit analisis (seperti.hendak diterapkan serta para partisipan dan lokasi penelitiannya. (2006). peneliti juga dapat mendefinisikan variabel-variabel kunci yang digunakan dalam penelitian. Dalam tujuan penelitian metode campuran. tidak lebih dari sepertiga halaman 3. Thousand Oaks. ekplanatoris. buatlah satu tujuan penelitian dengan mengisi ruang-ruang kosong di dalamnya.B. karena ini penelitian metode campuran maka beberapa elemen dalam tujuan penelitian kuantitatif dan kuali-tatif juga harus disertakan. Tujuan penelitian menjelaskan kepada pembaca hasil-ttasil apa saja yang ingin dicapai oleh peneliti. tulislah satu saja tujuan penelitian. Dengan merujuk pada sejumlah contoh tujuan penelitian kualitatif yang sudah disajikan dalam bab ini. Designing Qualitative Research. Tujuan penelitian. Latihan Menulis 1. Pastikan Anda menyertakan alasan dicampurnya data kuantitatif dan data kualitatif. Tulislah tidak lebih dari sepertiga halaman. Selebihnya. selebihnya Anda bisa menerapkan elemen-elemen kunci dalam tujuan penelitian kuantitatif dan kualitatif kan sebelumnya. C. sebagaimana yang telah dijelas- BACAAN TAMBAHAN Marshall. & Rossman. Pastikan tujuan ini ringkas LATIHAN MENULIS dan jelas. jenis strategi harus dinyatakan secara jelas: apakah data penelitian dikumpulkan secara konkuren atau sekuensial. Dalam beberapa hal. Peneliti harus menulis tujuan penelitian secara eksploratif. Edisi keempat. deskriptif. individuindividu atau kelompok-kelompok) dalam tujuan penelitiannya. 2. menurut Marshall dan Rossman. 168 . Dengan merujuk pada beberapa contoh tujuan penelitian metode campuran. dan alasan/rasionalisasi dignnakannya strategi tersebut. dan emansipatoris. tulislah satu saja tujuan penelitian. lazimnya disertai dengan pembahasan singkat mengenai topik penelitian dan sering kali ditulis dalam satu atau dua kalimat. Dalam buku ini. CA: Sage. pastikan tulisan Anda singkat. Catherine Marshall dan Gretchen Rossman membahas di antaranya mengenai tujuan penelitian. G.

Mereka juga me-nyajikan empat cqntdh jenis penelitian metode campuran serta panduan-panduan umum dalam menulis tujuan penelitian berdasar-kan contoh-contph tersebut. mulai dari menulis pendaehuhian. mengumpulkan data. Englewood Cliff.. Creswell dan Vicki L. mereka membahas proses-proses penelitian dengan metode campuran. The Scientist's Handbook for Writing Papers andfiissertatkms.. J. meskipun tujuan ini bisa saja secara implisit dinyatakan di bagian mana pun. Piano Clark menulis buku peng-antar tentang penelitian metode campuran. John W. (2007). atau diletakkan berdampingan atau di pertengahan pendahuluan. 169 . Wilkinson. AJNC (1991).W. serta menulis hasil penelitian. Thousand Oaks. menganalisis data. tujuan penelitian harus disajikan dalam bagian pendabAiluan.L. tergantung pada bagaimana bagian pendahuluan itu disusun oleh peneliti. Designing and Conducting Mixed Methods Research. NJ: Prentice Hall. V. Lebih lanjut. tujuan penelitian sbaiknya ditulis di bagian akhir pendahuluan saja. & Piano Clark.Creswell. CA: Sage. Di dalamnya. Antoinette Wilkinson menyebut tujuan penelitian dengan istilah "sasaran langsung penelitian" (immediate objective of the study). Dia menyatakanbahwa tujuan penelitian ditulis untuk menjawab rumus-an masalah. Jika ditulis secara eksplisit. menafsirkan data.

prediksi-prediksi yang melibatkan variabel-variabel dan pengujian-pengujian statistik). Untuk membuat pertanyaan seperti ini y cobalah bertanya: "Apa pertanyaan terluas yang bisa say a ajukan terkait dengan penelitian ini?" Peneliti pemvila yang dilatih dalam penelitian kuantitatifbiasanya akan kesulitan untuk menerapkan pendekatan ini karena mereka terbiasa dengan pendekatan sebaliknya: meng-identifikasi rumusan masalah yang spesifik atau hipotesis-hipotesis yang didasarkan pada variabel-variabel yang sangat terbatas. Sebaliknya. serta rumusan masalah penelitian metode campuran.BabTujuh Rumusan Masalah dan Hipotesis Penelitian Peneiiti seyogianya menyajikan rarnbu-rambu yang dapat me-nuntun pembaca melewati semua tahap penelitian. rumusan masalah dan hipotesis penelitian kuantitatlf. Berikut ini saya sajikan beberapa petunjuk bagai-mana menulis rumusan masalah atau pertanyaan umum dalam penelitian kualitatif: 170 . Rumusan masalah utama mempakan pertanyaan umum tentang konsep atau fenomena yang diteliti. peneliti menyatakan rumusan masalah. Peneliti mengajukan pertanyaan ini sebagai masalah umum yang tidak dimaksudkan untuk mem-batasi penelitian. hasil-hasil akhir yang ingin diperoleh dalam penelitian) ataupun hipotesis-hipotesis (seperti. Bab tujuh ini akan menjelaskan sejumlah prinsip dan panduan dalam merancang rumusan masalah penelitian kualitatif. Rumusan masalah untuk penelitian kualitatif mengandaikan dua bentuk: satu rumusan masalah utama danbebe-rapa subrumusan masalah spesifik. Rambu pertama adalah tujuan penelitian yang menjadi petunjuk utama sebuah penelitian. bukan sasaran penelitian (seperti. RUMUSAN MASALAH KUALITATIF Dalam penelitian kualitatif. peneliti mulai memper-sempit fokus penelitiannya dengan menyajikan rumusan masalah dan hipotesis penelitian. penelitian kualitatif bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor kompleks yang berada di sekitar fenomena utama dan me-ny ajikan perspekuf-perspektif atau makna-makna yang beragam dari para partisipan. Dari tujuan penelitian ini.

1993:35). Moustakas (1994) membahas satu rumusan masalah tentang peristiwa apa saja yang dialami partisipan dan dalam situasi apa mereka mengalami peristiwa itu. yang kemudian di-lanjutkan dengan lima subpertanyaan (lihat Bab 9). rumusan masalahnya bisa dinyatakan secara luas tanpa harus merujuk pada literatur-literatur. biasanya lebih berupa petunjuk-petunjuk kerja ketimbang kebenaran-kebenaranyang haruc dibuktikan (Thomas. Wawancara ini kemudian bisa diakhiri dengan pertanyaan penutup. pengalaman-pengalaman mereka. dalam fenomenologi. Sebaliknya. Ajukanlah satu atau dua pertanyaan utama (rumusan masalah) yang diikuti oleh lima hingga tujuh subpertanyaan. Dalam penelitian etnografi. dan rumusan masalah tambahan untuk menverifikasi keakuratan data.  Kaitkanlah pertanyaan utama (rumusan masalah) dengan strategi penelitian kualitatif'tertentu. Dalam grounded theory. rumusan masalah bisa saja dibuatberdasarkan literatur-literatur yang ada. perbedaan-perbedaan mereka dengan kelompok-kelompok kultural lain. seperti mengajukan rumusan masalah untuk menciptakan teori tentang 171 . misalnya. atau ketika proses dokumentasi). penggunaan bahasa asli. Dalam membuat protokol atau panduan wawancara. Sebaliknya. Contoh rumusan masalah fenomenologi adalah: "Bagaimana kehidupan seorang ibu jika satu anak remajanya meninggal karena kanker?" (Nieswiadomy. Misalnya. rumusan masalahnya bisa diarahkan menuju upaya menciptakan teori baru tentang proses-proses tertentu. siapa yang bisa saya hubungi untuk mempelajari lebih jauh tentang topik ini?" (Asmussen & Creswell. spesifikasi rumusan masalah dalam penelitian etnografi berbeda dengan rumusan masalah dalam strategi-strategi penelitian kualitatif yang lain. Rumusan masalah ini. 1993: 151). tetapi tetap membuka diri akan kemungkinan-kemungkinan lain. Miles dan Huberman (1994) merekomendasikan agar peneliti menulis tidak lebih dari dua belas pertanyaan penelitian kualitatif. Dalam etnografi kritis. Subpertanyaan-sub-pertanyaan ini harus sesuai dengan rumusan masalah dan mem-peisempit fokus penelitian. seperti yang pernah saya lakukan dalam salah satu penelitian studi kasus saya: "Pertanyaan terakhir. peneliti dapat mengajukan pertanyaan ice breaker di awal wawancara. baik itu pertanyaan utama (rumusan masalah) maupun subpertanyaan-subpertanyaan. Spradley (1980) mengajukan taksonomi rumusan masalah etnografis terkait dengan sekelumit kisah komunitas culture-sharing. 1995). subpertanyaan-subpertanyaan bisa dibuat menjadipertanyaan-pertanyaan spesifik untuk digunakan selama xvawancara (atau obser-vasi.

Suatu penelitian memang bisa berkembang dari waktu ke waktu. rumusan masalahnya bisa diarahkan untuk mendesknpsikan suatu kasus dan kecenderungankecenderungan tertentu. Kata ini memang menuntut adanya jawaban sebab-akibat yang lebih berhubungan dengan penelitian kuantitatif. tetapi cobalah memulai penelitian Anda dengan satu fenomena utama untuk dieksplorasi secara detail. 4.interaksi antara pasien dan dokter di rumah sakit. Pendekatan yang sudah ini mungkin terbiasa saja problematis individu-individu dengan 172 . 2. rumusan masalah sering kali didasarkan pada revieiv atau reformulasi secara terus-menerus (seperti dalam penelitian bagi grounded theory)." "menyebabkan. Verba-verba ini seyogianya mengajak pembaca untuk memahami bahwa penelitian Anda: 1. Dalam penelitian studi kasus.  Awalilah rumusan masalah peneliticm Anda dengan kata-kata "apa" atau "bagaimana" untuk meniinjukkan keterbukaan penelitian Anda."  Upayakan rumusan masalah Anda terus berkembang dan berubah selama penelitian berlangsung. Berusaha memahami (etnografi).‖ "memengaruhi." dan "menghubungkan.  Fokuslah pada satu fenomena atau konsep utama. Dalam penelitian kualitatif.  Gunakanlah verba-verba eksploratif sesuai dengan jenis strategi kualitatif yang Anda terapkan. ada kemungkin-an banyak faktor lain yang muncul dan memengaruhi fenomena tersebut. 5. dalam penelitian kuali-tatif." pada. seperti "berdampak "merientukan. Hanya saja. Mengeksplorasi suatu proses (studi kasus). Mendeskripsikanpengalaman-pengalaman (fenomenologi). 3. namun tetap konsisten dengan asumsi-asumsi dasar rancangan penelitian tersebut. Menyajikan cerita-cerita (penelitian naratif). kata itu mencerminkan pemikiran yang lebih terbuka. Kata bagaimana sering kali menyiratkan bahwa penelitian tengah berusaha menjelaskan mengapa sesuatu muncul.  Karena ini penelitian kualitatif maka gunakanlah verba-verba eksploratoris berupa kata-kata tidak langsung (nondirectional words) ketimbang kata-kata langsung (directional words). Menemukan (grounded theory).

..1 Rumusan Masalah Kualitatif dalam Etnografi Finders (1996) menggunakan prosedur-prosedur etnografi uhtuk mendokumentasikan kecenderungan membaca majalah-majalah remaja oleh siswa siswi kelas 1 SMP Amerika yang berekonomi kelas-menengah.. Di bawah ini......... "isu" dalam "kasus" untuk penelitian studi kasus). Contoh 7.(fenomena utama) dengan ... kutipan sejumlah rumusan masalah kualitatif dari strategi-strategi penelitian yang berbeda-beda. Berikut ini.. "kecenderungan culture-sharing" untuk penelitian etnografi....rancangan  kuantitatif..... itu pun jika sebelumnya informasi mengenai keduanya belum dijelaskan. di mana rumusan masalah harus fixed sepanjang penelitian..... "teori yang menjelaskan proses" untuk penelitian grounded theory... "makna dari" untuk penelitian fenomenologi.... Gimakanlah rumusan masalah yang open-ended (terbuka).... Finders berusaha mengeksplorasi bagaimana sis'wi-siswi tersebut memersepsi.. Finders meng-ajukan satu rumusan masalah utama dalam penelitiannya: Bagaimana para remaja putrj membaca buku-buku yang menyajikan realisme fiksi? (Rnders. 1996: 72) 173 ... salah satu model bagaimana menulis rumusan masalah kualitatif: .. (partisipan penelitian) di. (bagaimana atau apa) ("cerita tentang" untuk penelitian naratif. tanpa perlu merujuk pada literatur atau teori tertentu...  Rinicilah para partisipan dan lokasi penelitian.. kecualijika ada strategi ' penelitian kualitatif yang menganjurkan hal itu. (lokasi penelitian).dan mengkonstruksi peran sosiaf dan pergaulan mereka saat mereka masuk ke SMP dengan cara meneliti kecenderungan mereka dalam membaca majalah-majalah remaja.

2 Rumusan Masalah Kualitatif dalam Studi Kasus Padula dan Miller (1999) melakukan studi kasus untuk mendeskripsikan pengalaman para mahasiswi program doktrol psikologi di salah satu universitas research Midwestern yang ingin kembali bersekolah. seperti mende-kripsikan.Rumusan masalah Finders (1996) ini dimulai dengan kata bagaimana. literatur atau majalah remaja. ketika sudah mulai bersekolah kembalf? Dan (3) Bagaimana sekembalinya mereka dari seKotah ini mengubah kehidupan mereka? (Padula & Miller. terkadang sasaran penelitian juga. membaca. Perhatikan bagaimana Finders membuat rumusan masalah yang ringkas dan padat ini untuk nantinya dijawab dalam penelitiannya. menggunakaan verba terbuka. sebagai kelompok culture-sharing. semuanya diawali dengan kata bagaimana. 1999: 328) Tiga rumusan masalah ini. yaitu mahasiswi-mahasiswi program doktoral di salah satu universitas research Midwestern. fokus pada satu konsep utama. RUMUSAN MASALAH DAN HIPOTESIS PENELITIAN KUALITATIF Dalam penelitian kuantitatif. dan fokus pada tiga aspek pengalaman psikologis — kembali ke sekolah. dan mengubah. dan menyebutkah para partisipannya. Padula dan Miller mengajukan tiga rumusan masalah utama dalam penelitiannya: (1) Bagaimana paYa mahasiswi program doktora psikologi mendeskripstkan keputusan mereka untuk kembali bersekolah? (2) Bagaimana para mahasiswi program doktoral psikologi mendeskripstkan pengalaman mereka. remaja-remaja putri. setefah beberapa lama mereka kuliah di universitas. menggunakan verbaverba yang terbuka. masuk kembali. Rumusan masalahnya adalah pertanyaan luas yang memungkinkan Finders menyingkap pola-pola aiau kecenderungan-kecenderungan siswi SMP membaca majalah remaja. peneliti menyajikan rumusan masalah dan hipotesis penelitian. Rumusan masalah ini biasanya berupa pertanyaan-pertanyaan tentang hubungan antara variabel-variabel yang akan dianalisis oleh 174 . Contoh 7. Tujuannya untuk mendokumentasikan pengalaman para mahasiswi ini berdasarkan perspektif "perempuan" feminis dan gender. Ketiganya juga_me-nyebutkan secara jelas para partisipan.

Kebanyakan penelitian kuantitatif menggunakan salah satu atau lebih dari tiga pendekatan ini. atau variabel terikat.... Para pembimbing biasanya merekomendasikan penggunaan hipotesis ini hanya untuk pene-litian-penelitian formal. (variabel control)? Sementara untuk contoh hipotesis kuantitatif dapat berupa seperti ini (hipotesis nol): Tidak ada perbedaan signifikan antara ... yang dipengaruhi pula oleh . Selain rumusan masalah dan hipotesis.. disajikan sejumlah petunjuk dalam menulis rumusan masalah dan hipotesis kuantitatif yang baik:  Variabel-variabel dalam rumusan masalah atau hipotesis biasanya hanya digunakan dengan tiga pendekatan dasar. ada pula sasaran kuantitatif. Berikut ini adalah contoh rumusan masalah kuantitatif: Apakah ... variabel mediate.. 175 .. Sasaran kuantitatif banyak dijumpai dalam proposal-proposal permohonan dana............. guna memperjelas ke mana penelitian-penelitian tersebut diarahkan. Kedua............. (nama teori) dapat menjelaskan hubungan antara . Pertama. (kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dalam variabel bebas) terhadap. f okus kita hanya pada rumusan masalah dan hipotesis penelitian.. Hipotesis sering kali digunakan dalam penelitian eksperimen yang di dalamnya peneliti memban-dingkan kelompok-kelompok (groups).. Sasaran ini mengindikasikan tujuan jangka panjang yang ingih dicapai...... Ketiga...... (variabel terikat)....  Salah satu hal yang paling sering muncul dalam penelitian kuantitatif adalah pengujian terhadap suatu teori (lihat Bab 3) dan spesi-fikasi rumusan masalah atau hipotesis yang berhubungan dengan teori tersebut. Untuk itulah... Hipotesis ini biasanya berupa perkiraan numerik atas populasi yang dinilai berdasarkan data sampel penelitian.... Di sisi lain. tetapi jarang digunakan dalam penelitian-penelitian ilmu social dan kesehatan de wasa ini.. Menguji hipotesis berarti me-nerapkan prosedur-prosedur statistik di mana di dalamnya peneliti mendeskripsikan dugaan-dugaannya terhadap populasi tertentu berdasarkan sampel penelitian.. penelitimenghubungkan satu atau beberapa variabel bebas dengan satu atau beberapa variabel terikat.... seperti disertasi atau tesis. (variabel bebas) dan ..peneliti.... Berikut ini..... Rumusan masalah pada umumnya digunakan dalam penelitian ilmu sosial dan lebih khusus dalam penelitian survei. hipotesis kuantitatif merupakan prediksi-prediksi yang dibuat peneliti tentang hubungan antarvariabel yang ia harapkan... peneliti membandingkan kelompok-kelompok dalam variabel bebas untuk melihat dampaknya terhadap variabel terikat...... peneliti mendeskripsikan respons-respons terhadap variabel bebas...... (variabel terikat)..

Peneliti tadi mengumpulkan informasi mengenai perilaku anak-anak autis yang nantinya dapat dijadikan instrumen pengukuran untuk menganlisis interaksi sosial mereka dengan saudara-saudara mereka. Hipotesis nol untuk penelitian ini bisa berupa : Tidak ada perbedaan signifikan antara isyarat verbal. salah satu contoh hipotesis nol Contoh 7. Contoh-contoh berikut mengilustrasikan 176 .3 Hipotesis Nol Seorang peneliti mengamati tigas jenis penguatan (reinforcement) bagi anak-anak autis. kecuali jika hipotesis tersebut dibuatberdasarkan rumusan masalah (mengenai hal ini. yaitu isyarat-isyarat verbal. Predjks«tini bjasanya berasal dari literatur-literatur atau peneMan-penelitiajfiL set>eltunnya yang pen\ah menyatakan kemungkinan hasil tersebut. peneliti dapat memprediksikan bahwa "Nilai Kelompbk A akan lebih tinggi ketimbang Kelompok B" dalam yariabel terikat. bahwa "Kelompok A akan lebih banyak berubah ketimbang Kelompok B" dalam outcome yang diharapkan. Pernyataan untuk hipotesis nol bisa berupa: "Tidak ada perbedaan (atau hubungan)" antara kelornpok-kelompok. reward dan tanpa penguatan terhadap interaksi sosial antara anak-anak autis dan saudara-saudara mereka  Hipotesis kedua. Berikut ini. Misalnya. tulislah hanya rumusan masalah atau hipotesis saja. Peneliti m^mbuat suatu prediksi atas hasil yang diharapkan.-adalah hipotesis alternatif atau hipotesis direksional. atau berdasarkan ada tidaknya prediksi akan hasil penelitian dari penelitian-penelitian sebelumnya. reward dan tanpa penguatan. tidak kedua-duanya. atau. ada dua bentuk: hipotesis nol dan hipotesis alternatif. Prosedur ini sekaligus memperkuat logika sebab-akibat dalam penelitian kuantitatif.  Variabel bebas dan variabel terikat harus diukur secara terpisah. Pilihlah satu pola rumusan masalah atau hipotesis berdasarkan tradisi atau rekomendasi dari pembimbing atau pihak fakultas. Hipotesis nol merepresentasikan pendekatan tradisional: ia membuat suatu prediksi yang menyatakan tidak ada satu pun hubungan atau perbedaan signifikan antara kelom-pokkelompok dalam variabel penelitian. akan dijelaskan kemudian). yang banyak dijumpai dalam artikel-artikel jurnal. Untuk mengurangi "kelebihan muatan".  Jika hipotesis yang digunakan.

1989: 585-588  Jenis lain dari hipotesis alternatif adalah hipotesis nondireksional: suatu prediksi dibuat. lebih besar. lebih banyak berubah. Contoh 7. (Mascarenhas. dan sebagainya) juga disertakan di dalamnya. lebih banyak.4 Hipotesis Direksional (1989) meneliti perbedaan antara jenis-jents keperriilikan Mascarenhas perusahaan (milik riegara. Secara khustis. dan swasta) dalam Industrioffshore drilling (pengeboran jauh dari paritai). lebih tinggi. Hipotesis 6: Perusahaan-perusahaan milik negara akan memiliki jumlah kostumer yang lebih stabil ketimbang perusahaan-perusahaan swasta. Hipotesis 3: Perusahaan-perusahaan rnilik riegara akan rrie-miiiki share yang lebih luas dalam market domestik ketimbang perusahaan-psrusahaan publik dan swasta. dan se-bagainya) tidak secara eksak dirinci karena si peneliti tidak menge-tahui apa yang diprediksikan dari literatur-literatur sebelumnya. Hipotesis 2: Perusahaan-perusahaan publik akan rnemiliki jangkauan internasional yang lebih luas ketimbang perusahaan-perusahaan milik negara dan swasta.hipotesis direksional ini karena outcome yang diharapkan (seperti. lebih lemah. Hipotesis 7: Meskipun tidak terlalu tampak. publik. peneliti yang menggunakan hipotesis ini kemungkinan akan menulis: "Ada perbedaan" antara dua 177 . Untuk itu. perusahaan-perusahaan publik sepertinya akan menerapkan teknologi yang lebih canggih ketimbang perusahaan-perusahaan milik negara dan swasta. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan terkontroi (control field study} dengan prosedur kuasi-eksperimehtai Hipotesis 1: Perusahaan-perusahaan publik akan rnemiliki rata-rata pertumbuhan yang lebih besar ketimbang perusahaan-perusahaan swasta. kurang. Hipotesis 4: Perusahaan-perusahaan publik akan memiliki jaringan produk yang lebih luas ketimbang perusahaan-perusahaan rnilik negara dan swasta. perbedaan-perbedaan yang dieksplbrasi menyangkut soal dominasi market domestik. jangkauan internasional. dan orientasi kostumer antara ketiga jenis perusahaan tersebut. namun bentuk perbedaan-perbedaannya (seperti. Hipotesis 5: Perusahaan-perusahaan milik negara kemungkinan akan lebih banyak membangun BUMN-BUMN di seberang lautan untuk menjaring kostumer yang lebih luas.

sedangkan dua hipotesis terakhir berciri direksional. religiusitas. Contoh 7. umur. dan sebagainya) bisa saja Anda gunakan sebagai variabel-variabel intervening (atau mediate atau moderate) sebagai ganti dari variabel-variabel bebas. dan penlaku sosial lebih lemah dalam komunitas wanita Arab ketimbang wanita Yahudi  Jika penelitian Anda menggunakan variabel-variabel demografis sebagai prediktorprediktornya. salah satu contoh yang menggabungkan dua jeni§ hipotesis tersebut (direksional dan nondireksional). seperti yang sudah dibahas dalam Bab 6 tentang Tujuan Penelitian.5 Hipotesis Nondireksional dan Direksional Terkadang hipotesis-hipotesis direksional dibuat untuk meneliti hubungan antara variabel=variabel ketimbang membandingkan kelompok-kelompok. variabelvariabel demografis (seperti. Bahkan. lalu variabel terikat. Ht: Identitas gender Wanita Arab dan Yahudi yang religius dan sekuler sangat berkaitan dengan tatanan masyarakat sosio-politik yang berbeda-beda yang turut merefleksikan sistem nilai mereka yang berbeda-beda pula.  Gunakanlah pola urutan kata-kata yang konsisten dalain menulis rumusan masalah atau hipotesis penelitian agar pembaca mudah mengidentifikasi variabel-variabel utama. H3: Hubunga. level pendidikan. Hal ini mengharuskan peneliti untuk mengulang frasa-frasa kunci dan memosisikan variabel bebas di bagian pertama (bagian kiri) dan variabel terikat di bagian kedua (sebelah kanan). Misalnya Moore (2000) meneliti makna identitas gender wanita Yahudi dan Arab yang religius dan sekuler di lingkungan Israel. sikap atau perilaku) sebagai vaxiabel bebas dan terikatnya.. Moore mngidentifikasikan tiga hipotesis untuk penelitiannya. tingkat pemasukan. contoh susunan kata-kata dengan menyatakan variabel bebas terlebih dahulu.0 antara identitas gender. sebaiknya gunakanlah variabel-variabel nondemografis (seperti. 178 . H2: Wanita religius dengan identitas gender yang prominen kurang aktif secara sosio-politik ketimbang wanita sekuler dengan identitas gender yang juga prominen. Berikut ini. Berikut ini.kelompok. Hipotesis pertama bercirinondireksional. Dengan sampel probabilitas berskala nasional yang terdiri dari wnita Yahudi dan Arab lingkungan Israel.

diukur berdasarkan instrumen tertentu) dan prestasi (variabel terikat yang dmkur berdasarkan level-level) siswa kelas delapan jurusan ilmu sosial di distnk sekolah metropolitan. Setelah menulis rumusan masalah deskriptif ini. Tlidak ada hubungan antara fasilitas tambahan dan ketekunan akademik bagi para mahasiswi di bawah umur rata-rata. 2. variabel terikat. Tidak ada hubungan antara fasilitas tambahan dan dukungan keluarga bagi para mahasisvvi di bawah umur rata-rata MODEL RUMUSAN MASALAH DAN HIPOTESIS DESKRIPTIF Salah satu model yang saya rekomendasikan dalam merancang rumusan masalah dan hjpotesis penelitian adalah dengan menulis rvtmusan masalah yang bersifat deskriptif (mendeskripsikan sesuatu) terlebih dahulu. anggap saja ada seorang peneliti yang tengah rnenganalisis hubungan antara keterampilan berpikir kritis (variabe! bebas yang . peneliti bisa menyajikan rumusan masalah (atau hipotesis) inferensial yang menghubungkan variabel-variabel atau mem-bandingkan kelompok-kelompok. Dalam model ini. peneliti membuat rumusan masalah deskriptif. Berikut ini. yaitu pengaruh prestasi siswa-siswa sebeiumnya di kelas ilmu sosial dan pendidikan orang tua.Contoh 7. Sebagai tindak lanjutnya. Tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dan ketekunan akademik bagi para mahasiswi di bawah umur rata-rata. inferensial ini. Model rumusan masalah dan hipotesis ini mencakup variabel bebas dan variabel terikat. kemudian dilanjutkan dengan menulis rumusan masalah dan hipotesis inferensial (memberikan dugaan-dugaan atas populasi tertentu berdasarkan sampel penelitian). masing-masing untuk variabel bebas. Contoh 7.7 Rumusan Masalah Deskriptif dan Inferensial Untuk mehgiiustrasikan model rumusan masalah deskriptif dan . 3. rumusan masalahnya bisa ditulis seperti berikut ini: 179 . peneliti tersebut mendasarkan analisis ini pada variaber control.6 Penggunaan Standar Bahasa dalam Hipotesis 1. dan variabel intervening/control. Jika mengikuti model yang sudah dijelaskan tadi. contoh model rumusan masalah deskriptif dan inferensial.

pendidikan orang tua dan prestasi siswa sebelumnya) sebagai variabel 180 . dalam struktur penulisannya. yakni keberhasilan pendidikan orang tua). 4. Contoh di atas mengilustrasikan bagaimana menyusiin rumusan masalah secara deskriptif dan inferensial dalam konteks hubungan antarvariabel. Bagaimana level-level kualitas siswa sebelurnnya di kelas ilmu sosial? (Rumusan masalah deskriptif yang fokus pada variabel kontrol. Akan tetapi. Bagaimana' rata-rata keterampilan berpikir kritis para siswa? (Rumusan masalafi deskriptif yang fokus pada vanabel bebas). Apakah kemampuan berpjkir-kritis berpengaruh pada prestasi siswa? (Rumusan masalah inferensial yang rnenghubungkah variabel bebas dengan variabel tenkati. Anda juga bisa mengkreasikan sendiri rumusan masalah deskriptif dan inferensial dengan cara membuat sebanyak mungkin rumusan masalah yang menghubungkan variabel bebas dan variabel terikat. contoh di atas meletakkan variabel bebas di urutan pertama dan variabel terikat di urutan kedua. yaknj prestasiTprestasj siswasebelumnya). bahasa yang digunakan mungkin akan sedikit berbeda. saya merekomendasikan Anda untuk menggunakan model deskriptif-inferensial seperti di atas tadi. Bagaimana keberhasilan pendidikan orang tua? (Rumusan masalah deskriptif yang fokus pada variabel kontrpl yang lain. yang juga melibatkan pengaruh-pengaruh dari dua variabel control).Rumusan Masalah Deskriptif : 1. contoh di atas juga menggunakan informasi-informasi demografis (seperti. Apakah kemampuan berpikir krijtis tierpengaruh pada prestasi 5iswa? Apakah pengaruh ini juga berasal dari kualitas-kualitas siswa-siswa sebelijmnya dan keberhasilan pendidikan orang tua? (Rumusan masalah inferensial yang menghubungkan variabel bebas dan variabel terikat. Tidak hanya itu. Bagaimana level-level prestasi siswa di kelas ilmu sosial?(Rumusan masalah deskriptif yang fokus pada vanabel terikat). 3. 2. 2. Contoh di atas juga mengilustrasikan bagaimana mendeskripsi-kan variabel-variabel dan menghubungkannya. Begitu pula. sedangkan variabel control di urutan ketiga. dalam rumusan masalah inferensialnya. Peneliti bisa saja membandingkan kelompokkelompok dalam variabel. Rumusan Masalah Inferensial 1. Hanya saja.

Misalnya. Penelitian metode Campuran seharusnya dimulai dengan rumusan masalah. tergantung tahap penelitian apa yang didahulukan. RUMUSAN MASALAH DAN HIPOTESIS PENELITIAN METODE CAMPURAN Dalam buku^buku yang membahas mstode penelitian.tahap (sekuensial). barulah peneliti memunculkan rumusan masalah kualitatif. Rumusan masalah atau hipotesis ini dapat diajukan diawal penelitian atau dibagian-bagian lain. Karena penelitian metode campufan sering kali bertumpu pada salah salu dari dua desain penelitian yang lain. dalam penelitian tersebut. yang perlu dipikirkan adalah: seperti apa jenis-jenis rumusan masalah yang seharusnya disajikan dan kapan serta informasi'apa saja yang paling dibutuhkan —dalam rumusan masalah— untuk menunjukkan sifat penelitian metode campuran  Rumusan masalah (atau hipotesis). yaitu kuantitatif atau kualitatif. peneliti biasanya tidak akan melihatpenjelasan mengenai rumusan masalah atau hipotesis yang spesifik yang memang didesain untuk rancangan metode campuran. baik yang didasarkan pada rancangan kualitatif maupun kuantitatif. ketika tahap kualitatif sudah mulai di-bahas. jika penelitiannya diawali dengan tahap kuantitatif. Meski demikian. maka kombinasi atas dua rancangan ini bisa jadi memberikan infor-masi yang berguna dalam membuat rumusan masalah dan hipotesis metode campuran. harus sama-sama disajikan dalam penelitian metode campuran untuk mempersempit dan memfokuskan tujuan penelitian. rumusan masalah tahap pertama seharusnya diajukan terlebih dahulu. sudah banyak pembahasan mengenai aplikasi rumusan masalah metode campuran dan bagaimana merancang rumusan masalah ini (lihat Creswell & Piano Clark. kemudian diikuti oleh rumusan masalah tahap kedua sehingga pembaca bisa melihat rumusan-rumusan tersebut secara berurutan sebagai 181 .control ketimbang sebagai variabel utama sehingga pembaca akan berasumsi bahwa rumusan masalah tersebut berasal dari suatu model teoretis tertentu.  Ketika menulis rumusan masalah atau hipotesis penelitian metode campuran. yang memang dirancang khusus untuk penelitian metode campuran.  Peneliti seharusnya juga memerhatikan susunan rumusan masalah dan hipotesis ini. Tashakkori & Creswell.Haliriidimaksudkari untukmembentukmetode dan rancangan penelitian yang benar-benar sesuai dan utuh. 20&7). penelitisebaiknya memperkenalkan hipotesis terlebih dahulu. Nanti. ikutilah petunjuk-petunjuk dalam bab ini tentang bagaimana menulis rumusan msalah dan hipotesis yang baik. Dengan demikian. Dalam penelitian metode campuran dua. 2007.

misalnya. Teknik penulisan semacam ini menyisratkan pentingnya dua tahap penelitian tersebut (kualitatif dan kuantitatif) serta kekuatan 182 . Tashakkori dan Creswell (2007: 208). dalam penelitian dua-tahap. rumusan masalah atau hipotesis kuantitatif dan rumusan masalah kualitatif. bukan pada metode campuran saja atau pada komponen integratif penelitian semata. Tulislah. berarti peneliti tengah menekankan penelitiannya pada dua pendekatan sekaligus (kuantitatif dan kualitatif). Bentuk pertama adalah menuliskannya ketika peneliti tengah membahas metodologi atau prosedur-prosedur dalam penelitian (seperti. rumusan masalah dan hipotesis kuantitatif.baca keseluruhan penelitian. 2007). misalnya: 1. 2.bahas dalam buku-buku metode penelitian. maupun metode campuran) bisa saja ditulis untuk keperluan penelitian metode campuran. Untuk penelitian metode campuran satu-tahap (konkuren). Misalnya. Inilah rumusan masalah terbaru yang akhir-akhir ini banyak di.acuan mereka ketika akan mem. Tulislah. Bentuk kedua adalah menuliskannya ketika peneliti tengah membahas isi atau konten penelitian (seperti. 2007). Semua rumusan masalah dan hipotesis ini bisa ditulis di awal penelitian atau di bagian-bagian lain ketika penelitian tersebut sampai pada tahap tertentu. apakah data kualitatif dapat membantu menjelaskan hasil-hasil dari tahap penelitian kuantitatif sebclumnya?) (Lihat Creswell & Piano Clark. secara terpisah dan sendiri-sendiri. yang kemudian diikuti oleh rumusan masalah metode campuran.  Pertimbangkan pula teknik-teknik lain yang berbeda: bahwa semua jenis rumusan masalah (baik itu kuantitatif. Rumusan masalah inilah yang nan tiny a akan dijawab berdasarkan proses pencampuran tersebut (lihat Creswell & Piano Clark. menyebut rumusan masalah iru sebagai rumusan masalah "hibrida" atau "terintegrasi". Dengan teknik ini. rumusan masalah seharusnya disusun berdasarkan metode apa yang paling ditekankan dalam penelitian tersebut. secara terpisah dan sendiri-sendiri. 2007).  Tulislah rumusan masalah penelitian metode campuran yang secara langsung menunjukkan adanya pencampuran {mixing) karakteristik-karakteristik penelitian kuantitatif dan kualitatif. apakah topik mengenai dukungan sosial dapat membantu menjelaskan mengapa beberapa siswa menjadi nakal di sekolah?) (lihat Tashakkori & Creswell. kualitatif. rumusan masalah ini dapat diletakkan dalam pembahasan antara dua tahap tersebut. Rumusan semacam ini mengandaikan salah satu dari dua bentuk. Rumusan masalah semacam ini dapat ditulis di awal penelitian maupun di bagian-bagian lain. rumusan masalah kualitatif.

Houtz kemudian me-ianjutkan hasil kuantitatif in1 dengan wawancara kualitatif bersama para guru ilmu sostal. Tulislah hanya rumusan masalah metode campuran yang mencerminkan prosedurprosedur atau isi (atau. antara Qua strategi instruksional yang diper-ojefi'dan'tahap pertama tadi. Tidak mengherankan jika pendekatan semacam ini dianggap sebagai pendekatan yang paling ideal. kepala sekolah. Penelitian mi dilaksanakan ketika banyak sekolah berahh dan konsep dua-tahun SLTP menuju tiga-tahun SMP (yang mehputi kelas enam). Selain itu. dan konsultan-konsultan terkait. jumlah/gabungan dari dua tahap ini —kuantitatif dan kualitatif— lebih besar ketimbang jumlah masing-masing dari keduanya). dihipotesiskan pula bahwa tidak ada perbedaan signifikan anta~a siswa di SMP dan siswa di SLTP dalam hal prestasi keilmuan mereka Hipotesis-hipotesis di atas muncul di bagian pendahuluan tahap kuantitatif Setelah itu. tahap pertama (kuantitatif) melibatkan penilaian pretest dan post-test terhadap penlaku-perilaku dan prestasi-prestasi siswa dengan menggunakan ska'a dan nilai ujian. 183 . Contoh 7. 3.kombinasi keduanya. dan jangan menulis rumusan masalah kuantitatif dan kualitatif secara terpisah. Penelitian mi mengana'isis perbedaanperbedagn antara strategi instruksional SNIP (nontradisio-nal) dan strategi instruksional SLTP (tradisional) bagi siswa-siswa kelas tujuh dan kelas delapan. Dengan penelitian kuantitatif d. juga prestasi-prestasi mereka dan sikap-sikap me-eka terhadap ilmu pengetahuan. Tahap kedua sni rrterqbantu menjelaskan perbedaan-perbedaan dan petsamaan-persamaan. tulislah rumusan masalah metode campuran berdasarkan pendekatan prosedurai maupun isi). Dalam penelitian dua-tahap ini. Houtz (1995: 630) menulis hipotesishipotesisnya sebagai benkut: PeneJitian mi didasarkan pada hipotesis bahwa tidak ada per-bedaan signifikan antara siswa di SMP (nontradisional) dan siswa di SLTP (tradisional) dalam hal sikap-sikap mereka terhadap ilmu pengetahuan sebagai maten pelajaran.8 Hipotesis dan Rumusan Masalah dalam Penelitian Metode Campuran Houtz (1995) melakukan penelitian metode campuran dua-tahap (sekuensial) dengan hipotesis dan rumusan masalah yang ditulis secara terpisah (antara kuantitatif dan kualitatif) di masing-masing bagian pendahuluan tahap tersebut. Pendekatan ini dapat meningkatkan cara pandang pembaca bahwa penelitian tersebut memang dimaksudkan untuk mengintegrasikan atau menghubungkan secara ketat tahap penelitian kuantitatif dan kualitatif (artinya. tahap pertama.

9 Rumusan Masalah Metode campuran dalam Konteks Prosedur-prosedur Campuran Sejauh mana dan dalam hal apa wawancara kualitatif bersama para mahasiswa dan pihak fakultas turut menciptakan pemahaman yang lebih komprehensif tentang hubungan antara nilai SEEPT dan performa akademik siswa. dan para konsultan universitas dapat membantu menjelaskan perbedaan-perbedaan kuantitatif dalam hal prestasi siswasiswa SMP dan SLTP? Jika tidak. Tiga rumusan masalah tersebut antara lain: Apa saja perbedaan antare strategi instruksional SMP dan strategi instruksional SLTP ketika sekolah ini berada dalam masa-masa transisi? Bagaimana masa-masa transisi ini memengaruhi perilaku dan prestasi keilmuan siswa Anda? Bagaimana perasaan para guru tentang proses yang berubah ini? (Houtz. seperti berikut ini: Bagaimana pemikiran-pemikiran yang diungkapkan oleh para guru dapat membantu menjelaskan mengapa nilai siswa SMP lebih rendah ketimbang nilai siswa SLTP? Contoh 7.dalam tahap kualitatif. Dari hipotesis dan rumusan masaiah ini. 1995: 649) Dari penelitian metode campuran ini dapat kita lihat bahwa Houtz telah menyertakan hipotesis kuantitatif dan rumusan masaiah kualitatif di awal setiap tahap peneiitiannya. Rumusan masalah mi la jadikan sebagai bahan pertanyaan untuk mewawancarai guru ilmu sosial. dan ia sudah menggunakan elemen-elemen yang tepat dalam menulis hipotesis dan rumusan masaiah tersebut. Houtz (1995) sebenarnya bisa membuat sejenis rumusan masaiah metode campuran yang ia nyatakan berdasarkan perspektif procedural: Bagaimana interview dengan para guru. kepala sekolah. kepala sekolah dan para konsultan universitas. Houtz memuncunculkan tiga rumusan masalah untuk mengeksplorasi hasil-hasii Kuantitatif secara lebih mendalam. meialui analisis metode campuran integratif? (Lee & Greene. 2007) 184 . rumusan masaiah metode campurannya dapat ditulis berdasarkan orientasi isi.

peneliti sering kali menggunakan rumusan masalah saja. seperti mengeksplorasi atau mendeskripsikan. Rumusan masalah dalam penelitian kualitatif juga harus menyebutkan partisipan dan lokasi penelitian. Hipotesis ini dapat berupa hipotesis alternatif yang memerinci hasil eksak yang diharapkan (lebih banyak atau lebih luas. 185 . Salah satu teknik penyusunan rumusan masalah dalam proposal kuantitatif adalah mengawalinya dengan rumusan masalah deskriptif. Hipctesis merupakan prediksi atas hasilhasil penelitian.Rumusan masalah ini merupakan rumusan masalah metode campuran yang fokus pada tujuan dicampurnya dua tahap penelitian. Rumusan masalah di atas juga menekankan pada apakah penggabungan ini dapat membantu menciptakan pemahaman yang komprehertsif tentang topik penelitian. Akan tetapi. dikategorisasikan ke dalam kelompok-kelompok perbandingan. dan sebagainya) dan juga dapat berupa hipotesis nol yang mengindikasikan tidak adanya perbedaan atau hubungan signifikan antara kelornpok-kelompok dalam variabel terikat. kemudian diikuti oleh variabel terikat di urutan kedua. hipotesis tidak jarang disertakan pula. Biasanya. mereka harus menyajikan rumusan masalah yang umum dan luas yang memung-kinkan mereka mengeksplorasi gagasan-gagasan partisipan. kemudian diikuti oleh rumusan masalah infe-rensial yang menghubungkan variabel-variabel atau membanding-kan kelompok-kelompok dalam variabel. lebih kuat atau lebih lemah. Mereka juga harus fokus pada satu fenomena utama yang diteliti. Lee dan Greene telah menyajikan petunjuk untuk menjawab pertanyaan ini. Kedua bentuk ini harus meliputi variabel-variabel yang dideskripsikan. untuk keperluan formal. Selain itu. para peneliti kuantitatif bisa menulis rumusan masalah atau hipotesis saja. Dua bentuk ini juga bisa meliputi variabel bebas dan variabel terikat yang diukur secara ter-pisah. Para peneliti kualitatif seyogianya mengajukan sedikitnya satu rumusan masalah utama danbeberapa subrumusari masalah. Di akhir penelitiannya. yakni gabungan antara data kuantitatif dan wawancara kualitatif untuk melihat hubungan antara nilai dan performa siswa. peneliti menulis variabel bebas di urutan pertama. dihubungkan. Dalam beberapa penelitian kuantitatif. RINGKASAN Rumusan masalah dan hipotesis berperan sebagai "rambu-ranribu" bagi pembaca dan untuk mempersempit tujuan penelitian. Mereka harus mengawali rumusan masalahnya dengan kata-kala seperti bagaimana atau apakah dan menggunakan verba-verba eksploratoris. Sebaliknya.

dan bisa diletak-kan dalam bagian yang berbeda-beda. kemudian tulislah kembali rumusan tersebut berdasarkan pada isi penelitian. atau (3) menulis hanya rumusan masalah metode campuran saja. Hcnulbook of Educational Policy. 3. (him. Tulislah rumusan masalah metode campuran. Rumusan masalah ini dapat ditulis berdasarkan prosedur-prosedur atau isi penelitian. Jenis rumusan kedua ditulis secara inferensial yang menghubungkan (atau membandingkan) variabel bebas dan variabel terikat. (2) menulis rumusan masalah atau hipotesis kuantitatif dan rumusan masalah kualitatif yang diikuti oleh rumusan masalah metode campuran. Pastikan. Berikan komentar tentang pendekatan mana yang paling tepat untuk Anda gunakan BACAAN TAMBAHAN Creswell. Latihan Menulis 1. 2." dalam GJ. Rumusan masalah untuk metode oampuran setidaknya juga harus menunjukkan pentingnya penggabungan atau pengombinasian elemen-elemen kuantitatif dan kualitatif. Sejumlah teknik dapat diterapkan untuk menulis rumusan masalah dengan metode campuran. Ikutilah model yang disajikan dalam bab ini tentang pengombinasian rumusan masalah deskriptif dan rumusan masalah inferensial. antara lain: 1. saya menjelaskan sembilan langkah dalam melaksanakan penelitian metode campuran.Bagi para peneliti metode campuran. Cizek (ed. "Mixed-Method Research: Introduction and Application. Untuk penelitian kualitatif. (1999). Dalam bab ini. antara lain: (1) menulis hanya rumusan masalah atau hipotesis kuantitatif (bukan keduanya) dan rumusan masalah kualitatif.). San Diego: Academic Press. J.W. tulislah rumusan tersebut sebagai rumusan masalah yang didasarkan pada prosedur-prosedur penelitian metode campuran. Untuk penelitian kuantitatif. apakah masalah yang ingin Anda teliti memang mengharuskan dicampurnya dua metode penelitian yang berbeda. Jenis rumusan pertama ditulis secara deskriptif tentang variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian. 186 LATIHAN MENULIS . saya merekomendasikan agar mereka membuat rumusan masalah metode campuran secara terpisah dalam penelitian mereka. Pertama-tama. tulislah salah satu atau dua rumusan masalah utama yang kemudian diikuti oleh lima hingga tujuh subrumusan masalah. tulisiah dua jenis rumusan masalah. 455-472).

J. Tulislah rumusan masalah kuantitatif dan rumusan masalah kualitatif. (him.K. 220-235). "Designing Founded Qualitative Research.W." dalam Tim Editorial. "Exploring the Nature of Research Questions in Mixed Methods Research." dalam N. Tim editorial jurnal ini membahas penulisan dan sifat rumusan masalah dalam penelitian metode campuran. Janice Morse mengidentifikasi dan mendeskripsikan sejumlah persoalan dalam merancang proyek kualitatif.). S. & Creswell. 9. 207-211). J. Morse. Tiga model kemudian disajikan: (1) menulis secara terpisah rumusan masalah kuantitatif dan rumusan masalah kualitatif. (him.. Lincoln (Ed. Thousand Oaks. 6.. Jurnal ini menyoroti pentingnya rumusan masalah dalam proses penelitian dan membahas perlunya peiriahaman yang baik untuk menulis rumusan masalah metode campuran. 1(3). Sajikan model visualnya. Journal of Mixed Methods Research. Jelaskan bagaimana data akan dianalisis.M. Tentukan jenis-jenis strategi pengumpulan data. 7. Berikan kriteria-kriteria pasti untuk mengevaluasi penelitian. 3. 4. dan (3) menulis rumusan masalah untuk masing-masing tahap penelitian (kuantitatif dan kualitatif) ketika penelitian tersebut tengah ditulis dan dilakukan. Dalam jurnal ini pula.Handbook of Qualitative Research. 5. Denzin & Y. 207). diajukan sebuah pertanyaan: "Bagaimana seseorang merancang rumusan masalah dalam penelitian metode campuran?" (him. (2007). Buatlah rencana penelitian. CA: Sage. Pikirkan kemungkinan dan ketidakmungkinan dilaksanakannya penelitian metode campuran. (1994). (2) menulis satu rumusan masalah untuk metode campuran yang dapat mewakili semuanya.2. Dia membandingkan beberapa strategi penelitian kualitatif dan membuat kerangka atas jenis-jenis rumusan masalah yang digunakan dalam masing- 187 . Ukurlah bobot relatif dan strategi implementasi atas dua strategi (kuantitatif dan kualitatif) tersebut. A. 8. saya merekomendasikan kepada para peneliti agar membuat jenis rumusan kualitatif dan kuantitatif di mana di dalamnya juga disebutkan strategi penelitian kualitatif yang digunakan Tashakkori. Dalam menulis rumusan masalah.

Edisi kelima.masing strategi tersebut. Untuk penelitian fenomenologi dan etnografi. rumusan masalahnya harus deskriptif dan mencerminkan usaha me-nyingkap makna. Dia mengidentifikasi asal mula hipotesis dalam teori deskriptif dan observasi induktif. Tuckman lebih jauh mendefinisikan dan mengilustrasikan hipotesis alternatif dan hipotesis nol serta mengajak pembaca merrahami bagaimana pro -sedurprosedur pengujian dua hipotesis ini 188 . B. TX: Harcourt Brace. sedangkan dalam penelitian etnometodologi dan analisis wacana. Morse juga me-ngatakan bahwa rumusan masalah harus menegaskan fokus dan ruang lingkup penelitian Tuckman.W. Conducting Educational Research. Fort Worth. rumusan masalahnya harus membahas suatu proses. Untuk penelitian grounded theory. (1999). rumusan masalahnya harus berhubungan dengan interaksi verbal dan dialog. Bruce Tuckman menyajikan satu bab tentang bagaimana caranya membuat hipotesis-hipotesis.

bab ini ditulis untuk menyajikan langkah-langkah penting dalam merancang metode-metode kuantitatif untuk proposal penelitian. atau opini-opini dari suatu populasi dengan meneliti sampel populasi tersebut. Ada banyak sumber yang secara detail membahas penelitian survei (seperti. Untuk itulah. Bausell. fokus pembahasannya hanyalah pada komponen-komponen penting yang harus disertakan oleh peneliti dalam bagian metode penelitian untuk proposal survei dan eksperimen. Data objektif dihasilkan dari observasi dan pengukuran empiris. perilaku-perilaku. Keppel. Salant & Dillman. peneliti mendeskripsikan secara kuantitatif (angka-angka) kecenderungan-kecenderuiigan. Fink. 1998). 1990. 1990. sebagaimana yang telah dibahas dalam Bab 1. Campbell & Stanley. 1979) dan buku baru turut memperluas pembahasan-pembahasan yang disajikan dalam buku ini (seperti. lihat Babbie.2007. Kaum determinis menegas-kan bahwa —dalam metode survei dan eksperimen— meneiiti hubung-an antara variabel-variabel merupakan syarat utama untuk menjawab rumusan masalah dan hipotesis sebuah penelitian. MENDEFINISIKAN RANCANGAN SURVEI DAN EKSPERIMEN Dalam rancangan survei. peneliti juga 189 . pembahasan dalam bab ini tidak secara komprehensif menyajikan metode-metode penelitian kuantitatif (survei dan eksperimen). 1991. 1994). 1963. 2003. dengan berfokus pada rancangan metode survei dan eks-perimen. peneliti melakukan generalisasi atau membuat klaim-klaim tentang populasi itu. Validitas dan reiiabilitas skor dalam instrumeri-instrumen penelitian memandu peneliti untuk menginterpretasi data penelitian. Daiam menganalisis hubungan antarvariabel. Salah satu asumsi fiiosofis pospositivis adalah determinisme. Dalam rancangan eksperimen. Boruch. Cook & Campbell. Dengan menjelaskan relasi antara asumsi-asumsi ini dan prosedur-prosedur untuk menerapkan asumsi-asumsi tersebut. Dari sampel ini. Untuk prosedur-prosedur eksperimen. bagian metode penelitian merupakan bagian proposal yang paling konkret dan spesifik. peneliti melakukan pengukuran atau observasi untuk menguji teori tertentu. sejumlah buku lama (seperti. Field & Hole. 1994. Reichardt & Mark. Lipsey. Dua rancangan ini merefleksikan asumsi filosofis pospositivis. 1998. Dalam bab ini. 2002. yang secara ketat dilakukan melalui analisis statistik.Bab Delapan METODE-METODE KUANTITATIF Bagi kebanyakan penulis proposal.

Ada banyak sekali contoh format ini. penj. Berikut ini. yang dikontrol oleh faktor-faktor lain yang dimungkinkan juga memengaruhi hasil tersebut.. khususnya di bagian metode penelitian untuk rancangan survei:  Identifikasilah tujuan penelitian survei. atau sikap-sikap dari populasi tersebut (Babbie. peneliti sebaiknya mengikuti format standar. penj. seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 8. sebagai panduan umum. akan disajikan sejumlah komponen yang sudah biasa muncul dalam penelitian survei. dan contoh-contoh ini pun sering menampilkan model-model yang patut diper-timbangkan. beberapa hal yang bisa Anda bahas dalam proposal. Akan telapi.) tidak. tujuan utama rancangan eksperimen adalah untuk menguji dampak suatu treatment (atau suatu intervensi) terhadap hasil penelitian. seperti dalam jurnal-jurnal akademik. peneliti sebaiknya mempertimbangkan pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam checklist. dalam rancangan eksperimen yang melibatkan kelompok kontrol. Tuiuannya untuk menggeneralisasi populasi dari beberapa sampel sehingga dapat dibuat kesimpulankesimpulan/dugaan-dugaan sementara tentang karakteristik-karakteristik. 1990). Berikut ini. perilaku-perilaku. peneliti secara acak membagi (random assignment) individu-individu ke dalam kelompok-kelompok. sebelum berencana untuk memasukkan komponen-komponen ini ke dalamproposal. salah satu komponen pertama dalam bagian metode penelitian adalah tujuan dasar atau alasan/rasionalisasi di-adakannya penelitian survei. Sajikan referensi mengenai tujuan ini dari 190 . peneliti eksperimen dapat memilah-milah mana yang termasuk treatment dan mana yang merupakan faktor-faktor lain namun turut memengaruhi outcome penelitian. Rancangan Survei Dalam proposal.1. Ketika satu kelompok menerima suatu treatment (kelompok eksperimen. Misalnya. Akan tetapi. Mulailah membahas bagian pertama ini dengan rciereview tujuan survei dan rasionalisasi atas pemilihan metode tersebut dalam penelitian yang Anda ajukan. KOMPONEN-KOMPONEN RANCANGAN METODE SURVEI Untuk menulis bagian metcde survei dalam proposal penelitian.mengidentifikasi sampel dan melakukan generalisasi populasi.) dan kelompok lain (kelompok kontrol.

 Rincilah strategi pengumpulan data. 1990. medis. Pengumpulan data juga bisa dilakukan dengan menerapkan survei berbasis website atau internet dan mengolahnya secara online (Nesbary. seperti keekonomisan rancangan ini dan kecepatan dalam menyajikan data penelitian. atau sekolah. 2007). Selain itu. 2000. dan cara-cara pengidentifikasian individu-individu dalam populasi itu. biaya (cost). 2002). 1990. dan (4) observasi terstruktur (structured observation). ketersediaan data. Fowler. Seperti apa pun data dikumpulkan. Sue & Ritter.  Pertegas apakah survei yang Anda tetapkan adalah survei lintas. Pertanyaan191 . yang jelas. Untuk rasionalisasi ini. (3) review catatan terstruktur (structured record review) untuk mengumpulkan informasi finansial. dan kemudahan. aspek-aspek penting populasi dan sampel yang dapat dideskripsikan dalam proposal penelitian:  Identifikasilah populasi dalam penelitian. Berikut ini.2007). Populasi dan Sampel Tenrukaniah karakteristik-karakteristik populasi dan prosedur sampling. Fink {2002) menunjukkan empat strategi pengumpulan data.salah satu buku/literatur yang membahas metode survei (beberapa buku tersebut sudah saya tunjukkan dalam bab ini). antara lain: (1) kuesioner yang disusun sendiri (self-administered questionnaires). Babbie. peneliti harus tetap rnenyajikan alasan/rasionalisasi digunakannya prosedur pengumpulan data tersebut dengan argumen-tasi-argumentasi yang didasarkan pada kekuatan dan kelemahannya. apakah besaran tersebut dapat ditentukan ataukah tidak. pikirkanlah keunggulankeunggulan rancangan survei. atau survei longitudinal (longitudinal survey) dengan mengumpulkan data secara kumulatif sepanjang waktu. Jangan lupa untuk membahas keuntungan-keuntungan mengidentifikasi sifat-sifat suatu populasi berdasarkan sekelompok kecil individu (sampel) (Babbie. nyatakan secara jelas besaran popuiasi ini. (2) wawancara (interviews).bagian {crosssectional survey) dengan mengumpulkan data satu per satu dalam satu waktu.  Tunjukkan mengapa survei lebih dipilih sebagai jenis prosedur pengumpulan data dalam penelitian tersebut. Ada banyak pakar metodologi yang telah menulis buku-buku tentang logika dasar teori sampling (seperti.

)? Jika iya. bagaimana caranya? Seberapa banyak orang yang akan dijadikan sampel? Didasarkan pada apa besaran sampel ini? Apa prosedur sampling yang akan diterapkan terhadap pcpulasi yang ada (apakah acaW random sampling atau non-acak/nonrandom sampling)? Instrumen apa yang akan digunakan dalam survei ini? Siapa yang membuat instrumen itu? Konten apa saja yang akan dijelaskan dalam survei ini? Skala-skalanya? Prosadur survei apa yang akan diuji terlebih dahulu di lapangan? Seberapa lama catatan waktu (timeline) untuk menyusun.1 Checkllist Pertanyaan-Pertanyaan untuk Merancang Metode Survei Apakah tujuan rancangan survei sudah dijelaskan secara rinci? Apakah alasan/rasionalisasi dipilihnya rancangan ini juga sudah disebutkan? Apakah sifat survei (cross-sectional atau longitudinal) sudah dipartegas? Apakah populasi dan besarnya populasi sudah dirinci? Apakah populasi tersebut akan distratifikasi (stratified sampling. 2007). mengolah. Prosedur sampling multi-tahap atau clustering sampling adalah prosedur sampling yang ideal ketika peneliti merasa tidak mungkin mengumpulkan daftar semua elemen yang membentuk populasi (Babie. dan mengurus survei tersebut? Apa saja variabel-variabel dalam penelitian survei ini? Bagaimana variabel-variabel tersebut disilangkan (cross-reference) dengan pertanyaanpertanyaan dan item-item penelitian dalam rancangan survei ini? Langkah-langkah spesifik apa saja yang akan diambil dalam menganalisis data? Apakah: (a) Analisis return (hasil/keuntungan)? 192 . dan peneliti dapat menunjukkan ketersediaan kerangka-kerangka sampling —surat atau daftar-daftar—para responden potensial dalam populasi tersebut. Prosedur sampling salu-tahap merupakan prosedur sampling yang di dalamnya peneliti sudah memiliki akses atas nama-nama dalam populasi dan dapat mensampling sejumlah individu (atau elemen-elemen) secara langsung Tabel 8.  Perjelaslah apakah prosedur sampling untuk populasi ini menggunakan satu-tahap atau multi-tahap (yang sering dikenal dengan istilah clustering).pertanyaan akses juga bisa ditulis di bagian ini. penj.

Ketika individu-individu dipilih secara acak dari suatu populasi. iden-tifikasilah karakteristik-karakteristik yang Anda gunakan untuk menstntifikasi populasi 193 . Stratifiknsi berarti bahwa karakteristik-karakteristik tertentu dari individu-individu yang dipilih (seperti.  Jelaskanlah proses pemilihan atas individu-individu. baru kemudian mensampling individu-individu tersebut. ataukah tidak. stratifikasilah yang memastikan penyajian ini. Dengan pengacakan (randomization). 2002). Saya me-rekoniendasikan agar Anda memilih sampel acak (random sample) di mana di dalamnya setiap individu dalam populasi memiliki kemungkinan yang sama untuk dipilih (sering juga dikenal dengan istilah systematic sample atau probabilistic sample). Selain itu. Yang kurang menarik adalah sampel nonprobability (atau convenience smnple) di mana di dalamnya para responden/individu dipilih berdasarkan kemudahan {convenience) dan ketersediaannya (Babbie. peneliti terlebih dahulu menentukan kluster-kluster (kelompok-kelompok atau organisasi-organisasi). iaki-laki atau perempvian) direpresentasikan dalam sampel agar sampel ini nantinya dapat merefleksikan proporsi yang tepat dalam populasi sesuai dengan karakteristik-karakteristiknya masing-masing (Fowler. lalu mengidentifikasi nama-nama individu dalam setiap kluster. 1990). sampel yang paling representif akan memungkinankan peneliti untuk melaku-kan generaiisasi terhadap suatu populasi. Dalam hal ini.  Pertegaslah apakah peneliti. karakteristikkarakteristik mereka bisa disajikan dalam sampel sesuai proporsinya masingmasing secara sama rata sebagaimana dalam populasi.an Anda akan menggunakan strati-fikasi (penjenjangan) populasi sebelum Anda memilih sampel. jenis kela-min.(b) (c) (d) (e) (f) Analisis bias respons (check for response bias)? Analisis deskriptif? Memasukkan item-item ke dalam skala-skala? Anaiisis reliabilitas skala-skaia? Menerapkan statistik inferensiai untuk menjawab rurriusan masalah? Bagaimana hasil-hasil ini diinterpretasikan? Dalam prosedur multi-tahap atau clustering.

Metode yang paling umum digunakan untuk menyeleksi sampel ini adalah memilih individu-individu (sampel) dengan menggunakan tabel angka-angka secara acak (random numbers table). 2000).rangkat survei online (lihat. Dalam peneiitian survei. jelaskan apakah Anda sudah memiiiki izin atau dasar teoretis yang kuat untuk menggunakannya. dalam setiap strata ini. instrumen-instrumen yang ada saat ini sudah banyak dirancang monjadi sejenis pe. sejenis instrumen yang dimodifikasi. ataukah tidak (Babbie.neliti sering kali merancang suatu instrumen dari beberapa komponen instrumen lain. tingkat peng-hasilan..  Jelaskan prosedur-prosedur dalam menyeleksi sampel dari daftar-daftar yang ada.. tetapkan apakah sampelnya berisi individuindividu yang memiliki karakteristik-karakteristik yang sama sebagaimana karakteristik-karakteristik dalam keseluruhan populasi. Tika instrumen yang digunakan memang dirancang khusus (modified instrument). saya merekomendasikan agar peneliti menggunakan formula besaran sampel (sample size formula) yang banyak dibahas dalam buku-buku peneiitian survei (seperti. Gravetter & Wallnau. pe. peneliti tersebut seharusnya memiiiki izin atau dasar teoretis untuk menggunakan sebagian instrumen-instrumen ini. gender. dan sebagajnya). 1990.  Tunjukkan juga angka setiap individu yang di-sampling dan jelaskan prosedurprosedur yang Anda gunakan untuk mengalkulasi angka-angka ini. Miller. ataukan instrumen utuh yang pemah dirancang orang lain. Dalam sejumlah proyek penelitian survei. sebuah tabel yang banyak dibahas dalam buku-buku panduan statistik (seperti. Stie & 194 . Instrumentasi Sebagai populasi dan sampel. lihat Babbie. Apalagi. Kemudian. Jelaskan apakah instrumen tersebut merupakan instrumen yang dirancang khusus untuk peneiitian ini. 2002). 1991). Pertimbangkan larigkah-langkah berikut:  Namailah instrumen survei yang Anda gunakan untuk mengumpulkan data. 1990.tersebut (seperti. pendidikan. Jika demikian. Fowler. peneliti juga perlu menyajikan informasi detail mengenai instrumen-Lnstrumen survei yang akan digunakan dalam peneiitian yang diajukan.

mengharuskan peneliti untuk membangun validitas atas instrumen tersebut —adakah peneliti dapat menghasilkan kesimpulan-kesimpulan/dugaan-dugaan penting dan berguna dari skor-skor yang diperoleh dari instrumen ini. atau dalam wujud informasi grafik. pertanyaanpertanyaan yang lebih banyak. Konsep validitas (validity) dalam penelitian survei ini tentu saja berbeda dengan identifikasi 195 . Setelah itu. Dengan menggunakan perangkat ini. Dengan mendeteksi validitas skor dalam penelitian survei. dan (3) construct validity (apakah itemitem yang dianalisis sudah sesuai dengan konstruksi-konstruksi atau konsepkonsep hipotesis?). Jika peneliti menginginkan respons-respons tambahan.  Ketika menggunakan instrumen yang memang sudah ada. construct validity juga meliputi pertanyaan dasar tentang apakah skor-skor yang dihasilkan me-miliki tujuan yang berguna dan dampak-dampak yang positif ketika dipraktikkan dalam kehidupan nyata (Humbley & Zumbo. sebuah produk komersial yang dirilis sejak 1999. 2007). atau mengirimkannya pada para partisipan untuk diisi. peneliti dapat mengetahui apakah instrumen yang digunakan benar-benar sudah tepat untuk penelitian surveinya. Tiga bentuk validitas yang harus dicari adalah: (1) content validity (apakah item-item yang dianalisis benar-benar sesuai konten yang terdapat dalam item-item tersebut?). SurveyMonkey akan memberi-kan hasil dan laporan balik kepada peneliti dalam bentuk statistik deskripuf.com). dan tidak lebih dari 10 pertanyaan per survei. lalu mem-posting-nya di website-website mereka. Hal ini berarti. deskripsikanlah validitas dan reliabilitas skor-skor yang diperoleh dari penggunaan instrumen tersebut sebelumnya. (2) predictive validity (apakah skor-skor yang diperoleh sudah memprediksi kriteria-kriteria yang diukur? Apakah hasil-hasilnya berkorelasi dengan hasil-hasil yang lain?). Dalam penelitian baru-baru ini. hanya dengan memanfaatkan custom templates.Ritter. Salah satu pe rangkat survei online yang cukup terkenal adalah SurveyMonkey (SurveyMonkey. Perangkat ini gratis jika digunakan untuk 100 resporis per survei. SurveyMonkey membebankan biaya bulanan atau tahunan kepada si peneliti. Hasil-hasil ini dapat diunduh ke dalam spreadsheet atau database untuk kemudian dianalisis lebih lanjut. dan beberapa custom feature yang lain. peneliti dapat mem-buat survei-survei pribadinya dalam waktu yang relatif cepat. 1996).

jelaskan pula apakah skor-skor yang dihasilkan dari penggunaan instrumen sebelumnya sudah mencerminkan adanya reliabilitas atau tidak. peneliti perlu membangun kembali validitas dan reliabiiitas tersebut ketika dilakukan proses analisis data. level ranking atau signifikansi dari yang tertinggi hingga yang terendah)  Jelaskan rencana-rencana Anda untuk melakukan uji coba surveidi lapangan (pilot testing) dan sajikan pula alasan/rasionalisasi atas rencana ini. akan di-jelaskan lebih lanjut). Pilot testing ini penting untuk membangun validitas konten dari suatu instrumen dan untuk memperbaiki pertanyaan-pertanyaan. 1978. benar-benar diterima hingga tidak diterima) dan skala-skala kategorial (misalnya.masukkan dalam Surat Pengantar). atau skala-skala yang mungkin tidak sesuai ketika diterapkan. seperti Surat Pengantar (Dillman. item-item (seperti. & Gall. Gall. format.  Tunjukkan isi-isi utama dalam instrumen tersebut. item-item faktual). Untuk mengetahui hal ini. item-item sikap. seperti skala-skala berkelanjutan (misalnya.ancaman-ancaman terhadap validitas (threats to validity) dalam paielitian eksperimen (mengenai hal ini. pastikan juga apakah ada konsistensi dalam aturan testing dan scormg-nya (apakah ada kesalahan-kesalahan yang disebabkan karena kecerobohan dalam menerapkan aturan testing atau scoring sebelumnya?) (Borg. Sebutkan juga jumlah orang-orang yang akan menguji 196 . Selain itu. item-item perilaku. menyajikan beberapa hal yang perlu di. sebutkan juga jenis skala-skala yang digunakan untuk mengukur/menganalisis item -item dalam instrumen. Untuk irulah. lampirkan juga item-item sampel atau keseluruhan instrumen penelitian ini. ya/tidak. Lebih dari itu. peneliti harus mencari laporan mengenai konsistensi internal (apakah respons dari setiap item sudah konsisten dengan konstruk -konstruk yang dibuat?) dan korelasi test-retest (apakah skor-skor yang dihasilkan selalu stabil meskipun instrumennya digunakan pada lain waktu?) dalam penggunaan instrumen tersebut sebelumnya.  Tunjukkan item-item sampel dari instrumen tersebut sehingga pembaca dapat melihat item-item sebenarnya yang digunakan. dan instruksi penutup. Selain itu.  Ketika peneliti memcdifikasi suatu instrumen atau mengkom binasikan beberapa instrumen. 1993). demografis. Dalam lampiran proposal. validitas dan reliabilitas tidak berlaku untuk instrumen yang baru ini.

coba instrumen tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk menghubung kan variabel-variabel tersebut dengan rumusan masalah atau hipo-tesis dan instrumen penelitian. Jangan lupa untuk menyertakan pendapat-pendapat mereka dalam instrumen final yang sudah direvisi. dan item-item tersebut.2 yang menggunakan data hipotesis. Mail yang dikirim pada tahap ketiga berisi tindak lanjutberupa kartu pos (atau sejenisnya) yang dikirimkan pada semua anggota sampel 4 hingga 8 hari setelah pengiriman mail sebelumnya. berisi surat pengantar pribadi lengkap dengan tanda tangan tertulis.  Untuk mailed survei. Mail yang dikirimkan pada tahap keempat. Variabel-Variabel dalam Penelitian Meskipun pembaca proposal sudah mengetahui informasi mengenai variabelvariabel dalam tujuan penelitian. rumusan masa-lah. atau hipotesis. Di bawah ini adalah tabel 8. perjelaslah langkah-langkah Anda dalam pengaturan pendekatan survei ini dan tindak lanjutnya untuk memastikan rating respons yang tinggi. Salant dan Dillman (1994)menyarankan proses pengaturan empat-tahap. Untuk itu. yang didistribusikan setidak-tidaknya satu minggu setelah surat pemberitahuan diedarkan. 197 . hipotesis. bisa jadi dengan proyek tindak lanjutnya. yang biasanya ditujukan untuk anggota nonresponden. rumusan masalah. kuesioner. total secara keseluruhan. Mail yang dikirim pada tahap kedua adalah mail survei yang sebenarnya. Teknik ini khususnya berguna bagi para peneliti yang menggunakan model-model berskala luas untuk penelitian disertasinya. dan item-item survei agar pembaca mudah mengidentifikasi bagaimana item-item tersebut digunakan. peneliti tetap perlu memasukkannya dalam bagian metode penelitian. Peneliti mengirimkan mail keempat ini tiga minggu setelah mail kedua dikirimkan. Jadi. peneliti menyelesaikan periode administrasi/ pengaturan ini selama kurang lebih empat minggu (sebulan). Salah satu tekniknya adalah dengan menghubungkan variabelvariabel. Mail yang dikirim pada tahap pertama adalah surat pemberitahuan singkat kepada semua daftar sampel yang dipilih. buatlah sebuah tabel dan penjelasan khusus tentang variabel-variabel. danamplop plus perangko pengembalian. rumusan masalah atau hipotesis.

Bias berarti bahwa jika nonresponden memberikan respons. Langkah 1. yaitu dengan menyajikan analisis data dalam bentuk tahap-demi-tahap agar pembaca bisa memahami bagaimana suatu tahap menuntun tahap selanjutnya hingga semua prosedur analisis data dibahas secara tuntas. Informasi ini bisa dirancang dalam bentuk tabel yang berisi angka-angka dan persentase-persen-tase yang mendeskripsikan responden dan nonresponden.2 Variabel-variabel. 2002).Hibah dari yayasan. Jelaskan metode-metode yang sekiranya dapat naengidentifikasi respons bias. dan 18: penelitian 3:Ada berapa hibah yang di. Rumusan Masalah dan item-item Survei Nama Variabel Variabelbebasi: Penelitian sebelumnya Rumusan Masaiah Item-Item dalam Survei Rumusan masalah deskriptif 1: Lihat rumusan masalah 11. Sajikan informasi tentang jumlah sampel yang ter-libat dan tidak terlibat dalam survei. lembaga swasta. maka respons ini akan memberi perubahan besar-besaran terhadap hasil survei akhir. Respons bias adalah pengaruh/efek dari tidak adanya respons terhadap survei (Fowler. Seberapa banyak penelitian dan 15: hasil penelitian dalam bentuk yang mampu dihasilkan oleh artikel jurna!. 13. Dalam wave analysis. Saya me-nyarankan Anda menggunakan tips penelitian berikut. 12. Berpijak pada asumsi bahwa partisipan yang mengembalikan survei pada minggu terakhir hampir semuanya merupakan partisipan 198 . Jelaskan prosedurprosedur yang digunakan untuk mengecek respons bias. 14. terima dosen dalam tiga tahun atau lembaga negara terakhir ini? yang didanai Variabel kontrol: Rumusan masalah deskriptif 5: Lihat rumusan masalah 19: Ikatan Apakah dosen memiliki ikatan dinas (Ya/Tidak) dinas? Status ikatan di-nas Dalam proposal. 1972). Langkah 2. peneliti mengevaluasi hasilhasil item yang terpilih dari minggu ke minggu untuk mengetahui apakah sebagian besar respons berubah (Lesile. seperti wave analysis atau analisis responden/nonresponden. jelaskan tahap-tahap analisis data.Analisis Data dan Interpretasi Tabel 8. 17. bab-bab dosen untuk diserahkan sebagai buku yang berhasil dipublikasikan tanda bukti doktoralnya? sebelum menerima gelar doktor? Variabel terikat 1 : Rumusan Hibah masalah deskriptif Lihat rumusan masalah 16. maka-iah seminar.

Ada banyak cara untuk mengetahui apakah skor-skor ini didistribusikan secara normal ataukah tidak (Lih. dan skor-skor untuk dua variabel ini. Lebih jauh. Jika Anda menggunakan instrumen penelitian dengan skala-skala atau berencana untuk mengembangkan sendiri instrumen tersebut (dengan mengombinasikan beberapa item dalam skala). Gunakanlah statistik atau program statistik kompu-ter untuk menguji rumusan masalah atau hipotesis inferensial. gunakanlah prosedur statistik (analisis faktor) untuk menye-lesaikan proses ini. umur dari 18 hingga 36) atau sebagai skor katagoris/ categorical score (seperti. akan memudahkan peneliti untuk menentukan apakah tes statistik akan 199 . Anda juga bisa menggunakan tes reliabilitas untuk mengidentifikasi konsistensi internal skala-skala tersebut (seperti. jumlah variabel bebas dan variabel terikat. laki-laki = 1). Creswell. pilihan atas tes statistik harus didasarkan atas sifat rumusan masalah (apakah menghubungkan variabel-variabel atau membandingkan beberapa kelompok dalam variabel). Lakukan analisis data secara deskriptif terhadap variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian. Langkah 5. 2007). lalu jelaskanlah asumsi-asumsi yang berkaitan dengan statistik tersebut.yang nonresponden. misalnya. Sebagaimana terlihat dalam Tabel 8. pertimbangkan apakah variabel-variabel ini akan diukur ber-dasarkan suatu instrumen sebagai skor berkelanjutan/continuous score (seperti. dalam kombinasinya.mengecek adanya respons bias adalah dengan menghubungi beberapa nonresponden melalui sambungan telepon. Faktor-faktor ini. kemudian mengidentifikasi apakah respons mereka berbeda jauh dengan hasil respons dari responden.3. deviasi stand ar. Selain itu. pertimbangkan pula apakah skor-skor ini akan didistribusikan secara normal (normal distribution) dalam kurva berbentuk bel (bell-shaped curve) atau tidak didistribusikan secara normal (non-normal distribution). maka jika respons-respons tersebut terlihat mulai berubah. Salah satu cara untuk. Langkah 3. ada kemungkinan terdapat respons bias. Sajikanlah rasionalisasi mengapa dipilih tes statistik. Rumusan masalah atau hipotesis inferensial menghubungkan (relate) variabel-variabel atau membandingkan (compare) kelompok-kelompok dalam variabel agar kesimpulan-kesimpulan sementara (inferensiinferensi) dari skala sampel hingga skala populasi dapat diketahui. serta jumlah variabel kontrol (lihat. 2008). perempuan = 1. Langkah 4. Rudestam & Newton. Analisis ini harus menunjukkan rata-rata. statistik alpha Cronbach).

Untuk mendapatkan jenis tes statistik yang lain. Dalam Tabel 8.3. saya menunjukkan bagaimana faktor-faktor ini bisa menuntun peneliti untuk memilih sejumlah tes statistik yang biasa digunakan.cocok untuk menjawab rumusan masalah atau hipotesis. Langkah terakhir dalam proses analisis data adalah menyajikan hasil survei dalam bentuk tabel atau gambar. peneliti bisa merujuk pada buku metode statistik. kemudian menginterpretasikan hasil tes statistik. seperti buku yang ditulis Gravetter dan Wallnau (2000).3 Kriteria Memilih Tes-tes Statistik Sifat Pertanyaan Petbandngan kelompok Peibandngan kelompok Perbandingan kelompok Petbandingan kelompok Jumlah Variabel Bebas 1 1 atau lebih 1 atau lebih 1 Jumlah Variabel Terikat 1 1 1 1 Jumlah Variabel Control 0 0 t 0 Jenis Skor Distribusi Tes Variabel Skor Statisik Bebas/Terikat Kategorial/ Normal l-tes berkelanjutan Kategorial/ Normal Analisis berkelanjutan varian Kategorial/ Normal Analisis berkelanjutan kovarian Kategorial/ NonTes berkelanjutan normal MannWhitney U Kategorial/ NonChiberkelanjutan normal square Kategorial/ Normal Korelasi berkelanjutan product moment Pearson Kategorial/ Normal Regresi berkelanjutan berganda Kategorial/ NonKorelasi berkelanjutan normal rankorder Spearman Gabungan antar kelompok Menghubungkan variabel-variabel 1 1 1 1 0 0 Menghubungkan variabel-variabel Menghubungkan variabel-variabel 2 atau lebih i 1 1 atau lebih 0 0 200 . Langkah 6. Interpretasi terhadap hasil berarti bahwa seorang peneliti membuat suatu kesimpulan dari rumusan masalah dan hipotesis yang sudah dianalisis. Interpretasi ini melibatkan beberapa langkah khusus Tabel 8.

seperti ― analisis varian secara statistic menunjukan adanya perbedaan signifikan antara wanita dan pria dalam hal sikap – sikap mereka terhaap larangan merokok di restoran F (2:6) = 8.000 orang). KOMPONEN – KOMPONEN DALAM METODE PENELITIAN EKSPERIMEN Metode penelitian eksperimen pada umumnya menggunakan format standar yang melibatkan komponen – komponen sebagai berikut : partisipan.‖  Laporan bagaimana hasil – hasil ini menjawab rumusan masalah atau hipotesis penelitian.000 orang. religious. Untuk mengetahui petunjuk detail atas komponen – komponen ini. Metodologi Penelitian ini memilih lokasi disalah satu universitas seni liberal yang kecil (tingkat pendaftaran 1. pembahasan mengenai penelitian eksperimen ini juga dimaksudkan untuk menonjolkan beberapa komponen kunci di dalamnya. saya akan membahas komponen – komponen tersebut dan menyajikan informasi seputar rancangan eksperimen dan analisis statistic. atau alasan/rasionalisasi lain yang logis. literature – literature sebelumnya yang membahas hal ini (lihat bab 2). anda dapat merujuk kembali pada teori yang anda gunakan dalam penelitian (lihat bab 3). Tulisan ini (yang diperoleh atas izin penulis) dikutip dari salah satu artikel jurnal yang melaporkan penelitian tentang factor – factor yang mempengaruhi atrisi (berkurangnya jumlah) mahasiswa di salah satu universitas seni liberal (bean & creswell. (disini. Sebagaiman pembahasan mengenai peneleitian survey sebelumnya. Apakah hasil – hasil tersebut mendukung hipotesis ataukah kontradiktif dengan yang diharapkan?  Tunjukan pula kemungkinan menjelaskan mengapa hasil – hasil tersebut bias muncul seperti itu. dan ukuran (besaran). Untuk menjelaskan ini. p =.  Jelaskan juga kemungkinan hasil ini dipraktikkan di lapangan atau untuk penelitian – penelitian sebelumnya.4 Contoh 8. 1980 : 32 1 – 322).001. Laporan apakah hasil – hasil tes statistic yang diperoleh signifikan atau tidak secara statistic.1. di kota Midwestern dengan populasi 175.55. materi. prosedur. dan koendukatif. Pada sub bab kali ini. penulis mengidentifikasi lokasi dan populasi penelitian) 201 . Bagian Metode Survey Berikut ini adalah salah satu contoh tulisan bagian metode survey yang didasarkan pada langkah – langkah yang telah dijelaskan sebelumnya. cobalah untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan dalam checklist table 8.

202 . sebanyak 169 mahasiswi mengembalikan kuisioner. Dari keseluruhan mahasiswi. (disini. 55 mahasiswi tahun kedua. 1979. Dari 169 mahasiswi ini.Rating dropout pada tahun sebelumnya adalah 25 %. regresi berganda dan path analysis (helse. tidak menikah. Maka dari itu. Kerlinger & Pedhazur. Spady. Item – item ini kebanyakannya likert like yang didasarkan pada skala dari ―jangkauan sangat kecil‖ hingga ―jangkauan sangat besar‖ ada juga pertanyaan – pertanyaan lain yang diajukan untuk mendapatkan informasi factual. tingkat kelas. baik laki – laki maupun perempuan ternyata dilatari oleh banyak alasan (Bean. Sejumlah penelitian yang membahas atrisi atau menurunnya jumlah mahasiswa bahwa dropoutnya mahasiswa ini. dipilih sebagai objek analisis dengan mengecualikan beberapa variabel yang kemungkinan mengacaukan sampel ini (Kerlinger. yang dipilih sebagai sampel. 1971). Semua informasi yang digunakan dalam analisis ini berasal dari data kuisioner. Validitas konkuren dan konvergen (Campbell & Fiske. dan kulit putih. dan pendidikan orang tua. hanya mahasiswa saja yang akan dianalisis dalam penelitian ini. 71 diantaranya mahasiswi tahun pertama. penulis menyajikan informasi deskriptif tentang sampel penelitian). 1959) atas instrument ini telah diuji melalui analisa factor (Faktor analysis). Rating Dropuot yang paling sering terjadi adlah pada mahasiswa tahun pertama dan tahun kedua maka dibuatlah kuisioner – kuisioner untuk didistribusikan kepada sebanyak mungkin mahasiswa tahun pertama dan tahun kedua di universitas tersebut. Sebanyak 95 % mahasiswi ini rata – rata berumur 18 hingga 21 tahun. Reliabilitas factor – factor juga telah diuji melalui alpha koefisien (coefficeient alpha). Sampel ini lebih ditekankan pada mereka yang memili kemampuan melebihi rata – rata yang dapat dilihat dari skor – skor yang mereka perolah dalam tes ACT. 1969. warga Negara AS. 1973). (disini penulis menjelaskan validitas dan reliabilitas. Selama April. 1978. Data dikumpulkan dengan metode kuisioner yang berisi 116 item. diantaranya berumur 25 tahun. dan didapatkan bahwa validitas tersebut sudah berada dalam level yang layak (memenuhi syarat). Dalam penelitian. seperti skor – skor ACT. 1973) dipilih sebagai tes statistic untuk menganalisis data. dan 9 diantaranya mahasiswi junior. (disini penulis membahas instrument penelitian). Kuisioner ini telah dirancang dan diuji pada tiga institusi yang lain sebelum kemudian diterapkan pada institusi ini. Untuk konstruk – konstruk disajikan dalam 25 ukuran yaitu item – item berganda berdasarkan analisis factor untuk membuat indeks – indeks dan 27 ukuran lainnya indicator – indicator item tunggal.

keinginan untuk keluar dari universitas diregresi pada semua variabel yang mendahuluinya dalam satu rangkaian kausal. variabel – variabel intervening yang secara signifikan berhubungan dengan keinginan untuk keluar dari universitas diregresi pada variabel – variabel organisasi. organisasi. Prosedur ini bisa menghilangkan kemungkinan adanya perbedaan sistematik antara karakteristik – karakteristik dari setiap partisipan yang bisa 203 . Setelah itu. variabel – variabel lingkungan. berarti prosedur yang demikian dikenal sebagai prosedur true-experiment. tidak ditugaskna secara acak (non-randomly assignment). Perhatikanlah beberapa hal berikut ini saat menulis metode eksperimen. paparkanlah secara detail bagaimana anda akan menugaskan secara acak masing – masing individu ke dalam kelomopk – kelompok treatment. dalam beberapa penelitian eksperimen. dan jumlah partisipan yang terlibat dalam suatu eksperimen.  Jika setiap partisipan ditugaskan secara acak (randomly assignment) ke dalam beberapa kelompok... Hal ini berarti bahwa dalam lingkup partisipan.  Deskripsikanlah proses pemilihan (sampling) partisipan. berarti prosedur yang demikian lebih dikenal sebagai prosedur quasi-eksperimen. jika penelitian anda menggunakan penugasan acaka seperti ini. hanya sampel convenience-lah yang memiliki kemungkinan untuk terpilih sebab peneliti biasanya menggunakan kelompok – kelompok yang sudah terbentuk secara alamiah (seperti. apakah dilakukan secara acak atau non – acak (dipilih secara kovenien). varibel – variabel personal. atau sebuah keluarga) atau sukarelawan. sebuah kelas. partisipan pertama ditugaskan dalam kelompok I. penulis menyajikan langkah – langkah analisis data). Penugasan (assignment).  Dalam pemilihan acak atau random sampling. masing – masing individu memiliki kemungkinan yang sama untuk dipilih sebagai partisipan penelitian  Langkah ini juga akan memastikan bahwa sampel yang terpilih benar – benar representative dan bisa mewakili suatu populasi (Keppel. Partisipan Pembaca perlu mengetahui cara pemilihan (sampling). partisipan kedua ditugaskan dalam kelompok II. 1991). Meski demikian. dan variabel – variabel latar belakang. Jika masing – masing partisipan.Dalam metode kausal…. dan begitu seterusnya hingga tidak ada bias sistematik dalam penugasan masing – masing partisipan. (disini.

Pengukurannya dapat menggunakan skor – skor pre-test. sedang dan rendah. individu – individu bisa dipasangkan satu sama lain berdasarkan level kemampuan atau variabel demografi. kemudian memilih seorang partisipan dari masing – masing pasangan ini untuk ditugaskan dalam suatu kelompok. peneliti dapat menugaskan setiap partisipan ke dalam kelompok tertentu dengan anggota yang juga memiliki skor pre-test yang sama. Berdasarkan skor pretest ini. sebagai alternatifnya.  Jelaskan pula keunggulan – keunggulan lain penelitian ekperimen yang secara sistematik dapat mengontrol variabel – variabel yang bisa mempengaruhi hasil penelitian.mempengaruhi hasil penelitian. 1991). Skro pre-test bisa dibagi menjadi skor tinggi. Salah satu pendekatannya adalah dengan memasangkan partisipan berdasarkan sifat atau karakteristik tertentu. 204 . sehingga perbedaan apapun yang muncul dalam hasil penelitian bisa diatribusikan pada treatment eksperimen (Keppel.

ataukah dengan menggunakan pre-test.Tabel 8. atau mem-block beberapa partisipan dalam subkelompok atau kategori tertentu. atau dengan mengumpulkan infromasi demografis. Prosedur lain untuk mengontrol proses eksperimen adalah dengan menggunakan covarian (seperti. 1990) serta rentan menimbulkan adanya kelompok yang tidak bisa dibandingkan. treatment.4. variabel outcome) dalam penelitian tersebut? Bagaimana cara mengukurnya? Apakah variabel tersebut akan diukur sebelum atau sesudah eksperimen? Seperti apa treatmen nya? Bagaimana langkah operasionalnya? Apakah variabel – variabel akan dicovarian? Bagaimana cara pengukurannya? Metode/rancangan penelitian eksperimen seperti apakah yang akan digunakan? Bagiamana model visual untuk rancangan ini? Instrumen apa saja yang akan digunakan untukm mengukur hasil penelitian? Mengapa instrument tersebut dipilih? Siapa saja yang membuatnya? Apakah instrument tersebut sudah valid dan reliable? Apakah peneliti sudah memiliki izin unutk menggunakannya?? Bagaimana langkah – langkah dalam prosedur penelitian ini (apakh dengan menugaskan secara acak para partisipan ke dalam beberapa kelompok. 2008)  Tunjukkan kepada pembaca jumlah partisipan dalam setiap kelompok dan jelaskan prosedur – prosedur sistematik dalam menentukan besaran setiap kelompok. atau post-test? Ancaman – ancaman seperti apakah yang paling berpotensi mengurangi validitas internal dan eksternal dalam penelitian ini? Bagaimana ancaman – ancaman ini akan dibahas? Apakah instrument penelitian sudah diuji lapangan terlebih dahulu?? Statistic seperti apakah yang akan digunakan untuk menganalisis data (apakah secara deskriptif atau inferensial? Bagaimanahasil penelitian akan diinterpretasi? Seorang peneliti bisa saja memutuskan untuk tidak melakukan pemasangan seperti diatas sebab hal ini bisa menyedot banyak biaya maupun waktu (Salkind. Untuk 205 . _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ Siapa saja partisipan yang terlibat dalam penelitian? Populasi seperti apa yang akan dijadikan landasan untuk menggeneralisasi semua partisipan? Bagaimana partisipan – partisipan ini dipilih? Apakah dengan menggunakan pemilihan acak (random sampling)? Bagaimana partisipan – partisipan ini akan ditugaskan secara acak (randomly assignment)? Apakah mereka akan dipasangkan? Bagaimana caranya? Ada berapa banyak partisipan dalam kelompok eksperimen dan kelompok control? Apakah variabel (variabel) bebas (seperti. 1991). misalnya jika ada partisipan yang tidak mau ditreatment (Rosenthal & Roshnow. skor – skro pres-tes) sebagai variabel moderating dan mengontrol pengaruh dari skor – skor ini secara statistic. kemudian menganalisis pengaruh dari masing – masing subkelompok ini terhadap hasil penelitian (Creswell. : Checklist pertanyaan – partanyaan untuk merancang prosedur penelitian eksperimen. memilih sampel – sampel yang homogen.

Variabel – variabel bebas lain bisa menjadi variabel control atau dapat dikontrol secara statistic. outcome) yang anda gunakan dalam penelitian eksperimen. variabel – variabel harus dirinci agar pembaca bisa melihat dengan jelas kelompok – kelompok apa yang akan dieksperimentasi dan outcome – outcome apa saja yang ingin diukur. sikap atau karakteristik pribadi pada partisipan). 1990) untuk mengidentifikasi besaran sampel yang sesuai untuk kelompok – kelompok tersebut. Satu atau beberapa harus meminta treatment dari peneliti. seperti demografi (gender atau usia). bagian metode penelitian dalam proposal eksperimen harus memerinci dan menunjukkan secara jelas semua variabel bebas ini. Berikut ini adalah beberapa saran bagaimana mengembangkan gagasan terkati dengan variabel – variabel dalam proposal penelitian:  Tunjukkanlah secara jelas variabel – variabel bebas yang anda gunakan dalam penelitian tersebut (ingat kembali pembahasan mengenai variabel dalam bab 3). besaran yang dibutuhkan untuk setiap kelompok ini (lihat Cohen.50) dan perlihatkanlah dalam sebuah tabel besaran.  Susunlah nilai – nilai untuk tiga factor ini (seperti. Besaran efek. Variabel terikat merupakan variabel respons atau 206 . Pertimbangan level signifikasi statistic untuk eksperimen ini (alpha) 2. Intinya. kekuatan = . dan besaran efek = .  Tunjukan pula variabel (variabel) terikat (misalnya.penelitian eksperimen. lemah (low) – dalam pengujian statistic terhadap hipotesis nol ketika hipotesis ini. Jumlah kekuatan yang diinginkan – biasanya disajikan dalam bentuk kuat (high). 1977. Variabel – Variabel Dalam penelitian eksperimen. 1990). sedang (medium). Variabel – variabel bebas yang lain bisa saja menjadi measured variabel yang didalamnya tidak ada manipuasi yang dilakukan (seperti.05. 1. sebenarnya. Kalkulasinya harus melibatkan beberapa hal berikut. penelitian seyogianya menggunakan analisis kekuatan (power analysis) (lipsey.80. 3. perbedaan – perbedaan yang diinginkan dalam jumlah rata – rata antara kelompok control dan kelompok eksperimen yang dinyatakan dalam unit – unit deviasi standar. gagal. Lipsey. Dalam hal ini. rencanakanlah sebuah eksperimentasi supaya besaran setiap kelompok yang ditretment memberikan sensitivitas yang paling tinggi : bahwa pengaruh yang diinginkan terhadap outcome penelitian bisa tercapai dalam manipulasi eksperimental ini. alpha = . Satu variabel harus menjadi treatment variabel.

peneliti perlu membahas instrument – instrument ini. misalnya berpartisipasi dalam rencana pembelajaran berbasis IT yang disampaikan seorang guru di ruang kelas. Rosenthal dan Rosnow (1991) menyajikan tiga ukuran outcome prototipik dalam variabel terikat. cara perancangannya. individu – individu yang mengembangkannya. materi – materi yang akan digunakan selama proses eksperimentasinya (seperti. item – itemnya. yaitu : arah perubahan. Tujuan tes lapangan ini adalah untuk memastikan bahwa materi – materi penelitian bisa dikelola dengan baik tanpa varibilitas dalam kelompok eksperimen. peneliti juga perlu menjelaskan training – training lain yang mungkin dibutuhkan untuk mengelola materi – materi tersebut. 207 . atau kegiatan – kegiatan tertentu yang diberikan pada kelompok eksperimental). seorang partisipan memberikan respon yang tepat ketika ditreatmen dalam rancangan eksperimen single-subjet). dan kemudahan perubahan. Instrumentasi dan Materi Selama penelitian eksperimen. penelitia biasanya melakukan observasi dan pengukuran dengan menggunakan instrument – instrument yang tersedia. program – program. dan laporan reliabilitas dan validitas skornya. dalam proposal penelitian. dan isntruksi tertulis khusus unutk membantu siswa dalam kelompok eksperimen ini.variabel criteria yang diasumsikan mendapat pengaruh dari variabel bebas. Tunjukkan pula validitas dan reliabiitas skor atas instrument tersebut. Bahkan. khususnya pada tahap pres-test atau post-test (atau keduanya). yang diperoleh dari partisipan (misalnya. Satu kelompok. mata pelajaran. Tes lapangan atas materi – materi semacam ini harus dijelaskan. Rencana ini dapat meliputi handout.  Deskripsikan pula instrument – instrument yang di isi / diselesaikan partisipan (biasanya. Nah. kuantitas perubahan. jika dibutuhkan.  Jelaskan secara menyeluruh materi – materi yang akan dimanfaatkan selama proses eksperimentasi. skala – skalanya. Peneliti juga perlu melaporkan. instrument – instrument ini diselesaikan sebelum eksperimen tersebut dilakukan atau bahkan di akhir eksperimen). dan izin – izin untuk menggunakannya. belajar mata pelajaran dengan computer.

1991). Dalam kebanyakan penelitian eksperimen. sejenis varian dalam within 208 . rancangan factorial (factorial design) salah satu varian dalam between subject design mengharuskan peneliti untuk menggunakan dua atau lebih variabel treatment untuk menguji pengaruh – pengaruh simultan variabel – variabel ini terhadap hasil penelitian (Vogt. mereka bisa saja berada dalam satu kelompok utuh yang tidak dapat dibagi – bagi lagi) dalam true experiment. Dalam quasiexperiment. Rosenthal & Rosnow. tidak ada kelompok control untuk diperbandingkan dengan kelompok eksperimen. peneliti menguji hanya satu kelompok treatment saja. Dalam rancangan ini. eksperimentasi yang sebenarnya (true experiment). Penjelasan ini bisa meliputi pembahasan mengenai jenis rancangan eksperimentasi. peneliti mulai memasukkan secara acak para partisipan dalam kelompok – kelompok yang akan diproses. kuasi eksperimen (quasi experiment) dan rancangan subjek tunggal (single subject design). Jenis – jenis rancangan eksperimentasi bisa meliputi rancangan pra-eksperimen (preexperimental design). Misalnya.  Tunjukanlah jenis rancangan eksperimentasi yang akan anda gunakan dalam penelitian. peneliti mengatai satu kelompok utama dan melakukan intervensi di dalamnya sepanjang penelitian. Adapun rancangan single-subject atau yang dikenal dengan rancangan N of 1. peneliti menggunakan kelompok control dan kelompok eksperimen. alasan – alasan digunakannya rancangan tersebut. Misalnyal. 1999).  Tunjukkan pula apa yang ingin dikomparasikan. yang dikenal dengan rancangan kelompok dari dalam (within group design). dalam rancangan ukuran terulang (repeated measure design). Dalam rancangan pre experimental. peneliti membandingkan dua atau lebih kelompok (Keppel. 1991.Prosedur – Prosedur Eksperimentasi Selain instrument dari materi penelitian. Mengharuskan peneliti untuk mengobeservasi perilaku satu individu utama (atau sejumlah kecil individu) sepanjang penelitian. Dalam penelitian eksperimen lain. yang salah satunya dikenal dengan rancangan subjek – antara (between subject design). Rancangan penelitian ini mengeksplorasi pengaruh – pengaruh setiap treatment secara terpisah dan juga pengaruh – pengaruh variabel yang digunakan di dalamnya sehingga peneliti dapat memperoleh pandangan yang multidimensional dan lebih kaya (Keppel. dan model visual untuk membantu pembaca memahami prosedur – prosedurnya. 1991). peneliti juga perlu menjelaskan dalam proposalnya prosedur – prosedur khusus yang digunakan selama proses eksperimentasi. namun tidak secara acak memasukkan (no random assignment) para partisipan ke dalam dua kelompok tersebut (misalnya.

6. Tidak adanya garis antara kelompok – kelompok menunjukkan bahwa individu – individu di dalamnnya ditempatkan secara acak (random assignment) ke dalam kelompok – kelompok yang akan di treatment (treatment groups). untuk mengetahui dampaknya. Pemisahan lajur – lajur yang sejajar oleh garis horizontal merepresentasikan bahwa kelompok – kelompok yang diperbandingkan tidak ditempatkan secara acak (no random assignment). 1. atau justru ada intervensi peneliti didalamnya. X dan O yang berada dalam satu lajur mempresentasikan kelompok (X) dan observasi (O) yang di aplikasikan dalam lajur yang sama. gunakanlah system notasi klasik yang pernah disampaikan oleh Campbell dan Stanley (1963 : 6). bersifat simultan. efek – efek dari variabel tersebut. Simbol R merepresentasikan penempatan acak (random assignment). Praktik lain dari within group design adalah meneliti perilaku seorang individu sepanjang waktu. para partisipan dikelompokkan dalam treatmen yang berbeda – beda pada waktu yang berbeda – beda pula selama penelitian. peneliti harus mengidentifikasi beberapa hal yang berpotensi mengancam validitas dan eksperimentasinya. true experimental. Setelah berhasil diidentifikasi. O mempresentasikan proses observasi atau pengukuran dengan instrument penelitian 3. Rekomendasi saya.group desing. atau disejajarkan secara vertical. peneliti harus merancang dan mengantisipasi sedemikian rupa agar ancaman – ancaman ini tidak lagi muncul atau 209 . Ancaman – Ancaman terhadap Validitas Ada sejumlah ancaman terhadap validias yang sering kali membuat orang mempertanyakan hasil / outcome yang disimpulkan oleh peneliti : apakah hasil tersebut dipengaruhi oleh factor – factor utama. X merepresentasikan satu kelompok dalam peristiwa atau variabel eksperimental tertentu. yang didalamnya peneliti menyajikan dan memberikan treatment terhadap individu tersebut pada waktu yang berbeda – beda. quasi experimental. Simbol matra dari kiri ke kanan merepresentasikan pelaksanaan prosedur – prosedur treatment secara temporal (terkadang disimbolkan dengan anak panah) 5. dan single subject. 2. Untuk itu. 4.  Sajikanlah diagram atau gambar yang dapat menghasilkan rancangan penelitian yang anda gunakan. System notasi standar juga perlu diterapkan dalam gambar/diagram ini. Contoh – contoh berikut ini mengilustrasikan bagaimana notasi di atas digunakan untuk mengindentifikasi rancangan pre experimental.

Ancaman Validitas Internal dapat berupa prosedur – prosedur eksperimentasi.5 menyajikan beberapa ancaman ini. treatment – treatment.O2 Perbandingan Kelompok Statis atau Rancangan Pos – Tes terhadap Kelompok – Kelompok Non – Ekuivalen (Statistic Group Compariosn or Post – Test – Only with Nonequivalent Groups) Setelah melakukan treatment pada satu kelompok eksperimental (A). ancaman – ancaman yang berhubungan dengan treatment eksperimental (seperti difusi.setidaknya dapat diminimaliasasi.O Rancangan Pra – Tes Pos – Tes pada Satu Kelompok (One – Group Pre – Test Post – Test Design) Rancangan berikut ini mencakup satu kelompok yang diobservasi pada tahap pre – test yang kemudian dilanjutkan dengan treatment dan psot – test. dan rivalitas imbangan). seleksi. Tabel 8. mendeskripsikan setiap ancaman. Ada ancaman – ancaman yang melibatkan para partisipan (seperti sejarah. dan ancaman – ancaman yang berhubungan dengan prosedur – prosedur eksperimentasi (seperti. dan mortalitas). pengujian / testing dan instrumentasi). dan memberikan saran – saran kepada peneliti agar ancaman – ancaman tersebut tidak lagi dating. maturasi.O 210 . atau pengalaman – pengalaman dari para partisipan yang mengancam kemampuan peneliti untuk menarik kesimpulan – kesimpulan yang tepat dari data penelitian.Experimental Studi Kasus Dengan Satu – Bidikan (One – Shot Case Study) Rancangan Berikut Ini Melibatkan Satu Kelompok (X) Dalam Treatment Tertentu Yang Kemudian Dilanjutkan Dengan Observasi/Pengukuran (O) Kelompok A X ---------------------. Kelompok A O1 -------------------X-----------------. Kelompok A X ---------------------.2 Rancangan Pre. demoralisasi imbang.. lalu melakukan Post – test pada kelompok eksperimental A (kelompok yang sudah di treatment tadi) dan kelompok perbandingan B yang sudah dipilih sebelumnya. Ada dua jenis ancaman terhadap validitas : ancaman dalam (internal threats) dan ancaman luar (external threats). peneliti memilih satu kelompok perbandingan (B). Contoh 8.

dalam rancangan ini peneliti melakukan treatment yang sedikit berbeda (dengan rancangan sebelumnya) terhadap kelompok perbandingan non ekuvalen. peneliti melakukan pengukuran pada satu kelompok. kelompok eksperimen (A) dan kelompok control (B) diseleksi tanpa prosedur penempatan acak (without random assignment) pada dua kelompok tersebut.O Rancangan Alternatif Pos – tes Treatment dengan kelompok – kelompok Non – Ekuivalen (Alaternative Treatment Post – Test Only with Nonequipalent Groups Design) Rancangan ini menerapkan prosedur yang sama dengan rancangan Static Group Comparison sebelumnya. Hanya saja. sama – sama dilakukan pre – test dan post – test.O Contoh 8. baik sebelum maupaun sesudah treatment. Hanya kelompok eksperimen (A) saja yang di treatment. Kelompok A O ------------X---------.O -----------------------------------------------Kelompok B O -----------------------.3 Rancangan Quasi – experimental Rancangan Kelompok – control (Pra Tes dan Pos – Tes) Nonekuivalen (nonequivalent (Pre – test and Post – test)Control – Group Design) Dalam rancangan ini.----------------------------------------------Kelompok A X ---------------------.O Rancangan Serangakain waktu yang diputus oleh satu kelompok (Single – Group Interupted Time-Series Design) Dalam rancangan ini.O -----------------------------------------------Kelompok B X2 ---------------------. Berikut ilustrasinya : Kelompok A X1 ---------------------. Kelompok A O—O—O—O—X—O—O—O—O Rancangan serangkaian waktu yang diputus oleh kelompok control (control – group Interrupted Time – Series Design) 211 .

Dalam rancangan ini. Penelitia sama –sama melakukan post – test pada kedua kelompok tersebut. Kelompok A R -----------O-----------X--------------O ----------------------------------------------------------------Kelompok B R -----------O---------------------------O Rancangan Post – Test pada kelompok control (post – test – only control group design) Rancangan post test ini merupakan salah satu rancangan eksperimen yang paling popular dan diterapkan karena pre-test memberikan efek – efek yang kurang diharapkan. Kelompok A R ----------------------X--------------O Kelompok B R --------------------------------------O Rancangan Solomon Empat – Kelompok (Solomon Four – Group Design) Rancangan ini merupakan salah satu bentuk rancangan faktorial 2 X 2 yang menerapkan prosedur random assignment (R) pada para partisipan untuk dikategoriasasi ke dalam empat 212 . Kelompok A O—O—O—O—X—O—O—O—O ----------------------------------------------------------------Kelompok B O—O—O—O—O—O—O—O—O Contoh 8. hanya satu kelompok saja yang di treatment. Meski demikian. yang dipilih tanpa random assignment.Rancangan ini merupakan modifikasi dari rancangan single – group sebelumnya. dua kelompok partisipan (A dan B).4 Rancangan True Experimental Rancangan Pra – Tes Pos – Tes pada kelompok control (Pre – Test Pos – Test Control Group Design) Rancangan ini merupakan rancangan klasik dan tradisional yang menerapkan prosedur random assignment (R) pada para partisipan untuk ditempatkan ke dalam dua kelompok (A) dan (B). diobeservasi sepanjang waktu. yaitu kelompok A. Meski demikian. Peneliti menerapkan pre –test dan pos – test pada dua kelompok ini. dari dua kelompok tersebut. Yang di treatment hanya kelompok eksperimen (A) saja. Para partisipan dikategorisasikan atau ditempatkan secara acak (random assignment) dalam dua kelompok. dan hanya kelompok eksperimen (A) saja yang di treatment.

5 Rancangan Single – Subejct Rancangan Subejk – Tunggal A-B-A (A-B-A Single – Subejct Design) Rancangan ini menerapkan observasi terus menerus pada satu individu utama. dan D).B. peneliti harus melakukan post – test untuk semua kelompok tersebut tanpa terkecuali.C.kelompok (A. sebelum pada akhirnya treatment tersebut dihentikan di tahap akhir penelitia.O Kelompok B R -----------O--------------------------. Target perilaku dari individu tersebut dibangun sepanjang waktu untuk kemudian dicari perilaku utama yang menjadi garis dasar (baseline) untuk diteliti. Peneliti bisa memberikan pre-test dan treatment secara variatif pada masing – masing kelompok.6. ancaman – ancaman ini muncul ketika peneliti melakukan generalisasi 213 . dan timming eksperimentasi. Baseline A Treatment B Baseline A O—O—O—O—O—X—X—X—X—X— O—O—O—O—O—O Ancaman – ancaman terhadap valitidas eksternal juga harus di indentifikasi dan dirancang sedemikian rupa agar ancaman – ancaman tersebut dapat direduksi sedikit mungkin.O Kelompok D R ----------------------------------------. Ancaman – ancaman validitas eksternal ini muncul. setting – setting lain. keunikan – keunikan setting. ketika peneliti menarik kesimpulan – kesimpulan yang seharusnya berasal dari data sampel.O Contoh 8. Kelompok A R -----------O-----------X-------------. di treatment. ancaman – ancaman ini biasanya berasal dari karakteristik – karakteristik individu yang dipilih sebagai sampel. Misalnya.O Kelompok C R ---------------------------X-----------. misalnya. bahkan masa depan. Sebagaimana yang ditunjukkan dalam tabel 8. atau kondisi – kondisi masa lalu. Perilaku dasar ini kemudian dinilai. hanya saja. namun ia justru menariknya dari orang – orang lain.

Tidak heran jika skor-skor yang tinggi ini. Maturasi Selama peneiitian. Regresi Seleksi Mcrtalitas Para partisipan bisa saja mun-dur Peneliti dapat merekrut se-banyak dari peneiitian disebabkan banyak mungkin partisipan peneiitian untuk alasan. 214 . kelompok eksperimen dengan memoerikan jenis treatment yang diberikan terapi. Para partisipan sering kali dipilih hanya karena mereka memiliki karakteristik-karakteristik yang dianggap dapat memengaruhi hasilhasil tertentu (misalnya.Tabel 8. Peneliti dapat memilih para partisipan secara acak sehingga karakteristikkarakteristik mereka memiliki kemungkinan yang sama untuk didistri-busikan menjadi kelompok-kelompok eksperimen. para parti-sipan Peneliti dapat memilih para partisipan bisa saja berubah dan menginjak yang sudah dewasa dengan rating yang dewasa (mature) sehingga dapat sama (seperti. komu-nikasi ini bisa saja memengaruhi skor akhir kedua kelompok tersebut. guna memperoleh outcome peneiitian. Tentu saja. sedangkan sama pada dua kelom-pok tersebut se/ama kelompok kontrol tidak diberikan penelitian. ada banyak peristiwa bermunculan yang sering kali memengaruhi outcome yang tidak diharapkan. misalnya dengan karena yang 6\-treatment hanyalah memberikan treatment pada kelompok Kelompok eksperimen saja kontrol setelah penelitian usai atau (misalnya.Peneliti dapat memberikan keuntungan imbang-an nelitian bisa saja tidak setara pada dua kelompok ini. Para partisipan dalam kelom-pok Peneliti harus menjaga keter-pisahan kontrol dan eksperimen saling antara dua kelompok ini selarna berkomunikasi satu sama Iain. Para partisipan yang memiliki skor Peneliti dapat memilih para partisipan yang tinggi dipilih sebagai objek yang tidak memiliki skor-skor yang tinggi peneiitian.mereka yang mundur dengan mereka individu ini. Difusi treatmenta Demoralisasi Keuntungan diadakannya pe.5 Ancaman-ancaman terhadap Validitas Internal Jenis Ancaman Sejarah Deskripsi Ancaman Seiring berjalannya waktu selama peneiitian. skor-skor uniuk di-toliti. karena mereka lebih cerdas). yang tetap meneruskan. penelitian. Tindakan-Tindakan Responsif Peneliti dapatmemintatelonrF pok kontrol dan kelompok eksperimen untuk merasakan peristiwa-peristiwa yang sama. memengaruhi outcome peneiitian. sewaktuwaktu. umur yang sama). bisa merosot menjadi ratarata. Tidak heran jika peneliti mengantisi-pasi para partisipan yang sering kali ke-bingungan untuk mun-dur atau untuk membanding-kan mengetahui outcome atas individu. mereka sangat rnung-kin berubah selama peneiitian. Ironisnya.

misalnya perbandingkan dengan kelompok dengan cara me-ngurangi ekspektasi eksperimen dan tidak men. disebabkan kekuatan statisik yang lemah atau pe-langgaran terhadap asumsi-asumsi statistik yang sebenarnya. Rivalitas imbangan Para partisipan dalam kelompok Peneliti dapat mencari lang-kah-langkah kontrol merasa bahwa mereka strategis guna menciptakan kesetaraan didevaluasi karena di. Pengujian (testing) . respons tersebut jika ada pengujian selanjutnya. ada pula ancaman terhadap validitas konstruk.6. atau situasi-situasi lain. Perubahan instrumen dalam pre. Kutiplah referensi dari beberapa buku yang membahas mengenai ancaman terhadap 215 . dapatkan treatment sama sekali. Definisikanlah jenis ancaman dan isu-isu apa yang sering dimunculkan oleh ancaman itu.Instrumen ralisasi melampaui kelompok-kelompok yang dieksperimentasi. seperti kelompok-kelompok sosial atau ras lain. Ancaman ini muncul ketika peneliti menyajikan definisi-definisi dan ukuran-ukuran yang tidak tepat pada variabel-variabel penelitian. yang tidak termasuk objek eksperimentasi. Berikut ini adalah tips-tips penelitian praktis untuk menjabar-kan isu-isu validitas tersebut dalam proposal penelitian:     Identifikasilah ancaman-ancaman potensial terhadap validitas yang mungkin muncul. Selain ancaman terhadap kesimpulan statistik.antara dua kelompok ini.apa-apa).Peneliti dapat menggunakan instrumen test dan post-test tidak jarang yang sama untuk pre-test dan post-test. Jelaskan bagaimana Anda akan menjabarkan ancaman-ancaman ini dalam proposal eksperimen Anda. Para partisipan sudah terbiasa Peneliti harus memiliki teng-gang waktu dengan hasil akhir pengujian yang lebih lama dalam menyebarkan sehingga mereka bisa meren. Anda bisa membuat bagian terpisah khusus untuk membahas ancaman ini.kepada para partisipan. memengaruhi skor-skor penelitian. Langkah-langkah untuk menyiasati isu-isu ini juga disajikan dalam Tabel 8. setting-setting lain.instrumen-instrumen yang berbeda canakan manipulasi atas res-pons.kelompok kontrol. Ancaman-ancaman lain yang juga perlu diperhatikan adalah ancaman-ancaman terhadap validitas kesimpulan statistik yang muncul ketika peneliti menarik kesimpulan yang tidak tepat dari data penelitian.

Tindakan-Tindakan Responsif Peneliti perlu membatasi tuntutantuntutan atau klaim-klaimnya mengenai karakteristik partisipan yang sering kali membuat peneliti tidak mampu menggeneralisasi hasil penelitian. Tempatkan secara acak satu anggota dari setiap pasangan ini dalam kelompok eksperimen dan anggota lain dalam kelompok kontrol 216 . Tabel 8.Peneliti perlu melakukan penelitian setting dan karakteristik khusus dalam memilih tambahan dalam setting yang baru untuk treatment setting. Creswell (2008). peneliti sering kali tidak ulang pada waktu-waktu yang akan treatment mampu menggeneralisasi hasil datang untuk mengetahui apakah hasilpenelitian untuk situasi masa lalu hasil yang diperolehnya sama dengan dan masa depan. Antara Karena hasil ekspenmentasi terikat. Reichardt dan Mark (1998). Antara Karena ditetapkan karakteristik. observasi.Peneliti perlu melakukan penelitian sejarah dan waktu. Sumber : diadaptasi dari Creswell (2008) Jelaskan pendekatan langkah demi langkah dalam prosedur eksperimentasi tersebut. dan Tuckman (1999). dan jangka waktu yang ditetapkan. Tempatkan para partisipan secara berpasangan berdasarkan skor-skor dalam ukuran mereka sebagaimana yang telah diidentifikasi pada langkah 1 3. Borg dan Gall (1989: 679) meringkas enam langkah yang biasanya digunakan dalam prosedur rancangan pre-test post-test control group dengan menjodohkan para partisipasi dalam kelompok kontrol : 1. Cook. peneliti harus mendeskripsikan secara detail prosedurprosedur dalam melakukan eksperimentasi. treatment. Deskripsi ini akan membantu pembaca untuk memahami rancangan. hasil-hasil pada penelitian terdahulu.validitas ini. peneliti sering kali tak menge-tahui apakah hasil yang mun-cul mampu menggeneralisasi individu. peneliti sering kali tidak mampu menggenaralisasi siapa saja yang rhemiliki dan tidak memiliki karakteristik khusus untuk menjadi parti-sipan penelitian. Prosedur Dalam proposal penelitian. seperti Cook dan Campbell (1979).sama dengan yang diper-oiehnya dalam individu pada setting-setting yang setting se-belumnya. & Campbell (2001). berbeda. Peneliti me-laksanakan penelitian tambahan pada kelompok-kelom-pok/para partisipan yang memiliki karakteristik yang berbeda. Buatlah ukuran-ukuran variabel terikat atau variabel yang sangat berkorelasi dengan variabel terikat untuk setiap partisipan penelitian 2. Shadish.6 Ancaman-ancaman terhadap Validitas Eksternal Jenis Ancaman Antara pemilihan dan treatment Deskrlpsi Ancaman Karena sempitnya karakteris-tikkarakteristik yang ditetap-kan dalam memilih para parti-sipan. Misalnya.

atau multivariate analysis of variace (MANOVA) – multiple dependent measure). yang menerapkan informasi kategoris untuk variabel bebasdan informasi berkelanjutan untuk variabel terikat.penj). lihat Neuman & McCormick. 217 . Kadang-kadang. analysis of covariance (ANCOVA). lalu masing-masing data ini dihubungkan dengan garis-garis (misalnya. standard deviation (deviasi standar) dan range (jangkauan). Bandingkan performa kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pada akhir tes (post-tes) dengan menggunakan tes-tes signifikansi statistik Analsis Data Jelaskan kepada pembaca jenis-jenis analisis statistik yang akan anda gunakan selama penelitian. 1995). sedangkan untuk unit waktu gunakanlah grafik abscissa( poros horizontal) dan grafik ordinate (poros Vertikal) untuk unit target perilaku dalam observasi treatment. ketika data dalam pre-test dan posttest menunjukan deviasi pemarkaan (marked deviation) dari distribusi normal.) dalam rancangan faktorial (factorial design). seperti t test. Statistik-statistik ini haruslah berupa means (rata-rata). Buatlah ukuran-ukuran variabel terikat untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol ini 6.  Untuk rancangan subjek-tunggal (single-subject design). Lakukan treatment eksperimen pada kelompok eksperimen dan berikan treatment alternatif (atau bahkan tanpa treatment) pada kelompok kontrol 5. peneliti menggunakan pengaruh timbal-balik dan efek-efek utama dari ANOVA. (sebagaimana jenis tes ini telah ditunjukan dalam tabel 8.  Laporkan statistik-statistik deskriptif yang telah diukur dan diobservasi pada pre-test dan post-test sebelumnya. penelitian menerapkan t-test atau univariate analysis of variance (ANOVA).  Jelaskan tes statistik inferensial (inferensial statistic test) yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian.5 sebelumnya. peneliti sebaiknya menggunakan tes statistik nonparameter (parametric statical test) untuk menguji hipotesis penelitian. digunakan untuk membandingkan rata-rata beseline dengan tahap-athap treatment . Dalam rancangan eksperiman (eksperimental design). Akan tetapi. (mengenai ilustrasinya dapat dilihat dalam contoh 8.3 sebelunya. gunakanlah grafik garisgsris untuk beseline. tes-tes signifikansi statistik.4. Setiap data diformulasikan secara terpisah dalam grafik tersebut.

RINGKASAN Bab ini menjelaskan tentang komponen-komponen penting dalam merancang prosedurprosedur metodis penelitian eksperimen dan survei.meskipun prosedur-prosedur seperti ini bisa saja melanggar asumsi ukuran-ukuran variabel bebas (Borg&Gall. Kalkulasi besaran efek ini bermacammacam. Interpretasi Hasil Langkah terakhir dalam penelitian eksperimen adalah mentafsirkan penemuanpenemuan berdasarkan hipotesis atau rumusanmasalah yang sudah dirancang di awal penelitian. Pada akhirnya. yang sesuai data penelitian dan bisa saja mencerminkan rata-rata populasi yang sebenarnya. teori-teori yang Anda gunakan (Bab 3). peneliti menjelaskan tujuan. Anda juga harus menunjukkan dampakdampak dari hasil ini terhadap populasi yang diteliti atau bagi penelitian-peneiitian selanjutnya. Dalam penelitian survei. Beri-kan alasan mengapa hasil penelitian signifikan atau tidak signifikan. Jelaskan pula apakah proses treatment yang diimplementasikan benar-benar mendptakan suatu perbedaanbagi para partisipan yang diteliti. Jelaskan adakah hasil penelitian yang muncul disebabkan prosedur-prosedur eksperimental yang tidak tepat. tergantung pada tes statistik yang digunakan. berdasarkan literatur-literatur yang telah Anda review (Bab 2). jelaskan apakah hipotesis atau rumusan masalah tersebut disetujui (signifikan) atau ditolak (tidak signifikan). atau logika persuasif lain yang dapat menjelaskan hasil tersebut. setting-setting tertentu. Interval confidence merupakan perkiraan interval atas nilai statistik yang lebih tinggi dan lebih rendah. dan jelaskan pula bagaimana Anda menggeneralisasi hasil tersebut pada orang-orang tertentu. dan waktu-waktu tertentu. Dalam laporan interpretasi ini. instrumen-instrumen yang 218 . 1989)  Peneliti juga perlu melaporkan hasil-hasil statistik pengujian hipotesis. mengidentifikasi populasi dan sampel. Besaran efek merupakan kekuatan atas hasil kesimpulan tentang perbedaan-perbedaan antarkelompok atau hubungan antarvariabel dalam penelitian kuantitatif. interval confidence dan besaran efek sebagai indikator-indikator utama atas signnifikansi hasil penelitian. seperti kehadiran ancaman-ancaman terhadap validitas.

Penelitian Enns dan Hackett ini mengangkat isu umum tentang kesesuaian minat antara klien dan penasihatnya sepanjang menyangkut dimensi-dimensi dikap femi-nisme. Enns dan Hacket berhipotesis bahwa para partisipan (klien) feminis lebih reseptif pada penasihat feminis yang radikal ketimbang para partisipan non-feminis. item-item khusus.digunakan. feminis liberal. peneliti mengidentifikasi partisipan. quasi-experimental. rumusan masalah. dan bahwa para partisipan nonfeminis lebih reseptif pada penasihat feminis yang liberal dan non-seksis ketimbang para partisipan feminis. Dalam penelitian eksperimen. Tulisan ini mengilus-trasikan beberapa komponen penting dalam penelitian eksperimen seperti yang sudah dijelaskan sejak awal. salah satu contoh tulisan dari penelitian quasi-experimental yang dilakukan Enns dan Hackett (1990).6 Bagian Metodologi Penelitian Eksperimen Berikut ini. (Disini. dan single-subject. peneliti mendeskripsikan para partisipan penelitiannya). Kecuali pembahasan yang begitu terbatas mengenai analisis dan iriterpretasi data. variabel-variabel — kondisi-kondisi treatment dan variabel-variabel outcome— dan instrumen-instrumen yang digunakan untuk pre-test dan post-test. sesuai notasi yang tepat. true experiment. Setelah itu. dan materi-materi yang akan dimanfaatkan selama treatment. Rancangan dan Manipulasi Eksperimental Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial (factorial design) 3 X 2X2: Kecenderungan Penasihat (humanis-nonseksis. seperti pre-experimental. di pesisir barat. Penelitian eksperimen juga mencakup jenis-jenis rancangan eksperimen. atau feminis radikal) X Nilai-nilai (implisitatau eksplisit) X Identifikasi Feminisme Partisipan (feminis atau 219 . tulisan Enns dan Hackett ini setidaknya sudah berisi elemen-elemen penting bagai-mana menulis bagian metode penelitian eksperimen yang baik. penelitiContoh 8. Peneliti kemudian membuat sebuah gambar untuk mengilus-trasikan rancangan ini. dan komunikasi. di uni-versitas negeri dan perguruan tinggi swasta. Metode Penelitian Partisipan Partisipan dalam penelitian ini adalah 150 mahasiswi kelas dasar dan kelas atas dalam bidang sosiologi. psikologi. hubungan antarvariabel. dan langkahlangkah yang diambil dalam analisis dan interpretasi data.

Nilai-nilai implisit kami peroleh dari hasil wawancara pada sampel (klien) saja. peneliti mendeskripsikan tiga ^variabel yang di-treatment dan dimanipulasi dalam penelitiannya). kami mengidentifikasi nilainilai tersebut berdasarkan dua orientasi filospfis feminisme. (D/ sini. kami memperolehnya dengan cara menggabungkan tiga sifat konseling tadi dengan deskripsi singkat atas rekaman videotape selama 2 menit tentang seorang penasihat yang tengah menjelaskan pendekatan konselingnya kepada seorang klien... Tiga sifat konseling kami tetapkan berdasarkan tiga perbedaan filosofis feminisme (humanjsnonseksis...86 dan . Berryman Fink dan Verderber melaporkart reliabilitas konsistensi internal . yaitu Counselor Description Quesiidnnaire (CDQ) dan Personal Description Questionnaire (PDQ). Karena itulah. Kami telah mengundang para partisipan.89 untuk versi asli dari dua subskala ini. Sedangkan respons-respons penasihat justru berbeda-beda sesuai pendekatan yang mereka gunakan. Untuk nilai-nilai eksplisit. dan kami telah mengatur ATF.. Prosedur Semua tahap eksperimentasi dilakukan secara individual. (Disini. Setelah itu. peneliti menjelaskan instrumen-instrumeh dan reliabilitas skala-skala untuk variabel terikat). Pernyataanpernyataan klien dan hasil wawancara dengan mereka pada umumnya bersifat konstan (tidak berubah-ubah). menjelaskan tujuan penelitian kami untuk mengetahui respons mereka mengenai konseling.. dua subskala dari Attributions of the Term Feminist Sca/e-nya Berryman-Fink dan Verderber (1935) karni modifikasi dan kami gunakan sebagai instrumen penelitfan. sudah kami tangani dengan prosedurpairwise deletion.nonfeminis). Tiga sifat konseling (humanis-nonseksis. nilai penasihat bersifat implisit. Untuk data penelitian yang kemungkinan tidak mengenai sasaran dalam itemitem tertentu. liberal. feminis liberal. dan feminis radikal) tergambar dari hasil deskripsi singkat atas rekaman videotape selama 10 menit antara seorang penasihat wanita dan seorang klien wanita. (Di sini. kami meminta setiap partisipan untuk mengisi formulir data demografis dan 220 . yaitu liberal dan radikal. tidak pada penasihatnya secara langsung. dan radikal) dan implikasi-implikasi konselingnya. Sementara ATF dikumpulkan dan dinilai. Instrumen Cek manipulasi. Untuk rhengecek persepsi partisipan terhadap manipulasi eksperimeritai dan untuk menilai kesamaan persepsi mereka terhadap tiga penasihat. peneliti menjabarkan keseluruhan rancangan penelitian).

kami memperolehnya dari ATF. 221 . dan interpretasi hasil. Sumber : Erns dan Hackett (1990). Untuk nilai rata-rata. 35-36). LATIHAN MENULIS Setelah usai. liberal. peneliti mende'skripsikan pro-sedur-prosedur yang diterapkan dalam penelitian eksparimen). Pada tahap akhir. amati kembali Tabel 8. setelah itu baru mereka mulai diwawancarai (him.1 untuk mengetahui apakah semua komponen sudah disertakan secara jelas dalam desain yang Anda buat. jika ada) yang berhubungan dengan penelitian eksperi-men. dan sisany'a yang lain ditempatkan secara acak {randomly assigned) ke dalam'tiga' kelorhpok orientasi feminis (humanis-nonseksis. Dikutip atas izin penulis memberikan komentar-komentarnya tentang ancaman-ancaman potensial pada validitas internal dan eksternal (dan validitas statistik dan konstruk. yang akhirnya menghasilkan 12 atau 13 per cell.4 untuk mengetahui apakah semua komponen sudah disertakan secara jelas. Separuh partisipan pertama ditempatkan secara acak (randomly assigned) ke dalam 12 videotape (3 Pendekatan X 2 Nilai X 2 Penasihat). Setelah ucai. Buatlah desain penelitian berdasarkan prosedur-pro-sedur penelitian eksperimen. © 1990 oleh American Psychological Association. para partisipan kernudian diminta untuk menyelesaikan instrumen variabel terikat (dependent measure). kami memeriksa nilai rata-rata sampel final dan menga-tegorisasi kembali beberapa partisipan dengan pecahan rata-rata. Buatlah desain penelitian berdasarkan prosedur-prosedur penelitian survei. 2. analisis statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis atau rumusan masalah. amati kembali checklist dalam Tabel 8.endehgsirkan videotape yang bernubungan dengan pe-nempatan/periugasah eksperimentalnya {experimental assignment).membaca serangkaian petunjuk untuk menggunakan videotape. Nilai rata-rata untuk separuh partisipan pertama kemudian digunakan untuk mengategorisasi separuh kelompok kedua ke dalam feminis dan nonfeminis. Setelah m. Latihan Menulis 1. dan radikal) untiik memastikan hasii cell size yang setara. (D/ sini.

Dia menyajikan jenis-jenis rancangan penelitian survei. Selain itu. (2002). Pembahasan dalam buku ini pada umumnya cocok untuk para peneliti survei pemula. 222 . dimulai dari faktorfaktor yang membahayakan validitas internal dan eksternal.J.BACAAN TAMBAHAN Babbie. Dalam pendahuluan volume tersebut. A. Ringkasan detail buku-buku tersebut disajikan dalam volume pertama. Mereka juga mengajukan jenis-jenis rancangan eksperimen. Edisi kedua. dan teknis. Dia juga menyajikan gagasan yang amat penting terkait dengan bagai-mana mengatur kuesioner dan memproses hasil akhir. membuatnya lebih menarik untuk dipelajari. CA: Sage. bagaimana melaksanakan survei. Survey Research Methods. Survey Research Methods. Bab ini cocok bagi mahasiswa yang baru belajar penelitian eksperimen. Belmont. F. Fink mem-bahas aspek-aspek penelitian survei. Thousand Oaks. quasi experimental. (2002). Edisi ketiga. (him. The Survey Kit. D. Gage (Ed. bagaimana melakukan sampling. 1-76) Salah satu bab dalam Handbook ini membahas penelitian ekspe-rimen. Apalagi di dalamnya juga disajikan banyak contoh dan ilustrasi yang bagus. dan prosedur-prosedur statis-tik. Dia membahas konseptualisasi instrumen survei dan skala-skalanya. dan rancangan correlational dan ex post facto. Thousand Oaks. & Stanley. Buku ini sangat detail." dalam N. ancaman-ancaman terhadap validitas. (1990). sangat cocok bagi mahasiswa yang sudah berada di level intermediate atau advance dalam mempelajari penelitian survei. Handbook of Research on Teaching. Chicago: Rand-McNally. disertakan pula pembahasan tentang analisis data dengan fokus pada bagaimana membuat dan memahami tabel-tabel dan menulis laporan survei. bagaimana melibatkan diri dalam wawancaran telepon. logika sampling. "Experimental and Quasi-Experimental Designs for Research. Campbell dan Stanley merancang sistem notasi untuk penelitian eksperimen yang hingga saat ini masih digunakan. Fowler. yang meliputi antara lain: bagai-mana mengajukan pertanyaan. CA: Wadsworth. Campbell. J.C. Bab ini menyajikan ringkasan yang menarik tentang jenis-jenis rancangan eksperimen. jenis-jenis rancangan preexnerimental. "The Survey Kit" disusun daribeberapa buku dan dieditori oleh Arlene Fink. true experiment. dan bagaimana mengukur validitas dan relia-bilitas. E. CA: Sage. Earl Babbie membahas secara detail aspek-aspek penelitian survei.T. (1963). (Edisi kedua. Fink.). informatif. L. dan contoh-contoh untuk masingmasing rancangan.

mengilustrasikan bagaimana menampilkan data dengan grafik garis-garis. G. 223 . merancang pertanyaan yang baik. Neuman. Single-Subject Experimental Research: Applications for Literacy. Dia menjelaskan tentang bagaimana menerapkan prosedur sampling alternatif. yang ingin memahami rancangan dan anaiisis statistik eksperimentasi. (Ed. Design Sensitivity: Statistical Power for Experimental Research. Keppel. Salah satu bab. Upsey. (1990). Anda sebenarnya juga bisa menerapkan rancangan ini untuk bidang ilmu sosial-humaniora. (1995). Geoffrey Keppel menjelaskan penelitian eksperimen secara detail dan menyeluruh.Floyd Fowler menyajikan tulisan menarik tentang keputusan-keputusan yang harus diambil dalam melaksanakan proyek penelitian survei. misalnya. mereka juga menyajikan prosedur-prosedur statistik yang bisa diterapkan dalam analisis data single-subject. Secara kese-luruhan. Mereka juga menyajikan banyak contoh jenis-jenis rancangan yang lain. Meskipun aplikasi dari rancangan single-subject yang dijeiaskan dalam buku ini secara khusus diorientasikan untuk bidang kesusastraan. mengumpulkan data. M. mengurangi rating nonrespons. Mark Iipsey menulis sebuah buku yang membahas rancangan-rancangan eksperimental dan kekuatan statistik dari rancangan-rancangan tersebut. DE: International Reading Association. buku ini cocok dibaca oleh mahasiswa dalam bidang statistik di level intermediate hingga advance. CA: Sage. seperti reversal design dan Tiniltipe-baseline design. NJ: Prentice-Hall. mulai dari prinsip-prinsip rancangan eksperimen hingga anaiisis statistik terhadap data-data eksperimen. menerapkan teknik-teknik wawancara yang menarik. Newark. & McCormick.W. Buku ini mengeksplorasi kekuatan statistik dan menyertakan sebuah tabel untuk membantu para peneliti menentukanbesaran (size) yang sesuai untuk kelompok-kelompok yang diteliti. (1991). S. Newbury Park. Edisi ketiga.. Selain itu. mempersiapkan anaiisis.B. S. Susan Neuman dan Sandra McCormick mengeditori sebuah buku panduan praktis yang membahas ten tang rancangan penelitian single-subject. dan menghadapi masalah-masalah etis dalam penelitian survei. Premis dasarnya adalah: bahwa sebuah eksperi-mentasi perlu memiliki sensitivitas yang memadai untuk mendeteksi pengaruh-peng£ruh dari objek yang diteliti.). Design and Analysis: A Researcher's Handbook. Bab pendahuluan dalam Handbook ini menyajikan ringkasan yang begitu informatif rnengenai komponen-komponen dalam rancangan eksperimen. Englewood Cliffs.

Bab Sembilan

Prosedur-prosedur Kualitatif
Prosedur-prosedur kualitatif memiliki pendekatan yang lebih beragam dalam peneiitian akademik ketimbang metode-metode kuantitatif. Penelitian kualitatif juga memiliki asumsi asumsi filosofis, strategi-strategi penelitian, dan metode-metode pengumpulan, analisis, dan interpretasi data yang beragam. Meskipun prosesnya sama, prosedur-prosedur kualitatif tetap mengandalkan data berupa teks dan gambar, memiliki langkah-langkah unik dalam analisis datanya, dan bersumber dari strategi-strategi peneiitian yang berbeda-beda. Pada dasarnya, strategi-strategi penelitian yang dipilih dalam proyek kualitatif sangat berpengaruh terhadap prosedur-prosedurnya yang, meski seragam, tetap menunjukkan pola yang berbeda-beda. Melihat landskap prosedur-prosedur kualitatif berarti melihat perspektifperspektif yang beragam, mulai dari perspektif keadilan sosial (Denzin & Lincoln, 2005), perspektif ideologis (Lather, 1991), perspektif filosofis (Schwandt, 2000), hingga petunjukpetunjuk prosedur sistematis (Creswell, 007; Corbin & Strauss, 2007). Semua perspektif ini bersaing untuk menjadi landasan utama dalam penelitian kualitatif. Bab ini berusaha mengombinasikan perspektif-perspektif tersebut, menyajikan prosedurprosedur urnum, dan menampilkan contoh-contoh dari beragam strategi kualitatif. Bab ini juga akan menyajikan gagasan-gagasan dari beberapa pakaryang menulis tenta.ng rancangan proposal kualitatif (misalnya, lihat Berg, 2001; Marshall &. Rossman, 2006; Maxwell, 2005; Rossman & Rallis, 1998). Topik-topik yang termasukke dalam bagian prosedur kualitatif antara lain: karakteristik-karakteristik penelitian kualitatif, strategi peneiitian, peran peneliti, langkah-langkah dalam pengumpulan dan analisis data, strategi-strategi validasi, akurasi penemuan, dan struktur naratif. Tabel 9.1 menunjukkan checklist pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana merancang prosedur-prosedur kualitatif ini.

KARAKTERISTIK-KARAKTERISTIK PENEUTIAN KUALITATIF Bertahun-tahun lamanya, para penulis proposal terus berusaha membahas karakteristikkarakteristik penelitian kualitatif untuk me-mastikan legitimasi dari pihak fakultas dan pembacanya. Saat ini, pembahasan-pembahasan semacam itu sudah jarang dijumpai dalam literatur. Bahkan, sekarang ada beberapa konsensus yang telah meng-atur ketentuan-

224

ketentuan dalam penelitian kualitatif. Untuk itulah, saran saya bagi para penulis proposal yang ingin merancang bagian karakteristik penelitian ini antara lain:  Amatilah apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh para pembaca proposal Anda. Identifikasilah apakah pembaca Anda sudah banyak mengetahui karakteristikkarakteristik penelitian kualitatif sehingga bagian ini tidak begitu pen ting bagi mereka.  Jika Anda ragu-ragu atas pengetahuan mereka, jelaskan karakteristik-karakteristik dasar penelitian kualitatif dalam proposal Anda dan jika rnemungkinkan, bahaslah sebuah artikel jurnal (atau studi) kualitatif baru-baru ini sebagai contoh untuk mengilustrasikan karakteristik-karakteristik tersebut.  Sejumlah karakteristik penelitian kualitatif bisa saja digunakan (seperti, Bogdan & Biklen, 1992; Eisner, 1991; Hatch, 2002; LeCompte & Schensul, 1999; Marshall & Rossman, 2006), tetapi saya lebih mengandalkan pada analisis gabungan dari beberapa penulis ini yang sudah saya sertakan secara menyeluruh dalam buku saya tentang penelitian kualitatif (Creswell, 2007). Saya tidak hanya menyertakan perspektifperspektif tradisional saja, tetapi juga perspektif-perspektif baru dalam penelitian kualitatif, seperti advokasi, partisipatoris, dan refleksi-diri. Berikut ini adalah beberapa karakteristik penelitian kualitatif yang disajikan tidak dalam urutan prioritas tertentu.

Tabel 9.1 Checklist pertanyaan-pertanyaan untuk merancang prosedur kualitatif --------Apakah karakteristik-karakteristik dasar penelitian kualitatif sudah di-jelaskan? jenis strategi kualitatif yang akan dan digunakan penerapan juga dari sudah strategi

---------- Apakah -

dijelaskan?

Apakah

sejarah,

definisi,

tersebut sudah dijelaskarvpula? _____ --------- Apakah pembaca dapat memahami peran peneliti dalam peneiitian tersebut (pengalaman historis, sosial, dan kultural sebelumnya, hubungan personal dengan lokasi dan partisipan, langkah-langkah dalam memperoleh entri, dan masalahmasaiah etis)? ---------- Apakah strategi sampling dalam memilih lokasi dan partisipan penelitian sudah -------diidentifikasi? Apakah jenis strategi pengumpulan data dan rasionalisasi pengguna-annya juga
225

sudah dijabarkan? ---------- Apakah langkah-langkah perekaman/pencatatan informasi selama prosedur pengumpulan .data sudah dijelaskan? ---------- Apakah langkah-langkah analisis data juga sudah dijabarkan? --------Apakah ada bukti/petunjuk bahwa peneliti telah mengatur data untuk dianalisis?

---------- Apakah peneliti telah merew'ewdata secara umum untuk memperoleh makna informasi? ---------- Apakah data sudah di-cocffng? ---------- Apakah kode-kode sudah dirancang untuk membentuk deskripsi atau mengidentifikasi tema-tema utama? ---------- Apakah tema-tema tersebut sating terkait satu sama lain, memperkuat analisis dan abstraksi? ---------- Apakah cara-cara penyajian data sudah dijelaskan —misalnya dalam bentuk tabel, grafik, atau gambar? --------Apakah dasar-dasar dalam menginterpretasi data sudah dijelaskan secara rinci (pengalaman-pengalaman personal, literatur, pertanyaan-pertanyaan, agenda aksi)? ---------- Apakah peneliti sudah menyebutkan outcome penelitian (misalnya, untuk mengembangkan/msnciptakan suatu teori, menyajikan gambar-an kompleks tentang tema)? ---------- Apakah ada strategi-strategi lain yang dikutip untuk menvalidasi hasil atau penemuan penelitian?  Lingkungan alamiah (natural setting); para peneliti kualitatif cenderung mengumpulkan data lapangan di lokasi di mana para partisipan mengalami isu atau masalah yang akan diteliti. Peneliti kualitatif tidak membawa individu-individu ini kedalm laboratoratorium (atau dalam situasi yang telah di-setting sebelumnya); tidak pula membagikan instrumen-instrumen kepada mereka. Informasi yang dikumpulkn dengan berbicara langsung kepada orang-orang dan melihat mereka bertingkah laku dalam konteks natural inilah yang menjadi karakteristik utama peneliti kualitatif.

226

Dalam setting yang alamiah, para peneliti kualitatif melakukan interaksi face-to-face sepanjang penelitian.  Penneliti sebagai instrumen kunci (researcher as key instrument); para peneliti kualitatif mengumpulkan sendiri data melalui dokumentasi, observasi perilaku, atau wawancara dengan para partisipan. Mereka bisa saja mengumpulkan protokol-sejenis instrumen untuk mengumpulkan data-tetapi diri merekalah yang sebenarnya menjadi satu-satunya instrumen dalam mengumpulkan informasi. Mareka, pada umumnya, tidak menggunakan kuesioner atau instrumen yang di buat oleh peneliti lain.  Beragam sumber data (multiple sources of data); para peneliti kualitatif biasanya memilih mengumpulkan data dari beragam sumber, seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi, ketimbang hanya bertumpu pada satu sumber data saja. Kemudian, peneliti mereview semua data tersebut, memberikannya makna, dan mengolahnya ke dalam kategori-kategori atau tema-tema yang melintasi semua sumber data.  Analisis data induktif (inductive data analysis); para peneliti kualitatif membangun pola-pola, kategori-kategori, dan tema-temanya dari bawah ke atas (induktif), dengan mengolah data ke dalam unit-unit informasi yang lebih abstrak. Proses induktif ini mengilustrasikan usaha peneliti dalam mengolah secara berulang-ulang membangun serangkaian tema yang utuh. Proses ini juga melibatkan peneliti untuk bekerjasama dengan para partisipan secara interaktif sehingga partisipan memiliki kesempatan untuk membentuk sendiri tema-tema dan abstraksi-abstraksi yang muncul dari proses ini.  Makna dari para partisipan (paticipants’ meaning); dalam keseluruhan proses penelitian kualitatif, peneliti terus fokus pada usaha mempelajari makna yang disampaikan para partisipan tentang masalah atau isu penelitian, bukan makna yang disampaikan oleh peneliti atau penulis lain dalam literatur-literatur tertentu.  Rancangan yang berkembang (emergent design); bagi para peneliti kualitatif, proses penelitian selalu berkembang dinamis. Hal ini berarti bahwa rencana awal penelitian tidak bisa secara ketat dipatuhi. Semua tahap dalam proses ini bisa saja berubah setelah peneliti masuk kelapangan dan mulai mengumpulkan data. Misalnya, pertanyaan-pertanyaan bisa saja berubah, strategi pengumpulan data juga bisa berganti, dan individu-individu yang diteliti serta lokasi-lokasi yang dikunjungi juga bisa berubah sewaktu-waktu. Gagasan utama di balik penelitian kualitatif sebenarnya adalah mengkaji masalah atau isu dari para partisipan dan melakukan penelitian untuk memperoleh informasi mengenai masalah tersebut.
227

 Perspektif teoritis (theoretical lens); para peneliti kualitatif sering kali menggunakan perspektif tertentu dalam penelitian mereka, seperti konsep kebudayaan, etnografi, perbedaan-perbadaan gender, ras, atau kelas yang muncul dari orientasi-orientasi teoritis, seperti yang telah dijelaskan pada Bab 3. Terkadang pula penelitian dapat diawali dengan mengidentifikasi terlebih dahulu konteks sosial, politis, atau historis dari masalah yang akan diteliti.  Bersifat penafsiran (interpretive); penelitian kualitatif merupakan salah satu bentuk penelitian interpretif di mana di dalamnya para peneliti kualitatif membuat suatu interpretasi atas apa yang mereka lihat, dengar, dan pahami. Interpretasi-interpretasi mereka bisa saja berbeda dengan latar belakang, sejarah, konteks, dan pemahamanpamahaman mereka sebelumnya. Setelah laporan penelitian diterbitkan, barulah para pembaca dan para partisipan yang melakukan interpretasi, yang seringkali berbeda dengan interpretasi peneliti. Karena pembaca, partisipan, dan peneliti sama-sama terlibat dalam proses interpretif ini, tampaklah bahwa penelitian kualitaif memang menawarkan pandangan-pandangan yang beragam atas suatu masalah.  Pandangan menyeluruh (holistic account); para penelitia kualitatif berusaha mambuat gambaran kompleks dari suatu masalah atau isu yang diteliti. Hal ini melibatkan usaha pelaporan perspektif-perspektif, pengidentifkasian faktor-faktor yang terkait dengan situasi tertentu, dan secara umum usaha pensketsaan atas gambaran besar yang muncul. Untuk itulah, para peneliti kualitatif diharapkan dapat membuat suatu model visual dari berbagai aspek mengenai proses atau fenomena utama yang diteliti. Model inilah yang akan membantu mereka membangun gambaran holistik (lihat, misalnya, Creswell & Brown, 1992) STRATEGI-STRATEGI PENELITIAN Selain karakteristik-karakteristik utama diatas, penelitian kualitatif juga memiliki strategi-strategi penelitian yang spesifik. Strategi-strategi ini utamnya terkait dengan pengumpulan data, analisis data, dan laporan penelitian, tetapi tetap berasal dari berbagai disiplin dan teru berkembang dinamis sepsnjang proses penelitian (seperti, jenis-jenis problem, masalah-masalah etis, dan sebagainya) (Creswell, 2007b). Ada banyak strategi kualitatif yang sudah dibahas, seperti 28 pendekatan yang pernah diidentifikasi oleh Tesch (1990), 19 jenis dalam konsep pohon-nya Wolcott (2001), dan 5 pendekatan kualitatif oleh Creswell (2007).

228

Seperti yang telah dijelaskan dalam Bab 1, saya merekomendasikan agar para peneliti kualitatif memilih antara beberapa kemungkinan, seperti naratif, fenomenologi, etnografi, studi kasus, dan grounded theory. Saya memilih lima strategi ini karena kelimanya cukup populer dalam ilmu kesehatan dan sosial saat ini. Strategi-strategi lain juga ada dan sudah byank dibahas secara meyakinkan dalam buku-buku kulaitatif, seperti penelitian tindakan partisipatoris (Kemmis & Wilkinson, 1998) atau analisis wacana (Cheek, 2004). Khusus untuk lima pendekatan tadi, para peneliti dapat mengkaji individu-individu (dengan naratif atau fenomenologi); mengeksplorasi proses, aktivitas, dan peristiwa-peristiwa (dengan studi kasus atau grounded theory); atau mempelajari perilaku culture-sharing dari individuindividu atau kelompok-kelompok tertentu (dengan etnografi). Dalam menulis prosedur penelitian untuk proposal kualitatif, pertimbangkan tipstips penelitan berikut ini:   Jelaskan pendekatan spesifik yang akan anda gunakan. Sajikan sejumlah informasi historis mengenai strategi penelitan yang akan Anda terapkan, seperti asal mulanya, penerapannya, dan definis ringkasnya (lihat Bab 1 tentang lima strategi penelitian kualitatif).   Jelaskam mengapa strategi tersebut dianggap sesuai untuk anda gunakan dalam penelitian Anda. Jabarkan pula bagaimana penggunaan strategi tersebut dapat menentukan jenis-jenis pertanyaan yang diajukan (lihat Morsee, 1994, untuk pertanyaan yang berhubungan dengan strategi penelitian), cara-cara pengumpulan data, langkah-langkah analisis data, dan narasi/laporan akhir. PERAN PENELITI Sebagaiman yang telah dijelaskan sebelumnya, penelitian kualitatif merupakan penelitian interpretif, yang didalamnya peneliti terlibat dalam pengalaman yang berkelanjutan dan terus-menerus dengan para partisipan. Keterlibatan inilah yang nantinya memunculkan serangkaian isu-isu strategi, etis, dan personal dalam proses penelitian kualitatif (Locke et at.,2007). Dengan keterlibatannya dalam concern seperti ini, peneliti kualitatif berperan untuk mengidentifikasi bisa-bisa, nilai-nilai, dan latar belakang pribadinya secara refleksif, seperti gender, sejarah, kebudayaan, dan status sosial ekonominya, yang bisa saja turut membentuk interpretasi mereka selama penelitian. Selain itu, para peneliti kualitatif juga berperan memperoleh entri dalam lokasi penelitan dan masalah-masalah etis yang bisa muncul tiba-tiba.
229

jelaskan bagaimana Anda akan 230 . Meskipun pengumpulan data bisa berlangsung nyaman dan mudah. Jika penelitian backyard akan digunakan . atau setting kerja peneliti. mitra-mitra.  Jelaskan langkah-langkah yang diambil untuk memperoleh izin dalam meneliti para partisipan dan lokasi penelitian (Marshall & Rossmas. Bogdan dan Biklen (1992) menjelaskan beberapa hal yang dapat dibahas dalam proposal untuk keperluan izin ini: 1. sajikan Surat Persetujuan atau Surat Izin dari IRB dan jelaskan proses-proses memperoleh izin tersebut. Tugas ini sering kali mengharuskan peneliti terlibat dalam kompromi-kompromi tertentu untuk mengungkap informasi dan memunculkan isu-isu kekuasaan. setting. 1992) melibatkan usaha identifikasi atas strategi pengolahan. 2006). tidak utuh. dan berilah keterangan mengenai lokasi penelitian. Proposal ringkas perlu dibuat untuk diserahkan sebagai pertimbangan kepada phak security tersebut. Nyatakanlah pengalaman-pengalaman Anda sebelumnya yang kira-kira dapat mencerminkan data mengenai latar belakang yang komprehensif sehingga pembaca bisa lebih memahami topik.  Jelaskan hubungan antara Anda (sebagai peneliti) dan partisipan. Untuk masalah-masalah etis ini. 2001). Apa yang dapat diperoleh pehiak security dari penelitian ini?  Berikan penjelasan mengenai masalah-masalah etis yang mungkin muncul (lihat Bab 3) (Berg. atau penuh dengan kompromi-kompromi juga tidak bisa diremehkan begitu saja. Mengapa lokasi tersebut dipilih sebagai lokasi penelitian? 2. Peneliti perlu memiliki akses untuk meneliti dan mengarsipkan lokasi penelitian dengan cara berusaha mendapatkan izin dari pihak security atau individu-individu tertentu yang memiliki akses pada lokasi tersebut dan memberikan izin penelitian. Apakah penelitian ini kan mengganggu lingkungan sekitar? 4. atau para partisipan serta interpretasi Anda atas fenomena tertentu. Bagaimana melaporkan hasil penelitian? 5. masalah-masalah pelaporan data yang sering kali mengandung bias. Dalam lampiram. Penelitian ―Backyard‖ (Glesne & Peshkin. Kegiatan-kegiatan apa yang akan dilakukan di lokasi tersebut selama penelitan? 3. cobalah menerapkan beberapa strategi validasi (akan dijelaskan kemudian) untuk membuat pembaca merasa yakin akan akurasi hasil penelitan.  Jelaskan langkah-langkah yang Anda lalui dalam memperoleh izin dari Dewan Pertimbangan Institusional /Institutional Review Board (IRB) (lihat Bab 4) untuk memproteksi hak-hak para partisipan.

mulai dari sebagai nonpartisipan hingga partisipan utuh. mengumpulkan informasi melalui observasi dan wawancara.  Jelaskan jenis-jenis data yang akan dikumpulkan. aktor (siapa yang akan diobservasi atau diwawancarai). materi-materi visual. Gagasan di balik penelitian kualitatif adalah memilih dengan sengaja dan penuh perencanaan para partisipan dan lokasi (dokumen-dokumen atau materi visual) penelitian yang dapat membantu peneliti mamahami masalah yang diteliti. 231 . yaitu: setting (lokasi penelitian). 1994). penting merahasiakan nama-nama orang. lokasi. Observasi kualitatif merupakan observasi yang di dalamnya peneliti langsung turun ke lapangan untuk mengamati perilaku dan aktivitas individu-individu di lokasi penelitian. serta usaha merancang protokol untuk merekam/mencatat informasi. Dalam penelitian kualitatif. Para peneliti kulitatif juga dapat terlibat dalam peran-peran yang beragam. yang biasa dijumpai dalam penelitan kuantitatif.2. Misalnya.  Identifikasi lokasi-lokasi atau individu-individu yang sengaja dipilih dalam proposal penenlitian. dengan mengajukan sejumlah pertanyaan yang memang diketahui oleh peneliti) – aktivitas-aktivitas dalam lokasi penelitian. Dalam pengamatan ini. Langkah-langkah pengumpulan data meliputi usaha membatasi penelitian. atau aktifitas-aktifitas tertentu. Dalam hal ini. PROSEDUR-PROSEDUR PENGUMPULAN DATA Penjelasan tentang peranan peneliti akan turut menentukan penjelasan tentang masalah-masalah yang mungkin muncul dalam proses pengumpulan data. Pembahasan mengenai para partisipan dan lokasi penelitian dapat mencakup empat aspek (Miles dan Huberman. proses merahasiakan informasi juga perlu dibahas dalam proposal penelitian. 1. tidak terlalu dibutuhkan random sampling atau pemilihan secara acak terhadap para partisipan dan lokasi penelitian. Peneliti-dalam kebanyakan penelitian kualitatif-mengumpulkan beragam jenis data dan memanfaatkan waktu seefektif mungkin untuk mengumpulkan informasi dilokasi penelitian. baik yang tersetruktur maupun tidak. seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 9. peneliti merekam/mencatat-baik dengan cara terstruktur maupun semistruktur (misalnya.mengantisipasinya. ketika sedang meneliti topik yang sensitif. dokumentasi. Prosedur-prosedur pengumpulan data dalam penelitian kualitatif melibatkan empat jenis strategi. dan proses (sifat peristiwa yang dirahasiakan oleh aktor dalam setting penelitian).

ganjil. Wawancarawawancara seperti ini tentu saja memerlukan pertanyaan-pertanyaan yang secara umum tidak tersetruktur (unstructured) dan bersifat terbuka (openended) yang dirancang untuk memunculkan pandangan dan opini dari para partisipan.   KelemahanKelemahan Peneliti bisa saja tampak sebagai pengganggu. siswa) sering kali hanya mendatangkan masalah selama proses penelitian. Kelebihan-Kelebihan. Sejumlah partisipan tertentu (seperti. Telepon –peneliti mewawancarai partisipan lewat telepon Opsi-Opsi Focus group – peneliti pewawancarai   Kelebihan-Kelebihan Peenliti mendapatkan pengalaman langsung dari partisipan. Dalam wawancara kualitatif. Opsi-Opsi. Partisipan sebagai observer –peran observasi sekunder diserahkan kepada partisipan. atau aneh bisa di deteksi selama observasi. Berhadap-hadapan – peneliti melakukan wawancara perorangan. Tabel 9. dan Kelemahan-Kelemahan Pengumpulan Data Kualitatif Jenis-Jenis Observasi  Opsi-Opsi Partisipasi utuh – peneliti menyembunyikan perannya sebagai Observer. Peneliti utuh – peneliti mengobservasitanpa bantuan partisipan. Peneliti sebagai partisipan – peneliti menampakkan perannya sebagai observer.        Wawancara     Informasi yang diperoleh bisa saja tidak murni karena masih disaring kembali oleh peneliti. Peneliti sangat mungkin tidak dapat melaporkan hasil observai yang bersifat frivat. Jenis-Jenis  Kelebihan-Kelebihan  Para partisipan bisa lebih leluasa memberikan 232 Kelemahan-Kelemahan  Wawancara hanya akan memberikan informasi di tempat . wawancarai mereka dengan telepon.2. Aspek-aspek yang tidak biasa. Peneliti tidak dianggap memiliki skill observasi yang baik. Opsi pertama penting ketika peneliti tidak bisa mengobservasi secara langsung semua partisiapan.2 Jenis-Jenis. Opsi terkhir penting jika peneliti tengah mengeksplorasi topik-topik yang mungkin kurang menyenangkan bagi para partisipan untuk dibahas. Peneliti dapat melakukan perekaman ketika ada informasi yang muncul. atau terlibat dalam focus group interview (interview dalam kelompok tertentu) yang terdiri dari enam sampai delapan partisipan per kelompok. peneliti dapat melakukan face-to-face interview ( wawancara berhadap-hadapan) dengan partisipan.

partisiapan dalam sebuat kelompok Wawancara internet dengan email atau perangkat online lain.

Doumentasi  

Dokumen publik, seperti makalah, atau koran. Dokumen privat, seperti diary, buku harian, atau surat.

Jenis-Jenis

Opsi-Opsi 

AudioVisual

  

Foto Vediotape Objek-objek seni

yang sudah ditentukan, dan bukan di tempat alamiah.  Kehadiran peneliti bisa saja melahirkan respons-respons yang bias.  Tidak semua orang punya kemampuan artikulasi dan persepsi yang setara. Memungkinkan  Tidak semua orang peneliti memperoleh memiliki bahasa dan kata-kata kemampuan tekstual dari artikulasi dan partisipan. persepsi yang setara. Dapat diakses kapan saja –sumber  Dokumen ini bisa informasi yang tidak saja diproteksi dan terlalu menonjol. tidak memberikan akses privat mapun Menyajikan data publik. yang berbobot. Data ini biasanya sudah  Mengharuskan ditulis secara peneliti menggali mendalam oleh informasi dari partisipan tempat-tempat yang mungkin saja sulit ditemukan. Kelebihan-Kelebihan Kelemahan-Kelemahan Sebagai bukti tertulis,  Dokumen yang data ini benar-benar terkomputerisasi dapat menghemat masih waktu peneliti dalam mengharuskan mentranskip. peneliti untuk mentranskip secara online atau menscanning-nya terlebih dahulu.  Materi-materinya sangat mungkin tidak lengkap.  Dokumen tersebut bisa saja tidak asli atau tidak akurat. Bisa menjadi metode  Materi seperti ini yang tidak terlalu bisa saja sangat menonjol dalam rumit untuk
233

informasi historis. Memungkinkan peneliti mengontrol alur tanya jawab (questioning).

proses pengumpulan ditafsirkan. data.  Bebarapa materi audio-visual  Memberikan kesempatan bagi diproteksi dan tidak partisipan untuk memberikan akses membagi publik maupun pengalamannya privat. secara langsung.  Kehadiran peneliti (seperti, fotografer)  Materi audio-visual merupakan materi sangat mungkin kreatif yang dibuat mengganggu dengan penuh (disruptif). perhatian. Catatan: Tabel ini merupakan gabungan dari beberapa materi yang pernah disampaikan oleh Software komputer film Merriam (1998), Bogdam & Biklen (1992), dan Creswell (2007) 3. Selama proses penelitian, peneliti juga bisa mengumpulkan dokumen-dokumen kulitatif. Dokumen ini bisa berupa dokumen publik (seperti, koran, makalah, laporan kantor) ataupun dokumen privat (seperti, buku harian, diary, surat, e-mail). 4. Kategoti terakhir dari data kualitatif adalah materi audio dan visual. Data ini bisa berupa foto, objek-objek seni, videotape, atau segala jenis suara/bunyi.  Dalam membahas pengumpulan data lain di luar observasi dan wawancara yang biasa. Strategi-strategi yang tidak biasa seperti ini tidak hanya memungkinkan peneliti memperoleh informasi penting yang mungkin luput dari observasi dan wawancara, tetapi juga akan membuat pembaca tertarik pada proposal yang diajukan. Misalnya, amatilah sejumlah pendekatan pengumpulan data dalam Tabel 9.3 yang mungkin bisa anda gunakan. Dari tabel ini, diharapkan anda mampu membuka imajinasi lebih luas terhadap kemungkinan pendekatan-pendekatan lain, misalnya dengan mengumpulkan bunyi atau rasa, atau dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang disukai partisipan untuk membangkitkan komentar mereka selama wawancra.

 

PROSEDUR-PROSEDUR PEREKAM DATA Sebelum terjun kelapangan, peneliti kualitatif merencanakan pendekatan untuk merekam data penelitian. Proposal seharusnya mengidentifikasi data apa yang akan direkam dan prosedur-prosedur apa yang digunakan untuk merekam data tersebut.

234

Gunakanlah protokol untuk merekam data observasional. Peneliti sering kali terlibat dalam banyak observasi selama penelitian dan selama observasi ini; peneliti meggunkan protokol observasional untuk merekam data. Protokol ini bisa berupa satu lembar kertas dengan garis pemisah di tengah untuk membedakan catatan-catatac deskriptif (deskripsi mengenai partisipan, rekonstruksi dialog, deskripsi mengenai setting fisik, catatan tentang peristiwa

Tabel 9.3 Beberapa Pendekatan Pengumpulan Data Kualitaif Observasi Observasi      Mengumpulkan data lapangan denga berperan sebagai partisipan. Mengumpulkan data lapangan dengan berperan sebagai Observer. Mengumpulkan data lapangan dengan lebih banyak berperan sebagai partisipan ketimbang observer. Mengumpulkan data lapangan dengan lebih banyak berperan sebagai observer ketimbang partisipan. Mengumpulkan data lapangan dengan berperan sebagai outsider (orang luar) terlebih dahulu, kemudian mulai masuk kedalam setting penelitian sebagai insider (orang dalam) Wawancara      Melaksanakan wawancara tidak-tersetruktur dan terbuka, sambil mencatat hal-hal penting. Melaksanakan wawancara tidak-tersetruktur dan terbuka, sambil merekamnya dengan audiotape, lalu mentranskipnya. Melaksanakan wawancara semi-terstruktur, sambil merekamnya dengan audiotape, lalu mentranskipnya. Melaksankan wawancara focus group, sambil merekamnya dengan audiotape, lalu mentranskipnya. Melaksanakan jenis wawancara yang berbeda sekaligus: melalui email, dengan berhadaphadapan langsung, wawancara focus group, wawancara focus group online, dan wawancara telepon. Dokumentasi    Mendokumentasikan buku harian selama penelitian. Meminta buku harian atau diary dari partisipan selama penelitian. Mengumpulkan surat pribadi ari partisipan.
235

             

Menganalisis dokumen publik (seperti, memo resmi, catatan-catatan resmi, atau arsiparsip lainnya). Menganalisis autobiografi atau biografi. Meminta foto partisipan atau merekam suara mereka dengan videotape. Audit-audit. Rekaman medis

Materi Audio-Visual Menganalisis jejak-jejak fisik (seperti, jejak-jejak kaki di salju). Merkam atau memfilmkan situasi sosial atau seorang individu atau kelaompok tertentu. Menganalisis foto dan rekaman video. Mengumpulkan suara/bunyi (seperti, musik, teriakan anak, klakson mobil), Mengumpulkan email. Mengumpulkan text massage dari telepon seluler. Menganalisis harta kepemilikan atau objek-objek ritual. Mengumpulkan bunyi, aroma, rasa, atau stimuli-stimuli indra lainnya

Sumber: Diadopsi dari Creswell (2007) dan aktivitas tertentu) dengan catatan-catatan refleksif (pengetahuan pribadi peneliti, seperti ―spekulasi, perasaan, masalah, gagasan, dugaan, kesan, dan prasangka‖) (Bogdan & Biklen, 1992:121). Dalam prorokol ini juga bisa disertsakan informasi demografis, seperti jam, tanggal, dan lokasi di mana peneliti saat itu berada.  Gunakanlah protokol wawancara ketika mengajukan pertanyaan dan merekam jawabanjawaban selama wawancara kualitatif. Protokol ini bisa mencakup komponen-komponen berikut ini: 1. Judul (tanggal, lokasi, pewawancara/peneliti, yang diwawancarai/partisipan). 2. Instruksi-instruksi yang harus diikuti oleh partisipan agar prosedur-prosedur wawancara dapat berajalan lancar. 3. Pertaanyaan-pertanyaan (biasanya pertanyaan ice-breaker di awal wawancara yang kemudian dilanjutkan dengan 4-5 pertanyaan yang menjadi subpertanyaansubpertanyaan dari rumusan masalah penelitian; lalu diikuti oleh beberapa pertanyaan lain atau pertanyaan penutup, seperti: ―siapa yang harus saya kunjungi untuk mempelajari lebih lanjut mengenai topik ini?‖

236

4. Proses penjajakan/pemeriksaan dengan mengajukan 4-5 pertanyaan, untuk meminta partisipan menjelaskan gagasan-gagasan mereka lebih detail atau menguraikan lebih rinci tentang apa yang mereka katakan. 5. Waktu tunda selama wawancara untuk merekam/mencatat respons-respons dari partisipan. 6. Ucapan terimakasih kepada orang yang diwawancarai atas waktu yang diluangkan untuk wawancara (lihat Creswell, 2007)  Peneliti merekam informasi dari partisipan dengan menggunakan catatan-tangan, dengan audiotape, atau dengan videotape. Akan tetapi, meskipun wawancara ini direkam menggunakan audiotape, saya merekomendasikan agar peneliti tetap mencatatnya karena banyak kejadian hasil rekaman menjadi korup, rusak, atau gagal. Jika videotape yang digunakan, peneliti harus tetap mengatur rencana selanjutnya untuk mentranskip hasil rekaman vediotape ini.  Untuk dokumen dan materi-materi visual, dapat direkam/ dicatat sesuai keinginkan peneliti. Biasanya, rekaman/catatan haruslah merefleksikan informasi menganai dokumen tersebut atau materi lain serta gagasan-gagasnan inti dalam dokumen itu. Penting juga mencatat apakah materi ini benar-benar mencerminkan materi primer (seperti, informasi yang secara langsung berasal dari orang atau situasi yang tengah diteliti) atau materi sekunder (seperti, catatan-catatan tangan-kedua/second-hand tentang orang atau situasi penelitian yang berasal dari sumber lain).  Peneliti juga perlu memberikan komentar tentang nilai dan reliabilitas sumber-sumber data ini. ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA Dalam proposal, bagian analisis data bisa terdiri dari sejumlah komponen. Tetapi, proses analisis data secara keseluruhan melibatkan usaha memaknai data yang berupa teks atau gambar. Untuk itu, peneliti perlu mempersiapkan data tersebut untuk dianalisis, melakukan analisis-analisis yang berbeda, memperdalam pemahaman akan data tersebut (sejumlah peneliti kualitatif lebih suka membayangkan tugas ini layaknya menguliti lapisan bawang), menyajikan data, dan membuat interpretasi makna yang lebih luas akan data tersebut. Ada sejumlah proses umum yang bisa dijelaskan oleh peneliti dalam proposal mereka untuk menggambarkan keseluruhan aktivitas analisis data ini, sebagaimana yang pernah saya (Creswell, 2007), Rossman dan Rallis (1998) deskripsikan berikut ini:

237

Analisis data merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan refleksi terus-menerus terhadap data, mengajukan pertanyaan-pertanyaan analitis, dan menulis catatan singkat sepanjang penelitian. Maksud saya, analisis data kualitatif bisa saja melibatkan proses pengumpulan data, interpretasi, dan pelaporan hasil secara serentak dan bersama-sama. Ketika wawancara berlangsung, misalnya, peneliti sambil lalu melakukan analisis terhadap data-data yang baru saja diperoleh dari hasil wawancara ini, menulis catatancatatan kecil yang dapat dimasukkan sebagai narasi dalam laporan akhir, dan memikirkan susunan laporan akhir.   Analisis data melibatkan pengumpulan data yang terbuka, yang didasarkan pada pertanyaan-pertanyaan umum, dan analisis informasi dari para partisipan. Analisis data kualitatif yang dilaporkan dalam artikel-artikel jurnal dan buku-buku ilmiah sering kali menjadi model analisis yang umum digunakan. Dalam model analisis tersebut, peneliti mengumpulkan data kualitatif, menganalisisnya berdasarkan tema-tema atau perspektif-perspektif tertentu, dan melaporkan 4-5 tema. Meski demikian, saat ini tidak sedikit peneliti kualitatif yang berusaha melampaui model analisis yang sudah lazim tersebut dengan menyajikan prosedur-prosedur yang lebih detail dalam setiap strategi penelitiannya. Misalnya, strategi grounded theory kini sudah memiliki langkah-langkah sistematis dalam analisis datanya (Corbin & Strauss, 2007; Strauss & Corbin, 1990,. 1998). Langkah-langkah ini meliputi, misalnya, membuat kategori-kategori atas informasi yang diperoleh (open coding), memilih salah satu kategori dan menempatkannya dalam satu model teoretis (axial coding), lalu merangkai sebuah cerita dari hubungan antar-kategori ini (selective ceding). Selain grounded theory, studi kasus atau penelitian etnografi kini sudah melibatkan deskripsi detail mengenai setting atau individu-individu tertentu, yang kemudian diikuti oleh analisis data (lihat Stake, 1995; Wolcott, 1994). Penelitian fenomenologis sudah menerapkan analisis terhadap per-nyataan-pernyataan penting, generalisasi unit-unit makna, dan apa yang disebut Moustakas (1994) sebagai deskripsi esensi. Penelitian naratif melibatkan penceritaan kembali cerita-cerita partisipan dengan menggunakan unsurunsur struktural, seperti plot, setting, aktivitas, klimaks, dan ending cerita (Clandinin & Connelly, 2000). Intinya, proses-proses dan istilah-istilah dalam strategi penelitian kualitatif berbeda satu sama lain dalam hal analisis datanya.  Meskipun perbedaan-perbedaan analitis ini sangat bergantung pada jenis strategi yang digunakan, peneliti kualitatif pada umumnya menggunakan prosedur yang umum dan

238

Sebagai tips penelitian. saya mengajak peneliti untuk melihat analisis data kualitatif sebagai suatu proses penerapan langkah. Mengolnh dan mempersiapkan data untuk dianalisis. Langkah pertama adalah membangun general sense atas Informasi yang diperoleh dan me-refleksikan maknanya secara keseluruhan. 1998:171). para peneliti kualitatif terkadang menulis catatan-catatan khusus atau gagasan-gagasan umum tentang data yang diperoleh. Membaca keseluruhan data. Langkah 2. grounded theory. men-scanning materi. Langkah ini melibatkan beberapa tahap: mengambil data tulisan atau gambar yang telah dikumpulkan selama proses pengumpulan. mensegmentasi kalimat-kalimat (atau paragraf-paragraf) atau level analisis yang berbeda. beragam tahap saling berhubungan dan tidak harus selalu sesuai dengan susunan yang telah disajikan.1. Gagasan umum apa yang terkandung dalam perkataan partisipan? Bagaimana nada gagasangagasan tersebut? Bagaimana kesan dari kedalaman. Pendekatan di atas dapat dijabarkan lebih detail dalam langkah-langkah analisis berikut ini: Langkah 1. studikasus) 239 . sebagaimana yang ditunjukkan Menginterpretasitematema/deskripsi-deskripsi Menghubungkan tematema/deskripsi-deskripsi (seperti.1 mengilustrasikan pendekatan linear dan hierarkis yang dibangun dari bawah ke atas. Cara yang ideal adalah dengan mencampurkan prosedur umum tersebut dengan langkah-langkah khusus. dan penuturan informasi itu? Pada tahap ini. Langkah ini melibatkan transkripsi wawancara. mengeuk data lapangan. tetapi dalam praktiknya saya melihat pendekatan ini lebih interaktif. Langkah 3. Coding merupakan proses mengolah materi/informasi menjadi segmen-segmen tulisan sebelum memaknainya (Rossman & Rallis. Menganalisis lebih detail dengan mene-coding data.langkah dari yang spesifik hingga yang umum dengan berbagai berikut ini Gambar 9.langkah-langkah khusus dalam analisis data. Ringkasan proses analisis data dapat dilihat pada Gambar 9. kredibilitas. atau memilah-milah dan menyusun data tersebut ke dalam jenis-jenis yang berbeda tergantung pada sumber informasi.

A V. tetapi pikirkanlah makna dasarnya. Bacalah semua tran'skripsi dengan hati-hati. atau topik lain. data lapangan. 240 . Ketika Anda sudah merampungkan tugas ini. "Ini tentang apa?" Jangan dulu berpikir mengenai substansi informasi. pertimbangkan peturv-juk-petunjuk detail yang dapat membantu Anda dalam proses coding. wawancara) —yang paling menarik. Pelajari baik-baik. Berusahalah untuk memperoleh pemahaman umum. gambar. buatlah daftar mengenai semua topik yang Anda peroleh dari perenungan Anda sebelumnya. yang sering kali didasarkan pada istilah/bahasa yang benarbenar berasal dari partisipan (disebut istilah in vivo). Pilihlah satu dokumen (seperti. paling singkat. dan Analisis data dalam Penelitian Kualitatif sebagainya) gambar-gambar tersebut ke dalam kategori-kategori. Tema-tenia I Menvalidasi keakuratan informasi * Men-coding data Deskripsi L (tangan atau komputer)i * Membaca keseluruhan data ji Mengolatrdan mempersiapkan data untuk i dianalisis Data mentah (transkripsi. 2. dan paling penting. lalu tanyakan pada diri Anda sendiri. Tesch (1990:142-145) memberikan ulasan menarik tentang dela-pan langkah dalam proses coding: 1. Sebelum melanjutkan pada Langkah 4. topik unik. 3. Tulislah gagasan tersebut dalam bentuk catatan-catatan kecil. bisa sebagai topik utama. Gabungkan topik-topik yang sama. Masukkan topik-topik ini dalam kolom-kolom khusus. Berusahalah untuk menangkap gagasan-gagasan inti dari transkripsi tersebut. kemudian melabeli kategori-kategori ini dengan istilah-istilah khusus.

Masukkan materi-materi data ke dalam setiap kategori tersebut dan bersiaplah untuk melakukan analisis awal. 8. saya mendorong para peneliti kualitatif untuk menganalisis materi data mereka dengan menjelaskan:  Kode-kode yang berkaitan dengan topik-topik utama yang sudah banyak diketahui oleh pembaca secara umum. pertimbangkan pula jenis-jenis kode yang menurut Bogdan dan Biklen (1992:166-172) banyak muncul dalam database kualitatif:  Kode-kode setting dan konteks. 1995. Amati kembali kategori-kategori yang sudah Anda buat. Intinya.bawalah daftar topik tersebut dan kembalilah ke data Anda.  Kode-kode yang ganjil dan memiliki ketertarikan konseprual bagi pembaca (seperti." sebagai salah satu kode/tema yang menyuguhkan dimensi baru pada kita tentang insiden penembakan di kampus dan tentu saja berhubungan dengan pengalaman orang lain di kampus mana pun). Sebagai tips penelitian. Sebagai konseptualisasi alternatif. dalam Asmussen dan Creswell. ringkas kembali kategori-kategori ini. kami memunculkan retriggering. Untuk melakukan hal ini. Buatlah satu kalimat/frasa/kata yang paling cocok untuk meng. 7. Jika masih dimungkinkan. deiapan langkah di atas akan membuat peneliti lebih sistematis daiam proses analisis data tekstual.  Kode-kode yang mencerminkan perspektif teoretis yang luas dalam penelitian. lalu lihatlah apakah ada kategori-kategori dan kode-kode lain yang luput dari pengamatan Anda. lalu susunlah kodekode untuknya. Tentu saja ada banyak variasi dalam proses ini. 241 .  Kode-kode yang mengejutkan dan tidak disangka-sangka di awal penelitian. lalu masukkanlah topik-topik ini dalam kategorikategori khusus. Jika perlu. 5.gambarkan topik-topik yang sudah Anda peroleh sebelumnya. lalu tulislah kode-kode tersebut dalam segmensegmen/kategori-kategori.4. dengan berpijak pada literatur sebelumnya dan common sense. coding-lah kembali data yang sudah ada. Sekarang. "penembakan kembali. Anda bisa membuat garis-garis antarkategori untuk menujukkan keterhubungannya 6. Cobalah meringkas kategori-kategori yang ada dengan mengelompokkan topik-topik yang saling berhubungan satu sama lain. Ringkaslah topiktopik ini menjadi kode-kode.

Kecenderungan berpikir subjek tentang orang lain dan objek-objek. Masalah lain yang sering kali muncul terkait dengan proses coding ini adalah soal apakah peneliti seharusnya: (a) membuat kode-kode hanya berdasarkan informasi yang muncul dengan sendirinya (enlarging code) dari para partisipan. Kode-kode proses. Penggunaan codebook secara khusus berguna bagi bidang-bidang yang menerapkan penelitian kuantitatif. Codebook ini ber-kembang dan bisa berubah jika penelitiannya didasarkan pada" analisis tertutup (close analysis) atau ketika peneliti tidak memulai analisisnya dari perspektif emerging code. nomor garis) yang menunjukkan adanya kode dalam transkrip ter-tentu. yaitu dengan membuat codebook kualitatif. (b) menggunakan kodekode yang telah ditentukan sebelumnya {predetermined code). 242 . dan keterangan-keterangan lain (seperti. Bagi para peneliti yang memiliki teori yang sudah pasti dan mereka ingin menguji dalam proyek-proyeknya. Pendekatan yang banyak diterapkan dalam ilmu sosial adalah dengan membiarkan kode-kode tersebut muncul (emerging code) selama analisis data. Kode-kode strategi. Kode-kode relasi dan struktur sosial Skema-skema coding yang sudah direncanakan sejak awal. peneliti juga bisa menerapkan pendekatan lain yang lebih variatii. Meski demikian. Dalam ilmu kesehatan. Hanya saja.kodie ini (emerging code dan predetermined code). codebook ini tidak akan terlalu berfungsi jika peneliti meng-coding data dari transkrip yang berbeda-beda. saya merekomen-dasikan agarcodebook digunakan terlebih dahulu untuk meng-coding data dan biarkan codebook tersebut berkembang dan berubah sesuai dengan informasi yangdipelajari ketika melakukan analisis data. kemudian men-/ft-kan kodekode tersebut dengan data penelitian. sebuah tabel atau catatan yang berisi kode-kode yang telah ditentukan sebelumnya (predetermined codes) untuk digunakan dalam mengcoding data. Kode-kode aktivitas. atau (c) mengombinasikan dua jenis. Codebook ini bisa tersusun dari nama kode di satu kolom. pendekatan yang paling sering digunakan adalah dengan menggunakan kode-kode yang telah ditentukan sebelumnya {predetermined code) yang didasarkan pada teori yang akan diuji. namun masih memerlukan pendekatan yang lebih sistematis dari penelitian kualitatif. definisi kode di kolom lain.       Perspektif-perspektif subjek.

proses ini akan menjadi lebih cepat dan efisien ketimbang mengcoding menggunakan tangan. dan import serta export data kualitatif ke dalam program-program kuantitatif seperti dalam spreadsheet atau program analisis data. pencarian kode-kode yang saling berhubungan dalam membuat pertanyaan-per-tanyaan mengenai hubungan antarkode. kehandalan dalarh penyimpanan dan pengolahan data. program software kualitatif seperti ini juga membutuhkan waktu dan keterampilan peneliti untuk mempelajari dan menerapkannya secara efektif. Ada begitu ban)'ak program software yang mendukung untuk PC pribadi. Meskipun dalam program ini peneliti masih perlu membaca teks (seperti transkripsi-transkripsi) dan memindah kode-kode. Di luar kemudahan ini. foto). program komputer dapat menfasilitasi peneliti untuk mem-bandingkan kode-kode yang berbeda (seperti. Ada beberapa software komputer yang memiliki fitur-fitur yang sangat berguna. Weitzman & Miles. peneliti bisa dengan cepat mencari semua kutip-an (atau segmen-segmen teks) yang memiliki kode yang sama dan mendeteksi apakah para partisipan merespons gagasan dalam kode tersebut dengan cara yang sama atau berbeda. 1995). Pendekatan lain yang lebih cepat adalah dengan menggunakan program-program software komputer untuk membantu meng-coding. seperti tersedianya tutorial dan CD peragaan. mengolah/ dan memilah-milah informasi yang mungkin berguna dalam proses penulisan bagi penelitian kualitatif. lalu menuliskan segmen-segmen teksnya ke dalam kartu-kartu kecii. pendekatan ini menguras energi dan waktu. sejumlah peneliti melihat pentingnya mengcoding transkrip-transkrip atau informasi kualitatif dengan memakai tangan. Fitur-fitur inilah yang membuat proses coding dengan software komputer menjadi pilihan yang lebih logis kefimbang meng-codzng-nya dengan tangan. jika database sangat banyak.Kembali pada proses coding sebelumnya. program-program software yang saya dan rekan-rekan saya guriakan di kantor penelitian adalah sebagai berikut: 243 . Sebagaimana program-program software lain. Tentu saja. Ide dasar di balik program-program seperti ini adalah bahwa menggunakan komputer merupakan cara efisien untuk menyimpan dan menempatkan data kualitatif. kemampuan menggabungkan data teks dan gambar (seperti. Selain itu. Misalnya. atau mengcoding skema-skema dengan warna-warna. kapasitas pencarian dan penempatan semua teks yang berhubungan dengan kode-kode tertentu. bagaimana laki-iaki dan wanita —kode pertama tentang gender— berbeda-beda dalam hal sikap mereka terhadap aktivitas merokok —kode kedua). meski-pun buku-buku y ang membahas teknik-teknik penggunaan program ini sudah banyak tersedia (seperti.

terapkanlah proses coding untuk membuat sejumlah kecil tema atau kategori. dan membangun teori-teori. Tema-tema inilah yang biasanya menjadi hasil utama dalam penelitian kualitatif dan sering kali digvinakan untuk membuat judul dalam bagian hasil penelitian. lokasi-lokasi. Program berbasis PC lain yang juga berasal dari Jerman ini juga dapat membantu peneliti dalam mengolah file-file data teks. Setelah mengidentifikasi terria-tema selama proses coding.  QSR NVivo (www. serta hal-hal lain yang dapat di-coding. Deskripsi ini melibatkan usaha penyampaian informasi secara detail mengenai orang-orang. gambar. dan visual. Program ini juga mendukung PC berbasis windows. Program yang berasal dari Austrasila ini menawarkan program software terkenal a N6 (atau Nud. peneliti mengait-kan tema-tema dalam satu rangkaian cerita (seperti dalam penelitian naratif) atau mengembangkan tema-tema tersebut menjadi satu model teoretis (seperti dalam grounded theory). Program ini merupakan program berbasis PC dari Jerman yang dapat membantu peneliti secara sistematis mengevaluasi dan menginterpretasi teks-teks kualitatif. Tema-tema ini juga bisa dianalisis untuk kasus tertentu.  Atlas. seraya menampilkan perspektif-perspektif yang terbuka untuk dikaji ulang. atau penelitian naratif. ke dalam proyek penelitian. atau peristiwaperistiwa dalam setting tertentu. bisa lima hingga tujuh kategori. lalu menganalisisnya untuk proyek studi kasus. Terapkan proses coding untuk mendeskripsikan setting. memperoleh kembali. baik untuk PC maupun MAC ini. audio. Peneliti dapat membuat kode-kode untuk mendeskripsikan semua informasi ini. serta melakukan analisis data. seperti memo. pene-liti kualitatif dapat memanfaatkan lebih jauh tema-tema ini untuk membuat analisis yang lebih kompleks. tema-tema ini sebaiknya diperkuat dengan berbagai kutipan. Langkah 4.com).atlasti. orang-orang. Program ini istimewa karena memiliki semua fitur yang telah saya sebutkan di atas.qsrintemational. Misalnya. lintas kasus yang berbeda-beda (seperti dalam studi kasus). kategori-kategori. merupakan paket software kualitatif yang mudah digunakan dan memungkinkan peneliti untuk meng-codzrzg. Penelitian kualitatif yang rumit biasanya melampaui 244 .ist) yang dikombinasikan dengan concept mapping NVivo.com). etnografi.researchware. atau dibentuk menjadi deskripsi umum (seperti dalam fenomenologi).com). Meski demikian. Setelah itu.ti (www. dan tema-tema yang akan di-analisis. MAXqda (www. Program yang mendukung.com).  HyperRESEARCH (www.maxqda .

Pendekatan ini bisa meliputi pembahasan tentang kronologi peristiwa. perspektif-perspektif. RELIABIUTAS. gambar-gambar. Salah satu cara yang. tema-tema tertentu (lengkap dengan subtemasubtema. atau tabel-tabel untuk membantu menyaji-kan pembahasan ini. Interpretasi juga bisa berupa makna yang berasal dari perbandingan antara hasil penelitian dengan informasi yang berasal dari literatur atau teori. 1985). Pendekatan questioning ini juga berlaku dalam pendekatan advokasi dan partisipatoris. menurut Wolcott (1994). Selain itu. Para peneliti kualitatif juga dapat menggunakan visual-visual. dan kutipan-kutipan). atau tentang keterhubung-an antartema. dapat diadaptasikan untuk jenis rancangan yang berbeda.deskripsi dan identifikasi tema untuk masuk ke dalam huburvgan antartema yang lebih kompleks. penelitian kualitatif dapat berupa banyak hal. dan dapat bersifat pribadi. mereka dapat membentuk interpretasi-interpretasi yang diorientasikan pada agenda aksi menuju reformasi dan perubahan. dan bukan dari hasil ramalan peneliti. Langkah 5. peneliti menegaskan apakah hasil peneliti-annya membenarkan atau justru menyangkal informasi sebelumnya. VALIDItAS. dengan berpijak pada kenyataan bahwa peneliti membawa kebudayaan. DAN GENERALISABILITAS 245 . dan tindakan. Interpretasi/pemaknaan ini juga bisa berupa pertanyaan-pertanyaan baru yang perlu dijawab selanjutnya: pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari data dan analisis. sejarah. ilustrasi-ilustrasi khusus. Mengajukan pertanyaan seperti "Pelajaran apa yang bisa diambil dari semua ini?" akan membantu peneliti mengungkap esensi dari suatu gagasan (Lincoln & Guba. Mereka dapat menyajikan suatu proses (sebagaimana dalam grounded theory). interpretasi atau pemaknaan data dalam. Langkah terakhir dalam analisis data adalah meng-interpretasi atau memaknai data. berbasis penelitian. Tunjukkan bagaimana deskripsi dan tema-tema ini akan disajikan kembali dalam narasi/laporan kualitatif. dapat diterapkan ahli etnografi untuk mengakhiri penelitiannya adalah dengan meng-ajukan pertanyaan-pertanyaan lebih laniut. dan pengalaman pribadinya ke dalam penelitian. Dalam hal ini. Pelajaran ini dapat berupa interpretasi pribadi si peneliti. Langkah 6. Pendekatan yang paling populer adalah dengan menerapkan pendekatan naratif dalam menyampaikan hasil analisis. atau memberikan informasi deskriptif tentang partisipan dalam sebuah tabel (sebagaimana dalam studi kasus dan etnografi). jika peneliti kualitatif menggunakan perspektif teoretis. Jadi. menggambarkan secara spesifik lokasi penelitian (sebagaimana dalam etnografi).

peneliti tetap harus memiokuskan pembahasannya mengenai validasi ini dengan cara menulis prosedur-prosedur validasi pada bagian khusus dalam proposal. Gibbs (2007) memerinci sejumlah prosedur reliabilitas sebagai berikut:   Ceklah hasil transkripsi untuk memastikan tidak adanya kesalahan yang dibuat selama proses transkripsi.Meski validasi atas hasil penelitian bisa berlangsung selama proses penelitian (seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 9. Peneliti perlu menyampaikan langkah-iangkah yang ia ambil untuk memeriksa akurasi dan kredibilitas hasil penelitiannya. Dalam penelitian kualitatif. 2007). validitas kualitatif merupakan upaya pemeriksaan terhadap akurasi hasil penelitian dengan me-nerapkan prosedur-prosedur tertentu. sementara reliabilitas kualitatif mengindikasikan bahwa pendekatan yang digunakan peneliti konsisten jika diterapkan oleh peneliti-peneliti lain (dan) untuk proyek-proyek yang berbeda (Gibbs. validitas ini tidak memiliki konotasi yang sama dengan validitas dalam penelitian kuantitatif. Dia juga merekomendasi-kan agar para peneliti kualitatif merancang secara cermat protokol dan database studi kasusnya. diskusikanlah kode-kode bersama partner satu tim dalam pertemuan-pertemuan rutin atau sharing analisis. Bagaimana para peneliti kualitatif mengetahui bahwa pendekatan mereka konsisten dan reliabel? Yin (2003) menegaskan bahwa para peneliti kualitatif harus mendokumentasikan prosedur-prosedur studi kasus mereka dan mendokumentasikan sebanyak mungkin langkahlangkah dalam prosedur tersebut.1). Pastikan tidak ada definisi dan makna yang mengambang mengenai kode-kode selama proses coding. 246 . Sebaliknya.   Untuk penelitian yang berbentuk tim. Hal ini dapat dilakukan dengan terus membandingkan data dengan kodekode atau dengan menulis catatan tentang kode-kode dan defirusi-definisinya (lihat pembahasan mengenai codebook kualitatif). atau sampel yang baru) dalam penelitian kuantitatif) (mengenai generalisabilitas dan reliabilitas kuantitatif ini sudah di-jelaskan dalam Bab 8). Lakukan cross-check dan bandingkan kode-kode yang dibuat oleh peneliti lain dengan kode-kode yang teiah Anda buat sendiri. tidak pula sejajar dengan reliabilitas (yang berarti pengujian stabilitas dan konsistensi respons) ataupun dengan generalisabilitas (yang berarti validitas eksternal atas hasil penelitian yang dapat diterapkan pada setting. orang.

Para peneliti kualitatif perlu menjelaskan sejumlah prosedur ini dalam proposal penelitian untuk menunjukkan bahwa hasil penelitian yang mereka peroleh nantinya akan benar-benar konsisten dan reliabel.) telah "sepakat" tentang kode-kode yang digunakan untuk "pernyataan yang sama" (Catatan: ini bukan soal apakah mereka menfr-coding pernyataan yang sama. Member 247 . atau pembaca secara umum (Creswell & Miller. Saya merekomendasikan agar beberapa prosedur penelitian dijelaskan dalam proposal. Berikut ini adalah dela-pan strategi validitas yang disusun mulai dari yang paling sering dan mudah digunakan hingga yang jarang dan sulit diterapkan:  Mentriangulasi (triangulate) sumber-sumber data yang berbeda dengan memeriksa buktibukti yang berasal dari sumber-sumber tersebut dan menggunakannya untuk membangun justifikasi tema-tema secara koheren. Prosedur lain yang saya rekomendasikan untuk disertakan dalam proposal penelitian adalah mengidentifikasi dan membahas satu atau lebih strategi yang ada untuk memeriksa akurasi hasil penelitian. 2000). Tema-tema yang dibangun berdasar-kan sejumlah sumber data atau perspektif dari partisipan akan menambah validitas penelitian. penj. partisipan. Peneliti perlu menjelaskan strategi-strategi validitas ke dalam proposalnya. tetapi apakah mereka akan meng-codmg pernyataan tersebut dengan kode yang sama/mirip satu sama lain). Saya rnemang merekomendasikan digunakan-nya beragam strategi validitas karena hal ini dapat meningkatkan kemampuan peneliti dalam menilai keakuratan hasil penelitian serta meyakinkan pembaca akan akurasi tersebut. authenticity. Sementara itu.  Menerapkan member checking untuk mengetahui akurasi hasil penelitian. Miles dan Huberman (1994) merekomendasikan agar konsistensi coding ini setidaknya berada dalam 80% agreement untuk memastikan reliabilitas kualitatif yang baik. Setelah itu. 2000). seperti trustworthiness. Persetujuan semacam ini dapat didasarkan pada apakah dua atau lebih coder (pemeriksa kode. dan credibility (Greswell & Miller. Validitas ini didasarkan pada kepastian apakah hasil penelitian sudah akurat dari sudut pandang peneliti. validitas merupakan kekuatan lain dalam pe-nelitian kualitatif selain reliabilitas. dan peneliti perlu mencari orang yang dapat mengkroscek kode-kode mereka untuk memperoleh apa yang saya sebut dengan intercoder agreement. Ada banyak istilah dalam literatur-literatur kualitatif yang membahasakan validitas ini. peneliti dapat menerapkan prosedur-prosedur statistik atau subprogram-subprogram reliabilitas yang tersedia dalam program-program software kualitatif untuk mengetahui tingkat konsistensi coding. 2000). bahkan ini menjadi salah satu topik penelitian yang paling banyak dibahas (Lincoln & Guba.

 Mengklarifikasi bias yang mungkin dibawa peneliti ke dalam penelitian.checking ini dapat dilakukan dengan membawa kembali laporan akhir atau deskripsideskripsi atau tema-tema spesifik ke hadapan partisipan untuk mengecek apakah mereka merasa bahwa laporan/deskripsi/tema tersebut sudah akurat. sejarah. Ketika para peneliti kualitatif menyajikan deskripsi yang detail mengenai setting misalnya. membahas informasi yang berbeda sangat mungkin menambah kredibilitas hasil penelitian. seperti gender. dan status sosial ekonomi. grounded theory. peneliti akan mampu membuat narasi yang terbuka dan jujur yang akan dirasakan oleh pembaca. Dalam hal ini.  Memanfaatkan waktu yang relatif lama {prolonged time) dilapangan atau lokasi penelitian. hasilnya bisa jadi lebih realistis dan kaya. dan sejenisnya. Peneliti dapat melakukan ini dengan membahas bukti mengenai suatu tema.  Membuat deskripsi yang kaya dan padat (rich and thick description) tentang hasil penelitian. Karena kehidupan nyata tercipta dari beragam perspektif yang tidak selalu menyatu. atau menyajikan banyak perspektif mengenai tema. Dengan melakukan refleksi diri terhadap kemungkinan munculnya bias dalam penelitian. Akan tetapi. kebudayaan. Hal ini tidak berarti bahwa peneliti membawa kembali transkrip. peneliti juga dapat menyajikan informasi yang berbeda dengan perspektif-perspektif dari tema itu.transkrip mentah kepada partisipan untuk mengecek akurasinya. Refleksivitas dianggap sebagai salah satu karakteristik kunci dalam penelitian kualitatif. akan melahirkan sejenis problem tersendiri atas tema tersebut. Prosedur ini tentu saja akan menambah validitas hasil penelitian. Deskripsi ini setidaknya harus berhasil menggambarkan setting penelitian dan membahas salah satu elemen dari pengalaman-pengalaman partisipan. Tugas ini bisa saja mengharuskan peneliti untuk melakukan wawancara tindak lanjut dengan para partisipan dan memberikan kesempatan pada mereka untuk berkomentar tentang hasil penelitian. hasil penelitian bisa lebih realistis dan valid. Semakin banyak kasus yang disodorkan peneliti. Sebaliknya. analisis kasus.  Menyajikan informasi "yang berbeda" atau "negatif" {negative or discrepant information) yang dapat memberikan perlawanan pada tema-tema tertentu. deskripsi kebudayaan. Dengan menyajikan bukti yang kontradiktif. yang harus dibawa peneliti adalah bagian-bagian dari hasil penelitian yang sudah dipoles. seperti tema-tema. Penelitian kualitatif yang baik berisi pendapat-pendapat peneliti tentang bagaimana interpretasi mereka terhadap hasil penelitian turut dibentuk dan dipengaruhi oleh latar belakang mereka. peneliti diharapkan dapat memahami lebih dalam fenomena 248 .

MenekankanparHkularitaskeiimbang generalisabilitas (Greene & Caracelli. nilai dari penelitian kuaiitatif terletak pada deskripsi dan tema-tema tertentu yang berkembang/dikembangkan daiam konteks lokasi tertentu pula.dengan sesama rekan peneliti {peer debriefing) untuk meningkatkan keakuratan hasil penelitian. Proses ini mengharuskan peneliti mencari seorang rekan {a peer debriefer) yang dapat mereviezv untuk berdiskusi mengenai penelitian kualitatif sehingga hasil penelitiannya dapat dirasakan oleh orang lain. kehadiran auditor tersebut dapat memberikan penilaian objektif. 1997) merupakan karakteristik penelitian kuaiitatif. semakin akurat atau valid hasil penelitiannya. khususnya yang berlaku untuk penelitian studi kasus. ada sejumlah literatur kuaiitatif yang membahas mengenai generalisabilitas ini. hubungan antara rumusan masalah dan data. 1985). Akan tetapi.seluruhan proyek penelitian. Berbeda dengan peer debriefer. merasa bahwa hasil studi kasus kuaiitatif dapat digeneralisasi pada sejumlah teori yang lebih luas. Yin (2003).  Melakukan tanya-jawab. Strategi ini —yaitu melibatkan interpretasi lain selain interpretasi dari peneliti— dapat menambah validitas atas hasil penelitian. Hal-hal yang akan di-periksa oleh investigator independen seperti ini biasanya me-nyangkut banyak aspek dalam penelitian (seperti. tingkat analisis data mulai dari data mentah hingga interpretasi). terkait catat-an marning-nya tentang generalisasi dalam penelitian kuaiitatif). Peran auditor ini sebenarnya mirip peran auditor fiscal. auditor ini tidak akrab dengan peneliti atau proyek yang diajukan. sebagaimana yang banyak dijumpai dalam penelitian kuantitatif (lihat Gibbs. mulai dari proses hingga kesimpulan penelitian. Generalisasi ini muncul ketika para 249 . keakuratan transkrip.yang diteliti dan dapat menyampaikan secara detail mengenai lokasi dan orang-orang yang turut membangun kredibilitas hasil naratif peneiitian. strategi ini dapat menambah validitas penelitian kuaiitatif. Generalisasi kuaiitatif merupakan suatu istilah yang jarang digunakan dalam penelitian kuaiitatif karena istilah generalisasi lebih banyak diterapkan untuk penelitian kuantitatif. Tujuan dari generalisasi dalam penelitian kuaiitatif ini sendiri bukan untuk menggeneralisasi hasil penemuan pada individu-individu.  Mengajak seorang auditor {external auditor) untuk mereviexv ke. selain oleh peneliti sendiri. misalnya. Pada dasarnya. begitu pula dengan karakteristik pertanyaanpertanyaan yang akan diajukan oleh keduanya (Lincoln & Guba. Semakin banyak pengalaman yang dilalui peneliti bersama partisipan dalam setting yang sebenarnya. atau tempat-tempat di iuar objek penelitian. Tentu saja. 2007. Akan tetapi. lokasi-lokasi.

untuk mengulang atau mereplikasi hasil penelitian studi kasus dalam setting kasus yang baru.1). potret detail mengenai kelompok culturesharing (etnografi). Pada tingkat tertentu. peneliti perlu melakukan dokumentasi yang baik atas prosedur-prosedur kuaiitatif. peneliti dapat mem-bahas bagian-bagian proposal lain. pengalamanpengalaman lapangan (Van Maanen. Dari narasi-narasi yang berbeda ini pula. misal-nya narasi kronologis mengenai kehidupan individu (penelitian naratif).  Catatlah percakapan-percakapan yang terjadi selama penelitian dan sajikan percakapan250 .peneliti kuaiitatif meneliti kasus-kasus tambahan dan menggeneralisasi hasil penelitian sebelumnya pada kasus-kasus yang baru tersebut. Ada banyak model narasi ini. 2003). Akan tetapi. peneliti bisa menemukannya dalam jurnal-jumal akademik. atau analisis mendalam tentang satu atau beberapa kasus (studi kasus). atau dengan potret deskriptif yang detail (Creswell. Sebagaimana yang sudah dijelaskan bahwa prosedur dasar dalam melaporkan hasil penelitian kualitatif adalah membuat des-kripsi-deskripsi dan tema-tema yang berasal dari data penelitian (lihat Gambar 9. analisis berdasarkan kasus atau lintas kasus. model proses. Ini mirip logika replikasi yang berlaku dalam penelitian eksperimen. MENULIS KUALITATIF Bagian prosedvir kualitatif dalam proposal penelitian seharusny a diakhiri dengan penjelasan mengenai bagaimana peneliti menarasi-kan hasil analisis datanya. Setiap strategi penelitian kualitatif pada hakikatnya memiliki prosedur narasinya masing-masing. seperti hasil penelitian dan inter-pretasi data. disajikan: apakah dengan pertimbangan objektif. Yang jelas. deskripsi detail mengenai pengalaman mereka (fenomenologi). strategi /menulis dua bagian proposal di atas (hasil penelitian dan interpretasi data) dapat dilakukan dengan leknik-teknik berikut ini:  Gunakanlah cuplikan-cuplikan dan variasikan panjang pendeknya cuplikan tersebut dengan tepat dan sesuai keperluan. ataukah dengan krono-logi. kisah yang diperluas. seperti protokol penelitian untuk mendoku-mentasikan kasus secara detail dan mengembangkan database studi kasus secara utuh (Yin. 1988). 2007). utamanya tentang bagaimana bagian-bagian ini akan. khususnya deskripsi atau tema yang mengandung beragam perspektif dari partisipan atau gambaran detail tentang setting dan individuindividu. dalam merancarig penelitian kualitatif. peneliti perlu menjelaskan tentang proses narasi tersebut. sebuah teori yang dihasilkan dari data penelitian (grounded theory).

matriks. Dalam sebagian besar karya tulis kualitatif.1. penj. sering kali menyertakan perspektif-perspektif teoretis. berpijak pada dasar bahwa peneliti adalah instrumen utama pengum-pulan data. yang berguna bagi para pembaca yang mungkin kurang familiar dengan pendekatan ini. 1990. RINGKASAN Bab ini mengeksplorasi langkah-iangkah dalam mengembang-kan dan menulis prosedur-prosedur kualitatif.  Terapkan indent (menambah spasi di depan alinea untuk tulisan.  Deskripsikan bagaimana hasii narasi tersebut dikomparasikan dengan teori-teori atau literatur-literatur yang membahas topic yang sama.  Campurkan kutipan-kutipan dengan penafsiran-penafsiran penulis. Richardson.  Gunakan kata ganti pertama (saya) atau "kita" dalam bentuk naratif. melibatkan beberapa metode pengumpulan data. Proyek Miller ini adalah penelitian etnografi tentang pengalaman tahun pertama seorang rektor di sebuah universitas yang 251 . narasi detail dalam penelitian naratif). Prosedur-Prosedur Kualitatif Berikut ini adalah salah satu contoh prosedur kualitatif yang ditulis di bagian kbiisus dalam sebuah proposal doktoralnya Miller (1992). bab ini juga menge-mukakan panduan umum tentang prosedur-prosedur kualitatif yang meliputi pembahasan mengenai karakteristik-karakteristik umum penelitian kualitatif.percakapan ini dalam bahasa yang berbeda untuk merefleksikan sensitivitas kultural.) atau format lain untuk menandai cuplikan-cuplikan yang berasal dari partisipan. peneliti membahas literatur ini di akhir penelitian (lihat pembahasan dalam Bab 2). didasarkan pada makna partisipan. misalnya. Contoh 9.  Gunakan metafora-metafora dan analogi-analogi (lihat.  Terapkan pendekatan naratif yang biasanya digunakan dalam strategi penelitian kualitatif (seperti deskripsi dalam studi kasus atau etnografi. yang membahas bentuk-bentuk ini). tabel-tabel perbandingan untuk kode-kode yang berbeda).  Sajikan informasi tekstual dalam bentuk tabel (seperti. bersif at induktif.tulisan penting atau semiblok. Beberapa karakteristik penelitian kualitatif antara Iain: berada dalam setting yang alamiah. Selain memperkenal-kan sejumlah variasi dalam penelitian kualitatif.  Gunakan pernyataan dari partisipan untuk membuat kode-kode atau melabeli tema. bersifat interpretif dan holistik.

4. Penelitian kualitatif lebih memprioritaskan peneliti ketimbang mekanisme yang tak bernyawa sebagai instumen primer dalam pengumpulan data (Eisner. 1987). & Silverman. Dalam penelitian kualitatif.1987. .al. Marshall dan Rossman (1989) menyatakan bahwa penelitian ini melibatkan peneliti untuk menyelami setting peneliti. 1985. saya juga tetap mempertahankan istilah informan yang digunakan Miller meskipun saat ini ibtilah yang lebih tepat digunakan adalah partisipan. 1990. 19R9). kelompok. 1936). Lincoln & Guba. {Di $ini. Untuk menyajikan bagian prosedur kualitatif dalam pr. mencaii makna-makna dan perspektif-perspektif informan.Marshall & Rossman. Penelitian kualitatif muncul dalam setting yang alamiah di mana di dalamnya ada banyak penlaku dan peristiwa ' kemahusiaan yang terjadi. Data ini merupakan data yang disajikan dalam bentuk kata-kata (utamanya kata-kata parisipan) atau gambargambar ketimbang angka-angka (Freenkel & Wallen.didikan (Borg &Gall. Locke et. Data Penelitian kualitatif bersifat deskriptif. 1998). Merriam 1988) 252 . Berikut ini adalah sintesis dari asumsi-asumsi umum tentang karaktenstik-karakteristik penelitian kualitatif yang pemah diajukan oleh sejumlah peneliti: 1.1989. Spirduso. menggandakan. Penelitian kualitatif didasarkan pada sumsi-sumsi yang sangat berbeda dengan rancangan kuantitatif. dan mengklasifiKasikan objek penelitian (Miles & Huberman. atau interaksi j sosial tertentu (Locke. peneliti menjelaskan asumsi-asumsi kualitatif). Selain itu.baru berumur empat tanun. Peneliti memasuki dunia informan melalui interaksi berkeianjutan. Paradigma Penelitian Kualitatif Paradigma penelitian kualitatif pada hakikatnya berasal dari antropologi kultural dan sosiologi Amerika (Kirk & Miller. Frankel & Wallen. membandingkan. 1984). Merriam. 2. Para sarjana menyatakan bahwa penelitian kualitatif dapat dibedakan dengan metodologi kuantitatif berdasarkan karakteristik-karakteristiknya yang inheren.Hanya baru-baru ini saja paradigma tersebut diadopsi oieh para peneliti per.oyek ini. saya sudah merujuk pada beberapa bagian yang dianggap paling penOng. Tujuan peneiitian kualitatif / adalah memahami situasi. tidak ada teori atau hipotesis yang dibangun secara priori 3. 1991. 1990. menga-talogkan. Penelitian > ini dapat diartikan sebagai proses investigatif yang di dalamnya penelitj secara perlahan-lahan memaknai suatu fenamena sosial dengan membedakan. peristiwa.

Kirk & Miller. 10. bentuk datanya tidak bisa dihitung {not quantifiable) dalam pengertian yang biasa. Merriam 1988) 7. Objektivitas dan kebenaran menjadi dua hal yang sangat penting dalam tradisitradisi penelitian. 1990. peneliti kualitatif lebih berusaha untuk mencari ketepercaya-an {believability) yang didasarkan pada koherensi. fokusnya pada sesuatu yang partikular dimana data diinterpretasikan dalam hubungannya dengan partikulasi-partikularitas suatu kasus daripada generalisasigeneralisasi 8. {Disini. Pertama dan yang utama. diterapkan interpretasi ideografis. 1990. Locke et. atau hasil dan outcome. kriteria untuk mempertimbangkan penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian kuantitatif.al. 1986). Merriam. dan cara-cara mereka memaknai hidup (Freenkel & Wallen. Penelitian kualitatif merupakan suatu rancangan di mana di dalamnya peneliti dpat menegosiasi hasil penelitian (outcomes). Rancangan etnografis berasal dari bidang antropologi. dan Franz Boas (Jacob. 1987. Merriam 1988) 6. Penelitian kualitatif menekankan pada persepsi-persepsi dan pengalamanpengalaman partisipan. Dalam Penelitian Kualitatif. Robert Park. peneliti menjelaskan karakteristik-karak-teristik penelitian kualitatif).1987. kegunaan instrumental dan pengetahuan. 1985) melalui proses verifikasi dari-pada melalui pengukuran validitas dan reliabilitas pada umumnya. 1988) 9. Tujuan penelitian etnografis 253 . Makna dan interpretasi dinegosiasi dengan sumber-sumber data manusiawi karena inilah realitas subjek yang memang ingin direkonstruksi oleh seorang peneliti kulatatif (Lincoln & Cuba.5. khususnya dari kohtribusi Brortislaw Malinowski. 1985 ) Maka dari itu. Penelitian kualitatif khususnya tertarik pada usaha memahami bagaimana sesuatu itu muncul (Freenkel & Wallen. Akan tetapi. Dengan kata lain. 1985. Penelitian kualitatif berfokus pada proses-proses yang terjadi. (Eisner. Rancangan Penelitian Etnografis Penelitian ini menerapkan rancangan etnografis. Tradisi penelitian in (kualitatif) bertumpu pada penerapan pengetahuan yang tersirat (pengetahuan intuitif atau perasaan) karena sering kali nuansa dari beragam realitas hanya dapat diapresiasi dengan cara ini (Lincoln & Cuba. 1991) serta ber-dasarkan pada sesuatu yang dapat dipercaya {trustworthiness) (Lincoln & Guba.

{DI sini. pengetahuan. Penelitian ini menekankan aspek pemotretan pengalaman individu-indivsdu sehari-hari dengan cara mengobservasi dan mewawancarai mereka dan individu-individu lain yang relevan (Fraenkel & Wallen. Penelitian etnografis melibatkan wawancara mendalam dan observasi terus-menerus pada para partisipan dalam situasi tertentu (Jacob. dan bias-bias personal (peneliti). Selain memberikan laporan kepada rektor. peneliti menggunakan dan menjelaskan pendekatan etnografis). maka di bagian awal penelitian diperlukan adanya identifikasi terhadap nilai-nilai. 254 . dan dewan perwakilan mahasiswa. pembangunan relasi. saya juga telah bekerja sama dengannya pada awal tahun masa kepemimpinannya di universitas. rektor. dan karena itulah saya berniat untuk menjadikan rektor sebagai informan dalam penelitian ini. Sebagai anggota dewan rektorat. Sayajuga sudah cukup memahami tentang struktur perguruan tinggi dan peran rektor di dalamnya. anggota dewan. serta mempersiapkan kepemimpinan dan visi universitas. Saya juga sering bekerja sama dengan pihak fakultas. dan isu-isu yang sering dihadapi oleh rektor universitas di tahun pertama. asumsi-asumsi. Saya yakin pemahaman saya tentang konteks dan peran ini dapat meningkatkan kesadaran. Kontribusi peneliti terhadap setting penelitian sangat penting da positif. 1987). buka malah merugikan (locke et al. Focus penelitian ini adalah pada peran seorang rektor baru dalam menginisiasi perubahan. Persepsi saya terhadap jabatan rector perguruan tinggi dari universitas terbentuk dari pengalaman pribadi saya. saya menjabat sebagai Dekan Student Life di salah satu universitas di Midwest. Dari agustus 1980 hingga Mei 1990.. Yang lebih terkini (1987-1990). 1990). keputusan –keputusan. Peran Peneliti Karena peran peneliti dianggap sebagai instrument primer dalam pengumpulan data kualitatif.adalah memperoleh gambaran umum mengenai subjek penelitian. dan pembuatan keputusan. Penelitian ini juga berusaha memperoleh gambaran menyeluruh untuk dapat menyingkap bagaimana manusia mendeskripsikan dan men-strukturkan dunia (Fraenkel & Wallen. 1990). 1987). saya bertugas sebagai staf administrasi di sejumlah perguruan tinggi swasta yang terdiri dari 600 hingga 5000 mahasiswa. saya sudah sering terlibat dalam semua aktivitas dan keputusan dewan administratif tingkat tinggi. dan sensitivitas saya terhadap tantangantantangan.

Meskipun banyak ekspektasi terhadapnya.Karena pengalaman-pengalaman bekerja sebelumnya dengan seorang rektor baru di sebuah universitas. Ketika kuliah aktir. Institusi ini memiliki jenjang S1. saya tetap mempertanyakan seberapa besar kemampuan rektor untuk menginisiasi perubahan dan mempersiapkan kepemimpinan dan visi universitas. mahasiswa universitas ini yang berjumlah 1. S2. Saya memandang tahun pertama sebagai tahun yang amat penting. Meskippun saya sudah berusaha semaksimal mungkin memastikan objektivitas penelitian. peneliti merefleksikan perannya dalam penelitian). Saya mengawali penelitian ini dengan asumsi bahwa rektor universitas merupakan suatu jabatan yang sangat berbeda dan rumit. Dalam dewan ini. Batasan Penelitian Lokasi Penelitian ini dilakukan di salah satu universitas negeri di Midwest.700 orang nyaris mengisi tiga kali lipat populasi masyarakat di sana yang hanya berkisar 1. Akan tetapi. Akan tetapi saya mengobservasi peran rektor ini hanya dalam konteks pertemuan-pertemuan dewan administrative. bias-bias ini tetap saja muncul.000 orang. frustasi. rektor memliki tiga pembantu Rektor (Bidang Akademik. Universitas ini terletak di lingkungan masyarakat pedesaan Midwestern. dan Bidang Kemahasiswaan) dan dua Dekan (Sarjana dan Diploma). dan tentu saja tantangan-tantangan baru. serta persepsi-persepsinya dan makna-makna dalam pengalaman tersebut sesuai dengan yang diungkapkan oleh informan. serta bagaimana saya menginterpretasikan pengalaman-pengalaman saya pribadi. saya tentu membawa bias bias tersendiri ke dalam penelitian ini. dipenuhi dengan berbagai perubahan. focus penelitian ini adalah pengalaman dan peristiwa sehari-hari seorang rektor yang baru. kejutan-kejuatan yang tak terduga. Bidang Administrasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah rektor tersebut. dan S3 dengan 51 mata kuliah. Penelitian ini 255 . bias-bias ini justru membantu bagaimana saya memandang dan memahami data yang dikumpulkan. (disini. Peristiwa Didasarkan pada metodologi etnografis. Informan Informan dalam penelitian inin adalah rektor baru disalah satu universtitas negeri Midwest.

1980). penelitian etnografis lah yang paling menonjol. Observasi dalam penelitian etnografis mengharuskan peneliti untuk menggali kehidupan informan (Spradley. kebutuhan-kebutuhan. (3) formulir dispensasi penelitian harus disahkan oleh Dewan Peninjau Institusional/ Institutional Review Board/IRB (Lampiran B1 dan B2). pada 1992. dan keinginan-keinginan (para) informan. para peneliti kualitatif pada umumnya selalu membahas pentingnya pertimbangan-pertimbangan etis (Locke et al.. jabatan dan institusi informan yang benar-benar tampak justru menjadi salah satu perhatian. dan (7) keputusan akhir yang terkait dalam anonimitas informan selebihnya diserahkan pada informan sendiri. dalam penelitian ini. 1989. 1980) dan terus menyikap informasi-informasi yang dianggap sensitif. (6) hak-hak. serta mempersiapkan kepemimpinan dan visi universitas. Jangka waktu ini sudah mencangkup minimal sekali dalam sebulan wawancara terekam selama 45 menit dengan 256 . dan harapan-harapan informan harus dpertimbangkan terlebih dahulu ketika akan dibuat pilihan-pilihan tentang pelaporan data penelitian. Perimbangan-pertimbangan Etis Dalam merancang penelitian. membangun relasi. 1982. keinginan-keinginan. Marshall & Rossman. membuat keputusan.mencangkup penyesuaian peristiwa-peristiwa atau informasi-informasi yang mengejutkan dan pemaknaan atas peristiwa-peristiwa atau isu-isu penting yang muncul. nilai-nilai. Untuk itulah diperlukan pula proteksi terhadap hak-hak informan: (1) sasaran penelitian harus disampaikan secara verbal da tulisan sehingga sasaran-sasaran tersebut bisa dipahami dengan jelas oleh informan (termasuk deskripsi mengenai bagaimana data yang nanti terkumpul dan dimanfaatkan selanjutnya dan untuk keperluan apa). peneliti harus memiliki kewajiban untuk menghormati hak-hak. 1988. peneliti membahas masalah-masalah etis dan review IRB) Strategi-Strategi Pengumpulan data Data dikumpulkan sejak Februari hingga Mei. peneliti menjelaskan batasan-batasan pengumpulan data). (Disini. Dalam konteks pertimbangan etis ini. Uniknya. Merriam. Proses Penelitian ini difokuskan pada peran seorang rektor baru dalam menginisiasi perubahan. (4) informan harus diberi tahu mengenai semua perangkat dan aktivitas pengumpulan data (5) transkripsi harfiah (kata demi kata) da interpretasi serta laporan tertulis harus dibuat dan diberikan pada informan. (2) izin tertulis untuk melakukan penelitian tersebut harus diperoleh dari informan. Spradley. (Disini. Pertama dan yang utama.

dan sekali dalam sebulan analisis pada kalender dan dokumen-dokumen informan (catatan-catatan pertemuan. lampiran C). pengumpulan data dan analisis data harus serempak (simultaneously). serta property-properti lain yang mencirikan ketiganya. ketika menstranskip dan menganalsis data. dan Publikasi). (Disini. 1980). saya akan menggunakan catatan lapangan (field log). peneliti mendeskripsikan langkah-langkah dalam analisis data). Untuk membantu pengumpulan data. 1987). Selama analis ini. Prosedur-Prosedur Analisis Data Merriam (1998) dan Marshall dan Rossman (1989) menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif. (Disini. pemikiran. dan perasaan-perasaannya melalui diary terekam/ taped diary (petunjuk-petunjuk tentang refleksi terekam. dan dicoding secara terus menerus. Biasanya sepanjang proses analisis data. perasaan. sekali dalam sebulan. Diary terekam (taped diary) milik partisipan dan hasil wawancara terekam (taped interview) di transrip dalam kata demi kata. berpartisipasi sebagai observer. Saya juga bermaksud mencatat detail-detail observasi saya dalam notebook dan pemikiran. dan peristiwa-peristiwa. Lampiran D). Gagasan.gagasan utama dicatat rentetan kemunculannya (seperti yang disarankan oleh Merriam. Schatzman dan Strauss (1973) menyatakan bahwa analisis data kualitatif utamanya melibatkan pengklasifikasian benda-benda. informan telah setuju untuk merekam kesan-kesan mengenai pengalaman. peneliti menjelaskan bagaimana ia mencatat informasi deskriptif dan reflektif). penglaman. (Disini. Mereka berusaha mengidentifikasi dan mendeskripsikan pola-pola dan tema-tema dari sudut pandang partisipan. dan persepsi saya selama proses penelitian dalam catatan lapangan. kemudian berusaha memahami dan menjelaskan pola-pola dan tema-tema tersebut (Agar. observasi dua jam pada aktivitas-aktivitas keseharian.informan (rancangan pertanyaan-pertanyaan wawancara. Catatancatatan rekaman dan entri-entri di dalamnya direview secara terus menerus. orang-orang. peneliti berencana untuk wawancara secara berhadap-hadapan. 1988). wawancara lanjutan (follow up interview) dijadwalkan akan dilakukan pada akhir Mei 1992 (lihat Lampiran E untuk catatan waktu dan jadwal kegiatan yang direncanakan). diperiksa kembali berulang-ulang. 257 . dan memperoleh dokumendokumen pribadi). peneliti etnografi mengindeks dan mengkode data mereka dengan menggunakan sebanyak mungkin kategori-kategori (Jacob. Selain itu. yang menampilkan sejumlah petunjuk tentang bagaimana saya harus memanfaatkan waktu ketika saya berada di lapangan. data disusun secara kategoris dan kronologis. memo.

observasi. peneliti dapat langsung ―memasukkan data lapangan. diubah. Pemeriksaan oleh sesame peneliti (peer examination). proses analisis data ini dibantu dengan penggunaan program computer analisis data kualitatif yang dikenal dengan HyperQual. informan dilibatkan dalam sebagian besar tahap penelitian ini. seorang mahasiswa doktoral dan graduate asisten di Jurusan Psikologi Pendidikan dipilih sebagai rekan pemeriksa atas peneitian ini. (Disini. dikelompokkan . HyperQual memanfaatkan software HyperCard dengan memfasilitasi perekaman/ pencatatan dan analisis data teks dan grafis. diperoleh kembali. peneliti menjelaskan penggunaan software computer untuk analisis data). catatan pribadi. Verifikasi Untuk memastikan validitas internal. Denga HyperQual. informan akan mengecek seluruh proses analisis data. dipilah-pilah. 1989: 67-70). Sekumpulan data yang penting dapat diidentifikasi. Triangulasi data. atau frasafrasa kuncinya. berikut ini strategi-strategi yang akan diterapkan: 1. Member Checking. Raymond Padilla (Arizona State University) merancang HyperQual ini pada 1987 yang diterapkan pertama kali dalam komputer Macintosh. dan ilustrasi-ilustrasi…(dan) menge-tag (atau meng-coding) semua atau sebagian sumber data sehingga sekumpulan data dapat disaring dan dirakit kembali dalam konfigurasi yang baru dan lebih baik‖ (Padilla. data-data teks dapat dicari kategori-kategori. atau dihapus dengan menggunakan editor HyperQual. 2. 5. 4. dan dokumen dapat dianalisis seutuhnya. observasi. Waktu yang lama dan observasi berulang di lokasi penelitian. Tanya jawab bersama informan terkait dengan hasil interpretasi peneliti tentang realitas dan makna yang disampaikan informan akan memastikan nilai kebenaran sebuah data 3. termasuk data wawncara. Kategori-kategori atau kode-kode dapat dimasukkan terlebih dahulu atau di lain waktu. kata-kata. mulai dari perancangan proyek hingga pemeriksaan interpretasi dan kesimpulan.Selain itu. observasi regular dan berulang atas fenomena dan setting penelitian akan dilakukan dalam jangka waktu empat bulan. 258 . Pola partisipatoris. dan dikelompokkan kembali untuk dianalisis. Kode-kode ini juga dapat ditambah. tema-tema. Stack-stack khusus dirancang untuk mengoperasikan dan mengolah data. data dikumpulkan melalui beragam sumber agar hasil wawancara.

atau pengamatan perilaku-perilaku individu ataii kelompok culture-sharing 259 . Melapokan Hasil Penelitian Lofland (1974) menegaskan bahwa: meskipun strategi-strategi pengumpulan dan analisis data relatif sama dalam berbagai metode kualitatif. Sementara itu. Peneliti mengidentifikasi strategi-strategi validitas yang akan digunakan dalam penelitian). peran peneliti. serta konteks dari mana data dikumpulkan (LeCompte & Goetz. padat. (Disini. eksplorasi proses. Deskripsi yang padat akan menjadi sarana menyampaikan gambaran holistik mengenai pengalaman-pengalaman dari seorang rektor universitas yang baru. 1984). Semua tahap dalam penelitian ini juga akan diperiksa oleh seorag auditor luar yang sudah berpengalaman dalam metode penelitian kualitatif. di awal penelitian ini. menjelaskan pentingnya membuat tampilan data. Ketiga. Klarifikasi bias penelitian. Kedua. misalnya.6. Proyek akhirnya akan berupa konstruksi pengalaman-pengalaman informan dan pemaknaannya terhadap pengalaman tersebut. Miles dan Huberman (1984). seperti penelitian individu-individu (naratif. dan peristiwa (studi kasus. saya juga merekomendasikan agar peneliti menjelas-kan —dalam proposal penelitian— strategi penelitian yang akan di-gunakan. peneliti memberikan penjelasan detail tentang focus penelitian. Strategi pengumpulan dan analisis data akan dilaporkan secara detail untuk memberikan gambaran yang jelas dan akurat mengenai metode-metode yang digunakan dalam penelitian ini. kedudukan informan dan dasar penelitian. aktivitas. Peneliti menyebutkan outcome penelitian). Pertama. bias peneliti telah dijelaskan dalam subjudul ―Peran Peneliti‖. Hal ini akan memungkinkan pembaca untuk turut merasakan tantangan-tantangan yang dirasakan informan dan memberikan prespektif yang dengannya pembaca juga dapat memandang dunia sang informan (Disini. cara melaporkan hasil penelitian cenderung berbeda. 1988). Ada tiga teknik untuk memastikan reabilitas penelitian ini. Selain itu. diterapkan traingulasi dan beberapa metode lain dalam pengumpulan dan analisis data. Karena penelitian ini merupakan penelitian naturalistik maka hasil-hasilnya akan lebih pas bila disajikan dalam bentuk deskriptif-naratif ketimbang dalam bentuk laporan saintfik. untuk memastikan validitas eksternal dalam proyek ini. dan rinci sehingga setiap orang yang tertarik membaca proyek ini akan memiliki perbandingan kerangka kerja (Merriam. grounded theory). fenomenologi). strategi utama yang diterapkan adalah menyediakan deskripsi-deskripsi yang kaya. dan tulisan naratif adalah bentuk yang paling sering digunakan untuk menampilkan data kualitatif.

Selain itu. tunjukkan langkah-langkah yang akan Anda terapkan dalam proyek Anda. analisis tematik kode-kode. Penting juga menjelaskan jenis-jenis protokol perekaman/ pencatatan data yang akan digunakan. memunculkan pertanyaan-per-tanyaan. serta interpretssi terhadap data penelitian. dan masalah-masalah etis. observasi. berarti strategi ini juga perlu disajikan sesuai dengan model narasinya masing-masing. hubungan personal dengan lokasi penelitian. dokumentasi. Analisis data merupakan proses yang terus berkelanjutan selama penelitian. Lebih jauh. wawancara. dan gambar. penggunaan program-program kom puter. pehgcodmg-an data. deskripsi detail kode-kode. 2. Latihan Menulis LATIHAN MENULIS 1. Untuk interpretasi data penelitian. Setelah menulis rancangan ini. dalam proposal tersebut. membandingkan hasil penelitian dengan literatur dan teori tertentu. dan peneliti biasanya menerapkan langkahlangkah analisis umum dan strategi-strategi khusus di dalamnya. langkah-langkah memperoleh entri. peneliti juga perlu menyebutkan strategi-strategi yang akan digunakan untuk memvali-dasi keakuratan hasil penelitian. perhatikan Tabel 9. grafik. penyajian data dalam tabel. Langkah-langkah umum ini meliputi antara lain: pengolahan dan penyiapan data. Jika ada satu strategi yang dipilih. dan audiovisual). Buatlah tabel yang. menunjukkan reliabilitas prosedur-prosedur. pembacaan awal informasi. dalam kolom paling kiri. proposal penelitian juga perlu membahas peran peneiiti: pengalam anpengalaman sebelumnya.1 untuk mengecek apakah rancangan yang Anda tulis tersebut sudah lengkap atau tidak. peneliti perlu menyampaikan pelajaran apa yang dapat diambil. Dalam bagian proposal pengumpulan data. dan/atau mengajukan agenda perubahan. menyajikan langkah-langkah analisis data. Tulislah satu rancangan prosedur penelitian kualitatif. strategi penelitian yang ingin Anda giinakan. peneliti seharusnya menyertakan penjelasan tentang pendekatan sampling dan jenis/strategi apa yang digunakan untuk mengumpulkan data (seperti. dan menjelaskan fungsi generalisabilitas. 260 .(etnografi). Proposal penelitian seharusnya juga berisi satu bagian tentang outcome yang di-harapkan. Dalam kolom-kolom sebelah kanan. Analisis ini melibatkan analisis informasi partisipan. dan data yang harus Anda kumpulkan.

(2006). Tidak hanya itu. Sebaliknya. grounded theory. dan pembaca dibiarkan tanpa pemahaman tentang prosedur-pro-sedur dan praktik-praktik yang sebenarnya dalam merancang dan melaksanakan penelitian kualitatif.W. Edisi kedua. London: Sage. dan menganalisis data kualitatif. Catherine Marshall dan Gretchen Rossman memperkenalkan prosedur-prosedur dalam penelitian kualitatif. Creswell. cocok dipelajari untuk para peneliti pemula maupun peneliti yang sudah mahir. G. Thousand Oaks. logika dan asumsiasumsi dasar tentang rancangan dan metode penelitian. mengumpulkan data.-konseptual penelitian. anggota. buku ini bisa menjadi informasi up-to-date bagi para peneliti masa kini yang ingin mendalami bidang penelitian kualitatif. Secara keseluruhan. C. Flick.B. (2007). buku ini juga membahas isu-isu kualitas dalam penelitian kualitatif. mereka menjelaskan tentang kerangka. Misalnya. Buku ini menjelaskan bagaimana merencanakan dan merancang penelitian kualitatif. dan studi kasus— dan membahas bagaimana prosedur-prosedur dalam lima jenis penelitian ini ber-beda dan sama antarsatu dengan yang lain. ketimbang menekan-kan sikap filosofis. Buku yang terdiri dari delapan volume dan diedit oleh Uwe Fick ini ditulis oleh para peneliti kualitatif kelas dunia dan dibuat secara kolektif untuk menjelaskan masalah-masalah inti yang muncul ketika para peneliti melaksanakan penelitian kualitatif. Di bagian akhir. Designing Qualitative Research.BACAAN TAMBAHAN Marshall. sejumlah penulis yang membahas penelitian kualitatif terlalu berpijak pada sikap filosofis terhadap topik yang dibahas. analisis wacana). (Ed. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing among Five Approaches. Topik-topik yang di-sertakan dalam buku ini sangat komprehensif. merekam. buku saya lebih menyajikan lima pendekatan praktis dalam penelitian kualitatif—pendekatan naratif. U. J. dan menganalisisnya (misalnya. Thousand Oaks. (2007). rnetode-metode pengumpulan data dan prosedur-prosedur dalammengatur. & Rossman. The Sage Qualitative Research Kit. seperti waktu. dan sumber-sumber yang dibutuhkan untuk penelitian. Edisi keempat. para pembaca akan lebih mudah memilih dan menentukan mana dari kelimanya yang tepat diterapkan untuk masalah penelitian mereka dan sesuai dengan gaya pribadi mereka dalam melakukan penelitian. Ini adalah buku yang komprehensif dan insightful. CA: Sage.). 261 . data visual. dan pendanaan. fenomeno-logi. etnografi. CA: Sage. Terkadang.

misalnya pembahasan lebih luas mengenai pandang-an-dunia pragmatis. ada begitu b3nyak manfaatyang dapat diperoleh dari kombinasi penelitian kualitatif dan kuantitatif ini daripada sekadar menerapkan salah satu dari keduanya secara terpisah. Sifat interdisipliner penelitian juga turut memengaruhi tim penelitian yang terdiri dari individu-individu yang memiliki minat dan pendekatan metodologis yang beragam. Bab ini juga akan menjelaskan lebih lanjut tentang masalah-masalah penelitian yang menuntut keniscayaan untuk dieksplorasi dan dijelaskan (Bab 5). Popularitas ini. Selain itu. KOMPONEN-KOMPONEN PROSEDUR METODE CAMPURAN 262 . kombinasi penerapan metode kualitatif dan kuantitatif. disebabkan oleh kenyataan bahwa metodologi penelitian teais berevolusi dar. Salah satu manfaatnya adalah memberikan pemahaman yang lebih luasterhadap masalah-masalah penelitian. menerapkan kombinasi dua pendekatan sekaligus (kualitatif dan kuantitatif)— menjadi kian populer. berkembang. Bab ini akan mengulas banyak hal yang telah disajikan dalam bab-bab sebelumnya. Apalagi.Bab Sepuluh PROSEDUR-PROSEDUR METODE CAMPURAN Seiring berkembangnya penelitian kualitatif dan kuantitatif dalam ilmu sosial humaniora. yang memanfaatkan kekuatan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif sekaligus. masalah-masalah yang diangkat oleh para pakar ilmu sosial dan kesehatan begitu kom-pleks sehingga menerapkan hanya satu pendekatan saja tentu tidak memadai untuk menjabarkan kompleksitas ini. dan menjelaskan alasan-alasan digunakannya strategi-strategi jamak (multiple forms) dalam pengumpulan dan analisis data (Bab 8 dan 9). salah satunya. penelitian dengan metode campuran —yakni. bab ini juga akan menjelaskan tujuan penelitian dan rumusan masalah dari kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif (Bab 6 dan 7). dan metode campuran adalah salah satu wujud dari perkembangan ini. dan penerapan metode-metode jamak (multiple methods) sebagaimana yang telah dijabarkan pada Bab 1. Pada akhirnya.

yang untuk pertama kalinya menyajikan overviezo komprehensif mengenai strategi penelitian yang satu ini. Bryman. & Bentall. Buku-buku terbaru yang terbit setiap tahun pun juga tidak sedikit yang ditulis khusus untuk membahas penelitian metode campuran (seperti. 2008. 2007. Baru-baru ini. seperti Journal of Mixed Methods Research. 2001). 2007. 1996). sejumlah jurnal lain juga telah berusaha merumuskan penelitian ini dalam konteks disiplin ilmu pengetahuan tertentu. komunikasi interpersonal (Boneva. akan dijelaskan komponenkomponen penting terkait sifat-sifat dan jenis-jenis strategi penelitian metode campuran. 2008. Dalam bab ini. beberapa penelitian sosial humaniora juga bany ak yang menerapkan penelitian metode campuran ini dalam bidang-bidang yang beragam. sejumlah jurnal juga m ulai fokus pada peneli tian d engan metode campuran. Checklist pertanyaan-pertanyaan seputar bagaimana mendesain penelitian metode campuran sudah disajikan dalam Tabel 10. Piano Clark & Creswell.1 Checklist Pertanyaan-pertanyaan untuk merancang prosedur Metode campuran --------------------------------------------______ --------------------Apakah definisi dasar tentang metode campuran sudah disajikan? Apakah alasan/rasionalisasi digunakannya dua pendekatan atau data ini (kuantitatif dan kualitatif) juga sudah disajikan? Apakah pembaca merasakan manfaat potensial dari diterapkannya rancangan metods campuran ini? Apakah kriteria-kriteria dalam memilih strategi metode campuran sudah diidentifikasi? Apakah strategi yang dipilih sudah disebutkan? Apakah model visual yang mengilustrasikan strategi tersebut juga sudah disajikan? Apakah ada notasi yang digunakan untuk menyajikan model visual tersebut? 263 . 2003). Qualitative Health Research. Creswell & Piano Clark.. 1995). Tashakkori & Teddlie. Quality and Quantity dan Field Methods. 1994). Randall. diterbit-kanlah Handbook of Mixed Methods in the Social & Behavior Sciences (Tashakkori & Teddlie. Pada 2003.. seperti bidang terapi okupasional (Lysack & Kreftdng. Greene. Kraut. 2003). Selain itu. Selain jurnal. Annals of Family Medicine. bab ini juga akan membahas perlunya model visual dalam Tabel 10.1. pencegahan AIDS (Janz et al. Bahkan.Saat ini. 2000). penelitian metode campuran telah berkem'oang menjadi seperangkat prosed ur y a rig dapat diterapkah para peneliti dalam mendesain penelitian metode campuran mereka. kesehatan mental (Rogers. Day. dan dalam sains sekolah menengah (Houtz. & Frohlich. perawatan demensia (Weitzman & Levkoff. 1998). seperti International Journal of Social Research Methodology.

untuk memperluas pembahasan dengan cara menerapkan dua metode sekaligus. disajikan satu contoh prosedur metode campuran yang diperoleh dari berbagai sumber. Beberapa sumber mengidentifikasi bahwa penelitian ini bermula dari psikologi dan matriks multitraid-multwietlwd-nya Campbell dan Fiske (1959) yang tertarik untuk mengonvergensi dan mentriangulasi sumber-sumber data kuantitatif dan kualitatif 0ick. misalnya. Berikut ini. 2007). Turner. Namun. SIFAT PENELITIAN METODE CAMPURAN Karena penelitian metode campuran ini relatif baru di dalam ilmu sosial humaniora maka peneliti perlu menyajikan definisi dasar dan deskripsi singkat dalam proposal. peran peneliti. satu penelitian (lihat. untuk menggunakan satu pendekatan integratif agar mampu memperoleh pemahaman yang 264 . 2007. panjelasan lebih detail tentang bagaimana mendefinisikan pene litian metode campuran dalam Johnson.  Definisikan penelitian metode campuran. prosedur-prosedur khusus dalam pengumpulan dan analisis datanya. 1998). Setelah pembahasan mengenai komponen-komponen di atas. Tashakkori & Teddlie. beberapa hal yang perlu dijelaskan terkait dengan sifat metode campuran dalam proposal penelitian:  Jelaskan secara kronologis dan singkat sejarah perkembangan metode campuran. ada pula yang menyatakan bahwa metode campuran ini didorong oleh keinginan untuk mengembangkan metodologi yang berbeda dalam penelitian (lihat Creswell & Piano Clark. Jelaskan pula mengapa peneliti harus menggunakan rancangan metode campuran (misalnya. Onwuegbuzie. 1979). dan apakah struktur ini berkaitan dengan strategi penelitian yang dipilih? rancangan metode campuran.------------------------- ------------- --------------------- Apakah prosedur-prosedur pengumpulan dan analisis data sudah dijelaskan? Apakah strategi-strategi sampling untuk pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif sudah dijeiaskan? Apakah strategi-strategi sampling ini berkaitan erat dengan strategi penelitian yang dipiiih? Apakah prosedur-prosedur data yang spesifik sudah dijelaskan? Apakah prosedur-prosedur ini berkaitan erat dengan strategi penelitian yang dipilih? Apakah prosedur-prosedur validasi data kualitatif dan kuantitatif sudah dijelaskan? Apakah struktur naratif/penyajian metode campuran sudah dijelaskan. dan struktur penyajjan laporan akhir. dengan menyertakan definisi dalam Bab 1 yang fokus pada pengombinasian dua metode (kualitatif dan kuantitatif) dalam.

lebih baik. serta penelitian sosial dan behavioral. 2006. Merencanakan Prosedur-Prosedur Metode Campuran Sebelum membahas enam strategi ini.  Jelaskan secara singkat perkembangan minat terhadap penelitian metode campuran seperti yang banyak terungkap dalam buku. 2007 untuk pembahasan mengenai inisiatif inisiatif awal yang turut berkontribusi pada perkernbangan metode campuran saat ini). STRATEGI-STRATEGI PENELITIAN METODE CAMPURAN DAN MODELMODEL VISUALNYA Ada beberapa tipologi yang bisa dimanfaatkan peneliti untuk memilih jenis strategi metode campuran yang akan digunakan dalam ponelitiannya. kebijakan dan penelitian pendidikan. 2003). Dalam klasifikasi-klasifikasi ini.  Tulislah tantangan-tantangan yang Anda hadapi ketika menerapkan penelitian metode campuran. saya jelaskan enam strategi penelitian metode campuran yang sudah saya dan rekan-rekan saya gunakan sejak 2003 (Creswell et al. serta tuntutan akan pengetahuan mendalam tentang bentuk penelitian kuantitatif sekaligus kualitatif. Yang jelas. Selain itu. dan metodologi campuran. artikel-artikel jurnal. kenalilah istilah-istilah berbeda yang sering digunakan untuk menyebut penelitian ini. seperti integmsi. Creswell dan Piano Clark (2007) mengidentifikasi 12 sistem klasifikasi strategi penelitian metode campuran yang didasar-kan pada ranah-ranah yang berbeda. setiap strategi memiliki istilah yang berbeda-beda. dan proyek-proyek yang didanai/hibah (lihat Creswell & Piano Clark. Berikut ini. sifat analisisnya yang begitu intensif atas data teks dan angka-angka.buku. campuran dua metode ini bisa saja berada dalam satu penelitian atau berada di antara sejumlah studi dalam satu program penelitian. sintesis. multimetode. 2003).. meski bukubuku yang terbit baru-baru ini lebih banyak menggunakan istilah metode campuran (Bryman. metode kuantitatif dan kualitatif. penting kiranya untuk mempertimbangkan terlebih dahulu sejumlali aspek penting dalam merancang prosedur-prosedur untuk penelitian 265 . perawatan kesehatan publik. Tashakkori & Teddlie. atau untuk menguji hasil penelitian dari pendekatan yang berbeda). meskipun ada sejumlah hal substansial yang mirip dan overlapping dalam rancangan-rancang-an tersebut. Tantangan-tantangan ini bisa berupa sifat pengumpulan datanya yang harus ekstensif. seperti evaluasi. penelitianpenelitian akademik.

berarti tujuannya adalah untuk mengeksplorasi topik penelitian dengan cara mengamati para parti-sipan di lokasi penelitian. terkadang memang tidak efektif mengumpulkan data secara bertahap dalamjangka waktu yang lama (misalnya. kuantitatif. (2003). Timing (Waktu) Peneliti harus mempertimbangkan waktu dalam pengumpulan data kualitatif dan kuantitatifnya: apakah data akan dikumpulkan secara bertahap (sekuensial) atau langsung dikumpulkan sekaligus dalam satu waktu (konkuren). mixing (pencampuran). Aspek-aspek tersebut antara lain: timing (waktu). dalam ilmu kesehatan di mana para dokter tidak punya banyak waktu untuk mengumpulkan data di lapangan). ketika peneliti berada dalam lokasi penelitian. Setelah itu.1 Aspek-Aspek yang Perlu Dipertimbangkan dalam Merancang Penelitian Metode Campuran Sumber: Diaptasi dari Creswell et al. peneliti periu menentukan data apa saja yang akan dikumpulkan terlebih dahulu: apakah data kuantitatif atau data kualitatif.metode campuran. Ketika data kualitatif yang terlebih dahulu dikumpulkan. mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif dalam satu waktu sering kali lebih efektif ketimbang mengumpulkannya secara bertahap. peneliti memperluas pema-hamannya melalui tahap kedua. dan pelaksanaannya ber-langsung serempak. Dalam hal ini. iveighting (bobot). Hal ini bergantung pada tujuan awai peneliti. Ketika data dikumpuikan secara bertahap. Weighting (Bobot) 266 . Dalam beberapa proyek penelitian. dan teorizing (teorisasi) seperti yang dapat dilihat dalam Gambar 10. Ketika data dikumpulkan secara konkuren. berarti data kualitatif maupun data kuantitatif sama-sama dikumpulkan sekaligus dalam satu waktu. yang di dalamnya data dikumpulkan dari sejumlah besar partisipan (yang biasanya di-anggap sebagai sampel penelitian).1 Timing Konkuren/Tidak Sekuensial Tahap Pertama Kualitatif-Sekuensial Bobot/Prioritas Pencampuran Seimbang Menggabungkan {Integrating) Kualitatif Menghubungkan (Connecting) Teorisasi Eksplisit Implisit Tahap Pertama Kuantitatif Menancapkan Kuantitatif-Se(Embedding) kuensial Gambar 10.

dalam proyek dua-tahap yang diawali oleh tahap kuantitatif. Terkadang. mereka perlu menjelaskan dan menyajikan dalam. sedangkan data kuantitatif terdiri dari angka-angka. organisasi profesionai). sejauh mana treatment terhadap masing-masing dari dua jenis data tersebut. atau dikombinasikan denganbeberapa cara yang lain. Bagaimana data dicampur? Ini menjadi salah satu perhatian utama di kalangan para pakar metodologi penelitian baru-baru ini (Creswell & Piano Clark. Mencampur (mixing) berarti bahwa data kualitatif dan kuantitatif benar-benar dileburkan dalam satu end of continuum. tahap inter-pretasi. antara lain apakah data kualitatif atau data kuantitatif yang akan diutamakan terlebih dahulu. Misalnya. bobot tersebut bisa lebih berat ke satu metode daripada metode yang lain. proposalnya kapan proses pencampuran tersebut terjadi. Pencampuran dua jenis data bisa saja dilakukan dalam bebe-rapa tahap: tahap pengumpulan data.Faktor kedua yang perlu diperhatikan dalam merancang prosedur-prosedur metode campuran adalah bobot atau priori tas yang diberikan antara metode kuantiatif dan kualitatif. dijaga keterpisahannya dalam end of continuum yang lain. tahap analisis data. membangun tema-tema dalam kualitatif) atau pendekatan deduktif (seperti. bobot dalam penelitian metode campuran ini bisa dipertimbangkan melalui beberapa hal. dan interpretasi penelitian) bukanlah pekerjaan yang mudah mengingat data kualitatif terdiri dari teks-teks dan gambar-gambar. atau bahkan dalam ketiga tahap ini sekaligus. namun dalam beberapa penelitian lain. Bagi para pem-buat proposal yang menggunakan metode campuran ini.is data danhasilnya dapat digunakan untuk mengidentifikasipara partisipan yang dikumpul-kan pada tahap 267 .. Dua data ini bisa saja ditulis secara terpisah. peneliti memang sengaja lebih mernprioritaskan satu jenis data untuk penelitian tertentu. seperti dalam percobaan-percobaan eksperimen (lihat Rogers et al. Mixingr(Pencttiiipuran) Mencampur data (atautialam pengertian yang lebih luas. menguji suatu teori) yang akan diprioritaskan. Dalam beberapa penelitian. namun keduanya tetap dihubung-kan satu sama lain secara implisit. Dalam kerangka yang lebih praksis. analis. men-campur rumusan masalah/ filosofi. 2003). 2007). atau apakah pendekatan induktif (seperti. Prioritas pada satu metode bergantung pada minat peneliti. bobot ini bisa saja seimbang. dan hal apa yang ingin diutamakan oleh peneliti. keinginan pembaca (seperti. Ada dua pertanyaan yang perlu diajukan dalam hal ini: Kapan peneliti harus melakukan pencampuran (mixing) dalam penelitian metode campuran? Dan bngaiinann proses pencampuran ini? Pertanyaan pertama lebih mudah dija wab ketimbang pertanyaan kedua. pihak fakultas.

peneliti bisa saja mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara konkuren dan menggabungkan (integrating) database keduanya dengan mentransformasikan tema-tema kualitatif menjadi angka-angka yang bisa dihitung (secara statistik) dan membandingkan hasil penghitunganini dengan data kuantitatif deskriptif. Dalam situasiini. ras. peneliti tidak menggabungkan dua jenis data yang berbeda dan tidak pula menghubungkan dua tahap penelitian yang berbeda. Database sekunder • memainkan peran pendukung dalam penelitian ini. saling dihubungkan (connecting) satu sama lain selama tahap-tahap penelitian. kelas) (lihat Bab 3). Dalam hal ini. bahkan tidak disebutkan sama sekali. siapa yang berpartisipasi dalam penelitian. baik data kuantitatif maupun data kualitatif. bagaimana data dikumpulkan. Dalam hal ini. Perspektif ini bisa berupa teori yang berasal dari ilmuilmu sosial (seperti. Keterhubungan ini tergambar dari penelitian kuantitatif dan kualitatif yang terhubung selama analisis data pada tahap pertama dan pengumpulan data pada tahap kedua. gender. dan implikasi-implikasi yang diharapkan dari penelitian (biasanya demi 268 . Dalam proyek yang lain. teori kepemimpinan..selanjutnya. ia justru tengah me-nancapkan (embedding) jenis data sekunder (kualitatif) ke dalam jenis data primer (kuantitatif) dalam satu penelitian. penelitian metode campuran. teori adopsi. Teorisasi dan Perspektif-PerspektifTrcmsformasi Faktor terakhir yang perlu dipertimbangkan seorang peneliti dalam merancang prosedur metode campuran adalah perspektif teo-retis apa yang akan menjadi landasan bagi keseluruhan proses/ tahap penelitian. tetapi bisa juga ditulis secara implisit. Dalam skenario proyek terakhir. Dalam penelitian metode campuran. peneliti bisa saja lebih cende-rung untuk mengumpulkan satu jenis data (katakanlah kuantitatif) yang didukung oleh jenis data lain (katakanlah kualitatif) yang sudah ia miliki sebelumnya. pencampuran berarti menggabungkan dua database dengan meleburkan secara utuh data kuantitatif dengan * data kualitatif. Di sini. teori atribusi) atau perspektifperspektif teoretis lain yang lebih luas. semacam advokasi/partisipatoris (misalnya. dan teori-teori ini dapat ditulis secara eksplisit dalam. Semua peneliti membawa teori-teori ke dalam penelitian mereka.Sebaliknya. teori biasanya muncul di bagian awal penelitian untuk membentuk rumusan masalah yang diajukan. yakni pada tahap pengumpulan data kualitatif. kita akan fokus pada penggunaan teori-teori yang eksplisit.

3 mendeskripsikan dan mengilustrasikan secara singkat masing-masing strategi ini. dan Creswell dan Piano Clark (2007):  Simbol "+" mengindikasikan strategi pengumpulan data secara konkuren dan simultan. Masih a da enam strategi penting yang bisa dipiiih oleh peneliti dalam merancang prosedur-prosedur penelitiannya. Sebuah proposal seharusnya berisi deskripsi tentang strategi penelitian dan model visualnya. keempat faktor tersebut tidak menu tup kemungkinan'kemungkinan yang lain.dukung jenis data yang lain (misainya. Setiap teori pada umumnya menyediakan perspektif utuh yang bisa diterapkan dalam semua strategi penelitian metode campuran (akan dibahas sebentar lagi). serta prosedurprosedur dasar yang akan digunakan peneliti dalam menerap-kan strategi tersebut. dan teorisasi— dapat membantu peneliti untuk merancang prosed ur-prosedur penelitian metode campuran. data kualitatif) yang men. dengan satu jenis data (misalnya. dengan data kualitatif dan kuantitatif yang dikumpulkan sekaligus dalam satu waktu. dan interpretasi kuantitatif atau kualitatif. Kata kualitatifdan kumititatif dalam dua gambar tersebut disingkat dengan kata "qual" dan "quan" (pembahasan detailnya akan disajikan lebih lanjut). analisis.  Pengapitalan ("KUAN" atau "KUAL") mengindikasikan suatu bobot atau prioritas yang diberikan pada data. (2003). Strategi-Strategi Penelitian Metode Campuran dan Model-Model Visualnya Empat faktor ini —waktu. data kuantitatif). Keenam strategi ini di-adaptasi dari Creswell et al. Dalam penelitian metode campuran. Meski demikian. bobot. pencampuran.  Simbol"—>" mengindikasikan strategi pengumpulan data sekuensial. Mertens (2003). Gambar 10. Tashakkori dan Teddlie (1998). data kualitatif dan kuantitatif dapat diprioritaskan 269 . misalnya.2 dan 10. yang bisa digunakan oleh para peneliti untuk mengomunikasikan prosedur-prosedur metode campuran mereka dengan mudah. Ia menyajikan pembahasan yang me-narik tentang bagaimana perspektif transformasi membentuk tahap-tahap penelitian metode campuran. Berikut ini adalah notasi yang diadaptasi dari Morse (1991). Masing-masing strategi metode campuran ini dapat dideskripsi-kan dengan notasi yang sudah lazim digunakan dalam ranah metode campuran.perubahan dan advokasi). Notasi metode campuran merupakan label-label dan simbol-simbol singkatan yang mencerminkan aspek-aspek penting dalam penelitian metode campuran.

 "Kuan" dan "Kual" merupakan kependekan dari kunntitntif dan kualiatif. Pengapitalan ini mengindikasikan adanya satu pendekatan atau metode yang lebih diprioritaskan. atau salah satu data dapat diutamakan ketim-bang data yang lain. 270 .Gambar 10.  Kotak-kotak mengindikasikan analisis dan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif. (2003) secara seimbang.2 Strategi-Strategi Sekuensial Sumber: Diadaptasi dari Creswell et al. Keduanya menggunakan jumlah kata yang sama untuk menunjukkan keseimbangan antara dua jenis data.  Notasi KUAN/kual mengindikasikan bahwa metode kualitatif ditancapkan ke dalam rancangan kuantitatif.

analisis. Strategi Eksplanatoris Sekuensial Strategi eksplanatoris sekuensial merupakan strategi yang cukup populer dalam penelitian metode campuran dan sering kali digunakan oleh para peneliti yang lebih condong pada proses kuanti-tatif. Strategi ini diterapkan dengan pengumpulan dan analisis data 271 .3 Strategi-Strategi Konkuren Sumber: Diadaptasi dari Creswell et al. dan interpretasi data untuk Gambar 10. sebuah gambar setidaknya harus terdiri dari dua elemen: prosedur umum dalam metode campuran yang digunakan dan prosedur-prosedur yang lebih spesifik dalam pengumpulan. dan interpretasi data. yang juga perlu dimasukkan ke dalam setiap gambar adalah prosedur-prosedur spesifik dalam pengumpulan analisis.. Dalam hal mi. (2003).Selain notasi di atas. membantu pembaca memahami prosedur-prosedur spesifik yang digunakan.

Tidak seperti strategi eksplanatoris sekuensial. Morgan (1998) menyatakan bahwa strategi ini cocok 272 . 1991). strategi ini akan lemah ketika dua tahap pengumpulan data diberikan prioritas yang seimbang. yang kemudian diikuti oleh pengtimpuian dan analisis data kuantitatif pada tahap kedua yang didasarkan pada hasil-hasil tahap pertama. Teori yang eksplisit bisa saja disajikan. Bobot/prioritas lebih diberikan pada data kuantitatif. Rancangan eksplanatoris sekuensial biasanya digunakan untuk menjelaskan dan menginterpretasikan hasil-hasil kuantitatif berdasarkan hasil pengumpulan dan analisis data kualitatif. tetapi bisa juga tidak. atau tidak bisa. Proses pencampuran (mixing) data dalam strategi ini terjadi ketika hasil awal kuantitatif menginformasikmi proses pengumpulan data kualitatif. Sifat keterusterangan (straightforward) dari rancangan ini merupakan salah satu kekuatan utamanya. Strategi eksploratoris sekuensial bisa.kuantitatif pada tahap pertama yang diikuti oleh pengumpulan dan analisis data kualitatif pada tahap kedua yang dibangun berdasarkan hasil awal kuantitatif. Strategi ini bisa saja memiliki atau tidak memiliki perspektif teoretis tertentu. Kelemahan utama rancangan ini terletak pada lamanya waktu dalam pengumpulan data karena harus melewati dua tahap secara terpisah. dan proses pencampuran (mixing) antarkedua metode ini terjadi ketika peneliti menghnbungkan antara analisis data kualitatif dan pengumpulan data kuantitatif. diimplimentasikan berdasarkan perspektif teoretis tertentu (lihat Gambar 102b). namun tetap berhubungan. dalam membentuk keseluruban prosedur. Rancangan ini secara khusus berguna ketika muncul hasil-hasil yang tidak diharapkan dari penelitian kuantitatif (Morse. Selain itu.2a. dua jenis data ini terpisah. hanya tahap pengumpulan dan analisis datanya saja yang dibalik. Pada level yang paling dasar. Bobot/prioritas lebih cenderung pada tahap pertama. Langkah-langkah dari strategi ini sudah diilustrasikan dalam Gambar 10. Rancangan ini juga mudah dideskripsikan dan dilaporkan. Strategi Eksploratoris Sekuensial Strategi ini mirip dengan strategi sebelumnya. tujuan dari strategi ini adalah menggunakan data dan hasil-hasil kuantitatif untuk membantu menafsirkan penemuan-penemuan kualitatif. fokus utama dalam strategi eksploratoris sekuensial adalah mengeksplorasi suatu fenomena. yang lebih cocok untuk menjelaskan dan menginterpretasi hubungan-hubungan. Strategi eksploratoris sekuensial melibatkan pengurr«pulan dan analisis data kualitatif pada tahap pertama. Artinya. Untuk itulah. pengumpulan data kualitatif yang dilakukan sesudahnya dapat diterapkan untuk menguji hasil-hasil yang mengejutkan ini dengan lebih detail.

satu tahap mengikuti tahap yang lain. peneliti juga harus membuat keputusan penting tentang penemuan-penemuan awal kualitatif apa saja yang akan difokuskan dalam tahap kuantitatif berikutnya (seperti. dideskripsikan. menciptakan 273 . Pada akhirnya. Strategi eksploratoris sekuensial memiliki banyak keunggulan sebagaimana strategi sebelumnya. Strategi transformatif sekuensial merupakan proyek dua-tahap dengan perspektif teoretis tertentu (seperti. lalu menggunakan analisis tersebut untuk membuat suatu instrumen (Tahap 2). gender. dan dilaporkan. diskriminasi.. Pendekatan dua-tahap irvi (pene-litian kualitatif yang diikuti oleh penelitian kuantitatif) membuat strategi ini mudah diwujudkan. seperti halnya dua strategi sekuensial sebelumnya (lihat Gambar 10. strategi eksploratoris sekuensial juga mengharuskan peneliti untuk melewati. strategi ini juga dapat digunakan untuk melakukan generalisasi atas penemuan-penemuan kualitatif pada sampel-sampel yang berbeda. Strategi ini terdiri dari tahap pertama (baik itu kuantitatif ataupun kualitatif) yang diikuti oleh tahap kedua (baik itu kuantitatif maupun kualitatif). Perspektif teoretis diperkenalkan di bagian pend~huluan.2c). Selain itu. teori ilmu sosial) yang turut membentuk prosedur-prosedur di dalamnya. Strategi Transformatif Sekuensial Strategi ini terdiri dari dua tahap pengumpulan data yang ber-beda. Strategi ini tepat digunakan oleh peneliti yang ingin mengeksplorasi suatu fenomena. panitia. mengumpulkan data kualitatif dan mengana-lisisnya (Tahap 1). perbandingan antarkelompok. Begitu pula. Seperti halnya strategi eksplanatoris sekuensial. tema-tema ganda). yang tentu saja lemah untuk beberapa situasi penelitian tertentu. waktu yang relatif lama dalam menyelesaikan tahap-tahap pengumpulan data.digunakan untuk menguji elemen-elemen dari suatu teori yang dihasilkan dari tahap kualitatif. Morse (1991) menyatakan bahwa salah satu tujuan dipilihnya strategi ini adalah untuk menentukan distribusi suatu fenomena dalam populasi yang dipilih. yang kemudian diatur untuk ke-perluan sampel populasi (Tahap 3) (Creswell & Piano Clark. 2007). strategi eksploratoris sekuensial sering kali dipilih sebagai prosedur penelitian ketika peneliti perlu membuat suatu instrumen disebabkan instrumen yang ada tidak layak atau tidak tersedia. atau komunitas penelitian yang terbiasa dengan penelitian kuantitatif. ke-tidaksetaraan. tetapi juga ingin memperluas penemuan-penemuan kualitatifnya. Untuk membuat instrumen ini. Perspektif ini dapat membentuk rumusan masalah yang akan dieksplorasi (seperti. Selain itu> strategi ini dapat membuat penelitian kualitatif yang sangat luas menjadi nyaman dibaca oleh pembimbing. peneliti perlu melewati tiga tahap: pertama-tama. ras. Lebih dari itu. satu tema. ketidakadilan).

misalnya dalam penelitian kualitatif. peneliti harus menggunakan perspektif teoretis tertentu untuk me-mandu penelitiannya. Meski demikian. Yang lebih pen ting. proses pencampuran (mixing) terjadi ketika peneliti menggabungkan antardua metode penelitian. terutama tentang bagaimana visi transformatif tersebut digunakan untuk memandu metode penelitian. mendeskripsi. strategi ini telah menempat-kan penelitian metode campuran dalam kerangka transformatif: sesuatu yang tidak dilakukan dalam dua strategi sebelumnya. memberikan advokasi yang lebih baik kepada partisipan. Strategi Triangulasi Konkuren 274 . Dalam strategi ini. dan bobotnya dapat diberikanpada salah satu dari keduanya atau didis-tribusikan secara merata pada masing-masing tahap. strategi ini bisa jadi lebih menarik dan acceptable bagi para peneliti yang perriah menggunakan kerangka transformatif dalam satu metodologi terlentu. Maka dari itu. Strategi transformatif sekuensial juga memiliki kekuatan dan kelemahan metodologis tersendiri dibandingkan dengan dua strategi sekuensial sebelumnya. perspektif teoretis ini. Tahap-tahap yang berbeda dalam strategi iru mernudahkan peneliti untuk menerapkan. peneliti masih perlu memutuskan tentang hasil-hasil apa saja pada tahap pertartia yang akan dijadikan fokus vintuk ditindaklanjuti pada tahap kedua. peneliti dapat menggunakari salah satu dari dua metode dalam tahap pertama. tidak seperti strategi eksploratoris dan eksplanatoris sekuensial sebelumnya.sensitivitas pengumpulan data dari keiompok-kelompok marginal. Pada dasarnya. atau sejenis advokasi. peneliti diharapkan dapat me-nyuarakan perspektif-perspektif yang berbeda. Dalam strategi transfonnatif sekuensial ini. dan rnelaporkan hasil penelitiannya meskipun strategi ini juga membutuh-kan waktu yang tidak sebentar dalam menyelesaikan dua tahap pengumpulan data. salah satu kelemahan strategi ini adalah sedikitnya buku yang ditulis tentangnya. apakah itu berupa kerangka konseptual atau ideologi tertentu. Dengan diterapkannya penelitian dua-tahap dalam strategi ini. Begitu juga. lebih bertujuan untuk membimbing penelitian ketimbang untuk diterapkan sebagai metode tersendiri. dan diakhiri dengan ajakan akan perubahan. dalam strategi transformatif sekuensial ini. Tujuan dari strategi transformatif sekuensial adalah untuk me-nerapkan perspektif teoretis si peneliti. atau niemahami suatu feno-mena dengan lebih baik. seperti yang dilakukan dalam strategi-strategi sekuensial sebelumnya. Sayangnya. seperti halnya strategi-strategi sekuensial lain.

peneliti mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara konkuren (dalam satu waktu). bobot antara dua metode ini setara/seimbang. tetapi dalam praktiknya. McLeroy. perbedaan-perbeda-an. Dalam strategi ini. 1989. baru kemudian diikuti oleh kuota-kuota kualitatif yang mendukung atau menolak hasil-hasil tersebut. & Graham. Steckler. Goodman. strategi ini juga dapat menghasilkan penemuan yang substantif dan benar-benar tervalidasi. Apalagi. Idealnya. Bird. Hal ini disebabkan data kuantitatif dan kualitatif dikumpul-kan sekaligus dalam satu waktu di lokasi penelitian. kemudian membandingkan dua database ini untuk mengetahui apakah ada konvergensi. Meski demikian. lintas-validasi. kekuatan satu metode menambah kekuatan metode yang lain). Dalam strategi ini. Dalam strategi triangulasi konkuren.Strategi triangulasi konkuren mungkin menjadi satu-satunya strategi dari enam strategi rnetode campuran yang paling populer saat ini (lihat gambar 10. 1998. mentransformasi satu jenis data menjadi jenis data lain sehingga keduanya dapat mudali diperbandingkan) atau dengan mengintegrasikan atau mengomparasikan hasil-hasil dari dua data tersebut secara berdampingan dalam pembahasan. Caracelli. sering kali ada prioritas yang lebih dibebankan pada satu metode ketimbang pada metode yang lain. Pencampuran tersebut dilakukan dengan meleburkan dua data penelitian menjadi satu (seperti. pengumpuian data konkuren membutuhkan jangka waktu pengumpuian data yang relatif sebentar jika dibandingkan dengan pengumpuian data se-kuensial. pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif dilakukan secara bersamaan (konkuren) dalam satu tahap peneliuan. Salah satunya adalah karena strategi ini membutuhkan usaha keras dan keahlian khusus dari peneliti untuk 275 . Morgan. strategi ini juga memiliki sejumlah keterbatas-an.3a). pencampuran (mixing) terjadi ketika peneliti sampai pada tahap interpretasi dan pembahasan. Strategi transformatif konkuren ini memiliki banyak manfaat selain karena sudah populer di kalangan peneliti. atau beberapa kombinasi. & McCormick. diskonfirtnasi. atau corroboration (Greene. Strategi ini pada umumnya menerapkan metode kuantitatif dan kualitatif secara terpisah untuk menutupi/menyeimbangkan kelemahankelemahan satu metode dengan kekuatan-kekutan metode yang lain (atau sebaliknya. Saya sering menjumpai bahwa para peneliti yang ingin melakukan penelitian metode campuran hampir selalu mengguna-kan strategi ini dalam mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif. Sebagian penulis menyebut perban-dingan ini dengan istilah konfirmasi. 1992). Integrasi ber-dampingan ini (side-by-side integration) banyak dijumpai dalam pene-litian-penelitian metode campuran terpublikasi yang bagian pembahasan di dalamnya selalu menyajikan hasil-hasil statistik (kuantitatif) terlebih dahulu. dan membandingkan kedua data tersebut.

Metode sekunder yang kurang diprioritaskan (kuantitatif atau kualitatif) di-tancapkan {embedded) atau disarangkan (nested) ke dalam metode yang lebih doniinan (kualitatif atau kuantitatif). sementara data kualitatif mengeksplorasi proses-proses yang dialami oleh masing-masing individu dalam kelompok treat-men t) atau mencari informasi dalam tingkatan analisis yang berbeda (seperti. Meski demikian. peneliti bisa saja bingung bagaimana mengatasi ketidaksesuaianketidaksesuaian yang sering kali muncul ketika membandingkan hasil-hasil penelitian. 276 . biasanya pencampuran ini banyak muncul dalam bagian pem-bahasan penelitian. seperti mengumpulkan data tambahan untuk memecahkan ketidaksesuaian. dua data tersebut bisa saja tidak dikomparasikan. data kuantitatif menjelaskan outcome yang diharapkan dari proses treatment. tetapi dideskripsikan secaraberdampingan sebagai dua gambaran berbeda yang rnerepresentasikan penilaian gabungan terhadap suatu masalah. strategi embedded konkuren juga dapat dicirikan sebagai strategi metode campuran yarg menerapkan satu-tahap pengumpuian data kuantitatif dan kualitatif dalam satu waktu (lihat Gambar 10. Meski demikian. dalam penelitian eksperimen. strategi ini juga menerapkan perspektif teoretis tertentu untuk menjelaskan metode primer..3b). memeriksa kembali database asli. 1998). Strategi Embedded Konkuren Seperti halnya strategi triangulasi konkuren. Selain iru. Penancapan ini dapat berartibahwa metode sekunder menjabarkan rumusan masalah yang berbeda dari metode primer (seperti.mengkaji fenomena dengan dua metode yang berbeda. Mirip dengan strategi konkuren sebelumnya. Hal ini akan terjadi jika peneliti mengguna-kan strategi ini untuk mengevaluasi dua rumusan masalah yang berbeda (antara kualitatif dan kuantitatif) atau meneliti level-level yang berbeda dalam suatu organisasi. 2007). Dalam strategi ini. atau membuat proyek baru yang membahas ketidaksesuaian tersebut (Creswell & Piano Clark. analogi dalam analisis hierarkis kualitatif sangat membantu dalam mengkonseptualisasi level-level hierarki ini) (lihat Tashakkori dan Teddlie. pencampuran (mixing) dua data terjadi ketika peneliti mengomparasikan satu sumber data dengan sumber data yang lain. memperoleh gagasan baru dari ketidaksamaan data. Kerumitan strategi ini juga ter-letak pada keharusan untuk membandingkari hasil-hasil dari dua analisis dengan dua data yang berbeda. meskipun cara-cara mengatasi masalah ini sudah banyak di-bahas dalam literatur. yang membedakan strategi ini dengan strategi konkuren sebelumnya adalah bahwa strategi embedded konkuren memiliki metode primer yang memandu proyek dan database sekunder yang memainkan peran pendukung dalam prosedur-prosedur penelitian.

277 . jika dua database ini dikomparasikan. strategi embeddedkonkuxen iniberguna ketika peneliti lebih memilih menggunakan metode-metode yang berbeda uhtuk meneliti kelompok-kelompok atau levellevel yang berbeda pula. Peneliti terlebih dahulu harus mentransf ormasikan data dari dua metode ini ke dalam bebe-rapa kategori agar data tersebut dapat digabungkan dalam tahap analisis. Tashakkori dan Teddlie (1998) menyebut strategi ini sebagai rancangan multilevel (multilevel design). strategi triangulasi konkuren tidak jarang meng-hasilkan bukti-bukti yang juga tidak setara dalam penelitian. untuk sejumlah alasan tertentu. dan seterusnya. Misalnya. satu metode dapat diguna-kan dalam kerangka metode yang lain. dalam strategi ini. yang mungkin akan merugikan peneliti ketika menginterpretasi hasil akhir. Strategi ini kerap kali digunakan agar peneliti dapat memper-oleh perspektif-perspektif yang lebih luas karena mereka tidak hanya menggunakan metode yang dominan saja. Meski demikian. peneliti dapat memperoleh perspektifperspektif yang lebili luas dari jenis-jenis data yang berbeda dalam satu penelitian. Morse (1991) misalnya. Karena prioritas pada dua metode ini tidak seimbang. mewawancarai manajer-nya secara kualitatif. Lebih lanjut. menyata-kanbahwa strategi kualitatif pada umumnya dapat ditancapkan (embedded) ke dalam data kuantitatif untuk memperkaya deskripsi ten tang para partisipan yang menjadi sampel penelitian. Strategi embedded konkuren ini. Morse mendeskripsikan bagaimana data kualitatif juga dapat digunakan untuk mendeskripsikan aspek penelitian kuantitatif yang tidak dapat dihitung (unquantifiable). melainkan juga menggunakan dua metode yang berbeda. Selain itu. Pada akhirnya. peneliti dapat meneliti para pegawainya secara kuantitatif. Strategi ini menampiikan suatu penelitian yang sama-sama memanfaatkan kelebihan-kelebihan dari data kualitatif dan kuantitatif. jika peneliti me-rancang dan melakukan penelitian eksperimen untuk menguji hasil-hasil treatment. Misalnya. Selain itu. dia bisa menggunakan metodologi studi kasus untuk meneliti bagaimana partisipan dalam penelitian tersebut menjalani prosedurprosedur treatment. memang atraktif. ada pula kelemahan-kelemahan yang perlu dipertimbangkan ketika memilih strategi ini. Peneliti mampu mengumpulkan dua jenis data secara serempak dalam satu tahap pengumpulan data saja. dengan digunakannya dua metode yang berbeda sekaligus. Apalagi. menganalisis seluruh divisi di dalamnya ber-dasarkan data kuantitatif. bisa saja muncul ketidaksesuaianketidaksesuaian yang tentu saja perlu di-tuntaskan sesegera mungkin. jika yang diteliti adalah suatu organisasi.Strategi embedded konkuren dapat digunakan untuk beragam tujuan.

yang rnembuatnya tampak menarikbagi para peneliti yang memang ingin menggunakan perspektif transformative untuk memandu penelitiannya. Para peneliti metode campuran perlu memilh strategi spesifik dalam pengumpulan data. Gambar 10. strategi transformatif konkuren ini diterapkan dengan mengumpulkan data kuanti-tatif dan kualitatlf secara serempak serta didasarkan pada perspektif teoretis tertentu (lihat Gambar 10. Tldak hanya itu. Perspektif ini bisa berorien-tasi pada ideologi-ideologi seperti teori kritis. mengidentifikasi rancangan dan sumber-sumber data. strategi transformatif ini juga bisa diterapkan dalam konteks strategistrategi konkuren lain. Perspektif ini biasanya direfleksikan dalam tujuan penelitian atau rumusan masalah. dan me-laporkan hasil penelitian. Lebih jauh.embedded dan triangulasi maka ketiga strategi ini pun juga saling berbagi kelemahan dan kelebihannya masing-masing.Strategi Transformatif Konkuren Seperti halnya strategi transformatif sekuensial. strategi transformatif konkuren bisa saja diterapkan dalam kerangka strategi konkuren yang lain. atau pada kerangka konseptual tertentu. Proses pencampuran {mixing) dalam strategi ini terjadi ketika peneliti meleburkan {merging). metode yang lain agar suara paridsipan dapat ter-sampaikan demi perubahan proses suatu organisasi. atau ditancapkanberdasarkanprioritas yang diberi-kan pada keduanya). perspektif inilah yang akan menjadi kekuatah utama dalam mendefinisikan masalah.3 278 . seperti triangulasi dan embedded. strategi transformatif ini memiliki iiilai plus karena —tidak seperti dua strategi konkuren sebelumnya— telah menempatkan penelitian metode campuran dalam kerangka transformatif. advokasi. Karena strategi transformatif konkuren ini salingberbagi fitur dengan strategi. Memilih strategi metode campuran.3c). Misalnya.2 dan 10. menginterpretasi. penelitian partisipatoris. menghubungkan {connecting). seorang peneliti bisa saja menancapkan {embedding) satu metode ke dalam. Akan tetapi. la juga bisa men-trianguiasi {triangulating) data kuantitatif dan kualitatif untuk me-ngonvergensi informasi-informasi demi membuktikan adanya ke-tidaksetaraan dalam kebijakan-kebijakan organisasi tersebut. atau menancapkan {embedding) dua data yangberbeda. Untuk itulah. baik itu triangulasi maupun embedded (dua jenis data dikumpulkan sekaligus dalam satu tahap penelitian. untuk menfasilitasi perspektif teoretis yang dibawanya. mereka juga perlu menampilkan gambar visual yang dapat mempresentasikan prosedur-prosedur pengumpulan data yang akan mereka terapkan. Bahkan. menganalisis.

 Carilah artikel-artikel jurnal metode campuran yang menerapkan strategi yang anda pilih. Strategi ini merupakan satu teknik primer (seperti. sedikit mewawancarai beberapa partisipan yang sudah mengisi instrument survey) dalam pengumpulan data.  Ingatlah bahwa pengumpulan data analisis kuantitatif dan kualitatif merupakan proses rigrous yang benar-benar memakan waktu.menampilkan strategi-strategi metode campuran yang bisa dipertimbangkan.  Pertimbangkan batas waktu yang anda miliki dalam mengumpulkan data. sajikan satu definisi untuk strategi tersebut beserta model visual dan rasionalisasinya: mengapa strategi tersebut anda anggap paling layak untuk digunakan. Dalam strategi ini.  Cobalah untuk menggunakan strategi sekuensial eksplanatoris. survey) dan teknik seunder (seperti.  Bacalah artikel-artikel jurnal yang menggunakan strategi-strategi yang berbeda dan tentukan artikel mana yang paling berkesan bagi anda. Strategistrategi konkuren tidak terlalu time consuming karena data kualitatif dan kuantitatif dikumpulkan sekaligus dalam satu waktu di lokasi penelitian. lalu tunjukkan artikel tersebut pada pembimbig anda atau pihak fakultas agar mereka memiliki satu model nyata tentang strategi penelitian yang ingin anda 279 . Strategi ini merupakan strategi favorit para mahasiswa saya. pengumpulan data kuantitatif pada tahap pertama dilanjutkan dengan pengumpulan data kualitatif pada tahap kedua sebagai tindak lanjut atas hasilhasil kuantitatif sebelumnya.1 untuk mengevaluasi prosedur-prosedur yang ingin anda terapkan. strategi embedded konkuren memberikan bobot tidak setara pada dua bentuk data yang memiliki besara dan kerumitan yang berbeda sehingga memungkinkan penelitu untuk membatasi ruang lingkup penelitiannya dan mengatur waktu dan sumber-sumber yang tersedia. Creswell dan Plano Clark (2007) menyertakan empat artikel jurnal utuh sehingga pembaca dapat mengamati detail-detail penelitian di dalamnya yang menerapkan strategi-strategi yang berbeda. saya selalu memberikan pertimbangan kepada para mahasiswa untuk menggunakan strategi embedded kongkuren. khususnya mereka yang kurang berpengalaman dengan penelitian kulitatif namun memiliki potensi besar dalam penelitian kualitatif. lalu identifikasilah salah satu dari enam strategi yang telah dibahas dalambab ini sebagai strategi utama yang akan anda gunakan untuk penelitian anda. Dalam proposal. Apalagi. Ketika waktu menjadi masalah. dan berikut ini beberapa tips penelitian tentang cara-cara bagaimana memilih strategi metode campuran:  Gunakanlah informasi dalam gambar 10.

hal ini bukan tidak mungkin juga diterapakan dalam penelitian kulitatif (mengubah angka-angka menjadi deskripsi-deskripsi yang detail). Tipologi ini dibuat dengan cara menghubungkan prosedur-prosedur sampling dengan srategi-strategi metode campuran yang sudah saya bahas sebelumnya: 280 .yang akan dikumpulkan selama penelitian. Mesipun mengubah informasi menjadi angka-angka merupakan pendektan yang sering diterapkan dalam penelitian kuantitatif.  Ketahuilah bahwa data kuantitatif sering kali dipilih dengan random sampling agar masing-masing individu memiliki yang sama untuk diseleksi sebagai sampel.3 yang menunjukkan dua jenis data tersebut (kuantitatif dan kualitatif). Karena kita masih berada dalam tahap mengadopsi penelitian dengan metode campuran. Prosedur-prosedur sampling ini perlu dijelaskan dalam proposal. bisa menjadi data kuantitatif atau kualitatif. dan sampel ini dapat digeneraisasi pada populasi yang lebih luas. Proseder-prosedur pengumpulan data Meskipun model visual dan pembahasan mengenai strategi penelitian sudah memberikan deskripsi yang cukup jelas mengenai prosedur-prosedur pengumpulan data yang digunakan. seperti wawancara dan observasi. Bebrapa jenis data. tergantung pada seberapa terbuka (kualitatif) opsi-opsi respons yang muncul dalam hasil wawancara atau ceklis obserpasi tersebut. peneliti tetap harus menjelaskan – dalam proposalnya. Hal ini akan membuat mereka dan pembaca lain merasa yakin bahwa strategi tesebut benar-benar dapat diterapakan untuk meneliti masalah penelitian yang anda angkat. penelitian-penelitian terpublikasi (seperti.  Identifikasi dan tentukanlah jenis data –baik kulitatif maupun kuantitatif. Meski demkian.gunakan. Amati kembali table 1. teddlie dan yu (2007) telah mengembangkan tipologi lima sampling metode campran. Penting pula bagi peneliti untuk mengidentifikasi strategi-strategi sampling dan pendekatan-pendekatan dalam memvalidasi data. sampling juga ditetapan dalam pengumpulan data penelitian kulitatif untuk memilih individu-individu yang benar-benar telah mengalami/ merasakan fenomena utama. Data dibedakan dalam konteks respons terbuka versus respon tertutup. khususnya di bagian pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif. artikel jurnal) dalam bidang konsentrasi anda akan menbantu strategi metode campuran yang anda pilih yang telah disetujui oleh pihak fakultas. Selain itu.jenis-jesi data yang akan dikumpulkan.

ANALISIS DATA DAN PROSEDUR-PROSEDUR VALIDASI Selain prosedur-prosedur pengumpulan data. di dalamnya sampling kuantitatif dan sampling kualitatif dikombinasikan (seperti. didalamnya sampling tahap pertama melengkapi sampling tahap kedua. kemudian obsevasi kualitatif. Misalnya. penelitian juga perlu menjelaskan prosedur-prosedur analisis data dalam proposalnya. 4. lalu. 1998): 281 . 5. bahaslah kemabali secara rinci model visual anda. coding. ada beberapa analisis data metode campuran yang menerapkan pendekatan-pendekatan berikut ini (lihat caracelli & greene. tashakkori & teddlie. sedangkan prosedur-prosedur yang lebih spesifik ditulis di bawahnya. 2007. 3. Strategi-strategi dasar. Sampling sekuensial. di dalamnya sampling ditetapkan pada dua atau lebih unit analisis. di dalamnya probabiltas kuantitatif dan sampling kulitatif dikombinasikan menjadi prosedur-prosedur sampling indevenden atau ditetapkan secara bersamaan ( seperti. Sampling yang menerapkan bentuk kombinasi apa pun dengan strategistrategi metode campuran sebelumnya. Sampling konkuren. prosedur-prosedur umum harus terletak di bagian atas halaman. Misalnya. dalam strategi eksplanatoris sekuensial. instrument survey dengan respons tertutup dan respons terbuka). Misalnya. atau antar dua pendekatan ini. pembahasan ini dapat meliputi pendeskripsian lebih jauh tentang pengumpulan data survey yang diikuti oleh analisis data yang deskriptif dan inferensial pada tahap pertama.  Sertakan prosedur-prosedur rinci dalam model visual anda.analisis bisa dilakukan berdasarkan pendekatan kuantiataif (analisis angka-angka secara deskriptif dan inferesial) dan kualitatif (deskripsi dan analisis teks atau gambar secara tematik).2a. creswell & plano clark. 2. Analisis data dalam penelitian metode campuran sangat berkaitan dengan jeis strategi yang dipilih.1. stratified purposeful sampling dan purposive random sampling). 1993. dan analisis tematik dalam penelitian etnografi pada tahap kedua. Sampling multilevel. sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar 10.

peneliti bisa saja menghitung berapa kali kode-kode dan tema-tema tersebut muncul dalam data teks (atau dengan menhitung garis-garis dan kalimat-kalimat yang membicarakan kode dan tema itu).  Mengeksplorasi outlier-outlier. Dalam strategi-strategi konkuren. Informasi dalam setiap cell (kotak-kotak dalam matriks/tabel) dapat berupa kuota-kuota dan data kualitatif.  Menguji level-level ganda. peneliti dapat menindaklanjuti dengan wawancara kualitatif tentang kasus-kasus outlier tersebut untuk memperoleh pengetahuan tentang mengapa kasus-kasus ini berbeda/menyimpang dari sampel kuantitatif. peneliti juga dapat mengualifikasi (qualify) data kuantitatif. pada kelompok-kelompok) untuk mengumpulkan hasil-hasil kuantitatif tentang sampel. lakukan wawancara kualitatif (seperti. matriks/tabel tersebut akan 282 . Poros horizontal dalam matriks/tabel ini dapat berupa variabel kategorial kuantitatif (seperti. lima tema tentang relasi caring antara provider dan pasien-pasiennya).  Membuat instrumen. Dengan menerapkan salah satu strategi konkuren yang sudah dijelaskan sebelumnya. dan asisten medis). Pada waktu yang bersamaan. Misalnya. pada inclividu-individu) untuk mengeksplorasi suatu fenomena berdasarkan pandangan individu-individu dalam kelompok-kelompok tersebut. Transformasi data. Dengan menerapkan salah satu strategi sekuensial sebelumnya. Penghitungan data kualitatif inilah yang memungkinkan peneliti untuk membandingkan hasil-hasil kuantitatif dengan data kualitatif. dokter. hitungan jumlah kode dan kualitatif. Dengan cara seperti ini. Pada tahap selanjutnya. lakukan survei (misalnya. Dengan menerapkan strategi embedded konkuren. dalam analisis faktor berdasarkan skala dengan menggunakan instrumen tertentu. Setelah analisis ini. Pada tahap ketiga. kumpulkan tema-tema atau statemen-statemen tertentu dan partisipan pada tahap pertama kualitatif. jenis-jenis provider perawat. kombinasikanlah informasi-informasi yang diperoleh dan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif ke dalam sebuah matriks/tabel. sedangkan poros vertikalnya dapat berupa data kualitatif (seperti. analisis data kuantitatif pada tahap pertama dapat menghasilkan kasus-kasus ekstrem dan outlier.  Membuat matriks/tabel. cobalah ménvalidasi instrumen tersebut dengan sampel yang representatif dan populasi. Sebaliknya. Dalam strategi-strategi sekuensial. atau kombinasi-kombinasi lain. peneliti dapat membuat faktor-faktor atau tema-tema kuantitatif yang kemudian diperbandingkan dengan tema-tema dan database kualitatif. gunakanlah statemen-statemen ini Sebagai item-item spesifik dan tema-temanya sebagai skala-skala untuk membuat instrumen survei kuantitatif.

penulis proposal harus membahas validitas dan reliabilitas skor-skor dan penggunaan instrumen sebelumnya. Penulis proposal juga harus menjelaskan mengapa dan bagaimana validitas untuk penelitian metode campurannya berbeda dengan validitas untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif. Untuk membuat matriks/tabel ini. apakah prinsip-prinsip filosofis penelitian kuantitatif dan kualitatif sudah dicampur ke dalam satu konsep filosofis yang bisa diterapkan secara menyeluruh?) hingga inferensi-inferensi yang diambil (misalnya. mulai dari isu-isu filosofis (seperti. pertimbangkanlah jenis validitas yang berhubungan dengan komponen kuantitatif (lihat Bab 8).menampilkan analisis data kualitatif dan kuantitatif terkombinasi. Legitimasi dalam penelitian metode campuran berhubungan erat dengan semua tahap dalam proses penelitian. 2007. jenis validitas yang berhubungan dengan komponen kualitatif (lihat Bab 9). Selain itu. 2006). atau rumusan masalah-rumusan masalah yang saling berseberangan (lihat Creswell & Piano Clark. Sejumlah penulis metode campuran menganjurkan pada kita untuk menerapkan prosedur-prosedur validitas. Untuk tahap kuantitatif. untuk pembahasan lebih detail mengenai hal ini). besaran sampel. isu-isu tersebut juga bisa berhubungan dengan pemilihan sampel. gunakanlah program-program software kualitatif (lihat Bab 9). member checking. Beberapa penulis menyebut validitas untuk penelitian metode campuran ini dengan istilah legitimasi (Onwuegbuzie & Johnson. ancaman-ancaman potensial terhadap validitas internal dalam rancangan survei dan eksperimen juga perlu dicatat (lihat Bab 8). strategi-strategi yang akan digunakan untuk memeriksa akurasi hasil penelitian juga harus disebutkan (lihat Bab 9). deskripsi detail. dan isu-msu validitas lain yang mungkin berhubungan dengan pendekatan metode campuran. inferensi-inferensi ini haruslah benar-benar berkualitas) dan manfaat penelitian bagi pembaca (lihat Onwuegbuzie & Johnson. Strategi-strategi ini bisa meliputi triangulasi sumber data. Isu-isu validitas dalam penelitian metode campuran juga bisa berhubungan dengan jenis-jenis strategi yang pernah dibahas dalam bab ini. 2006: 55). prosedur-prosedur yang tidak layak. tindak lanjut terhadap hasil-hasil yang bertentangan. atau pendekatan-pendekatan lain. bisa dalam pengumpulan data. baik untuk tahap penelitian kuantitatif maupun tahap penelitian kualitatif (Tashakkori & Teddlie. Untuk tahap kualitatif. Bahkan. Bagi siapa pun yang merancang proposal dengan metode campuran. 1998). Aspek lain dari analisis data yang harus dideskripsikan dalam proposal metode campuran adalah serangkaian langkah yang diambil untuk memeriksa validitas data kuantitatif dan akurasi hasil kualitatif. SUSUNAN LAPORAN PENELITIAN 283 .

peneliti metode campuran biasanya menyusun laporannya mengenai prosedur-prosedur ke dalam bagian pengumpulan data kuantitatif dan analisis data kuantitatif yang dilanjutkan dengan bagian data kualitatif. dengan judul yang juga terpisah untuk keduanya. dan analisis data kualitatif. Tujuan penelitian di atas mengilustrasikan kombinasi antara tujuan dan rasionalisasi dilakukannya mixing (pencampuran). yakni ―untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik. Di akhir proposal harus ada bagian tersendiri yang membahas mengenai agenda perubahan atau reformasi yang akan dilakukan setelah penelitian berlangsung. laporan mengenai pengumpulan dan analisis data kualitatif dapat disajikan terlebih dahulu. Dalam kedua susunan ini. kemudian diikuti oleh laporan tentang pengumpulan dan analisis data kualitatif. laporan tentang pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif dapat disajikan di bagian terpisah.  Dalam penelitian konkuren. Setelah itu. baik yang sekuensial maupun yang konkuren. peneliti memberikan komentar tentang bagaimana hasil-hasil kualitatif membantu mengelaborasi atau memperluas hasil-hasil kuantitatif. sedangkan untuk penyusunan proposal. harus disesuaikan dengan jenis strategi yang dipilih. sebagaimana untuk analisis data. susunannya biasanya meliputi pembahasan mengenai isu advokasi di awal proposal. Biasanya. susunan seperti ini tidak memperjelas perbedaan antara tahap kuantitatif dan tahap kualitatif. dalam bagian kesimpulan dan interpretasi. pengumpulan data kualitatif. penelitian transformatif bisa menggunakan susunan sekuensial ataupun konkuren seperti yang dijelaskan sebelumnya. CONTOH-CONTOH PROSEDUR METODE CAMPURAN Beberapa ilustrasi berikut ini menggambarkan penelitian-penelitian metode campuran yang menggunakan strategi-strategi dan prosedur-prosedur. Karena penelitian metode campuran mungkin terkesan asing bagi pembaca maka penulis proposal perlu memberikan beberapa petunjuk tentang bagaimana menyusun laporan akhir.Susunan untuk laporan penelitian. penulis proposal biasanya menyajikan proyeknya menjadi dua tahap yang berbeda. tetapi analisis dan interpretasinya harus dikombinasikan untuk mencari konvergensi dan kesamaan-kesamaan antara hasil-hasil yang diperoleh. Di bagian 284 .  Dalam penelitian transformatif.  Dalam penelitian sekuensial.‖ serta kombinasi antara dua jenis data yang dikumpulkan selama penelitian. Sebagai alternatifnya.

Artinya. yaitu metode kualitatif/studi kasus pada sekolah-sekolah tertentu-untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang persoalan komitmen guru (Kushman. Kushman meContoh 10. yakni tahap pertama-hasil kuantitatif. 285 . Kerangka koniseptual inilah yang memberikan petunjuk-petunjuk teoretis tentang semua proses/tahap penelitian kuantitatif (Morse. sebagaimana dijelaskan dalam tujuan penelitiannya Premis utama dalam penelitian ini adalah bahwa komitmen organisasi dan komitmen terhadap pembelajaran slswa merupakan dua sikap yang berbeda. Meski demikian.yang menampilkan dan membahas korelasi. 1991). Kushman menerapkan tahap kuantitatif dengan KUAN  kual.. Kushman tidak menggunakan satu teori yang spesifik dalam penelitiannya kali ini. dan ANOVA. namun sama-sama penting untuk efektivitas sekolah Premis ini memang sudah banyak dibahas dalam literatur.. Untuk mendukung definisi ini. diterapkanlah Tahap 2..1 Strategi Sekuensial Kushman (1992) meneliti dua Jenis komitmen para guru -baik komitmennya secara organisasional maupun komitmennya terhadap pembelajaran siswa-di 63 SD dan SMP kota Penelitian Kushman ini menerapkan strategi metode campuran sekuensial eksplanatoris dua-tahap. Dalam penelitian dua-tahap ini. serta rumusan masalah yang diajukan untuk mengeksplorasi hubungan antar kedua komitmen tersebut. regresi. namun membutuhkan validasi empiris lebih lanjut. Kushman menyajikan hasil-hasilnya dalam dua tahap. Kushman perlu menganalisis secara statistik komitmen organisasi dan komitmen terhadap pembelajaran siswa. Kushman merujuk pada beberapa literatur yang pernah membahas dua konsep tersebut. Setelah itu. yang berarti menjadikan pendekatan kuantitatif sebagai prioritas utama. lengkap dengan kutipan-kutipannya. Prioritas ini lebih jauh diilustrasikan dalam bagian Definisi istilah yang menjabarkan apa yang disebut dengan komitmen organisasi dan komitmen terhadap pembelajaran siswa. hasil studi kasus kualitatif disajikan pada tahap kedua dalam bentuk tema-tema dan subtema-subtema. lengkap dengan model visualnya.Pendahuluan penelitiannya. Pencampuran (mixing) hasil kuantitatif dan hasil kualitatif dalam penelitian Kushman muncul di pembahasan akhir di mana di dalamnya Kushman menyoroti hasil-hasil kuantitatif dan kompleksitas-kompleksitas yang muncul dan hasil-hasil kualitatif. Kemudian.. Tahap 1 adalah penelitian kuantitatif yang melihat hubungan statistik antara komitmen guru dan antesendenanteseden organisasional di SD dan SMP Setelah analisis mikrolevel ini. 1992 13) nyajikan kerangka konseptual.

1993: 141) Data aktual dikumpulkan dari hasil survei terhadap 182 mahasiswa dan orang tua dari hasil wawancara dengan 56 mahasiswa dan orang tua. dengan hasil-hasil wawancara kualitatif di sisi ang lain. ekspektasi pendidikan. dalam satu halaman khusus. ditemukan bahwa faktor-faktor yang penting dalam relasi ini adalah dukungan orang tua. 155). Hossler dan Vesper meneliti faktor-faktor yang berhubungan dengan penghematan orang tua untuk anak-anaknya yang tengah studi di perguruan tinggi. di satu sisi. 286 . (Hossler & Vesper. kita bisa melihat bahwa Hossler dan Vesper mengumpulkan dua data ini secara konkuren (dalam satu waktu). Mereka juga menyebutkan kelemahan-kelemahan dalam analisis kuantitatif dan hasil-hasil analisis t-test dan regresi. termasuk pembahasan mengenai pengukuran variabel-variabel dan detail-detail dalam analisis data regresi logistik. mereka juga menyajikan analisis data kualitatif dan menjelaskan secara singkat tema-tema yang muncul dalam pembahasannya. Bobot atau prioritas untuk penelitian metode campurannya Hossler dan Vesper kali ini cenderung pada pengumpulan dan analisis data kuantitatif. Dengan data longitudinal yang dikumpulkan dari para mahasiswa dan orang tua mereka selama jangka waktu 3 tahun. Dalam hal ini. kami juga berusaha menggali pengetahuan lain dari hasil wawancara kami dengan beberapa mahasiswa dan orang tua mereka selama lima kali dalam jangka waktu tiga tahun. Hasilnya.2 Strategi Konkuren Pada 1993. Hossler dan Vesper mengumpulkan Informasi dari hasil survei terhadap 128 mahasiswa dan orang tua dan hasil wawancara dengan 56 mahasiswa dan orang tua Berikut ini tujuan penelitian Hossler dan Vesper yang cenderung menerapkan strategi trangulasi data Karya tulis ini berusaha meneliti perilaku-perilaku penghematan (saving) orang tua. mereka mengomparasikan pentingnya faktorfaktor yang menjelaskan penghematan orang tua untuk hasil-hasil kuantitatif. Mereka juga menyajikan pembahasan tentang analisis kuantitatif terhadap data survei. dan informasi akan biaya perguruan tinggi. kami memilih regress logistik untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan penghematan orang tua bagi pendidikan S2 anak-anak mereka. Dengan menggunakan data mahasiswa dan orang tua yang diperoleh dari penelitian longitudinal dengan metode survei selama 3 tahun. Tidak hanya itu. Dalam bagian ini. dan notasi untuk penelitian ini berupa KUAN + kual. penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang paling berhubungan dengan tabungan orang tua untuk pendidikan S2 anak-anak mereka. Pengetahuan ini diharapkan dapat membantu mengeksplorasi lebih jauh isu tentang penghematan orang tua. lebih tepatnya dalam tahap interpretasi.Contoh 10. Dan tujuan penelitiannya. Pencampuran (mixing) kedua sumber data ini dilakukan dalam bagian khusus berjudul ‗Tembahasan Hasil Survei dan Wawancara‖ (hlm. Meski demikian.

Mirip dengan Contoh 10. tidak ada perspektif teoretis yang digunakan dalam penelitian ini meskipun di bagian awal mereka menyajikan literatur-literatur yang membahas tentang ekonometrik dan pilihan perguruan tinggi. Peneliti (dalam hal ini.1. didasarkan literatur-literatur yang ada (sebagaimana penelitian kuantitatif).‖ Artinya. Dalam penelitian di 287 . Bbopal) menulis penelitiannya dengan tujuan untuk menyuarakan pandangan kaum wanita dan memberikan kritik tajam terhadap ketidakadilan gender. kami melihat teori yang digunakan dalam penelitian ini bersifat induktif (sebagaimana penelitian kualitatif). dan pada akhirnya dibangun dan direkonstruksi secara terus-menerus selama proses penelitian. dan di bagian akhir mereka menyajikan ―Model Tambahan tentang Penghematan Orang Tua.

strategi transformatif yang dipilihnya memungkinkan para wanita untuk mengambil manfaat dan proyek penelitian ini (hlm 76) atas.. dia juga mendeskripsikan bagaimana metodologi feminis membantu proses penelitiannya. Komponen kualitatif dan komponen kuantitatif sama-sama diberi bobot yang seimbang.Contoh 10. Tujuan penelitian ini secara keseluruhan adalah “untuk memperoleh pengetahuan detail tentang kehidupan kaum wanita.3 Strategi Transformatif Bhopal (2000) menggunakan perspektif feminis dalam penelitian metode campuran triangulasi transformatifnya. Di samping itu. Bhopal terlibat langsung dalam proses penelitian yang di dalamnya dia menjelaskan prosedur-prosedur rasionalisasi mengapa ia tertarik meneliti kehidupan kaum wanita dengan perspektif feminis ini. Sejak kaum wanita ini menikah dan diberi mas kawin. Karena teori feminis dibahas. sikap mereka terhadap pernikahan. data kuantitatif menampilkan pola-pola partisipasi umum. dengan menggunakan bahasa dan kategorikategori yang di dalamnya kaum wanita mengekspresikan dirinya sendiri. Dalam hal ini. pekerjaan domestik. (Bhopal. Bhopal meneliti 60 wanita. penelitian metode campuran membantu Bhopal untuk mengekspos kehidupan kaum wanita Apajagi. 2000: 68) Dari penelitian ini. dan menyajikan informasi akurat yang berhubungan dengan jumlah kaum wanita yang mengalami bentuk-bentuk patriarki yang berbeda. Menariknya. kemudian mewawancarai beberapa wanita untuk menindaklanjuti dan memahami partisipasi mereka secara mendalam (strategi sekuensial eksplanatoris). sementara data kualitatif menunjukkan narasi personal kaum wanita. dan keuangan rumah tangga” (hlm. penelitian Bhopal ini tidak saja tentang wanita. dengan asumsi bahwa keduanya dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih detail terhadap masalah penelitian. perasaan mereka terhadap perannya sebagai istri dan apakah mereka benar-benar melaksanakan peran tersebut di rumah. mahar atau mas kawin. Ia tertarik menguji apakah teori-teori patriarki bisa diterapkan untuk meneliti para wanita Asia Selatan (dari India. serta menguji kekuatan dampak-dampak patriarki yang berbeda. Dia juga membahas bagaimana kaum wanita hidup dalam istilah-istilah mereka sendiri. 288 . Timing dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data terlebih dahulu. Tidak hanya itu. 70). dan Bangladesh) yang hidup di London Timur. Bhopal melihat mereka sering kali mengalami bentuk-bentuk patriarki yang-anehnya-justru tidak dialami oleh kaum wanita Kulit Putih di Britania. penelitian Bhopal tersebut juga merupakan refleksi yang menampilkan bias-bias pribadinya sebagai seorang wanita. Pencampuran (mixing) antara dua komponen ini dilakukan dengan cara menghubungkan hasil-hasil dan survei kuantitatif dan mengeksplorasi lebih jauh hasil-hasil ini dalam tahap kualitatif. Pakistan.. Dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. (untuk) menginvestigasi tingkat perbedaan yang signifikan antara kaum wanita ini yang pernah mengalami patriarki.. Bhopal menemukan bahwa pendidikanlah yang berpengaruh secara signifikan terhadap kehidupan kaum wanita. tetapi juga untuk wanita.

Ada enam strategi pengumpulan data dalam penelitian metode campuran. ras. atau dengan perspektif transformatif (sekuensial atau konkuren). Prosedur-prosedur validitas juga harus dideskripsikan secara eksplisit. dan sebagainya). Setiap strategi memiliki kekuatan dan kelemahannya tersendiri. Akhinya. atau menancapkan (embedding) sumber data sekunder ke dalam sumber data primer. meskipun diakui bahwa strategi sekuensial memang paling mudah diterapkan. apakah bobotnya setara atau lebih memprioritaskan salah satu di antara keduanya. Penjelasan ini bisa meliputi sejarah berkembangnya penelitian tersebut. mengeksplorasi outlier-outlier. Setelah itu. terapkan empat kriteria (seperti yang sudah dijelaskan) untuk memilih strategi metode campuran yang dianggap paling layak. tahap demi tahap). atau sekuensial. secara konkuren (triangulasi dan embedded). Peneliti patut memilih salah satu dari keenam strategi tersebut: apakah secara sekuensial (eksplanatoris dan eksploratoris). Prosedur-prosedur ini bisa meliputi prosedur-prosedur pengumpulan data (kuantitatif dan kualitatif) dan prosedurprosedur analisis data (kuantitatif dan kualitatif). apakah dengan cara meleburkan (merging) data. menguji level-level ganda. Analisis data metode campuran bisa dilakukan dengan mentransformasi data. Jelaskan pula bagaimana kedua data ini dicampur (mixed). Tunjukkan pula strategi timing dalam melakukan pengumpulan data (apakah konkuren. mulailah dengan menjelaskan sifat penelitian metode campuran. nyatakan pula bobot/ prioritas untuk dua pendekatan penelitian (kuantitatif dan/atau kualitatif). peneliti sebaiknya tetap menyusun laporan tertulis untuk proposal penelitiannya. tunjukkan dan jelaskan pula apakah ada perspektif teoretis tertentu yang akan digunakan untuk memandu penelitian. Peneliti lalu menghubungkan dan menjelaskan gambar ini dengan prosedur-prosedur yang lebih spesifik untuk membantu pembaca memahami semua proses penelitian. dan aplikasinya dalam berbagai bidang penelitian. Meski penelitian metode campuran ini kurang familiar bagi sebagian pembaca.Sepanjang penelitian ini dengan fokus pada kesetaraan dan penyuaraan hak-hak kaum wanita maka bisa dipastikan bahwa penelitian ini secara eksplisit telah menggunakan perspektif feminis sebagai landasan berpikinya. atau membuat matriks/tabel yang mengombinasikan hasil kuantitatif dan penemuan kualitatif. menghubungkan (connecting) data dan satu tahap ke tahap lain. seperti teori dan ilmu-ilmu sosial atau perspektif advokasi (misalnya. feminisme. definisinya. RINGKASAN Untuk merancang prosedur-prosedur penelitian metode campuran. Strategi yang dipilih juga harus disajikan dalam gambar (model visual). Selain itu. Susunan laporan ini harus disesuaikan dengan jenis strategi yang dipilih289 . dalam satu waktu.

karena masing-masing dari ketiganya memiliki susunan penyajian tersendiri.sekuensial. konkuren. 290 . atau transformatif.

W. & Creswell. ―Toward a Conceptual Framework for Mixed-Method Evaluation Designs. 3. Jelaskan alasan/rasionalisasi mengapa tahap-tahap tersebut diterapkan secara Sekuensial. J. Piano Clark.LATIHAN MENULIS 1. Thousand Oaks.. 255-274). (2008). dan transformatif) dalam menyajikan atau menulis pendahuluan. J. konkuren. dan rancangan embedded) dan menyajikan contoh-contoh penelitian yang ―mencerminkan‖ masing-masing strategi ini. mereka menampilkan 291 . triangulasi. sekuensial eksploratoris. Strategi-strategi ini kemudian dijabarkan lebih jauh dalam buku kedua. BACAAN TAMBAHAN Creswell. CA: Sage. (hlm. Pada buku pertama. mereka fokus pada empat jenis strategi metode campuran (sekuensial eksplanatoris.W. Jangan lupa untuk menggunakan notasi yang tepat dalam gambar ini. seperti perspektif ferminis. Creswell dan Piano Clark menulis dua buku yang menjelaskan penelitian metode campuran. V.J..L. Evaluation and Policy Analysis. Buatlah gambar visual dan prosedur-prosedur spesifik yang mengilustrasikan penggunaan suatu perspektif teoritis tertentu. (1989). lengkap dengan contoh-contohnya dan artikel-artikel metodologis tentang penelitian ini.L. mereka membahas seputar ide-ide dasar tentang empat strategi metode campuran tersebut. Jelaskan juga pendekatan yang diambil (sekuensial. Jennifer Greene dan rekan-rekannya mengevaluasi 57 penelitian metode campuran yang dipublikasikan mulai tahun 1980 hingga 1988. Caracelli. V. rumusan masalah. Rancanglah penelitian yang mengombinasikan model kualitatif dan kuantitatif dengan memprioritaskan pengumpuian data kualitatif ketimbang pengumpulan data kuantitatif. dalam penelitian metode campuran transformatif. & Piano Clark. CA: Sage. Dari evaluasi ini. 11 (3).‖ dalam Educational. V. & Graham. Designing and Conducting Mixed Methods Research. W. Greene. tujuan penelitian. Dalam buku kedua ini pula.F. J. 2. dan strategi pengumpulan data. The Mixed Methods Reader. yang di dalamnya mereka menyertakan contoh-contoh penelitian lain yang ―benar-benar menerapkan‖ strategistrategi tersebut.C.(2007). Thousand Oaks. Rancanglah sebuah penelitian yang mengombinasikan model kualitatif dan kuantitatif dengan fokus pada strategi sekuensial dua-tahap.

Berdasarkan gagasan inilah. Thousand Oaks. meneliti aspek-aspek yang berbeda dari sebuah fenomena (complementary). mengidentifikasi aplikasi-aplikasinya dalam ilmu sosial humaniora. atau apakah diimplementasikan secara independen. Handbook of Mixed Methods in the Social & Behavioral Sciences. pendekatan-pendekatan. perbedaan-perbedaan ini bisa terlihat dari apakah penelitian-penelitian ini menjabarkan fenomena yang berbeda atau fenomena yang sama. Janica Morse menyatakan bahwa penggunaan metode kualitatif dan kuantitatif secara bersamaan untuk membahas suatu masalah penelitian menuntut adanya upaya mempertimbangkan bobot dan urutan masing-masing metode tersebut. Misalnya. J. mendeteksi paradoks dan perspektif-perspektif baru (initiation). mengilustrasikan isu-isu metodologis dan analisis dalam penerapan metode campuran. dan bertahap (sequential). handbook ini memperkenalkan kepada pembaca metode campuran. apakah diberikan bobot/prioritas yang sama atau berbeda. yang menggunakan dua metode dalam satu waktu. (1991). apakah diimplementasikan dalam paradigma yang sama atau berbeda. (2003). 292 . Morse. Dengan 27bab di dalamnya. Begitu pula.lima tujuan dari tujuh karakteristik metode campuran. dan kelemahan-kelemahan dalam strategi triangulasi ini. yakni secara simultan (simultaneous).M. kekuatan-kekuatan. dan kelemahan-kelemahan metodologisnya. atau sekuensial. & Teddlie. ―Approaches to Qualitative-Quantitative Methodological Triangulation‖ dalam Nursing Research. dan menggagas pandanganpandangan masa depan terkait dengan metode campuran ini. dan memperluas ruang lingkup penelitian (expansion). konkuren.. Morse juga menjelaskan tujuan-tujuan. mereka kemudian merekomendasikan sejumlah strategi metode penelitian yang ―layak‖ digunakan. Mereka juga menemukan bahwa penelitian-penelitian metode campuran ini pada umumnya berbeda-beda dalam hal asumsiasumsi. Mereka menyatakan bahwa penelitian metode campuran sering kali diterapkan untuk mencari konvergensi (triangulation). CA: Sage. menganalisis data secara sekuensial (development). (him. yang memanfaatkan hasil dari satu metode untuk melaksanakan metode selanjutnya. 40(1). A. Morse kemudian mengetengahkan dua bentuk triangulasi metodologis. Dua bentuk ini dideskripsikan dengan menggunakan notasi huruf kapital dan huruf kecil yang menunjukkan bobot relatif serta urutan masing-masing metode. Tashakkori. Dengan tujuan-tujuan dan karakteristik-karakteristik tersebut. 120-123). C. (Ed). Handbook yang dieditori oleh Abbas Tashakkori dan Charles Teddlie ini menyajikan tulisan dari para penulis kontemporer yang memang berkonsentrasi dalam penelitian metode campuran.

psikologi. sosiologi.ada bab-bab khusus yang mengilustrasikan penerapan metode penelitian dalam evaluasi. 293 . keperawatan. dan pendidikan. manajemen dan organisasi. ilmu kesehatan.

memperjelas. proses. ketidaksetaraan. pandangan ini juga mengangkat isu-isu spesifik dalam kehidupan sosial yang tengah terjadi di masyarakat. aktivitas. dan pengasingan. Pertanyaan inti (Rumusan masalah) dalam penelitian kualitatif adalah pertanyaan besar yang dimiliki peneliti dan mengharuskan adanya sebuah penjelasan berupa fenomena sentral atau konsep sebuah penelitian. Perhatian atau minat dalam penulisan adalah beberapa kalimat yang bertujuan untuk memberi batasan pembahasan pada pembaca (agar pembaca bisa tetap fokus). penindasan. Gagasan dasar dalam penulisan adalah kalimat-kalimat yang mengandung beberapa gagasan atau gambar khusus yang termasuk dalam gagasan utama. institusi yang didiami partisipan. Selain itu. Pandangan advokatif/partisipatoris adalah landasan filosofis dalam penelitian dimana dalam proses penyelidikan. dominasi. Kode etik adalah aturan-aturan dan prinsip etis yang ditetapkan oleh sekelompok profesional yang khusus mengatur penelitian-penelitian ilmiah. dan menarik perhatian individu secara kontinu. Materi kode (coding) adalah proses pengaturan materi-materi pada bagian-bagian dalam keseluruhan teks agar gagasan umum bisa dikembangkan dan tersebar dalam tiap-tiap bagian. mengorganisir gagasan.Glosarium Abstrak dalam review penelitian adalah review singkat mengenai penelitian (biasanya berupa paragraf singkat) yang menyimpulkan beberapa bagian utama dalam sebuah penelitian agar pembaca bisa memahami hal-hal dasar yang ada dalam sebuah penelitian. Gagasan atau gambar khusus ini berfungsi untuk menguatkan. Semisal pemberdayaan. atau satu atau lebih indi-vidu dengan lebih mendalam. Kasus-kasus tersebut dibatasi oleh waktu dan aktivitas. penelitian dihubungkan dengan politik dari sebuah agenda politik. atau memaparkan gagasan-gagasan yang termuat dalam gagasan utama. atau dalam kehidupan peneliti sendiri. Karena itu. kejadian. tekanan. penelitian semacam ini memuat sebuah rencana tindakan untuk melakukan perubahan yang dimungkinkan bisa terjadi dalam kehidupan partisipan. Studi kasus adalah stategi kualitatif di mana peneliti mengkaji se-buah program. 294 . sehingga peneliti harus mengumpulkan infor-masi yang detail dengan menggunakan beragam prosedur pengum-pulan data selama periode waktu tertentu.

Penelitian terdahulu mungkin sudah harus dikaji uang untuk melihat adakah temuan penelitian yang sama. Database ini memberikan akses cepat pada ribuan jurnal. Strategi triangulasi konkuren dalam metode campuran adalah se-buah pendekatan di mana peneliti mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara konkuren kemudian membandingkan dua data-base tersebut untuk menentukan adakah kesamaan. Prosedur metode campuran konkuren adalah prosedur di mana peneliti mengumpulkan atau mengombinasikan data kualitatif dan kuantitatif untuk memberikan sebuah analisis komprehensif ter-hadap masalah penelitian. Validitas gagasan terjadi ketiga seorang invertostor menggunakan definisi dan ukuran variabel yang cukup. perbedaan. Pendekatan transformatif konkuren dalam metode campuran di-arahkan oleh sebuah perspektif teoretis khusus yang digunakan pe-neliti serta pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif yang konku-ren. untuk 295 . dan materi-materi lain. yakni selama pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif dilakukan secara berkesinambungan. atau populasi yang khusus. Strategi embedded konkuren dalam metode penelitian campuran bisa diketahuai dari kegunaannya pada satu fase pengumpulan data. Kekurangan dalam penelitian terdahulu mungkin terjadi sebab topik penelitian yang sama tidak ditujukan pada kelompok. atau kemungkinan melakukan kombinasi antar dua data tersebut. arsip konferensi. Tidak seperti model triangulasi tradisional. Interval kepercayaan adalah sebuah prkiraan dalam penelitian kuantitatif yang berupa nilai statistik tertinggi dan terendah yang konsisten pada data yang diteliti serta memuat mean populasi yang sesungguhnya. Ketersambngan dalam penelitian metode campuran berarti adanya keterhubungan antara penelitian kualitatif maupun penelitian kuan-titatif dengan analisis data pada fase pertama penelitian serta dengan pengumpulan data fase kedua. sampel. Database literarur dalam komputer dewasa ini sudah bisa diakses di perpustakaan.Koherensi dalam penulisan berarti adanya kesatuan gagasan dan adanya ketersambungan logis antar beberapa kalimat dan beberapa paragraf.pendekatan embedded konkuren memiliki metode utama yang membimbing laju penelitian dan memiliki metode kedua yang ber-peran suportif dalam prosedur tersebut.

(tidak tepat sasaran) Kegemukan dalam penulisan berartiadanya kata yang ditambahkan dan sebenarnya tidak dibutuhkan dalam sebuah kalimat untuk me-nyampaikan sebuah gagasan. Hipotesis direktif. Database kedua berfungsi untuk mendukung database utama. dan jarak antara angka terendah dan angka tertinggi. Analisis deskriptif terhadap data untuk variabel-variabel sebuah penelitian mencakup penggambaran hasil penelitian yang berupa mean. 296 .diberi sampel baru berupa individu baru atau situs-situs penelitian. setting lain. Dampak atau pengaruh tersebut bisa diketahuai dengan memberikan sebuah treatment khusus pada sebuah kelompok dan membatasi treatment pada kelompok lain. Ancaman validitas eksternal munculsaat seorang yang melakukan eksperimen membuat kesimpulan yang salah dari sampel data dengan mengkaji orang lain. Penegasan judul adalah bagian yang berada dalam proposal penelitian dan menjelaskan istilah-istilah yang mungkin tidak dipahami pembaca.di mana bentuk data kedua dihubungkan dengan peneliti-an berskala lebih luas yang menjadi database utama. Penelitian eksperimental berupaya menentukan apakah sebuah treatmen khusus bisa memengaruhi hasi sebuah penelitian. Desain eksperimental dalam penelitian kuantitatif menguji dampak treatment (arah sebuah intervensi) terhadap hasil penelitian serta mengkaji semua faktor lain yang dimiliki kemungkinan untuk memengaruhi hasil sebuah penelitian. Ukuran efek mengkaji kekuatan sebuah kesimpulan dari segi per-bedaan kelompok atau hbungan antara beberapa variabel dalam penelitian kuantitatif. Embedding adalah bentuk pencampuran dalam metode penelitian campuran. Etnografi adalah strategi kualitatif di mana peneliti mempelajari sebuah kelompok kultural secara utuh dalam setting yang natural selama periode waktu tertentu dengan mengumpulkan data pene-litian dan wawancara. peneliti menentukan bagaimana perbedaan dua kelompok tersebut memengaruhi hasil sebuah penelitian. Kemudian. yang digunakan dalam penelitian kuantitatif adalah ketika seorang peneliti membuat prediksi tentang arah atau hasil penelitian yang diharapkan. penyimpangan standar. atau untuk mengetahui adanya data dari sebuah kelompok yang belum terangkat dalam penelitian terdahulu tersebut. atau situasi yang telah lalu dan situasi yang akan datang.

dan makna yang lebih luas dalam hasil penelitian. atau interaksi yang grounded dalam pandangan partisipan sebuah penelitian. Persetujuan intercoder (atau pengujian ulang) adalah ketika dua atau beberapa coder menyetujui penggunaan beberapa kode untuk bagian yang sama dalam sebuah teks. Protokol wawancara adalah sebuah formulir yang digunakan oleh peneliti kualitatif untuk merekam dan menulis informasi yang di-dapatkan selama proses wawancara. (Hal tersebut tidak berarti mereka memberi kode pada teks yang sama. Makna ini bisa berupa pelajaran atau informasi untuk melakukan perbandingan dengan penelitian lain dan pengalaman pribadi. 297 . Formulir ini menegaskan bahwa hak partisipan akan dilingdungi selama proses pengumpulan data.Prosedur statistik atau subprogram yang telah terakui dalam paket software kualitatif bisa digunakan untuk menentukan level konsistensi dalam memberi kode. treat-ment. Formulir izin ditandatangani oleh partisipan sebelum mereka terlibat dalam sebuah penelitian. Teori grounded adalah sebuah strategi kualitatif di mana peneliti menyampaikan teori yang umum dan abstrak mengenai proses. Ancaman validitas internal adalah prosedur eksperimental. Interpretasi dalam penelitian kualitatif berarti bahwa peneliti dapat menarik makna dari hasil analisis data. atau pengalaman partisipan yang bisa menghambat peneliti untuk membuat kesimpulan yang tepat dari data mengenai populasi yang dilibatkan dalam eksperimen. tindakan. Penulisan yang biasa adalah penulisan proposal dengan cara yang umum dan terus-menerus.Gatakeeperadalah beberapa staf yang terlibat dalam situs penelitian yang memberikan akses pada situs yang bersangkutan dan meng-izinkan terlaksananya sebuah penelitian kualitatif. Memadukan dua database dalam metode penelitian campuran ber-arti bahwa database kualitatif dan kuantitatif benar-benar digabung-kan dengan sebuah pendekatan perbandingan atau untuk keperluan melakukan transformasi data. Interpretasi hasil dalam penelitian kuantitatif berarti bahwa peneliti menarik kesimpulan dari pertanyaan dalam penelitian. Hipotesis menghubungkan beberapa variabel atau membandingkan kelompok-kelompok dalam variabel sehingga kesimpulan sampel bisa ditarik menjadi kesimpulan populasi. hipotesis. bukan penulisan dalam jangka waktu yang tidak teratur dan mandeg beberapa saat. namun berarti bahwa coder lain akan memberi kode yang persis sam dengan kode yang digunakan seorang coder pada bagian yang sama).

Statemen purpose metode campuran memuat keseluruhan maksud penelitian.atau mengajak pembaca untuk terlibat dalam penelitian. Rumusan masalah dalam metode penelitian campuran adalah per-tanyaan khusus yang diangkat dalam penelitian metode campuran dan secara langsung membidik percampuran antara STRANDS pe-nelitian kualitatif dan kuantitatif. Notasi ini memaparkan cara bagaiman peneliti dengan metode campuran bisa dengan mudah berkomunikasi dengan prosedur yang harus dipenuhinya.melibatkan. serta alasan logis dalam memadukan kedua STRAND tersebut untuk menelti masalah yang diangkat. Penelitian naratif adalah sebuah strategi kualitatif di mana peneliti mempelajari kehidupan individu dengan meminta satu atau bebe-rapa individu untuk menuturkan cerita 298 . dan campuran antara dua pendekatan dalam sebuah penelitian. Memasangkan partisipan dalam penelitian eksperimental adalah prosedur yang memasangkan beberapa partisipan yang memiliki sifat dan karakteristik tertentu dan secara acak ditugaskan untuk terlibat dalam kelompok eksperimental dan kelompok yang melakukan kontrol.satu data terakhir dalam sebuah rangkai-an. informasi mengenai STRAND kualitatif dan kuantitatif penelitian.Peta penelitian adalah sebuah gambaran visual (atau gambar) me-ngenai penelitian sebuah topik yang menggambarkan bagaimana sebuah penelitian khusus bisa memberikan kontribusi terhadap se-buah topik tertentu. Sisipan narasi adalah sebuah istilah yang berasal dari susunan bahasa inggris.satu data lain berakhir dalam sebuah rangkaian. Notasi metode campuran memberikan label dan simbol kecil yang memainkan peran penting dalam metode penelitian campuran. Sisipan ini berarti kata bermakna yang digunakan sebagai kalimat pembuka sebuah pendahuluan yang berfungsi untuk menggambarkan. Metode ini juga dilibatkan asumsi filosofis. Pencampuran bisa diartikan adanya kombinasi antara data kualitatif dan kuantitatif. atau pencampuran sedemikian rupa dalam sebuah rangkaian. Metode penelitian campuran adalah sebuahpendekatan untuk me-nyelidiki suatu objek dengan mengombinasikan atau menghubung-kan bentuk penelitian kualitatif dan bentuk penelitian kuantitatif. kegunaan pendekatan kualitatif dan kuantitatif.pemisahan dua data. Pertanyaan inilah yang akan di-jawab pada penelitian yang menggunakan metode campuran.

Statemen purpose dalam sebuah proposal penelitian memaparkan sasaran.kehidupannya. situasi. dan konsekuensi serta bukan dari kondisi yang sebelumnya (seperti dalam postpositivistik). peneliti juga menekankan masalah penelitian dan menggunakan semua pendekatan yang cocok untuk bisa memahami sebuah permasalahan. dalam populasi umum. Hipotesis tradisional tersebut adalah bahwa. namum bentuk perbedaan yang pasti (semisal lebih tinggi. Informasi ini sering kali dituturkan kembali oleh peneliti dengan menggunakan narasi kronologis. Sebab itu. Penelitian fenomenologis adalah strategikualitatif di mana peneliti mengidentifikasikan esensi pengalaman manusia tentang fenomena yang diungkapkan seorang partisipan dalam sebuah penelitian. Hipotesis nol penelitian kuantitatif yang mencerminkan pen-dekatan tradisional dalam membuat hipotesis. Pragmatisme sebagai sebuah pola pikir atau landasan filosofis muncul dalam tindakan. atau kurang) tidak diperkirakan secara jelas. sebab peneliti tidak mengetahui apa yang bisa diperkirakan dari penelitian terdahulu. 299 . tidak ada hubungan atau tidak ada perbedaan signifikan antara dua kelompok dalam sebuah variabel. lebih. Protokol observasional adalah sebuah formulir yang digunakan oleh seorang peneliti kualitatif untuk merakam dan menulis informasi saat tengah melakukan observasi. semisal dalam sebuah eksperimen. Adanya partisipan atau situs yang sengaja dipilih (atau dengan dokumen serta materi visual) menandakan bahwa peneliti kualitatif memilih beberapa individu yang akan banyak membantu dalam memahami masalah penelitian dan memecahkan pertanyaan yang mendasari penelitian. dan gagasan beasr sebuah penelitian. Ada sebuah konsern yang dilengkapi dengan aplikasi-yang berfungsi dengan baik-serta solusi terhadap masalah-masalah yang muncul. Selain fokus pada beberapa metode. Postpositivistik mencerminkan sebuah filosofi deterministik mengenai penelitian yang bisa menentukan efek atau hasil tertentu. tujuan. lebih rendah. Hipotesis tak berarah dalam strategi penelitian kuantitatif adalah sebuah penelitian di mana seorang peneliti membuat prediksi. masalah yang diteliti dengan menggunakan landasan ini mencerminkan isu yang tidak harus diidentifikasi dan diketahui penyebab yang memuat hal tersebut bisa memengaruhi hasil penelitian.

Menggeneralisasi beberapa temuan menjadisebuah teori merupakan sebuah pendekatan yang digunakan dalam beberapa studi kasus penelitian kualitatif. arsip pertemuan. serta situs penelitian. Reabilitas kualitatif menunjukkan bahwa sebuah pendekatan ter-tentu bisa konsisten di tengah beberapa peneliti yang memiliki beragam proyek penelitian. report kantor). Kode buku kualitatifadalah sebuah alatuntuk mengatur data kuali-tatif dengan menggunakan sebuah list yang berisi kode yang belum ditentukan dan akan digunakan untuk memberi kode pada data. Statemen ini juga memuat desain yang muncul dan kata-kata penelitian yang didapatkan dari bahasa penyelidikan kualitatif. definisi kode di kolom lain. partisipan dalam penelitian.lalu contoh-contoh khusus(semisal garis angka) yang menunjukkan di mana saja posisi kode dalam transkrip pada kolom yang lain. Generalisasi kualitatifadalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkancara-cara tertentu dalam penelitian kualitatif.karya seni. videotapes. sebab tujuan penyelidikan ini tidaklan untuk mengumumkan temuan pada individu. Observasi kualitatif berarti bahwa seorang peneliti memerhatikan dan mencatat tingkah laku dan aktivitas individual yang terlibat dalam situs penelitian dan rekaman observasi. atau dokumen pribadi (semisal jurnal pribadi. atau tempat-tempat yang tidak terkait dengan pene-litian. atau bentukbentuk suara lain. diari.Jumlah pertanyaan untuk wawancara ini relatif masih sedikit dan digunakan untuk memperoleh pandagan dan opini yang muncul dari partisipan. dan email). Wawancara kualitatif berarti bahwa peneliti mengadakan wawan-cara tatap muka dengan partisipan. Proses 300 . ata terlibat dalam sebuah wawancara diskusi kelompok yang berisi enam hingga delapan narasumber pada masing-masing kelompok. Buku kode ini bisa berisi nama kode dalam sebuah kolom. surat.melakukan wawancara melalui telepon. Bebarapa wawancara ini melibatkan pertanyaan yang tidakteratur dansecara umum masih open-ended. Dokumen kualitatif adalah dokumen publik (semisal surat kabar. namun peneliti harus memiliki pro-sedur yang terdokumentasi dengan baik dan database kualitatif yang telah dikembangkan dengan baik. Statemen purpose kualitatif memuat informasi mengenai fenomena inti yang dipaparkan dalam sebuah penelitian. situs.Materi audio dan visual kualitatif bisa berbentuk foto. Penelitian kualitatif adalahsebuah alatuntuk memaparkan dan me-mahami makna yang berasal dari individu dan kelompok mengenai masalah sosial atau masalah individu.

Re-port yang berhasil ditulis memiliki struktur penulisanyang fleksibel.partisipan dalam penelitian. nilai. Hal ini berarti bahwa masing-masing individu dalam sebuah populasi memiliki kemungkinan yang sama untuk dipilih dan dijaring sebagai sampel. hasil. Hipotesis kualitatif adalah prediksi-prediksi yang dibuat oleh pe-neliti mengenai hubungan antar variabel yang diharapkan. dan status sosial ekonomi yang dimilikinya dalam membentuk interpretasi yang dimilikinya selama melakukan penelitian. Penelitian kuantitatif adalah cara untuk menguji sasaran teori dengan mengkaji hubungan antarbeberapa variabel.dan membuat penafsiran mengenai makna di balik data. Dengan teori ini. Refleksitas berarti bahwa seorang peneliti memasukkan bias. Pertanyaandalampenelitiankuantitatifadalahstatemen interogatif yang memunculkan pertanyaan mengenai hubungan antarbeberapa variabel yang ingin dicari tahu jawabannya oleh pelaku investigasi.mengelola data dari yang spesifik menjadi tema umum.sehingga data yang sudah ditandai dengan nomor bisa dianalisis dengan menggunakan prosedur statistik. metode. menganalisis data secara induktif. Kuasi-eksperimen adalah sebuah bentuk penelitian eksperimental di mana para individu tidak secara acak disuruh bergabung dalam sebuah kelompok. kebudayaan. dan diskusi. sejarah. serta situs penelitian.khususnya dalam beberapa instrumen. bisa dipastikan bahwa sampel yang diambil benar-benar cukup representatif mewakili populasi yang ada.Report yang ditulis pada akhir penelitian memiliki susunan penulisan yakni pendahuluan. Statemen purpose kuantitatif mencakup beberapa variabel dalam peneltitian dan hubungan antarbeberapa variabel tersebut. yakni dengan mengumpulkan data menurut setting partisipan. literatur dan teori.penelitian melibatkan pertanyaan dan prosedur yang sudah muncul. Statemen purpose ini juga memuat bahasa yang berhubungan dengan penelitian kuantitatif danuji coba deduktif terhadap hubungan antar beberapa teori. dan latar belakang semisal gender.Beberapa varia-bel ini bisa diukur. Pengacakan sampel adalah sebuah prosedur dalam penelitian kuantitatif untuk memilih partisipan. 301 . Validitas kualitatif berarti bahwa peneliti menguji akurasi temuan penilaian dengan menggunakan beberapa prosedur tertentu.

Penelitian review dalam sebuah pendahuluan memaparkan pentingnya penelitian dan membuat batasan antara penelitian terdahulu yang telah dilakukan dengan penelitian yang diinginkan dan akan dilakukan. serta interpretasi data yang dikemukakan peneliti dalam kerja penelitiannya. maka respons ‗asing‘ tersebut akan secara substansial mengubah hasil survei. dan metode-metode tertentu. 302 . Desain ini melibatkan adanya pertemuan antara beberapa asumsi filosofis.skor tersebut secara internal memiliki konsistensi(yakni apakah item responsselalu kon-sisten?) tetap stabil dari waktu ke waktu (dengan menguji dan me-lakukan korelasi dengan uji ulang). adalah sebuah template yang berisi beberapa kalimat dengan kata-kata dan gagasan utama dalam bagian khusus sebuah proposal atau laporan penelitian (se-misal statemen purpose atau rumusan masalah) dan memberikan ruang bagi peneliti untuk menyisipkan informasi yang berhubungan dengan proyek yang tengah dikerjakan. Tips penelitian adalah pikiran-pikiran saya mengenai pendekatan atau teknik yang telah banyak berfungsi dengan baik pada saya selama beberapa tahun saya melakukan berbagai penelitian. Skripsi. Metode penelitian melibatkan berbagai macam teknik pengumpul-an. Responsbias adalah efekdari tidak adanya respons dalam perkiraan survei. yang digunakan dalam buku ini. dan hal tersebut berarti bahwa jika ada orang yang bukan termasuk responden mamberikan respons. dan apakah ada konsistensi dalam uji administrasi dan penetapan skor. Desainpenelitianadalahrencana dan prosedur penelitian yang men-cakup semua keputusan mulai dari asumsi yang luas hingga metode paling mendetail mengenai proses pengumpulan dan analisis data. strategi penyelidikan.Keberterimaan sebuah penelitian berarti bahwa berapa pun skor pada item yang berada dalam sebuah instrumen. Strategi eksplanatori sekuensial dalam metode penelitian campuran bisa dikenali dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif dalam fase pertama yang kemudian diikuti dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif pada fase kedua yang akan menghasilkan temuan awal dalam sebuah penelitian kuantitatif. Masalah penelitian adalah masalah atau isu yang menjadi sebab adanya sebuah penelitian. analisis.

yakni fase awal (baik kualitatif ataupun kuantitatif) yang diikuti oleh fase kedua (baik kualitatif maupun kuantitatif) yang akan melengkapi proses fase pertama. dan menggunakan bahasa yang tidak diskriminatif.sosial. semisal format yang konsisten dalam menulis referensi. Gaya manual memberikan bimbingan untuk membuat sebuah manuskrip ilmiah. Strategi penyelidikan adalah tipe desain atau model kualitatif. Desain subjek tunggal atau desain N of 1 melibatkan aktivitas penelitian perilaku seorang individu (atau sejumlah kecil individu) dalam jangka waktu tertentu. kuantitatif. memuat heading memuat tabel dan gambar. Konstruktivis sosial memiliki asumsi bahwa masing-masing orang mencoba memahami dunia yang akrab dengan hidup keseharian mereka. Validitas kesimpulan statistik tidak muncul saat seorang pelaku eksperimen menghasilkan kesimpulan yang tidak akurat dari data sebab kekuatan statistik yang tidak sama atau kesalahan dalam asumsi statistik.Strategi eksplanatori sekuensial dalam metode penelitian campuran melibatkan fase pertama pengumpulan dan analisis data kualitatif yang kemudian diikuti dengan fase kedua. Signifikansi penelitian dalam pendahuluan menyampaikan pentingnya masalah yang menjadi subjek penelitian untuk diangkat pada audien yang berbeda serta keuntungan yang mungkin bisa di-dapatkan dari pembacaan dan penggunaan hasil penelitian. Strategi transformatif sekuensial dalam metode penelitian campuran adalah sebuah proyek dengan dua fase yang memiliki lensa teoretis (yakni gender. Masing-masing individu tersebut mengembangkan makna subjektif dari pengalaman yang mereka lewati serta makna yang diarahkan terhadap sesuatu tertentu.teori ilmu pengetahuan) berlandaskan sebuah prosedur. Prosedur metode campuran sekuensial ialah prosedur yang mengharuskan peneliti memaparkan atau mengembangkan sebuah temuan mengenai sebuah metode dengan metode lain.ras. yakni pengumpulan dan analisis data kualitatif yang akan mengahasilkan temuan dalam fase pertama kuantitatif. 303 . dan metode campuran yang memberikan arah khusus terhadap prosedur dalam desain penelitian.

Teori dalam metode penelitian campuran memuat sebuah lensa orientasi yang akan mengarahka tipe pertanyaan yang diajukan. atau populasi dengan mempelajari sebuah sampel dari sebuah populasi tertentu. cara pengumpulan data. Lensa teoretisatauperspektif dalam penelitiankualitatif memuat keseluruhan pandangan yang digunakan untuk penelitian yang mengkaji masalah gender. pendapat. serta menyuntikkan semangat untuk melakukan sebuah gerakan perubahan.atau isu lain mengenai kelom-pok yangn termarginalkan). tingkah laku.Desain survey memaparkan rancangan sebuah gambaran kuantitatif berupa angka yang menunjukkan kebiasaan.ras.Lensa ini menjadi sebuah perspektif advokasi yang membentuk tipe-tipe pertanyaan yang diajukan. siapa saja yang berpartisipasi dalam penelitian. Penelitian survey menampilkan sebuah gembaran kuantitatif dalam bentuk angka mengenai kebiasaan. me-maparkan cara-cara pengumpulan dan analisis. tingkah laku.dan implikasi yang dihasilkandari penelitian (khususnya untuk 304 .kelas. atau opini sebuah populasi dengan mempelajari sampel dari sebuah populasi.

American Psychological Association. Berger. 25(4). The Practice of Social Research (11th ed.C. and campaigns against vice in three American cities. The micropolitics of the school: The everyday political orientation of teachers toward open school principals. J. S. N. Administrative Science Quarterly. D. (1969). P. Columbus. B. Professors as Writers: A Self-help Guide to Productive Writing. Bailey. Research and inequality.). London: UCL Press. Beisel. The Compleat Academic: A Practical Guide for the Beginning Social Scientist (pp. 379-409. Blase. 530-549. Belmont. 171-201). Asmussen. Using e-mail for personal relationships. Boston: Allyn & Bacon. 37. Mertens. (1985). Washington.H. Babbie. Journal of Higher Education. M. Survey Research Methods (2nd ed.. American Behavioral Scientist. & Creswell. (1950-). Campus response to a student gunman. J. (1992). H. & Frohlich. culture.).B. C. New-York: Aldine. Blalock. J. Qualitative Research Methods for the Social Sciences (4th ed. R. (1992). (1984). Blalock. 66. Englewood Cliffs. Journal of College Student Personnel.. Boeker.C. v .J.). & Rosenfeld. (1992).L. Booth-Kewley. 1338-1352. Kraut. Are there any constructive alternatives to causal modeling? Sociological Methodology. 21.J. E.320-327. Qualitative Research for Education: An Introduction to Theory and Methods. Stanford.. K. R. (1980).). (1987). P. (2001). (1994). Impression management. Edwards.. 575-591. K. Humphries (Ed. OK: New Forums.P. Garden City. Ansorge. Babbie. L. (2002). Writing the empirical journal article. 55. OH: Charles Merrill. T..M. Theory Construction: From Verbal to Mathematical Formulations. M. & Biklen. Blalock. Boice.). Creswell. Bean. In M. 400-421. (1990). & Luekmann. CA: Annual Reviews. Boston: Allyn & Bacon. (2007). Berg. (2000). R. NJ: Prentice Hall. & Gutmann. Unpublished manuscript. (2001). R. Belmont. CA: Sage. J. Conducting Meaningful Experiments. Student attrition among women at a liberal arts college.W..W.44-62. DC: Author. Publication Manual of the American Psychological Association (5th ed. (2001). In C. Swidler. StiUwater. New York: Macmillan.). S. "race" and power in the research process: South Asian women in East London. & Spencer. (2001). (Ed. (1995). 12(10). D.). Use of iBook laptop computers in teacher education. CA: Wadsworth.Daftar Pustaka Aikin. Class. Anderson.H. J. Zanna & J. H. New York: Random House. Cognitive representation of AIDS.). University of Nebraska-Lincoln. E. (1992). Bhopal. Thousand Oaks. W. NJ: Anchor. Encyclopedia of educational research (6th ed. CA: Wadsworth/ Thomson. (February. (1991).W. H. D. S. Truman. Writing Clearly: A Contemporary Approach.E. M. Boneva. Darley (Ed. Power and Managerial Dismissal: Scapegoating at the top. (1967). American Sociological Revieio.K. Bogdan. Educational Administration Quarterly. 45(3). 3. Bausell. (1990). Gender. November). 1872-1892. & B. social 305 .. (1989. B. Bern. E. Casual Models in the Social Sciences. The Social Construction of Reality: A Treatise in the Sociology ofKjwzoledge. & Creswell. J. E. Qualitative Health Research. Annual Review of Psychology. 325-335. 1990).

W. At the margins? Discourse analysis and qualitative research. Basics of Qualitative Research: Techniques and Procedures for Developing Grounded Theory (3rd ed.D. H. W. (1985). Educational Evaluation and Policy Analysis. (1987). (2006). Cooper. (1998). Chicago: Rand McNally. (1984).D.W. London: Sage. In N. & Connelly.O. Educational Research: Ptoming. J. CA: Sage. & Heward. Carroll. Applying Educational Research: A Practical Guide. A fractal analysis of cartographic generalization. & Campbell. A.). Cohen. CA: Sage. Campbell. letin. Thousand Oaks. San Francisco: Jossey-Bass.). Cooper. The lntegrative Research Review: A Systematic approach. Statistical Power Analysis for the Behavioral Sderices. J. Fashioning males and females: Appearance management and the social reproduction of gender. (1993).J. Quasi-Experimentation: Design and Analysis Issues for Field Settings. (1977). (1959).). Center for Field Studies. D. The American Cartographer. D. Thousand Oaks. D. 12(2).M. CA: Sage. & Strauss.E. Notes on pragmatism and scientific realism. Educational Researcher. Constructing Grounded Theory. Columbus. and Evaluating Quantitative 306 . August-September).T.G. N. J. Cahill. J. L.L. J. 161191).D.S. Ohio University Press. (1989).W. M.C. (2007)..M. 281-298. & Gall. 81-105.). Bryman. Heron. & Fiske. New York: Academic Press. Reports. Conducting. Cook. W. J. Beverly Hills. Creswell. K. 77(4). Rog (Ed. (1989).L. S. 1-76). CA: Sage. New York: Longman. Narrative Inquiry: Experience and Story in Qualitative Research. Experimental and quasi-experimental designs for research. Castetter. (1963).P. New York: Longman. Journal of Applied Psychology. Symbolic Interaction.R. (1989). 455-472)... D. T. R. Borg.W. San Diego.. W.H. (1992. Data analysis strategies for mixed-method evaluation designs.). 16(3).. Cherryholmes.E. 15(2). Handbook of Applied Social Research Methods (pp. M. Philadelphia: University of Pennsylvania. Bunge. Corbin. R. Jr. Qualitative Health Research.. Educational Research: An Introduction (5th ed.T. (2007). 195-207. Creswell.J. Thousand Oaks.B. 562-566. Cheek. Caracelli. Carstensen. Mixed Methods: A Four-Volume Set. Athens. Handbook of educational policy (pp. & Stanley. 181-189.W. Boston: Hough ton Mifflin.M. Clandinin. Finding the Words: Conversations with Writers Who Teach. S. Thousand Oaks..desirability. J. J. 13-17. (1977). (19 79).J. Campbel. Convergent and discriminant validation by the multitraitmultimethod matrix. Randomized controlled experiments for evaluation and planning. CA: Academic Press. & Ballou. C. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing among Five Approaches ( 3rd ed. Campbell. W. OH: Swallow Press. T. (1993). New York: Paragon. OH: Merrill. Psychological Bul-. A Manual of Writer's Tricks. J. (2004). Handbook of Research on Teaching (pp. Rickman & D. Term Papers (5th ed. J. Gall. (1977). & Greene. D. CA: Sage.J.L. Creswell. and computer administration of attitude questionnaires: Does the computer make a difference. Boruch. (1990). (2008).E. 14. Chicago: Rand McNally. Applied Behavior Analysis. (1999) Mixed method research: Introduction and application. V. Graduate School of Education.). Gage (Ed.. F.V. D. Borg.. In L. Cizek (Ed. J. & Gall. & Heisler. Developing and Defending a Dissertation Proposal.R. Form mid Style: Theses. (2000).1140-1150.). Charmaz. 56. In G.. (2006).

W. (Ed. Franklin. & Mills. Educational Researcher. M..S. The Review of Higher Education. E. (2002). Advanced mixed methods designs. AZ: Oryx. (1975). & Hole. Flick. D.and Qualitative Research (3rd ed.E. Phoenix.. & Hackett. Erms. 55-79).). Meaning in method: The rhetoric of quantitative and qualitative research. London: Oxford University Press.W. The Sage Qualitative Research Kit. Teachers College Press Fowler. J. 71-89. 16.). Fink. Piano Clark. D. A. D. How chairpersons enhance faculty research: A grounded theory study. London: Sage. Blalock. Upper Saddle River. (1984). and qualitative research. B.. New York: Macmillan. Gamson. Planning and Changing. Unpublished doctoral dissertation. Thousand Oaks. Thesaurus of ERIC descriptors (12th ed. Fath analysis: Sociological examples. University of Nebraska-Lincoln.. (Ed. 209-240). DiUard. Seagren. Gutmann. (2007). U.K. 37(1). The Handbook of Qualitative Research (3rd ed. (1991). Thousand Oaks. (1985). A. (2002). (1987). Comparison of feminist and nonfeminist women's reactions to variants of nonsexist and feminist counseling. Writing for Story: Craft Secrets of Dramatic Nonfic-tion by a Two-time Pulitzer Prize-winner.W. Handbook of Mixed Method Research in the Social and Behavioral Sciences (pp. (2003). and Scholarly Productivity.). (1989). Journal of Counseling Psychology. Eisner. J. J. Creswell. (1986). The Survey Kit (2nd ed. WA.W. (1987). Crutchfield. The Foundations of Social Research: Meaning and Perspective in the Research Process. J. (1973). (Ed. (1992. (1993). MJ. queer theory. G. Determining validity in qualitative inquiry.. Finders. E J. (1979). 27. Unpublished doctoral dissertation.). G. V. (1986). DeGraw. Locus of Control. CA: Sage. How to Design and Report Experiments.).A. 41-62. & Piano Clark. 16(1). CA: Sage. Educational Resources Information Center. pp. & Henry. Denzin & Y. The Writing Life. M. (2000).).). A. 33-40.L. Interpersonal Trust. Tashakkori & C.K.). V. Thousand Oaks. (2005).. 224237. Fay. Causal Models in the Social Sciences (2nd ed.L.. Thousand Oaks. & Lincoln. Denzin.). 10. Elbow. (1996). Mail and Telephone Surveys: The Total Design Method. Duncan. N. Crotty. Theory and Concepts in Qualitative Research: Perspectives from the Field. J. (2003). CA: Sage. M. Dillman. New York: Harper & Row. YS.. Thousand Oaks. The Enlightened Eye: Qualitative Inquiry and the Enhancement of Educational Practice. Creswell. 39(3). (1978). Ithaca. In A. CA: Sage.16-21.W.Z.. Critical Social Science. 307 .D. Field. In N. New York: John Wiley. Firestone.W. (2000). Flinders. & Miller. (2007). Queens and teen Zines: Early adolescent females reading their way toward adulthood. Thousand Oaks. M. G.J. University of NebraskaLincoln. New York: Columbia University. & Brown. Creswell.W. Creswell. T. & Hanson. Professional development training needs of department chairpersons: A test of the Biglan model. (1998). (Ed. Theory into Practice. Sexualities. Jr. 124-130. In H. (1990). New York: Atheneum. NY: Cornell University Press. Creswell. Anthropology and Education Quarterly. A. D. Fall). C. Teddlie (Ed. Survey Research Methods (3rd ed. Writing Without Teachers. NJ: Merrill. Job Motivational Factors of Educators Within Adult Correctional Institutions from Various States. CA: Sage. J. London: Sage.G. New York: Aldine. Designing and Conducting Mixed Methods Research. J. P. J. CA: Sage.).P. O.

K. HIV/AIDS talk: Implications for prevention intervention and evaluation. T. In N. E. (1992). V. J. contradictions.. 64(2). Guba. NY: Longman. & Whelan. The Human Group. & Hay.N. (1996). N. 17-30). & Reason. 15. O'Reilly. V. A.. B. & Wallnau. 3. Caracelli. (2006).R. L. (1989). In E.G. C.K. Glesne. L.K.. Giordano. (New Directions for Evaluation.C. Denzin & Y.S. A. S. Design. 191-215). Journal of Research in Science Teaching. pp. Mixed Methods in Social Inquiry. CA: EdITS. K.. Greene. Toward a conceptual framework for mixed-method evaluation designs.. & Peshkin. 17(2). Statistics for the Behavioral Science (5th ed. Tlie Practice of Qualitative Research.E. 274-294. Number 86). Albany: State University of New York Press.).M. CA: Wadsworth/Thomson. R.C (1950). Hossler.G. 11(3). Isaac.C. J. N. Handbook in Research and Evaluation: A Collection ofPrinciples. 140-165. Handbook of Qualitative Research (pp.K. I.F. Thousand Oaks. CA: Sage. Educational Evaluation and Policy Analysis. Gravetter. (1995). J.. The alternative paradigm dialog.381396.J. M. Teaching and Teacher Education. The Sage Qualitative Research Kit. Houtz. and Evaluation of Studies in Education and the Behavioral Sciences (2nd ed. Journal of Higher Education.A. San Francisco: Jossey-Bass Greene. E. (2007). The Exercise of Influence in Small Groups.B. Advances in Mixed-method Evaluation: The Challenges and Benefits oflntegrating Diverse Paradigms. San Diego. Humbley. Doing Qualitative Research in Educational Settings. S. P (2006).). (2007). Qualitative Inquiry. Hopson.. W. San Francisco: Jossey-Bass. (2000). 207-215. (1993). (2007). Research Ethics for Social Scientists: Between Ethical Conduct and 308 . Y.). (1997). (1999). H.Lincoln (Ed. A marginal story as a place of possibility: Negotiating self on the professional knowledge landscape. White Plains.. and Strategies useful in the Planning. Taylor. A dialectic on validity: Where we have been and where we are going. (1981). The paradigm Dialog (pp. W. (1997).). The Sage handbook of qualitative research (3rd ed. The Journal of General Psychology. Thousand Oaks. M.S. & Michael. ]. (2002). (2005). Isreal. Hatch. P. New York: Harcourt.). In R. Instructional strategy change and the attitude and achievement of seventh.G. No.. Gibbs. Confidentiality and autonomy: The challenge(s) of offering research participants a choice of disclosing their identity..). Totowa.D. K. Thousand Oaks.. & Caracelli. Lincoln. J. An exploratory study of the factors associated with parental savings for postsecondary education. J. Greene. (1964). How and why Language Matters in Evaluation. & Lincoln. Hesse-Bieber.). J.B.J. NJ: Bedmister. and emerging confluences. (New Directions for Evaluation. (Ed. & Vesper. Lucas. 32(6). & Leavy. 347-365 ). 264-275. (1990). CA: Sage. Hopkins. & Zumbo. Humans. London: Sage. G.. D.C. Paradigmatic controversies. 123. (2000). In U. Newbury Park. Brace.A. Qualitative Health Research. A participatory inquiry paradigm. CA: Sage. 74). G. Becoming Qualitative Researchers: An Introduction. 255-274. Heron.and eighth-grade science students.J. Methods. Analyzing qualitative data. 629-648. & Graham. E. Guba (Ed. Huber.J. Flick (Ed. Belmont. Hopson (Ed. & Dogra. J. & Peterson. CA: Sage. San Francisco: Jossey-Bass. Guba.

A. New York: National League for Nursing Press. Johnson. 257-277). Racialized discourses and ethnic episte-mologies In N. A. R. 5-42. New York: Guilford. Rinehart & Winston. Administrative Science Quarterly. Janz. Freudenberg. Jick. The predictive validity of an ESLplacement test: A mixed methods approach. Janovec.. Design and Analysis: A Researcher's Handbook (3rd ed. Behavioral Research: A conceptual Approach. (2000). In U. December).A. UK: Pergamon. M. Educational Research. S. In B. (2007). Beverly Hills. Persistence of reading disabilities: The voices of four middle school students. S. CA: Sage. London: Sage. (1998). R. American Educational Research Journal. J. 1. & Hagedorn. & Guba. Designing and Conducting Ethnographic Research. Munhall & CO.. University of Nebraska-Lincoln. & P. J. E. contradictions. Lincoln (Ed. Paradigmatic controversies.G. Journal of Mixed Methods Research. E. G. 875-895. Lather. P. Gender Issues. (1991). 23(1). NJ: Prentice Hall.D. Weeks (Ed. The Sage Qualitative Research Kit. New York: McGrawHill. (1971). &Turner. Health Education Quarterly. L. (1992. Naturalistic Inquiry. February). and Measurement: An international handbook. P.G.B.' (1991). (1988). Y.. G. (2000). Keppel.)..D. & Greene. Principles and Practice of Structural Equation Modeling. and emerging 309 . P. N.). Unpublished manuscript. 21.). Y. Lee. New York: Routledge. London: Sage. 80-97. 28(4). The organizational dynamics of teacher workplace. Mixing qualitative and quantitative methods: Triangulationin action. Unpublished manuscript. Action Research in Practice: Partnerships for Social Justice in Education (pp. 18(4). & Schensul. Boyd (Ed.. (1996). B.Regulatory Compliance. A. S. Atweh. Toward a definition of mixed methods research: Journal of Mixed Methods Research. Oxford.J. Lincoln. S. Participatory action research and the study of practice. (1990). Denzin & Y. 28(1).). Labovitz. J.323-334. 366-389. In P. Vulnerability to sexual coercion among college women: A longitudinal study. Research as praxis. Isreal. Kalof. New York: Holt. (1985). New York: Routledge. & Guba. Lather. Flick (Ed. (1991). Nursing Research: A qualitative Perspective (pp.. Kushman. Workplace Correlates and Scholarly Performance of Pharmacy Clinical Faculty Members. Leslie. (1993). (1979. Lincoln. 257-277. Walnut Creek. (1998). P. MA.P. S. 24. & Carter. N. Kline. CA:Sage. Kemmis.36). (1972). Ladson-Billings. (Ed. Are high response rates essential to valid surveys? Social Science Research. R. Methodology. (2001). Thousand Oaks. (1999). Doing interviews. RN. Wren. 1(4). J. Procedural Justice in Organizations: A Literature Map.W. Introduction to Social Research. Getting Smart: Feminist Research and Pedagogy with/in the Postmodern. CA: AltaMira. S. Kos. In another world: A phenomenologicalperspective and discovery of meaning in mothers' experience with death of a wished-for baby: Doing phenomenology. L. 602-611. Kvale. 13 3-179). LeCompte. T. T.J.L. R.K. Educational Administration Quarterly.)..). S. 1(2). Onwuegbuzie.J. Englewood Cliffs. (2007). Harvard Educational Review 56. S. R. Zimmerman.W. Evaluation of 37 AIDS prevention projects: Successful approaches and barriers to program effectiveness. University of Nebraska-Lincoln. & Wilkinson. L. Jungnickel. M. Lauterbach. Y.L.S.J.K.B.. Kemmis. (2007). Handbook on Qualitative Research (pp. (1986). 47-58 Keeve. (2000).. Kerlinger. 112-133. (1979).

D.P. C. (1991. CA: Sage.B. Desigiiing Qualitative Research (4th ed. Moustakas. March/April).. Tashakkori & C. 32. D. Gender identity. CA: Sage. & Krefting. Teddli (Ed. Newbury Park. (1991). M. Thousand Oaks. (1987). Thousand Oaks. 120-123. Design Sensitivity: Statistical Power for Experimental Research. S.K. Thousand Oaks. Lincoln & E. Survey Research and the World wide web. Scholarly productivity: A survey of nursing faculty researchers. Proposals that work: A Guide for Planning Dissertations and Grant Proposals (5th ed. In Y. G. Journal of Professional Nursing. Mertens. McCracken. 433-439.M. Handbook of Research Design and Social Measurement (5th ed. Pragmatism: Vrom Peirce to Davidson. Nationalism and social action among Jewish and Arab women in Israel: Redefining the social order? Gender Issues. Etomains of state-owned.). Phenomenological Research Methods. (1991. University of Nebraska-Lincoln. 220-235). S. Mixed methods and the politics of human research: The transformative-emancipatory perspective. and publicly traded firms in international competition. D.V. Morgan. S. Handbook of Qualitative Research (pp. Langston. Murphy. Marshall. Thousand Oaks. J. 18(2). & Pavel. Murguia. (2007).. (1994). In N. C. Unpublished doctoral dissertation. M. J. Qualitative methods in field research: An Indonesian experience in community based practice. Qualitative Data Analysis: A Sourcebook of New Methods. Newbury Park. J.M.B. Boston: Allyn & Bacon.confluences. In A. & McCormick. Iipsey. B. Mascarenhas. 362-376. Handbook of Mixed Methods in the Social & Behavioral Sciences (pp.).). L. CA: Sage. Moore..K. Designing funded qualitative research. Nursing Research.L. (1994). & Silverman. D. Qualitative Research and Case Study Applications in Education. L. 163-188).C. Morgan. & Creswell. CA: Sage. The Experiences of a First-year College President: An Ethnography. Approaches to qualitative-quantitative methodological triangulation. San Francisco: Jossey-Bass. CA: Sage. (1990). (2000). (2005). (2003). Neuman. Practical strategies for combining qualitative and quantitative methods: Applications to health research. Thousand Oaks. N. privately held. M. 4. Locke. Boulder. Morse. 1(1). CA: Sage. Ethnicity and the concept of social integration in Tinto's model of institutional departure. (1990). (1998). A. Padilla. S. W. CA: Sage. Thousand Oaks. Denzin & Y. 48-76. M. Miller. Paradigms lost and pragmatism regained: Methodological implications of combining qualitative and quantitative methods. (1992).). Adminis-trative Science Quarterly. Thousand Oaks. 135-164).W. R. C. (1994).M.M. (1998). Lincoln. CA: Sage. (1988). Guba (Ed. G.). 8(3).B. Qualitative Health Research. (1998).A. 40(1). Morse. 34. J. (1989). Megel. (Ed.E. September). Thousand Oaks.B. & Huberman. Newbury Park. Handbook cf Qualitative Research (pp. E. D. D. Research Methods in Education and Psychology: Integrating Diversity with Quantitative and Qualitative Approaches.. Merriam. D.).582-597. J. The Occupational Therapy Journal of Research. Single-subject Experimental Research: 310 . Nesbary.). (1995). The Long Interview. 14(20). Spirduso. Maxwell. 93-110.M. (1994). CA: Sage. CA: Sage. S. (2007). Qualitative Research Design: An Interactive Approach (2nd ed. CA: Sage.J. (2006). Journal of Mixed Methods Research. (Ed. 3-28. (2000).W. Lysack. Mertens.E. Miller. & Rossman. CA: Sage.W.E.). G. Miles.45-54. Journal of College Student Development. Thousand Oaks. D.S. CO: Westview.

Qualitative Evaluation and Research Methods (2nd ed. & Nicholl. Murphy. (1990). Newbury Park. (2008). & Bentall.327-343.R. L. Day..M. (2000). 38. Fassinger..F. Handbook of qualitative Research (pp. Foundations of Nursing Research. A.. Introduction to Social Research: Quantitative and Qualitative Approaches (2nd ed.J.). R. M. J.. 133-148. 311 . (2006). Prosser.C. (1993). Patients' understanding and participation in a trial designed to improve the management of anti-psychotic medication: A qualitative study. Olesen. The validity issue in mixed research. CA: Sage.).N. (2007). Carbondale and Edwardsville: Southern Illinois University Press. E. S. (2002). Richie. & Johnson.. Lincoln. 215-255). Developing Effective Research Proposals. Handbook of Applied Social Research Methods (pp. Postpositivism and Educational Research.M.M.). In P. & Nyman.. CA: Sage. Piano Clark. E. Punch.B. Norwalk. (2005). M.S. Integration and Publications as indicators of "yield" from mixed methods studies.G. (2000). & Robinson..L. Reichardt. Newbury Park. Rogers. 147163.L. (1999). F. Journal of Counseling Psychology. and passion: A qualitative study of the career development of highly achieving African American-Black and White women. (2000).C. (1998).. S. London: Sage. Implications of the Growing Visibility of Gay and Bisexual male Students on Campus. Norwalk.J. 193-228). & Benz. CA: Sage. Bickman & DJ. Onwuegbuzie. The essential structure of a caring interaction: Doing phenomenology. D. Rhoads. Lanham. Patton. (2nd ed. Randall. J. Feminism and qualitative research at and into the millennium. Oiler (Ed. Psychology of Women Quarterly. D.Q. Quasi-experimentation. R. Rog (Ed.S. & Creswell. Nordenmark. Punch. (1997). 48-63. Research in the Schools. NASPA Journal. C. The Mixed Methods Reader Thousand Oaks. CT: Appleton & Lange.. 181-209. CA: Sage. B. Riemen. Journal of Mixed Methods Research. & Miller. 275-286. Denzin & Y. Richardson. In L. Reading Like a Writer New York: HarperCollins. A. & Burbules. 44(2). CS.A. A.. Nieswiadomy. 34(4).). Understanding graduate women's reentry experiences. (2003). Neuman. 13(1). The European Journal of Women's Studies. W. (2003). Munhall & C. London: Sage. J. Thousand Oaks. R. Johnson. K. Linn. C. Patton. In N. A. K. 85105). Phillips. J. Padula. (1990).J. M. D. R..E. Social Research Methods: Qualitative'and Quantitative Approaches (4th ed. Fair or unfair? Perceived fairness of household division of labour and gender equality among women and men. Persistence. Nursing Research: A qualitative Perspective (pp.).L. Prose. NY: Rowman & Littlefield.). (1997). Qualitative Research and Evaluation Methods (3rd ed. L.F. Boston: Allyn & Bacon. (1998). Thousand Oaks. Social Psychiatry and Psychiatric Epidemiology. (2006). Thousand Oaks. CA: Sage. R.Applications for Literacy.. 23. M. M. 10(2). (1986). CN: Appleton-Century-Crofts.. Newman. Writing strategies: Reaching diverse audiences. Newark. (2000). connection. DE: International Reading Association. V. CA: Sage. J. O'Cathain.).P. V.Q.W.L. Qualitative-quantitative Research Methodology: Exploring the Interactive Continuum. 1(2). & Mark.

Sarantakos.720-727. Consequences of Pragmatism. J. Sieber. Goodman.. CA: Sage. Pragmatism as anti-representationalism. Exploring Research. Tho sand Oaks. Sue.D. CA: Sage. G. Schwandt. Stake. Edit Yourself: A manual for Everyone who Works with Words. V. 6-13. (1969). Rudestam. Journal of a Novel: The East of Eden Letters.). Thousand Oaks.. 127-156). Social Research (3rd ed. Tarshis. (1973). Rural Hospitals use of Strategic Adaptation in a changing health care environment.R. American Journal of Sociology. What's behind the Research? Discovering Hidden Assumptions in the Behavioral Sciences. (1998). (1995). 627-643. Shadish. Minneapolis: University of Minnesota Press. TA.D. Rossman. J. 9(5). (2001).B. Participant Observation.).K. F.A. (2005). Bird. Sudduth. F. Smith. Strauss. G. (1983.Bickman & D. Boston: Houghton Mifflin. CA: Sage. New York: McGraw-Hill. In D j.J. N. B. (1982).. & Dillman.G. Ross-Larson.T. Steckler. L. Salkind. (1998). R.S.J. R. Thousand Oaks. The art of Case Study Research. L. K. (1982). New York: Viking. (1990). Boulder. Theory for the moral sciences: Crisis of identity and purpose. Evaluation Review. New York: Norton Rossman. Flinders & G. 1-6). CA: Sage.. & Wilson. Lincoln (Ed.R (1980).L.. Salant. Schwandt. Schwandt. (1985. Theory and concepts in Qualitative Research: Perspectives from the Field (pp.T. D. (1991).P. A. Thousand Oaks. Dictionary of Qualitative Inquiry (3rd ed. (2007). New York: Palgrave Macmillan. Three Epistemological stances for qualitative Inquiry. & Ritter. (2000).). New York: Columbia University. J. pp. CA: Sage. Numbers and words: Combining quantitative and qualitative methods in a single large-scale evaluation study. Thousand Oaks. Planning ethically responsible research. Steinbeck. (1998). J. TA. A. Basics of Qualitative Research: Grounded theory Procedures and Techniques (2nd ed. New York: John Wiley... B. (1995 ). Mills (Ed..E. October)... B. (1992). Denzin & Y. Rosenthal. Newbury Park. (1993).R. Teachers College Press. Quantitative versus qualitative research: An attempt to clarify the issue. CA: Sage.D.. K. (1994). March). (1990). (1983). TA.E. (2007). R. S. Pragmatism: From Peirce to Davison (pp.).M. Rog (Ed. R.E.New York: Holt. 19(1). CA: Sage. A. CA: Sage. McLeroy.M. & McCormick.). R.E.R. R.). Health Education Quarterly. 189-213). Essentials of Behavioral Research: Methods and Data Analysis. W. Strauss. Thousand Oaks. Thousand Oaks. & Newton. R. Handbook of qualitative research (2nd ed.N. J. (1992). In J. (2007). Rorty. New York: MacMillan. Unpublished doctoral dissertation. Handbook of Applied Social Research Methods (pp. Sieber. How to Conduct your own Survey. & Rallis.). Toward integrating qualitative and quantitative methods: An introduction. Experimental and Quasi-experimental Designs for Generalized Causal Inference. DA.. R.). (1990).. 5-23). 1-8. CA: Sage. University of Nebraska-Lincoln. Surviving your Dissertation (3rd ed. Educatioiial Researcher.. B. A. & Corbin. How to Write like a pro: A guide to Effective Ncnfiction Writing. Slife. Thousand Oaks. S. The integration of field work and survey methods. Murphy. & Campbell. Rorty. Learning in the Field: An Introduction to Qualitative Research. New York: 312 . In N. & Williams. Conducting online surveys. Basics of Qualitative Research: Grounded Theory Procedures and Techniques (1st ed. T.L.*Cook.1335-1359. & Corbin. 78. Spradley.K. S. Rinehart & Winston. Thousand Oaks. CO: Westview. CA: Sage. In L. & Rosnow. S.

Tuckman. Field Methods. R. (1999). (2003). H. & Levkoff. Teddlie.M. 1(3). Sources of Information in the Social Sciences: A Guide to the Literature (3rd ed.L. Thousand Oaks. Tesch.B. Newbury Park. (2007). C.W.). In M. C. Webb. Turabian. Terenzini.T. (1992). CM. CA: 313 . Trujillo. Measurement and Evaluation in Psychology and Education (6th ed. Unpublished doctoral dissertation.W.. Ethnography: A way of Seeing. Transforming Qualitative Data: Description. CA: AltaMira.. G. W. New York: Macmillan. Weitzman. (1992).New American Library. & Glesne. (2003). TX: Harcourt. and interpretation. 195-208. EnJiancing Practice: New Professional in student affairs. P. CA: Sage.. LeCompte. Thorndike. Computer Programs for Qualitative Data Analysis. San Diego. Millroy. Yin. Ann Arbor. (1994). D. B. R (2007).T. The impact of divorce on the Grandparent/Grandchild Relationship When the Parent Generation Divorces. (1973). A. A. 1(1). JM. A.. & Miles. Colbeck. S.R. Conducting Educational Research (5th ed.350-371. 207-211 Tashakkori. Analysis. New York: Falmer. Exploring the nature of research questions in mixed methods research. Chicago: American Library Association. & Parente. R. (2000). CA: Sage. Unpublished doctoral dissertation.A. Dictionary of Statistics and Methodology: A nontechnical Guide for the Social Sciences (2nd ed. University of Nebraska-Lincoln. M. The Journal of Higher Education. A Manual for Writers of term Papers. Writing up Qualitative Research (2nd ed. J. (1992). Thousand Oaks. CA: Sage. Chicago: Author. Combining qualitative and quantitative methods in health research with minority elders: Lessons from a study of dementia caregiving.. Vogt. Thousand Oaks. (1988). & White. Handbook of Mixed Method Research in the Social and Behavior Sciences.. Chicago: University of Chicago Press.F. (Ed.). (1997). W.). R. Bjorklund. 509-531. 67(1).. & Creswell.. CA: Sage. Case study research: Design and Methods (2nd ed. J. VanHorn-Grassmeyer.M. Wilkinson.. Tashakkori. NJ: Prentice Hall. 12(3). (1993).B. 75-104. University of Nebraska-Lincoln. MI: Author. and Dissertations (4th ed. Tashakkori.K. A. L. P. Doing critical ethnography. Thousand Oaks. Journal of Mixed Methods Research.E.) Chicago: University of Chicago Press. Wolcott. S A.P. Walnut Creek. Mixed methods sampling: A typology with examples. (1990). Teaching qualitative research.). A.. H. (1995)..H. What's the use of theory? Harvard Educational Review. A. 77-100. A manual of Style.). 771814).). (1986). C. Journal of Mixed Methods Research.. Mixed Methodology: Combining Qualitative and Quantitative Approaches. Thousand Oaks.). W.T. (1991). Thomas.T. Wolcott. CA: Sage.}. R.E. Theses. Western Journal of Communication. (1999). (1982). (1998). H. Weitzman. & Teddlie. Racial and ethnic diversity in the classroom.. Brace. C.L. Dissertation Abstracts International. 72(5). R. The Sientist's Handbook for Writing Papers and Dissertations. (1997). Wolcott.E. The Handbook of Qualitative Research in Education (pp. & J. Thousand Oaks. CA: Sage. Preissle (Ed. Fort Worth. N. Cabrera. J. Thomas. Editorial. C. 56. K. University Microfilms. (2001). & Teddlie. Interpreting (the work and the talk of) baseball: Perspectives on ballpark culture. K. Englewood Cliffs. (1938). Webb. Qualitative Research: Analysis Types and Software Tools. (2001).. Tales of the Field: On Writing Ethnography. CA: Academic Press. Thousand Oaks.). University of Chicago Press. Beals. Van Maanen. (1999). Vernon. & Yu. (1998). CA: Sage.

(1983). Photographing the self: Methods for Observing Personal Orientations.C. Ziller. Zinsser.Sage. 314 . Writing with a Word Processor. W. (1990). York: Harper Colophon. Newbury Park. R. CA: Sage.

279 Boice.10 C Cabrera.D. R. 80 Gravetter. P.. 266. 289 naturaiistik. 89 culture-sharing. 20. F.R. 136 Berger. J. 313 Crotty. 238 Biklen. 9 concurrent mixed methods.L. M. S.J.. A... 193 . 97. 266. 101 etnografi. 313 clustering.L. J.J.. 101.C. W. 19.. 13 Analisis data.Indeks Adorno. D.. 101. 97 Gibbs. 20. 249 F factorial design.R. Annie.D. F. 11 between-subject design. 19 Clark. 217 Firestone. M. 222 contmt validity. 101 grounded theory.C. N.. 285 Goffman. S. 13 Fenomenologi..... O. 301 analysis of covariance (ANCOVA).C. 97 proporsional.. 15 Clandinin. 21. M.H.. 248 generalisasi: kualitatif.L. G.249 antropologi. 19 construct validity. 119 Borg. 80 Comte.307 Franklin.D.A. 82 Bogdan. 121 Dillman. Paulo. kritis.M. 19 corroboration. H.. C.. 250 Fay. 308.T.. 93 315 D dependent variables.. 9. 120 Cherryholmes C. 42. 77 Dewey. N. D. 23 Connelly. D. A. 21 Fiske. 98 experimental design.93. J. 12 Crutchfiled. 80 B Beisel.. 218 clustering sampling. 224 diskonfirmasi. 206. 125 Freire. 320 Duncan.. 13 G Gall... 227 Greene. 279 Bjorklund. D. 118. 148 Berg. 307 Caracelli.J. E. Piano.. V. 82 Durkheim.. 98.. 15 Dillard..L. 101 Carrol. 150 Collin. 63 Fisk.W. 44 CorbinJ. 248 Burbules. Emile. 118 empowerment approach. 218 Colbeck. 320 Creswell..F. John. Til Cooper. 11. 308.P.. 263. 20 Finders.R..A. Peter. 195 Fink. 9 E Elbow..K.... 150 Blalock. 150 Campbell. H.J. B.

78. 22 metodologi: penelitian. 81 Hopkins. 21 multivariate analysis of variance (MANOVA). 157 Marx. S..312 Metafora pelangi. J. 15 means. 19.. 275 multi-metode.166 Luekmann.14 Kerlinger. Hesse-Biber. D. 77 inferential statistical test. 78 Kushman. T. 330 Mertens. 13 Maxwell. 110. 80 316 mikro. 101 H Habermas. 322 Moustakas.A. P. 44 Miles.P. S..197. __ ..F..102.. 22 primer.. 13 Marshall.S. 15 N Naratif.B. 8.. 333 L Labovitz. nol. 79 Hanson. L. Karl. 13 ----. E.97 Gutmann. T. R.. C.. P.. 80 meso. 17 metodologis...E. 249 Murphy.S. 169 Mead..Guba. M. 171 Leavy. Jurgen. 15..M. 286 Mill. 21 .. 97 lintas-validasi. 192.W. 249 integratif. 131 legitimasi.N. 80 level: makro. 307 kombinasi.. 11 M Mannheim.. 138 McCracken. A. C. 98 Lather. D. I.. J. 134 kontrol. 98 Lauterbach. 249 member checking. 313. 198 Homans. 138 J James..K.. 9.317 Morse J. 11.M. 147. J. 149. 13 Hagedorn. 159 defisiensi pendahuluan..W. 332. Y. 84 K Kalof. 15 Jancvec.. 101. 145. 11 Marcuse. 81 Huberman. 22 multilevel design. 178 kelompok: eksperimen. 150 Morgan. 192. 322 terintegrasi. 79 metode: campuran. 323 multimethods. Karl. 21 multiple approaches. 198. 55 Jungnickel. M. alternatif. 80 Lincoln.. L. 79 Lather. 330 Lenski.ll. S. G. 134 Kemmis..N. 286 I independent variables. 131 hipotesis. 317. 101 Hay. 320 Locke. S.M.G. 44 Interval confidence..193. 138 Heron. P. J. 13. 22 konvergens. 9 model: defisiensi. 250 Isreal. 322 saintifik. 9 sekunder..

R. 221 sampling. 15 pre-experimental design.. R. 13 regresi.. 232. 19. Sanders. 5..313. P. B. 22 single-subject r 18 single-subject design. 150 participatory action research... 249... 15 Rosenthal. 97 Patton. C. 218 sample size formula. rancangan transformatif. 8 Perspektif feminis. kualitatif. 120 Strategi: eksploratoris sekuensial. 267 P Parente..B. 18. 15.L. 101 pattern theory. 327 range. 15 pendekatan: deduktif.. 238 R Rallis.L.M. 220 T t-test.F. 250 sosiologi. 122 Tashakkori. 313.P. J. R. 150 Tesch.. 206. 94 Terenzini. 80. R. 236 Ross-Larson..A. 320 Studi kasus. John. 321 transformatif konkuren. 8 penelitian sains. 4. 218. 249 317 Reason. 11 sequential mixed methods. 28 positivis/post-positivis. 222 probabilistic sample. 192 Stake. 9 nonparametric statistical test. 238. 148 . M. P. 327 Schwandt. 95... 220 Pragmatisme. 221 random sampling. 125 ' Rossman. 236 Rosnow.232. 335. 97 Newton. 20 systematic sample. 5. 263 Thomas.QV 15 Peirce. 116 Q quasi-eksperimen (quasi-experi-ment).9. 250 O observasi. 238 predictive validity. G. 317 embedded konkuren. 335 Tarshis.274 . G. 220. 327. 101 random assignment. B.. 274 Rossman. 323 Teddlie..Neuman. S. 79 Teori queer... 97 Steinbeck. 224 sampel. A..logistik. 28 kuantitatif. 15. 27 metode campuran..318 triangulasi konkuren. 86 penelitian. 94 Phillips.0. R. 19. 323 theoretical rationale. 216 random numbers table. 157 S Salant. J. 17 penelitian: korelasional. 335 Rorty. 80 Spradley.E. J. T.. 218. W. D. 95. 94 teori kritis. 324 transformatif sekuensial. 239 starting point. 327.T. Francine. 11. J. 249 Stanley. 97 standard deviation. 220 Prose. 18 kualitatif.10 populasi.

konstruk. 125.14. 263 Y Yin. 232.T. mendalam. 249 V validitas. 166 Wolcott. H. L. bebas. 123 318 . W. 117. 13. 125. 118.B. 19.. 327 Z Zinsser. kualitatif. 238 U univariate analysis of variance (ANOVA). 77. 227 wawancara. 87. R. 25 Wilkinson M. terikat. confounding. intervening. R. 77.K.. 178.123. 267.. 289 Yu. 247 Variabel. 63. 78. moderating. 178 W Wacana rasial. control. 286. 38.. 87. 285. 284 Wolcott. 222. 76.. 327.transformative mixed methods. 324 triangulasi of data resourcers. 145. 94 Wallnau. 23 triangulasi. 22 triangulate. 286 true experiment. 78.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.