P. 1
Desidn Research - Kuantitatif Kualitatif Dan Mixed - Creswell

Desidn Research - Kuantitatif Kualitatif Dan Mixed - Creswell

5.0

|Views: 5,599|Likes:
Published by Ahmad Fatoni

More info:

Published by: Ahmad Fatoni on Apr 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/17/2015

pdf

text

original

Pendahuluan

TUJUAN BUKU ini menyajikan kerangka kerja, proses, dan aneka pendekatan komposisional dalam merancang sebuah penelitian kualitatif, kuan-titatif, dan metode campuran untuk bidang-bidang sosialhumaniora. Adanya minat yang tinggi pada penelitian kualitatif, munculnya beragam pendekatan metode campuran, dan terus diterapkannya bentuk-bentuk tradisional kuantitatif, membuat saya merasa pe"rlu melakukan perbandingan terhadap tiga rancangan penelitian ini. Saya membandingkan ketiganya berdasarkan asumsi-asumsi filosofis, tinjauan pustaka, penggunaan teori, struktur penyajian, dan pertimbangan-pertirnbangan etis atas ketiga rancangan tersebut. Selanjutnya, saya menjelaskan unsur-unsur kunci dalam proses penelitian pada umumnya: menulis pendahuluan, menegaskan tujuan penelitian, mengidentifikasi rumusan masalah dan hipotesis penelitian, serta menerapkan metode-metode dan prosedur-prosedur di dalam pengumpulan dan analisis data. Semua elemen ini saya jelaskan berdasarkan penerapannya dalam rancangan kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran. Cover buku ini —buku aslinya, bukan buku terjemahan bahasa Indonesia ini— menggambarkan sebuah mandala: suatu simbol orang Hindu dan Buddha tentang dunia. Merancang mandala, sepertihalnya merancang penelitian, membutuhkan usaha pengamatan yang tepat terhadap kerangka kerja, desain keseluruhan, dan detail-detail —sebuah mandala yang dibuat dari pasir akan membutuhkan waktu berhari-hari karena sang arsitek harus menyusun dengan tepat bagian-bagian di dalamnya yang terdiri dari butiran-butiran pasir. Mandala juga menunjukkan keterkaitan bagian-bagian ini secara keseluruhan, yang juga merefleksikan rancangan penelitian, di mana setiap bagian di dalamnya saling berpengaruh terhadap konstruksi akhir penelitian. SASARAN PEMBACA Buku ini ditujukan untuk para mahasiswa sarjana dan pasca-sarjana yang ingin menyiapkan rencana atau proposal untuk artikel jurnal akademis, disertasi, ataupun tesisnya. Pada level yang lebih luas, buku ini bisa digunakan sebagai buku referensi sekaligus pegangan untuk mata kuliah metode-metode penelitian. Agar mem-peroleh manfaat terbaik dari buku ini, pembaca perlu memiliki pengetahuan dasar tentang penelitian kualitatif dan kuantitatif. Sebab, bagaimanapun juga, istilah-istilah kunci yang akan dijelaskan dan dijabarkan serta strategi-strategi yang

direkomendasikan dalam buku ini, mengharuskan pembaca memiliki kesiapan dasar "teknis" dalam merancangpenelitian. Istilah-istilah yang dicetak tebal dalam. tulisan ini ataupun dalam giosarium pada akhir buku ini merupakan istilah-istilah yang diharapkan dapat membantu proses pernbacaan yang lebih cepat, Buku ini juga dirancang untuk pembaca umum dalam bidang-bidang sosial-humaniora. Sejak diterbitkan pertama kali, saya melihat bahwa pembaca buku ini adalah mereka yang berasal dari berbagai disiplin dan bidang ilmu pengetahuan. Tentu saja, dari respons yang begitu positif ini, saya sangat berharap para mahasiswa, pembaca, dan peneliti di bidang-bidang seperti marketing, manajemen, hukum pidana, komunikasi, psikologi, sosiologi, pendidikan dasar, pendidikan menengah atau perguruan tinggi, ke-perawatan, kesehatan, studi perkotaan, keluarga, dan bidangbidang lain, juga dapat memanfaatkan edisi ketiga buku ini. FORMAT Pada masing-masing bab, saya menyajikan contoh-contoh penelitian yang berasal dari berbagai disiplin yang berbeda. Contoh-contoh ini saya ambil dari buku, artikel ilmiah, proposal disertasi dan disertasi itu sendiri. Meskipun spesialisasi saya adalah pendidik-an, namun contoh-contoh ini sudah saya rancang seinklusif mungkin agar dapat diterapkan dalam ilmu-ilmu sosial-humaniora. Contoh-contoh ini pada umumnya merefleksikan isu-isu seputar keadilan sosial, individu-individu marginal, serta sampel dan populasi yang pernah dikaji oleh para peneliti sosial. Sifat inklusivitas (keterbukaan) ■ ini diharapkan dapat memperluas pluralisme metodologis dalam . penelitian dewasa ini. Apalagi, saya juga sudah memperluas konten dalam buku dengan menjelaskan gagasangagasan filosofis penelitian, gaya-gaya penelitian, dan prosedur-prosedur penelitian yang beraneka ragam. Buku ini bukanlah buku metodologi yang rinci karena saya hanya menyoroti poin-poin penting dalam rancangan/rencana penelitian. Meski demikian, saya berkeyakinan bahwa saya telah menge-mas buku ini sebaik mungkin dengan menyajikan gagasan-gagasan inti yang kira-kira dibutuhkan oleh peneliti untuk merencanakan suatu penelitian. Strategi-strategi penelitian dalam buku ini dibatasi berdasarkan frekuensi penggunaan penelitian tersebut. Misalnya, untuk penelitian kuantitatif, saya hanya membahas rancangan survei dan eksperimen. Sedangkan untuk penelitian kuantitatif, disertakan pembahasan tentang fenomenologi, etnografi, grounded theory, studi kasus, dan penelitian. Adapun strategi-strategi konkuren, sekuensial, dan transformatif menjadi tiga topik utama yang saya bahas terkait dengan penelitian metode campuran. Para mahasiswa bisa memanf

aatkan buku ini untuk membantu mempersiapkan proposal disertasi. Akan tetapi, saya tidak membahas topik-topik seputar "politik penyajian dan negoisasi" dengan pihak perguruan tinggi karena topik-topik seperti ini sudah dijelaskan di buku-buku lain. Dengan tetap konsisten pada konvensi-konvensi tulisan akade-mis, saya sudah berusaha menghilangkan kata-kata dan contoh-contoh yang cenderung diskriminatif (seperti, seksis atau etnis). Contoh-contoh yang dipilih pada umumnya berhubungan dengan gender dan kebudayaan. Saya juga sudah berusaha membagi contoh-contoh secara merata untuk penelitian kualitatif dan kuantitatif. Tldak ada favoritisme di sini. Selain itu, perlu diketahui pula bahwa meskipun contoh-contoh yang disajikan dalam buku ini dikutip dari berbagai buku dan referensi, masih ada banyak contoh yang bisa Anda peroleh dari referensi-referensi lain. Saya hanya mengutip satu referensi yang benar-benar sesuai dengan contoh yang ingin saya sajikan. Seperti halnya dengan dua edisi sebelum buku ini, saya tetap mempertahankan beberapa hal yang dapat meningkatkan keterbacaan dan pemahaman atas materi di dalamnya, misainya bullet-bullet untuk menekankan poin-poin inti, angka-angka untuk menekankan langkah-langkah pelaksanaan, contoh-contoh kutipan dengan catatan tambahan untuk menyoroti poin-poin kunci penelitian yang di-tunjukkan oleh para pengarangnya. Meski demikian, pada edisi ketiga kali ini, ada banyak hal baru yang ditambah untuk merespons keinginan pembaca dan perkem-bangan-perkembangan penelitian masa kini:    Asumsi-asumsi filosofis diperkenalkan di awal buku ini sebagai langkah dasar yang perlu dipertimbangkan oleh peneliti sebelum mereka benar-benar merancang penelitiannya. Pembahasan tentang masalah-masalah etis diperluas lagi dengan menyertakan lebih banyak pertimbangan terkait pengumpulan data dan pelaporan hasil penelitian. Dalam edisi ketiga ini juga diselipkan, untuk pertama kalinya., CD (Compact Disc) yang berisi slide-slide presentasi Powerpoint yang dapat digunakan dalam kelas, serta contoh-contoh aktivitas dan pertanyaan-pertanyaan yang dapat didiskusikan.   Program-program terkomputerisasi untuk mencari bahan bacaan juga disertakan, seperti Google Scholar, ProQuest, dan Survey-Monkey. Bab tentang prosedur-prosedur metode campuran sudah direvisi secara besar-besaran dengan menyertakan gagasan-gagasan mutakhir yang muncul baru-baru ini. Artikel-artikel terbaru dari jurnal Sage, yakni Journal of Mixed Methods Research, juga disajikan dan dikutip.  Bab tentang Definisi Istilah, Batasan Penelitian, dan Perluasan Pe nelitian yang sebelumnya

muncul pada edisi kedua kini telah dihapus, dan informasi tersebut dimasukkan ke dalam bab yang membahas tentang pendahuluan dan tinjauan pustaka.  Edisi ketiga ini juga berisi glosarium yang memuat sejumlah istilah penting yang bisa digunakan oleh para peneliti pemula ataupun yang sudah berpengalaman untuk memahami bahasa penelitian. Hal ini sangat penting, utamanya menyangkut soal istilah-istilah yang berkembang tentang penelitian kualitatif dan metode campuran. tidak hanya disertakan, istilah-istilah tersebut juga didefinisikan secara detail.  Pada hampir semua bab, saya juga menyertakan tips-tips peneliti an yang hingga saat ini telah membantu saya dalam memberikan arahan pada mahasiswa dan fakultas saya tentang metodemetode peneiitian selama hampir 35 tahun.  Saya juga telah menyertakan referensi-referensi terbaru yang terkait dengan setiap topik yang dibahas dalam buku ini.  Keunggulan-keunggulan pada edisi sebelumnya, dalam beberapa hal, juga saya sertakan, seperti:

1.

Struktur keseluruhan buku ini yang terdiri dari pembahasan mengenai rancangan kualitatif, rancangan kuantitatif, dan rancangan metode campuran, utamanya yang terkait dengan proses-proses dan langkah-langkah penelitian di dalamnya.

2.

Strategi-strategi kunci dalam memahami asumsi-asumsi filo- sofis, tips-tips dalam menulis penelitian akademis, melakukan tinjauan pustaka, script-script dalam menulis tujuan penelitian dan pertanyaan-pertanyaannya, serta daftar-daftar rinci mengenai bagaimana cara menulis prosedur-prosedur penelitian kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran.

3.

Masing-masing bab diakhiri dengan pertanyaan-pertanyaan diskusi dan referensi-referensi kunci.

RINGKASANBAB Buku ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian I berisi langkah-langkah yang perlu dipertimbangkan oleh para peneliti sebelum mereka mengembangkan proposal atau rencana penelitiannya. Bagian II membahas bagian-bagian dalam proposal.

Bagian I: Pertimbangan-Pertimbangan Awal Bagian ini membahas persiapan-persiapan untuk merancang penelitian akademis. Bagian ini mencakup Bab 1 sampai Bab 4. Bab 1. Memilih Rancangan Penelitian Saya mengawali bab ini dengan mendefinisikan penelitian kuali-tatif, kuantitatif, dan metode campuran, serta membahas ketiganya sebagai rancangan penelitian. Rancangan penelitian merupakan rencana untuk melakukan penelitian. Rancangan ini terdiri dari tiga komponen penting: asumsi-a'sumsi fiiosofis, strategi-strategi penelitian, dan metode-metode penelitian spesifik. Setiap komponen dibahas secara detail, Pilihan pada satu rancangan penelitian didasarkan pada pertimbangan atas tiga elemen ini serta masalah penelitian yang tengah dihadapi, pengalaman pribadi si peneliti, dan target pembaca. Bab ini diharapkan dapat membantu para pembuat proposal dalam menentukan jenis rancangan (apakah rancangan kualitatif, kuantitatif, atau metode campuran) yang sesuai dengan penelitian mereka. Bah 2. Tinjau'an Pustaka Sebelum merancang proposal, Anda juga perlu melakukan tinjauan pustaka tentang topik penelitian yang ingin Anda bahas. Untuk itu, Anda perlu mengawalinya dengan mencari topik apa yang bisa diteliti dan kemudian mengeksplorasi literatur-literatur dengan menerapkan beberapa langkah penting sebagaimana yang akan dibahas dalam bab ini. Yang jelas, untuk melakukan tinjauan pustaka, Anda perlu memprioritaskan jenis-jenis literatur yang akan Anda review, menggambar peta literatur yang berhubungan dengan topik Anda, menulis abstraksi, menggunakart petunjuk-petunjuk gaya, dan mendefinisikan istilah-istilah yang dianggap penting. Bab ini di harapkan dapat membantu para pembuat proposal dalam memper-timbangkan literatur-literatvir yang sesuai dengan topik mereka dan mulai menulis tinjauan pustaka untvik proposalnya. Bab 3. Penggunaan Teori Teori memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda-beda dalam tiga bentuk penelitian. Dalam penelitian kuantitatif, teori berperan sebagai penjelasan awal tentang hubungan antarvariabel yang idiuji oleh peneliti. Dalam penelitian kuaiitatif, teori berperan sebagai perspektif bagi penelitian dan terkadang pula justru dihasilkan selama penelitian itu berlangsung. Dalam penelitian metode

campuran, teori bisa digunakan untuk beragam tujuan, bergantung pada fleksibilitas penggunaannya dalam penelitian kualitatif dan kuantitatif. Bab ini membantu para pembuat proposal dalam mempertLm-bangkan dan merencanakanbagaimana suatu teori dapat disertakan ke dalam penelitian mereka. Bab 4. Strategi-Strategi Menulis dan Pertimbangan-Pertimbangan Etis Anda juga perlu memiliki outline/draf yang menyeluruh tentang topik-topik yang hendak dimasukkan ke dalam proposal sebelum Anda benar-benar menulis proposal tersebut. Untuk itulah, dalam bab ini, saya menyajikan sejumlah outline untuk proposal penelitian kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran. Selanjutnya, saya menyajikan pula trik-trik menulis proposal yang sebenamya, seperti mengembangkan kebiasaan menulis dan aneka persoalan tata bahasa yang perlu diperhatikan di dalam menulis proposal penelitian aka-demis. Di bagian akhir, saya mulai bergeser ke masalah-masalah etis dan membahasnya tidak sebagai gagasan-gagasan abstrak, melainkan sebagai pertimbangan-pertimbangan yang perlu diantisipasi selama proses penelitian.

Bagian II: Merancang Penelitian Dalam bagian ini, saya menjelaskan komponen-komponen proposal penelitian. Bab ini terdiri dari Bab 5 sampai 10, yang masing-masing menjelaskan setiap komponen proposal dan tata cara penulisannya. Bab 5. Pendahuluan Pendahuluan adalah salah satu bagian penting dalam (proposal) penelitian mana pun. Saya menyajikan satu contoh pendahuluan aka-demis yang baik untuk proposal Anda. Dalam bagian pendahuluan, Anda perlu mengidentifikasi masalah penelitian, membuat kerangka atas masalah tersebut berdasarkan literatur-literatur yang ada, me-nunjukkan defisiensi-defisiensi dalam literaturliteratur tersebut, dan menargetkan para pembaca yang dapat mengambil manfaat dari penelitian Anda. Bab ini menyajikan metode sistematis dalam merancang pendahuluan akademis untuk proposal atau penelitian.

penentuan strategi penelitian. dalam penelitian survei atau eksperimen kuantitatif. Anda juga perlu mempertegas tujuan inti dari penelitian tersebut. Pada bab ini. dan interpretasi data. Ada beberapa checklist yang disajikan dalam bab ini untuk membantu Anda memastikan terlaksananya semua prosedur tersebut. Bab 8. misalnya. dan metode campuran.Bab 6. serta penulisanhasil-hasil penelitian. rumusan masalah dan hipotesis ini haruslah ditulis dengan hati-hati. dan penulis-an hasil penelitian. analisis. Bab 9. metode-metode ini muncul lebih spesifik. Pengambilan sampel secara sengaja. Metode-Metode Kuantitatif Metode-metode dalam penelitian kuantitatif pada umumnya melibatkan proses pengumpulan. Anda akan belajar bagaimana menulis rumusan masalah dan hipotesis penelitian kualitatif dan kuantitatif. penafsiran. dan interpretasi data. yang juga bisa Anda sajikan dalam proposal penelitian. Rumusan Masalah dan Hipotesis Penelitian Rumusan masalah dan hipotesis penelitian dibuat untuk mem-persempit dan memfokuskan tujuan penelitian. analisis teks atau gambar. Pada bab ini. Tujuan Penelitian Pada awal proposal penelitian. Anda akan belajar tentang prosedur^ prosedur spesifik dalam merancang penelitian survei atau eksperimen. pengumpulan data terbuka. Prosedur-Prosedur Kualitatif Prosedur-prosedur kualitatif dalam pengumpulan. pengumpulan dan analisis data. Pada bab ini. serta bagaimanamenerapkan dua bentuk tersebut untuk menulis rumusan masalah dan hipotesis pada metode campuran. Saya sudah menyajikan banyak contoh untuk mengilustrasikan rumusan masalah dan hipotesis untuk ketiga rancangan penelitian ini. kuantitatif. penyajian hasil penelitian. Tujuan penelitian merupakan bagian yang teramat penting dalam keseluruhan proposal penelitian. Karena berperan sebagai "rambu-rambu" utama dalam sebuah peneiitian. penyajian informasi dalam . analisis. Akan tetapi. yang biasanya berhubungan dengan identifikasi sampel dan populasi. Anda juga akan saya beri contoh-contoh yang sangat membantu Anda dalam merancang dan menulis tujuan penelitian tersebut. Bab 7. Anda akan belajar bagaimana menulis tujuan penelitian untuk penelitian kualitatif. serta penulisan hasil penelitian memang berbeda dengan prosedur-prosedur kuantitatif tradisional.

melakukan tinjauan pustaka atas masalah penelitian. sekaligus petunjuk-petunjuk praktis dalam menyusun dan menulis sebuah penelitian akademis. Buku ini tidak ditujukan untuk mempermudah atau mempercepat proses tersebut. pen-campuf an. lengkap dengan penjelasan mengenai kriteria-kriteria dalam mcmilih salah satu dari enam jenis strategi tersebut berdasarkan pada timing. Anda juga akan memperoleh pengetahuan dasar tentang bagaimana mempraktikkan penelitian metode campuran dan juga tentang jenis-jenis strategi metode campuran yang bisa Anda terap-kan dalam proposal penelitian Anda. Selain itu. studi kasus. Bab 10. etnografi. Prosedur-Prosedur Metode Campuran Prosedur-prosedur metode campuran menerapkan aspek-aspek dari metode kuantitatif dan prosedvir kualitatif. Penelitian metode campuran sudah banyak dilakukan dalam beberapa tahun bela-kangan. Bab ini menyajikan prosedur-prosedur kualitatif yang bisa Anda tulis dalam proposal penelitian Anda.bentuk gambar dan tabel. serta interpretasi pribadi atas temuan-temuan. semuanya mencerminkan prosedur-prosedur kualitatif. Beberapa gambar disajikan untuk memudah-kan Anda merancang dan menyertakannya dalam proposal penelitian. bobot. saya merekomen-dasikan agar para pembuat proposal terlebih dahulu memikirkan pendekatan apa yang akan mereka terapkan dalam penelitiannya. Merancang suatu penelitian merupakan proses yang amat sulit dan menyita waktu. bab ini menyertakan checklist untuk memastikan terlaksananya semua prosedur kualitatif. Bagian I akan menjelas-kannya secara detail kepada Anda . dan mulai mengantisipasi masalah-masalah etis yang mungkin muncul selama penelitian. Sebelum langkahlangkah dalam proses ini dijelaskan. dan studi naratif. Ada enam jenis strategi metode campuran yang dibahas dalam bab ini. tetapi lebih dimaksudkan untuk menyediakan keterampilan-keterampilan khusus yang bisa diterap-kan dalam proses itu. dan teori. mengembang-kan outline topik untuk disertakan dalam rancangan proposalnya. grounded theory. dan bab ini akan menyoroti perkejnbangan-perkembangan penting dalam penelitian metode campuran. Bab ini juga menampilkan sejumlah contoh prosedur kualitatif yang berasal dari penelitian-penelitian fenomenologi. Mengenai hal ini.

Carmen McCrink. Vassar College. Dr. Saya juga mendapat-kan banyak kontribusi dari kajian-kajian akademis Dr. saya juga banyak berutang budi kepada para mahasiswa di kelas Metode Penelitian Dasar dan orang-orang yang telah berpartisipasi dalam seminar metode campuran yang pernah saya pimpin. Stephen A. C. University of Central Florida. Dr. dan membagibagikan pengalaman saya sebagai penulis dan peneliti. Ray Ostrander. saya ucapkan terima kasih. Saya tidak bisa menghasilkan buku ini tanpa dukungan dan dorongan dari rekan-rekan saya di Penerbit Sage. dan Stephanie Adams. menjadi laboratorium pribadi saya dalam menyam-paikan gagasan. Kepada para staf dan rekan-rekan di Kantor Penelitian Kualitatif dan Metode Campuran di University of Nebraska-Lincoln yang sudah banyak membantu penulisan buku ini. Sage merupakan dan masih menjadi salah satu publishing-house dengan rating yang cukup tinggi. University of Kansas. Kennesaw State University. saya juga berutang banyak kepada pembimbing sekaligus editor saya sebelumnya. dan Elizabeth Thrower. Leon Cantrell. De Tonack. Kuliah-kuliah ini. Dr. Deborah Laughton (sekarang di Guilford Press). Richard D. Whittier College. Nette Nelson (aim. Selama hampir 20 tahvin bekerja sama'dengan Sage. Yun Lu.Penghargaan Buku ini tidak akan bisa terbit tanpa gagasan dan dorongan dari ratusan mahasiswa doktoral pada mata kuliah Pengembangan Proposal yang saya ampu di University of Nebraska-Lincoln selama beberapa tahun ini. kami telah berusaha mengembangkan metode-metode penelitian. Mary Enzman Hagedorn. Gayle Sulik. Barbara Safford. Sejak edisi pertama. Sharon Hudson. saya ingin memberikan penghargaan sebesar-besarnya atas kontribusi para pereview berikut ini: Mahasweta M. Nova Southeastern University. Sharon Anderson Dannels. Barry University.). Kim Gait. Sherry Wang. Dr. Vicki Piano Clark. Boeri. dan Alex Morales. memperoleh ide-ide segar. University of Northern Iowa. Ron Shope. Dalam kesempatan ini. Georgakopoulos. dan Diane Greenlee. Marilyn Lockhart. Howard. Secara khusus. dan lisa Cuevas-Shaw. semuanya. Drew Ishii. Vicki Knight. University of Montevallo . Dr. The George S. Banerjee. Saya juga mengucapkan terima kasih atas saran-saran yang men-cerahkan dari para pereview buku ini. Montana State University. Sejumlah mahasiswa sebelumnya dan para editor yang menjadi partner dalam proses penulisan buku ini: Dr. Sivo. University of Colorado di Colorado Springs. Dr. Miriam W. Montana State University. Amanda Garrett.

Dia mengajar di University of Nebraska-Lincoln selama 30 tahun dan telah menulis setidak-tidak-nya 11 buku. dia terpilih menjadi Senior Fulbright Scholar dan bertugas di Afrika Selatan sejak Oktober 2008 untuk berbagi ilmu tentang penelitian metode campuran denganpara ilmuwan sosial dan doku-mentator isu-isu AIDS. dan sebagai Asisten Profesor untuk bidang Kedokteran di University of Michigan. menulis sajak. penelitian kualitatif.Tentang Penulis John W. Kunjungi websitenya di www. Dia juga menjabat sebagai co-director di Kantor Penelitian Kualitatif dan Metode Campuran di Nebraska yang bertugas me-nyediakan dukungan bagi para sarjana yang ingin mengajukan penelitian kualitatif dan metode campuran pada lembaga-lembaga pendanaan.johnwcreswell.com. Baru-baru ini. sebagian besar tentang rancangan penelitian. Creswell adalah Profesor Psikologi Pendidikan sekaligus penulis dan pengajar mata kuliah metodologi kualitatif dan penelitian metode campuran. Journal of Mixed Methods Research. Buku-bukunya telah diterjemahkan ke dalamberbagai bahasa dan digunakan di seluruh dunia. dan penelitian metode campuran. Dia hobi bermain piano. Cresswell juga sering diminta menjadi asisten peneliti bidang-bidang kesehatan. . dan berolahraga. Dia juga tercatat sebagai co-editor utama untuk jurnal Sage.

Strategi. dan Metode — 25 Kriteria dalam Memilih Rancangan Penelitian — 29 ■ Masalah Penelitian — 29 ■ Pengalaman-Pengalaman Pribadi — 30 ■ Pembaca — 31 Ringkasan — 32 Latihan Menulis — 32 Bacaan Tambahan — 32 Bab Dua: Tinjauan Pustaka — 36 Topik Penelitian — 36 Tinjauan Pustaka — 40 .Pendahuluan — vii Penghargaan — xvii Tentang Penulis — xix Daftar Isi — xx Daftar Isi BAGIAN SATU: PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN AWAL — I Bab Satu: Memilih Rancangan Penelitian — 3 Tlga Jenis Rancangan — 3 liga Komponen Penting dalam Rancangan Penelitian — 6 ■ Beberapa Pandangan-Dunia Filosofis — 6 ♦ Pandangan-Dunia Post-positivisme — 8 ♦ Pandangan-Dunia Konstruktivisme Sosial — 11 ♦ Pandangan-Dunia Advokasi dan Partisipatoris — 13 ♦ Pandangan-Dunia Pragmatik — 15 ■ Strategi-Strategi Penelitian — 17 ♦ Strategi-Strategi Kuantitatif — 18 ♦ Strategi-Strategi Kualitatif — 19 ♦ Strategi-Strategi Metode Campuran — 21 ■ Metode-Metode Penelitian — 23 Rancangan Penelitian Sebagai Pandangan-dunia.

■ Pemanfaatan Pustaka/Iiteratur — 40 ■ Teknik-Teknik Tinjauan Pustaka — 46 ♦ Langkah-Langkah Melakukan Tinjauan Pustaka — 46 ♦ Database Terkomputerisasi — 48 ♦ Prioritas dalam Memilih Literatur — 52 ♦ Peta Literatur Penelitian — 54 ♦ Mengabstraksikan Literatur — 57 ♦ PetunjukGaya — 61 ■ Definisi Istilah — 63 ■ Tinjauan Pustaka Kuantitatif atau Metode Campuran — 69 Kesimpulan — 71 Latihan Menulis — 72 Bacaan Tambahan — 73 Bab Tiga: Penerapan Teori — 75 Teori dalam Penelitian Kuantitatif — 76 ■ Variabel-Variabel dalam Penelitian Kuantitatif — 76 ■ Definisi Teori — 78 ■ Bentuk-Bentuk Teori — 81 ■ Penempatan Teori dalam Penelitian Kuantitatif — 84 ■ Menulis Perspektif Teoretis Kuantitatif — 86 Teori dalam Penelitian Kualitatif — 93 ■ Variasi Penggunaan Teori dalam Penelitian Kualitatif — 93 ■ Menempatkan Teori dalam Penelitian Kualitatif — 98 Teori dalam Penelitian Metode Campuran — 99 Ringkasan — 104 Latihan Menulis — 106 Bacaan Tambahan — 107 . .

MERANCANG PENELITIAN — 143 .Bab Empat: Strategi-strategi Menulis dan Pertimbangan-Pertitnbangan Etis — 109 Menulis Proposal'—109 ■ Bagian-Bagian dalam Proposal — 109 ■ Format Proposal Kualitatif — 111 ■ Format Proposal Kuantitatif — 113 ■ Format Proposal Metode Campuran — 113 ■ Merancang Bagian-Bagian dalam Proposal Penelitian — 114 ■ Menulis Gagasan — 116 ■ Menulis seperti Berpikir — 117 .Bab Lima: Pendahuluan — 145 Pentingnya Pendahuluan — 145 Pendahuluan dalam Penelitian Kualitatif. Kuantitatif. Kata Kerja. dan Metode Campuran — 147 Salah Satu Model Pendahuluan — 149 - . ■ Kebiasaan Menulis — 118 ■ Keterbacaan Tulisan — 121 ■ Kalimat Aktif. dan "Berlebih-lebihan" — 124 Masalah-masalah Etis yang Perlu Diantisipasi — 130 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Masalah Penelitian — 131 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Tujuan Penelitian dan Rumusan Masalah — 132 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Pengumpulan Data — 132 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Analisis dan Interpretasi Data — 135 ■ Masalah-Masalah Etis dalam Menulis dan Menyebarluaskan Hasil Penelitian — 137 Ringkasan — 138 Latihan Menulis — 139 Bacaan Tambahan — 140 BAGIAN DUA.

■ Sebuah Ilustrasi — 150 ■ Masalah Penelitian — 153 ■ PeneHtian-Penelitian Sebelumnya — 156 ■ Kekurangan (Defisiensi) dalam Literatur Sebelumnya — 159 ■ Signifikansi Penelitian bagi Pembaca — 161 Ringkasan — 163 Latihan Merudis — 164 Bacaan Tambahan — 164 Bab Enam: Tujuan Penelitian — 166 Signifikansi dan Makna Tujuan Penelitian — 166 ■ Tujuan Penelitian Kualitatif — 167 ■ Tujuan Penelitian Kuantitatif — 175 ■ Tujuan Penelitian Metode Campuran —'.181 Ringkasan — 188 Latihan Menulis — 189 Bacaan Tambahan — 189 Bab Tujuh: Rumusan Masalah dan Hipotesis Penelitian — 191 Rumusan Masalah Kualitatif — 191 Rumusan Masalah dan Hipotesis Penelitian Kuantitatif — 196 Model Rumusan Masalah dan Hipotesis Deskriptif — 203 Rumusan Masalah Dan Hipotesis Penelitian Metode Campuran — 205 Ringkasan — 210 Latihan Menulis — 211 Bacaan Tambahan — 212 Bab Delapan: Metode-metode Kuantitatif — 215 Mendefinisikan Rancangan Survei dan Eksperimen — 216 Komponenkomponen Rancangan Metode Survei — 216 ■ Rancangan Survei — 217 ■ Populasi dan Sampel — 218 .

. dan Generalisabilitas — 284 Menulis Kualitatif — 290 Ringkasan — 291 Latihan Menulis — 302 Bacaan Tambahan — 302 ■ .250 Ringkasan — 251 Latihan Menulis — 254 Bacaan Tambahan — 255 Bab Sembilan: Prosedur-prosedur Kualitatif — 258 Karakteristik-karakteristik Penelitian Kualitatif — 259 Strategi-strategi Penelitian — 263 Peran Peneliti — 264 Prosedur-prosedur Pengumpulan Data — 266 Prosedur-Prosedur Perekaman Data — 271 Analisis dan Interpretasi Data — 274 Reliabilitas.■ Instrumentasi — 221 ■ Variabel-Variabel dalam Penelitian — 224 Analisis Data dan Interpretasi — 225 Komponen-komponendalam Metode Penelitian Eksperimen — 229 ■ Partisipan — 229 ■ Variabel-Variabel — 236 ■ Instrumentasi dan Materi — 237 ■ Prosedur-ProsedurEksperimentasi — 237 Ancaman-Ancaman terhadap Validitas — 240 ■ Prosedur — 247 ■ AnalisisData — 249 ■ Interpretasi Hasil '-=. Validitas.

.Bab Sepuluh: Prosedur-prosedur Metode Campuran — 304 Komponen-komponen Prosedur Metode Campuran — 305 Sif at Penelitian Metode Campuran — 307 Strategi-strategi Penelitian Metode Campuran dan Model-model Visualnya — 308 ■ Merencanakan Prosedur-Prosedur Metode Campuran — 308 ♦ Timing (Waktu) — 309 ♦ Weighting (Bobot) — 310 Mixing (Pencampuran) — 310 ♦ Teorisasi dan Perspektif-Perspektif Transformasi — 312 ■ Strategi-Strategi Penelitian Metode Campuran dan Model-Model Visualnya — 313 ♦ Strategi Eksplanatoris Sekuensial — 316 ♦ Strategi Eksploratoris Sekuensial — 317 ♦ Strategi Transformatif Sekuensial — 318 ♦ Strategi Triangulasi Konkuren — 320 ♦ Strategi Embedded Konkuren — 321 ♦ Strategi Transformatif Konkuren — 324 ■ Memilih Strategi Metode Campuran — 325 Prosedur-Prosedur Pengumpulan Data — 326 Analisis Data dan Prosedur-prosedur Validasi — 328 Susunan Laporan Penelitian — 331 Contoh-contoh Prosedur Metode Campuran — 332 Ringkasan — 337 Latihan Menulis — 339 Bacaan Tambahan — 339 Glosarium — 342 Daftar Pustaka — 359 Indeks — 379 .

penentuan teori apa yang hendak digunakan dalam penelitian sekaligus usaha dalam menulis karya yang baik dan sesuai dengan standar etika yang berlaku. . Bagian I membahas sejumlah pertimbangan awal sebelum seorang peneliti merancang rencana atau proposal penelitian.Bagian Satu ■ B abl Memilih Rancangan Penelitian ■ Bab 2 Tinjauan Pustaka ■ Bab 3 Penggunaan Teori ■ Bab 4 Strategi-Strategi Menulis dan Pertimbangan-Pertimbangan Etis Buku ini dirancang untuk membantu para peneliti mengem bangkan rencana atau proposal penelitian. peninjauan pustaka untuk memosisikan penelitian yang diusulkan dalam konteks literatur-literatur yang ada. Pertimbangan-pertirnbangart ini pada umumnya berkaitan dengan pemilihan rancangan penelitian yang sesuai.

dan metode-metode spesifik yang akan mereka gunakan dalam pengumpulan. keduanya hanya merepresentasikan hasil akhir yang berbeda. Namun. pengumpulan data secara kuantitatif dalam bentuk instrumen versus Pengumpulan data secara kualitatif melalui observasi lapangan). dan metode campuran. ada tiga jenis penelitian yang akan disajikan: penelitian kualitatif. TIGA JENIS RANCANGAN Dalam buku ini. LggS). jenis-jenis strategi penelitian yang digunakan peneliti sepanjang penelitiannya (seperti. Padahal. Perbedaan antara penelitian kualitatif dan kuantitatif sering kali dijelaskan berdasarkan bentuk-bentuknya yang menggunakan kata-kata (kualitatif) dan yang menggudakan angka-angla (kuantitatif). kuantitatif. untuk sejarah . Pendekatan kualitatif dan kuantitatif seharusnya tidak dipandang sebagai antitesis atau dikotomi yang saling bertentangan. Rancangan tersebut melibatkan sejumlah keputusan yang. Misalnya saja. prosedur-prosedur (yang juga sering di-sebut sebagai strategi -strategi) penelitian. 2008. gradasi perbedaan antar keduanya sebenamya terletak pada asumsi filosofis dasar yang dibawa oleh peneliti ke dalam penetitiannya. keputusan ini melibatkan rancangan seperti apa yang seharusnya digunakan untuk meneliti topik tertentu. muncul minat yang tinggi terhadap penelitian kualitatif. para peneliti perlu mengambil keputusan terkait dengan asumsi-asumsi filoSofis yang mendasari penelitian mereka. Adapun penelitian metode campuran berada di tengah continuum tersebut karena penelitian ini melibatkan unsur-unsur dari pendekatan kualitatif dan kuantitatif. pengalaman pribadi si peneliti. namun tetap dalam satu continuum (Newman & Benz. Misalnya. atau berdasarkan pertanyaan-pertanyaan ycng tertutup (hipotesis kuantitatif) dan yang terbuka (hipotesis kualitatif). dan target atau sasaran pembacanya. Pemilihan atas satu rancangan penelitian juga perlu didasarkan pada masalah/isu yang ingin diteliti. analisis.strategi eksperimen kuantitatif atau strategi studi lapangan kualitatif). Yang jeias. sejak awal pertengahan abad XX. tiga pendekatan ini tidaklah terpisah satu sama lain seperti ketika pertama kali muncul. atau sebaliknya. Suatu penelitian hanya akan lebih kualitatif ketimbang kuantitatif. sudah saya sajikan meski tidak secara runtut dalam pengertian yang lazim. dalam buku ini. dalam (proposal) penelitian. dari metode-metode spesifk yang diterapkan peneliti untuk melaksanakan strategi-strategi ini (seperti. secara keseluruharr. dan interpretasi data. Pada hakikatnya. dan bersamaan dengan itu berkembang pula penelitian metode campuran (lihat Creswell. pendekatan kuantitatif banyak mendominasi bentuk-bentuk penelitian dalam ilmu-ilmu sosial sejak awal abad XIX hingga pertengahan abad XX.Bab Satu Memilih Rancangan Penelitian Rancangan penelitian merupakan rencana dan prosedur penelitian yang meliputi: dari asumsi-asumsi luas hingga metode-metode rinci dalam pengumpulan dan analisis data. ada perkembangan historis yang dapat membedakan kedua pendekatan tersebut. Lagi pula.

TIGA KOMPONEN PENTING DALAM RANCANGAN PENELITIAN Ada dua titik tekan dalam setiap definisi tadi yaitu: bahwa suatu pendekatan penelitian selalu melibatkan asumsi-asumsi filosofis dan metode-metode atau prosedur-prosedur yang berbeda-beda. Proses penelitian kualitatif ini melibatkan upaya-uPaya penting.yang lebih lengkap). dan menafsirkan makna data. yang untuk selanjutnya akan digunakan dalam buku ini:  Penelitian kualitatif merupakan metode-metode untuk mengekplorasi dan memahami makna yang – oleh sejumlah individu atau sekelompok orang – dianggap berasal dari masalah sosial atau kemanusiaan. strategi-strategi .2007). Untuk itulah. tinjauan pustaka. Pendekatan ini melibatkan asumsi-asumsi filosofis. Laporan akhir untuk penelitian ini memiliki struktur atau kerangka yang fleksibel. landasan teori. melibatkan relasi antara asumsi-asumsi filosofis.sehingga data yang terdiri dari angka-angka dapat dianalisis berdasarkan prosedur-prosedur statistik.  Penelitian kuantitatif merupakan metode-metode untuk menguji teori-teori tertentu dengan cara meneliti hubungan antarvariabel. masing-masing definisi di atas memiliki titik tekannya tersendiri. yang saya sebut sebagai rencana atau propasal untuk melaksanakan penetitian. Siapa pun yang terlibat dalam bentuk penelitian ini harus menerapkan cara pandang penelitian yang bergaya induktif. metode penelitian. mengontrol penjelasan-penjelasan alternatif. Latar belakang historis ini setidak-tidaknya dapat dijadikan salah satu landasan untuk mencari definisi "rigid" atas tiga istilah kunci tersebut.. Pendekatan ini lebih kompleks dari sekadar mengumpulkan dan menganalisis dua jenis data. Seperti halnya para peneliti kualitatif. sepei'ti mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan prosedur-prosedur.  Penelitian metode campuran merupakan pendekatan penelitian yang mengombinasikan atau mengasosiasikan bentuk kualitatif dan bentuk kuantitatif. menganalisis data secara induktif mulai dari tema-tema yang khusus ke tema-tema umum. ia juga melibatkan fungsi dari dua pendekatan penelitian tersebut secara kolektif sehingga kekuatan penelitian ini secara keseluruhan lebih besar ketimbang penelitian kualitatif dan kuantiiatif (Creswell & Plano Clark. mengumPulkan data yang spesifik dari para partisipan. saya akan menjelaskan tiga definisi tersebut secara detail agar Anda bisa mengetahui masing-masing maknanya dengan jelas. Laporan akhir untuk penelitian ini pada umumnya memiliki struktur yang ketat dan konsisten mulai dari pendahuluan. dan pembahasan. dalam buku ini. 2007). aplikasi pendekatan-pendekatan kualitatif dan kuantitatif. dan mampu menggeneralisasi dan menerapkan kembali penemuan-penemuannya. Rancangan penelitian. Variabel-variabel ini diukur -biasanya dmgan instrumen-instrumen penelitian. mencegah munculnya bias-bias. berfokus terhadap makna individual. Seperti yang kita lihat. dan menerjemahkan kompleksitas suatu persoalan (diadaptasi dari Creswell. siapa pun yang terlibat di dalam penelitian kuantitatif juga perlu rnemiliki asumsi-asumsi untuk menguji teori secara deduktif. hasil penelitian. dan pencampuran (mixing) kedua pendekatan tersebut dalam satu penelitian.2008). (Creswell.

pendekatan kuaiitatif. para peneliti perlu memPertimbangkan tiga komponen penting. kuantitatif. Beberapa Pandangan-Dunia Filosofis Meskipun sebagian besar gagasan filosofis tersembunyi dalam sebuah penelitian (Slife & William. dan Metode-Metode Penelitian . (2) strategi penelitian yang berhubungan dengan asumsi-asumsi tersebut. Secara detail. sekuensial) RancanganRancangan Penelitian Kualitatif Kuantitatif Metode Campuran Metode-metode Campuran Pertanyaan-pertanyaan Pengumpulan data Analisis data Interpretasi Laporan tertulis Validasi Gambar 1. atau metode camPuran untuk penelitian mereka.penelitian dan metode-metode tertentu. StartegiStrategi Penelitian. 1995).1 Kerangka Kerja Rancangan Penelitian – Relasi antara Pandangan – Dunia. Saya merekomendasikan agar siapa pun yang tengah mempersiapkan proposal atau rencana penelitian seyogianya memperjelas gagasan-gagasan filosofis yang mereka ekspos. gagasan-gagasan tersebut tetap mempengaruhi praktik penelitian dan perlu diidentifikasi. dan (3) metode-metode atau prosedur-prosedur spesifik yang dapat menerjemahkan strategi tersebut ke dalam Praktik nyata. Dalam menjelaskan pandangan-dunia filosofis. Penjelasan ini tentu akan mencerminkan alasan mengaPa mereka perlu memilih. dalam merencanakan penelitian. yaitu: (1) asumsi-asumsi pandangan-dunia (worldview) filosofis yang mereka bawa ke dalam penelitiannya. peneliti setidak-tidaknya perlu menyertakan – dalam proposalnya – satu bagian khusus yang membahas sejumlah hal berikut: Beberapa PandanganDunia Filosofis Post-Positivis Konstruksi Sosial Advokasi/partisipatoris Pragmatis Strategi-Strategi Penelitian Strategi-Strategi Kualitatif (seperti. ethnografi) Strategi-Strategi Kuantitatif (seperti. eksperimen) Strategi-Strategi Metode Campuran (seperti. Kerangka kerja yang saya gunakan untuk menjelaskan pertemuan antara tiga komponen ini dapat dilihat pada Gambar 1.1.

2000). Pertimbangan-Pertimbangan dasar mengapa pandangan-dunia tersebut digunakan Bagaimana pandangan-dunia itu membentuk pendekatan penelitian. Pandangan-dunia ini sering kali dipengaruhi oleh bidang keilmuan yang menjadi konsentrasi mahasiswa. epistemologi dan ontologi (Crotty. atau metodologi penelitian yang telah diterima secara luas (Neuman. Saya lebih memilih menggunakan istilah pandangan-dunia (worldviews) karena memiliki arti kepercayaan dasar yang memandu tindakan (Guba. Tabel 1. Elemen-elemen penting dalam setiap pandangan dunia ini dapat dilihat dalam Tabel 1. dan pragmatisme. Ada empat pandangan dunia yang akan dibahas kali ini: post-positivisme. 1998). sains empiris. Saya memandang pandangan-dunia sebagai orientasi umum terhadap dunia dan sifat penelitian yang dipegang kukuh oleh peneliti. Ada pula yang menyebutnya sebagai penelitian positivis/post-positivis. konstruktivisme. 1998). Peneliti lain lebih suka menyebutnya paradigma (Lincoln & Guba. Istilah terakhir disebut post-positivisme karena ia merepresentasikan pemikiran post-positivisme. 1990: 17). dan metode campuran dalam penelitian mereka. Unikny pandangan dunia yang dipegang kukuh oleh para peneliti tidak jarang merangkul secara kolektif pendekatan kualitatif. yang kebenarannya lebih sering disematkan untuk penelitian kuantitatif ketimbang penelitian kualitatif.kepercayaan para pembimbin dan pihak fakultas terhadap bidang tersebut. Mertens. 2000.1.   Pandangan dunia filosofis yang diusulkan dalam penelitian. yang menentang gagasan tradisional tentang kebenaran absolut ilmu . dan pengalaman-pengalaman penelitian sebelumnya. kuantitafrf.1 Empat Pandangan-Dunia Post-positivisme Determinasi Reduksionisme Observasi dan Pengujian empiris Verifikasi teori Advokasi/Partisipatoris Bersifat politis Berorientasi pada isu pemberdayaan Kolaboratif Berorientasi pada perubahan Konstruktivisme Pemahaman Makna yang beragarn dari partisipan Konstruksisosiai dan historis Penciptaan teori Pragmatisme Efek-efek tindakan Berpusat Pada masalah Bersifat Pluralistik Berorientasi pada praktik dunia-nyata                 Pandangan-Dunia Post-positivisme Asumsi-asumsi post-positivis merepresentasikan bentuk tradisional penelitian. dan postpositivisme. advokasi/partisipatoris. Pandangan-dunia ini terkadang disebut sebagai metode saintifik atau penelitian sains.

dan belakangan dikembangkan lebih lanjut oleh penulis-penulis seperti Phillips dan Burbules (2000). Mill. Pengetahuan yang berkembang melalui kacamata kaum post-positivis selalu didasarkan pada observasi dan pengujian yang sangat cermat terhadap realitas objektif yang muncul di dunia "luar sana. Dalam praktiknya. lalu mengumpulkan data baik yang mendukung maupun yang membantah teori tersebut. melakukan observasi dan meneliti perilaku individu-individu dengan berlandaskan pada ukuran angka-angka dianggap sebagai aktivitas yang amat penting bagi kaum post-positivis. dan mengakui bahwa kita tidak bisa terus menjadi "orang yang yakin/positif" pada klaim-klaim kita tentang pengetahuan ketika kita mengkaji perilaku dan tindakan manusia. Pengetahuan bersifat konjektural/terkaan (dan antifondasional/ddak berlandasan apa pun) bahwa kita tidak akan pernah mendapatkan kebenaran absolut. 1983). antara lain: 1. agar dunia ini dapat dipahami oleh manusia. bukti yang dibangun dalam penelitian sering kali lemah dan tidak sempurna. bukti. Dalam perkembangan historisnya. kita akan menemukan sejumlah asumsi dasar yang menjadi inti dalam paradigma penelitian post-positivis. Kaum Post-positivis mempertahankan filsafat deterministik bahwa sebab-sebab (faktorfakior kausatif) sangat mungkin menentukan akibat atau hasil akhir. dalam metode saintifik. dan Pertimbang-pertimbangan logis. Akibatnya. muncul hukum-hukum atau teori-teori yang mengatur dunia. seperti Comte." Untuk itulah. yang menuntut adanya pengujian dan verifikasi atas kebenaran teori-teori tersebut. kemudian menyaring sebagian klaim tersebut meniadi "klaim-klaim lain" yang kebenarannya jauh lebih kuat.pengetahuan (Phillips & Burbules. sebagaimana yang banyak kita jumpai dalam penelitian eksperimen kuantitatif. Pengetahuan dibentuk oleh data. tradisi post-positivis ini lahir dari penulis-penulis abad XIX. Dukheim. selalu diawali dengan pengujian atas suatu teori. Membaca buku Phillips dan Burbules (2000). 3. 2. untuk itulah. dan Locke (Smith. tak jarang rnereka juga gagal untuk menyangkal hipotesisnya. Untuk itulah. peneliti mengumpulkan informasi dengan menggunakan instrumen-instrumen Pengukuran tertentu yang diisi oleh para partisipan atau dengan melakukan observasi mendalam di lokasi penelitian. sebagian besar penelitian kuantitatif. problemproblem yang dikaji oleh kaum post-positivis mencerminkan adanya kebutuhan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab y ang memengaruhi hasil akhir. baru kemudian membuat perbaikan-perbaikan lanjutan sebelum dilakukan pengujian ulang. Penelitian merupakan proses membuat klaim-klaim. rnisalnya. seorang peneliti harus mengawali penelitiannya dengan menguji teori tertentu. seperti halnya variabelvariabel yang umumnya terdiri dari sejumlah rumusan masalah dan hipotesis penelitian. Newton. bahkan. banyak peneliti yang berujar bahwa mereka tidak dapat membuktikan hipotesisnya. Karena alasan ini pula. Filsafat kaum post-positivis juga cenderung reduksionistis yang orientasinya adalah mereduksi gagasan-gagasan besar menjadi gagasan-gagasan terpisah yang lebih kecil untuk diuji lebih lanjut. Untuk itulah. . 2000).salah satu pendekatan penelitian "yang telah disepakati" oleh kaum post-positivis.

Neuman (2000). menjadi dua ispek penting yang wajib dipertimbangkan oleh peneliti. Untuk mengeksplorasi pandangan-pandangan ini. Konstruktivisme sosial meneguhkan asumsi bahwa individu-individu selalu berusaha memahami dunia di mana mereka hidup dan bekerja. Makna-makna itu juga harus ditekankan pada kontekster tentu dimana individu-individu ini tinggal dan kerjia agar peneliti dapat memahami latar belakang historis dan kultural mereka. dannCrotty (1998). agar peneliti bisa mendengarkan dengan cermat apa yang dibicarakan dan dilakukan partisipan dalam kehidupan mereka. Schwandt (2007. Pandangan-Dunia Konstruktivisme Sosial Kelompok lain memiliki pandangan dunia yang berbeda. Pandangan-dunia ini biasanya dipandang sebagai suatu pendekatan dalam penelitian kualitatif. kultural. statemen-statemen yang dapat menjelaskan situasi yang sebenarnya atau dapat mendeskripsikan relasi kausalitas dari suatu persoalan. Para peneliti iuga perlu menyadari bahwa latar belakang dapat mempengaruhi. dalam penelitian kuantitatif. Penelitian harus mampu mengembangkan statemen-statemen yang relevan dan benar. Semakin terbuka pertanyaan tersebut tentu akan sernakin baik. Aspek terpenting dalam penelitian adalah sikap objektif. 1998). Makna-makna subjektif ini sering kali dinegosiasi secara sosial dan historis.mereka harus memosisikan diri mereka sedemikian rupa seraya mengakui dengan rendah hati bahwa interpretasi mereka tidak pernah lepas dari pengalaman pribadi. Gagasan konstruktivisme sosial berasal dari Mannheim dan buku-buku seperti The Social Construction of Reality-nya Berger dan Luekmann (1967) dan Naturalistic Inquiry-nya Lincoln dan Guba (1985). penafsiran mereka terhadap hasil penelitian. tetapi harus dibuat melalui interaksi dengan mereka (karena itulah dinamakan konstruktivisme sosial) dan melalui norma-norma historis dan sosial yang berlaku dalam kehidupan mereka sehari-hari. Pertayaanpertanyaan ini bisa jadi sangat luas dan umum sehingga partisipan dapat mengkonstruksi makna atas situasi tersebut. Makna-makna ini pun cukup banyak dan beragam sehingga peneliti dituntut untuk lebih mencari kompleksitas pandangan-pandangan ketimbang mempersempit makna-makna meniadi sejumlah kategori dan gagasan. Peneliti berusaha mengandalkan sebanyak mungkin pandangan partisipan tentang situasi yang tengah diteliti. penulis-penulis yang getol mengkaji paradigma konstruktivisme sosial antara lain Lincoln dan Guba (2000). para peneliti harus menguji kembali metode-metode dan kesimpulan-kesimpulan yang sekiranya mengandung bias. peneliti membuat relasi antarvariabel dan mengemukakannya dalam bentuk pertanyaan dan hipotesis' 5. untuk ituiah. Dalam penelitian kuantitatif. Untuk itulah ketika melakukan penelitian. Maknamakna ini tidak sekadar dicetak untuk kemudian dibagikan kepada indiviciu-individu. dan historis mereka . Mereka mengembangkan makna-makna subjektif atas pengalaman-pengalaman mereka -makna-makna yang diarahkan pada objek-objek atau benda-benda tertentu. pertanyaan-pertanyaan pun perlu diajukan.4. standar validitas dan reliabilitas. yang biasanya tidak asli atau tidak dipakai dalam interaksi dengan orang lain. Salah satunya adalah pandangan-dunia konstruktivisme sosial (yang sering kali dikombinasikan dengan interpretivisme) (lihat Merters. Dewasa ini.

peneliti sebaiknya membuat atau mengembangkan suatu teori atau pola makna tertentu secara induktif. penelitian ini pada umumnya memiiiki agenda aksi demi reformasi yang diharapkan dapat mengubah kehidupan para partisipan. Yang ielas. Para peneliti kualititif cenderung menggunakan pertanyaan-pertanyaan terbuka agar partisipan dapat mengungkapkan pandangan-pandangannya. 3. Untuk itulah. pembahasan tentang advokasi/partisipatoris (atau emansipatoris) dapat kita jumpai dalam kajian-kajian yang dilakukan oleh penulis-penulis seperti Marx. serta Kemmis dan Wilkinson (1998) merupakan sederet penulis masa kini yang aktif mengkaji perspektif advokasi dan partisipatoris ini. Di samping itu. para peneliti kualitatif harus memahami konteks atau latar belakang partisipan mereka dengan cara mengunjungi konteks tersebut dan mengumpulkan sendiri informasi yang dibutuhkan. Pandangan-dunia ini tampaknya memang cocok dengan penelitian kualitatif. Dalam konteks konnstruktivisme. Terkait dengan konstruktivisme ini. mereka semua merasa bahwa sikap konstruktivis tidak memadai dalam menganjurkan (mengadvokasi) program aksi untuk membantu orang-orang yang termarjinalkan. seperti . Mereka juga harus menafsirkan apa yang mereka cari: sebuah penafsiran yang dibentuk oleh pengalaman dan latar belakang mereka sendiri. yakni berusaha memaknai (atau menafsirkan) makna-makna yang dimiliki orang lain tentang dunia ini. namun ia juga bisa menjadi dasar untuk penelitian kuantitatif . dan Freire (Neuman. Dalam sejarahnya. Pandangan-Dunia Advohasi dan Partisipatoris Terdapat kelompok lain yang memiliki asumsi-asumsi filosofis berdasarkan pada pendekatan advokasi/partisipatoris. pandangan-dunia ini menyutakan bahwa ada isu-isu tertentu yang perlu mendapat perhatian lebih. yang muncul di dalam dan di luar interaksi dengan komunitas manusia. 2000). Pandangan-dunia advokasi/partisipatoris berasumsi bahwa penelitian harus dihubungkan dengan politik dan agenda politis. Crotty(1995) memperkenalkan sejumlah asumsi: 1. institusi-institusi di mana mereka hidup dan bekerja. Makna-makna dikonstruksi oleh manusia agar mereka bisa tertibat dengan dunia yang tengah mereka tafsirkan. utamanya isu-isu menyangkut kehidupan sosial dewasa ini. Habermas. Pendekatan ini muncul sejak 1980-an hingga 1990-an dari sejumlah kalangan yang merasa bahwa asumsi-asumsi post-positivis telah rnembebankan hukum-hukum dan teori-teori struktural yang sering kali tidak sesuai dengan/tidak menyertakan individu-individu yang terpinggirkan dalam masyarakat kita atau isu-isu keadilan sosial yang memang perlu dimunculkan. Untut itulah. Yang menciptakan makna pada dasarnya adalah lingkungan sosial. Proses penelitian kualitatif bersifat induktif di mana di dalamnya peneliti menciptakan makna dari data-data lapangan yang dikumpulkan. dan kehidupan para peneliti sendiri. Heron dan Reason (1997. Ketimbang mengawali penelitiannya dengan suatu teori (seperti dalam post-positivisme). Adapun Fay (1987). 2. Marcuse.sendiri. Adorno. Manusia senantiasa terlibat dengan dunia mereka dan berusaha memahaminya berdasarkan perspektif historis dan sosial mereka sendiri – kita semua dilahirkan ke dunia makna (world of meaning) yang dianugerahkan oleh kebudayaan di sekeliling kita. peneliti memiliki tujuan utama.

Tindakan partisipatoris bersikap dialektis dan difokuskan untuk membawa perubahan. dan pengasingan. para peneliti harus memunculkan agenda aksi demi reformasi dan perubahan. Meskipun penjelasan saya sejak tadi cenderung bersifat generalisasi terhadap kelornpokkelompok yang termarginalkan. para peneliti harus bertindak secara kolaboratif agar nantinya tidak ada partisipan yang terpinggirkan dalam hasil penelitian mereka. ketertindasan. Untuk itulah. atau mencari hibah-hibah penelitian. dant eori disability –sejumlah perspektif teoretis ini akan dibahas lebih rinci pada Bab 3. mengumpulkan data. teori queer. penguasaan. para partisipan dapat membantu merancang pertanyaan-pertanyaan. dan relasi kekuasaan dalam ranah pendidikan. seperti perspektif feminis. dan bukan menyempurnakan penelitianpenelitian yang lain. Tentu saja. pada akhir penelitian advokasi /partisipatoris. Penelitian ini ditekankan untuk membantu individu-individu agar bebas dari kendala-kendala yang muncul dari media. penindasan.pemberdayaan. 4. kondisi ini akan mendorong lahirnya satu suara yang bersatu demi reformasi dan perubahan. orang-orang yang diselidiki. 2. Penelitian advokasi/partisipatoris bertujuan untuk menciptakan perdebatan dan diskusi politis untuk menciptakan perubahan. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mereka akan realitas sosial yang sebenarnya atau dapat mengusulkan suatu agenda perubahan demi memperbaiki kehidupan mereka sendiri. seperti pemberdayaan. Dalam penelitian ini. bahasa. menganalisis informasi. Peneliti dapat mengawali penelitian mereka dengan salah satu dari isu-isu ini sebagai fokus penelitiannya. Penelitian ini juga bersifat praktis dan kolaboratif karena ia hanya dapat sempurna jika dikolaborasikan dengan penelitian-penelitian lain. ketidakadilan. teori kritis. Untuk itulah. setidak-tidaknya kita perlu membaca ringkasan Kemmis dan Wilkinson (1995) tentang karakteristik-karakteristik inti dari penelitian advokasi atau partisipatoris: 1. tidak menutup kemungkinan diintegrasikannya pandangan-dunia ini dengan perspektif-perspektif teoretis lain yang mengkonstruksi suatu gambaran tentang isu-isu/masalah-masalah yang hendak diteliti. Pandangan-dunia filosofis advokasi/partisipatoris fokus pada kebutuhan-kebutuhan suatu kelompok atau individu tertentu yang mungkin termarginalkan secara sosial. Penelitian advokasi/partisipatoris sering kali dimulai dengan satu isu penting atau sikap tertentu terhadap masalah-masalah sosial. Penelitian ini bersifat emansipatoris yang berarti bahwa penelitian ini membantu membebaskan manusia dari ketidakadilan-ketidakadilan yang dapat membatasi perkembangan dan determinasi diri. Penelitian advokasi menyediakan sarana bagi partisipan untuk menyuarakan pendapat dari hak-hak mereka yang selama ini tergadaikan. diskursus rasialisme. 3. Dengan spirit inilah para peneliti advokasi/partisipatoris melibatkan para partisipan sebagai kolaborator aktif dalam penelitian mereka. aturan-aturan kerja. dan perubahan-perubahan yang diinginkan. . Bahkan.

para peneliti metode campuran pada umumnya selalu memiliki tujuan atas pencampuran (mixing) ini. dan pandangan saya pribadi. Untuk itulah. dan Dewey (Cherryholmes. Artinya. para peneliti menggunakan data kuantatif dan kualitatif karena mereka meneliti untuk memiliki pemahaman yang baik terhadap masalah penelitian. Setiap peneliti memiliki kebebasan memilih. khususnya penelitian metode campuran: 1. Morgan (2007). 4. 3. Berdasarkan kajian Cherryholmes (1992). 5. Kaum pragmatis tidak melihat dunia sebagai kesatuan yang mutlak. dan konsekuensi-konsekuensi yang sudah ada. . Sebagai salah satu paradigma filosofis untuk penelitian metode campuran. Patton (1990). 2. para peneliti pragmatik lebih menekankan pada pemecahan masalah dan menggunakan semua pendekatan yang ada untuk memahami rnasalah tersebut (lihat Rossman & Wilson. Kebenaran adalah apa yang teriadi pada saat itu. situasi-situasi. dan Patton (1990) menekankan pentingnya paradigma pragmatik ini bagi para peneliti metode campuran. Untuk itulah. seraya mengetahui apa saja akibat-akibat yang akan mereka terima –kapan dan dimana mereka harus menjalankan penelitian tersebut. sejenis alasan mengapa data kuantitatif dan kualitatif harus dicampur menjadi satu.Pandangan –Dunia Pragmatik Prinsip lain berasal dari kelompok pragmatis. Para peneliti pragmatis selalu melihat apa dan bagaimana meneliti. Penulis-penulis kontemporer yang termasuk dalam kelompok ini antara lain Rorty (1990). 1985). james. Pragmatisme dapat digunakan untuk penelitian metode campuran yang di dalamnya para peneliti bisa dengan bebas melibatkan asumsi-asumsi kuantitatif dan kualitatif ketika mereka terlibat dalam sebuah penelitian. pragmatisme pada hakikatnya merupakan dasar filosofis untuk setiap bentuk penelitian. selalu kualitatif). kemudian menggunakan pendekatan yang beragam untuk memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam tentang problem-problem tersebut. dan Cherryholmes (1992). tetapi pada umumnya Pragmatisme sebagai pandangan-dunia lahir dari tindakan-tindakan. Pandangan-dunia ini berpijak pada aplikasi-aplikasi dan solusi-solusi atas problem-problem yang ada (Patton. Paradigma filosofis yang satu ini memiliki banyak bentuk. yang pada umumnya harus berfokus pada masalah-masalah penelitian dalam ilmu sosial humaniora. dalam peneiitian metode campuran. Pragmatisme tidak hanya diterapkan untuk satu sistem filsafat atau realitas saja. teknik-teknik. 1992). Tashakkori dan Teddlie (1998). Morgan (2007). Pragmatisme ini berawal dari kajian Peirce. Kebenaran tidak didasarkan pada dualitas antara kenyataan yang berada di luar pikiran dan kenyataan yang ada dalam pikiran. mereka bebas untuk memilih metode-metode. dan bukan dari kondisi-kondisi sebelumnya (seperti dalam post-positivisme). Mead. Ketimbang berfokus pada metode-metode. 1990). dan prosedur-prosedur peneIitian yang dianggap terbaik untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan mereka. para peneliti metode campuran dapat menerapkan berbagai pendekatan dalam mengumpulkan dan menganaIisis data ketimbang hanya menggunakan satu pendekatan saja (jika tidak kuantitatif. Murphy (1990). Dalam hal ini.

Ringkasan strategi-strategi tersebut dapat dilihat dalam Tabel 1. pragmatisme dapat membuka pintu untuk menerapkan metode-metode yang beragam. 7. 9. "mereka sepertinya ingin mengubah subjek" (Rorty. dan lain sebagainya. seperti  Grounded theory metode survei  Studi kasus    Metode Campuran Sekuensial Konkuren Transformatif . bagi para peneliti metode campuran. suatu pandangan teoretis yang reflektif terhadap keadilan sosial dan tujuan-tujuan politis. 1992). atau metode campuran untuk diterapkan. Untuk itulah. Dalam hal ini. mereka juga harus menentukan jenis penelitian dalam tiga pilihan tersebut. Strategi-strategi yang tersedia bagi peneliti sebenamya sudah muncul bertahun-tahun lalu saat teknologi komputer telah mempercepat aktivitas kita dalam menganalisis data-data yang rurnit. Beberapa orang menyebut strategi penelitian dengan istilah pendekatan peneiitian (Creswell. dan metode campuran yang menetapkan prosedur-prosedur khusus dalam penelitian. 8. 1983: xiv). Strategi-Strategi Penelitian Para peneliti hendaknya jangan hanya memilih penelitian kualitatif. serta bentuk-bentuk yang berbeda dalam pengumpulan dan analisis data. penelitian metode campuran bisa saja beralih pada paradigma post-modern. 2007) atau metodologi penelitian (Mertens. saya hanya akan memperkenalkan strategi-strategi ini yang nantinya akan dijelaskan lebih rinci –lengkap dengan contoh-contohnya— di sepanjang buku ini. Strategi-strategi tersebut hadir ketika manusia sudah mampu mengartikulasikan prosedurprosedur baru dalam melakukan penelitian ilmu sosial. Kaum pragmatis percaya akan dunia eksternal yang berada di luar pikiran sebagaimana yang berada di dalam pikiran manusia. pandangan-dunia yang berbeda-beda. 1998). Strategi-strategi penelitian merupakan jenis-jenis rancangan peneIitian kualitatif. Bahkan. Kaum pragmatis setuju bahwa penelitian selalu muncul dalam konteks sosial. dan asumsi-asumsi yang bervariasi. kuantitatif. Mereka juga percaya bahwa kita harus berhenti bertanya tentang realitas dan hukum-hukum alam (Cherryholmes. Tabel 1. dan10. seperti yang akan saya jelaskan dalam Bab 8. historis.6. Pilihlah salah satu dari strategi-strategi penelitian yang sering kali digunakan dalam ilmu sosial.2 Strategl-Strategi Penetitian Alternatif Kuantitatif Kualitatif  Rancangan-rancangan  Penelitian naratif eksperimen  Fenomenologi  Rancangan-racangan  Etnografi non-eksperimen. politis. Di sini.2. kuantitatif.

 Penelitian survei berusaha memaparkan secara kuantitatif kecenderungan. dewasa ini. Tidak sedikit buku yang telah membahas strategi kualitatif ini (seperti 19 strategi yang diperkenalkan oleh Wolcott. 1990).  Penelitian eksperimen berusaha menentukan apakah suatu treatment memengaruhi hasil sebuah penelitian. Bahkan. 1987. strategi-strategi penelitian yang berkaitan dengan rancangan kuantitatif selalu meIibatkan pandangan-dunia post-positivis. . saya hanya fokus pada dua strategi penelitian kuantitatif.1998) memperkenalkan prosedur-prosedur untuk peneliti grounded theory. Moustakas (1994) juga telah membahas doktrin-doktrin filosofis dan prosedur-prosedur dalam metode fenomenologi. Namun. dan Stake (1995) merekomendasikan sejumlah proses yang harus dilakukan dalam penelitian studi kasus. yang biasanya menyertakan metode-metode kausalitas dan identifikasi kekuatan variabel-variabel ganda. Neuman & McCormick. dengan tujuan untuk menggeneralisasi populasi berdasarkan sampel yang sudah ditentukan (Babbie. Dalam buku ini. sikap. & Heward. Penelitian ini mencakup eksperimen-aktual dengan penugasan acak (random assignmenf) atas subjek-subjek yang di-treatment dalam kondisi-kondisi tertentu. Clandinin dan Connelly (2000) telah membuat deskripsi komprehensif tentang apa yang harus dilakukan oleh seorang peneliti naratif. Ialu menentukan bagaimana dua kelompok tersebut menentukan hasil akhir. sedangkan Strauss dan Corbin (1990. 1963). Misalnya. 2001). Penj. pendekatanpendekatan di dalam penelitian kualitatif tertentu sudah memiliki prosedur-prosedur yang lengkap dan jelas. Wolcott (1999) menjabarkan prosedur-prosedur etnografis. Pengaruh ini dinilai dengan cara menerapkan treatment tertentu pada satu kelompok (sering disebut kelompok treatment. dan eksperimen-eksperimen single-subject (Cooper.1995).) dan tidak menerapkannya pada kelompok yang lain (sering disebut kelompok kontrol. dan kuasi-eksperimen dengan prosedur-prosedur non-acak (Keepel 1991). yakni survei dan eksperimen. Termasuk dalam kuasi-eksperimen adalah rancangan single-subiect. Penelitian ini meliputi studi-studi cross-sectional dan longitudinal yang menggunakan kuesioner atau wawancara terencana dalam pengumpulan data. strategi-strateginya sudah mulai bermunculan sepanjang tahun 1990-an dan memasuki abad XX. Strategi-strategi kuantitatif juga meliputi model-model persamaan struktural yang sedikit rumit. Strategi-strategi ini meliputi eksperimeh-eksperimen nyata. Heron.Strategi-strategi Kuantitatif Selama akhir abad XIX dan awal abad XX. Strategi-Strategi Kualitatif Untuk penelitian kualitatif. strategi-strategi kuantitatif sudah melibatkan eksperimen-eksperimen yang lebih kompleks dengan semua variabei dan treatment-nya (seperti rancangan faktorial dan rancangan repeated measure). atau opini dari suatu populasi tertentu dengan meneliti satu sampel dari populasi tersebut. penj. eksperimen-eksperimen yang kurang rigid yang sering disebut dengan kuasi-eksperimen dan penelitian korelasional (Campbell & Stanley.).

saya sudah menyajikan ilustrasi-ilustrasi berdasarkan strategi-strategi di atas. .2004). Strauss dan Corbin. Dalam Proses ini. 1998). Proses penelitiannya fleksibel dan biasanya berkembang sesuai kondisi dalam merespons kenyataan-kenyataan hidup yang dijumpai di lapangan (LeCompte & Schensul. Rancangan ini mengharuskan peneliti untuk menjalani sejumlah tahap pengumpulan data dan penyaringan kategori-kategori atas informasi yang diperoleh (Charmaz. 2007b) juga dapat menjadi cara-cara yang memadai di dalam melakukan penelitian kualitatif:  Etnografi merupakan salah satu strategi penelitian kualitatif yang di dalamnya peneliti menyelidiki suatu kelompok kebudayaan di lingkungan yang alamiah dalam periode waktu yang cukup lama dalam dalam pengumpulan data utama. atau sekelompok individu. dan peneliti mengumpulkan informasi secara lengkap dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data berdasarkan waktu yang telah ditentukan (Stake. 1998). proses. Di akhir tahap penelitian. sekaligus memperkenalkan bahwa pendekatan-pendekatan seperti penelitian partisipatoris (Kemmis & Wilkinson. Rancangan ini memiliki dua karakteristik utama. dan data wawancara (creswell. data observasi. 2006. aksi. peneliti harus menggabungkan dengan gaya naratif pandangan-pandangannya tentang kehidupan partisipan dengan pandangan-pandangannya tentang kehidupan peneliti sendiri (Clandinin & Connelly. peristiwa.Dalam buku ini. 1995).  Naratif merupakan strategi penelitian di mana di dalamnya peneliti menyelidiki kehidupan individu-individu dan meminta seorang atau sekolompok individu untuk menceritakan kehidupan mereka. peneliti mengesampingkan terlebih dahulu pengalaman-pengalaman pribadinya agar ia dapat memahami pengalaman-pengalaman partisipan yang ia teiiti (Nieswiadomy. 2007b). yaitu: (1) perbandingan yang konstan antara data dan kategori-kategori yang muncul dan (2) pengambilan contoh secara teoretis (teoretical sampling) atas kelompok-kelompok yang berbeda untuk memaksimalkan kesamaan dan perbedaan informasi. atau interaksi tertentu yang berasal dari pandangan-pandangan partisipan.  Studi kasus merupakan strategi penelitian dimana didalamnya peneliti menyeliki secara cermat suatu program. Memahami pengalamanpengalaman hidup manusia menjadikan filsafat fenomenologi sebagai suatu metode penelitian yang prosedur-prosedurnya mengharuskan peneliti untuk mengkaji sejumlah subjek dengan terlibat secara langsung dan relatif lama di dalamnya untuk mengembangkan pola-pola dan relasi-relasi makna (Moustakas. 1999). analisis wacana (Cheek.  Grounded theory nterupakan strategi penelitian yang di dalamnya peneliti "memproduksi" teori umum dan abstrak dari suatu proses. Informasi ini kemudian diceritakan kembali oleh peneliti dalam kronologi naratif.2000). aktivitas. Kasus-kasus dibatasi oleh waktu dan aktivitas. 1994). dan pendekatan-pendekatan lain yang tidak disebutkan (lihat Creswell. 1990.1993).  Fenomenologi merupakan strategi penelitian di mana di dalamnya peneliti mengidentifikasi hakikat pengalaman manusia tentang suatu fenomena tertentu.

seperti perempuan. Konsep untuk "mencampur metode-metode yang berbeda" ini pada hakikatnya muncul pada 1959 ketika Campbell dan Fisk menggunakan metode-jamak (multimethods) dalam meneliti kebenaran watak-watak psikologis. Dengan menyadari bahwa setiap metode pasti memiliki kekurangan dan keterbatasan. Berawal dari inilah. kombinasi dua metode tersebut dapat diterapkan untuk mencapai tujuan-tujuan yang luas dan transformatif. metode konvergensi. dan metode kombinasi (Creswell & Plano Clark. misalnya. Misalnya. hasil-hasil dari satu metode dapat membantu metode yang lain. orang-orang difabel. yang memiliki prosedur-prosedurnya masing-masing (Tashakkori & Teddlie. Mereka kemudian mendorong orang lain menggunakan matriks metode-jamak mereka untuk menguji kemungkinan digunakannya pendekatan-jamak (muttiple approaches) dalam pengumpulan data penelitian. Selain itu. gagasan "pencampuran" (mixing) ini mulai beralih dari yang awalnya hanya berusaha mencari-cari konvergensi menuju usaha penggabungan yang sebenarnya antara data kuantitatif dan data kualitatif. banyak orang yang kemudian mencampur metode-metode sekaligus pendekatan-pendekatan yang berhubungan dengan metode-metode tersebut. metode terintegrasi. Triangulasi sumber-sumber data (triangulasi of data resourcers) –suatu metode dalam mencari konvergensi antara metode kualitatif dan metode kuantitatif—pun muncul (Jick. 1973). ada tiga strategi metode campuran dan sejumlah variasinya yang akan diilustrasikan dalam buku ini:  Strategi metode campuran sekuensial/bertahap (sequential mixed methods) merupakan prosedur-prosedur di mana di dalamnya peneliti berusaha menggabungkan atau memperluas penemuan-penernuannya yang diperoleh dari satu metode dengan penemuan-penemuannya dari metode yang lain. komunitas gay dan lesbian. kuota kualitatif dapat mendukung hasi-hasil statistik)(Creswell & Plano Clark. 1998). dan mereka yang miskin/lemah (Mertens' 2003). istilah-istilah untuk menyebut rancangan metode campuran pun sangat beragam. Secara khusus. lalu diikuti . Hingga saat ini. data kualitatif dan kuantitatif dapat disatukan menjadi satu database besar yang bisa digunakan secara berdampingan untuk memperkuat satu sama lain (misalnya. Strategi ini dapat dilakukan dengan melakukan interview kualitatif terlebih dahulu untuk mendapatkan penjelasan-penjelasan yang memadai.Strategi-Strategi Metode Campuran Strategi-strategi metode campuran sebenamya kurang populer dibanding dua strategi sebelumnya (kuantitatif dan kualitatif). minoritas etnik/ras. mereka menggabungkan metode observasi dan wawancara (data kualitatif) dengan metode survei tradisional (data kuantitatif) (Sieber. dalam mengadvokasi kelompok-kelompok marginal. Jika tidak. misalnya. Pada awal 1990-an. 2007). seperti multi-metode. 2003) . Dimungkinkannya sejumlah metode dicampur "jadi satu" telah rnenuntun para pakar untuk mengembangkan prosedur-prosedur penelitian berdasarkan metode campuran. 2007). utamanya dalam mengidentifikasi para partisipan yang diteliti atau pertanyaanpertanyaan yang diajukan (Thashakkori & Teddlie. 1979). para peneliti metode campuran pun akhirnya meyakini bahwa bias-bias yang muncul dalam satu metode dapat menetralisasi atau menghilangkan bias-bias dalam metode metode yang lain.

Dalam strategi ini. Strategi metode campuran konkuren/satu waktu (concurrent mixed metlnds) merupakan prosedur-prosedur di mana di dalamnya peneliti mempertemukan atau menyatukan data kuantitatif dan data kualitatif untuk memperoleh analisis kornprehensif atas masalah penelitian. dan Metode Kualitatif Metode Kuantitatif  Metode Campuran  Metode Kualitatif    Bersifat Pre-determined (sudah ditentukan sebelumnya) Perianyaan-Pertanyaan Yang didasarkan Pada instrumen penelitian Data Performa. Metode Campuran. Bahkan. penelitian ini dapat dimulai dari metode kuantitatif terlebih dahulu dengan menguji suatu teori atau konsep tertentu. misalnya berdasarkan level metode tersebut atas sifat objek penelitian. data observasi.3 Metode Kuantitafif. perspektif ini bisa digunakan peneliti sebagai metode pengumpulan data secara sekuensial ataupun konkuren. dalam strategi ini peneliti dapat memasukkan satu jenis data yang lebih kecil ke dalam sekumpulan data yang lebih besar untuk menganalisis jenis-jenis pertanyaan yang berbeda-beda (misalnya. Metode-Metode Penelitian Komponen ketiga dalam kerangka kerja penelitian adalah metode-metode penelitian spesifik yang berkaitan dengan strategi pengumpulan. dan data audio-visual Analisis tekstual dan  . Prosedur metode campuran transformatif (transformative mixed methods) merupakan prosedur-prosedur di mana di dalamnya peneliti menggunakan kacamata teoretis (lihat Bab 3) sebagai perspektif overaching yang di dalamnya terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif. dan data sensus      Bersifat Pre-determined dan berkembang dinamis Pertanyaan-pertanyaan Terbuka dan pertanyaanpertanyaan tertutup Bentuk-bentuk data berganda Yang tebuka Pada Kemungkinan   Berkembang dinamis Pertanyaan-pertanyaan terbuka Data wawancara. dan interpretasi data. Seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 1. metode kuantitatif dapat diterapkan untuk mengetahui hasil akhir). dan hasil-hasil atau perubahan-perubahan yang diharapkan. fungsi metode tersebut saat peneliti menggunakan pertanyaan tertutup dan terbuka. Jika tidak. analisis. peneliti mengumpulkan dua jenis data tersebut pada satu waktu. kemudian menggabungkannya menjadi satu informasi dalam interpretasi hasil keseluruhan.3.  denganmetode survei kuantitatif dengan sejumlah sampel untuk memperoleh hasil umum dari suatu populasi. data dokumentasi. kemudian diikuti dengan metode kualitatif dengan mengeksplorasi sejumlah kasus dan individu. metode-metode untuk pengumpulan data. data sikap. Metodemetode ini akan dijelaskan lebih lanjut dalam Bab 8 hingga 10. jika metode kualitatif diterapkan untuk melaksanakan penelitian. data observasi. dan fokus metode tersebut pada analisis data yang numerik atau non-numerik. peneliti perlu mempertimbangkan sejumlah metode pengumpulan data dan mengatumya secara sisternatis. Tabel 1. Perspektif inilah yang akan menyediakan kerangka kerja untuk topik penelitian. Jika tidak.

DAN METODE Pandangan-dunia. peneliti membuat inferensi/kesimpulan antara data kuantitatif dan data kualitatif. atau campuran. strategi. Pemilihan metode ini pada akhirnya haruslah disesuaikan dengan maksud peneliti. dan metode. Di sisi lain. semuanya turut menentukan apakah suatu rancangan penelitian akan cenderung kuantitatif. dianalisis. Atau. Dalam sejumlah penelitian. observasi atas seorang pekerja yang terlibat dalam keterampilan yang kompleks). dan ditafsirkan secara bersama-sama. pengumpulan data juga bisa melibatkan peneliti untuk mengunjungi secara langsung tempat penelitian dan mengobservasi perilaku individu-individu di dalamnya tanpa ada pertanyaan yang disediakan sebelumnya atau melakukan wawan cara secara aktif atas individu-individu tersebut agar dapat mengungkapkan gagasannya tentang topik penelitian. hasil-hasil statistik atau mereka ingin menafsirkan kecenderungan-kecenderungan atau pola-pola umum yang muncul dari data penelitian. Tabel ini juga menyertakan praktik-praktik dari tiga pendekatan yang akan dijelaskan secara lebih rinci dalambab-bab selanjutnya di buku ini.  Analisis statistik Lnterpretasi statistik   kemungkinan lain Analisis statistik dan analisis tekstual Lintas-interpretasi database  gambar Lnterpretasi tema-tema. apakah peneliti bermaksud untuk menggali informasi yang diinginkan atau membiarkannya muncul begitu saja dari para partisipan. dan metode) berkombinasi dalam satu skenario penelitian: . pola-pola Peneliti mengumpulkan data dengan bantuan instrumen atau tes (seperti. Tabel 1. akan digambarkan bagaimana ketiga elemen ini (pandangan-dunia. RANCANGAN PENELITIAN SEBAGAI PANDANGAN-DUNIA. data kuantitaiif dan kualitatif bisa saja dikumpulkan. dalam kasus metode campuran. strategi. Akan tetapi. Data instrumen dapat dilengkapi dengan observasi-terbuka.4 menyajikan perbedaanperbedaan yang mungkin berguna bagi para peneliti dalam memilih suatu pendekatan penelitian. Atau. pertanyaanpertanyaan tentang harga diri) atau mengumpulan informasi dengan bantuan checklist perilaku (seperti. apakah peneliti ingin menafsirkan. atau data sensus dapat diikuti dengan wawancara mendalam. STRATEGI. apakah peneliti ingin menganalisis jenis data berupa informasi numerik yang dikumpulkan dari instrumen penelitian atau informasi teks yang dikumpulkan dari rekaman hasil pembicaraan dengan partisipan. kualitatif. Berikut ini. tanpa harus menyediakan pertanyaan-pertariyaan yang spesifik.

analisis data kuantitatif dandata kualitatif  Menerapkan  Posisi-posisi dia  Menguji atau  Mengumpulkan praktik-praktik memverifikasi data kuantitatif penelitian ini teori atau dan data kualitatif Penjelasan  Mengumpulkan  Membuat makna dari para rasinalisasi atas  Mengidentifikasi partisipan variabel-variabel dicampurnya dua yang akan diteliti data  Fokus pada satu konsep atau  Menghubungkan  Menggabungkan fenomenon variabel-variabel data pada tahapdalam rumusan tahap penelitian  Membawa nilaimasalah dan yang berbeda nilai pribadi ke hipotesis dalam penelitian  Menyajikan penelitian gambaran visual  Meneliti konteks tentang prosedur Menggunakan atau setting standar-standar prosedur partisipan validitas dan  Menerapkan  Menvalidasi akurasi reliabilitas praktik-praktik penemuan Mengobservasi kuantitatif dan penemuan dan mengukur kualitatif  Menginterpretasi .Tabel 1. dan penelitian ini etnografi. studi transformatif kasus. strategi-strategi grounded theory. dan Metode Campuran Pendekatan Pendekatan Pendekatan Metode Kecenderungan Kualitatif Kuantitatif Campuran  Menggunakan  Klaim-klaim  Klaim-klaim  Klaim-klaim asumsi-asumsi Pengetahuan pengetahuan Postpengetahuan filosofis ini konstruktivis/advok positivis pragmatis asi/ Partisipatoris  Menerapkan  Fenomenologi. Pertanyaan pertanyaa pendekatanterbuka. dan naratif   Menerapkan  Pertanyaan Pertanyaan Pertanyaanmetode-metode ini Pertanyaan lerbuka.  yang terbuka dan Pendekatan yang pendekatantertutup. Kuantitatif. data tekstual dan sebelumnya). berkembang pendekatan yang pendekatandinamis predetermined  pendekatan yang (fleksibel/emerging (sudah ditentukan berkembang ). data dinamis gambar berupa angka(emerging) dan angka sudah ditentukan sebelumnya (predetermined).4 Pendekatan-Pendekatan Kualitatif.  Survei dan  Sekuensial. eksprimen konkuren.

Penelitian ini dapat dimulai dengan survei secara luas . baik sebelum maupun sesudah proses eksperimen.danpost-test perilaku Dalam skenario ini.  Penelitian kualitatif –pandangan-dunia partisipatoris. dan metode wawancara terbuka Untuk penelitian yang satu ini. dan metode observasi perilaku Dalam hal ini. peneliti kuatitatif berusaha membangun makna tentang suatu fenomena berdasarkan pandangan-pandangan dari para partisipan. strategi etnografis. lalu mengumpulkan data-data untuk mendukung atau membantah hipotesis-hipotesis tersebut. Data-data dikumpulkan dengan bantuan instrumen khusus yang dirancang untuk rnenilai perilaku-perilaku.  Penelitian metode campuran –pandangan-dunia pragmatis. peneliti kuantitatif menguji suatu teori dengan cara memerinci hipotesis-hipotesis yang spesifik. cerita-cerita dikumpulkan dari individu-individu tersebut dengan menggunakan pendekatan naratif . peneliti berusaha menyelidiki suatu isu yang berhubungan dengan marginalisasi individu-individu tertentu. sedangkan informasiinformasi dianalisis dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik dan penguiian hipotesis. Untuk meneliti isu ini.data  Membuat agenda perubahan atau reformasi  Berkolaborasi dengan partisipan informasi secara numerik (angkaangka)  Menerapkan pendekatanpendekatan yang bebas-bias  Menerapkan prosedur-prosedur statistik  Penelitian kuantitatif –pandangan-dunia post-positivis. Strategi eksperimen diterapkan untuk menilai perilakuperilaku. peneliti menerapkan strategi etnografis dengan berusaha mengidentifikasi suatu komunitas culture-sharing. strategi naratif. Individuindividu ini kemudian diwawancarai untuk mengetahui bagaimana mereka secara pribadi mengalami penindasan dan marginalisasi.  Penelitian kualitatif –pandangan-dunia konstruktivis. Salah satu metode pengumpulan data untuk strategi semacam ini adalah dengan mengobservasi perilaku para partisipan dengan cara terlibat langsung dalarn aktivitas-aktivitas mereka. dan metode pre. strategi penelitian eksperimen. strategi/metode pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif secara sekuensial Peneliti dengan metode campuran ini melakukan suatu penelitian dengan asumsi bahwa mengumpulkan berbagai jenis data yang dianggap terbaik dapat memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang masalah yang diteliti. lalu meneliti bagaimana komunitas tersebut mengembangkan pola-pola perilaku yang berbeda dalam satu waktu. Misalnya.

dan topik baru ini tidak pernah dibahas dengan sampel atau sekelompok individu tertentu. misalnya. kuantitatif. Misalnya. Kemudian. atau (c) pemahaman prediksi hasil. atau karena teori-teori yang ada selama ini belum diterapkan sebagai landasan untuk meneliti sampel atau sekelompok individu yang diteliti (Morse. haruslah masalah yang benar-benar perlu dibahas (seperti. masalah penelitian. Pendekatan kualitatif bersifat eksploratif. Dalam kondisi seperti inilah. kemudian menindaklanjuti dengan sejumlah partisipan saja untuk memperoleh pandangan mereka tentang topik penelitian. pengumpulan data kuantitatif yang tertutup dan data kualitatif yang terbuka. Jenis pendekatan ini juga bisa berguna. (b) fungsi keterlibatan. keduanya pun harus digabung agar mampu memahami masalah yang tengah diteliti. Di sisi lain. peneliti tersebut terlebih dahulu harus mempelaiari variabel-variabel apa yang akan diteliti. seorang peneliti mungkin sjia ingin melakukan generalisasi terhadap penemuan-penemuannya atas populasi yang ada. kemudian menguji variabel-variabel ini berdasarkan sampel individu yang luas. pengalaman-pengalaman pribadi. masalah diskriminasi ras). Pendekatan metode campuran sangatlah berguna. . Lalu. strategi. dilakukan wawancara kualitatif secara terbuka agar dapat mengumpulkan pandangan-pandangan dari partisipan. benar-benar diperlukan. Pendekatan ini juga layak diterapkan untuk menguji suatu teori atau pernyataan. dan target pembaca juga perlu dipertimbangkan oleh peneliti dalam memilih rancangan penelitian yang tepat. peneliti bisa melakukan survei terlebih dahulu pada sejumlah besar individu. 1991). pendekatan kuantitatif menjadi pilihan terbaik. Dalam penelitian ini. Alhasil. dan metode). utamanya ketika pendekatan kuantitatif atau pendekatan kualitatif dirasa tidak memadai untuk memahami masalah yang diteliti. dan metode campuran memiliki kemungkinan yang sama untuk diterapkan. faktor-faktor apa saja yang dapat memengaruhi seseorang untuk lebih memilih satu pendekatan tertentu ketimbang pendekaian lain untuk proposal penelitiannya? Selain ketiga komponen di atas (pandangan-dunia. jika ada suatu konsep atau fenomena yang perlu dipahami –misalnya. Misalnya. Jika tidak. karena sedikitnya penelitian yang membahas fenomena/konsep tersebut—berarti pendekatan kualitatif dapat dipilih sebagai jalan terbaik. jika masalah ini mengharuskan (a) identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hasil. Masalah-masalah sosial tertentu terkadang turut menentukan pendekatan penelitian yang digunakan. karena ada topik yang baru. yang akan dijelaskan lebih rinci pada Bab 5. Masalah Penelitian Masalah penelitian. pada tahap selanjutnya.agar dapat dilakukan generalisasi terhadap hasil penelitian dari populasi yang telah ditentukan. atau ingin mengembangkan pandangan yang detail mengenai makna suatu fenomena atau konsep tertentu. KRITERIA DALAM MEMILIH RANCANGAN PENELITIAN Pendekatan kualitatif. dan berguna bagi peneliti-peneliti yang tidak mengetahui bagaimana menguji variabel-variabel.

ia cenderung akan memilih rancangan kuantitatif. misalnya. tak dapat disangkal ada dorongan yang kuat untuk mengejar topik yang memang sesuai dengan minat pribadi –isu-isu yang berhubungan dengan orang-orang marginal. Mahasiswa seharusnya mempertimbangkan pendekatan-pendekatan yang sudah biasa direstui dan digunakan oleh para pembimbing mereka. Biasanya. Seseorang yang terbiasa dilatih dalam program-program teknik. hal ini justru kurang comfortable karena tidak dapat beradaptasi dengan keinginan sejumlah fakultas yang memang memiliki basis pendekatan kualitatif dan advokasi/partisipatoris dalam penelitian-penelitiannya. Untuk para penulis advokasi/partisipatoris.Pengalaman-Pengalaman Pribadi Pengalaman pribadi juga turut memengaruhi para peneliti dalam memilih pendekatan yang akan mereka terapkan. Apalagi. dan komputer. Penelitian semacam ini juga memungkinkan munculnya tulisan-tulisan yang lebih kreatif dan bergaya sastrawi: suatu gaya yang sebagian orang lebih menyukainya. penelitian dengan metode campuran ini hanya sesuai bagi seorang peneliti yang merasa nyaman dengan struktur penelitian kualitatif yang cenderung rigid dan fleksibilitas penelitian kualitatif yang cenderung adaptif. atau metode campuran ini dapat membantu mahasiswa untuk menentukan pilihan mereka. seseorang yang sudah nyaman menulis buku atau melakukan wawancara pribadi dan observasi. Bagi para peneliti dengan metode campuran. serta terbiasa membaca jumal-jurnal kuantitatif di perpustakaan. pembaca jumal. statistik. pendekatan-pendekatan kualitatif diyakini menyediakan ruang inovasi yang lebih besar bagi kerangka kerja penelitian. seseorang yang terbiasa dengan penelitian kuantitatif dan kualitatif sangat mungkin akan memilih metode campuran. atau rekan-rekan satu bidang ilmu pengetahuan. dan aturan yang dibuat untuk penelitian tersebut. Di sisi lain. banyak prosedur. Artinya. kualitatif. dewan perguruan tinggi. Pembaca-pernbaca ini bisa jadi editor jurnal. serta memiliki outlet untuk menerapkan metode campuran yang jangkauannya cenderung luas. mungkin akan lebih tergerak untuk menggunakan pendekatan kualitatif. Namun. Sejak penelitian kuantitatif menjadi gaya penelitian tradisional. dia memiliki waktu dan sumber yang memadai untuk mengumpulkan data-clata kuantitatif dan kualitatif. Namun. peneliti menulis laporan penelitian yang benar-benar bisa diterima oleh para pembaca. atau keinginan untuk menciptakan kelompok masyarakat yang lebih baik bagi mereka dan yang lainnya. peserta seminar. proyek ini bisa saja menyita banyak waktu karena mereka dituntut untuk mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif dan kualitatif sekaligus. Sebagian orang mungkin saja lebih nyaman dengan prosedur-prosedur penelitian kuantitatif yang sangat sistematis ini. bagi sebagian yang lain. . Pembaca yang telah berpengalaman dengan penelitian kuantitatif. Pembaca Pada akhirnya. penulisan saintifik.

Selain itu. (Agustus-September. strategi. keengganan utuk rnenceritakan kisah yang sebenarnya. LATIHAN MENULIS . berikut alasanalasannya.1. 1992). Cleo Cherryholmes menjelaskan pragmatisme sebagai suatu perspektif yang berbeda dengan realisme saintifik. C. buatlah satu proyek penelitian yang berbasis pada satu pandangan-dunia. Kelebihan artikel ini terletak pada sumber kutipannya yang cukup memadai dari para penulis pragmatisme dan klarifikasinya tentang satu versi pragmatisme. Rancangan ini dipilih berdasarkan pandangan-dniia atau asumsi-asumsi filosofis tentang suatu penelitian. tentukanlah apakah proyek tersebut akan didesain menjadi penelitian kuantitatif.H. 13-17). dan sekumpulan gagasan yang menyatakan bahwa ada dunia eksternal yang berada di luar pikiran kita. dan target pembaca yang diharapkan akan membaca hasil penelitian tersebut. dan metode-metode penelitian. dan metode penelitian seperti yang tertera pada. Pikirkanlah satu topik yang ingin Anda teliti. Latihan Menulis 1. kualitatif. Cherryholmes menegaskan bahwa pragmatisme digerakkan oleh konsekuensi-konsekuensi yang telah terduga.strategi-strategi penelitian." dalam Educational Researcher. 3. 14. Pilihan atas suatu rancangan penelitian biasanya dipengaruhi oleh masalah penelitian yang akan diteliti. artikel itu juga menyertakan beragam referensi dari para penulis –mulai dari yang klasik hingga modern—yang berfokus pada pragmatisme sebagai prinsip filosofis.RINGKASAN Dalam merencanakan suatu proyek penelitian. strategi penelitian. "Notes on Pragmatism and scientific Realism. dan metode yang telah Anda pilih. kuantitatif. pengalaman-pengalaman pribadi dari si peneliti. Apa yang membedakan penelitian kuantitatif dari pnelitian kualitatif? Jelaskan (minimal) tiga karakteristik pembedanya! BACAAN TAMBAHAN Cherryholmes. Lalu. dan dengan menggunakan pandangan-dunia. atau metode campuran. 2. atau metode campuran. Cariiah rumusan masalah penelitian dalam sebuah artikel jurnal dan jelaskan rancangan apa yang terbaik untuk meneliti pertanyaan tersebut. (hlm. Gambar 1. peneliti perlu menentukan apakah mereka akan menggunakan rancangan kualitatif.

seperti sifat pengetahuan bagaimana pengetahuan bertambah. Denzin & Y. seperti post-modernisme. substansi realitas). Penielasan ini memperluas kembali analisis yang sudah disajikan dalam edisi pertama dan kedua Handbook tersebut. CA: Sage.K. Yang secara khusus berguna bagi pemahaman kita tentang makna-makna metodologi terdapat pada Bab 4. Neuman. dan metode-metode penelitian sosial. Crotty . interpretativisme. Kemmis. berjudul "The Meanings of Methodology.Crotty. lalu ia menampilkan sebuah tabel berisi metode representatif pengambilan sampel (sampling) atas topik-topik yang ada dalam setiap komponen tersebut. Boston: Allyn & Bacon. (2000). & P.S. mereka kemudian membedakannya berdasarkan tujuh isu utama.S.. New York: Routledge. Y. Thousand Oaks. proses penelitian). feminisme. (2005).G. Singkatnya. Yvonna Lincoln and Egon Guba menjelaskan prinsip-prinsip dasar dari lima paradigma penelitian ilmu sosial: positivisme/Post-positivisme. The Sage Handbooko f Qualitative Research. Thousand Oaks. & Wilkinson. "Participatory Action Research and The Study of Practice. Action Research in Practice: Partnerships for social Justice in Education. mereka menjelaskan enam keunggulan utama penelitian aksi partisipatoris (participatory action research). dan kedua-duanya.. dan kelayakan atau kriteria mutu. Contradictions. S. metodologi. Kemmis. Stephen Kemmis dan Mervyn Wilkinson menyajikan satu ringkasan apik tentang penelitian partisipatoris. Atweh. Paradigma partisipatoris menjadi paradigma alternatif tambahan yang kehadirannya baru muncul pada edisi kedua buku ini. dan partisipatoris. lalu menjabarkan bagaimana penelitian ini dipraktikkan dalam ranah individu. Guba.L. M. konstruktivisme. Setelah menjelaskan lima pendekatan ini." Dalam bab ini. (hlm. & Lincoln. penelitian kritis." dalam N. dan metodologis (seperti. 21-36). M. bagaimana kita mengenali pengetahuan kita). teori kritis. Weeks (ed. (hlm. konstruktivisme. Lawrence Neuman menulis buku ―pengantar‖ komprehensif tentang metode penelitian untuk ilmu-ilmu sosial. W. CA: Sage. (1998). Nueman membedakan . (1998). and Emerging Confluences. "Paradigmatic Controversies. sosial. 191-215). Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches." dalam B. Masing-masing paradigma disajikan secara ontologis (seperti. perspektif-perspektif teoretis.menghubungkan empat komponen ini dalam suatu proses penelitian. The Foundations of Social Research: Meaning and Perspective in the Research Process. E. dan positivisme. Michael Crotty menawarkan kerangka penting unttrk mengikat secara bersama isu-isu epistemologis. Crotty lalu beralih menjelaskan enam perbedaan orientasi teoretis dalam penelitian-penelitian sosial. S.). Lincoln. epistemologis (seperti.

MD: Rowrnan & Littlefield.tiga metodologi –ilmu sosial positivis. apa saja yang turut membentuk penjelasan atau teori realitas sosial? epa kira-kira manfaat dari bukti atau informasi faktual?). dan bahwa kepastian kita sebelumnya akan suatu pengetahuan dapat terbantahkan dalam proses penelitian selanjutnya. "What is Postpositivism?" dan "Philosophical Commitments of Postpositivist Researchers. N.C. ilmu ilmu sosial interpretif.. dan ilmu sosial kritis—berdasarkan delapan pertanyaan (misalnya. Lanham. Postpositivisme menegaskan bahwa pengetahuan manusia pada hakikatnya lebih bersifat spekulatif ketimbang normatif. (2000). & Burbules. D. Phillips.C. Phillips dan Nicholas Burbules merangkum gagasan-gagasan penting pemikiran postpositivisme. Melalui dua bab sekaligus. .C. khususnya ide-ide yang membuat aliran ini berbeda dengan aliran positivisme. D." mereka menjelaskan ide-ide utama dalam postpositivisme. Post positivism and Educational Research.

1992). judul yang baik dan terencana akan menjadi jalan utama untuk masuk ke dalam penelitian—inilah gagasan nyata yang harus dimiliki peneliti agar tetap fokus pada proyek penelitiannya (lihat Glesne & Peshkin. seorang peneliti juga perlu melakukan tinjauan pustaka terkait dengan topik penelitiannya. kuantitatif. saya akan menjabarkan langkah-langkah dalam melakukan tinjauan pustaka. Tinjauan pustaka juga akan memberikan pengetahuan luas bagi peneliti dalam membatasi ruang lingkup penelitiannya. pertama-tama identifikasilah dahulu satu topik yang akan diteliti. penting juga dipertimbangkan apakah topik tersebut dapat dan perlu diteliti. Ketika saya melakukan . ada beberapa cara untuk memperoleh pemahaman mengenai topik penelitian (dengan asumsi bahwa topik ini harus dipilih sendiri oleh si peneliti dan bukan oleh pembimbing). TOPIK PENELITIAN Sebelum mempertirnbangkan pustaka/literatur apa yang akan ditinjau dalam proyek penelitian.Bab Dua Tinjauan Pustaka Selain memilih rancangan kuantitatif. tujuan-tujuan utama dilakukannya tinjauan pustaka dalam penelltian. Salah satunya adalah dengan menulis judul yang jelas dalam proposal penelitian." "kreativitas organisasi. dan metode campuran. Pertama-tama. Dalam hal ini. Bab ini masih tetap membahas hal-hal yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu oleh peneliti sebelum meluncurkan (proposal) penelitian. Topik inilah yang nantinya akan menjadi gagasan utama yang harus dipelajari dan dieksplorasi oleh peneliti. seperti "pengajaran sekolah. Selanjutnya. Tinjauan pustaka ini membantu peneliti untuk menentukan apakah topik tersebut layak diteliti ataukah tidak. atau metode campuran. dan prinsip-prinsip penting dalam merancang tinjauan pustaka untuk penelitian kualitatif. Topik adalah subjek atau materi subjek penelitian. lalu pertimbangkan apakah topik tersebut bermanfaat secara praktis atau tidak. kualitatif. Menurut saya. saya akan membahas bagaimana memilih dan menulis suatu topik yang menjadi fokus penelitian. Dalam hal ini. Saya terkejut ketika menjumpai banyak peneliti yang sering kali gagal merancang judul awal untuk proyek penelitian mereka." atau "tekanan psikologis." Buatlah abstraksi tentang topik tersebut dalam beberapa paragraf.

serta petunjuk yang akan saya gunakan untuk menyampaikan gagasan penelitian saya kepada orang lain. . dan pastikan bahwa judul tersebut sudah mencakup topik utama penelitian. Kesalahan umum para peneliti pemula adalah bahwa mereka sering kali membuat kerangka penelitiannya dengan bahasa yang rumit dan kompleks. Coba renungkan artikel yang anda baca baru-baru ini.‖ Jawabannya bisa jadi ―Penelitian saya akan membahas siswa-siswa nakal di SMA.. seperti ―Suatu Pendekatan. mudah dibaca dan dipahami.. Saat para mahasiswa pertama kali memberikan prospektus penelitian mereka pada saya... selain konseptualisasi dan rancangan keseluruhan artikel yang memang ditulis dalam bentuk yang lugas dan sederhana. topik akan menuntun dan memberikan saya petunjuk atas apa yang harus saya teliti.‖ Pada tahap in. Bagaimana menulis judulyang baik? Coba lengkapi kalimat ini. Akan tetapi terlepas dari itu." Selain saran-saran Wilkinson di atas... cobalah membuat judul yang tidak lebih dari 12 kata.penelitian. Jika artikel tersebut mudah dibaca dan dipahami. seperti ―Ancaman apa yang paling membahayakan bagi penderita depresi?‖ ―Apa makna menjadi orang Arab dalam masyarakat Amerika saat ini?‖ ―Faktor-faktor apa saja yang membuat orang ingin berkunjung ke Midwest?‖ Ketika merancang pertanyaan-pertanyaan seperti di atas. ―Penelitian saya akan membahas.. proyek penelitian yang baik biasanya dilandasi dengan pemikiran-pemikiran yang jelas dan tidak rumit. Kesalahan ini mungkin saja disebabkan terlalu seringnya mereka membaca artikel-artikel ilmiah yang telah mengalami revisi berkali-kali sebelum diterbitkan. Gunakan judul tunggal atau ganda. saya sering meminta mereka agar terlebih dahulu merancang judul yang baik sebelum menulis penelitiannya.‖ ―Sebuah Studi.. Contoh judul ganda bisa seperti "Etnografi: Memahami Persepsi Anak-anak tentang Perang. Strategi lain untuk mengembangkan topik adalah menuliskannya dalam bentuk pertanyaan. hilangkan kata sandang dan preposisi yang berlebihan. Pertanyaan seperti apa yang harus dijawab dalam penelitian? Buatah pertanyaan. Wilkinson (1991) pernah memberikan saran yang bagus dalam membuat judul: Buatlah sejelas mungkin dan hindari pernyataan-pernyataan yang berlebihan. Hilangkan kata-kata yang tidak penting.‖ atau ―Penelitian saya akan membahas bagaimana memfasilitasi mahasiswa menjadi peneliti yang kompeten. buatlah kerangka jawaban atas pertanyaan tersebut sehingga orang lain mudah menangkap maksud/tujuan proyek penelitian anda. dipastikan artikel ini ditulis dalam bahasa vang sederhana sehingga anda (pembaca) dapat dengan mudah memahaminya.‖ dan seterusnya..

Selain kemungkinan suatu topik yang dapat diteliti. atau sekadar menduplikasi penelitian-penelitian sebelumnya. Untuk mengatasi masalah itu. peneliti juga perlu mempertimbangkan apakah topik tersebut memang perlu diteliti. Masalahnya. dan hipotesis penelitian). hal terpenting yang harus dipertimbangkan adalah apakah topik tersebut hanya sekadar menambah pengetahuan yang sudah ada. ataukan akan menduplikasi penelitian-penelitian sebelumnya. untuk menentukan topik yang layak diteliti bukanlah pekerjaan yang mudah. dan melakukan analisis statistik. ataukah akan memperluas pembahasan literatur/penelitian sebelumnya dengan menyertakan elemen elemen baru. Tanyakan pada diri Anda. rumusan masalah. Ada banyak faktor yang melatarbelakangi kemungkinan ini. langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memanfaatkan sebanyak mungkin waktu di perpustakaan untuk membaca berbagai literatur tentang topik yang akan diteliti (tentang strategi-strategi efektif memanfaatkan perpustakaan dan sumber-sumber pustaka dapat dibaca pada subbab selanjutnya).fokuslah anda pada topik inti dalam penelitian. Pikirkan apakah pertanyaan tersebut akan terjawab dalam penelitian Anda ataukah tidak (lihat Bab 6 dan 7 tentang tujuan. Setidak-tidaknya. Langkah ini harus menjadi pertimbangan utama. Para peneliti pemula mungkin saja sudah melangkah jauh dalam penelitian. seperti merancang rumusan masalah. seperti program komputer atau perangkat-perangkat lain. atau justru berusaha menyuarakan kembali hak-hak kelompok atau individu yang terpinggirkan. atau membantu keadilan sosial. namun dengan partisipan-partisipan baru dan dalam situasi-situasi yang berbeda pula. Suatu topik dapat diteliti jika peneliti memiliki target partisipan yang bersedia membantunya dalam melakukan penelitian dan memiliki perangkat-perangkat yang memadai dalam mengumpulkan dan menganalisis data dalam jangka waktu yang ditentukan. pada hakikatnya juga berhubungan dengan apakah ada orang lain di luar lembaga peneliti yang akan tertarik pada topik . ―Bagaimana proyek saya ini memiliki kontribusi pada literatur?‖ Pertimbangkan pula apakah proyek penelitian anda akan membahas suatu topik yang belum diteliti. Akan tetapi bukan tidak mungkin mereka kurang didukung oleh pihak fakultas atau perencana seminar karena penelitian mereka tidak memberikan sesuatu yang baru. melengkapi data penelitian. Pertimbangkan alasan-alasan utama mengapa topik penelitian tersebut benar-benar dapat dan perlu diteliti. Mengenai apakah topik itu memang perlu diteliti atau tidak. atau justru berusaha mentransformasi gagasan-gagasan para peneliti sebelumnya.

dan mengisi celah-celah dalam penelitian-penelitian sebelumnya (Cooper. baik citacita ini berhubungan dengan dedikasi mereka untuk melakukan banyak penelitian. . dan para pengurus fakultas. saya akan memilih opsi yang terakhir karena topik tersebut memiliki daya tarik yang lebih besar bagi pembaca umum. dan agen pendanaan. para peneliti sebaiknya mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan meminta orang lain memberikan respons kritis pada topik penelitiannya. atau menaikkan pangkat/jabatan. para pembimbing akadernik. memperoleh kedudukan di masa depan. seraya membandingkan hasil-hasilnya dengan penemuan-penemuan lain. Mintalah respons-respons dari teman-teman. dan menyebarkan hasil-hasil penelitian anda. Marshall & Rossman.tersebut. 1991 untuk pembahasan lebih jelas mengenai tujuan-tujuan menggunakan literatur dalam penelitian).Tinjauan pustaka memiliki beberapa tujuan utama: menginformasikan kepada pembaca hasil-hasil penelitian lain yang berkaitan erat dengan penelitian yang dilakukan saat itu. Para peneliti seharusnya merenungkan betapa penelitian dan komitmen besarnya suatu saat akan mendukung cita-cita karier mereka. 2006). 1984. isu kelayakan ini—apakah suatu topik layak diteliti atau tidak—juga berhubungan dengan cita-cita peneliti itu sendiri. Terkait hal ini. menghubungkan penelitian dengan literatur-literatur yang ada. Editor jurnal. TINJAUAN PUSTAKA Setelah mengidentifikasi satu topik yang dapat dan perlu diteliti barulah peneliti bisa melakukan tinjauan pustaka atas topik tersebut. pihak universitas. Akhirnya. merevisinya. panitia serninar. Pertimbangkanlah waktu yang harus dihabiskan untuk merampungkan proyek anda. semuanya akan mengapresiasi penelitianpenelitian yang dapat menjangkau pembaca umum. Sebelum membuat proposal atau melakukan penelitian. Semua atau beberapa alasan ini bisa menjadi dasar bagi peneliti untuk menuliskan literatur-literatur yang relevan ke dalam penelitianya (lihat Miller. Tinjauan ini juga dapat menyediakan kerangka kerja dan tolok ukur untuk mempertegas pentingnya penelitian tersebut. Pemanfaatan Pustaka/Literatur Persoalan lain yang juga penting dipertimbangkan dalam menulis tinjauan pustaka adalah bagaimana menggunakan pustaka/ literatur tersebut dalam proposal penelitian. Jika ada pilihan antara topik yang berkaitan dengan kepentingan daerah dan topik yang berkaitan dengan kepentingan nasional. orang-orang yang kompeten dalam bidang tersebut.

peneliti menggunakan literatur secara konsisten berdasarkan asumsi-asumsi yang berasal dari para partisipan. Menurut saya.ada banyak cara yang bisa diterapkan. Hal ini berarti bahwa peneliti tidak boleh terlalu banyak menulis tentang topik atau populasi yang tengah diteliti. Singkatnya. literatur-literatur tentang konsep kebudayaan atau teori kritis diperkenalkan terlebih dahulu dalam laporan atau proposal sebagai kerangka kerja orientasi. atau metode campuran. tinjauan pustaka bisa jadi ditulis secara terpisah. Sebaliknya. Namun demikian. Penelitian kualitatif pada umumnya dilakukan dengan pertimbangkan bahwa penelitian tersebut haruslah eksploratif. ―Tinjauan Pustaka. seperti etnografi atau etnografi kritis. Pendekatan lain dalam menulis tinjauan pustaka adalah dengan membuat ringkasan detail tentang topik penelitian dan referensi-referensi yang terkait dengan topik ini untuk nantinya dikembangkan kembali dalam bab khusus biasanya dalam bab dua. Tidak seperti dalam disertasi dan tesis. tinjauan pustaka sebaiknya disajikan secara jelas dan dapat meringkas berbagai literatur yang relevan dengan masalah penelitian. bagaimanapun tinjauan pustaka ini ditulis. Dalam penelitian kualitatif. Saya menyarankan anda agar meminta pendapat dari pembimbing atau pihak fakultas tentang keinginan mereka terkait dengan penyajian tinjauan pustaka ini. kualitatif. atau justru disajikan secara intrinsik di sepanjang penelitian. tinjauan pustaka dalam artikel jurnal pada umumnya ditulis secara rngkas. untuk penelitian . Akan tetapi untuk artikel penelitian kualitatif. yang jelas hal ini akan sangat bergantung pada jenis penelitian yang hendak dilakukan. Untuk penelitian yang berorientasi teoretis. apakah kuantitatif. Selain itu. namun. tinjauan pustaka juga jangan terlalu panjang—katakanlah maksimal 20 halaman—namun mampu menunjukkan kepada pembaca bahwa anda benarbenar memahami literatur-literatur yang berkaitan dengan topik penelitian. tidak memberi ruang bagi pandangan pribadi peneliti. Ini sudah menjadi pola umum untuk artikel-artikel penelitian kuantitatif dalam jurnal-jurnal ilmiah. namun tetap berada dalam bagian pendahuluan. Tinjauan itu biasanya disajikan dalam bagian khusus bertajuk "Bacaan Terkait" setelah Pendahuluan. peneliti harus berusaha mendengarkan opini partisipan dan membangun pemahaman berdasarkan pada apa yang ia dengar.‖ yang mungkin saja membutuhkan 20 hingga 60 halaman lebih. Namun. tinjauan pustaka ini jangan sampai terlalu rumit dan komprehensif karena pihak fakultas sangat mungkin akan meminta perubahan-perubahan besar ketika proposal penelitian diajukan. penggunaan literatur dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan beragam cara.

grounded theory. peneliti bisa saja memasukkan tinjauan pustaka dalam pendahuluan. dengan posisi ini. peneliti menyertakan bagian khusus. peneliti juga dapat menempatkan tinjauan pustaka di bagian terpisah. dan saya merekomendasikan model ketiga ini karena penelitian grounded theory pada umumnya mengguakan literatur secara induktif. Model kedua adalah dengan menempatkan tinjauan pustaka di bagian terpisah. siapa saja yang telah menelitinya. Penempatan ini dimaksudkan untuk membandingkan dan membedakan hasilhasil atau kategori-kategori yang muncul dalam penelitian dengan hasil-hasil atau kategorikategori yang terdapat dalam literatur. Saya menawarkan tiga model penempatan. Peneliti dapat mencari model seperti ini di berbagai penelitian kualitatif yang menerapkan jenis strategi penelitian yang berbeda-beda. dalam penelitian kualitatif yang berorientasi pada teori seperti etnografi. seperti ―Bacaan/Literatur Terkait. seperti siapa saja yang telah menulis mengenai masalah ini.1. teori kritis. tentu saja. Meski demikian. Penyajian latar belakang teoretis ini. literatur-literatur jarang sekali digunakan untuk membangun tahap-tahap penelitian secara keseluruhan. Model pertama. yang berarti tinjauan pustaka bisa anda letakkan dalam ketiga lokasi ini. dan fenomenologi. pustaka/literatur berfungsi untuk menjelaskan latar belakang "teoretis" atas masalah penelitian.‖ di akhir penelitian. Untuk pendekatan kualitatif yang didasarkan pada opini partisipan. Model ketiga. Artinya. Model ini biasanya diterapkan dalam penelitian kuantitatif atau dalam jurnal-jurnal yang berorientasi kuantitatif. seperti yang tampak pada Tabel 2. Model ini banyak dijumpai dalam penelitian grounded theory. dan advokasi atau emansipatoris. ada beberapa model tinjauan pustaka yang bisa anda pertimbangkan. . dan siapa saja yang telah menunjukkan upaya-upaya penelitian ke arah itu. sangat bergantung pada literaturliteratur atau penelitian-penelitian yang tersedia. studi kasus.

peneliti kuantitatif menggunakan literatur secara deduktif sebagai kerangka kerja untuk merancang rumusan masalah dan hipotesis-hipotesis penelitian. dan menjelaskan mengapa teori tersebut penting untuk dikaji. menggambarkan teori yang akan digunakan. . di sisi lain.1 Menggunakan Literatur dalam Peneitian Kualitatif Model Penggunaan Strategi Penelitian yang sesuai Harus ada beberapa literatur Model ini bisanya digunakan yang tersedia dalam peneitian-penelitian kualitatif. Pada akhir penelitian. seperti etnografi dan kajian teori kritis Pendekatan ini dapat diterapkan di semua jenis rancangan kuaitatif. Selain itu.‖ atau judul-judul yang sejenis. apa pun itu jenis strateginya Kriteria Pendekatan ini biasanya diterapkan dalam penelitianpenelitian yang menggunakan teori yang sudah kuat di awal penelitian.Tabel 2. tetapi menjadi pentunjuk dan pembanding atas pola-pola atau kategori-kategori yang diperkenalkan dalam penelitian Penelitian kuantitatif. tetapi lebih sering diterapkan dalam penelitian grounded theory dimana seseorang dapat membedakan dan membandingkan satu teori dengan teori-teori lain yang terdapat dalam literatur Tinjuan pustaka disajikan dalam pendahuluan untuk menjelaskan kerangka ―teoritis-kronologis‖ masalah peneitian Tinjauan pustaka disajikan Pendekatan ini lebih disukai dalam bagian terpisah dengan oeh pembaca-pembaca yanng judul ―Tinjauan Pustaka. Biasanya berjudu ―Bacaan/Literatur untuk membandingkan dan membedakan hasil penelitian dengan apa yang terdapat dalam literatur. tinjauan pustaka dalam penelitian kuantitatif dapat ditulis untuk memperkenalkan suatu teori suatu penjelasan atas hubungan-hubungan yang diinginkan (lihat Bab 3). peneliti meninjau kembali literatur yang ada dan membuat perbandingan antara hasil penelitian dengan penemuan-penemuan yang terdapat dalam literatur. menyertakan sejumlah besar literatur utama di awal penelitian untuk memberikan arahan/petunjuk atas pertanyaan-pertanyaan dan hipotesis-hipotesis penelitian. Pendekatan ini cocok untuk penelitian kualitatif yang bersifat induktif.‖ sudah terbiasa dan nyaman dengan pendekatan pospositivis tradisional untuk tinjauan pustaka Tinjauan pustaka disajikan di akhir penelitian. Dalam hal ini. Penelitian kuantitatif juga menggunakan literatur untuk mennperkenalkan masalah atau menggambarkan secara detail literatur-literatur sebelumnya dalam bagian khusus berjudul ―Literatur Terkait‖ atau "Tinjauan Pustaka. literatur tidak membimbing dan mengarahkan penelitian.

peneliti bisa menyajikan literatur secara detail di setiap tahap kualitatif dan kuantitatif. Untuk strategi sekuensial. Model ini sering digunakan dalam proposal disertasi dan dalam disertasi itu sendiri. Saya merekomendasikan beberapa langkah dalam menulis atau menggunakan pustaka untuk penelitian kualitatif.  Dalam penelitian kualitatif. Dalam penelitian metode campuran. Tmjauan semacam ini biasanya menyajikan ringkasan atas penelitian-penelitian sebelumnya. peneliti menerapkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif sebelumnya dalam menulis tinjauan pustaka. dan kritik atas kekuatan dan kelemahan metodologis dalam penelitian-penelitian tersebut. peneliti boleh jadi memasukkan tinjauan pustaka di awal penelitian yang dapat membantunya membangun logika atas rumusan masalah dan hipotesis penelitian. gunakanlah literatur secara hemat di awal penelitian agar nantinya bisa terbentuk rancangan yang induktif. Model kedua yang direkomendasikan Cooper adalah tinjauan pustaka yang bersifat teoretis: peneliti fokus pada teori-teori dalam berbagai literatur yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. penggunaan literatur dalam proyek metode campuran sangat bergantung pada strategi dan bobot yang diberikan antara penelitian kualitatif atau kuantitatif. Jika penelitian dimulai dengan tahap kualitatif. Misalnya. kecuali jika jenis rancangan yang diinginkan benarbenar membutuhkan orientasi atau petunjuk literatur yang detail di awal penelitian. Model terakhir yang disarankan Cooper adalah tinjuan pustaka yang bersifat metodologis: peneliti fokus pada metode-metode dan definisi-definisi. kuantitatif dan metode campuran. yang di dalamnya penulis sering kali menjelaskan teori di bagian pendahuluan. yang berarti si peneliti bisa menyajikannya secara detail di akhir penelitian jika pendekatannya berslfat induktif. dan jadikan pembaca sebagai dasar keputusan untuk . Jika peneliti menerapkan penelitian konkuren dengan bobot dan prioritas yang seimbang antara data kualitatif dan kuantitatif. Model yang terakhir ini kini sudah jarang ditemukan dalarn tesis dan disertasi. tinjauan pustaka tidak terlalu ditekankan. literatur disajikan pada setiap tahapan penelitian dengan tetap konsisten pada metode yang digunakan. Model ini biasanya banyak muncul dalam artikel-artikel jurnal.Cooper (1984) menyarankan tinjauan pustaka yang bersifat integratif: peneliti menyimpulkan tema-tema umum yang terdapat dalam literatur. jika penelitian dimulai dengan tahap kuantitatif.  Masih dalam penelitian kualitatif. pertimbangkan pula segmen tempat yang benar-benar sesuai untuk tinjauan pustaka. bergantung pada jenis strategi yang digunakan. Singkatnya.

meletakkan tinjauan pustaka di bagian terpisah atau meletakkan tinjauan pustaka di akhir penelitian untuk membandingkan dan membedakannya dengan hasil penelitian. Langkah-Langkah melakukan Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka berarti menempatkan dan menyimpulkan kajian-kajian tentang suatu topik tertentu. dan menyirnpulkan pustaka/literatur yang ada. sebagai dasar untuk merancang rumusan masalah dan hipotesis penelitian.  Jika tinjauan pustaka diletakkan dalam bagian terpisah.  Dalam penelitian metode campuran. Kajian-kajian tersebut sering kali berupa studi-studi penelitian (karena anda memang tengah menggarap suatu penelitian).pertimbangan ini. Di bawah ini adalah beberapa cara yang saya rekomendasikan untuk anda: . Ingatlah opsi-opsi berikut: meletakkan tinjauan pustaka diawal tulisan untuk membantu membangun kerangka masalah penelitian. mengevaluasi.  Dalam penelitian kuantitatif. atau metodologis. gunakanlah literatur dalam satu pola yang konsisten dengan jenis strategi yang dipilih dan sesuai dengan bobot yang diberikan pada pendekatan kualitatif atau kuantitatif. pertimbangkan apakah tinjauan tersebut akan ditulis secara integratif. tetapi sebagian besar sarjana melakukannya dengan cara yang sistematis untuk menangkap. ada beberapa proses yang harus dilalui dalam melakukan tinjauan pustaka. Praktik yang biasa diterapkan dalam penulisan disertasi pada umumnya adalah tinjauan pustaka secara integratif. Ada banyak cara dalam menggarap tinjauan pustaka. gunakanlah literatur untuk memperkenalkan penelitian. teoretis. gunakanlah literatur secara deduktif. tetapi kajian-kajian ini bisa juga meliputi artikelartikel atau pemikiran-pemikiran yang memberikan kerangka kerja dalam menjelaskan suatu topik. dan sajikanlah literatur tersebut (tinjauan pustaka) dalam bagian terpisah untuk membandingkan hasil penelitian dengan konsep-konsep yang terdapat dalam literatur.  Masih dalam proposal penelitian kuantitatif. Teknik-Teknik Tinjauan Pustaka Apa pun jenis penelitiannya.

jurnal-jurnal dan buku-buku). atau apakah Anda harus membelinya di toko buku. cobalah menemukan sedikitnya 50 laporan penelitian. Dalam proses ini. Selain itu. . 2. cobalah untuk mencari database-database terkomputerisasi yang telah direview dan direkomendasikan oleh para peneliti ilmu sosial. Setelah kata kunci diperoleh. seperti artikel-artikel atau buku~uku. Ringkasan-ringkasan inilah yang nantinya akan dimasukkan ke dalam tinjauan pustaka anda. Peta inilah yang nantinya akan menggambarkan bagaimana penelitian Anda memberikan kontribusi pada literatur-literatur yang ada. PsycINFO. 3. buatlah ringkasan dari beberapa artikel yang paling relevan. referensi-referensi. Ketika Anda mengidentifikasi beberapa literatur. seperti ERIC. mulaiIah merancang peta literatur (yang akan dibahas lebih detail pada subbab khusus). Langkah ini utamanya pent. kebanyakan perpustakaan saat ini sudah memiliki database terkomputerisasi. dan sebagainya. Sociofile. 6. lalu salinlah/gandakanlah babbab atau artikel-artikel yang memang relevan dengan topik anda. selanjutnya kunjungi perpustakaan dan mulailah-mencari katalog untuk materi-materi referensi (seperti. Mulailah dengan mengidentifikasi beberapa kata kunci (keywords) penelitian. Namun. Pastikan apakah artikel-artikel danbuku-buku tersebut tersedia diperpustakaan akademik anda. atau apakah anda perlu meminta bantuan dari pustakawan untuk mengirimkannya.ng ketika Anda ingin mencari materi-materi. Database-database ini sudah bisa diakses secara online. bahkan beberapa di antaranya sudah tersedia dalam bentuk CD-ROM.1. dan bahanbahan pustaka di perpustakaan universitas. Kata kunci ini bisa saja Anda peroleh ketika Anda tengah mengidentifikasi topik penelitian atau bisa jadi berasal dari hasil pembacaan beberapa buku. Google Schoolar. Pertama-tama.si yang memadai untuk tinjauan pustaka Anda 5. Peta literatur (literature map) merupakan sejenis gambar visual yang menampilkan pengelompokan literatur berdasarkan topik penelitian. Prioritaskan pencarian pada artikel-artikel jurnal dan buku-buku karena sumber-sumber seperti ini sangat mudah diperoieh. ProQuest. Social Science Citation Index. pastikan apakah artikel ataubab tersebut akan cukup memberi kontribu. yang berhubungan dengan topik penelitian anda. Bacalah sepintas sekumpulan artikel atau bab-bab dalam buku. Setelah mernbuat peta literatur. 4. dan saya menyarankan Anda fokus terlebih dahulu pada jurnal-jurnal dan buku-buku yang relevan dengan topik penelitian anda.

7. dengan menyusunnya secara tematis atau berdasarkan konsep-konsep penting.erx. dan materimateri lain yang berhubungan dengan pendidikan. undang-undang. Perpustakaan akademik di sebagian besar Universitas pada urnumnya juga sudah memiliki database komersial ataupun database-database domain publik. ERIC (Educational Resources Information center) merupakan perpustakaan digital Qnline gratis yang berisi berbagai penelitian dan informasi yang berhubungan dengan pendidikan.2 juta item yang telah terindeks sejak 1966. database terkomputerisasi memberikan akses yang cepat dan mudah. makalah seminar.ggap penting. dan materi-materi lain tentang berbagai topik yang berbeda-beda. utarakan pandangan umum anda tentang tema keseluruhan yang anda peroleh dari literatur-literatur yang ada. laporan teknis. database terkomputerisasi sudah banyak tersedia di berbagai perpustakaan dan menyediakan akses pada ribuan jurnal. makalah seminar. kini saatnya membuat tinjauan pustaka. Beberapa database yang akan saya sajikan dalam buku ini memang sedikit.Masukkanlah referensi-referensi relevan dalam tinjauan pustaka dengan menggunakan petunjuk penulisan yang sesuai. 2001) agar anda memiliki referensi yang lengkap untuk digunakan di akhir proposal penelitian. ERIC mengindeks lebih dari 600 jurnal.gov. sintesis penelitian. seperti petunjuk American Psychological Association (APA) (APA. namun database-database ini sudah populer dan menjadi sumber utama yang seriing kali digunakan oleh para peneliti profesional untuk mencari artikel-artikel jurnal dan dokurnen-dokumen lain yang diar. Di akhir tinjauan pustaka. idenditikasilah deskriptor-deskriptor yang berhubungan dengan topik anda. Setelah rnembuat ringkasan dari beberapa literatur yang anda peroleh. ERIC memungkinkan user mengakses sekitar 1. dan link-link untuk berbagai materi yang full-text.ed. Database Terkomputerisasi Dalam proses pengumpulan bahan/materi yang relevan. Jika Anda berminat menggunakan ERIC. lalu jelaskan mengapa penelitian anda benar-benar memiliki kebaruan tersendiri dibandingkan literatur-literatur yang sudah ada. Database yang disponsori oleh Institute of Educational Sciences (IES) Departemen Pendidikan AS ini dapat Anda kunjungi di http://www. Deskriptor . buku. Saat ini. Koleksinya meliputi artikel ilmiah.

Untuk mendapatkan hasil pencarian yang maksimal dari PubMed. abstraksi. 1975) atau melalui thesaurus online lain. Perpustakaan-perpustakaan akademik saat ini juga sudah memiliki situs-situs berlisensi untuk database-database komersial tertentu. saya merekomendaskan agar anda mencari artikel-artikel ilmiah dan dokumen-dokumen terkini yang berhubungan dengan topik ~^r^lda. untuk mengindeks artikel-artikel di MEDLINE/PubMed. dan artikel-artikel dari penerbit akademik. sejenis thesaurus kosakata yang dikontrol oleh Perpustakaan Nasional Kesehatan AS. Database ini merupakan layanan Perpustakaan Nasional Kesehatan AS. yang memungkinkan peneliti mencari berbagai database yang . Dengan MeSH.gov). Anda juga bisa memperoleh abstraksi materi ilmu-ilmu kesehatan mealui database PubMed gratis.ncbi. lalu lakukan pencarian lain dengan menggunakan islah-istilah yang baru anda temukan ini. Salah satu situs yang biasanya dimiliki adalah ProQuest (http://proquest. artikel-artikel relevan.nlm. Center. Artikel-artikel yang terdaftar dalam Google Schoolar pada umumnya dilengkapi dengan link-link yang terhubung dengan abstraksi. versi artikel elektronik yang berafiliasi dengan perpustakaan tertentu. dan organisasi-organisasi intelektual yang lain.nih.merupakan istilah yang digunakan oleh indexer dalam mengategorisasi artikel atau dokumendokumen lain. Tips ini akan memaksimalkan kemungkinan diperolehnya beberapa artikel yang layak untuk tinjauan pustaka. dan jurnaljurnal life science yang menerbitkan artikel-artikel biomedis sejak 1950-an (www. Untuk memperoleh hasil maksimal dari program ERIC. lihatlah dengan cermat deskriptor-deskriptor yang digunakan dalam artkel dan dokumen tersebut. Database ini memungkinkan anda mencari materi-materi dari berbagai sumber dan disiplin pengetahuan. universitas. seperti makalah peer-reviewed. tesis. yang memiliki lebih dari 17 juta kutipan dari MEDLINE. Anda bisa mencari deskriptor ini melalui Thesaurus of ERIC Descriptors (Educational Resources Information. website-website relevan. Database gratis lain adalah Google Scholar. dan sumber-sumber untuk membeli full-fext artikel tersebut.com). Kemudian. kelompok profesional. buku. anda sebaiknya menggunakan MeSH (Medical Subject Hendings). PubMed juga memiliki link-link yang terhubung dengan artikel-artikel full-text (yang terdapat di perpustakaan-perpustakaan akademik) dan sumber-sumber lain yang relevan. Selain Google Schoolar. anda bisa memperoleh referensi-referensi yang sesuai dengan topik yang Anda cari.

dan buku-buku terpilih dalam sosiologi. konon. anda bisa membuat daftar referensi secara kronologis yang mendokumentasikan evolusi historis dari suatu gagasan atau penelitian tertentu. Database komersial lain yang berlisensi yang sudah banyak dimiliki oleh berbagai perpustakaan akademik adalah Sociological Abstracts (Cambridge Scientific Abstracts. hanya dengan mengakses situs ini. Database ini memilild Thesaurus of Psychological Index Terms yang dapat dirnanfaatkan untuk mencari istiaah-istiaah penting dalam literatur psikologi.700 jurnal yang meliputi 50 disiplin dan juga mengindeks item-item relevan dari lebih 3300 jurnal sains dan teknik. seperti kedokteran. disertasi dari berbagai negara.csa. Misalnya. Dengan demikian. Database ini mengindeks 2. Daftar kronologis tersebut bisa jadi sangat membantu dalam melacak perkembangan gagasan-gagasan tentang topik tinjauan pustaka Anda. anda bisa mencari ERIC. sosiologi.apa. anda bisa mengakses database komersial psikologi.berbeda-beda. kajian sosial. Database ini dapat digunakan untuk mencari artikel-artikel dan pengarang-pengarang yang telah melakukan penelitian mengenai topik tertentu. PsycInfo.org).com]).com). Database ini mengindeks lebih dari 2000 jurnal. ada beberapa tips yang saya rekomendasikan jika Anda ingin memanfaatkan database terkomputerisasi ini: . Periodicals Index. Database ini mengindeks sekitar 1. Situs ini. Health and Medical Complete. dan hukum. http://www. tentu saja situs ini bisa menjadi salah satu perangkat pencarian yang dapat anda gunakan sebelum memanfaatkan database-database yang lain.150 judul jurnal. Untuk literatur dalam bidang psikologi dan bidang-bidang yang terkait. merupakan salah satu tempat penyimpanan konten onine terbesar di dunia. dan disiplin-disiplin lain yang relevan. bisnis. buku. disertasi resensi buku. Ringkasnya. makalah seminar. psikiater. Database ini terutama berguna ketika anda ingin mencari satu penelitian kunci yang dijadikan awal mula rujukan oleh penelitian-penelitian lain. fisiologi. antropologi. Dissertation Abstracts. Web of Knowledge. Karena memasukkan berbagai database yang berbeda-beda. linguistik. Thomson Scientific [http://isiwebofknowledge. dan berbagai database spesifik lain (seperti International Index to Black Periodicals). Database komersial terakhir yang banyak tersedia di perpustakaan adalah Social Sciences Citation Index (SSCI. pendidikan. PsyclNFO (http:// www. Database ini mencakup bidang psikologi serta aspek-aspek psikologis dari disiplin-disiplin yang relevan. farmasologi. keperawatan.

1988).  Prioritas dalam Memilih Literatur Saya sangat merekomendasikan agar Anda membuat satu prioritas ketika mencari literatur.  Carilah satu artikel yang sangat berkaitan dengan topik anda. Jenis-jenis literatur apa saja yang ingin Anda masukkan dalam tinjauan pustaka? Pertimbangkan beberapa hal berikut ini: 1. kemudian gunakan istilah-istilah itu untuk men-search literatur lain yang relevan. beralihlah pada artikel-artikel ilmiah yang diterbitkan oleh jurnal-jurnal nasional/internasional kenamaan. cobalah memulainya dengan mempelajari sintesis-sintesis umum dari literatur yang ada. Keeves. atau anda menggunakan PsycINFO meskipun anda merasa topik anda tidak terlalu berkaitan dengan psikologi. khususnya jurnal-jurnal yang menampilkan laporan . 1992. Baik ERIC maupun PsycINFO sama-sama memandang pendidikan dan psikologi sebagai istilah umum yang bisa diteliti dengan berbagai topik yang berbeda  Gunakanlah panduan istilah-istilah untuk mencari artikel yang anda inginkan. Misalnya. atau anda bisa mencarinya dalam artikel-artikel jurnal atau abstraksi-abstraksi ilmiah (rnisalnya. seperti thesaurus --jika tersedia. link. namun belum tahu bagaimana harus melakukannya. misalnya Anda harus tetap menggunakan database ERIC meskipun topik penelitian anda tidak terlalu berhubungan dengan pendidikan. Jika Anda ingin meneliti topik tertentu. Selanjutnya. dalam Annual Review of Psychology. Anda mencari ringkasan-ringkasan literatur yang terkait dengan topik Anda di beberapa ensiklopedia (misalnya. atau informasi tentang gandaan full-text dari artikel-artikel yang anda inginkan (baik di perpustakaan atau di toko buku) agar anda bisa menghemat lebih banyak waktu untuk mencari gandaan artikel-artikel lni. lalu lihatlah istilah-istilah penting yang digunakan dalam artikel tersebut.  Gunakanlah database-database yang menyediakan akses. Gunakanlah database literatur online gratis serta database-database gratis lain yang tersedia di perpustakaan akadernik anda. Aikin.  Carilah beberapa database yang berbeda. 1950). 2.

Mencari dalam Dissertation Abstracts mungkin saja menghasilkan satu atau dua disertasi yang relevan. pertimbangkan beberapa buku yang berhubungan dengan satu topik yang ditulis oleh seorang pengarang atau sekelompok pengarang. cobalah Anda menjawab rumusan masalah dan hipotesis tersebut. Anda bisa melihat apakah ada dewan editorialnya dan apakah artikel-artikel di dalamnya ditulis oleh individu-individu dari berbagai belahan dunia. 3. ada yang membutuhkan. begitu seterusnya. Dari sini. dan biasanya jurnal-jurnal tersebut diterbitkan oleh dewan editorial dan para penulis profesional dari belahan Amerika Serikat dan dunia. l938). Jika tidak. Kirimlah email atau teleponlah mereka. Dari database inilah Anda bisa menghubungi para penyaji yang telah menulis makalah yang relevan dengan topik Anda. Sebagian besar seminar. Anda bisa mencarinya melalui database. Kemudian. Tanyakan juga apakah mereka memiliki sebuah instrumen yang mungkinbisa digunakan atau dimodifikasi untuk penelitian anda. Anda bisa mencari buku-buku yang berkaitan dengan topik Anda. Setelah artikel.penelitian. periksalah entri-entri dalam Dissertation Abstracts (University Microfilms. dan Anda perlu selektif dalam memilih disertasi-disertasi tersebut untuk disertakan dalam tinjauan pustaka. Di halaman-halaman pertama jurnal ini. Akan tetapi Anda perlu berhati-hati karena setiap disertasi memiliki kualitas yang berbeda-beda. Jika memungkinkan. dan ada pula yang meminta para penyaji untuk mencantumkan makalahnya dalam database-database terkomputensasi. dan Anda bisa meminta gandaan disertasi ini melalui pustakawan atau University of Michigar. Para penulis di jurnal-jurnal seperti ini biasanya mengekspos rurnusan masalah atau hipotesis penelitian mereka. lalu dapatkan makalah-makalah yang disampaikan oleh penyaji. 5. 4. Microfilm Library. Lanjutkan usaha Anda di atas dengan melacak makalah-makalah seminar terkini. lalu tanyakan apakah mereka mengetahui penelitian-penelitian yang berhubungan dengan topik Anda. . atau buku-buku yang berisi bab-bab yang ditulis oleh pengarang yang berbeda-beda. Mulailah dengan isu-isu terkini dalam jurnaljurnal tersebut dan carilah artikel-artikel penelitian yang terkait dengan topik Anda. Hadirilah seminar-seminar nasional. Ada beberapa jurnal yang bisa Anda pelajari dalam bidang Anda. Mulailah dengan naskah-naskah penelitian yang merujuk pada berbagai literatur penting. Tindaklanjuti referensi referensi di akhir artikel untuk memperoleh sumbersumber lain yang mendukung.

Saya meletakkan artikel-artikel jurnal di urutan teratas karena artikel-artikel semacam ini sangat mudah dicari dan digandakan. Namun.6. Peta literatur merupakan ringkasan visual dari penelitian-penelitian yang sudah dilakukan orang lain. yakni menyajikan literatur dengan teknik . peneliti juga perlu menyusun literatur tersebut sedemikian rupa untuk disajikan dalam tinjauan pustaka. Meski demikian. atau justru memperluas penelitian yang sudah ada sebelumnya. Selain itu. Kemudahan mengakses dan kemampuannya untuk memposting beragam artikel membuatnya lebih atraktif. dan sistematis. apalagi pada umumnya disertasi merupakan materi yang sangat sulit dipahami. di sisi lain. Pendekatan ini merupakan gagasan yang saya peroleh beberapa tahun lalu. dan ternyata sangat membantu para mahasiswa ketika mereka menyusun tinjauan pustaka untuk dipresentasikan di hadapan dewan penguji. Anda terlebih dahulu harus mencari tahu apakah jurnal-jurnal tersebut benar-benar memiliki dewan editor profesional dan menetapkan standar-standar untuk menerima naskah-naskah yang masuk. Artikel tersebut juga tak jarang merepresentasikan suatu penelitian tentang topik tertentu. atau hanya menampilkan gagasan-gagasan yang kurang bermutu. Website juga menyediakan bahan-bahan yang berguna untuk tinjauan pustaka. ataukah tidak. yang layak dimasukkan ke dalam tinjauan pustaka Anda. menduplikasi. Peta Literatur Penelitian Selain mencari literatur. pelajarilah terlebih dahulu artikel-artikel ini dengan hati-hati agar Anda memperoleh artikel yang benar-benar berkualitas. Salah satunya adalah disusun secara hierarkis. Disertasi diletakkan dalam daftar prioritas yang lebih rendah karena disertasi pada umumnya memiliki kualitas yang berbeda-beda dan karenanya sangat sulit dicari. Pendekatan penting dalam menyusun literatur ini adalah dengan membuat literature map (peta literatur). atau dalam makalah presentasi dan artikel ilmiah. Jurnal-jurnal online. berhati-hatilah dalam memilih artikel-artikel ilmiah di website kecuali jika artikel-artikel tersebut berasal dari salah satu artikel ilmiah yang diterbitkan oleh jurnaljumal tertentu. apakah artikel-artikel ini memang mencerminkan sejenis penelitian yang rigid. sering kali juga menyertakan artikel-artikel yang telah diperiksa secara cermat oleh dewan editor. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Peta ini biasanya disajikan dalam bentuk gambar dan bisa disusun dengan berbagai cara. Perhatikan. berkualitas. penyusunan ini memungkinkan pembaca untuk memahami apakah penelitian yang diajukan hanya sekadar menambah.

di mana pembaca melihat tinjauan pustaka disusun layaknya suatu hamparan (unfolding) yang membentang dari kiri-kekanan. . Struktur lain bisa saja dibuat menyerupai flowchart.top-down. dan semuanya ternyata efektif. Model ketiga bisa berbentuk lingkaran-lingkaran di mana setiap lingkaran mencerminkan satu literatur dan titik potong lingkaran-lingkaran yang mengindikasikan penelitian selanjutnya. dengan sisi-kanan paling akhir diisi oleh penelitian yang diajukan. yang pada bagian paling bawah diisi oleh peneilitian yang diajukan. Saya pernah melihat contoh-contoh dari ketiga struktur ini.

Goldman. Brockner. 1998) Relokasi (Daily. 1990) Kemimpinan (Wiensenfeld. Hunton. Kanfer. 1998. Lewis. Ambrose. dan Niehoff. Tepper. 1991) Dukungan Organisasi (Moorman. dan Brown.Keadian Prosedural dalam Organisasi* Terbentuknya Persepsi tentang Keadian Efek-efek Keadilan Keadian dalam Perubahan Organisasi* Motif-motif (Tyler. 2000) Pengambilan Keputusan strategis (Kim dan Mauborgne. 19980 Treatment yang Tidak Adil (dailey dan Kirk. 2000) Perilaku-perilaku Kewarganegaraan Organisasi Moorman. dan Cropanzona. Lind. 2000) Sejarah (Lawson dan Angle. dan Taylor. May. dan Price. 2000) Struktur-struktur Organisasi (Schminke. dan Thibalt. 1995) Pendapat/Suara (Bies dan Shapiro. 1994) Yang perlu diteliti (Keadilan dan Kultur Prosedural Gambar 2.1 Contoh Peta Pustaka *Kekhawatiran-kekhawatiran para pekerja terhadap keadilan dalam keputusan-keputusan manajerial SUMBER: Janovec (1002) Dicetak atas izin resmi . 1998. 2000) Kredit Macet (Shaubroeck. dan Early. 1992. Kickul. 1996) Outcome-outcome (Masterson. 1994) Penjelasan-penjelasan Iklim (Nauman dan Bennett. 2011. 1998) Divestasi (Gopinath dan Becker. Hall. 1994) Pengetahuan (Schappe. Blakely. 2000) Kepercayaan (Konovsky dan Pugh.

lalu menyusunnya ke dalam tiga subtopik umum (misalnya. perluasan ini tentu saja bergantung pada jumlah literatur yang tersedia dan kedalaman eksplorasi dari setiap literatur tersebut. Dia membuat kotak Need to Study (Yang Perlu Diteliti) di bagian peta paling bawah yang menunjukkan penelitian yang ia ajukan. Janovec kemudian menyajikan cabang-cabang lanjutan dari setiap kotak untuk menunjukkan keluasan penelitiannya. dalam setiap kotak.  Dalam setiap kotak itu pula disertakan referensi-referensi relevan lain yang terkait.  Perhatikan pula tingkatan-tingkatan dalam peta literatur ini. berdasarkan gaya tertentu.  Khusus untuk peta literatur Anda.  Dalam setiap kotak. peneliti bisa saja menempatkan lebih sedikit atau banyak dari sekadar empat kategori. Peta Janovec ini menggambarkan model hierarkis. Semua ini disusun untuk membuktikan bahwa proyek penelitian Janovec dapat memperluas literatur-literatur tersebut. dengan prinsip-prinsip rancangan peta yang sangat baik. Susunan Persepsi Keadilan. begitu seterusnya. peneliti sebaiknya membangun gambaran visual atas penelitian-penelitian atau literatur-literatur yang sudah ada sebelumnya. Selanjutnya. kualitatif. seperti gaya APA.  Anda bisa saja membuat peta literatur yang jauh lebih luas ketimbang peta literatur di atas. EfekEfek Keadilan. dan metode campuran di dalarnnya .Intinya. Namun.  Kembali lagi ke peta literatur Janovec. Untuk peta seperti ini. lalu ia menggambar garis-garis untuk literatur-literatur sebelumnya. 2001). Setiap topik umum menuntun subtopik-subtopik tertentu yang dilanjutkan dengan subtopik-subtopik berikutnya. Gambar 2. Dia menempatkan topik penelitiannya di kotak hierarki paling atas.1 rnerupakan contoh peta literatur yang mengilustrasikan literatur-literatur yang berkaitan dengan keadilan prosedural dalam studi-studi organisasi (Janovec. cobalah memasukkan penelitian-penelitian kuantitatif. dan Keadilan demi Perubahan Organisasi). yaitu Procedural Justice and Culture (Keadilan dan Kultur Prosedural). Saya merekomendasikan Anda untuk menggunakan referensi-referensi yang terbit baru-baru ini dan secara tepat menuliskan referensi-referensi tersebut. ada pula label-label yang menggambarkan sifat dari penelitian yang terdapat di dalamnya. Setelah menyusun literatur-literatur dalam bentuk diagram hierarkis. bergantung pada ketersedian penelitian-penelitian lain sebelumnya. dia mencari penelitian-penelitian lain di database terkomputerisasi.

Dalam jurnal-jurnal ilmiah.  Jika tinjauan pustakanya bersifat metodologis (Cooper. carilah masalah dan tujuan penelitiannya (biasanya terdapat dalam pendahuluan). yang biasanya ditujukan untuk mendeskripsikan materi literatur-literatur atau penelitian-penelitian sebelumnya yang terkait dengan topik penelitian yang diajukan (penj. Perhatikan contoh berikut : . dia perlu mencari literatur-literatur.). populasi atau data penelitian. Abstraksi merupakan tinjauan singkat atas literatur (biasanya dalam bentuk paragraf pendek) yang meringkas elemen-elemen utama agar pembaca dapat memahami keunggulan-keunggulan dasar dari setiap literatur. abstraksi pada umumnya ditulis di bagian awal penelitian. Untuk mengabstraksikan penelitian-penelitian relevan lain yang sudah dilakukan sebelumnya.  Menyatakan secara singkat informasi tentang sampel. kita dapat melihat ada banyak contoh abstraksi ini. Informasi tentang sampel. Dalam jurnal ilmiah.Mengabstraksikan Literatur Ketika peneliti menulis tinjauan pustaka untuk penelitiannya. ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. populasi atau data. carilah pernyataan-pernyataan si penulis yang menunjukkan jawaban singkat atas rumusan masalah dan hipotesis penelitian yang diajukan sebelumnya. abstraksi yang baik mencakup beberapa poin berikut:  Menyatakan masalah yang tengah dibahas. sedangkan hasil penelitian sering kali disampaikan di akhir karya tulis (biasanya dalam penutup/kesimpulan). Hal yang sama juga dilakukan jika penelitiannya berbentuk buku. Biasanya. lalu membuat abstraksi atas literatur-literatur tersebut. Khusus di bagian akhir ini. Namun. tetapi juga bisa ditulis dalam bagian tinjauan pustaka. seperti disertasi atau tesis. 1984).  Menyatakan tujuan atau fokus utama penelitian. abstraksi tidak hanya ditulis di bagian awal penelitian. carilah di pertengahan (biasanya dalam bagian metode/ prosedur penelitian). Jika penelitian tersebut berbentuk karya tulis ilmiah. dalam penelitian-penelitian akademik. Abstraksi ini harus mewakili isi dari setiap literatur. Untuk membuat abstraksi. Abstraksi menjadi informasi penting manakala peneliti ingin meninjau puluhan atau bahkan ratusan literatur. tunjukkan kekurangan teknis dari metodologis dalam literatur/ penelitian tersebut. utamanya yang terkait dengan topik penelitian.  Membahas hasil-hasil inti yang berhubungan dengan penelitian yang diajukan. peneliti perlu mempertimbangkan materi apa yang akan diringkas dari literatur yang ada.

jelaskan kekurangan-kekurangan tulisan tersebut dalam hal penalaran. Creswell dkk. . tipologi. ringkasan satu paragraf atas komponen-komponen utama dalam peneitian kuantitatif (Creswel.‖ sebagai prediktor atas kebutuhn pengembangan profesional seorang pemimpin. opini. Hasinya menunjukkan bahwa para ketua jurusan dalam bidang akademik yang berbeda memiliki kebutuhan pengembangan profesional yang berbeda-beda pua. 1979). Dalam abstraksi ini. sangat mirip dengan paragraf yang muncul dalam tinjauan pustaka yang biasanya terdapat dalam disertasi atau artikel jurnal. kami menulis abstraksi penelitian berdasarkan referensi in-text dengan format APA (2001). abstraksinya dapat dibuat dengan cara berikut:  Sebutkan masalah yang dibahas oleh tulisan tersebut. kami meringkas tujuan inti penelitian. logika. dan Henry (1979) menguji mode Biglan. Lalu.  Identifikasilah tema utama tulisan tersebut. Berdasarkan penemuan ini. dan sintesis dari penelitian sebelumnya. Dalam kutipan ini. bagaimana mengabstraksilcan esai. Seagren. Merekomendasikan agar para ketua/pimpinan yang mengembangkan program-program inservice perlu mempertimbangkan perbedaan-perbedaan antarbidang yang dipimpinnya. Seagren. Delapan ketua jurusan yang bertugas di empat perguruan tinggi dan satu universitas negeri Midwestern menjadi partisipan dalam penelitian ini.  Jika jenis tinjauan pustakanya bersifat metodologis.  Nyatakan kesimpulan utama yang berhubungan dengan tema itu.Contoh 2.‖ ―murni atau aplikasi.‖ dan ―kehidupan atau nono-kehidupan. Creswell. padahal tulisan tulisan seperti ini tidak termasuk dalam studi penelitian? Untuk tulisan-tulisan yang berbasis penelitian non-empiris seperti di atas.1 Tinjauan Pustaka dalam Penelitian Kuantitatif Berikut ini. Pada contoh di atas. saya telah memiih komponen-komponen kunci untuk diabstraksikan. & Henry. model tiga-dimensi yang mengelompokkan 36 bidang akademik ke dalam bidang0bidang yang ―sulit atau mudah. Berikut ini. yang diikuti dengan informasi tentang pengumpulan data dan diakhiri dengan pernyataan tentang hasil-hasil utama dan implikasi-implikasi praktis dari hasi-hasil tersebut. kekuatan argumentasi. dan seterusnya. salah satu contoh abstraksi yang mengilustrasikan karakteristikkarakteristik di atas.

Ketika mendapatkan dokumen yang sekiranya penting dan relevan. dan menggunakan bahasa yang tidak diskriminatif. (1991) lalu mengembangkan suatu tipologi. dan menyatakan kesimpulan yang berhubungan dengan tema tersebut (seperti. Petunjuk Gaya Pada dua contoh sebelumnya. mahasiswa pascasarjana seharusnya meminta arahan dari pihak fakultas.2 Tinjauan Pustaka dalam Studi Tipologi Sudduth (1992) menyelesaikan disertasi kuantitatifnya dalam bidang poitik tentang adaptasi strategis di beberapa rumah sakit pedesaan. dan tipologi Ginter. Dia melakukan tinjauan pustaka di awal penelitian. dewan pertimbangan disertasi. tema. Dalam hal ini.1 Pada contoh di atas. 1991). mengidentifikasi tema utama ("suatu proses yang mereka sebut sebagai enviromental analysis"). "tidak ada satu pun model konseptual yang komprehensif. menyajikan tabel dan gambar. Ginter et al. saya telah memperkenakan gagasan tentang bagaimana menggunakan gaya APA untuk mereview artikel di bagian awal abstraksi. ternyata tidak ada satu pun skema konseptual atau model komputer yang komprehensif yang berhasil dikembangkan untuk menganalisis isu-isu lingkungan (Ginter et al. Richardson. Untuk proposal disertasi. staf jurusan atau universitas tentang gaya seperti apa yang seharusnya digunakan dalam mengutip referensi. Untuk membantu pengelola rumah sakit mengevaluasi lingkungan ekternal. yakni masalah. dan Swayne (1991) mengangap bahwa lingkungan eksternal berdampak pada mekampuan rumah sakit untuk beradaptasi dengan perubahan.. seperti yang terdapat dalam Gambar 2. Petunjuk gaya (style manual) menyediakan arahan-arahan bagi para peneliti untuk menulis penelitian bergava akademis.Contoh 2. . Duncan." "mengembangkan suatu tipologi‖). Sudduth meringkas tiga ha. Landasan utama dalam melakukan tinjauan pustaka adalah menggunakan gaya referensi yang tepat dan konsisten di sepanjang tulisan. Meraka lalu menyimpulkan bahwa perubahan yang paling strategis adalah perubahan yang bertumpu pada proses evaluasi yang non-quantifiable dan non-judgemental. jadikanlah dokumen tersebut sebagai referensi dengan menggunakan gaya yang sesuai. Meraka kemudian menyarankan suatu proses yang dikenal dengan analisis lingkungan (environmental anaysis) yang memungkinkan suatu organisasi dapat merespons secara strategis perubahan-perubahan muncu di lingkungan. Sudduth mereview penelitian/literatur relevan lain dengan menggunakan gaya referensi in-text untuk menjelaskan masalah ("kemampuan rumah sakit untuk menyesuaikan perubahan"). seperti format yang konsisten dalam mengutip referensi membuat judul.

perhatikan seberapa banyak tingkatan judul yang akan Anda tulis dalam penelitian Anda. Beberapa jurnal juga telah mengembangkan variasi gaya mereka sendiri.  Dalarn makalah/karya tulis akademik. pada contoh-contoh yang disajikan. atau di akhir makalah.  Ketika menulis referensi end-of-text. 1982). aspek terpenting dalam penggunaan petunjuk gaya adalah konsistensi di sepanjang tulisan. 2001) merupakan petunjuk gaya yang paling sering digunakan dalam bidang pendidikan dan psikologi. Gaya penulis Universitas Chicago (A Manual of Style.  Tabel (table) dan gambar (figure) memiliki format-formatnya tersendiri dalam setiap petunjuk gaya. Perhatikan aspek-aspek penting. Fifth Edition (APA. pastikan pula bahwa setiap referensi in-text sudah masuk dalam daftar end-text. bukalah petunjuk gaya untuk mendapatkan format yang sesuai untuk setiap tingkatan tersebut. Saya merekomendasikan Anda mengidentifikasi satu gaya yang dapat diterima oleh para pembaca dan segera mengadopsinya dalam proyek penelitian Anda. perhatikan juga apakah petunjuk gaya yang Anda gunakan mengharuskan referensi ini ditulis secara alfabetis atau numerik. Turabian (1973). laporan penelitian berisi sekitar dua hingga empat tingkatan judul. seperti intext. dan penggunaan gambar dan tabel.Publication Manual of the American Psychological Association. di akhir setiap bab. perhatikan apakah footnote tersebut berada di bagian bawah setiap halaman. end-of. perhatikan petunjuk gaya untuk mengetahui bagaimana menulis footnote yang sesuai. Style manual pada umumnya mempertimbangkan beberapa format penting. judul (heading) biasanya disusun dalam bentuk tingkatan-tingkatan. Footnote saat ini jarang sekali digunakan dalam makalah/karya tulis akademik dibandingkan beberapa tahun lalu. Kemudian. perhatikan format yang tepat untuk jenis-jenis referensi dan kutipan ganda. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi saya terkait dengan bagaimana menggunakan petunjuk gaya untuk keperluan tulisan akademik:  Ketika menulis referensi in-text. Biasanya. Selain itu.  Jika menggunakan catatan kaki (footnote). Ringkasnya. Jika Anda menyertakan footnote. seperti garis yang harus dicetak tebal (bold). . dan spasi. dan Campbell dan Ballou (1977) juga sering digunakan dalam bidang ilmu sosial meskipun tetap kurang populer jika dibandingkan dengan gaya APA. judul. judul.text. Pertama-tama.

2007). Mendefinisikan istilah juga dapat menambah keakuratan suatu penelitian. bisa pula masuk dalam tinjauan pustaka. Pentingnya sejumlah istilah untuk didefinisikan memang hanya persoalan judgment saja. "para ilmuwan harus mendefinisikan istilah-istilah yang dapat menjelaskan penelitian mereka secara tepat dan dapat mengomunikasikan penemuan-penemuan dan gagasan-gagasan mereka secara akurat" (hlm.Definisi Istilah Topik lain yang berhubungan dengan tinjauan pustaka adalah identifikasi dan definisi istilah-istilah yang dibutuhkan pembaca untuk memahami proyek penelitian yang diajukan. peneliti perlu mendefinisikan istilah-istilah penting di awal penelitian. atau istilah-istilah yang terdengar asing (Locke. Dalam proposal disertasi dan tesis. namun saya tetap merekomendasikan Anda untuk mendefinisikan istilah-istilah tertentu y ang kemungkinan tidak dipahami oleh sebagian besar pembaca. Sepert halnya simbol. atau justru diletakkan di bagian lain dalam proposal penelitian. Bahasa ilmu saat ini tampaknya terlalu sering mengabaikan keanekaragaman makna ini. Sebagai mana pendapat Wilkinson (1991). Hanya dengan menjelaskan pemikiranpemikiran dalam definisi-definisi yang otoritatiflah. Inilah alasan mengapa istilah-istilah umum atau bahasa-bahasa sehari-hari pun bisa saja memiliki "maknamakna teknis" jika digunakan untuk tujuan keilmuan (hlm. Karena itu. seperti diungkapkan oleh Firestone (1987) berikut ini: Bahasa sehari-hari memiliki makna yang sangat kaya dan beragam. definisikan istilah-istilah yang muncul di semua bagian proposal penelitian Anda: . definisi istilah biasanya ditulis di bagian khusus. Bagian defnisi istilah bisa saja ditulis secara terpisah dari tinjauan pustaka. Saran saya. Selain itu. mahasiswa harus tepat dalam menggunakan bahasa dan istilah. kekuatan bahasa berasal dari kombinasi antara makna dengan konteks tertentu. 17). keilmuan kita akan terbentuk dengan baik. Spirduso. & Silverman. Alasannya adalah bahwa dalam penelitian-penelitian formal seperti ini. definisikan istilah-istilah vang kemungkinan tidak dimengerti oleh orangorang di luar bidang penelitian Anda. Demi keakuratan inilah. utamanya dalam hal keakuratan. definisikan istilah-istilah ketika muncul pertama kali agar pembaca tidak perlu kembali lagi membaca di bagian awal ketika mereka menemukan istilah-istilah tersebut dibagian akhir atau pertengahan. 22).

dalam penelitian metode campuran. para peneliti kualitatif sering kali tidak membuat bagian terpisah untuk definisi istilah. Jika penelitiannya diawali dengan pengumpulan data kualitatif. ada istilah-istilah yang mungkin terdengar asing bagi pembaca—misalnya definisi tentang penelitian metode campuran itu sendiri— sehingga peneliti perlu meletakkan definisi tersebut di bagian prosedur penelitian (lihat Bab 10). peneliti dapat mendefinisikan istilah-istilah penting pada saat istilah-istilah ini muncul pertama kali. Dalam bagian prosedur penelitian. jelaskan istilah-istilah yang berhubungan dengan strategi penelitian . Sebagai gantinya. melainkan mengemukakan definisi-definisi tersebut secara tentatif di awal penelitian sebelum masuk ke dalam inti persoalan. Namun. Peneliti juga mencoba mendefinisikan secara komprehensif istilah-istilah yang relevan di awal penelitian dan menggunakan definisi-definisi lain yang diperoleh dari literatur. berarti istilah-istilah bisa didefinisikan sepanjang penelitian. Definisi istilah bisa saja ditulis untuk semua jerus penelitian. Jika pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif ditulis secara bersamaan. peneliti bisa saja mendefinisikan beberapa istilah di awal penelitian meskipun definisi ini hanya tentatif semata. karena bersifat induktif dan melibatkan rancangan metodologis. kuantitatif. Karena alasan inilah. tema-tema (atau perspektifperspektif atau dimensi-dimensi) dapat ditulis setelah analisis data. Peneliti meletakkan definisi ini pada bagian terpisah. dalam penelitian kuantitatif—yang sering ditulis secara deduktif dengan sasaran penelitian yang sudah fixed—peneliti dapat menyertakan definisi-definisi ekstensif dalam proposal penelitiannya. atau bahkan di bagian akhir penelitian. ataupun metode campuran.  Di sisi lain.  Dalampenelitian kualitatif. baik kualitatif. Judul penelitian  Masalah penelitian  Tujuan penelitian  Pertanyaan atau hipotesis penelitiar  Tinjauan pustaka  Landasan teori  Metode penelitian. definisi istilah bisa diletakan di bagian terpisah jika penelitiannya dimulai dengan tahap awal pengumpulan data kuantitatif.  Dalam penelitian metode campuran. berarti penulisan definisi istilah bergantung pada prioritas yang diberikan atas salah satu dari dua jenis penelitian tersebut. Selain itu.

seperti.yang digunakan seperti strategi konkuren atau sekuensial. ada beberapa saran yang perlu dipertimbangkan (lihat juga Locke et al. 130). Definisi operasional ditulis dalam bahasa tertentu. Dalam pendahuluan. "Kurikulum ini dibatasi hanya pada kurikulum School Disctrict Manual untuk siswa SMP" (Locke et al. Dalam hal ini. hlm. sangat mungkin definisi yang tepat atas suatu istilah tidak tersedia dalam literatur..  Definisi istilah bisa ditulis dengan karakteristik yang berbeda-beda.. misalnya. sajikanlah definisi yang tepat dan gunakanlah istilah-istilahnya secara konsisten di sepanjang proposal penelitian (Wilkinson.7 atau di atasnya. Definisi juga bisa disandingkan dengan batasan tertentu. Definisi juga bisa terdiri dari kriteria yang digunakan dalam penelitian. istilah-istilah harus didasarkan pada literatur dan tidak boleh Anda buat sendiri (Locke et al. 130). 2007). gunakanlah bahasabahasa "teknis" yang sudah ada dalam literatur. Karena peneliti memiliki ruang untuk menspesifikasikan istilah-istilah yang digunakan dalam penelitiannya maka lebih baik digunakan definisi operasional saja.  Jangan mendefinisikan istilah-istilah dan bahasa sehari-hari. seperti. seperti. Meski demikian.berdasarkan skala 4. "Rata-rata IP mahasiswa yang digunakan dalam penelitian ini adalah GPA kumulatif 3. "Penguatan (reinforcement) dalam penelitian ini merujuk usaha-usaha untuk mendaftarkan semua anggota klub pada buletin sekolah." Definisi juga bisa menjelaskan istilah secara operasional. organisasi). 2007. Alhasil.. rumusan masalah. seperti yang akan dibahas pada Bab 10). dan istilah tertentu untuk strategi tersebut (seperti rancangan triangulasi konkuren. Definisi dapat mendeskripsikan istilah sehari-hari (seperti. dan bahasa sehari-hari pun bisa jadi digunakan. Tidak ada satu pun pendekatan yang dianggap paling baik untuk mendefinisikan istilah-istilah dalam penelitian. suatu istilah bisa saja menuntut adanya definisi untuk membantu pembaca memahami masalah penelitian. hlm. 2007. Jika demikian ihwalnya. menyediakan ruangan khusus bagi anggota.. 1991). dan mendaftarkan keanggotaan klub pada transkip nilai sekolah" (Locke et al.0. tidak dalam bahasa konseptual yang abstrak. 2007):  Definisikan suatu istilah ketika ia muncul pertama kali dalam proposal Anda. atau hipotesis penelitian tersebut.  Tulislah definisi dalam tingkatan operasional tertentu. . Meski demikian.

Dari buku Schon inilah. 1983). sebagian besar definisi istilah diletakkan di bagian khusus penelitian. . Dua contoh berikut menggambarkan susunan definisi istilah yang berbeda-beda dalam penelitian: Contoh 2. Berikut ini saya akan menggambarkan dua cara bagaimana Grassmeyer mendefinisikan istilah-istilahnya. yang menunjukkan bahwa istilah itu memiliki makna tertentu (Locke et al. Perhatikan bagaimana Grassmeyer merujuk pada definisi istilah yang sudah disajikan oleh para penulis lain : Refleksi Individual Schon (1983) menulis sebuah buku yang menjelaskan konsep-konsep yang ia sebut sebagai berfikir reflektif. definisi singkat atas refleksi individual adalah tindakan intuitif yang sulit dilakukan. Biasanya.3. karakteristik-karakteristik penting dari refleksi individual dapat merujuk pada beberapa hal : (a) ―tindakan artistic‖ (Schon. berefleksi dan praktik reflektif. (b) bagaimana seseorang mempraktikkan secara terang-terangan apa yang diketahuinya secara intuitif. 2007). Grassmeyer kemudian memberikan definisi detail atas istilah-istilah tersebut di awal penelitiannya. Karena penelitian refleksi individual dan kolaboratif di antara para staf bidang kemahasiswaan ini. 1978) untuk mempertajam konsep-konsep tersebut. Meskipun tidak ada satu format yang dianggap paling tepat. Meski demikian. dalam penelitian ini. yang sering kali bertajuk "Definisi Istilah." dan memasangkan istilah-istilah dengan definisi-definisinya dengan cara meng-highlight istilah tersebut. sejauh yang peneliti pahami. VanHorn-Grassmeyer (1998) meneliti bagaimana 119 staf baru bidang kemahasiswaan di perguruan tinggi terlibat dalam refleksi secara individual atau kolaboratif. Setelah beberapa decade. Pendahuluan.. dan (c) bagaimana seorang pengurus professional meningkatkan praktiknya melalui tuturan reflektif dan pikiran. bagian yang terpisah ini tidak lebih dari dua atau tiga paragraf saja. buku ini kemudian ditulis dan dirombak kembali oleh Schon dan Argyris (Argyris dan Schon. Grassmeyer menyurvei para staf baru dan melakukan wawancara mendalam dengan mereka. Definisi Istilah dalam Disertasi Metode Campuran Contoh pertama ini mengilustrasikan definisi panjang atas istilah-istilah dalam penelitian metode campuran yang diletakkan di bagian terpisah pada Bab I.

informasi. (Vernon. Jika pada contoh ini disajikan definisi operasional tertentu. 1998:11-12) Contoh 2. Baskett dan Marsick mendeskripsikan staf sebagai seorang individu ―yang memiliki pangkat tertentu dari kebebasan untuk memberikan judgment dengan tetap didasarkan pada gagasan. sehingga peran menjaga keutuhan keluarga sering kali dikaitkan dengan wanita di dalamnya (Hagestad. 1988) . Staf kemahasiswaan setidak-tidaknya memiliki karakteristikkarakteristik di atas dalam melayani mahasiswa di lingkungan universitas yang salah satu fungsinya adalah mendukung keberhasilan akademik dan kurikulum. 1986) menyatakan bahwa kakek-nenek dari pihak ibu cenderung dekat dengan cucu-cucu mereka. Untuk menjelaskan topic ini. Vernon (1992) meneliti bagaimana perceraian dalam keturunan kedua mempengaruhi relasi antara kakek-nenek dan cucu-cucu mereka. Penelitian sebelumnya (seperti Cherlin dan Furstenberg.Staf Kemahasiswaan Staf memiliki banyak definisi. Jenis Kelamin Kakek-Nenek Baik kakek meupun nenek ternyata menjadi salah satu fackor dalam relasi kekeluargaan antara mereka dengan cucu-cucu mereka (seperti. 1992:3).4 Definisi Istilah dalam Subbab Variabel-Variabel Bebas Contoh keduaini menggambarkan bentuk singkatbagaimana menulis definisi istilah untuk suatu penelitian. norma dan kebiasaan kolektif (dan seorang individu yang terlibat dalam persoalan-persoalan professional)‖ (Baskett & Marsick. Vernon memasukkan definisi istilah pada subbab variablevariabel bebas. 1992:35-36) . Relasi Kekeluargaan Dengan Cucu Relasi kekeluargaan dengan cucu pada umumnya ditentukan oleh apakah kakeknenek berasal dari pihak ibu atau dari pihak ayah. nenek cenderung lebih dekat dengan cucu-cucu mereka daripada kakek). perspektif. (VanHorn-Grassmeyer. pada contoh kedua ini disajikan definisi procedural.

Jika dalam literature tersebut dibahas bebepa variabel terikat. tiniauan pustaka dalam penelitian kualitatif ini. tulisiah. Tinjaulah Topik 2. dan sebagainya). Jika ada beberapa variabel bebas ).Paragraf ini lebih berupa penjelasan tentang susunan setiap bagian dalam tinjauan pustaka yang Anda tulis. yakni dengan meninjau literatur-literatur akademik tentang satu atau beberapa variabel terikat. Untuk penelitian kuantitatif atau metode carnpuran yang memprioritasknn penelitian kuantitatif. perhatikan rincian berikut ini: 1. sebagai sesuatu yang dibandingkan dengan hasil penelitian. Tinjaulah Topik 1. bukan variabel terikat. Jangan lupa membahas penjelasan dalam literature yang hanya terkait dengan variabel bebas. yakni dengan meninjau literature-literatur akademik tentang satu atau beberapa variabel bebas. seperti yang telah dibahas sebelumnya. dan Kesimpulan. Topik 2 (tentang variabel terikat). khususnya untuk rancangan penelitian kuantitatif atau metode campuran yang hampir selalu menyediakan bagian/subbab khusus unhrk tinjauarr pustaka.Tinjauan Pustaka Kuantitatif atau Metode Campuran Saat menyusun tinjauan pustaka. biasanya peneliti akan sulit menentukan seberapa banyak literatur yang harus direview. Dalam penelitian kualitatif. Untuk lebih jelasnya. Meski demikian. 3. dan relasi antara variabel bebas dan variabel terikat (lebih jelas tentang variabel ini baca Bab 3).perhatikan subbagian-subbagiannya atau fokuslah pada satu variabel terikat yang paling panjang saja. saya telah mengembangkan satu model yang menyajikan parameter-parameter tertentu dalam menulis tinjauan pustaka. Topik 1 (tentang variabel bebas). Tulislah paragraf awal tinjauan pustaka dengan memerinci bagian-bagian yang akan dibahas di dalamnya.ang dibahas dalan'r literatur tersebut. 2. sebagai alasan atau penjelasan logis atas masalah penelitian. Topik 3 (keterangan-keterangan lain yang membahas relasi antara variabel bebas dan variabel terikat). . dapat ditulis untuk tujuan yang berbeda-beda (misalnya. Model penulisan ini tampaknya sesuai untuk disertasi atau untuk mengkonseptualisasikan literatur dalam artikel/karya tulis ilmiah.perhatikan subbagian-subbagiannya atau fokuslah pada satu variabel yang paling penting saja. tinjauan pustaka bisa saja mengeksplorasi aspek-aspek fenomena utama yang dibahas dan membaginya ke dalam topik-topik khusus. Buatlah tinjauan pustaka yang tersusun dari lima komponen: Pendahuluan. sebagai sesuatu yang dibahas sepanjang penelitian. variabel-variabel terikat.tinjauan pusiaka yang berisi materi-materi perrting daiam literatur yang berhubungan dengan variabel-variabel bebas. Agar masalah ini terselesaikan.

Ambillah satu bagian dalam literature tersebut yang sangat berkaitan erat dengan topik atau tinjaulah bagianbagian lain yang membahas topik tersebut secara umum. tunjukkan tema-tema utama yang diangkat oleh literature-literatur tersebut. akan diminati oleh orang lain. 5. Dalam tinjauan pustaka. Di bagian akhir tinjauan pustak.bteratur membantu memverifikasi masalah. untuk itu.uan utamanya. Penelitiar tetapi literatur tersebut tidak mempersempit pandangan dari para partisipan. langkah-langkah ini iuga dapat mempersempit ruang lingkup penelitian yang diaiukan sehingga rumusan masalah dan metode penelitian yang nantinva disajikan benar-benar dapat terjangkau dengan baik KESIMPULAN Sebelum mencari literatur. menghubungkan penelitiannya dengan literatur-literatur tersebu! dan menyediakan kerangka kerja dalam membandingkan hasil penelitiannya dengan hasil penelitian-penelitian lain. kuantitatif. pertimbangkan apakah topik Anda dapat dan perlu diteliti dengan cara mencari tahu adakah akses kepada para partisipan dan sumber-sumber lain. Di sinilah inti dasar penelitian Anda. identifikasilah topik Anda. misalnya dengan merancang iudul yang jelas atau menyatakan rumusan masalah utama. Tidak hanva itu. Tinjaulah Topik 3.4.jelaskan mengapa tema-tema ini membutuhkan penelitian lebih lanjut dan tentu saja yakinkan pembaca mengapa penelitian lebih lanjut dan tentu saja yakinkan pembaca mengapa penelitian Anda dapat memenuhi kebutuhan ini. dan metode campuran. Pendekatan umurn yang sering digunakan dalam penelitian kualitatif adalah memasukkan . Langkah-langkah di atas dapat diterapkan untuk menulis tinjauan pustaka untuk jenis penelitian yang membahas variabel-variabel (biasanya kuantitatif atau penelitian metode campuran dengan bobot kuantitatif). peneliti seyogianya menggunakan literatur-literatur akadernik untuk menyajikan hasil-hasil dari penelitian-penelitian sebelumnya. dan konsisten dengan tujuan-tu. untuk penelitian kualitatif. literatur memiliki tujuan yang berbeda-beda. buatlah kesimpulan atau ringkasan yang menonjolkan literature-literatur yang dianggap paling relevan. Dalam penelitian kua litatif. yakni iengan meninjau literatur-literatur akademik yang membahas hubungan antara variabel-variabel bebas dan variabel(-variabel) terikat. dan apakah topik tersebut akan memberikan konkibusi pada literatur yangada. Selain itu. bagian ini harus padat dan berisi literatur-literatur lain yang memang sangat berkaitan dengan topik penelitian Anda.

APA. Anda dapat menyediakan bagian khusus untuk tinjauan pustaka berdasarkan variabel-variabel utama. Deskripsikan secara singkat informasi penting tentang penelitian tersebut yang meliputi masalah penelitian pertanyaan penelitian. dan seterusnya. Ketika akan melakukan tinjauan pustaka. seraya memerhatikan gaya penulisan referensi berdasarkan petunjuk gaya (seperti. pada tahap akhir. dan database-database lain yang lebih spesifik. Definisikan istilah-istilah kunci dan jika dibutuhkan sediakan subbab khusus untuk definisi istilah ini dalam proposal Anda. Mulailah menulis absiaksi penelitian. lalu buku-buku. pertama-pertama carilah artikel jurnal. ProQuest. literatur tidak hanya membantu memverifikasi masalah. Dalam pen elTtian kuantitatif. Kelornpokkan penelitian-p-enelitian ini ke dalam peta literatur yang mencerminkan kategori-kategori utama atas penelitian-penelitian tersebut dan posisikin penelitian Anda dalam kategori-kategori ini. pengumpulan dan analisis data penelitian' dan hasil akhir penelitian. tinjauan pustaka biasanya diletakkan terpisah dalam satu bagian khusus. seperti PsycINFO. atau jika tidak. dalam penelitian metocle campuran. Namun demikian. masukkan definisi tersebut dalam tinjauan pustaka. carilah database-database online. atas berdasarkan subtema-subtema penting suatu fenomena untuk penelitian kualitatif' . tetapi juga memperlihatkan kemungkinan perlunya mmusan masalah atau hipotesis untuk dibahas. dan SSCI. Untuk penelitian kuantitatif. identifikasilah kata kunci-kata kunci (keywords) untuk mencari literatur. Penggunaan tinjauan pustaka bergantung pada jenis rancangan dan bobot yang diberikan pada aspek-aspek kuaiitatif dan kuantitatif. carilah literatur-literatur yang sesuai dengan prioritas. PubMed. Lalu. Sociofile. Identifikasilah penelitian-penelitian lain yang turut memberikan kontribusi pada penelitian Anda. 2001). Kemudian. pertimbangkan keseluruhan struktur Penyusunan tinjauan pustaka Anda. Dalam penelitian kuantitatif. Google Scholar. seperti ERIC.lebih banyak literatur di bagian akhir ketimbang di bagian awal.

Ambillah l0 literatur yang telah Anda pilih dan abstraksikan literatur tersebut untuk tinjauan pustaka Anda.Latihan Menulis 1. (2007). SJ. tulislah satu abstraksi -rnasing-masing untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif. mengembangkan subtopik-subtopik untuk setiap konsep utama. dan menambah referensi-referensi terpenting yang mendukung konsep-konsep tersebut. Mereka juga menjelaskan enam aturan dalam mendefinisikan istilahistilah: jangan membuat kata-kata sendiri. Berlatihlah dengan menggunakan database online terkomputerisasi untuk mencari literalur-literatur yang relevan dengan topik Anda' Lakukan pencarian berulangulang hingga Anda menemukan satu literature yang sangat ierkait dengan topik penelitian Anda' Kemudian. Buatlah peta literatur untukliteratur-literatur yang Anda peroleh. 4. Proposals that Work A Guide for Planning Dissertations and Grant Proposals (5'h Edition). Berdasarkan pencarian yang sudah Anda lakukan pada latihan (3). dan Stephen Silverman mendeskripsikan tiga tahapan dalam melakukan tiniauan pustaka. Gunakan petunjuk-petunjuk yang sudah dijelaskan dalambab ini untukmengetahui elemen-elemen aPa saja yang perlu dimasukkan dalam abstraksi tersebut.atas literatur/penelitian lain yang sudah Anda dapatkan dari database terkomputerisasi. Spirduso. Thousand Oaks. L. Lawrence Locke. lakukan pencarian ulang dengan memanfaatkan deskrip tor-deskriptor yang terdapat dalarn literatur tersebut.W. jangan . Masukkan penelitian Anda ke dalarn peta tersebut dan gambarlah garis-garis Cari penelitian Anda ke kategori-kategori pehelitian lain seiringga pembaca dapat mudah LATIHAN MENULIS melihatbagaimana penelitian Anda benar-benar memperluas pertelitian/literatur yang sudah ada 2. sajikan definisi-definisi di bagian utama proposal. Buatlah tiniauan pustaka untuk penelitian kuantitatif dan perhatikan langkahlangkah yang sudah diielaskansebelumny agar variabel-variabel penelitian Anda dapat terlihat dengan jelas.F. W. 3.. & Silverman. BACAAN TAMBAHAN Locke. CA: Sage. antara lain: mengembangkan konsep-konseP yang menjelaskan alasan/logika penelitian. Waneen Spirduso.

Faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut biasanyi meliputi gaya penelitian. Merriam. San Francisco: Jossey-Bass. lalu mengidentifikasi kerangka teoretis. London: Sage Keith Punch membahas tentang penelitian ilmu-ilmu sosial yang biasanya menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan. S. dan seberapa ketat penelitian tersebut akan mengikuti arahanarahan yang terdapat dalam literature. Konseptualisasi Funch atas isu-isu penting yang membedakan dua pendekatan ini semakin memperjelas mengapa kedua pendekatan tersebut berbeda. Sharan Merriam menyajikan pembahasan menarik tentang penggunaan literatur dalam penelitian kualitatif .Introduclion to social Research: Quantitatiae and Qualitatioe Approaches (2'd edition). Dia mernperkenalkan langkah-langkah dalam melakukan tinjauan pustaka dan memberikan kriteria penting dalam memilih literatur. (2005) . dan gunakan definisi-definisi tertentu (prosedural atau operasional. tinjauan pustaka justru melibatkan proses yang lebih interaktif. fokus kita dalam menulis tinjauan pustaka sering kaliberbeda-beda. kemudian menulis masalah peelitian. peni. yakni melakukan langkah-langkah ini secara bersama-bersama. keseluruhan strategi penelitian. K. definisikan istilah-istilah penting ketika muncul pertama kali. Langkah-langkah ini mencakup usaha peneliti untuk memeriksa apakah Pengarang literatur tersebut sudah kompeten dengan topik yang diangkat. apakah literature tersebut relevan dengan topik penelitian yang diajukan. . kapan terakhir kali literatur tersebut diterbi&an.F. Punch.menggunakan bahasa-bahasa umum sehari-hari. Qualitatit:e Research and Case Study Applications in Education.) untuk istilah-istilah tersebut. (1998). mencatat bahwa ketika menulis proposal atau laporan penelitian. Punch juga.B. Merriam lebih jauh menjelaskan bahwa tinjauan pustaka bukanlah sekadar proses linear dari membaca literatur. Lebih dari itu. dan apakah literatur tersebut berkualitas.

Dalam penelitian kuatitatif.peneliti sering kali menguji berbagai teori untuk menjawab rumusan masalahnya. Dalam penelitian metode campuran' peneliti bisa saja menguji atau justru membuat suatu teori' Bahkan. Selanjutnya. seperti dalam penelitian etnografi atau advokasi.BAB TIGA PENERAPAN TEORI Salah satu komponen penting dalam melakukan penelitian adalah menentukan teori apakah yang akan digunakan untuk mengeksplorasi rumusan masalah.perspektif yang nantinya dapat membentuk. Saya mengawali bab inidengan berfokus pada penggunaan teori dalam penelitian kuantitatit. lalu menjabarkan perspektif teoretis dalam proposal penelitian kuantitatif.uau ini akan berarih pada penggunaan teori dalam penelitian metode campuran. penelitian dengan metode carnpuran bisa didasarkan pada satu perspektif teoretis. ras. Di bagian arnir. Bahkan. Dalam penelitian kualitatif. yang nantinya dapat menuntun keseluruhan tahap penelitian. Para peneliti kualitatif menggunakan istilah yang berbeda-beda untuk menyebut teori. peletakan serta model penulisan teori dalam penelitian kuantitatif. Saya juga akan menyajikan definisi dari teori itu sendiri. penggunaan variabelvariabel dalam penelitian kuantitatif. dan penerapan perspektif transformatif yang populer dalam pendekatan ini. sepe rti pota-pola. saya akan membahas prcsedur-prosedur dalam mengidentlfikasi teori. penggunaan teori lebih bervaridsi lagi. atau kelas. seperti fokus pada isu-isu feminis. Dalam bab ini juga disediakan contoh-contoh penulisan teori kualitatif. kacamata teoretis' atau generalisasi naturalistik. peneliii kualitatif dapat mengembangkan suatu teori dari hasil penelitiannya dan meletakkan teori tersebut di akhir proyek penelitian misalnya dalam penelitian grounded theory. pembahasan akan beralih pada penggunaan teoridalam penelitian kualitatif.apa yang dilihat Can rumusan masalah apa yang diajukan. semua bagian di dalamnya bisa saja dirancang untuk rnenyaji kategori yang akan diteliti. Kemudian. teori bisa juga muncul di awal penelitian sebagai . 73 . Dalam proposal disertasi kuantitatif. untuk mendeskripsikan sudut pandang mereka dalam penelitian. Dalam penelitian kuantitatif.

Kerlinger.yang iuga akan digur'akan dalam buku inisecara pemranen. atau kepemimpinan' Ada sejumlah buku yang menjelaskan secara rinci tentang jenis-jenis variabel dan skala pengukurannya (seperti. kekuatan politis. 1997). atau berefek pada outcome .. L991).Isaac & Michael 1981. manipulated. Ahli psikologi lebih suka. peneliti tidak bisa secara mutlak membuktikan adanya penyebab dan pengaruh (Rosenthal & Rosnow. serta memvisualisasikan model-model variabel iiu ke cialam penyajian kiri-kanan atau penyebab-dan-pengaruh. umur. atecedent. atau predictor. Variabel-variabel yang diukur dalam penelitian biasanya meliputi gender. perilakuperilaku tertentu. vaiabel meruiuk pada karakteristik atau atribut seorang ir. Keppel. 74 . Karena susunan waktu inilah maka sering dikatakan bahwa satu variabel dapat berpengaruh pada variabel iain meskipun Pernyataan yang lebih akurat adalah satu variabel mungkin saja memengaruhi variabel lain. satu variabel mendahului variabel lain dalam satu waktu.lebih abstrak ketimbang istilah yang didefinisikan justru spesifik. Namun demikian. Temporal order berarltbahlva peneliti kuantitatif belpikir tentang variabel-variabel dalam satu sustrnan (order) "dari kiri ke kanan. mernengaruhi.Yariabel-variabel ini juga dikenal dengan istilah variabel-variabel treatmant. penelitin perlu memahami variabel-variabel dan jenis-jenisnya vang akan digunakan dalam rnembangtrn teori.Variabel dapat diukur atau dinilai berdasarkan satu skala. Variabel-variabel dibedakan berdasarkan dua karakteristik: susunan temporal dan pengukurannya (atau observasi). Untuk itulah:  Vaiabel-aniabel bebas (independcnt aariables) merupakan variabel-variabel yang (mungkin) menyebabkan. status sosial-ekonomi (SSE)' dan sikap-sikap atau. seperti rasisrme control sosial. Susunan temporal (temporal order) berarti bahwa. Ketika melakukanpenelitian dalam setting dan terhadap manusia tertentu.Variabel biasanya berv-ariasi dalam dua atau lebih kategori atau dalam continuum skor. ilmuwan sosial biasanya menggunakan istilah aariabel.ai riau atau suatu organisasi yang dapat diukur atau diobservasi (Creswell.2005). apalagi iknuwan social saat ini sering mengatakan bahwa ada penyebab yang mungkin (probable causation). Thotndike. yang memiliki konotasi gagasan yang.menggunakan istilah konstruk (ketimbang variabel). 2007 a). dan menyusun variabel-variabel tersebut dalarn rumusan masalah dan fujuan penelitian. 1979 . (Punch. 1991.TEORI DALAM PENELITIAN KUANTITANF Variabet-Variabel dalam Penelitian Kuantitatif Sebelum membahas teori kuantitatif.

Variabel-variabel terikat ini merupakan outcome atau hasil dari pengaruh variabel-variabel bebas. berada di antara variabel bebas dan variabel terikat.  Dua jenis variabel lain adalah variabel control dan variabel confounding. peneliti menggunakan prosedur-prosedur statistik (seperti analisis covariance) untuk mengontrol variabel-variabel ini. sikap-sikap diskriminatif).r dapat diidentifikasi. Peneliti mernberikan komentar tentang pengaruh variabel confounding setelaah penelitiannya selesai karena variabel-variabel ini dapat beroperasi untuk menjelaskan relasi antara variabel bebas dan variabel terikat. Variabel control memainkan peran penting dalam penelitian kuantitatif. Misalnya. Variabelvariabel ini biasanya terdapat dalam penelitian eksperimen. Variabel ini memediasi pengaruh-pengaruh vaariabel bebas terhadap variabel terikat."Bagaimana harga diri mempengaruhi hubungan pertemanan di 75 . jika siswa dapat melakukan fesf metode penelitian dengan baik (variabel terikat). Vuriabel ini meman ada.  Variabel moderating merupakan variabel baru yang dikonstruksi sendiri oleh peneliti dengan cara rnengambil satu variabel dan mengalikannya dengan variabel lain untuk mengetahui dampak keduanya (seperti. Variabel-aariabel. umur X sikap = kualitas hidup). Dalam penelitian kuantitatif. outcome. tetapi pengaruhnya tidak dapat dilacak secara langsung.tetapi variabel ini tidak atau tidak bisa dinilai (misalnya. sebenarnya tidak diukur atau diobservasi dalam penelitian. yakni usaha menyusun penelitian.terikat (dependent variables merupakan variabel-variabel yang bergantung pada variabel-variabel bebas. variabel confounding (atau spurious). dan effect. variabel ini merupakan variabel bebas jenis khusus karena variabel ini secara potmsial juga dapat memengaruhi variabel terikat. vadabel-variabel saling dihubung kan untuk menjawab rumusan masalah (seperti. hal ini mungkin disebabkan (a) persiapan mereka dalam penelitian (variabel bebas) dan/atau (b) usaha mereka dalam menyusun gagasan penelitian ke dalam kerangka kerja (variabel intervening) yang juga turut memengaruhi performa mereka dalam test tersebut. Istilah lain untuk variabel terikat adalah variabel criterion. Seperti yang terlihat bahwa variabel mediating ini. Jenis variabel lain. variabel tersebut bisa saja merupakan variabel demografis atau persbnal (seperti umur atau gender) yang memang perlu dikontrol sehingga pengaruh variabel bebas terhadap variaber terikat benar-ben.  Variabel intervening ataumediatingberadadi antara variabel bebas dan variabel terikat.

logika teoretis. pembahasan. Dia berpendapat bahwa teori merupakan seperangkat konstruk (variabel-variabel). yang berasosiasi dengan proposisi atau hipotesis yang memerinci hubungan antar variabel (biasanya dalam konteks magnitude atau direction). berpengaruh atau berefek pada variabel terikat. atau perspektif teoretis. utamanya dalam makalah yang disajikan di seminar American Educational Research Association – Metafora pelangi (metaphor of a rainbow) mungkin dapat membantu kita memvisualisasikan bagaimana Suatu teori beroperasi. teori merupakan seperangkat konstruk (atau variabel) yang saling berhubungan. teori akan menyediakan penjelasan atas ekspektasi atau prediksi atas keterhubungan ini. atau alasan. Misalnya. mengenai cara-cara mengkonseptualisasikan teori dan bagaimana teori dapat mempersempit ruang lingkup penelitian). definisi Kerlinger tentang teori masih berlaku hingga saat ini. meskipun saya lebih suka dengan istilah perspektif teoretis karena istilah ini lebih banyak digunakan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalarn proposal penelitian. "Harga diri yang positif dapat rneningkatkan hubungan pertemanan di antara anak-anak remaja")' Definisi Teori Dengan berbekal pemahaman tentang variabel' kita dapat melanjutkan pembahasan tentang Penggunaan teori kuantitatif. yang dimaknai sebagai "usaha mengetahui bagaimana dan mengapa variabel-variabel dan pernyataan-Pernyataan relasional saling berhubungan satu sama lain" (hlm. Dalam penelitian kuantitatif. Berdasarkan definisi ini. Prediksi-prediksi sering kali dikenal dengan istilah hipotesis (seperti. ada beberapa preseden historis untuk memandang teori sebagai prediksi atau penjelasan saintifik (lihat G. dan proposisi-proposisi yang saling berhubungan yang mencerminkan pandangan sistematik atas suatu fenomena dengan cara memerinci hubungan antar variabel yang ditujukan untuk menjelaskan fenomena alamiah‖ (hlm. Y? Dalam hal ini. Teori biasanya membantu menjelaskan (atau memprediksi) fenomena yang muncul di dunia. Pembahasan mengenai teori biasanya muncul di bagian tinjauan pustaka atau di bagian khusus.64). Dalam hal ini.antara anak-anak remaja?") atau untuk memuat prediksi tentang hasil apakah yang ingin diharapkan. seperti landasan teori. Pelangi ini mengikat secara bersarrra variabel-variabel tersebut dan menyediakan penjelasan yang memadai tentang bagaimana dan mengapri seseorang harus berharap pada variabel t'rebas untuk menjeiaskan atau 76 . Mengapa variabel bebas. Labovitz dan Hagedorn (1971) menambah definisi teori ini dengan gagasan tentang theoretical rationale.Thomas. pelangi mrnjembotani variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian. X. 17). definisi-definisi. Suatu teori dalam penelitian bisa saja berfungsi sebagai argumentasi. 1997.

Teori-teori berkembang ketika peneliti tengah rnenguji suatu prediksi secara terus-menerus. peneliti mengombinasikan variabel-variabel bebas. L986). atau komunitas. lihat Webb. semakin besar disanfranchisemant dalam diri pengikutnya. & White. Dengan demikian. Berikut ini saya tunjukkan bagaimana suatu teori ini berkembang dalam penelitian. semakin kuat sentralitas kekuasaan dalam diri pemimpin. dan masyarakat luas. Teori level-meso menghubungkan teori level-mikro dan teori level-makro. dan ia bisa memberinya nama (seperti. Sociological Abstracts) atau mereview petunjuk-petunjuk dalam literatur yang memb ahas teori-teori tersebut (misatnya. 77 . Selain itu. peneliti bisa menulis. mediating. Teori level-mikro mernberikan penjelasan yang hanya terbatas pada waktu. Teori-teori ini tentu saja dapat diakses. seperti institusi sosial. misalnya." Ketika peneliti menguji hipotesis hipotesis seperti ini dalam setting yang berbeda-beda dan dengan populasi yang berbeda-beda pula (seperti Pramuka. Beals. dan terikat berdasarkan ukurannya yang berbeda-beda dalam rumusan masalah penelitian. menjelaskan bagaimana surplus suatu masyarakat dapat meningkat seiring dengan perkembangan masyarakat tersebut. Rotary CIub. sistern berdaya.negatif. teori iuga memiliki jangkauan yang berbeda-beda. sosiologi. Neuman (2000) membagi teori dalam tiga level: level-mikro. teori atribusi). serta dalam subbidang-subbidang lain. dan ekonomi. Misalnya. Teori ini pada umumnya meliputi teori tentang organisasi. 1997). ruang dan jurnlah tertentu" seperti teori Goffman tentang gerak wajah (face work) yang menjelaskan bagaimana orang berinter aksi face to face ketika berada dalam ritual-ritual keagaman. gereja Presbyterian. Dengan memasukkan informasi ini ke dalam pernyataan prediktif (hipotesis). Teorinya Lenski tentang stratifikasi sosial. Teori level-makro menjelaskan agregat-agregat yarig lebih luas. Teori-teori bisa saja muncul daiamberbagai disiplin ilmu sosial. seperti psikologi. dengan mencarinya dalam databasedatabase literatur (seperti. pergerakan sosial. pendidikan.memprediksikan variabel terikat. misalnya. dan siswa-siswa SMA) maka teori pun akan rnuncul. Psychological Abstracts.atau tidak diketahui) dan magnitudenya (apakah kuat atau lemah). Rumusan masalah ini memberikan informasi tentang jenis hubungan antarvariabel (apakah positif. dapat disimpulkan bahwa teori muncul dan berkembang sebagai penjelasan atas suahl pengetahuan dalam bidang-bidang tertentu (Thomas. antropologi. dan level-rnakro. seperti teorinya Collin tentang kontrol dalam organisasi.level-meso.

1985. Misalnya.118. Ketiga. 51). Hopkins (1964) menegaskan teorinya tentang ?roses-Prosespenganh dalam 15 hipotesis. aktivitas-aktivitas dan sentimen-sentimen mereka.1. Homans (1950) menjelaskan teori tentang internksi: Jika frekuensi interaksi antara dua atau lebih individu meningkat. semakin besar konforrnitasnya. dan seterusnya.. semakinbesar observabilitasnya. pernyataan logika "jika-maka". Semakin kuat sentralitas seseorang. seperti hipotesis. Blalock (1969. Semakin tinggi pangkat seseorang. 4.. semakin besar konformitasnya. Contoh. 2. Bentuk ini penting untuk meneterjemahkan variabel-variabel ke dalam gambar visual. akan semakin mirip (hlm 112. Semakin tinggi pangkat seseorang. peneliti menyatakan teori dalam bentuk pemyataan ―Jika-maka" yang menunjukkan mengapa seseorang harus berharap variabel bebas dapat mempengaruhi variabel terikat. semakinbesar observabilitasnya. Kedua. atau benfuk visual. Individu-individu yang senitmentil dalam berinteraksi dengan individu-individu lain akan mengungkapkan perasaan sentimennya dalam aktivitas-aktivitas yang sering kali melampaui aktivitasaktivitas sistem eksternal.peneliti menegaskan teori dalam bentuk hipotesis-hipotesis yang saling berhubungan. Pertama. Seperti yang tampak pada Gambar 3. tiga variabel 78 .semakin besar konformitasnya. Sebagian hipotesis ini dapat dilihat sebagai berikut (hipotesis-hipotesis ini sudah dimodifikasi dengan menghilangkan pronornina-pronomina yang me3ujuk pada gender tertentu): 1. Semakin besar konformitas seseorang. 1991) rnenampilkan causal modeling dengan membentuk teori-teori verbal menjadi model-model kausal sehingga pembaca dapat menvisualisasi hubungan antarvariabel. 3. Semakin besar observabilitas seseorang. tingkat kesukaan antarkeduanya juga akan meningkat.Bentuk-Bentuk Teori Dalam proposal peneli tian. semakin besar observabilitasnya (htm.peneliti dapat menyajikan teori dalam bentuk visual. semakin kuat sentralitasnya. Semakin kuat sentralitas seseorang. Ada dua contoh sederhana yang dapat disajikan di sini. 7. dan alctivitas-aktivitas ini bisa saja sernakin memperkuat perasaan sentimen tersebut' Semakin sering individu berinteraksi dlngan individu lain. Semakin tinggi pangkat seseorang. dalam beberapa keadaan.120). 6. 5. peneliti menegaskan teorinya dalam beberapa bentuk.

 Gunakan anak panah satu-arah yang menuntun setiap variabel utama (variabei bebas) menuju variabel-variabel lain (variabel terikat dan variabel futercating / control)yang bergantung padanya. Duncan (1985) memberikan saran penting untuk membuat diagrarn-diagram kausal seperti ini:  Posisikan variabel-variabel bebas di bagian kanan diagram dan variabel-variabel terikat di bagian kiri. X1 + Y1 X2 + + + Y2 X3 Variabel-variabel Terikat + Variabel-variabel Intevening Z1 Variabel-variabel Bebas Gambar 3.  Gunakan anak panah two-headed yangterhubung satu sama lain untuk menunjukkan hubungan yang tidak dianalisis diantara variabel-variabel yang tidak terkait dengan hubungan-hubungan lain.1 Tiga Variabel Bebas Memengaruhi Satu Variabel Terikat Yang Dimensiasi Oleh Dua Variabel Intervening. seperti yang terdapat dalam model ekuasi siruktural (lihat Kline .  Gunakan valensi positif atau negatif untuk mempostulasi atau menyimpulkan hubunganhubungan antarvariabel. 79 .  Tunjukkan kekuatan hubungan antarvariabel dengan menyisipkan simbol-sirnbol valensi dalam setiap anak panah. yang juga dimediasi oleh pengaruh dari dua variabel intervening.bebas mempengaruhi satu variabel terikat. Diagram semacam ini menunjukkan adanya rangkaian kausalitas antar variabel yang menuntun modeling melewati suatu analisis dart analisis-analisis lain yang lebih rumit dengan menggunakan sistem pengalian antarvariabel.1998). Pada level preliminer.

Saya mwenunjukkan dua contoh ini hanya untuk memperkenalkan kemungkinankemungkinan menghubungkan variabel bebas dan variabel terikat agar teori yang dapat terpakai dapat terbangun secara utuh. dia menyesuaikan dengan kerangka teoretis yang terdapat dalam penelitian-penelitian keperawatan (Megel. Rancangan seperti ini sering diterapkan untuk penelitian eksperimen antar kelompok (lihat Bab 8). Setelah mengidentifikasi faktor-faktor ini dalam literatur-literatur yang ada. lalu membuat model visual yang melukiskan hubungan antar faktor-faktor ini. 1988). dua kelompok dalam variabel X dikomparasikan berdasarkan pengaruh terhadap Y.Diagram klausal yang lebih rumit dapat dibuat dengan notasi-notasi tambahan. 1969. Mengenai aturan-aturan notasi. menyajikan contoh visual yang kompoleks. 1985). sama seperti yang dijelaskan pada contoh sebelumnya.3 Jungnikel mempertanyakan faktor-faktor apa saja yang memengaruhi performa penelitian akademik penelitian disekolah-sekolah farmasi. dalam proposal disertasinya tentang produktivitas penelitian antar guru disekolah-sekolah farmasi. Ada juga model-model yang lebih rumit.2. dengan aturan-aturan model visual seperti yang baru saja diperkenalkan. Langston. variabel terikat. 80 . Creswell. Jungnikel (1990). seperti yang tanpak pada Gambar 3. Contoh diatas merupakan contoh dasar yang mengunakan variabel-variabel yang terbatas. Seperti yang tanpak pada gambar 3. biasanya dengan mengunakan sistem pengalian antara variabel bebas dan variabel terikat dalam bentuk model kausal yang sangat rinci (blalock.2 Dua Kelompok (Variabel X) Dengan Treatmen Yang Berbeda-Beda Dikomparasikan Berdasarkan Pengaruhnya Terhadap Y Misalnya. Variasi atas model diatas bisa dilakukan dengan menambahkan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen segala variabel-variabel yang dikomparasikan berdasarkan pengaruhnya terhadap hasil akhir (variabel terikat). seperti yang sering terdapat dalam penelitian metode survei. Variabel X Kelompok Eksperimen Y1 Variabel Y Kelompok Kontrol Gambar 3.

Jungnickel memerinci variabel-variabel bebas di bagian kiri, variabel-variabel intervening di bagian tengah, dan variabel-variabel terikat di bagian kanan. Arah pengaru membentang dari kiri ke kanan dengan simnol panah, dan simbol plus dan minus. Untuk menunjukkan arah hipotesis.

Penempatan Teori dalam Penelitian Kuantitatif. Dalam penelitian kuantitatif, peneliti mengunakan teori secara deduktif dan meletakkanya diawal proposal penelitian. Karena tujuanya adalah untuk menguji atau memverifikasi suatu teoriketimbang mengembangkanya maka peneliti kuantitatif seyogianya mengajukan teori, mengumpulkan data untuk menguji teori tersebut, dan menyatakan konfirmasi atau diskonfirmasi atas teori tersebut berdasarkan hasil yang diperoleh.

Eksogen
Variabel-variabel Demografis Standart-standart Ikatan Dinas (Lenure Institusi) Jarak waktu Pengangkatan jabatan Pusat study Universitas

(+/-)
Beban kerja non riset

(+) (-) (+) (+) (+) (+) (-) (+)
Tekanan untuk melakukan penelitian

(-)

(+)

Kolaborasi Sumber daya

(-)

(+)
Dukungan & Rekanrekan

Performa akademik:  Presentasi (non riset)  Presentasi (riset)  Artikel-artikel Jurnal (Tidak diminta)  Artikel-artikel Jurnal (diminta/risert)  Kontributor tulisan dibuku-buku  Buku-buku  Hibah pemerintah (disetujui)  Hibah pemerintah (didanai)  Hibah swasta  kontrak

(-)
Persepsi diri Sebagai peneliti

(+)

(+)

Dukungan dari kepala sekolah

(+)

(-)
Training penelitian sebelumnya Pengangkatan (kepala sekolah vs guru)

(+/-)

Teori menjadi kerangka kerja untuk keseluruhan penelitian yang nantinya berfungsi mengorganisasi rumusan masalah dan hipotesis penelitian serta prosedur pengumpulan data. Model berfikir deduktif yang diterapkan dalam penelitian kuantitatif tanpak pada gambar 3.4 peneliti memverifikasi suatu teori dengan menguji rumusan masalah atau hipotesis-hiotesis
81

yang berasal dari teori ini. Hipotesis atau rumusan tersebut berisi variabel-variabel (Konstruk-konstruk) yang perlu didefinisikan oleh peneliti atau perlu disesuaikan dengan definisi-definisi yang terdapat dalam literatur. Dari sinilah, peneliti mengunakan suatu instrumen penelitian untuk mengukur sikap-sikap atau perilaku-perilaku para partisipan. Kemudian, peneliti mengumpulkan skor-skor yang diperoleh dari instrumen ini mengonfirmasi atau mengonfirmasi teori tersebut.Para hakikatnya, pendekatan deduktif yang diterapkan dalam penelitian kuantitatif juga turut mempengaruhi peletakan teori di dalamnya (lihat Tabel 3.1). Petunjuk umumnya adalah memperkenalkan teori diawal proposal penelitian: dalam pendahuluan, dalam tinjauan pustaka, setelah hipotesis atau rumusan masalah (sebagai resionalisasi atas hubungan antar variabel), atau dalam bab/ subbab khusus. Masing-masing penempatan ini memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Tips penelitian: Anda sebaiknya menulis teori pada bagian terpisah dalam proposal penelitian sehingga pembaca dxapat mudah mengidentifikasi teori tersebut dari komponenkomponen lain. Dengan meletakkan teori di bagian khusus, anda dapat memberikan penjelasan yang memadai tentang teori tesebut, fungsinya, dan hubunganya dengan penelitian. Menulis Perspektif Teoretis kuantitatif Berdasarkan opsi-opsi yang sudah disajikan sebelumnya, berikut ini saya akan menunjukkan satu contoh penulisan persepektif
Peneliti menguji atau memverifikasi suatu teori

Peneliti menguji hipotesis-hipotesis atau rumusan masalah dari teori tersebut Peneliti mendefinisikan dan mengoperasionalisasikan variabelvariabel yang terbentuk dari teori tersebut Peneliti mengukur atau mengobservasi variabel-variabel dengan bantuan instrumen untuk memperoleh skor-skor

Gambar 3.4 Pendekatan Deduktif dalam Penelitian Kualitatif 82

Teoretis dalam penelitian kuantitatif. Anggap saja, tugas anda saat ini adalah mengidentifikasi suatu teori yang menjelaskan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. 1. Periksalah literatur-literatur yang kemungkinan membahas teori ini. Jika unit analisis untuk variabel-variabel penelitian adalah seorang individu, periksalah dalam literatur psikologi. Jika unit analisisnya adalah kelompok-kelopmok atau organisasi, lihatlah dalam literatur sosiologi. Jika penelitianya hendak menguji individu-individu dan kelompok-kelompok atau organisasi, lihatlah dalam literatur sosial-psikologi. Jika penelitianya hendak menguji individu-individu dan kelompok-kelompok, pertimbangkanlah literatur sosial-psikologi. Tentu saja, teori-teori dari disiplin lain bisa saja berguna (misalnya, untuk meneliti isu ekonomi). 2. Periksa pula penelitian-penelitian lain yang membahas topik atau yang sangat berkaitan dengan topik anda. Teori-teori apa ketimbang mengembangkanya maka peneliti kuantitatif seyogianya mengajukan teori, mengumpulkan data untuk menguji teori tersebut, dan menyatakan konfirmasi atau diskonfirmasi atas teori tersebut berdasarkan hasil yang diperoleh. Teori menjadi kerangka kerja untuk keseluruhan penelitian yang nantinya berfungsi mengorganisasi rumusan masalah dan hipotesis penelitian serta prosedur pengumpulan data. Model berfikir deduktif yang diterapkan dalam penelitian kuantitatif tanpak pada Gambar 3.4 peneliti memverifikasi suatu teori yang menguji rumusan masalah atau hipotesis-hipotesis yang berasal dari teori ini. Hipotesis atau rumusan masalah tersebut berisi variabel-variabel (konstrukkonstruk) yang perlu didefinisikan oleh peneliti atau perlu disesuaikan dengan definisi-definisi yang terdapat dalam literatur. Dari sinilah, peneliti mengunakan suatu instrumen penelitian untuk mengukur sikap-sikap atau perilaku-perilaku para partisipan. Kemudian, peneliti mengumpulkan skor-skor yang diperoleh dari instrumen ini untuk mengonfirmasi atau mendiskonfirmasi teori tersebut. Pada hakikatnya, pendekatan deduktif yang bisa diterapkan dalam penelitian kualitatif juga turut memengaruhi peletakan teori di dalamnya (lihat tabel 3.1). Petunjuk umumnya adalah memperkenalkan teori diawal proposal penelitian: dalam pendahuluan, dalam tinjauan pustaka, setelah hipotesis atau rumusan masalah (sebagai rasionalisasi atas hubungan antarvariabel), atau dalam bab/subbab khusus. Masing-masing penempatan ini memiliki kelebihan dan kekuranganya tersendiri.

Tabel 3.1 Opsi-Opsi Penempatan Teori Dalam Penelitian Kualitatif. Penempatan Dalam pendahuluan Kelebihan-kelebihan Penempatan ini banyak ditemukan dalam artikel-artikel jurnal; akan tanpak fimiliar bagi pembaca; lebih bersifat deduktif. Teori berasal dari literaturliteratur yang ada. Dengan meletakkanya dalam tinjauan pustaka, teori ini akan semakin jelas dan tuntut sesuai dengan literatur aslinya. Kekurangan-kekurangan Pembaca sulit untuk memisahkan landasan teori dari komponen-komponen lain dari proses penelitian Pembaca silit membedakan teori dengan tinjauan pustaka

Dalam tinjauan pustaka

83

Setelah rumusan masalah atau hipotesis peelitian

Bagaimanapun juga, teori merupakan penjelasan logis atau rumusan masalah atau hipotesis penelitian karena teori dapat menerangkan bagaimana dan mengapa variabel-variabel saling berhubungan Penempatan ini dapat memperjelas pembahasan mengenai teori dari pembahasan-pembahasan lain dalam penelitian. Penempatan ini juga memungkinkan pembaca untuk mengidentifikasi dan memahami dengan baik landasan teori untuk penelitian tersebut.

Dalam bagian (bab/subbab terpisah)

Peneliti bisa saja memasukkan logika teoretis setelah rumusan masalah atau hipotesis penelitian, tetapi ia akan mengabaikan pembahasan detail tentang asal mula perkembangan dan penerapan teori tersebut. Pembahasan teori bisa saja berada terpisah dari komponen-komponen lain, namun pembaca akan sulit untuk menghubungkanya dengan komponen-komponen lain dalam penelitian.

Yang digunakan oleh para penelitianya? Batasilah jumlah teori dan cobalah mengidentifikasi suatu teori yang dapat menjelaskan hipotesis inti atau rumusan masalah utama. 3. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, buatlah rumusan masalah dengan metafor pelangi agar dapat menjembatani variabel-variabel bebas dan variabel-variabel terikat, seperti: mengapa variabel(-variabel) bebas mempengaruhi variabel (-variabel) terikat? 4. Jelaskan teori anda dalam bagian khusus. Ikuti kalimat-kalimat berikut: ―Teori yang akan digunakan adalah.......... (nama teori). Teori ini dikembangkan oleh.........(sumber atau pengembang teori) dan sudah banyak diterapkan dalam penelitian mengenai.......(topik-topik penelitian yang menerapkan teori ini sebagai landasanya). Teori ini menegaskan bahwa...... (proposisi-proposisi atau hipotesis-hipotesis dalam teori tersebut). Diaplikasikan pada penelitian ini, teori tersebut diharapkan dapat menjelaskan pengaruh variabel(-variabel) bebas...........( variabel-variabel bebas) terhadap variabel(-variabel) terikat (variabel-variabel terikat) karena....... (penjelasan yang didasarkan pada logika dari teori tersebut).‖

Dengan demikian, topik-topik yang harus dimasukkan kedalam pembahasan mengenai teori kuantitatif ini mencangkup antara lain: teori yang digunakan, hipotesis-hipotesis atau proporsi-proporsi dari teori tersebut, informasi tentang aplikasi teori tersebut dalam penelitian-penelitian sebelumnya, dan pernyataan yang mencerminkan bagaimana teori tersebut berhubungan dengan penelitian yang diajukan. Contoh penulisan teori kuantitatif ini dapat disimak dalam penelitian Crutchfiled (1986) berikut:

84

Contoh 3.1 Teori kuantitatif Crutchfiled (1986) menulis disertai doktoralnya dengan judul Locus of Control, Interpersonal Trust, And Scolarly produktifity. Dengan menyurvei para guru keperawatan, ia hendak mengetahui apakah lokus kontrol dan keyakinan interpersonal dapat memengaruhi tingkat produktifitas para guru. Dalam bab ini pendahuluan disertai ini terdapat salah satu subbab yang berjudul ―Perspektif teoritis‖. Subbab ini mencangkup poin-poin berikut:  Teori yang akan digunakan  Hipotesis utama dari teori tersebut  Informasi tentang siapa yang telah mengunakan teori tersebut  Penyesuaian antara teori dan variabel-variabel penelitian dengan mengunakan bentuk pernyataan logika ―jika-maka‖ Saya telah memberikan catatan-catatan tambahan dalam format italic untuk menandai poin-point diatas. Perspektif Teoritis Untuk merumuskan perspektif teoritis dalam meneliti produktifitas akademi para guru, teori belajar sosial (sosial learning theori) menyediakan proto tipe penting. Konsep tentang perilaku berusaha ―mendekati perilaku manusia berdasarkan hubungan (timbal-balik) berkelanjutan antara faktor-faktor kognitif, perilaku, dan lingkungan‖ (Bandura, 1977:vi) (Disini, peneliti tengah mengidentifikasi teori tertentu). Meskipun teori ini menyarankan agar diterapkan reirfoncemen seperti membentuk prinsip-prinsip, teori belajar sosial tetap melihat peran reward sebagai sarana untuk mengidentifikasi respon-respons terbaik dan sebagai motivasi intensif terhadap perilaku yang diharapkan. Selain itu, prinsip-prinsip belajar dalam teori ini menekankan peran penting proses-proses lain, seperti proses vicari ous, simbolic, dan self regulating (Bandura, 1997). Teori belajar sosial tidak hanya membahas belajar dan pembelajaran, tetapi juga berusaha mendeskripsikan bagaimana kompetensi sosial dan dan kompetensi personal (sehingga disebut personalitas) dapat mengembangkan kondisi sosial yang kondusif untuk proses belajar. Teori ini juga untuk menjabarkan teknik-teknik penilaian personalitas (Mischel, 1968), dan modifikasi perilaku dalam setting klinis dan edukatif (Bandura, 1977; Bowel dan Hilgart, 1981; Rotter 1954) (Disini, peneliti tengah mendeskripsikan teori belajar sosial) Sejauh ini prinsip-prinsip teori belajar sosial telah banyak diterapkan pada perilaku-perilaku sosial seperti kompetifitas, agresifitas peran seks, tantanga, dan perilaku patologis (Bahdura & Walters, 1963; Bandura 1977; Mishel, 1968; Miller & Dollard, 1941, Rotter 1954; Staats, 1975) (Disini peneliti tengah mendeskripsikan penerapan teori ).

85

Dengan menjelaska teori belajar sosial, rotter (1954) menunjukkan bahwa ada empat tingkatan variabel yang harus dipertimbangkan: perilaku, ekspektasi, reinforcement, dan situasi psikologis. Formula umum tentang perilaku dapat dinyatakan sebagai berikut: Potensi munculnya perilaku dan situasi psikologistertentu merupakan pengaruh ekspektasi bahwa perilaku tersebut nantinya akan menuntun para reiformence dan manfaat-manfaatnya dalam dalam situasi psikologis tersebut (Rotter, 1975:57). Ekspektasi dalam formula ini merujuk pada kepastian (atau kemungkinan) tertentu bahwa hubungan kausatif umumnya muncul antara perilaku dan rewad konstruk dari eksprestasi ini dapat didefinisikan sebagai lokus kontrol ekternal ketika seorang individu percaya bahwa dalam dirinya mempengaruhi oleh hal-hal seperti keberuntungan, nasib atau kekuatan-kekuatan lain. Kesadaran akan hubungan kausatif ini tentu saja bukanlah sikap yang mutlak dan selalu muncul dalam setiap individu, melainkan yang berupa sikap yang berbedabeda dalam satu kontinum bergantung pada pengalaman-pengalaman individu tersebut dan sebelumnya dan kompleksitas-kompleksitas situasional (Rotter: 1996).(Disini peneliti menjelaskan variabel-variabel dalam teori) Karena penelitian ini menerapkan teori belajar sosial maka empat tingkatan variabel yang diidentifikasi oleh Rotter (1954) diatas menjadi bahan utama untuk memerinci poin-poin produktifitas akademik seperti berikut: 1. Produktifitas akademik merupakan perilaku atau aktifitas yang diharapkan. 2. Lokus kontrol merupakan ekspektansi umum bahwa reward dapat atau tidak dapat bergantung pada perilaku-perilaku tertentu. 3. Reinforcement merupakan reward dan penghargaan atas kerja akademik 4. Institusi pendidikan merupakan situasi psikologis yang di dalam nya terdapat berbagai reward atas produktivitas akademik

Dengan variabel-variabel diatas maka konsep umum tentang perilaku sebagaimana yang sedang diformulasikan oleh Rotter (1975) akan diadaptasi sehingga menjadi seperti ini: potensi munculnya perilaku akademi dalam institusi pendidikan merupakan pengaruh dari ekspektasi bahwa perilaku tersebut nantinya akan menuntut pada reward-rewad tertentu dan manfaat-manfaatnya dalam institusi pendidikan, yakni produktifitas para guru semakin meningkat karena adanya para guru. Selain itu hubungan antara kepercayaan interpersonal dan lokus control perlu dipertimbangkan dalam kaitanya dengan ekspektasi dengan kaitanya reward melalui perilaku-perilaku yang direkomendasikan oleh Rotter dalam bukunya yang lain (1967). Selanjutnya, karakteristik-karakteristik tertentu, seperti persiapan akademik,umur kronologis, beasiswa doktoral, ikatan dinas atau kerja full-time, atau part-time, diasosiasikan
86

Untuk lebih jelasnya. 12-16) (Disini. c) Reward atas aktifitas akademik sangat bermanfaat (manfaat reward). Teori ini bisa jadi sempurna dengan adanya variabelvariabel. Misalnya. para ahli etnografi memanfaatkan tema-tema kultural atau ―aspek-aspek kebudayaan‖ (Wolcott. Para peneliti kualitatif menggunakan teori dalam penelitian untuk tujuan-tujuan yang berbeda. Pertama. seperti kekerabatan atau keluarga (lihat pembahasan Wolcott:1999 tentang sejumlah penelitian antropologi yang mengangkat topik-topik kebudayaan). atau organisasi sosial.dalam penelitian kualitatif. teori sering kali digunakan sebagai penjelasan atas perilaku dan sikap-sikap tertentu. stabilitas dan perubahan. Jika para guru percaya bahwa: a) usaha-usaha mereka melaksanakan kegiatan akademik akan capai menuntutnya pada reward (lokus kontrol). Tema-tema ini dapat memberikan serangkaian hipotesis siap pakai untuk diuji dengan literatur-literatur yang ada. tema-tema ini umumnya menyediakan penjelasan lengkap yang sering kali dimanfaatkan oleh antropolog untuk meneliti perilaku culturesharing dan tingkah laku manusia. b) Usaha-usaha mereka sangat bergantung pula kesanggupan-kesanggupan mereka pribadi (kepercayaan interpersonal). bahasa. konstruk-konstruk. seperti kontrol sosial. d) Reward benar-benar ada dalam bidang atau institusi mereka (Seting Institusi) maka produktifitas akademik mereka akan semakin meningkat (hlm.dengan produktifitas akademik keperawatan dalam satu cara yang sama dengan produktifitas dengan disiplin-disiplin lain (disini peneliti tengah menerapkan konsep-konsep teoretis pada penelitianya). Meskipun para peneliti kualitatif tidak merujuk pada tema-tema tersebut sebagai teori mereka. TEORI DALAM PENELITIAN KUALITATIF Variasi Penggunaan Teori Dalam Penelitian Kualitatif. dan hipotesis-hipotesis penelitian. seperti adopsi dalam praktek-praktek kesehatan atau kualitas dalam orentasi kehidupan umat manusia. peneliti tengah memberikan kesimpulan hipotesis dengan pernyataan logika ―jika maka‖ untuk menghubungkan variabel bebas dengan variabel terikat). 1999:113) untuk dikaji dalam proyek penelitian mereka. pernyataan berikut akan merepresentasikan logika dasar penelitian ini. 87 . Pendekatan ini sangat populer dalam penelitian ilmu kesehatan kualitatif dimana peneliti biasanya mengawali penelitianya dengan model-model teoretis.

Teori kausatif seperti ini bisa berupa teori emansipasi atau represi (Thomas. Perspektif-perspektif teoretis ini menuntun peneliti pada isu-isu penting yang perlu diteliti (seperti.dan kelompok-kelompok minoritas lain). 2007):  Perspektif feminis mengugat kaum wanita saat ini yang ditindas dengan sewenangwenang dan institusi yang turut membentuk kondisi tersebut. serta membentuk call for action and change (panggilan untuk melakukan aksi dan perubahan).  Wacana rasial memunculkan pertanyaan-pertanyaan penting tentang tentang kontruksi dan kontrol atas pengetahuan yang berbau ras. anak jalanan. mengumpulkan dan menganalisis data. Penelitian kualitatif pada 1980-an mengalami transformasi besar-besaran yang ditandai munculnya perspektif-perspektif teoretis seperti ini sehingga memperluas ruang lingkup penelitian yang muncul sebelumnya. Perspektif ini biasanya digunakan dalam penelitian advokasi/partisipatoris kualitatif atau dapat membantu peneliti untuk merancang rumusan masalah. dan gender yang diletakkan pada mereka (Fay. atau trans gender. khususnya tentang orangorang dan komunitas-komunitas kulit berwarna (Ladson-Bilings. 2000)   Perspektif teori kritis fokus pada pemberdayaan umat manusia agar dapat bebas dari kungkunghan rasial. perempuan. Perspektifperspektif juga menunjukkan bagaimana peneliti harus memosisikan diri mereka dalam penelitian kualitatif (seperti. kelas. Penelitian-penalitian yang menerapkan perspektif teoritis ini bukan berarti menjadikan individu-individu diatas sebagai objek mentah yang 88 . kultural. 2000).para peneliti kualitatif sering kali mengunakan perspektif teoritis sebagai panduan umum untuk meneliti gender. atau historis tertentu) dan bagaimana menulis laporan akhir (seperti. dengan tidak memarjinalisasi lebih jauh individu-individu yang diteliti. Dalam penelitian etnografi kritis. 1987) Teori queer-begitulah istilah yang digunakan dalam literatur ini berfokus pada individu-individu yang menanamkan pada dirinya sebagai kelompok lesbian. Topik-topik penelitian bisa mencangkup isu-isu kebijakan yang berhubungan dengan realisasi keadilan sosial bagi kaum wanita dengan ranah-ranah tertentu atau pengetahuan tentang kondisikondisi ketertindasan yang dialami oleh mereka (Ollesen. berada diluar atau tidak condong pada konteks pribadi. Beberapa perspektif teoritis yang dapat digunakan dalam penelitian kualitatif adalah sebagai berikut (Creswell. atau dengan cara berbaur langsung dengan mereka). peneliti memulai dengan satu teori yang menjelaskan keseluruhan proses penelitian. dan ras (atau isu-isu lain mengenai kelompokkelompok marginal). 1993). biseksual. gay.Kedua. kelas.

melainkan lebih berusaha mencari sisi-sisi kultural dan politis apa yang membuat mereka terkucilkan dalam ranah sosial. yang melibatkan para pengurus sekolah. kemudian menuju teori atau model tertentu (lihat punch. guru dan orang tua yang memiliki anak-anak dengan ketidak mampuan tetentu (Mertens. Dengan menjadikan teori sebagai poin akhir penelitian. 1998). teori sering kali digunakan sebagai poin akhir penelitian. 2005). Logika pendekatan induktif ini dapat dilihat pada gambar 35. Penelitian historis tradisional telah membungkam kelompok-kelompok yang tertindas dan marginal (hlm. Rossman dan Rallis (1998) mengartikan teori dalam penelitian kualitatif sebagai perspektif pos modern dan kritis: Menjelang abad XX. Ada empat hal yang menjadi fokus utama dalam kritik ini: a). 89 . 2000)  Studi ketidak mampuan berfokus pada makna inklusi dalam sekolah. Teori ini bahkan menyuarakan kembali hak-hak dan pengalaman-pengalaman individu yang tertindas (gamson. gender. lalu ke tema-tema umum. Penelitian pada dasarnya melibatkan isu-isu kekuasaan.dapat diperlakukan begitu saja. 66) Ketiga dalam penelitian kualitatif. tetapi dikuasai oleh individu-individu yang secara teoritis berorentasi pada ras. ilmu-ilmu sosial tradisional mulai dikritik dan dipertanyakan oleh perspektif-perspektif pos modern dan kritis yang menantang asumsi-asumsi objektif dan norma-norma tradisional dalam penelitian. Laporan penelitian tidak transparan dan netral. b). merupakan aspekaspek penting dalam memahami pengalaman manusia dan d). berarti peneliti menerapkan proses penelitianya secara induktif yang berlangsung mulai dari data.

Peneliti mengemukakan generalisasigeneralisasi atau teori-teori dari literatur-literatur dan pengalamanpengalaman pribadinya Peneliti mencari pola umum. lalu membentuk informasi ini menjadi pola-pola. Usaha mengembangkan tema-tema dan kategori-kategori menjadi pola-pola. dalam penelitian studi kasus. 86). Lincoln dan Guba 90 . Sebagai contoh lain. grounded theory memiliki poin akhir yang berbeda. dari wawancara atau observasi) Gambar 3.5. atau generalisasi-generalisasi untuk nantinya diperbandingkan dengan pengalaman-pengalaman pribadi atau dengan literatur-literatur yang ada. generalisasi-generalisasi atau teori-teori dari tema-tema atau kategori-kategori yang dibuat Peneliti menganalisis data berdasarkan tema-tema dan kategori-kategori Peneliti mengajukan pertanyaanpertanyaan terbuka pada partisipasi dan merekam catatan-catatan lapangan Peneliti mengumpulkan informasi (misalnya. Bahkan. peneliti berharap dapat menemukan satu teori yang didasarkan pada informasi dari para partisipan (Stauss dan Corbin. 1998). teoriteori atau generalisasi-generalisasi ini menunjukkan bahwa penelitian kualitatif memiliki point akhir yang berbeda-beda. Misalnya. Dalam penelitian ini. teori-teori. Logika Induktif Dalam Penelitian Kualitatif Peneliti memulai penelitianya dengan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin dari para partisipan. Stake (1995) menyebut tuntutan (assertion) sebagai generalisasi proporsional (kesimpulan peneliti dari hasil interpretasi dan klaim-klaimnya) dan generalisasi naturalistik (pengalaman-pengalaman pribadi peneliti) (hlm.

teori ini mengunakan metafora dan analogi-analogi agar relasi-relasi ini ―memiliki arti. seperti dalam penelitian fenomenologi.‖ pattern theory merupakan sistem gagasan-gagasan. Jika bisa diterapkan. mirip dengan teori kausatif. namun teori ini tidak membutuhkan pernyataan kausatif. yang didalamnya peneliti berusaha untuk membangun esensi pengalaman dari para partisipasi (lihat. 1986). identifikasilah bagaimana teori tersebut akan dijabarkan dan digunakan dalam penelitian anda. Kasus ini bisa saja terjadi disebabkan dua hal: (1) karena tidak ada satupun penelitian kualitatif dilakukan dengan observasi yang ―benar-benar murni‖ dan (2) karena struktur konseptual sebelumnya yang disusun dari teori dan metode tertentu telah memberikan starting point bagi keseluruhan observasi (Schwandt. Konsep-konsep dan relasi-relasi di dalamnya membentuk sejenis mutual-reinforcing dan sistem tertutup. sebagai end point penelitian. pattern theory justru berisi konsep-konsep dan relasi-relasi yang saling berhubungan. peneliti hanya membuat sesuatu deskripsi yang kaya dan rinci tentang fenomena tertentu. Riemen. Bahkan. beberapa penelitian kualitatif tidak mengunakan teori yang terlalu eksplisit. Malahan. sesuai dengan tujuan yang digunakanya teori tersebut.(1985) menyebut pattern theory (teori pula) sebagai pemikiran-pemikiran awal yang terus berkembang selama penelitian kualitatif ini justru merepresentasikan pemikiran-pemikiran yang saling berhubungan atau bagian-bagian yang berhubung dengan keseluruhan. Pattern theory mengurutkan setiap tahapan atau menghubungkan bagian-bagian dengan keseluruhan (hlm. atau sebagai perspektif advokasi. 1993). apakah sebagai penjelasan up-front. misalnya.  Tempatkan teori tersebut dalam naskah penelitian anda dibagian yang tepat. Dalam penelitian-penelitian semacam ini. 91 . Tips penelitian saya tentang pengunaan teori dalam penelitian kualitatif ini antara lain sebagai berikut:   Pastikan apakah teori tersebut dapat diterapkan dalam penelitian kualitatif atau tidak. 38) Keempat. Neuman (2000) memberikan informasi tambahan mengenai pattern theory ini: Pattern theory tidak menemukan aspek penalaran deduktif. tidak sedikit orang memandang penelitian kualitatif sebagai penelitian yang tidak memiliki orientasi teori yang eksplisit. Sebaliknya.

model tersebut tidak diuji (seperti yang sering ditemukan dalam proyek kuantitatif). dan meletakkan model tersebut di akhir penelitian. pola. 92 . dalam penelitian mereka. Mereka mendaur-ulang model Tinto ini dan menawarkan modifikasinya untuk mengilustrasikan bagaimana etnisitas itu berfungsi. Padilla. Dalam penelitian kualitatif yang mengunakan tema kultural atau perspektif teoretis. Mereka mengawalinya dengan menghubungkan pengalaman-pengalaman partisipan dengan satu model teori. untuk sebagian besar rancangan kualitatif yang berorientasi teori. atau generalisasi sebagai poin akhir (end point} maka modifikasi atas teori model Tinto tersebut dimunculkan di akhir penelitian. sebuah representasi visual yang mengilustrasikan hubungan antarkonsep.2 Teori di Bagian Awal Penelitian Kualitatif Murguia. Mereka merasa bahwa model ini telah "dikonseptualisasikan secara tidak utuh dan. dengan tetap menjaga kerangka tersebut secara ketat agar tidak tercampur-baur dengan data penelitian (hlm. sering kali dipahami dan diukur dengan tidak tepat" (hlm. Contoh 3. 276) Seperti yang tanpak pada contoh diatas. merancang model ini secara induktif dari komentarkomentar infor man. yang di dalamnya proposisi utama dapat dibedakan dengan teori-teori dan literatur-literatur yang sudah ada. kami telah mengembangkan suatu model visual yang menghubungkan variabel-variabel. universitas).Menempatkan Teori Dalam Penelitian Kualitatif Bagaimana teori itu digunakan. akan turut memengaruhi penempatanya dalam sebuah penelitian kualitatif. tetapi hanya dimodifikasi (karena penelitian mereka adalah penelitian kualitatif). sebagai konsekuensinya. seperti etnografi kritis. teori muncul diawal dan dapat dimodifikasi atau disesuaikan dengan sedemikian rupa berdasarkan pandangan dari para partisipan. Lather (1986) mengulifikasi pengunaan teori sebagai berikut: Melakukan penelitian grounded theory secara empiris membutuhkan relasi timbal balik antara data dan teori. Mereka ingin mengetahui tentang bagaimana etnisitas memengaruhi integrasi sosial. dan Pavel (1991) meneliti 24 siswa yang berasal dari Spayol dan Amerika Asli yang tergabung dalam suatu sistem sosial (dalam hal ini. Modtfikasi-teori ini berbentuk diagram logika. Data harus diolah secara dialektik agar dapat menghasilkan proposisiproposisi baru yang memungkinkan munculnya kerangka teoretis. Akan tetapi. Untuk itulah. Karena penelitian kualitatif mereka menempatkan teori. 433). yaitu model Tinto tentang integrasi sosial.

Bab teori kami munculkan di bagian akhir penelitian. 1977). Dalam hal ini. bukan dalam jenis-jenis masalah. Selain itu. kami juga menyertakan hipotesis-hipotesis dari teori tersebut. salah satu literatur yang membahas tentang produktivitas penelitian menegaskan bahwa performa penelitian seseorang tidak akan merosot hanya karena ada penghargaan tenure (Holley. atau isu-isu lain maka penelitian tersebut sebaiknya menerapkan teori-teori ini di bagian penelitian (Mertens. Bahkan. bahkan kontras. Teori ilmu sosial atau ilmu kesehatan bisa saja digunakan sebagai kerangka teoretis untuk diuji. sekaligus membandingkan beragam spekulasi teoretis yang terdapat dalam literatur. melainkan dalam jangkauan masalah-masalah tersebut. kami berharap bahwa jenjang-jenjang karier akan sama. ketidakmampuan.1. kami (Creswell & Brown. subproposisi ini justru menekankan pada kelompok karier yang understudied. kami menggambarkan teori tersebut secara induktif dalam bentuk isual berdasarkan kategori-kategori informasi yang berasal dari para informan. Mengapa kebutuhankebutuhan para dosen yang tenured justru lebih banyak dibanding para dosen yang nontenured? Padahal. (Creswell & Brown. dengan harapan kami. Contoh 3. antara lain kami menyatakan: Proposisi dan subproposisi-subproposisi dari teori ini ternyata menampiikan sesuatu yang tidak biasa.3 Teori di Bagian Akhir Penelitian Kualitatif Dengan menggunakan database yang memuat sekitar 33 wawancara kami bersama para ketua jurusan akademik. beragamnya tujuan-tujuan karier para dosen yang post-tenure memperluas kemungkinan munculnya "jenis-jenis" masalah tersebut. 1992) mengembangkan suatu grounded theory yang menghubungkan variabel-variabel (atau kategori-kategori) penelitian. pada bagian ini. orientasi seksual. penelitian metode campuran yang didasarkan pada teori gender. Kami justru menemukan bahwa masalah yang dirasakan para dosen yang post-tenure hampir mencakup keseluruhan masalah yang terdapat dalam daftar. yang menurut Furniss (1981). kami juga membandingkan hasil survei dari para partisipan dengan hasil survei dari penelitian-penelitian lain. Dalam banyak hal. Barangkali. Dalarn bab tersebut. ras atau etnisitas. baik dengan pendekatan kuantitatif maupun kualitatif. mengharuskan kita untuk mengujinya lebih rinci. 2003). Pada bagian ini. Cara lain untuk menerapkan teori dalam penelitian metode campuran adalah dengan menjadikan teori sebagai perspektif teoretis untuk menuntun penelitian.TEORI DALAM PENELITIAN METODE CAM! URAN Teori dalam penelitian metode campuran dapat diterapkan secara deduktif (seperti dengan pengujian atau verifikasi teori kuantitatif) atau secara induktif (seperti dengan pemunculan teori atau pola kualitatif). yakni pengaruh para ketua jurusan terhadap performa dosen. Bertentangan dengan proposisi 2. 1992: 58) 93 .

Tentang prosedur-prosedur penelitian metode campuran. Mertens juga menjelaskan implikasi dasar diterapkannya teori-teori transformatif ini dalam penelitian metode campuran. antidiskriminasi partisipatif. bebas-bias dari kuantitatif dan bermuatan-bias dari kualitatif). dan Hanson (2003) sudah menulis sebuah bab khusus yang menjelaskan hal tersebut secara kompre-hensif. Freirian.Secara historis. Dalam rancangan ini. dan isu-isu ketidakmampuan (disability issues). dan perhatian pada solusi-solusi aksi. Gutmann. dalam menjelaskan paradigma transfor-rriatif-partisipators dan prosedur-prosedur khusus metode campuran. menurut Mertens. para peneliti akan menyadari pentingnya penelitian tentang isu-isu diskriminisi dan tekanan. etnis/ras. dia menegaskan pentingnya perspektif teoretis dalam penelitian metode carnpuran. Creswell. Piano Clark. Sebagaimana diringkas dalam Kotak 3. perlu menggabungkan metodologi emansipatoristransformatif ke dalam semua tahap penelitiannva. gagasan digunakannya landasan teoretis dalam penelitian metode campuran sudah ditunjukkan pertama kali oleh Greene dan Caracelli pada 1997. penerapan metode-metode yang berbeda. kebudayaan/ras/etnik. Teori transformatifnya Mertens ini bisa menjadi gagasan umum bagi serrtua penelitian yang berbasis emansipatoris. kritik.1. Tidak hanya itu. seperti penelitian aksi partisipatoris (participatory action research) dan pendekatan pemberdayaan (empowerment approach). seperti gender. dengan objek penelitian yaitu individuindividu dengan ketidakmarnpuan-ketidakmampuan khusus dan kelompok-kelompok marginal. Mereka menjelaskan kemungkinan penelitian metode campuran menerapkan perspektif-perspektif teoretis yang beragam. dia menekankan pentingnya nilai-nilai dalam meneliti isu-isu feminis. ras/etnis. Greene dan Caracelli menawarkan pencampur-an nilai-nilai dari tradisi-tradisi yang berbeda (seperti. Perspektif-perspektif inilah yang nantinya saling bertumpang tindih dalam penelitian metode campuran (lihat-Bab 10). Mereka mengidentifikasi penerapan rancangan transformatif'untuk penelitian metode campuran. feminis. kelas dan status sosial. gaya hidup. Mereka kemudian membuat model-model visual untuk mengilustrasikan bagaimana perspektif-perspektif ini dapat menjadi panduan bagi penelitian metode campuran. Banyak peneliti metode campuran yang sudah menerapkan gagasan ini. Mertens (2003) melanjutkan pembahasan ini. Dengan membaca pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam Kotak 3. feminis. Para peneliti metode campuran yang menggunakan teoriteori transformatif ini.1 mengarahkan para peneliti 94 . Pertanyaan-pertanyaan dalam Kotak 3. serta perlunya pengharga-an akan perbedaan di antara para partisipan penelitian. Rancangan ini mengutamakan penelitian-penelitian yang berbasis pada nilai dan aksi.1.

1997:24). Identifikasilah penerapan teori tersebut dalam hubungannya dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.untuk respek dalam mengumpulkan dan mengomunikasikan data penelitian dan melaporkan hasil penelitian sehingga dapat menuntun pada per-ubahan dalam proses dan relasi sosial. Langkah-langkah untuk menggunakan teori dalam proposal metode campuran ialah: • • • Tentukan teori apa yang akan digunakan. jelaskan strategi tersebut dan bahaslah poin-poin intinya dalam penelitian yang diajukan. yang di dalamnya gagasan-gagasan emansipatoris juga digunakan. Jika teori digunakan sebagai strategi transformasional dalam penelitian. Penelitian metode campuran di atas "menekankan dimensi-dimensi berbasis nilai dan aksi dari dua tradisi penelitian yang berbeda" (Greene & Caracelli. 95 . Mereka menggunakan perspek-tif teoretis untuk mengonfigurasi kembali bahasa dan percakapan partisipan. lalu mereka mengemukakan pentingnya pemberdayaan dalam penelitian.

1 Pertanyaan-Pertanyaan Emansipatoris-Transformatif untuk PenelitianPenelitian Metode Campuran selama proses Penelitian Membatasi Masalah dan Mencari Literatur • Apakah Anda sudah mencari dengan teliti literatur-literatur yang concern dengan isu-isu diskriminasi dan penindasan? • Apakah Anda sudah membatasi masalah penelitian. merrlbuat pertanyaan-pertanyaan positif dan negatif yang seimbang? Membuat pertanyaan-pertanyaan yang menuntun pada jawaban-jawaban transformatif. membangun kepercayaan. menggunakan kerangka teoretis ketimbang model tertentu yang terbatas. utamanya untuk komunitas yang diteliti? • Apakah Anda sudah benar-benar memanfaatkan waktu dengan komunitaskomunitas ini? (seperti. Mengidentifikasi Rancangan Penelitian • Apakah rancangan penelitian Anda sudah menerapkan treatment yang berbedabeda pada setiap kelompok dan menghormati pertimbangan-pertimbangan etis dari para partisipan? Mengidentifikasi Sumber-Sumber Data dan Memtlih Partisipan • Apakah para partisipan benar-benar pernah mengalami —atau setidaknya berkaitan dengan— diskriminasi dan penindasan? • Apakah para partisipan sudah tepat dilabeli sebagai komunitas yang tertindas? • Apakah proses penargetan populasi sudah memenuhi syarat-syarat pengharaan akan perbedaan? • Apa yang Anda lakukan pada sampel penelitian untuk mengetahui bahwa kelompokkelompok yang tertindas itu benar-benar terwakilkan dengan tepat dan akurat? Mengidentifikasi atau Membuat Instrumen-Instrumen dan Metode-Metode Pengumpulan Data • Apakah proses pengumpulan data dan hasil penelitian akan menguntungkan komunitas yang diteliti? 96 . seperti pertanyaan-pertanyaan yang difokuskan pada persoalan otoritas dan relasi kekuasaan dalam institusi-institusi dan komunitaskomunitas tertentu?).Kotak 3.

peneliti perlu membuat tulisan agak panjang mengenai teori tersebut. Mereka juga dapat memasukkan teori-teori itu dalam rumusan masalah atau hipotesis penelitian. Peneliti kuantitatif tentu membutuhkan landasan teoretis tentang variabel-variabel ini untuk membantunya merancang rumusan masalah dan hipotesis penelitian. peneliti menempatkannya di awal penelitian dalam tinjauan pustaka. Mertens (2003). dan peneliti menyatakan teori mereka dalam bebe rapa bentuk. Tentu saja. "Mixed Methods and the Politics of Human Research: The Transformative-Emancipatory Perspective/' dalam A. jika diletakkan di bagian terpisah. dan metode campuran untuk tujuan yang berbeda-beda. kualitatif. dan Melaporkan Hasil Penelitian • Apakah hasif penelitian akan memunculkan hipotesis-hipotesis baru? • Apakah penelitian ini juga akan meneliti subkelompok-subkelompok (seperti.). pernyataan logika "jika-maka. seperti dalam bentuk hipotesis. atau menempatkannya dalam bagian terpisah. Teori inilah yang menjelaskan bagaimana dan mengapa variabel-variabel itu berhubungan satu sama lain. Ruang lingkup teori bisa saja luas ataupun sempit.M. Jika teori-teori tersebut digunakan secara deduktif. Menafsirkan. berfungsi sebagai jembatan antarvariabel. Tashakkori & C. Handbook of Mixed Methods in the Social & Behavioral Sciences. Diadaptasi atas izin penulis. 97 ." atau dalam bentuk visual. analisis multilevel) untuk mengetahui bahwa ada dampak yang berbeda terhadap setiap kelompok? • Apakah hasil penelitian akan membantu memahami dan memper-jelas relasi kekuasaan? • Apakah hasil penelitian akan mempermudah proses perubahan sosial? Sumber: Diadaptasi seperlunya dari D. RINGKASAN Teori diterapkan dalam penelitian kuantitatif. Teddlie (Ed. Para peneliti kuantitatif menggunakan teori untuk memberikan penjelasan atau prediksi tentang relasi antarvariabel dalam penelitian.• Apakah temuan-temuan penelitian nantinya dapat dipercaya oleh komunitas tersebut? • Apakah komunikasi dengan komunitas tersebut akan berjalan efektif? • Apakah proses pengumpulan data dapat membuka jaian bagi partisipan menuju proses perubahan sosial? Menganalisis.

misal-nya dalam etnografi. atau generalisasi (generalization) yang secara induktif berawal dari pengumpulan dan analisis data. mereka menyaring kembali pertanyaanper-tanyaan follow-up (lanjutan) untuk digunakan sebagai instrumen posintervensi kuantitatif. narkoba. kelas. Mereka juga dapat mengawalinya dengan menggunakan perspektif-perspektif teoretis (misalnya. Para peneliti kualitatif yang menerapkan grounded theory. Mereka juga melakukan 40 wawan¬cara semi-struktur untuk mengidentifikasi demografi.Contoh 3. 31). mereka meneliti bahasa para partisipan yang terjangkit HIV/AIDS dalam konteks sosial. para peneliti kualitatif juga dapat menerapkan teori sebagai penjelasan umurn. gaya hidup. hanya menyajikan penelitian deskriptif tentang fenomena utama. Meski demikian. Para peneliti metode campuran dapat menerapkan teori secara deduktif (sebagaimana dalam penelitian kuantitatif) ataupun secara induktif (sebagaimana dalam penelitian kualitatif). pengetahuan tentang bahaya HIV/ AIDS. dan kelas) dalam penelitian metode campuran mereka. Mereka lalu menyatakan bahwa dalam metakukan penilaian (evaluasi). ras.4 Teori dalam Penelitian Metode Campuran Transformatif-Emansipatoris Hopson. lalu memosisikannya sebagai kesimpulan di akhir penelitian mereka. pola (pattern]. Teori juga dapat diterapkan sebagai poin akhir penelitian (end point). misalnya. berusaha menghasilkan suatu teori yang didasarkan (grounded) pada pandangan-pandangan para partisipan. Dari data kualitatif ini. Lucas. penggunaan obat-obatan. dan keber-terimaan dan ketakberterimaan. dan karakteristik-karakteristik perilaku-sosio seksual. seperti celaan. Teori juga bisa diterapkan sebagai perspektif teoretis untuk membantu peneliti memunculkan pertanyaanpertanyaan tentang gender. yang didominast oleh penduduk Afrika Amerika yang terjangkit HIV/AIDS. dan sebagainya. sebaiknya diterapkan pendekatan pemberdayaan di mana peneliti secara aktif mendengarkan pendapat dari para partisipan dan melaksanakan program-program yang mereka inginkan Sebagaimana dalam penelitian kuantitatif. rutinitas sehari-hari. ras/etnis. ada juga beberapa penelitian kualitatif yang tidak menyertakan teori yang eksplisit. Dengan kerangka teori transformatif-emanstpatoris. Mereka pertama-tama melakukan 75 wawancara etnografis terbuka untuk mengidentifikasi "tema-tema bahasa" (him. dan Peterson (2000) meneliti isu-isu yang sering kali muncul dalam masyarakat urban. yang berhubungan dengan gender. Misalnya. seperti penelitian feno-menologi. para peneliti metode campuran dapat 98 . kepemilikan.

). seperti perspektif feminis. seperti teori-teori formal.1 sebagai panduan identifikasi. Identifikasilah secara cermat bagaimana perspektif tersebut membentuk langkah-langkah dalam proses penelitian itu! Gunakan Kotak 3. Mertens.E. Berdasarkan contoh yang sudah disajikan dalam bab ini. Lebih jauh. atau kelas. Latihan Menulis 1. buat juga model visual teori tersebut yang mengilustrasikan hubungan antarvariabel dalam penelitian Anda! Ikutilah prosedur-prosedur rancangan model kausatif yang sudah dijelaskan dalam bab ini! 3. buku ini juga menunjukkan bahwa teori bisa saja beroperasi pada banyak level dalam penelitian kualitatif. 4. 2003) sudah me-nyediakan prosedur-prosedur khusus bagaimana memasukkan beragam perspektif tersebut ke dalam tahap-tahap penelitian. Teachers College. Setelah itu. Bab-bab dalam buku ini mengilustrasikan beberapa konsensus tentang bagaimana meryjelaskan suatu teori. dan (c) menyajikan penjelasan deskriptif tanpa menggunakan teori yang eksplisit. BACAAN TAMBAHAN Flinders. dan teori seperti apa yang dianggap buruk dan baik. beberapa buku penelitian saat ini (seperti. Carilah artikel-artikel jurnal yang: (a) memodifikasi suatu teori yang muncul sebelumnya. New York: Teachers College Press. etnis/ras. (1993). teori-teori metodologis. & Mills.J. David Flinder dan Geoffrey Mills mengeditori sebuah buku yang membahas tentang perspektif-perspektif yang berasal dari lapangan —"teori lapangan"— seperti yang sudah sering dideskripsikan oleh para peneliti kualitatif. Carilah penelitian metode campuran yang menggunakan satu perspektif teoretis. Berdasarkan keragaman inilah. (Ed. dan meta-teori. 99 . teori-teori epistemologis. Columbia University. Bahkan. diperlukan usaha untuk mencari teori lapangan yang sebenarnya dalam penelitian kualitatif. G.menerapkan pen-dekatan transformasional-emansipatoris yang menggabungkan perspektifperspektif di atas untuk meneliti isu utama. buatlah tulisan Latihan Menulis mengenai perspektif teoretis untuk rencana penelitian kuantitatif Anda! 2. (b) berusaha mengembangkan suatu teori di akhir penelitian. Theory and Concepts in Qualitative Research: Perspectives from The Field.. D.

). formal. G.M. 135-164). 67 (1). "Mixed Methods and The Politics of Human Research: The Transformative-Emancipatory Perspective. Thousand Oaks. Thomas.Buku ini juga mengilustrasikan praktik dari kritisisme kritis. Aspek yang berbeda dari tulisan Mertens ini terletak pada bagaimana ia berusaha merangkaikan paradigma pemikiran transformatif-emansipatorisnya dengan langkah-langkah dalam proses pelaksanaan penelitian metode campuran. Gary Thomas mengkritik penggunaan teori dalam penelitian edukatif. (2003). (b) sebagai hipotesis yang lebih sempit atau longgar. dan edukasional. dia kemudian memunculkan satu tesis bahwa teori tidak seharusnya menstrukturkan apalagi mengekang pemikiran. yaitu: (a) sebagai bahan pemikiran dan refleksi. personal. 100 . 75-104). teori-teori ini harus berkembang secara terus-menerus dan menjadi ad hocery. Tashakkori & C. "What's The Use of Theory?" dalam Harvard Educational Review. isu-isu politik-kemanusiaan dan keadilan sosial. (1997). la juga menawarkan paradigma transformatif-emansipatoris sebagai kerangka teoretis bagi penelitian metode campuran karena paradigma ini digagas oleh para sarjana yang berasal dari kelompok ras/etnis yang beragam. (him. CA: Sage. Berangkat dari catatan-catatan ini. D. Dia mencatat beragam definisi tentang teori dan memetakan empat fungsi teori. Sebalik-nya. Teddlie (Ed. yang menurutnya cenderung membatasi pemikiran. sebagaimana dikatakan Toffler. Donna Mertens mengakui bahwa secara historis." dalam A. (c) sebagai penjelasan untuk menambah pengetahuan dalam bidang yang berbeda. Mertens. dan (d) sebagai pernyataan formal dalam ilmu pengetahuan. Handbook of Mixed Methods in Social and Behavioral Research. metode penelitian pada awalnya tidak terlibat dalam. (him. dari orane-orang yang memiliki ketidakmampuan-ketidakmampuan khusus dan dari kaum feminis.

Apa yang dibutuhkan pembaca untuk memahami topik Anda dengan lebih mudah? Apa yang sudah sedikit-banyak diketahui pembaca mengenui topik Anda? 101 . Maxwell (2005) menyebut sembilan argumentasi inti yang harus diperhatikan peneliti untuk menulis proposal penelitian. Untuk itulah. Dalam bab-bab selanjutnva. utamanya tentang 'format bagian-bagian dan outline topik-topik di dalamnya. kualitatif. Yang jelas. peneliti perlu memiliki gagasan umum tentang struktur penelitian yang akan sajikan. 2. saya menyajikan outline topiktopik proposal. Dalam bab ini. yang akan turut memastikan konsistenst dan keterbacaan proposal tersebut. dan masalah-masalah etis yang harus dipertimbangkan saat proposal tersebut ditulis. Berikut ini saya sajikan sembilan argumentasi tersebut dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan. diperlukan sejenis outline atau draft meskipun topik-topik ini akan bervariasi bergantung pada jenis proposal yang diajukan. sejenis draf tentang bagian-bagian yang perlu dimasukkan dalam proposal penelitian. kualitatif. Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah kesadaran akan tulisan yang baik dan benar.Bab Empat Strategi-strategi Menulis dan Pertimbangan-Pertimbangan Etis S ebelum menulis proposal. saya akan menjelaskan bagian-bagian ini secara lebih detail. peneliti juga perlu mematuhi aturan-aturan etis dan mengantisipasi masalah-masalah etis yang sering kali muncul. Semua topik harus saling berhubungan dan memberikan gambaran kohesif mengenai proyek penelitian secara keseluruhan. 1. atau metode campuran. Struktur proposal ini akan berbeda tergantung pada apakah proyek yang ditulis adalah kuantitatif. praktik-praktik penulisan proposal agar mudah dibaca. atau metode campuran. Sepanjang penggarapan proposal. Bab ini akan menjelaskan garis-garis besar susunan proposal penelitian secara keseluruhan. suatu proposal penelitian di-bentuk oleh beberapa argumentasi utama. MENULIS PROPOSAL Bagian-Bagian dalam Proposal Salah satu syarat utama yang harus dipenuhi sebelum menulis proposal adalah mempertimbangkan topik-topik apa saja yang akan dimasukkan dalam proposal tersebut. apakah kuantitatif. secara keseluruhan.

hasil-hasil sementara. jika masing-masing disajikan secara tepat dalam satu bagian proposal.3. Outcomes yang diharapkan. Tujuan penelitian dan batasan masalah. akan membentuk fondasi penelitian yang baik dan sangat membantu proses penyusunan proposal secara keseluruhan. Yang menarik dari sembilan pertanyaan di atas adalah disertakannya verifikasi penemuan. saya menawarkan dua model alternatif. 9. Contoh 4. 6. 102 . sedangkan Contoh 4. pertimbangan-pertimbangan etis. bukti observasi. catatan waktu. Komponen-komponen ini dapat memfokuskan perhatian pembaca pada elemen-elemen kunci yang sering kali diabaikan dalam proposal penelitian. Lampiran: pertanyaan-pertanyaan wawancara. 7. Strategi-strategi menvalidasi hasil penelitian. Susunan naratif penelitian. Prosedur-Prosedur Asumsi-asumsi filosofis tentang penelitian kualitatif. Rumusan masalah. 4. Contoh 4. dan bukti manfaat atau tidaknya sebuah proposal. dan anggaran yang diajukan. 8.2 didasarkan pada perspektif advokasi/partisipatoris. Masalah-masalah etis yang mungkin muncul. Format Proposal Kualitatif Mengenai format proposal kualitatif. 5.1 Format Konstruktivis/Interpret!vis Kualitatif Pendahuluan Latar belakang masalah (mencakup literatuMiteratur yang ber-hubungan dengan rnasalah tersebut dan pentingnya penelitian). Hasil-hasil sementara (jika ada). Prosedur-prosedur pengumpulan data. Peran peneliti. Strategi penelitian kualitatif. Apa yang Anda harapkan dari penelitian Anda? Rancangan seperti apa dan siapa saja orang-orang yang ingin Anda teliti? Metode-metode apa yang ingin Anda gunakan untukmenyajikan data? Bagaimana Anda akan menganalisis data? Bagaimana Anda akan menvalidasi penemuan-penemuan Anda? Masalah-masalah etis apa saja yang akan Anda sajikan? Apakah hasil-hasil sementara sudah menunjukkan bahwa penelitian yang Anda ajukan ini bermanfaat dan bisa diterapkan? Sembilan pertanyaan ini.1 didasarkan pada perspektif konstruk-tivis/interpretivis.

Prosedur-prosedur pengumpulan data (meliputi pendekatan-pendekatan pengumpulan data secara kolaboratif bersama para partisipan). Prosedur-prose*dur analisis data. Hasil-hasil semwentara (jika ada). dan pentingnya penelitian). Prosedur-Prosedur. sebagaimana yang sudah dijelaskan pada Bab 3. Selain itu. Asumsi-asumsi filosofis tentang penelitian kualitatif. yaitu pendahuluan dan prosedur-prosedur. dan anggaran yang diajukan. Masalah-masalsh etis yang mungkin muncul. Misalnya. dan menyatakan perubahan-perubahan yang dapat ditawarkan oleh penelitian ini. Perubahan-perubahan advokasi/partisipatoris yang diharapkan. Tinjauan pustaka bisa saja dimasukkan.2 Format Advokasi/Partisipatoris Kualitatif Pendahuluan Latar belakang masalah (meliputi isu-isu advokasi/partisipatoris yang akan dieksplorasi. 103 . peneliti hanya menyertakan dua bagian utama.. denganmembuat catatan waktu dan menyajikan anggaran yang diajukan peneliti setidak-tidaknya sudah memberikan informasi yang berguna bagi pihak perguran tinggi meskipun bagian-bagian ini biasanya tidak dijumpai dalam outline proposal. lagi pula. saya juga sudah menambah bagian-bagian yang mungkin pada awalnya tampak tidak lazim. tinjauan pustaka bisa dimasukkan di akhir penelitian atau di bagian outcomes yang diharapkan. Strategi penelitian kualitatif. Lampiran: pertanyaan-pertanyaan wawancara. berkolaborasi dengan para partisipan dalam pengumpulan data. catatan waktu. Peran peneliti. peneliti mengidentifikasi isu-isu advokasi/partisipatoris tertentu yaing akan dieksplorasi dalam penelitian (seperti marginalisasi dan pemberdayaan). Prosedur-proseedur pencatatan/perekaman data. Tujuan penelitian dan batasan masalah. Rumusan masalah. Susunan naratif. Contoh 4.Pada contoh di atas. bukti observasi. Strategi-stratecgi menvaiidasi hasif penelitian. tetapi hanya bersifat optional saja. literatur-literatur yang berhubungan dengan isu tersebut. Pentingnya penelitian. Format proposal di atas tadi sama dengan format sebelumnya (konstruktivis/interpretivis) kecuali dalam hal bahwa dalam format proposal ini.

Contoh ini juga sangat berguna bagi para peneliti yang ingin merancang bagian-bagian penelitian untuk disertasi atau membuat kerangka topik-topik untuk penelitian-penelitian akademik yang lain. dan pembahasan.Format Proposal Kuantitatif Untuk penelitian kuantitatif.4 (yang diadaptasi dari buku Creswell & Piano Clark. Miller. sangat penting menjelaskan sejak awal alasan-alasan diterapkannya pendekatan metode campuran dan mengidentifikasi elemen-elemen kunci dari rancangan ini. 1991. Contoh 4. Format ini menunjukkan bahwa peneliti menerapkan komponen-komponen kuantitatif dan kualitatif (khususnya. misalnya. formatnya disesuaikan dengan bagian-bagian yang biasanya terdapat dalam artikel-artikel jurnal kuantitatif. Dalam merencanakan penelitian kuantitatif atau proposal disertasi. seperti metode campuran. 2007). hasil. Rudestam & Newton. 2007). bisa jadi bermacam-macam antarmasingmasing penelitian (lihat. dan prosedur-prosedur pengumpulan dan analisis data kuantitatif dan kualitatif. khususnya dalam pendahuluan. 2007). 104 . tujuan pe-nelitian dan rumusan masalah) sebagai komponen-komponen Metode campuran. Format Proposal Metode Campuran Untuk proposal metode campuran. pertimbangkanlah format berikut ini sebagai panduan menulis (lihat Contoh 4. gambaran visual prosedur-prosedur penelitian secara umum. tinjauan pustaka. Ilustrasi untuk format proposal metode campuran ini dapat dilihat pada Contoh 4.3 merupakan format standar untuk penelitian ilmu sosial meskipun susunan bagian-bagiannya.3). Untuk itu. peneliti dapat menggabungkan format kuantitatif dan kualitatif (lihat Creswell & Piano Clark. metode penelitian. Format tersebut pada umumnya terdiri dari pendahuluan.

Perspektif teoretis. Merinci terlebih dahulu bagian-bagian dalam rancangan proposal.Contoh 4. Merancang Bagian-Bagian dalam Proposal Penelitian Di sini. dan partisipan. sampel. Rumusan masalah atau hipotesis.3 Format Kuantitatif Pendahuluan Latar belakang masalah (meliputi pembahasan mengenai masalah yang diangkat dan pentingnya penelitian). Instrumen-instrumen pengumpulan data. Lampiran: instrumen. Isu-isu etis yang mungkin muncul. terkait dengan bagaimana merancang struktur keseluruhan proposal penelitian. Mengerjakan satu bagian akan mendorong munculnya gagasan-gagasan baru ketika merancang bagianbagian proposal yang lain. Hasil-hasil sementara. vartabel-variabel. ada beberapa tips penelitian yang sering kali saya sampaikan kepada para mahasiswa. saringlah kembali ke bagian-bagian tersebut dengan mempertimbangkan secara lebih detail informasiinformasi lain yang mungkin perlu dimasukkan ke dalam setiap bagian. Tinjauan Pustaka Metode Penelitian 3enis rancangan penelitian. buatlah satu draft atau outline bagian-bagian proposal. Kemudian. Populasi. 105 . Prosedur-prosedur analisis data. catatan waktu. dan anggaran yang diajukan. dan materi-rnateri. Pertama-tama. Tujuan penelitian dan batasan masalah. lalu tulislah sesuatu dalam setiap bagian tersebut.

Pendekatan-pendekatan dalam menvalidasi data kuantitatif dan kualitatif. tinjauan kualitatif. Tujuan Penelitian Tujuan atau manfaat peneiitian dan rasionalisasi digunakannya metode campuran. Tinjauan pustaka (tinjauan kuantitatif.Contoh 4.4 Pendahuluan Format Metode Campuran Latar belakang masalah. Isu-isu etis yang mungkin muncul. Sumber-sumber dan skill-skill peneliti. Jenis rancangan yang digunakan dan definisinya. Referensi dan lampiran-lampiran. dan bentukbentuk visual lain. Contoh-contoh penerapan rancangan tersebut. protokol penelitian. Penelitian-penelitian sebelumnya yang juga mernbahas masalah tersebut. Tantangan-tantangan menggunakan rancangan ini dan bagaimana menghadapi tantangantantangan tersebut. rumusan masalah kualitatif. dan tinjauan metode campuran}. Prosedur-prosedur analisis data metode campuran. Landasan-landasan filosofis tentang peneiitian metode campuran. Rumusan masalah dan hipotesis (rumusan masalah atau hipotesis kuantitatif. 106 . Pengumpulan dan analisis data kualitatif. Kekurangan-kekurangan dalam penelitian-penelitian sebelumnya dan satu kekurangan yang membuat Anda merasa perlu mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan untuk menutupi kekurangan ini. Para pembaca yang dapat mengambil manfaat dari penetitian ini. Metode Campuran Definisi peneiitian metode campuran. seperti instrumen penelitian. Catatan waktu dalam menyelesaikan penelitian. rumusan masalah metode campuran). Pengumpulan dan analisis data kuantitatif. Referensi dan penyertaan diagram visual.

Setiap kali saya membaca buku-buku seperti ini. Pelajari topik-topik yang dibahas dan susunan di dalamnya hingga ke tahap yang lebih detail. saya waktu itu sedang membaca Reading Like a Writer-nya Francine Prose (Prose. • Mintalah pertimbangan dari pembimbing Anda tentang format proposal yang ia harapkan. salah satunya. oleh hasil pembacaan saya pada buku-buku panduan menulis tersebut. Saya biasanya membeli satu buku baru tentang teknik-teknik menulis setiap kali saya mengerjakan proposal penelitian. Hingga saat ini. Untuk mengatasi masalah ini. saya akan memberikan pada Anda gagasan-gagasan kunci yang saya dapatkan dari buku-buku favorit yang pernah saya baca. cobalah untuk benar-benar menulis gagasan-gagasan Anda. mulai dari buku-buku profesional hingga buku-buku akademik.• Pelajari proposal-proposal dari mahasiswa lain yang juga dipandu oleh pembimbing Anda dan perhatikan proposal-proposal tersebut dengan seksama. saya terus teringat dengan prinsip-prinsip menulis yang baik yang harus saya terapkan pada penelitian saya. 2006). Untuk itu. penelitian-penelitian saya sudah menjangkau berbagai spektrum yang luas. dan bukan membicarakannya. Ketika buku Research Design ini saya tulis untuk edisi yang ketiga. • Pastikan apakah program atau institusi Anda menawarkan sejenis kursus tentang pembuatan proposal atau topik-topik lain yang sejenis. Gandakan proposalproposal yang me-nurut pembimbing Anda paling layak diajukan pada pihak perguruan tinggi. Semua ini tentu saja didukung. saya merekomen-dasikan beberapa langkah berikut: • Di awal proses penelitian. pada bagian ini. Jangan terlalu mengandalkan artikel jurnal sebagai panduan penyusunan. Menulis Gagasan Setiap tahun. Susunan bagian-bagian proposal yang terdapat dalam artikel-artikel jurnal bisa saja tidak memberikan banyak informasi yang diinginkan oleh pembimbing atau pihak perguruan tinggi. Kelas-kelas seperti ini sering kali membantu Anda dalam menyusun proyek penelitian dan membantu pembaca memahami dan merespons gagasan-gagasan dalam proposal tersebut. Para penulis ahli me-mandang proses menulis layaknya 107 . saya selalu mengumpulkan berbagai buku tentang teknik menulis yang baik. Menulis seperti Berpikir Salah satu tanda penulis yang kurang berpengalaman adalah ia lebih suka mendiskusikan penelitian yang diajukan ketimbang me-nulis tentangnya.

yakni: mulai dari menulis. Sebelum merancang proposal. lebih tepatnya melihat bagaimana hasil akhir itu tampak ke permukaan. Setidak-tidaknya. dan pentingnya proyek tersebut bagi para pembaca. dan pada akhirnya pun juga mampu mengklarifikasi gagasan-gagasan di dalamnya. lalu menulis kembali. yang menulis draf pertama secara keseluruhan tanpa peduli terlebih dahulu betapa buruknya draf tersebut. • Jangan mengedit proposal Anda pada tahap-tahap awal. Peneliti yang berpengalaman akan menulis draf pertama dengan sangat hati-hati tetapi ia tidak menulis draf yang benar-benar sudah dipoles: pemolesan ini hanya akan membuat proses penulisan menjadi lamban. Pembimbing akan memberikan respons yang lebih baik ketika mereka membaca gagasan-gagasan di atas kertas daripada ketika mereka mendengar dan mendiskusikan topik penelitian dengan mahasiswa atau rekannya. Selain itu. yang ber-usaha membuat satu paragraf yang benar-benar baik sebelum beralih pada paragraf selanjutnya. cara ini akan membuat gagasan-gagasan di kepala Anda'segera tercurahkan. 1973) yang lebih merekomendasikan agar seseorang melewati proses literatif. Lebih baik. Konsep tentang menulis gagasan-gagasan di atas kertas ini sudah banyak membantu orang dalam merangkai tulisan yang baik. Draf ini dapat berisi sejumlah informasi penting: masalah penelitian yang akan dianalisis. Anda mempertimbangkan model tiga-tahapnya Franklin (1986) yang saya pandang sangat bermanfaat dalam membuat proposal awal dan penulisan penelitian akademik yang saya 108 . lalu melihat topik mana yang lebih disukai pembimbing Anda dan memberikan kontribusi besar bagi bidang yang tengah Anda geluti saat ini. dan penulis yang "membiarkan semuanya menggelantung pada draf pertama". lebih baik menulis empat draf (masing-masing 15 menit) daripada menulis satu draf (yang harus dihabiskan selama 15 menit). Yang berada di antara kedua jenis ini adalah Peter Elbow (Elbow. mereview.berpikir (Bailey. Zinsser (1983) meng-identifikasi dua jenis penulis: "tukang batu" (bricklayer). penting juga membuat draf untuk topik-topik yang berbeda sebanyak satu sampai dua halaman. buatlah draf ringkas sebanyak satu hingga dua halaman tentang proyek Anda dan biarkan pembimbing Anda memberikan arahan atas penelitian yang Anda ajukan. 1984). • Lebih baik menulis beberapa draf proposal ketimbang mencoba memoles drafpertama. tujuan penelitian. Kata Elbow: jika Anda punya satu jam untuk membuat sebuah tulisan. pembaca akan mampu menvisualisasi hasil akhir-nya. Ketika peneliti berusaha menuliskan gagasan-gagasannya di atas kertas. sumber data. rumusan masalah yang akan diajukan. Zinsser (1983) membahas pentingnya mengekspresikan kata-kata (gagas-an-gagasan) di kepala ke atas kertas.

Merancang draf yang benar-benar utuh dalam satu waktu memang dapat memberikan Anda perspektif awal ketika mereview hasil tulisan sebelum dilakukan pengeditan yang sebenarnya. Pilihlah waktu-waktu khusus dalam satu hari untuk menggarap proyek penelitian Anda. Menulislah secara reguler meski hanya sebentar. Bahkan. mengumpulkan informasi. buatlah sebuah outline. edit dan poleslah setiap kalimat yang sudah Anda tulis. lengkap dengan gagasan-gagasan pokoknya. dan mereview beberapa hal yang sudah ditulis dalam proposal penelitian. sebentar-sebentar memulai lagi) sering kali menghambat rampungnya penulisan. 2. Pilihlah tempat yang bebas dari gangguan. Ini akan membantu Anda menemukan waktu yang tepat buat menulis. lalu nyatakan gagasan-gagasan tersebut dalam bentuk paragraf-paragraf. 3. cobalah memetakan aktivitas keseharian Anda dalam momen-momen setengah-jam-an selama satu sampai dua minggu. menjadi seorang penulis mingguan. namun proses menulis yang tidak konsisten ini (sebentarsebentar berhenti. Menulis proposal secara kontinu yang saya maksudkan adalah menulis beberapa paragraf setiap hari atau se-tidak-tidaknya libatkan pikiran kita setiap hari dalam proses berpikir. tulislah aktivitas keseharian Anda. yaitu penulis yang hanya memiliki waktu untuk mengerjakan penelitian-nya pada akhir-akhir pekan setelah semua pekerjaan "penting" hariannya terselesaikan. Tulislah satu draf utuh. Pertama-tama. Akhirnya.lakukan selama ini: 1. lalu cobalah untuk berdisiplin dalam menulis pada momen-momen itu setiap harinya. • • • • Menulislah ketika Anda sedang fresh. Buatlah jadwal aktivitas menulis sehingga Anda dapat merencana-kan kapan harus 109 . Jangan menulis ketika Anda kekenyangan. atau dapat berupa peta visual. baik ketika siap maupun belum siap untuk menulis. outline ini dapat berupa kalimat-kalimat atau kata-kata. Kebiasaan Menulis Cobalah untuk berdisiplin dan membiasakan diri menulis proposal secara reguler dan terus-menerus. Boice (1990:77-78) menawarkan ide tentang bagaimana Anda membangun kebiasaan menulis yang baik: • • Dengan prioritas yang sudah Anda miliki. Jika Anda merasa tidak memiliki waktu untuk menulis secara reguler. cara seperti ini dapat mengubah seorang penulis yang awalnya memiliki bakat menulis yang baik.

seperti menulis sebuah surat kepada seorang teman. penulis juga harus menghangatkan pikiran dan jari-jari terlebih dahulu sebelum benar-benar menulis. 110 . proses menulis itu berlangsung secara perlahan-lahan danbahwa penulis harus merasa mudah ketika menulis. Yang juga penting diketahui. Steinbeck selalu memulai aktivitas menulisnya setiap hari dengan membuat satu surat kepada editor sekaligus teman dekatnya. Pascal Covici. Carrol (1990) memberikan contoh latihan untuk memperbaiki kontrol seorang penulis yang ingin membuat tulisan yang deskriptif dan emotif: • • • • • Deskripsikan suatu objek.mengerjakan unit-unit tulisan tertentu dalam setiap sesi. Tulislah serangkaian petunjuk sederhana untuk tulisan-tulisan yang diperkirakan sangat rumit untuk dimengerti. Aktivitas menulis yang tidak tergesa-gesa. Layaknya pembalap yang selalu menggeliat sebelum balapan dimulai. tanpa terlebih dahulu menceritakan nama objek tersebut kepada pembaca. lalu tulislah dengan tiga cara yang ber-beda-beda (him. Ada banyak pemanasan lain yang bisa dilakukan. di sebuah notebook. Tulislah sebuah percakapan dramatis di antara dua orang yang sekiranya dapat membuat pembaca penasaran. . brainstorming di depan komputer. Tulislah setidak-tidaknya tiga hal: (a) waktu yang digunakan untuk menulis. dapat membuat tugas menulis lebih mudah. atau merenungkan sebuah syair. membaca tulisan-tulisan di komputer. Saya teringat konsep "masa-pemanasan"-nya John Steinbeck (1969:42) yang dideskripsikan secara detail dalam Journal of a Novel: The East of Eden Letters. dan (c) perkiraan kapan tugas dapat selesai secara keseluruhan. lengkap dengan bagian-bagian dan dimensi-dimensinya. Carilah satu tema pokok. (b) jumlah halaman yang dapat diselesaikan. .ni Diskusikan tulisan Anda dengan teman-teman yang suportif dan konstruktif sehingga Anda merasa siap untuk go public. 113116). • Cobalah menaati kartu harian Anda. Cobalah menulis dua atau tiga proyek penulisan secara serempak sehingga Anda tidak overload dengan satu proyek saja. • • • Rencanakan tujuan-tujuan harian Anda. Latihan yang terakhir ini tampaknya cocok bagi para peneliti kualitatif yang menganalisis data mereka dengan kode-kode dan tema-tema yang beragam (lihat Bab 9 mengenai analisis data kuali-tatif).

bahkan kopi dan snack (Wolcott. • Gunakan istilah-istilah yang konsisten di sepanjang proposal Anda. • Pertimbangkan pula seberapa naratif gaya pemikiran yang Anda terapkan agar pembaca dapat memahami proposal Anda. pertimbangkan pula instrumen-instrumen penulisan dan tempat fisik yang membantu proses penulisan Anda berjalan baik dan disiplin. Ada empat jenis gaya pemikiran yang bisa diper-timbangkan: 1. saya mendorong meja panjang saya ke dinding kosong sehingga saya tidak dapat melihat dari jendela mana pun. sehingga imajinasi dapat muncul dari kegelapan. 111 . Jangan menggunakan sinonim-sinonim dari istilah-istilah tersebut. Instrumen-instrumen tersebut— seperti komputer. Pakailah istilahistilah yang sama setiap kali variabel disebutkan dalam penelitian kuantitatif atau fenomena utama dalam penelitian kualitatif. Saya tak mau berada di atas aspal dan kerikil. Setting fisik juga turut membantu. Suatu hari. Publication Manual APA (2001) membahas tentang bagaimana menyajikan tulisan yang rapi dengan cara menunjukkan hubungan antargagasan dan menggunakan kata transisional. 2001)— memberikan banyak opsi kepada Anda untuk dapat comfortable ketika menulis. Keterbacaan Tulisan Sebelum mulai menulis proposal.Selain itu. atau menjelaskan umbrella thought. lima belas tahun lalu. Ketika saya menggarap pekerjaan ini tujuh tahun lalu. dan pekerjaan saya pun terselesaikan (Dillard. saya juga menulis di dekat perapian di area parkir. Di sana ada banyak pohon pinus yang tidak berhenti berguguran daunnya sehingga membuat saya merasa bahwa pekerjaan di dekat bara api ini lebih baik. Konsep ini pernah dikemukakan oleh Tarshis (1982) yang merekomendasi-kan agar penulis membuat tahapan pemikiran untuk membim-bing pembaca. Annie Dillard. keypad yang nyaman dipakai. 1989:26-27). Hal ini hanya akan membuat pembaca bingung memahami makna setiap gagasan dalam proposal penelitian Anda. justru menghindari tempat-tempat yang menarik perhatian: Seseorang ingin ruangannya tanpa pemandangan. pensil. mengklarifikasi. pena kesayangan. cobalah berpikir tentang bagaimana Anda meningkatkan keterbacaan proposal Anda. penting juga meng-gunakan istilah-istilah yang konsisten dan terus membangun kohe-rensi dalam proposal penelitian Anda. Big thoughts —gagasan-gagasan atau gambaran-gambaran tertentu yang berada dalam ranah umbrella thought untuk memperkuat. Selain itu. seorang novelis pemenang penghargaan Pulitzer. Umbrella thoughts —gagasan-gagasan umum atau inti yang disilangkan satu sama lain. 2.

peneliti diharapkan dapat berpikir dalam konteks narasi yang detail agar gagasan-gagasan umbrella dapat tersampaikan dengan jelas. seperti yang sering ditulis oleh para jurnalis dalam artikel-artikel koran. juga dibutuhkan. Little thoughts —gagasan-gagasan atau gambaran-gambaran yang fungsi utamanya adalah memperkuat big thoughts. Salah satu gejala masalah ini adalah terlalu cepatnya peralihan gagasan secara terus-menerus dari satu gagasan umum ke gagasan umum yang lain dalam satu naskah. namun tidak didukung oleh isi yang detail untuk memperjelas gagasangagasan besar tersebut. seperti tujuan penelitian. dan tinjauan pustaka (yang banyak muncul dalam proyek kuantitatif). Akibatnya. Konsistensi ini akan turut mem-bangun koherensi dalam penelitian.3. Konsistensi nama-nama variabel dalam judul. Pembaca harus melihat secara ke-seluruhan susunan gagasan-gagasan melalui paragraf-paragraf awal dan harus diberi tahu mengenai poin-poin terpenting di bagian akhir yang nantinya dapat mereka ingat. rumusan masalah. Koherensi dalam tulisan berarti bahwa gagasan-gagasan Anda terikat bersama dan mengalir secara logis dari satu kalimat ke kalimat lain dan dari satu paragraf ke paragraf lain. Attention or interest thoughts —gagasan-gagasan yang tujuan-nya adalah mengorganisasi pemikiran-pemikiran lain dan menjaga perhatian pembaca agar tetap berada dalam satu jalur pemikiran/konsep tulisan. tujuan penelitian. dan hipo-tesis). Attention thoughts. misalnya. • Terapkanlah koherensi untuk menambah keterbacaan naskah. menggambarkan dengan jelas bagaimana koherensi ini bekerja. suatu gagasan umum tidak jarang ditulis dalam satu para-graf yang sangat pendek dalam pendahuluan proposal. rumusan masalah. Begitu pula. Pembaca membutuhkan rambu-rambu dan petunjuk-petunjuk agar mereka dapat memahami peralihan dari satu gagasan umum ke gagasan umum selanjutnya (Bab 6 dan 7 akan membahas rambu-rambu dalam penelitian. yang merupakan statemen-statemen ter-organisir untuk memandu pembaca. Para peneliti pemula pada umumnya selalu berputar-putar dalam umbrella thought dan attention thought. proposal mereka dipenuhi dengan gagasan umbrella yang sangat banyak. Hal ini biasa muncul dalam tinjauan pustaka yang di dalamnya peneliti perlu menyediakan bagian-bagian besar yang lebih banyak untuk mengikat dan menyimpulkan semua literatur secara bersama-sama. Bahkan. Untuk itulah. menekankan urutan yang konsisten kapan pun variabel bebas dan terikat disebutkan juga merupakan teknik yang dapat digunakan untuk membangun 112 . Paragraf yang terorganisir utamanya sangat dibutuhkan di awal dan akhir tinjauan pustaka. 4.

Teknik ini diterapkan agar para mahasiswa dapat menemukan koherensi dalam proposal penelitian.koherensi. koherensi dapat dibangun dengan menghubungkan kalimat-kalimat dan paragraf-paragraf dalam naskah. sejak dari halaman pertama. kemudian setelah latihan usai. baru saya memberikan kutipan yang lengkap dengan tanda-tandanya. Pada level yang lebih detail. 113 . atau kalimat-kalimat transisional untuk membangun koherensi yang jelas. frasa-frasa. Karena gagasan inti suatu kalimat seharusnya terhubung pada gagasan inti pada kalimat selanjutnya maka mereka harus menandai hubungan ini. Jika hubungan semacam ini tidak dibuat mudah. Saya juga meminta para mahasiswa untuk memastikan bahwa antarparagraf dan antarkalimat sudah terhubung dengan teknik hook and eye.5 yang dikutip dari proposal salah seorang mahasiswa berikut ini akan menunjukkan kepada Anda bagaimana level tinggi koherensi tersebut terjadi. Pada mata kuliah pengembangan proposal yang saya ampu. Seperti yang sudah dijelaskan. Dalam kutipan ini. Latihan hook and eye-nya Wilkinson (1991) tampaknya dapat diterapkan untuk menghubungkan gagasan-gagasan dari kalimat satu ke kalimat lain dan dari paragraf satu ke paragraf yang lain pula. berarti sebuah tulisan tidak mampu menghubungkan peralihan gagasan-gagasan dan topik-topik secara koheren. saya sering menyediakan satu kutipan dari pendahuluan sebuah proposal dan meminta mahasiswa untuk menghubungkan kalimat-kalimat di dalamnya dengan melingkari dan menggaris gagasangagasan inti untuk menghubungkan gagasan-gagasan tersebut dari kalimat satu ke kalimat yang lain. saya sudah menerapkan pola hook and eye untuk menghubungkan gagasan-gagasan dari kalimat satu ke kalimat lain dan dari paragraf satu ke paragraf lain. Zinsser (1983) menyarankan agar setiap kalimat ditulis secara bersambung dan logis. Pertama-tama. 1991) adalah untuk menghubungkan gagasan-gagasan di setiap kalimat dan paragraf. tujuan latihan hook and eye ini (Wilkinson. Untuk itu. Contoh 4. berarti ada kata-kata transisional yang hilang. saya memberikan kutipan yang tidak diberi tanda apa pun kepada para mahasiswa. penulis perlu menambah kata-kata. dan untuk itu perlu dibumbui. Jika kalimat-kalimat tersebut tidak terhubung. Kutipan ini diambil dari bagian pen-dahuluan proyek disertasi kualitatif seorang mahasiswa yang membahas tentang siswa-siswa yang berisiko gagal.

daripada konstruksi proposal yang diajukan oleh peneliti.Kalimat Aktif. gagasan saya tentang kalimat aktif. dan sebagainya). menemukan gagasan. dan "berlebih-lebihan" dalam bagian ini sebenarnya juga bisa Anda gunakan untuk menyegarkan dan memperkuat tulisan akademik Anda selama ini. lebih baik menerapkan konstruksi proposal yang peneliti ajukan (penj.). 114 . Penulis dapat menggunakan konstruksi pasif dengan variasi ini ketika subjek yang bertindak dapat secara logis diletakkan di kiri kalimat dan ketika apa yang dilakukan subjek tersebut dapat diletakkan sesudahnya (Ross-Larson. seperti was. Kata Kerja. Contoh-contohnya meliputi will be. have been. 2001). se-orang peneliti etnografi. Jika harus menggunakan konstruksi pasif. berbicara tentang bagaimana mengasah kemampuan editing dengan cara mengurangi kata-kata yang tidak perlu. 1982). "kalimat aktif jika subjeknya melakukan tindakan. Menurut penulis sastra. • Untuk tulisan-tulisan akademik. kata-kata yang digaris miring (italic). kata kerja. Misalnya. Ross-Larson (1982). kini saatnya Anda belajar menulis kalimat-kalimat dan kata-kata. Inilah tahap yang harus dilalui terakhir kali dalam proses penulisan. dan is being. gunakanlah kalimat aktif se-banyak mungkin (APA. Selain gagasan dari Wolcott di atas. Ada banyak buku yang membahas tentang bagaimana menulis penelitian atau menulis kesusastraan dengan aturan-aturan dan prinsip-prinsip yang harus diikuti terkait dengan konstruksi kalimat dan diksi yang tepat. mengukur diksi. menghilangkan kalimat pasif. meminimalisir frasa-frasa yang sering diulang. cobalah untuk menvariasi-kan auxiliary verb. misalnya. Anda tidak akan diajari untuk menulis dari tahap paling dasar (seperti merangkai kalimat. Wolcott (2001). melainkan dari tahap — meminjam istilah Franklin (1986)— memoles tulisan. Kalimat pasif jika subjeknya dikenai tindakan" (him. Dalam bagian ini. Persoalan tata bahasa dan konstruksi kalimat sebenarnya sudah dijabarkan dalam Publication Manual APA (2001). dan mereduksi kutip-an-kutipan yang berlebihan. dan pernyataan-pernyataan yang dikurawal. 29). dan "Berlebih-lebihan" Setelah belajar bagaimana mengekspresikan pemikiran-pemikiran dan paragrafparagraf. akan tetapi saya tetap menyertakan bagian ini untuk me-nyoroti beberapa masalah tata bahasa yang sering kali saya lihat dalam proposal-proposal mahasiswa saya dan tulisantulisan saya pribadi.

Halaman ini Sengaja dikosongkan Cek di buku 115 .

Halaman ini Sengaja dikosongkan Cek di buku 116 .

dan sesuai dengan bidang tulisan yang disusun. tetapi di umurnya yang sekarang. dan present tense (seperti. Verba-verba yang kurang kuat biasanya adalah verba-verba yang minim-aksi (is atau was." Pada awalnya. Padahal. dia justru sangat sulit mengucapkan kalimat-kalimat yang mudah (Bunge. dan mengedit tulisan. Saya jadi teringat dengan prosa lucu yang ditulis oleh Bunge (1985): Sekarang. Publication Manual APA (2001) hanya merekomendasikan past tense (seperti. yang sering kali dimulai dengan kata-kata seperti ini. "penemuan kualitatif tersebut me-nunjukkan") untuk membahas hasil penelitian dan menyajikan kesimpulan. dia tidak pernah mengucapkan kalimat-kalimat seperti itu. "Jones telah melaporkan") atau present perfect tense (seperti.. seperti modi-fikasimodifikasi yang terlalu banyak. melainkan justru sebagai petunjuk yang sangat bermanfaat. 1985:172). Untuk menghindari hal ini.. "Sesuatu yang berlebihan" di sini merujuk pada kata-kata yang tidak terlalu penting dalam menjelaskan makna suatu gagasan. Anda bisa melihat orang-orang pintar yang berusaha mem-buat kalimat yang rumit. yang seharus-nya diterapkan adalah future tense. misalnya) atau verba-verba yang berfungsi sebagai adjektiva atau adverbia. past tense untuk mendeskripsikan hasil penelitian (seperti. mereview. gunakanlah present tense untuk menambah kesegaran dalam penelitian. Proses ini biasanya me-liputi tindakan menulis. the study of— yang hanya akan menambah kata-kata yang tidak terlalu penting (Ross-Larson. dan konstruksi "the-of" —misalnya. "diketahui bahwa stres telah menurunkan harga diri"). 117 . Saya melihat semua ini bukanlah sebagai aturan yang rumit dan berat. kurangilah kata-kata yang berlebihan. "Saya hanya akan bisa berharap bahwa kita akan bisa. para penulis sebaiknya membuat banyak draf untuk satu naskah/tulisan. Verba ini setidak-tidaknya dapat mendukung semua waktu yang tersaji secara implisit dalam proposal penelitian. Untuk penelitian-penelitian yang sudah di-lakukan.• Gunakanlah verba-verba yang kuat. preposisi-preposisi yang terlalu sering muncul. setiap harinya hampir selalu mengatakan kalimat yang rumit. dengan pergaulan yang jauh dari krisis kehidupan anak-anak muda. bersemangat. "Peneliti baru saja melaporkan") untuk tinjauan pustaka dan pro-sediir-prosedur yang berdasarkan pada peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi. • Berusahalah mengedit dan merevisi draf-draf naskah Anda agar hal-hal yang sekiranya terkesan "berlebihan" dapat terkurangi.. Seorang rekan yang saat ini menjadi staf administrasi universitas. khususnya di bagian pendahuluan. • Banyak peneliti menggunakan past tense dalam menulis tinjauan pustaka dan melaporkan hasil penelitian. Dalam proses editing. 1982).

dan Quality and Quantity. Untuk mengetahui masalah-masalah etis ini. Salah satu ciri tulisan yang baik adalah mata dan pikiran ini tidak akan terhenti dan ter-sendat tiba-tiba dalam sebuah kutipan atau kalimat tertentu. Qualitative Inquiry. membangun kepercayaan (pada) mereka. Glesne. seperti Journal of Mixed Methods Research. Administrative Science Quarterly. cobalah mempelajari jurnal-jurnal yang melaporkan penelitian dengan kombinasi data kualitatif dan kuantitatif. dan Image: Journal of Nursing Scholarship. Para pengajar yang membimbing penelitian kualitatif setidak-tidaknya perlu menugaskan pada maha-siswa untuk membaca buku-buku terkenal. Sociology of Education. American Educational Research Journal. berusaha jujur dalam penelitian. mulai dari masalah-masalah seperti pembocoran rahasia individu. Dalam buku ini. Symbolic Interaction. Qualitative Family Research. peneliti perlu terlibat langsung dalam pengumpulan data dari atau tentang orang lain (Punch. dan Journal of Contemporary Ethnography merupakan jurnal-jurnal akademik yang juga layak dipelajari. Selain itu. dan berupaya mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dengan sikap arif dan bijaksana (Isreal & Hay. menulis masalah-masalah etis seperti ini sangat dibutuhkan. The Scarlet Letter. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. saya telah mencoba menggambarkan contoh tulisan-tulisan yang baik dari beberapa jurnal ilmu sosial-humaniora.Mulailah mempelajari bagaimana menulis penelitian kualitatif. peneliti juga perlu mengantisipasi masalah-masalah etis yang bisa saja muncul dalam penelitian mereka (Hesse-Bieber & Leavey. Tulisan yang baik adalah tulisan yang ide-idenya mengalir hingga titik akhir. Field Methods. 2006). 2006). Qualitative Research. Baca pula artikel-artikel lain yang dikutip dalam Handboox of Mixed Methods in the Social and Behavioral Sciences (Tashakkori & Teddlie. dan metode campuran dengan baik. Pertanyaan-pertanyaan etis saat ini sudah mulai bermunculan. termasuk pula jurnal-jurnal ilmu sosial. mencegah kelalaian dan kecerobohan yang dapat mencemari nama baik organisasi atau insti-tusinya. 1992). literatur yang baik akan menyajikan tulisan yang jelas dan kalimat-kalimat yang detail. utamanya untuk membangun argumentasi dalam penelitian dan menetapkan satu topik penting untuk format proposal. 2003). dan The Bonfire of the Vanities (Webb &. autentisitas dan kredibilitas 118 . seperti Moby Dick. 2006). Journal of Applied Psychology. Dalam ranah kualitatif. MASALAH-MASALAH ETIS YANG PERLU DIANTISIPASI Selain mengkonseptualisasi proses penulisan bagian-bagian proposal. kuantitatif. Jika ingin melakukan penelitian dengan metode campuran. Peneliti juga harus mempro-teksi para partisipan mereka. seperti American Journal of Sociology.

laporan penelitian, peran peneliti dalam konteks lintas-budaya, hingga masalah-masalah privasi dari data-data internet (Isreal & Hay, 2006). Dalam literatur, masalah-masalah etis biasanya dibahas di bagian kode-kode etik profesi dan di bagian respons-respons mereka terhadap dilema-dilema etis serta solusisolusinya (Punch, 2005). Banyak organisasi nasional memublikasikan standar atau kode-kode etik dalam website profesional mereka sesuai, dengan bidang yang mereka garap. Sebagai contoh, lihatlah: • • • • • • "Ethical Principles of Psychologists and Code of Conduct," dalam www.apa.org/ethics, tahun 2002. "The American Sociological Association Code of Ethics," dalam www.asanet.org, tahun 1997. "The American Anthropological Association's Code of Ethics," dalam www.aaanet.org, Juni 1998. "The American Educational Research Association Ethical Standars of the American Educational Research Association," dalam www.aera.net, tahun 2002. ―The American Nurses Association Code of Ethics for Nurses Provisions,‖ dalam
www.ana.org, Juni 2001

Praktik-praktik etis melibatkan lebih dari sekedar mengikuti seperangkat pedoman statis, seperti pedoman-pedoman yang disajikan oleh organisasi-organisasi professional di atas. Lebih dari itu, peneliti juga perlu mengantisipasi dan menyampaikan masalah-masalah etis yang mungkin saja muncul dalam penelitian mereka (seperti, lihat Berg, 2001; Punch, 2005; dan Sieber, 1998). Masalah-masalah etis ini bisa saja muncul dalam penelitian kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran, serta semua tahap dalam tiga penelitian tersebut. Dalam bab-bab selanjutnya, saya sudah menjelaskan beberapa masalah etis dalam banyak tahapan penelitian. Dengan menyajikan masalah-masalah ini, saya berharap para peneliti dapat terdorong untuk lebih hati-hati merancang bagian-bagian proposal mereka. Meskipun pembahasan dalam buku ini tidak secara komprehensif mencakup semua masalah etis, setidaknya saya sudah menyajikan masalah-masalah etis yang paling sering muncul. Masalah-masalah tersebut sering kali muncul ketika peneliti tengah membatasi masalah penelitian (Bab 5); mengidentifikasi tujuan penelitian dan rumusan masalah (Bab 6 dan 7); dan mengumpulkan, menganalisis, dan menulis data penelitian (Bab 8,9, 10).

119

Masalah-masalah Etis dalam Masalah Penelitian. Hesse-Biber dan Leavy (2006:86) mengajukan pertanyaan: ―Bagaimana masalahmasalah etis masuk kedalam bagian latar belakang masalah penelitian?‖ Dalam pendahuluan proposal, peneliti mengidentifikasi satu masalah atau isu yang penting untuk diteliti dan menyajikan rasionalisasi atas pentingnya penelitian tersebut. Selain itu peneliti juga perlu mengidentifikasi satu masalah yang akan menguntungkan individu-individu yang akan diteliti, satu masalah yang nantinya berguna bagi orang lain selain peneliti itu sendiri (Punch, 2005). Gagasan inti penelitian aksi/partisipatoris adalah: peneliti tidak boleh memarginalisasi atau melemahkan partisipan-partisipan yang ditelitinya. Masalahnya, tidak jarang identifikasi masalah penelitian justru semakin meminggirkan para partisipan yang diteliti. Untuk mrncegah hal ini terjadi, peneliti terlebih dahulu harus membuat proyek-proyek utama agar kepercayaan partisipan dapat terbangun sehingga peneliti dapat mendeteksi marginalisasi apa saja yang tidak boleh dilakukan sebelum ia benar-benar menggarap penelitian.

Masalah-masalah Etis dalam Tujuan Penelitian dan Rumusan Masalah Dalam merancang tujuan penelitian atau rumusan masalah, peneliti perlu menjelaskan tujuan penelitian kepada para partisipan (Sarantakos,2005). Penipuan sering kali muncul ketika partisipan memahami satu tujuan, tetapi penelitian memiliki tujuan lain yang berbeda. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti perlu menentukan sponsorship atas penelitian mereka. Misalnya, dalam merancang surat-surat pendahuluan untuk penelitian survey, sponsorship merupakan elemen penting yang dapat membangun kepercayaan dan kredibilitas instrument survey yang disebarkan peneliti.

Masalah-masalah Etis dalam Pengumpulan Data Selain mempersiapkan data apa saja akan dikumpulkan, peneliti juga perlu respek terhadap para partisipan dan tempat-tempat yang akan diteliti. Banyak masalah etis muncul selama tahap pengumpulan data. Jangan membahayakan Partisipan, dan hargailah kelompok-kelompok yang rawan kekerasan. Proposal openelitian yang diajukan sebaiknya sudah direview oleh Dewan Peninjau Institusi/Instutional Review Board (IRB) atau lembaga-lembaga sejenis diperguruan tinggi mereka. Komite IRB ini dibangun atas dasar peraturan pemrintah untuk mencagah adanya kekerasan atau pelanggaran HAM. Bagi seorang peneliti, IRB dibutuhkan untuk meninjau kemungkinan terjadinya resiko-resiko penelitian, seperti resiko fisik, psikologis, sosial, ekonomi, atau hukum (Sieber,1998), yang mungkin saja muncul tiba-tiba. Selain itu,
120

peneliti juga mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan tertentu bagi komunitas yang rawan kekerasan, seperti anak-anak kecil (di bawah umur 19 tahun), partisipan-partisipan yang lemah mental, korban-korban kekerasan atau bencana, para napi, dan individu-individu yang terserang AIDS. Penelti juga harus menyimpan proposal penelitian yang berisi prosedurprosedur dan informasi mengenai partisipan di komite IRB kampus mereka yang komite ini dapat meninjau sejauh mana proposal proposal tersebut menjangkau subjek-subjek atau partisipan-partisipan yang berada dalam resiko. Selain Proposal ini, peneliti juga harus membuat formulir izin tertulis yang ditandatangani oleh partisipan sebelum mereka terlibat dalam penelitian. Formulir ini menjelaskan bahwa hak-hak partisipan akan dijaga selama pengumpulan data. Elemen-elemen dalam formulir tersebut dapat meliputi beberapa informasi sebagai berikut (Sarantakos, 2005):           Informasi mengenai peneliti Informasi mengenai institusi yang mensponsori Informasi mengenai prosedur-prosedur pemilihan partisipan Informasi mengenai tujuan penelitian Informasi mengenai keuntungan-keuntungan bagi partisipan Informasi mengenai tingkatan dan jenis keterlibatan partisipan Natation of Risks bagi partisipan Jaminan kerahasiaan bagi partisipan Jaminan bahwa partisipan dapat mundur kapan saja Klausula nama-nama person yang dapat dihubungi jika ada pertanyaan

Salah satu masalah yang harus diantisipasi terkait dengan jaminan kerahasiaan adalah bahwa beberapa partisipan bisa saja identitas mereka dirahasiakan. Jika demikian Ihwalnya, peneliti sebaiknya meminta mereka untuk menjaga sendiri pendapat mereka dan membebaskan mereka untuk mengambil keputusan. Akan tetapi, mereka juga harus diberitahu mengenai resiko ketidakrahasiaan tersebut, seperti kemungkinan terbongkarnya data dalam laporan akhir yang mungkin tidak mereka harapkan, informasi yang mungkin melampaui batas hak-hak orang lain seharusnya disembunyikan, dan sebagainya (Giardano, O‘Reilly, Taylor, & Dogra, 2007).  Selain, itu prosedur etis lain yang harus dipenuhi peneliti selama pengumpulan data adalah persetujuan dari individu-individu yang berwenang (seperti, satpam) untuk memberikan akses bagi para peneliti untuk melakukan penelitiannya. Prosedur seperti
121

ini seringkali mengharuskan penelti untuk menulis sebuah surat yang menjelaskan jangka waktu penelitian, dampak potensial, dan hasil-hasil penelitian. Begitu pula, pemerolehan data melalui interview atau survey elektronik juga harus disertai ijin dari partisipan. Hal ini dilakukan, pertama-pertama dengan mengirimkan email permohonan, baru kemudian melakukan survey dan wawancara.  Peneliti juga harus respek pada lokasi-lokasi yang diteliti agar mereka tidak mendapat gangguan setelah melakukan penelitian. Tugas ini mengharuskan peneliti, khususnya dalam penelitian kualitatif, untuk terlibat dalam observasi atau wawancara berkelanjutan di lokasi tersebut, sadar akan konsekuensinya, dan tidak boleh merusak tatanan fisik lokasi itu. Misalnya, jika punya waktu berkunjung, peneliti juga bisa ―menyusup‖ ke dalam aktivitas-aktivitas partisipan. Jika tidak, peneliti harus meminta izin terlebih dahulu. Apalagi, beberapa organisasi saat ini sudah memiliki aturan tersendiri bagi orang-orang yang ingin melakukan penelitian agar tidak terjadi perusakan di tempat mereka.  Dalam penelitian-penelitian eksperimen, yang sering kali memperoleh keuntungan dari penelitian hanyalah kelompok yang ditreatment (atau sering kali dengan dengan kelompok eksperimen). Sedangkan kelompok control tidak mendapatkan apa-apa. Untuk menghindari hal ini, peneliti perlu melakukan beberapa eksperimentasi bagi semua kelompok dalam satu waktu atau secara bertahap sehingga kelompokkelompok ini bisa mengambil secara merata.  Masalah etis juga muncul ketika tidak ada mutualitas antara peneliti dan partisipan. Baik peneliti maupun partisipan seharusnya sama-sama dapat mengambil keuntungan dari penelitian. Akan tetapi, yang sering terjadi justru sebaliknya: kekuasaan disalahgunakan dan partisipan dipaksa untuk terlibat dalam proyek tersebut. Untuk itulah, melibatkan para partisipan secara kolaboratif dalam penelitian mungkin dapat memunculkan muatlitas tersebut. Penelitian-penelitian yang benar-benar kolaboratif, seperti dalam beberapa penelitian kualitatif, dapat melibatkan partisipan sebagai coresearcher dalam proses penelitian, seperti merancang penelitian, mengumpulkan dan menganalisis data, menulis laporan penelitian , dan menyebarkan hasil penelitian (Patton, 2002).  Wawancara dalam penelitian kualitatif tampaknya sudah semakin banyak dipandang sebagai penelitian moral (Kvale, 2007). Untuk itu, pewawancara harus memastikan beberapa hal penting, seperti apakah wawancaranya dapat memperbaiki situasi manusia

122

(serta meningkatkan pengetahuan saintifik), seberapa sensitive interaksi wawancara pagi partisipan, apakah partisipan pernah berkata tentang bagaimana statemen mereka harus ditafsirkan, seberapa kritis pertanyaan-pertanyaan yang harus diajukan, dan apa saja akibat-akibat yang akan diterima pewawancara dan partisipan dari hasil wawancara tersebut.  Peneliti juga perlu mengantisipasi kemungkinan informasi yang berbahaya dan intim yang diungkapkan selama proses pengumpulan data. Sulit mengantisipasi dan merencanakan dampak dari informasi ini selama atau setelah wawancara (Patton, 2002). Misalnya, siswa bisa saja membicarakan pelecehan orang tuanya: atau para napi berbicara tentang pelolosan dirinya dari penjara. Dalam situasi seperti ini, biasanya kode etik bagi peneliti (yang bisa saja berbeda satu sama lain) dapat memproteksi privasi partisipan-partisipan tersebut, dan tugas penelitian adalah menyampaikan proteksi ini kepada semua partisipan yang juga terlibat dalam penelitian.

Masalah-masalah Etis dalam analisis dan Interpretasi Data Ketika peneliti menganalisis dan menginterpretasi data kuantitatif ataupun kualitatif, tidak jarang masalah-masalah muncul yang mengharuskan peneliti untuk membuat keputusan etis yang tepat. Dalam mengantisipasi masalah-masalah etis ini, mempertimbangkan beberapa hal berikut:  Bagaimana peneliti memproteksi anonimitas individu-individu, peran-peran, dan peristiwa-peristiwa yang diteliti dalam proyek penelitiannya? Misalnya, dalam penelitian survey, peneliti tidak memasukkan nama-nama partisipan selama proses coding dan perekaman. Dalam penelitian kualitatif, peneliti menggunakan nama alias atau nama samaran dari para partisipan atau tempat-tempat tertentu, untuk memproteksi identitas mereka.  Data, setelah dianalisis, harus dijaga selama dalam jangka waktu tertentu (misalnya, Sieber, 1998, merekomendasikan jangka waktu 5-10 tahun). Setelah itu peneliti sebaiknya membuang data tersebut agar tidak jatuh ke tangan peneliti-peneliti lain yang ingin ,enyalahgunakannya.  Pertanyaan tentang siapa yang memiliki data tersebut setelah proses pengumpulan dan analisis data juga menjadi masalah yang sering kali memecah belah tim penelitian dan membuat mereka bertengkar satu sama lain. Dalam hal ini, proposal peneliti seharusnya juga mengidentifikasi masalah kepemilikan ini dan membahas bagaimana

123

solusinya, seperti melalui proses saling memahami antara antara peneliti, partisipan, dan pihak fakultas (Punch, 2005). Berg (2001) merekomendasikan agar digunakan persetujuan personal untuk menunjuk siapa pemilik pemilik data penelitian tersebut. Hal ini dilakukan agar data dapat terjaga dari individu-individu yang tidak terlibat dalam penelitian.  Dalam interpretasi data, peneliti perlu memastikan bahwa informasi yang diperoleh benar-benar akurat. Untuk mengetahui akurasi ini, dalam penelitian kuantitatif, peneliti dapat bernegosiasi dan berinterogasi dengan para partisipan (berg, 2001). Untuk penelitian kualitatif langkah tersebut dapat diterapkan dengan cara menerapkan satu atau beberapa strategi validasi data bersama para partisipan atau dengan cara membandingkan data tersebut dengan sumber-sumber data lain yang relevan (lihat strategi-strategi validasi kualitatif pada Bab 9).

Masalah-Masalah Etis dalam Menulis dan Menyebarluaskan Hasil Penelitian Masalah-masalah etis tidak berhenti dalam pengumpulan dan analisis data saja. Masalah-masalah tersebut juga bisa terjadi dalam proses penulisan dan penyebaran laporan penelitian final. Untuk mengantisipasinya, Anda bisa menerapkan beberapa langkah berikut:  Jelaskan bagaimana penelitian Anda tidak akan menggunakan bahasa atau kata-kata yang mengandung bias pada orang-orang tertentu, baik itu bias gender, orientasi social, ras, etnis, ketidakmampuan, maupun usia. Publication Manual APA (2001) memberikan tiga saran. Pertama, sajikan bahasa yang tidak bias pada tingkat spesifisitas yang sesuai (seperti, daripada menulis ―prilaku pelanggan tersebut biasanya adalah para lelaki, ― lebih baik menulis, ―perilaku pelanggan tersebut……(jelaskan) ). Kedua, untuk keperluan melabeli atau sejenisnya, gunakan bahasa yang tegas dan peka (seperti, daripada menulis ―400 Hispanik‖, lebih baik menulis ―400 orang yang terdiri dari penduduk meksiko, Spanyol, dan Puerto Rico‖). Ketiga, cobalah untuk benar-benar mengenali identitas para partisipan dalam penelitian (seperti, daripada menulis ―subjek‖ lebih baik menggunakan kata-kata ―partisipan‖, daripada menulis ― dokter perempuan‖ lebih baik menggunakan ―dokter‖ atau ―ahli medis‖ saja, tanpa ada identifikasi jenis kelamin).  Masalah-masalah etis lainnya dalam menulis penelitian bisa saja meliputi usaha-usaha untuk menekan, memalsukan, atau mengkreasikan penemuan-penemuan ―baru‖ untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan peneliti atau audiens. Praktik-praktik curang seperti ini

124

dan tindakan tersebut biasanya akan membentuk sifat atau prilaku saintifik yang buruk (Neuman. 2006). Proposal penelitian seharusnya mengendalikan kesempatan peneliti untuk tidak terlibat dalam praktik-praktik seperti ini. kualitatif. sementara peneliti tidak menawarkan materi yang baru. dan kesimpulan yang sama dari makalah seseorang. Peneliti harus memberikan gandaan publikasi penelitian tersebut pada pihak-pihak yang pernah ditelitinya (Creswell. kemudian gunakanlah salah satu dari empat outline topic atau format penelitian-yang sudah dijelaskan dalam bab ini-untuk membuat proposal kualitatif. peneliti seharusnya tidak melakukan duplikasi secara berlebihan dengan menyajikan secara persis data. namun namanya tidak dimasukkan dalam daftar contributor. peneliti perlu mengantisipasi konsekuensi-konsekuensi dilaksanakannya penelitian tersebut pada partisipan-partisipan tertentu dan tidak menyalahgunakan hasil-hasil penelitian untuk kepentingan pribadi atau kelompok. RINGKASAN Peneliti perlu memikirkan bagaimana menulis proposal penelitian dengan baik sebelum benar-benar terlibat dalam proses penelitian. Israel dan hay (2006) membahas praktik tidak etis yang disebutnya sebagai hadiah kepengarangannya bagi individu yang tidak berkontribusi pada penelitian dan hantu kepenarangan bagi staf-staf yunior yang membuat kontribusi penting. dan metode campuran harus disajikan secara rinci dalam setiap bab. 2000).  Pada akhirnya. pembahasan. 2007). 2000). kuantitatif. Prosedur-prosedur dalam penelitian kuantitatif. 125 . Pertimbangkan Sembilan argumentasi yang ditawarkan Maxwell (2005) sebagai elemen-elemen kunci yang perlu dimasukkan dalam proposal. Begitu pula. Beberapa jurnal biomedis mengharuskan pengarang untuk menyatakan apakah mereka telah atau sedang memublikasikan makalahnya pada media-media lain ataukah tidak (Israel & Hay. atau metode campuran.  Dalam merencanakan penelitian.  Masalah lain etis yang sering dijumpai dalam tulisan-tulisan akademik adalah praktik eksploitasi terhadap sejumlah pegawai universitas dan disertakannya nama individuindividu yang secara substansial tidak berkontribusi atas penelitian. peneliti juga perlu mengekspos detail-detail penelitiannya agar pembaca dapat mengetahui kredibilitas penelitian tersebut (Neuman.tidak diterima dalam komunitas penelitian professional.

Cobalah melatih diri anda dengan membaca pendahuluan artikel tersebut dan gunakan metode hook and eye yamh telah dijelaskan dalam bab ini. serta kekurangan-kekurangan di dalamnya. dan pembaca potensial. cobalah membangun kebiasaan membangun menulis secara regular. atau metoe campuran. Masukkan topic-topik utama seperti LATIHAN MENULIS yang telah dijelaskan dalam bab ini. Identifikasikanlah aliran gagasan dari kalimat satu ke kalimat yang lain dan dari paragraph satu ke paragraph yang lain. Dengan mempetimbangkan keberadaan partisipan. Sebelum menulis proposal. Salah seorang peneliti dalam tim Anda menduplikasi kalimat dari penelitian lain dan memasukkannya dalam laporan akhir penelitian. kuantitatif. 3. 2. lokasi penelitian. mahasiswa tersebut bercerita kepada 126 . Seorang mahasiswa melakukan beberapa kali wawancara pada sekelompok individu di tempat anda. mulailah merangkai kata-kata di atas kertas berdasarkan gagasan-gagasan yang ada dalam pikiran Anda. Latihan Menulis 1. penelitian bisa menjadi sejenis studi yang benarbenar dirancang berdasarkan praktik-praktik etis yang sesungguhnya. a.pernah anda hadapi ketika melakukan penelitian. dan terapkan strategi-straregi penulisan yang baik.Dalam pembuatan proposal.menunjukkan level gagasan naratif yang berbedabeda. Pertimbangkanlah salah satu dilema etis berikut ini yang –anggap saja. peneliti juga perlu memikirkan masalah-masalah etis yang perlu diantisipasi dan dideskripsikan dalam proposal. seperti menggunakan istilah-istilah yang konsisten. Gambarkan cara-cara yang bisa anda terapkan untuk mengantisipasi masalah tersebut dan membahasnya dalam proposal penelitian Anda. Masalah-masalah ini berhubungan dengan semua tahap proses penelitian. Sejumlah langkah yang dapat dilakukan antara lain menggunakan kalimat aktif dan verba-verba yang kuat dan tegas. Apa yang akan anda lakukan? b. atau metode campuran. serta merevisi dan mengedit kembali tulisan Anda. Setelah wawancara keempat. Seorang narapidana yang tengah Anda wawancarai bercerita tentang kesempatan melarikan diri pada malah hari. Buatlah satu outline topic-topik atau draft bagian-bagian untuk proposal kuantitatif. Apa yang anda lakukan? c. Carilah artikel jurnal yang didalamnya melaporkan penelitian kualitatif. dan menciptakan koherensi untuk meningkatkan kekuatan tulisan. kualitatif.

Edisi kedua. Bickman & D. Thousand Oaks. Sepanjang buku ini. J. kerahasiaan. dia juga menganalisis dan menyajikan satu contoh proposal kualitatif yang menurutnya.E. Rog (Ed). Dalam L. Sieber.Anda bahwa Institutional Review Board sebenarnya tidak menyetujui proyek penelitian tersebut. Mereka mereview beragam teori etika. London: Sage Mark Israel dan Lain Hay menyajikan analisis kritis tentang manfaat berfikir serius dan sistematis mengenai apa saja yang membentuk prilaku etis dalam ilmu social. dan pendekatan normative berorientasi-kepedulian. Israel. privasi.layak untuk diikuti. M. dan anonimitas. mereka menawarkan contoh-contoh kasus etis yang sebenarnya dan cara-cara yang bisa ditempuh peneliti untuk menghadapi kasus-kasus tersebut secara etis. Dalam bab ini. (2005). J. dia menyajikan review komprehensif mengenai beragam topic yang berhubungan dengan masalah-masalah etis. L. serta beberapa resiko penelitian dan komunitas yang rawan kekerasan. viriue ethics. CA:Sage Joe Maxwell menyajikan ringkasan menarik mengenai proses pembuatan proposal untuk penelitian kualitatif yang juga dapat diterapkan dalam penelitian kuantitatif dan metode campuran. mereka menyajikan tiga contoh kasus dan mengajak para sarjana untuk berkomentar mengenai bagaimana mereka akan mendekati ketiga kasus tersebut. (1998). dan strategi-strategi yang ia rekomendasikan juga sangat melimpah. CA:Sage. ―Planning Ethically Responsible Research‖. Pembahasannya sangat luas. & Hay.. Apa yang anda lakukan? BACAAN TAMBAHAN Maxwell. Research Ethics for Social Scientists: Between Ethical Conduct and Regulatory Compliance. Dalam lampiran buku ini. Handbook of Applied Social Research Methods. J. Selain itu. Qualitative Research Design: An Interactive Approach. Thousand Oaks. (hlm. seperti IRB. 127-156) Joan Sieber membahas pentingnya perencanaan etis sebagai bagian integral dalam merancang penelitian. Mereka juga menjelaskan sejarah perilaku etis di berbagai Negara di dunia ini. Dia kemudian menyajikan Sembilan langkah membuat proposal dan contohcontohnya. seperti pendekatan konsekuensialis dan non-konsekuensialis. 127 . (2006). formulir perizinan.

menghubungkan literature. Bagi para penulis.Wolcott. teori. Thousand Oaks. mengumpulkan sumber-sumber berharga terkait dengan proses penulisan penelitian kualitatif. Dia menyurvei teknik-teknik ampuh bagaimana seseorang memulai menulis. H. 128 . Writing up Qualitative research. dan merampungkan proses penulisan dengan menghadirkan aspek-aspek ini sebgai judul dan lampiran. Edisi kedua. kuantitatif. (2001). baik untuk keperluan penelitian kualitatif. dan metode.F. mengembangkan detail. seorang ahli etnografi pendidikan. CA: Sage Harry Wolcott. maupun metode campuran. buku ini sangat penting. merevisi dan mengedit.

Halaman Kosong Sesuai Buku 129 .

Halaman Kosong Sesuai Buku 130 .

Setiap bab dalam bagian kedua ini akan membahas satu langkah terpisah dalam proses penelitian ini. dan metode campuran.masing-masing dengan langkah-langkah penelitiannya.Bagian Dua Merancang Penelitian       BaB 5 Pendahuluan Bab 6 Tujuan Penelitian Bab 7 Rumusan masalah dan hipotesis penelitian Bab 8 Metode-metode kuantitatif Bab 9 Prosedur-prosedur kualitatif Bab 10 Prosedur-prosedur Metode Campuran Bagian kedua ini menghubungkan tiga rancangan – kuantitatif. kualitatif. 131 .

c. Karena pendahuluan merupakan bagian awal dalam proposal atau penelitian maka diperlukan perhatian khusus dalam proses penelitiannya. Langkah ini diawali dengan membuat pendahuluan proposal sebagai proses mengatur dan menulis gagasan-gagasan awal. tinjauan pustaka sementara.BAB LIMA PENDAHULUAN Setelah menentukan jenis pendekatan penelitian (kualitatif. b. mereview literature-literatur yang berhubungan dengan masalah tersebut. Peneliti juga perlu menerapkan model defisiensi ketika menulis pendahuluan karena komponen utama dalam pendahuluan adalah menunjukkan kekurangan-kekurangan (defisiensi-defisiensi) dalam penelitian-penelitian sebelumnya. Pendahuluan harus membuat pembaca tertarik pada topic penelitian. atau penelitian akademik. disertasi. kuantitatif. dan e. langkah selanjutnya adalah merancang atau merencanakan penelitian. Bab ini membahas komposisi dan penulisan pendahuluan serta menjelaskan perbedaan-perbedaan dalam menulis pendahuluan untuk tiga jenis rancangan yang berbeda. dan menjangkau 132 . atau metode campuran). menjabarkan masalah yang dapat menuntun pada penelitian. Pendahuluan menjelaskan suatu isu atau concern yang dapat menuntun pada penelitian. mengidentifikasi tujuan penelitian. Seperti yang dijelaskan Wilkinson (1991:96): Pendahuluan merupakan bagian tulisan yang memberikan informasi awal kepada pembaca tentang penelitian yang ditulis. antara lain: a. menjelaskan masalah yang dapat menuntun pada penelitian. serta format proposal. menyatakan pentingnya penelitian bagi pembaca-pembaca tertentu. Untuk mengilustrasikan model ini. saya sudah menyajikan satu tulisan pendahuluan yang utuh (lengkap dengan analisisnya) dari salah satu artikel jurnal yang pernah dipublikasikan. meletakkan penelitian dalam konteks literature yang lebih luas. menunjukkan sejumlah kekurangan dalam literature-literatur itu. PENTINGNYA PENDAHULUAN Pendahuluan merupakan bagian pertama dalam artikel jurnal. Tujuannya untuk membangun kerangka penelitian sehingga pembaca dapat memahami bagaimana penelitian tersebut berhubungan dengan penelitian-penelitian yang lain. d. Pendahuluan inilah yang menentukan tahap-tahap selanjutnya dalam penelitian. Kemudian pembahasan beralih pada lima komponen dalam menulis pendahuluan.

ada satu model yang bisa ditiru tentang bagaimana menulis pendahuluan yang baik untuk penelitian ilmu social. Sayangnya. Ketika masalah tidak jelas. sebelum memperkenalkan model ini. sumber-sumber masalah penelitian bisa jadi sangat beragam.audien tertentu. Ia bisa bersumber dari pengalaman yang pernah dirasakan peneliti dalam kehidupan pribadi atau tempat kerjanya. yaitu: menyatakan suatu masalah. DAN METODE CAMPURAN Setelah melakukan tinjauan umum pada beberapa pendahuluan yang terdapat dalam banyak penelitian. signifikansi penelitian menjadi sulit dipahami. kita masih perlu memunculkan terlebih dahulu masalah yang terkait dengan kehidupan wanita dan social secara umum. kuantitatif. dan peneliti memanfaatkan pendahuluan untuk 133 . Masalahnya mengidentifikasi dan menjabarkan masalah penelitian yang menggarisbawahi penelitian bukanlah tugas mudah. terlalu banyak pengarang tidak secara jelas mengidentifikasi masalah penelitian. Misalnya. Ia juga bisa berasal dari perdebatan ekstensif dalam literature-literatur. Saya juga sudah menegaskan bahwa penelitian kualitatif bersifat eksploratoris. peneliti mendeskribsikan masalah penelitian yang benar-benar mudah dipahami dengan cara mengeksplorasi suatu konsep atau fenomena tertentu. Jenis masalah yang disajikan dalam pendahuluan sangat beragam tergantung pada pendekatan yang digunakan (lihat Bab 1). membiarkan pembaca menentukan masalah tersebut. masalah penelitian seringkali dikacaukan dengan rumusan masalah-pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab peneliti untuk memahami atau menjelaskan masalah tersebut. Namun. Intinya. saya terlebih dahulu perlu menjelaskan perbedaan-perbedaan subtil antara pendahuluan untuk penelitian kualitatif. Masalah penelitian merupakan masalah atau isu yang menuntun pada keharusan dilaksanakannya penelitian tersebut. untuk mengidentifikasi isu kehamilan anak remaja. Semua unsur ini ditulis secara singkat dalam beberapa halaman. Belum lagi kompleksitas ini ditambah dengan keharusan peneliti untuk mendorong audiens agar mau lebih jauh membaca dan melihat pentingnya penelitian. dan metode campuran. lalu menjustifikasi mengapa masalah tersebut harus diteliti. Untungnya. saya menemukan bahwa pendahuluan pada umumnya selalu mengikuti pola yang sama. PENDAHULUAN DALAM PENELITIAN KUALITATIF. Apalagi. KUANTITATIF. Dalam proyek kualitatif. Ia juga bisa muncul dari perdebatan kebijakan di pemerintahan atau antara para eksekutif kenamaan. Karena ada pesan-pesan yang harus disampaikan sedangkan ruang yang tersedia sangat terbatas maka pendahuluan bisa menjadi tantangan tersendiri untuk ditulis dan dipahami.

misalnya meneliti bagaimana teori politik kelas menjelaskan ketidaksuksesan kampanye anti-vice di salah satu dari tiga kota besar di Amerika. yang didalamnya peneliti memosisikan diri mereka secara naratif dalam penelitian. adanya keharusan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan fenomena dan mengembangkan suatu teori. atau d. ketidakadilan dalam pembagian upah antara wanita dan laki-laki atau sikap-sikap rasial yang sering kali muncul saat membuat sketsa biografis sopir-sopir di jalan raya). tidak cocok. orang pertama. misalnya. Beisel (1990). pribadi. anak-anak SD sering kali gelisah dan mengganggu proses belajar (sebagai masalah penelitian). dan cara terbaik untuk mengeksplorasi masalah ini adalah dengan pergi ke sekolah dan mengunjungi mereka dan para guru secara langsung. sifat fenomena yang ingin diteliti tidak sesuai jika dianalisis secara kuantitatif. Pendahuluan kualitatif juga bisa dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan personal dari peneliti tentang pengalaman pribadi memandang suatu fenomena secara substansial. c. seperti yang sering dijumpai dalam penelitian-penelitian fenomenologis (Moustakas. gagasan yang ditawarkan suatu teori bisa saja belum akurat. meningkatnya urbanisasi (sebagai masalah penelitian) harus dieksplorasi karena masalah tersebut pelum pernah diteliti dalam kawasan-kawasan tertentu di suatu Negara. Dalam proyek kuantitatif. 1994). atau mengandung bias. Misalnya. tidak benar. 134 . Thomas (1993:9) mengatakan bahwa ―seorang peneliti kritis selalu berangkat dari premis bahwa semua kehidupan kultural merupakan ketegangan konstan antara control dan resistensi‖. seperti penelitian etnografi. pernah menyatakan: Karakteristik-karakteristik masalah penelitian kualitatif antara lain: a. masih jarang ada variasi. masalah penelitian dijelaskan dengan cara mengidentifikasi. b. seperti dalam penelitian naratif. Orientasi teoritis inilah yang kemudian membentuk struktur pendahuluan.mengeksplorasi suatu topic yang tidak bisa diidentifikasi variable-variabel ataupun teorinya. dalam beberapa penelitian kualitatif yang lebih berfokus pada perspektif partisipan. Bahkan pendahuluan kualitatif juga dapat ditulis dari sudut pandang subjektif. pendahuluannya bisa saja tidak ditulis secara induktif. Misalnya. Selain itu. tetapi deduktif. memahami. Sejumlah peneliti kualitatif terkadang memiliki perspektif teoritis tentang masalah apa yang akan diteliti (seperti. Untuk pendahuluan kuantitatif. Morse (1991:120). Misalnya lagi. dan menemukan factor-faktor atau variable-variabel apa saja yang mempengaruhi suatu outcome. konsepnya belum matang (immature) karena teori dan penelitian sebelumnya yang membahas konsep tersebut tidak terlalu banyak dan menonjol.

Contoh lain. prioritas ini bisa saja setara antara penelitian kualitatif atau kuantitatif. peneliti kuantitatif perlu memahami tingginya rata-rata perceraian (sebagai suatu masalah) dan menelti apakah salah satu faktor yang menyebabkan perceraian itu adalah masalah financial. peneliti bisa memprioritaskan salah satu diantara pendekatan kuantitatif atau pendekatan kalitatif. masalah penelitian merupakan masalah yang darinya pemahaman mengenai faktor . Komponen utama yang perlu dimasukkan ke dalam pendahuluan pada umumnya berhubungan dengan jenis – jenis masalah yang dibahas. Selain itu. SALAH SATU MODEL PENDAHULUAN Menulis pendahuluan untuk tiga penelitian yang berbeda . Peneliti dengan metode campuran dapat menerapkan pendekatan kualitatif atau kuantitatif terlebih dahulu (atau kombinasikan sekaligus) dalam pendahuluannya.faktor yang menjelaskan atau berhubungan dengan hasil menjadi sangat penting karena membantu peneliti menjelaskan masalah tersebut dengan baik. kemudian mengeksplorasi pandangan – pandangan dari para remaja untuk dapat menampilkan pola – pola / tema – tema yang berbeda tentang merokok dan depresi tersebut. yang berarti bahwa pendahuluannya harus menjelaskan suata masalah yang di dalamnya diperlukan pemahaman antara variable – variable dan eksplorasi terhadap suatu topic/fenomenda secara mendalam. peneliti bisa saja menguji suatu teori terlebih dahulu dan melakukan tinjauan pustaka singkat untuk mengidentifikasi rumusan masalah yang nantinya harus dijawab. Proyek metode campuran bisa terlebih dahulu menjelaskan hubungan antara perilaku merokok dan depresi dalam lingkungan remaja. baik itu penelitian kualitatif. lalu melakukan tinjauan pustaka secara mendalam. pendahuluan kuantitatif juga dapat ditulis dari sudut pandang interpersonal dan dalam kalimat pasif. maupun metode campuran. kuantitatif.dalam merespon pengurangan jumlah kerja (sebagai masalah penelitian). pendahuluan dapat menekankan pada pendekatan kuantitatif dengan menyertakan terlebih dahulu suatu teori yang dapat memprediksi hubungan antara perokok dan depresi. Meski demikian. untuk meningkatkan objektivitas. diperlukan satu model ilustratif tentang bagaimana menulis pendahuluan yang baik 135 . Untuk itu. Dalam dua situasi ini. Jika tahap pertama proyek ini bersifat kuantitatif. Dalam penelitian metode campuran. Bahkan. dan pendahuluan harus mencerminkan prioritas tersebut. dalam pendahulian kuantitatif. seorang peneliti kuantitatif harus berusaha menemukan factor-faktor apa saja yang mempengaruhi menurunnya bisnis-bisnis besar.seperti yang sudash dijelaskan di atas – memang tidak terlalu jelas perbedaannya.

Lima bagian tersebut antara lain : 1. Bjorklund. Keputusan courth untuk menolak tindakan afirmatif ini didasarkan pada referenda Negara. Akan tetapi. yang menangani kasus Hopwood vs. Tujuan penelitian Sebuah ilustrasi Sebelum menjelaskan lima bagian tersebut. yang di dalamnya Justice William Powell menyatakan bahwa ras ini sudah dipertimbangkan berdasarkan keputusan – keputusan admisi. Colbeck. menemukan argumentasi Powell ini bermasalah. perundang – undangan. dan tindakan – 136 . Cabrera. Model ini terdiri dari lima bagian yang masing – masing dari kelimanya dapat ditulis dalam satu paragrap sehingga secara keseluruhan bisa mencapai maksimal dua halaman. ―Tindakan afirmatif‖ kemudian diambil sebagai kebijakan untuk merealisasikan heterogenitas ini ( di sini. Court of Appeals for the Fifth Circuit. Persoalan hokum terkait dengan tindakan afirmatif tersebut bermula dari kasus Regents of the University of California versus Bakke tahun 1978. Masalah penelitian 2.berkaitan dengan masing – masing komponen sudah saya tandai dengan jelas. 5. Penelitian – penelitian sebelumnya yang membahas masalah tersebut 3. yang lebih terkini. Jika struktur model ini dirinci. Berdasarkan lima komponen penting pendahuluan yang sudah dijelaskan di atas maka beberapa pernyataan yang – menurut saya. U. Kekurangan – kekurangan (deficiencies) dalam penelitian – penelitian sebelumnya 4.tanpa perlu memandang pendekatan – pendekatan dan komponen – komponen yang harus disertakan. Akan tetapi. universitas – universitas di Amerika berusaha meningkatkan keragaman ras dan etnik para mahasiswa dan dosennya. Model defisiensi pendahuluan (deficiency model an introduction) merupakan salah sastu pola umum dalam menulis pendahuluan yang baik. dan Parente (2001) dalam The Journal of Higher Education dengan judul penelitiannya ―Racial and Ethnic Diversity in the Classroom‖ (ditulis kembali atas izin penerbit). berikut ini ada contoh pendahuluan kualitatif yang ditulis oleh Terezainni. penulis menyatakan dengan teknik hook naratif). Pentingnya penelitian untuk audiens tertentu. Model ini merupakan pendekatan popular yang banyak digunakan dalam ilmu – ilmu social. Anda akan menemukan banyak sekali penelitian dewasa ini yang telah menggunakan model tersebut.S. states of Texas. kebijakan tersebut sampai saat ini mash menjadi topic perdebatan nasional yang hangat. Sejak diterbitkannya Civil Right Act tahun 1964 dan Higher Education Act tahun 1965.

rekan Rudenstine di University of Michigan. Lousiana. Mississippi. Ada banyak penelitian yang membahas mengenai pengaruh keragaman terhadap outcomes mahasiswa. ada banyak pendekatan yang telah diterapkan untuk meneliti pengaruh keragaman terhadap outcomes mahasiswa. juga menyatakan : ―Sebuah kelas yang tidak mempresentasikan anggota – anggota ras yang berbeda akan melahirkan diskusi yang miskin – wawasan‖ (Schmidt. penelitian – penelitian yang meneliti secara institusional usaha – usaha programatik yang terstruktur untuk membanu mahasiswa terlibat dalam ―keragaman‖ ras/etnis dan/atau gender dalam kaitannya dengan gagasan – gagasan dan kemanusiaan. 1996. Rhode Island dan Puerto Rico (Healy. penelitian – penelitian yang menganalisis hubungan mahasiswa dengan ―keragaman‖ secara umum sebagai salah satu implikasi percampuran mahasiswa secara kuantitas. Maine. 1999a. Penelitian – penelitian ini dapat dibagi ke dalam tiga kecenderungan utama. atau gender dalam satu kampus (lihat. Chang. Ketiga. 1998b. Dua presiden ini tidak sendirian. 1998 : A32). Kanter. Dalam merespons hal ini. ras/etnis. 1998a. lebih efektif ketimbang siswa – siswa yang lebih homogen. para pendidik lalu mengemukakan argumentasi mereka untuk mendukung tindakan afirmatif ini dengan klaim bahwa siswa – siswa heterogen. Lee Bollinger. 1999). penulis mengidentifikasi masalah penelitian). Kedua. Presiden Harvard University.tindakan terkait melarang pengakuan yang sensitive – ras atau sewa menyewa di California. 1997. New Hampshire. perlu kami sampaikan bahwa kami berbicara atas nama pendidik. dengan menegaskan : ―Pertama-tama. Massachusetts. Kami percaya bahwa mahasiswa kami dapat memperoleh keuntungan dari pendidikan yang berbasis keragaman‖ (―On the importance of Diversity in University Adminissions. mengklaim bahwa ―alasan utama diterimanya keragaman siswa di perguruan tinggi adalah karena nilai pendidikannya‖ (Rudenstine. 1999:1). Sax. Bukti – bukti yang dimunculkan pada umumnya tidak jauh berbeda bahwa para mahasiswa dalam komunitas yang lintas gender atau ras/etnis atau yang terlibat dalam aktivitas yang berhubungan dengan keragaman. Neil Rudenstine. penelitian – penelitian yang memandang keragaman structural sebagai suatu yang ilmiah. Florida. sering kali 137 . 24 April 1997:A27) (Di sini. dan lebih berpijak pada perjumpaan antara mahasiswa dan keragaman dengan cara mengamati frekuensi atau sifat interaksi mereka dengan rekan – rekannya secara ras/etnis berbeda. Michigan. misalnya. Intinya. Di belakang mereka ada Assiciation of American Universities yang terdiri dari para rector dari 26 universitas yang mengusung argumentasi yang sama.‖ The New York Times. dalam konteks pendidikan. 1996). Pertama.

peneliti. suatu istilah yang diambil dari bahasa inggris. penulis menunjukkan pentingnya penelitian pada audiens tertentu. 138 . keragaman structural) memiliki manfaat –manfaat akademik yang diklaim…. kalimat pertama sudah menunjukkan dua komponen utama pendahuluan yang baik. yaitu menunjukkan dua komponen utama pendahuluan yang baik.memperoleh manfaat dan makna edukatif yang lebih positif (Disini. Hanya sedikit sekali penelitian (seperti. ― untuk mempelajari bagaimana menulis narrative hook yang baik. 1996. melibatkan. hal ini masih menyisakan banyak pertanyaan (Di sini. Kalimat ini sering kali dikenal dengan istilah narrative hook. atau menghubungkan (hook) pembaca dengan/dalam penelitian. dalam satu komunitas akademik atau dalam kelas (seperti. Chang. penulis menyebutkan penelitian – penelitian yang pernah membahas masalah tersebut). ditulis kembali atas izin The Journal of higher Education). yaitu menunjukkan bahwa penelitian tersebut menarik dan memperlihatkan bahwa masalah atau isu yang diangkat benar – benar berbeda. Penelitian ini menganalisis pengaruh langsung keragaman kelas terhadap outcome akademik/intelektual dan apakah ada dari pengaruh – pengaruh tersebut yang ditindaklanjuti menjadi pendekatan – pendekatan instruksional aktif dan kolaboratif dalam konteks pembelajaran (Di sini. 1999a. dan para pendidik). Langkanya informasi tentang manfaat akademik dari keragaman structural di sebuah kampus atau kelas. yakni hakim. isu – isu. Penelitian ini berusaha memberikan kontribusi pengetahuan dengan mengekspolrasi pengaruh keragaman structural kelas terhadap perkembangan akademik dan skill intelektual mahasiswa. Sax. yang berarti ―kata – kata yang dapat menggambarkan. 1996) yang secara spesifik meneliti apakah komposisi ras/etnis atau gender para mahasiswa dalam sebuah kampus. Pengaruh seperti apa yang dimunculkan dari kalimat ini? Apakah kalimat tersebut memancing pembaca untuk membacanya lebih lanjut? Apakah kalimat tersebut harus ditulis dalam level tertentu sehingga pembaca dapat memahaminya? Pertanyaan – pertanyaan ini penting dijawab untuk menulis kalimat pembuka pendahuluan. Padahal informasi inilah yang bisa menjadi bukti para hakim untuk mendukung kebijakan keputusan yang sensitive – ras (Di sini. tentu saja sangat disayangkan. 510 – 512.. (2001) di atas.Begitu pula. seperti apakah tingkat keragaman rasial dalam satu kampus atau kelas berpengaruh langsung terhadap hasil belajar ataukah tidak. penulis menunjukkan kekurangan atau defisiensi dalam penelitian – penelitian sebelumnya). Masalah Penelitian Dalam pendahuluan artikel Terenzini et al. penulis mengidentifikasi tujuan penelitian) (hlm.

Artikel terezini et al.(2001) membahas problem yang unik. Penulis pemula menceburkan tong (pembaca) langsung ke kedalaman sumur (artikel). 139 . Tiga contoh di atas menyajikan informasi yang mudah dipahami oleh pembaca. peneliti perlu menunjukkan masalah atau isu yang dapat menuntun pada signifikansi penelitian.   ―Siapa yang mengendalikan proses pencalonan wakil DPR?‖ (Boeker. penulis yang berpengalaman menurunkan tong (pembaca) sedara perlahan – lahan. yakni menceritakan contoh kasus umum terlebih dahulu sehingga pembada dapat memahami dan menghubungkannya dengan topic penelitian. Sering kali.iti garis kartografis (salah satunya. Penurunan tong ini diawali dengan narrative hook. Mereka mencatat bahwa kebijakan – kebijakan untuk meningkatkan keragaman ini sedang menjadi ―topic perdebatan nasional yang hangat‖ (hlm. ketika contoh di atas sudah menggambarkan bagaimana menulis kalimat pembuka dengan baik agar pembaca tidak dipaksa masuk ke dalam pemikiran yang terlalu detail. Setelah itu. para jurnalis menyajikan contoh – contoh yang menarik di awal kalimatnya.509). menunjukkan bagaimana pembaca dapat mengawali bacaanhya dengan memahami beberapa literature terlebih dahulu. tetapi digiring perlahan – lahan ke dalam topic penelitian. 1989:181). yang menjadi pendahuluan dalam penelitian kuantitatif. 1992:400). Agnes.perhatikan Koran – Koran penting. Sementara itu. Pembaca pun hanya akan melihat materi yang tidak biasa dan aneh. Berikut ini. saya menggunakan metaphor seseorang yang sedang menurunkan seubah tong ke dalam sumur. 1989:281). dan generalisasi garis – garis tersebut (salah satunya. telah mengubah identitasnya tiga tahun lalu sebelum pada akhirnya ia menjalani kembali pembedahan jenis kelamin‖ (Cahlil. contoh – contoh kalimat pembuka dalam jurnal – jurnal ilmu social. Contoh ketiga. Buttenfield:1985). Dua contoh pertama – yang menjadi pendahuluan dalam penelitian kualitatif – menunjukkan bagaimana pembada di tarik perhatiannya dengan merujuk pada satu partisipan (di contoh pertama) dan mengajukan satu pertanyaan (di contoh kedua). seraya membiarkannya beradaptasi dengan kedalaman (penelitian). McMaster:1987)‖ (Carstensen. Untuk menggambarkan lebih jauh bagaimana proses menulis pendahuluan ini. Yang jelas. ―Ada banyak literature yang menel. artikel ringkas baru – baru ini.  ―selebriti transeksual dan tnometodologis. yaitu perjuangan untuk meningkatkan keragaman ras dan etnik di universitas – universitas AS.

dalam kalimat pembuka. bahkan dapa membuat topic penelitian menjadi tidak jelas. Pertimbangkan pengaruh informasi yang menggunakan angka – angka (seperti.masalah penting yang memerlukan penelitian lebih jauh.   Hindari ekspresi – ekspresi idiomatic (kalimat – kalimat membingungkan). Cobalah bertanya pada diri sendiri : ―Adakah kalimat yang bisa mewakili masalah penelitian yang saya angkat ini?‖  Tunjukkan mengapa masalah tersebut penting diteliti dengan cara mengutip berbagai referensi yang membenarkan kelayakan penelitian akan masalah tersebut.Dalam ilmu social terapan. khususnya kutipan yang terlalu panjang. Akan tetapi. Semua ―jawaban‖ ini merupakan masalah =. Sekadar intermezzo : saya selalu mengatakan kepada para mahasiswa saya : ―Jika kalian tidak memiliki banyak referensi pada halaman – halaman pertama proposal kalian maka penelitian kialian tidak akan bernilai akademik. dilemma.  Sebagai aturan umum. kesulitan – kesulitan. seperti : ―Apa kepentingan atau motivasi diadakannya penelitian ini?‖ Atau ―Masalah apa yang memengaruhi untuk melakukan penelitian ini?‖ jawaban atas dua pertanyaan ini bisa bermacam – macam. isu) yang dapat menuntun pada penelitian. hindari penggunaan kutipan – kutipan. Misalnya : karena sekolah masih belum menerapkan pedoman – pedoman multi cultural. gunakan kutipan secara layak dan tepat. ―Setiap tahun. kutipan – kutipan seperti ini juga dapat menarik perhatian membaca.  Tunjukkan secara jelas masalah yang diangkat (seperti. sekitar 5 juta orang Amerika mengalami kematian anggota keluarga secara tiba – tiba‖). masalah penelitian bisa saja muncul dari isu – isu. yang tentu saja meliputi masalah penelitian.‖ 140 . dalam beberapa penelitian kualitatif. Ketika merancang paragraph – paragraph pembuka. Untuk itu. atau karena suatu masyarakat tidak boleh melupakan kontribusi para pelopor wanitanya. karena siswa – siswa minoritas membutuhkan akses yang lebih baik ke universitas. ingatlah tips – tips penelitian berikut ini :  Tulislah kalimat pembuka yang dapat menstimulasi ketertarikan pembaca dan mampu menampilkan masalah yang dapat dipahami secara relasional oleh pembaca pada umumnya. Masalah penelitian ini akan menjadi jelas jika peneliti mau mengidentifikasi dengan mengajukan sejumlah pertanyaan. Kutipan – kutipan hanya akan memunculkan banyak kemungkinan penafsiran. dan perilaku – perilaku masa kini. karena ada kebutuhan dari para dosen yang harus dipenuhi agar mereka terlibat dalam aktivitas pengembangan professional di jurusan – jurusan mereka.

Artinya. ia harus lebih meringkas sebagian besar penelitian – penelitian yang nantinya akan dirinci kembali pada bagian khusus. Untuk itu diperlukan penelitian – penelitian baru untuk memperkaya literature – literature yang relevan atau untuk memperluas dan bahkan menguji kembali penelitian – penelitian yang sudah ada sebelumnya. Menyebutkan katergori – kategori penting inilah yang saya maksudkan dengan meninjau psutaka atau mereview penelitian – penelitian di bagian pendahuluan. Pastikan bahwa masalah sudah dijelaskan dalam konstruksi yang konsisten dengan jenis pendekatan penelitian (seperti. apakah ada satu atau banyak masalah yang terlibat dalam penelitian sehingga mengharuskan anda untuk menelitinya? Seringkali. lalu di bagian atas tinjauan psutaka. Tinjauan pustaka ditempatkan di bagian khusus yang terpisah dari bagian pendahuluan. pengujian hubungan – hubungan atau predictor – predictor dalam kuantitatif. Bukan hanya satu masalah saja. Saya harus berhati – hati ketika berbicara tentang ―mereview penelitian‖ di sini karena saya tidak bermaksud bahwa Anda harus memasukkan tinjauan pustaka utuh dalam bagian pendahuluan.  Tuliskah. ada banyak masalah yang perlu dibahas. dalam beberapa penelitian. mereka diminta untuk meringkas kategori – kategori penting dari berbagai pustaka yang ditinjaunya.‖ Peneliti tentu tidak dakan melaksanakan penelitian yang sekedar meniru apa yang telah diteliti orang lain. Peneliti perlu mereview penelitian – penelitian relevean sebelumnya dan menaruhnya di bagian pendahuluan dengan tujuan : (1) untuk menjustifikasi pentingnya penelitian yang ia ajukan. Meski demikian. Saya selalu meminta mahasiswa saya untuk merefleksikan peta pustaka (seperti yang pernah dibahas dalam Bab 2). Marshall dan Rossman (2006) memandang bahwa tinjauan pustaka dalam pendahuluan ini adalah cara untuk merancang penelitian dalam konteks penelitian – penelitian lain yang berhubungan. eksploratoris daslam kualitatif. Hanya saja. peneliti bukan berarti tidak boleh melakukan tinjauan pustaka/penelitian dalam pendahuluan ini. dan (2) untuk menjelaskan perbedaan antara penelitian – penelitian sebelumya dengan penelitian yang sedang ia ajukan. penelti selanjutnya perlu mereview penelitian-penelitian/literature-literatur sebelumnya yang pernah membahas masalah penelitian tersebut. Penelitan – penelitian sebelumnya Setelah menulis paragraph – paragraph pembuka yang membahas penelitian. dan pendekatan keduanya dalam metode campuran). Kemampuan membingkai penelitian dengan cara inilah 141 . peneliti seyogianya berusaha ―merancang penelitiannya dalam satu dialog berkelanjutan dengan literature – literature / penelitian – penelitian lain yang relevan.

bukan secara individual (tidak seperti dalam Tinjauan Pustaka yang biasanya terdapat dalam bagian 142 . Namun. kualitatif. topic mengenai siswa – siswa Amerika – Afrika yang beresiko gagal di SD mungkin tidak pernah diteliti. Artinya. Untuk itu.yang membedakan peneliti pemula dengan peneliti berpengalaman. peneliti terlebih dahulu harus mengabstraksikan literature – literature / penelitian – penelitian yang membahas topic yang lebih umum (seperti. Jika seseorang melihat tinjauan pustaka ini terus ke bagian atas segitiga. ada beberapa literature yang bisa dijumpai meskipun agak sedikit berbeda dengan penelitian yang diajukan. secara umum. baru kemudian mengakhiri abstraksinya secara spesifik dengan menegaskan pentingnya penelitiannya yang diajukan (misalnya. tentang siswa – siswa Afrika – Amerika yang berisiko gagal di tingkat SD). Peneliti yang berpengalaman akan mereview dan memahami tulisan – tulisan sebelumnya yang membahas topic atau masalah serupa yang menjadi garapan penelitiannya. Pada ujung segitiga itu terdapat penelitian yang diajukan. atau metode campuran. Peneliti penula seringkali bertanya : ―Apa yang harus saya lakukan sekarang? Tidak ada satu pun penelitian / literature yang pernah membahas topi ini. Pertanyaan lain yang sering kali muncul adalah : Jenis literature seperti apa yang harus direview oleh seorang peneliti? Saya menyarankan agar peneliti merevie penelitian – penelitian sebelumnya yang memiliki rumusah masalah dan data – data untuk menjawab rumusan tersebut. siswa –siswa yang berisiko gagal di SD atau di jenjang – jenjang pendidikan lain). pertimbangkan tips – tips penelitian berikut ini :  Reviewlah sejumlah literature dengan meringkasnya secara komunal. Penelitian – penelitian ini bisa saja berupa penelitian kuantitatif. Penelitian ini haruslah sempit dan terfokus (tidak boleh ada satu pun penelitian yang serupa).‖ Tentu saja. Misanya. tetapi berasal dari keterlibatan peneliti selama bertahun – tahun dalam mengikuti perkembangan masalah penelitiannya dan literature – literature yang terkait. saya sering kali menyarankan agar peneliti memandang literature dengan pola piker segitiga terbalik. jika tinjauan pustaka diartikan secara sempit maka tidak ada satupun literature yang mendokumentasikan atau menjabarkan secara komprehensif dan precise masalah penelitian yang kita bahas. Pemahaman ini tentu saja tidak muncul dengan sendirinya. topic mengenai siswa – siswa yang beresiko gagal di SD atau di jenjang – jenjang pendidikan lain sudah banyak diteliti. Untuk mereview literature – literature / penelitian – penelitian yang relevan di bagian pendahulan proposal. Intinya adalah : literature – literature atau penelitian – penelitian sebelumnya akan memberikan sumbangsih pemikiran dalam menganalisis rumusan masalah yang akan dibahas dalam proposal.

Kutiplah penelitian – penelitian sebelumnya jika memang ada karena penelitian – penelitian seperti itu basanya banyak dijadikan referensi oleh orang lain. ataupun tempat-tempat yang diteliti.   Tinjaulah penelitan – penelitian lain yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Sifat defisiensi ini bervariasi dasi satu penelitian ke penelitian lain. Misalnya. peneliti juga perlu menjabarkan bagaimana penelitiannya akan mengoreksi atau menutupi defisiensi tersebut. letakkan referensi – referensi in text di akhir paragraph atau di akhir review mengenai literature – literature tersebut. karena penelitian – penelitian sebelumnya telah mengesampingkan satu variable penting maka penelitian anda bisa memasukkan variable tersebut dan menganalisis pengaruh – pengaruhnya. atau populasi tertentu. karena penelitian sebelumnya mengabaikan keberadaan 143 . caranya sangat mudah. kualitatif. Dalam artikel – artikel jurnal. peneliti kemudian mengidentifikasi kekurangan – kekurangan (deficiencies) yang terdapat dalam literature/penelitian tersebut. atau komunitas yang termarjinalkan tidak direpresentasikan secara memadai dalam literature/penelitian tersebut. Defisiensi dalam literature atau penelitian sebelumnya bisa saja muncul karena topic – topic yang diangkat di dalamnya tidak dieksplorasi berdasarkan kelompok. Selain menyebutkan defisiensi – defisiensi. defisiensi ini basanya ada di bagian ―saran-saran untuk penelitian selanjutnya‖ yang sering kali disampaikan secara implicit maupun eksplisit. sampel – sampel. Kekurangan (Defisiensi) dalam Literatur Sebelumnya Setelah menjabarkan masalah penelitian dan mereview sejumlah literature/penelitian lain yang relevan. Untuk mencari defisiensi ini. Identifikasi semacam ini sering dikenal dengan istilah model defisiensi.khusus dan terpisah). Sebagai contoh. atau metode campuran. seperti literature – literature yang dipublikasikan tidak lebih dari 10 tahun lalu.  Agar tidak sekedar menekankan pada literature – literature secara individual. sampel. Untuk literature/penelitian mana pun. Tujuannya adalah untuk membangun wilayah penelitian yang lebih luas. Carilah literature – literature terbaru untuk direview dan diabstraksikan. Peneliti tinggal merujuk gagasan – gagasn defisiensi ini untuk dijadikan topic penelitiannya. peneliti seyogianya dapat menjelaskan satu atau lebih defisiensi ini dalam bagian pendahuluan proposal mereka. literature/penelitian tersebut mungkin perlu dikaji kembali untuk melihat adakah kesamaan-kesamaan dalam hal penemuan-penemuan.

Pada dua contoh tulisan berikut.‖ dan sebagainya. begitu langka. ada satu masalah yang belum dianalisis. Svancarova& Svancarova. tidak sedikit ilmuwan sosial yang berusaha meneliti makna perang dan kedamaian (Cooper.‖ sangat sedikit penelitian empiris. yaitu tentang bagaimana bekas pejuang masa lalu memberikan reaksi terhadap perang masa kini. Rosell. 1967-1968. 1986.‖ ―sedikit sekali penelitian. Hoyle. anehnya sangat sedikit penelitian empiris yang berusaha menganalisis isu tersebut. 144 . 1970). Tunjukkan secara spesifik kekurangan – kekurangan dalam penelitian – penelitian yang sudah ada (seperti.2 Defisiensi – Defisiensi dalam Literatur : Sedikitnya Penelitian – Penelitian yang dilakukan Meskipun ada minat yang sangat tinggi terhadap persoalan mikro-politik.penduduk asli Amerika sebagai komunitas cultural maka Anda dapat menyertakan mereka sebagai paratisipan dalam proyek penelitian anda. Haavedsrud. dan apa makna semua ini secara deskriptif dan konseptual (Ball. Penelitian politik dalam ranah pendidikan. 1989 :381) Singkatnya. Sedikit sekali penelitian yang difokuskan pada bagaimana guru menggunakan kekuasannya untuk berinteraksi secara strategis dengan kepala sekolah. 1990 :85-86) Contoh 5. 1987. Anda dapat melihat bagaimana para penulisnya menunjukkan kelemahan – kelemahan atau kekurangan – kekurangan dalam beberapa literature sebelumnya. (Ziller. misalnya. 1968. Contoh 5. 1968. kesalahan metodologis atau variable – variable yang terabaikan). 1984) (Blase. khususnya dari perspektif subordinasi. Sayangnya. 1965. Perhatikan pula bagaimana mereka menggunakan frasa – frasa kunci untuk menunjukkan defisiensi – defisiensi ini. dari sekian banyak analisis ini. Alvik. Pratt.1 Defisiensi – Defisiensi dalam Literatur : Dibutuhkan Penelitian – Penelitian Lanjutan Berdasarkan rasionalisasi inilah. seperti ―yang belum dianalisis. untuk menunjukkan kekurangan – kekurangan (deficiencies) dalam literature sebelumnya. peneliti perlu menerapkan tips – tips penelitian berikut ini :   Kutiplah sejumlah kekurangan dalam literature tersebut untuk memperkuat alasan dibutuhkannya penelitian terhadap topic tertentu.

termasuk topic. Anda bisa melihat bagaimana penulisnya menyatakan pentingnya penelitian pada paragraph pembuka.  Jelaskan bagaimana peneltian Anda akan mengoreksi kekurangan – kekurangan ini dan memberkan kontribusi yang berbeda pada literature/penelitian akademik. Tulislah bidang – bidang atau ranah – ranah tertentu yang terabaikan oleh penelitian – penelitian sebelumnya. seperti yang pernah dicontohkan dalam pendahuluan Terenzini et al. Dalam bagian ini. Dia secara jelas menunjukkan bahwa para pengambil keputusan. Signifikansi Penelitian bagi Pembaca Dalam disertasi. Semakin banyak pembaca yang ditargetkan. Tulislah paragraph pendek untuk menjelaskan tiga atau empat kekurangan dari penelitian sebelumnya atau fokuslan pada satu kekurangan paling pokok. peneliti sering kali menyertakan bagian khusus yang mendeskripsikan signifikansi penelitian bagi pembaca tertentu. peneliti hendaknya menulis alasan/rasionalisasi tentang pentingnya penelitiannya yang diajukan. Tiga atau empat alasan/rasionalisasi tentang bagaimana penelitian Anda akan memperbaiki atau meningkatkan kebijakan tertentu. Pada contoh tulisan berikut ini. anggota organisasi. Hal ini dilakukan untuk mendukung pentingnya analisis topic penelitian bagi kelompok – kelompok tertentu yang mungkin saja dapat memperoleh manfaat dengan membaca dan menggunakan penelitian tersebut. dan para peneliti adalah target pembacanya yang diharapkan akan membaca hasl penelitiannya. proses statistic. Tiga atau empat alasan/rasionalisasi tentang bagaimana penelitan Anda dapat membantu memperbaiki atau meningkatkan praktik – praktik tertentu. (2000). semakin besar signifikansi penelitian tersebut bagi mereka. 145 . dan sebagainya. Dalam bagian ini pula. begitu pula potensi penelitian tersebut akan semakin kuat untuk diterapkan di dunia nyata. Tiga atau empat alasan/rasionalisasi tentang bagaimana penelitian Anda akan memperbaiki atau meningkatkan kebijakan tertentu. peneliti juga dapat menjelaskan beberapa hal berikut :     Tiga atau empat alasan/rasionalisasi tentang bagaimana penelitian Anda dapat menambah penelitian akademik dan literature dalam bidang – bidang tertentu. Penelitian yang dilakuka noleh Mascarenhas (1989) ini meneliti kepemilikan perusahaan – perusahaan industri. implikasi – implikasi penting.

Untuk menulis pendahuluan yang baik. pertama – tama peneliti perlu mendeskripsikan masalah penelitian yang berhubungan dengan penelitian kuantitatif. 1979. namun penemuan – penemuan mereka pada umumnya terlalu digeneralisasi untuk semua organisasi. Kemudian. dengan 146 . Terenzial et al. atau metode campurannya.3 Signifikansi Penelitian yang Dinyatakan dalam Pendaluluan Studi Kuantitatif penelitian tentang kepemilikan organisasi dan ranah – ranah di dalammya. (Mascarenhas. (2001) mengakhiri pendahuluannya dengan menyatakan bahwa pengadilan / hakim (court) dapat menggunakan informasi dari penelitian – penelitian yang ada untuk meminta perguruan tingi dan universitas – universitas mendukung ―kebijakan admisi yang sensitive-ras‖ (hlm. jangkauan produk. Kedua. peneliti disarankan untuk menggunakan model pendahuluan lima – bagian yang sudah dijelaskan dalam bab ini. 1989 : 582) Terenzini et al. Pada akhirnya. sangat penting dilakukan karena sejumlah alasan. Pengertahuan mengenai ranah – ranah dalam kepemilikan organisasi yang berbeda dapat menjadi input penting atas keputusan tersebut. Ketiga. Abell. dibutuhkan keputusan mendasar yang dapat menjangkau semua lapisan masyarakat demi terlaksananya aktivitas organisasi ini. kualitatif. (2001) mengakhiri pendahuluannya dengan meyatakan secara tegas bahwa penelitiannya ditujukan untuk membahas pengaruh keragaman structural terhadap skill intelektual mahasiswa. dan pemanfaatan teknologi (Abeli dan Hammond. salah satunya. 1980. RINGKASAN Bab ini menyajikan cara – cara bagaimana menyusun dan menulis pendahuluan untuk penelitian – penelitian akademik. para mahasiswa yang menuntut admisi. mereka juga menyatakan pentingnya penelitian ini bagi para staf kantor admisi. Pertama. pendahuluan yang baik untuk penelitian selalu diakhiri dengan pernyataan tentang tujuan atau maksud penelitian. seperti costumer service. 1988).Contoh 5. dan para anggota dewan yang mereview admisi – admisi tersebut. Peny dan Rainey. ada begitu banyak pakar yang meneliti organisasi – organisasi yang merefleksikan satu atau dua jenis kepemilikan. Selain itu.512). memahami hubungan antara kepemilikan dan ranah – ranahnya akan membantu menyingkap logika dasar aktivitas organisasi dan dapat membantu anggota organisasi tersebut mengevaluasi strategi – strategi. Model yang sering kali dikenal dengan istilah model defisiensi ini diterapkan. orientasi pembeli.

‖ Dalam M. The Compleat Academic : A Practical Guide for the Beginning Social Scients.J. Bern juga menyajikan contoh – 147 . Cobalah menulis pendahuluan dengan teknik narrative hook. Dia menyajikan sederet aturan tentang paragraph pembuka ini. Daryl Bern menekankan pentingnya statemen/paragraph pembuka dalam suatu penelitian. Latihan Menulis 1. 2. literature – literature yang terkait dengan masalah tersebut. apakah teknik yang Anda gunakan berhasil menarik perhatian pembaca. dan pembaca – pembaca yang secara potensial dapat mengambil manfaat dari penelitian ini. BACAAN TAMBAHAN Bem. Carilah beberapa penelitian bidang – bidang tertentu yang dipublikaskan dalam jurnal – jurnal akademik. peneliti dapat menutup pendahuluannya dengan menyatakan – setidaknya. keterbacaan. yang menurutnya harus menekankan pada kejelasan.). Buatlah masing – masing satu paragraph mengenai masalah penelitian. dan mampu menghubungkan pembaca dengan topic yang diangkat. seraya menunjukkan satu atau lebih kekurangan (defisiensi) dalam literature – literature tersebut dan menegaskan bagaimana penelitian yang diajukan dapat mengoreksi kekurangan – kekurangan itu. kekurangan – kekurangan dalam literature. P. Setelah itu. Tulislah pendahuluan untuk suatu penelitian tertentu. ―Writing the Empirical Journal Article.cara mengidentifikasi terlebih dahulu kasus – kasus umum (dengan teknik narrative hook) yang berhubungan dengan masalah penelitian. 3. peneliti juga perlu menyertakan secara singkat tinjauan psutaka/literature lain yang relevan.M Darley (ed. lalu carilah kalimat – kalimat yang menunjukkan bahwa penulisnya tengah membahas satu masalah atau isu tertentu. New York : Random House.tiga atau empat tujuan diadakannya penelitian. Peneliti kemudian mulai memerinci secara implicit atau eksplisit pembaca – pembaca tertentu yang diharapkan dapat mengambil manfaat dari penelitiannya. (hlm.Zanna&J. Amatilah pendahuluannya. (1987). Selain itu. diskusikan tulisan Anda ini dengan rekan – rekan Anda. Akhirnya. meyakinkan pembaca tentang LATIHAN MENNULIS uniknya penelitian Anda. 171-201). dan struktur yang dapat menuntun pembaca langkah demi langkah untuk sampai pada rumusan masalah. D.

Dia menekankan bahwa pendahuluan harus menuntun secara logis dan runtut pada rumusah masalah.‖ Edisi kedua. Menurut Bern. (2) pembahasan mengenai latar belakang dari masalah tersebut. The Scientist‘s Handbook for Writing Papers and Dissertations.contoh paragraph pembuka. Wilkinson. Menurut Maxwell. salah astu aspek mendasar dalam proposal adalah menjustifikasi bahwa proyek yang diajukan dapat membantu pembaca memahami. tidak hanya tentang apa yang Anda rencanakan. (1991). paragraph pembuka yang baik adalah paragraph yang dapat dimengerti bahkan oleh seseorang yang bukan ahli sekalipun. ―Qualitative Research Design : An Interakctive Approach. dan (3) pernyataan mengenai rumusan masalah. (2005). Englewood Cliffs. yang disertai dengan penjelasan tentang bagaimana menulis dan menyusun sebuah pendahuluan yang baik. Maxwell membahas isu – isu utama yang harus dieksplorasi mahasiswa untuk membuat argument proposal penelitiannya efektif dan efisien. NJ : Prentice Hall. Antoinette Wilkinson membahas tiga aspek utama dalam pendahuluan : (1) Pernyataan mengenai suatu masalah dan sifat – sifatnya. Maxwell. 148 . A. Joe Maxwell menulis tentang tujuan penelitan untuk proposal disertasi kualitatif.M.A. baik yang memuaskan maupun yang tidak. Pada satu contoh proposal disertasi mahasisaw s2 yang disajikan. Wilkinson juga menyajikan banyak contoh dari tiga aspek tersebut. dan juga tidak membosankan lantaran terlalu banyak bahasa teknis. tetapi juga mengapa Anda merencakanannya. Thousand Oaks. CA : Sage. Dia juga menyatakan pentingnya mengidentifikasi isu – isu yang ingin Anda teliti dan pentingnya menunjukkan mengapa isu – isu tersebut penting untuk diteliti. J.

‖ Sayangnya proposalproposal penelitian saat ini jarang sekali yang memperhatikan tujuan penelitian. Wilkinson (1991). adalah menyajikan tujuan penelitian.Bab Enam TUJUAN PENELITIAN Bagian terakhir dari pendahuluan. menjelaskan tujuan dalam konteks rumusan masalah dan sasaran penelitian. seperti rumusan masalah atau hipotesis. peneliti haruslah membedakan secara jelas antara tujua penelitian . Untuk itu. SIGNIFIKANSI DAN MAKNA TUJUAN PENELITIAN Menurut Locke et al. tujuan penelitian berarti menunjukkan ‖mengapa anda ingin melakukan penelitian dan apa yang ingin anda capai. atau gagasan-gagasn umum diadakannya 149 . Dalam artikel-artikel jurnal. dalam disertasi atau proposal disertasi. Penulis lain merujuknya sebagai salah satu aspek dari masalah penelitian (Casstetter & Heisler. tujuan penelitian sering kali ditulis secara terpisah. sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam bab 5. maksud-maksud. Para penlulis metodologi penelitianpun sering memasukkan tujuan penelitian ini kedalam bagian-bagian lain. Dalam proposal. Tujuan penelitian mengindikasikan maksud penelitian. Dari tujuan inilah semua asfek penelitian ditentukan. dan contoh-contoh tujuan penelitian yang biasa anda modifikasi untuk proyek proposal anda. tujuan penelitian harus ditulis dengan jelas dan spesifik. tujuan penelitian adalah kumpulan pernyataan yang menjelaskan sasaran-sasaran. Inilah bagian terpenting dari keseluruhan penelitian. dan rumusan penelitian. dan bukan masalah atau isu yang dapat menuntun pada keharusan diadakannya penelitian (lihat Bab 5). Namun. pembahasan mereka pada umumnya tetap menunjukkan bahwa tujuan penelitian merupakan gagasan inti dari suatu penelitian. saya membahas alasanalasan/rasionalisasi ditulisnya tujuan penelitian. prinsip-prinsip kunci. Dalam bab yang khususnya untuk tujuan penelitian ini. Akan tetapi. (2007: 9). Akan tetapi. Tujuan penelitian bukanlah rumusan masalah yang di dalamnya terdapat sejumlah pertanyaan yang nantinya dijawab berdasarkan data-data penelitian yang telah dikumpulkan (lihat Bab 7). peneliti biasanya menulis tujuan penelitian dibagian pendahuluan. Dikenal dengan istilah tujuan penelitian karena ia menggambarkan tujuantujuan/maksud-maksud dilakukannya penelitian dalam satu atau beberapa kalimat. misalnya. masalah penelitian. 1997).

seperti yang akan digambarkan dalam paragraf-paragraf berikut ini.. sehingga peneliti perlu menulisnya secara terpisah dari aspek-aspek lain dalam proposal penelitiannya da ia juga perlu membingkainya dalam satu kalimat atau paragraph yang mudah dipahami oleh pembaca. Tulislah tujuan penelitian ini dalam kalimat atau paragraph terpisah.suatu penelitian. jelaskan satu fenomena saja. Untuk itulah. Misalnya suatu penelitian bisa saja dimulai dengan mengeksplorasi peran ketua jurusan dalam usaha pemberdayaan kualitas akademik para dosen 150 .. Persempitlah penelitian anda menjadi satu gagasan untuk dieksplorasi dan dipahami. seperti berikut ini:  Gunakanlah kata-kata seperti tujuan. atau justru membandingkan dua atau lebih kategori tertentu. Tujuan penelitian kualitatif juga bisa menyatakan rancangan penelitian yang dipilih. dan gunakanlah bahasa-bahasa penelitian.2007).  Fokuslah pada satu fenomena (atau konsep atau gagasan) utama. atau sasaran untuk menandai tujuan penelitian yang anda tulis. maksud. partisipan penelitian. Untuk itu. masing-masing tujuan penelitian untuk tiga penelitian ini sebenarnya tetap memiliki sifat-sifat dan cara penulisannya sendiri yang berbeda-beda. Meslipun tujuan penelitian untuk studi kualitatif. dan lokasi penelitian. seperti ―tujuan (maksud atau sasaran) penelitian ini adalah.. atau metode campuran ditulis dengan konten yang sama. Fokus ini berarti bahwa tujuan penelitian kualitatif tidak boleh menunjukkan dua atau lebuh variable yang salin berelasi. Gagasan ini dibangun berdasarkan suatu kebutuhan (masalah penelitian) dan diperhalus kembali dalam pertanyaan-pertanyaan spesifik (rumusan masalah). Peneliti perlu memperhatikan beberapa hal mendasar dalam menulis tujuan penelitian kualitatif.‖ Para peneliti biasanya menggunakan verba masa kini (present verb tense) dan verb masa lampau (past verb tense) untuk proposal penelitian karena proposal mereka tengah menyajikan rencan penelitian yang akan—bukan yang belum—dikerjakan. kuantitatif. seperti yang sering dijumpai dalam penelitian kuantitatif. Begitu pentingnya tujuan penelitian ini. namun tetap tunjukkan bahwa penelitian anda bisa saja berkembang untuk mengeksplorasi hubungan atau perbandingan antargagasan dalam fenomena tersebut. Tujuan ini ditulis dengan istilah-istilah ―teknis‖ penelitian yang bersumber dari bahasa penelitian kualitatif (Schwandt. Tujuan Penelitian Kualitatif Tujuan penelitian kualitatif pada umumnya mencakup informasi tentang fenomena utama yang dieksplorasi dalam penelitian.

(Creswell & Brown... definisi istilah. Contohcontoh ini semua mengiliustrasikan bahwa ada satu gagasan utama yang dijadikan focus dalam tujuan penelitian kualitaitf. (fenomena utama) adalah .  Gunakanlah verb-verb tindakan untuk menunjukkan bahwa ada proses learning dalam penelitian anda. positif. teoritis dan teknis yang biasanya ada pada bagian khusus.. peneliti kualitatif setidak-tidaknya harus menggunakan kata-kata seperti: ―untuk semintara ini. spesifik.  Gunakan kata-kata dan frasa-frasa yang netral ---bahasa tidak langsung ---seperti .‖ Lebih baik memakai kata-kata ―pengalamn individu-individu‖ jangan terlalu sering menggunakan atau frasa-frasa yang problematik. meneliti makna.1999). definisi ini tidak boleh rigid. akan membuat penelitian anda terbuka atas kemungkinan-kemungkinan lain: suatu cirri yang menunjukkan bahwa penelitian anda adalah penelitian kualitatif. Karena termasuk dalam retorika penelitian kualitatif. atau menunjukkan bagaimana individu-individu tertentu secara kognitif mencirikan penyakit AIDS yang dideritanya (Anderson & Spencer. atau mengamati. 151 . pewawancara seharusnya mengajak responden untuk mendeskripsikan pengalamannya.  Sajikan definisi umum mengenai fenomena atau gagasan utama. atau dengan mengeksplorasi identitas guru dan marginalisasi atas identitas ini disekolah tertentu (Huber & Whelan. 1992). seperti berguna. seperti yang telah saya jelaskan dalam Bab 2. Dengan demikian. Untuk itu.. 2002). definisi. Verb-verb atau frasa-frasa tindakan.. McCracken (1998) mengatakan bahwa dalam wawancara kualitatif. dan informatif ---kata-kata yang seolah-olah memiliki makna yang bisa saja nuncul atau tidak muncul. atau dengan menjelaskan makna kebudayaan bisbol dalam hubungannya dengan pekerja studion (Trujillo.1992). mengembangkan. Tujuan disajikannya definisi umum ini adalah untuk menunjukkan kepada pembaca makna general dari fenomena yang dijabarkan dalam penelitian. melainkan tentatif dan berkembang selama pemelitian berdasarkan informasi dari para partisipan. khususnya jika fenomena tersebut merupakan istilah yang tidak dipahami oleh pembaca luas.. pewawancara (peniliti) ini dapat dengan mudah mengutak-atik ―atturan ketidaklangsungan‖ (McCracken.‖ selain itu peneliti juga perlu memperhatikan bahwa definisi ini tidak boleh dicampur-baurkan dengan definisi yang lebih detail. seperti mendeskripsikan. memahami. 1998: 21) tersebut dengan menggunaka kata-kata yang seolah-olah berorientasi langsung. dari pada menggunakan kata-kata ―pengalaman sukses individu-individu..

. gunakan beberapa bahasa yang membatasi ruang lingkup partisispan atau lokasi penenlitian... studi kasus. penelitian bisa saja terbatas pada wanita saja.. Gambarkan tempat ini secara detail sehingga pembaca benarbenar mengetahui dimana penelitian itu dilaksanakan.. Seperti catatan-catatan (scripts) sebelumnya dalam buku ini... seperti: apakah partisipan penelitian anda terdiri dari satu atau lebih individu. lebih khusus mereka yang menjadi anggota tim kreatif. saya sudah menyediakan ruang agar anda bisa menyisipkan informasi yang sesuai.. Gunakan kata-kata teknis strategis/teori penelitian yang digunakan ketika sampai pada bagian pengumpulan data. Dalam penelitian ini. seperti etnografi.  Sebagai langkah akhir dalam tujuan penelitian kualitatif... tetapi setidaknya contoh-contoh berikut ini telah berhasil menyajikan model-model yang layak ditiru dan dipelajari. atau strategi-stragi lainnya.. (sajikan definisi umum). pendekatan naratif.. atau organisasi) di. program. (fenomena utama yang diteliti) secara umum dapat didefinisikan sebagai. 152 . dan proses penelitian. seperti: apakah penelitian tersebut menggunakan teori etnografi.... seperti rumah. analisis data... Untuk membantu anda. kelompok.. (fenomena utama yang diteliti) pada. (lokasi penelitian). Gunakan kata-kata yang sering digunakan dalam teori-teori diatas.. atau peristiwa tertentu. proposal disertasi atau tesis kualitatif yang baik. Pembatasan-pembaasan semacam ini aka membantu peneliti untuk lebih jauh menjabarkan parameter penelitiannya.. seperti individu... Fenomena utama dapat dibatasi pada individu-individu dalam suatu organisasi bisnis. di sini saya menyajikan sejumlah catatan yang mungkin berguna dalam menulis tujuan penelitian kualitatif. Tujuan penelitian.. atau sekelompok orang. (memahami? mendeskripsikan? mengembangka? meneliti?) .. atau suatu organisasi.. Misalnya. atau sejenisnya) ini adalah untuk. organisasi. fenomenologi. studi kasus.  Tunjukkan lokasi dilakukannya penelitian. setidak-tidaknya harus mencakup beberapa diantara poin-poin itu.  Jelaskan para partisipan yang terlibat dalam penelitian.... Conto-contoh di bawah ini mungkin tidak secara sempurna mengilustrasikan semua elemen yang telah saya jelaskan. (strategi/teori penelitian.. Meskipun ada banyak variasi dalam mencantumkan poin-poin di atas pada tujuan penelitian. grounded theory. kelas. (para partisipan.... atau satu wilayah geografis tertentu.

Contoh 6. Tujuan penelitian Leuterbach adalah sebagai berikut: Sebagai upaya menyingkap makana substantif suatu fenomenalogi. Di sepanjang tulisannya. Metode yang digunakan dalam penelitia ini meliputi refleksi fenomenologis atas data-data yang ada berdasarkan investigasi pada pengalaman para ibu. Perspektif ini mempermudah usaha menyingkap pengalamanpengalaman tersebut yang tertutup selama ini. perspektif ini juga membantu mengartikulasikan dan menyuarakan memori para ibu dan cerita kehilangan mereka.Saya memperoleh tujuan penelitia yang ditulis oleh Lauterbach (1993) ini disebuah artikel jurnaldi bagian pembukanya yang berjudul ―tujuan penelitian. (Leuterbach. selain itu. 1993: 134) 153 .1 Tujuan Penelitian Dalam Studi Fenomenologi Kualitatif Leuterbach (1993) meneliti lima wanita yang kehilangan bayinya ketika sedang hamil (keguguran). Dengan menggunakan persfektif feminis.‖ Judul inilah yang secara jelas mengajak pembaca untuk focus pada tujuan penelitian. dan bagianbagian selanjutnya di artikel itu. focus penelitian ini adalah pada memori para ibu dan pengalaman kehidupan mereka. ―pengalaman kehidupan para ibu‖ menjadi fenomena utama dan penulis menggunakan kata kerja mengartikulasikan untuk membahas makna (kata yang netral) dari pengalaman-pengalaman ini. pembaca akan melihat bagaimana Leuterbach melakukan interviw pada lima sampel ibu (yang masingmasing telah mengalami keguguran) dirumah mereka. dan investigasi atas fenomena tersebut dalam konteks seni kreatif. penelitian fenomenologi ini berusaha mengartikulasikan ―esensi-esensi‖ makna dalam pengalaman kehidupan para ibu ketika bayi yang mereka sayangi meninggal dunia. dan memori serta pengalaman-pengalaman mereka atas peristiwa itu. jelas Leuterbach telah menggunakan strategi fenomenologi. tulisan Leuterbach juga secara jelas menunjukkan bahwa partisipannya hanya para ibu. Penulis lalu mendifinisikan pengalaman-pengalaman apa saja yang ditelitinya terkait dengan ―memori‖ dan ―pengalaman hidup‖ ini.

‖ Dia juga menulis pernyataan di atas dengan judul ―Tujuan Penelitian‖ untuk membuat pembaca fokus pada tujuan penelitiannya. Kebutuhan mahasiswa yang gay dan biseksual menjadi fenomena utama yang diteliti. dan edukatif yang mempengaruhi empat anak remaja (siswa) tidak mampu membaca. Dia berfokus pada ―faktor-faktor‖ sebagai fenomena utama dan menyajikan definisi tentative dengan menyebutkan contoh Contoh 6. Studi kasus ini berfokus pada faktor-faktor yang menghalangi para siswa SMP berkembang dalam skill membacanya. 154 . Kos justru meletakkan penelitiannya dalam pendekatan kualitatif dengan menggunakan kata-kata seperti mengeksplorasi. tujuan penelitian ini muncul di bagian awal artikel. seperti ―afektif. Tidak hanya itu. (Kos. Penelitia ini bukanlah intervensi. Pada bagian selanjutnya. sosial. edukatif. bukan berarti fokus penelitian ini pada usaha peningkatan skill membaca. Tujuan penelitiannya adalah sebagai berikut: Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi faktor-faktor afektif. pembaca akan menemukan bahwa penelitian Kos ini menggunakan strategi penelitian studi kasus yang dilakukan dalam suatu ruang kelas. Uniknya.Kos (1991) menegaskan bahwa penelitiannya bukanlah penelitian kuantitatif yang mengukur besarnya perubahan skill membaca dalam diri siswa. khususnya dibagian abstraksi dan metodologi.2 Tujuan Penelitian Dalam Studi Kasus Kos (1991) melakukan beberapa kali studi kasus tentang siswa-siswa SMP yang tidak bisa membaca. Karena tujuanya adalah untuk meningkatkan iklim kampus maka penelitian kualitaitf diatas termmasuk ke dalam jenis penelitian advokasi. diartikel tersebut. meskipun beberapa siswa mungkin telah mampu mengembangkan skill membaca mereka. seperti yang telah dijelaska dalam Bab 1. Penelitian ini juga berusaha menjelaskan mengapa siswa-siswa tersebut tetap saj tidak bisa membaca meskipus sudah bertahun-bertahun sekolah. yang memang menjadi cirri umum untuk artikel-artikel jurnal. 1991: 876-877) faktor tersebut. sosial. dia juga menyebutkan para partisipannya secara jelas.

dia sudah berusaha mengidentifikasi dan menyajikan makna tentative atas istilah-istilah penting tersebut. Selain itu. yang ia sertakan pada bagain awal tulisannya adalah sebagai berikut: Artikel ini berusaha memberikan sumbangsih tambahan pada literaturliteratur yang membahas tentang kebutuhan mahasiswa gay yang biseksual dengan mengidentifikasi sejumlah kawasan yang sekiranya dapat meningkatkan iklim kampus bagi mereka. Akan tetapi. Akan tetapi.3 Tujuan Penelitian Dalam Etnografi Rhoads (1997) melakukan penelitian etnografi selama dua tahun disebuah Universitas kenamaan. dan bahwa penelitian ini hanya akan melibatkan laki-laki saja (partisipan) di sebuah Universitas kenamaan (lokasi penelitian). Tujuan penelitian. yang berarti secara langsung merefleksikan bahwa wanita lesbian dan biseksual merupakan komonitas berbeda yang membentuk subkultur tersendiri di Universitas tersebut. fenomena utamanya adalah perkembangan karier. Dalam penelitian ini memang digunakan kata langsung. Dia berusaha mengeksplorasi bagaimana iklim kampus dapat ditingkatkan bagi laki-laki gay yang biseksual. Rhoads tidak memberikan informasi tambahan mengenai sifat utama kebutuhan para mahasiswa ini atau definisi umum dari kebutuhan tersebut. seperti kesuksesan. kata ini lebih dimaksudkan untuk mendefinisikan sampel individu yang diteliti dan bukan untuk membatasi tentang fenomena utama.Contoh 6. (Rhoads. 1997: 278) juga berusaha mengidentifikasi kawasan-kawasan yang dapat meningkatkan iklim kampus bagi laki-laki gay dan biseksual. Sayangnya. Rhoads juga telah menyebutkan bahwa strategi penelitian yang digunakan adalah etnografi. Penelitian ini hanya dibatasi pada laki-laki gay dan biseksual saja. Pada pernyataan di atas. dib again terpisah. 155 . da pembaca juga akan mengetahui bahwa fenomena tersebut didefinisikan sebagai pengaruhpengaruh penting dalam kesuksesan karir 18 wanita tersebut. Tulisan ini sebenarnya berasal dari penelitian etnografis yang pernah penulis lakukan duaa tahun terhadap suatu subkultur mahasiswa yang terdiri dari laki-laki gay yang biseksual disebuah Universitas kenamaan.

Tujuan ini ditulis dengan bahasabahasa yang berhubungan dengan penelitian kuantitatif. dan terkadang juga mencakup pengujian deduktif atas hubungan-hubungan atau teori-teori tertentu. varibel mediate.Contoh 6. baik dalam hal bahasa maupun fokusnya dalam menghubungkan atau membandingkan varibel-varibel. Grounded Theory sebagai strategi penelitian disebutkan pada bagian abstraksi dan dijelaskan lebih lanjut pada bagian prosedur penelitian. khusunya pengaruh-pengaruh yang berhubungan dengan kesuksesan karier mereka. Secara keseluruhan. para partisipan. tujuan kami melakukan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi factor-faktor penting yang mempengaruhi perkembangan karier para wanita ini. Ingatklah kembali Bab 3 yang menjelaskan jenis-jenis variable utama dalam penelitian kuantitatif. dan lokasi penelitian. dan varibel terikat. Tujuan penelitian kuantitatif biasanya dimulai dengan mengidentifikasikan varibel-varibel utama dalam 156 .4 Tujuan Penelitian Dalam Studi Grounded Theory Richie et al. 1997: 133) Peneliti beusaha untuk mengeksplorasi fenomena terssebut.berusaha meneliti perkembangan karier 18 wanita Amerika-Afrika (kulit putih dan hitam) yang memiliki prestasi tinggi di Amerika Seriakat dalam 8 bidang profesi yang berbeda-beda. dan pembaca akan memahami bahwa partisipannya adalah para wanita yang bekerja di tempat berbeda-beda. yaitu varibel bebas. (1997) melakukan penelitian kualitatif untuk mengembangkan suatu teori tentang perkembangan karier 18 wanita AmerikaAfrika (kulit putih dan hitam) yang memiliki prestasi tinggi Ameriaka Serikat yang masing-masing dalam bidang profesi yang berbeda-beda. Pada paragraph kedua penelitiannya. Tujuan Penelitian Kuantitatif Tujuan penelitian kuantitatif sangat berbeda dengan model tujuan penelitian kualitatif. mereka menyatakan tujuan diadakannya penelitian tersebut: Artikel ini ---yang didasarkan pada penelitian kualitatif--. Tujuan penelitian kuantitatif meliputi varibel-varibel dalam penelitian dan hubungan antar varibel tersebut. varibel moderate. (Richie et al.

Mulailah dengan kata-kata seperti ―tujuan (atau maksud atau sasaran) penelitian ini adalah. seperti ―hubungan antara‖ dua atau lebih varibel. maksud. Anda tidak perlu mendeskripsikannya secara detail karena--. atau ―perbandingan antara‖ dua atau lebih kelompok. Banyak peniliti juga meletakkan varibel-varibel moderating antara varibel bebas dan varibel terikat. yang digunakan dalam penelitian. ada sejumlah hal yang perlu diperhatika:  Gunakan kata-kata untuk menandai tujuan penelitian anda. misalnya. seperti tujuan. seperti mediate.  Tempatkanlah dan susunlah varibel-varibel ini dari kiri ke kanan. Mendeskripsikan teori secara sederhana di bagian tujuan penelitian akan memberikan penekanan pada pentingnya teori itu dalam penelitian tersebut. Dalam hal ini. moderate. Letakkan varibel-variabel intervening antara varibel bebas dan varibel terikat.  Gunakan kata-kata yang dapat menghubungkan varibel bebas dan varibel terikat untuk emnunjukkan bahwa kedua jenis varibel ini benar-benar saling berhubungan. atau untuk membandingkan sampel-sampel atau kelompok-kelompok tertentu dalm kaitannya dengan hasil penelitian. Kebanyaka penelitian kuantitatif menggunakan dalah satu dari dua opsi ini untuk menghubungkan varibel-varibel dalam tujuan penelitian. Pada akhirnya. intervening.seperti yang sudah saya jelaskan pada Bab 3--.‖  Tunjukkan teori. 157 .penekitian (bebas. atau sasaran. Meskipun peneliti kebanyakan menggunakan teknik menghubungkan dua atau lebih kelompok dalam penelitian eksperimen.. penelitian eksperimen dua faktor yang didalamnya peneliti memiliki dua atau lebih kelompok treatment dan satu varibel bebas. model. seperti yang sering dijumpai dalam penelitian eksperimen. atau kerangka konseptual yang anda gunakan.. seperti yang bisa ditemukan dalam penelitian survei. atau control. Tetapi ada juga peneliti yang menggunaka kombinasi antara membandingkan (comparing) dan menghubungkan (relating).... dengan varibel bebas (di bagain kiri) yang diikuti oleh varibel terikat (di bagian kanan). tidak menutup kemungkinan mereka juga menggunakan teknik tersebut dalam penelitian survei. atau terikat) beserta model visualnya. Untuk menulis tujuan penelitian kuantitatif. lalu mencari dan dan menentukan bagaimana varibel-varibel itu akan diukur atau diamati.ada kemungkinan bagian ―Perspektif Teoritis‖ ditulis secara terpisah untuk keperluan ini. tujuan digunakannya variable-varibel secara kuantitatif adalah untuk menghubungkan varibelvaribel tersebut. serta varibel-variabel lain.  Tunjukkanlah varibel bebas dan varibel terikat.

.‖ Dalam penelitian eksperimen. Contoh-contoh berikut ini akan mengilustrasikan elemen-elemen di atas.. Disertakannya definisi umum ini adalah untuk membantu pembaca lebih memahami tujuan penelitian........ varibel bebas selalu menjadi varibel yang dimanipulsi. Berdasarkan poin-poin di atas. Dengan menyatakan informasi tentang strategi penelitian. (sajikan definisi umum)...... satu penelitian terakhir adalah penelitian eksperimen... peneliti tidak boleh memberikan terlalu detail memberikan definisi secara operasional karena definisi semacam ini biasanya ditulis dalam bagian khusus ―Definisi Istilah‖ (yang menjelaskan secara rigid bagaimana varibel-varibel diukur). (partisipan penelitian) di..... berikan batasan pada ruang lingkup penelitian. seperti ruang lingkup pengumpulan data atau ruang lingkup partisipan penelitian. Dua penelitian pertama adalah penelitian survey. misalnya dalam frasa ―yang juga dipengaruhi oleh... (tunjukkan varibel control dan intervening) didefinisikan sebagai.  Tunjukkan sedcara jelas partisipan (atau unit analisis) dan lokasi penelitian tersebut....... Varibel-(varibel) bebas. peneliti setidaknya sudah mengantisipasi diri untuk tidak membahas detail metodologi penelitian (yang biasanya di tulis dibagian khusus) dan memungkinkan pembaca untuk mengasosiasikan hubungan antarvaribel dengan strategi penelitian... terhadap.. (membandingkan? emnghubungkan?)... Selain itu..... varibel control juga tidak jarang diletakkan secara tiba-tiba mengikuti varibel terikat.. yang .  Definisikanlah secara umum masing-masing varibel kunci. (lokasi penelitian).... (sajikan suatu definisi umum)... (varibel kontrol)..‖ atau ―dengan varibel kontrol. dengan (varibel terikat)..... yang juga dipengaruhi/dikontrol oleh. dalam hal in didefinisikan sebagai....  Sebutkan jenis strategi penelitian (seperti strategi survei atau eksperimen) yang digunakan dalam penelitian......... tujuan penelitian kuantitatif dapat ditulis sebagai berikut: Tujuan penelitian. misalnya dengan menggunakan definidi-definisi yang sudah diterima secara umum yang berasal dari literatur-literatur.Bahkan..... (eksperimen? survei?) ini adalah untuk menguji teori.. 158 .... Meski demikian. dan varibel(-varibel) control dan intervening...

kutipan di atas telah menggunakan kata hubungan. Selain itu.Contoh 6. Selanjutnya. meskipun Kalof tidak mendefinisikan varibel-varibel utama dalam tujuan penelitian di atas setidaknya dia sudah menyajikan ukuran-ukuran spesifik pada varibelvaribel tersebut dalam rumusan masalah. setidak-tidaknya dia telah mengidentifikasi varibel bebas (perilaku seks) dan varibel terikat (pelecehan seksual) dalam penelitiannya. Saya memanfaatkan data yang diperoleh selama dua tahun dari 54 mahasiswi untuk menjawab pertanyaanpertanyaan berikut ini: (1) Apakah perilaku-perilaku wanita mempengaruhi pelecehan seksual terhadap mereka dua tahun ini? (2) Apakah sikap-sikap wanita berubah setelah mengalami pelecehan seksual? (3) Apakah pelecehan seksual sebelumnya mengurangi atau justru meningkatkan resiko pelecehan-pelecehan seksual selanjutnya? (Kalof.5 Tujuan Penelitian Dalam Studi Survei Kalof (2000) melakukan penelitian selama dua tahun pada 54 mahasiswi. Kalof menggabungkan tujuan penelitian dengan rumusan masalah sebagai berikut: Penelitian ini berusaha mengelaborasikan dan mengklarifikasi hubungan antara perilaku seksual wanita dan pengalaman-pengalaman mereka terhadap pelecehan seksual. terkait oerilaku-perilaku dan pengalaman-pengalaman mereka terhadap pelecehan seksual. pada bagian metodologi penelitian. Dia juga menggunakan kata-kata hubungan antara untuk menunjukkan relasi antarvaribel. istilah-istilah yang didefinisikan. dari susunan varibel yang dijelaskan. Kalof menyebutkan bahwa penelitiannya menggunakan metode survei mailed. 2000: 24) Meskipun Kalof (2000) tidak menyebutkan teori yang dia gunakan. Kutipan di atas mencakup beberapa komponen tujuan penelitian yang baik. Selain ditulis pada bagian terpisah (Pernyataan Masalah). Tujuan penelitian di atas juga telah mengidentifikasi secara jelas para partisipan (wanita) dan lokasi penelitian (Universitas) . Mahsiswi ini memberikan responnya masing-masing pada dua instrumen survei yang disebarkan secar terpisah selama dua tahun. pembaca akan mudah mengidentifikasi varibel bebas dan varibel terikatnya. 159 . populasi dan sebagainya. Lebih jauh.

Contoh 6. dan sebagainya) dan informasi tentang pemikiran responden terhadap pekerjaannya yang berubah-ubah. Motivasi pekerjaan didefinisikan sebagai enam faktor utama. karakristik-karakristik dibagi ke dalam dua informasi penting. Bagian kedua penelitian ini meminta responden untuk mengidentifikasi faktor-faktor motivasional ini yang berhubungan dengan mereka. tingkat pendidikan. Dalam salah satu subjudul disertasinya ―Pernyataan Masalah‖ dia menjelaskan tujuan penelitian sebagai berikut: Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti hubungan antara karakristikkarakristik pribadi dan motivasi pekerjaan bagi para pendidik yang mengajar dilembaga-lembaga negeri perbaikan remaja di Amerika Serikat. keinginan dan penghargaan akan kesuksesan. (DeGrew.6 Tujuan Penelitian Dalam Studi Survei Disertasi DeGraw (1984) menyelsaikan disertasi doktoralnya dalam bidang pendidikan. tujuan penelitian di atas juga menjelaskan adanya perbandingan antarvaribel. keamanan konservatif. Disertasi itu membahas topik tentang para pendidik yang bertugas pada institusi-institusi perbaikan remaja. kesabaran terhadap tekanan pekeerjaan. da kesediaan untuk mencari reward meski berada diantara ketidakpastian dan penyangkalan. yaitu informasi tentang latar belakang responden (seperti informasi institusional. pelatihan sebelumnya. Selain ditulis dengan terpisah. Penelitian terhadap latar belakang responden sangat penting dalam disertasi ini karena penelitian semacam dan ini diharapkan faktor-faktor dapat yang mengidentifikasi karakristik-karakristik mempengaruhi mobilitas dan motivasi. Dalam hal susunan varibel. mereka menyusunnya dengan meletakkan varibel terikat diurutan pertama an varibel bebasnya di 160 . 1973). daya saing. 1984: 4-5) Kutipan di atas juga merefleksikan komponen-komponen tujuan penelitian kuantitatif yang baik. Para penulisnya juga telah menunjukkan para partisipan yang terlibat dalam penelitian eksperimennya. sebagaimana yang terdapat dalam kuesioner penelitian komponen kerja pendidikan (educational work components study/EWCS) (Miskel & Heller. Enam faktor ini antara lain: potensi perubahan dan perkembangan diri.

kemudian varibel terikat---. (Booth-Kewley et al. yaitu impression management (IM) dan Self-Deception (SD). Mereka melanjutkan penelitian inventaris yang telah dilakukan sejumlah mahasiswa sebelumnya dengan menggunaka Balanced Inventory of Desirable Responding (BIRD). mereka mengemukakan tujuan penelitiannya: Kami merancang penelitian ini untuk membandingkan respon-respon para calon Angkata Laut terhadap skala IM dan SD. kelompok-kelompok dalam masing-masing varibel telah diidentifikasi secara jelas. Contoh 6. 1992: 563) Tujuan Penelitian Metode Campuran Tujuan penelitian metode campuran berisi tujuan penetian secara keseluruhan. yang menawarkan dua skala. Begitu pula. Kurang lebih separu dari calon AL ini menjawab kuesioner-kuesioner yang diberikan secara anonym (tanpa nama/identitas jelas) dan separuh lainnya menjawab dengan identitas yang jelas.kekanan).bagian ke dua (Note: cara penulisan ini berbeda dengan apa yang sayasarankan agar varibel bebas ditulis terlebih dahulu---. yang dikumpulkan dalam tiga kondisi. (2) komputer dengan backtracking (3) komputer tanpa backtracking.dari kiri--.7 Tujuan Penelitian Dalam Studi Eksperimen Booth-Kewley. Berikut ini saya sajikan beberapa petunjuk bagaimana menyusun dan menyajikan tujuan penelitian metode campuran. dan alasan/rasionalisasi mencampur dua unsur tersebut untuk meneliti masalah penelitian. dalam pendahuluan. informasi mengenai unsure-unsur penelitian kuantitatif dan kualitaif. Dalam paragraf terakhir di bagaian pendahhuluan. dan Rosenfeld (1992) membandingkan antara daya tarik sosial terhadap penggunaan computer dan daya tarik pribadi terhadap pensil dan kertas. Meski demikian. dalam pararaf-paragraf sebelumnya mereka sebenarnya sudah mereview beberapa penemuan dari teori sebelumnya. Edwards. 161 . yaitu: (1) kertas---dan----pensil. Tujuan penelitian metode campuran biasanya ditunjukkan terlebih dahulu. meskipun dalam tujuan penelitian diatas par apenulisnya tidak menyebutkan dasar teori yang digunakan. untuk memberikan panduan awal bagi pembaca dalam memahami bagian-bagian penelitian kuantitatif dan kualitatif di dalamnya.

menyebutkan strategi penelitian dan memerinci para partisipan dan lokasi penelitian. menyebutkan strategi penelitian. menyusun varibel-variabel ini mulai dari varibel bebas terlebih dahulu lalu varibel terikat.. 3.‖ atau ―Maksud.‖ Jelaskan tujuan penelitian dari perspektif konten.. Untuk mengungkap kecenderungan-kecenderungan dan hak-hak dari kelompok atau individu-individu yang tertindas. Murphy & Nicholl. konkuren. kemudian menindaklanjutinya denga mewawancarai atau mengobservasi sejumlah individu untuk membantu menjelaskan lebih jauh hasil statistik yang sudah diperoleh (lihat juga O‘Cathain. 162 . Alasan ini dapat berupa salah satu dari yang berikut ini (lihat Bab 10 untuk lebih detailnya): 1. dan menjelaskan para partisipan dan lokasi penelitian. Jelaskan alasan/rasionalisasi dikombinasikannya data kuantitatif dan kualitatif. Untuk lebih memahami masalah penelitian dengan mengonvergensikan (atau mentrianggulasi) data kuantitatif yang berupa angka-angka dan data kualitatif yang berupa rincian-rincian deskreptif. menggunakan kata-kata tindakan dan bahasa tidak langsung. seperti berfokus pada satu fenomena utama. Untuk mengeksplorasi pandangan partisipan (kualitatif) untuk kemudian dianalisis berdasarkan sampel yang luas (kuantitatif).  Terapkan karakristik-karakristik tujuan penelitian kualitatif yang baik.. apakah itu sekuensial.   Tunjukka jenis rancangan metode campuran yang digunakan.. seperti menyebutkan suatu teori dan varibel-varibel. seperti ―Tujuan.. 2007). Untuk memperoleh hasil-hasil statistic kuantitatif dari suatu sampel..  Mulailah dengan menulis kata-kata yang menunjukkan secara jelas tujuan penelitian yang akan dijabarkan.. 4. menghubungkan varibel-varibel atau membandingkan kelompok-kelompok varibel. 2. atau transformasional. seperti ―Tujuannya adalah untuk mempelajari efektivitas organisasi‖ atau ―Tujuannya adalah untuk mengamati keluarga-keluarga yang anak tiri‖ untuk memahami keseluruhan maksud penelitian tersebut terlebih dahulu sebelum peneliti membagi penelitiannya ke dalam bagian kuantitatif dan kualitatif.  Terapkan pula karakristik-karakristik tujuan penelitian kuantitatif yang baik.

... (sebutkan tujuan penelitian berdasarkan konten).... instrumen .tahap ini adalah untuk (sebutkan tujuan penelitian berdasarkan konten). Pada tahap kedua ini... Contoh ketiga adalah penelitian konkuren dengan menerapkan dua strategi pengumpulan data dalam satu waktu lalu dibawa secara bersama-sama dalam analisis data. yaitu tahap kualitatif. Tahap pertama adalah eksplorasi kualitatif terhadap .. Berdasarkan elemen-elemen di atas. Penelitian sekuensial dengan tahap kualitatif tindak-lanjut (di urutan kedua) yang turut membantu menjelaskan tahap kuantitatif sebelumnya (di urutan pertama): Tujuan dari penelitian metode campuran sekuensial dua. Dua contoh pertama adalah penelitian sekuensial dengan satu strategi pengumpulan data yang turut membangun strategi pengumpulan data yang lain.... (fenomena utama) dengan melibatkan (para partisipan) di (lokasi penelitian)............ wawancara atau observasi kualitatif digunakan untuk memeriksa kembali (hasil-hasil kuantitatif) dengan mengeksplorasi aspek-aspek . 1. rumusan masalah..instrumennya tidak sesuai atau tidak tersedia..... Pertimbangkan pula informasi-informasi tambahan mengenai jenis-jenis/strategistrategi pengumpilan data kualitatif dan kuantitatif.......... 2007). Informasi dari tahap pertama akan dieksplorasi lebih lanjut pada tahap kedua.... berikut ini disajikan empat contoh tujuan penelitian metode campuran (Creswell & Plano Clark.. 2... ada sedikit teori atau taksonomi yang dapat dijadikan panduan rigorus).. atau hipotesis) yang (menghubungkan? membandingkan?) (variabel bebas) dengan (variabel terikat) terhadap (sampel dari populasi) di (lokasi penelitian)......... Pada tahap pertama. Alasan ditindaklanjutinya 163 ....... rumusan masalah atau hipotesis penelitian kuantitatif akan menjelaskan hubungan atau perbandingan (variabel bebas) dan (variabel terikat) dengan melibatkan (partisipan penelitian) di (lokasi penelitian)..penemuan dari tahap kualitaiif ini kemudian digunakan untuk menguji (suatu teori......... Contoh keempat adalah penelitian metode campuran transformative yang didasarkan pada rancangan konkuren......... variabel variabel-nya tidak diketahui.... Penelitian sekuensial dengan tahap kuantitatif di urutan kedua yang didasarkan pada tahap kualitatif di urutan pertama: Tujuan penelitian metode campuran sekuensial dua-tahap ini adalah untuk.. (fenomena utama) dengan mengumpulkan (jenis-jenis data) dari (para partisipan) di (lokasi penelitian).. Alasan didahulukannya pengumpulan data kualitatif disebabkan (seperti.. Penemuan.

Dikatakan strategi tranformatif karena tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas isu utama yang berhubungan dengan kelompok-kelompok atau individu-individu yang ter-marjinalkan. lebih memahami dan menjelaskan hasil-hasil kuantitatif yang diperoleh sebelumnya). 4. (instrumen instrumen kuantitatif) akan digunakan untuk mengukur hubungan antara (variabel bebas) dan (variabel terikat).. Selain itu. (sebutkan tujuan penelitian berdasarkan konten). Dalam penelitian ini... tetapi yang namanya proyek metode campuran bisa saja menggunakan strategi konkuren (data kuantitatif dan data kualitatif dikumpulkan dalam waktu bersamaan) ataupun strategi sekuensial (dua jenis data yang dikumpulkan secara ber-tahap).. Contoh terakhir adalah penelitian metode campuran dengan strategi transfofiriatif.. (fenomena utama) akan dieksplorasi dengan menggunakan (wawancara atau observasi kualitatif) dengan/terhada (para partisipan) di (lokasi penelitian).. Alasan dikombinasikannya data kuantitatif dan data kualitatif iri adalah untuk lebih memahami masalah penelitian dengan cara mengonvergensi data kuantitatif (berupa angka-angka) dan 164 ..metode kuantitatif ini dengan metode kualitatif adalah untuk (seperti. hasil dari penelitian semacam ini biasanya untuk mengadvojcasi kebutuhan-kebutuhan kelompok atau individu tersebut sehingga dalam tujuan penelitiannya diserta-kan pula penjelasan mengenai usaha/harapan transformasi (perubahan) dalam tujuan penelitian. Dalam penelitian ini.. lalu memadukan keduanya untuk dapat memahami masalah penelitian dengan lebih baik : Tujuan penelitian metode campuran konkuren ini adalah untuk. (fenomena utama) akan dieksplorasi juga dengan menggunakan (wawancara atau observasi kualitatif) dengan/terhadap (para partisipan) di (lokasi penelitian). Pada waktu bersamaan. Penelitian konkuren dengan mengumpulkan data kuantitatif dan data kualitatif sekaligus dalam satu waktu.. 3. Tujuan penelitian metode campuran konkuren ini adalah untuk (sebutkan isu-isu yang perlu dibahas terkait dengan kelompok atau individu-individu yang termarjinalkan). (instrumeninstrumen kuantitatif) akan digunakan untuk mengukur hubungan antara (variabelvariabel bebas) dan (variabel-variabel terikat). Pada waktu bersamaan. Asalan mengombinasikan data kuantitatif dan data kualitatif ini adalah agar lebih memahami masalah penelitian tersebut dengan mengon vergensi data kualitatif (berupa angka-angka) dan data kuantitatif (berupa pandangan-pandangan deskriptif).:.. Contoh ini ditulis berdasarkan penelitian konkuren. .

Pajarrr penejitian yang diiaksariakan selama tig a tahun. 1991: 141) Dalam teks aslinya. Pengetahuan ini diharapkan dapat mernbantu mengekSplorasi lebih jauh isu teritang penghematan orang tua. Contoh 6. kami memilih regresi logistik untuk mengidentifikasifaktor-faktor yang berhubungan dengan pehghematan prang tua bagi pendidikan S2 anak-anak mereka.nak rriereka." Tujuan tersebut juga sudah mengindikasikan bahwa ada data kuantitatif (seperti. namun ia telah disajikan pada bagian selanjutnya. 1993:146) 165 . wawan-cara) yang dicampur dalam penelitian. kami juga berusaha menggali pengetahuan lain dari hasil wawancara kami dengan beberapa sampel mahasiswa dan orang tua mereka selama lima kali dalam jangka waktu tiga tahun. Alasan dipilihnya metode triangulasi atau konkuren ini memang tidak di-sertakan dalam tujuan penelitian di atas. fidakhanya itu. mereka rnengideritiftkasi taktpf-faktof yang sangat berhubufigari dengan p'enghematart orang tua dan data kuantitatifkualitatif yang mereka kurhpulkan. Kedua jenis data ini di-kumpulkan selama periode tiga tahun.data kualitatif (berupa pandangan-pandangan rinci). khususnya yang terkait dengart pengbernatan orang tuauntuk pendicfikan S2 bag] anak-a. survei) dan data kualitatif (seperti. penelitian ini dapat digolongkan ke dalam penelitian triangulasi atau konkuren. dalam pembahasan metode survei dan wawancara.8 Tujuan Penelitian Metode Campuran Konkuren Hossler dan Vesper (1993) meneliti sikap/kecehderungan anak-anak dan prang tua. Artinya. Tujuan penelitian mereka adalah sebagai perikut: Karya tulis ini berusaha meneliti perilaku-perilaku pengtiernatan (saving) orang tua. (Hossler & Vesper. Dalam bagian metode survei dan wawancara inilah di-dapati pernyataan bahwa "wawancara juga digunakan untuk meng-eksplorasi lebih detail variabel-variabel yang sudah dianalisis dan untuk mengtriangulasi hasil penelitian berdasarkan data kuantitatif dan data kualitatif" (Hossler & Vesper.dan untuk mengadvokasi perubahan/transformasi bagi (kelompok-kelompok atau individu-individu). tujuanpenelitian di atas ditulis denganjudul "Tujuan. Dengan menggunakan data anak-anak dan orang tua yang diperoleh dari penelitian longitudinal dengan metode survei selama tiga tahun.

pengalaman mahasiswa dapat dilakukan dengan lebih baik hanya jika eksplorasi terhadap cara penggunaan laptop oleh mahasiswa terlebih dahulu diterapkan. Tujuan penelitian di atas juga menyertakan informasi mengenai dua strategi pengumpulan data dan diakhiri dengan alasan digunakannya dua bentuk data dalam rancangan metode campuran sekuensial.9 Tujuan Penelitian Metode Campuran Sekuensial Ansorge. Tujuan karya tulis ini adalah untuk rneneliti pentingnya pemanfaatan waktu. Creswell. dari tema-tema tersebut.10 Tujuan Penelitian Metode Campuran Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman umum tentang bagaimana keadilan dan kesetaraan gender dipersepsikan oleh perernpuan dan laki-laki Swedia. dan ideologi gender bagi terbentuknya persepsi positif masyarakat Swedia tentang kejadilan dan kesetaraan gender. surnber daya-surnber daya individu. dan Gutmann (2001) meneliti penggunaan laptop iBook di tiga kelas Metoae Pendidikan Guru. Tujuan penelitian di atas ditulis dengan judul "Tujuan. Laptop ini memungkinkan mahasiswa untuk belajar di meja mereka masing-masing dan mernanfaatkannya untuk login secara langsung ke dalam website-website yang direkomendasikan oleh instruktur. keadilan distributif. 2003: 185) 166 . dibuatlah instrumen penelitian untuk menyurvei cara penggunaan laptop oleh para mahasiswa dalam beberapa kondisi. (Nordenmark & Nyman. Contoh 6. Tujuan penelitiannya adalah sebagai berikut : Tujuan penelitian metode campuran sekuensial ini adalah per-tama-tama untuk mengeksplorasi dan membuat tema-tema utama tentang penggunaan laptop iBook di kelas Metode Pendidikan Guru dengan melakukan observasi lapangan dan wawancara langsung.Contoh 6. Hal ini diperkuat karena di dalamnya berisi elemen-elemen dasar dari tahap pertama ' (kualitatif) yang ditindaklanjuti oleh tahap kedua (kuantitatif)." Tujuan penelitian tersebut sudah menyebutkan jenis rancangan metode campuran yang digunakan (rancangan sekuensial). Kemudian. Alasan digunakannya data kualitatif dan ddta kuantitatif ini disebabkan survei terhadap. Swidler.

peneliti harus menyatakan secara jelas strategi penelitian yang 167 . Selain itu. pembaca akan mengetahui bahwa variabel-variabel ini ternyata ditulis dalam bentuk pertanya-an-pertanyaan kualitatif. Peneliti juga perlu menempatkan variabel bebas di urutan pertama (bagian kiri) dan variabel terikat di urutan kedua (bagian kanan). dan memperjelas strategi penelitian. peneliti juga perlu menggunakan kata-kata tindakan seperti mengamati.Seperti yang sudah kita baca. para partisipan penelitian. survei dan wawancara). Para penulisnya juga menunjukkan dua jenis data yang dikumpulkan (yaitu. kutipan di atas diawali dengan pernyataan tentang maksud penelitian dan ditulis di akhir pen-dahuluan. atau mernahami. Meski demikian. dan perilaku-perilaku yang saling kontradiktif yang berimplikasi terhadap kesetaraan gender di Swedia. menggunakan bahasa tidak langsung. peneliti perlu menegaskan feno-mena utama yang diteliti dan menyajikan definisi tentatif ten tang fenomena tersebut. pemikiran-pemikiran. untuk saling melengkapi satu sama lain). peneliti menegaskan teori yang akan diuji dan variabel-variabel yang akan dihubungkan atau diperbandingkannya. Artinya. Dalam menulis tujuan penelitian kualitatif. para pen1 llisnya bisa saja lebih eksplisit dalam menjelaskan prosedurprosedur kuantitatif dan kualitatifnya. mengetribangkan. dan setelah kutipan di atas. pembaca disajikan satu informasi bahwa orang-orang Swedia ternyata memiliki tujuan politis terkait dengan kesetaraan gender ini. RINGKASAN Bab ini menjelaskan pentingnya tujuan penelitian yang menjadi gagasan utama dilakukannya suatu penelitian atau studi. di bagian-bagian selanjutnya dalam artikel ini. tujuan penelitian di atas juga sudah menyebutkan variabel-variabel kuanti-tatif yang saling berhubungan dalam penelitian. Selain itu. Dalam tujuan penelitian kuantitatif. Kutipan tersebut mengetengahkan persoalan kesetaraan gender sebagai isu utama. 2003: 182). penelitian metode campuran ini dilaksanakan berdasarkan strategi konkuren. Uniknya. dan lokasi penelitian. di mana "ke-seimbangan kerja dan kekuasaan antara pria dan wanita seolah-olah dieliminasi" (Nordenmark & Nyman. serta jenis strategi metode campuran yang digunakan. mereka juga menjelaskan mengapa dua jenis data ini digabungkan (yaitu. dan karena inilah mereka mengharapkan adanya penelitian lanjutan terhadap keadilan dan kesetaraan gender dengan metode survei skala-luas. Sebelum kutipan di atas. mereka sudah menegaskan bahwa tidak menu tup kemungkinan muncul tujuan-tujuan. Dalam kutipan di atas juga tidak disebutkan bagaimana penelitian ini akan turut mem-bantu menciptakan kesetaraan gender di lingkungan masyarakat Swedia. Selain itu. Meski demikian. di bagian akhir karya tulisnya.

Dengan merujuk pada beberapa contoh tujuan penelitian kuantitatif. tulislah satu saja tujuan penelitian. Designing Qualitative Research. Peneliti juga perlu menyertakan unit analisis (seperti. Dalam beberapa hal. Seperti biasa. Dengan merujuk pada beberapa contoh tujuan penelitian metode campuran. Pastikan Anda menyertakan alasan dicampurnya data kuantitatif dan data kualitatif. Catherine Marshall dan Gretchen Rossman membahas di antaranya mengenai tujuan penelitian. CA: Sage. Thousand Oaks. dan alasan/rasionalisasi dignnakannya strategi tersebut. Latihan Menulis 1. Dengan merujuk pada sejumlah contoh tujuan penelitian kualitatif yang sudah disajikan dalam bab ini. G. tulislah satu saja tujuan penelitian. individuindividu atau kelompok-kelompok) dalam tujuan penelitiannya. dan emansipatoris. tidak lebih dari sepertiga halaman 3.hendak diterapkan serta para partisipan dan lokasi penelitiannya. Peneliti harus menulis tujuan penelitian secara eksploratif. Selebihnya. pastikan tulisan Anda singkat. (2006). karena ini penelitian metode campuran maka beberapa elemen dalam tujuan penelitian kuantitatif dan kuali-tatif juga harus disertakan. Dalam tujuan penelitian metode campuran. jenis strategi harus dinyatakan secara jelas: apakah data penelitian dikumpulkan secara konkuren atau sekuensial. & Rossman. Dalam buku ini. Tulislah tidak lebih dari sepertiga halaman. Tujuan penelitian menjelaskan kepada pembaca hasil-ttasil apa saja yang ingin dicapai oleh peneliti. deskriptif. buatlah satu tujuan penelitian dengan mengisi ruang-ruang kosong di dalamnya. lazimnya disertai dengan pembahasan singkat mengenai topik penelitian dan sering kali ditulis dalam satu atau dua kalimat.B. 2. selebihnya Anda bisa menerapkan elemen-elemen kunci dalam tujuan penelitian kuantitatif dan kualitatif kan sebelumnya. Tujuan penelitian. 168 . peneliti juga dapat mendefinisikan variabel-variabel kunci yang digunakan dalam penelitian. ekplanatoris. Pastikan tujuan ini ringkas LATIHAN MENULIS dan jelas. C. menurut Marshall dan Rossman. Edisi keempat. sebagaimana yang telah dijelas- BACAAN TAMBAHAN Marshall.

tujuan penelitian sbaiknya ditulis di bagian akhir pendahuluan saja. John W. AJNC (1991). Jika ditulis secara eksplisit. Dia menyatakanbahwa tujuan penelitian ditulis untuk menjawab rumus-an masalah. & Piano Clark. NJ: Prentice Hall. Wilkinson.Creswell. tujuan penelitian harus disajikan dalam bagian pendabAiluan. Creswell dan Vicki L. menganalisis data. serta menulis hasil penelitian. Piano Clark menulis buku peng-antar tentang penelitian metode campuran. V. CA: Sage. Thousand Oaks. mulai dari menulis pendaehuhian. The Scientist's Handbook for Writing Papers andfiissertatkms. Di dalamnya. mengumpulkan data. Designing and Conducting Mixed Methods Research. tergantung pada bagaimana bagian pendahuluan itu disusun oleh peneliti. Mereka juga me-nyajikan empat cqntdh jenis penelitian metode campuran serta panduan-panduan umum dalam menulis tujuan penelitian berdasar-kan contoh-contph tersebut. atau diletakkan berdampingan atau di pertengahan pendahuluan. Antoinette Wilkinson menyebut tujuan penelitian dengan istilah "sasaran langsung penelitian" (immediate objective of the study). Englewood Cliff.. 169 .W.L. menafsirkan data. (2007).. mereka membahas proses-proses penelitian dengan metode campuran. meskipun tujuan ini bisa saja secara implisit dinyatakan di bagian mana pun. J. Lebih lanjut.

Rambu pertama adalah tujuan penelitian yang menjadi petunjuk utama sebuah penelitian. penelitian kualitatif bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor kompleks yang berada di sekitar fenomena utama dan me-ny ajikan perspekuf-perspektif atau makna-makna yang beragam dari para partisipan. Rumusan masalah untuk penelitian kualitatif mengandaikan dua bentuk: satu rumusan masalah utama danbebe-rapa subrumusan masalah spesifik. bukan sasaran penelitian (seperti. Untuk membuat pertanyaan seperti ini y cobalah bertanya: "Apa pertanyaan terluas yang bisa say a ajukan terkait dengan penelitian ini?" Peneliti pemvila yang dilatih dalam penelitian kuantitatifbiasanya akan kesulitan untuk menerapkan pendekatan ini karena mereka terbiasa dengan pendekatan sebaliknya: meng-identifikasi rumusan masalah yang spesifik atau hipotesis-hipotesis yang didasarkan pada variabel-variabel yang sangat terbatas. Dari tujuan penelitian ini. hasil-hasil akhir yang ingin diperoleh dalam penelitian) ataupun hipotesis-hipotesis (seperti. rumusan masalah dan hipotesis penelitian kuantitatlf. Peneliti mengajukan pertanyaan ini sebagai masalah umum yang tidak dimaksudkan untuk mem-batasi penelitian.BabTujuh Rumusan Masalah dan Hipotesis Penelitian Peneiiti seyogianya menyajikan rarnbu-rambu yang dapat me-nuntun pembaca melewati semua tahap penelitian. Berikut ini saya sajikan beberapa petunjuk bagai-mana menulis rumusan masalah atau pertanyaan umum dalam penelitian kualitatif: 170 . peneliti mulai memper-sempit fokus penelitiannya dengan menyajikan rumusan masalah dan hipotesis penelitian. prediksi-prediksi yang melibatkan variabel-variabel dan pengujian-pengujian statistik). Sebaliknya. Rumusan masalah utama mempakan pertanyaan umum tentang konsep atau fenomena yang diteliti. RUMUSAN MASALAH KUALITATIF Dalam penelitian kualitatif. serta rumusan masalah penelitian metode campuran. peneliti menyatakan rumusan masalah. Bab tujuh ini akan menjelaskan sejumlah prinsip dan panduan dalam merancang rumusan masalah penelitian kualitatif.

Contoh rumusan masalah fenomenologi adalah: "Bagaimana kehidupan seorang ibu jika satu anak remajanya meninggal karena kanker?" (Nieswiadomy. Spradley (1980) mengajukan taksonomi rumusan masalah etnografis terkait dengan sekelumit kisah komunitas culture-sharing. spesifikasi rumusan masalah dalam penelitian etnografi berbeda dengan rumusan masalah dalam strategi-strategi penelitian kualitatif yang lain. Dalam membuat protokol atau panduan wawancara. seperti mengajukan rumusan masalah untuk menciptakan teori tentang 171 . Dalam grounded theory. dan rumusan masalah tambahan untuk menverifikasi keakuratan data. penggunaan bahasa asli. Miles dan Huberman (1994) merekomendasikan agar peneliti menulis tidak lebih dari dua belas pertanyaan penelitian kualitatif.  Kaitkanlah pertanyaan utama (rumusan masalah) dengan strategi penelitian kualitatif'tertentu. perbedaan-perbedaan mereka dengan kelompok-kelompok kultural lain. atau ketika proses dokumentasi). Sebaliknya. yang kemudian di-lanjutkan dengan lima subpertanyaan (lihat Bab 9). Moustakas (1994) membahas satu rumusan masalah tentang peristiwa apa saja yang dialami partisipan dan dalam situasi apa mereka mengalami peristiwa itu. peneliti dapat mengajukan pertanyaan ice breaker di awal wawancara. tetapi tetap membuka diri akan kemungkinan-kemungkinan lain. dalam fenomenologi. rumusan masalahnya bisa diarahkan menuju upaya menciptakan teori baru tentang proses-proses tertentu. Ajukanlah satu atau dua pertanyaan utama (rumusan masalah) yang diikuti oleh lima hingga tujuh subpertanyaan. biasanya lebih berupa petunjuk-petunjuk kerja ketimbang kebenaran-kebenaranyang haruc dibuktikan (Thomas. subpertanyaan-subpertanyaan bisa dibuat menjadipertanyaan-pertanyaan spesifik untuk digunakan selama xvawancara (atau obser-vasi. Dalam penelitian etnografi. 1993: 151). siapa yang bisa saya hubungi untuk mempelajari lebih jauh tentang topik ini?" (Asmussen & Creswell. Wawancara ini kemudian bisa diakhiri dengan pertanyaan penutup. rumusan masalahnya bisa dinyatakan secara luas tanpa harus merujuk pada literatur-literatur. Subpertanyaan-sub-pertanyaan ini harus sesuai dengan rumusan masalah dan mem-peisempit fokus penelitian. Misalnya. pengalaman-pengalaman mereka. misalnya. Rumusan masalah ini. 1995). Sebaliknya. Dalam etnografi kritis. baik itu pertanyaan utama (rumusan masalah) maupun subpertanyaan-subpertanyaan. seperti yang pernah saya lakukan dalam salah satu penelitian studi kasus saya: "Pertanyaan terakhir. rumusan masalah bisa saja dibuatberdasarkan literatur-literatur yang ada. 1993:35).

" "menyebabkan. 3. Kata ini memang menuntut adanya jawaban sebab-akibat yang lebih berhubungan dengan penelitian kuantitatif.  Karena ini penelitian kualitatif maka gunakanlah verba-verba eksploratoris berupa kata-kata tidak langsung (nondirectional words) ketimbang kata-kata langsung (directional words). 4. rumusan masalah sering kali didasarkan pada revieiv atau reformulasi secara terus-menerus (seperti dalam penelitian bagi grounded theory). ada kemungkin-an banyak faktor lain yang muncul dan memengaruhi fenomena tersebut. namun tetap konsisten dengan asumsi-asumsi dasar rancangan penelitian tersebut. Menyajikan cerita-cerita (penelitian naratif)." pada. Mengeksplorasi suatu proses (studi kasus).‖ "memengaruhi." dan "menghubungkan. Kata bagaimana sering kali menyiratkan bahwa penelitian tengah berusaha menjelaskan mengapa sesuatu muncul. tetapi cobalah memulai penelitian Anda dengan satu fenomena utama untuk dieksplorasi secara detail.interaksi antara pasien dan dokter di rumah sakit. Mendeskripsikanpengalaman-pengalaman (fenomenologi). rumusan masalahnya bisa diarahkan untuk mendesknpsikan suatu kasus dan kecenderungankecenderungan tertentu.  Fokuslah pada satu fenomena atau konsep utama.  Gunakanlah verba-verba eksploratif sesuai dengan jenis strategi kualitatif yang Anda terapkan. dalam penelitian kuali-tatif. seperti "berdampak "merientukan. Suatu penelitian memang bisa berkembang dari waktu ke waktu. Dalam penelitian kualitatif. Pendekatan yang sudah ini mungkin terbiasa saja problematis individu-individu dengan 172 ."  Upayakan rumusan masalah Anda terus berkembang dan berubah selama penelitian berlangsung. kata itu mencerminkan pemikiran yang lebih terbuka. Menemukan (grounded theory). Hanya saja. Berusaha memahami (etnografi). Dalam penelitian studi kasus. 5.  Awalilah rumusan masalah peneliticm Anda dengan kata-kata "apa" atau "bagaimana" untuk meniinjukkan keterbukaan penelitian Anda. Verba-verba ini seyogianya mengajak pembaca untuk memahami bahwa penelitian Anda: 1. 2.

(bagaimana atau apa) ("cerita tentang" untuk penelitian naratif.dan mengkonstruksi peran sosiaf dan pergaulan mereka saat mereka masuk ke SMP dengan cara meneliti kecenderungan mereka dalam membaca majalah-majalah remaja.... di mana rumusan masalah harus fixed sepanjang penelitian.. tanpa perlu merujuk pada literatur atau teori tertentu... "isu" dalam "kasus" untuk penelitian studi kasus). Finders berusaha mengeksplorasi bagaimana sis'wi-siswi tersebut memersepsi... Berikut ini... "kecenderungan culture-sharing" untuk penelitian etnografi...rancangan  kuantitatif. (lokasi penelitian)... Contoh 7.... (partisipan penelitian) di. kecualijika ada strategi ' penelitian kualitatif yang menganjurkan hal itu.. Gimakanlah rumusan masalah yang open-ended (terbuka). salah satu model bagaimana menulis rumusan masalah kualitatif: ... 1996: 72) 173 .... Di bawah ini.(fenomena utama) dengan . itu pun jika sebelumnya informasi mengenai keduanya belum dijelaskan.... "makna dari" untuk penelitian fenomenologi.. Finders meng-ajukan satu rumusan masalah utama dalam penelitiannya: Bagaimana para remaja putrj membaca buku-buku yang menyajikan realisme fiksi? (Rnders. kutipan sejumlah rumusan masalah kualitatif dari strategi-strategi penelitian yang berbeda-beda.........1 Rumusan Masalah Kualitatif dalam Etnografi Finders (1996) menggunakan prosedur-prosedur etnografi uhtuk mendokumentasikan kecenderungan membaca majalah-majalah remaja oleh siswa siswi kelas 1 SMP Amerika yang berekonomi kelas-menengah..... "teori yang menjelaskan proses" untuk penelitian grounded theory..  Rinicilah para partisipan dan lokasi penelitian.

ketika sudah mulai bersekolah kembalf? Dan (3) Bagaimana sekembalinya mereka dari seKotah ini mengubah kehidupan mereka? (Padula & Miller. literatur atau majalah remaja. 1999: 328) Tiga rumusan masalah ini. Rumusan masalahnya adalah pertanyaan luas yang memungkinkan Finders menyingkap pola-pola aiau kecenderungan-kecenderungan siswi SMP membaca majalah remaja. dan fokus pada tiga aspek pengalaman psikologis — kembali ke sekolah. setefah beberapa lama mereka kuliah di universitas. seperti mende-kripsikan. terkadang sasaran penelitian juga. Contoh 7. Tujuannya untuk mendokumentasikan pengalaman para mahasiswi ini berdasarkan perspektif "perempuan" feminis dan gender. Perhatikan bagaimana Finders membuat rumusan masalah yang ringkas dan padat ini untuk nantinya dijawab dalam penelitiannya. yaitu mahasiswi-mahasiswi program doktoral di salah satu universitas research Midwestern. Ketiganya juga_me-nyebutkan secara jelas para partisipan. menggunakaan verba terbuka. dan menyebutkah para partisipannya. Rumusan masalah ini biasanya berupa pertanyaan-pertanyaan tentang hubungan antara variabel-variabel yang akan dianalisis oleh 174 . Padula dan Miller mengajukan tiga rumusan masalah utama dalam penelitiannya: (1) Bagaimana paYa mahasiswi program doktora psikologi mendeskripstkan keputusan mereka untuk kembali bersekolah? (2) Bagaimana para mahasiswi program doktoral psikologi mendeskripstkan pengalaman mereka.Rumusan masalah Finders (1996) ini dimulai dengan kata bagaimana. semuanya diawali dengan kata bagaimana. remaja-remaja putri. sebagai kelompok culture-sharing. RUMUSAN MASALAH DAN HIPOTESIS PENELITIAN KUALITATIF Dalam penelitian kuantitatif. membaca. menggunakan verbaverba yang terbuka. dan mengubah. fokus pada satu konsep utama. peneliti menyajikan rumusan masalah dan hipotesis penelitian. masuk kembali.2 Rumusan Masalah Kualitatif dalam Studi Kasus Padula dan Miller (1999) melakukan studi kasus untuk mendeskripsikan pengalaman para mahasiswi program doktrol psikologi di salah satu universitas research Midwestern yang ingin kembali bersekolah.

. Menguji hipotesis berarti me-nerapkan prosedur-prosedur statistik di mana di dalamnya peneliti mendeskripsikan dugaan-dugaannya terhadap populasi tertentu berdasarkan sampel penelitian..... atau variabel terikat. (variabel control)? Sementara untuk contoh hipotesis kuantitatif dapat berupa seperti ini (hipotesis nol): Tidak ada perbedaan signifikan antara ... Kedua.. Ketiga....... Untuk itulah..... penelitimenghubungkan satu atau beberapa variabel bebas dengan satu atau beberapa variabel terikat... f okus kita hanya pada rumusan masalah dan hipotesis penelitian.....  Salah satu hal yang paling sering muncul dalam penelitian kuantitatif adalah pengujian terhadap suatu teori (lihat Bab 3) dan spesi-fikasi rumusan masalah atau hipotesis yang berhubungan dengan teori tersebut. Sasaran kuantitatif banyak dijumpai dalam proposal-proposal permohonan dana.. Berikut ini.. Di sisi lain. Kebanyakan penelitian kuantitatif menggunakan salah satu atau lebih dari tiga pendekatan ini.. Hipotesis ini biasanya berupa perkiraan numerik atas populasi yang dinilai berdasarkan data sampel penelitian........ Berikut ini adalah contoh rumusan masalah kuantitatif: Apakah .... (variabel terikat). tetapi jarang digunakan dalam penelitian-penelitian ilmu social dan kesehatan de wasa ini.. (nama teori) dapat menjelaskan hubungan antara .... 175 .. seperti disertasi atau tesis. (kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dalam variabel bebas) terhadap. Selain rumusan masalah dan hipotesis... peneliti mendeskripsikan respons-respons terhadap variabel bebas.... Hipotesis sering kali digunakan dalam penelitian eksperimen yang di dalamnya peneliti memban-dingkan kelompok-kelompok (groups)..... peneliti membandingkan kelompok-kelompok dalam variabel bebas untuk melihat dampaknya terhadap variabel terikat.... variabel mediate... guna memperjelas ke mana penelitian-penelitian tersebut diarahkan..... Para pembimbing biasanya merekomendasikan penggunaan hipotesis ini hanya untuk pene-litian-penelitian formal... disajikan sejumlah petunjuk dalam menulis rumusan masalah dan hipotesis kuantitatif yang baik:  Variabel-variabel dalam rumusan masalah atau hipotesis biasanya hanya digunakan dengan tiga pendekatan dasar... yang dipengaruhi pula oleh .. Pertama. Sasaran ini mengindikasikan tujuan jangka panjang yang ingih dicapai. ada pula sasaran kuantitatif..peneliti....... hipotesis kuantitatif merupakan prediksi-prediksi yang dibuat peneliti tentang hubungan antarvariabel yang ia harapkan.. (variabel terikat)...... (variabel bebas) dan ... Rumusan masalah pada umumnya digunakan dalam penelitian ilmu sosial dan lebih khusus dalam penelitian survei.

peneliti dapat memprediksikan bahwa "Nilai Kelompbk A akan lebih tinggi ketimbang Kelompok B" dalam yariabel terikat. Prosedur ini sekaligus memperkuat logika sebab-akibat dalam penelitian kuantitatif. ada dua bentuk: hipotesis nol dan hipotesis alternatif. Untuk mengurangi "kelebihan muatan".  Variabel bebas dan variabel terikat harus diukur secara terpisah. Hipotesis nol untuk penelitian ini bisa berupa : Tidak ada perbedaan signifikan antara isyarat verbal. reward dan tanpa penguatan terhadap interaksi sosial antara anak-anak autis dan saudara-saudara mereka  Hipotesis kedua.  Jika hipotesis yang digunakan. Pernyataan untuk hipotesis nol bisa berupa: "Tidak ada perbedaan (atau hubungan)" antara kelornpok-kelompok. Hipotesis nol merepresentasikan pendekatan tradisional: ia membuat suatu prediksi yang menyatakan tidak ada satu pun hubungan atau perbedaan signifikan antara kelom-pokkelompok dalam variabel penelitian. Peneliti tadi mengumpulkan informasi mengenai perilaku anak-anak autis yang nantinya dapat dijadikan instrumen pengukuran untuk menganlisis interaksi sosial mereka dengan saudara-saudara mereka. kecuali jika hipotesis tersebut dibuatberdasarkan rumusan masalah (mengenai hal ini. Contoh-contoh berikut mengilustrasikan 176 . Misalnya.-adalah hipotesis alternatif atau hipotesis direksional. Predjks«tini bjasanya berasal dari literatur-literatur atau peneMan-penelitiajfiL set>eltunnya yang pen\ah menyatakan kemungkinan hasil tersebut. tulislah hanya rumusan masalah atau hipotesis saja. salah satu contoh hipotesis nol Contoh 7. Pilihlah satu pola rumusan masalah atau hipotesis berdasarkan tradisi atau rekomendasi dari pembimbing atau pihak fakultas. Peneliti m^mbuat suatu prediksi atas hasil yang diharapkan. akan dijelaskan kemudian). reward dan tanpa penguatan.3 Hipotesis Nol Seorang peneliti mengamati tigas jenis penguatan (reinforcement) bagi anak-anak autis. yaitu isyarat-isyarat verbal. yang banyak dijumpai dalam artikel-artikel jurnal. tidak kedua-duanya. atau. Berikut ini. bahwa "Kelompok A akan lebih banyak berubah ketimbang Kelompok B" dalam outcome yang diharapkan. atau berdasarkan ada tidaknya prediksi akan hasil penelitian dari penelitian-penelitian sebelumnya.

Hipotesis 5: Perusahaan-perusahaan milik negara kemungkinan akan lebih banyak membangun BUMN-BUMN di seberang lautan untuk menjaring kostumer yang lebih luas. lebih lemah. peneliti yang menggunakan hipotesis ini kemungkinan akan menulis: "Ada perbedaan" antara dua 177 . dan se-bagainya) tidak secara eksak dirinci karena si peneliti tidak menge-tahui apa yang diprediksikan dari literatur-literatur sebelumnya. lebih tinggi. dan orientasi kostumer antara ketiga jenis perusahaan tersebut. Hipotesis 3: Perusahaan-perusahaan rnilik riegara akan rrie-miiiki share yang lebih luas dalam market domestik ketimbang perusahaan-psrusahaan publik dan swasta. dan sebagainya) juga disertakan di dalamnya. lebih banyak. perbedaan-perbedaan yang dieksplbrasi menyangkut soal dominasi market domestik.4 Hipotesis Direksional (1989) meneliti perbedaan antara jenis-jents keperriilikan Mascarenhas perusahaan (milik riegara. lebih banyak berubah. publik. Hipotesis 2: Perusahaan-perusahaan publik akan rnemiliki jangkauan internasional yang lebih luas ketimbang perusahaan-perusahaan milik negara dan swasta. 1989: 585-588  Jenis lain dari hipotesis alternatif adalah hipotesis nondireksional: suatu prediksi dibuat. Secara khustis. Contoh 7. Untuk itu. Hipotesis 6: Perusahaan-perusahaan milik negara akan memiliki jumlah kostumer yang lebih stabil ketimbang perusahaan-perusahaan swasta. Hipotesis 4: Perusahaan-perusahaan publik akan memiliki jaringan produk yang lebih luas ketimbang perusahaan-perusahaan rnilik negara dan swasta. kurang. dan swasta) dalam Industrioffshore drilling (pengeboran jauh dari paritai). namun bentuk perbedaan-perbedaannya (seperti. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan terkontroi (control field study} dengan prosedur kuasi-eksperimehtai Hipotesis 1: Perusahaan-perusahaan publik akan rnemiliki rata-rata pertumbuhan yang lebih besar ketimbang perusahaan-perusahaan swasta.hipotesis direksional ini karena outcome yang diharapkan (seperti. jangkauan internasional. Hipotesis 7: Meskipun tidak terlalu tampak. perusahaan-perusahaan publik sepertinya akan menerapkan teknologi yang lebih canggih ketimbang perusahaan-perusahaan milik negara dan swasta. lebih besar. (Mascarenhas.

Moore mngidentifikasikan tiga hipotesis untuk penelitiannya. religiusitas. Bahkan. H3: Hubunga. Misalnya Moore (2000) meneliti makna identitas gender wanita Yahudi dan Arab yang religius dan sekuler di lingkungan Israel.5 Hipotesis Nondireksional dan Direksional Terkadang hipotesis-hipotesis direksional dibuat untuk meneliti hubungan antara variabel=variabel ketimbang membandingkan kelompok-kelompok. Berikut ini. Dengan sampel probabilitas berskala nasional yang terdiri dari wnita Yahudi dan Arab lingkungan Israel.0 antara identitas gender. Ht: Identitas gender Wanita Arab dan Yahudi yang religius dan sekuler sangat berkaitan dengan tatanan masyarakat sosio-politik yang berbeda-beda yang turut merefleksikan sistem nilai mereka yang berbeda-beda pula. Contoh 7. lalu variabel terikat. dan penlaku sosial lebih lemah dalam komunitas wanita Arab ketimbang wanita Yahudi  Jika penelitian Anda menggunakan variabel-variabel demografis sebagai prediktorprediktornya.. sedangkan dua hipotesis terakhir berciri direksional. level pendidikan. contoh susunan kata-kata dengan menyatakan variabel bebas terlebih dahulu. variabelvariabel demografis (seperti. dan sebagainya) bisa saja Anda gunakan sebagai variabel-variabel intervening (atau mediate atau moderate) sebagai ganti dari variabel-variabel bebas. Berikut ini. umur. tingkat pemasukan. Hipotesis pertama bercirinondireksional. seperti yang sudah dibahas dalam Bab 6 tentang Tujuan Penelitian.kelompok. sikap atau perilaku) sebagai vaxiabel bebas dan terikatnya. H2: Wanita religius dengan identitas gender yang prominen kurang aktif secara sosio-politik ketimbang wanita sekuler dengan identitas gender yang juga prominen.  Gunakanlah pola urutan kata-kata yang konsisten dalain menulis rumusan masalah atau hipotesis penelitian agar pembaca mudah mengidentifikasi variabel-variabel utama. sebaiknya gunakanlah variabel-variabel nondemografis (seperti. salah satu contoh yang menggabungkan dua jeni§ hipotesis tersebut (direksional dan nondireksional). Hal ini mengharuskan peneliti untuk mengulang frasa-frasa kunci dan memosisikan variabel bebas di bagian pertama (bagian kiri) dan variabel terikat di bagian kedua (sebelah kanan). 178 .

Tidak ada hubungan antara fasilitas tambahan dan dukungan keluarga bagi para mahasisvvi di bawah umur rata-rata MODEL RUMUSAN MASALAH DAN HIPOTESIS DESKRIPTIF Salah satu model yang saya rekomendasikan dalam merancang rumusan masalah dan hjpotesis penelitian adalah dengan menulis rvtmusan masalah yang bersifat deskriptif (mendeskripsikan sesuatu) terlebih dahulu.diukur berdasarkan instrumen tertentu) dan prestasi (variabel terikat yang dmkur berdasarkan level-level) siswa kelas delapan jurusan ilmu sosial di distnk sekolah metropolitan. Contoh 7. Tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dan ketekunan akademik bagi para mahasiswi di bawah umur rata-rata. variabel terikat. masing-masing untuk variabel bebas. Dalam model ini. peneliti membuat rumusan masalah deskriptif. 2. Jika mengikuti model yang sudah dijelaskan tadi. yaitu pengaruh prestasi siswa-siswa sebeiumnya di kelas ilmu sosial dan pendidikan orang tua. Setelah menulis rumusan masalah deskriptif ini. 3. Model rumusan masalah dan hipotesis ini mencakup variabel bebas dan variabel terikat. rumusan masalahnya bisa ditulis seperti berikut ini: 179 . anggap saja ada seorang peneliti yang tengah rnenganalisis hubungan antara keterampilan berpikir kritis (variabe! bebas yang . peneliti bisa menyajikan rumusan masalah (atau hipotesis) inferensial yang menghubungkan variabel-variabel atau mem-bandingkan kelompok-kelompok. contoh model rumusan masalah deskriptif dan inferensial. Sebagai tindak lanjutnya. dan variabel intervening/control.Contoh 7.6 Penggunaan Standar Bahasa dalam Hipotesis 1. inferensial ini. kemudian dilanjutkan dengan menulis rumusan masalah dan hipotesis inferensial (memberikan dugaan-dugaan atas populasi tertentu berdasarkan sampel penelitian). Tlidak ada hubungan antara fasilitas tambahan dan ketekunan akademik bagi para mahasiswi di bawah umur rata-rata.7 Rumusan Masalah Deskriptif dan Inferensial Untuk mehgiiustrasikan model rumusan masalah deskriptif dan . Berikut ini. peneliti tersebut mendasarkan analisis ini pada variaber control.

yaknj prestasiTprestasj siswasebelumnya). Bagaimana' rata-rata keterampilan berpikir kritis para siswa? (Rumusan masalafi deskriptif yang fokus pada vanabel bebas). dalam struktur penulisannya. saya merekomendasikan Anda untuk menggunakan model deskriptif-inferensial seperti di atas tadi. Akan tetapi. contoh di atas juga menggunakan informasi-informasi demografis (seperti. contoh di atas meletakkan variabel bebas di urutan pertama dan variabel terikat di urutan kedua. yang juga melibatkan pengaruh-pengaruh dari dua variabel control). Hanya saja. 2. Apakah kemampuan berpikir krijtis tierpengaruh pada prestasi 5iswa? Apakah pengaruh ini juga berasal dari kualitas-kualitas siswa-siswa sebelijmnya dan keberhasilan pendidikan orang tua? (Rumusan masalah inferensial yang menghubungkan variabel bebas dan variabel terikat. Begitu pula. dalam rumusan masalah inferensialnya. Anda juga bisa mengkreasikan sendiri rumusan masalah deskriptif dan inferensial dengan cara membuat sebanyak mungkin rumusan masalah yang menghubungkan variabel bebas dan variabel terikat. Contoh di atas juga mengilustrasikan bagaimana mendeskripsi-kan variabel-variabel dan menghubungkannya. 4. Contoh di atas mengilustrasikan bagaimana menyusiin rumusan masalah secara deskriptif dan inferensial dalam konteks hubungan antarvariabel. sedangkan variabel control di urutan ketiga. Tidak hanya itu. Apakah kemampuan berpjkir-kritis berpengaruh pada prestasi siswa? (Rumusan masalah inferensial yang rnenghubungkah variabel bebas dengan variabel tenkati. 3.Rumusan Masalah Deskriptif : 1. pendidikan orang tua dan prestasi siswa sebelumnya) sebagai variabel 180 . Rumusan Masalah Inferensial 1. Bagaimana level-level prestasi siswa di kelas ilmu sosial?(Rumusan masalah deskriptif yang fokus pada vanabel terikat). yakni keberhasilan pendidikan orang tua). bahasa yang digunakan mungkin akan sedikit berbeda. Bagaimana level-level kualitas siswa sebelurnnya di kelas ilmu sosial? (Rumusan masalah deskriptif yang fokus pada variabel kontrol. 2. Bagaimana keberhasilan pendidikan orang tua? (Rumusan masalah deskriptif yang fokus pada variabel kontrpl yang lain. Peneliti bisa saja membandingkan kelompokkelompok dalam variabel.

RUMUSAN MASALAH DAN HIPOTESIS PENELITIAN METODE CAMPURAN Dalam buku^buku yang membahas mstode penelitian. Karena penelitian metode campufan sering kali bertumpu pada salah salu dari dua desain penelitian yang lain. dalam penelitian tersebut.Haliriidimaksudkari untukmembentukmetode dan rancangan penelitian yang benar-benar sesuai dan utuh. maka kombinasi atas dua rancangan ini bisa jadi memberikan infor-masi yang berguna dalam membuat rumusan masalah dan hipotesis metode campuran. tergantung tahap penelitian apa yang didahulukan. 20&7). Rumusan masalah atau hipotesis ini dapat diajukan diawal penelitian atau dibagian-bagian lain.  Ketika menulis rumusan masalah atau hipotesis penelitian metode campuran. Tashakkori & Creswell. peneliti biasanya tidak akan melihatpenjelasan mengenai rumusan masalah atau hipotesis yang spesifik yang memang didesain untuk rancangan metode campuran. 2007. Misalnya. yaitu kuantitatif atau kualitatif. rumusan masalah tahap pertama seharusnya diajukan terlebih dahulu.control ketimbang sebagai variabel utama sehingga pembaca akan berasumsi bahwa rumusan masalah tersebut berasal dari suatu model teoretis tertentu. Dengan demikian. Meski demikian. harus sama-sama disajikan dalam penelitian metode campuran untuk mempersempit dan memfokuskan tujuan penelitian. barulah peneliti memunculkan rumusan masalah kualitatif. sudah banyak pembahasan mengenai aplikasi rumusan masalah metode campuran dan bagaimana merancang rumusan masalah ini (lihat Creswell & Piano Clark. Nanti. ikutilah petunjuk-petunjuk dalam bab ini tentang bagaimana menulis rumusan msalah dan hipotesis yang baik. Penelitian metode Campuran seharusnya dimulai dengan rumusan masalah. yang memang dirancang khusus untuk penelitian metode campuran. jika penelitiannya diawali dengan tahap kuantitatif.tahap (sekuensial). penelitisebaiknya memperkenalkan hipotesis terlebih dahulu. kemudian diikuti oleh rumusan masalah tahap kedua sehingga pembaca bisa melihat rumusan-rumusan tersebut secara berurutan sebagai 181 . Dalam penelitian metode campuran dua.  Peneliti seharusnya juga memerhatikan susunan rumusan masalah dan hipotesis ini. yang perlu dipikirkan adalah: seperti apa jenis-jenis rumusan masalah yang seharusnya disajikan dan kapan serta informasi'apa saja yang paling dibutuhkan —dalam rumusan masalah— untuk menunjukkan sifat penelitian metode campuran  Rumusan masalah (atau hipotesis). ketika tahap kualitatif sudah mulai di-bahas. baik yang didasarkan pada rancangan kualitatif maupun kuantitatif.

Rumusan semacam ini mengandaikan salah satu dari dua bentuk. apakah data kualitatif dapat membantu menjelaskan hasil-hasil dari tahap penelitian kuantitatif sebclumnya?) (Lihat Creswell & Piano Clark. rumusan masalah seharusnya disusun berdasarkan metode apa yang paling ditekankan dalam penelitian tersebut. 2. yang kemudian diikuti oleh rumusan masalah metode campuran. Rumusan masalah inilah yang nan tiny a akan dijawab berdasarkan proses pencampuran tersebut (lihat Creswell & Piano Clark.acuan mereka ketika akan mem.baca keseluruhan penelitian. berarti peneliti tengah menekankan penelitiannya pada dua pendekatan sekaligus (kuantitatif dan kualitatif). Tashakkori dan Creswell (2007: 208). rumusan masalah atau hipotesis kuantitatif dan rumusan masalah kualitatif.  Tulislah rumusan masalah penelitian metode campuran yang secara langsung menunjukkan adanya pencampuran {mixing) karakteristik-karakteristik penelitian kuantitatif dan kualitatif. secara terpisah dan sendiri-sendiri. apakah topik mengenai dukungan sosial dapat membantu menjelaskan mengapa beberapa siswa menjadi nakal di sekolah?) (lihat Tashakkori & Creswell. Untuk penelitian metode campuran satu-tahap (konkuren). Dengan teknik ini. bukan pada metode campuran saja atau pada komponen integratif penelitian semata. dalam penelitian dua-tahap. rumusan masalah dan hipotesis kuantitatif. Tulislah. Bentuk kedua adalah menuliskannya ketika peneliti tengah membahas isi atau konten penelitian (seperti. secara terpisah dan sendiri-sendiri. Semua rumusan masalah dan hipotesis ini bisa ditulis di awal penelitian atau di bagian-bagian lain ketika penelitian tersebut sampai pada tahap tertentu. menyebut rumusan masalah iru sebagai rumusan masalah "hibrida" atau "terintegrasi". misalnya: 1.bahas dalam buku-buku metode penelitian. Inilah rumusan masalah terbaru yang akhir-akhir ini banyak di. Misalnya. Tulislah. maupun metode campuran) bisa saja ditulis untuk keperluan penelitian metode campuran.  Pertimbangkan pula teknik-teknik lain yang berbeda: bahwa semua jenis rumusan masalah (baik itu kuantitatif. 2007). Bentuk pertama adalah menuliskannya ketika peneliti tengah membahas metodologi atau prosedur-prosedur dalam penelitian (seperti. misalnya. Rumusan masalah semacam ini dapat ditulis di awal penelitian maupun di bagian-bagian lain. 2007). Teknik penulisan semacam ini menyisratkan pentingnya dua tahap penelitian tersebut (kualitatif dan kuantitatif) serta kekuatan 182 . rumusan masalah kualitatif. kualitatif. 2007). rumusan masalah ini dapat diletakkan dalam pembahasan antara dua tahap tersebut.

8 Hipotesis dan Rumusan Masalah dalam Penelitian Metode Campuran Houtz (1995) melakukan penelitian metode campuran dua-tahap (sekuensial) dengan hipotesis dan rumusan masalah yang ditulis secara terpisah (antara kuantitatif dan kualitatif) di masing-masing bagian pendahuluan tahap tersebut. kepala sekolah. Houtz kemudian me-ianjutkan hasil kuantitatif in1 dengan wawancara kualitatif bersama para guru ilmu sostal. Tidak mengherankan jika pendekatan semacam ini dianggap sebagai pendekatan yang paling ideal. Penelitian mi dilaksanakan ketika banyak sekolah berahh dan konsep dua-tahun SLTP menuju tiga-tahun SMP (yang mehputi kelas enam). jumlah/gabungan dari dua tahap ini —kuantitatif dan kualitatif— lebih besar ketimbang jumlah masing-masing dari keduanya). Contoh 7. dihipotesiskan pula bahwa tidak ada perbedaan signifikan anta~a siswa di SMP dan siswa di SLTP dalam hal prestasi keilmuan mereka Hipotesis-hipotesis di atas muncul di bagian pendahuluan tahap kuantitatif Setelah itu. tahap pertama (kuantitatif) melibatkan penilaian pretest dan post-test terhadap penlaku-perilaku dan prestasi-prestasi siswa dengan menggunakan ska'a dan nilai ujian. Dengan penelitian kuantitatif d. Houtz (1995: 630) menulis hipotesishipotesisnya sebagai benkut: PeneJitian mi didasarkan pada hipotesis bahwa tidak ada per-bedaan signifikan antara siswa di SMP (nontradisional) dan siswa di SLTP (tradisional) dalam hal sikap-sikap mereka terhadap ilmu pengetahuan sebagai maten pelajaran. tahap pertama. Pendekatan ini dapat meningkatkan cara pandang pembaca bahwa penelitian tersebut memang dimaksudkan untuk mengintegrasikan atau menghubungkan secara ketat tahap penelitian kuantitatif dan kualitatif (artinya.kombinasi keduanya. Selain itu. Penelitian mi mengana'isis perbedaanperbedagn antara strategi instruksional SNIP (nontradisio-nal) dan strategi instruksional SLTP (tradisional) bagi siswa-siswa kelas tujuh dan kelas delapan. Tahap kedua sni rrterqbantu menjelaskan perbedaan-perbedaan dan petsamaan-persamaan. 183 . Tulislah hanya rumusan masalah metode campuran yang mencerminkan prosedurprosedur atau isi (atau. antara Qua strategi instruksional yang diper-ojefi'dan'tahap pertama tadi. Dalam penelitian dua-tahap ini. dan konsultan-konsultan terkait. juga prestasi-prestasi mereka dan sikap-sikap me-eka terhadap ilmu pengetahuan. 3. dan jangan menulis rumusan masalah kuantitatif dan kualitatif secara terpisah. tulislah rumusan masalah metode campuran berdasarkan pendekatan prosedurai maupun isi).

Rumusan masalah mi la jadikan sebagai bahan pertanyaan untuk mewawancarai guru ilmu sosial.9 Rumusan Masalah Metode campuran dalam Konteks Prosedur-prosedur Campuran Sejauh mana dan dalam hal apa wawancara kualitatif bersama para mahasiswa dan pihak fakultas turut menciptakan pemahaman yang lebih komprehensif tentang hubungan antara nilai SEEPT dan performa akademik siswa. dan para konsultan universitas dapat membantu menjelaskan perbedaan-perbedaan kuantitatif dalam hal prestasi siswasiswa SMP dan SLTP? Jika tidak. kepala sekolah dan para konsultan universitas. Houtz memuncunculkan tiga rumusan masalah untuk mengeksplorasi hasil-hasii Kuantitatif secara lebih mendalam. 2007) 184 . kepala sekolah. Houtz (1995) sebenarnya bisa membuat sejenis rumusan masaiah metode campuran yang ia nyatakan berdasarkan perspektif procedural: Bagaimana interview dengan para guru. dan ia sudah menggunakan elemen-elemen yang tepat dalam menulis hipotesis dan rumusan masaiah tersebut. meialui analisis metode campuran integratif? (Lee & Greene. Tiga rumusan masalah tersebut antara lain: Apa saja perbedaan antare strategi instruksional SMP dan strategi instruksional SLTP ketika sekolah ini berada dalam masa-masa transisi? Bagaimana masa-masa transisi ini memengaruhi perilaku dan prestasi keilmuan siswa Anda? Bagaimana perasaan para guru tentang proses yang berubah ini? (Houtz.dalam tahap kualitatif. 1995: 649) Dari penelitian metode campuran ini dapat kita lihat bahwa Houtz telah menyertakan hipotesis kuantitatif dan rumusan masaiah kualitatif di awal setiap tahap peneiitiannya. rumusan masaiah metode campurannya dapat ditulis berdasarkan orientasi isi. Dari hipotesis dan rumusan masaiah ini. seperti berikut ini: Bagaimana pemikiran-pemikiran yang diungkapkan oleh para guru dapat membantu menjelaskan mengapa nilai siswa SMP lebih rendah ketimbang nilai siswa SLTP? Contoh 7.

Lee dan Greene telah menyajikan petunjuk untuk menjawab pertanyaan ini. Para peneliti kualitatif seyogianya mengajukan sedikitnya satu rumusan masalah utama danbeberapa subrumusari masalah. dihubungkan. Rumusan masalah di atas juga menekankan pada apakah penggabungan ini dapat membantu menciptakan pemahaman yang komprehertsif tentang topik penelitian. Di akhir penelitiannya. Hipctesis merupakan prediksi atas hasilhasil penelitian. hipotesis tidak jarang disertakan pula. seperti mengeksplorasi atau mendeskripsikan. peneliti sering kali menggunakan rumusan masalah saja.Rumusan masalah ini merupakan rumusan masalah metode campuran yang fokus pada tujuan dicampurnya dua tahap penelitian. Kedua bentuk ini harus meliputi variabel-variabel yang dideskripsikan. untuk keperluan formal. Hipotesis ini dapat berupa hipotesis alternatif yang memerinci hasil eksak yang diharapkan (lebih banyak atau lebih luas. Akan tetapi. 185 . dan sebagainya) dan juga dapat berupa hipotesis nol yang mengindikasikan tidak adanya perbedaan atau hubungan signifikan antara kelornpok-kelompok dalam variabel terikat. Biasanya. mereka harus menyajikan rumusan masalah yang umum dan luas yang memung-kinkan mereka mengeksplorasi gagasan-gagasan partisipan. Rumusan masalah dalam penelitian kualitatif juga harus menyebutkan partisipan dan lokasi penelitian. Dalam beberapa penelitian kuantitatif. kemudian diikuti oleh variabel terikat di urutan kedua. Selain itu. Salah satu teknik penyusunan rumusan masalah dalam proposal kuantitatif adalah mengawalinya dengan rumusan masalah deskriptif. kemudian diikuti oleh rumusan masalah infe-rensial yang menghubungkan variabel-variabel atau membanding-kan kelompok-kelompok dalam variabel. Mereka juga harus fokus pada satu fenomena utama yang diteliti. RINGKASAN Rumusan masalah dan hipotesis berperan sebagai "rambu-ranribu" bagi pembaca dan untuk mempersempit tujuan penelitian. peneliti menulis variabel bebas di urutan pertama. yakni gabungan antara data kuantitatif dan wawancara kualitatif untuk melihat hubungan antara nilai dan performa siswa. Mereka harus mengawali rumusan masalahnya dengan kata-kala seperti bagaimana atau apakah dan menggunakan verba-verba eksploratoris. dikategorisasikan ke dalam kelompok-kelompok perbandingan. Dua bentuk ini juga bisa meliputi variabel bebas dan variabel terikat yang diukur secara ter-pisah. para peneliti kuantitatif bisa menulis rumusan masalah atau hipotesis saja. lebih kuat atau lebih lemah. Sebaliknya.

Pertama-tama.W.). (2) menulis rumusan masalah atau hipotesis kuantitatif dan rumusan masalah kualitatif yang diikuti oleh rumusan masalah metode campuran. Hcnulbook of Educational Policy. Jenis rumusan pertama ditulis secara deskriptif tentang variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian. Untuk penelitian kualitatif. saya merekomendasikan agar mereka membuat rumusan masalah metode campuran secara terpisah dalam penelitian mereka. tulislah rumusan tersebut sebagai rumusan masalah yang didasarkan pada prosedur-prosedur penelitian metode campuran. (1999). J. dan bisa diletak-kan dalam bagian yang berbeda-beda. antara lain: (1) menulis hanya rumusan masalah atau hipotesis kuantitatif (bukan keduanya) dan rumusan masalah kualitatif. Jenis rumusan kedua ditulis secara inferensial yang menghubungkan (atau membandingkan) variabel bebas dan variabel terikat. Pastikan. kemudian tulislah kembali rumusan tersebut berdasarkan pada isi penelitian. saya menjelaskan sembilan langkah dalam melaksanakan penelitian metode campuran. 186 LATIHAN MENULIS . Cizek (ed. "Mixed-Method Research: Introduction and Application. 455-472). antara lain: 1. tulisiah dua jenis rumusan masalah. atau (3) menulis hanya rumusan masalah metode campuran saja. Untuk penelitian kuantitatif. Berikan komentar tentang pendekatan mana yang paling tepat untuk Anda gunakan BACAAN TAMBAHAN Creswell. Sejumlah teknik dapat diterapkan untuk menulis rumusan masalah dengan metode campuran. 3. (him. Dalam bab ini. San Diego: Academic Press.Bagi para peneliti metode campuran. 2. Rumusan masalah ini dapat ditulis berdasarkan prosedur-prosedur atau isi penelitian. Tulislah rumusan masalah metode campuran. tulislah salah satu atau dua rumusan masalah utama yang kemudian diikuti oleh lima hingga tujuh subrumusan masalah. apakah masalah yang ingin Anda teliti memang mengharuskan dicampurnya dua metode penelitian yang berbeda. Latihan Menulis 1." dalam GJ. Rumusan masalah untuk metode oampuran setidaknya juga harus menunjukkan pentingnya penggabungan atau pengombinasian elemen-elemen kuantitatif dan kualitatif. Ikutilah model yang disajikan dalam bab ini tentang pengombinasian rumusan masalah deskriptif dan rumusan masalah inferensial.

Ukurlah bobot relatif dan strategi implementasi atas dua strategi (kuantitatif dan kualitatif) tersebut. Lincoln (Ed. 5. 1(3). Dalam jurnal ini pula. 6. Jelaskan bagaimana data akan dianalisis.K. Thousand Oaks.M. (2007). Morse. Dalam menulis rumusan masalah. 207). Pikirkan kemungkinan dan ketidakmungkinan dilaksanakannya penelitian metode campuran. Journal of Mixed Methods Research. 9.W. Berikan kriteria-kriteria pasti untuk mengevaluasi penelitian. Tulislah rumusan masalah kuantitatif dan rumusan masalah kualitatif. Sajikan model visualnya. S. Tiga model kemudian disajikan: (1) menulis secara terpisah rumusan masalah kuantitatif dan rumusan masalah kualitatif.. 8. Buatlah rencana penelitian.). (him.2. "Exploring the Nature of Research Questions in Mixed Methods Research. & Creswell. Tim editorial jurnal ini membahas penulisan dan sifat rumusan masalah dalam penelitian metode campuran.. Janice Morse mengidentifikasi dan mendeskripsikan sejumlah persoalan dalam merancang proyek kualitatif.Handbook of Qualitative Research. J. A. (2) menulis satu rumusan masalah untuk metode campuran yang dapat mewakili semuanya. Tentukan jenis-jenis strategi pengumpulan data." dalam Tim Editorial. 7." dalam N. saya merekomendasikan kepada para peneliti agar membuat jenis rumusan kualitatif dan kuantitatif di mana di dalamnya juga disebutkan strategi penelitian kualitatif yang digunakan Tashakkori. diajukan sebuah pertanyaan: "Bagaimana seseorang merancang rumusan masalah dalam penelitian metode campuran?" (him. 220-235). Denzin & Y. CA: Sage. (1994). Jurnal ini menyoroti pentingnya rumusan masalah dalam proses penelitian dan membahas perlunya peiriahaman yang baik untuk menulis rumusan masalah metode campuran. 4. Dia membandingkan beberapa strategi penelitian kualitatif dan membuat kerangka atas jenis-jenis rumusan masalah yang digunakan dalam masing- 187 . 207-211). J. "Designing Founded Qualitative Research. (him. dan (3) menulis rumusan masalah untuk masing-masing tahap penelitian (kuantitatif dan kualitatif) ketika penelitian tersebut tengah ditulis dan dilakukan. 3.

sedangkan dalam penelitian etnometodologi dan analisis wacana. Tuckman lebih jauh mendefinisikan dan mengilustrasikan hipotesis alternatif dan hipotesis nol serta mengajak pembaca merrahami bagaimana pro -sedurprosedur pengujian dua hipotesis ini 188 . TX: Harcourt Brace. rumusan masalahnya harus membahas suatu proses. Bruce Tuckman menyajikan satu bab tentang bagaimana caranya membuat hipotesis-hipotesis. B. Dia mengidentifikasi asal mula hipotesis dalam teori deskriptif dan observasi induktif. Conducting Educational Research. Edisi kelima. rumusan masalahnya harus berhubungan dengan interaksi verbal dan dialog. (1999). rumusan masalahnya harus deskriptif dan mencerminkan usaha me-nyingkap makna. Untuk penelitian fenomenologi dan etnografi. Morse juga me-ngatakan bahwa rumusan masalah harus menegaskan fokus dan ruang lingkup penelitian Tuckman. Fort Worth.W.masing strategi tersebut. Untuk penelitian grounded theory.

2002.2007. Dari sampel ini. yang secara ketat dilakukan melalui analisis statistik. peneliti mendeskripsikan secara kuantitatif (angka-angka) kecenderungan-kecenderuiigan. lihat Babbie. 1998). Salant & Dillman. 1994. 1994). 1990. 1998. atau opini-opini dari suatu populasi dengan meneliti sampel populasi tersebut. Daiam menganalisis hubungan antarvariabel. Untuk prosedur-prosedur eksperimen. Campbell & Stanley. peneliti melakukan pengukuran atau observasi untuk menguji teori tertentu. pembahasan dalam bab ini tidak secara komprehensif menyajikan metode-metode penelitian kuantitatif (survei dan eksperimen). Boruch. Untuk itulah. bab ini ditulis untuk menyajikan langkah-langkah penting dalam merancang metode-metode kuantitatif untuk proposal penelitian. 2003. 1963. Data objektif dihasilkan dari observasi dan pengukuran empiris. sejumlah buku lama (seperti. Fink. dengan berfokus pada rancangan metode survei dan eks-perimen. 1990. Validitas dan reiiabilitas skor dalam instrumeri-instrumen penelitian memandu peneliti untuk menginterpretasi data penelitian. sebagaimana yang telah dibahas dalam Bab 1. fokus pembahasannya hanyalah pada komponen-komponen penting yang harus disertakan oleh peneliti dalam bagian metode penelitian untuk proposal survei dan eksperimen. bagian metode penelitian merupakan bagian proposal yang paling konkret dan spesifik. Field & Hole. Cook & Campbell. Kaum determinis menegas-kan bahwa —dalam metode survei dan eksperimen— meneiiti hubung-an antara variabel-variabel merupakan syarat utama untuk menjawab rumusan masalah dan hipotesis sebuah penelitian. Dua rancangan ini merefleksikan asumsi filosofis pospositivis. perilaku-perilaku. Bausell. Lipsey. peneliti juga 189 . MENDEFINISIKAN RANCANGAN SURVEI DAN EKSPERIMEN Dalam rancangan survei. Dalam bab ini. peneliti melakukan generalisasi atau membuat klaim-klaim tentang populasi itu. Dengan menjelaskan relasi antara asumsi-asumsi ini dan prosedur-prosedur untuk menerapkan asumsi-asumsi tersebut.Bab Delapan METODE-METODE KUANTITATIF Bagi kebanyakan penulis proposal. Ada banyak sumber yang secara detail membahas penelitian survei (seperti. Dalam rancangan eksperimen. 1979) dan buku baru turut memperluas pembahasan-pembahasan yang disajikan dalam buku ini (seperti. 1991. Salah satu asumsi fiiosofis pospositivis adalah determinisme. Reichardt & Mark. Keppel.

mengidentifikasi sampel dan melakukan generalisasi populasi. Misalnya. peneliti secara acak membagi (random assignment) individu-individu ke dalam kelompok-kelompok. dan contoh-contoh ini pun sering menampilkan model-model yang patut diper-timbangkan.1. Ketika satu kelompok menerima suatu treatment (kelompok eksperimen. peneliti eksperimen dapat memilah-milah mana yang termasuk treatment dan mana yang merupakan faktor-faktor lain namun turut memengaruhi outcome penelitian. KOMPONEN-KOMPONEN RANCANGAN METODE SURVEI Untuk menulis bagian metcde survei dalam proposal penelitian. penj. peneliti sebaiknya mempertimbangkan pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam checklist. yang dikontrol oleh faktor-faktor lain yang dimungkinkan juga memengaruhi hasil tersebut. peneliti sebaiknya mengikuti format standar. seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 8. sebagai panduan umum. Akan tetapi. beberapa hal yang bisa Anda bahas dalam proposal. seperti dalam jurnal-jurnal akademik. penj. perilaku-perilaku. Mulailah membahas bagian pertama ini dengan rciereview tujuan survei dan rasionalisasi atas pemilihan metode tersebut dalam penelitian yang Anda ajukan. sebelum berencana untuk memasukkan komponen-komponen ini ke dalamproposal. salah satu komponen pertama dalam bagian metode penelitian adalah tujuan dasar atau alasan/rasionalisasi di-adakannya penelitian survei.) dan kelompok lain (kelompok kontrol. tujuan utama rancangan eksperimen adalah untuk menguji dampak suatu treatment (atau suatu intervensi) terhadap hasil penelitian. Rancangan Survei Dalam proposal. Berikut ini. Tuiuannya untuk menggeneralisasi populasi dari beberapa sampel sehingga dapat dibuat kesimpulankesimpulan/dugaan-dugaan sementara tentang karakteristik-karakteristik. Berikut ini. akan disajikan sejumlah komponen yang sudah biasa muncul dalam penelitian survei.) tidak. dalam rancangan eksperimen yang melibatkan kelompok kontrol. Akan telapi. 1990).. khususnya di bagian metode penelitian untuk rancangan survei:  Identifikasilah tujuan penelitian survei. Ada banyak sekali contoh format ini. atau sikap-sikap dari populasi tersebut (Babbie. Sajikan referensi mengenai tujuan ini dari 190 .

Sue & Ritter. apakah besaran tersebut dapat ditentukan ataukah tidak. Pengumpulan data juga bisa dilakukan dengan menerapkan survei berbasis website atau internet dan mengolahnya secara online (Nesbary. atau survei longitudinal (longitudinal survey) dengan mengumpulkan data secara kumulatif sepanjang waktu.2007).bagian {crosssectional survey) dengan mengumpulkan data satu per satu dalam satu waktu. 2000. biaya (cost). Pertanyaan191 . Seperti apa pun data dikumpulkan. (3) review catatan terstruktur (structured record review) untuk mengumpulkan informasi finansial. Ada banyak pakar metodologi yang telah menulis buku-buku tentang logika dasar teori sampling (seperti. Fink {2002) menunjukkan empat strategi pengumpulan data. peneliti harus tetap rnenyajikan alasan/rasionalisasi digunakannya prosedur pengumpulan data tersebut dengan argumen-tasi-argumentasi yang didasarkan pada kekuatan dan kelemahannya. ketersediaan data.  Pertegas apakah survei yang Anda tetapkan adalah survei lintas. 1990. 2007). Populasi dan Sampel Tenrukaniah karakteristik-karakteristik populasi dan prosedur sampling. seperti keekonomisan rancangan ini dan kecepatan dalam menyajikan data penelitian. medis. 2002). (2) wawancara (interviews).  Rincilah strategi pengumpulan data. Fowler. 1990. aspek-aspek penting populasi dan sampel yang dapat dideskripsikan dalam proposal penelitian:  Identifikasilah populasi dalam penelitian. pikirkanlah keunggulankeunggulan rancangan survei.salah satu buku/literatur yang membahas metode survei (beberapa buku tersebut sudah saya tunjukkan dalam bab ini). Jangan lupa untuk membahas keuntungan-keuntungan mengidentifikasi sifat-sifat suatu populasi berdasarkan sekelompok kecil individu (sampel) (Babbie. dan cara-cara pengidentifikasian individu-individu dalam populasi itu. yang jelas. dan kemudahan. Babbie. Untuk rasionalisasi ini. Berikut ini. atau sekolah. antara lain: (1) kuesioner yang disusun sendiri (self-administered questionnaires).  Tunjukkan mengapa survei lebih dipilih sebagai jenis prosedur pengumpulan data dalam penelitian tersebut. dan (4) observasi terstruktur (structured observation). nyatakan secara jelas besaran popuiasi ini. Selain itu.

 Perjelaslah apakah prosedur sampling untuk populasi ini menggunakan satu-tahap atau multi-tahap (yang sering dikenal dengan istilah clustering).)? Jika iya. Prosedur sampling salu-tahap merupakan prosedur sampling yang di dalamnya peneliti sudah memiliki akses atas nama-nama dalam populasi dan dapat mensampling sejumlah individu (atau elemen-elemen) secara langsung Tabel 8. Prosedur sampling multi-tahap atau clustering sampling adalah prosedur sampling yang ideal ketika peneliti merasa tidak mungkin mengumpulkan daftar semua elemen yang membentuk populasi (Babie. 2007). mengolah.pertanyaan akses juga bisa ditulis di bagian ini. dan peneliti dapat menunjukkan ketersediaan kerangka-kerangka sampling —surat atau daftar-daftar—para responden potensial dalam populasi tersebut. bagaimana caranya? Seberapa banyak orang yang akan dijadikan sampel? Didasarkan pada apa besaran sampel ini? Apa prosedur sampling yang akan diterapkan terhadap pcpulasi yang ada (apakah acaW random sampling atau non-acak/nonrandom sampling)? Instrumen apa yang akan digunakan dalam survei ini? Siapa yang membuat instrumen itu? Konten apa saja yang akan dijelaskan dalam survei ini? Skala-skalanya? Prosadur survei apa yang akan diuji terlebih dahulu di lapangan? Seberapa lama catatan waktu (timeline) untuk menyusun. dan mengurus survei tersebut? Apa saja variabel-variabel dalam penelitian survei ini? Bagaimana variabel-variabel tersebut disilangkan (cross-reference) dengan pertanyaanpertanyaan dan item-item penelitian dalam rancangan survei ini? Langkah-langkah spesifik apa saja yang akan diambil dalam menganalisis data? Apakah: (a) Analisis return (hasil/keuntungan)? 192 .1 Checkllist Pertanyaan-Pertanyaan untuk Merancang Metode Survei Apakah tujuan rancangan survei sudah dijelaskan secara rinci? Apakah alasan/rasionalisasi dipilihnya rancangan ini juga sudah disebutkan? Apakah sifat survei (cross-sectional atau longitudinal) sudah dipartegas? Apakah populasi dan besarnya populasi sudah dirinci? Apakah populasi tersebut akan distratifikasi (stratified sampling. penj.

Dengan pengacakan (randomization). Selain itu. jenis kela-min. 1990).an Anda akan menggunakan strati-fikasi (penjenjangan) populasi sebelum Anda memilih sampel. stratifikasilah yang memastikan penyajian ini. Ketika individu-individu dipilih secara acak dari suatu populasi. peneliti terlebih dahulu menentukan kluster-kluster (kelompok-kelompok atau organisasi-organisasi). iaki-laki atau perempvian) direpresentasikan dalam sampel agar sampel ini nantinya dapat merefleksikan proporsi yang tepat dalam populasi sesuai dengan karakteristik-karakteristiknya masing-masing (Fowler.(b) (c) (d) (e) (f) Analisis bias respons (check for response bias)? Analisis deskriptif? Memasukkan item-item ke dalam skala-skala? Anaiisis reliabilitas skala-skaia? Menerapkan statistik inferensiai untuk menjawab rurriusan masalah? Bagaimana hasil-hasil ini diinterpretasikan? Dalam prosedur multi-tahap atau clustering. Yang kurang menarik adalah sampel nonprobability (atau convenience smnple) di mana di dalamnya para responden/individu dipilih berdasarkan kemudahan {convenience) dan ketersediaannya (Babbie.  Jelaskanlah proses pemilihan atas individu-individu. iden-tifikasilah karakteristik-karakteristik yang Anda gunakan untuk menstntifikasi populasi 193 . baru kemudian mensampling individu-individu tersebut. 2002). lalu mengidentifikasi nama-nama individu dalam setiap kluster. karakteristikkarakteristik mereka bisa disajikan dalam sampel sesuai proporsinya masingmasing secara sama rata sebagaimana dalam populasi. Dalam hal ini. Stratifiknsi berarti bahwa karakteristik-karakteristik tertentu dari individu-individu yang dipilih (seperti.  Pertegaslah apakah peneliti. ataukah tidak. Saya me-rekoniendasikan agar Anda memilih sampel acak (random sample) di mana di dalamnya setiap individu dalam populasi memiliki kemungkinan yang sama untuk dipilih (sering juga dikenal dengan istilah systematic sample atau probabilistic sample). sampel yang paling representif akan memungkinankan peneliti untuk melaku-kan generaiisasi terhadap suatu populasi.

2000). dan sebagajnya).neliti sering kali merancang suatu instrumen dari beberapa komponen instrumen lain. Pertimbangkan larigkah-langkah berikut:  Namailah instrumen survei yang Anda gunakan untuk mengumpulkan data. Kemudian. Fowler. Dalam peneiitian survei. dalam setiap strata ini.  Tunjukkan juga angka setiap individu yang di-sampling dan jelaskan prosedurprosedur yang Anda gunakan untuk mengalkulasi angka-angka ini. Apalagi. Tika instrumen yang digunakan memang dirancang khusus (modified instrument). Stie & 194 . ataukah tidak (Babbie. Gravetter & Wallnau.tersebut (seperti. sejenis instrumen yang dimodifikasi. 1990. saya merekomendasikan agar peneliti menggunakan formula besaran sampel (sample size formula) yang banyak dibahas dalam buku-buku peneiitian survei (seperti. pendidikan.  Jelaskan prosedur-prosedur dalam menyeleksi sampel dari daftar-daftar yang ada. gender... peneliti tersebut seharusnya memiiiki izin atau dasar teoretis untuk menggunakan sebagian instrumen-instrumen ini. lihat Babbie. peneliti juga perlu menyajikan informasi detail mengenai instrumen-Lnstrumen survei yang akan digunakan dalam peneiitian yang diajukan. ataukan instrumen utuh yang pemah dirancang orang lain. 1991). Miller.rangkat survei online (lihat. Jelaskan apakah instrumen tersebut merupakan instrumen yang dirancang khusus untuk peneiitian ini. Instrumentasi Sebagai populasi dan sampel. Jika demikian. instrumen-instrumen yang ada saat ini sudah banyak dirancang monjadi sejenis pe. pe. Dalam sejumlah proyek penelitian survei. 1990. Metode yang paling umum digunakan untuk menyeleksi sampel ini adalah memilih individu-individu (sampel) dengan menggunakan tabel angka-angka secara acak (random numbers table). tetapkan apakah sampelnya berisi individuindividu yang memiliki karakteristik-karakteristik yang sama sebagaimana karakteristik-karakteristik dalam keseluruhan populasi. 2002). sebuah tabel yang banyak dibahas dalam buku-buku panduan statistik (seperti. tingkat peng-hasilan. jelaskan apakah Anda sudah memiiiki izin atau dasar teoretis yang kuat untuk menggunakannya.

Ritter. Dengan mendeteksi validitas skor dalam penelitian survei. (2) predictive validity (apakah skor-skor yang diperoleh sudah memprediksi kriteria-kriteria yang diukur? Apakah hasil-hasilnya berkorelasi dengan hasil-hasil yang lain?). deskripsikanlah validitas dan reliabilitas skor-skor yang diperoleh dari penggunaan instrumen tersebut sebelumnya. peneliti dapat mem-buat survei-survei pribadinya dalam waktu yang relatif cepat. atau dalam wujud informasi grafik. Jika peneliti menginginkan respons-respons tambahan.  Ketika menggunakan instrumen yang memang sudah ada. Dengan menggunakan perangkat ini. lalu mem-posting-nya di website-website mereka. dan (3) construct validity (apakah itemitem yang dianalisis sudah sesuai dengan konstruksi-konstruksi atau konsepkonsep hipotesis?). Tiga bentuk validitas yang harus dicari adalah: (1) content validity (apakah item-item yang dianalisis benar-benar sesuai konten yang terdapat dalam item-item tersebut?). Konsep validitas (validity) dalam penelitian survei ini tentu saja berbeda dengan identifikasi 195 . Setelah itu. mengharuskan peneliti untuk membangun validitas atas instrumen tersebut —adakah peneliti dapat menghasilkan kesimpulan-kesimpulan/dugaan-dugaan penting dan berguna dari skor-skor yang diperoleh dari instrumen ini. 1996). atau mengirimkannya pada para partisipan untuk diisi. Hasil-hasil ini dapat diunduh ke dalam spreadsheet atau database untuk kemudian dianalisis lebih lanjut. SurveyMonkey akan memberi-kan hasil dan laporan balik kepada peneliti dalam bentuk statistik deskripuf. peneliti dapat mengetahui apakah instrumen yang digunakan benar-benar sudah tepat untuk penelitian surveinya. sebuah produk komersial yang dirilis sejak 1999. dan tidak lebih dari 10 pertanyaan per survei. Perangkat ini gratis jika digunakan untuk 100 resporis per survei. hanya dengan memanfaatkan custom templates. Salah satu pe rangkat survei online yang cukup terkenal adalah SurveyMonkey (SurveyMonkey. 2007). construct validity juga meliputi pertanyaan dasar tentang apakah skor-skor yang dihasilkan me-miliki tujuan yang berguna dan dampak-dampak yang positif ketika dipraktikkan dalam kehidupan nyata (Humbley & Zumbo. Dalam penelitian baru-baru ini. pertanyaanpertanyaan yang lebih banyak.com). Hal ini berarti. dan beberapa custom feature yang lain. SurveyMonkey membebankan biaya bulanan atau tahunan kepada si peneliti.

item-item (seperti. Lebih dari itu. menyajikan beberapa hal yang perlu di.ancaman-ancaman terhadap validitas (threats to validity) dalam paielitian eksperimen (mengenai hal ini. item-item perilaku. 1993). Untuk irulah. Selain itu. Pilot testing ini penting untuk membangun validitas konten dari suatu instrumen dan untuk memperbaiki pertanyaan-pertanyaan. 1978. Dalam lampiran proposal. peneliti perlu membangun kembali validitas dan reliabiiitas tersebut ketika dilakukan proses analisis data.  Tunjukkan item-item sampel dari instrumen tersebut sehingga pembaca dapat melihat item-item sebenarnya yang digunakan. seperti skala-skala berkelanjutan (misalnya. seperti Surat Pengantar (Dillman. Selain itu. peneliti harus mencari laporan mengenai konsistensi internal (apakah respons dari setiap item sudah konsisten dengan konstruk -konstruk yang dibuat?) dan korelasi test-retest (apakah skor-skor yang dihasilkan selalu stabil meskipun instrumennya digunakan pada lain waktu?) dalam penggunaan instrumen tersebut sebelumnya. Untuk mengetahui hal ini. akan di-jelaskan lebih lanjut). jelaskan pula apakah skor-skor yang dihasilkan dari penggunaan instrumen sebelumnya sudah mencerminkan adanya reliabilitas atau tidak. & Gall.  Ketika peneliti memcdifikasi suatu instrumen atau mengkom binasikan beberapa instrumen. format. lampirkan juga item-item sampel atau keseluruhan instrumen penelitian ini. item-item faktual).masukkan dalam Surat Pengantar). Gall. ya/tidak. sebutkan juga jenis skala-skala yang digunakan untuk mengukur/menganalisis item -item dalam instrumen. Sebutkan juga jumlah orang-orang yang akan menguji 196 .  Tunjukkan isi-isi utama dalam instrumen tersebut. item-item sikap. benar-benar diterima hingga tidak diterima) dan skala-skala kategorial (misalnya. dan instruksi penutup. level ranking atau signifikansi dari yang tertinggi hingga yang terendah)  Jelaskan rencana-rencana Anda untuk melakukan uji coba surveidi lapangan (pilot testing) dan sajikan pula alasan/rasionalisasi atas rencana ini. validitas dan reliabilitas tidak berlaku untuk instrumen yang baru ini. atau skala-skala yang mungkin tidak sesuai ketika diterapkan. pastikan juga apakah ada konsistensi dalam aturan testing dan scormg-nya (apakah ada kesalahan-kesalahan yang disebabkan karena kecerobohan dalam menerapkan aturan testing atau scoring sebelumnya?) (Borg. demografis.

Variabel-Variabel dalam Penelitian Meskipun pembaca proposal sudah mengetahui informasi mengenai variabelvariabel dalam tujuan penelitian. atau hipotesis. yang biasanya ditujukan untuk anggota nonresponden.coba instrumen tersebut. dan item-item survei agar pembaca mudah mengidentifikasi bagaimana item-item tersebut digunakan. Di bawah ini adalah tabel 8. peneliti tetap perlu memasukkannya dalam bagian metode penelitian. 197 . Salah satu tekniknya adalah dengan menghubungkan variabelvariabel. danamplop plus perangko pengembalian. buatlah sebuah tabel dan penjelasan khusus tentang variabel-variabel.2 yang menggunakan data hipotesis. Jangan lupa untuk menyertakan pendapat-pendapat mereka dalam instrumen final yang sudah direvisi. Jadi. berisi surat pengantar pribadi lengkap dengan tanda tangan tertulis. total secara keseluruhan. kuesioner. Mail yang dikirimkan pada tahap keempat. perjelaslah langkah-langkah Anda dalam pengaturan pendekatan survei ini dan tindak lanjutnya untuk memastikan rating respons yang tinggi.  Untuk mailed survei. Mail yang dikirim pada tahap ketiga berisi tindak lanjutberupa kartu pos (atau sejenisnya) yang dikirimkan pada semua anggota sampel 4 hingga 8 hari setelah pengiriman mail sebelumnya. Mail yang dikirim pada tahap kedua adalah mail survei yang sebenarnya. Untuk itu. yang didistribusikan setidak-tidaknya satu minggu setelah surat pemberitahuan diedarkan. rumusan masalah atau hipotesis. rumusan masalah. peneliti menyelesaikan periode administrasi/ pengaturan ini selama kurang lebih empat minggu (sebulan). dan item-item tersebut. Peneliti mengirimkan mail keempat ini tiga minggu setelah mail kedua dikirimkan. Hal ini dimaksudkan untuk menghubung kan variabel-variabel tersebut dengan rumusan masalah atau hipo-tesis dan instrumen penelitian. Mail yang dikirim pada tahap pertama adalah surat pemberitahuan singkat kepada semua daftar sampel yang dipilih. Salant dan Dillman (1994)menyarankan proses pengaturan empat-tahap. rumusan masa-lah. bisa jadi dengan proyek tindak lanjutnya. hipotesis. Teknik ini khususnya berguna bagi para peneliti yang menggunakan model-model berskala luas untuk penelitian disertasinya.

1972).Analisis Data dan Interpretasi Tabel 8. 12. Jelaskan prosedurprosedur yang digunakan untuk mengecek respons bias. maka-iah seminar. Respons bias adalah pengaruh/efek dari tidak adanya respons terhadap survei (Fowler. Langkah 2. seperti wave analysis atau analisis responden/nonresponden. Informasi ini bisa dirancang dalam bentuk tabel yang berisi angka-angka dan persentase-persen-tase yang mendeskripsikan responden dan nonresponden. Langkah 1. Saya me-nyarankan Anda menggunakan tips penelitian berikut. Jelaskan metode-metode yang sekiranya dapat naengidentifikasi respons bias. maka respons ini akan memberi perubahan besar-besaran terhadap hasil survei akhir. peneliti mengevaluasi hasilhasil item yang terpilih dari minggu ke minggu untuk mengetahui apakah sebagian besar respons berubah (Lesile. lembaga swasta. yaitu dengan menyajikan analisis data dalam bentuk tahap-demi-tahap agar pembaca bisa memahami bagaimana suatu tahap menuntun tahap selanjutnya hingga semua prosedur analisis data dibahas secara tuntas. bab-bab dosen untuk diserahkan sebagai buku yang berhasil dipublikasikan tanda bukti doktoralnya? sebelum menerima gelar doktor? Variabel terikat 1 : Rumusan Hibah masalah deskriptif Lihat rumusan masalah 16. terima dosen dalam tiga tahun atau lembaga negara terakhir ini? yang didanai Variabel kontrol: Rumusan masalah deskriptif 5: Lihat rumusan masalah 19: Ikatan Apakah dosen memiliki ikatan dinas (Ya/Tidak) dinas? Status ikatan di-nas Dalam proposal. 17. Bias berarti bahwa jika nonresponden memberikan respons. Dalam wave analysis. Rumusan Masalah dan item-item Survei Nama Variabel Variabelbebasi: Penelitian sebelumnya Rumusan Masaiah Item-Item dalam Survei Rumusan masalah deskriptif 1: Lihat rumusan masalah 11. 13. Sajikan informasi tentang jumlah sampel yang ter-libat dan tidak terlibat dalam survei. Seberapa banyak penelitian dan 15: hasil penelitian dalam bentuk yang mampu dihasilkan oleh artikel jurna!. Berpijak pada asumsi bahwa partisipan yang mengembalikan survei pada minggu terakhir hampir semuanya merupakan partisipan 198 . dan 18: penelitian 3:Ada berapa hibah yang di. 2002). jelaskan tahap-tahap analisis data.2 Variabel-variabel. 14.Hibah dari yayasan.

ada kemungkinan terdapat respons bias. pertimbangkan pula apakah skor-skor ini akan didistribusikan secara normal (normal distribution) dalam kurva berbentuk bel (bell-shaped curve) atau tidak didistribusikan secara normal (non-normal distribution). Rumusan masalah atau hipotesis inferensial menghubungkan (relate) variabel-variabel atau membandingkan (compare) kelompok-kelompok dalam variabel agar kesimpulan-kesimpulan sementara (inferensiinferensi) dari skala sampel hingga skala populasi dapat diketahui. lalu jelaskanlah asumsi-asumsi yang berkaitan dengan statistik tersebut. 2007). 2008). Gunakanlah statistik atau program statistik kompu-ter untuk menguji rumusan masalah atau hipotesis inferensial. kemudian mengidentifikasi apakah respons mereka berbeda jauh dengan hasil respons dari responden. pertimbangkan apakah variabel-variabel ini akan diukur ber-dasarkan suatu instrumen sebagai skor berkelanjutan/continuous score (seperti. gunakanlah prosedur statistik (analisis faktor) untuk menye-lesaikan proses ini. Ada banyak cara untuk mengetahui apakah skor-skor ini didistribusikan secara normal ataukah tidak (Lih. perempuan = 1. laki-laki = 1). dalam kombinasinya. Anda juga bisa menggunakan tes reliabilitas untuk mengidentifikasi konsistensi internal skala-skala tersebut (seperti. Sebagaimana terlihat dalam Tabel 8. Faktor-faktor ini.3. umur dari 18 hingga 36) atau sebagai skor katagoris/ categorical score (seperti. Sajikanlah rasionalisasi mengapa dipilih tes statistik. Creswell.yang nonresponden. akan memudahkan peneliti untuk menentukan apakah tes statistik akan 199 . Lakukan analisis data secara deskriptif terhadap variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian. Langkah 5. misalnya. dan skor-skor untuk dua variabel ini. Langkah 3. jumlah variabel bebas dan variabel terikat. Analisis ini harus menunjukkan rata-rata. Lebih jauh. maka jika respons-respons tersebut terlihat mulai berubah. statistik alpha Cronbach). Jika Anda menggunakan instrumen penelitian dengan skala-skala atau berencana untuk mengembangkan sendiri instrumen tersebut (dengan mengombinasikan beberapa item dalam skala). Rudestam & Newton. Langkah 4. deviasi stand ar. serta jumlah variabel kontrol (lihat.mengecek adanya respons bias adalah dengan menghubungi beberapa nonresponden melalui sambungan telepon. Salah satu cara untuk. pilihan atas tes statistik harus didasarkan atas sifat rumusan masalah (apakah menghubungkan variabel-variabel atau membandingkan beberapa kelompok dalam variabel). Selain itu.

Langkah terakhir dalam proses analisis data adalah menyajikan hasil survei dalam bentuk tabel atau gambar. Langkah 6. Untuk mendapatkan jenis tes statistik yang lain. Interpretasi ini melibatkan beberapa langkah khusus Tabel 8.3. peneliti bisa merujuk pada buku metode statistik.cocok untuk menjawab rumusan masalah atau hipotesis. saya menunjukkan bagaimana faktor-faktor ini bisa menuntun peneliti untuk memilih sejumlah tes statistik yang biasa digunakan. Interpretasi terhadap hasil berarti bahwa seorang peneliti membuat suatu kesimpulan dari rumusan masalah dan hipotesis yang sudah dianalisis. seperti buku yang ditulis Gravetter dan Wallnau (2000).3 Kriteria Memilih Tes-tes Statistik Sifat Pertanyaan Petbandngan kelompok Peibandngan kelompok Perbandingan kelompok Petbandingan kelompok Jumlah Variabel Bebas 1 1 atau lebih 1 atau lebih 1 Jumlah Variabel Terikat 1 1 1 1 Jumlah Variabel Control 0 0 t 0 Jenis Skor Distribusi Tes Variabel Skor Statisik Bebas/Terikat Kategorial/ Normal l-tes berkelanjutan Kategorial/ Normal Analisis berkelanjutan varian Kategorial/ Normal Analisis berkelanjutan kovarian Kategorial/ NonTes berkelanjutan normal MannWhitney U Kategorial/ NonChiberkelanjutan normal square Kategorial/ Normal Korelasi berkelanjutan product moment Pearson Kategorial/ Normal Regresi berkelanjutan berganda Kategorial/ NonKorelasi berkelanjutan normal rankorder Spearman Gabungan antar kelompok Menghubungkan variabel-variabel 1 1 1 1 0 0 Menghubungkan variabel-variabel Menghubungkan variabel-variabel 2 atau lebih i 1 1 atau lebih 0 0 200 . Dalam Tabel 8. kemudian menginterpretasikan hasil tes statistik.

saya akan membahas komponen – komponen tersebut dan menyajikan informasi seputar rancangan eksperimen dan analisis statistic. KOMPONEN – KOMPONEN DALAM METODE PENELITIAN EKSPERIMEN Metode penelitian eksperimen pada umumnya menggunakan format standar yang melibatkan komponen – komponen sebagai berikut : partisipan. 1980 : 32 1 – 322). prosedur. (disini. Tulisan ini (yang diperoleh atas izin penulis) dikutip dari salah satu artikel jurnal yang melaporkan penelitian tentang factor – factor yang mempengaruhi atrisi (berkurangnya jumlah) mahasiswa di salah satu universitas seni liberal (bean & creswell. p =. di kota Midwestern dengan populasi 175.‖  Laporan bagaimana hasil – hasil ini menjawab rumusan masalah atau hipotesis penelitian.55. literature – literature sebelumnya yang membahas hal ini (lihat bab 2). Sebagaiman pembahasan mengenai peneleitian survey sebelumnya.4 Contoh 8. penulis mengidentifikasi lokasi dan populasi penelitian) 201 .001. Metodologi Penelitian ini memilih lokasi disalah satu universitas seni liberal yang kecil (tingkat pendaftaran 1. Laporan apakah hasil – hasil tes statistic yang diperoleh signifikan atau tidak secara statistic. Untuk mengetahui petunjuk detail atas komponen – komponen ini. dan koendukatif. religious. Pada sub bab kali ini. pembahasan mengenai penelitian eksperimen ini juga dimaksudkan untuk menonjolkan beberapa komponen kunci di dalamnya. anda dapat merujuk kembali pada teori yang anda gunakan dalam penelitian (lihat bab 3). cobalah untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan dalam checklist table 8.  Jelaskan juga kemungkinan hasil ini dipraktikkan di lapangan atau untuk penelitian – penelitian sebelumnya. seperti ― analisis varian secara statistic menunjukan adanya perbedaan signifikan antara wanita dan pria dalam hal sikap – sikap mereka terhaap larangan merokok di restoran F (2:6) = 8.000 orang). Apakah hasil – hasil tersebut mendukung hipotesis ataukah kontradiktif dengan yang diharapkan?  Tunjukan pula kemungkinan menjelaskan mengapa hasil – hasil tersebut bias muncul seperti itu. Untuk menjelaskan ini. materi. atau alasan/rasionalisasi lain yang logis.000 orang.1. dan ukuran (besaran). Bagian Metode Survey Berikut ini adalah salah satu contoh tulisan bagian metode survey yang didasarkan pada langkah – langkah yang telah dijelaskan sebelumnya.

(disini penulis menjelaskan validitas dan reliabilitas. Data dikumpulkan dengan metode kuisioner yang berisi 116 item. Kerlinger & Pedhazur. 71 diantaranya mahasiswi tahun pertama. warga Negara AS. (disini penulis membahas instrument penelitian). (disini. regresi berganda dan path analysis (helse. 1971). 1978. Selama April. 1979. dan pendidikan orang tua. 202 . penulis menyajikan informasi deskriptif tentang sampel penelitian). 1969. dan didapatkan bahwa validitas tersebut sudah berada dalam level yang layak (memenuhi syarat). tidak menikah. Item – item ini kebanyakannya likert like yang didasarkan pada skala dari ―jangkauan sangat kecil‖ hingga ―jangkauan sangat besar‖ ada juga pertanyaan – pertanyaan lain yang diajukan untuk mendapatkan informasi factual. Dalam penelitian. baik laki – laki maupun perempuan ternyata dilatari oleh banyak alasan (Bean. Sampel ini lebih ditekankan pada mereka yang memili kemampuan melebihi rata – rata yang dapat dilihat dari skor – skor yang mereka perolah dalam tes ACT. 1959) atas instrument ini telah diuji melalui analisa factor (Faktor analysis). 1973). hanya mahasiswa saja yang akan dianalisis dalam penelitian ini. seperti skor – skor ACT. Maka dari itu. Spady. Sebanyak 95 % mahasiswi ini rata – rata berumur 18 hingga 21 tahun. Semua informasi yang digunakan dalam analisis ini berasal dari data kuisioner. Sejumlah penelitian yang membahas atrisi atau menurunnya jumlah mahasiswa bahwa dropoutnya mahasiswa ini. 55 mahasiswi tahun kedua. dan kulit putih. dipilih sebagai objek analisis dengan mengecualikan beberapa variabel yang kemungkinan mengacaukan sampel ini (Kerlinger. Dari keseluruhan mahasiswi.Rating dropout pada tahun sebelumnya adalah 25 %. sebanyak 169 mahasiswi mengembalikan kuisioner. dan 9 diantaranya mahasiswi junior. Kuisioner ini telah dirancang dan diuji pada tiga institusi yang lain sebelum kemudian diterapkan pada institusi ini. tingkat kelas. Reliabilitas factor – factor juga telah diuji melalui alpha koefisien (coefficeient alpha). Untuk konstruk – konstruk disajikan dalam 25 ukuran yaitu item – item berganda berdasarkan analisis factor untuk membuat indeks – indeks dan 27 ukuran lainnya indicator – indicator item tunggal. Validitas konkuren dan konvergen (Campbell & Fiske. Rating Dropuot yang paling sering terjadi adlah pada mahasiswa tahun pertama dan tahun kedua maka dibuatlah kuisioner – kuisioner untuk didistribusikan kepada sebanyak mungkin mahasiswa tahun pertama dan tahun kedua di universitas tersebut. 1973) dipilih sebagai tes statistic untuk menganalisis data. diantaranya berumur 25 tahun. yang dipilih sebagai sampel. Dari 169 mahasiswi ini.

hanya sampel convenience-lah yang memiliki kemungkinan untuk terpilih sebab peneliti biasanya menggunakan kelompok – kelompok yang sudah terbentuk secara alamiah (seperti. Setelah itu. jika penelitian anda menggunakan penugasan acaka seperti ini... tidak ditugaskna secara acak (non-randomly assignment). dan jumlah partisipan yang terlibat dalam suatu eksperimen. Meski demikian. apakah dilakukan secara acak atau non – acak (dipilih secara kovenien). berarti prosedur yang demikian lebih dikenal sebagai prosedur quasi-eksperimen. paparkanlah secara detail bagaimana anda akan menugaskan secara acak masing – masing individu ke dalam kelomopk – kelompok treatment. sebuah kelas. Penugasan (assignment). (disini. berarti prosedur yang demikian dikenal sebagai prosedur true-experiment. penulis menyajikan langkah – langkah analisis data). Perhatikanlah beberapa hal berikut ini saat menulis metode eksperimen. Prosedur ini bisa menghilangkan kemungkinan adanya perbedaan sistematik antara karakteristik – karakteristik dari setiap partisipan yang bisa 203 . variabel – variabel intervening yang secara signifikan berhubungan dengan keinginan untuk keluar dari universitas diregresi pada variabel – variabel organisasi.  Jika setiap partisipan ditugaskan secara acak (randomly assignment) ke dalam beberapa kelompok. Partisipan Pembaca perlu mengetahui cara pemilihan (sampling). varibel – variabel personal.  Dalam pemilihan acak atau random sampling. Hal ini berarti bahwa dalam lingkup partisipan. atau sebuah keluarga) atau sukarelawan. partisipan kedua ditugaskan dalam kelompok II. 1991). organisasi. keinginan untuk keluar dari universitas diregresi pada semua variabel yang mendahuluinya dalam satu rangkaian kausal. dalam beberapa penelitian eksperimen.Dalam metode kausal….  Deskripsikanlah proses pemilihan (sampling) partisipan. partisipan pertama ditugaskan dalam kelompok I. dan begitu seterusnya hingga tidak ada bias sistematik dalam penugasan masing – masing partisipan. dan variabel – variabel latar belakang. variabel – variabel lingkungan. masing – masing individu memiliki kemungkinan yang sama untuk dipilih sebagai partisipan penelitian  Langkah ini juga akan memastikan bahwa sampel yang terpilih benar – benar representative dan bisa mewakili suatu populasi (Keppel. Jika masing – masing partisipan.

peneliti dapat menugaskan setiap partisipan ke dalam kelompok tertentu dengan anggota yang juga memiliki skor pre-test yang sama. kemudian memilih seorang partisipan dari masing – masing pasangan ini untuk ditugaskan dalam suatu kelompok. individu – individu bisa dipasangkan satu sama lain berdasarkan level kemampuan atau variabel demografi. sedang dan rendah. 204 .  Jelaskan pula keunggulan – keunggulan lain penelitian ekperimen yang secara sistematik dapat mengontrol variabel – variabel yang bisa mempengaruhi hasil penelitian. sebagai alternatifnya.mempengaruhi hasil penelitian. Skro pre-test bisa dibagi menjadi skor tinggi. Pengukurannya dapat menggunakan skor – skor pre-test. Salah satu pendekatannya adalah dengan memasangkan partisipan berdasarkan sifat atau karakteristik tertentu. 1991). sehingga perbedaan apapun yang muncul dalam hasil penelitian bisa diatribusikan pada treatment eksperimen (Keppel. Berdasarkan skor pretest ini.

4. variabel outcome) dalam penelitian tersebut? Bagaimana cara mengukurnya? Apakah variabel tersebut akan diukur sebelum atau sesudah eksperimen? Seperti apa treatmen nya? Bagaimana langkah operasionalnya? Apakah variabel – variabel akan dicovarian? Bagaimana cara pengukurannya? Metode/rancangan penelitian eksperimen seperti apakah yang akan digunakan? Bagiamana model visual untuk rancangan ini? Instrumen apa saja yang akan digunakan untukm mengukur hasil penelitian? Mengapa instrument tersebut dipilih? Siapa saja yang membuatnya? Apakah instrument tersebut sudah valid dan reliable? Apakah peneliti sudah memiliki izin unutk menggunakannya?? Bagaimana langkah – langkah dalam prosedur penelitian ini (apakh dengan menugaskan secara acak para partisipan ke dalam beberapa kelompok. 1991). 1990) serta rentan menimbulkan adanya kelompok yang tidak bisa dibandingkan. _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ Siapa saja partisipan yang terlibat dalam penelitian? Populasi seperti apa yang akan dijadikan landasan untuk menggeneralisasi semua partisipan? Bagaimana partisipan – partisipan ini dipilih? Apakah dengan menggunakan pemilihan acak (random sampling)? Bagaimana partisipan – partisipan ini akan ditugaskan secara acak (randomly assignment)? Apakah mereka akan dipasangkan? Bagaimana caranya? Ada berapa banyak partisipan dalam kelompok eksperimen dan kelompok control? Apakah variabel (variabel) bebas (seperti. ataukah dengan menggunakan pre-test. Prosedur lain untuk mengontrol proses eksperimen adalah dengan menggunakan covarian (seperti. atau mem-block beberapa partisipan dalam subkelompok atau kategori tertentu. memilih sampel – sampel yang homogen. atau post-test? Ancaman – ancaman seperti apakah yang paling berpotensi mengurangi validitas internal dan eksternal dalam penelitian ini? Bagaimana ancaman – ancaman ini akan dibahas? Apakah instrument penelitian sudah diuji lapangan terlebih dahulu?? Statistic seperti apakah yang akan digunakan untuk menganalisis data (apakah secara deskriptif atau inferensial? Bagaimanahasil penelitian akan diinterpretasi? Seorang peneliti bisa saja memutuskan untuk tidak melakukan pemasangan seperti diatas sebab hal ini bisa menyedot banyak biaya maupun waktu (Salkind. skor – skro pres-tes) sebagai variabel moderating dan mengontrol pengaruh dari skor – skor ini secara statistic. Untuk 205 . kemudian menganalisis pengaruh dari masing – masing subkelompok ini terhadap hasil penelitian (Creswell. atau dengan mengumpulkan infromasi demografis. : Checklist pertanyaan – partanyaan untuk merancang prosedur penelitian eksperimen. 2008)  Tunjukkan kepada pembaca jumlah partisipan dalam setiap kelompok dan jelaskan prosedur – prosedur sistematik dalam menentukan besaran setiap kelompok. misalnya jika ada partisipan yang tidak mau ditreatment (Rosenthal & Roshnow. treatment.Tabel 8.

lemah (low) – dalam pengujian statistic terhadap hipotesis nol ketika hipotesis ini. Kalkulasinya harus melibatkan beberapa hal berikut. seperti demografi (gender atau usia). Intinya. dan besaran efek = . Satu variabel harus menjadi treatment variabel. Pertimbangan level signifikasi statistic untuk eksperimen ini (alpha) 2.  Susunlah nilai – nilai untuk tiga factor ini (seperti. perbedaan – perbedaan yang diinginkan dalam jumlah rata – rata antara kelompok control dan kelompok eksperimen yang dinyatakan dalam unit – unit deviasi standar. Variabel terikat merupakan variabel respons atau 206 . Variabel – variabel bebas yang lain bisa saja menjadi measured variabel yang didalamnya tidak ada manipuasi yang dilakukan (seperti. Variabel – Variabel Dalam penelitian eksperimen. 1990) untuk mengidentifikasi besaran sampel yang sesuai untuk kelompok – kelompok tersebut. Lipsey. Jumlah kekuatan yang diinginkan – biasanya disajikan dalam bentuk kuat (high). Satu atau beberapa harus meminta treatment dari peneliti. kekuatan = . outcome) yang anda gunakan dalam penelitian eksperimen. alpha = .05. rencanakanlah sebuah eksperimentasi supaya besaran setiap kelompok yang ditretment memberikan sensitivitas yang paling tinggi : bahwa pengaruh yang diinginkan terhadap outcome penelitian bisa tercapai dalam manipulasi eksperimental ini. 1977.50) dan perlihatkanlah dalam sebuah tabel besaran.  Tunjukan pula variabel (variabel) terikat (misalnya.80. 3. penelitian seyogianya menggunakan analisis kekuatan (power analysis) (lipsey. sedang (medium). sebenarnya. 1990). Berikut ini adalah beberapa saran bagaimana mengembangkan gagasan terkati dengan variabel – variabel dalam proposal penelitian:  Tunjukkanlah secara jelas variabel – variabel bebas yang anda gunakan dalam penelitian tersebut (ingat kembali pembahasan mengenai variabel dalam bab 3). variabel – variabel harus dirinci agar pembaca bisa melihat dengan jelas kelompok – kelompok apa yang akan dieksperimentasi dan outcome – outcome apa saja yang ingin diukur. besaran yang dibutuhkan untuk setiap kelompok ini (lihat Cohen. sikap atau karakteristik pribadi pada partisipan). Variabel – variabel bebas lain bisa menjadi variabel control atau dapat dikontrol secara statistic.penelitian eksperimen. bagian metode penelitian dalam proposal eksperimen harus memerinci dan menunjukkan secara jelas semua variabel bebas ini. Besaran efek. gagal. 1. Dalam hal ini.

individu – individu yang mengembangkannya. Tujuan tes lapangan ini adalah untuk memastikan bahwa materi – materi penelitian bisa dikelola dengan baik tanpa varibilitas dalam kelompok eksperimen. program – program. belajar mata pelajaran dengan computer. dalam proposal penelitian. kuantitas perubahan. Satu kelompok. materi – materi yang akan digunakan selama proses eksperimentasinya (seperti.variabel criteria yang diasumsikan mendapat pengaruh dari variabel bebas. Bahkan. dan laporan reliabilitas dan validitas skornya. item – itemnya. penelitia biasanya melakukan observasi dan pengukuran dengan menggunakan instrument – instrument yang tersedia. seorang partisipan memberikan respon yang tepat ketika ditreatmen dalam rancangan eksperimen single-subjet). skala – skalanya. 207 .  Jelaskan secara menyeluruh materi – materi yang akan dimanfaatkan selama proses eksperimentasi. Peneliti juga perlu melaporkan. Rencana ini dapat meliputi handout. yang diperoleh dari partisipan (misalnya. instrument – instrument ini diselesaikan sebelum eksperimen tersebut dilakukan atau bahkan di akhir eksperimen). peneliti juga perlu menjelaskan training – training lain yang mungkin dibutuhkan untuk mengelola materi – materi tersebut. dan izin – izin untuk menggunakannya. misalnya berpartisipasi dalam rencana pembelajaran berbasis IT yang disampaikan seorang guru di ruang kelas. Tunjukkan pula validitas dan reliabiitas skor atas instrument tersebut. Nah. mata pelajaran. Rosenthal dan Rosnow (1991) menyajikan tiga ukuran outcome prototipik dalam variabel terikat. atau kegiatan – kegiatan tertentu yang diberikan pada kelompok eksperimental). Instrumentasi dan Materi Selama penelitian eksperimen. Tes lapangan atas materi – materi semacam ini harus dijelaskan. yaitu : arah perubahan. khususnya pada tahap pres-test atau post-test (atau keduanya).  Deskripsikan pula instrument – instrument yang di isi / diselesaikan partisipan (biasanya. dan isntruksi tertulis khusus unutk membantu siswa dalam kelompok eksperimen ini. jika dibutuhkan. cara perancangannya. peneliti perlu membahas instrument – instrument ini. dan kemudahan perubahan.

sejenis varian dalam within 208 . yang salah satunya dikenal dengan rancangan subjek – antara (between subject design). peneliti menggunakan kelompok control dan kelompok eksperimen. Mengharuskan peneliti untuk mengobeservasi perilaku satu individu utama (atau sejumlah kecil individu) sepanjang penelitian.  Tunjukkan pula apa yang ingin dikomparasikan. 1999). Misalnya. dan model visual untuk membantu pembaca memahami prosedur – prosedurnya. tidak ada kelompok control untuk diperbandingkan dengan kelompok eksperimen.Prosedur – Prosedur Eksperimentasi Selain instrument dari materi penelitian. Dalam quasiexperiment. Dalam penelitian eksperimen lain. peneliti mulai memasukkan secara acak para partisipan dalam kelompok – kelompok yang akan diproses. Rancangan penelitian ini mengeksplorasi pengaruh – pengaruh setiap treatment secara terpisah dan juga pengaruh – pengaruh variabel yang digunakan di dalamnya sehingga peneliti dapat memperoleh pandangan yang multidimensional dan lebih kaya (Keppel. kuasi eksperimen (quasi experiment) dan rancangan subjek tunggal (single subject design). Dalam kebanyakan penelitian eksperimen. rancangan factorial (factorial design) salah satu varian dalam between subject design mengharuskan peneliti untuk menggunakan dua atau lebih variabel treatment untuk menguji pengaruh – pengaruh simultan variabel – variabel ini terhadap hasil penelitian (Vogt. 1991). eksperimentasi yang sebenarnya (true experiment). peneliti membandingkan dua atau lebih kelompok (Keppel. Adapun rancangan single-subject atau yang dikenal dengan rancangan N of 1. dalam rancangan ukuran terulang (repeated measure design). peneliti juga perlu menjelaskan dalam proposalnya prosedur – prosedur khusus yang digunakan selama proses eksperimentasi. Dalam rancangan ini. 1991.  Tunjukanlah jenis rancangan eksperimentasi yang akan anda gunakan dalam penelitian. 1991). Jenis – jenis rancangan eksperimentasi bisa meliputi rancangan pra-eksperimen (preexperimental design). Penjelasan ini bisa meliputi pembahasan mengenai jenis rancangan eksperimentasi. peneliti mengatai satu kelompok utama dan melakukan intervensi di dalamnya sepanjang penelitian. Misalnyal. mereka bisa saja berada dalam satu kelompok utuh yang tidak dapat dibagi – bagi lagi) dalam true experiment. yang dikenal dengan rancangan kelompok dari dalam (within group design). Dalam rancangan pre experimental. peneliti menguji hanya satu kelompok treatment saja. alasan – alasan digunakannya rancangan tersebut. Rosenthal & Rosnow. namun tidak secara acak memasukkan (no random assignment) para partisipan ke dalam dua kelompok tersebut (misalnya.

untuk mengetahui dampaknya. X dan O yang berada dalam satu lajur mempresentasikan kelompok (X) dan observasi (O) yang di aplikasikan dalam lajur yang sama. atau disejajarkan secara vertical. Ancaman – Ancaman terhadap Validitas Ada sejumlah ancaman terhadap validias yang sering kali membuat orang mempertanyakan hasil / outcome yang disimpulkan oleh peneliti : apakah hasil tersebut dipengaruhi oleh factor – factor utama. peneliti harus merancang dan mengantisipasi sedemikian rupa agar ancaman – ancaman ini tidak lagi muncul atau 209 . 2. 4. Untuk itu. gunakanlah system notasi klasik yang pernah disampaikan oleh Campbell dan Stanley (1963 : 6). System notasi standar juga perlu diterapkan dalam gambar/diagram ini. peneliti harus mengidentifikasi beberapa hal yang berpotensi mengancam validitas dan eksperimentasinya. para partisipan dikelompokkan dalam treatmen yang berbeda – beda pada waktu yang berbeda – beda pula selama penelitian. 1. quasi experimental. bersifat simultan. true experimental. X merepresentasikan satu kelompok dalam peristiwa atau variabel eksperimental tertentu. Praktik lain dari within group design adalah meneliti perilaku seorang individu sepanjang waktu. Pemisahan lajur – lajur yang sejajar oleh garis horizontal merepresentasikan bahwa kelompok – kelompok yang diperbandingkan tidak ditempatkan secara acak (no random assignment). Tidak adanya garis antara kelompok – kelompok menunjukkan bahwa individu – individu di dalamnnya ditempatkan secara acak (random assignment) ke dalam kelompok – kelompok yang akan di treatment (treatment groups). efek – efek dari variabel tersebut.  Sajikanlah diagram atau gambar yang dapat menghasilkan rancangan penelitian yang anda gunakan. Contoh – contoh berikut ini mengilustrasikan bagaimana notasi di atas digunakan untuk mengindentifikasi rancangan pre experimental. O mempresentasikan proses observasi atau pengukuran dengan instrument penelitian 3.group desing. atau justru ada intervensi peneliti didalamnya. 6. Setelah berhasil diidentifikasi. yang didalamnya peneliti menyajikan dan memberikan treatment terhadap individu tersebut pada waktu yang berbeda – beda. Rekomendasi saya. Simbol matra dari kiri ke kanan merepresentasikan pelaksanaan prosedur – prosedur treatment secara temporal (terkadang disimbolkan dengan anak panah) 5. Simbol R merepresentasikan penempatan acak (random assignment). dan single subject.

treatment – treatment. ancaman – ancaman yang berhubungan dengan treatment eksperimental (seperti difusi. Contoh 8. peneliti memilih satu kelompok perbandingan (B). Tabel 8. Ancaman Validitas Internal dapat berupa prosedur – prosedur eksperimentasi. Kelompok A O1 -------------------X-----------------. demoralisasi imbang.2 Rancangan Pre. maturasi. dan rivalitas imbangan).. dan memberikan saran – saran kepada peneliti agar ancaman – ancaman tersebut tidak lagi dating. Ada ancaman – ancaman yang melibatkan para partisipan (seperti sejarah. Kelompok A X ---------------------.O Rancangan Pra – Tes Pos – Tes pada Satu Kelompok (One – Group Pre – Test Post – Test Design) Rancangan berikut ini mencakup satu kelompok yang diobservasi pada tahap pre – test yang kemudian dilanjutkan dengan treatment dan psot – test.Experimental Studi Kasus Dengan Satu – Bidikan (One – Shot Case Study) Rancangan Berikut Ini Melibatkan Satu Kelompok (X) Dalam Treatment Tertentu Yang Kemudian Dilanjutkan Dengan Observasi/Pengukuran (O) Kelompok A X ---------------------.setidaknya dapat diminimaliasasi. mendeskripsikan setiap ancaman.O2 Perbandingan Kelompok Statis atau Rancangan Pos – Tes terhadap Kelompok – Kelompok Non – Ekuivalen (Statistic Group Compariosn or Post – Test – Only with Nonequivalent Groups) Setelah melakukan treatment pada satu kelompok eksperimental (A). Ada dua jenis ancaman terhadap validitas : ancaman dalam (internal threats) dan ancaman luar (external threats).5 menyajikan beberapa ancaman ini. pengujian / testing dan instrumentasi). lalu melakukan Post – test pada kelompok eksperimental A (kelompok yang sudah di treatment tadi) dan kelompok perbandingan B yang sudah dipilih sebelumnya. dan mortalitas). dan ancaman – ancaman yang berhubungan dengan prosedur – prosedur eksperimentasi (seperti. seleksi. atau pengalaman – pengalaman dari para partisipan yang mengancam kemampuan peneliti untuk menarik kesimpulan – kesimpulan yang tepat dari data penelitian.O 210 .

Hanya saja. Hanya kelompok eksperimen (A) saja yang di treatment.O -----------------------------------------------Kelompok B X2 ---------------------. dalam rancangan ini peneliti melakukan treatment yang sedikit berbeda (dengan rancangan sebelumnya) terhadap kelompok perbandingan non ekuvalen.O Contoh 8.O Rancangan Alternatif Pos – tes Treatment dengan kelompok – kelompok Non – Ekuivalen (Alaternative Treatment Post – Test Only with Nonequipalent Groups Design) Rancangan ini menerapkan prosedur yang sama dengan rancangan Static Group Comparison sebelumnya. peneliti melakukan pengukuran pada satu kelompok. Kelompok A O—O—O—O—X—O—O—O—O Rancangan serangkaian waktu yang diputus oleh kelompok control (control – group Interrupted Time – Series Design) 211 .3 Rancangan Quasi – experimental Rancangan Kelompok – control (Pra Tes dan Pos – Tes) Nonekuivalen (nonequivalent (Pre – test and Post – test)Control – Group Design) Dalam rancangan ini. baik sebelum maupaun sesudah treatment. kelompok eksperimen (A) dan kelompok control (B) diseleksi tanpa prosedur penempatan acak (without random assignment) pada dua kelompok tersebut. sama – sama dilakukan pre – test dan post – test.----------------------------------------------Kelompok A X ---------------------. Berikut ilustrasinya : Kelompok A X1 ---------------------.O -----------------------------------------------Kelompok B O -----------------------. Kelompok A O ------------X---------.O Rancangan Serangakain waktu yang diputus oleh satu kelompok (Single – Group Interupted Time-Series Design) Dalam rancangan ini.

diobeservasi sepanjang waktu. Yang di treatment hanya kelompok eksperimen (A) saja. Meski demikian. Meski demikian. dan hanya kelompok eksperimen (A) saja yang di treatment. Peneliti menerapkan pre –test dan pos – test pada dua kelompok ini. yaitu kelompok A. Kelompok A R ----------------------X--------------O Kelompok B R --------------------------------------O Rancangan Solomon Empat – Kelompok (Solomon Four – Group Design) Rancangan ini merupakan salah satu bentuk rancangan faktorial 2 X 2 yang menerapkan prosedur random assignment (R) pada para partisipan untuk dikategoriasasi ke dalam empat 212 . hanya satu kelompok saja yang di treatment.4 Rancangan True Experimental Rancangan Pra – Tes Pos – Tes pada kelompok control (Pre – Test Pos – Test Control Group Design) Rancangan ini merupakan rancangan klasik dan tradisional yang menerapkan prosedur random assignment (R) pada para partisipan untuk ditempatkan ke dalam dua kelompok (A) dan (B). Kelompok A O—O—O—O—X—O—O—O—O ----------------------------------------------------------------Kelompok B O—O—O—O—O—O—O—O—O Contoh 8.Rancangan ini merupakan modifikasi dari rancangan single – group sebelumnya. Penelitia sama –sama melakukan post – test pada kedua kelompok tersebut. Para partisipan dikategorisasikan atau ditempatkan secara acak (random assignment) dalam dua kelompok. dua kelompok partisipan (A dan B). Dalam rancangan ini. Kelompok A R -----------O-----------X--------------O ----------------------------------------------------------------Kelompok B R -----------O---------------------------O Rancangan Post – Test pada kelompok control (post – test – only control group design) Rancangan post test ini merupakan salah satu rancangan eksperimen yang paling popular dan diterapkan karena pre-test memberikan efek – efek yang kurang diharapkan. dari dua kelompok tersebut. yang dipilih tanpa random assignment.

Sebagaimana yang ditunjukkan dalam tabel 8. keunikan – keunikan setting. bahkan masa depan.O Kelompok D R ----------------------------------------. ancaman – ancaman ini biasanya berasal dari karakteristik – karakteristik individu yang dipilih sebagai sampel. atau kondisi – kondisi masa lalu.kelompok (A.O Contoh 8. ketika peneliti menarik kesimpulan – kesimpulan yang seharusnya berasal dari data sampel.O Kelompok B R -----------O--------------------------. Target perilaku dari individu tersebut dibangun sepanjang waktu untuk kemudian dicari perilaku utama yang menjadi garis dasar (baseline) untuk diteliti. sebelum pada akhirnya treatment tersebut dihentikan di tahap akhir penelitia. di treatment.C. Perilaku dasar ini kemudian dinilai.O Kelompok C R ---------------------------X-----------. Peneliti bisa memberikan pre-test dan treatment secara variatif pada masing – masing kelompok. dan timming eksperimentasi.5 Rancangan Single – Subejct Rancangan Subejk – Tunggal A-B-A (A-B-A Single – Subejct Design) Rancangan ini menerapkan observasi terus menerus pada satu individu utama. Misalnya.B. Baseline A Treatment B Baseline A O—O—O—O—O—X—X—X—X—X— O—O—O—O—O—O Ancaman – ancaman terhadap valitidas eksternal juga harus di indentifikasi dan dirancang sedemikian rupa agar ancaman – ancaman tersebut dapat direduksi sedikit mungkin.6. ancaman – ancaman ini muncul ketika peneliti melakukan generalisasi 213 . namun ia justru menariknya dari orang – orang lain. hanya saja. Kelompok A R -----------O-----------X-------------. setting – setting lain. Ancaman – ancaman validitas eksternal ini muncul. dan D). misalnya. peneliti harus melakukan post – test untuk semua kelompok tersebut tanpa terkecuali.

Tindakan-Tindakan Responsif Peneliti dapatmemintatelonrF pok kontrol dan kelompok eksperimen untuk merasakan peristiwa-peristiwa yang sama. Para partisipan dalam kelom-pok Peneliti harus menjaga keter-pisahan kontrol dan eksperimen saling antara dua kelompok ini selarna berkomunikasi satu sama Iain. misalnya dengan karena yang 6\-treatment hanyalah memberikan treatment pada kelompok Kelompok eksperimen saja kontrol setelah penelitian usai atau (misalnya. 214 . kelompok eksperimen dengan memoerikan jenis treatment yang diberikan terapi. bisa merosot menjadi ratarata. Para partisipan yang memiliki skor Peneliti dapat memilih para partisipan yang tinggi dipilih sebagai objek yang tidak memiliki skor-skor yang tinggi peneiitian. sedangkan sama pada dua kelom-pok tersebut se/ama kelompok kontrol tidak diberikan penelitian. Peneliti dapat memilih para partisipan secara acak sehingga karakteristikkarakteristik mereka memiliki kemungkinan yang sama untuk didistri-busikan menjadi kelompok-kelompok eksperimen.Tabel 8.5 Ancaman-ancaman terhadap Validitas Internal Jenis Ancaman Sejarah Deskripsi Ancaman Seiring berjalannya waktu selama peneiitian. Para partisipan sering kali dipilih hanya karena mereka memiliki karakteristik-karakteristik yang dianggap dapat memengaruhi hasilhasil tertentu (misalnya. ada banyak peristiwa bermunculan yang sering kali memengaruhi outcome yang tidak diharapkan. karena mereka lebih cerdas). sewaktuwaktu. Regresi Seleksi Mcrtalitas Para partisipan bisa saja mun-dur Peneliti dapat merekrut se-banyak dari peneiitian disebabkan banyak mungkin partisipan peneiitian untuk alasan. memengaruhi outcome peneiitian. umur yang sama). Maturasi Selama peneiitian.mereka yang mundur dengan mereka individu ini. penelitian. skor-skor uniuk di-toliti. komu-nikasi ini bisa saja memengaruhi skor akhir kedua kelompok tersebut. para parti-sipan Peneliti dapat memilih para partisipan bisa saja berubah dan menginjak yang sudah dewasa dengan rating yang dewasa (mature) sehingga dapat sama (seperti. Tidak heran jika skor-skor yang tinggi ini. Difusi treatmenta Demoralisasi Keuntungan diadakannya pe. Tidak heran jika peneliti mengantisi-pasi para partisipan yang sering kali ke-bingungan untuk mun-dur atau untuk membanding-kan mengetahui outcome atas individu. Tentu saja.Peneliti dapat memberikan keuntungan imbang-an nelitian bisa saja tidak setara pada dua kelompok ini. yang tetap meneruskan. Ironisnya. mereka sangat rnung-kin berubah selama peneiitian. guna memperoleh outcome peneiitian.

Langkah-langkah untuk menyiasati isu-isu ini juga disajikan dalam Tabel 8.instrumen-instrumen yang berbeda canakan manipulasi atas res-pons. setting-setting lain. dapatkan treatment sama sekali.antara dua kelompok ini. Ancaman-ancaman lain yang juga perlu diperhatikan adalah ancaman-ancaman terhadap validitas kesimpulan statistik yang muncul ketika peneliti menarik kesimpulan yang tidak tepat dari data penelitian.kepada para partisipan. Anda bisa membuat bagian terpisah khusus untuk membahas ancaman ini. ada pula ancaman terhadap validitas konstruk. Definisikanlah jenis ancaman dan isu-isu apa yang sering dimunculkan oleh ancaman itu. Kutiplah referensi dari beberapa buku yang membahas mengenai ancaman terhadap 215 . misalnya perbandingkan dengan kelompok dengan cara me-ngurangi ekspektasi eksperimen dan tidak men. disebabkan kekuatan statisik yang lemah atau pe-langgaran terhadap asumsi-asumsi statistik yang sebenarnya. yang tidak termasuk objek eksperimentasi. Perubahan instrumen dalam pre.kelompok kontrol. memengaruhi skor-skor penelitian. Pengujian (testing) .Instrumen ralisasi melampaui kelompok-kelompok yang dieksperimentasi. Jelaskan bagaimana Anda akan menjabarkan ancaman-ancaman ini dalam proposal eksperimen Anda.Peneliti dapat menggunakan instrumen test dan post-test tidak jarang yang sama untuk pre-test dan post-test. Berikut ini adalah tips-tips penelitian praktis untuk menjabar-kan isu-isu validitas tersebut dalam proposal penelitian:     Identifikasilah ancaman-ancaman potensial terhadap validitas yang mungkin muncul. Rivalitas imbangan Para partisipan dalam kelompok Peneliti dapat mencari lang-kah-langkah kontrol merasa bahwa mereka strategis guna menciptakan kesetaraan didevaluasi karena di. Para partisipan sudah terbiasa Peneliti harus memiliki teng-gang waktu dengan hasil akhir pengujian yang lebih lama dalam menyebarkan sehingga mereka bisa meren. Selain ancaman terhadap kesimpulan statistik.6. seperti kelompok-kelompok sosial atau ras lain.apa-apa). respons tersebut jika ada pengujian selanjutnya. atau situasi-situasi lain. Ancaman ini muncul ketika peneliti menyajikan definisi-definisi dan ukuran-ukuran yang tidak tepat pada variabel-variabel penelitian.

Creswell (2008). Borg dan Gall (1989: 679) meringkas enam langkah yang biasanya digunakan dalam prosedur rancangan pre-test post-test control group dengan menjodohkan para partisipasi dalam kelompok kontrol : 1.validitas ini. Prosedur Dalam proposal penelitian.Peneliti perlu melakukan penelitian setting dan karakteristik khusus dalam memilih tambahan dalam setting yang baru untuk treatment setting. berbeda. dan Tuckman (1999). Tindakan-Tindakan Responsif Peneliti perlu membatasi tuntutantuntutan atau klaim-klaimnya mengenai karakteristik partisipan yang sering kali membuat peneliti tidak mampu menggeneralisasi hasil penelitian.6 Ancaman-ancaman terhadap Validitas Eksternal Jenis Ancaman Antara pemilihan dan treatment Deskrlpsi Ancaman Karena sempitnya karakteris-tikkarakteristik yang ditetap-kan dalam memilih para parti-sipan. peneliti sering kali tidak ulang pada waktu-waktu yang akan treatment mampu menggeneralisasi hasil datang untuk mengetahui apakah hasilpenelitian untuk situasi masa lalu hasil yang diperolehnya sama dengan dan masa depan. peneliti sering kali tidak mampu menggenaralisasi siapa saja yang rhemiliki dan tidak memiliki karakteristik khusus untuk menjadi parti-sipan penelitian. Peneliti me-laksanakan penelitian tambahan pada kelompok-kelom-pok/para partisipan yang memiliki karakteristik yang berbeda. Antara Karena hasil ekspenmentasi terikat. Deskripsi ini akan membantu pembaca untuk memahami rancangan. Buatlah ukuran-ukuran variabel terikat atau variabel yang sangat berkorelasi dengan variabel terikat untuk setiap partisipan penelitian 2. Misalnya. hasil-hasil pada penelitian terdahulu. peneliti sering kali tak menge-tahui apakah hasil yang mun-cul mampu menggeneralisasi individu. observasi. Tempatkan secara acak satu anggota dari setiap pasangan ini dalam kelompok eksperimen dan anggota lain dalam kelompok kontrol 216 .sama dengan yang diper-oiehnya dalam individu pada setting-setting yang setting se-belumnya. dan jangka waktu yang ditetapkan. peneliti harus mendeskripsikan secara detail prosedurprosedur dalam melakukan eksperimentasi. & Campbell (2001). Antara Karena ditetapkan karakteristik. Reichardt dan Mark (1998). Cook. Tabel 8.Peneliti perlu melakukan penelitian sejarah dan waktu. Sumber : diadaptasi dari Creswell (2008) Jelaskan pendekatan langkah demi langkah dalam prosedur eksperimentasi tersebut. Tempatkan para partisipan secara berpasangan berdasarkan skor-skor dalam ukuran mereka sebagaimana yang telah diidentifikasi pada langkah 1 3. treatment. Shadish. seperti Cook dan Campbell (1979).

) dalam rancangan faktorial (factorial design). Dalam rancangan eksperiman (eksperimental design). lihat Neuman & McCormick.5 sebelumnya.4.  Jelaskan tes statistik inferensial (inferensial statistic test) yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Kadang-kadang. Setiap data diformulasikan secara terpisah dalam grafik tersebut.  Untuk rancangan subjek-tunggal (single-subject design). seperti t test. peneliti menggunakan pengaruh timbal-balik dan efek-efek utama dari ANOVA. digunakan untuk membandingkan rata-rata beseline dengan tahap-athap treatment . tes-tes signifikansi statistik. Statistik-statistik ini haruslah berupa means (rata-rata). Buatlah ukuran-ukuran variabel terikat untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol ini 6. Akan tetapi. Lakukan treatment eksperimen pada kelompok eksperimen dan berikan treatment alternatif (atau bahkan tanpa treatment) pada kelompok kontrol 5. 217 . peneliti sebaiknya menggunakan tes statistik nonparameter (parametric statical test) untuk menguji hipotesis penelitian. (mengenai ilustrasinya dapat dilihat dalam contoh 8. Bandingkan performa kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pada akhir tes (post-tes) dengan menggunakan tes-tes signifikansi statistik Analsis Data Jelaskan kepada pembaca jenis-jenis analisis statistik yang akan anda gunakan selama penelitian. analysis of covariance (ANCOVA). (sebagaimana jenis tes ini telah ditunjukan dalam tabel 8. lalu masing-masing data ini dihubungkan dengan garis-garis (misalnya. 1995). penelitian menerapkan t-test atau univariate analysis of variance (ANOVA).penj). gunakanlah grafik garisgsris untuk beseline.  Laporkan statistik-statistik deskriptif yang telah diukur dan diobservasi pada pre-test dan post-test sebelumnya. yang menerapkan informasi kategoris untuk variabel bebasdan informasi berkelanjutan untuk variabel terikat. ketika data dalam pre-test dan posttest menunjukan deviasi pemarkaan (marked deviation) dari distribusi normal. sedangkan untuk unit waktu gunakanlah grafik abscissa( poros horizontal) dan grafik ordinate (poros Vertikal) untuk unit target perilaku dalam observasi treatment. atau multivariate analysis of variace (MANOVA) – multiple dependent measure). standard deviation (deviasi standar) dan range (jangkauan).3 sebelunya.

1989)  Peneliti juga perlu melaporkan hasil-hasil statistik pengujian hipotesis. Beri-kan alasan mengapa hasil penelitian signifikan atau tidak signifikan. tergantung pada tes statistik yang digunakan. Jelaskan adakah hasil penelitian yang muncul disebabkan prosedur-prosedur eksperimental yang tidak tepat. Kalkulasi besaran efek ini bermacammacam. seperti kehadiran ancaman-ancaman terhadap validitas. mengidentifikasi populasi dan sampel. Besaran efek merupakan kekuatan atas hasil kesimpulan tentang perbedaan-perbedaan antarkelompok atau hubungan antarvariabel dalam penelitian kuantitatif. RINGKASAN Bab ini menjelaskan tentang komponen-komponen penting dalam merancang prosedurprosedur metodis penelitian eksperimen dan survei. dan jelaskan pula bagaimana Anda menggeneralisasi hasil tersebut pada orang-orang tertentu. setting-setting tertentu. teori-teori yang Anda gunakan (Bab 3). instrumen-instrumen yang 218 . Jelaskan pula apakah proses treatment yang diimplementasikan benar-benar mendptakan suatu perbedaanbagi para partisipan yang diteliti. Interpretasi Hasil Langkah terakhir dalam penelitian eksperimen adalah mentafsirkan penemuanpenemuan berdasarkan hipotesis atau rumusanmasalah yang sudah dirancang di awal penelitian. atau logika persuasif lain yang dapat menjelaskan hasil tersebut. peneliti menjelaskan tujuan. berdasarkan literatur-literatur yang telah Anda review (Bab 2). Anda juga harus menunjukkan dampakdampak dari hasil ini terhadap populasi yang diteliti atau bagi penelitian-peneiitian selanjutnya. dan waktu-waktu tertentu.meskipun prosedur-prosedur seperti ini bisa saja melanggar asumsi ukuran-ukuran variabel bebas (Borg&Gall. Dalam laporan interpretasi ini. jelaskan apakah hipotesis atau rumusan masalah tersebut disetujui (signifikan) atau ditolak (tidak signifikan). yang sesuai data penelitian dan bisa saja mencerminkan rata-rata populasi yang sebenarnya. Dalam penelitian survei. Pada akhirnya. Interval confidence merupakan perkiraan interval atas nilai statistik yang lebih tinggi dan lebih rendah. interval confidence dan besaran efek sebagai indikator-indikator utama atas signnifikansi hasil penelitian.

dan komunikasi. variabel-variabel — kondisi-kondisi treatment dan variabel-variabel outcome— dan instrumen-instrumen yang digunakan untuk pre-test dan post-test. feminis liberal. dan single-subject. Rancangan dan Manipulasi Eksperimental Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial (factorial design) 3 X 2X2: Kecenderungan Penasihat (humanis-nonseksis. penelitiContoh 8.digunakan. tulisan Enns dan Hackett ini setidaknya sudah berisi elemen-elemen penting bagai-mana menulis bagian metode penelitian eksperimen yang baik. Peneliti kemudian membuat sebuah gambar untuk mengilus-trasikan rancangan ini. Enns dan Hacket berhipotesis bahwa para partisipan (klien) feminis lebih reseptif pada penasihat feminis yang radikal ketimbang para partisipan non-feminis. di uni-versitas negeri dan perguruan tinggi swasta. Dalam penelitian eksperimen. Tulisan ini mengilus-trasikan beberapa komponen penting dalam penelitian eksperimen seperti yang sudah dijelaskan sejak awal. Penelitian Enns dan Hackett ini mengangkat isu umum tentang kesesuaian minat antara klien dan penasihatnya sepanjang menyangkut dimensi-dimensi dikap femi-nisme. peneliti mendeskripsikan para partisipan penelitiannya).6 Bagian Metodologi Penelitian Eksperimen Berikut ini. sesuai notasi yang tepat. dan materi-materi yang akan dimanfaatkan selama treatment. Setelah itu. rumusan masalah. atau feminis radikal) X Nilai-nilai (implisitatau eksplisit) X Identifikasi Feminisme Partisipan (feminis atau 219 . true experiment. quasi-experimental. seperti pre-experimental. Penelitian eksperimen juga mencakup jenis-jenis rancangan eksperimen. hubungan antarvariabel. Metode Penelitian Partisipan Partisipan dalam penelitian ini adalah 150 mahasiswi kelas dasar dan kelas atas dalam bidang sosiologi. salah satu contoh tulisan dari penelitian quasi-experimental yang dilakukan Enns dan Hackett (1990). di pesisir barat. dan bahwa para partisipan nonfeminis lebih reseptif pada penasihat feminis yang liberal dan non-seksis ketimbang para partisipan feminis. peneliti mengidentifikasi partisipan. item-item khusus. (Disini. Kecuali pembahasan yang begitu terbatas mengenai analisis dan iriterpretasi data. psikologi. dan langkahlangkah yang diambil dalam analisis dan interpretasi data.

dan kami telah mengatur ATF. menjelaskan tujuan penelitian kami untuk mengetahui respons mereka mengenai konseling. dan radikal) dan implikasi-implikasi konselingnya. yaitu liberal dan radikal.86 dan . Instrumen Cek manipulasi. kami memperolehnya dengan cara menggabungkan tiga sifat konseling tadi dengan deskripsi singkat atas rekaman videotape selama 2 menit tentang seorang penasihat yang tengah menjelaskan pendekatan konselingnya kepada seorang klien. nilai penasihat bersifat implisit.89 untuk versi asli dari dua subskala ini. Tiga sifat konseling (humanis-nonseksis. (Disini... Prosedur Semua tahap eksperimentasi dilakukan secara individual. Pernyataanpernyataan klien dan hasil wawancara dengan mereka pada umumnya bersifat konstan (tidak berubah-ubah). liberal. kami meminta setiap partisipan untuk mengisi formulir data demografis dan 220 . (Di sini. Sedangkan respons-respons penasihat justru berbeda-beda sesuai pendekatan yang mereka gunakan... yaitu Counselor Description Quesiidnnaire (CDQ) dan Personal Description Questionnaire (PDQ). dan feminis radikal) tergambar dari hasil deskripsi singkat atas rekaman videotape selama 10 menit antara seorang penasihat wanita dan seorang klien wanita. Untuk data penelitian yang kemungkinan tidak mengenai sasaran dalam itemitem tertentu. Tiga sifat konseling kami tetapkan berdasarkan tiga perbedaan filosofis feminisme (humanjsnonseksis. Berryman Fink dan Verderber melaporkart reliabilitas konsistensi internal . Untuk nilai-nilai eksplisit. Karena itulah. feminis liberal. tidak pada penasihatnya secara langsung.nonfeminis). peneliti menjabarkan keseluruhan rancangan penelitian). Kami telah mengundang para partisipan. (D/ sini. peneliti mendeskripsikan tiga ^variabel yang di-treatment dan dimanipulasi dalam penelitiannya). Untuk rhengecek persepsi partisipan terhadap manipulasi eksperimeritai dan untuk menilai kesamaan persepsi mereka terhadap tiga penasihat.. dua subskala dari Attributions of the Term Feminist Sca/e-nya Berryman-Fink dan Verderber (1935) karni modifikasi dan kami gunakan sebagai instrumen penelitfan. kami mengidentifikasi nilainilai tersebut berdasarkan dua orientasi filospfis feminisme.. Sementara ATF dikumpulkan dan dinilai. sudah kami tangani dengan prosedurpairwise deletion. peneliti menjelaskan instrumen-instrumeh dan reliabilitas skala-skala untuk variabel terikat). Nilai-nilai implisit kami peroleh dari hasil wawancara pada sampel (klien) saja. Setelah itu.

para partisipan kernudian diminta untuk menyelesaikan instrumen variabel terikat (dependent measure).4 untuk mengetahui apakah semua komponen sudah disertakan secara jelas. 35-36). Sumber : Erns dan Hackett (1990). Setelah ucai. Latihan Menulis 1.endehgsirkan videotape yang bernubungan dengan pe-nempatan/periugasah eksperimentalnya {experimental assignment). Nilai rata-rata untuk separuh partisipan pertama kemudian digunakan untuk mengategorisasi separuh kelompok kedua ke dalam feminis dan nonfeminis. 2. Dikutip atas izin penulis memberikan komentar-komentarnya tentang ancaman-ancaman potensial pada validitas internal dan eksternal (dan validitas statistik dan konstruk. setelah itu baru mereka mulai diwawancarai (him. dan radikal) untiik memastikan hasii cell size yang setara. jika ada) yang berhubungan dengan penelitian eksperi-men.membaca serangkaian petunjuk untuk menggunakan videotape. dan interpretasi hasil. LATIHAN MENULIS Setelah usai. kami memeriksa nilai rata-rata sampel final dan menga-tegorisasi kembali beberapa partisipan dengan pecahan rata-rata. © 1990 oleh American Psychological Association. Separuh partisipan pertama ditempatkan secara acak (randomly assigned) ke dalam 12 videotape (3 Pendekatan X 2 Nilai X 2 Penasihat). analisis statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis atau rumusan masalah. (D/ sini.1 untuk mengetahui apakah semua komponen sudah disertakan secara jelas dalam desain yang Anda buat. yang akhirnya menghasilkan 12 atau 13 per cell. Buatlah desain penelitian berdasarkan prosedur-prosedur penelitian survei. Pada tahap akhir. Setelah m. Untuk nilai rata-rata. kami memperolehnya dari ATF. liberal. peneliti mende'skripsikan pro-sedur-prosedur yang diterapkan dalam penelitian eksparimen). amati kembali checklist dalam Tabel 8. dan sisany'a yang lain ditempatkan secara acak {randomly assigned) ke dalam'tiga' kelorhpok orientasi feminis (humanis-nonseksis. Buatlah desain penelitian berdasarkan prosedur-pro-sedur penelitian eksperimen. amati kembali Tabel 8. 221 .

L. dan contoh-contoh untuk masingmasing rancangan. "The Survey Kit" disusun daribeberapa buku dan dieditori oleh Arlene Fink. Survey Research Methods.BACAAN TAMBAHAN Babbie.). Earl Babbie membahas secara detail aspek-aspek penelitian survei. Gage (Ed. A. D. CA: Wadsworth. F. quasi experimental. Bab ini menyajikan ringkasan yang menarik tentang jenis-jenis rancangan eksperimen. (2002). (1963). dan bagaimana mengukur validitas dan relia-bilitas. CA: Sage. 222 . dan prosedur-prosedur statis-tik. Thousand Oaks. bagaimana melibatkan diri dalam wawancaran telepon. disertakan pula pembahasan tentang analisis data dengan fokus pada bagaimana membuat dan memahami tabel-tabel dan menulis laporan survei. (him. Bab ini cocok bagi mahasiswa yang baru belajar penelitian eksperimen. Handbook of Research on Teaching. & Stanley. "Experimental and Quasi-Experimental Designs for Research. E. Edisi kedua." dalam N.J. yang meliputi antara lain: bagai-mana mengajukan pertanyaan. dimulai dari faktorfaktor yang membahayakan validitas internal dan eksternal. J. Fowler. Campbell dan Stanley merancang sistem notasi untuk penelitian eksperimen yang hingga saat ini masih digunakan. (1990). Fink mem-bahas aspek-aspek penelitian survei. Pembahasan dalam buku ini pada umumnya cocok untuk para peneliti survei pemula. Survey Research Methods. Thousand Oaks. Dia membahas konseptualisasi instrumen survei dan skala-skalanya. Chicago: Rand-McNally. Campbell. Buku ini sangat detail. ancaman-ancaman terhadap validitas. 1-76) Salah satu bab dalam Handbook ini membahas penelitian ekspe-rimen. The Survey Kit. Ringkasan detail buku-buku tersebut disajikan dalam volume pertama. CA: Sage. jenis-jenis rancangan preexnerimental. true experiment.C. (2002). Fink. bagaimana melakukan sampling. bagaimana melaksanakan survei. Belmont. logika sampling. Apalagi di dalamnya juga disajikan banyak contoh dan ilustrasi yang bagus. Selain itu. membuatnya lebih menarik untuk dipelajari. Dia menyajikan jenis-jenis rancangan penelitian survei. Dia juga menyajikan gagasan yang amat penting terkait dengan bagai-mana mengatur kuesioner dan memproses hasil akhir. Mereka juga mengajukan jenis-jenis rancangan eksperimen.T. Dalam pendahuluan volume tersebut. dan rancangan correlational dan ex post facto. sangat cocok bagi mahasiswa yang sudah berada di level intermediate atau advance dalam mempelajari penelitian survei. dan teknis. Edisi ketiga. (Edisi kedua. informatif.

Selain itu. (1991). G. Premis dasarnya adalah: bahwa sebuah eksperi-mentasi perlu memiliki sensitivitas yang memadai untuk mendeteksi pengaruh-peng£ruh dari objek yang diteliti..W. mulai dari prinsip-prinsip rancangan eksperimen hingga anaiisis statistik terhadap data-data eksperimen. 223 . Susan Neuman dan Sandra McCormick mengeditori sebuah buku panduan praktis yang membahas ten tang rancangan penelitian single-subject. S. misalnya. menerapkan teknik-teknik wawancara yang menarik. Mereka juga menyajikan banyak contoh jenis-jenis rancangan yang lain. mengumpulkan data. (Ed. Upsey. Englewood Cliffs. Anda sebenarnya juga bisa menerapkan rancangan ini untuk bidang ilmu sosial-humaniora. NJ: Prentice-Hall. seperti reversal design dan Tiniltipe-baseline design. CA: Sage. Salah satu bab. Design Sensitivity: Statistical Power for Experimental Research.). S. Single-Subject Experimental Research: Applications for Literacy. M. DE: International Reading Association.Floyd Fowler menyajikan tulisan menarik tentang keputusan-keputusan yang harus diambil dalam melaksanakan proyek penelitian survei. mengilustrasikan bagaimana menampilkan data dengan grafik garis-garis. Newbury Park. Newark. & McCormick. (1990). Keppel. Meskipun aplikasi dari rancangan single-subject yang dijeiaskan dalam buku ini secara khusus diorientasikan untuk bidang kesusastraan. buku ini cocok dibaca oleh mahasiswa dalam bidang statistik di level intermediate hingga advance. Dia menjelaskan tentang bagaimana menerapkan prosedur sampling alternatif. Geoffrey Keppel menjelaskan penelitian eksperimen secara detail dan menyeluruh. yang ingin memahami rancangan dan anaiisis statistik eksperimentasi. mengurangi rating nonrespons.B. Neuman. Design and Analysis: A Researcher's Handbook. Mark Iipsey menulis sebuah buku yang membahas rancangan-rancangan eksperimental dan kekuatan statistik dari rancangan-rancangan tersebut. Edisi ketiga. Bab pendahuluan dalam Handbook ini menyajikan ringkasan yang begitu informatif rnengenai komponen-komponen dalam rancangan eksperimen. dan menghadapi masalah-masalah etis dalam penelitian survei. mempersiapkan anaiisis. mereka juga menyajikan prosedur-prosedur statistik yang bisa diterapkan dalam analisis data single-subject. merancang pertanyaan yang baik. Buku ini mengeksplorasi kekuatan statistik dan menyertakan sebuah tabel untuk membantu para peneliti menentukanbesaran (size) yang sesuai untuk kelompok-kelompok yang diteliti. (1995). Secara kese-luruhan.

Bab Sembilan

Prosedur-prosedur Kualitatif
Prosedur-prosedur kualitatif memiliki pendekatan yang lebih beragam dalam peneiitian akademik ketimbang metode-metode kuantitatif. Penelitian kualitatif juga memiliki asumsi asumsi filosofis, strategi-strategi penelitian, dan metode-metode pengumpulan, analisis, dan interpretasi data yang beragam. Meskipun prosesnya sama, prosedur-prosedur kualitatif tetap mengandalkan data berupa teks dan gambar, memiliki langkah-langkah unik dalam analisis datanya, dan bersumber dari strategi-strategi peneiitian yang berbeda-beda. Pada dasarnya, strategi-strategi penelitian yang dipilih dalam proyek kualitatif sangat berpengaruh terhadap prosedur-prosedurnya yang, meski seragam, tetap menunjukkan pola yang berbeda-beda. Melihat landskap prosedur-prosedur kualitatif berarti melihat perspektifperspektif yang beragam, mulai dari perspektif keadilan sosial (Denzin & Lincoln, 2005), perspektif ideologis (Lather, 1991), perspektif filosofis (Schwandt, 2000), hingga petunjukpetunjuk prosedur sistematis (Creswell, 007; Corbin & Strauss, 2007). Semua perspektif ini bersaing untuk menjadi landasan utama dalam penelitian kualitatif. Bab ini berusaha mengombinasikan perspektif-perspektif tersebut, menyajikan prosedurprosedur urnum, dan menampilkan contoh-contoh dari beragam strategi kualitatif. Bab ini juga akan menyajikan gagasan-gagasan dari beberapa pakaryang menulis tenta.ng rancangan proposal kualitatif (misalnya, lihat Berg, 2001; Marshall &. Rossman, 2006; Maxwell, 2005; Rossman & Rallis, 1998). Topik-topik yang termasukke dalam bagian prosedur kualitatif antara lain: karakteristik-karakteristik penelitian kualitatif, strategi peneiitian, peran peneliti, langkah-langkah dalam pengumpulan dan analisis data, strategi-strategi validasi, akurasi penemuan, dan struktur naratif. Tabel 9.1 menunjukkan checklist pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana merancang prosedur-prosedur kualitatif ini.

KARAKTERISTIK-KARAKTERISTIK PENEUTIAN KUALITATIF Bertahun-tahun lamanya, para penulis proposal terus berusaha membahas karakteristikkarakteristik penelitian kualitatif untuk me-mastikan legitimasi dari pihak fakultas dan pembacanya. Saat ini, pembahasan-pembahasan semacam itu sudah jarang dijumpai dalam literatur. Bahkan, sekarang ada beberapa konsensus yang telah meng-atur ketentuan-

224

ketentuan dalam penelitian kualitatif. Untuk itulah, saran saya bagi para penulis proposal yang ingin merancang bagian karakteristik penelitian ini antara lain:  Amatilah apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh para pembaca proposal Anda. Identifikasilah apakah pembaca Anda sudah banyak mengetahui karakteristikkarakteristik penelitian kualitatif sehingga bagian ini tidak begitu pen ting bagi mereka.  Jika Anda ragu-ragu atas pengetahuan mereka, jelaskan karakteristik-karakteristik dasar penelitian kualitatif dalam proposal Anda dan jika rnemungkinkan, bahaslah sebuah artikel jurnal (atau studi) kualitatif baru-baru ini sebagai contoh untuk mengilustrasikan karakteristik-karakteristik tersebut.  Sejumlah karakteristik penelitian kualitatif bisa saja digunakan (seperti, Bogdan & Biklen, 1992; Eisner, 1991; Hatch, 2002; LeCompte & Schensul, 1999; Marshall & Rossman, 2006), tetapi saya lebih mengandalkan pada analisis gabungan dari beberapa penulis ini yang sudah saya sertakan secara menyeluruh dalam buku saya tentang penelitian kualitatif (Creswell, 2007). Saya tidak hanya menyertakan perspektifperspektif tradisional saja, tetapi juga perspektif-perspektif baru dalam penelitian kualitatif, seperti advokasi, partisipatoris, dan refleksi-diri. Berikut ini adalah beberapa karakteristik penelitian kualitatif yang disajikan tidak dalam urutan prioritas tertentu.

Tabel 9.1 Checklist pertanyaan-pertanyaan untuk merancang prosedur kualitatif --------Apakah karakteristik-karakteristik dasar penelitian kualitatif sudah di-jelaskan? jenis strategi kualitatif yang akan dan digunakan penerapan juga dari sudah strategi

---------- Apakah -

dijelaskan?

Apakah

sejarah,

definisi,

tersebut sudah dijelaskarvpula? _____ --------- Apakah pembaca dapat memahami peran peneliti dalam peneiitian tersebut (pengalaman historis, sosial, dan kultural sebelumnya, hubungan personal dengan lokasi dan partisipan, langkah-langkah dalam memperoleh entri, dan masalahmasaiah etis)? ---------- Apakah strategi sampling dalam memilih lokasi dan partisipan penelitian sudah -------diidentifikasi? Apakah jenis strategi pengumpulan data dan rasionalisasi pengguna-annya juga
225

sudah dijabarkan? ---------- Apakah langkah-langkah perekaman/pencatatan informasi selama prosedur pengumpulan .data sudah dijelaskan? ---------- Apakah langkah-langkah analisis data juga sudah dijabarkan? --------Apakah ada bukti/petunjuk bahwa peneliti telah mengatur data untuk dianalisis?

---------- Apakah peneliti telah merew'ewdata secara umum untuk memperoleh makna informasi? ---------- Apakah data sudah di-cocffng? ---------- Apakah kode-kode sudah dirancang untuk membentuk deskripsi atau mengidentifikasi tema-tema utama? ---------- Apakah tema-tema tersebut sating terkait satu sama lain, memperkuat analisis dan abstraksi? ---------- Apakah cara-cara penyajian data sudah dijelaskan —misalnya dalam bentuk tabel, grafik, atau gambar? --------Apakah dasar-dasar dalam menginterpretasi data sudah dijelaskan secara rinci (pengalaman-pengalaman personal, literatur, pertanyaan-pertanyaan, agenda aksi)? ---------- Apakah peneliti sudah menyebutkan outcome penelitian (misalnya, untuk mengembangkan/msnciptakan suatu teori, menyajikan gambar-an kompleks tentang tema)? ---------- Apakah ada strategi-strategi lain yang dikutip untuk menvalidasi hasil atau penemuan penelitian?  Lingkungan alamiah (natural setting); para peneliti kualitatif cenderung mengumpulkan data lapangan di lokasi di mana para partisipan mengalami isu atau masalah yang akan diteliti. Peneliti kualitatif tidak membawa individu-individu ini kedalm laboratoratorium (atau dalam situasi yang telah di-setting sebelumnya); tidak pula membagikan instrumen-instrumen kepada mereka. Informasi yang dikumpulkn dengan berbicara langsung kepada orang-orang dan melihat mereka bertingkah laku dalam konteks natural inilah yang menjadi karakteristik utama peneliti kualitatif.

226

Dalam setting yang alamiah, para peneliti kualitatif melakukan interaksi face-to-face sepanjang penelitian.  Penneliti sebagai instrumen kunci (researcher as key instrument); para peneliti kualitatif mengumpulkan sendiri data melalui dokumentasi, observasi perilaku, atau wawancara dengan para partisipan. Mereka bisa saja mengumpulkan protokol-sejenis instrumen untuk mengumpulkan data-tetapi diri merekalah yang sebenarnya menjadi satu-satunya instrumen dalam mengumpulkan informasi. Mareka, pada umumnya, tidak menggunakan kuesioner atau instrumen yang di buat oleh peneliti lain.  Beragam sumber data (multiple sources of data); para peneliti kualitatif biasanya memilih mengumpulkan data dari beragam sumber, seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi, ketimbang hanya bertumpu pada satu sumber data saja. Kemudian, peneliti mereview semua data tersebut, memberikannya makna, dan mengolahnya ke dalam kategori-kategori atau tema-tema yang melintasi semua sumber data.  Analisis data induktif (inductive data analysis); para peneliti kualitatif membangun pola-pola, kategori-kategori, dan tema-temanya dari bawah ke atas (induktif), dengan mengolah data ke dalam unit-unit informasi yang lebih abstrak. Proses induktif ini mengilustrasikan usaha peneliti dalam mengolah secara berulang-ulang membangun serangkaian tema yang utuh. Proses ini juga melibatkan peneliti untuk bekerjasama dengan para partisipan secara interaktif sehingga partisipan memiliki kesempatan untuk membentuk sendiri tema-tema dan abstraksi-abstraksi yang muncul dari proses ini.  Makna dari para partisipan (paticipants’ meaning); dalam keseluruhan proses penelitian kualitatif, peneliti terus fokus pada usaha mempelajari makna yang disampaikan para partisipan tentang masalah atau isu penelitian, bukan makna yang disampaikan oleh peneliti atau penulis lain dalam literatur-literatur tertentu.  Rancangan yang berkembang (emergent design); bagi para peneliti kualitatif, proses penelitian selalu berkembang dinamis. Hal ini berarti bahwa rencana awal penelitian tidak bisa secara ketat dipatuhi. Semua tahap dalam proses ini bisa saja berubah setelah peneliti masuk kelapangan dan mulai mengumpulkan data. Misalnya, pertanyaan-pertanyaan bisa saja berubah, strategi pengumpulan data juga bisa berganti, dan individu-individu yang diteliti serta lokasi-lokasi yang dikunjungi juga bisa berubah sewaktu-waktu. Gagasan utama di balik penelitian kualitatif sebenarnya adalah mengkaji masalah atau isu dari para partisipan dan melakukan penelitian untuk memperoleh informasi mengenai masalah tersebut.
227

 Perspektif teoritis (theoretical lens); para peneliti kualitatif sering kali menggunakan perspektif tertentu dalam penelitian mereka, seperti konsep kebudayaan, etnografi, perbedaan-perbadaan gender, ras, atau kelas yang muncul dari orientasi-orientasi teoritis, seperti yang telah dijelaskan pada Bab 3. Terkadang pula penelitian dapat diawali dengan mengidentifikasi terlebih dahulu konteks sosial, politis, atau historis dari masalah yang akan diteliti.  Bersifat penafsiran (interpretive); penelitian kualitatif merupakan salah satu bentuk penelitian interpretif di mana di dalamnya para peneliti kualitatif membuat suatu interpretasi atas apa yang mereka lihat, dengar, dan pahami. Interpretasi-interpretasi mereka bisa saja berbeda dengan latar belakang, sejarah, konteks, dan pemahamanpamahaman mereka sebelumnya. Setelah laporan penelitian diterbitkan, barulah para pembaca dan para partisipan yang melakukan interpretasi, yang seringkali berbeda dengan interpretasi peneliti. Karena pembaca, partisipan, dan peneliti sama-sama terlibat dalam proses interpretif ini, tampaklah bahwa penelitian kualitaif memang menawarkan pandangan-pandangan yang beragam atas suatu masalah.  Pandangan menyeluruh (holistic account); para penelitia kualitatif berusaha mambuat gambaran kompleks dari suatu masalah atau isu yang diteliti. Hal ini melibatkan usaha pelaporan perspektif-perspektif, pengidentifkasian faktor-faktor yang terkait dengan situasi tertentu, dan secara umum usaha pensketsaan atas gambaran besar yang muncul. Untuk itulah, para peneliti kualitatif diharapkan dapat membuat suatu model visual dari berbagai aspek mengenai proses atau fenomena utama yang diteliti. Model inilah yang akan membantu mereka membangun gambaran holistik (lihat, misalnya, Creswell & Brown, 1992) STRATEGI-STRATEGI PENELITIAN Selain karakteristik-karakteristik utama diatas, penelitian kualitatif juga memiliki strategi-strategi penelitian yang spesifik. Strategi-strategi ini utamnya terkait dengan pengumpulan data, analisis data, dan laporan penelitian, tetapi tetap berasal dari berbagai disiplin dan teru berkembang dinamis sepsnjang proses penelitian (seperti, jenis-jenis problem, masalah-masalah etis, dan sebagainya) (Creswell, 2007b). Ada banyak strategi kualitatif yang sudah dibahas, seperti 28 pendekatan yang pernah diidentifikasi oleh Tesch (1990), 19 jenis dalam konsep pohon-nya Wolcott (2001), dan 5 pendekatan kualitatif oleh Creswell (2007).

228

Seperti yang telah dijelaskan dalam Bab 1, saya merekomendasikan agar para peneliti kualitatif memilih antara beberapa kemungkinan, seperti naratif, fenomenologi, etnografi, studi kasus, dan grounded theory. Saya memilih lima strategi ini karena kelimanya cukup populer dalam ilmu kesehatan dan sosial saat ini. Strategi-strategi lain juga ada dan sudah byank dibahas secara meyakinkan dalam buku-buku kulaitatif, seperti penelitian tindakan partisipatoris (Kemmis & Wilkinson, 1998) atau analisis wacana (Cheek, 2004). Khusus untuk lima pendekatan tadi, para peneliti dapat mengkaji individu-individu (dengan naratif atau fenomenologi); mengeksplorasi proses, aktivitas, dan peristiwa-peristiwa (dengan studi kasus atau grounded theory); atau mempelajari perilaku culture-sharing dari individuindividu atau kelompok-kelompok tertentu (dengan etnografi). Dalam menulis prosedur penelitian untuk proposal kualitatif, pertimbangkan tipstips penelitan berikut ini:   Jelaskan pendekatan spesifik yang akan anda gunakan. Sajikan sejumlah informasi historis mengenai strategi penelitan yang akan Anda terapkan, seperti asal mulanya, penerapannya, dan definis ringkasnya (lihat Bab 1 tentang lima strategi penelitian kualitatif).   Jelaskam mengapa strategi tersebut dianggap sesuai untuk anda gunakan dalam penelitian Anda. Jabarkan pula bagaimana penggunaan strategi tersebut dapat menentukan jenis-jenis pertanyaan yang diajukan (lihat Morsee, 1994, untuk pertanyaan yang berhubungan dengan strategi penelitian), cara-cara pengumpulan data, langkah-langkah analisis data, dan narasi/laporan akhir. PERAN PENELITI Sebagaiman yang telah dijelaskan sebelumnya, penelitian kualitatif merupakan penelitian interpretif, yang didalamnya peneliti terlibat dalam pengalaman yang berkelanjutan dan terus-menerus dengan para partisipan. Keterlibatan inilah yang nantinya memunculkan serangkaian isu-isu strategi, etis, dan personal dalam proses penelitian kualitatif (Locke et at.,2007). Dengan keterlibatannya dalam concern seperti ini, peneliti kualitatif berperan untuk mengidentifikasi bisa-bisa, nilai-nilai, dan latar belakang pribadinya secara refleksif, seperti gender, sejarah, kebudayaan, dan status sosial ekonominya, yang bisa saja turut membentuk interpretasi mereka selama penelitian. Selain itu, para peneliti kualitatif juga berperan memperoleh entri dalam lokasi penelitan dan masalah-masalah etis yang bisa muncul tiba-tiba.
229

Apakah penelitian ini kan mengganggu lingkungan sekitar? 4. atau penuh dengan kompromi-kompromi juga tidak bisa diremehkan begitu saja. jelaskan bagaimana Anda akan 230 . Jika penelitian backyard akan digunakan . Proposal ringkas perlu dibuat untuk diserahkan sebagai pertimbangan kepada phak security tersebut. Penelitian ―Backyard‖ (Glesne & Peshkin. Bagaimana melaporkan hasil penelitian? 5. Meskipun pengumpulan data bisa berlangsung nyaman dan mudah.  Jelaskan langkah-langkah yang Anda lalui dalam memperoleh izin dari Dewan Pertimbangan Institusional /Institutional Review Board (IRB) (lihat Bab 4) untuk memproteksi hak-hak para partisipan. 1992) melibatkan usaha identifikasi atas strategi pengolahan. atau para partisipan serta interpretasi Anda atas fenomena tertentu. Apa yang dapat diperoleh pehiak security dari penelitian ini?  Berikan penjelasan mengenai masalah-masalah etis yang mungkin muncul (lihat Bab 3) (Berg. Tugas ini sering kali mengharuskan peneliti terlibat dalam kompromi-kompromi tertentu untuk mengungkap informasi dan memunculkan isu-isu kekuasaan. 2001).  Jelaskan langkah-langkah yang diambil untuk memperoleh izin dalam meneliti para partisipan dan lokasi penelitian (Marshall & Rossmas. setting. Nyatakanlah pengalaman-pengalaman Anda sebelumnya yang kira-kira dapat mencerminkan data mengenai latar belakang yang komprehensif sehingga pembaca bisa lebih memahami topik. masalah-masalah pelaporan data yang sering kali mengandung bias. Untuk masalah-masalah etis ini. Kegiatan-kegiatan apa yang akan dilakukan di lokasi tersebut selama penelitan? 3. Peneliti perlu memiliki akses untuk meneliti dan mengarsipkan lokasi penelitian dengan cara berusaha mendapatkan izin dari pihak security atau individu-individu tertentu yang memiliki akses pada lokasi tersebut dan memberikan izin penelitian. sajikan Surat Persetujuan atau Surat Izin dari IRB dan jelaskan proses-proses memperoleh izin tersebut. dan berilah keterangan mengenai lokasi penelitian.  Jelaskan hubungan antara Anda (sebagai peneliti) dan partisipan. Bogdan dan Biklen (1992) menjelaskan beberapa hal yang dapat dibahas dalam proposal untuk keperluan izin ini: 1. tidak utuh. atau setting kerja peneliti. cobalah menerapkan beberapa strategi validasi (akan dijelaskan kemudian) untuk membuat pembaca merasa yakin akan akurasi hasil penelitan. mitra-mitra. Dalam lampiram. 2006). Mengapa lokasi tersebut dipilih sebagai lokasi penelitian? 2.

materi-materi visual. yang biasa dijumpai dalam penelitan kuantitatif. 1994). baik yang tersetruktur maupun tidak. Dalam pengamatan ini. tidak terlalu dibutuhkan random sampling atau pemilihan secara acak terhadap para partisipan dan lokasi penelitian. dokumentasi.  Jelaskan jenis-jenis data yang akan dikumpulkan. serta usaha merancang protokol untuk merekam/mencatat informasi. atau aktifitas-aktifitas tertentu. Dalam hal ini. Misalnya. aktor (siapa yang akan diobservasi atau diwawancarai). seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 9. lokasi. mulai dari sebagai nonpartisipan hingga partisipan utuh. 1. mengumpulkan informasi melalui observasi dan wawancara. proses merahasiakan informasi juga perlu dibahas dalam proposal penelitian. Dalam penelitian kualitatif. yaitu: setting (lokasi penelitian). ketika sedang meneliti topik yang sensitif. dengan mengajukan sejumlah pertanyaan yang memang diketahui oleh peneliti) – aktivitas-aktivitas dalam lokasi penelitian. Prosedur-prosedur pengumpulan data dalam penelitian kualitatif melibatkan empat jenis strategi.2. Pembahasan mengenai para partisipan dan lokasi penelitian dapat mencakup empat aspek (Miles dan Huberman. Gagasan di balik penelitian kualitatif adalah memilih dengan sengaja dan penuh perencanaan para partisipan dan lokasi (dokumen-dokumen atau materi visual) penelitian yang dapat membantu peneliti mamahami masalah yang diteliti. PROSEDUR-PROSEDUR PENGUMPULAN DATA Penjelasan tentang peranan peneliti akan turut menentukan penjelasan tentang masalah-masalah yang mungkin muncul dalam proses pengumpulan data. dan proses (sifat peristiwa yang dirahasiakan oleh aktor dalam setting penelitian). peneliti merekam/mencatat-baik dengan cara terstruktur maupun semistruktur (misalnya. penting merahasiakan nama-nama orang. Peneliti-dalam kebanyakan penelitian kualitatif-mengumpulkan beragam jenis data dan memanfaatkan waktu seefektif mungkin untuk mengumpulkan informasi dilokasi penelitian. Observasi kualitatif merupakan observasi yang di dalamnya peneliti langsung turun ke lapangan untuk mengamati perilaku dan aktivitas individu-individu di lokasi penelitian.  Identifikasi lokasi-lokasi atau individu-individu yang sengaja dipilih dalam proposal penenlitian. Para peneliti kulitatif juga dapat terlibat dalam peran-peran yang beragam. Langkah-langkah pengumpulan data meliputi usaha membatasi penelitian.mengantisipasinya. 231 .

Opsi-Opsi. Peneliti dapat melakukan perekaman ketika ada informasi yang muncul. Tabel 9. Peneliti tidak dianggap memiliki skill observasi yang baik.        Wawancara     Informasi yang diperoleh bisa saja tidak murni karena masih disaring kembali oleh peneliti. siswa) sering kali hanya mendatangkan masalah selama proses penelitian. ganjil. Peneliti sangat mungkin tidak dapat melaporkan hasil observai yang bersifat frivat. Peneliti sebagai partisipan – peneliti menampakkan perannya sebagai observer. Opsi pertama penting ketika peneliti tidak bisa mengobservasi secara langsung semua partisiapan. Berhadap-hadapan – peneliti melakukan wawancara perorangan. Telepon –peneliti mewawancarai partisipan lewat telepon Opsi-Opsi Focus group – peneliti pewawancarai   Kelebihan-Kelebihan Peenliti mendapatkan pengalaman langsung dari partisipan. Sejumlah partisipan tertentu (seperti.   KelemahanKelemahan Peneliti bisa saja tampak sebagai pengganggu.2 Jenis-Jenis. dan Kelemahan-Kelemahan Pengumpulan Data Kualitatif Jenis-Jenis Observasi  Opsi-Opsi Partisipasi utuh – peneliti menyembunyikan perannya sebagai Observer. Wawancarawawancara seperti ini tentu saja memerlukan pertanyaan-pertanyaan yang secara umum tidak tersetruktur (unstructured) dan bersifat terbuka (openended) yang dirancang untuk memunculkan pandangan dan opini dari para partisipan. Peneliti utuh – peneliti mengobservasitanpa bantuan partisipan. peneliti dapat melakukan face-to-face interview ( wawancara berhadap-hadapan) dengan partisipan.2. Partisipan sebagai observer –peran observasi sekunder diserahkan kepada partisipan. Opsi terkhir penting jika peneliti tengah mengeksplorasi topik-topik yang mungkin kurang menyenangkan bagi para partisipan untuk dibahas. Aspek-aspek yang tidak biasa. atau terlibat dalam focus group interview (interview dalam kelompok tertentu) yang terdiri dari enam sampai delapan partisipan per kelompok. wawancarai mereka dengan telepon. Jenis-Jenis  Kelebihan-Kelebihan  Para partisipan bisa lebih leluasa memberikan 232 Kelemahan-Kelemahan  Wawancara hanya akan memberikan informasi di tempat . Dalam wawancara kualitatif. atau aneh bisa di deteksi selama observasi. Kelebihan-Kelebihan.

partisiapan dalam sebuat kelompok Wawancara internet dengan email atau perangkat online lain.

Doumentasi  

Dokumen publik, seperti makalah, atau koran. Dokumen privat, seperti diary, buku harian, atau surat.

Jenis-Jenis

Opsi-Opsi 

AudioVisual

  

Foto Vediotape Objek-objek seni

yang sudah ditentukan, dan bukan di tempat alamiah.  Kehadiran peneliti bisa saja melahirkan respons-respons yang bias.  Tidak semua orang punya kemampuan artikulasi dan persepsi yang setara. Memungkinkan  Tidak semua orang peneliti memperoleh memiliki bahasa dan kata-kata kemampuan tekstual dari artikulasi dan partisipan. persepsi yang setara. Dapat diakses kapan saja –sumber  Dokumen ini bisa informasi yang tidak saja diproteksi dan terlalu menonjol. tidak memberikan akses privat mapun Menyajikan data publik. yang berbobot. Data ini biasanya sudah  Mengharuskan ditulis secara peneliti menggali mendalam oleh informasi dari partisipan tempat-tempat yang mungkin saja sulit ditemukan. Kelebihan-Kelebihan Kelemahan-Kelemahan Sebagai bukti tertulis,  Dokumen yang data ini benar-benar terkomputerisasi dapat menghemat masih waktu peneliti dalam mengharuskan mentranskip. peneliti untuk mentranskip secara online atau menscanning-nya terlebih dahulu.  Materi-materinya sangat mungkin tidak lengkap.  Dokumen tersebut bisa saja tidak asli atau tidak akurat. Bisa menjadi metode  Materi seperti ini yang tidak terlalu bisa saja sangat menonjol dalam rumit untuk
233

informasi historis. Memungkinkan peneliti mengontrol alur tanya jawab (questioning).

proses pengumpulan ditafsirkan. data.  Bebarapa materi audio-visual  Memberikan kesempatan bagi diproteksi dan tidak partisipan untuk memberikan akses membagi publik maupun pengalamannya privat. secara langsung.  Kehadiran peneliti (seperti, fotografer)  Materi audio-visual merupakan materi sangat mungkin kreatif yang dibuat mengganggu dengan penuh (disruptif). perhatian. Catatan: Tabel ini merupakan gabungan dari beberapa materi yang pernah disampaikan oleh Software komputer film Merriam (1998), Bogdam & Biklen (1992), dan Creswell (2007) 3. Selama proses penelitian, peneliti juga bisa mengumpulkan dokumen-dokumen kulitatif. Dokumen ini bisa berupa dokumen publik (seperti, koran, makalah, laporan kantor) ataupun dokumen privat (seperti, buku harian, diary, surat, e-mail). 4. Kategoti terakhir dari data kualitatif adalah materi audio dan visual. Data ini bisa berupa foto, objek-objek seni, videotape, atau segala jenis suara/bunyi.  Dalam membahas pengumpulan data lain di luar observasi dan wawancara yang biasa. Strategi-strategi yang tidak biasa seperti ini tidak hanya memungkinkan peneliti memperoleh informasi penting yang mungkin luput dari observasi dan wawancara, tetapi juga akan membuat pembaca tertarik pada proposal yang diajukan. Misalnya, amatilah sejumlah pendekatan pengumpulan data dalam Tabel 9.3 yang mungkin bisa anda gunakan. Dari tabel ini, diharapkan anda mampu membuka imajinasi lebih luas terhadap kemungkinan pendekatan-pendekatan lain, misalnya dengan mengumpulkan bunyi atau rasa, atau dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang disukai partisipan untuk membangkitkan komentar mereka selama wawancra.

 

PROSEDUR-PROSEDUR PEREKAM DATA Sebelum terjun kelapangan, peneliti kualitatif merencanakan pendekatan untuk merekam data penelitian. Proposal seharusnya mengidentifikasi data apa yang akan direkam dan prosedur-prosedur apa yang digunakan untuk merekam data tersebut.

234

Gunakanlah protokol untuk merekam data observasional. Peneliti sering kali terlibat dalam banyak observasi selama penelitian dan selama observasi ini; peneliti meggunkan protokol observasional untuk merekam data. Protokol ini bisa berupa satu lembar kertas dengan garis pemisah di tengah untuk membedakan catatan-catatac deskriptif (deskripsi mengenai partisipan, rekonstruksi dialog, deskripsi mengenai setting fisik, catatan tentang peristiwa

Tabel 9.3 Beberapa Pendekatan Pengumpulan Data Kualitaif Observasi Observasi      Mengumpulkan data lapangan denga berperan sebagai partisipan. Mengumpulkan data lapangan dengan berperan sebagai Observer. Mengumpulkan data lapangan dengan lebih banyak berperan sebagai partisipan ketimbang observer. Mengumpulkan data lapangan dengan lebih banyak berperan sebagai observer ketimbang partisipan. Mengumpulkan data lapangan dengan berperan sebagai outsider (orang luar) terlebih dahulu, kemudian mulai masuk kedalam setting penelitian sebagai insider (orang dalam) Wawancara      Melaksanakan wawancara tidak-tersetruktur dan terbuka, sambil mencatat hal-hal penting. Melaksanakan wawancara tidak-tersetruktur dan terbuka, sambil merekamnya dengan audiotape, lalu mentranskipnya. Melaksanakan wawancara semi-terstruktur, sambil merekamnya dengan audiotape, lalu mentranskipnya. Melaksankan wawancara focus group, sambil merekamnya dengan audiotape, lalu mentranskipnya. Melaksanakan jenis wawancara yang berbeda sekaligus: melalui email, dengan berhadaphadapan langsung, wawancara focus group, wawancara focus group online, dan wawancara telepon. Dokumentasi    Mendokumentasikan buku harian selama penelitian. Meminta buku harian atau diary dari partisipan selama penelitian. Mengumpulkan surat pribadi ari partisipan.
235

             

Menganalisis dokumen publik (seperti, memo resmi, catatan-catatan resmi, atau arsiparsip lainnya). Menganalisis autobiografi atau biografi. Meminta foto partisipan atau merekam suara mereka dengan videotape. Audit-audit. Rekaman medis

Materi Audio-Visual Menganalisis jejak-jejak fisik (seperti, jejak-jejak kaki di salju). Merkam atau memfilmkan situasi sosial atau seorang individu atau kelaompok tertentu. Menganalisis foto dan rekaman video. Mengumpulkan suara/bunyi (seperti, musik, teriakan anak, klakson mobil), Mengumpulkan email. Mengumpulkan text massage dari telepon seluler. Menganalisis harta kepemilikan atau objek-objek ritual. Mengumpulkan bunyi, aroma, rasa, atau stimuli-stimuli indra lainnya

Sumber: Diadopsi dari Creswell (2007) dan aktivitas tertentu) dengan catatan-catatan refleksif (pengetahuan pribadi peneliti, seperti ―spekulasi, perasaan, masalah, gagasan, dugaan, kesan, dan prasangka‖) (Bogdan & Biklen, 1992:121). Dalam prorokol ini juga bisa disertsakan informasi demografis, seperti jam, tanggal, dan lokasi di mana peneliti saat itu berada.  Gunakanlah protokol wawancara ketika mengajukan pertanyaan dan merekam jawabanjawaban selama wawancara kualitatif. Protokol ini bisa mencakup komponen-komponen berikut ini: 1. Judul (tanggal, lokasi, pewawancara/peneliti, yang diwawancarai/partisipan). 2. Instruksi-instruksi yang harus diikuti oleh partisipan agar prosedur-prosedur wawancara dapat berajalan lancar. 3. Pertaanyaan-pertanyaan (biasanya pertanyaan ice-breaker di awal wawancara yang kemudian dilanjutkan dengan 4-5 pertanyaan yang menjadi subpertanyaansubpertanyaan dari rumusan masalah penelitian; lalu diikuti oleh beberapa pertanyaan lain atau pertanyaan penutup, seperti: ―siapa yang harus saya kunjungi untuk mempelajari lebih lanjut mengenai topik ini?‖

236

4. Proses penjajakan/pemeriksaan dengan mengajukan 4-5 pertanyaan, untuk meminta partisipan menjelaskan gagasan-gagasan mereka lebih detail atau menguraikan lebih rinci tentang apa yang mereka katakan. 5. Waktu tunda selama wawancara untuk merekam/mencatat respons-respons dari partisipan. 6. Ucapan terimakasih kepada orang yang diwawancarai atas waktu yang diluangkan untuk wawancara (lihat Creswell, 2007)  Peneliti merekam informasi dari partisipan dengan menggunakan catatan-tangan, dengan audiotape, atau dengan videotape. Akan tetapi, meskipun wawancara ini direkam menggunakan audiotape, saya merekomendasikan agar peneliti tetap mencatatnya karena banyak kejadian hasil rekaman menjadi korup, rusak, atau gagal. Jika videotape yang digunakan, peneliti harus tetap mengatur rencana selanjutnya untuk mentranskip hasil rekaman vediotape ini.  Untuk dokumen dan materi-materi visual, dapat direkam/ dicatat sesuai keinginkan peneliti. Biasanya, rekaman/catatan haruslah merefleksikan informasi menganai dokumen tersebut atau materi lain serta gagasan-gagasnan inti dalam dokumen itu. Penting juga mencatat apakah materi ini benar-benar mencerminkan materi primer (seperti, informasi yang secara langsung berasal dari orang atau situasi yang tengah diteliti) atau materi sekunder (seperti, catatan-catatan tangan-kedua/second-hand tentang orang atau situasi penelitian yang berasal dari sumber lain).  Peneliti juga perlu memberikan komentar tentang nilai dan reliabilitas sumber-sumber data ini. ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA Dalam proposal, bagian analisis data bisa terdiri dari sejumlah komponen. Tetapi, proses analisis data secara keseluruhan melibatkan usaha memaknai data yang berupa teks atau gambar. Untuk itu, peneliti perlu mempersiapkan data tersebut untuk dianalisis, melakukan analisis-analisis yang berbeda, memperdalam pemahaman akan data tersebut (sejumlah peneliti kualitatif lebih suka membayangkan tugas ini layaknya menguliti lapisan bawang), menyajikan data, dan membuat interpretasi makna yang lebih luas akan data tersebut. Ada sejumlah proses umum yang bisa dijelaskan oleh peneliti dalam proposal mereka untuk menggambarkan keseluruhan aktivitas analisis data ini, sebagaimana yang pernah saya (Creswell, 2007), Rossman dan Rallis (1998) deskripsikan berikut ini:

237

Analisis data merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan refleksi terus-menerus terhadap data, mengajukan pertanyaan-pertanyaan analitis, dan menulis catatan singkat sepanjang penelitian. Maksud saya, analisis data kualitatif bisa saja melibatkan proses pengumpulan data, interpretasi, dan pelaporan hasil secara serentak dan bersama-sama. Ketika wawancara berlangsung, misalnya, peneliti sambil lalu melakukan analisis terhadap data-data yang baru saja diperoleh dari hasil wawancara ini, menulis catatancatatan kecil yang dapat dimasukkan sebagai narasi dalam laporan akhir, dan memikirkan susunan laporan akhir.   Analisis data melibatkan pengumpulan data yang terbuka, yang didasarkan pada pertanyaan-pertanyaan umum, dan analisis informasi dari para partisipan. Analisis data kualitatif yang dilaporkan dalam artikel-artikel jurnal dan buku-buku ilmiah sering kali menjadi model analisis yang umum digunakan. Dalam model analisis tersebut, peneliti mengumpulkan data kualitatif, menganalisisnya berdasarkan tema-tema atau perspektif-perspektif tertentu, dan melaporkan 4-5 tema. Meski demikian, saat ini tidak sedikit peneliti kualitatif yang berusaha melampaui model analisis yang sudah lazim tersebut dengan menyajikan prosedur-prosedur yang lebih detail dalam setiap strategi penelitiannya. Misalnya, strategi grounded theory kini sudah memiliki langkah-langkah sistematis dalam analisis datanya (Corbin & Strauss, 2007; Strauss & Corbin, 1990,. 1998). Langkah-langkah ini meliputi, misalnya, membuat kategori-kategori atas informasi yang diperoleh (open coding), memilih salah satu kategori dan menempatkannya dalam satu model teoretis (axial coding), lalu merangkai sebuah cerita dari hubungan antar-kategori ini (selective ceding). Selain grounded theory, studi kasus atau penelitian etnografi kini sudah melibatkan deskripsi detail mengenai setting atau individu-individu tertentu, yang kemudian diikuti oleh analisis data (lihat Stake, 1995; Wolcott, 1994). Penelitian fenomenologis sudah menerapkan analisis terhadap per-nyataan-pernyataan penting, generalisasi unit-unit makna, dan apa yang disebut Moustakas (1994) sebagai deskripsi esensi. Penelitian naratif melibatkan penceritaan kembali cerita-cerita partisipan dengan menggunakan unsurunsur struktural, seperti plot, setting, aktivitas, klimaks, dan ending cerita (Clandinin & Connelly, 2000). Intinya, proses-proses dan istilah-istilah dalam strategi penelitian kualitatif berbeda satu sama lain dalam hal analisis datanya.  Meskipun perbedaan-perbedaan analitis ini sangat bergantung pada jenis strategi yang digunakan, peneliti kualitatif pada umumnya menggunakan prosedur yang umum dan

238

dan penuturan informasi itu? Pada tahap ini. Langkah 3.langkah-langkah khusus dalam analisis data.langkah dari yang spesifik hingga yang umum dengan berbagai berikut ini Gambar 9. kredibilitas.1. Membaca keseluruhan data. mensegmentasi kalimat-kalimat (atau paragraf-paragraf) atau level analisis yang berbeda. sebagaimana yang ditunjukkan Menginterpretasitematema/deskripsi-deskripsi Menghubungkan tematema/deskripsi-deskripsi (seperti. studikasus) 239 . Sebagai tips penelitian. Cara yang ideal adalah dengan mencampurkan prosedur umum tersebut dengan langkah-langkah khusus. beragam tahap saling berhubungan dan tidak harus selalu sesuai dengan susunan yang telah disajikan. men-scanning materi. saya mengajak peneliti untuk melihat analisis data kualitatif sebagai suatu proses penerapan langkah. para peneliti kualitatif terkadang menulis catatan-catatan khusus atau gagasan-gagasan umum tentang data yang diperoleh. Langkah pertama adalah membangun general sense atas Informasi yang diperoleh dan me-refleksikan maknanya secara keseluruhan. Langkah 2. Ringkasan proses analisis data dapat dilihat pada Gambar 9. atau memilah-milah dan menyusun data tersebut ke dalam jenis-jenis yang berbeda tergantung pada sumber informasi. Mengolnh dan mempersiapkan data untuk dianalisis.1 mengilustrasikan pendekatan linear dan hierarkis yang dibangun dari bawah ke atas. Langkah ini melibatkan beberapa tahap: mengambil data tulisan atau gambar yang telah dikumpulkan selama proses pengumpulan. Langkah ini melibatkan transkripsi wawancara. mengeuk data lapangan. Menganalisis lebih detail dengan mene-coding data. tetapi dalam praktiknya saya melihat pendekatan ini lebih interaktif. Pendekatan di atas dapat dijabarkan lebih detail dalam langkah-langkah analisis berikut ini: Langkah 1. 1998:171). Coding merupakan proses mengolah materi/informasi menjadi segmen-segmen tulisan sebelum memaknainya (Rossman & Rallis. Gagasan umum apa yang terkandung dalam perkataan partisipan? Bagaimana nada gagasangagasan tersebut? Bagaimana kesan dari kedalaman. grounded theory.

Tesch (1990:142-145) memberikan ulasan menarik tentang dela-pan langkah dalam proses coding: 1. "Ini tentang apa?" Jangan dulu berpikir mengenai substansi informasi. Pilihlah satu dokumen (seperti. Berusahalah untuk memperoleh pemahaman umum. data lapangan. Tema-tenia I Menvalidasi keakuratan informasi * Men-coding data Deskripsi L (tangan atau komputer)i * Membaca keseluruhan data ji Mengolatrdan mempersiapkan data untuk i dianalisis Data mentah (transkripsi. topik unik. Tulislah gagasan tersebut dalam bentuk catatan-catatan kecil. Gabungkan topik-topik yang sama. pertimbangkan peturv-juk-petunjuk detail yang dapat membantu Anda dalam proses coding. dan paling penting. atau topik lain. Masukkan topik-topik ini dalam kolom-kolom khusus. wawancara) —yang paling menarik. 240 . bisa sebagai topik utama. paling singkat. Pelajari baik-baik. gambar. kemudian melabeli kategori-kategori ini dengan istilah-istilah khusus. Sebelum melanjutkan pada Langkah 4. buatlah daftar mengenai semua topik yang Anda peroleh dari perenungan Anda sebelumnya. 3. Bacalah semua tran'skripsi dengan hati-hati. lalu tanyakan pada diri Anda sendiri. 2. dan Analisis data dalam Penelitian Kualitatif sebagainya) gambar-gambar tersebut ke dalam kategori-kategori. yang sering kali didasarkan pada istilah/bahasa yang benarbenar berasal dari partisipan (disebut istilah in vivo). Berusahalah untuk menangkap gagasan-gagasan inti dari transkripsi tersebut.A V. tetapi pikirkanlah makna dasarnya. Ketika Anda sudah merampungkan tugas ini.

1995. Cobalah meringkas kategori-kategori yang ada dengan mengelompokkan topik-topik yang saling berhubungan satu sama lain. deiapan langkah di atas akan membuat peneliti lebih sistematis daiam proses analisis data tekstual. coding-lah kembali data yang sudah ada. "penembakan kembali. Ringkaslah topiktopik ini menjadi kode-kode.gambarkan topik-topik yang sudah Anda peroleh sebelumnya. lalu susunlah kodekode untuknya. 8.4.  Kode-kode yang mengejutkan dan tidak disangka-sangka di awal penelitian. dengan berpijak pada literatur sebelumnya dan common sense. Untuk melakukan hal ini. Sekarang. Anda bisa membuat garis-garis antarkategori untuk menujukkan keterhubungannya 6. Masukkan materi-materi data ke dalam setiap kategori tersebut dan bersiaplah untuk melakukan analisis awal. Intinya. saya mendorong para peneliti kualitatif untuk menganalisis materi data mereka dengan menjelaskan:  Kode-kode yang berkaitan dengan topik-topik utama yang sudah banyak diketahui oleh pembaca secara umum. 241 . Sebagai konseptualisasi alternatif. Buatlah satu kalimat/frasa/kata yang paling cocok untuk meng. kami memunculkan retriggering. Sebagai tips penelitian. pertimbangkan pula jenis-jenis kode yang menurut Bogdan dan Biklen (1992:166-172) banyak muncul dalam database kualitatif:  Kode-kode setting dan konteks. dalam Asmussen dan Creswell. lalu lihatlah apakah ada kategori-kategori dan kode-kode lain yang luput dari pengamatan Anda. 5. ringkas kembali kategori-kategori ini.  Kode-kode yang ganjil dan memiliki ketertarikan konseprual bagi pembaca (seperti. 7. lalu tulislah kode-kode tersebut dalam segmensegmen/kategori-kategori. Tentu saja ada banyak variasi dalam proses ini. lalu masukkanlah topik-topik ini dalam kategorikategori khusus.bawalah daftar topik tersebut dan kembalilah ke data Anda. Jika masih dimungkinkan. Jika perlu. Amati kembali kategori-kategori yang sudah Anda buat.  Kode-kode yang mencerminkan perspektif teoretis yang luas dalam penelitian." sebagai salah satu kode/tema yang menyuguhkan dimensi baru pada kita tentang insiden penembakan di kampus dan tentu saja berhubungan dengan pengalaman orang lain di kampus mana pun).

kodie ini (emerging code dan predetermined code). peneliti juga bisa menerapkan pendekatan lain yang lebih variatii. Kecenderungan berpikir subjek tentang orang lain dan objek-objek. Codebook ini ber-kembang dan bisa berubah jika penelitiannya didasarkan pada" analisis tertutup (close analysis) atau ketika peneliti tidak memulai analisisnya dari perspektif emerging code. definisi kode di kolom lain. Kode-kode proses. Pendekatan yang banyak diterapkan dalam ilmu sosial adalah dengan membiarkan kode-kode tersebut muncul (emerging code) selama analisis data. (b) menggunakan kodekode yang telah ditentukan sebelumnya {predetermined code). Meski demikian. atau (c) mengombinasikan dua jenis. namun masih memerlukan pendekatan yang lebih sistematis dari penelitian kualitatif. saya merekomen-dasikan agarcodebook digunakan terlebih dahulu untuk meng-coding data dan biarkan codebook tersebut berkembang dan berubah sesuai dengan informasi yangdipelajari ketika melakukan analisis data. Kode-kode relasi dan struktur sosial Skema-skema coding yang sudah direncanakan sejak awal. dan keterangan-keterangan lain (seperti. Kode-kode strategi. 242 .       Perspektif-perspektif subjek. Dalam ilmu kesehatan. Kode-kode aktivitas. sebuah tabel atau catatan yang berisi kode-kode yang telah ditentukan sebelumnya (predetermined codes) untuk digunakan dalam mengcoding data. pendekatan yang paling sering digunakan adalah dengan menggunakan kode-kode yang telah ditentukan sebelumnya {predetermined code) yang didasarkan pada teori yang akan diuji. Masalah lain yang sering kali muncul terkait dengan proses coding ini adalah soal apakah peneliti seharusnya: (a) membuat kode-kode hanya berdasarkan informasi yang muncul dengan sendirinya (enlarging code) dari para partisipan. Codebook ini bisa tersusun dari nama kode di satu kolom. Hanya saja. nomor garis) yang menunjukkan adanya kode dalam transkrip ter-tentu. codebook ini tidak akan terlalu berfungsi jika peneliti meng-coding data dari transkrip yang berbeda-beda. Bagi para peneliti yang memiliki teori yang sudah pasti dan mereka ingin menguji dalam proyek-proyeknya. kemudian men-/ft-kan kodekode tersebut dengan data penelitian. Penggunaan codebook secara khusus berguna bagi bidang-bidang yang menerapkan penelitian kuantitatif. yaitu dengan membuat codebook kualitatif.

Di luar kemudahan ini. seperti tersedianya tutorial dan CD peragaan. 1995). Misalnya. Ide dasar di balik program-program seperti ini adalah bahwa menggunakan komputer merupakan cara efisien untuk menyimpan dan menempatkan data kualitatif. Tentu saja. Fitur-fitur inilah yang membuat proses coding dengan software komputer menjadi pilihan yang lebih logis kefimbang meng-codzng-nya dengan tangan. Pendekatan lain yang lebih cepat adalah dengan menggunakan program-program software komputer untuk membantu meng-coding. Sebagaimana program-program software lain. Meskipun dalam program ini peneliti masih perlu membaca teks (seperti transkripsi-transkripsi) dan memindah kode-kode. atau mengcoding skema-skema dengan warna-warna.Kembali pada proses coding sebelumnya. program komputer dapat menfasilitasi peneliti untuk mem-bandingkan kode-kode yang berbeda (seperti. jika database sangat banyak. kapasitas pencarian dan penempatan semua teks yang berhubungan dengan kode-kode tertentu. bagaimana laki-iaki dan wanita —kode pertama tentang gender— berbeda-beda dalam hal sikap mereka terhadap aktivitas merokok —kode kedua). kehandalan dalarh penyimpanan dan pengolahan data. peneliti bisa dengan cepat mencari semua kutip-an (atau segmen-segmen teks) yang memiliki kode yang sama dan mendeteksi apakah para partisipan merespons gagasan dalam kode tersebut dengan cara yang sama atau berbeda. meski-pun buku-buku y ang membahas teknik-teknik penggunaan program ini sudah banyak tersedia (seperti. program software kualitatif seperti ini juga membutuhkan waktu dan keterampilan peneliti untuk mempelajari dan menerapkannya secara efektif. kemampuan menggabungkan data teks dan gambar (seperti. Ada beberapa software komputer yang memiliki fitur-fitur yang sangat berguna. foto). proses ini akan menjadi lebih cepat dan efisien ketimbang mengcoding menggunakan tangan. Selain itu. lalu menuliskan segmen-segmen teksnya ke dalam kartu-kartu kecii. Ada begitu ban)'ak program software yang mendukung untuk PC pribadi. program-program software yang saya dan rekan-rekan saya guriakan di kantor penelitian adalah sebagai berikut: 243 . pencarian kode-kode yang saling berhubungan dalam membuat pertanyaan-per-tanyaan mengenai hubungan antarkode. Weitzman & Miles. dan import serta export data kualitatif ke dalam program-program kuantitatif seperti dalam spreadsheet atau program analisis data. pendekatan ini menguras energi dan waktu. mengolah/ dan memilah-milah informasi yang mungkin berguna dalam proses penulisan bagi penelitian kualitatif. sejumlah peneliti melihat pentingnya mengcoding transkrip-transkrip atau informasi kualitatif dengan memakai tangan.

ke dalam proyek penelitian. serta hal-hal lain yang dapat di-coding. seperti memo. Penelitian kualitatif yang rumit biasanya melampaui 244 . pene-liti kualitatif dapat memanfaatkan lebih jauh tema-tema ini untuk membuat analisis yang lebih kompleks. kategori-kategori. tema-tema ini sebaiknya diperkuat dengan berbagai kutipan. bisa lima hingga tujuh kategori. etnografi. memperoleh kembali. serta melakukan analisis data. lokasi-lokasi. Misalnya.  HyperRESEARCH (www.com).com). gambar.ti (www. Meski demikian.com). Program ini juga mendukung PC berbasis windows. dan visual. Tema-tema ini juga bisa dianalisis untuk kasus tertentu. seraya menampilkan perspektif-perspektif yang terbuka untuk dikaji ulang. merupakan paket software kualitatif yang mudah digunakan dan memungkinkan peneliti untuk meng-codzrzg. Langkah 4. Terapkan proses coding untuk mendeskripsikan setting. orang-orang. terapkanlah proses coding untuk membuat sejumlah kecil tema atau kategori. Deskripsi ini melibatkan usaha penyampaian informasi secara detail mengenai orang-orang.researchware.atlasti. atau dibentuk menjadi deskripsi umum (seperti dalam fenomenologi). atau peristiwaperistiwa dalam setting tertentu. Program yang mendukung. Tema-tema inilah yang biasanya menjadi hasil utama dalam penelitian kualitatif dan sering kali digvinakan untuk membuat judul dalam bagian hasil penelitian. audio.  Atlas. Program ini merupakan program berbasis PC dari Jerman yang dapat membantu peneliti secara sistematis mengevaluasi dan menginterpretasi teks-teks kualitatif.maxqda . Setelah itu. Setelah mengidentifikasi terria-tema selama proses coding.qsrintemational. dan tema-tema yang akan di-analisis. Peneliti dapat membuat kode-kode untuk mendeskripsikan semua informasi ini.  QSR NVivo (www. Program berbasis PC lain yang juga berasal dari Jerman ini juga dapat membantu peneliti dalam mengolah file-file data teks. lintas kasus yang berbeda-beda (seperti dalam studi kasus). lalu menganalisisnya untuk proyek studi kasus. atau penelitian naratif. Program yang berasal dari Austrasila ini menawarkan program software terkenal a N6 (atau Nud. Program ini istimewa karena memiliki semua fitur yang telah saya sebutkan di atas.ist) yang dikombinasikan dengan concept mapping NVivo. peneliti mengait-kan tema-tema dalam satu rangkaian cerita (seperti dalam penelitian naratif) atau mengembangkan tema-tema tersebut menjadi satu model teoretis (seperti dalam grounded theory).com). MAXqda (www. baik untuk PC maupun MAC ini. dan membangun teori-teori.

Interpretasi juga bisa berupa makna yang berasal dari perbandingan antara hasil penelitian dengan informasi yang berasal dari literatur atau teori. interpretasi atau pemaknaan data dalam. DAN GENERALISABILITAS 245 . VALIDItAS. Interpretasi/pemaknaan ini juga bisa berupa pertanyaan-pertanyaan baru yang perlu dijawab selanjutnya: pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari data dan analisis. tema-tema tertentu (lengkap dengan subtemasubtema.deskripsi dan identifikasi tema untuk masuk ke dalam huburvgan antartema yang lebih kompleks. Pendekatan ini bisa meliputi pembahasan tentang kronologi peristiwa. Salah satu cara yang. Pendekatan questioning ini juga berlaku dalam pendekatan advokasi dan partisipatoris. Mereka dapat menyajikan suatu proses (sebagaimana dalam grounded theory). dan tindakan. Langkah terakhir dalam analisis data adalah meng-interpretasi atau memaknai data. jika peneliti kualitatif menggunakan perspektif teoretis. Langkah 5. dapat diadaptasikan untuk jenis rancangan yang berbeda. dan dapat bersifat pribadi. Pendekatan yang paling populer adalah dengan menerapkan pendekatan naratif dalam menyampaikan hasil analisis. atau memberikan informasi deskriptif tentang partisipan dalam sebuah tabel (sebagaimana dalam studi kasus dan etnografi). ilustrasi-ilustrasi khusus. Para peneliti kualitatif juga dapat menggunakan visual-visual. atau tabel-tabel untuk membantu menyaji-kan pembahasan ini. gambar-gambar. mereka dapat membentuk interpretasi-interpretasi yang diorientasikan pada agenda aksi menuju reformasi dan perubahan. Selain itu. menurut Wolcott (1994). Tunjukkan bagaimana deskripsi dan tema-tema ini akan disajikan kembali dalam narasi/laporan kualitatif. perspektif-perspektif. Dalam hal ini. dan pengalaman pribadinya ke dalam penelitian. peneliti menegaskan apakah hasil peneliti-annya membenarkan atau justru menyangkal informasi sebelumnya. Langkah 6. Mengajukan pertanyaan seperti "Pelajaran apa yang bisa diambil dari semua ini?" akan membantu peneliti mengungkap esensi dari suatu gagasan (Lincoln & Guba. dengan berpijak pada kenyataan bahwa peneliti membawa kebudayaan. Pelajaran ini dapat berupa interpretasi pribadi si peneliti. Jadi. sejarah. penelitian kualitatif dapat berupa banyak hal. 1985). dan kutipan-kutipan). menggambarkan secara spesifik lokasi penelitian (sebagaimana dalam etnografi). dapat diterapkan ahli etnografi untuk mengakhiri penelitiannya adalah dengan meng-ajukan pertanyaan-pertanyaan lebih laniut. atau tentang keterhubung-an antartema. dan bukan dari hasil ramalan peneliti. RELIABIUTAS. berbasis penelitian.

Dalam penelitian kualitatif. Peneliti perlu menyampaikan langkah-iangkah yang ia ambil untuk memeriksa akurasi dan kredibilitas hasil penelitiannya. validitas ini tidak memiliki konotasi yang sama dengan validitas dalam penelitian kuantitatif. Lakukan cross-check dan bandingkan kode-kode yang dibuat oleh peneliti lain dengan kode-kode yang teiah Anda buat sendiri. Dia juga merekomendasi-kan agar para peneliti kualitatif merancang secara cermat protokol dan database studi kasusnya.1). 2007). Pastikan tidak ada definisi dan makna yang mengambang mengenai kode-kode selama proses coding. tidak pula sejajar dengan reliabilitas (yang berarti pengujian stabilitas dan konsistensi respons) ataupun dengan generalisabilitas (yang berarti validitas eksternal atas hasil penelitian yang dapat diterapkan pada setting. sementara reliabilitas kualitatif mengindikasikan bahwa pendekatan yang digunakan peneliti konsisten jika diterapkan oleh peneliti-peneliti lain (dan) untuk proyek-proyek yang berbeda (Gibbs. Gibbs (2007) memerinci sejumlah prosedur reliabilitas sebagai berikut:   Ceklah hasil transkripsi untuk memastikan tidak adanya kesalahan yang dibuat selama proses transkripsi. orang. diskusikanlah kode-kode bersama partner satu tim dalam pertemuan-pertemuan rutin atau sharing analisis. Bagaimana para peneliti kualitatif mengetahui bahwa pendekatan mereka konsisten dan reliabel? Yin (2003) menegaskan bahwa para peneliti kualitatif harus mendokumentasikan prosedur-prosedur studi kasus mereka dan mendokumentasikan sebanyak mungkin langkahlangkah dalam prosedur tersebut. 246 . atau sampel yang baru) dalam penelitian kuantitatif) (mengenai generalisabilitas dan reliabilitas kuantitatif ini sudah di-jelaskan dalam Bab 8). peneliti tetap harus memiokuskan pembahasannya mengenai validasi ini dengan cara menulis prosedur-prosedur validasi pada bagian khusus dalam proposal. Hal ini dapat dilakukan dengan terus membandingkan data dengan kodekode atau dengan menulis catatan tentang kode-kode dan defirusi-definisinya (lihat pembahasan mengenai codebook kualitatif).Meski validasi atas hasil penelitian bisa berlangsung selama proses penelitian (seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 9. validitas kualitatif merupakan upaya pemeriksaan terhadap akurasi hasil penelitian dengan me-nerapkan prosedur-prosedur tertentu. Sebaliknya.   Untuk penelitian yang berbentuk tim.

2000).  Menerapkan member checking untuk mengetahui akurasi hasil penelitian. Persetujuan semacam ini dapat didasarkan pada apakah dua atau lebih coder (pemeriksa kode. Tema-tema yang dibangun berdasar-kan sejumlah sumber data atau perspektif dari partisipan akan menambah validitas penelitian. Saya rnemang merekomendasikan digunakan-nya beragam strategi validitas karena hal ini dapat meningkatkan kemampuan peneliti dalam menilai keakuratan hasil penelitian serta meyakinkan pembaca akan akurasi tersebut.) telah "sepakat" tentang kode-kode yang digunakan untuk "pernyataan yang sama" (Catatan: ini bukan soal apakah mereka menfr-coding pernyataan yang sama. seperti trustworthiness. Setelah itu. partisipan. Ada banyak istilah dalam literatur-literatur kualitatif yang membahasakan validitas ini. Peneliti perlu menjelaskan strategi-strategi validitas ke dalam proposalnya. atau pembaca secara umum (Creswell & Miller. Sementara itu. bahkan ini menjadi salah satu topik penelitian yang paling banyak dibahas (Lincoln & Guba. authenticity. Miles dan Huberman (1994) merekomendasikan agar konsistensi coding ini setidaknya berada dalam 80% agreement untuk memastikan reliabilitas kualitatif yang baik. peneliti dapat menerapkan prosedur-prosedur statistik atau subprogram-subprogram reliabilitas yang tersedia dalam program-program software kualitatif untuk mengetahui tingkat konsistensi coding. Saya merekomendasikan agar beberapa prosedur penelitian dijelaskan dalam proposal. dan credibility (Greswell & Miller. Berikut ini adalah dela-pan strategi validitas yang disusun mulai dari yang paling sering dan mudah digunakan hingga yang jarang dan sulit diterapkan:  Mentriangulasi (triangulate) sumber-sumber data yang berbeda dengan memeriksa buktibukti yang berasal dari sumber-sumber tersebut dan menggunakannya untuk membangun justifikasi tema-tema secara koheren. Validitas ini didasarkan pada kepastian apakah hasil penelitian sudah akurat dari sudut pandang peneliti. 2000).Para peneliti kualitatif perlu menjelaskan sejumlah prosedur ini dalam proposal penelitian untuk menunjukkan bahwa hasil penelitian yang mereka peroleh nantinya akan benar-benar konsisten dan reliabel. penj. Prosedur lain yang saya rekomendasikan untuk disertakan dalam proposal penelitian adalah mengidentifikasi dan membahas satu atau lebih strategi yang ada untuk memeriksa akurasi hasil penelitian. dan peneliti perlu mencari orang yang dapat mengkroscek kode-kode mereka untuk memperoleh apa yang saya sebut dengan intercoder agreement. validitas merupakan kekuatan lain dalam pe-nelitian kualitatif selain reliabilitas. Member 247 . 2000). tetapi apakah mereka akan meng-codmg pernyataan tersebut dengan kode yang sama/mirip satu sama lain).

transkrip mentah kepada partisipan untuk mengecek akurasinya.  Mengklarifikasi bias yang mungkin dibawa peneliti ke dalam penelitian. Akan tetapi. dan status sosial ekonomi. peneliti diharapkan dapat memahami lebih dalam fenomena 248 . yang harus dibawa peneliti adalah bagian-bagian dari hasil penelitian yang sudah dipoles. hasilnya bisa jadi lebih realistis dan kaya. analisis kasus. seperti gender. Karena kehidupan nyata tercipta dari beragam perspektif yang tidak selalu menyatu. Ketika para peneliti kualitatif menyajikan deskripsi yang detail mengenai setting misalnya. Deskripsi ini setidaknya harus berhasil menggambarkan setting penelitian dan membahas salah satu elemen dari pengalaman-pengalaman partisipan. Refleksivitas dianggap sebagai salah satu karakteristik kunci dalam penelitian kualitatif. Peneliti dapat melakukan ini dengan membahas bukti mengenai suatu tema. Tugas ini bisa saja mengharuskan peneliti untuk melakukan wawancara tindak lanjut dengan para partisipan dan memberikan kesempatan pada mereka untuk berkomentar tentang hasil penelitian. hasil penelitian bisa lebih realistis dan valid. Semakin banyak kasus yang disodorkan peneliti. dan sejenisnya.  Membuat deskripsi yang kaya dan padat (rich and thick description) tentang hasil penelitian. Prosedur ini tentu saja akan menambah validitas hasil penelitian. kebudayaan. Penelitian kualitatif yang baik berisi pendapat-pendapat peneliti tentang bagaimana interpretasi mereka terhadap hasil penelitian turut dibentuk dan dipengaruhi oleh latar belakang mereka. membahas informasi yang berbeda sangat mungkin menambah kredibilitas hasil penelitian. Dalam hal ini. atau menyajikan banyak perspektif mengenai tema. peneliti juga dapat menyajikan informasi yang berbeda dengan perspektif-perspektif dari tema itu. deskripsi kebudayaan. seperti tema-tema. Sebaliknya. peneliti akan mampu membuat narasi yang terbuka dan jujur yang akan dirasakan oleh pembaca.checking ini dapat dilakukan dengan membawa kembali laporan akhir atau deskripsideskripsi atau tema-tema spesifik ke hadapan partisipan untuk mengecek apakah mereka merasa bahwa laporan/deskripsi/tema tersebut sudah akurat. akan melahirkan sejenis problem tersendiri atas tema tersebut. Dengan menyajikan bukti yang kontradiktif. sejarah.  Memanfaatkan waktu yang relatif lama {prolonged time) dilapangan atau lokasi penelitian.  Menyajikan informasi "yang berbeda" atau "negatif" {negative or discrepant information) yang dapat memberikan perlawanan pada tema-tema tertentu. Dengan melakukan refleksi diri terhadap kemungkinan munculnya bias dalam penelitian. grounded theory. Hal ini tidak berarti bahwa peneliti membawa kembali transkrip.

merasa bahwa hasil studi kasus kuaiitatif dapat digeneralisasi pada sejumlah teori yang lebih luas. Akan tetapi. misalnya. Hal-hal yang akan di-periksa oleh investigator independen seperti ini biasanya me-nyangkut banyak aspek dalam penelitian (seperti. keakuratan transkrip. Generalisasi kuaiitatif merupakan suatu istilah yang jarang digunakan dalam penelitian kuaiitatif karena istilah generalisasi lebih banyak diterapkan untuk penelitian kuantitatif. 1985). ada sejumlah literatur kuaiitatif yang membahas mengenai generalisabilitas ini. Tujuan dari generalisasi dalam penelitian kuaiitatif ini sendiri bukan untuk menggeneralisasi hasil penemuan pada individu-individu.seluruhan proyek penelitian. auditor ini tidak akrab dengan peneliti atau proyek yang diajukan. lokasi-lokasi. begitu pula dengan karakteristik pertanyaanpertanyaan yang akan diajukan oleh keduanya (Lincoln & Guba. selain oleh peneliti sendiri. Generalisasi ini muncul ketika para 249 .  Mengajak seorang auditor {external auditor) untuk mereviexv ke.yang diteliti dan dapat menyampaikan secara detail mengenai lokasi dan orang-orang yang turut membangun kredibilitas hasil naratif peneiitian. kehadiran auditor tersebut dapat memberikan penilaian objektif. Yin (2003). Pada dasarnya. sebagaimana yang banyak dijumpai dalam penelitian kuantitatif (lihat Gibbs.dengan sesama rekan peneliti {peer debriefing) untuk meningkatkan keakuratan hasil penelitian. MenekankanparHkularitaskeiimbang generalisabilitas (Greene & Caracelli. Peran auditor ini sebenarnya mirip peran auditor fiscal. Semakin banyak pengalaman yang dilalui peneliti bersama partisipan dalam setting yang sebenarnya. tingkat analisis data mulai dari data mentah hingga interpretasi). terkait catat-an marning-nya tentang generalisasi dalam penelitian kuaiitatif).  Melakukan tanya-jawab. mulai dari proses hingga kesimpulan penelitian. strategi ini dapat menambah validitas penelitian kuaiitatif. atau tempat-tempat di iuar objek penelitian. Berbeda dengan peer debriefer. Proses ini mengharuskan peneliti mencari seorang rekan {a peer debriefer) yang dapat mereviezv untuk berdiskusi mengenai penelitian kualitatif sehingga hasil penelitiannya dapat dirasakan oleh orang lain. semakin akurat atau valid hasil penelitiannya. nilai dari penelitian kuaiitatif terletak pada deskripsi dan tema-tema tertentu yang berkembang/dikembangkan daiam konteks lokasi tertentu pula. Akan tetapi. Tentu saja. 1997) merupakan karakteristik penelitian kuaiitatif. Strategi ini —yaitu melibatkan interpretasi lain selain interpretasi dari peneliti— dapat menambah validitas atas hasil penelitian. 2007. hubungan antara rumusan masalah dan data. khususnya yang berlaku untuk penelitian studi kasus.

peneliti perlu menjelaskan tentang proses narasi tersebut. MENULIS KUALITATIF Bagian prosedvir kualitatif dalam proposal penelitian seharusny a diakhiri dengan penjelasan mengenai bagaimana peneliti menarasi-kan hasil analisis datanya. dalam merancarig penelitian kualitatif. Yang jelas. peneliti dapat mem-bahas bagian-bagian proposal lain. Setiap strategi penelitian kualitatif pada hakikatnya memiliki prosedur narasinya masing-masing. untuk mengulang atau mereplikasi hasil penelitian studi kasus dalam setting kasus yang baru.  Catatlah percakapan-percakapan yang terjadi selama penelitian dan sajikan percakapan250 . sebuah teori yang dihasilkan dari data penelitian (grounded theory). misal-nya narasi kronologis mengenai kehidupan individu (penelitian naratif). Ada banyak model narasi ini.peneliti kuaiitatif meneliti kasus-kasus tambahan dan menggeneralisasi hasil penelitian sebelumnya pada kasus-kasus yang baru tersebut. peneliti bisa menemukannya dalam jurnal-jumal akademik. khususnya deskripsi atau tema yang mengandung beragam perspektif dari partisipan atau gambaran detail tentang setting dan individuindividu. kisah yang diperluas. 2003). deskripsi detail mengenai pengalaman mereka (fenomenologi). strategi /menulis dua bagian proposal di atas (hasil penelitian dan interpretasi data) dapat dilakukan dengan leknik-teknik berikut ini:  Gunakanlah cuplikan-cuplikan dan variasikan panjang pendeknya cuplikan tersebut dengan tepat dan sesuai keperluan. potret detail mengenai kelompok culturesharing (etnografi). Dari narasi-narasi yang berbeda ini pula. Ini mirip logika replikasi yang berlaku dalam penelitian eksperimen. atau analisis mendalam tentang satu atau beberapa kasus (studi kasus). 2007). Pada tingkat tertentu. 1988). seperti protokol penelitian untuk mendoku-mentasikan kasus secara detail dan mengembangkan database studi kasus secara utuh (Yin. model proses. peneliti perlu melakukan dokumentasi yang baik atas prosedur-prosedur kuaiitatif. seperti hasil penelitian dan inter-pretasi data. pengalamanpengalaman lapangan (Van Maanen. utamanya tentang bagaimana bagian-bagian ini akan. Sebagaimana yang sudah dijelaskan bahwa prosedur dasar dalam melaporkan hasil penelitian kualitatif adalah membuat des-kripsi-deskripsi dan tema-tema yang berasal dari data penelitian (lihat Gambar 9. disajikan: apakah dengan pertimbangan objektif. atau dengan potret deskriptif yang detail (Creswell. analisis berdasarkan kasus atau lintas kasus. Akan tetapi.1). ataukah dengan krono-logi.

Richardson. misalnya. peneliti membahas literatur ini di akhir penelitian (lihat pembahasan dalam Bab 2).  Deskripsikan bagaimana hasii narasi tersebut dikomparasikan dengan teori-teori atau literatur-literatur yang membahas topic yang sama.  Gunakan kata ganti pertama (saya) atau "kita" dalam bentuk naratif. bersif at induktif.tulisan penting atau semiblok. Proyek Miller ini adalah penelitian etnografi tentang pengalaman tahun pertama seorang rektor di sebuah universitas yang 251 . yang berguna bagi para pembaca yang mungkin kurang familiar dengan pendekatan ini. Beberapa karakteristik penelitian kualitatif antara Iain: berada dalam setting yang alamiah. Selain memperkenal-kan sejumlah variasi dalam penelitian kualitatif.  Campurkan kutipan-kutipan dengan penafsiran-penafsiran penulis. tabel-tabel perbandingan untuk kode-kode yang berbeda). didasarkan pada makna partisipan.  Gunakan pernyataan dari partisipan untuk membuat kode-kode atau melabeli tema.1. bab ini juga menge-mukakan panduan umum tentang prosedur-prosedur kualitatif yang meliputi pembahasan mengenai karakteristik-karakteristik umum penelitian kualitatif.  Sajikan informasi tekstual dalam bentuk tabel (seperti. melibatkan beberapa metode pengumpulan data.percakapan ini dalam bahasa yang berbeda untuk merefleksikan sensitivitas kultural. yang membahas bentuk-bentuk ini). Contoh 9. Dalam sebagian besar karya tulis kualitatif. matriks.  Terapkan pendekatan naratif yang biasanya digunakan dalam strategi penelitian kualitatif (seperti deskripsi dalam studi kasus atau etnografi.  Terapkan indent (menambah spasi di depan alinea untuk tulisan. 1990. Prosedur-Prosedur Kualitatif Berikut ini adalah salah satu contoh prosedur kualitatif yang ditulis di bagian kbiisus dalam sebuah proposal doktoralnya Miller (1992).  Gunakan metafora-metafora dan analogi-analogi (lihat. narasi detail dalam penelitian naratif). sering kali menyertakan perspektif-perspektif teoretis. bersifat interpretif dan holistik. berpijak pada dasar bahwa peneliti adalah instrumen utama pengum-pulan data.) atau format lain untuk menandai cuplikan-cuplikan yang berasal dari partisipan. penj. RINGKASAN Bab ini mengeksplorasi langkah-iangkah dalam mengembang-kan dan menulis prosedur-prosedur kualitatif.

{Di $ini. 1936). Paradigma Penelitian Kualitatif Paradigma penelitian kualitatif pada hakikatnya berasal dari antropologi kultural dan sosiologi Amerika (Kirk & Miller.Hanya baru-baru ini saja paradigma tersebut diadopsi oieh para peneliti per.al. 1984). Spirduso. 1985. 1990. 1998). Merriam. menggandakan. 1987).1987. atau interaksi j sosial tertentu (Locke. Selain itu. Lincoln & Guba.1989. Data Penelitian kualitatif bersifat deskriptif. peneliti menjelaskan asumsi-asumsi kualitatif). Penelitian kualitatif lebih memprioritaskan peneliti ketimbang mekanisme yang tak bernyawa sebagai instumen primer dalam pengumpulan data (Eisner. Merriam 1988) 252 .Marshall & Rossman. 1990. membandingkan. dan mengklasifiKasikan objek penelitian (Miles & Huberman. tidak ada teori atau hipotesis yang dibangun secara priori 3. & Silverman. saya juga tetap mempertahankan istilah informan yang digunakan Miller meskipun saat ini ibtilah yang lebih tepat digunakan adalah partisipan. Penelitian kualitatif didasarkan pada sumsi-sumsi yang sangat berbeda dengan rancangan kuantitatif. Para sarjana menyatakan bahwa penelitian kualitatif dapat dibedakan dengan metodologi kuantitatif berdasarkan karakteristik-karakteristiknya yang inheren. menga-talogkan. mencaii makna-makna dan perspektif-perspektif informan. Berikut ini adalah sintesis dari asumsi-asumsi umum tentang karaktenstik-karakteristik penelitian kualitatif yang pemah diajukan oleh sejumlah peneliti: 1. kelompok. Untuk menyajikan bagian prosedur kualitatif dalam pr. 19R9). Data ini merupakan data yang disajikan dalam bentuk kata-kata (utamanya kata-kata parisipan) atau gambargambar ketimbang angka-angka (Freenkel & Wallen. 1991.didikan (Borg &Gall. Peneliti memasuki dunia informan melalui interaksi berkeianjutan. Tujuan peneiitian kualitatif / adalah memahami situasi. Frankel & Wallen. saya sudah merujuk pada beberapa bagian yang dianggap paling penOng. Penelitian > ini dapat diartikan sebagai proses investigatif yang di dalamnya penelitj secara perlahan-lahan memaknai suatu fenamena sosial dengan membedakan. Dalam penelitian kualitatif. Locke et. Marshall dan Rossman (1989) menyatakan bahwa penelitian ini melibatkan peneliti untuk menyelami setting peneliti.baru berumur empat tanun. 4. . peristiwa.oyek ini. 2. Penelitian kualitatif muncul dalam setting yang alamiah di mana di dalamnya ada banyak penlaku dan peristiwa ' kemahusiaan yang terjadi.

Penelitian kualitatif merupakan suatu rancangan di mana di dalamnya peneliti dpat menegosiasi hasil penelitian (outcomes). 1986). Penelitian kualitatif khususnya tertarik pada usaha memahami bagaimana sesuatu itu muncul (Freenkel & Wallen. bentuk datanya tidak bisa dihitung {not quantifiable) dalam pengertian yang biasa. Pertama dan yang utama. 10. (Eisner. 1988) 9. atau hasil dan outcome. Merriam 1988) 7. Kirk & Miller. Penelitian kualitatif menekankan pada persepsi-persepsi dan pengalamanpengalaman partisipan. dan cara-cara mereka memaknai hidup (Freenkel & Wallen. Locke et. 1985 ) Maka dari itu.1987. Merriam 1988) 6. 1985. Merriam. khususnya dari kohtribusi Brortislaw Malinowski. diterapkan interpretasi ideografis. Penelitian kualitatif berfokus pada proses-proses yang terjadi.5. Rancangan Penelitian Etnografis Penelitian ini menerapkan rancangan etnografis. 1985) melalui proses verifikasi dari-pada melalui pengukuran validitas dan reliabilitas pada umumnya. Dalam Penelitian Kualitatif. fokusnya pada sesuatu yang partikular dimana data diinterpretasikan dalam hubungannya dengan partikulasi-partikularitas suatu kasus daripada generalisasigeneralisasi 8. 1987. peneliti menjelaskan karakteristik-karak-teristik penelitian kualitatif). peneliti kualitatif lebih berusaha untuk mencari ketepercaya-an {believability) yang didasarkan pada koherensi. Objektivitas dan kebenaran menjadi dua hal yang sangat penting dalam tradisitradisi penelitian. Akan tetapi. {Disini. Rancangan etnografis berasal dari bidang antropologi. Dengan kata lain. kegunaan instrumental dan pengetahuan. 1991) serta ber-dasarkan pada sesuatu yang dapat dipercaya {trustworthiness) (Lincoln & Guba. dan Franz Boas (Jacob. Robert Park. 1990. Tujuan penelitian etnografis 253 . 1990.al. kriteria untuk mempertimbangkan penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian kuantitatif. Makna dan interpretasi dinegosiasi dengan sumber-sumber data manusiawi karena inilah realitas subjek yang memang ingin direkonstruksi oleh seorang peneliti kulatatif (Lincoln & Cuba. Tradisi penelitian in (kualitatif) bertumpu pada penerapan pengetahuan yang tersirat (pengetahuan intuitif atau perasaan) karena sering kali nuansa dari beragam realitas hanya dapat diapresiasi dengan cara ini (Lincoln & Cuba.

Persepsi saya terhadap jabatan rector perguruan tinggi dari universitas terbentuk dari pengalaman pribadi saya. buka malah merugikan (locke et al. peneliti menggunakan dan menjelaskan pendekatan etnografis).adalah memperoleh gambaran umum mengenai subjek penelitian. dan isu-isu yang sering dihadapi oleh rektor universitas di tahun pertama. saya juga telah bekerja sama dengannya pada awal tahun masa kepemimpinannya di universitas. 1990). pengetahuan. Penelitian etnografis melibatkan wawancara mendalam dan observasi terus-menerus pada para partisipan dalam situasi tertentu (Jacob. anggota dewan. Yang lebih terkini (1987-1990). Saya yakin pemahaman saya tentang konteks dan peran ini dapat meningkatkan kesadaran. {DI sini. dan sensitivitas saya terhadap tantangantantangan. Sebagai anggota dewan rektorat. Penelitian ini juga berusaha memperoleh gambaran menyeluruh untuk dapat menyingkap bagaimana manusia mendeskripsikan dan men-strukturkan dunia (Fraenkel & Wallen. rektor. saya sudah sering terlibat dalam semua aktivitas dan keputusan dewan administratif tingkat tinggi. 1987). asumsi-asumsi. 1990). dan dewan perwakilan mahasiswa. dan pembuatan keputusan. Saya juga sering bekerja sama dengan pihak fakultas. Penelitian ini menekankan aspek pemotretan pengalaman individu-indivsdu sehari-hari dengan cara mengobservasi dan mewawancarai mereka dan individu-individu lain yang relevan (Fraenkel & Wallen. Kontribusi peneliti terhadap setting penelitian sangat penting da positif. Peran Peneliti Karena peran peneliti dianggap sebagai instrument primer dalam pengumpulan data kualitatif. dan bias-bias personal (peneliti). 1987). maka di bagian awal penelitian diperlukan adanya identifikasi terhadap nilai-nilai. Focus penelitian ini adalah pada peran seorang rektor baru dalam menginisiasi perubahan. saya bertugas sebagai staf administrasi di sejumlah perguruan tinggi swasta yang terdiri dari 600 hingga 5000 mahasiswa. Dari agustus 1980 hingga Mei 1990. dan karena itulah saya berniat untuk menjadikan rektor sebagai informan dalam penelitian ini. Sayajuga sudah cukup memahami tentang struktur perguruan tinggi dan peran rektor di dalamnya. keputusan –keputusan. 254 . saya menjabat sebagai Dekan Student Life di salah satu universitas di Midwest. serta mempersiapkan kepemimpinan dan visi universitas.. pembangunan relasi. Selain memberikan laporan kepada rektor.

Karena pengalaman-pengalaman bekerja sebelumnya dengan seorang rektor baru di sebuah universitas. rektor memliki tiga pembantu Rektor (Bidang Akademik. dan tentu saja tantangan-tantangan baru. Bidang Administrasi. Penelitian ini 255 . kejutan-kejuatan yang tak terduga. Universitas ini terletak di lingkungan masyarakat pedesaan Midwestern. (disini. Peristiwa Didasarkan pada metodologi etnografis. mahasiswa universitas ini yang berjumlah 1. Saya memandang tahun pertama sebagai tahun yang amat penting. Ketika kuliah aktir. dan S3 dengan 51 mata kuliah. dipenuhi dengan berbagai perubahan.700 orang nyaris mengisi tiga kali lipat populasi masyarakat di sana yang hanya berkisar 1. dan Bidang Kemahasiswaan) dan dua Dekan (Sarjana dan Diploma). saya tentu membawa bias bias tersendiri ke dalam penelitian ini. Institusi ini memiliki jenjang S1. Dalam dewan ini. serta persepsi-persepsinya dan makna-makna dalam pengalaman tersebut sesuai dengan yang diungkapkan oleh informan. bias-bias ini justru membantu bagaimana saya memandang dan memahami data yang dikumpulkan. Batasan Penelitian Lokasi Penelitian ini dilakukan di salah satu universitas negeri di Midwest. bias-bias ini tetap saja muncul.000 orang. focus penelitian ini adalah pengalaman dan peristiwa sehari-hari seorang rektor yang baru. saya tetap mempertanyakan seberapa besar kemampuan rektor untuk menginisiasi perubahan dan mempersiapkan kepemimpinan dan visi universitas. Saya mengawali penelitian ini dengan asumsi bahwa rektor universitas merupakan suatu jabatan yang sangat berbeda dan rumit. Informan utama dalam penelitian ini adalah rektor tersebut. frustasi. Akan tetapi saya mengobservasi peran rektor ini hanya dalam konteks pertemuan-pertemuan dewan administrative. S2. peneliti merefleksikan perannya dalam penelitian). Meskipun banyak ekspektasi terhadapnya. Akan tetapi. serta bagaimana saya menginterpretasikan pengalaman-pengalaman saya pribadi. Informan Informan dalam penelitian inin adalah rektor baru disalah satu universtitas negeri Midwest. Meskippun saya sudah berusaha semaksimal mungkin memastikan objektivitas penelitian.

peneliti membahas masalah-masalah etis dan review IRB) Strategi-Strategi Pengumpulan data Data dikumpulkan sejak Februari hingga Mei. Proses Penelitian ini difokuskan pada peran seorang rektor baru dalam menginisiasi perubahan. Perimbangan-pertimbangan Etis Dalam merancang penelitian. dalam penelitian ini. Uniknya. membuat keputusan. dan keinginan-keinginan (para) informan. Dalam konteks pertimbangan etis ini. 1989. (Disini. peneliti menjelaskan batasan-batasan pengumpulan data). Pertama dan yang utama. Jangka waktu ini sudah mencangkup minimal sekali dalam sebulan wawancara terekam selama 45 menit dengan 256 . Untuk itulah diperlukan pula proteksi terhadap hak-hak informan: (1) sasaran penelitian harus disampaikan secara verbal da tulisan sehingga sasaran-sasaran tersebut bisa dipahami dengan jelas oleh informan (termasuk deskripsi mengenai bagaimana data yang nanti terkumpul dan dimanfaatkan selanjutnya dan untuk keperluan apa). (6) hak-hak. (2) izin tertulis untuk melakukan penelitian tersebut harus diperoleh dari informan. Observasi dalam penelitian etnografis mengharuskan peneliti untuk menggali kehidupan informan (Spradley.mencangkup penyesuaian peristiwa-peristiwa atau informasi-informasi yang mengejutkan dan pemaknaan atas peristiwa-peristiwa atau isu-isu penting yang muncul. penelitian etnografis lah yang paling menonjol. dan (7) keputusan akhir yang terkait dalam anonimitas informan selebihnya diserahkan pada informan sendiri. dan harapan-harapan informan harus dpertimbangkan terlebih dahulu ketika akan dibuat pilihan-pilihan tentang pelaporan data penelitian. 1980). membangun relasi. jabatan dan institusi informan yang benar-benar tampak justru menjadi salah satu perhatian. para peneliti kualitatif pada umumnya selalu membahas pentingnya pertimbangan-pertimbangan etis (Locke et al. Marshall & Rossman. keinginan-keinginan. (3) formulir dispensasi penelitian harus disahkan oleh Dewan Peninjau Institusional/ Institutional Review Board/IRB (Lampiran B1 dan B2). kebutuhan-kebutuhan.. 1988. 1982. pada 1992. Merriam. 1980) dan terus menyikap informasi-informasi yang dianggap sensitif. (4) informan harus diberi tahu mengenai semua perangkat dan aktivitas pengumpulan data (5) transkripsi harfiah (kata demi kata) da interpretasi serta laporan tertulis harus dibuat dan diberikan pada informan. nilai-nilai. Spradley. serta mempersiapkan kepemimpinan dan visi universitas. (Disini. peneliti harus memiliki kewajiban untuk menghormati hak-hak.

257 . pengumpulan data dan analisis data harus serempak (simultaneously). orang-orang. Selain itu. Catatancatatan rekaman dan entri-entri di dalamnya direview secara terus menerus. peneliti etnografi mengindeks dan mengkode data mereka dengan menggunakan sebanyak mungkin kategori-kategori (Jacob. (Disini. observasi dua jam pada aktivitas-aktivitas keseharian. peneliti menjelaskan bagaimana ia mencatat informasi deskriptif dan reflektif). Prosedur-Prosedur Analisis Data Merriam (1998) dan Marshall dan Rossman (1989) menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif. dan sekali dalam sebulan analisis pada kalender dan dokumen-dokumen informan (catatan-catatan pertemuan. Gagasan. dan Publikasi). Selama analis ini. 1980). dan peristiwa-peristiwa. lampiran C). serta property-properti lain yang mencirikan ketiganya. penglaman. data disusun secara kategoris dan kronologis. Lampiran D). dan dicoding secara terus menerus. Saya juga bermaksud mencatat detail-detail observasi saya dalam notebook dan pemikiran. kemudian berusaha memahami dan menjelaskan pola-pola dan tema-tema tersebut (Agar. sekali dalam sebulan. (Disini.gagasan utama dicatat rentetan kemunculannya (seperti yang disarankan oleh Merriam. perasaan. yang menampilkan sejumlah petunjuk tentang bagaimana saya harus memanfaatkan waktu ketika saya berada di lapangan. Mereka berusaha mengidentifikasi dan mendeskripsikan pola-pola dan tema-tema dari sudut pandang partisipan. informan telah setuju untuk merekam kesan-kesan mengenai pengalaman. Diary terekam (taped diary) milik partisipan dan hasil wawancara terekam (taped interview) di transrip dalam kata demi kata. dan persepsi saya selama proses penelitian dalam catatan lapangan. dan perasaan-perasaannya melalui diary terekam/ taped diary (petunjuk-petunjuk tentang refleksi terekam. diperiksa kembali berulang-ulang. (Disini. Schatzman dan Strauss (1973) menyatakan bahwa analisis data kualitatif utamanya melibatkan pengklasifikasian benda-benda. memo. 1987).informan (rancangan pertanyaan-pertanyaan wawancara. pemikiran. saya akan menggunakan catatan lapangan (field log). berpartisipasi sebagai observer. dan memperoleh dokumendokumen pribadi). peneliti mendeskripsikan langkah-langkah dalam analisis data). Untuk membantu pengumpulan data. peneliti berencana untuk wawancara secara berhadap-hadapan. 1988). Biasanya sepanjang proses analisis data. wawancara lanjutan (follow up interview) dijadwalkan akan dilakukan pada akhir Mei 1992 (lihat Lampiran E untuk catatan waktu dan jadwal kegiatan yang direncanakan). ketika menstranskip dan menganalsis data.

dan dikelompokkan kembali untuk dianalisis. Pemeriksaan oleh sesame peneliti (peer examination). Pola partisipatoris. data-data teks dapat dicari kategori-kategori. Tanya jawab bersama informan terkait dengan hasil interpretasi peneliti tentang realitas dan makna yang disampaikan informan akan memastikan nilai kebenaran sebuah data 3. (Disini. catatan pribadi. mulai dari perancangan proyek hingga pemeriksaan interpretasi dan kesimpulan. data dikumpulkan melalui beragam sumber agar hasil wawancara. HyperQual memanfaatkan software HyperCard dengan memfasilitasi perekaman/ pencatatan dan analisis data teks dan grafis. seorang mahasiswa doktoral dan graduate asisten di Jurusan Psikologi Pendidikan dipilih sebagai rekan pemeriksa atas peneitian ini. Member Checking. Stack-stack khusus dirancang untuk mengoperasikan dan mengolah data. atau dihapus dengan menggunakan editor HyperQual. dan ilustrasi-ilustrasi…(dan) menge-tag (atau meng-coding) semua atau sebagian sumber data sehingga sekumpulan data dapat disaring dan dirakit kembali dalam konfigurasi yang baru dan lebih baik‖ (Padilla. Verifikasi Untuk memastikan validitas internal. Waktu yang lama dan observasi berulang di lokasi penelitian. observasi regular dan berulang atas fenomena dan setting penelitian akan dilakukan dalam jangka waktu empat bulan. Kode-kode ini juga dapat ditambah. Sekumpulan data yang penting dapat diidentifikasi.Selain itu. 4. atau frasafrasa kuncinya. observasi. peneliti menjelaskan penggunaan software computer untuk analisis data). 258 . tema-tema. kata-kata. Kategori-kategori atau kode-kode dapat dimasukkan terlebih dahulu atau di lain waktu. dipilah-pilah. diubah. Triangulasi data. termasuk data wawncara. observasi. diperoleh kembali. informan dilibatkan dalam sebagian besar tahap penelitian ini. dikelompokkan . 2. berikut ini strategi-strategi yang akan diterapkan: 1. informan akan mengecek seluruh proses analisis data. 1989: 67-70). 5. peneliti dapat langsung ―memasukkan data lapangan. proses analisis data ini dibantu dengan penggunaan program computer analisis data kualitatif yang dikenal dengan HyperQual. Raymond Padilla (Arizona State University) merancang HyperQual ini pada 1987 yang diterapkan pertama kali dalam komputer Macintosh. Denga HyperQual. dan dokumen dapat dianalisis seutuhnya.

bias peneliti telah dijelaskan dalam subjudul ―Peran Peneliti‖. aktivitas. Klarifikasi bias penelitian. serta konteks dari mana data dikumpulkan (LeCompte & Goetz. di awal penelitian ini. misalnya. Peneliti menyebutkan outcome penelitian). eksplorasi proses. atau pengamatan perilaku-perilaku individu ataii kelompok culture-sharing 259 . strategi utama yang diterapkan adalah menyediakan deskripsi-deskripsi yang kaya.6. saya juga merekomendasikan agar peneliti menjelas-kan —dalam proposal penelitian— strategi penelitian yang akan di-gunakan. cara melaporkan hasil penelitian cenderung berbeda. padat. menjelaskan pentingnya membuat tampilan data. fenomenologi). dan rinci sehingga setiap orang yang tertarik membaca proyek ini akan memiliki perbandingan kerangka kerja (Merriam. 1984). Miles dan Huberman (1984). seperti penelitian individu-individu (naratif. untuk memastikan validitas eksternal dalam proyek ini. Melapokan Hasil Penelitian Lofland (1974) menegaskan bahwa: meskipun strategi-strategi pengumpulan dan analisis data relatif sama dalam berbagai metode kualitatif. peneliti memberikan penjelasan detail tentang focus penelitian. Sementara itu. Deskripsi yang padat akan menjadi sarana menyampaikan gambaran holistik mengenai pengalaman-pengalaman dari seorang rektor universitas yang baru. Peneliti mengidentifikasi strategi-strategi validitas yang akan digunakan dalam penelitian). dan peristiwa (studi kasus. Hal ini akan memungkinkan pembaca untuk turut merasakan tantangan-tantangan yang dirasakan informan dan memberikan prespektif yang dengannya pembaca juga dapat memandang dunia sang informan (Disini. Kedua. grounded theory). Pertama. kedudukan informan dan dasar penelitian. (Disini. peran peneliti. Proyek akhirnya akan berupa konstruksi pengalaman-pengalaman informan dan pemaknaannya terhadap pengalaman tersebut. Ketiga. 1988). diterapkan traingulasi dan beberapa metode lain dalam pengumpulan dan analisis data. Strategi pengumpulan dan analisis data akan dilaporkan secara detail untuk memberikan gambaran yang jelas dan akurat mengenai metode-metode yang digunakan dalam penelitian ini. Semua tahap dalam penelitian ini juga akan diperiksa oleh seorag auditor luar yang sudah berpengalaman dalam metode penelitian kualitatif. dan tulisan naratif adalah bentuk yang paling sering digunakan untuk menampilkan data kualitatif. Karena penelitian ini merupakan penelitian naturalistik maka hasil-hasilnya akan lebih pas bila disajikan dalam bentuk deskriptif-naratif ketimbang dalam bentuk laporan saintfik. Ada tiga teknik untuk memastikan reabilitas penelitian ini. Selain itu.

Selain itu. dan peneliti biasanya menerapkan langkahlangkah analisis umum dan strategi-strategi khusus di dalamnya. menunjukkan reliabilitas prosedur-prosedur. dalam proposal tersebut. serta interpretssi terhadap data penelitian. dan data yang harus Anda kumpulkan. dan gambar. perhatikan Tabel 9. 260 . dan/atau mengajukan agenda perubahan. Dalam kolom-kolom sebelah kanan. Langkah-langkah umum ini meliputi antara lain: pengolahan dan penyiapan data. Lebih jauh. strategi penelitian yang ingin Anda giinakan. peneliti seharusnya menyertakan penjelasan tentang pendekatan sampling dan jenis/strategi apa yang digunakan untuk mengumpulkan data (seperti. wawancara. tunjukkan langkah-langkah yang akan Anda terapkan dalam proyek Anda.(etnografi). dan menjelaskan fungsi generalisabilitas. hubungan personal dengan lokasi penelitian. 2. pehgcodmg-an data. Analisis data merupakan proses yang terus berkelanjutan selama penelitian. Setelah menulis rancangan ini. penyajian data dalam tabel. Dalam bagian proposal pengumpulan data. dalam kolom paling kiri. Buatlah tabel yang. dan masalah-masalah etis. Untuk interpretasi data penelitian. grafik. langkah-langkah memperoleh entri. berarti strategi ini juga perlu disajikan sesuai dengan model narasinya masing-masing. memunculkan pertanyaan-per-tanyaan. Penting juga menjelaskan jenis-jenis protokol perekaman/ pencatatan data yang akan digunakan. Tulislah satu rancangan prosedur penelitian kualitatif. Jika ada satu strategi yang dipilih. Analisis ini melibatkan analisis informasi partisipan. menyajikan langkah-langkah analisis data. membandingkan hasil penelitian dengan literatur dan teori tertentu. dan audiovisual).1 untuk mengecek apakah rancangan yang Anda tulis tersebut sudah lengkap atau tidak. peneliti perlu menyampaikan pelajaran apa yang dapat diambil. Latihan Menulis LATIHAN MENULIS 1. deskripsi detail kode-kode. analisis tematik kode-kode. observasi. peneliti juga perlu menyebutkan strategi-strategi yang akan digunakan untuk memvali-dasi keakuratan hasil penelitian. pembacaan awal informasi. penggunaan program-program kom puter. Proposal penelitian seharusnya juga berisi satu bagian tentang outcome yang di-harapkan. dokumentasi. proposal penelitian juga perlu membahas peran peneiiti: pengalam anpengalaman sebelumnya.

analisis wacana). Sebaliknya. merekam. Terkadang. sejumlah penulis yang membahas penelitian kualitatif terlalu berpijak pada sikap filosofis terhadap topik yang dibahas. rnetode-metode pengumpulan data dan prosedur-prosedur dalammengatur. dan studi kasus— dan membahas bagaimana prosedur-prosedur dalam lima jenis penelitian ini ber-beda dan sama antarsatu dengan yang lain. The Sage Qualitative Research Kit. cocok dipelajari untuk para peneliti pemula maupun peneliti yang sudah mahir. mengumpulkan data. Creswell. Topik-topik yang di-sertakan dalam buku ini sangat komprehensif. (2007). & Rossman. G.B. Catherine Marshall dan Gretchen Rossman memperkenalkan prosedur-prosedur dalam penelitian kualitatif. C. Secara keseluruhan. CA: Sage. seperti waktu. buku ini juga membahas isu-isu kualitas dalam penelitian kualitatif. Ini adalah buku yang komprehensif dan insightful. Buku ini menjelaskan bagaimana merencanakan dan merancang penelitian kualitatif. ketimbang menekan-kan sikap filosofis. J. dan pembaca dibiarkan tanpa pemahaman tentang prosedur-pro-sedur dan praktik-praktik yang sebenarnya dalam merancang dan melaksanakan penelitian kualitatif. fenomeno-logi. Edisi keempat. buku ini bisa menjadi informasi up-to-date bagi para peneliti masa kini yang ingin mendalami bidang penelitian kualitatif. London: Sage. Flick. grounded theory. Thousand Oaks. dan menganalisisnya (misalnya. dan menganalisis data kualitatif. Buku yang terdiri dari delapan volume dan diedit oleh Uwe Fick ini ditulis oleh para peneliti kualitatif kelas dunia dan dibuat secara kolektif untuk menjelaskan masalah-masalah inti yang muncul ketika para peneliti melaksanakan penelitian kualitatif. CA: Sage. (Ed. U. anggota. Tidak hanya itu. logika dan asumsiasumsi dasar tentang rancangan dan metode penelitian. Thousand Oaks. mereka menjelaskan tentang kerangka. para pembaca akan lebih mudah memilih dan menentukan mana dari kelimanya yang tepat diterapkan untuk masalah penelitian mereka dan sesuai dengan gaya pribadi mereka dalam melakukan penelitian.BACAAN TAMBAHAN Marshall. (2007).-konseptual penelitian. (2006). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing among Five Approaches. 261 .).W. data visual. Di bagian akhir. buku saya lebih menyajikan lima pendekatan praktis dalam penelitian kualitatif—pendekatan naratif. Designing Qualitative Research. Misalnya. etnografi. dan pendanaan. Edisi kedua. dan sumber-sumber yang dibutuhkan untuk penelitian.

Sifat interdisipliner penelitian juga turut memengaruhi tim penelitian yang terdiri dari individu-individu yang memiliki minat dan pendekatan metodologis yang beragam. Salah satu manfaatnya adalah memberikan pemahaman yang lebih luasterhadap masalah-masalah penelitian. bab ini juga akan menjelaskan tujuan penelitian dan rumusan masalah dari kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif (Bab 6 dan 7). Selain itu. salah satunya. Apalagi. penelitian dengan metode campuran —yakni. Popularitas ini. Bab ini juga akan menjelaskan lebih lanjut tentang masalah-masalah penelitian yang menuntut keniscayaan untuk dieksplorasi dan dijelaskan (Bab 5). ada begitu b3nyak manfaatyang dapat diperoleh dari kombinasi penelitian kualitatif dan kuantitatif ini daripada sekadar menerapkan salah satu dari keduanya secara terpisah. dan metode campuran adalah salah satu wujud dari perkembangan ini.Bab Sepuluh PROSEDUR-PROSEDUR METODE CAMPURAN Seiring berkembangnya penelitian kualitatif dan kuantitatif dalam ilmu sosial humaniora. Pada akhirnya. Bab ini akan mengulas banyak hal yang telah disajikan dalam bab-bab sebelumnya. menerapkan kombinasi dua pendekatan sekaligus (kualitatif dan kuantitatif)— menjadi kian populer. KOMPONEN-KOMPONEN PROSEDUR METODE CAMPURAN 262 . berkembang. yang memanfaatkan kekuatan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif sekaligus. disebabkan oleh kenyataan bahwa metodologi penelitian teais berevolusi dar. masalah-masalah yang diangkat oleh para pakar ilmu sosial dan kesehatan begitu kom-pleks sehingga menerapkan hanya satu pendekatan saja tentu tidak memadai untuk menjabarkan kompleksitas ini. dan menjelaskan alasan-alasan digunakannya strategi-strategi jamak (multiple forms) dalam pengumpulan dan analisis data (Bab 8 dan 9). kombinasi penerapan metode kualitatif dan kuantitatif. misalnya pembahasan lebih luas mengenai pandang-an-dunia pragmatis. dan penerapan metode-metode jamak (multiple methods) sebagaimana yang telah dijabarkan pada Bab 1.

Saat ini. pencegahan AIDS (Janz et al. & Frohlich. 2003). dan dalam sains sekolah menengah (Houtz. yang untuk pertama kalinya menyajikan overviezo komprehensif mengenai strategi penelitian yang satu ini. kesehatan mental (Rogers. beberapa penelitian sosial humaniora juga bany ak yang menerapkan penelitian metode campuran ini dalam bidang-bidang yang beragam. seperti Journal of Mixed Methods Research. penelitian metode campuran telah berkem'oang menjadi seperangkat prosed ur y a rig dapat diterapkah para peneliti dalam mendesain penelitian metode campuran mereka. bab ini juga akan membahas perlunya model visual dalam Tabel 10. Buku-buku terbaru yang terbit setiap tahun pun juga tidak sedikit yang ditulis khusus untuk membahas penelitian metode campuran (seperti. Piano Clark & Creswell.. sejumlah jurnal lain juga telah berusaha merumuskan penelitian ini dalam konteks disiplin ilmu pengetahuan tertentu. 2007. 2001). Greene. Bryman. Pada 2003. 2000). diterbit-kanlah Handbook of Mixed Methods in the Social & Behavior Sciences (Tashakkori & Teddlie. Selain jurnal. Dalam bab ini. & Bentall. Tashakkori & Teddlie. 2008..1. komunikasi interpersonal (Boneva. perawatan demensia (Weitzman & Levkoff. Kraut. Qualitative Health Research. Randall. Creswell & Piano Clark.1 Checklist Pertanyaan-pertanyaan untuk merancang prosedur Metode campuran --------------------------------------------______ --------------------Apakah definisi dasar tentang metode campuran sudah disajikan? Apakah alasan/rasionalisasi digunakannya dua pendekatan atau data ini (kuantitatif dan kualitatif) juga sudah disajikan? Apakah pembaca merasakan manfaat potensial dari diterapkannya rancangan metods campuran ini? Apakah kriteria-kriteria dalam memilih strategi metode campuran sudah diidentifikasi? Apakah strategi yang dipilih sudah disebutkan? Apakah model visual yang mengilustrasikan strategi tersebut juga sudah disajikan? Apakah ada notasi yang digunakan untuk menyajikan model visual tersebut? 263 . sejumlah jurnal juga m ulai fokus pada peneli tian d engan metode campuran. seperti bidang terapi okupasional (Lysack & Kreftdng. Selain itu. 1995). seperti International Journal of Social Research Methodology. Checklist pertanyaan-pertanyaan seputar bagaimana mendesain penelitian metode campuran sudah disajikan dalam Tabel 10. 2007. 1996). Bahkan. Day. 2008. 1998). 2003). Baru-baru ini. Quality and Quantity dan Field Methods. Annals of Family Medicine. akan dijelaskan komponenkomponen penting terkait sifat-sifat dan jenis-jenis strategi penelitian metode campuran. 1994).

2007. 1998). Berikut ini. disajikan satu contoh prosedur metode campuran yang diperoleh dari berbagai sumber.------------------------- ------------- --------------------- Apakah prosedur-prosedur pengumpulan dan analisis data sudah dijelaskan? Apakah strategi-strategi sampling untuk pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif sudah dijeiaskan? Apakah strategi-strategi sampling ini berkaitan erat dengan strategi penelitian yang dipiiih? Apakah prosedur-prosedur data yang spesifik sudah dijelaskan? Apakah prosedur-prosedur ini berkaitan erat dengan strategi penelitian yang dipilih? Apakah prosedur-prosedur validasi data kualitatif dan kuantitatif sudah dijelaskan? Apakah struktur naratif/penyajian metode campuran sudah dijelaskan. Beberapa sumber mengidentifikasi bahwa penelitian ini bermula dari psikologi dan matriks multitraid-multwietlwd-nya Campbell dan Fiske (1959) yang tertarik untuk mengonvergensi dan mentriangulasi sumber-sumber data kuantitatif dan kualitatif 0ick. ada pula yang menyatakan bahwa metode campuran ini didorong oleh keinginan untuk mengembangkan metodologi yang berbeda dalam penelitian (lihat Creswell & Piano Clark. SIFAT PENELITIAN METODE CAMPURAN Karena penelitian metode campuran ini relatif baru di dalam ilmu sosial humaniora maka peneliti perlu menyajikan definisi dasar dan deskripsi singkat dalam proposal. peran peneliti. Onwuegbuzie. Namun. panjelasan lebih detail tentang bagaimana mendefinisikan pene litian metode campuran dalam Johnson. prosedur-prosedur khusus dalam pengumpulan dan analisis datanya. satu penelitian (lihat. Jelaskan pula mengapa peneliti harus menggunakan rancangan metode campuran (misalnya. dan apakah struktur ini berkaitan dengan strategi penelitian yang dipilih? rancangan metode campuran. Turner. beberapa hal yang perlu dijelaskan terkait dengan sifat metode campuran dalam proposal penelitian:  Jelaskan secara kronologis dan singkat sejarah perkembangan metode campuran. dengan menyertakan definisi dalam Bab 1 yang fokus pada pengombinasian dua metode (kualitatif dan kuantitatif) dalam. Tashakkori & Teddlie. 2007). untuk memperluas pembahasan dengan cara menerapkan dua metode sekaligus. misalnya. untuk menggunakan satu pendekatan integratif agar mampu memperoleh pemahaman yang 264 . 1979). Setelah pembahasan mengenai komponen-komponen di atas. dan struktur penyajjan laporan akhir.  Definisikan penelitian metode campuran.

Creswell dan Piano Clark (2007) mengidentifikasi 12 sistem klasifikasi strategi penelitian metode campuran yang didasar-kan pada ranah-ranah yang berbeda. STRATEGI-STRATEGI PENELITIAN METODE CAMPURAN DAN MODELMODEL VISUALNYA Ada beberapa tipologi yang bisa dimanfaatkan peneliti untuk memilih jenis strategi metode campuran yang akan digunakan dalam ponelitiannya. Tantangan-tantangan ini bisa berupa sifat pengumpulan datanya yang harus ekstensif. penting kiranya untuk mempertimbangkan terlebih dahulu sejumlali aspek penting dalam merancang prosedur-prosedur untuk penelitian 265 . sintesis.  Tulislah tantangan-tantangan yang Anda hadapi ketika menerapkan penelitian metode campuran. atau untuk menguji hasil penelitian dari pendekatan yang berbeda). Dalam klasifikasi-klasifikasi ini. 2006. campuran dua metode ini bisa saja berada dalam satu penelitian atau berada di antara sejumlah studi dalam satu program penelitian. Yang jelas. kenalilah istilah-istilah berbeda yang sering digunakan untuk menyebut penelitian ini. multimetode.lebih baik..buku.  Jelaskan secara singkat perkembangan minat terhadap penelitian metode campuran seperti yang banyak terungkap dalam buku. serta penelitian sosial dan behavioral. artikel-artikel jurnal. saya jelaskan enam strategi penelitian metode campuran yang sudah saya dan rekan-rekan saya gunakan sejak 2003 (Creswell et al. dan metodologi campuran. meskipun ada sejumlah hal substansial yang mirip dan overlapping dalam rancangan-rancang-an tersebut. setiap strategi memiliki istilah yang berbeda-beda. seperti integmsi. 2003). kebijakan dan penelitian pendidikan. sifat analisisnya yang begitu intensif atas data teks dan angka-angka. Tashakkori & Teddlie. metode kuantitatif dan kualitatif. meski bukubuku yang terbit baru-baru ini lebih banyak menggunakan istilah metode campuran (Bryman. 2003). 2007 untuk pembahasan mengenai inisiatif inisiatif awal yang turut berkontribusi pada perkernbangan metode campuran saat ini). serta tuntutan akan pengetahuan mendalam tentang bentuk penelitian kuantitatif sekaligus kualitatif. perawatan kesehatan publik. Merencanakan Prosedur-Prosedur Metode Campuran Sebelum membahas enam strategi ini. Berikut ini. seperti evaluasi. dan proyek-proyek yang didanai/hibah (lihat Creswell & Piano Clark. Selain itu. penelitianpenelitian akademik.

Dalam beberapa proyek penelitian. Hal ini bergantung pada tujuan awai peneliti. Ketika data dikumpuikan secara bertahap. berarti data kualitatif maupun data kuantitatif sama-sama dikumpulkan sekaligus dalam satu waktu. Aspek-aspek tersebut antara lain: timing (waktu).metode campuran. terkadang memang tidak efektif mengumpulkan data secara bertahap dalamjangka waktu yang lama (misalnya. dalam ilmu kesehatan di mana para dokter tidak punya banyak waktu untuk mengumpulkan data di lapangan).1 Aspek-Aspek yang Perlu Dipertimbangkan dalam Merancang Penelitian Metode Campuran Sumber: Diaptasi dari Creswell et al. Ketika data kualitatif yang terlebih dahulu dikumpulkan.1 Timing Konkuren/Tidak Sekuensial Tahap Pertama Kualitatif-Sekuensial Bobot/Prioritas Pencampuran Seimbang Menggabungkan {Integrating) Kualitatif Menghubungkan (Connecting) Teorisasi Eksplisit Implisit Tahap Pertama Kuantitatif Menancapkan Kuantitatif-Se(Embedding) kuensial Gambar 10. iveighting (bobot). Weighting (Bobot) 266 . mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif dalam satu waktu sering kali lebih efektif ketimbang mengumpulkannya secara bertahap. ketika peneliti berada dalam lokasi penelitian. Ketika data dikumpulkan secara konkuren. Dalam hal ini. mixing (pencampuran). Setelah itu. dan pelaksanaannya ber-langsung serempak. (2003). peneliti periu menentukan data apa saja yang akan dikumpulkan terlebih dahulu: apakah data kuantitatif atau data kualitatif. Timing (Waktu) Peneliti harus mempertimbangkan waktu dalam pengumpulan data kualitatif dan kuantitatifnya: apakah data akan dikumpulkan secara bertahap (sekuensial) atau langsung dikumpulkan sekaligus dalam satu waktu (konkuren). yang di dalamnya data dikumpulkan dari sejumlah besar partisipan (yang biasanya di-anggap sebagai sampel penelitian). peneliti memperluas pema-hamannya melalui tahap kedua. kuantitatif. dan teorizing (teorisasi) seperti yang dapat dilihat dalam Gambar 10. berarti tujuannya adalah untuk mengeksplorasi topik penelitian dengan cara mengamati para parti-sipan di lokasi penelitian.

Dua data ini bisa saja ditulis secara terpisah. pihak fakultas.. mereka perlu menjelaskan dan menyajikan dalam. Prioritas pada satu metode bergantung pada minat peneliti. atau apakah pendekatan induktif (seperti. dalam proyek dua-tahap yang diawali oleh tahap kuantitatif. namun keduanya tetap dihubung-kan satu sama lain secara implisit. menguji suatu teori) yang akan diprioritaskan. Terkadang. sedangkan data kuantitatif terdiri dari angka-angka. antara lain apakah data kualitatif atau data kuantitatif yang akan diutamakan terlebih dahulu. membangun tema-tema dalam kualitatif) atau pendekatan deduktif (seperti. atau dikombinasikan denganbeberapa cara yang lain. Pencampuran dua jenis data bisa saja dilakukan dalam bebe-rapa tahap: tahap pengumpulan data. sejauh mana treatment terhadap masing-masing dari dua jenis data tersebut. Bagaimana data dicampur? Ini menjadi salah satu perhatian utama di kalangan para pakar metodologi penelitian baru-baru ini (Creswell & Piano Clark. bobot ini bisa saja seimbang. peneliti memang sengaja lebih mernprioritaskan satu jenis data untuk penelitian tertentu. tahap analisis data. Dalam kerangka yang lebih praksis. namun dalam beberapa penelitian lain. 2003). bobot dalam penelitian metode campuran ini bisa dipertimbangkan melalui beberapa hal. dan hal apa yang ingin diutamakan oleh peneliti. analis. bobot tersebut bisa lebih berat ke satu metode daripada metode yang lain. atau bahkan dalam ketiga tahap ini sekaligus. Bagi para pem-buat proposal yang menggunakan metode campuran ini. Mixingr(Pencttiiipuran) Mencampur data (atautialam pengertian yang lebih luas. seperti dalam percobaan-percobaan eksperimen (lihat Rogers et al.Faktor kedua yang perlu diperhatikan dalam merancang prosedur-prosedur metode campuran adalah bobot atau priori tas yang diberikan antara metode kuantiatif dan kualitatif. Mencampur (mixing) berarti bahwa data kualitatif dan kuantitatif benar-benar dileburkan dalam satu end of continuum. keinginan pembaca (seperti. tahap inter-pretasi. 2007). Misalnya.is data danhasilnya dapat digunakan untuk mengidentifikasipara partisipan yang dikumpul-kan pada tahap 267 . men-campur rumusan masalah/ filosofi. dan interpretasi penelitian) bukanlah pekerjaan yang mudah mengingat data kualitatif terdiri dari teks-teks dan gambar-gambar. organisasi profesionai). Ada dua pertanyaan yang perlu diajukan dalam hal ini: Kapan peneliti harus melakukan pencampuran (mixing) dalam penelitian metode campuran? Dan bngaiinann proses pencampuran ini? Pertanyaan pertama lebih mudah dija wab ketimbang pertanyaan kedua. proposalnya kapan proses pencampuran tersebut terjadi. Dalam beberapa penelitian. dijaga keterpisahannya dalam end of continuum yang lain.

Dalam situasiini. Teorisasi dan Perspektif-PerspektifTrcmsformasi Faktor terakhir yang perlu dipertimbangkan seorang peneliti dalam merancang prosedur metode campuran adalah perspektif teo-retis apa yang akan menjadi landasan bagi keseluruhan proses/ tahap penelitian. bagaimana data dikumpulkan. teori adopsi. kelas) (lihat Bab 3). Dalam penelitian metode campuran. dan teori-teori ini dapat ditulis secara eksplisit dalam. kita akan fokus pada penggunaan teori-teori yang eksplisit. teori biasanya muncul di bagian awal penelitian untuk membentuk rumusan masalah yang diajukan. Database sekunder • memainkan peran pendukung dalam penelitian ini. pencampuran berarti menggabungkan dua database dengan meleburkan secara utuh data kuantitatif dengan * data kualitatif. tetapi bisa juga ditulis secara implisit. siapa yang berpartisipasi dalam penelitian. bahkan tidak disebutkan sama sekali. Dalam hal ini. ia justru tengah me-nancapkan (embedding) jenis data sekunder (kualitatif) ke dalam jenis data primer (kuantitatif) dalam satu penelitian. gender. penelitian metode campuran. peneliti bisa saja lebih cende-rung untuk mengumpulkan satu jenis data (katakanlah kuantitatif) yang didukung oleh jenis data lain (katakanlah kualitatif) yang sudah ia miliki sebelumnya. peneliti bisa saja mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara konkuren dan menggabungkan (integrating) database keduanya dengan mentransformasikan tema-tema kualitatif menjadi angka-angka yang bisa dihitung (secara statistik) dan membandingkan hasil penghitunganini dengan data kuantitatif deskriptif. Dalam proyek yang lain. Semua peneliti membawa teori-teori ke dalam penelitian mereka. Perspektif ini bisa berupa teori yang berasal dari ilmuilmu sosial (seperti. Di sini. semacam advokasi/partisipatoris (misalnya. teori kepemimpinan. dan implikasi-implikasi yang diharapkan dari penelitian (biasanya demi 268 . teori atribusi) atau perspektifperspektif teoretis lain yang lebih luas.Sebaliknya. peneliti tidak menggabungkan dua jenis data yang berbeda dan tidak pula menghubungkan dua tahap penelitian yang berbeda. Keterhubungan ini tergambar dari penelitian kuantitatif dan kualitatif yang terhubung selama analisis data pada tahap pertama dan pengumpulan data pada tahap kedua. baik data kuantitatif maupun data kualitatif.. Dalam hal ini. ras.selanjutnya. Dalam skenario proyek terakhir. yakni pada tahap pengumpulan data kualitatif. saling dihubungkan (connecting) satu sama lain selama tahap-tahap penelitian.

data kuantitatif).3 mendeskripsikan dan mengilustrasikan secara singkat masing-masing strategi ini.2 dan 10. Sebuah proposal seharusnya berisi deskripsi tentang strategi penelitian dan model visualnya. dan Creswell dan Piano Clark (2007):  Simbol "+" mengindikasikan strategi pengumpulan data secara konkuren dan simultan. analisis. keempat faktor tersebut tidak menu tup kemungkinan'kemungkinan yang lain.dukung jenis data yang lain (misainya.perubahan dan advokasi). Tashakkori dan Teddlie (1998). Mertens (2003). dengan data kualitatif dan kuantitatif yang dikumpulkan sekaligus dalam satu waktu. Meski demikian. Masing-masing strategi metode campuran ini dapat dideskripsi-kan dengan notasi yang sudah lazim digunakan dalam ranah metode campuran. bobot. dan interpretasi kuantitatif atau kualitatif. pencampuran. Setiap teori pada umumnya menyediakan perspektif utuh yang bisa diterapkan dalam semua strategi penelitian metode campuran (akan dibahas sebentar lagi). yang bisa digunakan oleh para peneliti untuk mengomunikasikan prosedur-prosedur metode campuran mereka dengan mudah. Ia menyajikan pembahasan yang me-narik tentang bagaimana perspektif transformasi membentuk tahap-tahap penelitian metode campuran.  Pengapitalan ("KUAN" atau "KUAL") mengindikasikan suatu bobot atau prioritas yang diberikan pada data. Keenam strategi ini di-adaptasi dari Creswell et al. data kualitatif dan kuantitatif dapat diprioritaskan 269 .  Simbol"—>" mengindikasikan strategi pengumpulan data sekuensial. Dalam penelitian metode campuran. dengan satu jenis data (misalnya. (2003). dan teorisasi— dapat membantu peneliti untuk merancang prosed ur-prosedur penelitian metode campuran. data kualitatif) yang men. Strategi-Strategi Penelitian Metode Campuran dan Model-Model Visualnya Empat faktor ini —waktu. Notasi metode campuran merupakan label-label dan simbol-simbol singkatan yang mencerminkan aspek-aspek penting dalam penelitian metode campuran. Masih a da enam strategi penting yang bisa dipiiih oleh peneliti dalam merancang prosedur-prosedur penelitiannya. serta prosedurprosedur dasar yang akan digunakan peneliti dalam menerap-kan strategi tersebut. Gambar 10. Kata kualitatifdan kumititatif dalam dua gambar tersebut disingkat dengan kata "qual" dan "quan" (pembahasan detailnya akan disajikan lebih lanjut). Berikut ini adalah notasi yang diadaptasi dari Morse (1991). misalnya.

Gambar 10.2 Strategi-Strategi Sekuensial Sumber: Diadaptasi dari Creswell et al. Keduanya menggunakan jumlah kata yang sama untuk menunjukkan keseimbangan antara dua jenis data.  Kotak-kotak mengindikasikan analisis dan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif. 270 .  "Kuan" dan "Kual" merupakan kependekan dari kunntitntif dan kualiatif. atau salah satu data dapat diutamakan ketim-bang data yang lain. (2003) secara seimbang.  Notasi KUAN/kual mengindikasikan bahwa metode kualitatif ditancapkan ke dalam rancangan kuantitatif. Pengapitalan ini mengindikasikan adanya satu pendekatan atau metode yang lebih diprioritaskan.

Dalam hal mi. analisis. yang juga perlu dimasukkan ke dalam setiap gambar adalah prosedur-prosedur spesifik dalam pengumpulan analisis. membantu pembaca memahami prosedur-prosedur spesifik yang digunakan. (2003). dan interpretasi data untuk Gambar 10.. Strategi Eksplanatoris Sekuensial Strategi eksplanatoris sekuensial merupakan strategi yang cukup populer dalam penelitian metode campuran dan sering kali digunakan oleh para peneliti yang lebih condong pada proses kuanti-tatif.3 Strategi-Strategi Konkuren Sumber: Diadaptasi dari Creswell et al. dan interpretasi data. Strategi ini diterapkan dengan pengumpulan dan analisis data 271 .Selain notasi di atas. sebuah gambar setidaknya harus terdiri dari dua elemen: prosedur umum dalam metode campuran yang digunakan dan prosedur-prosedur yang lebih spesifik dalam pengumpulan.

Rancangan eksplanatoris sekuensial biasanya digunakan untuk menjelaskan dan menginterpretasikan hasil-hasil kuantitatif berdasarkan hasil pengumpulan dan analisis data kualitatif. Selain itu. yang lebih cocok untuk menjelaskan dan menginterpretasi hubungan-hubungan. Morgan (1998) menyatakan bahwa strategi ini cocok 272 . Kelemahan utama rancangan ini terletak pada lamanya waktu dalam pengumpulan data karena harus melewati dua tahap secara terpisah.kuantitatif pada tahap pertama yang diikuti oleh pengumpulan dan analisis data kualitatif pada tahap kedua yang dibangun berdasarkan hasil awal kuantitatif. dan proses pencampuran (mixing) antarkedua metode ini terjadi ketika peneliti menghnbungkan antara analisis data kualitatif dan pengumpulan data kuantitatif. strategi ini akan lemah ketika dua tahap pengumpulan data diberikan prioritas yang seimbang. Sifat keterusterangan (straightforward) dari rancangan ini merupakan salah satu kekuatan utamanya. Strategi eksploratoris sekuensial bisa. Langkah-langkah dari strategi ini sudah diilustrasikan dalam Gambar 10. tujuan dari strategi ini adalah menggunakan data dan hasil-hasil kuantitatif untuk membantu menafsirkan penemuan-penemuan kualitatif. Pada level yang paling dasar.2a. Artinya. Proses pencampuran (mixing) data dalam strategi ini terjadi ketika hasil awal kuantitatif menginformasikmi proses pengumpulan data kualitatif. yang kemudian diikuti oleh pengtimpuian dan analisis data kuantitatif pada tahap kedua yang didasarkan pada hasil-hasil tahap pertama. Bobot/prioritas lebih diberikan pada data kuantitatif. namun tetap berhubungan. Untuk itulah. hanya tahap pengumpulan dan analisis datanya saja yang dibalik. Tidak seperti strategi eksplanatoris sekuensial. dalam membentuk keseluruban prosedur. pengumpulan data kualitatif yang dilakukan sesudahnya dapat diterapkan untuk menguji hasil-hasil yang mengejutkan ini dengan lebih detail. Teori yang eksplisit bisa saja disajikan. Strategi ini bisa saja memiliki atau tidak memiliki perspektif teoretis tertentu. 1991). tetapi bisa juga tidak. diimplimentasikan berdasarkan perspektif teoretis tertentu (lihat Gambar 102b). Rancangan ini juga mudah dideskripsikan dan dilaporkan. dua jenis data ini terpisah. fokus utama dalam strategi eksploratoris sekuensial adalah mengeksplorasi suatu fenomena. Bobot/prioritas lebih cenderung pada tahap pertama. atau tidak bisa. Strategi Eksploratoris Sekuensial Strategi ini mirip dengan strategi sebelumnya. Rancangan ini secara khusus berguna ketika muncul hasil-hasil yang tidak diharapkan dari penelitian kuantitatif (Morse. Strategi eksploratoris sekuensial melibatkan pengurr«pulan dan analisis data kualitatif pada tahap pertama.

mengumpulkan data kualitatif dan mengana-lisisnya (Tahap 1). 2007). panitia. tema-tema ganda). Strategi Transformatif Sekuensial Strategi ini terdiri dari dua tahap pengumpulan data yang ber-beda. Selain itu> strategi ini dapat membuat penelitian kualitatif yang sangat luas menjadi nyaman dibaca oleh pembimbing. Perspektif ini dapat membentuk rumusan masalah yang akan dieksplorasi (seperti. ketidakadilan). diskriminasi. Begitu pula. ras. atau komunitas penelitian yang terbiasa dengan penelitian kuantitatif. Lebih dari itu. gender.digunakan untuk menguji elemen-elemen dari suatu teori yang dihasilkan dari tahap kualitatif. strategi eksploratoris sekuensial juga mengharuskan peneliti untuk melewati. Morse (1991) menyatakan bahwa salah satu tujuan dipilihnya strategi ini adalah untuk menentukan distribusi suatu fenomena dalam populasi yang dipilih. Pada akhirnya. lalu menggunakan analisis tersebut untuk membuat suatu instrumen (Tahap 2).2c). dan dilaporkan. Strategi ini tepat digunakan oleh peneliti yang ingin mengeksplorasi suatu fenomena. strategi eksploratoris sekuensial sering kali dipilih sebagai prosedur penelitian ketika peneliti perlu membuat suatu instrumen disebabkan instrumen yang ada tidak layak atau tidak tersedia. seperti halnya dua strategi sekuensial sebelumnya (lihat Gambar 10. yang tentu saja lemah untuk beberapa situasi penelitian tertentu.. Strategi transformatif sekuensial merupakan proyek dua-tahap dengan perspektif teoretis tertentu (seperti. waktu yang relatif lama dalam menyelesaikan tahap-tahap pengumpulan data. dideskripsikan. satu tahap mengikuti tahap yang lain. yang kemudian diatur untuk ke-perluan sampel populasi (Tahap 3) (Creswell & Piano Clark. tetapi juga ingin memperluas penemuan-penemuan kualitatifnya. Untuk membuat instrumen ini. Seperti halnya strategi eksplanatoris sekuensial. Selain itu. menciptakan 273 . Strategi eksploratoris sekuensial memiliki banyak keunggulan sebagaimana strategi sebelumnya. Pendekatan dua-tahap irvi (pene-litian kualitatif yang diikuti oleh penelitian kuantitatif) membuat strategi ini mudah diwujudkan. teori ilmu sosial) yang turut membentuk prosedur-prosedur di dalamnya. Perspektif teoretis diperkenalkan di bagian pend~huluan. peneliti perlu melewati tiga tahap: pertama-tama. Strategi ini terdiri dari tahap pertama (baik itu kuantitatif ataupun kualitatif) yang diikuti oleh tahap kedua (baik itu kuantitatif maupun kualitatif). perbandingan antarkelompok. ke-tidaksetaraan. strategi ini juga dapat digunakan untuk melakukan generalisasi atas penemuan-penemuan kualitatif pada sampel-sampel yang berbeda. satu tema. peneliti juga harus membuat keputusan penting tentang penemuan-penemuan awal kualitatif apa saja yang akan difokuskan dalam tahap kuantitatif berikutnya (seperti.

Maka dari itu. peneliti dapat menggunakari salah satu dari dua metode dalam tahap pertama. dan bobotnya dapat diberikanpada salah satu dari keduanya atau didis-tribusikan secara merata pada masing-masing tahap. seperti yang dilakukan dalam strategi-strategi sekuensial sebelumnya. atau sejenis advokasi. Begitu juga. Strategi transformatif sekuensial juga memiliki kekuatan dan kelemahan metodologis tersendiri dibandingkan dengan dua strategi sekuensial sebelumnya. Sayangnya. Dengan diterapkannya penelitian dua-tahap dalam strategi ini. Yang lebih pen ting. mendeskripsi. peneliti harus menggunakan perspektif teoretis tertentu untuk me-mandu penelitiannya. Dalam strategi transfonnatif sekuensial ini. salah satu kelemahan strategi ini adalah sedikitnya buku yang ditulis tentangnya. peneliti masih perlu memutuskan tentang hasil-hasil apa saja pada tahap pertartia yang akan dijadikan fokus vintuk ditindaklanjuti pada tahap kedua. Dalam strategi ini. memberikan advokasi yang lebih baik kepada partisipan. tidak seperti strategi eksploratoris dan eksplanatoris sekuensial sebelumnya. strategi ini telah menempat-kan penelitian metode campuran dalam kerangka transformatif: sesuatu yang tidak dilakukan dalam dua strategi sebelumnya. proses pencampuran (mixing) terjadi ketika peneliti menggabungkan antardua metode penelitian. dan rnelaporkan hasil penelitiannya meskipun strategi ini juga membutuh-kan waktu yang tidak sebentar dalam menyelesaikan dua tahap pengumpulan data. perspektif teoretis ini. Meski demikian. Pada dasarnya. apakah itu berupa kerangka konseptual atau ideologi tertentu.sensitivitas pengumpulan data dari keiompok-kelompok marginal. atau niemahami suatu feno-mena dengan lebih baik. peneliti diharapkan dapat me-nyuarakan perspektif-perspektif yang berbeda. lebih bertujuan untuk membimbing penelitian ketimbang untuk diterapkan sebagai metode tersendiri. dan diakhiri dengan ajakan akan perubahan. terutama tentang bagaimana visi transformatif tersebut digunakan untuk memandu metode penelitian. dalam strategi transformatif sekuensial ini. Tahap-tahap yang berbeda dalam strategi iru mernudahkan peneliti untuk menerapkan. misalnya dalam penelitian kualitatif. seperti halnya strategi-strategi sekuensial lain. Tujuan dari strategi transformatif sekuensial adalah untuk me-nerapkan perspektif teoretis si peneliti. strategi ini bisa jadi lebih menarik dan acceptable bagi para peneliti yang perriah menggunakan kerangka transformatif dalam satu metodologi terlentu. Strategi Triangulasi Konkuren 274 .

strategi ini juga memiliki sejumlah keterbatas-an. Hal ini disebabkan data kuantitatif dan kualitatif dikumpul-kan sekaligus dalam satu waktu di lokasi penelitian. pengumpuian data konkuren membutuhkan jangka waktu pengumpuian data yang relatif sebentar jika dibandingkan dengan pengumpuian data se-kuensial. peneliti mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara konkuren (dalam satu waktu). perbedaan-perbeda-an. sering kali ada prioritas yang lebih dibebankan pada satu metode ketimbang pada metode yang lain. Caracelli. pencampuran (mixing) terjadi ketika peneliti sampai pada tahap interpretasi dan pembahasan. Salah satunya adalah karena strategi ini membutuhkan usaha keras dan keahlian khusus dari peneliti untuk 275 . Strategi transformatif konkuren ini memiliki banyak manfaat selain karena sudah populer di kalangan peneliti. baru kemudian diikuti oleh kuota-kuota kualitatif yang mendukung atau menolak hasil-hasil tersebut. Pencampuran tersebut dilakukan dengan meleburkan dua data penelitian menjadi satu (seperti. strategi ini juga dapat menghasilkan penemuan yang substantif dan benar-benar tervalidasi. diskonfirtnasi. Saya sering menjumpai bahwa para peneliti yang ingin melakukan penelitian metode campuran hampir selalu mengguna-kan strategi ini dalam mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif.3a). Dalam strategi triangulasi konkuren. bobot antara dua metode ini setara/seimbang. Strategi ini pada umumnya menerapkan metode kuantitatif dan kualitatif secara terpisah untuk menutupi/menyeimbangkan kelemahankelemahan satu metode dengan kekuatan-kekutan metode yang lain (atau sebaliknya. Integrasi ber-dampingan ini (side-by-side integration) banyak dijumpai dalam pene-litian-penelitian metode campuran terpublikasi yang bagian pembahasan di dalamnya selalu menyajikan hasil-hasil statistik (kuantitatif) terlebih dahulu. mentransformasi satu jenis data menjadi jenis data lain sehingga keduanya dapat mudali diperbandingkan) atau dengan mengintegrasikan atau mengomparasikan hasil-hasil dari dua data tersebut secara berdampingan dalam pembahasan. Dalam strategi ini. pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif dilakukan secara bersamaan (konkuren) dalam satu tahap peneliuan. & Graham. & McCormick. 1989.Strategi triangulasi konkuren mungkin menjadi satu-satunya strategi dari enam strategi rnetode campuran yang paling populer saat ini (lihat gambar 10. Dalam strategi ini. Morgan. Goodman. lintas-validasi. atau beberapa kombinasi. atau corroboration (Greene. Meski demikian. Idealnya. McLeroy. Steckler. kekuatan satu metode menambah kekuatan metode yang lain). Bird. dan membandingkan kedua data tersebut. Sebagian penulis menyebut perban-dingan ini dengan istilah konfirmasi. 1998. 1992). Apalagi. tetapi dalam praktiknya. kemudian membandingkan dua database ini untuk mengetahui apakah ada konvergensi.

pencampuran (mixing) dua data terjadi ketika peneliti mengomparasikan satu sumber data dengan sumber data yang lain. data kuantitatif menjelaskan outcome yang diharapkan dari proses treatment. Penancapan ini dapat berartibahwa metode sekunder menjabarkan rumusan masalah yang berbeda dari metode primer (seperti. Meski demikian. 1998). seperti mengumpulkan data tambahan untuk memecahkan ketidaksesuaian. dua data tersebut bisa saja tidak dikomparasikan. memperoleh gagasan baru dari ketidaksamaan data. strategi embedded konkuren juga dapat dicirikan sebagai strategi metode campuran yarg menerapkan satu-tahap pengumpuian data kuantitatif dan kualitatif dalam satu waktu (lihat Gambar 10. 276 . Strategi Embedded Konkuren Seperti halnya strategi triangulasi konkuren. meskipun cara-cara mengatasi masalah ini sudah banyak di-bahas dalam literatur. analogi dalam analisis hierarkis kualitatif sangat membantu dalam mengkonseptualisasi level-level hierarki ini) (lihat Tashakkori dan Teddlie. biasanya pencampuran ini banyak muncul dalam bagian pem-bahasan penelitian. 2007).3b). strategi ini juga menerapkan perspektif teoretis tertentu untuk menjelaskan metode primer. Selain iru. Mirip dengan strategi konkuren sebelumnya. sementara data kualitatif mengeksplorasi proses-proses yang dialami oleh masing-masing individu dalam kelompok treat-men t) atau mencari informasi dalam tingkatan analisis yang berbeda (seperti. atau membuat proyek baru yang membahas ketidaksesuaian tersebut (Creswell & Piano Clark.mengkaji fenomena dengan dua metode yang berbeda. peneliti bisa saja bingung bagaimana mengatasi ketidaksesuaianketidaksesuaian yang sering kali muncul ketika membandingkan hasil-hasil penelitian. memeriksa kembali database asli. Dalam strategi ini. Hal ini akan terjadi jika peneliti mengguna-kan strategi ini untuk mengevaluasi dua rumusan masalah yang berbeda (antara kualitatif dan kuantitatif) atau meneliti level-level yang berbeda dalam suatu organisasi. Meski demikian. yang membedakan strategi ini dengan strategi konkuren sebelumnya adalah bahwa strategi embedded konkuren memiliki metode primer yang memandu proyek dan database sekunder yang memainkan peran pendukung dalam prosedur-prosedur penelitian. Metode sekunder yang kurang diprioritaskan (kuantitatif atau kualitatif) di-tancapkan {embedded) atau disarangkan (nested) ke dalam metode yang lebih doniinan (kualitatif atau kuantitatif). dalam penelitian eksperimen. Kerumitan strategi ini juga ter-letak pada keharusan untuk membandingkari hasil-hasil dari dua analisis dengan dua data yang berbeda. tetapi dideskripsikan secaraberdampingan sebagai dua gambaran berbeda yang rnerepresentasikan penilaian gabungan terhadap suatu masalah..

memang atraktif. menyata-kanbahwa strategi kualitatif pada umumnya dapat ditancapkan (embedded) ke dalam data kuantitatif untuk memperkaya deskripsi ten tang para partisipan yang menjadi sampel penelitian. 277 . dan seterusnya. menganalisis seluruh divisi di dalamnya ber-dasarkan data kuantitatif. Misalnya. peneliti dapat memperoleh perspektifperspektif yang lebili luas dari jenis-jenis data yang berbeda dalam satu penelitian. Peneliti mampu mengumpulkan dua jenis data secara serempak dalam satu tahap pengumpulan data saja.Strategi embedded konkuren dapat digunakan untuk beragam tujuan. jika yang diteliti adalah suatu organisasi. Lebih lanjut. jika dua database ini dikomparasikan. Strategi embedded konkuren ini. ada pula kelemahan-kelemahan yang perlu dipertimbangkan ketika memilih strategi ini. peneliti dapat meneliti para pegawainya secara kuantitatif. dia bisa menggunakan metodologi studi kasus untuk meneliti bagaimana partisipan dalam penelitian tersebut menjalani prosedurprosedur treatment. satu metode dapat diguna-kan dalam kerangka metode yang lain. Peneliti terlebih dahulu harus mentransf ormasikan data dari dua metode ini ke dalam bebe-rapa kategori agar data tersebut dapat digabungkan dalam tahap analisis. bisa saja muncul ketidaksesuaianketidaksesuaian yang tentu saja perlu di-tuntaskan sesegera mungkin. Meski demikian. yang mungkin akan merugikan peneliti ketika menginterpretasi hasil akhir. Misalnya. Strategi ini kerap kali digunakan agar peneliti dapat memper-oleh perspektif-perspektif yang lebih luas karena mereka tidak hanya menggunakan metode yang dominan saja. Morse (1991) misalnya. Apalagi. Pada akhirnya. Morse mendeskripsikan bagaimana data kualitatif juga dapat digunakan untuk mendeskripsikan aspek penelitian kuantitatif yang tidak dapat dihitung (unquantifiable). Strategi ini menampiikan suatu penelitian yang sama-sama memanfaatkan kelebihan-kelebihan dari data kualitatif dan kuantitatif. melainkan juga menggunakan dua metode yang berbeda. Tashakkori dan Teddlie (1998) menyebut strategi ini sebagai rancangan multilevel (multilevel design). untuk sejumlah alasan tertentu. strategi triangulasi konkuren tidak jarang meng-hasilkan bukti-bukti yang juga tidak setara dalam penelitian. mewawancarai manajer-nya secara kualitatif. Selain itu. strategi embeddedkonkuxen iniberguna ketika peneliti lebih memilih menggunakan metode-metode yang berbeda uhtuk meneliti kelompok-kelompok atau levellevel yang berbeda pula. Karena prioritas pada dua metode ini tidak seimbang. dengan digunakannya dua metode yang berbeda sekaligus. dalam strategi ini. jika peneliti me-rancang dan melakukan penelitian eksperimen untuk menguji hasil-hasil treatment. Selain itu.

Perspektif ini bisa berorien-tasi pada ideologi-ideologi seperti teori kritis. menganalisis. Tldak hanya itu. advokasi. perspektif inilah yang akan menjadi kekuatah utama dalam mendefinisikan masalah. Karena strategi transformatif konkuren ini salingberbagi fitur dengan strategi. penelitian partisipatoris. Bahkan. atau ditancapkanberdasarkanprioritas yang diberi-kan pada keduanya). untuk menfasilitasi perspektif teoretis yang dibawanya.3 278 . Proses pencampuran {mixing) dalam strategi ini terjadi ketika peneliti meleburkan {merging). metode yang lain agar suara paridsipan dapat ter-sampaikan demi perubahan proses suatu organisasi. la juga bisa men-trianguiasi {triangulating) data kuantitatif dan kualitatif untuk me-ngonvergensi informasi-informasi demi membuktikan adanya ke-tidaksetaraan dalam kebijakan-kebijakan organisasi tersebut. mereka juga perlu menampilkan gambar visual yang dapat mempresentasikan prosedur-prosedur pengumpulan data yang akan mereka terapkan. strategi transformatif konkuren bisa saja diterapkan dalam kerangka strategi konkuren yang lain. seorang peneliti bisa saja menancapkan {embedding) satu metode ke dalam. menghubungkan {connecting). yang rnembuatnya tampak menarikbagi para peneliti yang memang ingin menggunakan perspektif transformative untuk memandu penelitiannya. Perspektif ini biasanya direfleksikan dalam tujuan penelitian atau rumusan masalah. strategi transformatif ini juga bisa diterapkan dalam konteks strategistrategi konkuren lain. baik itu triangulasi maupun embedded (dua jenis data dikumpulkan sekaligus dalam satu tahap penelitian. Gambar 10. Untuk itulah. Para peneliti metode campuran perlu memilh strategi spesifik dalam pengumpulan data.Strategi Transformatif Konkuren Seperti halnya strategi transformatif sekuensial. strategi transformatif konkuren ini diterapkan dengan mengumpulkan data kuanti-tatif dan kualitatlf secara serempak serta didasarkan pada perspektif teoretis tertentu (lihat Gambar 10. Lebih jauh. mengidentifikasi rancangan dan sumber-sumber data. Misalnya. dan me-laporkan hasil penelitian. Memilih strategi metode campuran. strategi transformatif ini memiliki iiilai plus karena —tidak seperti dua strategi konkuren sebelumnya— telah menempatkan penelitian metode campuran dalam kerangka transformatif. menginterpretasi. seperti triangulasi dan embedded. atau menancapkan {embedding) dua data yangberbeda. Akan tetapi.2 dan 10.3c). atau pada kerangka konseptual tertentu.embedded dan triangulasi maka ketiga strategi ini pun juga saling berbagi kelemahan dan kelebihannya masing-masing.

Dalam proposal. sajikan satu definisi untuk strategi tersebut beserta model visual dan rasionalisasinya: mengapa strategi tersebut anda anggap paling layak untuk digunakan.  Pertimbangkan batas waktu yang anda miliki dalam mengumpulkan data.  Cobalah untuk menggunakan strategi sekuensial eksplanatoris. Strategistrategi konkuren tidak terlalu time consuming karena data kualitatif dan kuantitatif dikumpulkan sekaligus dalam satu waktu di lokasi penelitian. Ketika waktu menjadi masalah. Apalagi. Creswell dan Plano Clark (2007) menyertakan empat artikel jurnal utuh sehingga pembaca dapat mengamati detail-detail penelitian di dalamnya yang menerapkan strategi-strategi yang berbeda. khususnya mereka yang kurang berpengalaman dengan penelitian kulitatif namun memiliki potensi besar dalam penelitian kualitatif. pengumpulan data kuantitatif pada tahap pertama dilanjutkan dengan pengumpulan data kualitatif pada tahap kedua sebagai tindak lanjut atas hasilhasil kuantitatif sebelumnya.1 untuk mengevaluasi prosedur-prosedur yang ingin anda terapkan. strategi embedded konkuren memberikan bobot tidak setara pada dua bentuk data yang memiliki besara dan kerumitan yang berbeda sehingga memungkinkan penelitu untuk membatasi ruang lingkup penelitiannya dan mengatur waktu dan sumber-sumber yang tersedia.menampilkan strategi-strategi metode campuran yang bisa dipertimbangkan. Strategi ini merupakan satu teknik primer (seperti.  Ingatlah bahwa pengumpulan data analisis kuantitatif dan kualitatif merupakan proses rigrous yang benar-benar memakan waktu. survey) dan teknik seunder (seperti. saya selalu memberikan pertimbangan kepada para mahasiswa untuk menggunakan strategi embedded kongkuren.  Bacalah artikel-artikel jurnal yang menggunakan strategi-strategi yang berbeda dan tentukan artikel mana yang paling berkesan bagi anda. dan berikut ini beberapa tips penelitian tentang cara-cara bagaimana memilih strategi metode campuran:  Gunakanlah informasi dalam gambar 10. sedikit mewawancarai beberapa partisipan yang sudah mengisi instrument survey) dalam pengumpulan data. lalu tunjukkan artikel tersebut pada pembimbig anda atau pihak fakultas agar mereka memiliki satu model nyata tentang strategi penelitian yang ingin anda 279 . Strategi ini merupakan strategi favorit para mahasiswa saya. Dalam strategi ini.  Carilah artikel-artikel jurnal metode campuran yang menerapkan strategi yang anda pilih. lalu identifikasilah salah satu dari enam strategi yang telah dibahas dalambab ini sebagai strategi utama yang akan anda gunakan untuk penelitian anda.

Hal ini akan membuat mereka dan pembaca lain merasa yakin bahwa strategi tesebut benar-benar dapat diterapakan untuk meneliti masalah penelitian yang anda angkat. hal ini bukan tidak mungkin juga diterapakan dalam penelitian kulitatif (mengubah angka-angka menjadi deskripsi-deskripsi yang detail). bisa menjadi data kuantitatif atau kualitatif. khususnya di bagian pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif. seperti wawancara dan observasi. Karena kita masih berada dalam tahap mengadopsi penelitian dengan metode campuran. Penting pula bagi peneliti untuk mengidentifikasi strategi-strategi sampling dan pendekatan-pendekatan dalam memvalidasi data.jenis-jesi data yang akan dikumpulkan. dan sampel ini dapat digeneraisasi pada populasi yang lebih luas. Tipologi ini dibuat dengan cara menghubungkan prosedur-prosedur sampling dengan srategi-strategi metode campuran yang sudah saya bahas sebelumnya: 280 . Prosedur-prosedur sampling ini perlu dijelaskan dalam proposal. Proseder-prosedur pengumpulan data Meskipun model visual dan pembahasan mengenai strategi penelitian sudah memberikan deskripsi yang cukup jelas mengenai prosedur-prosedur pengumpulan data yang digunakan. artikel jurnal) dalam bidang konsentrasi anda akan menbantu strategi metode campuran yang anda pilih yang telah disetujui oleh pihak fakultas.  Identifikasi dan tentukanlah jenis data –baik kulitatif maupun kuantitatif. penelitian-penelitian terpublikasi (seperti.  Ketahuilah bahwa data kuantitatif sering kali dipilih dengan random sampling agar masing-masing individu memiliki yang sama untuk diseleksi sebagai sampel. Mesipun mengubah informasi menjadi angka-angka merupakan pendektan yang sering diterapkan dalam penelitian kuantitatif.gunakan. Bebrapa jenis data. teddlie dan yu (2007) telah mengembangkan tipologi lima sampling metode campran. Selain itu.yang akan dikumpulkan selama penelitian.3 yang menunjukkan dua jenis data tersebut (kuantitatif dan kualitatif). Data dibedakan dalam konteks respons terbuka versus respon tertutup. Meski demkian. Amati kembali table 1. peneliti tetap harus menjelaskan – dalam proposalnya. tergantung pada seberapa terbuka (kualitatif) opsi-opsi respons yang muncul dalam hasil wawancara atau ceklis obserpasi tersebut. sampling juga ditetapan dalam pengumpulan data penelitian kulitatif untuk memilih individu-individu yang benar-benar telah mengalami/ merasakan fenomena utama.

1. ada beberapa analisis data metode campuran yang menerapkan pendekatan-pendekatan berikut ini (lihat caracelli & greene.2a. coding. sedangkan prosedur-prosedur yang lebih spesifik ditulis di bawahnya. sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar 10. Sampling sekuensial. prosedur-prosedur umum harus terletak di bagian atas halaman. 4. lalu. dalam strategi eksplanatoris sekuensial. di dalamnya probabiltas kuantitatif dan sampling kulitatif dikombinasikan menjadi prosedur-prosedur sampling indevenden atau ditetapkan secara bersamaan ( seperti. 2007. didalamnya sampling tahap pertama melengkapi sampling tahap kedua.  Sertakan prosedur-prosedur rinci dalam model visual anda. creswell & plano clark. Misalnya. ANALISIS DATA DAN PROSEDUR-PROSEDUR VALIDASI Selain prosedur-prosedur pengumpulan data. instrument survey dengan respons tertutup dan respons terbuka).analisis bisa dilakukan berdasarkan pendekatan kuantiataif (analisis angka-angka secara deskriptif dan inferesial) dan kualitatif (deskripsi dan analisis teks atau gambar secara tematik). 2. Sampling konkuren. tashakkori & teddlie. 5. kemudian obsevasi kualitatif. pembahasan ini dapat meliputi pendeskripsian lebih jauh tentang pengumpulan data survey yang diikuti oleh analisis data yang deskriptif dan inferensial pada tahap pertama. Strategi-strategi dasar. Misalnya. 3. Misalnya. Analisis data dalam penelitian metode campuran sangat berkaitan dengan jeis strategi yang dipilih. atau antar dua pendekatan ini. dan analisis tematik dalam penelitian etnografi pada tahap kedua. Sampling yang menerapkan bentuk kombinasi apa pun dengan strategistrategi metode campuran sebelumnya. di dalamnya sampling ditetapkan pada dua atau lebih unit analisis. 1998): 281 . stratified purposeful sampling dan purposive random sampling). bahaslah kemabali secara rinci model visual anda. 1993. penelitian juga perlu menjelaskan prosedur-prosedur analisis data dalam proposalnya. Sampling multilevel. di dalamnya sampling kuantitatif dan sampling kualitatif dikombinasikan (seperti.

 Membuat instrumen. hitungan jumlah kode dan kualitatif.  Menguji level-level ganda. kombinasikanlah informasi-informasi yang diperoleh dan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif ke dalam sebuah matriks/tabel. Dengan menerapkan salah satu strategi konkuren yang sudah dijelaskan sebelumnya.  Mengeksplorasi outlier-outlier. Dengan cara seperti ini. analisis data kuantitatif pada tahap pertama dapat menghasilkan kasus-kasus ekstrem dan outlier. pada kelompok-kelompok) untuk mengumpulkan hasil-hasil kuantitatif tentang sampel. pada inclividu-individu) untuk mengeksplorasi suatu fenomena berdasarkan pandangan individu-individu dalam kelompok-kelompok tersebut. kumpulkan tema-tema atau statemen-statemen tertentu dan partisipan pada tahap pertama kualitatif. dokter. jenis-jenis provider perawat. peneliti dapat menindaklanjuti dengan wawancara kualitatif tentang kasus-kasus outlier tersebut untuk memperoleh pengetahuan tentang mengapa kasus-kasus ini berbeda/menyimpang dari sampel kuantitatif. peneliti bisa saja menghitung berapa kali kode-kode dan tema-tema tersebut muncul dalam data teks (atau dengan menhitung garis-garis dan kalimat-kalimat yang membicarakan kode dan tema itu). Sebaliknya. Poros horizontal dalam matriks/tabel ini dapat berupa variabel kategorial kuantitatif (seperti. Dalam strategi-strategi sekuensial. Setelah analisis ini. sedangkan poros vertikalnya dapat berupa data kualitatif (seperti. lima tema tentang relasi caring antara provider dan pasien-pasiennya). matriks/tabel tersebut akan 282 . dalam analisis faktor berdasarkan skala dengan menggunakan instrumen tertentu. lakukan survei (misalnya. Informasi dalam setiap cell (kotak-kotak dalam matriks/tabel) dapat berupa kuota-kuota dan data kualitatif. peneliti dapat membuat faktor-faktor atau tema-tema kuantitatif yang kemudian diperbandingkan dengan tema-tema dan database kualitatif. gunakanlah statemen-statemen ini Sebagai item-item spesifik dan tema-temanya sebagai skala-skala untuk membuat instrumen survei kuantitatif. Pada tahap ketiga. Transformasi data. Pada tahap selanjutnya. dan asisten medis). Penghitungan data kualitatif inilah yang memungkinkan peneliti untuk membandingkan hasil-hasil kuantitatif dengan data kualitatif. lakukan wawancara kualitatif (seperti. atau kombinasi-kombinasi lain. Pada waktu yang bersamaan. Misalnya. Dengan menerapkan strategi embedded konkuren.  Membuat matriks/tabel. Dalam strategi-strategi konkuren. peneliti juga dapat mengualifikasi (qualify) data kuantitatif. cobalah ménvalidasi instrumen tersebut dengan sampel yang representatif dan populasi. Dengan menerapkan salah satu strategi sekuensial sebelumnya.

Strategi-strategi ini bisa meliputi triangulasi sumber data. strategi-strategi yang akan digunakan untuk memeriksa akurasi hasil penelitian juga harus disebutkan (lihat Bab 9). Bagi siapa pun yang merancang proposal dengan metode campuran. jenis validitas yang berhubungan dengan komponen kualitatif (lihat Bab 9). prosedur-prosedur yang tidak layak. 1998). Bahkan. Untuk tahap kualitatif. Aspek lain dari analisis data yang harus dideskripsikan dalam proposal metode campuran adalah serangkaian langkah yang diambil untuk memeriksa validitas data kuantitatif dan akurasi hasil kualitatif. baik untuk tahap penelitian kuantitatif maupun tahap penelitian kualitatif (Tashakkori & Teddlie. bisa dalam pengumpulan data. dan isu-msu validitas lain yang mungkin berhubungan dengan pendekatan metode campuran. isu-isu tersebut juga bisa berhubungan dengan pemilihan sampel. tindak lanjut terhadap hasil-hasil yang bertentangan. SUSUNAN LAPORAN PENELITIAN 283 . Sejumlah penulis metode campuran menganjurkan pada kita untuk menerapkan prosedur-prosedur validitas. Beberapa penulis menyebut validitas untuk penelitian metode campuran ini dengan istilah legitimasi (Onwuegbuzie & Johnson. gunakanlah program-program software kualitatif (lihat Bab 9). member checking. untuk pembahasan lebih detail mengenai hal ini).menampilkan analisis data kualitatif dan kuantitatif terkombinasi. Isu-isu validitas dalam penelitian metode campuran juga bisa berhubungan dengan jenis-jenis strategi yang pernah dibahas dalam bab ini. atau pendekatan-pendekatan lain. besaran sampel. atau rumusan masalah-rumusan masalah yang saling berseberangan (lihat Creswell & Piano Clark. mulai dari isu-isu filosofis (seperti. Legitimasi dalam penelitian metode campuran berhubungan erat dengan semua tahap dalam proses penelitian. Penulis proposal juga harus menjelaskan mengapa dan bagaimana validitas untuk penelitian metode campurannya berbeda dengan validitas untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif. deskripsi detail. Untuk tahap kuantitatif. Untuk membuat matriks/tabel ini. Selain itu. 2007. inferensi-inferensi ini haruslah benar-benar berkualitas) dan manfaat penelitian bagi pembaca (lihat Onwuegbuzie & Johnson. pertimbangkanlah jenis validitas yang berhubungan dengan komponen kuantitatif (lihat Bab 8). 2006). ancaman-ancaman potensial terhadap validitas internal dalam rancangan survei dan eksperimen juga perlu dicatat (lihat Bab 8). 2006: 55). apakah prinsip-prinsip filosofis penelitian kuantitatif dan kualitatif sudah dicampur ke dalam satu konsep filosofis yang bisa diterapkan secara menyeluruh?) hingga inferensi-inferensi yang diambil (misalnya. penulis proposal harus membahas validitas dan reliabilitas skor-skor dan penggunaan instrumen sebelumnya.

sebagaimana untuk analisis data. Sebagai alternatifnya. laporan mengenai pengumpulan dan analisis data kualitatif dapat disajikan terlebih dahulu.‖ serta kombinasi antara dua jenis data yang dikumpulkan selama penelitian. Setelah itu. dan analisis data kualitatif. penelitian transformatif bisa menggunakan susunan sekuensial ataupun konkuren seperti yang dijelaskan sebelumnya. Dalam kedua susunan ini. baik yang sekuensial maupun yang konkuren. dalam bagian kesimpulan dan interpretasi. peneliti memberikan komentar tentang bagaimana hasil-hasil kualitatif membantu mengelaborasi atau memperluas hasil-hasil kuantitatif. Di bagian 284 . pengumpulan data kualitatif. Tujuan penelitian di atas mengilustrasikan kombinasi antara tujuan dan rasionalisasi dilakukannya mixing (pencampuran).  Dalam penelitian sekuensial. susunan seperti ini tidak memperjelas perbedaan antara tahap kuantitatif dan tahap kualitatif. yakni ―untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik.Susunan untuk laporan penelitian. CONTOH-CONTOH PROSEDUR METODE CAMPURAN Beberapa ilustrasi berikut ini menggambarkan penelitian-penelitian metode campuran yang menggunakan strategi-strategi dan prosedur-prosedur. Karena penelitian metode campuran mungkin terkesan asing bagi pembaca maka penulis proposal perlu memberikan beberapa petunjuk tentang bagaimana menyusun laporan akhir. dengan judul yang juga terpisah untuk keduanya. Biasanya. penulis proposal biasanya menyajikan proyeknya menjadi dua tahap yang berbeda. kemudian diikuti oleh laporan tentang pengumpulan dan analisis data kualitatif. susunannya biasanya meliputi pembahasan mengenai isu advokasi di awal proposal. tetapi analisis dan interpretasinya harus dikombinasikan untuk mencari konvergensi dan kesamaan-kesamaan antara hasil-hasil yang diperoleh. peneliti metode campuran biasanya menyusun laporannya mengenai prosedur-prosedur ke dalam bagian pengumpulan data kuantitatif dan analisis data kuantitatif yang dilanjutkan dengan bagian data kualitatif. sedangkan untuk penyusunan proposal. Di akhir proposal harus ada bagian tersendiri yang membahas mengenai agenda perubahan atau reformasi yang akan dilakukan setelah penelitian berlangsung. harus disesuaikan dengan jenis strategi yang dipilih.  Dalam penelitian konkuren. laporan tentang pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif dapat disajikan di bagian terpisah.  Dalam penelitian transformatif.

. Untuk mendukung definisi ini. 285 . Tahap 1 adalah penelitian kuantitatif yang melihat hubungan statistik antara komitmen guru dan antesendenanteseden organisasional di SD dan SMP Setelah analisis mikrolevel ini. Kushman menerapkan tahap kuantitatif dengan KUAN  kual. Meski demikian. Artinya. Kushman tidak menggunakan satu teori yang spesifik dalam penelitiannya kali ini.. lengkap dengan model visualnya. yaitu metode kualitatif/studi kasus pada sekolah-sekolah tertentu-untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang persoalan komitmen guru (Kushman. sebagaimana dijelaskan dalam tujuan penelitiannya Premis utama dalam penelitian ini adalah bahwa komitmen organisasi dan komitmen terhadap pembelajaran slswa merupakan dua sikap yang berbeda. Kushman menyajikan hasil-hasilnya dalam dua tahap. lengkap dengan kutipan-kutipannya. Prioritas ini lebih jauh diilustrasikan dalam bagian Definisi istilah yang menjabarkan apa yang disebut dengan komitmen organisasi dan komitmen terhadap pembelajaran siswa. serta rumusan masalah yang diajukan untuk mengeksplorasi hubungan antar kedua komitmen tersebut. Pencampuran (mixing) hasil kuantitatif dan hasil kualitatif dalam penelitian Kushman muncul di pembahasan akhir di mana di dalamnya Kushman menyoroti hasil-hasil kuantitatif dan kompleksitas-kompleksitas yang muncul dan hasil-hasil kualitatif. namun membutuhkan validasi empiris lebih lanjut.yang menampilkan dan membahas korelasi. 1992 13) nyajikan kerangka konseptual. diterapkanlah Tahap 2. dan ANOVA.. yang berarti menjadikan pendekatan kuantitatif sebagai prioritas utama.1 Strategi Sekuensial Kushman (1992) meneliti dua Jenis komitmen para guru -baik komitmennya secara organisasional maupun komitmennya terhadap pembelajaran siswa-di 63 SD dan SMP kota Penelitian Kushman ini menerapkan strategi metode campuran sekuensial eksplanatoris dua-tahap. regresi. namun sama-sama penting untuk efektivitas sekolah Premis ini memang sudah banyak dibahas dalam literatur. 1991). Kushman meContoh 10.. Kushman perlu menganalisis secara statistik komitmen organisasi dan komitmen terhadap pembelajaran siswa. Dalam penelitian dua-tahap ini.Pendahuluan penelitiannya. Kushman merujuk pada beberapa literatur yang pernah membahas dua konsep tersebut. yakni tahap pertama-hasil kuantitatif. Setelah itu. Kerangka koniseptual inilah yang memberikan petunjuk-petunjuk teoretis tentang semua proses/tahap penelitian kuantitatif (Morse. hasil studi kasus kualitatif disajikan pada tahap kedua dalam bentuk tema-tema dan subtema-subtema. Kemudian.

155). kami memilih regress logistik untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan penghematan orang tua bagi pendidikan S2 anak-anak mereka. kita bisa melihat bahwa Hossler dan Vesper mengumpulkan dua data ini secara konkuren (dalam satu waktu). mereka mengomparasikan pentingnya faktorfaktor yang menjelaskan penghematan orang tua untuk hasil-hasil kuantitatif. kami juga berusaha menggali pengetahuan lain dari hasil wawancara kami dengan beberapa mahasiswa dan orang tua mereka selama lima kali dalam jangka waktu tiga tahun. Mereka juga menyebutkan kelemahan-kelemahan dalam analisis kuantitatif dan hasil-hasil analisis t-test dan regresi. Dalam bagian ini. penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang paling berhubungan dengan tabungan orang tua untuk pendidikan S2 anak-anak mereka. 1993: 141) Data aktual dikumpulkan dari hasil survei terhadap 182 mahasiswa dan orang tua dari hasil wawancara dengan 56 mahasiswa dan orang tua. Hossler dan Vesper meneliti faktor-faktor yang berhubungan dengan penghematan orang tua untuk anak-anaknya yang tengah studi di perguruan tinggi. dan notasi untuk penelitian ini berupa KUAN + kual. dalam satu halaman khusus. Hossler dan Vesper mengumpulkan Informasi dari hasil survei terhadap 128 mahasiswa dan orang tua dan hasil wawancara dengan 56 mahasiswa dan orang tua Berikut ini tujuan penelitian Hossler dan Vesper yang cenderung menerapkan strategi trangulasi data Karya tulis ini berusaha meneliti perilaku-perilaku penghematan (saving) orang tua. ditemukan bahwa faktor-faktor yang penting dalam relasi ini adalah dukungan orang tua. Tidak hanya itu. Hasilnya. dengan hasil-hasil wawancara kualitatif di sisi ang lain. 286 . ekspektasi pendidikan. Dan tujuan penelitiannya.2 Strategi Konkuren Pada 1993. Bobot atau prioritas untuk penelitian metode campurannya Hossler dan Vesper kali ini cenderung pada pengumpulan dan analisis data kuantitatif. mereka juga menyajikan analisis data kualitatif dan menjelaskan secara singkat tema-tema yang muncul dalam pembahasannya. Dengan menggunakan data mahasiswa dan orang tua yang diperoleh dari penelitian longitudinal dengan metode survei selama 3 tahun. Meski demikian. termasuk pembahasan mengenai pengukuran variabel-variabel dan detail-detail dalam analisis data regresi logistik. dan informasi akan biaya perguruan tinggi. (Hossler & Vesper. Pengetahuan ini diharapkan dapat membantu mengeksplorasi lebih jauh isu tentang penghematan orang tua. Dengan data longitudinal yang dikumpulkan dari para mahasiswa dan orang tua mereka selama jangka waktu 3 tahun.Contoh 10. lebih tepatnya dalam tahap interpretasi. Dalam hal ini. di satu sisi. Pencampuran (mixing) kedua sumber data ini dilakukan dalam bagian khusus berjudul ‗Tembahasan Hasil Survei dan Wawancara‖ (hlm. Mereka juga menyajikan pembahasan tentang analisis kuantitatif terhadap data survei.

tidak ada perspektif teoretis yang digunakan dalam penelitian ini meskipun di bagian awal mereka menyajikan literatur-literatur yang membahas tentang ekonometrik dan pilihan perguruan tinggi. dan di bagian akhir mereka menyajikan ―Model Tambahan tentang Penghematan Orang Tua. didasarkan literatur-literatur yang ada (sebagaimana penelitian kuantitatif). Dalam penelitian di 287 .‖ Artinya. Peneliti (dalam hal ini.1.Mirip dengan Contoh 10. kami melihat teori yang digunakan dalam penelitian ini bersifat induktif (sebagaimana penelitian kualitatif). dan pada akhirnya dibangun dan direkonstruksi secara terus-menerus selama proses penelitian. Bbopal) menulis penelitiannya dengan tujuan untuk menyuarakan pandangan kaum wanita dan memberikan kritik tajam terhadap ketidakadilan gender.

Dalam hal ini. 288 . Komponen kualitatif dan komponen kuantitatif sama-sama diberi bobot yang seimbang. Pakistan. Dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Bhopal melihat mereka sering kali mengalami bentuk-bentuk patriarki yang-anehnya-justru tidak dialami oleh kaum wanita Kulit Putih di Britania. Tujuan penelitian ini secara keseluruhan adalah “untuk memperoleh pengetahuan detail tentang kehidupan kaum wanita.3 Strategi Transformatif Bhopal (2000) menggunakan perspektif feminis dalam penelitian metode campuran triangulasi transformatifnya. Sejak kaum wanita ini menikah dan diberi mas kawin. (untuk) menginvestigasi tingkat perbedaan yang signifikan antara kaum wanita ini yang pernah mengalami patriarki. pekerjaan domestik. dan keuangan rumah tangga” (hlm. Timing dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data terlebih dahulu. Bhopal terlibat langsung dalam proses penelitian yang di dalamnya dia menjelaskan prosedur-prosedur rasionalisasi mengapa ia tertarik meneliti kehidupan kaum wanita dengan perspektif feminis ini. (Bhopal. mahar atau mas kawin. Dia juga membahas bagaimana kaum wanita hidup dalam istilah-istilah mereka sendiri. dengan asumsi bahwa keduanya dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih detail terhadap masalah penelitian. Bhopal menemukan bahwa pendidikanlah yang berpengaruh secara signifikan terhadap kehidupan kaum wanita. penelitian metode campuran membantu Bhopal untuk mengekspos kehidupan kaum wanita Apajagi.. Di samping itu.Contoh 10. serta menguji kekuatan dampak-dampak patriarki yang berbeda. dan menyajikan informasi akurat yang berhubungan dengan jumlah kaum wanita yang mengalami bentuk-bentuk patriarki yang berbeda. Ia tertarik menguji apakah teori-teori patriarki bisa diterapkan untuk meneliti para wanita Asia Selatan (dari India. penelitian Bhopal tersebut juga merupakan refleksi yang menampilkan bias-bias pribadinya sebagai seorang wanita. penelitian Bhopal ini tidak saja tentang wanita. strategi transformatif yang dipilihnya memungkinkan para wanita untuk mengambil manfaat dan proyek penelitian ini (hlm 76) atas. dan Bangladesh) yang hidup di London Timur.. sikap mereka terhadap pernikahan. Pencampuran (mixing) antara dua komponen ini dilakukan dengan cara menghubungkan hasil-hasil dan survei kuantitatif dan mengeksplorasi lebih jauh hasil-hasil ini dalam tahap kualitatif. Menariknya. dia juga mendeskripsikan bagaimana metodologi feminis membantu proses penelitiannya. Tidak hanya itu. Bhopal meneliti 60 wanita.. 70). perasaan mereka terhadap perannya sebagai istri dan apakah mereka benar-benar melaksanakan peran tersebut di rumah. tetapi juga untuk wanita. data kuantitatif menampilkan pola-pola partisipasi umum. Karena teori feminis dibahas. 2000: 68) Dari penelitian ini. sementara data kualitatif menunjukkan narasi personal kaum wanita. kemudian mewawancarai beberapa wanita untuk menindaklanjuti dan memahami partisipasi mereka secara mendalam (strategi sekuensial eksplanatoris). dengan menggunakan bahasa dan kategorikategori yang di dalamnya kaum wanita mengekspresikan dirinya sendiri.

secara konkuren (triangulasi dan embedded). dalam satu waktu. seperti teori dan ilmu-ilmu sosial atau perspektif advokasi (misalnya. Ada enam strategi pengumpulan data dalam penelitian metode campuran. Peneliti patut memilih salah satu dari keenam strategi tersebut: apakah secara sekuensial (eksplanatoris dan eksploratoris). atau membuat matriks/tabel yang mengombinasikan hasil kuantitatif dan penemuan kualitatif. definisinya. tunjukkan dan jelaskan pula apakah ada perspektif teoretis tertentu yang akan digunakan untuk memandu penelitian. Tunjukkan pula strategi timing dalam melakukan pengumpulan data (apakah konkuren. dan aplikasinya dalam berbagai bidang penelitian. atau dengan perspektif transformatif (sekuensial atau konkuren). Strategi yang dipilih juga harus disajikan dalam gambar (model visual). mengeksplorasi outlier-outlier. atau sekuensial. Setelah itu. tahap demi tahap). terapkan empat kriteria (seperti yang sudah dijelaskan) untuk memilih strategi metode campuran yang dianggap paling layak. Jelaskan pula bagaimana kedua data ini dicampur (mixed). Prosedur-prosedur ini bisa meliputi prosedur-prosedur pengumpulan data (kuantitatif dan kualitatif) dan prosedurprosedur analisis data (kuantitatif dan kualitatif). Susunan laporan ini harus disesuaikan dengan jenis strategi yang dipilih289 . Peneliti lalu menghubungkan dan menjelaskan gambar ini dengan prosedur-prosedur yang lebih spesifik untuk membantu pembaca memahami semua proses penelitian. apakah dengan cara meleburkan (merging) data. Akhinya. nyatakan pula bobot/ prioritas untuk dua pendekatan penelitian (kuantitatif dan/atau kualitatif). Prosedur-prosedur validitas juga harus dideskripsikan secara eksplisit. meskipun diakui bahwa strategi sekuensial memang paling mudah diterapkan. RINGKASAN Untuk merancang prosedur-prosedur penelitian metode campuran. Selain itu. Analisis data metode campuran bisa dilakukan dengan mentransformasi data. mulailah dengan menjelaskan sifat penelitian metode campuran. atau menancapkan (embedding) sumber data sekunder ke dalam sumber data primer. Setiap strategi memiliki kekuatan dan kelemahannya tersendiri. Penjelasan ini bisa meliputi sejarah berkembangnya penelitian tersebut. apakah bobotnya setara atau lebih memprioritaskan salah satu di antara keduanya. peneliti sebaiknya tetap menyusun laporan tertulis untuk proposal penelitiannya. menguji level-level ganda. feminisme.Sepanjang penelitian ini dengan fokus pada kesetaraan dan penyuaraan hak-hak kaum wanita maka bisa dipastikan bahwa penelitian ini secara eksplisit telah menggunakan perspektif feminis sebagai landasan berpikinya. dan sebagainya). ras. menghubungkan (connecting) data dan satu tahap ke tahap lain. Meski penelitian metode campuran ini kurang familiar bagi sebagian pembaca.

konkuren. 290 .sekuensial. atau transformatif.karena masing-masing dari ketiganya memiliki susunan penyajian tersendiri.

konkuren. Thousand Oaks. BACAAN TAMBAHAN Creswell. V. dan rancangan embedded) dan menyajikan contoh-contoh penelitian yang ―mencerminkan‖ masing-masing strategi ini.C. Strategi-strategi ini kemudian dijabarkan lebih jauh dalam buku kedua.L.L. seperti perspektif ferminis.J. & Creswell.. (1989). V. 3. Piano Clark.W. & Graham. Dari evaluasi ini. Jangan lupa untuk menggunakan notasi yang tepat dalam gambar ini. Designing and Conducting Mixed Methods Research. The Mixed Methods Reader. Jelaskan juga pendekatan yang diambil (sekuensial.W. Caracelli. triangulasi. 2. Rancanglah sebuah penelitian yang mengombinasikan model kualitatif dan kuantitatif dengan fokus pada strategi sekuensial dua-tahap. Dalam buku kedua ini pula. V. Evaluation and Policy Analysis. yang di dalamnya mereka menyertakan contoh-contoh penelitian lain yang ―benar-benar menerapkan‖ strategistrategi tersebut. Jennifer Greene dan rekan-rekannya mengevaluasi 57 penelitian metode campuran yang dipublikasikan mulai tahun 1980 hingga 1988. dalam penelitian metode campuran transformatif. (hlm. (2008). tujuan penelitian. mereka menampilkan 291 . CA: Sage.. Pada buku pertama. Creswell dan Piano Clark menulis dua buku yang menjelaskan penelitian metode campuran. lengkap dengan contoh-contohnya dan artikel-artikel metodologis tentang penelitian ini. J. & Piano Clark. Thousand Oaks. Jelaskan alasan/rasionalisasi mengapa tahap-tahap tersebut diterapkan secara Sekuensial. J. CA: Sage. mereka membahas seputar ide-ide dasar tentang empat strategi metode campuran tersebut. dan strategi pengumpulan data. 11 (3). mereka fokus pada empat jenis strategi metode campuran (sekuensial eksplanatoris.‖ dalam Educational.F. Greene.(2007).LATIHAN MENULIS 1. Buatlah gambar visual dan prosedur-prosedur spesifik yang mengilustrasikan penggunaan suatu perspektif teoritis tertentu. rumusan masalah. dan transformatif) dalam menyajikan atau menulis pendahuluan. J. sekuensial eksploratoris. Rancanglah penelitian yang mengombinasikan model kualitatif dan kuantitatif dengan memprioritaskan pengumpuian data kualitatif ketimbang pengumpulan data kuantitatif. 255-274). ―Toward a Conceptual Framework for Mixed-Method Evaluation Designs. W.

Handbook yang dieditori oleh Abbas Tashakkori dan Charles Teddlie ini menyajikan tulisan dari para penulis kontemporer yang memang berkonsentrasi dalam penelitian metode campuran. (1991). A. atau apakah diimplementasikan secara independen. konkuren. Morse. yang memanfaatkan hasil dari satu metode untuk melaksanakan metode selanjutnya. 120-123). J. 292 . & Teddlie. mereka kemudian merekomendasikan sejumlah strategi metode penelitian yang ―layak‖ digunakan. dan menggagas pandanganpandangan masa depan terkait dengan metode campuran ini. mendeteksi paradoks dan perspektif-perspektif baru (initiation). (Ed). pendekatan-pendekatan. Berdasarkan gagasan inilah. (2003). Mereka menyatakan bahwa penelitian metode campuran sering kali diterapkan untuk mencari konvergensi (triangulation).. Begitu pula. kekuatan-kekuatan. dan bertahap (sequential). Dua bentuk ini dideskripsikan dengan menggunakan notasi huruf kapital dan huruf kecil yang menunjukkan bobot relatif serta urutan masing-masing metode. apakah diimplementasikan dalam paradigma yang sama atau berbeda. meneliti aspek-aspek yang berbeda dari sebuah fenomena (complementary). Dengan 27bab di dalamnya. Morse kemudian mengetengahkan dua bentuk triangulasi metodologis.M. mengidentifikasi aplikasi-aplikasinya dalam ilmu sosial humaniora. Handbook of Mixed Methods in the Social & Behavioral Sciences. yakni secara simultan (simultaneous). (him. handbook ini memperkenalkan kepada pembaca metode campuran. Dengan tujuan-tujuan dan karakteristik-karakteristik tersebut. 40(1). mengilustrasikan isu-isu metodologis dan analisis dalam penerapan metode campuran. Janica Morse menyatakan bahwa penggunaan metode kualitatif dan kuantitatif secara bersamaan untuk membahas suatu masalah penelitian menuntut adanya upaya mempertimbangkan bobot dan urutan masing-masing metode tersebut. Mereka juga menemukan bahwa penelitian-penelitian metode campuran ini pada umumnya berbeda-beda dalam hal asumsiasumsi. ―Approaches to Qualitative-Quantitative Methodological Triangulation‖ dalam Nursing Research. Morse juga menjelaskan tujuan-tujuan. yang menggunakan dua metode dalam satu waktu. dan kelemahan-kelemahan metodologisnya. CA: Sage. dan kelemahan-kelemahan dalam strategi triangulasi ini. C. menganalisis data secara sekuensial (development). Tashakkori. apakah diberikan bobot/prioritas yang sama atau berbeda. Misalnya.lima tujuan dari tujuh karakteristik metode campuran. dan memperluas ruang lingkup penelitian (expansion). atau sekuensial. perbedaan-perbedaan ini bisa terlihat dari apakah penelitian-penelitian ini menjabarkan fenomena yang berbeda atau fenomena yang sama. Thousand Oaks.

manajemen dan organisasi. ilmu kesehatan. sosiologi. dan pendidikan. psikologi. keperawatan. 293 .ada bab-bab khusus yang mengilustrasikan penerapan metode penelitian dalam evaluasi.

dan pengasingan. institusi yang didiami partisipan. penindasan. Kode etik adalah aturan-aturan dan prinsip etis yang ditetapkan oleh sekelompok profesional yang khusus mengatur penelitian-penelitian ilmiah. memperjelas. Kasus-kasus tersebut dibatasi oleh waktu dan aktivitas. pandangan ini juga mengangkat isu-isu spesifik dalam kehidupan sosial yang tengah terjadi di masyarakat. penelitian dihubungkan dengan politik dari sebuah agenda politik. Perhatian atau minat dalam penulisan adalah beberapa kalimat yang bertujuan untuk memberi batasan pembahasan pada pembaca (agar pembaca bisa tetap fokus). Pandangan advokatif/partisipatoris adalah landasan filosofis dalam penelitian dimana dalam proses penyelidikan. Studi kasus adalah stategi kualitatif di mana peneliti mengkaji se-buah program. aktivitas. tekanan.Glosarium Abstrak dalam review penelitian adalah review singkat mengenai penelitian (biasanya berupa paragraf singkat) yang menyimpulkan beberapa bagian utama dalam sebuah penelitian agar pembaca bisa memahami hal-hal dasar yang ada dalam sebuah penelitian. penelitian semacam ini memuat sebuah rencana tindakan untuk melakukan perubahan yang dimungkinkan bisa terjadi dalam kehidupan partisipan. Gagasan atau gambar khusus ini berfungsi untuk menguatkan. Pertanyaan inti (Rumusan masalah) dalam penelitian kualitatif adalah pertanyaan besar yang dimiliki peneliti dan mengharuskan adanya sebuah penjelasan berupa fenomena sentral atau konsep sebuah penelitian. mengorganisir gagasan. Gagasan dasar dalam penulisan adalah kalimat-kalimat yang mengandung beberapa gagasan atau gambar khusus yang termasuk dalam gagasan utama. ketidaksetaraan. dominasi. Semisal pemberdayaan. Materi kode (coding) adalah proses pengaturan materi-materi pada bagian-bagian dalam keseluruhan teks agar gagasan umum bisa dikembangkan dan tersebar dalam tiap-tiap bagian. atau dalam kehidupan peneliti sendiri. dan menarik perhatian individu secara kontinu. sehingga peneliti harus mengumpulkan infor-masi yang detail dengan menggunakan beragam prosedur pengum-pulan data selama periode waktu tertentu. proses. kejadian. Selain itu. atau satu atau lebih indi-vidu dengan lebih mendalam. Karena itu. 294 . atau memaparkan gagasan-gagasan yang termuat dalam gagasan utama.

Ketersambngan dalam penelitian metode campuran berarti adanya keterhubungan antara penelitian kualitatif maupun penelitian kuan-titatif dengan analisis data pada fase pertama penelitian serta dengan pengumpulan data fase kedua. Strategi triangulasi konkuren dalam metode campuran adalah se-buah pendekatan di mana peneliti mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara konkuren kemudian membandingkan dua data-base tersebut untuk menentukan adakah kesamaan. Pendekatan transformatif konkuren dalam metode campuran di-arahkan oleh sebuah perspektif teoretis khusus yang digunakan pe-neliti serta pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif yang konku-ren. atau kemungkinan melakukan kombinasi antar dua data tersebut.pendekatan embedded konkuren memiliki metode utama yang membimbing laju penelitian dan memiliki metode kedua yang ber-peran suportif dalam prosedur tersebut. sampel. Strategi embedded konkuren dalam metode penelitian campuran bisa diketahuai dari kegunaannya pada satu fase pengumpulan data. Penelitian terdahulu mungkin sudah harus dikaji uang untuk melihat adakah temuan penelitian yang sama. arsip konferensi. yakni selama pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif dilakukan secara berkesinambungan. untuk 295 . Database ini memberikan akses cepat pada ribuan jurnal. Validitas gagasan terjadi ketiga seorang invertostor menggunakan definisi dan ukuran variabel yang cukup.Koherensi dalam penulisan berarti adanya kesatuan gagasan dan adanya ketersambungan logis antar beberapa kalimat dan beberapa paragraf. atau populasi yang khusus. Database literarur dalam komputer dewasa ini sudah bisa diakses di perpustakaan. Kekurangan dalam penelitian terdahulu mungkin terjadi sebab topik penelitian yang sama tidak ditujukan pada kelompok. perbedaan. Tidak seperti model triangulasi tradisional. Prosedur metode campuran konkuren adalah prosedur di mana peneliti mengumpulkan atau mengombinasikan data kualitatif dan kuantitatif untuk memberikan sebuah analisis komprehensif ter-hadap masalah penelitian. dan materi-materi lain. Interval kepercayaan adalah sebuah prkiraan dalam penelitian kuantitatif yang berupa nilai statistik tertinggi dan terendah yang konsisten pada data yang diteliti serta memuat mean populasi yang sesungguhnya.

Ancaman validitas eksternal munculsaat seorang yang melakukan eksperimen membuat kesimpulan yang salah dari sampel data dengan mengkaji orang lain.di mana bentuk data kedua dihubungkan dengan peneliti-an berskala lebih luas yang menjadi database utama. penyimpangan standar. peneliti menentukan bagaimana perbedaan dua kelompok tersebut memengaruhi hasil sebuah penelitian. dan jarak antara angka terendah dan angka tertinggi. Penegasan judul adalah bagian yang berada dalam proposal penelitian dan menjelaskan istilah-istilah yang mungkin tidak dipahami pembaca. Kemudian. Hipotesis direktif. 296 . Analisis deskriptif terhadap data untuk variabel-variabel sebuah penelitian mencakup penggambaran hasil penelitian yang berupa mean. Desain eksperimental dalam penelitian kuantitatif menguji dampak treatment (arah sebuah intervensi) terhadap hasil penelitian serta mengkaji semua faktor lain yang dimiliki kemungkinan untuk memengaruhi hasil sebuah penelitian. Ukuran efek mengkaji kekuatan sebuah kesimpulan dari segi per-bedaan kelompok atau hbungan antara beberapa variabel dalam penelitian kuantitatif. Embedding adalah bentuk pencampuran dalam metode penelitian campuran. yang digunakan dalam penelitian kuantitatif adalah ketika seorang peneliti membuat prediksi tentang arah atau hasil penelitian yang diharapkan.diberi sampel baru berupa individu baru atau situs-situs penelitian. (tidak tepat sasaran) Kegemukan dalam penulisan berartiadanya kata yang ditambahkan dan sebenarnya tidak dibutuhkan dalam sebuah kalimat untuk me-nyampaikan sebuah gagasan. Dampak atau pengaruh tersebut bisa diketahuai dengan memberikan sebuah treatment khusus pada sebuah kelompok dan membatasi treatment pada kelompok lain. Etnografi adalah strategi kualitatif di mana peneliti mempelajari sebuah kelompok kultural secara utuh dalam setting yang natural selama periode waktu tertentu dengan mengumpulkan data pene-litian dan wawancara. atau situasi yang telah lalu dan situasi yang akan datang. atau untuk mengetahui adanya data dari sebuah kelompok yang belum terangkat dalam penelitian terdahulu tersebut. setting lain. Penelitian eksperimental berupaya menentukan apakah sebuah treatmen khusus bisa memengaruhi hasi sebuah penelitian. Database kedua berfungsi untuk mendukung database utama.

Formulir izin ditandatangani oleh partisipan sebelum mereka terlibat dalam sebuah penelitian. atau interaksi yang grounded dalam pandangan partisipan sebuah penelitian. namun berarti bahwa coder lain akan memberi kode yang persis sam dengan kode yang digunakan seorang coder pada bagian yang sama). treat-ment.Gatakeeperadalah beberapa staf yang terlibat dalam situs penelitian yang memberikan akses pada situs yang bersangkutan dan meng-izinkan terlaksananya sebuah penelitian kualitatif. Interpretasi dalam penelitian kualitatif berarti bahwa peneliti dapat menarik makna dari hasil analisis data. Hipotesis menghubungkan beberapa variabel atau membandingkan kelompok-kelompok dalam variabel sehingga kesimpulan sampel bisa ditarik menjadi kesimpulan populasi. (Hal tersebut tidak berarti mereka memberi kode pada teks yang sama. Memadukan dua database dalam metode penelitian campuran ber-arti bahwa database kualitatif dan kuantitatif benar-benar digabung-kan dengan sebuah pendekatan perbandingan atau untuk keperluan melakukan transformasi data. Ancaman validitas internal adalah prosedur eksperimental. bukan penulisan dalam jangka waktu yang tidak teratur dan mandeg beberapa saat. dan makna yang lebih luas dalam hasil penelitian. tindakan. atau pengalaman partisipan yang bisa menghambat peneliti untuk membuat kesimpulan yang tepat dari data mengenai populasi yang dilibatkan dalam eksperimen. hipotesis. Persetujuan intercoder (atau pengujian ulang) adalah ketika dua atau beberapa coder menyetujui penggunaan beberapa kode untuk bagian yang sama dalam sebuah teks. Formulir ini menegaskan bahwa hak partisipan akan dilingdungi selama proses pengumpulan data. Penulisan yang biasa adalah penulisan proposal dengan cara yang umum dan terus-menerus. Protokol wawancara adalah sebuah formulir yang digunakan oleh peneliti kualitatif untuk merekam dan menulis informasi yang di-dapatkan selama proses wawancara. Makna ini bisa berupa pelajaran atau informasi untuk melakukan perbandingan dengan penelitian lain dan pengalaman pribadi. 297 .Prosedur statistik atau subprogram yang telah terakui dalam paket software kualitatif bisa digunakan untuk menentukan level konsistensi dalam memberi kode. Teori grounded adalah sebuah strategi kualitatif di mana peneliti menyampaikan teori yang umum dan abstrak mengenai proses. Interpretasi hasil dalam penelitian kuantitatif berarti bahwa peneliti menarik kesimpulan dari pertanyaan dalam penelitian.

atau pencampuran sedemikian rupa dalam sebuah rangkaian. Sisipan ini berarti kata bermakna yang digunakan sebagai kalimat pembuka sebuah pendahuluan yang berfungsi untuk menggambarkan. Sisipan narasi adalah sebuah istilah yang berasal dari susunan bahasa inggris. Metode penelitian campuran adalah sebuahpendekatan untuk me-nyelidiki suatu objek dengan mengombinasikan atau menghubung-kan bentuk penelitian kualitatif dan bentuk penelitian kuantitatif.pemisahan dua data.satu data lain berakhir dalam sebuah rangkaian. Rumusan masalah dalam metode penelitian campuran adalah per-tanyaan khusus yang diangkat dalam penelitian metode campuran dan secara langsung membidik percampuran antara STRANDS pe-nelitian kualitatif dan kuantitatif. informasi mengenai STRAND kualitatif dan kuantitatif penelitian. Statemen purpose metode campuran memuat keseluruhan maksud penelitian. Pencampuran bisa diartikan adanya kombinasi antara data kualitatif dan kuantitatif.atau mengajak pembaca untuk terlibat dalam penelitian. Metode ini juga dilibatkan asumsi filosofis. Notasi metode campuran memberikan label dan simbol kecil yang memainkan peran penting dalam metode penelitian campuran. serta alasan logis dalam memadukan kedua STRAND tersebut untuk menelti masalah yang diangkat. Notasi ini memaparkan cara bagaiman peneliti dengan metode campuran bisa dengan mudah berkomunikasi dengan prosedur yang harus dipenuhinya. Penelitian naratif adalah sebuah strategi kualitatif di mana peneliti mempelajari kehidupan individu dengan meminta satu atau bebe-rapa individu untuk menuturkan cerita 298 . Pertanyaan inilah yang akan di-jawab pada penelitian yang menggunakan metode campuran.melibatkan.satu data terakhir dalam sebuah rangkai-an. Memasangkan partisipan dalam penelitian eksperimental adalah prosedur yang memasangkan beberapa partisipan yang memiliki sifat dan karakteristik tertentu dan secara acak ditugaskan untuk terlibat dalam kelompok eksperimental dan kelompok yang melakukan kontrol. dan campuran antara dua pendekatan dalam sebuah penelitian.Peta penelitian adalah sebuah gambaran visual (atau gambar) me-ngenai penelitian sebuah topik yang menggambarkan bagaimana sebuah penelitian khusus bisa memberikan kontribusi terhadap se-buah topik tertentu. kegunaan pendekatan kualitatif dan kuantitatif.

Hipotesis tradisional tersebut adalah bahwa. dan gagasan beasr sebuah penelitian. lebih rendah.kehidupannya. Adanya partisipan atau situs yang sengaja dipilih (atau dengan dokumen serta materi visual) menandakan bahwa peneliti kualitatif memilih beberapa individu yang akan banyak membantu dalam memahami masalah penelitian dan memecahkan pertanyaan yang mendasari penelitian. 299 . situasi. Postpositivistik mencerminkan sebuah filosofi deterministik mengenai penelitian yang bisa menentukan efek atau hasil tertentu. Hipotesis nol penelitian kuantitatif yang mencerminkan pen-dekatan tradisional dalam membuat hipotesis. tujuan. Protokol observasional adalah sebuah formulir yang digunakan oleh seorang peneliti kualitatif untuk merakam dan menulis informasi saat tengah melakukan observasi. Hipotesis tak berarah dalam strategi penelitian kuantitatif adalah sebuah penelitian di mana seorang peneliti membuat prediksi. peneliti juga menekankan masalah penelitian dan menggunakan semua pendekatan yang cocok untuk bisa memahami sebuah permasalahan. sebab peneliti tidak mengetahui apa yang bisa diperkirakan dari penelitian terdahulu. tidak ada hubungan atau tidak ada perbedaan signifikan antara dua kelompok dalam sebuah variabel. Pragmatisme sebagai sebuah pola pikir atau landasan filosofis muncul dalam tindakan. Sebab itu. Statemen purpose dalam sebuah proposal penelitian memaparkan sasaran. dan konsekuensi serta bukan dari kondisi yang sebelumnya (seperti dalam postpositivistik). dalam populasi umum. atau kurang) tidak diperkirakan secara jelas. masalah yang diteliti dengan menggunakan landasan ini mencerminkan isu yang tidak harus diidentifikasi dan diketahui penyebab yang memuat hal tersebut bisa memengaruhi hasil penelitian. lebih. Ada sebuah konsern yang dilengkapi dengan aplikasi-yang berfungsi dengan baik-serta solusi terhadap masalah-masalah yang muncul. Selain fokus pada beberapa metode. semisal dalam sebuah eksperimen. Penelitian fenomenologis adalah strategikualitatif di mana peneliti mengidentifikasikan esensi pengalaman manusia tentang fenomena yang diungkapkan seorang partisipan dalam sebuah penelitian. Informasi ini sering kali dituturkan kembali oleh peneliti dengan menggunakan narasi kronologis. namum bentuk perbedaan yang pasti (semisal lebih tinggi.

sebab tujuan penyelidikan ini tidaklan untuk mengumumkan temuan pada individu. situs. atau dokumen pribadi (semisal jurnal pribadi. Bebarapa wawancara ini melibatkan pertanyaan yang tidakteratur dansecara umum masih open-ended. surat. Wawancara kualitatif berarti bahwa peneliti mengadakan wawan-cara tatap muka dengan partisipan. ata terlibat dalam sebuah wawancara diskusi kelompok yang berisi enam hingga delapan narasumber pada masing-masing kelompok.lalu contoh-contoh khusus(semisal garis angka) yang menunjukkan di mana saja posisi kode dalam transkrip pada kolom yang lain.melakukan wawancara melalui telepon. dan email). Statemen purpose kualitatif memuat informasi mengenai fenomena inti yang dipaparkan dalam sebuah penelitian. diari. Kode buku kualitatifadalah sebuah alatuntuk mengatur data kuali-tatif dengan menggunakan sebuah list yang berisi kode yang belum ditentukan dan akan digunakan untuk memberi kode pada data. partisipan dalam penelitian. Generalisasi kualitatifadalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkancara-cara tertentu dalam penelitian kualitatif. videotapes.karya seni. Statemen ini juga memuat desain yang muncul dan kata-kata penelitian yang didapatkan dari bahasa penyelidikan kualitatif. namun peneliti harus memiliki pro-sedur yang terdokumentasi dengan baik dan database kualitatif yang telah dikembangkan dengan baik. Menggeneralisasi beberapa temuan menjadisebuah teori merupakan sebuah pendekatan yang digunakan dalam beberapa studi kasus penelitian kualitatif. Proses 300 . Reabilitas kualitatif menunjukkan bahwa sebuah pendekatan ter-tentu bisa konsisten di tengah beberapa peneliti yang memiliki beragam proyek penelitian.Jumlah pertanyaan untuk wawancara ini relatif masih sedikit dan digunakan untuk memperoleh pandagan dan opini yang muncul dari partisipan. atau bentukbentuk suara lain. Observasi kualitatif berarti bahwa seorang peneliti memerhatikan dan mencatat tingkah laku dan aktivitas individual yang terlibat dalam situs penelitian dan rekaman observasi. atau tempat-tempat yang tidak terkait dengan pene-litian.Materi audio dan visual kualitatif bisa berbentuk foto. Buku kode ini bisa berisi nama kode dalam sebuah kolom. Penelitian kualitatif adalahsebuah alatuntuk memaparkan dan me-mahami makna yang berasal dari individu dan kelompok mengenai masalah sosial atau masalah individu. arsip pertemuan. Dokumen kualitatif adalah dokumen publik (semisal surat kabar. report kantor). serta situs penelitian. definisi kode di kolom lain.

Statemen purpose ini juga memuat bahasa yang berhubungan dengan penelitian kuantitatif danuji coba deduktif terhadap hubungan antar beberapa teori. dan latar belakang semisal gender. Hipotesis kualitatif adalah prediksi-prediksi yang dibuat oleh pe-neliti mengenai hubungan antar variabel yang diharapkan. literatur dan teori. hasil.penelitian melibatkan pertanyaan dan prosedur yang sudah muncul.mengelola data dari yang spesifik menjadi tema umum. sejarah.sehingga data yang sudah ditandai dengan nomor bisa dianalisis dengan menggunakan prosedur statistik. dan status sosial ekonomi yang dimilikinya dalam membentuk interpretasi yang dimilikinya selama melakukan penelitian. Refleksitas berarti bahwa seorang peneliti memasukkan bias. bisa dipastikan bahwa sampel yang diambil benar-benar cukup representatif mewakili populasi yang ada. metode.khususnya dalam beberapa instrumen. Dengan teori ini. Hal ini berarti bahwa masing-masing individu dalam sebuah populasi memiliki kemungkinan yang sama untuk dipilih dan dijaring sebagai sampel.Re-port yang berhasil ditulis memiliki struktur penulisanyang fleksibel.partisipan dalam penelitian. Penelitian kuantitatif adalah cara untuk menguji sasaran teori dengan mengkaji hubungan antarbeberapa variabel. serta situs penelitian. menganalisis data secara induktif.Report yang ditulis pada akhir penelitian memiliki susunan penulisan yakni pendahuluan. Statemen purpose kuantitatif mencakup beberapa variabel dalam peneltitian dan hubungan antarbeberapa variabel tersebut. nilai.dan membuat penafsiran mengenai makna di balik data. kebudayaan.Beberapa varia-bel ini bisa diukur. Kuasi-eksperimen adalah sebuah bentuk penelitian eksperimental di mana para individu tidak secara acak disuruh bergabung dalam sebuah kelompok. yakni dengan mengumpulkan data menurut setting partisipan. Pengacakan sampel adalah sebuah prosedur dalam penelitian kuantitatif untuk memilih partisipan. Pertanyaandalampenelitiankuantitatifadalahstatemen interogatif yang memunculkan pertanyaan mengenai hubungan antarbeberapa variabel yang ingin dicari tahu jawabannya oleh pelaku investigasi. dan diskusi. Validitas kualitatif berarti bahwa peneliti menguji akurasi temuan penilaian dengan menggunakan beberapa prosedur tertentu. 301 .

serta interpretasi data yang dikemukakan peneliti dalam kerja penelitiannya. adalah sebuah template yang berisi beberapa kalimat dengan kata-kata dan gagasan utama dalam bagian khusus sebuah proposal atau laporan penelitian (se-misal statemen purpose atau rumusan masalah) dan memberikan ruang bagi peneliti untuk menyisipkan informasi yang berhubungan dengan proyek yang tengah dikerjakan. dan metode-metode tertentu. analisis. yang digunakan dalam buku ini.skor tersebut secara internal memiliki konsistensi(yakni apakah item responsselalu kon-sisten?) tetap stabil dari waktu ke waktu (dengan menguji dan me-lakukan korelasi dengan uji ulang). Desain ini melibatkan adanya pertemuan antara beberapa asumsi filosofis. dan apakah ada konsistensi dalam uji administrasi dan penetapan skor.Keberterimaan sebuah penelitian berarti bahwa berapa pun skor pada item yang berada dalam sebuah instrumen. Desainpenelitianadalahrencana dan prosedur penelitian yang men-cakup semua keputusan mulai dari asumsi yang luas hingga metode paling mendetail mengenai proses pengumpulan dan analisis data. dan hal tersebut berarti bahwa jika ada orang yang bukan termasuk responden mamberikan respons. strategi penyelidikan. Tips penelitian adalah pikiran-pikiran saya mengenai pendekatan atau teknik yang telah banyak berfungsi dengan baik pada saya selama beberapa tahun saya melakukan berbagai penelitian. Metode penelitian melibatkan berbagai macam teknik pengumpul-an. Skripsi. Strategi eksplanatori sekuensial dalam metode penelitian campuran bisa dikenali dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif dalam fase pertama yang kemudian diikuti dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif pada fase kedua yang akan menghasilkan temuan awal dalam sebuah penelitian kuantitatif. 302 . Penelitian review dalam sebuah pendahuluan memaparkan pentingnya penelitian dan membuat batasan antara penelitian terdahulu yang telah dilakukan dengan penelitian yang diinginkan dan akan dilakukan. Responsbias adalah efekdari tidak adanya respons dalam perkiraan survei. maka respons ‗asing‘ tersebut akan secara substansial mengubah hasil survei. Masalah penelitian adalah masalah atau isu yang menjadi sebab adanya sebuah penelitian.

memuat heading memuat tabel dan gambar. Strategi transformatif sekuensial dalam metode penelitian campuran adalah sebuah proyek dengan dua fase yang memiliki lensa teoretis (yakni gender. Validitas kesimpulan statistik tidak muncul saat seorang pelaku eksperimen menghasilkan kesimpulan yang tidak akurat dari data sebab kekuatan statistik yang tidak sama atau kesalahan dalam asumsi statistik. Masing-masing individu tersebut mengembangkan makna subjektif dari pengalaman yang mereka lewati serta makna yang diarahkan terhadap sesuatu tertentu. Strategi penyelidikan adalah tipe desain atau model kualitatif. dan menggunakan bahasa yang tidak diskriminatif. Prosedur metode campuran sekuensial ialah prosedur yang mengharuskan peneliti memaparkan atau mengembangkan sebuah temuan mengenai sebuah metode dengan metode lain.ras. yakni pengumpulan dan analisis data kualitatif yang akan mengahasilkan temuan dalam fase pertama kuantitatif.sosial. Konstruktivis sosial memiliki asumsi bahwa masing-masing orang mencoba memahami dunia yang akrab dengan hidup keseharian mereka.Strategi eksplanatori sekuensial dalam metode penelitian campuran melibatkan fase pertama pengumpulan dan analisis data kualitatif yang kemudian diikuti dengan fase kedua. dan metode campuran yang memberikan arah khusus terhadap prosedur dalam desain penelitian. Gaya manual memberikan bimbingan untuk membuat sebuah manuskrip ilmiah. 303 . Desain subjek tunggal atau desain N of 1 melibatkan aktivitas penelitian perilaku seorang individu (atau sejumlah kecil individu) dalam jangka waktu tertentu. kuantitatif. yakni fase awal (baik kualitatif ataupun kuantitatif) yang diikuti oleh fase kedua (baik kualitatif maupun kuantitatif) yang akan melengkapi proses fase pertama. semisal format yang konsisten dalam menulis referensi. Signifikansi penelitian dalam pendahuluan menyampaikan pentingnya masalah yang menjadi subjek penelitian untuk diangkat pada audien yang berbeda serta keuntungan yang mungkin bisa di-dapatkan dari pembacaan dan penggunaan hasil penelitian.teori ilmu pengetahuan) berlandaskan sebuah prosedur.

Penelitian survey menampilkan sebuah gembaran kuantitatif dalam bentuk angka mengenai kebiasaan. atau opini sebuah populasi dengan mempelajari sampel dari sebuah populasi.ras. tingkah laku.atau isu lain mengenai kelom-pok yangn termarginalkan). atau populasi dengan mempelajari sebuah sampel dari sebuah populasi tertentu. tingkah laku. me-maparkan cara-cara pengumpulan dan analisis. pendapat. Teori dalam metode penelitian campuran memuat sebuah lensa orientasi yang akan mengarahka tipe pertanyaan yang diajukan.kelas.Desain survey memaparkan rancangan sebuah gambaran kuantitatif berupa angka yang menunjukkan kebiasaan. Lensa teoretisatauperspektif dalam penelitiankualitatif memuat keseluruhan pandangan yang digunakan untuk penelitian yang mengkaji masalah gender.dan implikasi yang dihasilkandari penelitian (khususnya untuk 304 . serta menyuntikkan semangat untuk melakukan sebuah gerakan perubahan. cara pengumpulan data. siapa saja yang berpartisipasi dalam penelitian.Lensa ini menjadi sebuah perspektif advokasi yang membentuk tipe-tipe pertanyaan yang diajukan.

(2001). Blalock. New-York: Aldine. Bailey. H.B. (1990). (1991). Impression management. Journal of College Student Personnel. Gender. 530-549. The Social Construction of Reality: A Treatise in the Sociology ofKjwzoledge. Boeker. The Practice of Social Research (11th ed. (1984). social 305 . Babbie. Beisel. Bogdan. Conducting Meaningful Experiments.). Are there any constructive alternatives to causal modeling? Sociological Methodology. CA: Wadsworth/ Thomson. M.).C. Babbie. 37. Educational Administration Quarterly. (1995). Theory Construction: From Verbal to Mathematical Formulations. J. Belmont. Qualitative Research Methods for the Social Sciences (4th ed. 400-421. Berger. (February. 3. & Biklen. Bausell. Truman.. R.M. 66. S. Berg.J. Administrative Science Quarterly. v . 21. 171-201). S. Power and Managerial Dismissal: Scapegoating at the top. 55. Blalock. OK: New Forums. (2000). R. B. E.). Blalock. Bern. 1990).J. (2001). CA: Sage. J. In C. Using e-mail for personal relationships. Encyclopedia of educational research (6th ed. K. Kraut. (1992). CA: Annual Reviews. Cognitive representation of AIDS. R. Boneva. Survey Research Methods (2nd ed. E.). M. 12(10). Student attrition among women at a liberal arts college. The Compleat Academic: A Practical Guide for the Beginning Social Scientist (pp. Creswell. N. Research and inequality. K. Boston: Allyn & Bacon. H. & Creswell.E..). & Rosenfeld. & Luekmann. D. Use of iBook laptop computers in teacher education. Washington. (1985). Belmont. American Behavioral Scientist. CA: Wadsworth. Garden City. (1967). Zanna & J.K.W.320-327. NJ: Anchor. American Sociological Revieio. Ansorge. 1872-1892. Publication Manual of the American Psychological Association (5th ed. & Frohlich. & Spencer. OH: Charles Merrill. D. StiUwater. (2007). New York: Macmillan.L. & B. M.. 575-591. J. J. Darley (Ed.. Englewood Cliffs. (2001). culture. Unpublished manuscript. E. London: UCL Press. (1990). (Ed. Boice. (2001).Daftar Pustaka Aikin. D. Mertens. The micropolitics of the school: The everyday political orientation of teachers toward open school principals.. Qualitative Research for Education: An Introduction to Theory and Methods. Boston: Allyn & Bacon. (1980).W. Columbus. Annual Review of Psychology. H. Writing the empirical journal article. Bhopal. J. (1950-).H.). Thousand Oaks. Stanford. S. (1992). (1992). 45(3). (1994). (1992). Journal of Higher Education. 1338-1352. NJ: Prentice Hall.44-62. Blase.H. "race" and power in the research process: South Asian women in East London.C.). 379-409. P. 325-335.). Class. B.. (1989. Casual Models in the Social Sciences. American Psychological Association. 25(4). (1987). November).. J. In M. (2002). W. DC: Author. University of Nebraska-Lincoln. & Creswell. L. & Gutmann. Humphries (Ed. E. Edwards. (1969). and campaigns against vice in three American cities. P.W. C. Bean. Writing Clearly: A Contemporary Approach. Professors as Writers: A Self-help Guide to Productive Writing. Asmussen. Qualitative Health Research. New York: Random House. Swidler.P. T. Booth-Kewley. Campus response to a student gunman. R. Anderson.

W. Cooper. Quasi-Experimentation: Design and Analysis Issues for Field Settings. Handbook of educational policy (pp. Philadelphia: University of Pennsylvania.H. Cheek. Journal of Applied Psychology. August-September). 56.B. Rickman & D. (1990).M. J. C.R.desirability. Creswell.T. Fashioning males and females: Appearance management and the social reproduction of gender.M. D. & Stanley. (1989). (1985). Boston: Hough ton Mifflin. Basics of Qualitative Research: Techniques and Procedures for Developing Grounded Theory (3rd ed.W. San Diego. Statistical Power Analysis for the Behavioral Sderices. 562-566. R. Center for Field Studies.P.S.E. Constructing Grounded Theory. J.).).L.G. At the margins? Discourse analysis and qualitative research. Athens. (19 79). Educational Research: An Introduction (5th ed. D. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing among Five Approaches ( 3rd ed.R. Thousand Oaks. Data analysis strategies for mixed-method evaluation designs. CA: Sage. In L. (1993). Borg. Boruch.. Gage (Ed.). & Strauss. In N.W. Heron. Bryman. 181-189. Developing and Defending a Dissertation Proposal. Rog (Ed. Cizek (Ed.. A fractal analysis of cartographic generalization. Convergent and discriminant validation by the multitraitmultimethod matrix. D. New York: Longman. CA: Sage. Castetter. London: Sage.J. W. T. Form mid Style: Theses. W.. Charmaz. S. Narrative Inquiry: Experience and Story in Qualitative Research. Creswell. M. 77(4). CA: Sage.). Educational Researcher. (2007). (1987). Notes on pragmatism and scientific realism. (1989). J. 14. D. (1977). J.W. 16(3). K. 13-17. (2004).D. J. & Greene. 195-207. (1989). Carroll.L. and computer administration of attitude questionnaires: Does the computer make a difference. In G. (1993). Symbolic Interaction. (1999) Mixed method research: Introduction and application. Reports. San Francisco: Jossey-Bass. Mixed Methods: A Four-Volume Set. Thousand Oaks. Finding the Words: Conversations with Writers Who Teach. & Heisler..J. & Heward. S. Psychological Bul-.J. Educational Evaluation and Policy Analysis. (1998). F. Randomized controlled experiments for evaluation and planning. Bunge. The American Cartographer.C. Handbook of Applied Social Research Methods (pp. 161191). Chicago: Rand McNally.. OH: Merrill. Cooper.D. & Connelly. (2000). W. Experimental and quasi-experimental designs for research. (2008). OH: Swallow Press. W. (1963). Campbell. 281-298. & Campbell. New York: Academic Press. Term Papers (5th ed. (1984). (1992. Conducting. (2007). H. Creswell.J. letin. J. Corbin. Columbus.V. Borg. Caracelli. (2006).T. J.. 81-105. Carstensen. Cook. & Gall. J. M. Qualitative Health Research. Cahill. R.. Cohen. V. & Gall. (2006). Thousand Oaks. 15(2).M.). (1959). & Fiske. D. D.E. Jr.). Applying Educational Research: A Practical Guide. Thousand Oaks. New York: Longman. 12(2). Cherryholmes. Applied Behavior Analysis. Educational Research: Ptoming. Campbel.). Clandinin.L..D. Handbook of Research on Teaching (pp.1140-1150. CA: Sage. (1977). 455-472). Graduate School of Education. N. (1977). & Ballou. W.O. Beverly Hills... New York: Paragon. L.E. and Evaluating Quantitative 306 . Gall. Ohio University Press. A. J. A Manual of Writer's Tricks. J. T. CA: Sage. Campbell. J. 1-76). Chicago: Rand McNally. CA: Academic Press. The lntegrative Research Review: A Systematic approach.

(2007). (2007). (2003). 10. & Hole. & Hanson.L. (Ed. 224237. Dillman. Teddlie (Ed. New York: Macmillan. Meaning in method: The rhetoric of quantitative and qualitative research. J. Thousand Oaks. T.Z. (1992. and qualitative research. AZ: Oryx. (1990). Jr. New York: Harper & Row. Creswell. Survey Research Methods (3rd ed. DiUard. Duncan. Critical Social Science. U. CA: Sage. Elbow. Journal of Counseling Psychology. University of Nebraska-Lincoln. Interpersonal Trust. Crotty. Locus of Control.. In A. Seagren. Educational Resources Information Center. Gamson. & Piano Clark. London: Sage. (Ed. Advanced mixed methods designs. & Hackett. V. Queens and teen Zines: Early adolescent females reading their way toward adulthood. Fink. New York: Columbia University. The Survey Kit (2nd ed.). A. Thousand Oaks. & Miller. N. Writing Without Teachers. Flick. Creswell. London: Oxford University Press. Creswell. Gutmann.G.. New York: Atheneum. DeGraw. Creswell. Fall). 124-130. The Enlightened Eye: Qualitative Inquiry and the Enhancement of Educational Practice. D. queer theory.). O. Phoenix. J. 71-89. G..).S. Field. Denzin. Educational Researcher. Creswell. Franklin. (2000). 16. (1998). CA: Sage. 209-240). (2003). G. (1973). 55-79). Fath analysis: Sociological examples. Job Motivational Factors of Educators Within Adult Correctional Institutions from Various States.). The Foundations of Social Research: Meaning and Perspective in the Research Process. Eisner. Firestone. Thousand Oaks.. E. 33-40. Ithaca. Unpublished doctoral dissertation.. D. (Ed. A. Sexualities. New York: John Wiley. Planning and Changing. & Lincoln. C.W. Erms.W. Thousand Oaks. (1985). (1989). Thousand Oaks. In H. Teachers College Press Fowler. G. E J. (2002). Designing and Conducting Mixed Methods Research. Thousand Oaks. (1986). Comparison of feminist and nonfeminist women's reactions to variants of nonsexist and feminist counseling. (1993).E. (1978). YS. J. (2000). Crutchfield. Fay.W. W. (1991). 39(3). M. (1986). London: Sage.. Finders. Thesaurus of ERIC descriptors (12th ed. M.and Qualitative Research (3rd ed.). Causal Models in the Social Sciences (2nd ed. (1987). 37(1).P.K. Blalock. J. B. M.. A. New York: Aldine. 27. Piano Clark. The Review of Higher Education. The Sage Qualitative Research Kit.). Flinders. D. J. Professional development training needs of department chairpersons: A test of the Biglan model.K. Mail and Telephone Surveys: The Total Design Method. 307 .. The Handbook of Qualitative Research (3rd ed. D. Anthropology and Education Quarterly. & Henry.). & Mills. (1975).A. Denzin & Y. In N. Tashakkori & C. NY: Cornell University Press. WA. (2002). (1987).). P. CA: Sage.L. J. Handbook of Mixed Method Research in the Social and Behavioral Sciences (pp. How to Design and Report Experiments. 16(1). Unpublished doctoral dissertation. & Brown. Theory into Practice. 41-62. and Scholarly Productivity. Upper Saddle River. (1979). Determining validity in qualitative inquiry.W. Theory and Concepts in Qualitative Research: Perspectives from the Field.W. (1996). Writing for Story: Craft Secrets of Dramatic Nonfic-tion by a Two-time Pulitzer Prize-winner.). M. The Writing Life. NJ: Merrill. (Ed. University of NebraskaLincoln. MJ. J.D.. CA: Sage. CA: Sage. V. pp. (1984). J. A. (2005).W. CA: Sage.).16-21. How chairpersons enhance faculty research: A grounded theory study.J.

P. Statistics for the Behavioral Science (5th ed. Belmont. 140-165. CA: Wadsworth/Thomson. Journal of Research in Science Teaching. Journal of Higher Education.K. Hatch. 191-215). (1989). Gibbs. Number 86). 11(3). (New Directions for Evaluation.C. 64(2). No. T. (1993). (1999).K. I. & Graham. Isaac. 17-30).J. 207-215. E. (1981). H. Thousand Oaks. Guba.G. Handbook of Qualitative Research (pp. Toward a conceptual framework for mixed-method evaluation designs. Advances in Mixed-method Evaluation: The Challenges and Benefits oflntegrating Diverse Paradigms. & Vesper. A. Thousand Oaks. Handbook in Research and Evaluation: A Collection ofPrinciples. Giordano.K. K.K. Analyzing qualitative data. (2007). In U. S. (1995). 32(6). 17(2). (2005). G.R. 3. HIV/AIDS talk: Implications for prevention intervention and evaluation. 264-275. Houtz. W. The Journal of General Psychology.. D. CA: Sage..D. 274-294. Gravetter.G. (2007). (2002). (2000)..).F. & Lincoln. A marginal story as a place of possibility: Negotiating self on the professional knowledge landscape.C (1950). contradictions..G. Tlie Practice of Qualitative Research. New York: Harcourt.. (New Directions for Evaluation. J. Brace. The paradigm Dialog (pp. L. V.E. J.A. In E. N. Greene.J. San Francisco: Jossey-Bass. V. C.C. J. Albany: State University of New York Press. 255-274. Methods.. In N. & Wallnau. Hossler. B. The alternative paradigm dialog. In R. and emerging confluences. J. Confidentiality and autonomy: The challenge(s) of offering research participants a choice of disclosing their identity. Flick (Ed. NJ: Bedmister. R. J. (1964).. (2007).N. & Peterson. Denzin & Y. L. Isreal. The Sage handbook of qualitative research (3rd ed. Thousand Oaks.). (2006). & Caracelli. How and why Language Matters in Evaluation. (1997). (1990). Instructional strategy change and the attitude and achievement of seventh. P (2006). Huber. An exploratory study of the factors associated with parental savings for postsecondary education. Glesne. Caracelli.S. Qualitative Health Research. (1996). A participatory inquiry paradigm. Heron. (1997). W.B. & Hay. San Diego. E. London: Sage.J.381396. M. Hopson (Ed.. Qualitative Inquiry. 123. 629-648. & Dogra. M. ]. G. N. J. A dialectic on validity: Where we have been and where we are going. Newbury Park. 347-365 ).C. E. Design.). A. K. pp. and Evaluation of Studies in Education and the Behavioral Sciences (2nd ed.M. Paradigmatic controversies.Lincoln (Ed. Guba (Ed. White Plains. San Francisco: Jossey-Bass Greene. Lincoln. CA: Sage. & Zumbo. Hesse-Bieber. (2000). Mixed Methods in Social Inquiry. Greene. 74). & Reason.). 15..A.). & Michael. Humbley. The Sage Qualitative Research Kit. Research Ethics for Social Scientists: Between Ethical Conduct and 308 . Taylor.B. & Leavy. & Peshkin. Educational Evaluation and Policy Analysis..S. Hopson. (1992). CA: Sage. J..). Doing Qualitative Research in Educational Settings.). The Human Group. The Exercise of Influence in Small Groups. San Francisco: Jossey-Bass. Hopkins. Humans. CA: EdITS. Y. O'Reilly.. (Ed. CA: Sage. Guba. Totowa.and eighth-grade science students. Lucas.J. & Whelan. and Strategies useful in the Planning. S. NY: Longman. Becoming Qualitative Researchers: An Introduction. Teaching and Teacher Education.

Journal of Mixed Methods Research. G. R. Kemmis. (2000). The organizational dynamics of teacher workplace. & Wilkinson. Onwuegbuzie. & Guba. (2000).W.D. R. (2007). (1991). 21. CA: AltaMira.J. S. contradictions. (1993). Lincoln. London: Sage.G. Nursing Research: A qualitative Perspective (pp. Y. New York: Routledge. B. Design and Analysis: A Researcher's Handbook (3rd ed. S. 5-42. 24. University of Nebraska-Lincoln. (1991). Vulnerability to sexual coercion among college women: A longitudinal study. S. 23(1). Kos.Regulatory Compliance. Naturalistic Inquiry.B.. Unpublished manuscript. (Ed. Wren. Oxford. S.L. Persistence of reading disabilities: The voices of four middle school students. (1988). & Carter. S. NJ: Prentice Hall. and Measurement: An international handbook. Getting Smart: Feminist Research and Pedagogy with/in the Postmodern. E. Lee.. Englewood Cliffs. Janz. University of Nebraska-Lincoln. Educational Research. (1986). 80-97. February). P. N. S.. & P. Beverly Hills. (1992. Labovitz. Isreal. Designing and Conducting Ethnographic Research. Lauterbach. & Guba. (2007). R.323-334. Jick. In another world: A phenomenologicalperspective and discovery of meaning in mothers' experience with death of a wished-for baby: Doing phenomenology. Munhall & CO. J. LeCompte. &Turner. A. J. P.. Unpublished manuscript. Evaluation of 37 AIDS prevention projects: Successful approaches and barriers to program effectiveness. N. Ladson-Billings. Kushman. In P. Keppel. M. Denzin & Y.). 18(4). (1979). CA: Sage. Are high response rates essential to valid surveys? Social Science Research. Handbook on Qualitative Research (pp.K.. Kvale. Research as praxis. Kemmis. (1990). Methodology. London: Sage. Zimmerman. Kerlinger. The predictive validity of an ESLplacement test: A mixed methods approach. In B.J. Leslie. In U. Kline.J.).P. Harvard Educational Review 56. Walnut Creek. 28(4).). Lather. 112-133. (2007). Principles and Practice of Structural Equation Modeling. RN. S.A. R. 875-895. J. Procedural Justice in Organizations: A Literature Map. New York: Holt. E. 257-277). G. (1971). (1996). Participatory action research and the study of practice. Kalof. Lather. Behavioral Research: A conceptual Approach. 1(2). New York: National League for Nursing Press.).B. (1998).). (1972). Janovec. P. Lincoln. (1979. Workplace Correlates and Scholarly Performance of Pharmacy Clinical Faculty Members. Educational Administration Quarterly.. (1998). Y. (2000)... The Sage Qualitative Research Kit. and emerging 309 . Freudenberg. MA.W. T.G.. 257-277. Rinehart & Winston. Introduction to Social Research. Y. & Schensul. December). Lincoln (Ed. 366-389. Doing interviews. (1999). M. (1985). Thousand Oaks. L.J.D. Boyd (Ed.36). (2001). R. Atweh.K. S. Racialized discourses and ethnic episte-mologies In N. Flick (Ed. 28(1). Johnson. & Hagedorn. Jungnickel. 1. Health Education Quarterly.).A. Action Research in Practice: Partnerships for Social Justice in Education (pp. Gender Issues. New York: McGrawHill. New York: Guilford. Paradigmatic controversies. Administrative Science Quarterly. American Educational Research Journal. 13 3-179).' (1991). & Greene. Toward a definition of mixed methods research: Journal of Mixed Methods Research.L. Mixing qualitative and quantitative methods: Triangulationin action. A. 47-58 Keeve. T. Weeks (Ed. L. P.S. J. New York: Routledge. 602-611. 1(4). CA:Sage. L. UK: Pergamon.

Handbook of Research Design and Social Measurement (5th ed. D. (2000). CA: Sage.). M. Megel. D. D. Handbook of Mixed Methods in the Social & Behavioral Sciences (pp.M. (1992).K.C. (1994). M. (Ed. (2005). Newbury Park. & McCormick. L.E. Padilla. Unpublished doctoral dissertation. Thousand Oaks. 14(20).M. M. Guba (Ed. Survey Research and the World wide web. McCracken. Proposals that work: A Guide for Planning Dissertations and Grant Proposals (5th ed. Mixed methods and the politics of human research: The transformative-emancipatory perspective. Mertens. 48-76. Handbook cf Qualitative Research (pp. (1990). S.K. 32. CA: Sage. Thousand Oaks. S.45-54. Gender identity. CO: Westview. S. Langston. In N. (1995). 18(2). Mertens. Morgan. Miller. CA: Sage.E. (1988). Maxwell. Journal of College Student Development. (2003). (2006). (2007).W. Journal of Professional Nursing. Qualitative Data Analysis: A Sourcebook of New Methods. D. 163-188). J.L. Lincoln & E. Locke. 40(1). (1998). (1994). R. Thousand Oaks. J. 433-439. & Huberman. Ethnicity and the concept of social integration in Tinto's model of institutional departure. Qualitative Research and Case Study Applications in Education. The Experiences of a First-year College President: An Ethnography.. Merriam. 4. Thousand Oaks. Lysack.B. Teddli (Ed.). Denzin & Y. Morse.A. 135-164). Thousand Oaks.M. (1998). 3-28. G. Miles.E. CA: Sage. Thousand Oaks. The Occupational Therapy Journal of Research. B. D. & Creswell.. Miller.confluences. CA: Sage.V. (1989). W. (2000).W. & Rossman. Neuman. 362-376. Mascarenhas. CA: Sage. Murguia. Journal of Mixed Methods Research. Qualitative methods in field research: An Indonesian experience in community based practice. C. San Francisco: Jossey-Bass. Desigiiing Qualitative Research (4th ed. D.B. Lincoln. S. 1(1).). The Long Interview. E. & Krefting. Qualitative Research Design: An Interactive Approach (2nd ed. March/April). Thousand Oaks. Scholarly productivity: A survey of nursing faculty researchers. (1994).B. 220-235). privately held. C. Morse. 8(3).. Designing funded qualitative research. Nesbary. CA: Sage. Design Sensitivity: Statistical Power for Experimental Research. Research Methods in Education and Psychology: Integrating Diversity with Quantitative and Qualitative Approaches.W. M. D. Boulder. A. Morgan. Moore.). CA: Sage. J.P. Marshall. G. CA: Sage. (1991.).J.). Moustakas. Handbook of Qualitative Research (pp. Thousand Oaks. (1998). Newbury Park. 120-123. Phenomenological Research Methods. Pragmatism: Vrom Peirce to Davidson. & Silverman. Iipsey. University of Nebraska-Lincoln. J. Single-subject Experimental Research: 310 . (Ed. CA: Sage. 93-110. Nursing Research. Spirduso. September). Tashakkori & C. (1991. Adminis-trative Science Quarterly. CA: Sage. Paradigms lost and pragmatism regained: Methodological implications of combining qualitative and quantitative methods. (2007). (1987). Newbury Park. S.). (1990). L.. (1991). Approaches to qualitative-quantitative methodological triangulation. Etomains of state-owned. G. C. Nationalism and social action among Jewish and Arab women in Israel: Redefining the social order? Gender Issues.S. In Y.B.M. Murphy. Practical strategies for combining qualitative and quantitative methods: Applications to health research. CA: Sage. Thousand Oaks. Boston: Allyn & Bacon. & Pavel. D.).M. 34. and publicly traded firms in international competition. J. Qualitative Health Research.582-597. (1994). N. In A.

(2000). 38.J. A.F. (2007).Q. Newbury Park.E.N. and passion: A qualitative study of the career development of highly achieving African American-Black and White women. Quasi-experimentation. (2006). & Nyman. R.M. Munhall & C. L. Social Psychiatry and Psychiatric Epidemiology. Oiler (Ed. 48-63. Research in the Schools. M.F. K.Q. S. Nieswiadomy. 181-209. Bickman & DJ.C. & Burbules.S. Postpositivism and Educational Research. (1990). Lanham.L. Foundations of Nursing Research.. & Creswell.). NASPA Journal. CN: Appleton-Century-Crofts. Boston: Allyn & Bacon.).. Nursing Research: A qualitative Perspective (pp. A. London: Sage. C.327-343. F. London: Sage. NY: Rowman & Littlefield. Qualitative-quantitative Research Methodology: Exploring the Interactive Continuum. M.).J.M. Thousand Oaks. Patton. Lincoln.Applications for Literacy. Rogers. 311 .. 34(4).. 193-228). Prose.. M. 10(2).L. Social Research Methods: Qualitative'and Quantitative Approaches (4th ed. & Miller.B. Implications of the Growing Visibility of Gay and Bisexual male Students on Campus. O'Cathain. Thousand Oaks. Patton. A. 133-148.). Richardson. In N. & Johnson. K.J. E. (1997). Journal of Counseling Psychology.). CS. M. Newman. (2000).. 44(2). Punch. L.C. R.L. (1986). 275-286. R. Norwalk. J. & Robinson. R. Olesen. Linn. Writing strategies: Reaching diverse audiences. Reading Like a Writer New York: HarperCollins. C. (2003). Understanding graduate women's reentry experiences. CA: Sage. & Benz. connection. 13(1).W. D. CA: Sage. (2000). The essential structure of a caring interaction: Doing phenomenology. CA: Sage.A. CA: Sage. (1993). (2000). Integration and Publications as indicators of "yield" from mixed methods studies. 147163. Prosser. In P.G. & Mark. D. (1990).. The validity issue in mixed research.. Thousand Oaks. Handbook of qualitative Research (pp. The Mixed Methods Reader Thousand Oaks. Johnson. Day. Feminism and qualitative research at and into the millennium. E. CT: Appleton & Lange. J.M. M. (2002). 23. Persistence.S. Fassinger. Reichardt. Rhoads. Journal of Mixed Methods Research. Punch.). Fair or unfair? Perceived fairness of household division of labour and gender equality among women and men. (1999). Introduction to Social Research: Quantitative and Qualitative Approaches (2nd ed. Qualitative Research and Evaluation Methods (3rd ed.. Piano Clark. (2008). Newark. J. (2006). Carbondale and Edwardsville: Southern Illinois University Press. 215-255). Randall. Padula. CA: Sage. (1998).. Handbook of Applied Social Research Methods (pp. Phillips. & Bentall. In L. & Nicholl. V. (2nd ed. 1(2). (2003). Neuman. J. Nordenmark. S. A. DE: International Reading Association. J. R. Rog (Ed. 85105). Developing Effective Research Proposals.. Onwuegbuzie.P.. Norwalk. Psychology of Women Quarterly. Newbury Park. (2005). V. Murphy. D. The European Journal of Women's Studies. Denzin & Y. Riemen. W.L. CA: Sage. Qualitative Evaluation and Research Methods (2nd ed.. Patients' understanding and participation in a trial designed to improve the management of anti-psychotic medication: A qualitative study. (1998).). Richie. (1997). B.R.

(1982). L.). In J.J. What's behind the Research? Discovering Hidden Assumptions in the Behavioral Sciences.. Thousand Oaks.). Rosenthal. Pragmatism as anti-representationalism. 19(1). CA: Sage.E. Thousand Oaks.*Cook. 1-6). 127-156). Three Epistemological stances for qualitative Inquiry.S. (1994). A. Salant. & Ritter. B. R... R.R. Rorty.K.). (1998). F. L.. Shadish. Denzin & Y. Quantitative versus qualitative research: An attempt to clarify the issue. How to Conduct your own Survey. B. Smith. R. Journal of a Novel: The East of Eden Letters. The integration of field work and survey methods. (1998). (1990). Participant Observation.). (2001). 627-643. R. American Journal of Sociology. 78. Minneapolis: University of Minnesota Press. S. (1992). (1990).New York: Holt.. Sieber. CA: Sage.A. Steinbeck. Teachers College Press. Strauss. S. Thousand Oaks. & Rallis. October). Rinehart & Winston. In D j. Steckler. V. Rog (Ed. 5-23). A. CO: Westview. Consequences of Pragmatism.. (1983). Boulder. Salkind. A. Strauss. Toward integrating qualitative and quantitative methods: An introduction. Thousand Oaks.720-727. Educatioiial Researcher.E. New York: MacMillan. CA: Sage. (1993). Unpublished doctoral dissertation. Ross-Larson.E. (2007). 189-213).G. (1982).D. (1990). K. Spradley. Theory for the moral sciences: Crisis of identity and purpose. Tarshis. & Corbin. N. Rorty. Exploring Research. Numbers and words: Combining quantitative and qualitative methods in a single large-scale evaluation study.M.L. The art of Case Study Research. In N. TA. & Corbin. J. Bird. Sieber. J. & Dillman. CA: Sage.P..R (1980). Health Education Quarterly. Rudestam. K. (1995). (1995 ). & McCormick. & Williams. Basics of Qualitative Research: Grounded theory Procedures and Techniques (2nd ed.. Thousand Oaks. Essentials of Behavioral Research: Methods and Data Analysis. Pragmatism: From Peirce to Davison (pp. New York: Palgrave Macmillan. Theory and concepts in Qualitative Research: Perspectives from the Field (pp.. R. CA: Sage. J. Dictionary of Qualitative Inquiry (3rd ed. New York: Columbia University. Conducting online surveys. Boston: Houghton Mifflin. Flinders & G..D. pp.D. CA: Sage. Edit Yourself: A manual for Everyone who Works with Words. D.. (1998). Stake. New York: McGraw-Hill.T. (1969). In L.N. Learning in the Field: An Introduction to Qualitative Research. J.). B. TA. TA. S. Surviving your Dissertation (3rd ed.. 1-8.T.). Tho sand Oaks. Schwandt. How to Write like a pro: A guide to Effective Ncnfiction Writing. 6-13. Slife. Sue. Thousand Oaks. R. Goodman. (1992). T. (1985. (2007). Lincoln (Ed. (2000).J. New York: John Wiley. Evaluation Review. W. & Campbell. J.M. A. Planning ethically responsible research. CA: Sage.Bickman & D. (1983. Social Research (3rd ed. (2007). Rossman. Schwandt. CA: Sage. (1973). G. Handbook of qualitative research (2nd ed. Mills (Ed. S.E.). Murphy.L. Sarantakos. McLeroy.B. Basics of Qualitative Research: Grounded Theory Procedures and Techniques (1st ed. & Wilson. Handbook of Applied Social Research Methods (pp. Thousand Oaks. 9(5). CA: Sage.R. R. Newbury Park. New York: Viking. G. (2005). R. CA: Sage. March).. F. New York: 312 .). (1991). University of Nebraska-Lincoln. DA.K. & Newton.R. B. Experimental and Quasi-experimental Designs for Generalized Causal Inference.. Rural Hospitals use of Strategic Adaptation in a changing health care environment.1335-1359. New York: Norton Rossman. Thousand Oaks. Schwandt. & Rosnow. Sudduth.

S. Exploring the nature of research questions in mixed methods research. C.). Thousand Oaks. Thousand Oaks.}.A.B.). N.T. The impact of divorce on the Grandparent/Grandchild Relationship When the Parent Generation Divorces. CA: AltaMira. CA: Sage. Wolcott. (1993). Tesch. R. NJ: Prentice Hall. D. Thousand Oaks.. (1999). (1997). & Yu. (1992). Thousand Oaks. Handbook of Mixed Method Research in the Social and Behavior Sciences. (1982). Western Journal of Communication. 1(1). EnJiancing Practice: New Professional in student affairs. Wilkinson.. 509-531. 195-208. (1988).R. Thousand Oaks. R. G. In M. Newbury Park. Mixed methods sampling: A typology with examples. Thomas. Thousand Oaks. Tashakkori. (1999). Ethnography: A way of Seeing. (2000). C.M. Tashakkori. Chicago: American Library Association. (2007). Dictionary of Statistics and Methodology: A nontechnical Guide for the Social Sciences (2nd ed. Qualitative Research: Analysis Types and Software Tools. S A.). (1986).. CA: Sage. University of Chicago Press. (1997). (2001). (Ed. & Teddlie. Racial and ethnic diversity in the classroom. Trujillo.L.P. Beals. 75-104.E. Mixed Methodology: Combining Qualitative and Quantitative Approaches.. A. C. Van Maanen. Walnut Creek. Bjorklund. & White. J. Chicago: Author.). Case study research: Design and Methods (2nd ed. Journal of Mixed Methods Research. 12(3). Wolcott. & Levkoff. JM. K. Weitzman. 771814). Combining qualitative and quantitative methods in health research with minority elders: Lessons from a study of dementia caregiving. CA: Sage. (1973). Thousand Oaks.). Interpreting (the work and the talk of) baseball: Perspectives on ballpark culture. San Diego. (1938).T. Journal of Mixed Methods Research.T. & Creswell. A. Dissertation Abstracts International. University Microfilms. H. (2001). A. (1999).. CA: Sage. The Handbook of Qualitative Research in Education (pp. Analysis. Computer Programs for Qualitative Data Analysis. C.H.. R. and interpretation. Unpublished doctoral dissertation. 1(3). (1995). W. Transforming Qualitative Data: Description. The Journal of Higher Education. TX: Harcourt. Vogt. Wolcott. & Miles. CA: Sage. Colbeck. Doing critical ethnography. and Dissertations (4th ed.E. A manual of Style.M. 72(5). R.). W. A Manual for Writers of term Papers. H. MI: Author.T. New York: Macmillan. & J. University of Nebraska-Lincoln.L. Cabrera. University of Nebraska-Lincoln. CA: 313 . Thorndike. (2003). B.. LeCompte. J. & Parente.. A. K. Measurement and Evaluation in Psychology and Education (6th ed. Webb. (1992). P. (1998). CA: Sage.. 67(1). Yin. (1991). Tales of the Field: On Writing Ethnography. M. Englewood Cliffs. L. Field Methods. Teddlie. 207-211 Tashakkori.).E. 77-100. R (2007).W.350-371. Conducting Educational Research (5th ed. What's the use of theory? Harvard Educational Review. (1998). Weitzman. New York: Falmer.. Chicago: University of Chicago Press. & Teddlie. CM. P. Unpublished doctoral dissertation.). W.B. Terenzini. Preissle (Ed. Webb. 56. Sources of Information in the Social Sciences: A Guide to the Literature (3rd ed.K. & Glesne.. Teaching qualitative research. Thomas. (1992). Tuckman. Editorial. CA: Sage. VanHorn-Grassmeyer.F. (2003). Turabian. C. R. (1994). (1990). Ann Arbor. J.. CA: Academic Press.. Millroy.New American Library.W. A. Vernon. The Sientist's Handbook for Writing Papers and Dissertations. A.. Theses. H.) Chicago: University of Chicago Press. Brace. Fort Worth. Writing up Qualitative Research (2nd ed.

Photographing the self: Methods for Observing Personal Orientations. (1983). W. CA: Sage.Sage. Writing with a Word Processor. York: Harper Colophon.C. Ziller. Newbury Park. 314 . R. Zinsser. (1990).

263.A. Emile.10 C Cabrera.. C. H.Indeks Adorno.L.. 19 corroboration. 119 Borg.307 Franklin. 13 Fenomenologi. 98 experimental design.. 97 Gibbs. 279 Boice. 125 Freire.W..R.... 218 clustering sampling. 150 Campbell..T. 9 E Elbow.. 313 clustering. 13 G Gall. 21 Fiske. 250 Fay. 63 Fisk.. D. 97 proporsional. 248 generalisasi: kualitatif.. E.. A. 15 Dillard... 101. 101 grounded theory.D. Piano. D. 218 Colbeck. N.K. 285 Goffman. 313 Crotty. 11. 195 Fink. 238 Biklen.A. 150 Collin.D. 20 Finders.L. 89 culture-sharing. 289 naturaiistik. 20. 193 . A.R. kritis. 148 Berg. 9. 206. 308.R. 136 Berger. 80 B Beisel... 227 Greene. 121 Dillman.. W. 12 Crutchfiled. 21. 19 construct validity. 11 between-subject design. S. M. J. 320 Creswell. 308.J. Til Cooper. J.. 248 Burbules. 19 Clark.J. John. F. D. F. 120 Cherryholmes C. M. 80 Comte. M.. 82 Bogdan.L. Annie.L. S. 13 Analisis data. N. Peter. G. P... J. 42.. 82 Durkheim. 97. 266.D..249 antropologi.J. 320 Duncan. 44 CorbinJ. 20.. 93 315 D dependent variables. 249 F factorial design.. H. 101 etnografi. Paulo. 19. 101 Carrol. O. 301 analysis of covariance (ANCOVA). 307 Caracelli. 80 Gravetter. 15 Clandinin. 98. 101. D. 77 Dewey. 266......93.F.H. 279 Bjorklund.. 217 Firestone. 118.. 150 Blalock..C. 9 concurrent mixed methods. 222 contmt validity. B. V.C. 23 Connelly. R.P.C. 224 diskonfirmasi. 118 empowerment approach.J.M.

Y.P. 44 Miles. 97 lintas-validasi. 134 kontrol.. A.. 169 Mead. S.. G. Jurgen. 8. 11 M Mannheim. L. S. P.W. 250 Isreal. C. 79 Hanson. Karl. 332.197. 17 metodologis.. 15. 249 member checking.B. 22 konvergens.ll. Hesse-Biber. 138 Heron. 9 sekunder. 44 Interval confidence.G. 11 Marcuse. E. 307 kombinasi. 84 K Kalof.. 138 J James.. 286 I independent variables. 157 Marx.. 80 meso..M....102. 80 Lincoln. S..Guba.97 Gutmann. 145. 333 L Labovitz. alternatif. 320 Locke. 192. 286 Mill. 79 Lather. 15 Jancvec. 79 metode: campuran. 322 Moustakas. 134 Kemmis.. 322 terintegrasi. 80 level: makro. 178 kelompok: eksperimen. D. 101 H Habermas. 9 model: defisiensi. 13 Marshall..N. 98 Lauterbach. 81 Hopkins. 78. 159 defisiensi pendahuluan.. 149. 22 metodologi: penelitian... 249 integratif. T. 77 inferential statistical test. 323 multimethods. S. 21 multiple approaches.M. 9.317 Morse J. 22 primer.. 11. 101. 13 Hagedorn. P. I. M.. P. 150 Morgan.193. 15 N Naratif. 101 Hay. Karl.N. 15 means. nol. 330 Lenski. 55 Jungnickel. C. J.. 13 ----. 313. 192. 275 multi-metode. J. 147.312 Metafora pelangi. 322 saintifik. 131 legitimasi.. 13 Maxwell. T..E. 171 Leavy. 78 Kushman..S..F.S.A. 19... 98 Lather. 13. 138 McCracken. 198 Homans.K. M. 22 multilevel design. 81 Huberman. 21 multivariate analysis of variance (MANOVA). L.14 Kerlinger. 198. 110. D. 249 Murphy.. 80 316 mikro. J.166 Luekmann. 330 Mertens. 131 hipotesis. 21 . __ . R. J.W. 317.M.

Francine.. 324 transformatif sekuensial. B. 323 Teddlie. 335 Rorty. 263 Thomas. G. 17 penelitian: korelasional.logistik. 22 single-subject r 18 single-subject design. 5. 232.. 122 Tashakkori. 101 random assignment.313. A. 86 penelitian.P. C.. 218 sample size formula. 8 penelitian sains.F. 250 sosiologi. R. 15. 249 Stanley. 80 Spradley. R.232... 220 T t-test.. 15 pre-experimental design. B. 239 starting point. 236 Rosnow. 274 Rossman. 9 nonparametric statistical test. 238 predictive validity. 267 P Parente.B. 95. 97 Steinbeck. 236 Ross-Larson. 101 pattern theory.. 220 Prose. 222 probabilistic sample.L. R. 250 O observasi. P. 206. D. R. S. 249 317 Reason. 97 Newton. J. kualitatif.Neuman. P. 327. Sanders. 97 Patton. 320 Studi kasus. 218. 15.274 . 11.. 313. J. 238 R Rallis. 150 participatory action research. 19. 192 Stake. 327 range... 94 Terenzini. 18.. 218.M. 157 S Salant. 317 embedded konkuren. 120 Strategi: eksploratoris sekuensial. 321 transformatif konkuren. 79 Teori queer.A. 323 theoretical rationale. 221 sampling. 224 sampel. 216 random numbers table. 94 Phillips. 4.L. 18 kualitatif. 116 Q quasi-eksperimen (quasi-experi-ment). 95. 327 Schwandt.. 20 systematic sample. 28 kuantitatif. 94 teori kritis. W. 238.10 populasi. M. 11 sequential mixed methods. 15 Rosenthal. 335 Tarshis. J. G. 13 regresi.QV 15 Peirce.0. 15 pendekatan: deduktif... 220 Pragmatisme. 327. 80.9. R. J. 220. 8 Perspektif feminis..318 triangulasi konkuren.. 125 ' Rossman.. 249. 97 standard deviation.. 28 positivis/post-positivis. 27 metode campuran.. 5. 19.E. 150 Tesch. T. 335. rancangan transformatif. 221 random sampling..T. 148 . John.

117. 232. R. 38.B. 125. 267.. control. mendalam. 22 triangulate. 25 Wilkinson M. 166 Wolcott. 327.. 63. bebas. 23 triangulasi. kualitatif. terikat. moderating. 327 Z Zinsser. 238 U univariate analysis of variance (ANOVA). 178.. 19.K. 247 Variabel.14. 178 W Wacana rasial. W. konstruk. 145. 78. 285. 123 318 .123. 118.transformative mixed methods. 94 Wallnau.. 286. 78. 249 V validitas. 227 wawancara.T.. confounding. 222. L. 77. 286 true experiment. 324 triangulasi of data resourcers. 263 Y Yin. 76. 77. 87. intervening. 284 Wolcott. 87. 13. 289 Yu. R. 125. H.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->