ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN TUNAI UNTUK MENINGKATKAN PENGENDALIAN INTERN PADA PT.

GENDISH MITRA KINARYA Feto Daan Yos Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, Bekasi, Indonesia.

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah adanya kelemahan dan kebaikan dalam sistem informasi akuntansi penjualan tunai pada PT. Gendish Mitra Kinarya dan apakah pengendalian intern yang diterapkan oleh PT. Gendish Mitra Kinarya sudah memadai. Metode penelitian yang digunakan adalah menganalisis sistem informasi akuntansi penjualan tunai dan melakukan modifikasi pada sistem tersebut yang disesuaikan untuk meningkatkan pengendalian internal. Pengendalian internal yang digunakan sebagai acuan adalah pengendalian internal yang dikeluarkan oleh COSO. Hasil penelitian diperoleh bahwa di temukan kelemahan dan kebaikan sistem informasi akuntansi yang dipakai oleh PT. Gendish Mitra Kinarya terkait dengan pengendalian internnya sudah memadai. Kata Kunci : Analisis Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Tunai, Pengendalian Intern COSO. PENDAHULUAN Derasnya arus globalisasi menyebabkan pengaruh lingkungan usaha di tempat perusahaan beroperasi menjadi semakin luas dan kompleks, segala jenis perubahan yang berkembang di Indonesia akan lebih menghadapi banyak tantangan dari perusahaan sejenis yang bermunculan baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Hal ini mengakibatkan prsaingan yang semakin ketat dan tajam. Untuk menjadi unggul dalam persaingan, perusahaan harus memiliki manajemen yang baik sehinggatujuan utama perusahaan tercapai yaitu mencapai laba yang maksimal secara efektif, efisien dan ekonomis. Seiring perkembangan teknologi saat ini, penggunaan komputer dalam sistem informasi akuntansi merupakan keharusan untuk memperlancar aktivitas-aktivitas dalam perusahaan agar pelaksanaan dapat lebih cepat, akurat dan efisien. Walaupun komputer memerlukan investasi yang lebih besar daripada manusia, namun kecepatan prosesnya memungkinkan untuk dapat menekan biaya yang timbul. Penulis mengambil obyek penelititan pada PT Gendish Mitra Kinarya ini karena penjualan di perusahaan tersebut dalam beberapa tahun ini mengalami peningkatan, terbukti dengan adanya perusahaan merk terkenal sebagai customer seperti Sophie

informasi dapat diartikan sebagai pemrosesan hasil yang terorganisasi. Bagi Pembaca dengan melakukan penelitian ini Sebagai salah satu bahan referensi ntuk penelitian-penelitian selanjutnya. pemborosan. penulis hanya membatasi pada sistem informasi akuntansi penjualan tunai pada PT. Karena sifatnya yang likuid. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang dapat menimbulkan kerugian perusahaan seperti penyelewengan. Bagi Perusahaan dengan melakukan penelitian ini perusahaan menyadari alternatif pemecahan masalah yang terjadi dalam kegiatan perusahaan. Gendish Mitra Kinarya. Untuk mengetahui apakah ada kelemahan dan kebaikan dalam sistem informasi yang dipakai perusahaan ini. dalam kegiatan kas sering terjadi kecurangan dan penyelewengan oleh pihak-pihak intern perusahaan. Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dijelaskan. 2. kecurangan. karena berhubungan langsung dengan kas. maka penulis merumuskan masalahnya sebagai berikut : 1. dan pencurian baik dari pihak dalam maupun pihak luar perusahaan dalam menilai perusahaan serta untuk mengevaluasi dan mengambil tindakan perbaikan dalam mengantisipasi kelemahan perusahaan. Untuk mengetahui apakah sudah memadai pengendalian internal terhadap sistem informasi akuntansi yang di pakai oleh perusahaan. bahwa sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumberdaya yang dirancang untuk mentranformasikan data menjadi informasi- . GENDISH MITRA KINARYA” ”. PT. Dalam operasinya. maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. LANDASAN TEORI Menurut Chusing dan Romney (2001). Apakah sudah memadai pengendalian internal terhadap sistem inforrmasi akuntansi yang di pakai oleh perusahaan ? Dalam penulisan ini. Pengendalian internal yang memadai di perlukan untuk mengkoordinasi dan mengawasi jalannya aktivitas perusahaan. Kas yang merupakan roda penggerak dalam menjalankan aktivitas perusahaan memiliki sifat likuid. maka penulis mengambil judul “ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN TUNAI UNTUK MENINGKATKAN PENGENDALIAN INTERNAL PADA “PT. Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah : Bagi Penulis dengan melakukan penelitian ini penulis dapat menambah wawasan dan pengetahuan terapan disamping pengetahuan teoritis yang telah diperoleh mengenai sistem akuntansi penjualan dan penerimaan kas.Martin. Penulis kali ini mengambil penjualan tunai dalam penulisannya. berarti dan berguna bagi yang menerimanya. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan di atas. Berdasarkan perumusan masalah yang telah penulis uraikan. Maka perlu juga diperhatikan sistem pengendalian internal dalam perusahaan tersebut. Gendish Mitra Kinarya melakukan penjualan secara tunai dan kredit. Apakah ada kelemahan dan kebaikan dalam sistem informasi akuntansi yang dipakai perusahaan ini? 2. Menurut Bodnar dan Hopwood (2001).

Masalah yang dihadapi perusahaan saat ini ialah laporan penjualan dan kas yang terlambat. Dalam penulisannya. berisi tentang perancangan sebuah sistem yang baik harus memperhatikan masalah penerapan sistem pengendalian internal. Sistem pengendalian internal pada PT SAAG Utama memiliki beberapa kelemahan. manajemen dan personel lain entitas yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan berikut : a. mengolah. Ratna L. Definisi lain yang diberikan oleh Moscove (1981). Lingkungan Pengendalian b. Dengan adanya sistem informasi akuntansi penjualan . Prosedur Pengendalian d. Hasilnya dibuatkan prototip sistem di mana pemesanan dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun oleh penumpang dengan menggunakan web dan mencetak bukti pesanan sendiri.. Efektivitas dan efisiensi operasi. Dalam penulisannya tujuan penelitiannya adalah melakukan analisa terhadap proses bisnis penjualan dan penerimaan kas perusahaan Xtrans Travel yaitu perusahaan jasa angkutan antar kota yang berkantor pusat di Jakarta dan mempunyai beberapa kantor cabang take and drop di tiap kota Bandung dan Jakarta. mengklasifikasikan. yang dikutip oleh Baridwan (2003). bagi institusi pemerintah ataupun swasta adalah keharusan penyelenggaraan internal control berbasis framework COSO (internal control COSO) tertuang dalam pasal 22 Keputusan Menteri BUMN Nomor Kep-117/M-MBU/2002 tentang penerapan good governance pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Harto Tom Junior. karena harus menunggu data dari cabang yang terkumpul sebelum membuat laporan tersebut. Tri Pudjadi. Noerlina N. Penilaian Risiko c. Monitoring Berikut ini disajikan penelitian-penelitian terdahulu yang meneliti sama dengan yang penulis lakukan. yaitu sistem pencatatan transaksi penjualan dan piutang dagang yang dijalankan masih kurang efisien. Hal ini disebabkan karena prosedur pemesanan sampai pembuatan laporan yang masih manual. Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. dan mengkomunikasikan informasi financial dan pengambilan keputusan yang relevan kepada pihak di luar perusahaan (seperti kantor pajak.dan kreditor) dan pihak internal (terutama manajemen). menganalisa. Keandalan pelaporan keuangan. Informasi dan Komunikasi e. Di Indonesia. Definisi pengendalian internal menurut IAI (2000).S. pengendalian internal adalah suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris. c. bahwa sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan. investor. Dalam keputusan tersebut dinyatakan bahwa manajemen BUMN harus memelihara internal control bagi perusahaan yang meliputi: a. b.informasi ini dikomunikasikan ke beragam pemakai.S. Rekomendasi penelitian adalah membuat analisa dan perancangan sistem informasi akuntansi dengan pendekatan object oriented dan dengan sistem pengendalian internal yang memungkinkan kontrol berdasarkan otorisasi antara bagian dalam perusahaan.

distribusi. distribusi.. Observasi . Wawancara (interview).dan piutang dagang yang dirancang dengan mempertimbangkan pengendalian intern yang baik. penerapan manajemen kredit yang disertai pengawasan teratur. Tahapannya adalah sebagai berikut : 1. identifikasi kelemahan. yang merupakan modifikasi dari sistem yang sudah ada dan telah disesuaikan dengan kebutuhan akan sistem informasi akuntansi untuk meningkatkan pengendalian internal. Perusahaan ini memproduksi pakaian. dan implementasi sistem. Sesuai dengan tujuan penelitian. Data di peroleh secara langsung dari PT. Gendish Mitra Kinarya adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. dapat membantu manajemen mengendalikan transaksi piutang usaha melalui perbaikan struktur informasi pada laporan. dan penjualan dengan mengambil kasus pada PT. 2. Penulis menggunakan metode Pengumpulan Data Langsung. Gendish Mitra Kinarya dengan teknik-teknik sebagai berikut : 1.. dan efektif. Karena penulis langsung ke tempat dimana data itu berada atau ke perusahaan yang di jadikan objek penelitian dengan cara observasi dan wawancara. seperti seragam kerja dan beraneka ragam pakaian wanita.dan penjualan ini merupakan pengembangan dari metode operasional research. perancangan model informasi produksi. dan penjualan merupakan kebutuhan. terutama bagi para pengambil keputusan di perusahaan. Jenis data yang dipergunakan oleh penulis adalah data primer. Tahapan tersebut di mulai dengan deskripsi sistem. Tahap-tahap yang dilaksanakan dalam penelitian ini. PT. X. Identifikasi Kelemahan 3. Anggara Hayun A. dengan observasi secara langsung kegiatan yang berhubungan dengan sistem informasi akuntansi dan pengendalian internal pada perusahaan. Dengan adanya sistem informasi produksi. efisien. metode pendekatan yang digunakan adalah siklus pengembangan sistem informasi akuntansi. Implementasi Sistem . Artikel membahas cara merancang model sistem informasi produksi. distribusi. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah PT. Perancangan model sistem informasi produksi. Deskripsi Sistem 2. Gendish Mitra Kinarya. Pengumpulan data langsung yang digunakan dalam penelitian dengan melekukan Penelitian Lapangan (Field Research) yaitu melaksanakan kunjungan ke perusahaan untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. yaitu menganalisa sistem informasi akuntansi penjualan. distribusi. dan membantu karyawan PT SAAG Utama melaksanakan pekerjaannnya dengan efisien dan efektif. dan penjualan dapat memudahkan perusahaan dalam mengendalikan dan memantau kegiatan tersebut menjadi lebih optimal.

1 Flowchart PT.HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Adapun bagan alur (flowchart) dan DFD dari sistem akuntansi penjualan tunai pada PT Gendish Mitra Kinarya adalah sebagai berikut : A. Gendish Mitra Kinarya Custumer Kasir/Counter Sales Sales Administration Sales Supervisor Manager Marketing 1 2 3 4 . Flowchart Gambar 4.

Finance Controller 5 Kepala Cabang 6 Faktur 7 Administration Head 8 .

Accounting 9 MIS 10 Head Office 11 .

Produksi 12 Gudang 13 .

Gendish Mitra Kinarya a. b.B. Diagram Zero.3 DFD PT. Diagram Konteks. . DFD (Data Flow Diagram) Gambar 4.

Menerima Copy Shiping list dari bagian gudang b. PT Gendish Mitra Kinarya Keterangan Proses Pengolahan Order. c. d. Menerima Surat Pesanan (rangkap 5) dari Sales Manager setelah dilakukan checking dan paraf. 4 a. Membuat order pembuatan pakaian rangkap 2 dan menandatanganinya.ket : SP = surat pesanan L. Menerima surat pesanan (rangkap 5) dari sales counter b. dan memberi paraf pada surat Pesanan. Berdasarkan Shipping List tersebut. lalu menyerahkan Lembar surat pesanan ke 2 ke bagian gudang. Menerima order dari customer b. Menerima surat pesanan (rangkap 4) dari bagian administrasi marketing beserta lembar oerder pembuatan pakaian ke 2. Menyerahkan Surat Pesanan ke Sales Manager 3 a.1 Penjelasan tentang bagan alur (flowchart) PT. A. Sales Supervisor Sales Manager Administration Marketing Finance Controler . Apabila sudah di paraf Surat Pesanan di serahkan ke Administrasi Marketing. Keterangan Pelaksana Counter Sales (Kasir) 1 a. Memberikan surat pesanan ke 1 ke costumer dan menyerahkan SP rangkap 5 ke bagian sales supervisor 2 a. Gendish Mitra Kinarya.E. setelah itu order pakaian ke 1 di simpan sebagai arsip dan lembar yang 1 lagi dikirim ke finance control e. menentukan jenis bahan dan desain pakaian untuk setiap Surat Pesanan yang di terima. Menerima kembali Surat Pesanan b. Menyerahkan surat pesanan rangkap 5 ke bagian finance controler 5 a. Penjualan Reguler : No.D = laporan edit validasi Ttd = tanda tangan BD = batch data OP = order pesanan Fk = faktur Kw = kwitansi Keterangan mengenai bagan alur sistem informasi akuntansi penjualan dan penerimaan tunai PT Gendish Mitra Kinarya sebagai berikut : Tabel 4. Menandatangani surat pesanan rangkap 6 d. Membuat surat pesanan (rangkap 6) dengan komputer c. Apabila disetujui Surat Pesanan di tandatangani c.

lalu diperoleh jurnal voucher intern dan batch data-data untuk dikirim ke bagian MIS a. lembar SP ke 3 disimpan dan menyerahkan SP rangkap 3 ke bagian kepala cabang a. faktur. lembar SP ke 4 di simpan sebagai arsip dan SP rangkap 2 di kirim ke bagian faktur. Mencetak faktur 2x dan kwitansi rangkap 3 dari pengolahan SP. Di bagian akunting untuk dilakukan pengecekan terakhir Dari file yang di kirim oleh bagian MIS. menerima Faktur 2x. menerima SP lembar ke 4 dan lembar faktur ke 2 untuk di proses dan dilakukan pembukuan e.Lembar kwitansi ke 1 di simpan sebagai arsip . Menerima laporan batch dari bagian akunting untuk di buatkan laporan validasinya b. menandatangani SP tersebut c.Lembar SP ke 6 beserta faktur lembar ke 1 di kirim ke bagian akunting cabang . lalu diperoleh batch data-data untuk di kirim ke MIS d. lalu di distribusikan ke beberapa bagian dan ada sebagian yang di simpan c. Mendistribusikan berkas: .Lembar SP ke 5 di simpan sebagai arsip . Setelah di buatkan laporan validasi tersebut lalu di kirim ke bagian head office di buatkan filedan ke bagian akunting. GL detail di kirim ke Kepala Cabang Bagian Faktur Kepala Bagian Administrasi Accounting MIS Head Office . a. menerima kwitansi 2 rangkap dari baian kepala administrasi b. c. lembar kwitansi ke 3 di simpan sebagai arsip dan lembar ke 2 di batching.Lembar faktur ke 2 di simpan sebagi arsip a. SP. SP 2x. Menerima Surat pesanan (rangkap 3) dari bagian finance controller b. membuat jurnal voucher intern dan membatchingnya f. menerima surat pesanan rangkap 2 dari bagian kepala cabang b.Lembar kwitansi ke 2 dan3 di kirim ke bagian akunting cabang . dan kwitansi di cek lalu di kirim ke kepala bagian administrasi untuk di tandatangani a. c. seteleh di tandatangani.6 7 8 9 10 11 b. dan kwitansi 3x untuk di tandatangani b. membuat jurnal dari lembar kwitansi yang masuk c. lalu di proses dan di buatkan GL detail dan laporan penjualan. surat pesanan di cek dan di paraf.

menerima lembar surat pesanan dari bagian administrasi marketing b. menerima lembar order pesanan dari bagian administrasi marketing b. 6. 9. Sales Manager Bertugas untuk memeriksa dan menyetujui order yang masuk. Administrasi Marketing Bertugas menentukan bahan dan model pakaian yang dipesan berdasarkan surat pesanan. Kasir / Sales Counter Bertugas menerima jika ada order dari customer atau pelanggan. baik permohonan pembelian tunai maupun kredit. mengirim pesanan ke bagian gudang d. Finance Controller. Bagian Accounting Bertugas menyiapkan laporan sales book dan data-data bagi pembuatan laporan edit validasi oleh bagian MIS. 12 a. Bagian Produksi Bertugas untuk membuat pesanan yang sesuai dengan permintaan konsumen. menyimpan lembar surat pesanan untuk arsip dan mengirim lembar shipping list ke bagian administrasi marketing Keterangan Bagian : 1. Sales Supervisor Bertugas memeriksa dan menyaring order-order penjualan yang masuk. Bagian MIS MIS (Management Informatika System) ini akan membuat laporan edit validasi dari laporan-laporan yang diberikan oleh bagian accounting. Bagian Faktur Bertugas mencetak faktur penjualan yang rangkap dan menditribusikan berkasberkas tersebut ke seluruh bagian-bagian yang terkait. di lihat dari sistem yang dibuat penulis tidak menemukan adanya suatu kelemahan dari sistem informasi akuntansi yang dipakai. membuat lembar shipping list d. 8. Tetapi dalam pengoperasiannya masih terdapat kesalahan atau kelemahan: .bagian akunting lagi untuk dilakukan pengecekan terakhir. 4. 7. menyimpan lembar order pesanan untuk arsip dan mengirim 13 a. Bertugas meneliti sampai sejauh mana kebenaran data-data yang telah diberikan oleh calon pembeli. Berdasarkan bagan arus (flowchart) proses pembuatan faktur produk pakaian yang di buat untuk penjualan yang ada dalam sistem informasi akuntansi penjualan tunai perusahaan. 3. membuat pesanan sesuai yang tertera dalam order pesanan Produksi c. menyiapkan pengiriman pesanan Gudang c. 2. 5.

Sistem Pengendalian Intern peruasahaan untuk akuntansi penjualan perusahaan juga telah menjalankan fungsinya secara baik. Seharusnya dari shipping list yang di berikan dari bagian gudang setelah di cocokan dengan surat pesanan di bagian administrasi marketing. sales manager. Sehingga mudah terjadinya penyelewengan jumlah barang dari gudang.1. Melakukan sistem dokumentasi yang baik pada bagian kasir/counter sales. Perusahaan tidak saja mampu untuk mengukur atau menilai sampel sampai sejauh mana sistem akuntansi penjualan yang ada dapat mendukung proses kegiatan perusahaan. agar tidak terjadi surat pesanan yang palsu. Sistem Informasi Akuntansi Penjualan yang ada juga telah dapat memperbaiki dan memperkecil terjadinya kesalahan. 3. tidak hanya untuk penentuan jenis bahan dan model tetapi harus dilakukan pencocokan jumlah barang seperti yang tertera dalam surat pesanan. Selain memiliki kelemahan. Terbukti dengan adanya rapat tahunan perusahaan. agar pesanan tersebut disetujui. sales supervisor. 2. 2. belum melalui persetujuan bagian-bagian yang lain yang memang dibutuhkan. rapat direksi dan rapat pemegang saham. tetapi juga mampu untuk menganalisa sampai sejauh mana Sistem Informasi Akuntansi Penjualan yang ada dapat menjalankan fungsinya secara benar sesuai dengan ketentuan yang ada dan dibuat oleh perusahaan. . sehingga tidak ada lagi campur tangan dari pihak-pihak yang tidak berwenang. PT. Surat pesanan dari kasir/counter sales seharusnya jangan langsung di berikan ke costumer/pelanggan. sehingga tidak adanya bukti surat pesanan yang di paraf. baik kesalahan dalam pencatatan maupun pelaporannya. dalam pengoperasiannya: 1. Harus dibuat pengarsipan bagiannya masing-masing. sales manager. sales supervisor. Hal ini dapat segera diketahui karena perusahaan menggunakan Sistem Informasi Akuntansi yang terkomputerasi. Surat pesanan dari kasir/counter sales langsung diberikan ke costumer. Pada bagian kasir/counter sales. Seharusnya dibuat alur yang baik lagi seperti harus melawati persetujuan bagian sales supervisor. karena dalam Sistem Informasi Akuntansi penjualan telah terjadi pemisahan tugas dan wewenang. dan terakhir bagian administrasi marketing untuk legalitas pesanan. Walaupun terkadang menggunakan sistem yang manual untuk pengecekan. 2. 3. Gendish Mitra Kinarya juga memiliki kebaikankebaikan yang menunjang kegiatan manajemen perusahaan dalam menjalankan kegiatan perusahaan : 1. Perbaikan atas kelemahan yang terjadi. sales manager tidak ada sistem dokumentasi.hiping list dari bagian gudang hanya untuk penentuan jenis bahan dan desain pakaian dan tidak adanya pengawasan kepada bagian gudang. Jadi mempersempit karyawan bagian gudang untuk melakukan penyelewengan atau hal-hal yang akan menghambat tujuan perusahaan. Sehingga mudah terjadinya penyelewengan jumlah barang dari gudang. Hal ini untuk mengoreksi dan menyempurnakan sistem informasi akuntansi penjualan tunai yang ada. 3. Shiping list dari bagian gudang hanya untuk penentuan jenis bahan dan desain pakaian dan tidak adanya pengawasan kepada bagian gudang.

Gendish Mitra Kinarya Custumer Kasir/Counter Sales Sales Administration Sales Supervisor Manager Marketing 1 2 3 4 .Perkembangan atau pemecahan dari masalah yang terdapat dalam sistem informasi penjualan terdapat pada gambar di bawah ini : A.4 Koreksi kelemahan flowchart PT. Flowchart Gambar 4.

Diagram Zero. Maka dari itu perusahaan ini menggunakan internal control yang di keluarkan oleh lembaga yaitu. Pemantauan (Monitoring). Penilaian Resiko (Risk Assesment).5 Koreksi kelemahan DFD PT. Di Indonesia . Gendish Mitra Kinarya   Elemen-elemen sistem pengendalian intern dalam sistem penjualan tunai PT Gendish Mitra Kinarya. COSO memperkenalkan adanya lima komponen pengendalian intern yang meliputi Lingkungan Pengendalian (Control Environment). serta Informasi dan Komunikasi (Information and Communication). Prosedur Pengendalian (Control Procedure). bagi institusi pemerintah atapun swasta adalah keharusan penyelenggaraan internal control berbasis framework COSO (internal control COSO) tertuang dalam pasal 22 Keputusan Menteri BUMN Nomor Kep-117/MMBU/2002 tentang penerapan good governance pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN).  . Gambar 4. Committee of Sponsoring Organizations of the Treatway Commission (COSO).b.

agar pesanan tersebut disetujui. sales manager tidak ada sistem dokumentasi. Hasil analisis sistem informasi akuntansi menunjukan adanya beberapa kelemahan dan kebaikan dalam sistem informasi akuntansi penjualan pada PT. Surat pesanan dari kasir/counter sales seharusnya jangan langsung di berikan ke costumer/pelanggan. Shiping list dari bagian gudang hanya untuk penentuan jenis bahan dan desain pakaian dan tidak adanya pengawasan kepada bagian gudang. Harus dibuat pengarsipan bagiannya masingmasing. Perusahaan mampu untuk menganalisa sampai sejauh mana Sistem Informasi Akuntansi Penjualan yang ada dapat menjalankan fungsinya secara benar sesuai dengan ketentuan yang ada dan dibuat oleh perusahaan. belum melalui persetujuan bagian-bagian yang lain yang memang dibutuhkan. seperti kelemahan pencatan dan pelaporan. agar tidak terjadi surat pesanan yang palsu. perusahaan telah menggunakan Sistem Informasi Akuntansi yang terkomputerasi. Surat pesanan dari kasir/counter sales langsung diberikan ke costumer. Pengembangan/pemecahan dari kelemahan tersebut : 1. Pada bagian kasir/counter sales. sales supervisor. 3. Dalam proses akuntansinya. b. masih ada kelemahan.hiping list dari bagian gudang hanya untuk penentuan jenis bahan dan desain pakaian dan tidak adanya pengawasan kepada bagian gudang. kesalahan jurnal dan posting. Melakukan sistem dokumentasi yang baik pada bagian kasir/counter sales. a. 3. Sehingga mudah terjadinya penyelewengan jumlah barang dari gudang 4. Sistem Pengendalian Intern peruasahaan untuk akuntansi penjualan perusahaan juga telah menjalankan fungsinya secara baik. Gendish Mitra Kinarya. Itu semua dalam kegiatan manual yang dilakukan oleh karyawan perusahaan. sales supervisor. sales manager. sehingga tidak adanya bukti surat pesanan yang di paraf. tidak hanya . walaupun terkadang menggunakan sistem yang manual untuk pengecekan. 2. Sehingga mudah terjadinya penyelewengan jumlah barang dari gudang. 3. sales manager. Kebaikan diantaranya : 1. Seharusnya dibuat alur yang baik lagi seperti harus melawati persetujuan bagian sales supervisor. Kelemahan diantaranya: 1. c. dan terakhir bagian administrasi marketing untuk legalitas pesanan. 2. sehingga tidak ada lagi campur tangan dari pihak-pihak yang tidak berwenang.KESIMPULAN DAN SARAN Dari analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. karena dalam Sistem Informasi Akuntansi penjualan telah terjadi pemisahan tugas dan wewenang. Seharusnya dari shipping list yang di berikan dari bagian gudang setelah di cocokan dengan surat pesanan di bagian administrasi marketing. 2.

perusahaan sudah dapat melakukan sistem otorisasi dan prosedur pencatatan. Zaki. agar kegiatan perusahaan sesuai dengan tujuan perusahan. karena sudah menggunakan unsur-unsur yang terdapat dalam sistem pengendalian intern yang di pakai oleh sebagian banyak perusahaan. Baridwan. Di buatnya pengarsipan di setiap bagian dalam perusahaan. Penerapan sistem pengendalian intern terhadap karyawan perusahan lebih di tingkatkan lagi. Lalu di era teknologi ini. Fourth Edition. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis. Bodnar. 2001. Distribusi. agar tidak terjadi hal-hal yang bisa merugikan perusahaan. Vol. 2. No. 4.2000. Vol. Pemantauan (Monitoring). Dalam kesalahan akuntansinya dapat dilakukan dengan melakukan pengendalian terhadap kas. 3. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis. . No. yaitu sebagai berikut: 1. Penilaian Resiko (Risk Assesment). Perusahaan sudah menerapkan sistem pengendalian intern yang baik. 2. Atas hasil analisis tersebut dapat dikatakan bahwa sistem pengendalian intern yang diterapkan perusahaan telah optimal dan memadai untuk diterapkan didalam lingkungan perusahaan. ). Unsur-unsur itu yang meliputi Lingkungan Pengendalian (Control Environment). DAFTAR PUSTAKA Anggara Hayun A. Dampak Perkembangan Teknologi Informasi Terhadap Sistem Informasi Akuntansi. praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap bagian organisasi. serta Informasi dan Komunikasi (Information and Communication). Accounting Information System. Dapat di lihat dari. Dalam proses sistem informasi akuntansi penjualannya lebih di teliti kembali. Prosedur Pengendalian (Control Procedure). dan memonitoring semua kegitan perusahaan.Perancangan Sistem Informasi Produksi. Budiasih. mengatasi resiko-resiko yang ada. dan Penjualan (studi kasus : PT.untuk penentuan jenis bahan dan model tetapi harus dilakukan pencocokan jumlah barang seperti yang tertera dalam surat pesanan. 3. aktiva tetap. pemisahan tanggung jawab fungsional secara tegas. kegiatan sistem komputerasi di tingkatkan lagi. Sistem Informasi Akuntansi. Edisi Kedua. Jadi mempersempit karyawan bagian gudang untuk melakukan penyelewengan atau hal-hal yang akan menghambat tujuan perusahaan. X. dan biaya dan penganggaran. Allyn and Bacon. and William SH. George H. Di lihat dari pengendalian intern yang diterapkan oleh perusahaan sudah memadai. Desember 2002. Adapun saran yang dapat saya berikan pada perusahaan ini. 2003. Boston. 7. BPFE. Yogyakarta. 7.

Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN. and Mashall B. Vol.S.ac.23 Maret 2009.Chusing. 2000. Thomson. Gerlinas. Http://www. Sistem Akuntansi. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis. Australia.J. John Willey and Sons. Mulyadi. Joseph. Lecturer Notes on Analysis and Design of Accounting Information System. httplemlit. Konsep Dasar dan Komponen. No. 2 IAI.unila. Harto Tom Junior.edu/faculty/gangolly/ acc682/fall99. W. Edisi Ketiga. Standar Profesional Akuntan Publik. Accounting Information System. SAAG Utama. Tri Pudjadi.2002.pdf . 7 Wilkinson. 2001. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Penjualan dan Penerimaan Kas Pada PT Batara Titian Kencana.pdf sia jurnal. Yogyakarta. 2006.idfilearsip%202009SATEK%202008VERSI%20PDFbidan g-22-15. 2005.albany. Addition-Wesley Publishing Company. Yogyakarta. 6. Accounting Information System. Penerbtan Sekolah Tinggi ilmu Ekonomi YKPN. Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer. Journal Directory. Bery E. Ratna L. Gangolly J. 2000. Sixth Edition. BPFE. Urlic. R. Vol. Analisa Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Penjualan dan Piutang Dagang : Studi Kasus PT. Noerlina N. 2004. New York.2004. 2000. Accounting Information System.S. S. Yogyakarta. Jogiyanto.