P. 1
Makalah Prosedur Khusus Pediatrik

Makalah Prosedur Khusus Pediatrik

|Views: 284|Likes:
Published by Ovie Melody

More info:

Published by: Ovie Melody on Apr 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/21/2014

pdf

text

original

MAKALAH PROSEDUR KHUSUS PEDIATRIK

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pediatric berasal dari bahasa Yunani, yaitu Pedos yang berarti anak dan Iatrica yang berarti pengobatan. Arti dari bahasa Indonesia adalah ilmu pengobatan anak dan pengertian ini lebih tepat daripada ilmu penyakit anak yang ternyata masih sering dipakai. Pediatric telah berkembang pesat sekali terutama dalam 20 tahun terakhir ini. Di luar negeri, seperti pula yang dianjurkan oleh WHO timbul kecenderungan mengubah nama pediatric menjadi Child Health. Di Indonesia sejak 1963 telah diubah menjadi ilmu kesehatan anak, yaitu karena pediatric sekarang tidak hanya mengobati anak sakit, tetapi juga mencakup hal – hal yang lebih luas. Umumnya pembagian ilmu kesehatan anak adalah : 1. Pediatrik klinis 2. Pediatrik sosial 3. Pediatric pencegahan Sebenarnya tidak ada batas yang tajam antara ketiga bagian tersebut, pediatric sosial yang baik tidak akan berakibat ditemukannya penderita malnutrisi energy protein yang difteri baik di bangsal maupun di poliklinik. Sebaiknya di klinik diadakan penyelidikan dan penelitian mengenai beberapa hal yang hasilnya dapat digunakan di masyarakat luas, misalnya mengenai kadar protein. Namun untuk memahami pediatric sosial dan pencegahan, seseorang perlu terlebih dahulu mengetahui pediatric klinis, mengenal dan memahami penyakit – penyakit sehingga dapat timbul hasrat untuk mencegah dan melenyapkan penyakit – penyakit tersebut. Pediatric klinis dapat dipelajari di bangsal dan sekarang ini telah berkembang luas sehingga perlu dibagi menjadi beberapa sub bagian agar anak dapat dipelajari dan diobati lebih mendalam. Pediatric pencegahan sebenarnya tercakup dalam ilmu kesehatan masyarakat. Pencegahan yang bersifat luas tidak akan berhasil bila alam sekitar anak itu tidak diikutsertakan. B. Tujuan 1. Tujuan Umum

Diharapkan setelah mengikuti seminar ini mahasiswa mampu memberikan prosedur pediatric pada anak sesuai dengan tahap pertumbuhan dan perkembangannya. 2. Tujuan Khusus a Mampu menjelaskan prinsip – prinsip keperawatan anak. b Mampu melakukan pemeliharaan kesehatan pada anak. c Mampu memberikan keamanan / safety anak. d Mampu melakukan prosedur pengumpulan specimen. e Mampu memberikan pendidikan kesehatan pada orang tua.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. PRINSIP – PRINSIP KEPERAWATAN ANAK 1. Atraumatik Care Merawat pasien anak – anak memerlukan pengetahuan dan keterampilan khusus. Anak belum mempunyai kematangan psikologis untuk berespon terhadap penyakit maupun perawatannya. Tubuhnya yang masih dalam tahap pertumbuhan mempunyai ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan orang dewasa sehingga dapat mengakibatkan kesalahan dalam pengobatan dan mempertinggi resiko terjadinya komplikasi. 2. Pengetahuan tingkat pertumbuhan dan perkembangan Pada saat melakukan perawatan anak yang sangat dibutuhkan adalah pengetahuan tentang tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak. 3. Stimulasi, bermain dan promosi kesehatan Pada saat anak jatuh dalam keadaan sakit, perasaan anak perlu dijaga dan anak masih membutuhkan stimulasi sensori dan sosial. Masukkan kegiatan bermain dan promosi kesehatan ke dalam rencana perawatan, karena dengan bermain diharapkan stress dapat dihilangkan. 4. Family Centered Care Jangan lupa libatkan orang tua dan anggota keluarga yang lain yang selalu mendampingi anak selama sakit khususnya bila anak dirawat di rumah sakit dalam waktu yang lama untuk menciptakan lingkungan positif dalam meningkatkan kesehatan fisik dan emosional anak dan keluarganya.

B. Anak bukanlah miniature orang tua dan pada dasarnya anak bukanlah orang dewasa dalam bentuk kecil. untuk ditolong dalam keadaan musibah. diantaranya : 1. tingkat sosial. 2. Permasalahan dan . kuratif dan rehabilitatif. Dibesarkan dalam lingkungan kesejahteraan dan kerukunan dan menikmati hak – hak tersebut diatas tanpa membedakan jenis kelamin. Menurut Undang – Undang no. Anak adalah potensi dan penerus bangsa yang dasar – dasarnya telah diletakkan pada generasi sebelumnya. 7. 4. batas 21 tahun ditetapkan karena berdasarkan usaha kesejahteraan sosial. 8. yang diselenggarakan dengan cara – cara yang dapat mereka terima dengan keikutsertaan mereka secara sepenuhnya. 3. warna kulit. Menikmati prioritas pertama. 4 tahun 1979. kematangan pribadi dan kematangan mental seorang anak dicapai pada usia tersebut. Pemeliharaan kesehatan dirumuskan sebagai pemeliharaan kesehatan esensial yang secara universal disediakan bagi perseorangan dan keluarga di dalam masyarakat. Mempunyai nama dan kebangsaan. Haknya menerima kasih sayang dan pengertian. Kemungkinan untuk bermain dan berekreasi. kebangsaan. Pelayanan kesehatan yang memadai. Untuk mendapatkan gizi yang cukup. 9. Menikmati pendidikan. PEMELIHARAAN KESEHATAN Pemeliharaan kesehatan merupakan upaya untuk menjaga keadaan jasmani maupun rohani supaya tetap sehat. Hak – hak anak Internasional Anak tahun 1979. melainkan manusia yang oleh karena kondisinya belum mencapai taraf pertumbuhan dan perkembangan yang matang. Pemeliharaan primer seharusnya memusatkan dirinya kepada permasalahan – permasalahan kesehatan utama yang terdapat dalam masyarakat sekitarnya serta menjadikan pelayanan pencegahan. nasionalisme. 6. Belajar menjadi anggota masyarakat yang berguna dan mendapatkan kesempatan untuk menyumbangkan bakat – bakat pribadi. 5. anak adalah seseorang yang belum mencapai usia 21 tahun dan belum pernah menikah. maka segala sesuatu berbeda dengan orang dewasa pada umumnya.

dan lain sebagainya. terutama sekali pengenalan para ibu yang mempunyai resiko besar. 13. Pemberian imunisasi. yang memungkinkan penduduk dapat memahami permasalahan – permasalahan kesehatan yang sebenarnya dihadapi serta dapat menanganinya dengan cara yang paling tepat. Pelayanan laboratorik yang sederhana. Pemeliharaan sebelum melahirkan. meliputi pribadi lingkungan rumah. akan tetapi peran – peran yang lain harus dapat mendukung. Pengawasan yang teliti dan cermat atas anak – anak yang berusia dibawah 6 tahun. dicapai dan berhasil secara universal secepat mungkin. Pelayanan keluarga berencana (KB). 3. 2. Tindakan gawat darurat yang perlu dilakukan sebelum rujukan seorang penderita ke pos kesehatan yang sesuai atau ke rumah sakit. Keikutsertaan masyarakat paling baik dapat dimobilisasikan melalui pendidikan yang sepantasnya. termasuk kartu bagi pertumbuhan anak – anak. ketika kelahiran dan sesudah kelahiran yang terbatas.pelayanan yang sesuai ini berbeda – beda dari satu daerah ke daerah lainnya serta dari kelompok yang satu ke kelompok yang lain. 4. 7. Pertolongan pertama. Pendidikan kesehatan yang diberikan untuk orang awam. 11. Agar pemeliharaan kesehatan dapat diterima. Pemeliharaan kesehatan tidak dapat berjalan dengan hanya peran tenaga kesehatan saja. Diagnosis dan pengobatan untuk penyakit – penyakit yang ringan serta pengenalan penyakit – penyakit yang berat. Perlindungan yang dilakukan secara terus – menerus atas penyediaan air bersih. 8. Pemeliharaan catatan – catatan kesehatan yang telah dibakukan. 6. tapi secara umum mereka akan menyediakan hal – hal yang disebutkan berikut ini : 1. Fasilitas untuk penderita rujukan yang membutuhkan pengobatan khusus. sekolah. maka keikutsertaan masyarakat secara meluas serta rasa percaya diri dari masing – masing pribadi merupakan yang esensial. Pendidikan tentang penilaian dan penggantian makanan. Sanitasi . Pemeliharaan kesehatan juga . 10. dengan penekanan kepada pengenalan anak – anak yang mempunyai resiko. 5. masyarakat. 14. 9. diantaranya : Peran masyarakat. 12.

perlindungan dan pendidikan lingkungan serta lain – lain tindakan melawan kemiskinan adalah komponen – komponen yang kritis. Pengetahuan teknis. Dukungan logistic. Pemeliharaan kesehatan akan berjalan dengan baik jika dibarengi dengan berbagai pencegahan yaitu antara lain : 1. latihan. 3. Pencegahan primer Pencegahan primer mencakup peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit. untuk tujuan melaksanakan kelanjutan pendidikan. Penting sekali artinya untuk menciptakan koordinasi antara sector – sector kesehatan dan bukan kesehatan yang terdapat dalam masyarakat untuk mewujudkan dan melengkapi program – program dalam pemeliharaan kesehatan. Makan dan diet yang seimbang. penyediaan air yang tidak tercemar. mempertahankan berat badan yang normal dan tidak merokok merupakan beberapa . penyediaan lapangan pekerjaan. prodiksi dan pembagian serta penyebaran pangan yang sepantasnya. 2. Untuk mengembangkan ketenagaan bidang kesehatan. Fasilitas acuan. Hubungan dengan bermacam – macam tingkat sistem pemeliharaan kesehatan yang lain.bergantung pada penyediaan pekerja kesehatan atau tenaga sukarela yang dilakukan oleh kelompok masyarakat itu sendiri. dengan pembiayaan yang mampu ditangani oleh masyarakat dan daerah yang bersangkutan. maka tim para professional dan subprofesional yang bertempat tinggal di lingkungan masyarakat setempat haruslah secara efektif diintregasikan dengan para professional yang ikut terlibat. yang berada pada lain – lain tingkat sistem pemeliharan kesehatan. Pengkoordinasian dengan sector – sector bukan kesehatan yang lain Kemajuan dan pembaikan kesehatan di negara – negara yang sedang berkembang tidak dapat dicapai hanya dengan pemeliharaan kesehatan primer belaka. menjalani suatu program olahraga secara teratur. 4. petunjuk dan pengawasan. Perkembangan keadaan sosio – ekonomi. Tingkat penyediaan pemeliharaan haruslah diorganisasikan dan diperkuat untuk menopang pemeliharaan kesehatan primer masyarakat. seperti penyediaan : 1. Keterangan mengenai pembiayaan.

Usaha – usaha ini dapat meningkatkan kesehatan yang optimal dan mungkin dapat membantu pencegahan penyakit. Kegiatan pencegahan primer dapat diperluas keluar lingkungan kesehatan. Kita dapat melihat bahwa usaha peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit antara lain mendorong terjadinya perubahan perilaku yang dilakukan bersama dengan pemberian informasi yang berhubungan dengan kesehatan. Pencegahan tersier juga mencakup usaha untuk mencegah terjadinya penurunan kesehatan. mereka akan merasa bahwa mereka telah memiliki kontrol terhadap kehidupan mereka. Keamanan dan Pencegahan Cedera pada Masa Bayi a Usia Lahir . Klien membutuhkan informasi dan pengetahuan ini untuk membuat keputusan merubah perilakunya. pencegahan terhadap rokok dan penyalahgunaan obat. 2. dan akan mengurangi biaya financial dan sosial terhadap penyakit. Pencapaian perkembangan mayor Reflek involunter. Pencegahan cedera a) Aspirasi . Pencegahan tersier Pencegahan tersier merupakan usaha untuk mempertahankan kesehatan yang optimal setelah mengalami suatu penyakit atau ketidakmampuan. KEAMANAN / SAFETY Keamanan dan pencegahan cedera sangat penting diberikan pada orangtua atau anak untuk meminimalkan kecelakaan / bahaya pada anak. dan informasi tentang pentingnya olahraga yang teratur. Setelah penyakit didiagnosa pada tahap awal. Akibatnya. C. Metode pemberian keamanan / safety berbeda sesuai usia dan perkembangan anak. 2. Pencegahan sekunder Pencegahan sekunder mencakup deteksi dini terhadap penyakit dan komplikasinya.4 Bulan 1. biasanya klien dapat kembali menjalani aktifitas seperti semula. 3. seperti reflek merangkak. 1. dapat mendorong bayi ke arah depan atau belakang dan reflek kejut dapat menyebabkan tubuh menjejak.contoh dari usaha pencegahan primer. Misalnya anak – anak di sekolah dasar saat mereka telah mendapat informasi yang lebih baik tentang kebiasaan makan.

c) Jatuh 1) Pasang selalu pagar keranjang bayi. tetap harus mempraktekkan penyelamatan sedini mungkin. 3) Bila anda ragu dimana anda akan menempatkan bayi.mata dan refleks menggenggam volunter. 4) Pastikan desain keranjang bayi mengikuti peraturan dan matrasnya pas. simpan bedak dalam wadah tertutup dan jauh dari jangkauan bayi. . 3) Gunakan matras keras dan selimut ringan tanpa bantal. 6) Hindari tidur di tempat tidur dengan bayi. b) Sufokasi / tenggelam 1) Simpan semua kantong plastic diluar jangkauan bayi. 5) Posisikan keranjang bayi jauh dari perabotan dan jauh dari radiator atau jendela. 2) Jangan pernah menaburkan bedak langsung pada bayi. buang kantung plastic besar setelah diikat.1) Tidak sebahaya pada usia ini. 9) Jangan pernah meninggalkan bayi di bawah 12 bulan di matras orang dewasa. 7) Jangan mengikatkan empeng dengan tali melingkari leher bayi. 3) Gendong bayi untuk memberi makan. tuangkan bedak ke tangan kemudian ke kulit bayi. 8) Jangan pernah meninggalkan bayi sendiri di kamar mandi. 5) Meningkatkan koordinasi tangan . 2) Jangan pernah meninggalkan bayi pada permukan yang tinggi tanpa pelindung. 4) Ketahui prosedur kedaruratan untuk tersedak. gunakan lantai. jangan menyangga botol. 2) Jangan menutup matras dengan plastic. 4) Dapat berguling. 6) Restrain anak dalam kursi bayi dan jangan pernah meninggalkannya tanpa pengawasan ketika ia duduk di atas permukaan yang tinggi. 5) Gunakan empeng dengan konstruksi utuh dan pegangan melengkung.

mempunyai koordinasi tangan – mata yang baik. Dapat memfokuskan dan melokalisasi objek rangsangan kecil. Pencegahan cedera a) Aspirasi . Dapat mendorong tangan dan lutut ke atas. e) Luka bakar 1) Pasang detector asap di rumah.7 Bulan 1. 3) Periksa air mandi. tetapi harus mulai mempraktekkan penyelamatan dini.7) Hindari menggunakan kursi yang tinggi sampai anak bisa duduk dengan baik dengan ditopang. Pencapaian perkembangan mayor Berguling. 7) Jangan meninggalkan anak di mobil yang sedang diparkir. memainkan dan memegang. 5) Perhatikan abu rokok yang dapat menjatuhi bayi. pertahankan agar area yang terpajan tetap tertutup. 8) Periksa permukaan panas restei mobil sebelum anak menempatkan anak di kursi. 2. 2) Gunakan kewaspadaan jika formula penghangat berada dalam oven microwave. Masukkan segala sesuatu ke mulut merupakan hal yang sangat menonjol. Merangkak mundur. periksa dahulu temperature cairan sebelum memberi makan. b Usia 4 . d) Keracunan 1) Tidak sebahaya pada kelompok usia ini. 6) Jangan meninggalkan bayi di bawah sinar matahari lebih dari beberapa menit. f) Cedera tubuh 1) Hindari objek tajam dan bergerigi. 2) Jaga agar peniti popok tetap tertutup dan jauh dari bayi. duduk sebentar. 4) Jangan menuangkan air panas bila berada di dekat bayi seperti duduk di pangkuan. mengambil objek yang jatuh.

c) Jatuh 1) Lakukan restrain jika duduk di kursi yang tinggi. dan objek kecil lainnya diluar jangkauan bayi. atau potongan bulat dari hot dog. kacang. simpan diluar jangkauan. 5) Ketahui nomor telepon pusat kendali keracunan local. 9) Buang jauh wadah bahan racun yang digunakan. 8) Hindari menyimpan cairan pembersih dalam jumlah besar. makanan dengan biji-bijian. 2) Tempatkan zat-zat beracun di tempat yang tinggi atau di lemari yang terkunci. 6) Periksa mainan anak akan adanya bagian-bagian yang terlepas. e) Luka bakar . pestisida bahan toksik lainnya. 4) Latihan kewaspadaan ketika memberikan teetingbiscuit. 2) Pertahankan lantai dari objek kecil. 3) Gantungkan tanaman atau tempatkan di permukaan yang tinggi selain di lantai. penutup jarum. d) Keracunan 1) Pastikan cat untuk perabotan dan mainan tidak mengandung tembaga. 7) Bila menggunakan bedak bayi. karena potongan besar terpecah dan teraspirasi. 2) Pertahankan pagar tempat tidur pada ketinggian penuh. b) Sufokasi / tenggelam 1) Simpan balon yang belum digunakan diluar jangkauan 2) Pindahkan semua mainan dikeranjang bayi bila anak mulai mendorong tangan atau lutut. 3) Jangan memberikan pada bayi permen yang keras. biji-bijian. simpan baterai baru di tempat yang aman. 4) Buang baterai – baterai kecil yang sudah tidak terpakai. cat.1) Simpan kancing. 10) Jangan menyimpan bahan toksik di wadah makanan. 5) Jangan memberi makanan bayi ketika bayi berbaring.

3) Awasi kontak dengan balon – balon yang digembungkan. Eksplorasi dengan menempatkan objek di dalam mulut.1) Tempatkan objek – objek panas di permukaan yang tinggi. gunakan tabir surya. Meningkatkan pemahaman terhadap perintah dan kalimat sederhana. lepaskan pintunya. f) Cedera tubuh 1) Berikan mainan halus dan bulat. . 2) Batasi terpapar sinar matahari. terutama yang terbuat dari kayu atau plastic. Pencegahan cedera a) Aspirasi 1) Jaga agar kain tiras dan benda – benda kecil tidak berada di lantai dan perabotan jauh dari jangkauan anak – anak. 2. mempunyai genggaman kuat. melempar objek. 3) Simpan objek tajam diluar jangkauan bayi. berjalan. Tidak suka di restrain. b) Sufokasi / tenggelam 1) Jaga agar pintu oven. segera buang balon yang sudah meletus dan simpan balon yang tidak digembungkan diluar jangkauan anak – anak. c Usia 8 – 12 Bulan 1. 3) Jangan menggunakan mainan beanbag atau membiarkan anak bermain dengan buncis – buncis kering. memanjat. 2) Perhatikan dalam memberikan table food yang padat untuk memastikan yang diberikan adalah potongan – potongan yang sangat kecil. Pencapaian perkembangan Merangkak. kulkas. 4) Pagari kolam renang. pencuci piring. berdiri dengan memegang pada perabot. pendingin dan mesin cuci serta pengering baju tetap tertutup sepanjang waktu. mendorong objek. Mampu mengambil objek kecil. 2) Hindari objek lancip sebagai mainan. 2) Jika menyimpan alat – alat yang tidak dipakai seperti kulkas. berdiri sendiri. mengitari perabot.

Dapat melempar bola dan objek lain. Mampu mengeksplorasi bila dibiarkan sendirian. bukan sebagai permen. 8) Pegang selalu satu tangan anak bila berada di kamar mandi. khususnya dekat tangga. 4) Sediakan obat sirup di rumah. 2) Jangan memberikan obat – obatan kecuali diresepkan oleh dokter. 3) Simpan obat – obatan dan zat beracun segera setelah digunakan. 3) Hindari walker. 4) Simpan taplak meja diluar jangkauan (anak dapat menarik air panas atau objek berat dan tajam). d) Keracunan 1) Berikan medikasi sebagai obat. 3) Tempatkan pelindung plastic di luar jalur listrik. 4) Pastikan bahwa perabot cukup berat buat anak untuk didorong sendiri pada posisi berdiri atau meluncur. 2. letakkan kembali kap dengan tepat bila menggunakan kap pelindung anak. 6) Jaga agar pintu kamar mandi tetap tertutup. Mampu membuka pintu dan pagar. gunakan bila hanya dianjurkan. e) Luka bakar 1) Tempatkan pelindung di depan dan mengitari alat panas tempat api atau tungku pemanas. . Dapat mengendarai sepeda roda tiga. 2) Pakaikan bayi dengan sepatu dan pakaian yang aman. 7) Kosongkan kolam – kolam yang tidak diperlukan. c) Jatuh 1) Pagari tangga bagian atas dan bawah bila anak dapat menjangkau bagian tersebut. Keamanan dan Pencegahan Cedera pada Masa Anak – Anak a) Kemampuan perkembangan berhubungan dengan resiko cedera Jalan. Mempunyai keinginan yang tinggi. Tidak berdaya di dalam air. tempatkan perabot di depan stop kontak.5) Awasi anak bila berada dekat dengan sumber air seperti area drainase atau toilet. lari dan memanjat. 2) Simpan kawat listrik secara tersembunyi atau diluar jangkauan.

Eksplorasi dengan menempatkan objek ke dalam mulut. termasuk ember. berjinjit. Letakkanl alat listrik. buang dengan hati . gunakan sabuk pengaman. Dapat menelan potongan makanan yang keras atau tidak dapat dimakan. . seperti pembuat kopi. Tidak dapat membaca label peringatan. Simpan korek dan pematik rokok di area terkunci dan tidak dapat dijangkau. Mengeksplorasi lubang dan bukaan. b) Pencegahan cedera 1) Kendaraan bermotor Gunakan restrain mobil yang disetujui bila sertei anak ada. Ajarkan anak berenang dan keamanan air. atau kardus besar di area lalu lintas. Menarik objek. 2) Sufokasi / tenggelam Awasi dengan ketat bila anak berada di dekat sumber air. Tidak sadar bahaya potensial dari orang asing atau orang lain. Ajarkan anak untuk mematuhi aturan keselamatan pejalan kaki. Jangan biarkan anak bermain di tumpukan daun. Awasi penggunaan sepeda roda tiga. Masih kaku pada banyak keterampilan. kedalaman air tidak mempunyai arti. Persepsi dalam tidak tepat. Menempatkan segala sesuatu di mulut. berdiri di atas sepatu dan menggunakan objek sebagai tangga. Jangan biarkan anak bermain di pinggir jalan atau di belakang mobil yang diparkir. Dapat membuka laci dan lemari.tidak sadar bahayanya. Mampu mencapai ketinggian dengan memanjat. Bermain dengan objek mekanis. Tidak ada sumber – sumber potensi panas atau api. Pertahankan agar pintu kamar mandi dan penutup toilet tetap tertutup.hati. panci panas menghadap kebelakang. Awasi anak ketika bermain di luar. Naik dan turun tangga. 3) Luka bakar Putar pegangan pot menghadap kebelakang stove.

Kenakan pakaian yang aman pada anak. Jaga agar kawat-kawat listrik tersembunyi dan jauh dari jangkauan Tekankan bahaya dari api yang terbuka. Sediakan sirup di rumah. Ajari anak untuk tidak bermain di tempat sampah. ajarkan apa artinya “panas”. . 4) Keracunan Letakkan semua zat-zat beracun di dalam lemari terkunci. terutama jika berada di dekat tangga. Jangan pernah melepas lebel dari wadah bahaya racun. Bereskan kembali obat-obat dan racun dengan segera tutup kembali botol-botol obat atau racun dengan benar.anak. Jangan menyimpan kelebihan zat-zat toksin dalam jumlah besar. Periksa selalu air mandi. kemudian pindahkan ke tempat tidur jika anak sudah mampu merangkak keluar dari boks. Pakaikan tabir surya dengan SPF 15 atau lebih tinggi jika anak . Jaga agar pintu tetap terkunci atau gunakan penutup kenop pintu yang resisten terhadap anak-anak. 5) Jatuh Jaga agar tirai tetap berada di jendela.Jangan membiarkan kawat listrik dari setrika atau alat . Ketahui nomor telepon pusat kendali keracunan local. Atau di luar jangkauan termasuk tanaman. Tempatkan pagar dibagian atas dan bawah tangga. Beritahu obat sebagai obat bukan sebagai permen.alat lain menjuntai dalam jangkauan anak . Hindari penggunaan walker. Pindahkan permadani yang tidak aman atau tidak rata. Gunakan keset yang tidak licin.anak terpapar sinar matahari.mainan yang besar dan atau bantalan bumper berada pada luar boks bayi atau playpen. gunakan hanya jika dianjurkan. Jaga agar mainan . atur selalu suhu air mandi. dipasang dengan benar dan menggunakan pagar pelindung.

kacang kering. Ajarkan anak untuk tidak pernah pergi dengan oramg asing. 3. cenderung berlebihan. Keamanan dan Pencegahan Cedera Selama Usia Sekolah a) Kemampuan perkembangan yang berhubungan dengan masa cedera Semakin terlibat dalam aktifitas – aktifitas yang jauh dari rumah. permen keras. Keterampilan fisik telah meningkat. Pilih mainan yang besar dan kuat tanpa tepi yang keras dan bagian-bagian yang dapat dilepas . Mempunyai sifat motorik kasar yang bersifat waspada. Hindari buah dengan biji. Awasi anak jika sedang berada di taman bermain. ikan dengan tulang. Dapat bekerja keras untuk dapat menyempurnakan keterampilan. Kesetiaan yang kuat kepada teman. Waspadai adanya bahaya binatang. Berani dan menentang. Mudah didistraksi oleh lingkungan. permen karet. Tertarik mendapat keterampilan baru dan menyempurnakan keterampilan yang sudah ada. Ajarkan kewaspadaan keamanan. Simpan semua alat-alat yang berbahaya dalam lemari yang terkunci. Mengalami peningkatan kemandirian. seperti hotdog utuh. Ajarkan tentang keamanan pribadi. 7) Cedera tubuh Hindari memberikan objek tajam atau lancip. khususnya dengan sebaya.Jaga agar anak tetap direstrain ketika berada dalam kendaraan. Dapat diberi alasan. b) Pencegahan cedera . Mengikuti aturan kelompok. Selalu mendengarkan masalah anak mengenai prilaku orang lain. Tertarik dengan kecepatan dan gerakan. Mencoba hal – hal yang baru. Dapat dengan mudah dipengaruhi oleh sebaya. Memerlukan aktifitas fisik yang kuat. termasuk binatang peliharaan. tetapi bukan takut. 6) Tersedak dan asfiksia Hindari potongan daging yang besar dan bulat. suka berenang. Jangan biarkan lollipop atau benda sejenisnya berada dalam mulut anak ketika ia berjalan atau lari. dll.lepas. pilih taman bermain yang memiliki penutup tanah yang lembut dan peralatan yang aman.

Tetap menggunakan pakaian aman seperti saat mengendarai sepeda. mengambil mainannya atau mengganggu dengan makanan anjing. Jaga agar produk – produk berbahaya diletakkan pada wadah yang diberi label dengan tepat dan lebih baik diletakkan jauh dari jangkauan anak – anak. Periksa kedalaman air yang cukup untuk menyelam. dan pemeliharaan alat – alat yan berpotensi bahaya. memasuki teritorialnya. Instruksikan pada anak tentang perilaku yang tepat di tempat kebakaran. 4) Keracunan Ajarkan pada anak tentang bahaya menggunakan obat – obatan dan bahan kimia yang tidak diresepkan. Anjurkan untuk bermain di tempat yang aman. termasuk aspirin dan alcohol. penggunaan. . motor dan semua kendaraan lainnya. Ajarkan perawatan yang tepat. hindari memanjat dan menerbangkan layang – layang di dekat kabel yang bertegangan tinggi. Ajarkan anak untuk tidak mengusik atau mengejutkan anjing. 2) Tenggelam Ajari anak untuk berenang. Ajarkan pada anak tentang cara memasak yang aman. Ajarkan pada anak untuk mengatakan tidak bila ditawari obat – obatan berbahaya atau alcohol. 3) Luka bakar Instruksikan pada anak tentang perilaku di daerah yang melibatkan kontak dengan bahan kebakaran.1) Kendaraan bermotor Ajari anak tentang penggunaan sabuk pengaman yang tepat pada saat berada di dalam mobil. Ajari tentang aturan dasar keamanan air. Pilih tempat yang aman dan diawasi untuk berenang. 5) Cedera tubuh Bantu memberikan fasilitas untuk aktifitas yang diawasi.

Tekankan bahaya dari obat – obatan. atau mulut bila menggunakan objek atau alat yang berbahaya. Dapat bertanggung jawab atas tindakan sendiri. objek dan lokasi. termasuk alcohol jika mengendarai kendaraan bermotor. Ajarkan keamanan bila menggunakan alat korektif (kacamata). Kebutuhan akan penyaluran energi. dan perawatan alat – alat olahraga dan rekreasi yang tepat. Tekankan pemilihan. Pemilihan yang bijaksana atas pemilihan tempat berenang. telinga. 4. . anjurkan penggunaan kendaraan yang benar. 2) Tenggelam Ajarkan untuk berenang jika belum bisa. bila anak menggunakan kontak lensa. Menguji kemandirian usia memungkinkan untuk mengendarai kendaraan bermotor. b) Pencegahan cedera 1) Kendaraan bermotor / bukan motor Pejalan kaki : tekankan perilaku jalan kaki yang benar. Pengemudi : berikan tindakan mengemudi yang kompeten. Ajarkan aturan dasar keamanan air. Ajarkan keamanan pribadi. Perasaan tidak dapat diganggu. Penumpang : tingkatkan perilaku yang tepat ketika mengendarai kendaraan bermotor. sering mengorbankan berpikir logis dan mekanisme kontrol lain. Keamanan dan Pencegahan Cedera Selama Remaja a) Kemampuan perkembangan yang berhubungan dengan resiko cedera Kebutuhan akan kemandirian dan kebebasan. hindari kebut – kebutan. jaga agar kendaraan tetap berada dalam kondisi yang baik. penggunaan. Akses pada alat yang lebih kompleks.Tekankan perlindungan mata. Kecenderungan untuk pengambilan resiko. pantau durasi penggunaan supaya tidak merusak kornea. Kebutuhan yang kuat akan persetujuan teman sebaya. Dapat melakukan hal –hal yang berbahaya.

termasuk alcohol. Waspada terhadap tanda depresi. Anjurkan dan tekankan penggunaan prinsip keselamatan dan pencegahan yang tepat. Hindarkan penggunaan atau penyediaan alat olahraga. Anjurkan menggunakan tabir surya. Berikan dan anjurkan menggunakan alat pelindung bila menggunakan alat – alat yang berpotensi bahaya. PROSEDUR PENGUMPULAN SPESIMEN Pengambilan specimen adalah pengambilan bagian dari tubuh yang dapat menunjukkan keadaan / kondisi tubuh anak atau status kesehatan anak. Dan dapat diketahui dengan pemeriksaan laboratorium. Berenang dengan teman. Hindari merokok. 4) Keracunan Ajarkan bahaya penggunaan obat.Kedalaman air yang cukup untuk menyelam. URIN a) Untuk anak yang tidak dilatih toilet training Gunakan kantong penampung. Pengambilan specimen terdiri dari pengambilan : 1. Untuk mendapatkan urin dalam jumlah sedikit. D. 3) Luka bakar Anjurkan menghindari pajanan sinar matahari yang berlebihan. . 6) Cedera tubuh Tingkatkan pemahaman tentang olahraga dan penggunaan alat olahraga yang tepat. Tingkatkan jangkauan atau pengawasan terhadap olahraga dan fasilitas alat bermain. 5) Jatuh Ajarkan tindakan keamanan umum di semua aktifitas. buat sedikit / belahan pada popok dan dorong kantong penampung melewatinya untuk membuat ruang bagi urin agar tertampung dan memudahkan pemeriksaan isi.

c) Anak yang lebih besar yang dilatih toileting Kerjasama tetapi hargai penjelasan untuk apa specimen tersebut. Periksa kantong dalam popok dengan sering dan segera lepaskan setelah specimen terambil. Sampel urin untuk kultur 1) Bila lap kertas telah disediakan gunakan lap tersebut sebagai pengganti handuk. tarik ke belakang . 3) Kumpulkan alat yang diperlukan. d) Instruksi untuk anak yang dilatih toileting Sampel urin rutin 1) Beritahu anak bahwa anak perlu mendapat urin. minta anak mencuci tangan. 2) Bila anak mampu mengumpulkan sendiri sampel urinnya. Gunakan kata – kata yang mudah dimengerti anak. Gunakan istilah – istilah yang dikenal seperti “pipis”. lebih baik jika diberi alat penutup wadah seperti kantong kertas. b) Anak kecil yang dilatih toileting Mungkin tidak dapat berurinasi sesuai permintaan. 4) Buka wadah urin. bila popok dengan bahan jel absorben yang menyerap urin.gunakan spuit tanpa jarum untuk menghisap urin secara langsung dari popok. atau alat penampung urin di dalam popok untuk menampung urin dan menghisap urin dengan spuit. beberapa bola kapas. 2) Cuci ujung penis dengan lap atau sabun dan air. tempatkan kasa kecil. Berikan privasi dan alat penampung. berhati – hatilah agar tidak menyentuh bagian dalam urin dan penutupnya. 5) Minta anak berkemih langsung ke wadah. Bilas dengan baik bila menggunakan sabun. Bila anak tidak disirkumsisi. 7) Puji anak atas kerjasamanya. Akan lebih baik jika pispot diletakkan di atas toilet. 8) Cuci tangan anda dan anak dengan sabun dan keringkan. 6) Pasang kembali penutupnya. dan dapatkan bantuan dari orangtua.

berhati – hatilah agar tidak terjadi kerutan. Untuk melepas kantong. 8) Puji anak atas kerjasamanya. tempatkan bagian kantong yang berperekat pada skrotum. Cuci area tersebut dengan lap kertas atau sabun dan air. yaitu : 1) Bila mungkin tempatkan penis dan skrotum anak dalam kantong. Periksa kantong dengan sering dan lepaskan segera setelah anak selesai berkemih. Cuci dari depan ke belakang. Bila pengumpulan specimen urin anak tidak dapat dilakukan dengan cara yang sudah disebutkan di atas. tempatkan wadah urin sehingga dapat menangkap sebagian urin tersebut. seperti pada bayi premature atau pada kulit yang tidak utuh . Potong ujung kantong untuk menuangkan urin kedalam wadah. bilas dengan baik dengan bagian dari waslap yang bersih. 9) Cuci tangan anda dengan sabun dan keringkan. (anak laki . 4) Beritahu dia untuk berhenti. pegang kantong tersebut sejajar dengan kulit anak dan dengan hati – hati kelupas dari bagian atas ke bawah. Pengumpulan urin 24 jam 1) Siapkan kulit seperti penutup kulit seperti lilin. 3) Lepaskan setengah bagian atas pelindung adesif dan ratakan bagian atas pada kulit untuk menghilangkan kerutan. maka dapat dilakukan dengan cara lain. Pastikan preputium didorong kembali ke ujungnya. Bila tidak. 2) Lekatkan bagian kantong yang berperekat pada kulit. keringkan bagian yang bersih dengan handuk kecil. 7) Beri label pada wadah dengan nama dan jam pengambilan. 5) Minta anak untuk berkemih ke dalam wadah. Bila tidak dapat memberhentikan aliran urin.dll (kecuali jika dikontraindikasikan. plastic . (anak perempuan) 3) Minta anak untuk berkemih pada kursi atau toilet pot.preputiumnya hanya sejauh yang dapat ditarik dan cuci serta bilas ujung penis. 6) Pasang kembali penutup wadah. bilas bila menggunakan sabun.laki) Rentangkan labia anak dengan jari anda.

gunakan spuit tanpa jarum untuk mengaspirasi urin melalui selang tersebut. 2) Pasang popok di atas kantong. 3) Setelah defekasi. SPUTUM Anak yang lebih besar dan remaja mampu untuk batuk sesuai petunjuk dan memberikan specimen jika diberi pengarahan yang tepat. aspirasi trakeal melalui alat penghisap atau penampung mukus. c) Aspirasi isi dengan bulb spuit yang kecil dan steril. gunakan spatel lidah untuk mengumpulkan feses. b) Anak yang dilatih toileting 1) Minta anak berkemih. gunakan spatel lidah untuk mengumpulkan feses. tempatkan selembar plastic di atas tempat duduk toilet. a) Anak yang tidak dilatih toileting 1) Pasang kantong penampung urin. 2) Minta anak defekasi ke toilet. Specimen kadang diambil dari bayi dan anak kecil dengan selang endotrakea atau trakeostomi dengan cara. bila mungkin. d) Tempatkan pada wadah yang steril. SEKRESI PERNAPASAN (NASAL) Untuk mendapatkan sekresi nasal gunakan pencucian nasal : a) Tempatkan anak pada posisi terlentang.dan atau teriritasi) dan pasang kantong penampung urin dengan selang penampung yang memungkinkan urin mengalir ke tempat yang besar. FESES Tampung feses tanpa kontaminasi urin. 3) Untuk memudahkan penampungan specimen. . 3. masukkan selang untuk makan yang kecil melalui lubang pada bagian atas kantong. 2. 4) Setelah defekasi. 4) Letakkan specimen pada wadah tertutup. kemudian siram toilet. 2) Bila selang penampung tidak tersedia. 4. 5) Tempatkan specimen pada wadah tertutup. b) Alirkan 1 sampai 3 cc salin normal steril dengan spuit steril (tanpa jarum atau dengan selang ukuran 28 atau 20G sepanjang 2 inci) ke dalam salah satu lubang hidung.

7) Lakukan pungsi pada jari atau tumit pada likasi yang tepat. 4) Pertahankan asepsis yang ketat dan kewaspadaan umum.4 mm. b) Vena 1) Jelaskan prosedur pada anak sesuai perkembangannya dan berikan perawatan atraumatik.5. termasuk wadah specimen yang tepat. 3) Siapkan alat yang diperlukan. hangatkan tumit dengan menempatkan handuk yang direndam air hangat (39 . 14) Buang lenset atau alat pungsi dalam wadah tahan tusuk di dekat tempat penggunaannya. 12) Bersihkan area yang diberi zat / agens bakteriostatik dengan air untuk menghindari absorbsi pada neonatus. DARAH a) Tumit atau jari 1) Pungsi tidak boleh lebih dari 2. 13) Puji anak atas kerjasamanya. 6) Siapkan area untuk pungsi dengan agens bakteriostatik. 5) Untuk meningkatkan aliran darah. 8) Sisi yang umum untuk pungsi tumit adalah bagian luar tumit. 10) Tampung sampel darah dalam wadah specimen yang tepat. . 11) Beri tekanan pada area injeksi pungsi dengan kasa steril kering sampai pendarahan berhenti. 9) Sisi yang umum untuk pungsi jari adalah tepat disamping bantalan jari (makin banyak pembuluh darah dan makin sedikit ujung saraf). 15) Dokumentasikan area injeksi dan jumlah darah yang diambil serta tipe tes yang dilakukan. 2) Jelaskan prosedur pada anak sesuai perkembangannya dan berikan perawatan atraumatik. Batasan dapat ditandai dengan garis imajener yang terbentang secara posterior dari titik diantara jari kaki keempat dan kelima dan berjalan parallel ke tumit bagian medial.44ºC) di area injeksi pungsi 10 sampai 15 menit atau tahan jari di bawah air hangat selama beberapa detik sebelum pungsi dilakukan.

12) Bersihkan area agens dengan air untuk mengurangi absorbsi pada neonatus. 14) Dokumentasikan area injeksi dan jumlah darah yang diambil serta jenis tes yang digunakan. 2) Siapkan alat-alat yang diperlukan. 6) Palpasi arteri untuk pungsi. 4) Restrain anak hanya bila diperlukan untuk mencegah cedera. 6) Pasang tourniquet. Sampel darah arteri dari pungsi menimbulkan nyeri. atau arteri femoralis. jaga agar lengan tetap erektensi untuk mengurangi memar. 13) Puji anak atas kerjasamanya. brakialis.2) Siapkan alat yang diperlukan. 7) Lakukan tes allen untuk menentukan keadekuatan sirkulasi kolateral: tinggikan ekstremitas distal dari area pungsi dan pucatkan dengan memerasnya secara . 11) Tarik jarum dari area tusukan dan tempelkan kasa steril kering atau bola kapas pada sisi tersebut dengan tekanan sampai pendarahan berhenti. pada bayi kecil dan praaterm hal ini tidak terjadi. yang akan mempengaruhi kekuatan nilai gas darah (penurunan PO2). 5) Pungsi arteri dapat dilakukan dengan menggunakan arteri radialis. 5) Siapkan area untuk pungsi dengan agens bakteriostatik. 3) Pertahankan asepsi ketat dan kewaspadaan umum. 9) Ambil darah sejumlah yang diinginkan dan tempatkan pada wadah yang tepat. 7) Lihat atau palpasi vena. 4) Siapkan area untuk pungsi dengan agens bakteriostatik. 3) Persiapkan asepsi ketat dan kewaspadaan umum. Bila tusukan dilakukan di area antekubital. bila digunakan. tourniquet untuk neonatus adalah pita karet. 8) Pasang jarum dengan menghadap ke atas. c) Arteri 1) Jelaskan prosedur pada anak sesuai perkembangannya dan berikan perawatan atraumatik. 10) Lepaskan tourniquet. menyebabkan anak menangis dan menahan napas.

7) Untuk mendapatkan specimen darah dari jalur vena sentral atau darah perifer jika terdapat cairan infuse yang hasil tes. kemudian aspirasi untuk mendapatkan sampel darah. 4) Siapkan area injeksi dengan agens bakteriostatik. 10) Tarik jarum dan berikan tekanan pada area injeksi dengan kasa kering atau bola kapas sampai darah berhenti. maka aspirasi dulu daerah dalam jumlah yang sama dengan cairan yang ada di dalam kateter dan buang. . gunakan sampel darah yang pertama. 9) Tarik jarum dan alat aspirasi dari area injeksi. warna kembali seperti ke ekstremitas yang memucat tidak lebih dari 5 detik menunjukkan sirkulasi kolateral. jumlah darah yang diambil dan tes yang digunakan. karena organisme cenderung berkumpul di dalam kateter itu sendiri.perlahan (seperti membuat suatu genggaman). 6) Masukkan jarum kecil yang steril (25G) ke dalam area injeksi di tengah diafragma. 14) Dokumentasikan area injeksi. 9) Tarik sejumlah darah yang dibutuhkan ke dalam spuit. 11) Tempatkan specimen pada wadah yang tepat. 8) Tarik darah dalam jumlah yang ditentukan (masukkan dalam wadah yang berheparin). d) Alat akses vena implantasi 1) Jelaskan prosedur pada anak sesuai tingkat perkembangannya dan berikan perawatan atraumatik. 12) Puji anak atas kerjasamanya. Lalu turunkan ke ekstremitas dan lepaskan tekanan pada salah satu arteri. 5) Palpasi kulit di area injeksi untuk melokasi diafragma. khususnya untuk lubang yang diimplantasi. 8) Tusukkan jarum pada sudut 60 sampai 90 derajat. 2) Siapkan alat yang diperlukan. 13) Buang perlengkapan yang sudah tidak bisa dipakai lagi. dua arteri mensuplai darah ke arah ekstremitas (arteri radialis dan ulnaris) dan kemudian disumbat. Catatan : tekanan diberikan untuk mencegah hematoma pada area injeksi. 3) Persiapkan asepsi ketat dan kewaspadaan umum. Untuk kultur darah.

Kondisi lain yang mengancam anak adalah pada saat anak merasa asing dengan lingkungan atau orang yang menjaganya. Kecelakaan pada anak dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Oleh karena itu. alat – alat tulis. memasang pintu di bagian atas atau bawah tangga. lantai rumah harus dijaga tetap kering. jumlah darah yang diambil dan jenis tes yang digunakan. PENDIDIKAN KESEHATAN Pendidikan kesehatan merupakan suatu proses terjadinya perubahan perilaku orangtua (keluarga anak) sehingga memerlukan waktu yang relative lama karena mengubah perilaku orangtua bukanlah suatu hal yang mudah. Selain itu. Kemampuan motorik anak sedang berkembang sehingga tidak bisa diam. 12) Buang perlengkapan yang sudah tidak bisa dipakai lagi. harus tertanam pada orangtua bahwa peran mereka begitu besar dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak dan di tangan mereka yang menjalankan upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan anak. dan yang terpenting adalah selalu menjaga anak dan mengawasinya. Untuk itu. 11) Puji anak atas kerjasamanya. seperti menyimpan rapi benda – benda tajam.10) Jika pemberian heparin atau bilas salin diinstruksikan setelah pengambilan sampel darah ikut protocol institusi untuk pemberiannya. tetapi melihat karakteristik perkembangannya. orangtua harus diajarkan untuk melatih anak berkemih dan defekasi karena hal itu merupakan tugas perkembangan . memberi pengaman pada parit di sekitar rumah. orangtua harus diajarkan untuk melakukan upaya pencegahan. 13) Dokumentasikan area injeksi. Terkait dengan persiapan anak untuk berkemih dan defekasi. Selain itu anak belum mampu waspada terhadap bahaya yang mengancam di sekitarnya karena belum mengetahui upaya perlindungan diri. E. menutup sekring listrik. Hal ini sangat bergantung pada karakteristik orangtua pribadi dan situasi belajar yang ada serta sumber yang dapat dimanfaatkan. Hal yang terpenting setelah melakukan pendidikan kesehatan. anak usia toddler lebih beresiko terjadi kecelakaan. memasang pengaman tempat tidur bayi. dan rasa ingin tahu terhadap lingkungannya besar sekali. bergerak terus. zat yang berbahaya. sementara kemampuan koordinasi otot dan alat gerak belum begitu sempurna. mungkin tidak cukup hanya satu kali pertemuan perawat melakukan pendidikan kesehatan.

Tanamkan pada orangtua bahwa anak dalam proses tumbuh kembang sehingga masalah tentang bahaya bisa saja setiap saat muncul. Harus terjadi interaksi antara orangtua dengan perawat dan bukan hanya perawat saja yang aktif memberikan pendidikan kesehatan. Sejauh mana orangtua sudah memahami proses tumbuh kembang anak. 4. materi itu harus mencakup semua aspek yang terkait. bagaimana orangtua berproses sampai memahaminya dan dapat melaksanakannya. menggunakan prinsip belajar – mengajar dan berorientsi pada perubahan perilaku. pada pengkajian. harus terjadi interaksi timbal balik antara perawat dengan orangtua. perawat harus menemukan hal apa yang sudah atau belum dipahami oleh orangtua. terutama pada anak yang berusia lebih kecil. 2. Untuk itu. diantaranya dengan memberikan pendidikan kesehatan pada orangtua baik secara individu maupun kelompok. Pendidikan kesehatan dapat diberikan secara individual ataupun berkelompok dengan menggunakan prinsip pendidikan kesehatan. dengan kemampuan orangtua menerimanya. bahaya yang dapat terjadi pada anak berkaitan dengan masalah yang ada dalam tahapan perkembangan anak tertentu dan upaya pencegahannya. Sangat dimungkinkan orang tua yang masih muda dan baru mempunyai anak mempunyai pengalaman yang berbeda dalam merawat anak dibandingkan dengan orang lebih tua dan sudah mempunyai beberapa anak dan berpengalaman merawat anak di rumah sakit. Apabila materi ayng diberikan adalah tentang pencegahan kecelakaan pada anak. Akan tetapi. yaitu tumbuh kembang anak. . psikologis. mempertimbangkan usia klien. proses belajar harus diciptakan sedemikian rupa supaya orangtua aktif berpikir dan berdiskusi dengan perawat.khususnya untuk anak usia toddler. memelihara dan meningkatkan kesehatannya. 3. yang sebenarnya orangtua harus mengenal kesiapan anak baik fisik. kognitif dan kesiapan mereka sendiri sebagai orangtua yang akan melatih anak. Orangtua harus mempunyai keyakinan bahwa peran mereka begitu penting dalam upaya meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak serta mempertahankan dan meningkatkan kesehatan anak. bersifat menyeluruh. Oleh karena itu. Pendidikan kesehatan yang diberikan secara menyeluruh. Pendidikan kesehatan diberikan dengan mempertimbangkan usia klien yang menerimanya. yaitu sebagai berikut : 1. Diberikan berdasarkan kebutuhan spesifik klien.

BAB IV PENUTUP A. dan promosi kesehatan 4. Melihat uraian tentang prinsip pendidikan kesehatan di atas. dan alat bantu pembelajaran yang efektif. 6. peran bermacam – macam tingkat sistem pemeliharaan kesehatan yang lain. Kesimpulan Dari uraian yang sudah dijelaskan diatas. kemampuan orang tua untuk memahami pertumbuhan dan perkembangan anak serta upaya untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan anaknya adalah tujuan antara dan tujuan akhir orang tua dapat mendidik anak secara bertahap.Dianjurkan untuk tidak memberikan materi yang terlalu banyak dalam waktu yang relative singkat dan gunakan bahasa yang mudah dipahami orang tua. media. bermain. Artinya. dan pengkoordinasian dengan sector – sector bukan kesehatan yang lain . keberadaan orang tua pada fase apa dalam menerima materi pendidikan kesehatan. perawat sebagai pemberi pendidikan kesehatan harus memahami faktor pendukung dan penghambat terjadinya proses belajar pada orang tua. agar anak menyadari kemampuan perkembangan yang telah dicapainya dan upaya pencegahan kecelakaan serta menghindarkan diri dari bahaya. 5. karakteristik orang tua dalam belajar dan menggunakan metode. Pada akhirnya. Stimulasi. Oleh karena itu. Family Centered Care Pemeliharaan kesehatan pada anak tidak dapat berjalan dengan hanya peran orang tua dan tenaga kesehatan saja. Atraumatik care 2. Proses pendidikan kesehatan harus memperhatikan prinsip belajar dan mengajar. harus diperhatikan bahwa pendidikan kesehatan berbeda dengan penyuluhan kesehatan. akan tetapi peran – peran yang lain harus dapat mendukung seperti : peran masyarakat. perawat perlu memahami konsep berubah dan latar belakang sosial budaya orang tua yang akan mempengaruhi terjadinya perubahan pada orang tua seperti yang diharapkan. maka dapat ditarik beberapa kesimpulan diantaranya: Prinsip – prinsip keperawatan anak terdiri dari : 1. Pengetahuan tingkat pertumbuhan dan perkembangan 3. Perubahan perilaku pada orang tua menjadi tujuan utama pendidikan kesehatan yang diberikan.

. feses. Keamanan dan pencegahan cedera pada masa anak – anak 3.Metode pemberian keamanan / safety berbeda sesuai usia dan perkembangan anak. Thank atas makalahnya. sputum. keamanan dan pencegahan cedera selama remaja Pada prosedur pengumpulan specimen. bagian yang di ambil untuk dijadikan specimen adalah : urin. Keamanan dan pencegahan cedera selama usia sekolah 4. setahu saya analis lab.. sekresi pernafasan (nasal). Saran Berdasarkan makalah kami yang berjudul “ Prosedur khusus pediatric “ menyarankan kepada para orang tua agar lebih memahami pendidikan kesehatan yang di berikan oleh tenaga kesehatan karena peran orang tua begitu penting dalam upaya meningkatkan pertumbuhan dan perkembangn anak serta mempertahankan dan meningkatkan kesehatan anak. B. dan darah. Sebenarnya itu yang punya wewenang siapa. Keamanan dan pencegahan cedera pada masa bayi 2. 1 komentar: Marjan on 10 December. maka dari itu saya perlu adanya PP /UU yang mengatur masalah itu. Pendidikan kesehatan yang diuraikan pada bab 2 mempunyai pemahaman yang berbeda dengan penyuluhan kesehatan. Gini bro aku mau nanya masalah peraturan resmi tentang pengambilan darah. trims POPULAR POSTS . 2009 8:55 PM said. tidak ada kewenangan dibidang itu. antara lain : 1. Pendidikan kesehatan yang diberikan lebih di fokuskan dan di utamakan pada perubahan tingkah laku dari orang tua anak baik dalam hal meningkatkan dan memelihara kesehatan anak serta penanganan anak selama mengalami hospitalisasi. soale kadang seorang analis kesehatan ada juga ditugaskan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->