PROSES PEMBENTUKAN MINYAK BUMI

Minyak bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin: petrus ), dijuluki juga sebagai emas hitam adalah cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi. Minyak bumi dan gas alam berasal dari jasad renik lautan, tumbuhan dan hewan yang mati sekitar 150 juta tahun yang lalu. Sisa-sisa organisme tersebut mengendap di dasar lautan, kemudian ditutupi oleh lumpur. Lapisan lumpur tersebut lambat laun berubah menjadi batuan karena pengaruh tekanan lapisan di atasnya. Sementara itu, dengan meningkatnya tekanan dan suhu, bakteri anaerob menguraikan sisa-sisa jasad renik tersebut dan mengubahnya menjadi minyak dan gas. Proses pembentukan minyak bumi dan gas ini memakan waktu jutaan tahun. Minyak dan gas yang terbentuk meresap dalam batuan yang berpori seperti air dalam batu karang. Minyak dan gas dapat pula bermigrasi dari suatu daerah ke daerah lain, kemudian terkosentrasi jika terhalang oleh lapisan yang kedap. Walupun minyak bumi dan gas alam terbentuk di dasar lautan, banyak sumber minyak bumi yang terdapat di daratan. Hal ini terjadi karena pergerakan kulit bumi, sehingga sebagian lautan menjadi daratan. Dewasa ini terdapat dua teori utama yang berkembang mengenai asal usul terjadinya minyak bumi, antara lain: 1. Teori Anorganik (Abiogenesis) Barthelot (1866) mengemukakan bahwa di dalam minyak bumi terdapat logam alkali, yang dalam keadaan bebas dengan temperatur tinggi akan bersentuhan dengan CO2 membentuk asitilena. Kemudian Mandeleyev (1877) mengemukakan bahwa minyak bumi terbentuk akibat adanya pengaruh kerja uap pada karbida-karbida logam dalam bumi. Yang lebih ekstrim lagi adalah pernyataan beberapa ahli yang mengemukakan bahwa minyak bumi mulai terbentuk sejak zaman prasejarah, jauh sebelum bumi terbentuk dan bersamaan dengan proses terbentuknya bumi. Pernyataan tersebut berdasarkan fakta ditemukannya material hidrokarbon dalam beberapa batuan meteor dan di atmosfir beberapa planet lain. Secara umum dinyatakan seperti dibawah ini: Berdasarkan teori anorganik, pembentukan minyak bumi didasarkan pada proses kimia, yaitu : a. Teori alkalisasi panas dengan CO2 (Berthelot) Reaksi yang terjadi: alkali metal + CO2 karbida + H2O C2H2 C6H6 karbida ocetylena komponen-komponen lain

Dengan kata lain bahwa didalam minyak bumi terdapat logam alkali dalam keadaan bebas dan bersuhu tinggi. Bila CO2 dari udara bersentuhan dengan alkali panas tadi maka akan terbentuk ocetylena. Ocetylena akan berubah menjadi benzena karena suhu tinggi. Kelemahan logam ini adalah logam alkali tidak terdapat bebas di kerak bumi. b. Teori karbida panas dengan air (Mendeleyef)

kelemahannya tidak cukup banyak karbida di alam. H dan O.Susunan hidrokarbon yang terdiri dari atom C dan H sangat mirip dengan zat organik.ini disebabkan oleh adanya kolesterol atau zat lemak yang terdapat dalam darah. Mackuire yang pertama kali mengemukakan pendapatnya bahwa minyak bumi berasal dari tumbuhan.Teori Organik (Biogenesis) Berdasarkan teori Biogenesis. artinya CO2 diekstrak dari atmosfir oleh organisme fotosintetik darat dan laut. . yang digambarkan dengan dua panah dengan arah yang berlawanan. Walaupun zat organik menggandung oksigen dan nitrogen cukup besar.G.Asumsi yang dipakai adalah ada karbida besi di dalam kerak bumi yang kemudian bersentuhan dengan air membentuk hidrokarbon. dsb. Pada arah pertama. karbon dioksida di atmosfir berasimilasi.Secara praktis lapisan minyak bumi terdapat dalam kambium sampai pleistosan. Beberapa argumentasi telah dikemukakan untuk membuktikan bahwa minyak bumi berasal dari zat organik yaitu: . sedangkan zat organik tidak terdapat dalam darah dan tidak dapat memutar bidang polarisasi. nikel. P. yang terdiri dari C. hewan dan mikroorganisme).Minyak bumi mengandung porfirin atau zat kompleks yang terdiri dari hidrokarbon dengan unsur vanadium. Siklus karbon ini terjadi antara atmosfir dengan permukaan bumi. Pada arah yang kedua CO2 dibebaskan kembali ke atmosfir melalui respirasi makhluk hidup (tumbuhan. minyak bumi terbentuk karena adanya kebocoran kecil yang permanen dalam siklus karbon.Minyak bumi mengandung klorofil seperti tumbuhan. .Hidrokarbon terdapat di dalam lapisan sedimen dan merupakan bagian integral sedimentasi. . . dimana karbon diangkut dalam bentuk karbon dioksida (CO2). . PROSES PEMBENTUKAN MINYAK BUMI 2. .Minyak bumi memiliki sifat dapat memutar bidang polarisasi.

Reaksi katalis Adanya katalis dapat mempercepat proses kimia. fesies sedimen yang utama untuk minyak bumi yang terdapat di sekitar pantai. Ada beberapa hal yang mempengaruhi peristiwa diatas. Temperatur reservior rata-rata 107°C dan minyak bumi masih dapat bertahan sampai 200°C. Degradasi thermal Akibat sedimen terkena penimbunan dan pembanaman maka akan timbul perubahan tekanan dan suhu. Proses transformasi zat organik menjadi minyak bumi. Proses kimia organik pada umumnya dapat dipecahkan dengan percobaan di laboratorium. 3.Proses pembentukan minyak bumi terdiri dari tiga tingkat.transformasi zat organik menjadi minyak bumi. Migrasi minyak bumi yang terbentuk dan tersebar di dalam lapisansedimen terperangkap. namun berbagai faktor geologi mengenai cara terdapatnya minyak bumi serta penyebarannya didalam sedimen harus pula ditinjau. Akumulasi tetes minyak yang tersebar dalam lapisan sedimen hingga berkumpil menjadi akumulasi komersial. Minyak bumi dapat tahan pada perubahan tekanan dari 8-10000 psi. Radioaktivasi Pengaruh pembombanderan asam lemak oleh partikel alpha dapay membentuk hidrokarbon parafin. yaitu: 1.pengumpulan zat organik dalam sedimen . Perubahan suhu adalah faktor yang sangat penting. diantaranya: 1. 2. Minyak bumi memeng merupakan campuran kompleks hidrokarbon. Pembentukan sendiri.pengawetan zat organik dalam sedimen . 3. . Fakta ini disimpulkan oleh Cox yang kemudian di kenal sebagai pagar Cox diantaranya adalah: Minyak bumi selalu terdapat di dalam batuan sedimen dan umumnya pada sedimen marine. Ini menunjukan pengaruh radioaktif terhadap zat organik. Minyak bumi selalu terbentuk dalam keadaan reduksi ditandai adanya forfirin dan belerang. 2. terdiri dari: . Diatas temperatur ini forfirin sudah tidak bertahan.

Aromatik . Oksigen.4. Nitrogen dan senyawa-senyawa yang mengandung konstituen logam terutama Nikel. alkana ini memiliki rantai lurus dan bercabang. beberapa sumur gas juga mengandung helium. Selain alkana juga terdapat berbagai gas lain seperti karbondioksida (CO2) dan hidrogen sulfida (H2S). Sedangkan hidrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi terutama adalah alkana dan sikloalkana. Perbandingan unsur-unsur yang terdapat dalam minyak bumi sangat bervariasi. fraksi ini merupakan yang terbesar di dalam minyak mentah. serta menyiapkan kondisi yang memungkinkan terbentuknya minyak bumi. etana.0-14. KOMPOSISI PENYUSUN MINYAK BUMI dan GAS ALAM Minyak bumi dan gas alam adalah campuran kompleks hidrokarbon dan senyawa-senyawa organik lain. Sikloalkana (napten) CnH2n . Alkana (parafin) CnH2n + 2 . Zat organik sebagai bahan sumber Jenis zat oragink yang dijadikan sumber minyak bumi menurut para ahli dap[at disimpulkan bahwa jenis zat organik yang merupakan zat pembentuk utama minyak bumi adalah lipidzat organik dapat terbentuk dalamkehidupan laut ataupun darat dan dapat dibagi menjadi dua jenis.0 % Oksigen : 0. Komposisi minyak bumi sangat bervariasi dari satu sumur ke sumur lainnya dan dari daerah ke daerah lainnya. Gas alam terdiri dari alkana suku rendah.0 % Hidrogen : 10. Berdasarkan hasil analisa. dan butana.1-2.0-87. Besi dan Tembaga. diperoleh data sebagai berikut :      Karbon : 83. yaitu: yang berasal dari nabati dan hewani.0 % Nitrogen : 0.0 % Struktur hidrokarbon yang ditemukan dalam minyak mentah: 1. propana.05-1. siklopentana sikloheksana CnH2n -6 3. yaitu metana. Aktifitas bakteri. senyawa lain yang terkandung didalam minyak bumi diantaranya adalah Sulfur. Sikloalkana ada yang memiliki cincin 5 (lima) yaitu siklopentana ataupun cincin 6 (enam) yaitu sikloheksana. Bakteri mempunyai potensi besar dalam proses pembentukan hidrokarbon minyak bumi dan memegang peranan dari sejak matinya senyawa organik sampai pada waktu diagnosa.5 % Sulfur : 0.05-6. Komponen hidrokarbon adalah komponen yang paling banyak terkandung di dalam minyaak bumi dan gas alam. 2.

Minyak mentah yang diperoleh ditampung dalam kapal tanker atau dialirkan melalui pipa ke stasiun tangki atau ke kilang minyak. yaitu 0. menghasilkan banyak gas dan pembentukkan coke. Senyawaan Oksigen Kandungan total oksigen dalam minyak bumi adalah kurang dari 2 % dan menaik dengan naiknya titik didih fraksi.Stabilitas penyimpanan yang baik .Memiliki harga anti knock yang tinggi . 3. sedangkan yang mempunyai berat molekul yang tinggi tidak dapat diekstrak dengan asam mineral encer. Pada umumnya alkana merupakan hidrokarbon yang terbanyak tetapi kadang-kadang (disebut sebagai crude napthenic) mengandung sikloalkana sebagai komponen yang terbesar. Konstituen Metalik Logam-logam seperti besi. karena terbentuknya asam yang dihasilkan dari oksida sulfur (sebagai hasil pembakaran gasoline) dan air. Senyawaan Sulfur Crude oil yang densitynya lebih tinggi mempunyai kandungan Sulfur yang lebih tinggu pula. Minyak mentah mengandung sekitar 500 jenis 5. Kandungan oksigen bisa menaik apabila produk itu lama berhubungan dengan udara. Minyak mentah belum dapat digunakan sebagai bahan bakar maupun untuk keperluan lainnya. 2. keton. Oksigen dalam minyak bumi berada dalam bentuk ikatan sebagai asam karboksilat. Kandungan nitrogen terbanyak terdapat pada fraksi titik didih tinggi. Abu yang dihasilkan dari pembakaran fuel yang mengandung natrium dan terutama vanadium dapat bereaksi dengan refactory furnace (bata tahan api). Senyawaan Nitrogen Umumnya kandungan nitrogen dalam minyak bumi sangat rendah. sebab dapat menurunkan produk gasoline. misalnya oil-fired gas turbine. eter. tetapi sangat diperlukan dalam bensin karena : . tembaga. Zat-Zat Pengotor yang sering terdapat dalam minyak bumi: 1. ester. Sebagai asam karboksilat berupa asam Naphthenat (asam alisiklik) dan asam alifatik. 4.Dan kegunaannya yang lain sebagai bahan bakar (fuels) Proporsi dari ketiga tipe hidrokarbon sangat tergantung pada sumber dari minyak bumi. menyebabkan turunnya titik lebur campuran sehingga merusakkan refractory itu. Minyak bumi biasanya berada 3-4 km di bawah permukaan laut. anhidrida. Nitrogen mempunyai sifat racun terhadap katalis dan dapat membentuk gum / getah pada fuel oil. tetapi harus diolah terlebih dahulu. Minyak mentah (cude oil) berbentuk cairan kental hitam dan berbau kurang sedap.aromatik memiliki cincin 6 Aromatik hanya terdapat dalam jumlah kecil.9 %. sedangkan aromatik selalu merupakan komponen yang paling sedikit. Nitrogen klas dasar yang mempunyai berat molekul yang relatif rendah dapat diekstrak dengan asam mineral encer. 6. Minyak bumi diperoleh dengan membuat sumur bor. misalnya dalam gasoline dapat menyebabkan korosi (khususnya dalam keadaan dingin atau berair). Pada power generator temperatur tinggi. Keberadaan Sulfur dalam minyak bumi sering banyak menimbulkan akibat. senyawa monosiklo dan disiklo dan phenol. PROSES PENGOLAHAN MINYAK BUMI . Kandungan tertinggi terdapat pada tipe Asphalitik. terutama nikel dan vanadium pada proses catalytic cracking mempengaruhi aktifitas katalis.1-0. adanya konstituen logam terutama vanadium dapat membentuk kerak pada rotor turbine.

dimana minyak mentah dipisahkan ke dalam kelompok-kelompok (fraksi) dengan titik didih yang mirip. Dibawah ini adalah beberapa produk hasil olahan minyak bumi beserta pemanfaatannya: .hidrokarbon dengan jumlah atom C-1 sampai 50. pertanian. 7. Secara umum Proses Pengolahan Minyak Bumi digambarkan sebagai berikut: 8. PRODUK PENGOLAHAN MINYAK BUMI dan MANFAATNYA Keberadaan minyak bumi dan berbagai macam produk olahannya memiliki manfaat yang sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari. pengolahan minyak bumi dilakukan melalui destilasi bertingkat. Titik didih hidrokarbon meningkat seiring bertambahnya jumlah atom C yang berada di dalam molekulnya. sebagai contoh penggunaan minyak tanah. dan bensin. dan aspek-aspek lainnya tidak akan dapat berjalan lancar. Tanpa ketiga produk hasil olahan minyak bumi tersebut mungkin kegiatan pendidikan. perekonomian. gas. 9. Oleh karena itu.

Volume elpiji dalam bentuk cair lebih kecil dibandingkan dalam bentuk gas untuk berat yang sama. gas berubah menjadi cair.1. Rasio antara volume gas bila menguap dengan gas dalam keadaan cair bervariasi tergantung komposisi. Komponennya didominasi propana dan butana . misalnya etana dan pentana . LPG (liquified petroleum gas. Bahan bakar gas Bahan bakar gas terdiri dari : LNG (Liquified Natural Gas) dan LPG (Liquified Petroleum Gas) Bahan baker gas biasa digunakan untuk keperluan rumah tangga dan indusri. tetapi biasaya sekitar 250:1. hanya sekitar 80-85% dari kapasitasnya. adalah campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang berasal darigas alam. Untuk memungkinkan terjadinya ekspansi panas (thermal expansion) dari cairan yang dikandungnya.harfiah: "gas minyak bumi yang dicairkan"). . Dalam kondisi atmosfer. tekanan dan temperatur. Elpiji juga mengandung hidrokarbon ringan lain dalam jumlah kecil. elpiji akan berbentuk gas. Karena itu elpiji dipasarkan dalam bentuk cair dalam tabung-tabung logam bertekanan. tabung elpiji tidak diisi secara penuh. Elpiji. Dengan menambah tekanan dan menurunkan suhunya.

Penggunaan elpiji Penggunaan Elpiji di Indonesia terutama adalah sebagai bahan bakar alat dapur (terutama kompor gas). Gas ini lebih berat dibanding udara sehingga akan banyak menempati daerah yang rendah. dibutuhkan tekanan sekitar 220 kPa (2. tapi bila demikian akan sulit dideteksi apabila terjadi kebocoran pada tabung gas. terutama titik . Biasanya. Pada awalnya. biasa digunakan sebagai bahan bakar untuk keperluan rumah tangga. yang digunakan untuk mengupgrade bagian dari minyak mentah yang akan bagus untuk bahan bakar minyak. wax ). JP-4 atau JP-8). Elpiji yang dipasarkan Pertamina adalah elpiji campuran. Kerosin (minyak tanah). sehingga kebocoran elpiji akan membentuk gas secara cepat dan merubah volumenya menjadi lebih besar. sebagai contoh. Sumber: "http://id. Jet-B. 3. Jet-A. dalam sebuah unit Merox atau.Tekanan di mana elpiji berbentuk cair. di mana dia kurang disuling dan mengandung ketidakmurnian dan bahkan "debris". gas elpiji tidak berbau.org/wiki/Elpiji" 2.2 MPa (22 bar) bagi propana murni pada 55°C (131 °F). kerosene didistilasi langsung dari minyak mentah membutuhkan perawatan khusus. hidrotreater untuk mengurangi kadar belerangnya dan pengaratannya. Nama kerosene diturunkan dari bahasa Yunani keros (κερωσ. Selain sebagai bahan bakar alat dapur. Naptha atau Petroleum eter. Selain itu kerosin juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan bensin melalui proses cracking. yang baunya khas dan menusuk hidung. Tekanan elpiji cukup besar (tekanan uap sekitar 120 psig). Bahaya elpiji Salah satu resiko penggunaan elpiji adalah terjadinya kebocoran pada tabung atau instalasi gas sehingga bila terkena api dapat menyebabkan kebakaran. Elpiji juga cukup banyak digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor (walaupun mesin kendaraannya harus dimodifikasi terlebih dahulu). Langkah itu sangat berguna untuk mendeteksi bila terjadi kebocoran tabung gas. Bahan bakar mesin jet adalah kerosene yang mencapai spesifikasi yang diperketat. biasa digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. juga bervariasi tergantung komposisi dan temperatur. biasa digunakan sebagai pelarut dalam industri. Gasolin (bensin). elpiji dibagi menjadi tiga jenis yaitu elpiji campuran. Minyak tanah (bahasa Inggris: kerosene atau paraffin) adalah cairan hidrokarbon yang tak berwarna dan mudah terbakar. dinamakan tekanan uap-nya. tidak berwarna dan biasanya berbau menyengat Gas dikirimkan sebagai cairan yang bertekanan di dalam tangki atau silinder. Sebuah bentuk dari kerosene dikenal sebagai RP-1dibakar dengan oksigen cair sebagai bahan bakar roket. Spesifikasi masing-masing elpiji tercantum dalam keputusan Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi Nomor: 25K/36/DDJM/1990. Sifat elpiji Sifat elpiji terutama adalah sebagai berikut:      Cairan dan gasnya sangat mudah terbakar Gas tidak beracun. Kerosene dapat juga diproduksi oleh hidrocracker. Cairan dapat menguap jika dilepas dan menyebar dengan cepat. Pada suatu waktu dia banyak digunakan dalam lampu minyak tanah tetapi sekarang utamanya digunakan sebagai bahan bakar mesin jet (lebih teknikal Avtur. Menyadari itu Pertamina menambahkan gas mercaptan. elpiji propana dan elpiji butana. Menurut spesifikasinya. Penggunaanya sebagai bahan bakar untuk memasak terbatas di negara berkembang. Dia diperoleh dengan cara distilasi fraksional dari petroleum pada 150°C and 275°C (rantai karbon dari C12 sampai C15).wikipedia. dan sekitar 2.2 bar) bagi butana murni pada 20 °C (68 °F) agar mencair. 4.

0 %  Oksigen : 0. Selain itu. Senyawaan Sulfur Crude oil yang densitynya lebih tinggi mempunyai kandungan Sulfur yang lebih tinggu pula.0 %  Hidrogen : 10. senyawaan Nitrogen. Kegunaan lain Kerosene biasa di gunakan untuk membasmi serangga seperti semut dan mengusir kecoa. 7. Minyak bumi sendiri bukan merupakan bahan yang uniform. minyak solar juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan bensin melalui proses cracking.1-2. yaitu :  golongan parafinik  golongan naphthenik  golongan aromatik  sedangkan golongan olefinik umumnya tidak ditemukan dalam crude oil. Keberadaan Sulfur dalam minyak bumi sering banyak menimbulkan akibat. diperoleh data sebagai berikut :  Karbon : 83. senyawaan Organo Metalik (dalam jumlah kecil/trace sebagai larutan) dan garam-garam anorganik (sebagai suspensi koloidal). Minyak solar atau minyak diesel.asap dan titik beku. Nitrogen dan senyawa-senyawa yang mengandung konstituen logam terutama Nikel. 1.0-14. Kadang di gunakan juga sebagai campuran dalam cairan pembasmi serangga seperti pada merk/ brand baygone. misalnya dalam gasoline dapat . kereta api dan traktor. Oksigen. biasa digunakan sebagai bahan bakar untuk mesin diesel pada kendaraan bermotor seperti bus.0 %  Nitrogen : 0. demikian juga hidrokarbon asetilenik sangat jarang. tutup botol. terutama senyawaan Sulfur. Besi dan Tembaga. lilin batik. kosmetika. biasa digunakan untuk lubrikasi mesin-mesin. industri tenun menenun.5 %  Sulfur : 0. Aspal . Dalam minyak bumi parafinik ringan mengandung hidrokarbon tidak kurang dari 97 % sedangkan dalam jenis asphaltik berat paling rendah 50 %.0 % Komponen hidrokarbon dalam minyak bumi diklasifikasikan atas tiga golongan. senyawaan Oksigen.05-6. 5.0-87.05-1. dan masih banyak lagi. digunakan sebagai pengeras jalan raya Komponen Minyak Bumi Minyak bumi adalah campuran komplek hidrokarbon plus senyawaan organik dari Sulfur. umur lapangan minyak dan juga kedalaman sumur. digunakan dalam proses pembuatan obat-obatan. Residu minyak bumiyang terdiri dari :   Parafin . melainkan berkomposisi yang sangat bervariasi. 6. Komponen Hidrokarbon Perbandingan unsur-unsur yang terdapat dalam minyak bumi sangat bervariasi. tergantung pada lokasi. Minyak pelumas. Berdasarkan atas hasil analisa. truk. korek api. Crude oil mengandung sejumlah senyawaan non hidrokarbon.

Didalam Kilang. 3. minyak bumi dari sumur diangkut ke Kilang menggunakan kapal. Nitrogen klas dasar yang mempunyai berat molekul yang relatif rendah dapat diekstrak dengan asam mineral encer. sedangkan yang mempunyai berat molekul yang tinggi tidak dapat diekstrak dengan asam mineral encer. Senyawaan Oksigen Kandungan total oksigen dalam minyak bumi adalah kurang dari 2 % dan menaik dengan naiknya titik didih fraksi.1-0. Pada power generator temperatur tinggi. menghasilkan banyak gas dan pembentukkan coke. tembaga. senyawa monosiklo dan disiklo dan phenol. anhidrida. Sebagai asam karboksilat berupa asam Naphthenat (asam alisiklik) dan asam alifatik. seperti metan. Kandungan tertinggi terdapat pada tipe Asphalitik. 1. keton. pipa. sebab dapat menurunkan produk gasoline. eter. Kandungan oksigen bisa menaik apabila produk itu lama berhubungan dengan udara. Nitrogen mempunyai sifat racun terhadap katalis dan dapat membentuk gum / getah pada fuel oil. Konstituen Metalik Logam-logam seperti besi. maka minyak bumi kemudian dikelompokkan menjadi tiga jenis saja. 2. yaitu 0. menyebabkan turunnya titik lebur campuran sehingga merusakkan refractory itu. yaitu Parafin. karena terbentuknya asam yang dihasilkan dari oksida sulfur (sebagai hasil pembakaran gasoline) dan air. Setiap trayek titik didih disebut “Fraksi”.9 %. Senyawaan Nitrogen Umumnya kandungan nitrogen dalam minyak bumi sangat rendah.menyebabkan korosi (khususnya dalam keadaan dingin atau berair). dimana gas berada pada puncak kolom fraksinasi dan residu (aspal) berada pada dasar kolom fraksinasi. minyak bumi diolah menjadi produk yang kita kenal secara fisika berdasarkan trayek titik didihnya (distilasi). Secara garis besar minyak bumi dikelompokkan berdasarkan komposisi kimianya menjadi empat jenis. Oksigen dalam minyak bumi berada dalam bentuk ikatan sebagai asam karboksilat. 1. terutama nikel dan vanadium pada proses catalytic cracking mempengaruhi aktifitas katalis. yang memiliki satu atom karbon sampai dengan jenis hidrokarbon yang paling besar yang mengandung 200 atom karbon bahkan lebih. 4. Abu yang dihasilkan dari pembakaran fuel yang mengandung natrium dan terutama vanadium dapat bereaksi dengan refactory furnace (bata tahan api). ester. mobil tanki atau kereta api. yaitu : 1. Naften dan Aromat. Kandungan nitrogen terbanyak terdapat pada fraksi titik didih tinggi. Parafin Olefin Naften Aromat Tetapi karena di alam bisa dikatakan tidak pernah ditemukan minnyak bumi dalam bentuk olefin. Agar dapat diolah menjadi produk-produknya. misalnya oil-fired gas turbine. . misal : 0-50°C : Gas 50-85°C : Gasoline 85-105°C : Kerosin 105-135°C : Solar > 135°C : Residu (Umpan proses lebih lanjut) Jadi yang namanya minyak bumi atau sering juga disebut crude oil adalah merupakan campuran dari ratusan jenis hidrokarbon dari rentang yang paling kecil. 1. adanya konstituen logam terutama vanadium dapat membentuk kerak pada rotor turbine.

Pada umumnya kandungan tersebut dapat dipisahkan dan diidentifikasi. Minyak bumi tidak seluruhnya terdiri dari hidrokarbon murni. karena sangat bervariasi. nitrogen dan logam.Kandungan utama dari campuran hidrokarbon ini adalah parafin atau senyawa isomernya. Keduanya memiliki rumus kimia yang sama. kegiatan eksploitasi dan pemakaian sumber energi dari alam untuk memenuhi kebutuhan manusia akan selalu menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (misalnya udara dan iklim. produk dari minyak bumi dikelompokkan berdasarkan rentang titik didihnya. terutama klorida. Berikut ini disajikan beberapa dampak negatif penggunaan energi fosil terhadap manusia dan lingkungan: . Begitu juga sebaliknya. Dampak Penggunaan Minyak Bumi Dampak Penggunaan Minyak Bumi Secara umum. Jika atom karbon (C) dinotasikan sebagai bola berwarna hitam dan atom hidrogen (H) dinotasikan sebagai bola berwarna merah maka gambar dari normal-butan dan iso-butan akan tampak seperti gambar berikut : Senyawa hidrokarbon „normal‟ sering juga disebut sebagai senyawa hidrokarbon rantai lurus. Misal pada normal-butana pada gambar berikut memiliki isomer 2-metil propana. sedangkan jika memiliki hidrokarbon rantai panjang dimana memiliki jumlah atom karbon lebih banyak maka titik didihnya lebih tinggi. yaitu natrium (Na). tergantung bagaimana komposisi jumlah dari rantai hidrokarbonnya. Artinya minyak bumi dikatakan jenis parafin jika senyawa parafinnya lebih dominan dibandingkan aromat dan/atau siklo parafinnya. Merkaptan ini mirip dengan hidrokarbon pada umumnya. Selain itu zat pengotor lainnya yang terdapat dalam minyak bumi adalah berupa senyawa halogen organik. Jika minyak bumi tersebut banyak mengandung hidrokarbon rantai pendek dimana memiliki jumlah atom karbon lebih sedikit maka titik didihnya lebih rendah. Isomer sendiri adalah bentuk lain dari suatu senyawa hidrokarbon yang memiliki rumus kimia yang sama. sedangkan senyawa isomernya atau „iso‟ sering juga disebut sebagai senyawa hidrokarbon rantai cabang. Secara umum. „Keluarga hidrokarbon‟ terebut diatas disebut homologis. Berikut adalah contoh dari siklo-parafin dan aromat. pemisahan perbandingan kemurnian dilakukan terhadap hidrokarbon yang memiliki kandungan karbon yang lebih kecil dari C7. atau berdasarkan trayek titik didihnya. yaitu C4H10 tetapi memiliki rumus bangun yang berbeda seperti tampak pada gambar. Dalam skala industri. atau kadang disebut juga iso-butana. air dan tanah). Titik didih minyak bumi parafin dan aspaltin tidak dapat ditentukan secara pasti. Sedangkan sisa kandungan hidrokarbon lainnya dalam minyak bumi adalah senyawa siklo-parafin yang disebut juga naften dan/atau senyawa aromat . Tiofen dan disulfida ini banyak terdapat dalam rantai hidrokarbon panjang atau pada produk distilat pertengahan (middle distillate). Campuran siklo parafin dan aromat dalam rantai hidrokarbon panjang dalam minyak bumi membuat minyak bumi tersebut digolongkan menjadi minyak bumi jenis aspaltin . tetapi ada penambahan satu atau lebih atom sulfur dalam molekulnya. karena sebagian besar kandungan yang ada dalam minyak bumi tersebut dapat dipisahkan kedalam beberapa jenis kemurnian untuk keperluan komersial. tetapi selalu dalam bentuk campuran antara parafin dan aspaltin. Vanadium (V) dan nikel (Ni). Pengelompokan produk berdasarkan titik didih ini lebih sering dilakukan dibandingkan pengelompokan berdasarkan komposisinya. Pada umumnya zat pengotor yang banyak terdapat dalam minyak bumi adalah senyawa sulfur organik yang disebut merkaptan. di dalam kilang minyak bumi. Keduanya merupakan jenis minyak bumi jenis parafin . Minyak bumi di alam tidak pernah terdapat dalam bentuk parafin murni maupun aspaltin murni. Dalam minyak bumi terdapat juga zat pengotor ( impurities ) berupa sulfur (belerang). Senyawa sulfur yang lebih kompleks dalam minyak bumi terdapat dalam bentuk tiofen dan disulfida. dan logam organik. tetapi hanya untuk keperluan di laboratorium. Pengelompokan minyak bumi menjadi minyak bumi jenis parafin dan minyak bumi jenis aspaltin berdasarkan banyak atau dominasi minyak parafin atau aspaltin dalam minyak bumi.

Emisi NOx (Nitrogen oksida) adalah pelepasan gas NOx ke udara. Seperti kadar NOx di udara. nitrogen oksida (NOx).dan sulfur dioksida (SO2) yang menyebabkan pencemaran udara (hujan asam. Emisi SO2 (Sulfur dioksida) adalah pelepasan gas SO2 ke udara yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dan peleburan logam. batu bara) juga melepaskan gas-gas. setengah dari konsentrasi NOx berasal dari kegiatan manusia (misalnya pembakaran bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik dan transportasi). smog dan pemanasan global). Di udara. sebagian NOx tersebut berubah menjadi asam nitrat (HNO3) yang dapat menyebabkan terjadinya hujan asam. setengah dari konsentrasi . antara lain karbon dioksida (CO2).DAMPAK TERHADAP CUACA DAN IKLIM Selain menghasilkan energi. Di udara. pembakaran sumber energi fosil (misalnya: minyak bumi. dan sisanya berasal dari proses alami (misalnya kegiatan mikroorganisme yang mengurai zat organik).

Emisi CO2 adalah pemancaran atau pelepasan gas karbon dioksida (CO2) ke udara. hujan asam akan menyebabkan terganggunya makhluk hidup di dalamnya. sehingga terjadi peningkatan efek rumah kaca dan pemanasan global. lapuk).SO2 juga berasal dari kegiatan manusia. Smog merupakan pencemaran udara yang disebabkan oleh tingginya kadar gas NOx. yang dikenal sebagai “hujan asam”. dan kegiatan industri. Gas SO2 yang teremisi ke udara dapat membentuk asam sulfat (H2SO4) yang menyebabkan terjadinya hujan asam. Jika dari awan tersebut turun hujan. O3 di udara yang dilepaskan. CO2 tersebut menyerap sinar matahari (radiasi inframerah) yang dipantulkan oleh bumi sehingga suhu atmosfer menjadi naik. Hal tersebut dapat mengakibatkan perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut. antara lain oleh kendaraan bermotor. air hujan tersebut bersifat asam (pH-nya lebih kecil dari 5. Hujan asam menyebabkan tanah dan perairan (danau dan sungai) menjadi asam.6 yang merupakan pH “hujan normal”). Proses terjadinya efek rumah kaca . SO2. Proses terjadinya hujan asam. Emisi gas NOx dan SO2 ke udara dapat bereaksi dengan uap air di awan dan membentuk asam nitrat (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4) yang merupakan asam kuat. Selain itu hujan asam secara langsung menyebabkan rusaknya bangunan (karat. Untuk pertanian dan hutan. Emisi CO2 tersebut menyebabkan kadar gas rumah kaca di atmosfer meningkat. dengan asamnya tanah akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman produksi. Smog dapat menimbulkan batuk-batuk dan tentunya dapat menghalangi jangkauan mata dalam memandang. Untuk perairan.

Batu bara selain menghasilkan pencemaran (SO2) yang paling tinggi. Adanya minyak pada permukaan air menghalangi kontak antara air dengan udara sehingga kadar oksigen berkurang. Metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang menyebabkan pemasanan global. misalnya: bocornya tangker minyak atau kecelakaan lain akan mengakibatkan tumpahnya minyak (ke laut. sungai atau air tanah) dapat menyebabkan pencemaran perairan. Untuk mendapatkan jumlah energi yang sama. Dampak Terhadap Tanah . antara lain. Pencemaran air oleh minyak bumi umumnya disebabkan oleh pembuangan minyak pelumas secara sembarangan. juga menghasilkan karbon dioksida terbanyak per satuan energi.5 ton Dampak Terhadap Perairan Eksploitasi minyak bumi. khususnya cara penampungan dan pengangkutan minyak bumi yang tidak layak.Emisi CH4 (metana) adalah pelepasan gas CH4 ke udara yang berasal.5 ton karbon dioksida. karena unsur utama dari gas bumi adalah gas metana. Membakar 1 ton batu bara menghasilkan sekitar 2. jumlah karbon dioksida yang dilepas oleh minyak akan mencapai 2 ton sedangkan dari gas bumi hanya 1. dari gas bumi yang tidak dibakar. Di laut sering terjadi pencemaran oleh minyak dari tangki yang bocor. Pada dasarnya pencemaran tersebut disebabkan oleh kesalahan manusia.

Dalam jangka panjang. pebe diremobilisasi dari tulang dan masuk ke peredaran darah sehingga menimbulkan risiko keracunan.Dampak penggunaan energi terhadap tanahdapat diketahui. Ketika orang mengalami stres. penimbunan pebe bisa berbahaya. Msalah yang berkaitan dengan lapisan tanah muncul terutama dalam pertambangan terbuka (Open Pit MiniJika terhirup dan masuk ke tubuh. sebagian besar akan ditimbun dalam tulang. misalnya dari pertambahan batu bara. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful