Dasar-dasar untuk Memahami Al-Quran

Kategori: Al Quran Oleh Dr. Shalah Abdul Fattah al-Kholidiy

Artikel berikut ini merupakan ringkasan dari kitab Mafaatiihu Li at-Ta’ammuli ma’al Qur’aan. Mudahmudahan semakin menggugah semangat kita untuk mempelajari, memahami, menghafalkan, dan mengamalkan Al-Quran. Memahami Al-Quran hukumnya adalah wajib berdasarkan ayat berikut:

"Maka mengapakah mereka tidak mau mentadabburi al-Qur'an? Apakah karena hati mereka terkunci mati?" (QS 47:24) Ada beberapa tahapan agar kita mampu untuk memahami dan mampu berinteraksi dengan Al-Quran. 1. Memperhatikan adab tilawah.

2. Membaca satu surat, satu juz, atau satu ruku’ dengan pelan- pelan, khusyu’, tadabbur dan penuh penghayatan. Tidak mementingkan target dalam satu hari harus selesai satu surat, satu juz atau beberapa lembar. 3. Memperhatikan dan merenungi satu ayat, diperdalam untuk mendapatkan arti yang terkandung dalam ayat tersebut, dengan cara dibaca dengan penuh perasaan dan penghayatan, mendengarkan dari bacaan orang lain atau kaset dan dilakukan berulang-ulang sampai mendapat arti yang terkandung dalam ayat tersebut. 4. Mempelajari secara rinci, susunan kata, konteks kalimat, arti yang terkandung, sebab turunnya (asbabun nuzul), i'rab sampai betul-betul memahami seluk-beluk ayat tersebut dan berbagai sudut pandang. 5. Memahami korelasi ayat dengan kondisi sekarang.

6. Merujuk kepada yang dipahami oleh para salafus shalih terutama pemahaman para shahabat. Hal ini dikarenakan mereka lebih ahli dibanding Profesor Al-Quran terpintar saat ini pun, karena mereka mendapat petunjuk langsung dari Rasulullah saw. Oleh karena itu, dari aspek kesopanan dan aspek ilmiah, kita harus lebih mendahulukan pemahaman para shahabat. Hal ini untuk mencegah agar AlQuran tidak difahami sesuai dengan hawa nafsu kita. 7. Mempelajari Harian pendapat para ahli Muslim tafsir yang dalam memiliki Membaca bobot ilmiah. Al-Qur'an

Wirid

Seorang

Allah swt, menyukai amal shalih yang istimrar berkesinambungan walaupun sedikit dibanding banyak tetapi kurang memperhatikan aspek kontinyuitasnya. Seorang muslim hendaknya merancang wirid harian untuk berinteraksi dengan Al-Quran, sebagai berikut: 1. 2. 3. Wirid Wirid Wirid tilawah, hapalan tadabbur, untuk tidak 1 kurang sampai 1 sehari tiga sampai 3 ayat ayat satu setiap setiap juz. hari. hari.

menghapal mentadabburi Dapat

Al-Qur’an dan

Kunci-kunci

Memahami

Berinteraksi

dengan

Al-Quran

seperti masyarakat sahabat (al-Anfal 24). Al-Quran hanya diambil barakahnya dengan dijadikan azimat. Ada sebagian ulama yang membahas Al-Quran dari sisi akhlaq. ruqa' dan tamimah. AlQuran dibaca untuk orang mati saja. Masyarakat yang diasuh dan dibimbing dengan arahan Al-Quran. masyarakat. pengetahuan. mobil atau tempat-tempat lain. jiwa. dimiliki dan dunia. * Membentuk masyarakat muslim yang betul-betul Qur'ani. Diantaranya yang ilmu potensi ada yang di adalah: kuat. sejarahnya saja. Mereka tidak menggunakan Al-Quran untuk membukakan hati. 2. mu’jizat. yaitu masyarakat yang anggotanya terdiri dari orang-orang yang merupakan penjelmaan Al-Quran dalam setiap gerak kehidupannya. risalah. Memahami al-Quran sebagai kitab yang syamil mencakup seluruh urusan kehidupan. memiliki tabiat gerak yang hidup. ataupun Al-Quran hanya dijadikan jampi-jampi sebagai obat saja. tata bahasa dan lain-lain. dan hukum harakiyah): 3. * Membimbing sisi umat harakah Al-Quran dalam dalam menegakkan memiliki sifat memerangi dakwah. Ini adalah usaha yang sangat berharga dan kita tidak bisa mengesampingkannya. undang-undang dan syari’atnya serta setiap perkara yang diisyaratkan dalam al-Qur’an. Memfokuskan kepada tujuan utama Al-Quran. manhaj hidup yang sempurna. baik kehidupan pribadi.1. bukan kita tidak mempelajari bagian-bagian itu semua tapi yang tidak boleh ialah hanya menghususkan diri kita pada satu sisi saja. sehingga mereka hidup tidak sesuai dengan tuntunan Al-Quran dalam seluruh lapangan kehidupan. ekonomi. al-Maidah: 15 – 16). Kita tidak mengingkari bahwa semua hal itu dicakup oleh Al-Quran. membangun peradaban yang positif dan tetap berpengaruh sampai akhir zaman. Tapi hendaklah orang yang mempelajari Al-Quran memahami bahwa Al-Quran adalah satu kerangka yang menyeluruh. ilmu. dan berjalan di bawah cahayanya. manhaj. Sebagian manusia menggunakan Al-Quran dengan tujuan sampingan. menyeluruh dalam tabi’atnya. as-Syura: 52. Al-Quran adalah kitab yang syamil. sosiologi. Sebagian orang terperangkap untuk memandang Al-Quran dan satu sisi saja. yayasan-yayasan. tujuan furu'iyah atau sama sekali tidak sesuai dengan tujuan Al-Quran diturunkan. hidup di bawah naungannya. misalkan hanya memandang Al-Quran dan ilmu pengetahuannya saja. jihad (waqi'iyah kejahihiyyahan. rumah tangga. Memperhatikan Islam. dsb. sisi ekonomi. sumber-sumber * Menetapkan undang-undang agar setiap muslim mampu memberikan sumbangsih dan kreatif untuk mencapai kemajuan. karena . tema-temanya. bahasanya saja. peranannya. pendidikan. negara dan sebagainya. Tujuan utama Al-Quran berkisar pada empat perkara berikut ini: * Al-Quran sebagai petunjuk jalan yang lurus menuju Allah (Al-Isra: 9. perasaan dan akal. Al-Quran hanya dijadikan pajangan yang menghiasi rumah. * * * * * Membentuk kepribadian Menanamkan Membekali Memberi arahan untuk akal dapat kebaikan muslim yang iman dengan memanfaatkan yang seimbang. Seperti Al-Quran dijadikan untuk perlombaan.

perasaan. non muslim. 9. Ketika membaca Al-Quran diperbolehkan untuk memperdalam satu ayat dari sisi ilmu pengetahuan. larangan dan berita yang diungkapkan oleh Al-Quran. 11. limpahan keimanan dan kesiapan untuk hidup di bawah naungan Al-Quran. balaghah. Karena ayat Al-Quran sering diungkapkan dengan kalimat yang singkat tapi padat (I’jaz). Memasuki Al-Quran tanpa didahului oleh asumsi dan opini tertentu. 8. tapi hendaknya. Misalnya tenggelam dalam perbedaan pendapat tentang qiraat. al-A‘raf: 34. tempat. perbedaanperbedaan masalah fiqih. asal kata. Menjauhi Israiliyyat (cerita-cerita palsu) dan menjauhi dari mempermasalahkan ayat-ayat yang mutasyabihat. 7. Misalnya mempertentangkan asal kata Malaikat. al-Mujadilah: 5. Hal ini untuk menghindarkan agar makna-makna Al-Quran tidak dipaksakan agar sesuai dengan asumsi yang telah dia pegang dan berusaha mencari-cari legitimasi atas pendapat yang ia pegang dan bukan mempelajari Al-Quran untuk meluruskan pemahaman dia.* * * * Harakah Syari'at Harakah mengatur Jidiyatul daibah hubungan dzatu walwail dengan kelompok harakiyah. Tapi itu semua bukan berarti tidak boleh dilakukan. marahil. boleh dikerjakan oleh orang-orang yang memiliki spesialisasi dalam ilmu tafsir. membaca tentang hari qiamat tergerak hatinya untuk takut akan adzab Allah. seperti surat AlAshri. Memahami isyarat-isyarat yang terdapat dalam Al-Quran. penghayatannya dan perhatiannya tetap pada pokok pikiran ayat yang sedang dibaca. dan sisi tata bahasa atau yang lainnya. pemikiran. Contoh lain al-Isra’: 16. 6. Tsiqah secara mutlak terhadap semua petunjuk. Mempelajari realita shahabat dalam pengamalan al-Quran. Di dalam Al-Quran terdapat rahasia-rahasia arti yang terkandung yang tidak akan dipahami kecuali oleh orang-orang yang telah memilki kunci-kunci untuk berinteraksi dengan Al-Quran dan ia memiliki bashirah. 5. Menjaga suasana pemikiran agar selalu ada dalam bingkai topik permasalahan yang terkandung dalam ayat yang sedang dibaca. perintah. tanggal kisah-kisah yang diungkap dalam Al-Quran. 10. berapa jumlah Ashabul Kahfi dan lain-lain. i'rab. Imam Syafi’i mengatakan: "Kalaulah manusia mentadabburi surat al-Ashri tentu surat itu sudah cukup bagi mereka sebagai pegangan hidup" . mempertentangkan tokoh. dan Thaha: 124. mutajaddidah. Menjauhi bertele-tele yang bisa menghalangi cahaya Al-Qur'an. . Mempunyai mempunyai pemahaman bahwa satu kata beberapa atau kalimat dalam Al-Quran pengertian. 4. kemudian ia mampu memahami hubungan satu ayat dengan yang lain padahal ayat itu diturunkan dalam senggang waktu yang cukup jauh. Seperti yang dilakukan oleh para shahabat apabila mereka membaca Al-Quran mereka melepaskan seluruh keyakinan dan persepsi mereka yang mereka pegang ketika masa jahiliyyah. Seperti ayat keimanan mendorong orang untuk merasa diawasi oleh Allah.

" Contoh. sekarang. Seorang dari bani Salamah yang lewat ketika orang-orang sedang ruku’ shalat shubuh. (HR Bukhari dan Tirmidzi) lbroh: Ketelitian para sahabat dan perhatian mereka yang tinggi pada setiap ayat yang turun. "Qiblat telah dialihkan!" Maka merekapun berbalik kearah Ka'bah. hidup di bawah naungannya. "Kami sulit menghafal lafadh Al-Quran tapi mudah mengamalkannya sedang orang sesudah kami mudah untuk menghapal tapi sulit mengamalkannya. dirinya. lbnu Mas’ud ra berkata: "Kami sulit menghapal lafadh Al-Quran tapi mudah mengamalkannya sedang orang sesudah kami mudah untuk menghapal tapi sulit mengamalkannya. bagaimana dengan orang yang tidak mampu berjihad?" Maka turun ayat lanjutannya : "Kecuali bagi yang mempunyai ‘udzur". sehingga mereka menjadi generasi Qurani yang unik. lalu mereka berpegang teguh dengan ayat tersebut. Mempelajari Al-Quran dengan manhaj talaqqi yang benar (berhadap-hadapan dengan guru yang sudah diverifikasi bacaannya. ia membaca Al-Quran dan menganggapnya sama dengan bukubuku murahan. 16. Lalu saya melihat orang yang diturunkan AlQuran sebelum iman. Al-Quran kepada 15. Ketika turun QS 2:144.Ibnu Mas'ud berkata. maka mereka berkata : "Ya Rasulullah siapa . 3. seseorang diantara kami diberi iman sebelum AlQuran. Memperhatikan Bagaimana Al-Quran. berinteraksi dengan nash-nashnya. mereka telah shalat 1 raka'at. bahkan kalau bisa ada silsilahnya sampai nyambung ke Rasulullah saw). Menjauhkan diri dari perbedaan-perbedaan para Shahabat ra pendapat Berinteraksi para dengan ahli tafsir. tetapi ia tidak tahu apa yang dilarang dan bagaimana harus bersikap. sehingga Al-Quran turun kepada Nabi Muhammad menjelaskan hukum halal dan haram. maka ia menyeru . memahami petunjuk-petunjuknya. Para shahabat ra adalah generasi yang tumbuh dengan Al-Quran. Ketika turun QS 4:95 maka Ibnu Ummi Maktum ra bertanya kepada Nabi SAW : "Ya Rasulullah. sehingga surat-surat turun kepada Nabi Muhammad. Memahami Memahami Merasa bahwa korelasi bahwa Al-Quran ayat-ayat ayat-ayat tidak Al-Quran dibatasi dengan dengan realita ditujukan tempat yang dan ada zaman. ketika turun ayat yang memerintahkan untuk mengalihkan arah qiblat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram maka mereka serentak melaksanakan dengan penuh ketaatan dan komitmen." Ibnu Umar berkata: "Kami melalui masa yang panjang. 13. maka iapun mempelajari halal dan haram. perintah dan larangan dan bagaimana ia harus bersikap. 2. 12. (HR Bukhari dan Abu Daud) Ibroh: Mereka mengerjakan suatu perintah dengan sesegera mungkin dan sungguh-sungguh. maka ia membaca surat al-Fatihah sampai khatam. menikmati ayat-ayatnya." Contoh-contoh sebagai para shahabat ra dalam berinteraksi dengan Al-Quran adalah berikut: 1. "Para shahabat diberi iman sebelum Al-Quran. Mereka disinari oleh cahaya Al-Quran. Ketika turun QS 6:82 Para shahabat ra merasa sempit. 14. Menelaah bagaimana mereka merealisasikan Al-Quran dalam kehidupannya membantu kita untuk dapat meneladani mereka dan menempuh jalan yang pernah mereka tempuh." Ibnu Umar berkata.

tidakkah anda pernah sakit. sedih dan tertimpa musibah ?" Maka jawabnya: "‘Ya" Maka jawab Nabi SAW : "Itulah balasannya. kaum tertentu.diantara kita yang tidak pernah berbuat zalim? Maka Nabi SAW menjawab : "Bukan zalim itu yang dimaksud. Sebagai contoh adalah sbb : 1. Dengan demikian harus kita fahami bahwa Al-Quran sesuai dengan masa kini. pengamalan dan menjadi rijal Quraniy yang memberikan atsar dan manfaat pada dirinya dan orang lain. ia berkata : "Allah sudah memerintahkan kepada yang tua maupun muda untuk berangkat jihad." Jawab Nabi SAW : "Semoga Allah mengampuni anda. Seolah-olah Al-Quran ini bukan untuk dirinya tetapi untuk orang lain selain dia. 4. jika Al-Quran memberi janji maka kitalah yang diberi janji. atau ayat-ayat hukum itu untuk para pemimpin. kecuali memang ada dalil-dalil yang jelas tentang pengkhususannya. Bahwa sampai sekarang Allah senantiasa bersama kita. Tidak menganggap bahwa kisah para Nabi as itu hanya cerita para Nabi as itu saja. jika Al-Quran melarang maka kitalah yang dilarang. Ketika Abu Thalhah ra membaca ayat 9:41. Memahami bahwa Al-Quran Tidak Terbatas dengan Waktu dan Tempat Tidak boleh membatasi Al-Quran hanya berlaku untuk masa tertentu. bahkan jika khithob Al-Quran berbentuk jamak maka kitalah yang paling dimaksud (QS 6:19). Ketika turun QS 4:123. . dsb. Kita akan mendapat jawaban tentang masalah yang kita hadapi dan akan kita lihat bahwa fenomena yang ada sekarang dibahas dengan pas oleh Al-Quran. (Muraqabah dan Ma’iyyatullah). dan berusaha mengamalkannya sekuat tenaga. ayat-ayat da'wah untuk para 'ulama/muballigh dst. kapayahan. QS 2:217 bukan khusus bagi orang Quraisy yang memerangi Nabi SAW saja." Ketika membaca Al-Quran tidak lantas berfikir alangkah baiknya jika ini saya sampaikan dalam kuliah/khutbah/ceramah. dan tidak menganggapnya kecil. jika Al-Quran mengancam maka kitalah yang diancam. Abubakar ra berkata: "Setiap kemaksiatan yang aku lakukan akan dibalas. tidakkah kalian mendengar firman Allah SWT (QS 31:13)?" (HR. tetapi maksudnya adalah syirik. Contoh QS 5:44 bukan khusus untuk bani Isra'il. Jika Al-Quran memerintah maka kitalah yang diperintah." (HR At-Thobari) lbroh: Mereka senantiasa mentadabburi setiap ayat-ayat dengan sungguh-sungguh. Al-Hadid 4. sementara ia sudah baik. Contohlah ketika Umar ra mendengar seseorang sedang membaca surat at-Thuur. 5. orang tertentu. maka aku tidak mendapatkan sesuatu untuk dapat melepaskanku dari azab dipunggungku." (HR Ahmad dalam al-Musnad) Ibroh: Para shahabat ra merasa setiap ayat Al-Quran itu ditujukan kepada diri mereka bukan orang lain. Bagaikan seorang budak yang membaca surat dari majikannya. ayat-ayat jihad untuk nanti jika ada jihad. Bukhari. Merasa Bahwa Setiap Ayat itu Ditujukan Kepada Kita lmam al-Ghazali dalam al-Ihya' berkata: "Merasa bahwa kitalah yang dimaksud oleh setiap khithob AlQuran. jika Al-Quran bercerita maka kitalah yang harus mengambil ibrohnya. dst. Muslim dan Tirmidzi) lbroh : Rasa takut mereka yang luarbiasa terhadap suatu dosa. iltizam (komitmen). terdapat relevansi yang sangat kuat. sehingga dengan demikian maka bacaan Al-Quran akan menambah keimanan." Maka sabda Nabi SAW "Apa yang anda katakan itu wahai Abubakar ?" Jawabnya : "Ya Rasulullah semua keburukanku akan dibalas.

..asp . dll. zaman. dsb. Ya Allah. tetapi agar setiap muslim memiliki bekal yang asasi untuk dapat memahami dan berinteraksi dengan Al-Quran. sehingga kita akan lebih luas memahami ayat-ayat Al-Quran. ekonomi. Menguasai dasar-dasar ilmu. Sebagian orang berpendapat bahwa itu hanya bisa dikuasai oleh orang-orang yang memiliki spesialisasi dibidang tsb. 8. I’jaz al-Qur’an. keluarga. ilmu Ushul fiqh. ahkam Al-Quran.com/assalamtafsir/Alquran_Adab. Ilmu Fiqh dan hukum-hukumnya. dan Ulumul Quran (Sabab-nuzul. dan berikanlah kepada kami taufik dan hidayahMu agar kami senantiasa mampu untuk mengamalkan Al-Quran. durhaka. sharaf dan balaghah). LIPIA. walaupun tidak juga sangat mudah seperti membalik tangan. lbrahim Para Fir’aun. peranannya. Bukan berarti semua kita harus menjadi ahli tafsir yang mengetahui ilmunya secara terinci. sosial.1asphost. kesesatannya.2. 4. Al-Anbiya Al-Kahfi 59-61. Pribadi 19-20. qasam. Makkiy-Madaniy. 3. 7. melainkan kepada seluruh muslimin dan muslimat. Untuk lebih memahami ini kita dituntut untuk menambah wawasan kita dengan tsaqofah (wawasan) yang kontemporer. karena Al-Quran tidak ditujukan kepada kelompok tertentu dan tidak untuk dilaksanakan oleh kelompok tsb saja. Al-Qashash Al-Muthaffifin Al-A’raaf An-Nisaa’ As-Shaff 96. 4. politik. jadikanlah kami ahlul Quran dan jangan Engkau haramkan kepada kami untuk memahami AlQuran. seperti lulusan IAIN. Nasikh-Mansukh. iptek. 5. Memahami Dasar-Dasar Ilmu Tafsir Seperti ilmu bahasa Arab (nahwu. Sikap as vs pemuda Namrud dan dan dan pengikutnya. Artikel Dari:http://ccc. karakteristik dan yang Masalah sifat berlaku orang sepanjang Sunnatullah 19. 6. qashash AlQuran. Al-Quran tidak sulit dan bukan mustahil. baik sejarah. 9. dsb). hubungan Perang 8-9. agama. ini merupakan pemahaman yang salah. Uslub Al-Quran.