ASKEP CA OVARIUM

Posted on March 30, 2011 by ainicahayamata ASKEP CA OVARIUM A. Pengertian Kanker Indung telur atau Kanker ovarium adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur) yang paling sering ditemukan pada wanita berusia 50 – 70 tahun. Kanker ovarium bisa menyebar ke bagian lain, panggul, dan perut melalui sistem getah bening dan melalui sistem pembuluh darah menyebar ke hati dan paru-paru. Kanker ovarium sangat sulit didiagnosa dan kemungkinan kanker ovarium ini merupakan awal dari banyak kanker primer. (Wingo, 1995)

B. Etiologi Penyebab kanker ovarium belum diketahui secara pasti. Akan tetapi banyak teori yang menjelaskan tentang etiologi kanker ovarium, diantaranya: 1. Hipotesis incessant ovulation Teori menyatakan bahwa terjadi kerusakan pada sel-sel epitel ovarium untuk penyembuhan luka pada saat terjadi ovulasi. Proses penyembuhan sel-sel epitel yang terganggu dapat menimbulkan proses transformasi menjadi sel-sel tumor. 2. Hipotesis androgen Androgen mempunyai peran penting dalam terbentuknya kanker ovarium. Hal ini didasarkan pada hasil percobaan bahwa epitel ovarium mengandung reseptor androgen. Dalam percobaan in-vitro, androgen dapat menstimulasi pertumbuhan epitel ovarium normal dan sel-sel kanker ovarium. C. Faktor Risiko 1. Diet tinggi lemak 2. Merokok 3. Alkohol 4. Penggunaan bedak talk perineal 5. Riwayat kanker payudara, kolon, atau endometrium 6. Riwayat keluarga dengan kanker payudara atau ovarium

7. Nulipara 8. Infertilitas 9. Menstruasi dini 10. Tidak pernah melahirkan

D. Tanda & Gejala Gejala umum bervariasi dan tidak spesifik. Pada stadium awal berupa : 1. Haid tidak teratur 2. Ketegangan menstrual yang terus meningkat 3. Menoragia 4. Nyeri tekan pada payudara 5. Menopause dini 6. Rasa tidak nyaman pada abdomen 7. Dispepsia 8. Tekanan pada pelvis 9. Sering berkemih 10. Flatulenes 11. Rasa begah setelah makan makanan kecil 12. Lingkar abdomen yang terus meningkat E. Stadium Stadium kanker ovarium primer menurut FIGO (Federation InternationalofGinecologies and Obstetricians ) 1987, adalah : STADIUM I –> pertumbuhan terbatas pada ovarium 1. Stadium 1a : pertumbuhan terbatas pada suatu ovarium, tidak ada asietas yang berisi sel ganas, tidak ada pertumbuhan di permukaan luar, kapsul utuh. 2. Stadium 1b : pertumbuhan terbatas pada kedua ovarium, tidak asietas, berisi sel ganas, tidak ada tumor di permukaan luar, kapsul intak.

3. Stadium 1c : tumor dengan stadium 1a dan 1b tetapi ada tumor dipermukaan luar atau kedua ovarium atau kapsul pecah atau dengan asietas berisi sel ganas atau dengan bilasan peritoneum positif. STADIUM II –> Pertumbuhan pada satu atau dua ovarium dengan perluasan ke panggul 1. Stadium 2a : perluasan atau metastasis ke uterus dan atau tuba 2. Stadium 2b : perluasan jaringan pelvis lainnya 3. Stadium 2c : tumor stadium 2a dan 2b tetapi pada tumor dengan permukaan satu atau kedua ovarium, kapsul pecah atau dengan asitas yang mengandung sel ganas dengan bilasan peritoneum positif.

STADIUM III –> tomor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant di peritoneum di luar pelvis dan atau retroperitoneal positif. Tumor terbatas dalam pelvis kecil tetapi sel histologi terbukti meluas ke usus besar atau omentum. 1. Stadium 3a : tumor terbatas di pelvis kecil dengan kelenjar getah bening negatif tetapi secara histologi dan dikonfirmasi secara mikroskopis terdapat adanya pertumbuhan (seeding) dipermukaan peritoneum abdominal. 2. Stadium 3b : tumor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant dipermukaan peritoneum dan terbukti secara mikroskopis, diameter melebihi 2 cm, dan kelenjar getah bening negativ. 3. . Stadium 3c : implant di abdoment dengan diameter > 2 cm dan atau kelenjar getah bening retroperitoneal atau inguinal positif. STADIUM IV –> pertumbuhan mengenai satu atau kedua ovarium dengan metastasis jauh. Bila efusi pleura dan hasil sitologinya positif dalam stadium 4, begitu juga metastasis ke permukaan liver.

F. Penegakan Diagnosa Medis Sebagian besar kanker ovarium bermula dari suatu kista. Oleh karena itu, apabila pada seorang wanita ditemukan suatu kista ovarium harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah kista tersebut bersifat jinak atau ganas (kanker ovarium). Ciri2 kista yang bersifat ganas yaitu pada keadaan :

Ø Kista cepat membesar

Ø Kista pada usia remaja atau pascamenopause Ø Kista dengan dinding yang tebal dan tidak berurutan Ø Kista dengan bagian padat Ø Tumor pada ovarium Pemeriksaan lanjutan untuk memperkuat dugaan ke arah kanker ovarium seperti : Ø USG dengan Doppler untuk menentukan arus darah Ø Jika diperlukan, pemeriksaan CT-Scan/ MRI Ø Pemeriksaan tumor marker seperti Ca-125 dan Ca-724, beta – HCG dan alfafetoprotein Semua pemeriksaan diatas belum bisa memastikan diagnosis kanker ovarium, akan tetapi hanya sebagai pegangan untuk melakukan tindakan operasi. G. Penatalaksanaan Sebagian besar kanker ovarium memerlukan pengobatan dengan kemoterapi. Hanya kanker ovarium stadium awal saja (stadium 1a dan 1b dengan derajat diferensiasi sel yang baik/sedang) yang tidak memerlukan kombinasi pengobatan. Kemoterapi diberikan sebanyak 6 seri dengan interval 3 – 4 minggu sekali dengan melakukan pemantauan terhadap efeh samping kemoterapi secara berkala terhadap sumsum tulang, fungsi hati, fungsi ginjal, sistem saluran cerna, sistem saluran cerna, sistem saraf dan sistem kardiovaskuler. Penatalaksanaan yang sesuai dengan stadium yaitu :
  

Operasi (stadium awal) Kemoterapi (tambahan terapi pada stadium awal) Radiasi (tambahan terapi untuk stadium lanjut

H. Asuhan Keperwatan 1. Pengkajian 1. Data diri klien Data biologis/fisiologis –> keluhan utama, riwayat keluhan utama 1. 2. 3. 4. 5. 6. Riwayat kesehatan masa lalu Riwayat kesehatan keluarga Riwayat reproduksi –> siklus haid, durasi haid Riwayat obstetric –> kehamilan, persalinan, nifas, hamil Pemeriksaan fisik Data psikologis/sosiologis–> reaksi emosional setelah penyakit diketahui

2. Diagnosa Keperawatan

1. Nyeri akut b.d agen cidera biologi 2. Perubahan citra tubuh dan harga diri b.d perubahan dalam penampilan fungsi dan peran 3. Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual b.d perubahan struktur atau fungsi tubuh, perubahan kadar hormone 4. Ketidakefektifan pola nafas b/d penurunan ekspansi paru karena desakan diafragma, bendungan cairan pleura 3.Tujuan dan Intervensi Diagnosa 1 : Nyeri akut b.d agen cidera biologi Defenisi : Pengalaman emosional dan sensori yang tidak menyenangkan yang muncul dari kerusakan jaringan secara secara aktual dan potensial atau menunjukkan adanya kerusakan. Serangan mendadak atau perlahan dari intensitas ringan sampai berat yang diantisipasi atau diprediksi durasi nyeri kurang dari 6 bulan. Batasan Karakteristik :
           

Melaporkan nyeri secara verbal dan non verbal Tingkah laku berhati hati Muka topeng Gangguan tidur Fokus pada diri sendiri Fokus menyempit (penurunan persepsi waktu,kerusakan proses berfikir,penurunan interaksi dengan orang dan lingkungan) Tingkah laku distraksi(jalan jalan, menemui orang,aktifitas berulang ) Respon otonom(diaphoresis, perubahan tekanan darah ,perubahan napas nadi,dilatasi pupil) Perubahan otonom dalm dalam tonus otot (dalam rentang lemah ke kaku) Tingkah laku ekspresif(gelisah merintih,menangis,waspada iritabel,napas panjang mengeluh Perubahan dalam nafsu makan Fakta dari observasi

Faktor yang Berhubungan :

Agen injuri (biologis, kimia, fisik, psikologis)

NOC:
  

Pain level Pain control Comfort level

Intervensi :
  

Manajemen nyeri Pemberian Analgesik Pemberian obat penenang

NIC MANAJEMEN NYERI Defenisi: pengurangan rasa nyeri serta peningkatan kenyamanan yang bisa diterima oleh pasien Aktivitas:
     

        

   

  

Lakukan penilaian nyeri secara komprehensif dimulai dari lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas dan penyebab. Kaji ketidaknyamanan secara nonverbal, terutama untuk pasien yang tidak bisa mengkomunikasikannya secara efektif Pastikan pasien mendapatkan perawatan dengan analgesic Gunakan komunikasi yang terapeutik agar pasien dapat menyatakan pengalamannya terhadap nyeri serta dukungan dalam merespon nyeri Pertimbangkan pengaruh budaya terhadap respon nyeri Tentukan dampak nyeri terhadap kehidupan sehari-hari (tidur, nafsu makan, aktivitas, kesadaran, mood, hubungan sosial, performance kerja dan melakukan tanggung jawab sehari-hari) Evaluasi pengalaman pasien atau keluarga terhadap nyeri kronik atau yang mengakibatkan cacat Evaluasi bersama pasien dan tenaga kesehatan lainnya dalam menilai efektifitas pengontrolan nyeri yang pernah dilakukan Bantu pasien dan keluarga mencari dan menyediakan dukungan. Gunakan metoda penilaian yang berkembang untuk memonitor perubahan nyeri serta mengidentifikasi faktor aktual dan potensial dalam mempercepat penyembuhan Tentukan tingkat kebutuhan pasien yang dapat memberikan kenyamanan pada pasien dan rencana keperawatan Menyediakan informasi tentang nyeri, contohnya penyebab nyeri, bagaimana kejadiannya, mengantisipasi ketidaknyamanan terhadap prosedur Kontrol faktor lingkungan yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada pasien (suhu ruangan, pencahayaan, keributan) Mengurangi atau menghapuskan faktor-faktor yang mempercepat atau meningkatkan nyeri (spt:ketakutan, fatique, sifat membosankan, ketiadaan pengetahuan) Mempertimbangkan kesediaan pasien dalam berpartisipasi, kemampuannya dalam berpartisipasi, pilihan yang digunakan, dukungan lain dalam metoda, dan kontraindikasi dalam pemilihan strategi mengurangi nyeri Pilihlah variasi dari ukuran pengobatan (farmakologis, nonfarmakologis, dan hubungan atar pribadi) untuk mengurangi nyeri Pertimbangkan tipe dan sumber nyeri ketika memilih metoda mengurangi nyeri Mendorong pasien dalam memonitor nyerinya sendiri Ajari untuk menggunakan tehnik non-farmakologi (spt: biofeddback, TENS, hypnosis, relaksasi, terapi musik, distraksi, terapi bermain, acupressure, apikasi hangat/dingin, dan pijatan ) sebelum, sesudah dan jika memungkinkan, selama puncak nyeri , sebelum nyeri terjadi atau meningkat, dan sepanjang nyeri itu masih terukur. Kolaborasikan dengan pasien dan tenaga kesehatan lainnya untuk memilih dan mengimplementasikan metoda dalam mengatasi nyeri secara non-farmakologi. Menyediakan analgesic yang dibutuhkan dalam mengatasi nyeri Menggunakan Patient-Controlled Analgesia (PCA)

Utamakan pemberian secara IV dibanding IM sebagai lokasi penyuntikan. tapi evaluasi resiko pemberian obat penenang Pastikan pretreatmen strategi analgesi dan/ non-farmakologi sebelum prosedur nyeri hebat Kaji tingkat ketidaknyamanan bersama pasien. jika mungkin Hindari pemberian narkotik dan obat terlarang lainnya. dan dosis. dan intensitas nyeri sebelum mengobati pasien Periksa order/pesanan medis untuk obat. dan hal lain yang mendukung dalam proses manajemen nyeri Menyediakan informasi yang akurat untuk meningkatkan pengetahuan keluarga terhadap respon nyeri Menyertakan keluarga dalam mengembangkan metoda mengatasi nyeri Monitor kepuasan pasien terhadap manajemen nyeri ynag diberikan dalam interval yang ditetapkan. non narkotik atau NSAID) berdasarkan tipe dan tingkat nyeri.              Gunakan cara mengontrol nyeri sebelum menjadi menyakitkan (puncak nyeri) Pengobatan sebelum beraktivitas untuk meningkatkan partisipasi . keluarga. rute. Memberikan perawatan yang dibutuhkan dan aktifitas lain yang memberikan efek relaksasi sebagai respon dari analgesi . dosis. catat perubahan dalam catatan medis dan informasikan kepada tenaga kesehatan yang lain Evaluasi efektifitas metoda yang digunakan dalam mengontrol nyeri secara berkelanjutan Modifikasi metode kontrol nyeri sesuai dengan respon pasien Anjurkan untuk istirahat/tidur yang adekuat untuk mengurangi nyeri Dorong pasien untuk mendiskusikan pengalamannya terhadap nyeri Beritahu dokter jika metoda yang digunakan tidak berhasil atau jika ada komplain dari pasien mengenai metoda yang diberikan Informasikan kepada tenaga kesehatan yang lain/anggota keluarga tentang penggunaan terapi non-farmakologi yang akan digunakan oleh pasien Gunakan pendekatan dari berbagai disiplin ilmu dalam manajemen nyeri Mempertimbangkan pasien. karakteristik. mutu. menurut agen protokol Monitor TTV sebelum dan sesudah pemberian obat narkotik dengan dosis pertama atau jika ada catatan luar biasa. Tentukan analgesic yang cocok. dan frekuensi yang ditentukan analgesic Cek riwayat alergi obat Mengevaluasi kemampuan pasien dalam pemilihan obat penghilang sakit. PEMBERIAN ANALGESIC Defenisi: menggunakan agen farmakologi untuk mengurangi nyeri Akatifitas:           Menentukan lokasi . rute pemberian dan dosis optimal. serta melibatkan pasien dalam pemilihan tersebut Tentukan jenis analgesic yang digunakan (narkotik.

bahwa pasien akan merasa mengantuk hingga 2 sampai 3 hari kemudian kembali normal Mengkaji pengetahuan pasien atau anggota keluarga mengenai analgesic. dosis. mual muntah. strategi ke menurunkan efek samping.d perubahan struktur atau fungsi tubuh. catat efek yang merugikan Mengevaluasi dan mendokumentasikan tingkat pemberian obat penenang pada pasien yang menerima opioids Tindakan pesawat untuk mengurangi efek merugikan dari analgesic (contoh : konstipasi dan iritasi lambung) Kolaborasikan dengan dokter jika terjadi perubahan obat. mulut kering dan konstipasi) Dokumentasikan respon pasien tentang analgesic. – Mengidentifikasi kepuasan/ praktik seksual yang diterima dan beberapa alternatif cara mengekspresikan keinginan seksual Intervensi: Mendengarkan pernyataan klien dan pasangan Diskusikan sensasi atau ketidaknyamanan fisik. untuk memelihara tingkatan serum Lakukan tindakan pengamanan pada pasien dengan obat analgesic narkotik Instruksikan untuk menggunakan pengobatan PRN sebelum nyeri bertambah Menginformasikan individu yang mendapatkan analgesic narkotika.              Cek pemberian analgesic selama 24 jam untuk mencegah terjadinya puncak nyeri tanpa rasa sakit. Kaji perasaan klien tentang citra tubuh dan tingkat harga diri Berikan dorongan untuk keikutsertaan kontinyu dalam aktifitas dan pembuatan keputusan Berikan dorongan pada klien dan pasangannya untuk saling berbagi kekhawatiran tentang perubahan fungsi seksual dan menggali alternatif untuk ekspresi seksual yang lazim Diagnosa 3 : Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual b. terutama dengan nyeri yang menjengkelkan Set harapan positif mengenai efektivitas obat analgesic untuk mengoptimalkan respons pasien Mengurus adjuvant analgesic dan/atau pengobatan ketika memerlukan tindakan tanpa rasa sakit Mempertimbangkan penggunaan infus secara terus menerus. serta membuat rekomendasi spesifik berdasar pada prinsip equianalgesic Mengajari tentang penggunaan analgesic. atau interval.d perubahan dalam penampilan fungsi dan peran Tujuan : KLien Intervensi : dapat memperbaiki persepsi citra tubuh dan harga dirinya. perubahan pada respons individu . depresi. perubahan kadar hormon Tujuan : -KLien menyatakan paham tentang perubahan struktur dan fungsi seksual. rute pemberian. baik sendiri atau bersama dengan pil opioids. terutama setelah dosis awal. dan harapan untuk keterlibatan dalam membuat keputusan dalam manajemen nyeri Diagnosa 2 : Perubahan citra tubuh dan harga diri b. pengamatan juga diakukan melihat adanya tanda dan gejala buruk atau tidak menguntungkan ( berhubungan dengan pernapasan. terutama sekali opioids(karena resiko kecanduan tinggi) Mengevaluasi efektivitas analgesic pada interval tertentu.

Status Respirasi : Ventilasi Defenisi : Pergerakan udara masuk dan keluar dari paru Indikator               Rata-rata Pernafasan dalam rentang yang diharapkan Irama pernafasan dalam rentang yang diharapkan Kedalaman pernafasan Ekspansi dada yang simetris Mudah bernafas Pengeluaran sputum keluar dari jalan nafas Keadekuatan vocal Ekpulsi udara Tidak ada penggunaan otot-otot bantu pernafasan Tidak ada bunyi nafas Tidak ada retraksi dada Tidak ada nafas pendek Auskultasi bunyi pernafasan dalam rentang yang diharapkan Tidak ada dipnea 2. bendungan cairan pleura Defenisi: inspirasi dan atau ekspirasi yang tidak menyediakan ventilasi yang adekuat NOC 1. ex : menunda koitus seksual saat kelelahan Diagnosa 4:Ketidakefektifan pola nafas b/d penurunan ekspansi paru karena desakan diafragma. Status Pernapasan: Kepatenan Jalan Napas Definisi: Saluran trakheobronkial tetap terbuka Indikasi .Kaji informasi klien dan pasangan tentang anatomi/ fungsi seksual dan pengaruh prosedur pembedahan Identifikasi faktor budaya/nilai budaya Bantu klien untuk menyadari atau menerima tahap berduka Dorong klien untuk menyadari atau menerima tahap berduka Dorong klien untuk berbagi pikiran/masalah dengan orang terdekatnya Berikan solusi masalah terhadap masalah potensial.

system pernapasan.       Demam tidak ada Ansietas tidak ada Sesak tidak ada Frekuensi napas IER* Irama napas IER Keluaran sputum dari jalan napas Tidak ada suara napas tambahan 3. dan tekanan darah berada dalam rentang normal Indikator       Suhu Frekuensi Frekuensi Frekuensi napas TD sistolik TD diastolik NIC 1. Aktifitas: . dan batuk Instruksikan bagaimana batuk efektif Berikan bronkodilator sesuai dengan kebutuhan Berikan pengobatan aerosol sesuai dengan kebutuhan Atur posisi untuk mengurangi dipsnea Pantau status pernapasan dan oksigenasi sesuai dengan kebutuhan 2. nadi. pemantauan tanda-tanda vital Defenisi: pengumpulan dan analisis data dari system kardiovaskuler.sesuai dengan kebutuhan Lakukan fisioterapi dada sesuai dengan kebutuhan Bersihkan secret dengan menganjurkan batuk atau dengan menggunakan penghisapan Dukung untuk bernafas pelan. berbalik. gunakan teknik chin lift atau jaw thrust (dagu diangkat atau rahang ditinggikan) sesuai dengan kebutuhan Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi Identifikasi kebutuhan pasien akan insersi jalan nafas actual Masukkan jalan nafas melalui mulut atau nasofaring . Manajemen jalan nafas Defenisi: memfasilitasi kepatenan jalan nafas Aktivitas:             Buka jalan nafas. Status tanda tanda vital Defenisi : temperatur. suhu tubuh untuk menentukan dan mencegah terjadinya komplikasi. dalam.

Kanker Indung Telur (Kanker Ovarium) adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur). dan pernafasan sebelum. Monitor adanya sianosis. Monitor tekanan darah ketika pasien berbaring. B. Kasus lainnya adalah jenis yang jarang terjadi dari kanker ovarium yaitu kanker yang berkembang dari sel – sel pembentuk telur kuman atau dari jaringan pendukung (stroma) dari organ jinak (nonkanker) tumor dan kista juga ditemukan di ovarium dan jauh lebih umum daripada kanker ovarium. ovarium 0 A. dan berdiri Auskultasi tekanan darah dikedua lengan dan bandingkan. Ambil denyut nadi apical dan radial secara bersamaan dan catat perbedaannya. denyut nadi. Monitor jumlah dan kualitas denyut nadi.com/2011/03/30/askep-ca-ovarium/ Asuhan Keperawatan Kanker Ovarium Posted: 18 November 2011 in Kumpulan Askep Tag:Kanker.duduk. Monitor tekanan darah. Kanker ovarium sebenarnya merupakan sekelompok tumor yang berbeda yang timbul dari beragam jenis jaringan yang terkandung dalam ovarium . http://ainicahayamata. nadi. Klasifikasi Jenis kanker ovarium meliputi: . Melalui pembuluh darah. Definisi Kanker epitel ovarium atau dikenal dengan kanker indung telur yang berasal dari sel epitel.wordpress. selama. Kanker ovarium bisa menyebar secara langsung ke daerah di sekitarnya dan melalui sistem getah bening bisa menyebar ke bagian lain dari panggul dan perut. suhu tubuh dan status pernapasan Catat arah dan luas ketidaktetapan tekanan darah. Monitor adanya laporan tanda dan gejala dari hipotermi dan hipertermi. Jenis yang paling umum kanker ovarium muncul dari epitel sel (lapisan luar sel) dari permukaan ovarium. Monitor luas dan sempit tekanan darah. dan sesudah melakukan kegiatan. Monitor irama dan kecepatan jantung. Monitor pola pernafasan yang abnormal. KGB. kanker bisa menyebar ke hati dan paru-paru.            Monitor tekanan darah.

Disebut tumor stroma. 2. Kanker ovarium paling banyak ditemui adalah tumor epitel. Mengenai permukaan ovarium Kapsul ruptur Ascites (+) Stadium III kanker meluas mengenai organ pelvis dan intraperitoneal III A Makroskopis : terbatas 1 / 2 ovarium Mikroskopis : mengenai intraperitoneal III B III C Makroskopis : mengenai intraperitoneal diameter < 2 cm. kapsul utuh. 3. mulai dalam jaringan ovarium yang menghasilkan hormon estrogen. Disebut tumor sel germinal. kanker ini dimulai pada lapisan tipis jaringan yang menutupi bagian luar ovarium. 3. Makroskopis mengenai intraperitoneal diameter > 2 cm . Disebut tumor epitel. 1. 2. KGB (-) 1. II A II B II C Mengenai permukaan luar ovarium Kapsul ruptur Ascites (+) Stadium II perluasan pada rongga pelvis Mengenai uterus / tuba fallopi / keduanya Mengenai organ pelvis lainnya Kriteria II A / II B disertai 1 / > keadaan sbb : 1. ascites (-) Kriteria I A / I B disertai 1 > lebih keadaan sbb : 1. ovarium kanker ini cenderung terjadi pada wanita muda. kapsul utuh. Kanker yang dimulai dalam sel yang memproduksi telur. Meluas mengenai KGB dan / 2. progesteron dan testosteron. 2. 3. ascites (-) Mengenai 2 ovarium. Kanker yang dimulai dalam sel-sel memproduksi hormon-kanker ini.1. Klasifikasi stadium kanker ovarium berdasarkan FIGO (International Federation of Gynecology and Obstetrics Stadium I terbatas pada 1 / 2 ovarium IA IB IC Mengenal 1 ovarium..

. dan administrasi kemoterapi intraperitoneal. Sel kanker menginvasi jaringan terdekat dan dapat pecah dari tumor awal untuk menyebar ke tempat lain dalam tubuh (metastasis). Patofisiologi Kebanyakan teori patofisiologi kanker ovarium meliputi konsep yang dimulai dengan dedifferentiation dari sel-sel yang melapisi ovarium. operasi debulking. Adanya akumulasi sel abnormal akan membentuk suatu massa (tumor). kanker dimulai ketika selsel sehat mengalami mutasi genetik yang mengubah sel normal menjadi sel abnormal. Etiologi Tidak jelas apa yang menyebabkan kanker ovarium. 2. 2. 4. Sel sehat tumbuh dan berkembang biak pada tingkat yang ditetapkan. akhirnya mati pada waktu yang ditetapkan. wanita yang kehamilan pertamanya terjadi di usia dini dan wanita yang memakai pil KB. Efek perlindungan terhadap kanker ovarium ditemukan pada wanita yang memiliki banyak anak. dan mereka tidak mati. 3.Derajat keganasan kanker ovarium 1. implantasi intraperitoneal. sel-sel ini dapat dimasukkan ke dalam ovarium. Secara umum. Penyebaran intraperitoneal adalah karakteristik yang paling umum dan diakui dari kanker ovarium. penyebaran hematogen secara klinis yang tidak biasa pada awal proses penyakit. penyebaran hematogen. Kanker ovarium biasanya menyebar ke permukaan peritoneum dan omentum. Sel-sel kanker tumbuh dan berkembang di luar kendali. Obat kesuburan Pernah menderita kanker payudara Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara dan/atau kanker ovarium Riwayat keluarga yang menderita kanker kolon. Faktor resiko tejadinya kanker ovarium adalah: 1. C. Sebaliknya. paru-paru. Seperti dibahas selanjutnya. Karsinoma ovarium bisa menyebar dengan ekstensi lokal. D. dan bagian transdiaphragmatic. mekanisme penyebaran mewakili pemikiran untuk melakukan pementasan bedah. Selama ovulasi. Derajat 1 : differensiasi baik Derajat 2 : differensiasi sedang Derajat 3 : differensiasi buruk Dengan derajat differensiasi semakin rendah pertumbuhan dan prognosis akan lebih baik. Selsel ganas dapat implan di mana saja dalam rongga peritoneal tetapi lebih cenderung untuk menanamkan di situs statis sepanjang sirkulasi cairan peritoneum. di mana mereka kemudian berkembang biak. invasi limfatik. meskipun tidak jarang terjadi pada pasien dengan penyakit lanjut. 3. prostat dan rahim (menunjukkan adanya sindroma Lynch II).

Pembesaran perut XXXX Frekuensi Relatif 2. Gejala dan tanda klinis dari KO yang biasa dijumpai adalah sebagai berikut: Tanda dan Gejala 1. 4. pembesaran payudara atau peningkatan pertumbuhan rambut. Gejala awalnya berupa rasa tidak enak yang samar-samar di perut bagian bawah Tekanan pada perut. anemia dan berat badannya menurun. Di dalam perut terkumpul cairan dan perut membesar akibat ovarium yang membesar ataupun karena penimbunan cairan. biasanya fluktuatif. Kadang kanker ovarium melepaskan hormon yang menyebabkan pertumbuhan berlebih pada lapisan rahim. Kanker ovarium. Gejala-gejala dyspepsia 4. 8. merasa kenyang.E. Kunci utama untuk memahami kanker ovarium adalah tanda-tanda dan gejala yang terus memburuk. Seorang wanita dengan kanker ovarium dapat didiagnosis dengan cara membandingkan dengan kondisi lain sebelum akhirnya memahami dia menderita kanker. Nyeri perut 3. bengkak atau kembung Urinary urgensi Rasa tidak nyaman atau sakit panggul Mual Sembelit Sering buang air kecil Kehilangan nafsu makan atau cepat merasa kenyang Peningkatan ketebalan perut atau pakaian ketat pas di pinggang Anda Sakit saat hubungan seksual (dispareunia) Kekurangan energy Punggung sakit Perubahan menstruasi Panggul terasa berat Perdarahan pervaginam Ovarium yang membesar pada wanita pasca menopause bisa merupakan pertanda awal dari kanker ovarium. 9. 13. 7. 3. 12. 5. Manifestasi Klinis Gejala kanker ovarium tidak spesifik dan lebih mirip gejala-gejala umum seperti gejala gangguan pencernaan atau kandung kemih. 6. 10. 15. dan secara bertahap memburuk. 14. Gejala tersebut meliputi gangguan pencernaan. Studi terbaru menunjukkan bahwa wanita dengan kanker ovarium lebih mungkin dibandingkan perempuan lain untuk secara konsisten mengalami gejala berikut: 1. Gangguan buang air kecil/besar XXX XX XX . yang cenderung untuk datang dan hilang atau terjadi dalam situasi tertentu atau setelah makan makanan tertentu. 11. 2. konstan. Pada saat ini penderita mungkin akan merasakan nyeri panggul.

sehingga prosedur tidak akan memerlukan sayatan yang lebih besar.5. Pembedahan untuk mengangkat contoh jaringan untuk pengujian. bentuk dan konfigurasi ovarium Anda. seperti rahim anda. seorang ahli onkologi ginekologi membuat sayatan di perut dan mengesplorasi rongga perut untuk mendeteksi adanya kanker. Jika tes lain menyarankan Anda mungkin memiliki kanker ovarium. 2. Pemeriksaan Diagnostik XX XX X Pemeriksaan yang biasa dilakukan: 1. 8. Pemeriksan darah lengkap Pemeriksaan kimia darah Serum HCG Alfa fetoprotein Analisa air kemih Pemeriksaan saluran pencernaan Laparatomi CT scan atau MRI perut. Penurunan berat badan 6. Selama pemeriksaan panggul. dokter dengan hati-hati memeriksa bagian luar alat kelamin terkena (vulva). 12. 11. Ahli bedah dapat mengumpulkan sampel cairan perut dan menghapus ovarium untuk pemeriksaan oleh seorang ahli patologi. 5. Gangguan haid 7. 4. Penatalaksanaan . Jika kanker ditemukan. CA 125 tes darah. 7. tes CA 125 tidak biasanya digunakan untuk mendiagnosa atau ke layar untuk kanker ovarium. USG membantu dokter menyelidiki ukuran. 3. Untuk membuat gambar dari ovarium Anda. Untuk alasan ini. dan kemudian memasukkan dua jari dari satu tangan ke dalam vagina dan sekaligus menekan sisi lain di perut untuk merasakan rahim anda dan ovarium. Dia atau dia juga menyisipkan sebuah alat yang disebut spekulum ke dalam vagina. dan banyak perempuan dengan stadium awal kanker ovarium yang normal memiliki kadar CA 125. ahli bedah dapat membuat beberapa sayatan kecil di perut Anda dan masukkan alat-alat bedah khusus dan sebuah kamera kecil. Pemeriksaan panggul. Banyak wanita dengan kanker ovarium memiliki tingkat abnormal tinggi CA 125 dalam darah mereka. sejumlah kondisi non-kanker juga menyebabkan peningkatan kadar CA 125. dokter anda dapat merekomendasikan operasi untuk mengkonfirmasi diagnosis. 10. G. dokter Anda mungkin memasukkan penyelidikan USG ke dalam vagina Anda. Prosedur ini disebut USG transvaginal. ahli bedah segera mungkin mulai operasi untuk menghapus sebanyak mungkin kanker. Pencitraan USG dapat membuat gambar dari struktur dekat ovarium Anda. 9. USG menggunakan frekuensi tinggi gelombang suara untuk menghasilkan gambar dari bagian dalam tubuh. tetapi dapat digunakan untuk memantau bagaimana perawatan Anda maju. Namun. Selama operasi. Spekulum vagina terbuka sehingga dokter Anda secara visual dapat memeriksa vagina dan leher rahim untuk kelainan. Pembesaran kelenjar inguinal F. 6. CA 125 adalah protein yang ditemukan pada permukaan sel kanker ovarium dan beberapa jaringan sehat. Dalam beberapa kasus.

ifosfamid. karboplatin. dan usus. 1. thiotepa dan siklosfosfamid secara sistematik menunjukkan aktivitas yang baik. angka kesembuhan atau kemungkinan hidup. Secara keseluruhan. doksorubisin. omentektomi. pada stadium I dengan diferensiasi buruk atau stadium IC pilihan terapi berupa: radioterapi. Operasi Pada umumnya dilakukan: -Histerektomi total yaitu mengangkat rahim dengan organ sekitarnya -Salpingo ooporekmitomi yaitu mengangkat kedua ovarium dan kedua saluran tuba fallopii -Omentektomi yaiut mengangkat lipatan selaput pembungkus perut yang memanjang dari lambung ke alat-alat perut 1. jika masih memungkinkan salpingo-ooforektomi bilateral dilanjutkan terapi ajuvan kemoterapi dan atau radioterapi. kemoterapi sistemik. dan imunoterapi. siklofosfamid meningkatkan respon terapi. operasi salpingo-ooforektomi bilateral (operasi pengangkatan tuba fallopi dan ovarium) atau disertai histerektomi abdominal total (pengangkatan uterus) dan sebagian jaringan abdominal. merupakan kandidat utama terapi P32 ini. dan etoposid juga menunjukkan hasil yang bervariasi dari 27% sampai 78%. 1. Kanker ovarium epitelial : Stadium I : Pilihan terapi stadium I dengan derajat diferensiasi baik sampai sedang. kurang dari 2cm.1. Radioterapi Teleterapi pelvis dan abdomen dan penetesan isotop radioaktif pada rongga peritoneal digunakan pada wanita dengan kanker ovarium tahap awal (stadium I dan II). 1. Isotop radioaktik (P32) digunakan sebagai terapi residual kanker pada rongga peritoneum. Kanker ovarium germinal : . Kemoterapi Penggunaan melphana. dengan terapi ajuvan memperpanjang waktu remisi dengan harapan hidup selama 5 tahun mendekati 80 %. Stadium II: Pilihan terapi utama operasi disertai kemoterapi atau radioterapi. Pasien yang memiliki residu penyakit yang terbatas. sisplastin. Pengobatan Pada umumnya. Altretamine. kombinasi terapi sistematik dengan takson. lalu dilanjutkan dengan pengobatan tambahan seperti kemoterapi. Stadium III dan IV: sedapat mungkin massa tumor dan daerah metastasis sekitarnya diangkat (sitoreduktif) berupa pengeluran asites. reseksi daerah permukaan peritoneal. histerektomi total abdominal. pengobatan kanker ovarium dilakukan dengan tindakan operasi. 5-FU. sisplatin. radioterapi. harapan hidup selama 5 tahun mencapai 90%.

termasuk peningkatan risiko osteoporosis. dianjurkan terutama bagi perempuan yang telah dites positif untuk mutasi gen BRCA atau wanita yang mempunyai sejarah keluarga yang kuat payudara dan kanker ovarium. sesuai dengan ACS. I. 3. penyakit jantung dan kondisi lain. Operasi ini. Studi menunjukkan bahwa ooforektomi profilaksis menurunkan risiko kanker ovarium hingga 95 persen. Dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah menggunakan mereka. Menyusui anak-anak juga dapat mengurangi risiko kanker ovarium. dikenal sebagai profilaksis ooforektomi. dan mengurangi risiko kanker payudara hingga 50 persen. 2. Profilaksis ooforektomi mengurangi. CC (cyclophosphamide + carboplatin). para wanita yang menggunakan kontrasepsi oral selama lima tahun atau lebih mengurangi risiko kanker ovarium sekitar 50 persen.Disgerminoma: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dimana kanker ditemukan dilanjutkan radioterapi atau kemoterapi. tetapi jarang bentuk kanker yang disebut kanker peritoneal primer. H. CP (cyclophosphamide + cisplatin). Komplikasi 1. 2. Kontrasepsi oral(pil KB). tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan. Karena kanker ovarium biasanya berkembang di lapisan tipis rongga perut yang meliputi ovarium. Kombinasi standar sistemik kemoterapi berupa TP (paclitaxel + cisplatin atau carboplatin). yang dengan sendirinya mungkin memiliki dampak negatif pada kesehatan Anda. Perempuan yang berada pada risiko yang sangat tinggi mengalami kanker ovarium dapat memilih untuk memiliki indung telur mereka diangkat sebagai cara untuk mencegah penyakit. Pencegahan Beberapa faktor muncul untuk mengurangi risiko kanker indung telur. Kanker ovarium stromal : Operasi yang dilanjutkan dengan kemoterapi. Tubal ligasi atau histerektomi. pastikan untuk membahas pro dan kontra dengan dokter Anda. Selain itu. wanita yang pernah diangkat indung telur mereka masih bisa mendapatkan yang serupa. 4. Tumor sel germinal lainnya: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dilanjutkan kemoterapi. Memiliki paling tidak satu anak menurunkan risiko Anda mengalami kanker ovarium. Setelah tabung Anda diikat atau memiliki histerektomi dapat mengurangi risiko kanker ovarium. jika ovarium diangkat sebelum menopause. Kehamilan dan menyusui. 3. bahkan jika tidak ada mutasi genetik yang telah diidentifikasi. Jika Anda sedang mempertimbangkan setelah prosedur ini dilakukan. termasuk: 1. Penyebaran kanker ke organ lain Progressive function loss of various organs Fungsi progresif hilangnya berbagai organ Ascites (fluid in the abdomen) Ascites (cairan di perut) Intestinal Obstructions Usus Penghalang . risiko kanker ovarium. profilaksis ooforektomi menginduksi menopause dini.

ke paru-paru. ketika ia telah menyebar ke luar ovarium. Nyeri berhubungan dengan penekanan perut bagian bawah akibat kanker metastasis. lapisan dinding usus (omentum) dan. Tujuan : Dalam 2x 24 jam rasa nyeri berkurang Kriteria Hasil : Setelah diberi tindakan keperawatan skala nyeri berkurang menjadi 4. Diagnose keperawatan 1. usus dan lapisan dinding usus omentum pertumbuhan tumor yang membentuk baru sebelum kanker bahkan dicurigai. Kanker ovarium gudang sel ke dalam cairan alami dalam rongga perut. Baca juga Kanker Serviks K. Kanker indung telur memiliki angka kematian yang tinggi. Kanker ovarium paling sering ditemukan pada wanita yang berusia 50-70 tahun dan 1 dari 70 wanita menderita kanker ovarium. Intervensi 1. 2. Nyeri berhubungan dengan penekanan perut bagian bawah akibat kanker metastasis. Puncaknya terjadi pada wanita usia 60-64 tahun. Kolaburasi tindakan pembedahan Rasional a. dari 23. usus. Angka kejadian kanker epitel ovarium rendah pada negara berkembang dan Jepang.Sel-sel dapat implan di lain perut (peritoneal) struktur. Intervensi 1. Kanker epitel ovarium jarang didapatkan pada wanita berusia < 40 tahun. Lebih dari 60% dari perempuan dengan kanker ini memiliki stadium III atau stadium IV kanker. 3. Perubahan Pola eliminasi urin berhubungan dengan penekanan tumor pada pelvis. Ini tidak proporsional mematikan karena kekurangan apapun deteksi dini jelas atau tes skrining. kandung kemih. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan gangguan pernafasan akibat penekanan asites pada diafragma. dan gangguan GI akibat adanya kanker metastasis. 6. sekitar 14. L. muntah. lebih jarang. 4. kandung kemih . Prognosis Kanker ovarium biasanya memiliki yang buruk prognosis. Ansietas berhubungan dengan stres akibat kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan penatalaksanaannya. termasuk rahim . Gangguan citra diri berhubungan dengan pembesaran perut. termasuk rahim. J.100 kasus baru kanker indung telur.000 atau separuh lebih wanita meninggal karena penyakit ini. yang berarti bahwa kebanyakan kasus tidak terdiagnosis sampai mereka telah mencapai stadium lanjut. Pembedahan bertujuan untuk . Sel-sel kemudian dapat implan di lain perut (peritoneal) struktur. Kanker indung telur merupakan penyebab kematian ke-5 terbanyak di Amerika Serikat dan merupakan salah satu dari 7 keganasan tersering di seluruh dunia. Kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual. 5.

Batasi aktivitas dan mobilisasi klien Rasional a. dan gangguan GI akibat adanya kanker metastasis. 2. Baju klien yang longgar mempermudah klien dalam bernafas d. Kolabarasi untuk pemberian terapi analgesik. muntah. Mengidentifikasi skala dan perkembangan nyeri. menghilangkan faktor utama penyebab nyeri. Atur posisi senyaman mungkin. Jika klien tenang maka konsumsi O2 semakin efisien 3.RR normal kembali antara 16-24x/mnt -Klien tidak terlihat cemas dan gelisah Intervensi a.Menurunkan tingkat ketegangan pada daerah nyeri d. b.Merelaksasi otot – otot tubuh e. 2. Kaji tingkat dan intensitas nyeri. Ajarkan dan lakukan tehnik relaksasi. 1.Klien tidak mengeluh sesak . Istirahat dapat mengurangi konsumsi O2 klien b. Tujuan : Dalam 2x 24 jam nutrisi pasien terpenuhi . Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan gangguan pernafasan akibat penekanan asites pada diafragma. Tenangkan klien b. Posisi semi fawler menambah ruang ekspansi dada c. 1. Tujuan : Mengembalikan pola nafas klien menjadi normal kembali Kriteria Hasil : . longgarkan baju klien d.untuk pengangkatan kanker. 2. Kolaborasi pemberian terapi oksigen e. Mengistirahatkan klien dengan posisi semifawler c. Kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual.Menghilangkan rasa nyeri c. terapi oksigen dibutuhkan jika klien membutuhkan O2 lebih e.

Intervensi Rasional 1. nafsu makan pasien meningkat. dibagi-bagi selama sehari 4. Mual atau muntah psikogenik terjadi karena perubahan lingkungan pengobatan atau rutinitas pasien pada hari pengobatan mungkin efektif. 4. Kebutuhan jaringan metabolic 3. 5. Suplemen dapat memainkan peran terlalu terlalu manis. bimbingan imajenasi. dan memungkinkan pasien meningkatkan masukan oral. Informasi tentang keadaan klien d. dengan masukan cairan adekuat. Ansietas berhubungan dengan stress akibat kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan penatalaksanaannya. Temani klien dalam memutuskan sesuatu sangat dibutuhkan . a. Dorong pasien untuk makan diet tinggi defisiensi nutrisi. Dengarkan dengan seksama apa keluh kesah a. Dorong penggunaan teknik relaksasi. penambahan berat badan progresif. Kontrol factor lingkungan. Intervensi Rasional a. klien dapat melakukan manajemen stress terhadap kondisinya. berlemak. f.Kriteria Hasil : mual (-). e. penurunan anoreksia. kalori dan protein adekuat. Solusi relevan sangat dibutuhkan klien c. Mengidentisifikasi kekuatan atau 2. 1. Tujuan : Dalam 2x 24 jam klien tidak terlihat cemas dan gelisah Kriteria hasil : berkurangnya rasa takut. Dapat mentriger respons mual sedang sebelum makan. Hindari c. kalori kaya protein kaya nutrient. Dengan mendengarkan keluh kesah klien klien maka akan mengurangi stress klien b. berat badan stabil. visualisasi. Berikan solusi yang relevan c. atau penting dalam mempertahankan makanan pedas. Pantau masukan makanan setiap hari. Berikan informasi tentang kesehatan klien b. klien tahu dan mengerti tentang keadaan dirinya. b. Dapat mencegah awitan atau menurunkan beratnya mual. Dorong penggunaan suplement dan ditingkatkan begitu juga cairan (untuk makan sering atau lebih sedikit yang menghilangkan produk sisa). latihan d. Identifikasi pasien yang mengalami mual atau muntah yang diantisipasi. muntah.

Pemasangan kateter dapat digunakan selama praoperasi 6. orang tua. klien membutuhkan teman untuk berbagi e. Mengidentifikasi masalah secara dini. Membantu dalam memastikan terdekat bagaimana diagnosis dan masalah untuk memulai proses pengobatan yang mempengaruhi pemecahan masalah. Berikan dukungan emosi untuk pasien d. Bimbingan antisipasi dapat 2. Perubahan Pola eliminasi urin berhubungan dengan penekanan tumor pada pelvis. Meskipun beberapa pasien . Kriteria hasil : dapat mengungkapkan pemahaman tentang perubahan tubuh. Gangguan citra diri berhubungan dengan pembesaran perut. Diskusikan dengan pasien atau orang a. penerimaan diri dalam situasi sekarang. Intervensi Rasional 1. Dapat membantu menurunkan masalah yang mempengaruhi masalah tentang efek kanker atau penerimaan pengobatan atau pengobatan pada peran sebagai ibu merangsang kemajuan penyakit. Tujuan : Dalam 2x 24 jam tidak terjadi gangguan pola eliminasi urin. 4. Humor sangat diperlukan klien untk mengurangi stress yang dirasakanya 5. Pemasangan alat bantu kateter jika di perlukan Rasional a. rimah tangga. Beritahu pasien bahwa tidak semua efek samping terjadi. Tujuan : Dalam 2x 24 jam klien dapat menerima kondisi yang dialami. Tinjau ulang efek samping yang membantu pasien atau orang terdekat diantisipasi berkenaan dengan memulai proses adaptasi pada status pengobatan tertentu. Kaji dan pantau frekuensi BAK setiap hari 1. Berikan obat diuretik jika di perlukan (kolaborasi) 2. Berikan humor ringan kepada klien d. jumlah output sesuai input. dan sebagainya. Kriteria Hasil : klien dapat berkemih normal (5x sehari). sebagai pedoman tindakan selanjutnya b. termasuk kemungkinan efek pada aktifitas seksual baru dan menyiapkan untuk beberapa dan rasa ketertarikan atau keinginan. Kolaborasikan pemberian diuretik dengan dokter agar pasien bisa BAK dengan lancar c. Intervensi 1. kehidupan pribadi pasien atau rumah dan aktifitas kerja b. efek samping misalkan membeli wig sebelum radiasi. 3. Dorong diskusi tentang atau pecahkan c.e.

diindikasikan. Untuk itu . Mungkin perlu memulai dan mempertahankan struktur psikososial positif bila system pendukung pasien atau orang orang terdekat terganggu. Namun berkat bantuan dari berbagai pihak akhirnya penulis dapat penulis dapat menyelesaikan makalah ini.berdaptasi atau menyesuaikan diri dengan efek kanker atau efek samping therapy. penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kemajuan dimasa mendatang. Rujuk pada konseling professional bila tambahan selama periode ini. Februari 2009 Penulis . Padang. Penulis berharap agar makalah ini dapat dijadikan sebagai salah satu sumber bacaan dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.wordpress. e.banyak memerlukan dukungan 1. http://saktyairlangga. 14 September 2009 Askeb Ca Ovarium MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny “ U “ DENGAN POST DEBULKING ATAS INDIKASI Ca OVARIUM STADIUM IIIb DISERTAI ANEMIS SEDANG PRO KEMOTERAPI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT. Penulis menyadari dalam makalah ini banyak terdapat kekurangan. berkat rahmat dan karunia Nya penulis akhirnya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Ny “ U “ Dengan Post Operasi Atas Indikasi Ca Ovarium Stadium IIIb Disertai Anemis Sedang Pro Kemoterapi Di Ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr.com/2011/11/18/asuhan-keperawatan-kanker-ovarium/ Winter Snow Card Comments Hot Myspace Generators Senin. Dalam penulisan makalah ini penulis banyak mendapatkan kendala dan hambatan baik dalam memperoleh sumber yang relevan maupun dari segi penulisan.M. Djamil Padang Tanggal 15-16 Oktober 2008. atau orang terdekat selama tes diagnistik dan fase pengobatan.

dan kebutuhan dari data yang telah dikumpulkan c) Menentukan antisipasi masalah dan diagnosa potensial pada Ny “ U “dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi d) Menentukan tindakan segera terhadap Ny “ U “ dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi e) Merencanakan tindakan yang akan dilakukan kepada Ny. 1. Tujuan Umum Dapat memberikan asuhan kebidanan pada klien dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang pro kemoterapi di ruang onkologi irna A kebidanan RSUP Dr. 1.2. Oleh karena itu . penulis tertarik untuk merapkan asuhan kebidanan pada Ny “ U “ dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang pro kemoterapi di ruang onkologi irna A kebidanan RSUP Dr. masalah.”U” dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi b) Menentukan diagnosa. maka diperlukan asuhan kebidanan yang intensif. Tujuan khusus Setelah membuat makalh ini mahasiswa diharapkan mampu : a) Melakukan pengkajian data kepada Ny.3. Rumusan Masalah Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana menerapkan asuhan kebidanan . Latar Belakang Kanker ovarium merupakan keganasan yang sering dijumpai tetapi sebagian besar datang sudah dalam stadium lanjut atau ditemukan saat operasi .2.”U” dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi berdasarkan interpretasi data 1. Tujuan 1. Insiden rata-rata dari semua jenis diperkirakan 15 kasus baru per 100. Karena angka kejadian kanker ovarium cukup tinggi di Indonesia. kanker ovarium sering dinamakan pembunuh dingin atau silent killer karena perjalanan penyakitnya lambat tetapi mematikan Kanker ovaorium merupakan keganasan ginekologi yang terbanyak setelah kanker leher rahim dan hamper separuh dari kematian wanita di Indonesia karena keganasan ginekologi disebabkan oleh kanker ovarium.M.000 populasi wanita setahunnya. Angka kejadian kanker ovarium ini kira-kira 20% dari semua keganaan alat reproduksi wanita. Djamil Padang.BAB I PENDAHULUAN 1.1.2. Djamil Padang.1.”U” dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi berdasarkan interpretasi data f) Melaksanakan tindakan sesuai rencana yang telah ditetapkan g) Mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan kepada Ny.M.2.

mucous. Gambaran tumor epitelial yang secara mikroskopis tidak jelas teridentifikasi sebagai kanker dinamakan sebagai tumor bordeline atau tumor yang berpotensi ganas (LMP tumor : Low Malignat Potential). .5 – 2 inchi dan lebar <> 35 tahun • Membawa mutasi gen BRCA1 atau BRCA2 • Sindroma herediter kanker kolorektal nonpolipoid • Ras kaucasia > Afrika-Amerika • Dll Jenis kanker ovarium 1. 2. Insiden keganasan tumor germinal terjadi pada usia muda kadang dibawah usia 20 tahun. M . Tumor epitelial Tumor epitelial ovarium berkembang dari permukaan luar ovarium. umumnya tumor germinal adalah jinak meskipun beberapa menjadi ganas. sebelum era kombinasi kemoterapi harapan hidup satu tahun kanker ovarium germinal stadium dini hanya mencapai 10 . Kedua ovarium terletak dikedua sisi uterus dalam rongga pelvis dengan panjang sekitar 1. Tumor germinal Tumor sel germinal berasal dari sel yang menghasilkan ovum atau telur.pada klien dengan kanker ovarium di ruangan onkologi Irna A kebidanan RSUP Dr. bentuk keganasan sel germinal terutama adalah teratoma. Anatomi dan Fisiologi Ovarium Ovarium adalah salah satu organ sistem reproduksi wanita. karsinoma adalah tumor ganas dari epitelial ovarium (EOC’s : Epitelial ovarium carcinomas) merupakan jenis tumor yang paling sering ( 85 – 90% ) dan penyebab kematian terbesar dari jenis kanker ovarium. dysgerminoma dan tumor sinus endodermal.Djamil Padang.19% sekarang ini 90 % pasien kanker ovarium germinal dapat disembuhkan dengan fertilitas dapat dipertahankan. Beberapa gambaran EOC dari pemeriksaan mikroskopis berupa serous. BAB II TINJAUAN TEORI KARSINOMA OVARIUM I. sistem reproduksi terdiri dari ovarium. tuba fallopi. uterus dan vagina. endometrioid dan sel jernih. pada umumnya jenis tumor yang berasal dari epitelial adalah jinak.

Derajat 3 : differensiasi buruk Dengan derajat differensiasi semakin rendah pertumbuhan dan prognosis akan lebih baik. bentuk yang didapat berupa tumor theca dan tumor sel sartoli-leydig termasuk kanker dengan derajat keganasan yang rendah. Tanda dan keluhan kanker ovarium Kanker ovarium sulit terdeteksi. rasa penuh. Klasifikasi stadium kanker ovarium berdasarkan FIGO (International Federation of Gyneklogi and Obstetric ) : Stadium I terbatas pada 1 / 2 ovarium I A Mengenal 1 ovarium. jenis tumor ini jarang ditemukan. Mengenai permukaan luar ovarium 2. kapsul utuh. keluhan biasanya nyeri daerah abdomen disertai keluhan–keluhan: • Pembesaran abdomen akibat penumpukan cairan dalam rongga abdomen (ascites) • Gangguan sistem gastrointestinal. konstipasi. ascites (-) I B Mengenai 2 ovarium. Tumor stromal Tumor ovarium stromal berasal dari jaringan penyokong ovarium yang memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Mengenai permukaan ovarium 2. Ascites (+) Stadium III kanker meluas mengenai organ pelvis dan intraperitoneal III A Makroskopis : terbatas 1 / 2 ovarium Mikroskopis : mengenai intraperitoneal III B Makroskopis : mengenai intraperitoneal diameter <> 2 cm Derajat keganasan kanker ovarium 1. hilangnya nafsu makan dll • Gangguan sistem urinaria. Kapsul ruptur 3. kapsul utuh.3. inkontinensia uri • Perasaan tidak nyaman pada rongga abdomen dan pelvis . Derajat 1 : differensiasi baik 2. Kapsul ruptur 3. Derajat 2 : differensiasi sedang 3. ascites (-) I C Kriteria I A / I B disertai 1 > lebih keadaan sbb : 1. mual. hanya sekitar 10 % dari kanker ovarium yang terdeteksi pada stadium awal. Ascites (+) Stadium II perluasan pada rongga pelvis II A Mengenai uterus / tuba fallopi / keduanya II B Mengenai organ pelvis lainnya II C Kriteria II A / II B disertai 1 / > keadaan sbb : 1.

melalui abdomen ataupun pervaginam. dimana mampu mendeteksi keganasan dengan keluhan asimtomatik tapi ketepatan pada stadium dini rendah. MRI • Tes darah khusus : CA-125 (Penanda kanker ovarium epitelial). harapan hidup selama 5 tahun mencapai 90%. pada stadium I dengan diferensiasi buruk atau stadium Ic pilihan terapi berupa: . Ø Ultrasounografi (USG): Dengan gelombang ultrasound untuk membedakan gambaran jaringan sehat. . Ø Penanda tumor CA-125: Pemeriksaan darah CA-125 digunakan untuk menilai kadar CA-125 dimana peningkat pada kanker ovarium. Diagnosis kanker ovarium • Anamnesis dan pemeriksaan fisik pelvik • Radiologi : USG Transvaginal. sistoskopi dan sigmoidoskopi. LDH. Kemoterapi Kanker ovarium epitelial : • Stadium I : Pilihan terapi stadium I dengan derajat diferensiasi baik sampai sedang.Scan traktus urinarius Penatalaksanaan kanker ovarium 1. ureter.Foto rontgen dada dan tulang.Scan KGB (Kelenjar Getah Bening) . wanita dengan kanker ovarium stadium lanjut terjadi peningkatan CA-125 (>35µ/ml) sekitar 80% walaupun ketepatan pemeriksaan ini baru mencapai 50 % pada stadium dini. Radioterapi 3. Operasi 2. dan vesika urinaria). fibroid uterine. HCG.• Menstruasi tidak teratur • Lelah • Keluarnya cairan abnormal pervaginam (vaginal discharge) • Nyeri saat berhubungan seksual • Penurunan berat badan • Dll Deteksi dini kanker ovarium Semakin dini tumor ovarium ditemukan dan mendapat pengobatan harapan hidup akan semakin baik metode pemeriksaan yang sekarang ini digunakan sebagai penyaring kanker ovarium adalah: Ø Pemeriksaan pelvik dan rektal : termasuk perabaan uterus dan ovarium untuk mengetahui bentuk dan ukuran yang abnormal. endometriosis. CT scan. meskipun pemeriksaan rektovaginal tidak dapat mendeteksi stadium dini kanker ovarium.Pielografi intravena (ginjal. kista dan bentuk tumor padat. dan AFP (penanda tumor sel germinal) • Laparoskopi • Laparotomi • Pemeriksaan untuk mengetahui perluasan kanker ovarium . operasi salpingo-ooforektomi bilateral (operasi pengangkatan tuba fallopi dan ovarium) atau disertai histerektomi abdominal total (pengangkatan uterus) dan sebagian jaringan abdominal. penyakit ganguan fungsi hati dan kista ovarium juga terjadi peningkatan kadar CA-125. . kehamilan. pada wanita premonopause.

• Tumor sel germinal lainnya: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dilanjutkan kemoterapi. kanker ovarium stromal : • Operasi yang dilanjutkan dengan kemoterapi. hemaglobinopati sel sabit.0%) 3) Anemia hipoplastik (8. anemia megaloblastik.3%) 2) Anemia megaloblastik (29. anemia akibat radang atau keganasan. dan usus. ANEMIA Seseorang. reseksi daerah permukaan peritoneal. Etiologi :  Yang didapat : anemia defisiensi besi. Yang diturunkan : talasemia. anemia hemolitik. . Anemia berat :< 7 mg % Anemia ringan biasanya hanya diberi tablet tambah darah.a) Radioterapi b) Kemoterapi sistemik c) Histerektomi total abdominal dan radioterapi • Stadium II: Pilihan terapi utama operasi disertai kemoterapi atau radioterapi.7%) Menurut WHO : 1. Kombinasi standar sistemik kemoterapi berupa TP (paclitaxel + cisplatin atau carboplatin). dinyatakan menderita anemia apabila kadar hemoglobin dalam darahnya kurang dari 12g/100ml. dan untuk anemia sedang berat terapi yeng efektif adalah dengan transfuse darah. hemaglobinopati lain. CP (cyclophosphamide + cisplatin). Anemia ringan : 10-11mg % 2. dengan terapi ajuvan memperpanjang waktu remisi dengan harapan hidup selama 5 tahun mendekati 80 %. Kanker ovarium germinal : • Disgerminoma: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dimana kanker ditemukan dilanjutkan radioterapi atau kemoterapi.0%) 4) Anemia hemolitik/ sel sickle (0. • Stadium III dan IV: Sedapat mungkin massa tumor dan daerah metastasis sekitarnya diangkat (sitoreduktif) berupa pengeluran asites. jika masih memungkinkan salpingo-ooforektomi bilateral dilanjutkan terapi ajuvan kemoterapi dan atau radioterapi. baik pria dan wanita. Klasifikasi : Berdasarkan etiologi : 1) Anemia defisiensi besi (62. Anemia sedang : 8-9 mg% 3. anemia akibat perdarahan. anemia hemolitik herediter. omentektomi. anemia aplastik atau hipoplastik. CC (cyclophosphamide + carboplatin).

Pencegahan Mengkonsumsi cukup makanan bergizi dan mengandung unsur besi atau mengkonsumsi suplemen tambahan pada keadaan tertentu minimal 1 tablet sehari.20 mg. jectofer. Daya ikat besi serum tinggi c. muntah dan anoreksia yang bertambah berat. Tidak ditemukan hemosiderin dalam sum-sum tulang Terapi Kemasan zat besi dapat diberikan peroral atau parental Peroral : sulfas ferosus. Diagnosis Apabila ditemukan megaloblas promegaloblas dalam darah atau sum-sum tulang. seperti metamielosit datia dan sel batang datia yang kadang-kadang disertai vakuolisasi san hipersegmentasi granuiosit. dan lain-lain. atau glukonas ferosus dengan dosis 3-5 x 0.  Parental : diberikan bila ibu hamil tidak tahan pemberian peroral atau absorpsi di saluran pencernaan kurang baik. karena gangguan reasorpsi. Perubahanperubahan dalam leukopoesis. asupan gizi yang kurang. Diagnosis Anemia defisiensi yang berat ditandai dengan cirri-ciri yang khas yaitu mikrositosis dan hipokromasia. kecuali di daerah-daerah dengan frekuensi anemia megaloblastik yang tinggi. . Kadar besi serum rendah b. dan ferrigen. 2) Anemia Megaloblastik Disebabkan karena defisiensi asam folik. misalnya pada perdarahan.1) Anemia Defisiensi besi Anemia jenis ini biasanya berbentuk normostik dan hipokromik serta paling banyak dijumpai. Kekurangan ini dapat disebabkan karena kurang masuknya unsur besi dengan makanan. Diagnosis pasti baru dapat dibuat dengan percobaan penyerapan dan percobaan pengeluaran asam folik. kemasan diberikan secara intramuskuler atau intravena. Gejalanya meliputi mual. jarang sekali karena defisiensi vitamin B12. Sifat lain yang khas bagi defisiensi besi adalah a. gangguan penggunaan atau karena terlampau banyaknya besi keluar dari badan. 3) Anemia Hipoplastik Disebabkan karena sum-sum tulang kurang mampu membuat sel-sel darah baru. sering ditemukan pada wanita yang jarang mengkonsumsi sayuran hijau segar atau makanan dengan protein yang tinggi. Kemasan ini antara lain: imferon. Terapi Tablet asam folik diberikan 15-30mg per hari Vitamin B12 3x1 tablet per hari Sulfas ferosus 3x1 tablet per hari Pada kasus berta dapat diberikan transfusi darah Pencegahan Pada umumnya asam folik tidak diberikan secara rutin. missal pada ibu hamil. Protoporfirin eritrosit tinggi d. pada wanita yang sedang menstruasi.

Akan tetapi dalam pemberian obat-obat selalu harus dipikirkan pengaruh samping dari obat itu. Untuk diagnosis diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan: Darah tepi lengkap Pemeriksaan fungsi sternal Pemeriksaan retikulosit Terapi Dengan obat-obatan tidak memuaskan. H. rancun ular. Golongan yang disebabkan oleh faktor intra korpuskuler. baik bagi ibu maupun bagi anak. kiortetrasiklin. sulfonamide. dan obat pengecat rambut sebaiknya tidak diberikan pada wanita hamil. timah. hiperurobiunuria. Penyebabnya belum diketahui kecuali yang disebabkan oleh sepsis berat. sulfonamide. keracunan dan sinar rontgen dan sinar radiasi. paraquin. dan sterkobiuin lebih banyak dalam faeses Terapi Tergantung pada jenis dan beratnya  Pada anemia berat diperlukan transfusi darah yang kadang diulang beberapa kali untuk meringankan ibu dan untuk mengurangi bahaya hipoksia janin Spenektomi dianjurkan pada anemia hemolitik bawaan dalam trimester II dan III Pemberian obat-obat yang dapat menyebabkan kelumpuhan sumsum tulang harus segera . klorpromazin atebrin. penyakit hati Diagnosis Gejala yang lazim dijumpai ialah gejala proses hemalitik. Prognosis Anemia hipoplastik berta yang tidak diobati mempunyai prognosis buruk. hemoglobinemia. pimaquin. D. anemia hemolitik herediter. yang perlu sering diulang. seperti pada sfenositosis. seperti anemia. G. Golongan yang disebabkan oleh faktor ekstra korpuskuler seperti pada infeksi. antagonismus rhesus atau ABO. keracunan arsenikum. hemoglobinuria. yakni : a. oksitetrasiklin. penyakit hodjkin. neoarsphenamin.Diagnosis Gambaran darah tepi: normostik dan normokromik. eliptositosis. nitropurantoin. hiperbilirubinemia. limfosarkoma. Sum-sum tulang memberikan gambaran normoblastik dan hipoplasia. hemoglobinopana C. anemia sel sabit. Khususnya obatobat yang mempunyai pengaruh hemotoksi seperti: strepromisin. thalasemia. leukemia. kinin. pada defisiensi 6-6-PD. Pencegahan Tidak banyak yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya anemia hipoplastik. I dan araxysmal nocturnal haemoslobinuria b. 4) Anemia Hemolitik/sel sickle Disebabkan karena penghancuran sel darah merah berlangsung cepat dari pada pembuatannya Secara umum anemia hemoitik dapat dibagi dalam 2 golongan besar. mungkin pengobatan yang paling baik yaitu transfuse darah.

Pemakaian obat-obatan baik tunggal kombinasi ini telah melalui penyelidikan mendalam diberbagai pusat kesehatan. sebagian kecil dapat berupa tablet/capsul dan kadang-kadang ada yang diberikan subcutan atau suntik dibawah kulit. seringkali digunakan kateter atau selang plastik kedalam vena untuk mencegah kerusakan vena serta mempermudah injeksi. menghambat kanker yang perkembnagannya tergantung hormon dan biologi terapi atau imunoterapi. dua mingguan 3-4 mingguan. Khususnya penerapannya pada kasus-kasus di Indonesia. hormon terapi. Cara kemoterapi : Kemoterapi merupakan pengobatan sistemik.dihentikan KEMOTERAPI Kemoterpi adalah zat-zat yang dapat menghambat proliferasi sel kanker. Untuk kemoterapi bisa digunakan satu jenis sitostika. RS Dharmais merupakan salah satu pusat kanker yang bertugas mengemban misi tersebut. Pada sejarah awal penggunaan kemoterapi digunakan satu jenis sitostika. namun dalam perkembangannya kini umumnya dipergunakan kombinasi sitostika atau disebut regimen kemoterapi. merusak. yaitu menggunakan kemampuan biologi tubuh yang alamiah untuk memerangi tumor. Kombinasipun dapat berurutan misalnya: Operasi dilanjutkan kemoterapi atau dapat pula bersamaan seperti kemoterapi disertai radiasi atau radiasi plus hormonal terapi. serta intratekal (diinjeksikan kedalam system syaraf) jarang sekali yang disuntikan ke otot. bersarang diorgan lain dan mengulangi pertumbuhan seperti tempat semula. Kondisi pasien juga menentukan apakah dapat diberikan dirawat jalan atau rawat inap. sebagian besar diberikan dengan cara injeksi kedalam pembuluh baik vena. Obat anti kanker yang artinya penghambat kerja sel. Dan tugasnya pula untuk mengembangkan dan menyempurnakannya. Memahami sifat-sifat sitostatika serta penggunaannya. maka akan menjadi suatu regimen standart. kemoterapi terapi menggunakan obat untuk membunuh sel kanker. Akibat kemoterapi: Tubuh manusia terdiri dari organ-organ tubuh. Pada saat ini cara pengobatan kanker dapat digolongkan sebagai berikut: Pembedahan (operasi) yaitu mengambil jaringan tumor. Organ tubuh terdiri dari jaringan dan jaringan dari sel tubuh yang berubah atau mutasi menjadi ganas dan membelah terus terkendali dan menjadi besar mendobrak. cara pengobatan dapat tunggal ataupun kombinasi dari jenis pengobatan tersebut diatas. Kemoterapi merupakan cara pengobatan kanker dengan jalan memberikan zat/obat yang mempunyai khasiat membunuh sel kanker dan diberikan secara sistematik. dalam usaha untuk mendapatkan hasiat lebih besar. belum disahkan disebut regimen kemoterapi dalam uji klinik (clinical trial). membubuh tumor dengan sinar berenergi tinggi untuk merusak sel kanker. Semua akibat yang bermanfaat (khasiat) serta dampak buruknya semua jenis kemoterapi sudah disahkan oleh Dep Kes dinegara yang bersangkutan. Akibat kemoterapi bermacam-macam tergantung jenisnya. sedangkan apabila masih dalam penelitian dipusat pengobatan kanker. Apabila pasien diberikan suntikan intravena. baik tunggal ataupun regimen kombinasi serta akibat baik dan buruk juga apa manfaatnya merupakan pekerjaan sehari-hari para dokter onkologi. radiasi. Pasien mendapatkan kemoterapi dosis tinggi diberikan dalam unit rawat inap. dosis besar dan ganda . Kemoterapi diberikan diberikan secara siklit. jaringan sekitarnya dan akhirnya menyebar. Tergantung pada tahapan kanker. Sel kanker inilah yang menjadi target obat kemoterapi. dapat secara mingguan.

Diantara sel sehat yang terkena akibat adalah sel-sel darah dimana berfungsi memerangi infeksi. • Penyakit Hodgkin • Non Hodgkin limfoma jenis large sel • Kanker testis jenis germ sel . Untuk kemoterapi yang sangat agresif dimana kerusakan sel darah sangat berat. pasien akan merasa tidak nafsu makan. Bila sel-sel darah terkena pengaruh. Dilain pihak berangsur mengecilkan kanker sehingga akhirnya sel kanker menjadi sangat kecil tidak terlihat lagi dan bisa dihancurkan dengan sinar atau dihilangkan dengan operasi. Setelah beberapa periode 1-3 minggu sel sehat pulih dan sel kanker juga akan pulih kembali namun mengalami kerusakan berarti. sementara haid menjadi tidak ada dan laki-laki sementara mengalami sterilisasi. Hal ini wajar. maka penderita akan gampang terkena infeksi. obat anti muntah. Rambut yang sedang tumbuh pun akan rontok. pertumbuhan terhenti. namun sel sehat yang cepat membelah pun termasuk kena akibat anti kanker tersebut. sehingga akibat gangguan saluran cerna. Penyuluhan yang dapat diberikan pada pasien pro kemoterapi : Pada prakteknya sehari-hari yang dikhawatirkan pasien terutama muntah. test fungsi liver dan lain-lain. sel sum-sum tulang badan kita yang disimpan ditransfusikan kembali ketubuh untuk memulihkan kerusakan tersebut. obat nafsu makan serta obat-obat lain. gampang memar dan serta mudah mengalami pendarahan.mempunyai akibat akan lebih besar dan sebagainya. membantu pembekuan dan membawa oxygen keseluruh tubuh. Sel susm-sum tulang kita diambil dan disimpan dengan pengawet. diantaranya pemeriksaan darah lengkap. Sel-sel pada saluran cerna juga cepat membelah. namun dengan penerangan dan persiapan lebih baik. semua dapat diatasi. sehingga atas dasar inilah obat anti kanker dipergunakan. Untuk mencegah kerusakan permanen dari sel sehat. Kemoterapi anti kanker akan menyebabkan sel kanker serta beberapa jenis sel sehat yang juga sedang membelah atau tumbuh mengalami kerusakan. Namun sel kanker akan mengalami kerusakan lebih parah dibanding kerusakan pada sel sehat. Mengingat pengobatan kanker dengan kemoterapi memberikan efek samping yang cukup berat. Disamping itu gangguan tersebut tidak permanen dan akan pulih sebelum dilakukan siklus berikutnya. 1. Pada pusat kanker yang lengkap disediakan bank sperma untuk antisipasi apabilia terjadi sterilisasi permanen pada pria. sebelum mendapatkan kemoterapi pasien harus menjalani beberapa pemeriksaan agar tubuhnya tahan menghadapi akibat dari kemoterapi. Demikian pula badan terasa lemah karena kurang energi yang dibakar oleh oxygen. mual muntah serta sariawan dan diare akibat rontoknya selaput lendir mulut dan usus. dipergunakan cangkok sum-sum tulang dari tubuh sendiri (autologus bone marrow tranplantation). Hal ini dimaksud untuk memulihkan sel sehat. Pemeriksaan awal tersebut ditetapkan oleh dokter onkologi medik. sariawan. Kemoterapi sangat bermanfaat (karena dapat sembuh atau hidup lama). obat kanker tidak bisa diberikan sekaligus 4-8 siklus. nafsu makan hilang dan terutama wanita adalah kebotakan. Secara umum obat anti kanker mempunyai akibat terhadap sel kanker yang sedang cepat membelah itu. Manfaat kemoterapi : Sampai saat ini tidak semua kanker mendapat manfaat dari kemoterapi. Berikut ini rincian beberapa manfaat kemoterapi pada berbagai jenis kanker. Pada waktu kerusakan sel darah begitu berat akibat kemoterapi yang agresif. antara lain pemeriksaan laboratorium berkala.

• Leukemia dan Limfoma pada anak 2. Faal ginjal dan hati baik Diagnostic histologik ( tidak mutlak ) Kanker cukup sensitif terhadap sitostatik Riwayat pengobatan sebelumnya Laboraturium : Hb ≥ 10 gr%. syarat yang harus dipenuhi penolonng : pengetahuan kemoterapi yan memadai keterampilan menyuntikkan obat sarana pemeriksaan laboratorium yang memadai . trombosit ≥ 150. Kemoterapi kadangkala bermanfaat • Kanker Nasofaring • Melanoma • Kanker usus besar Mengingat keterbatasan manfaat kemoterapi. kemoterapi yang diberikan sesudah operasi. leukosit ≥ 5000/mm³. meski pun tidak dapat dihindari adanya efek samping. yaitu:  Kemoterapi adjuvant. Kemoterapi adalah suatu cara penobatan kanker yang sudah teruji. Kemotarapi bermanfaat (karena dapat dikendalikan cukup lama. Syarat-syarat pemberian kemoterapi : 1. kadang-kadang sembuh) • Kanker Payudara • Kanker Ovarium • Kanker Paru jenis small sel • Limfoma non Hodgkin • Multiple Mieloma 3. Kemoterapi neo adjuvant. misalnya alopesia. syarat yang harus dipenuhi penderita : keadaan umum cukup baik penderita telah siap secara psikologik bila terjadi efek samping termasuk yang menyangkut kosmetik. maka digunakan kombinasi dengan cara pengobatan lain untuk mengambil masing-masing manfaat. Penelitian-penelitian yang professional tentang kemoterapi dapat dimanfaatkan untuk pengobatan kanker dan mengeliminasi efek samping yang terjadi.000/mm³ 2. Kemoterapi bermanfaat untuk paliatif (dapat mengulang gejala) • Kanker Nasofaring • Kanker Prostat • Kanker Endometrium • Kanker Leher dan Kepala • Kanker Paru jenis non small sel 4. kemoterapi yang diberikan sebelum operasi manfaatnya adalah mengurangi ukuran tumor sehingga mudah dioperasi. Manfaatnya mengurangi kekambuhan lokal dan mengurangi penyebaran yang akan timbul. Kemoterapi paliatif diberikan hanya untuk mengurangi besarnya tumor yang dalam hal ini karena atau lokasinya menggangu pasien karena nyeri ataupun sulit bernafas.

jantung penderita tidak kooperatif Cara-cara pemberian kemoterapi: 1. Kontra indikasi kemoterapi : 1. defisiensi gizi yang sering ditemukan pada penderita kanker adalah defisiensi rotein dan kalori dengan manifestasi mengecilnya masa otot. termasuk sepsis gangguan sisti hemopoetik berat 2. kapsul atau cairan) Frekuensi pemberian kemoterapi: 1.1 dosis atau beberapa hari pemberian obat/bulan 2. hati. Anoreksia dapat disebabkan oleh gangguan fungsi mengecap dan mencium maupun gangguan fungsi susunan syaraf pusat.1 dosis/hari selama beberapa hari . selama beberapa menit sampai beberapa jam) 3. Penyebab kurang gizi : Rendahnya nutris yang dikonsumsi penderita Konsumsi bahan nutrisi oleh sel kanker Pengaruh metabolisme sel kanker Gizi yang kurang umunya disebabkan oleh anoreksia.pengetahuan mengenai efek samping yang akan terjadi termasuk cara mengatasinya. Nutrisi yang baik dikonsumsi oleh pasien kanker adalah : . kontra indikasi mutlak: kehamilan keadaan umum jelek infeksi-infeksi akut. Bervariasi.dosis 1 kali/minggu . tergantung dari kankernya : . Intravena (langsung kedalam vena. Serangkaian pengobatan bisa diberikan hanya 1 kali. Per-oral (berupa tablet. Drip intravena (dari sebuah kantong atau botol cairan intravena. Secara langsung ke dalam pembuluh darah yang memasok daerah dimana tumor tumbuh 2.beberapa obat dalam 1 hari .berkesinambungan selama beberapa hari . Pengobatan bisa diberikan beberapa minggu sampai beberapa tahun 3. kontra indikasi relative : usia lanjut ganguan ringan fungsi organ-organ : ginjal. gangguan fungsi traktus gastrointestinal dan kebutuhan yang meningkat. selama beberapa menit) 4. atau beberapa rangkaian pengobatan bisa diberikan dengan selang waktu diantaranya NUTRISI PASIEN KANKER : Malnutrisi merupakan hal yang sering ditemukan pada pasien kanker.

Kesimpulan Dengan menerapkan manajemen asuhan kebidanan pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr.Banyak mengandung serat dan cairan Tinggi protein dan kalori Makanan yang tidak merangsang timbulnya muntah Makanan yang rendah lemak Makan yang mudah dicerna BAB III PENUTUP A. Djamil Padang 4) Melakukan kolaborasi dengan dokter dan petugas laboratorium terhadap masalah yang ada maupun masalah yang berpotensi terjadi.M. Djamil Padang 2) Mengidentifikasi secara benar masalah atau diagnosa pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr.M. Djamil Padang diharapkan mampu : 1) Melakukan pengkajian pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr.M. 5) Membuat rencana asuhan yang rasional pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr.M. Djamil Padang 3) Mengidentifikasikan diagnosa potensial yang mungkin terjadi pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr. Djamil Padang 6) Melaksanakan implementasi terhadap asuhan yang telah dibuat secara rasion .M.

Ginekologi. sulaiman.blogspot. 1998. 1981.askep-askeb-kita. Saran 1) Bagi mahasiswa diharapkan: • Dengan adanya manajemen asuhan kebidanan. Carcinoma ovarium. Bandung : Elstar offset www. Ilmu Kebidanan. 2005. diharapkan mahasiswa dapat menerapkan asuhan yang diberikan kepada klien sesuai dengan standar asuhan kebidanan 2) Bagi institusi pendidikan • Diharapkan institusi pendidikan dapat menyiapkan mahasiswa dalam menghadapi kasus-kasus yang terjadi dalam bidang kesehatan khususnya kebidanan baik fsiologis maupun patologis • Diharapkan institusi pendidikan dapat menjadi naungan bagi para mahasiswa agar menjadi jeli terhadap masalah-masalah kebidanan.com . B. DAFTAR PUSTAKA Manuaba. Ilmu Kandungan.co. 3) Bagi lahan praktek • Diharapkan lahan praktek dapat menjadi tempat bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu.id www.al 7) Mengetahui dari evaluasi dari implementasi yang telah dilaksanakan menurut data yang diperoleh dari klien dan keluarga klien. Penyakit Kandungan Dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sastrawinata. Kanker ovarium. Jakarta: EGC Prawirohardjo.com www.

Kanker ovarium sangat sulit didiagnosa dan kemungkinan kanker ovarium ini merupakan awal dari banyak kanker primer. Proses penyembuhan sel-sel epitel yang terganggu dapat menimbulkan proses transformasi menjadi sel-sel tumor.com/2009/09/askeb-ca-ovarium. diantaranya: 1. dan perut melalui sistem getah bening dan melalui sistem pembuluh darah menyebar ke hati dan paru-paru. Pengertian Kanker Indung telur atau Kanker ovarium adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur) yang paling sering ditemukan pada wanita berusia 50 – 70 tahun.blogspot. panggul. Hipotesis incessant ovulation Teori menyatakan bahwa terjadi kerusakan pada sel-sel epitel ovarium untuk penyembuhan luka pada saat terjadi ovulasi. 2. 1995) B. Faktor Risiko 1.html ASKEP CA OVARIUM A. Etiologi Penyebab kanker ovarium belum diketahui secara pasti.http://healthycaus. Diet tinggi lemak 2. Merokok . Akan tetapi banyak teori yang menjelaskan tentang etiologi kanker ovarium. Dalam percobaan in-vitro. Hal ini didasarkan pada hasil percobaan bahwa epitel ovarium mengandung reseptor androgen. Hipotesis androgen Androgen mempunyai peran penting dalam terbentuknya kanker ovarium. Kanker ovarium bisa menyebar ke bagian lain. androgen dapat menstimulasi pertumbuhan epitel ovarium normal dan sel-sel kanker ovarium. (Wingo. C.

Tidak pernah melahirkan D. Menoragia 4. kolon. Haid tidak teratur 2. Infertilitas 9. Menstruasi dini 10. Riwayat keluarga dengan kanker payudara atau ovarium 7. Sering berkemih 10. Menopause dini 6. Penggunaan bedak talk perineal 5. Riwayat kanker payudara.3. Tekanan pada pelvis 9. Ketegangan menstrual yang terus meningkat 3. atau endometrium 6. Flatulenes . Dispepsia 8. Tanda & Gejala Gejala umum bervariasi dan tidak spesifik. Nulipara 8. Nyeri tekan pada payudara 5. Pada stadium awal berupa : 1. Rasa tidak nyaman pada abdomen 7. Alkohol 4.

Tumor terbatas dalam pelvis kecil tetapi sel histologi terbukti meluas ke usus besar atau omentum. Stadium 1a : pertumbuhan terbatas pada suatu ovarium. . STADIUM III –> tomor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant di peritoneum di luar pelvis dan atau retroperitoneal positif. Stadium 3c : implant di abdoment dengan diameter > 2 cm dan atau kelenjar getah bening retroperitoneal atau inguinal positif. 2. kapsul utuh. 1. 3. Stadium 1c : tumor dengan stadium 1a dan 1b tetapi ada tumor dipermukaan luar atau kedua ovarium atau kapsul pecah atau dengan asietas berisi sel ganas atau dengan bilasan peritoneum positif. adalah : STADIUM I –> pertumbuhan terbatas pada ovarium 1.11. kapsul pecah atau dengan asitas yang mengandung sel ganas dengan bilasan peritoneum positif. tidak ada tumor di permukaan luar. Stadium 2b : perluasan jaringan pelvis lainnya 3. Stadium 3b : tumor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant dipermukaan peritoneum dan terbukti secara mikroskopis. Stadium 3a : tumor terbatas di pelvis kecil dengan kelenjar getah bening negatif tetapi secara histologi dan dikonfirmasi secara mikroskopis terdapat adanya pertumbuhan (seeding) dipermukaan peritoneum abdominal. Lingkar abdomen yang terus meningkat E. Rasa begah setelah makan makanan kecil 12. 3. Stadium 2a : perluasan atau metastasis ke uterus dan atau tuba 2. STADIUM IV –> pertumbuhan mengenai satu atau kedua ovarium dengan metastasis jauh. Stadium Stadium kanker ovarium primer menurut FIGO (Federation InternationalofGinecologies and Obstetricians ) 1987. berisi sel ganas. 2. STADIUM II –> Pertumbuhan pada satu atau dua ovarium dengan perluasan ke panggul 1. kapsul intak. begitu juga metastasis ke permukaan liver. diameter melebihi 2 cm. tidak asietas. Stadium 2c : tumor stadium 2a dan 2b tetapi pada tumor dengan permukaan satu atau kedua ovarium. tidak ada pertumbuhan di permukaan luar. dan kelenjar getah bening negativ. Bila efusi pleura dan hasil sitologinya positif dalam stadium 4. tidak ada asietas yang berisi sel ganas. Stadium 1b : pertumbuhan terbatas pada kedua ovarium.

Penegakan Diagnosa Medis Sebagian besar kanker ovarium bermula dari suatu kista. beta – HCG dan alfafetoprotein Semua pemeriksaan diatas belum bisa memastikan diagnosis kanker ovarium. Penatalaksanaan yang sesuai dengan stadium yaitu : Operasi (stadium awal) . fungsi ginjal. G. Hanya kanker ovarium stadium awal saja (stadium 1a dan 1b dengan derajat diferensiasi sel yang baik/sedang) yang tidak memerlukan kombinasi pengobatan. akan tetapi hanya sebagai pegangan untuk melakukan tindakan operasi. Kemoterapi diberikan sebanyak 6 seri dengan interval 3 – 4 minggu sekali dengan melakukan pemantauan terhadap efeh samping kemoterapi secara berkala terhadap sumsum tulang. sistem saraf dan sistem kardiovaskuler.F. apabila pada seorang wanita ditemukan suatu kista ovarium harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah kista tersebut bersifat jinak atau ganas (kanker ovarium). PENATALAKSANAAN Sebagian besar kanker ovarium memerlukan pengobatan dengan kemoterapi. Oleh karena itu. sistem saluran cerna. fungsi hati. sistem saluran cerna. Ciri2 kista yang bersifat ganas yaitu pada keadaan : Kista cepat membesar Kista pada usia remaja atau pascamenopause Kista dengan dinding yang tebal dan tidak berurutan Kista dengan bagian padat Tumor pada ovarium Pemeriksaan lanjutan untuk memperkuat dugaan ke arah kanker ovarium seperti : USG dengan Doppler untuk menentukan arus darah Jika diperlukan. pemeriksaan CT-Scan/ MRI Pemeriksaan tumor marker seperti Ca-125 dan Ca-724.

ASUHAN KEPERWATAN 1. kualitas. keletihan. Nyeri akut b. persalinan. riwayat keluhan utama Riwayat kesehatan masa lalu Riwayat kesehatan keluarga Riwayat reproduksi –> siklus haid. Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual b. Intervensi : Kaji perasaan klien tentang citra tubuh dan tingkat harga diri Berikan dorongan untuk keikutsertaan kontinyu dalam aktifitas dan pembuatan keputusan Berikan dorongan pada klien dan pasangannya untuk saling berbagi kekhawatiran tentang perubahan fungsi seksual dan menggali alternatif untuk ekspresi seksual yang lazim . Pengkajian Data diri klien Data biologis/fisiologis –> keluhan utama. hamil Pemeriksaan fisik Data psikologis/sosiologis–> reaksi emosional setelah penyakit diketahui 2. relaksasi.d agen cidera biologi Tujuan : Klien merasa reda dari nyeri dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan Intervensi : Kaji karakteristik nyeri : lokasi. Diagnosa Keperawatan 1.d perubahan dalam penampilan fungsi dan peran 3.d agen cidera biologi 2.Kemoterapi (tambahan terapi pada stadium awal) Radiasi (tambahan terapi untuk stadium lanjut) H. frekuensi Kaji faktor lain yang menunjang nyeri. stimulasi kutan Diagnosa 2 : Perubahan citra tubuh dan harga diri b. nifas.d perubahan struktur atau fungsi tubuh. marah pasien Kolaborasi dengan tim medis dalam memberi obat analgesic Jelaskan kegunaan analgesic dan cara-cara untuk mengurangi efek samping Ajarkan klien strategi baru untuk meredakan nyeri dan ketidaknyamanan: imajinasi.Tujuan dan Intervensi Diagnosa 1 : Nyeri akut b. perubahan kadar hormone 3. Perubahan citra tubuh dan harga diri b. durasi haid Riwayat obstetric –> kehamilan.d perubahan dalam penampilan fungsi dan peran Tujuan : KLien dapat memperbaiki persepsi citra tubuh dan harga dirinya.

perubahan kadar hormon Tujuan : -KLien menyatakan paham tentang perubahan struktur dan fungsi seksual..d perubahan struktur atau fungsi tubuh.wordpress. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah.5 tersering menyebabkan kematian dari seluruh kanker.Diagnosa 3 : Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual b. Marilynn E.Rencana Asuhan Keperawatan. EGC: Jakarta http://viethanurse. 2001.no.com/2009/04/09/askep-ca-ovarium/ Ca Ovarium Referensi: emedicine. 1999. no.5tersering pada wanita Diagnosis banding :    Tumor adnexa Ca ovarium borderline Kista ovarium . EGC: Jakarta Donges.Mengidentifikasi kepuasan/ praktik seksual yang diterima dan beberapa alternatif cara mengekspresikan keinginan seksual Intervensi: Mendengarkan pernyataan klien dan pasangan Diskusikan sensasi atau ketidaknyamanan fisik.com/2009/03/askep-ca-ovarium.blogspot.wordpress. Lange Ca ovarium kanker dari golongan tumor ginekologi yg plg sering menyebabkan kematian..html http://hidayat2. . perubahan pada respons individu Kaji informasi klien dan pasangan tentang anatomi/ fungsi seksual dan pengaruh prosedur pembedahan Identifikasi faktor budaya/nilai budaya Bantu klien untuk menyadari atau menerima tahap berduka Dorong klien untuk menyadari atau menerima tahap berduka Dorong klien untuk berbagi pikiran/masalah dengan orang terdekatnya Berikan solusi masalah terhadap masalah potensial. buku biru. ex : menunda koitus seksual saat kelelahan Daftar Pustaka Brunner & Suddarth.com/2008/12/21/asuhan-keperawatan-klien-dengan-kankerovarium/ http://akperppnisolojateng.

tumor marker ca epitel ovarian(CA-125). invasi ke stroma.obstruksi usus. bilateral. sel2pleomorfik. fungsi hati. teratoma (immature. embrional karsinoma. perlengketan ke daerah sekitar. alpha fetoprotein (AFP) u/germ cell ovarian Histopatologi:  Epitelial >> sering (90%) Serous= plg sering (35-55%) Bilateral. multiple septations>3mm. spesialisasi).bilateral. retensi urin.massa abdomen).asites). konstipasi. CT scan Lab CBC. inti prominent. cepat kenyang abdominal distensi stadium lanjut Pemeriksaan Fisik  tidak spesifik periksa nodus limfe pada supraklavikula& inguinal(u/perikso metastasis). mixed germ cell. nodular  tanda2 malignan) Pemeriksaan +an Radiografi USG(solid/cystik+solid. mikroskopis psammoma bodies. kromatin inti kasar. kembung. biasanya pasien datang saat sudah stadium lanjut  Keluhan2 tdk spesifik nyeri abdomen/pelvik. perdarahan pervaginam. distensi abdomen. matur. iregular menstruasi. nekrosis. pelvic examination (terdapat massa pelvis yg immobile solid/form. makroskopissolid. elektrolit serum. dinding stroma fibrokolagen Mucinous Clear cell Transisional undifferentiated  Germ cell -Disgerminoma. polyembriona  Sex cord&stromal . periksa abdomen (asites + abdominal distensi . diameter >15cm.endodermal sinus tumor.Penegakan diagnosis Anamnesis Stadium awal dari karsinoma ini symptonya minimal/tdk spesifik/tidak ada sama sekali karnanya. choriocarcinoma gonadoblastoma. obstruksi usus *klo sudah ado ascites. efusi pleura. pendarahan. jika terperangkap di cavum douglas nyeri hebat.

Diagnosis kerja Karsinoma ovarium  Definisi : Kumpulan tumor dengan histiogenesis yNg beraneka ragam. 1 ovarium b.endo. ukuran tumor yg metastase>2cm & atau metastase pada nodus limfe pelvis. lymphoma Stadium I. a/b + tumor permukaan ovarium pada 1/2 ovarium. fibroma. endometrium. gynandroblastoma  Metastase neoplasma lain ke ovarium - Mammae. kapsul ruptur. jaringan panggul lainnya c. Terbatas pada ovarium a. ukuran tumor yg metastase<2cm c. metastase mikroskopik pada permukaan peritoneum abdomen b.mesodermal) dg sifat2histologis&biologis yg beraneka ragam . asites dg sel2malignan atau peritoneal sitologi (+) sel2malignan metastase ke kavum abdomen a. 2ovarium c. III. para-aortic/ inguinal IV. metastase jauh efusi pleura dg sitologi (+) sel2malignan metastase ke parenkim paru metastase ke parenkim hati bukan ke permukaan II. asites dg sel2malignan atau peritoneal sitologi (+) sel2malignan metastase ke pelvis a. kapsul ruptur.- Granulosa sel tumor. a/b + tumor permukaan ovarium pada 1/2 ovarium. metastase ke uterus/tuba b. thecoma sertoli-leydig sel. dapat berasal dari ketiga dermoblast (ekto. colon. gaster.

omentectomy.Teraktivasinya “c-erb-B2”(HER2)  proto onkogen   Faktor resiko : Menderita PCOS (polikistik ovarian sindrom) Diet tinggi lemak hewani Konsumsi alkohol&produk susu Epidemiologi Umur>40tahun. Kemoterapi Epitelial sistemik cisplatin 75mg/m2 + paclitaxel 175mg/m2 selama 6 kali dg interval 3mg Germcellbleomycin-etoposide-cisplatin 4. Abnormalitas kromosom . multipel biposi peritoneum. buruk (metastase diluar kavum peritoneum/ tumor makroskopik>2cm) 3. sampel nodus limfe para aortic dan pelvis (lihat stadium di HTD)  1. Substansi karsinogenik Pemakaian bedak tabur pada daerah kewanitaan terbentuk granuloma talk(bedak tabur) 3. postmenopause/prepubertas Penatalaksanaan Bedah u/menentukan stadium sitologi peritoneum. Radiasi Bagus u/Germcelldisgerminoma.Mutasi gen p53 tumor supresor . . 2. yg laen idak Prognosis Malam. ibu yg menyusui resikonya << 2. Ovulasi Tiap kali ovulasi epitel germinal itu rusak memicu mekanisme cellular repairment ovulasi yg terus menerus /siklus menyediakan kesempatan yg lebih dari cukup untuk terjadinya mutasi dan delesi *kehamilan.Turnerdisgerminoma& gonadoblastoma Herediter ca ovarium(autosomal dominan) breast&ovarian cancer sindrom (BOC)  mutasi germline gen BRCA1 pada kromosom 17 .S. intermediate (metastase makroskopik diluar pelvis dg ukuran<2cm). plg sering terdiagnosis dekade ke 7. Etiologi dan patogenesis: pasti??? 1. Bedah sitoreduktif Volume sisa dari tumor stlah operasi menentukan prognosis baik(Stadium IIIa/IIIb). 1 dari 70 wanita. anovulasi kronik.

. Kanker epitel ovarium jarang didapatkan pada wanita berusia < 40 tahun.000 atau separuh lebih wanita meninggal karena penyakit ini. IV=11% Germ cell. Kanker indung telur merupakan penyebab kematian ke-5 terbanyak di Amerika Serikat dan merupakan salah satu dari 7 keganasan tersering di seluruh dunia. konstipasi (sembelit). Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya suatu massa atau benjolan pada panggul merupakan tanda yang perlu dicurigai. III=23-41%. Gambar : Kanker Ovarium Tanda dan Gejala Sebanyak 60% wanita yang didiagnosis menderita kanker ovarium sudah memasuki tahap lanjut dari penyakit ini. II=60-74%. perdarahan menstruasi yang tidak teratur. Pada umumnya tidak didapatkan gejala dini pada kanker ini. seandainya ada biasanya samar-samar. kembung. mudah lelah. sekitar 14. dari 23. disgerminoma=95%. immature teratoma=70-80% Kanker epitel ovarium atau dikenal dengan kanker indung telur yang berasal dari sel epitel merupakan 90% kasus dari seluruh kanker indung telur.100 kasus baru kanker indung telur.5tahun kelangsungan hidup u/ Epitelial. Puncaknya terjadi pada wanita usia 60-64 tahun. Kanker indung telur memiliki angka kematian yang tinggi. Stadium I=76-93%. Angka kejadian kanker epitel ovarium rendah pada negara berkembang dan Jepang. penurunan berat badan. Gejala tersebut termasuk diantaranya nyeri pada panggul.

Namun perlu diingat risko akan premenopause dini dan penyakit osteoporosis serta jantung yang dapat timbul akibat pengangkatan indung telur. Pemeriksaan panggul rutin per tahun. usus kecil. Apabila seorang wanita melakukan operasi panggul. Kanker dapat 93. Kadar lebih tinggi dari 35 U/ml adalah abnormal 4. hati (bagian dalam) Area III IV Terapi Terapi dari kanker ovarium tergantung dari stadium dari penyakit.1% organ yang jauh seperti limpa. Pemeriksaan ini digunakan unutk mendeteksi dini kanker ovarium namun tidak memiliki sensitivitas yang tinggi 3. 1.6% ditemukan di permukaan ovarium Kanker melibatkan 1/2 ovarium dengan perluasan Tidak ada data ke panggul (rahim. saluran tuba. kelenjar getah bening. Antigen ini diekspresikan oleh 80% epitel nonmusinous kanker ovarium. Selain itu pengunaan kontrasepsi pil juga dianjurkan Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan ultrasonografi (USG) dapat memperjelas penyakit ini Klasifikasi Kanker Ovarium Kanker ovarium memiliki 4 stadium yaitu : Stadium I II Angka Bertahan Hidup 5 Tahun Kanker pada 1 / 2 ovarium.Deteksi dan Pencegahan 1.1% dinding perut. Kriteria untuk skrining yang efektif Sampai saat ini belum ada alat yang secara efektif dan efisien dalam mendeteksi dini kanker ovarium 2. Alat ini dipertimbangkan untuk alat skrining dikombinasikan dengan pemeriksaaan Doppler 5. permukaan hati Fase akhir dari kanker ovarium. kandung kemih. organ perut. usus besar) Kanker menyebar melebihi rongga panggul ke 68. paru-paru. Antigen kanker 125 (CA-125). terapi pilihan. tipe penyakit (primer atau rekuren <kambuh kembali>). Ultrasonografi transvaginal. Pencegahan. Kanker Ovarium atipikal . dan kondisi tubuh. maka pengambilan indung telur sekaligus akan mencegah risiko kanker ovarium selamanya. Menyebar ke 29.

dan vitamin C 4. Riwayat keluarga. penggunaan kontrasepsi pil. Terapi yang dapat dilakukan pada stadium ini adalah operasi (total abdominal histerektomi. dan terapi genetik Faktor Risiko Penyebab kanker ovarium masih diteliti. riwayat kanker payudara atau kanker endometrium sebelumnya. Biasa terdapat pada wanita usia 40 tahun (keganasan pada usia 60 tahun). baru memiliki anak 1 atau tidak memiliki anak. Kanker ovarium yang kambuh Pasien dengan kanker ovarium yang kambuh adalah kandidat untuk dilakukan operasi yang kedua kalinya dengan kemoterapi menggunakan agen yang berbeda. Stadium Lanjut kanker ovarium Stadium ini selalu membutuhkan terapi operasi yang optimal diikuti kemoterapi setelah operasi untuk meningkatkan kemampuan bertahan hidup. diberikan setelah operasi). riwayat menyusui. dan histerektomi (pengangkatan rahim) berkaitan dengan penurunan risiko dari kanker ovarium . Faktor risiko individual. dan radiasi 3. penggunaan kontrasepsi pil minimal 1 tahun (faktor proteksi bertambah dengan penggunaan setiap tahunnya). Radiasi seluruh bagian perut (whole abdominal radiation) dapat menjadi alternatif dari kemoterapi 4. riwayat menyusui. Faktor lingkungan. Memiliki anak lebih dari 1. atau usus besar memiliki peningkatan risiko untuk kanker ovarium. Usia > 40 tahun. endometrium. Memiliki anak lebih dari 1. Pasien kanker atipikal ovarium dengan stadium dini yang masih ingin mempertahankan kesuburannya dapat melakukan unilateral salpingo-oophorectomi (operasi pengangkatan indung telur yang mengandung kanker) 2. imunoterapi menggunakan interferon. namun beberapa faktor yang berkaitan peningkatan risiko dari penyakit ini adalah: 1.Kanker atipikal ini memiliki sifat yang berbeda dari kanker ganas ovarium tipe lainnya. vitamin A. dan riwayat keluarga dengan kanker dapat meningkatkan angka kejadian kanker ovarium. ayam. Stadium dini kanker ovarium Stadium dini kanker ovarium adalah stadium I dan II. bilateral salpingooophorektomi). dan histerektomi (pengangkatan rahim) berkaitan dengan penurunan risiko dari kanker ovarium 2. dalam jumlah banyak dapat meningkatkan risiko mendapat kanker ovarium. 20% stadium dini dapat menyebar ke intraabdomen (perut) dan memerlukan terapi operasi. pengikatan saluran tuba. pengikatan saluran tuba. indung telur. Faktor reproduksi. Penurunan risiko berkaitan dengan konsumsi sayuran. Beberapa penelitian mengemukakan bahwa asupan makanan yang mengandung lemak hewani seperti daging. Terapi hormonal juga dapat digunakan. Terapi yang masih dalam penelitian adalah terapi stem sel. kemoterapi (pada kasus dengan angka kesembuhan rendah. 3. Wanita dengan riwayat keluarga memiliki kanker payudara.

namun tergantung dari individu masing-masing. sedangkan stadium II sekitar 50-65%. Operasi besar ini juga mengharuskan anda untuk menjalani masa penyembuhan (recovery) di rumah sakit untuk memantau hasil pengobatan dan efek samping yang timbul. Terapi yang dilakukan adalah operasi. atau puntiran dari indung telur. OPERASI BESAR Share | Operasi besar adalah operasi yang memerlukan persiapan matang untuk menjalankannya dan terdapat banyak efek samping yang mungkin timbul selama dan setelah operasi dilakukan. Nyeri dapat terjadi karena peregangan dari kapsul indung telur. Pemeriksaan roentgen dada digunakan untuk menyingkirkan penyebaran ke paru. teori kedua menerangkan mengenai pajanan indung telur terhadap hormon gonadotropin dapat meningkatkan risiko keganasan. Pemeriksaan yang diperlukan adalah pemeriksaan serum hCG dan alfa-fetoprotein. Teori ketiga menerangkan mengenai karsinogen (zat yang dapat merangsang terjadinya keganasan) dapat berkontak dengan indung telur melalui saluran reproduksi. CT-scan dapat digunakan untuk mengetahui penyebaran ke hati atau rongga perut lainnya. Pada umumnya keganasan pada kanker ini tumbuh cepat dan ditandai dengan nyeri panggul yang akut (tba-tiba. Kanker Ovarium Non-epitelial Kanker ini jarang didapatkan dibandingkan kanker ovarium epitel. serta laktat dehidrogenase. serta tes fungsi hati. dan jenis kanker. Faktor Prognostik Kemampuan bertahan hidup selama 5 tahun pada pasien dengan kanker ovarium berkisar 30%. hanya berkisar 10-15% dari seluruh kasus kanker ovarium. darah lengkap. Teori pertama menerangkan mengenai trauma minor yang berlangsung terus menerus selama siklus ovulasi (siklus pengeluaran telur setiap bulannya). stadium. Pasien dengan stadium I memiliki 90% kemungkinan bertahan selama 5 tahun. perdarahan. FUNGSI OPERASI Kebanyakan operasi besar memiliki fungsi : menentukan stadium kanker (staging surgery) .Penyebab Penyebab dari kanker ovarium adalah multifaktor. dan stadium III dan IV berkisar 15-20% atau kurang dari 5%. Benjolan di perut bagian bawah dapat berkisar antar 2-8cm atau lebih besar lagi pada wanita menopause. dalam waktu cepat). nekrosis (kematian sel). dan radiasi. kemoterapi.

mengobati kanker (curative surgery) Operasi pengobatan merupakan operasi penyembuhan kanker. mencegah terjadinya kanker (preventive surgery) Operasi pencegahan dilakukan seperti operasi pengobatan kanker. Beberapa teknik baru sebagai media operasi yaitu : ??? Laser surgery . di mana dapat dilakukan bila kanker hanya di satu area saja dan jaringan dapat diangkat seluruhnya tanpa merusak banyak jaringan di sekitarnya. di mana setelah pengangkatan tumor dilakukan pengambilan sedikit tepi jaringan yang normal dan dilakukan pembacaan di bawah mikroskopik untuk menentukan seberapa jauh penyebaran tumor (pathological stage).Operasi penentuan stadium umumnya dilakukan saat operasi utama sebagai pengobatan dilakukan. bila jaringan kanker tidak dapat diambil seluruhnya. Operasi pengobatan juga kadang bersamaan dengan tindakan radiasi (intraoperative radiation). debulking surgery Operasi tersebut dilakukan bila jaringan kanker tidak dapat diambil seluruhnya. namun jaringan yang diangkat adalah jaringan pra kanker yang beresiko tinggi untuk terjadi kanker. TEKNIK OPERASI PENGOBATAN KANKER Saat ini. operasi paliatif (palliative surgery) Operasi paliatif dimaksudkan bukan untuk menyembuhkan kanker. namun untuk mengobati metastasis dari kanker. operasi penunjang (supportive surgery) Operasi penunjang dilakukan untuk menentukan metode pengobatan yang lain. dan sisa jaringan tersebut dieliminasi dengan radio atau kemoterapi. atau memperbaiki ketidaknyamanan (nyeri) atau kecacatan yang diakibatkan oleh kanker. teknik operasi pengobatan kanker tidak lagi hanya menggunakan pisau sebagai sarana untuk mengangkat kanker. Biasanya operasi ini dilakukan untuk keperluan estetika. operasi perbaikan (reconstructive surgery) Operasi perbaikan dilakukan setelah operasi pengobatan utama dilakukan.

maka pembedahan dihentikan. Biasanya teknik ini dipakai untuk biopsi. faring. karena sebelum dipotong. seperti memperbaiki kerusakan. Teknik ini sering digunakan untuk mengobati kanker pada mata. laring. namun saat ini sedang dikembangkan untuk pengobatan. Cryosurgery Cryosurgery ini menggunakan penyemprotan cairan nitrogen untuk membekukan atau membunuh sel?. jaringan diberi suatu zat kimia tertentu. bila sampai kepada lapisan yang normal. Keuntungan : dapat melakukan pembedahan tanpa perlu membuat insisi yang lebar. Teknik ini juga dapat dipakai untuk kondisi pre kanker. Umumnya sering untuk pengobatan kanker cervix atau prostat.sel abnormal. Umumnya digunakan untuk pengobatan kanker mulut atau kulit. Umumnya teknik ini dipakai untuk kanker kulit atau mata. . kulit atau rektum.Laser adalah suatu energi cahaya berkekuatan tinggi dan terfokus yang digunakan sebagai media operasi yang tepat. Namun zat kimia tersebut bukanlah kemoterapi kanker. Keuntungan dari laser surgery : hanya sedikit jaringan yang dipotong. mengurangi timbulnya nyeri akibat pembedahan dan memperpendek waktu rawat inap. vaporize (membakar dan merusak) kanker. Laparoscopic surgery Laparaskop merupakan tabung berukuran panjang. cervix. memotong jaringan. Mohs surgery Mohs surgery atau pembedahan di bawah kendali mikroskop merupakan cara mengangkat satu lapis tipis kulit yang terkena kanker dan kemudian dilihat di bawah mikroskop. berdiameter kecil dan fleksibel yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui insisi kecil pada tubuh. Electrosurgey Listrik berfrekuensi tinggi (high frequency electrical) dapat digunakan untuk merusak sel?. mencegah hilangnya banyak cairan tubuh (darah) saat pembedahan. sebagai alasan menyelamatkan jaringan normal sebanyak mungkin.sel kanker. Dahulu teknik ini dinamakan chemosurgery. hati.

orang di sekitar anda. cukup membawa hasil pemeriksaan sebelumnya. prostat dan? ginjal. Teknik operasi ini keberhasilannya sama dengan operasi membuka rongga tubuh (open thoracotomy) pada stadium dini kanker paru. kanker area kepala. usus besar. Pengobatan kanker yang menggunakan teknik ini adalah kanker otak. teknik operasi dan kondisi kesehatan. Thorascopic surgery Thoraskop merupakan alat yang mirip dengan laparaskop. Ambil waktu sebaik mungkin untuk memikirkan apakah cara ini memberikan hasil terbaik untuk kesehatan anda dan waktu yang ada sebaiknya digunakan untuk mempelajari penyakit dan pengobatan anda. di mana operasi ini menggunakan mesin radiasi yang memotong tumor dari beberapa sudut berbeda. operasi itu sendiri (termasuk jenis anestesi) dan masa penyembuhan.Teknik ini sudah dipakai untuk mengobati kanker kandung empedu dan juga sedang dikembangkan pada kanker kandung kemih. untuk berbicara dengan orang?. Runtutan operasi meliputi : pemeriksaan pra operasi. mengeluarkan cairan atau mengangkan tumor berukuran kecil. untuk mengatur pemikiran anda dan juga untuk menetukan tim untuk perawatan. persiapan. Alat ini dimasukkan melalui insisi kecil pada dada setelah paru dikempiskan. namun tidak fleksibel melainkan kaku serta terdapat kamera kecil di unjungnya. Lainnya Operasi lain yang masih dalam pengembangan berupa stereotactic radiation therapy yang menggunakan cyberknife atau gamma knife. Perencanaan dan Pre Operasi Ada baiknya jika anda dan dokter bedah berunding untuk memastikan pilihan operasi yang memberikan hasil terbaik. ada baiknya untuk mencari second opinion dari ahli bedah lainnya dan tidak perlu mengulang pemeriksaan yang dahulu pernah dijalani. yakni penyakit yang akan diobati. paru dan tulang belakang. dan pada area tujuan dapat dilakukan biopsi. leher. . Sebelum? memutuskan untuk memilih operasi. BAGAIMANAKAH OPERASI ITU? Operasi yang dijalankan tergantung banyak hal.

Laboratorium : -??? Darah Lengkap . penyakit jantung. fungsi ginjal dan hepar dan untuk penyediaan transfusi darah saat operasi.Pilihan pengobatan lain. alergi atau kondisi lain yang berhubungan dengan operasi. Jika perlu. Disarankan untuk anda membaca dan memahami dengan baik seluruh isi inform consent tersebut dan semua pertanyaan anda telah dijawab oleh dokter. kencing manis.Efek samping operasi . anda di dampingi oleh keluarga atau teman saat menandatangani inform consent.Urinalisis : memeriksa keadaan ginjal dan adanya infeksi .Bagaimana operasi itu sendiri . .Inform Consent / Surat Persetujuan Operasi Inform consent merupakan salah satu hal penting dari persiapan operasi. Pemeriksaan Pra Operasi Pemeriksaan pra operasi ini diperlukan untuk memastikan apakah tubuh dapat menghadapi operasi dan tindakan anestesi. Dengan menandatangani inform consent tersebut berarti anda sudah menerima segala informasi dan bersedia untuk dioperasi. serta membantu dokter untuk memahami kondisi anda dan untuk perencanaan operasi (terutama untuk operasi besar). menghitung jumlah darah. di mana sebelum memberi persetujuan terhadap dokter untuk dioperasi.Keuntungan operasi terhadap anda .Resiko operasi . resiko perdarahan dan infeksi. Adapun pemeriksaan yang dilakukan berupa : Anamnesis : menanyakan riwayat penyakit dahulu berupa darah tinggi.Tujuan operasi .Kondisi kesehatan dan mengapa operasi ini dipilih sebagai pengobatan . anda terlebih dahulu harus diterangkan mengenai : .

namun area yang dibius lebih luas dan pasien juga tetap sadar. dengan cara puasa makan dan minum serta penggunaan laksatif untuk mengosong isi perut. Obat anestesi regional ini dapat berupa suntikan tunggal atau drip infus. Hal ini ditujukan untuk mencegah terjadinya aspirasi (terhirup) muntahan ke paru saat dianestesi. tangan atau kaki sehingga melumpuhkan sementara saraf?. Oleh karena itu. Anestesi Anestesi (bius) adalah cara untuk menghilangkan nyeri pada periode tertentu. Di mana obat anestesi disuntikan pada tulang belakang. Hal yang lumrah jika anda mengatakan bahwa anda takut akan operasi dan anestesi.X-ray dada dan EKG (elektrokardiografi) untuk memeriksa keadaan jantung dan paru . Hal tersebut tergantung dari jenis dan lama operasi. Jika anda menggunakan anestesi total (bius total). dan ini juga mempengaruhi apakah perlu anda sadar atau tidak saat operasi berlangsung.saraf yang keluar dari area tersebut. Persiapan Operasi   Mengosongkan isi perut (lambung dan usus) dari malam sebelum operasi.Lain . maka anda akan dipertemukan dengan dokter anestesi yang akan menangani anda.. di mana aspirasi tersebut dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada paru. Mencukur area yang akan dioperasi. .lain : CT scan untuk melihat ukuran dan lokasi tumor serta penyebarannya. untuk mencegah rambut masuk ke dalam area operasi dan menyebabkan terjadinya infeksi. Dan bukan tidak mungkin jika dokter akan meminta pemeriksaan lain yang berhubungan dengan kondisi yang mempengaruhi operasi.Anestesi regional Hampir sama dengan anestesi lokal. Pilihan anestesi yang dapat anda pilih berupa : . beritahukanlah perasaan anda kepada dokter sehingga mereka dapat memberikan obat yang dapat membuat anda tenang.Anestesi total .

pernafasan) selama operasi sampai anda terbangun. Skip to content  Home . Operasi Teknik operasi yang digunakan membuat ketetapan . Saat anestesi total dilakukan. Hal ini bergantung kondisi pra operasi dan luas operasi. memperlancar aliran darah sehingga mencegah terjadinya pembekuan (clotting) pada kaki. di mana obat dapat dihirup atau disuntikan. Anda juga akan dipasangi kateter urin untuk mengalirkan air kencing anda ke suatu tas khusus. namun orang yang mendapat anestesi regional atau total harus dirawat dalam ruangan penyembuhan sampai pengaruh anestesi habis. Anda juga akan mendapat obat pereda nyeri selama di rumah sakit dan pada saat rawat jalan. akan merasakan perasaan berat. Dokter anestesi dan perawat akan mengawasi keadaan fungsi vital anda (tekanan darah. Tenggorok anda akan terasa sedikit nyeri oleh karena pemasangan pipa endotrakeal. Masa Penyembuhan         Orang yang mendapat anestesi lokal dapat segera pulang. Anda sebaiknya makan dan minum walaupun ada perasaan tidak nafsu makan / minum. Orang di bawah pengaruh sisa anestesi. Pada tubuh yang dioperasi juga akan dipasang drain untuk mengeluarkan cairan yang terkumpul akibat operasi.ketetapan tindakan berbeda pula. sedang bermimpi dan tidak sadar sepenuhnya sampai keesokan harinya. Sebaiknya dilakukan setelah dokter menyatakan bahwa anda dapat minum dan makan (baiknya untuk minum terlebih dahulu).Anestesi total membuat seseorang jatuh dalam keadaan tak sadar. umumnya selesai operasi kateter ini dilepas. Dan para dokter atau paramedia juga akan memeriksa jumlah urin anda. Namun. Para tim perawatan anda mungkin berupaya agar anda beraktivitas setelah operasi. Hal ini ditujukan untuk mempercepat masa penyembuhan. juga tak lupa melepaskan pipa endotrakeal tadi. pipa endotrakeal akan dimasukkan melalui mulut anda untuk membantu pernafasan anda. nadi. bila ginjal bermasalah tetap dipasang. sebab hal ini mempercepat masa penyembuhan.

Klinis : non neoplasma (radang. Fase G1 (growth phase-1) : jam-tahun Sel anak mensintesa RNA. beberapa tahunBerlangsung beberapa jam B. Enzim. Morfologis 2 sel anak1. khususnya neoplasma Tumor .Logos : ilmu Ilmu yg mempelajari penyakit yang disebabkan oleh tumor.Khusus: benjolan yg disebabkan oleh neoplasma . Fase G2 (growth phase-2) : 1-2 jam . hematom. kista. protein — persiapan sintesa DNA 2. protein dan duplikasi untai tunggal kromosom menjadi untai ganda.Oncos : tumor.Umum : pembengkakan/benjolan abnormal dalam tubuh . hipertrofi) & neoplasma Neoplasma -Neos : baru -Plasein : membentuk jaringan baru yg abnormal Siklus pertumbuhan sel A. Fase interfase : sel anak yg muda Sintesa DNA. massa . RNA. Fase mitosis : 1 sel induk Profase : 1 jam Metafase : < 1 jam Anafase : < ½ jam Telofase : beberapa menit dewasa2. enzim.    About Artikel Privacy Policy Search Home » Bedah Tumor » Onkologi Umum ← Kista Hepar Tumor Otak → Onkologi Umum Posted on 8 February 2011 by ArtikelBedah ONKOLOGI UMUM Onkologi Berasal dari bahasa Yunani : . Biokimia 1. Fase S (synthesa) : 8 jam Sintesa DNA baru Dapat digunakan untuk mengukur prognosis 3.

Polikromasi : warna bermacam-macam 3. Merusak bentuk dan fungsi organ 10. evaluasi hasil terapi. Sifat tergantung : . Infiltrasi 11. Tumbuh terus tanpa batas 8. perlengketan 8. Ada infiltrasi. Tumor diameter 1 mm : 25 x PD dgn jumlah sel sekitar 100 juta 1 cm : 30 x PD dgn jumlah sel 1 milyar (klinis: dapat dideteksi) 10 cm : 40 x PD (population doubling) dgn jumlah sel 1 triliun . Hipervaskularisasi. Mitosis bertambah 6. terlepas dari kendali pertumbuhan sel normal. Metastase Sifat Tumor Ganas 1. Fase M (Mitosis) : 1-2 jam Sel tumor sel tubuh yg mengalami transformasi sehingga tumbuh secara autonom. Bentuk tidak teratur 2. Tidak menjalankan fungsi sel normal 9. lokal invasive/infiltrat Doubling Time Waktu yang dibutuhkan tumor untuk membesar sehingga volumenya menjadi 2 x dari semula Penting untuk menentukan diagnosis.Persiapan mitosis berikutnya 4. Pertumbuhan Lokal ◦ Unisentris/unilokuler: mulai dari satu sel dalam satu jaringan/organ ◦ Multisentris/multilokuler: dari beberapa sel (jarang) ◦ Sinkronous: sel tumbuh dalam waktu yang bersamaan ◦ Metachronous : tumbuh dalam waktu yang berbeda ◦ Sel kanker tumbuh secara binear & exponensial : 1 sel jadi 2. Rapuh. Polimorfi : bentuk bermacam-macam 2. Anaplastik : susunan tidak teratur 7. Hiperkromasi : warna lebih gelap 4. Batas tidak tegas 3. 2n ◦ Lokal insitu. The Lag Period / Masa Interval Waktu yang diperlukan sel neoplastik memperbanyak diri sehingga dapat dideteksi. 4. Terdiri dari : Jinak & Ganas. Kapsul tidak jelas/tidak ada 4. Ada metastase Pertumbuhan kanker 1. Ada bagian nekrosis/ ulserasi 7. mudah berdarah 5. Inti sel relatif besar 5.Kemampuan infiltrasi & metastase Bentuk Sel Kanker 1.Jauhnya penyimpangan anatomi & fungsi sel normal (diferensiasi) . neovaskularisasi 6.

intraluminal. Ekstensi lokal : telah menginvasi organ sekitar 3. Lokal 2. yang hilang B. Stadium sangat lanjut (far advanced stage) B. Ruang tempat tumbuh tumor 2. Limfogen 3. Umur: umumnya lebih cepat tumbuh pada anak-anak 2. Perkontinuitatum 2. Penyebaran ke organ lain/metastase Cara Penyebaran 1. Hematogen 4. Derajat diferensiasi sel: G1. Stadium diseminasi : Menyebar keluar dari kelenjar limfe regional atau menyebar ke organ lain yang letaknya jauh dari tumor primer Berdasarkan luas ekstensi penyakit 1. Stadium insitu : Masih terbatas pada parenkim organ tempat asal tumor (intraepitelial. Pertahanan tubuh: barier mekanik. Loko-regional . sifat tidak tentu 3. Populasi sel kanker: rasio fraksi sel kanker yang tumbuh. Stadium Invasif atau infiltratif : Telah bertumbuh di luar membrana basalis 3. Faktor Tumor 1. G4 5. pelvis 6. Berdasarkan kemungkinan dapat disembuhkan 1. Stadium regional : Metastasis masih terbatas di kelenjar limfe regional 5. Transluminal: dalam dinding sal. G2. Iatrogenik Tempat penyebaran 1. Sifat tumor: neoplasma ganas. Nutrisi (vaskularisasi) 3. insitu. intraduktal. Berdasarkan tofografi penyakit Berdasarkan lokasi tumor primer atau metastasis 1. imunologis (seluler dan humoral) C. Faktor Penderita 1. cerna. Regional 4. jinak. Waktu siklus (siklus pertumbuhan tumor) / lag periode 4. Stadium lanjut (advanced stage) 3. Asal tumor atau jenis tumor 2.2.thoracis. Stadium dini (early stage) 2. napas. Kelenjar limfe regional 3. tidak tumbuh. Status hormonal Stadium Pertumbuhan Kanker Stadium Pra-klinis Stadium pada saat kanker belum terdeteksi secara klinis Stadium Klinis A. Faktor Lingkungan Hidup Tumor 1. Lokal 2. urinaria 5. abd. G3. Stadium lokal : Terbatas pada organ/jaringan tempat asalnya tumbuh 4. Organ jauh Yang Mempengaruhi Kecepatan Pertumbuhan A. intralobuler) 2. Transerosa/transcoelum : c.

(yang lain/other) Tambahan : -cTNM : Clinical staging -pTNM : pathological staging -sTNM : surgical-evaluative staging -rTNM : retreatment staging -aTNM : autopsy staging -R : sisa tumor setelah terapi . makin jauh infiltrasi di jaringan dan organ di dekatnya N Nx No N1. 1943). hep. (pulmo). Berdasarkan Konvensi 1. (otak). (tulang). Stadium FIGO : ca serviks Fase pertumbuhan kanker Induksi Insitu Invasi Diseminasi 15-30 thn 5-10 thn 3-5 thn 1-5 thn Sistem TNM Pertama kali diperkenalkan oleh Pierre de Noix (Perancis.T3 Tumor primer Tumor primer tidak dapat ditaksir Tidak terbukti adanya tumor primer Karsinoma insitu Tumor primer makin membesar. Metastasis jauh C. per. Stadium Dukes : Ca kolorektal 3. Stadium Portman : ca mamma 2. (peritoneum). ski. 1958 diadopsi oleh IUCC (Union Internationale Contre le Cancer). oss. T Tx To Tis T1. (pleura). (hepar). bra. ada/tidak infiltrasi di organ atau struktur sekitar M Mx Mo M1 Metastasis jauh Tidak dapat diperkirakan adanya anak sebar Tidak ada bukti metastasis jauh Ada metastasis jauh Organ yang tempat metastasis dapat disebutkan : Pul. oth. (kulit). Stadium Ann Arbor : limfoma maligna 4.N2.T2. pleu.5.N3.N4 Kelenjar limfe regional Kelenjar limfe tidak dapat ditaksir/diperiksa Tidak terbukti penyebaran ke kelenjar limfe regional Ada kelenjat yang terlibat.

bila diberi promoter akan timbul karsinogenesis sekalipun inisiator sudah lama dihentikan. mutasi). bila terjadi kerusakan DNA — ini diatur oleh protein p53 Asal onkogen Onkogen seluler (c-onc) : dari gen normal dalam sel (proto-onkogen) dan tumor supressor gene Onkogen virus (v-onc) : dari luar Mekanisme proto-onkogen menjadi onkogen : Deletion atau point mutation Gen amplification (gen bertambah) . Sifat sel belum otonom. menurunnya produksi fc penghambat. Adanya seleksi alam yg memberi peluang sel abnormal berkembang biak/ bertumbuh. Teori asal sel neoplasma 1. Teori Mutasi Genetik Neoplasia timbul bila genom abnormal (telah berubah) mengenai gen yg mengatur pertumbuhan sel (gen proto-onkogen/onkogen seluler).Sel terpapar karsinogen yg menimbulkan lesi biokimia berupa perubahan gen permanen (DNA repair gagal Promosi Tidak semua sel yg sudah terinisiasi berubah jadi sel kanker. dimana sel abnormal ikut terpacu pula 4. Adanya promoter yang terus bekerja (proses epigenetik) 2. Teori Monoclonal origin Berasal dari satu sel yang terus membelah 2. Tidak terkontrolnya pertumbuhan sel akibat: bertambahnya produksi fc pertumbuhan/reseptor. Kecepatan transformasi / pembentukan sel neoplastik dipengaruhi beberapa faktor : 1. masih terkait dgn pertumbuhan jaringan dimana ia berada.-Rx : tidak dapat ditentukan adanya residu -Ro : tidak ada residu -R1 : ada residu mikroskopis -R2 : ada residu makroskopis -r : residif setelah bebas kanker -y : keadaan kanker setelah terapi multinodal Proses karsinogenesis melalui 2 tahap ganas perlu tahap induksi (15-30 TH)Transformasi sel normal Inisiasi Bersifat ireversibel. Teori Field origin Agen karsinogen bekerja pada sejumlah besar sel yg menyebabkan sekelompok sel berpotensi menjadi sel neoplastik Teori terjadinya neoplasma 1. sebagian besar terhenti (sebagai tumor jinak atau normal). Adanya mutagen/karsinogen yg terus memacu timbulnya mutasi baru (proses genetik) 3. adanya fc yg fungsinya abnormal. Adanya jejas/nekrosis yg memacu proliferasi sel utk regenerasi. DNA repair nuclease : memperbaiki. Promotor memacu sel terinisiasi menjadi sel neoplastik.

natural killer cells membunuh sel neoplastik Karasteristik neoplasma 1. Kecepatan Pertumbuhan Umumnya tumor jinak bertumbuh lambat Kanker bertumbuh lebih cepat dan berhubungan dgn derajat diferensiasinya 3. Ab dan komplemen. Teori Virogen Onkogen 3. diangkat Tumor ganas : Disertai infiltratif progresif. Diferensiasi dan anaplasia Berdiferensiasi baik bila mengandung sel yg mirip sel matur normal asal jaringan neoplasma Jelek bila mirip sel primitif. sel-sel besar. Teori Epigenetik 4. invasi dan kerusakan jaringan sekitarnya 4. digerakkan. Hematogen Cara utama penyebaran sarkoma: Neoplasma primer — pertumbuhan progresif — vaskularisasi — invasi — pelepasan — embolisasi — bertahan hidup dalam sirkulasi — tersangkut — ekstravasasi — terhindar dari pertahanan tuan rumah — pertumbuhan progresif — metastasis. invasi. metastase tidak ada Perluasan lambat akibat adanya kapsul (stroma jaringan asal). sehingga mudah diraba. basalioma Langsung Berkembang pd rongga tubuh/permukaan. ukuran/bentuk bervariasi. Teori Kegagalan Imun (immune surveillance) Akibat kegagalan sel T sitiotoksik. Limfogen Cara utama penyebaran karsinoma Pembesaran kelenjar limfe disebabkan oleh : penyebaran dan pertumbuhan sel kanker. antibody dependent cell-mediated cytotoxicity. daya infiltrasi. sel tidak spesifik Anaplastik bila tidak berdeferensiasi Morfologi Sel dan inti pleomorfik. sel yg kecil primitif Inti banyak DNA/ kromatin kasar/gelap/ hiperkromatik/ mengelompok/ tersebar sepanjang membran inti/anak inti besar. tripolar. reaksi hiperplasia. inti polimorfik/hiperkromatik/sangat besar Ada daerah nekrosis iskhemik Perubahan displastik yg meliputi seluruh ketebalan epitel : neoplasma preinvasif (Ca in situ) 2. Invasi Lokal Tumor jinak : Massa ekspansif dgn kohesi antar sel masih baik. multipolar Sel raksasa. Ratio sitop/inti (1:1/1:4/1:6) Banyak mitosis atipik atau aneh — bentuk spindel.Chromosome rearrangement Interaksi antara onkogen dgn Growth Factor (GF) : Onkogen mengkode langsung pembentukan GF Onkogen mengkode pembentukan reseptor GF Onkogen mengubah sensitivitas sel terhadap sinyal GF 2. Metastasis Semua kanker dapat bermetastasis kecuali Glioma. . quadripolar.

kolon. Perubahan kariotipe Misal : Kromosom (Ph1) pada CML (chronic Myelositic Leukemia) mengadakan translokasi antara kromosom 22 dan 9. sarkoma Mamma. AFP ◦ Hilangnya antigen yang normal ada Tumor Associated Antigens : -Burkitt’s lymphoma -Malignant melanoma -Neuroblastoma -Osteosarcoma -Soft tissue sarcoma -Colon carcinoma -Breast carcinoma -Leukemia -Lung carcinoma -Bladder carcinoma -Renal carcinoma . ovarium. serviks Mamma. bronkus. Perubahan Imunologis/Antigenik ◦ Common viral antigen : Tumor yg diinduksi virus menunjukkan antigenik kuat yg berhubungan dgn membran dan dimiliki juga oleh semua tumor yg diinduksi oleh virus yg sama ◦ Antigen unik : Diinduksi zat kimia memiliki Ag yg tdk dimiliki oleh tumor lain yg diinduksi zat kimia sama ◦ Ag onkofetal : CEA. mamma. Burkitt lymphoma. bronkus Mamma. tiroid. Perubahan sifat pertumbuhan Terlepas dari pengendalian pengaturan Kegagalan maturasi Bersifat immortal Daya transplantasi 2. faring.Tempat Metastasis Tumor Primer KGB servikal KGB supraklavikuler KGB aksillar KGB inguinal Kulit/subkutan Paru Hepar Tulang CNS Ovarium Cavum serosa Mulut. tiroid. kolon. meningioma 4. ren Lambung. esofagus. limfoma Bronkus. tiroid Mamma. mamma. pankreas. genetalia.lambung. pankreas. kolon Mamma. bronkus. melanoma. melanoma. limfoma Tanda sel yang mengalami transformasi (kanker) 1. melanoma Melanoma. kolon. testis. prostat. bronkus. neuroblastoma. lambung. bronkus. Ca ovarium. ovarium. lambung. ren Mamma. limfoma Anus. laring. testis. Ca sel kecil paru. ren. kolon. lambung. Perubahan morfologi 3.

dimetil sulfat. vinil klorida. kacang betel Lain-lain : nitrosamin.5. 3-metilolantren. nikel.h)antrasen. sikasin. fungisida. griseofulvin. siklamat Tumbuhan alam dan hasil mikroba : Aflatoksin B1. 2asetilaminofluoren. Perubahan Permukaan dan Membran Sel ◦ Perubahan glikoprotein membran ◦ Hilangnya daya kohesi dan adhesi (contact inhibition) ◦ Sintesis dan pelepasan faktor pertumbuhan ◦ Sintesis tipe reseptor permukaan tertentu ◦ Kerusakan komunikasi antar sel ◦ Produksi dan pelepasan enzim degradatif ◦ Produksi dan pelepasan aktivator plasminogen ◦ Produksi dan pelepasan faktor prokoagulan ◦ Peningkatan transpor transmembran zat makanan 7. nitrosourea. Produksi sel tumor ◦ Ag onkofetal : CEA dan AFP ◦ Enzim : PSA. Carcinogenesis Kimia Karsinogen yang bekerja langsung Agen Alkilasi : Beta-propriolakton.12-dimetilbenz(a)antrasen Amin dan amida aromatik dan zat warna azo : 2-naftil amin (beta-naftilamin). klorambusil. insektisida. kromium. anti kanker (siklofosfamid. benzo(a)piren. safrol. Dibenz(a. Perubahan metabolik Semua sel anaplastik primitif mengalami konvergensi penyederhanaan pola enzim dan metabolik bersama 6. 7. kadmiun. sakarin. dll) Agen asilasi : 1-asetil imidazol. dimetilaminobenzena (kuning mentega). amida. diepoksibutan. dietilkarbamil klorida Prokarsinogen yg memerlukan aktivasi metabolik: Hidrokarbon polisiklik aromatik dan heterosiklik : Benz(a) antrasen. LDH ◦ Imunoglobulin : neoplasma B limfosit ◦ Produksi hormon berlebihan ◦ Produksi hormon ektopik Petanda tumor (tumor marker) Petanda Jenis kanker Carcino-embrionic Ag (CEA) Human choriogonadotropin (HCG) Alfa-fetoprotein (AFP) Phosphatase acid (PAP) Prostate surface Ag (PSA) Calsitonin (CT) Human tyroglobulin (hTG) Ca kolon dan paru Koriokarsinoma testis Ca hepatoselulare / sel germinativum Ca prostat Ca prostat Ca tiroid meduler Ca troid folikuler Etiologi 1. .

ulkus kronis uang lain Fistel akibat osteomielitis. Virus Onkogenik RNA HTLV I : leukemia/limfoma sel T Virus tumor payudara : Ca payudara Agen yg tdk dpt ditentukan : leukemia. melanoma Radiasi sinar X : karsinoma kulit. leukemia Radioisotop : radium (osteosarkoma) Debu radiaktif Iritasi Kronik Sikatriks luka bakar. Ca sel squamosa Virus herpes simpleks 2 : Ca vulva dan serviks EBV : Limfoma Burkitt. sinus pilonidalis. displasia. basalioma. Geografi dan Ras Insiden tinggi : Ca lambung : Skandinavia. dan dosis multiple terbagi Sifat karsinogenik dapat ditingkatkan dengan pemberian beruntun promotor Untuk efektifnya promotor harus mengukuti inisiator 2. Carcinogenesis Fisik Radiasi Sinar ultraviolet : ca sel squamosa. vit E dan selenium diduga mempunyai efek pencegahan 5. Islandia . Onkogenesis hormonal Faktor pemicu (induction faktor) Estrogen : hiperplasia. kondiloma. alkoholisme Parasit : Schistosoma hemotobium (Ca planoselulare buli-buli) Sunat dan Fimosis : Tidak disunat (Ca penis) Predisposisi neoplasma 1. neoplasia endometrium Estrogen : karsinoma payudara DES: anak wanita yg terpapar intrauterin — clear cell adenocarcinoma vagina Steroid : adenoma dan karsinoma sel hati Pertumbuhannya tergantung pada hormon Ca prostat : hormon androgen Ca payudara : estrogen Ca tiroid : TSH (yang berdeferensiasi baik) 6. vit C. Jepang. fistel perianal Esofagus Barret 4. Ca nasofaring CMV : Sarkoma kaposi HBV : Ca hepatoselulare 3.bifenil polikronat (PCBs) Mekanisme Kerja Sebagian besar karsinogen kimia adalah mutagen Sifat karsinogenik kimia tergantung dosis. Lain-lain Gaya hidup : Kebiasaan makan. limfoma DNA Virus papiloma manusia (HPV) : kutil. merokok. Carcinogenesis nutrisional Makanan berserat kurang dikaitkan dengan kejadian Ca kolon Makanan berlemak (hewan) dikaitkan dengan Ca kolon dan payudara Makanan yg mgdg beta karoten.

sirosis Proliferasi hiperplasi. limfoma. dll Penyakit Von Hippel-Lindau : Hemangioblastoma serebelum. leukemia. feokromasitoma. Ca lambung Sindroma Turcot : polip kolon. paratiroid MEN III : varian tipe II Melanoma ganas kulit : melanoma maligna kulit. Ca ovarium. Lesi prakanker Replikasi sel yg regeneratif menetap : fistel kronik. polip adenomatosa Sindroma Gardner : Ca kolon. Lokasi dan terserangnya struktur berdekatan 2. Sarkoma orbita Neurofibromatosis (gen NF-1/kromosom 17q11) : sarkoma neurogen.Ca hepar : Afrika Barat dan Selatan Ca nasofaring : China Ca buli-buli : Mesir Insiden rendah : Ca kolorektal : Afrika (kulit hitam) Ca prostat/mamma : Jepang Ca serviks uteri : Jahudi Ca kulit : Kulit hitam 2. melanoma Anemia Fanconi : leukemia. kanker/tumor otak 5. Perdarahan 4. squamosa. Lingkungan 4. feokromasitoma Poliposis kolon familial (gen APC / kromosom 5q21): Ca kolon. displasi : endometrium. paratiroid. neuroma akustika. Aktivitas fungsional : sintesis hormon 3. keratosis solaris Adenoma tubuler dan vilosa kolon Dampak tumor terhadap tuan rumah 1. pankreas MEN II : Ca medular tiroid. polip adenomatosa Sindroma Peutz-Jeghers : Ca kolon ? MEN I : Tumor kelenjar hipofise. bronkus Gastritis kronik atrofi. Infeksi sekunder 5. Umur 3. limfoma Sindroma Bloom : leukemia akut Ataksi telangiektasi : leukemia akut. hipernefroma. sarkoma. Gejala akut : ruptur atau infark . Keturunan/genetik Kelainan kanker/ prakanker herediter Autosom dominan Retinoblastoma (gen Rb1/ kromosom 13q14): retinoblastoma. kolitis ulseratif kronik Lekoplakia. tumor otak Autosom resesif Xeroderma pigmentosa : Basalioma. feokromasitoma Tumor Wilms (gen WT-1/kromosom 11p13): tumor wilms Sindroma kanker familial : adenokarsinoma (kolon dan endometrium) Kanker payudara berkaitan dgn neoplasma ganas lain (BRCA1 dan 2): Ca payudara.

klinis. Makroskopis 1. Jinak 2. noduler. Penentuan stadium tumor -Clinical staging : cTNM -Pathological staging : pTNM 3.Patologi kanker A. Penentuan status penampilan (performance status) -WHO -Karnofski 4. Rencana pengobatan 5. Bentuk Plaque Melanoma. adamantinoma Derajat diferensiasi G1 : diferensiasi baik G2 : diferensiasi sedang G3 : diferensiasi jelek G4 : tidak berdeferensiasi (anaplastik) Penatalaksanaan 1. Jaringan Masenkim 3. Pelaksanaan terapi 6. Jaringan tropoblast dan embrional 4. Ganas : insitu. basalioma. Evaluasi . Campuran Sifat tumor 1. granuler. Bentuk Campuran 5. lab. Tanpa bentuk Leukemia B. Menegakkan diagnosis -Lokasi tumor primer : krteria ICD dari WHO -Diagnosis klinis : anamnesis. Mikroskopis Histogenesis 1. ditutupi jaringan nekrosis Tepi meninggi Rapuh dan mudah berdarah Sering sebagai bagian dari suatu tumor yg lebih besar 4. Bentuk Nodus-tumor Padat / masif : keras atau lunak Kista Campuran 3. carsinoma yg kecil 2. Ro. invasive 3. dll 2. Jaringan epitel 2. Borderline : basalioma. Bentuk Erosi-ulkus Sifat : Bentuk/batas tidak teratur Permukaan tidak rata.

Multidisipliner 3. manipulasi saraf Terapi bantuan 1. narkotik. Radiation oncology -Lokal. Fraktur -Reposisi-fiksasi-imobilisasi 2. Hormonal terapi -Tumor yg luas dan hormonal dependent Adjuvant (tambahan) 1. Nyeri : -Analgetik. Nutrisi : perbaiki fisik penderita 2. dapat berjalan. tidak mampu bekerja aktif. Chemotherapy 3. Psikoterapi : mengutakan mental penderita Terapi sekunder -Terapi penyakit yang menyertai Status Penampilan (performance status) Who Karnofsky 0 90-100 Ambulatoar. Terapi sesuaikan dengan keadaan penderita 5. Transfusi : koreksi anemia 3. akupuntur. sistostomi 3. Fisioterapi : perbaiki fisik penderita 4. lokoregional — operable 2. > 50% waktu bangunnya 3 30-40 Tidak dapat jalan. radiosensitif 3. tampon. terpadu dan holistik 2. ligasi arteri 4.Prinsip Pengelolaan 1. Secara manusiawi. Seumur hidup di follow up 6. Hormonal therapy Terapi tambahan lain 1. Beri informasi tentang penyakitnya kepada penderita dan keluarganya dan tindakan yg akan diambil Jenis terapi Terapi Utama 1. lokoregional — inoperable. hipnose. > 50% waktu bangunnya berada . dapat bekerja. Obstruksi -Usus : reseksi usus atau bypass -Trachea : trakeostomi -Urethra : kateter. tanpa halangan 1 70-80 Masih ambulatoar. lalu terapi 4. ada keterbatasan secara fisik. Radiotherapy 2. aktivitas tidak terganggu. stadium. Surgical oncology -Lokal. Tentukan diagnosis. dapat memelihara diri sendiri. Infeksi -Antibiotik 5. mampu memelihara diri sendiri. Perdarahan -Transfusi. dapat bekerja ringan 2 50-60 Masih ambulatoar. Medical oncology -Metastase atau kemosensitif/responsif 4.

misal radioterapi Metastasektomi Kedaruratan onkologis -Ligasi arteri : perdarahan -Trakeostomi : obstruksi jalan napas -Reseksi usus : obstruksi/perforasi usus Rekonstruksi dan rehabilitasi .ditempat tidur/kursi roda 4 10-20 Tidak mampu memelihara diri sendiri. tidak dapat bangun. walaupun kematian belum mengancam Pasien sakit berat & hanya berada di tempat tidur 20 Sakit berat. colitis ulcerativa -Orkidektomi : undesensus testis -Subkutan mastektomi : familial breast cancer -Ovarektomi : familial ovarial carcinoma Operasi Debulking : Untuk mengurangi kesan tumor sehingga mudah dikontrol dengan terapi lain. 50% berada di tempat tidur. hrs dirawat di RS. perlu pengobatan pendukung secara aktif 10 Mendekati ajal. tetapi dapat berdiri 40 Lemah dan memerlukan perawatan serta bantuan khusus 30 Tak mampu bangun. proses ke arah kematian berjalan dengan cepat 5 Meninggal Indikasi Operasi Indikasi Diagnostik Biopsi -Bajah (FNA) : sitologi -Tru cut needle biopsy (jarum besar) : histopatologi -Biopsi insisi -Biopsi eksisi Frozen section (vries coup) Operasi eksplorasi Indikasi Terapeutik Kuratif : Untuk penyembuhan Paliatif : Mengurangi penderitaan Profilaksis -Kolektomi : poliposis koli. keluhan (-). tak ada tanda-tanda penyakit 90 Dapat menjalankan aktivitas dgn gejala penyakit minimal 80 Aktivitas normal dgn usaha Beberapa tanda dan gejala penyakit Tak mampu bekerja aktif 70 Dapat mengurus diri sendiri Tak dapat mengerjakan kegiatan normal sehari-hari atau pekerjaan aktif 60 Sesekali memerlukan bantuan 50 Banyak memerlukan bantuan dan perawatan medis Tak mampu mengurus diri. harus dirawat di RS. seluruh waktunya dihabiskan di tempat tidur/kursi roda Karnofsky Dapat melakukan aktivitas sehari-hari normal Tak memerlukan perawatan khusus 100 Normal.

Melanoma maligna Efek lokal radiasi Kulit : radiodermatitis. ovarium . ulkus Gonads : sterilitas. Wilm’s tumor. buli-buli. Penyakit organ vital (koma. Operasi kuratif sebaiknya hanya satu kali 5. rektum Postoperative -Ca paru dengan metastasis di kelenjar mediastinal -Seminoma. medulloblastoma. Epidermoid karsinoma Adenokarsinoma (mamma. Neurogenic sarcomas Osteosarcoma. infeksi. atrofi. hipertensi. Chondrosarcoma. tumor Cukup peka : Otak . dekompensasi kordis) 3. metastase positif. ditempat tidur saja Dasar Teknik Pembedahan 1. myelitis Radioterapi sebagai ajuvant pembedahan Preoperative -Carsinoma laring. limfisarkoma Hodkin’s disease. buli-buli. pembuluh darah besar Kepekaan tumor terhadap radioterapi Tumor ganas hemopoetik : myeloma.Kontraindikasi Operasi 1. Seminoma. nekrosis Paru : pneumonitis. Lapangan operasi harus cukup luas 8. harapan hidup pendek 2. pisau 2. ulserasi GI : edem. epitel germinativum Peka : Kulit. Pengangkatan jaringan tumor secara tajam : gunting. tulang. Bekas operasi atau FNA harus disertakan Kepekaan jaringan terhadap radioterapi Sangat peka : Sumsum tulang. ulkus. insufisiensi renal Bladder : disuri. perforasi Ginjal : nefritis. menapause RES : limfopenia. endometrium. pansitopenia Tulang : pertumbuhan lempeng epifise terhambat. kelenjar endokrin) Soft tissue sarcoma. fibrosis Jantung : perikarditis. Lapangan operasi harus bersih dari darah (blood less) 4. Stadium lanjut . katarak Saraf : edem otak. striktur. retinoblastoma -Sinus paranasalis. soft tissue sarcoma/liposarkoma. sumsum tulang belakang Kurang peka : Otot. Sedikit mungkin menyentuh tumor (no touch technic) 6. esofagus. epilasi. Ewing’s sarkoma Basal sel karsinoma. Kwalitas hidup jelek. mukosa usus. diare. uterus. endometrium -Metastasis ca epidermoid nodus limfatik di leher. Jaringan sehat sekitarnya harus diangkat 3. miokarditis Mata : konjunktivitis. Pengangkatan tumor bersama metastase regional harus satu kesatuan 7. disgerminoma. GI. hepatitis. ginjal.

Jenis Terapi Hormonal Tumor Jenis terapi Ablatif Op/radiasi Terapi Aditif Hormon Antihormon Lain Prostat Payudara Endomet. fisik/Ro/laboratoruim negatif Respon sebagian / partial response (PR) Metastasis mengecil minimal 50% Tidak ada perubahan / no change (NC) Tidak ada perubahan (pengecilan kurang dari PR tidak terukur) Penyakit memburuk / progressive disease (PD) Terjadi pembesaran. muncul tumor baru/metastasis baru . Tiroid Leukemia Limfoma Orkidektomi Ovarektomi (adrenalektomi.tiroid Steriod Steroid Penghambat steroid Antiandrogen Antiandrogen Antiestrogen Penghambat steroid LHRH Agonis LHRH Agonis Respon Pengobatan Respon lengkap / complete response (CR) Semua metastasis hilang. hipofisektomi) Estrogen Progesteron Progesteron Androgen Steroid Progesteron H.

Kekurangan intake kalori -Gangguan menelan : esofagus. Prevensi 2. Mengurangi morbiditas dan mortalitas 4. kardia -Saluran cerna terganggu : kapasitas gaster berkurang. Sindroma vena cava superior -Akibat limfoma. Deteksi dini 3. Diagnosis 4. radioterapi. Nyeri kepala dengan tanda fokal 5. mediastinum. kemoterapi. metastasis di mediastinum (ca mamma dan paru) B. Ascites 7. Menyembuhkan penyakit kanker 3. Terapi 5. gangguan faal hati C. mual. Nyeri / fraktur tulang 4. kemoterapi / steroid / splenektomi 2. Dispnu -Akibat kelainan paru-jantung : tumor di bronkus. Nyeri pada Kanker Biasanya timbul pada tahap lanjut akibat infiltrasi ke jaringan peka rangsang atau karena komplikasi D. Infeksi/sepsis -Nekrosis.PENANGGULANGAN Tujuan : 1. Rehabilitasi 6. muntah : paraneoplastik dari tumor (kanker memproduksi protein yg menekan nafsu makan). Kebutuhan kalori meningkat -Metabolisme tumor -Infeksi 2. Memperbaiki kwalitas hidup Cara : 1. ulkus : tempat masuk kuman -Daya tahan menurun : tumor (metastasis ke sumsum tulang). Follow up MASALAH KHUSUS PADA KANKER A. Mencegah timbulnya kanker 2. pengobatan lain. erosi. efusi pleura/ascites 3. Perawatan pada Akhir Masa Hidup Sebaiknya penderita dirawat di rumah . Komplikasi dan Masalah akut 1. Keadaan Gizi Keadaan gizi penderita kanker berangsur memburuk sampai penderita kaheksia Penyebab : 1. Mengurangi penderitaan dan invaliditas 5. Keadaan abdomen akut 6. ileus -Anoreksia.

arthritis penyerta -trombosis vena dalam. lesu -Mual. muntah. inkontinensia -Disfagi. anoreksia. dekubitus E. insomnia.Kematian penderita kanker umumnya akibat metastasis yang menimbulkan gangguan faal salah satu organ vital Ada 2 hal yang sulit dijawab pada penderita kanker : kapan penderita meninggal ? dan apa yang menjadi penyebabnya ? Keluhan dan gejala pada akhir penderita kanker : -Penurunan BB. ascites. Tahap penyangkalan -Menyangkal bahwa ia menderita kanker 3. spasme otot. migren. Tahap kompromis/tawar-menawar 5. Nyeri akibat kanker -Nyeri pada kanker terjadi akibat -Infiltrasi tumor ke periosteum -Perangsangan peritoneum/pleura -Infiltrasi saraf atau kompresi saraf -Infeksi/ulkus -Peninggian tekanan intrakranial yang memberi respon terhadap opium -nyeri dari jaringan lunak -nyeri dari organ dalam yang sedikit/tidak memberi respon terhadap opium -nyeri tulang -nyeri radikuler -nyeri disestetik -nyeri kepala akibat tumor otak -nyeri akibat regangan kapsul hati -nyeri akibat ulkus ganas yang terinfeksi -nyeri akibat peradangan pada panggul -spasme otot 2. konstipasi. Tahap pengharapan -Masih mengharapkan kesembuhan. sesak napas. edem. ulkus dekubitus. Tahap pemberontakan/kemarahan 4. penyakit / sindrom lain . nyeri. Proses Duka Cita Dukacita akan dirasakan oleh penderita dan keluarga sejak disadari bahwa prognosis penyakitnya infaust Tahap reaksi penderita dan keluarga 1. batuk. efusi pleura. kelainan muskuloskeletal. Nyeri yang tidak berkaitan langsung dengan kanker -konstipasi. retensi urin. Tahap penerimaan PENATALAKSANAAN NYERI KANKER Biasanya timbul pada tahap lanjut akibat infiltrasi ke jaringan peka rangsang atau karena komplikasi Penyebab 1. Tahap depresif 6. sekalipun sudah tahu penyakitnya 2.

NSAID -terutama untuk metastasis ke tulang -oral. parenteral. Parasetamol -oral atau rektal.3. 1 gr tiap 4-6 jam 3. keadan lemah . perforasi lumen Terapi Farmakologis -Pemberian obat sebaiknya/seharusnya diberikan sebelum ada nyeri -Sebaiknya oral. disfagi. Asetaminofen -4-6 x 500 mg. Oksikodon -supositoria 30 mg -dosis 30 mg tiap 8 jam 4. sebaiknya mulai dengan dosis rendah 2. infeksi -obstruksi lumen. rektal. antiinflamasi kurang 4. Dehidrocodein 3. fibrosis. Akibat pengelolaan -pasca bedah : luka. Dextropropoksifen -biasanya kombinasi dengan parasetamol -600 mg/hari Opioid kuat 1.narkotik kuat -dengan / tanpa ajuvant Nyeri sedang -NSAID . Codein : 50 -100 mg tiap 4 jam 2. Aspirin -4 x 900-1300 mg. antiinflamasi yang baik 2. Akibat komplikasi -fraktur. narkotik ringan (codein) -dengan/tanpa ajuvant Nyeri ringan -NSAID (aspirin) -dengan/tanpa ajuvant (ansiolitik. bila tidak memungkinkan beri secara parenteral -Indikasi parenteral : -gangguan menelan (kelemahan akibat kanker lanjut) -muntah yang menetap/membandel.antidepresan) Analgetik non-opioid 1. tinctur 2 mg/5 ml -dosis 5 mg tiap 30-60 menit sampai nyeri hilang -tidak untuk orang tua. neuralgia -pasca radiasi : reaksi inflamasi. neuropati 4. Metadon -tablet 5 mg. sebaiknya dosis tunggal Opioid lemah 1. Morfin -merupakan pilihan. obstruksi intestinal -koma Nyeri berat -NSAID.

3.5 mg Frekwensi pemberian -setiap 4 jam -orang tua. levorfanol Pedoman terapi morfin Dosis awal (bentuk eliksir) -dosis : 10 mg -orang tua 65-80 thn. esofagus -limfedem -paralisis. hidromorfin. dexametason Untuk analgetik Dosis 24 jam Tumor otak Tekanan radiks saraf Kompresi medulla spinalis Nyeri akibat regangan kapsul hati Untuk mengurangi tekanan -obstruksi trakhea/bronkhus utama -obstruksi vena cava superior. sebelum dosis ditingkatkan Cara peningkatan dosis -100% untuk dosis kurang dari 20 mg -50% untuk dosis kurang dari 100 mg -33% untuk dosis lebih dari 100 mg Peralihan ke tablet morfin lepas lambat. frekwensi tetap Prinsip supositoria morfin sama seperti eliksir morfin Perinsip morfin parenteral sama dengan eliksir kecuali: Dosis adalah 50% dosis oral equivalen Pemberian subkutan lebih baik dibanding im Tidak ada batas dosis morfin Dosis analgetik adalah dosis berapapun yang menghilangkan nyeri Steroid obat pilihan-Untuk mengurangi udem peritumor. disfagi akibat tumor otak Lain-lain -perangsangan nafsu makan 8-16 mg 8-12 mg . takut diberi morfin : 5 mg -orang tua > 80 tahun : 2. Dextromoramid. gangguan ginjal. sirosis setiap 6-8 jam Hasil terapi ditunggu 24 jam. bila kebutuhan eliksir telah ditentukan -dosis tablet lepas lambat setiap 12 jam : 50% dosis eliksir harian Eleksir morfin harus ada untuk mengontrol serangan nyeri Dosis penyelamat : 20% dosis morfin harian total dengan meningkatkan konsentrasi eliksir. jika perlu hingga 50 mg/5ml Jika serangan nyeri terjadi berulang kali Dosis tablet lepas lambat dapat dinaikkan. Oksikodon -supositoria 30 mg -dosis 30 mg tiap 8 jam 4.

anus. pria : wanita (2:1). Belanda sekitar 25%. kulit putih lebih banyak. . vulva -Blok anastesi : dekubitus KULIT – JARINGAN LUNAK TUMOR GANAS KULIT Pendahuluan Sekitar 6. Benzodiazepin 8. Klorpromazine. Usia sekitar 40-70 tahun. merupakan urutan ke 3 setelah karsinoma serviks dan payudara.sakralis/ kauda equina : nyeri perineum. Fenitoin : 100-300 mg/hari 3. Australia 50% (urutan pertama).9% -Ca sel basal : 32. blok kaudal : tenesmus -Blok n. Haloperidol -1-3 mg/hari (sekali atau 2x/hari) 6.8% dari seluruh keganasan -Ca sel squamosa : 42. Amitriptilin.8-12 mg 6 mg 6-12 mg 6-12 mg 6-8 mg 8-16 mg 2 mg Kombinasi obat -Opioid dengan non-opioid -Opioid dengan -hydroxyzine 100 mg (antihistamin) -dexedrine 10 mg (amfetamin) -Morfin dengan kokain 10 mg Adjuvant 1. imipramin : 10-75 mg/hari 4.9% -Undifferentiated : 1. perut -Simpatektomi lumbalis.7% -Tumor adneksa : 6. Klonazepam -2-4 mg/hari Non-farmakologis -Blok ganglion coeliacus : nyeri dalam perut (misal kanker pankreas) -Blok interkostal : nyeri dinding dada. Karbamazepin -100 mg/hari (7-10 hari) terutama nyeri fantomlimb 2.4% -Jaringan limfoid : 1.1% -Pembuluh darah : 0. lunak: 3.9% Indonesia sekitar 8%.1% -Sarkoma jar. proklorperazine. Methotrimeprazine -15 mg/hari/im 7.9% -Melanoma : 10. metoklorpramide 5.

Pemeriksaan penunjang Penatalaksanaan 1. Pemeriksaan fisis 3. hemangiopericytoma. Radioterapi 3. Sinar ultraviolet Menyebabkan kerusakan daya regenerasi DNA inti 2. Kurangnya lapisan pigmen Misal. asia) Iritasi kronis : infeksi kronis. Kelainan prakanker : -Keratoakantoma -Keratosis solaris/senilis -Hyperplasia pseudoepitelioma -Warty diskeratoma -Leukoplakia -Florid papillomatosis -Xeroderma pigmentosus -Ulkus marjolen (kronik) -Fistel kronik. trauma kronis akibat tidak memakai alas kaki 3. benzen. Tumor ganas lain : mycosis funguides. lakukan biopsi (anastesi umum atau regional) -Lakukan wide excision. Pembedahan 2. Human papilloma virus 7. skar Klasifikasi Nonmelanotik 1. Basal cell carcinoma (BCC) 2.… Melanotik Melanoma maligna Diagnosis 1. Kemoterapi 4. Kaposis sarkoma. Pemeriksaan histopatologis 4. melanoma banyak ditemukan pada lapisan yang kurang pigmen pada telapak kaki. Squamous cell carcinoma (SCC) 3. adenokarsinoma kelenjar sebasea.Etiologi Multifaktorial ? 1. Anamnesis 2. volar tangan (ras negro. Radiasi sinar X 4. Genetik/hormonal 6. arsen 5. bila histologik ganas -KGB -bila histologik mengandung metastasis : diseksi -negatif : lakukan diseksi elektif atau follow up ketat -inoperabel : radiasi dan atau kemoterapi -Kelainan prakanker obati secara tepat . skar luas. fibrosarkoma. Lain-lain -Elektrodiseksi dan kuretase -Cryosurgery nitrogen cair beku -Chemosurgery : menggunakan pasta zinc chloride Prinsip Pengobatan : -Usahakan temukan tumor secara dini -Bila ditemukan. Karsinogen kimia Ter.

nasolabial. lokal (intraarterial infusion/perfusi regional) atau sistemik bila tumor difus dan metastasis jauh Prognosis Ditentukan oleh : 1. pinggir mirip mutiara/mengkilat Puncak cekung/berlekuk. hidung. Pengobatan primer BASALIOMA Pendahuluan Nama lain : Basal cell carcinoma. tetapi menyebabkan destruksi setempat PA : massa sel bentuk poligonal. nekrosis. penebalan dengan pertandukan. Dalamnya infiltrasi 3. chemosurgery hanya untuk tumor kecil -Sering basalioma (radioresisten) dengan radioterapi memberi hasil yang baik -Kemoterapi topikal (zalf 5FU). cepat timbul ulkus (ulkus dengan . mulai nodul kecil. tumbuh lambat Bentuk noduler/infiltratif. tumbuh eksofitik. inti oval. ekstrimitas 15% Terutama kulit kepala. badan 10%. jarang metastasis jauh. bibir Jenis Solid (eksofitik) Pigmented Morphealike basalioma : sering residif Cicatricial basalioma Field fire basalioma Superfisial basalioma Terapi Pembedahan. kromatin halus. mulai sebagai kutil berkelompok (warty). kelopak mata. ulserasi. pada tingkat lanjut disebut ulkus rodens (pinggir mirip gigitan tikus) Pertumbuhannya lambat. Ukuran dan lokasi tumor 2. radioterapi atau kombinasi KARSINOMA PLANOSELULARE Nama lain : Squamous cell carcinoma Berasal dari sel lapisan spinosum Klinis Sering didahului oleh lesi prakanker Bentuknya bervariasi Bentuk veruka. tumor sel basal Paling sering ditemukan dari semua tumor ganas kulit Berasal dari sel lapisan basal atau lapisan luar sel folikel rambut Klinis Besar tumor bervariasi. transparan/kelabu merah/kadang kehitaman. sifat invasi setempat. halus. pinggir sitoplasma sulit ditentukan dan bagian pinggir sel tersusun palisade Lokasi Kepala-leher 75%.-Cryosurgery.

hiperplastik. tulang. ekstrimitas 30% Terutama pipi. mitosis aktif dan sporadis Lokasi Kepala-leher 65%. eksofitik. hanya epidermis Tumor 2-5 cm. susunan tidak teratur. punggung tangan dan kaki. daun telinga. tanpa memandang dalamnya infiltrasi ke dermis Tumor meluas ke sekitar. infiltrasi minimal ke dermis Tumor > 5 cm. mobil KGB kontralateral/ bilateral. pinggir meninggi/berbenjol. mobil . otot. lidah. mudah berdarah. badan 5%. temporal. permukaan kotor) invasi ke jaringan sekitar. tumbuh agak cepat. sering ada mutiara tanduk Non cornificans : diferensiasi mulai memburuk Undifferentiated/anaplastik Grading Grade 1 : Lebih dari 75% sel tumor berdeferensiasi baik Grade 2 : 50-75% sel berdeferensiasi baik Grade 3 : 25-50% sel berdeferensiasi baik Grade 4 : kurang dari 25% Sistem TNM T Tx Tis To T1 T2 T3 T4 N No Nx N1 N2 N3 M Mo M1 Tumor primer Syarat minimal keadaan tumor tidak terpenuhi Karsinoma insitu Tidak ada tumor primer Tumor < 2 cm.… Mukosa yang dilapisi epitel squamos : bibir. rongga mulut.bentuk tidak teratur. potensi metastasis PA : massa sel epidermis atipik. esofagus Tipe Cornificans : sel tumor diferensiasi baik. dll KGB regional KGB tidak teraba Syarat minimal penentuan keadaan KGB tidak terpenuhi KGB homolateral. sel individu/sekelompok sel mengandung keratin. preaurikuler.

sisanya di kulit normal Perubahan maligna pada nevus : -pertumbuhan cepat -bertambah gelap -bertambah besar -perubahan warna pigmen -bertambah tebal -penyebaran pigmen -bentuk tidak teratur -gatal -terbentuk halo -perdarahan -lesi satelit -ulserasi/mengelupas Lokasi Tungkai bawah (terutama telapak kaki). rambut putih/merah ◦ Predisposisi : paparan sinar matahari. industri kimia).KGB inmobil Metastasis jauh Tidak ada tanda metastasis jauh Ada metastasis jauh atau terbukti ada metastasis di KGB kontralateral. bila tumor primernya di tungkai bawah Terapi 1. Radioterapi Indikasi : -Ada kontraindikasi operasi -Tumor inoperabel -Histologik operasi irradikal 3. Pembedahan -Wide excision : 2-3 cm jaringan sehat sekitar tumor diambil -Radikal diseksi KGB : N3/N3 -Radiasi ajuvant KGB : N3/pN3 2. prognosis buruk. angka mortalitas tinggi.iris) . leher. lingkungan kerja (farmasi. sekitar 67% ◦ Semua usia. mata biru. sindroma nevus displastik Etiologi Multifaktorial ? 1. Sinar ultraviolet 2. di luar kulit (rektum. Iritasi/trauma pada nevus 3. terutama 30-60 tahun (40 tahun) ◦ Lebih sering pada kulit putih/ pucat. Kemoterapi Indikasi : -Sebagai ajuvant pada radioterapi atau pembedahan -Terapi primer bila sudah metastasis jauh MELANOMA MALIGNA Pendahuluan Tumor ganas kulit yang berasal dari melanosit (dari sel neural crest yang mengadakan migrasi ke kulit pada masa fetal) ◦ Sekitar 3% kanker kulit merupakan melanoma ◦ Perjalanannya sukar di prediksi. muka. baik yang berpigmen. Faktor herediter -BK male syndrome Klinis Sekitar 2/3 melanoma berasal dari nevus (jenis dermoepidermal). maupun amelanotik.

badan Pada tipe amelanotik. batas tegas. bagian tengah mengalami regresi Terutama pada kulit yang terpapar matahari : pipi. di batas mukosa dengan kulit Klasifikasi A.75 – 1. mengadakan invasi. disertai indurasi/nodul pada lesi. tumbuh radial. Ketebalan Invasi tumor Clark (1969) Level Interpretasi I II III IV V Terbatas di epidermis (insitu) Invasi papilla dermis Sampai daerah antara papilla dengan retikulum Sampai retikulum dermis (serat kolagen) Invasi sampai subkutis Kedalaman invasi tumor ke lapisan kulit Breslow (1970) level Interpretasi KGB 5 tahun I II III IV V Hiperplasia melanotik atipik Invasi tumor sedalam 0. baik yang terekspos maupun tidak 3. cepat menyebar dan prognosisnya buruk Lokasi terutama telapak kaki. perdarahan. Lentigo Maligna Melanoma (LMM) / Frekle Hutckinson’s melanotik Sekitar 5% dari melanoma Awalnya makula.5 mm > 1. tidak homogen (warna berbeda). tangan.Berdasarkan lesi kulit (Clark-Mc Govern) dibagi 4 tipe 1. serosanguinolen Dapat di seluruh tubuh. coklat-kehitaman. coklat-hitam.75 mm > 0. di bawah kuku. dahi 2. Nodular Lesions/Melanoma Sekitar 15% Tumbuh vertikal (ke dalam). lalu timbul ulkus dengan krusta.5 – 4. warnanya agak putih 4. batas jelas. terutama tungkai bawah. leher. Acral Lentigenous Melanoma (ALM) Sekitar 8% Makula. Superficial Spreading Melanoma (SSM) Sekitar 60-70% dari semua melanoma Pertumbuhan horisontal lalu vertikal (bifasic growht) Bercak dengan warna bervariasi.0 mm > 4. batas jelas. cepat mengadakan metastasis Nodul biru-hitam. batas tegas.0 mm . menonjol di atas kulit. cepat membesar dengan ulkus Lokasi kulit kepala.

Tingkat Klinis AJCC (American Joint Comitte for Cancer) Stadium Interpretasi I II III Tumor terbatas pada kulit Metastasis KGB regional Metastasis jauh NCJ (National Cancer of Japan) Stadium Interpretasi Ia Ib II III IV Terbatas di kulit. Sistem TNM cTNM T N Nx No N1 N4 M Mo M1 Tumor primer (tidak dianjurkan) KGB regional dan juksta regional Syarat minimal tidak lengkap KGB tidak teraba KGB teraba membesar KGB juksta regional teraba Metastasis jauh .3% 6% 32% 60% 95% 85% 60% 45% Ketebalan tumor sesuai dengan ukuran terpanjang dari diameter vertikal tumor dalam mm KGB : metastasis ke kelenjar getah bening 5 tahun : kemungkinan hidup 5 tahun B. infiltrasi jauh ke lapisan kulit Metastasis KGB regional Metastasis KGB lebih jauh Metastasis jauh C. infiltrasi sedikit sel tumor Terbatas di kulit.

Pemeriksaan penunjang Terapi 1.00 mm T4a Satelit T4b Diagnosis 1.00 – 4. Pemeriksaan histopatologis 4. Anamnesis 2.5 – 3. diulang tiap 3 minggu.75 mm III dan atau lebih 0. en bloc bila tumor dengan KGB berdekatan Diseksi KGB profilaktik.00 mm T3b > 4.50 mm T2 > 1.50 – 3. bisa dikombinasi dengan Cisplatinum.75 – 1.00 mm T3a > 3.0 mm KGB regional : tahap pN sesuai dengan N Metastasis jauh : pM sesuai dengan M TNM berdasarkan kombinasi Clark dan Breslow CLARK BRESLOW II III IV V -0.5 mm IV dan atau lebih 1. 5 cm ke arah kranial Amputasi : kadang sangat dibutuhkan Diseksi KGB bila positif. Obat lain: .75 T1 > 0.Tidak ada Ada metastasis jauh pTNM (post surgical class) pT pTx pTis pTo pT1 pT2 pT3 pT4 pN pM Tumor primer Syarat minimal tidak terpenuhi Hiperplasia atipik melanosit (tidak ganas/level 1) Tidak ada tanda tumor Invasi ke papilla (II). Pembedahan Eksisi luas : 3 cm di luar tepi tumor. bila lesi dekat sekali dengan KGB 2.75 -1. tidak lebih 0. Kemoterapi Cara pemberian : -Sistemik: DTIC (Dimethyl triazeno imidazole carboxamide: Dacarbazine) 400 mg/m2/iv hari 1 sampai 3. Pemeriksaan fisis 3.0 mm V dan atau lebih 3.

bau asam) Kista Dermoid Kelainan bawaan yang timbul di daerah fusi embrional kulit. siklofosfamid. Lokasi tumor 2. abdomen. perineum Tumor kenyal. hidroksiurea -RIP (Regional Isolated Perfusion) dengan Melphalan atau Melphalan dengan Actinomycin C dan Nitrogen murstad : untuk lesi di ekstrimitas -Intra Arterial Infusion : untuk lesi di ekstrimitas Indikasi : -Sudah metastasis jauh -Kondisi lokoregional inoperabel -Ajuvant post operative 3. campuran bahan warna putih dan mungkin apendiks kulit (rambut) Kista Epidermoid Dari epitel epidermis yang masuk ke jaringan subkutis akibat trauma Kista dengan dinding tebal. tidak berbau) Biasanya ditemukan pada telapak kaki dan tangan (epidermis tebal. bebas dari dasar. akibat rambut yang berada mid line . batas tegas. usus dan kulit Tidak ada metastasis : angka ketahanan hidup 10 tahun 40-90% KELAINAN LAIN PADA KULIT KISTA Kista Aterom / Sebasea Akibat sumbatan pada muara kelenjar sebasea Terutama ditemukan di daerah yang mengandung kelenjar (tidak pernah ditemukan di telapak tangan/kaki) Tumor bulat. Metastasis -Ke hati. Imunoterapi -Pemberian BCG Prognosis Tergantung : 1. rafe median skrotum. dinding liat/tebal. berisi cairan seperti minyak. ditemukan punkta (muara kelenjar). bebas dari kulit di atasnya. tidak bebas dari dasar. Jenis kelamin 4. dinding tipis/rapuh. punggung. Stadium klinis dan derajat invasi 3. ovarium. pangkal hidung). otak. paru. mudah mengalami trauma) Kista Pilonidal Kelainan kistik pada kulit di daerah sakrokoksigis.vinblastin. berasal dari ektoderm Terutama muka (dahi. berisi massa seperti bubur (massa keratin putih. sudut luar mata. tetapi ada yang sensitif -Sebagai ajuvant post operatif atau radioterapi untuk metastasis jauh/organ 4. melekat pada kulit di atasnya. Radioterapi -Sebagian besar radioresisten. kista berisi sebum (bubur putih-abu.

terletak di subkutis. tidak dapat digerakkan dari dasar. rata. Junctional : bentuk rata. perlahan Faktor yang menyebabkan nevus berdegenerasi : -iritasi kronis : tekanan. rata -bila ada iritasi dapat menonjol -Terapi : eksisi. bila sudah tenang dilakukan eksisi luas Ganglion Berasal dari tonjolan membrana sinovia atau vagina tendineum Terdapat di sekitar sendi. tidak berpigmen (hemangioma) Jenis nevus : 1.menyusup masuk ke kulit oleh pengaruh gesekan Kista sering mengalami infeksi dan terbentuk abses Bisa ditemukan pada lipatan antar jari pemangkas rambut Pada pengemudi jep tentara : jeeps disease Terapi : insisi abses. kasar. menonjol. . tidak menonjol. fossa poplitea Kista dengan dinding tipis. Intradermal : di dermis. menonjol. stasis 2. bergerigi. tumbuh menebal/melebar 3. Compound : paling gelap. bila baik dapat sembuh sendiri Terapi : bedah beku. bebas dari kulit di atasnya. gesekan -sinar ultraviolet Hemangioma Tumor yang berasal dari pembuluh darah Kapiler Kavernosum simpleks flameus -buah arbei -menonjol -merah cerah -ada cekungan kecil -regresi spontan -Terapi : tunggu 6-7 tahun -menetap. berpigmen (nevus melanosit). pergelangan kaki. ekskokleasi Nevus Kelainan bawaan jinak akibat kelebihan/kekurangan unsur kulit Bentuk bulat. berisi cairan bening kental Ganglion besar : kista Baker pasang torniket)Terapi : Eksisi (secara kosong darah Sangat mudah residif TUMOR JINAK Veruka Vulagaris Pertumbuhan epitel akibat virus di kulit (sering di tangan atau jari) Permukaan tidak rata. mengkilap. misal pergelangan tangan. soliter/multiple Bentuk lain : kondiloma akuminata Bila pertahanan tubuh turun dapat di seluruh tubuh.

tato dan laser -bentuk rongga -letak lebih dalam dari dermis -kempes bila ditekan -meluas. rata/menonjol. Rangsang fibroplasia yang berkelanjutan : infeksi kronik. warna abu/coklat/ gelap TUMOR PRAMALIGNA Morbus Bowen Penyakit herediter autosomal dominan Timbul hamartroma multiple dari jaringan ekto. gatal. papiloma mulut . tangan pada orang tua Lesi bulat. puncak ke dalam. permukaan kasar dan rapuh seperti lilin Keratosis Senilis/solaris Daerah terpapar matahari. mirip kembang kol. badan. Lokasi Terapi : kortikosteroid intrakeloid (2-3 minggu sekali). ketegangan waktu penyembuhan. nyeri dan tumbuh progresif Sering pada dewasa muda. Usia pertumbuhan 3. menyebabkan rasa sakit pada saat berjalan Keratosis Seboroika Hiperkeratosis setempat di muka. tekanan lokal kontinu. bahu. aktif. meso. cuping telinga dan wajah Hipertrofi scar : parut tidak melewati tepi luka Predisposisi 1. kulit berwarna gelap Lokasi pada sternum. warna gelap. merah kusam. bentuk bundar Timbul di atas penonjolan tulang Klavus Kalus lokal di plantar pedis/jari kaki yang tumbuh ke dalam Dasar di permukaan kulit. endoderm Papel soliter/multiple. permukaan berkerak/bersisik. benda asing dalam luka. infiltratif -Terapi : ekstirpasi dan embolisasi Keloid Pembentukan jaringan parut berlebih yang tidak sesuai beratnya trauma Parut melewati batas tepi luka. pembedahan Kalus Hiperkeratosis setempat akibat gesekan kronik. pinggang. permukaan verukosa. kemerahan. Ras 5. kulit putih Hiperkeratoris. batas tegas. regangan berlebih 2. Bakat 4. akantosis Batas tegas. melebar tanpa indurasi disertai lipoma multiple. polip saluran cerna. diskeratosis.

luka bakar. herbisida. usia 50 tahun. jarang ditemukan. Trauma : trauma. fraktur 2. asbes : mesotelioma 4. kepala-leher 35% -Lain-lain : retroperitoneal 10% ETIOLOGI Tidak diketahui. Terpapar radium : osteosarkoma. 1% dari semua tumor ganas ◦ Semua umur. klorofenol 3. Zat kimia : vinylklorida. Virus . pada kulit terbuka/terpapar Bercak pigmentasi dikelilingi bercak atrofi pucat. mirip karsinoma squamous Nodul bentuk kubah. teruta 20-40 tahun ◦ Indonesia. salah satu dari 10 kanker terbanyak ◦ Urutan ke-6 dari semua tumor ganas pada anak (terutama rabdomiosarkoma di leher-kepala) Lokasi : -Ekstrimitas inferior 40% -Ekstrimitas superior 15% -Tubuh. terutama wajah. warna sama dengan sekitarnya. osteosarkoma. Pasca radioterapi : fibrosarkoma. mungkin : 1. keratosis. inti hiperkeratosis. pria > sering Tumbuh cepat. glans. preputium Penyakit Cowden : bila banyak hamartroma Eritroplasia Queyrat : morbus Bowen yang kelainannya terutama di mukosa Xeroderma Pigmentosum Resesif sex linkage. parenkim atau viseral ◦ Mempunyai kemampuan infiltrasi cepat ke jaringan sekitar dan sering rekuren setelah tindakan bedah dilakukan ◦ Jarang ditemukan. papillmatous Kornu Kutaneus Tonjolan jinak mirip tanduk Berasal dari keratosis senilis/solaris Keratoakantoma Pada kulit yang terpapar.Lokasi : mukosa vulva. prognosis buruk Ada defisiensi enzim endonuklease (repair DNA yang rusak akibat sinar ultraviolet) Pada usia muda. retinoblastona : osteosarkoma 6. ukuran beberapa sentimeter Dapat regresi tanpa bekas yang jelas SARKOMA JARINGAN LUNAK Pendahuluan ◦ Tumor ganas masenkim bukan berasal dari tulang. di tengah ada massa keratin. telangiektasi. Faktor predisposisi : ◦ limfedem pasca mastektomi : lymphangiosarcoma ◦ neurofibromatosis (Von Recklinghausen’s): neurofibro-sarcoma ◦ Paget’s dis. malignant fibrous histiocytoma 5.

high grade Kurang (<4/2 mm2)* Agak banyak (4-25/2mm2) Banyak sekali (>25/2mm 2) 92% 70% 45% *banyaknya mitosis pada lapangan mikroskopik 2 mm2 SISTEM TNM T Tx To T1 T2 T3 N No N1 M Mo M1 Tumor induk Tumor tidak dapat dicapai Tidak ada bukti tumor primer Tumor < 5 cm Tumor > 5 cm Infiltrasi ke tulang. swannoma maligna -Vaskuler/limfatik : angiosarcoma. saraf Kelenjar limfe KGB regional tidak mengandung metastasis KGB mengandung metastasis Metastasis jauh Tidak ditemukan Ada metastasis jauh .moderate grade III. tidak jelas : alveolar soft part sarcoma : epithelioid sarcoma : clear cell sarcoma GRADE ◦ Garadasi tumor jauh lebih penting dibanding dengan gambaran histologiknya ◦ Gradasi patologik didasarkan pada banyaknya mitosis dan nekrosis Grade Banyaknya mitosis Ketahanan hidup 5 thn I. lymphangiosarcoma -Jar.low grade II. pembuluh darah. Histiocyt : malignant fibrous histiocytoma -Jar.KLASIFIKASI Berdasarkan asal jaringan : -Jaringan ikat : fibrosarkoma -Skelet : rhabdomyosarcoma -Otot polos : leiomyosarcoma -Lemak : liposarcoma -Sinovial : sinoviosarcoma -Saraf : neurofibrosarcoma.

Tumor jinak jaringan lunak 2. Anamnesis 2.STADIUM Stadium I A : G1T1NoMo I B : G1T2NoMo Stadium II A : G2T1NoMo II B : G2T2NoMo Stadium III A : G3T1NoMo III B : G3T2NoMo III C : GsemuaT1-2N1Mo Stadium IV A : GsemuaT3N1Mo IV B : GsemuaTsemuaNsemuaM1 GAMBARAN KLINIS ◦ Keluhan biasanya tidak ada. MRI. untuk mengurangi nyeri . untuk mengecilkan agar layak bedah -Terapi ajuvant pasca operasi -Terapi paliatif. Lipoma infiltratif 5. hipervaskularisasi. Pemeriksaan penunjang -Radiologis -Foto tulang : mengetahui ada/tidaknya infiltrasi ke tulang -Foto thoraks : metastasis ke paru -Angiografi. termasuk 2 cm jaringan sehat sekelilingnya Radioterapi -Preoperatif. USG DIAGNOSIS BANDING 1. batas jelas ◦ Tumor kecil : sukar dibedakan dengan yang jinak ◦ Tumor besar : infiltasi sekitar. Pemeriksaan histopatologis -Biopsi insisi : bila ukuran tumor > 3 cm -Biopsi eksisi : bila tumor < 3 cm 4. kecuali bila sudah membesar dan menekan/tarikan saraf atau otot ◦ Benjolan tanpa nyeri. ada metastasis regional/jauh DIAGNOSIS 1. kapsul ada. Miositis ossifikans 4. Kelainan fibrosa proliferatif 3. pada perabaan hangat. tanpa tanda radang . limfangiografi -CT Scan. metastasis karsinoma Patut curigai dan perlakukan sebagai tumor jaringan lunak : -Tiap ganglion pada lokasi yang tidak lasim -Tiap lipoma yang tidak lunak seluruhnya -Tiap kista aterom yang lain dari normal TERAPI Pembedahan -Reseksi radikal. Pemeriksaan klinis 3.

G2 atau G3 -Sel nekrosis (dinilai pada saat pemeriksaan patologis) Untuk mendapatkan angka ketahanan hidup yang tinggi perlu : -Kerjasama multidisipliner -Diagnosis klinis yang tepat -Strategi pengobatan yang tepat.TNM TERAPI Pembedahan Syarat : -Tumor harus terangkat semua -Batas sayatan harus bebas sel tumor ganas Cara : 1. Eksisi luas radikal (radical wide excision) -KGB + dan G3 Pemilihan strategi pembedahan tergantung pada : 1.-Bila ada kekambuhan lokal Kemoterapi -Untuk pre dan pasca bedah -Terdiri dari : -Adriamisin. tergantung pada : -evaluasi PA pasca bedah -evaluasi derajat keganasan -perlu/tidaknya terapi ajuvant PROTOKOL SARKOMA JARINGAN LUNAK PENENTUAN STADIUM Berdasarkan TNM (UICC 1987) 1. Klinis 2. MRI 5. Ukuran tumor . Ifosfamid -DTIC ( dimetil triazeno imidazol karboksimide) Metastatektomi -Untuk metastasis ke hepar PROGNOSIS Tergantung dari : -Ukuran tumor : kurang atau lebih 5 cm -Lokasi tumor : proksimal atau distal -Kedalaman tumor : superfisial atau profunda -Derajat keganasan : G1. Radiologis -Foto tulang : mengetahui ada/tidaknya infiltrasi ke tulang -Foto thoraks : metastasis ke paru 3. Eksisi luas lokal (local wide excision) -Untuk tumor terlokalisir dan G1 2. CT Scan 4. p.

Grade 4. Lokasi tumor 3. palatum ETIOLOGI -Belum diketahui. 30-40% dari keganasan kepala dan leher ◦ Asia tenggara insidennya cukup tinggi akibat kebiasaan merokok. bibir (terutama bibir bawah). Limb Saving Surgery Tidak dianjurkan di RS daerah karena butuh ajuvan kemoterapi. dasar mulut. Lain-lain Bila N+ dan masih operable. Hemipelvictomi 4. multifaktorial ? Faktor predisposisi (Wynder 1957. Sebagai terapi ajuvan post operatif (bila PA : G III-IV) 3. gingiva. maka dilakukan diseksi radikal kelenjar Radioterapi/kemoterapi Diberikan bila : 1. mengunyah sirih dan tembakau. Barat pria > ◦ Sekitar 2-5% dari seluruh keganasan. Umur penderita Prosedur : 1. Penderita menolak pembedahan Residu tumor + (pada pemeriksaan patologi anatomis) Tindakan : Re-eksisi : Radioterapi/kemoterapi. baik sebelum maupun sesudah operasi 5.2. mukosa pipi. India 20-30%. Tumor in-operabel 2. Indonesia 3. dan lain-lain 1% (adenokarsinoma/adenoid cystic carcinoma/undifferentia-ted carcinoma/ limfoma) Predileksi : lidah (terutama 2/3 bagian depan. bila menolak re-eksisi Tumor Residif Terlebih dahulu tentukan : -Operable/inoperable -Lalu biopsi insisional untuk diagnosis pasti Terapi : -Operable : eksisi luas -Inoperable/menolak operasi : radioterapi/kemoterapi KEPALA DAN LEHER TUMOR GANAS RONGGA MULUT PENDAHULUAN ◦ Untuk daerah yang berbeda mempunyai insiden yang berbeda ◦ Usia 40-70 tahun (55-65).5% ◦ Karsinoma squamosa 90-97%. Amputasi 2. Vogler 1962) : 1. Fore Quarter Amputation 3. Faktor ekstrinsik -Merokok -Alkoholisme -Mengunyah sirih/tembakau/betel . sisi lateral . basalioma 2-3%. Indonesia pria : wanita.

sekitar 14% -Mandelson (1977) : 4% meninggal akibat metastasis jauh KGB Ragang atau keganasan Submental Submandibuler Servikal atas Servikal tengah Servikal bawah Retroclavikuler Oksipital Segitiga posterior Bibir bawah. dll 2. kulit Bibir bawah. lidah 1/3 tengah 30%. hipofaring Pangkal lidah. esofagus. rongga mulut. saluran cerna atas Kulit tengkorak Nasofaring. paru. 1/3 belakang 63% Hematogen -Jarang terjadi. lambung Paru. laring. hipofaring.-Iritasi sinar matahari/kronik lain -Kebersihan mulut. tiroid SISTEM TNM T T1 T2 . tiroid Hipofaring. orofaring. hipofaring. rongga mulut. Faktor intrinsik -Genetik -Imunosupresi -Kekurangan gizi -Lues -Leukoplakia/eritroplakia. tiroid. kulit wajah Rongga mulut. dll PENYEBARAN Perkontinuitatum -Karsinoma lidah : infiltrasi otot lidah sampai basis dan dasar mulut (bentuk eksofitik prognosisnya lebih baik) -Karsinoma dasar mulut : infiltrasi sekitar sampai tulang mandibule -Karsinoma mukosa pipi : infiltrasi m.pterigoideus sehingga sukar bicara Limfogen -Stasiun pertama : KGB submandibularis dan subdigastrikus -Saat pertama didiagnosis (Zagar) sudah 35-40% metastasis ke KGB jugulodigastrik dan submandibula -Keganasan lidah 1/3 depan : kemungkinan ke KGB 29%.

tunggal < 3 cm. ekstensi ke tulang. kontralateral/ bilateral mobil Terfiksir Metastasis jauh Tidak ada Ada metastasis STADIUM KLINIS Std TNM Harapan hidup 5 thn Std I Std II Std III Std IV T1 No Mo T2 No Mo T3 No Mo. mobil Homolateral.T3 T4 N N1 N2 N3 M Mo M1 Tumor primer < 2 cm 2 – 4 cm > 4 cm > 4 cm. tunggal > 3 cm. Tsemua N2-3 Mo. erosi mukosa kronis yang tidak sembuh -Indurasi tumor akibat infiltrasi ke sekitar dan lebih dalam yang dirasakan sebagai pembengkakan -Ulkus atau kelainan lain dalam mulut disertai pembesaran KGB leher -Lesi di mulut dan sukar buka mulut -Ada gambaran lekoplakia/eritroplakia dengan faktor resiko Gejala -Nyeri : akibat infiltrasi (saraf) dan ulserasi -Foetor ex ore : mulut bau akibat jaringan nekrosis . TsemuaNsemuaM1 75-95% 50-75% 25-50% <25% Tidak berlaku untuk karsinoma squamosa dari kulit dan melanoma. keganasan tiroid dan sistem limfe GAMBARAN KLINIS Curiga bila ditemukan kondisi berikut -Ulkus. T1-3 N1 Mo T4 No-1 Mo. otot dan kulit Pembesaran KGB Homolateral.

mukosa normal dengan abses kecil 4. tomogram paru -Lain-lain TERAPI Tujuan pengobatan 1. ditutupi keratin DIAGNOSIS 1. Mempertahankan fungsi kosmetik seoptimal mungkin Faktor yang mempengaruhi 1. Pemeriksaan penunjang -Pemeriksaan dengan Toluidin blue 1% -Foto polos. deviasi lidah -Disfoni : sulit berbicara -Suara serak -Benjolan di leher Gambaran lesi 1. mobilitas 3. warna. Menghilangkan penyakit 2. grading.-Hipersalivasi : akibat rasa nyeri -Disfagi -Ankiloglosia : lidah kaku tidak bisa dijulurkan. Histopatologis -Biopsi : diagnosis pasti : setiap kelainan yang tidak sembuh selama 2 minggu usahakan biopsi -FNA : ketepatan diagnosis sekitar 86% 4. tepi meninggi 2. dasar dan sekitarnya padat. Tipe Infiltratif (benjolan) -Berlobus. Faktor penderita -Keadaan umum -Penyakit yang menyertai -Keadaan psikis dan sosial 3. Tipe Eksofitik -Benjolan meninggi. subtipe. USG. Tipe ulseratif -Ulkus. Pemeriksaan Fisis -Tentukan letak. Mengembalikan fungsi fisiologis 3. sekitar padat 3. liver scanning. CT. diferensiasi sel -Lokasi tumor -Stadium klinis dan karesteristik pertumbuhan 2. permukaan tumor -Gerakan lidah. Anamnesis 2. Faktor sarana dan prasarana dan keahlian tenaga medis . Tipe fissura -Berupa celah yang dalam. deviasinya -Ukuran. MRI -Bone scanning. Faktor tumor -Tipe histologi.

Pembedahan -Eksisi luas. sehingga dapat dioperasi. bleomycin. Mandibulotomi -Untuk dasar mulut belakang. Visor flap -Insisi mandibula dari kanan ke kiri melalui seluruh ketebalan hingga bibir dan pipi dapat dilepaskan dari mandibula dan mencapai rongga mulut Rekonstruksi post operatif -Penutupan primer : untuk lesi kecil -Dengan split thickness skin graft -Skin flap : deltoidepectoral flap. sternocleidomastoideus -Osteomyocutaneus pectoralis major flap -Microvascular flap Radioterapi -T1 dan T2 : beri hasil yang hampir sama dengan pembedahan -Dosis 5000-6000 rad Kemoterapi -Terapi ajuvant atau paliatif untuk yang bermetastasis -Kombinasi obat : -cys-platinum. oncovin. trigonum retromolar -Post operatif pasang wire atau miniplate 4. methotrexate. rotation tongue flap. tetapi batas tumor jadi kabur -Radiasi postoperatif : basmi sel tumor sisa di tempat operasi dan mengontrol metastasis di KGB PROGNOSIS Prognosis ditentukan oleh : . Membuat flap pipi (atas dan bawah) 3. oncovin -cys-platinum. eksisi luas + MRND -Eksisi luas dilakukan 2-4 cm dari batas tumor (hasil frozen section) -Diseksi leher bila KGB positif (mikro) dan mobil -Pada lesi yang berdekatan dengan mandibula (Loree dan Strong) menganjurkan : mandibulektomi marginal Tehnik pembedahan dipengaruhi oleh -Lokasi tumor dalam mulut : di depan atau belakang -Ukuran tumor (T) -Keadaan KGB Macam pendekatan 1. eksisi luas + RND. Peroral -Untuk lesi kecil di bagian depan mulut 2. vinblastin -bleomycin. forehead flap -Myocutaneus flap : pectoral. bleomycin. methotrexate Kombinasi -Radiasi preoperatif : cegah rekurensi dan mengecilkan tumor primer. trapezius. dasar lidah.

Letak tumor 2. tidak nyeri. berkapsul. tumbuh lambat (dapat menjadi besar sekali bila dibiarkan). tidak ada gangguan saraf facialis. Stadium tumor 3. 25% tumor parotis adalah ganas -Yang paling sering adalah mucoepidermoid carcinoma . Metastasis -Harapan hidup 5 tahun : 40-65% -Stadium I : 65-75% (bila dilakukan eksisi luas) Harapan hidup 5 tahun (Mendelson) KGB + KGB Gingiva Dasar mulut Lidah 55% 38% 26% 85% 75% 78% KELAINAN PADA KELENJAR LUDAH TUMOR JINAK -Lebih sering dibandingkan dengan yang ganas -Sering pada usia > 40 tahun -Terutama mengenai kelenjar parotis -Tumor kelenjar parotis mengukuti aturan 80 : 80% neoplasma parotis. 80% di lobus superfisial Jenis -Adenoma pleomorfic (mixed tumor) -Adenoma monomorfik -Warthin. batas tegas. fibroma. -PA : campuran antara adenoma dengan jaringan miksomatosa -Sering residif bila eksisi tidak adekwat Terapi -Tumor lobus superfisial : parotidektomi superfisial -Di lobus profunda : parotidektomi total TUMOR GANAS -75% terletak di kelenjar parotis. 80% adalah adenoma pleomorfik (mixed tumor).s tumors (papillary cystadenoma lymphomatosum) -Adenoma oksifilik -Tumor mucoepidermoid -Tumor sel asinik -Lain-lain : hemangioma. jinak.neurofibroma Adenoma pleomorfik (mixed tumor) -Benjolan sekitar liang telinga.1. -Benjolan padat. putih. telinga terangkat ke lateral.

auriculotemporalis Benjolan di kepala dan leher Trauma : aneurisma : fistel arterio-venosa . Sindroma Frey 4. infeksi 2.neurofibrosarcoma. dengan pengangkatan atau tidak nervus facialis Komplikasi Operasi 1. kelenjar membesar -Batu sering ditemukan di dekat muara duktus Warthin -Sering kambuh dan dapat menyebabkan sialadenitis kronik Terapi -Sialitis : keluarkan dengan jalan masase -Sialadenitis : glandulektomi (termasuk duktus stensen) Sindroma Frey -Berkeringat hebat dan kemerahan lokal (daerah parotis) setelah perangsangan kelenjar liur sewaktu menghadapi makanan -Terjadi akibat cedera n. pembesaran KGB regional. RND. Fistel liur 3. fibrosarcoma. AKIBAT mukus kental Klinis -Nyeri saat makan atau ingat makanan lezat -Saat serangan nyeri. lymphoma Terapi Operasi -Lokal : parotidektomi totalis dengan pengangkatan atau preservasi saraf facialis -Lokoregional : parotidektomi totalis. tanda metastasis ke paru Jenis -Mucoepidermoid carcinoma -Adenoid cystic carcinoma (Cylindroma) -Miscellaneous adenocarcinoma -Undifferentiated carcinoma -Malignant mixed tumor -Lain-lain : angiosarcoma. Perdarahan.Tanda Keganasan: -Tumor keras. ulseratif. tumbuh cepat. batas tidak tegas. paralise facialis. Paralise saraf facialis Radioterapi -Tumor inoperabel atau post operatif Kemoterapi -Tidak memuaskan LITHIASIS -Hampir seluruhnya di kelenjar submandibuler.

spesifik. kronik) : kelainan autoimun Tiroid : radang : kelainan autoimun : neoplasma (jinak. di daerah insicivus sampai premolar -Kista unilokuler -Tempat asal kelainan belum mengalami erupsi menghadap ke kista -Terapi : ekskokleasi kista dan ekstraksi gigi Kista Radikuler -Berasal dari gigi karies akibat rangsangan kronik terbentuk granuloma di tulang rahang sekitar akar gigi. sistemik) : neoplasma (primer. granulomatosa. telangiektasi. sehingga terbentuk kista infeksi unilokuler -Kista selalu menghadap ke akar gigi -Sering ditemukan pada gigi premolar dan molar -Terapi : ekstraksi kista dan gigi yang karies Epulis -Tumor jinak gusi yang berasal dari periosteum di sekitar gigi -Jaringan asal (multipoten) maka dapat bersifat fibromatosa. ganas) KELAINAN PADA RAHANG TUMOR JINAK Kista Folikuler -Nama Lain : kista dentogen -Berasal dari folikel gigi -Pada anak dan dewasa. sekunder) Kelenjar ludah : radang : batu : neoplasma (jinak. kronik. lalu terjadi nekrosis sentral.Kulit : kista aterom : neoplasma (jinak. gigantoseluler -Terapi : eksisi dan ekstraksi 2 gigi yang berdampingan Ameloblastoma -Nama lain : adamantinoma -Tumor asal sel ameloblast -Tumbuh sangat lambat dan dapat jadi besar sekali -Pada anak muda dan dewasa -Sering pada daerah premolar atau molar rahang bawah -Dinding kista tipis : fenomena pingpon atau telur penyu (palpasi) . ganas) Kista bawaan : kista tiroglosus : kista bronkiogen : hygroma kistik : kista dermoid Kelenjar limfe : radang (akut.

gigi terdorong hingga terlepas. tersebar di jaringan limfoid yang nampak uniform gelap sehingga gambaran histologik mirip bintang di langit yang cerah -Terapi : sitostatika Osteogenic Sarcoma -Sering pada dewasa -Cepat membesar. dapat di orbita. usia 4-8 tahun -Penyebab berhubungan dengan Epstein-Barr virus -Klinis : benjolan multiple di rahang. ovarium. tidak ada beban berat tubuh. nyeri. perdarahan -Prognosis lebih baik dari pada di ekstrimitas akibat kaya vaskularisasi dan sistem limfe. kurangnya gerakan -Terapi : reseksi radikal rahang Tumor tiroid 15% : tiroid 85% Tumor non tiroid 15% : radang/bawaan 85% Neoplasia 15% : benigna 85% Maligna 15% : primer 85% Metastasis 15% : retroklavikuler 85% Leher (kranial klavikula) KARSINOMA NASOFARING . retroperitoneal. tulang. kelenjar ludah -Patologi : sel histiosit besar dan terang.-Diagnosis dengan foto Ro -Terapi : reseksi TUMOR GANAS Limfoma Burkitt -Limfoma maligna pada anak terutama di Afrika.

sarkoma. Virus Epstein Barr -Pada serum penderita ditemukan virus capsid antigen (VCA) 3. Hongkong. Nonkeratinizing squamous cell carcinoma (NKC) 3. tidak berhubungan dengan EBV -Resisten terhadap radiasi. Eskimo. Kanada -Insiden rendah : Cina bagian utara. titer IgA-VCA bermakna -Sensitif terhadap radiasi. usia tua. Imigran China -Insiden sedang : Asia tenggara. prognosis kurang memuaskan 2. neuroblastoma. Squamous cell carcinoma (SCC) -Lebih sedikit. Undifferentiated carcinoma a) tanpa infiltrasi limfosit b) ada infiltrasi limfosit SISTEM TNM T1 T2 T3 3A 3B 3C 3D .PENDAHULUAN -Insiden tinggi : Cina selatan. Undifferentiated carcinoma (UC) Kruger-Wustrow (WHO) 1. sisanya: adenokarsinoma. melanoma ETIOLOGI Multifaktorial ? 1. rokok KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI Micheau (1978) 1. Amerika -Terutama usia 40-60 tahun. Jepang. limfoma. Undifferentiated carcinoma nasopharyngeal (UCNT) -Lebih banyak. usia lebih muda. Faktor eksogen -Kebiasaan makan : nitrosamin (ikan asin) -Asap : polusi. Keratinizing squamous carcinoma (KSC) 2. Faktor genetik -Ras sebagai predisposisi 2. Squamous cell carcinoma 2. prognosis lebih memuaskan Shanmugartnam-Sobin (WHO-1978) 1. laki : wanita (3:1) -Sebagian besar (90%) adalah karsinoma. Nonkeratinizing squamous cell carcinoma a) tanpa infiltrasi limfosit b) ada infiltrasi limfosit 3. Eropa.

N1 N2 N3 M1 Tumor terbatas di nasofaring (di belakang koana/ septum nasi, di atas palatum mole bagian posterior) Tumor meluas ke fosa nasalis, orofaring, otot atau saraf di bawah tulang basis cranii Tumor meluas pada organ melewati T2 Melibatkan tulang di bawah basis cranii (sinus sphenoidalis) Melibatkan tulang basis cranii Melibatkan saraf kranial Orbita, laringofaring, fossa infraorbitalis Pembesaran KGB di leher bagian proksimal Pembesaran KGB antara crease dan fossa klavikularis Pembesaran KGB di bagian atas klavikula Ada metastasis KGB di bawah klavikula, kulit dan organ STADIUM (Ho 1970) Stadium Interpretasi Harapan hidup 5 tahun I II III IV V T1 No Mo T2 No-1 Mo T3 No-2 Mo T1-3 N3 Mo T semua N semua M1 85% 75% 45% 10% GAMBARAN KLINIS Bentuk 1. Bentuk Ulkus -Terutama dinding posterior nasofaring/fossa Rossenmuller -Tumbuh infiltratif, meluas ke jaringan sekitar, dapat melibatkan nervus II, III, IV, V, VI 2. Bentuk Nodul -Terutama di tuba eustachi -Meluas ke fossa cerebri media, basis cranii, ke orbita, sinus maksilaris 3. Bentuk Eksofitik -Di bagian atap, mengisi cavum nasofaring, mendorong palatum mole, cavum nasi (penyumbatan hidung), mudah nekrosis (epistaksis) Gejala 1. Cavum nasi -Epistaksis, hidung tersumbat, pilek sudah lama (ingus

kuning, bernanah, kadang berbau), rinolalia 2. Pendengaran -Telinga terasa penuh, tersumbat, tinitus, tuli konduktif 3. Neurologik -Sakit kepala, hipoastesi kulit di pipi, diplopia, oftalmoplegi, eksoftalmus, ptosis, gangguan penglihatan 4. Kelenjar getah bening leher -Limfadenopati -Sindroma Horner : miosis, enoftalmus, ptosis -60-90% penderita datang ke dokter dengan keluhan pembesaran KGB DIAGNOSIS 1. Anamnesis Simptom : Formula Digby Simptom Nilai Massa nasofaring Gejala khas di hidung Gejala khas pendengaran Sakit kepala unilateral/bilateral Gangguan neurologik saraf kranial Eksoftalmus Limfadenopati di leher 25 15 15 5 5 5 25 Nilai 50 : diagnosis dapat ditegakkan 2. Pemeriksaan a) Rhinoskopi posterior : pemeriksaan tidak langsung b) Nasofaringoskopi : secara langsung Cara : transnasal, transoral c) Fibernasofaringoskopi 3. Radiologi -Foto polos nasofaring dan CT scan 4. Histopatologi -Sitologi : cotton swab dan sitologi eksfoliatif -Sitologi FNA : pada KGB (tidak dilakukan biopsi sebab bahaya penyebaran) -Biopsi : pada nasofaring (mutlak dilakukan) TERAPI Radioterapi Eksternal (Telepati) -Digunakan Co 60 -UCNT : 4000-5000 rad -SCC : 6000-7000 rad

Internal (Brakiterapi) Kemoterapi Tunggal -Methotrexat 40mg/m2, mitomycin C 0,2 mg/BB -Cyclophosphamide 800 mg/m2, bleomycin 15 mg/mm2 -5 FU 600 mg/m2, cisplatinum Diberikan 2 kali seminggu pada seri permulaan radioterapi Kombinasi 1. COF-COM -hari 1 (Cyclo 500mg/iv, Onco 1mg/iv, 5FU 750mg/iv) -hari 8 (Cyclo 500mg/ic, Onco mg/iv, Metho 50mg/iv) pemberian diulang setiap 4 minggu 2. BMC -hari 1 (Bleo 10mg/iv, Metho 20 mg/iv) diulang tiap 2 minggu -hari 2 (Cis platinum 80mg/iv) diulang tiap 10 minggu 3. COMA -hari 1 (Cyclo 500, Onco 1,4mg, Metho 40mg, Adria 40mg/mm2/iv), pemberian diulang tiap 3 minggu PEMERIKSAAN THYROID Anamnesis 1. Kecepatan pembesaran benjolan struma, berapa kali membesarnya dalam jangka waktu tertentu -Kista : cepat membesar -Nodul jinak : perlahan -Nodul ganas : agak cepat -Nodul anaplastik : sangat cepat 2. Faktor etiologi -Pernah radioterapi sebelumnya (15 tahun kemudian dapat terjadi keganasan) -Anggota keluarga, tetangga, penduduk sekampung (gondok endemis) -Obat yang dikonsumsi dalam jangka lama 3. Ada gangguan mekanik di leher -Gangguan menelan : desakan pada esofagus -Sesak : desakan atau infiltrasi ke trakhea 4. Pembesaran kelenjar limfe leher (mungkin metastasis) 5. Penonjolan/kelainan tengkorak (metastasis ke tulang) 6. Sesak, batuk dengan dahak berdarah (metastasis ke paru : jenis folikuler) 7. Lelah, penurunan berat badan Pemeriksaan Fisis -Nodul soliter : 15-20% ganas -Multiple : 5% ganas -Benjolan keras : 50% karsinoma, 10% adenoma -Kadang yang soliter maligna menjadi multiple nodul -Pembesaran difus : biasanya Graves dis -Periksa kelenjar limfe dan organ -Organ tempat metastasis : paru, tulang (pelvis, vertebra,

CEA : meningkat pada karsinoma kolon. Foto tulang Ultrasonografi -Tentukan padat/ kistik. Spesimen tidak memuaskan untuk interpretasi b). Gangguan perkembangan -Kista duktus tiroglosus. Radang/autoimun -Penyakit Graves. humerus — bagian spongiosa dan kaya vaskularisasi). Hiperplasia/metabolik -Struma koloid. karsinoma TUMOR GANAS THYROID PENDAHULUAN . Jelas ganas DIAGNOSIS KLINIS Diagnosis yang didapat berupa : • Kelainan non neoplasma • Neoplasma jinak • Neoplasma ganas : apakah operable atau non operable Kelainan thyroid 1. Human thyroglobulin (tumor marker) : untuk yg berdiferensiasi baik 3. hati. struma endemik 4. tiroid Radiologis 1. Jelas jinak c). Darah rutin 2. ginjal dan otak Pemeriksaan Penunjang Laboratorium 1. Kalsitonin : karsinoma meduler 4. Foto polos leher (AP dan lateral) : metode soft tissue technique. tunggal/multiple -Penuntun biopsi Pemeriksaan sidik tiroid -Digunakan I123 atau Te99m -Cold nodule : 10-15% adalah ganas -Warm nodule -Hot nodule Biopsi -Frozen section atau blok palafin Sitologis -FNA -Hasil interpretasi : a). Neoplasia -Adenoma. hashimoto 3. Thoraks foto PA 2. ovarium. tengkorak. posisi leher ekstensi 3.sternum. Suspek ganas d). tiroid lingual 2. Esofagogram 4.

histologis papiler Klinis -Benjolan. 50-60% dari keganasan tiroid. folikuler. Sekresi TSH meningkat 2. sebagian kecil dari masenkim Sering digunakan Jinak -Adenoma : folikuler.-Jarang ditemukan. Adenokarsinoma papiler -Paling sering. Genetik KLASIFIKASI HISTOPATOLOGIS Sebagian besar keganasan berasal dari jaringan glandular epithelial (adenokarsinoma).000/thn. sarkoma Kriteria suatu nodul berupa neoplasma : -Berkapsul lengkap -Ada perbedaan jelas antara yg di dalam dengan di luar -Gambaran histopatologis yg uniform di dalam kapsul -Penekanan pada jaringan tiroid di sekitarnya A. campuran. ikut saat menelan. mungkin ditemukan kebetulan -Kadang pembesaran KGB leher bagian lateral -Bila besar timbul gejala penekanan -Sidik radioaktif : cold nodul . dapat mencapai ketahanan hidup 20 tahun -Prognosis baik : usia muda. oksifil (Hurtle cell). wanita. wanita 8/100. usia < 40 tahun -Petumbuhan dan penyebaran lambat. atypik Ganas -Diferensiasi baik : papiler. jarang metastasis hematogen -Prognosis paling baik. giant cell -Karsinoma meduler -Tumor ganas lain : ca. epidermoid. oksifil (Hurtle cell) -Diferensiasi buruk : small cell. Radiasi daerah leher pada saat anak-anak 3. plasmasitoma. 3-5% dari semua malignitas -Insiden tinggi di daerah struma endemik -Terutama pada 7-20 tahun dan 40-60 tahun -Pria : 3/100.000/thn -25% terjadi pada struma nodosa Faktor resiko : -Pria lebih tinggi -Usia muda -Radiasi masa muda -Defisiensi jodium ETIOLOGI 1. limfoma .

meninggal setelah 1 tahun Klinis -Struma lama tiba-tiba membesar cepat -Sering disertai nyeri dan nyeri alih ke daerah telinga -Suara parau. serak (sudah metastasis ke n. hiperparatiroid Sindroma MEN IIb -Adenokarsinoma meduler. Adenokarsinoma anaplastik -Sekitar 20%. Adenokarsinoma meduler -Sekitar 5-10%. sementara tumor primer belum ditemukan Terapi -Tiroidektomi total atau Y131 (tumor sisa) -Radiasi ekstern untuk metastasisnya C. terutama wanita -Sering unilateral -Kadang ditemukan tumor soliter di tulang (metastasis). batas tegas -Sering dengan gejala gangguan endokrin Sindroma Sipple / MEN IIa -Adenokarsinoma meduler.Terapi -Tiroidektomi total B. terutama usia > 40 tahun -Berasal dari sel C (parafolikuler) yang memproduksi tirokalsitonin Klinis -Tumor keras. prognosis buruk. usia > 40 tahun. feokromasitoma. wanita lebih banyak -Sering lanjutan dari struma nodosa yang lama -Sangat ganas.rekuren) Terapi -Radiasi ekstern SISTEM TNM T To T1 T2 T3 T4 N No N1 1a 1b . usia lanjut. neuroma submukosa Terapi -Tiroidektomi total D. feokromasitoma. Adenokarsinoma Folikuler -Sekitar 25%.

Bilateral/multifokal II. Unilateral KGB B. bilateral.T1 No Mo T2-3 No Mo T4 No Mo TSemua N1 Mo T Semua N Semua M1 Tipe meduler .M Mo M1 Tumor primer Tidak terbukti ada tumor < 1 cm 1– 4 cm > 4 cm Tumor menembus simpai (sekalipun kecil) Melibatkan kelenjar getah bening Tidak ditemukan Pembesaran dapat dipalpasi Ipsilateral Kontralateral. Bilateral / mediastinum III. Unilateral B. A. garis tengah atau mediastinum Metastasis jauh Tidak ada Ada metastasis STADIUM I. Local invasion IV. Distant metastases Menurut Schulz IA : Tidak teraba tumor dan KGB IB : Tumor dan KGB < 5 cm II : Tumor dan KGB > 5 cm III : Infiltrasi langsung ke jaringan sekitar. metastasis jauh (-) IV : Tumor dengan metastasis jauh Menurut AJCC/UICC Tipe papiler / folikuler Usia < 45 thn Usia > 45 thn Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV TSemuaN SemuaMo TSemuaNSemuaM1 . A.

Metastasis tumor . keras. Pleomorfik dengan sel multinukleoli. disfagi. Adenoma paratiroid 6. Limfoma maligna 8. mitosis hebat GAMBARAN KLINIS Tipe 1 -Gambaran klasik pada ca anaplastik/sarkoma -Pertumbuhan cepat benjolan.Stadium I : T1 No Mo Stadium II : T2-4 No Mo Stadium III : T Semua N1 Mo Stadium IV : T Semua N Semua M1 Tipe Anaplastik Stadium IV : T Semua N Semua M Semua GRADE Grade I : kapsul jelas. tidak nyeri -Kadang disertai nyeri tulang punggung/paha. Karsinoma paratiroid 7. Teratoma 9. invasi ke sekitar minimal Grade II : infiltrasi dalam kelenjar tiroid. pleomorfik dan mitosis lebih banyak Grade III : pertumbuhan ekstensif. diferensiasi rendah. batas jelas. Pemeriksaan penunjang DIAGNOSIS BANDING 1.kepala. kadang nyeri Tipe 3 -Gejala yang menonjol adalah metastasis -KGB leher membesar. Anamnesis 2. sesak. keras. Pemeriksaan fisis 3. sesak. diferensiasi sel sedang. pembesaran simetris.pundak. nyeri 3. unilateral. nyeri. melekat ke jaringan sekitar 4. Struma lymphomatosa (Hashimoto) 5. umur < 20 tahun. lengan Tipe 2 -Pada ca diferensiasi baik -Benjolan tunggal yang telah lama (bulanan). disfagi. benjolan di kepala Tipe 4 -Penderita dengan gejala hipertiroidsme -Ada fokus kecil ca tiroid dalam spesimen penyakit graves DIAGNOSIS 1. Tiroiditis subakut -Setelah infeksi saluran pernapasan. infiltrasi luas. Adenoma tiroid 2. suara parau -Kadang disertai nyeri menjalar ke retroaurikuler. Tiroiditis Reidel -Terutama wanita.

extension. bila : -Tumor < 2 cm -Tidak ada invasi kapsul. extension. grading. ekstratiroid -Pada kelompok resiko rendah (wanita <50thn. kecepatan diagnosis & terapi -Usia penderita AMES : age. stadium. pria <40thn) -Tidak ada riwayat radioterapi kepala dan leher Tiroidektomi total -Bila ke dua lobus terkena -Sudah ada metastasis (beri ajuvant jodium radioaktif pasca bedah) Tiroidektomi hampir total -Menyisakan sedikit jaringan tiroid normal pada sisi kontralateral dari tumor : lobektomi total ipsilateral dan lobektomi subtotal kontralateral -Untuk semua karsinoma diferensiasi baik Diseksi KGB -Bila kelenjar positif -Dapat dilakukan bersamaan atau setelah tiroidektomi -Berupa diseksi radikal atau modifikasi Tiroidektomi total Sidik tiroid I 123 (3 minggu pasca tiroidektomi total) sebelum pemberian substitusi hormon tiroid Bila positif Radiasi Interna 50 mCu I131 Substitusi hormon tiroid (2 hari setelah sidik) Sidik tiroid ulang 3 bulan kemudian setelah menyetop hormon tiroid selama 3 minggu Bila masih positif Radiasi interna 100 mCu I131 Substitusi hormon tiroid (2 hari setelah sidik) Bila sudah negatif (periksa tiroglobulin tiap 6 bulan) PROGNOSIS Prognosis tergantung pada : -Gambaran histopatologi.TERAPI Pembedahan paling efektif kecuali karsinoma anaplastik (radioterapi) Hemitiroidektomi (lobektomi total). metastases. size . size AGES : age.

maka : -Operable : tiroidektomi totalis atau near total thyroidectomy -Inoperable : operasi debulking . maka ini lebih baik • Bila hasilnya jinak. maka lobektomi sudah cukup • Bila ganas.Prognosis baik bila: -Usia < 50 tahun (wanita).resiko bila ganas. < 40 tahun (laki) -Belum ada metastasis -Belum ada extensi intratiroidal/angioinvasi yang banyak -Grade I -Ukuran tumor tidak lebih 5 cm Ketahanan hidup 5 tahun : -Karsinoma Papiler : 80-90% -Karsinoma folikuler : 50-70 tahun -Karsinoma meduler: 30-40 tahun -Anaplastik : < 5% PROTOKOL PENANGANAN TUMOR/KARSINOMA TIROID ISTILAH Tiroidektomi Mengangkat kelenjar tiroid. maka kemungkinan ada sel kanker yg tertinggal • Enukleasi nodulnya saja adalah berbahaya • Bila ada fasilitas frozen section. dapat unilateral (dekstra/ sinistra) atau bilateral Tiroidektomi subtotal Mengangkat sebagian besar tiroid lobus kanan dan kiri serta menyisakan jaringan tiroid sekitar 3 gram Tiroidektomi totalis Semua kelenjar tiroid diangkat Lobektomi Mengangkat satu lobus saja : -lobektomi totalis dekstra atau sinistra -lobektomi subtotalis dekstra atau sinistra Isthmolobektomi/Hemitiroidektomi Mengangkat juga isthmus Near total thyroidectomy Isthmolobektomi dekstra dan lobektomi subtotal sinistra atau sebaliknya Enuklease : Pengangkatan nodul saja (tidak dibenarkan) Strumektomi : Seolah benjolan saja yang diangkat (tidak dipakai lagi) TERAPI Pembedahan • Bila operable Menurut Kaplan : lobektomi sisi patologik/lobektomi subtotal --.

maka semua dikerjakan lobektomi dan biopsi kelenjar. selanjutnya baru dilakukan radiasi interna -Sebagai ajuvant atau yg telah bermetastasis Radiasi eksterna -Untuk yg inoperable atau anaplastik -Dapat juga sebagai faliatif untuk yg telah bermetastasis -Dosis 4000 rad Kombinasi bedah dengan radioterapi -Dilakukan bila ada sisa tumor Terapi hormonal/substitusi -Hormon tiroid : menekan TSH (untuk jenis papiler dan folikuler : hormonal dependent) -Bila dilakukan tiroidektomi. setelah ada hasil nodul positif dilakukan tiroidektomi totalis. laik-laki. maka dilakukan substitusi Kemoterapi -Belum ada yang memuaskan -Bleomycin Catatan: SB = Sediaan Beku Keterangan Resiko: Usia < 20 th. Lokal . kelenjar yang positif dilakukan neck dissection FOLLOW UP Follow up dilakukan secara rutin : Tahun I : tiap 3 bulan Tahun II : tiap 4 bulan Tahun III : tiap 6 bulan Tahun IV : tiap 1 tahun Yang diperiksa : 1. benjolan tunggal tiroid : Pernah mendpt radioterapi daerah kepala-leher waktu kecil Klinis ganas : -Pertumbuhan cepat. suara parau/disfagi/serak. konsistensi keras. atau > 50 th.• Kelenjar positif : radical neck disection Radioterapi Bila inoperable atau pasien menolak lagi dioperasi untuk lobus kontralateral Radiasi interna : I 131 -Untuk yg diferensiasi baik (folikuler) -Syarat : tiroid normal diablasi lebih dahulu dengan operasi atau dengan dosis tinggi I 131 . infiltrasi kulit/jaringan sekitar -Ada pembesaran kelenjar leher atau metastasis jauh. nyeri tulng. pulsasi karotis di belakang tumor Bila ada fasilitas potong beku.

2. Radiologis : thoraks. tulang 4. USG 5. Regional (kelenjar limfe leher) 3. paru. Lab : fungsi tiroid. hepar) Pemeriksaan : 1. Klinis 2. CT scan 6. tumor marker. Metastasis jauh (tulang. fungsi hepar. PA Karsinoma papiler/folikuler 3 bulan post operative Terapi hormonal di stop 4 minggu Periksa hTG (human tiroglobulin) : bila > 6 ng/ml Post tiroidektomi total Near total thyroidectomy Total body scan I 131 Tiroidektomi total Ablasi radiasi Metastase + Metastase – Resektabel Nonresektabel Hormonal Operasi Radiasi/hormonal Karsinoma Meduler 3 bulan post operative Bila kalsitonin > 10 ng/ml CEA > 100 mg/ml Post tiroidektomi total Near total thyroidectomy Terapi hormonal stop 4 minggu Tiroidektomi total Ablasi radiasi Total body scan I 131 Metastasis + Metastasis – Resektabel Non resektabel Hormonal Operasi Radiasi Hormonal . alkali fosfatase 3.

retraksi kelopak mata. nafsu makan meningkat. insomnia. tremor.0 g/dLT3 : 115 – 190 m RAIU : < 22% (bervariasi) U (bervariasi)TSH : 0-6 gg T4/100 mL 1.8 TBG : 12-20 TGHA : titer <1/20 MCHA : titer <1/20 LATS : negative TSI : negative GRAVES’ DISEASE -Nama lain : penyakit Basedow -Biasanya ditemukan struma diffusa Etiologi -Tidak diketahui (autoimun) ? -Ada peranan Ab terhadap reseptor TSH yang menyebabkan peningkatan produksi tiroid Klinis -Manifestasi hipertiroid Terapi -Antitiroid : PTU atau karbimazol -Ablasio dengan Iodium radioaktif -Tiroidektomi subtotal bilateral STRUMA NODOSA -Terutama wanita usia lanjut . diare.KELAINAN LAIN PADA THYROID Etiologi Hypertiroidisme -Graves’ disease -Goiter multinoduler toksik -Adenoma toksik -de Quervain’s thyroiditis -Silent thyroiditis -Postpartum hyperthyroidism -Thyrotoxicosis fastitia -Struma ovarii -Thyroid carcinoma -Jodbasedow syndrome -Iatrogenic hyperthyroidism -Disseminated thyroid autonomy -Hydatiform mole and choricarcinoma Tanda Hipertiroid Metabolik Tidak tahan suhu tinggi. takikardi. oftalmoplegi.9 – 12. edem pretibial Nilai Normal Test Diagnostik Thyroid g/dLT4 : 4. pulsus celer. fibrilasi atrium Neuropsikiatrik Hiperkinesia. menoragi Kardiovaskuler Palpitasi.BBmenurun. emosi labil. kelemahan otot Mata Eksoftalmus akibat proptosis. strabismus Kulit Miksedem.

adenoma -Struma nodosa 5% jadi ganas : perubahan bentuk. adenoma tiroid. tanda penyusupan di kulit/n. nyeri .paru Diagnosa banding -Benjolan tunggal : nodul koloid. limfoma. tumor dermoid. esofagus -Diagnosa banding timoma.-Terjadi hiperplasia kelenjar sampai terjadi involusi Klinis -Kadang keluhan tidak ada sebab eutiroid -Pertumbuhan perlahan. perdarahan lokal. tetapi umumnya multinodul -Bila degenerasi dapat menyebabkan pembentukan kista. karsinoma tiroid Nodul Ganas Nodul Jinak Usia Kelamin Benjolan Lamanya Terapi supresi D/ Radioaktif USG Lain-lain < 40 tahun laki-laki tunggal baru mungkin berpengaruh dingin/fungsi – padat pernah radiasi leher >40 tahun perempuan multiple lama kemungkinan regresi fungsi – atau + mungkin kista TIROIDITIS AKUT Etiologi -Stafilokokus aureus (biasanya) TIROIDITIS SUBAKUT -Setelah infeksi saluran pernapasan Etiologi -Virus Klinis -Pembesaran simetris. kista. lalu menjadi besar : leher terasa berat -Nodul tunggal. ca.rekurens/trakea/esofagus -Nodul tiroid yang ke mediastinum superior : struma retrosternal -Tidak turut naik pada saat gerakan menelan -Tanda penekanan trakea.

dewasa Etiologi -Infiltrasi limfosit pada kelenjar tiroid yang menyebabkan destruksi progresif folikel kelenjar.rekurens -Cedera trakea. agak padat. nyeri. melekat ke jaringan sekitar : disfagi . sesak Tiroiditis de Quervain -Jarang ditemukan Etiologi -Inflamasi akut akibat infiltrasi netrofil lalu limfosit dan histiosit di seluruh kelenjar tiroid Klinis -Pembesaran tiroid ringan/sedang. bila ada. esofagus. krisis titoksikosis . asimetri. sangat nyeri -Mereda setelah beberapa minggu. unilateral. benjolan sedang. saraf di leher -Kolaps trakea akibat malakia trakea -Seluruh kelenjar paratiroid terangkat -Terpotongnya duktus torakikus Pasca bedah -Perdarahan di leher. tetapi sering kambuh STRUMA LIMFOMATOSA (HASHIMOTO) -Terutama wanita.TIROIDITIS REIDEL -Terutama wanita. kolaps trakea. mediastinum -Edem laring. sedikit nyeri Indikasi Bedah Struma nontoksik Kosmetik (tiroidektomi subtotal) Eksisi nodul tunggal (mungkin ganas) Struma multinoduler yang berat Struma yang menyebabkan kompresi laring/struktur leher lain Struma retrosternal yang menyebabkan kompresi Indikasi Bedah Hipertiroid Untuk mencapai hasil definitif yang cepat Keberatan dengan pemberian antitiroid Terapi dengan antitiroid tidak memuaskan Struma multinoduler dengan hipertiroid Nodul toksik soliter Komplikasi Bedah Tiroid Saat Operasi -Perdarahan -Cedera n. umur < 20 tahun Klinis -Keras. dapat atrofi dengan pembentukan fibrosis Klinis -Kadang tidak ada benjolan.

cedera n. sehingga secara klinis dapat teraba -Peradangan ini ditentukan oleh virulensi kuman. kebocoran duktus torakikus Tambahan : Cara supresi kelenjar tiroid -Untuk membedakan neoplasma dengan non-neoplasma -Digunakan : T3 75-100 mg/hari : Thyronine 02 –0. dapat bergabung. tidak nyeri -Spesifik (tbc) : padat/keras. maka secara berangsur limfadenitis akan menghilang Klinis -Lesi sumber infeksi -KGB tumor.5-1 cm Rantai jugularis externa. rata/gepeng.bila tidak. fistel -Bila pembesaran KGB sangat besar : bull neck . kalor. timbul perkejuan. dan dapat timbul abses supuratif -Bila infeksi primer sembuh. dolor.-Hematom. functio laesa Limfadenitis kronis -Pembesaran KGB dengan tanda minimal. spinal accesorius : dapat teraba 0. hipotiroid -Nekrosis kulit. bila supraclaviculer sudah patologis Submandibuler.3 mg/hari : Ekstrak tiroid dengan dosis disesuaikan -Lama pemberian sekitar 3-6 bula -Bila ada kemajuan terapi diteruskan. ellips PENYEBAB 1. infeksi luka -Paralisis n. Leukemia -Sekunder : Metastase Infeksi akut -Limfadenitis menyebabkan hiperplasia KGB. multiple.rekuren. kemungkinan ganas PENGELOLAAN PEMBESARAN KELENJAR CERVICAL PEMBESARAN KELENJAR Inguinal : sebesar 1 cm normal. Neoplasma -Primer : Limfoma.5 cm Kriteria normal : lunak. submental : dapat teraba 0. Infeksi : nonspecific dan specific -Limfadenitis akut dan kronik -Limfadenitis TBC -Infeksi mononucleosis atau toxoplasmosis 2. abses dingin. rubor.laringeus superior -Hipoparatiroid/hipokalsemia.

ukuran >1cm. disertai demam/tidak -Rasa sakit -Ada infeksi/luka sekitar pembesaran -Pernah menderita TBC -Pernah operasi nevus atau kutil 2. kulit leher / kepala dan rongga mulut MENEGAKKAN DIAGNOSIS KERJA -Pada anak biasanya banal -Pembesaran 0. kelenjar keras/lama : biopsi intoto -Yang akan dioperasi lagi : pilih ditempat luka sayatan RND KEGANASAN LEHER DAN KEPALA . malaise. kemudian seluruhnya -Bagi 2 jenis :High cervical / pembesaran kelenjar leher bgn atas:Supraclaviculer/bagian bawah -Bagian atas jangan lupa periksa paru dan ginjal -Bagian bawah periksa mamma. pancreas.DIAGNOSIS 1. konsistensi. terapi/observasi lebih 1 bulan -Supraclaviculer yang dicurigai -High cervical dengan etiologi tidak diketahui -Ditemukan bersamaan lesi yang dianggap primer (biopsi bersamaan / hampir bersamaan) -Curiga limfoma -Ada riwayat operasi leher. lambung. kepala terutama untuk neoplasma Cara Biopsi -Curiga radang : biopsi jarum -Proses spesifik : biopsi intoto -Limfoma. paru. bentuk. dan pencernaan lain Periksa juga tiroid. Pemeriksaan fisik Pemeriksaan kelenjar -Mengenai besar. nyeri tekan -Pembesaran dengan tumor jelas pada leher/kepala curigai metastase sebelum dibuktikan Saat Melakukan Biopsi -Pembesaran yang diduga akibat infeksi. curiga metastasis -Bila radang bentuknya oval. padat. Anamnesis -Lama pembesaran.5-1 cm submandibular dan submental biasanya normal -Beberapa tempat disertai demam. infeksi farings biasanya oleh mononukleosis atau toxoplasmosis -Konglomerat dengan abses biasanya spesifik -Kelenjar dalam konsistensi keras pada orang tua. ginjal. perlekatannya -Periksa perlapangan anatomi misal submandibuler -Lalu ke proksimal.

jugularis interna dan externa.tiroid diferensiasi baik -Tidak untuk metastase kelenjar oleh squamous cell ca. v. Kelenjar terfikser (N3) jadi mobile setelah radiasi/kemoterapi Indikasi Modified Radical Neck Dissection (MRND) 1. Rongga mulut dengan No Indikasi Indikasi Diseksi Leher Radikal (RND) 1. Fungsional Neck Dissection -Untuk mempertahankan fungsi leher dan kosmetiknya -Tidak diangkat : m.trapezius (lateral). dengan menyertakan jaringan sekitarnya termasuk m. yang mana operasi hanya satu-satunya terapi 4. clavicula (caudal). klinis multiple metastasis leher (Oldhof) Kontraindikasi Kontra indikasi(RND) 1. m. Tumor primer tidak terkontrol 2. carotoid triangle — meliputi grup jugulodigastric. Kelenjar positif.Radical Neck Dissection Operasi pengangkatan seluruh kelenjar getah bening leher secara En bloc antara mandibula (cranial). Ada N1 pada oral/oropharynx/hypopharynx cancer dengan T3. v. dan garis tengah (medial) hingga tepi anterior m.sternocleidomastoideus. Multiple nodul pada kulit 5. n. Invasi ke vertebra servicalis atau dasar otak . Kelenjar N3ndan tidak berubah setelah radiasi 4.parotis dengan No dilakukan diseksi submandibulare -Ca. Kelenjar secara klinis negatif. Kelenjar positif. Kelenjar secara klinis positif pada keganasan leher-kepala yang tumor primer tidak terkontrol 2.XI -Jadi membersihkan kelenjar di trigonum anterior dan posterior -Dianjurkan untuk metastase kelenjar oleh ca. Tiroid diferensiasi baik. Sparing Accessory nerve -RND dengan menyelamatkan n.sternocleidomastoideus (cegah carotid blow out).jugularis interna. submandibulare. setelah radiasi radiasi leher 3. kelenjar submandibularis dan pool bawah parotis Modified RND ada 3 macam : 1.tiroid dgn No dilakukan diseksi paratrakheal -Ca. Ada metastasis jauh 3. Ca. 2.omohyoid.T4 yang sudah dioperasi dan disinar 3. tetapi secara prosentase bermakna mengandung metastasis (>25%) 2. upper dan midjugular -Pada ca. Regional Neck Dissection -Mengangkat satu atau lebih grup kelenjar di leher -Misal : submentale.XI -Dianjurkan untuk metastasis yang terbatas di trigonum anterior 3.

6. Kontraindikasi medis 7. Harapan hidup kurang dari 6 minggu (Oldhof) Kontra Indikasi MRND 1. Kelenjar positif dan bedah merupakan satu-satunya jenis terapi 2. Kelenjar positif, setelah mendapat radiasi leher 3. Kelenjar positif, setelah sebelumnya dilakukan MRND 4. Kelenjar positif, yang mana tumor primernya melanoma 5. Operator tidak berpengalaman Insisi Kulit Insisi kulit tergantung 1. Lokasi lesi primer 2. Pernah tidaknya mendapat radiasi sebelumnya 3. Perencanaan untuk unilateral atau bilateral RND 4. Keterampilan dan kebiasaan ahli bedah Macam Insisi : -Hayes Martin’s incision -Mac Fee incision -Barbara Incision -Z incision Kontroversi dalam RND A. Beberapa pendapat dalam menangani No : 1. Observasi saja sampai timbul N1 2. Biopsi eksplorasi dan pembuktian histopatologis 3. Radiasi Dengan berbagai alasan : 1. Kelenjar berfungsi sebagai barier 2. Kesalahan penilaian No secara klinis 10-50%, di samping incidence occult metastase keganasan rongga mulut cukup tinggi 3. Kemungkinan kelenjar mengandung metastasis tergantung lokasi, stadium, dan histologis tumor primer 4. Melanoma dengan No, ketebalan infiltrasi (BRESLOW) - <0,7 mm kemungkinan KGB positif : 20% - 0,7-3,39 mm kemungkinan KGB positif : 20-60% - >4 mm kemungkinan positif, metastasis jauh : 60% B. Mengenai m.platysma 1. Platysma diangkat, dengan alasan radikalisme 2. Meninggalkan platysma bersama flap kulit akan menjamin vitalitas dan gerakan kulit leher dan perlindungan a.carotis lebih tebal Beahr dan Shah : platysma dipertahankan kecuali metastasis sudah menembus kapsul atau N2 Oldhof : platysma dipertahankan untuk ca.tiroid diferensiasi baik Komplikasi Waktu Operasi 1. Perdarahan -Akibat cedera pembuluh darah, hemostasis tidak sempurna 2. Emboli darah : akibat perlukaan vena 3. Cedera ductus thoracicus -Menyebabkan fistel khilous, luka sukar sembuh 4. Cedera saraf -N.frenicus : kelumpuhan diafragma -N.rekuren : kelumpuhan pita suara

-N.fasialis cab. mandibule : kelumpuhan otot sekitar mulut -N.spinalis accessorius : drop shoulder 5. Perangsangan carotid body -Terjadi penurunan tekanan darah secara mendadak -Pencegahan : teteskan procain 1% pada carotid body sebelum diseksi Segera Setelah Operasi 1. Haematoma -Dapat menyebabkan sumbatan jalan napas -Terapi : evakuasi hematom, ligasi sumber perdarahan, trakeostomi 2. Infeksi 3. Trakheomalasia -Akibat : kerja terlalu kasar (trauma), intubasi lama, invasi tumor ke trakhea -Terapi : trakheostomi 4. Flap yang nekrosis 5. Ruptur a.carotis -Biasanya terjadi pada hari 12-24 -Atasi dengan flap otot levator scapulae Komplikasi Lama 1. Drop shoulder 2. Gangguan sensoris leher 3. Kosmetik 4. Edem menetap pada muka, submandibula, submental Teknik Operasi Umumnya digunakan insisi T, dengan teknik en bloc Step 1 : Insisi dan pengangkatan flap -Insisi pertama mulai dari infraauriculer ke arah bawah belakang -Kedua muali setinggi os hyoid melengkung atas dan berakhir pada setinggi simfisis mandibula — sehingga terbentuk 3 flap -Flap superior dibebaskan sampai tepi bawah mandibula dan pole bawah parotis -Flap anterior dibebaskan sampai garis tengah leher -Flap posterior dibebaskan ke arah belakang sampai batas belakang sternocleidomastoideus dan batas depan trapezius tampak Step 2 : Diseksi bagian trigonum belakang leher -Ujung atas sternocleidomastoideus dipotong dan diklem lalu ditarik ke garis tengah -Fascia dipotong sepanjang levator dan tepi depan trapezius sampai clavicula -Spesimen diangkat dari otot dasar trigonum posterior dengan memisahkan fascia servicalis profunda -Spesimen ditarik ke arah tengah, tampak vasa servicalis transversa, yg selanjutnya diligasi dan dipotong sehingga spesimen mudah dibebaskan sampai carotid sheath -Lemak di bawah trapezius dibebaskan, sehingga tampak grup

kelenjar subtrapezeus dari Rouviere -Platysma dipotong sepanjang batas atas clavicula tanpa merusak v.jugularis externa beserta fascia servicalis superficialis -V.jugularis externa diisolasi, potong di antara 2 ligasi -Venter posterior omohyoid dipotong diantara 2 klem -Saraf supraclavicularis cabang dari flexus servicalis superficialis juga dipotong -Seluruh lemak trigonum posterior diangkat Stage 3 : Ligasi dan pemotongan ujung bawah vena jugularis interna dan diseksi regio carotis -Rongga suprasternal dibebaskan dengan gunting, lalu jari telunjuk dimasukkan ke rongga tersebut, ke bawah insersi sternocleidomastoid (Gruber’s space) untuk mengisolasi ujung akhir otot, yang selanjutnya dipotong (dengan perlindungan jari telunjuk) -V.jugularis anterior (dalam Gruber,s space) diidentifikasi, ikat, potong -Ujung bawah sternocleidomastoid diklem dan diangkat sehingga tampak v.jugularis interna, lemak, v.subclavia, kelenjar limfe -Kelenjar limfe lalu diangkat -Vasa servicalis transversa diidentifikasi, ikat, potong -Bila ductus thoracicus terlihat ligasi lalu potong diantaranya -Ujung bawah v.jugularis interna dipisahkan dari n.vagus, lalu vena dipotong diantara dua ikatan (non absorbable) -Pisahkan a.karotis dari v. jugularis interna, juga n.vagus sampai mencapai batas superior regio caroticum dengan menemukan n.XI, n.XII, rantai simpatis servicalis -Cabang anterior flexus servicalis superficialis yang mengelilingi tepi belakang m.sternocleidomastoid dipotong (hati-hati n.frenukus) -Fascia superficialis dan media dipotong sepanjang tepi bawah omohyoid (venter anterior) sampai os hyoid — spesimen mudah diangkat sampai tulang tersebut -Identifikasi gastricus, stylohyoid, n.XII, cabang a.carotis externa —- cabang kolateral v.jugularis interna = v.tiroideus inferior Step 4 : Pengangkatan pole bawah kelenjar parotis dan bagian atas v.jugularis interna -A.occipitalis yang berjalan dekat digastricus venter posterior diidentifikasi, ligasi, potong -Venter posterior digastricus diangkat ke atas sehingga tampak v.jugularis interna, potong (setinggi mungkin) diantara 2 ligasi -Pole bawah parotis diklem, potong di bawah klem -Klem dilepas, lalu venter posterior digastricus dijahitkan (kontinu) pada potongan permukaan kelenjar parotis Step 5 : Pengangkatan regio submandibularis -Platysma dipotong sepanjang tepi bawah mandibula -Vasa maxillaris externa, v.facialis anterior diligasi, lalu potong -Identifikasi cabang mandibularis n.facialis yang menyilang pemb. darah tadi -Spesimen diangkat ke arah garis tengah, tampak ligamentum stylomandibulare, yang selanjutnya dipotong -Di depannya tampak a.facialis, ligasi, potong

Intake makanan -Bila perlu pasang sonde lambung 4. Perawatan drain -Pakai vacum drainage -Diangkat pada hari 4-5 post operasi atau cairan < 50 cc/hari 5.XII) -Bagian depan kelenjar & ductus Wharton dipotong (hati-hati n. difiksasi di otot (catgut). ujung akhir dikeluarkan lewat ujung bawah insisi pertama. subkutan dengan catgut 3-0. Posisi penderita dalam 48 jam pertama -Kepala dalam keadaan elevasi 45 derajat -Dalam 24 jam sebaiknya sudah berdiri dan berjalan (hari II) 3. epitel squamous atau kolumner Terapi -Ekstirpasi seluruh kista dan duktus . jahitan sirkuler disekelilingnya untuk mencegah masuknya udara -Flap dikembalikan pada posisi semula dengan jahitan 2 lapis terputus. setelah pecah atau diinsisi dapat timbul fistel Patologi -Berisi unsur keloid.-Seluruh isi submandibularis diangkat (hati-hati n.VII) -Pengangkatan spesimen selesai seluruhnya dengan memotong insersi omohyoid di hyoid dan membersihkan jaringan lemak di antara kedua venter anterior digastricus Step 6 : Terakhir -Lapangan operasi diirigasi dengan aqua steril -Pasang drain polietilen atau kateter : diletakkan pada tempat operasi yang paling dalam. Airway -Jamin kelancarannya -Kadang diperlukan intubasi ulang atau pemasangan trakheostomi 2. Pemberian AB KELAINAN LAIN PADA LEHER KISTA DUKTUS TIROGLOSUS -Akibat obliterasi tidak komplit dari jalan turun kelenjar tiroid dari foramen caecum hingga prelaringeal setinggi cricoid -Lokasi pada mid line (di atas tiroid sampai dasar lidah) -setinggi os hyoid 90% -setinggi tiroid 8% -setinggi lidah 2% -Terutama usia 2-7 tahun (50% pada usia 2-10 tahun) Klinis -Ikut bergerak saat menelan atau menjulurkan lidah -Sering ada traktus dari kista hingga ke os hyoid -Infeksi sering menyebabkan abses. kulit dengan mononilon/cotton -Continous suction menjamin kontak yang optimun antara flap dengan luka operasi Perawatan Pasca Operasi 1.

KISTA BRONKOGENIK -Terutama usia 2-7 tahun -Kegagalan pertumbuhan celah insang I dan II sehingga timbul sisa sepanjang bagian anterior m. konsistensi. unsur limfoid Terapi -Ekstirpasi kista HYGROMA SISTIKA -Nama lain : limfangiona kistik -Terutama usia 1-2 tahun -Seluruh tubuh. surface). penekanan pada saluran napas. kadang dapat diikuti sampai orofaring -Pada palpasi kranial. pulsasi suhu. bulat/lonjong. fistel teraba sebagai jaringan fibrotik bila ditegangkan dengan tarikan ke arah kaudal -Fistulografi mungkin memperlihatkan bahan kontras masuk ke faring Patologi -Epitel berlapis gepeng. menjadi sakus limfatikus -Berasal dari anyaman limfatik massa embrional Klinis -Massa kistik. penekanan pleksus brakialis Patologi -Pada permukaan ditemukan kista besar yang makin ke dalam makin menjadi kecil seperti buih sabun -Jenis : -simpleks : sel kapiler limfatik yang kecil -kavernosa : sel kapiler limfatik yang lebih besar -kistik : hygroma klasik Terapi Pembedahan dilakukan setelah neonatus -Eksisi total lalu pasang drain isap -Infiltrasi subkutan bleomisin pasca bedah Sifat tumor yang diperiksa 4S (site. inguinal -75% ditemukan saat lahir maupun neonatus -Anyaman limfe mengalami dilatasi dan bergabung membentuk jala. berbenjol. sinus. perluasan ke mulut . size. LIMFOMA MALIGNA . permukaan halus. shape. kista. transluminasi. bebas dari kulit.sternokleidomastoideus -Berupa : sisa tulang rawan. tetapi terutama leher (trigonum posterior) 75%. unsur tulang rawan. lobulated (berlobus). lunak. aksilla. mediastinum. kista/fistel (sekresi cairan) . sedikit melekat pada dasarnya -Khas : transluminasi positif dengan batas tidak tegas -Dapat besar sekali. fluktuasi. fiksasi pada dasar kulit. unilateral/bilateral. fistel atau kombinasi Klinis -Benjolan sejak lahir. bunyi arus. kolumner. fluktuasi.

Lymphocyte Depletion (LD) Limphocyte predominance -Limfosit matang banyak. supraklavikuler. Hodgkin limfoma sering pada umur muda. terutama KGB leher bawah. Herediter HISTOPATOLOGIS Lymphoma Hodgkin (LH) Rye 1. usia < 35 tahun -Prognosis baik Nodular sclerosis -Ada sel lakunar. Mixed Cellularity (MC) 4. netrofil. berkeringat) Lymphocyte depletion -Jenis : fibrosis difus dan retikuler -Melibatkan banyak jaringan limfoid -Sering usia lanjut. Epstein Barr virus : terutama limfoma Burkitt 3. mediastinal -Prognosis baik pada stadium I. organ lain -Di negara maju tumor ini relatif jarang.II Mixed cellularity -Bentuk antara LP dengan LD -Sering pada pria yang disertai dengan gejala sistemik (demam.PENDAHULUAN -Merupakan tumor ganas yang berasal dari jaringan limfoid (sistem limfatik dan imunitas) -Dapat juga dijumpai ekstranodal : saluran cerna. Nodular Sclerosis (NS) 3. berat badan menurun. eosinofil dalam jumlah kecil -Nekrosis atau fibrosis sedikit -Sering pada pria. paru. sekitar 2% -Negara berkembang. Limphocyte Predominance (LP) 2. Berhubungan dengan rangsangan imunologik persisten 2. kulit. 1966) 1. Follicular poorly differentiated lymphocytic (FPDL) . sel datia RS (Reed-Sternberg) kadang ditemukan -Sel plasma. serabut kolagen tebal yang membagi limfoid dalam beberapa nodulus -Pada wanita muda. disertai gejala sistemik berat dan agresif Lymphoma Non Hodgkin (LNH) Rapport (Modifikasi. bimodal (15-35 tahun dan > 50 tahun) ETIOLOGI Multifaktorial ? 1.

Diffuse histiocytic (DH) 7. Diffuse lymphoblastic (DL) 9. Diffuse undifferentiated (DU) -Burkitt -non Burkitt Lukes-Collin (1974) Kategori sel B (65%) -Small lymphocyte (SL) -Plasmacytoid lymphocyte (PIL) -Follicular small cleaved (FSCI) -Follicular large cleaved (FLCL) -Follicular small non-cleaved (FSNCI) -Follicular large non-cleaved (FLNCI) -Immunoblastic-sarcoma (IS) Kategori sel T (16%) -Small lymphocyte (SL) -Convoluted lymphocyte (CoL) -Sezary-Mycosis fungoides (SMF) -Immunoblastic-sarcoma Histiocytic (1%) U cell (undifined) (18%) Kiel (1974) Derajat keganasan rendah Lymphocytic (L) -B-cell -T-cell -Hairy cell leukemia -Mycosis fungoides/ -Sezary’s syndrome -T-zone lymphoma Lymphoplasmacytic/cytoid (Lpl) -Lymphoplasmacytic -Lymphoplasmacytoid -Plasmacytic Centrocytic (CC) Centroblastic-centrocytic (CB-CC) -Follicular -Diffuse Derajat keganasan tinggi Centroblastic (CB) Lymphoblastic (Lbl) . Diffuse mixed lymphocytic histiocytic (DMLH) 8.2. Follicular histiocytic (FH) 3. Follicular mixed lymphocytic histiocytic (FMLH) 4. Diffuse well differentiated lymphocytic (DWDL) 5. Diffuse poorly differentiated lymphocytic (DPDL) 6.

berkeringat. paraaortal. payer’s patch GAMBARAN KLINIS -Pembesaran KGB : leher. lien. menunjukkan stadium IV Stadium dibagi menjadi : A : bila tidak disertai gejala sistemik B : ada gejala sistemik (demam. sumsum tulang. paraaorta) Penyebaran perkontinuitatum Nodus mesenterium dan cincin waldeyer jarang terlibat Keterlibatan ekstranodal jarang Lebih sering nodus perifer yang multiple Bukan perkontinuitatum Sering melibatkan . inguinal -LH : 80% dimulai pembesaran kGB leher -LNH : dapat dimulai di semua KGB -Demam subfebril. appendiks. mediastinum.-B-Lymphoblastic (B) -Burkitt (Btt) -T-Lymphoblastic (T) -Convolute cell (Con) -Unclassified Immunoblastic (Imb) Working formulation -Lampiran STADIUM Ann Arborr (1971) Interpretasi I II III IV Satu KGB daerah tertentu (I) atau ekstralimfatik (IE) Lebih dari satu KGB di atas diafragma (II) atau lebih dari satu ekstralimfatik di atas diafragma (IIE) KGB di atas dan di bawah diafragma (III) atau disertai limfoma ekstralimfatok (IIIE). timus. keringat malam tanpa sebab) Jaringan limfatik : -KGB. spleen (IIIS) atau keduanya (III SE) Tersebar menyeluruh pada organ ekstralimfatik dengan atau tanpa terlihat KGB Keterlibatan hati. berat badan turun. cincin waldeyer. mediastinal. pruritus Hodgkin Lymphoma Non Hodgkin Lymphoma Lebih sering terbatas pada kelompok nodus satu sumber tunggal (leher. aksilla. berat badan turun 10% dalam 6 bulan terakhir.

cyclophosphamide dosis tinggi PROGNOSIS -HL I dan II : harapan hidup 5 tahun 100% -HL III dan IV : 50% TUMOR GANAS ESOFAGUS . limfangiografi. untuk LD perlu tambahan kemoterapi -III A : splenektomi Kemoterapi -Untuk III B dan IV MOPP Obat Dosis mg/m2 Waktu hari pemberian Nitrogen Mustard Oncovin Procarbazin Prednison 6 mg/iv 1.Sering DIAGNOSIS 1.4 mg/iv 100 mg/oral 25 mg/oral Ke 1 dan ke 8 Ke 1 dan ke 8 Ke 1 sampai ke 14 Ke 1 sampai ke 14 Non Hodgkin Lymphoma -Derajat keganasan rendah dan stadium I : radiasi -Derajat keganasan sedang dan I. Pemeriksaan fisis 3. methotrexate. dll 5. CT scan -USG. Histopatologis -FNA -Biopsi 4. Laparatomi TERAPI Hodgkin Lymphoma Radioterapi -Kuratif untuk semua stadium -I dan II (NS. MC) : semua KGB di atas diafragma (lapangan mantel).IV : kemoterapi berganda -Keganasan tinggi : kemoterapi berganda Kombinasi : vincristine. Anamnesis 2. Pemeriksaan penunjang -Laboratorium -Radiologi : toraks foto.II : radiasi KGB dan regional -Derajat sedang dan III.

Rusia. terutama usia lanjut -Predileksi : Cina. sering oleh adenokarsinoma karena mukosa esofagus berasal dari gaster (Barrett) -Pria tiga kali lebih sering. ulkus. Skandinavia ETIOLOGI Multifaktorial ? 1. subdiafragma. KGB di gastrika sinistra. Iritasi kronis -Esofagitis Barrett : terjadi metaplasia -Akalasia KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI Jenis : -Karsinoma epidermoid -Adenokarsinoma -Leiomiosarkoma -Fibrosarkoma -Melanoma maligna -dll Bentuk -Polipoid. hati dan tulang SISTEM TNM T1 T2 T3 N1 N2 N3 M1 Invasi hingga mukosa atau submukosa Invasi ke dinding otot Menembus dinding otot KGB regional unilateral KGB regional bilateral Metastasis multiple ekstensif ke KGB regional Ada metastasis jauh . supraklavikulat. seliakus -Bagian distal : KGB seliakus. kurvatura minor Hematogen -Paru. Jepang. Diet/makanan 2. Alkoholisme dan rokok 3. periesofagus. infiltratif Penyebaran Limfogen -Esofagus bagian servikal : KGB supraklavikular dan jugular anterior -Bagian torakal : ke KGB mediastinal pertrakea.PENDAHULUAN -Paling sering adalah jenis karsinoma epidermoid -Di bagian distal (batas esofago-gaster).

T semua N semua Mo T semua N semua M1 GAMBARAN KLINIK -Disfagia progresif : awalnya makanan cair lalu padat -Berat badan turun. Islandia . regurgitasi. Histopatologis -Sitologi eksfoliatif dan biopsi 4.rekurens -Pembesaran KGB. Anamnesis 2.STADIUM Stadium Interpretasi Std I Std II Std III Std IV T1 No Mo T2 No Mo T3 No Mo. Pemeriksaan fisis 3. Striktur esofagus 4. muntah -Anemia -Suara serak : infiltrasi n. MRI DIAGNOSIS BANDING 1. Jepang. Pemeriksaan penunjang -Laboratorium : anemia. hipoalbuminemia -Esofagografi -Esofagoskopi dan biopsi -Endoskopi-USG -CT scan. Chili. Akalasia 3. Hernia esofagus TERAPI Pembedahan -Reseksi esofagus yang diikuti dengan rekonstruksi -Dapat bersifat kuratif dan paliatif Radioterapi -Karsinoma epidermoid cukup sensitif. gejala metastasis lain DIAGNOSIS 1. adenokarsinoma resisten Kemoterapi -Efeknya kecil TUMOR GANAS LAMBUNG PENDAHULUAN -Banyak ditemukan di Cina. Tumor jinak 2.

Simple adenocarcinoma 2. bentuk noduler Tipe III -Ulkus. Medullary tumor 4. alkohol 3. limfoma . ulkus superfisial/profunda Old Classification 1. nonulseratif. korpus (20%) -Fundus. Papillary carcinoma 3. batas tegas. Schirrous carcinoma . pilorus sepanjang kurvatura minor (40%) -1/3 tengah. Faktor predisposisi/lesi prakanker -Aklorhidria/hipoklorhidria. Makassar 3:2) -Paling sering : adenokarsinoma (95%). batas tegas. Amerika 10/100. tumbuh ke arah lumen Tipe II -Ulkus. invasi pada pinggir dan dasar tumor -Dinding licin. Faktor lingkungan -Daerah dingin -Rumah dengan pemanas batubara. anemia pernisiosa -Adenomatous polyposis -Gastritis atrofikans -Ulkus gastrik KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI Borrman (1962) Tipe I -Polipoid. pria lebih sering (2:1. seperti jamur. Colloid or gelatinous carcinoma 5.000 -Resiko meningkat sesuai dengan peningkatan umur -Terutama usia 60 tahun. batas tidak tegas. terlalu asin/pedas/asam/panas -Merokok. pinggir ulkus berbaur dengan mukosa yang berdekatan dan terinfiltrasi Tipe IV -Seluruh lambung terinfiltrasi. Herediter -Golongan darah A -Riwayat keluarga menderita 4. Makanan/diet/kebiasaan -Makanan rendah serat. daerah pertambangan batubara 2.-Jepang 70. kardia (10%) -Multisentris (22%) ETIOLOGI Multifaktorial ? 1. Eropa 40. leiomiosarkoma -Mayer : 90% ditemukan dalam stadium lanjut Lokasi : -Antrum.

lienalis. T4 N1-2 Mo T semua N semua M1 GAMBARAN KLINIK -Stadium awal biasanya asimptomatik -Rasa berat epigastrium. < dari 3 cm dari tumor KGB perigastrik (>3 cm). KGB sepanjang tepi kiri gaster.Klasifikasi lain -Polipoid -Ulseratif -Superfisialis -Linitis plastika (prognosis paling jelek) SISTEM TNM T1 T2 T3 T4 N1 N2 M1 Terbatas di mukosa. termasuk linitis plastika Metastasis KGB perigastrik. anemia. seliakus Metastasis jauh STADIUM Stadium Interpretasi IA B II III A B IV T1 No Mo T1 N1 Mo. melena -Disfagia (tumor kardia). T2 No Mo T1 N2 Mo. KGB supraklavikuler kiri (virchow) . rasa terbakar. rasa kenyang. hepatomegali. obstruksi (tumor dekat pilorus) -Lanjut : nyeri perut. T4 No Mo T3 N2 Mo. hepatika komunis. tanpa invasi struktur sekitar Invasi struktur sekitar. massa pada colok dubur. lamina propri dan submukosa Invasi muskularis mukosa dan subserosa Menembus serosa (peritoneum viserale). anoreksia. hematemesis. Mo T2 N2 Mo. tumor difus mengenai seluruh tebal dinding tanpa batas jelas. berat badan turun. kembung. T3 N1 Mo. T3 No. T2 N1 Mo. asites.

Scanning TERAPI Pembedahan Kuratif -Operasi radikal : gastrektomi total/subtotal disertai pengangkatan KGB dan organ lain yang terlibat -Batas reseksi 4 cm dari tepi tumor (tumor lokal). laktat dehidroginase. sialoglukoprotein). mitomicyn C -5 FU. Usia -Kurang dari 30 thn (37. serologi (CEA. kontras (deformitas. sebagai ajuvant Tunggal : -5 FU -Adriamycin -Mitomycin C -Metil CCNU Kombinasi : -5 FU. biopsi 4. tukak.9%) 2. 30-59 thn (50. Pemeriksaan fisik 3. metil CCNU PROGNOSIS Prognosis tergantung : 1. adriamycin. AFP) -Gastroskopi fiberoptik -Radiologis : polos. enzim (beta glukoronidase. >60 thn (38. 5 cm (tumor infiltrasi) Setelah gastrektomi dilakukan : Post subtotal gastrektomi -Billroth I atau II -Roux-en-y gastrektomi Post gastrektomi -Roux-en-y -Hunt Lawrence -Lygidaksis modifikasi Paliatif -Untuk mengurangi gejala.1%).6%). Pemeriksaan penunjang -Laboratorium : LFT. Histopatologi -Sitologi. BCNU -5 FU. Lokasi . tonjolan) -USG. adriamycin.DIAGNOSIS 1. kwalitas hidup -Gastroenterostomi -Intubasi -Ekslusion Kemoterapi -Tumor inoperabel dan tidak radikal. Anamnesis 2. metil CCNU -5 FU. perbaiki pasase.

muskularis propri (68. invasi organ sekitar (6. N2 (22. Hormonal Umumnya pada wanita Usia di atas 35 tahun insidensnya tinggi Pemberian hormonal banyak memberi hasil pada kanker lanjut 3.4% -Std IV : 4. serviks USA : 28% Ca wanita kulit putih.1%) 3.4%).5% -Std III : 33. Usia makin lanjut. by pass.5%). Dalamnya invasi -Mukosa (91%). Virus Peranannya belum dapat dipastikan pada manusia 4.5%). serviks -Sulsel : no.2%) -Std I : 90. II (48. jaringan lemak (37.3%). Genetika Kecenderungan pada keluarga tertentu. paliatif (15. 1/3 proksimal (29. terdapat kanker yang sama Ada persamaan lateralitas pada keluarga dekat dari penderita Pada Klinefelters 66 kali kemungkinan menderita dibanding pria normal 2.9 PAYUDARA TUMOR GANAS PAYUDARA Pendahuluan Insidens : -Negara maju : no.6%) 5. submukosa (85. biopsi (5.9%).2 setelah ca.1 menyusul ca. resiko meningkat (>30 tahun) 2. terutama bila ibu/saudara kandung menderita Ada distribusi predileksi antar bangsa atau suku bangsa Pada kanker monozygote. Menarki cepat (< 12 tahun) . Tipe operasi -Gastrektomi kuratif (51.4%) 4. III (35. Makanan Terutama makanan yang mengandung lemak (belum terbukti) 5. lalu sentral (subareolar).9%).6%). 25% kulit hitam Tertinggi pada usia 45-66 tahun.2%).7%) 6. N1 (50. Tipe -Borrmann I (43.7% -Std II : 64.7%). serviks -Indonesia : no. lateroinferior dan medioinferoir Mamma sinistra lebih sering dibanding deksta Etiologi Sebab pasti belum diketahui. Metastasis KGB -No (77. superomedial. subserosa (58. 1/3 tengah (49. jarang di bawah 20 tahun Terutama kwadran lateral superior.8%).1%).3%).1 menyusul ca.-1/3 distal (46. Radiasi Terutama pada daerah dada Faktor Resiko 1. IV (15. kemungkinan multifaktorial ? 1. serosa (32.9%).6%).

parastesi Klasifikasi histopatologis 1. interpektoral/Rotter’s nodes. subclavicula. Riwayat ca. Riwayat keluarga : ibu / saudara kandung menderita 8. Riwayat operasi ginekologik 12. Terapi hormonal lama Metastasis 1. Riwayat operasi tumor jinak (displasia/fibrokistik tertentu) 10. kadang tenpa keluhan -Kompresi medulla spinalis. Tidak menyusui 6. ikterus obstruksi. Invasive • Invasive ductal carcinoma : paling sering • Invasive ductal carcinoma with predominant intraductal componen . Menapause terlambat 4.3. efusi pleura -Massa. Non invasive (in situ) • Intraductal carcinoma • Intralobuler carcinoma 2. bermetastasis ke paru. kadang tanpa gejala -Nyeri. Ro : osteolitik -Nyeri. mammaria eksterna (paling jarang) Kelenjar supraclavicular : dari subclavicular (langsung) atau dari sentinel nodes/grand central limfatik terminus (tidak langsung) Kelenjar mammaria interna Metastasis hepar : terutama bila tumor di tepi medial bgn bawah payudara 3. Limfogen Kelenjar aksilla : central nodes (90%). paresis. mungkin ada multiple coin lesion (ukuran bervariasi) -Nyeri. muntah. ataksia. organ lain Lokasi Gejala dan Tanda Paru Tulang -Tengkorak -Vertebra -Iga -Tlg panjang Pleura Hati Otak -Biasanya tanpa gejala. fraktur patologis -Sesak. mamma kontralateral 9. Kehamilan pertama tertunda atau tidak ada anak 5. Tidak kawin 7. Hematogen Lewat sistem vena. fraktur patologis -Nyeri. Ekstensi lokal 2. Riwayat radiasi daerah dada 11.

satelit) 4a : Ekstensi ke dinding dada 4b : Edem kulit.1 cm 1c : 1 .2 cm T2 : Tumor 2 – 5 cm T3 : Tumor > 5 cm T4 : Tumor (tanpa memandang ukuran).2-2 cm 1b2 : > 4 KGB. saling melekat. Paget dis pada papilla tanpa teraba tumor To : Tidak ada bukti adanya tumor primer T1 : Tumor < 2 cm 1a : < 0. ukuran 0. Paget’s disease of breast Sistem TNM T : Tumor primer Tx : Tumor primer tidak dapat ditentukan Tis : Ca invasif. peau d’orange. insitu. ulkus. termasuk ke kelenjar supraclavicular . sekitarnya N3 : Teraba kelenjar mammaria interna homolateral M : Metastasis ke organ jauh Mx : Tidak dapat ditentukan metastasis jauh Mo : Tidak ada metastasis jauh M1 : Ada metastasis jauh.2-2 cm 1b3 : Menembus kapsul KGB dengan ukuran < 2 cm 1b4 : Ukuran > 2 cm N2 : Teraba kelenjar homolateral.5 . ukuran 0. penyebaran langsung ke dinding thorax atau kulit (edem. ulkus. satelit 4c : 4a + 4b 4d : Mastitis carsinomatous N : Metastasis ke kelenjar getah bening Nx : Kelenjar regional tidak dapat ditentukan No : Tidak teraba kelenjar aksilla N1 : Teraba kelenjar.5 cm 1b : 0.• Invasive lobular carcinoma • Mucinous carcinoma • Medullary carcinoma • Papillary carcinoma • Tubular carcinoma • Adenocystic carcinoma • Apocrine carcinoma • Juvenile carcinoma • Carcinoma with metaplasia • Carcinoma with squamous type • Carcinoma with spindle cell type • Carcinoma with cartilagineus and osseus type • Carcinoma mixed type 3.2 cm 1b1 : 1-3 KGB.2 cm) 1b : > 0. mobil 1a : mikrometastasis ( < 0. homolateral. peau d’orange.

Berupa serous. retraksi papilla.Catatan : Lekukan kulit. T3NoMo Stage III A : To-2N2Mo. sakit/tidak. susu. seperti air. serosanguineus Haid Membesar. penyakit fibrokistik Tidak berubah : tumor jinak. nanah hijau. teratur/tidak Umur saat menopause (bila lambat.interkostal. serratus anterior tanpa otot pektoral Stage grouping (AJCC/UICC) Stage 0 : TisNoMo Stage I : T1NoMo Stage II A : ToN1Mo. operasi/tidak Sebelumnya pernah menderita (resiko tinggi) Keluarga menderita (ibu dan saudara perempuan). TsemuaN3Mo Stage IV : TsemuaNsemuaM1 Gambaran klinik Anamnesis Umur Kanker biasanya umur yang lebih tua → > 65 tahun anggap ganas Keluhan payudara atau ketiak Massa di payudara. ganas. sakit saat haid Menarche (bila cepat. T2NoMo II B : T2N1Mo. bisa ditemukan pada T1. nipple discharge. sesak. resiko tinggi). sakit/tidak di ketiak.3 tanpa mengubah klasifikasi Dinding thorax : iga. infeksi Pengeluaran cairan Berdarah biasanya intraductal papilloma/intraductal papillary ca. nyeri pada tulang Nafsu makan Berkurang atau tetap . lama. T3N1-2Mo III B : T4NsemuaMo. jumlah anak. edem lengan Sakit. retraksi nipple/kulit Massa di ketiak. resiko tinggi) Kehamilan Umur tua (resiko tinggi). perubahan lain pada kulit (kecuali pada T4). atau ca lain Radiasi daerah thorax Keluhan yang berhubungan dengan metastasis Batuk. nyeri tekan Jarang pada kanker Berubah dengan siklus : tegangan premens. T1N1Mo. abortus Riwayat menyusui Obat kontrasepsi Cegah penyakit fibrocystic Resiko dipertanyakan Perkawinan Tidak kawin (resiko meningkat) Riwayat sebelumnya Pernah biopsi/tidak. m.2. frekwensi.

pengeluaran cairan.Berat badan Menurun atau tetap Pemeriksaan fisis Inspeksi Periksa kedua payudara. susu -Susu : hamil. penebalan kulit . III. dengan tangan di pinggang Catat perubahan suhu kulit. axilla dan leher Penderita duduk : bandingkan antara mamma kiri dan kanan Saat mengangkat kedua lengan dan saat diturunkan/samping Perhatikan adanya benjolan Normal ada asimetri ringan dari payudara Perubahan pada kulit : -Dimpling/berlekuk. edem. hemoragik. retraksi. inversi. gambaran vena -Kemerahan (infeksi) -Edem : pada selulitis dapat menyebabkan edem difus -Peau d’orange (pig skin) : kelainan kulit berbintik seperti kulit jeruk akibat obstruksi limfatik (ganas) -Nodul satelit -Ulkus (karsinoma. IV bagian volar phalanges tengah dan distal tangan kanan (jangan menggunakan ujung jari) Palpasi sistematis : kwadran atau dari luar ke dalam se arah jam Duduk tegak. papilloma intraduktal -Ada/tidaknya sel tumor -Unilateral/bilateral -Satu duktus atau beberapa duktus -Keluar spontan atau setelah dipijat -Keluar bila seluruh mamma ditekan atau dari segmen tertentu -Berhubungan dengan siklus haid -Premenopause atau pascamenopause -Penggunaan obat hormon Palpasi Pemeriksaan Payudara Harus didampingi perawat wanita Sebelumnya kedua tangan saling digosokkan Gunakan jari II. eksema -Pointing nipple (arah puting susu) : mengarah ke kwadran yang sakit -Kedudukan kedua puting susu : sama tinggi atau tidak -Paget dis : kulit puting kering. laktasi -Jernih : normal -Hijau : perimenopause. terutama orang tua) Areola dan puting susu -Exoriasi kulit. turgor. kemerahan. bersisik dan mudah berdarah Cairan papilla mamma -Sifat cairan : serous. kelainan fibrokistik -Hemoragik : karsinoma. mukous. ektasi duktus.

inflamasi non infektif Kenyal : penyakit fibrokistik Lunak : lipoma Pectoral fixation test Dilakukan bila chest wall fixation test negatif Untuk tumor yang berlokasi di kwadran lateral atas Untuk mengetahui ada tidaknya infiltrasi tumor ke m. IV tangan kanan diletakkan di bawah humerus kiri.pectoralis major Penderita menekan kuat pinggang atau meletakkan kedua tangan di belakang kepala (otot pectoralis major berkontraksi) Bila tumor tak bebas bergerak waktu dikontraksikan dan bebas saat relaksasi maka pectoral fixation test positif Serratus anterior fixation test Untuk yang berlokasi di kwadran lateral bawah Kedua lengan penderita memegang bahu pemeriksa Pemeriksaan kelenjar Penderita tetap duduk tegak Bila ada pembesaran : catat besar. batas kurang jelas -Kelainan mammogram tanpa kelainan palpasi Tanda Lama -Retraksi kulit/areola . 1/3 proximal bagian bawah penderita Kelenjar Limfe Subscapularis Kiri Pemeriksa di belakang penderita Lengan kiri diangkat dengan tangan kanan pemeriksa (abduksi 900) Ujung jari dimasukkan di belakang scapula Pemeriksaan saat berbaring Letakkan bantal kecil di punggung di mana payudara akan diperiksa Kedua tangan di bawah kepala : periksa kwadran lateral Kedua tangan disamping : periksa kwadran medial Tanda Dini -Benjolan soliter. konsistensi. kista Keras. mobilitas Kelenjar Limfe Supraclavicular Penderita mengangkat kedua bahu dan sedikit membungkuk Pemeriksa dapat dari depan atau dari belakang Kelenjar Limfe Infraclavicular Penderita membusungkan dada Kelenjar Limfe Axillaris Pars Centralis Kiri Tangan kiri pemeriksa mengangkat lengan kiri penderita ke atas Tangan kanan (ujung jari) dimasukkan jauh ke dalam apex fossa axillaris Lalu tangan diturunkan perlahan dan bila ada pembesaran kelenjar sentral (terkurung antara jari dengan dinding thorax) Kelenjar Mammaria Interna Kiri Pemeriksaan diteruskan ke bawah antara linea axillaris media dan anterior Kelenjar Axillaris Lateralis Kiri Lengan kiri penderita dipegang tangan kanan pemeriksa (abduksi 900) Ujung jari II. perlekatan dengan dasar (chest wall fixation test) Benjolan keras.Bila ada benjolan. bentuk. berbenjol. batas tegas/tidak. permukaan kasar. permukaan licin : fibroadenoma. konsistensi. bentuk. nyeri tekan/tidak. melekat : ganas. agak keras. nyeri. III. tidak nyeri. besar. catat : lokalisasi.

Nekrosis lemak . Mastitis 6. Pemeriksaan fisis 3. Anamnesis 2. Frozen section 4. Pemeriksaan penunjang a. Galactocele 5. Pemeriksaan Lain Thorax foto Bone scanning/bone survey USG abdomen/liver MRI. estrogen reseptor. Fibroadenoma mamma 2. Biopsi Tru-cut d. Mammografi b. Utrasonografi Terutama untuk membedakan tumor solid atau kista (tampak bila ukuran telah 1-2 cm) c. CT scan Laboratorium : alkali fosfatase.-Retraksi/inversi papilla -Kelenjar aksilla dapat diraba -Pengerutan atau pembesaran mamma -Kemerahan atau edem kulit -Fiksasi pada kulit atau dinding thoraks Tanda Akhir -Ulkus -Kelenjar supraclavikular teraba -Edem lengan -Metastasis jauh Diagnosis 1. Fibrocystic of the breast (mammary displasia) 3. lalu potong beku atau blok parafin -Insisional biopsi untuk yang inoperabel Diagnosis banding 1. dll Diagnosis pasti : histopatologis -Eksisional biopsi. Cystosarcona filoides 4. menentukan morfometri sel tumor dan hormonal dependent b. Pemeriksaan histopatologis a. Biopsi c. Pemeriksaan Sitologi Untuk menentukan apakah segera perlu pembedahan frozen section atau dilanjutkan dengan pemeriksaan lain atau langsung ekstirpasi Hasil positif bukan indikasi bedah radikal Indikasi -Diagnosis preoperatif dengan dugaan tumor maligna -Diagnosis konfirmatif tumor maligna atau berulang -Menentukan neoplastik atau non neoplastik -Mengambil bahan aspirat untuk kultur.

sejak 1976 tidak di radiasi bila KGB axilla positif tapi diberi ajuvant kemoterapi (CMF) 12 siklus Penelitian Milan II (1985-1987) : TART Tumorektomi : eksisi tumor primer beserta jaringan normal payudara 1 cm. Lokasi bukan sentral . Tersedia fasilitas radioterapi 3. Penentuan stadium harus akurat 2. Simple mastectomy Pengangkatan seluruh mamma 6. Subcutaneus mastectomy Pengangkatan seluruh mamma dengan menyisakan areola dan papilla mamma 7.pektoralis minor dan KGB interpektoral diangkat sementara m. isi fossa aksillaris dan m. Superradical Wangensteen (1949). Radical mastectomy Pertama kali dilaporkan oleh Halsted (1882) Berupa pengangkatan seluruh mamma. segmentektomi -Diseksi kelenjar aksilla -Radioterapi Penelitian Milan I (Veronesi 1973) : QUART Kuadrantektomi : mengangkat kuadran payudara yang mengandung tumor ( < 2 cm) beserta kulit dan fascia superfisial pektoralis mayor (insisi kulit ellips) Diseksi aksilla : lanjutan bila tumor primer di kuadran lateral atas. Kuasai teknik diseksi dengan baik 5. misal radioterapi -Harga obat kemoterapi mahal 3. Modified radical mastectomy Patey (1930) : m. Tumor ukuran < 5 cm 6. Extended mastectomy Handley dan Thacray (1954) : merupakan radical mastectomy yang diperluas. Pembedahan 1. dimulai 3-6 minggu setelah operasi (selama 5 minggu). insisi terpisah bila tumor di kuadran lain Radioterapi : pada mamma ipsilateral. Pengetahuan masyarakat untuk kontrol teratur 4.pektoralis minor tidak diangkat MRM atas dasar : -Kurasi untuk 5-10 tahun cukup tinggi -Sebagian besar penderita jarang/susah kontrol teratur -Sarana lain kurang. Dahl Everson : KGB mediastinal dan supraklavikular juga diangkat 5. Tumor tunggal 7. Breast conserving treatment (therapy) Terdiri dari : -Kuadrantektomi. kulit tidak diangkat (sedikit untuk PA) Diseksi axilla : dilakukan insisi terpisah Radioterapi : Radiasi ekternal dan intersisial dengan 192Ir Syarat BCT : 1.Penatalaksanaan A. KGB regional (mammaria interna juga diangkat) 4.pektoralis mayor tidak diangkat Madden : m.pektoralis mayor dan minor 2. lumpektomi luas/tumorektomi.

8. Volume payudara sekitar 500 cc (Bra no. 34) 9. Tidak ada mikrokalsifikasi luas 10. Tidak dalam keadaan hamil 11. Bukan type : -Intraductal papillary ca -Lobular ca insitu -Invasif lobular ca -Infiltrating ductal ca -Paget's disease -Inflamatory breast ca 12. Tidak ada riwayat menderita penyakit kolagen Tehnik T M P A I S X R Lumpektomi Radikal Patey Radikal Halsted Radikal Urban Superradikal (Dahl Everson) + + + + ++ + + ++ + ++ + + + ++ +++ -+ + +

+ T : pengangkatan tumor/lumpektomi/kuadrantektomi M : pengangkatan payudara P : pengangkatan m.pektoralis major/minor A : pengangkatan KGB axilla I : pengangkatan KGB intratoraks (mammaria interna) S : pengangkatan KGB supraclavicular X : penyinaran megavolt mamma R : tindak bedah rekonstruksi atau prostesis Kriteria Inoperabilitas Haagensen : 1. Edem luas pada kulit mamma (>1/3) 2. Edem lengan 3. Ada nodul satelit 4. Nodul parasternal, nodul supraclavicula 5. Mastitis carcinomatous 6. Ada metastasis jauh 7. Locally advanced ( bila ditemukan 2 tanda) : -Ulserasi kulit -Kulit terfiksir di dinding thorax -Kelenjar axilla > 2,5 cm -Kelenjar axilla melekat satu sama lain Penyulit Mastektomi Radikal 1. Luka mastektomi dan diseksi aksilla Hematom, infeksi luka, seroma 2. Cedera saraf N.intercostobrachialis : mati rasa kulit ketiak, medial lengan atas N.thoracalis longus : m.serratus anterior N.thoracodorsalis : m.latissimus dorsi N.pectoralis : m.pectoralis 3. Kontraktur bahu 4. Limfedem extrimitas atas B. Radioterapi 1. Kuratif : bersama dengan MRM, BCT 2. Paliatif : tumor tak mampu angkat (T4) Dosis : Tumor primer : 5000-6000 rad KGB regional : 1500 rad C.Kemoterapi 1. Ajuvant : bila ada metastasis ke KGB 2. Paliatif : sudah ada metastasis sistemik Digunakan Kombinasi : CAF -Cyclophosphamide : 100 mg/m2/oral (hari 1 sampai 14) -Adriamycin : 50 mg/m2/iv (hari 1 dan -5 Fluourasil : 500 mg/m2/iv (hari 1 dan Lama 1 siklus adalah 28 hari

Respons 82% (CR+PR) CMF -Cyclophosphamide : 100 mg/m2/oral (hari 1 sampai 14) -Methotrexate : 40 mg/m2/iv (hari 1 dan -5 Fluourasil : 600 mg/m2/iv (hari 1 dan 6) Lama 1 siklus adalah 26 hari Respons 55% CA -Cyclophosphamide : 600 mg/m2/iv (hari ke-1) -Adriamycin : 40 mg/m2/iv (hari ke-1) Lama 1 siklus adalah 21 hari Respons 60-70% D.Hormonal -Telah ada metastasis jauh -Paliatif sebelum pemberian kemoterapi -Paliatif untuk pramenopause dengan cara oophorektomi bilateral -Ajuvant pada pascamenopause (ER+) dengan (KGB+) Jenis : 1. Oophorektomi bilateral 2. Obat : Tamoxifen (tamofen,nolvadex) 20-40 mg/hari : Linoral 3 x 0,1-0,5 mg/hari : Diethylstilbestrol 3 x 5-15 mg/hari : Testosteron 30 mg/minggu : Durabolin 50 mg/minggu : Sustanon 250 mg/minggu Stadium Dini (operable) Stadium I Terapi utama 1. Radical mastectomy 2. Modified radical mastectomy (Patey-Madden) Hasil diseksi kelenjar aksilla, bila histopatologis : (-) : observasi (+) : radiasi regional + ajuvant kemoterapi →sekalipun KGB (-), tetapi tumor sentral/medial, tetap diberi radiasi regional Terapi alternatif 1. BCT 2. Simple mastectomy + radiasi + ajuvant kemoterapi Stadium II Terapi utama RM / MRM + radiasi KGB dan Tumor bed Terapi alternatif Simple mastektomi + radiasi + ajuvant kemoterapi Stadium III a Simple mastektomi + radiasi + ajuvant kemoterapi Stadium lanjut (inoperable) Stadium III b (locally advanced ) 1. Kemoterapi : kuratif 12 siklus 2. Hormonal : tergantung pemeriksaan ER

M1 85% 65% .N semua. Staging TNM Stadium Ketahanan hidup 5 tahun I T1NoMo II T2N1Mo III To-2N2Mo. Gambaran histopatologis : grade 2. Mastitis karsinomatosa -Kemoterapi. urutannya hormonal dan kemoterapi) Setelah radiasi : Residu tumor (-) : tunggu sampai relaps. ER – = post menopause Keadaan Khusus 1. Karsinoma yang residif dan bermetastasis -Bedah : hanya biopsi -Radioterapi. T3N1-2Mo IV Tsemua. kemoterapi. Karsinoma mamma lanjut (lokal:T4) -Radioterapi dulu beberapa minggu lalu mastektomi (bila dapat diangkat) atau kemoterapi/hormonal tidak dapat diteruskan 4.Mo 2. lalu dengan radiasi -Radiasi dulu tidak dianjurkan Prognosis Ditentukan oleh : 1.No.ER (+) : radiasi + hormonal + kemoterapi ER (-) : radiasi + kemoterapi + hormonal Bila ER tidak dapat diperiksa : radiasi + kemoterapi + hormonal (berdasarkan progresivitas. lalu diberi hormonal atau kemoterapi Residu tumor (+) : hormonal terapi Terapi hormonal (tunggu 6-8 minggu) untuk melihat respon : Respon (+) : terapi hormonal diteruskan Respon (-) : berikan kemoterapi CMF atau CAF Terapi hormonal dibagi 3 group : Pre menopause : bilateral oophorektomi 1-5 tahun menopause : ER + bilateral oophorektomi : ER – post menopause Post menopause : hormonal inkubitif/aditif Stadium IV Pre menopause : bilateral oophorektomi Respon (+) : tunggu relaps — aminogluthethimid tamoxifen Respon (-) : kemoterapi CMF/CAF 1-5 thn menopause : ER + = pre menopause. hormonal 3. Kehamilan -MRM diikuti dengan radiasi -Trimister pertama : radiasi dan kemoterapi tidak dapat diberikan -Tunda kehamilan berikut selama 2 tahun bila T1.

Hindari faktor penyebab/resiko 2. xerografi Indikasi Sebagai penyaring atau konfirmasi (setelah pemeriksaan ditemukan kecurigaan) 1. sekalipun tumor sudah dapat dipalpasi Tampak mikrokalsifikasi: sand like app. Seluruh kanker 88% dapat dideteksi dengan mammografi. SARANIS (pemeriksaan payudara secara klinis) c. 42% ditemukan hanya dengan mammografi saja sebelum kelainan ini cukup besar untuk di palpasi. Evaluasi benjolan yang diragukan/perubahan samar -Mastitis kronik sistika. 9% tidak dapat dideteksi dengan mammografi. Mammografi Pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar X (soft tissue tecnique) yang bertujuan untuk menyaring ada tidaknya kelainan neoplasma ganas. SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) Pemeriksaan dilakukan 7-10 hari setelah haid >20 thn : SADARI tiap bulan 20-40 thn : tiap 3 tahun memeriksakan ke dokter > 40 thn : tiap tahun 35-40 thn : lakukan base line mammografi <50 thn : konsul ke dokter untuk lakukan mammografi >50 th : tiap tahun mammografi bila perlu b. fibrosis reaktif. Screening pada resiko tinggi -Nullipara -Menarki sebelum usia 12 tahun -Hamil pertama usia > 30 tahun 4. bila ada metastasis (tumor primer?) 5.40% 10% Pencegahan 1. comet sign Deteksi dini karsinoma unpalpable Termasuk termografi. Pernah mengidap kanker payudara kontralateral 2. cairan dari puting susu -Ada keluarga yang menderita 3. Cari karsinoma primer. Penemuan dini a. Screening sebelum tindak bedah plastik atau kosmetik KELAINAN LAIN PADA PAYUDARA Kelainan payudara yang memerlukan tindak bedah Inflamasi/infeksi -Mastitis akut -Mastitis purulenta -Abses mamma Noninfeksi -Duktektasis .. Evaluasi terhadap populasi wanita normal tanpa keluhan atau gejala yang mengarah ke tumor payudara dalam usaha mendeteksi kanker dini.

kadang bila ditekan -Pertumbuhan cepat saat hamil. dapat jadi besar -Semua usia. setelah menopause tidak ditemukan -Tumor mamma paling sering Klinis -Soliter. dapat mencapai 20x30cm -Bulat/lonjong. metastasis FIBROADENOMA -Pada wanita muda (15-30 tahun) .-Nekrosis lemak -Galaktokele Reaksi fisiologis tidak teratur -Penyakit fibrokistik Tumor jinak -Fibroadenoma. menjelang menopause -Bila sangat besar : giant fibroadenoma Terapi -Ekstirpasi CYSTOSARCOMA FILOIDES -Jinak. berbenjol-benjol -Konsistensi padat. mobile -Kulit tegang. batas tegas. kadang multipel. nyeri saat haid -Usia 30-50 tahun . mengkilat. terutama 45 tahun Klinis -Mirip fibroadenoma yang besar. venektasi Terapi -Eksisi luas -Subkutan mastektomi -Simple mastektomi -Radikal mastektomi KELAINAN FIBROKISTIK Pendahuluan Nama lain -Mastitis kronis kistik -Hiperplasia kistik -Mastopatia kistik -Displasia payudara -Mammaria displasia -Benjolan multiple dan bilateral. padat kenyal. batas tegas -Tidak melekat / mobile -Tidak nyeri. dapat infiltrasi lokal -Dapat jadi ganas (15%) : malignant cystosarcoma philloides -Pertumbuhan cepat. ada bagian kisteus -Tidak ada perlekatan. laktasi. lipoma Tumor ganas -Adenokarsinoma mamma -Sarkoma. simpai licin. kenyal. cystosarkoma filoides -Papilloma intraduktal. dapat bilateral (15%) -Benjolan bulat/lonjong.

payudara seluruhnya berbenjol -Pengeluaran cairan dari puting (jernih-hijau.Klinis -Klinis lebih jelas/lebih hebat saat haid -Beri gambaran klinis dan histopatologis beragam. kista Terapi -Eksisi (terutama bila mengganggu) Papilloma Intraductal -Berasal dari duktus laktiferus -Lokasi terutama di bawah areola mamma Klinis -Sekresi berdarah dari puting Adenosis Sklerosis Klinis -Mirip kelainan fibrokistik Histologis -Proliferasi jinak Nekrosis lemak Klinis -Massa keras akibat cedera. tidak mobil. akibat stafillokokkus dan streptokokkus -Dapat berkembang jadi abses yang nyeri disertai demam -Stasis air susu sebagai predisposisi MASTITIS TBC -Abses dingin. tidak berdarah) -Nyeri prahaid (siklus). lalu terjadi fibrosis MASTITIS Sel Plasma Nama lain : mastitis komedo -Radang subakut sistem duktus Klinis -Klinis sukar dibedakan dengan karsinoma -Massa keras. tumor soliter. tidak membesar -Retraksi kulit. batas tidak rata -Klinis sukar dibedakan dengan karsinoma Histologis -Nekrosis jaringan lemak. kadang terinfeksi . kadang membentuk fistel Galaktokele -Kista retensi yang berisi air susu yang mengental. retraksi puting akibat fibrosis periduktal -Pembesaran KGB (+) MASTITIS Akut -Pada minggu pertama laktasi. jadi sebaiknya lakukan biopsi bila ragu -Perubahan dan fluktuasi gambaran klinis jelas : -Benjolan multiple. tidak nyeri.

kisteus Fistel Paraareola -Akibat duktus tersumbat (sekret kental). androgen. ulkus KARSINOMA PARU PENDAHULUAN -Di negara maju. antihipertensi. polusi udara -penyakit paru dengan fibrosis -Frekwensi berbanding lurus dengan jumlah rokok yang diisap dan lamanya. antidepresi. hipertiroid -Obat-obatan : estrogen. tumor testis. merupakan penyebab kematian no. digitalis. bulat. hipoganids. penyebab kematian terbanyak setelah karsinoma nasofaring -Terutama pada umur 50-60 tahun. 20-40 batang : 50x. fistel di pinggir areola Diagnosis banding -Penyakit paget’s -Mastitis tuberkulosa Ginekomasti -Hipertrofi payudara pria Etiologi -Pubertas. 1-10 batang : 15x. > 40 batang : 70x ETIOLOGI . kemoterapi kanker Karsinoma Mamma Pria -Perjalanannya lebih cepat -Diagnosis sering agak terlambat -Curiga bila ada ginekomasti unilateral Klinis -Benjolan tanpa nyeri di belakang areola mamma -Sekresi dari papilla -Perubahan papilla/areola : retraksi. sehingga dilatasi dan menyebabkan reaksi radang Klinis -Cairan berdarah atau serous dari puting -Cairan mirip mentega dari satu duktus -Retraksi di bawah putting -Abses. pria lebih banyak -Berhubungan erat dengan : -rokok. hepatoma. tumor adrenal.1 -Di Indonesia. usia 65 tahun -Penyakit : sirosis. kanker paru. progesteron.-Akibat duktus laktiferus tersumbat pada ibu laktasi -Tumor batas tegas.

Polusi udara -Asbes.Multifaktorial ? 1. arsen. laki lebih banyak -Terutama terletak di bagian sentral (gejala obstruksi) -Berhubungan dengan kebisaan merokok -Umumnya pertumbuhan lambat. Rokok (terutama kretek) -Tar yang dikandung oleh rokok merupakan bahan karsinogen 2. penyebaran umumnya limfogen -Sensitif sedang terhadap radioterapi . berilium. krom. Radiasi KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI WHO WP-L (Working Party Lung Cancer System) Karsinoma sel squamosa Karsinoma sel kecil -fusiform -poligonal -bentuk limfosit -bentuk lain Adenokarsinoma Bronkogenik -asiner -papiler Bronkhiolo-alveolar Karsinoma sel besar -solidum dengan musin -solidum tanpa musin -sel raksasa -sel jernih Karsinoma sel squamosa -diferensiasi baik -diferensiasi sedang -diferensiasi buruk Karsinoma sel kecil -berbentuk limfosit -intermediate cell Adenokarsinoma -diferensiasi baik -diferensiasi sedang -diferensiasi buruk -bronkhiolo-alveolar Karsinoma sel besar -berlapis -dengan musin -sel raksasa -sel jernih Karsinoma sel squamosa (epidermoid) -Sekitar 50-70% dari seluruh karsinoma paru. nikel. uranium. vinil klorida 3.

banyak mengandung pembuluh darah -Invasi ke peribronkial : Collar button lesion -Termasuk kelompok APUD-omas. cepat metastasis Adenoma (karsinoid bronkus) -Lokasi di mukosa bronkus besar -Bentuk polipoid atau plak. dikelilingi jaringan paru/pleura viseralis. sering asimptomatik -Berhubungan dengan parut di parenkim paru (tidak berhubungan dengan kebiasaan merokok) -Pertumbuhan lambat. cepat metastasis -Biasanya ditemukan dalam stadium inoperabel -Sensitif radioterapi dan kemoterapi. pria lebih banyak -Letak perifer. agresif. respon kurang terhadap radioterapi Karsinoma sel kecil -Sekitar 10-15%. agresif.Adenokarsinoma -Sekitar 10-25%. pria lebih banyak -Termasuk kelompok APUD-omas (sindroma neoplastik) -Ada hubungan dengan rokok -Letak terutama di sentral. invasi tidak sampai bronkus lobus (belum sampai bronkus utama) Setiap tumor dengan : -garis tengah > 3 cm . soliter. wanita lebih banyak -Terutama di perifer. tetapi cepat residif -Paling ganas Karsinoma sel besar -Sekitar 5%. diare) SISTEM TNM (AJCC/IUCC 1992) Tx T1 T2 T3 T4 N1 N2 N3 M1 Sitologis positif. menyebabkan sindroma karsinoid (muka merah. umur muda. produksi hormon. takikardi. radiologis/bronkoskop negatif Tumor < 3cm. sentrifugal (efusi pleura) -Sensitif kemoterapi.

KGB (lym). pleura mediastinalis. pembuluh besar. T3 No Mo T3 N1 Mo. hepar (hep). lengan dan sindroma Horner (enoftalmus ipsilateral. berhubungan dengan atelektasis atau pneumonitis obstruktif seluruh paru Tumor berbagai ukuran yang melibatkan mediastinum. lain-lain (oth) STADIUM / STAGE (AJCC/UICC) Stadium Interpretasi Occult Stadium 0 Stadium I Stadium II Stadium IIIA IIIB Stadium IV Tx No Mo Tis No Mo T1 No Mo. esofagus. tetapi belum seluruh paru Tumor dengan segala ukuran dengan perluasan ke dinding dada. T2 N1 Mo T1 N2 Mo. T2 No Mo T1 N1 Mo. apeks lobus superior.leher. sumsum tulang (mar). otak (bra). erosi iga I. T2 N2 Mo. nyeri dada -Sebagian besar penderita kanker paru ditemukan dalam stadium lanjut Pancoast Tumor : tumor di perifer. trakea. karina atau tumor yang disertai efusi pleura malignant KGB peribronkial dan atau hilus ipsilateral. dapat menekan pleksus brakialis. tumor di bronkus utama < 2 cm distal karina. tulang (oss). peritoneum (per). pneumonitis obstruktif yang meluas ke hilus. kulit (ski). T3 N2 Mo T semua N3 Mo. pleura (pl). miosis) disertai anhidrosis yang melibatkan saraf simpatis Akibat pertumbuhan neoplastik . korpus vertebra. menyebabkan efusi pleura : sesak napas. difragma. jantung.-mengenai bronkus utama sejauh 2 cm/lebih distal dari karina -mengenai pleura viseralis -berhubungan dengan atelektasis. T4 N semua Mo T semua N semua M1 GAMBARAN KLINIK -Stadium awal : tidak menimbulkan gejala klinis yang khas -Sekitar 25% penderita ditemukan secara kebetulan. tanpa simptom -Tumor yang meluas sentrifugal.II dan vertebra servikal sehingga timbul rasa sakit bahu. KGB skalenus dan supraklavikular ipsilateral/kontralateral Metastasis jauh M1 : Paru (pul). perikardium. ptosis. termasuk perluasan tumor secara langsung KGB mediastinum dan atau subkarina ipsilateral KGB hilus dan mediastinum kontralateral.

neuropati. paralise pita suara).rekurens (disfoni. hemoptoe jarang -Resistensi tubuh rendah (gangguan faal. Anamnesis 2. ginjal. retensi lendir bronkus): pneumonitis berulang. n. dermatomiositis Tromboflebitis migrans. hiperkalsemia Miopati. jenis sel fosfatase lindi. neuropati Sindroma paraneoplastik Metabolik Neuromuskuler Skeletal Dermatologik Vaskuler Hematologik Sindroma cushing. Pemeriksaan Radiologis -Thoraks foto PA.-Iritasi dan gangguan mekanik : batuk. faktor pembekuan. lateral.brakialis (sindroma pleksus brakialis) Metastasis -Pembesaran KGB -Gejala metastasis di organ jauh Kelainan yang belum jelas sebabnya -Generalized hypertrophic osteoarthropathy -Trombosis perifer berulang. polimiositis ensefalomielopati Jari tabuh. BT. Pemeriksaan fisis -Keadaan umum. sitologi 4. miastenia. oblik . osteoarthropati hipertropik Akantosis nigrikans. trombosit. n. n. termasuk status penampilan -Kelainan yang terlihat -Pemeriksaan dada dan paru -Tanda penyebaran tumor ke alat tubuh lain 3. stridor -Saraf : nyeri. trombosis arterial Anemia. sklerodem. Pemeriksaan laboratorium -Darah rutin. infiltrasi ke sekitar -Vena cava superior : sindroma vena cava superior -Esofagus : disfagi -Trakea : dispnea. abses paru -Lanjut : obstruksi bronkus : sesak neapas Akibat penekanan. kelebihan hormon ADH. kadar kalisium darah -Pemeriksaan cairan pleura : jumlah sel. polisitemia DIAGNOSIS 1.frenikus (paralise diafragma). CT -Sitologi sputum -Pemeriksaan faal hati.

Pemeriksaan sitologis dan histopatologis TERAPI Pengobatan tergantung : -Jenis histoligis. Mediastinoskopi 9. Biopsi transtorakal 8. liver scanning. stadium). derajat (stage. MRI 5. USG. Biopsi transbronkial -Bila tumor letak perifer. faal jantung dan organ lain Pembedahan Sifat Operasi Tindakan Pembedahan Pengang-katan tumor Diseksi KGB sempurna Metastasis kelenjar sisa Kuratif -Absolut -Relatif Nonkuratif -Absolut -Relatif + + + + + + + + + - . infiltrasi dinding -Perubahan lumen bronkus : stenosis. obstruksi -Tak ada kelainan.-Fluoroskopi : gerakan diafragma -Tomogram : pembesaran KGB hilus/mediastinum -Metastasis jauh : bone survey. CT scan. status penampilan penderita -Umur. Punksi dan biopsi pleura 10. faal paru. bone scanning. bila tumor terletak di perifer 6. Pemeriksaan Bronkoskopi Kelainan yang mungkin ditemukan : -Kelainan dinding bronkus : tumor intrabronkial. dilakukan melalui bronkoskop dengan sinar tembus 7.

batuk. Adriam 27mg. atasi sind. Tumor : jinak/ganas . dinding dada). Pancoast. perdarahan Radioterapi Kuratif : inoperabel (tumor di bronkus utama. Bronkhiektasis 2. hemoptoe Ajuvant : pasca reseksi kuratif (bila radikalitas diragukan) -Untuk karsinoma sel kecil -Kontra indikasi : -faal paru buruk -massa tumor terlalu besar -metastasis jauh Kemoterapi Paliatif : telah metastasis ke luar paru Ajuvant : bedah atau radiasi kuratif Kombinasi : -hari 1 : Cycloph 333mg. menolak operasi) Paliatif : mengurangi nyeri (metastasis tulang. Nimustine 33mg/m2/iv -hari 1 dan 5 : Cisplatinum 25mg/bolus -hari 3 dan 5 : Methotrexate 27mg/m2/iv PROGNOSIS -Ketahanan hidup 1 tahun 20%.Graham (1933) : pertama kali pd orang dewasa Bentuk Operasi -Lobektomi : pengangkatan sbg lobus -Reseksi segmental -Pneumonektomi : pengangkatan paru secara total Indikasi Pneumonektomi Tergantung apakah kelainan tsb melibatkan paru secara luas atau tidak 1. sind.H. tekanan mekanis. Tuberkulosis 3. kecuali jenis sel kecil Paliatif : reduksi tumor sehingga radioterapi/kemoterapi lebih efektif : mengurangi obstruksi.+ + Kuratif : pada stadium I. 5 tahun <10% -Karsinoma epidermoid : ketahanan hidup 5 tahun 5-7.5% -Adenokarsinoma : 10 -12% -Karsinoma sel kecil : 1-2% -Karsinoma sel besar : 2-5% -Mixed : 5-10% PNEUMONEKTOMI Pendahuluan -Dupuytren dan Astley Cooper (abad ke-19) : empyema -Nissen (1931) : pneumonektomi pertama kali pd anak umur 12 tahun -E. status penampilan buruk. vena cava superior.

Lain-lain : abses. Fistula bronkhopleural -Akibat adanya infeksi atau penutupan bronkhial/ struktur hilus tidak sempurna 2. Insisi posterolateral Komplikasi Pneumonektomi Intraoperatif 1. Herniasi jantung -Akibat adanya defek pada perikardium 5. Pneumonektomi radikal -Disertai pengangkatan kelenjar limfe mediastinalis ipsilateral 3.laringeus rekuren dan n. Obstruksi jalan napas -Kesalahan pemasangan endotrakeal tube — terlebih dahulu lakukan bronkoskopi dan pemakaian single lumen tube 3.4. jamur. atrium. Perdarahan -Akibat laserasi arteri pulmonalis atau cabang-cabangnya — jadi identifikasi terlebih dahulu 2. abses paru. Simple atau standar pneumonektomi -Reseksi paru. diafragma Pendekatan Operasi 1. Empyema 6. Infeksi luka operasi . Parese n. dinding dada. Extended pneumonektomi -Disertai dgn struktur sekitar yg terlibat. Trombus -Akibat kerusakan intima atau ruptur pada jahitan pembuluh darah — jadi gunakan jahitan kontinu 4. fistula bronkhopleural 4. bronkiektasis. keganasan yg tidak melibatkan kelenjar limfe regional 2. Insisi transversal anterolateral Rienhoff 2. Penyempitan akibat inflamasi atau trauma 5. bronkopulmoner sequestrasi. Insifisiensi respiratory -Pada preoperatif terlebih dahulu periksa apakah penderita dapat mentoleransi penurunan fungsi paru selama operasi Postoperatif 1. ventilasi mekanis. transfusi multiple. brokopulmoner sequestrasi Teknik 1. kelebihan cairan. Perdarahan postoperatif 3. Kegagalan pernapasan -Perpanjangan efek anastesi. tapi tidak mencakup diseksi KGB regional -Misal pada : destroyed lung. Fistula esofagopleural 7. misal : reseksi perikardium.phrenikus 8.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful