P. 1
kanker ovarium

kanker ovarium

|Views: 1,323|Likes:
Published by Aprillia_Yudha_1915

More info:

Published by: Aprillia_Yudha_1915 on Apr 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/27/2013

pdf

text

original

ASKEP CA OVARIUM

Posted on March 30, 2011 by ainicahayamata ASKEP CA OVARIUM A. Pengertian Kanker Indung telur atau Kanker ovarium adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur) yang paling sering ditemukan pada wanita berusia 50 – 70 tahun. Kanker ovarium bisa menyebar ke bagian lain, panggul, dan perut melalui sistem getah bening dan melalui sistem pembuluh darah menyebar ke hati dan paru-paru. Kanker ovarium sangat sulit didiagnosa dan kemungkinan kanker ovarium ini merupakan awal dari banyak kanker primer. (Wingo, 1995)

B. Etiologi Penyebab kanker ovarium belum diketahui secara pasti. Akan tetapi banyak teori yang menjelaskan tentang etiologi kanker ovarium, diantaranya: 1. Hipotesis incessant ovulation Teori menyatakan bahwa terjadi kerusakan pada sel-sel epitel ovarium untuk penyembuhan luka pada saat terjadi ovulasi. Proses penyembuhan sel-sel epitel yang terganggu dapat menimbulkan proses transformasi menjadi sel-sel tumor. 2. Hipotesis androgen Androgen mempunyai peran penting dalam terbentuknya kanker ovarium. Hal ini didasarkan pada hasil percobaan bahwa epitel ovarium mengandung reseptor androgen. Dalam percobaan in-vitro, androgen dapat menstimulasi pertumbuhan epitel ovarium normal dan sel-sel kanker ovarium. C. Faktor Risiko 1. Diet tinggi lemak 2. Merokok 3. Alkohol 4. Penggunaan bedak talk perineal 5. Riwayat kanker payudara, kolon, atau endometrium 6. Riwayat keluarga dengan kanker payudara atau ovarium

7. Nulipara 8. Infertilitas 9. Menstruasi dini 10. Tidak pernah melahirkan

D. Tanda & Gejala Gejala umum bervariasi dan tidak spesifik. Pada stadium awal berupa : 1. Haid tidak teratur 2. Ketegangan menstrual yang terus meningkat 3. Menoragia 4. Nyeri tekan pada payudara 5. Menopause dini 6. Rasa tidak nyaman pada abdomen 7. Dispepsia 8. Tekanan pada pelvis 9. Sering berkemih 10. Flatulenes 11. Rasa begah setelah makan makanan kecil 12. Lingkar abdomen yang terus meningkat E. Stadium Stadium kanker ovarium primer menurut FIGO (Federation InternationalofGinecologies and Obstetricians ) 1987, adalah : STADIUM I –> pertumbuhan terbatas pada ovarium 1. Stadium 1a : pertumbuhan terbatas pada suatu ovarium, tidak ada asietas yang berisi sel ganas, tidak ada pertumbuhan di permukaan luar, kapsul utuh. 2. Stadium 1b : pertumbuhan terbatas pada kedua ovarium, tidak asietas, berisi sel ganas, tidak ada tumor di permukaan luar, kapsul intak.

3. Stadium 1c : tumor dengan stadium 1a dan 1b tetapi ada tumor dipermukaan luar atau kedua ovarium atau kapsul pecah atau dengan asietas berisi sel ganas atau dengan bilasan peritoneum positif. STADIUM II –> Pertumbuhan pada satu atau dua ovarium dengan perluasan ke panggul 1. Stadium 2a : perluasan atau metastasis ke uterus dan atau tuba 2. Stadium 2b : perluasan jaringan pelvis lainnya 3. Stadium 2c : tumor stadium 2a dan 2b tetapi pada tumor dengan permukaan satu atau kedua ovarium, kapsul pecah atau dengan asitas yang mengandung sel ganas dengan bilasan peritoneum positif.

STADIUM III –> tomor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant di peritoneum di luar pelvis dan atau retroperitoneal positif. Tumor terbatas dalam pelvis kecil tetapi sel histologi terbukti meluas ke usus besar atau omentum. 1. Stadium 3a : tumor terbatas di pelvis kecil dengan kelenjar getah bening negatif tetapi secara histologi dan dikonfirmasi secara mikroskopis terdapat adanya pertumbuhan (seeding) dipermukaan peritoneum abdominal. 2. Stadium 3b : tumor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant dipermukaan peritoneum dan terbukti secara mikroskopis, diameter melebihi 2 cm, dan kelenjar getah bening negativ. 3. . Stadium 3c : implant di abdoment dengan diameter > 2 cm dan atau kelenjar getah bening retroperitoneal atau inguinal positif. STADIUM IV –> pertumbuhan mengenai satu atau kedua ovarium dengan metastasis jauh. Bila efusi pleura dan hasil sitologinya positif dalam stadium 4, begitu juga metastasis ke permukaan liver.

F. Penegakan Diagnosa Medis Sebagian besar kanker ovarium bermula dari suatu kista. Oleh karena itu, apabila pada seorang wanita ditemukan suatu kista ovarium harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah kista tersebut bersifat jinak atau ganas (kanker ovarium). Ciri2 kista yang bersifat ganas yaitu pada keadaan :

Ø Kista cepat membesar

Ø Kista pada usia remaja atau pascamenopause Ø Kista dengan dinding yang tebal dan tidak berurutan Ø Kista dengan bagian padat Ø Tumor pada ovarium Pemeriksaan lanjutan untuk memperkuat dugaan ke arah kanker ovarium seperti : Ø USG dengan Doppler untuk menentukan arus darah Ø Jika diperlukan, pemeriksaan CT-Scan/ MRI Ø Pemeriksaan tumor marker seperti Ca-125 dan Ca-724, beta – HCG dan alfafetoprotein Semua pemeriksaan diatas belum bisa memastikan diagnosis kanker ovarium, akan tetapi hanya sebagai pegangan untuk melakukan tindakan operasi. G. Penatalaksanaan Sebagian besar kanker ovarium memerlukan pengobatan dengan kemoterapi. Hanya kanker ovarium stadium awal saja (stadium 1a dan 1b dengan derajat diferensiasi sel yang baik/sedang) yang tidak memerlukan kombinasi pengobatan. Kemoterapi diberikan sebanyak 6 seri dengan interval 3 – 4 minggu sekali dengan melakukan pemantauan terhadap efeh samping kemoterapi secara berkala terhadap sumsum tulang, fungsi hati, fungsi ginjal, sistem saluran cerna, sistem saluran cerna, sistem saraf dan sistem kardiovaskuler. Penatalaksanaan yang sesuai dengan stadium yaitu :
  

Operasi (stadium awal) Kemoterapi (tambahan terapi pada stadium awal) Radiasi (tambahan terapi untuk stadium lanjut

H. Asuhan Keperwatan 1. Pengkajian 1. Data diri klien Data biologis/fisiologis –> keluhan utama, riwayat keluhan utama 1. 2. 3. 4. 5. 6. Riwayat kesehatan masa lalu Riwayat kesehatan keluarga Riwayat reproduksi –> siklus haid, durasi haid Riwayat obstetric –> kehamilan, persalinan, nifas, hamil Pemeriksaan fisik Data psikologis/sosiologis–> reaksi emosional setelah penyakit diketahui

2. Diagnosa Keperawatan

1. Nyeri akut b.d agen cidera biologi 2. Perubahan citra tubuh dan harga diri b.d perubahan dalam penampilan fungsi dan peran 3. Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual b.d perubahan struktur atau fungsi tubuh, perubahan kadar hormone 4. Ketidakefektifan pola nafas b/d penurunan ekspansi paru karena desakan diafragma, bendungan cairan pleura 3.Tujuan dan Intervensi Diagnosa 1 : Nyeri akut b.d agen cidera biologi Defenisi : Pengalaman emosional dan sensori yang tidak menyenangkan yang muncul dari kerusakan jaringan secara secara aktual dan potensial atau menunjukkan adanya kerusakan. Serangan mendadak atau perlahan dari intensitas ringan sampai berat yang diantisipasi atau diprediksi durasi nyeri kurang dari 6 bulan. Batasan Karakteristik :
           

Melaporkan nyeri secara verbal dan non verbal Tingkah laku berhati hati Muka topeng Gangguan tidur Fokus pada diri sendiri Fokus menyempit (penurunan persepsi waktu,kerusakan proses berfikir,penurunan interaksi dengan orang dan lingkungan) Tingkah laku distraksi(jalan jalan, menemui orang,aktifitas berulang ) Respon otonom(diaphoresis, perubahan tekanan darah ,perubahan napas nadi,dilatasi pupil) Perubahan otonom dalm dalam tonus otot (dalam rentang lemah ke kaku) Tingkah laku ekspresif(gelisah merintih,menangis,waspada iritabel,napas panjang mengeluh Perubahan dalam nafsu makan Fakta dari observasi

Faktor yang Berhubungan :

Agen injuri (biologis, kimia, fisik, psikologis)

NOC:
  

Pain level Pain control Comfort level

Intervensi :
  

Manajemen nyeri Pemberian Analgesik Pemberian obat penenang

NIC MANAJEMEN NYERI Defenisi: pengurangan rasa nyeri serta peningkatan kenyamanan yang bisa diterima oleh pasien Aktivitas:
     

        

   

  

Lakukan penilaian nyeri secara komprehensif dimulai dari lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas dan penyebab. Kaji ketidaknyamanan secara nonverbal, terutama untuk pasien yang tidak bisa mengkomunikasikannya secara efektif Pastikan pasien mendapatkan perawatan dengan analgesic Gunakan komunikasi yang terapeutik agar pasien dapat menyatakan pengalamannya terhadap nyeri serta dukungan dalam merespon nyeri Pertimbangkan pengaruh budaya terhadap respon nyeri Tentukan dampak nyeri terhadap kehidupan sehari-hari (tidur, nafsu makan, aktivitas, kesadaran, mood, hubungan sosial, performance kerja dan melakukan tanggung jawab sehari-hari) Evaluasi pengalaman pasien atau keluarga terhadap nyeri kronik atau yang mengakibatkan cacat Evaluasi bersama pasien dan tenaga kesehatan lainnya dalam menilai efektifitas pengontrolan nyeri yang pernah dilakukan Bantu pasien dan keluarga mencari dan menyediakan dukungan. Gunakan metoda penilaian yang berkembang untuk memonitor perubahan nyeri serta mengidentifikasi faktor aktual dan potensial dalam mempercepat penyembuhan Tentukan tingkat kebutuhan pasien yang dapat memberikan kenyamanan pada pasien dan rencana keperawatan Menyediakan informasi tentang nyeri, contohnya penyebab nyeri, bagaimana kejadiannya, mengantisipasi ketidaknyamanan terhadap prosedur Kontrol faktor lingkungan yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada pasien (suhu ruangan, pencahayaan, keributan) Mengurangi atau menghapuskan faktor-faktor yang mempercepat atau meningkatkan nyeri (spt:ketakutan, fatique, sifat membosankan, ketiadaan pengetahuan) Mempertimbangkan kesediaan pasien dalam berpartisipasi, kemampuannya dalam berpartisipasi, pilihan yang digunakan, dukungan lain dalam metoda, dan kontraindikasi dalam pemilihan strategi mengurangi nyeri Pilihlah variasi dari ukuran pengobatan (farmakologis, nonfarmakologis, dan hubungan atar pribadi) untuk mengurangi nyeri Pertimbangkan tipe dan sumber nyeri ketika memilih metoda mengurangi nyeri Mendorong pasien dalam memonitor nyerinya sendiri Ajari untuk menggunakan tehnik non-farmakologi (spt: biofeddback, TENS, hypnosis, relaksasi, terapi musik, distraksi, terapi bermain, acupressure, apikasi hangat/dingin, dan pijatan ) sebelum, sesudah dan jika memungkinkan, selama puncak nyeri , sebelum nyeri terjadi atau meningkat, dan sepanjang nyeri itu masih terukur. Kolaborasikan dengan pasien dan tenaga kesehatan lainnya untuk memilih dan mengimplementasikan metoda dalam mengatasi nyeri secara non-farmakologi. Menyediakan analgesic yang dibutuhkan dalam mengatasi nyeri Menggunakan Patient-Controlled Analgesia (PCA)

dan intensitas nyeri sebelum mengobati pasien Periksa order/pesanan medis untuk obat. jika mungkin Hindari pemberian narkotik dan obat terlarang lainnya. menurut agen protokol Monitor TTV sebelum dan sesudah pemberian obat narkotik dengan dosis pertama atau jika ada catatan luar biasa. catat perubahan dalam catatan medis dan informasikan kepada tenaga kesehatan yang lain Evaluasi efektifitas metoda yang digunakan dalam mengontrol nyeri secara berkelanjutan Modifikasi metode kontrol nyeri sesuai dengan respon pasien Anjurkan untuk istirahat/tidur yang adekuat untuk mengurangi nyeri Dorong pasien untuk mendiskusikan pengalamannya terhadap nyeri Beritahu dokter jika metoda yang digunakan tidak berhasil atau jika ada komplain dari pasien mengenai metoda yang diberikan Informasikan kepada tenaga kesehatan yang lain/anggota keluarga tentang penggunaan terapi non-farmakologi yang akan digunakan oleh pasien Gunakan pendekatan dari berbagai disiplin ilmu dalam manajemen nyeri Mempertimbangkan pasien. dan frekuensi yang ditentukan analgesic Cek riwayat alergi obat Mengevaluasi kemampuan pasien dalam pemilihan obat penghilang sakit. rute. keluarga. non narkotik atau NSAID) berdasarkan tipe dan tingkat nyeri. tapi evaluasi resiko pemberian obat penenang Pastikan pretreatmen strategi analgesi dan/ non-farmakologi sebelum prosedur nyeri hebat Kaji tingkat ketidaknyamanan bersama pasien. dan dosis.              Gunakan cara mengontrol nyeri sebelum menjadi menyakitkan (puncak nyeri) Pengobatan sebelum beraktivitas untuk meningkatkan partisipasi . serta melibatkan pasien dalam pemilihan tersebut Tentukan jenis analgesic yang digunakan (narkotik. PEMBERIAN ANALGESIC Defenisi: menggunakan agen farmakologi untuk mengurangi nyeri Akatifitas:           Menentukan lokasi . Memberikan perawatan yang dibutuhkan dan aktifitas lain yang memberikan efek relaksasi sebagai respon dari analgesi . rute pemberian dan dosis optimal. Utamakan pemberian secara IV dibanding IM sebagai lokasi penyuntikan. dan hal lain yang mendukung dalam proses manajemen nyeri Menyediakan informasi yang akurat untuk meningkatkan pengetahuan keluarga terhadap respon nyeri Menyertakan keluarga dalam mengembangkan metoda mengatasi nyeri Monitor kepuasan pasien terhadap manajemen nyeri ynag diberikan dalam interval yang ditetapkan. karakteristik. mutu. Tentukan analgesic yang cocok. dosis.

pengamatan juga diakukan melihat adanya tanda dan gejala buruk atau tidak menguntungkan ( berhubungan dengan pernapasan. mual muntah. dosis. strategi ke menurunkan efek samping.d perubahan dalam penampilan fungsi dan peran Tujuan : KLien Intervensi : dapat memperbaiki persepsi citra tubuh dan harga dirinya. perubahan kadar hormon Tujuan : -KLien menyatakan paham tentang perubahan struktur dan fungsi seksual. terutama sekali opioids(karena resiko kecanduan tinggi) Mengevaluasi efektivitas analgesic pada interval tertentu. terutama setelah dosis awal. baik sendiri atau bersama dengan pil opioids. Kaji perasaan klien tentang citra tubuh dan tingkat harga diri Berikan dorongan untuk keikutsertaan kontinyu dalam aktifitas dan pembuatan keputusan Berikan dorongan pada klien dan pasangannya untuk saling berbagi kekhawatiran tentang perubahan fungsi seksual dan menggali alternatif untuk ekspresi seksual yang lazim Diagnosa 3 : Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual b. atau interval. catat efek yang merugikan Mengevaluasi dan mendokumentasikan tingkat pemberian obat penenang pada pasien yang menerima opioids Tindakan pesawat untuk mengurangi efek merugikan dari analgesic (contoh : konstipasi dan iritasi lambung) Kolaborasikan dengan dokter jika terjadi perubahan obat. depresi. perubahan pada respons individu . serta membuat rekomendasi spesifik berdasar pada prinsip equianalgesic Mengajari tentang penggunaan analgesic. dan harapan untuk keterlibatan dalam membuat keputusan dalam manajemen nyeri Diagnosa 2 : Perubahan citra tubuh dan harga diri b. untuk memelihara tingkatan serum Lakukan tindakan pengamanan pada pasien dengan obat analgesic narkotik Instruksikan untuk menggunakan pengobatan PRN sebelum nyeri bertambah Menginformasikan individu yang mendapatkan analgesic narkotika.              Cek pemberian analgesic selama 24 jam untuk mencegah terjadinya puncak nyeri tanpa rasa sakit. terutama dengan nyeri yang menjengkelkan Set harapan positif mengenai efektivitas obat analgesic untuk mengoptimalkan respons pasien Mengurus adjuvant analgesic dan/atau pengobatan ketika memerlukan tindakan tanpa rasa sakit Mempertimbangkan penggunaan infus secara terus menerus. – Mengidentifikasi kepuasan/ praktik seksual yang diterima dan beberapa alternatif cara mengekspresikan keinginan seksual Intervensi: Mendengarkan pernyataan klien dan pasangan Diskusikan sensasi atau ketidaknyamanan fisik.bahwa pasien akan merasa mengantuk hingga 2 sampai 3 hari kemudian kembali normal Mengkaji pengetahuan pasien atau anggota keluarga mengenai analgesic. rute pemberian.d perubahan struktur atau fungsi tubuh. mulut kering dan konstipasi) Dokumentasikan respon pasien tentang analgesic.

Status Respirasi : Ventilasi Defenisi : Pergerakan udara masuk dan keluar dari paru Indikator               Rata-rata Pernafasan dalam rentang yang diharapkan Irama pernafasan dalam rentang yang diharapkan Kedalaman pernafasan Ekspansi dada yang simetris Mudah bernafas Pengeluaran sputum keluar dari jalan nafas Keadekuatan vocal Ekpulsi udara Tidak ada penggunaan otot-otot bantu pernafasan Tidak ada bunyi nafas Tidak ada retraksi dada Tidak ada nafas pendek Auskultasi bunyi pernafasan dalam rentang yang diharapkan Tidak ada dipnea 2. bendungan cairan pleura Defenisi: inspirasi dan atau ekspirasi yang tidak menyediakan ventilasi yang adekuat NOC 1.Kaji informasi klien dan pasangan tentang anatomi/ fungsi seksual dan pengaruh prosedur pembedahan Identifikasi faktor budaya/nilai budaya Bantu klien untuk menyadari atau menerima tahap berduka Dorong klien untuk menyadari atau menerima tahap berduka Dorong klien untuk berbagi pikiran/masalah dengan orang terdekatnya Berikan solusi masalah terhadap masalah potensial. Status Pernapasan: Kepatenan Jalan Napas Definisi: Saluran trakheobronkial tetap terbuka Indikasi . ex : menunda koitus seksual saat kelelahan Diagnosa 4:Ketidakefektifan pola nafas b/d penurunan ekspansi paru karena desakan diafragma.

sesuai dengan kebutuhan Lakukan fisioterapi dada sesuai dengan kebutuhan Bersihkan secret dengan menganjurkan batuk atau dengan menggunakan penghisapan Dukung untuk bernafas pelan. dalam. dan batuk Instruksikan bagaimana batuk efektif Berikan bronkodilator sesuai dengan kebutuhan Berikan pengobatan aerosol sesuai dengan kebutuhan Atur posisi untuk mengurangi dipsnea Pantau status pernapasan dan oksigenasi sesuai dengan kebutuhan 2. Manajemen jalan nafas Defenisi: memfasilitasi kepatenan jalan nafas Aktivitas:             Buka jalan nafas. dan tekanan darah berada dalam rentang normal Indikator       Suhu Frekuensi Frekuensi Frekuensi napas TD sistolik TD diastolik NIC 1. gunakan teknik chin lift atau jaw thrust (dagu diangkat atau rahang ditinggikan) sesuai dengan kebutuhan Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi Identifikasi kebutuhan pasien akan insersi jalan nafas actual Masukkan jalan nafas melalui mulut atau nasofaring . berbalik.       Demam tidak ada Ansietas tidak ada Sesak tidak ada Frekuensi napas IER* Irama napas IER Keluaran sputum dari jalan napas Tidak ada suara napas tambahan 3. suhu tubuh untuk menentukan dan mencegah terjadinya komplikasi. Aktifitas: . system pernapasan. Status tanda tanda vital Defenisi : temperatur. nadi. pemantauan tanda-tanda vital Defenisi: pengumpulan dan analisis data dari system kardiovaskuler.

Ambil denyut nadi apical dan radial secara bersamaan dan catat perbedaannya. Monitor luas dan sempit tekanan darah. denyut nadi.            Monitor tekanan darah. KGB. B. Klasifikasi Jenis kanker ovarium meliputi: . ovarium 0 A. Kanker ovarium sebenarnya merupakan sekelompok tumor yang berbeda yang timbul dari beragam jenis jaringan yang terkandung dalam ovarium .duduk. dan berdiri Auskultasi tekanan darah dikedua lengan dan bandingkan. Definisi Kanker epitel ovarium atau dikenal dengan kanker indung telur yang berasal dari sel epitel. kanker bisa menyebar ke hati dan paru-paru. Kanker ovarium bisa menyebar secara langsung ke daerah di sekitarnya dan melalui sistem getah bening bisa menyebar ke bagian lain dari panggul dan perut. Melalui pembuluh darah. dan pernafasan sebelum. http://ainicahayamata. nadi. Kasus lainnya adalah jenis yang jarang terjadi dari kanker ovarium yaitu kanker yang berkembang dari sel – sel pembentuk telur kuman atau dari jaringan pendukung (stroma) dari organ jinak (nonkanker) tumor dan kista juga ditemukan di ovarium dan jauh lebih umum daripada kanker ovarium. Monitor jumlah dan kualitas denyut nadi. Monitor tekanan darah ketika pasien berbaring. selama. Monitor adanya laporan tanda dan gejala dari hipotermi dan hipertermi. suhu tubuh dan status pernapasan Catat arah dan luas ketidaktetapan tekanan darah. Jenis yang paling umum kanker ovarium muncul dari epitel sel (lapisan luar sel) dari permukaan ovarium.com/2011/03/30/askep-ca-ovarium/ Asuhan Keperawatan Kanker Ovarium Posted: 18 November 2011 in Kumpulan Askep Tag:Kanker. Kanker Indung Telur (Kanker Ovarium) adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur).wordpress. Monitor adanya sianosis. Monitor pola pernafasan yang abnormal. Monitor irama dan kecepatan jantung. dan sesudah melakukan kegiatan. Monitor tekanan darah.

1. 2. ascites (-) Kriteria I A / I B disertai 1 > lebih keadaan sbb : 1. Makroskopis mengenai intraperitoneal diameter > 2 cm . Disebut tumor sel germinal. Meluas mengenai KGB dan / 2. kanker ini dimulai pada lapisan tipis jaringan yang menutupi bagian luar ovarium. Kanker yang dimulai dalam sel-sel memproduksi hormon-kanker ini. progesteron dan testosteron.. KGB (-) 1. Disebut tumor stroma. ascites (-) Mengenai 2 ovarium.1. Kanker ovarium paling banyak ditemui adalah tumor epitel. Kanker yang dimulai dalam sel yang memproduksi telur. 2. 2. 3. II A II B II C Mengenai permukaan luar ovarium Kapsul ruptur Ascites (+) Stadium II perluasan pada rongga pelvis Mengenai uterus / tuba fallopi / keduanya Mengenai organ pelvis lainnya Kriteria II A / II B disertai 1 / > keadaan sbb : 1. 3. kapsul utuh. kapsul utuh. ovarium kanker ini cenderung terjadi pada wanita muda. 3. Mengenai permukaan ovarium Kapsul ruptur Ascites (+) Stadium III kanker meluas mengenai organ pelvis dan intraperitoneal III A Makroskopis : terbatas 1 / 2 ovarium Mikroskopis : mengenai intraperitoneal III B III C Makroskopis : mengenai intraperitoneal diameter < 2 cm. Klasifikasi stadium kanker ovarium berdasarkan FIGO (International Federation of Gynecology and Obstetrics Stadium I terbatas pada 1 / 2 ovarium IA IB IC Mengenal 1 ovarium. Disebut tumor epitel. mulai dalam jaringan ovarium yang menghasilkan hormon estrogen.

operasi debulking. Sel kanker menginvasi jaringan terdekat dan dapat pecah dari tumor awal untuk menyebar ke tempat lain dalam tubuh (metastasis). Faktor resiko tejadinya kanker ovarium adalah: 1. mekanisme penyebaran mewakili pemikiran untuk melakukan pementasan bedah. invasi limfatik. Selama ovulasi. Etiologi Tidak jelas apa yang menyebabkan kanker ovarium. 2. implantasi intraperitoneal. Adanya akumulasi sel abnormal akan membentuk suatu massa (tumor). dan administrasi kemoterapi intraperitoneal. Penyebaran intraperitoneal adalah karakteristik yang paling umum dan diakui dari kanker ovarium. Karsinoma ovarium bisa menyebar dengan ekstensi lokal. Sel-sel kanker tumbuh dan berkembang di luar kendali. Selsel ganas dapat implan di mana saja dalam rongga peritoneal tetapi lebih cenderung untuk menanamkan di situs statis sepanjang sirkulasi cairan peritoneum. penyebaran hematogen. di mana mereka kemudian berkembang biak. akhirnya mati pada waktu yang ditetapkan. 3. Obat kesuburan Pernah menderita kanker payudara Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara dan/atau kanker ovarium Riwayat keluarga yang menderita kanker kolon. Seperti dibahas selanjutnya. C. . dan mereka tidak mati. kanker dimulai ketika selsel sehat mengalami mutasi genetik yang mengubah sel normal menjadi sel abnormal.Derajat keganasan kanker ovarium 1. Derajat 1 : differensiasi baik Derajat 2 : differensiasi sedang Derajat 3 : differensiasi buruk Dengan derajat differensiasi semakin rendah pertumbuhan dan prognosis akan lebih baik. meskipun tidak jarang terjadi pada pasien dengan penyakit lanjut. 4. paru-paru. wanita yang kehamilan pertamanya terjadi di usia dini dan wanita yang memakai pil KB. 3. Sel sehat tumbuh dan berkembang biak pada tingkat yang ditetapkan. Kanker ovarium biasanya menyebar ke permukaan peritoneum dan omentum. prostat dan rahim (menunjukkan adanya sindroma Lynch II). sel-sel ini dapat dimasukkan ke dalam ovarium. penyebaran hematogen secara klinis yang tidak biasa pada awal proses penyakit. Secara umum. dan bagian transdiaphragmatic. 2. Patofisiologi Kebanyakan teori patofisiologi kanker ovarium meliputi konsep yang dimulai dengan dedifferentiation dari sel-sel yang melapisi ovarium. D. Sebaliknya. Efek perlindungan terhadap kanker ovarium ditemukan pada wanita yang memiliki banyak anak.

pembesaran payudara atau peningkatan pertumbuhan rambut. Kadang kanker ovarium melepaskan hormon yang menyebabkan pertumbuhan berlebih pada lapisan rahim. dan secara bertahap memburuk. Studi terbaru menunjukkan bahwa wanita dengan kanker ovarium lebih mungkin dibandingkan perempuan lain untuk secara konsisten mengalami gejala berikut: 1. bengkak atau kembung Urinary urgensi Rasa tidak nyaman atau sakit panggul Mual Sembelit Sering buang air kecil Kehilangan nafsu makan atau cepat merasa kenyang Peningkatan ketebalan perut atau pakaian ketat pas di pinggang Anda Sakit saat hubungan seksual (dispareunia) Kekurangan energy Punggung sakit Perubahan menstruasi Panggul terasa berat Perdarahan pervaginam Ovarium yang membesar pada wanita pasca menopause bisa merupakan pertanda awal dari kanker ovarium. 5. Pembesaran perut XXXX Frekuensi Relatif 2. Di dalam perut terkumpul cairan dan perut membesar akibat ovarium yang membesar ataupun karena penimbunan cairan. Pada saat ini penderita mungkin akan merasakan nyeri panggul. Gangguan buang air kecil/besar XXX XX XX . biasanya fluktuatif. Kunci utama untuk memahami kanker ovarium adalah tanda-tanda dan gejala yang terus memburuk. 6. 2. konstan. 13. 7. 15. 14. 10. 9. anemia dan berat badannya menurun. Kanker ovarium. merasa kenyang. Gejala dan tanda klinis dari KO yang biasa dijumpai adalah sebagai berikut: Tanda dan Gejala 1. Seorang wanita dengan kanker ovarium dapat didiagnosis dengan cara membandingkan dengan kondisi lain sebelum akhirnya memahami dia menderita kanker. 3. Gejala awalnya berupa rasa tidak enak yang samar-samar di perut bagian bawah Tekanan pada perut. Gejala-gejala dyspepsia 4. 4. 12. yang cenderung untuk datang dan hilang atau terjadi dalam situasi tertentu atau setelah makan makanan tertentu. Manifestasi Klinis Gejala kanker ovarium tidak spesifik dan lebih mirip gejala-gejala umum seperti gejala gangguan pencernaan atau kandung kemih. 11. 8.E. Gejala tersebut meliputi gangguan pencernaan. Nyeri perut 3.

dokter dengan hati-hati memeriksa bagian luar alat kelamin terkena (vulva). seorang ahli onkologi ginekologi membuat sayatan di perut dan mengesplorasi rongga perut untuk mendeteksi adanya kanker. Namun. Pemeriksaan panggul. 7. 12. dokter Anda mungkin memasukkan penyelidikan USG ke dalam vagina Anda. 11. Pemeriksan darah lengkap Pemeriksaan kimia darah Serum HCG Alfa fetoprotein Analisa air kemih Pemeriksaan saluran pencernaan Laparatomi CT scan atau MRI perut. Spekulum vagina terbuka sehingga dokter Anda secara visual dapat memeriksa vagina dan leher rahim untuk kelainan. CA 125 tes darah. bentuk dan konfigurasi ovarium Anda. Jika kanker ditemukan. 5. dan banyak perempuan dengan stadium awal kanker ovarium yang normal memiliki kadar CA 125. G. Untuk membuat gambar dari ovarium Anda. ahli bedah segera mungkin mulai operasi untuk menghapus sebanyak mungkin kanker. seperti rahim anda. 8. Pembesaran kelenjar inguinal F. tetapi dapat digunakan untuk memantau bagaimana perawatan Anda maju. USG membantu dokter menyelidiki ukuran. 2. Pemeriksaan Diagnostik XX XX X Pemeriksaan yang biasa dilakukan: 1. Prosedur ini disebut USG transvaginal. 4. Dalam beberapa kasus. 10. Untuk alasan ini. ahli bedah dapat membuat beberapa sayatan kecil di perut Anda dan masukkan alat-alat bedah khusus dan sebuah kamera kecil. 6. Penurunan berat badan 6. Selama operasi. 9. Pembedahan untuk mengangkat contoh jaringan untuk pengujian. dokter anda dapat merekomendasikan operasi untuk mengkonfirmasi diagnosis. Banyak wanita dengan kanker ovarium memiliki tingkat abnormal tinggi CA 125 dalam darah mereka. Selama pemeriksaan panggul. 3. CA 125 adalah protein yang ditemukan pada permukaan sel kanker ovarium dan beberapa jaringan sehat. Jika tes lain menyarankan Anda mungkin memiliki kanker ovarium. Dia atau dia juga menyisipkan sebuah alat yang disebut spekulum ke dalam vagina. tes CA 125 tidak biasanya digunakan untuk mendiagnosa atau ke layar untuk kanker ovarium. Ahli bedah dapat mengumpulkan sampel cairan perut dan menghapus ovarium untuk pemeriksaan oleh seorang ahli patologi. Penatalaksanaan . USG menggunakan frekuensi tinggi gelombang suara untuk menghasilkan gambar dari bagian dalam tubuh. Gangguan haid 7.5. Pencitraan USG dapat membuat gambar dari struktur dekat ovarium Anda. dan kemudian memasukkan dua jari dari satu tangan ke dalam vagina dan sekaligus menekan sisi lain di perut untuk merasakan rahim anda dan ovarium. sehingga prosedur tidak akan memerlukan sayatan yang lebih besar. sejumlah kondisi non-kanker juga menyebabkan peningkatan kadar CA 125.

Pasien yang memiliki residu penyakit yang terbatas. siklofosfamid meningkatkan respon terapi. thiotepa dan siklosfosfamid secara sistematik menunjukkan aktivitas yang baik. omentektomi. pengobatan kanker ovarium dilakukan dengan tindakan operasi. Operasi Pada umumnya dilakukan: -Histerektomi total yaitu mengangkat rahim dengan organ sekitarnya -Salpingo ooporekmitomi yaitu mengangkat kedua ovarium dan kedua saluran tuba fallopii -Omentektomi yaiut mengangkat lipatan selaput pembungkus perut yang memanjang dari lambung ke alat-alat perut 1. kombinasi terapi sistematik dengan takson. Kanker ovarium germinal : . merupakan kandidat utama terapi P32 ini. Altretamine. Radioterapi Teleterapi pelvis dan abdomen dan penetesan isotop radioaktif pada rongga peritoneal digunakan pada wanita dengan kanker ovarium tahap awal (stadium I dan II). Stadium II: Pilihan terapi utama operasi disertai kemoterapi atau radioterapi. operasi salpingo-ooforektomi bilateral (operasi pengangkatan tuba fallopi dan ovarium) atau disertai histerektomi abdominal total (pengangkatan uterus) dan sebagian jaringan abdominal. 1. Isotop radioaktik (P32) digunakan sebagai terapi residual kanker pada rongga peritoneum. pada stadium I dengan diferensiasi buruk atau stadium IC pilihan terapi berupa: radioterapi. sisplastin. reseksi daerah permukaan peritoneal. Pengobatan Pada umumnya. radioterapi. Secara keseluruhan. dengan terapi ajuvan memperpanjang waktu remisi dengan harapan hidup selama 5 tahun mendekati 80 %. dan imunoterapi. lalu dilanjutkan dengan pengobatan tambahan seperti kemoterapi. kemoterapi sistemik. jika masih memungkinkan salpingo-ooforektomi bilateral dilanjutkan terapi ajuvan kemoterapi dan atau radioterapi. histerektomi total abdominal. 1. Kemoterapi Penggunaan melphana. dan etoposid juga menunjukkan hasil yang bervariasi dari 27% sampai 78%. 5-FU. angka kesembuhan atau kemungkinan hidup. Stadium III dan IV: sedapat mungkin massa tumor dan daerah metastasis sekitarnya diangkat (sitoreduktif) berupa pengeluran asites. doksorubisin.1. kurang dari 2cm. ifosfamid. 1. dan usus. karboplatin. harapan hidup selama 5 tahun mencapai 90%. sisplatin. Kanker ovarium epitelial : Stadium I : Pilihan terapi stadium I dengan derajat diferensiasi baik sampai sedang.

Studi menunjukkan bahwa ooforektomi profilaksis menurunkan risiko kanker ovarium hingga 95 persen. Memiliki paling tidak satu anak menurunkan risiko Anda mengalami kanker ovarium. bahkan jika tidak ada mutasi genetik yang telah diidentifikasi. CP (cyclophosphamide + cisplatin).Disgerminoma: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dimana kanker ditemukan dilanjutkan radioterapi atau kemoterapi. 3. 2. profilaksis ooforektomi menginduksi menopause dini. Pencegahan Beberapa faktor muncul untuk mengurangi risiko kanker indung telur. wanita yang pernah diangkat indung telur mereka masih bisa mendapatkan yang serupa. penyakit jantung dan kondisi lain. dan mengurangi risiko kanker payudara hingga 50 persen. CC (cyclophosphamide + carboplatin). Karena kanker ovarium biasanya berkembang di lapisan tipis rongga perut yang meliputi ovarium. risiko kanker ovarium. 4. yang dengan sendirinya mungkin memiliki dampak negatif pada kesehatan Anda. pastikan untuk membahas pro dan kontra dengan dokter Anda. I. Operasi ini. tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan. Setelah tabung Anda diikat atau memiliki histerektomi dapat mengurangi risiko kanker ovarium. Selain itu. Jika Anda sedang mempertimbangkan setelah prosedur ini dilakukan. Profilaksis ooforektomi mengurangi. Kontrasepsi oral(pil KB). para wanita yang menggunakan kontrasepsi oral selama lima tahun atau lebih mengurangi risiko kanker ovarium sekitar 50 persen. Menyusui anak-anak juga dapat mengurangi risiko kanker ovarium. Kanker ovarium stromal : Operasi yang dilanjutkan dengan kemoterapi. termasuk: 1. sesuai dengan ACS. dianjurkan terutama bagi perempuan yang telah dites positif untuk mutasi gen BRCA atau wanita yang mempunyai sejarah keluarga yang kuat payudara dan kanker ovarium. Komplikasi 1. tetapi jarang bentuk kanker yang disebut kanker peritoneal primer. Penyebaran kanker ke organ lain Progressive function loss of various organs Fungsi progresif hilangnya berbagai organ Ascites (fluid in the abdomen) Ascites (cairan di perut) Intestinal Obstructions Usus Penghalang . dikenal sebagai profilaksis ooforektomi. H. Tumor sel germinal lainnya: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dilanjutkan kemoterapi. Kombinasi standar sistemik kemoterapi berupa TP (paclitaxel + cisplatin atau carboplatin). Tubal ligasi atau histerektomi. Dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah menggunakan mereka. jika ovarium diangkat sebelum menopause. Perempuan yang berada pada risiko yang sangat tinggi mengalami kanker ovarium dapat memilih untuk memiliki indung telur mereka diangkat sebagai cara untuk mencegah penyakit. 2. termasuk peningkatan risiko osteoporosis. 3. Kehamilan dan menyusui.

sekitar 14. kandung kemih . ketika ia telah menyebar ke luar ovarium.100 kasus baru kanker indung telur. Tujuan : Dalam 2x 24 jam rasa nyeri berkurang Kriteria Hasil : Setelah diberi tindakan keperawatan skala nyeri berkurang menjadi 4. L.Sel-sel dapat implan di lain perut (peritoneal) struktur. Kanker ovarium gudang sel ke dalam cairan alami dalam rongga perut. Kanker indung telur merupakan penyebab kematian ke-5 terbanyak di Amerika Serikat dan merupakan salah satu dari 7 keganasan tersering di seluruh dunia. usus. kandung kemih. 6.000 atau separuh lebih wanita meninggal karena penyakit ini. Intervensi 1. Nyeri berhubungan dengan penekanan perut bagian bawah akibat kanker metastasis. Kolaburasi tindakan pembedahan Rasional a. Puncaknya terjadi pada wanita usia 60-64 tahun. Nyeri berhubungan dengan penekanan perut bagian bawah akibat kanker metastasis. lebih jarang. Baca juga Kanker Serviks K. Kanker indung telur memiliki angka kematian yang tinggi. Pembedahan bertujuan untuk . 4. Intervensi 1. Kanker epitel ovarium jarang didapatkan pada wanita berusia < 40 tahun. 2. yang berarti bahwa kebanyakan kasus tidak terdiagnosis sampai mereka telah mencapai stadium lanjut. Sel-sel kemudian dapat implan di lain perut (peritoneal) struktur. Kanker ovarium paling sering ditemukan pada wanita yang berusia 50-70 tahun dan 1 dari 70 wanita menderita kanker ovarium. Lebih dari 60% dari perempuan dengan kanker ini memiliki stadium III atau stadium IV kanker. dari 23. 3. Ini tidak proporsional mematikan karena kekurangan apapun deteksi dini jelas atau tes skrining. Gangguan citra diri berhubungan dengan pembesaran perut. ke paru-paru. usus dan lapisan dinding usus omentum pertumbuhan tumor yang membentuk baru sebelum kanker bahkan dicurigai. Ansietas berhubungan dengan stres akibat kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan penatalaksanaannya. J. lapisan dinding usus (omentum) dan. muntah. dan gangguan GI akibat adanya kanker metastasis. termasuk rahim . Kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual. termasuk rahim. Diagnose keperawatan 1. Prognosis Kanker ovarium biasanya memiliki yang buruk prognosis. Perubahan Pola eliminasi urin berhubungan dengan penekanan tumor pada pelvis. Angka kejadian kanker epitel ovarium rendah pada negara berkembang dan Jepang. 5. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan gangguan pernafasan akibat penekanan asites pada diafragma.

Kolaborasi pemberian terapi oksigen e.untuk pengangkatan kanker. Atur posisi senyaman mungkin. Batasi aktivitas dan mobilisasi klien Rasional a. 1. Tujuan : Dalam 2x 24 jam nutrisi pasien terpenuhi . Posisi semi fawler menambah ruang ekspansi dada c. Istirahat dapat mengurangi konsumsi O2 klien b. muntah. Mengistirahatkan klien dengan posisi semifawler c. 2. 1. Tujuan : Mengembalikan pola nafas klien menjadi normal kembali Kriteria Hasil : . Kolabarasi untuk pemberian terapi analgesik. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan gangguan pernafasan akibat penekanan asites pada diafragma. menghilangkan faktor utama penyebab nyeri.Klien tidak mengeluh sesak . Baju klien yang longgar mempermudah klien dalam bernafas d. Jika klien tenang maka konsumsi O2 semakin efisien 3. longgarkan baju klien d. 2. dan gangguan GI akibat adanya kanker metastasis. b. Ajarkan dan lakukan tehnik relaksasi. terapi oksigen dibutuhkan jika klien membutuhkan O2 lebih e. Mengidentifikasi skala dan perkembangan nyeri.Menurunkan tingkat ketegangan pada daerah nyeri d. Tenangkan klien b.Menghilangkan rasa nyeri c. Kaji tingkat dan intensitas nyeri.Merelaksasi otot – otot tubuh e. 2. Kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual.RR normal kembali antara 16-24x/mnt -Klien tidak terlihat cemas dan gelisah Intervensi a.

penambahan berat badan progresif. Mengidentisifikasi kekuatan atau 2. Hindari c. Suplemen dapat memainkan peran terlalu terlalu manis. nafsu makan pasien meningkat. Dengarkan dengan seksama apa keluh kesah a. muntah. 1. penurunan anoreksia. Tujuan : Dalam 2x 24 jam klien tidak terlihat cemas dan gelisah Kriteria hasil : berkurangnya rasa takut. kalori dan protein adekuat. Mual atau muntah psikogenik terjadi karena perubahan lingkungan pengobatan atau rutinitas pasien pada hari pengobatan mungkin efektif. Berikan informasi tentang kesehatan klien b. berlemak. Dapat mencegah awitan atau menurunkan beratnya mual. dan memungkinkan pasien meningkatkan masukan oral. Solusi relevan sangat dibutuhkan klien c. visualisasi. f. Dorong penggunaan suplement dan ditingkatkan begitu juga cairan (untuk makan sering atau lebih sedikit yang menghilangkan produk sisa). Intervensi Rasional a. Intervensi Rasional 1. Temani klien dalam memutuskan sesuatu sangat dibutuhkan . dibagi-bagi selama sehari 4. klien dapat melakukan manajemen stress terhadap kondisinya. e. bimbingan imajenasi. Dorong pasien untuk makan diet tinggi defisiensi nutrisi.Kriteria Hasil : mual (-). kalori kaya protein kaya nutrient. 4. Identifikasi pasien yang mengalami mual atau muntah yang diantisipasi. latihan d. Kontrol factor lingkungan. Kebutuhan jaringan metabolic 3. b. Dorong penggunaan teknik relaksasi. klien tahu dan mengerti tentang keadaan dirinya. Berikan solusi yang relevan c. Dapat mentriger respons mual sedang sebelum makan. Informasi tentang keadaan klien d. Ansietas berhubungan dengan stress akibat kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan penatalaksanaannya. Pantau masukan makanan setiap hari. 5. berat badan stabil. Dengan mendengarkan keluh kesah klien klien maka akan mengurangi stress klien b. atau penting dalam mempertahankan makanan pedas. a. dengan masukan cairan adekuat.

3. dan sebagainya. Dapat membantu menurunkan masalah yang mempengaruhi masalah tentang efek kanker atau penerimaan pengobatan atau pengobatan pada peran sebagai ibu merangsang kemajuan penyakit. Beritahu pasien bahwa tidak semua efek samping terjadi. klien membutuhkan teman untuk berbagi e. sebagai pedoman tindakan selanjutnya b. Berikan humor ringan kepada klien d. Perubahan Pola eliminasi urin berhubungan dengan penekanan tumor pada pelvis. Meskipun beberapa pasien . orang tua. Humor sangat diperlukan klien untk mengurangi stress yang dirasakanya 5. Berikan dukungan emosi untuk pasien d. Dorong diskusi tentang atau pecahkan c. Tujuan : Dalam 2x 24 jam klien dapat menerima kondisi yang dialami. Kaji dan pantau frekuensi BAK setiap hari 1. Tinjau ulang efek samping yang membantu pasien atau orang terdekat diantisipasi berkenaan dengan memulai proses adaptasi pada status pengobatan tertentu. 4. Diskusikan dengan pasien atau orang a. rimah tangga. Intervensi Rasional 1. termasuk kemungkinan efek pada aktifitas seksual baru dan menyiapkan untuk beberapa dan rasa ketertarikan atau keinginan. Membantu dalam memastikan terdekat bagaimana diagnosis dan masalah untuk memulai proses pengobatan yang mempengaruhi pemecahan masalah. jumlah output sesuai input. Kolaborasikan pemberian diuretik dengan dokter agar pasien bisa BAK dengan lancar c. Gangguan citra diri berhubungan dengan pembesaran perut. Berikan obat diuretik jika di perlukan (kolaborasi) 2. penerimaan diri dalam situasi sekarang. Kriteria Hasil : klien dapat berkemih normal (5x sehari). efek samping misalkan membeli wig sebelum radiasi. Tujuan : Dalam 2x 24 jam tidak terjadi gangguan pola eliminasi urin. Kriteria hasil : dapat mengungkapkan pemahaman tentang perubahan tubuh. Bimbingan antisipasi dapat 2. kehidupan pribadi pasien atau rumah dan aktifitas kerja b. Pemasangan kateter dapat digunakan selama praoperasi 6. Pemasangan alat bantu kateter jika di perlukan Rasional a.e. Mengidentifikasi masalah secara dini. Intervensi 1.

diindikasikan. Mungkin perlu memulai dan mempertahankan struktur psikososial positif bila system pendukung pasien atau orang orang terdekat terganggu. penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kemajuan dimasa mendatang. Djamil Padang Tanggal 15-16 Oktober 2008. e. 14 September 2009 Askeb Ca Ovarium MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny “ U “ DENGAN POST DEBULKING ATAS INDIKASI Ca OVARIUM STADIUM IIIb DISERTAI ANEMIS SEDANG PRO KEMOTERAPI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT.banyak memerlukan dukungan 1. atau orang terdekat selama tes diagnistik dan fase pengobatan. Februari 2009 Penulis . Rujuk pada konseling professional bila tambahan selama periode ini. berkat rahmat dan karunia Nya penulis akhirnya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Ny “ U “ Dengan Post Operasi Atas Indikasi Ca Ovarium Stadium IIIb Disertai Anemis Sedang Pro Kemoterapi Di Ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr.com/2011/11/18/asuhan-keperawatan-kanker-ovarium/ Winter Snow Card Comments Hot Myspace Generators Senin. http://saktyairlangga. Padang. Namun berkat bantuan dari berbagai pihak akhirnya penulis dapat penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Dalam penulisan makalah ini penulis banyak mendapatkan kendala dan hambatan baik dalam memperoleh sumber yang relevan maupun dari segi penulisan. Untuk itu .berdaptasi atau menyesuaikan diri dengan efek kanker atau efek samping therapy.M. Penulis menyadari dalam makalah ini banyak terdapat kekurangan.wordpress. Penulis berharap agar makalah ini dapat dijadikan sebagai salah satu sumber bacaan dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

1. kanker ovarium sering dinamakan pembunuh dingin atau silent killer karena perjalanan penyakitnya lambat tetapi mematikan Kanker ovaorium merupakan keganasan ginekologi yang terbanyak setelah kanker leher rahim dan hamper separuh dari kematian wanita di Indonesia karena keganasan ginekologi disebabkan oleh kanker ovarium. dan kebutuhan dari data yang telah dikumpulkan c) Menentukan antisipasi masalah dan diagnosa potensial pada Ny “ U “dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi d) Menentukan tindakan segera terhadap Ny “ U “ dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi e) Merencanakan tindakan yang akan dilakukan kepada Ny. Tujuan 1.”U” dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi berdasarkan interpretasi data 1.2.”U” dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi berdasarkan interpretasi data f) Melaksanakan tindakan sesuai rencana yang telah ditetapkan g) Mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan kepada Ny. 1. Djamil Padang.M. Rumusan Masalah Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana menerapkan asuhan kebidanan . Djamil Padang.3.”U” dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi b) Menentukan diagnosa. Insiden rata-rata dari semua jenis diperkirakan 15 kasus baru per 100.1. 1.M. Latar Belakang Kanker ovarium merupakan keganasan yang sering dijumpai tetapi sebagian besar datang sudah dalam stadium lanjut atau ditemukan saat operasi . maka diperlukan asuhan kebidanan yang intensif. Tujuan khusus Setelah membuat makalh ini mahasiswa diharapkan mampu : a) Melakukan pengkajian data kepada Ny. Oleh karena itu . Karena angka kejadian kanker ovarium cukup tinggi di Indonesia. penulis tertarik untuk merapkan asuhan kebidanan pada Ny “ U “ dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang pro kemoterapi di ruang onkologi irna A kebidanan RSUP Dr.000 populasi wanita setahunnya.2.2.BAB I PENDAHULUAN 1. Angka kejadian kanker ovarium ini kira-kira 20% dari semua keganaan alat reproduksi wanita.2. Tujuan Umum Dapat memberikan asuhan kebidanan pada klien dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang pro kemoterapi di ruang onkologi irna A kebidanan RSUP Dr. masalah.

bentuk keganasan sel germinal terutama adalah teratoma. sistem reproduksi terdiri dari ovarium.Djamil Padang. Anatomi dan Fisiologi Ovarium Ovarium adalah salah satu organ sistem reproduksi wanita. dysgerminoma dan tumor sinus endodermal. endometrioid dan sel jernih. sebelum era kombinasi kemoterapi harapan hidup satu tahun kanker ovarium germinal stadium dini hanya mencapai 10 . Insiden keganasan tumor germinal terjadi pada usia muda kadang dibawah usia 20 tahun. Tumor epitelial Tumor epitelial ovarium berkembang dari permukaan luar ovarium. 2.19% sekarang ini 90 % pasien kanker ovarium germinal dapat disembuhkan dengan fertilitas dapat dipertahankan.pada klien dengan kanker ovarium di ruangan onkologi Irna A kebidanan RSUP Dr. karsinoma adalah tumor ganas dari epitelial ovarium (EOC’s : Epitelial ovarium carcinomas) merupakan jenis tumor yang paling sering ( 85 – 90% ) dan penyebab kematian terbesar dari jenis kanker ovarium. tuba fallopi. Beberapa gambaran EOC dari pemeriksaan mikroskopis berupa serous. M . uterus dan vagina.5 – 2 inchi dan lebar <> 35 tahun • Membawa mutasi gen BRCA1 atau BRCA2 • Sindroma herediter kanker kolorektal nonpolipoid • Ras kaucasia > Afrika-Amerika • Dll Jenis kanker ovarium 1. Kedua ovarium terletak dikedua sisi uterus dalam rongga pelvis dengan panjang sekitar 1. BAB II TINJAUAN TEORI KARSINOMA OVARIUM I. Tumor germinal Tumor sel germinal berasal dari sel yang menghasilkan ovum atau telur. Gambaran tumor epitelial yang secara mikroskopis tidak jelas teridentifikasi sebagai kanker dinamakan sebagai tumor bordeline atau tumor yang berpotensi ganas (LMP tumor : Low Malignat Potential). . mucous. umumnya tumor germinal adalah jinak meskipun beberapa menjadi ganas. pada umumnya jenis tumor yang berasal dari epitelial adalah jinak.

keluhan biasanya nyeri daerah abdomen disertai keluhan–keluhan: • Pembesaran abdomen akibat penumpukan cairan dalam rongga abdomen (ascites) • Gangguan sistem gastrointestinal. Tumor stromal Tumor ovarium stromal berasal dari jaringan penyokong ovarium yang memproduksi hormon estrogen dan progesteron. ascites (-) I C Kriteria I A / I B disertai 1 > lebih keadaan sbb : 1. mual. bentuk yang didapat berupa tumor theca dan tumor sel sartoli-leydig termasuk kanker dengan derajat keganasan yang rendah. Kapsul ruptur 3. Ascites (+) Stadium II perluasan pada rongga pelvis II A Mengenai uterus / tuba fallopi / keduanya II B Mengenai organ pelvis lainnya II C Kriteria II A / II B disertai 1 / > keadaan sbb : 1. Ascites (+) Stadium III kanker meluas mengenai organ pelvis dan intraperitoneal III A Makroskopis : terbatas 1 / 2 ovarium Mikroskopis : mengenai intraperitoneal III B Makroskopis : mengenai intraperitoneal diameter <> 2 cm Derajat keganasan kanker ovarium 1. Mengenai permukaan ovarium 2.3. Tanda dan keluhan kanker ovarium Kanker ovarium sulit terdeteksi. Derajat 3 : differensiasi buruk Dengan derajat differensiasi semakin rendah pertumbuhan dan prognosis akan lebih baik. kapsul utuh. Derajat 2 : differensiasi sedang 3. konstipasi. Klasifikasi stadium kanker ovarium berdasarkan FIGO (International Federation of Gyneklogi and Obstetric ) : Stadium I terbatas pada 1 / 2 ovarium I A Mengenal 1 ovarium. hilangnya nafsu makan dll • Gangguan sistem urinaria. Kapsul ruptur 3. jenis tumor ini jarang ditemukan. hanya sekitar 10 % dari kanker ovarium yang terdeteksi pada stadium awal. kapsul utuh. rasa penuh. ascites (-) I B Mengenai 2 ovarium. Mengenai permukaan luar ovarium 2. Derajat 1 : differensiasi baik 2. inkontinensia uri • Perasaan tidak nyaman pada rongga abdomen dan pelvis .

kehamilan. pada wanita premonopause. Radioterapi 3. dimana mampu mendeteksi keganasan dengan keluhan asimtomatik tapi ketepatan pada stadium dini rendah. fibroid uterine. sistoskopi dan sigmoidoskopi. . HCG.Scan traktus urinarius Penatalaksanaan kanker ovarium 1.Scan KGB (Kelenjar Getah Bening) . penyakit ganguan fungsi hati dan kista ovarium juga terjadi peningkatan kadar CA-125.• Menstruasi tidak teratur • Lelah • Keluarnya cairan abnormal pervaginam (vaginal discharge) • Nyeri saat berhubungan seksual • Penurunan berat badan • Dll Deteksi dini kanker ovarium Semakin dini tumor ovarium ditemukan dan mendapat pengobatan harapan hidup akan semakin baik metode pemeriksaan yang sekarang ini digunakan sebagai penyaring kanker ovarium adalah: Ø Pemeriksaan pelvik dan rektal : termasuk perabaan uterus dan ovarium untuk mengetahui bentuk dan ukuran yang abnormal. operasi salpingo-ooforektomi bilateral (operasi pengangkatan tuba fallopi dan ovarium) atau disertai histerektomi abdominal total (pengangkatan uterus) dan sebagian jaringan abdominal. harapan hidup selama 5 tahun mencapai 90%. dan vesika urinaria). ureter. Ø Penanda tumor CA-125: Pemeriksaan darah CA-125 digunakan untuk menilai kadar CA-125 dimana peningkat pada kanker ovarium. LDH. endometriosis. dan AFP (penanda tumor sel germinal) • Laparoskopi • Laparotomi • Pemeriksaan untuk mengetahui perluasan kanker ovarium . pada stadium I dengan diferensiasi buruk atau stadium Ic pilihan terapi berupa: . .Foto rontgen dada dan tulang. Diagnosis kanker ovarium • Anamnesis dan pemeriksaan fisik pelvik • Radiologi : USG Transvaginal. Operasi 2. Kemoterapi Kanker ovarium epitelial : • Stadium I : Pilihan terapi stadium I dengan derajat diferensiasi baik sampai sedang. meskipun pemeriksaan rektovaginal tidak dapat mendeteksi stadium dini kanker ovarium. MRI • Tes darah khusus : CA-125 (Penanda kanker ovarium epitelial). melalui abdomen ataupun pervaginam. wanita dengan kanker ovarium stadium lanjut terjadi peningkatan CA-125 (>35µ/ml) sekitar 80% walaupun ketepatan pemeriksaan ini baru mencapai 50 % pada stadium dini. Ø Ultrasounografi (USG): Dengan gelombang ultrasound untuk membedakan gambaran jaringan sehat. kista dan bentuk tumor padat. CT scan.Pielografi intravena (ginjal.

dengan terapi ajuvan memperpanjang waktu remisi dengan harapan hidup selama 5 tahun mendekati 80 %. CC (cyclophosphamide + carboplatin). Klasifikasi : Berdasarkan etiologi : 1) Anemia defisiensi besi (62. hemaglobinopati lain. anemia akibat perdarahan. Kombinasi standar sistemik kemoterapi berupa TP (paclitaxel + cisplatin atau carboplatin). dinyatakan menderita anemia apabila kadar hemoglobin dalam darahnya kurang dari 12g/100ml. anemia megaloblastik. jika masih memungkinkan salpingo-ooforektomi bilateral dilanjutkan terapi ajuvan kemoterapi dan atau radioterapi. CP (cyclophosphamide + cisplatin). omentektomi.7%) Menurut WHO : 1. anemia hemolitik herediter. anemia hemolitik. dan untuk anemia sedang berat terapi yeng efektif adalah dengan transfuse darah. • Stadium III dan IV: Sedapat mungkin massa tumor dan daerah metastasis sekitarnya diangkat (sitoreduktif) berupa pengeluran asites. Etiologi :  Yang didapat : anemia defisiensi besi.0%) 4) Anemia hemolitik/ sel sickle (0. kanker ovarium stromal : • Operasi yang dilanjutkan dengan kemoterapi. Anemia ringan : 10-11mg % 2.3%) 2) Anemia megaloblastik (29. Kanker ovarium germinal : • Disgerminoma: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dimana kanker ditemukan dilanjutkan radioterapi atau kemoterapi. anemia akibat radang atau keganasan. reseksi daerah permukaan peritoneal. Yang diturunkan : talasemia. anemia aplastik atau hipoplastik. . hemaglobinopati sel sabit. Anemia sedang : 8-9 mg% 3. dan usus.0%) 3) Anemia hipoplastik (8. baik pria dan wanita.a) Radioterapi b) Kemoterapi sistemik c) Histerektomi total abdominal dan radioterapi • Stadium II: Pilihan terapi utama operasi disertai kemoterapi atau radioterapi. Anemia berat :< 7 mg % Anemia ringan biasanya hanya diberi tablet tambah darah. ANEMIA Seseorang. • Tumor sel germinal lainnya: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dilanjutkan kemoterapi.

Kekurangan ini dapat disebabkan karena kurang masuknya unsur besi dengan makanan. pada wanita yang sedang menstruasi. Diagnosis Anemia defisiensi yang berat ditandai dengan cirri-ciri yang khas yaitu mikrositosis dan hipokromasia.20 mg. Kemasan ini antara lain: imferon. jectofer. dan ferrigen. Pencegahan Mengkonsumsi cukup makanan bergizi dan mengandung unsur besi atau mengkonsumsi suplemen tambahan pada keadaan tertentu minimal 1 tablet sehari. Gejalanya meliputi mual. jarang sekali karena defisiensi vitamin B12. . missal pada ibu hamil. misalnya pada perdarahan. Kadar besi serum rendah b. asupan gizi yang kurang. 2) Anemia Megaloblastik Disebabkan karena defisiensi asam folik. karena gangguan reasorpsi. Tidak ditemukan hemosiderin dalam sum-sum tulang Terapi Kemasan zat besi dapat diberikan peroral atau parental Peroral : sulfas ferosus. muntah dan anoreksia yang bertambah berat. Terapi Tablet asam folik diberikan 15-30mg per hari Vitamin B12 3x1 tablet per hari Sulfas ferosus 3x1 tablet per hari Pada kasus berta dapat diberikan transfusi darah Pencegahan Pada umumnya asam folik tidak diberikan secara rutin. Protoporfirin eritrosit tinggi d. Perubahanperubahan dalam leukopoesis. kecuali di daerah-daerah dengan frekuensi anemia megaloblastik yang tinggi. gangguan penggunaan atau karena terlampau banyaknya besi keluar dari badan.  Parental : diberikan bila ibu hamil tidak tahan pemberian peroral atau absorpsi di saluran pencernaan kurang baik. sering ditemukan pada wanita yang jarang mengkonsumsi sayuran hijau segar atau makanan dengan protein yang tinggi. Diagnosis pasti baru dapat dibuat dengan percobaan penyerapan dan percobaan pengeluaran asam folik. Sifat lain yang khas bagi defisiensi besi adalah a.1) Anemia Defisiensi besi Anemia jenis ini biasanya berbentuk normostik dan hipokromik serta paling banyak dijumpai. Daya ikat besi serum tinggi c. seperti metamielosit datia dan sel batang datia yang kadang-kadang disertai vakuolisasi san hipersegmentasi granuiosit. 3) Anemia Hipoplastik Disebabkan karena sum-sum tulang kurang mampu membuat sel-sel darah baru. Diagnosis Apabila ditemukan megaloblas promegaloblas dalam darah atau sum-sum tulang. kemasan diberikan secara intramuskuler atau intravena. dan lain-lain. atau glukonas ferosus dengan dosis 3-5 x 0.

G. I dan araxysmal nocturnal haemoslobinuria b. Akan tetapi dalam pemberian obat-obat selalu harus dipikirkan pengaruh samping dari obat itu. Golongan yang disebabkan oleh faktor intra korpuskuler. hiperbilirubinemia. hemoglobinemia. Untuk diagnosis diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan: Darah tepi lengkap Pemeriksaan fungsi sternal Pemeriksaan retikulosit Terapi Dengan obat-obatan tidak memuaskan. D. thalasemia. hiperurobiunuria. seperti pada sfenositosis. rancun ular. oksitetrasiklin. eliptositosis. Pencegahan Tidak banyak yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya anemia hipoplastik. antagonismus rhesus atau ABO. nitropurantoin. Prognosis Anemia hipoplastik berta yang tidak diobati mempunyai prognosis buruk. keracunan arsenikum. neoarsphenamin. paraquin. Penyebabnya belum diketahui kecuali yang disebabkan oleh sepsis berat. pimaquin. yakni : a.Diagnosis Gambaran darah tepi: normostik dan normokromik. keracunan dan sinar rontgen dan sinar radiasi. baik bagi ibu maupun bagi anak. penyakit hati Diagnosis Gejala yang lazim dijumpai ialah gejala proses hemalitik. mungkin pengobatan yang paling baik yaitu transfuse darah. dan sterkobiuin lebih banyak dalam faeses Terapi Tergantung pada jenis dan beratnya  Pada anemia berat diperlukan transfusi darah yang kadang diulang beberapa kali untuk meringankan ibu dan untuk mengurangi bahaya hipoksia janin Spenektomi dianjurkan pada anemia hemolitik bawaan dalam trimester II dan III Pemberian obat-obat yang dapat menyebabkan kelumpuhan sumsum tulang harus segera . anemia hemolitik herediter. H. pada defisiensi 6-6-PD. Golongan yang disebabkan oleh faktor ekstra korpuskuler seperti pada infeksi. sulfonamide. leukemia. dan obat pengecat rambut sebaiknya tidak diberikan pada wanita hamil. penyakit hodjkin. Khususnya obatobat yang mempunyai pengaruh hemotoksi seperti: strepromisin. limfosarkoma. hemoglobinuria. hemoglobinopana C. anemia sel sabit. kinin. sulfonamide. seperti anemia. klorpromazin atebrin. 4) Anemia Hemolitik/sel sickle Disebabkan karena penghancuran sel darah merah berlangsung cepat dari pada pembuatannya Secara umum anemia hemoitik dapat dibagi dalam 2 golongan besar. Sum-sum tulang memberikan gambaran normoblastik dan hipoplasia. timah. yang perlu sering diulang. kiortetrasiklin.

dalam usaha untuk mendapatkan hasiat lebih besar. Kombinasipun dapat berurutan misalnya: Operasi dilanjutkan kemoterapi atau dapat pula bersamaan seperti kemoterapi disertai radiasi atau radiasi plus hormonal terapi. Akibat kemoterapi: Tubuh manusia terdiri dari organ-organ tubuh. maka akan menjadi suatu regimen standart. Kemoterapi diberikan diberikan secara siklit. RS Dharmais merupakan salah satu pusat kanker yang bertugas mengemban misi tersebut. namun dalam perkembangannya kini umumnya dipergunakan kombinasi sitostika atau disebut regimen kemoterapi. hormon terapi. Pada sejarah awal penggunaan kemoterapi digunakan satu jenis sitostika. Kemoterapi merupakan cara pengobatan kanker dengan jalan memberikan zat/obat yang mempunyai khasiat membunuh sel kanker dan diberikan secara sistematik. sebagian besar diberikan dengan cara injeksi kedalam pembuluh baik vena. jaringan sekitarnya dan akhirnya menyebar. sebagian kecil dapat berupa tablet/capsul dan kadang-kadang ada yang diberikan subcutan atau suntik dibawah kulit. menghambat kanker yang perkembnagannya tergantung hormon dan biologi terapi atau imunoterapi. dua mingguan 3-4 mingguan. kemoterapi terapi menggunakan obat untuk membunuh sel kanker. Semua akibat yang bermanfaat (khasiat) serta dampak buruknya semua jenis kemoterapi sudah disahkan oleh Dep Kes dinegara yang bersangkutan. Pada saat ini cara pengobatan kanker dapat digolongkan sebagai berikut: Pembedahan (operasi) yaitu mengambil jaringan tumor. Pemakaian obat-obatan baik tunggal kombinasi ini telah melalui penyelidikan mendalam diberbagai pusat kesehatan. Pasien mendapatkan kemoterapi dosis tinggi diberikan dalam unit rawat inap. Akibat kemoterapi bermacam-macam tergantung jenisnya. bersarang diorgan lain dan mengulangi pertumbuhan seperti tempat semula. Organ tubuh terdiri dari jaringan dan jaringan dari sel tubuh yang berubah atau mutasi menjadi ganas dan membelah terus terkendali dan menjadi besar mendobrak. Apabila pasien diberikan suntikan intravena. Cara kemoterapi : Kemoterapi merupakan pengobatan sistemik. serta intratekal (diinjeksikan kedalam system syaraf) jarang sekali yang disuntikan ke otot. Khususnya penerapannya pada kasus-kasus di Indonesia. yaitu menggunakan kemampuan biologi tubuh yang alamiah untuk memerangi tumor. radiasi. membubuh tumor dengan sinar berenergi tinggi untuk merusak sel kanker. merusak. seringkali digunakan kateter atau selang plastik kedalam vena untuk mencegah kerusakan vena serta mempermudah injeksi.dihentikan KEMOTERAPI Kemoterpi adalah zat-zat yang dapat menghambat proliferasi sel kanker. dosis besar dan ganda . cara pengobatan dapat tunggal ataupun kombinasi dari jenis pengobatan tersebut diatas. sedangkan apabila masih dalam penelitian dipusat pengobatan kanker. Obat anti kanker yang artinya penghambat kerja sel. Tergantung pada tahapan kanker. dapat secara mingguan. Sel kanker inilah yang menjadi target obat kemoterapi. belum disahkan disebut regimen kemoterapi dalam uji klinik (clinical trial). Untuk kemoterapi bisa digunakan satu jenis sitostika. Dan tugasnya pula untuk mengembangkan dan menyempurnakannya. baik tunggal ataupun regimen kombinasi serta akibat baik dan buruk juga apa manfaatnya merupakan pekerjaan sehari-hari para dokter onkologi. Memahami sifat-sifat sitostatika serta penggunaannya. Kondisi pasien juga menentukan apakah dapat diberikan dirawat jalan atau rawat inap.

Manfaat kemoterapi : Sampai saat ini tidak semua kanker mendapat manfaat dari kemoterapi. • Penyakit Hodgkin • Non Hodgkin limfoma jenis large sel • Kanker testis jenis germ sel . Namun sel kanker akan mengalami kerusakan lebih parah dibanding kerusakan pada sel sehat. Pada pusat kanker yang lengkap disediakan bank sperma untuk antisipasi apabilia terjadi sterilisasi permanen pada pria. Untuk mencegah kerusakan permanen dari sel sehat. Kemoterapi sangat bermanfaat (karena dapat sembuh atau hidup lama). Secara umum obat anti kanker mempunyai akibat terhadap sel kanker yang sedang cepat membelah itu. dipergunakan cangkok sum-sum tulang dari tubuh sendiri (autologus bone marrow tranplantation). Setelah beberapa periode 1-3 minggu sel sehat pulih dan sel kanker juga akan pulih kembali namun mengalami kerusakan berarti. nafsu makan hilang dan terutama wanita adalah kebotakan. Diantara sel sehat yang terkena akibat adalah sel-sel darah dimana berfungsi memerangi infeksi. mual muntah serta sariawan dan diare akibat rontoknya selaput lendir mulut dan usus. test fungsi liver dan lain-lain. Pada waktu kerusakan sel darah begitu berat akibat kemoterapi yang agresif. membantu pembekuan dan membawa oxygen keseluruh tubuh. Penyuluhan yang dapat diberikan pada pasien pro kemoterapi : Pada prakteknya sehari-hari yang dikhawatirkan pasien terutama muntah. obat anti muntah. Bila sel-sel darah terkena pengaruh. sebelum mendapatkan kemoterapi pasien harus menjalani beberapa pemeriksaan agar tubuhnya tahan menghadapi akibat dari kemoterapi. maka penderita akan gampang terkena infeksi. Mengingat pengobatan kanker dengan kemoterapi memberikan efek samping yang cukup berat. Sel-sel pada saluran cerna juga cepat membelah. sel sum-sum tulang badan kita yang disimpan ditransfusikan kembali ketubuh untuk memulihkan kerusakan tersebut. pertumbuhan terhenti. sariawan. 1. sehingga atas dasar inilah obat anti kanker dipergunakan. Disamping itu gangguan tersebut tidak permanen dan akan pulih sebelum dilakukan siklus berikutnya. Rambut yang sedang tumbuh pun akan rontok.mempunyai akibat akan lebih besar dan sebagainya. namun sel sehat yang cepat membelah pun termasuk kena akibat anti kanker tersebut. antara lain pemeriksaan laboratorium berkala. Pemeriksaan awal tersebut ditetapkan oleh dokter onkologi medik. obat kanker tidak bisa diberikan sekaligus 4-8 siklus. sementara haid menjadi tidak ada dan laki-laki sementara mengalami sterilisasi. pasien akan merasa tidak nafsu makan. gampang memar dan serta mudah mengalami pendarahan. Hal ini wajar. namun dengan penerangan dan persiapan lebih baik. Berikut ini rincian beberapa manfaat kemoterapi pada berbagai jenis kanker. Demikian pula badan terasa lemah karena kurang energi yang dibakar oleh oxygen. Sel susm-sum tulang kita diambil dan disimpan dengan pengawet. Hal ini dimaksud untuk memulihkan sel sehat. Kemoterapi anti kanker akan menyebabkan sel kanker serta beberapa jenis sel sehat yang juga sedang membelah atau tumbuh mengalami kerusakan. obat nafsu makan serta obat-obat lain. diantaranya pemeriksaan darah lengkap. Dilain pihak berangsur mengecilkan kanker sehingga akhirnya sel kanker menjadi sangat kecil tidak terlihat lagi dan bisa dihancurkan dengan sinar atau dihilangkan dengan operasi. sehingga akibat gangguan saluran cerna. semua dapat diatasi. Untuk kemoterapi yang sangat agresif dimana kerusakan sel darah sangat berat.

misalnya alopesia. Kemoterapi kadangkala bermanfaat • Kanker Nasofaring • Melanoma • Kanker usus besar Mengingat keterbatasan manfaat kemoterapi.000/mm³ 2. Faal ginjal dan hati baik Diagnostic histologik ( tidak mutlak ) Kanker cukup sensitif terhadap sitostatik Riwayat pengobatan sebelumnya Laboraturium : Hb ≥ 10 gr%. Manfaatnya mengurangi kekambuhan lokal dan mengurangi penyebaran yang akan timbul. meski pun tidak dapat dihindari adanya efek samping. Kemoterapi bermanfaat untuk paliatif (dapat mengulang gejala) • Kanker Nasofaring • Kanker Prostat • Kanker Endometrium • Kanker Leher dan Kepala • Kanker Paru jenis non small sel 4. trombosit ≥ 150. kadang-kadang sembuh) • Kanker Payudara • Kanker Ovarium • Kanker Paru jenis small sel • Limfoma non Hodgkin • Multiple Mieloma 3. Syarat-syarat pemberian kemoterapi : 1. syarat yang harus dipenuhi penolonng : pengetahuan kemoterapi yan memadai keterampilan menyuntikkan obat sarana pemeriksaan laboratorium yang memadai .• Leukemia dan Limfoma pada anak 2. Kemoterapi adalah suatu cara penobatan kanker yang sudah teruji. maka digunakan kombinasi dengan cara pengobatan lain untuk mengambil masing-masing manfaat. Kemoterapi paliatif diberikan hanya untuk mengurangi besarnya tumor yang dalam hal ini karena atau lokasinya menggangu pasien karena nyeri ataupun sulit bernafas. kemoterapi yang diberikan sesudah operasi. Penelitian-penelitian yang professional tentang kemoterapi dapat dimanfaatkan untuk pengobatan kanker dan mengeliminasi efek samping yang terjadi. Kemotarapi bermanfaat (karena dapat dikendalikan cukup lama. yaitu:  Kemoterapi adjuvant. syarat yang harus dipenuhi penderita : keadaan umum cukup baik penderita telah siap secara psikologik bila terjadi efek samping termasuk yang menyangkut kosmetik. leukosit ≥ 5000/mm³. kemoterapi yang diberikan sebelum operasi manfaatnya adalah mengurangi ukuran tumor sehingga mudah dioperasi. Kemoterapi neo adjuvant.

Drip intravena (dari sebuah kantong atau botol cairan intravena. Serangkaian pengobatan bisa diberikan hanya 1 kali. hati.pengetahuan mengenai efek samping yang akan terjadi termasuk cara mengatasinya. atau beberapa rangkaian pengobatan bisa diberikan dengan selang waktu diantaranya NUTRISI PASIEN KANKER : Malnutrisi merupakan hal yang sering ditemukan pada pasien kanker. Intravena (langsung kedalam vena. defisiensi gizi yang sering ditemukan pada penderita kanker adalah defisiensi rotein dan kalori dengan manifestasi mengecilnya masa otot.1 dosis/hari selama beberapa hari . kontra indikasi relative : usia lanjut ganguan ringan fungsi organ-organ : ginjal. Nutrisi yang baik dikonsumsi oleh pasien kanker adalah : . Pengobatan bisa diberikan beberapa minggu sampai beberapa tahun 3. Penyebab kurang gizi : Rendahnya nutris yang dikonsumsi penderita Konsumsi bahan nutrisi oleh sel kanker Pengaruh metabolisme sel kanker Gizi yang kurang umunya disebabkan oleh anoreksia. Kontra indikasi kemoterapi : 1. kontra indikasi mutlak: kehamilan keadaan umum jelek infeksi-infeksi akut.dosis 1 kali/minggu .beberapa obat dalam 1 hari . selama beberapa menit sampai beberapa jam) 3. Per-oral (berupa tablet. tergantung dari kankernya : .1 dosis atau beberapa hari pemberian obat/bulan 2. Anoreksia dapat disebabkan oleh gangguan fungsi mengecap dan mencium maupun gangguan fungsi susunan syaraf pusat.berkesinambungan selama beberapa hari . selama beberapa menit) 4. jantung penderita tidak kooperatif Cara-cara pemberian kemoterapi: 1. gangguan fungsi traktus gastrointestinal dan kebutuhan yang meningkat. kapsul atau cairan) Frekuensi pemberian kemoterapi: 1. termasuk sepsis gangguan sisti hemopoetik berat 2. Secara langsung ke dalam pembuluh darah yang memasok daerah dimana tumor tumbuh 2. Bervariasi.

5) Membuat rencana asuhan yang rasional pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr.M.M.M.Banyak mengandung serat dan cairan Tinggi protein dan kalori Makanan yang tidak merangsang timbulnya muntah Makanan yang rendah lemak Makan yang mudah dicerna BAB III PENUTUP A.M.M. Kesimpulan Dengan menerapkan manajemen asuhan kebidanan pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr. Djamil Padang diharapkan mampu : 1) Melakukan pengkajian pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr. Djamil Padang 2) Mengidentifikasi secara benar masalah atau diagnosa pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr. Djamil Padang 3) Mengidentifikasikan diagnosa potensial yang mungkin terjadi pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr. Djamil Padang 4) Melakukan kolaborasi dengan dokter dan petugas laboratorium terhadap masalah yang ada maupun masalah yang berpotensi terjadi. Djamil Padang 6) Melaksanakan implementasi terhadap asuhan yang telah dibuat secara rasion .

askep-askeb-kita.com . Penyakit Kandungan Dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan.co. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sastrawinata.com www. B.id www. Kanker ovarium. Saran 1) Bagi mahasiswa diharapkan: • Dengan adanya manajemen asuhan kebidanan. Ginekologi. 1981. 1998.blogspot.al 7) Mengetahui dari evaluasi dari implementasi yang telah dilaksanakan menurut data yang diperoleh dari klien dan keluarga klien. diharapkan mahasiswa dapat menerapkan asuhan yang diberikan kepada klien sesuai dengan standar asuhan kebidanan 2) Bagi institusi pendidikan • Diharapkan institusi pendidikan dapat menyiapkan mahasiswa dalam menghadapi kasus-kasus yang terjadi dalam bidang kesehatan khususnya kebidanan baik fsiologis maupun patologis • Diharapkan institusi pendidikan dapat menjadi naungan bagi para mahasiswa agar menjadi jeli terhadap masalah-masalah kebidanan. sulaiman. Carcinoma ovarium. Ilmu Kandungan. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta: EGC Prawirohardjo. 3) Bagi lahan praktek • Diharapkan lahan praktek dapat menjadi tempat bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. DAFTAR PUSTAKA Manuaba. Bandung : Elstar offset www.

Etiologi Penyebab kanker ovarium belum diketahui secara pasti. Hipotesis androgen Androgen mempunyai peran penting dalam terbentuknya kanker ovarium. androgen dapat menstimulasi pertumbuhan epitel ovarium normal dan sel-sel kanker ovarium.html ASKEP CA OVARIUM A. panggul. C. Dalam percobaan in-vitro. (Wingo. 2.http://healthycaus.blogspot. Kanker ovarium sangat sulit didiagnosa dan kemungkinan kanker ovarium ini merupakan awal dari banyak kanker primer. Hal ini didasarkan pada hasil percobaan bahwa epitel ovarium mengandung reseptor androgen. Kanker ovarium bisa menyebar ke bagian lain. dan perut melalui sistem getah bening dan melalui sistem pembuluh darah menyebar ke hati dan paru-paru.com/2009/09/askeb-ca-ovarium. Akan tetapi banyak teori yang menjelaskan tentang etiologi kanker ovarium. Merokok . Faktor Risiko 1. Proses penyembuhan sel-sel epitel yang terganggu dapat menimbulkan proses transformasi menjadi sel-sel tumor. Hipotesis incessant ovulation Teori menyatakan bahwa terjadi kerusakan pada sel-sel epitel ovarium untuk penyembuhan luka pada saat terjadi ovulasi. Diet tinggi lemak 2. 1995) B. Pengertian Kanker Indung telur atau Kanker ovarium adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur) yang paling sering ditemukan pada wanita berusia 50 – 70 tahun. diantaranya: 1.

kolon. Nyeri tekan pada payudara 5. Tekanan pada pelvis 9. Rasa tidak nyaman pada abdomen 7. Infertilitas 9. Sering berkemih 10. Dispepsia 8. Menoragia 4. Tidak pernah melahirkan D. Menstruasi dini 10. atau endometrium 6.3. Nulipara 8. Flatulenes . Ketegangan menstrual yang terus meningkat 3. Tanda & Gejala Gejala umum bervariasi dan tidak spesifik. Menopause dini 6. Pada stadium awal berupa : 1. Haid tidak teratur 2. Penggunaan bedak talk perineal 5. Riwayat keluarga dengan kanker payudara atau ovarium 7. Alkohol 4. Riwayat kanker payudara.

. Stadium 1a : pertumbuhan terbatas pada suatu ovarium. Stadium 2a : perluasan atau metastasis ke uterus dan atau tuba 2. berisi sel ganas. 3. tidak ada tumor di permukaan luar. Stadium 3b : tumor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant dipermukaan peritoneum dan terbukti secara mikroskopis. Tumor terbatas dalam pelvis kecil tetapi sel histologi terbukti meluas ke usus besar atau omentum. Stadium 2c : tumor stadium 2a dan 2b tetapi pada tumor dengan permukaan satu atau kedua ovarium. Bila efusi pleura dan hasil sitologinya positif dalam stadium 4. STADIUM III –> tomor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant di peritoneum di luar pelvis dan atau retroperitoneal positif. kapsul intak. begitu juga metastasis ke permukaan liver. Stadium 2b : perluasan jaringan pelvis lainnya 3. STADIUM II –> Pertumbuhan pada satu atau dua ovarium dengan perluasan ke panggul 1. kapsul utuh. adalah : STADIUM I –> pertumbuhan terbatas pada ovarium 1. tidak asietas. 2. Stadium 1c : tumor dengan stadium 1a dan 1b tetapi ada tumor dipermukaan luar atau kedua ovarium atau kapsul pecah atau dengan asietas berisi sel ganas atau dengan bilasan peritoneum positif. Rasa begah setelah makan makanan kecil 12. Stadium Stadium kanker ovarium primer menurut FIGO (Federation InternationalofGinecologies and Obstetricians ) 1987. Stadium 3c : implant di abdoment dengan diameter > 2 cm dan atau kelenjar getah bening retroperitoneal atau inguinal positif. 2. diameter melebihi 2 cm. Stadium 3a : tumor terbatas di pelvis kecil dengan kelenjar getah bening negatif tetapi secara histologi dan dikonfirmasi secara mikroskopis terdapat adanya pertumbuhan (seeding) dipermukaan peritoneum abdominal. 1. STADIUM IV –> pertumbuhan mengenai satu atau kedua ovarium dengan metastasis jauh. dan kelenjar getah bening negativ. 3. tidak ada pertumbuhan di permukaan luar. Lingkar abdomen yang terus meningkat E. Stadium 1b : pertumbuhan terbatas pada kedua ovarium. kapsul pecah atau dengan asitas yang mengandung sel ganas dengan bilasan peritoneum positif. tidak ada asietas yang berisi sel ganas.11.

akan tetapi hanya sebagai pegangan untuk melakukan tindakan operasi. Oleh karena itu. sistem saluran cerna. Hanya kanker ovarium stadium awal saja (stadium 1a dan 1b dengan derajat diferensiasi sel yang baik/sedang) yang tidak memerlukan kombinasi pengobatan. fungsi hati. sistem saraf dan sistem kardiovaskuler. Penegakan Diagnosa Medis Sebagian besar kanker ovarium bermula dari suatu kista. Kemoterapi diberikan sebanyak 6 seri dengan interval 3 – 4 minggu sekali dengan melakukan pemantauan terhadap efeh samping kemoterapi secara berkala terhadap sumsum tulang. pemeriksaan CT-Scan/ MRI Pemeriksaan tumor marker seperti Ca-125 dan Ca-724. apabila pada seorang wanita ditemukan suatu kista ovarium harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah kista tersebut bersifat jinak atau ganas (kanker ovarium). beta – HCG dan alfafetoprotein Semua pemeriksaan diatas belum bisa memastikan diagnosis kanker ovarium.F. PENATALAKSANAAN Sebagian besar kanker ovarium memerlukan pengobatan dengan kemoterapi. Ciri2 kista yang bersifat ganas yaitu pada keadaan : Kista cepat membesar Kista pada usia remaja atau pascamenopause Kista dengan dinding yang tebal dan tidak berurutan Kista dengan bagian padat Tumor pada ovarium Pemeriksaan lanjutan untuk memperkuat dugaan ke arah kanker ovarium seperti : USG dengan Doppler untuk menentukan arus darah Jika diperlukan. Penatalaksanaan yang sesuai dengan stadium yaitu : Operasi (stadium awal) . fungsi ginjal. G. sistem saluran cerna.

Diagnosa Keperawatan 1. kualitas. keletihan. hamil Pemeriksaan fisik Data psikologis/sosiologis–> reaksi emosional setelah penyakit diketahui 2. marah pasien Kolaborasi dengan tim medis dalam memberi obat analgesic Jelaskan kegunaan analgesic dan cara-cara untuk mengurangi efek samping Ajarkan klien strategi baru untuk meredakan nyeri dan ketidaknyamanan: imajinasi.d agen cidera biologi 2. frekuensi Kaji faktor lain yang menunjang nyeri. stimulasi kutan Diagnosa 2 : Perubahan citra tubuh dan harga diri b.d perubahan struktur atau fungsi tubuh. ASUHAN KEPERWATAN 1. Nyeri akut b. relaksasi. Intervensi : Kaji perasaan klien tentang citra tubuh dan tingkat harga diri Berikan dorongan untuk keikutsertaan kontinyu dalam aktifitas dan pembuatan keputusan Berikan dorongan pada klien dan pasangannya untuk saling berbagi kekhawatiran tentang perubahan fungsi seksual dan menggali alternatif untuk ekspresi seksual yang lazim . Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual b. persalinan. perubahan kadar hormone 3.d perubahan dalam penampilan fungsi dan peran Tujuan : KLien dapat memperbaiki persepsi citra tubuh dan harga dirinya.d agen cidera biologi Tujuan : Klien merasa reda dari nyeri dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan Intervensi : Kaji karakteristik nyeri : lokasi. durasi haid Riwayat obstetric –> kehamilan. Perubahan citra tubuh dan harga diri b.Kemoterapi (tambahan terapi pada stadium awal) Radiasi (tambahan terapi untuk stadium lanjut) H.d perubahan dalam penampilan fungsi dan peran 3.Tujuan dan Intervensi Diagnosa 1 : Nyeri akut b. riwayat keluhan utama Riwayat kesehatan masa lalu Riwayat kesehatan keluarga Riwayat reproduksi –> siklus haid. nifas. Pengkajian Data diri klien Data biologis/fisiologis –> keluhan utama.

blogspot.Diagnosa 3 : Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual b.Rencana Asuhan Keperawatan. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah.no. ex : menunda koitus seksual saat kelelahan Daftar Pustaka Brunner & Suddarth.com/2009/03/askep-ca-ovarium.5 tersering menyebabkan kematian dari seluruh kanker.5tersering pada wanita Diagnosis banding :    Tumor adnexa Ca ovarium borderline Kista ovarium .com/2008/12/21/asuhan-keperawatan-klien-dengan-kankerovarium/ http://akperppnisolojateng. . Lange Ca ovarium kanker dari golongan tumor ginekologi yg plg sering menyebabkan kematian.com/2009/04/09/askep-ca-ovarium/ Ca Ovarium Referensi: emedicine.wordpress.wordpress. no. 2001. 1999.Mengidentifikasi kepuasan/ praktik seksual yang diterima dan beberapa alternatif cara mengekspresikan keinginan seksual Intervensi: Mendengarkan pernyataan klien dan pasangan Diskusikan sensasi atau ketidaknyamanan fisik..html http://hidayat2. Marilynn E.. perubahan pada respons individu Kaji informasi klien dan pasangan tentang anatomi/ fungsi seksual dan pengaruh prosedur pembedahan Identifikasi faktor budaya/nilai budaya Bantu klien untuk menyadari atau menerima tahap berduka Dorong klien untuk menyadari atau menerima tahap berduka Dorong klien untuk berbagi pikiran/masalah dengan orang terdekatnya Berikan solusi masalah terhadap masalah potensial.d perubahan struktur atau fungsi tubuh. EGC: Jakarta Donges. buku biru. EGC: Jakarta http://viethanurse. perubahan kadar hormon Tujuan : -KLien menyatakan paham tentang perubahan struktur dan fungsi seksual.

perdarahan pervaginam. polyembriona  Sex cord&stromal . invasi ke stroma. sel2pleomorfik.obstruksi usus. efusi pleura. iregular menstruasi. jika terperangkap di cavum douglas nyeri hebat. obstruksi usus *klo sudah ado ascites. nekrosis. matur.bilateral.tumor marker ca epitel ovarian(CA-125). inti prominent. retensi urin. konstipasi. alpha fetoprotein (AFP) u/germ cell ovarian Histopatologi:  Epitelial >> sering (90%) Serous= plg sering (35-55%) Bilateral. periksa abdomen (asites + abdominal distensi .endodermal sinus tumor. kembung. pelvic examination (terdapat massa pelvis yg immobile solid/form. makroskopissolid. nodular  tanda2 malignan) Pemeriksaan +an Radiografi USG(solid/cystik+solid. kromatin inti kasar. distensi abdomen. spesialisasi). diameter >15cm. fungsi hati.Penegakan diagnosis Anamnesis Stadium awal dari karsinoma ini symptonya minimal/tdk spesifik/tidak ada sama sekali karnanya.massa abdomen). perlengketan ke daerah sekitar. cepat kenyang abdominal distensi stadium lanjut Pemeriksaan Fisik  tidak spesifik periksa nodus limfe pada supraklavikula& inguinal(u/perikso metastasis). mixed germ cell. mikroskopis psammoma bodies. elektrolit serum. biasanya pasien datang saat sudah stadium lanjut  Keluhan2 tdk spesifik nyeri abdomen/pelvik. bilateral.asites). pendarahan. choriocarcinoma gonadoblastoma. embrional karsinoma. multiple septations>3mm. dinding stroma fibrokolagen Mucinous Clear cell Transisional undifferentiated  Germ cell -Disgerminoma. CT scan Lab CBC. teratoma (immature.

III. metastase ke uterus/tuba b. 2ovarium c. a/b + tumor permukaan ovarium pada 1/2 ovarium. fibroma. asites dg sel2malignan atau peritoneal sitologi (+) sel2malignan metastase ke pelvis a.mesodermal) dg sifat2histologis&biologis yg beraneka ragam . dapat berasal dari ketiga dermoblast (ekto.- Granulosa sel tumor. 1 ovarium b.endo. lymphoma Stadium I. metastase jauh efusi pleura dg sitologi (+) sel2malignan metastase ke parenkim paru metastase ke parenkim hati bukan ke permukaan II. gynandroblastoma  Metastase neoplasma lain ke ovarium - Mammae. a/b + tumor permukaan ovarium pada 1/2 ovarium. asites dg sel2malignan atau peritoneal sitologi (+) sel2malignan metastase ke kavum abdomen a. thecoma sertoli-leydig sel. para-aortic/ inguinal IV. ukuran tumor yg metastase<2cm c. gaster. kapsul ruptur. jaringan panggul lainnya c. endometrium. ukuran tumor yg metastase>2cm & atau metastase pada nodus limfe pelvis. kapsul ruptur. metastase mikroskopik pada permukaan peritoneum abdomen b. colon. Diagnosis kerja Karsinoma ovarium  Definisi : Kumpulan tumor dengan histiogenesis yNg beraneka ragam. Terbatas pada ovarium a.

buruk (metastase diluar kavum peritoneum/ tumor makroskopik>2cm) 3. intermediate (metastase makroskopik diluar pelvis dg ukuran<2cm).Mutasi gen p53 tumor supresor . anovulasi kronik.Teraktivasinya “c-erb-B2”(HER2)  proto onkogen   Faktor resiko : Menderita PCOS (polikistik ovarian sindrom) Diet tinggi lemak hewani Konsumsi alkohol&produk susu Epidemiologi Umur>40tahun. . yg laen idak Prognosis Malam. ibu yg menyusui resikonya << 2. 2. multipel biposi peritoneum. Ovulasi Tiap kali ovulasi epitel germinal itu rusak memicu mekanisme cellular repairment ovulasi yg terus menerus /siklus menyediakan kesempatan yg lebih dari cukup untuk terjadinya mutasi dan delesi *kehamilan.S. Substansi karsinogenik Pemakaian bedak tabur pada daerah kewanitaan terbentuk granuloma talk(bedak tabur) 3. Abnormalitas kromosom .Turnerdisgerminoma& gonadoblastoma Herediter ca ovarium(autosomal dominan) breast&ovarian cancer sindrom (BOC)  mutasi germline gen BRCA1 pada kromosom 17 . Etiologi dan patogenesis: pasti??? 1. 1 dari 70 wanita. postmenopause/prepubertas Penatalaksanaan Bedah u/menentukan stadium sitologi peritoneum. plg sering terdiagnosis dekade ke 7. Bedah sitoreduktif Volume sisa dari tumor stlah operasi menentukan prognosis baik(Stadium IIIa/IIIb). Radiasi Bagus u/Germcelldisgerminoma. sampel nodus limfe para aortic dan pelvis (lihat stadium di HTD)  1. Kemoterapi Epitelial sistemik cisplatin 75mg/m2 + paclitaxel 175mg/m2 selama 6 kali dg interval 3mg Germcellbleomycin-etoposide-cisplatin 4. omentectomy.

III=23-41%. Angka kejadian kanker epitel ovarium rendah pada negara berkembang dan Jepang. Gambar : Kanker Ovarium Tanda dan Gejala Sebanyak 60% wanita yang didiagnosis menderita kanker ovarium sudah memasuki tahap lanjut dari penyakit ini. perdarahan menstruasi yang tidak teratur. mudah lelah. Kanker indung telur merupakan penyebab kematian ke-5 terbanyak di Amerika Serikat dan merupakan salah satu dari 7 keganasan tersering di seluruh dunia. immature teratoma=70-80% Kanker epitel ovarium atau dikenal dengan kanker indung telur yang berasal dari sel epitel merupakan 90% kasus dari seluruh kanker indung telur. kembung. II=60-74%. seandainya ada biasanya samar-samar. Kanker indung telur memiliki angka kematian yang tinggi. dari 23. Gejala tersebut termasuk diantaranya nyeri pada panggul.5tahun kelangsungan hidup u/ Epitelial.000 atau separuh lebih wanita meninggal karena penyakit ini. sekitar 14.100 kasus baru kanker indung telur. IV=11% Germ cell. konstipasi (sembelit). Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya suatu massa atau benjolan pada panggul merupakan tanda yang perlu dicurigai. . penurunan berat badan. disgerminoma=95%. Puncaknya terjadi pada wanita usia 60-64 tahun. Pada umumnya tidak didapatkan gejala dini pada kanker ini. Kanker epitel ovarium jarang didapatkan pada wanita berusia < 40 tahun. Stadium I=76-93%.

permukaan hati Fase akhir dari kanker ovarium. Antigen ini diekspresikan oleh 80% epitel nonmusinous kanker ovarium.6% ditemukan di permukaan ovarium Kanker melibatkan 1/2 ovarium dengan perluasan Tidak ada data ke panggul (rahim. Ultrasonografi transvaginal. usus kecil. hati (bagian dalam) Area III IV Terapi Terapi dari kanker ovarium tergantung dari stadium dari penyakit. Pencegahan. paru-paru. Alat ini dipertimbangkan untuk alat skrining dikombinasikan dengan pemeriksaaan Doppler 5. 1. organ perut. kelenjar getah bening. Menyebar ke 29.1% organ yang jauh seperti limpa. saluran tuba. Kanker Ovarium atipikal . Selain itu pengunaan kontrasepsi pil juga dianjurkan Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan ultrasonografi (USG) dapat memperjelas penyakit ini Klasifikasi Kanker Ovarium Kanker ovarium memiliki 4 stadium yaitu : Stadium I II Angka Bertahan Hidup 5 Tahun Kanker pada 1 / 2 ovarium. Kanker dapat 93. Apabila seorang wanita melakukan operasi panggul. tipe penyakit (primer atau rekuren <kambuh kembali>). Antigen kanker 125 (CA-125). Kadar lebih tinggi dari 35 U/ml adalah abnormal 4.1% dinding perut. Pemeriksaan panggul rutin per tahun. usus besar) Kanker menyebar melebihi rongga panggul ke 68. kandung kemih. maka pengambilan indung telur sekaligus akan mencegah risiko kanker ovarium selamanya. terapi pilihan.Deteksi dan Pencegahan 1. dan kondisi tubuh. Kriteria untuk skrining yang efektif Sampai saat ini belum ada alat yang secara efektif dan efisien dalam mendeteksi dini kanker ovarium 2. Namun perlu diingat risko akan premenopause dini dan penyakit osteoporosis serta jantung yang dapat timbul akibat pengangkatan indung telur. Pemeriksaan ini digunakan unutk mendeteksi dini kanker ovarium namun tidak memiliki sensitivitas yang tinggi 3.

namun beberapa faktor yang berkaitan peningkatan risiko dari penyakit ini adalah: 1. ayam. riwayat kanker payudara atau kanker endometrium sebelumnya. bilateral salpingooophorektomi). pengikatan saluran tuba. dan terapi genetik Faktor Risiko Penyebab kanker ovarium masih diteliti. Faktor lingkungan. diberikan setelah operasi). 3. dan riwayat keluarga dengan kanker dapat meningkatkan angka kejadian kanker ovarium. atau usus besar memiliki peningkatan risiko untuk kanker ovarium. pengikatan saluran tuba. vitamin A. Memiliki anak lebih dari 1. riwayat menyusui. Memiliki anak lebih dari 1. dan vitamin C 4. Terapi hormonal juga dapat digunakan. Terapi yang dapat dilakukan pada stadium ini adalah operasi (total abdominal histerektomi. penggunaan kontrasepsi pil. Stadium Lanjut kanker ovarium Stadium ini selalu membutuhkan terapi operasi yang optimal diikuti kemoterapi setelah operasi untuk meningkatkan kemampuan bertahan hidup. dalam jumlah banyak dapat meningkatkan risiko mendapat kanker ovarium. Riwayat keluarga. Terapi yang masih dalam penelitian adalah terapi stem sel. Faktor reproduksi. dan histerektomi (pengangkatan rahim) berkaitan dengan penurunan risiko dari kanker ovarium 2. Radiasi seluruh bagian perut (whole abdominal radiation) dapat menjadi alternatif dari kemoterapi 4. Stadium dini kanker ovarium Stadium dini kanker ovarium adalah stadium I dan II. Faktor risiko individual. Wanita dengan riwayat keluarga memiliki kanker payudara. dan radiasi 3. dan histerektomi (pengangkatan rahim) berkaitan dengan penurunan risiko dari kanker ovarium . endometrium. Penurunan risiko berkaitan dengan konsumsi sayuran. Biasa terdapat pada wanita usia 40 tahun (keganasan pada usia 60 tahun). Usia > 40 tahun. 20% stadium dini dapat menyebar ke intraabdomen (perut) dan memerlukan terapi operasi. Pasien kanker atipikal ovarium dengan stadium dini yang masih ingin mempertahankan kesuburannya dapat melakukan unilateral salpingo-oophorectomi (operasi pengangkatan indung telur yang mengandung kanker) 2. penggunaan kontrasepsi pil minimal 1 tahun (faktor proteksi bertambah dengan penggunaan setiap tahunnya). indung telur. baru memiliki anak 1 atau tidak memiliki anak. imunoterapi menggunakan interferon. riwayat menyusui. kemoterapi (pada kasus dengan angka kesembuhan rendah.Kanker atipikal ini memiliki sifat yang berbeda dari kanker ganas ovarium tipe lainnya. Beberapa penelitian mengemukakan bahwa asupan makanan yang mengandung lemak hewani seperti daging. Kanker ovarium yang kambuh Pasien dengan kanker ovarium yang kambuh adalah kandidat untuk dilakukan operasi yang kedua kalinya dengan kemoterapi menggunakan agen yang berbeda.

OPERASI BESAR Share | Operasi besar adalah operasi yang memerlukan persiapan matang untuk menjalankannya dan terdapat banyak efek samping yang mungkin timbul selama dan setelah operasi dilakukan. dan stadium III dan IV berkisar 15-20% atau kurang dari 5%. atau puntiran dari indung telur. kemoterapi. Teori pertama menerangkan mengenai trauma minor yang berlangsung terus menerus selama siklus ovulasi (siklus pengeluaran telur setiap bulannya). Teori ketiga menerangkan mengenai karsinogen (zat yang dapat merangsang terjadinya keganasan) dapat berkontak dengan indung telur melalui saluran reproduksi. Pasien dengan stadium I memiliki 90% kemungkinan bertahan selama 5 tahun. dalam waktu cepat). dan jenis kanker. nekrosis (kematian sel). perdarahan. CT-scan dapat digunakan untuk mengetahui penyebaran ke hati atau rongga perut lainnya. Benjolan di perut bagian bawah dapat berkisar antar 2-8cm atau lebih besar lagi pada wanita menopause. Faktor Prognostik Kemampuan bertahan hidup selama 5 tahun pada pasien dengan kanker ovarium berkisar 30%. namun tergantung dari individu masing-masing. hanya berkisar 10-15% dari seluruh kasus kanker ovarium. serta laktat dehidrogenase. Operasi besar ini juga mengharuskan anda untuk menjalani masa penyembuhan (recovery) di rumah sakit untuk memantau hasil pengobatan dan efek samping yang timbul. stadium. serta tes fungsi hati. Nyeri dapat terjadi karena peregangan dari kapsul indung telur. Terapi yang dilakukan adalah operasi. Pada umumnya keganasan pada kanker ini tumbuh cepat dan ditandai dengan nyeri panggul yang akut (tba-tiba.Penyebab Penyebab dari kanker ovarium adalah multifaktor. Pemeriksaan yang diperlukan adalah pemeriksaan serum hCG dan alfa-fetoprotein. darah lengkap. FUNGSI OPERASI Kebanyakan operasi besar memiliki fungsi : menentukan stadium kanker (staging surgery) . sedangkan stadium II sekitar 50-65%. Pemeriksaan roentgen dada digunakan untuk menyingkirkan penyebaran ke paru. Kanker Ovarium Non-epitelial Kanker ini jarang didapatkan dibandingkan kanker ovarium epitel. dan radiasi. teori kedua menerangkan mengenai pajanan indung telur terhadap hormon gonadotropin dapat meningkatkan risiko keganasan.

Operasi pengobatan juga kadang bersamaan dengan tindakan radiasi (intraoperative radiation).Operasi penentuan stadium umumnya dilakukan saat operasi utama sebagai pengobatan dilakukan. namun untuk mengobati metastasis dari kanker. di mana dapat dilakukan bila kanker hanya di satu area saja dan jaringan dapat diangkat seluruhnya tanpa merusak banyak jaringan di sekitarnya. atau memperbaiki ketidaknyamanan (nyeri) atau kecacatan yang diakibatkan oleh kanker. operasi penunjang (supportive surgery) Operasi penunjang dilakukan untuk menentukan metode pengobatan yang lain. namun jaringan yang diangkat adalah jaringan pra kanker yang beresiko tinggi untuk terjadi kanker. di mana setelah pengangkatan tumor dilakukan pengambilan sedikit tepi jaringan yang normal dan dilakukan pembacaan di bawah mikroskopik untuk menentukan seberapa jauh penyebaran tumor (pathological stage). Biasanya operasi ini dilakukan untuk keperluan estetika. mencegah terjadinya kanker (preventive surgery) Operasi pencegahan dilakukan seperti operasi pengobatan kanker. operasi perbaikan (reconstructive surgery) Operasi perbaikan dilakukan setelah operasi pengobatan utama dilakukan. Beberapa teknik baru sebagai media operasi yaitu : ??? Laser surgery . bila jaringan kanker tidak dapat diambil seluruhnya. debulking surgery Operasi tersebut dilakukan bila jaringan kanker tidak dapat diambil seluruhnya. teknik operasi pengobatan kanker tidak lagi hanya menggunakan pisau sebagai sarana untuk mengangkat kanker. operasi paliatif (palliative surgery) Operasi paliatif dimaksudkan bukan untuk menyembuhkan kanker. dan sisa jaringan tersebut dieliminasi dengan radio atau kemoterapi. TEKNIK OPERASI PENGOBATAN KANKER Saat ini. mengobati kanker (curative surgery) Operasi pengobatan merupakan operasi penyembuhan kanker.

Keuntungan dari laser surgery : hanya sedikit jaringan yang dipotong. Umumnya teknik ini dipakai untuk kanker kulit atau mata. hati. namun saat ini sedang dikembangkan untuk pengobatan. maka pembedahan dihentikan. kulit atau rektum. berdiameter kecil dan fleksibel yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui insisi kecil pada tubuh. Electrosurgey Listrik berfrekuensi tinggi (high frequency electrical) dapat digunakan untuk merusak sel?. Teknik ini juga dapat dipakai untuk kondisi pre kanker. karena sebelum dipotong. laring. Biasanya teknik ini dipakai untuk biopsi. . memotong jaringan. seperti memperbaiki kerusakan. Namun zat kimia tersebut bukanlah kemoterapi kanker.sel kanker. cervix. Mohs surgery Mohs surgery atau pembedahan di bawah kendali mikroskop merupakan cara mengangkat satu lapis tipis kulit yang terkena kanker dan kemudian dilihat di bawah mikroskop. Keuntungan : dapat melakukan pembedahan tanpa perlu membuat insisi yang lebar.sel abnormal. faring. Teknik ini sering digunakan untuk mengobati kanker pada mata. mengurangi timbulnya nyeri akibat pembedahan dan memperpendek waktu rawat inap. bila sampai kepada lapisan yang normal. vaporize (membakar dan merusak) kanker. Cryosurgery Cryosurgery ini menggunakan penyemprotan cairan nitrogen untuk membekukan atau membunuh sel?. Umumnya digunakan untuk pengobatan kanker mulut atau kulit.Laser adalah suatu energi cahaya berkekuatan tinggi dan terfokus yang digunakan sebagai media operasi yang tepat. Umumnya sering untuk pengobatan kanker cervix atau prostat. jaringan diberi suatu zat kimia tertentu. sebagai alasan menyelamatkan jaringan normal sebanyak mungkin. Laparoscopic surgery Laparaskop merupakan tabung berukuran panjang. Dahulu teknik ini dinamakan chemosurgery. mencegah hilangnya banyak cairan tubuh (darah) saat pembedahan.

Runtutan operasi meliputi : pemeriksaan pra operasi. Perencanaan dan Pre Operasi Ada baiknya jika anda dan dokter bedah berunding untuk memastikan pilihan operasi yang memberikan hasil terbaik. yakni penyakit yang akan diobati. Lainnya Operasi lain yang masih dalam pengembangan berupa stereotactic radiation therapy yang menggunakan cyberknife atau gamma knife. paru dan tulang belakang. mengeluarkan cairan atau mengangkan tumor berukuran kecil. kanker area kepala. Ambil waktu sebaik mungkin untuk memikirkan apakah cara ini memberikan hasil terbaik untuk kesehatan anda dan waktu yang ada sebaiknya digunakan untuk mempelajari penyakit dan pengobatan anda. teknik operasi dan kondisi kesehatan. Alat ini dimasukkan melalui insisi kecil pada dada setelah paru dikempiskan.orang di sekitar anda. untuk mengatur pemikiran anda dan juga untuk menetukan tim untuk perawatan. Thorascopic surgery Thoraskop merupakan alat yang mirip dengan laparaskop. Sebelum? memutuskan untuk memilih operasi. di mana operasi ini menggunakan mesin radiasi yang memotong tumor dari beberapa sudut berbeda. persiapan. operasi itu sendiri (termasuk jenis anestesi) dan masa penyembuhan. Teknik operasi ini keberhasilannya sama dengan operasi membuka rongga tubuh (open thoracotomy) pada stadium dini kanker paru. BAGAIMANAKAH OPERASI ITU? Operasi yang dijalankan tergantung banyak hal. prostat dan? ginjal. ada baiknya untuk mencari second opinion dari ahli bedah lainnya dan tidak perlu mengulang pemeriksaan yang dahulu pernah dijalani. dan pada area tujuan dapat dilakukan biopsi. usus besar. . cukup membawa hasil pemeriksaan sebelumnya. leher. Pengobatan kanker yang menggunakan teknik ini adalah kanker otak.Teknik ini sudah dipakai untuk mengobati kanker kandung empedu dan juga sedang dikembangkan pada kanker kandung kemih. namun tidak fleksibel melainkan kaku serta terdapat kamera kecil di unjungnya. untuk berbicara dengan orang?.

Resiko operasi . Jika perlu. Disarankan untuk anda membaca dan memahami dengan baik seluruh isi inform consent tersebut dan semua pertanyaan anda telah dijawab oleh dokter. serta membantu dokter untuk memahami kondisi anda dan untuk perencanaan operasi (terutama untuk operasi besar). kencing manis. fungsi ginjal dan hepar dan untuk penyediaan transfusi darah saat operasi. menghitung jumlah darah.Kondisi kesehatan dan mengapa operasi ini dipilih sebagai pengobatan .Tujuan operasi .Inform Consent / Surat Persetujuan Operasi Inform consent merupakan salah satu hal penting dari persiapan operasi. resiko perdarahan dan infeksi.Keuntungan operasi terhadap anda .Urinalisis : memeriksa keadaan ginjal dan adanya infeksi . anda di dampingi oleh keluarga atau teman saat menandatangani inform consent. penyakit jantung.Bagaimana operasi itu sendiri . Pemeriksaan Pra Operasi Pemeriksaan pra operasi ini diperlukan untuk memastikan apakah tubuh dapat menghadapi operasi dan tindakan anestesi. Laboratorium : -??? Darah Lengkap . Adapun pemeriksaan yang dilakukan berupa : Anamnesis : menanyakan riwayat penyakit dahulu berupa darah tinggi. Dengan menandatangani inform consent tersebut berarti anda sudah menerima segala informasi dan bersedia untuk dioperasi. . anda terlebih dahulu harus diterangkan mengenai : .Efek samping operasi . di mana sebelum memberi persetujuan terhadap dokter untuk dioperasi. alergi atau kondisi lain yang berhubungan dengan operasi.Pilihan pengobatan lain.

maka anda akan dipertemukan dengan dokter anestesi yang akan menangani anda. Hal ini ditujukan untuk mencegah terjadinya aspirasi (terhirup) muntahan ke paru saat dianestesi. di mana aspirasi tersebut dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada paru. Mencukur area yang akan dioperasi. Obat anestesi regional ini dapat berupa suntikan tunggal atau drip infus. . untuk mencegah rambut masuk ke dalam area operasi dan menyebabkan terjadinya infeksi.Anestesi regional Hampir sama dengan anestesi lokal. Di mana obat anestesi disuntikan pada tulang belakang.Lain . Hal yang lumrah jika anda mengatakan bahwa anda takut akan operasi dan anestesi.saraf yang keluar dari area tersebut.. Pilihan anestesi yang dapat anda pilih berupa : . Hal tersebut tergantung dari jenis dan lama operasi. Anestesi Anestesi (bius) adalah cara untuk menghilangkan nyeri pada periode tertentu. dan ini juga mempengaruhi apakah perlu anda sadar atau tidak saat operasi berlangsung. tangan atau kaki sehingga melumpuhkan sementara saraf?. Oleh karena itu. Dan bukan tidak mungkin jika dokter akan meminta pemeriksaan lain yang berhubungan dengan kondisi yang mempengaruhi operasi. Jika anda menggunakan anestesi total (bius total).X-ray dada dan EKG (elektrokardiografi) untuk memeriksa keadaan jantung dan paru .lain : CT scan untuk melihat ukuran dan lokasi tumor serta penyebarannya. namun area yang dibius lebih luas dan pasien juga tetap sadar. Persiapan Operasi   Mengosongkan isi perut (lambung dan usus) dari malam sebelum operasi. beritahukanlah perasaan anda kepada dokter sehingga mereka dapat memberikan obat yang dapat membuat anda tenang. dengan cara puasa makan dan minum serta penggunaan laksatif untuk mengosong isi perut.Anestesi total .

umumnya selesai operasi kateter ini dilepas. Anda juga akan dipasangi kateter urin untuk mengalirkan air kencing anda ke suatu tas khusus. Tenggorok anda akan terasa sedikit nyeri oleh karena pemasangan pipa endotrakeal. Skip to content  Home . sebab hal ini mempercepat masa penyembuhan. Hal ini ditujukan untuk mempercepat masa penyembuhan. Para tim perawatan anda mungkin berupaya agar anda beraktivitas setelah operasi. Anda juga akan mendapat obat pereda nyeri selama di rumah sakit dan pada saat rawat jalan. Pada tubuh yang dioperasi juga akan dipasang drain untuk mengeluarkan cairan yang terkumpul akibat operasi. Orang di bawah pengaruh sisa anestesi. bila ginjal bermasalah tetap dipasang.Anestesi total membuat seseorang jatuh dalam keadaan tak sadar. nadi. juga tak lupa melepaskan pipa endotrakeal tadi.ketetapan tindakan berbeda pula. di mana obat dapat dihirup atau disuntikan. Operasi Teknik operasi yang digunakan membuat ketetapan . Dokter anestesi dan perawat akan mengawasi keadaan fungsi vital anda (tekanan darah. akan merasakan perasaan berat. memperlancar aliran darah sehingga mencegah terjadinya pembekuan (clotting) pada kaki. pipa endotrakeal akan dimasukkan melalui mulut anda untuk membantu pernafasan anda. Anda sebaiknya makan dan minum walaupun ada perasaan tidak nafsu makan / minum. Saat anestesi total dilakukan. Dan para dokter atau paramedia juga akan memeriksa jumlah urin anda. Hal ini bergantung kondisi pra operasi dan luas operasi. Masa Penyembuhan         Orang yang mendapat anestesi lokal dapat segera pulang. Namun. sedang bermimpi dan tidak sadar sepenuhnya sampai keesokan harinya. namun orang yang mendapat anestesi regional atau total harus dirawat dalam ruangan penyembuhan sampai pengaruh anestesi habis. pernafasan) selama operasi sampai anda terbangun. Sebaiknya dilakukan setelah dokter menyatakan bahwa anda dapat minum dan makan (baiknya untuk minum terlebih dahulu).

Oncos : tumor. RNA.Klinis : non neoplasma (radang. hematom. Fase interfase : sel anak yg muda Sintesa DNA. Fase G1 (growth phase-1) : jam-tahun Sel anak mensintesa RNA. Enzim. kista. Fase mitosis : 1 sel induk Profase : 1 jam Metafase : < 1 jam Anafase : < ½ jam Telofase : beberapa menit dewasa2. Morfologis 2 sel anak1.Khusus: benjolan yg disebabkan oleh neoplasma . protein — persiapan sintesa DNA 2. Fase G2 (growth phase-2) : 1-2 jam . Fase S (synthesa) : 8 jam Sintesa DNA baru Dapat digunakan untuk mengukur prognosis 3.    About Artikel Privacy Policy Search Home » Bedah Tumor » Onkologi Umum ← Kista Hepar Tumor Otak → Onkologi Umum Posted on 8 February 2011 by ArtikelBedah ONKOLOGI UMUM Onkologi Berasal dari bahasa Yunani : . protein dan duplikasi untai tunggal kromosom menjadi untai ganda.Logos : ilmu Ilmu yg mempelajari penyakit yang disebabkan oleh tumor. hipertrofi) & neoplasma Neoplasma -Neos : baru -Plasein : membentuk jaringan baru yg abnormal Siklus pertumbuhan sel A. khususnya neoplasma Tumor . Biokimia 1.Umum : pembengkakan/benjolan abnormal dalam tubuh . massa . beberapa tahunBerlangsung beberapa jam B. enzim.

 Terdiri dari : Jinak & Ganas. Inti sel relatif besar 5. Bentuk tidak teratur 2. Polikromasi : warna bermacam-macam 3. Batas tidak tegas 3. Kapsul tidak jelas/tidak ada 4. Polimorfi : bentuk bermacam-macam 2. Tumor diameter 1 mm : 25 x PD dgn jumlah sel sekitar 100 juta 1 cm : 30 x PD dgn jumlah sel 1 milyar (klinis: dapat dideteksi) 10 cm : 40 x PD (population doubling) dgn jumlah sel 1 triliun . Rapuh. 2n ◦ Lokal insitu. lokal invasive/infiltrat Doubling Time Waktu yang dibutuhkan tumor untuk membesar sehingga volumenya menjadi 2 x dari semula Penting untuk menentukan diagnosis. Ada bagian nekrosis/ ulserasi 7. Ada metastase Pertumbuhan kanker 1. Pertumbuhan Lokal ◦ Unisentris/unilokuler: mulai dari satu sel dalam satu jaringan/organ ◦ Multisentris/multilokuler: dari beberapa sel (jarang) ◦ Sinkronous: sel tumbuh dalam waktu yang bersamaan ◦ Metachronous : tumbuh dalam waktu yang berbeda ◦ Sel kanker tumbuh secara binear & exponensial : 1 sel jadi 2. Tumbuh terus tanpa batas 8. terlepas dari kendali pertumbuhan sel normal. The Lag Period / Masa Interval Waktu yang diperlukan sel neoplastik memperbanyak diri sehingga dapat dideteksi. Ada infiltrasi. Sifat tergantung : . Tidak menjalankan fungsi sel normal 9. 4. evaluasi hasil terapi. Hipervaskularisasi. Merusak bentuk dan fungsi organ 10. Infiltrasi 11. Mitosis bertambah 6.Persiapan mitosis berikutnya 4. Anaplastik : susunan tidak teratur 7. perlengketan 8.Kemampuan infiltrasi & metastase Bentuk Sel Kanker 1.Jauhnya penyimpangan anatomi & fungsi sel normal (diferensiasi) . Hiperkromasi : warna lebih gelap 4. Metastase Sifat Tumor Ganas 1. Fase M (Mitosis) : 1-2 jam Sel tumor sel tubuh yg mengalami transformasi sehingga tumbuh secara autonom. mudah berdarah 5. neovaskularisasi 6.

imunologis (seluler dan humoral) C. Stadium diseminasi : Menyebar keluar dari kelenjar limfe regional atau menyebar ke organ lain yang letaknya jauh dari tumor primer Berdasarkan luas ekstensi penyakit 1. Populasi sel kanker: rasio fraksi sel kanker yang tumbuh. Stadium lokal : Terbatas pada organ/jaringan tempat asalnya tumbuh 4. Lokal 2. Stadium regional : Metastasis masih terbatas di kelenjar limfe regional 5. Transluminal: dalam dinding sal. Stadium Invasif atau infiltratif : Telah bertumbuh di luar membrana basalis 3. Organ jauh Yang Mempengaruhi Kecepatan Pertumbuhan A. Ekstensi lokal : telah menginvasi organ sekitar 3. abd. Limfogen 3. cerna. Umur: umumnya lebih cepat tumbuh pada anak-anak 2. jinak.thoracis. tidak tumbuh. Perkontinuitatum 2. Transerosa/transcoelum : c. Iatrogenik Tempat penyebaran 1. Berdasarkan kemungkinan dapat disembuhkan 1. Stadium insitu : Masih terbatas pada parenkim organ tempat asal tumor (intraepitelial. G4 5. Kelenjar limfe regional 3. yang hilang B. insitu. Regional 4. Penyebaran ke organ lain/metastase Cara Penyebaran 1. Faktor Tumor 1. Berdasarkan tofografi penyakit Berdasarkan lokasi tumor primer atau metastasis 1. G2. intralobuler) 2. urinaria 5.2. Ruang tempat tumbuh tumor 2. G3. Faktor Lingkungan Hidup Tumor 1. intraluminal. Status hormonal Stadium Pertumbuhan Kanker Stadium Pra-klinis Stadium pada saat kanker belum terdeteksi secara klinis Stadium Klinis A. Loko-regional . Stadium lanjut (advanced stage) 3. Stadium dini (early stage) 2. Lokal 2. Nutrisi (vaskularisasi) 3. Asal tumor atau jenis tumor 2. Derajat diferensiasi sel: G1. Stadium sangat lanjut (far advanced stage) B. intraduktal. pelvis 6. sifat tidak tentu 3. Pertahanan tubuh: barier mekanik. Sifat tumor: neoplasma ganas. napas. Faktor Penderita 1. Waktu siklus (siklus pertumbuhan tumor) / lag periode 4. Hematogen 4.

makin jauh infiltrasi di jaringan dan organ di dekatnya N Nx No N1. Berdasarkan Konvensi 1. oss. pleu.N4 Kelenjar limfe regional Kelenjar limfe tidak dapat ditaksir/diperiksa Tidak terbukti penyebaran ke kelenjar limfe regional Ada kelenjat yang terlibat. hep.N3. Stadium Ann Arbor : limfoma maligna 4. (pulmo). (otak).5.T3 Tumor primer Tumor primer tidak dapat ditaksir Tidak terbukti adanya tumor primer Karsinoma insitu Tumor primer makin membesar. (tulang). (kulit). (hepar). (yang lain/other) Tambahan : -cTNM : Clinical staging -pTNM : pathological staging -sTNM : surgical-evaluative staging -rTNM : retreatment staging -aTNM : autopsy staging -R : sisa tumor setelah terapi . (pleura). oth. Metastasis jauh C. ski. 1943).N2. Stadium Dukes : Ca kolorektal 3. T Tx To Tis T1. Stadium Portman : ca mamma 2. ada/tidak infiltrasi di organ atau struktur sekitar M Mx Mo M1 Metastasis jauh Tidak dapat diperkirakan adanya anak sebar Tidak ada bukti metastasis jauh Ada metastasis jauh Organ yang tempat metastasis dapat disebutkan : Pul. bra. 1958 diadopsi oleh IUCC (Union Internationale Contre le Cancer). per. (peritoneum). Stadium FIGO : ca serviks Fase pertumbuhan kanker Induksi Insitu Invasi Diseminasi 15-30 thn 5-10 thn 3-5 thn 1-5 thn Sistem TNM Pertama kali diperkenalkan oleh Pierre de Noix (Perancis.T2.

adanya fc yg fungsinya abnormal.-Rx : tidak dapat ditentukan adanya residu -Ro : tidak ada residu -R1 : ada residu mikroskopis -R2 : ada residu makroskopis -r : residif setelah bebas kanker -y : keadaan kanker setelah terapi multinodal Proses karsinogenesis melalui 2 tahap ganas perlu tahap induksi (15-30 TH)Transformasi sel normal Inisiasi Bersifat ireversibel. Adanya seleksi alam yg memberi peluang sel abnormal berkembang biak/ bertumbuh. mutasi). Tidak terkontrolnya pertumbuhan sel akibat: bertambahnya produksi fc pertumbuhan/reseptor. bila terjadi kerusakan DNA — ini diatur oleh protein p53 Asal onkogen Onkogen seluler (c-onc) : dari gen normal dalam sel (proto-onkogen) dan tumor supressor gene Onkogen virus (v-onc) : dari luar Mekanisme proto-onkogen menjadi onkogen : Deletion atau point mutation Gen amplification (gen bertambah) . DNA repair nuclease : memperbaiki. Adanya mutagen/karsinogen yg terus memacu timbulnya mutasi baru (proses genetik) 3. Kecepatan transformasi / pembentukan sel neoplastik dipengaruhi beberapa faktor : 1.Sel terpapar karsinogen yg menimbulkan lesi biokimia berupa perubahan gen permanen (DNA repair gagal Promosi Tidak semua sel yg sudah terinisiasi berubah jadi sel kanker. Adanya jejas/nekrosis yg memacu proliferasi sel utk regenerasi. Teori Monoclonal origin Berasal dari satu sel yang terus membelah 2. masih terkait dgn pertumbuhan jaringan dimana ia berada. Teori asal sel neoplasma 1. menurunnya produksi fc penghambat. Teori Field origin Agen karsinogen bekerja pada sejumlah besar sel yg menyebabkan sekelompok sel berpotensi menjadi sel neoplastik Teori terjadinya neoplasma 1. Promotor memacu sel terinisiasi menjadi sel neoplastik. dimana sel abnormal ikut terpacu pula 4. Teori Mutasi Genetik Neoplasia timbul bila genom abnormal (telah berubah) mengenai gen yg mengatur pertumbuhan sel (gen proto-onkogen/onkogen seluler). bila diberi promoter akan timbul karsinogenesis sekalipun inisiator sudah lama dihentikan. Sifat sel belum otonom. sebagian besar terhenti (sebagai tumor jinak atau normal). Adanya promoter yang terus bekerja (proses epigenetik) 2.

Ratio sitop/inti (1:1/1:4/1:6) Banyak mitosis atipik atau aneh — bentuk spindel. natural killer cells membunuh sel neoplastik Karasteristik neoplasma 1. basalioma Langsung Berkembang pd rongga tubuh/permukaan. sel yg kecil primitif Inti banyak DNA/ kromatin kasar/gelap/ hiperkromatik/ mengelompok/ tersebar sepanjang membran inti/anak inti besar. tripolar. Invasi Lokal Tumor jinak : Massa ekspansif dgn kohesi antar sel masih baik. daya infiltrasi. Hematogen Cara utama penyebaran sarkoma: Neoplasma primer — pertumbuhan progresif — vaskularisasi — invasi — pelepasan — embolisasi — bertahan hidup dalam sirkulasi — tersangkut — ekstravasasi — terhindar dari pertahanan tuan rumah — pertumbuhan progresif — metastasis. sel-sel besar. Teori Virogen Onkogen 3. Teori Epigenetik 4. metastase tidak ada Perluasan lambat akibat adanya kapsul (stroma jaringan asal). sehingga mudah diraba. invasi. Teori Kegagalan Imun (immune surveillance) Akibat kegagalan sel T sitiotoksik. Metastasis Semua kanker dapat bermetastasis kecuali Glioma. invasi dan kerusakan jaringan sekitarnya 4. . Ab dan komplemen. quadripolar. diangkat Tumor ganas : Disertai infiltratif progresif.Chromosome rearrangement Interaksi antara onkogen dgn Growth Factor (GF) : Onkogen mengkode langsung pembentukan GF Onkogen mengkode pembentukan reseptor GF Onkogen mengubah sensitivitas sel terhadap sinyal GF 2. reaksi hiperplasia. antibody dependent cell-mediated cytotoxicity. Kecepatan Pertumbuhan Umumnya tumor jinak bertumbuh lambat Kanker bertumbuh lebih cepat dan berhubungan dgn derajat diferensiasinya 3. multipolar Sel raksasa. inti polimorfik/hiperkromatik/sangat besar Ada daerah nekrosis iskhemik Perubahan displastik yg meliputi seluruh ketebalan epitel : neoplasma preinvasif (Ca in situ) 2. ukuran/bentuk bervariasi. Limfogen Cara utama penyebaran karsinoma Pembesaran kelenjar limfe disebabkan oleh : penyebaran dan pertumbuhan sel kanker. digerakkan. sel tidak spesifik Anaplastik bila tidak berdeferensiasi Morfologi Sel dan inti pleomorfik. Diferensiasi dan anaplasia Berdiferensiasi baik bila mengandung sel yg mirip sel matur normal asal jaringan neoplasma Jelek bila mirip sel primitif.

Perubahan morfologi 3. Ca ovarium. tiroid Mamma. serviks Mamma. esofagus. bronkus Mamma. ovarium. ren Mamma. ovarium. tiroid. genetalia. mamma. AFP ◦ Hilangnya antigen yang normal ada Tumor Associated Antigens : -Burkitt’s lymphoma -Malignant melanoma -Neuroblastoma -Osteosarcoma -Soft tissue sarcoma -Colon carcinoma -Breast carcinoma -Leukemia -Lung carcinoma -Bladder carcinoma -Renal carcinoma . pankreas. testis. tiroid. ren Lambung. bronkus. melanoma. limfoma Tanda sel yang mengalami transformasi (kanker) 1. lambung. kolon. Ca sel kecil paru.Tempat Metastasis Tumor Primer KGB servikal KGB supraklavikuler KGB aksillar KGB inguinal Kulit/subkutan Paru Hepar Tulang CNS Ovarium Cavum serosa Mulut. kolon. limfoma Bronkus. testis.lambung. bronkus. ren. Burkitt lymphoma. Perubahan Imunologis/Antigenik ◦ Common viral antigen : Tumor yg diinduksi virus menunjukkan antigenik kuat yg berhubungan dgn membran dan dimiliki juga oleh semua tumor yg diinduksi oleh virus yg sama ◦ Antigen unik : Diinduksi zat kimia memiliki Ag yg tdk dimiliki oleh tumor lain yg diinduksi zat kimia sama ◦ Ag onkofetal : CEA. faring. laring. melanoma Melanoma. bronkus. lambung. pankreas. lambung. Perubahan kariotipe Misal : Kromosom (Ph1) pada CML (chronic Myelositic Leukemia) mengadakan translokasi antara kromosom 22 dan 9. limfoma Anus. mamma. neuroblastoma. melanoma. kolon. bronkus. prostat. Perubahan sifat pertumbuhan Terlepas dari pengendalian pengaturan Kegagalan maturasi Bersifat immortal Daya transplantasi 2. sarkoma Mamma. kolon. meningioma 4. kolon Mamma.

sikasin. Perubahan Permukaan dan Membran Sel ◦ Perubahan glikoprotein membran ◦ Hilangnya daya kohesi dan adhesi (contact inhibition) ◦ Sintesis dan pelepasan faktor pertumbuhan ◦ Sintesis tipe reseptor permukaan tertentu ◦ Kerusakan komunikasi antar sel ◦ Produksi dan pelepasan enzim degradatif ◦ Produksi dan pelepasan aktivator plasminogen ◦ Produksi dan pelepasan faktor prokoagulan ◦ Peningkatan transpor transmembran zat makanan 7. 2asetilaminofluoren. insektisida. Dibenz(a. sakarin. kromium.5.h)antrasen. nitrosourea. Produksi sel tumor ◦ Ag onkofetal : CEA dan AFP ◦ Enzim : PSA. safrol. klorambusil. Carcinogenesis Kimia Karsinogen yang bekerja langsung Agen Alkilasi : Beta-propriolakton. anti kanker (siklofosfamid. dll) Agen asilasi : 1-asetil imidazol. nikel. Perubahan metabolik Semua sel anaplastik primitif mengalami konvergensi penyederhanaan pola enzim dan metabolik bersama 6. kacang betel Lain-lain : nitrosamin. kadmiun. griseofulvin. dietilkarbamil klorida Prokarsinogen yg memerlukan aktivasi metabolik: Hidrokarbon polisiklik aromatik dan heterosiklik : Benz(a) antrasen. benzo(a)piren. LDH ◦ Imunoglobulin : neoplasma B limfosit ◦ Produksi hormon berlebihan ◦ Produksi hormon ektopik Petanda tumor (tumor marker) Petanda Jenis kanker Carcino-embrionic Ag (CEA) Human choriogonadotropin (HCG) Alfa-fetoprotein (AFP) Phosphatase acid (PAP) Prostate surface Ag (PSA) Calsitonin (CT) Human tyroglobulin (hTG) Ca kolon dan paru Koriokarsinoma testis Ca hepatoselulare / sel germinativum Ca prostat Ca prostat Ca tiroid meduler Ca troid folikuler Etiologi 1. amida. vinil klorida. dimetil sulfat. dimetilaminobenzena (kuning mentega).12-dimetilbenz(a)antrasen Amin dan amida aromatik dan zat warna azo : 2-naftil amin (beta-naftilamin). 7. fungisida. siklamat Tumbuhan alam dan hasil mikroba : Aflatoksin B1. diepoksibutan. . 3-metilolantren.

dan dosis multiple terbagi Sifat karsinogenik dapat ditingkatkan dengan pemberian beruntun promotor Untuk efektifnya promotor harus mengukuti inisiator 2. Carcinogenesis nutrisional Makanan berserat kurang dikaitkan dengan kejadian Ca kolon Makanan berlemak (hewan) dikaitkan dengan Ca kolon dan payudara Makanan yg mgdg beta karoten. ulkus kronis uang lain Fistel akibat osteomielitis. fistel perianal Esofagus Barret 4.bifenil polikronat (PCBs) Mekanisme Kerja Sebagian besar karsinogen kimia adalah mutagen Sifat karsinogenik kimia tergantung dosis. leukemia Radioisotop : radium (osteosarkoma) Debu radiaktif Iritasi Kronik Sikatriks luka bakar. Virus Onkogenik RNA HTLV I : leukemia/limfoma sel T Virus tumor payudara : Ca payudara Agen yg tdk dpt ditentukan : leukemia. sinus pilonidalis. Ca sel squamosa Virus herpes simpleks 2 : Ca vulva dan serviks EBV : Limfoma Burkitt. limfoma DNA Virus papiloma manusia (HPV) : kutil. basalioma. Onkogenesis hormonal Faktor pemicu (induction faktor) Estrogen : hiperplasia. melanoma Radiasi sinar X : karsinoma kulit. merokok. Carcinogenesis Fisik Radiasi Sinar ultraviolet : ca sel squamosa. vit C. displasia. alkoholisme Parasit : Schistosoma hemotobium (Ca planoselulare buli-buli) Sunat dan Fimosis : Tidak disunat (Ca penis) Predisposisi neoplasma 1. Ca nasofaring CMV : Sarkoma kaposi HBV : Ca hepatoselulare 3. Jepang. Islandia . Lain-lain Gaya hidup : Kebiasaan makan. neoplasia endometrium Estrogen : karsinoma payudara DES: anak wanita yg terpapar intrauterin — clear cell adenocarcinoma vagina Steroid : adenoma dan karsinoma sel hati Pertumbuhannya tergantung pada hormon Ca prostat : hormon androgen Ca payudara : estrogen Ca tiroid : TSH (yang berdeferensiasi baik) 6. Geografi dan Ras Insiden tinggi : Ca lambung : Skandinavia. kondiloma. vit E dan selenium diduga mempunyai efek pencegahan 5.

Lingkungan 4. leukemia. Gejala akut : ruptur atau infark . Infeksi sekunder 5. polip adenomatosa Sindroma Gardner : Ca kolon. Perdarahan 4. feokromasitoma Poliposis kolon familial (gen APC / kromosom 5q21): Ca kolon. keratosis solaris Adenoma tubuler dan vilosa kolon Dampak tumor terhadap tuan rumah 1. displasi : endometrium. bronkus Gastritis kronik atrofi. Umur 3. limfoma Sindroma Bloom : leukemia akut Ataksi telangiektasi : leukemia akut. pankreas MEN II : Ca medular tiroid. kolitis ulseratif kronik Lekoplakia. paratiroid MEN III : varian tipe II Melanoma ganas kulit : melanoma maligna kulit. Keturunan/genetik Kelainan kanker/ prakanker herediter Autosom dominan Retinoblastoma (gen Rb1/ kromosom 13q14): retinoblastoma. Lesi prakanker Replikasi sel yg regeneratif menetap : fistel kronik. paratiroid. feokromasitoma. neuroma akustika. polip adenomatosa Sindroma Peutz-Jeghers : Ca kolon ? MEN I : Tumor kelenjar hipofise. dll Penyakit Von Hippel-Lindau : Hemangioblastoma serebelum. Sarkoma orbita Neurofibromatosis (gen NF-1/kromosom 17q11) : sarkoma neurogen. hipernefroma. tumor otak Autosom resesif Xeroderma pigmentosa : Basalioma. sarkoma. squamosa. Ca ovarium.Ca hepar : Afrika Barat dan Selatan Ca nasofaring : China Ca buli-buli : Mesir Insiden rendah : Ca kolorektal : Afrika (kulit hitam) Ca prostat/mamma : Jepang Ca serviks uteri : Jahudi Ca kulit : Kulit hitam 2. feokromasitoma Tumor Wilms (gen WT-1/kromosom 11p13): tumor wilms Sindroma kanker familial : adenokarsinoma (kolon dan endometrium) Kanker payudara berkaitan dgn neoplasma ganas lain (BRCA1 dan 2): Ca payudara. limfoma. sirosis Proliferasi hiperplasi. kanker/tumor otak 5. Lokasi dan terserangnya struktur berdekatan 2. Aktivitas fungsional : sintesis hormon 3. Ca lambung Sindroma Turcot : polip kolon. melanoma Anemia Fanconi : leukemia.

Makroskopis 1. Pelaksanaan terapi 6. Tanpa bentuk Leukemia B. Borderline : basalioma. lab. carsinoma yg kecil 2. dll 2. Penentuan status penampilan (performance status) -WHO -Karnofski 4. Mikroskopis Histogenesis 1. Rencana pengobatan 5. Jaringan tropoblast dan embrional 4. basalioma. Bentuk Plaque Melanoma. Bentuk Erosi-ulkus Sifat : Bentuk/batas tidak teratur Permukaan tidak rata. Jaringan epitel 2. Bentuk Nodus-tumor Padat / masif : keras atau lunak Kista Campuran 3. invasive 3. adamantinoma Derajat diferensiasi G1 : diferensiasi baik G2 : diferensiasi sedang G3 : diferensiasi jelek G4 : tidak berdeferensiasi (anaplastik) Penatalaksanaan 1. noduler. klinis. Menegakkan diagnosis -Lokasi tumor primer : krteria ICD dari WHO -Diagnosis klinis : anamnesis. Jinak 2. Ro.Patologi kanker A. Campuran Sifat tumor 1. Penentuan stadium tumor -Clinical staging : cTNM -Pathological staging : pTNM 3. granuler. Jaringan Masenkim 3. Ganas : insitu. Evaluasi . Bentuk Campuran 5. ditutupi jaringan nekrosis Tepi meninggi Rapuh dan mudah berdarah Sering sebagai bagian dari suatu tumor yg lebih besar 4.

tidak mampu bekerja aktif. sistostomi 3. tanpa halangan 1 70-80 Masih ambulatoar. > 50% waktu bangunnya 3 30-40 Tidak dapat jalan. Terapi sesuaikan dengan keadaan penderita 5. dapat bekerja ringan 2 50-60 Masih ambulatoar. akupuntur.Prinsip Pengelolaan 1. lokoregional — operable 2. Radiotherapy 2. Chemotherapy 3. > 50% waktu bangunnya berada . dapat memelihara diri sendiri. aktivitas tidak terganggu. mampu memelihara diri sendiri. hipnose. dapat berjalan. Beri informasi tentang penyakitnya kepada penderita dan keluarganya dan tindakan yg akan diambil Jenis terapi Terapi Utama 1. Infeksi -Antibiotik 5. terpadu dan holistik 2. manipulasi saraf Terapi bantuan 1. Obstruksi -Usus : reseksi usus atau bypass -Trachea : trakeostomi -Urethra : kateter. narkotik. Perdarahan -Transfusi. Fraktur -Reposisi-fiksasi-imobilisasi 2. lalu terapi 4. lokoregional — inoperable. Hormonal therapy Terapi tambahan lain 1. ada keterbatasan secara fisik. Multidisipliner 3. Hormonal terapi -Tumor yg luas dan hormonal dependent Adjuvant (tambahan) 1. Medical oncology -Metastase atau kemosensitif/responsif 4. Secara manusiawi. Nyeri : -Analgetik. Fisioterapi : perbaiki fisik penderita 4. Surgical oncology -Lokal. stadium. ligasi arteri 4. Nutrisi : perbaiki fisik penderita 2. dapat bekerja. radiosensitif 3. Seumur hidup di follow up 6. Psikoterapi : mengutakan mental penderita Terapi sekunder -Terapi penyakit yang menyertai Status Penampilan (performance status) Who Karnofsky 0 90-100 Ambulatoar. tampon. Transfusi : koreksi anemia 3. Tentukan diagnosis. Radiation oncology -Lokal.

tidak dapat bangun. keluhan (-). colitis ulcerativa -Orkidektomi : undesensus testis -Subkutan mastektomi : familial breast cancer -Ovarektomi : familial ovarial carcinoma Operasi Debulking : Untuk mengurangi kesan tumor sehingga mudah dikontrol dengan terapi lain. walaupun kematian belum mengancam Pasien sakit berat & hanya berada di tempat tidur 20 Sakit berat. harus dirawat di RS. hrs dirawat di RS. 50% berada di tempat tidur. proses ke arah kematian berjalan dengan cepat 5 Meninggal Indikasi Operasi Indikasi Diagnostik Biopsi -Bajah (FNA) : sitologi -Tru cut needle biopsy (jarum besar) : histopatologi -Biopsi insisi -Biopsi eksisi Frozen section (vries coup) Operasi eksplorasi Indikasi Terapeutik Kuratif : Untuk penyembuhan Paliatif : Mengurangi penderitaan Profilaksis -Kolektomi : poliposis koli. tetapi dapat berdiri 40 Lemah dan memerlukan perawatan serta bantuan khusus 30 Tak mampu bangun. perlu pengobatan pendukung secara aktif 10 Mendekati ajal.ditempat tidur/kursi roda 4 10-20 Tidak mampu memelihara diri sendiri. tak ada tanda-tanda penyakit 90 Dapat menjalankan aktivitas dgn gejala penyakit minimal 80 Aktivitas normal dgn usaha Beberapa tanda dan gejala penyakit Tak mampu bekerja aktif 70 Dapat mengurus diri sendiri Tak dapat mengerjakan kegiatan normal sehari-hari atau pekerjaan aktif 60 Sesekali memerlukan bantuan 50 Banyak memerlukan bantuan dan perawatan medis Tak mampu mengurus diri. seluruh waktunya dihabiskan di tempat tidur/kursi roda Karnofsky Dapat melakukan aktivitas sehari-hari normal Tak memerlukan perawatan khusus 100 Normal. misal radioterapi Metastasektomi Kedaruratan onkologis -Ligasi arteri : perdarahan -Trakeostomi : obstruksi jalan napas -Reseksi usus : obstruksi/perforasi usus Rekonstruksi dan rehabilitasi .

GI. Jaringan sehat sekitarnya harus diangkat 3. ginjal. esofagus. miokarditis Mata : konjunktivitis. metastase positif. diare. tulang. nekrosis Paru : pneumonitis. dekompensasi kordis) 3. fibrosis Jantung : perikarditis. disgerminoma. harapan hidup pendek 2. ovarium . pisau 2. sumsum tulang belakang Kurang peka : Otot. endometrium. rektum Postoperative -Ca paru dengan metastasis di kelenjar mediastinal -Seminoma. epilasi. ulkus Gonads : sterilitas. Stadium lanjut . insufisiensi renal Bladder : disuri. Epidermoid karsinoma Adenokarsinoma (mamma. buli-buli. tumor Cukup peka : Otak . striktur. medulloblastoma. mukosa usus. hepatitis. menapause RES : limfopenia. ditempat tidur saja Dasar Teknik Pembedahan 1. Wilm’s tumor. Lapangan operasi harus bersih dari darah (blood less) 4. Lapangan operasi harus cukup luas 8. atrofi. perforasi Ginjal : nefritis. Seminoma. Chondrosarcoma. pembuluh darah besar Kepekaan tumor terhadap radioterapi Tumor ganas hemopoetik : myeloma. endometrium -Metastasis ca epidermoid nodus limfatik di leher. Penyakit organ vital (koma. Operasi kuratif sebaiknya hanya satu kali 5. soft tissue sarcoma/liposarkoma. epitel germinativum Peka : Kulit. ulserasi GI : edem. uterus. hipertensi. pansitopenia Tulang : pertumbuhan lempeng epifise terhambat.Kontraindikasi Operasi 1. retinoblastoma -Sinus paranasalis. Kwalitas hidup jelek. Pengangkatan tumor bersama metastase regional harus satu kesatuan 7. Ewing’s sarkoma Basal sel karsinoma. Melanoma maligna Efek lokal radiasi Kulit : radiodermatitis. ulkus. Bekas operasi atau FNA harus disertakan Kepekaan jaringan terhadap radioterapi Sangat peka : Sumsum tulang. kelenjar endokrin) Soft tissue sarcoma. infeksi. buli-buli. Sedikit mungkin menyentuh tumor (no touch technic) 6. Neurogenic sarcomas Osteosarcoma. myelitis Radioterapi sebagai ajuvant pembedahan Preoperative -Carsinoma laring. limfisarkoma Hodkin’s disease. Pengangkatan jaringan tumor secara tajam : gunting. katarak Saraf : edem otak.

Tiroid Leukemia Limfoma Orkidektomi Ovarektomi (adrenalektomi. hipofisektomi) Estrogen Progesteron Progesteron Androgen Steroid Progesteron H.tiroid Steriod Steroid Penghambat steroid Antiandrogen Antiandrogen Antiestrogen Penghambat steroid LHRH Agonis LHRH Agonis Respon Pengobatan Respon lengkap / complete response (CR) Semua metastasis hilang. muncul tumor baru/metastasis baru . fisik/Ro/laboratoruim negatif Respon sebagian / partial response (PR) Metastasis mengecil minimal 50% Tidak ada perubahan / no change (NC) Tidak ada perubahan (pengecilan kurang dari PR tidak terukur) Penyakit memburuk / progressive disease (PD) Terjadi pembesaran.Jenis Terapi Hormonal Tumor Jenis terapi Ablatif Op/radiasi Terapi Aditif Hormon Antihormon Lain Prostat Payudara Endomet.

kemoterapi / steroid / splenektomi 2. Nyeri / fraktur tulang 4. gangguan faal hati C. metastasis di mediastinum (ca mamma dan paru) B. Follow up MASALAH KHUSUS PADA KANKER A. Memperbaiki kwalitas hidup Cara : 1. efusi pleura/ascites 3. kardia -Saluran cerna terganggu : kapasitas gaster berkurang. Keadaan Gizi Keadaan gizi penderita kanker berangsur memburuk sampai penderita kaheksia Penyebab : 1. ulkus : tempat masuk kuman -Daya tahan menurun : tumor (metastasis ke sumsum tulang). Nyeri pada Kanker Biasanya timbul pada tahap lanjut akibat infiltrasi ke jaringan peka rangsang atau karena komplikasi D. Diagnosis 4. Perawatan pada Akhir Masa Hidup Sebaiknya penderita dirawat di rumah . Mencegah timbulnya kanker 2. radioterapi. Sindroma vena cava superior -Akibat limfoma. ileus -Anoreksia. Menyembuhkan penyakit kanker 3. Keadaan abdomen akut 6. Komplikasi dan Masalah akut 1. erosi. Prevensi 2. Kebutuhan kalori meningkat -Metabolisme tumor -Infeksi 2. Dispnu -Akibat kelainan paru-jantung : tumor di bronkus. Rehabilitasi 6. Ascites 7. mediastinum. Mengurangi penderitaan dan invaliditas 5. Mengurangi morbiditas dan mortalitas 4. mual. Terapi 5. muntah : paraneoplastik dari tumor (kanker memproduksi protein yg menekan nafsu makan).PENANGGULANGAN Tujuan : 1. Infeksi/sepsis -Nekrosis. Deteksi dini 3. Kekurangan intake kalori -Gangguan menelan : esofagus. Nyeri kepala dengan tanda fokal 5. pengobatan lain. kemoterapi.

Nyeri akibat kanker -Nyeri pada kanker terjadi akibat -Infiltrasi tumor ke periosteum -Perangsangan peritoneum/pleura -Infiltrasi saraf atau kompresi saraf -Infeksi/ulkus -Peninggian tekanan intrakranial yang memberi respon terhadap opium -nyeri dari jaringan lunak -nyeri dari organ dalam yang sedikit/tidak memberi respon terhadap opium -nyeri tulang -nyeri radikuler -nyeri disestetik -nyeri kepala akibat tumor otak -nyeri akibat regangan kapsul hati -nyeri akibat ulkus ganas yang terinfeksi -nyeri akibat peradangan pada panggul -spasme otot 2. sesak napas. nyeri. Tahap kompromis/tawar-menawar 5. konstipasi. Tahap penyangkalan -Menyangkal bahwa ia menderita kanker 3. insomnia. sekalipun sudah tahu penyakitnya 2. batuk. ascites. spasme otot. migren. inkontinensia -Disfagi. Nyeri yang tidak berkaitan langsung dengan kanker -konstipasi. arthritis penyerta -trombosis vena dalam. kelainan muskuloskeletal. Tahap depresif 6. Proses Duka Cita Dukacita akan dirasakan oleh penderita dan keluarga sejak disadari bahwa prognosis penyakitnya infaust Tahap reaksi penderita dan keluarga 1. efusi pleura. edem. anoreksia. Tahap penerimaan PENATALAKSANAAN NYERI KANKER Biasanya timbul pada tahap lanjut akibat infiltrasi ke jaringan peka rangsang atau karena komplikasi Penyebab 1. muntah.Kematian penderita kanker umumnya akibat metastasis yang menimbulkan gangguan faal salah satu organ vital Ada 2 hal yang sulit dijawab pada penderita kanker : kapan penderita meninggal ? dan apa yang menjadi penyebabnya ? Keluhan dan gejala pada akhir penderita kanker : -Penurunan BB. penyakit / sindrom lain . Tahap pengharapan -Masih mengharapkan kesembuhan. ulkus dekubitus. Tahap pemberontakan/kemarahan 4. retensi urin. lesu -Mual. dekubitus E.

bila tidak memungkinkan beri secara parenteral -Indikasi parenteral : -gangguan menelan (kelemahan akibat kanker lanjut) -muntah yang menetap/membandel. sebaiknya dosis tunggal Opioid lemah 1. neuralgia -pasca radiasi : reaksi inflamasi. neuropati 4. disfagi. fibrosis. Aspirin -4 x 900-1300 mg. sebaiknya mulai dengan dosis rendah 2. Morfin -merupakan pilihan. Dextropropoksifen -biasanya kombinasi dengan parasetamol -600 mg/hari Opioid kuat 1. perforasi lumen Terapi Farmakologis -Pemberian obat sebaiknya/seharusnya diberikan sebelum ada nyeri -Sebaiknya oral. obstruksi intestinal -koma Nyeri berat -NSAID.3. rektal. Akibat komplikasi -fraktur. Dehidrocodein 3. keadan lemah . Asetaminofen -4-6 x 500 mg. narkotik ringan (codein) -dengan/tanpa ajuvant Nyeri ringan -NSAID (aspirin) -dengan/tanpa ajuvant (ansiolitik. parenteral. Oksikodon -supositoria 30 mg -dosis 30 mg tiap 8 jam 4. antiinflamasi yang baik 2. antiinflamasi kurang 4. Akibat pengelolaan -pasca bedah : luka. Codein : 50 -100 mg tiap 4 jam 2. infeksi -obstruksi lumen.narkotik kuat -dengan / tanpa ajuvant Nyeri sedang -NSAID . tinctur 2 mg/5 ml -dosis 5 mg tiap 30-60 menit sampai nyeri hilang -tidak untuk orang tua. Parasetamol -oral atau rektal. 1 gr tiap 4-6 jam 3.antidepresan) Analgetik non-opioid 1. NSAID -terutama untuk metastasis ke tulang -oral. Metadon -tablet 5 mg.

sebelum dosis ditingkatkan Cara peningkatan dosis -100% untuk dosis kurang dari 20 mg -50% untuk dosis kurang dari 100 mg -33% untuk dosis lebih dari 100 mg Peralihan ke tablet morfin lepas lambat. disfagi akibat tumor otak Lain-lain -perangsangan nafsu makan 8-16 mg 8-12 mg . frekwensi tetap Prinsip supositoria morfin sama seperti eliksir morfin Perinsip morfin parenteral sama dengan eliksir kecuali: Dosis adalah 50% dosis oral equivalen Pemberian subkutan lebih baik dibanding im Tidak ada batas dosis morfin Dosis analgetik adalah dosis berapapun yang menghilangkan nyeri Steroid obat pilihan-Untuk mengurangi udem peritumor. gangguan ginjal. jika perlu hingga 50 mg/5ml Jika serangan nyeri terjadi berulang kali Dosis tablet lepas lambat dapat dinaikkan. esofagus -limfedem -paralisis. Oksikodon -supositoria 30 mg -dosis 30 mg tiap 8 jam 4. sirosis setiap 6-8 jam Hasil terapi ditunggu 24 jam.5 mg Frekwensi pemberian -setiap 4 jam -orang tua. hidromorfin. Dextromoramid. levorfanol Pedoman terapi morfin Dosis awal (bentuk eliksir) -dosis : 10 mg -orang tua 65-80 thn. takut diberi morfin : 5 mg -orang tua > 80 tahun : 2. bila kebutuhan eliksir telah ditentukan -dosis tablet lepas lambat setiap 12 jam : 50% dosis eliksir harian Eleksir morfin harus ada untuk mengontrol serangan nyeri Dosis penyelamat : 20% dosis morfin harian total dengan meningkatkan konsentrasi eliksir.3. dexametason Untuk analgetik Dosis 24 jam Tumor otak Tekanan radiks saraf Kompresi medulla spinalis Nyeri akibat regangan kapsul hati Untuk mengurangi tekanan -obstruksi trakhea/bronkhus utama -obstruksi vena cava superior.

blok kaudal : tenesmus -Blok n.sakralis/ kauda equina : nyeri perineum. Benzodiazepin 8. Klorpromazine.9% -Ca sel basal : 32. Methotrimeprazine -15 mg/hari/im 7.4% -Jaringan limfoid : 1. Klonazepam -2-4 mg/hari Non-farmakologis -Blok ganglion coeliacus : nyeri dalam perut (misal kanker pankreas) -Blok interkostal : nyeri dinding dada. Karbamazepin -100 mg/hari (7-10 hari) terutama nyeri fantomlimb 2.1% -Sarkoma jar. kulit putih lebih banyak. Amitriptilin. perut -Simpatektomi lumbalis. merupakan urutan ke 3 setelah karsinoma serviks dan payudara. Fenitoin : 100-300 mg/hari 3.9% -Undifferentiated : 1.7% -Tumor adneksa : 6.9% -Melanoma : 10. Usia sekitar 40-70 tahun. imipramin : 10-75 mg/hari 4. pria : wanita (2:1). Haloperidol -1-3 mg/hari (sekali atau 2x/hari) 6. metoklorpramide 5. proklorperazine.1% -Pembuluh darah : 0. anus. Belanda sekitar 25%.9% Indonesia sekitar 8%.8% dari seluruh keganasan -Ca sel squamosa : 42. lunak: 3.8-12 mg 6 mg 6-12 mg 6-12 mg 6-8 mg 8-16 mg 2 mg Kombinasi obat -Opioid dengan non-opioid -Opioid dengan -hydroxyzine 100 mg (antihistamin) -dexedrine 10 mg (amfetamin) -Morfin dengan kokain 10 mg Adjuvant 1. . Australia 50% (urutan pertama). vulva -Blok anastesi : dekubitus KULIT – JARINGAN LUNAK TUMOR GANAS KULIT Pendahuluan Sekitar 6.

Kemoterapi 4.Etiologi Multifaktorial ? 1. Kurangnya lapisan pigmen Misal. lakukan biopsi (anastesi umum atau regional) -Lakukan wide excision. bila histologik ganas -KGB -bila histologik mengandung metastasis : diseksi -negatif : lakukan diseksi elektif atau follow up ketat -inoperabel : radiasi dan atau kemoterapi -Kelainan prakanker obati secara tepat . Kaposis sarkoma.… Melanotik Melanoma maligna Diagnosis 1. Radiasi sinar X 4. melanoma banyak ditemukan pada lapisan yang kurang pigmen pada telapak kaki. trauma kronis akibat tidak memakai alas kaki 3. volar tangan (ras negro. Pemeriksaan fisis 3. Human papilloma virus 7. arsen 5. Pembedahan 2. skar luas. benzen. Sinar ultraviolet Menyebabkan kerusakan daya regenerasi DNA inti 2. Lain-lain -Elektrodiseksi dan kuretase -Cryosurgery nitrogen cair beku -Chemosurgery : menggunakan pasta zinc chloride Prinsip Pengobatan : -Usahakan temukan tumor secara dini -Bila ditemukan. Tumor ganas lain : mycosis funguides. Pemeriksaan penunjang Penatalaksanaan 1. Karsinogen kimia Ter. Kelainan prakanker : -Keratoakantoma -Keratosis solaris/senilis -Hyperplasia pseudoepitelioma -Warty diskeratoma -Leukoplakia -Florid papillomatosis -Xeroderma pigmentosus -Ulkus marjolen (kronik) -Fistel kronik. hemangiopericytoma. asia) Iritasi kronis : infeksi kronis. Pemeriksaan histopatologis 4. adenokarsinoma kelenjar sebasea. Basal cell carcinoma (BCC) 2. fibrosarkoma. Radioterapi 3. skar Klasifikasi Nonmelanotik 1. Squamous cell carcinoma (SCC) 3. Anamnesis 2. Genetik/hormonal 6.

tumbuh lambat Bentuk noduler/infiltratif. kelopak mata. penebalan dengan pertandukan. bibir Jenis Solid (eksofitik) Pigmented Morphealike basalioma : sering residif Cicatricial basalioma Field fire basalioma Superfisial basalioma Terapi Pembedahan. badan 10%. pinggir mirip mutiara/mengkilat Puncak cekung/berlekuk. ulserasi. hidung. tumor sel basal Paling sering ditemukan dari semua tumor ganas kulit Berasal dari sel lapisan basal atau lapisan luar sel folikel rambut Klinis Besar tumor bervariasi.-Cryosurgery. nasolabial. cepat timbul ulkus (ulkus dengan . inti oval. ekstrimitas 15% Terutama kulit kepala. radioterapi atau kombinasi KARSINOMA PLANOSELULARE Nama lain : Squamous cell carcinoma Berasal dari sel lapisan spinosum Klinis Sering didahului oleh lesi prakanker Bentuknya bervariasi Bentuk veruka. nekrosis. lokal (intraarterial infusion/perfusi regional) atau sistemik bila tumor difus dan metastasis jauh Prognosis Ditentukan oleh : 1. mulai sebagai kutil berkelompok (warty). chemosurgery hanya untuk tumor kecil -Sering basalioma (radioresisten) dengan radioterapi memberi hasil yang baik -Kemoterapi topikal (zalf 5FU). tetapi menyebabkan destruksi setempat PA : massa sel bentuk poligonal. sifat invasi setempat. Ukuran dan lokasi tumor 2. halus. mulai nodul kecil. Dalamnya infiltrasi 3. Pengobatan primer BASALIOMA Pendahuluan Nama lain : Basal cell carcinoma. transparan/kelabu merah/kadang kehitaman. jarang metastasis jauh. pinggir sitoplasma sulit ditentukan dan bagian pinggir sel tersusun palisade Lokasi Kepala-leher 75%. kromatin halus. pada tingkat lanjut disebut ulkus rodens (pinggir mirip gigitan tikus) Pertumbuhannya lambat. tumbuh eksofitik.

tumbuh agak cepat. mobil KGB kontralateral/ bilateral. lidah. permukaan kotor) invasi ke jaringan sekitar. hiperplastik. ekstrimitas 30% Terutama pipi. sering ada mutiara tanduk Non cornificans : diferensiasi mulai memburuk Undifferentiated/anaplastik Grading Grade 1 : Lebih dari 75% sel tumor berdeferensiasi baik Grade 2 : 50-75% sel berdeferensiasi baik Grade 3 : 25-50% sel berdeferensiasi baik Grade 4 : kurang dari 25% Sistem TNM T Tx Tis To T1 T2 T3 T4 N No Nx N1 N2 N3 M Mo M1 Tumor primer Syarat minimal keadaan tumor tidak terpenuhi Karsinoma insitu Tidak ada tumor primer Tumor < 2 cm. eksofitik. badan 5%. tulang. tanpa memandang dalamnya infiltrasi ke dermis Tumor meluas ke sekitar. infiltrasi minimal ke dermis Tumor > 5 cm. esofagus Tipe Cornificans : sel tumor diferensiasi baik.bentuk tidak teratur. otot. mitosis aktif dan sporadis Lokasi Kepala-leher 65%. rongga mulut. sel individu/sekelompok sel mengandung keratin. daun telinga. mobil . potensi metastasis PA : massa sel epidermis atipik. punggung tangan dan kaki.… Mukosa yang dilapisi epitel squamos : bibir. susunan tidak teratur. dll KGB regional KGB tidak teraba Syarat minimal penentuan keadaan KGB tidak terpenuhi KGB homolateral. mudah berdarah. temporal. hanya epidermis Tumor 2-5 cm. pinggir meninggi/berbenjol. preaurikuler.

Iritasi/trauma pada nevus 3. industri kimia). Kemoterapi Indikasi : -Sebagai ajuvant pada radioterapi atau pembedahan -Terapi primer bila sudah metastasis jauh MELANOMA MALIGNA Pendahuluan Tumor ganas kulit yang berasal dari melanosit (dari sel neural crest yang mengadakan migrasi ke kulit pada masa fetal) ◦ Sekitar 3% kanker kulit merupakan melanoma ◦ Perjalanannya sukar di prediksi. sindroma nevus displastik Etiologi Multifaktorial ? 1. Pembedahan -Wide excision : 2-3 cm jaringan sehat sekitar tumor diambil -Radikal diseksi KGB : N3/N3 -Radiasi ajuvant KGB : N3/pN3 2. Faktor herediter -BK male syndrome Klinis Sekitar 2/3 melanoma berasal dari nevus (jenis dermoepidermal). sisanya di kulit normal Perubahan maligna pada nevus : -pertumbuhan cepat -bertambah gelap -bertambah besar -perubahan warna pigmen -bertambah tebal -penyebaran pigmen -bentuk tidak teratur -gatal -terbentuk halo -perdarahan -lesi satelit -ulserasi/mengelupas Lokasi Tungkai bawah (terutama telapak kaki). maupun amelanotik. bila tumor primernya di tungkai bawah Terapi 1. lingkungan kerja (farmasi. terutama 30-60 tahun (40 tahun) ◦ Lebih sering pada kulit putih/ pucat. Radioterapi Indikasi : -Ada kontraindikasi operasi -Tumor inoperabel -Histologik operasi irradikal 3. Sinar ultraviolet 2. sekitar 67% ◦ Semua usia. baik yang berpigmen. leher. mata biru. muka. rambut putih/merah ◦ Predisposisi : paparan sinar matahari.KGB inmobil Metastasis jauh Tidak ada tanda metastasis jauh Ada metastasis jauh atau terbukti ada metastasis di KGB kontralateral. angka mortalitas tinggi. di luar kulit (rektum. prognosis buruk.iris) .

batas tegas. perdarahan. tumbuh radial. cepat mengadakan metastasis Nodul biru-hitam. tangan. di bawah kuku. Lentigo Maligna Melanoma (LMM) / Frekle Hutckinson’s melanotik Sekitar 5% dari melanoma Awalnya makula. cepat menyebar dan prognosisnya buruk Lokasi terutama telapak kaki. terutama tungkai bawah. di batas mukosa dengan kulit Klasifikasi A.75 – 1.0 mm . batas tegas. disertai indurasi/nodul pada lesi. batas jelas. Superficial Spreading Melanoma (SSM) Sekitar 60-70% dari semua melanoma Pertumbuhan horisontal lalu vertikal (bifasic growht) Bercak dengan warna bervariasi. mengadakan invasi. leher. batas jelas. lalu timbul ulkus dengan krusta. tidak homogen (warna berbeda).75 mm > 0. serosanguinolen Dapat di seluruh tubuh. badan Pada tipe amelanotik. menonjol di atas kulit. dahi 2. coklat-kehitaman. warnanya agak putih 4.5 mm > 1. Acral Lentigenous Melanoma (ALM) Sekitar 8% Makula.5 – 4. coklat-hitam. Nodular Lesions/Melanoma Sekitar 15% Tumbuh vertikal (ke dalam).0 mm > 4. baik yang terekspos maupun tidak 3.Berdasarkan lesi kulit (Clark-Mc Govern) dibagi 4 tipe 1. cepat membesar dengan ulkus Lokasi kulit kepala. bagian tengah mengalami regresi Terutama pada kulit yang terpapar matahari : pipi. Ketebalan Invasi tumor Clark (1969) Level Interpretasi I II III IV V Terbatas di epidermis (insitu) Invasi papilla dermis Sampai daerah antara papilla dengan retikulum Sampai retikulum dermis (serat kolagen) Invasi sampai subkutis Kedalaman invasi tumor ke lapisan kulit Breslow (1970) level Interpretasi KGB 5 tahun I II III IV V Hiperplasia melanotik atipik Invasi tumor sedalam 0.

Sistem TNM cTNM T N Nx No N1 N4 M Mo M1 Tumor primer (tidak dianjurkan) KGB regional dan juksta regional Syarat minimal tidak lengkap KGB tidak teraba KGB teraba membesar KGB juksta regional teraba Metastasis jauh . Tingkat Klinis AJCC (American Joint Comitte for Cancer) Stadium Interpretasi I II III Tumor terbatas pada kulit Metastasis KGB regional Metastasis jauh NCJ (National Cancer of Japan) Stadium Interpretasi Ia Ib II III IV Terbatas di kulit. infiltrasi sedikit sel tumor Terbatas di kulit.3% 6% 32% 60% 95% 85% 60% 45% Ketebalan tumor sesuai dengan ukuran terpanjang dari diameter vertikal tumor dalam mm KGB : metastasis ke kelenjar getah bening 5 tahun : kemungkinan hidup 5 tahun B. infiltrasi jauh ke lapisan kulit Metastasis KGB regional Metastasis KGB lebih jauh Metastasis jauh C.

5 mm IV dan atau lebih 1. 5 cm ke arah kranial Amputasi : kadang sangat dibutuhkan Diseksi KGB bila positif. Obat lain: . Pemeriksaan fisis 3. Anamnesis 2. Pemeriksaan penunjang Terapi 1.00 – 4. Kemoterapi Cara pemberian : -Sistemik: DTIC (Dimethyl triazeno imidazole carboxamide: Dacarbazine) 400 mg/m2/iv hari 1 sampai 3.0 mm KGB regional : tahap pN sesuai dengan N Metastasis jauh : pM sesuai dengan M TNM berdasarkan kombinasi Clark dan Breslow CLARK BRESLOW II III IV V -0.5 – 3.75 – 1.Tidak ada Ada metastasis jauh pTNM (post surgical class) pT pTx pTis pTo pT1 pT2 pT3 pT4 pN pM Tumor primer Syarat minimal tidak terpenuhi Hiperplasia atipik melanosit (tidak ganas/level 1) Tidak ada tanda tumor Invasi ke papilla (II). tidak lebih 0.00 mm T3b > 4. diulang tiap 3 minggu.50 mm T2 > 1.0 mm V dan atau lebih 3.75 T1 > 0. Pembedahan Eksisi luas : 3 cm di luar tepi tumor. Pemeriksaan histopatologis 4. bila lesi dekat sekali dengan KGB 2.50 – 3.75 -1.00 mm T4a Satelit T4b Diagnosis 1. bisa dikombinasi dengan Cisplatinum. en bloc bila tumor dengan KGB berdekatan Diseksi KGB profilaktik.00 mm T3a > 3.75 mm III dan atau lebih 0.

tetapi ada yang sensitif -Sebagai ajuvant post operatif atau radioterapi untuk metastasis jauh/organ 4. mudah mengalami trauma) Kista Pilonidal Kelainan kistik pada kulit di daerah sakrokoksigis. Lokasi tumor 2. ovarium. bau asam) Kista Dermoid Kelainan bawaan yang timbul di daerah fusi embrional kulit. Stadium klinis dan derajat invasi 3. perineum Tumor kenyal. usus dan kulit Tidak ada metastasis : angka ketahanan hidup 10 tahun 40-90% KELAINAN LAIN PADA KULIT KISTA Kista Aterom / Sebasea Akibat sumbatan pada muara kelenjar sebasea Terutama ditemukan di daerah yang mengandung kelenjar (tidak pernah ditemukan di telapak tangan/kaki) Tumor bulat. dinding tipis/rapuh. bebas dari dasar. kista berisi sebum (bubur putih-abu. rafe median skrotum. berisi cairan seperti minyak. tidak bebas dari dasar. pangkal hidung). bebas dari kulit di atasnya.vinblastin. ditemukan punkta (muara kelenjar). batas tegas. punggung. hidroksiurea -RIP (Regional Isolated Perfusion) dengan Melphalan atau Melphalan dengan Actinomycin C dan Nitrogen murstad : untuk lesi di ekstrimitas -Intra Arterial Infusion : untuk lesi di ekstrimitas Indikasi : -Sudah metastasis jauh -Kondisi lokoregional inoperabel -Ajuvant post operative 3. otak. melekat pada kulit di atasnya. paru. berisi massa seperti bubur (massa keratin putih. siklofosfamid. berasal dari ektoderm Terutama muka (dahi. campuran bahan warna putih dan mungkin apendiks kulit (rambut) Kista Epidermoid Dari epitel epidermis yang masuk ke jaringan subkutis akibat trauma Kista dengan dinding tebal. tidak berbau) Biasanya ditemukan pada telapak kaki dan tangan (epidermis tebal. akibat rambut yang berada mid line . sudut luar mata. abdomen. Jenis kelamin 4. Radioterapi -Sebagian besar radioresisten. dinding liat/tebal. Metastasis -Ke hati. Imunoterapi -Pemberian BCG Prognosis Tergantung : 1.

ekskokleasi Nevus Kelainan bawaan jinak akibat kelebihan/kekurangan unsur kulit Bentuk bulat. pergelangan kaki. Compound : paling gelap. perlahan Faktor yang menyebabkan nevus berdegenerasi : -iritasi kronis : tekanan. mengkilap. menonjol. Junctional : bentuk rata. gesekan -sinar ultraviolet Hemangioma Tumor yang berasal dari pembuluh darah Kapiler Kavernosum simpleks flameus -buah arbei -menonjol -merah cerah -ada cekungan kecil -regresi spontan -Terapi : tunggu 6-7 tahun -menetap. berpigmen (nevus melanosit). tidak berpigmen (hemangioma) Jenis nevus : 1. rata. kasar. tumbuh menebal/melebar 3. tidak menonjol. tidak dapat digerakkan dari dasar. . bila baik dapat sembuh sendiri Terapi : bedah beku. berisi cairan bening kental Ganglion besar : kista Baker pasang torniket)Terapi : Eksisi (secara kosong darah Sangat mudah residif TUMOR JINAK Veruka Vulagaris Pertumbuhan epitel akibat virus di kulit (sering di tangan atau jari) Permukaan tidak rata. menonjol. Intradermal : di dermis. stasis 2. rata -bila ada iritasi dapat menonjol -Terapi : eksisi. bergerigi. misal pergelangan tangan.menyusup masuk ke kulit oleh pengaruh gesekan Kista sering mengalami infeksi dan terbentuk abses Bisa ditemukan pada lipatan antar jari pemangkas rambut Pada pengemudi jep tentara : jeeps disease Terapi : insisi abses. fossa poplitea Kista dengan dinding tipis. bila sudah tenang dilakukan eksisi luas Ganglion Berasal dari tonjolan membrana sinovia atau vagina tendineum Terdapat di sekitar sendi. soliter/multiple Bentuk lain : kondiloma akuminata Bila pertahanan tubuh turun dapat di seluruh tubuh. bebas dari kulit di atasnya. terletak di subkutis.

Bakat 4. meso. tangan pada orang tua Lesi bulat. aktif. Rangsang fibroplasia yang berkelanjutan : infeksi kronik. ketegangan waktu penyembuhan. permukaan verukosa. warna abu/coklat/ gelap TUMOR PRAMALIGNA Morbus Bowen Penyakit herediter autosomal dominan Timbul hamartroma multiple dari jaringan ekto. rata/menonjol. kemerahan. warna gelap. pembedahan Kalus Hiperkeratosis setempat akibat gesekan kronik. melebar tanpa indurasi disertai lipoma multiple. mirip kembang kol. tekanan lokal kontinu. Usia pertumbuhan 3. permukaan kasar dan rapuh seperti lilin Keratosis Senilis/solaris Daerah terpapar matahari. badan. permukaan berkerak/bersisik. kulit putih Hiperkeratoris. pinggang. benda asing dalam luka. polip saluran cerna. kulit berwarna gelap Lokasi pada sternum. gatal. Lokasi Terapi : kortikosteroid intrakeloid (2-3 minggu sekali). bentuk bundar Timbul di atas penonjolan tulang Klavus Kalus lokal di plantar pedis/jari kaki yang tumbuh ke dalam Dasar di permukaan kulit. akantosis Batas tegas. merah kusam. regangan berlebih 2. bahu.tato dan laser -bentuk rongga -letak lebih dalam dari dermis -kempes bila ditekan -meluas. infiltratif -Terapi : ekstirpasi dan embolisasi Keloid Pembentukan jaringan parut berlebih yang tidak sesuai beratnya trauma Parut melewati batas tepi luka. nyeri dan tumbuh progresif Sering pada dewasa muda. papiloma mulut . Ras 5. batas tegas. cuping telinga dan wajah Hipertrofi scar : parut tidak melewati tepi luka Predisposisi 1. puncak ke dalam. diskeratosis. endoderm Papel soliter/multiple. menyebabkan rasa sakit pada saat berjalan Keratosis Seboroika Hiperkeratosis setempat di muka.

Zat kimia : vinylklorida. Faktor predisposisi : ◦ limfedem pasca mastektomi : lymphangiosarcoma ◦ neurofibromatosis (Von Recklinghausen’s): neurofibro-sarcoma ◦ Paget’s dis. klorofenol 3. pria > sering Tumbuh cepat. preputium Penyakit Cowden : bila banyak hamartroma Eritroplasia Queyrat : morbus Bowen yang kelainannya terutama di mukosa Xeroderma Pigmentosum Resesif sex linkage. terutama wajah. usia 50 tahun. di tengah ada massa keratin. parenkim atau viseral ◦ Mempunyai kemampuan infiltrasi cepat ke jaringan sekitar dan sering rekuren setelah tindakan bedah dilakukan ◦ Jarang ditemukan. Trauma : trauma. luka bakar. 1% dari semua tumor ganas ◦ Semua umur. osteosarkoma. herbisida. malignant fibrous histiocytoma 5. teruta 20-40 tahun ◦ Indonesia. inti hiperkeratosis. glans. fraktur 2. kepala-leher 35% -Lain-lain : retroperitoneal 10% ETIOLOGI Tidak diketahui. mirip karsinoma squamous Nodul bentuk kubah. keratosis. jarang ditemukan. papillmatous Kornu Kutaneus Tonjolan jinak mirip tanduk Berasal dari keratosis senilis/solaris Keratoakantoma Pada kulit yang terpapar. retinoblastona : osteosarkoma 6. salah satu dari 10 kanker terbanyak ◦ Urutan ke-6 dari semua tumor ganas pada anak (terutama rabdomiosarkoma di leher-kepala) Lokasi : -Ekstrimitas inferior 40% -Ekstrimitas superior 15% -Tubuh. Pasca radioterapi : fibrosarkoma.Lokasi : mukosa vulva. ukuran beberapa sentimeter Dapat regresi tanpa bekas yang jelas SARKOMA JARINGAN LUNAK Pendahuluan ◦ Tumor ganas masenkim bukan berasal dari tulang. asbes : mesotelioma 4. prognosis buruk Ada defisiensi enzim endonuklease (repair DNA yang rusak akibat sinar ultraviolet) Pada usia muda. warna sama dengan sekitarnya. mungkin : 1. pada kulit terbuka/terpapar Bercak pigmentasi dikelilingi bercak atrofi pucat. telangiektasi. Virus . Terpapar radium : osteosarkoma.

KLASIFIKASI Berdasarkan asal jaringan : -Jaringan ikat : fibrosarkoma -Skelet : rhabdomyosarcoma -Otot polos : leiomyosarcoma -Lemak : liposarcoma -Sinovial : sinoviosarcoma -Saraf : neurofibrosarcoma. tidak jelas : alveolar soft part sarcoma : epithelioid sarcoma : clear cell sarcoma GRADE ◦ Garadasi tumor jauh lebih penting dibanding dengan gambaran histologiknya ◦ Gradasi patologik didasarkan pada banyaknya mitosis dan nekrosis Grade Banyaknya mitosis Ketahanan hidup 5 thn I. lymphangiosarcoma -Jar. pembuluh darah. saraf Kelenjar limfe KGB regional tidak mengandung metastasis KGB mengandung metastasis Metastasis jauh Tidak ditemukan Ada metastasis jauh .moderate grade III.low grade II.high grade Kurang (<4/2 mm2)* Agak banyak (4-25/2mm2) Banyak sekali (>25/2mm 2) 92% 70% 45% *banyaknya mitosis pada lapangan mikroskopik 2 mm2 SISTEM TNM T Tx To T1 T2 T3 N No N1 M Mo M1 Tumor induk Tumor tidak dapat dicapai Tidak ada bukti tumor primer Tumor < 5 cm Tumor > 5 cm Infiltrasi ke tulang. Histiocyt : malignant fibrous histiocytoma -Jar. swannoma maligna -Vaskuler/limfatik : angiosarcoma.

termasuk 2 cm jaringan sehat sekelilingnya Radioterapi -Preoperatif. tanpa tanda radang . metastasis karsinoma Patut curigai dan perlakukan sebagai tumor jaringan lunak : -Tiap ganglion pada lokasi yang tidak lasim -Tiap lipoma yang tidak lunak seluruhnya -Tiap kista aterom yang lain dari normal TERAPI Pembedahan -Reseksi radikal. ada metastasis regional/jauh DIAGNOSIS 1. MRI. Pemeriksaan klinis 3.STADIUM Stadium I A : G1T1NoMo I B : G1T2NoMo Stadium II A : G2T1NoMo II B : G2T2NoMo Stadium III A : G3T1NoMo III B : G3T2NoMo III C : GsemuaT1-2N1Mo Stadium IV A : GsemuaT3N1Mo IV B : GsemuaTsemuaNsemuaM1 GAMBARAN KLINIS ◦ Keluhan biasanya tidak ada. Anamnesis 2. untuk mengecilkan agar layak bedah -Terapi ajuvant pasca operasi -Terapi paliatif. pada perabaan hangat. limfangiografi -CT Scan. kapsul ada. USG DIAGNOSIS BANDING 1. Miositis ossifikans 4. hipervaskularisasi. Tumor jinak jaringan lunak 2. Kelainan fibrosa proliferatif 3. Pemeriksaan histopatologis -Biopsi insisi : bila ukuran tumor > 3 cm -Biopsi eksisi : bila tumor < 3 cm 4. Pemeriksaan penunjang -Radiologis -Foto tulang : mengetahui ada/tidaknya infiltrasi ke tulang -Foto thoraks : metastasis ke paru -Angiografi. Lipoma infiltratif 5. kecuali bila sudah membesar dan menekan/tarikan saraf atau otot ◦ Benjolan tanpa nyeri. untuk mengurangi nyeri . batas jelas ◦ Tumor kecil : sukar dibedakan dengan yang jinak ◦ Tumor besar : infiltasi sekitar.

tergantung pada : -evaluasi PA pasca bedah -evaluasi derajat keganasan -perlu/tidaknya terapi ajuvant PROTOKOL SARKOMA JARINGAN LUNAK PENENTUAN STADIUM Berdasarkan TNM (UICC 1987) 1. p. Eksisi luas radikal (radical wide excision) -KGB + dan G3 Pemilihan strategi pembedahan tergantung pada : 1. CT Scan 4. Ukuran tumor .-Bila ada kekambuhan lokal Kemoterapi -Untuk pre dan pasca bedah -Terdiri dari : -Adriamisin. Radiologis -Foto tulang : mengetahui ada/tidaknya infiltrasi ke tulang -Foto thoraks : metastasis ke paru 3. Klinis 2. Eksisi luas lokal (local wide excision) -Untuk tumor terlokalisir dan G1 2. Ifosfamid -DTIC ( dimetil triazeno imidazol karboksimide) Metastatektomi -Untuk metastasis ke hepar PROGNOSIS Tergantung dari : -Ukuran tumor : kurang atau lebih 5 cm -Lokasi tumor : proksimal atau distal -Kedalaman tumor : superfisial atau profunda -Derajat keganasan : G1.TNM TERAPI Pembedahan Syarat : -Tumor harus terangkat semua -Batas sayatan harus bebas sel tumor ganas Cara : 1. MRI 5. G2 atau G3 -Sel nekrosis (dinilai pada saat pemeriksaan patologis) Untuk mendapatkan angka ketahanan hidup yang tinggi perlu : -Kerjasama multidisipliner -Diagnosis klinis yang tepat -Strategi pengobatan yang tepat.

gingiva. 30-40% dari keganasan kepala dan leher ◦ Asia tenggara insidennya cukup tinggi akibat kebiasaan merokok.5% ◦ Karsinoma squamosa 90-97%. Amputasi 2. multifaktorial ? Faktor predisposisi (Wynder 1957. Hemipelvictomi 4. baik sebelum maupun sesudah operasi 5. Indonesia 3. mukosa pipi. basalioma 2-3%. Vogler 1962) : 1. mengunyah sirih dan tembakau. India 20-30%. Limb Saving Surgery Tidak dianjurkan di RS daerah karena butuh ajuvan kemoterapi.2. dan lain-lain 1% (adenokarsinoma/adenoid cystic carcinoma/undifferentia-ted carcinoma/ limfoma) Predileksi : lidah (terutama 2/3 bagian depan. Tumor in-operabel 2. Penderita menolak pembedahan Residu tumor + (pada pemeriksaan patologi anatomis) Tindakan : Re-eksisi : Radioterapi/kemoterapi. palatum ETIOLOGI -Belum diketahui. Barat pria > ◦ Sekitar 2-5% dari seluruh keganasan. bibir (terutama bibir bawah). Indonesia pria : wanita. dasar mulut. Fore Quarter Amputation 3. Faktor ekstrinsik -Merokok -Alkoholisme -Mengunyah sirih/tembakau/betel . Umur penderita Prosedur : 1. Grade 4. Sebagai terapi ajuvan post operatif (bila PA : G III-IV) 3. Lain-lain Bila N+ dan masih operable. maka dilakukan diseksi radikal kelenjar Radioterapi/kemoterapi Diberikan bila : 1. bila menolak re-eksisi Tumor Residif Terlebih dahulu tentukan : -Operable/inoperable -Lalu biopsi insisional untuk diagnosis pasti Terapi : -Operable : eksisi luas -Inoperable/menolak operasi : radioterapi/kemoterapi KEPALA DAN LEHER TUMOR GANAS RONGGA MULUT PENDAHULUAN ◦ Untuk daerah yang berbeda mempunyai insiden yang berbeda ◦ Usia 40-70 tahun (55-65). Lokasi tumor 3. sisi lateral .

tiroid SISTEM TNM T T1 T2 . lambung Paru. rongga mulut. Faktor intrinsik -Genetik -Imunosupresi -Kekurangan gizi -Lues -Leukoplakia/eritroplakia. 1/3 belakang 63% Hematogen -Jarang terjadi. hipofaring Pangkal lidah.-Iritasi sinar matahari/kronik lain -Kebersihan mulut. hipofaring. tiroid. laring.pterigoideus sehingga sukar bicara Limfogen -Stasiun pertama : KGB submandibularis dan subdigastrikus -Saat pertama didiagnosis (Zagar) sudah 35-40% metastasis ke KGB jugulodigastrik dan submandibula -Keganasan lidah 1/3 depan : kemungkinan ke KGB 29%. saluran cerna atas Kulit tengkorak Nasofaring. dll PENYEBARAN Perkontinuitatum -Karsinoma lidah : infiltrasi otot lidah sampai basis dan dasar mulut (bentuk eksofitik prognosisnya lebih baik) -Karsinoma dasar mulut : infiltrasi sekitar sampai tulang mandibule -Karsinoma mukosa pipi : infiltrasi m. orofaring. lidah 1/3 tengah 30%. dll 2. rongga mulut. tiroid Hipofaring. hipofaring. paru. kulit wajah Rongga mulut. kulit Bibir bawah. sekitar 14% -Mandelson (1977) : 4% meninggal akibat metastasis jauh KGB Ragang atau keganasan Submental Submandibuler Servikal atas Servikal tengah Servikal bawah Retroclavikuler Oksipital Segitiga posterior Bibir bawah. esofagus.

erosi mukosa kronis yang tidak sembuh -Indurasi tumor akibat infiltrasi ke sekitar dan lebih dalam yang dirasakan sebagai pembengkakan -Ulkus atau kelainan lain dalam mulut disertai pembesaran KGB leher -Lesi di mulut dan sukar buka mulut -Ada gambaran lekoplakia/eritroplakia dengan faktor resiko Gejala -Nyeri : akibat infiltrasi (saraf) dan ulserasi -Foetor ex ore : mulut bau akibat jaringan nekrosis . otot dan kulit Pembesaran KGB Homolateral. ekstensi ke tulang. T1-3 N1 Mo T4 No-1 Mo.T3 T4 N N1 N2 N3 M Mo M1 Tumor primer < 2 cm 2 – 4 cm > 4 cm > 4 cm. mobil Homolateral. tunggal < 3 cm. tunggal > 3 cm. keganasan tiroid dan sistem limfe GAMBARAN KLINIS Curiga bila ditemukan kondisi berikut -Ulkus. TsemuaNsemuaM1 75-95% 50-75% 25-50% <25% Tidak berlaku untuk karsinoma squamosa dari kulit dan melanoma. Tsemua N2-3 Mo. kontralateral/ bilateral mobil Terfiksir Metastasis jauh Tidak ada Ada metastasis STADIUM KLINIS Std TNM Harapan hidup 5 thn Std I Std II Std III Std IV T1 No Mo T2 No Mo T3 No Mo.

grading. Pemeriksaan Fisis -Tentukan letak. ditutupi keratin DIAGNOSIS 1. Mengembalikan fungsi fisiologis 3. permukaan tumor -Gerakan lidah. USG. Mempertahankan fungsi kosmetik seoptimal mungkin Faktor yang mempengaruhi 1. Faktor tumor -Tipe histologi. deviasi lidah -Disfoni : sulit berbicara -Suara serak -Benjolan di leher Gambaran lesi 1. deviasinya -Ukuran. Histopatologis -Biopsi : diagnosis pasti : setiap kelainan yang tidak sembuh selama 2 minggu usahakan biopsi -FNA : ketepatan diagnosis sekitar 86% 4. Tipe Eksofitik -Benjolan meninggi. warna. liver scanning. MRI -Bone scanning. mukosa normal dengan abses kecil 4.-Hipersalivasi : akibat rasa nyeri -Disfagi -Ankiloglosia : lidah kaku tidak bisa dijulurkan. Faktor penderita -Keadaan umum -Penyakit yang menyertai -Keadaan psikis dan sosial 3. dasar dan sekitarnya padat. tomogram paru -Lain-lain TERAPI Tujuan pengobatan 1. Menghilangkan penyakit 2. Faktor sarana dan prasarana dan keahlian tenaga medis . Tipe ulseratif -Ulkus. tepi meninggi 2. mobilitas 3. Pemeriksaan penunjang -Pemeriksaan dengan Toluidin blue 1% -Foto polos. Anamnesis 2. Tipe Infiltratif (benjolan) -Berlobus. subtipe. CT. Tipe fissura -Berupa celah yang dalam. sekitar padat 3. diferensiasi sel -Lokasi tumor -Stadium klinis dan karesteristik pertumbuhan 2.

bleomycin. forehead flap -Myocutaneus flap : pectoral. trapezius. Visor flap -Insisi mandibula dari kanan ke kiri melalui seluruh ketebalan hingga bibir dan pipi dapat dilepaskan dari mandibula dan mencapai rongga mulut Rekonstruksi post operatif -Penutupan primer : untuk lesi kecil -Dengan split thickness skin graft -Skin flap : deltoidepectoral flap. methotrexate Kombinasi -Radiasi preoperatif : cegah rekurensi dan mengecilkan tumor primer. vinblastin -bleomycin. dasar lidah. methotrexate. oncovin. sternocleidomastoideus -Osteomyocutaneus pectoralis major flap -Microvascular flap Radioterapi -T1 dan T2 : beri hasil yang hampir sama dengan pembedahan -Dosis 5000-6000 rad Kemoterapi -Terapi ajuvant atau paliatif untuk yang bermetastasis -Kombinasi obat : -cys-platinum. Membuat flap pipi (atas dan bawah) 3. tetapi batas tumor jadi kabur -Radiasi postoperatif : basmi sel tumor sisa di tempat operasi dan mengontrol metastasis di KGB PROGNOSIS Prognosis ditentukan oleh : . oncovin -cys-platinum. rotation tongue flap. eksisi luas + MRND -Eksisi luas dilakukan 2-4 cm dari batas tumor (hasil frozen section) -Diseksi leher bila KGB positif (mikro) dan mobil -Pada lesi yang berdekatan dengan mandibula (Loree dan Strong) menganjurkan : mandibulektomi marginal Tehnik pembedahan dipengaruhi oleh -Lokasi tumor dalam mulut : di depan atau belakang -Ukuran tumor (T) -Keadaan KGB Macam pendekatan 1. bleomycin. eksisi luas + RND. Mandibulotomi -Untuk dasar mulut belakang. trigonum retromolar -Post operatif pasang wire atau miniplate 4. Peroral -Untuk lesi kecil di bagian depan mulut 2.Pembedahan -Eksisi luas. sehingga dapat dioperasi.

Stadium tumor 3. telinga terangkat ke lateral. fibroma.1. 25% tumor parotis adalah ganas -Yang paling sering adalah mucoepidermoid carcinoma . tumbuh lambat (dapat menjadi besar sekali bila dibiarkan). Letak tumor 2. -PA : campuran antara adenoma dengan jaringan miksomatosa -Sering residif bila eksisi tidak adekwat Terapi -Tumor lobus superfisial : parotidektomi superfisial -Di lobus profunda : parotidektomi total TUMOR GANAS -75% terletak di kelenjar parotis. -Benjolan padat. tidak nyeri.neurofibroma Adenoma pleomorfik (mixed tumor) -Benjolan sekitar liang telinga. berkapsul. 80% di lobus superfisial Jenis -Adenoma pleomorfic (mixed tumor) -Adenoma monomorfik -Warthin.s tumors (papillary cystadenoma lymphomatosum) -Adenoma oksifilik -Tumor mucoepidermoid -Tumor sel asinik -Lain-lain : hemangioma. batas tegas. Metastasis -Harapan hidup 5 tahun : 40-65% -Stadium I : 65-75% (bila dilakukan eksisi luas) Harapan hidup 5 tahun (Mendelson) KGB + KGB Gingiva Dasar mulut Lidah 55% 38% 26% 85% 75% 78% KELAINAN PADA KELENJAR LUDAH TUMOR JINAK -Lebih sering dibandingkan dengan yang ganas -Sering pada usia > 40 tahun -Terutama mengenai kelenjar parotis -Tumor kelenjar parotis mengukuti aturan 80 : 80% neoplasma parotis. tidak ada gangguan saraf facialis. putih. 80% adalah adenoma pleomorfik (mixed tumor). jinak.

Fistel liur 3. Sindroma Frey 4. fibrosarcoma.neurofibrosarcoma. ulseratif. dengan pengangkatan atau tidak nervus facialis Komplikasi Operasi 1.Tanda Keganasan: -Tumor keras.auriculotemporalis Benjolan di kepala dan leher Trauma : aneurisma : fistel arterio-venosa . tumbuh cepat. infeksi 2. Perdarahan. AKIBAT mukus kental Klinis -Nyeri saat makan atau ingat makanan lezat -Saat serangan nyeri. paralise facialis. tanda metastasis ke paru Jenis -Mucoepidermoid carcinoma -Adenoid cystic carcinoma (Cylindroma) -Miscellaneous adenocarcinoma -Undifferentiated carcinoma -Malignant mixed tumor -Lain-lain : angiosarcoma. pembesaran KGB regional. kelenjar membesar -Batu sering ditemukan di dekat muara duktus Warthin -Sering kambuh dan dapat menyebabkan sialadenitis kronik Terapi -Sialitis : keluarkan dengan jalan masase -Sialadenitis : glandulektomi (termasuk duktus stensen) Sindroma Frey -Berkeringat hebat dan kemerahan lokal (daerah parotis) setelah perangsangan kelenjar liur sewaktu menghadapi makanan -Terjadi akibat cedera n. lymphoma Terapi Operasi -Lokal : parotidektomi totalis dengan pengangkatan atau preservasi saraf facialis -Lokoregional : parotidektomi totalis. Paralise saraf facialis Radioterapi -Tumor inoperabel atau post operatif Kemoterapi -Tidak memuaskan LITHIASIS -Hampir seluruhnya di kelenjar submandibuler. batas tidak tegas. RND.

ganas) KELAINAN PADA RAHANG TUMOR JINAK Kista Folikuler -Nama Lain : kista dentogen -Berasal dari folikel gigi -Pada anak dan dewasa. kronik. lalu terjadi nekrosis sentral. gigantoseluler -Terapi : eksisi dan ekstraksi 2 gigi yang berdampingan Ameloblastoma -Nama lain : adamantinoma -Tumor asal sel ameloblast -Tumbuh sangat lambat dan dapat jadi besar sekali -Pada anak muda dan dewasa -Sering pada daerah premolar atau molar rahang bawah -Dinding kista tipis : fenomena pingpon atau telur penyu (palpasi) . telangiektasi. sekunder) Kelenjar ludah : radang : batu : neoplasma (jinak. sehingga terbentuk kista infeksi unilokuler -Kista selalu menghadap ke akar gigi -Sering ditemukan pada gigi premolar dan molar -Terapi : ekstraksi kista dan gigi yang karies Epulis -Tumor jinak gusi yang berasal dari periosteum di sekitar gigi -Jaringan asal (multipoten) maka dapat bersifat fibromatosa. sistemik) : neoplasma (primer. spesifik.Kulit : kista aterom : neoplasma (jinak. ganas) Kista bawaan : kista tiroglosus : kista bronkiogen : hygroma kistik : kista dermoid Kelenjar limfe : radang (akut. di daerah insicivus sampai premolar -Kista unilokuler -Tempat asal kelainan belum mengalami erupsi menghadap ke kista -Terapi : ekskokleasi kista dan ekstraksi gigi Kista Radikuler -Berasal dari gigi karies akibat rangsangan kronik terbentuk granuloma di tulang rahang sekitar akar gigi. kronik) : kelainan autoimun Tiroid : radang : kelainan autoimun : neoplasma (jinak. granulomatosa.

dapat di orbita.-Diagnosis dengan foto Ro -Terapi : reseksi TUMOR GANAS Limfoma Burkitt -Limfoma maligna pada anak terutama di Afrika. usia 4-8 tahun -Penyebab berhubungan dengan Epstein-Barr virus -Klinis : benjolan multiple di rahang. retroperitoneal. tersebar di jaringan limfoid yang nampak uniform gelap sehingga gambaran histologik mirip bintang di langit yang cerah -Terapi : sitostatika Osteogenic Sarcoma -Sering pada dewasa -Cepat membesar. gigi terdorong hingga terlepas. ovarium. perdarahan -Prognosis lebih baik dari pada di ekstrimitas akibat kaya vaskularisasi dan sistem limfe. kurangnya gerakan -Terapi : reseksi radikal rahang Tumor tiroid 15% : tiroid 85% Tumor non tiroid 15% : radang/bawaan 85% Neoplasia 15% : benigna 85% Maligna 15% : primer 85% Metastasis 15% : retroklavikuler 85% Leher (kranial klavikula) KARSINOMA NASOFARING . kelenjar ludah -Patologi : sel histiosit besar dan terang. tidak ada beban berat tubuh. nyeri. tulang.

melanoma ETIOLOGI Multifaktorial ? 1. tidak berhubungan dengan EBV -Resisten terhadap radiasi. Nonkeratinizing squamous cell carcinoma (NKC) 3. Eropa. Nonkeratinizing squamous cell carcinoma a) tanpa infiltrasi limfosit b) ada infiltrasi limfosit 3. usia lebih muda. neuroblastoma. Undifferentiated carcinoma a) tanpa infiltrasi limfosit b) ada infiltrasi limfosit SISTEM TNM T1 T2 T3 3A 3B 3C 3D . Faktor genetik -Ras sebagai predisposisi 2. Jepang. titer IgA-VCA bermakna -Sensitif terhadap radiasi. Squamous cell carcinoma (SCC) -Lebih sedikit. Amerika -Terutama usia 40-60 tahun. prognosis kurang memuaskan 2. rokok KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI Micheau (1978) 1. Undifferentiated carcinoma (UC) Kruger-Wustrow (WHO) 1. prognosis lebih memuaskan Shanmugartnam-Sobin (WHO-1978) 1. usia tua. Imigran China -Insiden sedang : Asia tenggara. Keratinizing squamous carcinoma (KSC) 2. Faktor eksogen -Kebiasaan makan : nitrosamin (ikan asin) -Asap : polusi. Eskimo. sisanya: adenokarsinoma. Undifferentiated carcinoma nasopharyngeal (UCNT) -Lebih banyak. Kanada -Insiden rendah : Cina bagian utara. sarkoma. laki : wanita (3:1) -Sebagian besar (90%) adalah karsinoma. Hongkong. Squamous cell carcinoma 2. limfoma. Virus Epstein Barr -Pada serum penderita ditemukan virus capsid antigen (VCA) 3.PENDAHULUAN -Insiden tinggi : Cina selatan.

N1 N2 N3 M1 Tumor terbatas di nasofaring (di belakang koana/ septum nasi, di atas palatum mole bagian posterior) Tumor meluas ke fosa nasalis, orofaring, otot atau saraf di bawah tulang basis cranii Tumor meluas pada organ melewati T2 Melibatkan tulang di bawah basis cranii (sinus sphenoidalis) Melibatkan tulang basis cranii Melibatkan saraf kranial Orbita, laringofaring, fossa infraorbitalis Pembesaran KGB di leher bagian proksimal Pembesaran KGB antara crease dan fossa klavikularis Pembesaran KGB di bagian atas klavikula Ada metastasis KGB di bawah klavikula, kulit dan organ STADIUM (Ho 1970) Stadium Interpretasi Harapan hidup 5 tahun I II III IV V T1 No Mo T2 No-1 Mo T3 No-2 Mo T1-3 N3 Mo T semua N semua M1 85% 75% 45% 10% GAMBARAN KLINIS Bentuk 1. Bentuk Ulkus -Terutama dinding posterior nasofaring/fossa Rossenmuller -Tumbuh infiltratif, meluas ke jaringan sekitar, dapat melibatkan nervus II, III, IV, V, VI 2. Bentuk Nodul -Terutama di tuba eustachi -Meluas ke fossa cerebri media, basis cranii, ke orbita, sinus maksilaris 3. Bentuk Eksofitik -Di bagian atap, mengisi cavum nasofaring, mendorong palatum mole, cavum nasi (penyumbatan hidung), mudah nekrosis (epistaksis) Gejala 1. Cavum nasi -Epistaksis, hidung tersumbat, pilek sudah lama (ingus

kuning, bernanah, kadang berbau), rinolalia 2. Pendengaran -Telinga terasa penuh, tersumbat, tinitus, tuli konduktif 3. Neurologik -Sakit kepala, hipoastesi kulit di pipi, diplopia, oftalmoplegi, eksoftalmus, ptosis, gangguan penglihatan 4. Kelenjar getah bening leher -Limfadenopati -Sindroma Horner : miosis, enoftalmus, ptosis -60-90% penderita datang ke dokter dengan keluhan pembesaran KGB DIAGNOSIS 1. Anamnesis Simptom : Formula Digby Simptom Nilai Massa nasofaring Gejala khas di hidung Gejala khas pendengaran Sakit kepala unilateral/bilateral Gangguan neurologik saraf kranial Eksoftalmus Limfadenopati di leher 25 15 15 5 5 5 25 Nilai 50 : diagnosis dapat ditegakkan 2. Pemeriksaan a) Rhinoskopi posterior : pemeriksaan tidak langsung b) Nasofaringoskopi : secara langsung Cara : transnasal, transoral c) Fibernasofaringoskopi 3. Radiologi -Foto polos nasofaring dan CT scan 4. Histopatologi -Sitologi : cotton swab dan sitologi eksfoliatif -Sitologi FNA : pada KGB (tidak dilakukan biopsi sebab bahaya penyebaran) -Biopsi : pada nasofaring (mutlak dilakukan) TERAPI Radioterapi Eksternal (Telepati) -Digunakan Co 60 -UCNT : 4000-5000 rad -SCC : 6000-7000 rad

Internal (Brakiterapi) Kemoterapi Tunggal -Methotrexat 40mg/m2, mitomycin C 0,2 mg/BB -Cyclophosphamide 800 mg/m2, bleomycin 15 mg/mm2 -5 FU 600 mg/m2, cisplatinum Diberikan 2 kali seminggu pada seri permulaan radioterapi Kombinasi 1. COF-COM -hari 1 (Cyclo 500mg/iv, Onco 1mg/iv, 5FU 750mg/iv) -hari 8 (Cyclo 500mg/ic, Onco mg/iv, Metho 50mg/iv) pemberian diulang setiap 4 minggu 2. BMC -hari 1 (Bleo 10mg/iv, Metho 20 mg/iv) diulang tiap 2 minggu -hari 2 (Cis platinum 80mg/iv) diulang tiap 10 minggu 3. COMA -hari 1 (Cyclo 500, Onco 1,4mg, Metho 40mg, Adria 40mg/mm2/iv), pemberian diulang tiap 3 minggu PEMERIKSAAN THYROID Anamnesis 1. Kecepatan pembesaran benjolan struma, berapa kali membesarnya dalam jangka waktu tertentu -Kista : cepat membesar -Nodul jinak : perlahan -Nodul ganas : agak cepat -Nodul anaplastik : sangat cepat 2. Faktor etiologi -Pernah radioterapi sebelumnya (15 tahun kemudian dapat terjadi keganasan) -Anggota keluarga, tetangga, penduduk sekampung (gondok endemis) -Obat yang dikonsumsi dalam jangka lama 3. Ada gangguan mekanik di leher -Gangguan menelan : desakan pada esofagus -Sesak : desakan atau infiltrasi ke trakhea 4. Pembesaran kelenjar limfe leher (mungkin metastasis) 5. Penonjolan/kelainan tengkorak (metastasis ke tulang) 6. Sesak, batuk dengan dahak berdarah (metastasis ke paru : jenis folikuler) 7. Lelah, penurunan berat badan Pemeriksaan Fisis -Nodul soliter : 15-20% ganas -Multiple : 5% ganas -Benjolan keras : 50% karsinoma, 10% adenoma -Kadang yang soliter maligna menjadi multiple nodul -Pembesaran difus : biasanya Graves dis -Periksa kelenjar limfe dan organ -Organ tempat metastasis : paru, tulang (pelvis, vertebra,

Human thyroglobulin (tumor marker) : untuk yg berdiferensiasi baik 3. Spesimen tidak memuaskan untuk interpretasi b). Darah rutin 2. hati. humerus — bagian spongiosa dan kaya vaskularisasi). tengkorak. Foto tulang Ultrasonografi -Tentukan padat/ kistik. posisi leher ekstensi 3. ginjal dan otak Pemeriksaan Penunjang Laboratorium 1. Neoplasia -Adenoma. ovarium. Radang/autoimun -Penyakit Graves. CEA : meningkat pada karsinoma kolon. Esofagogram 4. tiroid Radiologis 1. Gangguan perkembangan -Kista duktus tiroglosus. struma endemik 4. karsinoma TUMOR GANAS THYROID PENDAHULUAN . Foto polos leher (AP dan lateral) : metode soft tissue technique.sternum. Hiperplasia/metabolik -Struma koloid. tiroid lingual 2. Suspek ganas d). Jelas jinak c). Thoraks foto PA 2. Jelas ganas DIAGNOSIS KLINIS Diagnosis yang didapat berupa : • Kelainan non neoplasma • Neoplasma jinak • Neoplasma ganas : apakah operable atau non operable Kelainan thyroid 1. Kalsitonin : karsinoma meduler 4. hashimoto 3. tunggal/multiple -Penuntun biopsi Pemeriksaan sidik tiroid -Digunakan I123 atau Te99m -Cold nodule : 10-15% adalah ganas -Warm nodule -Hot nodule Biopsi -Frozen section atau blok palafin Sitologis -FNA -Hasil interpretasi : a).

-Jarang ditemukan. Radiasi daerah leher pada saat anak-anak 3. mungkin ditemukan kebetulan -Kadang pembesaran KGB leher bagian lateral -Bila besar timbul gejala penekanan -Sidik radioaktif : cold nodul . folikuler. campuran. epidermoid.000/thn.000/thn -25% terjadi pada struma nodosa Faktor resiko : -Pria lebih tinggi -Usia muda -Radiasi masa muda -Defisiensi jodium ETIOLOGI 1. 50-60% dari keganasan tiroid. sebagian kecil dari masenkim Sering digunakan Jinak -Adenoma : folikuler. Adenokarsinoma papiler -Paling sering. limfoma . oksifil (Hurtle cell). sarkoma Kriteria suatu nodul berupa neoplasma : -Berkapsul lengkap -Ada perbedaan jelas antara yg di dalam dengan di luar -Gambaran histopatologis yg uniform di dalam kapsul -Penekanan pada jaringan tiroid di sekitarnya A. Sekresi TSH meningkat 2. plasmasitoma. 3-5% dari semua malignitas -Insiden tinggi di daerah struma endemik -Terutama pada 7-20 tahun dan 40-60 tahun -Pria : 3/100. giant cell -Karsinoma meduler -Tumor ganas lain : ca. jarang metastasis hematogen -Prognosis paling baik. ikut saat menelan. Genetik KLASIFIKASI HISTOPATOLOGIS Sebagian besar keganasan berasal dari jaringan glandular epithelial (adenokarsinoma). usia < 40 tahun -Petumbuhan dan penyebaran lambat. wanita 8/100. oksifil (Hurtle cell) -Diferensiasi buruk : small cell. wanita. histologis papiler Klinis -Benjolan. dapat mencapai ketahanan hidup 20 tahun -Prognosis baik : usia muda. atypik Ganas -Diferensiasi baik : papiler.

feokromasitoma. Adenokarsinoma Folikuler -Sekitar 25%. batas tegas -Sering dengan gejala gangguan endokrin Sindroma Sipple / MEN IIa -Adenokarsinoma meduler. terutama usia > 40 tahun -Berasal dari sel C (parafolikuler) yang memproduksi tirokalsitonin Klinis -Tumor keras. feokromasitoma. serak (sudah metastasis ke n. terutama wanita -Sering unilateral -Kadang ditemukan tumor soliter di tulang (metastasis). Adenokarsinoma meduler -Sekitar 5-10%.rekuren) Terapi -Radiasi ekstern SISTEM TNM T To T1 T2 T3 T4 N No N1 1a 1b . usia > 40 tahun. neuroma submukosa Terapi -Tiroidektomi total D. hiperparatiroid Sindroma MEN IIb -Adenokarsinoma meduler. prognosis buruk.Terapi -Tiroidektomi total B. meninggal setelah 1 tahun Klinis -Struma lama tiba-tiba membesar cepat -Sering disertai nyeri dan nyeri alih ke daerah telinga -Suara parau. sementara tumor primer belum ditemukan Terapi -Tiroidektomi total atau Y131 (tumor sisa) -Radiasi ekstern untuk metastasisnya C. wanita lebih banyak -Sering lanjutan dari struma nodosa yang lama -Sangat ganas. usia lanjut. Adenokarsinoma anaplastik -Sekitar 20%.

Distant metastases Menurut Schulz IA : Tidak teraba tumor dan KGB IB : Tumor dan KGB < 5 cm II : Tumor dan KGB > 5 cm III : Infiltrasi langsung ke jaringan sekitar. Local invasion IV. bilateral. A.M Mo M1 Tumor primer Tidak terbukti ada tumor < 1 cm 1– 4 cm > 4 cm Tumor menembus simpai (sekalipun kecil) Melibatkan kelenjar getah bening Tidak ditemukan Pembesaran dapat dipalpasi Ipsilateral Kontralateral. Unilateral KGB B. garis tengah atau mediastinum Metastasis jauh Tidak ada Ada metastasis STADIUM I. Bilateral/multifokal II. Unilateral B. A.T1 No Mo T2-3 No Mo T4 No Mo TSemua N1 Mo T Semua N Semua M1 Tipe meduler . metastasis jauh (-) IV : Tumor dengan metastasis jauh Menurut AJCC/UICC Tipe papiler / folikuler Usia < 45 thn Usia > 45 thn Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV TSemuaN SemuaMo TSemuaNSemuaM1 . Bilateral / mediastinum III.

pembesaran simetris. kadang nyeri Tipe 3 -Gejala yang menonjol adalah metastasis -KGB leher membesar. suara parau -Kadang disertai nyeri menjalar ke retroaurikuler. keras. Pemeriksaan fisis 3. Adenoma paratiroid 6. sesak. disfagi. benjolan di kepala Tipe 4 -Penderita dengan gejala hipertiroidsme -Ada fokus kecil ca tiroid dalam spesimen penyakit graves DIAGNOSIS 1. unilateral. mitosis hebat GAMBARAN KLINIS Tipe 1 -Gambaran klasik pada ca anaplastik/sarkoma -Pertumbuhan cepat benjolan. disfagi. Adenoma tiroid 2. umur < 20 tahun. tidak nyeri -Kadang disertai nyeri tulang punggung/paha. infiltrasi luas. batas jelas.pundak. nyeri 3. Limfoma maligna 8. Pemeriksaan penunjang DIAGNOSIS BANDING 1. nyeri. invasi ke sekitar minimal Grade II : infiltrasi dalam kelenjar tiroid. Anamnesis 2. keras. Metastasis tumor . pleomorfik dan mitosis lebih banyak Grade III : pertumbuhan ekstensif.kepala. Karsinoma paratiroid 7.Stadium I : T1 No Mo Stadium II : T2-4 No Mo Stadium III : T Semua N1 Mo Stadium IV : T Semua N Semua M1 Tipe Anaplastik Stadium IV : T Semua N Semua M Semua GRADE Grade I : kapsul jelas. Pleomorfik dengan sel multinukleoli. Struma lymphomatosa (Hashimoto) 5. diferensiasi sel sedang. lengan Tipe 2 -Pada ca diferensiasi baik -Benjolan tunggal yang telah lama (bulanan). melekat ke jaringan sekitar 4. sesak. Teratoma 9. Tiroiditis Reidel -Terutama wanita. Tiroiditis subakut -Setelah infeksi saluran pernapasan. diferensiasi rendah.

ekstratiroid -Pada kelompok resiko rendah (wanita <50thn. size AGES : age. extension. metastases. pria <40thn) -Tidak ada riwayat radioterapi kepala dan leher Tiroidektomi total -Bila ke dua lobus terkena -Sudah ada metastasis (beri ajuvant jodium radioaktif pasca bedah) Tiroidektomi hampir total -Menyisakan sedikit jaringan tiroid normal pada sisi kontralateral dari tumor : lobektomi total ipsilateral dan lobektomi subtotal kontralateral -Untuk semua karsinoma diferensiasi baik Diseksi KGB -Bila kelenjar positif -Dapat dilakukan bersamaan atau setelah tiroidektomi -Berupa diseksi radikal atau modifikasi Tiroidektomi total Sidik tiroid I 123 (3 minggu pasca tiroidektomi total) sebelum pemberian substitusi hormon tiroid Bila positif Radiasi Interna 50 mCu I131 Substitusi hormon tiroid (2 hari setelah sidik) Sidik tiroid ulang 3 bulan kemudian setelah menyetop hormon tiroid selama 3 minggu Bila masih positif Radiasi interna 100 mCu I131 Substitusi hormon tiroid (2 hari setelah sidik) Bila sudah negatif (periksa tiroglobulin tiap 6 bulan) PROGNOSIS Prognosis tergantung pada : -Gambaran histopatologi.TERAPI Pembedahan paling efektif kecuali karsinoma anaplastik (radioterapi) Hemitiroidektomi (lobektomi total). kecepatan diagnosis & terapi -Usia penderita AMES : age. bila : -Tumor < 2 cm -Tidak ada invasi kapsul. grading. stadium. extension. size .

resiko bila ganas. maka lobektomi sudah cukup • Bila ganas. maka kemungkinan ada sel kanker yg tertinggal • Enukleasi nodulnya saja adalah berbahaya • Bila ada fasilitas frozen section. maka ini lebih baik • Bila hasilnya jinak. maka : -Operable : tiroidektomi totalis atau near total thyroidectomy -Inoperable : operasi debulking . dapat unilateral (dekstra/ sinistra) atau bilateral Tiroidektomi subtotal Mengangkat sebagian besar tiroid lobus kanan dan kiri serta menyisakan jaringan tiroid sekitar 3 gram Tiroidektomi totalis Semua kelenjar tiroid diangkat Lobektomi Mengangkat satu lobus saja : -lobektomi totalis dekstra atau sinistra -lobektomi subtotalis dekstra atau sinistra Isthmolobektomi/Hemitiroidektomi Mengangkat juga isthmus Near total thyroidectomy Isthmolobektomi dekstra dan lobektomi subtotal sinistra atau sebaliknya Enuklease : Pengangkatan nodul saja (tidak dibenarkan) Strumektomi : Seolah benjolan saja yang diangkat (tidak dipakai lagi) TERAPI Pembedahan • Bila operable Menurut Kaplan : lobektomi sisi patologik/lobektomi subtotal --.Prognosis baik bila: -Usia < 50 tahun (wanita). < 40 tahun (laki) -Belum ada metastasis -Belum ada extensi intratiroidal/angioinvasi yang banyak -Grade I -Ukuran tumor tidak lebih 5 cm Ketahanan hidup 5 tahun : -Karsinoma Papiler : 80-90% -Karsinoma folikuler : 50-70 tahun -Karsinoma meduler: 30-40 tahun -Anaplastik : < 5% PROTOKOL PENANGANAN TUMOR/KARSINOMA TIROID ISTILAH Tiroidektomi Mengangkat kelenjar tiroid.

pulsasi karotis di belakang tumor Bila ada fasilitas potong beku. nyeri tulng. setelah ada hasil nodul positif dilakukan tiroidektomi totalis. kelenjar yang positif dilakukan neck dissection FOLLOW UP Follow up dilakukan secara rutin : Tahun I : tiap 3 bulan Tahun II : tiap 4 bulan Tahun III : tiap 6 bulan Tahun IV : tiap 1 tahun Yang diperiksa : 1. maka dilakukan substitusi Kemoterapi -Belum ada yang memuaskan -Bleomycin Catatan: SB = Sediaan Beku Keterangan Resiko: Usia < 20 th. benjolan tunggal tiroid : Pernah mendpt radioterapi daerah kepala-leher waktu kecil Klinis ganas : -Pertumbuhan cepat. konsistensi keras. suara parau/disfagi/serak. selanjutnya baru dilakukan radiasi interna -Sebagai ajuvant atau yg telah bermetastasis Radiasi eksterna -Untuk yg inoperable atau anaplastik -Dapat juga sebagai faliatif untuk yg telah bermetastasis -Dosis 4000 rad Kombinasi bedah dengan radioterapi -Dilakukan bila ada sisa tumor Terapi hormonal/substitusi -Hormon tiroid : menekan TSH (untuk jenis papiler dan folikuler : hormonal dependent) -Bila dilakukan tiroidektomi. maka semua dikerjakan lobektomi dan biopsi kelenjar.• Kelenjar positif : radical neck disection Radioterapi Bila inoperable atau pasien menolak lagi dioperasi untuk lobus kontralateral Radiasi interna : I 131 -Untuk yg diferensiasi baik (folikuler) -Syarat : tiroid normal diablasi lebih dahulu dengan operasi atau dengan dosis tinggi I 131 . atau > 50 th. laik-laki. Lokal . infiltrasi kulit/jaringan sekitar -Ada pembesaran kelenjar leher atau metastasis jauh.

Lab : fungsi tiroid. tulang 4. Klinis 2. hepar) Pemeriksaan : 1. alkali fosfatase 3. fungsi hepar. PA Karsinoma papiler/folikuler 3 bulan post operative Terapi hormonal di stop 4 minggu Periksa hTG (human tiroglobulin) : bila > 6 ng/ml Post tiroidektomi total Near total thyroidectomy Total body scan I 131 Tiroidektomi total Ablasi radiasi Metastase + Metastase – Resektabel Nonresektabel Hormonal Operasi Radiasi/hormonal Karsinoma Meduler 3 bulan post operative Bila kalsitonin > 10 ng/ml CEA > 100 mg/ml Post tiroidektomi total Near total thyroidectomy Terapi hormonal stop 4 minggu Tiroidektomi total Ablasi radiasi Total body scan I 131 Metastasis + Metastasis – Resektabel Non resektabel Hormonal Operasi Radiasi Hormonal . tumor marker. Radiologis : thoraks. USG 5. paru. Metastasis jauh (tulang. CT scan 6. Regional (kelenjar limfe leher) 3.2.

kelemahan otot Mata Eksoftalmus akibat proptosis. edem pretibial Nilai Normal Test Diagnostik Thyroid g/dLT4 : 4.9 – 12. emosi labil. pulsus celer.0 g/dLT3 : 115 – 190 m RAIU : < 22% (bervariasi) U (bervariasi)TSH : 0-6 gg T4/100 mL 1.KELAINAN LAIN PADA THYROID Etiologi Hypertiroidisme -Graves’ disease -Goiter multinoduler toksik -Adenoma toksik -de Quervain’s thyroiditis -Silent thyroiditis -Postpartum hyperthyroidism -Thyrotoxicosis fastitia -Struma ovarii -Thyroid carcinoma -Jodbasedow syndrome -Iatrogenic hyperthyroidism -Disseminated thyroid autonomy -Hydatiform mole and choricarcinoma Tanda Hipertiroid Metabolik Tidak tahan suhu tinggi. menoragi Kardiovaskuler Palpitasi.BBmenurun. fibrilasi atrium Neuropsikiatrik Hiperkinesia.8 TBG : 12-20 TGHA : titer <1/20 MCHA : titer <1/20 LATS : negative TSI : negative GRAVES’ DISEASE -Nama lain : penyakit Basedow -Biasanya ditemukan struma diffusa Etiologi -Tidak diketahui (autoimun) ? -Ada peranan Ab terhadap reseptor TSH yang menyebabkan peningkatan produksi tiroid Klinis -Manifestasi hipertiroid Terapi -Antitiroid : PTU atau karbimazol -Ablasio dengan Iodium radioaktif -Tiroidektomi subtotal bilateral STRUMA NODOSA -Terutama wanita usia lanjut . retraksi kelopak mata. insomnia. tremor. diare. oftalmoplegi. strabismus Kulit Miksedem. nafsu makan meningkat. takikardi.

esofagus -Diagnosa banding timoma. adenoma -Struma nodosa 5% jadi ganas : perubahan bentuk. perdarahan lokal. limfoma.rekurens/trakea/esofagus -Nodul tiroid yang ke mediastinum superior : struma retrosternal -Tidak turut naik pada saat gerakan menelan -Tanda penekanan trakea. karsinoma tiroid Nodul Ganas Nodul Jinak Usia Kelamin Benjolan Lamanya Terapi supresi D/ Radioaktif USG Lain-lain < 40 tahun laki-laki tunggal baru mungkin berpengaruh dingin/fungsi – padat pernah radiasi leher >40 tahun perempuan multiple lama kemungkinan regresi fungsi – atau + mungkin kista TIROIDITIS AKUT Etiologi -Stafilokokus aureus (biasanya) TIROIDITIS SUBAKUT -Setelah infeksi saluran pernapasan Etiologi -Virus Klinis -Pembesaran simetris.-Terjadi hiperplasia kelenjar sampai terjadi involusi Klinis -Kadang keluhan tidak ada sebab eutiroid -Pertumbuhan perlahan.paru Diagnosa banding -Benjolan tunggal : nodul koloid. ca. kista. adenoma tiroid. tanda penyusupan di kulit/n. tumor dermoid. lalu menjadi besar : leher terasa berat -Nodul tunggal. nyeri . tetapi umumnya multinodul -Bila degenerasi dapat menyebabkan pembentukan kista.

krisis titoksikosis . benjolan sedang.TIROIDITIS REIDEL -Terutama wanita. nyeri. dewasa Etiologi -Infiltrasi limfosit pada kelenjar tiroid yang menyebabkan destruksi progresif folikel kelenjar. tetapi sering kambuh STRUMA LIMFOMATOSA (HASHIMOTO) -Terutama wanita. mediastinum -Edem laring. umur < 20 tahun Klinis -Keras. melekat ke jaringan sekitar : disfagi . saraf di leher -Kolaps trakea akibat malakia trakea -Seluruh kelenjar paratiroid terangkat -Terpotongnya duktus torakikus Pasca bedah -Perdarahan di leher. dapat atrofi dengan pembentukan fibrosis Klinis -Kadang tidak ada benjolan. sangat nyeri -Mereda setelah beberapa minggu. unilateral. bila ada. sesak Tiroiditis de Quervain -Jarang ditemukan Etiologi -Inflamasi akut akibat infiltrasi netrofil lalu limfosit dan histiosit di seluruh kelenjar tiroid Klinis -Pembesaran tiroid ringan/sedang.rekurens -Cedera trakea. esofagus. sedikit nyeri Indikasi Bedah Struma nontoksik Kosmetik (tiroidektomi subtotal) Eksisi nodul tunggal (mungkin ganas) Struma multinoduler yang berat Struma yang menyebabkan kompresi laring/struktur leher lain Struma retrosternal yang menyebabkan kompresi Indikasi Bedah Hipertiroid Untuk mencapai hasil definitif yang cepat Keberatan dengan pemberian antitiroid Terapi dengan antitiroid tidak memuaskan Struma multinoduler dengan hipertiroid Nodul toksik soliter Komplikasi Bedah Tiroid Saat Operasi -Perdarahan -Cedera n. asimetri. kolaps trakea. agak padat.

submental : dapat teraba 0. kemungkinan ganas PENGELOLAAN PEMBESARAN KELENJAR CERVICAL PEMBESARAN KELENJAR Inguinal : sebesar 1 cm normal. infeksi luka -Paralisis n. dapat bergabung. kebocoran duktus torakikus Tambahan : Cara supresi kelenjar tiroid -Untuk membedakan neoplasma dengan non-neoplasma -Digunakan : T3 75-100 mg/hari : Thyronine 02 –0.-Hematom. functio laesa Limfadenitis kronis -Pembesaran KGB dengan tanda minimal. ellips PENYEBAB 1.3 mg/hari : Ekstrak tiroid dengan dosis disesuaikan -Lama pemberian sekitar 3-6 bula -Bila ada kemajuan terapi diteruskan. rata/gepeng.bila tidak. Infeksi : nonspecific dan specific -Limfadenitis akut dan kronik -Limfadenitis TBC -Infeksi mononucleosis atau toxoplasmosis 2. dolor. sehingga secara klinis dapat teraba -Peradangan ini ditentukan oleh virulensi kuman. fistel -Bila pembesaran KGB sangat besar : bull neck . kalor. bila supraclaviculer sudah patologis Submandibuler.laringeus superior -Hipoparatiroid/hipokalsemia. multiple. spinal accesorius : dapat teraba 0. dan dapat timbul abses supuratif -Bila infeksi primer sembuh.rekuren. rubor. hipotiroid -Nekrosis kulit.5 cm Kriteria normal : lunak. cedera n. tidak nyeri -Spesifik (tbc) : padat/keras. Leukemia -Sekunder : Metastase Infeksi akut -Limfadenitis menyebabkan hiperplasia KGB. abses dingin. timbul perkejuan. maka secara berangsur limfadenitis akan menghilang Klinis -Lesi sumber infeksi -KGB tumor. Neoplasma -Primer : Limfoma.5-1 cm Rantai jugularis externa.

curiga metastasis -Bila radang bentuknya oval. Pemeriksaan fisik Pemeriksaan kelenjar -Mengenai besar. konsistensi. malaise. bentuk. infeksi farings biasanya oleh mononukleosis atau toxoplasmosis -Konglomerat dengan abses biasanya spesifik -Kelenjar dalam konsistensi keras pada orang tua. kulit leher / kepala dan rongga mulut MENEGAKKAN DIAGNOSIS KERJA -Pada anak biasanya banal -Pembesaran 0.DIAGNOSIS 1. padat. pancreas. nyeri tekan -Pembesaran dengan tumor jelas pada leher/kepala curigai metastase sebelum dibuktikan Saat Melakukan Biopsi -Pembesaran yang diduga akibat infeksi. terapi/observasi lebih 1 bulan -Supraclaviculer yang dicurigai -High cervical dengan etiologi tidak diketahui -Ditemukan bersamaan lesi yang dianggap primer (biopsi bersamaan / hampir bersamaan) -Curiga limfoma -Ada riwayat operasi leher. lambung. ginjal. perlekatannya -Periksa perlapangan anatomi misal submandibuler -Lalu ke proksimal. kemudian seluruhnya -Bagi 2 jenis :High cervical / pembesaran kelenjar leher bgn atas:Supraclaviculer/bagian bawah -Bagian atas jangan lupa periksa paru dan ginjal -Bagian bawah periksa mamma. disertai demam/tidak -Rasa sakit -Ada infeksi/luka sekitar pembesaran -Pernah menderita TBC -Pernah operasi nevus atau kutil 2. Anamnesis -Lama pembesaran. dan pencernaan lain Periksa juga tiroid. kelenjar keras/lama : biopsi intoto -Yang akan dioperasi lagi : pilih ditempat luka sayatan RND KEGANASAN LEHER DAN KEPALA . paru. kepala terutama untuk neoplasma Cara Biopsi -Curiga radang : biopsi jarum -Proses spesifik : biopsi intoto -Limfoma.5-1 cm submandibular dan submental biasanya normal -Beberapa tempat disertai demam. ukuran >1cm.

kelenjar submandibularis dan pool bawah parotis Modified RND ada 3 macam : 1. dengan menyertakan jaringan sekitarnya termasuk m. Fungsional Neck Dissection -Untuk mempertahankan fungsi leher dan kosmetiknya -Tidak diangkat : m. yang mana operasi hanya satu-satunya terapi 4.tiroid diferensiasi baik -Tidak untuk metastase kelenjar oleh squamous cell ca.tiroid dgn No dilakukan diseksi paratrakheal -Ca. Kelenjar N3ndan tidak berubah setelah radiasi 4. clavicula (caudal). upper dan midjugular -Pada ca. v. Multiple nodul pada kulit 5. v.parotis dengan No dilakukan diseksi submandibulare -Ca. Sparing Accessory nerve -RND dengan menyelamatkan n.T4 yang sudah dioperasi dan disinar 3. Invasi ke vertebra servicalis atau dasar otak . m.jugularis interna dan externa.omohyoid. tetapi secara prosentase bermakna mengandung metastasis (>25%) 2. Ada N1 pada oral/oropharynx/hypopharynx cancer dengan T3. dan garis tengah (medial) hingga tepi anterior m. Kelenjar terfikser (N3) jadi mobile setelah radiasi/kemoterapi Indikasi Modified Radical Neck Dissection (MRND) 1. submandibulare. carotoid triangle — meliputi grup jugulodigastric. Kelenjar secara klinis positif pada keganasan leher-kepala yang tumor primer tidak terkontrol 2. Tiroid diferensiasi baik. 2.jugularis interna. Kelenjar positif. Rongga mulut dengan No Indikasi Indikasi Diseksi Leher Radikal (RND) 1. Kelenjar positif.sternocleidomastoideus (cegah carotid blow out). Regional Neck Dissection -Mengangkat satu atau lebih grup kelenjar di leher -Misal : submentale. Ca.XI -Dianjurkan untuk metastasis yang terbatas di trigonum anterior 3. Ada metastasis jauh 3.Radical Neck Dissection Operasi pengangkatan seluruh kelenjar getah bening leher secara En bloc antara mandibula (cranial). Tumor primer tidak terkontrol 2. setelah radiasi radiasi leher 3.XI -Jadi membersihkan kelenjar di trigonum anterior dan posterior -Dianjurkan untuk metastase kelenjar oleh ca.trapezius (lateral). n. klinis multiple metastasis leher (Oldhof) Kontraindikasi Kontra indikasi(RND) 1.sternocleidomastoideus. Kelenjar secara klinis negatif.

6. Kontraindikasi medis 7. Harapan hidup kurang dari 6 minggu (Oldhof) Kontra Indikasi MRND 1. Kelenjar positif dan bedah merupakan satu-satunya jenis terapi 2. Kelenjar positif, setelah mendapat radiasi leher 3. Kelenjar positif, setelah sebelumnya dilakukan MRND 4. Kelenjar positif, yang mana tumor primernya melanoma 5. Operator tidak berpengalaman Insisi Kulit Insisi kulit tergantung 1. Lokasi lesi primer 2. Pernah tidaknya mendapat radiasi sebelumnya 3. Perencanaan untuk unilateral atau bilateral RND 4. Keterampilan dan kebiasaan ahli bedah Macam Insisi : -Hayes Martin’s incision -Mac Fee incision -Barbara Incision -Z incision Kontroversi dalam RND A. Beberapa pendapat dalam menangani No : 1. Observasi saja sampai timbul N1 2. Biopsi eksplorasi dan pembuktian histopatologis 3. Radiasi Dengan berbagai alasan : 1. Kelenjar berfungsi sebagai barier 2. Kesalahan penilaian No secara klinis 10-50%, di samping incidence occult metastase keganasan rongga mulut cukup tinggi 3. Kemungkinan kelenjar mengandung metastasis tergantung lokasi, stadium, dan histologis tumor primer 4. Melanoma dengan No, ketebalan infiltrasi (BRESLOW) - <0,7 mm kemungkinan KGB positif : 20% - 0,7-3,39 mm kemungkinan KGB positif : 20-60% - >4 mm kemungkinan positif, metastasis jauh : 60% B. Mengenai m.platysma 1. Platysma diangkat, dengan alasan radikalisme 2. Meninggalkan platysma bersama flap kulit akan menjamin vitalitas dan gerakan kulit leher dan perlindungan a.carotis lebih tebal Beahr dan Shah : platysma dipertahankan kecuali metastasis sudah menembus kapsul atau N2 Oldhof : platysma dipertahankan untuk ca.tiroid diferensiasi baik Komplikasi Waktu Operasi 1. Perdarahan -Akibat cedera pembuluh darah, hemostasis tidak sempurna 2. Emboli darah : akibat perlukaan vena 3. Cedera ductus thoracicus -Menyebabkan fistel khilous, luka sukar sembuh 4. Cedera saraf -N.frenicus : kelumpuhan diafragma -N.rekuren : kelumpuhan pita suara

-N.fasialis cab. mandibule : kelumpuhan otot sekitar mulut -N.spinalis accessorius : drop shoulder 5. Perangsangan carotid body -Terjadi penurunan tekanan darah secara mendadak -Pencegahan : teteskan procain 1% pada carotid body sebelum diseksi Segera Setelah Operasi 1. Haematoma -Dapat menyebabkan sumbatan jalan napas -Terapi : evakuasi hematom, ligasi sumber perdarahan, trakeostomi 2. Infeksi 3. Trakheomalasia -Akibat : kerja terlalu kasar (trauma), intubasi lama, invasi tumor ke trakhea -Terapi : trakheostomi 4. Flap yang nekrosis 5. Ruptur a.carotis -Biasanya terjadi pada hari 12-24 -Atasi dengan flap otot levator scapulae Komplikasi Lama 1. Drop shoulder 2. Gangguan sensoris leher 3. Kosmetik 4. Edem menetap pada muka, submandibula, submental Teknik Operasi Umumnya digunakan insisi T, dengan teknik en bloc Step 1 : Insisi dan pengangkatan flap -Insisi pertama mulai dari infraauriculer ke arah bawah belakang -Kedua muali setinggi os hyoid melengkung atas dan berakhir pada setinggi simfisis mandibula — sehingga terbentuk 3 flap -Flap superior dibebaskan sampai tepi bawah mandibula dan pole bawah parotis -Flap anterior dibebaskan sampai garis tengah leher -Flap posterior dibebaskan ke arah belakang sampai batas belakang sternocleidomastoideus dan batas depan trapezius tampak Step 2 : Diseksi bagian trigonum belakang leher -Ujung atas sternocleidomastoideus dipotong dan diklem lalu ditarik ke garis tengah -Fascia dipotong sepanjang levator dan tepi depan trapezius sampai clavicula -Spesimen diangkat dari otot dasar trigonum posterior dengan memisahkan fascia servicalis profunda -Spesimen ditarik ke arah tengah, tampak vasa servicalis transversa, yg selanjutnya diligasi dan dipotong sehingga spesimen mudah dibebaskan sampai carotid sheath -Lemak di bawah trapezius dibebaskan, sehingga tampak grup

kelenjar subtrapezeus dari Rouviere -Platysma dipotong sepanjang batas atas clavicula tanpa merusak v.jugularis externa beserta fascia servicalis superficialis -V.jugularis externa diisolasi, potong di antara 2 ligasi -Venter posterior omohyoid dipotong diantara 2 klem -Saraf supraclavicularis cabang dari flexus servicalis superficialis juga dipotong -Seluruh lemak trigonum posterior diangkat Stage 3 : Ligasi dan pemotongan ujung bawah vena jugularis interna dan diseksi regio carotis -Rongga suprasternal dibebaskan dengan gunting, lalu jari telunjuk dimasukkan ke rongga tersebut, ke bawah insersi sternocleidomastoid (Gruber’s space) untuk mengisolasi ujung akhir otot, yang selanjutnya dipotong (dengan perlindungan jari telunjuk) -V.jugularis anterior (dalam Gruber,s space) diidentifikasi, ikat, potong -Ujung bawah sternocleidomastoid diklem dan diangkat sehingga tampak v.jugularis interna, lemak, v.subclavia, kelenjar limfe -Kelenjar limfe lalu diangkat -Vasa servicalis transversa diidentifikasi, ikat, potong -Bila ductus thoracicus terlihat ligasi lalu potong diantaranya -Ujung bawah v.jugularis interna dipisahkan dari n.vagus, lalu vena dipotong diantara dua ikatan (non absorbable) -Pisahkan a.karotis dari v. jugularis interna, juga n.vagus sampai mencapai batas superior regio caroticum dengan menemukan n.XI, n.XII, rantai simpatis servicalis -Cabang anterior flexus servicalis superficialis yang mengelilingi tepi belakang m.sternocleidomastoid dipotong (hati-hati n.frenukus) -Fascia superficialis dan media dipotong sepanjang tepi bawah omohyoid (venter anterior) sampai os hyoid — spesimen mudah diangkat sampai tulang tersebut -Identifikasi gastricus, stylohyoid, n.XII, cabang a.carotis externa —- cabang kolateral v.jugularis interna = v.tiroideus inferior Step 4 : Pengangkatan pole bawah kelenjar parotis dan bagian atas v.jugularis interna -A.occipitalis yang berjalan dekat digastricus venter posterior diidentifikasi, ligasi, potong -Venter posterior digastricus diangkat ke atas sehingga tampak v.jugularis interna, potong (setinggi mungkin) diantara 2 ligasi -Pole bawah parotis diklem, potong di bawah klem -Klem dilepas, lalu venter posterior digastricus dijahitkan (kontinu) pada potongan permukaan kelenjar parotis Step 5 : Pengangkatan regio submandibularis -Platysma dipotong sepanjang tepi bawah mandibula -Vasa maxillaris externa, v.facialis anterior diligasi, lalu potong -Identifikasi cabang mandibularis n.facialis yang menyilang pemb. darah tadi -Spesimen diangkat ke arah garis tengah, tampak ligamentum stylomandibulare, yang selanjutnya dipotong -Di depannya tampak a.facialis, ligasi, potong

kulit dengan mononilon/cotton -Continous suction menjamin kontak yang optimun antara flap dengan luka operasi Perawatan Pasca Operasi 1. epitel squamous atau kolumner Terapi -Ekstirpasi seluruh kista dan duktus . subkutan dengan catgut 3-0.VII) -Pengangkatan spesimen selesai seluruhnya dengan memotong insersi omohyoid di hyoid dan membersihkan jaringan lemak di antara kedua venter anterior digastricus Step 6 : Terakhir -Lapangan operasi diirigasi dengan aqua steril -Pasang drain polietilen atau kateter : diletakkan pada tempat operasi yang paling dalam.XII) -Bagian depan kelenjar & ductus Wharton dipotong (hati-hati n. Posisi penderita dalam 48 jam pertama -Kepala dalam keadaan elevasi 45 derajat -Dalam 24 jam sebaiknya sudah berdiri dan berjalan (hari II) 3. Pemberian AB KELAINAN LAIN PADA LEHER KISTA DUKTUS TIROGLOSUS -Akibat obliterasi tidak komplit dari jalan turun kelenjar tiroid dari foramen caecum hingga prelaringeal setinggi cricoid -Lokasi pada mid line (di atas tiroid sampai dasar lidah) -setinggi os hyoid 90% -setinggi tiroid 8% -setinggi lidah 2% -Terutama usia 2-7 tahun (50% pada usia 2-10 tahun) Klinis -Ikut bergerak saat menelan atau menjulurkan lidah -Sering ada traktus dari kista hingga ke os hyoid -Infeksi sering menyebabkan abses. setelah pecah atau diinsisi dapat timbul fistel Patologi -Berisi unsur keloid. Intake makanan -Bila perlu pasang sonde lambung 4. jahitan sirkuler disekelilingnya untuk mencegah masuknya udara -Flap dikembalikan pada posisi semula dengan jahitan 2 lapis terputus. ujung akhir dikeluarkan lewat ujung bawah insisi pertama. Airway -Jamin kelancarannya -Kadang diperlukan intubasi ulang atau pemasangan trakheostomi 2.-Seluruh isi submandibularis diangkat (hati-hati n. Perawatan drain -Pakai vacum drainage -Diangkat pada hari 4-5 post operasi atau cairan < 50 cc/hari 5. difiksasi di otot (catgut).

penekanan pada saluran napas. kista.KISTA BRONKOGENIK -Terutama usia 2-7 tahun -Kegagalan pertumbuhan celah insang I dan II sehingga timbul sisa sepanjang bagian anterior m. pulsasi suhu. shape. aksilla. menjadi sakus limfatikus -Berasal dari anyaman limfatik massa embrional Klinis -Massa kistik. bebas dari kulit. lobulated (berlobus). sedikit melekat pada dasarnya -Khas : transluminasi positif dengan batas tidak tegas -Dapat besar sekali. transluminasi. inguinal -75% ditemukan saat lahir maupun neonatus -Anyaman limfe mengalami dilatasi dan bergabung membentuk jala. unsur limfoid Terapi -Ekstirpasi kista HYGROMA SISTIKA -Nama lain : limfangiona kistik -Terutama usia 1-2 tahun -Seluruh tubuh. fistel atau kombinasi Klinis -Benjolan sejak lahir. fiksasi pada dasar kulit.sternokleidomastoideus -Berupa : sisa tulang rawan. kista/fistel (sekresi cairan) . fluktuasi. fistel teraba sebagai jaringan fibrotik bila ditegangkan dengan tarikan ke arah kaudal -Fistulografi mungkin memperlihatkan bahan kontras masuk ke faring Patologi -Epitel berlapis gepeng. fluktuasi. mediastinum. size. konsistensi. sinus. bunyi arus. perluasan ke mulut . kadang dapat diikuti sampai orofaring -Pada palpasi kranial. penekanan pleksus brakialis Patologi -Pada permukaan ditemukan kista besar yang makin ke dalam makin menjadi kecil seperti buih sabun -Jenis : -simpleks : sel kapiler limfatik yang kecil -kavernosa : sel kapiler limfatik yang lebih besar -kistik : hygroma klasik Terapi Pembedahan dilakukan setelah neonatus -Eksisi total lalu pasang drain isap -Infiltrasi subkutan bleomisin pasca bedah Sifat tumor yang diperiksa 4S (site. berbenjol. bulat/lonjong. lunak. unilateral/bilateral. tetapi terutama leher (trigonum posterior) 75%. permukaan halus. unsur tulang rawan. kolumner. LIMFOMA MALIGNA . surface).

netrofil. Hodgkin limfoma sering pada umur muda. kulit. Lymphocyte Depletion (LD) Limphocyte predominance -Limfosit matang banyak. supraklavikuler.II Mixed cellularity -Bentuk antara LP dengan LD -Sering pada pria yang disertai dengan gejala sistemik (demam. Berhubungan dengan rangsangan imunologik persisten 2. eosinofil dalam jumlah kecil -Nekrosis atau fibrosis sedikit -Sering pada pria. sekitar 2% -Negara berkembang. disertai gejala sistemik berat dan agresif Lymphoma Non Hodgkin (LNH) Rapport (Modifikasi. Limphocyte Predominance (LP) 2. terutama KGB leher bawah. mediastinal -Prognosis baik pada stadium I. berat badan menurun. sel datia RS (Reed-Sternberg) kadang ditemukan -Sel plasma. usia < 35 tahun -Prognosis baik Nodular sclerosis -Ada sel lakunar. Mixed Cellularity (MC) 4. Nodular Sclerosis (NS) 3. Epstein Barr virus : terutama limfoma Burkitt 3. organ lain -Di negara maju tumor ini relatif jarang. serabut kolagen tebal yang membagi limfoid dalam beberapa nodulus -Pada wanita muda. Herediter HISTOPATOLOGIS Lymphoma Hodgkin (LH) Rye 1. berkeringat) Lymphocyte depletion -Jenis : fibrosis difus dan retikuler -Melibatkan banyak jaringan limfoid -Sering usia lanjut. 1966) 1. paru. Follicular poorly differentiated lymphocytic (FPDL) .PENDAHULUAN -Merupakan tumor ganas yang berasal dari jaringan limfoid (sistem limfatik dan imunitas) -Dapat juga dijumpai ekstranodal : saluran cerna. bimodal (15-35 tahun dan > 50 tahun) ETIOLOGI Multifaktorial ? 1.

Diffuse mixed lymphocytic histiocytic (DMLH) 8. Diffuse poorly differentiated lymphocytic (DPDL) 6. Diffuse histiocytic (DH) 7. Follicular histiocytic (FH) 3.2. Diffuse undifferentiated (DU) -Burkitt -non Burkitt Lukes-Collin (1974) Kategori sel B (65%) -Small lymphocyte (SL) -Plasmacytoid lymphocyte (PIL) -Follicular small cleaved (FSCI) -Follicular large cleaved (FLCL) -Follicular small non-cleaved (FSNCI) -Follicular large non-cleaved (FLNCI) -Immunoblastic-sarcoma (IS) Kategori sel T (16%) -Small lymphocyte (SL) -Convoluted lymphocyte (CoL) -Sezary-Mycosis fungoides (SMF) -Immunoblastic-sarcoma Histiocytic (1%) U cell (undifined) (18%) Kiel (1974) Derajat keganasan rendah Lymphocytic (L) -B-cell -T-cell -Hairy cell leukemia -Mycosis fungoides/ -Sezary’s syndrome -T-zone lymphoma Lymphoplasmacytic/cytoid (Lpl) -Lymphoplasmacytic -Lymphoplasmacytoid -Plasmacytic Centrocytic (CC) Centroblastic-centrocytic (CB-CC) -Follicular -Diffuse Derajat keganasan tinggi Centroblastic (CB) Lymphoblastic (Lbl) . Diffuse well differentiated lymphocytic (DWDL) 5. Diffuse lymphoblastic (DL) 9. Follicular mixed lymphocytic histiocytic (FMLH) 4.

lien. inguinal -LH : 80% dimulai pembesaran kGB leher -LNH : dapat dimulai di semua KGB -Demam subfebril. payer’s patch GAMBARAN KLINIS -Pembesaran KGB : leher. berkeringat. sumsum tulang. mediastinum. berat badan turun 10% dalam 6 bulan terakhir. paraaortal. aksilla. paraaorta) Penyebaran perkontinuitatum Nodus mesenterium dan cincin waldeyer jarang terlibat Keterlibatan ekstranodal jarang Lebih sering nodus perifer yang multiple Bukan perkontinuitatum Sering melibatkan . timus. berat badan turun. spleen (IIIS) atau keduanya (III SE) Tersebar menyeluruh pada organ ekstralimfatik dengan atau tanpa terlihat KGB Keterlibatan hati. pruritus Hodgkin Lymphoma Non Hodgkin Lymphoma Lebih sering terbatas pada kelompok nodus satu sumber tunggal (leher.-B-Lymphoblastic (B) -Burkitt (Btt) -T-Lymphoblastic (T) -Convolute cell (Con) -Unclassified Immunoblastic (Imb) Working formulation -Lampiran STADIUM Ann Arborr (1971) Interpretasi I II III IV Satu KGB daerah tertentu (I) atau ekstralimfatik (IE) Lebih dari satu KGB di atas diafragma (II) atau lebih dari satu ekstralimfatik di atas diafragma (IIE) KGB di atas dan di bawah diafragma (III) atau disertai limfoma ekstralimfatok (IIIE). keringat malam tanpa sebab) Jaringan limfatik : -KGB. menunjukkan stadium IV Stadium dibagi menjadi : A : bila tidak disertai gejala sistemik B : ada gejala sistemik (demam. cincin waldeyer. appendiks. mediastinal.

dll 5. limfangiografi.IV : kemoterapi berganda -Keganasan tinggi : kemoterapi berganda Kombinasi : vincristine.II : radiasi KGB dan regional -Derajat sedang dan III. Histopatologis -FNA -Biopsi 4. MC) : semua KGB di atas diafragma (lapangan mantel). methotrexate. Pemeriksaan penunjang -Laboratorium -Radiologi : toraks foto. cyclophosphamide dosis tinggi PROGNOSIS -HL I dan II : harapan hidup 5 tahun 100% -HL III dan IV : 50% TUMOR GANAS ESOFAGUS .Sering DIAGNOSIS 1. Pemeriksaan fisis 3. CT scan -USG.4 mg/iv 100 mg/oral 25 mg/oral Ke 1 dan ke 8 Ke 1 dan ke 8 Ke 1 sampai ke 14 Ke 1 sampai ke 14 Non Hodgkin Lymphoma -Derajat keganasan rendah dan stadium I : radiasi -Derajat keganasan sedang dan I. untuk LD perlu tambahan kemoterapi -III A : splenektomi Kemoterapi -Untuk III B dan IV MOPP Obat Dosis mg/m2 Waktu hari pemberian Nitrogen Mustard Oncovin Procarbazin Prednison 6 mg/iv 1. Laparatomi TERAPI Hodgkin Lymphoma Radioterapi -Kuratif untuk semua stadium -I dan II (NS. Anamnesis 2.

Rusia. terutama usia lanjut -Predileksi : Cina. supraklavikulat. KGB di gastrika sinistra. ulkus. Alkoholisme dan rokok 3. seliakus -Bagian distal : KGB seliakus. hati dan tulang SISTEM TNM T1 T2 T3 N1 N2 N3 M1 Invasi hingga mukosa atau submukosa Invasi ke dinding otot Menembus dinding otot KGB regional unilateral KGB regional bilateral Metastasis multiple ekstensif ke KGB regional Ada metastasis jauh . Diet/makanan 2. Skandinavia ETIOLOGI Multifaktorial ? 1.PENDAHULUAN -Paling sering adalah jenis karsinoma epidermoid -Di bagian distal (batas esofago-gaster). infiltratif Penyebaran Limfogen -Esofagus bagian servikal : KGB supraklavikular dan jugular anterior -Bagian torakal : ke KGB mediastinal pertrakea. Iritasi kronis -Esofagitis Barrett : terjadi metaplasia -Akalasia KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI Jenis : -Karsinoma epidermoid -Adenokarsinoma -Leiomiosarkoma -Fibrosarkoma -Melanoma maligna -dll Bentuk -Polipoid. periesofagus. sering oleh adenokarsinoma karena mukosa esofagus berasal dari gaster (Barrett) -Pria tiga kali lebih sering. subdiafragma. kurvatura minor Hematogen -Paru. Jepang.

MRI DIAGNOSIS BANDING 1. hipoalbuminemia -Esofagografi -Esofagoskopi dan biopsi -Endoskopi-USG -CT scan. muntah -Anemia -Suara serak : infiltrasi n.STADIUM Stadium Interpretasi Std I Std II Std III Std IV T1 No Mo T2 No Mo T3 No Mo. Striktur esofagus 4. Akalasia 3. Anamnesis 2. gejala metastasis lain DIAGNOSIS 1. Hernia esofagus TERAPI Pembedahan -Reseksi esofagus yang diikuti dengan rekonstruksi -Dapat bersifat kuratif dan paliatif Radioterapi -Karsinoma epidermoid cukup sensitif. Islandia . Tumor jinak 2. adenokarsinoma resisten Kemoterapi -Efeknya kecil TUMOR GANAS LAMBUNG PENDAHULUAN -Banyak ditemukan di Cina. regurgitasi. T semua N semua Mo T semua N semua M1 GAMBARAN KLINIK -Disfagia progresif : awalnya makanan cair lalu padat -Berat badan turun.rekurens -Pembesaran KGB. Pemeriksaan penunjang -Laboratorium : anemia. Pemeriksaan fisis 3. Chili. Jepang. Histopatologis -Sitologi eksfoliatif dan biopsi 4.

bentuk noduler Tipe III -Ulkus.-Jepang 70. Eropa 40. Makassar 3:2) -Paling sering : adenokarsinoma (95%). seperti jamur. Medullary tumor 4. ulkus superfisial/profunda Old Classification 1. invasi pada pinggir dan dasar tumor -Dinding licin. Colloid or gelatinous carcinoma 5.000 -Resiko meningkat sesuai dengan peningkatan umur -Terutama usia 60 tahun. Faktor lingkungan -Daerah dingin -Rumah dengan pemanas batubara. pilorus sepanjang kurvatura minor (40%) -1/3 tengah. Makanan/diet/kebiasaan -Makanan rendah serat. kardia (10%) -Multisentris (22%) ETIOLOGI Multifaktorial ? 1. batas tegas. terlalu asin/pedas/asam/panas -Merokok. batas tegas. nonulseratif. daerah pertambangan batubara 2. batas tidak tegas. Schirrous carcinoma . Faktor predisposisi/lesi prakanker -Aklorhidria/hipoklorhidria. alkohol 3. limfoma . Herediter -Golongan darah A -Riwayat keluarga menderita 4. tumbuh ke arah lumen Tipe II -Ulkus. Amerika 10/100. Papillary carcinoma 3. pria lebih sering (2:1. anemia pernisiosa -Adenomatous polyposis -Gastritis atrofikans -Ulkus gastrik KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI Borrman (1962) Tipe I -Polipoid. Simple adenocarcinoma 2. korpus (20%) -Fundus. leiomiosarkoma -Mayer : 90% ditemukan dalam stadium lanjut Lokasi : -Antrum. pinggir ulkus berbaur dengan mukosa yang berdekatan dan terinfiltrasi Tipe IV -Seluruh lambung terinfiltrasi.

T3 N1 Mo. kembung. termasuk linitis plastika Metastasis KGB perigastrik. hepatomegali. T2 No Mo T1 N2 Mo. rasa kenyang. KGB sepanjang tepi kiri gaster. tumor difus mengenai seluruh tebal dinding tanpa batas jelas. T4 N1-2 Mo T semua N semua M1 GAMBARAN KLINIK -Stadium awal biasanya asimptomatik -Rasa berat epigastrium. hematemesis. seliakus Metastasis jauh STADIUM Stadium Interpretasi IA B II III A B IV T1 No Mo T1 N1 Mo.Klasifikasi lain -Polipoid -Ulseratif -Superfisialis -Linitis plastika (prognosis paling jelek) SISTEM TNM T1 T2 T3 T4 N1 N2 M1 Terbatas di mukosa. tanpa invasi struktur sekitar Invasi struktur sekitar. obstruksi (tumor dekat pilorus) -Lanjut : nyeri perut. melena -Disfagia (tumor kardia). lamina propri dan submukosa Invasi muskularis mukosa dan subserosa Menembus serosa (peritoneum viserale). anemia. lienalis. T3 No. berat badan turun. Mo T2 N2 Mo. KGB supraklavikuler kiri (virchow) . rasa terbakar. T4 No Mo T3 N2 Mo. hepatika komunis. T2 N1 Mo. asites. anoreksia. massa pada colok dubur. < dari 3 cm dari tumor KGB perigastrik (>3 cm).

Anamnesis 2. 30-59 thn (50. adriamycin. enzim (beta glukoronidase. Pemeriksaan fisik 3.6%). perbaiki pasase. Histopatologi -Sitologi. Pemeriksaan penunjang -Laboratorium : LFT. adriamycin. 5 cm (tumor infiltrasi) Setelah gastrektomi dilakukan : Post subtotal gastrektomi -Billroth I atau II -Roux-en-y gastrektomi Post gastrektomi -Roux-en-y -Hunt Lawrence -Lygidaksis modifikasi Paliatif -Untuk mengurangi gejala. tukak. sialoglukoprotein). BCNU -5 FU. AFP) -Gastroskopi fiberoptik -Radiologis : polos. metil CCNU -5 FU. serologi (CEA. metil CCNU PROGNOSIS Prognosis tergantung : 1.DIAGNOSIS 1. Usia -Kurang dari 30 thn (37.1%). tonjolan) -USG. >60 thn (38. Scanning TERAPI Pembedahan Kuratif -Operasi radikal : gastrektomi total/subtotal disertai pengangkatan KGB dan organ lain yang terlibat -Batas reseksi 4 cm dari tepi tumor (tumor lokal). biopsi 4. Lokasi . mitomicyn C -5 FU. kontras (deformitas. kwalitas hidup -Gastroenterostomi -Intubasi -Ekslusion Kemoterapi -Tumor inoperabel dan tidak radikal.9%) 2. sebagai ajuvant Tunggal : -5 FU -Adriamycin -Mitomycin C -Metil CCNU Kombinasi : -5 FU. laktat dehidroginase.

III (35.7%). N2 (22.7% -Std II : 64. biopsi (5. Menarki cepat (< 12 tahun) . 25% kulit hitam Tertinggi pada usia 45-66 tahun. serviks USA : 28% Ca wanita kulit putih. II (48.3%).4%) 4.1 menyusul ca. Genetika Kecenderungan pada keluarga tertentu. subserosa (58. resiko meningkat (>30 tahun) 2.2%) -Std I : 90.5%).4%).9 PAYUDARA TUMOR GANAS PAYUDARA Pendahuluan Insidens : -Negara maju : no.4% -Std IV : 4. Tipe operasi -Gastrektomi kuratif (51. Usia makin lanjut.1%). lateroinferior dan medioinferoir Mamma sinistra lebih sering dibanding deksta Etiologi Sebab pasti belum diketahui.9%).9%).3%). 1/3 proksimal (29. serosa (32. terdapat kanker yang sama Ada persamaan lateralitas pada keluarga dekat dari penderita Pada Klinefelters 66 kali kemungkinan menderita dibanding pria normal 2.6%) 5. superomedial.6%). Radiasi Terutama pada daerah dada Faktor Resiko 1.5%).7%) 6.2%). Hormonal Umumnya pada wanita Usia di atas 35 tahun insidensnya tinggi Pemberian hormonal banyak memberi hasil pada kanker lanjut 3.8%). 1/3 tengah (49. Tipe -Borrmann I (43. Makanan Terutama makanan yang mengandung lemak (belum terbukti) 5. Virus Peranannya belum dapat dipastikan pada manusia 4. lalu sentral (subareolar).9%). Metastasis KGB -No (77. N1 (50. serviks -Sulsel : no. paliatif (15. invasi organ sekitar (6.2 setelah ca.6%). by pass. submukosa (85. jaringan lemak (37. muskularis propri (68. kemungkinan multifaktorial ? 1. Dalamnya invasi -Mukosa (91%). terutama bila ibu/saudara kandung menderita Ada distribusi predileksi antar bangsa atau suku bangsa Pada kanker monozygote.5% -Std III : 33. serviks -Indonesia : no. jarang di bawah 20 tahun Terutama kwadran lateral superior.1%) 3.-1/3 distal (46.1 menyusul ca. IV (15.

subclavicula. Ekstensi lokal 2.3. Limfogen Kelenjar aksilla : central nodes (90%). Riwayat ca. Riwayat keluarga : ibu / saudara kandung menderita 8. Non invasive (in situ) • Intraductal carcinoma • Intralobuler carcinoma 2. Tidak kawin 7. kadang tanpa gejala -Nyeri. Ro : osteolitik -Nyeri. Hematogen Lewat sistem vena. Menapause terlambat 4. fraktur patologis -Nyeri. mungkin ada multiple coin lesion (ukuran bervariasi) -Nyeri. mamma kontralateral 9. efusi pleura -Massa. ataksia. ikterus obstruksi. fraktur patologis -Sesak. Riwayat radiasi daerah dada 11. kadang tenpa keluhan -Kompresi medulla spinalis. Invasive • Invasive ductal carcinoma : paling sering • Invasive ductal carcinoma with predominant intraductal componen . bermetastasis ke paru. Terapi hormonal lama Metastasis 1. Riwayat operasi tumor jinak (displasia/fibrokistik tertentu) 10. parastesi Klasifikasi histopatologis 1. Kehamilan pertama tertunda atau tidak ada anak 5. interpektoral/Rotter’s nodes. Riwayat operasi ginekologik 12. muntah. mammaria eksterna (paling jarang) Kelenjar supraclavicular : dari subclavicular (langsung) atau dari sentinel nodes/grand central limfatik terminus (tidak langsung) Kelenjar mammaria interna Metastasis hepar : terutama bila tumor di tepi medial bgn bawah payudara 3. Tidak menyusui 6. paresis. organ lain Lokasi Gejala dan Tanda Paru Tulang -Tengkorak -Vertebra -Iga -Tlg panjang Pleura Hati Otak -Biasanya tanpa gejala.

peau d’orange.2-2 cm 1b2 : > 4 KGB. ukuran 0. homolateral.5 . saling melekat. ulkus. termasuk ke kelenjar supraclavicular . mobil 1a : mikrometastasis ( < 0. sekitarnya N3 : Teraba kelenjar mammaria interna homolateral M : Metastasis ke organ jauh Mx : Tidak dapat ditentukan metastasis jauh Mo : Tidak ada metastasis jauh M1 : Ada metastasis jauh. ukuran 0. satelit 4c : 4a + 4b 4d : Mastitis carsinomatous N : Metastasis ke kelenjar getah bening Nx : Kelenjar regional tidak dapat ditentukan No : Tidak teraba kelenjar aksilla N1 : Teraba kelenjar.2 cm 1b1 : 1-3 KGB. Paget dis pada papilla tanpa teraba tumor To : Tidak ada bukti adanya tumor primer T1 : Tumor < 2 cm 1a : < 0. Paget’s disease of breast Sistem TNM T : Tumor primer Tx : Tumor primer tidak dapat ditentukan Tis : Ca invasif.5 cm 1b : 0.1 cm 1c : 1 . insitu. peau d’orange.2 cm) 1b : > 0.2-2 cm 1b3 : Menembus kapsul KGB dengan ukuran < 2 cm 1b4 : Ukuran > 2 cm N2 : Teraba kelenjar homolateral. penyebaran langsung ke dinding thorax atau kulit (edem. ulkus. satelit) 4a : Ekstensi ke dinding dada 4b : Edem kulit.2 cm T2 : Tumor 2 – 5 cm T3 : Tumor > 5 cm T4 : Tumor (tanpa memandang ukuran).• Invasive lobular carcinoma • Mucinous carcinoma • Medullary carcinoma • Papillary carcinoma • Tubular carcinoma • Adenocystic carcinoma • Apocrine carcinoma • Juvenile carcinoma • Carcinoma with metaplasia • Carcinoma with squamous type • Carcinoma with spindle cell type • Carcinoma with cartilagineus and osseus type • Carcinoma mixed type 3.

lama. Berupa serous. seperti air.2. T2NoMo II B : T2N1Mo. jumlah anak. sesak. atau ca lain Radiasi daerah thorax Keluhan yang berhubungan dengan metastasis Batuk.3 tanpa mengubah klasifikasi Dinding thorax : iga. perubahan lain pada kulit (kecuali pada T4). sakit/tidak. sakit saat haid Menarche (bila cepat. TsemuaN3Mo Stage IV : TsemuaNsemuaM1 Gambaran klinik Anamnesis Umur Kanker biasanya umur yang lebih tua → > 65 tahun anggap ganas Keluhan payudara atau ketiak Massa di payudara. edem lengan Sakit. resiko tinggi). infeksi Pengeluaran cairan Berdarah biasanya intraductal papilloma/intraductal papillary ca. serosanguineus Haid Membesar. T1N1Mo.Catatan : Lekukan kulit. resiko tinggi) Kehamilan Umur tua (resiko tinggi). abortus Riwayat menyusui Obat kontrasepsi Cegah penyakit fibrocystic Resiko dipertanyakan Perkawinan Tidak kawin (resiko meningkat) Riwayat sebelumnya Pernah biopsi/tidak. nipple discharge. ganas. susu. retraksi nipple/kulit Massa di ketiak. sakit/tidak di ketiak. bisa ditemukan pada T1. frekwensi. penyakit fibrokistik Tidak berubah : tumor jinak. retraksi papilla. nyeri tekan Jarang pada kanker Berubah dengan siklus : tegangan premens. serratus anterior tanpa otot pektoral Stage grouping (AJCC/UICC) Stage 0 : TisNoMo Stage I : T1NoMo Stage II A : ToN1Mo.interkostal. teratur/tidak Umur saat menopause (bila lambat. operasi/tidak Sebelumnya pernah menderita (resiko tinggi) Keluarga menderita (ibu dan saudara perempuan). nyeri pada tulang Nafsu makan Berkurang atau tetap . nanah hijau. m. T3NoMo Stage III A : To-2N2Mo. T3N1-2Mo III B : T4NsemuaMo.

Berat badan Menurun atau tetap Pemeriksaan fisis Inspeksi Periksa kedua payudara. penebalan kulit . pengeluaran cairan. terutama orang tua) Areola dan puting susu -Exoriasi kulit. laktasi -Jernih : normal -Hijau : perimenopause. hemoragik. kelainan fibrokistik -Hemoragik : karsinoma. retraksi. mukous. bersisik dan mudah berdarah Cairan papilla mamma -Sifat cairan : serous. kemerahan. dengan tangan di pinggang Catat perubahan suhu kulit. eksema -Pointing nipple (arah puting susu) : mengarah ke kwadran yang sakit -Kedudukan kedua puting susu : sama tinggi atau tidak -Paget dis : kulit puting kering. IV bagian volar phalanges tengah dan distal tangan kanan (jangan menggunakan ujung jari) Palpasi sistematis : kwadran atau dari luar ke dalam se arah jam Duduk tegak. papilloma intraduktal -Ada/tidaknya sel tumor -Unilateral/bilateral -Satu duktus atau beberapa duktus -Keluar spontan atau setelah dipijat -Keluar bila seluruh mamma ditekan atau dari segmen tertentu -Berhubungan dengan siklus haid -Premenopause atau pascamenopause -Penggunaan obat hormon Palpasi Pemeriksaan Payudara Harus didampingi perawat wanita Sebelumnya kedua tangan saling digosokkan Gunakan jari II. III. edem. turgor. axilla dan leher Penderita duduk : bandingkan antara mamma kiri dan kanan Saat mengangkat kedua lengan dan saat diturunkan/samping Perhatikan adanya benjolan Normal ada asimetri ringan dari payudara Perubahan pada kulit : -Dimpling/berlekuk. ektasi duktus. inversi. susu -Susu : hamil. gambaran vena -Kemerahan (infeksi) -Edem : pada selulitis dapat menyebabkan edem difus -Peau d’orange (pig skin) : kelainan kulit berbintik seperti kulit jeruk akibat obstruksi limfatik (ganas) -Nodul satelit -Ulkus (karsinoma.

bentuk.pectoralis major Penderita menekan kuat pinggang atau meletakkan kedua tangan di belakang kepala (otot pectoralis major berkontraksi) Bila tumor tak bebas bergerak waktu dikontraksikan dan bebas saat relaksasi maka pectoral fixation test positif Serratus anterior fixation test Untuk yang berlokasi di kwadran lateral bawah Kedua lengan penderita memegang bahu pemeriksa Pemeriksaan kelenjar Penderita tetap duduk tegak Bila ada pembesaran : catat besar. melekat : ganas. nyeri. bentuk. besar. III. IV tangan kanan diletakkan di bawah humerus kiri. kista Keras. catat : lokalisasi. berbenjol. nyeri tekan/tidak. mobilitas Kelenjar Limfe Supraclavicular Penderita mengangkat kedua bahu dan sedikit membungkuk Pemeriksa dapat dari depan atau dari belakang Kelenjar Limfe Infraclavicular Penderita membusungkan dada Kelenjar Limfe Axillaris Pars Centralis Kiri Tangan kiri pemeriksa mengangkat lengan kiri penderita ke atas Tangan kanan (ujung jari) dimasukkan jauh ke dalam apex fossa axillaris Lalu tangan diturunkan perlahan dan bila ada pembesaran kelenjar sentral (terkurung antara jari dengan dinding thorax) Kelenjar Mammaria Interna Kiri Pemeriksaan diteruskan ke bawah antara linea axillaris media dan anterior Kelenjar Axillaris Lateralis Kiri Lengan kiri penderita dipegang tangan kanan pemeriksa (abduksi 900) Ujung jari II. konsistensi. batas kurang jelas -Kelainan mammogram tanpa kelainan palpasi Tanda Lama -Retraksi kulit/areola . perlekatan dengan dasar (chest wall fixation test) Benjolan keras. tidak nyeri. permukaan kasar. inflamasi non infektif Kenyal : penyakit fibrokistik Lunak : lipoma Pectoral fixation test Dilakukan bila chest wall fixation test negatif Untuk tumor yang berlokasi di kwadran lateral atas Untuk mengetahui ada tidaknya infiltrasi tumor ke m. permukaan licin : fibroadenoma. 1/3 proximal bagian bawah penderita Kelenjar Limfe Subscapularis Kiri Pemeriksa di belakang penderita Lengan kiri diangkat dengan tangan kanan pemeriksa (abduksi 900) Ujung jari dimasukkan di belakang scapula Pemeriksaan saat berbaring Letakkan bantal kecil di punggung di mana payudara akan diperiksa Kedua tangan di bawah kepala : periksa kwadran lateral Kedua tangan disamping : periksa kwadran medial Tanda Dini -Benjolan soliter.Bila ada benjolan. konsistensi. batas tegas/tidak. agak keras.

Pemeriksaan Sitologi Untuk menentukan apakah segera perlu pembedahan frozen section atau dilanjutkan dengan pemeriksaan lain atau langsung ekstirpasi Hasil positif bukan indikasi bedah radikal Indikasi -Diagnosis preoperatif dengan dugaan tumor maligna -Diagnosis konfirmatif tumor maligna atau berulang -Menentukan neoplastik atau non neoplastik -Mengambil bahan aspirat untuk kultur. Utrasonografi Terutama untuk membedakan tumor solid atau kista (tampak bila ukuran telah 1-2 cm) c. lalu potong beku atau blok parafin -Insisional biopsi untuk yang inoperabel Diagnosis banding 1. Frozen section 4. Pemeriksaan penunjang a. Cystosarcona filoides 4. Pemeriksaan fisis 3. estrogen reseptor. Fibrocystic of the breast (mammary displasia) 3. CT scan Laboratorium : alkali fosfatase. dll Diagnosis pasti : histopatologis -Eksisional biopsi. Mammografi b. Pemeriksaan histopatologis a. menentukan morfometri sel tumor dan hormonal dependent b. Galactocele 5. Biopsi c. Biopsi Tru-cut d. Mastitis 6. Fibroadenoma mamma 2. Pemeriksaan Lain Thorax foto Bone scanning/bone survey USG abdomen/liver MRI.-Retraksi/inversi papilla -Kelenjar aksilla dapat diraba -Pengerutan atau pembesaran mamma -Kemerahan atau edem kulit -Fiksasi pada kulit atau dinding thoraks Tanda Akhir -Ulkus -Kelenjar supraclavikular teraba -Edem lengan -Metastasis jauh Diagnosis 1. Anamnesis 2. Nekrosis lemak .

Penentuan stadium harus akurat 2. Kuasai teknik diseksi dengan baik 5. isi fossa aksillaris dan m. insisi terpisah bila tumor di kuadran lain Radioterapi : pada mamma ipsilateral. dimulai 3-6 minggu setelah operasi (selama 5 minggu). kulit tidak diangkat (sedikit untuk PA) Diseksi axilla : dilakukan insisi terpisah Radioterapi : Radiasi ekternal dan intersisial dengan 192Ir Syarat BCT : 1. Radical mastectomy Pertama kali dilaporkan oleh Halsted (1882) Berupa pengangkatan seluruh mamma. Subcutaneus mastectomy Pengangkatan seluruh mamma dengan menyisakan areola dan papilla mamma 7. segmentektomi -Diseksi kelenjar aksilla -Radioterapi Penelitian Milan I (Veronesi 1973) : QUART Kuadrantektomi : mengangkat kuadran payudara yang mengandung tumor ( < 2 cm) beserta kulit dan fascia superfisial pektoralis mayor (insisi kulit ellips) Diseksi aksilla : lanjutan bila tumor primer di kuadran lateral atas. Pembedahan 1. misal radioterapi -Harga obat kemoterapi mahal 3. Simple mastectomy Pengangkatan seluruh mamma 6.pektoralis minor dan KGB interpektoral diangkat sementara m. Pengetahuan masyarakat untuk kontrol teratur 4. Dahl Everson : KGB mediastinal dan supraklavikular juga diangkat 5. Breast conserving treatment (therapy) Terdiri dari : -Kuadrantektomi.Penatalaksanaan A. Lokasi bukan sentral . Tersedia fasilitas radioterapi 3. sejak 1976 tidak di radiasi bila KGB axilla positif tapi diberi ajuvant kemoterapi (CMF) 12 siklus Penelitian Milan II (1985-1987) : TART Tumorektomi : eksisi tumor primer beserta jaringan normal payudara 1 cm. lumpektomi luas/tumorektomi. Modified radical mastectomy Patey (1930) : m. Tumor tunggal 7. KGB regional (mammaria interna juga diangkat) 4. Tumor ukuran < 5 cm 6.pektoralis mayor dan minor 2.pektoralis minor tidak diangkat MRM atas dasar : -Kurasi untuk 5-10 tahun cukup tinggi -Sebagian besar penderita jarang/susah kontrol teratur -Sarana lain kurang.pektoralis mayor tidak diangkat Madden : m. Superradical Wangensteen (1949). Extended mastectomy Handley dan Thacray (1954) : merupakan radical mastectomy yang diperluas.

8. Volume payudara sekitar 500 cc (Bra no. 34) 9. Tidak ada mikrokalsifikasi luas 10. Tidak dalam keadaan hamil 11. Bukan type : -Intraductal papillary ca -Lobular ca insitu -Invasif lobular ca -Infiltrating ductal ca -Paget's disease -Inflamatory breast ca 12. Tidak ada riwayat menderita penyakit kolagen Tehnik T M P A I S X R Lumpektomi Radikal Patey Radikal Halsted Radikal Urban Superradikal (Dahl Everson) + + + + ++ + + ++ + ++ + + + ++ +++ -+ + +

+ T : pengangkatan tumor/lumpektomi/kuadrantektomi M : pengangkatan payudara P : pengangkatan m.pektoralis major/minor A : pengangkatan KGB axilla I : pengangkatan KGB intratoraks (mammaria interna) S : pengangkatan KGB supraclavicular X : penyinaran megavolt mamma R : tindak bedah rekonstruksi atau prostesis Kriteria Inoperabilitas Haagensen : 1. Edem luas pada kulit mamma (>1/3) 2. Edem lengan 3. Ada nodul satelit 4. Nodul parasternal, nodul supraclavicula 5. Mastitis carcinomatous 6. Ada metastasis jauh 7. Locally advanced ( bila ditemukan 2 tanda) : -Ulserasi kulit -Kulit terfiksir di dinding thorax -Kelenjar axilla > 2,5 cm -Kelenjar axilla melekat satu sama lain Penyulit Mastektomi Radikal 1. Luka mastektomi dan diseksi aksilla Hematom, infeksi luka, seroma 2. Cedera saraf N.intercostobrachialis : mati rasa kulit ketiak, medial lengan atas N.thoracalis longus : m.serratus anterior N.thoracodorsalis : m.latissimus dorsi N.pectoralis : m.pectoralis 3. Kontraktur bahu 4. Limfedem extrimitas atas B. Radioterapi 1. Kuratif : bersama dengan MRM, BCT 2. Paliatif : tumor tak mampu angkat (T4) Dosis : Tumor primer : 5000-6000 rad KGB regional : 1500 rad C.Kemoterapi 1. Ajuvant : bila ada metastasis ke KGB 2. Paliatif : sudah ada metastasis sistemik Digunakan Kombinasi : CAF -Cyclophosphamide : 100 mg/m2/oral (hari 1 sampai 14) -Adriamycin : 50 mg/m2/iv (hari 1 dan -5 Fluourasil : 500 mg/m2/iv (hari 1 dan Lama 1 siklus adalah 28 hari

Respons 82% (CR+PR) CMF -Cyclophosphamide : 100 mg/m2/oral (hari 1 sampai 14) -Methotrexate : 40 mg/m2/iv (hari 1 dan -5 Fluourasil : 600 mg/m2/iv (hari 1 dan 6) Lama 1 siklus adalah 26 hari Respons 55% CA -Cyclophosphamide : 600 mg/m2/iv (hari ke-1) -Adriamycin : 40 mg/m2/iv (hari ke-1) Lama 1 siklus adalah 21 hari Respons 60-70% D.Hormonal -Telah ada metastasis jauh -Paliatif sebelum pemberian kemoterapi -Paliatif untuk pramenopause dengan cara oophorektomi bilateral -Ajuvant pada pascamenopause (ER+) dengan (KGB+) Jenis : 1. Oophorektomi bilateral 2. Obat : Tamoxifen (tamofen,nolvadex) 20-40 mg/hari : Linoral 3 x 0,1-0,5 mg/hari : Diethylstilbestrol 3 x 5-15 mg/hari : Testosteron 30 mg/minggu : Durabolin 50 mg/minggu : Sustanon 250 mg/minggu Stadium Dini (operable) Stadium I Terapi utama 1. Radical mastectomy 2. Modified radical mastectomy (Patey-Madden) Hasil diseksi kelenjar aksilla, bila histopatologis : (-) : observasi (+) : radiasi regional + ajuvant kemoterapi →sekalipun KGB (-), tetapi tumor sentral/medial, tetap diberi radiasi regional Terapi alternatif 1. BCT 2. Simple mastectomy + radiasi + ajuvant kemoterapi Stadium II Terapi utama RM / MRM + radiasi KGB dan Tumor bed Terapi alternatif Simple mastektomi + radiasi + ajuvant kemoterapi Stadium III a Simple mastektomi + radiasi + ajuvant kemoterapi Stadium lanjut (inoperable) Stadium III b (locally advanced ) 1. Kemoterapi : kuratif 12 siklus 2. Hormonal : tergantung pemeriksaan ER

Karsinoma mamma lanjut (lokal:T4) -Radioterapi dulu beberapa minggu lalu mastektomi (bila dapat diangkat) atau kemoterapi/hormonal tidak dapat diteruskan 4.ER (+) : radiasi + hormonal + kemoterapi ER (-) : radiasi + kemoterapi + hormonal Bila ER tidak dapat diperiksa : radiasi + kemoterapi + hormonal (berdasarkan progresivitas. Kehamilan -MRM diikuti dengan radiasi -Trimister pertama : radiasi dan kemoterapi tidak dapat diberikan -Tunda kehamilan berikut selama 2 tahun bila T1. Mastitis karsinomatosa -Kemoterapi. T3N1-2Mo IV Tsemua. hormonal 3. Karsinoma yang residif dan bermetastasis -Bedah : hanya biopsi -Radioterapi. lalu diberi hormonal atau kemoterapi Residu tumor (+) : hormonal terapi Terapi hormonal (tunggu 6-8 minggu) untuk melihat respon : Respon (+) : terapi hormonal diteruskan Respon (-) : berikan kemoterapi CMF atau CAF Terapi hormonal dibagi 3 group : Pre menopause : bilateral oophorektomi 1-5 tahun menopause : ER + bilateral oophorektomi : ER – post menopause Post menopause : hormonal inkubitif/aditif Stadium IV Pre menopause : bilateral oophorektomi Respon (+) : tunggu relaps — aminogluthethimid tamoxifen Respon (-) : kemoterapi CMF/CAF 1-5 thn menopause : ER + = pre menopause. kemoterapi. lalu dengan radiasi -Radiasi dulu tidak dianjurkan Prognosis Ditentukan oleh : 1. M1 85% 65% . ER – = post menopause Keadaan Khusus 1. Staging TNM Stadium Ketahanan hidup 5 tahun I T1NoMo II T2N1Mo III To-2N2Mo.N semua. Gambaran histopatologis : grade 2. urutannya hormonal dan kemoterapi) Setelah radiasi : Residu tumor (-) : tunggu sampai relaps.No.Mo 2.

Evaluasi terhadap populasi wanita normal tanpa keluhan atau gejala yang mengarah ke tumor payudara dalam usaha mendeteksi kanker dini.40% 10% Pencegahan 1.. Screening sebelum tindak bedah plastik atau kosmetik KELAINAN LAIN PADA PAYUDARA Kelainan payudara yang memerlukan tindak bedah Inflamasi/infeksi -Mastitis akut -Mastitis purulenta -Abses mamma Noninfeksi -Duktektasis . SARANIS (pemeriksaan payudara secara klinis) c. comet sign Deteksi dini karsinoma unpalpable Termasuk termografi. Mammografi Pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar X (soft tissue tecnique) yang bertujuan untuk menyaring ada tidaknya kelainan neoplasma ganas. 9% tidak dapat dideteksi dengan mammografi. cairan dari puting susu -Ada keluarga yang menderita 3. sekalipun tumor sudah dapat dipalpasi Tampak mikrokalsifikasi: sand like app. xerografi Indikasi Sebagai penyaring atau konfirmasi (setelah pemeriksaan ditemukan kecurigaan) 1. Seluruh kanker 88% dapat dideteksi dengan mammografi. 42% ditemukan hanya dengan mammografi saja sebelum kelainan ini cukup besar untuk di palpasi. SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) Pemeriksaan dilakukan 7-10 hari setelah haid >20 thn : SADARI tiap bulan 20-40 thn : tiap 3 tahun memeriksakan ke dokter > 40 thn : tiap tahun 35-40 thn : lakukan base line mammografi <50 thn : konsul ke dokter untuk lakukan mammografi >50 th : tiap tahun mammografi bila perlu b. fibrosis reaktif. Penemuan dini a. Pernah mengidap kanker payudara kontralateral 2. Cari karsinoma primer. Screening pada resiko tinggi -Nullipara -Menarki sebelum usia 12 tahun -Hamil pertama usia > 30 tahun 4. bila ada metastasis (tumor primer?) 5. Evaluasi benjolan yang diragukan/perubahan samar -Mastitis kronik sistika. Hindari faktor penyebab/resiko 2.

nyeri saat haid -Usia 30-50 tahun . venektasi Terapi -Eksisi luas -Subkutan mastektomi -Simple mastektomi -Radikal mastektomi KELAINAN FIBROKISTIK Pendahuluan Nama lain -Mastitis kronis kistik -Hiperplasia kistik -Mastopatia kistik -Displasia payudara -Mammaria displasia -Benjolan multiple dan bilateral. kadang bila ditekan -Pertumbuhan cepat saat hamil. laktasi. menjelang menopause -Bila sangat besar : giant fibroadenoma Terapi -Ekstirpasi CYSTOSARCOMA FILOIDES -Jinak. dapat mencapai 20x30cm -Bulat/lonjong. simpai licin. kenyal. mobile -Kulit tegang. dapat infiltrasi lokal -Dapat jadi ganas (15%) : malignant cystosarcoma philloides -Pertumbuhan cepat. terutama 45 tahun Klinis -Mirip fibroadenoma yang besar. dapat jadi besar -Semua usia. dapat bilateral (15%) -Benjolan bulat/lonjong. lipoma Tumor ganas -Adenokarsinoma mamma -Sarkoma. setelah menopause tidak ditemukan -Tumor mamma paling sering Klinis -Soliter. ada bagian kisteus -Tidak ada perlekatan. berbenjol-benjol -Konsistensi padat. mengkilat. batas tegas.-Nekrosis lemak -Galaktokele Reaksi fisiologis tidak teratur -Penyakit fibrokistik Tumor jinak -Fibroadenoma. kadang multipel. padat kenyal. batas tegas -Tidak melekat / mobile -Tidak nyeri. cystosarkoma filoides -Papilloma intraduktal. metastasis FIBROADENOMA -Pada wanita muda (15-30 tahun) .

kadang terinfeksi . payudara seluruhnya berbenjol -Pengeluaran cairan dari puting (jernih-hijau. batas tidak rata -Klinis sukar dibedakan dengan karsinoma Histologis -Nekrosis jaringan lemak. tidak mobil. tidak berdarah) -Nyeri prahaid (siklus). tidak membesar -Retraksi kulit.Klinis -Klinis lebih jelas/lebih hebat saat haid -Beri gambaran klinis dan histopatologis beragam. jadi sebaiknya lakukan biopsi bila ragu -Perubahan dan fluktuasi gambaran klinis jelas : -Benjolan multiple. tidak nyeri. kista Terapi -Eksisi (terutama bila mengganggu) Papilloma Intraductal -Berasal dari duktus laktiferus -Lokasi terutama di bawah areola mamma Klinis -Sekresi berdarah dari puting Adenosis Sklerosis Klinis -Mirip kelainan fibrokistik Histologis -Proliferasi jinak Nekrosis lemak Klinis -Massa keras akibat cedera. lalu terjadi fibrosis MASTITIS Sel Plasma Nama lain : mastitis komedo -Radang subakut sistem duktus Klinis -Klinis sukar dibedakan dengan karsinoma -Massa keras. retraksi puting akibat fibrosis periduktal -Pembesaran KGB (+) MASTITIS Akut -Pada minggu pertama laktasi. akibat stafillokokkus dan streptokokkus -Dapat berkembang jadi abses yang nyeri disertai demam -Stasis air susu sebagai predisposisi MASTITIS TBC -Abses dingin. tumor soliter. kadang membentuk fistel Galaktokele -Kista retensi yang berisi air susu yang mengental.

androgen. hepatoma. tumor adrenal. antidepresi. digitalis. ulkus KARSINOMA PARU PENDAHULUAN -Di negara maju. kisteus Fistel Paraareola -Akibat duktus tersumbat (sekret kental). usia 65 tahun -Penyakit : sirosis. antihipertensi. bulat. hipoganids. fistel di pinggir areola Diagnosis banding -Penyakit paget’s -Mastitis tuberkulosa Ginekomasti -Hipertrofi payudara pria Etiologi -Pubertas. 1-10 batang : 15x. hipertiroid -Obat-obatan : estrogen. merupakan penyebab kematian no. progesteron. tumor testis. polusi udara -penyakit paru dengan fibrosis -Frekwensi berbanding lurus dengan jumlah rokok yang diisap dan lamanya. 20-40 batang : 50x. pria lebih banyak -Berhubungan erat dengan : -rokok. > 40 batang : 70x ETIOLOGI . kanker paru. kemoterapi kanker Karsinoma Mamma Pria -Perjalanannya lebih cepat -Diagnosis sering agak terlambat -Curiga bila ada ginekomasti unilateral Klinis -Benjolan tanpa nyeri di belakang areola mamma -Sekresi dari papilla -Perubahan papilla/areola : retraksi.-Akibat duktus laktiferus tersumbat pada ibu laktasi -Tumor batas tegas. sehingga dilatasi dan menyebabkan reaksi radang Klinis -Cairan berdarah atau serous dari puting -Cairan mirip mentega dari satu duktus -Retraksi di bawah putting -Abses. penyebab kematian terbanyak setelah karsinoma nasofaring -Terutama pada umur 50-60 tahun.1 -Di Indonesia.

Radiasi KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI WHO WP-L (Working Party Lung Cancer System) Karsinoma sel squamosa Karsinoma sel kecil -fusiform -poligonal -bentuk limfosit -bentuk lain Adenokarsinoma Bronkogenik -asiner -papiler Bronkhiolo-alveolar Karsinoma sel besar -solidum dengan musin -solidum tanpa musin -sel raksasa -sel jernih Karsinoma sel squamosa -diferensiasi baik -diferensiasi sedang -diferensiasi buruk Karsinoma sel kecil -berbentuk limfosit -intermediate cell Adenokarsinoma -diferensiasi baik -diferensiasi sedang -diferensiasi buruk -bronkhiolo-alveolar Karsinoma sel besar -berlapis -dengan musin -sel raksasa -sel jernih Karsinoma sel squamosa (epidermoid) -Sekitar 50-70% dari seluruh karsinoma paru. laki lebih banyak -Terutama terletak di bagian sentral (gejala obstruksi) -Berhubungan dengan kebisaan merokok -Umumnya pertumbuhan lambat.Multifaktorial ? 1. nikel. arsen. vinil klorida 3. Polusi udara -Asbes. berilium. penyebaran umumnya limfogen -Sensitif sedang terhadap radioterapi . krom. Rokok (terutama kretek) -Tar yang dikandung oleh rokok merupakan bahan karsinogen 2. uranium.

sering asimptomatik -Berhubungan dengan parut di parenkim paru (tidak berhubungan dengan kebiasaan merokok) -Pertumbuhan lambat. wanita lebih banyak -Terutama di perifer. diare) SISTEM TNM (AJCC/IUCC 1992) Tx T1 T2 T3 T4 N1 N2 N3 M1 Sitologis positif. menyebabkan sindroma karsinoid (muka merah. cepat metastasis -Biasanya ditemukan dalam stadium inoperabel -Sensitif radioterapi dan kemoterapi. pria lebih banyak -Letak perifer. pria lebih banyak -Termasuk kelompok APUD-omas (sindroma neoplastik) -Ada hubungan dengan rokok -Letak terutama di sentral. soliter. cepat metastasis Adenoma (karsinoid bronkus) -Lokasi di mukosa bronkus besar -Bentuk polipoid atau plak. umur muda. respon kurang terhadap radioterapi Karsinoma sel kecil -Sekitar 10-15%. radiologis/bronkoskop negatif Tumor < 3cm. tetapi cepat residif -Paling ganas Karsinoma sel besar -Sekitar 5%. banyak mengandung pembuluh darah -Invasi ke peribronkial : Collar button lesion -Termasuk kelompok APUD-omas. produksi hormon. invasi tidak sampai bronkus lobus (belum sampai bronkus utama) Setiap tumor dengan : -garis tengah > 3 cm . agresif.Adenokarsinoma -Sekitar 10-25%. sentrifugal (efusi pleura) -Sensitif kemoterapi. takikardi. dikelilingi jaringan paru/pleura viseralis. agresif.

pembuluh besar. tulang (oss). KGB (lym).II dan vertebra servikal sehingga timbul rasa sakit bahu. lain-lain (oth) STADIUM / STAGE (AJCC/UICC) Stadium Interpretasi Occult Stadium 0 Stadium I Stadium II Stadium IIIA IIIB Stadium IV Tx No Mo Tis No Mo T1 No Mo. T2 N2 Mo. perikardium. lengan dan sindroma Horner (enoftalmus ipsilateral. tumor di bronkus utama < 2 cm distal karina. peritoneum (per). ptosis. T4 N semua Mo T semua N semua M1 GAMBARAN KLINIK -Stadium awal : tidak menimbulkan gejala klinis yang khas -Sekitar 25% penderita ditemukan secara kebetulan. T2 No Mo T1 N1 Mo. dapat menekan pleksus brakialis. KGB skalenus dan supraklavikular ipsilateral/kontralateral Metastasis jauh M1 : Paru (pul). apeks lobus superior. T3 No Mo T3 N1 Mo. jantung. T3 N2 Mo T semua N3 Mo. termasuk perluasan tumor secara langsung KGB mediastinum dan atau subkarina ipsilateral KGB hilus dan mediastinum kontralateral. tetapi belum seluruh paru Tumor dengan segala ukuran dengan perluasan ke dinding dada. hepar (hep). trakea. difragma. T2 N1 Mo T1 N2 Mo. sumsum tulang (mar). erosi iga I. pleura mediastinalis. esofagus. berhubungan dengan atelektasis atau pneumonitis obstruktif seluruh paru Tumor berbagai ukuran yang melibatkan mediastinum. otak (bra). menyebabkan efusi pleura : sesak napas. pleura (pl).leher.-mengenai bronkus utama sejauh 2 cm/lebih distal dari karina -mengenai pleura viseralis -berhubungan dengan atelektasis. tanpa simptom -Tumor yang meluas sentrifugal. pneumonitis obstruktif yang meluas ke hilus. karina atau tumor yang disertai efusi pleura malignant KGB peribronkial dan atau hilus ipsilateral. korpus vertebra. nyeri dada -Sebagian besar penderita kanker paru ditemukan dalam stadium lanjut Pancoast Tumor : tumor di perifer. miosis) disertai anhidrosis yang melibatkan saraf simpatis Akibat pertumbuhan neoplastik . kulit (ski).

n.-Iritasi dan gangguan mekanik : batuk. infiltrasi ke sekitar -Vena cava superior : sindroma vena cava superior -Esofagus : disfagi -Trakea : dispnea. stridor -Saraf : nyeri. n. CT -Sitologi sputum -Pemeriksaan faal hati. sitologi 4. Pemeriksaan Radiologis -Thoraks foto PA. sklerodem. retensi lendir bronkus): pneumonitis berulang. ginjal. kadar kalisium darah -Pemeriksaan cairan pleura : jumlah sel. dermatomiositis Tromboflebitis migrans. BT. neuropati. neuropati Sindroma paraneoplastik Metabolik Neuromuskuler Skeletal Dermatologik Vaskuler Hematologik Sindroma cushing. termasuk status penampilan -Kelainan yang terlihat -Pemeriksaan dada dan paru -Tanda penyebaran tumor ke alat tubuh lain 3. Anamnesis 2. trombosit. kelebihan hormon ADH. trombosis arterial Anemia. osteoarthropati hipertropik Akantosis nigrikans. oblik .rekurens (disfoni. Pemeriksaan fisis -Keadaan umum. jenis sel fosfatase lindi. faktor pembekuan. hiperkalsemia Miopati. Pemeriksaan laboratorium -Darah rutin. miastenia. polimiositis ensefalomielopati Jari tabuh.frenikus (paralise diafragma). abses paru -Lanjut : obstruksi bronkus : sesak neapas Akibat penekanan. polisitemia DIAGNOSIS 1. paralise pita suara). lateral. n. hemoptoe jarang -Resistensi tubuh rendah (gangguan faal.brakialis (sindroma pleksus brakialis) Metastasis -Pembesaran KGB -Gejala metastasis di organ jauh Kelainan yang belum jelas sebabnya -Generalized hypertrophic osteoarthropathy -Trombosis perifer berulang.

Biopsi transtorakal 8. faal paru. liver scanning. Pemeriksaan Bronkoskopi Kelainan yang mungkin ditemukan : -Kelainan dinding bronkus : tumor intrabronkial. derajat (stage. Biopsi transbronkial -Bila tumor letak perifer. faal jantung dan organ lain Pembedahan Sifat Operasi Tindakan Pembedahan Pengang-katan tumor Diseksi KGB sempurna Metastasis kelenjar sisa Kuratif -Absolut -Relatif Nonkuratif -Absolut -Relatif + + + + + + + + + - . infiltrasi dinding -Perubahan lumen bronkus : stenosis. Punksi dan biopsi pleura 10. CT scan. bone scanning.-Fluoroskopi : gerakan diafragma -Tomogram : pembesaran KGB hilus/mediastinum -Metastasis jauh : bone survey. bila tumor terletak di perifer 6. dilakukan melalui bronkoskop dengan sinar tembus 7. Mediastinoskopi 9. obstruksi -Tak ada kelainan. Pemeriksaan sitologis dan histopatologis TERAPI Pengobatan tergantung : -Jenis histoligis. stadium). MRI 5. USG. status penampilan penderita -Umur.

status penampilan buruk. 5 tahun <10% -Karsinoma epidermoid : ketahanan hidup 5 tahun 5-7. Adriam 27mg. perdarahan Radioterapi Kuratif : inoperabel (tumor di bronkus utama. hemoptoe Ajuvant : pasca reseksi kuratif (bila radikalitas diragukan) -Untuk karsinoma sel kecil -Kontra indikasi : -faal paru buruk -massa tumor terlalu besar -metastasis jauh Kemoterapi Paliatif : telah metastasis ke luar paru Ajuvant : bedah atau radiasi kuratif Kombinasi : -hari 1 : Cycloph 333mg. atasi sind. dinding dada). kecuali jenis sel kecil Paliatif : reduksi tumor sehingga radioterapi/kemoterapi lebih efektif : mengurangi obstruksi. menolak operasi) Paliatif : mengurangi nyeri (metastasis tulang. Tumor : jinak/ganas . Bronkhiektasis 2.H. Pancoast. sind. batuk. Tuberkulosis 3.+ + Kuratif : pada stadium I.5% -Adenokarsinoma : 10 -12% -Karsinoma sel kecil : 1-2% -Karsinoma sel besar : 2-5% -Mixed : 5-10% PNEUMONEKTOMI Pendahuluan -Dupuytren dan Astley Cooper (abad ke-19) : empyema -Nissen (1931) : pneumonektomi pertama kali pd anak umur 12 tahun -E. tekanan mekanis.Graham (1933) : pertama kali pd orang dewasa Bentuk Operasi -Lobektomi : pengangkatan sbg lobus -Reseksi segmental -Pneumonektomi : pengangkatan paru secara total Indikasi Pneumonektomi Tergantung apakah kelainan tsb melibatkan paru secara luas atau tidak 1. vena cava superior. Nimustine 33mg/m2/iv -hari 1 dan 5 : Cisplatinum 25mg/bolus -hari 3 dan 5 : Methotrexate 27mg/m2/iv PROGNOSIS -Ketahanan hidup 1 tahun 20%.

fistula bronkhopleural 4.laringeus rekuren dan n. Lain-lain : abses. brokopulmoner sequestrasi Teknik 1. Parese n. Penyempitan akibat inflamasi atau trauma 5. Perdarahan postoperatif 3. Insifisiensi respiratory -Pada preoperatif terlebih dahulu periksa apakah penderita dapat mentoleransi penurunan fungsi paru selama operasi Postoperatif 1. jamur. misal : reseksi perikardium. keganasan yg tidak melibatkan kelenjar limfe regional 2. ventilasi mekanis. kelebihan cairan. Fistula bronkhopleural -Akibat adanya infeksi atau penutupan bronkhial/ struktur hilus tidak sempurna 2.4. Fistula esofagopleural 7. Obstruksi jalan napas -Kesalahan pemasangan endotrakeal tube — terlebih dahulu lakukan bronkoskopi dan pemakaian single lumen tube 3. Perdarahan -Akibat laserasi arteri pulmonalis atau cabang-cabangnya — jadi identifikasi terlebih dahulu 2. Simple atau standar pneumonektomi -Reseksi paru. dinding dada. abses paru. bronkopulmoner sequestrasi. Trombus -Akibat kerusakan intima atau ruptur pada jahitan pembuluh darah — jadi gunakan jahitan kontinu 4. Pneumonektomi radikal -Disertai pengangkatan kelenjar limfe mediastinalis ipsilateral 3. Infeksi luka operasi . Kegagalan pernapasan -Perpanjangan efek anastesi. atrium. Insisi transversal anterolateral Rienhoff 2.phrenikus 8. Extended pneumonektomi -Disertai dgn struktur sekitar yg terlibat. Empyema 6. Insisi posterolateral Komplikasi Pneumonektomi Intraoperatif 1. Herniasi jantung -Akibat adanya defek pada perikardium 5. transfusi multiple. bronkiektasis. diafragma Pendekatan Operasi 1. tapi tidak mencakup diseksi KGB regional -Misal pada : destroyed lung.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->