ASKEP CA OVARIUM

Posted on March 30, 2011 by ainicahayamata ASKEP CA OVARIUM A. Pengertian Kanker Indung telur atau Kanker ovarium adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur) yang paling sering ditemukan pada wanita berusia 50 – 70 tahun. Kanker ovarium bisa menyebar ke bagian lain, panggul, dan perut melalui sistem getah bening dan melalui sistem pembuluh darah menyebar ke hati dan paru-paru. Kanker ovarium sangat sulit didiagnosa dan kemungkinan kanker ovarium ini merupakan awal dari banyak kanker primer. (Wingo, 1995)

B. Etiologi Penyebab kanker ovarium belum diketahui secara pasti. Akan tetapi banyak teori yang menjelaskan tentang etiologi kanker ovarium, diantaranya: 1. Hipotesis incessant ovulation Teori menyatakan bahwa terjadi kerusakan pada sel-sel epitel ovarium untuk penyembuhan luka pada saat terjadi ovulasi. Proses penyembuhan sel-sel epitel yang terganggu dapat menimbulkan proses transformasi menjadi sel-sel tumor. 2. Hipotesis androgen Androgen mempunyai peran penting dalam terbentuknya kanker ovarium. Hal ini didasarkan pada hasil percobaan bahwa epitel ovarium mengandung reseptor androgen. Dalam percobaan in-vitro, androgen dapat menstimulasi pertumbuhan epitel ovarium normal dan sel-sel kanker ovarium. C. Faktor Risiko 1. Diet tinggi lemak 2. Merokok 3. Alkohol 4. Penggunaan bedak talk perineal 5. Riwayat kanker payudara, kolon, atau endometrium 6. Riwayat keluarga dengan kanker payudara atau ovarium

7. Nulipara 8. Infertilitas 9. Menstruasi dini 10. Tidak pernah melahirkan

D. Tanda & Gejala Gejala umum bervariasi dan tidak spesifik. Pada stadium awal berupa : 1. Haid tidak teratur 2. Ketegangan menstrual yang terus meningkat 3. Menoragia 4. Nyeri tekan pada payudara 5. Menopause dini 6. Rasa tidak nyaman pada abdomen 7. Dispepsia 8. Tekanan pada pelvis 9. Sering berkemih 10. Flatulenes 11. Rasa begah setelah makan makanan kecil 12. Lingkar abdomen yang terus meningkat E. Stadium Stadium kanker ovarium primer menurut FIGO (Federation InternationalofGinecologies and Obstetricians ) 1987, adalah : STADIUM I –> pertumbuhan terbatas pada ovarium 1. Stadium 1a : pertumbuhan terbatas pada suatu ovarium, tidak ada asietas yang berisi sel ganas, tidak ada pertumbuhan di permukaan luar, kapsul utuh. 2. Stadium 1b : pertumbuhan terbatas pada kedua ovarium, tidak asietas, berisi sel ganas, tidak ada tumor di permukaan luar, kapsul intak.

3. Stadium 1c : tumor dengan stadium 1a dan 1b tetapi ada tumor dipermukaan luar atau kedua ovarium atau kapsul pecah atau dengan asietas berisi sel ganas atau dengan bilasan peritoneum positif. STADIUM II –> Pertumbuhan pada satu atau dua ovarium dengan perluasan ke panggul 1. Stadium 2a : perluasan atau metastasis ke uterus dan atau tuba 2. Stadium 2b : perluasan jaringan pelvis lainnya 3. Stadium 2c : tumor stadium 2a dan 2b tetapi pada tumor dengan permukaan satu atau kedua ovarium, kapsul pecah atau dengan asitas yang mengandung sel ganas dengan bilasan peritoneum positif.

STADIUM III –> tomor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant di peritoneum di luar pelvis dan atau retroperitoneal positif. Tumor terbatas dalam pelvis kecil tetapi sel histologi terbukti meluas ke usus besar atau omentum. 1. Stadium 3a : tumor terbatas di pelvis kecil dengan kelenjar getah bening negatif tetapi secara histologi dan dikonfirmasi secara mikroskopis terdapat adanya pertumbuhan (seeding) dipermukaan peritoneum abdominal. 2. Stadium 3b : tumor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant dipermukaan peritoneum dan terbukti secara mikroskopis, diameter melebihi 2 cm, dan kelenjar getah bening negativ. 3. . Stadium 3c : implant di abdoment dengan diameter > 2 cm dan atau kelenjar getah bening retroperitoneal atau inguinal positif. STADIUM IV –> pertumbuhan mengenai satu atau kedua ovarium dengan metastasis jauh. Bila efusi pleura dan hasil sitologinya positif dalam stadium 4, begitu juga metastasis ke permukaan liver.

F. Penegakan Diagnosa Medis Sebagian besar kanker ovarium bermula dari suatu kista. Oleh karena itu, apabila pada seorang wanita ditemukan suatu kista ovarium harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah kista tersebut bersifat jinak atau ganas (kanker ovarium). Ciri2 kista yang bersifat ganas yaitu pada keadaan :

Ø Kista cepat membesar

Ø Kista pada usia remaja atau pascamenopause Ø Kista dengan dinding yang tebal dan tidak berurutan Ø Kista dengan bagian padat Ø Tumor pada ovarium Pemeriksaan lanjutan untuk memperkuat dugaan ke arah kanker ovarium seperti : Ø USG dengan Doppler untuk menentukan arus darah Ø Jika diperlukan, pemeriksaan CT-Scan/ MRI Ø Pemeriksaan tumor marker seperti Ca-125 dan Ca-724, beta – HCG dan alfafetoprotein Semua pemeriksaan diatas belum bisa memastikan diagnosis kanker ovarium, akan tetapi hanya sebagai pegangan untuk melakukan tindakan operasi. G. Penatalaksanaan Sebagian besar kanker ovarium memerlukan pengobatan dengan kemoterapi. Hanya kanker ovarium stadium awal saja (stadium 1a dan 1b dengan derajat diferensiasi sel yang baik/sedang) yang tidak memerlukan kombinasi pengobatan. Kemoterapi diberikan sebanyak 6 seri dengan interval 3 – 4 minggu sekali dengan melakukan pemantauan terhadap efeh samping kemoterapi secara berkala terhadap sumsum tulang, fungsi hati, fungsi ginjal, sistem saluran cerna, sistem saluran cerna, sistem saraf dan sistem kardiovaskuler. Penatalaksanaan yang sesuai dengan stadium yaitu :
  

Operasi (stadium awal) Kemoterapi (tambahan terapi pada stadium awal) Radiasi (tambahan terapi untuk stadium lanjut

H. Asuhan Keperwatan 1. Pengkajian 1. Data diri klien Data biologis/fisiologis –> keluhan utama, riwayat keluhan utama 1. 2. 3. 4. 5. 6. Riwayat kesehatan masa lalu Riwayat kesehatan keluarga Riwayat reproduksi –> siklus haid, durasi haid Riwayat obstetric –> kehamilan, persalinan, nifas, hamil Pemeriksaan fisik Data psikologis/sosiologis–> reaksi emosional setelah penyakit diketahui

2. Diagnosa Keperawatan

1. Nyeri akut b.d agen cidera biologi 2. Perubahan citra tubuh dan harga diri b.d perubahan dalam penampilan fungsi dan peran 3. Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual b.d perubahan struktur atau fungsi tubuh, perubahan kadar hormone 4. Ketidakefektifan pola nafas b/d penurunan ekspansi paru karena desakan diafragma, bendungan cairan pleura 3.Tujuan dan Intervensi Diagnosa 1 : Nyeri akut b.d agen cidera biologi Defenisi : Pengalaman emosional dan sensori yang tidak menyenangkan yang muncul dari kerusakan jaringan secara secara aktual dan potensial atau menunjukkan adanya kerusakan. Serangan mendadak atau perlahan dari intensitas ringan sampai berat yang diantisipasi atau diprediksi durasi nyeri kurang dari 6 bulan. Batasan Karakteristik :
           

Melaporkan nyeri secara verbal dan non verbal Tingkah laku berhati hati Muka topeng Gangguan tidur Fokus pada diri sendiri Fokus menyempit (penurunan persepsi waktu,kerusakan proses berfikir,penurunan interaksi dengan orang dan lingkungan) Tingkah laku distraksi(jalan jalan, menemui orang,aktifitas berulang ) Respon otonom(diaphoresis, perubahan tekanan darah ,perubahan napas nadi,dilatasi pupil) Perubahan otonom dalm dalam tonus otot (dalam rentang lemah ke kaku) Tingkah laku ekspresif(gelisah merintih,menangis,waspada iritabel,napas panjang mengeluh Perubahan dalam nafsu makan Fakta dari observasi

Faktor yang Berhubungan :

Agen injuri (biologis, kimia, fisik, psikologis)

NOC:
  

Pain level Pain control Comfort level

Intervensi :
  

Manajemen nyeri Pemberian Analgesik Pemberian obat penenang

NIC MANAJEMEN NYERI Defenisi: pengurangan rasa nyeri serta peningkatan kenyamanan yang bisa diterima oleh pasien Aktivitas:
     

        

   

  

Lakukan penilaian nyeri secara komprehensif dimulai dari lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas dan penyebab. Kaji ketidaknyamanan secara nonverbal, terutama untuk pasien yang tidak bisa mengkomunikasikannya secara efektif Pastikan pasien mendapatkan perawatan dengan analgesic Gunakan komunikasi yang terapeutik agar pasien dapat menyatakan pengalamannya terhadap nyeri serta dukungan dalam merespon nyeri Pertimbangkan pengaruh budaya terhadap respon nyeri Tentukan dampak nyeri terhadap kehidupan sehari-hari (tidur, nafsu makan, aktivitas, kesadaran, mood, hubungan sosial, performance kerja dan melakukan tanggung jawab sehari-hari) Evaluasi pengalaman pasien atau keluarga terhadap nyeri kronik atau yang mengakibatkan cacat Evaluasi bersama pasien dan tenaga kesehatan lainnya dalam menilai efektifitas pengontrolan nyeri yang pernah dilakukan Bantu pasien dan keluarga mencari dan menyediakan dukungan. Gunakan metoda penilaian yang berkembang untuk memonitor perubahan nyeri serta mengidentifikasi faktor aktual dan potensial dalam mempercepat penyembuhan Tentukan tingkat kebutuhan pasien yang dapat memberikan kenyamanan pada pasien dan rencana keperawatan Menyediakan informasi tentang nyeri, contohnya penyebab nyeri, bagaimana kejadiannya, mengantisipasi ketidaknyamanan terhadap prosedur Kontrol faktor lingkungan yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada pasien (suhu ruangan, pencahayaan, keributan) Mengurangi atau menghapuskan faktor-faktor yang mempercepat atau meningkatkan nyeri (spt:ketakutan, fatique, sifat membosankan, ketiadaan pengetahuan) Mempertimbangkan kesediaan pasien dalam berpartisipasi, kemampuannya dalam berpartisipasi, pilihan yang digunakan, dukungan lain dalam metoda, dan kontraindikasi dalam pemilihan strategi mengurangi nyeri Pilihlah variasi dari ukuran pengobatan (farmakologis, nonfarmakologis, dan hubungan atar pribadi) untuk mengurangi nyeri Pertimbangkan tipe dan sumber nyeri ketika memilih metoda mengurangi nyeri Mendorong pasien dalam memonitor nyerinya sendiri Ajari untuk menggunakan tehnik non-farmakologi (spt: biofeddback, TENS, hypnosis, relaksasi, terapi musik, distraksi, terapi bermain, acupressure, apikasi hangat/dingin, dan pijatan ) sebelum, sesudah dan jika memungkinkan, selama puncak nyeri , sebelum nyeri terjadi atau meningkat, dan sepanjang nyeri itu masih terukur. Kolaborasikan dengan pasien dan tenaga kesehatan lainnya untuk memilih dan mengimplementasikan metoda dalam mengatasi nyeri secara non-farmakologi. Menyediakan analgesic yang dibutuhkan dalam mengatasi nyeri Menggunakan Patient-Controlled Analgesia (PCA)

dan dosis. non narkotik atau NSAID) berdasarkan tipe dan tingkat nyeri. jika mungkin Hindari pemberian narkotik dan obat terlarang lainnya.              Gunakan cara mengontrol nyeri sebelum menjadi menyakitkan (puncak nyeri) Pengobatan sebelum beraktivitas untuk meningkatkan partisipasi . dan hal lain yang mendukung dalam proses manajemen nyeri Menyediakan informasi yang akurat untuk meningkatkan pengetahuan keluarga terhadap respon nyeri Menyertakan keluarga dalam mengembangkan metoda mengatasi nyeri Monitor kepuasan pasien terhadap manajemen nyeri ynag diberikan dalam interval yang ditetapkan. Tentukan analgesic yang cocok. keluarga. dan frekuensi yang ditentukan analgesic Cek riwayat alergi obat Mengevaluasi kemampuan pasien dalam pemilihan obat penghilang sakit. PEMBERIAN ANALGESIC Defenisi: menggunakan agen farmakologi untuk mengurangi nyeri Akatifitas:           Menentukan lokasi . karakteristik. menurut agen protokol Monitor TTV sebelum dan sesudah pemberian obat narkotik dengan dosis pertama atau jika ada catatan luar biasa. dosis. rute pemberian dan dosis optimal. mutu. Memberikan perawatan yang dibutuhkan dan aktifitas lain yang memberikan efek relaksasi sebagai respon dari analgesi . dan intensitas nyeri sebelum mengobati pasien Periksa order/pesanan medis untuk obat. tapi evaluasi resiko pemberian obat penenang Pastikan pretreatmen strategi analgesi dan/ non-farmakologi sebelum prosedur nyeri hebat Kaji tingkat ketidaknyamanan bersama pasien. Utamakan pemberian secara IV dibanding IM sebagai lokasi penyuntikan. serta melibatkan pasien dalam pemilihan tersebut Tentukan jenis analgesic yang digunakan (narkotik. rute. catat perubahan dalam catatan medis dan informasikan kepada tenaga kesehatan yang lain Evaluasi efektifitas metoda yang digunakan dalam mengontrol nyeri secara berkelanjutan Modifikasi metode kontrol nyeri sesuai dengan respon pasien Anjurkan untuk istirahat/tidur yang adekuat untuk mengurangi nyeri Dorong pasien untuk mendiskusikan pengalamannya terhadap nyeri Beritahu dokter jika metoda yang digunakan tidak berhasil atau jika ada komplain dari pasien mengenai metoda yang diberikan Informasikan kepada tenaga kesehatan yang lain/anggota keluarga tentang penggunaan terapi non-farmakologi yang akan digunakan oleh pasien Gunakan pendekatan dari berbagai disiplin ilmu dalam manajemen nyeri Mempertimbangkan pasien.

– Mengidentifikasi kepuasan/ praktik seksual yang diterima dan beberapa alternatif cara mengekspresikan keinginan seksual Intervensi: Mendengarkan pernyataan klien dan pasangan Diskusikan sensasi atau ketidaknyamanan fisik.              Cek pemberian analgesic selama 24 jam untuk mencegah terjadinya puncak nyeri tanpa rasa sakit. mual muntah. terutama sekali opioids(karena resiko kecanduan tinggi) Mengevaluasi efektivitas analgesic pada interval tertentu. Kaji perasaan klien tentang citra tubuh dan tingkat harga diri Berikan dorongan untuk keikutsertaan kontinyu dalam aktifitas dan pembuatan keputusan Berikan dorongan pada klien dan pasangannya untuk saling berbagi kekhawatiran tentang perubahan fungsi seksual dan menggali alternatif untuk ekspresi seksual yang lazim Diagnosa 3 : Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual b. strategi ke menurunkan efek samping.bahwa pasien akan merasa mengantuk hingga 2 sampai 3 hari kemudian kembali normal Mengkaji pengetahuan pasien atau anggota keluarga mengenai analgesic. mulut kering dan konstipasi) Dokumentasikan respon pasien tentang analgesic. terutama dengan nyeri yang menjengkelkan Set harapan positif mengenai efektivitas obat analgesic untuk mengoptimalkan respons pasien Mengurus adjuvant analgesic dan/atau pengobatan ketika memerlukan tindakan tanpa rasa sakit Mempertimbangkan penggunaan infus secara terus menerus. untuk memelihara tingkatan serum Lakukan tindakan pengamanan pada pasien dengan obat analgesic narkotik Instruksikan untuk menggunakan pengobatan PRN sebelum nyeri bertambah Menginformasikan individu yang mendapatkan analgesic narkotika. perubahan kadar hormon Tujuan : -KLien menyatakan paham tentang perubahan struktur dan fungsi seksual. pengamatan juga diakukan melihat adanya tanda dan gejala buruk atau tidak menguntungkan ( berhubungan dengan pernapasan. serta membuat rekomendasi spesifik berdasar pada prinsip equianalgesic Mengajari tentang penggunaan analgesic.d perubahan dalam penampilan fungsi dan peran Tujuan : KLien Intervensi : dapat memperbaiki persepsi citra tubuh dan harga dirinya. baik sendiri atau bersama dengan pil opioids. dan harapan untuk keterlibatan dalam membuat keputusan dalam manajemen nyeri Diagnosa 2 : Perubahan citra tubuh dan harga diri b.d perubahan struktur atau fungsi tubuh. dosis. catat efek yang merugikan Mengevaluasi dan mendokumentasikan tingkat pemberian obat penenang pada pasien yang menerima opioids Tindakan pesawat untuk mengurangi efek merugikan dari analgesic (contoh : konstipasi dan iritasi lambung) Kolaborasikan dengan dokter jika terjadi perubahan obat. atau interval. terutama setelah dosis awal. rute pemberian. perubahan pada respons individu . depresi.

Status Pernapasan: Kepatenan Jalan Napas Definisi: Saluran trakheobronkial tetap terbuka Indikasi . bendungan cairan pleura Defenisi: inspirasi dan atau ekspirasi yang tidak menyediakan ventilasi yang adekuat NOC 1. ex : menunda koitus seksual saat kelelahan Diagnosa 4:Ketidakefektifan pola nafas b/d penurunan ekspansi paru karena desakan diafragma. Status Respirasi : Ventilasi Defenisi : Pergerakan udara masuk dan keluar dari paru Indikator               Rata-rata Pernafasan dalam rentang yang diharapkan Irama pernafasan dalam rentang yang diharapkan Kedalaman pernafasan Ekspansi dada yang simetris Mudah bernafas Pengeluaran sputum keluar dari jalan nafas Keadekuatan vocal Ekpulsi udara Tidak ada penggunaan otot-otot bantu pernafasan Tidak ada bunyi nafas Tidak ada retraksi dada Tidak ada nafas pendek Auskultasi bunyi pernafasan dalam rentang yang diharapkan Tidak ada dipnea 2.Kaji informasi klien dan pasangan tentang anatomi/ fungsi seksual dan pengaruh prosedur pembedahan Identifikasi faktor budaya/nilai budaya Bantu klien untuk menyadari atau menerima tahap berduka Dorong klien untuk menyadari atau menerima tahap berduka Dorong klien untuk berbagi pikiran/masalah dengan orang terdekatnya Berikan solusi masalah terhadap masalah potensial.

nadi. dan batuk Instruksikan bagaimana batuk efektif Berikan bronkodilator sesuai dengan kebutuhan Berikan pengobatan aerosol sesuai dengan kebutuhan Atur posisi untuk mengurangi dipsnea Pantau status pernapasan dan oksigenasi sesuai dengan kebutuhan 2. Status tanda tanda vital Defenisi : temperatur.sesuai dengan kebutuhan Lakukan fisioterapi dada sesuai dengan kebutuhan Bersihkan secret dengan menganjurkan batuk atau dengan menggunakan penghisapan Dukung untuk bernafas pelan. Aktifitas: . berbalik. dan tekanan darah berada dalam rentang normal Indikator       Suhu Frekuensi Frekuensi Frekuensi napas TD sistolik TD diastolik NIC 1. system pernapasan. Manajemen jalan nafas Defenisi: memfasilitasi kepatenan jalan nafas Aktivitas:             Buka jalan nafas.       Demam tidak ada Ansietas tidak ada Sesak tidak ada Frekuensi napas IER* Irama napas IER Keluaran sputum dari jalan napas Tidak ada suara napas tambahan 3. gunakan teknik chin lift atau jaw thrust (dagu diangkat atau rahang ditinggikan) sesuai dengan kebutuhan Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi Identifikasi kebutuhan pasien akan insersi jalan nafas actual Masukkan jalan nafas melalui mulut atau nasofaring . pemantauan tanda-tanda vital Defenisi: pengumpulan dan analisis data dari system kardiovaskuler. suhu tubuh untuk menentukan dan mencegah terjadinya komplikasi. dalam.

dan berdiri Auskultasi tekanan darah dikedua lengan dan bandingkan. kanker bisa menyebar ke hati dan paru-paru. dan sesudah melakukan kegiatan. KGB. Monitor adanya sianosis.duduk. Kanker Indung Telur (Kanker Ovarium) adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur). ovarium 0 A. Monitor luas dan sempit tekanan darah. Kanker ovarium bisa menyebar secara langsung ke daerah di sekitarnya dan melalui sistem getah bening bisa menyebar ke bagian lain dari panggul dan perut. Monitor irama dan kecepatan jantung.            Monitor tekanan darah. Jenis yang paling umum kanker ovarium muncul dari epitel sel (lapisan luar sel) dari permukaan ovarium. selama. http://ainicahayamata. Monitor tekanan darah. denyut nadi.wordpress. suhu tubuh dan status pernapasan Catat arah dan luas ketidaktetapan tekanan darah. dan pernafasan sebelum. B. Melalui pembuluh darah. Kasus lainnya adalah jenis yang jarang terjadi dari kanker ovarium yaitu kanker yang berkembang dari sel – sel pembentuk telur kuman atau dari jaringan pendukung (stroma) dari organ jinak (nonkanker) tumor dan kista juga ditemukan di ovarium dan jauh lebih umum daripada kanker ovarium.com/2011/03/30/askep-ca-ovarium/ Asuhan Keperawatan Kanker Ovarium Posted: 18 November 2011 in Kumpulan Askep Tag:Kanker. Monitor pola pernafasan yang abnormal. Monitor adanya laporan tanda dan gejala dari hipotermi dan hipertermi. Kanker ovarium sebenarnya merupakan sekelompok tumor yang berbeda yang timbul dari beragam jenis jaringan yang terkandung dalam ovarium . Monitor jumlah dan kualitas denyut nadi. Monitor tekanan darah ketika pasien berbaring. Definisi Kanker epitel ovarium atau dikenal dengan kanker indung telur yang berasal dari sel epitel. Klasifikasi Jenis kanker ovarium meliputi: . nadi. Ambil denyut nadi apical dan radial secara bersamaan dan catat perbedaannya.

Disebut tumor sel germinal. ascites (-) Kriteria I A / I B disertai 1 > lebih keadaan sbb : 1. mulai dalam jaringan ovarium yang menghasilkan hormon estrogen. Mengenai permukaan ovarium Kapsul ruptur Ascites (+) Stadium III kanker meluas mengenai organ pelvis dan intraperitoneal III A Makroskopis : terbatas 1 / 2 ovarium Mikroskopis : mengenai intraperitoneal III B III C Makroskopis : mengenai intraperitoneal diameter < 2 cm. 2. KGB (-) 1.. Disebut tumor stroma. Klasifikasi stadium kanker ovarium berdasarkan FIGO (International Federation of Gynecology and Obstetrics Stadium I terbatas pada 1 / 2 ovarium IA IB IC Mengenal 1 ovarium. ovarium kanker ini cenderung terjadi pada wanita muda. kapsul utuh. 3. kapsul utuh. Disebut tumor epitel. Kanker ovarium paling banyak ditemui adalah tumor epitel. ascites (-) Mengenai 2 ovarium. Kanker yang dimulai dalam sel-sel memproduksi hormon-kanker ini. 1. II A II B II C Mengenai permukaan luar ovarium Kapsul ruptur Ascites (+) Stadium II perluasan pada rongga pelvis Mengenai uterus / tuba fallopi / keduanya Mengenai organ pelvis lainnya Kriteria II A / II B disertai 1 / > keadaan sbb : 1. progesteron dan testosteron. Kanker yang dimulai dalam sel yang memproduksi telur. 3. 2. Makroskopis mengenai intraperitoneal diameter > 2 cm . kanker ini dimulai pada lapisan tipis jaringan yang menutupi bagian luar ovarium. 2. 3.1. Meluas mengenai KGB dan / 2.

Penyebaran intraperitoneal adalah karakteristik yang paling umum dan diakui dari kanker ovarium. Faktor resiko tejadinya kanker ovarium adalah: 1. Secara umum. di mana mereka kemudian berkembang biak. Etiologi Tidak jelas apa yang menyebabkan kanker ovarium. 2. dan administrasi kemoterapi intraperitoneal. implantasi intraperitoneal. . Sel kanker menginvasi jaringan terdekat dan dapat pecah dari tumor awal untuk menyebar ke tempat lain dalam tubuh (metastasis). Sel-sel kanker tumbuh dan berkembang di luar kendali. penyebaran hematogen. operasi debulking. prostat dan rahim (menunjukkan adanya sindroma Lynch II). D. 3. meskipun tidak jarang terjadi pada pasien dengan penyakit lanjut. Adanya akumulasi sel abnormal akan membentuk suatu massa (tumor). 3.Derajat keganasan kanker ovarium 1. Obat kesuburan Pernah menderita kanker payudara Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara dan/atau kanker ovarium Riwayat keluarga yang menderita kanker kolon. akhirnya mati pada waktu yang ditetapkan. Selsel ganas dapat implan di mana saja dalam rongga peritoneal tetapi lebih cenderung untuk menanamkan di situs statis sepanjang sirkulasi cairan peritoneum. dan mereka tidak mati. Selama ovulasi. C. Patofisiologi Kebanyakan teori patofisiologi kanker ovarium meliputi konsep yang dimulai dengan dedifferentiation dari sel-sel yang melapisi ovarium. Kanker ovarium biasanya menyebar ke permukaan peritoneum dan omentum. invasi limfatik. 2. dan bagian transdiaphragmatic. Karsinoma ovarium bisa menyebar dengan ekstensi lokal. mekanisme penyebaran mewakili pemikiran untuk melakukan pementasan bedah. kanker dimulai ketika selsel sehat mengalami mutasi genetik yang mengubah sel normal menjadi sel abnormal. wanita yang kehamilan pertamanya terjadi di usia dini dan wanita yang memakai pil KB. Efek perlindungan terhadap kanker ovarium ditemukan pada wanita yang memiliki banyak anak. penyebaran hematogen secara klinis yang tidak biasa pada awal proses penyakit. Sel sehat tumbuh dan berkembang biak pada tingkat yang ditetapkan. 4. Derajat 1 : differensiasi baik Derajat 2 : differensiasi sedang Derajat 3 : differensiasi buruk Dengan derajat differensiasi semakin rendah pertumbuhan dan prognosis akan lebih baik. paru-paru. sel-sel ini dapat dimasukkan ke dalam ovarium. Sebaliknya. Seperti dibahas selanjutnya.

Gejala-gejala dyspepsia 4. 7. 12. Gejala awalnya berupa rasa tidak enak yang samar-samar di perut bagian bawah Tekanan pada perut. merasa kenyang. Kunci utama untuk memahami kanker ovarium adalah tanda-tanda dan gejala yang terus memburuk.E. Gejala tersebut meliputi gangguan pencernaan. 11. dan secara bertahap memburuk. Di dalam perut terkumpul cairan dan perut membesar akibat ovarium yang membesar ataupun karena penimbunan cairan. bengkak atau kembung Urinary urgensi Rasa tidak nyaman atau sakit panggul Mual Sembelit Sering buang air kecil Kehilangan nafsu makan atau cepat merasa kenyang Peningkatan ketebalan perut atau pakaian ketat pas di pinggang Anda Sakit saat hubungan seksual (dispareunia) Kekurangan energy Punggung sakit Perubahan menstruasi Panggul terasa berat Perdarahan pervaginam Ovarium yang membesar pada wanita pasca menopause bisa merupakan pertanda awal dari kanker ovarium. Pembesaran perut XXXX Frekuensi Relatif 2. Gejala dan tanda klinis dari KO yang biasa dijumpai adalah sebagai berikut: Tanda dan Gejala 1. 3. Studi terbaru menunjukkan bahwa wanita dengan kanker ovarium lebih mungkin dibandingkan perempuan lain untuk secara konsisten mengalami gejala berikut: 1. Manifestasi Klinis Gejala kanker ovarium tidak spesifik dan lebih mirip gejala-gejala umum seperti gejala gangguan pencernaan atau kandung kemih. 6. biasanya fluktuatif. 15. Gangguan buang air kecil/besar XXX XX XX . 2. 14. 4. Pada saat ini penderita mungkin akan merasakan nyeri panggul. 5. yang cenderung untuk datang dan hilang atau terjadi dalam situasi tertentu atau setelah makan makanan tertentu. Nyeri perut 3. 9. pembesaran payudara atau peningkatan pertumbuhan rambut. 8. 10. Seorang wanita dengan kanker ovarium dapat didiagnosis dengan cara membandingkan dengan kondisi lain sebelum akhirnya memahami dia menderita kanker. 13. Kanker ovarium. Kadang kanker ovarium melepaskan hormon yang menyebabkan pertumbuhan berlebih pada lapisan rahim. anemia dan berat badannya menurun. konstan.

dokter dengan hati-hati memeriksa bagian luar alat kelamin terkena (vulva). Banyak wanita dengan kanker ovarium memiliki tingkat abnormal tinggi CA 125 dalam darah mereka. 10. tetapi dapat digunakan untuk memantau bagaimana perawatan Anda maju. bentuk dan konfigurasi ovarium Anda. USG menggunakan frekuensi tinggi gelombang suara untuk menghasilkan gambar dari bagian dalam tubuh. ahli bedah dapat membuat beberapa sayatan kecil di perut Anda dan masukkan alat-alat bedah khusus dan sebuah kamera kecil. 3. dokter anda dapat merekomendasikan operasi untuk mengkonfirmasi diagnosis. CA 125 tes darah. 2. Penurunan berat badan 6. sejumlah kondisi non-kanker juga menyebabkan peningkatan kadar CA 125. 6. Gangguan haid 7. G. USG membantu dokter menyelidiki ukuran. 7. Prosedur ini disebut USG transvaginal. Pencitraan USG dapat membuat gambar dari struktur dekat ovarium Anda. 8. 12. Ahli bedah dapat mengumpulkan sampel cairan perut dan menghapus ovarium untuk pemeriksaan oleh seorang ahli patologi. Selama operasi. dokter Anda mungkin memasukkan penyelidikan USG ke dalam vagina Anda. Spekulum vagina terbuka sehingga dokter Anda secara visual dapat memeriksa vagina dan leher rahim untuk kelainan. Penatalaksanaan . Untuk alasan ini. Jika tes lain menyarankan Anda mungkin memiliki kanker ovarium. Jika kanker ditemukan. 5.5. Pemeriksaan panggul. seperti rahim anda. sehingga prosedur tidak akan memerlukan sayatan yang lebih besar. 4. Untuk membuat gambar dari ovarium Anda. Namun. Pembedahan untuk mengangkat contoh jaringan untuk pengujian. 9. Pemeriksaan Diagnostik XX XX X Pemeriksaan yang biasa dilakukan: 1. CA 125 adalah protein yang ditemukan pada permukaan sel kanker ovarium dan beberapa jaringan sehat. Pembesaran kelenjar inguinal F. Pemeriksan darah lengkap Pemeriksaan kimia darah Serum HCG Alfa fetoprotein Analisa air kemih Pemeriksaan saluran pencernaan Laparatomi CT scan atau MRI perut. Selama pemeriksaan panggul. ahli bedah segera mungkin mulai operasi untuk menghapus sebanyak mungkin kanker. seorang ahli onkologi ginekologi membuat sayatan di perut dan mengesplorasi rongga perut untuk mendeteksi adanya kanker. 11. Dalam beberapa kasus. dan banyak perempuan dengan stadium awal kanker ovarium yang normal memiliki kadar CA 125. tes CA 125 tidak biasanya digunakan untuk mendiagnosa atau ke layar untuk kanker ovarium. dan kemudian memasukkan dua jari dari satu tangan ke dalam vagina dan sekaligus menekan sisi lain di perut untuk merasakan rahim anda dan ovarium. Dia atau dia juga menyisipkan sebuah alat yang disebut spekulum ke dalam vagina.

1. Kanker ovarium epitelial : Stadium I : Pilihan terapi stadium I dengan derajat diferensiasi baik sampai sedang. kemoterapi sistemik. dan imunoterapi. lalu dilanjutkan dengan pengobatan tambahan seperti kemoterapi. sisplastin. histerektomi total abdominal. dan etoposid juga menunjukkan hasil yang bervariasi dari 27% sampai 78%.1. Stadium II: Pilihan terapi utama operasi disertai kemoterapi atau radioterapi. Pasien yang memiliki residu penyakit yang terbatas. karboplatin. Kanker ovarium germinal : . ifosfamid. operasi salpingo-ooforektomi bilateral (operasi pengangkatan tuba fallopi dan ovarium) atau disertai histerektomi abdominal total (pengangkatan uterus) dan sebagian jaringan abdominal. doksorubisin. radioterapi. thiotepa dan siklosfosfamid secara sistematik menunjukkan aktivitas yang baik. 1. dan usus. 1. 5-FU. reseksi daerah permukaan peritoneal. pada stadium I dengan diferensiasi buruk atau stadium IC pilihan terapi berupa: radioterapi. Kemoterapi Penggunaan melphana. Pengobatan Pada umumnya. kurang dari 2cm. kombinasi terapi sistematik dengan takson. Stadium III dan IV: sedapat mungkin massa tumor dan daerah metastasis sekitarnya diangkat (sitoreduktif) berupa pengeluran asites. merupakan kandidat utama terapi P32 ini. Radioterapi Teleterapi pelvis dan abdomen dan penetesan isotop radioaktif pada rongga peritoneal digunakan pada wanita dengan kanker ovarium tahap awal (stadium I dan II). Secara keseluruhan. omentektomi. Operasi Pada umumnya dilakukan: -Histerektomi total yaitu mengangkat rahim dengan organ sekitarnya -Salpingo ooporekmitomi yaitu mengangkat kedua ovarium dan kedua saluran tuba fallopii -Omentektomi yaiut mengangkat lipatan selaput pembungkus perut yang memanjang dari lambung ke alat-alat perut 1. harapan hidup selama 5 tahun mencapai 90%. sisplatin. angka kesembuhan atau kemungkinan hidup. pengobatan kanker ovarium dilakukan dengan tindakan operasi. dengan terapi ajuvan memperpanjang waktu remisi dengan harapan hidup selama 5 tahun mendekati 80 %. siklofosfamid meningkatkan respon terapi. Altretamine. jika masih memungkinkan salpingo-ooforektomi bilateral dilanjutkan terapi ajuvan kemoterapi dan atau radioterapi. Isotop radioaktik (P32) digunakan sebagai terapi residual kanker pada rongga peritoneum.

Kontrasepsi oral(pil KB). para wanita yang menggunakan kontrasepsi oral selama lima tahun atau lebih mengurangi risiko kanker ovarium sekitar 50 persen. 2. Studi menunjukkan bahwa ooforektomi profilaksis menurunkan risiko kanker ovarium hingga 95 persen. tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan. Jika Anda sedang mempertimbangkan setelah prosedur ini dilakukan. Penyebaran kanker ke organ lain Progressive function loss of various organs Fungsi progresif hilangnya berbagai organ Ascites (fluid in the abdomen) Ascites (cairan di perut) Intestinal Obstructions Usus Penghalang . Profilaksis ooforektomi mengurangi. penyakit jantung dan kondisi lain. CC (cyclophosphamide + carboplatin). dikenal sebagai profilaksis ooforektomi. 2. CP (cyclophosphamide + cisplatin). Karena kanker ovarium biasanya berkembang di lapisan tipis rongga perut yang meliputi ovarium. Tubal ligasi atau histerektomi. dianjurkan terutama bagi perempuan yang telah dites positif untuk mutasi gen BRCA atau wanita yang mempunyai sejarah keluarga yang kuat payudara dan kanker ovarium. Setelah tabung Anda diikat atau memiliki histerektomi dapat mengurangi risiko kanker ovarium. pastikan untuk membahas pro dan kontra dengan dokter Anda. 4. Dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah menggunakan mereka. 3. jika ovarium diangkat sebelum menopause. I. tetapi jarang bentuk kanker yang disebut kanker peritoneal primer. yang dengan sendirinya mungkin memiliki dampak negatif pada kesehatan Anda. sesuai dengan ACS. Menyusui anak-anak juga dapat mengurangi risiko kanker ovarium. Memiliki paling tidak satu anak menurunkan risiko Anda mengalami kanker ovarium. wanita yang pernah diangkat indung telur mereka masih bisa mendapatkan yang serupa. Komplikasi 1.Disgerminoma: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dimana kanker ditemukan dilanjutkan radioterapi atau kemoterapi. Pencegahan Beberapa faktor muncul untuk mengurangi risiko kanker indung telur. Kanker ovarium stromal : Operasi yang dilanjutkan dengan kemoterapi. 3. termasuk peningkatan risiko osteoporosis. bahkan jika tidak ada mutasi genetik yang telah diidentifikasi. Perempuan yang berada pada risiko yang sangat tinggi mengalami kanker ovarium dapat memilih untuk memiliki indung telur mereka diangkat sebagai cara untuk mencegah penyakit. Tumor sel germinal lainnya: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dilanjutkan kemoterapi. dan mengurangi risiko kanker payudara hingga 50 persen. profilaksis ooforektomi menginduksi menopause dini. Selain itu. Operasi ini. termasuk: 1. Kombinasi standar sistemik kemoterapi berupa TP (paclitaxel + cisplatin atau carboplatin). Kehamilan dan menyusui. H. risiko kanker ovarium.

Nyeri berhubungan dengan penekanan perut bagian bawah akibat kanker metastasis. yang berarti bahwa kebanyakan kasus tidak terdiagnosis sampai mereka telah mencapai stadium lanjut. 4. 3. J. sekitar 14. Prognosis Kanker ovarium biasanya memiliki yang buruk prognosis. Kanker ovarium paling sering ditemukan pada wanita yang berusia 50-70 tahun dan 1 dari 70 wanita menderita kanker ovarium. Nyeri berhubungan dengan penekanan perut bagian bawah akibat kanker metastasis. 6. Intervensi 1. Ansietas berhubungan dengan stres akibat kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan penatalaksanaannya. Lebih dari 60% dari perempuan dengan kanker ini memiliki stadium III atau stadium IV kanker. Diagnose keperawatan 1. Angka kejadian kanker epitel ovarium rendah pada negara berkembang dan Jepang. Kanker epitel ovarium jarang didapatkan pada wanita berusia < 40 tahun. dan gangguan GI akibat adanya kanker metastasis. Gangguan citra diri berhubungan dengan pembesaran perut. Kanker indung telur memiliki angka kematian yang tinggi. kandung kemih.000 atau separuh lebih wanita meninggal karena penyakit ini. Baca juga Kanker Serviks K. usus. Perubahan Pola eliminasi urin berhubungan dengan penekanan tumor pada pelvis. Kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual. ketika ia telah menyebar ke luar ovarium.Sel-sel dapat implan di lain perut (peritoneal) struktur. muntah. Sel-sel kemudian dapat implan di lain perut (peritoneal) struktur. dari 23. Puncaknya terjadi pada wanita usia 60-64 tahun.100 kasus baru kanker indung telur. lapisan dinding usus (omentum) dan. Kolaburasi tindakan pembedahan Rasional a. usus dan lapisan dinding usus omentum pertumbuhan tumor yang membentuk baru sebelum kanker bahkan dicurigai. 2. ke paru-paru. L. Pembedahan bertujuan untuk . lebih jarang. 5. Kanker indung telur merupakan penyebab kematian ke-5 terbanyak di Amerika Serikat dan merupakan salah satu dari 7 keganasan tersering di seluruh dunia. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan gangguan pernafasan akibat penekanan asites pada diafragma. Kanker ovarium gudang sel ke dalam cairan alami dalam rongga perut. Intervensi 1. termasuk rahim . kandung kemih . termasuk rahim. Ini tidak proporsional mematikan karena kekurangan apapun deteksi dini jelas atau tes skrining. Tujuan : Dalam 2x 24 jam rasa nyeri berkurang Kriteria Hasil : Setelah diberi tindakan keperawatan skala nyeri berkurang menjadi 4.

Ajarkan dan lakukan tehnik relaksasi. Tujuan : Dalam 2x 24 jam nutrisi pasien terpenuhi . Tenangkan klien b. dan gangguan GI akibat adanya kanker metastasis. menghilangkan faktor utama penyebab nyeri. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan gangguan pernafasan akibat penekanan asites pada diafragma. Kolabarasi untuk pemberian terapi analgesik. b. Batasi aktivitas dan mobilisasi klien Rasional a.RR normal kembali antara 16-24x/mnt -Klien tidak terlihat cemas dan gelisah Intervensi a. Kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual. Mengistirahatkan klien dengan posisi semifawler c.Menurunkan tingkat ketegangan pada daerah nyeri d. terapi oksigen dibutuhkan jika klien membutuhkan O2 lebih e.Merelaksasi otot – otot tubuh e. 1. 2. Kolaborasi pemberian terapi oksigen e. muntah. Posisi semi fawler menambah ruang ekspansi dada c.Menghilangkan rasa nyeri c. Atur posisi senyaman mungkin.untuk pengangkatan kanker. Tujuan : Mengembalikan pola nafas klien menjadi normal kembali Kriteria Hasil : . Mengidentifikasi skala dan perkembangan nyeri. Jika klien tenang maka konsumsi O2 semakin efisien 3. 1.Klien tidak mengeluh sesak . Istirahat dapat mengurangi konsumsi O2 klien b. Kaji tingkat dan intensitas nyeri. Baju klien yang longgar mempermudah klien dalam bernafas d. longgarkan baju klien d. 2. 2.

Berikan informasi tentang kesehatan klien b. Ansietas berhubungan dengan stress akibat kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan penatalaksanaannya. Temani klien dalam memutuskan sesuatu sangat dibutuhkan . 5. atau penting dalam mempertahankan makanan pedas. Dorong penggunaan suplement dan ditingkatkan begitu juga cairan (untuk makan sering atau lebih sedikit yang menghilangkan produk sisa). penurunan anoreksia.Kriteria Hasil : mual (-). e. bimbingan imajenasi. Tujuan : Dalam 2x 24 jam klien tidak terlihat cemas dan gelisah Kriteria hasil : berkurangnya rasa takut. kalori kaya protein kaya nutrient. 4. kalori dan protein adekuat. Suplemen dapat memainkan peran terlalu terlalu manis. Pantau masukan makanan setiap hari. Hindari c. berlemak. dan memungkinkan pasien meningkatkan masukan oral. nafsu makan pasien meningkat. Dapat mencegah awitan atau menurunkan beratnya mual. visualisasi. Intervensi Rasional a. Berikan solusi yang relevan c. f. a. Intervensi Rasional 1. berat badan stabil. Dorong penggunaan teknik relaksasi. b. Dengarkan dengan seksama apa keluh kesah a. muntah. dengan masukan cairan adekuat. 1. klien tahu dan mengerti tentang keadaan dirinya. klien dapat melakukan manajemen stress terhadap kondisinya. latihan d. Kontrol factor lingkungan. Kebutuhan jaringan metabolic 3. Mual atau muntah psikogenik terjadi karena perubahan lingkungan pengobatan atau rutinitas pasien pada hari pengobatan mungkin efektif. Dengan mendengarkan keluh kesah klien klien maka akan mengurangi stress klien b. Dapat mentriger respons mual sedang sebelum makan. Informasi tentang keadaan klien d. Solusi relevan sangat dibutuhkan klien c. penambahan berat badan progresif. Identifikasi pasien yang mengalami mual atau muntah yang diantisipasi. Dorong pasien untuk makan diet tinggi defisiensi nutrisi. dibagi-bagi selama sehari 4. Mengidentisifikasi kekuatan atau 2.

Membantu dalam memastikan terdekat bagaimana diagnosis dan masalah untuk memulai proses pengobatan yang mempengaruhi pemecahan masalah. Intervensi 1. Diskusikan dengan pasien atau orang a. Berikan obat diuretik jika di perlukan (kolaborasi) 2. 3. Bimbingan antisipasi dapat 2. Mengidentifikasi masalah secara dini. Dorong diskusi tentang atau pecahkan c. Dapat membantu menurunkan masalah yang mempengaruhi masalah tentang efek kanker atau penerimaan pengobatan atau pengobatan pada peran sebagai ibu merangsang kemajuan penyakit. Kolaborasikan pemberian diuretik dengan dokter agar pasien bisa BAK dengan lancar c. Beritahu pasien bahwa tidak semua efek samping terjadi. Meskipun beberapa pasien . Kriteria hasil : dapat mengungkapkan pemahaman tentang perubahan tubuh. Pemasangan alat bantu kateter jika di perlukan Rasional a. Perubahan Pola eliminasi urin berhubungan dengan penekanan tumor pada pelvis. Kaji dan pantau frekuensi BAK setiap hari 1. klien membutuhkan teman untuk berbagi e. Humor sangat diperlukan klien untk mengurangi stress yang dirasakanya 5. Gangguan citra diri berhubungan dengan pembesaran perut. orang tua. sebagai pedoman tindakan selanjutnya b.e. Tujuan : Dalam 2x 24 jam tidak terjadi gangguan pola eliminasi urin. Intervensi Rasional 1. Kriteria Hasil : klien dapat berkemih normal (5x sehari). kehidupan pribadi pasien atau rumah dan aktifitas kerja b. dan sebagainya. efek samping misalkan membeli wig sebelum radiasi. rimah tangga. jumlah output sesuai input. Tinjau ulang efek samping yang membantu pasien atau orang terdekat diantisipasi berkenaan dengan memulai proses adaptasi pada status pengobatan tertentu. Berikan humor ringan kepada klien d. 4. Tujuan : Dalam 2x 24 jam klien dapat menerima kondisi yang dialami. termasuk kemungkinan efek pada aktifitas seksual baru dan menyiapkan untuk beberapa dan rasa ketertarikan atau keinginan. Pemasangan kateter dapat digunakan selama praoperasi 6. Berikan dukungan emosi untuk pasien d. penerimaan diri dalam situasi sekarang.

Penulis berharap agar makalah ini dapat dijadikan sebagai salah satu sumber bacaan dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.wordpress. Mungkin perlu memulai dan mempertahankan struktur psikososial positif bila system pendukung pasien atau orang orang terdekat terganggu. Djamil Padang Tanggal 15-16 Oktober 2008. Februari 2009 Penulis . Penulis menyadari dalam makalah ini banyak terdapat kekurangan.berdaptasi atau menyesuaikan diri dengan efek kanker atau efek samping therapy. 14 September 2009 Askeb Ca Ovarium MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny “ U “ DENGAN POST DEBULKING ATAS INDIKASI Ca OVARIUM STADIUM IIIb DISERTAI ANEMIS SEDANG PRO KEMOTERAPI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT. Dalam penulisan makalah ini penulis banyak mendapatkan kendala dan hambatan baik dalam memperoleh sumber yang relevan maupun dari segi penulisan. Rujuk pada konseling professional bila tambahan selama periode ini. e. Padang. Untuk itu . atau orang terdekat selama tes diagnistik dan fase pengobatan. penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kemajuan dimasa mendatang. berkat rahmat dan karunia Nya penulis akhirnya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Ny “ U “ Dengan Post Operasi Atas Indikasi Ca Ovarium Stadium IIIb Disertai Anemis Sedang Pro Kemoterapi Di Ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr.banyak memerlukan dukungan 1.com/2011/11/18/asuhan-keperawatan-kanker-ovarium/ Winter Snow Card Comments Hot Myspace Generators Senin.M. diindikasikan. Namun berkat bantuan dari berbagai pihak akhirnya penulis dapat penulis dapat menyelesaikan makalah ini. http://saktyairlangga.

dan kebutuhan dari data yang telah dikumpulkan c) Menentukan antisipasi masalah dan diagnosa potensial pada Ny “ U “dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi d) Menentukan tindakan segera terhadap Ny “ U “ dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi e) Merencanakan tindakan yang akan dilakukan kepada Ny.”U” dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi berdasarkan interpretasi data f) Melaksanakan tindakan sesuai rencana yang telah ditetapkan g) Mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan kepada Ny. Latar Belakang Kanker ovarium merupakan keganasan yang sering dijumpai tetapi sebagian besar datang sudah dalam stadium lanjut atau ditemukan saat operasi .2. masalah. Rumusan Masalah Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana menerapkan asuhan kebidanan . Djamil Padang.M. 1.2. Angka kejadian kanker ovarium ini kira-kira 20% dari semua keganaan alat reproduksi wanita.”U” dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi b) Menentukan diagnosa.2. 1. maka diperlukan asuhan kebidanan yang intensif. Tujuan khusus Setelah membuat makalh ini mahasiswa diharapkan mampu : a) Melakukan pengkajian data kepada Ny.2.1.BAB I PENDAHULUAN 1. Oleh karena itu . Karena angka kejadian kanker ovarium cukup tinggi di Indonesia. penulis tertarik untuk merapkan asuhan kebidanan pada Ny “ U “ dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang pro kemoterapi di ruang onkologi irna A kebidanan RSUP Dr. Tujuan 1.”U” dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi berdasarkan interpretasi data 1.000 populasi wanita setahunnya.3. Insiden rata-rata dari semua jenis diperkirakan 15 kasus baru per 100. kanker ovarium sering dinamakan pembunuh dingin atau silent killer karena perjalanan penyakitnya lambat tetapi mematikan Kanker ovaorium merupakan keganasan ginekologi yang terbanyak setelah kanker leher rahim dan hamper separuh dari kematian wanita di Indonesia karena keganasan ginekologi disebabkan oleh kanker ovarium. Tujuan Umum Dapat memberikan asuhan kebidanan pada klien dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang pro kemoterapi di ruang onkologi irna A kebidanan RSUP Dr.1.M. Djamil Padang.

Insiden keganasan tumor germinal terjadi pada usia muda kadang dibawah usia 20 tahun.19% sekarang ini 90 % pasien kanker ovarium germinal dapat disembuhkan dengan fertilitas dapat dipertahankan. karsinoma adalah tumor ganas dari epitelial ovarium (EOC’s : Epitelial ovarium carcinomas) merupakan jenis tumor yang paling sering ( 85 – 90% ) dan penyebab kematian terbesar dari jenis kanker ovarium. Beberapa gambaran EOC dari pemeriksaan mikroskopis berupa serous.pada klien dengan kanker ovarium di ruangan onkologi Irna A kebidanan RSUP Dr. sistem reproduksi terdiri dari ovarium. Kedua ovarium terletak dikedua sisi uterus dalam rongga pelvis dengan panjang sekitar 1. Gambaran tumor epitelial yang secara mikroskopis tidak jelas teridentifikasi sebagai kanker dinamakan sebagai tumor bordeline atau tumor yang berpotensi ganas (LMP tumor : Low Malignat Potential). tuba fallopi. bentuk keganasan sel germinal terutama adalah teratoma. Anatomi dan Fisiologi Ovarium Ovarium adalah salah satu organ sistem reproduksi wanita. endometrioid dan sel jernih.5 – 2 inchi dan lebar <> 35 tahun • Membawa mutasi gen BRCA1 atau BRCA2 • Sindroma herediter kanker kolorektal nonpolipoid • Ras kaucasia > Afrika-Amerika • Dll Jenis kanker ovarium 1. M . umumnya tumor germinal adalah jinak meskipun beberapa menjadi ganas. sebelum era kombinasi kemoterapi harapan hidup satu tahun kanker ovarium germinal stadium dini hanya mencapai 10 . Tumor germinal Tumor sel germinal berasal dari sel yang menghasilkan ovum atau telur. pada umumnya jenis tumor yang berasal dari epitelial adalah jinak. Tumor epitelial Tumor epitelial ovarium berkembang dari permukaan luar ovarium.Djamil Padang. 2. BAB II TINJAUAN TEORI KARSINOMA OVARIUM I. mucous. dysgerminoma dan tumor sinus endodermal. uterus dan vagina. .

hilangnya nafsu makan dll • Gangguan sistem urinaria. Klasifikasi stadium kanker ovarium berdasarkan FIGO (International Federation of Gyneklogi and Obstetric ) : Stadium I terbatas pada 1 / 2 ovarium I A Mengenal 1 ovarium. Ascites (+) Stadium II perluasan pada rongga pelvis II A Mengenai uterus / tuba fallopi / keduanya II B Mengenai organ pelvis lainnya II C Kriteria II A / II B disertai 1 / > keadaan sbb : 1. rasa penuh. konstipasi. Mengenai permukaan ovarium 2.3. hanya sekitar 10 % dari kanker ovarium yang terdeteksi pada stadium awal. inkontinensia uri • Perasaan tidak nyaman pada rongga abdomen dan pelvis . Derajat 1 : differensiasi baik 2. Derajat 2 : differensiasi sedang 3. kapsul utuh. Ascites (+) Stadium III kanker meluas mengenai organ pelvis dan intraperitoneal III A Makroskopis : terbatas 1 / 2 ovarium Mikroskopis : mengenai intraperitoneal III B Makroskopis : mengenai intraperitoneal diameter <> 2 cm Derajat keganasan kanker ovarium 1. Tanda dan keluhan kanker ovarium Kanker ovarium sulit terdeteksi. kapsul utuh. bentuk yang didapat berupa tumor theca dan tumor sel sartoli-leydig termasuk kanker dengan derajat keganasan yang rendah. ascites (-) I C Kriteria I A / I B disertai 1 > lebih keadaan sbb : 1. keluhan biasanya nyeri daerah abdomen disertai keluhan–keluhan: • Pembesaran abdomen akibat penumpukan cairan dalam rongga abdomen (ascites) • Gangguan sistem gastrointestinal. ascites (-) I B Mengenai 2 ovarium. mual. Derajat 3 : differensiasi buruk Dengan derajat differensiasi semakin rendah pertumbuhan dan prognosis akan lebih baik. Kapsul ruptur 3. Kapsul ruptur 3. Mengenai permukaan luar ovarium 2. Tumor stromal Tumor ovarium stromal berasal dari jaringan penyokong ovarium yang memproduksi hormon estrogen dan progesteron. jenis tumor ini jarang ditemukan.

Ø Penanda tumor CA-125: Pemeriksaan darah CA-125 digunakan untuk menilai kadar CA-125 dimana peningkat pada kanker ovarium. HCG. MRI • Tes darah khusus : CA-125 (Penanda kanker ovarium epitelial).Foto rontgen dada dan tulang. Kemoterapi Kanker ovarium epitelial : • Stadium I : Pilihan terapi stadium I dengan derajat diferensiasi baik sampai sedang. kista dan bentuk tumor padat. pada wanita premonopause.Scan traktus urinarius Penatalaksanaan kanker ovarium 1. Operasi 2. Radioterapi 3. wanita dengan kanker ovarium stadium lanjut terjadi peningkatan CA-125 (>35µ/ml) sekitar 80% walaupun ketepatan pemeriksaan ini baru mencapai 50 % pada stadium dini.• Menstruasi tidak teratur • Lelah • Keluarnya cairan abnormal pervaginam (vaginal discharge) • Nyeri saat berhubungan seksual • Penurunan berat badan • Dll Deteksi dini kanker ovarium Semakin dini tumor ovarium ditemukan dan mendapat pengobatan harapan hidup akan semakin baik metode pemeriksaan yang sekarang ini digunakan sebagai penyaring kanker ovarium adalah: Ø Pemeriksaan pelvik dan rektal : termasuk perabaan uterus dan ovarium untuk mengetahui bentuk dan ukuran yang abnormal. . Diagnosis kanker ovarium • Anamnesis dan pemeriksaan fisik pelvik • Radiologi : USG Transvaginal. fibroid uterine. Ø Ultrasounografi (USG): Dengan gelombang ultrasound untuk membedakan gambaran jaringan sehat. penyakit ganguan fungsi hati dan kista ovarium juga terjadi peningkatan kadar CA-125. pada stadium I dengan diferensiasi buruk atau stadium Ic pilihan terapi berupa: . meskipun pemeriksaan rektovaginal tidak dapat mendeteksi stadium dini kanker ovarium. dan vesika urinaria). ureter. kehamilan. operasi salpingo-ooforektomi bilateral (operasi pengangkatan tuba fallopi dan ovarium) atau disertai histerektomi abdominal total (pengangkatan uterus) dan sebagian jaringan abdominal. dan AFP (penanda tumor sel germinal) • Laparoskopi • Laparotomi • Pemeriksaan untuk mengetahui perluasan kanker ovarium . melalui abdomen ataupun pervaginam.Pielografi intravena (ginjal.Scan KGB (Kelenjar Getah Bening) . sistoskopi dan sigmoidoskopi. harapan hidup selama 5 tahun mencapai 90%. LDH. . CT scan. dimana mampu mendeteksi keganasan dengan keluhan asimtomatik tapi ketepatan pada stadium dini rendah. endometriosis.

Anemia berat :< 7 mg % Anemia ringan biasanya hanya diberi tablet tambah darah. CC (cyclophosphamide + carboplatin).a) Radioterapi b) Kemoterapi sistemik c) Histerektomi total abdominal dan radioterapi • Stadium II: Pilihan terapi utama operasi disertai kemoterapi atau radioterapi. • Tumor sel germinal lainnya: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dilanjutkan kemoterapi. dinyatakan menderita anemia apabila kadar hemoglobin dalam darahnya kurang dari 12g/100ml.7%) Menurut WHO : 1. anemia akibat perdarahan. baik pria dan wanita. Kombinasi standar sistemik kemoterapi berupa TP (paclitaxel + cisplatin atau carboplatin). anemia hemolitik herediter. jika masih memungkinkan salpingo-ooforektomi bilateral dilanjutkan terapi ajuvan kemoterapi dan atau radioterapi. Etiologi :  Yang didapat : anemia defisiensi besi. CP (cyclophosphamide + cisplatin).0%) 4) Anemia hemolitik/ sel sickle (0.0%) 3) Anemia hipoplastik (8. anemia akibat radang atau keganasan. hemaglobinopati sel sabit. reseksi daerah permukaan peritoneal. dan untuk anemia sedang berat terapi yeng efektif adalah dengan transfuse darah. hemaglobinopati lain. Klasifikasi : Berdasarkan etiologi : 1) Anemia defisiensi besi (62. anemia megaloblastik. omentektomi. anemia hemolitik. Kanker ovarium germinal : • Disgerminoma: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dimana kanker ditemukan dilanjutkan radioterapi atau kemoterapi. dengan terapi ajuvan memperpanjang waktu remisi dengan harapan hidup selama 5 tahun mendekati 80 %. ANEMIA Seseorang. Yang diturunkan : talasemia. • Stadium III dan IV: Sedapat mungkin massa tumor dan daerah metastasis sekitarnya diangkat (sitoreduktif) berupa pengeluran asites. dan usus.3%) 2) Anemia megaloblastik (29. . Anemia ringan : 10-11mg % 2. kanker ovarium stromal : • Operasi yang dilanjutkan dengan kemoterapi. Anemia sedang : 8-9 mg% 3. anemia aplastik atau hipoplastik.

kecuali di daerah-daerah dengan frekuensi anemia megaloblastik yang tinggi. dan ferrigen. muntah dan anoreksia yang bertambah berat. Perubahanperubahan dalam leukopoesis. Sifat lain yang khas bagi defisiensi besi adalah a. misalnya pada perdarahan. Kekurangan ini dapat disebabkan karena kurang masuknya unsur besi dengan makanan. jarang sekali karena defisiensi vitamin B12. sering ditemukan pada wanita yang jarang mengkonsumsi sayuran hijau segar atau makanan dengan protein yang tinggi.20 mg. . seperti metamielosit datia dan sel batang datia yang kadang-kadang disertai vakuolisasi san hipersegmentasi granuiosit. asupan gizi yang kurang. Terapi Tablet asam folik diberikan 15-30mg per hari Vitamin B12 3x1 tablet per hari Sulfas ferosus 3x1 tablet per hari Pada kasus berta dapat diberikan transfusi darah Pencegahan Pada umumnya asam folik tidak diberikan secara rutin. kemasan diberikan secara intramuskuler atau intravena. Pencegahan Mengkonsumsi cukup makanan bergizi dan mengandung unsur besi atau mengkonsumsi suplemen tambahan pada keadaan tertentu minimal 1 tablet sehari. atau glukonas ferosus dengan dosis 3-5 x 0. Daya ikat besi serum tinggi c.  Parental : diberikan bila ibu hamil tidak tahan pemberian peroral atau absorpsi di saluran pencernaan kurang baik.1) Anemia Defisiensi besi Anemia jenis ini biasanya berbentuk normostik dan hipokromik serta paling banyak dijumpai. karena gangguan reasorpsi. jectofer. 2) Anemia Megaloblastik Disebabkan karena defisiensi asam folik. Gejalanya meliputi mual. 3) Anemia Hipoplastik Disebabkan karena sum-sum tulang kurang mampu membuat sel-sel darah baru. missal pada ibu hamil. Kadar besi serum rendah b. Diagnosis Apabila ditemukan megaloblas promegaloblas dalam darah atau sum-sum tulang. Diagnosis pasti baru dapat dibuat dengan percobaan penyerapan dan percobaan pengeluaran asam folik. gangguan penggunaan atau karena terlampau banyaknya besi keluar dari badan. Tidak ditemukan hemosiderin dalam sum-sum tulang Terapi Kemasan zat besi dapat diberikan peroral atau parental Peroral : sulfas ferosus. Protoporfirin eritrosit tinggi d. Kemasan ini antara lain: imferon. dan lain-lain. Diagnosis Anemia defisiensi yang berat ditandai dengan cirri-ciri yang khas yaitu mikrositosis dan hipokromasia. pada wanita yang sedang menstruasi.

sulfonamide. penyakit hati Diagnosis Gejala yang lazim dijumpai ialah gejala proses hemalitik. I dan araxysmal nocturnal haemoslobinuria b.Diagnosis Gambaran darah tepi: normostik dan normokromik. Pencegahan Tidak banyak yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya anemia hipoplastik. nitropurantoin. pimaquin. sulfonamide. Prognosis Anemia hipoplastik berta yang tidak diobati mempunyai prognosis buruk. hiperurobiunuria. kinin. H. Akan tetapi dalam pemberian obat-obat selalu harus dipikirkan pengaruh samping dari obat itu. dan obat pengecat rambut sebaiknya tidak diberikan pada wanita hamil. Penyebabnya belum diketahui kecuali yang disebabkan oleh sepsis berat. penyakit hodjkin. eliptositosis. hemoglobinopana C. yang perlu sering diulang. Khususnya obatobat yang mempunyai pengaruh hemotoksi seperti: strepromisin. 4) Anemia Hemolitik/sel sickle Disebabkan karena penghancuran sel darah merah berlangsung cepat dari pada pembuatannya Secara umum anemia hemoitik dapat dibagi dalam 2 golongan besar. hiperbilirubinemia. Sum-sum tulang memberikan gambaran normoblastik dan hipoplasia. thalasemia. baik bagi ibu maupun bagi anak. Untuk diagnosis diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan: Darah tepi lengkap Pemeriksaan fungsi sternal Pemeriksaan retikulosit Terapi Dengan obat-obatan tidak memuaskan. rancun ular. anemia sel sabit. leukemia. mungkin pengobatan yang paling baik yaitu transfuse darah. seperti pada sfenositosis. kiortetrasiklin. pada defisiensi 6-6-PD. keracunan dan sinar rontgen dan sinar radiasi. G. yakni : a. D. Golongan yang disebabkan oleh faktor ekstra korpuskuler seperti pada infeksi. antagonismus rhesus atau ABO. seperti anemia. hemoglobinuria. dan sterkobiuin lebih banyak dalam faeses Terapi Tergantung pada jenis dan beratnya  Pada anemia berat diperlukan transfusi darah yang kadang diulang beberapa kali untuk meringankan ibu dan untuk mengurangi bahaya hipoksia janin Spenektomi dianjurkan pada anemia hemolitik bawaan dalam trimester II dan III Pemberian obat-obat yang dapat menyebabkan kelumpuhan sumsum tulang harus segera . limfosarkoma. paraquin. hemoglobinemia. oksitetrasiklin. timah. anemia hemolitik herediter. keracunan arsenikum. neoarsphenamin. klorpromazin atebrin. Golongan yang disebabkan oleh faktor intra korpuskuler.

Sel kanker inilah yang menjadi target obat kemoterapi. hormon terapi. dapat secara mingguan. Tergantung pada tahapan kanker. Pada saat ini cara pengobatan kanker dapat digolongkan sebagai berikut: Pembedahan (operasi) yaitu mengambil jaringan tumor. Akibat kemoterapi: Tubuh manusia terdiri dari organ-organ tubuh. Cara kemoterapi : Kemoterapi merupakan pengobatan sistemik. maka akan menjadi suatu regimen standart. Organ tubuh terdiri dari jaringan dan jaringan dari sel tubuh yang berubah atau mutasi menjadi ganas dan membelah terus terkendali dan menjadi besar mendobrak. seringkali digunakan kateter atau selang plastik kedalam vena untuk mencegah kerusakan vena serta mempermudah injeksi. Pasien mendapatkan kemoterapi dosis tinggi diberikan dalam unit rawat inap. merusak. sedangkan apabila masih dalam penelitian dipusat pengobatan kanker. namun dalam perkembangannya kini umumnya dipergunakan kombinasi sitostika atau disebut regimen kemoterapi. bersarang diorgan lain dan mengulangi pertumbuhan seperti tempat semula. baik tunggal ataupun regimen kombinasi serta akibat baik dan buruk juga apa manfaatnya merupakan pekerjaan sehari-hari para dokter onkologi. Semua akibat yang bermanfaat (khasiat) serta dampak buruknya semua jenis kemoterapi sudah disahkan oleh Dep Kes dinegara yang bersangkutan. menghambat kanker yang perkembnagannya tergantung hormon dan biologi terapi atau imunoterapi. cara pengobatan dapat tunggal ataupun kombinasi dari jenis pengobatan tersebut diatas. sebagian besar diberikan dengan cara injeksi kedalam pembuluh baik vena. Pemakaian obat-obatan baik tunggal kombinasi ini telah melalui penyelidikan mendalam diberbagai pusat kesehatan. kemoterapi terapi menggunakan obat untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi diberikan diberikan secara siklit. Pada sejarah awal penggunaan kemoterapi digunakan satu jenis sitostika. Akibat kemoterapi bermacam-macam tergantung jenisnya. Kemoterapi merupakan cara pengobatan kanker dengan jalan memberikan zat/obat yang mempunyai khasiat membunuh sel kanker dan diberikan secara sistematik. jaringan sekitarnya dan akhirnya menyebar. Kombinasipun dapat berurutan misalnya: Operasi dilanjutkan kemoterapi atau dapat pula bersamaan seperti kemoterapi disertai radiasi atau radiasi plus hormonal terapi. dua mingguan 3-4 mingguan. Apabila pasien diberikan suntikan intravena. Khususnya penerapannya pada kasus-kasus di Indonesia. sebagian kecil dapat berupa tablet/capsul dan kadang-kadang ada yang diberikan subcutan atau suntik dibawah kulit. serta intratekal (diinjeksikan kedalam system syaraf) jarang sekali yang disuntikan ke otot. Untuk kemoterapi bisa digunakan satu jenis sitostika. yaitu menggunakan kemampuan biologi tubuh yang alamiah untuk memerangi tumor. Obat anti kanker yang artinya penghambat kerja sel. RS Dharmais merupakan salah satu pusat kanker yang bertugas mengemban misi tersebut.dihentikan KEMOTERAPI Kemoterpi adalah zat-zat yang dapat menghambat proliferasi sel kanker. Kondisi pasien juga menentukan apakah dapat diberikan dirawat jalan atau rawat inap. belum disahkan disebut regimen kemoterapi dalam uji klinik (clinical trial). dosis besar dan ganda . Memahami sifat-sifat sitostatika serta penggunaannya. dalam usaha untuk mendapatkan hasiat lebih besar. membubuh tumor dengan sinar berenergi tinggi untuk merusak sel kanker. radiasi. Dan tugasnya pula untuk mengembangkan dan menyempurnakannya.

Mengingat pengobatan kanker dengan kemoterapi memberikan efek samping yang cukup berat. Sel susm-sum tulang kita diambil dan disimpan dengan pengawet. Rambut yang sedang tumbuh pun akan rontok. Namun sel kanker akan mengalami kerusakan lebih parah dibanding kerusakan pada sel sehat. sementara haid menjadi tidak ada dan laki-laki sementara mengalami sterilisasi. Untuk kemoterapi yang sangat agresif dimana kerusakan sel darah sangat berat. Demikian pula badan terasa lemah karena kurang energi yang dibakar oleh oxygen. namun dengan penerangan dan persiapan lebih baik. Pada pusat kanker yang lengkap disediakan bank sperma untuk antisipasi apabilia terjadi sterilisasi permanen pada pria. Untuk mencegah kerusakan permanen dari sel sehat. sel sum-sum tulang badan kita yang disimpan ditransfusikan kembali ketubuh untuk memulihkan kerusakan tersebut. Diantara sel sehat yang terkena akibat adalah sel-sel darah dimana berfungsi memerangi infeksi. dipergunakan cangkok sum-sum tulang dari tubuh sendiri (autologus bone marrow tranplantation). Hal ini dimaksud untuk memulihkan sel sehat. obat kanker tidak bisa diberikan sekaligus 4-8 siklus. • Penyakit Hodgkin • Non Hodgkin limfoma jenis large sel • Kanker testis jenis germ sel . Kemoterapi anti kanker akan menyebabkan sel kanker serta beberapa jenis sel sehat yang juga sedang membelah atau tumbuh mengalami kerusakan. Kemoterapi sangat bermanfaat (karena dapat sembuh atau hidup lama). Pada waktu kerusakan sel darah begitu berat akibat kemoterapi yang agresif. sehingga atas dasar inilah obat anti kanker dipergunakan. Dilain pihak berangsur mengecilkan kanker sehingga akhirnya sel kanker menjadi sangat kecil tidak terlihat lagi dan bisa dihancurkan dengan sinar atau dihilangkan dengan operasi. semua dapat diatasi. membantu pembekuan dan membawa oxygen keseluruh tubuh. obat anti muntah. pertumbuhan terhenti. obat nafsu makan serta obat-obat lain. nafsu makan hilang dan terutama wanita adalah kebotakan.mempunyai akibat akan lebih besar dan sebagainya. maka penderita akan gampang terkena infeksi. Berikut ini rincian beberapa manfaat kemoterapi pada berbagai jenis kanker. Penyuluhan yang dapat diberikan pada pasien pro kemoterapi : Pada prakteknya sehari-hari yang dikhawatirkan pasien terutama muntah. antara lain pemeriksaan laboratorium berkala. mual muntah serta sariawan dan diare akibat rontoknya selaput lendir mulut dan usus. Pemeriksaan awal tersebut ditetapkan oleh dokter onkologi medik. Setelah beberapa periode 1-3 minggu sel sehat pulih dan sel kanker juga akan pulih kembali namun mengalami kerusakan berarti. Manfaat kemoterapi : Sampai saat ini tidak semua kanker mendapat manfaat dari kemoterapi. Sel-sel pada saluran cerna juga cepat membelah. Hal ini wajar. Secara umum obat anti kanker mempunyai akibat terhadap sel kanker yang sedang cepat membelah itu. gampang memar dan serta mudah mengalami pendarahan. sebelum mendapatkan kemoterapi pasien harus menjalani beberapa pemeriksaan agar tubuhnya tahan menghadapi akibat dari kemoterapi. diantaranya pemeriksaan darah lengkap. 1. sariawan. Bila sel-sel darah terkena pengaruh. pasien akan merasa tidak nafsu makan. sehingga akibat gangguan saluran cerna. test fungsi liver dan lain-lain. namun sel sehat yang cepat membelah pun termasuk kena akibat anti kanker tersebut. Disamping itu gangguan tersebut tidak permanen dan akan pulih sebelum dilakukan siklus berikutnya.

leukosit ≥ 5000/mm³. Penelitian-penelitian yang professional tentang kemoterapi dapat dimanfaatkan untuk pengobatan kanker dan mengeliminasi efek samping yang terjadi.000/mm³ 2. kadang-kadang sembuh) • Kanker Payudara • Kanker Ovarium • Kanker Paru jenis small sel • Limfoma non Hodgkin • Multiple Mieloma 3. syarat yang harus dipenuhi penolonng : pengetahuan kemoterapi yan memadai keterampilan menyuntikkan obat sarana pemeriksaan laboratorium yang memadai . maka digunakan kombinasi dengan cara pengobatan lain untuk mengambil masing-masing manfaat. Kemoterapi bermanfaat untuk paliatif (dapat mengulang gejala) • Kanker Nasofaring • Kanker Prostat • Kanker Endometrium • Kanker Leher dan Kepala • Kanker Paru jenis non small sel 4. kemoterapi yang diberikan sesudah operasi.• Leukemia dan Limfoma pada anak 2. kemoterapi yang diberikan sebelum operasi manfaatnya adalah mengurangi ukuran tumor sehingga mudah dioperasi. misalnya alopesia. Kemoterapi kadangkala bermanfaat • Kanker Nasofaring • Melanoma • Kanker usus besar Mengingat keterbatasan manfaat kemoterapi. trombosit ≥ 150. syarat yang harus dipenuhi penderita : keadaan umum cukup baik penderita telah siap secara psikologik bila terjadi efek samping termasuk yang menyangkut kosmetik. Manfaatnya mengurangi kekambuhan lokal dan mengurangi penyebaran yang akan timbul. Faal ginjal dan hati baik Diagnostic histologik ( tidak mutlak ) Kanker cukup sensitif terhadap sitostatik Riwayat pengobatan sebelumnya Laboraturium : Hb ≥ 10 gr%. Syarat-syarat pemberian kemoterapi : 1. Kemoterapi adalah suatu cara penobatan kanker yang sudah teruji. Kemoterapi paliatif diberikan hanya untuk mengurangi besarnya tumor yang dalam hal ini karena atau lokasinya menggangu pasien karena nyeri ataupun sulit bernafas. yaitu:  Kemoterapi adjuvant. meski pun tidak dapat dihindari adanya efek samping. Kemoterapi neo adjuvant. Kemotarapi bermanfaat (karena dapat dikendalikan cukup lama.

Pengobatan bisa diberikan beberapa minggu sampai beberapa tahun 3. Penyebab kurang gizi : Rendahnya nutris yang dikonsumsi penderita Konsumsi bahan nutrisi oleh sel kanker Pengaruh metabolisme sel kanker Gizi yang kurang umunya disebabkan oleh anoreksia. defisiensi gizi yang sering ditemukan pada penderita kanker adalah defisiensi rotein dan kalori dengan manifestasi mengecilnya masa otot. selama beberapa menit) 4. Kontra indikasi kemoterapi : 1. atau beberapa rangkaian pengobatan bisa diberikan dengan selang waktu diantaranya NUTRISI PASIEN KANKER : Malnutrisi merupakan hal yang sering ditemukan pada pasien kanker. Bervariasi.beberapa obat dalam 1 hari . hati. Secara langsung ke dalam pembuluh darah yang memasok daerah dimana tumor tumbuh 2.pengetahuan mengenai efek samping yang akan terjadi termasuk cara mengatasinya.1 dosis/hari selama beberapa hari . jantung penderita tidak kooperatif Cara-cara pemberian kemoterapi: 1.berkesinambungan selama beberapa hari . kontra indikasi relative : usia lanjut ganguan ringan fungsi organ-organ : ginjal. Anoreksia dapat disebabkan oleh gangguan fungsi mengecap dan mencium maupun gangguan fungsi susunan syaraf pusat. Intravena (langsung kedalam vena. kontra indikasi mutlak: kehamilan keadaan umum jelek infeksi-infeksi akut.dosis 1 kali/minggu . Serangkaian pengobatan bisa diberikan hanya 1 kali. Per-oral (berupa tablet.1 dosis atau beberapa hari pemberian obat/bulan 2. termasuk sepsis gangguan sisti hemopoetik berat 2. selama beberapa menit sampai beberapa jam) 3. tergantung dari kankernya : . gangguan fungsi traktus gastrointestinal dan kebutuhan yang meningkat. kapsul atau cairan) Frekuensi pemberian kemoterapi: 1. Nutrisi yang baik dikonsumsi oleh pasien kanker adalah : . Drip intravena (dari sebuah kantong atau botol cairan intravena.

M.M. Djamil Padang 3) Mengidentifikasikan diagnosa potensial yang mungkin terjadi pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr.M. Djamil Padang 4) Melakukan kolaborasi dengan dokter dan petugas laboratorium terhadap masalah yang ada maupun masalah yang berpotensi terjadi. Kesimpulan Dengan menerapkan manajemen asuhan kebidanan pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr. Djamil Padang diharapkan mampu : 1) Melakukan pengkajian pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr.M. Djamil Padang 6) Melaksanakan implementasi terhadap asuhan yang telah dibuat secara rasion .M.Banyak mengandung serat dan cairan Tinggi protein dan kalori Makanan yang tidak merangsang timbulnya muntah Makanan yang rendah lemak Makan yang mudah dicerna BAB III PENUTUP A. Djamil Padang 2) Mengidentifikasi secara benar masalah atau diagnosa pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr. 5) Membuat rencana asuhan yang rasional pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr.

1998. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sastrawinata.id www. B. Bandung : Elstar offset www. 2005.com www. Ginekologi. sulaiman.com .blogspot. Kanker ovarium.co. Jakarta: EGC Prawirohardjo. diharapkan mahasiswa dapat menerapkan asuhan yang diberikan kepada klien sesuai dengan standar asuhan kebidanan 2) Bagi institusi pendidikan • Diharapkan institusi pendidikan dapat menyiapkan mahasiswa dalam menghadapi kasus-kasus yang terjadi dalam bidang kesehatan khususnya kebidanan baik fsiologis maupun patologis • Diharapkan institusi pendidikan dapat menjadi naungan bagi para mahasiswa agar menjadi jeli terhadap masalah-masalah kebidanan. Penyakit Kandungan Dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Ilmu Kebidanan.al 7) Mengetahui dari evaluasi dari implementasi yang telah dilaksanakan menurut data yang diperoleh dari klien dan keluarga klien. 3) Bagi lahan praktek • Diharapkan lahan praktek dapat menjadi tempat bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. 1981.askep-askeb-kita. Saran 1) Bagi mahasiswa diharapkan: • Dengan adanya manajemen asuhan kebidanan. Ilmu Kandungan. DAFTAR PUSTAKA Manuaba. Carcinoma ovarium.

diantaranya: 1. dan perut melalui sistem getah bening dan melalui sistem pembuluh darah menyebar ke hati dan paru-paru. Pengertian Kanker Indung telur atau Kanker ovarium adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur) yang paling sering ditemukan pada wanita berusia 50 – 70 tahun. 2. Dalam percobaan in-vitro.blogspot. Kanker ovarium sangat sulit didiagnosa dan kemungkinan kanker ovarium ini merupakan awal dari banyak kanker primer.http://healthycaus. Akan tetapi banyak teori yang menjelaskan tentang etiologi kanker ovarium. Kanker ovarium bisa menyebar ke bagian lain. panggul. C. Proses penyembuhan sel-sel epitel yang terganggu dapat menimbulkan proses transformasi menjadi sel-sel tumor. Merokok . Faktor Risiko 1. Diet tinggi lemak 2. 1995) B.com/2009/09/askeb-ca-ovarium. Etiologi Penyebab kanker ovarium belum diketahui secara pasti. Hal ini didasarkan pada hasil percobaan bahwa epitel ovarium mengandung reseptor androgen. androgen dapat menstimulasi pertumbuhan epitel ovarium normal dan sel-sel kanker ovarium. Hipotesis incessant ovulation Teori menyatakan bahwa terjadi kerusakan pada sel-sel epitel ovarium untuk penyembuhan luka pada saat terjadi ovulasi. Hipotesis androgen Androgen mempunyai peran penting dalam terbentuknya kanker ovarium. (Wingo.html ASKEP CA OVARIUM A.

Riwayat kanker payudara. Flatulenes . Sering berkemih 10. Haid tidak teratur 2. Tidak pernah melahirkan D. Alkohol 4. Menoragia 4. atau endometrium 6. Pada stadium awal berupa : 1. Ketegangan menstrual yang terus meningkat 3. Menstruasi dini 10. Penggunaan bedak talk perineal 5. Dispepsia 8. Infertilitas 9. Nyeri tekan pada payudara 5. Menopause dini 6. Tanda & Gejala Gejala umum bervariasi dan tidak spesifik. Tekanan pada pelvis 9.3. Rasa tidak nyaman pada abdomen 7. Nulipara 8. kolon. Riwayat keluarga dengan kanker payudara atau ovarium 7.

STADIUM II –> Pertumbuhan pada satu atau dua ovarium dengan perluasan ke panggul 1. begitu juga metastasis ke permukaan liver. Lingkar abdomen yang terus meningkat E. 2. Stadium 1b : pertumbuhan terbatas pada kedua ovarium. 3. Rasa begah setelah makan makanan kecil 12. Stadium 3a : tumor terbatas di pelvis kecil dengan kelenjar getah bening negatif tetapi secara histologi dan dikonfirmasi secara mikroskopis terdapat adanya pertumbuhan (seeding) dipermukaan peritoneum abdominal. Tumor terbatas dalam pelvis kecil tetapi sel histologi terbukti meluas ke usus besar atau omentum. 3. kapsul utuh. . tidak ada pertumbuhan di permukaan luar. Stadium 2c : tumor stadium 2a dan 2b tetapi pada tumor dengan permukaan satu atau kedua ovarium. tidak ada asietas yang berisi sel ganas. berisi sel ganas. 2. tidak ada tumor di permukaan luar. Stadium 1c : tumor dengan stadium 1a dan 1b tetapi ada tumor dipermukaan luar atau kedua ovarium atau kapsul pecah atau dengan asietas berisi sel ganas atau dengan bilasan peritoneum positif. Stadium 1a : pertumbuhan terbatas pada suatu ovarium. STADIUM III –> tomor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant di peritoneum di luar pelvis dan atau retroperitoneal positif. Bila efusi pleura dan hasil sitologinya positif dalam stadium 4. Stadium 3b : tumor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant dipermukaan peritoneum dan terbukti secara mikroskopis. kapsul intak. Stadium 2b : perluasan jaringan pelvis lainnya 3. diameter melebihi 2 cm. Stadium 3c : implant di abdoment dengan diameter > 2 cm dan atau kelenjar getah bening retroperitoneal atau inguinal positif. Stadium 2a : perluasan atau metastasis ke uterus dan atau tuba 2.11. kapsul pecah atau dengan asitas yang mengandung sel ganas dengan bilasan peritoneum positif. 1. dan kelenjar getah bening negativ. STADIUM IV –> pertumbuhan mengenai satu atau kedua ovarium dengan metastasis jauh. Stadium Stadium kanker ovarium primer menurut FIGO (Federation InternationalofGinecologies and Obstetricians ) 1987. tidak asietas. adalah : STADIUM I –> pertumbuhan terbatas pada ovarium 1.

sistem saluran cerna. Hanya kanker ovarium stadium awal saja (stadium 1a dan 1b dengan derajat diferensiasi sel yang baik/sedang) yang tidak memerlukan kombinasi pengobatan. Penegakan Diagnosa Medis Sebagian besar kanker ovarium bermula dari suatu kista. apabila pada seorang wanita ditemukan suatu kista ovarium harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah kista tersebut bersifat jinak atau ganas (kanker ovarium). pemeriksaan CT-Scan/ MRI Pemeriksaan tumor marker seperti Ca-125 dan Ca-724. Ciri2 kista yang bersifat ganas yaitu pada keadaan : Kista cepat membesar Kista pada usia remaja atau pascamenopause Kista dengan dinding yang tebal dan tidak berurutan Kista dengan bagian padat Tumor pada ovarium Pemeriksaan lanjutan untuk memperkuat dugaan ke arah kanker ovarium seperti : USG dengan Doppler untuk menentukan arus darah Jika diperlukan.F. fungsi ginjal. G. beta – HCG dan alfafetoprotein Semua pemeriksaan diatas belum bisa memastikan diagnosis kanker ovarium. Kemoterapi diberikan sebanyak 6 seri dengan interval 3 – 4 minggu sekali dengan melakukan pemantauan terhadap efeh samping kemoterapi secara berkala terhadap sumsum tulang. PENATALAKSANAAN Sebagian besar kanker ovarium memerlukan pengobatan dengan kemoterapi. fungsi hati. Penatalaksanaan yang sesuai dengan stadium yaitu : Operasi (stadium awal) . Oleh karena itu. sistem saluran cerna. akan tetapi hanya sebagai pegangan untuk melakukan tindakan operasi. sistem saraf dan sistem kardiovaskuler.

hamil Pemeriksaan fisik Data psikologis/sosiologis–> reaksi emosional setelah penyakit diketahui 2. persalinan.d agen cidera biologi Tujuan : Klien merasa reda dari nyeri dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan Intervensi : Kaji karakteristik nyeri : lokasi. frekuensi Kaji faktor lain yang menunjang nyeri. nifas. kualitas. marah pasien Kolaborasi dengan tim medis dalam memberi obat analgesic Jelaskan kegunaan analgesic dan cara-cara untuk mengurangi efek samping Ajarkan klien strategi baru untuk meredakan nyeri dan ketidaknyamanan: imajinasi.d perubahan dalam penampilan fungsi dan peran 3. Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual b. ASUHAN KEPERWATAN 1. Perubahan citra tubuh dan harga diri b.Tujuan dan Intervensi Diagnosa 1 : Nyeri akut b. Nyeri akut b. stimulasi kutan Diagnosa 2 : Perubahan citra tubuh dan harga diri b.d perubahan struktur atau fungsi tubuh. Pengkajian Data diri klien Data biologis/fisiologis –> keluhan utama. Diagnosa Keperawatan 1. riwayat keluhan utama Riwayat kesehatan masa lalu Riwayat kesehatan keluarga Riwayat reproduksi –> siklus haid. durasi haid Riwayat obstetric –> kehamilan. perubahan kadar hormone 3. relaksasi.d agen cidera biologi 2. keletihan.Kemoterapi (tambahan terapi pada stadium awal) Radiasi (tambahan terapi untuk stadium lanjut) H. Intervensi : Kaji perasaan klien tentang citra tubuh dan tingkat harga diri Berikan dorongan untuk keikutsertaan kontinyu dalam aktifitas dan pembuatan keputusan Berikan dorongan pada klien dan pasangannya untuk saling berbagi kekhawatiran tentang perubahan fungsi seksual dan menggali alternatif untuk ekspresi seksual yang lazim .d perubahan dalam penampilan fungsi dan peran Tujuan : KLien dapat memperbaiki persepsi citra tubuh dan harga dirinya.

no. .no.com/2009/03/askep-ca-ovarium.Diagnosa 3 : Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual b.Mengidentifikasi kepuasan/ praktik seksual yang diterima dan beberapa alternatif cara mengekspresikan keinginan seksual Intervensi: Mendengarkan pernyataan klien dan pasangan Diskusikan sensasi atau ketidaknyamanan fisik.wordpress.d perubahan struktur atau fungsi tubuh.Rencana Asuhan Keperawatan. buku biru. 2001.wordpress..blogspot. perubahan kadar hormon Tujuan : -KLien menyatakan paham tentang perubahan struktur dan fungsi seksual.5tersering pada wanita Diagnosis banding :    Tumor adnexa Ca ovarium borderline Kista ovarium .com/2008/12/21/asuhan-keperawatan-klien-dengan-kankerovarium/ http://akperppnisolojateng. Lange Ca ovarium kanker dari golongan tumor ginekologi yg plg sering menyebabkan kematian. 1999.html http://hidayat2.5 tersering menyebabkan kematian dari seluruh kanker. EGC: Jakarta Donges. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah.com/2009/04/09/askep-ca-ovarium/ Ca Ovarium Referensi: emedicine. perubahan pada respons individu Kaji informasi klien dan pasangan tentang anatomi/ fungsi seksual dan pengaruh prosedur pembedahan Identifikasi faktor budaya/nilai budaya Bantu klien untuk menyadari atau menerima tahap berduka Dorong klien untuk menyadari atau menerima tahap berduka Dorong klien untuk berbagi pikiran/masalah dengan orang terdekatnya Berikan solusi masalah terhadap masalah potensial. EGC: Jakarta http://viethanurse.. Marilynn E. ex : menunda koitus seksual saat kelelahan Daftar Pustaka Brunner & Suddarth.

obstruksi usus.tumor marker ca epitel ovarian(CA-125). diameter >15cm. invasi ke stroma. iregular menstruasi. obstruksi usus *klo sudah ado ascites. kembung. retensi urin. embrional karsinoma.Penegakan diagnosis Anamnesis Stadium awal dari karsinoma ini symptonya minimal/tdk spesifik/tidak ada sama sekali karnanya. pelvic examination (terdapat massa pelvis yg immobile solid/form. bilateral. jika terperangkap di cavum douglas nyeri hebat. dinding stroma fibrokolagen Mucinous Clear cell Transisional undifferentiated  Germ cell -Disgerminoma. polyembriona  Sex cord&stromal . teratoma (immature. spesialisasi). makroskopissolid. fungsi hati. sel2pleomorfik. elektrolit serum. perlengketan ke daerah sekitar. perdarahan pervaginam. alpha fetoprotein (AFP) u/germ cell ovarian Histopatologi:  Epitelial >> sering (90%) Serous= plg sering (35-55%) Bilateral. konstipasi.endodermal sinus tumor. choriocarcinoma gonadoblastoma. kromatin inti kasar. distensi abdomen. efusi pleura.bilateral. nodular  tanda2 malignan) Pemeriksaan +an Radiografi USG(solid/cystik+solid. periksa abdomen (asites + abdominal distensi . cepat kenyang abdominal distensi stadium lanjut Pemeriksaan Fisik  tidak spesifik periksa nodus limfe pada supraklavikula& inguinal(u/perikso metastasis).asites). inti prominent. pendarahan.massa abdomen). multiple septations>3mm. biasanya pasien datang saat sudah stadium lanjut  Keluhan2 tdk spesifik nyeri abdomen/pelvik. mikroskopis psammoma bodies. nekrosis. mixed germ cell. matur. CT scan Lab CBC.

endo. kapsul ruptur. endometrium. kapsul ruptur. III. ukuran tumor yg metastase>2cm & atau metastase pada nodus limfe pelvis. 1 ovarium b. asites dg sel2malignan atau peritoneal sitologi (+) sel2malignan metastase ke pelvis a. gaster. metastase jauh efusi pleura dg sitologi (+) sel2malignan metastase ke parenkim paru metastase ke parenkim hati bukan ke permukaan II.- Granulosa sel tumor. jaringan panggul lainnya c. metastase ke uterus/tuba b. gynandroblastoma  Metastase neoplasma lain ke ovarium - Mammae. Diagnosis kerja Karsinoma ovarium  Definisi : Kumpulan tumor dengan histiogenesis yNg beraneka ragam. para-aortic/ inguinal IV. lymphoma Stadium I.mesodermal) dg sifat2histologis&biologis yg beraneka ragam . ukuran tumor yg metastase<2cm c. fibroma. metastase mikroskopik pada permukaan peritoneum abdomen b. asites dg sel2malignan atau peritoneal sitologi (+) sel2malignan metastase ke kavum abdomen a. a/b + tumor permukaan ovarium pada 1/2 ovarium. thecoma sertoli-leydig sel. 2ovarium c. a/b + tumor permukaan ovarium pada 1/2 ovarium. Terbatas pada ovarium a. dapat berasal dari ketiga dermoblast (ekto. colon.

buruk (metastase diluar kavum peritoneum/ tumor makroskopik>2cm) 3. Substansi karsinogenik Pemakaian bedak tabur pada daerah kewanitaan terbentuk granuloma talk(bedak tabur) 3. ibu yg menyusui resikonya << 2. Bedah sitoreduktif Volume sisa dari tumor stlah operasi menentukan prognosis baik(Stadium IIIa/IIIb). plg sering terdiagnosis dekade ke 7. postmenopause/prepubertas Penatalaksanaan Bedah u/menentukan stadium sitologi peritoneum. anovulasi kronik. sampel nodus limfe para aortic dan pelvis (lihat stadium di HTD)  1. omentectomy.Turnerdisgerminoma& gonadoblastoma Herediter ca ovarium(autosomal dominan) breast&ovarian cancer sindrom (BOC)  mutasi germline gen BRCA1 pada kromosom 17 . yg laen idak Prognosis Malam. Kemoterapi Epitelial sistemik cisplatin 75mg/m2 + paclitaxel 175mg/m2 selama 6 kali dg interval 3mg Germcellbleomycin-etoposide-cisplatin 4. Radiasi Bagus u/Germcelldisgerminoma. Etiologi dan patogenesis: pasti??? 1.Teraktivasinya “c-erb-B2”(HER2)  proto onkogen   Faktor resiko : Menderita PCOS (polikistik ovarian sindrom) Diet tinggi lemak hewani Konsumsi alkohol&produk susu Epidemiologi Umur>40tahun. Ovulasi Tiap kali ovulasi epitel germinal itu rusak memicu mekanisme cellular repairment ovulasi yg terus menerus /siklus menyediakan kesempatan yg lebih dari cukup untuk terjadinya mutasi dan delesi *kehamilan. Abnormalitas kromosom . 1 dari 70 wanita. intermediate (metastase makroskopik diluar pelvis dg ukuran<2cm). 2.Mutasi gen p53 tumor supresor . multipel biposi peritoneum.S. .

disgerminoma=95%. Kanker indung telur merupakan penyebab kematian ke-5 terbanyak di Amerika Serikat dan merupakan salah satu dari 7 keganasan tersering di seluruh dunia. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya suatu massa atau benjolan pada panggul merupakan tanda yang perlu dicurigai. II=60-74%. Kanker epitel ovarium jarang didapatkan pada wanita berusia < 40 tahun. konstipasi (sembelit).100 kasus baru kanker indung telur. Angka kejadian kanker epitel ovarium rendah pada negara berkembang dan Jepang. seandainya ada biasanya samar-samar. sekitar 14.000 atau separuh lebih wanita meninggal karena penyakit ini. Gejala tersebut termasuk diantaranya nyeri pada panggul. mudah lelah. Pada umumnya tidak didapatkan gejala dini pada kanker ini. dari 23.5tahun kelangsungan hidup u/ Epitelial. perdarahan menstruasi yang tidak teratur. immature teratoma=70-80% Kanker epitel ovarium atau dikenal dengan kanker indung telur yang berasal dari sel epitel merupakan 90% kasus dari seluruh kanker indung telur. kembung. penurunan berat badan. Puncaknya terjadi pada wanita usia 60-64 tahun. . Stadium I=76-93%. IV=11% Germ cell. Gambar : Kanker Ovarium Tanda dan Gejala Sebanyak 60% wanita yang didiagnosis menderita kanker ovarium sudah memasuki tahap lanjut dari penyakit ini. Kanker indung telur memiliki angka kematian yang tinggi. III=23-41%.

Menyebar ke 29. tipe penyakit (primer atau rekuren <kambuh kembali>). Antigen kanker 125 (CA-125). Ultrasonografi transvaginal. Pemeriksaan panggul rutin per tahun. Apabila seorang wanita melakukan operasi panggul. usus besar) Kanker menyebar melebihi rongga panggul ke 68. Antigen ini diekspresikan oleh 80% epitel nonmusinous kanker ovarium. Pencegahan. Selain itu pengunaan kontrasepsi pil juga dianjurkan Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan ultrasonografi (USG) dapat memperjelas penyakit ini Klasifikasi Kanker Ovarium Kanker ovarium memiliki 4 stadium yaitu : Stadium I II Angka Bertahan Hidup 5 Tahun Kanker pada 1 / 2 ovarium. saluran tuba. permukaan hati Fase akhir dari kanker ovarium.1% organ yang jauh seperti limpa. kelenjar getah bening. Pemeriksaan ini digunakan unutk mendeteksi dini kanker ovarium namun tidak memiliki sensitivitas yang tinggi 3. usus kecil.Deteksi dan Pencegahan 1. 1. Kriteria untuk skrining yang efektif Sampai saat ini belum ada alat yang secara efektif dan efisien dalam mendeteksi dini kanker ovarium 2. Kanker Ovarium atipikal . organ perut. kandung kemih.6% ditemukan di permukaan ovarium Kanker melibatkan 1/2 ovarium dengan perluasan Tidak ada data ke panggul (rahim. paru-paru. Kanker dapat 93. Namun perlu diingat risko akan premenopause dini dan penyakit osteoporosis serta jantung yang dapat timbul akibat pengangkatan indung telur. hati (bagian dalam) Area III IV Terapi Terapi dari kanker ovarium tergantung dari stadium dari penyakit. dan kondisi tubuh.1% dinding perut. Kadar lebih tinggi dari 35 U/ml adalah abnormal 4. terapi pilihan. Alat ini dipertimbangkan untuk alat skrining dikombinasikan dengan pemeriksaaan Doppler 5. maka pengambilan indung telur sekaligus akan mencegah risiko kanker ovarium selamanya.

Beberapa penelitian mengemukakan bahwa asupan makanan yang mengandung lemak hewani seperti daging. baru memiliki anak 1 atau tidak memiliki anak. Memiliki anak lebih dari 1. Wanita dengan riwayat keluarga memiliki kanker payudara. indung telur. endometrium. Terapi hormonal juga dapat digunakan. penggunaan kontrasepsi pil. Terapi yang dapat dilakukan pada stadium ini adalah operasi (total abdominal histerektomi. dan radiasi 3. Biasa terdapat pada wanita usia 40 tahun (keganasan pada usia 60 tahun). dan histerektomi (pengangkatan rahim) berkaitan dengan penurunan risiko dari kanker ovarium 2. Faktor reproduksi. dalam jumlah banyak dapat meningkatkan risiko mendapat kanker ovarium. dan histerektomi (pengangkatan rahim) berkaitan dengan penurunan risiko dari kanker ovarium . pengikatan saluran tuba. Pasien kanker atipikal ovarium dengan stadium dini yang masih ingin mempertahankan kesuburannya dapat melakukan unilateral salpingo-oophorectomi (operasi pengangkatan indung telur yang mengandung kanker) 2. Kanker ovarium yang kambuh Pasien dengan kanker ovarium yang kambuh adalah kandidat untuk dilakukan operasi yang kedua kalinya dengan kemoterapi menggunakan agen yang berbeda. Memiliki anak lebih dari 1. riwayat menyusui. Usia > 40 tahun. dan terapi genetik Faktor Risiko Penyebab kanker ovarium masih diteliti. riwayat menyusui. Stadium dini kanker ovarium Stadium dini kanker ovarium adalah stadium I dan II. ayam. riwayat kanker payudara atau kanker endometrium sebelumnya. Stadium Lanjut kanker ovarium Stadium ini selalu membutuhkan terapi operasi yang optimal diikuti kemoterapi setelah operasi untuk meningkatkan kemampuan bertahan hidup. namun beberapa faktor yang berkaitan peningkatan risiko dari penyakit ini adalah: 1. 3. atau usus besar memiliki peningkatan risiko untuk kanker ovarium. pengikatan saluran tuba. vitamin A. dan vitamin C 4. kemoterapi (pada kasus dengan angka kesembuhan rendah. Riwayat keluarga. Penurunan risiko berkaitan dengan konsumsi sayuran. bilateral salpingooophorektomi). Faktor risiko individual. imunoterapi menggunakan interferon. Radiasi seluruh bagian perut (whole abdominal radiation) dapat menjadi alternatif dari kemoterapi 4. diberikan setelah operasi). penggunaan kontrasepsi pil minimal 1 tahun (faktor proteksi bertambah dengan penggunaan setiap tahunnya). dan riwayat keluarga dengan kanker dapat meningkatkan angka kejadian kanker ovarium. 20% stadium dini dapat menyebar ke intraabdomen (perut) dan memerlukan terapi operasi. Faktor lingkungan.Kanker atipikal ini memiliki sifat yang berbeda dari kanker ganas ovarium tipe lainnya. Terapi yang masih dalam penelitian adalah terapi stem sel.

Pemeriksaan yang diperlukan adalah pemeriksaan serum hCG dan alfa-fetoprotein. Terapi yang dilakukan adalah operasi. Kanker Ovarium Non-epitelial Kanker ini jarang didapatkan dibandingkan kanker ovarium epitel. dan radiasi. kemoterapi. Teori pertama menerangkan mengenai trauma minor yang berlangsung terus menerus selama siklus ovulasi (siklus pengeluaran telur setiap bulannya). dan jenis kanker. serta laktat dehidrogenase. Benjolan di perut bagian bawah dapat berkisar antar 2-8cm atau lebih besar lagi pada wanita menopause. stadium.Penyebab Penyebab dari kanker ovarium adalah multifaktor. Operasi besar ini juga mengharuskan anda untuk menjalani masa penyembuhan (recovery) di rumah sakit untuk memantau hasil pengobatan dan efek samping yang timbul. Pada umumnya keganasan pada kanker ini tumbuh cepat dan ditandai dengan nyeri panggul yang akut (tba-tiba. Nyeri dapat terjadi karena peregangan dari kapsul indung telur. dalam waktu cepat). teori kedua menerangkan mengenai pajanan indung telur terhadap hormon gonadotropin dapat meningkatkan risiko keganasan. atau puntiran dari indung telur. Pemeriksaan roentgen dada digunakan untuk menyingkirkan penyebaran ke paru. serta tes fungsi hati. CT-scan dapat digunakan untuk mengetahui penyebaran ke hati atau rongga perut lainnya. Teori ketiga menerangkan mengenai karsinogen (zat yang dapat merangsang terjadinya keganasan) dapat berkontak dengan indung telur melalui saluran reproduksi. namun tergantung dari individu masing-masing. darah lengkap. sedangkan stadium II sekitar 50-65%. perdarahan. Faktor Prognostik Kemampuan bertahan hidup selama 5 tahun pada pasien dengan kanker ovarium berkisar 30%. hanya berkisar 10-15% dari seluruh kasus kanker ovarium. Pasien dengan stadium I memiliki 90% kemungkinan bertahan selama 5 tahun. OPERASI BESAR Share | Operasi besar adalah operasi yang memerlukan persiapan matang untuk menjalankannya dan terdapat banyak efek samping yang mungkin timbul selama dan setelah operasi dilakukan. FUNGSI OPERASI Kebanyakan operasi besar memiliki fungsi : menentukan stadium kanker (staging surgery) . dan stadium III dan IV berkisar 15-20% atau kurang dari 5%. nekrosis (kematian sel).

operasi paliatif (palliative surgery) Operasi paliatif dimaksudkan bukan untuk menyembuhkan kanker. teknik operasi pengobatan kanker tidak lagi hanya menggunakan pisau sebagai sarana untuk mengangkat kanker. di mana dapat dilakukan bila kanker hanya di satu area saja dan jaringan dapat diangkat seluruhnya tanpa merusak banyak jaringan di sekitarnya. mengobati kanker (curative surgery) Operasi pengobatan merupakan operasi penyembuhan kanker. namun untuk mengobati metastasis dari kanker. namun jaringan yang diangkat adalah jaringan pra kanker yang beresiko tinggi untuk terjadi kanker.Operasi penentuan stadium umumnya dilakukan saat operasi utama sebagai pengobatan dilakukan. bila jaringan kanker tidak dapat diambil seluruhnya. atau memperbaiki ketidaknyamanan (nyeri) atau kecacatan yang diakibatkan oleh kanker. operasi perbaikan (reconstructive surgery) Operasi perbaikan dilakukan setelah operasi pengobatan utama dilakukan. TEKNIK OPERASI PENGOBATAN KANKER Saat ini. operasi penunjang (supportive surgery) Operasi penunjang dilakukan untuk menentukan metode pengobatan yang lain. Biasanya operasi ini dilakukan untuk keperluan estetika. dan sisa jaringan tersebut dieliminasi dengan radio atau kemoterapi. di mana setelah pengangkatan tumor dilakukan pengambilan sedikit tepi jaringan yang normal dan dilakukan pembacaan di bawah mikroskopik untuk menentukan seberapa jauh penyebaran tumor (pathological stage). debulking surgery Operasi tersebut dilakukan bila jaringan kanker tidak dapat diambil seluruhnya. mencegah terjadinya kanker (preventive surgery) Operasi pencegahan dilakukan seperti operasi pengobatan kanker. Beberapa teknik baru sebagai media operasi yaitu : ??? Laser surgery . Operasi pengobatan juga kadang bersamaan dengan tindakan radiasi (intraoperative radiation).

seperti memperbaiki kerusakan. mengurangi timbulnya nyeri akibat pembedahan dan memperpendek waktu rawat inap. mencegah hilangnya banyak cairan tubuh (darah) saat pembedahan.sel abnormal. Umumnya digunakan untuk pengobatan kanker mulut atau kulit. laring. sebagai alasan menyelamatkan jaringan normal sebanyak mungkin. vaporize (membakar dan merusak) kanker. faring. maka pembedahan dihentikan. berdiameter kecil dan fleksibel yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui insisi kecil pada tubuh. bila sampai kepada lapisan yang normal. cervix. jaringan diberi suatu zat kimia tertentu. Mohs surgery Mohs surgery atau pembedahan di bawah kendali mikroskop merupakan cara mengangkat satu lapis tipis kulit yang terkena kanker dan kemudian dilihat di bawah mikroskop. Electrosurgey Listrik berfrekuensi tinggi (high frequency electrical) dapat digunakan untuk merusak sel?.Laser adalah suatu energi cahaya berkekuatan tinggi dan terfokus yang digunakan sebagai media operasi yang tepat. karena sebelum dipotong. Umumnya sering untuk pengobatan kanker cervix atau prostat. Laparoscopic surgery Laparaskop merupakan tabung berukuran panjang. Teknik ini juga dapat dipakai untuk kondisi pre kanker. Dahulu teknik ini dinamakan chemosurgery. Biasanya teknik ini dipakai untuk biopsi.sel kanker. Teknik ini sering digunakan untuk mengobati kanker pada mata. kulit atau rektum. Cryosurgery Cryosurgery ini menggunakan penyemprotan cairan nitrogen untuk membekukan atau membunuh sel?. memotong jaringan. hati. Keuntungan : dapat melakukan pembedahan tanpa perlu membuat insisi yang lebar. Umumnya teknik ini dipakai untuk kanker kulit atau mata. Namun zat kimia tersebut bukanlah kemoterapi kanker. Keuntungan dari laser surgery : hanya sedikit jaringan yang dipotong. . namun saat ini sedang dikembangkan untuk pengobatan.

yakni penyakit yang akan diobati. Pengobatan kanker yang menggunakan teknik ini adalah kanker otak. untuk mengatur pemikiran anda dan juga untuk menetukan tim untuk perawatan. persiapan. Lainnya Operasi lain yang masih dalam pengembangan berupa stereotactic radiation therapy yang menggunakan cyberknife atau gamma knife. Thorascopic surgery Thoraskop merupakan alat yang mirip dengan laparaskop. namun tidak fleksibel melainkan kaku serta terdapat kamera kecil di unjungnya. Ambil waktu sebaik mungkin untuk memikirkan apakah cara ini memberikan hasil terbaik untuk kesehatan anda dan waktu yang ada sebaiknya digunakan untuk mempelajari penyakit dan pengobatan anda.orang di sekitar anda.Teknik ini sudah dipakai untuk mengobati kanker kandung empedu dan juga sedang dikembangkan pada kanker kandung kemih. di mana operasi ini menggunakan mesin radiasi yang memotong tumor dari beberapa sudut berbeda. Sebelum? memutuskan untuk memilih operasi. Teknik operasi ini keberhasilannya sama dengan operasi membuka rongga tubuh (open thoracotomy) pada stadium dini kanker paru. leher. usus besar. untuk berbicara dengan orang?. Alat ini dimasukkan melalui insisi kecil pada dada setelah paru dikempiskan. Runtutan operasi meliputi : pemeriksaan pra operasi. ada baiknya untuk mencari second opinion dari ahli bedah lainnya dan tidak perlu mengulang pemeriksaan yang dahulu pernah dijalani. teknik operasi dan kondisi kesehatan. Perencanaan dan Pre Operasi Ada baiknya jika anda dan dokter bedah berunding untuk memastikan pilihan operasi yang memberikan hasil terbaik. operasi itu sendiri (termasuk jenis anestesi) dan masa penyembuhan. paru dan tulang belakang. kanker area kepala. prostat dan? ginjal. mengeluarkan cairan atau mengangkan tumor berukuran kecil. BAGAIMANAKAH OPERASI ITU? Operasi yang dijalankan tergantung banyak hal. cukup membawa hasil pemeriksaan sebelumnya. . dan pada area tujuan dapat dilakukan biopsi.

.Tujuan operasi . Adapun pemeriksaan yang dilakukan berupa : Anamnesis : menanyakan riwayat penyakit dahulu berupa darah tinggi. Jika perlu.Efek samping operasi . serta membantu dokter untuk memahami kondisi anda dan untuk perencanaan operasi (terutama untuk operasi besar).Bagaimana operasi itu sendiri .Resiko operasi .Urinalisis : memeriksa keadaan ginjal dan adanya infeksi . alergi atau kondisi lain yang berhubungan dengan operasi.Keuntungan operasi terhadap anda .Pilihan pengobatan lain. resiko perdarahan dan infeksi. di mana sebelum memberi persetujuan terhadap dokter untuk dioperasi. Disarankan untuk anda membaca dan memahami dengan baik seluruh isi inform consent tersebut dan semua pertanyaan anda telah dijawab oleh dokter. kencing manis. anda terlebih dahulu harus diterangkan mengenai : . Dengan menandatangani inform consent tersebut berarti anda sudah menerima segala informasi dan bersedia untuk dioperasi. Pemeriksaan Pra Operasi Pemeriksaan pra operasi ini diperlukan untuk memastikan apakah tubuh dapat menghadapi operasi dan tindakan anestesi. penyakit jantung. Laboratorium : -??? Darah Lengkap . menghitung jumlah darah. anda di dampingi oleh keluarga atau teman saat menandatangani inform consent.Kondisi kesehatan dan mengapa operasi ini dipilih sebagai pengobatan .Inform Consent / Surat Persetujuan Operasi Inform consent merupakan salah satu hal penting dari persiapan operasi. fungsi ginjal dan hepar dan untuk penyediaan transfusi darah saat operasi.

maka anda akan dipertemukan dengan dokter anestesi yang akan menangani anda.lain : CT scan untuk melihat ukuran dan lokasi tumor serta penyebarannya.Anestesi regional Hampir sama dengan anestesi lokal.saraf yang keluar dari area tersebut. Pilihan anestesi yang dapat anda pilih berupa : . dengan cara puasa makan dan minum serta penggunaan laksatif untuk mengosong isi perut. . di mana aspirasi tersebut dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada paru. Persiapan Operasi   Mengosongkan isi perut (lambung dan usus) dari malam sebelum operasi. tangan atau kaki sehingga melumpuhkan sementara saraf?.. Obat anestesi regional ini dapat berupa suntikan tunggal atau drip infus. Anestesi Anestesi (bius) adalah cara untuk menghilangkan nyeri pada periode tertentu. Mencukur area yang akan dioperasi. Di mana obat anestesi disuntikan pada tulang belakang. Jika anda menggunakan anestesi total (bius total). untuk mencegah rambut masuk ke dalam area operasi dan menyebabkan terjadinya infeksi. namun area yang dibius lebih luas dan pasien juga tetap sadar.Anestesi total . beritahukanlah perasaan anda kepada dokter sehingga mereka dapat memberikan obat yang dapat membuat anda tenang. Dan bukan tidak mungkin jika dokter akan meminta pemeriksaan lain yang berhubungan dengan kondisi yang mempengaruhi operasi. Hal yang lumrah jika anda mengatakan bahwa anda takut akan operasi dan anestesi. Hal ini ditujukan untuk mencegah terjadinya aspirasi (terhirup) muntahan ke paru saat dianestesi. Oleh karena itu. dan ini juga mempengaruhi apakah perlu anda sadar atau tidak saat operasi berlangsung.X-ray dada dan EKG (elektrokardiografi) untuk memeriksa keadaan jantung dan paru .Lain . Hal tersebut tergantung dari jenis dan lama operasi.

Dan para dokter atau paramedia juga akan memeriksa jumlah urin anda. sedang bermimpi dan tidak sadar sepenuhnya sampai keesokan harinya. Hal ini ditujukan untuk mempercepat masa penyembuhan. Pada tubuh yang dioperasi juga akan dipasang drain untuk mengeluarkan cairan yang terkumpul akibat operasi. Masa Penyembuhan         Orang yang mendapat anestesi lokal dapat segera pulang. memperlancar aliran darah sehingga mencegah terjadinya pembekuan (clotting) pada kaki.Anestesi total membuat seseorang jatuh dalam keadaan tak sadar. Operasi Teknik operasi yang digunakan membuat ketetapan . Anda sebaiknya makan dan minum walaupun ada perasaan tidak nafsu makan / minum. akan merasakan perasaan berat. Tenggorok anda akan terasa sedikit nyeri oleh karena pemasangan pipa endotrakeal. pernafasan) selama operasi sampai anda terbangun. umumnya selesai operasi kateter ini dilepas. juga tak lupa melepaskan pipa endotrakeal tadi. namun orang yang mendapat anestesi regional atau total harus dirawat dalam ruangan penyembuhan sampai pengaruh anestesi habis. Para tim perawatan anda mungkin berupaya agar anda beraktivitas setelah operasi. Anda juga akan mendapat obat pereda nyeri selama di rumah sakit dan pada saat rawat jalan. Saat anestesi total dilakukan. Dokter anestesi dan perawat akan mengawasi keadaan fungsi vital anda (tekanan darah. Anda juga akan dipasangi kateter urin untuk mengalirkan air kencing anda ke suatu tas khusus. sebab hal ini mempercepat masa penyembuhan. Skip to content  Home . Hal ini bergantung kondisi pra operasi dan luas operasi. di mana obat dapat dihirup atau disuntikan. Sebaiknya dilakukan setelah dokter menyatakan bahwa anda dapat minum dan makan (baiknya untuk minum terlebih dahulu). bila ginjal bermasalah tetap dipasang. pipa endotrakeal akan dimasukkan melalui mulut anda untuk membantu pernafasan anda. nadi. Namun. Orang di bawah pengaruh sisa anestesi.ketetapan tindakan berbeda pula.

Biokimia 1. Fase G1 (growth phase-1) : jam-tahun Sel anak mensintesa RNA.Klinis : non neoplasma (radang.Oncos : tumor. beberapa tahunBerlangsung beberapa jam B. hematom. Fase G2 (growth phase-2) : 1-2 jam . Morfologis 2 sel anak1. kista.Umum : pembengkakan/benjolan abnormal dalam tubuh . Fase S (synthesa) : 8 jam Sintesa DNA baru Dapat digunakan untuk mengukur prognosis 3. RNA. protein — persiapan sintesa DNA 2. Fase mitosis : 1 sel induk Profase : 1 jam Metafase : < 1 jam Anafase : < ½ jam Telofase : beberapa menit dewasa2. khususnya neoplasma Tumor . enzim.Logos : ilmu Ilmu yg mempelajari penyakit yang disebabkan oleh tumor. Fase interfase : sel anak yg muda Sintesa DNA. hipertrofi) & neoplasma Neoplasma -Neos : baru -Plasein : membentuk jaringan baru yg abnormal Siklus pertumbuhan sel A. massa . Enzim.    About Artikel Privacy Policy Search Home » Bedah Tumor » Onkologi Umum ← Kista Hepar Tumor Otak → Onkologi Umum Posted on 8 February 2011 by ArtikelBedah ONKOLOGI UMUM Onkologi Berasal dari bahasa Yunani : .Khusus: benjolan yg disebabkan oleh neoplasma . protein dan duplikasi untai tunggal kromosom menjadi untai ganda.

Merusak bentuk dan fungsi organ 10. Anaplastik : susunan tidak teratur 7.Persiapan mitosis berikutnya 4. Infiltrasi 11. Ada metastase Pertumbuhan kanker 1. Tumbuh terus tanpa batas 8. Ada bagian nekrosis/ ulserasi 7. lokal invasive/infiltrat Doubling Time Waktu yang dibutuhkan tumor untuk membesar sehingga volumenya menjadi 2 x dari semula Penting untuk menentukan diagnosis. Sifat tergantung : .Kemampuan infiltrasi & metastase Bentuk Sel Kanker 1. Rapuh. perlengketan 8. Tidak menjalankan fungsi sel normal 9. Tumor diameter 1 mm : 25 x PD dgn jumlah sel sekitar 100 juta 1 cm : 30 x PD dgn jumlah sel 1 milyar (klinis: dapat dideteksi) 10 cm : 40 x PD (population doubling) dgn jumlah sel 1 triliun . Kapsul tidak jelas/tidak ada 4.Jauhnya penyimpangan anatomi & fungsi sel normal (diferensiasi) . Polimorfi : bentuk bermacam-macam 2. Hiperkromasi : warna lebih gelap 4. neovaskularisasi 6. Fase M (Mitosis) : 1-2 jam Sel tumor sel tubuh yg mengalami transformasi sehingga tumbuh secara autonom. Mitosis bertambah 6. Polikromasi : warna bermacam-macam 3. Pertumbuhan Lokal ◦ Unisentris/unilokuler: mulai dari satu sel dalam satu jaringan/organ ◦ Multisentris/multilokuler: dari beberapa sel (jarang) ◦ Sinkronous: sel tumbuh dalam waktu yang bersamaan ◦ Metachronous : tumbuh dalam waktu yang berbeda ◦ Sel kanker tumbuh secara binear & exponensial : 1 sel jadi 2. 4. Inti sel relatif besar 5. Ada infiltrasi. Hipervaskularisasi. mudah berdarah 5. evaluasi hasil terapi. Terdiri dari : Jinak & Ganas. Batas tidak tegas 3. 2n ◦ Lokal insitu. Bentuk tidak teratur 2. The Lag Period / Masa Interval Waktu yang diperlukan sel neoplastik memperbanyak diri sehingga dapat dideteksi. Metastase Sifat Tumor Ganas 1. terlepas dari kendali pertumbuhan sel normal.

Stadium lanjut (advanced stage) 3. Derajat diferensiasi sel: G1. Waktu siklus (siklus pertumbuhan tumor) / lag periode 4. Sifat tumor: neoplasma ganas. Regional 4. Limfogen 3. Stadium dini (early stage) 2. jinak. yang hilang B. Perkontinuitatum 2. intralobuler) 2. Hematogen 4. Stadium sangat lanjut (far advanced stage) B. Berdasarkan tofografi penyakit Berdasarkan lokasi tumor primer atau metastasis 1. G2. imunologis (seluler dan humoral) C. Status hormonal Stadium Pertumbuhan Kanker Stadium Pra-klinis Stadium pada saat kanker belum terdeteksi secara klinis Stadium Klinis A. Loko-regional . Stadium diseminasi : Menyebar keluar dari kelenjar limfe regional atau menyebar ke organ lain yang letaknya jauh dari tumor primer Berdasarkan luas ekstensi penyakit 1. Nutrisi (vaskularisasi) 3. Penyebaran ke organ lain/metastase Cara Penyebaran 1. insitu. Organ jauh Yang Mempengaruhi Kecepatan Pertumbuhan A. Faktor Penderita 1. Faktor Tumor 1. Stadium Invasif atau infiltratif : Telah bertumbuh di luar membrana basalis 3. Transluminal: dalam dinding sal. Iatrogenik Tempat penyebaran 1. tidak tumbuh. pelvis 6. Asal tumor atau jenis tumor 2. Umur: umumnya lebih cepat tumbuh pada anak-anak 2. Stadium regional : Metastasis masih terbatas di kelenjar limfe regional 5. urinaria 5. Transerosa/transcoelum : c. abd. Faktor Lingkungan Hidup Tumor 1. Lokal 2. cerna. Kelenjar limfe regional 3. intraluminal. Stadium lokal : Terbatas pada organ/jaringan tempat asalnya tumbuh 4. Ruang tempat tumbuh tumor 2. intraduktal. Berdasarkan kemungkinan dapat disembuhkan 1. sifat tidak tentu 3.thoracis. Ekstensi lokal : telah menginvasi organ sekitar 3. Stadium insitu : Masih terbatas pada parenkim organ tempat asal tumor (intraepitelial. G4 5. Lokal 2. Pertahanan tubuh: barier mekanik.2. G3. Populasi sel kanker: rasio fraksi sel kanker yang tumbuh. napas.

N2. ski.T3 Tumor primer Tumor primer tidak dapat ditaksir Tidak terbukti adanya tumor primer Karsinoma insitu Tumor primer makin membesar. Stadium Ann Arbor : limfoma maligna 4.N4 Kelenjar limfe regional Kelenjar limfe tidak dapat ditaksir/diperiksa Tidak terbukti penyebaran ke kelenjar limfe regional Ada kelenjat yang terlibat. hep.5. Berdasarkan Konvensi 1. Stadium Portman : ca mamma 2. Metastasis jauh C. (kulit). T Tx To Tis T1. bra. (pleura). makin jauh infiltrasi di jaringan dan organ di dekatnya N Nx No N1. (yang lain/other) Tambahan : -cTNM : Clinical staging -pTNM : pathological staging -sTNM : surgical-evaluative staging -rTNM : retreatment staging -aTNM : autopsy staging -R : sisa tumor setelah terapi . pleu. (peritoneum). Stadium Dukes : Ca kolorektal 3. per. (otak). (hepar). 1958 diadopsi oleh IUCC (Union Internationale Contre le Cancer).N3. (tulang). ada/tidak infiltrasi di organ atau struktur sekitar M Mx Mo M1 Metastasis jauh Tidak dapat diperkirakan adanya anak sebar Tidak ada bukti metastasis jauh Ada metastasis jauh Organ yang tempat metastasis dapat disebutkan : Pul.T2. Stadium FIGO : ca serviks Fase pertumbuhan kanker Induksi Insitu Invasi Diseminasi 15-30 thn 5-10 thn 3-5 thn 1-5 thn Sistem TNM Pertama kali diperkenalkan oleh Pierre de Noix (Perancis. oth. (pulmo). 1943). oss.

Adanya jejas/nekrosis yg memacu proliferasi sel utk regenerasi. Sifat sel belum otonom. Adanya seleksi alam yg memberi peluang sel abnormal berkembang biak/ bertumbuh. Teori Monoclonal origin Berasal dari satu sel yang terus membelah 2. Teori Field origin Agen karsinogen bekerja pada sejumlah besar sel yg menyebabkan sekelompok sel berpotensi menjadi sel neoplastik Teori terjadinya neoplasma 1. bila terjadi kerusakan DNA — ini diatur oleh protein p53 Asal onkogen Onkogen seluler (c-onc) : dari gen normal dalam sel (proto-onkogen) dan tumor supressor gene Onkogen virus (v-onc) : dari luar Mekanisme proto-onkogen menjadi onkogen : Deletion atau point mutation Gen amplification (gen bertambah) . Promotor memacu sel terinisiasi menjadi sel neoplastik.-Rx : tidak dapat ditentukan adanya residu -Ro : tidak ada residu -R1 : ada residu mikroskopis -R2 : ada residu makroskopis -r : residif setelah bebas kanker -y : keadaan kanker setelah terapi multinodal Proses karsinogenesis melalui 2 tahap ganas perlu tahap induksi (15-30 TH)Transformasi sel normal Inisiasi Bersifat ireversibel. adanya fc yg fungsinya abnormal.Sel terpapar karsinogen yg menimbulkan lesi biokimia berupa perubahan gen permanen (DNA repair gagal Promosi Tidak semua sel yg sudah terinisiasi berubah jadi sel kanker. dimana sel abnormal ikut terpacu pula 4. mutasi). Teori Mutasi Genetik Neoplasia timbul bila genom abnormal (telah berubah) mengenai gen yg mengatur pertumbuhan sel (gen proto-onkogen/onkogen seluler). masih terkait dgn pertumbuhan jaringan dimana ia berada. menurunnya produksi fc penghambat. Kecepatan transformasi / pembentukan sel neoplastik dipengaruhi beberapa faktor : 1. Tidak terkontrolnya pertumbuhan sel akibat: bertambahnya produksi fc pertumbuhan/reseptor. Teori asal sel neoplasma 1. bila diberi promoter akan timbul karsinogenesis sekalipun inisiator sudah lama dihentikan. Adanya promoter yang terus bekerja (proses epigenetik) 2. Adanya mutagen/karsinogen yg terus memacu timbulnya mutasi baru (proses genetik) 3. DNA repair nuclease : memperbaiki. sebagian besar terhenti (sebagai tumor jinak atau normal).

Diferensiasi dan anaplasia Berdiferensiasi baik bila mengandung sel yg mirip sel matur normal asal jaringan neoplasma Jelek bila mirip sel primitif. digerakkan. Metastasis Semua kanker dapat bermetastasis kecuali Glioma. diangkat Tumor ganas : Disertai infiltratif progresif. reaksi hiperplasia. invasi. . sel yg kecil primitif Inti banyak DNA/ kromatin kasar/gelap/ hiperkromatik/ mengelompok/ tersebar sepanjang membran inti/anak inti besar. Limfogen Cara utama penyebaran karsinoma Pembesaran kelenjar limfe disebabkan oleh : penyebaran dan pertumbuhan sel kanker. Kecepatan Pertumbuhan Umumnya tumor jinak bertumbuh lambat Kanker bertumbuh lebih cepat dan berhubungan dgn derajat diferensiasinya 3. Invasi Lokal Tumor jinak : Massa ekspansif dgn kohesi antar sel masih baik. Teori Epigenetik 4. natural killer cells membunuh sel neoplastik Karasteristik neoplasma 1. sel tidak spesifik Anaplastik bila tidak berdeferensiasi Morfologi Sel dan inti pleomorfik. basalioma Langsung Berkembang pd rongga tubuh/permukaan. multipolar Sel raksasa. tripolar. antibody dependent cell-mediated cytotoxicity.Chromosome rearrangement Interaksi antara onkogen dgn Growth Factor (GF) : Onkogen mengkode langsung pembentukan GF Onkogen mengkode pembentukan reseptor GF Onkogen mengubah sensitivitas sel terhadap sinyal GF 2. Hematogen Cara utama penyebaran sarkoma: Neoplasma primer — pertumbuhan progresif — vaskularisasi — invasi — pelepasan — embolisasi — bertahan hidup dalam sirkulasi — tersangkut — ekstravasasi — terhindar dari pertahanan tuan rumah — pertumbuhan progresif — metastasis. sel-sel besar. daya infiltrasi. Ratio sitop/inti (1:1/1:4/1:6) Banyak mitosis atipik atau aneh — bentuk spindel. sehingga mudah diraba. Teori Virogen Onkogen 3. invasi dan kerusakan jaringan sekitarnya 4. Ab dan komplemen. ukuran/bentuk bervariasi. metastase tidak ada Perluasan lambat akibat adanya kapsul (stroma jaringan asal). quadripolar. Teori Kegagalan Imun (immune surveillance) Akibat kegagalan sel T sitiotoksik. inti polimorfik/hiperkromatik/sangat besar Ada daerah nekrosis iskhemik Perubahan displastik yg meliputi seluruh ketebalan epitel : neoplasma preinvasif (Ca in situ) 2.

mamma. lambung. bronkus Mamma. Perubahan morfologi 3. ovarium. melanoma. AFP ◦ Hilangnya antigen yang normal ada Tumor Associated Antigens : -Burkitt’s lymphoma -Malignant melanoma -Neuroblastoma -Osteosarcoma -Soft tissue sarcoma -Colon carcinoma -Breast carcinoma -Leukemia -Lung carcinoma -Bladder carcinoma -Renal carcinoma . sarkoma Mamma. limfoma Tanda sel yang mengalami transformasi (kanker) 1. lambung. serviks Mamma. tiroid. melanoma Melanoma. melanoma. Perubahan kariotipe Misal : Kromosom (Ph1) pada CML (chronic Myelositic Leukemia) mengadakan translokasi antara kromosom 22 dan 9. tiroid. Perubahan sifat pertumbuhan Terlepas dari pengendalian pengaturan Kegagalan maturasi Bersifat immortal Daya transplantasi 2. bronkus. kolon. neuroblastoma. kolon. limfoma Anus. testis.Tempat Metastasis Tumor Primer KGB servikal KGB supraklavikuler KGB aksillar KGB inguinal Kulit/subkutan Paru Hepar Tulang CNS Ovarium Cavum serosa Mulut. ren Lambung. pankreas. ren Mamma. Ca ovarium. ren. limfoma Bronkus.lambung. kolon. bronkus. prostat. mamma. Burkitt lymphoma. bronkus. esofagus. kolon. bronkus. tiroid Mamma. Perubahan Imunologis/Antigenik ◦ Common viral antigen : Tumor yg diinduksi virus menunjukkan antigenik kuat yg berhubungan dgn membran dan dimiliki juga oleh semua tumor yg diinduksi oleh virus yg sama ◦ Antigen unik : Diinduksi zat kimia memiliki Ag yg tdk dimiliki oleh tumor lain yg diinduksi zat kimia sama ◦ Ag onkofetal : CEA. ovarium. Ca sel kecil paru. testis. lambung. faring. kolon Mamma. genetalia. meningioma 4. laring. pankreas.

kadmiun. dietilkarbamil klorida Prokarsinogen yg memerlukan aktivasi metabolik: Hidrokarbon polisiklik aromatik dan heterosiklik : Benz(a) antrasen. amida. Perubahan metabolik Semua sel anaplastik primitif mengalami konvergensi penyederhanaan pola enzim dan metabolik bersama 6. klorambusil. . Dibenz(a. 7. sikasin. anti kanker (siklofosfamid. Carcinogenesis Kimia Karsinogen yang bekerja langsung Agen Alkilasi : Beta-propriolakton. kacang betel Lain-lain : nitrosamin. fungisida. Perubahan Permukaan dan Membran Sel ◦ Perubahan glikoprotein membran ◦ Hilangnya daya kohesi dan adhesi (contact inhibition) ◦ Sintesis dan pelepasan faktor pertumbuhan ◦ Sintesis tipe reseptor permukaan tertentu ◦ Kerusakan komunikasi antar sel ◦ Produksi dan pelepasan enzim degradatif ◦ Produksi dan pelepasan aktivator plasminogen ◦ Produksi dan pelepasan faktor prokoagulan ◦ Peningkatan transpor transmembran zat makanan 7. benzo(a)piren. LDH ◦ Imunoglobulin : neoplasma B limfosit ◦ Produksi hormon berlebihan ◦ Produksi hormon ektopik Petanda tumor (tumor marker) Petanda Jenis kanker Carcino-embrionic Ag (CEA) Human choriogonadotropin (HCG) Alfa-fetoprotein (AFP) Phosphatase acid (PAP) Prostate surface Ag (PSA) Calsitonin (CT) Human tyroglobulin (hTG) Ca kolon dan paru Koriokarsinoma testis Ca hepatoselulare / sel germinativum Ca prostat Ca prostat Ca tiroid meduler Ca troid folikuler Etiologi 1. vinil klorida. diepoksibutan. Produksi sel tumor ◦ Ag onkofetal : CEA dan AFP ◦ Enzim : PSA. nitrosourea. griseofulvin. sakarin. dll) Agen asilasi : 1-asetil imidazol. insektisida.12-dimetilbenz(a)antrasen Amin dan amida aromatik dan zat warna azo : 2-naftil amin (beta-naftilamin).h)antrasen. 2asetilaminofluoren. nikel. 3-metilolantren. siklamat Tumbuhan alam dan hasil mikroba : Aflatoksin B1. dimetilaminobenzena (kuning mentega).5. kromium. dimetil sulfat. safrol.

neoplasia endometrium Estrogen : karsinoma payudara DES: anak wanita yg terpapar intrauterin — clear cell adenocarcinoma vagina Steroid : adenoma dan karsinoma sel hati Pertumbuhannya tergantung pada hormon Ca prostat : hormon androgen Ca payudara : estrogen Ca tiroid : TSH (yang berdeferensiasi baik) 6. Jepang. sinus pilonidalis. Onkogenesis hormonal Faktor pemicu (induction faktor) Estrogen : hiperplasia. vit C. vit E dan selenium diduga mempunyai efek pencegahan 5. leukemia Radioisotop : radium (osteosarkoma) Debu radiaktif Iritasi Kronik Sikatriks luka bakar. Carcinogenesis nutrisional Makanan berserat kurang dikaitkan dengan kejadian Ca kolon Makanan berlemak (hewan) dikaitkan dengan Ca kolon dan payudara Makanan yg mgdg beta karoten. displasia. melanoma Radiasi sinar X : karsinoma kulit. Ca nasofaring CMV : Sarkoma kaposi HBV : Ca hepatoselulare 3. Islandia . Virus Onkogenik RNA HTLV I : leukemia/limfoma sel T Virus tumor payudara : Ca payudara Agen yg tdk dpt ditentukan : leukemia. limfoma DNA Virus papiloma manusia (HPV) : kutil. alkoholisme Parasit : Schistosoma hemotobium (Ca planoselulare buli-buli) Sunat dan Fimosis : Tidak disunat (Ca penis) Predisposisi neoplasma 1. Geografi dan Ras Insiden tinggi : Ca lambung : Skandinavia. merokok. Carcinogenesis Fisik Radiasi Sinar ultraviolet : ca sel squamosa. Lain-lain Gaya hidup : Kebiasaan makan. fistel perianal Esofagus Barret 4. dan dosis multiple terbagi Sifat karsinogenik dapat ditingkatkan dengan pemberian beruntun promotor Untuk efektifnya promotor harus mengukuti inisiator 2. Ca sel squamosa Virus herpes simpleks 2 : Ca vulva dan serviks EBV : Limfoma Burkitt.bifenil polikronat (PCBs) Mekanisme Kerja Sebagian besar karsinogen kimia adalah mutagen Sifat karsinogenik kimia tergantung dosis. ulkus kronis uang lain Fistel akibat osteomielitis. basalioma. kondiloma.

feokromasitoma Tumor Wilms (gen WT-1/kromosom 11p13): tumor wilms Sindroma kanker familial : adenokarsinoma (kolon dan endometrium) Kanker payudara berkaitan dgn neoplasma ganas lain (BRCA1 dan 2): Ca payudara. Infeksi sekunder 5. polip adenomatosa Sindroma Peutz-Jeghers : Ca kolon ? MEN I : Tumor kelenjar hipofise. displasi : endometrium. kanker/tumor otak 5. hipernefroma. Ca lambung Sindroma Turcot : polip kolon. pankreas MEN II : Ca medular tiroid. Lesi prakanker Replikasi sel yg regeneratif menetap : fistel kronik. Umur 3. Perdarahan 4. Sarkoma orbita Neurofibromatosis (gen NF-1/kromosom 17q11) : sarkoma neurogen. limfoma. sirosis Proliferasi hiperplasi. paratiroid. kolitis ulseratif kronik Lekoplakia. sarkoma. Ca ovarium. dll Penyakit Von Hippel-Lindau : Hemangioblastoma serebelum. limfoma Sindroma Bloom : leukemia akut Ataksi telangiektasi : leukemia akut. Gejala akut : ruptur atau infark . melanoma Anemia Fanconi : leukemia. Aktivitas fungsional : sintesis hormon 3. feokromasitoma. Lingkungan 4. Lokasi dan terserangnya struktur berdekatan 2. keratosis solaris Adenoma tubuler dan vilosa kolon Dampak tumor terhadap tuan rumah 1. neuroma akustika. Keturunan/genetik Kelainan kanker/ prakanker herediter Autosom dominan Retinoblastoma (gen Rb1/ kromosom 13q14): retinoblastoma. polip adenomatosa Sindroma Gardner : Ca kolon. leukemia. bronkus Gastritis kronik atrofi. tumor otak Autosom resesif Xeroderma pigmentosa : Basalioma. paratiroid MEN III : varian tipe II Melanoma ganas kulit : melanoma maligna kulit.Ca hepar : Afrika Barat dan Selatan Ca nasofaring : China Ca buli-buli : Mesir Insiden rendah : Ca kolorektal : Afrika (kulit hitam) Ca prostat/mamma : Jepang Ca serviks uteri : Jahudi Ca kulit : Kulit hitam 2. squamosa. feokromasitoma Poliposis kolon familial (gen APC / kromosom 5q21): Ca kolon.

Ro. Bentuk Nodus-tumor Padat / masif : keras atau lunak Kista Campuran 3. Makroskopis 1. Ganas : insitu. Jaringan Masenkim 3. lab. Menegakkan diagnosis -Lokasi tumor primer : krteria ICD dari WHO -Diagnosis klinis : anamnesis. Jaringan tropoblast dan embrional 4. Penentuan stadium tumor -Clinical staging : cTNM -Pathological staging : pTNM 3. Mikroskopis Histogenesis 1. ditutupi jaringan nekrosis Tepi meninggi Rapuh dan mudah berdarah Sering sebagai bagian dari suatu tumor yg lebih besar 4. Rencana pengobatan 5. Jaringan epitel 2. Pelaksanaan terapi 6. basalioma. Jinak 2. granuler. invasive 3. Borderline : basalioma. carsinoma yg kecil 2. Campuran Sifat tumor 1.Patologi kanker A. adamantinoma Derajat diferensiasi G1 : diferensiasi baik G2 : diferensiasi sedang G3 : diferensiasi jelek G4 : tidak berdeferensiasi (anaplastik) Penatalaksanaan 1. Tanpa bentuk Leukemia B. Evaluasi . noduler. dll 2. Penentuan status penampilan (performance status) -WHO -Karnofski 4. klinis. Bentuk Plaque Melanoma. Bentuk Campuran 5. Bentuk Erosi-ulkus Sifat : Bentuk/batas tidak teratur Permukaan tidak rata.

dapat berjalan. stadium. dapat bekerja. tidak mampu bekerja aktif. dapat bekerja ringan 2 50-60 Masih ambulatoar. lalu terapi 4. terpadu dan holistik 2. tanpa halangan 1 70-80 Masih ambulatoar. Tentukan diagnosis. Radiotherapy 2. Chemotherapy 3. akupuntur. sistostomi 3. Hormonal terapi -Tumor yg luas dan hormonal dependent Adjuvant (tambahan) 1. tampon. Nutrisi : perbaiki fisik penderita 2. manipulasi saraf Terapi bantuan 1. dapat memelihara diri sendiri. Secara manusiawi. Transfusi : koreksi anemia 3. Terapi sesuaikan dengan keadaan penderita 5. Multidisipliner 3. Fraktur -Reposisi-fiksasi-imobilisasi 2. Surgical oncology -Lokal. Obstruksi -Usus : reseksi usus atau bypass -Trachea : trakeostomi -Urethra : kateter. narkotik. Fisioterapi : perbaiki fisik penderita 4. radiosensitif 3. > 50% waktu bangunnya berada .Prinsip Pengelolaan 1. Perdarahan -Transfusi. Infeksi -Antibiotik 5. Radiation oncology -Lokal. Psikoterapi : mengutakan mental penderita Terapi sekunder -Terapi penyakit yang menyertai Status Penampilan (performance status) Who Karnofsky 0 90-100 Ambulatoar. mampu memelihara diri sendiri. Medical oncology -Metastase atau kemosensitif/responsif 4. lokoregional — operable 2. ada keterbatasan secara fisik. Seumur hidup di follow up 6. > 50% waktu bangunnya 3 30-40 Tidak dapat jalan. hipnose. ligasi arteri 4. aktivitas tidak terganggu. Hormonal therapy Terapi tambahan lain 1. Nyeri : -Analgetik. lokoregional — inoperable. Beri informasi tentang penyakitnya kepada penderita dan keluarganya dan tindakan yg akan diambil Jenis terapi Terapi Utama 1.

tetapi dapat berdiri 40 Lemah dan memerlukan perawatan serta bantuan khusus 30 Tak mampu bangun. seluruh waktunya dihabiskan di tempat tidur/kursi roda Karnofsky Dapat melakukan aktivitas sehari-hari normal Tak memerlukan perawatan khusus 100 Normal. harus dirawat di RS. perlu pengobatan pendukung secara aktif 10 Mendekati ajal. walaupun kematian belum mengancam Pasien sakit berat & hanya berada di tempat tidur 20 Sakit berat. colitis ulcerativa -Orkidektomi : undesensus testis -Subkutan mastektomi : familial breast cancer -Ovarektomi : familial ovarial carcinoma Operasi Debulking : Untuk mengurangi kesan tumor sehingga mudah dikontrol dengan terapi lain. tidak dapat bangun. 50% berada di tempat tidur. proses ke arah kematian berjalan dengan cepat 5 Meninggal Indikasi Operasi Indikasi Diagnostik Biopsi -Bajah (FNA) : sitologi -Tru cut needle biopsy (jarum besar) : histopatologi -Biopsi insisi -Biopsi eksisi Frozen section (vries coup) Operasi eksplorasi Indikasi Terapeutik Kuratif : Untuk penyembuhan Paliatif : Mengurangi penderitaan Profilaksis -Kolektomi : poliposis koli. misal radioterapi Metastasektomi Kedaruratan onkologis -Ligasi arteri : perdarahan -Trakeostomi : obstruksi jalan napas -Reseksi usus : obstruksi/perforasi usus Rekonstruksi dan rehabilitasi . hrs dirawat di RS.ditempat tidur/kursi roda 4 10-20 Tidak mampu memelihara diri sendiri. tak ada tanda-tanda penyakit 90 Dapat menjalankan aktivitas dgn gejala penyakit minimal 80 Aktivitas normal dgn usaha Beberapa tanda dan gejala penyakit Tak mampu bekerja aktif 70 Dapat mengurus diri sendiri Tak dapat mengerjakan kegiatan normal sehari-hari atau pekerjaan aktif 60 Sesekali memerlukan bantuan 50 Banyak memerlukan bantuan dan perawatan medis Tak mampu mengurus diri. keluhan (-).

fibrosis Jantung : perikarditis. epilasi. myelitis Radioterapi sebagai ajuvant pembedahan Preoperative -Carsinoma laring. ulkus Gonads : sterilitas. Pengangkatan tumor bersama metastase regional harus satu kesatuan 7. Wilm’s tumor. dekompensasi kordis) 3. pisau 2. Operasi kuratif sebaiknya hanya satu kali 5. buli-buli. Sedikit mungkin menyentuh tumor (no touch technic) 6. ovarium . katarak Saraf : edem otak. nekrosis Paru : pneumonitis. hipertensi. insufisiensi renal Bladder : disuri. Stadium lanjut . miokarditis Mata : konjunktivitis. diare. Pengangkatan jaringan tumor secara tajam : gunting. ulkus. sumsum tulang belakang Kurang peka : Otot. limfisarkoma Hodkin’s disease. epitel germinativum Peka : Kulit. ginjal. Penyakit organ vital (koma. soft tissue sarcoma/liposarkoma. rektum Postoperative -Ca paru dengan metastasis di kelenjar mediastinal -Seminoma. endometrium -Metastasis ca epidermoid nodus limfatik di leher. Seminoma. menapause RES : limfopenia. disgerminoma. pembuluh darah besar Kepekaan tumor terhadap radioterapi Tumor ganas hemopoetik : myeloma. Kwalitas hidup jelek. esofagus. harapan hidup pendek 2. Bekas operasi atau FNA harus disertakan Kepekaan jaringan terhadap radioterapi Sangat peka : Sumsum tulang. mukosa usus. Neurogenic sarcomas Osteosarcoma. kelenjar endokrin) Soft tissue sarcoma. ditempat tidur saja Dasar Teknik Pembedahan 1. medulloblastoma. infeksi. Chondrosarcoma. uterus. ulserasi GI : edem. striktur. hepatitis. pansitopenia Tulang : pertumbuhan lempeng epifise terhambat. Lapangan operasi harus cukup luas 8. Jaringan sehat sekitarnya harus diangkat 3. metastase positif. atrofi. Melanoma maligna Efek lokal radiasi Kulit : radiodermatitis. Ewing’s sarkoma Basal sel karsinoma. retinoblastoma -Sinus paranasalis. buli-buli.Kontraindikasi Operasi 1. endometrium. Lapangan operasi harus bersih dari darah (blood less) 4. tumor Cukup peka : Otak . GI. perforasi Ginjal : nefritis. Epidermoid karsinoma Adenokarsinoma (mamma. tulang.

tiroid Steriod Steroid Penghambat steroid Antiandrogen Antiandrogen Antiestrogen Penghambat steroid LHRH Agonis LHRH Agonis Respon Pengobatan Respon lengkap / complete response (CR) Semua metastasis hilang. Tiroid Leukemia Limfoma Orkidektomi Ovarektomi (adrenalektomi. muncul tumor baru/metastasis baru . hipofisektomi) Estrogen Progesteron Progesteron Androgen Steroid Progesteron H. fisik/Ro/laboratoruim negatif Respon sebagian / partial response (PR) Metastasis mengecil minimal 50% Tidak ada perubahan / no change (NC) Tidak ada perubahan (pengecilan kurang dari PR tidak terukur) Penyakit memburuk / progressive disease (PD) Terjadi pembesaran.Jenis Terapi Hormonal Tumor Jenis terapi Ablatif Op/radiasi Terapi Aditif Hormon Antihormon Lain Prostat Payudara Endomet.

kemoterapi. Deteksi dini 3. Kebutuhan kalori meningkat -Metabolisme tumor -Infeksi 2. Dispnu -Akibat kelainan paru-jantung : tumor di bronkus. Ascites 7.PENANGGULANGAN Tujuan : 1. gangguan faal hati C. efusi pleura/ascites 3. Mengurangi morbiditas dan mortalitas 4. Perawatan pada Akhir Masa Hidup Sebaiknya penderita dirawat di rumah . Sindroma vena cava superior -Akibat limfoma. radioterapi. Terapi 5. Nyeri / fraktur tulang 4. Menyembuhkan penyakit kanker 3. Keadaan Gizi Keadaan gizi penderita kanker berangsur memburuk sampai penderita kaheksia Penyebab : 1. erosi. Mengurangi penderitaan dan invaliditas 5. mediastinum. pengobatan lain. kemoterapi / steroid / splenektomi 2. mual. Rehabilitasi 6. muntah : paraneoplastik dari tumor (kanker memproduksi protein yg menekan nafsu makan). kardia -Saluran cerna terganggu : kapasitas gaster berkurang. metastasis di mediastinum (ca mamma dan paru) B. Prevensi 2. Mencegah timbulnya kanker 2. ulkus : tempat masuk kuman -Daya tahan menurun : tumor (metastasis ke sumsum tulang). Follow up MASALAH KHUSUS PADA KANKER A. Kekurangan intake kalori -Gangguan menelan : esofagus. Keadaan abdomen akut 6. Nyeri pada Kanker Biasanya timbul pada tahap lanjut akibat infiltrasi ke jaringan peka rangsang atau karena komplikasi D. Diagnosis 4. ileus -Anoreksia. Infeksi/sepsis -Nekrosis. Komplikasi dan Masalah akut 1. Memperbaiki kwalitas hidup Cara : 1. Nyeri kepala dengan tanda fokal 5.

insomnia. Tahap penerimaan PENATALAKSANAAN NYERI KANKER Biasanya timbul pada tahap lanjut akibat infiltrasi ke jaringan peka rangsang atau karena komplikasi Penyebab 1. edem. sekalipun sudah tahu penyakitnya 2. nyeri. efusi pleura. muntah. Nyeri akibat kanker -Nyeri pada kanker terjadi akibat -Infiltrasi tumor ke periosteum -Perangsangan peritoneum/pleura -Infiltrasi saraf atau kompresi saraf -Infeksi/ulkus -Peninggian tekanan intrakranial yang memberi respon terhadap opium -nyeri dari jaringan lunak -nyeri dari organ dalam yang sedikit/tidak memberi respon terhadap opium -nyeri tulang -nyeri radikuler -nyeri disestetik -nyeri kepala akibat tumor otak -nyeri akibat regangan kapsul hati -nyeri akibat ulkus ganas yang terinfeksi -nyeri akibat peradangan pada panggul -spasme otot 2. lesu -Mual.Kematian penderita kanker umumnya akibat metastasis yang menimbulkan gangguan faal salah satu organ vital Ada 2 hal yang sulit dijawab pada penderita kanker : kapan penderita meninggal ? dan apa yang menjadi penyebabnya ? Keluhan dan gejala pada akhir penderita kanker : -Penurunan BB. Tahap pemberontakan/kemarahan 4. Proses Duka Cita Dukacita akan dirasakan oleh penderita dan keluarga sejak disadari bahwa prognosis penyakitnya infaust Tahap reaksi penderita dan keluarga 1. Tahap depresif 6. konstipasi. batuk. inkontinensia -Disfagi. dekubitus E. penyakit / sindrom lain . arthritis penyerta -trombosis vena dalam. retensi urin. spasme otot. migren. Tahap pengharapan -Masih mengharapkan kesembuhan. Tahap penyangkalan -Menyangkal bahwa ia menderita kanker 3. Tahap kompromis/tawar-menawar 5. kelainan muskuloskeletal. Nyeri yang tidak berkaitan langsung dengan kanker -konstipasi. anoreksia. sesak napas. ulkus dekubitus. ascites.

bila tidak memungkinkan beri secara parenteral -Indikasi parenteral : -gangguan menelan (kelemahan akibat kanker lanjut) -muntah yang menetap/membandel. antiinflamasi kurang 4. Aspirin -4 x 900-1300 mg. 1 gr tiap 4-6 jam 3. perforasi lumen Terapi Farmakologis -Pemberian obat sebaiknya/seharusnya diberikan sebelum ada nyeri -Sebaiknya oral. infeksi -obstruksi lumen.3. fibrosis. rektal. disfagi. Morfin -merupakan pilihan. Dextropropoksifen -biasanya kombinasi dengan parasetamol -600 mg/hari Opioid kuat 1. keadan lemah . Akibat komplikasi -fraktur. parenteral.narkotik kuat -dengan / tanpa ajuvant Nyeri sedang -NSAID . neuralgia -pasca radiasi : reaksi inflamasi.antidepresan) Analgetik non-opioid 1. Codein : 50 -100 mg tiap 4 jam 2. sebaiknya mulai dengan dosis rendah 2. Metadon -tablet 5 mg. neuropati 4. narkotik ringan (codein) -dengan/tanpa ajuvant Nyeri ringan -NSAID (aspirin) -dengan/tanpa ajuvant (ansiolitik. Oksikodon -supositoria 30 mg -dosis 30 mg tiap 8 jam 4. tinctur 2 mg/5 ml -dosis 5 mg tiap 30-60 menit sampai nyeri hilang -tidak untuk orang tua. obstruksi intestinal -koma Nyeri berat -NSAID. Parasetamol -oral atau rektal. NSAID -terutama untuk metastasis ke tulang -oral. sebaiknya dosis tunggal Opioid lemah 1. Akibat pengelolaan -pasca bedah : luka. Dehidrocodein 3. antiinflamasi yang baik 2. Asetaminofen -4-6 x 500 mg.

levorfanol Pedoman terapi morfin Dosis awal (bentuk eliksir) -dosis : 10 mg -orang tua 65-80 thn. takut diberi morfin : 5 mg -orang tua > 80 tahun : 2. jika perlu hingga 50 mg/5ml Jika serangan nyeri terjadi berulang kali Dosis tablet lepas lambat dapat dinaikkan. dexametason Untuk analgetik Dosis 24 jam Tumor otak Tekanan radiks saraf Kompresi medulla spinalis Nyeri akibat regangan kapsul hati Untuk mengurangi tekanan -obstruksi trakhea/bronkhus utama -obstruksi vena cava superior. disfagi akibat tumor otak Lain-lain -perangsangan nafsu makan 8-16 mg 8-12 mg . sirosis setiap 6-8 jam Hasil terapi ditunggu 24 jam. sebelum dosis ditingkatkan Cara peningkatan dosis -100% untuk dosis kurang dari 20 mg -50% untuk dosis kurang dari 100 mg -33% untuk dosis lebih dari 100 mg Peralihan ke tablet morfin lepas lambat.3. bila kebutuhan eliksir telah ditentukan -dosis tablet lepas lambat setiap 12 jam : 50% dosis eliksir harian Eleksir morfin harus ada untuk mengontrol serangan nyeri Dosis penyelamat : 20% dosis morfin harian total dengan meningkatkan konsentrasi eliksir. Dextromoramid.5 mg Frekwensi pemberian -setiap 4 jam -orang tua. Oksikodon -supositoria 30 mg -dosis 30 mg tiap 8 jam 4. frekwensi tetap Prinsip supositoria morfin sama seperti eliksir morfin Perinsip morfin parenteral sama dengan eliksir kecuali: Dosis adalah 50% dosis oral equivalen Pemberian subkutan lebih baik dibanding im Tidak ada batas dosis morfin Dosis analgetik adalah dosis berapapun yang menghilangkan nyeri Steroid obat pilihan-Untuk mengurangi udem peritumor. gangguan ginjal. esofagus -limfedem -paralisis. hidromorfin.

Fenitoin : 100-300 mg/hari 3. Methotrimeprazine -15 mg/hari/im 7. imipramin : 10-75 mg/hari 4. lunak: 3. pria : wanita (2:1).9% -Undifferentiated : 1.1% -Sarkoma jar. Haloperidol -1-3 mg/hari (sekali atau 2x/hari) 6. metoklorpramide 5. Amitriptilin. Klorpromazine. proklorperazine. vulva -Blok anastesi : dekubitus KULIT – JARINGAN LUNAK TUMOR GANAS KULIT Pendahuluan Sekitar 6. Karbamazepin -100 mg/hari (7-10 hari) terutama nyeri fantomlimb 2. Klonazepam -2-4 mg/hari Non-farmakologis -Blok ganglion coeliacus : nyeri dalam perut (misal kanker pankreas) -Blok interkostal : nyeri dinding dada.8-12 mg 6 mg 6-12 mg 6-12 mg 6-8 mg 8-16 mg 2 mg Kombinasi obat -Opioid dengan non-opioid -Opioid dengan -hydroxyzine 100 mg (antihistamin) -dexedrine 10 mg (amfetamin) -Morfin dengan kokain 10 mg Adjuvant 1.9% Indonesia sekitar 8%.7% -Tumor adneksa : 6.9% -Melanoma : 10. merupakan urutan ke 3 setelah karsinoma serviks dan payudara. Benzodiazepin 8. blok kaudal : tenesmus -Blok n.4% -Jaringan limfoid : 1.sakralis/ kauda equina : nyeri perineum. perut -Simpatektomi lumbalis. anus.1% -Pembuluh darah : 0.8% dari seluruh keganasan -Ca sel squamosa : 42. kulit putih lebih banyak. Usia sekitar 40-70 tahun. . Australia 50% (urutan pertama). Belanda sekitar 25%.9% -Ca sel basal : 32.

Radioterapi 3. Pemeriksaan fisis 3. bila histologik ganas -KGB -bila histologik mengandung metastasis : diseksi -negatif : lakukan diseksi elektif atau follow up ketat -inoperabel : radiasi dan atau kemoterapi -Kelainan prakanker obati secara tepat . Lain-lain -Elektrodiseksi dan kuretase -Cryosurgery nitrogen cair beku -Chemosurgery : menggunakan pasta zinc chloride Prinsip Pengobatan : -Usahakan temukan tumor secara dini -Bila ditemukan. Human papilloma virus 7.… Melanotik Melanoma maligna Diagnosis 1. arsen 5. Radiasi sinar X 4. Kurangnya lapisan pigmen Misal. lakukan biopsi (anastesi umum atau regional) -Lakukan wide excision. Kelainan prakanker : -Keratoakantoma -Keratosis solaris/senilis -Hyperplasia pseudoepitelioma -Warty diskeratoma -Leukoplakia -Florid papillomatosis -Xeroderma pigmentosus -Ulkus marjolen (kronik) -Fistel kronik. volar tangan (ras negro. Tumor ganas lain : mycosis funguides. fibrosarkoma. Sinar ultraviolet Menyebabkan kerusakan daya regenerasi DNA inti 2. benzen. melanoma banyak ditemukan pada lapisan yang kurang pigmen pada telapak kaki. Pemeriksaan penunjang Penatalaksanaan 1. hemangiopericytoma. Pemeriksaan histopatologis 4. Pembedahan 2. adenokarsinoma kelenjar sebasea. Genetik/hormonal 6. trauma kronis akibat tidak memakai alas kaki 3. skar luas. skar Klasifikasi Nonmelanotik 1. Kemoterapi 4. Basal cell carcinoma (BCC) 2. Kaposis sarkoma. asia) Iritasi kronis : infeksi kronis. Karsinogen kimia Ter. Anamnesis 2.Etiologi Multifaktorial ? 1. Squamous cell carcinoma (SCC) 3.

nekrosis. hidung. sifat invasi setempat. tumor sel basal Paling sering ditemukan dari semua tumor ganas kulit Berasal dari sel lapisan basal atau lapisan luar sel folikel rambut Klinis Besar tumor bervariasi. pinggir mirip mutiara/mengkilat Puncak cekung/berlekuk. mulai nodul kecil. Pengobatan primer BASALIOMA Pendahuluan Nama lain : Basal cell carcinoma. nasolabial. ekstrimitas 15% Terutama kulit kepala. inti oval. Ukuran dan lokasi tumor 2.-Cryosurgery. tetapi menyebabkan destruksi setempat PA : massa sel bentuk poligonal. tumbuh eksofitik. pada tingkat lanjut disebut ulkus rodens (pinggir mirip gigitan tikus) Pertumbuhannya lambat. ulserasi. jarang metastasis jauh. radioterapi atau kombinasi KARSINOMA PLANOSELULARE Nama lain : Squamous cell carcinoma Berasal dari sel lapisan spinosum Klinis Sering didahului oleh lesi prakanker Bentuknya bervariasi Bentuk veruka. chemosurgery hanya untuk tumor kecil -Sering basalioma (radioresisten) dengan radioterapi memberi hasil yang baik -Kemoterapi topikal (zalf 5FU). tumbuh lambat Bentuk noduler/infiltratif. lokal (intraarterial infusion/perfusi regional) atau sistemik bila tumor difus dan metastasis jauh Prognosis Ditentukan oleh : 1. halus. bibir Jenis Solid (eksofitik) Pigmented Morphealike basalioma : sering residif Cicatricial basalioma Field fire basalioma Superfisial basalioma Terapi Pembedahan. kromatin halus. Dalamnya infiltrasi 3. transparan/kelabu merah/kadang kehitaman. cepat timbul ulkus (ulkus dengan . penebalan dengan pertandukan. mulai sebagai kutil berkelompok (warty). badan 10%. kelopak mata. pinggir sitoplasma sulit ditentukan dan bagian pinggir sel tersusun palisade Lokasi Kepala-leher 75%.

potensi metastasis PA : massa sel epidermis atipik. badan 5%. dll KGB regional KGB tidak teraba Syarat minimal penentuan keadaan KGB tidak terpenuhi KGB homolateral. punggung tangan dan kaki. mitosis aktif dan sporadis Lokasi Kepala-leher 65%. pinggir meninggi/berbenjol. rongga mulut. tanpa memandang dalamnya infiltrasi ke dermis Tumor meluas ke sekitar. ekstrimitas 30% Terutama pipi. hiperplastik. eksofitik. otot. susunan tidak teratur. sel individu/sekelompok sel mengandung keratin. sering ada mutiara tanduk Non cornificans : diferensiasi mulai memburuk Undifferentiated/anaplastik Grading Grade 1 : Lebih dari 75% sel tumor berdeferensiasi baik Grade 2 : 50-75% sel berdeferensiasi baik Grade 3 : 25-50% sel berdeferensiasi baik Grade 4 : kurang dari 25% Sistem TNM T Tx Tis To T1 T2 T3 T4 N No Nx N1 N2 N3 M Mo M1 Tumor primer Syarat minimal keadaan tumor tidak terpenuhi Karsinoma insitu Tidak ada tumor primer Tumor < 2 cm. lidah. esofagus Tipe Cornificans : sel tumor diferensiasi baik. mobil KGB kontralateral/ bilateral. preaurikuler.… Mukosa yang dilapisi epitel squamos : bibir. permukaan kotor) invasi ke jaringan sekitar. mudah berdarah. hanya epidermis Tumor 2-5 cm. infiltrasi minimal ke dermis Tumor > 5 cm. temporal. tulang.bentuk tidak teratur. tumbuh agak cepat. mobil . daun telinga.

prognosis buruk. Iritasi/trauma pada nevus 3. di luar kulit (rektum. mata biru. Faktor herediter -BK male syndrome Klinis Sekitar 2/3 melanoma berasal dari nevus (jenis dermoepidermal). sekitar 67% ◦ Semua usia. maupun amelanotik. Radioterapi Indikasi : -Ada kontraindikasi operasi -Tumor inoperabel -Histologik operasi irradikal 3. lingkungan kerja (farmasi. Pembedahan -Wide excision : 2-3 cm jaringan sehat sekitar tumor diambil -Radikal diseksi KGB : N3/N3 -Radiasi ajuvant KGB : N3/pN3 2. rambut putih/merah ◦ Predisposisi : paparan sinar matahari. bila tumor primernya di tungkai bawah Terapi 1. Sinar ultraviolet 2. industri kimia).iris) . sisanya di kulit normal Perubahan maligna pada nevus : -pertumbuhan cepat -bertambah gelap -bertambah besar -perubahan warna pigmen -bertambah tebal -penyebaran pigmen -bentuk tidak teratur -gatal -terbentuk halo -perdarahan -lesi satelit -ulserasi/mengelupas Lokasi Tungkai bawah (terutama telapak kaki). baik yang berpigmen. terutama 30-60 tahun (40 tahun) ◦ Lebih sering pada kulit putih/ pucat. angka mortalitas tinggi. Kemoterapi Indikasi : -Sebagai ajuvant pada radioterapi atau pembedahan -Terapi primer bila sudah metastasis jauh MELANOMA MALIGNA Pendahuluan Tumor ganas kulit yang berasal dari melanosit (dari sel neural crest yang mengadakan migrasi ke kulit pada masa fetal) ◦ Sekitar 3% kanker kulit merupakan melanoma ◦ Perjalanannya sukar di prediksi. leher.KGB inmobil Metastasis jauh Tidak ada tanda metastasis jauh Ada metastasis jauh atau terbukti ada metastasis di KGB kontralateral. muka. sindroma nevus displastik Etiologi Multifaktorial ? 1.

baik yang terekspos maupun tidak 3. perdarahan. Nodular Lesions/Melanoma Sekitar 15% Tumbuh vertikal (ke dalam).5 mm > 1. Acral Lentigenous Melanoma (ALM) Sekitar 8% Makula. batas tegas. cepat menyebar dan prognosisnya buruk Lokasi terutama telapak kaki. menonjol di atas kulit. serosanguinolen Dapat di seluruh tubuh. Ketebalan Invasi tumor Clark (1969) Level Interpretasi I II III IV V Terbatas di epidermis (insitu) Invasi papilla dermis Sampai daerah antara papilla dengan retikulum Sampai retikulum dermis (serat kolagen) Invasi sampai subkutis Kedalaman invasi tumor ke lapisan kulit Breslow (1970) level Interpretasi KGB 5 tahun I II III IV V Hiperplasia melanotik atipik Invasi tumor sedalam 0. badan Pada tipe amelanotik. lalu timbul ulkus dengan krusta. tangan. terutama tungkai bawah.75 mm > 0. coklat-hitam.75 – 1. coklat-kehitaman.0 mm . tumbuh radial. batas jelas. batas jelas. Lentigo Maligna Melanoma (LMM) / Frekle Hutckinson’s melanotik Sekitar 5% dari melanoma Awalnya makula. tidak homogen (warna berbeda). batas tegas. leher. warnanya agak putih 4.Berdasarkan lesi kulit (Clark-Mc Govern) dibagi 4 tipe 1.5 – 4. disertai indurasi/nodul pada lesi. di bawah kuku. Superficial Spreading Melanoma (SSM) Sekitar 60-70% dari semua melanoma Pertumbuhan horisontal lalu vertikal (bifasic growht) Bercak dengan warna bervariasi. dahi 2. cepat mengadakan metastasis Nodul biru-hitam. di batas mukosa dengan kulit Klasifikasi A. cepat membesar dengan ulkus Lokasi kulit kepala. bagian tengah mengalami regresi Terutama pada kulit yang terpapar matahari : pipi.0 mm > 4. mengadakan invasi.

infiltrasi jauh ke lapisan kulit Metastasis KGB regional Metastasis KGB lebih jauh Metastasis jauh C. Sistem TNM cTNM T N Nx No N1 N4 M Mo M1 Tumor primer (tidak dianjurkan) KGB regional dan juksta regional Syarat minimal tidak lengkap KGB tidak teraba KGB teraba membesar KGB juksta regional teraba Metastasis jauh . Tingkat Klinis AJCC (American Joint Comitte for Cancer) Stadium Interpretasi I II III Tumor terbatas pada kulit Metastasis KGB regional Metastasis jauh NCJ (National Cancer of Japan) Stadium Interpretasi Ia Ib II III IV Terbatas di kulit. infiltrasi sedikit sel tumor Terbatas di kulit.3% 6% 32% 60% 95% 85% 60% 45% Ketebalan tumor sesuai dengan ukuran terpanjang dari diameter vertikal tumor dalam mm KGB : metastasis ke kelenjar getah bening 5 tahun : kemungkinan hidup 5 tahun B.

5 – 3.75 T1 > 0. Anamnesis 2.Tidak ada Ada metastasis jauh pTNM (post surgical class) pT pTx pTis pTo pT1 pT2 pT3 pT4 pN pM Tumor primer Syarat minimal tidak terpenuhi Hiperplasia atipik melanosit (tidak ganas/level 1) Tidak ada tanda tumor Invasi ke papilla (II). 5 cm ke arah kranial Amputasi : kadang sangat dibutuhkan Diseksi KGB bila positif.50 mm T2 > 1.75 – 1.0 mm V dan atau lebih 3. Obat lain: .00 mm T3b > 4. bisa dikombinasi dengan Cisplatinum. Pemeriksaan penunjang Terapi 1. en bloc bila tumor dengan KGB berdekatan Diseksi KGB profilaktik.5 mm IV dan atau lebih 1.00 mm T3a > 3. Pemeriksaan fisis 3. bila lesi dekat sekali dengan KGB 2. Pemeriksaan histopatologis 4.75 -1. Kemoterapi Cara pemberian : -Sistemik: DTIC (Dimethyl triazeno imidazole carboxamide: Dacarbazine) 400 mg/m2/iv hari 1 sampai 3. Pembedahan Eksisi luas : 3 cm di luar tepi tumor.75 mm III dan atau lebih 0.0 mm KGB regional : tahap pN sesuai dengan N Metastasis jauh : pM sesuai dengan M TNM berdasarkan kombinasi Clark dan Breslow CLARK BRESLOW II III IV V -0.00 mm T4a Satelit T4b Diagnosis 1.50 – 3. tidak lebih 0. diulang tiap 3 minggu.00 – 4.

rafe median skrotum. Lokasi tumor 2. otak. bebas dari dasar. berisi massa seperti bubur (massa keratin putih. mudah mengalami trauma) Kista Pilonidal Kelainan kistik pada kulit di daerah sakrokoksigis. hidroksiurea -RIP (Regional Isolated Perfusion) dengan Melphalan atau Melphalan dengan Actinomycin C dan Nitrogen murstad : untuk lesi di ekstrimitas -Intra Arterial Infusion : untuk lesi di ekstrimitas Indikasi : -Sudah metastasis jauh -Kondisi lokoregional inoperabel -Ajuvant post operative 3. paru.vinblastin. Radioterapi -Sebagian besar radioresisten. ditemukan punkta (muara kelenjar). pangkal hidung). punggung. Stadium klinis dan derajat invasi 3. batas tegas. sudut luar mata. ovarium. melekat pada kulit di atasnya. kista berisi sebum (bubur putih-abu. abdomen. tetapi ada yang sensitif -Sebagai ajuvant post operatif atau radioterapi untuk metastasis jauh/organ 4. siklofosfamid. campuran bahan warna putih dan mungkin apendiks kulit (rambut) Kista Epidermoid Dari epitel epidermis yang masuk ke jaringan subkutis akibat trauma Kista dengan dinding tebal. berasal dari ektoderm Terutama muka (dahi. Jenis kelamin 4. akibat rambut yang berada mid line . dinding tipis/rapuh. tidak berbau) Biasanya ditemukan pada telapak kaki dan tangan (epidermis tebal. usus dan kulit Tidak ada metastasis : angka ketahanan hidup 10 tahun 40-90% KELAINAN LAIN PADA KULIT KISTA Kista Aterom / Sebasea Akibat sumbatan pada muara kelenjar sebasea Terutama ditemukan di daerah yang mengandung kelenjar (tidak pernah ditemukan di telapak tangan/kaki) Tumor bulat. bebas dari kulit di atasnya. Metastasis -Ke hati. Imunoterapi -Pemberian BCG Prognosis Tergantung : 1. tidak bebas dari dasar. berisi cairan seperti minyak. perineum Tumor kenyal. dinding liat/tebal. bau asam) Kista Dermoid Kelainan bawaan yang timbul di daerah fusi embrional kulit.

ekskokleasi Nevus Kelainan bawaan jinak akibat kelebihan/kekurangan unsur kulit Bentuk bulat. rata. bebas dari kulit di atasnya. Intradermal : di dermis. Junctional : bentuk rata. stasis 2. perlahan Faktor yang menyebabkan nevus berdegenerasi : -iritasi kronis : tekanan. terletak di subkutis. tumbuh menebal/melebar 3. bila sudah tenang dilakukan eksisi luas Ganglion Berasal dari tonjolan membrana sinovia atau vagina tendineum Terdapat di sekitar sendi. soliter/multiple Bentuk lain : kondiloma akuminata Bila pertahanan tubuh turun dapat di seluruh tubuh. bergerigi. berisi cairan bening kental Ganglion besar : kista Baker pasang torniket)Terapi : Eksisi (secara kosong darah Sangat mudah residif TUMOR JINAK Veruka Vulagaris Pertumbuhan epitel akibat virus di kulit (sering di tangan atau jari) Permukaan tidak rata. bila baik dapat sembuh sendiri Terapi : bedah beku. Compound : paling gelap. menonjol. . berpigmen (nevus melanosit).menyusup masuk ke kulit oleh pengaruh gesekan Kista sering mengalami infeksi dan terbentuk abses Bisa ditemukan pada lipatan antar jari pemangkas rambut Pada pengemudi jep tentara : jeeps disease Terapi : insisi abses. rata -bila ada iritasi dapat menonjol -Terapi : eksisi. mengkilap. menonjol. pergelangan kaki. tidak berpigmen (hemangioma) Jenis nevus : 1. fossa poplitea Kista dengan dinding tipis. tidak dapat digerakkan dari dasar. tidak menonjol. kasar. gesekan -sinar ultraviolet Hemangioma Tumor yang berasal dari pembuluh darah Kapiler Kavernosum simpleks flameus -buah arbei -menonjol -merah cerah -ada cekungan kecil -regresi spontan -Terapi : tunggu 6-7 tahun -menetap. misal pergelangan tangan.

Rangsang fibroplasia yang berkelanjutan : infeksi kronik. akantosis Batas tegas. mirip kembang kol. regangan berlebih 2. rata/menonjol. pinggang. menyebabkan rasa sakit pada saat berjalan Keratosis Seboroika Hiperkeratosis setempat di muka. tangan pada orang tua Lesi bulat. tekanan lokal kontinu. badan. merah kusam. permukaan kasar dan rapuh seperti lilin Keratosis Senilis/solaris Daerah terpapar matahari. puncak ke dalam. endoderm Papel soliter/multiple. cuping telinga dan wajah Hipertrofi scar : parut tidak melewati tepi luka Predisposisi 1. meso. melebar tanpa indurasi disertai lipoma multiple. pembedahan Kalus Hiperkeratosis setempat akibat gesekan kronik. gatal. bentuk bundar Timbul di atas penonjolan tulang Klavus Kalus lokal di plantar pedis/jari kaki yang tumbuh ke dalam Dasar di permukaan kulit. Usia pertumbuhan 3. infiltratif -Terapi : ekstirpasi dan embolisasi Keloid Pembentukan jaringan parut berlebih yang tidak sesuai beratnya trauma Parut melewati batas tepi luka. kulit berwarna gelap Lokasi pada sternum. Ras 5. warna abu/coklat/ gelap TUMOR PRAMALIGNA Morbus Bowen Penyakit herediter autosomal dominan Timbul hamartroma multiple dari jaringan ekto. kulit putih Hiperkeratoris. permukaan berkerak/bersisik. diskeratosis. bahu. Lokasi Terapi : kortikosteroid intrakeloid (2-3 minggu sekali). papiloma mulut . kemerahan. Bakat 4. aktif.tato dan laser -bentuk rongga -letak lebih dalam dari dermis -kempes bila ditekan -meluas. permukaan verukosa. ketegangan waktu penyembuhan. polip saluran cerna. batas tegas. warna gelap. nyeri dan tumbuh progresif Sering pada dewasa muda. benda asing dalam luka.

pada kulit terbuka/terpapar Bercak pigmentasi dikelilingi bercak atrofi pucat. inti hiperkeratosis. Trauma : trauma. pria > sering Tumbuh cepat. usia 50 tahun. parenkim atau viseral ◦ Mempunyai kemampuan infiltrasi cepat ke jaringan sekitar dan sering rekuren setelah tindakan bedah dilakukan ◦ Jarang ditemukan. telangiektasi. mirip karsinoma squamous Nodul bentuk kubah. ukuran beberapa sentimeter Dapat regresi tanpa bekas yang jelas SARKOMA JARINGAN LUNAK Pendahuluan ◦ Tumor ganas masenkim bukan berasal dari tulang. Virus . di tengah ada massa keratin. jarang ditemukan. klorofenol 3. kepala-leher 35% -Lain-lain : retroperitoneal 10% ETIOLOGI Tidak diketahui. 1% dari semua tumor ganas ◦ Semua umur. papillmatous Kornu Kutaneus Tonjolan jinak mirip tanduk Berasal dari keratosis senilis/solaris Keratoakantoma Pada kulit yang terpapar. Zat kimia : vinylklorida. salah satu dari 10 kanker terbanyak ◦ Urutan ke-6 dari semua tumor ganas pada anak (terutama rabdomiosarkoma di leher-kepala) Lokasi : -Ekstrimitas inferior 40% -Ekstrimitas superior 15% -Tubuh. osteosarkoma. prognosis buruk Ada defisiensi enzim endonuklease (repair DNA yang rusak akibat sinar ultraviolet) Pada usia muda. luka bakar. keratosis. glans. malignant fibrous histiocytoma 5. preputium Penyakit Cowden : bila banyak hamartroma Eritroplasia Queyrat : morbus Bowen yang kelainannya terutama di mukosa Xeroderma Pigmentosum Resesif sex linkage. asbes : mesotelioma 4. teruta 20-40 tahun ◦ Indonesia.Lokasi : mukosa vulva. Pasca radioterapi : fibrosarkoma. fraktur 2. warna sama dengan sekitarnya. retinoblastona : osteosarkoma 6. Faktor predisposisi : ◦ limfedem pasca mastektomi : lymphangiosarcoma ◦ neurofibromatosis (Von Recklinghausen’s): neurofibro-sarcoma ◦ Paget’s dis. Terpapar radium : osteosarkoma. terutama wajah. mungkin : 1. herbisida.

KLASIFIKASI Berdasarkan asal jaringan : -Jaringan ikat : fibrosarkoma -Skelet : rhabdomyosarcoma -Otot polos : leiomyosarcoma -Lemak : liposarcoma -Sinovial : sinoviosarcoma -Saraf : neurofibrosarcoma. lymphangiosarcoma -Jar.moderate grade III.low grade II. Histiocyt : malignant fibrous histiocytoma -Jar. tidak jelas : alveolar soft part sarcoma : epithelioid sarcoma : clear cell sarcoma GRADE ◦ Garadasi tumor jauh lebih penting dibanding dengan gambaran histologiknya ◦ Gradasi patologik didasarkan pada banyaknya mitosis dan nekrosis Grade Banyaknya mitosis Ketahanan hidup 5 thn I. pembuluh darah. swannoma maligna -Vaskuler/limfatik : angiosarcoma.high grade Kurang (<4/2 mm2)* Agak banyak (4-25/2mm2) Banyak sekali (>25/2mm 2) 92% 70% 45% *banyaknya mitosis pada lapangan mikroskopik 2 mm2 SISTEM TNM T Tx To T1 T2 T3 N No N1 M Mo M1 Tumor induk Tumor tidak dapat dicapai Tidak ada bukti tumor primer Tumor < 5 cm Tumor > 5 cm Infiltrasi ke tulang. saraf Kelenjar limfe KGB regional tidak mengandung metastasis KGB mengandung metastasis Metastasis jauh Tidak ditemukan Ada metastasis jauh .

Pemeriksaan penunjang -Radiologis -Foto tulang : mengetahui ada/tidaknya infiltrasi ke tulang -Foto thoraks : metastasis ke paru -Angiografi. metastasis karsinoma Patut curigai dan perlakukan sebagai tumor jaringan lunak : -Tiap ganglion pada lokasi yang tidak lasim -Tiap lipoma yang tidak lunak seluruhnya -Tiap kista aterom yang lain dari normal TERAPI Pembedahan -Reseksi radikal. termasuk 2 cm jaringan sehat sekelilingnya Radioterapi -Preoperatif. kapsul ada. batas jelas ◦ Tumor kecil : sukar dibedakan dengan yang jinak ◦ Tumor besar : infiltasi sekitar. Anamnesis 2. Kelainan fibrosa proliferatif 3.STADIUM Stadium I A : G1T1NoMo I B : G1T2NoMo Stadium II A : G2T1NoMo II B : G2T2NoMo Stadium III A : G3T1NoMo III B : G3T2NoMo III C : GsemuaT1-2N1Mo Stadium IV A : GsemuaT3N1Mo IV B : GsemuaTsemuaNsemuaM1 GAMBARAN KLINIS ◦ Keluhan biasanya tidak ada. Pemeriksaan klinis 3. limfangiografi -CT Scan. tanpa tanda radang . USG DIAGNOSIS BANDING 1. pada perabaan hangat. ada metastasis regional/jauh DIAGNOSIS 1. kecuali bila sudah membesar dan menekan/tarikan saraf atau otot ◦ Benjolan tanpa nyeri. untuk mengecilkan agar layak bedah -Terapi ajuvant pasca operasi -Terapi paliatif. MRI. hipervaskularisasi. Pemeriksaan histopatologis -Biopsi insisi : bila ukuran tumor > 3 cm -Biopsi eksisi : bila tumor < 3 cm 4. Miositis ossifikans 4. Tumor jinak jaringan lunak 2. untuk mengurangi nyeri . Lipoma infiltratif 5.

MRI 5. p. Eksisi luas radikal (radical wide excision) -KGB + dan G3 Pemilihan strategi pembedahan tergantung pada : 1. Ukuran tumor . Radiologis -Foto tulang : mengetahui ada/tidaknya infiltrasi ke tulang -Foto thoraks : metastasis ke paru 3.TNM TERAPI Pembedahan Syarat : -Tumor harus terangkat semua -Batas sayatan harus bebas sel tumor ganas Cara : 1. tergantung pada : -evaluasi PA pasca bedah -evaluasi derajat keganasan -perlu/tidaknya terapi ajuvant PROTOKOL SARKOMA JARINGAN LUNAK PENENTUAN STADIUM Berdasarkan TNM (UICC 1987) 1. CT Scan 4. G2 atau G3 -Sel nekrosis (dinilai pada saat pemeriksaan patologis) Untuk mendapatkan angka ketahanan hidup yang tinggi perlu : -Kerjasama multidisipliner -Diagnosis klinis yang tepat -Strategi pengobatan yang tepat.-Bila ada kekambuhan lokal Kemoterapi -Untuk pre dan pasca bedah -Terdiri dari : -Adriamisin. Ifosfamid -DTIC ( dimetil triazeno imidazol karboksimide) Metastatektomi -Untuk metastasis ke hepar PROGNOSIS Tergantung dari : -Ukuran tumor : kurang atau lebih 5 cm -Lokasi tumor : proksimal atau distal -Kedalaman tumor : superfisial atau profunda -Derajat keganasan : G1. Eksisi luas lokal (local wide excision) -Untuk tumor terlokalisir dan G1 2. Klinis 2.

Limb Saving Surgery Tidak dianjurkan di RS daerah karena butuh ajuvan kemoterapi. Umur penderita Prosedur : 1. baik sebelum maupun sesudah operasi 5. gingiva. Barat pria > ◦ Sekitar 2-5% dari seluruh keganasan. Lain-lain Bila N+ dan masih operable.5% ◦ Karsinoma squamosa 90-97%.2. India 20-30%. Faktor ekstrinsik -Merokok -Alkoholisme -Mengunyah sirih/tembakau/betel . multifaktorial ? Faktor predisposisi (Wynder 1957. palatum ETIOLOGI -Belum diketahui. Vogler 1962) : 1. dasar mulut. bibir (terutama bibir bawah). dan lain-lain 1% (adenokarsinoma/adenoid cystic carcinoma/undifferentia-ted carcinoma/ limfoma) Predileksi : lidah (terutama 2/3 bagian depan. Grade 4. Amputasi 2. Penderita menolak pembedahan Residu tumor + (pada pemeriksaan patologi anatomis) Tindakan : Re-eksisi : Radioterapi/kemoterapi. sisi lateral . maka dilakukan diseksi radikal kelenjar Radioterapi/kemoterapi Diberikan bila : 1. Fore Quarter Amputation 3. Sebagai terapi ajuvan post operatif (bila PA : G III-IV) 3. mengunyah sirih dan tembakau. Indonesia 3. Tumor in-operabel 2. bila menolak re-eksisi Tumor Residif Terlebih dahulu tentukan : -Operable/inoperable -Lalu biopsi insisional untuk diagnosis pasti Terapi : -Operable : eksisi luas -Inoperable/menolak operasi : radioterapi/kemoterapi KEPALA DAN LEHER TUMOR GANAS RONGGA MULUT PENDAHULUAN ◦ Untuk daerah yang berbeda mempunyai insiden yang berbeda ◦ Usia 40-70 tahun (55-65). mukosa pipi. Indonesia pria : wanita. Hemipelvictomi 4. Lokasi tumor 3. basalioma 2-3%. 30-40% dari keganasan kepala dan leher ◦ Asia tenggara insidennya cukup tinggi akibat kebiasaan merokok.

lambung Paru. kulit wajah Rongga mulut. tiroid Hipofaring. hipofaring. esofagus. kulit Bibir bawah. dll PENYEBARAN Perkontinuitatum -Karsinoma lidah : infiltrasi otot lidah sampai basis dan dasar mulut (bentuk eksofitik prognosisnya lebih baik) -Karsinoma dasar mulut : infiltrasi sekitar sampai tulang mandibule -Karsinoma mukosa pipi : infiltrasi m. orofaring. tiroid. Faktor intrinsik -Genetik -Imunosupresi -Kekurangan gizi -Lues -Leukoplakia/eritroplakia. lidah 1/3 tengah 30%. hipofaring Pangkal lidah. hipofaring.pterigoideus sehingga sukar bicara Limfogen -Stasiun pertama : KGB submandibularis dan subdigastrikus -Saat pertama didiagnosis (Zagar) sudah 35-40% metastasis ke KGB jugulodigastrik dan submandibula -Keganasan lidah 1/3 depan : kemungkinan ke KGB 29%. paru. saluran cerna atas Kulit tengkorak Nasofaring. tiroid SISTEM TNM T T1 T2 . dll 2. sekitar 14% -Mandelson (1977) : 4% meninggal akibat metastasis jauh KGB Ragang atau keganasan Submental Submandibuler Servikal atas Servikal tengah Servikal bawah Retroclavikuler Oksipital Segitiga posterior Bibir bawah.-Iritasi sinar matahari/kronik lain -Kebersihan mulut. 1/3 belakang 63% Hematogen -Jarang terjadi. rongga mulut. rongga mulut. laring.

mobil Homolateral. kontralateral/ bilateral mobil Terfiksir Metastasis jauh Tidak ada Ada metastasis STADIUM KLINIS Std TNM Harapan hidup 5 thn Std I Std II Std III Std IV T1 No Mo T2 No Mo T3 No Mo. Tsemua N2-3 Mo. keganasan tiroid dan sistem limfe GAMBARAN KLINIS Curiga bila ditemukan kondisi berikut -Ulkus.T3 T4 N N1 N2 N3 M Mo M1 Tumor primer < 2 cm 2 – 4 cm > 4 cm > 4 cm. tunggal < 3 cm. otot dan kulit Pembesaran KGB Homolateral. erosi mukosa kronis yang tidak sembuh -Indurasi tumor akibat infiltrasi ke sekitar dan lebih dalam yang dirasakan sebagai pembengkakan -Ulkus atau kelainan lain dalam mulut disertai pembesaran KGB leher -Lesi di mulut dan sukar buka mulut -Ada gambaran lekoplakia/eritroplakia dengan faktor resiko Gejala -Nyeri : akibat infiltrasi (saraf) dan ulserasi -Foetor ex ore : mulut bau akibat jaringan nekrosis . ekstensi ke tulang. tunggal > 3 cm. T1-3 N1 Mo T4 No-1 Mo. TsemuaNsemuaM1 75-95% 50-75% 25-50% <25% Tidak berlaku untuk karsinoma squamosa dari kulit dan melanoma.

CT. Histopatologis -Biopsi : diagnosis pasti : setiap kelainan yang tidak sembuh selama 2 minggu usahakan biopsi -FNA : ketepatan diagnosis sekitar 86% 4. mobilitas 3. tomogram paru -Lain-lain TERAPI Tujuan pengobatan 1. Tipe Infiltratif (benjolan) -Berlobus. MRI -Bone scanning. liver scanning. permukaan tumor -Gerakan lidah. sekitar padat 3. Anamnesis 2. deviasinya -Ukuran. deviasi lidah -Disfoni : sulit berbicara -Suara serak -Benjolan di leher Gambaran lesi 1. USG. Tipe ulseratif -Ulkus. Faktor penderita -Keadaan umum -Penyakit yang menyertai -Keadaan psikis dan sosial 3. Faktor tumor -Tipe histologi. Pemeriksaan Fisis -Tentukan letak. Tipe Eksofitik -Benjolan meninggi.-Hipersalivasi : akibat rasa nyeri -Disfagi -Ankiloglosia : lidah kaku tidak bisa dijulurkan. warna. Pemeriksaan penunjang -Pemeriksaan dengan Toluidin blue 1% -Foto polos. diferensiasi sel -Lokasi tumor -Stadium klinis dan karesteristik pertumbuhan 2. Tipe fissura -Berupa celah yang dalam. subtipe. mukosa normal dengan abses kecil 4. Faktor sarana dan prasarana dan keahlian tenaga medis . dasar dan sekitarnya padat. Mengembalikan fungsi fisiologis 3. ditutupi keratin DIAGNOSIS 1. Mempertahankan fungsi kosmetik seoptimal mungkin Faktor yang mempengaruhi 1. Menghilangkan penyakit 2. grading. tepi meninggi 2.

bleomycin. Visor flap -Insisi mandibula dari kanan ke kiri melalui seluruh ketebalan hingga bibir dan pipi dapat dilepaskan dari mandibula dan mencapai rongga mulut Rekonstruksi post operatif -Penutupan primer : untuk lesi kecil -Dengan split thickness skin graft -Skin flap : deltoidepectoral flap. vinblastin -bleomycin. oncovin. sehingga dapat dioperasi. eksisi luas + MRND -Eksisi luas dilakukan 2-4 cm dari batas tumor (hasil frozen section) -Diseksi leher bila KGB positif (mikro) dan mobil -Pada lesi yang berdekatan dengan mandibula (Loree dan Strong) menganjurkan : mandibulektomi marginal Tehnik pembedahan dipengaruhi oleh -Lokasi tumor dalam mulut : di depan atau belakang -Ukuran tumor (T) -Keadaan KGB Macam pendekatan 1. forehead flap -Myocutaneus flap : pectoral. sternocleidomastoideus -Osteomyocutaneus pectoralis major flap -Microvascular flap Radioterapi -T1 dan T2 : beri hasil yang hampir sama dengan pembedahan -Dosis 5000-6000 rad Kemoterapi -Terapi ajuvant atau paliatif untuk yang bermetastasis -Kombinasi obat : -cys-platinum. eksisi luas + RND. Membuat flap pipi (atas dan bawah) 3. trapezius. methotrexate Kombinasi -Radiasi preoperatif : cegah rekurensi dan mengecilkan tumor primer. bleomycin. methotrexate. dasar lidah. Peroral -Untuk lesi kecil di bagian depan mulut 2.Pembedahan -Eksisi luas. rotation tongue flap. oncovin -cys-platinum. tetapi batas tumor jadi kabur -Radiasi postoperatif : basmi sel tumor sisa di tempat operasi dan mengontrol metastasis di KGB PROGNOSIS Prognosis ditentukan oleh : . Mandibulotomi -Untuk dasar mulut belakang. trigonum retromolar -Post operatif pasang wire atau miniplate 4.

Letak tumor 2.neurofibroma Adenoma pleomorfik (mixed tumor) -Benjolan sekitar liang telinga. -PA : campuran antara adenoma dengan jaringan miksomatosa -Sering residif bila eksisi tidak adekwat Terapi -Tumor lobus superfisial : parotidektomi superfisial -Di lobus profunda : parotidektomi total TUMOR GANAS -75% terletak di kelenjar parotis. -Benjolan padat. batas tegas. jinak. fibroma. Stadium tumor 3.1. tidak nyeri. telinga terangkat ke lateral. tumbuh lambat (dapat menjadi besar sekali bila dibiarkan). putih. 25% tumor parotis adalah ganas -Yang paling sering adalah mucoepidermoid carcinoma . berkapsul. 80% di lobus superfisial Jenis -Adenoma pleomorfic (mixed tumor) -Adenoma monomorfik -Warthin.s tumors (papillary cystadenoma lymphomatosum) -Adenoma oksifilik -Tumor mucoepidermoid -Tumor sel asinik -Lain-lain : hemangioma. 80% adalah adenoma pleomorfik (mixed tumor). Metastasis -Harapan hidup 5 tahun : 40-65% -Stadium I : 65-75% (bila dilakukan eksisi luas) Harapan hidup 5 tahun (Mendelson) KGB + KGB Gingiva Dasar mulut Lidah 55% 38% 26% 85% 75% 78% KELAINAN PADA KELENJAR LUDAH TUMOR JINAK -Lebih sering dibandingkan dengan yang ganas -Sering pada usia > 40 tahun -Terutama mengenai kelenjar parotis -Tumor kelenjar parotis mengukuti aturan 80 : 80% neoplasma parotis. tidak ada gangguan saraf facialis.

tanda metastasis ke paru Jenis -Mucoepidermoid carcinoma -Adenoid cystic carcinoma (Cylindroma) -Miscellaneous adenocarcinoma -Undifferentiated carcinoma -Malignant mixed tumor -Lain-lain : angiosarcoma. Paralise saraf facialis Radioterapi -Tumor inoperabel atau post operatif Kemoterapi -Tidak memuaskan LITHIASIS -Hampir seluruhnya di kelenjar submandibuler.auriculotemporalis Benjolan di kepala dan leher Trauma : aneurisma : fistel arterio-venosa . Perdarahan.Tanda Keganasan: -Tumor keras. Fistel liur 3. pembesaran KGB regional. fibrosarcoma. paralise facialis. dengan pengangkatan atau tidak nervus facialis Komplikasi Operasi 1. RND. kelenjar membesar -Batu sering ditemukan di dekat muara duktus Warthin -Sering kambuh dan dapat menyebabkan sialadenitis kronik Terapi -Sialitis : keluarkan dengan jalan masase -Sialadenitis : glandulektomi (termasuk duktus stensen) Sindroma Frey -Berkeringat hebat dan kemerahan lokal (daerah parotis) setelah perangsangan kelenjar liur sewaktu menghadapi makanan -Terjadi akibat cedera n. infeksi 2. lymphoma Terapi Operasi -Lokal : parotidektomi totalis dengan pengangkatan atau preservasi saraf facialis -Lokoregional : parotidektomi totalis. tumbuh cepat. ulseratif. AKIBAT mukus kental Klinis -Nyeri saat makan atau ingat makanan lezat -Saat serangan nyeri. Sindroma Frey 4. batas tidak tegas.neurofibrosarcoma.

granulomatosa. sehingga terbentuk kista infeksi unilokuler -Kista selalu menghadap ke akar gigi -Sering ditemukan pada gigi premolar dan molar -Terapi : ekstraksi kista dan gigi yang karies Epulis -Tumor jinak gusi yang berasal dari periosteum di sekitar gigi -Jaringan asal (multipoten) maka dapat bersifat fibromatosa. kronik. telangiektasi. ganas) KELAINAN PADA RAHANG TUMOR JINAK Kista Folikuler -Nama Lain : kista dentogen -Berasal dari folikel gigi -Pada anak dan dewasa. lalu terjadi nekrosis sentral. spesifik.Kulit : kista aterom : neoplasma (jinak. ganas) Kista bawaan : kista tiroglosus : kista bronkiogen : hygroma kistik : kista dermoid Kelenjar limfe : radang (akut. di daerah insicivus sampai premolar -Kista unilokuler -Tempat asal kelainan belum mengalami erupsi menghadap ke kista -Terapi : ekskokleasi kista dan ekstraksi gigi Kista Radikuler -Berasal dari gigi karies akibat rangsangan kronik terbentuk granuloma di tulang rahang sekitar akar gigi. gigantoseluler -Terapi : eksisi dan ekstraksi 2 gigi yang berdampingan Ameloblastoma -Nama lain : adamantinoma -Tumor asal sel ameloblast -Tumbuh sangat lambat dan dapat jadi besar sekali -Pada anak muda dan dewasa -Sering pada daerah premolar atau molar rahang bawah -Dinding kista tipis : fenomena pingpon atau telur penyu (palpasi) . sistemik) : neoplasma (primer. sekunder) Kelenjar ludah : radang : batu : neoplasma (jinak. kronik) : kelainan autoimun Tiroid : radang : kelainan autoimun : neoplasma (jinak.

kurangnya gerakan -Terapi : reseksi radikal rahang Tumor tiroid 15% : tiroid 85% Tumor non tiroid 15% : radang/bawaan 85% Neoplasia 15% : benigna 85% Maligna 15% : primer 85% Metastasis 15% : retroklavikuler 85% Leher (kranial klavikula) KARSINOMA NASOFARING . perdarahan -Prognosis lebih baik dari pada di ekstrimitas akibat kaya vaskularisasi dan sistem limfe. retroperitoneal. ovarium. tidak ada beban berat tubuh.-Diagnosis dengan foto Ro -Terapi : reseksi TUMOR GANAS Limfoma Burkitt -Limfoma maligna pada anak terutama di Afrika. tersebar di jaringan limfoid yang nampak uniform gelap sehingga gambaran histologik mirip bintang di langit yang cerah -Terapi : sitostatika Osteogenic Sarcoma -Sering pada dewasa -Cepat membesar. kelenjar ludah -Patologi : sel histiosit besar dan terang. usia 4-8 tahun -Penyebab berhubungan dengan Epstein-Barr virus -Klinis : benjolan multiple di rahang. dapat di orbita. gigi terdorong hingga terlepas. nyeri. tulang.

Undifferentiated carcinoma nasopharyngeal (UCNT) -Lebih banyak. usia tua. usia lebih muda. Amerika -Terutama usia 40-60 tahun. prognosis lebih memuaskan Shanmugartnam-Sobin (WHO-1978) 1. rokok KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI Micheau (1978) 1. sarkoma. Undifferentiated carcinoma a) tanpa infiltrasi limfosit b) ada infiltrasi limfosit SISTEM TNM T1 T2 T3 3A 3B 3C 3D . laki : wanita (3:1) -Sebagian besar (90%) adalah karsinoma. melanoma ETIOLOGI Multifaktorial ? 1. Eropa. titer IgA-VCA bermakna -Sensitif terhadap radiasi. Faktor eksogen -Kebiasaan makan : nitrosamin (ikan asin) -Asap : polusi. Faktor genetik -Ras sebagai predisposisi 2. Keratinizing squamous carcinoma (KSC) 2. sisanya: adenokarsinoma. Jepang. Eskimo. prognosis kurang memuaskan 2.PENDAHULUAN -Insiden tinggi : Cina selatan. tidak berhubungan dengan EBV -Resisten terhadap radiasi. Squamous cell carcinoma 2. Imigran China -Insiden sedang : Asia tenggara. neuroblastoma. Hongkong. limfoma. Nonkeratinizing squamous cell carcinoma (NKC) 3. Nonkeratinizing squamous cell carcinoma a) tanpa infiltrasi limfosit b) ada infiltrasi limfosit 3. Undifferentiated carcinoma (UC) Kruger-Wustrow (WHO) 1. Squamous cell carcinoma (SCC) -Lebih sedikit. Virus Epstein Barr -Pada serum penderita ditemukan virus capsid antigen (VCA) 3. Kanada -Insiden rendah : Cina bagian utara.

N1 N2 N3 M1 Tumor terbatas di nasofaring (di belakang koana/ septum nasi, di atas palatum mole bagian posterior) Tumor meluas ke fosa nasalis, orofaring, otot atau saraf di bawah tulang basis cranii Tumor meluas pada organ melewati T2 Melibatkan tulang di bawah basis cranii (sinus sphenoidalis) Melibatkan tulang basis cranii Melibatkan saraf kranial Orbita, laringofaring, fossa infraorbitalis Pembesaran KGB di leher bagian proksimal Pembesaran KGB antara crease dan fossa klavikularis Pembesaran KGB di bagian atas klavikula Ada metastasis KGB di bawah klavikula, kulit dan organ STADIUM (Ho 1970) Stadium Interpretasi Harapan hidup 5 tahun I II III IV V T1 No Mo T2 No-1 Mo T3 No-2 Mo T1-3 N3 Mo T semua N semua M1 85% 75% 45% 10% GAMBARAN KLINIS Bentuk 1. Bentuk Ulkus -Terutama dinding posterior nasofaring/fossa Rossenmuller -Tumbuh infiltratif, meluas ke jaringan sekitar, dapat melibatkan nervus II, III, IV, V, VI 2. Bentuk Nodul -Terutama di tuba eustachi -Meluas ke fossa cerebri media, basis cranii, ke orbita, sinus maksilaris 3. Bentuk Eksofitik -Di bagian atap, mengisi cavum nasofaring, mendorong palatum mole, cavum nasi (penyumbatan hidung), mudah nekrosis (epistaksis) Gejala 1. Cavum nasi -Epistaksis, hidung tersumbat, pilek sudah lama (ingus

kuning, bernanah, kadang berbau), rinolalia 2. Pendengaran -Telinga terasa penuh, tersumbat, tinitus, tuli konduktif 3. Neurologik -Sakit kepala, hipoastesi kulit di pipi, diplopia, oftalmoplegi, eksoftalmus, ptosis, gangguan penglihatan 4. Kelenjar getah bening leher -Limfadenopati -Sindroma Horner : miosis, enoftalmus, ptosis -60-90% penderita datang ke dokter dengan keluhan pembesaran KGB DIAGNOSIS 1. Anamnesis Simptom : Formula Digby Simptom Nilai Massa nasofaring Gejala khas di hidung Gejala khas pendengaran Sakit kepala unilateral/bilateral Gangguan neurologik saraf kranial Eksoftalmus Limfadenopati di leher 25 15 15 5 5 5 25 Nilai 50 : diagnosis dapat ditegakkan 2. Pemeriksaan a) Rhinoskopi posterior : pemeriksaan tidak langsung b) Nasofaringoskopi : secara langsung Cara : transnasal, transoral c) Fibernasofaringoskopi 3. Radiologi -Foto polos nasofaring dan CT scan 4. Histopatologi -Sitologi : cotton swab dan sitologi eksfoliatif -Sitologi FNA : pada KGB (tidak dilakukan biopsi sebab bahaya penyebaran) -Biopsi : pada nasofaring (mutlak dilakukan) TERAPI Radioterapi Eksternal (Telepati) -Digunakan Co 60 -UCNT : 4000-5000 rad -SCC : 6000-7000 rad

Internal (Brakiterapi) Kemoterapi Tunggal -Methotrexat 40mg/m2, mitomycin C 0,2 mg/BB -Cyclophosphamide 800 mg/m2, bleomycin 15 mg/mm2 -5 FU 600 mg/m2, cisplatinum Diberikan 2 kali seminggu pada seri permulaan radioterapi Kombinasi 1. COF-COM -hari 1 (Cyclo 500mg/iv, Onco 1mg/iv, 5FU 750mg/iv) -hari 8 (Cyclo 500mg/ic, Onco mg/iv, Metho 50mg/iv) pemberian diulang setiap 4 minggu 2. BMC -hari 1 (Bleo 10mg/iv, Metho 20 mg/iv) diulang tiap 2 minggu -hari 2 (Cis platinum 80mg/iv) diulang tiap 10 minggu 3. COMA -hari 1 (Cyclo 500, Onco 1,4mg, Metho 40mg, Adria 40mg/mm2/iv), pemberian diulang tiap 3 minggu PEMERIKSAAN THYROID Anamnesis 1. Kecepatan pembesaran benjolan struma, berapa kali membesarnya dalam jangka waktu tertentu -Kista : cepat membesar -Nodul jinak : perlahan -Nodul ganas : agak cepat -Nodul anaplastik : sangat cepat 2. Faktor etiologi -Pernah radioterapi sebelumnya (15 tahun kemudian dapat terjadi keganasan) -Anggota keluarga, tetangga, penduduk sekampung (gondok endemis) -Obat yang dikonsumsi dalam jangka lama 3. Ada gangguan mekanik di leher -Gangguan menelan : desakan pada esofagus -Sesak : desakan atau infiltrasi ke trakhea 4. Pembesaran kelenjar limfe leher (mungkin metastasis) 5. Penonjolan/kelainan tengkorak (metastasis ke tulang) 6. Sesak, batuk dengan dahak berdarah (metastasis ke paru : jenis folikuler) 7. Lelah, penurunan berat badan Pemeriksaan Fisis -Nodul soliter : 15-20% ganas -Multiple : 5% ganas -Benjolan keras : 50% karsinoma, 10% adenoma -Kadang yang soliter maligna menjadi multiple nodul -Pembesaran difus : biasanya Graves dis -Periksa kelenjar limfe dan organ -Organ tempat metastasis : paru, tulang (pelvis, vertebra,

hati. posisi leher ekstensi 3. Spesimen tidak memuaskan untuk interpretasi b). Foto polos leher (AP dan lateral) : metode soft tissue technique. tiroid Radiologis 1. ovarium. CEA : meningkat pada karsinoma kolon.sternum. struma endemik 4. hashimoto 3. tunggal/multiple -Penuntun biopsi Pemeriksaan sidik tiroid -Digunakan I123 atau Te99m -Cold nodule : 10-15% adalah ganas -Warm nodule -Hot nodule Biopsi -Frozen section atau blok palafin Sitologis -FNA -Hasil interpretasi : a). karsinoma TUMOR GANAS THYROID PENDAHULUAN . Thoraks foto PA 2. ginjal dan otak Pemeriksaan Penunjang Laboratorium 1. Neoplasia -Adenoma. Radang/autoimun -Penyakit Graves. Esofagogram 4. Kalsitonin : karsinoma meduler 4. Darah rutin 2. Gangguan perkembangan -Kista duktus tiroglosus. Human thyroglobulin (tumor marker) : untuk yg berdiferensiasi baik 3. Suspek ganas d). Hiperplasia/metabolik -Struma koloid. Jelas jinak c). humerus — bagian spongiosa dan kaya vaskularisasi). Foto tulang Ultrasonografi -Tentukan padat/ kistik. tengkorak. tiroid lingual 2. Jelas ganas DIAGNOSIS KLINIS Diagnosis yang didapat berupa : • Kelainan non neoplasma • Neoplasma jinak • Neoplasma ganas : apakah operable atau non operable Kelainan thyroid 1.

atypik Ganas -Diferensiasi baik : papiler. jarang metastasis hematogen -Prognosis paling baik. Adenokarsinoma papiler -Paling sering. sebagian kecil dari masenkim Sering digunakan Jinak -Adenoma : folikuler. sarkoma Kriteria suatu nodul berupa neoplasma : -Berkapsul lengkap -Ada perbedaan jelas antara yg di dalam dengan di luar -Gambaran histopatologis yg uniform di dalam kapsul -Penekanan pada jaringan tiroid di sekitarnya A. wanita 8/100. histologis papiler Klinis -Benjolan. 50-60% dari keganasan tiroid. Sekresi TSH meningkat 2. giant cell -Karsinoma meduler -Tumor ganas lain : ca. campuran.000/thn.000/thn -25% terjadi pada struma nodosa Faktor resiko : -Pria lebih tinggi -Usia muda -Radiasi masa muda -Defisiensi jodium ETIOLOGI 1. limfoma . plasmasitoma. mungkin ditemukan kebetulan -Kadang pembesaran KGB leher bagian lateral -Bila besar timbul gejala penekanan -Sidik radioaktif : cold nodul . wanita. Genetik KLASIFIKASI HISTOPATOLOGIS Sebagian besar keganasan berasal dari jaringan glandular epithelial (adenokarsinoma). 3-5% dari semua malignitas -Insiden tinggi di daerah struma endemik -Terutama pada 7-20 tahun dan 40-60 tahun -Pria : 3/100. usia < 40 tahun -Petumbuhan dan penyebaran lambat. oksifil (Hurtle cell) -Diferensiasi buruk : small cell. ikut saat menelan. oksifil (Hurtle cell). epidermoid. folikuler. Radiasi daerah leher pada saat anak-anak 3.-Jarang ditemukan. dapat mencapai ketahanan hidup 20 tahun -Prognosis baik : usia muda.

feokromasitoma. prognosis buruk. Adenokarsinoma Folikuler -Sekitar 25%. hiperparatiroid Sindroma MEN IIb -Adenokarsinoma meduler. terutama usia > 40 tahun -Berasal dari sel C (parafolikuler) yang memproduksi tirokalsitonin Klinis -Tumor keras.rekuren) Terapi -Radiasi ekstern SISTEM TNM T To T1 T2 T3 T4 N No N1 1a 1b . usia lanjut. wanita lebih banyak -Sering lanjutan dari struma nodosa yang lama -Sangat ganas. serak (sudah metastasis ke n. batas tegas -Sering dengan gejala gangguan endokrin Sindroma Sipple / MEN IIa -Adenokarsinoma meduler. sementara tumor primer belum ditemukan Terapi -Tiroidektomi total atau Y131 (tumor sisa) -Radiasi ekstern untuk metastasisnya C. usia > 40 tahun.Terapi -Tiroidektomi total B. feokromasitoma. Adenokarsinoma meduler -Sekitar 5-10%. meninggal setelah 1 tahun Klinis -Struma lama tiba-tiba membesar cepat -Sering disertai nyeri dan nyeri alih ke daerah telinga -Suara parau. Adenokarsinoma anaplastik -Sekitar 20%. terutama wanita -Sering unilateral -Kadang ditemukan tumor soliter di tulang (metastasis). neuroma submukosa Terapi -Tiroidektomi total D.

Local invasion IV. A. Bilateral / mediastinum III. Unilateral B.M Mo M1 Tumor primer Tidak terbukti ada tumor < 1 cm 1– 4 cm > 4 cm Tumor menembus simpai (sekalipun kecil) Melibatkan kelenjar getah bening Tidak ditemukan Pembesaran dapat dipalpasi Ipsilateral Kontralateral. Bilateral/multifokal II. A.T1 No Mo T2-3 No Mo T4 No Mo TSemua N1 Mo T Semua N Semua M1 Tipe meduler . bilateral. metastasis jauh (-) IV : Tumor dengan metastasis jauh Menurut AJCC/UICC Tipe papiler / folikuler Usia < 45 thn Usia > 45 thn Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV TSemuaN SemuaMo TSemuaNSemuaM1 . garis tengah atau mediastinum Metastasis jauh Tidak ada Ada metastasis STADIUM I. Distant metastases Menurut Schulz IA : Tidak teraba tumor dan KGB IB : Tumor dan KGB < 5 cm II : Tumor dan KGB > 5 cm III : Infiltrasi langsung ke jaringan sekitar. Unilateral KGB B.

Stadium I : T1 No Mo Stadium II : T2-4 No Mo Stadium III : T Semua N1 Mo Stadium IV : T Semua N Semua M1 Tipe Anaplastik Stadium IV : T Semua N Semua M Semua GRADE Grade I : kapsul jelas. sesak. pleomorfik dan mitosis lebih banyak Grade III : pertumbuhan ekstensif. batas jelas. mitosis hebat GAMBARAN KLINIS Tipe 1 -Gambaran klasik pada ca anaplastik/sarkoma -Pertumbuhan cepat benjolan. Anamnesis 2. sesak. suara parau -Kadang disertai nyeri menjalar ke retroaurikuler. disfagi. Adenoma paratiroid 6. Struma lymphomatosa (Hashimoto) 5. pembesaran simetris. umur < 20 tahun. Pemeriksaan fisis 3. melekat ke jaringan sekitar 4. invasi ke sekitar minimal Grade II : infiltrasi dalam kelenjar tiroid. nyeri. Tiroiditis subakut -Setelah infeksi saluran pernapasan. Metastasis tumor . Adenoma tiroid 2. nyeri 3. Karsinoma paratiroid 7. Teratoma 9. kadang nyeri Tipe 3 -Gejala yang menonjol adalah metastasis -KGB leher membesar. Pleomorfik dengan sel multinukleoli. Pemeriksaan penunjang DIAGNOSIS BANDING 1. Tiroiditis Reidel -Terutama wanita. infiltrasi luas.kepala. tidak nyeri -Kadang disertai nyeri tulang punggung/paha.pundak. diferensiasi sel sedang. lengan Tipe 2 -Pada ca diferensiasi baik -Benjolan tunggal yang telah lama (bulanan). unilateral. disfagi. keras. diferensiasi rendah. Limfoma maligna 8. benjolan di kepala Tipe 4 -Penderita dengan gejala hipertiroidsme -Ada fokus kecil ca tiroid dalam spesimen penyakit graves DIAGNOSIS 1. keras.

size AGES : age. pria <40thn) -Tidak ada riwayat radioterapi kepala dan leher Tiroidektomi total -Bila ke dua lobus terkena -Sudah ada metastasis (beri ajuvant jodium radioaktif pasca bedah) Tiroidektomi hampir total -Menyisakan sedikit jaringan tiroid normal pada sisi kontralateral dari tumor : lobektomi total ipsilateral dan lobektomi subtotal kontralateral -Untuk semua karsinoma diferensiasi baik Diseksi KGB -Bila kelenjar positif -Dapat dilakukan bersamaan atau setelah tiroidektomi -Berupa diseksi radikal atau modifikasi Tiroidektomi total Sidik tiroid I 123 (3 minggu pasca tiroidektomi total) sebelum pemberian substitusi hormon tiroid Bila positif Radiasi Interna 50 mCu I131 Substitusi hormon tiroid (2 hari setelah sidik) Sidik tiroid ulang 3 bulan kemudian setelah menyetop hormon tiroid selama 3 minggu Bila masih positif Radiasi interna 100 mCu I131 Substitusi hormon tiroid (2 hari setelah sidik) Bila sudah negatif (periksa tiroglobulin tiap 6 bulan) PROGNOSIS Prognosis tergantung pada : -Gambaran histopatologi. metastases. extension. stadium. bila : -Tumor < 2 cm -Tidak ada invasi kapsul. kecepatan diagnosis & terapi -Usia penderita AMES : age.TERAPI Pembedahan paling efektif kecuali karsinoma anaplastik (radioterapi) Hemitiroidektomi (lobektomi total). grading. extension. ekstratiroid -Pada kelompok resiko rendah (wanita <50thn. size .

< 40 tahun (laki) -Belum ada metastasis -Belum ada extensi intratiroidal/angioinvasi yang banyak -Grade I -Ukuran tumor tidak lebih 5 cm Ketahanan hidup 5 tahun : -Karsinoma Papiler : 80-90% -Karsinoma folikuler : 50-70 tahun -Karsinoma meduler: 30-40 tahun -Anaplastik : < 5% PROTOKOL PENANGANAN TUMOR/KARSINOMA TIROID ISTILAH Tiroidektomi Mengangkat kelenjar tiroid.resiko bila ganas.Prognosis baik bila: -Usia < 50 tahun (wanita). maka : -Operable : tiroidektomi totalis atau near total thyroidectomy -Inoperable : operasi debulking . dapat unilateral (dekstra/ sinistra) atau bilateral Tiroidektomi subtotal Mengangkat sebagian besar tiroid lobus kanan dan kiri serta menyisakan jaringan tiroid sekitar 3 gram Tiroidektomi totalis Semua kelenjar tiroid diangkat Lobektomi Mengangkat satu lobus saja : -lobektomi totalis dekstra atau sinistra -lobektomi subtotalis dekstra atau sinistra Isthmolobektomi/Hemitiroidektomi Mengangkat juga isthmus Near total thyroidectomy Isthmolobektomi dekstra dan lobektomi subtotal sinistra atau sebaliknya Enuklease : Pengangkatan nodul saja (tidak dibenarkan) Strumektomi : Seolah benjolan saja yang diangkat (tidak dipakai lagi) TERAPI Pembedahan • Bila operable Menurut Kaplan : lobektomi sisi patologik/lobektomi subtotal --. maka ini lebih baik • Bila hasilnya jinak. maka lobektomi sudah cukup • Bila ganas. maka kemungkinan ada sel kanker yg tertinggal • Enukleasi nodulnya saja adalah berbahaya • Bila ada fasilitas frozen section.

kelenjar yang positif dilakukan neck dissection FOLLOW UP Follow up dilakukan secara rutin : Tahun I : tiap 3 bulan Tahun II : tiap 4 bulan Tahun III : tiap 6 bulan Tahun IV : tiap 1 tahun Yang diperiksa : 1. setelah ada hasil nodul positif dilakukan tiroidektomi totalis. laik-laki. suara parau/disfagi/serak. atau > 50 th. maka dilakukan substitusi Kemoterapi -Belum ada yang memuaskan -Bleomycin Catatan: SB = Sediaan Beku Keterangan Resiko: Usia < 20 th.• Kelenjar positif : radical neck disection Radioterapi Bila inoperable atau pasien menolak lagi dioperasi untuk lobus kontralateral Radiasi interna : I 131 -Untuk yg diferensiasi baik (folikuler) -Syarat : tiroid normal diablasi lebih dahulu dengan operasi atau dengan dosis tinggi I 131 . konsistensi keras. Lokal . selanjutnya baru dilakukan radiasi interna -Sebagai ajuvant atau yg telah bermetastasis Radiasi eksterna -Untuk yg inoperable atau anaplastik -Dapat juga sebagai faliatif untuk yg telah bermetastasis -Dosis 4000 rad Kombinasi bedah dengan radioterapi -Dilakukan bila ada sisa tumor Terapi hormonal/substitusi -Hormon tiroid : menekan TSH (untuk jenis papiler dan folikuler : hormonal dependent) -Bila dilakukan tiroidektomi. maka semua dikerjakan lobektomi dan biopsi kelenjar. nyeri tulng. infiltrasi kulit/jaringan sekitar -Ada pembesaran kelenjar leher atau metastasis jauh. benjolan tunggal tiroid : Pernah mendpt radioterapi daerah kepala-leher waktu kecil Klinis ganas : -Pertumbuhan cepat. pulsasi karotis di belakang tumor Bila ada fasilitas potong beku.

Klinis 2. hepar) Pemeriksaan : 1. Regional (kelenjar limfe leher) 3. tulang 4. USG 5. fungsi hepar. PA Karsinoma papiler/folikuler 3 bulan post operative Terapi hormonal di stop 4 minggu Periksa hTG (human tiroglobulin) : bila > 6 ng/ml Post tiroidektomi total Near total thyroidectomy Total body scan I 131 Tiroidektomi total Ablasi radiasi Metastase + Metastase – Resektabel Nonresektabel Hormonal Operasi Radiasi/hormonal Karsinoma Meduler 3 bulan post operative Bila kalsitonin > 10 ng/ml CEA > 100 mg/ml Post tiroidektomi total Near total thyroidectomy Terapi hormonal stop 4 minggu Tiroidektomi total Ablasi radiasi Total body scan I 131 Metastasis + Metastasis – Resektabel Non resektabel Hormonal Operasi Radiasi Hormonal . alkali fosfatase 3. Radiologis : thoraks. tumor marker. CT scan 6. Lab : fungsi tiroid. paru.2. Metastasis jauh (tulang.

edem pretibial Nilai Normal Test Diagnostik Thyroid g/dLT4 : 4.KELAINAN LAIN PADA THYROID Etiologi Hypertiroidisme -Graves’ disease -Goiter multinoduler toksik -Adenoma toksik -de Quervain’s thyroiditis -Silent thyroiditis -Postpartum hyperthyroidism -Thyrotoxicosis fastitia -Struma ovarii -Thyroid carcinoma -Jodbasedow syndrome -Iatrogenic hyperthyroidism -Disseminated thyroid autonomy -Hydatiform mole and choricarcinoma Tanda Hipertiroid Metabolik Tidak tahan suhu tinggi. emosi labil. insomnia.8 TBG : 12-20 TGHA : titer <1/20 MCHA : titer <1/20 LATS : negative TSI : negative GRAVES’ DISEASE -Nama lain : penyakit Basedow -Biasanya ditemukan struma diffusa Etiologi -Tidak diketahui (autoimun) ? -Ada peranan Ab terhadap reseptor TSH yang menyebabkan peningkatan produksi tiroid Klinis -Manifestasi hipertiroid Terapi -Antitiroid : PTU atau karbimazol -Ablasio dengan Iodium radioaktif -Tiroidektomi subtotal bilateral STRUMA NODOSA -Terutama wanita usia lanjut . oftalmoplegi. takikardi.9 – 12. strabismus Kulit Miksedem. diare.0 g/dLT3 : 115 – 190 m RAIU : < 22% (bervariasi) U (bervariasi)TSH : 0-6 gg T4/100 mL 1. fibrilasi atrium Neuropsikiatrik Hiperkinesia. tremor. nafsu makan meningkat. menoragi Kardiovaskuler Palpitasi. pulsus celer. kelemahan otot Mata Eksoftalmus akibat proptosis. retraksi kelopak mata.BBmenurun.

ca. adenoma tiroid. nyeri . lalu menjadi besar : leher terasa berat -Nodul tunggal. kista.paru Diagnosa banding -Benjolan tunggal : nodul koloid. limfoma. tetapi umumnya multinodul -Bila degenerasi dapat menyebabkan pembentukan kista. karsinoma tiroid Nodul Ganas Nodul Jinak Usia Kelamin Benjolan Lamanya Terapi supresi D/ Radioaktif USG Lain-lain < 40 tahun laki-laki tunggal baru mungkin berpengaruh dingin/fungsi – padat pernah radiasi leher >40 tahun perempuan multiple lama kemungkinan regresi fungsi – atau + mungkin kista TIROIDITIS AKUT Etiologi -Stafilokokus aureus (biasanya) TIROIDITIS SUBAKUT -Setelah infeksi saluran pernapasan Etiologi -Virus Klinis -Pembesaran simetris. perdarahan lokal.-Terjadi hiperplasia kelenjar sampai terjadi involusi Klinis -Kadang keluhan tidak ada sebab eutiroid -Pertumbuhan perlahan. esofagus -Diagnosa banding timoma. tumor dermoid. tanda penyusupan di kulit/n. adenoma -Struma nodosa 5% jadi ganas : perubahan bentuk.rekurens/trakea/esofagus -Nodul tiroid yang ke mediastinum superior : struma retrosternal -Tidak turut naik pada saat gerakan menelan -Tanda penekanan trakea.

mediastinum -Edem laring. benjolan sedang. tetapi sering kambuh STRUMA LIMFOMATOSA (HASHIMOTO) -Terutama wanita. melekat ke jaringan sekitar : disfagi . bila ada. kolaps trakea.TIROIDITIS REIDEL -Terutama wanita. nyeri. asimetri. dewasa Etiologi -Infiltrasi limfosit pada kelenjar tiroid yang menyebabkan destruksi progresif folikel kelenjar. unilateral. sesak Tiroiditis de Quervain -Jarang ditemukan Etiologi -Inflamasi akut akibat infiltrasi netrofil lalu limfosit dan histiosit di seluruh kelenjar tiroid Klinis -Pembesaran tiroid ringan/sedang. sedikit nyeri Indikasi Bedah Struma nontoksik Kosmetik (tiroidektomi subtotal) Eksisi nodul tunggal (mungkin ganas) Struma multinoduler yang berat Struma yang menyebabkan kompresi laring/struktur leher lain Struma retrosternal yang menyebabkan kompresi Indikasi Bedah Hipertiroid Untuk mencapai hasil definitif yang cepat Keberatan dengan pemberian antitiroid Terapi dengan antitiroid tidak memuaskan Struma multinoduler dengan hipertiroid Nodul toksik soliter Komplikasi Bedah Tiroid Saat Operasi -Perdarahan -Cedera n. saraf di leher -Kolaps trakea akibat malakia trakea -Seluruh kelenjar paratiroid terangkat -Terpotongnya duktus torakikus Pasca bedah -Perdarahan di leher. krisis titoksikosis . esofagus. dapat atrofi dengan pembentukan fibrosis Klinis -Kadang tidak ada benjolan. umur < 20 tahun Klinis -Keras.rekurens -Cedera trakea. agak padat. sangat nyeri -Mereda setelah beberapa minggu.

sehingga secara klinis dapat teraba -Peradangan ini ditentukan oleh virulensi kuman. functio laesa Limfadenitis kronis -Pembesaran KGB dengan tanda minimal. abses dingin.5-1 cm Rantai jugularis externa.5 cm Kriteria normal : lunak. submental : dapat teraba 0. kalor. dapat bergabung. rubor.laringeus superior -Hipoparatiroid/hipokalsemia. multiple.3 mg/hari : Ekstrak tiroid dengan dosis disesuaikan -Lama pemberian sekitar 3-6 bula -Bila ada kemajuan terapi diteruskan. infeksi luka -Paralisis n. dolor. Infeksi : nonspecific dan specific -Limfadenitis akut dan kronik -Limfadenitis TBC -Infeksi mononucleosis atau toxoplasmosis 2. tidak nyeri -Spesifik (tbc) : padat/keras.bila tidak. fistel -Bila pembesaran KGB sangat besar : bull neck . ellips PENYEBAB 1.-Hematom. kemungkinan ganas PENGELOLAAN PEMBESARAN KELENJAR CERVICAL PEMBESARAN KELENJAR Inguinal : sebesar 1 cm normal. dan dapat timbul abses supuratif -Bila infeksi primer sembuh. timbul perkejuan. kebocoran duktus torakikus Tambahan : Cara supresi kelenjar tiroid -Untuk membedakan neoplasma dengan non-neoplasma -Digunakan : T3 75-100 mg/hari : Thyronine 02 –0. Neoplasma -Primer : Limfoma.rekuren. cedera n. Leukemia -Sekunder : Metastase Infeksi akut -Limfadenitis menyebabkan hiperplasia KGB. spinal accesorius : dapat teraba 0. rata/gepeng. maka secara berangsur limfadenitis akan menghilang Klinis -Lesi sumber infeksi -KGB tumor. bila supraclaviculer sudah patologis Submandibuler. hipotiroid -Nekrosis kulit.

kemudian seluruhnya -Bagi 2 jenis :High cervical / pembesaran kelenjar leher bgn atas:Supraclaviculer/bagian bawah -Bagian atas jangan lupa periksa paru dan ginjal -Bagian bawah periksa mamma. curiga metastasis -Bila radang bentuknya oval. pancreas. ukuran >1cm. padat. perlekatannya -Periksa perlapangan anatomi misal submandibuler -Lalu ke proksimal. kulit leher / kepala dan rongga mulut MENEGAKKAN DIAGNOSIS KERJA -Pada anak biasanya banal -Pembesaran 0. dan pencernaan lain Periksa juga tiroid. paru. nyeri tekan -Pembesaran dengan tumor jelas pada leher/kepala curigai metastase sebelum dibuktikan Saat Melakukan Biopsi -Pembesaran yang diduga akibat infeksi. ginjal. malaise. lambung. bentuk. kelenjar keras/lama : biopsi intoto -Yang akan dioperasi lagi : pilih ditempat luka sayatan RND KEGANASAN LEHER DAN KEPALA . konsistensi. infeksi farings biasanya oleh mononukleosis atau toxoplasmosis -Konglomerat dengan abses biasanya spesifik -Kelenjar dalam konsistensi keras pada orang tua. Pemeriksaan fisik Pemeriksaan kelenjar -Mengenai besar. Anamnesis -Lama pembesaran.DIAGNOSIS 1. terapi/observasi lebih 1 bulan -Supraclaviculer yang dicurigai -High cervical dengan etiologi tidak diketahui -Ditemukan bersamaan lesi yang dianggap primer (biopsi bersamaan / hampir bersamaan) -Curiga limfoma -Ada riwayat operasi leher.5-1 cm submandibular dan submental biasanya normal -Beberapa tempat disertai demam. kepala terutama untuk neoplasma Cara Biopsi -Curiga radang : biopsi jarum -Proses spesifik : biopsi intoto -Limfoma. disertai demam/tidak -Rasa sakit -Ada infeksi/luka sekitar pembesaran -Pernah menderita TBC -Pernah operasi nevus atau kutil 2.

Multiple nodul pada kulit 5.Radical Neck Dissection Operasi pengangkatan seluruh kelenjar getah bening leher secara En bloc antara mandibula (cranial). setelah radiasi radiasi leher 3.jugularis interna. Tumor primer tidak terkontrol 2. Regional Neck Dissection -Mengangkat satu atau lebih grup kelenjar di leher -Misal : submentale. Kelenjar N3ndan tidak berubah setelah radiasi 4. Ca. Kelenjar positif. Fungsional Neck Dissection -Untuk mempertahankan fungsi leher dan kosmetiknya -Tidak diangkat : m. klinis multiple metastasis leher (Oldhof) Kontraindikasi Kontra indikasi(RND) 1. Kelenjar secara klinis negatif. tetapi secara prosentase bermakna mengandung metastasis (>25%) 2. dengan menyertakan jaringan sekitarnya termasuk m. 2. v. Kelenjar positif. Ada N1 pada oral/oropharynx/hypopharynx cancer dengan T3. m. kelenjar submandibularis dan pool bawah parotis Modified RND ada 3 macam : 1.parotis dengan No dilakukan diseksi submandibulare -Ca. Kelenjar secara klinis positif pada keganasan leher-kepala yang tumor primer tidak terkontrol 2. v.tiroid diferensiasi baik -Tidak untuk metastase kelenjar oleh squamous cell ca. Sparing Accessory nerve -RND dengan menyelamatkan n.omohyoid.XI -Dianjurkan untuk metastasis yang terbatas di trigonum anterior 3. clavicula (caudal).tiroid dgn No dilakukan diseksi paratrakheal -Ca.XI -Jadi membersihkan kelenjar di trigonum anterior dan posterior -Dianjurkan untuk metastase kelenjar oleh ca. Invasi ke vertebra servicalis atau dasar otak . carotoid triangle — meliputi grup jugulodigastric. Kelenjar terfikser (N3) jadi mobile setelah radiasi/kemoterapi Indikasi Modified Radical Neck Dissection (MRND) 1. Rongga mulut dengan No Indikasi Indikasi Diseksi Leher Radikal (RND) 1. submandibulare. yang mana operasi hanya satu-satunya terapi 4.sternocleidomastoideus (cegah carotid blow out).sternocleidomastoideus. upper dan midjugular -Pada ca.trapezius (lateral). dan garis tengah (medial) hingga tepi anterior m. Ada metastasis jauh 3. Tiroid diferensiasi baik. n.jugularis interna dan externa.T4 yang sudah dioperasi dan disinar 3.

6. Kontraindikasi medis 7. Harapan hidup kurang dari 6 minggu (Oldhof) Kontra Indikasi MRND 1. Kelenjar positif dan bedah merupakan satu-satunya jenis terapi 2. Kelenjar positif, setelah mendapat radiasi leher 3. Kelenjar positif, setelah sebelumnya dilakukan MRND 4. Kelenjar positif, yang mana tumor primernya melanoma 5. Operator tidak berpengalaman Insisi Kulit Insisi kulit tergantung 1. Lokasi lesi primer 2. Pernah tidaknya mendapat radiasi sebelumnya 3. Perencanaan untuk unilateral atau bilateral RND 4. Keterampilan dan kebiasaan ahli bedah Macam Insisi : -Hayes Martin’s incision -Mac Fee incision -Barbara Incision -Z incision Kontroversi dalam RND A. Beberapa pendapat dalam menangani No : 1. Observasi saja sampai timbul N1 2. Biopsi eksplorasi dan pembuktian histopatologis 3. Radiasi Dengan berbagai alasan : 1. Kelenjar berfungsi sebagai barier 2. Kesalahan penilaian No secara klinis 10-50%, di samping incidence occult metastase keganasan rongga mulut cukup tinggi 3. Kemungkinan kelenjar mengandung metastasis tergantung lokasi, stadium, dan histologis tumor primer 4. Melanoma dengan No, ketebalan infiltrasi (BRESLOW) - <0,7 mm kemungkinan KGB positif : 20% - 0,7-3,39 mm kemungkinan KGB positif : 20-60% - >4 mm kemungkinan positif, metastasis jauh : 60% B. Mengenai m.platysma 1. Platysma diangkat, dengan alasan radikalisme 2. Meninggalkan platysma bersama flap kulit akan menjamin vitalitas dan gerakan kulit leher dan perlindungan a.carotis lebih tebal Beahr dan Shah : platysma dipertahankan kecuali metastasis sudah menembus kapsul atau N2 Oldhof : platysma dipertahankan untuk ca.tiroid diferensiasi baik Komplikasi Waktu Operasi 1. Perdarahan -Akibat cedera pembuluh darah, hemostasis tidak sempurna 2. Emboli darah : akibat perlukaan vena 3. Cedera ductus thoracicus -Menyebabkan fistel khilous, luka sukar sembuh 4. Cedera saraf -N.frenicus : kelumpuhan diafragma -N.rekuren : kelumpuhan pita suara

-N.fasialis cab. mandibule : kelumpuhan otot sekitar mulut -N.spinalis accessorius : drop shoulder 5. Perangsangan carotid body -Terjadi penurunan tekanan darah secara mendadak -Pencegahan : teteskan procain 1% pada carotid body sebelum diseksi Segera Setelah Operasi 1. Haematoma -Dapat menyebabkan sumbatan jalan napas -Terapi : evakuasi hematom, ligasi sumber perdarahan, trakeostomi 2. Infeksi 3. Trakheomalasia -Akibat : kerja terlalu kasar (trauma), intubasi lama, invasi tumor ke trakhea -Terapi : trakheostomi 4. Flap yang nekrosis 5. Ruptur a.carotis -Biasanya terjadi pada hari 12-24 -Atasi dengan flap otot levator scapulae Komplikasi Lama 1. Drop shoulder 2. Gangguan sensoris leher 3. Kosmetik 4. Edem menetap pada muka, submandibula, submental Teknik Operasi Umumnya digunakan insisi T, dengan teknik en bloc Step 1 : Insisi dan pengangkatan flap -Insisi pertama mulai dari infraauriculer ke arah bawah belakang -Kedua muali setinggi os hyoid melengkung atas dan berakhir pada setinggi simfisis mandibula — sehingga terbentuk 3 flap -Flap superior dibebaskan sampai tepi bawah mandibula dan pole bawah parotis -Flap anterior dibebaskan sampai garis tengah leher -Flap posterior dibebaskan ke arah belakang sampai batas belakang sternocleidomastoideus dan batas depan trapezius tampak Step 2 : Diseksi bagian trigonum belakang leher -Ujung atas sternocleidomastoideus dipotong dan diklem lalu ditarik ke garis tengah -Fascia dipotong sepanjang levator dan tepi depan trapezius sampai clavicula -Spesimen diangkat dari otot dasar trigonum posterior dengan memisahkan fascia servicalis profunda -Spesimen ditarik ke arah tengah, tampak vasa servicalis transversa, yg selanjutnya diligasi dan dipotong sehingga spesimen mudah dibebaskan sampai carotid sheath -Lemak di bawah trapezius dibebaskan, sehingga tampak grup

kelenjar subtrapezeus dari Rouviere -Platysma dipotong sepanjang batas atas clavicula tanpa merusak v.jugularis externa beserta fascia servicalis superficialis -V.jugularis externa diisolasi, potong di antara 2 ligasi -Venter posterior omohyoid dipotong diantara 2 klem -Saraf supraclavicularis cabang dari flexus servicalis superficialis juga dipotong -Seluruh lemak trigonum posterior diangkat Stage 3 : Ligasi dan pemotongan ujung bawah vena jugularis interna dan diseksi regio carotis -Rongga suprasternal dibebaskan dengan gunting, lalu jari telunjuk dimasukkan ke rongga tersebut, ke bawah insersi sternocleidomastoid (Gruber’s space) untuk mengisolasi ujung akhir otot, yang selanjutnya dipotong (dengan perlindungan jari telunjuk) -V.jugularis anterior (dalam Gruber,s space) diidentifikasi, ikat, potong -Ujung bawah sternocleidomastoid diklem dan diangkat sehingga tampak v.jugularis interna, lemak, v.subclavia, kelenjar limfe -Kelenjar limfe lalu diangkat -Vasa servicalis transversa diidentifikasi, ikat, potong -Bila ductus thoracicus terlihat ligasi lalu potong diantaranya -Ujung bawah v.jugularis interna dipisahkan dari n.vagus, lalu vena dipotong diantara dua ikatan (non absorbable) -Pisahkan a.karotis dari v. jugularis interna, juga n.vagus sampai mencapai batas superior regio caroticum dengan menemukan n.XI, n.XII, rantai simpatis servicalis -Cabang anterior flexus servicalis superficialis yang mengelilingi tepi belakang m.sternocleidomastoid dipotong (hati-hati n.frenukus) -Fascia superficialis dan media dipotong sepanjang tepi bawah omohyoid (venter anterior) sampai os hyoid — spesimen mudah diangkat sampai tulang tersebut -Identifikasi gastricus, stylohyoid, n.XII, cabang a.carotis externa —- cabang kolateral v.jugularis interna = v.tiroideus inferior Step 4 : Pengangkatan pole bawah kelenjar parotis dan bagian atas v.jugularis interna -A.occipitalis yang berjalan dekat digastricus venter posterior diidentifikasi, ligasi, potong -Venter posterior digastricus diangkat ke atas sehingga tampak v.jugularis interna, potong (setinggi mungkin) diantara 2 ligasi -Pole bawah parotis diklem, potong di bawah klem -Klem dilepas, lalu venter posterior digastricus dijahitkan (kontinu) pada potongan permukaan kelenjar parotis Step 5 : Pengangkatan regio submandibularis -Platysma dipotong sepanjang tepi bawah mandibula -Vasa maxillaris externa, v.facialis anterior diligasi, lalu potong -Identifikasi cabang mandibularis n.facialis yang menyilang pemb. darah tadi -Spesimen diangkat ke arah garis tengah, tampak ligamentum stylomandibulare, yang selanjutnya dipotong -Di depannya tampak a.facialis, ligasi, potong

ujung akhir dikeluarkan lewat ujung bawah insisi pertama. setelah pecah atau diinsisi dapat timbul fistel Patologi -Berisi unsur keloid. Posisi penderita dalam 48 jam pertama -Kepala dalam keadaan elevasi 45 derajat -Dalam 24 jam sebaiknya sudah berdiri dan berjalan (hari II) 3.VII) -Pengangkatan spesimen selesai seluruhnya dengan memotong insersi omohyoid di hyoid dan membersihkan jaringan lemak di antara kedua venter anterior digastricus Step 6 : Terakhir -Lapangan operasi diirigasi dengan aqua steril -Pasang drain polietilen atau kateter : diletakkan pada tempat operasi yang paling dalam. Airway -Jamin kelancarannya -Kadang diperlukan intubasi ulang atau pemasangan trakheostomi 2. kulit dengan mononilon/cotton -Continous suction menjamin kontak yang optimun antara flap dengan luka operasi Perawatan Pasca Operasi 1. difiksasi di otot (catgut). subkutan dengan catgut 3-0.XII) -Bagian depan kelenjar & ductus Wharton dipotong (hati-hati n. Perawatan drain -Pakai vacum drainage -Diangkat pada hari 4-5 post operasi atau cairan < 50 cc/hari 5. jahitan sirkuler disekelilingnya untuk mencegah masuknya udara -Flap dikembalikan pada posisi semula dengan jahitan 2 lapis terputus.-Seluruh isi submandibularis diangkat (hati-hati n. epitel squamous atau kolumner Terapi -Ekstirpasi seluruh kista dan duktus . Pemberian AB KELAINAN LAIN PADA LEHER KISTA DUKTUS TIROGLOSUS -Akibat obliterasi tidak komplit dari jalan turun kelenjar tiroid dari foramen caecum hingga prelaringeal setinggi cricoid -Lokasi pada mid line (di atas tiroid sampai dasar lidah) -setinggi os hyoid 90% -setinggi tiroid 8% -setinggi lidah 2% -Terutama usia 2-7 tahun (50% pada usia 2-10 tahun) Klinis -Ikut bergerak saat menelan atau menjulurkan lidah -Sering ada traktus dari kista hingga ke os hyoid -Infeksi sering menyebabkan abses. Intake makanan -Bila perlu pasang sonde lambung 4.

berbenjol. lunak. kista. penekanan pleksus brakialis Patologi -Pada permukaan ditemukan kista besar yang makin ke dalam makin menjadi kecil seperti buih sabun -Jenis : -simpleks : sel kapiler limfatik yang kecil -kavernosa : sel kapiler limfatik yang lebih besar -kistik : hygroma klasik Terapi Pembedahan dilakukan setelah neonatus -Eksisi total lalu pasang drain isap -Infiltrasi subkutan bleomisin pasca bedah Sifat tumor yang diperiksa 4S (site. kadang dapat diikuti sampai orofaring -Pada palpasi kranial. bulat/lonjong. shape. tetapi terutama leher (trigonum posterior) 75%. konsistensi. LIMFOMA MALIGNA . perluasan ke mulut .KISTA BRONKOGENIK -Terutama usia 2-7 tahun -Kegagalan pertumbuhan celah insang I dan II sehingga timbul sisa sepanjang bagian anterior m. fistel atau kombinasi Klinis -Benjolan sejak lahir. lobulated (berlobus). size. bebas dari kulit. aksilla. fluktuasi. permukaan halus. kista/fistel (sekresi cairan) . inguinal -75% ditemukan saat lahir maupun neonatus -Anyaman limfe mengalami dilatasi dan bergabung membentuk jala. surface). mediastinum. pulsasi suhu. fistel teraba sebagai jaringan fibrotik bila ditegangkan dengan tarikan ke arah kaudal -Fistulografi mungkin memperlihatkan bahan kontras masuk ke faring Patologi -Epitel berlapis gepeng. sedikit melekat pada dasarnya -Khas : transluminasi positif dengan batas tidak tegas -Dapat besar sekali. penekanan pada saluran napas. unilateral/bilateral. unsur limfoid Terapi -Ekstirpasi kista HYGROMA SISTIKA -Nama lain : limfangiona kistik -Terutama usia 1-2 tahun -Seluruh tubuh. transluminasi.sternokleidomastoideus -Berupa : sisa tulang rawan. bunyi arus. fluktuasi. fiksasi pada dasar kulit. sinus. menjadi sakus limfatikus -Berasal dari anyaman limfatik massa embrional Klinis -Massa kistik. unsur tulang rawan. kolumner.

Hodgkin limfoma sering pada umur muda. organ lain -Di negara maju tumor ini relatif jarang. paru. sel datia RS (Reed-Sternberg) kadang ditemukan -Sel plasma. 1966) 1. Berhubungan dengan rangsangan imunologik persisten 2. berat badan menurun. disertai gejala sistemik berat dan agresif Lymphoma Non Hodgkin (LNH) Rapport (Modifikasi. kulit. Follicular poorly differentiated lymphocytic (FPDL) . Limphocyte Predominance (LP) 2. terutama KGB leher bawah. Nodular Sclerosis (NS) 3.II Mixed cellularity -Bentuk antara LP dengan LD -Sering pada pria yang disertai dengan gejala sistemik (demam. usia < 35 tahun -Prognosis baik Nodular sclerosis -Ada sel lakunar. Mixed Cellularity (MC) 4. berkeringat) Lymphocyte depletion -Jenis : fibrosis difus dan retikuler -Melibatkan banyak jaringan limfoid -Sering usia lanjut. eosinofil dalam jumlah kecil -Nekrosis atau fibrosis sedikit -Sering pada pria. netrofil. Herediter HISTOPATOLOGIS Lymphoma Hodgkin (LH) Rye 1. Lymphocyte Depletion (LD) Limphocyte predominance -Limfosit matang banyak. mediastinal -Prognosis baik pada stadium I. serabut kolagen tebal yang membagi limfoid dalam beberapa nodulus -Pada wanita muda.PENDAHULUAN -Merupakan tumor ganas yang berasal dari jaringan limfoid (sistem limfatik dan imunitas) -Dapat juga dijumpai ekstranodal : saluran cerna. supraklavikuler. Epstein Barr virus : terutama limfoma Burkitt 3. sekitar 2% -Negara berkembang. bimodal (15-35 tahun dan > 50 tahun) ETIOLOGI Multifaktorial ? 1.

Follicular mixed lymphocytic histiocytic (FMLH) 4. Diffuse undifferentiated (DU) -Burkitt -non Burkitt Lukes-Collin (1974) Kategori sel B (65%) -Small lymphocyte (SL) -Plasmacytoid lymphocyte (PIL) -Follicular small cleaved (FSCI) -Follicular large cleaved (FLCL) -Follicular small non-cleaved (FSNCI) -Follicular large non-cleaved (FLNCI) -Immunoblastic-sarcoma (IS) Kategori sel T (16%) -Small lymphocyte (SL) -Convoluted lymphocyte (CoL) -Sezary-Mycosis fungoides (SMF) -Immunoblastic-sarcoma Histiocytic (1%) U cell (undifined) (18%) Kiel (1974) Derajat keganasan rendah Lymphocytic (L) -B-cell -T-cell -Hairy cell leukemia -Mycosis fungoides/ -Sezary’s syndrome -T-zone lymphoma Lymphoplasmacytic/cytoid (Lpl) -Lymphoplasmacytic -Lymphoplasmacytoid -Plasmacytic Centrocytic (CC) Centroblastic-centrocytic (CB-CC) -Follicular -Diffuse Derajat keganasan tinggi Centroblastic (CB) Lymphoblastic (Lbl) . Follicular histiocytic (FH) 3. Diffuse poorly differentiated lymphocytic (DPDL) 6.2. Diffuse lymphoblastic (DL) 9. Diffuse histiocytic (DH) 7. Diffuse well differentiated lymphocytic (DWDL) 5. Diffuse mixed lymphocytic histiocytic (DMLH) 8.

timus. menunjukkan stadium IV Stadium dibagi menjadi : A : bila tidak disertai gejala sistemik B : ada gejala sistemik (demam. cincin waldeyer. inguinal -LH : 80% dimulai pembesaran kGB leher -LNH : dapat dimulai di semua KGB -Demam subfebril. paraaortal. payer’s patch GAMBARAN KLINIS -Pembesaran KGB : leher. berat badan turun 10% dalam 6 bulan terakhir. mediastinal. appendiks. lien. pruritus Hodgkin Lymphoma Non Hodgkin Lymphoma Lebih sering terbatas pada kelompok nodus satu sumber tunggal (leher. sumsum tulang. aksilla. berat badan turun.-B-Lymphoblastic (B) -Burkitt (Btt) -T-Lymphoblastic (T) -Convolute cell (Con) -Unclassified Immunoblastic (Imb) Working formulation -Lampiran STADIUM Ann Arborr (1971) Interpretasi I II III IV Satu KGB daerah tertentu (I) atau ekstralimfatik (IE) Lebih dari satu KGB di atas diafragma (II) atau lebih dari satu ekstralimfatik di atas diafragma (IIE) KGB di atas dan di bawah diafragma (III) atau disertai limfoma ekstralimfatok (IIIE). keringat malam tanpa sebab) Jaringan limfatik : -KGB. paraaorta) Penyebaran perkontinuitatum Nodus mesenterium dan cincin waldeyer jarang terlibat Keterlibatan ekstranodal jarang Lebih sering nodus perifer yang multiple Bukan perkontinuitatum Sering melibatkan . mediastinum. berkeringat. spleen (IIIS) atau keduanya (III SE) Tersebar menyeluruh pada organ ekstralimfatik dengan atau tanpa terlihat KGB Keterlibatan hati.

Pemeriksaan fisis 3. limfangiografi. Laparatomi TERAPI Hodgkin Lymphoma Radioterapi -Kuratif untuk semua stadium -I dan II (NS. Histopatologis -FNA -Biopsi 4. dll 5.4 mg/iv 100 mg/oral 25 mg/oral Ke 1 dan ke 8 Ke 1 dan ke 8 Ke 1 sampai ke 14 Ke 1 sampai ke 14 Non Hodgkin Lymphoma -Derajat keganasan rendah dan stadium I : radiasi -Derajat keganasan sedang dan I. CT scan -USG.II : radiasi KGB dan regional -Derajat sedang dan III. Pemeriksaan penunjang -Laboratorium -Radiologi : toraks foto.IV : kemoterapi berganda -Keganasan tinggi : kemoterapi berganda Kombinasi : vincristine. MC) : semua KGB di atas diafragma (lapangan mantel). Anamnesis 2. methotrexate. cyclophosphamide dosis tinggi PROGNOSIS -HL I dan II : harapan hidup 5 tahun 100% -HL III dan IV : 50% TUMOR GANAS ESOFAGUS .Sering DIAGNOSIS 1. untuk LD perlu tambahan kemoterapi -III A : splenektomi Kemoterapi -Untuk III B dan IV MOPP Obat Dosis mg/m2 Waktu hari pemberian Nitrogen Mustard Oncovin Procarbazin Prednison 6 mg/iv 1.

subdiafragma. kurvatura minor Hematogen -Paru. seliakus -Bagian distal : KGB seliakus. terutama usia lanjut -Predileksi : Cina. Iritasi kronis -Esofagitis Barrett : terjadi metaplasia -Akalasia KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI Jenis : -Karsinoma epidermoid -Adenokarsinoma -Leiomiosarkoma -Fibrosarkoma -Melanoma maligna -dll Bentuk -Polipoid. infiltratif Penyebaran Limfogen -Esofagus bagian servikal : KGB supraklavikular dan jugular anterior -Bagian torakal : ke KGB mediastinal pertrakea. periesofagus. Rusia. ulkus. hati dan tulang SISTEM TNM T1 T2 T3 N1 N2 N3 M1 Invasi hingga mukosa atau submukosa Invasi ke dinding otot Menembus dinding otot KGB regional unilateral KGB regional bilateral Metastasis multiple ekstensif ke KGB regional Ada metastasis jauh . supraklavikulat. Jepang. KGB di gastrika sinistra. Diet/makanan 2. sering oleh adenokarsinoma karena mukosa esofagus berasal dari gaster (Barrett) -Pria tiga kali lebih sering. Skandinavia ETIOLOGI Multifaktorial ? 1. Alkoholisme dan rokok 3.PENDAHULUAN -Paling sering adalah jenis karsinoma epidermoid -Di bagian distal (batas esofago-gaster).

adenokarsinoma resisten Kemoterapi -Efeknya kecil TUMOR GANAS LAMBUNG PENDAHULUAN -Banyak ditemukan di Cina. Striktur esofagus 4. regurgitasi. muntah -Anemia -Suara serak : infiltrasi n. Pemeriksaan penunjang -Laboratorium : anemia. Tumor jinak 2. Histopatologis -Sitologi eksfoliatif dan biopsi 4. Hernia esofagus TERAPI Pembedahan -Reseksi esofagus yang diikuti dengan rekonstruksi -Dapat bersifat kuratif dan paliatif Radioterapi -Karsinoma epidermoid cukup sensitif.STADIUM Stadium Interpretasi Std I Std II Std III Std IV T1 No Mo T2 No Mo T3 No Mo. Jepang. hipoalbuminemia -Esofagografi -Esofagoskopi dan biopsi -Endoskopi-USG -CT scan.rekurens -Pembesaran KGB. MRI DIAGNOSIS BANDING 1. Islandia . Chili. gejala metastasis lain DIAGNOSIS 1. T semua N semua Mo T semua N semua M1 GAMBARAN KLINIK -Disfagia progresif : awalnya makanan cair lalu padat -Berat badan turun. Anamnesis 2. Akalasia 3. Pemeriksaan fisis 3.

terlalu asin/pedas/asam/panas -Merokok. tumbuh ke arah lumen Tipe II -Ulkus. nonulseratif. batas tegas. Papillary carcinoma 3. Medullary tumor 4. Colloid or gelatinous carcinoma 5. korpus (20%) -Fundus. pria lebih sering (2:1. invasi pada pinggir dan dasar tumor -Dinding licin. Simple adenocarcinoma 2. limfoma . Makanan/diet/kebiasaan -Makanan rendah serat. pinggir ulkus berbaur dengan mukosa yang berdekatan dan terinfiltrasi Tipe IV -Seluruh lambung terinfiltrasi. Amerika 10/100. daerah pertambangan batubara 2. Faktor lingkungan -Daerah dingin -Rumah dengan pemanas batubara. Schirrous carcinoma . Faktor predisposisi/lesi prakanker -Aklorhidria/hipoklorhidria. ulkus superfisial/profunda Old Classification 1. leiomiosarkoma -Mayer : 90% ditemukan dalam stadium lanjut Lokasi : -Antrum. Eropa 40. kardia (10%) -Multisentris (22%) ETIOLOGI Multifaktorial ? 1. batas tidak tegas. batas tegas. seperti jamur. Makassar 3:2) -Paling sering : adenokarsinoma (95%). Herediter -Golongan darah A -Riwayat keluarga menderita 4. pilorus sepanjang kurvatura minor (40%) -1/3 tengah.000 -Resiko meningkat sesuai dengan peningkatan umur -Terutama usia 60 tahun. anemia pernisiosa -Adenomatous polyposis -Gastritis atrofikans -Ulkus gastrik KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI Borrman (1962) Tipe I -Polipoid. alkohol 3.-Jepang 70. bentuk noduler Tipe III -Ulkus.

T2 N1 Mo. massa pada colok dubur. berat badan turun. hepatomegali. hepatika komunis. anemia. T2 No Mo T1 N2 Mo. hematemesis. anoreksia. obstruksi (tumor dekat pilorus) -Lanjut : nyeri perut. T4 N1-2 Mo T semua N semua M1 GAMBARAN KLINIK -Stadium awal biasanya asimptomatik -Rasa berat epigastrium. rasa terbakar. melena -Disfagia (tumor kardia). lamina propri dan submukosa Invasi muskularis mukosa dan subserosa Menembus serosa (peritoneum viserale). asites. KGB supraklavikuler kiri (virchow) . Mo T2 N2 Mo. tanpa invasi struktur sekitar Invasi struktur sekitar. lienalis. seliakus Metastasis jauh STADIUM Stadium Interpretasi IA B II III A B IV T1 No Mo T1 N1 Mo. T3 N1 Mo. T4 No Mo T3 N2 Mo. kembung. T3 No.Klasifikasi lain -Polipoid -Ulseratif -Superfisialis -Linitis plastika (prognosis paling jelek) SISTEM TNM T1 T2 T3 T4 N1 N2 M1 Terbatas di mukosa. termasuk linitis plastika Metastasis KGB perigastrik. KGB sepanjang tepi kiri gaster. rasa kenyang. < dari 3 cm dari tumor KGB perigastrik (>3 cm). tumor difus mengenai seluruh tebal dinding tanpa batas jelas.

Anamnesis 2. perbaiki pasase.1%).6%). serologi (CEA. sialoglukoprotein). adriamycin. tukak. Scanning TERAPI Pembedahan Kuratif -Operasi radikal : gastrektomi total/subtotal disertai pengangkatan KGB dan organ lain yang terlibat -Batas reseksi 4 cm dari tepi tumor (tumor lokal). kontras (deformitas. biopsi 4. BCNU -5 FU. 5 cm (tumor infiltrasi) Setelah gastrektomi dilakukan : Post subtotal gastrektomi -Billroth I atau II -Roux-en-y gastrektomi Post gastrektomi -Roux-en-y -Hunt Lawrence -Lygidaksis modifikasi Paliatif -Untuk mengurangi gejala. >60 thn (38. adriamycin. sebagai ajuvant Tunggal : -5 FU -Adriamycin -Mitomycin C -Metil CCNU Kombinasi : -5 FU. AFP) -Gastroskopi fiberoptik -Radiologis : polos. enzim (beta glukoronidase. Usia -Kurang dari 30 thn (37. laktat dehidroginase.9%) 2. Lokasi . metil CCNU PROGNOSIS Prognosis tergantung : 1. tonjolan) -USG. Pemeriksaan fisik 3. 30-59 thn (50. Histopatologi -Sitologi. Pemeriksaan penunjang -Laboratorium : LFT. metil CCNU -5 FU.DIAGNOSIS 1. kwalitas hidup -Gastroenterostomi -Intubasi -Ekslusion Kemoterapi -Tumor inoperabel dan tidak radikal. mitomicyn C -5 FU.

2%).5%).8%).4%) 4.9%).6%) 5.5%). serviks -Indonesia : no. 1/3 proksimal (29.3%).9%). Virus Peranannya belum dapat dipastikan pada manusia 4.1%) 3. terdapat kanker yang sama Ada persamaan lateralitas pada keluarga dekat dari penderita Pada Klinefelters 66 kali kemungkinan menderita dibanding pria normal 2. Tipe operasi -Gastrektomi kuratif (51.3%).1 menyusul ca.-1/3 distal (46. lateroinferior dan medioinferoir Mamma sinistra lebih sering dibanding deksta Etiologi Sebab pasti belum diketahui. muskularis propri (68. subserosa (58. by pass. biopsi (5.4% -Std IV : 4.2 setelah ca.7% -Std II : 64. Radiasi Terutama pada daerah dada Faktor Resiko 1. serviks -Sulsel : no. submukosa (85. Tipe -Borrmann I (43. III (35.9%). Menarki cepat (< 12 tahun) .2%) -Std I : 90. 25% kulit hitam Tertinggi pada usia 45-66 tahun. Metastasis KGB -No (77. terutama bila ibu/saudara kandung menderita Ada distribusi predileksi antar bangsa atau suku bangsa Pada kanker monozygote.4%). lalu sentral (subareolar). N1 (50. resiko meningkat (>30 tahun) 2.9 PAYUDARA TUMOR GANAS PAYUDARA Pendahuluan Insidens : -Negara maju : no.7%) 6. kemungkinan multifaktorial ? 1. serviks USA : 28% Ca wanita kulit putih. serosa (32. jaringan lemak (37.1 menyusul ca. superomedial.5% -Std III : 33.6%). 1/3 tengah (49. jarang di bawah 20 tahun Terutama kwadran lateral superior. paliatif (15. Makanan Terutama makanan yang mengandung lemak (belum terbukti) 5. Genetika Kecenderungan pada keluarga tertentu.7%). II (48.1%). N2 (22. Dalamnya invasi -Mukosa (91%). IV (15. Usia makin lanjut. Hormonal Umumnya pada wanita Usia di atas 35 tahun insidensnya tinggi Pemberian hormonal banyak memberi hasil pada kanker lanjut 3. invasi organ sekitar (6.6%).

Ekstensi lokal 2. efusi pleura -Massa. muntah. Limfogen Kelenjar aksilla : central nodes (90%). subclavicula. parastesi Klasifikasi histopatologis 1. organ lain Lokasi Gejala dan Tanda Paru Tulang -Tengkorak -Vertebra -Iga -Tlg panjang Pleura Hati Otak -Biasanya tanpa gejala. Riwayat operasi tumor jinak (displasia/fibrokistik tertentu) 10. kadang tanpa gejala -Nyeri. Invasive • Invasive ductal carcinoma : paling sering • Invasive ductal carcinoma with predominant intraductal componen . Tidak kawin 7. Riwayat ca. mamma kontralateral 9. ataksia. Kehamilan pertama tertunda atau tidak ada anak 5. mammaria eksterna (paling jarang) Kelenjar supraclavicular : dari subclavicular (langsung) atau dari sentinel nodes/grand central limfatik terminus (tidak langsung) Kelenjar mammaria interna Metastasis hepar : terutama bila tumor di tepi medial bgn bawah payudara 3.3. Riwayat keluarga : ibu / saudara kandung menderita 8. Tidak menyusui 6. interpektoral/Rotter’s nodes. fraktur patologis -Sesak. fraktur patologis -Nyeri. kadang tenpa keluhan -Kompresi medulla spinalis. Riwayat operasi ginekologik 12. Hematogen Lewat sistem vena. Non invasive (in situ) • Intraductal carcinoma • Intralobuler carcinoma 2. bermetastasis ke paru. mungkin ada multiple coin lesion (ukuran bervariasi) -Nyeri. ikterus obstruksi. paresis. Menapause terlambat 4. Ro : osteolitik -Nyeri. Terapi hormonal lama Metastasis 1. Riwayat radiasi daerah dada 11.

insitu. satelit 4c : 4a + 4b 4d : Mastitis carsinomatous N : Metastasis ke kelenjar getah bening Nx : Kelenjar regional tidak dapat ditentukan No : Tidak teraba kelenjar aksilla N1 : Teraba kelenjar. saling melekat. ukuran 0.2-2 cm 1b3 : Menembus kapsul KGB dengan ukuran < 2 cm 1b4 : Ukuran > 2 cm N2 : Teraba kelenjar homolateral. peau d’orange.5 cm 1b : 0.• Invasive lobular carcinoma • Mucinous carcinoma • Medullary carcinoma • Papillary carcinoma • Tubular carcinoma • Adenocystic carcinoma • Apocrine carcinoma • Juvenile carcinoma • Carcinoma with metaplasia • Carcinoma with squamous type • Carcinoma with spindle cell type • Carcinoma with cartilagineus and osseus type • Carcinoma mixed type 3. sekitarnya N3 : Teraba kelenjar mammaria interna homolateral M : Metastasis ke organ jauh Mx : Tidak dapat ditentukan metastasis jauh Mo : Tidak ada metastasis jauh M1 : Ada metastasis jauh.2 cm) 1b : > 0. mobil 1a : mikrometastasis ( < 0. Paget’s disease of breast Sistem TNM T : Tumor primer Tx : Tumor primer tidak dapat ditentukan Tis : Ca invasif. ukuran 0.1 cm 1c : 1 . satelit) 4a : Ekstensi ke dinding dada 4b : Edem kulit. penyebaran langsung ke dinding thorax atau kulit (edem. homolateral. ulkus.2-2 cm 1b2 : > 4 KGB. termasuk ke kelenjar supraclavicular .2 cm 1b1 : 1-3 KGB. peau d’orange. ulkus.2 cm T2 : Tumor 2 – 5 cm T3 : Tumor > 5 cm T4 : Tumor (tanpa memandang ukuran). Paget dis pada papilla tanpa teraba tumor To : Tidak ada bukti adanya tumor primer T1 : Tumor < 2 cm 1a : < 0.5 .

2. susu.interkostal. T3NoMo Stage III A : To-2N2Mo. T2NoMo II B : T2N1Mo.Catatan : Lekukan kulit. edem lengan Sakit. sakit/tidak. nanah hijau. TsemuaN3Mo Stage IV : TsemuaNsemuaM1 Gambaran klinik Anamnesis Umur Kanker biasanya umur yang lebih tua → > 65 tahun anggap ganas Keluhan payudara atau ketiak Massa di payudara. atau ca lain Radiasi daerah thorax Keluhan yang berhubungan dengan metastasis Batuk. serratus anterior tanpa otot pektoral Stage grouping (AJCC/UICC) Stage 0 : TisNoMo Stage I : T1NoMo Stage II A : ToN1Mo. jumlah anak. sakit/tidak di ketiak. seperti air. bisa ditemukan pada T1. T3N1-2Mo III B : T4NsemuaMo. penyakit fibrokistik Tidak berubah : tumor jinak. retraksi papilla. resiko tinggi). retraksi nipple/kulit Massa di ketiak. T1N1Mo. nyeri tekan Jarang pada kanker Berubah dengan siklus : tegangan premens. sesak. abortus Riwayat menyusui Obat kontrasepsi Cegah penyakit fibrocystic Resiko dipertanyakan Perkawinan Tidak kawin (resiko meningkat) Riwayat sebelumnya Pernah biopsi/tidak.3 tanpa mengubah klasifikasi Dinding thorax : iga. Berupa serous. teratur/tidak Umur saat menopause (bila lambat. operasi/tidak Sebelumnya pernah menderita (resiko tinggi) Keluarga menderita (ibu dan saudara perempuan). sakit saat haid Menarche (bila cepat. perubahan lain pada kulit (kecuali pada T4). lama. m. nyeri pada tulang Nafsu makan Berkurang atau tetap . resiko tinggi) Kehamilan Umur tua (resiko tinggi). nipple discharge. ganas. infeksi Pengeluaran cairan Berdarah biasanya intraductal papilloma/intraductal papillary ca. serosanguineus Haid Membesar. frekwensi.

dengan tangan di pinggang Catat perubahan suhu kulit. kelainan fibrokistik -Hemoragik : karsinoma. mukous. axilla dan leher Penderita duduk : bandingkan antara mamma kiri dan kanan Saat mengangkat kedua lengan dan saat diturunkan/samping Perhatikan adanya benjolan Normal ada asimetri ringan dari payudara Perubahan pada kulit : -Dimpling/berlekuk. turgor. susu -Susu : hamil. terutama orang tua) Areola dan puting susu -Exoriasi kulit. edem.Berat badan Menurun atau tetap Pemeriksaan fisis Inspeksi Periksa kedua payudara. IV bagian volar phalanges tengah dan distal tangan kanan (jangan menggunakan ujung jari) Palpasi sistematis : kwadran atau dari luar ke dalam se arah jam Duduk tegak. retraksi. III. papilloma intraduktal -Ada/tidaknya sel tumor -Unilateral/bilateral -Satu duktus atau beberapa duktus -Keluar spontan atau setelah dipijat -Keluar bila seluruh mamma ditekan atau dari segmen tertentu -Berhubungan dengan siklus haid -Premenopause atau pascamenopause -Penggunaan obat hormon Palpasi Pemeriksaan Payudara Harus didampingi perawat wanita Sebelumnya kedua tangan saling digosokkan Gunakan jari II. kemerahan. inversi. bersisik dan mudah berdarah Cairan papilla mamma -Sifat cairan : serous. gambaran vena -Kemerahan (infeksi) -Edem : pada selulitis dapat menyebabkan edem difus -Peau d’orange (pig skin) : kelainan kulit berbintik seperti kulit jeruk akibat obstruksi limfatik (ganas) -Nodul satelit -Ulkus (karsinoma. pengeluaran cairan. laktasi -Jernih : normal -Hijau : perimenopause. ektasi duktus. penebalan kulit . hemoragik. eksema -Pointing nipple (arah puting susu) : mengarah ke kwadran yang sakit -Kedudukan kedua puting susu : sama tinggi atau tidak -Paget dis : kulit puting kering.

mobilitas Kelenjar Limfe Supraclavicular Penderita mengangkat kedua bahu dan sedikit membungkuk Pemeriksa dapat dari depan atau dari belakang Kelenjar Limfe Infraclavicular Penderita membusungkan dada Kelenjar Limfe Axillaris Pars Centralis Kiri Tangan kiri pemeriksa mengangkat lengan kiri penderita ke atas Tangan kanan (ujung jari) dimasukkan jauh ke dalam apex fossa axillaris Lalu tangan diturunkan perlahan dan bila ada pembesaran kelenjar sentral (terkurung antara jari dengan dinding thorax) Kelenjar Mammaria Interna Kiri Pemeriksaan diteruskan ke bawah antara linea axillaris media dan anterior Kelenjar Axillaris Lateralis Kiri Lengan kiri penderita dipegang tangan kanan pemeriksa (abduksi 900) Ujung jari II. catat : lokalisasi.pectoralis major Penderita menekan kuat pinggang atau meletakkan kedua tangan di belakang kepala (otot pectoralis major berkontraksi) Bila tumor tak bebas bergerak waktu dikontraksikan dan bebas saat relaksasi maka pectoral fixation test positif Serratus anterior fixation test Untuk yang berlokasi di kwadran lateral bawah Kedua lengan penderita memegang bahu pemeriksa Pemeriksaan kelenjar Penderita tetap duduk tegak Bila ada pembesaran : catat besar. batas kurang jelas -Kelainan mammogram tanpa kelainan palpasi Tanda Lama -Retraksi kulit/areola . konsistensi. kista Keras. III. besar. perlekatan dengan dasar (chest wall fixation test) Benjolan keras. agak keras. batas tegas/tidak. bentuk. IV tangan kanan diletakkan di bawah humerus kiri. nyeri. permukaan licin : fibroadenoma.Bila ada benjolan. konsistensi. inflamasi non infektif Kenyal : penyakit fibrokistik Lunak : lipoma Pectoral fixation test Dilakukan bila chest wall fixation test negatif Untuk tumor yang berlokasi di kwadran lateral atas Untuk mengetahui ada tidaknya infiltrasi tumor ke m. permukaan kasar. berbenjol. melekat : ganas. 1/3 proximal bagian bawah penderita Kelenjar Limfe Subscapularis Kiri Pemeriksa di belakang penderita Lengan kiri diangkat dengan tangan kanan pemeriksa (abduksi 900) Ujung jari dimasukkan di belakang scapula Pemeriksaan saat berbaring Letakkan bantal kecil di punggung di mana payudara akan diperiksa Kedua tangan di bawah kepala : periksa kwadran lateral Kedua tangan disamping : periksa kwadran medial Tanda Dini -Benjolan soliter. nyeri tekan/tidak. bentuk. tidak nyeri.

Pemeriksaan penunjang a. CT scan Laboratorium : alkali fosfatase. dll Diagnosis pasti : histopatologis -Eksisional biopsi. Biopsi c. Biopsi Tru-cut d. estrogen reseptor. Pemeriksaan Lain Thorax foto Bone scanning/bone survey USG abdomen/liver MRI. Nekrosis lemak . Galactocele 5. Cystosarcona filoides 4. Fibroadenoma mamma 2. Fibrocystic of the breast (mammary displasia) 3.-Retraksi/inversi papilla -Kelenjar aksilla dapat diraba -Pengerutan atau pembesaran mamma -Kemerahan atau edem kulit -Fiksasi pada kulit atau dinding thoraks Tanda Akhir -Ulkus -Kelenjar supraclavikular teraba -Edem lengan -Metastasis jauh Diagnosis 1. Utrasonografi Terutama untuk membedakan tumor solid atau kista (tampak bila ukuran telah 1-2 cm) c. lalu potong beku atau blok parafin -Insisional biopsi untuk yang inoperabel Diagnosis banding 1. Frozen section 4. Pemeriksaan fisis 3. Anamnesis 2. menentukan morfometri sel tumor dan hormonal dependent b. Mastitis 6. Pemeriksaan Sitologi Untuk menentukan apakah segera perlu pembedahan frozen section atau dilanjutkan dengan pemeriksaan lain atau langsung ekstirpasi Hasil positif bukan indikasi bedah radikal Indikasi -Diagnosis preoperatif dengan dugaan tumor maligna -Diagnosis konfirmatif tumor maligna atau berulang -Menentukan neoplastik atau non neoplastik -Mengambil bahan aspirat untuk kultur. Mammografi b. Pemeriksaan histopatologis a.

Superradical Wangensteen (1949). isi fossa aksillaris dan m. Kuasai teknik diseksi dengan baik 5. sejak 1976 tidak di radiasi bila KGB axilla positif tapi diberi ajuvant kemoterapi (CMF) 12 siklus Penelitian Milan II (1985-1987) : TART Tumorektomi : eksisi tumor primer beserta jaringan normal payudara 1 cm. insisi terpisah bila tumor di kuadran lain Radioterapi : pada mamma ipsilateral. Pembedahan 1. Radical mastectomy Pertama kali dilaporkan oleh Halsted (1882) Berupa pengangkatan seluruh mamma.pektoralis minor tidak diangkat MRM atas dasar : -Kurasi untuk 5-10 tahun cukup tinggi -Sebagian besar penderita jarang/susah kontrol teratur -Sarana lain kurang. Penentuan stadium harus akurat 2. Simple mastectomy Pengangkatan seluruh mamma 6. Pengetahuan masyarakat untuk kontrol teratur 4. Modified radical mastectomy Patey (1930) : m. Tumor ukuran < 5 cm 6.pektoralis mayor dan minor 2. KGB regional (mammaria interna juga diangkat) 4. Subcutaneus mastectomy Pengangkatan seluruh mamma dengan menyisakan areola dan papilla mamma 7.Penatalaksanaan A. kulit tidak diangkat (sedikit untuk PA) Diseksi axilla : dilakukan insisi terpisah Radioterapi : Radiasi ekternal dan intersisial dengan 192Ir Syarat BCT : 1. segmentektomi -Diseksi kelenjar aksilla -Radioterapi Penelitian Milan I (Veronesi 1973) : QUART Kuadrantektomi : mengangkat kuadran payudara yang mengandung tumor ( < 2 cm) beserta kulit dan fascia superfisial pektoralis mayor (insisi kulit ellips) Diseksi aksilla : lanjutan bila tumor primer di kuadran lateral atas. Extended mastectomy Handley dan Thacray (1954) : merupakan radical mastectomy yang diperluas. misal radioterapi -Harga obat kemoterapi mahal 3.pektoralis minor dan KGB interpektoral diangkat sementara m. Tumor tunggal 7. Tersedia fasilitas radioterapi 3. lumpektomi luas/tumorektomi.pektoralis mayor tidak diangkat Madden : m. Breast conserving treatment (therapy) Terdiri dari : -Kuadrantektomi. Dahl Everson : KGB mediastinal dan supraklavikular juga diangkat 5. dimulai 3-6 minggu setelah operasi (selama 5 minggu). Lokasi bukan sentral .

8. Volume payudara sekitar 500 cc (Bra no. 34) 9. Tidak ada mikrokalsifikasi luas 10. Tidak dalam keadaan hamil 11. Bukan type : -Intraductal papillary ca -Lobular ca insitu -Invasif lobular ca -Infiltrating ductal ca -Paget's disease -Inflamatory breast ca 12. Tidak ada riwayat menderita penyakit kolagen Tehnik T M P A I S X R Lumpektomi Radikal Patey Radikal Halsted Radikal Urban Superradikal (Dahl Everson) + + + + ++ + + ++ + ++ + + + ++ +++ -+ + +

+ T : pengangkatan tumor/lumpektomi/kuadrantektomi M : pengangkatan payudara P : pengangkatan m.pektoralis major/minor A : pengangkatan KGB axilla I : pengangkatan KGB intratoraks (mammaria interna) S : pengangkatan KGB supraclavicular X : penyinaran megavolt mamma R : tindak bedah rekonstruksi atau prostesis Kriteria Inoperabilitas Haagensen : 1. Edem luas pada kulit mamma (>1/3) 2. Edem lengan 3. Ada nodul satelit 4. Nodul parasternal, nodul supraclavicula 5. Mastitis carcinomatous 6. Ada metastasis jauh 7. Locally advanced ( bila ditemukan 2 tanda) : -Ulserasi kulit -Kulit terfiksir di dinding thorax -Kelenjar axilla > 2,5 cm -Kelenjar axilla melekat satu sama lain Penyulit Mastektomi Radikal 1. Luka mastektomi dan diseksi aksilla Hematom, infeksi luka, seroma 2. Cedera saraf N.intercostobrachialis : mati rasa kulit ketiak, medial lengan atas N.thoracalis longus : m.serratus anterior N.thoracodorsalis : m.latissimus dorsi N.pectoralis : m.pectoralis 3. Kontraktur bahu 4. Limfedem extrimitas atas B. Radioterapi 1. Kuratif : bersama dengan MRM, BCT 2. Paliatif : tumor tak mampu angkat (T4) Dosis : Tumor primer : 5000-6000 rad KGB regional : 1500 rad C.Kemoterapi 1. Ajuvant : bila ada metastasis ke KGB 2. Paliatif : sudah ada metastasis sistemik Digunakan Kombinasi : CAF -Cyclophosphamide : 100 mg/m2/oral (hari 1 sampai 14) -Adriamycin : 50 mg/m2/iv (hari 1 dan -5 Fluourasil : 500 mg/m2/iv (hari 1 dan Lama 1 siklus adalah 28 hari

Respons 82% (CR+PR) CMF -Cyclophosphamide : 100 mg/m2/oral (hari 1 sampai 14) -Methotrexate : 40 mg/m2/iv (hari 1 dan -5 Fluourasil : 600 mg/m2/iv (hari 1 dan 6) Lama 1 siklus adalah 26 hari Respons 55% CA -Cyclophosphamide : 600 mg/m2/iv (hari ke-1) -Adriamycin : 40 mg/m2/iv (hari ke-1) Lama 1 siklus adalah 21 hari Respons 60-70% D.Hormonal -Telah ada metastasis jauh -Paliatif sebelum pemberian kemoterapi -Paliatif untuk pramenopause dengan cara oophorektomi bilateral -Ajuvant pada pascamenopause (ER+) dengan (KGB+) Jenis : 1. Oophorektomi bilateral 2. Obat : Tamoxifen (tamofen,nolvadex) 20-40 mg/hari : Linoral 3 x 0,1-0,5 mg/hari : Diethylstilbestrol 3 x 5-15 mg/hari : Testosteron 30 mg/minggu : Durabolin 50 mg/minggu : Sustanon 250 mg/minggu Stadium Dini (operable) Stadium I Terapi utama 1. Radical mastectomy 2. Modified radical mastectomy (Patey-Madden) Hasil diseksi kelenjar aksilla, bila histopatologis : (-) : observasi (+) : radiasi regional + ajuvant kemoterapi →sekalipun KGB (-), tetapi tumor sentral/medial, tetap diberi radiasi regional Terapi alternatif 1. BCT 2. Simple mastectomy + radiasi + ajuvant kemoterapi Stadium II Terapi utama RM / MRM + radiasi KGB dan Tumor bed Terapi alternatif Simple mastektomi + radiasi + ajuvant kemoterapi Stadium III a Simple mastektomi + radiasi + ajuvant kemoterapi Stadium lanjut (inoperable) Stadium III b (locally advanced ) 1. Kemoterapi : kuratif 12 siklus 2. Hormonal : tergantung pemeriksaan ER

lalu diberi hormonal atau kemoterapi Residu tumor (+) : hormonal terapi Terapi hormonal (tunggu 6-8 minggu) untuk melihat respon : Respon (+) : terapi hormonal diteruskan Respon (-) : berikan kemoterapi CMF atau CAF Terapi hormonal dibagi 3 group : Pre menopause : bilateral oophorektomi 1-5 tahun menopause : ER + bilateral oophorektomi : ER – post menopause Post menopause : hormonal inkubitif/aditif Stadium IV Pre menopause : bilateral oophorektomi Respon (+) : tunggu relaps — aminogluthethimid tamoxifen Respon (-) : kemoterapi CMF/CAF 1-5 thn menopause : ER + = pre menopause. Gambaran histopatologis : grade 2. M1 85% 65% . T3N1-2Mo IV Tsemua. Kehamilan -MRM diikuti dengan radiasi -Trimister pertama : radiasi dan kemoterapi tidak dapat diberikan -Tunda kehamilan berikut selama 2 tahun bila T1.N semua. kemoterapi. Mastitis karsinomatosa -Kemoterapi. ER – = post menopause Keadaan Khusus 1. Staging TNM Stadium Ketahanan hidup 5 tahun I T1NoMo II T2N1Mo III To-2N2Mo. urutannya hormonal dan kemoterapi) Setelah radiasi : Residu tumor (-) : tunggu sampai relaps. Karsinoma yang residif dan bermetastasis -Bedah : hanya biopsi -Radioterapi. hormonal 3.Mo 2. Karsinoma mamma lanjut (lokal:T4) -Radioterapi dulu beberapa minggu lalu mastektomi (bila dapat diangkat) atau kemoterapi/hormonal tidak dapat diteruskan 4.ER (+) : radiasi + hormonal + kemoterapi ER (-) : radiasi + kemoterapi + hormonal Bila ER tidak dapat diperiksa : radiasi + kemoterapi + hormonal (berdasarkan progresivitas. lalu dengan radiasi -Radiasi dulu tidak dianjurkan Prognosis Ditentukan oleh : 1.No.

sekalipun tumor sudah dapat dipalpasi Tampak mikrokalsifikasi: sand like app. 9% tidak dapat dideteksi dengan mammografi. Mammografi Pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar X (soft tissue tecnique) yang bertujuan untuk menyaring ada tidaknya kelainan neoplasma ganas.40% 10% Pencegahan 1. fibrosis reaktif. Cari karsinoma primer. 42% ditemukan hanya dengan mammografi saja sebelum kelainan ini cukup besar untuk di palpasi. Evaluasi benjolan yang diragukan/perubahan samar -Mastitis kronik sistika. bila ada metastasis (tumor primer?) 5. Seluruh kanker 88% dapat dideteksi dengan mammografi. Screening pada resiko tinggi -Nullipara -Menarki sebelum usia 12 tahun -Hamil pertama usia > 30 tahun 4. Screening sebelum tindak bedah plastik atau kosmetik KELAINAN LAIN PADA PAYUDARA Kelainan payudara yang memerlukan tindak bedah Inflamasi/infeksi -Mastitis akut -Mastitis purulenta -Abses mamma Noninfeksi -Duktektasis . Pernah mengidap kanker payudara kontralateral 2. xerografi Indikasi Sebagai penyaring atau konfirmasi (setelah pemeriksaan ditemukan kecurigaan) 1. cairan dari puting susu -Ada keluarga yang menderita 3. Evaluasi terhadap populasi wanita normal tanpa keluhan atau gejala yang mengarah ke tumor payudara dalam usaha mendeteksi kanker dini. Hindari faktor penyebab/resiko 2.. comet sign Deteksi dini karsinoma unpalpable Termasuk termografi. SARANIS (pemeriksaan payudara secara klinis) c. SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) Pemeriksaan dilakukan 7-10 hari setelah haid >20 thn : SADARI tiap bulan 20-40 thn : tiap 3 tahun memeriksakan ke dokter > 40 thn : tiap tahun 35-40 thn : lakukan base line mammografi <50 thn : konsul ke dokter untuk lakukan mammografi >50 th : tiap tahun mammografi bila perlu b. Penemuan dini a.

kenyal. laktasi. lipoma Tumor ganas -Adenokarsinoma mamma -Sarkoma. mobile -Kulit tegang. menjelang menopause -Bila sangat besar : giant fibroadenoma Terapi -Ekstirpasi CYSTOSARCOMA FILOIDES -Jinak. simpai licin. kadang multipel. batas tegas. terutama 45 tahun Klinis -Mirip fibroadenoma yang besar. mengkilat. dapat bilateral (15%) -Benjolan bulat/lonjong. metastasis FIBROADENOMA -Pada wanita muda (15-30 tahun) . dapat jadi besar -Semua usia. cystosarkoma filoides -Papilloma intraduktal. dapat mencapai 20x30cm -Bulat/lonjong. setelah menopause tidak ditemukan -Tumor mamma paling sering Klinis -Soliter. padat kenyal. batas tegas -Tidak melekat / mobile -Tidak nyeri. venektasi Terapi -Eksisi luas -Subkutan mastektomi -Simple mastektomi -Radikal mastektomi KELAINAN FIBROKISTIK Pendahuluan Nama lain -Mastitis kronis kistik -Hiperplasia kistik -Mastopatia kistik -Displasia payudara -Mammaria displasia -Benjolan multiple dan bilateral. ada bagian kisteus -Tidak ada perlekatan. berbenjol-benjol -Konsistensi padat. nyeri saat haid -Usia 30-50 tahun .-Nekrosis lemak -Galaktokele Reaksi fisiologis tidak teratur -Penyakit fibrokistik Tumor jinak -Fibroadenoma. kadang bila ditekan -Pertumbuhan cepat saat hamil. dapat infiltrasi lokal -Dapat jadi ganas (15%) : malignant cystosarcoma philloides -Pertumbuhan cepat.

tidak berdarah) -Nyeri prahaid (siklus). payudara seluruhnya berbenjol -Pengeluaran cairan dari puting (jernih-hijau. jadi sebaiknya lakukan biopsi bila ragu -Perubahan dan fluktuasi gambaran klinis jelas : -Benjolan multiple. kadang membentuk fistel Galaktokele -Kista retensi yang berisi air susu yang mengental. lalu terjadi fibrosis MASTITIS Sel Plasma Nama lain : mastitis komedo -Radang subakut sistem duktus Klinis -Klinis sukar dibedakan dengan karsinoma -Massa keras. tidak membesar -Retraksi kulit. tumor soliter. tidak nyeri. tidak mobil. kista Terapi -Eksisi (terutama bila mengganggu) Papilloma Intraductal -Berasal dari duktus laktiferus -Lokasi terutama di bawah areola mamma Klinis -Sekresi berdarah dari puting Adenosis Sklerosis Klinis -Mirip kelainan fibrokistik Histologis -Proliferasi jinak Nekrosis lemak Klinis -Massa keras akibat cedera. retraksi puting akibat fibrosis periduktal -Pembesaran KGB (+) MASTITIS Akut -Pada minggu pertama laktasi. kadang terinfeksi . akibat stafillokokkus dan streptokokkus -Dapat berkembang jadi abses yang nyeri disertai demam -Stasis air susu sebagai predisposisi MASTITIS TBC -Abses dingin. batas tidak rata -Klinis sukar dibedakan dengan karsinoma Histologis -Nekrosis jaringan lemak.Klinis -Klinis lebih jelas/lebih hebat saat haid -Beri gambaran klinis dan histopatologis beragam.

hipoganids. antihipertensi. ulkus KARSINOMA PARU PENDAHULUAN -Di negara maju. sehingga dilatasi dan menyebabkan reaksi radang Klinis -Cairan berdarah atau serous dari puting -Cairan mirip mentega dari satu duktus -Retraksi di bawah putting -Abses. 1-10 batang : 15x. kemoterapi kanker Karsinoma Mamma Pria -Perjalanannya lebih cepat -Diagnosis sering agak terlambat -Curiga bila ada ginekomasti unilateral Klinis -Benjolan tanpa nyeri di belakang areola mamma -Sekresi dari papilla -Perubahan papilla/areola : retraksi. hepatoma.1 -Di Indonesia. fistel di pinggir areola Diagnosis banding -Penyakit paget’s -Mastitis tuberkulosa Ginekomasti -Hipertrofi payudara pria Etiologi -Pubertas. androgen. digitalis. usia 65 tahun -Penyakit : sirosis. tumor testis. tumor adrenal. kanker paru. bulat. progesteron. kisteus Fistel Paraareola -Akibat duktus tersumbat (sekret kental). 20-40 batang : 50x. penyebab kematian terbanyak setelah karsinoma nasofaring -Terutama pada umur 50-60 tahun. hipertiroid -Obat-obatan : estrogen. antidepresi. merupakan penyebab kematian no.-Akibat duktus laktiferus tersumbat pada ibu laktasi -Tumor batas tegas. > 40 batang : 70x ETIOLOGI . pria lebih banyak -Berhubungan erat dengan : -rokok. polusi udara -penyakit paru dengan fibrosis -Frekwensi berbanding lurus dengan jumlah rokok yang diisap dan lamanya.

Radiasi KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI WHO WP-L (Working Party Lung Cancer System) Karsinoma sel squamosa Karsinoma sel kecil -fusiform -poligonal -bentuk limfosit -bentuk lain Adenokarsinoma Bronkogenik -asiner -papiler Bronkhiolo-alveolar Karsinoma sel besar -solidum dengan musin -solidum tanpa musin -sel raksasa -sel jernih Karsinoma sel squamosa -diferensiasi baik -diferensiasi sedang -diferensiasi buruk Karsinoma sel kecil -berbentuk limfosit -intermediate cell Adenokarsinoma -diferensiasi baik -diferensiasi sedang -diferensiasi buruk -bronkhiolo-alveolar Karsinoma sel besar -berlapis -dengan musin -sel raksasa -sel jernih Karsinoma sel squamosa (epidermoid) -Sekitar 50-70% dari seluruh karsinoma paru.Multifaktorial ? 1. vinil klorida 3. Rokok (terutama kretek) -Tar yang dikandung oleh rokok merupakan bahan karsinogen 2. uranium. berilium. Polusi udara -Asbes. nikel. laki lebih banyak -Terutama terletak di bagian sentral (gejala obstruksi) -Berhubungan dengan kebisaan merokok -Umumnya pertumbuhan lambat. penyebaran umumnya limfogen -Sensitif sedang terhadap radioterapi . krom. arsen.

dikelilingi jaringan paru/pleura viseralis. takikardi.Adenokarsinoma -Sekitar 10-25%. soliter. sentrifugal (efusi pleura) -Sensitif kemoterapi. wanita lebih banyak -Terutama di perifer. cepat metastasis Adenoma (karsinoid bronkus) -Lokasi di mukosa bronkus besar -Bentuk polipoid atau plak. pria lebih banyak -Letak perifer. respon kurang terhadap radioterapi Karsinoma sel kecil -Sekitar 10-15%. agresif. radiologis/bronkoskop negatif Tumor < 3cm. umur muda. tetapi cepat residif -Paling ganas Karsinoma sel besar -Sekitar 5%. cepat metastasis -Biasanya ditemukan dalam stadium inoperabel -Sensitif radioterapi dan kemoterapi. diare) SISTEM TNM (AJCC/IUCC 1992) Tx T1 T2 T3 T4 N1 N2 N3 M1 Sitologis positif. agresif. banyak mengandung pembuluh darah -Invasi ke peribronkial : Collar button lesion -Termasuk kelompok APUD-omas. sering asimptomatik -Berhubungan dengan parut di parenkim paru (tidak berhubungan dengan kebiasaan merokok) -Pertumbuhan lambat. pria lebih banyak -Termasuk kelompok APUD-omas (sindroma neoplastik) -Ada hubungan dengan rokok -Letak terutama di sentral. menyebabkan sindroma karsinoid (muka merah. invasi tidak sampai bronkus lobus (belum sampai bronkus utama) Setiap tumor dengan : -garis tengah > 3 cm . produksi hormon.

leher. KGB skalenus dan supraklavikular ipsilateral/kontralateral Metastasis jauh M1 : Paru (pul). tetapi belum seluruh paru Tumor dengan segala ukuran dengan perluasan ke dinding dada. pleura mediastinalis. T2 No Mo T1 N1 Mo. T3 No Mo T3 N1 Mo. esofagus. pneumonitis obstruktif yang meluas ke hilus. tulang (oss). KGB (lym). difragma. kulit (ski). berhubungan dengan atelektasis atau pneumonitis obstruktif seluruh paru Tumor berbagai ukuran yang melibatkan mediastinum. otak (bra). korpus vertebra. lain-lain (oth) STADIUM / STAGE (AJCC/UICC) Stadium Interpretasi Occult Stadium 0 Stadium I Stadium II Stadium IIIA IIIB Stadium IV Tx No Mo Tis No Mo T1 No Mo. nyeri dada -Sebagian besar penderita kanker paru ditemukan dalam stadium lanjut Pancoast Tumor : tumor di perifer. peritoneum (per). lengan dan sindroma Horner (enoftalmus ipsilateral. tumor di bronkus utama < 2 cm distal karina. menyebabkan efusi pleura : sesak napas. jantung. apeks lobus superior. sumsum tulang (mar). erosi iga I.II dan vertebra servikal sehingga timbul rasa sakit bahu. pleura (pl).-mengenai bronkus utama sejauh 2 cm/lebih distal dari karina -mengenai pleura viseralis -berhubungan dengan atelektasis. T2 N1 Mo T1 N2 Mo. miosis) disertai anhidrosis yang melibatkan saraf simpatis Akibat pertumbuhan neoplastik . perikardium. hepar (hep). trakea. tanpa simptom -Tumor yang meluas sentrifugal. T2 N2 Mo. termasuk perluasan tumor secara langsung KGB mediastinum dan atau subkarina ipsilateral KGB hilus dan mediastinum kontralateral. T4 N semua Mo T semua N semua M1 GAMBARAN KLINIK -Stadium awal : tidak menimbulkan gejala klinis yang khas -Sekitar 25% penderita ditemukan secara kebetulan. karina atau tumor yang disertai efusi pleura malignant KGB peribronkial dan atau hilus ipsilateral. T3 N2 Mo T semua N3 Mo. pembuluh besar. ptosis. dapat menekan pleksus brakialis.

kelebihan hormon ADH. Anamnesis 2. paralise pita suara). ginjal. trombosit. faktor pembekuan. Pemeriksaan Radiologis -Thoraks foto PA. miastenia. abses paru -Lanjut : obstruksi bronkus : sesak neapas Akibat penekanan. polisitemia DIAGNOSIS 1. CT -Sitologi sputum -Pemeriksaan faal hati. neuropati. infiltrasi ke sekitar -Vena cava superior : sindroma vena cava superior -Esofagus : disfagi -Trakea : dispnea. Pemeriksaan laboratorium -Darah rutin. oblik . sitologi 4. polimiositis ensefalomielopati Jari tabuh. n. BT. hiperkalsemia Miopati. dermatomiositis Tromboflebitis migrans. neuropati Sindroma paraneoplastik Metabolik Neuromuskuler Skeletal Dermatologik Vaskuler Hematologik Sindroma cushing. hemoptoe jarang -Resistensi tubuh rendah (gangguan faal.-Iritasi dan gangguan mekanik : batuk.frenikus (paralise diafragma). n. n. retensi lendir bronkus): pneumonitis berulang.brakialis (sindroma pleksus brakialis) Metastasis -Pembesaran KGB -Gejala metastasis di organ jauh Kelainan yang belum jelas sebabnya -Generalized hypertrophic osteoarthropathy -Trombosis perifer berulang. termasuk status penampilan -Kelainan yang terlihat -Pemeriksaan dada dan paru -Tanda penyebaran tumor ke alat tubuh lain 3. kadar kalisium darah -Pemeriksaan cairan pleura : jumlah sel. jenis sel fosfatase lindi.rekurens (disfoni. Pemeriksaan fisis -Keadaan umum. sklerodem. stridor -Saraf : nyeri. trombosis arterial Anemia. lateral. osteoarthropati hipertropik Akantosis nigrikans.

USG. faal jantung dan organ lain Pembedahan Sifat Operasi Tindakan Pembedahan Pengang-katan tumor Diseksi KGB sempurna Metastasis kelenjar sisa Kuratif -Absolut -Relatif Nonkuratif -Absolut -Relatif + + + + + + + + + - . infiltrasi dinding -Perubahan lumen bronkus : stenosis. Biopsi transbronkial -Bila tumor letak perifer. CT scan. Biopsi transtorakal 8. faal paru. Punksi dan biopsi pleura 10. Mediastinoskopi 9. Pemeriksaan Bronkoskopi Kelainan yang mungkin ditemukan : -Kelainan dinding bronkus : tumor intrabronkial. bila tumor terletak di perifer 6. stadium). derajat (stage. MRI 5. status penampilan penderita -Umur.-Fluoroskopi : gerakan diafragma -Tomogram : pembesaran KGB hilus/mediastinum -Metastasis jauh : bone survey. obstruksi -Tak ada kelainan. liver scanning. Pemeriksaan sitologis dan histopatologis TERAPI Pengobatan tergantung : -Jenis histoligis. dilakukan melalui bronkoskop dengan sinar tembus 7. bone scanning.

dinding dada). Pancoast.+ + Kuratif : pada stadium I. vena cava superior. kecuali jenis sel kecil Paliatif : reduksi tumor sehingga radioterapi/kemoterapi lebih efektif : mengurangi obstruksi. tekanan mekanis.Graham (1933) : pertama kali pd orang dewasa Bentuk Operasi -Lobektomi : pengangkatan sbg lobus -Reseksi segmental -Pneumonektomi : pengangkatan paru secara total Indikasi Pneumonektomi Tergantung apakah kelainan tsb melibatkan paru secara luas atau tidak 1. Tuberkulosis 3. status penampilan buruk. perdarahan Radioterapi Kuratif : inoperabel (tumor di bronkus utama. hemoptoe Ajuvant : pasca reseksi kuratif (bila radikalitas diragukan) -Untuk karsinoma sel kecil -Kontra indikasi : -faal paru buruk -massa tumor terlalu besar -metastasis jauh Kemoterapi Paliatif : telah metastasis ke luar paru Ajuvant : bedah atau radiasi kuratif Kombinasi : -hari 1 : Cycloph 333mg. Nimustine 33mg/m2/iv -hari 1 dan 5 : Cisplatinum 25mg/bolus -hari 3 dan 5 : Methotrexate 27mg/m2/iv PROGNOSIS -Ketahanan hidup 1 tahun 20%.H.5% -Adenokarsinoma : 10 -12% -Karsinoma sel kecil : 1-2% -Karsinoma sel besar : 2-5% -Mixed : 5-10% PNEUMONEKTOMI Pendahuluan -Dupuytren dan Astley Cooper (abad ke-19) : empyema -Nissen (1931) : pneumonektomi pertama kali pd anak umur 12 tahun -E. Bronkhiektasis 2. batuk. atasi sind. sind. 5 tahun <10% -Karsinoma epidermoid : ketahanan hidup 5 tahun 5-7. menolak operasi) Paliatif : mengurangi nyeri (metastasis tulang. Adriam 27mg. Tumor : jinak/ganas .

transfusi multiple. Extended pneumonektomi -Disertai dgn struktur sekitar yg terlibat.laringeus rekuren dan n. misal : reseksi perikardium. Penyempitan akibat inflamasi atau trauma 5. Herniasi jantung -Akibat adanya defek pada perikardium 5. Parese n. ventilasi mekanis. Kegagalan pernapasan -Perpanjangan efek anastesi. Insisi posterolateral Komplikasi Pneumonektomi Intraoperatif 1. Lain-lain : abses. tapi tidak mencakup diseksi KGB regional -Misal pada : destroyed lung. Fistula esofagopleural 7. Obstruksi jalan napas -Kesalahan pemasangan endotrakeal tube — terlebih dahulu lakukan bronkoskopi dan pemakaian single lumen tube 3. Insifisiensi respiratory -Pada preoperatif terlebih dahulu periksa apakah penderita dapat mentoleransi penurunan fungsi paru selama operasi Postoperatif 1. diafragma Pendekatan Operasi 1. abses paru.phrenikus 8. Perdarahan postoperatif 3. dinding dada. kelebihan cairan. Simple atau standar pneumonektomi -Reseksi paru. Fistula bronkhopleural -Akibat adanya infeksi atau penutupan bronkhial/ struktur hilus tidak sempurna 2. fistula bronkhopleural 4. bronkiektasis. keganasan yg tidak melibatkan kelenjar limfe regional 2. bronkopulmoner sequestrasi. brokopulmoner sequestrasi Teknik 1. atrium. Pneumonektomi radikal -Disertai pengangkatan kelenjar limfe mediastinalis ipsilateral 3.4. Perdarahan -Akibat laserasi arteri pulmonalis atau cabang-cabangnya — jadi identifikasi terlebih dahulu 2. Empyema 6. Insisi transversal anterolateral Rienhoff 2. Trombus -Akibat kerusakan intima atau ruptur pada jahitan pembuluh darah — jadi gunakan jahitan kontinu 4. jamur. Infeksi luka operasi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful