ASKEP CA OVARIUM

Posted on March 30, 2011 by ainicahayamata ASKEP CA OVARIUM A. Pengertian Kanker Indung telur atau Kanker ovarium adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur) yang paling sering ditemukan pada wanita berusia 50 – 70 tahun. Kanker ovarium bisa menyebar ke bagian lain, panggul, dan perut melalui sistem getah bening dan melalui sistem pembuluh darah menyebar ke hati dan paru-paru. Kanker ovarium sangat sulit didiagnosa dan kemungkinan kanker ovarium ini merupakan awal dari banyak kanker primer. (Wingo, 1995)

B. Etiologi Penyebab kanker ovarium belum diketahui secara pasti. Akan tetapi banyak teori yang menjelaskan tentang etiologi kanker ovarium, diantaranya: 1. Hipotesis incessant ovulation Teori menyatakan bahwa terjadi kerusakan pada sel-sel epitel ovarium untuk penyembuhan luka pada saat terjadi ovulasi. Proses penyembuhan sel-sel epitel yang terganggu dapat menimbulkan proses transformasi menjadi sel-sel tumor. 2. Hipotesis androgen Androgen mempunyai peran penting dalam terbentuknya kanker ovarium. Hal ini didasarkan pada hasil percobaan bahwa epitel ovarium mengandung reseptor androgen. Dalam percobaan in-vitro, androgen dapat menstimulasi pertumbuhan epitel ovarium normal dan sel-sel kanker ovarium. C. Faktor Risiko 1. Diet tinggi lemak 2. Merokok 3. Alkohol 4. Penggunaan bedak talk perineal 5. Riwayat kanker payudara, kolon, atau endometrium 6. Riwayat keluarga dengan kanker payudara atau ovarium

7. Nulipara 8. Infertilitas 9. Menstruasi dini 10. Tidak pernah melahirkan

D. Tanda & Gejala Gejala umum bervariasi dan tidak spesifik. Pada stadium awal berupa : 1. Haid tidak teratur 2. Ketegangan menstrual yang terus meningkat 3. Menoragia 4. Nyeri tekan pada payudara 5. Menopause dini 6. Rasa tidak nyaman pada abdomen 7. Dispepsia 8. Tekanan pada pelvis 9. Sering berkemih 10. Flatulenes 11. Rasa begah setelah makan makanan kecil 12. Lingkar abdomen yang terus meningkat E. Stadium Stadium kanker ovarium primer menurut FIGO (Federation InternationalofGinecologies and Obstetricians ) 1987, adalah : STADIUM I –> pertumbuhan terbatas pada ovarium 1. Stadium 1a : pertumbuhan terbatas pada suatu ovarium, tidak ada asietas yang berisi sel ganas, tidak ada pertumbuhan di permukaan luar, kapsul utuh. 2. Stadium 1b : pertumbuhan terbatas pada kedua ovarium, tidak asietas, berisi sel ganas, tidak ada tumor di permukaan luar, kapsul intak.

3. Stadium 1c : tumor dengan stadium 1a dan 1b tetapi ada tumor dipermukaan luar atau kedua ovarium atau kapsul pecah atau dengan asietas berisi sel ganas atau dengan bilasan peritoneum positif. STADIUM II –> Pertumbuhan pada satu atau dua ovarium dengan perluasan ke panggul 1. Stadium 2a : perluasan atau metastasis ke uterus dan atau tuba 2. Stadium 2b : perluasan jaringan pelvis lainnya 3. Stadium 2c : tumor stadium 2a dan 2b tetapi pada tumor dengan permukaan satu atau kedua ovarium, kapsul pecah atau dengan asitas yang mengandung sel ganas dengan bilasan peritoneum positif.

STADIUM III –> tomor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant di peritoneum di luar pelvis dan atau retroperitoneal positif. Tumor terbatas dalam pelvis kecil tetapi sel histologi terbukti meluas ke usus besar atau omentum. 1. Stadium 3a : tumor terbatas di pelvis kecil dengan kelenjar getah bening negatif tetapi secara histologi dan dikonfirmasi secara mikroskopis terdapat adanya pertumbuhan (seeding) dipermukaan peritoneum abdominal. 2. Stadium 3b : tumor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant dipermukaan peritoneum dan terbukti secara mikroskopis, diameter melebihi 2 cm, dan kelenjar getah bening negativ. 3. . Stadium 3c : implant di abdoment dengan diameter > 2 cm dan atau kelenjar getah bening retroperitoneal atau inguinal positif. STADIUM IV –> pertumbuhan mengenai satu atau kedua ovarium dengan metastasis jauh. Bila efusi pleura dan hasil sitologinya positif dalam stadium 4, begitu juga metastasis ke permukaan liver.

F. Penegakan Diagnosa Medis Sebagian besar kanker ovarium bermula dari suatu kista. Oleh karena itu, apabila pada seorang wanita ditemukan suatu kista ovarium harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah kista tersebut bersifat jinak atau ganas (kanker ovarium). Ciri2 kista yang bersifat ganas yaitu pada keadaan :

Ø Kista cepat membesar

Ø Kista pada usia remaja atau pascamenopause Ø Kista dengan dinding yang tebal dan tidak berurutan Ø Kista dengan bagian padat Ø Tumor pada ovarium Pemeriksaan lanjutan untuk memperkuat dugaan ke arah kanker ovarium seperti : Ø USG dengan Doppler untuk menentukan arus darah Ø Jika diperlukan, pemeriksaan CT-Scan/ MRI Ø Pemeriksaan tumor marker seperti Ca-125 dan Ca-724, beta – HCG dan alfafetoprotein Semua pemeriksaan diatas belum bisa memastikan diagnosis kanker ovarium, akan tetapi hanya sebagai pegangan untuk melakukan tindakan operasi. G. Penatalaksanaan Sebagian besar kanker ovarium memerlukan pengobatan dengan kemoterapi. Hanya kanker ovarium stadium awal saja (stadium 1a dan 1b dengan derajat diferensiasi sel yang baik/sedang) yang tidak memerlukan kombinasi pengobatan. Kemoterapi diberikan sebanyak 6 seri dengan interval 3 – 4 minggu sekali dengan melakukan pemantauan terhadap efeh samping kemoterapi secara berkala terhadap sumsum tulang, fungsi hati, fungsi ginjal, sistem saluran cerna, sistem saluran cerna, sistem saraf dan sistem kardiovaskuler. Penatalaksanaan yang sesuai dengan stadium yaitu :
  

Operasi (stadium awal) Kemoterapi (tambahan terapi pada stadium awal) Radiasi (tambahan terapi untuk stadium lanjut

H. Asuhan Keperwatan 1. Pengkajian 1. Data diri klien Data biologis/fisiologis –> keluhan utama, riwayat keluhan utama 1. 2. 3. 4. 5. 6. Riwayat kesehatan masa lalu Riwayat kesehatan keluarga Riwayat reproduksi –> siklus haid, durasi haid Riwayat obstetric –> kehamilan, persalinan, nifas, hamil Pemeriksaan fisik Data psikologis/sosiologis–> reaksi emosional setelah penyakit diketahui

2. Diagnosa Keperawatan

1. Nyeri akut b.d agen cidera biologi 2. Perubahan citra tubuh dan harga diri b.d perubahan dalam penampilan fungsi dan peran 3. Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual b.d perubahan struktur atau fungsi tubuh, perubahan kadar hormone 4. Ketidakefektifan pola nafas b/d penurunan ekspansi paru karena desakan diafragma, bendungan cairan pleura 3.Tujuan dan Intervensi Diagnosa 1 : Nyeri akut b.d agen cidera biologi Defenisi : Pengalaman emosional dan sensori yang tidak menyenangkan yang muncul dari kerusakan jaringan secara secara aktual dan potensial atau menunjukkan adanya kerusakan. Serangan mendadak atau perlahan dari intensitas ringan sampai berat yang diantisipasi atau diprediksi durasi nyeri kurang dari 6 bulan. Batasan Karakteristik :
           

Melaporkan nyeri secara verbal dan non verbal Tingkah laku berhati hati Muka topeng Gangguan tidur Fokus pada diri sendiri Fokus menyempit (penurunan persepsi waktu,kerusakan proses berfikir,penurunan interaksi dengan orang dan lingkungan) Tingkah laku distraksi(jalan jalan, menemui orang,aktifitas berulang ) Respon otonom(diaphoresis, perubahan tekanan darah ,perubahan napas nadi,dilatasi pupil) Perubahan otonom dalm dalam tonus otot (dalam rentang lemah ke kaku) Tingkah laku ekspresif(gelisah merintih,menangis,waspada iritabel,napas panjang mengeluh Perubahan dalam nafsu makan Fakta dari observasi

Faktor yang Berhubungan :

Agen injuri (biologis, kimia, fisik, psikologis)

NOC:
  

Pain level Pain control Comfort level

Intervensi :
  

Manajemen nyeri Pemberian Analgesik Pemberian obat penenang

NIC MANAJEMEN NYERI Defenisi: pengurangan rasa nyeri serta peningkatan kenyamanan yang bisa diterima oleh pasien Aktivitas:
     

        

   

  

Lakukan penilaian nyeri secara komprehensif dimulai dari lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas dan penyebab. Kaji ketidaknyamanan secara nonverbal, terutama untuk pasien yang tidak bisa mengkomunikasikannya secara efektif Pastikan pasien mendapatkan perawatan dengan analgesic Gunakan komunikasi yang terapeutik agar pasien dapat menyatakan pengalamannya terhadap nyeri serta dukungan dalam merespon nyeri Pertimbangkan pengaruh budaya terhadap respon nyeri Tentukan dampak nyeri terhadap kehidupan sehari-hari (tidur, nafsu makan, aktivitas, kesadaran, mood, hubungan sosial, performance kerja dan melakukan tanggung jawab sehari-hari) Evaluasi pengalaman pasien atau keluarga terhadap nyeri kronik atau yang mengakibatkan cacat Evaluasi bersama pasien dan tenaga kesehatan lainnya dalam menilai efektifitas pengontrolan nyeri yang pernah dilakukan Bantu pasien dan keluarga mencari dan menyediakan dukungan. Gunakan metoda penilaian yang berkembang untuk memonitor perubahan nyeri serta mengidentifikasi faktor aktual dan potensial dalam mempercepat penyembuhan Tentukan tingkat kebutuhan pasien yang dapat memberikan kenyamanan pada pasien dan rencana keperawatan Menyediakan informasi tentang nyeri, contohnya penyebab nyeri, bagaimana kejadiannya, mengantisipasi ketidaknyamanan terhadap prosedur Kontrol faktor lingkungan yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada pasien (suhu ruangan, pencahayaan, keributan) Mengurangi atau menghapuskan faktor-faktor yang mempercepat atau meningkatkan nyeri (spt:ketakutan, fatique, sifat membosankan, ketiadaan pengetahuan) Mempertimbangkan kesediaan pasien dalam berpartisipasi, kemampuannya dalam berpartisipasi, pilihan yang digunakan, dukungan lain dalam metoda, dan kontraindikasi dalam pemilihan strategi mengurangi nyeri Pilihlah variasi dari ukuran pengobatan (farmakologis, nonfarmakologis, dan hubungan atar pribadi) untuk mengurangi nyeri Pertimbangkan tipe dan sumber nyeri ketika memilih metoda mengurangi nyeri Mendorong pasien dalam memonitor nyerinya sendiri Ajari untuk menggunakan tehnik non-farmakologi (spt: biofeddback, TENS, hypnosis, relaksasi, terapi musik, distraksi, terapi bermain, acupressure, apikasi hangat/dingin, dan pijatan ) sebelum, sesudah dan jika memungkinkan, selama puncak nyeri , sebelum nyeri terjadi atau meningkat, dan sepanjang nyeri itu masih terukur. Kolaborasikan dengan pasien dan tenaga kesehatan lainnya untuk memilih dan mengimplementasikan metoda dalam mengatasi nyeri secara non-farmakologi. Menyediakan analgesic yang dibutuhkan dalam mengatasi nyeri Menggunakan Patient-Controlled Analgesia (PCA)

dosis. dan hal lain yang mendukung dalam proses manajemen nyeri Menyediakan informasi yang akurat untuk meningkatkan pengetahuan keluarga terhadap respon nyeri Menyertakan keluarga dalam mengembangkan metoda mengatasi nyeri Monitor kepuasan pasien terhadap manajemen nyeri ynag diberikan dalam interval yang ditetapkan. serta melibatkan pasien dalam pemilihan tersebut Tentukan jenis analgesic yang digunakan (narkotik. dan frekuensi yang ditentukan analgesic Cek riwayat alergi obat Mengevaluasi kemampuan pasien dalam pemilihan obat penghilang sakit. rute. Memberikan perawatan yang dibutuhkan dan aktifitas lain yang memberikan efek relaksasi sebagai respon dari analgesi . non narkotik atau NSAID) berdasarkan tipe dan tingkat nyeri. dan intensitas nyeri sebelum mengobati pasien Periksa order/pesanan medis untuk obat. catat perubahan dalam catatan medis dan informasikan kepada tenaga kesehatan yang lain Evaluasi efektifitas metoda yang digunakan dalam mengontrol nyeri secara berkelanjutan Modifikasi metode kontrol nyeri sesuai dengan respon pasien Anjurkan untuk istirahat/tidur yang adekuat untuk mengurangi nyeri Dorong pasien untuk mendiskusikan pengalamannya terhadap nyeri Beritahu dokter jika metoda yang digunakan tidak berhasil atau jika ada komplain dari pasien mengenai metoda yang diberikan Informasikan kepada tenaga kesehatan yang lain/anggota keluarga tentang penggunaan terapi non-farmakologi yang akan digunakan oleh pasien Gunakan pendekatan dari berbagai disiplin ilmu dalam manajemen nyeri Mempertimbangkan pasien. jika mungkin Hindari pemberian narkotik dan obat terlarang lainnya. Tentukan analgesic yang cocok. PEMBERIAN ANALGESIC Defenisi: menggunakan agen farmakologi untuk mengurangi nyeri Akatifitas:           Menentukan lokasi . mutu. menurut agen protokol Monitor TTV sebelum dan sesudah pemberian obat narkotik dengan dosis pertama atau jika ada catatan luar biasa.              Gunakan cara mengontrol nyeri sebelum menjadi menyakitkan (puncak nyeri) Pengobatan sebelum beraktivitas untuk meningkatkan partisipasi . keluarga. dan dosis. rute pemberian dan dosis optimal. Utamakan pemberian secara IV dibanding IM sebagai lokasi penyuntikan. tapi evaluasi resiko pemberian obat penenang Pastikan pretreatmen strategi analgesi dan/ non-farmakologi sebelum prosedur nyeri hebat Kaji tingkat ketidaknyamanan bersama pasien. karakteristik.

d perubahan struktur atau fungsi tubuh. depresi. pengamatan juga diakukan melihat adanya tanda dan gejala buruk atau tidak menguntungkan ( berhubungan dengan pernapasan. perubahan pada respons individu . serta membuat rekomendasi spesifik berdasar pada prinsip equianalgesic Mengajari tentang penggunaan analgesic. Kaji perasaan klien tentang citra tubuh dan tingkat harga diri Berikan dorongan untuk keikutsertaan kontinyu dalam aktifitas dan pembuatan keputusan Berikan dorongan pada klien dan pasangannya untuk saling berbagi kekhawatiran tentang perubahan fungsi seksual dan menggali alternatif untuk ekspresi seksual yang lazim Diagnosa 3 : Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual b. terutama sekali opioids(karena resiko kecanduan tinggi) Mengevaluasi efektivitas analgesic pada interval tertentu. catat efek yang merugikan Mengevaluasi dan mendokumentasikan tingkat pemberian obat penenang pada pasien yang menerima opioids Tindakan pesawat untuk mengurangi efek merugikan dari analgesic (contoh : konstipasi dan iritasi lambung) Kolaborasikan dengan dokter jika terjadi perubahan obat. untuk memelihara tingkatan serum Lakukan tindakan pengamanan pada pasien dengan obat analgesic narkotik Instruksikan untuk menggunakan pengobatan PRN sebelum nyeri bertambah Menginformasikan individu yang mendapatkan analgesic narkotika. baik sendiri atau bersama dengan pil opioids.d perubahan dalam penampilan fungsi dan peran Tujuan : KLien Intervensi : dapat memperbaiki persepsi citra tubuh dan harga dirinya. terutama setelah dosis awal. atau interval. – Mengidentifikasi kepuasan/ praktik seksual yang diterima dan beberapa alternatif cara mengekspresikan keinginan seksual Intervensi: Mendengarkan pernyataan klien dan pasangan Diskusikan sensasi atau ketidaknyamanan fisik. dosis. perubahan kadar hormon Tujuan : -KLien menyatakan paham tentang perubahan struktur dan fungsi seksual. mual muntah. dan harapan untuk keterlibatan dalam membuat keputusan dalam manajemen nyeri Diagnosa 2 : Perubahan citra tubuh dan harga diri b.              Cek pemberian analgesic selama 24 jam untuk mencegah terjadinya puncak nyeri tanpa rasa sakit.bahwa pasien akan merasa mengantuk hingga 2 sampai 3 hari kemudian kembali normal Mengkaji pengetahuan pasien atau anggota keluarga mengenai analgesic. rute pemberian. terutama dengan nyeri yang menjengkelkan Set harapan positif mengenai efektivitas obat analgesic untuk mengoptimalkan respons pasien Mengurus adjuvant analgesic dan/atau pengobatan ketika memerlukan tindakan tanpa rasa sakit Mempertimbangkan penggunaan infus secara terus menerus. mulut kering dan konstipasi) Dokumentasikan respon pasien tentang analgesic. strategi ke menurunkan efek samping.

Kaji informasi klien dan pasangan tentang anatomi/ fungsi seksual dan pengaruh prosedur pembedahan Identifikasi faktor budaya/nilai budaya Bantu klien untuk menyadari atau menerima tahap berduka Dorong klien untuk menyadari atau menerima tahap berduka Dorong klien untuk berbagi pikiran/masalah dengan orang terdekatnya Berikan solusi masalah terhadap masalah potensial. ex : menunda koitus seksual saat kelelahan Diagnosa 4:Ketidakefektifan pola nafas b/d penurunan ekspansi paru karena desakan diafragma. Status Pernapasan: Kepatenan Jalan Napas Definisi: Saluran trakheobronkial tetap terbuka Indikasi . bendungan cairan pleura Defenisi: inspirasi dan atau ekspirasi yang tidak menyediakan ventilasi yang adekuat NOC 1. Status Respirasi : Ventilasi Defenisi : Pergerakan udara masuk dan keluar dari paru Indikator               Rata-rata Pernafasan dalam rentang yang diharapkan Irama pernafasan dalam rentang yang diharapkan Kedalaman pernafasan Ekspansi dada yang simetris Mudah bernafas Pengeluaran sputum keluar dari jalan nafas Keadekuatan vocal Ekpulsi udara Tidak ada penggunaan otot-otot bantu pernafasan Tidak ada bunyi nafas Tidak ada retraksi dada Tidak ada nafas pendek Auskultasi bunyi pernafasan dalam rentang yang diharapkan Tidak ada dipnea 2.

Status tanda tanda vital Defenisi : temperatur. berbalik. system pernapasan. dan tekanan darah berada dalam rentang normal Indikator       Suhu Frekuensi Frekuensi Frekuensi napas TD sistolik TD diastolik NIC 1. nadi. suhu tubuh untuk menentukan dan mencegah terjadinya komplikasi. dan batuk Instruksikan bagaimana batuk efektif Berikan bronkodilator sesuai dengan kebutuhan Berikan pengobatan aerosol sesuai dengan kebutuhan Atur posisi untuk mengurangi dipsnea Pantau status pernapasan dan oksigenasi sesuai dengan kebutuhan 2. Aktifitas: . pemantauan tanda-tanda vital Defenisi: pengumpulan dan analisis data dari system kardiovaskuler. Manajemen jalan nafas Defenisi: memfasilitasi kepatenan jalan nafas Aktivitas:             Buka jalan nafas.sesuai dengan kebutuhan Lakukan fisioterapi dada sesuai dengan kebutuhan Bersihkan secret dengan menganjurkan batuk atau dengan menggunakan penghisapan Dukung untuk bernafas pelan.       Demam tidak ada Ansietas tidak ada Sesak tidak ada Frekuensi napas IER* Irama napas IER Keluaran sputum dari jalan napas Tidak ada suara napas tambahan 3. gunakan teknik chin lift atau jaw thrust (dagu diangkat atau rahang ditinggikan) sesuai dengan kebutuhan Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi Identifikasi kebutuhan pasien akan insersi jalan nafas actual Masukkan jalan nafas melalui mulut atau nasofaring . dalam.

dan pernafasan sebelum. KGB. Definisi Kanker epitel ovarium atau dikenal dengan kanker indung telur yang berasal dari sel epitel. http://ainicahayamata. Monitor tekanan darah.com/2011/03/30/askep-ca-ovarium/ Asuhan Keperawatan Kanker Ovarium Posted: 18 November 2011 in Kumpulan Askep Tag:Kanker. suhu tubuh dan status pernapasan Catat arah dan luas ketidaktetapan tekanan darah. Kasus lainnya adalah jenis yang jarang terjadi dari kanker ovarium yaitu kanker yang berkembang dari sel – sel pembentuk telur kuman atau dari jaringan pendukung (stroma) dari organ jinak (nonkanker) tumor dan kista juga ditemukan di ovarium dan jauh lebih umum daripada kanker ovarium. dan berdiri Auskultasi tekanan darah dikedua lengan dan bandingkan. Jenis yang paling umum kanker ovarium muncul dari epitel sel (lapisan luar sel) dari permukaan ovarium. Klasifikasi Jenis kanker ovarium meliputi: . Monitor irama dan kecepatan jantung.duduk. Kanker ovarium bisa menyebar secara langsung ke daerah di sekitarnya dan melalui sistem getah bening bisa menyebar ke bagian lain dari panggul dan perut.            Monitor tekanan darah. Monitor pola pernafasan yang abnormal. denyut nadi. dan sesudah melakukan kegiatan. ovarium 0 A. Monitor adanya laporan tanda dan gejala dari hipotermi dan hipertermi. B. Melalui pembuluh darah. Ambil denyut nadi apical dan radial secara bersamaan dan catat perbedaannya. Monitor jumlah dan kualitas denyut nadi.wordpress. Kanker ovarium sebenarnya merupakan sekelompok tumor yang berbeda yang timbul dari beragam jenis jaringan yang terkandung dalam ovarium . selama. kanker bisa menyebar ke hati dan paru-paru. Monitor luas dan sempit tekanan darah. nadi. Monitor adanya sianosis. Kanker Indung Telur (Kanker Ovarium) adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur). Monitor tekanan darah ketika pasien berbaring.

Makroskopis mengenai intraperitoneal diameter > 2 cm . kapsul utuh.1. Mengenai permukaan ovarium Kapsul ruptur Ascites (+) Stadium III kanker meluas mengenai organ pelvis dan intraperitoneal III A Makroskopis : terbatas 1 / 2 ovarium Mikroskopis : mengenai intraperitoneal III B III C Makroskopis : mengenai intraperitoneal diameter < 2 cm. Kanker ovarium paling banyak ditemui adalah tumor epitel. 3. Klasifikasi stadium kanker ovarium berdasarkan FIGO (International Federation of Gynecology and Obstetrics Stadium I terbatas pada 1 / 2 ovarium IA IB IC Mengenal 1 ovarium. Disebut tumor epitel. KGB (-) 1. 1.. kapsul utuh. mulai dalam jaringan ovarium yang menghasilkan hormon estrogen. Kanker yang dimulai dalam sel yang memproduksi telur. 3. ovarium kanker ini cenderung terjadi pada wanita muda. kanker ini dimulai pada lapisan tipis jaringan yang menutupi bagian luar ovarium. Kanker yang dimulai dalam sel-sel memproduksi hormon-kanker ini. 3. ascites (-) Mengenai 2 ovarium. 2. Disebut tumor stroma. ascites (-) Kriteria I A / I B disertai 1 > lebih keadaan sbb : 1. II A II B II C Mengenai permukaan luar ovarium Kapsul ruptur Ascites (+) Stadium II perluasan pada rongga pelvis Mengenai uterus / tuba fallopi / keduanya Mengenai organ pelvis lainnya Kriteria II A / II B disertai 1 / > keadaan sbb : 1. Disebut tumor sel germinal. progesteron dan testosteron. Meluas mengenai KGB dan / 2. 2. 2.

Etiologi Tidak jelas apa yang menyebabkan kanker ovarium. penyebaran hematogen secara klinis yang tidak biasa pada awal proses penyakit. sel-sel ini dapat dimasukkan ke dalam ovarium. Penyebaran intraperitoneal adalah karakteristik yang paling umum dan diakui dari kanker ovarium.Derajat keganasan kanker ovarium 1. Secara umum. Seperti dibahas selanjutnya. Adanya akumulasi sel abnormal akan membentuk suatu massa (tumor). Patofisiologi Kebanyakan teori patofisiologi kanker ovarium meliputi konsep yang dimulai dengan dedifferentiation dari sel-sel yang melapisi ovarium. dan administrasi kemoterapi intraperitoneal. dan bagian transdiaphragmatic. operasi debulking. . Derajat 1 : differensiasi baik Derajat 2 : differensiasi sedang Derajat 3 : differensiasi buruk Dengan derajat differensiasi semakin rendah pertumbuhan dan prognosis akan lebih baik. 4. Selsel ganas dapat implan di mana saja dalam rongga peritoneal tetapi lebih cenderung untuk menanamkan di situs statis sepanjang sirkulasi cairan peritoneum. meskipun tidak jarang terjadi pada pasien dengan penyakit lanjut. D. C. mekanisme penyebaran mewakili pemikiran untuk melakukan pementasan bedah. Sel sehat tumbuh dan berkembang biak pada tingkat yang ditetapkan. wanita yang kehamilan pertamanya terjadi di usia dini dan wanita yang memakai pil KB. dan mereka tidak mati. Efek perlindungan terhadap kanker ovarium ditemukan pada wanita yang memiliki banyak anak. implantasi intraperitoneal. paru-paru. 2. akhirnya mati pada waktu yang ditetapkan. 3. Karsinoma ovarium bisa menyebar dengan ekstensi lokal. 3. Selama ovulasi. invasi limfatik. prostat dan rahim (menunjukkan adanya sindroma Lynch II). Sel-sel kanker tumbuh dan berkembang di luar kendali. Obat kesuburan Pernah menderita kanker payudara Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara dan/atau kanker ovarium Riwayat keluarga yang menderita kanker kolon. Kanker ovarium biasanya menyebar ke permukaan peritoneum dan omentum. Faktor resiko tejadinya kanker ovarium adalah: 1. kanker dimulai ketika selsel sehat mengalami mutasi genetik yang mengubah sel normal menjadi sel abnormal. penyebaran hematogen. Sel kanker menginvasi jaringan terdekat dan dapat pecah dari tumor awal untuk menyebar ke tempat lain dalam tubuh (metastasis). Sebaliknya. di mana mereka kemudian berkembang biak. 2.

biasanya fluktuatif. Seorang wanita dengan kanker ovarium dapat didiagnosis dengan cara membandingkan dengan kondisi lain sebelum akhirnya memahami dia menderita kanker. Gejala-gejala dyspepsia 4. 4. 6. 13. anemia dan berat badannya menurun. Gejala dan tanda klinis dari KO yang biasa dijumpai adalah sebagai berikut: Tanda dan Gejala 1. Gejala awalnya berupa rasa tidak enak yang samar-samar di perut bagian bawah Tekanan pada perut. Studi terbaru menunjukkan bahwa wanita dengan kanker ovarium lebih mungkin dibandingkan perempuan lain untuk secara konsisten mengalami gejala berikut: 1. Nyeri perut 3. dan secara bertahap memburuk. Di dalam perut terkumpul cairan dan perut membesar akibat ovarium yang membesar ataupun karena penimbunan cairan. 8. Gangguan buang air kecil/besar XXX XX XX . pembesaran payudara atau peningkatan pertumbuhan rambut. Gejala tersebut meliputi gangguan pencernaan. merasa kenyang. 7. 12. Kadang kanker ovarium melepaskan hormon yang menyebabkan pertumbuhan berlebih pada lapisan rahim. Pada saat ini penderita mungkin akan merasakan nyeri panggul. Manifestasi Klinis Gejala kanker ovarium tidak spesifik dan lebih mirip gejala-gejala umum seperti gejala gangguan pencernaan atau kandung kemih. konstan. 11. 2. Pembesaran perut XXXX Frekuensi Relatif 2. bengkak atau kembung Urinary urgensi Rasa tidak nyaman atau sakit panggul Mual Sembelit Sering buang air kecil Kehilangan nafsu makan atau cepat merasa kenyang Peningkatan ketebalan perut atau pakaian ketat pas di pinggang Anda Sakit saat hubungan seksual (dispareunia) Kekurangan energy Punggung sakit Perubahan menstruasi Panggul terasa berat Perdarahan pervaginam Ovarium yang membesar pada wanita pasca menopause bisa merupakan pertanda awal dari kanker ovarium. 14. 9.E. 3. 5. Kanker ovarium. yang cenderung untuk datang dan hilang atau terjadi dalam situasi tertentu atau setelah makan makanan tertentu. 15. 10. Kunci utama untuk memahami kanker ovarium adalah tanda-tanda dan gejala yang terus memburuk.

Pemeriksan darah lengkap Pemeriksaan kimia darah Serum HCG Alfa fetoprotein Analisa air kemih Pemeriksaan saluran pencernaan Laparatomi CT scan atau MRI perut. 10. 5. Pemeriksaan panggul. Pembedahan untuk mengangkat contoh jaringan untuk pengujian. sehingga prosedur tidak akan memerlukan sayatan yang lebih besar. Dia atau dia juga menyisipkan sebuah alat yang disebut spekulum ke dalam vagina. CA 125 adalah protein yang ditemukan pada permukaan sel kanker ovarium dan beberapa jaringan sehat. Spekulum vagina terbuka sehingga dokter Anda secara visual dapat memeriksa vagina dan leher rahim untuk kelainan. Penurunan berat badan 6. USG membantu dokter menyelidiki ukuran. 4. seorang ahli onkologi ginekologi membuat sayatan di perut dan mengesplorasi rongga perut untuk mendeteksi adanya kanker. dokter dengan hati-hati memeriksa bagian luar alat kelamin terkena (vulva). Namun. CA 125 tes darah. dokter anda dapat merekomendasikan operasi untuk mengkonfirmasi diagnosis. dan banyak perempuan dengan stadium awal kanker ovarium yang normal memiliki kadar CA 125. tetapi dapat digunakan untuk memantau bagaimana perawatan Anda maju. Pembesaran kelenjar inguinal F. Jika kanker ditemukan. bentuk dan konfigurasi ovarium Anda. 9. Penatalaksanaan . Prosedur ini disebut USG transvaginal. Gangguan haid 7. dan kemudian memasukkan dua jari dari satu tangan ke dalam vagina dan sekaligus menekan sisi lain di perut untuk merasakan rahim anda dan ovarium. 12. USG menggunakan frekuensi tinggi gelombang suara untuk menghasilkan gambar dari bagian dalam tubuh. Dalam beberapa kasus. Selama operasi. 2. 6. Selama pemeriksaan panggul. dokter Anda mungkin memasukkan penyelidikan USG ke dalam vagina Anda. Ahli bedah dapat mengumpulkan sampel cairan perut dan menghapus ovarium untuk pemeriksaan oleh seorang ahli patologi. tes CA 125 tidak biasanya digunakan untuk mendiagnosa atau ke layar untuk kanker ovarium. Pemeriksaan Diagnostik XX XX X Pemeriksaan yang biasa dilakukan: 1. Pencitraan USG dapat membuat gambar dari struktur dekat ovarium Anda. Banyak wanita dengan kanker ovarium memiliki tingkat abnormal tinggi CA 125 dalam darah mereka. Untuk membuat gambar dari ovarium Anda. 3. seperti rahim anda. ahli bedah dapat membuat beberapa sayatan kecil di perut Anda dan masukkan alat-alat bedah khusus dan sebuah kamera kecil.5. 8. 11. 7. ahli bedah segera mungkin mulai operasi untuk menghapus sebanyak mungkin kanker. Untuk alasan ini. sejumlah kondisi non-kanker juga menyebabkan peningkatan kadar CA 125. G. Jika tes lain menyarankan Anda mungkin memiliki kanker ovarium.

Radioterapi Teleterapi pelvis dan abdomen dan penetesan isotop radioaktif pada rongga peritoneal digunakan pada wanita dengan kanker ovarium tahap awal (stadium I dan II). merupakan kandidat utama terapi P32 ini. Kanker ovarium germinal : . Stadium II: Pilihan terapi utama operasi disertai kemoterapi atau radioterapi. angka kesembuhan atau kemungkinan hidup. doksorubisin. Pasien yang memiliki residu penyakit yang terbatas. harapan hidup selama 5 tahun mencapai 90%. Altretamine. Secara keseluruhan. dengan terapi ajuvan memperpanjang waktu remisi dengan harapan hidup selama 5 tahun mendekati 80 %. 1. Stadium III dan IV: sedapat mungkin massa tumor dan daerah metastasis sekitarnya diangkat (sitoreduktif) berupa pengeluran asites. 1. kemoterapi sistemik. omentektomi. Isotop radioaktik (P32) digunakan sebagai terapi residual kanker pada rongga peritoneum. reseksi daerah permukaan peritoneal. Operasi Pada umumnya dilakukan: -Histerektomi total yaitu mengangkat rahim dengan organ sekitarnya -Salpingo ooporekmitomi yaitu mengangkat kedua ovarium dan kedua saluran tuba fallopii -Omentektomi yaiut mengangkat lipatan selaput pembungkus perut yang memanjang dari lambung ke alat-alat perut 1. dan etoposid juga menunjukkan hasil yang bervariasi dari 27% sampai 78%. 1. Kanker ovarium epitelial : Stadium I : Pilihan terapi stadium I dengan derajat diferensiasi baik sampai sedang. karboplatin. ifosfamid. radioterapi. kombinasi terapi sistematik dengan takson. kurang dari 2cm.1. thiotepa dan siklosfosfamid secara sistematik menunjukkan aktivitas yang baik. Kemoterapi Penggunaan melphana. lalu dilanjutkan dengan pengobatan tambahan seperti kemoterapi. pada stadium I dengan diferensiasi buruk atau stadium IC pilihan terapi berupa: radioterapi. operasi salpingo-ooforektomi bilateral (operasi pengangkatan tuba fallopi dan ovarium) atau disertai histerektomi abdominal total (pengangkatan uterus) dan sebagian jaringan abdominal. 5-FU. pengobatan kanker ovarium dilakukan dengan tindakan operasi. jika masih memungkinkan salpingo-ooforektomi bilateral dilanjutkan terapi ajuvan kemoterapi dan atau radioterapi. sisplastin. dan usus. sisplatin. siklofosfamid meningkatkan respon terapi. histerektomi total abdominal. Pengobatan Pada umumnya. dan imunoterapi.

dikenal sebagai profilaksis ooforektomi. Tubal ligasi atau histerektomi. Operasi ini. Pencegahan Beberapa faktor muncul untuk mengurangi risiko kanker indung telur. dan mengurangi risiko kanker payudara hingga 50 persen. 4. Perempuan yang berada pada risiko yang sangat tinggi mengalami kanker ovarium dapat memilih untuk memiliki indung telur mereka diangkat sebagai cara untuk mencegah penyakit. bahkan jika tidak ada mutasi genetik yang telah diidentifikasi. pastikan untuk membahas pro dan kontra dengan dokter Anda. Komplikasi 1. dianjurkan terutama bagi perempuan yang telah dites positif untuk mutasi gen BRCA atau wanita yang mempunyai sejarah keluarga yang kuat payudara dan kanker ovarium. Kombinasi standar sistemik kemoterapi berupa TP (paclitaxel + cisplatin atau carboplatin). 3. 2. 3. Kehamilan dan menyusui. risiko kanker ovarium. Penyebaran kanker ke organ lain Progressive function loss of various organs Fungsi progresif hilangnya berbagai organ Ascites (fluid in the abdomen) Ascites (cairan di perut) Intestinal Obstructions Usus Penghalang . tetapi jarang bentuk kanker yang disebut kanker peritoneal primer. para wanita yang menggunakan kontrasepsi oral selama lima tahun atau lebih mengurangi risiko kanker ovarium sekitar 50 persen. termasuk peningkatan risiko osteoporosis. Kontrasepsi oral(pil KB). Memiliki paling tidak satu anak menurunkan risiko Anda mengalami kanker ovarium. jika ovarium diangkat sebelum menopause. CP (cyclophosphamide + cisplatin). penyakit jantung dan kondisi lain. Selain itu. Kanker ovarium stromal : Operasi yang dilanjutkan dengan kemoterapi. profilaksis ooforektomi menginduksi menopause dini. I. yang dengan sendirinya mungkin memiliki dampak negatif pada kesehatan Anda. tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan. CC (cyclophosphamide + carboplatin). Jika Anda sedang mempertimbangkan setelah prosedur ini dilakukan. Dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah menggunakan mereka. Setelah tabung Anda diikat atau memiliki histerektomi dapat mengurangi risiko kanker ovarium. termasuk: 1. wanita yang pernah diangkat indung telur mereka masih bisa mendapatkan yang serupa. 2. sesuai dengan ACS. H. Studi menunjukkan bahwa ooforektomi profilaksis menurunkan risiko kanker ovarium hingga 95 persen.Disgerminoma: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dimana kanker ditemukan dilanjutkan radioterapi atau kemoterapi. Menyusui anak-anak juga dapat mengurangi risiko kanker ovarium. Tumor sel germinal lainnya: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dilanjutkan kemoterapi. Profilaksis ooforektomi mengurangi. Karena kanker ovarium biasanya berkembang di lapisan tipis rongga perut yang meliputi ovarium.

100 kasus baru kanker indung telur. Prognosis Kanker ovarium biasanya memiliki yang buruk prognosis. 4. usus. lapisan dinding usus (omentum) dan. Ini tidak proporsional mematikan karena kekurangan apapun deteksi dini jelas atau tes skrining.Sel-sel dapat implan di lain perut (peritoneal) struktur. Kanker indung telur memiliki angka kematian yang tinggi. L. Lebih dari 60% dari perempuan dengan kanker ini memiliki stadium III atau stadium IV kanker. usus dan lapisan dinding usus omentum pertumbuhan tumor yang membentuk baru sebelum kanker bahkan dicurigai. 5. dari 23. kandung kemih . Ansietas berhubungan dengan stres akibat kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan penatalaksanaannya. J. ketika ia telah menyebar ke luar ovarium. termasuk rahim. Angka kejadian kanker epitel ovarium rendah pada negara berkembang dan Jepang. Tujuan : Dalam 2x 24 jam rasa nyeri berkurang Kriteria Hasil : Setelah diberi tindakan keperawatan skala nyeri berkurang menjadi 4. Puncaknya terjadi pada wanita usia 60-64 tahun. lebih jarang. Nyeri berhubungan dengan penekanan perut bagian bawah akibat kanker metastasis.000 atau separuh lebih wanita meninggal karena penyakit ini. 3. Diagnose keperawatan 1. Nyeri berhubungan dengan penekanan perut bagian bawah akibat kanker metastasis. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan gangguan pernafasan akibat penekanan asites pada diafragma. sekitar 14. Gangguan citra diri berhubungan dengan pembesaran perut. Kanker epitel ovarium jarang didapatkan pada wanita berusia < 40 tahun. yang berarti bahwa kebanyakan kasus tidak terdiagnosis sampai mereka telah mencapai stadium lanjut. muntah. Intervensi 1. Kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual. dan gangguan GI akibat adanya kanker metastasis. 6. Kanker ovarium paling sering ditemukan pada wanita yang berusia 50-70 tahun dan 1 dari 70 wanita menderita kanker ovarium. kandung kemih. 2. Baca juga Kanker Serviks K. ke paru-paru. Intervensi 1. Perubahan Pola eliminasi urin berhubungan dengan penekanan tumor pada pelvis. Kanker ovarium gudang sel ke dalam cairan alami dalam rongga perut. Kolaburasi tindakan pembedahan Rasional a. Sel-sel kemudian dapat implan di lain perut (peritoneal) struktur. termasuk rahim . Kanker indung telur merupakan penyebab kematian ke-5 terbanyak di Amerika Serikat dan merupakan salah satu dari 7 keganasan tersering di seluruh dunia. Pembedahan bertujuan untuk .

Istirahat dapat mengurangi konsumsi O2 klien b. 2. terapi oksigen dibutuhkan jika klien membutuhkan O2 lebih e.Menghilangkan rasa nyeri c. dan gangguan GI akibat adanya kanker metastasis. Kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual. Kolaborasi pemberian terapi oksigen e.Klien tidak mengeluh sesak . 1. menghilangkan faktor utama penyebab nyeri. longgarkan baju klien d. 2.Merelaksasi otot – otot tubuh e. Tujuan : Dalam 2x 24 jam nutrisi pasien terpenuhi . Batasi aktivitas dan mobilisasi klien Rasional a. 2. Kolabarasi untuk pemberian terapi analgesik. Baju klien yang longgar mempermudah klien dalam bernafas d. Mengidentifikasi skala dan perkembangan nyeri.RR normal kembali antara 16-24x/mnt -Klien tidak terlihat cemas dan gelisah Intervensi a. Mengistirahatkan klien dengan posisi semifawler c. Jika klien tenang maka konsumsi O2 semakin efisien 3. Ajarkan dan lakukan tehnik relaksasi. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan gangguan pernafasan akibat penekanan asites pada diafragma. Tujuan : Mengembalikan pola nafas klien menjadi normal kembali Kriteria Hasil : .untuk pengangkatan kanker. muntah. Kaji tingkat dan intensitas nyeri. Posisi semi fawler menambah ruang ekspansi dada c. Tenangkan klien b. b. Atur posisi senyaman mungkin.Menurunkan tingkat ketegangan pada daerah nyeri d. 1.

f. berlemak. berat badan stabil. klien dapat melakukan manajemen stress terhadap kondisinya. Mengidentisifikasi kekuatan atau 2. a. Dapat mentriger respons mual sedang sebelum makan. kalori dan protein adekuat. Hindari c. Dapat mencegah awitan atau menurunkan beratnya mual.Kriteria Hasil : mual (-). 4. Kebutuhan jaringan metabolic 3. Dengarkan dengan seksama apa keluh kesah a. latihan d. Dorong penggunaan suplement dan ditingkatkan begitu juga cairan (untuk makan sering atau lebih sedikit yang menghilangkan produk sisa). e. kalori kaya protein kaya nutrient. Dorong penggunaan teknik relaksasi. Identifikasi pasien yang mengalami mual atau muntah yang diantisipasi. Temani klien dalam memutuskan sesuatu sangat dibutuhkan . Suplemen dapat memainkan peran terlalu terlalu manis. dengan masukan cairan adekuat. Tujuan : Dalam 2x 24 jam klien tidak terlihat cemas dan gelisah Kriteria hasil : berkurangnya rasa takut. muntah. Informasi tentang keadaan klien d. Pantau masukan makanan setiap hari. dibagi-bagi selama sehari 4. Dengan mendengarkan keluh kesah klien klien maka akan mengurangi stress klien b. atau penting dalam mempertahankan makanan pedas. Intervensi Rasional a. Intervensi Rasional 1. Dorong pasien untuk makan diet tinggi defisiensi nutrisi. Berikan informasi tentang kesehatan klien b. dan memungkinkan pasien meningkatkan masukan oral. nafsu makan pasien meningkat. Ansietas berhubungan dengan stress akibat kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan penatalaksanaannya. bimbingan imajenasi. klien tahu dan mengerti tentang keadaan dirinya. 5. b. Berikan solusi yang relevan c. Solusi relevan sangat dibutuhkan klien c. visualisasi. 1. Mual atau muntah psikogenik terjadi karena perubahan lingkungan pengobatan atau rutinitas pasien pada hari pengobatan mungkin efektif. penambahan berat badan progresif. penurunan anoreksia. Kontrol factor lingkungan.

penerimaan diri dalam situasi sekarang. Kriteria hasil : dapat mengungkapkan pemahaman tentang perubahan tubuh. Berikan obat diuretik jika di perlukan (kolaborasi) 2. kehidupan pribadi pasien atau rumah dan aktifitas kerja b. Intervensi Rasional 1. Diskusikan dengan pasien atau orang a. Humor sangat diperlukan klien untk mengurangi stress yang dirasakanya 5. Dorong diskusi tentang atau pecahkan c. Tinjau ulang efek samping yang membantu pasien atau orang terdekat diantisipasi berkenaan dengan memulai proses adaptasi pada status pengobatan tertentu. Kaji dan pantau frekuensi BAK setiap hari 1. termasuk kemungkinan efek pada aktifitas seksual baru dan menyiapkan untuk beberapa dan rasa ketertarikan atau keinginan. orang tua. Tujuan : Dalam 2x 24 jam klien dapat menerima kondisi yang dialami. Tujuan : Dalam 2x 24 jam tidak terjadi gangguan pola eliminasi urin. Beritahu pasien bahwa tidak semua efek samping terjadi. Mengidentifikasi masalah secara dini. 3. sebagai pedoman tindakan selanjutnya b. rimah tangga. Perubahan Pola eliminasi urin berhubungan dengan penekanan tumor pada pelvis. Kriteria Hasil : klien dapat berkemih normal (5x sehari). Pemasangan alat bantu kateter jika di perlukan Rasional a. Gangguan citra diri berhubungan dengan pembesaran perut. Kolaborasikan pemberian diuretik dengan dokter agar pasien bisa BAK dengan lancar c.e. Meskipun beberapa pasien . Berikan dukungan emosi untuk pasien d. Dapat membantu menurunkan masalah yang mempengaruhi masalah tentang efek kanker atau penerimaan pengobatan atau pengobatan pada peran sebagai ibu merangsang kemajuan penyakit. jumlah output sesuai input. dan sebagainya. Membantu dalam memastikan terdekat bagaimana diagnosis dan masalah untuk memulai proses pengobatan yang mempengaruhi pemecahan masalah. Pemasangan kateter dapat digunakan selama praoperasi 6. 4. Intervensi 1. efek samping misalkan membeli wig sebelum radiasi. Bimbingan antisipasi dapat 2. Berikan humor ringan kepada klien d. klien membutuhkan teman untuk berbagi e.

atau orang terdekat selama tes diagnistik dan fase pengobatan. Untuk itu . Dalam penulisan makalah ini penulis banyak mendapatkan kendala dan hambatan baik dalam memperoleh sumber yang relevan maupun dari segi penulisan. Februari 2009 Penulis . Rujuk pada konseling professional bila tambahan selama periode ini.com/2011/11/18/asuhan-keperawatan-kanker-ovarium/ Winter Snow Card Comments Hot Myspace Generators Senin. Mungkin perlu memulai dan mempertahankan struktur psikososial positif bila system pendukung pasien atau orang orang terdekat terganggu. Djamil Padang Tanggal 15-16 Oktober 2008.M. Penulis berharap agar makalah ini dapat dijadikan sebagai salah satu sumber bacaan dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.wordpress.berdaptasi atau menyesuaikan diri dengan efek kanker atau efek samping therapy. diindikasikan.banyak memerlukan dukungan 1. berkat rahmat dan karunia Nya penulis akhirnya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Ny “ U “ Dengan Post Operasi Atas Indikasi Ca Ovarium Stadium IIIb Disertai Anemis Sedang Pro Kemoterapi Di Ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr. e. Namun berkat bantuan dari berbagai pihak akhirnya penulis dapat penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Padang. penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kemajuan dimasa mendatang. Penulis menyadari dalam makalah ini banyak terdapat kekurangan. 14 September 2009 Askeb Ca Ovarium MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny “ U “ DENGAN POST DEBULKING ATAS INDIKASI Ca OVARIUM STADIUM IIIb DISERTAI ANEMIS SEDANG PRO KEMOTERAPI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT. http://saktyairlangga.

BAB I PENDAHULUAN 1.1.”U” dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi berdasarkan interpretasi data f) Melaksanakan tindakan sesuai rencana yang telah ditetapkan g) Mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan kepada Ny.”U” dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi berdasarkan interpretasi data 1.M. Djamil Padang. masalah.”U” dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi b) Menentukan diagnosa.000 populasi wanita setahunnya. Tujuan 1. maka diperlukan asuhan kebidanan yang intensif. Djamil Padang. Angka kejadian kanker ovarium ini kira-kira 20% dari semua keganaan alat reproduksi wanita.2. dan kebutuhan dari data yang telah dikumpulkan c) Menentukan antisipasi masalah dan diagnosa potensial pada Ny “ U “dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi d) Menentukan tindakan segera terhadap Ny “ U “ dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi e) Merencanakan tindakan yang akan dilakukan kepada Ny.2. penulis tertarik untuk merapkan asuhan kebidanan pada Ny “ U “ dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang pro kemoterapi di ruang onkologi irna A kebidanan RSUP Dr. Latar Belakang Kanker ovarium merupakan keganasan yang sering dijumpai tetapi sebagian besar datang sudah dalam stadium lanjut atau ditemukan saat operasi .3.1.M. Insiden rata-rata dari semua jenis diperkirakan 15 kasus baru per 100. Tujuan Umum Dapat memberikan asuhan kebidanan pada klien dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang pro kemoterapi di ruang onkologi irna A kebidanan RSUP Dr. 1. Karena angka kejadian kanker ovarium cukup tinggi di Indonesia. Tujuan khusus Setelah membuat makalh ini mahasiswa diharapkan mampu : a) Melakukan pengkajian data kepada Ny.2. Rumusan Masalah Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana menerapkan asuhan kebidanan . kanker ovarium sering dinamakan pembunuh dingin atau silent killer karena perjalanan penyakitnya lambat tetapi mematikan Kanker ovaorium merupakan keganasan ginekologi yang terbanyak setelah kanker leher rahim dan hamper separuh dari kematian wanita di Indonesia karena keganasan ginekologi disebabkan oleh kanker ovarium.2. 1. Oleh karena itu .

Beberapa gambaran EOC dari pemeriksaan mikroskopis berupa serous. sistem reproduksi terdiri dari ovarium. Insiden keganasan tumor germinal terjadi pada usia muda kadang dibawah usia 20 tahun. Tumor epitelial Tumor epitelial ovarium berkembang dari permukaan luar ovarium. endometrioid dan sel jernih. BAB II TINJAUAN TEORI KARSINOMA OVARIUM I. Tumor germinal Tumor sel germinal berasal dari sel yang menghasilkan ovum atau telur. . mucous. 2. tuba fallopi.pada klien dengan kanker ovarium di ruangan onkologi Irna A kebidanan RSUP Dr.Djamil Padang. uterus dan vagina. umumnya tumor germinal adalah jinak meskipun beberapa menjadi ganas. pada umumnya jenis tumor yang berasal dari epitelial adalah jinak. Anatomi dan Fisiologi Ovarium Ovarium adalah salah satu organ sistem reproduksi wanita. Kedua ovarium terletak dikedua sisi uterus dalam rongga pelvis dengan panjang sekitar 1.19% sekarang ini 90 % pasien kanker ovarium germinal dapat disembuhkan dengan fertilitas dapat dipertahankan. Gambaran tumor epitelial yang secara mikroskopis tidak jelas teridentifikasi sebagai kanker dinamakan sebagai tumor bordeline atau tumor yang berpotensi ganas (LMP tumor : Low Malignat Potential). bentuk keganasan sel germinal terutama adalah teratoma. sebelum era kombinasi kemoterapi harapan hidup satu tahun kanker ovarium germinal stadium dini hanya mencapai 10 .5 – 2 inchi dan lebar <> 35 tahun • Membawa mutasi gen BRCA1 atau BRCA2 • Sindroma herediter kanker kolorektal nonpolipoid • Ras kaucasia > Afrika-Amerika • Dll Jenis kanker ovarium 1. dysgerminoma dan tumor sinus endodermal. karsinoma adalah tumor ganas dari epitelial ovarium (EOC’s : Epitelial ovarium carcinomas) merupakan jenis tumor yang paling sering ( 85 – 90% ) dan penyebab kematian terbesar dari jenis kanker ovarium. M .

Kapsul ruptur 3. konstipasi. Ascites (+) Stadium III kanker meluas mengenai organ pelvis dan intraperitoneal III A Makroskopis : terbatas 1 / 2 ovarium Mikroskopis : mengenai intraperitoneal III B Makroskopis : mengenai intraperitoneal diameter <> 2 cm Derajat keganasan kanker ovarium 1. hanya sekitar 10 % dari kanker ovarium yang terdeteksi pada stadium awal. rasa penuh. Derajat 3 : differensiasi buruk Dengan derajat differensiasi semakin rendah pertumbuhan dan prognosis akan lebih baik. jenis tumor ini jarang ditemukan. kapsul utuh. inkontinensia uri • Perasaan tidak nyaman pada rongga abdomen dan pelvis . bentuk yang didapat berupa tumor theca dan tumor sel sartoli-leydig termasuk kanker dengan derajat keganasan yang rendah. hilangnya nafsu makan dll • Gangguan sistem urinaria. kapsul utuh. Kapsul ruptur 3. Tumor stromal Tumor ovarium stromal berasal dari jaringan penyokong ovarium yang memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Ascites (+) Stadium II perluasan pada rongga pelvis II A Mengenai uterus / tuba fallopi / keduanya II B Mengenai organ pelvis lainnya II C Kriteria II A / II B disertai 1 / > keadaan sbb : 1. ascites (-) I B Mengenai 2 ovarium. keluhan biasanya nyeri daerah abdomen disertai keluhan–keluhan: • Pembesaran abdomen akibat penumpukan cairan dalam rongga abdomen (ascites) • Gangguan sistem gastrointestinal. ascites (-) I C Kriteria I A / I B disertai 1 > lebih keadaan sbb : 1. Klasifikasi stadium kanker ovarium berdasarkan FIGO (International Federation of Gyneklogi and Obstetric ) : Stadium I terbatas pada 1 / 2 ovarium I A Mengenal 1 ovarium. Derajat 1 : differensiasi baik 2.3. mual. Tanda dan keluhan kanker ovarium Kanker ovarium sulit terdeteksi. Derajat 2 : differensiasi sedang 3. Mengenai permukaan luar ovarium 2. Mengenai permukaan ovarium 2.

kista dan bentuk tumor padat. endometriosis. Kemoterapi Kanker ovarium epitelial : • Stadium I : Pilihan terapi stadium I dengan derajat diferensiasi baik sampai sedang. HCG. . LDH. pada stadium I dengan diferensiasi buruk atau stadium Ic pilihan terapi berupa: . Ø Ultrasounografi (USG): Dengan gelombang ultrasound untuk membedakan gambaran jaringan sehat. wanita dengan kanker ovarium stadium lanjut terjadi peningkatan CA-125 (>35µ/ml) sekitar 80% walaupun ketepatan pemeriksaan ini baru mencapai 50 % pada stadium dini. sistoskopi dan sigmoidoskopi. Diagnosis kanker ovarium • Anamnesis dan pemeriksaan fisik pelvik • Radiologi : USG Transvaginal. operasi salpingo-ooforektomi bilateral (operasi pengangkatan tuba fallopi dan ovarium) atau disertai histerektomi abdominal total (pengangkatan uterus) dan sebagian jaringan abdominal. fibroid uterine. ureter. MRI • Tes darah khusus : CA-125 (Penanda kanker ovarium epitelial). melalui abdomen ataupun pervaginam. . Operasi 2.Scan traktus urinarius Penatalaksanaan kanker ovarium 1. kehamilan. Ø Penanda tumor CA-125: Pemeriksaan darah CA-125 digunakan untuk menilai kadar CA-125 dimana peningkat pada kanker ovarium.Foto rontgen dada dan tulang. CT scan. Radioterapi 3. pada wanita premonopause.Scan KGB (Kelenjar Getah Bening) . dimana mampu mendeteksi keganasan dengan keluhan asimtomatik tapi ketepatan pada stadium dini rendah. harapan hidup selama 5 tahun mencapai 90%. dan AFP (penanda tumor sel germinal) • Laparoskopi • Laparotomi • Pemeriksaan untuk mengetahui perluasan kanker ovarium . meskipun pemeriksaan rektovaginal tidak dapat mendeteksi stadium dini kanker ovarium.• Menstruasi tidak teratur • Lelah • Keluarnya cairan abnormal pervaginam (vaginal discharge) • Nyeri saat berhubungan seksual • Penurunan berat badan • Dll Deteksi dini kanker ovarium Semakin dini tumor ovarium ditemukan dan mendapat pengobatan harapan hidup akan semakin baik metode pemeriksaan yang sekarang ini digunakan sebagai penyaring kanker ovarium adalah: Ø Pemeriksaan pelvik dan rektal : termasuk perabaan uterus dan ovarium untuk mengetahui bentuk dan ukuran yang abnormal. penyakit ganguan fungsi hati dan kista ovarium juga terjadi peningkatan kadar CA-125. dan vesika urinaria).Pielografi intravena (ginjal.

jika masih memungkinkan salpingo-ooforektomi bilateral dilanjutkan terapi ajuvan kemoterapi dan atau radioterapi.0%) 3) Anemia hipoplastik (8. reseksi daerah permukaan peritoneal. Anemia berat :< 7 mg % Anemia ringan biasanya hanya diberi tablet tambah darah. hemaglobinopati sel sabit. dan usus. anemia hemolitik herediter. Anemia ringan : 10-11mg % 2. kanker ovarium stromal : • Operasi yang dilanjutkan dengan kemoterapi. ANEMIA Seseorang. anemia aplastik atau hipoplastik. omentektomi. dengan terapi ajuvan memperpanjang waktu remisi dengan harapan hidup selama 5 tahun mendekati 80 %. . anemia hemolitik.a) Radioterapi b) Kemoterapi sistemik c) Histerektomi total abdominal dan radioterapi • Stadium II: Pilihan terapi utama operasi disertai kemoterapi atau radioterapi. baik pria dan wanita. • Stadium III dan IV: Sedapat mungkin massa tumor dan daerah metastasis sekitarnya diangkat (sitoreduktif) berupa pengeluran asites. anemia akibat radang atau keganasan. CC (cyclophosphamide + carboplatin).7%) Menurut WHO : 1.3%) 2) Anemia megaloblastik (29. Klasifikasi : Berdasarkan etiologi : 1) Anemia defisiensi besi (62. hemaglobinopati lain. CP (cyclophosphamide + cisplatin). anemia akibat perdarahan. dan untuk anemia sedang berat terapi yeng efektif adalah dengan transfuse darah. Anemia sedang : 8-9 mg% 3. Kombinasi standar sistemik kemoterapi berupa TP (paclitaxel + cisplatin atau carboplatin). Etiologi :  Yang didapat : anemia defisiensi besi. Yang diturunkan : talasemia. anemia megaloblastik. dinyatakan menderita anemia apabila kadar hemoglobin dalam darahnya kurang dari 12g/100ml.0%) 4) Anemia hemolitik/ sel sickle (0. • Tumor sel germinal lainnya: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dilanjutkan kemoterapi. Kanker ovarium germinal : • Disgerminoma: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dimana kanker ditemukan dilanjutkan radioterapi atau kemoterapi.

2) Anemia Megaloblastik Disebabkan karena defisiensi asam folik. dan lain-lain. Daya ikat besi serum tinggi c. Kekurangan ini dapat disebabkan karena kurang masuknya unsur besi dengan makanan. gangguan penggunaan atau karena terlampau banyaknya besi keluar dari badan. missal pada ibu hamil. atau glukonas ferosus dengan dosis 3-5 x 0. Gejalanya meliputi mual. kemasan diberikan secara intramuskuler atau intravena. dan ferrigen. Pencegahan Mengkonsumsi cukup makanan bergizi dan mengandung unsur besi atau mengkonsumsi suplemen tambahan pada keadaan tertentu minimal 1 tablet sehari. asupan gizi yang kurang. Terapi Tablet asam folik diberikan 15-30mg per hari Vitamin B12 3x1 tablet per hari Sulfas ferosus 3x1 tablet per hari Pada kasus berta dapat diberikan transfusi darah Pencegahan Pada umumnya asam folik tidak diberikan secara rutin. . Diagnosis Anemia defisiensi yang berat ditandai dengan cirri-ciri yang khas yaitu mikrositosis dan hipokromasia.1) Anemia Defisiensi besi Anemia jenis ini biasanya berbentuk normostik dan hipokromik serta paling banyak dijumpai. jectofer. muntah dan anoreksia yang bertambah berat. karena gangguan reasorpsi. Sifat lain yang khas bagi defisiensi besi adalah a. Tidak ditemukan hemosiderin dalam sum-sum tulang Terapi Kemasan zat besi dapat diberikan peroral atau parental Peroral : sulfas ferosus. jarang sekali karena defisiensi vitamin B12. Protoporfirin eritrosit tinggi d. kecuali di daerah-daerah dengan frekuensi anemia megaloblastik yang tinggi. Kemasan ini antara lain: imferon. 3) Anemia Hipoplastik Disebabkan karena sum-sum tulang kurang mampu membuat sel-sel darah baru. seperti metamielosit datia dan sel batang datia yang kadang-kadang disertai vakuolisasi san hipersegmentasi granuiosit.  Parental : diberikan bila ibu hamil tidak tahan pemberian peroral atau absorpsi di saluran pencernaan kurang baik. Diagnosis pasti baru dapat dibuat dengan percobaan penyerapan dan percobaan pengeluaran asam folik. Diagnosis Apabila ditemukan megaloblas promegaloblas dalam darah atau sum-sum tulang. Perubahanperubahan dalam leukopoesis. misalnya pada perdarahan.20 mg. sering ditemukan pada wanita yang jarang mengkonsumsi sayuran hijau segar atau makanan dengan protein yang tinggi. Kadar besi serum rendah b. pada wanita yang sedang menstruasi.

yang perlu sering diulang. keracunan dan sinar rontgen dan sinar radiasi. pimaquin. penyakit hodjkin. keracunan arsenikum. D. timah. H. seperti pada sfenositosis. oksitetrasiklin. leukemia. paraquin. pada defisiensi 6-6-PD. antagonismus rhesus atau ABO. sulfonamide. baik bagi ibu maupun bagi anak. Khususnya obatobat yang mempunyai pengaruh hemotoksi seperti: strepromisin. kiortetrasiklin. dan obat pengecat rambut sebaiknya tidak diberikan pada wanita hamil. hiperurobiunuria. kinin. Akan tetapi dalam pemberian obat-obat selalu harus dipikirkan pengaruh samping dari obat itu. Untuk diagnosis diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan: Darah tepi lengkap Pemeriksaan fungsi sternal Pemeriksaan retikulosit Terapi Dengan obat-obatan tidak memuaskan. G. neoarsphenamin. eliptositosis. anemia sel sabit. Golongan yang disebabkan oleh faktor ekstra korpuskuler seperti pada infeksi. yakni : a. mungkin pengobatan yang paling baik yaitu transfuse darah. Sum-sum tulang memberikan gambaran normoblastik dan hipoplasia. Golongan yang disebabkan oleh faktor intra korpuskuler. I dan araxysmal nocturnal haemoslobinuria b. hemoglobinopana C. nitropurantoin. anemia hemolitik herediter. thalasemia. Prognosis Anemia hipoplastik berta yang tidak diobati mempunyai prognosis buruk. limfosarkoma.Diagnosis Gambaran darah tepi: normostik dan normokromik. sulfonamide. 4) Anemia Hemolitik/sel sickle Disebabkan karena penghancuran sel darah merah berlangsung cepat dari pada pembuatannya Secara umum anemia hemoitik dapat dibagi dalam 2 golongan besar. rancun ular. Penyebabnya belum diketahui kecuali yang disebabkan oleh sepsis berat. penyakit hati Diagnosis Gejala yang lazim dijumpai ialah gejala proses hemalitik. seperti anemia. hiperbilirubinemia. dan sterkobiuin lebih banyak dalam faeses Terapi Tergantung pada jenis dan beratnya  Pada anemia berat diperlukan transfusi darah yang kadang diulang beberapa kali untuk meringankan ibu dan untuk mengurangi bahaya hipoksia janin Spenektomi dianjurkan pada anemia hemolitik bawaan dalam trimester II dan III Pemberian obat-obat yang dapat menyebabkan kelumpuhan sumsum tulang harus segera . Pencegahan Tidak banyak yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya anemia hipoplastik. hemoglobinemia. hemoglobinuria. klorpromazin atebrin.

dosis besar dan ganda . Memahami sifat-sifat sitostatika serta penggunaannya. kemoterapi terapi menggunakan obat untuk membunuh sel kanker. Apabila pasien diberikan suntikan intravena. sebagian besar diberikan dengan cara injeksi kedalam pembuluh baik vena. Kombinasipun dapat berurutan misalnya: Operasi dilanjutkan kemoterapi atau dapat pula bersamaan seperti kemoterapi disertai radiasi atau radiasi plus hormonal terapi. Kemoterapi merupakan cara pengobatan kanker dengan jalan memberikan zat/obat yang mempunyai khasiat membunuh sel kanker dan diberikan secara sistematik. Semua akibat yang bermanfaat (khasiat) serta dampak buruknya semua jenis kemoterapi sudah disahkan oleh Dep Kes dinegara yang bersangkutan. bersarang diorgan lain dan mengulangi pertumbuhan seperti tempat semula. dalam usaha untuk mendapatkan hasiat lebih besar. namun dalam perkembangannya kini umumnya dipergunakan kombinasi sitostika atau disebut regimen kemoterapi. Tergantung pada tahapan kanker. belum disahkan disebut regimen kemoterapi dalam uji klinik (clinical trial). jaringan sekitarnya dan akhirnya menyebar. hormon terapi. Pada saat ini cara pengobatan kanker dapat digolongkan sebagai berikut: Pembedahan (operasi) yaitu mengambil jaringan tumor. radiasi. sedangkan apabila masih dalam penelitian dipusat pengobatan kanker. merusak. Untuk kemoterapi bisa digunakan satu jenis sitostika. Cara kemoterapi : Kemoterapi merupakan pengobatan sistemik. Sel kanker inilah yang menjadi target obat kemoterapi. Pada sejarah awal penggunaan kemoterapi digunakan satu jenis sitostika. Akibat kemoterapi bermacam-macam tergantung jenisnya. sebagian kecil dapat berupa tablet/capsul dan kadang-kadang ada yang diberikan subcutan atau suntik dibawah kulit. Kemoterapi diberikan diberikan secara siklit.dihentikan KEMOTERAPI Kemoterpi adalah zat-zat yang dapat menghambat proliferasi sel kanker. Obat anti kanker yang artinya penghambat kerja sel. Pemakaian obat-obatan baik tunggal kombinasi ini telah melalui penyelidikan mendalam diberbagai pusat kesehatan. dua mingguan 3-4 mingguan. Dan tugasnya pula untuk mengembangkan dan menyempurnakannya. seringkali digunakan kateter atau selang plastik kedalam vena untuk mencegah kerusakan vena serta mempermudah injeksi. membubuh tumor dengan sinar berenergi tinggi untuk merusak sel kanker. Kondisi pasien juga menentukan apakah dapat diberikan dirawat jalan atau rawat inap. serta intratekal (diinjeksikan kedalam system syaraf) jarang sekali yang disuntikan ke otot. Pasien mendapatkan kemoterapi dosis tinggi diberikan dalam unit rawat inap. Organ tubuh terdiri dari jaringan dan jaringan dari sel tubuh yang berubah atau mutasi menjadi ganas dan membelah terus terkendali dan menjadi besar mendobrak. maka akan menjadi suatu regimen standart. Akibat kemoterapi: Tubuh manusia terdiri dari organ-organ tubuh. RS Dharmais merupakan salah satu pusat kanker yang bertugas mengemban misi tersebut. dapat secara mingguan. cara pengobatan dapat tunggal ataupun kombinasi dari jenis pengobatan tersebut diatas. baik tunggal ataupun regimen kombinasi serta akibat baik dan buruk juga apa manfaatnya merupakan pekerjaan sehari-hari para dokter onkologi. Khususnya penerapannya pada kasus-kasus di Indonesia. yaitu menggunakan kemampuan biologi tubuh yang alamiah untuk memerangi tumor. menghambat kanker yang perkembnagannya tergantung hormon dan biologi terapi atau imunoterapi.

Untuk kemoterapi yang sangat agresif dimana kerusakan sel darah sangat berat. gampang memar dan serta mudah mengalami pendarahan. Rambut yang sedang tumbuh pun akan rontok.mempunyai akibat akan lebih besar dan sebagainya. Diantara sel sehat yang terkena akibat adalah sel-sel darah dimana berfungsi memerangi infeksi. Disamping itu gangguan tersebut tidak permanen dan akan pulih sebelum dilakukan siklus berikutnya. Setelah beberapa periode 1-3 minggu sel sehat pulih dan sel kanker juga akan pulih kembali namun mengalami kerusakan berarti. Sel susm-sum tulang kita diambil dan disimpan dengan pengawet. dipergunakan cangkok sum-sum tulang dari tubuh sendiri (autologus bone marrow tranplantation). obat kanker tidak bisa diberikan sekaligus 4-8 siklus. antara lain pemeriksaan laboratorium berkala. 1. Hal ini wajar. sementara haid menjadi tidak ada dan laki-laki sementara mengalami sterilisasi. namun dengan penerangan dan persiapan lebih baik. sehingga akibat gangguan saluran cerna. Untuk mencegah kerusakan permanen dari sel sehat. Hal ini dimaksud untuk memulihkan sel sehat. Kemoterapi anti kanker akan menyebabkan sel kanker serta beberapa jenis sel sehat yang juga sedang membelah atau tumbuh mengalami kerusakan. Pada waktu kerusakan sel darah begitu berat akibat kemoterapi yang agresif. mual muntah serta sariawan dan diare akibat rontoknya selaput lendir mulut dan usus. Mengingat pengobatan kanker dengan kemoterapi memberikan efek samping yang cukup berat. Berikut ini rincian beberapa manfaat kemoterapi pada berbagai jenis kanker. Penyuluhan yang dapat diberikan pada pasien pro kemoterapi : Pada prakteknya sehari-hari yang dikhawatirkan pasien terutama muntah. Dilain pihak berangsur mengecilkan kanker sehingga akhirnya sel kanker menjadi sangat kecil tidak terlihat lagi dan bisa dihancurkan dengan sinar atau dihilangkan dengan operasi. pasien akan merasa tidak nafsu makan. obat nafsu makan serta obat-obat lain. semua dapat diatasi. sehingga atas dasar inilah obat anti kanker dipergunakan. • Penyakit Hodgkin • Non Hodgkin limfoma jenis large sel • Kanker testis jenis germ sel . obat anti muntah. maka penderita akan gampang terkena infeksi. namun sel sehat yang cepat membelah pun termasuk kena akibat anti kanker tersebut. pertumbuhan terhenti. Pemeriksaan awal tersebut ditetapkan oleh dokter onkologi medik. Namun sel kanker akan mengalami kerusakan lebih parah dibanding kerusakan pada sel sehat. test fungsi liver dan lain-lain. Demikian pula badan terasa lemah karena kurang energi yang dibakar oleh oxygen. Secara umum obat anti kanker mempunyai akibat terhadap sel kanker yang sedang cepat membelah itu. nafsu makan hilang dan terutama wanita adalah kebotakan. Kemoterapi sangat bermanfaat (karena dapat sembuh atau hidup lama). Bila sel-sel darah terkena pengaruh. Sel-sel pada saluran cerna juga cepat membelah. Manfaat kemoterapi : Sampai saat ini tidak semua kanker mendapat manfaat dari kemoterapi. sariawan. sel sum-sum tulang badan kita yang disimpan ditransfusikan kembali ketubuh untuk memulihkan kerusakan tersebut. membantu pembekuan dan membawa oxygen keseluruh tubuh. diantaranya pemeriksaan darah lengkap. sebelum mendapatkan kemoterapi pasien harus menjalani beberapa pemeriksaan agar tubuhnya tahan menghadapi akibat dari kemoterapi. Pada pusat kanker yang lengkap disediakan bank sperma untuk antisipasi apabilia terjadi sterilisasi permanen pada pria.

Manfaatnya mengurangi kekambuhan lokal dan mengurangi penyebaran yang akan timbul. Kemoterapi bermanfaat untuk paliatif (dapat mengulang gejala) • Kanker Nasofaring • Kanker Prostat • Kanker Endometrium • Kanker Leher dan Kepala • Kanker Paru jenis non small sel 4. syarat yang harus dipenuhi penderita : keadaan umum cukup baik penderita telah siap secara psikologik bila terjadi efek samping termasuk yang menyangkut kosmetik. Kemoterapi paliatif diberikan hanya untuk mengurangi besarnya tumor yang dalam hal ini karena atau lokasinya menggangu pasien karena nyeri ataupun sulit bernafas. Kemoterapi kadangkala bermanfaat • Kanker Nasofaring • Melanoma • Kanker usus besar Mengingat keterbatasan manfaat kemoterapi.• Leukemia dan Limfoma pada anak 2. Penelitian-penelitian yang professional tentang kemoterapi dapat dimanfaatkan untuk pengobatan kanker dan mengeliminasi efek samping yang terjadi.000/mm³ 2. leukosit ≥ 5000/mm³. Syarat-syarat pemberian kemoterapi : 1. Faal ginjal dan hati baik Diagnostic histologik ( tidak mutlak ) Kanker cukup sensitif terhadap sitostatik Riwayat pengobatan sebelumnya Laboraturium : Hb ≥ 10 gr%. yaitu:  Kemoterapi adjuvant. kemoterapi yang diberikan sebelum operasi manfaatnya adalah mengurangi ukuran tumor sehingga mudah dioperasi. meski pun tidak dapat dihindari adanya efek samping. Kemotarapi bermanfaat (karena dapat dikendalikan cukup lama. kemoterapi yang diberikan sesudah operasi. Kemoterapi neo adjuvant. Kemoterapi adalah suatu cara penobatan kanker yang sudah teruji. kadang-kadang sembuh) • Kanker Payudara • Kanker Ovarium • Kanker Paru jenis small sel • Limfoma non Hodgkin • Multiple Mieloma 3. misalnya alopesia. syarat yang harus dipenuhi penolonng : pengetahuan kemoterapi yan memadai keterampilan menyuntikkan obat sarana pemeriksaan laboratorium yang memadai . trombosit ≥ 150. maka digunakan kombinasi dengan cara pengobatan lain untuk mengambil masing-masing manfaat.

Serangkaian pengobatan bisa diberikan hanya 1 kali. gangguan fungsi traktus gastrointestinal dan kebutuhan yang meningkat. Intravena (langsung kedalam vena.beberapa obat dalam 1 hari . Pengobatan bisa diberikan beberapa minggu sampai beberapa tahun 3.1 dosis/hari selama beberapa hari . Bervariasi. Drip intravena (dari sebuah kantong atau botol cairan intravena. tergantung dari kankernya : . defisiensi gizi yang sering ditemukan pada penderita kanker adalah defisiensi rotein dan kalori dengan manifestasi mengecilnya masa otot. Penyebab kurang gizi : Rendahnya nutris yang dikonsumsi penderita Konsumsi bahan nutrisi oleh sel kanker Pengaruh metabolisme sel kanker Gizi yang kurang umunya disebabkan oleh anoreksia. kapsul atau cairan) Frekuensi pemberian kemoterapi: 1. Secara langsung ke dalam pembuluh darah yang memasok daerah dimana tumor tumbuh 2.pengetahuan mengenai efek samping yang akan terjadi termasuk cara mengatasinya. selama beberapa menit sampai beberapa jam) 3. hati. Nutrisi yang baik dikonsumsi oleh pasien kanker adalah : . selama beberapa menit) 4. Per-oral (berupa tablet. jantung penderita tidak kooperatif Cara-cara pemberian kemoterapi: 1. termasuk sepsis gangguan sisti hemopoetik berat 2. atau beberapa rangkaian pengobatan bisa diberikan dengan selang waktu diantaranya NUTRISI PASIEN KANKER : Malnutrisi merupakan hal yang sering ditemukan pada pasien kanker. kontra indikasi relative : usia lanjut ganguan ringan fungsi organ-organ : ginjal. Kontra indikasi kemoterapi : 1.dosis 1 kali/minggu .1 dosis atau beberapa hari pemberian obat/bulan 2. Anoreksia dapat disebabkan oleh gangguan fungsi mengecap dan mencium maupun gangguan fungsi susunan syaraf pusat. kontra indikasi mutlak: kehamilan keadaan umum jelek infeksi-infeksi akut.berkesinambungan selama beberapa hari .

Banyak mengandung serat dan cairan Tinggi protein dan kalori Makanan yang tidak merangsang timbulnya muntah Makanan yang rendah lemak Makan yang mudah dicerna BAB III PENUTUP A.M.M.M. Djamil Padang diharapkan mampu : 1) Melakukan pengkajian pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr. Djamil Padang 2) Mengidentifikasi secara benar masalah atau diagnosa pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr.M. 5) Membuat rencana asuhan yang rasional pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr. Djamil Padang 4) Melakukan kolaborasi dengan dokter dan petugas laboratorium terhadap masalah yang ada maupun masalah yang berpotensi terjadi. Kesimpulan Dengan menerapkan manajemen asuhan kebidanan pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr. Djamil Padang 3) Mengidentifikasikan diagnosa potensial yang mungkin terjadi pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr. Djamil Padang 6) Melaksanakan implementasi terhadap asuhan yang telah dibuat secara rasion .M.

Bandung : Elstar offset www. Penyakit Kandungan Dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. 3) Bagi lahan praktek • Diharapkan lahan praktek dapat menjadi tempat bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. Saran 1) Bagi mahasiswa diharapkan: • Dengan adanya manajemen asuhan kebidanan. B. Kanker ovarium. Carcinoma ovarium. 1981.id www.co.blogspot. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sastrawinata. 1998. sulaiman. diharapkan mahasiswa dapat menerapkan asuhan yang diberikan kepada klien sesuai dengan standar asuhan kebidanan 2) Bagi institusi pendidikan • Diharapkan institusi pendidikan dapat menyiapkan mahasiswa dalam menghadapi kasus-kasus yang terjadi dalam bidang kesehatan khususnya kebidanan baik fsiologis maupun patologis • Diharapkan institusi pendidikan dapat menjadi naungan bagi para mahasiswa agar menjadi jeli terhadap masalah-masalah kebidanan. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta: EGC Prawirohardjo.com www. Ilmu Kandungan. Ginekologi.askep-askeb-kita.al 7) Mengetahui dari evaluasi dari implementasi yang telah dilaksanakan menurut data yang diperoleh dari klien dan keluarga klien. DAFTAR PUSTAKA Manuaba.com .

http://healthycaus. diantaranya: 1. Hipotesis androgen Androgen mempunyai peran penting dalam terbentuknya kanker ovarium. 2. panggul. Pengertian Kanker Indung telur atau Kanker ovarium adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur) yang paling sering ditemukan pada wanita berusia 50 – 70 tahun. Faktor Risiko 1. 1995) B. Proses penyembuhan sel-sel epitel yang terganggu dapat menimbulkan proses transformasi menjadi sel-sel tumor. Dalam percobaan in-vitro. Akan tetapi banyak teori yang menjelaskan tentang etiologi kanker ovarium. androgen dapat menstimulasi pertumbuhan epitel ovarium normal dan sel-sel kanker ovarium. Diet tinggi lemak 2. Etiologi Penyebab kanker ovarium belum diketahui secara pasti. dan perut melalui sistem getah bening dan melalui sistem pembuluh darah menyebar ke hati dan paru-paru. Kanker ovarium sangat sulit didiagnosa dan kemungkinan kanker ovarium ini merupakan awal dari banyak kanker primer. Merokok .html ASKEP CA OVARIUM A. (Wingo.com/2009/09/askeb-ca-ovarium. Hipotesis incessant ovulation Teori menyatakan bahwa terjadi kerusakan pada sel-sel epitel ovarium untuk penyembuhan luka pada saat terjadi ovulasi. C. Hal ini didasarkan pada hasil percobaan bahwa epitel ovarium mengandung reseptor androgen.blogspot. Kanker ovarium bisa menyebar ke bagian lain.

Tidak pernah melahirkan D. Dispepsia 8. Menstruasi dini 10. Nulipara 8. Tekanan pada pelvis 9.3. Riwayat kanker payudara. Haid tidak teratur 2. Infertilitas 9. Riwayat keluarga dengan kanker payudara atau ovarium 7. Alkohol 4. Sering berkemih 10. kolon. Penggunaan bedak talk perineal 5. Rasa tidak nyaman pada abdomen 7. atau endometrium 6. Menopause dini 6. Nyeri tekan pada payudara 5. Menoragia 4. Tanda & Gejala Gejala umum bervariasi dan tidak spesifik. Ketegangan menstrual yang terus meningkat 3. Flatulenes . Pada stadium awal berupa : 1.

Stadium Stadium kanker ovarium primer menurut FIGO (Federation InternationalofGinecologies and Obstetricians ) 1987. STADIUM II –> Pertumbuhan pada satu atau dua ovarium dengan perluasan ke panggul 1. Stadium 2c : tumor stadium 2a dan 2b tetapi pada tumor dengan permukaan satu atau kedua ovarium. STADIUM III –> tomor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant di peritoneum di luar pelvis dan atau retroperitoneal positif. Bila efusi pleura dan hasil sitologinya positif dalam stadium 4. Stadium 3c : implant di abdoment dengan diameter > 2 cm dan atau kelenjar getah bening retroperitoneal atau inguinal positif. Stadium 2b : perluasan jaringan pelvis lainnya 3. tidak ada asietas yang berisi sel ganas. begitu juga metastasis ke permukaan liver. tidak ada tumor di permukaan luar. Tumor terbatas dalam pelvis kecil tetapi sel histologi terbukti meluas ke usus besar atau omentum. diameter melebihi 2 cm. Stadium 1c : tumor dengan stadium 1a dan 1b tetapi ada tumor dipermukaan luar atau kedua ovarium atau kapsul pecah atau dengan asietas berisi sel ganas atau dengan bilasan peritoneum positif. kapsul pecah atau dengan asitas yang mengandung sel ganas dengan bilasan peritoneum positif. kapsul utuh. 3. adalah : STADIUM I –> pertumbuhan terbatas pada ovarium 1.11. Stadium 3b : tumor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant dipermukaan peritoneum dan terbukti secara mikroskopis. . 2. tidak ada pertumbuhan di permukaan luar. Stadium 1b : pertumbuhan terbatas pada kedua ovarium. Stadium 1a : pertumbuhan terbatas pada suatu ovarium. Rasa begah setelah makan makanan kecil 12. Stadium 3a : tumor terbatas di pelvis kecil dengan kelenjar getah bening negatif tetapi secara histologi dan dikonfirmasi secara mikroskopis terdapat adanya pertumbuhan (seeding) dipermukaan peritoneum abdominal. dan kelenjar getah bening negativ. 2. Stadium 2a : perluasan atau metastasis ke uterus dan atau tuba 2. 3. 1. tidak asietas. berisi sel ganas. STADIUM IV –> pertumbuhan mengenai satu atau kedua ovarium dengan metastasis jauh. kapsul intak. Lingkar abdomen yang terus meningkat E.

apabila pada seorang wanita ditemukan suatu kista ovarium harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah kista tersebut bersifat jinak atau ganas (kanker ovarium). pemeriksaan CT-Scan/ MRI Pemeriksaan tumor marker seperti Ca-125 dan Ca-724. fungsi hati. sistem saluran cerna. sistem saraf dan sistem kardiovaskuler. beta – HCG dan alfafetoprotein Semua pemeriksaan diatas belum bisa memastikan diagnosis kanker ovarium.F. fungsi ginjal. Penegakan Diagnosa Medis Sebagian besar kanker ovarium bermula dari suatu kista. Kemoterapi diberikan sebanyak 6 seri dengan interval 3 – 4 minggu sekali dengan melakukan pemantauan terhadap efeh samping kemoterapi secara berkala terhadap sumsum tulang. Ciri2 kista yang bersifat ganas yaitu pada keadaan : Kista cepat membesar Kista pada usia remaja atau pascamenopause Kista dengan dinding yang tebal dan tidak berurutan Kista dengan bagian padat Tumor pada ovarium Pemeriksaan lanjutan untuk memperkuat dugaan ke arah kanker ovarium seperti : USG dengan Doppler untuk menentukan arus darah Jika diperlukan. PENATALAKSANAAN Sebagian besar kanker ovarium memerlukan pengobatan dengan kemoterapi. Oleh karena itu. akan tetapi hanya sebagai pegangan untuk melakukan tindakan operasi. Penatalaksanaan yang sesuai dengan stadium yaitu : Operasi (stadium awal) . sistem saluran cerna. Hanya kanker ovarium stadium awal saja (stadium 1a dan 1b dengan derajat diferensiasi sel yang baik/sedang) yang tidak memerlukan kombinasi pengobatan. G.

keletihan. kualitas. stimulasi kutan Diagnosa 2 : Perubahan citra tubuh dan harga diri b. hamil Pemeriksaan fisik Data psikologis/sosiologis–> reaksi emosional setelah penyakit diketahui 2. ASUHAN KEPERWATAN 1. Diagnosa Keperawatan 1.d agen cidera biologi Tujuan : Klien merasa reda dari nyeri dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan Intervensi : Kaji karakteristik nyeri : lokasi. Perubahan citra tubuh dan harga diri b. Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual b. riwayat keluhan utama Riwayat kesehatan masa lalu Riwayat kesehatan keluarga Riwayat reproduksi –> siklus haid.Tujuan dan Intervensi Diagnosa 1 : Nyeri akut b. frekuensi Kaji faktor lain yang menunjang nyeri. relaksasi. persalinan. Nyeri akut b.d agen cidera biologi 2. Pengkajian Data diri klien Data biologis/fisiologis –> keluhan utama.d perubahan struktur atau fungsi tubuh.d perubahan dalam penampilan fungsi dan peran Tujuan : KLien dapat memperbaiki persepsi citra tubuh dan harga dirinya. durasi haid Riwayat obstetric –> kehamilan.Kemoterapi (tambahan terapi pada stadium awal) Radiasi (tambahan terapi untuk stadium lanjut) H. marah pasien Kolaborasi dengan tim medis dalam memberi obat analgesic Jelaskan kegunaan analgesic dan cara-cara untuk mengurangi efek samping Ajarkan klien strategi baru untuk meredakan nyeri dan ketidaknyamanan: imajinasi. nifas.d perubahan dalam penampilan fungsi dan peran 3. Intervensi : Kaji perasaan klien tentang citra tubuh dan tingkat harga diri Berikan dorongan untuk keikutsertaan kontinyu dalam aktifitas dan pembuatan keputusan Berikan dorongan pada klien dan pasangannya untuk saling berbagi kekhawatiran tentang perubahan fungsi seksual dan menggali alternatif untuk ekspresi seksual yang lazim . perubahan kadar hormone 3.

com/2008/12/21/asuhan-keperawatan-klien-dengan-kankerovarium/ http://akperppnisolojateng. buku biru.html http://hidayat2. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. ex : menunda koitus seksual saat kelelahan Daftar Pustaka Brunner & Suddarth.wordpress.d perubahan struktur atau fungsi tubuh.com/2009/03/askep-ca-ovarium. perubahan kadar hormon Tujuan : -KLien menyatakan paham tentang perubahan struktur dan fungsi seksual. 2001.Rencana Asuhan Keperawatan..Diagnosa 3 : Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual b.com/2009/04/09/askep-ca-ovarium/ Ca Ovarium Referensi: emedicine.wordpress. no. perubahan pada respons individu Kaji informasi klien dan pasangan tentang anatomi/ fungsi seksual dan pengaruh prosedur pembedahan Identifikasi faktor budaya/nilai budaya Bantu klien untuk menyadari atau menerima tahap berduka Dorong klien untuk menyadari atau menerima tahap berduka Dorong klien untuk berbagi pikiran/masalah dengan orang terdekatnya Berikan solusi masalah terhadap masalah potensial. . EGC: Jakarta http://viethanurse. EGC: Jakarta Donges.5tersering pada wanita Diagnosis banding :    Tumor adnexa Ca ovarium borderline Kista ovarium .Mengidentifikasi kepuasan/ praktik seksual yang diterima dan beberapa alternatif cara mengekspresikan keinginan seksual Intervensi: Mendengarkan pernyataan klien dan pasangan Diskusikan sensasi atau ketidaknyamanan fisik. Lange Ca ovarium kanker dari golongan tumor ginekologi yg plg sering menyebabkan kematian.5 tersering menyebabkan kematian dari seluruh kanker. Marilynn E..blogspot. 1999.no.

endodermal sinus tumor. efusi pleura. nekrosis. kembung. jika terperangkap di cavum douglas nyeri hebat. makroskopissolid. elektrolit serum. obstruksi usus *klo sudah ado ascites.bilateral. cepat kenyang abdominal distensi stadium lanjut Pemeriksaan Fisik  tidak spesifik periksa nodus limfe pada supraklavikula& inguinal(u/perikso metastasis). fungsi hati. bilateral. spesialisasi). nodular  tanda2 malignan) Pemeriksaan +an Radiografi USG(solid/cystik+solid. inti prominent. kromatin inti kasar. matur. invasi ke stroma.massa abdomen).asites). periksa abdomen (asites + abdominal distensi .tumor marker ca epitel ovarian(CA-125). iregular menstruasi. polyembriona  Sex cord&stromal . mixed germ cell. diameter >15cm. embrional karsinoma. dinding stroma fibrokolagen Mucinous Clear cell Transisional undifferentiated  Germ cell -Disgerminoma. perlengketan ke daerah sekitar.Penegakan diagnosis Anamnesis Stadium awal dari karsinoma ini symptonya minimal/tdk spesifik/tidak ada sama sekali karnanya.obstruksi usus. perdarahan pervaginam. konstipasi. pendarahan. CT scan Lab CBC. distensi abdomen. teratoma (immature. retensi urin. mikroskopis psammoma bodies. pelvic examination (terdapat massa pelvis yg immobile solid/form. sel2pleomorfik. choriocarcinoma gonadoblastoma. multiple septations>3mm. alpha fetoprotein (AFP) u/germ cell ovarian Histopatologi:  Epitelial >> sering (90%) Serous= plg sering (35-55%) Bilateral. biasanya pasien datang saat sudah stadium lanjut  Keluhan2 tdk spesifik nyeri abdomen/pelvik.

fibroma. a/b + tumor permukaan ovarium pada 1/2 ovarium. ukuran tumor yg metastase<2cm c.mesodermal) dg sifat2histologis&biologis yg beraneka ragam .endo. jaringan panggul lainnya c. metastase mikroskopik pada permukaan peritoneum abdomen b. metastase ke uterus/tuba b. colon. asites dg sel2malignan atau peritoneal sitologi (+) sel2malignan metastase ke kavum abdomen a. kapsul ruptur. lymphoma Stadium I. a/b + tumor permukaan ovarium pada 1/2 ovarium. Terbatas pada ovarium a. 1 ovarium b. para-aortic/ inguinal IV. III. thecoma sertoli-leydig sel. metastase jauh efusi pleura dg sitologi (+) sel2malignan metastase ke parenkim paru metastase ke parenkim hati bukan ke permukaan II. Diagnosis kerja Karsinoma ovarium  Definisi : Kumpulan tumor dengan histiogenesis yNg beraneka ragam. asites dg sel2malignan atau peritoneal sitologi (+) sel2malignan metastase ke pelvis a. 2ovarium c. dapat berasal dari ketiga dermoblast (ekto. kapsul ruptur. gynandroblastoma  Metastase neoplasma lain ke ovarium - Mammae. gaster. ukuran tumor yg metastase>2cm & atau metastase pada nodus limfe pelvis.- Granulosa sel tumor. endometrium.

Radiasi Bagus u/Germcelldisgerminoma. Kemoterapi Epitelial sistemik cisplatin 75mg/m2 + paclitaxel 175mg/m2 selama 6 kali dg interval 3mg Germcellbleomycin-etoposide-cisplatin 4. Etiologi dan patogenesis: pasti??? 1. plg sering terdiagnosis dekade ke 7. intermediate (metastase makroskopik diluar pelvis dg ukuran<2cm). 1 dari 70 wanita. ibu yg menyusui resikonya << 2. yg laen idak Prognosis Malam. Bedah sitoreduktif Volume sisa dari tumor stlah operasi menentukan prognosis baik(Stadium IIIa/IIIb). 2. postmenopause/prepubertas Penatalaksanaan Bedah u/menentukan stadium sitologi peritoneum. buruk (metastase diluar kavum peritoneum/ tumor makroskopik>2cm) 3. sampel nodus limfe para aortic dan pelvis (lihat stadium di HTD)  1. anovulasi kronik. Abnormalitas kromosom .Turnerdisgerminoma& gonadoblastoma Herediter ca ovarium(autosomal dominan) breast&ovarian cancer sindrom (BOC)  mutasi germline gen BRCA1 pada kromosom 17 . multipel biposi peritoneum. Substansi karsinogenik Pemakaian bedak tabur pada daerah kewanitaan terbentuk granuloma talk(bedak tabur) 3.S. .Teraktivasinya “c-erb-B2”(HER2)  proto onkogen   Faktor resiko : Menderita PCOS (polikistik ovarian sindrom) Diet tinggi lemak hewani Konsumsi alkohol&produk susu Epidemiologi Umur>40tahun. Ovulasi Tiap kali ovulasi epitel germinal itu rusak memicu mekanisme cellular repairment ovulasi yg terus menerus /siklus menyediakan kesempatan yg lebih dari cukup untuk terjadinya mutasi dan delesi *kehamilan.Mutasi gen p53 tumor supresor . omentectomy.

sekitar 14. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya suatu massa atau benjolan pada panggul merupakan tanda yang perlu dicurigai. II=60-74%. mudah lelah.5tahun kelangsungan hidup u/ Epitelial. seandainya ada biasanya samar-samar. . Angka kejadian kanker epitel ovarium rendah pada negara berkembang dan Jepang. Kanker indung telur memiliki angka kematian yang tinggi. konstipasi (sembelit).000 atau separuh lebih wanita meninggal karena penyakit ini. perdarahan menstruasi yang tidak teratur. Gejala tersebut termasuk diantaranya nyeri pada panggul. Stadium I=76-93%. Pada umumnya tidak didapatkan gejala dini pada kanker ini. III=23-41%. disgerminoma=95%. Puncaknya terjadi pada wanita usia 60-64 tahun. penurunan berat badan. immature teratoma=70-80% Kanker epitel ovarium atau dikenal dengan kanker indung telur yang berasal dari sel epitel merupakan 90% kasus dari seluruh kanker indung telur. IV=11% Germ cell. kembung. Kanker epitel ovarium jarang didapatkan pada wanita berusia < 40 tahun. dari 23.100 kasus baru kanker indung telur. Gambar : Kanker Ovarium Tanda dan Gejala Sebanyak 60% wanita yang didiagnosis menderita kanker ovarium sudah memasuki tahap lanjut dari penyakit ini. Kanker indung telur merupakan penyebab kematian ke-5 terbanyak di Amerika Serikat dan merupakan salah satu dari 7 keganasan tersering di seluruh dunia.

Namun perlu diingat risko akan premenopause dini dan penyakit osteoporosis serta jantung yang dapat timbul akibat pengangkatan indung telur. kelenjar getah bening. Antigen kanker 125 (CA-125).Deteksi dan Pencegahan 1.1% organ yang jauh seperti limpa. hati (bagian dalam) Area III IV Terapi Terapi dari kanker ovarium tergantung dari stadium dari penyakit. usus kecil. terapi pilihan. Kadar lebih tinggi dari 35 U/ml adalah abnormal 4. Apabila seorang wanita melakukan operasi panggul. Ultrasonografi transvaginal.6% ditemukan di permukaan ovarium Kanker melibatkan 1/2 ovarium dengan perluasan Tidak ada data ke panggul (rahim. Pemeriksaan ini digunakan unutk mendeteksi dini kanker ovarium namun tidak memiliki sensitivitas yang tinggi 3. tipe penyakit (primer atau rekuren <kambuh kembali>). 1. permukaan hati Fase akhir dari kanker ovarium. paru-paru. Menyebar ke 29. organ perut. dan kondisi tubuh. kandung kemih. Kanker Ovarium atipikal .1% dinding perut. maka pengambilan indung telur sekaligus akan mencegah risiko kanker ovarium selamanya. usus besar) Kanker menyebar melebihi rongga panggul ke 68. Alat ini dipertimbangkan untuk alat skrining dikombinasikan dengan pemeriksaaan Doppler 5. saluran tuba. Kriteria untuk skrining yang efektif Sampai saat ini belum ada alat yang secara efektif dan efisien dalam mendeteksi dini kanker ovarium 2. Antigen ini diekspresikan oleh 80% epitel nonmusinous kanker ovarium. Kanker dapat 93. Pencegahan. Selain itu pengunaan kontrasepsi pil juga dianjurkan Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan ultrasonografi (USG) dapat memperjelas penyakit ini Klasifikasi Kanker Ovarium Kanker ovarium memiliki 4 stadium yaitu : Stadium I II Angka Bertahan Hidup 5 Tahun Kanker pada 1 / 2 ovarium. Pemeriksaan panggul rutin per tahun.

namun beberapa faktor yang berkaitan peningkatan risiko dari penyakit ini adalah: 1.Kanker atipikal ini memiliki sifat yang berbeda dari kanker ganas ovarium tipe lainnya. Stadium dini kanker ovarium Stadium dini kanker ovarium adalah stadium I dan II. Penurunan risiko berkaitan dengan konsumsi sayuran. Wanita dengan riwayat keluarga memiliki kanker payudara. Memiliki anak lebih dari 1. Memiliki anak lebih dari 1. dan radiasi 3. ayam. Pasien kanker atipikal ovarium dengan stadium dini yang masih ingin mempertahankan kesuburannya dapat melakukan unilateral salpingo-oophorectomi (operasi pengangkatan indung telur yang mengandung kanker) 2. 3. Faktor risiko individual. dalam jumlah banyak dapat meningkatkan risiko mendapat kanker ovarium. riwayat menyusui. Terapi hormonal juga dapat digunakan. Stadium Lanjut kanker ovarium Stadium ini selalu membutuhkan terapi operasi yang optimal diikuti kemoterapi setelah operasi untuk meningkatkan kemampuan bertahan hidup. dan terapi genetik Faktor Risiko Penyebab kanker ovarium masih diteliti. dan histerektomi (pengangkatan rahim) berkaitan dengan penurunan risiko dari kanker ovarium 2. Terapi yang dapat dilakukan pada stadium ini adalah operasi (total abdominal histerektomi. bilateral salpingooophorektomi). penggunaan kontrasepsi pil. Terapi yang masih dalam penelitian adalah terapi stem sel. dan vitamin C 4. penggunaan kontrasepsi pil minimal 1 tahun (faktor proteksi bertambah dengan penggunaan setiap tahunnya). Beberapa penelitian mengemukakan bahwa asupan makanan yang mengandung lemak hewani seperti daging. endometrium. pengikatan saluran tuba. Riwayat keluarga. Kanker ovarium yang kambuh Pasien dengan kanker ovarium yang kambuh adalah kandidat untuk dilakukan operasi yang kedua kalinya dengan kemoterapi menggunakan agen yang berbeda. imunoterapi menggunakan interferon. baru memiliki anak 1 atau tidak memiliki anak. dan riwayat keluarga dengan kanker dapat meningkatkan angka kejadian kanker ovarium. riwayat menyusui. Faktor reproduksi. riwayat kanker payudara atau kanker endometrium sebelumnya. dan histerektomi (pengangkatan rahim) berkaitan dengan penurunan risiko dari kanker ovarium . pengikatan saluran tuba. Radiasi seluruh bagian perut (whole abdominal radiation) dapat menjadi alternatif dari kemoterapi 4. diberikan setelah operasi). atau usus besar memiliki peningkatan risiko untuk kanker ovarium. Usia > 40 tahun. indung telur. Biasa terdapat pada wanita usia 40 tahun (keganasan pada usia 60 tahun). vitamin A. Faktor lingkungan. 20% stadium dini dapat menyebar ke intraabdomen (perut) dan memerlukan terapi operasi. kemoterapi (pada kasus dengan angka kesembuhan rendah.

perdarahan. Faktor Prognostik Kemampuan bertahan hidup selama 5 tahun pada pasien dengan kanker ovarium berkisar 30%. Kanker Ovarium Non-epitelial Kanker ini jarang didapatkan dibandingkan kanker ovarium epitel. Pemeriksaan yang diperlukan adalah pemeriksaan serum hCG dan alfa-fetoprotein. serta laktat dehidrogenase. CT-scan dapat digunakan untuk mengetahui penyebaran ke hati atau rongga perut lainnya. dan radiasi. Benjolan di perut bagian bawah dapat berkisar antar 2-8cm atau lebih besar lagi pada wanita menopause. Pasien dengan stadium I memiliki 90% kemungkinan bertahan selama 5 tahun. kemoterapi. Pemeriksaan roentgen dada digunakan untuk menyingkirkan penyebaran ke paru. teori kedua menerangkan mengenai pajanan indung telur terhadap hormon gonadotropin dapat meningkatkan risiko keganasan. Operasi besar ini juga mengharuskan anda untuk menjalani masa penyembuhan (recovery) di rumah sakit untuk memantau hasil pengobatan dan efek samping yang timbul. Pada umumnya keganasan pada kanker ini tumbuh cepat dan ditandai dengan nyeri panggul yang akut (tba-tiba. Teori pertama menerangkan mengenai trauma minor yang berlangsung terus menerus selama siklus ovulasi (siklus pengeluaran telur setiap bulannya). serta tes fungsi hati. stadium. sedangkan stadium II sekitar 50-65%. Teori ketiga menerangkan mengenai karsinogen (zat yang dapat merangsang terjadinya keganasan) dapat berkontak dengan indung telur melalui saluran reproduksi. nekrosis (kematian sel). Terapi yang dilakukan adalah operasi. OPERASI BESAR Share | Operasi besar adalah operasi yang memerlukan persiapan matang untuk menjalankannya dan terdapat banyak efek samping yang mungkin timbul selama dan setelah operasi dilakukan. darah lengkap. atau puntiran dari indung telur. dalam waktu cepat). Nyeri dapat terjadi karena peregangan dari kapsul indung telur. FUNGSI OPERASI Kebanyakan operasi besar memiliki fungsi : menentukan stadium kanker (staging surgery) . namun tergantung dari individu masing-masing.Penyebab Penyebab dari kanker ovarium adalah multifaktor. dan jenis kanker. hanya berkisar 10-15% dari seluruh kasus kanker ovarium. dan stadium III dan IV berkisar 15-20% atau kurang dari 5%.

dan sisa jaringan tersebut dieliminasi dengan radio atau kemoterapi. TEKNIK OPERASI PENGOBATAN KANKER Saat ini. debulking surgery Operasi tersebut dilakukan bila jaringan kanker tidak dapat diambil seluruhnya. namun untuk mengobati metastasis dari kanker. Biasanya operasi ini dilakukan untuk keperluan estetika.Operasi penentuan stadium umumnya dilakukan saat operasi utama sebagai pengobatan dilakukan. atau memperbaiki ketidaknyamanan (nyeri) atau kecacatan yang diakibatkan oleh kanker. teknik operasi pengobatan kanker tidak lagi hanya menggunakan pisau sebagai sarana untuk mengangkat kanker. mencegah terjadinya kanker (preventive surgery) Operasi pencegahan dilakukan seperti operasi pengobatan kanker. di mana setelah pengangkatan tumor dilakukan pengambilan sedikit tepi jaringan yang normal dan dilakukan pembacaan di bawah mikroskopik untuk menentukan seberapa jauh penyebaran tumor (pathological stage). operasi paliatif (palliative surgery) Operasi paliatif dimaksudkan bukan untuk menyembuhkan kanker. Operasi pengobatan juga kadang bersamaan dengan tindakan radiasi (intraoperative radiation). namun jaringan yang diangkat adalah jaringan pra kanker yang beresiko tinggi untuk terjadi kanker. bila jaringan kanker tidak dapat diambil seluruhnya. operasi perbaikan (reconstructive surgery) Operasi perbaikan dilakukan setelah operasi pengobatan utama dilakukan. operasi penunjang (supportive surgery) Operasi penunjang dilakukan untuk menentukan metode pengobatan yang lain. mengobati kanker (curative surgery) Operasi pengobatan merupakan operasi penyembuhan kanker. Beberapa teknik baru sebagai media operasi yaitu : ??? Laser surgery . di mana dapat dilakukan bila kanker hanya di satu area saja dan jaringan dapat diangkat seluruhnya tanpa merusak banyak jaringan di sekitarnya.

faring. karena sebelum dipotong. Teknik ini juga dapat dipakai untuk kondisi pre kanker. mencegah hilangnya banyak cairan tubuh (darah) saat pembedahan. laring. jaringan diberi suatu zat kimia tertentu. Umumnya digunakan untuk pengobatan kanker mulut atau kulit. maka pembedahan dihentikan. sebagai alasan menyelamatkan jaringan normal sebanyak mungkin. cervix. Dahulu teknik ini dinamakan chemosurgery. Electrosurgey Listrik berfrekuensi tinggi (high frequency electrical) dapat digunakan untuk merusak sel?. . hati. memotong jaringan. seperti memperbaiki kerusakan. Laparoscopic surgery Laparaskop merupakan tabung berukuran panjang. Umumnya teknik ini dipakai untuk kanker kulit atau mata. namun saat ini sedang dikembangkan untuk pengobatan.sel kanker. vaporize (membakar dan merusak) kanker. Keuntungan dari laser surgery : hanya sedikit jaringan yang dipotong. Umumnya sering untuk pengobatan kanker cervix atau prostat. Namun zat kimia tersebut bukanlah kemoterapi kanker. mengurangi timbulnya nyeri akibat pembedahan dan memperpendek waktu rawat inap. Mohs surgery Mohs surgery atau pembedahan di bawah kendali mikroskop merupakan cara mengangkat satu lapis tipis kulit yang terkena kanker dan kemudian dilihat di bawah mikroskop. bila sampai kepada lapisan yang normal.Laser adalah suatu energi cahaya berkekuatan tinggi dan terfokus yang digunakan sebagai media operasi yang tepat. Cryosurgery Cryosurgery ini menggunakan penyemprotan cairan nitrogen untuk membekukan atau membunuh sel?. Teknik ini sering digunakan untuk mengobati kanker pada mata.sel abnormal. Biasanya teknik ini dipakai untuk biopsi. Keuntungan : dapat melakukan pembedahan tanpa perlu membuat insisi yang lebar. berdiameter kecil dan fleksibel yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui insisi kecil pada tubuh. kulit atau rektum.

untuk berbicara dengan orang?. Alat ini dimasukkan melalui insisi kecil pada dada setelah paru dikempiskan. di mana operasi ini menggunakan mesin radiasi yang memotong tumor dari beberapa sudut berbeda. cukup membawa hasil pemeriksaan sebelumnya. dan pada area tujuan dapat dilakukan biopsi. teknik operasi dan kondisi kesehatan. kanker area kepala. untuk mengatur pemikiran anda dan juga untuk menetukan tim untuk perawatan. . Runtutan operasi meliputi : pemeriksaan pra operasi. Perencanaan dan Pre Operasi Ada baiknya jika anda dan dokter bedah berunding untuk memastikan pilihan operasi yang memberikan hasil terbaik. usus besar. Lainnya Operasi lain yang masih dalam pengembangan berupa stereotactic radiation therapy yang menggunakan cyberknife atau gamma knife. paru dan tulang belakang. persiapan. BAGAIMANAKAH OPERASI ITU? Operasi yang dijalankan tergantung banyak hal. Teknik operasi ini keberhasilannya sama dengan operasi membuka rongga tubuh (open thoracotomy) pada stadium dini kanker paru. Ambil waktu sebaik mungkin untuk memikirkan apakah cara ini memberikan hasil terbaik untuk kesehatan anda dan waktu yang ada sebaiknya digunakan untuk mempelajari penyakit dan pengobatan anda. Pengobatan kanker yang menggunakan teknik ini adalah kanker otak. Thorascopic surgery Thoraskop merupakan alat yang mirip dengan laparaskop. Sebelum? memutuskan untuk memilih operasi. namun tidak fleksibel melainkan kaku serta terdapat kamera kecil di unjungnya. ada baiknya untuk mencari second opinion dari ahli bedah lainnya dan tidak perlu mengulang pemeriksaan yang dahulu pernah dijalani. prostat dan? ginjal.Teknik ini sudah dipakai untuk mengobati kanker kandung empedu dan juga sedang dikembangkan pada kanker kandung kemih. yakni penyakit yang akan diobati. leher. operasi itu sendiri (termasuk jenis anestesi) dan masa penyembuhan. mengeluarkan cairan atau mengangkan tumor berukuran kecil.orang di sekitar anda.

Dengan menandatangani inform consent tersebut berarti anda sudah menerima segala informasi dan bersedia untuk dioperasi.Kondisi kesehatan dan mengapa operasi ini dipilih sebagai pengobatan . alergi atau kondisi lain yang berhubungan dengan operasi. serta membantu dokter untuk memahami kondisi anda dan untuk perencanaan operasi (terutama untuk operasi besar). fungsi ginjal dan hepar dan untuk penyediaan transfusi darah saat operasi. resiko perdarahan dan infeksi.Resiko operasi . Pemeriksaan Pra Operasi Pemeriksaan pra operasi ini diperlukan untuk memastikan apakah tubuh dapat menghadapi operasi dan tindakan anestesi.Pilihan pengobatan lain. . Jika perlu. Disarankan untuk anda membaca dan memahami dengan baik seluruh isi inform consent tersebut dan semua pertanyaan anda telah dijawab oleh dokter.Tujuan operasi .Efek samping operasi . menghitung jumlah darah. Laboratorium : -??? Darah Lengkap . kencing manis.Keuntungan operasi terhadap anda . anda di dampingi oleh keluarga atau teman saat menandatangani inform consent. anda terlebih dahulu harus diterangkan mengenai : .Bagaimana operasi itu sendiri .Urinalisis : memeriksa keadaan ginjal dan adanya infeksi . Adapun pemeriksaan yang dilakukan berupa : Anamnesis : menanyakan riwayat penyakit dahulu berupa darah tinggi. di mana sebelum memberi persetujuan terhadap dokter untuk dioperasi. penyakit jantung.Inform Consent / Surat Persetujuan Operasi Inform consent merupakan salah satu hal penting dari persiapan operasi.

namun area yang dibius lebih luas dan pasien juga tetap sadar. dengan cara puasa makan dan minum serta penggunaan laksatif untuk mengosong isi perut. untuk mencegah rambut masuk ke dalam area operasi dan menyebabkan terjadinya infeksi.Anestesi total . Hal ini ditujukan untuk mencegah terjadinya aspirasi (terhirup) muntahan ke paru saat dianestesi.Lain . tangan atau kaki sehingga melumpuhkan sementara saraf?. di mana aspirasi tersebut dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada paru. dan ini juga mempengaruhi apakah perlu anda sadar atau tidak saat operasi berlangsung. Oleh karena itu. beritahukanlah perasaan anda kepada dokter sehingga mereka dapat memberikan obat yang dapat membuat anda tenang. Hal tersebut tergantung dari jenis dan lama operasi.Anestesi regional Hampir sama dengan anestesi lokal. . Jika anda menggunakan anestesi total (bius total). Persiapan Operasi   Mengosongkan isi perut (lambung dan usus) dari malam sebelum operasi.X-ray dada dan EKG (elektrokardiografi) untuk memeriksa keadaan jantung dan paru . Anestesi Anestesi (bius) adalah cara untuk menghilangkan nyeri pada periode tertentu. maka anda akan dipertemukan dengan dokter anestesi yang akan menangani anda. Obat anestesi regional ini dapat berupa suntikan tunggal atau drip infus. Pilihan anestesi yang dapat anda pilih berupa : .lain : CT scan untuk melihat ukuran dan lokasi tumor serta penyebarannya.. Mencukur area yang akan dioperasi. Di mana obat anestesi disuntikan pada tulang belakang. Hal yang lumrah jika anda mengatakan bahwa anda takut akan operasi dan anestesi.saraf yang keluar dari area tersebut. Dan bukan tidak mungkin jika dokter akan meminta pemeriksaan lain yang berhubungan dengan kondisi yang mempengaruhi operasi.

Para tim perawatan anda mungkin berupaya agar anda beraktivitas setelah operasi. Skip to content  Home . Pada tubuh yang dioperasi juga akan dipasang drain untuk mengeluarkan cairan yang terkumpul akibat operasi. bila ginjal bermasalah tetap dipasang. di mana obat dapat dihirup atau disuntikan. sedang bermimpi dan tidak sadar sepenuhnya sampai keesokan harinya. Tenggorok anda akan terasa sedikit nyeri oleh karena pemasangan pipa endotrakeal. Dan para dokter atau paramedia juga akan memeriksa jumlah urin anda. Orang di bawah pengaruh sisa anestesi. akan merasakan perasaan berat. Anda juga akan dipasangi kateter urin untuk mengalirkan air kencing anda ke suatu tas khusus. Masa Penyembuhan         Orang yang mendapat anestesi lokal dapat segera pulang. Sebaiknya dilakukan setelah dokter menyatakan bahwa anda dapat minum dan makan (baiknya untuk minum terlebih dahulu). Dokter anestesi dan perawat akan mengawasi keadaan fungsi vital anda (tekanan darah. Hal ini ditujukan untuk mempercepat masa penyembuhan. juga tak lupa melepaskan pipa endotrakeal tadi. Saat anestesi total dilakukan. Operasi Teknik operasi yang digunakan membuat ketetapan . Anda juga akan mendapat obat pereda nyeri selama di rumah sakit dan pada saat rawat jalan. Anda sebaiknya makan dan minum walaupun ada perasaan tidak nafsu makan / minum. pipa endotrakeal akan dimasukkan melalui mulut anda untuk membantu pernafasan anda.ketetapan tindakan berbeda pula. namun orang yang mendapat anestesi regional atau total harus dirawat dalam ruangan penyembuhan sampai pengaruh anestesi habis. memperlancar aliran darah sehingga mencegah terjadinya pembekuan (clotting) pada kaki. sebab hal ini mempercepat masa penyembuhan. umumnya selesai operasi kateter ini dilepas. Hal ini bergantung kondisi pra operasi dan luas operasi. pernafasan) selama operasi sampai anda terbangun. nadi.Anestesi total membuat seseorang jatuh dalam keadaan tak sadar. Namun.

Enzim. Fase G2 (growth phase-2) : 1-2 jam . Fase S (synthesa) : 8 jam Sintesa DNA baru Dapat digunakan untuk mengukur prognosis 3. protein — persiapan sintesa DNA 2. protein dan duplikasi untai tunggal kromosom menjadi untai ganda. Fase G1 (growth phase-1) : jam-tahun Sel anak mensintesa RNA.Umum : pembengkakan/benjolan abnormal dalam tubuh . Morfologis 2 sel anak1.Logos : ilmu Ilmu yg mempelajari penyakit yang disebabkan oleh tumor. massa . khususnya neoplasma Tumor . hematom. beberapa tahunBerlangsung beberapa jam B.Oncos : tumor. Fase interfase : sel anak yg muda Sintesa DNA. Biokimia 1.Klinis : non neoplasma (radang. kista. Fase mitosis : 1 sel induk Profase : 1 jam Metafase : < 1 jam Anafase : < ½ jam Telofase : beberapa menit dewasa2. RNA.Khusus: benjolan yg disebabkan oleh neoplasma .    About Artikel Privacy Policy Search Home » Bedah Tumor » Onkologi Umum ← Kista Hepar Tumor Otak → Onkologi Umum Posted on 8 February 2011 by ArtikelBedah ONKOLOGI UMUM Onkologi Berasal dari bahasa Yunani : . hipertrofi) & neoplasma Neoplasma -Neos : baru -Plasein : membentuk jaringan baru yg abnormal Siklus pertumbuhan sel A. enzim.

Jauhnya penyimpangan anatomi & fungsi sel normal (diferensiasi) . Rapuh. Anaplastik : susunan tidak teratur 7. mudah berdarah 5. Hipervaskularisasi. terlepas dari kendali pertumbuhan sel normal. Pertumbuhan Lokal ◦ Unisentris/unilokuler: mulai dari satu sel dalam satu jaringan/organ ◦ Multisentris/multilokuler: dari beberapa sel (jarang) ◦ Sinkronous: sel tumbuh dalam waktu yang bersamaan ◦ Metachronous : tumbuh dalam waktu yang berbeda ◦ Sel kanker tumbuh secara binear & exponensial : 1 sel jadi 2. Ada bagian nekrosis/ ulserasi 7. Batas tidak tegas 3. lokal invasive/infiltrat Doubling Time Waktu yang dibutuhkan tumor untuk membesar sehingga volumenya menjadi 2 x dari semula Penting untuk menentukan diagnosis.Kemampuan infiltrasi & metastase Bentuk Sel Kanker 1. Metastase Sifat Tumor Ganas 1. Merusak bentuk dan fungsi organ 10. Sifat tergantung : . Polikromasi : warna bermacam-macam 3.Persiapan mitosis berikutnya 4. Kapsul tidak jelas/tidak ada 4. 4. 2n ◦ Lokal insitu. Bentuk tidak teratur 2. Terdiri dari : Jinak & Ganas. perlengketan 8. Fase M (Mitosis) : 1-2 jam Sel tumor sel tubuh yg mengalami transformasi sehingga tumbuh secara autonom. Inti sel relatif besar 5. Infiltrasi 11. evaluasi hasil terapi. Mitosis bertambah 6. neovaskularisasi 6. Tumor diameter 1 mm : 25 x PD dgn jumlah sel sekitar 100 juta 1 cm : 30 x PD dgn jumlah sel 1 milyar (klinis: dapat dideteksi) 10 cm : 40 x PD (population doubling) dgn jumlah sel 1 triliun . The Lag Period / Masa Interval Waktu yang diperlukan sel neoplastik memperbanyak diri sehingga dapat dideteksi. Ada infiltrasi. Ada metastase Pertumbuhan kanker 1. Hiperkromasi : warna lebih gelap 4. Polimorfi : bentuk bermacam-macam 2. Tidak menjalankan fungsi sel normal 9. Tumbuh terus tanpa batas 8.

cerna. intraduktal. Stadium lanjut (advanced stage) 3. Stadium diseminasi : Menyebar keluar dari kelenjar limfe regional atau menyebar ke organ lain yang letaknya jauh dari tumor primer Berdasarkan luas ekstensi penyakit 1. Derajat diferensiasi sel: G1. abd. Penyebaran ke organ lain/metastase Cara Penyebaran 1. Lokal 2. Loko-regional . Sifat tumor: neoplasma ganas. Berdasarkan tofografi penyakit Berdasarkan lokasi tumor primer atau metastasis 1. Regional 4. G4 5. Pertahanan tubuh: barier mekanik. Perkontinuitatum 2. Ekstensi lokal : telah menginvasi organ sekitar 3. Kelenjar limfe regional 3. Ruang tempat tumbuh tumor 2. Stadium lokal : Terbatas pada organ/jaringan tempat asalnya tumbuh 4. Populasi sel kanker: rasio fraksi sel kanker yang tumbuh. Status hormonal Stadium Pertumbuhan Kanker Stadium Pra-klinis Stadium pada saat kanker belum terdeteksi secara klinis Stadium Klinis A. Faktor Lingkungan Hidup Tumor 1. Transluminal: dalam dinding sal. imunologis (seluler dan humoral) C. intraluminal. jinak. pelvis 6. Stadium insitu : Masih terbatas pada parenkim organ tempat asal tumor (intraepitelial. Organ jauh Yang Mempengaruhi Kecepatan Pertumbuhan A. yang hilang B.2. Transerosa/transcoelum : c. Nutrisi (vaskularisasi) 3. Hematogen 4. G2. Iatrogenik Tempat penyebaran 1. tidak tumbuh. Lokal 2. Stadium regional : Metastasis masih terbatas di kelenjar limfe regional 5. insitu. G3. Faktor Tumor 1. Faktor Penderita 1. Waktu siklus (siklus pertumbuhan tumor) / lag periode 4. Umur: umumnya lebih cepat tumbuh pada anak-anak 2. Stadium sangat lanjut (far advanced stage) B.thoracis. napas. Asal tumor atau jenis tumor 2. urinaria 5. Stadium Invasif atau infiltratif : Telah bertumbuh di luar membrana basalis 3. Limfogen 3. Berdasarkan kemungkinan dapat disembuhkan 1. intralobuler) 2. Stadium dini (early stage) 2. sifat tidak tentu 3.

Metastasis jauh C. Stadium Portman : ca mamma 2.N3. pleu. Stadium Dukes : Ca kolorektal 3. per.N4 Kelenjar limfe regional Kelenjar limfe tidak dapat ditaksir/diperiksa Tidak terbukti penyebaran ke kelenjar limfe regional Ada kelenjat yang terlibat. (tulang). (otak).T3 Tumor primer Tumor primer tidak dapat ditaksir Tidak terbukti adanya tumor primer Karsinoma insitu Tumor primer makin membesar. bra. (pleura). Stadium Ann Arbor : limfoma maligna 4. ski. 1943).N2.T2.5. ada/tidak infiltrasi di organ atau struktur sekitar M Mx Mo M1 Metastasis jauh Tidak dapat diperkirakan adanya anak sebar Tidak ada bukti metastasis jauh Ada metastasis jauh Organ yang tempat metastasis dapat disebutkan : Pul. (peritoneum). (hepar). (yang lain/other) Tambahan : -cTNM : Clinical staging -pTNM : pathological staging -sTNM : surgical-evaluative staging -rTNM : retreatment staging -aTNM : autopsy staging -R : sisa tumor setelah terapi . oth. T Tx To Tis T1. (kulit). (pulmo). 1958 diadopsi oleh IUCC (Union Internationale Contre le Cancer). makin jauh infiltrasi di jaringan dan organ di dekatnya N Nx No N1. oss. Stadium FIGO : ca serviks Fase pertumbuhan kanker Induksi Insitu Invasi Diseminasi 15-30 thn 5-10 thn 3-5 thn 1-5 thn Sistem TNM Pertama kali diperkenalkan oleh Pierre de Noix (Perancis. hep. Berdasarkan Konvensi 1.

menurunnya produksi fc penghambat. Promotor memacu sel terinisiasi menjadi sel neoplastik. Adanya jejas/nekrosis yg memacu proliferasi sel utk regenerasi. adanya fc yg fungsinya abnormal. masih terkait dgn pertumbuhan jaringan dimana ia berada. Adanya mutagen/karsinogen yg terus memacu timbulnya mutasi baru (proses genetik) 3. Teori Monoclonal origin Berasal dari satu sel yang terus membelah 2. Adanya promoter yang terus bekerja (proses epigenetik) 2. Teori Field origin Agen karsinogen bekerja pada sejumlah besar sel yg menyebabkan sekelompok sel berpotensi menjadi sel neoplastik Teori terjadinya neoplasma 1. Adanya seleksi alam yg memberi peluang sel abnormal berkembang biak/ bertumbuh. dimana sel abnormal ikut terpacu pula 4.Sel terpapar karsinogen yg menimbulkan lesi biokimia berupa perubahan gen permanen (DNA repair gagal Promosi Tidak semua sel yg sudah terinisiasi berubah jadi sel kanker. mutasi). Teori asal sel neoplasma 1. bila terjadi kerusakan DNA — ini diatur oleh protein p53 Asal onkogen Onkogen seluler (c-onc) : dari gen normal dalam sel (proto-onkogen) dan tumor supressor gene Onkogen virus (v-onc) : dari luar Mekanisme proto-onkogen menjadi onkogen : Deletion atau point mutation Gen amplification (gen bertambah) . Sifat sel belum otonom.-Rx : tidak dapat ditentukan adanya residu -Ro : tidak ada residu -R1 : ada residu mikroskopis -R2 : ada residu makroskopis -r : residif setelah bebas kanker -y : keadaan kanker setelah terapi multinodal Proses karsinogenesis melalui 2 tahap ganas perlu tahap induksi (15-30 TH)Transformasi sel normal Inisiasi Bersifat ireversibel. Tidak terkontrolnya pertumbuhan sel akibat: bertambahnya produksi fc pertumbuhan/reseptor. bila diberi promoter akan timbul karsinogenesis sekalipun inisiator sudah lama dihentikan. Kecepatan transformasi / pembentukan sel neoplastik dipengaruhi beberapa faktor : 1. Teori Mutasi Genetik Neoplasia timbul bila genom abnormal (telah berubah) mengenai gen yg mengatur pertumbuhan sel (gen proto-onkogen/onkogen seluler). DNA repair nuclease : memperbaiki. sebagian besar terhenti (sebagai tumor jinak atau normal).

sel yg kecil primitif Inti banyak DNA/ kromatin kasar/gelap/ hiperkromatik/ mengelompok/ tersebar sepanjang membran inti/anak inti besar. Hematogen Cara utama penyebaran sarkoma: Neoplasma primer — pertumbuhan progresif — vaskularisasi — invasi — pelepasan — embolisasi — bertahan hidup dalam sirkulasi — tersangkut — ekstravasasi — terhindar dari pertahanan tuan rumah — pertumbuhan progresif — metastasis. metastase tidak ada Perluasan lambat akibat adanya kapsul (stroma jaringan asal). multipolar Sel raksasa. quadripolar. Metastasis Semua kanker dapat bermetastasis kecuali Glioma. digerakkan. daya infiltrasi. sehingga mudah diraba. inti polimorfik/hiperkromatik/sangat besar Ada daerah nekrosis iskhemik Perubahan displastik yg meliputi seluruh ketebalan epitel : neoplasma preinvasif (Ca in situ) 2. invasi dan kerusakan jaringan sekitarnya 4. antibody dependent cell-mediated cytotoxicity. basalioma Langsung Berkembang pd rongga tubuh/permukaan. Ab dan komplemen.Chromosome rearrangement Interaksi antara onkogen dgn Growth Factor (GF) : Onkogen mengkode langsung pembentukan GF Onkogen mengkode pembentukan reseptor GF Onkogen mengubah sensitivitas sel terhadap sinyal GF 2. natural killer cells membunuh sel neoplastik Karasteristik neoplasma 1. Kecepatan Pertumbuhan Umumnya tumor jinak bertumbuh lambat Kanker bertumbuh lebih cepat dan berhubungan dgn derajat diferensiasinya 3. invasi. Limfogen Cara utama penyebaran karsinoma Pembesaran kelenjar limfe disebabkan oleh : penyebaran dan pertumbuhan sel kanker. sel tidak spesifik Anaplastik bila tidak berdeferensiasi Morfologi Sel dan inti pleomorfik. reaksi hiperplasia. Diferensiasi dan anaplasia Berdiferensiasi baik bila mengandung sel yg mirip sel matur normal asal jaringan neoplasma Jelek bila mirip sel primitif. Teori Epigenetik 4. ukuran/bentuk bervariasi. sel-sel besar. . Teori Virogen Onkogen 3. tripolar. Teori Kegagalan Imun (immune surveillance) Akibat kegagalan sel T sitiotoksik. Invasi Lokal Tumor jinak : Massa ekspansif dgn kohesi antar sel masih baik. diangkat Tumor ganas : Disertai infiltratif progresif. Ratio sitop/inti (1:1/1:4/1:6) Banyak mitosis atipik atau aneh — bentuk spindel.

bronkus Mamma. tiroid Mamma. laring. Ca sel kecil paru. kolon. kolon. ren Mamma. limfoma Anus. testis. Burkitt lymphoma. serviks Mamma. kolon. tiroid. neuroblastoma.lambung. mamma. tiroid. bronkus. ren Lambung. melanoma Melanoma.Tempat Metastasis Tumor Primer KGB servikal KGB supraklavikuler KGB aksillar KGB inguinal Kulit/subkutan Paru Hepar Tulang CNS Ovarium Cavum serosa Mulut. faring. ovarium. pankreas. melanoma. Perubahan Imunologis/Antigenik ◦ Common viral antigen : Tumor yg diinduksi virus menunjukkan antigenik kuat yg berhubungan dgn membran dan dimiliki juga oleh semua tumor yg diinduksi oleh virus yg sama ◦ Antigen unik : Diinduksi zat kimia memiliki Ag yg tdk dimiliki oleh tumor lain yg diinduksi zat kimia sama ◦ Ag onkofetal : CEA. prostat. pankreas. sarkoma Mamma. esofagus. limfoma Tanda sel yang mengalami transformasi (kanker) 1. AFP ◦ Hilangnya antigen yang normal ada Tumor Associated Antigens : -Burkitt’s lymphoma -Malignant melanoma -Neuroblastoma -Osteosarcoma -Soft tissue sarcoma -Colon carcinoma -Breast carcinoma -Leukemia -Lung carcinoma -Bladder carcinoma -Renal carcinoma . genetalia. bronkus. Perubahan morfologi 3. Ca ovarium. lambung. limfoma Bronkus. bronkus. ren. mamma. kolon Mamma. melanoma. Perubahan kariotipe Misal : Kromosom (Ph1) pada CML (chronic Myelositic Leukemia) mengadakan translokasi antara kromosom 22 dan 9. Perubahan sifat pertumbuhan Terlepas dari pengendalian pengaturan Kegagalan maturasi Bersifat immortal Daya transplantasi 2. testis. bronkus. meningioma 4. lambung. lambung. ovarium. kolon.

nikel. diepoksibutan. griseofulvin. amida.12-dimetilbenz(a)antrasen Amin dan amida aromatik dan zat warna azo : 2-naftil amin (beta-naftilamin). kromium. fungisida. 3-metilolantren. Produksi sel tumor ◦ Ag onkofetal : CEA dan AFP ◦ Enzim : PSA. safrol. dietilkarbamil klorida Prokarsinogen yg memerlukan aktivasi metabolik: Hidrokarbon polisiklik aromatik dan heterosiklik : Benz(a) antrasen. anti kanker (siklofosfamid. insektisida. siklamat Tumbuhan alam dan hasil mikroba : Aflatoksin B1. Perubahan metabolik Semua sel anaplastik primitif mengalami konvergensi penyederhanaan pola enzim dan metabolik bersama 6. benzo(a)piren. vinil klorida. Perubahan Permukaan dan Membran Sel ◦ Perubahan glikoprotein membran ◦ Hilangnya daya kohesi dan adhesi (contact inhibition) ◦ Sintesis dan pelepasan faktor pertumbuhan ◦ Sintesis tipe reseptor permukaan tertentu ◦ Kerusakan komunikasi antar sel ◦ Produksi dan pelepasan enzim degradatif ◦ Produksi dan pelepasan aktivator plasminogen ◦ Produksi dan pelepasan faktor prokoagulan ◦ Peningkatan transpor transmembran zat makanan 7. Dibenz(a. LDH ◦ Imunoglobulin : neoplasma B limfosit ◦ Produksi hormon berlebihan ◦ Produksi hormon ektopik Petanda tumor (tumor marker) Petanda Jenis kanker Carcino-embrionic Ag (CEA) Human choriogonadotropin (HCG) Alfa-fetoprotein (AFP) Phosphatase acid (PAP) Prostate surface Ag (PSA) Calsitonin (CT) Human tyroglobulin (hTG) Ca kolon dan paru Koriokarsinoma testis Ca hepatoselulare / sel germinativum Ca prostat Ca prostat Ca tiroid meduler Ca troid folikuler Etiologi 1. dimetil sulfat.h)antrasen. sakarin. sikasin. 2asetilaminofluoren. dll) Agen asilasi : 1-asetil imidazol. Carcinogenesis Kimia Karsinogen yang bekerja langsung Agen Alkilasi : Beta-propriolakton. dimetilaminobenzena (kuning mentega). . nitrosourea. kacang betel Lain-lain : nitrosamin. 7. klorambusil.5. kadmiun.

Geografi dan Ras Insiden tinggi : Ca lambung : Skandinavia.bifenil polikronat (PCBs) Mekanisme Kerja Sebagian besar karsinogen kimia adalah mutagen Sifat karsinogenik kimia tergantung dosis. sinus pilonidalis. Onkogenesis hormonal Faktor pemicu (induction faktor) Estrogen : hiperplasia. Jepang. vit E dan selenium diduga mempunyai efek pencegahan 5. basalioma. Lain-lain Gaya hidup : Kebiasaan makan. leukemia Radioisotop : radium (osteosarkoma) Debu radiaktif Iritasi Kronik Sikatriks luka bakar. kondiloma. limfoma DNA Virus papiloma manusia (HPV) : kutil. Ca nasofaring CMV : Sarkoma kaposi HBV : Ca hepatoselulare 3. melanoma Radiasi sinar X : karsinoma kulit. ulkus kronis uang lain Fistel akibat osteomielitis. merokok. alkoholisme Parasit : Schistosoma hemotobium (Ca planoselulare buli-buli) Sunat dan Fimosis : Tidak disunat (Ca penis) Predisposisi neoplasma 1. Islandia . fistel perianal Esofagus Barret 4. displasia. Ca sel squamosa Virus herpes simpleks 2 : Ca vulva dan serviks EBV : Limfoma Burkitt. dan dosis multiple terbagi Sifat karsinogenik dapat ditingkatkan dengan pemberian beruntun promotor Untuk efektifnya promotor harus mengukuti inisiator 2. vit C. Carcinogenesis nutrisional Makanan berserat kurang dikaitkan dengan kejadian Ca kolon Makanan berlemak (hewan) dikaitkan dengan Ca kolon dan payudara Makanan yg mgdg beta karoten. Virus Onkogenik RNA HTLV I : leukemia/limfoma sel T Virus tumor payudara : Ca payudara Agen yg tdk dpt ditentukan : leukemia. neoplasia endometrium Estrogen : karsinoma payudara DES: anak wanita yg terpapar intrauterin — clear cell adenocarcinoma vagina Steroid : adenoma dan karsinoma sel hati Pertumbuhannya tergantung pada hormon Ca prostat : hormon androgen Ca payudara : estrogen Ca tiroid : TSH (yang berdeferensiasi baik) 6. Carcinogenesis Fisik Radiasi Sinar ultraviolet : ca sel squamosa.

melanoma Anemia Fanconi : leukemia. Keturunan/genetik Kelainan kanker/ prakanker herediter Autosom dominan Retinoblastoma (gen Rb1/ kromosom 13q14): retinoblastoma. feokromasitoma Poliposis kolon familial (gen APC / kromosom 5q21): Ca kolon. Sarkoma orbita Neurofibromatosis (gen NF-1/kromosom 17q11) : sarkoma neurogen. Gejala akut : ruptur atau infark . Ca lambung Sindroma Turcot : polip kolon. Infeksi sekunder 5. squamosa. Lingkungan 4. sarkoma. neuroma akustika. dll Penyakit Von Hippel-Lindau : Hemangioblastoma serebelum. paratiroid MEN III : varian tipe II Melanoma ganas kulit : melanoma maligna kulit. sirosis Proliferasi hiperplasi. hipernefroma. leukemia. Lokasi dan terserangnya struktur berdekatan 2. kanker/tumor otak 5. Ca ovarium. Lesi prakanker Replikasi sel yg regeneratif menetap : fistel kronik. limfoma Sindroma Bloom : leukemia akut Ataksi telangiektasi : leukemia akut.Ca hepar : Afrika Barat dan Selatan Ca nasofaring : China Ca buli-buli : Mesir Insiden rendah : Ca kolorektal : Afrika (kulit hitam) Ca prostat/mamma : Jepang Ca serviks uteri : Jahudi Ca kulit : Kulit hitam 2. displasi : endometrium. polip adenomatosa Sindroma Gardner : Ca kolon. feokromasitoma. bronkus Gastritis kronik atrofi. paratiroid. Perdarahan 4. kolitis ulseratif kronik Lekoplakia. keratosis solaris Adenoma tubuler dan vilosa kolon Dampak tumor terhadap tuan rumah 1. feokromasitoma Tumor Wilms (gen WT-1/kromosom 11p13): tumor wilms Sindroma kanker familial : adenokarsinoma (kolon dan endometrium) Kanker payudara berkaitan dgn neoplasma ganas lain (BRCA1 dan 2): Ca payudara. polip adenomatosa Sindroma Peutz-Jeghers : Ca kolon ? MEN I : Tumor kelenjar hipofise. limfoma. tumor otak Autosom resesif Xeroderma pigmentosa : Basalioma. pankreas MEN II : Ca medular tiroid. Aktivitas fungsional : sintesis hormon 3. Umur 3.

invasive 3. Penentuan stadium tumor -Clinical staging : cTNM -Pathological staging : pTNM 3. Mikroskopis Histogenesis 1. Bentuk Plaque Melanoma. Jinak 2.Patologi kanker A. Penentuan status penampilan (performance status) -WHO -Karnofski 4. Bentuk Erosi-ulkus Sifat : Bentuk/batas tidak teratur Permukaan tidak rata. Jaringan tropoblast dan embrional 4. Jaringan Masenkim 3. ditutupi jaringan nekrosis Tepi meninggi Rapuh dan mudah berdarah Sering sebagai bagian dari suatu tumor yg lebih besar 4. granuler. Ganas : insitu. adamantinoma Derajat diferensiasi G1 : diferensiasi baik G2 : diferensiasi sedang G3 : diferensiasi jelek G4 : tidak berdeferensiasi (anaplastik) Penatalaksanaan 1. Jaringan epitel 2. lab. Menegakkan diagnosis -Lokasi tumor primer : krteria ICD dari WHO -Diagnosis klinis : anamnesis. Makroskopis 1. Bentuk Nodus-tumor Padat / masif : keras atau lunak Kista Campuran 3. klinis. Evaluasi . Tanpa bentuk Leukemia B. dll 2. Borderline : basalioma. carsinoma yg kecil 2. Rencana pengobatan 5. basalioma. Ro. Bentuk Campuran 5. noduler. Campuran Sifat tumor 1. Pelaksanaan terapi 6.

Hormonal terapi -Tumor yg luas dan hormonal dependent Adjuvant (tambahan) 1. Transfusi : koreksi anemia 3. Perdarahan -Transfusi. terpadu dan holistik 2. Obstruksi -Usus : reseksi usus atau bypass -Trachea : trakeostomi -Urethra : kateter. Chemotherapy 3. mampu memelihara diri sendiri. Fraktur -Reposisi-fiksasi-imobilisasi 2. lalu terapi 4. tidak mampu bekerja aktif. dapat berjalan. Radiotherapy 2. Secara manusiawi. aktivitas tidak terganggu. Infeksi -Antibiotik 5. Beri informasi tentang penyakitnya kepada penderita dan keluarganya dan tindakan yg akan diambil Jenis terapi Terapi Utama 1. narkotik. Surgical oncology -Lokal. > 50% waktu bangunnya berada . dapat memelihara diri sendiri. lokoregional — inoperable. Hormonal therapy Terapi tambahan lain 1. dapat bekerja. sistostomi 3. Seumur hidup di follow up 6. dapat bekerja ringan 2 50-60 Masih ambulatoar. Tentukan diagnosis. tanpa halangan 1 70-80 Masih ambulatoar. stadium. Radiation oncology -Lokal. lokoregional — operable 2. akupuntur. tampon. Fisioterapi : perbaiki fisik penderita 4. manipulasi saraf Terapi bantuan 1. Nyeri : -Analgetik.Prinsip Pengelolaan 1. Psikoterapi : mengutakan mental penderita Terapi sekunder -Terapi penyakit yang menyertai Status Penampilan (performance status) Who Karnofsky 0 90-100 Ambulatoar. Multidisipliner 3. ada keterbatasan secara fisik. > 50% waktu bangunnya 3 30-40 Tidak dapat jalan. Medical oncology -Metastase atau kemosensitif/responsif 4. Terapi sesuaikan dengan keadaan penderita 5. Nutrisi : perbaiki fisik penderita 2. hipnose. radiosensitif 3. ligasi arteri 4.

tetapi dapat berdiri 40 Lemah dan memerlukan perawatan serta bantuan khusus 30 Tak mampu bangun. hrs dirawat di RS. walaupun kematian belum mengancam Pasien sakit berat & hanya berada di tempat tidur 20 Sakit berat. perlu pengobatan pendukung secara aktif 10 Mendekati ajal. 50% berada di tempat tidur. tidak dapat bangun. keluhan (-). seluruh waktunya dihabiskan di tempat tidur/kursi roda Karnofsky Dapat melakukan aktivitas sehari-hari normal Tak memerlukan perawatan khusus 100 Normal. proses ke arah kematian berjalan dengan cepat 5 Meninggal Indikasi Operasi Indikasi Diagnostik Biopsi -Bajah (FNA) : sitologi -Tru cut needle biopsy (jarum besar) : histopatologi -Biopsi insisi -Biopsi eksisi Frozen section (vries coup) Operasi eksplorasi Indikasi Terapeutik Kuratif : Untuk penyembuhan Paliatif : Mengurangi penderitaan Profilaksis -Kolektomi : poliposis koli. colitis ulcerativa -Orkidektomi : undesensus testis -Subkutan mastektomi : familial breast cancer -Ovarektomi : familial ovarial carcinoma Operasi Debulking : Untuk mengurangi kesan tumor sehingga mudah dikontrol dengan terapi lain. harus dirawat di RS. misal radioterapi Metastasektomi Kedaruratan onkologis -Ligasi arteri : perdarahan -Trakeostomi : obstruksi jalan napas -Reseksi usus : obstruksi/perforasi usus Rekonstruksi dan rehabilitasi .ditempat tidur/kursi roda 4 10-20 Tidak mampu memelihara diri sendiri. tak ada tanda-tanda penyakit 90 Dapat menjalankan aktivitas dgn gejala penyakit minimal 80 Aktivitas normal dgn usaha Beberapa tanda dan gejala penyakit Tak mampu bekerja aktif 70 Dapat mengurus diri sendiri Tak dapat mengerjakan kegiatan normal sehari-hari atau pekerjaan aktif 60 Sesekali memerlukan bantuan 50 Banyak memerlukan bantuan dan perawatan medis Tak mampu mengurus diri.

endometrium. Stadium lanjut . epilasi. hepatitis. tumor Cukup peka : Otak . Pengangkatan tumor bersama metastase regional harus satu kesatuan 7. Jaringan sehat sekitarnya harus diangkat 3. pembuluh darah besar Kepekaan tumor terhadap radioterapi Tumor ganas hemopoetik : myeloma. endometrium -Metastasis ca epidermoid nodus limfatik di leher. buli-buli. disgerminoma. Lapangan operasi harus bersih dari darah (blood less) 4. Chondrosarcoma.Kontraindikasi Operasi 1. retinoblastoma -Sinus paranasalis. Seminoma. GI. pansitopenia Tulang : pertumbuhan lempeng epifise terhambat. buli-buli. fibrosis Jantung : perikarditis. ditempat tidur saja Dasar Teknik Pembedahan 1. Lapangan operasi harus cukup luas 8. metastase positif. kelenjar endokrin) Soft tissue sarcoma. hipertensi. mukosa usus. pisau 2. Epidermoid karsinoma Adenokarsinoma (mamma. Neurogenic sarcomas Osteosarcoma. Melanoma maligna Efek lokal radiasi Kulit : radiodermatitis. epitel germinativum Peka : Kulit. perforasi Ginjal : nefritis. nekrosis Paru : pneumonitis. harapan hidup pendek 2. menapause RES : limfopenia. uterus. soft tissue sarcoma/liposarkoma. Kwalitas hidup jelek. limfisarkoma Hodkin’s disease. esofagus. ulkus. ovarium . myelitis Radioterapi sebagai ajuvant pembedahan Preoperative -Carsinoma laring. Pengangkatan jaringan tumor secara tajam : gunting. dekompensasi kordis) 3. atrofi. Bekas operasi atau FNA harus disertakan Kepekaan jaringan terhadap radioterapi Sangat peka : Sumsum tulang. Wilm’s tumor. sumsum tulang belakang Kurang peka : Otot. striktur. Sedikit mungkin menyentuh tumor (no touch technic) 6. katarak Saraf : edem otak. ulserasi GI : edem. Penyakit organ vital (koma. medulloblastoma. insufisiensi renal Bladder : disuri. ulkus Gonads : sterilitas. rektum Postoperative -Ca paru dengan metastasis di kelenjar mediastinal -Seminoma. Operasi kuratif sebaiknya hanya satu kali 5. diare. Ewing’s sarkoma Basal sel karsinoma. ginjal. tulang. infeksi. miokarditis Mata : konjunktivitis.

fisik/Ro/laboratoruim negatif Respon sebagian / partial response (PR) Metastasis mengecil minimal 50% Tidak ada perubahan / no change (NC) Tidak ada perubahan (pengecilan kurang dari PR tidak terukur) Penyakit memburuk / progressive disease (PD) Terjadi pembesaran. hipofisektomi) Estrogen Progesteron Progesteron Androgen Steroid Progesteron H.tiroid Steriod Steroid Penghambat steroid Antiandrogen Antiandrogen Antiestrogen Penghambat steroid LHRH Agonis LHRH Agonis Respon Pengobatan Respon lengkap / complete response (CR) Semua metastasis hilang. muncul tumor baru/metastasis baru . Tiroid Leukemia Limfoma Orkidektomi Ovarektomi (adrenalektomi.Jenis Terapi Hormonal Tumor Jenis terapi Ablatif Op/radiasi Terapi Aditif Hormon Antihormon Lain Prostat Payudara Endomet.

mediastinum. ulkus : tempat masuk kuman -Daya tahan menurun : tumor (metastasis ke sumsum tulang). erosi. Nyeri / fraktur tulang 4. Deteksi dini 3. efusi pleura/ascites 3. Menyembuhkan penyakit kanker 3. kemoterapi / steroid / splenektomi 2. Keadaan abdomen akut 6. Infeksi/sepsis -Nekrosis. Memperbaiki kwalitas hidup Cara : 1. Prevensi 2. Ascites 7. Keadaan Gizi Keadaan gizi penderita kanker berangsur memburuk sampai penderita kaheksia Penyebab : 1. Dispnu -Akibat kelainan paru-jantung : tumor di bronkus. kardia -Saluran cerna terganggu : kapasitas gaster berkurang. metastasis di mediastinum (ca mamma dan paru) B. Mengurangi penderitaan dan invaliditas 5. kemoterapi. Nyeri pada Kanker Biasanya timbul pada tahap lanjut akibat infiltrasi ke jaringan peka rangsang atau karena komplikasi D. Diagnosis 4. Follow up MASALAH KHUSUS PADA KANKER A. radioterapi. gangguan faal hati C. mual. Komplikasi dan Masalah akut 1. Mengurangi morbiditas dan mortalitas 4. Kebutuhan kalori meningkat -Metabolisme tumor -Infeksi 2. pengobatan lain. muntah : paraneoplastik dari tumor (kanker memproduksi protein yg menekan nafsu makan). Terapi 5. Rehabilitasi 6. Mencegah timbulnya kanker 2. ileus -Anoreksia. Perawatan pada Akhir Masa Hidup Sebaiknya penderita dirawat di rumah . Nyeri kepala dengan tanda fokal 5. Kekurangan intake kalori -Gangguan menelan : esofagus. Sindroma vena cava superior -Akibat limfoma.PENANGGULANGAN Tujuan : 1.

batuk. retensi urin. Tahap kompromis/tawar-menawar 5. arthritis penyerta -trombosis vena dalam. konstipasi. spasme otot. edem. anoreksia. ulkus dekubitus. inkontinensia -Disfagi. insomnia.Kematian penderita kanker umumnya akibat metastasis yang menimbulkan gangguan faal salah satu organ vital Ada 2 hal yang sulit dijawab pada penderita kanker : kapan penderita meninggal ? dan apa yang menjadi penyebabnya ? Keluhan dan gejala pada akhir penderita kanker : -Penurunan BB. Tahap depresif 6. efusi pleura. Proses Duka Cita Dukacita akan dirasakan oleh penderita dan keluarga sejak disadari bahwa prognosis penyakitnya infaust Tahap reaksi penderita dan keluarga 1. Tahap pemberontakan/kemarahan 4. Tahap pengharapan -Masih mengharapkan kesembuhan. sesak napas. kelainan muskuloskeletal. Tahap penerimaan PENATALAKSANAAN NYERI KANKER Biasanya timbul pada tahap lanjut akibat infiltrasi ke jaringan peka rangsang atau karena komplikasi Penyebab 1. migren. lesu -Mual. sekalipun sudah tahu penyakitnya 2. Tahap penyangkalan -Menyangkal bahwa ia menderita kanker 3. nyeri. ascites. Nyeri yang tidak berkaitan langsung dengan kanker -konstipasi. penyakit / sindrom lain . muntah. Nyeri akibat kanker -Nyeri pada kanker terjadi akibat -Infiltrasi tumor ke periosteum -Perangsangan peritoneum/pleura -Infiltrasi saraf atau kompresi saraf -Infeksi/ulkus -Peninggian tekanan intrakranial yang memberi respon terhadap opium -nyeri dari jaringan lunak -nyeri dari organ dalam yang sedikit/tidak memberi respon terhadap opium -nyeri tulang -nyeri radikuler -nyeri disestetik -nyeri kepala akibat tumor otak -nyeri akibat regangan kapsul hati -nyeri akibat ulkus ganas yang terinfeksi -nyeri akibat peradangan pada panggul -spasme otot 2. dekubitus E.

parenteral. rektal.3. 1 gr tiap 4-6 jam 3. neuropati 4.antidepresan) Analgetik non-opioid 1. perforasi lumen Terapi Farmakologis -Pemberian obat sebaiknya/seharusnya diberikan sebelum ada nyeri -Sebaiknya oral. infeksi -obstruksi lumen.narkotik kuat -dengan / tanpa ajuvant Nyeri sedang -NSAID . tinctur 2 mg/5 ml -dosis 5 mg tiap 30-60 menit sampai nyeri hilang -tidak untuk orang tua. sebaiknya dosis tunggal Opioid lemah 1. fibrosis. sebaiknya mulai dengan dosis rendah 2. antiinflamasi yang baik 2. keadan lemah . Akibat pengelolaan -pasca bedah : luka. antiinflamasi kurang 4. Asetaminofen -4-6 x 500 mg. Metadon -tablet 5 mg. obstruksi intestinal -koma Nyeri berat -NSAID. NSAID -terutama untuk metastasis ke tulang -oral. Akibat komplikasi -fraktur. Dehidrocodein 3. Parasetamol -oral atau rektal. Oksikodon -supositoria 30 mg -dosis 30 mg tiap 8 jam 4. bila tidak memungkinkan beri secara parenteral -Indikasi parenteral : -gangguan menelan (kelemahan akibat kanker lanjut) -muntah yang menetap/membandel. narkotik ringan (codein) -dengan/tanpa ajuvant Nyeri ringan -NSAID (aspirin) -dengan/tanpa ajuvant (ansiolitik. Morfin -merupakan pilihan. Aspirin -4 x 900-1300 mg. disfagi. Codein : 50 -100 mg tiap 4 jam 2. Dextropropoksifen -biasanya kombinasi dengan parasetamol -600 mg/hari Opioid kuat 1. neuralgia -pasca radiasi : reaksi inflamasi.

Dextromoramid. levorfanol Pedoman terapi morfin Dosis awal (bentuk eliksir) -dosis : 10 mg -orang tua 65-80 thn. disfagi akibat tumor otak Lain-lain -perangsangan nafsu makan 8-16 mg 8-12 mg . dexametason Untuk analgetik Dosis 24 jam Tumor otak Tekanan radiks saraf Kompresi medulla spinalis Nyeri akibat regangan kapsul hati Untuk mengurangi tekanan -obstruksi trakhea/bronkhus utama -obstruksi vena cava superior.5 mg Frekwensi pemberian -setiap 4 jam -orang tua. sirosis setiap 6-8 jam Hasil terapi ditunggu 24 jam. takut diberi morfin : 5 mg -orang tua > 80 tahun : 2. hidromorfin. gangguan ginjal. esofagus -limfedem -paralisis. Oksikodon -supositoria 30 mg -dosis 30 mg tiap 8 jam 4. jika perlu hingga 50 mg/5ml Jika serangan nyeri terjadi berulang kali Dosis tablet lepas lambat dapat dinaikkan. frekwensi tetap Prinsip supositoria morfin sama seperti eliksir morfin Perinsip morfin parenteral sama dengan eliksir kecuali: Dosis adalah 50% dosis oral equivalen Pemberian subkutan lebih baik dibanding im Tidak ada batas dosis morfin Dosis analgetik adalah dosis berapapun yang menghilangkan nyeri Steroid obat pilihan-Untuk mengurangi udem peritumor. sebelum dosis ditingkatkan Cara peningkatan dosis -100% untuk dosis kurang dari 20 mg -50% untuk dosis kurang dari 100 mg -33% untuk dosis lebih dari 100 mg Peralihan ke tablet morfin lepas lambat. bila kebutuhan eliksir telah ditentukan -dosis tablet lepas lambat setiap 12 jam : 50% dosis eliksir harian Eleksir morfin harus ada untuk mengontrol serangan nyeri Dosis penyelamat : 20% dosis morfin harian total dengan meningkatkan konsentrasi eliksir.3.

proklorperazine.1% -Pembuluh darah : 0.9% Indonesia sekitar 8%.4% -Jaringan limfoid : 1. Haloperidol -1-3 mg/hari (sekali atau 2x/hari) 6. Belanda sekitar 25%. Klorpromazine. merupakan urutan ke 3 setelah karsinoma serviks dan payudara. Usia sekitar 40-70 tahun. anus.7% -Tumor adneksa : 6.9% -Undifferentiated : 1. . Amitriptilin. Methotrimeprazine -15 mg/hari/im 7. Australia 50% (urutan pertama).9% -Melanoma : 10. Klonazepam -2-4 mg/hari Non-farmakologis -Blok ganglion coeliacus : nyeri dalam perut (misal kanker pankreas) -Blok interkostal : nyeri dinding dada. lunak: 3. Fenitoin : 100-300 mg/hari 3. Benzodiazepin 8.8% dari seluruh keganasan -Ca sel squamosa : 42. blok kaudal : tenesmus -Blok n. metoklorpramide 5.1% -Sarkoma jar. perut -Simpatektomi lumbalis. kulit putih lebih banyak.sakralis/ kauda equina : nyeri perineum. Karbamazepin -100 mg/hari (7-10 hari) terutama nyeri fantomlimb 2. pria : wanita (2:1).9% -Ca sel basal : 32.8-12 mg 6 mg 6-12 mg 6-12 mg 6-8 mg 8-16 mg 2 mg Kombinasi obat -Opioid dengan non-opioid -Opioid dengan -hydroxyzine 100 mg (antihistamin) -dexedrine 10 mg (amfetamin) -Morfin dengan kokain 10 mg Adjuvant 1. vulva -Blok anastesi : dekubitus KULIT – JARINGAN LUNAK TUMOR GANAS KULIT Pendahuluan Sekitar 6. imipramin : 10-75 mg/hari 4.

Squamous cell carcinoma (SCC) 3. Pembedahan 2. fibrosarkoma. Pemeriksaan penunjang Penatalaksanaan 1. Basal cell carcinoma (BCC) 2. Kemoterapi 4. skar luas. arsen 5. bila histologik ganas -KGB -bila histologik mengandung metastasis : diseksi -negatif : lakukan diseksi elektif atau follow up ketat -inoperabel : radiasi dan atau kemoterapi -Kelainan prakanker obati secara tepat . skar Klasifikasi Nonmelanotik 1. Kelainan prakanker : -Keratoakantoma -Keratosis solaris/senilis -Hyperplasia pseudoepitelioma -Warty diskeratoma -Leukoplakia -Florid papillomatosis -Xeroderma pigmentosus -Ulkus marjolen (kronik) -Fistel kronik. benzen. Kaposis sarkoma. Tumor ganas lain : mycosis funguides. adenokarsinoma kelenjar sebasea. volar tangan (ras negro.Etiologi Multifaktorial ? 1. hemangiopericytoma. Radioterapi 3. Human papilloma virus 7. Pemeriksaan fisis 3. Genetik/hormonal 6. Pemeriksaan histopatologis 4. Karsinogen kimia Ter. trauma kronis akibat tidak memakai alas kaki 3. melanoma banyak ditemukan pada lapisan yang kurang pigmen pada telapak kaki. Lain-lain -Elektrodiseksi dan kuretase -Cryosurgery nitrogen cair beku -Chemosurgery : menggunakan pasta zinc chloride Prinsip Pengobatan : -Usahakan temukan tumor secara dini -Bila ditemukan. Sinar ultraviolet Menyebabkan kerusakan daya regenerasi DNA inti 2. Kurangnya lapisan pigmen Misal. asia) Iritasi kronis : infeksi kronis. Anamnesis 2. lakukan biopsi (anastesi umum atau regional) -Lakukan wide excision.… Melanotik Melanoma maligna Diagnosis 1. Radiasi sinar X 4.

radioterapi atau kombinasi KARSINOMA PLANOSELULARE Nama lain : Squamous cell carcinoma Berasal dari sel lapisan spinosum Klinis Sering didahului oleh lesi prakanker Bentuknya bervariasi Bentuk veruka. pinggir sitoplasma sulit ditentukan dan bagian pinggir sel tersusun palisade Lokasi Kepala-leher 75%. transparan/kelabu merah/kadang kehitaman. cepat timbul ulkus (ulkus dengan . sifat invasi setempat. ulserasi. pinggir mirip mutiara/mengkilat Puncak cekung/berlekuk. tumor sel basal Paling sering ditemukan dari semua tumor ganas kulit Berasal dari sel lapisan basal atau lapisan luar sel folikel rambut Klinis Besar tumor bervariasi.-Cryosurgery. Ukuran dan lokasi tumor 2. badan 10%. inti oval. hidung. Pengobatan primer BASALIOMA Pendahuluan Nama lain : Basal cell carcinoma. tumbuh eksofitik. pada tingkat lanjut disebut ulkus rodens (pinggir mirip gigitan tikus) Pertumbuhannya lambat. kelopak mata. mulai nodul kecil. ekstrimitas 15% Terutama kulit kepala. Dalamnya infiltrasi 3. halus. nekrosis. lokal (intraarterial infusion/perfusi regional) atau sistemik bila tumor difus dan metastasis jauh Prognosis Ditentukan oleh : 1. mulai sebagai kutil berkelompok (warty). kromatin halus. chemosurgery hanya untuk tumor kecil -Sering basalioma (radioresisten) dengan radioterapi memberi hasil yang baik -Kemoterapi topikal (zalf 5FU). tetapi menyebabkan destruksi setempat PA : massa sel bentuk poligonal. nasolabial. penebalan dengan pertandukan. tumbuh lambat Bentuk noduler/infiltratif. jarang metastasis jauh. bibir Jenis Solid (eksofitik) Pigmented Morphealike basalioma : sering residif Cicatricial basalioma Field fire basalioma Superfisial basalioma Terapi Pembedahan.

hanya epidermis Tumor 2-5 cm. dll KGB regional KGB tidak teraba Syarat minimal penentuan keadaan KGB tidak terpenuhi KGB homolateral. sel individu/sekelompok sel mengandung keratin. permukaan kotor) invasi ke jaringan sekitar.… Mukosa yang dilapisi epitel squamos : bibir. tumbuh agak cepat. mudah berdarah. potensi metastasis PA : massa sel epidermis atipik. tanpa memandang dalamnya infiltrasi ke dermis Tumor meluas ke sekitar. esofagus Tipe Cornificans : sel tumor diferensiasi baik. susunan tidak teratur. sering ada mutiara tanduk Non cornificans : diferensiasi mulai memburuk Undifferentiated/anaplastik Grading Grade 1 : Lebih dari 75% sel tumor berdeferensiasi baik Grade 2 : 50-75% sel berdeferensiasi baik Grade 3 : 25-50% sel berdeferensiasi baik Grade 4 : kurang dari 25% Sistem TNM T Tx Tis To T1 T2 T3 T4 N No Nx N1 N2 N3 M Mo M1 Tumor primer Syarat minimal keadaan tumor tidak terpenuhi Karsinoma insitu Tidak ada tumor primer Tumor < 2 cm. temporal. otot. tulang. daun telinga. mobil . punggung tangan dan kaki.bentuk tidak teratur. hiperplastik. ekstrimitas 30% Terutama pipi. rongga mulut. eksofitik. lidah. pinggir meninggi/berbenjol. preaurikuler. mobil KGB kontralateral/ bilateral. infiltrasi minimal ke dermis Tumor > 5 cm. mitosis aktif dan sporadis Lokasi Kepala-leher 65%. badan 5%.

angka mortalitas tinggi. rambut putih/merah ◦ Predisposisi : paparan sinar matahari. muka. industri kimia). di luar kulit (rektum. leher. maupun amelanotik.KGB inmobil Metastasis jauh Tidak ada tanda metastasis jauh Ada metastasis jauh atau terbukti ada metastasis di KGB kontralateral. sekitar 67% ◦ Semua usia. Sinar ultraviolet 2. prognosis buruk. Pembedahan -Wide excision : 2-3 cm jaringan sehat sekitar tumor diambil -Radikal diseksi KGB : N3/N3 -Radiasi ajuvant KGB : N3/pN3 2. Kemoterapi Indikasi : -Sebagai ajuvant pada radioterapi atau pembedahan -Terapi primer bila sudah metastasis jauh MELANOMA MALIGNA Pendahuluan Tumor ganas kulit yang berasal dari melanosit (dari sel neural crest yang mengadakan migrasi ke kulit pada masa fetal) ◦ Sekitar 3% kanker kulit merupakan melanoma ◦ Perjalanannya sukar di prediksi. baik yang berpigmen. Faktor herediter -BK male syndrome Klinis Sekitar 2/3 melanoma berasal dari nevus (jenis dermoepidermal). sindroma nevus displastik Etiologi Multifaktorial ? 1. lingkungan kerja (farmasi. Radioterapi Indikasi : -Ada kontraindikasi operasi -Tumor inoperabel -Histologik operasi irradikal 3. sisanya di kulit normal Perubahan maligna pada nevus : -pertumbuhan cepat -bertambah gelap -bertambah besar -perubahan warna pigmen -bertambah tebal -penyebaran pigmen -bentuk tidak teratur -gatal -terbentuk halo -perdarahan -lesi satelit -ulserasi/mengelupas Lokasi Tungkai bawah (terutama telapak kaki). terutama 30-60 tahun (40 tahun) ◦ Lebih sering pada kulit putih/ pucat. Iritasi/trauma pada nevus 3.iris) . bila tumor primernya di tungkai bawah Terapi 1. mata biru.

cepat mengadakan metastasis Nodul biru-hitam. tangan. Ketebalan Invasi tumor Clark (1969) Level Interpretasi I II III IV V Terbatas di epidermis (insitu) Invasi papilla dermis Sampai daerah antara papilla dengan retikulum Sampai retikulum dermis (serat kolagen) Invasi sampai subkutis Kedalaman invasi tumor ke lapisan kulit Breslow (1970) level Interpretasi KGB 5 tahun I II III IV V Hiperplasia melanotik atipik Invasi tumor sedalam 0. baik yang terekspos maupun tidak 3. badan Pada tipe amelanotik. di batas mukosa dengan kulit Klasifikasi A. terutama tungkai bawah.5 – 4. cepat menyebar dan prognosisnya buruk Lokasi terutama telapak kaki. tidak homogen (warna berbeda). dahi 2. batas jelas. Superficial Spreading Melanoma (SSM) Sekitar 60-70% dari semua melanoma Pertumbuhan horisontal lalu vertikal (bifasic growht) Bercak dengan warna bervariasi. coklat-kehitaman.75 – 1.75 mm > 0. cepat membesar dengan ulkus Lokasi kulit kepala. mengadakan invasi. batas jelas. tumbuh radial. warnanya agak putih 4. Lentigo Maligna Melanoma (LMM) / Frekle Hutckinson’s melanotik Sekitar 5% dari melanoma Awalnya makula. bagian tengah mengalami regresi Terutama pada kulit yang terpapar matahari : pipi. menonjol di atas kulit. perdarahan. batas tegas.5 mm > 1. leher. di bawah kuku. disertai indurasi/nodul pada lesi. Acral Lentigenous Melanoma (ALM) Sekitar 8% Makula. batas tegas.0 mm . Nodular Lesions/Melanoma Sekitar 15% Tumbuh vertikal (ke dalam). serosanguinolen Dapat di seluruh tubuh.0 mm > 4. lalu timbul ulkus dengan krusta.Berdasarkan lesi kulit (Clark-Mc Govern) dibagi 4 tipe 1. coklat-hitam.

3% 6% 32% 60% 95% 85% 60% 45% Ketebalan tumor sesuai dengan ukuran terpanjang dari diameter vertikal tumor dalam mm KGB : metastasis ke kelenjar getah bening 5 tahun : kemungkinan hidup 5 tahun B. Sistem TNM cTNM T N Nx No N1 N4 M Mo M1 Tumor primer (tidak dianjurkan) KGB regional dan juksta regional Syarat minimal tidak lengkap KGB tidak teraba KGB teraba membesar KGB juksta regional teraba Metastasis jauh . Tingkat Klinis AJCC (American Joint Comitte for Cancer) Stadium Interpretasi I II III Tumor terbatas pada kulit Metastasis KGB regional Metastasis jauh NCJ (National Cancer of Japan) Stadium Interpretasi Ia Ib II III IV Terbatas di kulit. infiltrasi jauh ke lapisan kulit Metastasis KGB regional Metastasis KGB lebih jauh Metastasis jauh C. infiltrasi sedikit sel tumor Terbatas di kulit.

00 – 4.75 T1 > 0.0 mm V dan atau lebih 3. en bloc bila tumor dengan KGB berdekatan Diseksi KGB profilaktik. diulang tiap 3 minggu.0 mm KGB regional : tahap pN sesuai dengan N Metastasis jauh : pM sesuai dengan M TNM berdasarkan kombinasi Clark dan Breslow CLARK BRESLOW II III IV V -0. tidak lebih 0. Pemeriksaan fisis 3. Pemeriksaan penunjang Terapi 1. 5 cm ke arah kranial Amputasi : kadang sangat dibutuhkan Diseksi KGB bila positif.00 mm T4a Satelit T4b Diagnosis 1.75 – 1.50 mm T2 > 1.50 – 3.Tidak ada Ada metastasis jauh pTNM (post surgical class) pT pTx pTis pTo pT1 pT2 pT3 pT4 pN pM Tumor primer Syarat minimal tidak terpenuhi Hiperplasia atipik melanosit (tidak ganas/level 1) Tidak ada tanda tumor Invasi ke papilla (II). Pemeriksaan histopatologis 4.00 mm T3a > 3. Kemoterapi Cara pemberian : -Sistemik: DTIC (Dimethyl triazeno imidazole carboxamide: Dacarbazine) 400 mg/m2/iv hari 1 sampai 3.00 mm T3b > 4. Pembedahan Eksisi luas : 3 cm di luar tepi tumor.75 mm III dan atau lebih 0. bila lesi dekat sekali dengan KGB 2. Obat lain: .75 -1.5 mm IV dan atau lebih 1. Anamnesis 2. bisa dikombinasi dengan Cisplatinum.5 – 3.

batas tegas. bebas dari dasar. berisi massa seperti bubur (massa keratin putih. otak. sudut luar mata. bebas dari kulit di atasnya. pangkal hidung). tetapi ada yang sensitif -Sebagai ajuvant post operatif atau radioterapi untuk metastasis jauh/organ 4. Stadium klinis dan derajat invasi 3. berisi cairan seperti minyak. usus dan kulit Tidak ada metastasis : angka ketahanan hidup 10 tahun 40-90% KELAINAN LAIN PADA KULIT KISTA Kista Aterom / Sebasea Akibat sumbatan pada muara kelenjar sebasea Terutama ditemukan di daerah yang mengandung kelenjar (tidak pernah ditemukan di telapak tangan/kaki) Tumor bulat. Metastasis -Ke hati. Imunoterapi -Pemberian BCG Prognosis Tergantung : 1. punggung. melekat pada kulit di atasnya. tidak berbau) Biasanya ditemukan pada telapak kaki dan tangan (epidermis tebal. tidak bebas dari dasar. rafe median skrotum. berasal dari ektoderm Terutama muka (dahi. siklofosfamid. paru. perineum Tumor kenyal. ditemukan punkta (muara kelenjar). Jenis kelamin 4. campuran bahan warna putih dan mungkin apendiks kulit (rambut) Kista Epidermoid Dari epitel epidermis yang masuk ke jaringan subkutis akibat trauma Kista dengan dinding tebal. akibat rambut yang berada mid line .vinblastin. dinding liat/tebal. hidroksiurea -RIP (Regional Isolated Perfusion) dengan Melphalan atau Melphalan dengan Actinomycin C dan Nitrogen murstad : untuk lesi di ekstrimitas -Intra Arterial Infusion : untuk lesi di ekstrimitas Indikasi : -Sudah metastasis jauh -Kondisi lokoregional inoperabel -Ajuvant post operative 3. Lokasi tumor 2. abdomen. mudah mengalami trauma) Kista Pilonidal Kelainan kistik pada kulit di daerah sakrokoksigis. Radioterapi -Sebagian besar radioresisten. kista berisi sebum (bubur putih-abu. bau asam) Kista Dermoid Kelainan bawaan yang timbul di daerah fusi embrional kulit. ovarium. dinding tipis/rapuh.

Junctional : bentuk rata. berpigmen (nevus melanosit). ekskokleasi Nevus Kelainan bawaan jinak akibat kelebihan/kekurangan unsur kulit Bentuk bulat. berisi cairan bening kental Ganglion besar : kista Baker pasang torniket)Terapi : Eksisi (secara kosong darah Sangat mudah residif TUMOR JINAK Veruka Vulagaris Pertumbuhan epitel akibat virus di kulit (sering di tangan atau jari) Permukaan tidak rata. rata. rata -bila ada iritasi dapat menonjol -Terapi : eksisi. bebas dari kulit di atasnya. gesekan -sinar ultraviolet Hemangioma Tumor yang berasal dari pembuluh darah Kapiler Kavernosum simpleks flameus -buah arbei -menonjol -merah cerah -ada cekungan kecil -regresi spontan -Terapi : tunggu 6-7 tahun -menetap. misal pergelangan tangan. mengkilap. tumbuh menebal/melebar 3. tidak berpigmen (hemangioma) Jenis nevus : 1. menonjol. tidak dapat digerakkan dari dasar. . stasis 2. pergelangan kaki.menyusup masuk ke kulit oleh pengaruh gesekan Kista sering mengalami infeksi dan terbentuk abses Bisa ditemukan pada lipatan antar jari pemangkas rambut Pada pengemudi jep tentara : jeeps disease Terapi : insisi abses. tidak menonjol. perlahan Faktor yang menyebabkan nevus berdegenerasi : -iritasi kronis : tekanan. bila baik dapat sembuh sendiri Terapi : bedah beku. soliter/multiple Bentuk lain : kondiloma akuminata Bila pertahanan tubuh turun dapat di seluruh tubuh. Intradermal : di dermis. Compound : paling gelap. fossa poplitea Kista dengan dinding tipis. bergerigi. terletak di subkutis. bila sudah tenang dilakukan eksisi luas Ganglion Berasal dari tonjolan membrana sinovia atau vagina tendineum Terdapat di sekitar sendi. kasar. menonjol.

badan. ketegangan waktu penyembuhan. melebar tanpa indurasi disertai lipoma multiple. warna gelap. pembedahan Kalus Hiperkeratosis setempat akibat gesekan kronik. cuping telinga dan wajah Hipertrofi scar : parut tidak melewati tepi luka Predisposisi 1.tato dan laser -bentuk rongga -letak lebih dalam dari dermis -kempes bila ditekan -meluas. tangan pada orang tua Lesi bulat. Rangsang fibroplasia yang berkelanjutan : infeksi kronik. permukaan kasar dan rapuh seperti lilin Keratosis Senilis/solaris Daerah terpapar matahari. batas tegas. benda asing dalam luka. endoderm Papel soliter/multiple. polip saluran cerna. Usia pertumbuhan 3. rata/menonjol. kulit berwarna gelap Lokasi pada sternum. akantosis Batas tegas. Lokasi Terapi : kortikosteroid intrakeloid (2-3 minggu sekali). warna abu/coklat/ gelap TUMOR PRAMALIGNA Morbus Bowen Penyakit herediter autosomal dominan Timbul hamartroma multiple dari jaringan ekto. aktif. puncak ke dalam. Bakat 4. papiloma mulut . kulit putih Hiperkeratoris. permukaan verukosa. merah kusam. nyeri dan tumbuh progresif Sering pada dewasa muda. mirip kembang kol. tekanan lokal kontinu. pinggang. meso. diskeratosis. regangan berlebih 2. menyebabkan rasa sakit pada saat berjalan Keratosis Seboroika Hiperkeratosis setempat di muka. infiltratif -Terapi : ekstirpasi dan embolisasi Keloid Pembentukan jaringan parut berlebih yang tidak sesuai beratnya trauma Parut melewati batas tepi luka. bahu. kemerahan. gatal. bentuk bundar Timbul di atas penonjolan tulang Klavus Kalus lokal di plantar pedis/jari kaki yang tumbuh ke dalam Dasar di permukaan kulit. permukaan berkerak/bersisik. Ras 5.

telangiektasi. mungkin : 1. salah satu dari 10 kanker terbanyak ◦ Urutan ke-6 dari semua tumor ganas pada anak (terutama rabdomiosarkoma di leher-kepala) Lokasi : -Ekstrimitas inferior 40% -Ekstrimitas superior 15% -Tubuh. usia 50 tahun. mirip karsinoma squamous Nodul bentuk kubah. malignant fibrous histiocytoma 5. prognosis buruk Ada defisiensi enzim endonuklease (repair DNA yang rusak akibat sinar ultraviolet) Pada usia muda. teruta 20-40 tahun ◦ Indonesia. pada kulit terbuka/terpapar Bercak pigmentasi dikelilingi bercak atrofi pucat. 1% dari semua tumor ganas ◦ Semua umur. ukuran beberapa sentimeter Dapat regresi tanpa bekas yang jelas SARKOMA JARINGAN LUNAK Pendahuluan ◦ Tumor ganas masenkim bukan berasal dari tulang. retinoblastona : osteosarkoma 6. Terpapar radium : osteosarkoma. jarang ditemukan. kepala-leher 35% -Lain-lain : retroperitoneal 10% ETIOLOGI Tidak diketahui. glans. terutama wajah. inti hiperkeratosis. di tengah ada massa keratin. asbes : mesotelioma 4. parenkim atau viseral ◦ Mempunyai kemampuan infiltrasi cepat ke jaringan sekitar dan sering rekuren setelah tindakan bedah dilakukan ◦ Jarang ditemukan. pria > sering Tumbuh cepat. Trauma : trauma. luka bakar. papillmatous Kornu Kutaneus Tonjolan jinak mirip tanduk Berasal dari keratosis senilis/solaris Keratoakantoma Pada kulit yang terpapar. warna sama dengan sekitarnya. klorofenol 3. Zat kimia : vinylklorida. preputium Penyakit Cowden : bila banyak hamartroma Eritroplasia Queyrat : morbus Bowen yang kelainannya terutama di mukosa Xeroderma Pigmentosum Resesif sex linkage. keratosis. herbisida. Faktor predisposisi : ◦ limfedem pasca mastektomi : lymphangiosarcoma ◦ neurofibromatosis (Von Recklinghausen’s): neurofibro-sarcoma ◦ Paget’s dis. osteosarkoma. Pasca radioterapi : fibrosarkoma.Lokasi : mukosa vulva. fraktur 2. Virus .

tidak jelas : alveolar soft part sarcoma : epithelioid sarcoma : clear cell sarcoma GRADE ◦ Garadasi tumor jauh lebih penting dibanding dengan gambaran histologiknya ◦ Gradasi patologik didasarkan pada banyaknya mitosis dan nekrosis Grade Banyaknya mitosis Ketahanan hidup 5 thn I.low grade II. saraf Kelenjar limfe KGB regional tidak mengandung metastasis KGB mengandung metastasis Metastasis jauh Tidak ditemukan Ada metastasis jauh .moderate grade III.high grade Kurang (<4/2 mm2)* Agak banyak (4-25/2mm2) Banyak sekali (>25/2mm 2) 92% 70% 45% *banyaknya mitosis pada lapangan mikroskopik 2 mm2 SISTEM TNM T Tx To T1 T2 T3 N No N1 M Mo M1 Tumor induk Tumor tidak dapat dicapai Tidak ada bukti tumor primer Tumor < 5 cm Tumor > 5 cm Infiltrasi ke tulang. pembuluh darah.KLASIFIKASI Berdasarkan asal jaringan : -Jaringan ikat : fibrosarkoma -Skelet : rhabdomyosarcoma -Otot polos : leiomyosarcoma -Lemak : liposarcoma -Sinovial : sinoviosarcoma -Saraf : neurofibrosarcoma. Histiocyt : malignant fibrous histiocytoma -Jar. swannoma maligna -Vaskuler/limfatik : angiosarcoma. lymphangiosarcoma -Jar.

kecuali bila sudah membesar dan menekan/tarikan saraf atau otot ◦ Benjolan tanpa nyeri. metastasis karsinoma Patut curigai dan perlakukan sebagai tumor jaringan lunak : -Tiap ganglion pada lokasi yang tidak lasim -Tiap lipoma yang tidak lunak seluruhnya -Tiap kista aterom yang lain dari normal TERAPI Pembedahan -Reseksi radikal. termasuk 2 cm jaringan sehat sekelilingnya Radioterapi -Preoperatif. Pemeriksaan penunjang -Radiologis -Foto tulang : mengetahui ada/tidaknya infiltrasi ke tulang -Foto thoraks : metastasis ke paru -Angiografi. Miositis ossifikans 4. Pemeriksaan klinis 3. Pemeriksaan histopatologis -Biopsi insisi : bila ukuran tumor > 3 cm -Biopsi eksisi : bila tumor < 3 cm 4. USG DIAGNOSIS BANDING 1. limfangiografi -CT Scan. hipervaskularisasi. ada metastasis regional/jauh DIAGNOSIS 1. Anamnesis 2. kapsul ada. untuk mengurangi nyeri . Lipoma infiltratif 5. Tumor jinak jaringan lunak 2. MRI. batas jelas ◦ Tumor kecil : sukar dibedakan dengan yang jinak ◦ Tumor besar : infiltasi sekitar. Kelainan fibrosa proliferatif 3. untuk mengecilkan agar layak bedah -Terapi ajuvant pasca operasi -Terapi paliatif.STADIUM Stadium I A : G1T1NoMo I B : G1T2NoMo Stadium II A : G2T1NoMo II B : G2T2NoMo Stadium III A : G3T1NoMo III B : G3T2NoMo III C : GsemuaT1-2N1Mo Stadium IV A : GsemuaT3N1Mo IV B : GsemuaTsemuaNsemuaM1 GAMBARAN KLINIS ◦ Keluhan biasanya tidak ada. pada perabaan hangat. tanpa tanda radang .

Ifosfamid -DTIC ( dimetil triazeno imidazol karboksimide) Metastatektomi -Untuk metastasis ke hepar PROGNOSIS Tergantung dari : -Ukuran tumor : kurang atau lebih 5 cm -Lokasi tumor : proksimal atau distal -Kedalaman tumor : superfisial atau profunda -Derajat keganasan : G1. Eksisi luas lokal (local wide excision) -Untuk tumor terlokalisir dan G1 2. tergantung pada : -evaluasi PA pasca bedah -evaluasi derajat keganasan -perlu/tidaknya terapi ajuvant PROTOKOL SARKOMA JARINGAN LUNAK PENENTUAN STADIUM Berdasarkan TNM (UICC 1987) 1. Radiologis -Foto tulang : mengetahui ada/tidaknya infiltrasi ke tulang -Foto thoraks : metastasis ke paru 3. p.TNM TERAPI Pembedahan Syarat : -Tumor harus terangkat semua -Batas sayatan harus bebas sel tumor ganas Cara : 1. Ukuran tumor . MRI 5. Klinis 2. Eksisi luas radikal (radical wide excision) -KGB + dan G3 Pemilihan strategi pembedahan tergantung pada : 1. CT Scan 4.-Bila ada kekambuhan lokal Kemoterapi -Untuk pre dan pasca bedah -Terdiri dari : -Adriamisin. G2 atau G3 -Sel nekrosis (dinilai pada saat pemeriksaan patologis) Untuk mendapatkan angka ketahanan hidup yang tinggi perlu : -Kerjasama multidisipliner -Diagnosis klinis yang tepat -Strategi pengobatan yang tepat.

Lokasi tumor 3. dasar mulut. Amputasi 2.2. mengunyah sirih dan tembakau. 30-40% dari keganasan kepala dan leher ◦ Asia tenggara insidennya cukup tinggi akibat kebiasaan merokok. India 20-30%. Indonesia pria : wanita. Hemipelvictomi 4. basalioma 2-3%. Indonesia 3. Penderita menolak pembedahan Residu tumor + (pada pemeriksaan patologi anatomis) Tindakan : Re-eksisi : Radioterapi/kemoterapi. Barat pria > ◦ Sekitar 2-5% dari seluruh keganasan. Faktor ekstrinsik -Merokok -Alkoholisme -Mengunyah sirih/tembakau/betel . Tumor in-operabel 2. Lain-lain Bila N+ dan masih operable. Umur penderita Prosedur : 1. Limb Saving Surgery Tidak dianjurkan di RS daerah karena butuh ajuvan kemoterapi. bibir (terutama bibir bawah). bila menolak re-eksisi Tumor Residif Terlebih dahulu tentukan : -Operable/inoperable -Lalu biopsi insisional untuk diagnosis pasti Terapi : -Operable : eksisi luas -Inoperable/menolak operasi : radioterapi/kemoterapi KEPALA DAN LEHER TUMOR GANAS RONGGA MULUT PENDAHULUAN ◦ Untuk daerah yang berbeda mempunyai insiden yang berbeda ◦ Usia 40-70 tahun (55-65). baik sebelum maupun sesudah operasi 5. sisi lateral . dan lain-lain 1% (adenokarsinoma/adenoid cystic carcinoma/undifferentia-ted carcinoma/ limfoma) Predileksi : lidah (terutama 2/3 bagian depan. gingiva. Vogler 1962) : 1. mukosa pipi. palatum ETIOLOGI -Belum diketahui. Grade 4.5% ◦ Karsinoma squamosa 90-97%. Fore Quarter Amputation 3. maka dilakukan diseksi radikal kelenjar Radioterapi/kemoterapi Diberikan bila : 1. Sebagai terapi ajuvan post operatif (bila PA : G III-IV) 3. multifaktorial ? Faktor predisposisi (Wynder 1957.

rongga mulut. rongga mulut. laring. sekitar 14% -Mandelson (1977) : 4% meninggal akibat metastasis jauh KGB Ragang atau keganasan Submental Submandibuler Servikal atas Servikal tengah Servikal bawah Retroclavikuler Oksipital Segitiga posterior Bibir bawah. lidah 1/3 tengah 30%. orofaring. hipofaring. esofagus. paru. dll 2. tiroid Hipofaring.pterigoideus sehingga sukar bicara Limfogen -Stasiun pertama : KGB submandibularis dan subdigastrikus -Saat pertama didiagnosis (Zagar) sudah 35-40% metastasis ke KGB jugulodigastrik dan submandibula -Keganasan lidah 1/3 depan : kemungkinan ke KGB 29%. saluran cerna atas Kulit tengkorak Nasofaring. lambung Paru. tiroid. dll PENYEBARAN Perkontinuitatum -Karsinoma lidah : infiltrasi otot lidah sampai basis dan dasar mulut (bentuk eksofitik prognosisnya lebih baik) -Karsinoma dasar mulut : infiltrasi sekitar sampai tulang mandibule -Karsinoma mukosa pipi : infiltrasi m. tiroid SISTEM TNM T T1 T2 . Faktor intrinsik -Genetik -Imunosupresi -Kekurangan gizi -Lues -Leukoplakia/eritroplakia.-Iritasi sinar matahari/kronik lain -Kebersihan mulut. kulit Bibir bawah. hipofaring Pangkal lidah. hipofaring. kulit wajah Rongga mulut. 1/3 belakang 63% Hematogen -Jarang terjadi.

mobil Homolateral. kontralateral/ bilateral mobil Terfiksir Metastasis jauh Tidak ada Ada metastasis STADIUM KLINIS Std TNM Harapan hidup 5 thn Std I Std II Std III Std IV T1 No Mo T2 No Mo T3 No Mo. T1-3 N1 Mo T4 No-1 Mo. Tsemua N2-3 Mo. keganasan tiroid dan sistem limfe GAMBARAN KLINIS Curiga bila ditemukan kondisi berikut -Ulkus. ekstensi ke tulang. tunggal < 3 cm. otot dan kulit Pembesaran KGB Homolateral. erosi mukosa kronis yang tidak sembuh -Indurasi tumor akibat infiltrasi ke sekitar dan lebih dalam yang dirasakan sebagai pembengkakan -Ulkus atau kelainan lain dalam mulut disertai pembesaran KGB leher -Lesi di mulut dan sukar buka mulut -Ada gambaran lekoplakia/eritroplakia dengan faktor resiko Gejala -Nyeri : akibat infiltrasi (saraf) dan ulserasi -Foetor ex ore : mulut bau akibat jaringan nekrosis .T3 T4 N N1 N2 N3 M Mo M1 Tumor primer < 2 cm 2 – 4 cm > 4 cm > 4 cm. tunggal > 3 cm. TsemuaNsemuaM1 75-95% 50-75% 25-50% <25% Tidak berlaku untuk karsinoma squamosa dari kulit dan melanoma.

USG. Tipe fissura -Berupa celah yang dalam. liver scanning. sekitar padat 3.-Hipersalivasi : akibat rasa nyeri -Disfagi -Ankiloglosia : lidah kaku tidak bisa dijulurkan. grading. ditutupi keratin DIAGNOSIS 1. tepi meninggi 2. Mengembalikan fungsi fisiologis 3. Faktor penderita -Keadaan umum -Penyakit yang menyertai -Keadaan psikis dan sosial 3. Anamnesis 2. Faktor tumor -Tipe histologi. deviasi lidah -Disfoni : sulit berbicara -Suara serak -Benjolan di leher Gambaran lesi 1. warna. Tipe Eksofitik -Benjolan meninggi. Tipe ulseratif -Ulkus. Pemeriksaan Fisis -Tentukan letak. Pemeriksaan penunjang -Pemeriksaan dengan Toluidin blue 1% -Foto polos. CT. tomogram paru -Lain-lain TERAPI Tujuan pengobatan 1. Faktor sarana dan prasarana dan keahlian tenaga medis . MRI -Bone scanning. Mempertahankan fungsi kosmetik seoptimal mungkin Faktor yang mempengaruhi 1. dasar dan sekitarnya padat. Histopatologis -Biopsi : diagnosis pasti : setiap kelainan yang tidak sembuh selama 2 minggu usahakan biopsi -FNA : ketepatan diagnosis sekitar 86% 4. deviasinya -Ukuran. Tipe Infiltratif (benjolan) -Berlobus. Menghilangkan penyakit 2. diferensiasi sel -Lokasi tumor -Stadium klinis dan karesteristik pertumbuhan 2. permukaan tumor -Gerakan lidah. mukosa normal dengan abses kecil 4. mobilitas 3. subtipe.

Pembedahan -Eksisi luas. Peroral -Untuk lesi kecil di bagian depan mulut 2. Visor flap -Insisi mandibula dari kanan ke kiri melalui seluruh ketebalan hingga bibir dan pipi dapat dilepaskan dari mandibula dan mencapai rongga mulut Rekonstruksi post operatif -Penutupan primer : untuk lesi kecil -Dengan split thickness skin graft -Skin flap : deltoidepectoral flap. tetapi batas tumor jadi kabur -Radiasi postoperatif : basmi sel tumor sisa di tempat operasi dan mengontrol metastasis di KGB PROGNOSIS Prognosis ditentukan oleh : . Mandibulotomi -Untuk dasar mulut belakang. bleomycin. trigonum retromolar -Post operatif pasang wire atau miniplate 4. oncovin -cys-platinum. methotrexate Kombinasi -Radiasi preoperatif : cegah rekurensi dan mengecilkan tumor primer. Membuat flap pipi (atas dan bawah) 3. oncovin. forehead flap -Myocutaneus flap : pectoral. trapezius. eksisi luas + RND. rotation tongue flap. bleomycin. vinblastin -bleomycin. methotrexate. sehingga dapat dioperasi. eksisi luas + MRND -Eksisi luas dilakukan 2-4 cm dari batas tumor (hasil frozen section) -Diseksi leher bila KGB positif (mikro) dan mobil -Pada lesi yang berdekatan dengan mandibula (Loree dan Strong) menganjurkan : mandibulektomi marginal Tehnik pembedahan dipengaruhi oleh -Lokasi tumor dalam mulut : di depan atau belakang -Ukuran tumor (T) -Keadaan KGB Macam pendekatan 1. sternocleidomastoideus -Osteomyocutaneus pectoralis major flap -Microvascular flap Radioterapi -T1 dan T2 : beri hasil yang hampir sama dengan pembedahan -Dosis 5000-6000 rad Kemoterapi -Terapi ajuvant atau paliatif untuk yang bermetastasis -Kombinasi obat : -cys-platinum. dasar lidah.

neurofibroma Adenoma pleomorfik (mixed tumor) -Benjolan sekitar liang telinga. tidak nyeri. 80% adalah adenoma pleomorfik (mixed tumor). -PA : campuran antara adenoma dengan jaringan miksomatosa -Sering residif bila eksisi tidak adekwat Terapi -Tumor lobus superfisial : parotidektomi superfisial -Di lobus profunda : parotidektomi total TUMOR GANAS -75% terletak di kelenjar parotis. batas tegas. telinga terangkat ke lateral.1. 80% di lobus superfisial Jenis -Adenoma pleomorfic (mixed tumor) -Adenoma monomorfik -Warthin. jinak. Stadium tumor 3. Metastasis -Harapan hidup 5 tahun : 40-65% -Stadium I : 65-75% (bila dilakukan eksisi luas) Harapan hidup 5 tahun (Mendelson) KGB + KGB Gingiva Dasar mulut Lidah 55% 38% 26% 85% 75% 78% KELAINAN PADA KELENJAR LUDAH TUMOR JINAK -Lebih sering dibandingkan dengan yang ganas -Sering pada usia > 40 tahun -Terutama mengenai kelenjar parotis -Tumor kelenjar parotis mengukuti aturan 80 : 80% neoplasma parotis. fibroma. 25% tumor parotis adalah ganas -Yang paling sering adalah mucoepidermoid carcinoma .s tumors (papillary cystadenoma lymphomatosum) -Adenoma oksifilik -Tumor mucoepidermoid -Tumor sel asinik -Lain-lain : hemangioma. -Benjolan padat. tumbuh lambat (dapat menjadi besar sekali bila dibiarkan). Letak tumor 2. tidak ada gangguan saraf facialis. putih. berkapsul.

auriculotemporalis Benjolan di kepala dan leher Trauma : aneurisma : fistel arterio-venosa . RND. batas tidak tegas. pembesaran KGB regional. Paralise saraf facialis Radioterapi -Tumor inoperabel atau post operatif Kemoterapi -Tidak memuaskan LITHIASIS -Hampir seluruhnya di kelenjar submandibuler.neurofibrosarcoma. lymphoma Terapi Operasi -Lokal : parotidektomi totalis dengan pengangkatan atau preservasi saraf facialis -Lokoregional : parotidektomi totalis. Fistel liur 3. paralise facialis. ulseratif. fibrosarcoma. AKIBAT mukus kental Klinis -Nyeri saat makan atau ingat makanan lezat -Saat serangan nyeri. Sindroma Frey 4. dengan pengangkatan atau tidak nervus facialis Komplikasi Operasi 1. kelenjar membesar -Batu sering ditemukan di dekat muara duktus Warthin -Sering kambuh dan dapat menyebabkan sialadenitis kronik Terapi -Sialitis : keluarkan dengan jalan masase -Sialadenitis : glandulektomi (termasuk duktus stensen) Sindroma Frey -Berkeringat hebat dan kemerahan lokal (daerah parotis) setelah perangsangan kelenjar liur sewaktu menghadapi makanan -Terjadi akibat cedera n.Tanda Keganasan: -Tumor keras. Perdarahan. infeksi 2. tumbuh cepat. tanda metastasis ke paru Jenis -Mucoepidermoid carcinoma -Adenoid cystic carcinoma (Cylindroma) -Miscellaneous adenocarcinoma -Undifferentiated carcinoma -Malignant mixed tumor -Lain-lain : angiosarcoma.

sehingga terbentuk kista infeksi unilokuler -Kista selalu menghadap ke akar gigi -Sering ditemukan pada gigi premolar dan molar -Terapi : ekstraksi kista dan gigi yang karies Epulis -Tumor jinak gusi yang berasal dari periosteum di sekitar gigi -Jaringan asal (multipoten) maka dapat bersifat fibromatosa. sistemik) : neoplasma (primer. spesifik. gigantoseluler -Terapi : eksisi dan ekstraksi 2 gigi yang berdampingan Ameloblastoma -Nama lain : adamantinoma -Tumor asal sel ameloblast -Tumbuh sangat lambat dan dapat jadi besar sekali -Pada anak muda dan dewasa -Sering pada daerah premolar atau molar rahang bawah -Dinding kista tipis : fenomena pingpon atau telur penyu (palpasi) .Kulit : kista aterom : neoplasma (jinak. ganas) KELAINAN PADA RAHANG TUMOR JINAK Kista Folikuler -Nama Lain : kista dentogen -Berasal dari folikel gigi -Pada anak dan dewasa. ganas) Kista bawaan : kista tiroglosus : kista bronkiogen : hygroma kistik : kista dermoid Kelenjar limfe : radang (akut. kronik. di daerah insicivus sampai premolar -Kista unilokuler -Tempat asal kelainan belum mengalami erupsi menghadap ke kista -Terapi : ekskokleasi kista dan ekstraksi gigi Kista Radikuler -Berasal dari gigi karies akibat rangsangan kronik terbentuk granuloma di tulang rahang sekitar akar gigi. granulomatosa. sekunder) Kelenjar ludah : radang : batu : neoplasma (jinak. telangiektasi. lalu terjadi nekrosis sentral. kronik) : kelainan autoimun Tiroid : radang : kelainan autoimun : neoplasma (jinak.

dapat di orbita. tidak ada beban berat tubuh. retroperitoneal. tulang. usia 4-8 tahun -Penyebab berhubungan dengan Epstein-Barr virus -Klinis : benjolan multiple di rahang. gigi terdorong hingga terlepas. kurangnya gerakan -Terapi : reseksi radikal rahang Tumor tiroid 15% : tiroid 85% Tumor non tiroid 15% : radang/bawaan 85% Neoplasia 15% : benigna 85% Maligna 15% : primer 85% Metastasis 15% : retroklavikuler 85% Leher (kranial klavikula) KARSINOMA NASOFARING . nyeri. tersebar di jaringan limfoid yang nampak uniform gelap sehingga gambaran histologik mirip bintang di langit yang cerah -Terapi : sitostatika Osteogenic Sarcoma -Sering pada dewasa -Cepat membesar.-Diagnosis dengan foto Ro -Terapi : reseksi TUMOR GANAS Limfoma Burkitt -Limfoma maligna pada anak terutama di Afrika. perdarahan -Prognosis lebih baik dari pada di ekstrimitas akibat kaya vaskularisasi dan sistem limfe. kelenjar ludah -Patologi : sel histiosit besar dan terang. ovarium.

laki : wanita (3:1) -Sebagian besar (90%) adalah karsinoma. sarkoma. titer IgA-VCA bermakna -Sensitif terhadap radiasi. melanoma ETIOLOGI Multifaktorial ? 1. Eropa. Undifferentiated carcinoma (UC) Kruger-Wustrow (WHO) 1. Hongkong.PENDAHULUAN -Insiden tinggi : Cina selatan. Undifferentiated carcinoma nasopharyngeal (UCNT) -Lebih banyak. Imigran China -Insiden sedang : Asia tenggara. Nonkeratinizing squamous cell carcinoma a) tanpa infiltrasi limfosit b) ada infiltrasi limfosit 3. Undifferentiated carcinoma a) tanpa infiltrasi limfosit b) ada infiltrasi limfosit SISTEM TNM T1 T2 T3 3A 3B 3C 3D . sisanya: adenokarsinoma. Squamous cell carcinoma (SCC) -Lebih sedikit. prognosis lebih memuaskan Shanmugartnam-Sobin (WHO-1978) 1. limfoma. tidak berhubungan dengan EBV -Resisten terhadap radiasi. Keratinizing squamous carcinoma (KSC) 2. Squamous cell carcinoma 2. rokok KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI Micheau (1978) 1. Jepang. prognosis kurang memuaskan 2. Faktor eksogen -Kebiasaan makan : nitrosamin (ikan asin) -Asap : polusi. neuroblastoma. Faktor genetik -Ras sebagai predisposisi 2. Eskimo. Kanada -Insiden rendah : Cina bagian utara. usia tua. Nonkeratinizing squamous cell carcinoma (NKC) 3. usia lebih muda. Virus Epstein Barr -Pada serum penderita ditemukan virus capsid antigen (VCA) 3. Amerika -Terutama usia 40-60 tahun.

N1 N2 N3 M1 Tumor terbatas di nasofaring (di belakang koana/ septum nasi, di atas palatum mole bagian posterior) Tumor meluas ke fosa nasalis, orofaring, otot atau saraf di bawah tulang basis cranii Tumor meluas pada organ melewati T2 Melibatkan tulang di bawah basis cranii (sinus sphenoidalis) Melibatkan tulang basis cranii Melibatkan saraf kranial Orbita, laringofaring, fossa infraorbitalis Pembesaran KGB di leher bagian proksimal Pembesaran KGB antara crease dan fossa klavikularis Pembesaran KGB di bagian atas klavikula Ada metastasis KGB di bawah klavikula, kulit dan organ STADIUM (Ho 1970) Stadium Interpretasi Harapan hidup 5 tahun I II III IV V T1 No Mo T2 No-1 Mo T3 No-2 Mo T1-3 N3 Mo T semua N semua M1 85% 75% 45% 10% GAMBARAN KLINIS Bentuk 1. Bentuk Ulkus -Terutama dinding posterior nasofaring/fossa Rossenmuller -Tumbuh infiltratif, meluas ke jaringan sekitar, dapat melibatkan nervus II, III, IV, V, VI 2. Bentuk Nodul -Terutama di tuba eustachi -Meluas ke fossa cerebri media, basis cranii, ke orbita, sinus maksilaris 3. Bentuk Eksofitik -Di bagian atap, mengisi cavum nasofaring, mendorong palatum mole, cavum nasi (penyumbatan hidung), mudah nekrosis (epistaksis) Gejala 1. Cavum nasi -Epistaksis, hidung tersumbat, pilek sudah lama (ingus

kuning, bernanah, kadang berbau), rinolalia 2. Pendengaran -Telinga terasa penuh, tersumbat, tinitus, tuli konduktif 3. Neurologik -Sakit kepala, hipoastesi kulit di pipi, diplopia, oftalmoplegi, eksoftalmus, ptosis, gangguan penglihatan 4. Kelenjar getah bening leher -Limfadenopati -Sindroma Horner : miosis, enoftalmus, ptosis -60-90% penderita datang ke dokter dengan keluhan pembesaran KGB DIAGNOSIS 1. Anamnesis Simptom : Formula Digby Simptom Nilai Massa nasofaring Gejala khas di hidung Gejala khas pendengaran Sakit kepala unilateral/bilateral Gangguan neurologik saraf kranial Eksoftalmus Limfadenopati di leher 25 15 15 5 5 5 25 Nilai 50 : diagnosis dapat ditegakkan 2. Pemeriksaan a) Rhinoskopi posterior : pemeriksaan tidak langsung b) Nasofaringoskopi : secara langsung Cara : transnasal, transoral c) Fibernasofaringoskopi 3. Radiologi -Foto polos nasofaring dan CT scan 4. Histopatologi -Sitologi : cotton swab dan sitologi eksfoliatif -Sitologi FNA : pada KGB (tidak dilakukan biopsi sebab bahaya penyebaran) -Biopsi : pada nasofaring (mutlak dilakukan) TERAPI Radioterapi Eksternal (Telepati) -Digunakan Co 60 -UCNT : 4000-5000 rad -SCC : 6000-7000 rad

Internal (Brakiterapi) Kemoterapi Tunggal -Methotrexat 40mg/m2, mitomycin C 0,2 mg/BB -Cyclophosphamide 800 mg/m2, bleomycin 15 mg/mm2 -5 FU 600 mg/m2, cisplatinum Diberikan 2 kali seminggu pada seri permulaan radioterapi Kombinasi 1. COF-COM -hari 1 (Cyclo 500mg/iv, Onco 1mg/iv, 5FU 750mg/iv) -hari 8 (Cyclo 500mg/ic, Onco mg/iv, Metho 50mg/iv) pemberian diulang setiap 4 minggu 2. BMC -hari 1 (Bleo 10mg/iv, Metho 20 mg/iv) diulang tiap 2 minggu -hari 2 (Cis platinum 80mg/iv) diulang tiap 10 minggu 3. COMA -hari 1 (Cyclo 500, Onco 1,4mg, Metho 40mg, Adria 40mg/mm2/iv), pemberian diulang tiap 3 minggu PEMERIKSAAN THYROID Anamnesis 1. Kecepatan pembesaran benjolan struma, berapa kali membesarnya dalam jangka waktu tertentu -Kista : cepat membesar -Nodul jinak : perlahan -Nodul ganas : agak cepat -Nodul anaplastik : sangat cepat 2. Faktor etiologi -Pernah radioterapi sebelumnya (15 tahun kemudian dapat terjadi keganasan) -Anggota keluarga, tetangga, penduduk sekampung (gondok endemis) -Obat yang dikonsumsi dalam jangka lama 3. Ada gangguan mekanik di leher -Gangguan menelan : desakan pada esofagus -Sesak : desakan atau infiltrasi ke trakhea 4. Pembesaran kelenjar limfe leher (mungkin metastasis) 5. Penonjolan/kelainan tengkorak (metastasis ke tulang) 6. Sesak, batuk dengan dahak berdarah (metastasis ke paru : jenis folikuler) 7. Lelah, penurunan berat badan Pemeriksaan Fisis -Nodul soliter : 15-20% ganas -Multiple : 5% ganas -Benjolan keras : 50% karsinoma, 10% adenoma -Kadang yang soliter maligna menjadi multiple nodul -Pembesaran difus : biasanya Graves dis -Periksa kelenjar limfe dan organ -Organ tempat metastasis : paru, tulang (pelvis, vertebra,

Spesimen tidak memuaskan untuk interpretasi b). hati. Human thyroglobulin (tumor marker) : untuk yg berdiferensiasi baik 3. Neoplasia -Adenoma. struma endemik 4. tengkorak. Kalsitonin : karsinoma meduler 4.sternum. Foto polos leher (AP dan lateral) : metode soft tissue technique. ginjal dan otak Pemeriksaan Penunjang Laboratorium 1. Suspek ganas d). humerus — bagian spongiosa dan kaya vaskularisasi). Esofagogram 4. Foto tulang Ultrasonografi -Tentukan padat/ kistik. Darah rutin 2. CEA : meningkat pada karsinoma kolon. tunggal/multiple -Penuntun biopsi Pemeriksaan sidik tiroid -Digunakan I123 atau Te99m -Cold nodule : 10-15% adalah ganas -Warm nodule -Hot nodule Biopsi -Frozen section atau blok palafin Sitologis -FNA -Hasil interpretasi : a). Jelas ganas DIAGNOSIS KLINIS Diagnosis yang didapat berupa : • Kelainan non neoplasma • Neoplasma jinak • Neoplasma ganas : apakah operable atau non operable Kelainan thyroid 1. posisi leher ekstensi 3. hashimoto 3. Hiperplasia/metabolik -Struma koloid. karsinoma TUMOR GANAS THYROID PENDAHULUAN . Jelas jinak c). Gangguan perkembangan -Kista duktus tiroglosus. Radang/autoimun -Penyakit Graves. Thoraks foto PA 2. ovarium. tiroid Radiologis 1. tiroid lingual 2.

Sekresi TSH meningkat 2. 3-5% dari semua malignitas -Insiden tinggi di daerah struma endemik -Terutama pada 7-20 tahun dan 40-60 tahun -Pria : 3/100. sarkoma Kriteria suatu nodul berupa neoplasma : -Berkapsul lengkap -Ada perbedaan jelas antara yg di dalam dengan di luar -Gambaran histopatologis yg uniform di dalam kapsul -Penekanan pada jaringan tiroid di sekitarnya A. 50-60% dari keganasan tiroid. plasmasitoma. oksifil (Hurtle cell) -Diferensiasi buruk : small cell. giant cell -Karsinoma meduler -Tumor ganas lain : ca.000/thn -25% terjadi pada struma nodosa Faktor resiko : -Pria lebih tinggi -Usia muda -Radiasi masa muda -Defisiensi jodium ETIOLOGI 1. ikut saat menelan. Genetik KLASIFIKASI HISTOPATOLOGIS Sebagian besar keganasan berasal dari jaringan glandular epithelial (adenokarsinoma). epidermoid. usia < 40 tahun -Petumbuhan dan penyebaran lambat. Radiasi daerah leher pada saat anak-anak 3. histologis papiler Klinis -Benjolan. oksifil (Hurtle cell). mungkin ditemukan kebetulan -Kadang pembesaran KGB leher bagian lateral -Bila besar timbul gejala penekanan -Sidik radioaktif : cold nodul . limfoma . jarang metastasis hematogen -Prognosis paling baik. wanita 8/100.-Jarang ditemukan. campuran. wanita.000/thn. atypik Ganas -Diferensiasi baik : papiler. Adenokarsinoma papiler -Paling sering. dapat mencapai ketahanan hidup 20 tahun -Prognosis baik : usia muda. sebagian kecil dari masenkim Sering digunakan Jinak -Adenoma : folikuler. folikuler.

Adenokarsinoma anaplastik -Sekitar 20%. usia lanjut. sementara tumor primer belum ditemukan Terapi -Tiroidektomi total atau Y131 (tumor sisa) -Radiasi ekstern untuk metastasisnya C.rekuren) Terapi -Radiasi ekstern SISTEM TNM T To T1 T2 T3 T4 N No N1 1a 1b .Terapi -Tiroidektomi total B. terutama wanita -Sering unilateral -Kadang ditemukan tumor soliter di tulang (metastasis). prognosis buruk. usia > 40 tahun. meninggal setelah 1 tahun Klinis -Struma lama tiba-tiba membesar cepat -Sering disertai nyeri dan nyeri alih ke daerah telinga -Suara parau. wanita lebih banyak -Sering lanjutan dari struma nodosa yang lama -Sangat ganas. feokromasitoma. serak (sudah metastasis ke n. terutama usia > 40 tahun -Berasal dari sel C (parafolikuler) yang memproduksi tirokalsitonin Klinis -Tumor keras. Adenokarsinoma meduler -Sekitar 5-10%. neuroma submukosa Terapi -Tiroidektomi total D. Adenokarsinoma Folikuler -Sekitar 25%. hiperparatiroid Sindroma MEN IIb -Adenokarsinoma meduler. batas tegas -Sering dengan gejala gangguan endokrin Sindroma Sipple / MEN IIa -Adenokarsinoma meduler. feokromasitoma.

T1 No Mo T2-3 No Mo T4 No Mo TSemua N1 Mo T Semua N Semua M1 Tipe meduler . Unilateral KGB B. A. bilateral. Distant metastases Menurut Schulz IA : Tidak teraba tumor dan KGB IB : Tumor dan KGB < 5 cm II : Tumor dan KGB > 5 cm III : Infiltrasi langsung ke jaringan sekitar. metastasis jauh (-) IV : Tumor dengan metastasis jauh Menurut AJCC/UICC Tipe papiler / folikuler Usia < 45 thn Usia > 45 thn Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV TSemuaN SemuaMo TSemuaNSemuaM1 .M Mo M1 Tumor primer Tidak terbukti ada tumor < 1 cm 1– 4 cm > 4 cm Tumor menembus simpai (sekalipun kecil) Melibatkan kelenjar getah bening Tidak ditemukan Pembesaran dapat dipalpasi Ipsilateral Kontralateral. A. Bilateral/multifokal II. Local invasion IV. Bilateral / mediastinum III. garis tengah atau mediastinum Metastasis jauh Tidak ada Ada metastasis STADIUM I. Unilateral B.

benjolan di kepala Tipe 4 -Penderita dengan gejala hipertiroidsme -Ada fokus kecil ca tiroid dalam spesimen penyakit graves DIAGNOSIS 1. lengan Tipe 2 -Pada ca diferensiasi baik -Benjolan tunggal yang telah lama (bulanan). infiltrasi luas. Tiroiditis Reidel -Terutama wanita. unilateral. Adenoma tiroid 2. keras. Pemeriksaan fisis 3. Teratoma 9. pleomorfik dan mitosis lebih banyak Grade III : pertumbuhan ekstensif. Pemeriksaan penunjang DIAGNOSIS BANDING 1. umur < 20 tahun. Tiroiditis subakut -Setelah infeksi saluran pernapasan. melekat ke jaringan sekitar 4. Pleomorfik dengan sel multinukleoli. pembesaran simetris.Stadium I : T1 No Mo Stadium II : T2-4 No Mo Stadium III : T Semua N1 Mo Stadium IV : T Semua N Semua M1 Tipe Anaplastik Stadium IV : T Semua N Semua M Semua GRADE Grade I : kapsul jelas. suara parau -Kadang disertai nyeri menjalar ke retroaurikuler. Karsinoma paratiroid 7.pundak. tidak nyeri -Kadang disertai nyeri tulang punggung/paha. Struma lymphomatosa (Hashimoto) 5. disfagi. Adenoma paratiroid 6. kadang nyeri Tipe 3 -Gejala yang menonjol adalah metastasis -KGB leher membesar. diferensiasi rendah. keras. sesak. mitosis hebat GAMBARAN KLINIS Tipe 1 -Gambaran klasik pada ca anaplastik/sarkoma -Pertumbuhan cepat benjolan. nyeri. Limfoma maligna 8. sesak.kepala. Anamnesis 2. invasi ke sekitar minimal Grade II : infiltrasi dalam kelenjar tiroid. batas jelas. diferensiasi sel sedang. disfagi. Metastasis tumor . nyeri 3.

TERAPI Pembedahan paling efektif kecuali karsinoma anaplastik (radioterapi) Hemitiroidektomi (lobektomi total). size . pria <40thn) -Tidak ada riwayat radioterapi kepala dan leher Tiroidektomi total -Bila ke dua lobus terkena -Sudah ada metastasis (beri ajuvant jodium radioaktif pasca bedah) Tiroidektomi hampir total -Menyisakan sedikit jaringan tiroid normal pada sisi kontralateral dari tumor : lobektomi total ipsilateral dan lobektomi subtotal kontralateral -Untuk semua karsinoma diferensiasi baik Diseksi KGB -Bila kelenjar positif -Dapat dilakukan bersamaan atau setelah tiroidektomi -Berupa diseksi radikal atau modifikasi Tiroidektomi total Sidik tiroid I 123 (3 minggu pasca tiroidektomi total) sebelum pemberian substitusi hormon tiroid Bila positif Radiasi Interna 50 mCu I131 Substitusi hormon tiroid (2 hari setelah sidik) Sidik tiroid ulang 3 bulan kemudian setelah menyetop hormon tiroid selama 3 minggu Bila masih positif Radiasi interna 100 mCu I131 Substitusi hormon tiroid (2 hari setelah sidik) Bila sudah negatif (periksa tiroglobulin tiap 6 bulan) PROGNOSIS Prognosis tergantung pada : -Gambaran histopatologi. extension. size AGES : age. extension. stadium. ekstratiroid -Pada kelompok resiko rendah (wanita <50thn. kecepatan diagnosis & terapi -Usia penderita AMES : age. metastases. bila : -Tumor < 2 cm -Tidak ada invasi kapsul. grading.

Prognosis baik bila: -Usia < 50 tahun (wanita). maka lobektomi sudah cukup • Bila ganas. maka kemungkinan ada sel kanker yg tertinggal • Enukleasi nodulnya saja adalah berbahaya • Bila ada fasilitas frozen section. maka : -Operable : tiroidektomi totalis atau near total thyroidectomy -Inoperable : operasi debulking .resiko bila ganas. < 40 tahun (laki) -Belum ada metastasis -Belum ada extensi intratiroidal/angioinvasi yang banyak -Grade I -Ukuran tumor tidak lebih 5 cm Ketahanan hidup 5 tahun : -Karsinoma Papiler : 80-90% -Karsinoma folikuler : 50-70 tahun -Karsinoma meduler: 30-40 tahun -Anaplastik : < 5% PROTOKOL PENANGANAN TUMOR/KARSINOMA TIROID ISTILAH Tiroidektomi Mengangkat kelenjar tiroid. dapat unilateral (dekstra/ sinistra) atau bilateral Tiroidektomi subtotal Mengangkat sebagian besar tiroid lobus kanan dan kiri serta menyisakan jaringan tiroid sekitar 3 gram Tiroidektomi totalis Semua kelenjar tiroid diangkat Lobektomi Mengangkat satu lobus saja : -lobektomi totalis dekstra atau sinistra -lobektomi subtotalis dekstra atau sinistra Isthmolobektomi/Hemitiroidektomi Mengangkat juga isthmus Near total thyroidectomy Isthmolobektomi dekstra dan lobektomi subtotal sinistra atau sebaliknya Enuklease : Pengangkatan nodul saja (tidak dibenarkan) Strumektomi : Seolah benjolan saja yang diangkat (tidak dipakai lagi) TERAPI Pembedahan • Bila operable Menurut Kaplan : lobektomi sisi patologik/lobektomi subtotal --. maka ini lebih baik • Bila hasilnya jinak.

setelah ada hasil nodul positif dilakukan tiroidektomi totalis. laik-laki. Lokal . konsistensi keras. suara parau/disfagi/serak. pulsasi karotis di belakang tumor Bila ada fasilitas potong beku. kelenjar yang positif dilakukan neck dissection FOLLOW UP Follow up dilakukan secara rutin : Tahun I : tiap 3 bulan Tahun II : tiap 4 bulan Tahun III : tiap 6 bulan Tahun IV : tiap 1 tahun Yang diperiksa : 1. maka semua dikerjakan lobektomi dan biopsi kelenjar. maka dilakukan substitusi Kemoterapi -Belum ada yang memuaskan -Bleomycin Catatan: SB = Sediaan Beku Keterangan Resiko: Usia < 20 th. benjolan tunggal tiroid : Pernah mendpt radioterapi daerah kepala-leher waktu kecil Klinis ganas : -Pertumbuhan cepat. nyeri tulng. selanjutnya baru dilakukan radiasi interna -Sebagai ajuvant atau yg telah bermetastasis Radiasi eksterna -Untuk yg inoperable atau anaplastik -Dapat juga sebagai faliatif untuk yg telah bermetastasis -Dosis 4000 rad Kombinasi bedah dengan radioterapi -Dilakukan bila ada sisa tumor Terapi hormonal/substitusi -Hormon tiroid : menekan TSH (untuk jenis papiler dan folikuler : hormonal dependent) -Bila dilakukan tiroidektomi.• Kelenjar positif : radical neck disection Radioterapi Bila inoperable atau pasien menolak lagi dioperasi untuk lobus kontralateral Radiasi interna : I 131 -Untuk yg diferensiasi baik (folikuler) -Syarat : tiroid normal diablasi lebih dahulu dengan operasi atau dengan dosis tinggi I 131 . atau > 50 th. infiltrasi kulit/jaringan sekitar -Ada pembesaran kelenjar leher atau metastasis jauh.

tulang 4. Metastasis jauh (tulang. CT scan 6. Regional (kelenjar limfe leher) 3. alkali fosfatase 3. USG 5. tumor marker. PA Karsinoma papiler/folikuler 3 bulan post operative Terapi hormonal di stop 4 minggu Periksa hTG (human tiroglobulin) : bila > 6 ng/ml Post tiroidektomi total Near total thyroidectomy Total body scan I 131 Tiroidektomi total Ablasi radiasi Metastase + Metastase – Resektabel Nonresektabel Hormonal Operasi Radiasi/hormonal Karsinoma Meduler 3 bulan post operative Bila kalsitonin > 10 ng/ml CEA > 100 mg/ml Post tiroidektomi total Near total thyroidectomy Terapi hormonal stop 4 minggu Tiroidektomi total Ablasi radiasi Total body scan I 131 Metastasis + Metastasis – Resektabel Non resektabel Hormonal Operasi Radiasi Hormonal . Klinis 2. paru. hepar) Pemeriksaan : 1. Lab : fungsi tiroid.2. Radiologis : thoraks. fungsi hepar.

oftalmoplegi. nafsu makan meningkat.9 – 12. emosi labil.8 TBG : 12-20 TGHA : titer <1/20 MCHA : titer <1/20 LATS : negative TSI : negative GRAVES’ DISEASE -Nama lain : penyakit Basedow -Biasanya ditemukan struma diffusa Etiologi -Tidak diketahui (autoimun) ? -Ada peranan Ab terhadap reseptor TSH yang menyebabkan peningkatan produksi tiroid Klinis -Manifestasi hipertiroid Terapi -Antitiroid : PTU atau karbimazol -Ablasio dengan Iodium radioaktif -Tiroidektomi subtotal bilateral STRUMA NODOSA -Terutama wanita usia lanjut . diare.KELAINAN LAIN PADA THYROID Etiologi Hypertiroidisme -Graves’ disease -Goiter multinoduler toksik -Adenoma toksik -de Quervain’s thyroiditis -Silent thyroiditis -Postpartum hyperthyroidism -Thyrotoxicosis fastitia -Struma ovarii -Thyroid carcinoma -Jodbasedow syndrome -Iatrogenic hyperthyroidism -Disseminated thyroid autonomy -Hydatiform mole and choricarcinoma Tanda Hipertiroid Metabolik Tidak tahan suhu tinggi. pulsus celer. strabismus Kulit Miksedem. takikardi. insomnia. edem pretibial Nilai Normal Test Diagnostik Thyroid g/dLT4 : 4. tremor. retraksi kelopak mata.BBmenurun. kelemahan otot Mata Eksoftalmus akibat proptosis.0 g/dLT3 : 115 – 190 m RAIU : < 22% (bervariasi) U (bervariasi)TSH : 0-6 gg T4/100 mL 1. fibrilasi atrium Neuropsikiatrik Hiperkinesia. menoragi Kardiovaskuler Palpitasi.

karsinoma tiroid Nodul Ganas Nodul Jinak Usia Kelamin Benjolan Lamanya Terapi supresi D/ Radioaktif USG Lain-lain < 40 tahun laki-laki tunggal baru mungkin berpengaruh dingin/fungsi – padat pernah radiasi leher >40 tahun perempuan multiple lama kemungkinan regresi fungsi – atau + mungkin kista TIROIDITIS AKUT Etiologi -Stafilokokus aureus (biasanya) TIROIDITIS SUBAKUT -Setelah infeksi saluran pernapasan Etiologi -Virus Klinis -Pembesaran simetris. kista. adenoma tiroid. tanda penyusupan di kulit/n. esofagus -Diagnosa banding timoma. tetapi umumnya multinodul -Bila degenerasi dapat menyebabkan pembentukan kista. ca. perdarahan lokal. limfoma. adenoma -Struma nodosa 5% jadi ganas : perubahan bentuk. lalu menjadi besar : leher terasa berat -Nodul tunggal. nyeri . tumor dermoid.-Terjadi hiperplasia kelenjar sampai terjadi involusi Klinis -Kadang keluhan tidak ada sebab eutiroid -Pertumbuhan perlahan.rekurens/trakea/esofagus -Nodul tiroid yang ke mediastinum superior : struma retrosternal -Tidak turut naik pada saat gerakan menelan -Tanda penekanan trakea.paru Diagnosa banding -Benjolan tunggal : nodul koloid.

melekat ke jaringan sekitar : disfagi . unilateral. dapat atrofi dengan pembentukan fibrosis Klinis -Kadang tidak ada benjolan. agak padat. umur < 20 tahun Klinis -Keras. saraf di leher -Kolaps trakea akibat malakia trakea -Seluruh kelenjar paratiroid terangkat -Terpotongnya duktus torakikus Pasca bedah -Perdarahan di leher.TIROIDITIS REIDEL -Terutama wanita. kolaps trakea. asimetri. sedikit nyeri Indikasi Bedah Struma nontoksik Kosmetik (tiroidektomi subtotal) Eksisi nodul tunggal (mungkin ganas) Struma multinoduler yang berat Struma yang menyebabkan kompresi laring/struktur leher lain Struma retrosternal yang menyebabkan kompresi Indikasi Bedah Hipertiroid Untuk mencapai hasil definitif yang cepat Keberatan dengan pemberian antitiroid Terapi dengan antitiroid tidak memuaskan Struma multinoduler dengan hipertiroid Nodul toksik soliter Komplikasi Bedah Tiroid Saat Operasi -Perdarahan -Cedera n. dewasa Etiologi -Infiltrasi limfosit pada kelenjar tiroid yang menyebabkan destruksi progresif folikel kelenjar. bila ada. mediastinum -Edem laring. sangat nyeri -Mereda setelah beberapa minggu. nyeri. sesak Tiroiditis de Quervain -Jarang ditemukan Etiologi -Inflamasi akut akibat infiltrasi netrofil lalu limfosit dan histiosit di seluruh kelenjar tiroid Klinis -Pembesaran tiroid ringan/sedang. esofagus. krisis titoksikosis .rekurens -Cedera trakea. tetapi sering kambuh STRUMA LIMFOMATOSA (HASHIMOTO) -Terutama wanita. benjolan sedang.

tidak nyeri -Spesifik (tbc) : padat/keras. infeksi luka -Paralisis n. Leukemia -Sekunder : Metastase Infeksi akut -Limfadenitis menyebabkan hiperplasia KGB. multiple.3 mg/hari : Ekstrak tiroid dengan dosis disesuaikan -Lama pemberian sekitar 3-6 bula -Bila ada kemajuan terapi diteruskan. dolor. hipotiroid -Nekrosis kulit. Neoplasma -Primer : Limfoma.5 cm Kriteria normal : lunak.-Hematom.rekuren. abses dingin. bila supraclaviculer sudah patologis Submandibuler. Infeksi : nonspecific dan specific -Limfadenitis akut dan kronik -Limfadenitis TBC -Infeksi mononucleosis atau toxoplasmosis 2. cedera n. fistel -Bila pembesaran KGB sangat besar : bull neck . kalor. ellips PENYEBAB 1.laringeus superior -Hipoparatiroid/hipokalsemia.5-1 cm Rantai jugularis externa. dapat bergabung.bila tidak. rata/gepeng. dan dapat timbul abses supuratif -Bila infeksi primer sembuh. maka secara berangsur limfadenitis akan menghilang Klinis -Lesi sumber infeksi -KGB tumor. kemungkinan ganas PENGELOLAAN PEMBESARAN KELENJAR CERVICAL PEMBESARAN KELENJAR Inguinal : sebesar 1 cm normal. rubor. kebocoran duktus torakikus Tambahan : Cara supresi kelenjar tiroid -Untuk membedakan neoplasma dengan non-neoplasma -Digunakan : T3 75-100 mg/hari : Thyronine 02 –0. functio laesa Limfadenitis kronis -Pembesaran KGB dengan tanda minimal. submental : dapat teraba 0. spinal accesorius : dapat teraba 0. sehingga secara klinis dapat teraba -Peradangan ini ditentukan oleh virulensi kuman. timbul perkejuan.

Anamnesis -Lama pembesaran. curiga metastasis -Bila radang bentuknya oval. nyeri tekan -Pembesaran dengan tumor jelas pada leher/kepala curigai metastase sebelum dibuktikan Saat Melakukan Biopsi -Pembesaran yang diduga akibat infeksi. kemudian seluruhnya -Bagi 2 jenis :High cervical / pembesaran kelenjar leher bgn atas:Supraclaviculer/bagian bawah -Bagian atas jangan lupa periksa paru dan ginjal -Bagian bawah periksa mamma. disertai demam/tidak -Rasa sakit -Ada infeksi/luka sekitar pembesaran -Pernah menderita TBC -Pernah operasi nevus atau kutil 2. paru. ginjal. infeksi farings biasanya oleh mononukleosis atau toxoplasmosis -Konglomerat dengan abses biasanya spesifik -Kelenjar dalam konsistensi keras pada orang tua.DIAGNOSIS 1. dan pencernaan lain Periksa juga tiroid. perlekatannya -Periksa perlapangan anatomi misal submandibuler -Lalu ke proksimal. Pemeriksaan fisik Pemeriksaan kelenjar -Mengenai besar. kepala terutama untuk neoplasma Cara Biopsi -Curiga radang : biopsi jarum -Proses spesifik : biopsi intoto -Limfoma. pancreas. kulit leher / kepala dan rongga mulut MENEGAKKAN DIAGNOSIS KERJA -Pada anak biasanya banal -Pembesaran 0. bentuk.5-1 cm submandibular dan submental biasanya normal -Beberapa tempat disertai demam. malaise. ukuran >1cm. terapi/observasi lebih 1 bulan -Supraclaviculer yang dicurigai -High cervical dengan etiologi tidak diketahui -Ditemukan bersamaan lesi yang dianggap primer (biopsi bersamaan / hampir bersamaan) -Curiga limfoma -Ada riwayat operasi leher. konsistensi. lambung. kelenjar keras/lama : biopsi intoto -Yang akan dioperasi lagi : pilih ditempat luka sayatan RND KEGANASAN LEHER DAN KEPALA . padat.

carotoid triangle — meliputi grup jugulodigastric. n. Fungsional Neck Dissection -Untuk mempertahankan fungsi leher dan kosmetiknya -Tidak diangkat : m.jugularis interna dan externa. yang mana operasi hanya satu-satunya terapi 4. upper dan midjugular -Pada ca. v. Sparing Accessory nerve -RND dengan menyelamatkan n. klinis multiple metastasis leher (Oldhof) Kontraindikasi Kontra indikasi(RND) 1. Tumor primer tidak terkontrol 2. Tiroid diferensiasi baik.XI -Dianjurkan untuk metastasis yang terbatas di trigonum anterior 3. dan garis tengah (medial) hingga tepi anterior m. 2. tetapi secara prosentase bermakna mengandung metastasis (>25%) 2.omohyoid. clavicula (caudal).Radical Neck Dissection Operasi pengangkatan seluruh kelenjar getah bening leher secara En bloc antara mandibula (cranial). Regional Neck Dissection -Mengangkat satu atau lebih grup kelenjar di leher -Misal : submentale.sternocleidomastoideus (cegah carotid blow out).sternocleidomastoideus.tiroid diferensiasi baik -Tidak untuk metastase kelenjar oleh squamous cell ca. setelah radiasi radiasi leher 3. Kelenjar positif. Multiple nodul pada kulit 5. v. Kelenjar N3ndan tidak berubah setelah radiasi 4.XI -Jadi membersihkan kelenjar di trigonum anterior dan posterior -Dianjurkan untuk metastase kelenjar oleh ca. Kelenjar terfikser (N3) jadi mobile setelah radiasi/kemoterapi Indikasi Modified Radical Neck Dissection (MRND) 1. submandibulare.tiroid dgn No dilakukan diseksi paratrakheal -Ca. Kelenjar positif. Kelenjar secara klinis negatif. kelenjar submandibularis dan pool bawah parotis Modified RND ada 3 macam : 1. Kelenjar secara klinis positif pada keganasan leher-kepala yang tumor primer tidak terkontrol 2.trapezius (lateral). Ca. Invasi ke vertebra servicalis atau dasar otak . Rongga mulut dengan No Indikasi Indikasi Diseksi Leher Radikal (RND) 1.T4 yang sudah dioperasi dan disinar 3. Ada N1 pada oral/oropharynx/hypopharynx cancer dengan T3.parotis dengan No dilakukan diseksi submandibulare -Ca. m. Ada metastasis jauh 3.jugularis interna. dengan menyertakan jaringan sekitarnya termasuk m.

6. Kontraindikasi medis 7. Harapan hidup kurang dari 6 minggu (Oldhof) Kontra Indikasi MRND 1. Kelenjar positif dan bedah merupakan satu-satunya jenis terapi 2. Kelenjar positif, setelah mendapat radiasi leher 3. Kelenjar positif, setelah sebelumnya dilakukan MRND 4. Kelenjar positif, yang mana tumor primernya melanoma 5. Operator tidak berpengalaman Insisi Kulit Insisi kulit tergantung 1. Lokasi lesi primer 2. Pernah tidaknya mendapat radiasi sebelumnya 3. Perencanaan untuk unilateral atau bilateral RND 4. Keterampilan dan kebiasaan ahli bedah Macam Insisi : -Hayes Martin’s incision -Mac Fee incision -Barbara Incision -Z incision Kontroversi dalam RND A. Beberapa pendapat dalam menangani No : 1. Observasi saja sampai timbul N1 2. Biopsi eksplorasi dan pembuktian histopatologis 3. Radiasi Dengan berbagai alasan : 1. Kelenjar berfungsi sebagai barier 2. Kesalahan penilaian No secara klinis 10-50%, di samping incidence occult metastase keganasan rongga mulut cukup tinggi 3. Kemungkinan kelenjar mengandung metastasis tergantung lokasi, stadium, dan histologis tumor primer 4. Melanoma dengan No, ketebalan infiltrasi (BRESLOW) - <0,7 mm kemungkinan KGB positif : 20% - 0,7-3,39 mm kemungkinan KGB positif : 20-60% - >4 mm kemungkinan positif, metastasis jauh : 60% B. Mengenai m.platysma 1. Platysma diangkat, dengan alasan radikalisme 2. Meninggalkan platysma bersama flap kulit akan menjamin vitalitas dan gerakan kulit leher dan perlindungan a.carotis lebih tebal Beahr dan Shah : platysma dipertahankan kecuali metastasis sudah menembus kapsul atau N2 Oldhof : platysma dipertahankan untuk ca.tiroid diferensiasi baik Komplikasi Waktu Operasi 1. Perdarahan -Akibat cedera pembuluh darah, hemostasis tidak sempurna 2. Emboli darah : akibat perlukaan vena 3. Cedera ductus thoracicus -Menyebabkan fistel khilous, luka sukar sembuh 4. Cedera saraf -N.frenicus : kelumpuhan diafragma -N.rekuren : kelumpuhan pita suara

-N.fasialis cab. mandibule : kelumpuhan otot sekitar mulut -N.spinalis accessorius : drop shoulder 5. Perangsangan carotid body -Terjadi penurunan tekanan darah secara mendadak -Pencegahan : teteskan procain 1% pada carotid body sebelum diseksi Segera Setelah Operasi 1. Haematoma -Dapat menyebabkan sumbatan jalan napas -Terapi : evakuasi hematom, ligasi sumber perdarahan, trakeostomi 2. Infeksi 3. Trakheomalasia -Akibat : kerja terlalu kasar (trauma), intubasi lama, invasi tumor ke trakhea -Terapi : trakheostomi 4. Flap yang nekrosis 5. Ruptur a.carotis -Biasanya terjadi pada hari 12-24 -Atasi dengan flap otot levator scapulae Komplikasi Lama 1. Drop shoulder 2. Gangguan sensoris leher 3. Kosmetik 4. Edem menetap pada muka, submandibula, submental Teknik Operasi Umumnya digunakan insisi T, dengan teknik en bloc Step 1 : Insisi dan pengangkatan flap -Insisi pertama mulai dari infraauriculer ke arah bawah belakang -Kedua muali setinggi os hyoid melengkung atas dan berakhir pada setinggi simfisis mandibula — sehingga terbentuk 3 flap -Flap superior dibebaskan sampai tepi bawah mandibula dan pole bawah parotis -Flap anterior dibebaskan sampai garis tengah leher -Flap posterior dibebaskan ke arah belakang sampai batas belakang sternocleidomastoideus dan batas depan trapezius tampak Step 2 : Diseksi bagian trigonum belakang leher -Ujung atas sternocleidomastoideus dipotong dan diklem lalu ditarik ke garis tengah -Fascia dipotong sepanjang levator dan tepi depan trapezius sampai clavicula -Spesimen diangkat dari otot dasar trigonum posterior dengan memisahkan fascia servicalis profunda -Spesimen ditarik ke arah tengah, tampak vasa servicalis transversa, yg selanjutnya diligasi dan dipotong sehingga spesimen mudah dibebaskan sampai carotid sheath -Lemak di bawah trapezius dibebaskan, sehingga tampak grup

kelenjar subtrapezeus dari Rouviere -Platysma dipotong sepanjang batas atas clavicula tanpa merusak v.jugularis externa beserta fascia servicalis superficialis -V.jugularis externa diisolasi, potong di antara 2 ligasi -Venter posterior omohyoid dipotong diantara 2 klem -Saraf supraclavicularis cabang dari flexus servicalis superficialis juga dipotong -Seluruh lemak trigonum posterior diangkat Stage 3 : Ligasi dan pemotongan ujung bawah vena jugularis interna dan diseksi regio carotis -Rongga suprasternal dibebaskan dengan gunting, lalu jari telunjuk dimasukkan ke rongga tersebut, ke bawah insersi sternocleidomastoid (Gruber’s space) untuk mengisolasi ujung akhir otot, yang selanjutnya dipotong (dengan perlindungan jari telunjuk) -V.jugularis anterior (dalam Gruber,s space) diidentifikasi, ikat, potong -Ujung bawah sternocleidomastoid diklem dan diangkat sehingga tampak v.jugularis interna, lemak, v.subclavia, kelenjar limfe -Kelenjar limfe lalu diangkat -Vasa servicalis transversa diidentifikasi, ikat, potong -Bila ductus thoracicus terlihat ligasi lalu potong diantaranya -Ujung bawah v.jugularis interna dipisahkan dari n.vagus, lalu vena dipotong diantara dua ikatan (non absorbable) -Pisahkan a.karotis dari v. jugularis interna, juga n.vagus sampai mencapai batas superior regio caroticum dengan menemukan n.XI, n.XII, rantai simpatis servicalis -Cabang anterior flexus servicalis superficialis yang mengelilingi tepi belakang m.sternocleidomastoid dipotong (hati-hati n.frenukus) -Fascia superficialis dan media dipotong sepanjang tepi bawah omohyoid (venter anterior) sampai os hyoid — spesimen mudah diangkat sampai tulang tersebut -Identifikasi gastricus, stylohyoid, n.XII, cabang a.carotis externa —- cabang kolateral v.jugularis interna = v.tiroideus inferior Step 4 : Pengangkatan pole bawah kelenjar parotis dan bagian atas v.jugularis interna -A.occipitalis yang berjalan dekat digastricus venter posterior diidentifikasi, ligasi, potong -Venter posterior digastricus diangkat ke atas sehingga tampak v.jugularis interna, potong (setinggi mungkin) diantara 2 ligasi -Pole bawah parotis diklem, potong di bawah klem -Klem dilepas, lalu venter posterior digastricus dijahitkan (kontinu) pada potongan permukaan kelenjar parotis Step 5 : Pengangkatan regio submandibularis -Platysma dipotong sepanjang tepi bawah mandibula -Vasa maxillaris externa, v.facialis anterior diligasi, lalu potong -Identifikasi cabang mandibularis n.facialis yang menyilang pemb. darah tadi -Spesimen diangkat ke arah garis tengah, tampak ligamentum stylomandibulare, yang selanjutnya dipotong -Di depannya tampak a.facialis, ligasi, potong

setelah pecah atau diinsisi dapat timbul fistel Patologi -Berisi unsur keloid. Perawatan drain -Pakai vacum drainage -Diangkat pada hari 4-5 post operasi atau cairan < 50 cc/hari 5.-Seluruh isi submandibularis diangkat (hati-hati n. difiksasi di otot (catgut). epitel squamous atau kolumner Terapi -Ekstirpasi seluruh kista dan duktus . Intake makanan -Bila perlu pasang sonde lambung 4. ujung akhir dikeluarkan lewat ujung bawah insisi pertama.XII) -Bagian depan kelenjar & ductus Wharton dipotong (hati-hati n. Posisi penderita dalam 48 jam pertama -Kepala dalam keadaan elevasi 45 derajat -Dalam 24 jam sebaiknya sudah berdiri dan berjalan (hari II) 3. subkutan dengan catgut 3-0. kulit dengan mononilon/cotton -Continous suction menjamin kontak yang optimun antara flap dengan luka operasi Perawatan Pasca Operasi 1.VII) -Pengangkatan spesimen selesai seluruhnya dengan memotong insersi omohyoid di hyoid dan membersihkan jaringan lemak di antara kedua venter anterior digastricus Step 6 : Terakhir -Lapangan operasi diirigasi dengan aqua steril -Pasang drain polietilen atau kateter : diletakkan pada tempat operasi yang paling dalam. Pemberian AB KELAINAN LAIN PADA LEHER KISTA DUKTUS TIROGLOSUS -Akibat obliterasi tidak komplit dari jalan turun kelenjar tiroid dari foramen caecum hingga prelaringeal setinggi cricoid -Lokasi pada mid line (di atas tiroid sampai dasar lidah) -setinggi os hyoid 90% -setinggi tiroid 8% -setinggi lidah 2% -Terutama usia 2-7 tahun (50% pada usia 2-10 tahun) Klinis -Ikut bergerak saat menelan atau menjulurkan lidah -Sering ada traktus dari kista hingga ke os hyoid -Infeksi sering menyebabkan abses. Airway -Jamin kelancarannya -Kadang diperlukan intubasi ulang atau pemasangan trakheostomi 2. jahitan sirkuler disekelilingnya untuk mencegah masuknya udara -Flap dikembalikan pada posisi semula dengan jahitan 2 lapis terputus.

lobulated (berlobus). fistel atau kombinasi Klinis -Benjolan sejak lahir.sternokleidomastoideus -Berupa : sisa tulang rawan. bulat/lonjong. fluktuasi. surface). kista/fistel (sekresi cairan) . tetapi terutama leher (trigonum posterior) 75%. LIMFOMA MALIGNA . bunyi arus. pulsasi suhu. aksilla. fluktuasi. kadang dapat diikuti sampai orofaring -Pada palpasi kranial. bebas dari kulit. fiksasi pada dasar kulit. perluasan ke mulut . permukaan halus. unilateral/bilateral.KISTA BRONKOGENIK -Terutama usia 2-7 tahun -Kegagalan pertumbuhan celah insang I dan II sehingga timbul sisa sepanjang bagian anterior m. size. penekanan pada saluran napas. unsur tulang rawan. menjadi sakus limfatikus -Berasal dari anyaman limfatik massa embrional Klinis -Massa kistik. konsistensi. fistel teraba sebagai jaringan fibrotik bila ditegangkan dengan tarikan ke arah kaudal -Fistulografi mungkin memperlihatkan bahan kontras masuk ke faring Patologi -Epitel berlapis gepeng. mediastinum. penekanan pleksus brakialis Patologi -Pada permukaan ditemukan kista besar yang makin ke dalam makin menjadi kecil seperti buih sabun -Jenis : -simpleks : sel kapiler limfatik yang kecil -kavernosa : sel kapiler limfatik yang lebih besar -kistik : hygroma klasik Terapi Pembedahan dilakukan setelah neonatus -Eksisi total lalu pasang drain isap -Infiltrasi subkutan bleomisin pasca bedah Sifat tumor yang diperiksa 4S (site. kista. transluminasi. shape. inguinal -75% ditemukan saat lahir maupun neonatus -Anyaman limfe mengalami dilatasi dan bergabung membentuk jala. lunak. unsur limfoid Terapi -Ekstirpasi kista HYGROMA SISTIKA -Nama lain : limfangiona kistik -Terutama usia 1-2 tahun -Seluruh tubuh. berbenjol. sedikit melekat pada dasarnya -Khas : transluminasi positif dengan batas tidak tegas -Dapat besar sekali. kolumner. sinus.

Hodgkin limfoma sering pada umur muda. Lymphocyte Depletion (LD) Limphocyte predominance -Limfosit matang banyak. bimodal (15-35 tahun dan > 50 tahun) ETIOLOGI Multifaktorial ? 1. paru. sel datia RS (Reed-Sternberg) kadang ditemukan -Sel plasma. disertai gejala sistemik berat dan agresif Lymphoma Non Hodgkin (LNH) Rapport (Modifikasi. kulit. Limphocyte Predominance (LP) 2. eosinofil dalam jumlah kecil -Nekrosis atau fibrosis sedikit -Sering pada pria. sekitar 2% -Negara berkembang. 1966) 1.II Mixed cellularity -Bentuk antara LP dengan LD -Sering pada pria yang disertai dengan gejala sistemik (demam. serabut kolagen tebal yang membagi limfoid dalam beberapa nodulus -Pada wanita muda. berkeringat) Lymphocyte depletion -Jenis : fibrosis difus dan retikuler -Melibatkan banyak jaringan limfoid -Sering usia lanjut.PENDAHULUAN -Merupakan tumor ganas yang berasal dari jaringan limfoid (sistem limfatik dan imunitas) -Dapat juga dijumpai ekstranodal : saluran cerna. Berhubungan dengan rangsangan imunologik persisten 2. Mixed Cellularity (MC) 4. Nodular Sclerosis (NS) 3. terutama KGB leher bawah. organ lain -Di negara maju tumor ini relatif jarang. Herediter HISTOPATOLOGIS Lymphoma Hodgkin (LH) Rye 1. Epstein Barr virus : terutama limfoma Burkitt 3. Follicular poorly differentiated lymphocytic (FPDL) . berat badan menurun. usia < 35 tahun -Prognosis baik Nodular sclerosis -Ada sel lakunar. netrofil. supraklavikuler. mediastinal -Prognosis baik pada stadium I.

Diffuse well differentiated lymphocytic (DWDL) 5. Diffuse lymphoblastic (DL) 9. Diffuse undifferentiated (DU) -Burkitt -non Burkitt Lukes-Collin (1974) Kategori sel B (65%) -Small lymphocyte (SL) -Plasmacytoid lymphocyte (PIL) -Follicular small cleaved (FSCI) -Follicular large cleaved (FLCL) -Follicular small non-cleaved (FSNCI) -Follicular large non-cleaved (FLNCI) -Immunoblastic-sarcoma (IS) Kategori sel T (16%) -Small lymphocyte (SL) -Convoluted lymphocyte (CoL) -Sezary-Mycosis fungoides (SMF) -Immunoblastic-sarcoma Histiocytic (1%) U cell (undifined) (18%) Kiel (1974) Derajat keganasan rendah Lymphocytic (L) -B-cell -T-cell -Hairy cell leukemia -Mycosis fungoides/ -Sezary’s syndrome -T-zone lymphoma Lymphoplasmacytic/cytoid (Lpl) -Lymphoplasmacytic -Lymphoplasmacytoid -Plasmacytic Centrocytic (CC) Centroblastic-centrocytic (CB-CC) -Follicular -Diffuse Derajat keganasan tinggi Centroblastic (CB) Lymphoblastic (Lbl) . Diffuse poorly differentiated lymphocytic (DPDL) 6. Follicular mixed lymphocytic histiocytic (FMLH) 4. Diffuse histiocytic (DH) 7. Diffuse mixed lymphocytic histiocytic (DMLH) 8.2. Follicular histiocytic (FH) 3.

pruritus Hodgkin Lymphoma Non Hodgkin Lymphoma Lebih sering terbatas pada kelompok nodus satu sumber tunggal (leher. keringat malam tanpa sebab) Jaringan limfatik : -KGB. aksilla.-B-Lymphoblastic (B) -Burkitt (Btt) -T-Lymphoblastic (T) -Convolute cell (Con) -Unclassified Immunoblastic (Imb) Working formulation -Lampiran STADIUM Ann Arborr (1971) Interpretasi I II III IV Satu KGB daerah tertentu (I) atau ekstralimfatik (IE) Lebih dari satu KGB di atas diafragma (II) atau lebih dari satu ekstralimfatik di atas diafragma (IIE) KGB di atas dan di bawah diafragma (III) atau disertai limfoma ekstralimfatok (IIIE). inguinal -LH : 80% dimulai pembesaran kGB leher -LNH : dapat dimulai di semua KGB -Demam subfebril. berat badan turun 10% dalam 6 bulan terakhir. appendiks. berkeringat. spleen (IIIS) atau keduanya (III SE) Tersebar menyeluruh pada organ ekstralimfatik dengan atau tanpa terlihat KGB Keterlibatan hati. lien. timus. mediastinum. payer’s patch GAMBARAN KLINIS -Pembesaran KGB : leher. paraaortal. sumsum tulang. cincin waldeyer. mediastinal. berat badan turun. paraaorta) Penyebaran perkontinuitatum Nodus mesenterium dan cincin waldeyer jarang terlibat Keterlibatan ekstranodal jarang Lebih sering nodus perifer yang multiple Bukan perkontinuitatum Sering melibatkan . menunjukkan stadium IV Stadium dibagi menjadi : A : bila tidak disertai gejala sistemik B : ada gejala sistemik (demam.

methotrexate. Laparatomi TERAPI Hodgkin Lymphoma Radioterapi -Kuratif untuk semua stadium -I dan II (NS. Pemeriksaan penunjang -Laboratorium -Radiologi : toraks foto.Sering DIAGNOSIS 1. CT scan -USG.4 mg/iv 100 mg/oral 25 mg/oral Ke 1 dan ke 8 Ke 1 dan ke 8 Ke 1 sampai ke 14 Ke 1 sampai ke 14 Non Hodgkin Lymphoma -Derajat keganasan rendah dan stadium I : radiasi -Derajat keganasan sedang dan I. Anamnesis 2. dll 5.II : radiasi KGB dan regional -Derajat sedang dan III. cyclophosphamide dosis tinggi PROGNOSIS -HL I dan II : harapan hidup 5 tahun 100% -HL III dan IV : 50% TUMOR GANAS ESOFAGUS . MC) : semua KGB di atas diafragma (lapangan mantel). limfangiografi. Histopatologis -FNA -Biopsi 4.IV : kemoterapi berganda -Keganasan tinggi : kemoterapi berganda Kombinasi : vincristine. Pemeriksaan fisis 3. untuk LD perlu tambahan kemoterapi -III A : splenektomi Kemoterapi -Untuk III B dan IV MOPP Obat Dosis mg/m2 Waktu hari pemberian Nitrogen Mustard Oncovin Procarbazin Prednison 6 mg/iv 1.

infiltratif Penyebaran Limfogen -Esofagus bagian servikal : KGB supraklavikular dan jugular anterior -Bagian torakal : ke KGB mediastinal pertrakea. kurvatura minor Hematogen -Paru.PENDAHULUAN -Paling sering adalah jenis karsinoma epidermoid -Di bagian distal (batas esofago-gaster). supraklavikulat. periesofagus. sering oleh adenokarsinoma karena mukosa esofagus berasal dari gaster (Barrett) -Pria tiga kali lebih sering. Diet/makanan 2. ulkus. subdiafragma. seliakus -Bagian distal : KGB seliakus. Skandinavia ETIOLOGI Multifaktorial ? 1. hati dan tulang SISTEM TNM T1 T2 T3 N1 N2 N3 M1 Invasi hingga mukosa atau submukosa Invasi ke dinding otot Menembus dinding otot KGB regional unilateral KGB regional bilateral Metastasis multiple ekstensif ke KGB regional Ada metastasis jauh . KGB di gastrika sinistra. Jepang. terutama usia lanjut -Predileksi : Cina. Rusia. Alkoholisme dan rokok 3. Iritasi kronis -Esofagitis Barrett : terjadi metaplasia -Akalasia KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI Jenis : -Karsinoma epidermoid -Adenokarsinoma -Leiomiosarkoma -Fibrosarkoma -Melanoma maligna -dll Bentuk -Polipoid.

Chili. hipoalbuminemia -Esofagografi -Esofagoskopi dan biopsi -Endoskopi-USG -CT scan. Striktur esofagus 4. Anamnesis 2.STADIUM Stadium Interpretasi Std I Std II Std III Std IV T1 No Mo T2 No Mo T3 No Mo. Islandia . regurgitasi. muntah -Anemia -Suara serak : infiltrasi n. gejala metastasis lain DIAGNOSIS 1. Tumor jinak 2. Akalasia 3. Hernia esofagus TERAPI Pembedahan -Reseksi esofagus yang diikuti dengan rekonstruksi -Dapat bersifat kuratif dan paliatif Radioterapi -Karsinoma epidermoid cukup sensitif. Jepang. MRI DIAGNOSIS BANDING 1. Pemeriksaan fisis 3. Histopatologis -Sitologi eksfoliatif dan biopsi 4.rekurens -Pembesaran KGB. T semua N semua Mo T semua N semua M1 GAMBARAN KLINIK -Disfagia progresif : awalnya makanan cair lalu padat -Berat badan turun. Pemeriksaan penunjang -Laboratorium : anemia. adenokarsinoma resisten Kemoterapi -Efeknya kecil TUMOR GANAS LAMBUNG PENDAHULUAN -Banyak ditemukan di Cina.

batas tegas. korpus (20%) -Fundus. Schirrous carcinoma . Eropa 40. batas tidak tegas. batas tegas. Colloid or gelatinous carcinoma 5. tumbuh ke arah lumen Tipe II -Ulkus. leiomiosarkoma -Mayer : 90% ditemukan dalam stadium lanjut Lokasi : -Antrum. terlalu asin/pedas/asam/panas -Merokok.000 -Resiko meningkat sesuai dengan peningkatan umur -Terutama usia 60 tahun.-Jepang 70. Amerika 10/100. nonulseratif. Simple adenocarcinoma 2. invasi pada pinggir dan dasar tumor -Dinding licin. daerah pertambangan batubara 2. Papillary carcinoma 3. seperti jamur. pinggir ulkus berbaur dengan mukosa yang berdekatan dan terinfiltrasi Tipe IV -Seluruh lambung terinfiltrasi. Herediter -Golongan darah A -Riwayat keluarga menderita 4. anemia pernisiosa -Adenomatous polyposis -Gastritis atrofikans -Ulkus gastrik KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI Borrman (1962) Tipe I -Polipoid. limfoma . Makassar 3:2) -Paling sering : adenokarsinoma (95%). bentuk noduler Tipe III -Ulkus. pria lebih sering (2:1. Faktor lingkungan -Daerah dingin -Rumah dengan pemanas batubara. Faktor predisposisi/lesi prakanker -Aklorhidria/hipoklorhidria. ulkus superfisial/profunda Old Classification 1. alkohol 3. kardia (10%) -Multisentris (22%) ETIOLOGI Multifaktorial ? 1. Medullary tumor 4. pilorus sepanjang kurvatura minor (40%) -1/3 tengah. Makanan/diet/kebiasaan -Makanan rendah serat.

T2 No Mo T1 N2 Mo. KGB supraklavikuler kiri (virchow) . hematemesis. T4 N1-2 Mo T semua N semua M1 GAMBARAN KLINIK -Stadium awal biasanya asimptomatik -Rasa berat epigastrium. berat badan turun. seliakus Metastasis jauh STADIUM Stadium Interpretasi IA B II III A B IV T1 No Mo T1 N1 Mo. rasa terbakar. obstruksi (tumor dekat pilorus) -Lanjut : nyeri perut. hepatika komunis. hepatomegali. < dari 3 cm dari tumor KGB perigastrik (>3 cm). anoreksia. tumor difus mengenai seluruh tebal dinding tanpa batas jelas. lamina propri dan submukosa Invasi muskularis mukosa dan subserosa Menembus serosa (peritoneum viserale). termasuk linitis plastika Metastasis KGB perigastrik. anemia. T3 N1 Mo. tanpa invasi struktur sekitar Invasi struktur sekitar. T4 No Mo T3 N2 Mo. lienalis. massa pada colok dubur. melena -Disfagia (tumor kardia). kembung. T3 No. rasa kenyang. asites. KGB sepanjang tepi kiri gaster. Mo T2 N2 Mo. T2 N1 Mo.Klasifikasi lain -Polipoid -Ulseratif -Superfisialis -Linitis plastika (prognosis paling jelek) SISTEM TNM T1 T2 T3 T4 N1 N2 M1 Terbatas di mukosa.

Lokasi . adriamycin. sebagai ajuvant Tunggal : -5 FU -Adriamycin -Mitomycin C -Metil CCNU Kombinasi : -5 FU. Histopatologi -Sitologi. BCNU -5 FU. >60 thn (38. perbaiki pasase. Pemeriksaan fisik 3. Pemeriksaan penunjang -Laboratorium : LFT.6%). Scanning TERAPI Pembedahan Kuratif -Operasi radikal : gastrektomi total/subtotal disertai pengangkatan KGB dan organ lain yang terlibat -Batas reseksi 4 cm dari tepi tumor (tumor lokal). AFP) -Gastroskopi fiberoptik -Radiologis : polos. adriamycin. tonjolan) -USG.9%) 2. metil CCNU PROGNOSIS Prognosis tergantung : 1.1%). laktat dehidroginase. serologi (CEA. biopsi 4. Anamnesis 2. mitomicyn C -5 FU. kwalitas hidup -Gastroenterostomi -Intubasi -Ekslusion Kemoterapi -Tumor inoperabel dan tidak radikal. 30-59 thn (50.DIAGNOSIS 1. enzim (beta glukoronidase. Usia -Kurang dari 30 thn (37. tukak. 5 cm (tumor infiltrasi) Setelah gastrektomi dilakukan : Post subtotal gastrektomi -Billroth I atau II -Roux-en-y gastrektomi Post gastrektomi -Roux-en-y -Hunt Lawrence -Lygidaksis modifikasi Paliatif -Untuk mengurangi gejala. metil CCNU -5 FU. sialoglukoprotein). kontras (deformitas.

9%). kemungkinan multifaktorial ? 1. 1/3 tengah (49. serviks -Indonesia : no.8%).4% -Std IV : 4.9 PAYUDARA TUMOR GANAS PAYUDARA Pendahuluan Insidens : -Negara maju : no. 1/3 proksimal (29. Virus Peranannya belum dapat dipastikan pada manusia 4. muskularis propri (68. superomedial. Radiasi Terutama pada daerah dada Faktor Resiko 1. II (48. submukosa (85. Menarki cepat (< 12 tahun) . jaringan lemak (37. serviks -Sulsel : no. lalu sentral (subareolar). serosa (32.2%) -Std I : 90. N2 (22.6%). by pass.2%).4%) 4.4%). lateroinferior dan medioinferoir Mamma sinistra lebih sering dibanding deksta Etiologi Sebab pasti belum diketahui.5%). jarang di bawah 20 tahun Terutama kwadran lateral superior.9%). 25% kulit hitam Tertinggi pada usia 45-66 tahun.7%). terutama bila ibu/saudara kandung menderita Ada distribusi predileksi antar bangsa atau suku bangsa Pada kanker monozygote. subserosa (58.7% -Std II : 64. Usia makin lanjut. III (35. resiko meningkat (>30 tahun) 2.1%).3%). Hormonal Umumnya pada wanita Usia di atas 35 tahun insidensnya tinggi Pemberian hormonal banyak memberi hasil pada kanker lanjut 3. IV (15. Dalamnya invasi -Mukosa (91%). serviks USA : 28% Ca wanita kulit putih.5% -Std III : 33. Tipe operasi -Gastrektomi kuratif (51.5%). terdapat kanker yang sama Ada persamaan lateralitas pada keluarga dekat dari penderita Pada Klinefelters 66 kali kemungkinan menderita dibanding pria normal 2.1 menyusul ca. invasi organ sekitar (6.1%) 3.6%) 5. paliatif (15. Tipe -Borrmann I (43. Genetika Kecenderungan pada keluarga tertentu.6%). N1 (50. biopsi (5.3%).-1/3 distal (46.1 menyusul ca.9%).7%) 6. Metastasis KGB -No (77. Makanan Terutama makanan yang mengandung lemak (belum terbukti) 5.2 setelah ca.

kadang tanpa gejala -Nyeri. mammaria eksterna (paling jarang) Kelenjar supraclavicular : dari subclavicular (langsung) atau dari sentinel nodes/grand central limfatik terminus (tidak langsung) Kelenjar mammaria interna Metastasis hepar : terutama bila tumor di tepi medial bgn bawah payudara 3. Tidak kawin 7. fraktur patologis -Nyeri. subclavicula. ataksia. Riwayat radiasi daerah dada 11. efusi pleura -Massa. paresis. kadang tenpa keluhan -Kompresi medulla spinalis. muntah.3. Riwayat operasi tumor jinak (displasia/fibrokistik tertentu) 10. fraktur patologis -Sesak. Riwayat operasi ginekologik 12. Tidak menyusui 6. interpektoral/Rotter’s nodes. Terapi hormonal lama Metastasis 1. Kehamilan pertama tertunda atau tidak ada anak 5. Riwayat ca. parastesi Klasifikasi histopatologis 1. Hematogen Lewat sistem vena. Ro : osteolitik -Nyeri. bermetastasis ke paru. mamma kontralateral 9. Invasive • Invasive ductal carcinoma : paling sering • Invasive ductal carcinoma with predominant intraductal componen . organ lain Lokasi Gejala dan Tanda Paru Tulang -Tengkorak -Vertebra -Iga -Tlg panjang Pleura Hati Otak -Biasanya tanpa gejala. Menapause terlambat 4. Ekstensi lokal 2. Riwayat keluarga : ibu / saudara kandung menderita 8. Limfogen Kelenjar aksilla : central nodes (90%). mungkin ada multiple coin lesion (ukuran bervariasi) -Nyeri. Non invasive (in situ) • Intraductal carcinoma • Intralobuler carcinoma 2. ikterus obstruksi.

sekitarnya N3 : Teraba kelenjar mammaria interna homolateral M : Metastasis ke organ jauh Mx : Tidak dapat ditentukan metastasis jauh Mo : Tidak ada metastasis jauh M1 : Ada metastasis jauh. Paget dis pada papilla tanpa teraba tumor To : Tidak ada bukti adanya tumor primer T1 : Tumor < 2 cm 1a : < 0.2-2 cm 1b2 : > 4 KGB. termasuk ke kelenjar supraclavicular . ulkus. saling melekat.2 cm 1b1 : 1-3 KGB. ukuran 0.5 .5 cm 1b : 0. penyebaran langsung ke dinding thorax atau kulit (edem.2 cm) 1b : > 0. mobil 1a : mikrometastasis ( < 0. peau d’orange. peau d’orange.• Invasive lobular carcinoma • Mucinous carcinoma • Medullary carcinoma • Papillary carcinoma • Tubular carcinoma • Adenocystic carcinoma • Apocrine carcinoma • Juvenile carcinoma • Carcinoma with metaplasia • Carcinoma with squamous type • Carcinoma with spindle cell type • Carcinoma with cartilagineus and osseus type • Carcinoma mixed type 3.2-2 cm 1b3 : Menembus kapsul KGB dengan ukuran < 2 cm 1b4 : Ukuran > 2 cm N2 : Teraba kelenjar homolateral.2 cm T2 : Tumor 2 – 5 cm T3 : Tumor > 5 cm T4 : Tumor (tanpa memandang ukuran). satelit) 4a : Ekstensi ke dinding dada 4b : Edem kulit. homolateral. Paget’s disease of breast Sistem TNM T : Tumor primer Tx : Tumor primer tidak dapat ditentukan Tis : Ca invasif.1 cm 1c : 1 . insitu. ukuran 0. ulkus. satelit 4c : 4a + 4b 4d : Mastitis carsinomatous N : Metastasis ke kelenjar getah bening Nx : Kelenjar regional tidak dapat ditentukan No : Tidak teraba kelenjar aksilla N1 : Teraba kelenjar.

ganas. Berupa serous.2. serosanguineus Haid Membesar. bisa ditemukan pada T1. TsemuaN3Mo Stage IV : TsemuaNsemuaM1 Gambaran klinik Anamnesis Umur Kanker biasanya umur yang lebih tua → > 65 tahun anggap ganas Keluhan payudara atau ketiak Massa di payudara. retraksi papilla. serratus anterior tanpa otot pektoral Stage grouping (AJCC/UICC) Stage 0 : TisNoMo Stage I : T1NoMo Stage II A : ToN1Mo. sakit saat haid Menarche (bila cepat. frekwensi. resiko tinggi). T3N1-2Mo III B : T4NsemuaMo. edem lengan Sakit. operasi/tidak Sebelumnya pernah menderita (resiko tinggi) Keluarga menderita (ibu dan saudara perempuan). penyakit fibrokistik Tidak berubah : tumor jinak. m. lama. nanah hijau. nyeri pada tulang Nafsu makan Berkurang atau tetap . sakit/tidak. T3NoMo Stage III A : To-2N2Mo.3 tanpa mengubah klasifikasi Dinding thorax : iga. T1N1Mo. sakit/tidak di ketiak. nipple discharge. resiko tinggi) Kehamilan Umur tua (resiko tinggi). abortus Riwayat menyusui Obat kontrasepsi Cegah penyakit fibrocystic Resiko dipertanyakan Perkawinan Tidak kawin (resiko meningkat) Riwayat sebelumnya Pernah biopsi/tidak. susu.Catatan : Lekukan kulit. atau ca lain Radiasi daerah thorax Keluhan yang berhubungan dengan metastasis Batuk. nyeri tekan Jarang pada kanker Berubah dengan siklus : tegangan premens. perubahan lain pada kulit (kecuali pada T4).interkostal. sesak. retraksi nipple/kulit Massa di ketiak. infeksi Pengeluaran cairan Berdarah biasanya intraductal papilloma/intraductal papillary ca. seperti air. teratur/tidak Umur saat menopause (bila lambat. jumlah anak. T2NoMo II B : T2N1Mo.

inversi. mukous. hemoragik. ektasi duktus. bersisik dan mudah berdarah Cairan papilla mamma -Sifat cairan : serous. terutama orang tua) Areola dan puting susu -Exoriasi kulit. susu -Susu : hamil. dengan tangan di pinggang Catat perubahan suhu kulit. kemerahan. gambaran vena -Kemerahan (infeksi) -Edem : pada selulitis dapat menyebabkan edem difus -Peau d’orange (pig skin) : kelainan kulit berbintik seperti kulit jeruk akibat obstruksi limfatik (ganas) -Nodul satelit -Ulkus (karsinoma. papilloma intraduktal -Ada/tidaknya sel tumor -Unilateral/bilateral -Satu duktus atau beberapa duktus -Keluar spontan atau setelah dipijat -Keluar bila seluruh mamma ditekan atau dari segmen tertentu -Berhubungan dengan siklus haid -Premenopause atau pascamenopause -Penggunaan obat hormon Palpasi Pemeriksaan Payudara Harus didampingi perawat wanita Sebelumnya kedua tangan saling digosokkan Gunakan jari II. edem. axilla dan leher Penderita duduk : bandingkan antara mamma kiri dan kanan Saat mengangkat kedua lengan dan saat diturunkan/samping Perhatikan adanya benjolan Normal ada asimetri ringan dari payudara Perubahan pada kulit : -Dimpling/berlekuk. pengeluaran cairan. laktasi -Jernih : normal -Hijau : perimenopause. turgor. IV bagian volar phalanges tengah dan distal tangan kanan (jangan menggunakan ujung jari) Palpasi sistematis : kwadran atau dari luar ke dalam se arah jam Duduk tegak. kelainan fibrokistik -Hemoragik : karsinoma. III.Berat badan Menurun atau tetap Pemeriksaan fisis Inspeksi Periksa kedua payudara. penebalan kulit . retraksi. eksema -Pointing nipple (arah puting susu) : mengarah ke kwadran yang sakit -Kedudukan kedua puting susu : sama tinggi atau tidak -Paget dis : kulit puting kering.

konsistensi.pectoralis major Penderita menekan kuat pinggang atau meletakkan kedua tangan di belakang kepala (otot pectoralis major berkontraksi) Bila tumor tak bebas bergerak waktu dikontraksikan dan bebas saat relaksasi maka pectoral fixation test positif Serratus anterior fixation test Untuk yang berlokasi di kwadran lateral bawah Kedua lengan penderita memegang bahu pemeriksa Pemeriksaan kelenjar Penderita tetap duduk tegak Bila ada pembesaran : catat besar. inflamasi non infektif Kenyal : penyakit fibrokistik Lunak : lipoma Pectoral fixation test Dilakukan bila chest wall fixation test negatif Untuk tumor yang berlokasi di kwadran lateral atas Untuk mengetahui ada tidaknya infiltrasi tumor ke m. permukaan licin : fibroadenoma. batas tegas/tidak. tidak nyeri. III. konsistensi. perlekatan dengan dasar (chest wall fixation test) Benjolan keras. bentuk. nyeri tekan/tidak. berbenjol. agak keras. melekat : ganas. IV tangan kanan diletakkan di bawah humerus kiri. 1/3 proximal bagian bawah penderita Kelenjar Limfe Subscapularis Kiri Pemeriksa di belakang penderita Lengan kiri diangkat dengan tangan kanan pemeriksa (abduksi 900) Ujung jari dimasukkan di belakang scapula Pemeriksaan saat berbaring Letakkan bantal kecil di punggung di mana payudara akan diperiksa Kedua tangan di bawah kepala : periksa kwadran lateral Kedua tangan disamping : periksa kwadran medial Tanda Dini -Benjolan soliter. nyeri. permukaan kasar. bentuk. catat : lokalisasi. mobilitas Kelenjar Limfe Supraclavicular Penderita mengangkat kedua bahu dan sedikit membungkuk Pemeriksa dapat dari depan atau dari belakang Kelenjar Limfe Infraclavicular Penderita membusungkan dada Kelenjar Limfe Axillaris Pars Centralis Kiri Tangan kiri pemeriksa mengangkat lengan kiri penderita ke atas Tangan kanan (ujung jari) dimasukkan jauh ke dalam apex fossa axillaris Lalu tangan diturunkan perlahan dan bila ada pembesaran kelenjar sentral (terkurung antara jari dengan dinding thorax) Kelenjar Mammaria Interna Kiri Pemeriksaan diteruskan ke bawah antara linea axillaris media dan anterior Kelenjar Axillaris Lateralis Kiri Lengan kiri penderita dipegang tangan kanan pemeriksa (abduksi 900) Ujung jari II. batas kurang jelas -Kelainan mammogram tanpa kelainan palpasi Tanda Lama -Retraksi kulit/areola .Bila ada benjolan. kista Keras. besar.

Anamnesis 2. Pemeriksaan penunjang a. Pemeriksaan histopatologis a.-Retraksi/inversi papilla -Kelenjar aksilla dapat diraba -Pengerutan atau pembesaran mamma -Kemerahan atau edem kulit -Fiksasi pada kulit atau dinding thoraks Tanda Akhir -Ulkus -Kelenjar supraclavikular teraba -Edem lengan -Metastasis jauh Diagnosis 1. Biopsi Tru-cut d. Pemeriksaan fisis 3. Pemeriksaan Lain Thorax foto Bone scanning/bone survey USG abdomen/liver MRI. Mastitis 6. menentukan morfometri sel tumor dan hormonal dependent b. estrogen reseptor. Nekrosis lemak . Galactocele 5. Pemeriksaan Sitologi Untuk menentukan apakah segera perlu pembedahan frozen section atau dilanjutkan dengan pemeriksaan lain atau langsung ekstirpasi Hasil positif bukan indikasi bedah radikal Indikasi -Diagnosis preoperatif dengan dugaan tumor maligna -Diagnosis konfirmatif tumor maligna atau berulang -Menentukan neoplastik atau non neoplastik -Mengambil bahan aspirat untuk kultur. lalu potong beku atau blok parafin -Insisional biopsi untuk yang inoperabel Diagnosis banding 1. CT scan Laboratorium : alkali fosfatase. Fibroadenoma mamma 2. Utrasonografi Terutama untuk membedakan tumor solid atau kista (tampak bila ukuran telah 1-2 cm) c. Frozen section 4. Fibrocystic of the breast (mammary displasia) 3. dll Diagnosis pasti : histopatologis -Eksisional biopsi. Biopsi c. Cystosarcona filoides 4. Mammografi b.

isi fossa aksillaris dan m. insisi terpisah bila tumor di kuadran lain Radioterapi : pada mamma ipsilateral. Kuasai teknik diseksi dengan baik 5. Superradical Wangensteen (1949). Lokasi bukan sentral . Dahl Everson : KGB mediastinal dan supraklavikular juga diangkat 5. sejak 1976 tidak di radiasi bila KGB axilla positif tapi diberi ajuvant kemoterapi (CMF) 12 siklus Penelitian Milan II (1985-1987) : TART Tumorektomi : eksisi tumor primer beserta jaringan normal payudara 1 cm. segmentektomi -Diseksi kelenjar aksilla -Radioterapi Penelitian Milan I (Veronesi 1973) : QUART Kuadrantektomi : mengangkat kuadran payudara yang mengandung tumor ( < 2 cm) beserta kulit dan fascia superfisial pektoralis mayor (insisi kulit ellips) Diseksi aksilla : lanjutan bila tumor primer di kuadran lateral atas. misal radioterapi -Harga obat kemoterapi mahal 3. Radical mastectomy Pertama kali dilaporkan oleh Halsted (1882) Berupa pengangkatan seluruh mamma. lumpektomi luas/tumorektomi. Simple mastectomy Pengangkatan seluruh mamma 6.Penatalaksanaan A.pektoralis mayor dan minor 2. Tersedia fasilitas radioterapi 3. Subcutaneus mastectomy Pengangkatan seluruh mamma dengan menyisakan areola dan papilla mamma 7. Pembedahan 1. dimulai 3-6 minggu setelah operasi (selama 5 minggu). Tumor tunggal 7. KGB regional (mammaria interna juga diangkat) 4.pektoralis minor tidak diangkat MRM atas dasar : -Kurasi untuk 5-10 tahun cukup tinggi -Sebagian besar penderita jarang/susah kontrol teratur -Sarana lain kurang. Breast conserving treatment (therapy) Terdiri dari : -Kuadrantektomi. Modified radical mastectomy Patey (1930) : m. kulit tidak diangkat (sedikit untuk PA) Diseksi axilla : dilakukan insisi terpisah Radioterapi : Radiasi ekternal dan intersisial dengan 192Ir Syarat BCT : 1.pektoralis minor dan KGB interpektoral diangkat sementara m.pektoralis mayor tidak diangkat Madden : m. Penentuan stadium harus akurat 2. Pengetahuan masyarakat untuk kontrol teratur 4. Tumor ukuran < 5 cm 6. Extended mastectomy Handley dan Thacray (1954) : merupakan radical mastectomy yang diperluas.

8. Volume payudara sekitar 500 cc (Bra no. 34) 9. Tidak ada mikrokalsifikasi luas 10. Tidak dalam keadaan hamil 11. Bukan type : -Intraductal papillary ca -Lobular ca insitu -Invasif lobular ca -Infiltrating ductal ca -Paget's disease -Inflamatory breast ca 12. Tidak ada riwayat menderita penyakit kolagen Tehnik T M P A I S X R Lumpektomi Radikal Patey Radikal Halsted Radikal Urban Superradikal (Dahl Everson) + + + + ++ + + ++ + ++ + + + ++ +++ -+ + +

+ T : pengangkatan tumor/lumpektomi/kuadrantektomi M : pengangkatan payudara P : pengangkatan m.pektoralis major/minor A : pengangkatan KGB axilla I : pengangkatan KGB intratoraks (mammaria interna) S : pengangkatan KGB supraclavicular X : penyinaran megavolt mamma R : tindak bedah rekonstruksi atau prostesis Kriteria Inoperabilitas Haagensen : 1. Edem luas pada kulit mamma (>1/3) 2. Edem lengan 3. Ada nodul satelit 4. Nodul parasternal, nodul supraclavicula 5. Mastitis carcinomatous 6. Ada metastasis jauh 7. Locally advanced ( bila ditemukan 2 tanda) : -Ulserasi kulit -Kulit terfiksir di dinding thorax -Kelenjar axilla > 2,5 cm -Kelenjar axilla melekat satu sama lain Penyulit Mastektomi Radikal 1. Luka mastektomi dan diseksi aksilla Hematom, infeksi luka, seroma 2. Cedera saraf N.intercostobrachialis : mati rasa kulit ketiak, medial lengan atas N.thoracalis longus : m.serratus anterior N.thoracodorsalis : m.latissimus dorsi N.pectoralis : m.pectoralis 3. Kontraktur bahu 4. Limfedem extrimitas atas B. Radioterapi 1. Kuratif : bersama dengan MRM, BCT 2. Paliatif : tumor tak mampu angkat (T4) Dosis : Tumor primer : 5000-6000 rad KGB regional : 1500 rad C.Kemoterapi 1. Ajuvant : bila ada metastasis ke KGB 2. Paliatif : sudah ada metastasis sistemik Digunakan Kombinasi : CAF -Cyclophosphamide : 100 mg/m2/oral (hari 1 sampai 14) -Adriamycin : 50 mg/m2/iv (hari 1 dan -5 Fluourasil : 500 mg/m2/iv (hari 1 dan Lama 1 siklus adalah 28 hari

Respons 82% (CR+PR) CMF -Cyclophosphamide : 100 mg/m2/oral (hari 1 sampai 14) -Methotrexate : 40 mg/m2/iv (hari 1 dan -5 Fluourasil : 600 mg/m2/iv (hari 1 dan 6) Lama 1 siklus adalah 26 hari Respons 55% CA -Cyclophosphamide : 600 mg/m2/iv (hari ke-1) -Adriamycin : 40 mg/m2/iv (hari ke-1) Lama 1 siklus adalah 21 hari Respons 60-70% D.Hormonal -Telah ada metastasis jauh -Paliatif sebelum pemberian kemoterapi -Paliatif untuk pramenopause dengan cara oophorektomi bilateral -Ajuvant pada pascamenopause (ER+) dengan (KGB+) Jenis : 1. Oophorektomi bilateral 2. Obat : Tamoxifen (tamofen,nolvadex) 20-40 mg/hari : Linoral 3 x 0,1-0,5 mg/hari : Diethylstilbestrol 3 x 5-15 mg/hari : Testosteron 30 mg/minggu : Durabolin 50 mg/minggu : Sustanon 250 mg/minggu Stadium Dini (operable) Stadium I Terapi utama 1. Radical mastectomy 2. Modified radical mastectomy (Patey-Madden) Hasil diseksi kelenjar aksilla, bila histopatologis : (-) : observasi (+) : radiasi regional + ajuvant kemoterapi →sekalipun KGB (-), tetapi tumor sentral/medial, tetap diberi radiasi regional Terapi alternatif 1. BCT 2. Simple mastectomy + radiasi + ajuvant kemoterapi Stadium II Terapi utama RM / MRM + radiasi KGB dan Tumor bed Terapi alternatif Simple mastektomi + radiasi + ajuvant kemoterapi Stadium III a Simple mastektomi + radiasi + ajuvant kemoterapi Stadium lanjut (inoperable) Stadium III b (locally advanced ) 1. Kemoterapi : kuratif 12 siklus 2. Hormonal : tergantung pemeriksaan ER

Mo 2. kemoterapi.N semua. Karsinoma yang residif dan bermetastasis -Bedah : hanya biopsi -Radioterapi.No. Mastitis karsinomatosa -Kemoterapi. hormonal 3. urutannya hormonal dan kemoterapi) Setelah radiasi : Residu tumor (-) : tunggu sampai relaps. lalu dengan radiasi -Radiasi dulu tidak dianjurkan Prognosis Ditentukan oleh : 1. lalu diberi hormonal atau kemoterapi Residu tumor (+) : hormonal terapi Terapi hormonal (tunggu 6-8 minggu) untuk melihat respon : Respon (+) : terapi hormonal diteruskan Respon (-) : berikan kemoterapi CMF atau CAF Terapi hormonal dibagi 3 group : Pre menopause : bilateral oophorektomi 1-5 tahun menopause : ER + bilateral oophorektomi : ER – post menopause Post menopause : hormonal inkubitif/aditif Stadium IV Pre menopause : bilateral oophorektomi Respon (+) : tunggu relaps — aminogluthethimid tamoxifen Respon (-) : kemoterapi CMF/CAF 1-5 thn menopause : ER + = pre menopause. T3N1-2Mo IV Tsemua. Staging TNM Stadium Ketahanan hidup 5 tahun I T1NoMo II T2N1Mo III To-2N2Mo. ER – = post menopause Keadaan Khusus 1. Kehamilan -MRM diikuti dengan radiasi -Trimister pertama : radiasi dan kemoterapi tidak dapat diberikan -Tunda kehamilan berikut selama 2 tahun bila T1. Gambaran histopatologis : grade 2. M1 85% 65% . Karsinoma mamma lanjut (lokal:T4) -Radioterapi dulu beberapa minggu lalu mastektomi (bila dapat diangkat) atau kemoterapi/hormonal tidak dapat diteruskan 4.ER (+) : radiasi + hormonal + kemoterapi ER (-) : radiasi + kemoterapi + hormonal Bila ER tidak dapat diperiksa : radiasi + kemoterapi + hormonal (berdasarkan progresivitas.

Hindari faktor penyebab/resiko 2.40% 10% Pencegahan 1. Evaluasi terhadap populasi wanita normal tanpa keluhan atau gejala yang mengarah ke tumor payudara dalam usaha mendeteksi kanker dini. Cari karsinoma primer. Screening sebelum tindak bedah plastik atau kosmetik KELAINAN LAIN PADA PAYUDARA Kelainan payudara yang memerlukan tindak bedah Inflamasi/infeksi -Mastitis akut -Mastitis purulenta -Abses mamma Noninfeksi -Duktektasis . fibrosis reaktif. Mammografi Pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar X (soft tissue tecnique) yang bertujuan untuk menyaring ada tidaknya kelainan neoplasma ganas. Pernah mengidap kanker payudara kontralateral 2. bila ada metastasis (tumor primer?) 5. Seluruh kanker 88% dapat dideteksi dengan mammografi. 42% ditemukan hanya dengan mammografi saja sebelum kelainan ini cukup besar untuk di palpasi. Evaluasi benjolan yang diragukan/perubahan samar -Mastitis kronik sistika. Screening pada resiko tinggi -Nullipara -Menarki sebelum usia 12 tahun -Hamil pertama usia > 30 tahun 4. 9% tidak dapat dideteksi dengan mammografi. SARANIS (pemeriksaan payudara secara klinis) c. sekalipun tumor sudah dapat dipalpasi Tampak mikrokalsifikasi: sand like app. xerografi Indikasi Sebagai penyaring atau konfirmasi (setelah pemeriksaan ditemukan kecurigaan) 1. comet sign Deteksi dini karsinoma unpalpable Termasuk termografi.. Penemuan dini a. SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) Pemeriksaan dilakukan 7-10 hari setelah haid >20 thn : SADARI tiap bulan 20-40 thn : tiap 3 tahun memeriksakan ke dokter > 40 thn : tiap tahun 35-40 thn : lakukan base line mammografi <50 thn : konsul ke dokter untuk lakukan mammografi >50 th : tiap tahun mammografi bila perlu b. cairan dari puting susu -Ada keluarga yang menderita 3.

mengkilat. berbenjol-benjol -Konsistensi padat. dapat mencapai 20x30cm -Bulat/lonjong. kenyal. terutama 45 tahun Klinis -Mirip fibroadenoma yang besar. simpai licin. dapat bilateral (15%) -Benjolan bulat/lonjong. ada bagian kisteus -Tidak ada perlekatan. padat kenyal. mobile -Kulit tegang. batas tegas -Tidak melekat / mobile -Tidak nyeri. venektasi Terapi -Eksisi luas -Subkutan mastektomi -Simple mastektomi -Radikal mastektomi KELAINAN FIBROKISTIK Pendahuluan Nama lain -Mastitis kronis kistik -Hiperplasia kistik -Mastopatia kistik -Displasia payudara -Mammaria displasia -Benjolan multiple dan bilateral. cystosarkoma filoides -Papilloma intraduktal. batas tegas. dapat jadi besar -Semua usia. kadang multipel. dapat infiltrasi lokal -Dapat jadi ganas (15%) : malignant cystosarcoma philloides -Pertumbuhan cepat. setelah menopause tidak ditemukan -Tumor mamma paling sering Klinis -Soliter. kadang bila ditekan -Pertumbuhan cepat saat hamil. lipoma Tumor ganas -Adenokarsinoma mamma -Sarkoma. metastasis FIBROADENOMA -Pada wanita muda (15-30 tahun) .-Nekrosis lemak -Galaktokele Reaksi fisiologis tidak teratur -Penyakit fibrokistik Tumor jinak -Fibroadenoma. menjelang menopause -Bila sangat besar : giant fibroadenoma Terapi -Ekstirpasi CYSTOSARCOMA FILOIDES -Jinak. nyeri saat haid -Usia 30-50 tahun . laktasi.

tidak nyeri. kadang membentuk fistel Galaktokele -Kista retensi yang berisi air susu yang mengental. tidak membesar -Retraksi kulit. akibat stafillokokkus dan streptokokkus -Dapat berkembang jadi abses yang nyeri disertai demam -Stasis air susu sebagai predisposisi MASTITIS TBC -Abses dingin. tidak mobil. jadi sebaiknya lakukan biopsi bila ragu -Perubahan dan fluktuasi gambaran klinis jelas : -Benjolan multiple. tidak berdarah) -Nyeri prahaid (siklus). tumor soliter. payudara seluruhnya berbenjol -Pengeluaran cairan dari puting (jernih-hijau.Klinis -Klinis lebih jelas/lebih hebat saat haid -Beri gambaran klinis dan histopatologis beragam. kista Terapi -Eksisi (terutama bila mengganggu) Papilloma Intraductal -Berasal dari duktus laktiferus -Lokasi terutama di bawah areola mamma Klinis -Sekresi berdarah dari puting Adenosis Sklerosis Klinis -Mirip kelainan fibrokistik Histologis -Proliferasi jinak Nekrosis lemak Klinis -Massa keras akibat cedera. lalu terjadi fibrosis MASTITIS Sel Plasma Nama lain : mastitis komedo -Radang subakut sistem duktus Klinis -Klinis sukar dibedakan dengan karsinoma -Massa keras. retraksi puting akibat fibrosis periduktal -Pembesaran KGB (+) MASTITIS Akut -Pada minggu pertama laktasi. kadang terinfeksi . batas tidak rata -Klinis sukar dibedakan dengan karsinoma Histologis -Nekrosis jaringan lemak.

-Akibat duktus laktiferus tersumbat pada ibu laktasi -Tumor batas tegas. kisteus Fistel Paraareola -Akibat duktus tersumbat (sekret kental). > 40 batang : 70x ETIOLOGI . androgen. kemoterapi kanker Karsinoma Mamma Pria -Perjalanannya lebih cepat -Diagnosis sering agak terlambat -Curiga bila ada ginekomasti unilateral Klinis -Benjolan tanpa nyeri di belakang areola mamma -Sekresi dari papilla -Perubahan papilla/areola : retraksi. tumor adrenal. fistel di pinggir areola Diagnosis banding -Penyakit paget’s -Mastitis tuberkulosa Ginekomasti -Hipertrofi payudara pria Etiologi -Pubertas. kanker paru. merupakan penyebab kematian no. tumor testis.1 -Di Indonesia. usia 65 tahun -Penyakit : sirosis. antidepresi. penyebab kematian terbanyak setelah karsinoma nasofaring -Terutama pada umur 50-60 tahun. 20-40 batang : 50x. pria lebih banyak -Berhubungan erat dengan : -rokok. polusi udara -penyakit paru dengan fibrosis -Frekwensi berbanding lurus dengan jumlah rokok yang diisap dan lamanya. progesteron. antihipertensi. hipoganids. hipertiroid -Obat-obatan : estrogen. bulat. digitalis. sehingga dilatasi dan menyebabkan reaksi radang Klinis -Cairan berdarah atau serous dari puting -Cairan mirip mentega dari satu duktus -Retraksi di bawah putting -Abses. hepatoma. ulkus KARSINOMA PARU PENDAHULUAN -Di negara maju. 1-10 batang : 15x.

laki lebih banyak -Terutama terletak di bagian sentral (gejala obstruksi) -Berhubungan dengan kebisaan merokok -Umumnya pertumbuhan lambat. krom. Rokok (terutama kretek) -Tar yang dikandung oleh rokok merupakan bahan karsinogen 2.Multifaktorial ? 1. berilium. penyebaran umumnya limfogen -Sensitif sedang terhadap radioterapi . nikel. Polusi udara -Asbes. arsen. vinil klorida 3. uranium. Radiasi KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI WHO WP-L (Working Party Lung Cancer System) Karsinoma sel squamosa Karsinoma sel kecil -fusiform -poligonal -bentuk limfosit -bentuk lain Adenokarsinoma Bronkogenik -asiner -papiler Bronkhiolo-alveolar Karsinoma sel besar -solidum dengan musin -solidum tanpa musin -sel raksasa -sel jernih Karsinoma sel squamosa -diferensiasi baik -diferensiasi sedang -diferensiasi buruk Karsinoma sel kecil -berbentuk limfosit -intermediate cell Adenokarsinoma -diferensiasi baik -diferensiasi sedang -diferensiasi buruk -bronkhiolo-alveolar Karsinoma sel besar -berlapis -dengan musin -sel raksasa -sel jernih Karsinoma sel squamosa (epidermoid) -Sekitar 50-70% dari seluruh karsinoma paru.

wanita lebih banyak -Terutama di perifer. menyebabkan sindroma karsinoid (muka merah. cepat metastasis -Biasanya ditemukan dalam stadium inoperabel -Sensitif radioterapi dan kemoterapi. tetapi cepat residif -Paling ganas Karsinoma sel besar -Sekitar 5%. pria lebih banyak -Letak perifer. takikardi. sering asimptomatik -Berhubungan dengan parut di parenkim paru (tidak berhubungan dengan kebiasaan merokok) -Pertumbuhan lambat. radiologis/bronkoskop negatif Tumor < 3cm. agresif. produksi hormon. diare) SISTEM TNM (AJCC/IUCC 1992) Tx T1 T2 T3 T4 N1 N2 N3 M1 Sitologis positif. respon kurang terhadap radioterapi Karsinoma sel kecil -Sekitar 10-15%. umur muda. soliter. invasi tidak sampai bronkus lobus (belum sampai bronkus utama) Setiap tumor dengan : -garis tengah > 3 cm . pria lebih banyak -Termasuk kelompok APUD-omas (sindroma neoplastik) -Ada hubungan dengan rokok -Letak terutama di sentral. banyak mengandung pembuluh darah -Invasi ke peribronkial : Collar button lesion -Termasuk kelompok APUD-omas. agresif. dikelilingi jaringan paru/pleura viseralis.Adenokarsinoma -Sekitar 10-25%. cepat metastasis Adenoma (karsinoid bronkus) -Lokasi di mukosa bronkus besar -Bentuk polipoid atau plak. sentrifugal (efusi pleura) -Sensitif kemoterapi.

otak (bra). KGB (lym). perikardium. pleura (pl). pembuluh besar. T3 N2 Mo T semua N3 Mo. korpus vertebra. T2 N2 Mo. T3 No Mo T3 N1 Mo. berhubungan dengan atelektasis atau pneumonitis obstruktif seluruh paru Tumor berbagai ukuran yang melibatkan mediastinum. ptosis. trakea.leher. menyebabkan efusi pleura : sesak napas. sumsum tulang (mar). T2 N1 Mo T1 N2 Mo. tetapi belum seluruh paru Tumor dengan segala ukuran dengan perluasan ke dinding dada. hepar (hep). jantung. pneumonitis obstruktif yang meluas ke hilus. tulang (oss). KGB skalenus dan supraklavikular ipsilateral/kontralateral Metastasis jauh M1 : Paru (pul). T2 No Mo T1 N1 Mo. lengan dan sindroma Horner (enoftalmus ipsilateral. dapat menekan pleksus brakialis. nyeri dada -Sebagian besar penderita kanker paru ditemukan dalam stadium lanjut Pancoast Tumor : tumor di perifer.-mengenai bronkus utama sejauh 2 cm/lebih distal dari karina -mengenai pleura viseralis -berhubungan dengan atelektasis. pleura mediastinalis. tanpa simptom -Tumor yang meluas sentrifugal. lain-lain (oth) STADIUM / STAGE (AJCC/UICC) Stadium Interpretasi Occult Stadium 0 Stadium I Stadium II Stadium IIIA IIIB Stadium IV Tx No Mo Tis No Mo T1 No Mo. peritoneum (per). tumor di bronkus utama < 2 cm distal karina.II dan vertebra servikal sehingga timbul rasa sakit bahu. apeks lobus superior. termasuk perluasan tumor secara langsung KGB mediastinum dan atau subkarina ipsilateral KGB hilus dan mediastinum kontralateral. miosis) disertai anhidrosis yang melibatkan saraf simpatis Akibat pertumbuhan neoplastik . T4 N semua Mo T semua N semua M1 GAMBARAN KLINIK -Stadium awal : tidak menimbulkan gejala klinis yang khas -Sekitar 25% penderita ditemukan secara kebetulan. erosi iga I. kulit (ski). difragma. esofagus. karina atau tumor yang disertai efusi pleura malignant KGB peribronkial dan atau hilus ipsilateral.

trombosis arterial Anemia. neuropati Sindroma paraneoplastik Metabolik Neuromuskuler Skeletal Dermatologik Vaskuler Hematologik Sindroma cushing.rekurens (disfoni. sitologi 4. n. Pemeriksaan fisis -Keadaan umum.frenikus (paralise diafragma). polisitemia DIAGNOSIS 1. kadar kalisium darah -Pemeriksaan cairan pleura : jumlah sel. osteoarthropati hipertropik Akantosis nigrikans. neuropati. paralise pita suara). Anamnesis 2.-Iritasi dan gangguan mekanik : batuk. sklerodem. jenis sel fosfatase lindi. CT -Sitologi sputum -Pemeriksaan faal hati. Pemeriksaan laboratorium -Darah rutin. BT. lateral. polimiositis ensefalomielopati Jari tabuh. trombosit. miastenia. stridor -Saraf : nyeri. n. oblik . hiperkalsemia Miopati. dermatomiositis Tromboflebitis migrans. kelebihan hormon ADH. infiltrasi ke sekitar -Vena cava superior : sindroma vena cava superior -Esofagus : disfagi -Trakea : dispnea. retensi lendir bronkus): pneumonitis berulang. abses paru -Lanjut : obstruksi bronkus : sesak neapas Akibat penekanan. termasuk status penampilan -Kelainan yang terlihat -Pemeriksaan dada dan paru -Tanda penyebaran tumor ke alat tubuh lain 3. Pemeriksaan Radiologis -Thoraks foto PA. ginjal. faktor pembekuan.brakialis (sindroma pleksus brakialis) Metastasis -Pembesaran KGB -Gejala metastasis di organ jauh Kelainan yang belum jelas sebabnya -Generalized hypertrophic osteoarthropathy -Trombosis perifer berulang. n. hemoptoe jarang -Resistensi tubuh rendah (gangguan faal.

dilakukan melalui bronkoskop dengan sinar tembus 7. bila tumor terletak di perifer 6. derajat (stage. Pemeriksaan sitologis dan histopatologis TERAPI Pengobatan tergantung : -Jenis histoligis. faal jantung dan organ lain Pembedahan Sifat Operasi Tindakan Pembedahan Pengang-katan tumor Diseksi KGB sempurna Metastasis kelenjar sisa Kuratif -Absolut -Relatif Nonkuratif -Absolut -Relatif + + + + + + + + + - . USG. stadium). Biopsi transbronkial -Bila tumor letak perifer. obstruksi -Tak ada kelainan. Punksi dan biopsi pleura 10.-Fluoroskopi : gerakan diafragma -Tomogram : pembesaran KGB hilus/mediastinum -Metastasis jauh : bone survey. bone scanning. status penampilan penderita -Umur. infiltrasi dinding -Perubahan lumen bronkus : stenosis. Mediastinoskopi 9. liver scanning. CT scan. Pemeriksaan Bronkoskopi Kelainan yang mungkin ditemukan : -Kelainan dinding bronkus : tumor intrabronkial. faal paru. MRI 5. Biopsi transtorakal 8.

Bronkhiektasis 2. batuk. Adriam 27mg.Graham (1933) : pertama kali pd orang dewasa Bentuk Operasi -Lobektomi : pengangkatan sbg lobus -Reseksi segmental -Pneumonektomi : pengangkatan paru secara total Indikasi Pneumonektomi Tergantung apakah kelainan tsb melibatkan paru secara luas atau tidak 1. sind. atasi sind. kecuali jenis sel kecil Paliatif : reduksi tumor sehingga radioterapi/kemoterapi lebih efektif : mengurangi obstruksi. tekanan mekanis. dinding dada).5% -Adenokarsinoma : 10 -12% -Karsinoma sel kecil : 1-2% -Karsinoma sel besar : 2-5% -Mixed : 5-10% PNEUMONEKTOMI Pendahuluan -Dupuytren dan Astley Cooper (abad ke-19) : empyema -Nissen (1931) : pneumonektomi pertama kali pd anak umur 12 tahun -E. status penampilan buruk.H. Pancoast. perdarahan Radioterapi Kuratif : inoperabel (tumor di bronkus utama. Tuberkulosis 3. hemoptoe Ajuvant : pasca reseksi kuratif (bila radikalitas diragukan) -Untuk karsinoma sel kecil -Kontra indikasi : -faal paru buruk -massa tumor terlalu besar -metastasis jauh Kemoterapi Paliatif : telah metastasis ke luar paru Ajuvant : bedah atau radiasi kuratif Kombinasi : -hari 1 : Cycloph 333mg. Tumor : jinak/ganas . vena cava superior. menolak operasi) Paliatif : mengurangi nyeri (metastasis tulang. Nimustine 33mg/m2/iv -hari 1 dan 5 : Cisplatinum 25mg/bolus -hari 3 dan 5 : Methotrexate 27mg/m2/iv PROGNOSIS -Ketahanan hidup 1 tahun 20%.+ + Kuratif : pada stadium I. 5 tahun <10% -Karsinoma epidermoid : ketahanan hidup 5 tahun 5-7.

Lain-lain : abses. bronkiektasis. jamur. keganasan yg tidak melibatkan kelenjar limfe regional 2. Insisi transversal anterolateral Rienhoff 2.phrenikus 8. atrium. misal : reseksi perikardium.laringeus rekuren dan n. Fistula esofagopleural 7. fistula bronkhopleural 4. Perdarahan postoperatif 3. kelebihan cairan. abses paru. Trombus -Akibat kerusakan intima atau ruptur pada jahitan pembuluh darah — jadi gunakan jahitan kontinu 4. Insifisiensi respiratory -Pada preoperatif terlebih dahulu periksa apakah penderita dapat mentoleransi penurunan fungsi paru selama operasi Postoperatif 1. Empyema 6. Extended pneumonektomi -Disertai dgn struktur sekitar yg terlibat. Fistula bronkhopleural -Akibat adanya infeksi atau penutupan bronkhial/ struktur hilus tidak sempurna 2. diafragma Pendekatan Operasi 1. Penyempitan akibat inflamasi atau trauma 5. dinding dada. Pneumonektomi radikal -Disertai pengangkatan kelenjar limfe mediastinalis ipsilateral 3.4. Parese n. Herniasi jantung -Akibat adanya defek pada perikardium 5. Insisi posterolateral Komplikasi Pneumonektomi Intraoperatif 1. Infeksi luka operasi . brokopulmoner sequestrasi Teknik 1. Simple atau standar pneumonektomi -Reseksi paru. transfusi multiple. bronkopulmoner sequestrasi. ventilasi mekanis. Obstruksi jalan napas -Kesalahan pemasangan endotrakeal tube — terlebih dahulu lakukan bronkoskopi dan pemakaian single lumen tube 3. Kegagalan pernapasan -Perpanjangan efek anastesi. tapi tidak mencakup diseksi KGB regional -Misal pada : destroyed lung. Perdarahan -Akibat laserasi arteri pulmonalis atau cabang-cabangnya — jadi identifikasi terlebih dahulu 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful