ASKEP CA OVARIUM

Posted on March 30, 2011 by ainicahayamata ASKEP CA OVARIUM A. Pengertian Kanker Indung telur atau Kanker ovarium adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur) yang paling sering ditemukan pada wanita berusia 50 – 70 tahun. Kanker ovarium bisa menyebar ke bagian lain, panggul, dan perut melalui sistem getah bening dan melalui sistem pembuluh darah menyebar ke hati dan paru-paru. Kanker ovarium sangat sulit didiagnosa dan kemungkinan kanker ovarium ini merupakan awal dari banyak kanker primer. (Wingo, 1995)

B. Etiologi Penyebab kanker ovarium belum diketahui secara pasti. Akan tetapi banyak teori yang menjelaskan tentang etiologi kanker ovarium, diantaranya: 1. Hipotesis incessant ovulation Teori menyatakan bahwa terjadi kerusakan pada sel-sel epitel ovarium untuk penyembuhan luka pada saat terjadi ovulasi. Proses penyembuhan sel-sel epitel yang terganggu dapat menimbulkan proses transformasi menjadi sel-sel tumor. 2. Hipotesis androgen Androgen mempunyai peran penting dalam terbentuknya kanker ovarium. Hal ini didasarkan pada hasil percobaan bahwa epitel ovarium mengandung reseptor androgen. Dalam percobaan in-vitro, androgen dapat menstimulasi pertumbuhan epitel ovarium normal dan sel-sel kanker ovarium. C. Faktor Risiko 1. Diet tinggi lemak 2. Merokok 3. Alkohol 4. Penggunaan bedak talk perineal 5. Riwayat kanker payudara, kolon, atau endometrium 6. Riwayat keluarga dengan kanker payudara atau ovarium

7. Nulipara 8. Infertilitas 9. Menstruasi dini 10. Tidak pernah melahirkan

D. Tanda & Gejala Gejala umum bervariasi dan tidak spesifik. Pada stadium awal berupa : 1. Haid tidak teratur 2. Ketegangan menstrual yang terus meningkat 3. Menoragia 4. Nyeri tekan pada payudara 5. Menopause dini 6. Rasa tidak nyaman pada abdomen 7. Dispepsia 8. Tekanan pada pelvis 9. Sering berkemih 10. Flatulenes 11. Rasa begah setelah makan makanan kecil 12. Lingkar abdomen yang terus meningkat E. Stadium Stadium kanker ovarium primer menurut FIGO (Federation InternationalofGinecologies and Obstetricians ) 1987, adalah : STADIUM I –> pertumbuhan terbatas pada ovarium 1. Stadium 1a : pertumbuhan terbatas pada suatu ovarium, tidak ada asietas yang berisi sel ganas, tidak ada pertumbuhan di permukaan luar, kapsul utuh. 2. Stadium 1b : pertumbuhan terbatas pada kedua ovarium, tidak asietas, berisi sel ganas, tidak ada tumor di permukaan luar, kapsul intak.

3. Stadium 1c : tumor dengan stadium 1a dan 1b tetapi ada tumor dipermukaan luar atau kedua ovarium atau kapsul pecah atau dengan asietas berisi sel ganas atau dengan bilasan peritoneum positif. STADIUM II –> Pertumbuhan pada satu atau dua ovarium dengan perluasan ke panggul 1. Stadium 2a : perluasan atau metastasis ke uterus dan atau tuba 2. Stadium 2b : perluasan jaringan pelvis lainnya 3. Stadium 2c : tumor stadium 2a dan 2b tetapi pada tumor dengan permukaan satu atau kedua ovarium, kapsul pecah atau dengan asitas yang mengandung sel ganas dengan bilasan peritoneum positif.

STADIUM III –> tomor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant di peritoneum di luar pelvis dan atau retroperitoneal positif. Tumor terbatas dalam pelvis kecil tetapi sel histologi terbukti meluas ke usus besar atau omentum. 1. Stadium 3a : tumor terbatas di pelvis kecil dengan kelenjar getah bening negatif tetapi secara histologi dan dikonfirmasi secara mikroskopis terdapat adanya pertumbuhan (seeding) dipermukaan peritoneum abdominal. 2. Stadium 3b : tumor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant dipermukaan peritoneum dan terbukti secara mikroskopis, diameter melebihi 2 cm, dan kelenjar getah bening negativ. 3. . Stadium 3c : implant di abdoment dengan diameter > 2 cm dan atau kelenjar getah bening retroperitoneal atau inguinal positif. STADIUM IV –> pertumbuhan mengenai satu atau kedua ovarium dengan metastasis jauh. Bila efusi pleura dan hasil sitologinya positif dalam stadium 4, begitu juga metastasis ke permukaan liver.

F. Penegakan Diagnosa Medis Sebagian besar kanker ovarium bermula dari suatu kista. Oleh karena itu, apabila pada seorang wanita ditemukan suatu kista ovarium harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah kista tersebut bersifat jinak atau ganas (kanker ovarium). Ciri2 kista yang bersifat ganas yaitu pada keadaan :

Ø Kista cepat membesar

Ø Kista pada usia remaja atau pascamenopause Ø Kista dengan dinding yang tebal dan tidak berurutan Ø Kista dengan bagian padat Ø Tumor pada ovarium Pemeriksaan lanjutan untuk memperkuat dugaan ke arah kanker ovarium seperti : Ø USG dengan Doppler untuk menentukan arus darah Ø Jika diperlukan, pemeriksaan CT-Scan/ MRI Ø Pemeriksaan tumor marker seperti Ca-125 dan Ca-724, beta – HCG dan alfafetoprotein Semua pemeriksaan diatas belum bisa memastikan diagnosis kanker ovarium, akan tetapi hanya sebagai pegangan untuk melakukan tindakan operasi. G. Penatalaksanaan Sebagian besar kanker ovarium memerlukan pengobatan dengan kemoterapi. Hanya kanker ovarium stadium awal saja (stadium 1a dan 1b dengan derajat diferensiasi sel yang baik/sedang) yang tidak memerlukan kombinasi pengobatan. Kemoterapi diberikan sebanyak 6 seri dengan interval 3 – 4 minggu sekali dengan melakukan pemantauan terhadap efeh samping kemoterapi secara berkala terhadap sumsum tulang, fungsi hati, fungsi ginjal, sistem saluran cerna, sistem saluran cerna, sistem saraf dan sistem kardiovaskuler. Penatalaksanaan yang sesuai dengan stadium yaitu :
  

Operasi (stadium awal) Kemoterapi (tambahan terapi pada stadium awal) Radiasi (tambahan terapi untuk stadium lanjut

H. Asuhan Keperwatan 1. Pengkajian 1. Data diri klien Data biologis/fisiologis –> keluhan utama, riwayat keluhan utama 1. 2. 3. 4. 5. 6. Riwayat kesehatan masa lalu Riwayat kesehatan keluarga Riwayat reproduksi –> siklus haid, durasi haid Riwayat obstetric –> kehamilan, persalinan, nifas, hamil Pemeriksaan fisik Data psikologis/sosiologis–> reaksi emosional setelah penyakit diketahui

2. Diagnosa Keperawatan

1. Nyeri akut b.d agen cidera biologi 2. Perubahan citra tubuh dan harga diri b.d perubahan dalam penampilan fungsi dan peran 3. Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual b.d perubahan struktur atau fungsi tubuh, perubahan kadar hormone 4. Ketidakefektifan pola nafas b/d penurunan ekspansi paru karena desakan diafragma, bendungan cairan pleura 3.Tujuan dan Intervensi Diagnosa 1 : Nyeri akut b.d agen cidera biologi Defenisi : Pengalaman emosional dan sensori yang tidak menyenangkan yang muncul dari kerusakan jaringan secara secara aktual dan potensial atau menunjukkan adanya kerusakan. Serangan mendadak atau perlahan dari intensitas ringan sampai berat yang diantisipasi atau diprediksi durasi nyeri kurang dari 6 bulan. Batasan Karakteristik :
           

Melaporkan nyeri secara verbal dan non verbal Tingkah laku berhati hati Muka topeng Gangguan tidur Fokus pada diri sendiri Fokus menyempit (penurunan persepsi waktu,kerusakan proses berfikir,penurunan interaksi dengan orang dan lingkungan) Tingkah laku distraksi(jalan jalan, menemui orang,aktifitas berulang ) Respon otonom(diaphoresis, perubahan tekanan darah ,perubahan napas nadi,dilatasi pupil) Perubahan otonom dalm dalam tonus otot (dalam rentang lemah ke kaku) Tingkah laku ekspresif(gelisah merintih,menangis,waspada iritabel,napas panjang mengeluh Perubahan dalam nafsu makan Fakta dari observasi

Faktor yang Berhubungan :

Agen injuri (biologis, kimia, fisik, psikologis)

NOC:
  

Pain level Pain control Comfort level

Intervensi :
  

Manajemen nyeri Pemberian Analgesik Pemberian obat penenang

NIC MANAJEMEN NYERI Defenisi: pengurangan rasa nyeri serta peningkatan kenyamanan yang bisa diterima oleh pasien Aktivitas:
     

        

   

  

Lakukan penilaian nyeri secara komprehensif dimulai dari lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas dan penyebab. Kaji ketidaknyamanan secara nonverbal, terutama untuk pasien yang tidak bisa mengkomunikasikannya secara efektif Pastikan pasien mendapatkan perawatan dengan analgesic Gunakan komunikasi yang terapeutik agar pasien dapat menyatakan pengalamannya terhadap nyeri serta dukungan dalam merespon nyeri Pertimbangkan pengaruh budaya terhadap respon nyeri Tentukan dampak nyeri terhadap kehidupan sehari-hari (tidur, nafsu makan, aktivitas, kesadaran, mood, hubungan sosial, performance kerja dan melakukan tanggung jawab sehari-hari) Evaluasi pengalaman pasien atau keluarga terhadap nyeri kronik atau yang mengakibatkan cacat Evaluasi bersama pasien dan tenaga kesehatan lainnya dalam menilai efektifitas pengontrolan nyeri yang pernah dilakukan Bantu pasien dan keluarga mencari dan menyediakan dukungan. Gunakan metoda penilaian yang berkembang untuk memonitor perubahan nyeri serta mengidentifikasi faktor aktual dan potensial dalam mempercepat penyembuhan Tentukan tingkat kebutuhan pasien yang dapat memberikan kenyamanan pada pasien dan rencana keperawatan Menyediakan informasi tentang nyeri, contohnya penyebab nyeri, bagaimana kejadiannya, mengantisipasi ketidaknyamanan terhadap prosedur Kontrol faktor lingkungan yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada pasien (suhu ruangan, pencahayaan, keributan) Mengurangi atau menghapuskan faktor-faktor yang mempercepat atau meningkatkan nyeri (spt:ketakutan, fatique, sifat membosankan, ketiadaan pengetahuan) Mempertimbangkan kesediaan pasien dalam berpartisipasi, kemampuannya dalam berpartisipasi, pilihan yang digunakan, dukungan lain dalam metoda, dan kontraindikasi dalam pemilihan strategi mengurangi nyeri Pilihlah variasi dari ukuran pengobatan (farmakologis, nonfarmakologis, dan hubungan atar pribadi) untuk mengurangi nyeri Pertimbangkan tipe dan sumber nyeri ketika memilih metoda mengurangi nyeri Mendorong pasien dalam memonitor nyerinya sendiri Ajari untuk menggunakan tehnik non-farmakologi (spt: biofeddback, TENS, hypnosis, relaksasi, terapi musik, distraksi, terapi bermain, acupressure, apikasi hangat/dingin, dan pijatan ) sebelum, sesudah dan jika memungkinkan, selama puncak nyeri , sebelum nyeri terjadi atau meningkat, dan sepanjang nyeri itu masih terukur. Kolaborasikan dengan pasien dan tenaga kesehatan lainnya untuk memilih dan mengimplementasikan metoda dalam mengatasi nyeri secara non-farmakologi. Menyediakan analgesic yang dibutuhkan dalam mengatasi nyeri Menggunakan Patient-Controlled Analgesia (PCA)

Utamakan pemberian secara IV dibanding IM sebagai lokasi penyuntikan. dan hal lain yang mendukung dalam proses manajemen nyeri Menyediakan informasi yang akurat untuk meningkatkan pengetahuan keluarga terhadap respon nyeri Menyertakan keluarga dalam mengembangkan metoda mengatasi nyeri Monitor kepuasan pasien terhadap manajemen nyeri ynag diberikan dalam interval yang ditetapkan. dan frekuensi yang ditentukan analgesic Cek riwayat alergi obat Mengevaluasi kemampuan pasien dalam pemilihan obat penghilang sakit. rute pemberian dan dosis optimal. tapi evaluasi resiko pemberian obat penenang Pastikan pretreatmen strategi analgesi dan/ non-farmakologi sebelum prosedur nyeri hebat Kaji tingkat ketidaknyamanan bersama pasien. dosis. rute. dan dosis. non narkotik atau NSAID) berdasarkan tipe dan tingkat nyeri. Memberikan perawatan yang dibutuhkan dan aktifitas lain yang memberikan efek relaksasi sebagai respon dari analgesi . karakteristik.              Gunakan cara mengontrol nyeri sebelum menjadi menyakitkan (puncak nyeri) Pengobatan sebelum beraktivitas untuk meningkatkan partisipasi . serta melibatkan pasien dalam pemilihan tersebut Tentukan jenis analgesic yang digunakan (narkotik. dan intensitas nyeri sebelum mengobati pasien Periksa order/pesanan medis untuk obat. jika mungkin Hindari pemberian narkotik dan obat terlarang lainnya. menurut agen protokol Monitor TTV sebelum dan sesudah pemberian obat narkotik dengan dosis pertama atau jika ada catatan luar biasa. keluarga. catat perubahan dalam catatan medis dan informasikan kepada tenaga kesehatan yang lain Evaluasi efektifitas metoda yang digunakan dalam mengontrol nyeri secara berkelanjutan Modifikasi metode kontrol nyeri sesuai dengan respon pasien Anjurkan untuk istirahat/tidur yang adekuat untuk mengurangi nyeri Dorong pasien untuk mendiskusikan pengalamannya terhadap nyeri Beritahu dokter jika metoda yang digunakan tidak berhasil atau jika ada komplain dari pasien mengenai metoda yang diberikan Informasikan kepada tenaga kesehatan yang lain/anggota keluarga tentang penggunaan terapi non-farmakologi yang akan digunakan oleh pasien Gunakan pendekatan dari berbagai disiplin ilmu dalam manajemen nyeri Mempertimbangkan pasien. mutu. Tentukan analgesic yang cocok. PEMBERIAN ANALGESIC Defenisi: menggunakan agen farmakologi untuk mengurangi nyeri Akatifitas:           Menentukan lokasi .

dosis.d perubahan dalam penampilan fungsi dan peran Tujuan : KLien Intervensi : dapat memperbaiki persepsi citra tubuh dan harga dirinya. terutama dengan nyeri yang menjengkelkan Set harapan positif mengenai efektivitas obat analgesic untuk mengoptimalkan respons pasien Mengurus adjuvant analgesic dan/atau pengobatan ketika memerlukan tindakan tanpa rasa sakit Mempertimbangkan penggunaan infus secara terus menerus. catat efek yang merugikan Mengevaluasi dan mendokumentasikan tingkat pemberian obat penenang pada pasien yang menerima opioids Tindakan pesawat untuk mengurangi efek merugikan dari analgesic (contoh : konstipasi dan iritasi lambung) Kolaborasikan dengan dokter jika terjadi perubahan obat. Kaji perasaan klien tentang citra tubuh dan tingkat harga diri Berikan dorongan untuk keikutsertaan kontinyu dalam aktifitas dan pembuatan keputusan Berikan dorongan pada klien dan pasangannya untuk saling berbagi kekhawatiran tentang perubahan fungsi seksual dan menggali alternatif untuk ekspresi seksual yang lazim Diagnosa 3 : Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual b. dan harapan untuk keterlibatan dalam membuat keputusan dalam manajemen nyeri Diagnosa 2 : Perubahan citra tubuh dan harga diri b. atau interval.d perubahan struktur atau fungsi tubuh.bahwa pasien akan merasa mengantuk hingga 2 sampai 3 hari kemudian kembali normal Mengkaji pengetahuan pasien atau anggota keluarga mengenai analgesic. perubahan pada respons individu . serta membuat rekomendasi spesifik berdasar pada prinsip equianalgesic Mengajari tentang penggunaan analgesic. untuk memelihara tingkatan serum Lakukan tindakan pengamanan pada pasien dengan obat analgesic narkotik Instruksikan untuk menggunakan pengobatan PRN sebelum nyeri bertambah Menginformasikan individu yang mendapatkan analgesic narkotika. mual muntah. rute pemberian. mulut kering dan konstipasi) Dokumentasikan respon pasien tentang analgesic. perubahan kadar hormon Tujuan : -KLien menyatakan paham tentang perubahan struktur dan fungsi seksual. strategi ke menurunkan efek samping. depresi. terutama sekali opioids(karena resiko kecanduan tinggi) Mengevaluasi efektivitas analgesic pada interval tertentu. pengamatan juga diakukan melihat adanya tanda dan gejala buruk atau tidak menguntungkan ( berhubungan dengan pernapasan. – Mengidentifikasi kepuasan/ praktik seksual yang diterima dan beberapa alternatif cara mengekspresikan keinginan seksual Intervensi: Mendengarkan pernyataan klien dan pasangan Diskusikan sensasi atau ketidaknyamanan fisik.              Cek pemberian analgesic selama 24 jam untuk mencegah terjadinya puncak nyeri tanpa rasa sakit. terutama setelah dosis awal. baik sendiri atau bersama dengan pil opioids.

Status Respirasi : Ventilasi Defenisi : Pergerakan udara masuk dan keluar dari paru Indikator               Rata-rata Pernafasan dalam rentang yang diharapkan Irama pernafasan dalam rentang yang diharapkan Kedalaman pernafasan Ekspansi dada yang simetris Mudah bernafas Pengeluaran sputum keluar dari jalan nafas Keadekuatan vocal Ekpulsi udara Tidak ada penggunaan otot-otot bantu pernafasan Tidak ada bunyi nafas Tidak ada retraksi dada Tidak ada nafas pendek Auskultasi bunyi pernafasan dalam rentang yang diharapkan Tidak ada dipnea 2. Status Pernapasan: Kepatenan Jalan Napas Definisi: Saluran trakheobronkial tetap terbuka Indikasi . bendungan cairan pleura Defenisi: inspirasi dan atau ekspirasi yang tidak menyediakan ventilasi yang adekuat NOC 1. ex : menunda koitus seksual saat kelelahan Diagnosa 4:Ketidakefektifan pola nafas b/d penurunan ekspansi paru karena desakan diafragma.Kaji informasi klien dan pasangan tentang anatomi/ fungsi seksual dan pengaruh prosedur pembedahan Identifikasi faktor budaya/nilai budaya Bantu klien untuk menyadari atau menerima tahap berduka Dorong klien untuk menyadari atau menerima tahap berduka Dorong klien untuk berbagi pikiran/masalah dengan orang terdekatnya Berikan solusi masalah terhadap masalah potensial.

suhu tubuh untuk menentukan dan mencegah terjadinya komplikasi. dan tekanan darah berada dalam rentang normal Indikator       Suhu Frekuensi Frekuensi Frekuensi napas TD sistolik TD diastolik NIC 1. Aktifitas: . Status tanda tanda vital Defenisi : temperatur. gunakan teknik chin lift atau jaw thrust (dagu diangkat atau rahang ditinggikan) sesuai dengan kebutuhan Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi Identifikasi kebutuhan pasien akan insersi jalan nafas actual Masukkan jalan nafas melalui mulut atau nasofaring . pemantauan tanda-tanda vital Defenisi: pengumpulan dan analisis data dari system kardiovaskuler. Manajemen jalan nafas Defenisi: memfasilitasi kepatenan jalan nafas Aktivitas:             Buka jalan nafas. system pernapasan.sesuai dengan kebutuhan Lakukan fisioterapi dada sesuai dengan kebutuhan Bersihkan secret dengan menganjurkan batuk atau dengan menggunakan penghisapan Dukung untuk bernafas pelan. berbalik. nadi. dalam.       Demam tidak ada Ansietas tidak ada Sesak tidak ada Frekuensi napas IER* Irama napas IER Keluaran sputum dari jalan napas Tidak ada suara napas tambahan 3. dan batuk Instruksikan bagaimana batuk efektif Berikan bronkodilator sesuai dengan kebutuhan Berikan pengobatan aerosol sesuai dengan kebutuhan Atur posisi untuk mengurangi dipsnea Pantau status pernapasan dan oksigenasi sesuai dengan kebutuhan 2.

dan sesudah melakukan kegiatan. Definisi Kanker epitel ovarium atau dikenal dengan kanker indung telur yang berasal dari sel epitel.duduk. dan berdiri Auskultasi tekanan darah dikedua lengan dan bandingkan.            Monitor tekanan darah. Monitor tekanan darah. Kanker Indung Telur (Kanker Ovarium) adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur). denyut nadi. Kanker ovarium sebenarnya merupakan sekelompok tumor yang berbeda yang timbul dari beragam jenis jaringan yang terkandung dalam ovarium . Monitor irama dan kecepatan jantung. Klasifikasi Jenis kanker ovarium meliputi: .com/2011/03/30/askep-ca-ovarium/ Asuhan Keperawatan Kanker Ovarium Posted: 18 November 2011 in Kumpulan Askep Tag:Kanker. dan pernafasan sebelum. Jenis yang paling umum kanker ovarium muncul dari epitel sel (lapisan luar sel) dari permukaan ovarium. Monitor pola pernafasan yang abnormal. B. KGB. selama. nadi. kanker bisa menyebar ke hati dan paru-paru. Melalui pembuluh darah. Ambil denyut nadi apical dan radial secara bersamaan dan catat perbedaannya. Monitor adanya laporan tanda dan gejala dari hipotermi dan hipertermi. http://ainicahayamata. Monitor luas dan sempit tekanan darah. suhu tubuh dan status pernapasan Catat arah dan luas ketidaktetapan tekanan darah.wordpress. Monitor adanya sianosis. Monitor tekanan darah ketika pasien berbaring. Kanker ovarium bisa menyebar secara langsung ke daerah di sekitarnya dan melalui sistem getah bening bisa menyebar ke bagian lain dari panggul dan perut. ovarium 0 A. Kasus lainnya adalah jenis yang jarang terjadi dari kanker ovarium yaitu kanker yang berkembang dari sel – sel pembentuk telur kuman atau dari jaringan pendukung (stroma) dari organ jinak (nonkanker) tumor dan kista juga ditemukan di ovarium dan jauh lebih umum daripada kanker ovarium. Monitor jumlah dan kualitas denyut nadi.

kanker ini dimulai pada lapisan tipis jaringan yang menutupi bagian luar ovarium. Disebut tumor sel germinal. Disebut tumor epitel. Disebut tumor stroma. 2. 3. ascites (-) Mengenai 2 ovarium.. mulai dalam jaringan ovarium yang menghasilkan hormon estrogen. Meluas mengenai KGB dan / 2. kapsul utuh. 1. 3. II A II B II C Mengenai permukaan luar ovarium Kapsul ruptur Ascites (+) Stadium II perluasan pada rongga pelvis Mengenai uterus / tuba fallopi / keduanya Mengenai organ pelvis lainnya Kriteria II A / II B disertai 1 / > keadaan sbb : 1. ovarium kanker ini cenderung terjadi pada wanita muda. 2. kapsul utuh. 3. Makroskopis mengenai intraperitoneal diameter > 2 cm . Kanker ovarium paling banyak ditemui adalah tumor epitel. Kanker yang dimulai dalam sel yang memproduksi telur. 2. Klasifikasi stadium kanker ovarium berdasarkan FIGO (International Federation of Gynecology and Obstetrics Stadium I terbatas pada 1 / 2 ovarium IA IB IC Mengenal 1 ovarium. Kanker yang dimulai dalam sel-sel memproduksi hormon-kanker ini. KGB (-) 1.1. ascites (-) Kriteria I A / I B disertai 1 > lebih keadaan sbb : 1. Mengenai permukaan ovarium Kapsul ruptur Ascites (+) Stadium III kanker meluas mengenai organ pelvis dan intraperitoneal III A Makroskopis : terbatas 1 / 2 ovarium Mikroskopis : mengenai intraperitoneal III B III C Makroskopis : mengenai intraperitoneal diameter < 2 cm. progesteron dan testosteron.

Derajat keganasan kanker ovarium 1. Sel kanker menginvasi jaringan terdekat dan dapat pecah dari tumor awal untuk menyebar ke tempat lain dalam tubuh (metastasis). C. sel-sel ini dapat dimasukkan ke dalam ovarium. invasi limfatik. Kanker ovarium biasanya menyebar ke permukaan peritoneum dan omentum. Faktor resiko tejadinya kanker ovarium adalah: 1. Etiologi Tidak jelas apa yang menyebabkan kanker ovarium. penyebaran hematogen secara klinis yang tidak biasa pada awal proses penyakit. di mana mereka kemudian berkembang biak. 3. Sebaliknya. Adanya akumulasi sel abnormal akan membentuk suatu massa (tumor). Penyebaran intraperitoneal adalah karakteristik yang paling umum dan diakui dari kanker ovarium. 3. Sel-sel kanker tumbuh dan berkembang di luar kendali. 2. Obat kesuburan Pernah menderita kanker payudara Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara dan/atau kanker ovarium Riwayat keluarga yang menderita kanker kolon. Karsinoma ovarium bisa menyebar dengan ekstensi lokal. . mekanisme penyebaran mewakili pemikiran untuk melakukan pementasan bedah. prostat dan rahim (menunjukkan adanya sindroma Lynch II). dan bagian transdiaphragmatic. paru-paru. D. Derajat 1 : differensiasi baik Derajat 2 : differensiasi sedang Derajat 3 : differensiasi buruk Dengan derajat differensiasi semakin rendah pertumbuhan dan prognosis akan lebih baik. operasi debulking. 4. Patofisiologi Kebanyakan teori patofisiologi kanker ovarium meliputi konsep yang dimulai dengan dedifferentiation dari sel-sel yang melapisi ovarium. Selama ovulasi. implantasi intraperitoneal. Seperti dibahas selanjutnya. meskipun tidak jarang terjadi pada pasien dengan penyakit lanjut. Selsel ganas dapat implan di mana saja dalam rongga peritoneal tetapi lebih cenderung untuk menanamkan di situs statis sepanjang sirkulasi cairan peritoneum. wanita yang kehamilan pertamanya terjadi di usia dini dan wanita yang memakai pil KB. dan mereka tidak mati. kanker dimulai ketika selsel sehat mengalami mutasi genetik yang mengubah sel normal menjadi sel abnormal. akhirnya mati pada waktu yang ditetapkan. Sel sehat tumbuh dan berkembang biak pada tingkat yang ditetapkan. 2. Efek perlindungan terhadap kanker ovarium ditemukan pada wanita yang memiliki banyak anak. Secara umum. dan administrasi kemoterapi intraperitoneal. penyebaran hematogen.

Gangguan buang air kecil/besar XXX XX XX . 13. anemia dan berat badannya menurun. Pada saat ini penderita mungkin akan merasakan nyeri panggul. Nyeri perut 3. 8. 4. biasanya fluktuatif. Gejala tersebut meliputi gangguan pencernaan. pembesaran payudara atau peningkatan pertumbuhan rambut. Gejala-gejala dyspepsia 4. Manifestasi Klinis Gejala kanker ovarium tidak spesifik dan lebih mirip gejala-gejala umum seperti gejala gangguan pencernaan atau kandung kemih. Pembesaran perut XXXX Frekuensi Relatif 2. Gejala dan tanda klinis dari KO yang biasa dijumpai adalah sebagai berikut: Tanda dan Gejala 1. merasa kenyang.E. Di dalam perut terkumpul cairan dan perut membesar akibat ovarium yang membesar ataupun karena penimbunan cairan. 11. 12. 3. Kunci utama untuk memahami kanker ovarium adalah tanda-tanda dan gejala yang terus memburuk. yang cenderung untuk datang dan hilang atau terjadi dalam situasi tertentu atau setelah makan makanan tertentu. Studi terbaru menunjukkan bahwa wanita dengan kanker ovarium lebih mungkin dibandingkan perempuan lain untuk secara konsisten mengalami gejala berikut: 1. 10. Seorang wanita dengan kanker ovarium dapat didiagnosis dengan cara membandingkan dengan kondisi lain sebelum akhirnya memahami dia menderita kanker. Kanker ovarium. 14. konstan. Kadang kanker ovarium melepaskan hormon yang menyebabkan pertumbuhan berlebih pada lapisan rahim. dan secara bertahap memburuk. 7. bengkak atau kembung Urinary urgensi Rasa tidak nyaman atau sakit panggul Mual Sembelit Sering buang air kecil Kehilangan nafsu makan atau cepat merasa kenyang Peningkatan ketebalan perut atau pakaian ketat pas di pinggang Anda Sakit saat hubungan seksual (dispareunia) Kekurangan energy Punggung sakit Perubahan menstruasi Panggul terasa berat Perdarahan pervaginam Ovarium yang membesar pada wanita pasca menopause bisa merupakan pertanda awal dari kanker ovarium. 9. 6. 2. 5. 15. Gejala awalnya berupa rasa tidak enak yang samar-samar di perut bagian bawah Tekanan pada perut.

Dia atau dia juga menyisipkan sebuah alat yang disebut spekulum ke dalam vagina. 4. Dalam beberapa kasus. seperti rahim anda. 6. 8. 3. seorang ahli onkologi ginekologi membuat sayatan di perut dan mengesplorasi rongga perut untuk mendeteksi adanya kanker. Untuk membuat gambar dari ovarium Anda. Pemeriksaan panggul. 10. 2. sehingga prosedur tidak akan memerlukan sayatan yang lebih besar. Spekulum vagina terbuka sehingga dokter Anda secara visual dapat memeriksa vagina dan leher rahim untuk kelainan. Pembedahan untuk mengangkat contoh jaringan untuk pengujian. Jika kanker ditemukan. CA 125 adalah protein yang ditemukan pada permukaan sel kanker ovarium dan beberapa jaringan sehat. Pemeriksaan Diagnostik XX XX X Pemeriksaan yang biasa dilakukan: 1. dokter Anda mungkin memasukkan penyelidikan USG ke dalam vagina Anda. 5. ahli bedah dapat membuat beberapa sayatan kecil di perut Anda dan masukkan alat-alat bedah khusus dan sebuah kamera kecil. sejumlah kondisi non-kanker juga menyebabkan peningkatan kadar CA 125. Jika tes lain menyarankan Anda mungkin memiliki kanker ovarium. G. dokter anda dapat merekomendasikan operasi untuk mengkonfirmasi diagnosis. ahli bedah segera mungkin mulai operasi untuk menghapus sebanyak mungkin kanker. USG menggunakan frekuensi tinggi gelombang suara untuk menghasilkan gambar dari bagian dalam tubuh.5. Penurunan berat badan 6. tes CA 125 tidak biasanya digunakan untuk mendiagnosa atau ke layar untuk kanker ovarium. Ahli bedah dapat mengumpulkan sampel cairan perut dan menghapus ovarium untuk pemeriksaan oleh seorang ahli patologi. Pemeriksan darah lengkap Pemeriksaan kimia darah Serum HCG Alfa fetoprotein Analisa air kemih Pemeriksaan saluran pencernaan Laparatomi CT scan atau MRI perut. Selama operasi. Pembesaran kelenjar inguinal F. Selama pemeriksaan panggul. dan kemudian memasukkan dua jari dari satu tangan ke dalam vagina dan sekaligus menekan sisi lain di perut untuk merasakan rahim anda dan ovarium. dokter dengan hati-hati memeriksa bagian luar alat kelamin terkena (vulva). tetapi dapat digunakan untuk memantau bagaimana perawatan Anda maju. dan banyak perempuan dengan stadium awal kanker ovarium yang normal memiliki kadar CA 125. Gangguan haid 7. Namun. Untuk alasan ini. 12. Pencitraan USG dapat membuat gambar dari struktur dekat ovarium Anda. 11. Penatalaksanaan . bentuk dan konfigurasi ovarium Anda. 9. Prosedur ini disebut USG transvaginal. USG membantu dokter menyelidiki ukuran. CA 125 tes darah. Banyak wanita dengan kanker ovarium memiliki tingkat abnormal tinggi CA 125 dalam darah mereka. 7.

siklofosfamid meningkatkan respon terapi. Stadium II: Pilihan terapi utama operasi disertai kemoterapi atau radioterapi. reseksi daerah permukaan peritoneal. kurang dari 2cm. Kanker ovarium epitelial : Stadium I : Pilihan terapi stadium I dengan derajat diferensiasi baik sampai sedang. radioterapi. 5-FU. dan etoposid juga menunjukkan hasil yang bervariasi dari 27% sampai 78%. sisplatin. Altretamine. thiotepa dan siklosfosfamid secara sistematik menunjukkan aktivitas yang baik. Kemoterapi Penggunaan melphana. Secara keseluruhan. dan imunoterapi. kombinasi terapi sistematik dengan takson. histerektomi total abdominal. ifosfamid. kemoterapi sistemik. 1. jika masih memungkinkan salpingo-ooforektomi bilateral dilanjutkan terapi ajuvan kemoterapi dan atau radioterapi. 1. omentektomi. karboplatin.1. lalu dilanjutkan dengan pengobatan tambahan seperti kemoterapi. doksorubisin. Kanker ovarium germinal : . Pengobatan Pada umumnya. merupakan kandidat utama terapi P32 ini. Radioterapi Teleterapi pelvis dan abdomen dan penetesan isotop radioaktif pada rongga peritoneal digunakan pada wanita dengan kanker ovarium tahap awal (stadium I dan II). Stadium III dan IV: sedapat mungkin massa tumor dan daerah metastasis sekitarnya diangkat (sitoreduktif) berupa pengeluran asites. angka kesembuhan atau kemungkinan hidup. Operasi Pada umumnya dilakukan: -Histerektomi total yaitu mengangkat rahim dengan organ sekitarnya -Salpingo ooporekmitomi yaitu mengangkat kedua ovarium dan kedua saluran tuba fallopii -Omentektomi yaiut mengangkat lipatan selaput pembungkus perut yang memanjang dari lambung ke alat-alat perut 1. Isotop radioaktik (P32) digunakan sebagai terapi residual kanker pada rongga peritoneum. Pasien yang memiliki residu penyakit yang terbatas. harapan hidup selama 5 tahun mencapai 90%. dengan terapi ajuvan memperpanjang waktu remisi dengan harapan hidup selama 5 tahun mendekati 80 %. dan usus. pada stadium I dengan diferensiasi buruk atau stadium IC pilihan terapi berupa: radioterapi. 1. pengobatan kanker ovarium dilakukan dengan tindakan operasi. operasi salpingo-ooforektomi bilateral (operasi pengangkatan tuba fallopi dan ovarium) atau disertai histerektomi abdominal total (pengangkatan uterus) dan sebagian jaringan abdominal. sisplastin.

sesuai dengan ACS. Setelah tabung Anda diikat atau memiliki histerektomi dapat mengurangi risiko kanker ovarium. CC (cyclophosphamide + carboplatin). Karena kanker ovarium biasanya berkembang di lapisan tipis rongga perut yang meliputi ovarium. yang dengan sendirinya mungkin memiliki dampak negatif pada kesehatan Anda. Kontrasepsi oral(pil KB). 2.Disgerminoma: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dimana kanker ditemukan dilanjutkan radioterapi atau kemoterapi. Selain itu. Kanker ovarium stromal : Operasi yang dilanjutkan dengan kemoterapi. Dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah menggunakan mereka. Jika Anda sedang mempertimbangkan setelah prosedur ini dilakukan. Studi menunjukkan bahwa ooforektomi profilaksis menurunkan risiko kanker ovarium hingga 95 persen. Profilaksis ooforektomi mengurangi. termasuk peningkatan risiko osteoporosis. Komplikasi 1. risiko kanker ovarium. CP (cyclophosphamide + cisplatin). I. Kehamilan dan menyusui. H. Tumor sel germinal lainnya: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dilanjutkan kemoterapi. wanita yang pernah diangkat indung telur mereka masih bisa mendapatkan yang serupa. Penyebaran kanker ke organ lain Progressive function loss of various organs Fungsi progresif hilangnya berbagai organ Ascites (fluid in the abdomen) Ascites (cairan di perut) Intestinal Obstructions Usus Penghalang . termasuk: 1. dianjurkan terutama bagi perempuan yang telah dites positif untuk mutasi gen BRCA atau wanita yang mempunyai sejarah keluarga yang kuat payudara dan kanker ovarium. Operasi ini. Perempuan yang berada pada risiko yang sangat tinggi mengalami kanker ovarium dapat memilih untuk memiliki indung telur mereka diangkat sebagai cara untuk mencegah penyakit. dan mengurangi risiko kanker payudara hingga 50 persen. Pencegahan Beberapa faktor muncul untuk mengurangi risiko kanker indung telur. 3. tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan. profilaksis ooforektomi menginduksi menopause dini. bahkan jika tidak ada mutasi genetik yang telah diidentifikasi. tetapi jarang bentuk kanker yang disebut kanker peritoneal primer. 3. pastikan untuk membahas pro dan kontra dengan dokter Anda. 2. Menyusui anak-anak juga dapat mengurangi risiko kanker ovarium. penyakit jantung dan kondisi lain. 4. para wanita yang menggunakan kontrasepsi oral selama lima tahun atau lebih mengurangi risiko kanker ovarium sekitar 50 persen. Kombinasi standar sistemik kemoterapi berupa TP (paclitaxel + cisplatin atau carboplatin). Tubal ligasi atau histerektomi. jika ovarium diangkat sebelum menopause. Memiliki paling tidak satu anak menurunkan risiko Anda mengalami kanker ovarium. dikenal sebagai profilaksis ooforektomi.

lebih jarang. Kanker ovarium gudang sel ke dalam cairan alami dalam rongga perut. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan gangguan pernafasan akibat penekanan asites pada diafragma. Ansietas berhubungan dengan stres akibat kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan penatalaksanaannya. Kanker epitel ovarium jarang didapatkan pada wanita berusia < 40 tahun. Kolaburasi tindakan pembedahan Rasional a. Diagnose keperawatan 1. J. 5. Lebih dari 60% dari perempuan dengan kanker ini memiliki stadium III atau stadium IV kanker. Puncaknya terjadi pada wanita usia 60-64 tahun. Intervensi 1. ke paru-paru. Tujuan : Dalam 2x 24 jam rasa nyeri berkurang Kriteria Hasil : Setelah diberi tindakan keperawatan skala nyeri berkurang menjadi 4. Prognosis Kanker ovarium biasanya memiliki yang buruk prognosis. Kanker ovarium paling sering ditemukan pada wanita yang berusia 50-70 tahun dan 1 dari 70 wanita menderita kanker ovarium. Angka kejadian kanker epitel ovarium rendah pada negara berkembang dan Jepang. termasuk rahim.000 atau separuh lebih wanita meninggal karena penyakit ini. Pembedahan bertujuan untuk . Ini tidak proporsional mematikan karena kekurangan apapun deteksi dini jelas atau tes skrining. Nyeri berhubungan dengan penekanan perut bagian bawah akibat kanker metastasis. Perubahan Pola eliminasi urin berhubungan dengan penekanan tumor pada pelvis. kandung kemih . ketika ia telah menyebar ke luar ovarium. Nyeri berhubungan dengan penekanan perut bagian bawah akibat kanker metastasis. usus. sekitar 14. Kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual. Kanker indung telur memiliki angka kematian yang tinggi. muntah. usus dan lapisan dinding usus omentum pertumbuhan tumor yang membentuk baru sebelum kanker bahkan dicurigai. Sel-sel kemudian dapat implan di lain perut (peritoneal) struktur. Kanker indung telur merupakan penyebab kematian ke-5 terbanyak di Amerika Serikat dan merupakan salah satu dari 7 keganasan tersering di seluruh dunia. L.100 kasus baru kanker indung telur. dari 23. 3. 4. Intervensi 1. 2.Sel-sel dapat implan di lain perut (peritoneal) struktur. kandung kemih. Gangguan citra diri berhubungan dengan pembesaran perut. termasuk rahim . Baca juga Kanker Serviks K. 6. lapisan dinding usus (omentum) dan. dan gangguan GI akibat adanya kanker metastasis. yang berarti bahwa kebanyakan kasus tidak terdiagnosis sampai mereka telah mencapai stadium lanjut.

Batasi aktivitas dan mobilisasi klien Rasional a.Menghilangkan rasa nyeri c.Menurunkan tingkat ketegangan pada daerah nyeri d. Tujuan : Dalam 2x 24 jam nutrisi pasien terpenuhi . 2. Ajarkan dan lakukan tehnik relaksasi.Klien tidak mengeluh sesak . Mengidentifikasi skala dan perkembangan nyeri. Istirahat dapat mengurangi konsumsi O2 klien b.RR normal kembali antara 16-24x/mnt -Klien tidak terlihat cemas dan gelisah Intervensi a. dan gangguan GI akibat adanya kanker metastasis.Merelaksasi otot – otot tubuh e. terapi oksigen dibutuhkan jika klien membutuhkan O2 lebih e.untuk pengangkatan kanker. Kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual. 1. muntah. Tujuan : Mengembalikan pola nafas klien menjadi normal kembali Kriteria Hasil : . 2. Posisi semi fawler menambah ruang ekspansi dada c. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan gangguan pernafasan akibat penekanan asites pada diafragma. menghilangkan faktor utama penyebab nyeri. Jika klien tenang maka konsumsi O2 semakin efisien 3. Kaji tingkat dan intensitas nyeri. 2. Baju klien yang longgar mempermudah klien dalam bernafas d. 1. Mengistirahatkan klien dengan posisi semifawler c. Tenangkan klien b. Kolabarasi untuk pemberian terapi analgesik. b. Kolaborasi pemberian terapi oksigen e. Atur posisi senyaman mungkin. longgarkan baju klien d.

e. f. Suplemen dapat memainkan peran terlalu terlalu manis. kalori dan protein adekuat. klien dapat melakukan manajemen stress terhadap kondisinya. dibagi-bagi selama sehari 4. Dorong penggunaan suplement dan ditingkatkan begitu juga cairan (untuk makan sering atau lebih sedikit yang menghilangkan produk sisa). 1. Dapat mencegah awitan atau menurunkan beratnya mual. Dorong penggunaan teknik relaksasi. a. 5. bimbingan imajenasi. Kontrol factor lingkungan. Hindari c. penambahan berat badan progresif. Berikan solusi yang relevan c. Mual atau muntah psikogenik terjadi karena perubahan lingkungan pengobatan atau rutinitas pasien pada hari pengobatan mungkin efektif. Dengan mendengarkan keluh kesah klien klien maka akan mengurangi stress klien b. muntah. Informasi tentang keadaan klien d. Dapat mentriger respons mual sedang sebelum makan. klien tahu dan mengerti tentang keadaan dirinya. Berikan informasi tentang kesehatan klien b. Pantau masukan makanan setiap hari. 4. b. dengan masukan cairan adekuat. latihan d. Intervensi Rasional 1. visualisasi. Ansietas berhubungan dengan stress akibat kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan penatalaksanaannya. Dengarkan dengan seksama apa keluh kesah a. berat badan stabil. dan memungkinkan pasien meningkatkan masukan oral. nafsu makan pasien meningkat. Intervensi Rasional a. Tujuan : Dalam 2x 24 jam klien tidak terlihat cemas dan gelisah Kriteria hasil : berkurangnya rasa takut.Kriteria Hasil : mual (-). Mengidentisifikasi kekuatan atau 2. Temani klien dalam memutuskan sesuatu sangat dibutuhkan . Kebutuhan jaringan metabolic 3. atau penting dalam mempertahankan makanan pedas. Solusi relevan sangat dibutuhkan klien c. Identifikasi pasien yang mengalami mual atau muntah yang diantisipasi. kalori kaya protein kaya nutrient. Dorong pasien untuk makan diet tinggi defisiensi nutrisi. berlemak. penurunan anoreksia.

Bimbingan antisipasi dapat 2. sebagai pedoman tindakan selanjutnya b. Intervensi 1. jumlah output sesuai input.e. Beritahu pasien bahwa tidak semua efek samping terjadi. Kriteria hasil : dapat mengungkapkan pemahaman tentang perubahan tubuh. kehidupan pribadi pasien atau rumah dan aktifitas kerja b. 3. Pemasangan alat bantu kateter jika di perlukan Rasional a. termasuk kemungkinan efek pada aktifitas seksual baru dan menyiapkan untuk beberapa dan rasa ketertarikan atau keinginan. dan sebagainya. Mengidentifikasi masalah secara dini. Berikan obat diuretik jika di perlukan (kolaborasi) 2. Tujuan : Dalam 2x 24 jam klien dapat menerima kondisi yang dialami. Tujuan : Dalam 2x 24 jam tidak terjadi gangguan pola eliminasi urin. Pemasangan kateter dapat digunakan selama praoperasi 6. Meskipun beberapa pasien . Membantu dalam memastikan terdekat bagaimana diagnosis dan masalah untuk memulai proses pengobatan yang mempengaruhi pemecahan masalah. Kaji dan pantau frekuensi BAK setiap hari 1. Berikan humor ringan kepada klien d. Gangguan citra diri berhubungan dengan pembesaran perut. Perubahan Pola eliminasi urin berhubungan dengan penekanan tumor pada pelvis. Intervensi Rasional 1. efek samping misalkan membeli wig sebelum radiasi. Diskusikan dengan pasien atau orang a. Dapat membantu menurunkan masalah yang mempengaruhi masalah tentang efek kanker atau penerimaan pengobatan atau pengobatan pada peran sebagai ibu merangsang kemajuan penyakit. Humor sangat diperlukan klien untk mengurangi stress yang dirasakanya 5. klien membutuhkan teman untuk berbagi e. rimah tangga. orang tua. 4. Tinjau ulang efek samping yang membantu pasien atau orang terdekat diantisipasi berkenaan dengan memulai proses adaptasi pada status pengobatan tertentu. Kriteria Hasil : klien dapat berkemih normal (5x sehari). Berikan dukungan emosi untuk pasien d. penerimaan diri dalam situasi sekarang. Kolaborasikan pemberian diuretik dengan dokter agar pasien bisa BAK dengan lancar c. Dorong diskusi tentang atau pecahkan c.

atau orang terdekat selama tes diagnistik dan fase pengobatan.M. e. Dalam penulisan makalah ini penulis banyak mendapatkan kendala dan hambatan baik dalam memperoleh sumber yang relevan maupun dari segi penulisan. Djamil Padang Tanggal 15-16 Oktober 2008. Rujuk pada konseling professional bila tambahan selama periode ini. Februari 2009 Penulis . berkat rahmat dan karunia Nya penulis akhirnya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Ny “ U “ Dengan Post Operasi Atas Indikasi Ca Ovarium Stadium IIIb Disertai Anemis Sedang Pro Kemoterapi Di Ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr. Penulis berharap agar makalah ini dapat dijadikan sebagai salah satu sumber bacaan dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.banyak memerlukan dukungan 1. Padang. diindikasikan.com/2011/11/18/asuhan-keperawatan-kanker-ovarium/ Winter Snow Card Comments Hot Myspace Generators Senin.berdaptasi atau menyesuaikan diri dengan efek kanker atau efek samping therapy. Mungkin perlu memulai dan mempertahankan struktur psikososial positif bila system pendukung pasien atau orang orang terdekat terganggu. Penulis menyadari dalam makalah ini banyak terdapat kekurangan. Untuk itu . Namun berkat bantuan dari berbagai pihak akhirnya penulis dapat penulis dapat menyelesaikan makalah ini. penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kemajuan dimasa mendatang. 14 September 2009 Askeb Ca Ovarium MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny “ U “ DENGAN POST DEBULKING ATAS INDIKASI Ca OVARIUM STADIUM IIIb DISERTAI ANEMIS SEDANG PRO KEMOTERAPI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT. http://saktyairlangga.wordpress.

Tujuan 1.2.1.1. Tujuan Umum Dapat memberikan asuhan kebidanan pada klien dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang pro kemoterapi di ruang onkologi irna A kebidanan RSUP Dr. Tujuan khusus Setelah membuat makalh ini mahasiswa diharapkan mampu : a) Melakukan pengkajian data kepada Ny. dan kebutuhan dari data yang telah dikumpulkan c) Menentukan antisipasi masalah dan diagnosa potensial pada Ny “ U “dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi d) Menentukan tindakan segera terhadap Ny “ U “ dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi e) Merencanakan tindakan yang akan dilakukan kepada Ny. Djamil Padang. 1. Oleh karena itu . Latar Belakang Kanker ovarium merupakan keganasan yang sering dijumpai tetapi sebagian besar datang sudah dalam stadium lanjut atau ditemukan saat operasi . 1.2. maka diperlukan asuhan kebidanan yang intensif.”U” dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi berdasarkan interpretasi data f) Melaksanakan tindakan sesuai rencana yang telah ditetapkan g) Mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan kepada Ny.000 populasi wanita setahunnya. kanker ovarium sering dinamakan pembunuh dingin atau silent killer karena perjalanan penyakitnya lambat tetapi mematikan Kanker ovaorium merupakan keganasan ginekologi yang terbanyak setelah kanker leher rahim dan hamper separuh dari kematian wanita di Indonesia karena keganasan ginekologi disebabkan oleh kanker ovarium.BAB I PENDAHULUAN 1. Angka kejadian kanker ovarium ini kira-kira 20% dari semua keganaan alat reproduksi wanita.2. Djamil Padang. Insiden rata-rata dari semua jenis diperkirakan 15 kasus baru per 100. penulis tertarik untuk merapkan asuhan kebidanan pada Ny “ U “ dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang pro kemoterapi di ruang onkologi irna A kebidanan RSUP Dr. Karena angka kejadian kanker ovarium cukup tinggi di Indonesia. Rumusan Masalah Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana menerapkan asuhan kebidanan .”U” dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi b) Menentukan diagnosa.3.”U” dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi berdasarkan interpretasi data 1.M.2.M. masalah.

Tumor epitelial Tumor epitelial ovarium berkembang dari permukaan luar ovarium. bentuk keganasan sel germinal terutama adalah teratoma. Kedua ovarium terletak dikedua sisi uterus dalam rongga pelvis dengan panjang sekitar 1. mucous. pada umumnya jenis tumor yang berasal dari epitelial adalah jinak. Anatomi dan Fisiologi Ovarium Ovarium adalah salah satu organ sistem reproduksi wanita. sistem reproduksi terdiri dari ovarium. karsinoma adalah tumor ganas dari epitelial ovarium (EOC’s : Epitelial ovarium carcinomas) merupakan jenis tumor yang paling sering ( 85 – 90% ) dan penyebab kematian terbesar dari jenis kanker ovarium. umumnya tumor germinal adalah jinak meskipun beberapa menjadi ganas. Beberapa gambaran EOC dari pemeriksaan mikroskopis berupa serous.Djamil Padang. Gambaran tumor epitelial yang secara mikroskopis tidak jelas teridentifikasi sebagai kanker dinamakan sebagai tumor bordeline atau tumor yang berpotensi ganas (LMP tumor : Low Malignat Potential).19% sekarang ini 90 % pasien kanker ovarium germinal dapat disembuhkan dengan fertilitas dapat dipertahankan. 2. Tumor germinal Tumor sel germinal berasal dari sel yang menghasilkan ovum atau telur. dysgerminoma dan tumor sinus endodermal.pada klien dengan kanker ovarium di ruangan onkologi Irna A kebidanan RSUP Dr. uterus dan vagina. sebelum era kombinasi kemoterapi harapan hidup satu tahun kanker ovarium germinal stadium dini hanya mencapai 10 . tuba fallopi. .5 – 2 inchi dan lebar <> 35 tahun • Membawa mutasi gen BRCA1 atau BRCA2 • Sindroma herediter kanker kolorektal nonpolipoid • Ras kaucasia > Afrika-Amerika • Dll Jenis kanker ovarium 1. Insiden keganasan tumor germinal terjadi pada usia muda kadang dibawah usia 20 tahun. endometrioid dan sel jernih. M . BAB II TINJAUAN TEORI KARSINOMA OVARIUM I.

inkontinensia uri • Perasaan tidak nyaman pada rongga abdomen dan pelvis . Derajat 3 : differensiasi buruk Dengan derajat differensiasi semakin rendah pertumbuhan dan prognosis akan lebih baik. Tumor stromal Tumor ovarium stromal berasal dari jaringan penyokong ovarium yang memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Mengenai permukaan luar ovarium 2. Kapsul ruptur 3. kapsul utuh. bentuk yang didapat berupa tumor theca dan tumor sel sartoli-leydig termasuk kanker dengan derajat keganasan yang rendah. ascites (-) I C Kriteria I A / I B disertai 1 > lebih keadaan sbb : 1. Derajat 2 : differensiasi sedang 3.3. Mengenai permukaan ovarium 2. Ascites (+) Stadium III kanker meluas mengenai organ pelvis dan intraperitoneal III A Makroskopis : terbatas 1 / 2 ovarium Mikroskopis : mengenai intraperitoneal III B Makroskopis : mengenai intraperitoneal diameter <> 2 cm Derajat keganasan kanker ovarium 1. Ascites (+) Stadium II perluasan pada rongga pelvis II A Mengenai uterus / tuba fallopi / keduanya II B Mengenai organ pelvis lainnya II C Kriteria II A / II B disertai 1 / > keadaan sbb : 1. Kapsul ruptur 3. Klasifikasi stadium kanker ovarium berdasarkan FIGO (International Federation of Gyneklogi and Obstetric ) : Stadium I terbatas pada 1 / 2 ovarium I A Mengenal 1 ovarium. kapsul utuh. Derajat 1 : differensiasi baik 2. hilangnya nafsu makan dll • Gangguan sistem urinaria. hanya sekitar 10 % dari kanker ovarium yang terdeteksi pada stadium awal. keluhan biasanya nyeri daerah abdomen disertai keluhan–keluhan: • Pembesaran abdomen akibat penumpukan cairan dalam rongga abdomen (ascites) • Gangguan sistem gastrointestinal. rasa penuh. konstipasi. mual. ascites (-) I B Mengenai 2 ovarium. jenis tumor ini jarang ditemukan. Tanda dan keluhan kanker ovarium Kanker ovarium sulit terdeteksi.

.• Menstruasi tidak teratur • Lelah • Keluarnya cairan abnormal pervaginam (vaginal discharge) • Nyeri saat berhubungan seksual • Penurunan berat badan • Dll Deteksi dini kanker ovarium Semakin dini tumor ovarium ditemukan dan mendapat pengobatan harapan hidup akan semakin baik metode pemeriksaan yang sekarang ini digunakan sebagai penyaring kanker ovarium adalah: Ø Pemeriksaan pelvik dan rektal : termasuk perabaan uterus dan ovarium untuk mengetahui bentuk dan ukuran yang abnormal. kehamilan. fibroid uterine. Diagnosis kanker ovarium • Anamnesis dan pemeriksaan fisik pelvik • Radiologi : USG Transvaginal. Operasi 2. .Scan traktus urinarius Penatalaksanaan kanker ovarium 1. dimana mampu mendeteksi keganasan dengan keluhan asimtomatik tapi ketepatan pada stadium dini rendah. HCG. wanita dengan kanker ovarium stadium lanjut terjadi peningkatan CA-125 (>35µ/ml) sekitar 80% walaupun ketepatan pemeriksaan ini baru mencapai 50 % pada stadium dini. melalui abdomen ataupun pervaginam.Foto rontgen dada dan tulang. dan vesika urinaria).Scan KGB (Kelenjar Getah Bening) . pada stadium I dengan diferensiasi buruk atau stadium Ic pilihan terapi berupa: . dan AFP (penanda tumor sel germinal) • Laparoskopi • Laparotomi • Pemeriksaan untuk mengetahui perluasan kanker ovarium . sistoskopi dan sigmoidoskopi. Kemoterapi Kanker ovarium epitelial : • Stadium I : Pilihan terapi stadium I dengan derajat diferensiasi baik sampai sedang. Ø Penanda tumor CA-125: Pemeriksaan darah CA-125 digunakan untuk menilai kadar CA-125 dimana peningkat pada kanker ovarium. MRI • Tes darah khusus : CA-125 (Penanda kanker ovarium epitelial). penyakit ganguan fungsi hati dan kista ovarium juga terjadi peningkatan kadar CA-125. operasi salpingo-ooforektomi bilateral (operasi pengangkatan tuba fallopi dan ovarium) atau disertai histerektomi abdominal total (pengangkatan uterus) dan sebagian jaringan abdominal. ureter. endometriosis. harapan hidup selama 5 tahun mencapai 90%.Pielografi intravena (ginjal. Ø Ultrasounografi (USG): Dengan gelombang ultrasound untuk membedakan gambaran jaringan sehat. kista dan bentuk tumor padat. Radioterapi 3. meskipun pemeriksaan rektovaginal tidak dapat mendeteksi stadium dini kanker ovarium. pada wanita premonopause. CT scan. LDH.

jika masih memungkinkan salpingo-ooforektomi bilateral dilanjutkan terapi ajuvan kemoterapi dan atau radioterapi. dinyatakan menderita anemia apabila kadar hemoglobin dalam darahnya kurang dari 12g/100ml. hemaglobinopati lain. . anemia akibat perdarahan. ANEMIA Seseorang. baik pria dan wanita. dengan terapi ajuvan memperpanjang waktu remisi dengan harapan hidup selama 5 tahun mendekati 80 %. kanker ovarium stromal : • Operasi yang dilanjutkan dengan kemoterapi.7%) Menurut WHO : 1. • Stadium III dan IV: Sedapat mungkin massa tumor dan daerah metastasis sekitarnya diangkat (sitoreduktif) berupa pengeluran asites.3%) 2) Anemia megaloblastik (29.a) Radioterapi b) Kemoterapi sistemik c) Histerektomi total abdominal dan radioterapi • Stadium II: Pilihan terapi utama operasi disertai kemoterapi atau radioterapi. anemia megaloblastik. Kanker ovarium germinal : • Disgerminoma: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dimana kanker ditemukan dilanjutkan radioterapi atau kemoterapi. hemaglobinopati sel sabit. Anemia sedang : 8-9 mg% 3. Yang diturunkan : talasemia. Etiologi :  Yang didapat : anemia defisiensi besi. anemia aplastik atau hipoplastik. CP (cyclophosphamide + cisplatin).0%) 4) Anemia hemolitik/ sel sickle (0. Klasifikasi : Berdasarkan etiologi : 1) Anemia defisiensi besi (62. omentektomi. dan untuk anemia sedang berat terapi yeng efektif adalah dengan transfuse darah. Kombinasi standar sistemik kemoterapi berupa TP (paclitaxel + cisplatin atau carboplatin). Anemia ringan : 10-11mg % 2. reseksi daerah permukaan peritoneal. • Tumor sel germinal lainnya: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dilanjutkan kemoterapi. Anemia berat :< 7 mg % Anemia ringan biasanya hanya diberi tablet tambah darah. anemia hemolitik herediter. anemia hemolitik.0%) 3) Anemia hipoplastik (8. CC (cyclophosphamide + carboplatin). dan usus. anemia akibat radang atau keganasan.

20 mg. Diagnosis Anemia defisiensi yang berat ditandai dengan cirri-ciri yang khas yaitu mikrositosis dan hipokromasia. missal pada ibu hamil. Perubahanperubahan dalam leukopoesis. pada wanita yang sedang menstruasi. 2) Anemia Megaloblastik Disebabkan karena defisiensi asam folik. Gejalanya meliputi mual. sering ditemukan pada wanita yang jarang mengkonsumsi sayuran hijau segar atau makanan dengan protein yang tinggi. dan lain-lain. misalnya pada perdarahan. jectofer.1) Anemia Defisiensi besi Anemia jenis ini biasanya berbentuk normostik dan hipokromik serta paling banyak dijumpai. Kemasan ini antara lain: imferon. Tidak ditemukan hemosiderin dalam sum-sum tulang Terapi Kemasan zat besi dapat diberikan peroral atau parental Peroral : sulfas ferosus. kecuali di daerah-daerah dengan frekuensi anemia megaloblastik yang tinggi. Kekurangan ini dapat disebabkan karena kurang masuknya unsur besi dengan makanan. Diagnosis pasti baru dapat dibuat dengan percobaan penyerapan dan percobaan pengeluaran asam folik. Diagnosis Apabila ditemukan megaloblas promegaloblas dalam darah atau sum-sum tulang. . Kadar besi serum rendah b. Protoporfirin eritrosit tinggi d. kemasan diberikan secara intramuskuler atau intravena. Daya ikat besi serum tinggi c. jarang sekali karena defisiensi vitamin B12. dan ferrigen. muntah dan anoreksia yang bertambah berat. gangguan penggunaan atau karena terlampau banyaknya besi keluar dari badan. Pencegahan Mengkonsumsi cukup makanan bergizi dan mengandung unsur besi atau mengkonsumsi suplemen tambahan pada keadaan tertentu minimal 1 tablet sehari. Sifat lain yang khas bagi defisiensi besi adalah a. karena gangguan reasorpsi. 3) Anemia Hipoplastik Disebabkan karena sum-sum tulang kurang mampu membuat sel-sel darah baru. atau glukonas ferosus dengan dosis 3-5 x 0. asupan gizi yang kurang.  Parental : diberikan bila ibu hamil tidak tahan pemberian peroral atau absorpsi di saluran pencernaan kurang baik. Terapi Tablet asam folik diberikan 15-30mg per hari Vitamin B12 3x1 tablet per hari Sulfas ferosus 3x1 tablet per hari Pada kasus berta dapat diberikan transfusi darah Pencegahan Pada umumnya asam folik tidak diberikan secara rutin. seperti metamielosit datia dan sel batang datia yang kadang-kadang disertai vakuolisasi san hipersegmentasi granuiosit.

G. hemoglobinemia. nitropurantoin. hemoglobinuria. paraquin. Penyebabnya belum diketahui kecuali yang disebabkan oleh sepsis berat. pimaquin. seperti pada sfenositosis. yakni : a. penyakit hati Diagnosis Gejala yang lazim dijumpai ialah gejala proses hemalitik. rancun ular.Diagnosis Gambaran darah tepi: normostik dan normokromik. neoarsphenamin. mungkin pengobatan yang paling baik yaitu transfuse darah. keracunan dan sinar rontgen dan sinar radiasi. H. Golongan yang disebabkan oleh faktor ekstra korpuskuler seperti pada infeksi. Prognosis Anemia hipoplastik berta yang tidak diobati mempunyai prognosis buruk. dan obat pengecat rambut sebaiknya tidak diberikan pada wanita hamil. limfosarkoma. Pencegahan Tidak banyak yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya anemia hipoplastik. kinin. eliptositosis. hiperbilirubinemia. penyakit hodjkin. Golongan yang disebabkan oleh faktor intra korpuskuler. oksitetrasiklin. dan sterkobiuin lebih banyak dalam faeses Terapi Tergantung pada jenis dan beratnya  Pada anemia berat diperlukan transfusi darah yang kadang diulang beberapa kali untuk meringankan ibu dan untuk mengurangi bahaya hipoksia janin Spenektomi dianjurkan pada anemia hemolitik bawaan dalam trimester II dan III Pemberian obat-obat yang dapat menyebabkan kelumpuhan sumsum tulang harus segera . sulfonamide. leukemia. anemia sel sabit. hiperurobiunuria. D. kiortetrasiklin. anemia hemolitik herediter. thalasemia. hemoglobinopana C. Khususnya obatobat yang mempunyai pengaruh hemotoksi seperti: strepromisin. 4) Anemia Hemolitik/sel sickle Disebabkan karena penghancuran sel darah merah berlangsung cepat dari pada pembuatannya Secara umum anemia hemoitik dapat dibagi dalam 2 golongan besar. antagonismus rhesus atau ABO. keracunan arsenikum. timah. I dan araxysmal nocturnal haemoslobinuria b. pada defisiensi 6-6-PD. Sum-sum tulang memberikan gambaran normoblastik dan hipoplasia. yang perlu sering diulang. seperti anemia. Akan tetapi dalam pemberian obat-obat selalu harus dipikirkan pengaruh samping dari obat itu. Untuk diagnosis diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan: Darah tepi lengkap Pemeriksaan fungsi sternal Pemeriksaan retikulosit Terapi Dengan obat-obatan tidak memuaskan. sulfonamide. baik bagi ibu maupun bagi anak. klorpromazin atebrin.

dua mingguan 3-4 mingguan. cara pengobatan dapat tunggal ataupun kombinasi dari jenis pengobatan tersebut diatas. radiasi. namun dalam perkembangannya kini umumnya dipergunakan kombinasi sitostika atau disebut regimen kemoterapi. bersarang diorgan lain dan mengulangi pertumbuhan seperti tempat semula. Pada sejarah awal penggunaan kemoterapi digunakan satu jenis sitostika. dalam usaha untuk mendapatkan hasiat lebih besar. Akibat kemoterapi bermacam-macam tergantung jenisnya. baik tunggal ataupun regimen kombinasi serta akibat baik dan buruk juga apa manfaatnya merupakan pekerjaan sehari-hari para dokter onkologi. jaringan sekitarnya dan akhirnya menyebar. Pada saat ini cara pengobatan kanker dapat digolongkan sebagai berikut: Pembedahan (operasi) yaitu mengambil jaringan tumor. dosis besar dan ganda . Khususnya penerapannya pada kasus-kasus di Indonesia. hormon terapi. serta intratekal (diinjeksikan kedalam system syaraf) jarang sekali yang disuntikan ke otot. merusak. Kemoterapi diberikan diberikan secara siklit. RS Dharmais merupakan salah satu pusat kanker yang bertugas mengemban misi tersebut. maka akan menjadi suatu regimen standart. Kondisi pasien juga menentukan apakah dapat diberikan dirawat jalan atau rawat inap. sebagian besar diberikan dengan cara injeksi kedalam pembuluh baik vena. Untuk kemoterapi bisa digunakan satu jenis sitostika. Akibat kemoterapi: Tubuh manusia terdiri dari organ-organ tubuh. menghambat kanker yang perkembnagannya tergantung hormon dan biologi terapi atau imunoterapi. dapat secara mingguan. Tergantung pada tahapan kanker. yaitu menggunakan kemampuan biologi tubuh yang alamiah untuk memerangi tumor. Pasien mendapatkan kemoterapi dosis tinggi diberikan dalam unit rawat inap. Semua akibat yang bermanfaat (khasiat) serta dampak buruknya semua jenis kemoterapi sudah disahkan oleh Dep Kes dinegara yang bersangkutan. Apabila pasien diberikan suntikan intravena. Kemoterapi merupakan cara pengobatan kanker dengan jalan memberikan zat/obat yang mempunyai khasiat membunuh sel kanker dan diberikan secara sistematik. sebagian kecil dapat berupa tablet/capsul dan kadang-kadang ada yang diberikan subcutan atau suntik dibawah kulit. Sel kanker inilah yang menjadi target obat kemoterapi. seringkali digunakan kateter atau selang plastik kedalam vena untuk mencegah kerusakan vena serta mempermudah injeksi. membubuh tumor dengan sinar berenergi tinggi untuk merusak sel kanker. Memahami sifat-sifat sitostatika serta penggunaannya. Kombinasipun dapat berurutan misalnya: Operasi dilanjutkan kemoterapi atau dapat pula bersamaan seperti kemoterapi disertai radiasi atau radiasi plus hormonal terapi. Organ tubuh terdiri dari jaringan dan jaringan dari sel tubuh yang berubah atau mutasi menjadi ganas dan membelah terus terkendali dan menjadi besar mendobrak. Cara kemoterapi : Kemoterapi merupakan pengobatan sistemik.dihentikan KEMOTERAPI Kemoterpi adalah zat-zat yang dapat menghambat proliferasi sel kanker. sedangkan apabila masih dalam penelitian dipusat pengobatan kanker. Pemakaian obat-obatan baik tunggal kombinasi ini telah melalui penyelidikan mendalam diberbagai pusat kesehatan. Dan tugasnya pula untuk mengembangkan dan menyempurnakannya. Obat anti kanker yang artinya penghambat kerja sel. belum disahkan disebut regimen kemoterapi dalam uji klinik (clinical trial). kemoterapi terapi menggunakan obat untuk membunuh sel kanker.

pertumbuhan terhenti. Pada waktu kerusakan sel darah begitu berat akibat kemoterapi yang agresif. sariawan. semua dapat diatasi. pasien akan merasa tidak nafsu makan. nafsu makan hilang dan terutama wanita adalah kebotakan. Penyuluhan yang dapat diberikan pada pasien pro kemoterapi : Pada prakteknya sehari-hari yang dikhawatirkan pasien terutama muntah. Sel-sel pada saluran cerna juga cepat membelah. namun dengan penerangan dan persiapan lebih baik. Berikut ini rincian beberapa manfaat kemoterapi pada berbagai jenis kanker. • Penyakit Hodgkin • Non Hodgkin limfoma jenis large sel • Kanker testis jenis germ sel . Secara umum obat anti kanker mempunyai akibat terhadap sel kanker yang sedang cepat membelah itu. Manfaat kemoterapi : Sampai saat ini tidak semua kanker mendapat manfaat dari kemoterapi. Rambut yang sedang tumbuh pun akan rontok. Dilain pihak berangsur mengecilkan kanker sehingga akhirnya sel kanker menjadi sangat kecil tidak terlihat lagi dan bisa dihancurkan dengan sinar atau dihilangkan dengan operasi. Hal ini dimaksud untuk memulihkan sel sehat. sementara haid menjadi tidak ada dan laki-laki sementara mengalami sterilisasi. antara lain pemeriksaan laboratorium berkala. Kemoterapi sangat bermanfaat (karena dapat sembuh atau hidup lama). obat nafsu makan serta obat-obat lain. 1. dipergunakan cangkok sum-sum tulang dari tubuh sendiri (autologus bone marrow tranplantation). Namun sel kanker akan mengalami kerusakan lebih parah dibanding kerusakan pada sel sehat. Untuk kemoterapi yang sangat agresif dimana kerusakan sel darah sangat berat.mempunyai akibat akan lebih besar dan sebagainya. Sel susm-sum tulang kita diambil dan disimpan dengan pengawet. sel sum-sum tulang badan kita yang disimpan ditransfusikan kembali ketubuh untuk memulihkan kerusakan tersebut. Kemoterapi anti kanker akan menyebabkan sel kanker serta beberapa jenis sel sehat yang juga sedang membelah atau tumbuh mengalami kerusakan. sebelum mendapatkan kemoterapi pasien harus menjalani beberapa pemeriksaan agar tubuhnya tahan menghadapi akibat dari kemoterapi. membantu pembekuan dan membawa oxygen keseluruh tubuh. obat kanker tidak bisa diberikan sekaligus 4-8 siklus. Bila sel-sel darah terkena pengaruh. Hal ini wajar. Pemeriksaan awal tersebut ditetapkan oleh dokter onkologi medik. obat anti muntah. diantaranya pemeriksaan darah lengkap. namun sel sehat yang cepat membelah pun termasuk kena akibat anti kanker tersebut. Disamping itu gangguan tersebut tidak permanen dan akan pulih sebelum dilakukan siklus berikutnya. sehingga atas dasar inilah obat anti kanker dipergunakan. mual muntah serta sariawan dan diare akibat rontoknya selaput lendir mulut dan usus. Demikian pula badan terasa lemah karena kurang energi yang dibakar oleh oxygen. maka penderita akan gampang terkena infeksi. Pada pusat kanker yang lengkap disediakan bank sperma untuk antisipasi apabilia terjadi sterilisasi permanen pada pria. Diantara sel sehat yang terkena akibat adalah sel-sel darah dimana berfungsi memerangi infeksi. Setelah beberapa periode 1-3 minggu sel sehat pulih dan sel kanker juga akan pulih kembali namun mengalami kerusakan berarti. sehingga akibat gangguan saluran cerna. gampang memar dan serta mudah mengalami pendarahan. Untuk mencegah kerusakan permanen dari sel sehat. test fungsi liver dan lain-lain. Mengingat pengobatan kanker dengan kemoterapi memberikan efek samping yang cukup berat.

syarat yang harus dipenuhi penolonng : pengetahuan kemoterapi yan memadai keterampilan menyuntikkan obat sarana pemeriksaan laboratorium yang memadai . Kemoterapi kadangkala bermanfaat • Kanker Nasofaring • Melanoma • Kanker usus besar Mengingat keterbatasan manfaat kemoterapi.• Leukemia dan Limfoma pada anak 2. kemoterapi yang diberikan sebelum operasi manfaatnya adalah mengurangi ukuran tumor sehingga mudah dioperasi. kemoterapi yang diberikan sesudah operasi. Kemoterapi bermanfaat untuk paliatif (dapat mengulang gejala) • Kanker Nasofaring • Kanker Prostat • Kanker Endometrium • Kanker Leher dan Kepala • Kanker Paru jenis non small sel 4. misalnya alopesia. Penelitian-penelitian yang professional tentang kemoterapi dapat dimanfaatkan untuk pengobatan kanker dan mengeliminasi efek samping yang terjadi. Kemoterapi neo adjuvant. meski pun tidak dapat dihindari adanya efek samping. trombosit ≥ 150. yaitu:  Kemoterapi adjuvant.000/mm³ 2. syarat yang harus dipenuhi penderita : keadaan umum cukup baik penderita telah siap secara psikologik bila terjadi efek samping termasuk yang menyangkut kosmetik. Kemoterapi adalah suatu cara penobatan kanker yang sudah teruji. Kemotarapi bermanfaat (karena dapat dikendalikan cukup lama. Kemoterapi paliatif diberikan hanya untuk mengurangi besarnya tumor yang dalam hal ini karena atau lokasinya menggangu pasien karena nyeri ataupun sulit bernafas. kadang-kadang sembuh) • Kanker Payudara • Kanker Ovarium • Kanker Paru jenis small sel • Limfoma non Hodgkin • Multiple Mieloma 3. leukosit ≥ 5000/mm³. Faal ginjal dan hati baik Diagnostic histologik ( tidak mutlak ) Kanker cukup sensitif terhadap sitostatik Riwayat pengobatan sebelumnya Laboraturium : Hb ≥ 10 gr%. Manfaatnya mengurangi kekambuhan lokal dan mengurangi penyebaran yang akan timbul. Syarat-syarat pemberian kemoterapi : 1. maka digunakan kombinasi dengan cara pengobatan lain untuk mengambil masing-masing manfaat.

Bervariasi. selama beberapa menit) 4. Secara langsung ke dalam pembuluh darah yang memasok daerah dimana tumor tumbuh 2. Nutrisi yang baik dikonsumsi oleh pasien kanker adalah : . kapsul atau cairan) Frekuensi pemberian kemoterapi: 1. Anoreksia dapat disebabkan oleh gangguan fungsi mengecap dan mencium maupun gangguan fungsi susunan syaraf pusat. termasuk sepsis gangguan sisti hemopoetik berat 2. selama beberapa menit sampai beberapa jam) 3. Kontra indikasi kemoterapi : 1. Pengobatan bisa diberikan beberapa minggu sampai beberapa tahun 3. defisiensi gizi yang sering ditemukan pada penderita kanker adalah defisiensi rotein dan kalori dengan manifestasi mengecilnya masa otot. kontra indikasi mutlak: kehamilan keadaan umum jelek infeksi-infeksi akut. Intravena (langsung kedalam vena.dosis 1 kali/minggu . gangguan fungsi traktus gastrointestinal dan kebutuhan yang meningkat.1 dosis/hari selama beberapa hari .beberapa obat dalam 1 hari . jantung penderita tidak kooperatif Cara-cara pemberian kemoterapi: 1.1 dosis atau beberapa hari pemberian obat/bulan 2.pengetahuan mengenai efek samping yang akan terjadi termasuk cara mengatasinya. atau beberapa rangkaian pengobatan bisa diberikan dengan selang waktu diantaranya NUTRISI PASIEN KANKER : Malnutrisi merupakan hal yang sering ditemukan pada pasien kanker. kontra indikasi relative : usia lanjut ganguan ringan fungsi organ-organ : ginjal. Serangkaian pengobatan bisa diberikan hanya 1 kali. tergantung dari kankernya : . Drip intravena (dari sebuah kantong atau botol cairan intravena. hati. Penyebab kurang gizi : Rendahnya nutris yang dikonsumsi penderita Konsumsi bahan nutrisi oleh sel kanker Pengaruh metabolisme sel kanker Gizi yang kurang umunya disebabkan oleh anoreksia. Per-oral (berupa tablet.berkesinambungan selama beberapa hari .

M. Djamil Padang 6) Melaksanakan implementasi terhadap asuhan yang telah dibuat secara rasion . Djamil Padang diharapkan mampu : 1) Melakukan pengkajian pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr.M.M. 5) Membuat rencana asuhan yang rasional pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr. Kesimpulan Dengan menerapkan manajemen asuhan kebidanan pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr. Djamil Padang 2) Mengidentifikasi secara benar masalah atau diagnosa pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr.M. Djamil Padang 4) Melakukan kolaborasi dengan dokter dan petugas laboratorium terhadap masalah yang ada maupun masalah yang berpotensi terjadi.M.Banyak mengandung serat dan cairan Tinggi protein dan kalori Makanan yang tidak merangsang timbulnya muntah Makanan yang rendah lemak Makan yang mudah dicerna BAB III PENUTUP A. Djamil Padang 3) Mengidentifikasikan diagnosa potensial yang mungkin terjadi pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr.

Ilmu Kebidanan.blogspot. 1998.com .com www. sulaiman. B.al 7) Mengetahui dari evaluasi dari implementasi yang telah dilaksanakan menurut data yang diperoleh dari klien dan keluarga klien.co. Kanker ovarium. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sastrawinata. Bandung : Elstar offset www. 2005. diharapkan mahasiswa dapat menerapkan asuhan yang diberikan kepada klien sesuai dengan standar asuhan kebidanan 2) Bagi institusi pendidikan • Diharapkan institusi pendidikan dapat menyiapkan mahasiswa dalam menghadapi kasus-kasus yang terjadi dalam bidang kesehatan khususnya kebidanan baik fsiologis maupun patologis • Diharapkan institusi pendidikan dapat menjadi naungan bagi para mahasiswa agar menjadi jeli terhadap masalah-masalah kebidanan. Carcinoma ovarium. Jakarta: EGC Prawirohardjo. DAFTAR PUSTAKA Manuaba. 1981. 3) Bagi lahan praktek • Diharapkan lahan praktek dapat menjadi tempat bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. Saran 1) Bagi mahasiswa diharapkan: • Dengan adanya manajemen asuhan kebidanan.id www. Ginekologi.askep-askeb-kita. Ilmu Kandungan. Penyakit Kandungan Dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan.

C. dan perut melalui sistem getah bening dan melalui sistem pembuluh darah menyebar ke hati dan paru-paru. panggul.com/2009/09/askeb-ca-ovarium. Dalam percobaan in-vitro.html ASKEP CA OVARIUM A. Kanker ovarium sangat sulit didiagnosa dan kemungkinan kanker ovarium ini merupakan awal dari banyak kanker primer. 1995) B.http://healthycaus. Akan tetapi banyak teori yang menjelaskan tentang etiologi kanker ovarium. 2. Merokok . Proses penyembuhan sel-sel epitel yang terganggu dapat menimbulkan proses transformasi menjadi sel-sel tumor. Hal ini didasarkan pada hasil percobaan bahwa epitel ovarium mengandung reseptor androgen. (Wingo. androgen dapat menstimulasi pertumbuhan epitel ovarium normal dan sel-sel kanker ovarium.blogspot. Diet tinggi lemak 2. Faktor Risiko 1. Hipotesis incessant ovulation Teori menyatakan bahwa terjadi kerusakan pada sel-sel epitel ovarium untuk penyembuhan luka pada saat terjadi ovulasi. Kanker ovarium bisa menyebar ke bagian lain. diantaranya: 1. Etiologi Penyebab kanker ovarium belum diketahui secara pasti. Hipotesis androgen Androgen mempunyai peran penting dalam terbentuknya kanker ovarium. Pengertian Kanker Indung telur atau Kanker ovarium adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur) yang paling sering ditemukan pada wanita berusia 50 – 70 tahun.

Dispepsia 8. Tanda & Gejala Gejala umum bervariasi dan tidak spesifik. Menopause dini 6. Alkohol 4. kolon. Penggunaan bedak talk perineal 5. Flatulenes . Tekanan pada pelvis 9.3. Infertilitas 9. Nulipara 8. Nyeri tekan pada payudara 5. Sering berkemih 10. Menoragia 4. Menstruasi dini 10. Riwayat kanker payudara. Haid tidak teratur 2. Riwayat keluarga dengan kanker payudara atau ovarium 7. Pada stadium awal berupa : 1. Ketegangan menstrual yang terus meningkat 3. atau endometrium 6. Rasa tidak nyaman pada abdomen 7. Tidak pernah melahirkan D.

STADIUM III –> tomor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant di peritoneum di luar pelvis dan atau retroperitoneal positif. tidak ada asietas yang berisi sel ganas. dan kelenjar getah bening negativ. 3. diameter melebihi 2 cm. Stadium 3b : tumor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant dipermukaan peritoneum dan terbukti secara mikroskopis. Stadium 1c : tumor dengan stadium 1a dan 1b tetapi ada tumor dipermukaan luar atau kedua ovarium atau kapsul pecah atau dengan asietas berisi sel ganas atau dengan bilasan peritoneum positif. Rasa begah setelah makan makanan kecil 12. tidak asietas. kapsul pecah atau dengan asitas yang mengandung sel ganas dengan bilasan peritoneum positif. 1. berisi sel ganas. STADIUM IV –> pertumbuhan mengenai satu atau kedua ovarium dengan metastasis jauh. tidak ada tumor di permukaan luar. tidak ada pertumbuhan di permukaan luar. Lingkar abdomen yang terus meningkat E. Stadium 2b : perluasan jaringan pelvis lainnya 3. Stadium Stadium kanker ovarium primer menurut FIGO (Federation InternationalofGinecologies and Obstetricians ) 1987.11. adalah : STADIUM I –> pertumbuhan terbatas pada ovarium 1. begitu juga metastasis ke permukaan liver. kapsul intak. Stadium 1b : pertumbuhan terbatas pada kedua ovarium. Stadium 1a : pertumbuhan terbatas pada suatu ovarium. Tumor terbatas dalam pelvis kecil tetapi sel histologi terbukti meluas ke usus besar atau omentum. 2. Stadium 3c : implant di abdoment dengan diameter > 2 cm dan atau kelenjar getah bening retroperitoneal atau inguinal positif. STADIUM II –> Pertumbuhan pada satu atau dua ovarium dengan perluasan ke panggul 1. Stadium 3a : tumor terbatas di pelvis kecil dengan kelenjar getah bening negatif tetapi secara histologi dan dikonfirmasi secara mikroskopis terdapat adanya pertumbuhan (seeding) dipermukaan peritoneum abdominal. kapsul utuh. Stadium 2c : tumor stadium 2a dan 2b tetapi pada tumor dengan permukaan satu atau kedua ovarium. Bila efusi pleura dan hasil sitologinya positif dalam stadium 4. Stadium 2a : perluasan atau metastasis ke uterus dan atau tuba 2. 2. 3. .

apabila pada seorang wanita ditemukan suatu kista ovarium harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah kista tersebut bersifat jinak atau ganas (kanker ovarium). sistem saluran cerna. sistem saraf dan sistem kardiovaskuler. akan tetapi hanya sebagai pegangan untuk melakukan tindakan operasi. fungsi ginjal. beta – HCG dan alfafetoprotein Semua pemeriksaan diatas belum bisa memastikan diagnosis kanker ovarium. sistem saluran cerna. Kemoterapi diberikan sebanyak 6 seri dengan interval 3 – 4 minggu sekali dengan melakukan pemantauan terhadap efeh samping kemoterapi secara berkala terhadap sumsum tulang. Penegakan Diagnosa Medis Sebagian besar kanker ovarium bermula dari suatu kista. Penatalaksanaan yang sesuai dengan stadium yaitu : Operasi (stadium awal) . Oleh karena itu. PENATALAKSANAAN Sebagian besar kanker ovarium memerlukan pengobatan dengan kemoterapi. fungsi hati.F. Ciri2 kista yang bersifat ganas yaitu pada keadaan : Kista cepat membesar Kista pada usia remaja atau pascamenopause Kista dengan dinding yang tebal dan tidak berurutan Kista dengan bagian padat Tumor pada ovarium Pemeriksaan lanjutan untuk memperkuat dugaan ke arah kanker ovarium seperti : USG dengan Doppler untuk menentukan arus darah Jika diperlukan. Hanya kanker ovarium stadium awal saja (stadium 1a dan 1b dengan derajat diferensiasi sel yang baik/sedang) yang tidak memerlukan kombinasi pengobatan. pemeriksaan CT-Scan/ MRI Pemeriksaan tumor marker seperti Ca-125 dan Ca-724. G.

d perubahan struktur atau fungsi tubuh. Perubahan citra tubuh dan harga diri b. kualitas. Pengkajian Data diri klien Data biologis/fisiologis –> keluhan utama. stimulasi kutan Diagnosa 2 : Perubahan citra tubuh dan harga diri b. Intervensi : Kaji perasaan klien tentang citra tubuh dan tingkat harga diri Berikan dorongan untuk keikutsertaan kontinyu dalam aktifitas dan pembuatan keputusan Berikan dorongan pada klien dan pasangannya untuk saling berbagi kekhawatiran tentang perubahan fungsi seksual dan menggali alternatif untuk ekspresi seksual yang lazim . marah pasien Kolaborasi dengan tim medis dalam memberi obat analgesic Jelaskan kegunaan analgesic dan cara-cara untuk mengurangi efek samping Ajarkan klien strategi baru untuk meredakan nyeri dan ketidaknyamanan: imajinasi. riwayat keluhan utama Riwayat kesehatan masa lalu Riwayat kesehatan keluarga Riwayat reproduksi –> siklus haid.d agen cidera biologi 2.Tujuan dan Intervensi Diagnosa 1 : Nyeri akut b.Kemoterapi (tambahan terapi pada stadium awal) Radiasi (tambahan terapi untuk stadium lanjut) H. frekuensi Kaji faktor lain yang menunjang nyeri. Nyeri akut b. Diagnosa Keperawatan 1. persalinan. ASUHAN KEPERWATAN 1. perubahan kadar hormone 3. keletihan. nifas. Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual b.d agen cidera biologi Tujuan : Klien merasa reda dari nyeri dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan Intervensi : Kaji karakteristik nyeri : lokasi. hamil Pemeriksaan fisik Data psikologis/sosiologis–> reaksi emosional setelah penyakit diketahui 2. relaksasi.d perubahan dalam penampilan fungsi dan peran 3. durasi haid Riwayat obstetric –> kehamilan.d perubahan dalam penampilan fungsi dan peran Tujuan : KLien dapat memperbaiki persepsi citra tubuh dan harga dirinya.

Marilynn E.com/2008/12/21/asuhan-keperawatan-klien-dengan-kankerovarium/ http://akperppnisolojateng.blogspot. perubahan pada respons individu Kaji informasi klien dan pasangan tentang anatomi/ fungsi seksual dan pengaruh prosedur pembedahan Identifikasi faktor budaya/nilai budaya Bantu klien untuk menyadari atau menerima tahap berduka Dorong klien untuk menyadari atau menerima tahap berduka Dorong klien untuk berbagi pikiran/masalah dengan orang terdekatnya Berikan solusi masalah terhadap masalah potensial.Diagnosa 3 : Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual b. ex : menunda koitus seksual saat kelelahan Daftar Pustaka Brunner & Suddarth. .wordpress. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah.5 tersering menyebabkan kematian dari seluruh kanker. EGC: Jakarta http://viethanurse. 2001.no. Lange Ca ovarium kanker dari golongan tumor ginekologi yg plg sering menyebabkan kematian. 1999..d perubahan struktur atau fungsi tubuh. buku biru.5tersering pada wanita Diagnosis banding :    Tumor adnexa Ca ovarium borderline Kista ovarium . no.Rencana Asuhan Keperawatan.com/2009/04/09/askep-ca-ovarium/ Ca Ovarium Referensi: emedicine.Mengidentifikasi kepuasan/ praktik seksual yang diterima dan beberapa alternatif cara mengekspresikan keinginan seksual Intervensi: Mendengarkan pernyataan klien dan pasangan Diskusikan sensasi atau ketidaknyamanan fisik. EGC: Jakarta Donges.com/2009/03/askep-ca-ovarium.html http://hidayat2.. perubahan kadar hormon Tujuan : -KLien menyatakan paham tentang perubahan struktur dan fungsi seksual.wordpress.

pendarahan. nodular  tanda2 malignan) Pemeriksaan +an Radiografi USG(solid/cystik+solid. teratoma (immature.obstruksi usus.bilateral.massa abdomen). nekrosis. polyembriona  Sex cord&stromal . fungsi hati. iregular menstruasi. diameter >15cm.Penegakan diagnosis Anamnesis Stadium awal dari karsinoma ini symptonya minimal/tdk spesifik/tidak ada sama sekali karnanya. inti prominent. cepat kenyang abdominal distensi stadium lanjut Pemeriksaan Fisik  tidak spesifik periksa nodus limfe pada supraklavikula& inguinal(u/perikso metastasis).tumor marker ca epitel ovarian(CA-125). efusi pleura. distensi abdomen. kembung. sel2pleomorfik. jika terperangkap di cavum douglas nyeri hebat. biasanya pasien datang saat sudah stadium lanjut  Keluhan2 tdk spesifik nyeri abdomen/pelvik.asites). perdarahan pervaginam. bilateral. multiple septations>3mm. CT scan Lab CBC. embrional karsinoma.endodermal sinus tumor. makroskopissolid. elektrolit serum. invasi ke stroma. matur. pelvic examination (terdapat massa pelvis yg immobile solid/form. kromatin inti kasar. alpha fetoprotein (AFP) u/germ cell ovarian Histopatologi:  Epitelial >> sering (90%) Serous= plg sering (35-55%) Bilateral. retensi urin. dinding stroma fibrokolagen Mucinous Clear cell Transisional undifferentiated  Germ cell -Disgerminoma. perlengketan ke daerah sekitar. periksa abdomen (asites + abdominal distensi . obstruksi usus *klo sudah ado ascites. mikroskopis psammoma bodies. choriocarcinoma gonadoblastoma. konstipasi. mixed germ cell. spesialisasi).

metastase jauh efusi pleura dg sitologi (+) sel2malignan metastase ke parenkim paru metastase ke parenkim hati bukan ke permukaan II. thecoma sertoli-leydig sel.- Granulosa sel tumor. 1 ovarium b.mesodermal) dg sifat2histologis&biologis yg beraneka ragam . asites dg sel2malignan atau peritoneal sitologi (+) sel2malignan metastase ke pelvis a. colon. ukuran tumor yg metastase<2cm c.endo. fibroma. lymphoma Stadium I. asites dg sel2malignan atau peritoneal sitologi (+) sel2malignan metastase ke kavum abdomen a. Terbatas pada ovarium a. jaringan panggul lainnya c. a/b + tumor permukaan ovarium pada 1/2 ovarium. kapsul ruptur. III. gynandroblastoma  Metastase neoplasma lain ke ovarium - Mammae. endometrium. dapat berasal dari ketiga dermoblast (ekto. gaster. kapsul ruptur. Diagnosis kerja Karsinoma ovarium  Definisi : Kumpulan tumor dengan histiogenesis yNg beraneka ragam. a/b + tumor permukaan ovarium pada 1/2 ovarium. para-aortic/ inguinal IV. 2ovarium c. metastase ke uterus/tuba b. metastase mikroskopik pada permukaan peritoneum abdomen b. ukuran tumor yg metastase>2cm & atau metastase pada nodus limfe pelvis.

1 dari 70 wanita. intermediate (metastase makroskopik diluar pelvis dg ukuran<2cm).Teraktivasinya “c-erb-B2”(HER2)  proto onkogen   Faktor resiko : Menderita PCOS (polikistik ovarian sindrom) Diet tinggi lemak hewani Konsumsi alkohol&produk susu Epidemiologi Umur>40tahun.Mutasi gen p53 tumor supresor . .S. omentectomy. multipel biposi peritoneum. plg sering terdiagnosis dekade ke 7. postmenopause/prepubertas Penatalaksanaan Bedah u/menentukan stadium sitologi peritoneum. yg laen idak Prognosis Malam. sampel nodus limfe para aortic dan pelvis (lihat stadium di HTD)  1. 2. Substansi karsinogenik Pemakaian bedak tabur pada daerah kewanitaan terbentuk granuloma talk(bedak tabur) 3. Kemoterapi Epitelial sistemik cisplatin 75mg/m2 + paclitaxel 175mg/m2 selama 6 kali dg interval 3mg Germcellbleomycin-etoposide-cisplatin 4. Etiologi dan patogenesis: pasti??? 1. Abnormalitas kromosom . anovulasi kronik. ibu yg menyusui resikonya << 2. Radiasi Bagus u/Germcelldisgerminoma. Bedah sitoreduktif Volume sisa dari tumor stlah operasi menentukan prognosis baik(Stadium IIIa/IIIb). buruk (metastase diluar kavum peritoneum/ tumor makroskopik>2cm) 3. Ovulasi Tiap kali ovulasi epitel germinal itu rusak memicu mekanisme cellular repairment ovulasi yg terus menerus /siklus menyediakan kesempatan yg lebih dari cukup untuk terjadinya mutasi dan delesi *kehamilan.Turnerdisgerminoma& gonadoblastoma Herediter ca ovarium(autosomal dominan) breast&ovarian cancer sindrom (BOC)  mutasi germline gen BRCA1 pada kromosom 17 .

. Pada umumnya tidak didapatkan gejala dini pada kanker ini. sekitar 14. Stadium I=76-93%. immature teratoma=70-80% Kanker epitel ovarium atau dikenal dengan kanker indung telur yang berasal dari sel epitel merupakan 90% kasus dari seluruh kanker indung telur.000 atau separuh lebih wanita meninggal karena penyakit ini. Kanker indung telur memiliki angka kematian yang tinggi. Kanker epitel ovarium jarang didapatkan pada wanita berusia < 40 tahun. III=23-41%. mudah lelah. Gambar : Kanker Ovarium Tanda dan Gejala Sebanyak 60% wanita yang didiagnosis menderita kanker ovarium sudah memasuki tahap lanjut dari penyakit ini. Angka kejadian kanker epitel ovarium rendah pada negara berkembang dan Jepang. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya suatu massa atau benjolan pada panggul merupakan tanda yang perlu dicurigai. Gejala tersebut termasuk diantaranya nyeri pada panggul. II=60-74%. Puncaknya terjadi pada wanita usia 60-64 tahun. dari 23. seandainya ada biasanya samar-samar. Kanker indung telur merupakan penyebab kematian ke-5 terbanyak di Amerika Serikat dan merupakan salah satu dari 7 keganasan tersering di seluruh dunia. IV=11% Germ cell. kembung.5tahun kelangsungan hidup u/ Epitelial. perdarahan menstruasi yang tidak teratur. penurunan berat badan. disgerminoma=95%. konstipasi (sembelit).100 kasus baru kanker indung telur.

Kanker Ovarium atipikal . kelenjar getah bening. Pemeriksaan ini digunakan unutk mendeteksi dini kanker ovarium namun tidak memiliki sensitivitas yang tinggi 3. terapi pilihan. 1. Selain itu pengunaan kontrasepsi pil juga dianjurkan Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan ultrasonografi (USG) dapat memperjelas penyakit ini Klasifikasi Kanker Ovarium Kanker ovarium memiliki 4 stadium yaitu : Stadium I II Angka Bertahan Hidup 5 Tahun Kanker pada 1 / 2 ovarium. Apabila seorang wanita melakukan operasi panggul.6% ditemukan di permukaan ovarium Kanker melibatkan 1/2 ovarium dengan perluasan Tidak ada data ke panggul (rahim.1% dinding perut.Deteksi dan Pencegahan 1. Ultrasonografi transvaginal. Menyebar ke 29. organ perut. Namun perlu diingat risko akan premenopause dini dan penyakit osteoporosis serta jantung yang dapat timbul akibat pengangkatan indung telur. saluran tuba. Alat ini dipertimbangkan untuk alat skrining dikombinasikan dengan pemeriksaaan Doppler 5. Antigen kanker 125 (CA-125). Pencegahan. dan kondisi tubuh. hati (bagian dalam) Area III IV Terapi Terapi dari kanker ovarium tergantung dari stadium dari penyakit. Kadar lebih tinggi dari 35 U/ml adalah abnormal 4. usus besar) Kanker menyebar melebihi rongga panggul ke 68. kandung kemih. Kanker dapat 93. paru-paru.1% organ yang jauh seperti limpa. tipe penyakit (primer atau rekuren <kambuh kembali>). usus kecil. permukaan hati Fase akhir dari kanker ovarium. Pemeriksaan panggul rutin per tahun. maka pengambilan indung telur sekaligus akan mencegah risiko kanker ovarium selamanya. Kriteria untuk skrining yang efektif Sampai saat ini belum ada alat yang secara efektif dan efisien dalam mendeteksi dini kanker ovarium 2. Antigen ini diekspresikan oleh 80% epitel nonmusinous kanker ovarium.

Usia > 40 tahun. imunoterapi menggunakan interferon. Stadium Lanjut kanker ovarium Stadium ini selalu membutuhkan terapi operasi yang optimal diikuti kemoterapi setelah operasi untuk meningkatkan kemampuan bertahan hidup. namun beberapa faktor yang berkaitan peningkatan risiko dari penyakit ini adalah: 1. Faktor reproduksi. dalam jumlah banyak dapat meningkatkan risiko mendapat kanker ovarium. 3. endometrium. penggunaan kontrasepsi pil. Beberapa penelitian mengemukakan bahwa asupan makanan yang mengandung lemak hewani seperti daging. Radiasi seluruh bagian perut (whole abdominal radiation) dapat menjadi alternatif dari kemoterapi 4. kemoterapi (pada kasus dengan angka kesembuhan rendah. vitamin A. Stadium dini kanker ovarium Stadium dini kanker ovarium adalah stadium I dan II.Kanker atipikal ini memiliki sifat yang berbeda dari kanker ganas ovarium tipe lainnya. dan riwayat keluarga dengan kanker dapat meningkatkan angka kejadian kanker ovarium. penggunaan kontrasepsi pil minimal 1 tahun (faktor proteksi bertambah dengan penggunaan setiap tahunnya). riwayat menyusui. Terapi yang dapat dilakukan pada stadium ini adalah operasi (total abdominal histerektomi. Terapi hormonal juga dapat digunakan. Memiliki anak lebih dari 1. bilateral salpingooophorektomi). riwayat menyusui. 20% stadium dini dapat menyebar ke intraabdomen (perut) dan memerlukan terapi operasi. Memiliki anak lebih dari 1. dan radiasi 3. Faktor lingkungan. riwayat kanker payudara atau kanker endometrium sebelumnya. dan histerektomi (pengangkatan rahim) berkaitan dengan penurunan risiko dari kanker ovarium 2. Riwayat keluarga. indung telur. Wanita dengan riwayat keluarga memiliki kanker payudara. Pasien kanker atipikal ovarium dengan stadium dini yang masih ingin mempertahankan kesuburannya dapat melakukan unilateral salpingo-oophorectomi (operasi pengangkatan indung telur yang mengandung kanker) 2. diberikan setelah operasi). dan terapi genetik Faktor Risiko Penyebab kanker ovarium masih diteliti. ayam. dan histerektomi (pengangkatan rahim) berkaitan dengan penurunan risiko dari kanker ovarium . pengikatan saluran tuba. Penurunan risiko berkaitan dengan konsumsi sayuran. Kanker ovarium yang kambuh Pasien dengan kanker ovarium yang kambuh adalah kandidat untuk dilakukan operasi yang kedua kalinya dengan kemoterapi menggunakan agen yang berbeda. baru memiliki anak 1 atau tidak memiliki anak. dan vitamin C 4. atau usus besar memiliki peningkatan risiko untuk kanker ovarium. Biasa terdapat pada wanita usia 40 tahun (keganasan pada usia 60 tahun). Terapi yang masih dalam penelitian adalah terapi stem sel. pengikatan saluran tuba. Faktor risiko individual.

FUNGSI OPERASI Kebanyakan operasi besar memiliki fungsi : menentukan stadium kanker (staging surgery) . Operasi besar ini juga mengharuskan anda untuk menjalani masa penyembuhan (recovery) di rumah sakit untuk memantau hasil pengobatan dan efek samping yang timbul. sedangkan stadium II sekitar 50-65%. Pemeriksaan yang diperlukan adalah pemeriksaan serum hCG dan alfa-fetoprotein.Penyebab Penyebab dari kanker ovarium adalah multifaktor. dalam waktu cepat). Terapi yang dilakukan adalah operasi. perdarahan. OPERASI BESAR Share | Operasi besar adalah operasi yang memerlukan persiapan matang untuk menjalankannya dan terdapat banyak efek samping yang mungkin timbul selama dan setelah operasi dilakukan. kemoterapi. CT-scan dapat digunakan untuk mengetahui penyebaran ke hati atau rongga perut lainnya. Teori pertama menerangkan mengenai trauma minor yang berlangsung terus menerus selama siklus ovulasi (siklus pengeluaran telur setiap bulannya). Pada umumnya keganasan pada kanker ini tumbuh cepat dan ditandai dengan nyeri panggul yang akut (tba-tiba. Kanker Ovarium Non-epitelial Kanker ini jarang didapatkan dibandingkan kanker ovarium epitel. Faktor Prognostik Kemampuan bertahan hidup selama 5 tahun pada pasien dengan kanker ovarium berkisar 30%. dan stadium III dan IV berkisar 15-20% atau kurang dari 5%. namun tergantung dari individu masing-masing. hanya berkisar 10-15% dari seluruh kasus kanker ovarium. atau puntiran dari indung telur. Benjolan di perut bagian bawah dapat berkisar antar 2-8cm atau lebih besar lagi pada wanita menopause. Pasien dengan stadium I memiliki 90% kemungkinan bertahan selama 5 tahun. dan jenis kanker. Nyeri dapat terjadi karena peregangan dari kapsul indung telur. teori kedua menerangkan mengenai pajanan indung telur terhadap hormon gonadotropin dapat meningkatkan risiko keganasan. Pemeriksaan roentgen dada digunakan untuk menyingkirkan penyebaran ke paru. serta laktat dehidrogenase. dan radiasi. Teori ketiga menerangkan mengenai karsinogen (zat yang dapat merangsang terjadinya keganasan) dapat berkontak dengan indung telur melalui saluran reproduksi. stadium. serta tes fungsi hati. darah lengkap. nekrosis (kematian sel).

operasi paliatif (palliative surgery) Operasi paliatif dimaksudkan bukan untuk menyembuhkan kanker. Operasi pengobatan juga kadang bersamaan dengan tindakan radiasi (intraoperative radiation). dan sisa jaringan tersebut dieliminasi dengan radio atau kemoterapi. atau memperbaiki ketidaknyamanan (nyeri) atau kecacatan yang diakibatkan oleh kanker. operasi penunjang (supportive surgery) Operasi penunjang dilakukan untuk menentukan metode pengobatan yang lain. teknik operasi pengobatan kanker tidak lagi hanya menggunakan pisau sebagai sarana untuk mengangkat kanker. mencegah terjadinya kanker (preventive surgery) Operasi pencegahan dilakukan seperti operasi pengobatan kanker. Beberapa teknik baru sebagai media operasi yaitu : ??? Laser surgery . debulking surgery Operasi tersebut dilakukan bila jaringan kanker tidak dapat diambil seluruhnya. mengobati kanker (curative surgery) Operasi pengobatan merupakan operasi penyembuhan kanker. bila jaringan kanker tidak dapat diambil seluruhnya. Biasanya operasi ini dilakukan untuk keperluan estetika. namun untuk mengobati metastasis dari kanker. di mana setelah pengangkatan tumor dilakukan pengambilan sedikit tepi jaringan yang normal dan dilakukan pembacaan di bawah mikroskopik untuk menentukan seberapa jauh penyebaran tumor (pathological stage).Operasi penentuan stadium umumnya dilakukan saat operasi utama sebagai pengobatan dilakukan. di mana dapat dilakukan bila kanker hanya di satu area saja dan jaringan dapat diangkat seluruhnya tanpa merusak banyak jaringan di sekitarnya. namun jaringan yang diangkat adalah jaringan pra kanker yang beresiko tinggi untuk terjadi kanker. TEKNIK OPERASI PENGOBATAN KANKER Saat ini. operasi perbaikan (reconstructive surgery) Operasi perbaikan dilakukan setelah operasi pengobatan utama dilakukan.

bila sampai kepada lapisan yang normal. mencegah hilangnya banyak cairan tubuh (darah) saat pembedahan. Mohs surgery Mohs surgery atau pembedahan di bawah kendali mikroskop merupakan cara mengangkat satu lapis tipis kulit yang terkena kanker dan kemudian dilihat di bawah mikroskop.sel abnormal. Dahulu teknik ini dinamakan chemosurgery. faring. Teknik ini juga dapat dipakai untuk kondisi pre kanker. cervix. karena sebelum dipotong. Keuntungan : dapat melakukan pembedahan tanpa perlu membuat insisi yang lebar. mengurangi timbulnya nyeri akibat pembedahan dan memperpendek waktu rawat inap. namun saat ini sedang dikembangkan untuk pengobatan.sel kanker. memotong jaringan. Teknik ini sering digunakan untuk mengobati kanker pada mata. maka pembedahan dihentikan.Laser adalah suatu energi cahaya berkekuatan tinggi dan terfokus yang digunakan sebagai media operasi yang tepat. vaporize (membakar dan merusak) kanker. Keuntungan dari laser surgery : hanya sedikit jaringan yang dipotong. Umumnya digunakan untuk pengobatan kanker mulut atau kulit. Umumnya sering untuk pengobatan kanker cervix atau prostat. Cryosurgery Cryosurgery ini menggunakan penyemprotan cairan nitrogen untuk membekukan atau membunuh sel?. laring. kulit atau rektum. Biasanya teknik ini dipakai untuk biopsi. . Laparoscopic surgery Laparaskop merupakan tabung berukuran panjang. Namun zat kimia tersebut bukanlah kemoterapi kanker. sebagai alasan menyelamatkan jaringan normal sebanyak mungkin. berdiameter kecil dan fleksibel yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui insisi kecil pada tubuh. Umumnya teknik ini dipakai untuk kanker kulit atau mata. jaringan diberi suatu zat kimia tertentu. Electrosurgey Listrik berfrekuensi tinggi (high frequency electrical) dapat digunakan untuk merusak sel?. hati. seperti memperbaiki kerusakan.

Teknik ini sudah dipakai untuk mengobati kanker kandung empedu dan juga sedang dikembangkan pada kanker kandung kemih. Runtutan operasi meliputi : pemeriksaan pra operasi. Perencanaan dan Pre Operasi Ada baiknya jika anda dan dokter bedah berunding untuk memastikan pilihan operasi yang memberikan hasil terbaik. paru dan tulang belakang. Ambil waktu sebaik mungkin untuk memikirkan apakah cara ini memberikan hasil terbaik untuk kesehatan anda dan waktu yang ada sebaiknya digunakan untuk mempelajari penyakit dan pengobatan anda. persiapan. Pengobatan kanker yang menggunakan teknik ini adalah kanker otak. dan pada area tujuan dapat dilakukan biopsi. di mana operasi ini menggunakan mesin radiasi yang memotong tumor dari beberapa sudut berbeda. Teknik operasi ini keberhasilannya sama dengan operasi membuka rongga tubuh (open thoracotomy) pada stadium dini kanker paru. Sebelum? memutuskan untuk memilih operasi. untuk berbicara dengan orang?. ada baiknya untuk mencari second opinion dari ahli bedah lainnya dan tidak perlu mengulang pemeriksaan yang dahulu pernah dijalani. teknik operasi dan kondisi kesehatan. prostat dan? ginjal. leher. cukup membawa hasil pemeriksaan sebelumnya. operasi itu sendiri (termasuk jenis anestesi) dan masa penyembuhan. yakni penyakit yang akan diobati. usus besar. Lainnya Operasi lain yang masih dalam pengembangan berupa stereotactic radiation therapy yang menggunakan cyberknife atau gamma knife. Alat ini dimasukkan melalui insisi kecil pada dada setelah paru dikempiskan. BAGAIMANAKAH OPERASI ITU? Operasi yang dijalankan tergantung banyak hal. mengeluarkan cairan atau mengangkan tumor berukuran kecil. namun tidak fleksibel melainkan kaku serta terdapat kamera kecil di unjungnya. untuk mengatur pemikiran anda dan juga untuk menetukan tim untuk perawatan. . kanker area kepala.orang di sekitar anda. Thorascopic surgery Thoraskop merupakan alat yang mirip dengan laparaskop.

Bagaimana operasi itu sendiri . Dengan menandatangani inform consent tersebut berarti anda sudah menerima segala informasi dan bersedia untuk dioperasi. di mana sebelum memberi persetujuan terhadap dokter untuk dioperasi.Urinalisis : memeriksa keadaan ginjal dan adanya infeksi . penyakit jantung. . resiko perdarahan dan infeksi.Efek samping operasi . Disarankan untuk anda membaca dan memahami dengan baik seluruh isi inform consent tersebut dan semua pertanyaan anda telah dijawab oleh dokter.Tujuan operasi . serta membantu dokter untuk memahami kondisi anda dan untuk perencanaan operasi (terutama untuk operasi besar). kencing manis. alergi atau kondisi lain yang berhubungan dengan operasi.Kondisi kesehatan dan mengapa operasi ini dipilih sebagai pengobatan . anda terlebih dahulu harus diterangkan mengenai : . fungsi ginjal dan hepar dan untuk penyediaan transfusi darah saat operasi. Adapun pemeriksaan yang dilakukan berupa : Anamnesis : menanyakan riwayat penyakit dahulu berupa darah tinggi. anda di dampingi oleh keluarga atau teman saat menandatangani inform consent.Resiko operasi .Keuntungan operasi terhadap anda . menghitung jumlah darah.Inform Consent / Surat Persetujuan Operasi Inform consent merupakan salah satu hal penting dari persiapan operasi. Laboratorium : -??? Darah Lengkap . Jika perlu. Pemeriksaan Pra Operasi Pemeriksaan pra operasi ini diperlukan untuk memastikan apakah tubuh dapat menghadapi operasi dan tindakan anestesi.Pilihan pengobatan lain.

maka anda akan dipertemukan dengan dokter anestesi yang akan menangani anda. . Mencukur area yang akan dioperasi. Hal yang lumrah jika anda mengatakan bahwa anda takut akan operasi dan anestesi. tangan atau kaki sehingga melumpuhkan sementara saraf?. dengan cara puasa makan dan minum serta penggunaan laksatif untuk mengosong isi perut. Hal tersebut tergantung dari jenis dan lama operasi. Persiapan Operasi   Mengosongkan isi perut (lambung dan usus) dari malam sebelum operasi. dan ini juga mempengaruhi apakah perlu anda sadar atau tidak saat operasi berlangsung. Hal ini ditujukan untuk mencegah terjadinya aspirasi (terhirup) muntahan ke paru saat dianestesi. namun area yang dibius lebih luas dan pasien juga tetap sadar.Anestesi regional Hampir sama dengan anestesi lokal. Jika anda menggunakan anestesi total (bius total). beritahukanlah perasaan anda kepada dokter sehingga mereka dapat memberikan obat yang dapat membuat anda tenang. Anestesi Anestesi (bius) adalah cara untuk menghilangkan nyeri pada periode tertentu. untuk mencegah rambut masuk ke dalam area operasi dan menyebabkan terjadinya infeksi. Di mana obat anestesi disuntikan pada tulang belakang.saraf yang keluar dari area tersebut.Anestesi total . Obat anestesi regional ini dapat berupa suntikan tunggal atau drip infus.Lain .. di mana aspirasi tersebut dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada paru.X-ray dada dan EKG (elektrokardiografi) untuk memeriksa keadaan jantung dan paru . Pilihan anestesi yang dapat anda pilih berupa : . Dan bukan tidak mungkin jika dokter akan meminta pemeriksaan lain yang berhubungan dengan kondisi yang mempengaruhi operasi. Oleh karena itu.lain : CT scan untuk melihat ukuran dan lokasi tumor serta penyebarannya.

pipa endotrakeal akan dimasukkan melalui mulut anda untuk membantu pernafasan anda. Pada tubuh yang dioperasi juga akan dipasang drain untuk mengeluarkan cairan yang terkumpul akibat operasi. Anda juga akan dipasangi kateter urin untuk mengalirkan air kencing anda ke suatu tas khusus. nadi. sebab hal ini mempercepat masa penyembuhan. Hal ini ditujukan untuk mempercepat masa penyembuhan. Dokter anestesi dan perawat akan mengawasi keadaan fungsi vital anda (tekanan darah. Tenggorok anda akan terasa sedikit nyeri oleh karena pemasangan pipa endotrakeal. Sebaiknya dilakukan setelah dokter menyatakan bahwa anda dapat minum dan makan (baiknya untuk minum terlebih dahulu). Hal ini bergantung kondisi pra operasi dan luas operasi. sedang bermimpi dan tidak sadar sepenuhnya sampai keesokan harinya. Dan para dokter atau paramedia juga akan memeriksa jumlah urin anda. bila ginjal bermasalah tetap dipasang. pernafasan) selama operasi sampai anda terbangun. Namun. di mana obat dapat dihirup atau disuntikan. Saat anestesi total dilakukan. umumnya selesai operasi kateter ini dilepas. namun orang yang mendapat anestesi regional atau total harus dirawat dalam ruangan penyembuhan sampai pengaruh anestesi habis. Masa Penyembuhan         Orang yang mendapat anestesi lokal dapat segera pulang. akan merasakan perasaan berat. Orang di bawah pengaruh sisa anestesi.Anestesi total membuat seseorang jatuh dalam keadaan tak sadar. memperlancar aliran darah sehingga mencegah terjadinya pembekuan (clotting) pada kaki. Para tim perawatan anda mungkin berupaya agar anda beraktivitas setelah operasi. Anda juga akan mendapat obat pereda nyeri selama di rumah sakit dan pada saat rawat jalan. Skip to content  Home .ketetapan tindakan berbeda pula. Operasi Teknik operasi yang digunakan membuat ketetapan . Anda sebaiknya makan dan minum walaupun ada perasaan tidak nafsu makan / minum. juga tak lupa melepaskan pipa endotrakeal tadi.

Umum : pembengkakan/benjolan abnormal dalam tubuh . Fase G1 (growth phase-1) : jam-tahun Sel anak mensintesa RNA. Fase interfase : sel anak yg muda Sintesa DNA. protein — persiapan sintesa DNA 2. RNA. enzim.Klinis : non neoplasma (radang. khususnya neoplasma Tumor . beberapa tahunBerlangsung beberapa jam B. hematom. massa .Khusus: benjolan yg disebabkan oleh neoplasma . Enzim.Oncos : tumor. kista. Fase S (synthesa) : 8 jam Sintesa DNA baru Dapat digunakan untuk mengukur prognosis 3. Fase G2 (growth phase-2) : 1-2 jam .Logos : ilmu Ilmu yg mempelajari penyakit yang disebabkan oleh tumor. hipertrofi) & neoplasma Neoplasma -Neos : baru -Plasein : membentuk jaringan baru yg abnormal Siklus pertumbuhan sel A. Morfologis 2 sel anak1. Biokimia 1. Fase mitosis : 1 sel induk Profase : 1 jam Metafase : < 1 jam Anafase : < ½ jam Telofase : beberapa menit dewasa2. protein dan duplikasi untai tunggal kromosom menjadi untai ganda.    About Artikel Privacy Policy Search Home » Bedah Tumor » Onkologi Umum ← Kista Hepar Tumor Otak → Onkologi Umum Posted on 8 February 2011 by ArtikelBedah ONKOLOGI UMUM Onkologi Berasal dari bahasa Yunani : .

Metastase Sifat Tumor Ganas 1. 2n ◦ Lokal insitu.Kemampuan infiltrasi & metastase Bentuk Sel Kanker 1. Merusak bentuk dan fungsi organ 10. Infiltrasi 11. Terdiri dari : Jinak & Ganas. Batas tidak tegas 3. Sifat tergantung : . Hiperkromasi : warna lebih gelap 4.Jauhnya penyimpangan anatomi & fungsi sel normal (diferensiasi) . Anaplastik : susunan tidak teratur 7. Fase M (Mitosis) : 1-2 jam Sel tumor sel tubuh yg mengalami transformasi sehingga tumbuh secara autonom. Ada metastase Pertumbuhan kanker 1. lokal invasive/infiltrat Doubling Time Waktu yang dibutuhkan tumor untuk membesar sehingga volumenya menjadi 2 x dari semula Penting untuk menentukan diagnosis. Tumbuh terus tanpa batas 8. Bentuk tidak teratur 2. perlengketan 8. 4. Polikromasi : warna bermacam-macam 3. Tidak menjalankan fungsi sel normal 9. Ada bagian nekrosis/ ulserasi 7. evaluasi hasil terapi. Tumor diameter 1 mm : 25 x PD dgn jumlah sel sekitar 100 juta 1 cm : 30 x PD dgn jumlah sel 1 milyar (klinis: dapat dideteksi) 10 cm : 40 x PD (population doubling) dgn jumlah sel 1 triliun . Polimorfi : bentuk bermacam-macam 2. neovaskularisasi 6. Kapsul tidak jelas/tidak ada 4. The Lag Period / Masa Interval Waktu yang diperlukan sel neoplastik memperbanyak diri sehingga dapat dideteksi. Mitosis bertambah 6. Rapuh.Persiapan mitosis berikutnya 4. Hipervaskularisasi. mudah berdarah 5. Ada infiltrasi. Pertumbuhan Lokal ◦ Unisentris/unilokuler: mulai dari satu sel dalam satu jaringan/organ ◦ Multisentris/multilokuler: dari beberapa sel (jarang) ◦ Sinkronous: sel tumbuh dalam waktu yang bersamaan ◦ Metachronous : tumbuh dalam waktu yang berbeda ◦ Sel kanker tumbuh secara binear & exponensial : 1 sel jadi 2. Inti sel relatif besar 5. terlepas dari kendali pertumbuhan sel normal.

tidak tumbuh. Waktu siklus (siklus pertumbuhan tumor) / lag periode 4. Lokal 2. imunologis (seluler dan humoral) C. insitu. Penyebaran ke organ lain/metastase Cara Penyebaran 1. Stadium Invasif atau infiltratif : Telah bertumbuh di luar membrana basalis 3. cerna. Regional 4. Sifat tumor: neoplasma ganas. napas. Lokal 2. urinaria 5. G3. Stadium sangat lanjut (far advanced stage) B. Iatrogenik Tempat penyebaran 1. intraluminal. Ruang tempat tumbuh tumor 2. pelvis 6. Stadium insitu : Masih terbatas pada parenkim organ tempat asal tumor (intraepitelial. Limfogen 3. Ekstensi lokal : telah menginvasi organ sekitar 3. Nutrisi (vaskularisasi) 3. Populasi sel kanker: rasio fraksi sel kanker yang tumbuh. Berdasarkan kemungkinan dapat disembuhkan 1. intraduktal.thoracis. Loko-regional . Faktor Lingkungan Hidup Tumor 1. Stadium dini (early stage) 2. Transluminal: dalam dinding sal. Transerosa/transcoelum : c. G2. Status hormonal Stadium Pertumbuhan Kanker Stadium Pra-klinis Stadium pada saat kanker belum terdeteksi secara klinis Stadium Klinis A. Asal tumor atau jenis tumor 2.2. intralobuler) 2. Stadium lanjut (advanced stage) 3. sifat tidak tentu 3. Hematogen 4. Kelenjar limfe regional 3. Faktor Penderita 1. Berdasarkan tofografi penyakit Berdasarkan lokasi tumor primer atau metastasis 1. Stadium lokal : Terbatas pada organ/jaringan tempat asalnya tumbuh 4. abd. jinak. G4 5. Perkontinuitatum 2. yang hilang B. Pertahanan tubuh: barier mekanik. Derajat diferensiasi sel: G1. Stadium diseminasi : Menyebar keluar dari kelenjar limfe regional atau menyebar ke organ lain yang letaknya jauh dari tumor primer Berdasarkan luas ekstensi penyakit 1. Stadium regional : Metastasis masih terbatas di kelenjar limfe regional 5. Umur: umumnya lebih cepat tumbuh pada anak-anak 2. Faktor Tumor 1. Organ jauh Yang Mempengaruhi Kecepatan Pertumbuhan A.

T2. makin jauh infiltrasi di jaringan dan organ di dekatnya N Nx No N1. Stadium Ann Arbor : limfoma maligna 4. (pulmo). Berdasarkan Konvensi 1. (yang lain/other) Tambahan : -cTNM : Clinical staging -pTNM : pathological staging -sTNM : surgical-evaluative staging -rTNM : retreatment staging -aTNM : autopsy staging -R : sisa tumor setelah terapi . 1958 diadopsi oleh IUCC (Union Internationale Contre le Cancer). oth. Metastasis jauh C.N3.N4 Kelenjar limfe regional Kelenjar limfe tidak dapat ditaksir/diperiksa Tidak terbukti penyebaran ke kelenjar limfe regional Ada kelenjat yang terlibat. (kulit). Stadium Dukes : Ca kolorektal 3.T3 Tumor primer Tumor primer tidak dapat ditaksir Tidak terbukti adanya tumor primer Karsinoma insitu Tumor primer makin membesar. Stadium Portman : ca mamma 2. bra.N2. (peritoneum). ada/tidak infiltrasi di organ atau struktur sekitar M Mx Mo M1 Metastasis jauh Tidak dapat diperkirakan adanya anak sebar Tidak ada bukti metastasis jauh Ada metastasis jauh Organ yang tempat metastasis dapat disebutkan : Pul. per. 1943). (hepar). (otak). oss. pleu. (pleura). ski.5. Stadium FIGO : ca serviks Fase pertumbuhan kanker Induksi Insitu Invasi Diseminasi 15-30 thn 5-10 thn 3-5 thn 1-5 thn Sistem TNM Pertama kali diperkenalkan oleh Pierre de Noix (Perancis. hep. T Tx To Tis T1. (tulang).

dimana sel abnormal ikut terpacu pula 4. Adanya jejas/nekrosis yg memacu proliferasi sel utk regenerasi.Sel terpapar karsinogen yg menimbulkan lesi biokimia berupa perubahan gen permanen (DNA repair gagal Promosi Tidak semua sel yg sudah terinisiasi berubah jadi sel kanker. Kecepatan transformasi / pembentukan sel neoplastik dipengaruhi beberapa faktor : 1. masih terkait dgn pertumbuhan jaringan dimana ia berada. Teori asal sel neoplasma 1. Adanya promoter yang terus bekerja (proses epigenetik) 2. Adanya mutagen/karsinogen yg terus memacu timbulnya mutasi baru (proses genetik) 3. Sifat sel belum otonom. Teori Monoclonal origin Berasal dari satu sel yang terus membelah 2. bila terjadi kerusakan DNA — ini diatur oleh protein p53 Asal onkogen Onkogen seluler (c-onc) : dari gen normal dalam sel (proto-onkogen) dan tumor supressor gene Onkogen virus (v-onc) : dari luar Mekanisme proto-onkogen menjadi onkogen : Deletion atau point mutation Gen amplification (gen bertambah) . DNA repair nuclease : memperbaiki. Teori Field origin Agen karsinogen bekerja pada sejumlah besar sel yg menyebabkan sekelompok sel berpotensi menjadi sel neoplastik Teori terjadinya neoplasma 1. mutasi). bila diberi promoter akan timbul karsinogenesis sekalipun inisiator sudah lama dihentikan. sebagian besar terhenti (sebagai tumor jinak atau normal). Teori Mutasi Genetik Neoplasia timbul bila genom abnormal (telah berubah) mengenai gen yg mengatur pertumbuhan sel (gen proto-onkogen/onkogen seluler).-Rx : tidak dapat ditentukan adanya residu -Ro : tidak ada residu -R1 : ada residu mikroskopis -R2 : ada residu makroskopis -r : residif setelah bebas kanker -y : keadaan kanker setelah terapi multinodal Proses karsinogenesis melalui 2 tahap ganas perlu tahap induksi (15-30 TH)Transformasi sel normal Inisiasi Bersifat ireversibel. menurunnya produksi fc penghambat. Adanya seleksi alam yg memberi peluang sel abnormal berkembang biak/ bertumbuh. adanya fc yg fungsinya abnormal. Promotor memacu sel terinisiasi menjadi sel neoplastik. Tidak terkontrolnya pertumbuhan sel akibat: bertambahnya produksi fc pertumbuhan/reseptor.

digerakkan. daya infiltrasi. sel yg kecil primitif Inti banyak DNA/ kromatin kasar/gelap/ hiperkromatik/ mengelompok/ tersebar sepanjang membran inti/anak inti besar. basalioma Langsung Berkembang pd rongga tubuh/permukaan. Invasi Lokal Tumor jinak : Massa ekspansif dgn kohesi antar sel masih baik. Teori Kegagalan Imun (immune surveillance) Akibat kegagalan sel T sitiotoksik. Teori Epigenetik 4. multipolar Sel raksasa. Ab dan komplemen. Teori Virogen Onkogen 3. sel-sel besar. Kecepatan Pertumbuhan Umumnya tumor jinak bertumbuh lambat Kanker bertumbuh lebih cepat dan berhubungan dgn derajat diferensiasinya 3. diangkat Tumor ganas : Disertai infiltratif progresif. natural killer cells membunuh sel neoplastik Karasteristik neoplasma 1. quadripolar. sehingga mudah diraba. antibody dependent cell-mediated cytotoxicity. ukuran/bentuk bervariasi. reaksi hiperplasia. sel tidak spesifik Anaplastik bila tidak berdeferensiasi Morfologi Sel dan inti pleomorfik. Diferensiasi dan anaplasia Berdiferensiasi baik bila mengandung sel yg mirip sel matur normal asal jaringan neoplasma Jelek bila mirip sel primitif. Limfogen Cara utama penyebaran karsinoma Pembesaran kelenjar limfe disebabkan oleh : penyebaran dan pertumbuhan sel kanker. Ratio sitop/inti (1:1/1:4/1:6) Banyak mitosis atipik atau aneh — bentuk spindel. Metastasis Semua kanker dapat bermetastasis kecuali Glioma. Hematogen Cara utama penyebaran sarkoma: Neoplasma primer — pertumbuhan progresif — vaskularisasi — invasi — pelepasan — embolisasi — bertahan hidup dalam sirkulasi — tersangkut — ekstravasasi — terhindar dari pertahanan tuan rumah — pertumbuhan progresif — metastasis. tripolar. metastase tidak ada Perluasan lambat akibat adanya kapsul (stroma jaringan asal). inti polimorfik/hiperkromatik/sangat besar Ada daerah nekrosis iskhemik Perubahan displastik yg meliputi seluruh ketebalan epitel : neoplasma preinvasif (Ca in situ) 2. invasi. .Chromosome rearrangement Interaksi antara onkogen dgn Growth Factor (GF) : Onkogen mengkode langsung pembentukan GF Onkogen mengkode pembentukan reseptor GF Onkogen mengubah sensitivitas sel terhadap sinyal GF 2. invasi dan kerusakan jaringan sekitarnya 4.

Perubahan kariotipe Misal : Kromosom (Ph1) pada CML (chronic Myelositic Leukemia) mengadakan translokasi antara kromosom 22 dan 9. ovarium. melanoma. kolon. Ca ovarium. esofagus. kolon. meningioma 4. tiroid. faring. Burkitt lymphoma. tiroid Mamma. laring. Perubahan Imunologis/Antigenik ◦ Common viral antigen : Tumor yg diinduksi virus menunjukkan antigenik kuat yg berhubungan dgn membran dan dimiliki juga oleh semua tumor yg diinduksi oleh virus yg sama ◦ Antigen unik : Diinduksi zat kimia memiliki Ag yg tdk dimiliki oleh tumor lain yg diinduksi zat kimia sama ◦ Ag onkofetal : CEA. kolon Mamma. limfoma Tanda sel yang mengalami transformasi (kanker) 1. pankreas. bronkus. sarkoma Mamma. ovarium. ren. melanoma. mamma. testis. limfoma Bronkus. testis. melanoma Melanoma. prostat. lambung. mamma. bronkus. kolon. kolon. bronkus.Tempat Metastasis Tumor Primer KGB servikal KGB supraklavikuler KGB aksillar KGB inguinal Kulit/subkutan Paru Hepar Tulang CNS Ovarium Cavum serosa Mulut. limfoma Anus. AFP ◦ Hilangnya antigen yang normal ada Tumor Associated Antigens : -Burkitt’s lymphoma -Malignant melanoma -Neuroblastoma -Osteosarcoma -Soft tissue sarcoma -Colon carcinoma -Breast carcinoma -Leukemia -Lung carcinoma -Bladder carcinoma -Renal carcinoma . neuroblastoma. Ca sel kecil paru. bronkus. pankreas. Perubahan sifat pertumbuhan Terlepas dari pengendalian pengaturan Kegagalan maturasi Bersifat immortal Daya transplantasi 2. bronkus Mamma. lambung. genetalia. Perubahan morfologi 3. lambung. serviks Mamma. ren Mamma. tiroid.lambung. ren Lambung.

fungisida.5. 3-metilolantren. kromium. Carcinogenesis Kimia Karsinogen yang bekerja langsung Agen Alkilasi : Beta-propriolakton. dimetilaminobenzena (kuning mentega).h)antrasen. diepoksibutan. vinil klorida. Perubahan Permukaan dan Membran Sel ◦ Perubahan glikoprotein membran ◦ Hilangnya daya kohesi dan adhesi (contact inhibition) ◦ Sintesis dan pelepasan faktor pertumbuhan ◦ Sintesis tipe reseptor permukaan tertentu ◦ Kerusakan komunikasi antar sel ◦ Produksi dan pelepasan enzim degradatif ◦ Produksi dan pelepasan aktivator plasminogen ◦ Produksi dan pelepasan faktor prokoagulan ◦ Peningkatan transpor transmembran zat makanan 7. griseofulvin. kadmiun. 7. dll) Agen asilasi : 1-asetil imidazol. safrol. . nitrosourea. insektisida. kacang betel Lain-lain : nitrosamin. dimetil sulfat. amida. anti kanker (siklofosfamid. siklamat Tumbuhan alam dan hasil mikroba : Aflatoksin B1. Perubahan metabolik Semua sel anaplastik primitif mengalami konvergensi penyederhanaan pola enzim dan metabolik bersama 6. nikel. Dibenz(a. 2asetilaminofluoren. dietilkarbamil klorida Prokarsinogen yg memerlukan aktivasi metabolik: Hidrokarbon polisiklik aromatik dan heterosiklik : Benz(a) antrasen. sakarin. klorambusil. benzo(a)piren.12-dimetilbenz(a)antrasen Amin dan amida aromatik dan zat warna azo : 2-naftil amin (beta-naftilamin). Produksi sel tumor ◦ Ag onkofetal : CEA dan AFP ◦ Enzim : PSA. sikasin. LDH ◦ Imunoglobulin : neoplasma B limfosit ◦ Produksi hormon berlebihan ◦ Produksi hormon ektopik Petanda tumor (tumor marker) Petanda Jenis kanker Carcino-embrionic Ag (CEA) Human choriogonadotropin (HCG) Alfa-fetoprotein (AFP) Phosphatase acid (PAP) Prostate surface Ag (PSA) Calsitonin (CT) Human tyroglobulin (hTG) Ca kolon dan paru Koriokarsinoma testis Ca hepatoselulare / sel germinativum Ca prostat Ca prostat Ca tiroid meduler Ca troid folikuler Etiologi 1.

Onkogenesis hormonal Faktor pemicu (induction faktor) Estrogen : hiperplasia. Ca sel squamosa Virus herpes simpleks 2 : Ca vulva dan serviks EBV : Limfoma Burkitt. leukemia Radioisotop : radium (osteosarkoma) Debu radiaktif Iritasi Kronik Sikatriks luka bakar. Ca nasofaring CMV : Sarkoma kaposi HBV : Ca hepatoselulare 3. Geografi dan Ras Insiden tinggi : Ca lambung : Skandinavia. Carcinogenesis Fisik Radiasi Sinar ultraviolet : ca sel squamosa.bifenil polikronat (PCBs) Mekanisme Kerja Sebagian besar karsinogen kimia adalah mutagen Sifat karsinogenik kimia tergantung dosis. Islandia . alkoholisme Parasit : Schistosoma hemotobium (Ca planoselulare buli-buli) Sunat dan Fimosis : Tidak disunat (Ca penis) Predisposisi neoplasma 1. dan dosis multiple terbagi Sifat karsinogenik dapat ditingkatkan dengan pemberian beruntun promotor Untuk efektifnya promotor harus mengukuti inisiator 2. Lain-lain Gaya hidup : Kebiasaan makan. kondiloma. displasia. merokok. basalioma. melanoma Radiasi sinar X : karsinoma kulit. ulkus kronis uang lain Fistel akibat osteomielitis. sinus pilonidalis. neoplasia endometrium Estrogen : karsinoma payudara DES: anak wanita yg terpapar intrauterin — clear cell adenocarcinoma vagina Steroid : adenoma dan karsinoma sel hati Pertumbuhannya tergantung pada hormon Ca prostat : hormon androgen Ca payudara : estrogen Ca tiroid : TSH (yang berdeferensiasi baik) 6. Virus Onkogenik RNA HTLV I : leukemia/limfoma sel T Virus tumor payudara : Ca payudara Agen yg tdk dpt ditentukan : leukemia. vit C. limfoma DNA Virus papiloma manusia (HPV) : kutil. fistel perianal Esofagus Barret 4. Carcinogenesis nutrisional Makanan berserat kurang dikaitkan dengan kejadian Ca kolon Makanan berlemak (hewan) dikaitkan dengan Ca kolon dan payudara Makanan yg mgdg beta karoten. vit E dan selenium diduga mempunyai efek pencegahan 5. Jepang.

Ca lambung Sindroma Turcot : polip kolon. Perdarahan 4. Umur 3. Ca ovarium. Lesi prakanker Replikasi sel yg regeneratif menetap : fistel kronik. sirosis Proliferasi hiperplasi. squamosa. bronkus Gastritis kronik atrofi. polip adenomatosa Sindroma Peutz-Jeghers : Ca kolon ? MEN I : Tumor kelenjar hipofise. feokromasitoma Poliposis kolon familial (gen APC / kromosom 5q21): Ca kolon. limfoma Sindroma Bloom : leukemia akut Ataksi telangiektasi : leukemia akut. Infeksi sekunder 5. paratiroid MEN III : varian tipe II Melanoma ganas kulit : melanoma maligna kulit. Lingkungan 4. feokromasitoma Tumor Wilms (gen WT-1/kromosom 11p13): tumor wilms Sindroma kanker familial : adenokarsinoma (kolon dan endometrium) Kanker payudara berkaitan dgn neoplasma ganas lain (BRCA1 dan 2): Ca payudara. displasi : endometrium. kolitis ulseratif kronik Lekoplakia. polip adenomatosa Sindroma Gardner : Ca kolon. paratiroid. dll Penyakit Von Hippel-Lindau : Hemangioblastoma serebelum. leukemia. limfoma. feokromasitoma. Aktivitas fungsional : sintesis hormon 3. Lokasi dan terserangnya struktur berdekatan 2. pankreas MEN II : Ca medular tiroid. kanker/tumor otak 5. sarkoma. Sarkoma orbita Neurofibromatosis (gen NF-1/kromosom 17q11) : sarkoma neurogen. neuroma akustika. Gejala akut : ruptur atau infark .Ca hepar : Afrika Barat dan Selatan Ca nasofaring : China Ca buli-buli : Mesir Insiden rendah : Ca kolorektal : Afrika (kulit hitam) Ca prostat/mamma : Jepang Ca serviks uteri : Jahudi Ca kulit : Kulit hitam 2. Keturunan/genetik Kelainan kanker/ prakanker herediter Autosom dominan Retinoblastoma (gen Rb1/ kromosom 13q14): retinoblastoma. tumor otak Autosom resesif Xeroderma pigmentosa : Basalioma. hipernefroma. melanoma Anemia Fanconi : leukemia. keratosis solaris Adenoma tubuler dan vilosa kolon Dampak tumor terhadap tuan rumah 1.

lab. granuler. Menegakkan diagnosis -Lokasi tumor primer : krteria ICD dari WHO -Diagnosis klinis : anamnesis. Rencana pengobatan 5. noduler. adamantinoma Derajat diferensiasi G1 : diferensiasi baik G2 : diferensiasi sedang G3 : diferensiasi jelek G4 : tidak berdeferensiasi (anaplastik) Penatalaksanaan 1. Ro.Patologi kanker A. Evaluasi . Penentuan stadium tumor -Clinical staging : cTNM -Pathological staging : pTNM 3. Bentuk Erosi-ulkus Sifat : Bentuk/batas tidak teratur Permukaan tidak rata. Bentuk Nodus-tumor Padat / masif : keras atau lunak Kista Campuran 3. Ganas : insitu. Makroskopis 1. Jinak 2. Tanpa bentuk Leukemia B. Mikroskopis Histogenesis 1. Borderline : basalioma. carsinoma yg kecil 2. ditutupi jaringan nekrosis Tepi meninggi Rapuh dan mudah berdarah Sering sebagai bagian dari suatu tumor yg lebih besar 4. dll 2. Penentuan status penampilan (performance status) -WHO -Karnofski 4. Bentuk Plaque Melanoma. invasive 3. basalioma. klinis. Campuran Sifat tumor 1. Pelaksanaan terapi 6. Jaringan epitel 2. Bentuk Campuran 5. Jaringan tropoblast dan embrional 4. Jaringan Masenkim 3.

Beri informasi tentang penyakitnya kepada penderita dan keluarganya dan tindakan yg akan diambil Jenis terapi Terapi Utama 1. Radiation oncology -Lokal. Chemotherapy 3. sistostomi 3. lalu terapi 4. ada keterbatasan secara fisik. Surgical oncology -Lokal. Fraktur -Reposisi-fiksasi-imobilisasi 2. Obstruksi -Usus : reseksi usus atau bypass -Trachea : trakeostomi -Urethra : kateter. tanpa halangan 1 70-80 Masih ambulatoar. radiosensitif 3. tampon. Multidisipliner 3. stadium. Seumur hidup di follow up 6. dapat bekerja ringan 2 50-60 Masih ambulatoar. Secara manusiawi. lokoregional — operable 2. Terapi sesuaikan dengan keadaan penderita 5. Transfusi : koreksi anemia 3. Hormonal terapi -Tumor yg luas dan hormonal dependent Adjuvant (tambahan) 1.Prinsip Pengelolaan 1. Radiotherapy 2. Infeksi -Antibiotik 5. Tentukan diagnosis. aktivitas tidak terganggu. akupuntur. Psikoterapi : mengutakan mental penderita Terapi sekunder -Terapi penyakit yang menyertai Status Penampilan (performance status) Who Karnofsky 0 90-100 Ambulatoar. terpadu dan holistik 2. Nutrisi : perbaiki fisik penderita 2. dapat bekerja. narkotik. lokoregional — inoperable. Hormonal therapy Terapi tambahan lain 1. Medical oncology -Metastase atau kemosensitif/responsif 4. mampu memelihara diri sendiri. Perdarahan -Transfusi. > 50% waktu bangunnya 3 30-40 Tidak dapat jalan. dapat memelihara diri sendiri. manipulasi saraf Terapi bantuan 1. Nyeri : -Analgetik. dapat berjalan. tidak mampu bekerja aktif. ligasi arteri 4. > 50% waktu bangunnya berada . hipnose. Fisioterapi : perbaiki fisik penderita 4.

ditempat tidur/kursi roda 4 10-20 Tidak mampu memelihara diri sendiri. 50% berada di tempat tidur. tetapi dapat berdiri 40 Lemah dan memerlukan perawatan serta bantuan khusus 30 Tak mampu bangun. tak ada tanda-tanda penyakit 90 Dapat menjalankan aktivitas dgn gejala penyakit minimal 80 Aktivitas normal dgn usaha Beberapa tanda dan gejala penyakit Tak mampu bekerja aktif 70 Dapat mengurus diri sendiri Tak dapat mengerjakan kegiatan normal sehari-hari atau pekerjaan aktif 60 Sesekali memerlukan bantuan 50 Banyak memerlukan bantuan dan perawatan medis Tak mampu mengurus diri. perlu pengobatan pendukung secara aktif 10 Mendekati ajal. seluruh waktunya dihabiskan di tempat tidur/kursi roda Karnofsky Dapat melakukan aktivitas sehari-hari normal Tak memerlukan perawatan khusus 100 Normal. walaupun kematian belum mengancam Pasien sakit berat & hanya berada di tempat tidur 20 Sakit berat. proses ke arah kematian berjalan dengan cepat 5 Meninggal Indikasi Operasi Indikasi Diagnostik Biopsi -Bajah (FNA) : sitologi -Tru cut needle biopsy (jarum besar) : histopatologi -Biopsi insisi -Biopsi eksisi Frozen section (vries coup) Operasi eksplorasi Indikasi Terapeutik Kuratif : Untuk penyembuhan Paliatif : Mengurangi penderitaan Profilaksis -Kolektomi : poliposis koli. colitis ulcerativa -Orkidektomi : undesensus testis -Subkutan mastektomi : familial breast cancer -Ovarektomi : familial ovarial carcinoma Operasi Debulking : Untuk mengurangi kesan tumor sehingga mudah dikontrol dengan terapi lain. hrs dirawat di RS. misal radioterapi Metastasektomi Kedaruratan onkologis -Ligasi arteri : perdarahan -Trakeostomi : obstruksi jalan napas -Reseksi usus : obstruksi/perforasi usus Rekonstruksi dan rehabilitasi . harus dirawat di RS. tidak dapat bangun. keluhan (-).

endometrium -Metastasis ca epidermoid nodus limfatik di leher. harapan hidup pendek 2.Kontraindikasi Operasi 1. soft tissue sarcoma/liposarkoma. epilasi. kelenjar endokrin) Soft tissue sarcoma. retinoblastoma -Sinus paranasalis. insufisiensi renal Bladder : disuri. diare. GI. Operasi kuratif sebaiknya hanya satu kali 5. Stadium lanjut . Wilm’s tumor. buli-buli. hepatitis. Jaringan sehat sekitarnya harus diangkat 3. fibrosis Jantung : perikarditis. metastase positif. infeksi. pansitopenia Tulang : pertumbuhan lempeng epifise terhambat. buli-buli. Pengangkatan tumor bersama metastase regional harus satu kesatuan 7. rektum Postoperative -Ca paru dengan metastasis di kelenjar mediastinal -Seminoma. ovarium . ulkus Gonads : sterilitas. epitel germinativum Peka : Kulit. endometrium. ditempat tidur saja Dasar Teknik Pembedahan 1. Lapangan operasi harus cukup luas 8. sumsum tulang belakang Kurang peka : Otot. pisau 2. dekompensasi kordis) 3. disgerminoma. atrofi. Bekas operasi atau FNA harus disertakan Kepekaan jaringan terhadap radioterapi Sangat peka : Sumsum tulang. striktur. pembuluh darah besar Kepekaan tumor terhadap radioterapi Tumor ganas hemopoetik : myeloma. menapause RES : limfopenia. ulserasi GI : edem. mukosa usus. Lapangan operasi harus bersih dari darah (blood less) 4. uterus. Sedikit mungkin menyentuh tumor (no touch technic) 6. Neurogenic sarcomas Osteosarcoma. Penyakit organ vital (koma. katarak Saraf : edem otak. Pengangkatan jaringan tumor secara tajam : gunting. tulang. medulloblastoma. Seminoma. ulkus. perforasi Ginjal : nefritis. hipertensi. nekrosis Paru : pneumonitis. miokarditis Mata : konjunktivitis. ginjal. Kwalitas hidup jelek. tumor Cukup peka : Otak . limfisarkoma Hodkin’s disease. Melanoma maligna Efek lokal radiasi Kulit : radiodermatitis. esofagus. Epidermoid karsinoma Adenokarsinoma (mamma. myelitis Radioterapi sebagai ajuvant pembedahan Preoperative -Carsinoma laring. Chondrosarcoma. Ewing’s sarkoma Basal sel karsinoma.

Tiroid Leukemia Limfoma Orkidektomi Ovarektomi (adrenalektomi.Jenis Terapi Hormonal Tumor Jenis terapi Ablatif Op/radiasi Terapi Aditif Hormon Antihormon Lain Prostat Payudara Endomet. fisik/Ro/laboratoruim negatif Respon sebagian / partial response (PR) Metastasis mengecil minimal 50% Tidak ada perubahan / no change (NC) Tidak ada perubahan (pengecilan kurang dari PR tidak terukur) Penyakit memburuk / progressive disease (PD) Terjadi pembesaran. hipofisektomi) Estrogen Progesteron Progesteron Androgen Steroid Progesteron H. muncul tumor baru/metastasis baru .tiroid Steriod Steroid Penghambat steroid Antiandrogen Antiandrogen Antiestrogen Penghambat steroid LHRH Agonis LHRH Agonis Respon Pengobatan Respon lengkap / complete response (CR) Semua metastasis hilang.

efusi pleura/ascites 3. Nyeri kepala dengan tanda fokal 5. Keadaan Gizi Keadaan gizi penderita kanker berangsur memburuk sampai penderita kaheksia Penyebab : 1. Prevensi 2. metastasis di mediastinum (ca mamma dan paru) B. kemoterapi / steroid / splenektomi 2. mediastinum. Rehabilitasi 6. Komplikasi dan Masalah akut 1. Mencegah timbulnya kanker 2. Keadaan abdomen akut 6. Menyembuhkan penyakit kanker 3. Mengurangi morbiditas dan mortalitas 4. Sindroma vena cava superior -Akibat limfoma. Kekurangan intake kalori -Gangguan menelan : esofagus. Diagnosis 4. ulkus : tempat masuk kuman -Daya tahan menurun : tumor (metastasis ke sumsum tulang). Deteksi dini 3. Ascites 7. Infeksi/sepsis -Nekrosis. Mengurangi penderitaan dan invaliditas 5. kardia -Saluran cerna terganggu : kapasitas gaster berkurang. Nyeri pada Kanker Biasanya timbul pada tahap lanjut akibat infiltrasi ke jaringan peka rangsang atau karena komplikasi D. Memperbaiki kwalitas hidup Cara : 1. Follow up MASALAH KHUSUS PADA KANKER A. kemoterapi. radioterapi.PENANGGULANGAN Tujuan : 1. Dispnu -Akibat kelainan paru-jantung : tumor di bronkus. Nyeri / fraktur tulang 4. muntah : paraneoplastik dari tumor (kanker memproduksi protein yg menekan nafsu makan). erosi. pengobatan lain. Perawatan pada Akhir Masa Hidup Sebaiknya penderita dirawat di rumah . gangguan faal hati C. ileus -Anoreksia. Kebutuhan kalori meningkat -Metabolisme tumor -Infeksi 2. mual. Terapi 5.

Tahap penerimaan PENATALAKSANAAN NYERI KANKER Biasanya timbul pada tahap lanjut akibat infiltrasi ke jaringan peka rangsang atau karena komplikasi Penyebab 1. sesak napas. retensi urin. efusi pleura. arthritis penyerta -trombosis vena dalam. Nyeri yang tidak berkaitan langsung dengan kanker -konstipasi. Tahap pengharapan -Masih mengharapkan kesembuhan. Tahap pemberontakan/kemarahan 4. batuk. Tahap depresif 6. konstipasi. penyakit / sindrom lain . edem. lesu -Mual. Tahap penyangkalan -Menyangkal bahwa ia menderita kanker 3. migren. insomnia.Kematian penderita kanker umumnya akibat metastasis yang menimbulkan gangguan faal salah satu organ vital Ada 2 hal yang sulit dijawab pada penderita kanker : kapan penderita meninggal ? dan apa yang menjadi penyebabnya ? Keluhan dan gejala pada akhir penderita kanker : -Penurunan BB. ulkus dekubitus. nyeri. inkontinensia -Disfagi. Tahap kompromis/tawar-menawar 5. Nyeri akibat kanker -Nyeri pada kanker terjadi akibat -Infiltrasi tumor ke periosteum -Perangsangan peritoneum/pleura -Infiltrasi saraf atau kompresi saraf -Infeksi/ulkus -Peninggian tekanan intrakranial yang memberi respon terhadap opium -nyeri dari jaringan lunak -nyeri dari organ dalam yang sedikit/tidak memberi respon terhadap opium -nyeri tulang -nyeri radikuler -nyeri disestetik -nyeri kepala akibat tumor otak -nyeri akibat regangan kapsul hati -nyeri akibat ulkus ganas yang terinfeksi -nyeri akibat peradangan pada panggul -spasme otot 2. Proses Duka Cita Dukacita akan dirasakan oleh penderita dan keluarga sejak disadari bahwa prognosis penyakitnya infaust Tahap reaksi penderita dan keluarga 1. sekalipun sudah tahu penyakitnya 2. spasme otot. muntah. dekubitus E. ascites. anoreksia. kelainan muskuloskeletal.

Dextropropoksifen -biasanya kombinasi dengan parasetamol -600 mg/hari Opioid kuat 1. bila tidak memungkinkan beri secara parenteral -Indikasi parenteral : -gangguan menelan (kelemahan akibat kanker lanjut) -muntah yang menetap/membandel. neuropati 4. Codein : 50 -100 mg tiap 4 jam 2. Parasetamol -oral atau rektal. sebaiknya mulai dengan dosis rendah 2. Asetaminofen -4-6 x 500 mg. Dehidrocodein 3. fibrosis. neuralgia -pasca radiasi : reaksi inflamasi. 1 gr tiap 4-6 jam 3. narkotik ringan (codein) -dengan/tanpa ajuvant Nyeri ringan -NSAID (aspirin) -dengan/tanpa ajuvant (ansiolitik. Metadon -tablet 5 mg. Morfin -merupakan pilihan. obstruksi intestinal -koma Nyeri berat -NSAID.3. tinctur 2 mg/5 ml -dosis 5 mg tiap 30-60 menit sampai nyeri hilang -tidak untuk orang tua. NSAID -terutama untuk metastasis ke tulang -oral. Akibat pengelolaan -pasca bedah : luka. antiinflamasi yang baik 2. Oksikodon -supositoria 30 mg -dosis 30 mg tiap 8 jam 4. Akibat komplikasi -fraktur. parenteral. infeksi -obstruksi lumen.antidepresan) Analgetik non-opioid 1. sebaiknya dosis tunggal Opioid lemah 1. antiinflamasi kurang 4. perforasi lumen Terapi Farmakologis -Pemberian obat sebaiknya/seharusnya diberikan sebelum ada nyeri -Sebaiknya oral. disfagi. keadan lemah . rektal. Aspirin -4 x 900-1300 mg.narkotik kuat -dengan / tanpa ajuvant Nyeri sedang -NSAID .

3. jika perlu hingga 50 mg/5ml Jika serangan nyeri terjadi berulang kali Dosis tablet lepas lambat dapat dinaikkan. Dextromoramid. takut diberi morfin : 5 mg -orang tua > 80 tahun : 2. gangguan ginjal. dexametason Untuk analgetik Dosis 24 jam Tumor otak Tekanan radiks saraf Kompresi medulla spinalis Nyeri akibat regangan kapsul hati Untuk mengurangi tekanan -obstruksi trakhea/bronkhus utama -obstruksi vena cava superior.5 mg Frekwensi pemberian -setiap 4 jam -orang tua. sirosis setiap 6-8 jam Hasil terapi ditunggu 24 jam. disfagi akibat tumor otak Lain-lain -perangsangan nafsu makan 8-16 mg 8-12 mg . bila kebutuhan eliksir telah ditentukan -dosis tablet lepas lambat setiap 12 jam : 50% dosis eliksir harian Eleksir morfin harus ada untuk mengontrol serangan nyeri Dosis penyelamat : 20% dosis morfin harian total dengan meningkatkan konsentrasi eliksir. frekwensi tetap Prinsip supositoria morfin sama seperti eliksir morfin Perinsip morfin parenteral sama dengan eliksir kecuali: Dosis adalah 50% dosis oral equivalen Pemberian subkutan lebih baik dibanding im Tidak ada batas dosis morfin Dosis analgetik adalah dosis berapapun yang menghilangkan nyeri Steroid obat pilihan-Untuk mengurangi udem peritumor. hidromorfin. sebelum dosis ditingkatkan Cara peningkatan dosis -100% untuk dosis kurang dari 20 mg -50% untuk dosis kurang dari 100 mg -33% untuk dosis lebih dari 100 mg Peralihan ke tablet morfin lepas lambat. esofagus -limfedem -paralisis. Oksikodon -supositoria 30 mg -dosis 30 mg tiap 8 jam 4. levorfanol Pedoman terapi morfin Dosis awal (bentuk eliksir) -dosis : 10 mg -orang tua 65-80 thn.

Klorpromazine.7% -Tumor adneksa : 6.9% Indonesia sekitar 8%. Amitriptilin. merupakan urutan ke 3 setelah karsinoma serviks dan payudara. imipramin : 10-75 mg/hari 4. Usia sekitar 40-70 tahun. blok kaudal : tenesmus -Blok n.9% -Undifferentiated : 1.8-12 mg 6 mg 6-12 mg 6-12 mg 6-8 mg 8-16 mg 2 mg Kombinasi obat -Opioid dengan non-opioid -Opioid dengan -hydroxyzine 100 mg (antihistamin) -dexedrine 10 mg (amfetamin) -Morfin dengan kokain 10 mg Adjuvant 1.9% -Ca sel basal : 32. .1% -Sarkoma jar. perut -Simpatektomi lumbalis. proklorperazine. lunak: 3. Fenitoin : 100-300 mg/hari 3. Klonazepam -2-4 mg/hari Non-farmakologis -Blok ganglion coeliacus : nyeri dalam perut (misal kanker pankreas) -Blok interkostal : nyeri dinding dada. Belanda sekitar 25%. metoklorpramide 5. Methotrimeprazine -15 mg/hari/im 7.9% -Melanoma : 10. Australia 50% (urutan pertama).4% -Jaringan limfoid : 1. kulit putih lebih banyak. anus.1% -Pembuluh darah : 0. Benzodiazepin 8.8% dari seluruh keganasan -Ca sel squamosa : 42. Karbamazepin -100 mg/hari (7-10 hari) terutama nyeri fantomlimb 2. pria : wanita (2:1). Haloperidol -1-3 mg/hari (sekali atau 2x/hari) 6. vulva -Blok anastesi : dekubitus KULIT – JARINGAN LUNAK TUMOR GANAS KULIT Pendahuluan Sekitar 6.sakralis/ kauda equina : nyeri perineum.

trauma kronis akibat tidak memakai alas kaki 3. skar luas. Basal cell carcinoma (BCC) 2. Kurangnya lapisan pigmen Misal.Etiologi Multifaktorial ? 1. Kelainan prakanker : -Keratoakantoma -Keratosis solaris/senilis -Hyperplasia pseudoepitelioma -Warty diskeratoma -Leukoplakia -Florid papillomatosis -Xeroderma pigmentosus -Ulkus marjolen (kronik) -Fistel kronik. Pembedahan 2. Tumor ganas lain : mycosis funguides. asia) Iritasi kronis : infeksi kronis. Kaposis sarkoma. skar Klasifikasi Nonmelanotik 1. Karsinogen kimia Ter. volar tangan (ras negro. lakukan biopsi (anastesi umum atau regional) -Lakukan wide excision. Kemoterapi 4. Radiasi sinar X 4. adenokarsinoma kelenjar sebasea. Pemeriksaan penunjang Penatalaksanaan 1. melanoma banyak ditemukan pada lapisan yang kurang pigmen pada telapak kaki. Genetik/hormonal 6. Anamnesis 2. arsen 5. Sinar ultraviolet Menyebabkan kerusakan daya regenerasi DNA inti 2. Pemeriksaan fisis 3. Radioterapi 3. fibrosarkoma. Squamous cell carcinoma (SCC) 3. Pemeriksaan histopatologis 4.… Melanotik Melanoma maligna Diagnosis 1. Human papilloma virus 7. Lain-lain -Elektrodiseksi dan kuretase -Cryosurgery nitrogen cair beku -Chemosurgery : menggunakan pasta zinc chloride Prinsip Pengobatan : -Usahakan temukan tumor secara dini -Bila ditemukan. hemangiopericytoma. bila histologik ganas -KGB -bila histologik mengandung metastasis : diseksi -negatif : lakukan diseksi elektif atau follow up ketat -inoperabel : radiasi dan atau kemoterapi -Kelainan prakanker obati secara tepat . benzen.

jarang metastasis jauh. kelopak mata. nasolabial. ulserasi. kromatin halus. Dalamnya infiltrasi 3. halus. chemosurgery hanya untuk tumor kecil -Sering basalioma (radioresisten) dengan radioterapi memberi hasil yang baik -Kemoterapi topikal (zalf 5FU). badan 10%. Ukuran dan lokasi tumor 2. ekstrimitas 15% Terutama kulit kepala. transparan/kelabu merah/kadang kehitaman. hidung. penebalan dengan pertandukan.-Cryosurgery. pinggir sitoplasma sulit ditentukan dan bagian pinggir sel tersusun palisade Lokasi Kepala-leher 75%. bibir Jenis Solid (eksofitik) Pigmented Morphealike basalioma : sering residif Cicatricial basalioma Field fire basalioma Superfisial basalioma Terapi Pembedahan. sifat invasi setempat. inti oval. tetapi menyebabkan destruksi setempat PA : massa sel bentuk poligonal. pinggir mirip mutiara/mengkilat Puncak cekung/berlekuk. tumor sel basal Paling sering ditemukan dari semua tumor ganas kulit Berasal dari sel lapisan basal atau lapisan luar sel folikel rambut Klinis Besar tumor bervariasi. mulai sebagai kutil berkelompok (warty). lokal (intraarterial infusion/perfusi regional) atau sistemik bila tumor difus dan metastasis jauh Prognosis Ditentukan oleh : 1. tumbuh eksofitik. radioterapi atau kombinasi KARSINOMA PLANOSELULARE Nama lain : Squamous cell carcinoma Berasal dari sel lapisan spinosum Klinis Sering didahului oleh lesi prakanker Bentuknya bervariasi Bentuk veruka. pada tingkat lanjut disebut ulkus rodens (pinggir mirip gigitan tikus) Pertumbuhannya lambat. Pengobatan primer BASALIOMA Pendahuluan Nama lain : Basal cell carcinoma. tumbuh lambat Bentuk noduler/infiltratif. cepat timbul ulkus (ulkus dengan . mulai nodul kecil. nekrosis.

susunan tidak teratur. tumbuh agak cepat.bentuk tidak teratur. ekstrimitas 30% Terutama pipi. mobil . dll KGB regional KGB tidak teraba Syarat minimal penentuan keadaan KGB tidak terpenuhi KGB homolateral. hanya epidermis Tumor 2-5 cm. pinggir meninggi/berbenjol. lidah. hiperplastik. sering ada mutiara tanduk Non cornificans : diferensiasi mulai memburuk Undifferentiated/anaplastik Grading Grade 1 : Lebih dari 75% sel tumor berdeferensiasi baik Grade 2 : 50-75% sel berdeferensiasi baik Grade 3 : 25-50% sel berdeferensiasi baik Grade 4 : kurang dari 25% Sistem TNM T Tx Tis To T1 T2 T3 T4 N No Nx N1 N2 N3 M Mo M1 Tumor primer Syarat minimal keadaan tumor tidak terpenuhi Karsinoma insitu Tidak ada tumor primer Tumor < 2 cm. mitosis aktif dan sporadis Lokasi Kepala-leher 65%. preaurikuler. sel individu/sekelompok sel mengandung keratin. potensi metastasis PA : massa sel epidermis atipik. daun telinga. rongga mulut. tanpa memandang dalamnya infiltrasi ke dermis Tumor meluas ke sekitar. infiltrasi minimal ke dermis Tumor > 5 cm. mudah berdarah. eksofitik. esofagus Tipe Cornificans : sel tumor diferensiasi baik. badan 5%. permukaan kotor) invasi ke jaringan sekitar. mobil KGB kontralateral/ bilateral. tulang. punggung tangan dan kaki.… Mukosa yang dilapisi epitel squamos : bibir. temporal. otot.

sisanya di kulit normal Perubahan maligna pada nevus : -pertumbuhan cepat -bertambah gelap -bertambah besar -perubahan warna pigmen -bertambah tebal -penyebaran pigmen -bentuk tidak teratur -gatal -terbentuk halo -perdarahan -lesi satelit -ulserasi/mengelupas Lokasi Tungkai bawah (terutama telapak kaki). terutama 30-60 tahun (40 tahun) ◦ Lebih sering pada kulit putih/ pucat. leher. di luar kulit (rektum. sindroma nevus displastik Etiologi Multifaktorial ? 1. bila tumor primernya di tungkai bawah Terapi 1. Iritasi/trauma pada nevus 3. mata biru. sekitar 67% ◦ Semua usia. rambut putih/merah ◦ Predisposisi : paparan sinar matahari. Radioterapi Indikasi : -Ada kontraindikasi operasi -Tumor inoperabel -Histologik operasi irradikal 3. industri kimia). Faktor herediter -BK male syndrome Klinis Sekitar 2/3 melanoma berasal dari nevus (jenis dermoepidermal). Sinar ultraviolet 2. Kemoterapi Indikasi : -Sebagai ajuvant pada radioterapi atau pembedahan -Terapi primer bila sudah metastasis jauh MELANOMA MALIGNA Pendahuluan Tumor ganas kulit yang berasal dari melanosit (dari sel neural crest yang mengadakan migrasi ke kulit pada masa fetal) ◦ Sekitar 3% kanker kulit merupakan melanoma ◦ Perjalanannya sukar di prediksi. Pembedahan -Wide excision : 2-3 cm jaringan sehat sekitar tumor diambil -Radikal diseksi KGB : N3/N3 -Radiasi ajuvant KGB : N3/pN3 2.KGB inmobil Metastasis jauh Tidak ada tanda metastasis jauh Ada metastasis jauh atau terbukti ada metastasis di KGB kontralateral. lingkungan kerja (farmasi. maupun amelanotik. baik yang berpigmen. prognosis buruk. angka mortalitas tinggi.iris) . muka.

tumbuh radial. dahi 2. Ketebalan Invasi tumor Clark (1969) Level Interpretasi I II III IV V Terbatas di epidermis (insitu) Invasi papilla dermis Sampai daerah antara papilla dengan retikulum Sampai retikulum dermis (serat kolagen) Invasi sampai subkutis Kedalaman invasi tumor ke lapisan kulit Breslow (1970) level Interpretasi KGB 5 tahun I II III IV V Hiperplasia melanotik atipik Invasi tumor sedalam 0. Superficial Spreading Melanoma (SSM) Sekitar 60-70% dari semua melanoma Pertumbuhan horisontal lalu vertikal (bifasic growht) Bercak dengan warna bervariasi.Berdasarkan lesi kulit (Clark-Mc Govern) dibagi 4 tipe 1. cepat mengadakan metastasis Nodul biru-hitam. batas jelas.75 mm > 0. terutama tungkai bawah. batas jelas. batas tegas.75 – 1. tidak homogen (warna berbeda). mengadakan invasi. cepat membesar dengan ulkus Lokasi kulit kepala. Acral Lentigenous Melanoma (ALM) Sekitar 8% Makula. Lentigo Maligna Melanoma (LMM) / Frekle Hutckinson’s melanotik Sekitar 5% dari melanoma Awalnya makula. Nodular Lesions/Melanoma Sekitar 15% Tumbuh vertikal (ke dalam).5 – 4. badan Pada tipe amelanotik. serosanguinolen Dapat di seluruh tubuh. menonjol di atas kulit. bagian tengah mengalami regresi Terutama pada kulit yang terpapar matahari : pipi. perdarahan. batas tegas. disertai indurasi/nodul pada lesi. di bawah kuku. leher. warnanya agak putih 4.0 mm . baik yang terekspos maupun tidak 3. lalu timbul ulkus dengan krusta. coklat-hitam. cepat menyebar dan prognosisnya buruk Lokasi terutama telapak kaki. di batas mukosa dengan kulit Klasifikasi A.0 mm > 4.5 mm > 1. coklat-kehitaman. tangan.

infiltrasi sedikit sel tumor Terbatas di kulit. Sistem TNM cTNM T N Nx No N1 N4 M Mo M1 Tumor primer (tidak dianjurkan) KGB regional dan juksta regional Syarat minimal tidak lengkap KGB tidak teraba KGB teraba membesar KGB juksta regional teraba Metastasis jauh . infiltrasi jauh ke lapisan kulit Metastasis KGB regional Metastasis KGB lebih jauh Metastasis jauh C.3% 6% 32% 60% 95% 85% 60% 45% Ketebalan tumor sesuai dengan ukuran terpanjang dari diameter vertikal tumor dalam mm KGB : metastasis ke kelenjar getah bening 5 tahun : kemungkinan hidup 5 tahun B. Tingkat Klinis AJCC (American Joint Comitte for Cancer) Stadium Interpretasi I II III Tumor terbatas pada kulit Metastasis KGB regional Metastasis jauh NCJ (National Cancer of Japan) Stadium Interpretasi Ia Ib II III IV Terbatas di kulit.

en bloc bila tumor dengan KGB berdekatan Diseksi KGB profilaktik. Anamnesis 2.5 – 3.50 – 3. Pemeriksaan fisis 3. Obat lain: .00 mm T3a > 3.50 mm T2 > 1. bila lesi dekat sekali dengan KGB 2. bisa dikombinasi dengan Cisplatinum.5 mm IV dan atau lebih 1.75 -1. diulang tiap 3 minggu. 5 cm ke arah kranial Amputasi : kadang sangat dibutuhkan Diseksi KGB bila positif.75 T1 > 0.75 mm III dan atau lebih 0. Pemeriksaan histopatologis 4. Kemoterapi Cara pemberian : -Sistemik: DTIC (Dimethyl triazeno imidazole carboxamide: Dacarbazine) 400 mg/m2/iv hari 1 sampai 3.0 mm V dan atau lebih 3. Pembedahan Eksisi luas : 3 cm di luar tepi tumor.00 mm T3b > 4.00 – 4.00 mm T4a Satelit T4b Diagnosis 1.0 mm KGB regional : tahap pN sesuai dengan N Metastasis jauh : pM sesuai dengan M TNM berdasarkan kombinasi Clark dan Breslow CLARK BRESLOW II III IV V -0. tidak lebih 0.75 – 1.Tidak ada Ada metastasis jauh pTNM (post surgical class) pT pTx pTis pTo pT1 pT2 pT3 pT4 pN pM Tumor primer Syarat minimal tidak terpenuhi Hiperplasia atipik melanosit (tidak ganas/level 1) Tidak ada tanda tumor Invasi ke papilla (II). Pemeriksaan penunjang Terapi 1.

bebas dari dasar. Imunoterapi -Pemberian BCG Prognosis Tergantung : 1. tidak bebas dari dasar. Stadium klinis dan derajat invasi 3. bebas dari kulit di atasnya. berisi massa seperti bubur (massa keratin putih. otak. usus dan kulit Tidak ada metastasis : angka ketahanan hidup 10 tahun 40-90% KELAINAN LAIN PADA KULIT KISTA Kista Aterom / Sebasea Akibat sumbatan pada muara kelenjar sebasea Terutama ditemukan di daerah yang mengandung kelenjar (tidak pernah ditemukan di telapak tangan/kaki) Tumor bulat. dinding tipis/rapuh. tidak berbau) Biasanya ditemukan pada telapak kaki dan tangan (epidermis tebal.vinblastin. Lokasi tumor 2. hidroksiurea -RIP (Regional Isolated Perfusion) dengan Melphalan atau Melphalan dengan Actinomycin C dan Nitrogen murstad : untuk lesi di ekstrimitas -Intra Arterial Infusion : untuk lesi di ekstrimitas Indikasi : -Sudah metastasis jauh -Kondisi lokoregional inoperabel -Ajuvant post operative 3. paru. melekat pada kulit di atasnya. dinding liat/tebal. berasal dari ektoderm Terutama muka (dahi. Radioterapi -Sebagian besar radioresisten. berisi cairan seperti minyak. perineum Tumor kenyal. siklofosfamid. batas tegas. mudah mengalami trauma) Kista Pilonidal Kelainan kistik pada kulit di daerah sakrokoksigis. punggung. ovarium. campuran bahan warna putih dan mungkin apendiks kulit (rambut) Kista Epidermoid Dari epitel epidermis yang masuk ke jaringan subkutis akibat trauma Kista dengan dinding tebal. kista berisi sebum (bubur putih-abu. bau asam) Kista Dermoid Kelainan bawaan yang timbul di daerah fusi embrional kulit. sudut luar mata. akibat rambut yang berada mid line . ditemukan punkta (muara kelenjar). abdomen. Metastasis -Ke hati. pangkal hidung). Jenis kelamin 4. tetapi ada yang sensitif -Sebagai ajuvant post operatif atau radioterapi untuk metastasis jauh/organ 4. rafe median skrotum.

perlahan Faktor yang menyebabkan nevus berdegenerasi : -iritasi kronis : tekanan. menonjol. tidak menonjol. pergelangan kaki. berpigmen (nevus melanosit). mengkilap. . rata -bila ada iritasi dapat menonjol -Terapi : eksisi. gesekan -sinar ultraviolet Hemangioma Tumor yang berasal dari pembuluh darah Kapiler Kavernosum simpleks flameus -buah arbei -menonjol -merah cerah -ada cekungan kecil -regresi spontan -Terapi : tunggu 6-7 tahun -menetap. misal pergelangan tangan. fossa poplitea Kista dengan dinding tipis. menonjol. Junctional : bentuk rata. berisi cairan bening kental Ganglion besar : kista Baker pasang torniket)Terapi : Eksisi (secara kosong darah Sangat mudah residif TUMOR JINAK Veruka Vulagaris Pertumbuhan epitel akibat virus di kulit (sering di tangan atau jari) Permukaan tidak rata. tidak berpigmen (hemangioma) Jenis nevus : 1. tidak dapat digerakkan dari dasar. terletak di subkutis. Intradermal : di dermis. ekskokleasi Nevus Kelainan bawaan jinak akibat kelebihan/kekurangan unsur kulit Bentuk bulat. bila baik dapat sembuh sendiri Terapi : bedah beku. bila sudah tenang dilakukan eksisi luas Ganglion Berasal dari tonjolan membrana sinovia atau vagina tendineum Terdapat di sekitar sendi. kasar. rata.menyusup masuk ke kulit oleh pengaruh gesekan Kista sering mengalami infeksi dan terbentuk abses Bisa ditemukan pada lipatan antar jari pemangkas rambut Pada pengemudi jep tentara : jeeps disease Terapi : insisi abses. stasis 2. soliter/multiple Bentuk lain : kondiloma akuminata Bila pertahanan tubuh turun dapat di seluruh tubuh. bergerigi. bebas dari kulit di atasnya. Compound : paling gelap. tumbuh menebal/melebar 3.

warna gelap. kemerahan. warna abu/coklat/ gelap TUMOR PRAMALIGNA Morbus Bowen Penyakit herediter autosomal dominan Timbul hamartroma multiple dari jaringan ekto. tangan pada orang tua Lesi bulat. cuping telinga dan wajah Hipertrofi scar : parut tidak melewati tepi luka Predisposisi 1. permukaan kasar dan rapuh seperti lilin Keratosis Senilis/solaris Daerah terpapar matahari. pembedahan Kalus Hiperkeratosis setempat akibat gesekan kronik. puncak ke dalam. Usia pertumbuhan 3. badan. Bakat 4. benda asing dalam luka. melebar tanpa indurasi disertai lipoma multiple. bahu. polip saluran cerna. mirip kembang kol. infiltratif -Terapi : ekstirpasi dan embolisasi Keloid Pembentukan jaringan parut berlebih yang tidak sesuai beratnya trauma Parut melewati batas tepi luka. endoderm Papel soliter/multiple. akantosis Batas tegas. kulit putih Hiperkeratoris. tekanan lokal kontinu. permukaan berkerak/bersisik. ketegangan waktu penyembuhan.tato dan laser -bentuk rongga -letak lebih dalam dari dermis -kempes bila ditekan -meluas. Lokasi Terapi : kortikosteroid intrakeloid (2-3 minggu sekali). merah kusam. rata/menonjol. permukaan verukosa. bentuk bundar Timbul di atas penonjolan tulang Klavus Kalus lokal di plantar pedis/jari kaki yang tumbuh ke dalam Dasar di permukaan kulit. Ras 5. Rangsang fibroplasia yang berkelanjutan : infeksi kronik. kulit berwarna gelap Lokasi pada sternum. pinggang. papiloma mulut . meso. regangan berlebih 2. diskeratosis. menyebabkan rasa sakit pada saat berjalan Keratosis Seboroika Hiperkeratosis setempat di muka. batas tegas. nyeri dan tumbuh progresif Sering pada dewasa muda. gatal. aktif.

parenkim atau viseral ◦ Mempunyai kemampuan infiltrasi cepat ke jaringan sekitar dan sering rekuren setelah tindakan bedah dilakukan ◦ Jarang ditemukan. glans. jarang ditemukan. mirip karsinoma squamous Nodul bentuk kubah. inti hiperkeratosis.Lokasi : mukosa vulva. teruta 20-40 tahun ◦ Indonesia. warna sama dengan sekitarnya. papillmatous Kornu Kutaneus Tonjolan jinak mirip tanduk Berasal dari keratosis senilis/solaris Keratoakantoma Pada kulit yang terpapar. prognosis buruk Ada defisiensi enzim endonuklease (repair DNA yang rusak akibat sinar ultraviolet) Pada usia muda. salah satu dari 10 kanker terbanyak ◦ Urutan ke-6 dari semua tumor ganas pada anak (terutama rabdomiosarkoma di leher-kepala) Lokasi : -Ekstrimitas inferior 40% -Ekstrimitas superior 15% -Tubuh. klorofenol 3. usia 50 tahun. 1% dari semua tumor ganas ◦ Semua umur. Zat kimia : vinylklorida. mungkin : 1. fraktur 2. pada kulit terbuka/terpapar Bercak pigmentasi dikelilingi bercak atrofi pucat. keratosis. Pasca radioterapi : fibrosarkoma. Faktor predisposisi : ◦ limfedem pasca mastektomi : lymphangiosarcoma ◦ neurofibromatosis (Von Recklinghausen’s): neurofibro-sarcoma ◦ Paget’s dis. ukuran beberapa sentimeter Dapat regresi tanpa bekas yang jelas SARKOMA JARINGAN LUNAK Pendahuluan ◦ Tumor ganas masenkim bukan berasal dari tulang. Trauma : trauma. osteosarkoma. herbisida. kepala-leher 35% -Lain-lain : retroperitoneal 10% ETIOLOGI Tidak diketahui. malignant fibrous histiocytoma 5. terutama wajah. Terpapar radium : osteosarkoma. retinoblastona : osteosarkoma 6. preputium Penyakit Cowden : bila banyak hamartroma Eritroplasia Queyrat : morbus Bowen yang kelainannya terutama di mukosa Xeroderma Pigmentosum Resesif sex linkage. Virus . pria > sering Tumbuh cepat. telangiektasi. asbes : mesotelioma 4. di tengah ada massa keratin. luka bakar.

KLASIFIKASI Berdasarkan asal jaringan : -Jaringan ikat : fibrosarkoma -Skelet : rhabdomyosarcoma -Otot polos : leiomyosarcoma -Lemak : liposarcoma -Sinovial : sinoviosarcoma -Saraf : neurofibrosarcoma.moderate grade III.high grade Kurang (<4/2 mm2)* Agak banyak (4-25/2mm2) Banyak sekali (>25/2mm 2) 92% 70% 45% *banyaknya mitosis pada lapangan mikroskopik 2 mm2 SISTEM TNM T Tx To T1 T2 T3 N No N1 M Mo M1 Tumor induk Tumor tidak dapat dicapai Tidak ada bukti tumor primer Tumor < 5 cm Tumor > 5 cm Infiltrasi ke tulang. tidak jelas : alveolar soft part sarcoma : epithelioid sarcoma : clear cell sarcoma GRADE ◦ Garadasi tumor jauh lebih penting dibanding dengan gambaran histologiknya ◦ Gradasi patologik didasarkan pada banyaknya mitosis dan nekrosis Grade Banyaknya mitosis Ketahanan hidup 5 thn I. swannoma maligna -Vaskuler/limfatik : angiosarcoma. Histiocyt : malignant fibrous histiocytoma -Jar. lymphangiosarcoma -Jar.low grade II. pembuluh darah. saraf Kelenjar limfe KGB regional tidak mengandung metastasis KGB mengandung metastasis Metastasis jauh Tidak ditemukan Ada metastasis jauh .

Anamnesis 2.STADIUM Stadium I A : G1T1NoMo I B : G1T2NoMo Stadium II A : G2T1NoMo II B : G2T2NoMo Stadium III A : G3T1NoMo III B : G3T2NoMo III C : GsemuaT1-2N1Mo Stadium IV A : GsemuaT3N1Mo IV B : GsemuaTsemuaNsemuaM1 GAMBARAN KLINIS ◦ Keluhan biasanya tidak ada. ada metastasis regional/jauh DIAGNOSIS 1. Pemeriksaan klinis 3. hipervaskularisasi. untuk mengurangi nyeri . pada perabaan hangat. Tumor jinak jaringan lunak 2. Lipoma infiltratif 5. Miositis ossifikans 4. tanpa tanda radang . batas jelas ◦ Tumor kecil : sukar dibedakan dengan yang jinak ◦ Tumor besar : infiltasi sekitar. limfangiografi -CT Scan. metastasis karsinoma Patut curigai dan perlakukan sebagai tumor jaringan lunak : -Tiap ganglion pada lokasi yang tidak lasim -Tiap lipoma yang tidak lunak seluruhnya -Tiap kista aterom yang lain dari normal TERAPI Pembedahan -Reseksi radikal. termasuk 2 cm jaringan sehat sekelilingnya Radioterapi -Preoperatif. Pemeriksaan penunjang -Radiologis -Foto tulang : mengetahui ada/tidaknya infiltrasi ke tulang -Foto thoraks : metastasis ke paru -Angiografi. Kelainan fibrosa proliferatif 3. kecuali bila sudah membesar dan menekan/tarikan saraf atau otot ◦ Benjolan tanpa nyeri. USG DIAGNOSIS BANDING 1. MRI. kapsul ada. untuk mengecilkan agar layak bedah -Terapi ajuvant pasca operasi -Terapi paliatif. Pemeriksaan histopatologis -Biopsi insisi : bila ukuran tumor > 3 cm -Biopsi eksisi : bila tumor < 3 cm 4.

G2 atau G3 -Sel nekrosis (dinilai pada saat pemeriksaan patologis) Untuk mendapatkan angka ketahanan hidup yang tinggi perlu : -Kerjasama multidisipliner -Diagnosis klinis yang tepat -Strategi pengobatan yang tepat. Ukuran tumor . tergantung pada : -evaluasi PA pasca bedah -evaluasi derajat keganasan -perlu/tidaknya terapi ajuvant PROTOKOL SARKOMA JARINGAN LUNAK PENENTUAN STADIUM Berdasarkan TNM (UICC 1987) 1. p. MRI 5. Eksisi luas lokal (local wide excision) -Untuk tumor terlokalisir dan G1 2.TNM TERAPI Pembedahan Syarat : -Tumor harus terangkat semua -Batas sayatan harus bebas sel tumor ganas Cara : 1. CT Scan 4. Ifosfamid -DTIC ( dimetil triazeno imidazol karboksimide) Metastatektomi -Untuk metastasis ke hepar PROGNOSIS Tergantung dari : -Ukuran tumor : kurang atau lebih 5 cm -Lokasi tumor : proksimal atau distal -Kedalaman tumor : superfisial atau profunda -Derajat keganasan : G1. Klinis 2. Radiologis -Foto tulang : mengetahui ada/tidaknya infiltrasi ke tulang -Foto thoraks : metastasis ke paru 3.-Bila ada kekambuhan lokal Kemoterapi -Untuk pre dan pasca bedah -Terdiri dari : -Adriamisin. Eksisi luas radikal (radical wide excision) -KGB + dan G3 Pemilihan strategi pembedahan tergantung pada : 1.

Faktor ekstrinsik -Merokok -Alkoholisme -Mengunyah sirih/tembakau/betel . gingiva. bila menolak re-eksisi Tumor Residif Terlebih dahulu tentukan : -Operable/inoperable -Lalu biopsi insisional untuk diagnosis pasti Terapi : -Operable : eksisi luas -Inoperable/menolak operasi : radioterapi/kemoterapi KEPALA DAN LEHER TUMOR GANAS RONGGA MULUT PENDAHULUAN ◦ Untuk daerah yang berbeda mempunyai insiden yang berbeda ◦ Usia 40-70 tahun (55-65). Lokasi tumor 3. dasar mulut. baik sebelum maupun sesudah operasi 5. India 20-30%. Hemipelvictomi 4. mukosa pipi. Indonesia pria : wanita. maka dilakukan diseksi radikal kelenjar Radioterapi/kemoterapi Diberikan bila : 1. sisi lateral . Indonesia 3. Umur penderita Prosedur : 1. Grade 4. mengunyah sirih dan tembakau. 30-40% dari keganasan kepala dan leher ◦ Asia tenggara insidennya cukup tinggi akibat kebiasaan merokok. palatum ETIOLOGI -Belum diketahui. Limb Saving Surgery Tidak dianjurkan di RS daerah karena butuh ajuvan kemoterapi.5% ◦ Karsinoma squamosa 90-97%. multifaktorial ? Faktor predisposisi (Wynder 1957. Penderita menolak pembedahan Residu tumor + (pada pemeriksaan patologi anatomis) Tindakan : Re-eksisi : Radioterapi/kemoterapi. bibir (terutama bibir bawah). Fore Quarter Amputation 3. basalioma 2-3%. Tumor in-operabel 2. Sebagai terapi ajuvan post operatif (bila PA : G III-IV) 3. Lain-lain Bila N+ dan masih operable. dan lain-lain 1% (adenokarsinoma/adenoid cystic carcinoma/undifferentia-ted carcinoma/ limfoma) Predileksi : lidah (terutama 2/3 bagian depan. Vogler 1962) : 1. Amputasi 2.2. Barat pria > ◦ Sekitar 2-5% dari seluruh keganasan.

hipofaring Pangkal lidah. lambung Paru. orofaring. tiroid. hipofaring. 1/3 belakang 63% Hematogen -Jarang terjadi. dll 2. Faktor intrinsik -Genetik -Imunosupresi -Kekurangan gizi -Lues -Leukoplakia/eritroplakia.pterigoideus sehingga sukar bicara Limfogen -Stasiun pertama : KGB submandibularis dan subdigastrikus -Saat pertama didiagnosis (Zagar) sudah 35-40% metastasis ke KGB jugulodigastrik dan submandibula -Keganasan lidah 1/3 depan : kemungkinan ke KGB 29%. dll PENYEBARAN Perkontinuitatum -Karsinoma lidah : infiltrasi otot lidah sampai basis dan dasar mulut (bentuk eksofitik prognosisnya lebih baik) -Karsinoma dasar mulut : infiltrasi sekitar sampai tulang mandibule -Karsinoma mukosa pipi : infiltrasi m. laring. sekitar 14% -Mandelson (1977) : 4% meninggal akibat metastasis jauh KGB Ragang atau keganasan Submental Submandibuler Servikal atas Servikal tengah Servikal bawah Retroclavikuler Oksipital Segitiga posterior Bibir bawah.-Iritasi sinar matahari/kronik lain -Kebersihan mulut. hipofaring. rongga mulut. saluran cerna atas Kulit tengkorak Nasofaring. lidah 1/3 tengah 30%. tiroid Hipofaring. kulit Bibir bawah. tiroid SISTEM TNM T T1 T2 . kulit wajah Rongga mulut. rongga mulut. esofagus. paru.

erosi mukosa kronis yang tidak sembuh -Indurasi tumor akibat infiltrasi ke sekitar dan lebih dalam yang dirasakan sebagai pembengkakan -Ulkus atau kelainan lain dalam mulut disertai pembesaran KGB leher -Lesi di mulut dan sukar buka mulut -Ada gambaran lekoplakia/eritroplakia dengan faktor resiko Gejala -Nyeri : akibat infiltrasi (saraf) dan ulserasi -Foetor ex ore : mulut bau akibat jaringan nekrosis . T1-3 N1 Mo T4 No-1 Mo. ekstensi ke tulang. kontralateral/ bilateral mobil Terfiksir Metastasis jauh Tidak ada Ada metastasis STADIUM KLINIS Std TNM Harapan hidup 5 thn Std I Std II Std III Std IV T1 No Mo T2 No Mo T3 No Mo. tunggal < 3 cm.T3 T4 N N1 N2 N3 M Mo M1 Tumor primer < 2 cm 2 – 4 cm > 4 cm > 4 cm. mobil Homolateral. tunggal > 3 cm. otot dan kulit Pembesaran KGB Homolateral. Tsemua N2-3 Mo. keganasan tiroid dan sistem limfe GAMBARAN KLINIS Curiga bila ditemukan kondisi berikut -Ulkus. TsemuaNsemuaM1 75-95% 50-75% 25-50% <25% Tidak berlaku untuk karsinoma squamosa dari kulit dan melanoma.

Histopatologis -Biopsi : diagnosis pasti : setiap kelainan yang tidak sembuh selama 2 minggu usahakan biopsi -FNA : ketepatan diagnosis sekitar 86% 4. Pemeriksaan Fisis -Tentukan letak. CT. MRI -Bone scanning. warna. Tipe Eksofitik -Benjolan meninggi. Tipe ulseratif -Ulkus. tepi meninggi 2. Faktor tumor -Tipe histologi. grading. Mengembalikan fungsi fisiologis 3. tomogram paru -Lain-lain TERAPI Tujuan pengobatan 1. Menghilangkan penyakit 2. mobilitas 3. dasar dan sekitarnya padat. Faktor penderita -Keadaan umum -Penyakit yang menyertai -Keadaan psikis dan sosial 3. Faktor sarana dan prasarana dan keahlian tenaga medis . deviasi lidah -Disfoni : sulit berbicara -Suara serak -Benjolan di leher Gambaran lesi 1. ditutupi keratin DIAGNOSIS 1. deviasinya -Ukuran. Anamnesis 2. Tipe fissura -Berupa celah yang dalam. Pemeriksaan penunjang -Pemeriksaan dengan Toluidin blue 1% -Foto polos. diferensiasi sel -Lokasi tumor -Stadium klinis dan karesteristik pertumbuhan 2. mukosa normal dengan abses kecil 4. Tipe Infiltratif (benjolan) -Berlobus. USG. permukaan tumor -Gerakan lidah. subtipe. sekitar padat 3. liver scanning.-Hipersalivasi : akibat rasa nyeri -Disfagi -Ankiloglosia : lidah kaku tidak bisa dijulurkan. Mempertahankan fungsi kosmetik seoptimal mungkin Faktor yang mempengaruhi 1.

trapezius. methotrexate. sehingga dapat dioperasi. Membuat flap pipi (atas dan bawah) 3. dasar lidah. eksisi luas + MRND -Eksisi luas dilakukan 2-4 cm dari batas tumor (hasil frozen section) -Diseksi leher bila KGB positif (mikro) dan mobil -Pada lesi yang berdekatan dengan mandibula (Loree dan Strong) menganjurkan : mandibulektomi marginal Tehnik pembedahan dipengaruhi oleh -Lokasi tumor dalam mulut : di depan atau belakang -Ukuran tumor (T) -Keadaan KGB Macam pendekatan 1. trigonum retromolar -Post operatif pasang wire atau miniplate 4. oncovin. methotrexate Kombinasi -Radiasi preoperatif : cegah rekurensi dan mengecilkan tumor primer. bleomycin. bleomycin. Peroral -Untuk lesi kecil di bagian depan mulut 2. eksisi luas + RND. oncovin -cys-platinum. tetapi batas tumor jadi kabur -Radiasi postoperatif : basmi sel tumor sisa di tempat operasi dan mengontrol metastasis di KGB PROGNOSIS Prognosis ditentukan oleh : . Visor flap -Insisi mandibula dari kanan ke kiri melalui seluruh ketebalan hingga bibir dan pipi dapat dilepaskan dari mandibula dan mencapai rongga mulut Rekonstruksi post operatif -Penutupan primer : untuk lesi kecil -Dengan split thickness skin graft -Skin flap : deltoidepectoral flap.Pembedahan -Eksisi luas. rotation tongue flap. vinblastin -bleomycin. Mandibulotomi -Untuk dasar mulut belakang. sternocleidomastoideus -Osteomyocutaneus pectoralis major flap -Microvascular flap Radioterapi -T1 dan T2 : beri hasil yang hampir sama dengan pembedahan -Dosis 5000-6000 rad Kemoterapi -Terapi ajuvant atau paliatif untuk yang bermetastasis -Kombinasi obat : -cys-platinum. forehead flap -Myocutaneus flap : pectoral.

1. 25% tumor parotis adalah ganas -Yang paling sering adalah mucoepidermoid carcinoma . Letak tumor 2. fibroma. tidak ada gangguan saraf facialis. -Benjolan padat. Stadium tumor 3. 80% di lobus superfisial Jenis -Adenoma pleomorfic (mixed tumor) -Adenoma monomorfik -Warthin. tumbuh lambat (dapat menjadi besar sekali bila dibiarkan). tidak nyeri. putih. berkapsul. telinga terangkat ke lateral. -PA : campuran antara adenoma dengan jaringan miksomatosa -Sering residif bila eksisi tidak adekwat Terapi -Tumor lobus superfisial : parotidektomi superfisial -Di lobus profunda : parotidektomi total TUMOR GANAS -75% terletak di kelenjar parotis. 80% adalah adenoma pleomorfik (mixed tumor). batas tegas.s tumors (papillary cystadenoma lymphomatosum) -Adenoma oksifilik -Tumor mucoepidermoid -Tumor sel asinik -Lain-lain : hemangioma. Metastasis -Harapan hidup 5 tahun : 40-65% -Stadium I : 65-75% (bila dilakukan eksisi luas) Harapan hidup 5 tahun (Mendelson) KGB + KGB Gingiva Dasar mulut Lidah 55% 38% 26% 85% 75% 78% KELAINAN PADA KELENJAR LUDAH TUMOR JINAK -Lebih sering dibandingkan dengan yang ganas -Sering pada usia > 40 tahun -Terutama mengenai kelenjar parotis -Tumor kelenjar parotis mengukuti aturan 80 : 80% neoplasma parotis.neurofibroma Adenoma pleomorfik (mixed tumor) -Benjolan sekitar liang telinga. jinak.

ulseratif. AKIBAT mukus kental Klinis -Nyeri saat makan atau ingat makanan lezat -Saat serangan nyeri. tumbuh cepat. kelenjar membesar -Batu sering ditemukan di dekat muara duktus Warthin -Sering kambuh dan dapat menyebabkan sialadenitis kronik Terapi -Sialitis : keluarkan dengan jalan masase -Sialadenitis : glandulektomi (termasuk duktus stensen) Sindroma Frey -Berkeringat hebat dan kemerahan lokal (daerah parotis) setelah perangsangan kelenjar liur sewaktu menghadapi makanan -Terjadi akibat cedera n.auriculotemporalis Benjolan di kepala dan leher Trauma : aneurisma : fistel arterio-venosa . pembesaran KGB regional. fibrosarcoma. dengan pengangkatan atau tidak nervus facialis Komplikasi Operasi 1. Paralise saraf facialis Radioterapi -Tumor inoperabel atau post operatif Kemoterapi -Tidak memuaskan LITHIASIS -Hampir seluruhnya di kelenjar submandibuler.neurofibrosarcoma. paralise facialis. batas tidak tegas. tanda metastasis ke paru Jenis -Mucoepidermoid carcinoma -Adenoid cystic carcinoma (Cylindroma) -Miscellaneous adenocarcinoma -Undifferentiated carcinoma -Malignant mixed tumor -Lain-lain : angiosarcoma. lymphoma Terapi Operasi -Lokal : parotidektomi totalis dengan pengangkatan atau preservasi saraf facialis -Lokoregional : parotidektomi totalis. RND. Sindroma Frey 4.Tanda Keganasan: -Tumor keras. infeksi 2. Perdarahan. Fistel liur 3.

ganas) Kista bawaan : kista tiroglosus : kista bronkiogen : hygroma kistik : kista dermoid Kelenjar limfe : radang (akut. di daerah insicivus sampai premolar -Kista unilokuler -Tempat asal kelainan belum mengalami erupsi menghadap ke kista -Terapi : ekskokleasi kista dan ekstraksi gigi Kista Radikuler -Berasal dari gigi karies akibat rangsangan kronik terbentuk granuloma di tulang rahang sekitar akar gigi. granulomatosa. gigantoseluler -Terapi : eksisi dan ekstraksi 2 gigi yang berdampingan Ameloblastoma -Nama lain : adamantinoma -Tumor asal sel ameloblast -Tumbuh sangat lambat dan dapat jadi besar sekali -Pada anak muda dan dewasa -Sering pada daerah premolar atau molar rahang bawah -Dinding kista tipis : fenomena pingpon atau telur penyu (palpasi) . kronik) : kelainan autoimun Tiroid : radang : kelainan autoimun : neoplasma (jinak. kronik. telangiektasi. lalu terjadi nekrosis sentral. sekunder) Kelenjar ludah : radang : batu : neoplasma (jinak. sehingga terbentuk kista infeksi unilokuler -Kista selalu menghadap ke akar gigi -Sering ditemukan pada gigi premolar dan molar -Terapi : ekstraksi kista dan gigi yang karies Epulis -Tumor jinak gusi yang berasal dari periosteum di sekitar gigi -Jaringan asal (multipoten) maka dapat bersifat fibromatosa. spesifik.Kulit : kista aterom : neoplasma (jinak. ganas) KELAINAN PADA RAHANG TUMOR JINAK Kista Folikuler -Nama Lain : kista dentogen -Berasal dari folikel gigi -Pada anak dan dewasa. sistemik) : neoplasma (primer.

tidak ada beban berat tubuh.-Diagnosis dengan foto Ro -Terapi : reseksi TUMOR GANAS Limfoma Burkitt -Limfoma maligna pada anak terutama di Afrika. ovarium. usia 4-8 tahun -Penyebab berhubungan dengan Epstein-Barr virus -Klinis : benjolan multiple di rahang. retroperitoneal. tersebar di jaringan limfoid yang nampak uniform gelap sehingga gambaran histologik mirip bintang di langit yang cerah -Terapi : sitostatika Osteogenic Sarcoma -Sering pada dewasa -Cepat membesar. gigi terdorong hingga terlepas. kurangnya gerakan -Terapi : reseksi radikal rahang Tumor tiroid 15% : tiroid 85% Tumor non tiroid 15% : radang/bawaan 85% Neoplasia 15% : benigna 85% Maligna 15% : primer 85% Metastasis 15% : retroklavikuler 85% Leher (kranial klavikula) KARSINOMA NASOFARING . kelenjar ludah -Patologi : sel histiosit besar dan terang. dapat di orbita. perdarahan -Prognosis lebih baik dari pada di ekstrimitas akibat kaya vaskularisasi dan sistem limfe. nyeri. tulang.

Amerika -Terutama usia 40-60 tahun. Nonkeratinizing squamous cell carcinoma (NKC) 3. rokok KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI Micheau (1978) 1. melanoma ETIOLOGI Multifaktorial ? 1. Keratinizing squamous carcinoma (KSC) 2. Nonkeratinizing squamous cell carcinoma a) tanpa infiltrasi limfosit b) ada infiltrasi limfosit 3. Squamous cell carcinoma (SCC) -Lebih sedikit. Kanada -Insiden rendah : Cina bagian utara. limfoma. Imigran China -Insiden sedang : Asia tenggara. tidak berhubungan dengan EBV -Resisten terhadap radiasi. Virus Epstein Barr -Pada serum penderita ditemukan virus capsid antigen (VCA) 3. Undifferentiated carcinoma nasopharyngeal (UCNT) -Lebih banyak. Jepang.PENDAHULUAN -Insiden tinggi : Cina selatan. sisanya: adenokarsinoma. Faktor eksogen -Kebiasaan makan : nitrosamin (ikan asin) -Asap : polusi. sarkoma. titer IgA-VCA bermakna -Sensitif terhadap radiasi. Squamous cell carcinoma 2. laki : wanita (3:1) -Sebagian besar (90%) adalah karsinoma. usia lebih muda. Undifferentiated carcinoma a) tanpa infiltrasi limfosit b) ada infiltrasi limfosit SISTEM TNM T1 T2 T3 3A 3B 3C 3D . Eropa. Hongkong. Faktor genetik -Ras sebagai predisposisi 2. neuroblastoma. prognosis kurang memuaskan 2. usia tua. Undifferentiated carcinoma (UC) Kruger-Wustrow (WHO) 1. prognosis lebih memuaskan Shanmugartnam-Sobin (WHO-1978) 1. Eskimo.

N1 N2 N3 M1 Tumor terbatas di nasofaring (di belakang koana/ septum nasi, di atas palatum mole bagian posterior) Tumor meluas ke fosa nasalis, orofaring, otot atau saraf di bawah tulang basis cranii Tumor meluas pada organ melewati T2 Melibatkan tulang di bawah basis cranii (sinus sphenoidalis) Melibatkan tulang basis cranii Melibatkan saraf kranial Orbita, laringofaring, fossa infraorbitalis Pembesaran KGB di leher bagian proksimal Pembesaran KGB antara crease dan fossa klavikularis Pembesaran KGB di bagian atas klavikula Ada metastasis KGB di bawah klavikula, kulit dan organ STADIUM (Ho 1970) Stadium Interpretasi Harapan hidup 5 tahun I II III IV V T1 No Mo T2 No-1 Mo T3 No-2 Mo T1-3 N3 Mo T semua N semua M1 85% 75% 45% 10% GAMBARAN KLINIS Bentuk 1. Bentuk Ulkus -Terutama dinding posterior nasofaring/fossa Rossenmuller -Tumbuh infiltratif, meluas ke jaringan sekitar, dapat melibatkan nervus II, III, IV, V, VI 2. Bentuk Nodul -Terutama di tuba eustachi -Meluas ke fossa cerebri media, basis cranii, ke orbita, sinus maksilaris 3. Bentuk Eksofitik -Di bagian atap, mengisi cavum nasofaring, mendorong palatum mole, cavum nasi (penyumbatan hidung), mudah nekrosis (epistaksis) Gejala 1. Cavum nasi -Epistaksis, hidung tersumbat, pilek sudah lama (ingus

kuning, bernanah, kadang berbau), rinolalia 2. Pendengaran -Telinga terasa penuh, tersumbat, tinitus, tuli konduktif 3. Neurologik -Sakit kepala, hipoastesi kulit di pipi, diplopia, oftalmoplegi, eksoftalmus, ptosis, gangguan penglihatan 4. Kelenjar getah bening leher -Limfadenopati -Sindroma Horner : miosis, enoftalmus, ptosis -60-90% penderita datang ke dokter dengan keluhan pembesaran KGB DIAGNOSIS 1. Anamnesis Simptom : Formula Digby Simptom Nilai Massa nasofaring Gejala khas di hidung Gejala khas pendengaran Sakit kepala unilateral/bilateral Gangguan neurologik saraf kranial Eksoftalmus Limfadenopati di leher 25 15 15 5 5 5 25 Nilai 50 : diagnosis dapat ditegakkan 2. Pemeriksaan a) Rhinoskopi posterior : pemeriksaan tidak langsung b) Nasofaringoskopi : secara langsung Cara : transnasal, transoral c) Fibernasofaringoskopi 3. Radiologi -Foto polos nasofaring dan CT scan 4. Histopatologi -Sitologi : cotton swab dan sitologi eksfoliatif -Sitologi FNA : pada KGB (tidak dilakukan biopsi sebab bahaya penyebaran) -Biopsi : pada nasofaring (mutlak dilakukan) TERAPI Radioterapi Eksternal (Telepati) -Digunakan Co 60 -UCNT : 4000-5000 rad -SCC : 6000-7000 rad

Internal (Brakiterapi) Kemoterapi Tunggal -Methotrexat 40mg/m2, mitomycin C 0,2 mg/BB -Cyclophosphamide 800 mg/m2, bleomycin 15 mg/mm2 -5 FU 600 mg/m2, cisplatinum Diberikan 2 kali seminggu pada seri permulaan radioterapi Kombinasi 1. COF-COM -hari 1 (Cyclo 500mg/iv, Onco 1mg/iv, 5FU 750mg/iv) -hari 8 (Cyclo 500mg/ic, Onco mg/iv, Metho 50mg/iv) pemberian diulang setiap 4 minggu 2. BMC -hari 1 (Bleo 10mg/iv, Metho 20 mg/iv) diulang tiap 2 minggu -hari 2 (Cis platinum 80mg/iv) diulang tiap 10 minggu 3. COMA -hari 1 (Cyclo 500, Onco 1,4mg, Metho 40mg, Adria 40mg/mm2/iv), pemberian diulang tiap 3 minggu PEMERIKSAAN THYROID Anamnesis 1. Kecepatan pembesaran benjolan struma, berapa kali membesarnya dalam jangka waktu tertentu -Kista : cepat membesar -Nodul jinak : perlahan -Nodul ganas : agak cepat -Nodul anaplastik : sangat cepat 2. Faktor etiologi -Pernah radioterapi sebelumnya (15 tahun kemudian dapat terjadi keganasan) -Anggota keluarga, tetangga, penduduk sekampung (gondok endemis) -Obat yang dikonsumsi dalam jangka lama 3. Ada gangguan mekanik di leher -Gangguan menelan : desakan pada esofagus -Sesak : desakan atau infiltrasi ke trakhea 4. Pembesaran kelenjar limfe leher (mungkin metastasis) 5. Penonjolan/kelainan tengkorak (metastasis ke tulang) 6. Sesak, batuk dengan dahak berdarah (metastasis ke paru : jenis folikuler) 7. Lelah, penurunan berat badan Pemeriksaan Fisis -Nodul soliter : 15-20% ganas -Multiple : 5% ganas -Benjolan keras : 50% karsinoma, 10% adenoma -Kadang yang soliter maligna menjadi multiple nodul -Pembesaran difus : biasanya Graves dis -Periksa kelenjar limfe dan organ -Organ tempat metastasis : paru, tulang (pelvis, vertebra,

tunggal/multiple -Penuntun biopsi Pemeriksaan sidik tiroid -Digunakan I123 atau Te99m -Cold nodule : 10-15% adalah ganas -Warm nodule -Hot nodule Biopsi -Frozen section atau blok palafin Sitologis -FNA -Hasil interpretasi : a). posisi leher ekstensi 3. Thoraks foto PA 2. Jelas jinak c). Suspek ganas d). Foto tulang Ultrasonografi -Tentukan padat/ kistik. Hiperplasia/metabolik -Struma koloid. tiroid Radiologis 1. Foto polos leher (AP dan lateral) : metode soft tissue technique. humerus — bagian spongiosa dan kaya vaskularisasi). Human thyroglobulin (tumor marker) : untuk yg berdiferensiasi baik 3. Spesimen tidak memuaskan untuk interpretasi b). Neoplasia -Adenoma. Radang/autoimun -Penyakit Graves. hati. Jelas ganas DIAGNOSIS KLINIS Diagnosis yang didapat berupa : • Kelainan non neoplasma • Neoplasma jinak • Neoplasma ganas : apakah operable atau non operable Kelainan thyroid 1. karsinoma TUMOR GANAS THYROID PENDAHULUAN . Gangguan perkembangan -Kista duktus tiroglosus. tengkorak. CEA : meningkat pada karsinoma kolon. hashimoto 3. ginjal dan otak Pemeriksaan Penunjang Laboratorium 1. struma endemik 4. Darah rutin 2. ovarium.sternum. Esofagogram 4. Kalsitonin : karsinoma meduler 4. tiroid lingual 2.

oksifil (Hurtle cell) -Diferensiasi buruk : small cell. atypik Ganas -Diferensiasi baik : papiler. folikuler. jarang metastasis hematogen -Prognosis paling baik. campuran. plasmasitoma.-Jarang ditemukan. histologis papiler Klinis -Benjolan. mungkin ditemukan kebetulan -Kadang pembesaran KGB leher bagian lateral -Bila besar timbul gejala penekanan -Sidik radioaktif : cold nodul . epidermoid. dapat mencapai ketahanan hidup 20 tahun -Prognosis baik : usia muda.000/thn. oksifil (Hurtle cell). sebagian kecil dari masenkim Sering digunakan Jinak -Adenoma : folikuler. sarkoma Kriteria suatu nodul berupa neoplasma : -Berkapsul lengkap -Ada perbedaan jelas antara yg di dalam dengan di luar -Gambaran histopatologis yg uniform di dalam kapsul -Penekanan pada jaringan tiroid di sekitarnya A. usia < 40 tahun -Petumbuhan dan penyebaran lambat. wanita. Adenokarsinoma papiler -Paling sering.000/thn -25% terjadi pada struma nodosa Faktor resiko : -Pria lebih tinggi -Usia muda -Radiasi masa muda -Defisiensi jodium ETIOLOGI 1. giant cell -Karsinoma meduler -Tumor ganas lain : ca. wanita 8/100. ikut saat menelan. Genetik KLASIFIKASI HISTOPATOLOGIS Sebagian besar keganasan berasal dari jaringan glandular epithelial (adenokarsinoma). limfoma . 3-5% dari semua malignitas -Insiden tinggi di daerah struma endemik -Terutama pada 7-20 tahun dan 40-60 tahun -Pria : 3/100. Radiasi daerah leher pada saat anak-anak 3. Sekresi TSH meningkat 2. 50-60% dari keganasan tiroid.

hiperparatiroid Sindroma MEN IIb -Adenokarsinoma meduler. Adenokarsinoma Folikuler -Sekitar 25%. serak (sudah metastasis ke n. batas tegas -Sering dengan gejala gangguan endokrin Sindroma Sipple / MEN IIa -Adenokarsinoma meduler. feokromasitoma. meninggal setelah 1 tahun Klinis -Struma lama tiba-tiba membesar cepat -Sering disertai nyeri dan nyeri alih ke daerah telinga -Suara parau. terutama wanita -Sering unilateral -Kadang ditemukan tumor soliter di tulang (metastasis). Adenokarsinoma meduler -Sekitar 5-10%. neuroma submukosa Terapi -Tiroidektomi total D. usia > 40 tahun. sementara tumor primer belum ditemukan Terapi -Tiroidektomi total atau Y131 (tumor sisa) -Radiasi ekstern untuk metastasisnya C. feokromasitoma. usia lanjut.Terapi -Tiroidektomi total B.rekuren) Terapi -Radiasi ekstern SISTEM TNM T To T1 T2 T3 T4 N No N1 1a 1b . wanita lebih banyak -Sering lanjutan dari struma nodosa yang lama -Sangat ganas. Adenokarsinoma anaplastik -Sekitar 20%. prognosis buruk. terutama usia > 40 tahun -Berasal dari sel C (parafolikuler) yang memproduksi tirokalsitonin Klinis -Tumor keras.

Distant metastases Menurut Schulz IA : Tidak teraba tumor dan KGB IB : Tumor dan KGB < 5 cm II : Tumor dan KGB > 5 cm III : Infiltrasi langsung ke jaringan sekitar. Local invasion IV. A. Unilateral KGB B. Bilateral / mediastinum III. A.T1 No Mo T2-3 No Mo T4 No Mo TSemua N1 Mo T Semua N Semua M1 Tipe meduler .M Mo M1 Tumor primer Tidak terbukti ada tumor < 1 cm 1– 4 cm > 4 cm Tumor menembus simpai (sekalipun kecil) Melibatkan kelenjar getah bening Tidak ditemukan Pembesaran dapat dipalpasi Ipsilateral Kontralateral. metastasis jauh (-) IV : Tumor dengan metastasis jauh Menurut AJCC/UICC Tipe papiler / folikuler Usia < 45 thn Usia > 45 thn Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV TSemuaN SemuaMo TSemuaNSemuaM1 . bilateral. garis tengah atau mediastinum Metastasis jauh Tidak ada Ada metastasis STADIUM I. Bilateral/multifokal II. Unilateral B.

Adenoma paratiroid 6. Adenoma tiroid 2. Pemeriksaan fisis 3. melekat ke jaringan sekitar 4. benjolan di kepala Tipe 4 -Penderita dengan gejala hipertiroidsme -Ada fokus kecil ca tiroid dalam spesimen penyakit graves DIAGNOSIS 1. keras. Pemeriksaan penunjang DIAGNOSIS BANDING 1. disfagi.pundak. keras. diferensiasi sel sedang. disfagi.Stadium I : T1 No Mo Stadium II : T2-4 No Mo Stadium III : T Semua N1 Mo Stadium IV : T Semua N Semua M1 Tipe Anaplastik Stadium IV : T Semua N Semua M Semua GRADE Grade I : kapsul jelas. Struma lymphomatosa (Hashimoto) 5. Karsinoma paratiroid 7. unilateral. Limfoma maligna 8. lengan Tipe 2 -Pada ca diferensiasi baik -Benjolan tunggal yang telah lama (bulanan). nyeri. sesak. Tiroiditis Reidel -Terutama wanita. pleomorfik dan mitosis lebih banyak Grade III : pertumbuhan ekstensif. sesak. nyeri 3. kadang nyeri Tipe 3 -Gejala yang menonjol adalah metastasis -KGB leher membesar. Pleomorfik dengan sel multinukleoli. mitosis hebat GAMBARAN KLINIS Tipe 1 -Gambaran klasik pada ca anaplastik/sarkoma -Pertumbuhan cepat benjolan. diferensiasi rendah. suara parau -Kadang disertai nyeri menjalar ke retroaurikuler. infiltrasi luas. pembesaran simetris.kepala. batas jelas. tidak nyeri -Kadang disertai nyeri tulang punggung/paha. Anamnesis 2. invasi ke sekitar minimal Grade II : infiltrasi dalam kelenjar tiroid. Metastasis tumor . umur < 20 tahun. Tiroiditis subakut -Setelah infeksi saluran pernapasan. Teratoma 9.

size . extension.TERAPI Pembedahan paling efektif kecuali karsinoma anaplastik (radioterapi) Hemitiroidektomi (lobektomi total). metastases. ekstratiroid -Pada kelompok resiko rendah (wanita <50thn. grading. bila : -Tumor < 2 cm -Tidak ada invasi kapsul. size AGES : age. pria <40thn) -Tidak ada riwayat radioterapi kepala dan leher Tiroidektomi total -Bila ke dua lobus terkena -Sudah ada metastasis (beri ajuvant jodium radioaktif pasca bedah) Tiroidektomi hampir total -Menyisakan sedikit jaringan tiroid normal pada sisi kontralateral dari tumor : lobektomi total ipsilateral dan lobektomi subtotal kontralateral -Untuk semua karsinoma diferensiasi baik Diseksi KGB -Bila kelenjar positif -Dapat dilakukan bersamaan atau setelah tiroidektomi -Berupa diseksi radikal atau modifikasi Tiroidektomi total Sidik tiroid I 123 (3 minggu pasca tiroidektomi total) sebelum pemberian substitusi hormon tiroid Bila positif Radiasi Interna 50 mCu I131 Substitusi hormon tiroid (2 hari setelah sidik) Sidik tiroid ulang 3 bulan kemudian setelah menyetop hormon tiroid selama 3 minggu Bila masih positif Radiasi interna 100 mCu I131 Substitusi hormon tiroid (2 hari setelah sidik) Bila sudah negatif (periksa tiroglobulin tiap 6 bulan) PROGNOSIS Prognosis tergantung pada : -Gambaran histopatologi. extension. kecepatan diagnosis & terapi -Usia penderita AMES : age. stadium.

resiko bila ganas. < 40 tahun (laki) -Belum ada metastasis -Belum ada extensi intratiroidal/angioinvasi yang banyak -Grade I -Ukuran tumor tidak lebih 5 cm Ketahanan hidup 5 tahun : -Karsinoma Papiler : 80-90% -Karsinoma folikuler : 50-70 tahun -Karsinoma meduler: 30-40 tahun -Anaplastik : < 5% PROTOKOL PENANGANAN TUMOR/KARSINOMA TIROID ISTILAH Tiroidektomi Mengangkat kelenjar tiroid. maka lobektomi sudah cukup • Bila ganas. maka ini lebih baik • Bila hasilnya jinak. maka : -Operable : tiroidektomi totalis atau near total thyroidectomy -Inoperable : operasi debulking .Prognosis baik bila: -Usia < 50 tahun (wanita). dapat unilateral (dekstra/ sinistra) atau bilateral Tiroidektomi subtotal Mengangkat sebagian besar tiroid lobus kanan dan kiri serta menyisakan jaringan tiroid sekitar 3 gram Tiroidektomi totalis Semua kelenjar tiroid diangkat Lobektomi Mengangkat satu lobus saja : -lobektomi totalis dekstra atau sinistra -lobektomi subtotalis dekstra atau sinistra Isthmolobektomi/Hemitiroidektomi Mengangkat juga isthmus Near total thyroidectomy Isthmolobektomi dekstra dan lobektomi subtotal sinistra atau sebaliknya Enuklease : Pengangkatan nodul saja (tidak dibenarkan) Strumektomi : Seolah benjolan saja yang diangkat (tidak dipakai lagi) TERAPI Pembedahan • Bila operable Menurut Kaplan : lobektomi sisi patologik/lobektomi subtotal --. maka kemungkinan ada sel kanker yg tertinggal • Enukleasi nodulnya saja adalah berbahaya • Bila ada fasilitas frozen section.

suara parau/disfagi/serak. benjolan tunggal tiroid : Pernah mendpt radioterapi daerah kepala-leher waktu kecil Klinis ganas : -Pertumbuhan cepat. Lokal . kelenjar yang positif dilakukan neck dissection FOLLOW UP Follow up dilakukan secara rutin : Tahun I : tiap 3 bulan Tahun II : tiap 4 bulan Tahun III : tiap 6 bulan Tahun IV : tiap 1 tahun Yang diperiksa : 1. maka semua dikerjakan lobektomi dan biopsi kelenjar. pulsasi karotis di belakang tumor Bila ada fasilitas potong beku. infiltrasi kulit/jaringan sekitar -Ada pembesaran kelenjar leher atau metastasis jauh. atau > 50 th. maka dilakukan substitusi Kemoterapi -Belum ada yang memuaskan -Bleomycin Catatan: SB = Sediaan Beku Keterangan Resiko: Usia < 20 th. laik-laki.• Kelenjar positif : radical neck disection Radioterapi Bila inoperable atau pasien menolak lagi dioperasi untuk lobus kontralateral Radiasi interna : I 131 -Untuk yg diferensiasi baik (folikuler) -Syarat : tiroid normal diablasi lebih dahulu dengan operasi atau dengan dosis tinggi I 131 . selanjutnya baru dilakukan radiasi interna -Sebagai ajuvant atau yg telah bermetastasis Radiasi eksterna -Untuk yg inoperable atau anaplastik -Dapat juga sebagai faliatif untuk yg telah bermetastasis -Dosis 4000 rad Kombinasi bedah dengan radioterapi -Dilakukan bila ada sisa tumor Terapi hormonal/substitusi -Hormon tiroid : menekan TSH (untuk jenis papiler dan folikuler : hormonal dependent) -Bila dilakukan tiroidektomi. konsistensi keras. nyeri tulng. setelah ada hasil nodul positif dilakukan tiroidektomi totalis.

Metastasis jauh (tulang. Radiologis : thoraks. Lab : fungsi tiroid. Regional (kelenjar limfe leher) 3. USG 5. Klinis 2. paru. tulang 4. hepar) Pemeriksaan : 1. alkali fosfatase 3. PA Karsinoma papiler/folikuler 3 bulan post operative Terapi hormonal di stop 4 minggu Periksa hTG (human tiroglobulin) : bila > 6 ng/ml Post tiroidektomi total Near total thyroidectomy Total body scan I 131 Tiroidektomi total Ablasi radiasi Metastase + Metastase – Resektabel Nonresektabel Hormonal Operasi Radiasi/hormonal Karsinoma Meduler 3 bulan post operative Bila kalsitonin > 10 ng/ml CEA > 100 mg/ml Post tiroidektomi total Near total thyroidectomy Terapi hormonal stop 4 minggu Tiroidektomi total Ablasi radiasi Total body scan I 131 Metastasis + Metastasis – Resektabel Non resektabel Hormonal Operasi Radiasi Hormonal . CT scan 6. tumor marker. fungsi hepar.2.

0 g/dLT3 : 115 – 190 m RAIU : < 22% (bervariasi) U (bervariasi)TSH : 0-6 gg T4/100 mL 1. kelemahan otot Mata Eksoftalmus akibat proptosis. insomnia. pulsus celer. edem pretibial Nilai Normal Test Diagnostik Thyroid g/dLT4 : 4. strabismus Kulit Miksedem. tremor. emosi labil. takikardi. retraksi kelopak mata. oftalmoplegi. nafsu makan meningkat.9 – 12.8 TBG : 12-20 TGHA : titer <1/20 MCHA : titer <1/20 LATS : negative TSI : negative GRAVES’ DISEASE -Nama lain : penyakit Basedow -Biasanya ditemukan struma diffusa Etiologi -Tidak diketahui (autoimun) ? -Ada peranan Ab terhadap reseptor TSH yang menyebabkan peningkatan produksi tiroid Klinis -Manifestasi hipertiroid Terapi -Antitiroid : PTU atau karbimazol -Ablasio dengan Iodium radioaktif -Tiroidektomi subtotal bilateral STRUMA NODOSA -Terutama wanita usia lanjut .KELAINAN LAIN PADA THYROID Etiologi Hypertiroidisme -Graves’ disease -Goiter multinoduler toksik -Adenoma toksik -de Quervain’s thyroiditis -Silent thyroiditis -Postpartum hyperthyroidism -Thyrotoxicosis fastitia -Struma ovarii -Thyroid carcinoma -Jodbasedow syndrome -Iatrogenic hyperthyroidism -Disseminated thyroid autonomy -Hydatiform mole and choricarcinoma Tanda Hipertiroid Metabolik Tidak tahan suhu tinggi. diare.BBmenurun. menoragi Kardiovaskuler Palpitasi. fibrilasi atrium Neuropsikiatrik Hiperkinesia.

karsinoma tiroid Nodul Ganas Nodul Jinak Usia Kelamin Benjolan Lamanya Terapi supresi D/ Radioaktif USG Lain-lain < 40 tahun laki-laki tunggal baru mungkin berpengaruh dingin/fungsi – padat pernah radiasi leher >40 tahun perempuan multiple lama kemungkinan regresi fungsi – atau + mungkin kista TIROIDITIS AKUT Etiologi -Stafilokokus aureus (biasanya) TIROIDITIS SUBAKUT -Setelah infeksi saluran pernapasan Etiologi -Virus Klinis -Pembesaran simetris. adenoma tiroid.-Terjadi hiperplasia kelenjar sampai terjadi involusi Klinis -Kadang keluhan tidak ada sebab eutiroid -Pertumbuhan perlahan. esofagus -Diagnosa banding timoma.paru Diagnosa banding -Benjolan tunggal : nodul koloid.rekurens/trakea/esofagus -Nodul tiroid yang ke mediastinum superior : struma retrosternal -Tidak turut naik pada saat gerakan menelan -Tanda penekanan trakea. tanda penyusupan di kulit/n. tetapi umumnya multinodul -Bila degenerasi dapat menyebabkan pembentukan kista. ca. tumor dermoid. perdarahan lokal. lalu menjadi besar : leher terasa berat -Nodul tunggal. nyeri . adenoma -Struma nodosa 5% jadi ganas : perubahan bentuk. limfoma. kista.

nyeri. asimetri. tetapi sering kambuh STRUMA LIMFOMATOSA (HASHIMOTO) -Terutama wanita. benjolan sedang. esofagus. umur < 20 tahun Klinis -Keras. melekat ke jaringan sekitar : disfagi . sesak Tiroiditis de Quervain -Jarang ditemukan Etiologi -Inflamasi akut akibat infiltrasi netrofil lalu limfosit dan histiosit di seluruh kelenjar tiroid Klinis -Pembesaran tiroid ringan/sedang. saraf di leher -Kolaps trakea akibat malakia trakea -Seluruh kelenjar paratiroid terangkat -Terpotongnya duktus torakikus Pasca bedah -Perdarahan di leher. sedikit nyeri Indikasi Bedah Struma nontoksik Kosmetik (tiroidektomi subtotal) Eksisi nodul tunggal (mungkin ganas) Struma multinoduler yang berat Struma yang menyebabkan kompresi laring/struktur leher lain Struma retrosternal yang menyebabkan kompresi Indikasi Bedah Hipertiroid Untuk mencapai hasil definitif yang cepat Keberatan dengan pemberian antitiroid Terapi dengan antitiroid tidak memuaskan Struma multinoduler dengan hipertiroid Nodul toksik soliter Komplikasi Bedah Tiroid Saat Operasi -Perdarahan -Cedera n. mediastinum -Edem laring. dapat atrofi dengan pembentukan fibrosis Klinis -Kadang tidak ada benjolan. krisis titoksikosis . sangat nyeri -Mereda setelah beberapa minggu. kolaps trakea. dewasa Etiologi -Infiltrasi limfosit pada kelenjar tiroid yang menyebabkan destruksi progresif folikel kelenjar. agak padat. unilateral.TIROIDITIS REIDEL -Terutama wanita.rekurens -Cedera trakea. bila ada.

timbul perkejuan. fistel -Bila pembesaran KGB sangat besar : bull neck .rekuren. kalor. dolor. kemungkinan ganas PENGELOLAAN PEMBESARAN KELENJAR CERVICAL PEMBESARAN KELENJAR Inguinal : sebesar 1 cm normal. dapat bergabung.-Hematom. spinal accesorius : dapat teraba 0. rubor.3 mg/hari : Ekstrak tiroid dengan dosis disesuaikan -Lama pemberian sekitar 3-6 bula -Bila ada kemajuan terapi diteruskan. bila supraclaviculer sudah patologis Submandibuler. cedera n. dan dapat timbul abses supuratif -Bila infeksi primer sembuh. hipotiroid -Nekrosis kulit. maka secara berangsur limfadenitis akan menghilang Klinis -Lesi sumber infeksi -KGB tumor. Infeksi : nonspecific dan specific -Limfadenitis akut dan kronik -Limfadenitis TBC -Infeksi mononucleosis atau toxoplasmosis 2. tidak nyeri -Spesifik (tbc) : padat/keras. multiple. kebocoran duktus torakikus Tambahan : Cara supresi kelenjar tiroid -Untuk membedakan neoplasma dengan non-neoplasma -Digunakan : T3 75-100 mg/hari : Thyronine 02 –0. Neoplasma -Primer : Limfoma.5-1 cm Rantai jugularis externa.bila tidak.laringeus superior -Hipoparatiroid/hipokalsemia. abses dingin. functio laesa Limfadenitis kronis -Pembesaran KGB dengan tanda minimal. ellips PENYEBAB 1. rata/gepeng. sehingga secara klinis dapat teraba -Peradangan ini ditentukan oleh virulensi kuman. Leukemia -Sekunder : Metastase Infeksi akut -Limfadenitis menyebabkan hiperplasia KGB. infeksi luka -Paralisis n. submental : dapat teraba 0.5 cm Kriteria normal : lunak.

perlekatannya -Periksa perlapangan anatomi misal submandibuler -Lalu ke proksimal. kemudian seluruhnya -Bagi 2 jenis :High cervical / pembesaran kelenjar leher bgn atas:Supraclaviculer/bagian bawah -Bagian atas jangan lupa periksa paru dan ginjal -Bagian bawah periksa mamma. paru. pancreas. malaise. lambung. disertai demam/tidak -Rasa sakit -Ada infeksi/luka sekitar pembesaran -Pernah menderita TBC -Pernah operasi nevus atau kutil 2.DIAGNOSIS 1. Anamnesis -Lama pembesaran. dan pencernaan lain Periksa juga tiroid. kulit leher / kepala dan rongga mulut MENEGAKKAN DIAGNOSIS KERJA -Pada anak biasanya banal -Pembesaran 0. curiga metastasis -Bila radang bentuknya oval. ukuran >1cm. terapi/observasi lebih 1 bulan -Supraclaviculer yang dicurigai -High cervical dengan etiologi tidak diketahui -Ditemukan bersamaan lesi yang dianggap primer (biopsi bersamaan / hampir bersamaan) -Curiga limfoma -Ada riwayat operasi leher. kepala terutama untuk neoplasma Cara Biopsi -Curiga radang : biopsi jarum -Proses spesifik : biopsi intoto -Limfoma.5-1 cm submandibular dan submental biasanya normal -Beberapa tempat disertai demam. nyeri tekan -Pembesaran dengan tumor jelas pada leher/kepala curigai metastase sebelum dibuktikan Saat Melakukan Biopsi -Pembesaran yang diduga akibat infeksi. bentuk. konsistensi. kelenjar keras/lama : biopsi intoto -Yang akan dioperasi lagi : pilih ditempat luka sayatan RND KEGANASAN LEHER DAN KEPALA . padat. infeksi farings biasanya oleh mononukleosis atau toxoplasmosis -Konglomerat dengan abses biasanya spesifik -Kelenjar dalam konsistensi keras pada orang tua. ginjal. Pemeriksaan fisik Pemeriksaan kelenjar -Mengenai besar.

m.sternocleidomastoideus (cegah carotid blow out). Kelenjar secara klinis positif pada keganasan leher-kepala yang tumor primer tidak terkontrol 2. Regional Neck Dissection -Mengangkat satu atau lebih grup kelenjar di leher -Misal : submentale. Invasi ke vertebra servicalis atau dasar otak . submandibulare.jugularis interna.XI -Jadi membersihkan kelenjar di trigonum anterior dan posterior -Dianjurkan untuk metastase kelenjar oleh ca.XI -Dianjurkan untuk metastasis yang terbatas di trigonum anterior 3.omohyoid. Kelenjar secara klinis negatif. Tumor primer tidak terkontrol 2. Fungsional Neck Dissection -Untuk mempertahankan fungsi leher dan kosmetiknya -Tidak diangkat : m. Ada metastasis jauh 3.tiroid dgn No dilakukan diseksi paratrakheal -Ca.trapezius (lateral). 2. upper dan midjugular -Pada ca. n. v.T4 yang sudah dioperasi dan disinar 3. v.jugularis interna dan externa. Tiroid diferensiasi baik. clavicula (caudal). Ca.tiroid diferensiasi baik -Tidak untuk metastase kelenjar oleh squamous cell ca. Ada N1 pada oral/oropharynx/hypopharynx cancer dengan T3. setelah radiasi radiasi leher 3. dengan menyertakan jaringan sekitarnya termasuk m. Kelenjar N3ndan tidak berubah setelah radiasi 4. Kelenjar terfikser (N3) jadi mobile setelah radiasi/kemoterapi Indikasi Modified Radical Neck Dissection (MRND) 1. klinis multiple metastasis leher (Oldhof) Kontraindikasi Kontra indikasi(RND) 1. tetapi secara prosentase bermakna mengandung metastasis (>25%) 2. kelenjar submandibularis dan pool bawah parotis Modified RND ada 3 macam : 1.parotis dengan No dilakukan diseksi submandibulare -Ca. Rongga mulut dengan No Indikasi Indikasi Diseksi Leher Radikal (RND) 1. yang mana operasi hanya satu-satunya terapi 4.sternocleidomastoideus.Radical Neck Dissection Operasi pengangkatan seluruh kelenjar getah bening leher secara En bloc antara mandibula (cranial). Multiple nodul pada kulit 5. Kelenjar positif. Kelenjar positif. Sparing Accessory nerve -RND dengan menyelamatkan n. carotoid triangle — meliputi grup jugulodigastric. dan garis tengah (medial) hingga tepi anterior m.

6. Kontraindikasi medis 7. Harapan hidup kurang dari 6 minggu (Oldhof) Kontra Indikasi MRND 1. Kelenjar positif dan bedah merupakan satu-satunya jenis terapi 2. Kelenjar positif, setelah mendapat radiasi leher 3. Kelenjar positif, setelah sebelumnya dilakukan MRND 4. Kelenjar positif, yang mana tumor primernya melanoma 5. Operator tidak berpengalaman Insisi Kulit Insisi kulit tergantung 1. Lokasi lesi primer 2. Pernah tidaknya mendapat radiasi sebelumnya 3. Perencanaan untuk unilateral atau bilateral RND 4. Keterampilan dan kebiasaan ahli bedah Macam Insisi : -Hayes Martin’s incision -Mac Fee incision -Barbara Incision -Z incision Kontroversi dalam RND A. Beberapa pendapat dalam menangani No : 1. Observasi saja sampai timbul N1 2. Biopsi eksplorasi dan pembuktian histopatologis 3. Radiasi Dengan berbagai alasan : 1. Kelenjar berfungsi sebagai barier 2. Kesalahan penilaian No secara klinis 10-50%, di samping incidence occult metastase keganasan rongga mulut cukup tinggi 3. Kemungkinan kelenjar mengandung metastasis tergantung lokasi, stadium, dan histologis tumor primer 4. Melanoma dengan No, ketebalan infiltrasi (BRESLOW) - <0,7 mm kemungkinan KGB positif : 20% - 0,7-3,39 mm kemungkinan KGB positif : 20-60% - >4 mm kemungkinan positif, metastasis jauh : 60% B. Mengenai m.platysma 1. Platysma diangkat, dengan alasan radikalisme 2. Meninggalkan platysma bersama flap kulit akan menjamin vitalitas dan gerakan kulit leher dan perlindungan a.carotis lebih tebal Beahr dan Shah : platysma dipertahankan kecuali metastasis sudah menembus kapsul atau N2 Oldhof : platysma dipertahankan untuk ca.tiroid diferensiasi baik Komplikasi Waktu Operasi 1. Perdarahan -Akibat cedera pembuluh darah, hemostasis tidak sempurna 2. Emboli darah : akibat perlukaan vena 3. Cedera ductus thoracicus -Menyebabkan fistel khilous, luka sukar sembuh 4. Cedera saraf -N.frenicus : kelumpuhan diafragma -N.rekuren : kelumpuhan pita suara

-N.fasialis cab. mandibule : kelumpuhan otot sekitar mulut -N.spinalis accessorius : drop shoulder 5. Perangsangan carotid body -Terjadi penurunan tekanan darah secara mendadak -Pencegahan : teteskan procain 1% pada carotid body sebelum diseksi Segera Setelah Operasi 1. Haematoma -Dapat menyebabkan sumbatan jalan napas -Terapi : evakuasi hematom, ligasi sumber perdarahan, trakeostomi 2. Infeksi 3. Trakheomalasia -Akibat : kerja terlalu kasar (trauma), intubasi lama, invasi tumor ke trakhea -Terapi : trakheostomi 4. Flap yang nekrosis 5. Ruptur a.carotis -Biasanya terjadi pada hari 12-24 -Atasi dengan flap otot levator scapulae Komplikasi Lama 1. Drop shoulder 2. Gangguan sensoris leher 3. Kosmetik 4. Edem menetap pada muka, submandibula, submental Teknik Operasi Umumnya digunakan insisi T, dengan teknik en bloc Step 1 : Insisi dan pengangkatan flap -Insisi pertama mulai dari infraauriculer ke arah bawah belakang -Kedua muali setinggi os hyoid melengkung atas dan berakhir pada setinggi simfisis mandibula — sehingga terbentuk 3 flap -Flap superior dibebaskan sampai tepi bawah mandibula dan pole bawah parotis -Flap anterior dibebaskan sampai garis tengah leher -Flap posterior dibebaskan ke arah belakang sampai batas belakang sternocleidomastoideus dan batas depan trapezius tampak Step 2 : Diseksi bagian trigonum belakang leher -Ujung atas sternocleidomastoideus dipotong dan diklem lalu ditarik ke garis tengah -Fascia dipotong sepanjang levator dan tepi depan trapezius sampai clavicula -Spesimen diangkat dari otot dasar trigonum posterior dengan memisahkan fascia servicalis profunda -Spesimen ditarik ke arah tengah, tampak vasa servicalis transversa, yg selanjutnya diligasi dan dipotong sehingga spesimen mudah dibebaskan sampai carotid sheath -Lemak di bawah trapezius dibebaskan, sehingga tampak grup

kelenjar subtrapezeus dari Rouviere -Platysma dipotong sepanjang batas atas clavicula tanpa merusak v.jugularis externa beserta fascia servicalis superficialis -V.jugularis externa diisolasi, potong di antara 2 ligasi -Venter posterior omohyoid dipotong diantara 2 klem -Saraf supraclavicularis cabang dari flexus servicalis superficialis juga dipotong -Seluruh lemak trigonum posterior diangkat Stage 3 : Ligasi dan pemotongan ujung bawah vena jugularis interna dan diseksi regio carotis -Rongga suprasternal dibebaskan dengan gunting, lalu jari telunjuk dimasukkan ke rongga tersebut, ke bawah insersi sternocleidomastoid (Gruber’s space) untuk mengisolasi ujung akhir otot, yang selanjutnya dipotong (dengan perlindungan jari telunjuk) -V.jugularis anterior (dalam Gruber,s space) diidentifikasi, ikat, potong -Ujung bawah sternocleidomastoid diklem dan diangkat sehingga tampak v.jugularis interna, lemak, v.subclavia, kelenjar limfe -Kelenjar limfe lalu diangkat -Vasa servicalis transversa diidentifikasi, ikat, potong -Bila ductus thoracicus terlihat ligasi lalu potong diantaranya -Ujung bawah v.jugularis interna dipisahkan dari n.vagus, lalu vena dipotong diantara dua ikatan (non absorbable) -Pisahkan a.karotis dari v. jugularis interna, juga n.vagus sampai mencapai batas superior regio caroticum dengan menemukan n.XI, n.XII, rantai simpatis servicalis -Cabang anterior flexus servicalis superficialis yang mengelilingi tepi belakang m.sternocleidomastoid dipotong (hati-hati n.frenukus) -Fascia superficialis dan media dipotong sepanjang tepi bawah omohyoid (venter anterior) sampai os hyoid — spesimen mudah diangkat sampai tulang tersebut -Identifikasi gastricus, stylohyoid, n.XII, cabang a.carotis externa —- cabang kolateral v.jugularis interna = v.tiroideus inferior Step 4 : Pengangkatan pole bawah kelenjar parotis dan bagian atas v.jugularis interna -A.occipitalis yang berjalan dekat digastricus venter posterior diidentifikasi, ligasi, potong -Venter posterior digastricus diangkat ke atas sehingga tampak v.jugularis interna, potong (setinggi mungkin) diantara 2 ligasi -Pole bawah parotis diklem, potong di bawah klem -Klem dilepas, lalu venter posterior digastricus dijahitkan (kontinu) pada potongan permukaan kelenjar parotis Step 5 : Pengangkatan regio submandibularis -Platysma dipotong sepanjang tepi bawah mandibula -Vasa maxillaris externa, v.facialis anterior diligasi, lalu potong -Identifikasi cabang mandibularis n.facialis yang menyilang pemb. darah tadi -Spesimen diangkat ke arah garis tengah, tampak ligamentum stylomandibulare, yang selanjutnya dipotong -Di depannya tampak a.facialis, ligasi, potong

XII) -Bagian depan kelenjar & ductus Wharton dipotong (hati-hati n. kulit dengan mononilon/cotton -Continous suction menjamin kontak yang optimun antara flap dengan luka operasi Perawatan Pasca Operasi 1. ujung akhir dikeluarkan lewat ujung bawah insisi pertama. difiksasi di otot (catgut). subkutan dengan catgut 3-0.-Seluruh isi submandibularis diangkat (hati-hati n. jahitan sirkuler disekelilingnya untuk mencegah masuknya udara -Flap dikembalikan pada posisi semula dengan jahitan 2 lapis terputus.VII) -Pengangkatan spesimen selesai seluruhnya dengan memotong insersi omohyoid di hyoid dan membersihkan jaringan lemak di antara kedua venter anterior digastricus Step 6 : Terakhir -Lapangan operasi diirigasi dengan aqua steril -Pasang drain polietilen atau kateter : diletakkan pada tempat operasi yang paling dalam. Airway -Jamin kelancarannya -Kadang diperlukan intubasi ulang atau pemasangan trakheostomi 2. Intake makanan -Bila perlu pasang sonde lambung 4. Posisi penderita dalam 48 jam pertama -Kepala dalam keadaan elevasi 45 derajat -Dalam 24 jam sebaiknya sudah berdiri dan berjalan (hari II) 3. Pemberian AB KELAINAN LAIN PADA LEHER KISTA DUKTUS TIROGLOSUS -Akibat obliterasi tidak komplit dari jalan turun kelenjar tiroid dari foramen caecum hingga prelaringeal setinggi cricoid -Lokasi pada mid line (di atas tiroid sampai dasar lidah) -setinggi os hyoid 90% -setinggi tiroid 8% -setinggi lidah 2% -Terutama usia 2-7 tahun (50% pada usia 2-10 tahun) Klinis -Ikut bergerak saat menelan atau menjulurkan lidah -Sering ada traktus dari kista hingga ke os hyoid -Infeksi sering menyebabkan abses. Perawatan drain -Pakai vacum drainage -Diangkat pada hari 4-5 post operasi atau cairan < 50 cc/hari 5. epitel squamous atau kolumner Terapi -Ekstirpasi seluruh kista dan duktus . setelah pecah atau diinsisi dapat timbul fistel Patologi -Berisi unsur keloid.

kadang dapat diikuti sampai orofaring -Pada palpasi kranial. penekanan pleksus brakialis Patologi -Pada permukaan ditemukan kista besar yang makin ke dalam makin menjadi kecil seperti buih sabun -Jenis : -simpleks : sel kapiler limfatik yang kecil -kavernosa : sel kapiler limfatik yang lebih besar -kistik : hygroma klasik Terapi Pembedahan dilakukan setelah neonatus -Eksisi total lalu pasang drain isap -Infiltrasi subkutan bleomisin pasca bedah Sifat tumor yang diperiksa 4S (site.KISTA BRONKOGENIK -Terutama usia 2-7 tahun -Kegagalan pertumbuhan celah insang I dan II sehingga timbul sisa sepanjang bagian anterior m. kista/fistel (sekresi cairan) . aksilla. sinus. inguinal -75% ditemukan saat lahir maupun neonatus -Anyaman limfe mengalami dilatasi dan bergabung membentuk jala. bunyi arus. bebas dari kulit. transluminasi. permukaan halus. fluktuasi. lobulated (berlobus). menjadi sakus limfatikus -Berasal dari anyaman limfatik massa embrional Klinis -Massa kistik.sternokleidomastoideus -Berupa : sisa tulang rawan. sedikit melekat pada dasarnya -Khas : transluminasi positif dengan batas tidak tegas -Dapat besar sekali. fistel teraba sebagai jaringan fibrotik bila ditegangkan dengan tarikan ke arah kaudal -Fistulografi mungkin memperlihatkan bahan kontras masuk ke faring Patologi -Epitel berlapis gepeng. fluktuasi. konsistensi. pulsasi suhu. kista. mediastinum. perluasan ke mulut . unsur tulang rawan. unsur limfoid Terapi -Ekstirpasi kista HYGROMA SISTIKA -Nama lain : limfangiona kistik -Terutama usia 1-2 tahun -Seluruh tubuh. LIMFOMA MALIGNA . fiksasi pada dasar kulit. shape. unilateral/bilateral. size. bulat/lonjong. penekanan pada saluran napas. kolumner. tetapi terutama leher (trigonum posterior) 75%. lunak. surface). berbenjol. fistel atau kombinasi Klinis -Benjolan sejak lahir.

usia < 35 tahun -Prognosis baik Nodular sclerosis -Ada sel lakunar. Follicular poorly differentiated lymphocytic (FPDL) . Berhubungan dengan rangsangan imunologik persisten 2.PENDAHULUAN -Merupakan tumor ganas yang berasal dari jaringan limfoid (sistem limfatik dan imunitas) -Dapat juga dijumpai ekstranodal : saluran cerna. paru. netrofil. Nodular Sclerosis (NS) 3. 1966) 1. Epstein Barr virus : terutama limfoma Burkitt 3.II Mixed cellularity -Bentuk antara LP dengan LD -Sering pada pria yang disertai dengan gejala sistemik (demam. berat badan menurun. kulit. Mixed Cellularity (MC) 4. berkeringat) Lymphocyte depletion -Jenis : fibrosis difus dan retikuler -Melibatkan banyak jaringan limfoid -Sering usia lanjut. supraklavikuler. sekitar 2% -Negara berkembang. bimodal (15-35 tahun dan > 50 tahun) ETIOLOGI Multifaktorial ? 1. organ lain -Di negara maju tumor ini relatif jarang. disertai gejala sistemik berat dan agresif Lymphoma Non Hodgkin (LNH) Rapport (Modifikasi. serabut kolagen tebal yang membagi limfoid dalam beberapa nodulus -Pada wanita muda. eosinofil dalam jumlah kecil -Nekrosis atau fibrosis sedikit -Sering pada pria. mediastinal -Prognosis baik pada stadium I. sel datia RS (Reed-Sternberg) kadang ditemukan -Sel plasma. Herediter HISTOPATOLOGIS Lymphoma Hodgkin (LH) Rye 1. Limphocyte Predominance (LP) 2. Hodgkin limfoma sering pada umur muda. Lymphocyte Depletion (LD) Limphocyte predominance -Limfosit matang banyak. terutama KGB leher bawah.

Diffuse mixed lymphocytic histiocytic (DMLH) 8. Diffuse histiocytic (DH) 7. Diffuse undifferentiated (DU) -Burkitt -non Burkitt Lukes-Collin (1974) Kategori sel B (65%) -Small lymphocyte (SL) -Plasmacytoid lymphocyte (PIL) -Follicular small cleaved (FSCI) -Follicular large cleaved (FLCL) -Follicular small non-cleaved (FSNCI) -Follicular large non-cleaved (FLNCI) -Immunoblastic-sarcoma (IS) Kategori sel T (16%) -Small lymphocyte (SL) -Convoluted lymphocyte (CoL) -Sezary-Mycosis fungoides (SMF) -Immunoblastic-sarcoma Histiocytic (1%) U cell (undifined) (18%) Kiel (1974) Derajat keganasan rendah Lymphocytic (L) -B-cell -T-cell -Hairy cell leukemia -Mycosis fungoides/ -Sezary’s syndrome -T-zone lymphoma Lymphoplasmacytic/cytoid (Lpl) -Lymphoplasmacytic -Lymphoplasmacytoid -Plasmacytic Centrocytic (CC) Centroblastic-centrocytic (CB-CC) -Follicular -Diffuse Derajat keganasan tinggi Centroblastic (CB) Lymphoblastic (Lbl) . Follicular mixed lymphocytic histiocytic (FMLH) 4. Follicular histiocytic (FH) 3. Diffuse lymphoblastic (DL) 9. Diffuse well differentiated lymphocytic (DWDL) 5.2. Diffuse poorly differentiated lymphocytic (DPDL) 6.

-B-Lymphoblastic (B) -Burkitt (Btt) -T-Lymphoblastic (T) -Convolute cell (Con) -Unclassified Immunoblastic (Imb) Working formulation -Lampiran STADIUM Ann Arborr (1971) Interpretasi I II III IV Satu KGB daerah tertentu (I) atau ekstralimfatik (IE) Lebih dari satu KGB di atas diafragma (II) atau lebih dari satu ekstralimfatik di atas diafragma (IIE) KGB di atas dan di bawah diafragma (III) atau disertai limfoma ekstralimfatok (IIIE). lien. berat badan turun. pruritus Hodgkin Lymphoma Non Hodgkin Lymphoma Lebih sering terbatas pada kelompok nodus satu sumber tunggal (leher. aksilla. menunjukkan stadium IV Stadium dibagi menjadi : A : bila tidak disertai gejala sistemik B : ada gejala sistemik (demam. timus. spleen (IIIS) atau keduanya (III SE) Tersebar menyeluruh pada organ ekstralimfatik dengan atau tanpa terlihat KGB Keterlibatan hati. inguinal -LH : 80% dimulai pembesaran kGB leher -LNH : dapat dimulai di semua KGB -Demam subfebril. payer’s patch GAMBARAN KLINIS -Pembesaran KGB : leher. berat badan turun 10% dalam 6 bulan terakhir. appendiks. mediastinal. paraaorta) Penyebaran perkontinuitatum Nodus mesenterium dan cincin waldeyer jarang terlibat Keterlibatan ekstranodal jarang Lebih sering nodus perifer yang multiple Bukan perkontinuitatum Sering melibatkan . mediastinum. berkeringat. keringat malam tanpa sebab) Jaringan limfatik : -KGB. sumsum tulang. paraaortal. cincin waldeyer.

Histopatologis -FNA -Biopsi 4. Laparatomi TERAPI Hodgkin Lymphoma Radioterapi -Kuratif untuk semua stadium -I dan II (NS. dll 5. Anamnesis 2. MC) : semua KGB di atas diafragma (lapangan mantel).IV : kemoterapi berganda -Keganasan tinggi : kemoterapi berganda Kombinasi : vincristine. Pemeriksaan penunjang -Laboratorium -Radiologi : toraks foto. CT scan -USG.Sering DIAGNOSIS 1. methotrexate. Pemeriksaan fisis 3. limfangiografi.4 mg/iv 100 mg/oral 25 mg/oral Ke 1 dan ke 8 Ke 1 dan ke 8 Ke 1 sampai ke 14 Ke 1 sampai ke 14 Non Hodgkin Lymphoma -Derajat keganasan rendah dan stadium I : radiasi -Derajat keganasan sedang dan I. untuk LD perlu tambahan kemoterapi -III A : splenektomi Kemoterapi -Untuk III B dan IV MOPP Obat Dosis mg/m2 Waktu hari pemberian Nitrogen Mustard Oncovin Procarbazin Prednison 6 mg/iv 1. cyclophosphamide dosis tinggi PROGNOSIS -HL I dan II : harapan hidup 5 tahun 100% -HL III dan IV : 50% TUMOR GANAS ESOFAGUS .II : radiasi KGB dan regional -Derajat sedang dan III.

supraklavikulat. hati dan tulang SISTEM TNM T1 T2 T3 N1 N2 N3 M1 Invasi hingga mukosa atau submukosa Invasi ke dinding otot Menembus dinding otot KGB regional unilateral KGB regional bilateral Metastasis multiple ekstensif ke KGB regional Ada metastasis jauh . subdiafragma. ulkus. terutama usia lanjut -Predileksi : Cina. Alkoholisme dan rokok 3. seliakus -Bagian distal : KGB seliakus. kurvatura minor Hematogen -Paru. Rusia. Skandinavia ETIOLOGI Multifaktorial ? 1. sering oleh adenokarsinoma karena mukosa esofagus berasal dari gaster (Barrett) -Pria tiga kali lebih sering. Jepang. infiltratif Penyebaran Limfogen -Esofagus bagian servikal : KGB supraklavikular dan jugular anterior -Bagian torakal : ke KGB mediastinal pertrakea. Diet/makanan 2.PENDAHULUAN -Paling sering adalah jenis karsinoma epidermoid -Di bagian distal (batas esofago-gaster). Iritasi kronis -Esofagitis Barrett : terjadi metaplasia -Akalasia KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI Jenis : -Karsinoma epidermoid -Adenokarsinoma -Leiomiosarkoma -Fibrosarkoma -Melanoma maligna -dll Bentuk -Polipoid. KGB di gastrika sinistra. periesofagus.

Chili. Histopatologis -Sitologi eksfoliatif dan biopsi 4. Striktur esofagus 4.rekurens -Pembesaran KGB.STADIUM Stadium Interpretasi Std I Std II Std III Std IV T1 No Mo T2 No Mo T3 No Mo. Pemeriksaan penunjang -Laboratorium : anemia. Jepang. Hernia esofagus TERAPI Pembedahan -Reseksi esofagus yang diikuti dengan rekonstruksi -Dapat bersifat kuratif dan paliatif Radioterapi -Karsinoma epidermoid cukup sensitif. muntah -Anemia -Suara serak : infiltrasi n. Akalasia 3. gejala metastasis lain DIAGNOSIS 1. T semua N semua Mo T semua N semua M1 GAMBARAN KLINIK -Disfagia progresif : awalnya makanan cair lalu padat -Berat badan turun. MRI DIAGNOSIS BANDING 1. Pemeriksaan fisis 3. hipoalbuminemia -Esofagografi -Esofagoskopi dan biopsi -Endoskopi-USG -CT scan. adenokarsinoma resisten Kemoterapi -Efeknya kecil TUMOR GANAS LAMBUNG PENDAHULUAN -Banyak ditemukan di Cina. Islandia . Tumor jinak 2. Anamnesis 2. regurgitasi.

seperti jamur. batas tegas. korpus (20%) -Fundus. Makanan/diet/kebiasaan -Makanan rendah serat. Herediter -Golongan darah A -Riwayat keluarga menderita 4. Colloid or gelatinous carcinoma 5. ulkus superfisial/profunda Old Classification 1.-Jepang 70. anemia pernisiosa -Adenomatous polyposis -Gastritis atrofikans -Ulkus gastrik KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI Borrman (1962) Tipe I -Polipoid. Faktor predisposisi/lesi prakanker -Aklorhidria/hipoklorhidria. batas tidak tegas. daerah pertambangan batubara 2. terlalu asin/pedas/asam/panas -Merokok. pinggir ulkus berbaur dengan mukosa yang berdekatan dan terinfiltrasi Tipe IV -Seluruh lambung terinfiltrasi. Faktor lingkungan -Daerah dingin -Rumah dengan pemanas batubara. Amerika 10/100. invasi pada pinggir dan dasar tumor -Dinding licin. Eropa 40. Papillary carcinoma 3. bentuk noduler Tipe III -Ulkus. limfoma . alkohol 3. Makassar 3:2) -Paling sering : adenokarsinoma (95%). batas tegas. Medullary tumor 4. pilorus sepanjang kurvatura minor (40%) -1/3 tengah. nonulseratif. pria lebih sering (2:1. leiomiosarkoma -Mayer : 90% ditemukan dalam stadium lanjut Lokasi : -Antrum. kardia (10%) -Multisentris (22%) ETIOLOGI Multifaktorial ? 1.000 -Resiko meningkat sesuai dengan peningkatan umur -Terutama usia 60 tahun. tumbuh ke arah lumen Tipe II -Ulkus. Simple adenocarcinoma 2. Schirrous carcinoma .

T2 No Mo T1 N2 Mo. asites. Mo T2 N2 Mo. T4 N1-2 Mo T semua N semua M1 GAMBARAN KLINIK -Stadium awal biasanya asimptomatik -Rasa berat epigastrium. T3 N1 Mo. rasa kenyang. T2 N1 Mo. lamina propri dan submukosa Invasi muskularis mukosa dan subserosa Menembus serosa (peritoneum viserale). hepatomegali. termasuk linitis plastika Metastasis KGB perigastrik. tumor difus mengenai seluruh tebal dinding tanpa batas jelas. rasa terbakar. < dari 3 cm dari tumor KGB perigastrik (>3 cm). obstruksi (tumor dekat pilorus) -Lanjut : nyeri perut. T3 No. kembung. tanpa invasi struktur sekitar Invasi struktur sekitar. anoreksia. T4 No Mo T3 N2 Mo. melena -Disfagia (tumor kardia).Klasifikasi lain -Polipoid -Ulseratif -Superfisialis -Linitis plastika (prognosis paling jelek) SISTEM TNM T1 T2 T3 T4 N1 N2 M1 Terbatas di mukosa. KGB sepanjang tepi kiri gaster. seliakus Metastasis jauh STADIUM Stadium Interpretasi IA B II III A B IV T1 No Mo T1 N1 Mo. hepatika komunis. lienalis. berat badan turun. hematemesis. KGB supraklavikuler kiri (virchow) . massa pada colok dubur. anemia.

Anamnesis 2. kwalitas hidup -Gastroenterostomi -Intubasi -Ekslusion Kemoterapi -Tumor inoperabel dan tidak radikal. tukak. metil CCNU PROGNOSIS Prognosis tergantung : 1. enzim (beta glukoronidase. sialoglukoprotein). Pemeriksaan fisik 3.1%). laktat dehidroginase. Histopatologi -Sitologi.6%). kontras (deformitas. Usia -Kurang dari 30 thn (37.DIAGNOSIS 1. metil CCNU -5 FU. tonjolan) -USG. BCNU -5 FU. Lokasi . biopsi 4. serologi (CEA. Pemeriksaan penunjang -Laboratorium : LFT. 5 cm (tumor infiltrasi) Setelah gastrektomi dilakukan : Post subtotal gastrektomi -Billroth I atau II -Roux-en-y gastrektomi Post gastrektomi -Roux-en-y -Hunt Lawrence -Lygidaksis modifikasi Paliatif -Untuk mengurangi gejala. adriamycin. sebagai ajuvant Tunggal : -5 FU -Adriamycin -Mitomycin C -Metil CCNU Kombinasi : -5 FU. Scanning TERAPI Pembedahan Kuratif -Operasi radikal : gastrektomi total/subtotal disertai pengangkatan KGB dan organ lain yang terlibat -Batas reseksi 4 cm dari tepi tumor (tumor lokal). 30-59 thn (50. adriamycin. perbaiki pasase. mitomicyn C -5 FU. >60 thn (38. AFP) -Gastroskopi fiberoptik -Radiologis : polos.9%) 2.

1 menyusul ca. biopsi (5.4% -Std IV : 4.9%).3%).4%) 4. superomedial. Usia makin lanjut. Genetika Kecenderungan pada keluarga tertentu. submukosa (85. Hormonal Umumnya pada wanita Usia di atas 35 tahun insidensnya tinggi Pemberian hormonal banyak memberi hasil pada kanker lanjut 3. Metastasis KGB -No (77.7% -Std II : 64. jarang di bawah 20 tahun Terutama kwadran lateral superior. terutama bila ibu/saudara kandung menderita Ada distribusi predileksi antar bangsa atau suku bangsa Pada kanker monozygote.7%) 6. Tipe -Borrmann I (43. 1/3 proksimal (29.-1/3 distal (46. IV (15.4%). muskularis propri (68. Radiasi Terutama pada daerah dada Faktor Resiko 1. 25% kulit hitam Tertinggi pada usia 45-66 tahun.8%).1 menyusul ca. Virus Peranannya belum dapat dipastikan pada manusia 4. paliatif (15.6%) 5. jaringan lemak (37. lalu sentral (subareolar). N1 (50. Tipe operasi -Gastrektomi kuratif (51. N2 (22.1%) 3.2%) -Std I : 90.3%).6%).9%). II (48. resiko meningkat (>30 tahun) 2. lateroinferior dan medioinferoir Mamma sinistra lebih sering dibanding deksta Etiologi Sebab pasti belum diketahui.9%). invasi organ sekitar (6. kemungkinan multifaktorial ? 1. serviks USA : 28% Ca wanita kulit putih. III (35.2 setelah ca. 1/3 tengah (49.5%).6%). by pass. serosa (32.7%). terdapat kanker yang sama Ada persamaan lateralitas pada keluarga dekat dari penderita Pada Klinefelters 66 kali kemungkinan menderita dibanding pria normal 2. Dalamnya invasi -Mukosa (91%).2%).5% -Std III : 33. subserosa (58. Menarki cepat (< 12 tahun) . Makanan Terutama makanan yang mengandung lemak (belum terbukti) 5.9 PAYUDARA TUMOR GANAS PAYUDARA Pendahuluan Insidens : -Negara maju : no. serviks -Sulsel : no.1%).5%). serviks -Indonesia : no.

efusi pleura -Massa. Tidak menyusui 6. Riwayat keluarga : ibu / saudara kandung menderita 8. Invasive • Invasive ductal carcinoma : paling sering • Invasive ductal carcinoma with predominant intraductal componen . bermetastasis ke paru. Non invasive (in situ) • Intraductal carcinoma • Intralobuler carcinoma 2. Terapi hormonal lama Metastasis 1. organ lain Lokasi Gejala dan Tanda Paru Tulang -Tengkorak -Vertebra -Iga -Tlg panjang Pleura Hati Otak -Biasanya tanpa gejala. paresis. Ro : osteolitik -Nyeri. mamma kontralateral 9. Menapause terlambat 4. Riwayat operasi tumor jinak (displasia/fibrokistik tertentu) 10. kadang tanpa gejala -Nyeri. muntah. Riwayat radiasi daerah dada 11. Ekstensi lokal 2. parastesi Klasifikasi histopatologis 1. fraktur patologis -Nyeri. interpektoral/Rotter’s nodes. Riwayat operasi ginekologik 12. fraktur patologis -Sesak. subclavicula. mammaria eksterna (paling jarang) Kelenjar supraclavicular : dari subclavicular (langsung) atau dari sentinel nodes/grand central limfatik terminus (tidak langsung) Kelenjar mammaria interna Metastasis hepar : terutama bila tumor di tepi medial bgn bawah payudara 3. kadang tenpa keluhan -Kompresi medulla spinalis.3. Limfogen Kelenjar aksilla : central nodes (90%). ataksia. mungkin ada multiple coin lesion (ukuran bervariasi) -Nyeri. ikterus obstruksi. Hematogen Lewat sistem vena. Kehamilan pertama tertunda atau tidak ada anak 5. Tidak kawin 7. Riwayat ca.

mobil 1a : mikrometastasis ( < 0.5 cm 1b : 0. ulkus.2 cm T2 : Tumor 2 – 5 cm T3 : Tumor > 5 cm T4 : Tumor (tanpa memandang ukuran). termasuk ke kelenjar supraclavicular . insitu. peau d’orange. satelit) 4a : Ekstensi ke dinding dada 4b : Edem kulit. satelit 4c : 4a + 4b 4d : Mastitis carsinomatous N : Metastasis ke kelenjar getah bening Nx : Kelenjar regional tidak dapat ditentukan No : Tidak teraba kelenjar aksilla N1 : Teraba kelenjar. penyebaran langsung ke dinding thorax atau kulit (edem. ukuran 0. Paget’s disease of breast Sistem TNM T : Tumor primer Tx : Tumor primer tidak dapat ditentukan Tis : Ca invasif. homolateral. ukuran 0. saling melekat.• Invasive lobular carcinoma • Mucinous carcinoma • Medullary carcinoma • Papillary carcinoma • Tubular carcinoma • Adenocystic carcinoma • Apocrine carcinoma • Juvenile carcinoma • Carcinoma with metaplasia • Carcinoma with squamous type • Carcinoma with spindle cell type • Carcinoma with cartilagineus and osseus type • Carcinoma mixed type 3.2 cm 1b1 : 1-3 KGB.1 cm 1c : 1 . sekitarnya N3 : Teraba kelenjar mammaria interna homolateral M : Metastasis ke organ jauh Mx : Tidak dapat ditentukan metastasis jauh Mo : Tidak ada metastasis jauh M1 : Ada metastasis jauh.5 . peau d’orange.2 cm) 1b : > 0.2-2 cm 1b3 : Menembus kapsul KGB dengan ukuran < 2 cm 1b4 : Ukuran > 2 cm N2 : Teraba kelenjar homolateral. ulkus.2-2 cm 1b2 : > 4 KGB. Paget dis pada papilla tanpa teraba tumor To : Tidak ada bukti adanya tumor primer T1 : Tumor < 2 cm 1a : < 0.

perubahan lain pada kulit (kecuali pada T4).2. jumlah anak. nyeri tekan Jarang pada kanker Berubah dengan siklus : tegangan premens. nipple discharge. T1N1Mo. seperti air. TsemuaN3Mo Stage IV : TsemuaNsemuaM1 Gambaran klinik Anamnesis Umur Kanker biasanya umur yang lebih tua → > 65 tahun anggap ganas Keluhan payudara atau ketiak Massa di payudara. sakit/tidak. infeksi Pengeluaran cairan Berdarah biasanya intraductal papilloma/intraductal papillary ca. T2NoMo II B : T2N1Mo. operasi/tidak Sebelumnya pernah menderita (resiko tinggi) Keluarga menderita (ibu dan saudara perempuan). sesak. sakit/tidak di ketiak. lama. bisa ditemukan pada T1. m. frekwensi. T3NoMo Stage III A : To-2N2Mo. serosanguineus Haid Membesar. atau ca lain Radiasi daerah thorax Keluhan yang berhubungan dengan metastasis Batuk. T3N1-2Mo III B : T4NsemuaMo. resiko tinggi). retraksi papilla.3 tanpa mengubah klasifikasi Dinding thorax : iga. penyakit fibrokistik Tidak berubah : tumor jinak. retraksi nipple/kulit Massa di ketiak.interkostal. ganas. serratus anterior tanpa otot pektoral Stage grouping (AJCC/UICC) Stage 0 : TisNoMo Stage I : T1NoMo Stage II A : ToN1Mo.Catatan : Lekukan kulit. abortus Riwayat menyusui Obat kontrasepsi Cegah penyakit fibrocystic Resiko dipertanyakan Perkawinan Tidak kawin (resiko meningkat) Riwayat sebelumnya Pernah biopsi/tidak. sakit saat haid Menarche (bila cepat. teratur/tidak Umur saat menopause (bila lambat. susu. resiko tinggi) Kehamilan Umur tua (resiko tinggi). Berupa serous. edem lengan Sakit. nanah hijau. nyeri pada tulang Nafsu makan Berkurang atau tetap .

Berat badan Menurun atau tetap Pemeriksaan fisis Inspeksi Periksa kedua payudara. dengan tangan di pinggang Catat perubahan suhu kulit. kelainan fibrokistik -Hemoragik : karsinoma. ektasi duktus. laktasi -Jernih : normal -Hijau : perimenopause. kemerahan. IV bagian volar phalanges tengah dan distal tangan kanan (jangan menggunakan ujung jari) Palpasi sistematis : kwadran atau dari luar ke dalam se arah jam Duduk tegak. turgor. inversi. retraksi. pengeluaran cairan. III. terutama orang tua) Areola dan puting susu -Exoriasi kulit. hemoragik. edem. susu -Susu : hamil. axilla dan leher Penderita duduk : bandingkan antara mamma kiri dan kanan Saat mengangkat kedua lengan dan saat diturunkan/samping Perhatikan adanya benjolan Normal ada asimetri ringan dari payudara Perubahan pada kulit : -Dimpling/berlekuk. bersisik dan mudah berdarah Cairan papilla mamma -Sifat cairan : serous. eksema -Pointing nipple (arah puting susu) : mengarah ke kwadran yang sakit -Kedudukan kedua puting susu : sama tinggi atau tidak -Paget dis : kulit puting kering. gambaran vena -Kemerahan (infeksi) -Edem : pada selulitis dapat menyebabkan edem difus -Peau d’orange (pig skin) : kelainan kulit berbintik seperti kulit jeruk akibat obstruksi limfatik (ganas) -Nodul satelit -Ulkus (karsinoma. mukous. papilloma intraduktal -Ada/tidaknya sel tumor -Unilateral/bilateral -Satu duktus atau beberapa duktus -Keluar spontan atau setelah dipijat -Keluar bila seluruh mamma ditekan atau dari segmen tertentu -Berhubungan dengan siklus haid -Premenopause atau pascamenopause -Penggunaan obat hormon Palpasi Pemeriksaan Payudara Harus didampingi perawat wanita Sebelumnya kedua tangan saling digosokkan Gunakan jari II. penebalan kulit .

nyeri. 1/3 proximal bagian bawah penderita Kelenjar Limfe Subscapularis Kiri Pemeriksa di belakang penderita Lengan kiri diangkat dengan tangan kanan pemeriksa (abduksi 900) Ujung jari dimasukkan di belakang scapula Pemeriksaan saat berbaring Letakkan bantal kecil di punggung di mana payudara akan diperiksa Kedua tangan di bawah kepala : periksa kwadran lateral Kedua tangan disamping : periksa kwadran medial Tanda Dini -Benjolan soliter. besar. bentuk. konsistensi. batas tegas/tidak. melekat : ganas. batas kurang jelas -Kelainan mammogram tanpa kelainan palpasi Tanda Lama -Retraksi kulit/areola . nyeri tekan/tidak.pectoralis major Penderita menekan kuat pinggang atau meletakkan kedua tangan di belakang kepala (otot pectoralis major berkontraksi) Bila tumor tak bebas bergerak waktu dikontraksikan dan bebas saat relaksasi maka pectoral fixation test positif Serratus anterior fixation test Untuk yang berlokasi di kwadran lateral bawah Kedua lengan penderita memegang bahu pemeriksa Pemeriksaan kelenjar Penderita tetap duduk tegak Bila ada pembesaran : catat besar. mobilitas Kelenjar Limfe Supraclavicular Penderita mengangkat kedua bahu dan sedikit membungkuk Pemeriksa dapat dari depan atau dari belakang Kelenjar Limfe Infraclavicular Penderita membusungkan dada Kelenjar Limfe Axillaris Pars Centralis Kiri Tangan kiri pemeriksa mengangkat lengan kiri penderita ke atas Tangan kanan (ujung jari) dimasukkan jauh ke dalam apex fossa axillaris Lalu tangan diturunkan perlahan dan bila ada pembesaran kelenjar sentral (terkurung antara jari dengan dinding thorax) Kelenjar Mammaria Interna Kiri Pemeriksaan diteruskan ke bawah antara linea axillaris media dan anterior Kelenjar Axillaris Lateralis Kiri Lengan kiri penderita dipegang tangan kanan pemeriksa (abduksi 900) Ujung jari II. berbenjol. permukaan kasar. IV tangan kanan diletakkan di bawah humerus kiri.Bila ada benjolan. konsistensi. III. inflamasi non infektif Kenyal : penyakit fibrokistik Lunak : lipoma Pectoral fixation test Dilakukan bila chest wall fixation test negatif Untuk tumor yang berlokasi di kwadran lateral atas Untuk mengetahui ada tidaknya infiltrasi tumor ke m. catat : lokalisasi. bentuk. tidak nyeri. permukaan licin : fibroadenoma. kista Keras. agak keras. perlekatan dengan dasar (chest wall fixation test) Benjolan keras.

lalu potong beku atau blok parafin -Insisional biopsi untuk yang inoperabel Diagnosis banding 1. CT scan Laboratorium : alkali fosfatase. Frozen section 4.-Retraksi/inversi papilla -Kelenjar aksilla dapat diraba -Pengerutan atau pembesaran mamma -Kemerahan atau edem kulit -Fiksasi pada kulit atau dinding thoraks Tanda Akhir -Ulkus -Kelenjar supraclavikular teraba -Edem lengan -Metastasis jauh Diagnosis 1. Pemeriksaan penunjang a. Biopsi Tru-cut d. Anamnesis 2. Fibroadenoma mamma 2. Utrasonografi Terutama untuk membedakan tumor solid atau kista (tampak bila ukuran telah 1-2 cm) c. menentukan morfometri sel tumor dan hormonal dependent b. Mammografi b. Pemeriksaan Sitologi Untuk menentukan apakah segera perlu pembedahan frozen section atau dilanjutkan dengan pemeriksaan lain atau langsung ekstirpasi Hasil positif bukan indikasi bedah radikal Indikasi -Diagnosis preoperatif dengan dugaan tumor maligna -Diagnosis konfirmatif tumor maligna atau berulang -Menentukan neoplastik atau non neoplastik -Mengambil bahan aspirat untuk kultur. Fibrocystic of the breast (mammary displasia) 3. Mastitis 6. Galactocele 5. estrogen reseptor. dll Diagnosis pasti : histopatologis -Eksisional biopsi. Pemeriksaan histopatologis a. Pemeriksaan fisis 3. Pemeriksaan Lain Thorax foto Bone scanning/bone survey USG abdomen/liver MRI. Biopsi c. Nekrosis lemak . Cystosarcona filoides 4.

sejak 1976 tidak di radiasi bila KGB axilla positif tapi diberi ajuvant kemoterapi (CMF) 12 siklus Penelitian Milan II (1985-1987) : TART Tumorektomi : eksisi tumor primer beserta jaringan normal payudara 1 cm. Kuasai teknik diseksi dengan baik 5.Penatalaksanaan A. Radical mastectomy Pertama kali dilaporkan oleh Halsted (1882) Berupa pengangkatan seluruh mamma. Extended mastectomy Handley dan Thacray (1954) : merupakan radical mastectomy yang diperluas. isi fossa aksillaris dan m. Superradical Wangensteen (1949).pektoralis minor dan KGB interpektoral diangkat sementara m. Breast conserving treatment (therapy) Terdiri dari : -Kuadrantektomi.pektoralis mayor dan minor 2. Penentuan stadium harus akurat 2. Modified radical mastectomy Patey (1930) : m. Tumor ukuran < 5 cm 6. KGB regional (mammaria interna juga diangkat) 4. Tumor tunggal 7. Dahl Everson : KGB mediastinal dan supraklavikular juga diangkat 5. kulit tidak diangkat (sedikit untuk PA) Diseksi axilla : dilakukan insisi terpisah Radioterapi : Radiasi ekternal dan intersisial dengan 192Ir Syarat BCT : 1. Pembedahan 1. Lokasi bukan sentral .pektoralis mayor tidak diangkat Madden : m. Subcutaneus mastectomy Pengangkatan seluruh mamma dengan menyisakan areola dan papilla mamma 7. insisi terpisah bila tumor di kuadran lain Radioterapi : pada mamma ipsilateral.pektoralis minor tidak diangkat MRM atas dasar : -Kurasi untuk 5-10 tahun cukup tinggi -Sebagian besar penderita jarang/susah kontrol teratur -Sarana lain kurang. Simple mastectomy Pengangkatan seluruh mamma 6. lumpektomi luas/tumorektomi. dimulai 3-6 minggu setelah operasi (selama 5 minggu). Tersedia fasilitas radioterapi 3. Pengetahuan masyarakat untuk kontrol teratur 4. segmentektomi -Diseksi kelenjar aksilla -Radioterapi Penelitian Milan I (Veronesi 1973) : QUART Kuadrantektomi : mengangkat kuadran payudara yang mengandung tumor ( < 2 cm) beserta kulit dan fascia superfisial pektoralis mayor (insisi kulit ellips) Diseksi aksilla : lanjutan bila tumor primer di kuadran lateral atas. misal radioterapi -Harga obat kemoterapi mahal 3.

8. Volume payudara sekitar 500 cc (Bra no. 34) 9. Tidak ada mikrokalsifikasi luas 10. Tidak dalam keadaan hamil 11. Bukan type : -Intraductal papillary ca -Lobular ca insitu -Invasif lobular ca -Infiltrating ductal ca -Paget's disease -Inflamatory breast ca 12. Tidak ada riwayat menderita penyakit kolagen Tehnik T M P A I S X R Lumpektomi Radikal Patey Radikal Halsted Radikal Urban Superradikal (Dahl Everson) + + + + ++ + + ++ + ++ + + + ++ +++ -+ + +

+ T : pengangkatan tumor/lumpektomi/kuadrantektomi M : pengangkatan payudara P : pengangkatan m.pektoralis major/minor A : pengangkatan KGB axilla I : pengangkatan KGB intratoraks (mammaria interna) S : pengangkatan KGB supraclavicular X : penyinaran megavolt mamma R : tindak bedah rekonstruksi atau prostesis Kriteria Inoperabilitas Haagensen : 1. Edem luas pada kulit mamma (>1/3) 2. Edem lengan 3. Ada nodul satelit 4. Nodul parasternal, nodul supraclavicula 5. Mastitis carcinomatous 6. Ada metastasis jauh 7. Locally advanced ( bila ditemukan 2 tanda) : -Ulserasi kulit -Kulit terfiksir di dinding thorax -Kelenjar axilla > 2,5 cm -Kelenjar axilla melekat satu sama lain Penyulit Mastektomi Radikal 1. Luka mastektomi dan diseksi aksilla Hematom, infeksi luka, seroma 2. Cedera saraf N.intercostobrachialis : mati rasa kulit ketiak, medial lengan atas N.thoracalis longus : m.serratus anterior N.thoracodorsalis : m.latissimus dorsi N.pectoralis : m.pectoralis 3. Kontraktur bahu 4. Limfedem extrimitas atas B. Radioterapi 1. Kuratif : bersama dengan MRM, BCT 2. Paliatif : tumor tak mampu angkat (T4) Dosis : Tumor primer : 5000-6000 rad KGB regional : 1500 rad C.Kemoterapi 1. Ajuvant : bila ada metastasis ke KGB 2. Paliatif : sudah ada metastasis sistemik Digunakan Kombinasi : CAF -Cyclophosphamide : 100 mg/m2/oral (hari 1 sampai 14) -Adriamycin : 50 mg/m2/iv (hari 1 dan -5 Fluourasil : 500 mg/m2/iv (hari 1 dan Lama 1 siklus adalah 28 hari

Respons 82% (CR+PR) CMF -Cyclophosphamide : 100 mg/m2/oral (hari 1 sampai 14) -Methotrexate : 40 mg/m2/iv (hari 1 dan -5 Fluourasil : 600 mg/m2/iv (hari 1 dan 6) Lama 1 siklus adalah 26 hari Respons 55% CA -Cyclophosphamide : 600 mg/m2/iv (hari ke-1) -Adriamycin : 40 mg/m2/iv (hari ke-1) Lama 1 siklus adalah 21 hari Respons 60-70% D.Hormonal -Telah ada metastasis jauh -Paliatif sebelum pemberian kemoterapi -Paliatif untuk pramenopause dengan cara oophorektomi bilateral -Ajuvant pada pascamenopause (ER+) dengan (KGB+) Jenis : 1. Oophorektomi bilateral 2. Obat : Tamoxifen (tamofen,nolvadex) 20-40 mg/hari : Linoral 3 x 0,1-0,5 mg/hari : Diethylstilbestrol 3 x 5-15 mg/hari : Testosteron 30 mg/minggu : Durabolin 50 mg/minggu : Sustanon 250 mg/minggu Stadium Dini (operable) Stadium I Terapi utama 1. Radical mastectomy 2. Modified radical mastectomy (Patey-Madden) Hasil diseksi kelenjar aksilla, bila histopatologis : (-) : observasi (+) : radiasi regional + ajuvant kemoterapi →sekalipun KGB (-), tetapi tumor sentral/medial, tetap diberi radiasi regional Terapi alternatif 1. BCT 2. Simple mastectomy + radiasi + ajuvant kemoterapi Stadium II Terapi utama RM / MRM + radiasi KGB dan Tumor bed Terapi alternatif Simple mastektomi + radiasi + ajuvant kemoterapi Stadium III a Simple mastektomi + radiasi + ajuvant kemoterapi Stadium lanjut (inoperable) Stadium III b (locally advanced ) 1. Kemoterapi : kuratif 12 siklus 2. Hormonal : tergantung pemeriksaan ER

Karsinoma mamma lanjut (lokal:T4) -Radioterapi dulu beberapa minggu lalu mastektomi (bila dapat diangkat) atau kemoterapi/hormonal tidak dapat diteruskan 4. urutannya hormonal dan kemoterapi) Setelah radiasi : Residu tumor (-) : tunggu sampai relaps.No.ER (+) : radiasi + hormonal + kemoterapi ER (-) : radiasi + kemoterapi + hormonal Bila ER tidak dapat diperiksa : radiasi + kemoterapi + hormonal (berdasarkan progresivitas. T3N1-2Mo IV Tsemua. Karsinoma yang residif dan bermetastasis -Bedah : hanya biopsi -Radioterapi. M1 85% 65% . lalu dengan radiasi -Radiasi dulu tidak dianjurkan Prognosis Ditentukan oleh : 1. kemoterapi.Mo 2. Kehamilan -MRM diikuti dengan radiasi -Trimister pertama : radiasi dan kemoterapi tidak dapat diberikan -Tunda kehamilan berikut selama 2 tahun bila T1. Gambaran histopatologis : grade 2.N semua. Staging TNM Stadium Ketahanan hidup 5 tahun I T1NoMo II T2N1Mo III To-2N2Mo. ER – = post menopause Keadaan Khusus 1. Mastitis karsinomatosa -Kemoterapi. hormonal 3. lalu diberi hormonal atau kemoterapi Residu tumor (+) : hormonal terapi Terapi hormonal (tunggu 6-8 minggu) untuk melihat respon : Respon (+) : terapi hormonal diteruskan Respon (-) : berikan kemoterapi CMF atau CAF Terapi hormonal dibagi 3 group : Pre menopause : bilateral oophorektomi 1-5 tahun menopause : ER + bilateral oophorektomi : ER – post menopause Post menopause : hormonal inkubitif/aditif Stadium IV Pre menopause : bilateral oophorektomi Respon (+) : tunggu relaps — aminogluthethimid tamoxifen Respon (-) : kemoterapi CMF/CAF 1-5 thn menopause : ER + = pre menopause.

fibrosis reaktif. comet sign Deteksi dini karsinoma unpalpable Termasuk termografi. 42% ditemukan hanya dengan mammografi saja sebelum kelainan ini cukup besar untuk di palpasi. sekalipun tumor sudah dapat dipalpasi Tampak mikrokalsifikasi: sand like app. Evaluasi terhadap populasi wanita normal tanpa keluhan atau gejala yang mengarah ke tumor payudara dalam usaha mendeteksi kanker dini. Hindari faktor penyebab/resiko 2. bila ada metastasis (tumor primer?) 5. Seluruh kanker 88% dapat dideteksi dengan mammografi. Screening pada resiko tinggi -Nullipara -Menarki sebelum usia 12 tahun -Hamil pertama usia > 30 tahun 4. Screening sebelum tindak bedah plastik atau kosmetik KELAINAN LAIN PADA PAYUDARA Kelainan payudara yang memerlukan tindak bedah Inflamasi/infeksi -Mastitis akut -Mastitis purulenta -Abses mamma Noninfeksi -Duktektasis . SARANIS (pemeriksaan payudara secara klinis) c.. SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) Pemeriksaan dilakukan 7-10 hari setelah haid >20 thn : SADARI tiap bulan 20-40 thn : tiap 3 tahun memeriksakan ke dokter > 40 thn : tiap tahun 35-40 thn : lakukan base line mammografi <50 thn : konsul ke dokter untuk lakukan mammografi >50 th : tiap tahun mammografi bila perlu b. Penemuan dini a. cairan dari puting susu -Ada keluarga yang menderita 3. Mammografi Pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar X (soft tissue tecnique) yang bertujuan untuk menyaring ada tidaknya kelainan neoplasma ganas. Evaluasi benjolan yang diragukan/perubahan samar -Mastitis kronik sistika. 9% tidak dapat dideteksi dengan mammografi.40% 10% Pencegahan 1. xerografi Indikasi Sebagai penyaring atau konfirmasi (setelah pemeriksaan ditemukan kecurigaan) 1. Pernah mengidap kanker payudara kontralateral 2. Cari karsinoma primer.

ada bagian kisteus -Tidak ada perlekatan. berbenjol-benjol -Konsistensi padat. batas tegas. kenyal. simpai licin. venektasi Terapi -Eksisi luas -Subkutan mastektomi -Simple mastektomi -Radikal mastektomi KELAINAN FIBROKISTIK Pendahuluan Nama lain -Mastitis kronis kistik -Hiperplasia kistik -Mastopatia kistik -Displasia payudara -Mammaria displasia -Benjolan multiple dan bilateral. dapat jadi besar -Semua usia. dapat infiltrasi lokal -Dapat jadi ganas (15%) : malignant cystosarcoma philloides -Pertumbuhan cepat. laktasi. kadang bila ditekan -Pertumbuhan cepat saat hamil. metastasis FIBROADENOMA -Pada wanita muda (15-30 tahun) . cystosarkoma filoides -Papilloma intraduktal. terutama 45 tahun Klinis -Mirip fibroadenoma yang besar. nyeri saat haid -Usia 30-50 tahun . batas tegas -Tidak melekat / mobile -Tidak nyeri. kadang multipel. dapat mencapai 20x30cm -Bulat/lonjong. mobile -Kulit tegang. mengkilat. padat kenyal. lipoma Tumor ganas -Adenokarsinoma mamma -Sarkoma. setelah menopause tidak ditemukan -Tumor mamma paling sering Klinis -Soliter. dapat bilateral (15%) -Benjolan bulat/lonjong. menjelang menopause -Bila sangat besar : giant fibroadenoma Terapi -Ekstirpasi CYSTOSARCOMA FILOIDES -Jinak.-Nekrosis lemak -Galaktokele Reaksi fisiologis tidak teratur -Penyakit fibrokistik Tumor jinak -Fibroadenoma.

kadang terinfeksi . payudara seluruhnya berbenjol -Pengeluaran cairan dari puting (jernih-hijau. tidak berdarah) -Nyeri prahaid (siklus). tidak nyeri. retraksi puting akibat fibrosis periduktal -Pembesaran KGB (+) MASTITIS Akut -Pada minggu pertama laktasi. batas tidak rata -Klinis sukar dibedakan dengan karsinoma Histologis -Nekrosis jaringan lemak. tumor soliter.Klinis -Klinis lebih jelas/lebih hebat saat haid -Beri gambaran klinis dan histopatologis beragam. kadang membentuk fistel Galaktokele -Kista retensi yang berisi air susu yang mengental. tidak membesar -Retraksi kulit. lalu terjadi fibrosis MASTITIS Sel Plasma Nama lain : mastitis komedo -Radang subakut sistem duktus Klinis -Klinis sukar dibedakan dengan karsinoma -Massa keras. akibat stafillokokkus dan streptokokkus -Dapat berkembang jadi abses yang nyeri disertai demam -Stasis air susu sebagai predisposisi MASTITIS TBC -Abses dingin. jadi sebaiknya lakukan biopsi bila ragu -Perubahan dan fluktuasi gambaran klinis jelas : -Benjolan multiple. tidak mobil. kista Terapi -Eksisi (terutama bila mengganggu) Papilloma Intraductal -Berasal dari duktus laktiferus -Lokasi terutama di bawah areola mamma Klinis -Sekresi berdarah dari puting Adenosis Sklerosis Klinis -Mirip kelainan fibrokistik Histologis -Proliferasi jinak Nekrosis lemak Klinis -Massa keras akibat cedera.

tumor adrenal. kemoterapi kanker Karsinoma Mamma Pria -Perjalanannya lebih cepat -Diagnosis sering agak terlambat -Curiga bila ada ginekomasti unilateral Klinis -Benjolan tanpa nyeri di belakang areola mamma -Sekresi dari papilla -Perubahan papilla/areola : retraksi. antihipertensi.1 -Di Indonesia. tumor testis. hepatoma. penyebab kematian terbanyak setelah karsinoma nasofaring -Terutama pada umur 50-60 tahun. polusi udara -penyakit paru dengan fibrosis -Frekwensi berbanding lurus dengan jumlah rokok yang diisap dan lamanya. merupakan penyebab kematian no. ulkus KARSINOMA PARU PENDAHULUAN -Di negara maju. antidepresi. hipoganids. fistel di pinggir areola Diagnosis banding -Penyakit paget’s -Mastitis tuberkulosa Ginekomasti -Hipertrofi payudara pria Etiologi -Pubertas. progesteron. androgen. digitalis. bulat. pria lebih banyak -Berhubungan erat dengan : -rokok. 1-10 batang : 15x. 20-40 batang : 50x. hipertiroid -Obat-obatan : estrogen. sehingga dilatasi dan menyebabkan reaksi radang Klinis -Cairan berdarah atau serous dari puting -Cairan mirip mentega dari satu duktus -Retraksi di bawah putting -Abses.-Akibat duktus laktiferus tersumbat pada ibu laktasi -Tumor batas tegas. kanker paru. > 40 batang : 70x ETIOLOGI . usia 65 tahun -Penyakit : sirosis. kisteus Fistel Paraareola -Akibat duktus tersumbat (sekret kental).

Rokok (terutama kretek) -Tar yang dikandung oleh rokok merupakan bahan karsinogen 2. berilium. arsen. Radiasi KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI WHO WP-L (Working Party Lung Cancer System) Karsinoma sel squamosa Karsinoma sel kecil -fusiform -poligonal -bentuk limfosit -bentuk lain Adenokarsinoma Bronkogenik -asiner -papiler Bronkhiolo-alveolar Karsinoma sel besar -solidum dengan musin -solidum tanpa musin -sel raksasa -sel jernih Karsinoma sel squamosa -diferensiasi baik -diferensiasi sedang -diferensiasi buruk Karsinoma sel kecil -berbentuk limfosit -intermediate cell Adenokarsinoma -diferensiasi baik -diferensiasi sedang -diferensiasi buruk -bronkhiolo-alveolar Karsinoma sel besar -berlapis -dengan musin -sel raksasa -sel jernih Karsinoma sel squamosa (epidermoid) -Sekitar 50-70% dari seluruh karsinoma paru. penyebaran umumnya limfogen -Sensitif sedang terhadap radioterapi . uranium. krom. laki lebih banyak -Terutama terletak di bagian sentral (gejala obstruksi) -Berhubungan dengan kebisaan merokok -Umumnya pertumbuhan lambat. nikel. vinil klorida 3. Polusi udara -Asbes.Multifaktorial ? 1.

agresif. wanita lebih banyak -Terutama di perifer. banyak mengandung pembuluh darah -Invasi ke peribronkial : Collar button lesion -Termasuk kelompok APUD-omas. takikardi. umur muda. agresif. invasi tidak sampai bronkus lobus (belum sampai bronkus utama) Setiap tumor dengan : -garis tengah > 3 cm . pria lebih banyak -Letak perifer. pria lebih banyak -Termasuk kelompok APUD-omas (sindroma neoplastik) -Ada hubungan dengan rokok -Letak terutama di sentral. sering asimptomatik -Berhubungan dengan parut di parenkim paru (tidak berhubungan dengan kebiasaan merokok) -Pertumbuhan lambat. diare) SISTEM TNM (AJCC/IUCC 1992) Tx T1 T2 T3 T4 N1 N2 N3 M1 Sitologis positif. radiologis/bronkoskop negatif Tumor < 3cm. menyebabkan sindroma karsinoid (muka merah. produksi hormon.Adenokarsinoma -Sekitar 10-25%. respon kurang terhadap radioterapi Karsinoma sel kecil -Sekitar 10-15%. cepat metastasis Adenoma (karsinoid bronkus) -Lokasi di mukosa bronkus besar -Bentuk polipoid atau plak. tetapi cepat residif -Paling ganas Karsinoma sel besar -Sekitar 5%. soliter. sentrifugal (efusi pleura) -Sensitif kemoterapi. cepat metastasis -Biasanya ditemukan dalam stadium inoperabel -Sensitif radioterapi dan kemoterapi. dikelilingi jaringan paru/pleura viseralis.

termasuk perluasan tumor secara langsung KGB mediastinum dan atau subkarina ipsilateral KGB hilus dan mediastinum kontralateral. jantung. hepar (hep). difragma. peritoneum (per). tulang (oss). tetapi belum seluruh paru Tumor dengan segala ukuran dengan perluasan ke dinding dada. nyeri dada -Sebagian besar penderita kanker paru ditemukan dalam stadium lanjut Pancoast Tumor : tumor di perifer.leher. apeks lobus superior. sumsum tulang (mar). trakea. otak (bra). KGB (lym).-mengenai bronkus utama sejauh 2 cm/lebih distal dari karina -mengenai pleura viseralis -berhubungan dengan atelektasis. lengan dan sindroma Horner (enoftalmus ipsilateral. kulit (ski). berhubungan dengan atelektasis atau pneumonitis obstruktif seluruh paru Tumor berbagai ukuran yang melibatkan mediastinum. ptosis. T2 N2 Mo. pleura mediastinalis. T2 No Mo T1 N1 Mo. lain-lain (oth) STADIUM / STAGE (AJCC/UICC) Stadium Interpretasi Occult Stadium 0 Stadium I Stadium II Stadium IIIA IIIB Stadium IV Tx No Mo Tis No Mo T1 No Mo. menyebabkan efusi pleura : sesak napas. T4 N semua Mo T semua N semua M1 GAMBARAN KLINIK -Stadium awal : tidak menimbulkan gejala klinis yang khas -Sekitar 25% penderita ditemukan secara kebetulan. erosi iga I. pleura (pl). tumor di bronkus utama < 2 cm distal karina. pembuluh besar. miosis) disertai anhidrosis yang melibatkan saraf simpatis Akibat pertumbuhan neoplastik . T2 N1 Mo T1 N2 Mo. tanpa simptom -Tumor yang meluas sentrifugal. korpus vertebra. T3 No Mo T3 N1 Mo. pneumonitis obstruktif yang meluas ke hilus. karina atau tumor yang disertai efusi pleura malignant KGB peribronkial dan atau hilus ipsilateral.II dan vertebra servikal sehingga timbul rasa sakit bahu. T3 N2 Mo T semua N3 Mo. KGB skalenus dan supraklavikular ipsilateral/kontralateral Metastasis jauh M1 : Paru (pul). dapat menekan pleksus brakialis. perikardium. esofagus.

oblik . trombosis arterial Anemia. ginjal. retensi lendir bronkus): pneumonitis berulang. polisitemia DIAGNOSIS 1.rekurens (disfoni. n. kelebihan hormon ADH.frenikus (paralise diafragma). Pemeriksaan Radiologis -Thoraks foto PA. hiperkalsemia Miopati. paralise pita suara). Anamnesis 2. BT. sklerodem.brakialis (sindroma pleksus brakialis) Metastasis -Pembesaran KGB -Gejala metastasis di organ jauh Kelainan yang belum jelas sebabnya -Generalized hypertrophic osteoarthropathy -Trombosis perifer berulang. hemoptoe jarang -Resistensi tubuh rendah (gangguan faal. CT -Sitologi sputum -Pemeriksaan faal hati. miastenia. sitologi 4. lateral. jenis sel fosfatase lindi. abses paru -Lanjut : obstruksi bronkus : sesak neapas Akibat penekanan. n.-Iritasi dan gangguan mekanik : batuk. dermatomiositis Tromboflebitis migrans. neuropati Sindroma paraneoplastik Metabolik Neuromuskuler Skeletal Dermatologik Vaskuler Hematologik Sindroma cushing. Pemeriksaan fisis -Keadaan umum. trombosit. termasuk status penampilan -Kelainan yang terlihat -Pemeriksaan dada dan paru -Tanda penyebaran tumor ke alat tubuh lain 3. polimiositis ensefalomielopati Jari tabuh. infiltrasi ke sekitar -Vena cava superior : sindroma vena cava superior -Esofagus : disfagi -Trakea : dispnea. neuropati. faktor pembekuan. kadar kalisium darah -Pemeriksaan cairan pleura : jumlah sel. stridor -Saraf : nyeri. n. osteoarthropati hipertropik Akantosis nigrikans. Pemeriksaan laboratorium -Darah rutin.

liver scanning. Pemeriksaan sitologis dan histopatologis TERAPI Pengobatan tergantung : -Jenis histoligis. Biopsi transtorakal 8. stadium). obstruksi -Tak ada kelainan. status penampilan penderita -Umur. Biopsi transbronkial -Bila tumor letak perifer. bone scanning. infiltrasi dinding -Perubahan lumen bronkus : stenosis. faal jantung dan organ lain Pembedahan Sifat Operasi Tindakan Pembedahan Pengang-katan tumor Diseksi KGB sempurna Metastasis kelenjar sisa Kuratif -Absolut -Relatif Nonkuratif -Absolut -Relatif + + + + + + + + + - . bila tumor terletak di perifer 6.-Fluoroskopi : gerakan diafragma -Tomogram : pembesaran KGB hilus/mediastinum -Metastasis jauh : bone survey. faal paru. Mediastinoskopi 9. Pemeriksaan Bronkoskopi Kelainan yang mungkin ditemukan : -Kelainan dinding bronkus : tumor intrabronkial. USG. Punksi dan biopsi pleura 10. MRI 5. CT scan. derajat (stage. dilakukan melalui bronkoskop dengan sinar tembus 7.

Pancoast. tekanan mekanis. batuk. Nimustine 33mg/m2/iv -hari 1 dan 5 : Cisplatinum 25mg/bolus -hari 3 dan 5 : Methotrexate 27mg/m2/iv PROGNOSIS -Ketahanan hidup 1 tahun 20%. vena cava superior.+ + Kuratif : pada stadium I.Graham (1933) : pertama kali pd orang dewasa Bentuk Operasi -Lobektomi : pengangkatan sbg lobus -Reseksi segmental -Pneumonektomi : pengangkatan paru secara total Indikasi Pneumonektomi Tergantung apakah kelainan tsb melibatkan paru secara luas atau tidak 1. Tuberkulosis 3. menolak operasi) Paliatif : mengurangi nyeri (metastasis tulang. kecuali jenis sel kecil Paliatif : reduksi tumor sehingga radioterapi/kemoterapi lebih efektif : mengurangi obstruksi. perdarahan Radioterapi Kuratif : inoperabel (tumor di bronkus utama. sind.5% -Adenokarsinoma : 10 -12% -Karsinoma sel kecil : 1-2% -Karsinoma sel besar : 2-5% -Mixed : 5-10% PNEUMONEKTOMI Pendahuluan -Dupuytren dan Astley Cooper (abad ke-19) : empyema -Nissen (1931) : pneumonektomi pertama kali pd anak umur 12 tahun -E. atasi sind. status penampilan buruk. dinding dada). Tumor : jinak/ganas .H. Bronkhiektasis 2. Adriam 27mg. 5 tahun <10% -Karsinoma epidermoid : ketahanan hidup 5 tahun 5-7. hemoptoe Ajuvant : pasca reseksi kuratif (bila radikalitas diragukan) -Untuk karsinoma sel kecil -Kontra indikasi : -faal paru buruk -massa tumor terlalu besar -metastasis jauh Kemoterapi Paliatif : telah metastasis ke luar paru Ajuvant : bedah atau radiasi kuratif Kombinasi : -hari 1 : Cycloph 333mg.

Lain-lain : abses.laringeus rekuren dan n. kelebihan cairan. Infeksi luka operasi . misal : reseksi perikardium. bronkiektasis. Extended pneumonektomi -Disertai dgn struktur sekitar yg terlibat. Obstruksi jalan napas -Kesalahan pemasangan endotrakeal tube — terlebih dahulu lakukan bronkoskopi dan pemakaian single lumen tube 3. Penyempitan akibat inflamasi atau trauma 5. ventilasi mekanis. Pneumonektomi radikal -Disertai pengangkatan kelenjar limfe mediastinalis ipsilateral 3. Kegagalan pernapasan -Perpanjangan efek anastesi. transfusi multiple. Insisi transversal anterolateral Rienhoff 2. Insisi posterolateral Komplikasi Pneumonektomi Intraoperatif 1. keganasan yg tidak melibatkan kelenjar limfe regional 2.phrenikus 8. bronkopulmoner sequestrasi. Insifisiensi respiratory -Pada preoperatif terlebih dahulu periksa apakah penderita dapat mentoleransi penurunan fungsi paru selama operasi Postoperatif 1. Perdarahan postoperatif 3. Herniasi jantung -Akibat adanya defek pada perikardium 5. Simple atau standar pneumonektomi -Reseksi paru. brokopulmoner sequestrasi Teknik 1. Trombus -Akibat kerusakan intima atau ruptur pada jahitan pembuluh darah — jadi gunakan jahitan kontinu 4. Parese n. Fistula esofagopleural 7.4. Perdarahan -Akibat laserasi arteri pulmonalis atau cabang-cabangnya — jadi identifikasi terlebih dahulu 2. jamur. tapi tidak mencakup diseksi KGB regional -Misal pada : destroyed lung. dinding dada. diafragma Pendekatan Operasi 1. Fistula bronkhopleural -Akibat adanya infeksi atau penutupan bronkhial/ struktur hilus tidak sempurna 2. Empyema 6. fistula bronkhopleural 4. abses paru. atrium.