ASKEP CA OVARIUM

Posted on March 30, 2011 by ainicahayamata ASKEP CA OVARIUM A. Pengertian Kanker Indung telur atau Kanker ovarium adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur) yang paling sering ditemukan pada wanita berusia 50 – 70 tahun. Kanker ovarium bisa menyebar ke bagian lain, panggul, dan perut melalui sistem getah bening dan melalui sistem pembuluh darah menyebar ke hati dan paru-paru. Kanker ovarium sangat sulit didiagnosa dan kemungkinan kanker ovarium ini merupakan awal dari banyak kanker primer. (Wingo, 1995)

B. Etiologi Penyebab kanker ovarium belum diketahui secara pasti. Akan tetapi banyak teori yang menjelaskan tentang etiologi kanker ovarium, diantaranya: 1. Hipotesis incessant ovulation Teori menyatakan bahwa terjadi kerusakan pada sel-sel epitel ovarium untuk penyembuhan luka pada saat terjadi ovulasi. Proses penyembuhan sel-sel epitel yang terganggu dapat menimbulkan proses transformasi menjadi sel-sel tumor. 2. Hipotesis androgen Androgen mempunyai peran penting dalam terbentuknya kanker ovarium. Hal ini didasarkan pada hasil percobaan bahwa epitel ovarium mengandung reseptor androgen. Dalam percobaan in-vitro, androgen dapat menstimulasi pertumbuhan epitel ovarium normal dan sel-sel kanker ovarium. C. Faktor Risiko 1. Diet tinggi lemak 2. Merokok 3. Alkohol 4. Penggunaan bedak talk perineal 5. Riwayat kanker payudara, kolon, atau endometrium 6. Riwayat keluarga dengan kanker payudara atau ovarium

7. Nulipara 8. Infertilitas 9. Menstruasi dini 10. Tidak pernah melahirkan

D. Tanda & Gejala Gejala umum bervariasi dan tidak spesifik. Pada stadium awal berupa : 1. Haid tidak teratur 2. Ketegangan menstrual yang terus meningkat 3. Menoragia 4. Nyeri tekan pada payudara 5. Menopause dini 6. Rasa tidak nyaman pada abdomen 7. Dispepsia 8. Tekanan pada pelvis 9. Sering berkemih 10. Flatulenes 11. Rasa begah setelah makan makanan kecil 12. Lingkar abdomen yang terus meningkat E. Stadium Stadium kanker ovarium primer menurut FIGO (Federation InternationalofGinecologies and Obstetricians ) 1987, adalah : STADIUM I –> pertumbuhan terbatas pada ovarium 1. Stadium 1a : pertumbuhan terbatas pada suatu ovarium, tidak ada asietas yang berisi sel ganas, tidak ada pertumbuhan di permukaan luar, kapsul utuh. 2. Stadium 1b : pertumbuhan terbatas pada kedua ovarium, tidak asietas, berisi sel ganas, tidak ada tumor di permukaan luar, kapsul intak.

3. Stadium 1c : tumor dengan stadium 1a dan 1b tetapi ada tumor dipermukaan luar atau kedua ovarium atau kapsul pecah atau dengan asietas berisi sel ganas atau dengan bilasan peritoneum positif. STADIUM II –> Pertumbuhan pada satu atau dua ovarium dengan perluasan ke panggul 1. Stadium 2a : perluasan atau metastasis ke uterus dan atau tuba 2. Stadium 2b : perluasan jaringan pelvis lainnya 3. Stadium 2c : tumor stadium 2a dan 2b tetapi pada tumor dengan permukaan satu atau kedua ovarium, kapsul pecah atau dengan asitas yang mengandung sel ganas dengan bilasan peritoneum positif.

STADIUM III –> tomor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant di peritoneum di luar pelvis dan atau retroperitoneal positif. Tumor terbatas dalam pelvis kecil tetapi sel histologi terbukti meluas ke usus besar atau omentum. 1. Stadium 3a : tumor terbatas di pelvis kecil dengan kelenjar getah bening negatif tetapi secara histologi dan dikonfirmasi secara mikroskopis terdapat adanya pertumbuhan (seeding) dipermukaan peritoneum abdominal. 2. Stadium 3b : tumor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant dipermukaan peritoneum dan terbukti secara mikroskopis, diameter melebihi 2 cm, dan kelenjar getah bening negativ. 3. . Stadium 3c : implant di abdoment dengan diameter > 2 cm dan atau kelenjar getah bening retroperitoneal atau inguinal positif. STADIUM IV –> pertumbuhan mengenai satu atau kedua ovarium dengan metastasis jauh. Bila efusi pleura dan hasil sitologinya positif dalam stadium 4, begitu juga metastasis ke permukaan liver.

F. Penegakan Diagnosa Medis Sebagian besar kanker ovarium bermula dari suatu kista. Oleh karena itu, apabila pada seorang wanita ditemukan suatu kista ovarium harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah kista tersebut bersifat jinak atau ganas (kanker ovarium). Ciri2 kista yang bersifat ganas yaitu pada keadaan :

Ø Kista cepat membesar

Ø Kista pada usia remaja atau pascamenopause Ø Kista dengan dinding yang tebal dan tidak berurutan Ø Kista dengan bagian padat Ø Tumor pada ovarium Pemeriksaan lanjutan untuk memperkuat dugaan ke arah kanker ovarium seperti : Ø USG dengan Doppler untuk menentukan arus darah Ø Jika diperlukan, pemeriksaan CT-Scan/ MRI Ø Pemeriksaan tumor marker seperti Ca-125 dan Ca-724, beta – HCG dan alfafetoprotein Semua pemeriksaan diatas belum bisa memastikan diagnosis kanker ovarium, akan tetapi hanya sebagai pegangan untuk melakukan tindakan operasi. G. Penatalaksanaan Sebagian besar kanker ovarium memerlukan pengobatan dengan kemoterapi. Hanya kanker ovarium stadium awal saja (stadium 1a dan 1b dengan derajat diferensiasi sel yang baik/sedang) yang tidak memerlukan kombinasi pengobatan. Kemoterapi diberikan sebanyak 6 seri dengan interval 3 – 4 minggu sekali dengan melakukan pemantauan terhadap efeh samping kemoterapi secara berkala terhadap sumsum tulang, fungsi hati, fungsi ginjal, sistem saluran cerna, sistem saluran cerna, sistem saraf dan sistem kardiovaskuler. Penatalaksanaan yang sesuai dengan stadium yaitu :
  

Operasi (stadium awal) Kemoterapi (tambahan terapi pada stadium awal) Radiasi (tambahan terapi untuk stadium lanjut

H. Asuhan Keperwatan 1. Pengkajian 1. Data diri klien Data biologis/fisiologis –> keluhan utama, riwayat keluhan utama 1. 2. 3. 4. 5. 6. Riwayat kesehatan masa lalu Riwayat kesehatan keluarga Riwayat reproduksi –> siklus haid, durasi haid Riwayat obstetric –> kehamilan, persalinan, nifas, hamil Pemeriksaan fisik Data psikologis/sosiologis–> reaksi emosional setelah penyakit diketahui

2. Diagnosa Keperawatan

1. Nyeri akut b.d agen cidera biologi 2. Perubahan citra tubuh dan harga diri b.d perubahan dalam penampilan fungsi dan peran 3. Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual b.d perubahan struktur atau fungsi tubuh, perubahan kadar hormone 4. Ketidakefektifan pola nafas b/d penurunan ekspansi paru karena desakan diafragma, bendungan cairan pleura 3.Tujuan dan Intervensi Diagnosa 1 : Nyeri akut b.d agen cidera biologi Defenisi : Pengalaman emosional dan sensori yang tidak menyenangkan yang muncul dari kerusakan jaringan secara secara aktual dan potensial atau menunjukkan adanya kerusakan. Serangan mendadak atau perlahan dari intensitas ringan sampai berat yang diantisipasi atau diprediksi durasi nyeri kurang dari 6 bulan. Batasan Karakteristik :
           

Melaporkan nyeri secara verbal dan non verbal Tingkah laku berhati hati Muka topeng Gangguan tidur Fokus pada diri sendiri Fokus menyempit (penurunan persepsi waktu,kerusakan proses berfikir,penurunan interaksi dengan orang dan lingkungan) Tingkah laku distraksi(jalan jalan, menemui orang,aktifitas berulang ) Respon otonom(diaphoresis, perubahan tekanan darah ,perubahan napas nadi,dilatasi pupil) Perubahan otonom dalm dalam tonus otot (dalam rentang lemah ke kaku) Tingkah laku ekspresif(gelisah merintih,menangis,waspada iritabel,napas panjang mengeluh Perubahan dalam nafsu makan Fakta dari observasi

Faktor yang Berhubungan :

Agen injuri (biologis, kimia, fisik, psikologis)

NOC:
  

Pain level Pain control Comfort level

Intervensi :
  

Manajemen nyeri Pemberian Analgesik Pemberian obat penenang

NIC MANAJEMEN NYERI Defenisi: pengurangan rasa nyeri serta peningkatan kenyamanan yang bisa diterima oleh pasien Aktivitas:
     

        

   

  

Lakukan penilaian nyeri secara komprehensif dimulai dari lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas dan penyebab. Kaji ketidaknyamanan secara nonverbal, terutama untuk pasien yang tidak bisa mengkomunikasikannya secara efektif Pastikan pasien mendapatkan perawatan dengan analgesic Gunakan komunikasi yang terapeutik agar pasien dapat menyatakan pengalamannya terhadap nyeri serta dukungan dalam merespon nyeri Pertimbangkan pengaruh budaya terhadap respon nyeri Tentukan dampak nyeri terhadap kehidupan sehari-hari (tidur, nafsu makan, aktivitas, kesadaran, mood, hubungan sosial, performance kerja dan melakukan tanggung jawab sehari-hari) Evaluasi pengalaman pasien atau keluarga terhadap nyeri kronik atau yang mengakibatkan cacat Evaluasi bersama pasien dan tenaga kesehatan lainnya dalam menilai efektifitas pengontrolan nyeri yang pernah dilakukan Bantu pasien dan keluarga mencari dan menyediakan dukungan. Gunakan metoda penilaian yang berkembang untuk memonitor perubahan nyeri serta mengidentifikasi faktor aktual dan potensial dalam mempercepat penyembuhan Tentukan tingkat kebutuhan pasien yang dapat memberikan kenyamanan pada pasien dan rencana keperawatan Menyediakan informasi tentang nyeri, contohnya penyebab nyeri, bagaimana kejadiannya, mengantisipasi ketidaknyamanan terhadap prosedur Kontrol faktor lingkungan yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada pasien (suhu ruangan, pencahayaan, keributan) Mengurangi atau menghapuskan faktor-faktor yang mempercepat atau meningkatkan nyeri (spt:ketakutan, fatique, sifat membosankan, ketiadaan pengetahuan) Mempertimbangkan kesediaan pasien dalam berpartisipasi, kemampuannya dalam berpartisipasi, pilihan yang digunakan, dukungan lain dalam metoda, dan kontraindikasi dalam pemilihan strategi mengurangi nyeri Pilihlah variasi dari ukuran pengobatan (farmakologis, nonfarmakologis, dan hubungan atar pribadi) untuk mengurangi nyeri Pertimbangkan tipe dan sumber nyeri ketika memilih metoda mengurangi nyeri Mendorong pasien dalam memonitor nyerinya sendiri Ajari untuk menggunakan tehnik non-farmakologi (spt: biofeddback, TENS, hypnosis, relaksasi, terapi musik, distraksi, terapi bermain, acupressure, apikasi hangat/dingin, dan pijatan ) sebelum, sesudah dan jika memungkinkan, selama puncak nyeri , sebelum nyeri terjadi atau meningkat, dan sepanjang nyeri itu masih terukur. Kolaborasikan dengan pasien dan tenaga kesehatan lainnya untuk memilih dan mengimplementasikan metoda dalam mengatasi nyeri secara non-farmakologi. Menyediakan analgesic yang dibutuhkan dalam mengatasi nyeri Menggunakan Patient-Controlled Analgesia (PCA)

tapi evaluasi resiko pemberian obat penenang Pastikan pretreatmen strategi analgesi dan/ non-farmakologi sebelum prosedur nyeri hebat Kaji tingkat ketidaknyamanan bersama pasien. dan dosis. Memberikan perawatan yang dibutuhkan dan aktifitas lain yang memberikan efek relaksasi sebagai respon dari analgesi . Utamakan pemberian secara IV dibanding IM sebagai lokasi penyuntikan.              Gunakan cara mengontrol nyeri sebelum menjadi menyakitkan (puncak nyeri) Pengobatan sebelum beraktivitas untuk meningkatkan partisipasi . karakteristik. PEMBERIAN ANALGESIC Defenisi: menggunakan agen farmakologi untuk mengurangi nyeri Akatifitas:           Menentukan lokasi . dan intensitas nyeri sebelum mengobati pasien Periksa order/pesanan medis untuk obat. dosis. keluarga. jika mungkin Hindari pemberian narkotik dan obat terlarang lainnya. serta melibatkan pasien dalam pemilihan tersebut Tentukan jenis analgesic yang digunakan (narkotik. dan frekuensi yang ditentukan analgesic Cek riwayat alergi obat Mengevaluasi kemampuan pasien dalam pemilihan obat penghilang sakit. mutu. dan hal lain yang mendukung dalam proses manajemen nyeri Menyediakan informasi yang akurat untuk meningkatkan pengetahuan keluarga terhadap respon nyeri Menyertakan keluarga dalam mengembangkan metoda mengatasi nyeri Monitor kepuasan pasien terhadap manajemen nyeri ynag diberikan dalam interval yang ditetapkan. Tentukan analgesic yang cocok. rute. menurut agen protokol Monitor TTV sebelum dan sesudah pemberian obat narkotik dengan dosis pertama atau jika ada catatan luar biasa. non narkotik atau NSAID) berdasarkan tipe dan tingkat nyeri. rute pemberian dan dosis optimal. catat perubahan dalam catatan medis dan informasikan kepada tenaga kesehatan yang lain Evaluasi efektifitas metoda yang digunakan dalam mengontrol nyeri secara berkelanjutan Modifikasi metode kontrol nyeri sesuai dengan respon pasien Anjurkan untuk istirahat/tidur yang adekuat untuk mengurangi nyeri Dorong pasien untuk mendiskusikan pengalamannya terhadap nyeri Beritahu dokter jika metoda yang digunakan tidak berhasil atau jika ada komplain dari pasien mengenai metoda yang diberikan Informasikan kepada tenaga kesehatan yang lain/anggota keluarga tentang penggunaan terapi non-farmakologi yang akan digunakan oleh pasien Gunakan pendekatan dari berbagai disiplin ilmu dalam manajemen nyeri Mempertimbangkan pasien.

rute pemberian.              Cek pemberian analgesic selama 24 jam untuk mencegah terjadinya puncak nyeri tanpa rasa sakit. baik sendiri atau bersama dengan pil opioids. pengamatan juga diakukan melihat adanya tanda dan gejala buruk atau tidak menguntungkan ( berhubungan dengan pernapasan. depresi. Kaji perasaan klien tentang citra tubuh dan tingkat harga diri Berikan dorongan untuk keikutsertaan kontinyu dalam aktifitas dan pembuatan keputusan Berikan dorongan pada klien dan pasangannya untuk saling berbagi kekhawatiran tentang perubahan fungsi seksual dan menggali alternatif untuk ekspresi seksual yang lazim Diagnosa 3 : Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual b. atau interval.d perubahan struktur atau fungsi tubuh. terutama setelah dosis awal. perubahan pada respons individu . mulut kering dan konstipasi) Dokumentasikan respon pasien tentang analgesic. serta membuat rekomendasi spesifik berdasar pada prinsip equianalgesic Mengajari tentang penggunaan analgesic. mual muntah. dan harapan untuk keterlibatan dalam membuat keputusan dalam manajemen nyeri Diagnosa 2 : Perubahan citra tubuh dan harga diri b. untuk memelihara tingkatan serum Lakukan tindakan pengamanan pada pasien dengan obat analgesic narkotik Instruksikan untuk menggunakan pengobatan PRN sebelum nyeri bertambah Menginformasikan individu yang mendapatkan analgesic narkotika. dosis. perubahan kadar hormon Tujuan : -KLien menyatakan paham tentang perubahan struktur dan fungsi seksual.bahwa pasien akan merasa mengantuk hingga 2 sampai 3 hari kemudian kembali normal Mengkaji pengetahuan pasien atau anggota keluarga mengenai analgesic. terutama dengan nyeri yang menjengkelkan Set harapan positif mengenai efektivitas obat analgesic untuk mengoptimalkan respons pasien Mengurus adjuvant analgesic dan/atau pengobatan ketika memerlukan tindakan tanpa rasa sakit Mempertimbangkan penggunaan infus secara terus menerus.d perubahan dalam penampilan fungsi dan peran Tujuan : KLien Intervensi : dapat memperbaiki persepsi citra tubuh dan harga dirinya. strategi ke menurunkan efek samping. terutama sekali opioids(karena resiko kecanduan tinggi) Mengevaluasi efektivitas analgesic pada interval tertentu. – Mengidentifikasi kepuasan/ praktik seksual yang diterima dan beberapa alternatif cara mengekspresikan keinginan seksual Intervensi: Mendengarkan pernyataan klien dan pasangan Diskusikan sensasi atau ketidaknyamanan fisik. catat efek yang merugikan Mengevaluasi dan mendokumentasikan tingkat pemberian obat penenang pada pasien yang menerima opioids Tindakan pesawat untuk mengurangi efek merugikan dari analgesic (contoh : konstipasi dan iritasi lambung) Kolaborasikan dengan dokter jika terjadi perubahan obat.

ex : menunda koitus seksual saat kelelahan Diagnosa 4:Ketidakefektifan pola nafas b/d penurunan ekspansi paru karena desakan diafragma.Kaji informasi klien dan pasangan tentang anatomi/ fungsi seksual dan pengaruh prosedur pembedahan Identifikasi faktor budaya/nilai budaya Bantu klien untuk menyadari atau menerima tahap berduka Dorong klien untuk menyadari atau menerima tahap berduka Dorong klien untuk berbagi pikiran/masalah dengan orang terdekatnya Berikan solusi masalah terhadap masalah potensial. Status Pernapasan: Kepatenan Jalan Napas Definisi: Saluran trakheobronkial tetap terbuka Indikasi . bendungan cairan pleura Defenisi: inspirasi dan atau ekspirasi yang tidak menyediakan ventilasi yang adekuat NOC 1. Status Respirasi : Ventilasi Defenisi : Pergerakan udara masuk dan keluar dari paru Indikator               Rata-rata Pernafasan dalam rentang yang diharapkan Irama pernafasan dalam rentang yang diharapkan Kedalaman pernafasan Ekspansi dada yang simetris Mudah bernafas Pengeluaran sputum keluar dari jalan nafas Keadekuatan vocal Ekpulsi udara Tidak ada penggunaan otot-otot bantu pernafasan Tidak ada bunyi nafas Tidak ada retraksi dada Tidak ada nafas pendek Auskultasi bunyi pernafasan dalam rentang yang diharapkan Tidak ada dipnea 2.

Aktifitas: . system pernapasan. gunakan teknik chin lift atau jaw thrust (dagu diangkat atau rahang ditinggikan) sesuai dengan kebutuhan Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi Identifikasi kebutuhan pasien akan insersi jalan nafas actual Masukkan jalan nafas melalui mulut atau nasofaring . Status tanda tanda vital Defenisi : temperatur. nadi. pemantauan tanda-tanda vital Defenisi: pengumpulan dan analisis data dari system kardiovaskuler.       Demam tidak ada Ansietas tidak ada Sesak tidak ada Frekuensi napas IER* Irama napas IER Keluaran sputum dari jalan napas Tidak ada suara napas tambahan 3. dan tekanan darah berada dalam rentang normal Indikator       Suhu Frekuensi Frekuensi Frekuensi napas TD sistolik TD diastolik NIC 1. berbalik.sesuai dengan kebutuhan Lakukan fisioterapi dada sesuai dengan kebutuhan Bersihkan secret dengan menganjurkan batuk atau dengan menggunakan penghisapan Dukung untuk bernafas pelan. dan batuk Instruksikan bagaimana batuk efektif Berikan bronkodilator sesuai dengan kebutuhan Berikan pengobatan aerosol sesuai dengan kebutuhan Atur posisi untuk mengurangi dipsnea Pantau status pernapasan dan oksigenasi sesuai dengan kebutuhan 2. dalam. suhu tubuh untuk menentukan dan mencegah terjadinya komplikasi. Manajemen jalan nafas Defenisi: memfasilitasi kepatenan jalan nafas Aktivitas:             Buka jalan nafas.

KGB. Monitor jumlah dan kualitas denyut nadi. kanker bisa menyebar ke hati dan paru-paru. denyut nadi. B. Monitor irama dan kecepatan jantung.duduk. Monitor tekanan darah. dan pernafasan sebelum. Monitor adanya laporan tanda dan gejala dari hipotermi dan hipertermi. Ambil denyut nadi apical dan radial secara bersamaan dan catat perbedaannya. dan berdiri Auskultasi tekanan darah dikedua lengan dan bandingkan. dan sesudah melakukan kegiatan. Kanker ovarium sebenarnya merupakan sekelompok tumor yang berbeda yang timbul dari beragam jenis jaringan yang terkandung dalam ovarium . Monitor luas dan sempit tekanan darah. nadi. Monitor adanya sianosis. Kasus lainnya adalah jenis yang jarang terjadi dari kanker ovarium yaitu kanker yang berkembang dari sel – sel pembentuk telur kuman atau dari jaringan pendukung (stroma) dari organ jinak (nonkanker) tumor dan kista juga ditemukan di ovarium dan jauh lebih umum daripada kanker ovarium.com/2011/03/30/askep-ca-ovarium/ Asuhan Keperawatan Kanker Ovarium Posted: 18 November 2011 in Kumpulan Askep Tag:Kanker. Kanker ovarium bisa menyebar secara langsung ke daerah di sekitarnya dan melalui sistem getah bening bisa menyebar ke bagian lain dari panggul dan perut. Kanker Indung Telur (Kanker Ovarium) adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur). Definisi Kanker epitel ovarium atau dikenal dengan kanker indung telur yang berasal dari sel epitel. Klasifikasi Jenis kanker ovarium meliputi: . suhu tubuh dan status pernapasan Catat arah dan luas ketidaktetapan tekanan darah. selama. http://ainicahayamata. Monitor tekanan darah ketika pasien berbaring.            Monitor tekanan darah. Monitor pola pernafasan yang abnormal. ovarium 0 A.wordpress. Jenis yang paling umum kanker ovarium muncul dari epitel sel (lapisan luar sel) dari permukaan ovarium. Melalui pembuluh darah.

1. kapsul utuh.. 3. 3. kanker ini dimulai pada lapisan tipis jaringan yang menutupi bagian luar ovarium. Disebut tumor sel germinal. Kanker ovarium paling banyak ditemui adalah tumor epitel. ovarium kanker ini cenderung terjadi pada wanita muda. KGB (-) 1. 2. II A II B II C Mengenai permukaan luar ovarium Kapsul ruptur Ascites (+) Stadium II perluasan pada rongga pelvis Mengenai uterus / tuba fallopi / keduanya Mengenai organ pelvis lainnya Kriteria II A / II B disertai 1 / > keadaan sbb : 1. ascites (-) Kriteria I A / I B disertai 1 > lebih keadaan sbb : 1. Disebut tumor epitel. 2. 1. Disebut tumor stroma. Mengenai permukaan ovarium Kapsul ruptur Ascites (+) Stadium III kanker meluas mengenai organ pelvis dan intraperitoneal III A Makroskopis : terbatas 1 / 2 ovarium Mikroskopis : mengenai intraperitoneal III B III C Makroskopis : mengenai intraperitoneal diameter < 2 cm. kapsul utuh. ascites (-) Mengenai 2 ovarium. Kanker yang dimulai dalam sel-sel memproduksi hormon-kanker ini. Makroskopis mengenai intraperitoneal diameter > 2 cm . mulai dalam jaringan ovarium yang menghasilkan hormon estrogen. Klasifikasi stadium kanker ovarium berdasarkan FIGO (International Federation of Gynecology and Obstetrics Stadium I terbatas pada 1 / 2 ovarium IA IB IC Mengenal 1 ovarium. 3. progesteron dan testosteron. 2. Meluas mengenai KGB dan / 2. Kanker yang dimulai dalam sel yang memproduksi telur.

Karsinoma ovarium bisa menyebar dengan ekstensi lokal. Etiologi Tidak jelas apa yang menyebabkan kanker ovarium. invasi limfatik. Sel-sel kanker tumbuh dan berkembang di luar kendali. Selsel ganas dapat implan di mana saja dalam rongga peritoneal tetapi lebih cenderung untuk menanamkan di situs statis sepanjang sirkulasi cairan peritoneum. operasi debulking. 4. Obat kesuburan Pernah menderita kanker payudara Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara dan/atau kanker ovarium Riwayat keluarga yang menderita kanker kolon. dan administrasi kemoterapi intraperitoneal. 3. D. sel-sel ini dapat dimasukkan ke dalam ovarium. Patofisiologi Kebanyakan teori patofisiologi kanker ovarium meliputi konsep yang dimulai dengan dedifferentiation dari sel-sel yang melapisi ovarium. C. mekanisme penyebaran mewakili pemikiran untuk melakukan pementasan bedah. 2. Penyebaran intraperitoneal adalah karakteristik yang paling umum dan diakui dari kanker ovarium. penyebaran hematogen secara klinis yang tidak biasa pada awal proses penyakit. Seperti dibahas selanjutnya. Efek perlindungan terhadap kanker ovarium ditemukan pada wanita yang memiliki banyak anak. Sel kanker menginvasi jaringan terdekat dan dapat pecah dari tumor awal untuk menyebar ke tempat lain dalam tubuh (metastasis). . dan mereka tidak mati. kanker dimulai ketika selsel sehat mengalami mutasi genetik yang mengubah sel normal menjadi sel abnormal. implantasi intraperitoneal. akhirnya mati pada waktu yang ditetapkan. penyebaran hematogen. Selama ovulasi. wanita yang kehamilan pertamanya terjadi di usia dini dan wanita yang memakai pil KB. Secara umum. Faktor resiko tejadinya kanker ovarium adalah: 1.Derajat keganasan kanker ovarium 1. Adanya akumulasi sel abnormal akan membentuk suatu massa (tumor). Sel sehat tumbuh dan berkembang biak pada tingkat yang ditetapkan. Derajat 1 : differensiasi baik Derajat 2 : differensiasi sedang Derajat 3 : differensiasi buruk Dengan derajat differensiasi semakin rendah pertumbuhan dan prognosis akan lebih baik. dan bagian transdiaphragmatic. meskipun tidak jarang terjadi pada pasien dengan penyakit lanjut. 3. Kanker ovarium biasanya menyebar ke permukaan peritoneum dan omentum. Sebaliknya. di mana mereka kemudian berkembang biak. prostat dan rahim (menunjukkan adanya sindroma Lynch II). 2. paru-paru.

12. pembesaran payudara atau peningkatan pertumbuhan rambut. biasanya fluktuatif. Gejala-gejala dyspepsia 4. anemia dan berat badannya menurun. Gejala dan tanda klinis dari KO yang biasa dijumpai adalah sebagai berikut: Tanda dan Gejala 1. Kadang kanker ovarium melepaskan hormon yang menyebabkan pertumbuhan berlebih pada lapisan rahim. 9. 11. 13. Kanker ovarium. 4. Pada saat ini penderita mungkin akan merasakan nyeri panggul. Pembesaran perut XXXX Frekuensi Relatif 2. Di dalam perut terkumpul cairan dan perut membesar akibat ovarium yang membesar ataupun karena penimbunan cairan. 8. konstan. merasa kenyang. 2. 6. 7. Gangguan buang air kecil/besar XXX XX XX . dan secara bertahap memburuk. 5. 14. Seorang wanita dengan kanker ovarium dapat didiagnosis dengan cara membandingkan dengan kondisi lain sebelum akhirnya memahami dia menderita kanker. Gejala tersebut meliputi gangguan pencernaan. 3. Kunci utama untuk memahami kanker ovarium adalah tanda-tanda dan gejala yang terus memburuk. Manifestasi Klinis Gejala kanker ovarium tidak spesifik dan lebih mirip gejala-gejala umum seperti gejala gangguan pencernaan atau kandung kemih. bengkak atau kembung Urinary urgensi Rasa tidak nyaman atau sakit panggul Mual Sembelit Sering buang air kecil Kehilangan nafsu makan atau cepat merasa kenyang Peningkatan ketebalan perut atau pakaian ketat pas di pinggang Anda Sakit saat hubungan seksual (dispareunia) Kekurangan energy Punggung sakit Perubahan menstruasi Panggul terasa berat Perdarahan pervaginam Ovarium yang membesar pada wanita pasca menopause bisa merupakan pertanda awal dari kanker ovarium. 10. 15. Studi terbaru menunjukkan bahwa wanita dengan kanker ovarium lebih mungkin dibandingkan perempuan lain untuk secara konsisten mengalami gejala berikut: 1.E. yang cenderung untuk datang dan hilang atau terjadi dalam situasi tertentu atau setelah makan makanan tertentu. Gejala awalnya berupa rasa tidak enak yang samar-samar di perut bagian bawah Tekanan pada perut. Nyeri perut 3.

Untuk alasan ini. Dia atau dia juga menyisipkan sebuah alat yang disebut spekulum ke dalam vagina. Pembesaran kelenjar inguinal F. Namun. ahli bedah segera mungkin mulai operasi untuk menghapus sebanyak mungkin kanker. seorang ahli onkologi ginekologi membuat sayatan di perut dan mengesplorasi rongga perut untuk mendeteksi adanya kanker. USG menggunakan frekuensi tinggi gelombang suara untuk menghasilkan gambar dari bagian dalam tubuh. 2. Pemeriksaan panggul. Spekulum vagina terbuka sehingga dokter Anda secara visual dapat memeriksa vagina dan leher rahim untuk kelainan. ahli bedah dapat membuat beberapa sayatan kecil di perut Anda dan masukkan alat-alat bedah khusus dan sebuah kamera kecil. sejumlah kondisi non-kanker juga menyebabkan peningkatan kadar CA 125. dan kemudian memasukkan dua jari dari satu tangan ke dalam vagina dan sekaligus menekan sisi lain di perut untuk merasakan rahim anda dan ovarium. Pemeriksaan Diagnostik XX XX X Pemeriksaan yang biasa dilakukan: 1. 12. 5. Gangguan haid 7. tes CA 125 tidak biasanya digunakan untuk mendiagnosa atau ke layar untuk kanker ovarium.5. 11. Penatalaksanaan . Penurunan berat badan 6. 6. CA 125 adalah protein yang ditemukan pada permukaan sel kanker ovarium dan beberapa jaringan sehat. Prosedur ini disebut USG transvaginal. Selama pemeriksaan panggul. seperti rahim anda. 4. 3. USG membantu dokter menyelidiki ukuran. Jika tes lain menyarankan Anda mungkin memiliki kanker ovarium. dan banyak perempuan dengan stadium awal kanker ovarium yang normal memiliki kadar CA 125. 10. CA 125 tes darah. Dalam beberapa kasus. 8. Untuk membuat gambar dari ovarium Anda. dokter dengan hati-hati memeriksa bagian luar alat kelamin terkena (vulva). 9. Selama operasi. dokter Anda mungkin memasukkan penyelidikan USG ke dalam vagina Anda. Pencitraan USG dapat membuat gambar dari struktur dekat ovarium Anda. sehingga prosedur tidak akan memerlukan sayatan yang lebih besar. dokter anda dapat merekomendasikan operasi untuk mengkonfirmasi diagnosis. G. Banyak wanita dengan kanker ovarium memiliki tingkat abnormal tinggi CA 125 dalam darah mereka. bentuk dan konfigurasi ovarium Anda. Pemeriksan darah lengkap Pemeriksaan kimia darah Serum HCG Alfa fetoprotein Analisa air kemih Pemeriksaan saluran pencernaan Laparatomi CT scan atau MRI perut. Jika kanker ditemukan. Ahli bedah dapat mengumpulkan sampel cairan perut dan menghapus ovarium untuk pemeriksaan oleh seorang ahli patologi. 7. Pembedahan untuk mengangkat contoh jaringan untuk pengujian. tetapi dapat digunakan untuk memantau bagaimana perawatan Anda maju.

ifosfamid. Isotop radioaktik (P32) digunakan sebagai terapi residual kanker pada rongga peritoneum. dan usus. dengan terapi ajuvan memperpanjang waktu remisi dengan harapan hidup selama 5 tahun mendekati 80 %. dan imunoterapi. sisplatin. kurang dari 2cm. omentektomi. thiotepa dan siklosfosfamid secara sistematik menunjukkan aktivitas yang baik. lalu dilanjutkan dengan pengobatan tambahan seperti kemoterapi. harapan hidup selama 5 tahun mencapai 90%. dan etoposid juga menunjukkan hasil yang bervariasi dari 27% sampai 78%. angka kesembuhan atau kemungkinan hidup. histerektomi total abdominal. karboplatin. sisplastin. radioterapi. kemoterapi sistemik. Stadium II: Pilihan terapi utama operasi disertai kemoterapi atau radioterapi. jika masih memungkinkan salpingo-ooforektomi bilateral dilanjutkan terapi ajuvan kemoterapi dan atau radioterapi. reseksi daerah permukaan peritoneal. Kanker ovarium germinal : . Kemoterapi Penggunaan melphana.1. Kanker ovarium epitelial : Stadium I : Pilihan terapi stadium I dengan derajat diferensiasi baik sampai sedang. siklofosfamid meningkatkan respon terapi. Pengobatan Pada umumnya. 5-FU. Operasi Pada umumnya dilakukan: -Histerektomi total yaitu mengangkat rahim dengan organ sekitarnya -Salpingo ooporekmitomi yaitu mengangkat kedua ovarium dan kedua saluran tuba fallopii -Omentektomi yaiut mengangkat lipatan selaput pembungkus perut yang memanjang dari lambung ke alat-alat perut 1. doksorubisin. 1. 1. kombinasi terapi sistematik dengan takson. Pasien yang memiliki residu penyakit yang terbatas. operasi salpingo-ooforektomi bilateral (operasi pengangkatan tuba fallopi dan ovarium) atau disertai histerektomi abdominal total (pengangkatan uterus) dan sebagian jaringan abdominal. merupakan kandidat utama terapi P32 ini. 1. Altretamine. Secara keseluruhan. Radioterapi Teleterapi pelvis dan abdomen dan penetesan isotop radioaktif pada rongga peritoneal digunakan pada wanita dengan kanker ovarium tahap awal (stadium I dan II). pada stadium I dengan diferensiasi buruk atau stadium IC pilihan terapi berupa: radioterapi. Stadium III dan IV: sedapat mungkin massa tumor dan daerah metastasis sekitarnya diangkat (sitoreduktif) berupa pengeluran asites. pengobatan kanker ovarium dilakukan dengan tindakan operasi.

3. sesuai dengan ACS. 2. 2. para wanita yang menggunakan kontrasepsi oral selama lima tahun atau lebih mengurangi risiko kanker ovarium sekitar 50 persen. penyakit jantung dan kondisi lain. dan mengurangi risiko kanker payudara hingga 50 persen. Perempuan yang berada pada risiko yang sangat tinggi mengalami kanker ovarium dapat memilih untuk memiliki indung telur mereka diangkat sebagai cara untuk mencegah penyakit. tetapi jarang bentuk kanker yang disebut kanker peritoneal primer. risiko kanker ovarium. jika ovarium diangkat sebelum menopause.Disgerminoma: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dimana kanker ditemukan dilanjutkan radioterapi atau kemoterapi. dikenal sebagai profilaksis ooforektomi. Profilaksis ooforektomi mengurangi. Menyusui anak-anak juga dapat mengurangi risiko kanker ovarium. pastikan untuk membahas pro dan kontra dengan dokter Anda. tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan. Dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah menggunakan mereka. termasuk: 1. Jika Anda sedang mempertimbangkan setelah prosedur ini dilakukan. Karena kanker ovarium biasanya berkembang di lapisan tipis rongga perut yang meliputi ovarium. Kehamilan dan menyusui. I. CC (cyclophosphamide + carboplatin). Penyebaran kanker ke organ lain Progressive function loss of various organs Fungsi progresif hilangnya berbagai organ Ascites (fluid in the abdomen) Ascites (cairan di perut) Intestinal Obstructions Usus Penghalang . Kanker ovarium stromal : Operasi yang dilanjutkan dengan kemoterapi. Pencegahan Beberapa faktor muncul untuk mengurangi risiko kanker indung telur. 3. profilaksis ooforektomi menginduksi menopause dini. Studi menunjukkan bahwa ooforektomi profilaksis menurunkan risiko kanker ovarium hingga 95 persen. 4. termasuk peningkatan risiko osteoporosis. Kombinasi standar sistemik kemoterapi berupa TP (paclitaxel + cisplatin atau carboplatin). CP (cyclophosphamide + cisplatin). Tubal ligasi atau histerektomi. Tumor sel germinal lainnya: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dilanjutkan kemoterapi. H. Komplikasi 1. bahkan jika tidak ada mutasi genetik yang telah diidentifikasi. dianjurkan terutama bagi perempuan yang telah dites positif untuk mutasi gen BRCA atau wanita yang mempunyai sejarah keluarga yang kuat payudara dan kanker ovarium. yang dengan sendirinya mungkin memiliki dampak negatif pada kesehatan Anda. Memiliki paling tidak satu anak menurunkan risiko Anda mengalami kanker ovarium. Operasi ini. Setelah tabung Anda diikat atau memiliki histerektomi dapat mengurangi risiko kanker ovarium. Selain itu. Kontrasepsi oral(pil KB). wanita yang pernah diangkat indung telur mereka masih bisa mendapatkan yang serupa.

Prognosis Kanker ovarium biasanya memiliki yang buruk prognosis.100 kasus baru kanker indung telur. dan gangguan GI akibat adanya kanker metastasis.Sel-sel dapat implan di lain perut (peritoneal) struktur. Kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual. lapisan dinding usus (omentum) dan. L. Pembedahan bertujuan untuk . Baca juga Kanker Serviks K. Nyeri berhubungan dengan penekanan perut bagian bawah akibat kanker metastasis. Kolaburasi tindakan pembedahan Rasional a. yang berarti bahwa kebanyakan kasus tidak terdiagnosis sampai mereka telah mencapai stadium lanjut. usus. Kanker indung telur merupakan penyebab kematian ke-5 terbanyak di Amerika Serikat dan merupakan salah satu dari 7 keganasan tersering di seluruh dunia. ke paru-paru. muntah. Tujuan : Dalam 2x 24 jam rasa nyeri berkurang Kriteria Hasil : Setelah diberi tindakan keperawatan skala nyeri berkurang menjadi 4. 4. ketika ia telah menyebar ke luar ovarium. termasuk rahim .000 atau separuh lebih wanita meninggal karena penyakit ini. Puncaknya terjadi pada wanita usia 60-64 tahun. Gangguan citra diri berhubungan dengan pembesaran perut. Diagnose keperawatan 1. Kanker indung telur memiliki angka kematian yang tinggi. Kanker epitel ovarium jarang didapatkan pada wanita berusia < 40 tahun. Ini tidak proporsional mematikan karena kekurangan apapun deteksi dini jelas atau tes skrining. Nyeri berhubungan dengan penekanan perut bagian bawah akibat kanker metastasis. dari 23. Perubahan Pola eliminasi urin berhubungan dengan penekanan tumor pada pelvis. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan gangguan pernafasan akibat penekanan asites pada diafragma. 2. Sel-sel kemudian dapat implan di lain perut (peritoneal) struktur. termasuk rahim. Kanker ovarium gudang sel ke dalam cairan alami dalam rongga perut. sekitar 14. Angka kejadian kanker epitel ovarium rendah pada negara berkembang dan Jepang. Ansietas berhubungan dengan stres akibat kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan penatalaksanaannya. kandung kemih . lebih jarang. kandung kemih. Intervensi 1. 6. Kanker ovarium paling sering ditemukan pada wanita yang berusia 50-70 tahun dan 1 dari 70 wanita menderita kanker ovarium. 3. Lebih dari 60% dari perempuan dengan kanker ini memiliki stadium III atau stadium IV kanker. Intervensi 1. 5. usus dan lapisan dinding usus omentum pertumbuhan tumor yang membentuk baru sebelum kanker bahkan dicurigai. J.

Jika klien tenang maka konsumsi O2 semakin efisien 3. Kolabarasi untuk pemberian terapi analgesik. Baju klien yang longgar mempermudah klien dalam bernafas d.Klien tidak mengeluh sesak .RR normal kembali antara 16-24x/mnt -Klien tidak terlihat cemas dan gelisah Intervensi a. Mengidentifikasi skala dan perkembangan nyeri. Mengistirahatkan klien dengan posisi semifawler c. 1. b. longgarkan baju klien d. Ajarkan dan lakukan tehnik relaksasi. 1. dan gangguan GI akibat adanya kanker metastasis. 2. Posisi semi fawler menambah ruang ekspansi dada c. Kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual. Kolaborasi pemberian terapi oksigen e.Merelaksasi otot – otot tubuh e. Tujuan : Dalam 2x 24 jam nutrisi pasien terpenuhi . Istirahat dapat mengurangi konsumsi O2 klien b. Tujuan : Mengembalikan pola nafas klien menjadi normal kembali Kriteria Hasil : . Kaji tingkat dan intensitas nyeri. 2. Atur posisi senyaman mungkin.Menurunkan tingkat ketegangan pada daerah nyeri d. terapi oksigen dibutuhkan jika klien membutuhkan O2 lebih e. Tenangkan klien b.untuk pengangkatan kanker.Menghilangkan rasa nyeri c. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan gangguan pernafasan akibat penekanan asites pada diafragma. 2. Batasi aktivitas dan mobilisasi klien Rasional a. menghilangkan faktor utama penyebab nyeri. muntah.

atau penting dalam mempertahankan makanan pedas. muntah. Berikan informasi tentang kesehatan klien b. kalori kaya protein kaya nutrient. f. berat badan stabil. Informasi tentang keadaan klien d. Mual atau muntah psikogenik terjadi karena perubahan lingkungan pengobatan atau rutinitas pasien pada hari pengobatan mungkin efektif. 4. Tujuan : Dalam 2x 24 jam klien tidak terlihat cemas dan gelisah Kriteria hasil : berkurangnya rasa takut. Dorong pasien untuk makan diet tinggi defisiensi nutrisi. a. b. klien dapat melakukan manajemen stress terhadap kondisinya. klien tahu dan mengerti tentang keadaan dirinya. Intervensi Rasional 1. Suplemen dapat memainkan peran terlalu terlalu manis. e.Kriteria Hasil : mual (-). nafsu makan pasien meningkat. Berikan solusi yang relevan c. Dorong penggunaan suplement dan ditingkatkan begitu juga cairan (untuk makan sering atau lebih sedikit yang menghilangkan produk sisa). bimbingan imajenasi. Dapat mencegah awitan atau menurunkan beratnya mual. visualisasi. 1. Mengidentisifikasi kekuatan atau 2. Dapat mentriger respons mual sedang sebelum makan. Dorong penggunaan teknik relaksasi. kalori dan protein adekuat. Hindari c. berlemak. Solusi relevan sangat dibutuhkan klien c. Kontrol factor lingkungan. dengan masukan cairan adekuat. Dengarkan dengan seksama apa keluh kesah a. Intervensi Rasional a. penambahan berat badan progresif. Kebutuhan jaringan metabolic 3. dibagi-bagi selama sehari 4. Dengan mendengarkan keluh kesah klien klien maka akan mengurangi stress klien b. latihan d. Ansietas berhubungan dengan stress akibat kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan penatalaksanaannya. penurunan anoreksia. Pantau masukan makanan setiap hari. dan memungkinkan pasien meningkatkan masukan oral. Temani klien dalam memutuskan sesuatu sangat dibutuhkan . Identifikasi pasien yang mengalami mual atau muntah yang diantisipasi. 5.

orang tua. Intervensi 1. penerimaan diri dalam situasi sekarang. Beritahu pasien bahwa tidak semua efek samping terjadi. Kaji dan pantau frekuensi BAK setiap hari 1. Dapat membantu menurunkan masalah yang mempengaruhi masalah tentang efek kanker atau penerimaan pengobatan atau pengobatan pada peran sebagai ibu merangsang kemajuan penyakit. termasuk kemungkinan efek pada aktifitas seksual baru dan menyiapkan untuk beberapa dan rasa ketertarikan atau keinginan. Pemasangan kateter dapat digunakan selama praoperasi 6. Kriteria hasil : dapat mengungkapkan pemahaman tentang perubahan tubuh. Kolaborasikan pemberian diuretik dengan dokter agar pasien bisa BAK dengan lancar c. Meskipun beberapa pasien . sebagai pedoman tindakan selanjutnya b.e. Membantu dalam memastikan terdekat bagaimana diagnosis dan masalah untuk memulai proses pengobatan yang mempengaruhi pemecahan masalah. Berikan dukungan emosi untuk pasien d. Kriteria Hasil : klien dapat berkemih normal (5x sehari). klien membutuhkan teman untuk berbagi e. Bimbingan antisipasi dapat 2. efek samping misalkan membeli wig sebelum radiasi. dan sebagainya. kehidupan pribadi pasien atau rumah dan aktifitas kerja b. Dorong diskusi tentang atau pecahkan c. Berikan humor ringan kepada klien d. Diskusikan dengan pasien atau orang a. rimah tangga. Mengidentifikasi masalah secara dini. jumlah output sesuai input. 4. Tinjau ulang efek samping yang membantu pasien atau orang terdekat diantisipasi berkenaan dengan memulai proses adaptasi pada status pengobatan tertentu. Humor sangat diperlukan klien untk mengurangi stress yang dirasakanya 5. Berikan obat diuretik jika di perlukan (kolaborasi) 2. Tujuan : Dalam 2x 24 jam klien dapat menerima kondisi yang dialami. 3. Tujuan : Dalam 2x 24 jam tidak terjadi gangguan pola eliminasi urin. Intervensi Rasional 1. Perubahan Pola eliminasi urin berhubungan dengan penekanan tumor pada pelvis. Pemasangan alat bantu kateter jika di perlukan Rasional a. Gangguan citra diri berhubungan dengan pembesaran perut.

diindikasikan. Padang. 14 September 2009 Askeb Ca Ovarium MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny “ U “ DENGAN POST DEBULKING ATAS INDIKASI Ca OVARIUM STADIUM IIIb DISERTAI ANEMIS SEDANG PRO KEMOTERAPI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT.com/2011/11/18/asuhan-keperawatan-kanker-ovarium/ Winter Snow Card Comments Hot Myspace Generators Senin.M. http://saktyairlangga. Rujuk pada konseling professional bila tambahan selama periode ini.banyak memerlukan dukungan 1. Penulis menyadari dalam makalah ini banyak terdapat kekurangan. Untuk itu . Mungkin perlu memulai dan mempertahankan struktur psikososial positif bila system pendukung pasien atau orang orang terdekat terganggu. atau orang terdekat selama tes diagnistik dan fase pengobatan. berkat rahmat dan karunia Nya penulis akhirnya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Ny “ U “ Dengan Post Operasi Atas Indikasi Ca Ovarium Stadium IIIb Disertai Anemis Sedang Pro Kemoterapi Di Ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr. Dalam penulisan makalah ini penulis banyak mendapatkan kendala dan hambatan baik dalam memperoleh sumber yang relevan maupun dari segi penulisan. penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kemajuan dimasa mendatang. Februari 2009 Penulis . e.berdaptasi atau menyesuaikan diri dengan efek kanker atau efek samping therapy. Penulis berharap agar makalah ini dapat dijadikan sebagai salah satu sumber bacaan dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Djamil Padang Tanggal 15-16 Oktober 2008.wordpress. Namun berkat bantuan dari berbagai pihak akhirnya penulis dapat penulis dapat menyelesaikan makalah ini.

penulis tertarik untuk merapkan asuhan kebidanan pada Ny “ U “ dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang pro kemoterapi di ruang onkologi irna A kebidanan RSUP Dr. Djamil Padang. dan kebutuhan dari data yang telah dikumpulkan c) Menentukan antisipasi masalah dan diagnosa potensial pada Ny “ U “dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi d) Menentukan tindakan segera terhadap Ny “ U “ dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi e) Merencanakan tindakan yang akan dilakukan kepada Ny.M. Angka kejadian kanker ovarium ini kira-kira 20% dari semua keganaan alat reproduksi wanita. maka diperlukan asuhan kebidanan yang intensif. kanker ovarium sering dinamakan pembunuh dingin atau silent killer karena perjalanan penyakitnya lambat tetapi mematikan Kanker ovaorium merupakan keganasan ginekologi yang terbanyak setelah kanker leher rahim dan hamper separuh dari kematian wanita di Indonesia karena keganasan ginekologi disebabkan oleh kanker ovarium.”U” dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi berdasarkan interpretasi data 1. 1. 1.M.3.1. Oleh karena itu .1.000 populasi wanita setahunnya. Karena angka kejadian kanker ovarium cukup tinggi di Indonesia. Djamil Padang. Tujuan Umum Dapat memberikan asuhan kebidanan pada klien dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang pro kemoterapi di ruang onkologi irna A kebidanan RSUP Dr. Insiden rata-rata dari semua jenis diperkirakan 15 kasus baru per 100. Rumusan Masalah Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana menerapkan asuhan kebidanan . Latar Belakang Kanker ovarium merupakan keganasan yang sering dijumpai tetapi sebagian besar datang sudah dalam stadium lanjut atau ditemukan saat operasi .2.BAB I PENDAHULUAN 1.2. masalah. Tujuan 1.2. Tujuan khusus Setelah membuat makalh ini mahasiswa diharapkan mampu : a) Melakukan pengkajian data kepada Ny.”U” dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi b) Menentukan diagnosa.2.”U” dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi berdasarkan interpretasi data f) Melaksanakan tindakan sesuai rencana yang telah ditetapkan g) Mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan kepada Ny.

Djamil Padang. M .5 – 2 inchi dan lebar <> 35 tahun • Membawa mutasi gen BRCA1 atau BRCA2 • Sindroma herediter kanker kolorektal nonpolipoid • Ras kaucasia > Afrika-Amerika • Dll Jenis kanker ovarium 1. Beberapa gambaran EOC dari pemeriksaan mikroskopis berupa serous. karsinoma adalah tumor ganas dari epitelial ovarium (EOC’s : Epitelial ovarium carcinomas) merupakan jenis tumor yang paling sering ( 85 – 90% ) dan penyebab kematian terbesar dari jenis kanker ovarium. dysgerminoma dan tumor sinus endodermal. Tumor germinal Tumor sel germinal berasal dari sel yang menghasilkan ovum atau telur. mucous. BAB II TINJAUAN TEORI KARSINOMA OVARIUM I. tuba fallopi. sebelum era kombinasi kemoterapi harapan hidup satu tahun kanker ovarium germinal stadium dini hanya mencapai 10 . sistem reproduksi terdiri dari ovarium. bentuk keganasan sel germinal terutama adalah teratoma. Insiden keganasan tumor germinal terjadi pada usia muda kadang dibawah usia 20 tahun. uterus dan vagina.pada klien dengan kanker ovarium di ruangan onkologi Irna A kebidanan RSUP Dr. Anatomi dan Fisiologi Ovarium Ovarium adalah salah satu organ sistem reproduksi wanita. umumnya tumor germinal adalah jinak meskipun beberapa menjadi ganas. pada umumnya jenis tumor yang berasal dari epitelial adalah jinak. Gambaran tumor epitelial yang secara mikroskopis tidak jelas teridentifikasi sebagai kanker dinamakan sebagai tumor bordeline atau tumor yang berpotensi ganas (LMP tumor : Low Malignat Potential). endometrioid dan sel jernih.19% sekarang ini 90 % pasien kanker ovarium germinal dapat disembuhkan dengan fertilitas dapat dipertahankan. . Kedua ovarium terletak dikedua sisi uterus dalam rongga pelvis dengan panjang sekitar 1. Tumor epitelial Tumor epitelial ovarium berkembang dari permukaan luar ovarium. 2.

Ascites (+) Stadium III kanker meluas mengenai organ pelvis dan intraperitoneal III A Makroskopis : terbatas 1 / 2 ovarium Mikroskopis : mengenai intraperitoneal III B Makroskopis : mengenai intraperitoneal diameter <> 2 cm Derajat keganasan kanker ovarium 1. Ascites (+) Stadium II perluasan pada rongga pelvis II A Mengenai uterus / tuba fallopi / keduanya II B Mengenai organ pelvis lainnya II C Kriteria II A / II B disertai 1 / > keadaan sbb : 1. kapsul utuh. Derajat 1 : differensiasi baik 2. mual. Mengenai permukaan ovarium 2. ascites (-) I C Kriteria I A / I B disertai 1 > lebih keadaan sbb : 1. hanya sekitar 10 % dari kanker ovarium yang terdeteksi pada stadium awal. bentuk yang didapat berupa tumor theca dan tumor sel sartoli-leydig termasuk kanker dengan derajat keganasan yang rendah. konstipasi. Derajat 2 : differensiasi sedang 3. inkontinensia uri • Perasaan tidak nyaman pada rongga abdomen dan pelvis . Tumor stromal Tumor ovarium stromal berasal dari jaringan penyokong ovarium yang memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Derajat 3 : differensiasi buruk Dengan derajat differensiasi semakin rendah pertumbuhan dan prognosis akan lebih baik. rasa penuh. Tanda dan keluhan kanker ovarium Kanker ovarium sulit terdeteksi. Mengenai permukaan luar ovarium 2. ascites (-) I B Mengenai 2 ovarium. Kapsul ruptur 3. kapsul utuh. Klasifikasi stadium kanker ovarium berdasarkan FIGO (International Federation of Gyneklogi and Obstetric ) : Stadium I terbatas pada 1 / 2 ovarium I A Mengenal 1 ovarium. hilangnya nafsu makan dll • Gangguan sistem urinaria. Kapsul ruptur 3.3. keluhan biasanya nyeri daerah abdomen disertai keluhan–keluhan: • Pembesaran abdomen akibat penumpukan cairan dalam rongga abdomen (ascites) • Gangguan sistem gastrointestinal. jenis tumor ini jarang ditemukan.

dan AFP (penanda tumor sel germinal) • Laparoskopi • Laparotomi • Pemeriksaan untuk mengetahui perluasan kanker ovarium . Ø Penanda tumor CA-125: Pemeriksaan darah CA-125 digunakan untuk menilai kadar CA-125 dimana peningkat pada kanker ovarium. .Foto rontgen dada dan tulang. penyakit ganguan fungsi hati dan kista ovarium juga terjadi peningkatan kadar CA-125. Kemoterapi Kanker ovarium epitelial : • Stadium I : Pilihan terapi stadium I dengan derajat diferensiasi baik sampai sedang. LDH. . ureter. kista dan bentuk tumor padat. CT scan. sistoskopi dan sigmoidoskopi. Radioterapi 3.Scan KGB (Kelenjar Getah Bening) . melalui abdomen ataupun pervaginam. endometriosis.Scan traktus urinarius Penatalaksanaan kanker ovarium 1. meskipun pemeriksaan rektovaginal tidak dapat mendeteksi stadium dini kanker ovarium. MRI • Tes darah khusus : CA-125 (Penanda kanker ovarium epitelial). dimana mampu mendeteksi keganasan dengan keluhan asimtomatik tapi ketepatan pada stadium dini rendah. pada stadium I dengan diferensiasi buruk atau stadium Ic pilihan terapi berupa: . harapan hidup selama 5 tahun mencapai 90%. Ø Ultrasounografi (USG): Dengan gelombang ultrasound untuk membedakan gambaran jaringan sehat. fibroid uterine. pada wanita premonopause. Diagnosis kanker ovarium • Anamnesis dan pemeriksaan fisik pelvik • Radiologi : USG Transvaginal. HCG. operasi salpingo-ooforektomi bilateral (operasi pengangkatan tuba fallopi dan ovarium) atau disertai histerektomi abdominal total (pengangkatan uterus) dan sebagian jaringan abdominal. kehamilan. Operasi 2.• Menstruasi tidak teratur • Lelah • Keluarnya cairan abnormal pervaginam (vaginal discharge) • Nyeri saat berhubungan seksual • Penurunan berat badan • Dll Deteksi dini kanker ovarium Semakin dini tumor ovarium ditemukan dan mendapat pengobatan harapan hidup akan semakin baik metode pemeriksaan yang sekarang ini digunakan sebagai penyaring kanker ovarium adalah: Ø Pemeriksaan pelvik dan rektal : termasuk perabaan uterus dan ovarium untuk mengetahui bentuk dan ukuran yang abnormal. wanita dengan kanker ovarium stadium lanjut terjadi peningkatan CA-125 (>35µ/ml) sekitar 80% walaupun ketepatan pemeriksaan ini baru mencapai 50 % pada stadium dini. dan vesika urinaria).Pielografi intravena (ginjal.

anemia hemolitik herediter.0%) 3) Anemia hipoplastik (8. Yang diturunkan : talasemia. ANEMIA Seseorang. . • Tumor sel germinal lainnya: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dilanjutkan kemoterapi. dengan terapi ajuvan memperpanjang waktu remisi dengan harapan hidup selama 5 tahun mendekati 80 %. hemaglobinopati lain.7%) Menurut WHO : 1. Kanker ovarium germinal : • Disgerminoma: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dimana kanker ditemukan dilanjutkan radioterapi atau kemoterapi. Anemia berat :< 7 mg % Anemia ringan biasanya hanya diberi tablet tambah darah.3%) 2) Anemia megaloblastik (29. Kombinasi standar sistemik kemoterapi berupa TP (paclitaxel + cisplatin atau carboplatin). jika masih memungkinkan salpingo-ooforektomi bilateral dilanjutkan terapi ajuvan kemoterapi dan atau radioterapi. Klasifikasi : Berdasarkan etiologi : 1) Anemia defisiensi besi (62. Anemia ringan : 10-11mg % 2. • Stadium III dan IV: Sedapat mungkin massa tumor dan daerah metastasis sekitarnya diangkat (sitoreduktif) berupa pengeluran asites. anemia akibat perdarahan. reseksi daerah permukaan peritoneal. dan untuk anemia sedang berat terapi yeng efektif adalah dengan transfuse darah. dinyatakan menderita anemia apabila kadar hemoglobin dalam darahnya kurang dari 12g/100ml. omentektomi. anemia hemolitik. kanker ovarium stromal : • Operasi yang dilanjutkan dengan kemoterapi. anemia aplastik atau hipoplastik. anemia akibat radang atau keganasan.a) Radioterapi b) Kemoterapi sistemik c) Histerektomi total abdominal dan radioterapi • Stadium II: Pilihan terapi utama operasi disertai kemoterapi atau radioterapi. Etiologi :  Yang didapat : anemia defisiensi besi. CP (cyclophosphamide + cisplatin). baik pria dan wanita. Anemia sedang : 8-9 mg% 3. anemia megaloblastik.0%) 4) Anemia hemolitik/ sel sickle (0. dan usus. hemaglobinopati sel sabit. CC (cyclophosphamide + carboplatin).

Kemasan ini antara lain: imferon. pada wanita yang sedang menstruasi.1) Anemia Defisiensi besi Anemia jenis ini biasanya berbentuk normostik dan hipokromik serta paling banyak dijumpai. Tidak ditemukan hemosiderin dalam sum-sum tulang Terapi Kemasan zat besi dapat diberikan peroral atau parental Peroral : sulfas ferosus. Gejalanya meliputi mual. Pencegahan Mengkonsumsi cukup makanan bergizi dan mengandung unsur besi atau mengkonsumsi suplemen tambahan pada keadaan tertentu minimal 1 tablet sehari. jectofer. dan lain-lain. Perubahanperubahan dalam leukopoesis. Diagnosis Apabila ditemukan megaloblas promegaloblas dalam darah atau sum-sum tulang. 3) Anemia Hipoplastik Disebabkan karena sum-sum tulang kurang mampu membuat sel-sel darah baru. sering ditemukan pada wanita yang jarang mengkonsumsi sayuran hijau segar atau makanan dengan protein yang tinggi. asupan gizi yang kurang. Terapi Tablet asam folik diberikan 15-30mg per hari Vitamin B12 3x1 tablet per hari Sulfas ferosus 3x1 tablet per hari Pada kasus berta dapat diberikan transfusi darah Pencegahan Pada umumnya asam folik tidak diberikan secara rutin. gangguan penggunaan atau karena terlampau banyaknya besi keluar dari badan. muntah dan anoreksia yang bertambah berat. Kekurangan ini dapat disebabkan karena kurang masuknya unsur besi dengan makanan. kecuali di daerah-daerah dengan frekuensi anemia megaloblastik yang tinggi. Diagnosis Anemia defisiensi yang berat ditandai dengan cirri-ciri yang khas yaitu mikrositosis dan hipokromasia. jarang sekali karena defisiensi vitamin B12.20 mg. . kemasan diberikan secara intramuskuler atau intravena. Diagnosis pasti baru dapat dibuat dengan percobaan penyerapan dan percobaan pengeluaran asam folik. misalnya pada perdarahan. Sifat lain yang khas bagi defisiensi besi adalah a. missal pada ibu hamil. karena gangguan reasorpsi. Protoporfirin eritrosit tinggi d. dan ferrigen. atau glukonas ferosus dengan dosis 3-5 x 0.  Parental : diberikan bila ibu hamil tidak tahan pemberian peroral atau absorpsi di saluran pencernaan kurang baik. 2) Anemia Megaloblastik Disebabkan karena defisiensi asam folik. Kadar besi serum rendah b. seperti metamielosit datia dan sel batang datia yang kadang-kadang disertai vakuolisasi san hipersegmentasi granuiosit. Daya ikat besi serum tinggi c.

paraquin. Akan tetapi dalam pemberian obat-obat selalu harus dipikirkan pengaruh samping dari obat itu. hiperbilirubinemia. Penyebabnya belum diketahui kecuali yang disebabkan oleh sepsis berat. seperti anemia. seperti pada sfenositosis. Prognosis Anemia hipoplastik berta yang tidak diobati mempunyai prognosis buruk. dan obat pengecat rambut sebaiknya tidak diberikan pada wanita hamil. rancun ular. eliptositosis. klorpromazin atebrin. baik bagi ibu maupun bagi anak. Khususnya obatobat yang mempunyai pengaruh hemotoksi seperti: strepromisin. Golongan yang disebabkan oleh faktor ekstra korpuskuler seperti pada infeksi. G. keracunan arsenikum. sulfonamide. yang perlu sering diulang. sulfonamide. hemoglobinuria. leukemia. hemoglobinemia. yakni : a. Sum-sum tulang memberikan gambaran normoblastik dan hipoplasia. neoarsphenamin. dan sterkobiuin lebih banyak dalam faeses Terapi Tergantung pada jenis dan beratnya  Pada anemia berat diperlukan transfusi darah yang kadang diulang beberapa kali untuk meringankan ibu dan untuk mengurangi bahaya hipoksia janin Spenektomi dianjurkan pada anemia hemolitik bawaan dalam trimester II dan III Pemberian obat-obat yang dapat menyebabkan kelumpuhan sumsum tulang harus segera . antagonismus rhesus atau ABO. H. kiortetrasiklin. I dan araxysmal nocturnal haemoslobinuria b. D. limfosarkoma. Golongan yang disebabkan oleh faktor intra korpuskuler. timah. anemia sel sabit. pada defisiensi 6-6-PD.Diagnosis Gambaran darah tepi: normostik dan normokromik. penyakit hati Diagnosis Gejala yang lazim dijumpai ialah gejala proses hemalitik. kinin. Untuk diagnosis diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan: Darah tepi lengkap Pemeriksaan fungsi sternal Pemeriksaan retikulosit Terapi Dengan obat-obatan tidak memuaskan. nitropurantoin. Pencegahan Tidak banyak yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya anemia hipoplastik. keracunan dan sinar rontgen dan sinar radiasi. hemoglobinopana C. mungkin pengobatan yang paling baik yaitu transfuse darah. oksitetrasiklin. thalasemia. pimaquin. 4) Anemia Hemolitik/sel sickle Disebabkan karena penghancuran sel darah merah berlangsung cepat dari pada pembuatannya Secara umum anemia hemoitik dapat dibagi dalam 2 golongan besar. penyakit hodjkin. hiperurobiunuria. anemia hemolitik herediter.

Organ tubuh terdiri dari jaringan dan jaringan dari sel tubuh yang berubah atau mutasi menjadi ganas dan membelah terus terkendali dan menjadi besar mendobrak. Pada saat ini cara pengobatan kanker dapat digolongkan sebagai berikut: Pembedahan (operasi) yaitu mengambil jaringan tumor. Cara kemoterapi : Kemoterapi merupakan pengobatan sistemik. dua mingguan 3-4 mingguan. baik tunggal ataupun regimen kombinasi serta akibat baik dan buruk juga apa manfaatnya merupakan pekerjaan sehari-hari para dokter onkologi. Akibat kemoterapi: Tubuh manusia terdiri dari organ-organ tubuh. Kemoterapi diberikan diberikan secara siklit. Apabila pasien diberikan suntikan intravena. maka akan menjadi suatu regimen standart. merusak. sedangkan apabila masih dalam penelitian dipusat pengobatan kanker. Obat anti kanker yang artinya penghambat kerja sel. kemoterapi terapi menggunakan obat untuk membunuh sel kanker. yaitu menggunakan kemampuan biologi tubuh yang alamiah untuk memerangi tumor. bersarang diorgan lain dan mengulangi pertumbuhan seperti tempat semula. Kondisi pasien juga menentukan apakah dapat diberikan dirawat jalan atau rawat inap. menghambat kanker yang perkembnagannya tergantung hormon dan biologi terapi atau imunoterapi.dihentikan KEMOTERAPI Kemoterpi adalah zat-zat yang dapat menghambat proliferasi sel kanker. hormon terapi. radiasi. dapat secara mingguan. Kombinasipun dapat berurutan misalnya: Operasi dilanjutkan kemoterapi atau dapat pula bersamaan seperti kemoterapi disertai radiasi atau radiasi plus hormonal terapi. Dan tugasnya pula untuk mengembangkan dan menyempurnakannya. RS Dharmais merupakan salah satu pusat kanker yang bertugas mengemban misi tersebut. Sel kanker inilah yang menjadi target obat kemoterapi. Pasien mendapatkan kemoterapi dosis tinggi diberikan dalam unit rawat inap. belum disahkan disebut regimen kemoterapi dalam uji klinik (clinical trial). dosis besar dan ganda . namun dalam perkembangannya kini umumnya dipergunakan kombinasi sitostika atau disebut regimen kemoterapi. Tergantung pada tahapan kanker. cara pengobatan dapat tunggal ataupun kombinasi dari jenis pengobatan tersebut diatas. sebagian besar diberikan dengan cara injeksi kedalam pembuluh baik vena. Pemakaian obat-obatan baik tunggal kombinasi ini telah melalui penyelidikan mendalam diberbagai pusat kesehatan. Untuk kemoterapi bisa digunakan satu jenis sitostika. Semua akibat yang bermanfaat (khasiat) serta dampak buruknya semua jenis kemoterapi sudah disahkan oleh Dep Kes dinegara yang bersangkutan. Memahami sifat-sifat sitostatika serta penggunaannya. dalam usaha untuk mendapatkan hasiat lebih besar. serta intratekal (diinjeksikan kedalam system syaraf) jarang sekali yang disuntikan ke otot. Pada sejarah awal penggunaan kemoterapi digunakan satu jenis sitostika. sebagian kecil dapat berupa tablet/capsul dan kadang-kadang ada yang diberikan subcutan atau suntik dibawah kulit. seringkali digunakan kateter atau selang plastik kedalam vena untuk mencegah kerusakan vena serta mempermudah injeksi. Khususnya penerapannya pada kasus-kasus di Indonesia. membubuh tumor dengan sinar berenergi tinggi untuk merusak sel kanker. jaringan sekitarnya dan akhirnya menyebar. Kemoterapi merupakan cara pengobatan kanker dengan jalan memberikan zat/obat yang mempunyai khasiat membunuh sel kanker dan diberikan secara sistematik. Akibat kemoterapi bermacam-macam tergantung jenisnya.

1. membantu pembekuan dan membawa oxygen keseluruh tubuh. namun sel sehat yang cepat membelah pun termasuk kena akibat anti kanker tersebut. obat nafsu makan serta obat-obat lain. sebelum mendapatkan kemoterapi pasien harus menjalani beberapa pemeriksaan agar tubuhnya tahan menghadapi akibat dari kemoterapi. sementara haid menjadi tidak ada dan laki-laki sementara mengalami sterilisasi. Disamping itu gangguan tersebut tidak permanen dan akan pulih sebelum dilakukan siklus berikutnya. Untuk kemoterapi yang sangat agresif dimana kerusakan sel darah sangat berat. • Penyakit Hodgkin • Non Hodgkin limfoma jenis large sel • Kanker testis jenis germ sel . Hal ini wajar. obat anti muntah. Diantara sel sehat yang terkena akibat adalah sel-sel darah dimana berfungsi memerangi infeksi. pertumbuhan terhenti. Dilain pihak berangsur mengecilkan kanker sehingga akhirnya sel kanker menjadi sangat kecil tidak terlihat lagi dan bisa dihancurkan dengan sinar atau dihilangkan dengan operasi. Pada pusat kanker yang lengkap disediakan bank sperma untuk antisipasi apabilia terjadi sterilisasi permanen pada pria. namun dengan penerangan dan persiapan lebih baik. Demikian pula badan terasa lemah karena kurang energi yang dibakar oleh oxygen. Secara umum obat anti kanker mempunyai akibat terhadap sel kanker yang sedang cepat membelah itu. diantaranya pemeriksaan darah lengkap. maka penderita akan gampang terkena infeksi. Hal ini dimaksud untuk memulihkan sel sehat. semua dapat diatasi. Pada waktu kerusakan sel darah begitu berat akibat kemoterapi yang agresif. antara lain pemeriksaan laboratorium berkala. nafsu makan hilang dan terutama wanita adalah kebotakan. sariawan. pasien akan merasa tidak nafsu makan.mempunyai akibat akan lebih besar dan sebagainya. Bila sel-sel darah terkena pengaruh. Pemeriksaan awal tersebut ditetapkan oleh dokter onkologi medik. Setelah beberapa periode 1-3 minggu sel sehat pulih dan sel kanker juga akan pulih kembali namun mengalami kerusakan berarti. Penyuluhan yang dapat diberikan pada pasien pro kemoterapi : Pada prakteknya sehari-hari yang dikhawatirkan pasien terutama muntah. Mengingat pengobatan kanker dengan kemoterapi memberikan efek samping yang cukup berat. Namun sel kanker akan mengalami kerusakan lebih parah dibanding kerusakan pada sel sehat. Berikut ini rincian beberapa manfaat kemoterapi pada berbagai jenis kanker. sehingga akibat gangguan saluran cerna. Sel susm-sum tulang kita diambil dan disimpan dengan pengawet. Kemoterapi anti kanker akan menyebabkan sel kanker serta beberapa jenis sel sehat yang juga sedang membelah atau tumbuh mengalami kerusakan. Kemoterapi sangat bermanfaat (karena dapat sembuh atau hidup lama). gampang memar dan serta mudah mengalami pendarahan. Manfaat kemoterapi : Sampai saat ini tidak semua kanker mendapat manfaat dari kemoterapi. Sel-sel pada saluran cerna juga cepat membelah. sel sum-sum tulang badan kita yang disimpan ditransfusikan kembali ketubuh untuk memulihkan kerusakan tersebut. obat kanker tidak bisa diberikan sekaligus 4-8 siklus. sehingga atas dasar inilah obat anti kanker dipergunakan. mual muntah serta sariawan dan diare akibat rontoknya selaput lendir mulut dan usus. Untuk mencegah kerusakan permanen dari sel sehat. test fungsi liver dan lain-lain. Rambut yang sedang tumbuh pun akan rontok. dipergunakan cangkok sum-sum tulang dari tubuh sendiri (autologus bone marrow tranplantation).

Kemoterapi kadangkala bermanfaat • Kanker Nasofaring • Melanoma • Kanker usus besar Mengingat keterbatasan manfaat kemoterapi. Kemoterapi bermanfaat untuk paliatif (dapat mengulang gejala) • Kanker Nasofaring • Kanker Prostat • Kanker Endometrium • Kanker Leher dan Kepala • Kanker Paru jenis non small sel 4. Manfaatnya mengurangi kekambuhan lokal dan mengurangi penyebaran yang akan timbul. Penelitian-penelitian yang professional tentang kemoterapi dapat dimanfaatkan untuk pengobatan kanker dan mengeliminasi efek samping yang terjadi. trombosit ≥ 150. kemoterapi yang diberikan sesudah operasi. syarat yang harus dipenuhi penolonng : pengetahuan kemoterapi yan memadai keterampilan menyuntikkan obat sarana pemeriksaan laboratorium yang memadai . leukosit ≥ 5000/mm³. Kemoterapi neo adjuvant. yaitu:  Kemoterapi adjuvant.• Leukemia dan Limfoma pada anak 2. meski pun tidak dapat dihindari adanya efek samping. misalnya alopesia. Syarat-syarat pemberian kemoterapi : 1. Faal ginjal dan hati baik Diagnostic histologik ( tidak mutlak ) Kanker cukup sensitif terhadap sitostatik Riwayat pengobatan sebelumnya Laboraturium : Hb ≥ 10 gr%. kemoterapi yang diberikan sebelum operasi manfaatnya adalah mengurangi ukuran tumor sehingga mudah dioperasi. syarat yang harus dipenuhi penderita : keadaan umum cukup baik penderita telah siap secara psikologik bila terjadi efek samping termasuk yang menyangkut kosmetik. maka digunakan kombinasi dengan cara pengobatan lain untuk mengambil masing-masing manfaat.000/mm³ 2. Kemoterapi adalah suatu cara penobatan kanker yang sudah teruji. kadang-kadang sembuh) • Kanker Payudara • Kanker Ovarium • Kanker Paru jenis small sel • Limfoma non Hodgkin • Multiple Mieloma 3. Kemotarapi bermanfaat (karena dapat dikendalikan cukup lama. Kemoterapi paliatif diberikan hanya untuk mengurangi besarnya tumor yang dalam hal ini karena atau lokasinya menggangu pasien karena nyeri ataupun sulit bernafas.

Bervariasi. termasuk sepsis gangguan sisti hemopoetik berat 2. tergantung dari kankernya : . kontra indikasi mutlak: kehamilan keadaan umum jelek infeksi-infeksi akut.berkesinambungan selama beberapa hari . kontra indikasi relative : usia lanjut ganguan ringan fungsi organ-organ : ginjal. defisiensi gizi yang sering ditemukan pada penderita kanker adalah defisiensi rotein dan kalori dengan manifestasi mengecilnya masa otot.beberapa obat dalam 1 hari . Serangkaian pengobatan bisa diberikan hanya 1 kali. hati. Penyebab kurang gizi : Rendahnya nutris yang dikonsumsi penderita Konsumsi bahan nutrisi oleh sel kanker Pengaruh metabolisme sel kanker Gizi yang kurang umunya disebabkan oleh anoreksia. kapsul atau cairan) Frekuensi pemberian kemoterapi: 1. Secara langsung ke dalam pembuluh darah yang memasok daerah dimana tumor tumbuh 2. Intravena (langsung kedalam vena.1 dosis atau beberapa hari pemberian obat/bulan 2. atau beberapa rangkaian pengobatan bisa diberikan dengan selang waktu diantaranya NUTRISI PASIEN KANKER : Malnutrisi merupakan hal yang sering ditemukan pada pasien kanker. Drip intravena (dari sebuah kantong atau botol cairan intravena.dosis 1 kali/minggu . Pengobatan bisa diberikan beberapa minggu sampai beberapa tahun 3. selama beberapa menit) 4.pengetahuan mengenai efek samping yang akan terjadi termasuk cara mengatasinya. Nutrisi yang baik dikonsumsi oleh pasien kanker adalah : . Kontra indikasi kemoterapi : 1. gangguan fungsi traktus gastrointestinal dan kebutuhan yang meningkat. Anoreksia dapat disebabkan oleh gangguan fungsi mengecap dan mencium maupun gangguan fungsi susunan syaraf pusat.1 dosis/hari selama beberapa hari . jantung penderita tidak kooperatif Cara-cara pemberian kemoterapi: 1. Per-oral (berupa tablet. selama beberapa menit sampai beberapa jam) 3.

Djamil Padang 2) Mengidentifikasi secara benar masalah atau diagnosa pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr. Djamil Padang diharapkan mampu : 1) Melakukan pengkajian pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr. Kesimpulan Dengan menerapkan manajemen asuhan kebidanan pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr. Djamil Padang 3) Mengidentifikasikan diagnosa potensial yang mungkin terjadi pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr.M. Djamil Padang 6) Melaksanakan implementasi terhadap asuhan yang telah dibuat secara rasion . Djamil Padang 4) Melakukan kolaborasi dengan dokter dan petugas laboratorium terhadap masalah yang ada maupun masalah yang berpotensi terjadi.M.M. 5) Membuat rencana asuhan yang rasional pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr.M.M.Banyak mengandung serat dan cairan Tinggi protein dan kalori Makanan yang tidak merangsang timbulnya muntah Makanan yang rendah lemak Makan yang mudah dicerna BAB III PENUTUP A.

com .al 7) Mengetahui dari evaluasi dari implementasi yang telah dilaksanakan menurut data yang diperoleh dari klien dan keluarga klien. Ginekologi. Jakarta: EGC Prawirohardjo. diharapkan mahasiswa dapat menerapkan asuhan yang diberikan kepada klien sesuai dengan standar asuhan kebidanan 2) Bagi institusi pendidikan • Diharapkan institusi pendidikan dapat menyiapkan mahasiswa dalam menghadapi kasus-kasus yang terjadi dalam bidang kesehatan khususnya kebidanan baik fsiologis maupun patologis • Diharapkan institusi pendidikan dapat menjadi naungan bagi para mahasiswa agar menjadi jeli terhadap masalah-masalah kebidanan. 1981. sulaiman.blogspot.id www. Bandung : Elstar offset www. DAFTAR PUSTAKA Manuaba. Saran 1) Bagi mahasiswa diharapkan: • Dengan adanya manajemen asuhan kebidanan.com www. 1998.askep-askeb-kita. Kanker ovarium. 3) Bagi lahan praktek • Diharapkan lahan praktek dapat menjadi tempat bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. Ilmu Kebidanan. B. Carcinoma ovarium. Ilmu Kandungan. 2005.co. Penyakit Kandungan Dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sastrawinata.

dan perut melalui sistem getah bening dan melalui sistem pembuluh darah menyebar ke hati dan paru-paru. Hipotesis incessant ovulation Teori menyatakan bahwa terjadi kerusakan pada sel-sel epitel ovarium untuk penyembuhan luka pada saat terjadi ovulasi. panggul. diantaranya: 1. (Wingo.com/2009/09/askeb-ca-ovarium. Faktor Risiko 1. Merokok . Dalam percobaan in-vitro. Pengertian Kanker Indung telur atau Kanker ovarium adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur) yang paling sering ditemukan pada wanita berusia 50 – 70 tahun. Akan tetapi banyak teori yang menjelaskan tentang etiologi kanker ovarium. Proses penyembuhan sel-sel epitel yang terganggu dapat menimbulkan proses transformasi menjadi sel-sel tumor. 1995) B. Diet tinggi lemak 2. Hal ini didasarkan pada hasil percobaan bahwa epitel ovarium mengandung reseptor androgen. Hipotesis androgen Androgen mempunyai peran penting dalam terbentuknya kanker ovarium. Etiologi Penyebab kanker ovarium belum diketahui secara pasti. Kanker ovarium bisa menyebar ke bagian lain.blogspot. 2. Kanker ovarium sangat sulit didiagnosa dan kemungkinan kanker ovarium ini merupakan awal dari banyak kanker primer.html ASKEP CA OVARIUM A. C.http://healthycaus. androgen dapat menstimulasi pertumbuhan epitel ovarium normal dan sel-sel kanker ovarium.

Nyeri tekan pada payudara 5. Tidak pernah melahirkan D. atau endometrium 6. Menoragia 4. Tekanan pada pelvis 9. Menopause dini 6. Pada stadium awal berupa : 1. Riwayat keluarga dengan kanker payudara atau ovarium 7. Riwayat kanker payudara.3. Ketegangan menstrual yang terus meningkat 3. Haid tidak teratur 2. Alkohol 4. Sering berkemih 10. Menstruasi dini 10. Flatulenes . Nulipara 8. Infertilitas 9. Tanda & Gejala Gejala umum bervariasi dan tidak spesifik. kolon. Dispepsia 8. Rasa tidak nyaman pada abdomen 7. Penggunaan bedak talk perineal 5.

Stadium 1a : pertumbuhan terbatas pada suatu ovarium. Stadium Stadium kanker ovarium primer menurut FIGO (Federation InternationalofGinecologies and Obstetricians ) 1987. 3. tidak asietas. Stadium 1b : pertumbuhan terbatas pada kedua ovarium. dan kelenjar getah bening negativ. Bila efusi pleura dan hasil sitologinya positif dalam stadium 4. STADIUM IV –> pertumbuhan mengenai satu atau kedua ovarium dengan metastasis jauh. tidak ada pertumbuhan di permukaan luar. 3. adalah : STADIUM I –> pertumbuhan terbatas pada ovarium 1. kapsul intak. Lingkar abdomen yang terus meningkat E. Stadium 3c : implant di abdoment dengan diameter > 2 cm dan atau kelenjar getah bening retroperitoneal atau inguinal positif. tidak ada asietas yang berisi sel ganas. . Stadium 2b : perluasan jaringan pelvis lainnya 3. STADIUM II –> Pertumbuhan pada satu atau dua ovarium dengan perluasan ke panggul 1. tidak ada tumor di permukaan luar. berisi sel ganas. 1. begitu juga metastasis ke permukaan liver. Tumor terbatas dalam pelvis kecil tetapi sel histologi terbukti meluas ke usus besar atau omentum. Rasa begah setelah makan makanan kecil 12. 2. Stadium 2c : tumor stadium 2a dan 2b tetapi pada tumor dengan permukaan satu atau kedua ovarium. Stadium 1c : tumor dengan stadium 1a dan 1b tetapi ada tumor dipermukaan luar atau kedua ovarium atau kapsul pecah atau dengan asietas berisi sel ganas atau dengan bilasan peritoneum positif. Stadium 3a : tumor terbatas di pelvis kecil dengan kelenjar getah bening negatif tetapi secara histologi dan dikonfirmasi secara mikroskopis terdapat adanya pertumbuhan (seeding) dipermukaan peritoneum abdominal. 2. diameter melebihi 2 cm. Stadium 3b : tumor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant dipermukaan peritoneum dan terbukti secara mikroskopis.11. STADIUM III –> tomor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant di peritoneum di luar pelvis dan atau retroperitoneal positif. kapsul pecah atau dengan asitas yang mengandung sel ganas dengan bilasan peritoneum positif. kapsul utuh. Stadium 2a : perluasan atau metastasis ke uterus dan atau tuba 2.

Hanya kanker ovarium stadium awal saja (stadium 1a dan 1b dengan derajat diferensiasi sel yang baik/sedang) yang tidak memerlukan kombinasi pengobatan. fungsi hati.F. G. beta – HCG dan alfafetoprotein Semua pemeriksaan diatas belum bisa memastikan diagnosis kanker ovarium. Oleh karena itu. sistem saluran cerna. Ciri2 kista yang bersifat ganas yaitu pada keadaan : Kista cepat membesar Kista pada usia remaja atau pascamenopause Kista dengan dinding yang tebal dan tidak berurutan Kista dengan bagian padat Tumor pada ovarium Pemeriksaan lanjutan untuk memperkuat dugaan ke arah kanker ovarium seperti : USG dengan Doppler untuk menentukan arus darah Jika diperlukan. fungsi ginjal. apabila pada seorang wanita ditemukan suatu kista ovarium harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah kista tersebut bersifat jinak atau ganas (kanker ovarium). Penegakan Diagnosa Medis Sebagian besar kanker ovarium bermula dari suatu kista. akan tetapi hanya sebagai pegangan untuk melakukan tindakan operasi. Penatalaksanaan yang sesuai dengan stadium yaitu : Operasi (stadium awal) . Kemoterapi diberikan sebanyak 6 seri dengan interval 3 – 4 minggu sekali dengan melakukan pemantauan terhadap efeh samping kemoterapi secara berkala terhadap sumsum tulang. sistem saluran cerna. PENATALAKSANAAN Sebagian besar kanker ovarium memerlukan pengobatan dengan kemoterapi. sistem saraf dan sistem kardiovaskuler. pemeriksaan CT-Scan/ MRI Pemeriksaan tumor marker seperti Ca-125 dan Ca-724.

d agen cidera biologi 2. kualitas.Kemoterapi (tambahan terapi pada stadium awal) Radiasi (tambahan terapi untuk stadium lanjut) H. Nyeri akut b. persalinan. Perubahan citra tubuh dan harga diri b.Tujuan dan Intervensi Diagnosa 1 : Nyeri akut b. hamil Pemeriksaan fisik Data psikologis/sosiologis–> reaksi emosional setelah penyakit diketahui 2.d perubahan dalam penampilan fungsi dan peran Tujuan : KLien dapat memperbaiki persepsi citra tubuh dan harga dirinya. Diagnosa Keperawatan 1.d perubahan struktur atau fungsi tubuh. durasi haid Riwayat obstetric –> kehamilan. Intervensi : Kaji perasaan klien tentang citra tubuh dan tingkat harga diri Berikan dorongan untuk keikutsertaan kontinyu dalam aktifitas dan pembuatan keputusan Berikan dorongan pada klien dan pasangannya untuk saling berbagi kekhawatiran tentang perubahan fungsi seksual dan menggali alternatif untuk ekspresi seksual yang lazim . marah pasien Kolaborasi dengan tim medis dalam memberi obat analgesic Jelaskan kegunaan analgesic dan cara-cara untuk mengurangi efek samping Ajarkan klien strategi baru untuk meredakan nyeri dan ketidaknyamanan: imajinasi. Pengkajian Data diri klien Data biologis/fisiologis –> keluhan utama. nifas.d agen cidera biologi Tujuan : Klien merasa reda dari nyeri dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan Intervensi : Kaji karakteristik nyeri : lokasi. stimulasi kutan Diagnosa 2 : Perubahan citra tubuh dan harga diri b. keletihan. riwayat keluhan utama Riwayat kesehatan masa lalu Riwayat kesehatan keluarga Riwayat reproduksi –> siklus haid. relaksasi.d perubahan dalam penampilan fungsi dan peran 3. frekuensi Kaji faktor lain yang menunjang nyeri. ASUHAN KEPERWATAN 1. perubahan kadar hormone 3. Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual b.

perubahan kadar hormon Tujuan : -KLien menyatakan paham tentang perubahan struktur dan fungsi seksual.. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah.no.wordpress.blogspot. no.5tersering pada wanita Diagnosis banding :    Tumor adnexa Ca ovarium borderline Kista ovarium .Mengidentifikasi kepuasan/ praktik seksual yang diterima dan beberapa alternatif cara mengekspresikan keinginan seksual Intervensi: Mendengarkan pernyataan klien dan pasangan Diskusikan sensasi atau ketidaknyamanan fisik.html http://hidayat2.Diagnosa 3 : Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual b. 1999.com/2009/03/askep-ca-ovarium.d perubahan struktur atau fungsi tubuh. EGC: Jakarta Donges.wordpress. Lange Ca ovarium kanker dari golongan tumor ginekologi yg plg sering menyebabkan kematian. buku biru. .com/2008/12/21/asuhan-keperawatan-klien-dengan-kankerovarium/ http://akperppnisolojateng.com/2009/04/09/askep-ca-ovarium/ Ca Ovarium Referensi: emedicine. Marilynn E. EGC: Jakarta http://viethanurse.. ex : menunda koitus seksual saat kelelahan Daftar Pustaka Brunner & Suddarth.5 tersering menyebabkan kematian dari seluruh kanker.Rencana Asuhan Keperawatan. perubahan pada respons individu Kaji informasi klien dan pasangan tentang anatomi/ fungsi seksual dan pengaruh prosedur pembedahan Identifikasi faktor budaya/nilai budaya Bantu klien untuk menyadari atau menerima tahap berduka Dorong klien untuk menyadari atau menerima tahap berduka Dorong klien untuk berbagi pikiran/masalah dengan orang terdekatnya Berikan solusi masalah terhadap masalah potensial.

massa abdomen). nekrosis. konstipasi.Penegakan diagnosis Anamnesis Stadium awal dari karsinoma ini symptonya minimal/tdk spesifik/tidak ada sama sekali karnanya. biasanya pasien datang saat sudah stadium lanjut  Keluhan2 tdk spesifik nyeri abdomen/pelvik.tumor marker ca epitel ovarian(CA-125). pendarahan.endodermal sinus tumor. elektrolit serum. periksa abdomen (asites + abdominal distensi . sel2pleomorfik. alpha fetoprotein (AFP) u/germ cell ovarian Histopatologi:  Epitelial >> sering (90%) Serous= plg sering (35-55%) Bilateral. distensi abdomen. kembung. choriocarcinoma gonadoblastoma. perlengketan ke daerah sekitar. fungsi hati. makroskopissolid. diameter >15cm. dinding stroma fibrokolagen Mucinous Clear cell Transisional undifferentiated  Germ cell -Disgerminoma. CT scan Lab CBC. inti prominent. cepat kenyang abdominal distensi stadium lanjut Pemeriksaan Fisik  tidak spesifik periksa nodus limfe pada supraklavikula& inguinal(u/perikso metastasis). matur. invasi ke stroma. spesialisasi). nodular  tanda2 malignan) Pemeriksaan +an Radiografi USG(solid/cystik+solid. jika terperangkap di cavum douglas nyeri hebat. teratoma (immature. efusi pleura. multiple septations>3mm. kromatin inti kasar. obstruksi usus *klo sudah ado ascites.asites).obstruksi usus. mixed germ cell. bilateral. mikroskopis psammoma bodies. iregular menstruasi. perdarahan pervaginam.bilateral. retensi urin. embrional karsinoma. polyembriona  Sex cord&stromal . pelvic examination (terdapat massa pelvis yg immobile solid/form.

mesodermal) dg sifat2histologis&biologis yg beraneka ragam . asites dg sel2malignan atau peritoneal sitologi (+) sel2malignan metastase ke pelvis a. thecoma sertoli-leydig sel. metastase jauh efusi pleura dg sitologi (+) sel2malignan metastase ke parenkim paru metastase ke parenkim hati bukan ke permukaan II. 2ovarium c. gaster. colon. ukuran tumor yg metastase>2cm & atau metastase pada nodus limfe pelvis. kapsul ruptur. para-aortic/ inguinal IV. III. a/b + tumor permukaan ovarium pada 1/2 ovarium. lymphoma Stadium I. 1 ovarium b. metastase mikroskopik pada permukaan peritoneum abdomen b. Terbatas pada ovarium a. gynandroblastoma  Metastase neoplasma lain ke ovarium - Mammae.endo. metastase ke uterus/tuba b. Diagnosis kerja Karsinoma ovarium  Definisi : Kumpulan tumor dengan histiogenesis yNg beraneka ragam. ukuran tumor yg metastase<2cm c. a/b + tumor permukaan ovarium pada 1/2 ovarium. jaringan panggul lainnya c.- Granulosa sel tumor. fibroma. endometrium. dapat berasal dari ketiga dermoblast (ekto. kapsul ruptur. asites dg sel2malignan atau peritoneal sitologi (+) sel2malignan metastase ke kavum abdomen a.

Bedah sitoreduktif Volume sisa dari tumor stlah operasi menentukan prognosis baik(Stadium IIIa/IIIb).Mutasi gen p53 tumor supresor .Teraktivasinya “c-erb-B2”(HER2)  proto onkogen   Faktor resiko : Menderita PCOS (polikistik ovarian sindrom) Diet tinggi lemak hewani Konsumsi alkohol&produk susu Epidemiologi Umur>40tahun. . sampel nodus limfe para aortic dan pelvis (lihat stadium di HTD)  1. Kemoterapi Epitelial sistemik cisplatin 75mg/m2 + paclitaxel 175mg/m2 selama 6 kali dg interval 3mg Germcellbleomycin-etoposide-cisplatin 4. ibu yg menyusui resikonya << 2. 2. Etiologi dan patogenesis: pasti??? 1. Substansi karsinogenik Pemakaian bedak tabur pada daerah kewanitaan terbentuk granuloma talk(bedak tabur) 3. anovulasi kronik. plg sering terdiagnosis dekade ke 7.S. intermediate (metastase makroskopik diluar pelvis dg ukuran<2cm). omentectomy. multipel biposi peritoneum. postmenopause/prepubertas Penatalaksanaan Bedah u/menentukan stadium sitologi peritoneum. yg laen idak Prognosis Malam. buruk (metastase diluar kavum peritoneum/ tumor makroskopik>2cm) 3. Abnormalitas kromosom .Turnerdisgerminoma& gonadoblastoma Herediter ca ovarium(autosomal dominan) breast&ovarian cancer sindrom (BOC)  mutasi germline gen BRCA1 pada kromosom 17 . Ovulasi Tiap kali ovulasi epitel germinal itu rusak memicu mekanisme cellular repairment ovulasi yg terus menerus /siklus menyediakan kesempatan yg lebih dari cukup untuk terjadinya mutasi dan delesi *kehamilan. 1 dari 70 wanita. Radiasi Bagus u/Germcelldisgerminoma.

mudah lelah. Puncaknya terjadi pada wanita usia 60-64 tahun. perdarahan menstruasi yang tidak teratur.000 atau separuh lebih wanita meninggal karena penyakit ini. immature teratoma=70-80% Kanker epitel ovarium atau dikenal dengan kanker indung telur yang berasal dari sel epitel merupakan 90% kasus dari seluruh kanker indung telur. seandainya ada biasanya samar-samar. III=23-41%. Kanker epitel ovarium jarang didapatkan pada wanita berusia < 40 tahun. dari 23. Kanker indung telur merupakan penyebab kematian ke-5 terbanyak di Amerika Serikat dan merupakan salah satu dari 7 keganasan tersering di seluruh dunia. . konstipasi (sembelit).5tahun kelangsungan hidup u/ Epitelial. kembung. Stadium I=76-93%. Gambar : Kanker Ovarium Tanda dan Gejala Sebanyak 60% wanita yang didiagnosis menderita kanker ovarium sudah memasuki tahap lanjut dari penyakit ini. penurunan berat badan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya suatu massa atau benjolan pada panggul merupakan tanda yang perlu dicurigai. IV=11% Germ cell. Gejala tersebut termasuk diantaranya nyeri pada panggul. sekitar 14. Angka kejadian kanker epitel ovarium rendah pada negara berkembang dan Jepang. Pada umumnya tidak didapatkan gejala dini pada kanker ini.100 kasus baru kanker indung telur. disgerminoma=95%. Kanker indung telur memiliki angka kematian yang tinggi. II=60-74%.

Namun perlu diingat risko akan premenopause dini dan penyakit osteoporosis serta jantung yang dapat timbul akibat pengangkatan indung telur. Antigen ini diekspresikan oleh 80% epitel nonmusinous kanker ovarium. permukaan hati Fase akhir dari kanker ovarium. Selain itu pengunaan kontrasepsi pil juga dianjurkan Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan ultrasonografi (USG) dapat memperjelas penyakit ini Klasifikasi Kanker Ovarium Kanker ovarium memiliki 4 stadium yaitu : Stadium I II Angka Bertahan Hidup 5 Tahun Kanker pada 1 / 2 ovarium.6% ditemukan di permukaan ovarium Kanker melibatkan 1/2 ovarium dengan perluasan Tidak ada data ke panggul (rahim. dan kondisi tubuh. paru-paru. terapi pilihan. Kanker dapat 93. Alat ini dipertimbangkan untuk alat skrining dikombinasikan dengan pemeriksaaan Doppler 5. Antigen kanker 125 (CA-125). Menyebar ke 29. usus besar) Kanker menyebar melebihi rongga panggul ke 68. hati (bagian dalam) Area III IV Terapi Terapi dari kanker ovarium tergantung dari stadium dari penyakit. kandung kemih.Deteksi dan Pencegahan 1. usus kecil. organ perut. Apabila seorang wanita melakukan operasi panggul. maka pengambilan indung telur sekaligus akan mencegah risiko kanker ovarium selamanya. saluran tuba. kelenjar getah bening. Kriteria untuk skrining yang efektif Sampai saat ini belum ada alat yang secara efektif dan efisien dalam mendeteksi dini kanker ovarium 2. tipe penyakit (primer atau rekuren <kambuh kembali>). Pemeriksaan panggul rutin per tahun. Pencegahan. Kadar lebih tinggi dari 35 U/ml adalah abnormal 4. Ultrasonografi transvaginal. Kanker Ovarium atipikal .1% organ yang jauh seperti limpa. 1.1% dinding perut. Pemeriksaan ini digunakan unutk mendeteksi dini kanker ovarium namun tidak memiliki sensitivitas yang tinggi 3.

Wanita dengan riwayat keluarga memiliki kanker payudara. diberikan setelah operasi). Kanker ovarium yang kambuh Pasien dengan kanker ovarium yang kambuh adalah kandidat untuk dilakukan operasi yang kedua kalinya dengan kemoterapi menggunakan agen yang berbeda. Memiliki anak lebih dari 1. Radiasi seluruh bagian perut (whole abdominal radiation) dapat menjadi alternatif dari kemoterapi 4. pengikatan saluran tuba. riwayat menyusui. dan histerektomi (pengangkatan rahim) berkaitan dengan penurunan risiko dari kanker ovarium . indung telur. bilateral salpingooophorektomi). Terapi yang masih dalam penelitian adalah terapi stem sel. Biasa terdapat pada wanita usia 40 tahun (keganasan pada usia 60 tahun). riwayat kanker payudara atau kanker endometrium sebelumnya. ayam. kemoterapi (pada kasus dengan angka kesembuhan rendah. Terapi hormonal juga dapat digunakan. Terapi yang dapat dilakukan pada stadium ini adalah operasi (total abdominal histerektomi. baru memiliki anak 1 atau tidak memiliki anak. dan histerektomi (pengangkatan rahim) berkaitan dengan penurunan risiko dari kanker ovarium 2. dalam jumlah banyak dapat meningkatkan risiko mendapat kanker ovarium. 3. Beberapa penelitian mengemukakan bahwa asupan makanan yang mengandung lemak hewani seperti daging. penggunaan kontrasepsi pil. imunoterapi menggunakan interferon. namun beberapa faktor yang berkaitan peningkatan risiko dari penyakit ini adalah: 1. atau usus besar memiliki peningkatan risiko untuk kanker ovarium. Faktor lingkungan. 20% stadium dini dapat menyebar ke intraabdomen (perut) dan memerlukan terapi operasi. Usia > 40 tahun. dan radiasi 3. Riwayat keluarga. Memiliki anak lebih dari 1. riwayat menyusui. penggunaan kontrasepsi pil minimal 1 tahun (faktor proteksi bertambah dengan penggunaan setiap tahunnya). dan vitamin C 4. pengikatan saluran tuba. endometrium. vitamin A. Penurunan risiko berkaitan dengan konsumsi sayuran. Pasien kanker atipikal ovarium dengan stadium dini yang masih ingin mempertahankan kesuburannya dapat melakukan unilateral salpingo-oophorectomi (operasi pengangkatan indung telur yang mengandung kanker) 2. dan riwayat keluarga dengan kanker dapat meningkatkan angka kejadian kanker ovarium. dan terapi genetik Faktor Risiko Penyebab kanker ovarium masih diteliti. Faktor risiko individual.Kanker atipikal ini memiliki sifat yang berbeda dari kanker ganas ovarium tipe lainnya. Stadium dini kanker ovarium Stadium dini kanker ovarium adalah stadium I dan II. Stadium Lanjut kanker ovarium Stadium ini selalu membutuhkan terapi operasi yang optimal diikuti kemoterapi setelah operasi untuk meningkatkan kemampuan bertahan hidup. Faktor reproduksi.

kemoterapi. Pada umumnya keganasan pada kanker ini tumbuh cepat dan ditandai dengan nyeri panggul yang akut (tba-tiba. atau puntiran dari indung telur. Terapi yang dilakukan adalah operasi. hanya berkisar 10-15% dari seluruh kasus kanker ovarium. Pasien dengan stadium I memiliki 90% kemungkinan bertahan selama 5 tahun. Faktor Prognostik Kemampuan bertahan hidup selama 5 tahun pada pasien dengan kanker ovarium berkisar 30%. dalam waktu cepat). Pemeriksaan roentgen dada digunakan untuk menyingkirkan penyebaran ke paru. Kanker Ovarium Non-epitelial Kanker ini jarang didapatkan dibandingkan kanker ovarium epitel. FUNGSI OPERASI Kebanyakan operasi besar memiliki fungsi : menentukan stadium kanker (staging surgery) . Teori ketiga menerangkan mengenai karsinogen (zat yang dapat merangsang terjadinya keganasan) dapat berkontak dengan indung telur melalui saluran reproduksi. namun tergantung dari individu masing-masing. serta laktat dehidrogenase.Penyebab Penyebab dari kanker ovarium adalah multifaktor. dan jenis kanker. dan radiasi. OPERASI BESAR Share | Operasi besar adalah operasi yang memerlukan persiapan matang untuk menjalankannya dan terdapat banyak efek samping yang mungkin timbul selama dan setelah operasi dilakukan. nekrosis (kematian sel). perdarahan. serta tes fungsi hati. sedangkan stadium II sekitar 50-65%. Benjolan di perut bagian bawah dapat berkisar antar 2-8cm atau lebih besar lagi pada wanita menopause. Teori pertama menerangkan mengenai trauma minor yang berlangsung terus menerus selama siklus ovulasi (siklus pengeluaran telur setiap bulannya). CT-scan dapat digunakan untuk mengetahui penyebaran ke hati atau rongga perut lainnya. teori kedua menerangkan mengenai pajanan indung telur terhadap hormon gonadotropin dapat meningkatkan risiko keganasan. dan stadium III dan IV berkisar 15-20% atau kurang dari 5%. Operasi besar ini juga mengharuskan anda untuk menjalani masa penyembuhan (recovery) di rumah sakit untuk memantau hasil pengobatan dan efek samping yang timbul. Nyeri dapat terjadi karena peregangan dari kapsul indung telur. stadium. darah lengkap. Pemeriksaan yang diperlukan adalah pemeriksaan serum hCG dan alfa-fetoprotein.

namun untuk mengobati metastasis dari kanker. debulking surgery Operasi tersebut dilakukan bila jaringan kanker tidak dapat diambil seluruhnya. di mana setelah pengangkatan tumor dilakukan pengambilan sedikit tepi jaringan yang normal dan dilakukan pembacaan di bawah mikroskopik untuk menentukan seberapa jauh penyebaran tumor (pathological stage). Biasanya operasi ini dilakukan untuk keperluan estetika. operasi perbaikan (reconstructive surgery) Operasi perbaikan dilakukan setelah operasi pengobatan utama dilakukan. operasi paliatif (palliative surgery) Operasi paliatif dimaksudkan bukan untuk menyembuhkan kanker. di mana dapat dilakukan bila kanker hanya di satu area saja dan jaringan dapat diangkat seluruhnya tanpa merusak banyak jaringan di sekitarnya. TEKNIK OPERASI PENGOBATAN KANKER Saat ini. dan sisa jaringan tersebut dieliminasi dengan radio atau kemoterapi. mengobati kanker (curative surgery) Operasi pengobatan merupakan operasi penyembuhan kanker. namun jaringan yang diangkat adalah jaringan pra kanker yang beresiko tinggi untuk terjadi kanker. operasi penunjang (supportive surgery) Operasi penunjang dilakukan untuk menentukan metode pengobatan yang lain. Beberapa teknik baru sebagai media operasi yaitu : ??? Laser surgery . teknik operasi pengobatan kanker tidak lagi hanya menggunakan pisau sebagai sarana untuk mengangkat kanker. Operasi pengobatan juga kadang bersamaan dengan tindakan radiasi (intraoperative radiation). mencegah terjadinya kanker (preventive surgery) Operasi pencegahan dilakukan seperti operasi pengobatan kanker. bila jaringan kanker tidak dapat diambil seluruhnya. atau memperbaiki ketidaknyamanan (nyeri) atau kecacatan yang diakibatkan oleh kanker.Operasi penentuan stadium umumnya dilakukan saat operasi utama sebagai pengobatan dilakukan.

Umumnya teknik ini dipakai untuk kanker kulit atau mata. Teknik ini juga dapat dipakai untuk kondisi pre kanker. . Teknik ini sering digunakan untuk mengobati kanker pada mata. faring. laring. hati. seperti memperbaiki kerusakan. namun saat ini sedang dikembangkan untuk pengobatan.Laser adalah suatu energi cahaya berkekuatan tinggi dan terfokus yang digunakan sebagai media operasi yang tepat. Umumnya sering untuk pengobatan kanker cervix atau prostat. Keuntungan : dapat melakukan pembedahan tanpa perlu membuat insisi yang lebar. Namun zat kimia tersebut bukanlah kemoterapi kanker.sel abnormal. sebagai alasan menyelamatkan jaringan normal sebanyak mungkin. kulit atau rektum. mengurangi timbulnya nyeri akibat pembedahan dan memperpendek waktu rawat inap. Umumnya digunakan untuk pengobatan kanker mulut atau kulit. Biasanya teknik ini dipakai untuk biopsi. Electrosurgey Listrik berfrekuensi tinggi (high frequency electrical) dapat digunakan untuk merusak sel?. Keuntungan dari laser surgery : hanya sedikit jaringan yang dipotong. mencegah hilangnya banyak cairan tubuh (darah) saat pembedahan. vaporize (membakar dan merusak) kanker. Mohs surgery Mohs surgery atau pembedahan di bawah kendali mikroskop merupakan cara mengangkat satu lapis tipis kulit yang terkena kanker dan kemudian dilihat di bawah mikroskop. karena sebelum dipotong.sel kanker. Dahulu teknik ini dinamakan chemosurgery. jaringan diberi suatu zat kimia tertentu. memotong jaringan. bila sampai kepada lapisan yang normal. Laparoscopic surgery Laparaskop merupakan tabung berukuran panjang. berdiameter kecil dan fleksibel yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui insisi kecil pada tubuh. maka pembedahan dihentikan. Cryosurgery Cryosurgery ini menggunakan penyemprotan cairan nitrogen untuk membekukan atau membunuh sel?. cervix.

usus besar. Sebelum? memutuskan untuk memilih operasi. Runtutan operasi meliputi : pemeriksaan pra operasi. Perencanaan dan Pre Operasi Ada baiknya jika anda dan dokter bedah berunding untuk memastikan pilihan operasi yang memberikan hasil terbaik. namun tidak fleksibel melainkan kaku serta terdapat kamera kecil di unjungnya. dan pada area tujuan dapat dilakukan biopsi. teknik operasi dan kondisi kesehatan. Thorascopic surgery Thoraskop merupakan alat yang mirip dengan laparaskop. leher. Ambil waktu sebaik mungkin untuk memikirkan apakah cara ini memberikan hasil terbaik untuk kesehatan anda dan waktu yang ada sebaiknya digunakan untuk mempelajari penyakit dan pengobatan anda. untuk berbicara dengan orang?. prostat dan? ginjal. Pengobatan kanker yang menggunakan teknik ini adalah kanker otak. mengeluarkan cairan atau mengangkan tumor berukuran kecil. . persiapan.Teknik ini sudah dipakai untuk mengobati kanker kandung empedu dan juga sedang dikembangkan pada kanker kandung kemih. ada baiknya untuk mencari second opinion dari ahli bedah lainnya dan tidak perlu mengulang pemeriksaan yang dahulu pernah dijalani. operasi itu sendiri (termasuk jenis anestesi) dan masa penyembuhan. Teknik operasi ini keberhasilannya sama dengan operasi membuka rongga tubuh (open thoracotomy) pada stadium dini kanker paru. Alat ini dimasukkan melalui insisi kecil pada dada setelah paru dikempiskan. di mana operasi ini menggunakan mesin radiasi yang memotong tumor dari beberapa sudut berbeda.orang di sekitar anda. Lainnya Operasi lain yang masih dalam pengembangan berupa stereotactic radiation therapy yang menggunakan cyberknife atau gamma knife. yakni penyakit yang akan diobati. cukup membawa hasil pemeriksaan sebelumnya. BAGAIMANAKAH OPERASI ITU? Operasi yang dijalankan tergantung banyak hal. paru dan tulang belakang. kanker area kepala. untuk mengatur pemikiran anda dan juga untuk menetukan tim untuk perawatan.

kencing manis. serta membantu dokter untuk memahami kondisi anda dan untuk perencanaan operasi (terutama untuk operasi besar). fungsi ginjal dan hepar dan untuk penyediaan transfusi darah saat operasi. penyakit jantung. Dengan menandatangani inform consent tersebut berarti anda sudah menerima segala informasi dan bersedia untuk dioperasi. Adapun pemeriksaan yang dilakukan berupa : Anamnesis : menanyakan riwayat penyakit dahulu berupa darah tinggi.Pilihan pengobatan lain. di mana sebelum memberi persetujuan terhadap dokter untuk dioperasi.Efek samping operasi . . menghitung jumlah darah. resiko perdarahan dan infeksi. Jika perlu. Pemeriksaan Pra Operasi Pemeriksaan pra operasi ini diperlukan untuk memastikan apakah tubuh dapat menghadapi operasi dan tindakan anestesi.Resiko operasi .Keuntungan operasi terhadap anda . alergi atau kondisi lain yang berhubungan dengan operasi. anda terlebih dahulu harus diterangkan mengenai : .Urinalisis : memeriksa keadaan ginjal dan adanya infeksi . anda di dampingi oleh keluarga atau teman saat menandatangani inform consent.Inform Consent / Surat Persetujuan Operasi Inform consent merupakan salah satu hal penting dari persiapan operasi.Kondisi kesehatan dan mengapa operasi ini dipilih sebagai pengobatan .Tujuan operasi . Laboratorium : -??? Darah Lengkap .Bagaimana operasi itu sendiri . Disarankan untuk anda membaca dan memahami dengan baik seluruh isi inform consent tersebut dan semua pertanyaan anda telah dijawab oleh dokter.

Mencukur area yang akan dioperasi. dan ini juga mempengaruhi apakah perlu anda sadar atau tidak saat operasi berlangsung.X-ray dada dan EKG (elektrokardiografi) untuk memeriksa keadaan jantung dan paru . Pilihan anestesi yang dapat anda pilih berupa : . Jika anda menggunakan anestesi total (bius total).lain : CT scan untuk melihat ukuran dan lokasi tumor serta penyebarannya. tangan atau kaki sehingga melumpuhkan sementara saraf?. Anestesi Anestesi (bius) adalah cara untuk menghilangkan nyeri pada periode tertentu. Obat anestesi regional ini dapat berupa suntikan tunggal atau drip infus.saraf yang keluar dari area tersebut.. untuk mencegah rambut masuk ke dalam area operasi dan menyebabkan terjadinya infeksi. Persiapan Operasi   Mengosongkan isi perut (lambung dan usus) dari malam sebelum operasi. dengan cara puasa makan dan minum serta penggunaan laksatif untuk mengosong isi perut. Hal tersebut tergantung dari jenis dan lama operasi. Hal ini ditujukan untuk mencegah terjadinya aspirasi (terhirup) muntahan ke paru saat dianestesi. maka anda akan dipertemukan dengan dokter anestesi yang akan menangani anda. di mana aspirasi tersebut dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada paru. beritahukanlah perasaan anda kepada dokter sehingga mereka dapat memberikan obat yang dapat membuat anda tenang.Anestesi regional Hampir sama dengan anestesi lokal. Oleh karena itu. Hal yang lumrah jika anda mengatakan bahwa anda takut akan operasi dan anestesi.Lain . . namun area yang dibius lebih luas dan pasien juga tetap sadar. Di mana obat anestesi disuntikan pada tulang belakang. Dan bukan tidak mungkin jika dokter akan meminta pemeriksaan lain yang berhubungan dengan kondisi yang mempengaruhi operasi.Anestesi total .

Orang di bawah pengaruh sisa anestesi. namun orang yang mendapat anestesi regional atau total harus dirawat dalam ruangan penyembuhan sampai pengaruh anestesi habis. juga tak lupa melepaskan pipa endotrakeal tadi. bila ginjal bermasalah tetap dipasang. Para tim perawatan anda mungkin berupaya agar anda beraktivitas setelah operasi. memperlancar aliran darah sehingga mencegah terjadinya pembekuan (clotting) pada kaki. Operasi Teknik operasi yang digunakan membuat ketetapan . Sebaiknya dilakukan setelah dokter menyatakan bahwa anda dapat minum dan makan (baiknya untuk minum terlebih dahulu). nadi. Tenggorok anda akan terasa sedikit nyeri oleh karena pemasangan pipa endotrakeal. Hal ini bergantung kondisi pra operasi dan luas operasi. Saat anestesi total dilakukan.Anestesi total membuat seseorang jatuh dalam keadaan tak sadar. umumnya selesai operasi kateter ini dilepas. Anda juga akan mendapat obat pereda nyeri selama di rumah sakit dan pada saat rawat jalan. Dan para dokter atau paramedia juga akan memeriksa jumlah urin anda. Pada tubuh yang dioperasi juga akan dipasang drain untuk mengeluarkan cairan yang terkumpul akibat operasi. Masa Penyembuhan         Orang yang mendapat anestesi lokal dapat segera pulang. akan merasakan perasaan berat. pipa endotrakeal akan dimasukkan melalui mulut anda untuk membantu pernafasan anda. Namun.ketetapan tindakan berbeda pula. sedang bermimpi dan tidak sadar sepenuhnya sampai keesokan harinya. Hal ini ditujukan untuk mempercepat masa penyembuhan. sebab hal ini mempercepat masa penyembuhan. pernafasan) selama operasi sampai anda terbangun. Anda juga akan dipasangi kateter urin untuk mengalirkan air kencing anda ke suatu tas khusus. Skip to content  Home . di mana obat dapat dihirup atau disuntikan. Dokter anestesi dan perawat akan mengawasi keadaan fungsi vital anda (tekanan darah. Anda sebaiknya makan dan minum walaupun ada perasaan tidak nafsu makan / minum.

Biokimia 1. khususnya neoplasma Tumor . enzim.Khusus: benjolan yg disebabkan oleh neoplasma . massa .Klinis : non neoplasma (radang. beberapa tahunBerlangsung beberapa jam B.    About Artikel Privacy Policy Search Home » Bedah Tumor » Onkologi Umum ← Kista Hepar Tumor Otak → Onkologi Umum Posted on 8 February 2011 by ArtikelBedah ONKOLOGI UMUM Onkologi Berasal dari bahasa Yunani : .Umum : pembengkakan/benjolan abnormal dalam tubuh . kista. RNA. Fase interfase : sel anak yg muda Sintesa DNA.Oncos : tumor. Enzim. hematom. Morfologis 2 sel anak1. protein dan duplikasi untai tunggal kromosom menjadi untai ganda.Logos : ilmu Ilmu yg mempelajari penyakit yang disebabkan oleh tumor. Fase G2 (growth phase-2) : 1-2 jam . hipertrofi) & neoplasma Neoplasma -Neos : baru -Plasein : membentuk jaringan baru yg abnormal Siklus pertumbuhan sel A. Fase G1 (growth phase-1) : jam-tahun Sel anak mensintesa RNA. Fase mitosis : 1 sel induk Profase : 1 jam Metafase : < 1 jam Anafase : < ½ jam Telofase : beberapa menit dewasa2. Fase S (synthesa) : 8 jam Sintesa DNA baru Dapat digunakan untuk mengukur prognosis 3. protein — persiapan sintesa DNA 2.

Ada metastase Pertumbuhan kanker 1. Metastase Sifat Tumor Ganas 1.Jauhnya penyimpangan anatomi & fungsi sel normal (diferensiasi) . Sifat tergantung : . Bentuk tidak teratur 2. Hiperkromasi : warna lebih gelap 4. lokal invasive/infiltrat Doubling Time Waktu yang dibutuhkan tumor untuk membesar sehingga volumenya menjadi 2 x dari semula Penting untuk menentukan diagnosis. Batas tidak tegas 3. Tumbuh terus tanpa batas 8.Kemampuan infiltrasi & metastase Bentuk Sel Kanker 1. Hipervaskularisasi. Terdiri dari : Jinak & Ganas. perlengketan 8. terlepas dari kendali pertumbuhan sel normal. Fase M (Mitosis) : 1-2 jam Sel tumor sel tubuh yg mengalami transformasi sehingga tumbuh secara autonom. Tidak menjalankan fungsi sel normal 9. Rapuh. Infiltrasi 11. Ada bagian nekrosis/ ulserasi 7. Polikromasi : warna bermacam-macam 3. Pertumbuhan Lokal ◦ Unisentris/unilokuler: mulai dari satu sel dalam satu jaringan/organ ◦ Multisentris/multilokuler: dari beberapa sel (jarang) ◦ Sinkronous: sel tumbuh dalam waktu yang bersamaan ◦ Metachronous : tumbuh dalam waktu yang berbeda ◦ Sel kanker tumbuh secara binear & exponensial : 1 sel jadi 2. evaluasi hasil terapi. Tumor diameter 1 mm : 25 x PD dgn jumlah sel sekitar 100 juta 1 cm : 30 x PD dgn jumlah sel 1 milyar (klinis: dapat dideteksi) 10 cm : 40 x PD (population doubling) dgn jumlah sel 1 triliun . Merusak bentuk dan fungsi organ 10. The Lag Period / Masa Interval Waktu yang diperlukan sel neoplastik memperbanyak diri sehingga dapat dideteksi.Persiapan mitosis berikutnya 4. Inti sel relatif besar 5. mudah berdarah 5. 2n ◦ Lokal insitu. 4. neovaskularisasi 6. Kapsul tidak jelas/tidak ada 4. Ada infiltrasi. Anaplastik : susunan tidak teratur 7. Mitosis bertambah 6. Polimorfi : bentuk bermacam-macam 2.

pelvis 6. G2. Stadium insitu : Masih terbatas pada parenkim organ tempat asal tumor (intraepitelial. insitu. Lokal 2. Sifat tumor: neoplasma ganas. Ekstensi lokal : telah menginvasi organ sekitar 3. Transerosa/transcoelum : c.thoracis. yang hilang B. jinak. Kelenjar limfe regional 3. Berdasarkan kemungkinan dapat disembuhkan 1. imunologis (seluler dan humoral) C. Stadium sangat lanjut (far advanced stage) B. Regional 4. Umur: umumnya lebih cepat tumbuh pada anak-anak 2. napas. sifat tidak tentu 3. Faktor Lingkungan Hidup Tumor 1. intraduktal. Asal tumor atau jenis tumor 2. Waktu siklus (siklus pertumbuhan tumor) / lag periode 4. Lokal 2. Hematogen 4. Pertahanan tubuh: barier mekanik. Faktor Penderita 1. Nutrisi (vaskularisasi) 3. Derajat diferensiasi sel: G1. Stadium lanjut (advanced stage) 3. G4 5. cerna.2. Ruang tempat tumbuh tumor 2. Berdasarkan tofografi penyakit Berdasarkan lokasi tumor primer atau metastasis 1. Stadium Invasif atau infiltratif : Telah bertumbuh di luar membrana basalis 3. Penyebaran ke organ lain/metastase Cara Penyebaran 1. Stadium diseminasi : Menyebar keluar dari kelenjar limfe regional atau menyebar ke organ lain yang letaknya jauh dari tumor primer Berdasarkan luas ekstensi penyakit 1. Transluminal: dalam dinding sal. intraluminal. abd. Perkontinuitatum 2. Loko-regional . Stadium lokal : Terbatas pada organ/jaringan tempat asalnya tumbuh 4. Stadium dini (early stage) 2. Limfogen 3. Organ jauh Yang Mempengaruhi Kecepatan Pertumbuhan A. tidak tumbuh. Status hormonal Stadium Pertumbuhan Kanker Stadium Pra-klinis Stadium pada saat kanker belum terdeteksi secara klinis Stadium Klinis A. G3. Iatrogenik Tempat penyebaran 1. Faktor Tumor 1. Stadium regional : Metastasis masih terbatas di kelenjar limfe regional 5. urinaria 5. intralobuler) 2. Populasi sel kanker: rasio fraksi sel kanker yang tumbuh.

N2. (hepar). Stadium FIGO : ca serviks Fase pertumbuhan kanker Induksi Insitu Invasi Diseminasi 15-30 thn 5-10 thn 3-5 thn 1-5 thn Sistem TNM Pertama kali diperkenalkan oleh Pierre de Noix (Perancis. oss. (peritoneum). (pleura). (kulit).T3 Tumor primer Tumor primer tidak dapat ditaksir Tidak terbukti adanya tumor primer Karsinoma insitu Tumor primer makin membesar. bra. Stadium Ann Arbor : limfoma maligna 4. pleu. per. Metastasis jauh C. Stadium Portman : ca mamma 2. 1958 diadopsi oleh IUCC (Union Internationale Contre le Cancer).5. (otak). makin jauh infiltrasi di jaringan dan organ di dekatnya N Nx No N1. ski. (pulmo).T2. 1943). Berdasarkan Konvensi 1. (tulang). T Tx To Tis T1. hep. Stadium Dukes : Ca kolorektal 3.N4 Kelenjar limfe regional Kelenjar limfe tidak dapat ditaksir/diperiksa Tidak terbukti penyebaran ke kelenjar limfe regional Ada kelenjat yang terlibat. ada/tidak infiltrasi di organ atau struktur sekitar M Mx Mo M1 Metastasis jauh Tidak dapat diperkirakan adanya anak sebar Tidak ada bukti metastasis jauh Ada metastasis jauh Organ yang tempat metastasis dapat disebutkan : Pul. oth.N3. (yang lain/other) Tambahan : -cTNM : Clinical staging -pTNM : pathological staging -sTNM : surgical-evaluative staging -rTNM : retreatment staging -aTNM : autopsy staging -R : sisa tumor setelah terapi .

bila terjadi kerusakan DNA — ini diatur oleh protein p53 Asal onkogen Onkogen seluler (c-onc) : dari gen normal dalam sel (proto-onkogen) dan tumor supressor gene Onkogen virus (v-onc) : dari luar Mekanisme proto-onkogen menjadi onkogen : Deletion atau point mutation Gen amplification (gen bertambah) . Adanya jejas/nekrosis yg memacu proliferasi sel utk regenerasi. Teori Monoclonal origin Berasal dari satu sel yang terus membelah 2. Adanya promoter yang terus bekerja (proses epigenetik) 2. Promotor memacu sel terinisiasi menjadi sel neoplastik. Adanya mutagen/karsinogen yg terus memacu timbulnya mutasi baru (proses genetik) 3. dimana sel abnormal ikut terpacu pula 4. Adanya seleksi alam yg memberi peluang sel abnormal berkembang biak/ bertumbuh. Teori Field origin Agen karsinogen bekerja pada sejumlah besar sel yg menyebabkan sekelompok sel berpotensi menjadi sel neoplastik Teori terjadinya neoplasma 1. Teori Mutasi Genetik Neoplasia timbul bila genom abnormal (telah berubah) mengenai gen yg mengatur pertumbuhan sel (gen proto-onkogen/onkogen seluler). Kecepatan transformasi / pembentukan sel neoplastik dipengaruhi beberapa faktor : 1. masih terkait dgn pertumbuhan jaringan dimana ia berada. menurunnya produksi fc penghambat.Sel terpapar karsinogen yg menimbulkan lesi biokimia berupa perubahan gen permanen (DNA repair gagal Promosi Tidak semua sel yg sudah terinisiasi berubah jadi sel kanker. Teori asal sel neoplasma 1. Sifat sel belum otonom. Tidak terkontrolnya pertumbuhan sel akibat: bertambahnya produksi fc pertumbuhan/reseptor. adanya fc yg fungsinya abnormal.-Rx : tidak dapat ditentukan adanya residu -Ro : tidak ada residu -R1 : ada residu mikroskopis -R2 : ada residu makroskopis -r : residif setelah bebas kanker -y : keadaan kanker setelah terapi multinodal Proses karsinogenesis melalui 2 tahap ganas perlu tahap induksi (15-30 TH)Transformasi sel normal Inisiasi Bersifat ireversibel. bila diberi promoter akan timbul karsinogenesis sekalipun inisiator sudah lama dihentikan. mutasi). DNA repair nuclease : memperbaiki. sebagian besar terhenti (sebagai tumor jinak atau normal).

Chromosome rearrangement Interaksi antara onkogen dgn Growth Factor (GF) : Onkogen mengkode langsung pembentukan GF Onkogen mengkode pembentukan reseptor GF Onkogen mengubah sensitivitas sel terhadap sinyal GF 2. Invasi Lokal Tumor jinak : Massa ekspansif dgn kohesi antar sel masih baik. multipolar Sel raksasa. Diferensiasi dan anaplasia Berdiferensiasi baik bila mengandung sel yg mirip sel matur normal asal jaringan neoplasma Jelek bila mirip sel primitif. Limfogen Cara utama penyebaran karsinoma Pembesaran kelenjar limfe disebabkan oleh : penyebaran dan pertumbuhan sel kanker. Teori Kegagalan Imun (immune surveillance) Akibat kegagalan sel T sitiotoksik. Teori Virogen Onkogen 3. Ratio sitop/inti (1:1/1:4/1:6) Banyak mitosis atipik atau aneh — bentuk spindel. Hematogen Cara utama penyebaran sarkoma: Neoplasma primer — pertumbuhan progresif — vaskularisasi — invasi — pelepasan — embolisasi — bertahan hidup dalam sirkulasi — tersangkut — ekstravasasi — terhindar dari pertahanan tuan rumah — pertumbuhan progresif — metastasis. Metastasis Semua kanker dapat bermetastasis kecuali Glioma. . metastase tidak ada Perluasan lambat akibat adanya kapsul (stroma jaringan asal). sel-sel besar. reaksi hiperplasia. daya infiltrasi. Ab dan komplemen. diangkat Tumor ganas : Disertai infiltratif progresif. quadripolar. sel tidak spesifik Anaplastik bila tidak berdeferensiasi Morfologi Sel dan inti pleomorfik. Teori Epigenetik 4. sel yg kecil primitif Inti banyak DNA/ kromatin kasar/gelap/ hiperkromatik/ mengelompok/ tersebar sepanjang membran inti/anak inti besar. basalioma Langsung Berkembang pd rongga tubuh/permukaan. tripolar. invasi. digerakkan. antibody dependent cell-mediated cytotoxicity. natural killer cells membunuh sel neoplastik Karasteristik neoplasma 1. Kecepatan Pertumbuhan Umumnya tumor jinak bertumbuh lambat Kanker bertumbuh lebih cepat dan berhubungan dgn derajat diferensiasinya 3. invasi dan kerusakan jaringan sekitarnya 4. ukuran/bentuk bervariasi. inti polimorfik/hiperkromatik/sangat besar Ada daerah nekrosis iskhemik Perubahan displastik yg meliputi seluruh ketebalan epitel : neoplasma preinvasif (Ca in situ) 2. sehingga mudah diraba.

genetalia. kolon. pankreas. bronkus Mamma. esofagus.Tempat Metastasis Tumor Primer KGB servikal KGB supraklavikuler KGB aksillar KGB inguinal Kulit/subkutan Paru Hepar Tulang CNS Ovarium Cavum serosa Mulut. neuroblastoma. melanoma. limfoma Anus. Perubahan Imunologis/Antigenik ◦ Common viral antigen : Tumor yg diinduksi virus menunjukkan antigenik kuat yg berhubungan dgn membran dan dimiliki juga oleh semua tumor yg diinduksi oleh virus yg sama ◦ Antigen unik : Diinduksi zat kimia memiliki Ag yg tdk dimiliki oleh tumor lain yg diinduksi zat kimia sama ◦ Ag onkofetal : CEA. Perubahan sifat pertumbuhan Terlepas dari pengendalian pengaturan Kegagalan maturasi Bersifat immortal Daya transplantasi 2. lambung.lambung. kolon Mamma. melanoma. ren. bronkus. AFP ◦ Hilangnya antigen yang normal ada Tumor Associated Antigens : -Burkitt’s lymphoma -Malignant melanoma -Neuroblastoma -Osteosarcoma -Soft tissue sarcoma -Colon carcinoma -Breast carcinoma -Leukemia -Lung carcinoma -Bladder carcinoma -Renal carcinoma . ren Mamma. mamma. ovarium. kolon. meningioma 4. prostat. mamma. Ca sel kecil paru. Perubahan morfologi 3. testis. tiroid. bronkus. ren Lambung. pankreas. lambung. serviks Mamma. sarkoma Mamma. bronkus. ovarium. tiroid. Ca ovarium. lambung. bronkus. melanoma Melanoma. tiroid Mamma. limfoma Bronkus. kolon. testis. kolon. laring. Burkitt lymphoma. faring. limfoma Tanda sel yang mengalami transformasi (kanker) 1. Perubahan kariotipe Misal : Kromosom (Ph1) pada CML (chronic Myelositic Leukemia) mengadakan translokasi antara kromosom 22 dan 9.

amida. dll) Agen asilasi : 1-asetil imidazol. safrol. 7.12-dimetilbenz(a)antrasen Amin dan amida aromatik dan zat warna azo : 2-naftil amin (beta-naftilamin).h)antrasen. benzo(a)piren. dietilkarbamil klorida Prokarsinogen yg memerlukan aktivasi metabolik: Hidrokarbon polisiklik aromatik dan heterosiklik : Benz(a) antrasen. Produksi sel tumor ◦ Ag onkofetal : CEA dan AFP ◦ Enzim : PSA. dimetil sulfat. sikasin. nikel. fungisida. kadmiun. kacang betel Lain-lain : nitrosamin. diepoksibutan. anti kanker (siklofosfamid.5. Perubahan metabolik Semua sel anaplastik primitif mengalami konvergensi penyederhanaan pola enzim dan metabolik bersama 6. Dibenz(a. Perubahan Permukaan dan Membran Sel ◦ Perubahan glikoprotein membran ◦ Hilangnya daya kohesi dan adhesi (contact inhibition) ◦ Sintesis dan pelepasan faktor pertumbuhan ◦ Sintesis tipe reseptor permukaan tertentu ◦ Kerusakan komunikasi antar sel ◦ Produksi dan pelepasan enzim degradatif ◦ Produksi dan pelepasan aktivator plasminogen ◦ Produksi dan pelepasan faktor prokoagulan ◦ Peningkatan transpor transmembran zat makanan 7. insektisida. sakarin. nitrosourea. griseofulvin. vinil klorida. dimetilaminobenzena (kuning mentega). 3-metilolantren. . Carcinogenesis Kimia Karsinogen yang bekerja langsung Agen Alkilasi : Beta-propriolakton. siklamat Tumbuhan alam dan hasil mikroba : Aflatoksin B1. 2asetilaminofluoren. LDH ◦ Imunoglobulin : neoplasma B limfosit ◦ Produksi hormon berlebihan ◦ Produksi hormon ektopik Petanda tumor (tumor marker) Petanda Jenis kanker Carcino-embrionic Ag (CEA) Human choriogonadotropin (HCG) Alfa-fetoprotein (AFP) Phosphatase acid (PAP) Prostate surface Ag (PSA) Calsitonin (CT) Human tyroglobulin (hTG) Ca kolon dan paru Koriokarsinoma testis Ca hepatoselulare / sel germinativum Ca prostat Ca prostat Ca tiroid meduler Ca troid folikuler Etiologi 1. kromium. klorambusil.

ulkus kronis uang lain Fistel akibat osteomielitis. Ca nasofaring CMV : Sarkoma kaposi HBV : Ca hepatoselulare 3. melanoma Radiasi sinar X : karsinoma kulit. limfoma DNA Virus papiloma manusia (HPV) : kutil. Geografi dan Ras Insiden tinggi : Ca lambung : Skandinavia. fistel perianal Esofagus Barret 4. displasia. Virus Onkogenik RNA HTLV I : leukemia/limfoma sel T Virus tumor payudara : Ca payudara Agen yg tdk dpt ditentukan : leukemia.bifenil polikronat (PCBs) Mekanisme Kerja Sebagian besar karsinogen kimia adalah mutagen Sifat karsinogenik kimia tergantung dosis. vit E dan selenium diduga mempunyai efek pencegahan 5. Onkogenesis hormonal Faktor pemicu (induction faktor) Estrogen : hiperplasia. alkoholisme Parasit : Schistosoma hemotobium (Ca planoselulare buli-buli) Sunat dan Fimosis : Tidak disunat (Ca penis) Predisposisi neoplasma 1. Carcinogenesis nutrisional Makanan berserat kurang dikaitkan dengan kejadian Ca kolon Makanan berlemak (hewan) dikaitkan dengan Ca kolon dan payudara Makanan yg mgdg beta karoten. basalioma. vit C. Ca sel squamosa Virus herpes simpleks 2 : Ca vulva dan serviks EBV : Limfoma Burkitt. Lain-lain Gaya hidup : Kebiasaan makan. Carcinogenesis Fisik Radiasi Sinar ultraviolet : ca sel squamosa. sinus pilonidalis. dan dosis multiple terbagi Sifat karsinogenik dapat ditingkatkan dengan pemberian beruntun promotor Untuk efektifnya promotor harus mengukuti inisiator 2. Islandia . kondiloma. merokok. leukemia Radioisotop : radium (osteosarkoma) Debu radiaktif Iritasi Kronik Sikatriks luka bakar. Jepang. neoplasia endometrium Estrogen : karsinoma payudara DES: anak wanita yg terpapar intrauterin — clear cell adenocarcinoma vagina Steroid : adenoma dan karsinoma sel hati Pertumbuhannya tergantung pada hormon Ca prostat : hormon androgen Ca payudara : estrogen Ca tiroid : TSH (yang berdeferensiasi baik) 6.

Aktivitas fungsional : sintesis hormon 3. Keturunan/genetik Kelainan kanker/ prakanker herediter Autosom dominan Retinoblastoma (gen Rb1/ kromosom 13q14): retinoblastoma. Infeksi sekunder 5. dll Penyakit Von Hippel-Lindau : Hemangioblastoma serebelum. paratiroid. limfoma. sirosis Proliferasi hiperplasi. leukemia. kolitis ulseratif kronik Lekoplakia. polip adenomatosa Sindroma Gardner : Ca kolon. Gejala akut : ruptur atau infark . polip adenomatosa Sindroma Peutz-Jeghers : Ca kolon ? MEN I : Tumor kelenjar hipofise. feokromasitoma Poliposis kolon familial (gen APC / kromosom 5q21): Ca kolon. Lingkungan 4. Ca lambung Sindroma Turcot : polip kolon. limfoma Sindroma Bloom : leukemia akut Ataksi telangiektasi : leukemia akut. paratiroid MEN III : varian tipe II Melanoma ganas kulit : melanoma maligna kulit. hipernefroma. pankreas MEN II : Ca medular tiroid. Umur 3. sarkoma. melanoma Anemia Fanconi : leukemia. Lesi prakanker Replikasi sel yg regeneratif menetap : fistel kronik. tumor otak Autosom resesif Xeroderma pigmentosa : Basalioma. squamosa. bronkus Gastritis kronik atrofi. Ca ovarium.Ca hepar : Afrika Barat dan Selatan Ca nasofaring : China Ca buli-buli : Mesir Insiden rendah : Ca kolorektal : Afrika (kulit hitam) Ca prostat/mamma : Jepang Ca serviks uteri : Jahudi Ca kulit : Kulit hitam 2. displasi : endometrium. Perdarahan 4. Lokasi dan terserangnya struktur berdekatan 2. Sarkoma orbita Neurofibromatosis (gen NF-1/kromosom 17q11) : sarkoma neurogen. feokromasitoma Tumor Wilms (gen WT-1/kromosom 11p13): tumor wilms Sindroma kanker familial : adenokarsinoma (kolon dan endometrium) Kanker payudara berkaitan dgn neoplasma ganas lain (BRCA1 dan 2): Ca payudara. keratosis solaris Adenoma tubuler dan vilosa kolon Dampak tumor terhadap tuan rumah 1. feokromasitoma. kanker/tumor otak 5. neuroma akustika.

Borderline : basalioma. lab. adamantinoma Derajat diferensiasi G1 : diferensiasi baik G2 : diferensiasi sedang G3 : diferensiasi jelek G4 : tidak berdeferensiasi (anaplastik) Penatalaksanaan 1. Rencana pengobatan 5. Penentuan status penampilan (performance status) -WHO -Karnofski 4. dll 2. Jaringan tropoblast dan embrional 4. ditutupi jaringan nekrosis Tepi meninggi Rapuh dan mudah berdarah Sering sebagai bagian dari suatu tumor yg lebih besar 4. basalioma. Bentuk Nodus-tumor Padat / masif : keras atau lunak Kista Campuran 3. Penentuan stadium tumor -Clinical staging : cTNM -Pathological staging : pTNM 3. Jinak 2. granuler. Evaluasi . Makroskopis 1. invasive 3. Menegakkan diagnosis -Lokasi tumor primer : krteria ICD dari WHO -Diagnosis klinis : anamnesis. Bentuk Plaque Melanoma. noduler.Patologi kanker A. Ro. carsinoma yg kecil 2. Jaringan epitel 2. Jaringan Masenkim 3. Campuran Sifat tumor 1. Ganas : insitu. Bentuk Campuran 5. klinis. Tanpa bentuk Leukemia B. Pelaksanaan terapi 6. Bentuk Erosi-ulkus Sifat : Bentuk/batas tidak teratur Permukaan tidak rata. Mikroskopis Histogenesis 1.

Nutrisi : perbaiki fisik penderita 2. Surgical oncology -Lokal. mampu memelihara diri sendiri. lalu terapi 4. Hormonal terapi -Tumor yg luas dan hormonal dependent Adjuvant (tambahan) 1. terpadu dan holistik 2. Transfusi : koreksi anemia 3. Hormonal therapy Terapi tambahan lain 1. aktivitas tidak terganggu. Chemotherapy 3. Multidisipliner 3. dapat memelihara diri sendiri. Fisioterapi : perbaiki fisik penderita 4. lokoregional — operable 2. tampon. tanpa halangan 1 70-80 Masih ambulatoar. Secara manusiawi. dapat berjalan. Obstruksi -Usus : reseksi usus atau bypass -Trachea : trakeostomi -Urethra : kateter. sistostomi 3. tidak mampu bekerja aktif. Fraktur -Reposisi-fiksasi-imobilisasi 2. lokoregional — inoperable. > 50% waktu bangunnya berada . Medical oncology -Metastase atau kemosensitif/responsif 4. Radiation oncology -Lokal. hipnose. Terapi sesuaikan dengan keadaan penderita 5. dapat bekerja. Radiotherapy 2.Prinsip Pengelolaan 1. ligasi arteri 4. Nyeri : -Analgetik. Perdarahan -Transfusi. > 50% waktu bangunnya 3 30-40 Tidak dapat jalan. radiosensitif 3. narkotik. Infeksi -Antibiotik 5. manipulasi saraf Terapi bantuan 1. akupuntur. Beri informasi tentang penyakitnya kepada penderita dan keluarganya dan tindakan yg akan diambil Jenis terapi Terapi Utama 1. ada keterbatasan secara fisik. stadium. Tentukan diagnosis. Seumur hidup di follow up 6. Psikoterapi : mengutakan mental penderita Terapi sekunder -Terapi penyakit yang menyertai Status Penampilan (performance status) Who Karnofsky 0 90-100 Ambulatoar. dapat bekerja ringan 2 50-60 Masih ambulatoar.

tidak dapat bangun. tetapi dapat berdiri 40 Lemah dan memerlukan perawatan serta bantuan khusus 30 Tak mampu bangun. tak ada tanda-tanda penyakit 90 Dapat menjalankan aktivitas dgn gejala penyakit minimal 80 Aktivitas normal dgn usaha Beberapa tanda dan gejala penyakit Tak mampu bekerja aktif 70 Dapat mengurus diri sendiri Tak dapat mengerjakan kegiatan normal sehari-hari atau pekerjaan aktif 60 Sesekali memerlukan bantuan 50 Banyak memerlukan bantuan dan perawatan medis Tak mampu mengurus diri. hrs dirawat di RS. keluhan (-). 50% berada di tempat tidur. perlu pengobatan pendukung secara aktif 10 Mendekati ajal. seluruh waktunya dihabiskan di tempat tidur/kursi roda Karnofsky Dapat melakukan aktivitas sehari-hari normal Tak memerlukan perawatan khusus 100 Normal. harus dirawat di RS. proses ke arah kematian berjalan dengan cepat 5 Meninggal Indikasi Operasi Indikasi Diagnostik Biopsi -Bajah (FNA) : sitologi -Tru cut needle biopsy (jarum besar) : histopatologi -Biopsi insisi -Biopsi eksisi Frozen section (vries coup) Operasi eksplorasi Indikasi Terapeutik Kuratif : Untuk penyembuhan Paliatif : Mengurangi penderitaan Profilaksis -Kolektomi : poliposis koli.ditempat tidur/kursi roda 4 10-20 Tidak mampu memelihara diri sendiri. misal radioterapi Metastasektomi Kedaruratan onkologis -Ligasi arteri : perdarahan -Trakeostomi : obstruksi jalan napas -Reseksi usus : obstruksi/perforasi usus Rekonstruksi dan rehabilitasi . colitis ulcerativa -Orkidektomi : undesensus testis -Subkutan mastektomi : familial breast cancer -Ovarektomi : familial ovarial carcinoma Operasi Debulking : Untuk mengurangi kesan tumor sehingga mudah dikontrol dengan terapi lain. walaupun kematian belum mengancam Pasien sakit berat & hanya berada di tempat tidur 20 Sakit berat.

insufisiensi renal Bladder : disuri. pembuluh darah besar Kepekaan tumor terhadap radioterapi Tumor ganas hemopoetik : myeloma. perforasi Ginjal : nefritis. Lapangan operasi harus cukup luas 8. diare. Seminoma. ulserasi GI : edem. Pengangkatan jaringan tumor secara tajam : gunting. kelenjar endokrin) Soft tissue sarcoma. Neurogenic sarcomas Osteosarcoma. tumor Cukup peka : Otak . mukosa usus. Bekas operasi atau FNA harus disertakan Kepekaan jaringan terhadap radioterapi Sangat peka : Sumsum tulang. soft tissue sarcoma/liposarkoma. Lapangan operasi harus bersih dari darah (blood less) 4. Sedikit mungkin menyentuh tumor (no touch technic) 6. Stadium lanjut . uterus. limfisarkoma Hodkin’s disease.Kontraindikasi Operasi 1. epilasi. buli-buli. menapause RES : limfopenia. Kwalitas hidup jelek. Wilm’s tumor. ginjal. buli-buli. infeksi. Chondrosarcoma. pisau 2. rektum Postoperative -Ca paru dengan metastasis di kelenjar mediastinal -Seminoma. endometrium. tulang. Pengangkatan tumor bersama metastase regional harus satu kesatuan 7. epitel germinativum Peka : Kulit. metastase positif. harapan hidup pendek 2. Melanoma maligna Efek lokal radiasi Kulit : radiodermatitis. Penyakit organ vital (koma. striktur. endometrium -Metastasis ca epidermoid nodus limfatik di leher. ulkus Gonads : sterilitas. disgerminoma. ditempat tidur saja Dasar Teknik Pembedahan 1. ovarium . fibrosis Jantung : perikarditis. nekrosis Paru : pneumonitis. atrofi. sumsum tulang belakang Kurang peka : Otot. myelitis Radioterapi sebagai ajuvant pembedahan Preoperative -Carsinoma laring. Jaringan sehat sekitarnya harus diangkat 3. pansitopenia Tulang : pertumbuhan lempeng epifise terhambat. ulkus. miokarditis Mata : konjunktivitis. GI. medulloblastoma. katarak Saraf : edem otak. Ewing’s sarkoma Basal sel karsinoma. Epidermoid karsinoma Adenokarsinoma (mamma. Operasi kuratif sebaiknya hanya satu kali 5. retinoblastoma -Sinus paranasalis. esofagus. hepatitis. dekompensasi kordis) 3. hipertensi.

Jenis Terapi Hormonal Tumor Jenis terapi Ablatif Op/radiasi Terapi Aditif Hormon Antihormon Lain Prostat Payudara Endomet. hipofisektomi) Estrogen Progesteron Progesteron Androgen Steroid Progesteron H. muncul tumor baru/metastasis baru .tiroid Steriod Steroid Penghambat steroid Antiandrogen Antiandrogen Antiestrogen Penghambat steroid LHRH Agonis LHRH Agonis Respon Pengobatan Respon lengkap / complete response (CR) Semua metastasis hilang. fisik/Ro/laboratoruim negatif Respon sebagian / partial response (PR) Metastasis mengecil minimal 50% Tidak ada perubahan / no change (NC) Tidak ada perubahan (pengecilan kurang dari PR tidak terukur) Penyakit memburuk / progressive disease (PD) Terjadi pembesaran. Tiroid Leukemia Limfoma Orkidektomi Ovarektomi (adrenalektomi.

Kebutuhan kalori meningkat -Metabolisme tumor -Infeksi 2. efusi pleura/ascites 3. Follow up MASALAH KHUSUS PADA KANKER A. Rehabilitasi 6. Deteksi dini 3. erosi. Diagnosis 4. kardia -Saluran cerna terganggu : kapasitas gaster berkurang. Komplikasi dan Masalah akut 1. Ascites 7. Perawatan pada Akhir Masa Hidup Sebaiknya penderita dirawat di rumah . ileus -Anoreksia. Keadaan abdomen akut 6.PENANGGULANGAN Tujuan : 1. kemoterapi / steroid / splenektomi 2. gangguan faal hati C. mediastinum. mual. Terapi 5. Sindroma vena cava superior -Akibat limfoma. radioterapi. ulkus : tempat masuk kuman -Daya tahan menurun : tumor (metastasis ke sumsum tulang). Infeksi/sepsis -Nekrosis. Nyeri pada Kanker Biasanya timbul pada tahap lanjut akibat infiltrasi ke jaringan peka rangsang atau karena komplikasi D. Menyembuhkan penyakit kanker 3. Memperbaiki kwalitas hidup Cara : 1. Nyeri kepala dengan tanda fokal 5. Keadaan Gizi Keadaan gizi penderita kanker berangsur memburuk sampai penderita kaheksia Penyebab : 1. Mengurangi morbiditas dan mortalitas 4. kemoterapi. Mengurangi penderitaan dan invaliditas 5. pengobatan lain. muntah : paraneoplastik dari tumor (kanker memproduksi protein yg menekan nafsu makan). Dispnu -Akibat kelainan paru-jantung : tumor di bronkus. metastasis di mediastinum (ca mamma dan paru) B. Prevensi 2. Mencegah timbulnya kanker 2. Kekurangan intake kalori -Gangguan menelan : esofagus. Nyeri / fraktur tulang 4.

sekalipun sudah tahu penyakitnya 2. edem. spasme otot. ascites. ulkus dekubitus. anoreksia. konstipasi. Tahap kompromis/tawar-menawar 5. Tahap depresif 6. insomnia. Proses Duka Cita Dukacita akan dirasakan oleh penderita dan keluarga sejak disadari bahwa prognosis penyakitnya infaust Tahap reaksi penderita dan keluarga 1. Tahap penerimaan PENATALAKSANAAN NYERI KANKER Biasanya timbul pada tahap lanjut akibat infiltrasi ke jaringan peka rangsang atau karena komplikasi Penyebab 1. efusi pleura. inkontinensia -Disfagi. batuk. Tahap pemberontakan/kemarahan 4. Nyeri yang tidak berkaitan langsung dengan kanker -konstipasi. arthritis penyerta -trombosis vena dalam. nyeri.Kematian penderita kanker umumnya akibat metastasis yang menimbulkan gangguan faal salah satu organ vital Ada 2 hal yang sulit dijawab pada penderita kanker : kapan penderita meninggal ? dan apa yang menjadi penyebabnya ? Keluhan dan gejala pada akhir penderita kanker : -Penurunan BB. Tahap pengharapan -Masih mengharapkan kesembuhan. Nyeri akibat kanker -Nyeri pada kanker terjadi akibat -Infiltrasi tumor ke periosteum -Perangsangan peritoneum/pleura -Infiltrasi saraf atau kompresi saraf -Infeksi/ulkus -Peninggian tekanan intrakranial yang memberi respon terhadap opium -nyeri dari jaringan lunak -nyeri dari organ dalam yang sedikit/tidak memberi respon terhadap opium -nyeri tulang -nyeri radikuler -nyeri disestetik -nyeri kepala akibat tumor otak -nyeri akibat regangan kapsul hati -nyeri akibat ulkus ganas yang terinfeksi -nyeri akibat peradangan pada panggul -spasme otot 2. lesu -Mual. dekubitus E. penyakit / sindrom lain . sesak napas. muntah. Tahap penyangkalan -Menyangkal bahwa ia menderita kanker 3. kelainan muskuloskeletal. migren. retensi urin.

Asetaminofen -4-6 x 500 mg.antidepresan) Analgetik non-opioid 1. Codein : 50 -100 mg tiap 4 jam 2. disfagi. perforasi lumen Terapi Farmakologis -Pemberian obat sebaiknya/seharusnya diberikan sebelum ada nyeri -Sebaiknya oral. Morfin -merupakan pilihan. antiinflamasi kurang 4.3. neuralgia -pasca radiasi : reaksi inflamasi. Metadon -tablet 5 mg. Oksikodon -supositoria 30 mg -dosis 30 mg tiap 8 jam 4. obstruksi intestinal -koma Nyeri berat -NSAID. Aspirin -4 x 900-1300 mg.narkotik kuat -dengan / tanpa ajuvant Nyeri sedang -NSAID . Akibat komplikasi -fraktur. Parasetamol -oral atau rektal. parenteral. fibrosis. 1 gr tiap 4-6 jam 3. antiinflamasi yang baik 2. sebaiknya mulai dengan dosis rendah 2. neuropati 4. Dehidrocodein 3. narkotik ringan (codein) -dengan/tanpa ajuvant Nyeri ringan -NSAID (aspirin) -dengan/tanpa ajuvant (ansiolitik. Akibat pengelolaan -pasca bedah : luka. tinctur 2 mg/5 ml -dosis 5 mg tiap 30-60 menit sampai nyeri hilang -tidak untuk orang tua. Dextropropoksifen -biasanya kombinasi dengan parasetamol -600 mg/hari Opioid kuat 1. rektal. NSAID -terutama untuk metastasis ke tulang -oral. infeksi -obstruksi lumen. sebaiknya dosis tunggal Opioid lemah 1. keadan lemah . bila tidak memungkinkan beri secara parenteral -Indikasi parenteral : -gangguan menelan (kelemahan akibat kanker lanjut) -muntah yang menetap/membandel.

esofagus -limfedem -paralisis. takut diberi morfin : 5 mg -orang tua > 80 tahun : 2. Dextromoramid. frekwensi tetap Prinsip supositoria morfin sama seperti eliksir morfin Perinsip morfin parenteral sama dengan eliksir kecuali: Dosis adalah 50% dosis oral equivalen Pemberian subkutan lebih baik dibanding im Tidak ada batas dosis morfin Dosis analgetik adalah dosis berapapun yang menghilangkan nyeri Steroid obat pilihan-Untuk mengurangi udem peritumor. levorfanol Pedoman terapi morfin Dosis awal (bentuk eliksir) -dosis : 10 mg -orang tua 65-80 thn. disfagi akibat tumor otak Lain-lain -perangsangan nafsu makan 8-16 mg 8-12 mg . gangguan ginjal. jika perlu hingga 50 mg/5ml Jika serangan nyeri terjadi berulang kali Dosis tablet lepas lambat dapat dinaikkan.3. bila kebutuhan eliksir telah ditentukan -dosis tablet lepas lambat setiap 12 jam : 50% dosis eliksir harian Eleksir morfin harus ada untuk mengontrol serangan nyeri Dosis penyelamat : 20% dosis morfin harian total dengan meningkatkan konsentrasi eliksir. Oksikodon -supositoria 30 mg -dosis 30 mg tiap 8 jam 4. sirosis setiap 6-8 jam Hasil terapi ditunggu 24 jam. sebelum dosis ditingkatkan Cara peningkatan dosis -100% untuk dosis kurang dari 20 mg -50% untuk dosis kurang dari 100 mg -33% untuk dosis lebih dari 100 mg Peralihan ke tablet morfin lepas lambat. hidromorfin.5 mg Frekwensi pemberian -setiap 4 jam -orang tua. dexametason Untuk analgetik Dosis 24 jam Tumor otak Tekanan radiks saraf Kompresi medulla spinalis Nyeri akibat regangan kapsul hati Untuk mengurangi tekanan -obstruksi trakhea/bronkhus utama -obstruksi vena cava superior.

9% -Melanoma : 10. Fenitoin : 100-300 mg/hari 3. kulit putih lebih banyak. Methotrimeprazine -15 mg/hari/im 7. Amitriptilin. imipramin : 10-75 mg/hari 4. metoklorpramide 5. proklorperazine. Benzodiazepin 8.4% -Jaringan limfoid : 1. Usia sekitar 40-70 tahun. Belanda sekitar 25%.9% Indonesia sekitar 8%. blok kaudal : tenesmus -Blok n.9% -Ca sel basal : 32.9% -Undifferentiated : 1. anus. .8-12 mg 6 mg 6-12 mg 6-12 mg 6-8 mg 8-16 mg 2 mg Kombinasi obat -Opioid dengan non-opioid -Opioid dengan -hydroxyzine 100 mg (antihistamin) -dexedrine 10 mg (amfetamin) -Morfin dengan kokain 10 mg Adjuvant 1.7% -Tumor adneksa : 6. Klorpromazine. Karbamazepin -100 mg/hari (7-10 hari) terutama nyeri fantomlimb 2.8% dari seluruh keganasan -Ca sel squamosa : 42. Haloperidol -1-3 mg/hari (sekali atau 2x/hari) 6.1% -Sarkoma jar. vulva -Blok anastesi : dekubitus KULIT – JARINGAN LUNAK TUMOR GANAS KULIT Pendahuluan Sekitar 6. Australia 50% (urutan pertama). perut -Simpatektomi lumbalis.sakralis/ kauda equina : nyeri perineum.1% -Pembuluh darah : 0. pria : wanita (2:1). merupakan urutan ke 3 setelah karsinoma serviks dan payudara. Klonazepam -2-4 mg/hari Non-farmakologis -Blok ganglion coeliacus : nyeri dalam perut (misal kanker pankreas) -Blok interkostal : nyeri dinding dada. lunak: 3.

Anamnesis 2. Basal cell carcinoma (BCC) 2. arsen 5. skar luas. Pembedahan 2. asia) Iritasi kronis : infeksi kronis. Genetik/hormonal 6. Pemeriksaan penunjang Penatalaksanaan 1. melanoma banyak ditemukan pada lapisan yang kurang pigmen pada telapak kaki. skar Klasifikasi Nonmelanotik 1. Lain-lain -Elektrodiseksi dan kuretase -Cryosurgery nitrogen cair beku -Chemosurgery : menggunakan pasta zinc chloride Prinsip Pengobatan : -Usahakan temukan tumor secara dini -Bila ditemukan. fibrosarkoma.Etiologi Multifaktorial ? 1. Radiasi sinar X 4. Squamous cell carcinoma (SCC) 3. Human papilloma virus 7.… Melanotik Melanoma maligna Diagnosis 1. volar tangan (ras negro. Pemeriksaan histopatologis 4. Kaposis sarkoma. lakukan biopsi (anastesi umum atau regional) -Lakukan wide excision. Radioterapi 3. Kelainan prakanker : -Keratoakantoma -Keratosis solaris/senilis -Hyperplasia pseudoepitelioma -Warty diskeratoma -Leukoplakia -Florid papillomatosis -Xeroderma pigmentosus -Ulkus marjolen (kronik) -Fistel kronik. Sinar ultraviolet Menyebabkan kerusakan daya regenerasi DNA inti 2. Pemeriksaan fisis 3. bila histologik ganas -KGB -bila histologik mengandung metastasis : diseksi -negatif : lakukan diseksi elektif atau follow up ketat -inoperabel : radiasi dan atau kemoterapi -Kelainan prakanker obati secara tepat . trauma kronis akibat tidak memakai alas kaki 3. Tumor ganas lain : mycosis funguides. Karsinogen kimia Ter. Kurangnya lapisan pigmen Misal. benzen. Kemoterapi 4. adenokarsinoma kelenjar sebasea. hemangiopericytoma.

nekrosis. kromatin halus. lokal (intraarterial infusion/perfusi regional) atau sistemik bila tumor difus dan metastasis jauh Prognosis Ditentukan oleh : 1. bibir Jenis Solid (eksofitik) Pigmented Morphealike basalioma : sering residif Cicatricial basalioma Field fire basalioma Superfisial basalioma Terapi Pembedahan. mulai sebagai kutil berkelompok (warty). tumbuh eksofitik. Pengobatan primer BASALIOMA Pendahuluan Nama lain : Basal cell carcinoma. Ukuran dan lokasi tumor 2.-Cryosurgery. tetapi menyebabkan destruksi setempat PA : massa sel bentuk poligonal. pinggir mirip mutiara/mengkilat Puncak cekung/berlekuk. pinggir sitoplasma sulit ditentukan dan bagian pinggir sel tersusun palisade Lokasi Kepala-leher 75%. sifat invasi setempat. tumbuh lambat Bentuk noduler/infiltratif. transparan/kelabu merah/kadang kehitaman. ulserasi. jarang metastasis jauh. tumor sel basal Paling sering ditemukan dari semua tumor ganas kulit Berasal dari sel lapisan basal atau lapisan luar sel folikel rambut Klinis Besar tumor bervariasi. kelopak mata. chemosurgery hanya untuk tumor kecil -Sering basalioma (radioresisten) dengan radioterapi memberi hasil yang baik -Kemoterapi topikal (zalf 5FU). ekstrimitas 15% Terutama kulit kepala. inti oval. pada tingkat lanjut disebut ulkus rodens (pinggir mirip gigitan tikus) Pertumbuhannya lambat. badan 10%. nasolabial. Dalamnya infiltrasi 3. radioterapi atau kombinasi KARSINOMA PLANOSELULARE Nama lain : Squamous cell carcinoma Berasal dari sel lapisan spinosum Klinis Sering didahului oleh lesi prakanker Bentuknya bervariasi Bentuk veruka. halus. cepat timbul ulkus (ulkus dengan . penebalan dengan pertandukan. hidung. mulai nodul kecil.

lidah. dll KGB regional KGB tidak teraba Syarat minimal penentuan keadaan KGB tidak terpenuhi KGB homolateral. potensi metastasis PA : massa sel epidermis atipik. esofagus Tipe Cornificans : sel tumor diferensiasi baik.… Mukosa yang dilapisi epitel squamos : bibir. hanya epidermis Tumor 2-5 cm. pinggir meninggi/berbenjol. punggung tangan dan kaki. hiperplastik. sering ada mutiara tanduk Non cornificans : diferensiasi mulai memburuk Undifferentiated/anaplastik Grading Grade 1 : Lebih dari 75% sel tumor berdeferensiasi baik Grade 2 : 50-75% sel berdeferensiasi baik Grade 3 : 25-50% sel berdeferensiasi baik Grade 4 : kurang dari 25% Sistem TNM T Tx Tis To T1 T2 T3 T4 N No Nx N1 N2 N3 M Mo M1 Tumor primer Syarat minimal keadaan tumor tidak terpenuhi Karsinoma insitu Tidak ada tumor primer Tumor < 2 cm. otot. mobil . tanpa memandang dalamnya infiltrasi ke dermis Tumor meluas ke sekitar. rongga mulut. permukaan kotor) invasi ke jaringan sekitar. mitosis aktif dan sporadis Lokasi Kepala-leher 65%. tumbuh agak cepat. ekstrimitas 30% Terutama pipi. infiltrasi minimal ke dermis Tumor > 5 cm. temporal. daun telinga. susunan tidak teratur. preaurikuler. mobil KGB kontralateral/ bilateral. sel individu/sekelompok sel mengandung keratin. tulang. eksofitik. mudah berdarah.bentuk tidak teratur. badan 5%.

prognosis buruk. rambut putih/merah ◦ Predisposisi : paparan sinar matahari. Iritasi/trauma pada nevus 3. lingkungan kerja (farmasi. terutama 30-60 tahun (40 tahun) ◦ Lebih sering pada kulit putih/ pucat. mata biru. bila tumor primernya di tungkai bawah Terapi 1. Sinar ultraviolet 2. leher. sindroma nevus displastik Etiologi Multifaktorial ? 1. muka. sekitar 67% ◦ Semua usia.KGB inmobil Metastasis jauh Tidak ada tanda metastasis jauh Ada metastasis jauh atau terbukti ada metastasis di KGB kontralateral. Faktor herediter -BK male syndrome Klinis Sekitar 2/3 melanoma berasal dari nevus (jenis dermoepidermal). maupun amelanotik. angka mortalitas tinggi. Kemoterapi Indikasi : -Sebagai ajuvant pada radioterapi atau pembedahan -Terapi primer bila sudah metastasis jauh MELANOMA MALIGNA Pendahuluan Tumor ganas kulit yang berasal dari melanosit (dari sel neural crest yang mengadakan migrasi ke kulit pada masa fetal) ◦ Sekitar 3% kanker kulit merupakan melanoma ◦ Perjalanannya sukar di prediksi.iris) . Radioterapi Indikasi : -Ada kontraindikasi operasi -Tumor inoperabel -Histologik operasi irradikal 3. baik yang berpigmen. industri kimia). di luar kulit (rektum. sisanya di kulit normal Perubahan maligna pada nevus : -pertumbuhan cepat -bertambah gelap -bertambah besar -perubahan warna pigmen -bertambah tebal -penyebaran pigmen -bentuk tidak teratur -gatal -terbentuk halo -perdarahan -lesi satelit -ulserasi/mengelupas Lokasi Tungkai bawah (terutama telapak kaki). Pembedahan -Wide excision : 2-3 cm jaringan sehat sekitar tumor diambil -Radikal diseksi KGB : N3/N3 -Radiasi ajuvant KGB : N3/pN3 2.

5 – 4. warnanya agak putih 4. baik yang terekspos maupun tidak 3. Superficial Spreading Melanoma (SSM) Sekitar 60-70% dari semua melanoma Pertumbuhan horisontal lalu vertikal (bifasic growht) Bercak dengan warna bervariasi. leher.0 mm . perdarahan. dahi 2. cepat menyebar dan prognosisnya buruk Lokasi terutama telapak kaki. batas tegas.Berdasarkan lesi kulit (Clark-Mc Govern) dibagi 4 tipe 1. di batas mukosa dengan kulit Klasifikasi A. tidak homogen (warna berbeda). tangan. Lentigo Maligna Melanoma (LMM) / Frekle Hutckinson’s melanotik Sekitar 5% dari melanoma Awalnya makula. cepat membesar dengan ulkus Lokasi kulit kepala. mengadakan invasi. batas jelas.75 mm > 0. batas tegas. cepat mengadakan metastasis Nodul biru-hitam.75 – 1.0 mm > 4. tumbuh radial. lalu timbul ulkus dengan krusta. Nodular Lesions/Melanoma Sekitar 15% Tumbuh vertikal (ke dalam). serosanguinolen Dapat di seluruh tubuh. batas jelas. terutama tungkai bawah. di bawah kuku. disertai indurasi/nodul pada lesi.5 mm > 1. coklat-hitam. coklat-kehitaman. menonjol di atas kulit. badan Pada tipe amelanotik. bagian tengah mengalami regresi Terutama pada kulit yang terpapar matahari : pipi. Acral Lentigenous Melanoma (ALM) Sekitar 8% Makula. Ketebalan Invasi tumor Clark (1969) Level Interpretasi I II III IV V Terbatas di epidermis (insitu) Invasi papilla dermis Sampai daerah antara papilla dengan retikulum Sampai retikulum dermis (serat kolagen) Invasi sampai subkutis Kedalaman invasi tumor ke lapisan kulit Breslow (1970) level Interpretasi KGB 5 tahun I II III IV V Hiperplasia melanotik atipik Invasi tumor sedalam 0.

infiltrasi jauh ke lapisan kulit Metastasis KGB regional Metastasis KGB lebih jauh Metastasis jauh C. Sistem TNM cTNM T N Nx No N1 N4 M Mo M1 Tumor primer (tidak dianjurkan) KGB regional dan juksta regional Syarat minimal tidak lengkap KGB tidak teraba KGB teraba membesar KGB juksta regional teraba Metastasis jauh .3% 6% 32% 60% 95% 85% 60% 45% Ketebalan tumor sesuai dengan ukuran terpanjang dari diameter vertikal tumor dalam mm KGB : metastasis ke kelenjar getah bening 5 tahun : kemungkinan hidup 5 tahun B. infiltrasi sedikit sel tumor Terbatas di kulit. Tingkat Klinis AJCC (American Joint Comitte for Cancer) Stadium Interpretasi I II III Tumor terbatas pada kulit Metastasis KGB regional Metastasis jauh NCJ (National Cancer of Japan) Stadium Interpretasi Ia Ib II III IV Terbatas di kulit.

Pemeriksaan penunjang Terapi 1.5 – 3. Pembedahan Eksisi luas : 3 cm di luar tepi tumor.75 T1 > 0. bisa dikombinasi dengan Cisplatinum.75 mm III dan atau lebih 0.00 – 4.0 mm V dan atau lebih 3. Obat lain: . bila lesi dekat sekali dengan KGB 2. tidak lebih 0.50 – 3.00 mm T3a > 3. 5 cm ke arah kranial Amputasi : kadang sangat dibutuhkan Diseksi KGB bila positif.50 mm T2 > 1. Pemeriksaan fisis 3. en bloc bila tumor dengan KGB berdekatan Diseksi KGB profilaktik.00 mm T3b > 4. diulang tiap 3 minggu.00 mm T4a Satelit T4b Diagnosis 1.75 -1.0 mm KGB regional : tahap pN sesuai dengan N Metastasis jauh : pM sesuai dengan M TNM berdasarkan kombinasi Clark dan Breslow CLARK BRESLOW II III IV V -0. Pemeriksaan histopatologis 4. Kemoterapi Cara pemberian : -Sistemik: DTIC (Dimethyl triazeno imidazole carboxamide: Dacarbazine) 400 mg/m2/iv hari 1 sampai 3.5 mm IV dan atau lebih 1.Tidak ada Ada metastasis jauh pTNM (post surgical class) pT pTx pTis pTo pT1 pT2 pT3 pT4 pN pM Tumor primer Syarat minimal tidak terpenuhi Hiperplasia atipik melanosit (tidak ganas/level 1) Tidak ada tanda tumor Invasi ke papilla (II). Anamnesis 2.75 – 1.

tidak berbau) Biasanya ditemukan pada telapak kaki dan tangan (epidermis tebal. Lokasi tumor 2. pangkal hidung). tetapi ada yang sensitif -Sebagai ajuvant post operatif atau radioterapi untuk metastasis jauh/organ 4. batas tegas. Radioterapi -Sebagian besar radioresisten. dinding liat/tebal. Jenis kelamin 4. berisi cairan seperti minyak. sudut luar mata. Imunoterapi -Pemberian BCG Prognosis Tergantung : 1. dinding tipis/rapuh. ovarium. punggung. tidak bebas dari dasar. Metastasis -Ke hati. berisi massa seperti bubur (massa keratin putih. campuran bahan warna putih dan mungkin apendiks kulit (rambut) Kista Epidermoid Dari epitel epidermis yang masuk ke jaringan subkutis akibat trauma Kista dengan dinding tebal. mudah mengalami trauma) Kista Pilonidal Kelainan kistik pada kulit di daerah sakrokoksigis.vinblastin. rafe median skrotum. abdomen. paru. siklofosfamid. kista berisi sebum (bubur putih-abu. otak. usus dan kulit Tidak ada metastasis : angka ketahanan hidup 10 tahun 40-90% KELAINAN LAIN PADA KULIT KISTA Kista Aterom / Sebasea Akibat sumbatan pada muara kelenjar sebasea Terutama ditemukan di daerah yang mengandung kelenjar (tidak pernah ditemukan di telapak tangan/kaki) Tumor bulat. berasal dari ektoderm Terutama muka (dahi. Stadium klinis dan derajat invasi 3. bebas dari dasar. perineum Tumor kenyal. ditemukan punkta (muara kelenjar). melekat pada kulit di atasnya. akibat rambut yang berada mid line . bau asam) Kista Dermoid Kelainan bawaan yang timbul di daerah fusi embrional kulit. bebas dari kulit di atasnya. hidroksiurea -RIP (Regional Isolated Perfusion) dengan Melphalan atau Melphalan dengan Actinomycin C dan Nitrogen murstad : untuk lesi di ekstrimitas -Intra Arterial Infusion : untuk lesi di ekstrimitas Indikasi : -Sudah metastasis jauh -Kondisi lokoregional inoperabel -Ajuvant post operative 3.

kasar. tumbuh menebal/melebar 3. Intradermal : di dermis. mengkilap. tidak berpigmen (hemangioma) Jenis nevus : 1. Compound : paling gelap. misal pergelangan tangan. fossa poplitea Kista dengan dinding tipis. berpigmen (nevus melanosit). terletak di subkutis. gesekan -sinar ultraviolet Hemangioma Tumor yang berasal dari pembuluh darah Kapiler Kavernosum simpleks flameus -buah arbei -menonjol -merah cerah -ada cekungan kecil -regresi spontan -Terapi : tunggu 6-7 tahun -menetap. bila baik dapat sembuh sendiri Terapi : bedah beku. bila sudah tenang dilakukan eksisi luas Ganglion Berasal dari tonjolan membrana sinovia atau vagina tendineum Terdapat di sekitar sendi. bebas dari kulit di atasnya. ekskokleasi Nevus Kelainan bawaan jinak akibat kelebihan/kekurangan unsur kulit Bentuk bulat. pergelangan kaki. perlahan Faktor yang menyebabkan nevus berdegenerasi : -iritasi kronis : tekanan.menyusup masuk ke kulit oleh pengaruh gesekan Kista sering mengalami infeksi dan terbentuk abses Bisa ditemukan pada lipatan antar jari pemangkas rambut Pada pengemudi jep tentara : jeeps disease Terapi : insisi abses. soliter/multiple Bentuk lain : kondiloma akuminata Bila pertahanan tubuh turun dapat di seluruh tubuh. berisi cairan bening kental Ganglion besar : kista Baker pasang torniket)Terapi : Eksisi (secara kosong darah Sangat mudah residif TUMOR JINAK Veruka Vulagaris Pertumbuhan epitel akibat virus di kulit (sering di tangan atau jari) Permukaan tidak rata. tidak menonjol. stasis 2. rata -bila ada iritasi dapat menonjol -Terapi : eksisi. . menonjol. menonjol. Junctional : bentuk rata. tidak dapat digerakkan dari dasar. rata. bergerigi.

benda asing dalam luka. pinggang. endoderm Papel soliter/multiple. kulit berwarna gelap Lokasi pada sternum. aktif. infiltratif -Terapi : ekstirpasi dan embolisasi Keloid Pembentukan jaringan parut berlebih yang tidak sesuai beratnya trauma Parut melewati batas tepi luka. permukaan kasar dan rapuh seperti lilin Keratosis Senilis/solaris Daerah terpapar matahari. merah kusam. Usia pertumbuhan 3. pembedahan Kalus Hiperkeratosis setempat akibat gesekan kronik. rata/menonjol. meso. warna gelap. menyebabkan rasa sakit pada saat berjalan Keratosis Seboroika Hiperkeratosis setempat di muka. warna abu/coklat/ gelap TUMOR PRAMALIGNA Morbus Bowen Penyakit herediter autosomal dominan Timbul hamartroma multiple dari jaringan ekto. puncak ke dalam. regangan berlebih 2. permukaan verukosa. akantosis Batas tegas. bentuk bundar Timbul di atas penonjolan tulang Klavus Kalus lokal di plantar pedis/jari kaki yang tumbuh ke dalam Dasar di permukaan kulit. tangan pada orang tua Lesi bulat. melebar tanpa indurasi disertai lipoma multiple. Ras 5. Rangsang fibroplasia yang berkelanjutan : infeksi kronik. bahu. batas tegas. Bakat 4. papiloma mulut . permukaan berkerak/bersisik. kemerahan. diskeratosis. cuping telinga dan wajah Hipertrofi scar : parut tidak melewati tepi luka Predisposisi 1. tekanan lokal kontinu. gatal. polip saluran cerna.tato dan laser -bentuk rongga -letak lebih dalam dari dermis -kempes bila ditekan -meluas. kulit putih Hiperkeratoris. ketegangan waktu penyembuhan. Lokasi Terapi : kortikosteroid intrakeloid (2-3 minggu sekali). nyeri dan tumbuh progresif Sering pada dewasa muda. badan. mirip kembang kol.

Trauma : trauma.Lokasi : mukosa vulva. pada kulit terbuka/terpapar Bercak pigmentasi dikelilingi bercak atrofi pucat. luka bakar. keratosis. usia 50 tahun. parenkim atau viseral ◦ Mempunyai kemampuan infiltrasi cepat ke jaringan sekitar dan sering rekuren setelah tindakan bedah dilakukan ◦ Jarang ditemukan. inti hiperkeratosis. herbisida. telangiektasi. preputium Penyakit Cowden : bila banyak hamartroma Eritroplasia Queyrat : morbus Bowen yang kelainannya terutama di mukosa Xeroderma Pigmentosum Resesif sex linkage. asbes : mesotelioma 4. retinoblastona : osteosarkoma 6. di tengah ada massa keratin. fraktur 2. papillmatous Kornu Kutaneus Tonjolan jinak mirip tanduk Berasal dari keratosis senilis/solaris Keratoakantoma Pada kulit yang terpapar. mungkin : 1. Terpapar radium : osteosarkoma. mirip karsinoma squamous Nodul bentuk kubah. malignant fibrous histiocytoma 5. Zat kimia : vinylklorida. 1% dari semua tumor ganas ◦ Semua umur. Pasca radioterapi : fibrosarkoma. ukuran beberapa sentimeter Dapat regresi tanpa bekas yang jelas SARKOMA JARINGAN LUNAK Pendahuluan ◦ Tumor ganas masenkim bukan berasal dari tulang. salah satu dari 10 kanker terbanyak ◦ Urutan ke-6 dari semua tumor ganas pada anak (terutama rabdomiosarkoma di leher-kepala) Lokasi : -Ekstrimitas inferior 40% -Ekstrimitas superior 15% -Tubuh. kepala-leher 35% -Lain-lain : retroperitoneal 10% ETIOLOGI Tidak diketahui. glans. jarang ditemukan. osteosarkoma. Faktor predisposisi : ◦ limfedem pasca mastektomi : lymphangiosarcoma ◦ neurofibromatosis (Von Recklinghausen’s): neurofibro-sarcoma ◦ Paget’s dis. teruta 20-40 tahun ◦ Indonesia. Virus . prognosis buruk Ada defisiensi enzim endonuklease (repair DNA yang rusak akibat sinar ultraviolet) Pada usia muda. terutama wajah. warna sama dengan sekitarnya. pria > sering Tumbuh cepat. klorofenol 3.

tidak jelas : alveolar soft part sarcoma : epithelioid sarcoma : clear cell sarcoma GRADE ◦ Garadasi tumor jauh lebih penting dibanding dengan gambaran histologiknya ◦ Gradasi patologik didasarkan pada banyaknya mitosis dan nekrosis Grade Banyaknya mitosis Ketahanan hidup 5 thn I.high grade Kurang (<4/2 mm2)* Agak banyak (4-25/2mm2) Banyak sekali (>25/2mm 2) 92% 70% 45% *banyaknya mitosis pada lapangan mikroskopik 2 mm2 SISTEM TNM T Tx To T1 T2 T3 N No N1 M Mo M1 Tumor induk Tumor tidak dapat dicapai Tidak ada bukti tumor primer Tumor < 5 cm Tumor > 5 cm Infiltrasi ke tulang. Histiocyt : malignant fibrous histiocytoma -Jar. saraf Kelenjar limfe KGB regional tidak mengandung metastasis KGB mengandung metastasis Metastasis jauh Tidak ditemukan Ada metastasis jauh . lymphangiosarcoma -Jar. swannoma maligna -Vaskuler/limfatik : angiosarcoma.moderate grade III.low grade II.KLASIFIKASI Berdasarkan asal jaringan : -Jaringan ikat : fibrosarkoma -Skelet : rhabdomyosarcoma -Otot polos : leiomyosarcoma -Lemak : liposarcoma -Sinovial : sinoviosarcoma -Saraf : neurofibrosarcoma. pembuluh darah.

Pemeriksaan penunjang -Radiologis -Foto tulang : mengetahui ada/tidaknya infiltrasi ke tulang -Foto thoraks : metastasis ke paru -Angiografi. MRI. ada metastasis regional/jauh DIAGNOSIS 1. kecuali bila sudah membesar dan menekan/tarikan saraf atau otot ◦ Benjolan tanpa nyeri. Lipoma infiltratif 5. batas jelas ◦ Tumor kecil : sukar dibedakan dengan yang jinak ◦ Tumor besar : infiltasi sekitar. kapsul ada. Tumor jinak jaringan lunak 2. Pemeriksaan klinis 3. limfangiografi -CT Scan. Kelainan fibrosa proliferatif 3. hipervaskularisasi. Anamnesis 2.STADIUM Stadium I A : G1T1NoMo I B : G1T2NoMo Stadium II A : G2T1NoMo II B : G2T2NoMo Stadium III A : G3T1NoMo III B : G3T2NoMo III C : GsemuaT1-2N1Mo Stadium IV A : GsemuaT3N1Mo IV B : GsemuaTsemuaNsemuaM1 GAMBARAN KLINIS ◦ Keluhan biasanya tidak ada. untuk mengecilkan agar layak bedah -Terapi ajuvant pasca operasi -Terapi paliatif. tanpa tanda radang . metastasis karsinoma Patut curigai dan perlakukan sebagai tumor jaringan lunak : -Tiap ganglion pada lokasi yang tidak lasim -Tiap lipoma yang tidak lunak seluruhnya -Tiap kista aterom yang lain dari normal TERAPI Pembedahan -Reseksi radikal. termasuk 2 cm jaringan sehat sekelilingnya Radioterapi -Preoperatif. USG DIAGNOSIS BANDING 1. pada perabaan hangat. Miositis ossifikans 4. untuk mengurangi nyeri . Pemeriksaan histopatologis -Biopsi insisi : bila ukuran tumor > 3 cm -Biopsi eksisi : bila tumor < 3 cm 4.

Ifosfamid -DTIC ( dimetil triazeno imidazol karboksimide) Metastatektomi -Untuk metastasis ke hepar PROGNOSIS Tergantung dari : -Ukuran tumor : kurang atau lebih 5 cm -Lokasi tumor : proksimal atau distal -Kedalaman tumor : superfisial atau profunda -Derajat keganasan : G1. Klinis 2. p.-Bila ada kekambuhan lokal Kemoterapi -Untuk pre dan pasca bedah -Terdiri dari : -Adriamisin. G2 atau G3 -Sel nekrosis (dinilai pada saat pemeriksaan patologis) Untuk mendapatkan angka ketahanan hidup yang tinggi perlu : -Kerjasama multidisipliner -Diagnosis klinis yang tepat -Strategi pengobatan yang tepat. Radiologis -Foto tulang : mengetahui ada/tidaknya infiltrasi ke tulang -Foto thoraks : metastasis ke paru 3. MRI 5. Ukuran tumor . CT Scan 4.TNM TERAPI Pembedahan Syarat : -Tumor harus terangkat semua -Batas sayatan harus bebas sel tumor ganas Cara : 1. Eksisi luas lokal (local wide excision) -Untuk tumor terlokalisir dan G1 2. Eksisi luas radikal (radical wide excision) -KGB + dan G3 Pemilihan strategi pembedahan tergantung pada : 1. tergantung pada : -evaluasi PA pasca bedah -evaluasi derajat keganasan -perlu/tidaknya terapi ajuvant PROTOKOL SARKOMA JARINGAN LUNAK PENENTUAN STADIUM Berdasarkan TNM (UICC 1987) 1.

maka dilakukan diseksi radikal kelenjar Radioterapi/kemoterapi Diberikan bila : 1. Sebagai terapi ajuvan post operatif (bila PA : G III-IV) 3. baik sebelum maupun sesudah operasi 5.5% ◦ Karsinoma squamosa 90-97%. mengunyah sirih dan tembakau. basalioma 2-3%. palatum ETIOLOGI -Belum diketahui. 30-40% dari keganasan kepala dan leher ◦ Asia tenggara insidennya cukup tinggi akibat kebiasaan merokok. India 20-30%. Hemipelvictomi 4. Lain-lain Bila N+ dan masih operable. Limb Saving Surgery Tidak dianjurkan di RS daerah karena butuh ajuvan kemoterapi. Umur penderita Prosedur : 1. Lokasi tumor 3. multifaktorial ? Faktor predisposisi (Wynder 1957. Indonesia 3. sisi lateral . bibir (terutama bibir bawah). Penderita menolak pembedahan Residu tumor + (pada pemeriksaan patologi anatomis) Tindakan : Re-eksisi : Radioterapi/kemoterapi. dan lain-lain 1% (adenokarsinoma/adenoid cystic carcinoma/undifferentia-ted carcinoma/ limfoma) Predileksi : lidah (terutama 2/3 bagian depan. Tumor in-operabel 2. dasar mulut. bila menolak re-eksisi Tumor Residif Terlebih dahulu tentukan : -Operable/inoperable -Lalu biopsi insisional untuk diagnosis pasti Terapi : -Operable : eksisi luas -Inoperable/menolak operasi : radioterapi/kemoterapi KEPALA DAN LEHER TUMOR GANAS RONGGA MULUT PENDAHULUAN ◦ Untuk daerah yang berbeda mempunyai insiden yang berbeda ◦ Usia 40-70 tahun (55-65). gingiva. Indonesia pria : wanita.2. Barat pria > ◦ Sekitar 2-5% dari seluruh keganasan. Vogler 1962) : 1. mukosa pipi. Amputasi 2. Faktor ekstrinsik -Merokok -Alkoholisme -Mengunyah sirih/tembakau/betel . Fore Quarter Amputation 3. Grade 4.

kulit Bibir bawah. tiroid SISTEM TNM T T1 T2 . Faktor intrinsik -Genetik -Imunosupresi -Kekurangan gizi -Lues -Leukoplakia/eritroplakia.-Iritasi sinar matahari/kronik lain -Kebersihan mulut. lidah 1/3 tengah 30%. kulit wajah Rongga mulut. tiroid. 1/3 belakang 63% Hematogen -Jarang terjadi. laring. dll PENYEBARAN Perkontinuitatum -Karsinoma lidah : infiltrasi otot lidah sampai basis dan dasar mulut (bentuk eksofitik prognosisnya lebih baik) -Karsinoma dasar mulut : infiltrasi sekitar sampai tulang mandibule -Karsinoma mukosa pipi : infiltrasi m. dll 2. lambung Paru. hipofaring Pangkal lidah. sekitar 14% -Mandelson (1977) : 4% meninggal akibat metastasis jauh KGB Ragang atau keganasan Submental Submandibuler Servikal atas Servikal tengah Servikal bawah Retroclavikuler Oksipital Segitiga posterior Bibir bawah. paru. hipofaring. esofagus. orofaring. hipofaring. rongga mulut. rongga mulut.pterigoideus sehingga sukar bicara Limfogen -Stasiun pertama : KGB submandibularis dan subdigastrikus -Saat pertama didiagnosis (Zagar) sudah 35-40% metastasis ke KGB jugulodigastrik dan submandibula -Keganasan lidah 1/3 depan : kemungkinan ke KGB 29%. saluran cerna atas Kulit tengkorak Nasofaring. tiroid Hipofaring.

tunggal > 3 cm. ekstensi ke tulang. Tsemua N2-3 Mo.T3 T4 N N1 N2 N3 M Mo M1 Tumor primer < 2 cm 2 – 4 cm > 4 cm > 4 cm. mobil Homolateral. kontralateral/ bilateral mobil Terfiksir Metastasis jauh Tidak ada Ada metastasis STADIUM KLINIS Std TNM Harapan hidup 5 thn Std I Std II Std III Std IV T1 No Mo T2 No Mo T3 No Mo. erosi mukosa kronis yang tidak sembuh -Indurasi tumor akibat infiltrasi ke sekitar dan lebih dalam yang dirasakan sebagai pembengkakan -Ulkus atau kelainan lain dalam mulut disertai pembesaran KGB leher -Lesi di mulut dan sukar buka mulut -Ada gambaran lekoplakia/eritroplakia dengan faktor resiko Gejala -Nyeri : akibat infiltrasi (saraf) dan ulserasi -Foetor ex ore : mulut bau akibat jaringan nekrosis . tunggal < 3 cm. T1-3 N1 Mo T4 No-1 Mo. keganasan tiroid dan sistem limfe GAMBARAN KLINIS Curiga bila ditemukan kondisi berikut -Ulkus. TsemuaNsemuaM1 75-95% 50-75% 25-50% <25% Tidak berlaku untuk karsinoma squamosa dari kulit dan melanoma. otot dan kulit Pembesaran KGB Homolateral.

Mengembalikan fungsi fisiologis 3. subtipe. tepi meninggi 2. warna. ditutupi keratin DIAGNOSIS 1. mobilitas 3. liver scanning. dasar dan sekitarnya padat. tomogram paru -Lain-lain TERAPI Tujuan pengobatan 1. USG. Faktor penderita -Keadaan umum -Penyakit yang menyertai -Keadaan psikis dan sosial 3. CT. mukosa normal dengan abses kecil 4. diferensiasi sel -Lokasi tumor -Stadium klinis dan karesteristik pertumbuhan 2. Mempertahankan fungsi kosmetik seoptimal mungkin Faktor yang mempengaruhi 1. Tipe fissura -Berupa celah yang dalam. Anamnesis 2. deviasinya -Ukuran. sekitar padat 3. Tipe Infiltratif (benjolan) -Berlobus. Menghilangkan penyakit 2. MRI -Bone scanning. Pemeriksaan penunjang -Pemeriksaan dengan Toluidin blue 1% -Foto polos. grading. Tipe Eksofitik -Benjolan meninggi. Faktor tumor -Tipe histologi. permukaan tumor -Gerakan lidah.-Hipersalivasi : akibat rasa nyeri -Disfagi -Ankiloglosia : lidah kaku tidak bisa dijulurkan. Histopatologis -Biopsi : diagnosis pasti : setiap kelainan yang tidak sembuh selama 2 minggu usahakan biopsi -FNA : ketepatan diagnosis sekitar 86% 4. deviasi lidah -Disfoni : sulit berbicara -Suara serak -Benjolan di leher Gambaran lesi 1. Tipe ulseratif -Ulkus. Pemeriksaan Fisis -Tentukan letak. Faktor sarana dan prasarana dan keahlian tenaga medis .

methotrexate. dasar lidah. trapezius. eksisi luas + MRND -Eksisi luas dilakukan 2-4 cm dari batas tumor (hasil frozen section) -Diseksi leher bila KGB positif (mikro) dan mobil -Pada lesi yang berdekatan dengan mandibula (Loree dan Strong) menganjurkan : mandibulektomi marginal Tehnik pembedahan dipengaruhi oleh -Lokasi tumor dalam mulut : di depan atau belakang -Ukuran tumor (T) -Keadaan KGB Macam pendekatan 1. oncovin. forehead flap -Myocutaneus flap : pectoral. methotrexate Kombinasi -Radiasi preoperatif : cegah rekurensi dan mengecilkan tumor primer. Membuat flap pipi (atas dan bawah) 3. bleomycin. sehingga dapat dioperasi. tetapi batas tumor jadi kabur -Radiasi postoperatif : basmi sel tumor sisa di tempat operasi dan mengontrol metastasis di KGB PROGNOSIS Prognosis ditentukan oleh : . sternocleidomastoideus -Osteomyocutaneus pectoralis major flap -Microvascular flap Radioterapi -T1 dan T2 : beri hasil yang hampir sama dengan pembedahan -Dosis 5000-6000 rad Kemoterapi -Terapi ajuvant atau paliatif untuk yang bermetastasis -Kombinasi obat : -cys-platinum. vinblastin -bleomycin. bleomycin. Mandibulotomi -Untuk dasar mulut belakang. eksisi luas + RND. trigonum retromolar -Post operatif pasang wire atau miniplate 4. rotation tongue flap.Pembedahan -Eksisi luas. Peroral -Untuk lesi kecil di bagian depan mulut 2. oncovin -cys-platinum. Visor flap -Insisi mandibula dari kanan ke kiri melalui seluruh ketebalan hingga bibir dan pipi dapat dilepaskan dari mandibula dan mencapai rongga mulut Rekonstruksi post operatif -Penutupan primer : untuk lesi kecil -Dengan split thickness skin graft -Skin flap : deltoidepectoral flap.

neurofibroma Adenoma pleomorfik (mixed tumor) -Benjolan sekitar liang telinga. telinga terangkat ke lateral. -Benjolan padat.s tumors (papillary cystadenoma lymphomatosum) -Adenoma oksifilik -Tumor mucoepidermoid -Tumor sel asinik -Lain-lain : hemangioma. fibroma. berkapsul. Letak tumor 2. putih. tidak nyeri. tumbuh lambat (dapat menjadi besar sekali bila dibiarkan).1. Stadium tumor 3. 80% di lobus superfisial Jenis -Adenoma pleomorfic (mixed tumor) -Adenoma monomorfik -Warthin. tidak ada gangguan saraf facialis. 25% tumor parotis adalah ganas -Yang paling sering adalah mucoepidermoid carcinoma . -PA : campuran antara adenoma dengan jaringan miksomatosa -Sering residif bila eksisi tidak adekwat Terapi -Tumor lobus superfisial : parotidektomi superfisial -Di lobus profunda : parotidektomi total TUMOR GANAS -75% terletak di kelenjar parotis. 80% adalah adenoma pleomorfik (mixed tumor). Metastasis -Harapan hidup 5 tahun : 40-65% -Stadium I : 65-75% (bila dilakukan eksisi luas) Harapan hidup 5 tahun (Mendelson) KGB + KGB Gingiva Dasar mulut Lidah 55% 38% 26% 85% 75% 78% KELAINAN PADA KELENJAR LUDAH TUMOR JINAK -Lebih sering dibandingkan dengan yang ganas -Sering pada usia > 40 tahun -Terutama mengenai kelenjar parotis -Tumor kelenjar parotis mengukuti aturan 80 : 80% neoplasma parotis. jinak. batas tegas.

dengan pengangkatan atau tidak nervus facialis Komplikasi Operasi 1. kelenjar membesar -Batu sering ditemukan di dekat muara duktus Warthin -Sering kambuh dan dapat menyebabkan sialadenitis kronik Terapi -Sialitis : keluarkan dengan jalan masase -Sialadenitis : glandulektomi (termasuk duktus stensen) Sindroma Frey -Berkeringat hebat dan kemerahan lokal (daerah parotis) setelah perangsangan kelenjar liur sewaktu menghadapi makanan -Terjadi akibat cedera n. batas tidak tegas. Paralise saraf facialis Radioterapi -Tumor inoperabel atau post operatif Kemoterapi -Tidak memuaskan LITHIASIS -Hampir seluruhnya di kelenjar submandibuler.neurofibrosarcoma. Perdarahan. Sindroma Frey 4.auriculotemporalis Benjolan di kepala dan leher Trauma : aneurisma : fistel arterio-venosa . tumbuh cepat. AKIBAT mukus kental Klinis -Nyeri saat makan atau ingat makanan lezat -Saat serangan nyeri.Tanda Keganasan: -Tumor keras. fibrosarcoma. lymphoma Terapi Operasi -Lokal : parotidektomi totalis dengan pengangkatan atau preservasi saraf facialis -Lokoregional : parotidektomi totalis. Fistel liur 3. ulseratif. paralise facialis. pembesaran KGB regional. infeksi 2. tanda metastasis ke paru Jenis -Mucoepidermoid carcinoma -Adenoid cystic carcinoma (Cylindroma) -Miscellaneous adenocarcinoma -Undifferentiated carcinoma -Malignant mixed tumor -Lain-lain : angiosarcoma. RND.

sekunder) Kelenjar ludah : radang : batu : neoplasma (jinak. kronik. granulomatosa. gigantoseluler -Terapi : eksisi dan ekstraksi 2 gigi yang berdampingan Ameloblastoma -Nama lain : adamantinoma -Tumor asal sel ameloblast -Tumbuh sangat lambat dan dapat jadi besar sekali -Pada anak muda dan dewasa -Sering pada daerah premolar atau molar rahang bawah -Dinding kista tipis : fenomena pingpon atau telur penyu (palpasi) . lalu terjadi nekrosis sentral. ganas) Kista bawaan : kista tiroglosus : kista bronkiogen : hygroma kistik : kista dermoid Kelenjar limfe : radang (akut. telangiektasi. spesifik. di daerah insicivus sampai premolar -Kista unilokuler -Tempat asal kelainan belum mengalami erupsi menghadap ke kista -Terapi : ekskokleasi kista dan ekstraksi gigi Kista Radikuler -Berasal dari gigi karies akibat rangsangan kronik terbentuk granuloma di tulang rahang sekitar akar gigi. ganas) KELAINAN PADA RAHANG TUMOR JINAK Kista Folikuler -Nama Lain : kista dentogen -Berasal dari folikel gigi -Pada anak dan dewasa. kronik) : kelainan autoimun Tiroid : radang : kelainan autoimun : neoplasma (jinak. sehingga terbentuk kista infeksi unilokuler -Kista selalu menghadap ke akar gigi -Sering ditemukan pada gigi premolar dan molar -Terapi : ekstraksi kista dan gigi yang karies Epulis -Tumor jinak gusi yang berasal dari periosteum di sekitar gigi -Jaringan asal (multipoten) maka dapat bersifat fibromatosa.Kulit : kista aterom : neoplasma (jinak. sistemik) : neoplasma (primer.

nyeri. tulang. dapat di orbita. retroperitoneal.-Diagnosis dengan foto Ro -Terapi : reseksi TUMOR GANAS Limfoma Burkitt -Limfoma maligna pada anak terutama di Afrika. kurangnya gerakan -Terapi : reseksi radikal rahang Tumor tiroid 15% : tiroid 85% Tumor non tiroid 15% : radang/bawaan 85% Neoplasia 15% : benigna 85% Maligna 15% : primer 85% Metastasis 15% : retroklavikuler 85% Leher (kranial klavikula) KARSINOMA NASOFARING . ovarium. kelenjar ludah -Patologi : sel histiosit besar dan terang. tersebar di jaringan limfoid yang nampak uniform gelap sehingga gambaran histologik mirip bintang di langit yang cerah -Terapi : sitostatika Osteogenic Sarcoma -Sering pada dewasa -Cepat membesar. usia 4-8 tahun -Penyebab berhubungan dengan Epstein-Barr virus -Klinis : benjolan multiple di rahang. perdarahan -Prognosis lebih baik dari pada di ekstrimitas akibat kaya vaskularisasi dan sistem limfe. gigi terdorong hingga terlepas. tidak ada beban berat tubuh.

Nonkeratinizing squamous cell carcinoma (NKC) 3.PENDAHULUAN -Insiden tinggi : Cina selatan. Imigran China -Insiden sedang : Asia tenggara. Hongkong. Faktor genetik -Ras sebagai predisposisi 2. usia lebih muda. Eskimo. Amerika -Terutama usia 40-60 tahun. Undifferentiated carcinoma nasopharyngeal (UCNT) -Lebih banyak. Squamous cell carcinoma (SCC) -Lebih sedikit. tidak berhubungan dengan EBV -Resisten terhadap radiasi. Virus Epstein Barr -Pada serum penderita ditemukan virus capsid antigen (VCA) 3. melanoma ETIOLOGI Multifaktorial ? 1. Kanada -Insiden rendah : Cina bagian utara. Nonkeratinizing squamous cell carcinoma a) tanpa infiltrasi limfosit b) ada infiltrasi limfosit 3. Faktor eksogen -Kebiasaan makan : nitrosamin (ikan asin) -Asap : polusi. prognosis kurang memuaskan 2. prognosis lebih memuaskan Shanmugartnam-Sobin (WHO-1978) 1. sisanya: adenokarsinoma. titer IgA-VCA bermakna -Sensitif terhadap radiasi. neuroblastoma. limfoma. Squamous cell carcinoma 2. sarkoma. Undifferentiated carcinoma a) tanpa infiltrasi limfosit b) ada infiltrasi limfosit SISTEM TNM T1 T2 T3 3A 3B 3C 3D . usia tua. Eropa. Jepang. laki : wanita (3:1) -Sebagian besar (90%) adalah karsinoma. Keratinizing squamous carcinoma (KSC) 2. Undifferentiated carcinoma (UC) Kruger-Wustrow (WHO) 1. rokok KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI Micheau (1978) 1.

N1 N2 N3 M1 Tumor terbatas di nasofaring (di belakang koana/ septum nasi, di atas palatum mole bagian posterior) Tumor meluas ke fosa nasalis, orofaring, otot atau saraf di bawah tulang basis cranii Tumor meluas pada organ melewati T2 Melibatkan tulang di bawah basis cranii (sinus sphenoidalis) Melibatkan tulang basis cranii Melibatkan saraf kranial Orbita, laringofaring, fossa infraorbitalis Pembesaran KGB di leher bagian proksimal Pembesaran KGB antara crease dan fossa klavikularis Pembesaran KGB di bagian atas klavikula Ada metastasis KGB di bawah klavikula, kulit dan organ STADIUM (Ho 1970) Stadium Interpretasi Harapan hidup 5 tahun I II III IV V T1 No Mo T2 No-1 Mo T3 No-2 Mo T1-3 N3 Mo T semua N semua M1 85% 75% 45% 10% GAMBARAN KLINIS Bentuk 1. Bentuk Ulkus -Terutama dinding posterior nasofaring/fossa Rossenmuller -Tumbuh infiltratif, meluas ke jaringan sekitar, dapat melibatkan nervus II, III, IV, V, VI 2. Bentuk Nodul -Terutama di tuba eustachi -Meluas ke fossa cerebri media, basis cranii, ke orbita, sinus maksilaris 3. Bentuk Eksofitik -Di bagian atap, mengisi cavum nasofaring, mendorong palatum mole, cavum nasi (penyumbatan hidung), mudah nekrosis (epistaksis) Gejala 1. Cavum nasi -Epistaksis, hidung tersumbat, pilek sudah lama (ingus

kuning, bernanah, kadang berbau), rinolalia 2. Pendengaran -Telinga terasa penuh, tersumbat, tinitus, tuli konduktif 3. Neurologik -Sakit kepala, hipoastesi kulit di pipi, diplopia, oftalmoplegi, eksoftalmus, ptosis, gangguan penglihatan 4. Kelenjar getah bening leher -Limfadenopati -Sindroma Horner : miosis, enoftalmus, ptosis -60-90% penderita datang ke dokter dengan keluhan pembesaran KGB DIAGNOSIS 1. Anamnesis Simptom : Formula Digby Simptom Nilai Massa nasofaring Gejala khas di hidung Gejala khas pendengaran Sakit kepala unilateral/bilateral Gangguan neurologik saraf kranial Eksoftalmus Limfadenopati di leher 25 15 15 5 5 5 25 Nilai 50 : diagnosis dapat ditegakkan 2. Pemeriksaan a) Rhinoskopi posterior : pemeriksaan tidak langsung b) Nasofaringoskopi : secara langsung Cara : transnasal, transoral c) Fibernasofaringoskopi 3. Radiologi -Foto polos nasofaring dan CT scan 4. Histopatologi -Sitologi : cotton swab dan sitologi eksfoliatif -Sitologi FNA : pada KGB (tidak dilakukan biopsi sebab bahaya penyebaran) -Biopsi : pada nasofaring (mutlak dilakukan) TERAPI Radioterapi Eksternal (Telepati) -Digunakan Co 60 -UCNT : 4000-5000 rad -SCC : 6000-7000 rad

Internal (Brakiterapi) Kemoterapi Tunggal -Methotrexat 40mg/m2, mitomycin C 0,2 mg/BB -Cyclophosphamide 800 mg/m2, bleomycin 15 mg/mm2 -5 FU 600 mg/m2, cisplatinum Diberikan 2 kali seminggu pada seri permulaan radioterapi Kombinasi 1. COF-COM -hari 1 (Cyclo 500mg/iv, Onco 1mg/iv, 5FU 750mg/iv) -hari 8 (Cyclo 500mg/ic, Onco mg/iv, Metho 50mg/iv) pemberian diulang setiap 4 minggu 2. BMC -hari 1 (Bleo 10mg/iv, Metho 20 mg/iv) diulang tiap 2 minggu -hari 2 (Cis platinum 80mg/iv) diulang tiap 10 minggu 3. COMA -hari 1 (Cyclo 500, Onco 1,4mg, Metho 40mg, Adria 40mg/mm2/iv), pemberian diulang tiap 3 minggu PEMERIKSAAN THYROID Anamnesis 1. Kecepatan pembesaran benjolan struma, berapa kali membesarnya dalam jangka waktu tertentu -Kista : cepat membesar -Nodul jinak : perlahan -Nodul ganas : agak cepat -Nodul anaplastik : sangat cepat 2. Faktor etiologi -Pernah radioterapi sebelumnya (15 tahun kemudian dapat terjadi keganasan) -Anggota keluarga, tetangga, penduduk sekampung (gondok endemis) -Obat yang dikonsumsi dalam jangka lama 3. Ada gangguan mekanik di leher -Gangguan menelan : desakan pada esofagus -Sesak : desakan atau infiltrasi ke trakhea 4. Pembesaran kelenjar limfe leher (mungkin metastasis) 5. Penonjolan/kelainan tengkorak (metastasis ke tulang) 6. Sesak, batuk dengan dahak berdarah (metastasis ke paru : jenis folikuler) 7. Lelah, penurunan berat badan Pemeriksaan Fisis -Nodul soliter : 15-20% ganas -Multiple : 5% ganas -Benjolan keras : 50% karsinoma, 10% adenoma -Kadang yang soliter maligna menjadi multiple nodul -Pembesaran difus : biasanya Graves dis -Periksa kelenjar limfe dan organ -Organ tempat metastasis : paru, tulang (pelvis, vertebra,

ginjal dan otak Pemeriksaan Penunjang Laboratorium 1. hashimoto 3. ovarium. Spesimen tidak memuaskan untuk interpretasi b). Darah rutin 2. Foto tulang Ultrasonografi -Tentukan padat/ kistik. posisi leher ekstensi 3. Hiperplasia/metabolik -Struma koloid. hati. Jelas jinak c). Radang/autoimun -Penyakit Graves. tiroid lingual 2. tiroid Radiologis 1. Foto polos leher (AP dan lateral) : metode soft tissue technique. tunggal/multiple -Penuntun biopsi Pemeriksaan sidik tiroid -Digunakan I123 atau Te99m -Cold nodule : 10-15% adalah ganas -Warm nodule -Hot nodule Biopsi -Frozen section atau blok palafin Sitologis -FNA -Hasil interpretasi : a). Thoraks foto PA 2. Jelas ganas DIAGNOSIS KLINIS Diagnosis yang didapat berupa : • Kelainan non neoplasma • Neoplasma jinak • Neoplasma ganas : apakah operable atau non operable Kelainan thyroid 1. humerus — bagian spongiosa dan kaya vaskularisasi). Gangguan perkembangan -Kista duktus tiroglosus. Human thyroglobulin (tumor marker) : untuk yg berdiferensiasi baik 3. Kalsitonin : karsinoma meduler 4. tengkorak. Suspek ganas d). karsinoma TUMOR GANAS THYROID PENDAHULUAN . struma endemik 4.sternum. Neoplasia -Adenoma. CEA : meningkat pada karsinoma kolon. Esofagogram 4.

mungkin ditemukan kebetulan -Kadang pembesaran KGB leher bagian lateral -Bila besar timbul gejala penekanan -Sidik radioaktif : cold nodul . wanita 8/100. 3-5% dari semua malignitas -Insiden tinggi di daerah struma endemik -Terutama pada 7-20 tahun dan 40-60 tahun -Pria : 3/100. jarang metastasis hematogen -Prognosis paling baik. ikut saat menelan. epidermoid.-Jarang ditemukan. atypik Ganas -Diferensiasi baik : papiler. 50-60% dari keganasan tiroid. Radiasi daerah leher pada saat anak-anak 3. oksifil (Hurtle cell). sebagian kecil dari masenkim Sering digunakan Jinak -Adenoma : folikuler. limfoma . plasmasitoma. giant cell -Karsinoma meduler -Tumor ganas lain : ca. oksifil (Hurtle cell) -Diferensiasi buruk : small cell. histologis papiler Klinis -Benjolan. campuran.000/thn. Adenokarsinoma papiler -Paling sering. dapat mencapai ketahanan hidup 20 tahun -Prognosis baik : usia muda.000/thn -25% terjadi pada struma nodosa Faktor resiko : -Pria lebih tinggi -Usia muda -Radiasi masa muda -Defisiensi jodium ETIOLOGI 1. usia < 40 tahun -Petumbuhan dan penyebaran lambat. wanita. Sekresi TSH meningkat 2. sarkoma Kriteria suatu nodul berupa neoplasma : -Berkapsul lengkap -Ada perbedaan jelas antara yg di dalam dengan di luar -Gambaran histopatologis yg uniform di dalam kapsul -Penekanan pada jaringan tiroid di sekitarnya A. folikuler. Genetik KLASIFIKASI HISTOPATOLOGIS Sebagian besar keganasan berasal dari jaringan glandular epithelial (adenokarsinoma).

terutama wanita -Sering unilateral -Kadang ditemukan tumor soliter di tulang (metastasis). prognosis buruk.rekuren) Terapi -Radiasi ekstern SISTEM TNM T To T1 T2 T3 T4 N No N1 1a 1b . hiperparatiroid Sindroma MEN IIb -Adenokarsinoma meduler. terutama usia > 40 tahun -Berasal dari sel C (parafolikuler) yang memproduksi tirokalsitonin Klinis -Tumor keras. feokromasitoma. meninggal setelah 1 tahun Klinis -Struma lama tiba-tiba membesar cepat -Sering disertai nyeri dan nyeri alih ke daerah telinga -Suara parau. serak (sudah metastasis ke n.Terapi -Tiroidektomi total B. Adenokarsinoma anaplastik -Sekitar 20%. usia lanjut. neuroma submukosa Terapi -Tiroidektomi total D. Adenokarsinoma meduler -Sekitar 5-10%. wanita lebih banyak -Sering lanjutan dari struma nodosa yang lama -Sangat ganas. feokromasitoma. Adenokarsinoma Folikuler -Sekitar 25%. batas tegas -Sering dengan gejala gangguan endokrin Sindroma Sipple / MEN IIa -Adenokarsinoma meduler. sementara tumor primer belum ditemukan Terapi -Tiroidektomi total atau Y131 (tumor sisa) -Radiasi ekstern untuk metastasisnya C. usia > 40 tahun.

bilateral. Unilateral KGB B. garis tengah atau mediastinum Metastasis jauh Tidak ada Ada metastasis STADIUM I.M Mo M1 Tumor primer Tidak terbukti ada tumor < 1 cm 1– 4 cm > 4 cm Tumor menembus simpai (sekalipun kecil) Melibatkan kelenjar getah bening Tidak ditemukan Pembesaran dapat dipalpasi Ipsilateral Kontralateral. Bilateral / mediastinum III. metastasis jauh (-) IV : Tumor dengan metastasis jauh Menurut AJCC/UICC Tipe papiler / folikuler Usia < 45 thn Usia > 45 thn Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV TSemuaN SemuaMo TSemuaNSemuaM1 . A. Distant metastases Menurut Schulz IA : Tidak teraba tumor dan KGB IB : Tumor dan KGB < 5 cm II : Tumor dan KGB > 5 cm III : Infiltrasi langsung ke jaringan sekitar. A. Bilateral/multifokal II.T1 No Mo T2-3 No Mo T4 No Mo TSemua N1 Mo T Semua N Semua M1 Tipe meduler . Unilateral B. Local invasion IV.

sesak. invasi ke sekitar minimal Grade II : infiltrasi dalam kelenjar tiroid. nyeri.pundak. lengan Tipe 2 -Pada ca diferensiasi baik -Benjolan tunggal yang telah lama (bulanan).kepala. diferensiasi sel sedang. suara parau -Kadang disertai nyeri menjalar ke retroaurikuler. Tiroiditis subakut -Setelah infeksi saluran pernapasan. tidak nyeri -Kadang disertai nyeri tulang punggung/paha. disfagi. Limfoma maligna 8. mitosis hebat GAMBARAN KLINIS Tipe 1 -Gambaran klasik pada ca anaplastik/sarkoma -Pertumbuhan cepat benjolan. Anamnesis 2. batas jelas. Pemeriksaan penunjang DIAGNOSIS BANDING 1.Stadium I : T1 No Mo Stadium II : T2-4 No Mo Stadium III : T Semua N1 Mo Stadium IV : T Semua N Semua M1 Tipe Anaplastik Stadium IV : T Semua N Semua M Semua GRADE Grade I : kapsul jelas. melekat ke jaringan sekitar 4. sesak. Adenoma paratiroid 6. unilateral. pembesaran simetris. Karsinoma paratiroid 7. infiltrasi luas. Pemeriksaan fisis 3. disfagi. Teratoma 9. keras. umur < 20 tahun. Tiroiditis Reidel -Terutama wanita. Adenoma tiroid 2. keras. kadang nyeri Tipe 3 -Gejala yang menonjol adalah metastasis -KGB leher membesar. pleomorfik dan mitosis lebih banyak Grade III : pertumbuhan ekstensif. Struma lymphomatosa (Hashimoto) 5. nyeri 3. Pleomorfik dengan sel multinukleoli. benjolan di kepala Tipe 4 -Penderita dengan gejala hipertiroidsme -Ada fokus kecil ca tiroid dalam spesimen penyakit graves DIAGNOSIS 1. Metastasis tumor . diferensiasi rendah.

pria <40thn) -Tidak ada riwayat radioterapi kepala dan leher Tiroidektomi total -Bila ke dua lobus terkena -Sudah ada metastasis (beri ajuvant jodium radioaktif pasca bedah) Tiroidektomi hampir total -Menyisakan sedikit jaringan tiroid normal pada sisi kontralateral dari tumor : lobektomi total ipsilateral dan lobektomi subtotal kontralateral -Untuk semua karsinoma diferensiasi baik Diseksi KGB -Bila kelenjar positif -Dapat dilakukan bersamaan atau setelah tiroidektomi -Berupa diseksi radikal atau modifikasi Tiroidektomi total Sidik tiroid I 123 (3 minggu pasca tiroidektomi total) sebelum pemberian substitusi hormon tiroid Bila positif Radiasi Interna 50 mCu I131 Substitusi hormon tiroid (2 hari setelah sidik) Sidik tiroid ulang 3 bulan kemudian setelah menyetop hormon tiroid selama 3 minggu Bila masih positif Radiasi interna 100 mCu I131 Substitusi hormon tiroid (2 hari setelah sidik) Bila sudah negatif (periksa tiroglobulin tiap 6 bulan) PROGNOSIS Prognosis tergantung pada : -Gambaran histopatologi. kecepatan diagnosis & terapi -Usia penderita AMES : age. extension. metastases. grading. extension.TERAPI Pembedahan paling efektif kecuali karsinoma anaplastik (radioterapi) Hemitiroidektomi (lobektomi total). size . size AGES : age. ekstratiroid -Pada kelompok resiko rendah (wanita <50thn. bila : -Tumor < 2 cm -Tidak ada invasi kapsul. stadium.

dapat unilateral (dekstra/ sinistra) atau bilateral Tiroidektomi subtotal Mengangkat sebagian besar tiroid lobus kanan dan kiri serta menyisakan jaringan tiroid sekitar 3 gram Tiroidektomi totalis Semua kelenjar tiroid diangkat Lobektomi Mengangkat satu lobus saja : -lobektomi totalis dekstra atau sinistra -lobektomi subtotalis dekstra atau sinistra Isthmolobektomi/Hemitiroidektomi Mengangkat juga isthmus Near total thyroidectomy Isthmolobektomi dekstra dan lobektomi subtotal sinistra atau sebaliknya Enuklease : Pengangkatan nodul saja (tidak dibenarkan) Strumektomi : Seolah benjolan saja yang diangkat (tidak dipakai lagi) TERAPI Pembedahan • Bila operable Menurut Kaplan : lobektomi sisi patologik/lobektomi subtotal --. < 40 tahun (laki) -Belum ada metastasis -Belum ada extensi intratiroidal/angioinvasi yang banyak -Grade I -Ukuran tumor tidak lebih 5 cm Ketahanan hidup 5 tahun : -Karsinoma Papiler : 80-90% -Karsinoma folikuler : 50-70 tahun -Karsinoma meduler: 30-40 tahun -Anaplastik : < 5% PROTOKOL PENANGANAN TUMOR/KARSINOMA TIROID ISTILAH Tiroidektomi Mengangkat kelenjar tiroid. maka lobektomi sudah cukup • Bila ganas.resiko bila ganas. maka : -Operable : tiroidektomi totalis atau near total thyroidectomy -Inoperable : operasi debulking . maka kemungkinan ada sel kanker yg tertinggal • Enukleasi nodulnya saja adalah berbahaya • Bila ada fasilitas frozen section.Prognosis baik bila: -Usia < 50 tahun (wanita). maka ini lebih baik • Bila hasilnya jinak.

suara parau/disfagi/serak. benjolan tunggal tiroid : Pernah mendpt radioterapi daerah kepala-leher waktu kecil Klinis ganas : -Pertumbuhan cepat. pulsasi karotis di belakang tumor Bila ada fasilitas potong beku.• Kelenjar positif : radical neck disection Radioterapi Bila inoperable atau pasien menolak lagi dioperasi untuk lobus kontralateral Radiasi interna : I 131 -Untuk yg diferensiasi baik (folikuler) -Syarat : tiroid normal diablasi lebih dahulu dengan operasi atau dengan dosis tinggi I 131 . laik-laki. nyeri tulng. konsistensi keras. infiltrasi kulit/jaringan sekitar -Ada pembesaran kelenjar leher atau metastasis jauh. atau > 50 th. setelah ada hasil nodul positif dilakukan tiroidektomi totalis. maka semua dikerjakan lobektomi dan biopsi kelenjar. maka dilakukan substitusi Kemoterapi -Belum ada yang memuaskan -Bleomycin Catatan: SB = Sediaan Beku Keterangan Resiko: Usia < 20 th. Lokal . kelenjar yang positif dilakukan neck dissection FOLLOW UP Follow up dilakukan secara rutin : Tahun I : tiap 3 bulan Tahun II : tiap 4 bulan Tahun III : tiap 6 bulan Tahun IV : tiap 1 tahun Yang diperiksa : 1. selanjutnya baru dilakukan radiasi interna -Sebagai ajuvant atau yg telah bermetastasis Radiasi eksterna -Untuk yg inoperable atau anaplastik -Dapat juga sebagai faliatif untuk yg telah bermetastasis -Dosis 4000 rad Kombinasi bedah dengan radioterapi -Dilakukan bila ada sisa tumor Terapi hormonal/substitusi -Hormon tiroid : menekan TSH (untuk jenis papiler dan folikuler : hormonal dependent) -Bila dilakukan tiroidektomi.

tulang 4. alkali fosfatase 3. Klinis 2. Radiologis : thoraks. CT scan 6. PA Karsinoma papiler/folikuler 3 bulan post operative Terapi hormonal di stop 4 minggu Periksa hTG (human tiroglobulin) : bila > 6 ng/ml Post tiroidektomi total Near total thyroidectomy Total body scan I 131 Tiroidektomi total Ablasi radiasi Metastase + Metastase – Resektabel Nonresektabel Hormonal Operasi Radiasi/hormonal Karsinoma Meduler 3 bulan post operative Bila kalsitonin > 10 ng/ml CEA > 100 mg/ml Post tiroidektomi total Near total thyroidectomy Terapi hormonal stop 4 minggu Tiroidektomi total Ablasi radiasi Total body scan I 131 Metastasis + Metastasis – Resektabel Non resektabel Hormonal Operasi Radiasi Hormonal . tumor marker. Metastasis jauh (tulang. Lab : fungsi tiroid.2. USG 5. paru. fungsi hepar. hepar) Pemeriksaan : 1. Regional (kelenjar limfe leher) 3.

oftalmoplegi.8 TBG : 12-20 TGHA : titer <1/20 MCHA : titer <1/20 LATS : negative TSI : negative GRAVES’ DISEASE -Nama lain : penyakit Basedow -Biasanya ditemukan struma diffusa Etiologi -Tidak diketahui (autoimun) ? -Ada peranan Ab terhadap reseptor TSH yang menyebabkan peningkatan produksi tiroid Klinis -Manifestasi hipertiroid Terapi -Antitiroid : PTU atau karbimazol -Ablasio dengan Iodium radioaktif -Tiroidektomi subtotal bilateral STRUMA NODOSA -Terutama wanita usia lanjut . fibrilasi atrium Neuropsikiatrik Hiperkinesia. menoragi Kardiovaskuler Palpitasi. insomnia.KELAINAN LAIN PADA THYROID Etiologi Hypertiroidisme -Graves’ disease -Goiter multinoduler toksik -Adenoma toksik -de Quervain’s thyroiditis -Silent thyroiditis -Postpartum hyperthyroidism -Thyrotoxicosis fastitia -Struma ovarii -Thyroid carcinoma -Jodbasedow syndrome -Iatrogenic hyperthyroidism -Disseminated thyroid autonomy -Hydatiform mole and choricarcinoma Tanda Hipertiroid Metabolik Tidak tahan suhu tinggi. takikardi. tremor. nafsu makan meningkat.BBmenurun. retraksi kelopak mata.9 – 12. diare.0 g/dLT3 : 115 – 190 m RAIU : < 22% (bervariasi) U (bervariasi)TSH : 0-6 gg T4/100 mL 1. edem pretibial Nilai Normal Test Diagnostik Thyroid g/dLT4 : 4. emosi labil. kelemahan otot Mata Eksoftalmus akibat proptosis. strabismus Kulit Miksedem. pulsus celer.

esofagus -Diagnosa banding timoma. limfoma. perdarahan lokal. adenoma -Struma nodosa 5% jadi ganas : perubahan bentuk. karsinoma tiroid Nodul Ganas Nodul Jinak Usia Kelamin Benjolan Lamanya Terapi supresi D/ Radioaktif USG Lain-lain < 40 tahun laki-laki tunggal baru mungkin berpengaruh dingin/fungsi – padat pernah radiasi leher >40 tahun perempuan multiple lama kemungkinan regresi fungsi – atau + mungkin kista TIROIDITIS AKUT Etiologi -Stafilokokus aureus (biasanya) TIROIDITIS SUBAKUT -Setelah infeksi saluran pernapasan Etiologi -Virus Klinis -Pembesaran simetris.-Terjadi hiperplasia kelenjar sampai terjadi involusi Klinis -Kadang keluhan tidak ada sebab eutiroid -Pertumbuhan perlahan. kista.rekurens/trakea/esofagus -Nodul tiroid yang ke mediastinum superior : struma retrosternal -Tidak turut naik pada saat gerakan menelan -Tanda penekanan trakea. ca. tanda penyusupan di kulit/n. tetapi umumnya multinodul -Bila degenerasi dapat menyebabkan pembentukan kista. lalu menjadi besar : leher terasa berat -Nodul tunggal. nyeri .paru Diagnosa banding -Benjolan tunggal : nodul koloid. adenoma tiroid. tumor dermoid.

TIROIDITIS REIDEL -Terutama wanita. sesak Tiroiditis de Quervain -Jarang ditemukan Etiologi -Inflamasi akut akibat infiltrasi netrofil lalu limfosit dan histiosit di seluruh kelenjar tiroid Klinis -Pembesaran tiroid ringan/sedang. bila ada. umur < 20 tahun Klinis -Keras. saraf di leher -Kolaps trakea akibat malakia trakea -Seluruh kelenjar paratiroid terangkat -Terpotongnya duktus torakikus Pasca bedah -Perdarahan di leher. unilateral. sangat nyeri -Mereda setelah beberapa minggu.rekurens -Cedera trakea. sedikit nyeri Indikasi Bedah Struma nontoksik Kosmetik (tiroidektomi subtotal) Eksisi nodul tunggal (mungkin ganas) Struma multinoduler yang berat Struma yang menyebabkan kompresi laring/struktur leher lain Struma retrosternal yang menyebabkan kompresi Indikasi Bedah Hipertiroid Untuk mencapai hasil definitif yang cepat Keberatan dengan pemberian antitiroid Terapi dengan antitiroid tidak memuaskan Struma multinoduler dengan hipertiroid Nodul toksik soliter Komplikasi Bedah Tiroid Saat Operasi -Perdarahan -Cedera n. melekat ke jaringan sekitar : disfagi . krisis titoksikosis . dapat atrofi dengan pembentukan fibrosis Klinis -Kadang tidak ada benjolan. tetapi sering kambuh STRUMA LIMFOMATOSA (HASHIMOTO) -Terutama wanita. mediastinum -Edem laring. asimetri. kolaps trakea. agak padat. dewasa Etiologi -Infiltrasi limfosit pada kelenjar tiroid yang menyebabkan destruksi progresif folikel kelenjar. benjolan sedang. nyeri. esofagus.

kebocoran duktus torakikus Tambahan : Cara supresi kelenjar tiroid -Untuk membedakan neoplasma dengan non-neoplasma -Digunakan : T3 75-100 mg/hari : Thyronine 02 –0. rata/gepeng. dan dapat timbul abses supuratif -Bila infeksi primer sembuh. ellips PENYEBAB 1. kemungkinan ganas PENGELOLAAN PEMBESARAN KELENJAR CERVICAL PEMBESARAN KELENJAR Inguinal : sebesar 1 cm normal. sehingga secara klinis dapat teraba -Peradangan ini ditentukan oleh virulensi kuman. submental : dapat teraba 0. dolor. Infeksi : nonspecific dan specific -Limfadenitis akut dan kronik -Limfadenitis TBC -Infeksi mononucleosis atau toxoplasmosis 2. rubor.bila tidak. multiple. fistel -Bila pembesaran KGB sangat besar : bull neck . kalor.5-1 cm Rantai jugularis externa. maka secara berangsur limfadenitis akan menghilang Klinis -Lesi sumber infeksi -KGB tumor. tidak nyeri -Spesifik (tbc) : padat/keras. cedera n.laringeus superior -Hipoparatiroid/hipokalsemia. bila supraclaviculer sudah patologis Submandibuler. timbul perkejuan.-Hematom. abses dingin. hipotiroid -Nekrosis kulit.3 mg/hari : Ekstrak tiroid dengan dosis disesuaikan -Lama pemberian sekitar 3-6 bula -Bila ada kemajuan terapi diteruskan. Leukemia -Sekunder : Metastase Infeksi akut -Limfadenitis menyebabkan hiperplasia KGB. dapat bergabung.rekuren. functio laesa Limfadenitis kronis -Pembesaran KGB dengan tanda minimal. Neoplasma -Primer : Limfoma.5 cm Kriteria normal : lunak. spinal accesorius : dapat teraba 0. infeksi luka -Paralisis n.

malaise. ukuran >1cm. Anamnesis -Lama pembesaran. disertai demam/tidak -Rasa sakit -Ada infeksi/luka sekitar pembesaran -Pernah menderita TBC -Pernah operasi nevus atau kutil 2. dan pencernaan lain Periksa juga tiroid.DIAGNOSIS 1. curiga metastasis -Bila radang bentuknya oval. ginjal. pancreas. padat.5-1 cm submandibular dan submental biasanya normal -Beberapa tempat disertai demam. bentuk. konsistensi. Pemeriksaan fisik Pemeriksaan kelenjar -Mengenai besar. kulit leher / kepala dan rongga mulut MENEGAKKAN DIAGNOSIS KERJA -Pada anak biasanya banal -Pembesaran 0. paru. lambung. infeksi farings biasanya oleh mononukleosis atau toxoplasmosis -Konglomerat dengan abses biasanya spesifik -Kelenjar dalam konsistensi keras pada orang tua. kepala terutama untuk neoplasma Cara Biopsi -Curiga radang : biopsi jarum -Proses spesifik : biopsi intoto -Limfoma. perlekatannya -Periksa perlapangan anatomi misal submandibuler -Lalu ke proksimal. nyeri tekan -Pembesaran dengan tumor jelas pada leher/kepala curigai metastase sebelum dibuktikan Saat Melakukan Biopsi -Pembesaran yang diduga akibat infeksi. kemudian seluruhnya -Bagi 2 jenis :High cervical / pembesaran kelenjar leher bgn atas:Supraclaviculer/bagian bawah -Bagian atas jangan lupa periksa paru dan ginjal -Bagian bawah periksa mamma. kelenjar keras/lama : biopsi intoto -Yang akan dioperasi lagi : pilih ditempat luka sayatan RND KEGANASAN LEHER DAN KEPALA . terapi/observasi lebih 1 bulan -Supraclaviculer yang dicurigai -High cervical dengan etiologi tidak diketahui -Ditemukan bersamaan lesi yang dianggap primer (biopsi bersamaan / hampir bersamaan) -Curiga limfoma -Ada riwayat operasi leher.

v. Kelenjar terfikser (N3) jadi mobile setelah radiasi/kemoterapi Indikasi Modified Radical Neck Dissection (MRND) 1. v. Tumor primer tidak terkontrol 2. Ada metastasis jauh 3. Ca. n.jugularis interna dan externa. m. dengan menyertakan jaringan sekitarnya termasuk m. Kelenjar secara klinis positif pada keganasan leher-kepala yang tumor primer tidak terkontrol 2. Kelenjar secara klinis negatif.sternocleidomastoideus. klinis multiple metastasis leher (Oldhof) Kontraindikasi Kontra indikasi(RND) 1.jugularis interna. clavicula (caudal). carotoid triangle — meliputi grup jugulodigastric.sternocleidomastoideus (cegah carotid blow out). Fungsional Neck Dissection -Untuk mempertahankan fungsi leher dan kosmetiknya -Tidak diangkat : m. setelah radiasi radiasi leher 3. kelenjar submandibularis dan pool bawah parotis Modified RND ada 3 macam : 1. Multiple nodul pada kulit 5.XI -Dianjurkan untuk metastasis yang terbatas di trigonum anterior 3.parotis dengan No dilakukan diseksi submandibulare -Ca.Radical Neck Dissection Operasi pengangkatan seluruh kelenjar getah bening leher secara En bloc antara mandibula (cranial). Ada N1 pada oral/oropharynx/hypopharynx cancer dengan T3. submandibulare.tiroid dgn No dilakukan diseksi paratrakheal -Ca. yang mana operasi hanya satu-satunya terapi 4.trapezius (lateral).omohyoid. Kelenjar positif.XI -Jadi membersihkan kelenjar di trigonum anterior dan posterior -Dianjurkan untuk metastase kelenjar oleh ca. upper dan midjugular -Pada ca. 2. Rongga mulut dengan No Indikasi Indikasi Diseksi Leher Radikal (RND) 1. dan garis tengah (medial) hingga tepi anterior m. Tiroid diferensiasi baik.tiroid diferensiasi baik -Tidak untuk metastase kelenjar oleh squamous cell ca. Sparing Accessory nerve -RND dengan menyelamatkan n. tetapi secara prosentase bermakna mengandung metastasis (>25%) 2. Kelenjar positif.T4 yang sudah dioperasi dan disinar 3. Invasi ke vertebra servicalis atau dasar otak . Regional Neck Dissection -Mengangkat satu atau lebih grup kelenjar di leher -Misal : submentale. Kelenjar N3ndan tidak berubah setelah radiasi 4.

6. Kontraindikasi medis 7. Harapan hidup kurang dari 6 minggu (Oldhof) Kontra Indikasi MRND 1. Kelenjar positif dan bedah merupakan satu-satunya jenis terapi 2. Kelenjar positif, setelah mendapat radiasi leher 3. Kelenjar positif, setelah sebelumnya dilakukan MRND 4. Kelenjar positif, yang mana tumor primernya melanoma 5. Operator tidak berpengalaman Insisi Kulit Insisi kulit tergantung 1. Lokasi lesi primer 2. Pernah tidaknya mendapat radiasi sebelumnya 3. Perencanaan untuk unilateral atau bilateral RND 4. Keterampilan dan kebiasaan ahli bedah Macam Insisi : -Hayes Martin’s incision -Mac Fee incision -Barbara Incision -Z incision Kontroversi dalam RND A. Beberapa pendapat dalam menangani No : 1. Observasi saja sampai timbul N1 2. Biopsi eksplorasi dan pembuktian histopatologis 3. Radiasi Dengan berbagai alasan : 1. Kelenjar berfungsi sebagai barier 2. Kesalahan penilaian No secara klinis 10-50%, di samping incidence occult metastase keganasan rongga mulut cukup tinggi 3. Kemungkinan kelenjar mengandung metastasis tergantung lokasi, stadium, dan histologis tumor primer 4. Melanoma dengan No, ketebalan infiltrasi (BRESLOW) - <0,7 mm kemungkinan KGB positif : 20% - 0,7-3,39 mm kemungkinan KGB positif : 20-60% - >4 mm kemungkinan positif, metastasis jauh : 60% B. Mengenai m.platysma 1. Platysma diangkat, dengan alasan radikalisme 2. Meninggalkan platysma bersama flap kulit akan menjamin vitalitas dan gerakan kulit leher dan perlindungan a.carotis lebih tebal Beahr dan Shah : platysma dipertahankan kecuali metastasis sudah menembus kapsul atau N2 Oldhof : platysma dipertahankan untuk ca.tiroid diferensiasi baik Komplikasi Waktu Operasi 1. Perdarahan -Akibat cedera pembuluh darah, hemostasis tidak sempurna 2. Emboli darah : akibat perlukaan vena 3. Cedera ductus thoracicus -Menyebabkan fistel khilous, luka sukar sembuh 4. Cedera saraf -N.frenicus : kelumpuhan diafragma -N.rekuren : kelumpuhan pita suara

-N.fasialis cab. mandibule : kelumpuhan otot sekitar mulut -N.spinalis accessorius : drop shoulder 5. Perangsangan carotid body -Terjadi penurunan tekanan darah secara mendadak -Pencegahan : teteskan procain 1% pada carotid body sebelum diseksi Segera Setelah Operasi 1. Haematoma -Dapat menyebabkan sumbatan jalan napas -Terapi : evakuasi hematom, ligasi sumber perdarahan, trakeostomi 2. Infeksi 3. Trakheomalasia -Akibat : kerja terlalu kasar (trauma), intubasi lama, invasi tumor ke trakhea -Terapi : trakheostomi 4. Flap yang nekrosis 5. Ruptur a.carotis -Biasanya terjadi pada hari 12-24 -Atasi dengan flap otot levator scapulae Komplikasi Lama 1. Drop shoulder 2. Gangguan sensoris leher 3. Kosmetik 4. Edem menetap pada muka, submandibula, submental Teknik Operasi Umumnya digunakan insisi T, dengan teknik en bloc Step 1 : Insisi dan pengangkatan flap -Insisi pertama mulai dari infraauriculer ke arah bawah belakang -Kedua muali setinggi os hyoid melengkung atas dan berakhir pada setinggi simfisis mandibula — sehingga terbentuk 3 flap -Flap superior dibebaskan sampai tepi bawah mandibula dan pole bawah parotis -Flap anterior dibebaskan sampai garis tengah leher -Flap posterior dibebaskan ke arah belakang sampai batas belakang sternocleidomastoideus dan batas depan trapezius tampak Step 2 : Diseksi bagian trigonum belakang leher -Ujung atas sternocleidomastoideus dipotong dan diklem lalu ditarik ke garis tengah -Fascia dipotong sepanjang levator dan tepi depan trapezius sampai clavicula -Spesimen diangkat dari otot dasar trigonum posterior dengan memisahkan fascia servicalis profunda -Spesimen ditarik ke arah tengah, tampak vasa servicalis transversa, yg selanjutnya diligasi dan dipotong sehingga spesimen mudah dibebaskan sampai carotid sheath -Lemak di bawah trapezius dibebaskan, sehingga tampak grup

kelenjar subtrapezeus dari Rouviere -Platysma dipotong sepanjang batas atas clavicula tanpa merusak v.jugularis externa beserta fascia servicalis superficialis -V.jugularis externa diisolasi, potong di antara 2 ligasi -Venter posterior omohyoid dipotong diantara 2 klem -Saraf supraclavicularis cabang dari flexus servicalis superficialis juga dipotong -Seluruh lemak trigonum posterior diangkat Stage 3 : Ligasi dan pemotongan ujung bawah vena jugularis interna dan diseksi regio carotis -Rongga suprasternal dibebaskan dengan gunting, lalu jari telunjuk dimasukkan ke rongga tersebut, ke bawah insersi sternocleidomastoid (Gruber’s space) untuk mengisolasi ujung akhir otot, yang selanjutnya dipotong (dengan perlindungan jari telunjuk) -V.jugularis anterior (dalam Gruber,s space) diidentifikasi, ikat, potong -Ujung bawah sternocleidomastoid diklem dan diangkat sehingga tampak v.jugularis interna, lemak, v.subclavia, kelenjar limfe -Kelenjar limfe lalu diangkat -Vasa servicalis transversa diidentifikasi, ikat, potong -Bila ductus thoracicus terlihat ligasi lalu potong diantaranya -Ujung bawah v.jugularis interna dipisahkan dari n.vagus, lalu vena dipotong diantara dua ikatan (non absorbable) -Pisahkan a.karotis dari v. jugularis interna, juga n.vagus sampai mencapai batas superior regio caroticum dengan menemukan n.XI, n.XII, rantai simpatis servicalis -Cabang anterior flexus servicalis superficialis yang mengelilingi tepi belakang m.sternocleidomastoid dipotong (hati-hati n.frenukus) -Fascia superficialis dan media dipotong sepanjang tepi bawah omohyoid (venter anterior) sampai os hyoid — spesimen mudah diangkat sampai tulang tersebut -Identifikasi gastricus, stylohyoid, n.XII, cabang a.carotis externa —- cabang kolateral v.jugularis interna = v.tiroideus inferior Step 4 : Pengangkatan pole bawah kelenjar parotis dan bagian atas v.jugularis interna -A.occipitalis yang berjalan dekat digastricus venter posterior diidentifikasi, ligasi, potong -Venter posterior digastricus diangkat ke atas sehingga tampak v.jugularis interna, potong (setinggi mungkin) diantara 2 ligasi -Pole bawah parotis diklem, potong di bawah klem -Klem dilepas, lalu venter posterior digastricus dijahitkan (kontinu) pada potongan permukaan kelenjar parotis Step 5 : Pengangkatan regio submandibularis -Platysma dipotong sepanjang tepi bawah mandibula -Vasa maxillaris externa, v.facialis anterior diligasi, lalu potong -Identifikasi cabang mandibularis n.facialis yang menyilang pemb. darah tadi -Spesimen diangkat ke arah garis tengah, tampak ligamentum stylomandibulare, yang selanjutnya dipotong -Di depannya tampak a.facialis, ligasi, potong

setelah pecah atau diinsisi dapat timbul fistel Patologi -Berisi unsur keloid. Posisi penderita dalam 48 jam pertama -Kepala dalam keadaan elevasi 45 derajat -Dalam 24 jam sebaiknya sudah berdiri dan berjalan (hari II) 3. subkutan dengan catgut 3-0. ujung akhir dikeluarkan lewat ujung bawah insisi pertama. Intake makanan -Bila perlu pasang sonde lambung 4. kulit dengan mononilon/cotton -Continous suction menjamin kontak yang optimun antara flap dengan luka operasi Perawatan Pasca Operasi 1. difiksasi di otot (catgut). Airway -Jamin kelancarannya -Kadang diperlukan intubasi ulang atau pemasangan trakheostomi 2. Perawatan drain -Pakai vacum drainage -Diangkat pada hari 4-5 post operasi atau cairan < 50 cc/hari 5. jahitan sirkuler disekelilingnya untuk mencegah masuknya udara -Flap dikembalikan pada posisi semula dengan jahitan 2 lapis terputus.-Seluruh isi submandibularis diangkat (hati-hati n.XII) -Bagian depan kelenjar & ductus Wharton dipotong (hati-hati n. epitel squamous atau kolumner Terapi -Ekstirpasi seluruh kista dan duktus .VII) -Pengangkatan spesimen selesai seluruhnya dengan memotong insersi omohyoid di hyoid dan membersihkan jaringan lemak di antara kedua venter anterior digastricus Step 6 : Terakhir -Lapangan operasi diirigasi dengan aqua steril -Pasang drain polietilen atau kateter : diletakkan pada tempat operasi yang paling dalam. Pemberian AB KELAINAN LAIN PADA LEHER KISTA DUKTUS TIROGLOSUS -Akibat obliterasi tidak komplit dari jalan turun kelenjar tiroid dari foramen caecum hingga prelaringeal setinggi cricoid -Lokasi pada mid line (di atas tiroid sampai dasar lidah) -setinggi os hyoid 90% -setinggi tiroid 8% -setinggi lidah 2% -Terutama usia 2-7 tahun (50% pada usia 2-10 tahun) Klinis -Ikut bergerak saat menelan atau menjulurkan lidah -Sering ada traktus dari kista hingga ke os hyoid -Infeksi sering menyebabkan abses.

LIMFOMA MALIGNA .KISTA BRONKOGENIK -Terutama usia 2-7 tahun -Kegagalan pertumbuhan celah insang I dan II sehingga timbul sisa sepanjang bagian anterior m. konsistensi. pulsasi suhu. menjadi sakus limfatikus -Berasal dari anyaman limfatik massa embrional Klinis -Massa kistik. penekanan pada saluran napas. aksilla. perluasan ke mulut . sinus. mediastinum. kolumner. bebas dari kulit. sedikit melekat pada dasarnya -Khas : transluminasi positif dengan batas tidak tegas -Dapat besar sekali. fiksasi pada dasar kulit. transluminasi. surface). tetapi terutama leher (trigonum posterior) 75%.sternokleidomastoideus -Berupa : sisa tulang rawan. fistel atau kombinasi Klinis -Benjolan sejak lahir. shape. fluktuasi. inguinal -75% ditemukan saat lahir maupun neonatus -Anyaman limfe mengalami dilatasi dan bergabung membentuk jala. fluktuasi. fistel teraba sebagai jaringan fibrotik bila ditegangkan dengan tarikan ke arah kaudal -Fistulografi mungkin memperlihatkan bahan kontras masuk ke faring Patologi -Epitel berlapis gepeng. bulat/lonjong. kista. unilateral/bilateral. lobulated (berlobus). kadang dapat diikuti sampai orofaring -Pada palpasi kranial. bunyi arus. kista/fistel (sekresi cairan) . unsur limfoid Terapi -Ekstirpasi kista HYGROMA SISTIKA -Nama lain : limfangiona kistik -Terutama usia 1-2 tahun -Seluruh tubuh. penekanan pleksus brakialis Patologi -Pada permukaan ditemukan kista besar yang makin ke dalam makin menjadi kecil seperti buih sabun -Jenis : -simpleks : sel kapiler limfatik yang kecil -kavernosa : sel kapiler limfatik yang lebih besar -kistik : hygroma klasik Terapi Pembedahan dilakukan setelah neonatus -Eksisi total lalu pasang drain isap -Infiltrasi subkutan bleomisin pasca bedah Sifat tumor yang diperiksa 4S (site. permukaan halus. lunak. berbenjol. size. unsur tulang rawan.

Follicular poorly differentiated lymphocytic (FPDL) . disertai gejala sistemik berat dan agresif Lymphoma Non Hodgkin (LNH) Rapport (Modifikasi. organ lain -Di negara maju tumor ini relatif jarang. Limphocyte Predominance (LP) 2. netrofil. eosinofil dalam jumlah kecil -Nekrosis atau fibrosis sedikit -Sering pada pria. Epstein Barr virus : terutama limfoma Burkitt 3. berkeringat) Lymphocyte depletion -Jenis : fibrosis difus dan retikuler -Melibatkan banyak jaringan limfoid -Sering usia lanjut. Hodgkin limfoma sering pada umur muda. usia < 35 tahun -Prognosis baik Nodular sclerosis -Ada sel lakunar. Lymphocyte Depletion (LD) Limphocyte predominance -Limfosit matang banyak. mediastinal -Prognosis baik pada stadium I. paru. 1966) 1. supraklavikuler. terutama KGB leher bawah. kulit. berat badan menurun. sekitar 2% -Negara berkembang. bimodal (15-35 tahun dan > 50 tahun) ETIOLOGI Multifaktorial ? 1. serabut kolagen tebal yang membagi limfoid dalam beberapa nodulus -Pada wanita muda.PENDAHULUAN -Merupakan tumor ganas yang berasal dari jaringan limfoid (sistem limfatik dan imunitas) -Dapat juga dijumpai ekstranodal : saluran cerna. Nodular Sclerosis (NS) 3.II Mixed cellularity -Bentuk antara LP dengan LD -Sering pada pria yang disertai dengan gejala sistemik (demam. Mixed Cellularity (MC) 4. sel datia RS (Reed-Sternberg) kadang ditemukan -Sel plasma. Berhubungan dengan rangsangan imunologik persisten 2. Herediter HISTOPATOLOGIS Lymphoma Hodgkin (LH) Rye 1.

Diffuse histiocytic (DH) 7. Diffuse poorly differentiated lymphocytic (DPDL) 6.2. Follicular histiocytic (FH) 3. Diffuse lymphoblastic (DL) 9. Diffuse undifferentiated (DU) -Burkitt -non Burkitt Lukes-Collin (1974) Kategori sel B (65%) -Small lymphocyte (SL) -Plasmacytoid lymphocyte (PIL) -Follicular small cleaved (FSCI) -Follicular large cleaved (FLCL) -Follicular small non-cleaved (FSNCI) -Follicular large non-cleaved (FLNCI) -Immunoblastic-sarcoma (IS) Kategori sel T (16%) -Small lymphocyte (SL) -Convoluted lymphocyte (CoL) -Sezary-Mycosis fungoides (SMF) -Immunoblastic-sarcoma Histiocytic (1%) U cell (undifined) (18%) Kiel (1974) Derajat keganasan rendah Lymphocytic (L) -B-cell -T-cell -Hairy cell leukemia -Mycosis fungoides/ -Sezary’s syndrome -T-zone lymphoma Lymphoplasmacytic/cytoid (Lpl) -Lymphoplasmacytic -Lymphoplasmacytoid -Plasmacytic Centrocytic (CC) Centroblastic-centrocytic (CB-CC) -Follicular -Diffuse Derajat keganasan tinggi Centroblastic (CB) Lymphoblastic (Lbl) . Follicular mixed lymphocytic histiocytic (FMLH) 4. Diffuse mixed lymphocytic histiocytic (DMLH) 8. Diffuse well differentiated lymphocytic (DWDL) 5.

mediastinal. lien. appendiks. paraaortal. mediastinum. payer’s patch GAMBARAN KLINIS -Pembesaran KGB : leher. berkeringat.-B-Lymphoblastic (B) -Burkitt (Btt) -T-Lymphoblastic (T) -Convolute cell (Con) -Unclassified Immunoblastic (Imb) Working formulation -Lampiran STADIUM Ann Arborr (1971) Interpretasi I II III IV Satu KGB daerah tertentu (I) atau ekstralimfatik (IE) Lebih dari satu KGB di atas diafragma (II) atau lebih dari satu ekstralimfatik di atas diafragma (IIE) KGB di atas dan di bawah diafragma (III) atau disertai limfoma ekstralimfatok (IIIE). paraaorta) Penyebaran perkontinuitatum Nodus mesenterium dan cincin waldeyer jarang terlibat Keterlibatan ekstranodal jarang Lebih sering nodus perifer yang multiple Bukan perkontinuitatum Sering melibatkan . spleen (IIIS) atau keduanya (III SE) Tersebar menyeluruh pada organ ekstralimfatik dengan atau tanpa terlihat KGB Keterlibatan hati. keringat malam tanpa sebab) Jaringan limfatik : -KGB. berat badan turun. sumsum tulang. berat badan turun 10% dalam 6 bulan terakhir. aksilla. timus. pruritus Hodgkin Lymphoma Non Hodgkin Lymphoma Lebih sering terbatas pada kelompok nodus satu sumber tunggal (leher. inguinal -LH : 80% dimulai pembesaran kGB leher -LNH : dapat dimulai di semua KGB -Demam subfebril. cincin waldeyer. menunjukkan stadium IV Stadium dibagi menjadi : A : bila tidak disertai gejala sistemik B : ada gejala sistemik (demam.

Anamnesis 2.4 mg/iv 100 mg/oral 25 mg/oral Ke 1 dan ke 8 Ke 1 dan ke 8 Ke 1 sampai ke 14 Ke 1 sampai ke 14 Non Hodgkin Lymphoma -Derajat keganasan rendah dan stadium I : radiasi -Derajat keganasan sedang dan I. limfangiografi. dll 5. cyclophosphamide dosis tinggi PROGNOSIS -HL I dan II : harapan hidup 5 tahun 100% -HL III dan IV : 50% TUMOR GANAS ESOFAGUS .II : radiasi KGB dan regional -Derajat sedang dan III. untuk LD perlu tambahan kemoterapi -III A : splenektomi Kemoterapi -Untuk III B dan IV MOPP Obat Dosis mg/m2 Waktu hari pemberian Nitrogen Mustard Oncovin Procarbazin Prednison 6 mg/iv 1. CT scan -USG. Pemeriksaan penunjang -Laboratorium -Radiologi : toraks foto. methotrexate.Sering DIAGNOSIS 1. MC) : semua KGB di atas diafragma (lapangan mantel).IV : kemoterapi berganda -Keganasan tinggi : kemoterapi berganda Kombinasi : vincristine. Laparatomi TERAPI Hodgkin Lymphoma Radioterapi -Kuratif untuk semua stadium -I dan II (NS. Histopatologis -FNA -Biopsi 4. Pemeriksaan fisis 3.

sering oleh adenokarsinoma karena mukosa esofagus berasal dari gaster (Barrett) -Pria tiga kali lebih sering. Diet/makanan 2. periesofagus. kurvatura minor Hematogen -Paru.PENDAHULUAN -Paling sering adalah jenis karsinoma epidermoid -Di bagian distal (batas esofago-gaster). Iritasi kronis -Esofagitis Barrett : terjadi metaplasia -Akalasia KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI Jenis : -Karsinoma epidermoid -Adenokarsinoma -Leiomiosarkoma -Fibrosarkoma -Melanoma maligna -dll Bentuk -Polipoid. hati dan tulang SISTEM TNM T1 T2 T3 N1 N2 N3 M1 Invasi hingga mukosa atau submukosa Invasi ke dinding otot Menembus dinding otot KGB regional unilateral KGB regional bilateral Metastasis multiple ekstensif ke KGB regional Ada metastasis jauh . ulkus. Jepang. terutama usia lanjut -Predileksi : Cina. infiltratif Penyebaran Limfogen -Esofagus bagian servikal : KGB supraklavikular dan jugular anterior -Bagian torakal : ke KGB mediastinal pertrakea. Skandinavia ETIOLOGI Multifaktorial ? 1. Rusia. subdiafragma. supraklavikulat. KGB di gastrika sinistra. seliakus -Bagian distal : KGB seliakus. Alkoholisme dan rokok 3.

Jepang. gejala metastasis lain DIAGNOSIS 1. Anamnesis 2. Pemeriksaan fisis 3.STADIUM Stadium Interpretasi Std I Std II Std III Std IV T1 No Mo T2 No Mo T3 No Mo. MRI DIAGNOSIS BANDING 1. Islandia . muntah -Anemia -Suara serak : infiltrasi n. Chili. Striktur esofagus 4. regurgitasi.rekurens -Pembesaran KGB. Akalasia 3. Histopatologis -Sitologi eksfoliatif dan biopsi 4. Tumor jinak 2. Hernia esofagus TERAPI Pembedahan -Reseksi esofagus yang diikuti dengan rekonstruksi -Dapat bersifat kuratif dan paliatif Radioterapi -Karsinoma epidermoid cukup sensitif. Pemeriksaan penunjang -Laboratorium : anemia. hipoalbuminemia -Esofagografi -Esofagoskopi dan biopsi -Endoskopi-USG -CT scan. adenokarsinoma resisten Kemoterapi -Efeknya kecil TUMOR GANAS LAMBUNG PENDAHULUAN -Banyak ditemukan di Cina. T semua N semua Mo T semua N semua M1 GAMBARAN KLINIK -Disfagia progresif : awalnya makanan cair lalu padat -Berat badan turun.

terlalu asin/pedas/asam/panas -Merokok. pinggir ulkus berbaur dengan mukosa yang berdekatan dan terinfiltrasi Tipe IV -Seluruh lambung terinfiltrasi. batas tidak tegas. Colloid or gelatinous carcinoma 5. seperti jamur. alkohol 3. Papillary carcinoma 3. Simple adenocarcinoma 2. Makanan/diet/kebiasaan -Makanan rendah serat. bentuk noduler Tipe III -Ulkus. daerah pertambangan batubara 2.-Jepang 70. batas tegas. leiomiosarkoma -Mayer : 90% ditemukan dalam stadium lanjut Lokasi : -Antrum. Faktor lingkungan -Daerah dingin -Rumah dengan pemanas batubara. Eropa 40. limfoma . batas tegas. Faktor predisposisi/lesi prakanker -Aklorhidria/hipoklorhidria. Medullary tumor 4. Amerika 10/100. anemia pernisiosa -Adenomatous polyposis -Gastritis atrofikans -Ulkus gastrik KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI Borrman (1962) Tipe I -Polipoid. korpus (20%) -Fundus. pria lebih sering (2:1. Makassar 3:2) -Paling sering : adenokarsinoma (95%). Herediter -Golongan darah A -Riwayat keluarga menderita 4.000 -Resiko meningkat sesuai dengan peningkatan umur -Terutama usia 60 tahun. nonulseratif. Schirrous carcinoma . ulkus superfisial/profunda Old Classification 1. kardia (10%) -Multisentris (22%) ETIOLOGI Multifaktorial ? 1. pilorus sepanjang kurvatura minor (40%) -1/3 tengah. tumbuh ke arah lumen Tipe II -Ulkus. invasi pada pinggir dan dasar tumor -Dinding licin.

kembung. < dari 3 cm dari tumor KGB perigastrik (>3 cm). asites. seliakus Metastasis jauh STADIUM Stadium Interpretasi IA B II III A B IV T1 No Mo T1 N1 Mo. T2 No Mo T1 N2 Mo. T4 No Mo T3 N2 Mo. rasa terbakar. KGB sepanjang tepi kiri gaster. Mo T2 N2 Mo. tanpa invasi struktur sekitar Invasi struktur sekitar. anoreksia. berat badan turun. hematemesis. KGB supraklavikuler kiri (virchow) . massa pada colok dubur.Klasifikasi lain -Polipoid -Ulseratif -Superfisialis -Linitis plastika (prognosis paling jelek) SISTEM TNM T1 T2 T3 T4 N1 N2 M1 Terbatas di mukosa. tumor difus mengenai seluruh tebal dinding tanpa batas jelas. T4 N1-2 Mo T semua N semua M1 GAMBARAN KLINIK -Stadium awal biasanya asimptomatik -Rasa berat epigastrium. anemia. termasuk linitis plastika Metastasis KGB perigastrik. T3 No. lamina propri dan submukosa Invasi muskularis mukosa dan subserosa Menembus serosa (peritoneum viserale). melena -Disfagia (tumor kardia). lienalis. rasa kenyang. T3 N1 Mo. T2 N1 Mo. hepatika komunis. hepatomegali. obstruksi (tumor dekat pilorus) -Lanjut : nyeri perut.

Pemeriksaan fisik 3. biopsi 4.6%). Usia -Kurang dari 30 thn (37.DIAGNOSIS 1. kwalitas hidup -Gastroenterostomi -Intubasi -Ekslusion Kemoterapi -Tumor inoperabel dan tidak radikal. sialoglukoprotein). Pemeriksaan penunjang -Laboratorium : LFT. enzim (beta glukoronidase.1%). tonjolan) -USG. Lokasi . tukak. BCNU -5 FU. 30-59 thn (50. perbaiki pasase. >60 thn (38. laktat dehidroginase. mitomicyn C -5 FU. sebagai ajuvant Tunggal : -5 FU -Adriamycin -Mitomycin C -Metil CCNU Kombinasi : -5 FU. serologi (CEA. metil CCNU PROGNOSIS Prognosis tergantung : 1. Anamnesis 2. kontras (deformitas. adriamycin. Histopatologi -Sitologi. AFP) -Gastroskopi fiberoptik -Radiologis : polos. Scanning TERAPI Pembedahan Kuratif -Operasi radikal : gastrektomi total/subtotal disertai pengangkatan KGB dan organ lain yang terlibat -Batas reseksi 4 cm dari tepi tumor (tumor lokal). metil CCNU -5 FU.9%) 2. 5 cm (tumor infiltrasi) Setelah gastrektomi dilakukan : Post subtotal gastrektomi -Billroth I atau II -Roux-en-y gastrektomi Post gastrektomi -Roux-en-y -Hunt Lawrence -Lygidaksis modifikasi Paliatif -Untuk mengurangi gejala. adriamycin.

serviks USA : 28% Ca wanita kulit putih. serosa (32.4%) 4. by pass.1 menyusul ca.5%). Tipe -Borrmann I (43. 25% kulit hitam Tertinggi pada usia 45-66 tahun.5%). Genetika Kecenderungan pada keluarga tertentu.2 setelah ca. serviks -Sulsel : no. Hormonal Umumnya pada wanita Usia di atas 35 tahun insidensnya tinggi Pemberian hormonal banyak memberi hasil pada kanker lanjut 3.4%). serviks -Indonesia : no.9%).1%).6%) 5. paliatif (15. biopsi (5. 1/3 proksimal (29. terdapat kanker yang sama Ada persamaan lateralitas pada keluarga dekat dari penderita Pada Klinefelters 66 kali kemungkinan menderita dibanding pria normal 2.8%). N1 (50. resiko meningkat (>30 tahun) 2.2%) -Std I : 90. kemungkinan multifaktorial ? 1.9 PAYUDARA TUMOR GANAS PAYUDARA Pendahuluan Insidens : -Negara maju : no.5% -Std III : 33.-1/3 distal (46. N2 (22. lalu sentral (subareolar).6%). IV (15. Radiasi Terutama pada daerah dada Faktor Resiko 1.1%) 3. jaringan lemak (37.6%). Makanan Terutama makanan yang mengandung lemak (belum terbukti) 5.9%). Metastasis KGB -No (77. II (48.3%). Usia makin lanjut. Dalamnya invasi -Mukosa (91%). invasi organ sekitar (6.7%). submukosa (85.1 menyusul ca.7% -Std II : 64.9%).4% -Std IV : 4.2%). Menarki cepat (< 12 tahun) . subserosa (58. Tipe operasi -Gastrektomi kuratif (51. 1/3 tengah (49.7%) 6. superomedial. jarang di bawah 20 tahun Terutama kwadran lateral superior. III (35. Virus Peranannya belum dapat dipastikan pada manusia 4. lateroinferior dan medioinferoir Mamma sinistra lebih sering dibanding deksta Etiologi Sebab pasti belum diketahui. terutama bila ibu/saudara kandung menderita Ada distribusi predileksi antar bangsa atau suku bangsa Pada kanker monozygote.3%). muskularis propri (68.

Ekstensi lokal 2. Riwayat radiasi daerah dada 11. Tidak menyusui 6. interpektoral/Rotter’s nodes. Limfogen Kelenjar aksilla : central nodes (90%). fraktur patologis -Sesak. parastesi Klasifikasi histopatologis 1. Riwayat operasi ginekologik 12. fraktur patologis -Nyeri. mamma kontralateral 9. kadang tanpa gejala -Nyeri. Terapi hormonal lama Metastasis 1. Invasive • Invasive ductal carcinoma : paling sering • Invasive ductal carcinoma with predominant intraductal componen . Riwayat keluarga : ibu / saudara kandung menderita 8. Riwayat operasi tumor jinak (displasia/fibrokistik tertentu) 10. Kehamilan pertama tertunda atau tidak ada anak 5. muntah. ataksia. bermetastasis ke paru. ikterus obstruksi. Non invasive (in situ) • Intraductal carcinoma • Intralobuler carcinoma 2. organ lain Lokasi Gejala dan Tanda Paru Tulang -Tengkorak -Vertebra -Iga -Tlg panjang Pleura Hati Otak -Biasanya tanpa gejala. paresis. mammaria eksterna (paling jarang) Kelenjar supraclavicular : dari subclavicular (langsung) atau dari sentinel nodes/grand central limfatik terminus (tidak langsung) Kelenjar mammaria interna Metastasis hepar : terutama bila tumor di tepi medial bgn bawah payudara 3. efusi pleura -Massa. subclavicula. Hematogen Lewat sistem vena. kadang tenpa keluhan -Kompresi medulla spinalis. Ro : osteolitik -Nyeri. mungkin ada multiple coin lesion (ukuran bervariasi) -Nyeri. Menapause terlambat 4. Tidak kawin 7.3. Riwayat ca.

5 . peau d’orange.2-2 cm 1b3 : Menembus kapsul KGB dengan ukuran < 2 cm 1b4 : Ukuran > 2 cm N2 : Teraba kelenjar homolateral. saling melekat.1 cm 1c : 1 .2 cm 1b1 : 1-3 KGB. mobil 1a : mikrometastasis ( < 0. termasuk ke kelenjar supraclavicular . sekitarnya N3 : Teraba kelenjar mammaria interna homolateral M : Metastasis ke organ jauh Mx : Tidak dapat ditentukan metastasis jauh Mo : Tidak ada metastasis jauh M1 : Ada metastasis jauh. Paget’s disease of breast Sistem TNM T : Tumor primer Tx : Tumor primer tidak dapat ditentukan Tis : Ca invasif. insitu. ulkus. ukuran 0.2-2 cm 1b2 : > 4 KGB. Paget dis pada papilla tanpa teraba tumor To : Tidak ada bukti adanya tumor primer T1 : Tumor < 2 cm 1a : < 0.• Invasive lobular carcinoma • Mucinous carcinoma • Medullary carcinoma • Papillary carcinoma • Tubular carcinoma • Adenocystic carcinoma • Apocrine carcinoma • Juvenile carcinoma • Carcinoma with metaplasia • Carcinoma with squamous type • Carcinoma with spindle cell type • Carcinoma with cartilagineus and osseus type • Carcinoma mixed type 3. peau d’orange. satelit 4c : 4a + 4b 4d : Mastitis carsinomatous N : Metastasis ke kelenjar getah bening Nx : Kelenjar regional tidak dapat ditentukan No : Tidak teraba kelenjar aksilla N1 : Teraba kelenjar.2 cm) 1b : > 0. penyebaran langsung ke dinding thorax atau kulit (edem. satelit) 4a : Ekstensi ke dinding dada 4b : Edem kulit. homolateral. ulkus.2 cm T2 : Tumor 2 – 5 cm T3 : Tumor > 5 cm T4 : Tumor (tanpa memandang ukuran). ukuran 0.5 cm 1b : 0.

infeksi Pengeluaran cairan Berdarah biasanya intraductal papilloma/intraductal papillary ca. T3N1-2Mo III B : T4NsemuaMo. bisa ditemukan pada T1. frekwensi. ganas. sakit saat haid Menarche (bila cepat. seperti air.Catatan : Lekukan kulit. Berupa serous. nyeri tekan Jarang pada kanker Berubah dengan siklus : tegangan premens. penyakit fibrokistik Tidak berubah : tumor jinak. m. sakit/tidak di ketiak. abortus Riwayat menyusui Obat kontrasepsi Cegah penyakit fibrocystic Resiko dipertanyakan Perkawinan Tidak kawin (resiko meningkat) Riwayat sebelumnya Pernah biopsi/tidak. sesak. resiko tinggi). teratur/tidak Umur saat menopause (bila lambat. T3NoMo Stage III A : To-2N2Mo. nipple discharge. sakit/tidak. perubahan lain pada kulit (kecuali pada T4). susu.interkostal. retraksi nipple/kulit Massa di ketiak. resiko tinggi) Kehamilan Umur tua (resiko tinggi). operasi/tidak Sebelumnya pernah menderita (resiko tinggi) Keluarga menderita (ibu dan saudara perempuan). edem lengan Sakit. serosanguineus Haid Membesar. nanah hijau. serratus anterior tanpa otot pektoral Stage grouping (AJCC/UICC) Stage 0 : TisNoMo Stage I : T1NoMo Stage II A : ToN1Mo. atau ca lain Radiasi daerah thorax Keluhan yang berhubungan dengan metastasis Batuk. lama. T1N1Mo. T2NoMo II B : T2N1Mo. retraksi papilla. nyeri pada tulang Nafsu makan Berkurang atau tetap . jumlah anak. TsemuaN3Mo Stage IV : TsemuaNsemuaM1 Gambaran klinik Anamnesis Umur Kanker biasanya umur yang lebih tua → > 65 tahun anggap ganas Keluhan payudara atau ketiak Massa di payudara.2.3 tanpa mengubah klasifikasi Dinding thorax : iga.

hemoragik. dengan tangan di pinggang Catat perubahan suhu kulit. retraksi. kemerahan. inversi. penebalan kulit . laktasi -Jernih : normal -Hijau : perimenopause. IV bagian volar phalanges tengah dan distal tangan kanan (jangan menggunakan ujung jari) Palpasi sistematis : kwadran atau dari luar ke dalam se arah jam Duduk tegak. edem. susu -Susu : hamil. bersisik dan mudah berdarah Cairan papilla mamma -Sifat cairan : serous. terutama orang tua) Areola dan puting susu -Exoriasi kulit. pengeluaran cairan. mukous. ektasi duktus. eksema -Pointing nipple (arah puting susu) : mengarah ke kwadran yang sakit -Kedudukan kedua puting susu : sama tinggi atau tidak -Paget dis : kulit puting kering. III. kelainan fibrokistik -Hemoragik : karsinoma. gambaran vena -Kemerahan (infeksi) -Edem : pada selulitis dapat menyebabkan edem difus -Peau d’orange (pig skin) : kelainan kulit berbintik seperti kulit jeruk akibat obstruksi limfatik (ganas) -Nodul satelit -Ulkus (karsinoma. turgor. axilla dan leher Penderita duduk : bandingkan antara mamma kiri dan kanan Saat mengangkat kedua lengan dan saat diturunkan/samping Perhatikan adanya benjolan Normal ada asimetri ringan dari payudara Perubahan pada kulit : -Dimpling/berlekuk.Berat badan Menurun atau tetap Pemeriksaan fisis Inspeksi Periksa kedua payudara. papilloma intraduktal -Ada/tidaknya sel tumor -Unilateral/bilateral -Satu duktus atau beberapa duktus -Keluar spontan atau setelah dipijat -Keluar bila seluruh mamma ditekan atau dari segmen tertentu -Berhubungan dengan siklus haid -Premenopause atau pascamenopause -Penggunaan obat hormon Palpasi Pemeriksaan Payudara Harus didampingi perawat wanita Sebelumnya kedua tangan saling digosokkan Gunakan jari II.

melekat : ganas. batas kurang jelas -Kelainan mammogram tanpa kelainan palpasi Tanda Lama -Retraksi kulit/areola . mobilitas Kelenjar Limfe Supraclavicular Penderita mengangkat kedua bahu dan sedikit membungkuk Pemeriksa dapat dari depan atau dari belakang Kelenjar Limfe Infraclavicular Penderita membusungkan dada Kelenjar Limfe Axillaris Pars Centralis Kiri Tangan kiri pemeriksa mengangkat lengan kiri penderita ke atas Tangan kanan (ujung jari) dimasukkan jauh ke dalam apex fossa axillaris Lalu tangan diturunkan perlahan dan bila ada pembesaran kelenjar sentral (terkurung antara jari dengan dinding thorax) Kelenjar Mammaria Interna Kiri Pemeriksaan diteruskan ke bawah antara linea axillaris media dan anterior Kelenjar Axillaris Lateralis Kiri Lengan kiri penderita dipegang tangan kanan pemeriksa (abduksi 900) Ujung jari II. III. nyeri. bentuk. konsistensi. besar. berbenjol. agak keras. nyeri tekan/tidak. kista Keras. catat : lokalisasi. permukaan licin : fibroadenoma. IV tangan kanan diletakkan di bawah humerus kiri. 1/3 proximal bagian bawah penderita Kelenjar Limfe Subscapularis Kiri Pemeriksa di belakang penderita Lengan kiri diangkat dengan tangan kanan pemeriksa (abduksi 900) Ujung jari dimasukkan di belakang scapula Pemeriksaan saat berbaring Letakkan bantal kecil di punggung di mana payudara akan diperiksa Kedua tangan di bawah kepala : periksa kwadran lateral Kedua tangan disamping : periksa kwadran medial Tanda Dini -Benjolan soliter. batas tegas/tidak. konsistensi.pectoralis major Penderita menekan kuat pinggang atau meletakkan kedua tangan di belakang kepala (otot pectoralis major berkontraksi) Bila tumor tak bebas bergerak waktu dikontraksikan dan bebas saat relaksasi maka pectoral fixation test positif Serratus anterior fixation test Untuk yang berlokasi di kwadran lateral bawah Kedua lengan penderita memegang bahu pemeriksa Pemeriksaan kelenjar Penderita tetap duduk tegak Bila ada pembesaran : catat besar. tidak nyeri.Bila ada benjolan. permukaan kasar. perlekatan dengan dasar (chest wall fixation test) Benjolan keras. bentuk. inflamasi non infektif Kenyal : penyakit fibrokistik Lunak : lipoma Pectoral fixation test Dilakukan bila chest wall fixation test negatif Untuk tumor yang berlokasi di kwadran lateral atas Untuk mengetahui ada tidaknya infiltrasi tumor ke m.

Pemeriksaan Lain Thorax foto Bone scanning/bone survey USG abdomen/liver MRI. CT scan Laboratorium : alkali fosfatase. Pemeriksaan penunjang a. Mastitis 6. Nekrosis lemak . lalu potong beku atau blok parafin -Insisional biopsi untuk yang inoperabel Diagnosis banding 1. Pemeriksaan histopatologis a. Anamnesis 2. dll Diagnosis pasti : histopatologis -Eksisional biopsi. Utrasonografi Terutama untuk membedakan tumor solid atau kista (tampak bila ukuran telah 1-2 cm) c. menentukan morfometri sel tumor dan hormonal dependent b. Biopsi c. Pemeriksaan fisis 3.-Retraksi/inversi papilla -Kelenjar aksilla dapat diraba -Pengerutan atau pembesaran mamma -Kemerahan atau edem kulit -Fiksasi pada kulit atau dinding thoraks Tanda Akhir -Ulkus -Kelenjar supraclavikular teraba -Edem lengan -Metastasis jauh Diagnosis 1. Cystosarcona filoides 4. Pemeriksaan Sitologi Untuk menentukan apakah segera perlu pembedahan frozen section atau dilanjutkan dengan pemeriksaan lain atau langsung ekstirpasi Hasil positif bukan indikasi bedah radikal Indikasi -Diagnosis preoperatif dengan dugaan tumor maligna -Diagnosis konfirmatif tumor maligna atau berulang -Menentukan neoplastik atau non neoplastik -Mengambil bahan aspirat untuk kultur. Fibrocystic of the breast (mammary displasia) 3. estrogen reseptor. Frozen section 4. Galactocele 5. Fibroadenoma mamma 2. Mammografi b. Biopsi Tru-cut d.

pektoralis mayor dan minor 2. segmentektomi -Diseksi kelenjar aksilla -Radioterapi Penelitian Milan I (Veronesi 1973) : QUART Kuadrantektomi : mengangkat kuadran payudara yang mengandung tumor ( < 2 cm) beserta kulit dan fascia superfisial pektoralis mayor (insisi kulit ellips) Diseksi aksilla : lanjutan bila tumor primer di kuadran lateral atas. dimulai 3-6 minggu setelah operasi (selama 5 minggu). Breast conserving treatment (therapy) Terdiri dari : -Kuadrantektomi. isi fossa aksillaris dan m. Lokasi bukan sentral . Superradical Wangensteen (1949). Extended mastectomy Handley dan Thacray (1954) : merupakan radical mastectomy yang diperluas.pektoralis minor dan KGB interpektoral diangkat sementara m. Pengetahuan masyarakat untuk kontrol teratur 4. misal radioterapi -Harga obat kemoterapi mahal 3. Pembedahan 1. Tumor ukuran < 5 cm 6. insisi terpisah bila tumor di kuadran lain Radioterapi : pada mamma ipsilateral. Simple mastectomy Pengangkatan seluruh mamma 6. sejak 1976 tidak di radiasi bila KGB axilla positif tapi diberi ajuvant kemoterapi (CMF) 12 siklus Penelitian Milan II (1985-1987) : TART Tumorektomi : eksisi tumor primer beserta jaringan normal payudara 1 cm. Modified radical mastectomy Patey (1930) : m. Kuasai teknik diseksi dengan baik 5. Tersedia fasilitas radioterapi 3. KGB regional (mammaria interna juga diangkat) 4. kulit tidak diangkat (sedikit untuk PA) Diseksi axilla : dilakukan insisi terpisah Radioterapi : Radiasi ekternal dan intersisial dengan 192Ir Syarat BCT : 1.pektoralis mayor tidak diangkat Madden : m. Tumor tunggal 7. lumpektomi luas/tumorektomi. Penentuan stadium harus akurat 2. Radical mastectomy Pertama kali dilaporkan oleh Halsted (1882) Berupa pengangkatan seluruh mamma.Penatalaksanaan A. Dahl Everson : KGB mediastinal dan supraklavikular juga diangkat 5. Subcutaneus mastectomy Pengangkatan seluruh mamma dengan menyisakan areola dan papilla mamma 7.pektoralis minor tidak diangkat MRM atas dasar : -Kurasi untuk 5-10 tahun cukup tinggi -Sebagian besar penderita jarang/susah kontrol teratur -Sarana lain kurang.

8. Volume payudara sekitar 500 cc (Bra no. 34) 9. Tidak ada mikrokalsifikasi luas 10. Tidak dalam keadaan hamil 11. Bukan type : -Intraductal papillary ca -Lobular ca insitu -Invasif lobular ca -Infiltrating ductal ca -Paget's disease -Inflamatory breast ca 12. Tidak ada riwayat menderita penyakit kolagen Tehnik T M P A I S X R Lumpektomi Radikal Patey Radikal Halsted Radikal Urban Superradikal (Dahl Everson) + + + + ++ + + ++ + ++ + + + ++ +++ -+ + +

+ T : pengangkatan tumor/lumpektomi/kuadrantektomi M : pengangkatan payudara P : pengangkatan m.pektoralis major/minor A : pengangkatan KGB axilla I : pengangkatan KGB intratoraks (mammaria interna) S : pengangkatan KGB supraclavicular X : penyinaran megavolt mamma R : tindak bedah rekonstruksi atau prostesis Kriteria Inoperabilitas Haagensen : 1. Edem luas pada kulit mamma (>1/3) 2. Edem lengan 3. Ada nodul satelit 4. Nodul parasternal, nodul supraclavicula 5. Mastitis carcinomatous 6. Ada metastasis jauh 7. Locally advanced ( bila ditemukan 2 tanda) : -Ulserasi kulit -Kulit terfiksir di dinding thorax -Kelenjar axilla > 2,5 cm -Kelenjar axilla melekat satu sama lain Penyulit Mastektomi Radikal 1. Luka mastektomi dan diseksi aksilla Hematom, infeksi luka, seroma 2. Cedera saraf N.intercostobrachialis : mati rasa kulit ketiak, medial lengan atas N.thoracalis longus : m.serratus anterior N.thoracodorsalis : m.latissimus dorsi N.pectoralis : m.pectoralis 3. Kontraktur bahu 4. Limfedem extrimitas atas B. Radioterapi 1. Kuratif : bersama dengan MRM, BCT 2. Paliatif : tumor tak mampu angkat (T4) Dosis : Tumor primer : 5000-6000 rad KGB regional : 1500 rad C.Kemoterapi 1. Ajuvant : bila ada metastasis ke KGB 2. Paliatif : sudah ada metastasis sistemik Digunakan Kombinasi : CAF -Cyclophosphamide : 100 mg/m2/oral (hari 1 sampai 14) -Adriamycin : 50 mg/m2/iv (hari 1 dan -5 Fluourasil : 500 mg/m2/iv (hari 1 dan Lama 1 siklus adalah 28 hari

Respons 82% (CR+PR) CMF -Cyclophosphamide : 100 mg/m2/oral (hari 1 sampai 14) -Methotrexate : 40 mg/m2/iv (hari 1 dan -5 Fluourasil : 600 mg/m2/iv (hari 1 dan 6) Lama 1 siklus adalah 26 hari Respons 55% CA -Cyclophosphamide : 600 mg/m2/iv (hari ke-1) -Adriamycin : 40 mg/m2/iv (hari ke-1) Lama 1 siklus adalah 21 hari Respons 60-70% D.Hormonal -Telah ada metastasis jauh -Paliatif sebelum pemberian kemoterapi -Paliatif untuk pramenopause dengan cara oophorektomi bilateral -Ajuvant pada pascamenopause (ER+) dengan (KGB+) Jenis : 1. Oophorektomi bilateral 2. Obat : Tamoxifen (tamofen,nolvadex) 20-40 mg/hari : Linoral 3 x 0,1-0,5 mg/hari : Diethylstilbestrol 3 x 5-15 mg/hari : Testosteron 30 mg/minggu : Durabolin 50 mg/minggu : Sustanon 250 mg/minggu Stadium Dini (operable) Stadium I Terapi utama 1. Radical mastectomy 2. Modified radical mastectomy (Patey-Madden) Hasil diseksi kelenjar aksilla, bila histopatologis : (-) : observasi (+) : radiasi regional + ajuvant kemoterapi →sekalipun KGB (-), tetapi tumor sentral/medial, tetap diberi radiasi regional Terapi alternatif 1. BCT 2. Simple mastectomy + radiasi + ajuvant kemoterapi Stadium II Terapi utama RM / MRM + radiasi KGB dan Tumor bed Terapi alternatif Simple mastektomi + radiasi + ajuvant kemoterapi Stadium III a Simple mastektomi + radiasi + ajuvant kemoterapi Stadium lanjut (inoperable) Stadium III b (locally advanced ) 1. Kemoterapi : kuratif 12 siklus 2. Hormonal : tergantung pemeriksaan ER

ER (+) : radiasi + hormonal + kemoterapi ER (-) : radiasi + kemoterapi + hormonal Bila ER tidak dapat diperiksa : radiasi + kemoterapi + hormonal (berdasarkan progresivitas. urutannya hormonal dan kemoterapi) Setelah radiasi : Residu tumor (-) : tunggu sampai relaps. hormonal 3. Mastitis karsinomatosa -Kemoterapi. Karsinoma yang residif dan bermetastasis -Bedah : hanya biopsi -Radioterapi. Staging TNM Stadium Ketahanan hidup 5 tahun I T1NoMo II T2N1Mo III To-2N2Mo. lalu dengan radiasi -Radiasi dulu tidak dianjurkan Prognosis Ditentukan oleh : 1. M1 85% 65% .No. Gambaran histopatologis : grade 2.N semua. Karsinoma mamma lanjut (lokal:T4) -Radioterapi dulu beberapa minggu lalu mastektomi (bila dapat diangkat) atau kemoterapi/hormonal tidak dapat diteruskan 4. ER – = post menopause Keadaan Khusus 1. lalu diberi hormonal atau kemoterapi Residu tumor (+) : hormonal terapi Terapi hormonal (tunggu 6-8 minggu) untuk melihat respon : Respon (+) : terapi hormonal diteruskan Respon (-) : berikan kemoterapi CMF atau CAF Terapi hormonal dibagi 3 group : Pre menopause : bilateral oophorektomi 1-5 tahun menopause : ER + bilateral oophorektomi : ER – post menopause Post menopause : hormonal inkubitif/aditif Stadium IV Pre menopause : bilateral oophorektomi Respon (+) : tunggu relaps — aminogluthethimid tamoxifen Respon (-) : kemoterapi CMF/CAF 1-5 thn menopause : ER + = pre menopause. kemoterapi. T3N1-2Mo IV Tsemua. Kehamilan -MRM diikuti dengan radiasi -Trimister pertama : radiasi dan kemoterapi tidak dapat diberikan -Tunda kehamilan berikut selama 2 tahun bila T1.Mo 2.

xerografi Indikasi Sebagai penyaring atau konfirmasi (setelah pemeriksaan ditemukan kecurigaan) 1. Screening pada resiko tinggi -Nullipara -Menarki sebelum usia 12 tahun -Hamil pertama usia > 30 tahun 4. SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) Pemeriksaan dilakukan 7-10 hari setelah haid >20 thn : SADARI tiap bulan 20-40 thn : tiap 3 tahun memeriksakan ke dokter > 40 thn : tiap tahun 35-40 thn : lakukan base line mammografi <50 thn : konsul ke dokter untuk lakukan mammografi >50 th : tiap tahun mammografi bila perlu b. fibrosis reaktif. cairan dari puting susu -Ada keluarga yang menderita 3. Hindari faktor penyebab/resiko 2. Evaluasi terhadap populasi wanita normal tanpa keluhan atau gejala yang mengarah ke tumor payudara dalam usaha mendeteksi kanker dini. Cari karsinoma primer. 9% tidak dapat dideteksi dengan mammografi.40% 10% Pencegahan 1. Seluruh kanker 88% dapat dideteksi dengan mammografi. sekalipun tumor sudah dapat dipalpasi Tampak mikrokalsifikasi: sand like app. Screening sebelum tindak bedah plastik atau kosmetik KELAINAN LAIN PADA PAYUDARA Kelainan payudara yang memerlukan tindak bedah Inflamasi/infeksi -Mastitis akut -Mastitis purulenta -Abses mamma Noninfeksi -Duktektasis . bila ada metastasis (tumor primer?) 5. 42% ditemukan hanya dengan mammografi saja sebelum kelainan ini cukup besar untuk di palpasi. SARANIS (pemeriksaan payudara secara klinis) c.. comet sign Deteksi dini karsinoma unpalpable Termasuk termografi. Mammografi Pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar X (soft tissue tecnique) yang bertujuan untuk menyaring ada tidaknya kelainan neoplasma ganas. Evaluasi benjolan yang diragukan/perubahan samar -Mastitis kronik sistika. Penemuan dini a. Pernah mengidap kanker payudara kontralateral 2.

venektasi Terapi -Eksisi luas -Subkutan mastektomi -Simple mastektomi -Radikal mastektomi KELAINAN FIBROKISTIK Pendahuluan Nama lain -Mastitis kronis kistik -Hiperplasia kistik -Mastopatia kistik -Displasia payudara -Mammaria displasia -Benjolan multiple dan bilateral. padat kenyal. ada bagian kisteus -Tidak ada perlekatan. kenyal. menjelang menopause -Bila sangat besar : giant fibroadenoma Terapi -Ekstirpasi CYSTOSARCOMA FILOIDES -Jinak. dapat bilateral (15%) -Benjolan bulat/lonjong. dapat jadi besar -Semua usia. dapat mencapai 20x30cm -Bulat/lonjong. cystosarkoma filoides -Papilloma intraduktal. nyeri saat haid -Usia 30-50 tahun . kadang multipel. mengkilat. setelah menopause tidak ditemukan -Tumor mamma paling sering Klinis -Soliter. berbenjol-benjol -Konsistensi padat. kadang bila ditekan -Pertumbuhan cepat saat hamil. mobile -Kulit tegang. dapat infiltrasi lokal -Dapat jadi ganas (15%) : malignant cystosarcoma philloides -Pertumbuhan cepat. batas tegas. terutama 45 tahun Klinis -Mirip fibroadenoma yang besar.-Nekrosis lemak -Galaktokele Reaksi fisiologis tidak teratur -Penyakit fibrokistik Tumor jinak -Fibroadenoma. lipoma Tumor ganas -Adenokarsinoma mamma -Sarkoma. metastasis FIBROADENOMA -Pada wanita muda (15-30 tahun) . laktasi. simpai licin. batas tegas -Tidak melekat / mobile -Tidak nyeri.

tidak membesar -Retraksi kulit. retraksi puting akibat fibrosis periduktal -Pembesaran KGB (+) MASTITIS Akut -Pada minggu pertama laktasi. tumor soliter. kista Terapi -Eksisi (terutama bila mengganggu) Papilloma Intraductal -Berasal dari duktus laktiferus -Lokasi terutama di bawah areola mamma Klinis -Sekresi berdarah dari puting Adenosis Sklerosis Klinis -Mirip kelainan fibrokistik Histologis -Proliferasi jinak Nekrosis lemak Klinis -Massa keras akibat cedera. lalu terjadi fibrosis MASTITIS Sel Plasma Nama lain : mastitis komedo -Radang subakut sistem duktus Klinis -Klinis sukar dibedakan dengan karsinoma -Massa keras. payudara seluruhnya berbenjol -Pengeluaran cairan dari puting (jernih-hijau. akibat stafillokokkus dan streptokokkus -Dapat berkembang jadi abses yang nyeri disertai demam -Stasis air susu sebagai predisposisi MASTITIS TBC -Abses dingin. tidak berdarah) -Nyeri prahaid (siklus). jadi sebaiknya lakukan biopsi bila ragu -Perubahan dan fluktuasi gambaran klinis jelas : -Benjolan multiple. kadang terinfeksi . tidak mobil. batas tidak rata -Klinis sukar dibedakan dengan karsinoma Histologis -Nekrosis jaringan lemak.Klinis -Klinis lebih jelas/lebih hebat saat haid -Beri gambaran klinis dan histopatologis beragam. tidak nyeri. kadang membentuk fistel Galaktokele -Kista retensi yang berisi air susu yang mengental.

usia 65 tahun -Penyakit : sirosis. kisteus Fistel Paraareola -Akibat duktus tersumbat (sekret kental). pria lebih banyak -Berhubungan erat dengan : -rokok. kemoterapi kanker Karsinoma Mamma Pria -Perjalanannya lebih cepat -Diagnosis sering agak terlambat -Curiga bila ada ginekomasti unilateral Klinis -Benjolan tanpa nyeri di belakang areola mamma -Sekresi dari papilla -Perubahan papilla/areola : retraksi. sehingga dilatasi dan menyebabkan reaksi radang Klinis -Cairan berdarah atau serous dari puting -Cairan mirip mentega dari satu duktus -Retraksi di bawah putting -Abses. polusi udara -penyakit paru dengan fibrosis -Frekwensi berbanding lurus dengan jumlah rokok yang diisap dan lamanya. antidepresi. androgen. kanker paru. tumor adrenal.1 -Di Indonesia. fistel di pinggir areola Diagnosis banding -Penyakit paget’s -Mastitis tuberkulosa Ginekomasti -Hipertrofi payudara pria Etiologi -Pubertas. ulkus KARSINOMA PARU PENDAHULUAN -Di negara maju. hipertiroid -Obat-obatan : estrogen. merupakan penyebab kematian no. 20-40 batang : 50x. hipoganids. 1-10 batang : 15x. progesteron. digitalis. > 40 batang : 70x ETIOLOGI . bulat. tumor testis. antihipertensi. penyebab kematian terbanyak setelah karsinoma nasofaring -Terutama pada umur 50-60 tahun.-Akibat duktus laktiferus tersumbat pada ibu laktasi -Tumor batas tegas. hepatoma.

Multifaktorial ? 1. Radiasi KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI WHO WP-L (Working Party Lung Cancer System) Karsinoma sel squamosa Karsinoma sel kecil -fusiform -poligonal -bentuk limfosit -bentuk lain Adenokarsinoma Bronkogenik -asiner -papiler Bronkhiolo-alveolar Karsinoma sel besar -solidum dengan musin -solidum tanpa musin -sel raksasa -sel jernih Karsinoma sel squamosa -diferensiasi baik -diferensiasi sedang -diferensiasi buruk Karsinoma sel kecil -berbentuk limfosit -intermediate cell Adenokarsinoma -diferensiasi baik -diferensiasi sedang -diferensiasi buruk -bronkhiolo-alveolar Karsinoma sel besar -berlapis -dengan musin -sel raksasa -sel jernih Karsinoma sel squamosa (epidermoid) -Sekitar 50-70% dari seluruh karsinoma paru. laki lebih banyak -Terutama terletak di bagian sentral (gejala obstruksi) -Berhubungan dengan kebisaan merokok -Umumnya pertumbuhan lambat. uranium. vinil klorida 3. Polusi udara -Asbes. Rokok (terutama kretek) -Tar yang dikandung oleh rokok merupakan bahan karsinogen 2. penyebaran umumnya limfogen -Sensitif sedang terhadap radioterapi . krom. berilium. arsen. nikel.

takikardi. respon kurang terhadap radioterapi Karsinoma sel kecil -Sekitar 10-15%. sering asimptomatik -Berhubungan dengan parut di parenkim paru (tidak berhubungan dengan kebiasaan merokok) -Pertumbuhan lambat. soliter. menyebabkan sindroma karsinoid (muka merah. tetapi cepat residif -Paling ganas Karsinoma sel besar -Sekitar 5%. agresif. produksi hormon. cepat metastasis Adenoma (karsinoid bronkus) -Lokasi di mukosa bronkus besar -Bentuk polipoid atau plak. radiologis/bronkoskop negatif Tumor < 3cm. pria lebih banyak -Termasuk kelompok APUD-omas (sindroma neoplastik) -Ada hubungan dengan rokok -Letak terutama di sentral. dikelilingi jaringan paru/pleura viseralis. wanita lebih banyak -Terutama di perifer. agresif. pria lebih banyak -Letak perifer. umur muda. invasi tidak sampai bronkus lobus (belum sampai bronkus utama) Setiap tumor dengan : -garis tengah > 3 cm .Adenokarsinoma -Sekitar 10-25%. diare) SISTEM TNM (AJCC/IUCC 1992) Tx T1 T2 T3 T4 N1 N2 N3 M1 Sitologis positif. sentrifugal (efusi pleura) -Sensitif kemoterapi. cepat metastasis -Biasanya ditemukan dalam stadium inoperabel -Sensitif radioterapi dan kemoterapi. banyak mengandung pembuluh darah -Invasi ke peribronkial : Collar button lesion -Termasuk kelompok APUD-omas.

leher. pleura (pl). T4 N semua Mo T semua N semua M1 GAMBARAN KLINIK -Stadium awal : tidak menimbulkan gejala klinis yang khas -Sekitar 25% penderita ditemukan secara kebetulan.-mengenai bronkus utama sejauh 2 cm/lebih distal dari karina -mengenai pleura viseralis -berhubungan dengan atelektasis. lengan dan sindroma Horner (enoftalmus ipsilateral. trakea. karina atau tumor yang disertai efusi pleura malignant KGB peribronkial dan atau hilus ipsilateral. T3 N2 Mo T semua N3 Mo. menyebabkan efusi pleura : sesak napas. miosis) disertai anhidrosis yang melibatkan saraf simpatis Akibat pertumbuhan neoplastik . kulit (ski). difragma. T2 N1 Mo T1 N2 Mo. KGB skalenus dan supraklavikular ipsilateral/kontralateral Metastasis jauh M1 : Paru (pul). T2 N2 Mo. apeks lobus superior. korpus vertebra. sumsum tulang (mar). KGB (lym). hepar (hep). T3 No Mo T3 N1 Mo. otak (bra). lain-lain (oth) STADIUM / STAGE (AJCC/UICC) Stadium Interpretasi Occult Stadium 0 Stadium I Stadium II Stadium IIIA IIIB Stadium IV Tx No Mo Tis No Mo T1 No Mo. tanpa simptom -Tumor yang meluas sentrifugal. pleura mediastinalis. perikardium. tetapi belum seluruh paru Tumor dengan segala ukuran dengan perluasan ke dinding dada. berhubungan dengan atelektasis atau pneumonitis obstruktif seluruh paru Tumor berbagai ukuran yang melibatkan mediastinum. tulang (oss). termasuk perluasan tumor secara langsung KGB mediastinum dan atau subkarina ipsilateral KGB hilus dan mediastinum kontralateral.II dan vertebra servikal sehingga timbul rasa sakit bahu. dapat menekan pleksus brakialis. esofagus. ptosis. T2 No Mo T1 N1 Mo. nyeri dada -Sebagian besar penderita kanker paru ditemukan dalam stadium lanjut Pancoast Tumor : tumor di perifer. pembuluh besar. peritoneum (per). tumor di bronkus utama < 2 cm distal karina. erosi iga I. jantung. pneumonitis obstruktif yang meluas ke hilus.

hemoptoe jarang -Resistensi tubuh rendah (gangguan faal. BT. n. trombosis arterial Anemia. jenis sel fosfatase lindi. termasuk status penampilan -Kelainan yang terlihat -Pemeriksaan dada dan paru -Tanda penyebaran tumor ke alat tubuh lain 3. stridor -Saraf : nyeri. faktor pembekuan. sitologi 4. kadar kalisium darah -Pemeriksaan cairan pleura : jumlah sel. n. n. polimiositis ensefalomielopati Jari tabuh.rekurens (disfoni. Pemeriksaan fisis -Keadaan umum. infiltrasi ke sekitar -Vena cava superior : sindroma vena cava superior -Esofagus : disfagi -Trakea : dispnea.frenikus (paralise diafragma). Pemeriksaan laboratorium -Darah rutin. CT -Sitologi sputum -Pemeriksaan faal hati. osteoarthropati hipertropik Akantosis nigrikans. polisitemia DIAGNOSIS 1. hiperkalsemia Miopati. trombosit. neuropati Sindroma paraneoplastik Metabolik Neuromuskuler Skeletal Dermatologik Vaskuler Hematologik Sindroma cushing. sklerodem.-Iritasi dan gangguan mekanik : batuk. retensi lendir bronkus): pneumonitis berulang. neuropati. paralise pita suara). Anamnesis 2. abses paru -Lanjut : obstruksi bronkus : sesak neapas Akibat penekanan.brakialis (sindroma pleksus brakialis) Metastasis -Pembesaran KGB -Gejala metastasis di organ jauh Kelainan yang belum jelas sebabnya -Generalized hypertrophic osteoarthropathy -Trombosis perifer berulang. lateral. oblik . ginjal. dermatomiositis Tromboflebitis migrans. kelebihan hormon ADH. miastenia. Pemeriksaan Radiologis -Thoraks foto PA.

Pemeriksaan sitologis dan histopatologis TERAPI Pengobatan tergantung : -Jenis histoligis. faal paru. infiltrasi dinding -Perubahan lumen bronkus : stenosis. Punksi dan biopsi pleura 10. stadium). faal jantung dan organ lain Pembedahan Sifat Operasi Tindakan Pembedahan Pengang-katan tumor Diseksi KGB sempurna Metastasis kelenjar sisa Kuratif -Absolut -Relatif Nonkuratif -Absolut -Relatif + + + + + + + + + - . bila tumor terletak di perifer 6. Mediastinoskopi 9. USG. status penampilan penderita -Umur.-Fluoroskopi : gerakan diafragma -Tomogram : pembesaran KGB hilus/mediastinum -Metastasis jauh : bone survey. liver scanning. CT scan. derajat (stage. Biopsi transbronkial -Bila tumor letak perifer. bone scanning. obstruksi -Tak ada kelainan. MRI 5. Pemeriksaan Bronkoskopi Kelainan yang mungkin ditemukan : -Kelainan dinding bronkus : tumor intrabronkial. dilakukan melalui bronkoskop dengan sinar tembus 7. Biopsi transtorakal 8.

status penampilan buruk.5% -Adenokarsinoma : 10 -12% -Karsinoma sel kecil : 1-2% -Karsinoma sel besar : 2-5% -Mixed : 5-10% PNEUMONEKTOMI Pendahuluan -Dupuytren dan Astley Cooper (abad ke-19) : empyema -Nissen (1931) : pneumonektomi pertama kali pd anak umur 12 tahun -E. Tumor : jinak/ganas . atasi sind. perdarahan Radioterapi Kuratif : inoperabel (tumor di bronkus utama. vena cava superior. Adriam 27mg. kecuali jenis sel kecil Paliatif : reduksi tumor sehingga radioterapi/kemoterapi lebih efektif : mengurangi obstruksi. Bronkhiektasis 2.+ + Kuratif : pada stadium I. hemoptoe Ajuvant : pasca reseksi kuratif (bila radikalitas diragukan) -Untuk karsinoma sel kecil -Kontra indikasi : -faal paru buruk -massa tumor terlalu besar -metastasis jauh Kemoterapi Paliatif : telah metastasis ke luar paru Ajuvant : bedah atau radiasi kuratif Kombinasi : -hari 1 : Cycloph 333mg. Nimustine 33mg/m2/iv -hari 1 dan 5 : Cisplatinum 25mg/bolus -hari 3 dan 5 : Methotrexate 27mg/m2/iv PROGNOSIS -Ketahanan hidup 1 tahun 20%.H. batuk. Tuberkulosis 3. Pancoast. 5 tahun <10% -Karsinoma epidermoid : ketahanan hidup 5 tahun 5-7. tekanan mekanis. dinding dada). menolak operasi) Paliatif : mengurangi nyeri (metastasis tulang. sind.Graham (1933) : pertama kali pd orang dewasa Bentuk Operasi -Lobektomi : pengangkatan sbg lobus -Reseksi segmental -Pneumonektomi : pengangkatan paru secara total Indikasi Pneumonektomi Tergantung apakah kelainan tsb melibatkan paru secara luas atau tidak 1.

dinding dada. Penyempitan akibat inflamasi atau trauma 5. kelebihan cairan.4. Trombus -Akibat kerusakan intima atau ruptur pada jahitan pembuluh darah — jadi gunakan jahitan kontinu 4.laringeus rekuren dan n. Perdarahan postoperatif 3. Insifisiensi respiratory -Pada preoperatif terlebih dahulu periksa apakah penderita dapat mentoleransi penurunan fungsi paru selama operasi Postoperatif 1. bronkiektasis.phrenikus 8. Pneumonektomi radikal -Disertai pengangkatan kelenjar limfe mediastinalis ipsilateral 3. Perdarahan -Akibat laserasi arteri pulmonalis atau cabang-cabangnya — jadi identifikasi terlebih dahulu 2. Obstruksi jalan napas -Kesalahan pemasangan endotrakeal tube — terlebih dahulu lakukan bronkoskopi dan pemakaian single lumen tube 3. Simple atau standar pneumonektomi -Reseksi paru. fistula bronkhopleural 4. jamur. keganasan yg tidak melibatkan kelenjar limfe regional 2. Parese n. Infeksi luka operasi . Empyema 6. diafragma Pendekatan Operasi 1. Extended pneumonektomi -Disertai dgn struktur sekitar yg terlibat. bronkopulmoner sequestrasi. Kegagalan pernapasan -Perpanjangan efek anastesi. ventilasi mekanis. tapi tidak mencakup diseksi KGB regional -Misal pada : destroyed lung. abses paru. misal : reseksi perikardium. atrium. brokopulmoner sequestrasi Teknik 1. transfusi multiple. Insisi transversal anterolateral Rienhoff 2. Fistula esofagopleural 7. Insisi posterolateral Komplikasi Pneumonektomi Intraoperatif 1. Lain-lain : abses. Herniasi jantung -Akibat adanya defek pada perikardium 5. Fistula bronkhopleural -Akibat adanya infeksi atau penutupan bronkhial/ struktur hilus tidak sempurna 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful