ASKEP CA OVARIUM

Posted on March 30, 2011 by ainicahayamata ASKEP CA OVARIUM A. Pengertian Kanker Indung telur atau Kanker ovarium adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur) yang paling sering ditemukan pada wanita berusia 50 – 70 tahun. Kanker ovarium bisa menyebar ke bagian lain, panggul, dan perut melalui sistem getah bening dan melalui sistem pembuluh darah menyebar ke hati dan paru-paru. Kanker ovarium sangat sulit didiagnosa dan kemungkinan kanker ovarium ini merupakan awal dari banyak kanker primer. (Wingo, 1995)

B. Etiologi Penyebab kanker ovarium belum diketahui secara pasti. Akan tetapi banyak teori yang menjelaskan tentang etiologi kanker ovarium, diantaranya: 1. Hipotesis incessant ovulation Teori menyatakan bahwa terjadi kerusakan pada sel-sel epitel ovarium untuk penyembuhan luka pada saat terjadi ovulasi. Proses penyembuhan sel-sel epitel yang terganggu dapat menimbulkan proses transformasi menjadi sel-sel tumor. 2. Hipotesis androgen Androgen mempunyai peran penting dalam terbentuknya kanker ovarium. Hal ini didasarkan pada hasil percobaan bahwa epitel ovarium mengandung reseptor androgen. Dalam percobaan in-vitro, androgen dapat menstimulasi pertumbuhan epitel ovarium normal dan sel-sel kanker ovarium. C. Faktor Risiko 1. Diet tinggi lemak 2. Merokok 3. Alkohol 4. Penggunaan bedak talk perineal 5. Riwayat kanker payudara, kolon, atau endometrium 6. Riwayat keluarga dengan kanker payudara atau ovarium

7. Nulipara 8. Infertilitas 9. Menstruasi dini 10. Tidak pernah melahirkan

D. Tanda & Gejala Gejala umum bervariasi dan tidak spesifik. Pada stadium awal berupa : 1. Haid tidak teratur 2. Ketegangan menstrual yang terus meningkat 3. Menoragia 4. Nyeri tekan pada payudara 5. Menopause dini 6. Rasa tidak nyaman pada abdomen 7. Dispepsia 8. Tekanan pada pelvis 9. Sering berkemih 10. Flatulenes 11. Rasa begah setelah makan makanan kecil 12. Lingkar abdomen yang terus meningkat E. Stadium Stadium kanker ovarium primer menurut FIGO (Federation InternationalofGinecologies and Obstetricians ) 1987, adalah : STADIUM I –> pertumbuhan terbatas pada ovarium 1. Stadium 1a : pertumbuhan terbatas pada suatu ovarium, tidak ada asietas yang berisi sel ganas, tidak ada pertumbuhan di permukaan luar, kapsul utuh. 2. Stadium 1b : pertumbuhan terbatas pada kedua ovarium, tidak asietas, berisi sel ganas, tidak ada tumor di permukaan luar, kapsul intak.

3. Stadium 1c : tumor dengan stadium 1a dan 1b tetapi ada tumor dipermukaan luar atau kedua ovarium atau kapsul pecah atau dengan asietas berisi sel ganas atau dengan bilasan peritoneum positif. STADIUM II –> Pertumbuhan pada satu atau dua ovarium dengan perluasan ke panggul 1. Stadium 2a : perluasan atau metastasis ke uterus dan atau tuba 2. Stadium 2b : perluasan jaringan pelvis lainnya 3. Stadium 2c : tumor stadium 2a dan 2b tetapi pada tumor dengan permukaan satu atau kedua ovarium, kapsul pecah atau dengan asitas yang mengandung sel ganas dengan bilasan peritoneum positif.

STADIUM III –> tomor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant di peritoneum di luar pelvis dan atau retroperitoneal positif. Tumor terbatas dalam pelvis kecil tetapi sel histologi terbukti meluas ke usus besar atau omentum. 1. Stadium 3a : tumor terbatas di pelvis kecil dengan kelenjar getah bening negatif tetapi secara histologi dan dikonfirmasi secara mikroskopis terdapat adanya pertumbuhan (seeding) dipermukaan peritoneum abdominal. 2. Stadium 3b : tumor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant dipermukaan peritoneum dan terbukti secara mikroskopis, diameter melebihi 2 cm, dan kelenjar getah bening negativ. 3. . Stadium 3c : implant di abdoment dengan diameter > 2 cm dan atau kelenjar getah bening retroperitoneal atau inguinal positif. STADIUM IV –> pertumbuhan mengenai satu atau kedua ovarium dengan metastasis jauh. Bila efusi pleura dan hasil sitologinya positif dalam stadium 4, begitu juga metastasis ke permukaan liver.

F. Penegakan Diagnosa Medis Sebagian besar kanker ovarium bermula dari suatu kista. Oleh karena itu, apabila pada seorang wanita ditemukan suatu kista ovarium harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah kista tersebut bersifat jinak atau ganas (kanker ovarium). Ciri2 kista yang bersifat ganas yaitu pada keadaan :

Ø Kista cepat membesar

Ø Kista pada usia remaja atau pascamenopause Ø Kista dengan dinding yang tebal dan tidak berurutan Ø Kista dengan bagian padat Ø Tumor pada ovarium Pemeriksaan lanjutan untuk memperkuat dugaan ke arah kanker ovarium seperti : Ø USG dengan Doppler untuk menentukan arus darah Ø Jika diperlukan, pemeriksaan CT-Scan/ MRI Ø Pemeriksaan tumor marker seperti Ca-125 dan Ca-724, beta – HCG dan alfafetoprotein Semua pemeriksaan diatas belum bisa memastikan diagnosis kanker ovarium, akan tetapi hanya sebagai pegangan untuk melakukan tindakan operasi. G. Penatalaksanaan Sebagian besar kanker ovarium memerlukan pengobatan dengan kemoterapi. Hanya kanker ovarium stadium awal saja (stadium 1a dan 1b dengan derajat diferensiasi sel yang baik/sedang) yang tidak memerlukan kombinasi pengobatan. Kemoterapi diberikan sebanyak 6 seri dengan interval 3 – 4 minggu sekali dengan melakukan pemantauan terhadap efeh samping kemoterapi secara berkala terhadap sumsum tulang, fungsi hati, fungsi ginjal, sistem saluran cerna, sistem saluran cerna, sistem saraf dan sistem kardiovaskuler. Penatalaksanaan yang sesuai dengan stadium yaitu :
  

Operasi (stadium awal) Kemoterapi (tambahan terapi pada stadium awal) Radiasi (tambahan terapi untuk stadium lanjut

H. Asuhan Keperwatan 1. Pengkajian 1. Data diri klien Data biologis/fisiologis –> keluhan utama, riwayat keluhan utama 1. 2. 3. 4. 5. 6. Riwayat kesehatan masa lalu Riwayat kesehatan keluarga Riwayat reproduksi –> siklus haid, durasi haid Riwayat obstetric –> kehamilan, persalinan, nifas, hamil Pemeriksaan fisik Data psikologis/sosiologis–> reaksi emosional setelah penyakit diketahui

2. Diagnosa Keperawatan

1. Nyeri akut b.d agen cidera biologi 2. Perubahan citra tubuh dan harga diri b.d perubahan dalam penampilan fungsi dan peran 3. Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual b.d perubahan struktur atau fungsi tubuh, perubahan kadar hormone 4. Ketidakefektifan pola nafas b/d penurunan ekspansi paru karena desakan diafragma, bendungan cairan pleura 3.Tujuan dan Intervensi Diagnosa 1 : Nyeri akut b.d agen cidera biologi Defenisi : Pengalaman emosional dan sensori yang tidak menyenangkan yang muncul dari kerusakan jaringan secara secara aktual dan potensial atau menunjukkan adanya kerusakan. Serangan mendadak atau perlahan dari intensitas ringan sampai berat yang diantisipasi atau diprediksi durasi nyeri kurang dari 6 bulan. Batasan Karakteristik :
           

Melaporkan nyeri secara verbal dan non verbal Tingkah laku berhati hati Muka topeng Gangguan tidur Fokus pada diri sendiri Fokus menyempit (penurunan persepsi waktu,kerusakan proses berfikir,penurunan interaksi dengan orang dan lingkungan) Tingkah laku distraksi(jalan jalan, menemui orang,aktifitas berulang ) Respon otonom(diaphoresis, perubahan tekanan darah ,perubahan napas nadi,dilatasi pupil) Perubahan otonom dalm dalam tonus otot (dalam rentang lemah ke kaku) Tingkah laku ekspresif(gelisah merintih,menangis,waspada iritabel,napas panjang mengeluh Perubahan dalam nafsu makan Fakta dari observasi

Faktor yang Berhubungan :

Agen injuri (biologis, kimia, fisik, psikologis)

NOC:
  

Pain level Pain control Comfort level

Intervensi :
  

Manajemen nyeri Pemberian Analgesik Pemberian obat penenang

NIC MANAJEMEN NYERI Defenisi: pengurangan rasa nyeri serta peningkatan kenyamanan yang bisa diterima oleh pasien Aktivitas:
     

        

   

  

Lakukan penilaian nyeri secara komprehensif dimulai dari lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas dan penyebab. Kaji ketidaknyamanan secara nonverbal, terutama untuk pasien yang tidak bisa mengkomunikasikannya secara efektif Pastikan pasien mendapatkan perawatan dengan analgesic Gunakan komunikasi yang terapeutik agar pasien dapat menyatakan pengalamannya terhadap nyeri serta dukungan dalam merespon nyeri Pertimbangkan pengaruh budaya terhadap respon nyeri Tentukan dampak nyeri terhadap kehidupan sehari-hari (tidur, nafsu makan, aktivitas, kesadaran, mood, hubungan sosial, performance kerja dan melakukan tanggung jawab sehari-hari) Evaluasi pengalaman pasien atau keluarga terhadap nyeri kronik atau yang mengakibatkan cacat Evaluasi bersama pasien dan tenaga kesehatan lainnya dalam menilai efektifitas pengontrolan nyeri yang pernah dilakukan Bantu pasien dan keluarga mencari dan menyediakan dukungan. Gunakan metoda penilaian yang berkembang untuk memonitor perubahan nyeri serta mengidentifikasi faktor aktual dan potensial dalam mempercepat penyembuhan Tentukan tingkat kebutuhan pasien yang dapat memberikan kenyamanan pada pasien dan rencana keperawatan Menyediakan informasi tentang nyeri, contohnya penyebab nyeri, bagaimana kejadiannya, mengantisipasi ketidaknyamanan terhadap prosedur Kontrol faktor lingkungan yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada pasien (suhu ruangan, pencahayaan, keributan) Mengurangi atau menghapuskan faktor-faktor yang mempercepat atau meningkatkan nyeri (spt:ketakutan, fatique, sifat membosankan, ketiadaan pengetahuan) Mempertimbangkan kesediaan pasien dalam berpartisipasi, kemampuannya dalam berpartisipasi, pilihan yang digunakan, dukungan lain dalam metoda, dan kontraindikasi dalam pemilihan strategi mengurangi nyeri Pilihlah variasi dari ukuran pengobatan (farmakologis, nonfarmakologis, dan hubungan atar pribadi) untuk mengurangi nyeri Pertimbangkan tipe dan sumber nyeri ketika memilih metoda mengurangi nyeri Mendorong pasien dalam memonitor nyerinya sendiri Ajari untuk menggunakan tehnik non-farmakologi (spt: biofeddback, TENS, hypnosis, relaksasi, terapi musik, distraksi, terapi bermain, acupressure, apikasi hangat/dingin, dan pijatan ) sebelum, sesudah dan jika memungkinkan, selama puncak nyeri , sebelum nyeri terjadi atau meningkat, dan sepanjang nyeri itu masih terukur. Kolaborasikan dengan pasien dan tenaga kesehatan lainnya untuk memilih dan mengimplementasikan metoda dalam mengatasi nyeri secara non-farmakologi. Menyediakan analgesic yang dibutuhkan dalam mengatasi nyeri Menggunakan Patient-Controlled Analgesia (PCA)

menurut agen protokol Monitor TTV sebelum dan sesudah pemberian obat narkotik dengan dosis pertama atau jika ada catatan luar biasa. rute pemberian dan dosis optimal. serta melibatkan pasien dalam pemilihan tersebut Tentukan jenis analgesic yang digunakan (narkotik. Memberikan perawatan yang dibutuhkan dan aktifitas lain yang memberikan efek relaksasi sebagai respon dari analgesi . dosis. dan hal lain yang mendukung dalam proses manajemen nyeri Menyediakan informasi yang akurat untuk meningkatkan pengetahuan keluarga terhadap respon nyeri Menyertakan keluarga dalam mengembangkan metoda mengatasi nyeri Monitor kepuasan pasien terhadap manajemen nyeri ynag diberikan dalam interval yang ditetapkan. jika mungkin Hindari pemberian narkotik dan obat terlarang lainnya. Tentukan analgesic yang cocok. tapi evaluasi resiko pemberian obat penenang Pastikan pretreatmen strategi analgesi dan/ non-farmakologi sebelum prosedur nyeri hebat Kaji tingkat ketidaknyamanan bersama pasien. Utamakan pemberian secara IV dibanding IM sebagai lokasi penyuntikan. mutu. dan dosis. non narkotik atau NSAID) berdasarkan tipe dan tingkat nyeri. dan frekuensi yang ditentukan analgesic Cek riwayat alergi obat Mengevaluasi kemampuan pasien dalam pemilihan obat penghilang sakit. karakteristik. dan intensitas nyeri sebelum mengobati pasien Periksa order/pesanan medis untuk obat. rute. PEMBERIAN ANALGESIC Defenisi: menggunakan agen farmakologi untuk mengurangi nyeri Akatifitas:           Menentukan lokasi . keluarga. catat perubahan dalam catatan medis dan informasikan kepada tenaga kesehatan yang lain Evaluasi efektifitas metoda yang digunakan dalam mengontrol nyeri secara berkelanjutan Modifikasi metode kontrol nyeri sesuai dengan respon pasien Anjurkan untuk istirahat/tidur yang adekuat untuk mengurangi nyeri Dorong pasien untuk mendiskusikan pengalamannya terhadap nyeri Beritahu dokter jika metoda yang digunakan tidak berhasil atau jika ada komplain dari pasien mengenai metoda yang diberikan Informasikan kepada tenaga kesehatan yang lain/anggota keluarga tentang penggunaan terapi non-farmakologi yang akan digunakan oleh pasien Gunakan pendekatan dari berbagai disiplin ilmu dalam manajemen nyeri Mempertimbangkan pasien.              Gunakan cara mengontrol nyeri sebelum menjadi menyakitkan (puncak nyeri) Pengobatan sebelum beraktivitas untuk meningkatkan partisipasi .

catat efek yang merugikan Mengevaluasi dan mendokumentasikan tingkat pemberian obat penenang pada pasien yang menerima opioids Tindakan pesawat untuk mengurangi efek merugikan dari analgesic (contoh : konstipasi dan iritasi lambung) Kolaborasikan dengan dokter jika terjadi perubahan obat. Kaji perasaan klien tentang citra tubuh dan tingkat harga diri Berikan dorongan untuk keikutsertaan kontinyu dalam aktifitas dan pembuatan keputusan Berikan dorongan pada klien dan pasangannya untuk saling berbagi kekhawatiran tentang perubahan fungsi seksual dan menggali alternatif untuk ekspresi seksual yang lazim Diagnosa 3 : Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual b. atau interval. perubahan pada respons individu . depresi. terutama dengan nyeri yang menjengkelkan Set harapan positif mengenai efektivitas obat analgesic untuk mengoptimalkan respons pasien Mengurus adjuvant analgesic dan/atau pengobatan ketika memerlukan tindakan tanpa rasa sakit Mempertimbangkan penggunaan infus secara terus menerus. mual muntah.d perubahan dalam penampilan fungsi dan peran Tujuan : KLien Intervensi : dapat memperbaiki persepsi citra tubuh dan harga dirinya.d perubahan struktur atau fungsi tubuh. terutama sekali opioids(karena resiko kecanduan tinggi) Mengevaluasi efektivitas analgesic pada interval tertentu. baik sendiri atau bersama dengan pil opioids.              Cek pemberian analgesic selama 24 jam untuk mencegah terjadinya puncak nyeri tanpa rasa sakit. untuk memelihara tingkatan serum Lakukan tindakan pengamanan pada pasien dengan obat analgesic narkotik Instruksikan untuk menggunakan pengobatan PRN sebelum nyeri bertambah Menginformasikan individu yang mendapatkan analgesic narkotika. dosis. strategi ke menurunkan efek samping. pengamatan juga diakukan melihat adanya tanda dan gejala buruk atau tidak menguntungkan ( berhubungan dengan pernapasan.bahwa pasien akan merasa mengantuk hingga 2 sampai 3 hari kemudian kembali normal Mengkaji pengetahuan pasien atau anggota keluarga mengenai analgesic. rute pemberian. – Mengidentifikasi kepuasan/ praktik seksual yang diterima dan beberapa alternatif cara mengekspresikan keinginan seksual Intervensi: Mendengarkan pernyataan klien dan pasangan Diskusikan sensasi atau ketidaknyamanan fisik. perubahan kadar hormon Tujuan : -KLien menyatakan paham tentang perubahan struktur dan fungsi seksual. dan harapan untuk keterlibatan dalam membuat keputusan dalam manajemen nyeri Diagnosa 2 : Perubahan citra tubuh dan harga diri b. serta membuat rekomendasi spesifik berdasar pada prinsip equianalgesic Mengajari tentang penggunaan analgesic. mulut kering dan konstipasi) Dokumentasikan respon pasien tentang analgesic. terutama setelah dosis awal.

Kaji informasi klien dan pasangan tentang anatomi/ fungsi seksual dan pengaruh prosedur pembedahan Identifikasi faktor budaya/nilai budaya Bantu klien untuk menyadari atau menerima tahap berduka Dorong klien untuk menyadari atau menerima tahap berduka Dorong klien untuk berbagi pikiran/masalah dengan orang terdekatnya Berikan solusi masalah terhadap masalah potensial. ex : menunda koitus seksual saat kelelahan Diagnosa 4:Ketidakefektifan pola nafas b/d penurunan ekspansi paru karena desakan diafragma. Status Respirasi : Ventilasi Defenisi : Pergerakan udara masuk dan keluar dari paru Indikator               Rata-rata Pernafasan dalam rentang yang diharapkan Irama pernafasan dalam rentang yang diharapkan Kedalaman pernafasan Ekspansi dada yang simetris Mudah bernafas Pengeluaran sputum keluar dari jalan nafas Keadekuatan vocal Ekpulsi udara Tidak ada penggunaan otot-otot bantu pernafasan Tidak ada bunyi nafas Tidak ada retraksi dada Tidak ada nafas pendek Auskultasi bunyi pernafasan dalam rentang yang diharapkan Tidak ada dipnea 2. bendungan cairan pleura Defenisi: inspirasi dan atau ekspirasi yang tidak menyediakan ventilasi yang adekuat NOC 1. Status Pernapasan: Kepatenan Jalan Napas Definisi: Saluran trakheobronkial tetap terbuka Indikasi .

gunakan teknik chin lift atau jaw thrust (dagu diangkat atau rahang ditinggikan) sesuai dengan kebutuhan Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi Identifikasi kebutuhan pasien akan insersi jalan nafas actual Masukkan jalan nafas melalui mulut atau nasofaring . dalam.sesuai dengan kebutuhan Lakukan fisioterapi dada sesuai dengan kebutuhan Bersihkan secret dengan menganjurkan batuk atau dengan menggunakan penghisapan Dukung untuk bernafas pelan.       Demam tidak ada Ansietas tidak ada Sesak tidak ada Frekuensi napas IER* Irama napas IER Keluaran sputum dari jalan napas Tidak ada suara napas tambahan 3. pemantauan tanda-tanda vital Defenisi: pengumpulan dan analisis data dari system kardiovaskuler. Manajemen jalan nafas Defenisi: memfasilitasi kepatenan jalan nafas Aktivitas:             Buka jalan nafas. nadi. system pernapasan. berbalik. Aktifitas: . Status tanda tanda vital Defenisi : temperatur. dan tekanan darah berada dalam rentang normal Indikator       Suhu Frekuensi Frekuensi Frekuensi napas TD sistolik TD diastolik NIC 1. dan batuk Instruksikan bagaimana batuk efektif Berikan bronkodilator sesuai dengan kebutuhan Berikan pengobatan aerosol sesuai dengan kebutuhan Atur posisi untuk mengurangi dipsnea Pantau status pernapasan dan oksigenasi sesuai dengan kebutuhan 2. suhu tubuh untuk menentukan dan mencegah terjadinya komplikasi.

Monitor pola pernafasan yang abnormal. dan sesudah melakukan kegiatan. Monitor jumlah dan kualitas denyut nadi. selama.            Monitor tekanan darah. Ambil denyut nadi apical dan radial secara bersamaan dan catat perbedaannya. Kanker ovarium sebenarnya merupakan sekelompok tumor yang berbeda yang timbul dari beragam jenis jaringan yang terkandung dalam ovarium . Monitor luas dan sempit tekanan darah. Monitor tekanan darah ketika pasien berbaring. Definisi Kanker epitel ovarium atau dikenal dengan kanker indung telur yang berasal dari sel epitel. http://ainicahayamata. Kasus lainnya adalah jenis yang jarang terjadi dari kanker ovarium yaitu kanker yang berkembang dari sel – sel pembentuk telur kuman atau dari jaringan pendukung (stroma) dari organ jinak (nonkanker) tumor dan kista juga ditemukan di ovarium dan jauh lebih umum daripada kanker ovarium. Monitor adanya laporan tanda dan gejala dari hipotermi dan hipertermi. Melalui pembuluh darah. B.wordpress. kanker bisa menyebar ke hati dan paru-paru. denyut nadi. nadi. KGB. Klasifikasi Jenis kanker ovarium meliputi: . ovarium 0 A. Monitor tekanan darah. Monitor irama dan kecepatan jantung. dan pernafasan sebelum. suhu tubuh dan status pernapasan Catat arah dan luas ketidaktetapan tekanan darah. dan berdiri Auskultasi tekanan darah dikedua lengan dan bandingkan. Jenis yang paling umum kanker ovarium muncul dari epitel sel (lapisan luar sel) dari permukaan ovarium. Monitor adanya sianosis.com/2011/03/30/askep-ca-ovarium/ Asuhan Keperawatan Kanker Ovarium Posted: 18 November 2011 in Kumpulan Askep Tag:Kanker.duduk. Kanker ovarium bisa menyebar secara langsung ke daerah di sekitarnya dan melalui sistem getah bening bisa menyebar ke bagian lain dari panggul dan perut. Kanker Indung Telur (Kanker Ovarium) adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur).

Kanker ovarium paling banyak ditemui adalah tumor epitel. ascites (-) Kriteria I A / I B disertai 1 > lebih keadaan sbb : 1. 3. kapsul utuh. II A II B II C Mengenai permukaan luar ovarium Kapsul ruptur Ascites (+) Stadium II perluasan pada rongga pelvis Mengenai uterus / tuba fallopi / keduanya Mengenai organ pelvis lainnya Kriteria II A / II B disertai 1 / > keadaan sbb : 1. Kanker yang dimulai dalam sel yang memproduksi telur. kapsul utuh. Makroskopis mengenai intraperitoneal diameter > 2 cm . 3. Disebut tumor stroma. 1. 2. ovarium kanker ini cenderung terjadi pada wanita muda. Disebut tumor sel germinal. Klasifikasi stadium kanker ovarium berdasarkan FIGO (International Federation of Gynecology and Obstetrics Stadium I terbatas pada 1 / 2 ovarium IA IB IC Mengenal 1 ovarium. KGB (-) 1.1. ascites (-) Mengenai 2 ovarium. Kanker yang dimulai dalam sel-sel memproduksi hormon-kanker ini. Meluas mengenai KGB dan / 2. mulai dalam jaringan ovarium yang menghasilkan hormon estrogen. progesteron dan testosteron. kanker ini dimulai pada lapisan tipis jaringan yang menutupi bagian luar ovarium. 3.. 2. Mengenai permukaan ovarium Kapsul ruptur Ascites (+) Stadium III kanker meluas mengenai organ pelvis dan intraperitoneal III A Makroskopis : terbatas 1 / 2 ovarium Mikroskopis : mengenai intraperitoneal III B III C Makroskopis : mengenai intraperitoneal diameter < 2 cm. 2. Disebut tumor epitel.

di mana mereka kemudian berkembang biak. operasi debulking. dan bagian transdiaphragmatic. implantasi intraperitoneal. Obat kesuburan Pernah menderita kanker payudara Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara dan/atau kanker ovarium Riwayat keluarga yang menderita kanker kolon. invasi limfatik. kanker dimulai ketika selsel sehat mengalami mutasi genetik yang mengubah sel normal menjadi sel abnormal. 4. Sel sehat tumbuh dan berkembang biak pada tingkat yang ditetapkan. penyebaran hematogen secara klinis yang tidak biasa pada awal proses penyakit. Derajat 1 : differensiasi baik Derajat 2 : differensiasi sedang Derajat 3 : differensiasi buruk Dengan derajat differensiasi semakin rendah pertumbuhan dan prognosis akan lebih baik. D. Patofisiologi Kebanyakan teori patofisiologi kanker ovarium meliputi konsep yang dimulai dengan dedifferentiation dari sel-sel yang melapisi ovarium. Adanya akumulasi sel abnormal akan membentuk suatu massa (tumor). dan mereka tidak mati. Faktor resiko tejadinya kanker ovarium adalah: 1. wanita yang kehamilan pertamanya terjadi di usia dini dan wanita yang memakai pil KB. penyebaran hematogen. Etiologi Tidak jelas apa yang menyebabkan kanker ovarium. Sebaliknya. sel-sel ini dapat dimasukkan ke dalam ovarium. Seperti dibahas selanjutnya.Derajat keganasan kanker ovarium 1. Secara umum. Karsinoma ovarium bisa menyebar dengan ekstensi lokal. . dan administrasi kemoterapi intraperitoneal. Selama ovulasi. Penyebaran intraperitoneal adalah karakteristik yang paling umum dan diakui dari kanker ovarium. 3. 2. akhirnya mati pada waktu yang ditetapkan. mekanisme penyebaran mewakili pemikiran untuk melakukan pementasan bedah. C. Selsel ganas dapat implan di mana saja dalam rongga peritoneal tetapi lebih cenderung untuk menanamkan di situs statis sepanjang sirkulasi cairan peritoneum. Kanker ovarium biasanya menyebar ke permukaan peritoneum dan omentum. 3. Efek perlindungan terhadap kanker ovarium ditemukan pada wanita yang memiliki banyak anak. prostat dan rahim (menunjukkan adanya sindroma Lynch II). meskipun tidak jarang terjadi pada pasien dengan penyakit lanjut. Sel kanker menginvasi jaringan terdekat dan dapat pecah dari tumor awal untuk menyebar ke tempat lain dalam tubuh (metastasis). Sel-sel kanker tumbuh dan berkembang di luar kendali. 2. paru-paru.

Kunci utama untuk memahami kanker ovarium adalah tanda-tanda dan gejala yang terus memburuk. merasa kenyang. biasanya fluktuatif.E. Gejala tersebut meliputi gangguan pencernaan. 2. Seorang wanita dengan kanker ovarium dapat didiagnosis dengan cara membandingkan dengan kondisi lain sebelum akhirnya memahami dia menderita kanker. bengkak atau kembung Urinary urgensi Rasa tidak nyaman atau sakit panggul Mual Sembelit Sering buang air kecil Kehilangan nafsu makan atau cepat merasa kenyang Peningkatan ketebalan perut atau pakaian ketat pas di pinggang Anda Sakit saat hubungan seksual (dispareunia) Kekurangan energy Punggung sakit Perubahan menstruasi Panggul terasa berat Perdarahan pervaginam Ovarium yang membesar pada wanita pasca menopause bisa merupakan pertanda awal dari kanker ovarium. 3. Nyeri perut 3. Pembesaran perut XXXX Frekuensi Relatif 2. dan secara bertahap memburuk. anemia dan berat badannya menurun. Manifestasi Klinis Gejala kanker ovarium tidak spesifik dan lebih mirip gejala-gejala umum seperti gejala gangguan pencernaan atau kandung kemih. Gangguan buang air kecil/besar XXX XX XX . Pada saat ini penderita mungkin akan merasakan nyeri panggul. 7. 14. 6. 8. Studi terbaru menunjukkan bahwa wanita dengan kanker ovarium lebih mungkin dibandingkan perempuan lain untuk secara konsisten mengalami gejala berikut: 1. Kanker ovarium. 12. 9. Gejala dan tanda klinis dari KO yang biasa dijumpai adalah sebagai berikut: Tanda dan Gejala 1. yang cenderung untuk datang dan hilang atau terjadi dalam situasi tertentu atau setelah makan makanan tertentu. 15. 4. 10. Di dalam perut terkumpul cairan dan perut membesar akibat ovarium yang membesar ataupun karena penimbunan cairan. pembesaran payudara atau peningkatan pertumbuhan rambut. 13. konstan. Kadang kanker ovarium melepaskan hormon yang menyebabkan pertumbuhan berlebih pada lapisan rahim. Gejala-gejala dyspepsia 4. Gejala awalnya berupa rasa tidak enak yang samar-samar di perut bagian bawah Tekanan pada perut. 5. 11.

dokter dengan hati-hati memeriksa bagian luar alat kelamin terkena (vulva). 10. CA 125 tes darah. dokter Anda mungkin memasukkan penyelidikan USG ke dalam vagina Anda. seorang ahli onkologi ginekologi membuat sayatan di perut dan mengesplorasi rongga perut untuk mendeteksi adanya kanker. 7. Banyak wanita dengan kanker ovarium memiliki tingkat abnormal tinggi CA 125 dalam darah mereka. tes CA 125 tidak biasanya digunakan untuk mendiagnosa atau ke layar untuk kanker ovarium. Namun. USG membantu dokter menyelidiki ukuran.5. Untuk membuat gambar dari ovarium Anda. Untuk alasan ini. 9. Penurunan berat badan 6. 2. Spekulum vagina terbuka sehingga dokter Anda secara visual dapat memeriksa vagina dan leher rahim untuk kelainan. 6. Pembesaran kelenjar inguinal F. sejumlah kondisi non-kanker juga menyebabkan peningkatan kadar CA 125. ahli bedah dapat membuat beberapa sayatan kecil di perut Anda dan masukkan alat-alat bedah khusus dan sebuah kamera kecil. Pencitraan USG dapat membuat gambar dari struktur dekat ovarium Anda. G. Dalam beberapa kasus. 8. Ahli bedah dapat mengumpulkan sampel cairan perut dan menghapus ovarium untuk pemeriksaan oleh seorang ahli patologi. tetapi dapat digunakan untuk memantau bagaimana perawatan Anda maju. 5. CA 125 adalah protein yang ditemukan pada permukaan sel kanker ovarium dan beberapa jaringan sehat. bentuk dan konfigurasi ovarium Anda. dokter anda dapat merekomendasikan operasi untuk mengkonfirmasi diagnosis. Prosedur ini disebut USG transvaginal. 11. dan kemudian memasukkan dua jari dari satu tangan ke dalam vagina dan sekaligus menekan sisi lain di perut untuk merasakan rahim anda dan ovarium. Selama pemeriksaan panggul. Pemeriksan darah lengkap Pemeriksaan kimia darah Serum HCG Alfa fetoprotein Analisa air kemih Pemeriksaan saluran pencernaan Laparatomi CT scan atau MRI perut. USG menggunakan frekuensi tinggi gelombang suara untuk menghasilkan gambar dari bagian dalam tubuh. Gangguan haid 7. Selama operasi. Pemeriksaan Diagnostik XX XX X Pemeriksaan yang biasa dilakukan: 1. Dia atau dia juga menyisipkan sebuah alat yang disebut spekulum ke dalam vagina. Jika kanker ditemukan. seperti rahim anda. sehingga prosedur tidak akan memerlukan sayatan yang lebih besar. 12. Pembedahan untuk mengangkat contoh jaringan untuk pengujian. 3. dan banyak perempuan dengan stadium awal kanker ovarium yang normal memiliki kadar CA 125. Jika tes lain menyarankan Anda mungkin memiliki kanker ovarium. Pemeriksaan panggul. ahli bedah segera mungkin mulai operasi untuk menghapus sebanyak mungkin kanker. Penatalaksanaan . 4.

thiotepa dan siklosfosfamid secara sistematik menunjukkan aktivitas yang baik. radioterapi. jika masih memungkinkan salpingo-ooforektomi bilateral dilanjutkan terapi ajuvan kemoterapi dan atau radioterapi. Kemoterapi Penggunaan melphana. Kanker ovarium germinal : . kemoterapi sistemik. 5-FU. Operasi Pada umumnya dilakukan: -Histerektomi total yaitu mengangkat rahim dengan organ sekitarnya -Salpingo ooporekmitomi yaitu mengangkat kedua ovarium dan kedua saluran tuba fallopii -Omentektomi yaiut mengangkat lipatan selaput pembungkus perut yang memanjang dari lambung ke alat-alat perut 1. sisplastin. ifosfamid. Isotop radioaktik (P32) digunakan sebagai terapi residual kanker pada rongga peritoneum. dan etoposid juga menunjukkan hasil yang bervariasi dari 27% sampai 78%. 1. siklofosfamid meningkatkan respon terapi. harapan hidup selama 5 tahun mencapai 90%. Pengobatan Pada umumnya.1. Stadium III dan IV: sedapat mungkin massa tumor dan daerah metastasis sekitarnya diangkat (sitoreduktif) berupa pengeluran asites. Stadium II: Pilihan terapi utama operasi disertai kemoterapi atau radioterapi. histerektomi total abdominal. dan usus. merupakan kandidat utama terapi P32 ini. operasi salpingo-ooforektomi bilateral (operasi pengangkatan tuba fallopi dan ovarium) atau disertai histerektomi abdominal total (pengangkatan uterus) dan sebagian jaringan abdominal. dan imunoterapi. dengan terapi ajuvan memperpanjang waktu remisi dengan harapan hidup selama 5 tahun mendekati 80 %. angka kesembuhan atau kemungkinan hidup. 1. Altretamine. 1. reseksi daerah permukaan peritoneal. Pasien yang memiliki residu penyakit yang terbatas. pengobatan kanker ovarium dilakukan dengan tindakan operasi. doksorubisin. omentektomi. Radioterapi Teleterapi pelvis dan abdomen dan penetesan isotop radioaktif pada rongga peritoneal digunakan pada wanita dengan kanker ovarium tahap awal (stadium I dan II). Secara keseluruhan. pada stadium I dengan diferensiasi buruk atau stadium IC pilihan terapi berupa: radioterapi. lalu dilanjutkan dengan pengobatan tambahan seperti kemoterapi. kombinasi terapi sistematik dengan takson. Kanker ovarium epitelial : Stadium I : Pilihan terapi stadium I dengan derajat diferensiasi baik sampai sedang. sisplatin. karboplatin. kurang dari 2cm.

Selain itu. Studi menunjukkan bahwa ooforektomi profilaksis menurunkan risiko kanker ovarium hingga 95 persen. 3. Operasi ini. Memiliki paling tidak satu anak menurunkan risiko Anda mengalami kanker ovarium. tetapi jarang bentuk kanker yang disebut kanker peritoneal primer. profilaksis ooforektomi menginduksi menopause dini. Kombinasi standar sistemik kemoterapi berupa TP (paclitaxel + cisplatin atau carboplatin). H. Perempuan yang berada pada risiko yang sangat tinggi mengalami kanker ovarium dapat memilih untuk memiliki indung telur mereka diangkat sebagai cara untuk mencegah penyakit. Penyebaran kanker ke organ lain Progressive function loss of various organs Fungsi progresif hilangnya berbagai organ Ascites (fluid in the abdomen) Ascites (cairan di perut) Intestinal Obstructions Usus Penghalang . dan mengurangi risiko kanker payudara hingga 50 persen. Setelah tabung Anda diikat atau memiliki histerektomi dapat mengurangi risiko kanker ovarium. yang dengan sendirinya mungkin memiliki dampak negatif pada kesehatan Anda. Kontrasepsi oral(pil KB). bahkan jika tidak ada mutasi genetik yang telah diidentifikasi.Disgerminoma: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dimana kanker ditemukan dilanjutkan radioterapi atau kemoterapi. 3. para wanita yang menggunakan kontrasepsi oral selama lima tahun atau lebih mengurangi risiko kanker ovarium sekitar 50 persen. Kanker ovarium stromal : Operasi yang dilanjutkan dengan kemoterapi. CP (cyclophosphamide + cisplatin). termasuk peningkatan risiko osteoporosis. Kehamilan dan menyusui. wanita yang pernah diangkat indung telur mereka masih bisa mendapatkan yang serupa. Karena kanker ovarium biasanya berkembang di lapisan tipis rongga perut yang meliputi ovarium. pastikan untuk membahas pro dan kontra dengan dokter Anda. CC (cyclophosphamide + carboplatin). Komplikasi 1. risiko kanker ovarium. Tubal ligasi atau histerektomi. Jika Anda sedang mempertimbangkan setelah prosedur ini dilakukan. Menyusui anak-anak juga dapat mengurangi risiko kanker ovarium. jika ovarium diangkat sebelum menopause. tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan. dianjurkan terutama bagi perempuan yang telah dites positif untuk mutasi gen BRCA atau wanita yang mempunyai sejarah keluarga yang kuat payudara dan kanker ovarium. dikenal sebagai profilaksis ooforektomi. 2. I. 4. Profilaksis ooforektomi mengurangi. Tumor sel germinal lainnya: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dilanjutkan kemoterapi. 2. sesuai dengan ACS. Pencegahan Beberapa faktor muncul untuk mengurangi risiko kanker indung telur. termasuk: 1. Dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah menggunakan mereka. penyakit jantung dan kondisi lain.

Kanker indung telur memiliki angka kematian yang tinggi. usus dan lapisan dinding usus omentum pertumbuhan tumor yang membentuk baru sebelum kanker bahkan dicurigai. 6. Kanker ovarium paling sering ditemukan pada wanita yang berusia 50-70 tahun dan 1 dari 70 wanita menderita kanker ovarium. Ini tidak proporsional mematikan karena kekurangan apapun deteksi dini jelas atau tes skrining. Gangguan citra diri berhubungan dengan pembesaran perut. Kanker epitel ovarium jarang didapatkan pada wanita berusia < 40 tahun. dan gangguan GI akibat adanya kanker metastasis. dari 23. Ansietas berhubungan dengan stres akibat kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan penatalaksanaannya. termasuk rahim. kandung kemih. J. Pembedahan bertujuan untuk . lebih jarang. L. Nyeri berhubungan dengan penekanan perut bagian bawah akibat kanker metastasis. Intervensi 1. lapisan dinding usus (omentum) dan. Kolaburasi tindakan pembedahan Rasional a. sekitar 14. Baca juga Kanker Serviks K. muntah.Sel-sel dapat implan di lain perut (peritoneal) struktur. Kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual. 2. Intervensi 1. Tujuan : Dalam 2x 24 jam rasa nyeri berkurang Kriteria Hasil : Setelah diberi tindakan keperawatan skala nyeri berkurang menjadi 4. ke paru-paru. yang berarti bahwa kebanyakan kasus tidak terdiagnosis sampai mereka telah mencapai stadium lanjut. Perubahan Pola eliminasi urin berhubungan dengan penekanan tumor pada pelvis. Sel-sel kemudian dapat implan di lain perut (peritoneal) struktur. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan gangguan pernafasan akibat penekanan asites pada diafragma. Prognosis Kanker ovarium biasanya memiliki yang buruk prognosis. 3. 4. ketika ia telah menyebar ke luar ovarium. usus. Lebih dari 60% dari perempuan dengan kanker ini memiliki stadium III atau stadium IV kanker.000 atau separuh lebih wanita meninggal karena penyakit ini. Diagnose keperawatan 1. Angka kejadian kanker epitel ovarium rendah pada negara berkembang dan Jepang. termasuk rahim . Kanker ovarium gudang sel ke dalam cairan alami dalam rongga perut. Kanker indung telur merupakan penyebab kematian ke-5 terbanyak di Amerika Serikat dan merupakan salah satu dari 7 keganasan tersering di seluruh dunia. kandung kemih . 5. Puncaknya terjadi pada wanita usia 60-64 tahun. Nyeri berhubungan dengan penekanan perut bagian bawah akibat kanker metastasis.100 kasus baru kanker indung telur.

2.RR normal kembali antara 16-24x/mnt -Klien tidak terlihat cemas dan gelisah Intervensi a. Tujuan : Dalam 2x 24 jam nutrisi pasien terpenuhi . Mengistirahatkan klien dengan posisi semifawler c.Merelaksasi otot – otot tubuh e. dan gangguan GI akibat adanya kanker metastasis. terapi oksigen dibutuhkan jika klien membutuhkan O2 lebih e.untuk pengangkatan kanker. muntah. menghilangkan faktor utama penyebab nyeri. Atur posisi senyaman mungkin. 2. Tenangkan klien b.Menurunkan tingkat ketegangan pada daerah nyeri d. Tujuan : Mengembalikan pola nafas klien menjadi normal kembali Kriteria Hasil : . Batasi aktivitas dan mobilisasi klien Rasional a. Istirahat dapat mengurangi konsumsi O2 klien b. longgarkan baju klien d. Ajarkan dan lakukan tehnik relaksasi. Baju klien yang longgar mempermudah klien dalam bernafas d.Klien tidak mengeluh sesak . Kolabarasi untuk pemberian terapi analgesik. 1. 2. b. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan gangguan pernafasan akibat penekanan asites pada diafragma. Kolaborasi pemberian terapi oksigen e. Jika klien tenang maka konsumsi O2 semakin efisien 3. Mengidentifikasi skala dan perkembangan nyeri. Kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual. Kaji tingkat dan intensitas nyeri. Posisi semi fawler menambah ruang ekspansi dada c. 1.Menghilangkan rasa nyeri c.

Berikan informasi tentang kesehatan klien b. a. b. Dorong penggunaan suplement dan ditingkatkan begitu juga cairan (untuk makan sering atau lebih sedikit yang menghilangkan produk sisa). Solusi relevan sangat dibutuhkan klien c. bimbingan imajenasi. Dapat mentriger respons mual sedang sebelum makan. dan memungkinkan pasien meningkatkan masukan oral. Identifikasi pasien yang mengalami mual atau muntah yang diantisipasi. 5. Mual atau muntah psikogenik terjadi karena perubahan lingkungan pengobatan atau rutinitas pasien pada hari pengobatan mungkin efektif. klien dapat melakukan manajemen stress terhadap kondisinya. Tujuan : Dalam 2x 24 jam klien tidak terlihat cemas dan gelisah Kriteria hasil : berkurangnya rasa takut. atau penting dalam mempertahankan makanan pedas. Temani klien dalam memutuskan sesuatu sangat dibutuhkan . Informasi tentang keadaan klien d. Dengarkan dengan seksama apa keluh kesah a. dengan masukan cairan adekuat. Dorong pasien untuk makan diet tinggi defisiensi nutrisi. f. kalori kaya protein kaya nutrient. klien tahu dan mengerti tentang keadaan dirinya. Kontrol factor lingkungan. penambahan berat badan progresif. berlemak. e. Pantau masukan makanan setiap hari. Mengidentisifikasi kekuatan atau 2. dibagi-bagi selama sehari 4. Suplemen dapat memainkan peran terlalu terlalu manis. muntah. Dengan mendengarkan keluh kesah klien klien maka akan mengurangi stress klien b. Intervensi Rasional 1. visualisasi. 4.Kriteria Hasil : mual (-). berat badan stabil. kalori dan protein adekuat. Hindari c. Dapat mencegah awitan atau menurunkan beratnya mual. Kebutuhan jaringan metabolic 3. Intervensi Rasional a. latihan d. nafsu makan pasien meningkat. 1. Berikan solusi yang relevan c. penurunan anoreksia. Ansietas berhubungan dengan stress akibat kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan penatalaksanaannya. Dorong penggunaan teknik relaksasi.

Humor sangat diperlukan klien untk mengurangi stress yang dirasakanya 5. Gangguan citra diri berhubungan dengan pembesaran perut. Pemasangan kateter dapat digunakan selama praoperasi 6. Berikan humor ringan kepada klien d. Meskipun beberapa pasien . 3. efek samping misalkan membeli wig sebelum radiasi. klien membutuhkan teman untuk berbagi e. Tujuan : Dalam 2x 24 jam klien dapat menerima kondisi yang dialami. Berikan dukungan emosi untuk pasien d. Intervensi Rasional 1. Membantu dalam memastikan terdekat bagaimana diagnosis dan masalah untuk memulai proses pengobatan yang mempengaruhi pemecahan masalah. kehidupan pribadi pasien atau rumah dan aktifitas kerja b. Tujuan : Dalam 2x 24 jam tidak terjadi gangguan pola eliminasi urin. orang tua. jumlah output sesuai input. Kaji dan pantau frekuensi BAK setiap hari 1. Dapat membantu menurunkan masalah yang mempengaruhi masalah tentang efek kanker atau penerimaan pengobatan atau pengobatan pada peran sebagai ibu merangsang kemajuan penyakit. termasuk kemungkinan efek pada aktifitas seksual baru dan menyiapkan untuk beberapa dan rasa ketertarikan atau keinginan. Mengidentifikasi masalah secara dini. Intervensi 1. Kriteria hasil : dapat mengungkapkan pemahaman tentang perubahan tubuh. penerimaan diri dalam situasi sekarang. dan sebagainya. Beritahu pasien bahwa tidak semua efek samping terjadi. 4. Diskusikan dengan pasien atau orang a. Kriteria Hasil : klien dapat berkemih normal (5x sehari). Perubahan Pola eliminasi urin berhubungan dengan penekanan tumor pada pelvis. Bimbingan antisipasi dapat 2. Pemasangan alat bantu kateter jika di perlukan Rasional a. Kolaborasikan pemberian diuretik dengan dokter agar pasien bisa BAK dengan lancar c. sebagai pedoman tindakan selanjutnya b. Dorong diskusi tentang atau pecahkan c. Tinjau ulang efek samping yang membantu pasien atau orang terdekat diantisipasi berkenaan dengan memulai proses adaptasi pada status pengobatan tertentu.e. rimah tangga. Berikan obat diuretik jika di perlukan (kolaborasi) 2.

http://saktyairlangga.com/2011/11/18/asuhan-keperawatan-kanker-ovarium/ Winter Snow Card Comments Hot Myspace Generators Senin. Padang. Penulis berharap agar makalah ini dapat dijadikan sebagai salah satu sumber bacaan dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.banyak memerlukan dukungan 1. Untuk itu . Namun berkat bantuan dari berbagai pihak akhirnya penulis dapat penulis dapat menyelesaikan makalah ini. e. diindikasikan. berkat rahmat dan karunia Nya penulis akhirnya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Ny “ U “ Dengan Post Operasi Atas Indikasi Ca Ovarium Stadium IIIb Disertai Anemis Sedang Pro Kemoterapi Di Ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr. 14 September 2009 Askeb Ca Ovarium MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny “ U “ DENGAN POST DEBULKING ATAS INDIKASI Ca OVARIUM STADIUM IIIb DISERTAI ANEMIS SEDANG PRO KEMOTERAPI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT. Februari 2009 Penulis . atau orang terdekat selama tes diagnistik dan fase pengobatan. penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kemajuan dimasa mendatang. Mungkin perlu memulai dan mempertahankan struktur psikososial positif bila system pendukung pasien atau orang orang terdekat terganggu. Djamil Padang Tanggal 15-16 Oktober 2008.berdaptasi atau menyesuaikan diri dengan efek kanker atau efek samping therapy.wordpress. Rujuk pada konseling professional bila tambahan selama periode ini. Penulis menyadari dalam makalah ini banyak terdapat kekurangan. Dalam penulisan makalah ini penulis banyak mendapatkan kendala dan hambatan baik dalam memperoleh sumber yang relevan maupun dari segi penulisan.M.

Insiden rata-rata dari semua jenis diperkirakan 15 kasus baru per 100. Angka kejadian kanker ovarium ini kira-kira 20% dari semua keganaan alat reproduksi wanita. Rumusan Masalah Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana menerapkan asuhan kebidanan . 1. penulis tertarik untuk merapkan asuhan kebidanan pada Ny “ U “ dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang pro kemoterapi di ruang onkologi irna A kebidanan RSUP Dr.M. Djamil Padang.000 populasi wanita setahunnya. Karena angka kejadian kanker ovarium cukup tinggi di Indonesia. kanker ovarium sering dinamakan pembunuh dingin atau silent killer karena perjalanan penyakitnya lambat tetapi mematikan Kanker ovaorium merupakan keganasan ginekologi yang terbanyak setelah kanker leher rahim dan hamper separuh dari kematian wanita di Indonesia karena keganasan ginekologi disebabkan oleh kanker ovarium.2.2. maka diperlukan asuhan kebidanan yang intensif.”U” dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi b) Menentukan diagnosa.2. Djamil Padang. masalah. Oleh karena itu .BAB I PENDAHULUAN 1.3.2.1. 1.”U” dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi berdasarkan interpretasi data f) Melaksanakan tindakan sesuai rencana yang telah ditetapkan g) Mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan kepada Ny. dan kebutuhan dari data yang telah dikumpulkan c) Menentukan antisipasi masalah dan diagnosa potensial pada Ny “ U “dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi d) Menentukan tindakan segera terhadap Ny “ U “ dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi e) Merencanakan tindakan yang akan dilakukan kepada Ny. Tujuan 1.”U” dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi berdasarkan interpretasi data 1. Latar Belakang Kanker ovarium merupakan keganasan yang sering dijumpai tetapi sebagian besar datang sudah dalam stadium lanjut atau ditemukan saat operasi .M. Tujuan Umum Dapat memberikan asuhan kebidanan pada klien dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang pro kemoterapi di ruang onkologi irna A kebidanan RSUP Dr.1. Tujuan khusus Setelah membuat makalh ini mahasiswa diharapkan mampu : a) Melakukan pengkajian data kepada Ny.

. Beberapa gambaran EOC dari pemeriksaan mikroskopis berupa serous. sebelum era kombinasi kemoterapi harapan hidup satu tahun kanker ovarium germinal stadium dini hanya mencapai 10 . tuba fallopi. M . Tumor epitelial Tumor epitelial ovarium berkembang dari permukaan luar ovarium. BAB II TINJAUAN TEORI KARSINOMA OVARIUM I. Kedua ovarium terletak dikedua sisi uterus dalam rongga pelvis dengan panjang sekitar 1. Insiden keganasan tumor germinal terjadi pada usia muda kadang dibawah usia 20 tahun.pada klien dengan kanker ovarium di ruangan onkologi Irna A kebidanan RSUP Dr. Tumor germinal Tumor sel germinal berasal dari sel yang menghasilkan ovum atau telur. pada umumnya jenis tumor yang berasal dari epitelial adalah jinak.19% sekarang ini 90 % pasien kanker ovarium germinal dapat disembuhkan dengan fertilitas dapat dipertahankan. 2. Gambaran tumor epitelial yang secara mikroskopis tidak jelas teridentifikasi sebagai kanker dinamakan sebagai tumor bordeline atau tumor yang berpotensi ganas (LMP tumor : Low Malignat Potential). umumnya tumor germinal adalah jinak meskipun beberapa menjadi ganas. Anatomi dan Fisiologi Ovarium Ovarium adalah salah satu organ sistem reproduksi wanita.Djamil Padang. mucous. karsinoma adalah tumor ganas dari epitelial ovarium (EOC’s : Epitelial ovarium carcinomas) merupakan jenis tumor yang paling sering ( 85 – 90% ) dan penyebab kematian terbesar dari jenis kanker ovarium. dysgerminoma dan tumor sinus endodermal. uterus dan vagina. sistem reproduksi terdiri dari ovarium. bentuk keganasan sel germinal terutama adalah teratoma. endometrioid dan sel jernih.5 – 2 inchi dan lebar <> 35 tahun • Membawa mutasi gen BRCA1 atau BRCA2 • Sindroma herediter kanker kolorektal nonpolipoid • Ras kaucasia > Afrika-Amerika • Dll Jenis kanker ovarium 1.

hanya sekitar 10 % dari kanker ovarium yang terdeteksi pada stadium awal. ascites (-) I B Mengenai 2 ovarium. konstipasi. inkontinensia uri • Perasaan tidak nyaman pada rongga abdomen dan pelvis . ascites (-) I C Kriteria I A / I B disertai 1 > lebih keadaan sbb : 1. Derajat 3 : differensiasi buruk Dengan derajat differensiasi semakin rendah pertumbuhan dan prognosis akan lebih baik. bentuk yang didapat berupa tumor theca dan tumor sel sartoli-leydig termasuk kanker dengan derajat keganasan yang rendah. kapsul utuh. Ascites (+) Stadium III kanker meluas mengenai organ pelvis dan intraperitoneal III A Makroskopis : terbatas 1 / 2 ovarium Mikroskopis : mengenai intraperitoneal III B Makroskopis : mengenai intraperitoneal diameter <> 2 cm Derajat keganasan kanker ovarium 1. Klasifikasi stadium kanker ovarium berdasarkan FIGO (International Federation of Gyneklogi and Obstetric ) : Stadium I terbatas pada 1 / 2 ovarium I A Mengenal 1 ovarium. mual. hilangnya nafsu makan dll • Gangguan sistem urinaria. Derajat 1 : differensiasi baik 2. jenis tumor ini jarang ditemukan. Ascites (+) Stadium II perluasan pada rongga pelvis II A Mengenai uterus / tuba fallopi / keduanya II B Mengenai organ pelvis lainnya II C Kriteria II A / II B disertai 1 / > keadaan sbb : 1. rasa penuh. Kapsul ruptur 3. kapsul utuh.3. Tanda dan keluhan kanker ovarium Kanker ovarium sulit terdeteksi. Kapsul ruptur 3. Mengenai permukaan luar ovarium 2. keluhan biasanya nyeri daerah abdomen disertai keluhan–keluhan: • Pembesaran abdomen akibat penumpukan cairan dalam rongga abdomen (ascites) • Gangguan sistem gastrointestinal. Derajat 2 : differensiasi sedang 3. Tumor stromal Tumor ovarium stromal berasal dari jaringan penyokong ovarium yang memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Mengenai permukaan ovarium 2.

penyakit ganguan fungsi hati dan kista ovarium juga terjadi peningkatan kadar CA-125. pada wanita premonopause.Foto rontgen dada dan tulang.Scan KGB (Kelenjar Getah Bening) . kehamilan. kista dan bentuk tumor padat. . meskipun pemeriksaan rektovaginal tidak dapat mendeteksi stadium dini kanker ovarium. Operasi 2. melalui abdomen ataupun pervaginam. HCG. dan vesika urinaria). sistoskopi dan sigmoidoskopi.Scan traktus urinarius Penatalaksanaan kanker ovarium 1. LDH.Pielografi intravena (ginjal. Diagnosis kanker ovarium • Anamnesis dan pemeriksaan fisik pelvik • Radiologi : USG Transvaginal. dimana mampu mendeteksi keganasan dengan keluhan asimtomatik tapi ketepatan pada stadium dini rendah. dan AFP (penanda tumor sel germinal) • Laparoskopi • Laparotomi • Pemeriksaan untuk mengetahui perluasan kanker ovarium .• Menstruasi tidak teratur • Lelah • Keluarnya cairan abnormal pervaginam (vaginal discharge) • Nyeri saat berhubungan seksual • Penurunan berat badan • Dll Deteksi dini kanker ovarium Semakin dini tumor ovarium ditemukan dan mendapat pengobatan harapan hidup akan semakin baik metode pemeriksaan yang sekarang ini digunakan sebagai penyaring kanker ovarium adalah: Ø Pemeriksaan pelvik dan rektal : termasuk perabaan uterus dan ovarium untuk mengetahui bentuk dan ukuran yang abnormal. harapan hidup selama 5 tahun mencapai 90%. operasi salpingo-ooforektomi bilateral (operasi pengangkatan tuba fallopi dan ovarium) atau disertai histerektomi abdominal total (pengangkatan uterus) dan sebagian jaringan abdominal. CT scan. MRI • Tes darah khusus : CA-125 (Penanda kanker ovarium epitelial). Kemoterapi Kanker ovarium epitelial : • Stadium I : Pilihan terapi stadium I dengan derajat diferensiasi baik sampai sedang. Ø Penanda tumor CA-125: Pemeriksaan darah CA-125 digunakan untuk menilai kadar CA-125 dimana peningkat pada kanker ovarium. pada stadium I dengan diferensiasi buruk atau stadium Ic pilihan terapi berupa: . ureter. endometriosis. . Radioterapi 3. wanita dengan kanker ovarium stadium lanjut terjadi peningkatan CA-125 (>35µ/ml) sekitar 80% walaupun ketepatan pemeriksaan ini baru mencapai 50 % pada stadium dini. Ø Ultrasounografi (USG): Dengan gelombang ultrasound untuk membedakan gambaran jaringan sehat. fibroid uterine.

baik pria dan wanita. Yang diturunkan : talasemia. CC (cyclophosphamide + carboplatin). dengan terapi ajuvan memperpanjang waktu remisi dengan harapan hidup selama 5 tahun mendekati 80 %. • Tumor sel germinal lainnya: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dilanjutkan kemoterapi. omentektomi. ANEMIA Seseorang.0%) 3) Anemia hipoplastik (8. Kanker ovarium germinal : • Disgerminoma: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dimana kanker ditemukan dilanjutkan radioterapi atau kemoterapi. hemaglobinopati lain. Anemia ringan : 10-11mg % 2. • Stadium III dan IV: Sedapat mungkin massa tumor dan daerah metastasis sekitarnya diangkat (sitoreduktif) berupa pengeluran asites. . anemia megaloblastik. anemia hemolitik herediter. dinyatakan menderita anemia apabila kadar hemoglobin dalam darahnya kurang dari 12g/100ml. kanker ovarium stromal : • Operasi yang dilanjutkan dengan kemoterapi.7%) Menurut WHO : 1. hemaglobinopati sel sabit. anemia akibat radang atau keganasan.0%) 4) Anemia hemolitik/ sel sickle (0. dan usus. anemia hemolitik. anemia akibat perdarahan.a) Radioterapi b) Kemoterapi sistemik c) Histerektomi total abdominal dan radioterapi • Stadium II: Pilihan terapi utama operasi disertai kemoterapi atau radioterapi. Etiologi :  Yang didapat : anemia defisiensi besi. CP (cyclophosphamide + cisplatin). Kombinasi standar sistemik kemoterapi berupa TP (paclitaxel + cisplatin atau carboplatin). Klasifikasi : Berdasarkan etiologi : 1) Anemia defisiensi besi (62.3%) 2) Anemia megaloblastik (29. Anemia berat :< 7 mg % Anemia ringan biasanya hanya diberi tablet tambah darah. jika masih memungkinkan salpingo-ooforektomi bilateral dilanjutkan terapi ajuvan kemoterapi dan atau radioterapi. Anemia sedang : 8-9 mg% 3. dan untuk anemia sedang berat terapi yeng efektif adalah dengan transfuse darah. anemia aplastik atau hipoplastik. reseksi daerah permukaan peritoneal.

dan lain-lain. Sifat lain yang khas bagi defisiensi besi adalah a. Diagnosis Anemia defisiensi yang berat ditandai dengan cirri-ciri yang khas yaitu mikrositosis dan hipokromasia. Protoporfirin eritrosit tinggi d. Perubahanperubahan dalam leukopoesis. pada wanita yang sedang menstruasi. . 2) Anemia Megaloblastik Disebabkan karena defisiensi asam folik.  Parental : diberikan bila ibu hamil tidak tahan pemberian peroral atau absorpsi di saluran pencernaan kurang baik. asupan gizi yang kurang. Tidak ditemukan hemosiderin dalam sum-sum tulang Terapi Kemasan zat besi dapat diberikan peroral atau parental Peroral : sulfas ferosus. Kadar besi serum rendah b. gangguan penggunaan atau karena terlampau banyaknya besi keluar dari badan. sering ditemukan pada wanita yang jarang mengkonsumsi sayuran hijau segar atau makanan dengan protein yang tinggi. Terapi Tablet asam folik diberikan 15-30mg per hari Vitamin B12 3x1 tablet per hari Sulfas ferosus 3x1 tablet per hari Pada kasus berta dapat diberikan transfusi darah Pencegahan Pada umumnya asam folik tidak diberikan secara rutin. misalnya pada perdarahan. Kekurangan ini dapat disebabkan karena kurang masuknya unsur besi dengan makanan. dan ferrigen. kemasan diberikan secara intramuskuler atau intravena. kecuali di daerah-daerah dengan frekuensi anemia megaloblastik yang tinggi. Diagnosis Apabila ditemukan megaloblas promegaloblas dalam darah atau sum-sum tulang.1) Anemia Defisiensi besi Anemia jenis ini biasanya berbentuk normostik dan hipokromik serta paling banyak dijumpai. missal pada ibu hamil. Diagnosis pasti baru dapat dibuat dengan percobaan penyerapan dan percobaan pengeluaran asam folik. Pencegahan Mengkonsumsi cukup makanan bergizi dan mengandung unsur besi atau mengkonsumsi suplemen tambahan pada keadaan tertentu minimal 1 tablet sehari. seperti metamielosit datia dan sel batang datia yang kadang-kadang disertai vakuolisasi san hipersegmentasi granuiosit. jarang sekali karena defisiensi vitamin B12. 3) Anemia Hipoplastik Disebabkan karena sum-sum tulang kurang mampu membuat sel-sel darah baru. Gejalanya meliputi mual. jectofer.20 mg. atau glukonas ferosus dengan dosis 3-5 x 0. muntah dan anoreksia yang bertambah berat. Kemasan ini antara lain: imferon. karena gangguan reasorpsi. Daya ikat besi serum tinggi c.

penyakit hodjkin. pimaquin. sulfonamide. hiperurobiunuria. antagonismus rhesus atau ABO. dan sterkobiuin lebih banyak dalam faeses Terapi Tergantung pada jenis dan beratnya  Pada anemia berat diperlukan transfusi darah yang kadang diulang beberapa kali untuk meringankan ibu dan untuk mengurangi bahaya hipoksia janin Spenektomi dianjurkan pada anemia hemolitik bawaan dalam trimester II dan III Pemberian obat-obat yang dapat menyebabkan kelumpuhan sumsum tulang harus segera . Golongan yang disebabkan oleh faktor ekstra korpuskuler seperti pada infeksi. hemoglobinuria. hemoglobinopana C. Sum-sum tulang memberikan gambaran normoblastik dan hipoplasia. baik bagi ibu maupun bagi anak. seperti pada sfenositosis. Penyebabnya belum diketahui kecuali yang disebabkan oleh sepsis berat. D. keracunan arsenikum. klorpromazin atebrin. oksitetrasiklin. penyakit hati Diagnosis Gejala yang lazim dijumpai ialah gejala proses hemalitik. seperti anemia. Khususnya obatobat yang mempunyai pengaruh hemotoksi seperti: strepromisin. G. yakni : a. hemoglobinemia. sulfonamide. yang perlu sering diulang. leukemia. Golongan yang disebabkan oleh faktor intra korpuskuler. eliptositosis. Prognosis Anemia hipoplastik berta yang tidak diobati mempunyai prognosis buruk. keracunan dan sinar rontgen dan sinar radiasi. nitropurantoin. anemia hemolitik herediter. H. pada defisiensi 6-6-PD. Untuk diagnosis diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan: Darah tepi lengkap Pemeriksaan fungsi sternal Pemeriksaan retikulosit Terapi Dengan obat-obatan tidak memuaskan. paraquin. neoarsphenamin. 4) Anemia Hemolitik/sel sickle Disebabkan karena penghancuran sel darah merah berlangsung cepat dari pada pembuatannya Secara umum anemia hemoitik dapat dibagi dalam 2 golongan besar. mungkin pengobatan yang paling baik yaitu transfuse darah. thalasemia. Pencegahan Tidak banyak yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya anemia hipoplastik. kiortetrasiklin. kinin. rancun ular. Akan tetapi dalam pemberian obat-obat selalu harus dipikirkan pengaruh samping dari obat itu.Diagnosis Gambaran darah tepi: normostik dan normokromik. dan obat pengecat rambut sebaiknya tidak diberikan pada wanita hamil. hiperbilirubinemia. I dan araxysmal nocturnal haemoslobinuria b. anemia sel sabit. timah. limfosarkoma.

namun dalam perkembangannya kini umumnya dipergunakan kombinasi sitostika atau disebut regimen kemoterapi. dalam usaha untuk mendapatkan hasiat lebih besar. baik tunggal ataupun regimen kombinasi serta akibat baik dan buruk juga apa manfaatnya merupakan pekerjaan sehari-hari para dokter onkologi. radiasi. Sel kanker inilah yang menjadi target obat kemoterapi. maka akan menjadi suatu regimen standart. Semua akibat yang bermanfaat (khasiat) serta dampak buruknya semua jenis kemoterapi sudah disahkan oleh Dep Kes dinegara yang bersangkutan. Apabila pasien diberikan suntikan intravena. seringkali digunakan kateter atau selang plastik kedalam vena untuk mencegah kerusakan vena serta mempermudah injeksi. Khususnya penerapannya pada kasus-kasus di Indonesia. Dan tugasnya pula untuk mengembangkan dan menyempurnakannya. kemoterapi terapi menggunakan obat untuk membunuh sel kanker. sedangkan apabila masih dalam penelitian dipusat pengobatan kanker. Cara kemoterapi : Kemoterapi merupakan pengobatan sistemik. Pasien mendapatkan kemoterapi dosis tinggi diberikan dalam unit rawat inap. Kemoterapi merupakan cara pengobatan kanker dengan jalan memberikan zat/obat yang mempunyai khasiat membunuh sel kanker dan diberikan secara sistematik. Kondisi pasien juga menentukan apakah dapat diberikan dirawat jalan atau rawat inap. sebagian besar diberikan dengan cara injeksi kedalam pembuluh baik vena. cara pengobatan dapat tunggal ataupun kombinasi dari jenis pengobatan tersebut diatas. Akibat kemoterapi: Tubuh manusia terdiri dari organ-organ tubuh. serta intratekal (diinjeksikan kedalam system syaraf) jarang sekali yang disuntikan ke otot. dapat secara mingguan. sebagian kecil dapat berupa tablet/capsul dan kadang-kadang ada yang diberikan subcutan atau suntik dibawah kulit. belum disahkan disebut regimen kemoterapi dalam uji klinik (clinical trial). Organ tubuh terdiri dari jaringan dan jaringan dari sel tubuh yang berubah atau mutasi menjadi ganas dan membelah terus terkendali dan menjadi besar mendobrak. bersarang diorgan lain dan mengulangi pertumbuhan seperti tempat semula. jaringan sekitarnya dan akhirnya menyebar. Akibat kemoterapi bermacam-macam tergantung jenisnya. yaitu menggunakan kemampuan biologi tubuh yang alamiah untuk memerangi tumor. Pada saat ini cara pengobatan kanker dapat digolongkan sebagai berikut: Pembedahan (operasi) yaitu mengambil jaringan tumor. menghambat kanker yang perkembnagannya tergantung hormon dan biologi terapi atau imunoterapi. Tergantung pada tahapan kanker.dihentikan KEMOTERAPI Kemoterpi adalah zat-zat yang dapat menghambat proliferasi sel kanker. RS Dharmais merupakan salah satu pusat kanker yang bertugas mengemban misi tersebut. Untuk kemoterapi bisa digunakan satu jenis sitostika. membubuh tumor dengan sinar berenergi tinggi untuk merusak sel kanker. dua mingguan 3-4 mingguan. Pemakaian obat-obatan baik tunggal kombinasi ini telah melalui penyelidikan mendalam diberbagai pusat kesehatan. merusak. Pada sejarah awal penggunaan kemoterapi digunakan satu jenis sitostika. Kemoterapi diberikan diberikan secara siklit. Obat anti kanker yang artinya penghambat kerja sel. hormon terapi. Memahami sifat-sifat sitostatika serta penggunaannya. dosis besar dan ganda . Kombinasipun dapat berurutan misalnya: Operasi dilanjutkan kemoterapi atau dapat pula bersamaan seperti kemoterapi disertai radiasi atau radiasi plus hormonal terapi.

Secara umum obat anti kanker mempunyai akibat terhadap sel kanker yang sedang cepat membelah itu. obat anti muntah. Untuk mencegah kerusakan permanen dari sel sehat. Hal ini wajar. maka penderita akan gampang terkena infeksi. Demikian pula badan terasa lemah karena kurang energi yang dibakar oleh oxygen. membantu pembekuan dan membawa oxygen keseluruh tubuh. sebelum mendapatkan kemoterapi pasien harus menjalani beberapa pemeriksaan agar tubuhnya tahan menghadapi akibat dari kemoterapi. • Penyakit Hodgkin • Non Hodgkin limfoma jenis large sel • Kanker testis jenis germ sel . sehingga akibat gangguan saluran cerna. Untuk kemoterapi yang sangat agresif dimana kerusakan sel darah sangat berat. Pada waktu kerusakan sel darah begitu berat akibat kemoterapi yang agresif. Pada pusat kanker yang lengkap disediakan bank sperma untuk antisipasi apabilia terjadi sterilisasi permanen pada pria. Disamping itu gangguan tersebut tidak permanen dan akan pulih sebelum dilakukan siklus berikutnya. Setelah beberapa periode 1-3 minggu sel sehat pulih dan sel kanker juga akan pulih kembali namun mengalami kerusakan berarti. Rambut yang sedang tumbuh pun akan rontok. nafsu makan hilang dan terutama wanita adalah kebotakan. Kemoterapi anti kanker akan menyebabkan sel kanker serta beberapa jenis sel sehat yang juga sedang membelah atau tumbuh mengalami kerusakan. dipergunakan cangkok sum-sum tulang dari tubuh sendiri (autologus bone marrow tranplantation). sementara haid menjadi tidak ada dan laki-laki sementara mengalami sterilisasi. pasien akan merasa tidak nafsu makan. namun sel sehat yang cepat membelah pun termasuk kena akibat anti kanker tersebut. Diantara sel sehat yang terkena akibat adalah sel-sel darah dimana berfungsi memerangi infeksi. test fungsi liver dan lain-lain. Kemoterapi sangat bermanfaat (karena dapat sembuh atau hidup lama). Namun sel kanker akan mengalami kerusakan lebih parah dibanding kerusakan pada sel sehat. diantaranya pemeriksaan darah lengkap. Hal ini dimaksud untuk memulihkan sel sehat. sariawan. sehingga atas dasar inilah obat anti kanker dipergunakan. Dilain pihak berangsur mengecilkan kanker sehingga akhirnya sel kanker menjadi sangat kecil tidak terlihat lagi dan bisa dihancurkan dengan sinar atau dihilangkan dengan operasi. antara lain pemeriksaan laboratorium berkala. obat nafsu makan serta obat-obat lain. Mengingat pengobatan kanker dengan kemoterapi memberikan efek samping yang cukup berat. namun dengan penerangan dan persiapan lebih baik. Penyuluhan yang dapat diberikan pada pasien pro kemoterapi : Pada prakteknya sehari-hari yang dikhawatirkan pasien terutama muntah. mual muntah serta sariawan dan diare akibat rontoknya selaput lendir mulut dan usus. 1. Sel-sel pada saluran cerna juga cepat membelah. obat kanker tidak bisa diberikan sekaligus 4-8 siklus. Manfaat kemoterapi : Sampai saat ini tidak semua kanker mendapat manfaat dari kemoterapi. Berikut ini rincian beberapa manfaat kemoterapi pada berbagai jenis kanker. Bila sel-sel darah terkena pengaruh. pertumbuhan terhenti. gampang memar dan serta mudah mengalami pendarahan.mempunyai akibat akan lebih besar dan sebagainya. semua dapat diatasi. sel sum-sum tulang badan kita yang disimpan ditransfusikan kembali ketubuh untuk memulihkan kerusakan tersebut. Pemeriksaan awal tersebut ditetapkan oleh dokter onkologi medik. Sel susm-sum tulang kita diambil dan disimpan dengan pengawet.

misalnya alopesia. Kemoterapi neo adjuvant. yaitu:  Kemoterapi adjuvant. kemoterapi yang diberikan sebelum operasi manfaatnya adalah mengurangi ukuran tumor sehingga mudah dioperasi. Kemotarapi bermanfaat (karena dapat dikendalikan cukup lama. Faal ginjal dan hati baik Diagnostic histologik ( tidak mutlak ) Kanker cukup sensitif terhadap sitostatik Riwayat pengobatan sebelumnya Laboraturium : Hb ≥ 10 gr%. kemoterapi yang diberikan sesudah operasi. trombosit ≥ 150. Kemoterapi adalah suatu cara penobatan kanker yang sudah teruji. syarat yang harus dipenuhi penderita : keadaan umum cukup baik penderita telah siap secara psikologik bila terjadi efek samping termasuk yang menyangkut kosmetik.000/mm³ 2. Manfaatnya mengurangi kekambuhan lokal dan mengurangi penyebaran yang akan timbul. leukosit ≥ 5000/mm³. Penelitian-penelitian yang professional tentang kemoterapi dapat dimanfaatkan untuk pengobatan kanker dan mengeliminasi efek samping yang terjadi. Kemoterapi kadangkala bermanfaat • Kanker Nasofaring • Melanoma • Kanker usus besar Mengingat keterbatasan manfaat kemoterapi. Kemoterapi bermanfaat untuk paliatif (dapat mengulang gejala) • Kanker Nasofaring • Kanker Prostat • Kanker Endometrium • Kanker Leher dan Kepala • Kanker Paru jenis non small sel 4. kadang-kadang sembuh) • Kanker Payudara • Kanker Ovarium • Kanker Paru jenis small sel • Limfoma non Hodgkin • Multiple Mieloma 3. syarat yang harus dipenuhi penolonng : pengetahuan kemoterapi yan memadai keterampilan menyuntikkan obat sarana pemeriksaan laboratorium yang memadai . Syarat-syarat pemberian kemoterapi : 1. Kemoterapi paliatif diberikan hanya untuk mengurangi besarnya tumor yang dalam hal ini karena atau lokasinya menggangu pasien karena nyeri ataupun sulit bernafas. maka digunakan kombinasi dengan cara pengobatan lain untuk mengambil masing-masing manfaat. meski pun tidak dapat dihindari adanya efek samping.• Leukemia dan Limfoma pada anak 2.

termasuk sepsis gangguan sisti hemopoetik berat 2. Drip intravena (dari sebuah kantong atau botol cairan intravena. Kontra indikasi kemoterapi : 1.pengetahuan mengenai efek samping yang akan terjadi termasuk cara mengatasinya. Per-oral (berupa tablet. atau beberapa rangkaian pengobatan bisa diberikan dengan selang waktu diantaranya NUTRISI PASIEN KANKER : Malnutrisi merupakan hal yang sering ditemukan pada pasien kanker. kontra indikasi mutlak: kehamilan keadaan umum jelek infeksi-infeksi akut. selama beberapa menit) 4. gangguan fungsi traktus gastrointestinal dan kebutuhan yang meningkat. tergantung dari kankernya : .berkesinambungan selama beberapa hari . Anoreksia dapat disebabkan oleh gangguan fungsi mengecap dan mencium maupun gangguan fungsi susunan syaraf pusat.1 dosis atau beberapa hari pemberian obat/bulan 2. Intravena (langsung kedalam vena. Nutrisi yang baik dikonsumsi oleh pasien kanker adalah : . kontra indikasi relative : usia lanjut ganguan ringan fungsi organ-organ : ginjal. selama beberapa menit sampai beberapa jam) 3. jantung penderita tidak kooperatif Cara-cara pemberian kemoterapi: 1.beberapa obat dalam 1 hari . Bervariasi. kapsul atau cairan) Frekuensi pemberian kemoterapi: 1. Serangkaian pengobatan bisa diberikan hanya 1 kali. hati. defisiensi gizi yang sering ditemukan pada penderita kanker adalah defisiensi rotein dan kalori dengan manifestasi mengecilnya masa otot.1 dosis/hari selama beberapa hari . Pengobatan bisa diberikan beberapa minggu sampai beberapa tahun 3. Penyebab kurang gizi : Rendahnya nutris yang dikonsumsi penderita Konsumsi bahan nutrisi oleh sel kanker Pengaruh metabolisme sel kanker Gizi yang kurang umunya disebabkan oleh anoreksia.dosis 1 kali/minggu . Secara langsung ke dalam pembuluh darah yang memasok daerah dimana tumor tumbuh 2.

M.M.M.M. 5) Membuat rencana asuhan yang rasional pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr. Djamil Padang 6) Melaksanakan implementasi terhadap asuhan yang telah dibuat secara rasion .Banyak mengandung serat dan cairan Tinggi protein dan kalori Makanan yang tidak merangsang timbulnya muntah Makanan yang rendah lemak Makan yang mudah dicerna BAB III PENUTUP A. Djamil Padang 3) Mengidentifikasikan diagnosa potensial yang mungkin terjadi pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr. Kesimpulan Dengan menerapkan manajemen asuhan kebidanan pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr. Djamil Padang 2) Mengidentifikasi secara benar masalah atau diagnosa pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr.M. Djamil Padang diharapkan mampu : 1) Melakukan pengkajian pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr. Djamil Padang 4) Melakukan kolaborasi dengan dokter dan petugas laboratorium terhadap masalah yang ada maupun masalah yang berpotensi terjadi.

Bandung : Elstar offset www. 3) Bagi lahan praktek • Diharapkan lahan praktek dapat menjadi tempat bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. Carcinoma ovarium.co. 1981.id www. B. DAFTAR PUSTAKA Manuaba.askep-askeb-kita. Jakarta: EGC Prawirohardjo.al 7) Mengetahui dari evaluasi dari implementasi yang telah dilaksanakan menurut data yang diperoleh dari klien dan keluarga klien.com . Penyakit Kandungan Dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Ilmu Kandungan. Saran 1) Bagi mahasiswa diharapkan: • Dengan adanya manajemen asuhan kebidanan. 2005. Ginekologi. Ilmu Kebidanan. 1998. diharapkan mahasiswa dapat menerapkan asuhan yang diberikan kepada klien sesuai dengan standar asuhan kebidanan 2) Bagi institusi pendidikan • Diharapkan institusi pendidikan dapat menyiapkan mahasiswa dalam menghadapi kasus-kasus yang terjadi dalam bidang kesehatan khususnya kebidanan baik fsiologis maupun patologis • Diharapkan institusi pendidikan dapat menjadi naungan bagi para mahasiswa agar menjadi jeli terhadap masalah-masalah kebidanan. sulaiman. Kanker ovarium.com www. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sastrawinata.blogspot.

diantaranya: 1. Pengertian Kanker Indung telur atau Kanker ovarium adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur) yang paling sering ditemukan pada wanita berusia 50 – 70 tahun. dan perut melalui sistem getah bening dan melalui sistem pembuluh darah menyebar ke hati dan paru-paru. Diet tinggi lemak 2. Merokok . C. Faktor Risiko 1. Hal ini didasarkan pada hasil percobaan bahwa epitel ovarium mengandung reseptor androgen. Hipotesis androgen Androgen mempunyai peran penting dalam terbentuknya kanker ovarium. androgen dapat menstimulasi pertumbuhan epitel ovarium normal dan sel-sel kanker ovarium. panggul. Hipotesis incessant ovulation Teori menyatakan bahwa terjadi kerusakan pada sel-sel epitel ovarium untuk penyembuhan luka pada saat terjadi ovulasi. (Wingo. 2.html ASKEP CA OVARIUM A. Akan tetapi banyak teori yang menjelaskan tentang etiologi kanker ovarium. 1995) B.blogspot. Dalam percobaan in-vitro. Proses penyembuhan sel-sel epitel yang terganggu dapat menimbulkan proses transformasi menjadi sel-sel tumor.http://healthycaus.com/2009/09/askeb-ca-ovarium. Kanker ovarium bisa menyebar ke bagian lain. Kanker ovarium sangat sulit didiagnosa dan kemungkinan kanker ovarium ini merupakan awal dari banyak kanker primer. Etiologi Penyebab kanker ovarium belum diketahui secara pasti.

Pada stadium awal berupa : 1. Infertilitas 9. Tidak pernah melahirkan D. Dispepsia 8. Riwayat kanker payudara. Riwayat keluarga dengan kanker payudara atau ovarium 7. Nulipara 8. Penggunaan bedak talk perineal 5. Flatulenes . Ketegangan menstrual yang terus meningkat 3. kolon. Nyeri tekan pada payudara 5. Haid tidak teratur 2. Rasa tidak nyaman pada abdomen 7. Menstruasi dini 10. Alkohol 4. Tekanan pada pelvis 9.3. Menoragia 4. Sering berkemih 10. Tanda & Gejala Gejala umum bervariasi dan tidak spesifik. Menopause dini 6. atau endometrium 6.

adalah : STADIUM I –> pertumbuhan terbatas pada ovarium 1. begitu juga metastasis ke permukaan liver. 1. Stadium 2b : perluasan jaringan pelvis lainnya 3. Stadium 1b : pertumbuhan terbatas pada kedua ovarium. STADIUM II –> Pertumbuhan pada satu atau dua ovarium dengan perluasan ke panggul 1. Stadium 3c : implant di abdoment dengan diameter > 2 cm dan atau kelenjar getah bening retroperitoneal atau inguinal positif. 3. . tidak ada pertumbuhan di permukaan luar. tidak ada asietas yang berisi sel ganas. berisi sel ganas. dan kelenjar getah bening negativ. Stadium 3b : tumor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant dipermukaan peritoneum dan terbukti secara mikroskopis. Stadium 3a : tumor terbatas di pelvis kecil dengan kelenjar getah bening negatif tetapi secara histologi dan dikonfirmasi secara mikroskopis terdapat adanya pertumbuhan (seeding) dipermukaan peritoneum abdominal. Stadium 2c : tumor stadium 2a dan 2b tetapi pada tumor dengan permukaan satu atau kedua ovarium. diameter melebihi 2 cm.11. STADIUM III –> tomor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant di peritoneum di luar pelvis dan atau retroperitoneal positif. Rasa begah setelah makan makanan kecil 12. Stadium 1a : pertumbuhan terbatas pada suatu ovarium. tidak ada tumor di permukaan luar. Stadium Stadium kanker ovarium primer menurut FIGO (Federation InternationalofGinecologies and Obstetricians ) 1987. 2. tidak asietas. kapsul pecah atau dengan asitas yang mengandung sel ganas dengan bilasan peritoneum positif. kapsul utuh. Stadium 1c : tumor dengan stadium 1a dan 1b tetapi ada tumor dipermukaan luar atau kedua ovarium atau kapsul pecah atau dengan asietas berisi sel ganas atau dengan bilasan peritoneum positif. Stadium 2a : perluasan atau metastasis ke uterus dan atau tuba 2. Lingkar abdomen yang terus meningkat E. Bila efusi pleura dan hasil sitologinya positif dalam stadium 4. Tumor terbatas dalam pelvis kecil tetapi sel histologi terbukti meluas ke usus besar atau omentum. 3. STADIUM IV –> pertumbuhan mengenai satu atau kedua ovarium dengan metastasis jauh. kapsul intak. 2.

sistem saluran cerna. Penegakan Diagnosa Medis Sebagian besar kanker ovarium bermula dari suatu kista. Penatalaksanaan yang sesuai dengan stadium yaitu : Operasi (stadium awal) . Kemoterapi diberikan sebanyak 6 seri dengan interval 3 – 4 minggu sekali dengan melakukan pemantauan terhadap efeh samping kemoterapi secara berkala terhadap sumsum tulang. Ciri2 kista yang bersifat ganas yaitu pada keadaan : Kista cepat membesar Kista pada usia remaja atau pascamenopause Kista dengan dinding yang tebal dan tidak berurutan Kista dengan bagian padat Tumor pada ovarium Pemeriksaan lanjutan untuk memperkuat dugaan ke arah kanker ovarium seperti : USG dengan Doppler untuk menentukan arus darah Jika diperlukan. pemeriksaan CT-Scan/ MRI Pemeriksaan tumor marker seperti Ca-125 dan Ca-724. Oleh karena itu. akan tetapi hanya sebagai pegangan untuk melakukan tindakan operasi. sistem saluran cerna. fungsi hati. PENATALAKSANAAN Sebagian besar kanker ovarium memerlukan pengobatan dengan kemoterapi. fungsi ginjal. sistem saraf dan sistem kardiovaskuler. G. apabila pada seorang wanita ditemukan suatu kista ovarium harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah kista tersebut bersifat jinak atau ganas (kanker ovarium).F. Hanya kanker ovarium stadium awal saja (stadium 1a dan 1b dengan derajat diferensiasi sel yang baik/sedang) yang tidak memerlukan kombinasi pengobatan. beta – HCG dan alfafetoprotein Semua pemeriksaan diatas belum bisa memastikan diagnosis kanker ovarium.

d perubahan struktur atau fungsi tubuh. riwayat keluhan utama Riwayat kesehatan masa lalu Riwayat kesehatan keluarga Riwayat reproduksi –> siklus haid. Intervensi : Kaji perasaan klien tentang citra tubuh dan tingkat harga diri Berikan dorongan untuk keikutsertaan kontinyu dalam aktifitas dan pembuatan keputusan Berikan dorongan pada klien dan pasangannya untuk saling berbagi kekhawatiran tentang perubahan fungsi seksual dan menggali alternatif untuk ekspresi seksual yang lazim . Diagnosa Keperawatan 1. marah pasien Kolaborasi dengan tim medis dalam memberi obat analgesic Jelaskan kegunaan analgesic dan cara-cara untuk mengurangi efek samping Ajarkan klien strategi baru untuk meredakan nyeri dan ketidaknyamanan: imajinasi. stimulasi kutan Diagnosa 2 : Perubahan citra tubuh dan harga diri b. frekuensi Kaji faktor lain yang menunjang nyeri.d agen cidera biologi Tujuan : Klien merasa reda dari nyeri dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan Intervensi : Kaji karakteristik nyeri : lokasi. nifas. persalinan. ASUHAN KEPERWATAN 1. Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual b.d agen cidera biologi 2.Tujuan dan Intervensi Diagnosa 1 : Nyeri akut b. Nyeri akut b. hamil Pemeriksaan fisik Data psikologis/sosiologis–> reaksi emosional setelah penyakit diketahui 2. keletihan. kualitas.d perubahan dalam penampilan fungsi dan peran Tujuan : KLien dapat memperbaiki persepsi citra tubuh dan harga dirinya. perubahan kadar hormone 3. relaksasi. Perubahan citra tubuh dan harga diri b.Kemoterapi (tambahan terapi pada stadium awal) Radiasi (tambahan terapi untuk stadium lanjut) H.d perubahan dalam penampilan fungsi dan peran 3. Pengkajian Data diri klien Data biologis/fisiologis –> keluhan utama. durasi haid Riwayat obstetric –> kehamilan.

.no. no.wordpress. perubahan pada respons individu Kaji informasi klien dan pasangan tentang anatomi/ fungsi seksual dan pengaruh prosedur pembedahan Identifikasi faktor budaya/nilai budaya Bantu klien untuk menyadari atau menerima tahap berduka Dorong klien untuk menyadari atau menerima tahap berduka Dorong klien untuk berbagi pikiran/masalah dengan orang terdekatnya Berikan solusi masalah terhadap masalah potensial.. buku biru. Lange Ca ovarium kanker dari golongan tumor ginekologi yg plg sering menyebabkan kematian.com/2008/12/21/asuhan-keperawatan-klien-dengan-kankerovarium/ http://akperppnisolojateng.d perubahan struktur atau fungsi tubuh. EGC: Jakarta Donges.com/2009/04/09/askep-ca-ovarium/ Ca Ovarium Referensi: emedicine.wordpress.5 tersering menyebabkan kematian dari seluruh kanker. EGC: Jakarta http://viethanurse.5tersering pada wanita Diagnosis banding :    Tumor adnexa Ca ovarium borderline Kista ovarium .com/2009/03/askep-ca-ovarium. perubahan kadar hormon Tujuan : -KLien menyatakan paham tentang perubahan struktur dan fungsi seksual.Mengidentifikasi kepuasan/ praktik seksual yang diterima dan beberapa alternatif cara mengekspresikan keinginan seksual Intervensi: Mendengarkan pernyataan klien dan pasangan Diskusikan sensasi atau ketidaknyamanan fisik..blogspot.Rencana Asuhan Keperawatan.html http://hidayat2.Diagnosa 3 : Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual b. 2001. 1999. ex : menunda koitus seksual saat kelelahan Daftar Pustaka Brunner & Suddarth. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Marilynn E.

cepat kenyang abdominal distensi stadium lanjut Pemeriksaan Fisik  tidak spesifik periksa nodus limfe pada supraklavikula& inguinal(u/perikso metastasis). dinding stroma fibrokolagen Mucinous Clear cell Transisional undifferentiated  Germ cell -Disgerminoma. retensi urin. makroskopissolid. biasanya pasien datang saat sudah stadium lanjut  Keluhan2 tdk spesifik nyeri abdomen/pelvik.obstruksi usus.bilateral. inti prominent. alpha fetoprotein (AFP) u/germ cell ovarian Histopatologi:  Epitelial >> sering (90%) Serous= plg sering (35-55%) Bilateral. distensi abdomen. diameter >15cm.Penegakan diagnosis Anamnesis Stadium awal dari karsinoma ini symptonya minimal/tdk spesifik/tidak ada sama sekali karnanya. elektrolit serum. perdarahan pervaginam. jika terperangkap di cavum douglas nyeri hebat. periksa abdomen (asites + abdominal distensi .tumor marker ca epitel ovarian(CA-125). matur. perlengketan ke daerah sekitar. multiple septations>3mm. choriocarcinoma gonadoblastoma. mikroskopis psammoma bodies. polyembriona  Sex cord&stromal . spesialisasi). iregular menstruasi. sel2pleomorfik. invasi ke stroma. pelvic examination (terdapat massa pelvis yg immobile solid/form. kembung. pendarahan. teratoma (immature. bilateral. nodular  tanda2 malignan) Pemeriksaan +an Radiografi USG(solid/cystik+solid. kromatin inti kasar. mixed germ cell. fungsi hati. efusi pleura. embrional karsinoma.asites).massa abdomen). obstruksi usus *klo sudah ado ascites. CT scan Lab CBC.endodermal sinus tumor. nekrosis. konstipasi.

- Granulosa sel tumor. III. asites dg sel2malignan atau peritoneal sitologi (+) sel2malignan metastase ke pelvis a. 2ovarium c. Terbatas pada ovarium a. a/b + tumor permukaan ovarium pada 1/2 ovarium. asites dg sel2malignan atau peritoneal sitologi (+) sel2malignan metastase ke kavum abdomen a.mesodermal) dg sifat2histologis&biologis yg beraneka ragam . metastase ke uterus/tuba b. kapsul ruptur. kapsul ruptur. metastase mikroskopik pada permukaan peritoneum abdomen b. jaringan panggul lainnya c. lymphoma Stadium I. ukuran tumor yg metastase>2cm & atau metastase pada nodus limfe pelvis. metastase jauh efusi pleura dg sitologi (+) sel2malignan metastase ke parenkim paru metastase ke parenkim hati bukan ke permukaan II. gynandroblastoma  Metastase neoplasma lain ke ovarium - Mammae. thecoma sertoli-leydig sel. fibroma. Diagnosis kerja Karsinoma ovarium  Definisi : Kumpulan tumor dengan histiogenesis yNg beraneka ragam.endo. gaster. a/b + tumor permukaan ovarium pada 1/2 ovarium. ukuran tumor yg metastase<2cm c. endometrium. dapat berasal dari ketiga dermoblast (ekto. 1 ovarium b. colon. para-aortic/ inguinal IV.

Abnormalitas kromosom . yg laen idak Prognosis Malam.Mutasi gen p53 tumor supresor . Bedah sitoreduktif Volume sisa dari tumor stlah operasi menentukan prognosis baik(Stadium IIIa/IIIb). . Substansi karsinogenik Pemakaian bedak tabur pada daerah kewanitaan terbentuk granuloma talk(bedak tabur) 3. buruk (metastase diluar kavum peritoneum/ tumor makroskopik>2cm) 3. 2. intermediate (metastase makroskopik diluar pelvis dg ukuran<2cm). sampel nodus limfe para aortic dan pelvis (lihat stadium di HTD)  1.Teraktivasinya “c-erb-B2”(HER2)  proto onkogen   Faktor resiko : Menderita PCOS (polikistik ovarian sindrom) Diet tinggi lemak hewani Konsumsi alkohol&produk susu Epidemiologi Umur>40tahun.Turnerdisgerminoma& gonadoblastoma Herediter ca ovarium(autosomal dominan) breast&ovarian cancer sindrom (BOC)  mutasi germline gen BRCA1 pada kromosom 17 . Radiasi Bagus u/Germcelldisgerminoma.S. Etiologi dan patogenesis: pasti??? 1. omentectomy. plg sering terdiagnosis dekade ke 7. multipel biposi peritoneum. Ovulasi Tiap kali ovulasi epitel germinal itu rusak memicu mekanisme cellular repairment ovulasi yg terus menerus /siklus menyediakan kesempatan yg lebih dari cukup untuk terjadinya mutasi dan delesi *kehamilan. Kemoterapi Epitelial sistemik cisplatin 75mg/m2 + paclitaxel 175mg/m2 selama 6 kali dg interval 3mg Germcellbleomycin-etoposide-cisplatin 4. anovulasi kronik. 1 dari 70 wanita. ibu yg menyusui resikonya << 2. postmenopause/prepubertas Penatalaksanaan Bedah u/menentukan stadium sitologi peritoneum.

kembung. penurunan berat badan. sekitar 14. Kanker indung telur memiliki angka kematian yang tinggi. perdarahan menstruasi yang tidak teratur.000 atau separuh lebih wanita meninggal karena penyakit ini. konstipasi (sembelit). seandainya ada biasanya samar-samar. Pada umumnya tidak didapatkan gejala dini pada kanker ini.5tahun kelangsungan hidup u/ Epitelial. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya suatu massa atau benjolan pada panggul merupakan tanda yang perlu dicurigai. disgerminoma=95%. Gambar : Kanker Ovarium Tanda dan Gejala Sebanyak 60% wanita yang didiagnosis menderita kanker ovarium sudah memasuki tahap lanjut dari penyakit ini. Angka kejadian kanker epitel ovarium rendah pada negara berkembang dan Jepang. Kanker indung telur merupakan penyebab kematian ke-5 terbanyak di Amerika Serikat dan merupakan salah satu dari 7 keganasan tersering di seluruh dunia. Kanker epitel ovarium jarang didapatkan pada wanita berusia < 40 tahun. Stadium I=76-93%. immature teratoma=70-80% Kanker epitel ovarium atau dikenal dengan kanker indung telur yang berasal dari sel epitel merupakan 90% kasus dari seluruh kanker indung telur. dari 23. . IV=11% Germ cell. mudah lelah. II=60-74%. Puncaknya terjadi pada wanita usia 60-64 tahun.100 kasus baru kanker indung telur. Gejala tersebut termasuk diantaranya nyeri pada panggul. III=23-41%.

kelenjar getah bening. dan kondisi tubuh. Pemeriksaan ini digunakan unutk mendeteksi dini kanker ovarium namun tidak memiliki sensitivitas yang tinggi 3. Namun perlu diingat risko akan premenopause dini dan penyakit osteoporosis serta jantung yang dapat timbul akibat pengangkatan indung telur. 1. Selain itu pengunaan kontrasepsi pil juga dianjurkan Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan ultrasonografi (USG) dapat memperjelas penyakit ini Klasifikasi Kanker Ovarium Kanker ovarium memiliki 4 stadium yaitu : Stadium I II Angka Bertahan Hidup 5 Tahun Kanker pada 1 / 2 ovarium. maka pengambilan indung telur sekaligus akan mencegah risiko kanker ovarium selamanya. Ultrasonografi transvaginal. Alat ini dipertimbangkan untuk alat skrining dikombinasikan dengan pemeriksaaan Doppler 5. Pemeriksaan panggul rutin per tahun. Apabila seorang wanita melakukan operasi panggul. permukaan hati Fase akhir dari kanker ovarium. Kanker dapat 93. Menyebar ke 29.1% dinding perut. usus kecil. kandung kemih. Kriteria untuk skrining yang efektif Sampai saat ini belum ada alat yang secara efektif dan efisien dalam mendeteksi dini kanker ovarium 2. Antigen ini diekspresikan oleh 80% epitel nonmusinous kanker ovarium. Antigen kanker 125 (CA-125).1% organ yang jauh seperti limpa. saluran tuba.6% ditemukan di permukaan ovarium Kanker melibatkan 1/2 ovarium dengan perluasan Tidak ada data ke panggul (rahim.Deteksi dan Pencegahan 1. hati (bagian dalam) Area III IV Terapi Terapi dari kanker ovarium tergantung dari stadium dari penyakit. terapi pilihan. organ perut. Kanker Ovarium atipikal . Kadar lebih tinggi dari 35 U/ml adalah abnormal 4. Pencegahan. paru-paru. usus besar) Kanker menyebar melebihi rongga panggul ke 68. tipe penyakit (primer atau rekuren <kambuh kembali>).

Terapi hormonal juga dapat digunakan. endometrium. Wanita dengan riwayat keluarga memiliki kanker payudara. dalam jumlah banyak dapat meningkatkan risiko mendapat kanker ovarium. Pasien kanker atipikal ovarium dengan stadium dini yang masih ingin mempertahankan kesuburannya dapat melakukan unilateral salpingo-oophorectomi (operasi pengangkatan indung telur yang mengandung kanker) 2. dan terapi genetik Faktor Risiko Penyebab kanker ovarium masih diteliti. Terapi yang dapat dilakukan pada stadium ini adalah operasi (total abdominal histerektomi. pengikatan saluran tuba. Kanker ovarium yang kambuh Pasien dengan kanker ovarium yang kambuh adalah kandidat untuk dilakukan operasi yang kedua kalinya dengan kemoterapi menggunakan agen yang berbeda.Kanker atipikal ini memiliki sifat yang berbeda dari kanker ganas ovarium tipe lainnya. dan vitamin C 4. riwayat kanker payudara atau kanker endometrium sebelumnya. imunoterapi menggunakan interferon. baru memiliki anak 1 atau tidak memiliki anak. penggunaan kontrasepsi pil. atau usus besar memiliki peningkatan risiko untuk kanker ovarium. dan radiasi 3. Stadium dini kanker ovarium Stadium dini kanker ovarium adalah stadium I dan II. Radiasi seluruh bagian perut (whole abdominal radiation) dapat menjadi alternatif dari kemoterapi 4. Stadium Lanjut kanker ovarium Stadium ini selalu membutuhkan terapi operasi yang optimal diikuti kemoterapi setelah operasi untuk meningkatkan kemampuan bertahan hidup. Beberapa penelitian mengemukakan bahwa asupan makanan yang mengandung lemak hewani seperti daging. Faktor reproduksi. dan histerektomi (pengangkatan rahim) berkaitan dengan penurunan risiko dari kanker ovarium . bilateral salpingooophorektomi). Terapi yang masih dalam penelitian adalah terapi stem sel. penggunaan kontrasepsi pil minimal 1 tahun (faktor proteksi bertambah dengan penggunaan setiap tahunnya). Riwayat keluarga. Faktor lingkungan. 3. Memiliki anak lebih dari 1. kemoterapi (pada kasus dengan angka kesembuhan rendah. Biasa terdapat pada wanita usia 40 tahun (keganasan pada usia 60 tahun). Faktor risiko individual. riwayat menyusui. indung telur. riwayat menyusui. Memiliki anak lebih dari 1. diberikan setelah operasi). ayam. pengikatan saluran tuba. vitamin A. Penurunan risiko berkaitan dengan konsumsi sayuran. Usia > 40 tahun. namun beberapa faktor yang berkaitan peningkatan risiko dari penyakit ini adalah: 1. 20% stadium dini dapat menyebar ke intraabdomen (perut) dan memerlukan terapi operasi. dan riwayat keluarga dengan kanker dapat meningkatkan angka kejadian kanker ovarium. dan histerektomi (pengangkatan rahim) berkaitan dengan penurunan risiko dari kanker ovarium 2.

Benjolan di perut bagian bawah dapat berkisar antar 2-8cm atau lebih besar lagi pada wanita menopause. perdarahan. Operasi besar ini juga mengharuskan anda untuk menjalani masa penyembuhan (recovery) di rumah sakit untuk memantau hasil pengobatan dan efek samping yang timbul. kemoterapi. dan jenis kanker. Nyeri dapat terjadi karena peregangan dari kapsul indung telur. stadium. dan stadium III dan IV berkisar 15-20% atau kurang dari 5%.Penyebab Penyebab dari kanker ovarium adalah multifaktor. Faktor Prognostik Kemampuan bertahan hidup selama 5 tahun pada pasien dengan kanker ovarium berkisar 30%. Teori ketiga menerangkan mengenai karsinogen (zat yang dapat merangsang terjadinya keganasan) dapat berkontak dengan indung telur melalui saluran reproduksi. CT-scan dapat digunakan untuk mengetahui penyebaran ke hati atau rongga perut lainnya. darah lengkap. serta tes fungsi hati. teori kedua menerangkan mengenai pajanan indung telur terhadap hormon gonadotropin dapat meningkatkan risiko keganasan. namun tergantung dari individu masing-masing. serta laktat dehidrogenase. dan radiasi. Pemeriksaan roentgen dada digunakan untuk menyingkirkan penyebaran ke paru. dalam waktu cepat). FUNGSI OPERASI Kebanyakan operasi besar memiliki fungsi : menentukan stadium kanker (staging surgery) . Pada umumnya keganasan pada kanker ini tumbuh cepat dan ditandai dengan nyeri panggul yang akut (tba-tiba. nekrosis (kematian sel). hanya berkisar 10-15% dari seluruh kasus kanker ovarium. Teori pertama menerangkan mengenai trauma minor yang berlangsung terus menerus selama siklus ovulasi (siklus pengeluaran telur setiap bulannya). atau puntiran dari indung telur. Kanker Ovarium Non-epitelial Kanker ini jarang didapatkan dibandingkan kanker ovarium epitel. sedangkan stadium II sekitar 50-65%. Terapi yang dilakukan adalah operasi. Pasien dengan stadium I memiliki 90% kemungkinan bertahan selama 5 tahun. Pemeriksaan yang diperlukan adalah pemeriksaan serum hCG dan alfa-fetoprotein. OPERASI BESAR Share | Operasi besar adalah operasi yang memerlukan persiapan matang untuk menjalankannya dan terdapat banyak efek samping yang mungkin timbul selama dan setelah operasi dilakukan.

teknik operasi pengobatan kanker tidak lagi hanya menggunakan pisau sebagai sarana untuk mengangkat kanker.Operasi penentuan stadium umumnya dilakukan saat operasi utama sebagai pengobatan dilakukan. mengobati kanker (curative surgery) Operasi pengobatan merupakan operasi penyembuhan kanker. operasi perbaikan (reconstructive surgery) Operasi perbaikan dilakukan setelah operasi pengobatan utama dilakukan. atau memperbaiki ketidaknyamanan (nyeri) atau kecacatan yang diakibatkan oleh kanker. Beberapa teknik baru sebagai media operasi yaitu : ??? Laser surgery . Biasanya operasi ini dilakukan untuk keperluan estetika. bila jaringan kanker tidak dapat diambil seluruhnya. Operasi pengobatan juga kadang bersamaan dengan tindakan radiasi (intraoperative radiation). dan sisa jaringan tersebut dieliminasi dengan radio atau kemoterapi. namun untuk mengobati metastasis dari kanker. TEKNIK OPERASI PENGOBATAN KANKER Saat ini. debulking surgery Operasi tersebut dilakukan bila jaringan kanker tidak dapat diambil seluruhnya. mencegah terjadinya kanker (preventive surgery) Operasi pencegahan dilakukan seperti operasi pengobatan kanker. di mana dapat dilakukan bila kanker hanya di satu area saja dan jaringan dapat diangkat seluruhnya tanpa merusak banyak jaringan di sekitarnya. namun jaringan yang diangkat adalah jaringan pra kanker yang beresiko tinggi untuk terjadi kanker. operasi penunjang (supportive surgery) Operasi penunjang dilakukan untuk menentukan metode pengobatan yang lain. di mana setelah pengangkatan tumor dilakukan pengambilan sedikit tepi jaringan yang normal dan dilakukan pembacaan di bawah mikroskopik untuk menentukan seberapa jauh penyebaran tumor (pathological stage). operasi paliatif (palliative surgery) Operasi paliatif dimaksudkan bukan untuk menyembuhkan kanker.

jaringan diberi suatu zat kimia tertentu. namun saat ini sedang dikembangkan untuk pengobatan. vaporize (membakar dan merusak) kanker. Laparoscopic surgery Laparaskop merupakan tabung berukuran panjang.sel kanker. Dahulu teknik ini dinamakan chemosurgery. Namun zat kimia tersebut bukanlah kemoterapi kanker. karena sebelum dipotong. Teknik ini juga dapat dipakai untuk kondisi pre kanker.sel abnormal. Cryosurgery Cryosurgery ini menggunakan penyemprotan cairan nitrogen untuk membekukan atau membunuh sel?. hati. berdiameter kecil dan fleksibel yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui insisi kecil pada tubuh. laring. mengurangi timbulnya nyeri akibat pembedahan dan memperpendek waktu rawat inap. . kulit atau rektum. Mohs surgery Mohs surgery atau pembedahan di bawah kendali mikroskop merupakan cara mengangkat satu lapis tipis kulit yang terkena kanker dan kemudian dilihat di bawah mikroskop. bila sampai kepada lapisan yang normal. Teknik ini sering digunakan untuk mengobati kanker pada mata. Umumnya digunakan untuk pengobatan kanker mulut atau kulit.Laser adalah suatu energi cahaya berkekuatan tinggi dan terfokus yang digunakan sebagai media operasi yang tepat. mencegah hilangnya banyak cairan tubuh (darah) saat pembedahan. Biasanya teknik ini dipakai untuk biopsi. Keuntungan dari laser surgery : hanya sedikit jaringan yang dipotong. cervix. Umumnya sering untuk pengobatan kanker cervix atau prostat. sebagai alasan menyelamatkan jaringan normal sebanyak mungkin. Keuntungan : dapat melakukan pembedahan tanpa perlu membuat insisi yang lebar. Umumnya teknik ini dipakai untuk kanker kulit atau mata. Electrosurgey Listrik berfrekuensi tinggi (high frequency electrical) dapat digunakan untuk merusak sel?. maka pembedahan dihentikan. seperti memperbaiki kerusakan. memotong jaringan. faring.

orang di sekitar anda. ada baiknya untuk mencari second opinion dari ahli bedah lainnya dan tidak perlu mengulang pemeriksaan yang dahulu pernah dijalani. dan pada area tujuan dapat dilakukan biopsi. untuk mengatur pemikiran anda dan juga untuk menetukan tim untuk perawatan. namun tidak fleksibel melainkan kaku serta terdapat kamera kecil di unjungnya. operasi itu sendiri (termasuk jenis anestesi) dan masa penyembuhan. cukup membawa hasil pemeriksaan sebelumnya. Teknik operasi ini keberhasilannya sama dengan operasi membuka rongga tubuh (open thoracotomy) pada stadium dini kanker paru. Lainnya Operasi lain yang masih dalam pengembangan berupa stereotactic radiation therapy yang menggunakan cyberknife atau gamma knife. untuk berbicara dengan orang?. Pengobatan kanker yang menggunakan teknik ini adalah kanker otak. paru dan tulang belakang. leher. teknik operasi dan kondisi kesehatan. Perencanaan dan Pre Operasi Ada baiknya jika anda dan dokter bedah berunding untuk memastikan pilihan operasi yang memberikan hasil terbaik. usus besar.Teknik ini sudah dipakai untuk mengobati kanker kandung empedu dan juga sedang dikembangkan pada kanker kandung kemih. Sebelum? memutuskan untuk memilih operasi. Ambil waktu sebaik mungkin untuk memikirkan apakah cara ini memberikan hasil terbaik untuk kesehatan anda dan waktu yang ada sebaiknya digunakan untuk mempelajari penyakit dan pengobatan anda. BAGAIMANAKAH OPERASI ITU? Operasi yang dijalankan tergantung banyak hal. kanker area kepala. yakni penyakit yang akan diobati. persiapan. prostat dan? ginjal. Runtutan operasi meliputi : pemeriksaan pra operasi. di mana operasi ini menggunakan mesin radiasi yang memotong tumor dari beberapa sudut berbeda. Alat ini dimasukkan melalui insisi kecil pada dada setelah paru dikempiskan. . Thorascopic surgery Thoraskop merupakan alat yang mirip dengan laparaskop. mengeluarkan cairan atau mengangkan tumor berukuran kecil.

Dengan menandatangani inform consent tersebut berarti anda sudah menerima segala informasi dan bersedia untuk dioperasi. Jika perlu. Laboratorium : -??? Darah Lengkap . serta membantu dokter untuk memahami kondisi anda dan untuk perencanaan operasi (terutama untuk operasi besar). Pemeriksaan Pra Operasi Pemeriksaan pra operasi ini diperlukan untuk memastikan apakah tubuh dapat menghadapi operasi dan tindakan anestesi. di mana sebelum memberi persetujuan terhadap dokter untuk dioperasi. fungsi ginjal dan hepar dan untuk penyediaan transfusi darah saat operasi.Resiko operasi .Bagaimana operasi itu sendiri .Kondisi kesehatan dan mengapa operasi ini dipilih sebagai pengobatan . anda di dampingi oleh keluarga atau teman saat menandatangani inform consent.Keuntungan operasi terhadap anda . Disarankan untuk anda membaca dan memahami dengan baik seluruh isi inform consent tersebut dan semua pertanyaan anda telah dijawab oleh dokter. Adapun pemeriksaan yang dilakukan berupa : Anamnesis : menanyakan riwayat penyakit dahulu berupa darah tinggi. .Efek samping operasi .Urinalisis : memeriksa keadaan ginjal dan adanya infeksi . alergi atau kondisi lain yang berhubungan dengan operasi. penyakit jantung.Pilihan pengobatan lain.Tujuan operasi .Inform Consent / Surat Persetujuan Operasi Inform consent merupakan salah satu hal penting dari persiapan operasi. menghitung jumlah darah. kencing manis. anda terlebih dahulu harus diterangkan mengenai : . resiko perdarahan dan infeksi.

Oleh karena itu.Anestesi regional Hampir sama dengan anestesi lokal. Persiapan Operasi   Mengosongkan isi perut (lambung dan usus) dari malam sebelum operasi. maka anda akan dipertemukan dengan dokter anestesi yang akan menangani anda. dan ini juga mempengaruhi apakah perlu anda sadar atau tidak saat operasi berlangsung. untuk mencegah rambut masuk ke dalam area operasi dan menyebabkan terjadinya infeksi. Jika anda menggunakan anestesi total (bius total). dengan cara puasa makan dan minum serta penggunaan laksatif untuk mengosong isi perut. Di mana obat anestesi disuntikan pada tulang belakang.Anestesi total . tangan atau kaki sehingga melumpuhkan sementara saraf?. Anestesi Anestesi (bius) adalah cara untuk menghilangkan nyeri pada periode tertentu. Hal tersebut tergantung dari jenis dan lama operasi. di mana aspirasi tersebut dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada paru. Pilihan anestesi yang dapat anda pilih berupa : .X-ray dada dan EKG (elektrokardiografi) untuk memeriksa keadaan jantung dan paru .saraf yang keluar dari area tersebut. Hal yang lumrah jika anda mengatakan bahwa anda takut akan operasi dan anestesi. Hal ini ditujukan untuk mencegah terjadinya aspirasi (terhirup) muntahan ke paru saat dianestesi. Mencukur area yang akan dioperasi.. Obat anestesi regional ini dapat berupa suntikan tunggal atau drip infus.lain : CT scan untuk melihat ukuran dan lokasi tumor serta penyebarannya. beritahukanlah perasaan anda kepada dokter sehingga mereka dapat memberikan obat yang dapat membuat anda tenang. Dan bukan tidak mungkin jika dokter akan meminta pemeriksaan lain yang berhubungan dengan kondisi yang mempengaruhi operasi. namun area yang dibius lebih luas dan pasien juga tetap sadar. .Lain .

Namun. sedang bermimpi dan tidak sadar sepenuhnya sampai keesokan harinya. Para tim perawatan anda mungkin berupaya agar anda beraktivitas setelah operasi. umumnya selesai operasi kateter ini dilepas. Hal ini bergantung kondisi pra operasi dan luas operasi.ketetapan tindakan berbeda pula. bila ginjal bermasalah tetap dipasang. memperlancar aliran darah sehingga mencegah terjadinya pembekuan (clotting) pada kaki. nadi.Anestesi total membuat seseorang jatuh dalam keadaan tak sadar. Anda juga akan dipasangi kateter urin untuk mengalirkan air kencing anda ke suatu tas khusus. Masa Penyembuhan         Orang yang mendapat anestesi lokal dapat segera pulang. Anda juga akan mendapat obat pereda nyeri selama di rumah sakit dan pada saat rawat jalan. Hal ini ditujukan untuk mempercepat masa penyembuhan. akan merasakan perasaan berat. namun orang yang mendapat anestesi regional atau total harus dirawat dalam ruangan penyembuhan sampai pengaruh anestesi habis. di mana obat dapat dihirup atau disuntikan. Anda sebaiknya makan dan minum walaupun ada perasaan tidak nafsu makan / minum. Operasi Teknik operasi yang digunakan membuat ketetapan . Tenggorok anda akan terasa sedikit nyeri oleh karena pemasangan pipa endotrakeal. Skip to content  Home . Saat anestesi total dilakukan. pipa endotrakeal akan dimasukkan melalui mulut anda untuk membantu pernafasan anda. Orang di bawah pengaruh sisa anestesi. sebab hal ini mempercepat masa penyembuhan. pernafasan) selama operasi sampai anda terbangun. Dan para dokter atau paramedia juga akan memeriksa jumlah urin anda. Sebaiknya dilakukan setelah dokter menyatakan bahwa anda dapat minum dan makan (baiknya untuk minum terlebih dahulu). Pada tubuh yang dioperasi juga akan dipasang drain untuk mengeluarkan cairan yang terkumpul akibat operasi. juga tak lupa melepaskan pipa endotrakeal tadi. Dokter anestesi dan perawat akan mengawasi keadaan fungsi vital anda (tekanan darah.

Fase mitosis : 1 sel induk Profase : 1 jam Metafase : < 1 jam Anafase : < ½ jam Telofase : beberapa menit dewasa2. khususnya neoplasma Tumor . enzim. hematom.Oncos : tumor. Enzim. Biokimia 1. RNA.Klinis : non neoplasma (radang. protein dan duplikasi untai tunggal kromosom menjadi untai ganda. Morfologis 2 sel anak1. protein — persiapan sintesa DNA 2. Fase interfase : sel anak yg muda Sintesa DNA.    About Artikel Privacy Policy Search Home » Bedah Tumor » Onkologi Umum ← Kista Hepar Tumor Otak → Onkologi Umum Posted on 8 February 2011 by ArtikelBedah ONKOLOGI UMUM Onkologi Berasal dari bahasa Yunani : .Khusus: benjolan yg disebabkan oleh neoplasma . beberapa tahunBerlangsung beberapa jam B. massa . hipertrofi) & neoplasma Neoplasma -Neos : baru -Plasein : membentuk jaringan baru yg abnormal Siklus pertumbuhan sel A. Fase G2 (growth phase-2) : 1-2 jam . Fase S (synthesa) : 8 jam Sintesa DNA baru Dapat digunakan untuk mengukur prognosis 3. kista. Fase G1 (growth phase-1) : jam-tahun Sel anak mensintesa RNA.Umum : pembengkakan/benjolan abnormal dalam tubuh .Logos : ilmu Ilmu yg mempelajari penyakit yang disebabkan oleh tumor.

4. Hiperkromasi : warna lebih gelap 4. Kapsul tidak jelas/tidak ada 4. Hipervaskularisasi. lokal invasive/infiltrat Doubling Time Waktu yang dibutuhkan tumor untuk membesar sehingga volumenya menjadi 2 x dari semula Penting untuk menentukan diagnosis. 2n ◦ Lokal insitu. Batas tidak tegas 3. Ada bagian nekrosis/ ulserasi 7. Tidak menjalankan fungsi sel normal 9. Ada metastase Pertumbuhan kanker 1. evaluasi hasil terapi. terlepas dari kendali pertumbuhan sel normal. Inti sel relatif besar 5. Merusak bentuk dan fungsi organ 10. Polikromasi : warna bermacam-macam 3. Mitosis bertambah 6. Metastase Sifat Tumor Ganas 1.Persiapan mitosis berikutnya 4. Fase M (Mitosis) : 1-2 jam Sel tumor sel tubuh yg mengalami transformasi sehingga tumbuh secara autonom. Rapuh. Sifat tergantung : . mudah berdarah 5. Pertumbuhan Lokal ◦ Unisentris/unilokuler: mulai dari satu sel dalam satu jaringan/organ ◦ Multisentris/multilokuler: dari beberapa sel (jarang) ◦ Sinkronous: sel tumbuh dalam waktu yang bersamaan ◦ Metachronous : tumbuh dalam waktu yang berbeda ◦ Sel kanker tumbuh secara binear & exponensial : 1 sel jadi 2. Bentuk tidak teratur 2. Polimorfi : bentuk bermacam-macam 2. The Lag Period / Masa Interval Waktu yang diperlukan sel neoplastik memperbanyak diri sehingga dapat dideteksi. Tumbuh terus tanpa batas 8. neovaskularisasi 6.Jauhnya penyimpangan anatomi & fungsi sel normal (diferensiasi) . Terdiri dari : Jinak & Ganas. Anaplastik : susunan tidak teratur 7. perlengketan 8. Tumor diameter 1 mm : 25 x PD dgn jumlah sel sekitar 100 juta 1 cm : 30 x PD dgn jumlah sel 1 milyar (klinis: dapat dideteksi) 10 cm : 40 x PD (population doubling) dgn jumlah sel 1 triliun . Infiltrasi 11. Ada infiltrasi.Kemampuan infiltrasi & metastase Bentuk Sel Kanker 1.

Stadium sangat lanjut (far advanced stage) B. Iatrogenik Tempat penyebaran 1. Faktor Tumor 1. intralobuler) 2. Stadium lokal : Terbatas pada organ/jaringan tempat asalnya tumbuh 4. Loko-regional . Organ jauh Yang Mempengaruhi Kecepatan Pertumbuhan A. napas. Sifat tumor: neoplasma ganas. Transluminal: dalam dinding sal. G3. intraluminal. Lokal 2. urinaria 5. cerna. Populasi sel kanker: rasio fraksi sel kanker yang tumbuh. Hematogen 4. Penyebaran ke organ lain/metastase Cara Penyebaran 1. Derajat diferensiasi sel: G1. Regional 4. Asal tumor atau jenis tumor 2. Berdasarkan kemungkinan dapat disembuhkan 1. tidak tumbuh. Stadium regional : Metastasis masih terbatas di kelenjar limfe regional 5. Kelenjar limfe regional 3. pelvis 6. jinak.2. Ekstensi lokal : telah menginvasi organ sekitar 3. Lokal 2. Faktor Penderita 1. abd. G2. Berdasarkan tofografi penyakit Berdasarkan lokasi tumor primer atau metastasis 1. yang hilang B. Pertahanan tubuh: barier mekanik. Nutrisi (vaskularisasi) 3. Stadium dini (early stage) 2. Stadium lanjut (advanced stage) 3. Stadium insitu : Masih terbatas pada parenkim organ tempat asal tumor (intraepitelial. sifat tidak tentu 3. imunologis (seluler dan humoral) C. Transerosa/transcoelum : c. Status hormonal Stadium Pertumbuhan Kanker Stadium Pra-klinis Stadium pada saat kanker belum terdeteksi secara klinis Stadium Klinis A. Ruang tempat tumbuh tumor 2. insitu. Limfogen 3. Stadium diseminasi : Menyebar keluar dari kelenjar limfe regional atau menyebar ke organ lain yang letaknya jauh dari tumor primer Berdasarkan luas ekstensi penyakit 1. Faktor Lingkungan Hidup Tumor 1. Perkontinuitatum 2. Waktu siklus (siklus pertumbuhan tumor) / lag periode 4. G4 5. Stadium Invasif atau infiltratif : Telah bertumbuh di luar membrana basalis 3. Umur: umumnya lebih cepat tumbuh pada anak-anak 2.thoracis. intraduktal.

Metastasis jauh C. T Tx To Tis T1. (tulang). (hepar).N2. ada/tidak infiltrasi di organ atau struktur sekitar M Mx Mo M1 Metastasis jauh Tidak dapat diperkirakan adanya anak sebar Tidak ada bukti metastasis jauh Ada metastasis jauh Organ yang tempat metastasis dapat disebutkan : Pul. Stadium FIGO : ca serviks Fase pertumbuhan kanker Induksi Insitu Invasi Diseminasi 15-30 thn 5-10 thn 3-5 thn 1-5 thn Sistem TNM Pertama kali diperkenalkan oleh Pierre de Noix (Perancis. makin jauh infiltrasi di jaringan dan organ di dekatnya N Nx No N1. (pulmo). (yang lain/other) Tambahan : -cTNM : Clinical staging -pTNM : pathological staging -sTNM : surgical-evaluative staging -rTNM : retreatment staging -aTNM : autopsy staging -R : sisa tumor setelah terapi .T2. ski. per. pleu. 1943). oth. (otak). 1958 diadopsi oleh IUCC (Union Internationale Contre le Cancer).T3 Tumor primer Tumor primer tidak dapat ditaksir Tidak terbukti adanya tumor primer Karsinoma insitu Tumor primer makin membesar.N4 Kelenjar limfe regional Kelenjar limfe tidak dapat ditaksir/diperiksa Tidak terbukti penyebaran ke kelenjar limfe regional Ada kelenjat yang terlibat. (kulit). Stadium Portman : ca mamma 2.5.N3. Berdasarkan Konvensi 1. Stadium Ann Arbor : limfoma maligna 4. bra. hep. (peritoneum). (pleura). oss. Stadium Dukes : Ca kolorektal 3.

Adanya mutagen/karsinogen yg terus memacu timbulnya mutasi baru (proses genetik) 3. masih terkait dgn pertumbuhan jaringan dimana ia berada.Sel terpapar karsinogen yg menimbulkan lesi biokimia berupa perubahan gen permanen (DNA repair gagal Promosi Tidak semua sel yg sudah terinisiasi berubah jadi sel kanker. Teori Monoclonal origin Berasal dari satu sel yang terus membelah 2. Teori Field origin Agen karsinogen bekerja pada sejumlah besar sel yg menyebabkan sekelompok sel berpotensi menjadi sel neoplastik Teori terjadinya neoplasma 1. mutasi). dimana sel abnormal ikut terpacu pula 4. Adanya seleksi alam yg memberi peluang sel abnormal berkembang biak/ bertumbuh. Teori Mutasi Genetik Neoplasia timbul bila genom abnormal (telah berubah) mengenai gen yg mengatur pertumbuhan sel (gen proto-onkogen/onkogen seluler). bila diberi promoter akan timbul karsinogenesis sekalipun inisiator sudah lama dihentikan. Adanya jejas/nekrosis yg memacu proliferasi sel utk regenerasi. Tidak terkontrolnya pertumbuhan sel akibat: bertambahnya produksi fc pertumbuhan/reseptor. menurunnya produksi fc penghambat. Teori asal sel neoplasma 1. sebagian besar terhenti (sebagai tumor jinak atau normal). Kecepatan transformasi / pembentukan sel neoplastik dipengaruhi beberapa faktor : 1. Adanya promoter yang terus bekerja (proses epigenetik) 2. Promotor memacu sel terinisiasi menjadi sel neoplastik. adanya fc yg fungsinya abnormal. DNA repair nuclease : memperbaiki. bila terjadi kerusakan DNA — ini diatur oleh protein p53 Asal onkogen Onkogen seluler (c-onc) : dari gen normal dalam sel (proto-onkogen) dan tumor supressor gene Onkogen virus (v-onc) : dari luar Mekanisme proto-onkogen menjadi onkogen : Deletion atau point mutation Gen amplification (gen bertambah) . Sifat sel belum otonom.-Rx : tidak dapat ditentukan adanya residu -Ro : tidak ada residu -R1 : ada residu mikroskopis -R2 : ada residu makroskopis -r : residif setelah bebas kanker -y : keadaan kanker setelah terapi multinodal Proses karsinogenesis melalui 2 tahap ganas perlu tahap induksi (15-30 TH)Transformasi sel normal Inisiasi Bersifat ireversibel.

invasi dan kerusakan jaringan sekitarnya 4. Ratio sitop/inti (1:1/1:4/1:6) Banyak mitosis atipik atau aneh — bentuk spindel. Invasi Lokal Tumor jinak : Massa ekspansif dgn kohesi antar sel masih baik. Hematogen Cara utama penyebaran sarkoma: Neoplasma primer — pertumbuhan progresif — vaskularisasi — invasi — pelepasan — embolisasi — bertahan hidup dalam sirkulasi — tersangkut — ekstravasasi — terhindar dari pertahanan tuan rumah — pertumbuhan progresif — metastasis. invasi. Metastasis Semua kanker dapat bermetastasis kecuali Glioma. reaksi hiperplasia. inti polimorfik/hiperkromatik/sangat besar Ada daerah nekrosis iskhemik Perubahan displastik yg meliputi seluruh ketebalan epitel : neoplasma preinvasif (Ca in situ) 2. Limfogen Cara utama penyebaran karsinoma Pembesaran kelenjar limfe disebabkan oleh : penyebaran dan pertumbuhan sel kanker. tripolar. sel-sel besar. sel tidak spesifik Anaplastik bila tidak berdeferensiasi Morfologi Sel dan inti pleomorfik. metastase tidak ada Perluasan lambat akibat adanya kapsul (stroma jaringan asal). quadripolar. sehingga mudah diraba. Ab dan komplemen. diangkat Tumor ganas : Disertai infiltratif progresif. Teori Virogen Onkogen 3. Teori Kegagalan Imun (immune surveillance) Akibat kegagalan sel T sitiotoksik. Teori Epigenetik 4. daya infiltrasi. digerakkan. ukuran/bentuk bervariasi. multipolar Sel raksasa. antibody dependent cell-mediated cytotoxicity. basalioma Langsung Berkembang pd rongga tubuh/permukaan. Kecepatan Pertumbuhan Umumnya tumor jinak bertumbuh lambat Kanker bertumbuh lebih cepat dan berhubungan dgn derajat diferensiasinya 3. . natural killer cells membunuh sel neoplastik Karasteristik neoplasma 1.Chromosome rearrangement Interaksi antara onkogen dgn Growth Factor (GF) : Onkogen mengkode langsung pembentukan GF Onkogen mengkode pembentukan reseptor GF Onkogen mengubah sensitivitas sel terhadap sinyal GF 2. sel yg kecil primitif Inti banyak DNA/ kromatin kasar/gelap/ hiperkromatik/ mengelompok/ tersebar sepanjang membran inti/anak inti besar. Diferensiasi dan anaplasia Berdiferensiasi baik bila mengandung sel yg mirip sel matur normal asal jaringan neoplasma Jelek bila mirip sel primitif.

faring. kolon. bronkus Mamma. sarkoma Mamma. tiroid. bronkus. limfoma Anus. mamma. limfoma Bronkus. lambung. kolon. ren Lambung. ren. melanoma Melanoma. neuroblastoma. Perubahan sifat pertumbuhan Terlepas dari pengendalian pengaturan Kegagalan maturasi Bersifat immortal Daya transplantasi 2. Ca ovarium. AFP ◦ Hilangnya antigen yang normal ada Tumor Associated Antigens : -Burkitt’s lymphoma -Malignant melanoma -Neuroblastoma -Osteosarcoma -Soft tissue sarcoma -Colon carcinoma -Breast carcinoma -Leukemia -Lung carcinoma -Bladder carcinoma -Renal carcinoma . pankreas. mamma. meningioma 4. tiroid Mamma. Ca sel kecil paru.lambung. tiroid. testis. serviks Mamma. melanoma. esofagus. limfoma Tanda sel yang mengalami transformasi (kanker) 1. lambung. lambung. bronkus. bronkus. Burkitt lymphoma. kolon Mamma. ren Mamma. genetalia. pankreas. Perubahan kariotipe Misal : Kromosom (Ph1) pada CML (chronic Myelositic Leukemia) mengadakan translokasi antara kromosom 22 dan 9. Perubahan Imunologis/Antigenik ◦ Common viral antigen : Tumor yg diinduksi virus menunjukkan antigenik kuat yg berhubungan dgn membran dan dimiliki juga oleh semua tumor yg diinduksi oleh virus yg sama ◦ Antigen unik : Diinduksi zat kimia memiliki Ag yg tdk dimiliki oleh tumor lain yg diinduksi zat kimia sama ◦ Ag onkofetal : CEA. ovarium. testis.Tempat Metastasis Tumor Primer KGB servikal KGB supraklavikuler KGB aksillar KGB inguinal Kulit/subkutan Paru Hepar Tulang CNS Ovarium Cavum serosa Mulut. melanoma. ovarium. bronkus. laring. Perubahan morfologi 3. kolon. kolon. prostat.

dietilkarbamil klorida Prokarsinogen yg memerlukan aktivasi metabolik: Hidrokarbon polisiklik aromatik dan heterosiklik : Benz(a) antrasen.5. nitrosourea. insektisida. kacang betel Lain-lain : nitrosamin. sikasin. 7. klorambusil. benzo(a)piren.h)antrasen. dimetil sulfat. kadmiun. 3-metilolantren. diepoksibutan. Produksi sel tumor ◦ Ag onkofetal : CEA dan AFP ◦ Enzim : PSA. dll) Agen asilasi : 1-asetil imidazol. LDH ◦ Imunoglobulin : neoplasma B limfosit ◦ Produksi hormon berlebihan ◦ Produksi hormon ektopik Petanda tumor (tumor marker) Petanda Jenis kanker Carcino-embrionic Ag (CEA) Human choriogonadotropin (HCG) Alfa-fetoprotein (AFP) Phosphatase acid (PAP) Prostate surface Ag (PSA) Calsitonin (CT) Human tyroglobulin (hTG) Ca kolon dan paru Koriokarsinoma testis Ca hepatoselulare / sel germinativum Ca prostat Ca prostat Ca tiroid meduler Ca troid folikuler Etiologi 1. Carcinogenesis Kimia Karsinogen yang bekerja langsung Agen Alkilasi : Beta-propriolakton. . sakarin. safrol. anti kanker (siklofosfamid. 2asetilaminofluoren. nikel. griseofulvin. Dibenz(a. Perubahan metabolik Semua sel anaplastik primitif mengalami konvergensi penyederhanaan pola enzim dan metabolik bersama 6. vinil klorida. kromium. fungisida. siklamat Tumbuhan alam dan hasil mikroba : Aflatoksin B1. dimetilaminobenzena (kuning mentega).12-dimetilbenz(a)antrasen Amin dan amida aromatik dan zat warna azo : 2-naftil amin (beta-naftilamin). Perubahan Permukaan dan Membran Sel ◦ Perubahan glikoprotein membran ◦ Hilangnya daya kohesi dan adhesi (contact inhibition) ◦ Sintesis dan pelepasan faktor pertumbuhan ◦ Sintesis tipe reseptor permukaan tertentu ◦ Kerusakan komunikasi antar sel ◦ Produksi dan pelepasan enzim degradatif ◦ Produksi dan pelepasan aktivator plasminogen ◦ Produksi dan pelepasan faktor prokoagulan ◦ Peningkatan transpor transmembran zat makanan 7. amida.

kondiloma. ulkus kronis uang lain Fistel akibat osteomielitis. basalioma. merokok. Islandia .bifenil polikronat (PCBs) Mekanisme Kerja Sebagian besar karsinogen kimia adalah mutagen Sifat karsinogenik kimia tergantung dosis. dan dosis multiple terbagi Sifat karsinogenik dapat ditingkatkan dengan pemberian beruntun promotor Untuk efektifnya promotor harus mengukuti inisiator 2. vit E dan selenium diduga mempunyai efek pencegahan 5. Jepang. alkoholisme Parasit : Schistosoma hemotobium (Ca planoselulare buli-buli) Sunat dan Fimosis : Tidak disunat (Ca penis) Predisposisi neoplasma 1. neoplasia endometrium Estrogen : karsinoma payudara DES: anak wanita yg terpapar intrauterin — clear cell adenocarcinoma vagina Steroid : adenoma dan karsinoma sel hati Pertumbuhannya tergantung pada hormon Ca prostat : hormon androgen Ca payudara : estrogen Ca tiroid : TSH (yang berdeferensiasi baik) 6. displasia. Carcinogenesis nutrisional Makanan berserat kurang dikaitkan dengan kejadian Ca kolon Makanan berlemak (hewan) dikaitkan dengan Ca kolon dan payudara Makanan yg mgdg beta karoten. Geografi dan Ras Insiden tinggi : Ca lambung : Skandinavia. Carcinogenesis Fisik Radiasi Sinar ultraviolet : ca sel squamosa. Virus Onkogenik RNA HTLV I : leukemia/limfoma sel T Virus tumor payudara : Ca payudara Agen yg tdk dpt ditentukan : leukemia. Onkogenesis hormonal Faktor pemicu (induction faktor) Estrogen : hiperplasia. Lain-lain Gaya hidup : Kebiasaan makan. fistel perianal Esofagus Barret 4. Ca nasofaring CMV : Sarkoma kaposi HBV : Ca hepatoselulare 3. vit C. Ca sel squamosa Virus herpes simpleks 2 : Ca vulva dan serviks EBV : Limfoma Burkitt. limfoma DNA Virus papiloma manusia (HPV) : kutil. sinus pilonidalis. melanoma Radiasi sinar X : karsinoma kulit. leukemia Radioisotop : radium (osteosarkoma) Debu radiaktif Iritasi Kronik Sikatriks luka bakar.

melanoma Anemia Fanconi : leukemia. Lingkungan 4. polip adenomatosa Sindroma Peutz-Jeghers : Ca kolon ? MEN I : Tumor kelenjar hipofise. leukemia. Perdarahan 4. dll Penyakit Von Hippel-Lindau : Hemangioblastoma serebelum. limfoma. Aktivitas fungsional : sintesis hormon 3. kolitis ulseratif kronik Lekoplakia. neuroma akustika. bronkus Gastritis kronik atrofi. Ca lambung Sindroma Turcot : polip kolon. paratiroid MEN III : varian tipe II Melanoma ganas kulit : melanoma maligna kulit. Infeksi sekunder 5. Umur 3. feokromasitoma.Ca hepar : Afrika Barat dan Selatan Ca nasofaring : China Ca buli-buli : Mesir Insiden rendah : Ca kolorektal : Afrika (kulit hitam) Ca prostat/mamma : Jepang Ca serviks uteri : Jahudi Ca kulit : Kulit hitam 2. tumor otak Autosom resesif Xeroderma pigmentosa : Basalioma. Gejala akut : ruptur atau infark . paratiroid. feokromasitoma Tumor Wilms (gen WT-1/kromosom 11p13): tumor wilms Sindroma kanker familial : adenokarsinoma (kolon dan endometrium) Kanker payudara berkaitan dgn neoplasma ganas lain (BRCA1 dan 2): Ca payudara. kanker/tumor otak 5. polip adenomatosa Sindroma Gardner : Ca kolon. keratosis solaris Adenoma tubuler dan vilosa kolon Dampak tumor terhadap tuan rumah 1. sirosis Proliferasi hiperplasi. Keturunan/genetik Kelainan kanker/ prakanker herediter Autosom dominan Retinoblastoma (gen Rb1/ kromosom 13q14): retinoblastoma. pankreas MEN II : Ca medular tiroid. hipernefroma. sarkoma. displasi : endometrium. limfoma Sindroma Bloom : leukemia akut Ataksi telangiektasi : leukemia akut. Lokasi dan terserangnya struktur berdekatan 2. squamosa. feokromasitoma Poliposis kolon familial (gen APC / kromosom 5q21): Ca kolon. Sarkoma orbita Neurofibromatosis (gen NF-1/kromosom 17q11) : sarkoma neurogen. Lesi prakanker Replikasi sel yg regeneratif menetap : fistel kronik. Ca ovarium.

Ganas : insitu. Borderline : basalioma. Evaluasi . Jinak 2. lab. Pelaksanaan terapi 6. Mikroskopis Histogenesis 1. Penentuan stadium tumor -Clinical staging : cTNM -Pathological staging : pTNM 3. noduler. ditutupi jaringan nekrosis Tepi meninggi Rapuh dan mudah berdarah Sering sebagai bagian dari suatu tumor yg lebih besar 4. adamantinoma Derajat diferensiasi G1 : diferensiasi baik G2 : diferensiasi sedang G3 : diferensiasi jelek G4 : tidak berdeferensiasi (anaplastik) Penatalaksanaan 1. carsinoma yg kecil 2. Bentuk Erosi-ulkus Sifat : Bentuk/batas tidak teratur Permukaan tidak rata.Patologi kanker A. klinis. invasive 3. Jaringan Masenkim 3. Bentuk Campuran 5. Ro. granuler. Jaringan epitel 2. Tanpa bentuk Leukemia B. Bentuk Nodus-tumor Padat / masif : keras atau lunak Kista Campuran 3. basalioma. Jaringan tropoblast dan embrional 4. Makroskopis 1. Campuran Sifat tumor 1. Rencana pengobatan 5. Penentuan status penampilan (performance status) -WHO -Karnofski 4. Menegakkan diagnosis -Lokasi tumor primer : krteria ICD dari WHO -Diagnosis klinis : anamnesis. Bentuk Plaque Melanoma. dll 2.

tidak mampu bekerja aktif. lalu terapi 4. > 50% waktu bangunnya 3 30-40 Tidak dapat jalan. Tentukan diagnosis. dapat bekerja. dapat berjalan. Terapi sesuaikan dengan keadaan penderita 5. akupuntur. lokoregional — inoperable. dapat memelihara diri sendiri. terpadu dan holistik 2. Nutrisi : perbaiki fisik penderita 2. Multidisipliner 3. Nyeri : -Analgetik. Beri informasi tentang penyakitnya kepada penderita dan keluarganya dan tindakan yg akan diambil Jenis terapi Terapi Utama 1. stadium. Perdarahan -Transfusi. Surgical oncology -Lokal. Medical oncology -Metastase atau kemosensitif/responsif 4. Fisioterapi : perbaiki fisik penderita 4. dapat bekerja ringan 2 50-60 Masih ambulatoar. sistostomi 3. aktivitas tidak terganggu. Seumur hidup di follow up 6. Secara manusiawi. Chemotherapy 3. Hormonal terapi -Tumor yg luas dan hormonal dependent Adjuvant (tambahan) 1. tanpa halangan 1 70-80 Masih ambulatoar. narkotik. Psikoterapi : mengutakan mental penderita Terapi sekunder -Terapi penyakit yang menyertai Status Penampilan (performance status) Who Karnofsky 0 90-100 Ambulatoar. hipnose. > 50% waktu bangunnya berada . lokoregional — operable 2. Fraktur -Reposisi-fiksasi-imobilisasi 2. ligasi arteri 4. Radiotherapy 2. Obstruksi -Usus : reseksi usus atau bypass -Trachea : trakeostomi -Urethra : kateter. Infeksi -Antibiotik 5. radiosensitif 3. Radiation oncology -Lokal. ada keterbatasan secara fisik. manipulasi saraf Terapi bantuan 1. mampu memelihara diri sendiri. Hormonal therapy Terapi tambahan lain 1. Transfusi : koreksi anemia 3. tampon.Prinsip Pengelolaan 1.

proses ke arah kematian berjalan dengan cepat 5 Meninggal Indikasi Operasi Indikasi Diagnostik Biopsi -Bajah (FNA) : sitologi -Tru cut needle biopsy (jarum besar) : histopatologi -Biopsi insisi -Biopsi eksisi Frozen section (vries coup) Operasi eksplorasi Indikasi Terapeutik Kuratif : Untuk penyembuhan Paliatif : Mengurangi penderitaan Profilaksis -Kolektomi : poliposis koli. colitis ulcerativa -Orkidektomi : undesensus testis -Subkutan mastektomi : familial breast cancer -Ovarektomi : familial ovarial carcinoma Operasi Debulking : Untuk mengurangi kesan tumor sehingga mudah dikontrol dengan terapi lain.ditempat tidur/kursi roda 4 10-20 Tidak mampu memelihara diri sendiri. hrs dirawat di RS. tak ada tanda-tanda penyakit 90 Dapat menjalankan aktivitas dgn gejala penyakit minimal 80 Aktivitas normal dgn usaha Beberapa tanda dan gejala penyakit Tak mampu bekerja aktif 70 Dapat mengurus diri sendiri Tak dapat mengerjakan kegiatan normal sehari-hari atau pekerjaan aktif 60 Sesekali memerlukan bantuan 50 Banyak memerlukan bantuan dan perawatan medis Tak mampu mengurus diri. perlu pengobatan pendukung secara aktif 10 Mendekati ajal. misal radioterapi Metastasektomi Kedaruratan onkologis -Ligasi arteri : perdarahan -Trakeostomi : obstruksi jalan napas -Reseksi usus : obstruksi/perforasi usus Rekonstruksi dan rehabilitasi . tidak dapat bangun. tetapi dapat berdiri 40 Lemah dan memerlukan perawatan serta bantuan khusus 30 Tak mampu bangun. keluhan (-). 50% berada di tempat tidur. harus dirawat di RS. walaupun kematian belum mengancam Pasien sakit berat & hanya berada di tempat tidur 20 Sakit berat. seluruh waktunya dihabiskan di tempat tidur/kursi roda Karnofsky Dapat melakukan aktivitas sehari-hari normal Tak memerlukan perawatan khusus 100 Normal.

sumsum tulang belakang Kurang peka : Otot. insufisiensi renal Bladder : disuri. ginjal. Lapangan operasi harus bersih dari darah (blood less) 4. endometrium. hepatitis. disgerminoma. epilasi. pisau 2. menapause RES : limfopenia. pansitopenia Tulang : pertumbuhan lempeng epifise terhambat. ovarium . mukosa usus. miokarditis Mata : konjunktivitis. tulang. ulkus Gonads : sterilitas. harapan hidup pendek 2. Stadium lanjut . diare. atrofi. medulloblastoma. Operasi kuratif sebaiknya hanya satu kali 5. metastase positif. Chondrosarcoma. buli-buli. hipertensi. Epidermoid karsinoma Adenokarsinoma (mamma. Melanoma maligna Efek lokal radiasi Kulit : radiodermatitis. retinoblastoma -Sinus paranasalis. fibrosis Jantung : perikarditis. ulserasi GI : edem. infeksi.Kontraindikasi Operasi 1. GI. perforasi Ginjal : nefritis. Pengangkatan tumor bersama metastase regional harus satu kesatuan 7. Pengangkatan jaringan tumor secara tajam : gunting. katarak Saraf : edem otak. Jaringan sehat sekitarnya harus diangkat 3. uterus. limfisarkoma Hodkin’s disease. soft tissue sarcoma/liposarkoma. rektum Postoperative -Ca paru dengan metastasis di kelenjar mediastinal -Seminoma. Wilm’s tumor. tumor Cukup peka : Otak . myelitis Radioterapi sebagai ajuvant pembedahan Preoperative -Carsinoma laring. endometrium -Metastasis ca epidermoid nodus limfatik di leher. ditempat tidur saja Dasar Teknik Pembedahan 1. Lapangan operasi harus cukup luas 8. Bekas operasi atau FNA harus disertakan Kepekaan jaringan terhadap radioterapi Sangat peka : Sumsum tulang. pembuluh darah besar Kepekaan tumor terhadap radioterapi Tumor ganas hemopoetik : myeloma. esofagus. Neurogenic sarcomas Osteosarcoma. kelenjar endokrin) Soft tissue sarcoma. buli-buli. dekompensasi kordis) 3. Ewing’s sarkoma Basal sel karsinoma. Penyakit organ vital (koma. ulkus. Kwalitas hidup jelek. epitel germinativum Peka : Kulit. striktur. Sedikit mungkin menyentuh tumor (no touch technic) 6. nekrosis Paru : pneumonitis. Seminoma.

tiroid Steriod Steroid Penghambat steroid Antiandrogen Antiandrogen Antiestrogen Penghambat steroid LHRH Agonis LHRH Agonis Respon Pengobatan Respon lengkap / complete response (CR) Semua metastasis hilang. hipofisektomi) Estrogen Progesteron Progesteron Androgen Steroid Progesteron H. fisik/Ro/laboratoruim negatif Respon sebagian / partial response (PR) Metastasis mengecil minimal 50% Tidak ada perubahan / no change (NC) Tidak ada perubahan (pengecilan kurang dari PR tidak terukur) Penyakit memburuk / progressive disease (PD) Terjadi pembesaran. muncul tumor baru/metastasis baru . Tiroid Leukemia Limfoma Orkidektomi Ovarektomi (adrenalektomi.Jenis Terapi Hormonal Tumor Jenis terapi Ablatif Op/radiasi Terapi Aditif Hormon Antihormon Lain Prostat Payudara Endomet.

Infeksi/sepsis -Nekrosis. muntah : paraneoplastik dari tumor (kanker memproduksi protein yg menekan nafsu makan). Keadaan Gizi Keadaan gizi penderita kanker berangsur memburuk sampai penderita kaheksia Penyebab : 1. Kebutuhan kalori meningkat -Metabolisme tumor -Infeksi 2. mual. Follow up MASALAH KHUSUS PADA KANKER A. pengobatan lain. Mengurangi morbiditas dan mortalitas 4. Nyeri pada Kanker Biasanya timbul pada tahap lanjut akibat infiltrasi ke jaringan peka rangsang atau karena komplikasi D. mediastinum. Memperbaiki kwalitas hidup Cara : 1. Terapi 5. erosi. radioterapi. Deteksi dini 3. Nyeri / fraktur tulang 4. Rehabilitasi 6. Diagnosis 4. Perawatan pada Akhir Masa Hidup Sebaiknya penderita dirawat di rumah . Menyembuhkan penyakit kanker 3. ulkus : tempat masuk kuman -Daya tahan menurun : tumor (metastasis ke sumsum tulang). Kekurangan intake kalori -Gangguan menelan : esofagus. kemoterapi. efusi pleura/ascites 3. Sindroma vena cava superior -Akibat limfoma. Komplikasi dan Masalah akut 1. kemoterapi / steroid / splenektomi 2. metastasis di mediastinum (ca mamma dan paru) B. Mengurangi penderitaan dan invaliditas 5. Ascites 7. ileus -Anoreksia. kardia -Saluran cerna terganggu : kapasitas gaster berkurang.PENANGGULANGAN Tujuan : 1. Prevensi 2. Dispnu -Akibat kelainan paru-jantung : tumor di bronkus. Mencegah timbulnya kanker 2. Nyeri kepala dengan tanda fokal 5. gangguan faal hati C. Keadaan abdomen akut 6.

Tahap penyangkalan -Menyangkal bahwa ia menderita kanker 3. arthritis penyerta -trombosis vena dalam. penyakit / sindrom lain . Tahap depresif 6.Kematian penderita kanker umumnya akibat metastasis yang menimbulkan gangguan faal salah satu organ vital Ada 2 hal yang sulit dijawab pada penderita kanker : kapan penderita meninggal ? dan apa yang menjadi penyebabnya ? Keluhan dan gejala pada akhir penderita kanker : -Penurunan BB. edem. spasme otot. Nyeri akibat kanker -Nyeri pada kanker terjadi akibat -Infiltrasi tumor ke periosteum -Perangsangan peritoneum/pleura -Infiltrasi saraf atau kompresi saraf -Infeksi/ulkus -Peninggian tekanan intrakranial yang memberi respon terhadap opium -nyeri dari jaringan lunak -nyeri dari organ dalam yang sedikit/tidak memberi respon terhadap opium -nyeri tulang -nyeri radikuler -nyeri disestetik -nyeri kepala akibat tumor otak -nyeri akibat regangan kapsul hati -nyeri akibat ulkus ganas yang terinfeksi -nyeri akibat peradangan pada panggul -spasme otot 2. Tahap pemberontakan/kemarahan 4. ascites. kelainan muskuloskeletal. lesu -Mual. efusi pleura. sekalipun sudah tahu penyakitnya 2. migren. Nyeri yang tidak berkaitan langsung dengan kanker -konstipasi. dekubitus E. inkontinensia -Disfagi. muntah. anoreksia. Tahap penerimaan PENATALAKSANAAN NYERI KANKER Biasanya timbul pada tahap lanjut akibat infiltrasi ke jaringan peka rangsang atau karena komplikasi Penyebab 1. sesak napas. ulkus dekubitus. batuk. Tahap kompromis/tawar-menawar 5. konstipasi. insomnia. retensi urin. Tahap pengharapan -Masih mengharapkan kesembuhan. Proses Duka Cita Dukacita akan dirasakan oleh penderita dan keluarga sejak disadari bahwa prognosis penyakitnya infaust Tahap reaksi penderita dan keluarga 1. nyeri.

perforasi lumen Terapi Farmakologis -Pemberian obat sebaiknya/seharusnya diberikan sebelum ada nyeri -Sebaiknya oral. tinctur 2 mg/5 ml -dosis 5 mg tiap 30-60 menit sampai nyeri hilang -tidak untuk orang tua.3. Asetaminofen -4-6 x 500 mg. disfagi. Parasetamol -oral atau rektal. Dehidrocodein 3. neuralgia -pasca radiasi : reaksi inflamasi. Dextropropoksifen -biasanya kombinasi dengan parasetamol -600 mg/hari Opioid kuat 1. Akibat pengelolaan -pasca bedah : luka. sebaiknya dosis tunggal Opioid lemah 1. infeksi -obstruksi lumen. Aspirin -4 x 900-1300 mg. rektal. Morfin -merupakan pilihan. Akibat komplikasi -fraktur. obstruksi intestinal -koma Nyeri berat -NSAID. Oksikodon -supositoria 30 mg -dosis 30 mg tiap 8 jam 4. 1 gr tiap 4-6 jam 3. keadan lemah . sebaiknya mulai dengan dosis rendah 2.antidepresan) Analgetik non-opioid 1. parenteral.narkotik kuat -dengan / tanpa ajuvant Nyeri sedang -NSAID . antiinflamasi kurang 4. fibrosis. antiinflamasi yang baik 2. bila tidak memungkinkan beri secara parenteral -Indikasi parenteral : -gangguan menelan (kelemahan akibat kanker lanjut) -muntah yang menetap/membandel. Codein : 50 -100 mg tiap 4 jam 2. narkotik ringan (codein) -dengan/tanpa ajuvant Nyeri ringan -NSAID (aspirin) -dengan/tanpa ajuvant (ansiolitik. Metadon -tablet 5 mg. neuropati 4. NSAID -terutama untuk metastasis ke tulang -oral.

sirosis setiap 6-8 jam Hasil terapi ditunggu 24 jam. frekwensi tetap Prinsip supositoria morfin sama seperti eliksir morfin Perinsip morfin parenteral sama dengan eliksir kecuali: Dosis adalah 50% dosis oral equivalen Pemberian subkutan lebih baik dibanding im Tidak ada batas dosis morfin Dosis analgetik adalah dosis berapapun yang menghilangkan nyeri Steroid obat pilihan-Untuk mengurangi udem peritumor. bila kebutuhan eliksir telah ditentukan -dosis tablet lepas lambat setiap 12 jam : 50% dosis eliksir harian Eleksir morfin harus ada untuk mengontrol serangan nyeri Dosis penyelamat : 20% dosis morfin harian total dengan meningkatkan konsentrasi eliksir. takut diberi morfin : 5 mg -orang tua > 80 tahun : 2. dexametason Untuk analgetik Dosis 24 jam Tumor otak Tekanan radiks saraf Kompresi medulla spinalis Nyeri akibat regangan kapsul hati Untuk mengurangi tekanan -obstruksi trakhea/bronkhus utama -obstruksi vena cava superior. Oksikodon -supositoria 30 mg -dosis 30 mg tiap 8 jam 4.5 mg Frekwensi pemberian -setiap 4 jam -orang tua. gangguan ginjal. jika perlu hingga 50 mg/5ml Jika serangan nyeri terjadi berulang kali Dosis tablet lepas lambat dapat dinaikkan. sebelum dosis ditingkatkan Cara peningkatan dosis -100% untuk dosis kurang dari 20 mg -50% untuk dosis kurang dari 100 mg -33% untuk dosis lebih dari 100 mg Peralihan ke tablet morfin lepas lambat. hidromorfin.3. levorfanol Pedoman terapi morfin Dosis awal (bentuk eliksir) -dosis : 10 mg -orang tua 65-80 thn. Dextromoramid. esofagus -limfedem -paralisis. disfagi akibat tumor otak Lain-lain -perangsangan nafsu makan 8-16 mg 8-12 mg .

9% -Undifferentiated : 1. vulva -Blok anastesi : dekubitus KULIT – JARINGAN LUNAK TUMOR GANAS KULIT Pendahuluan Sekitar 6. Benzodiazepin 8. merupakan urutan ke 3 setelah karsinoma serviks dan payudara. lunak: 3.9% -Melanoma : 10.4% -Jaringan limfoid : 1. blok kaudal : tenesmus -Blok n. Belanda sekitar 25%. Amitriptilin. Karbamazepin -100 mg/hari (7-10 hari) terutama nyeri fantomlimb 2. anus. . Australia 50% (urutan pertama).1% -Sarkoma jar.1% -Pembuluh darah : 0.sakralis/ kauda equina : nyeri perineum.8-12 mg 6 mg 6-12 mg 6-12 mg 6-8 mg 8-16 mg 2 mg Kombinasi obat -Opioid dengan non-opioid -Opioid dengan -hydroxyzine 100 mg (antihistamin) -dexedrine 10 mg (amfetamin) -Morfin dengan kokain 10 mg Adjuvant 1.7% -Tumor adneksa : 6. proklorperazine. metoklorpramide 5. Methotrimeprazine -15 mg/hari/im 7. kulit putih lebih banyak.8% dari seluruh keganasan -Ca sel squamosa : 42. Klorpromazine. imipramin : 10-75 mg/hari 4.9% -Ca sel basal : 32. Usia sekitar 40-70 tahun. Haloperidol -1-3 mg/hari (sekali atau 2x/hari) 6. pria : wanita (2:1).9% Indonesia sekitar 8%. Fenitoin : 100-300 mg/hari 3. Klonazepam -2-4 mg/hari Non-farmakologis -Blok ganglion coeliacus : nyeri dalam perut (misal kanker pankreas) -Blok interkostal : nyeri dinding dada. perut -Simpatektomi lumbalis.

melanoma banyak ditemukan pada lapisan yang kurang pigmen pada telapak kaki. Basal cell carcinoma (BCC) 2. benzen. fibrosarkoma. Kurangnya lapisan pigmen Misal.… Melanotik Melanoma maligna Diagnosis 1. Kelainan prakanker : -Keratoakantoma -Keratosis solaris/senilis -Hyperplasia pseudoepitelioma -Warty diskeratoma -Leukoplakia -Florid papillomatosis -Xeroderma pigmentosus -Ulkus marjolen (kronik) -Fistel kronik. hemangiopericytoma. trauma kronis akibat tidak memakai alas kaki 3. asia) Iritasi kronis : infeksi kronis. Karsinogen kimia Ter. bila histologik ganas -KGB -bila histologik mengandung metastasis : diseksi -negatif : lakukan diseksi elektif atau follow up ketat -inoperabel : radiasi dan atau kemoterapi -Kelainan prakanker obati secara tepat . adenokarsinoma kelenjar sebasea. Pemeriksaan penunjang Penatalaksanaan 1. Sinar ultraviolet Menyebabkan kerusakan daya regenerasi DNA inti 2. skar luas. Genetik/hormonal 6. Squamous cell carcinoma (SCC) 3. arsen 5. volar tangan (ras negro. Kemoterapi 4. Anamnesis 2. Pemeriksaan fisis 3. lakukan biopsi (anastesi umum atau regional) -Lakukan wide excision. Radioterapi 3. Lain-lain -Elektrodiseksi dan kuretase -Cryosurgery nitrogen cair beku -Chemosurgery : menggunakan pasta zinc chloride Prinsip Pengobatan : -Usahakan temukan tumor secara dini -Bila ditemukan. Tumor ganas lain : mycosis funguides. Human papilloma virus 7.Etiologi Multifaktorial ? 1. skar Klasifikasi Nonmelanotik 1. Pembedahan 2. Pemeriksaan histopatologis 4. Radiasi sinar X 4. Kaposis sarkoma.

Ukuran dan lokasi tumor 2. tumbuh eksofitik. tumbuh lambat Bentuk noduler/infiltratif. tetapi menyebabkan destruksi setempat PA : massa sel bentuk poligonal. ekstrimitas 15% Terutama kulit kepala. pinggir mirip mutiara/mengkilat Puncak cekung/berlekuk. pada tingkat lanjut disebut ulkus rodens (pinggir mirip gigitan tikus) Pertumbuhannya lambat. ulserasi. sifat invasi setempat. inti oval. halus. cepat timbul ulkus (ulkus dengan . lokal (intraarterial infusion/perfusi regional) atau sistemik bila tumor difus dan metastasis jauh Prognosis Ditentukan oleh : 1. nekrosis. kelopak mata. mulai sebagai kutil berkelompok (warty). Dalamnya infiltrasi 3. penebalan dengan pertandukan. jarang metastasis jauh. hidung. nasolabial. kromatin halus. radioterapi atau kombinasi KARSINOMA PLANOSELULARE Nama lain : Squamous cell carcinoma Berasal dari sel lapisan spinosum Klinis Sering didahului oleh lesi prakanker Bentuknya bervariasi Bentuk veruka. transparan/kelabu merah/kadang kehitaman.-Cryosurgery. bibir Jenis Solid (eksofitik) Pigmented Morphealike basalioma : sering residif Cicatricial basalioma Field fire basalioma Superfisial basalioma Terapi Pembedahan. badan 10%. mulai nodul kecil. pinggir sitoplasma sulit ditentukan dan bagian pinggir sel tersusun palisade Lokasi Kepala-leher 75%. tumor sel basal Paling sering ditemukan dari semua tumor ganas kulit Berasal dari sel lapisan basal atau lapisan luar sel folikel rambut Klinis Besar tumor bervariasi. Pengobatan primer BASALIOMA Pendahuluan Nama lain : Basal cell carcinoma. chemosurgery hanya untuk tumor kecil -Sering basalioma (radioresisten) dengan radioterapi memberi hasil yang baik -Kemoterapi topikal (zalf 5FU).

otot. preaurikuler. pinggir meninggi/berbenjol.bentuk tidak teratur.… Mukosa yang dilapisi epitel squamos : bibir. hiperplastik. rongga mulut. tanpa memandang dalamnya infiltrasi ke dermis Tumor meluas ke sekitar. mudah berdarah. sel individu/sekelompok sel mengandung keratin. lidah. dll KGB regional KGB tidak teraba Syarat minimal penentuan keadaan KGB tidak terpenuhi KGB homolateral. tumbuh agak cepat. punggung tangan dan kaki. potensi metastasis PA : massa sel epidermis atipik. sering ada mutiara tanduk Non cornificans : diferensiasi mulai memburuk Undifferentiated/anaplastik Grading Grade 1 : Lebih dari 75% sel tumor berdeferensiasi baik Grade 2 : 50-75% sel berdeferensiasi baik Grade 3 : 25-50% sel berdeferensiasi baik Grade 4 : kurang dari 25% Sistem TNM T Tx Tis To T1 T2 T3 T4 N No Nx N1 N2 N3 M Mo M1 Tumor primer Syarat minimal keadaan tumor tidak terpenuhi Karsinoma insitu Tidak ada tumor primer Tumor < 2 cm. temporal. daun telinga. hanya epidermis Tumor 2-5 cm. mobil KGB kontralateral/ bilateral. ekstrimitas 30% Terutama pipi. susunan tidak teratur. esofagus Tipe Cornificans : sel tumor diferensiasi baik. infiltrasi minimal ke dermis Tumor > 5 cm. permukaan kotor) invasi ke jaringan sekitar. mobil . badan 5%. mitosis aktif dan sporadis Lokasi Kepala-leher 65%. tulang. eksofitik.

leher. baik yang berpigmen. muka.iris) . Pembedahan -Wide excision : 2-3 cm jaringan sehat sekitar tumor diambil -Radikal diseksi KGB : N3/N3 -Radiasi ajuvant KGB : N3/pN3 2.KGB inmobil Metastasis jauh Tidak ada tanda metastasis jauh Ada metastasis jauh atau terbukti ada metastasis di KGB kontralateral. lingkungan kerja (farmasi. Kemoterapi Indikasi : -Sebagai ajuvant pada radioterapi atau pembedahan -Terapi primer bila sudah metastasis jauh MELANOMA MALIGNA Pendahuluan Tumor ganas kulit yang berasal dari melanosit (dari sel neural crest yang mengadakan migrasi ke kulit pada masa fetal) ◦ Sekitar 3% kanker kulit merupakan melanoma ◦ Perjalanannya sukar di prediksi. Faktor herediter -BK male syndrome Klinis Sekitar 2/3 melanoma berasal dari nevus (jenis dermoepidermal). sisanya di kulit normal Perubahan maligna pada nevus : -pertumbuhan cepat -bertambah gelap -bertambah besar -perubahan warna pigmen -bertambah tebal -penyebaran pigmen -bentuk tidak teratur -gatal -terbentuk halo -perdarahan -lesi satelit -ulserasi/mengelupas Lokasi Tungkai bawah (terutama telapak kaki). rambut putih/merah ◦ Predisposisi : paparan sinar matahari. sindroma nevus displastik Etiologi Multifaktorial ? 1. mata biru. Radioterapi Indikasi : -Ada kontraindikasi operasi -Tumor inoperabel -Histologik operasi irradikal 3. maupun amelanotik. sekitar 67% ◦ Semua usia. Sinar ultraviolet 2. di luar kulit (rektum. angka mortalitas tinggi. Iritasi/trauma pada nevus 3. industri kimia). prognosis buruk. bila tumor primernya di tungkai bawah Terapi 1. terutama 30-60 tahun (40 tahun) ◦ Lebih sering pada kulit putih/ pucat.

Berdasarkan lesi kulit (Clark-Mc Govern) dibagi 4 tipe 1. badan Pada tipe amelanotik. lalu timbul ulkus dengan krusta. tumbuh radial. batas tegas. disertai indurasi/nodul pada lesi. Nodular Lesions/Melanoma Sekitar 15% Tumbuh vertikal (ke dalam). baik yang terekspos maupun tidak 3. leher. tangan. serosanguinolen Dapat di seluruh tubuh. dahi 2. bagian tengah mengalami regresi Terutama pada kulit yang terpapar matahari : pipi. coklat-hitam. menonjol di atas kulit. di batas mukosa dengan kulit Klasifikasi A.5 – 4. coklat-kehitaman. perdarahan.5 mm > 1. Acral Lentigenous Melanoma (ALM) Sekitar 8% Makula. Lentigo Maligna Melanoma (LMM) / Frekle Hutckinson’s melanotik Sekitar 5% dari melanoma Awalnya makula. terutama tungkai bawah. cepat menyebar dan prognosisnya buruk Lokasi terutama telapak kaki.75 – 1. batas tegas. batas jelas.75 mm > 0.0 mm . warnanya agak putih 4.0 mm > 4. cepat membesar dengan ulkus Lokasi kulit kepala. tidak homogen (warna berbeda). di bawah kuku. batas jelas. Ketebalan Invasi tumor Clark (1969) Level Interpretasi I II III IV V Terbatas di epidermis (insitu) Invasi papilla dermis Sampai daerah antara papilla dengan retikulum Sampai retikulum dermis (serat kolagen) Invasi sampai subkutis Kedalaman invasi tumor ke lapisan kulit Breslow (1970) level Interpretasi KGB 5 tahun I II III IV V Hiperplasia melanotik atipik Invasi tumor sedalam 0. cepat mengadakan metastasis Nodul biru-hitam. mengadakan invasi. Superficial Spreading Melanoma (SSM) Sekitar 60-70% dari semua melanoma Pertumbuhan horisontal lalu vertikal (bifasic growht) Bercak dengan warna bervariasi.

3% 6% 32% 60% 95% 85% 60% 45% Ketebalan tumor sesuai dengan ukuran terpanjang dari diameter vertikal tumor dalam mm KGB : metastasis ke kelenjar getah bening 5 tahun : kemungkinan hidup 5 tahun B. infiltrasi jauh ke lapisan kulit Metastasis KGB regional Metastasis KGB lebih jauh Metastasis jauh C. Sistem TNM cTNM T N Nx No N1 N4 M Mo M1 Tumor primer (tidak dianjurkan) KGB regional dan juksta regional Syarat minimal tidak lengkap KGB tidak teraba KGB teraba membesar KGB juksta regional teraba Metastasis jauh . infiltrasi sedikit sel tumor Terbatas di kulit. Tingkat Klinis AJCC (American Joint Comitte for Cancer) Stadium Interpretasi I II III Tumor terbatas pada kulit Metastasis KGB regional Metastasis jauh NCJ (National Cancer of Japan) Stadium Interpretasi Ia Ib II III IV Terbatas di kulit.

bisa dikombinasi dengan Cisplatinum. Pembedahan Eksisi luas : 3 cm di luar tepi tumor.75 -1. Kemoterapi Cara pemberian : -Sistemik: DTIC (Dimethyl triazeno imidazole carboxamide: Dacarbazine) 400 mg/m2/iv hari 1 sampai 3.50 mm T2 > 1.Tidak ada Ada metastasis jauh pTNM (post surgical class) pT pTx pTis pTo pT1 pT2 pT3 pT4 pN pM Tumor primer Syarat minimal tidak terpenuhi Hiperplasia atipik melanosit (tidak ganas/level 1) Tidak ada tanda tumor Invasi ke papilla (II). 5 cm ke arah kranial Amputasi : kadang sangat dibutuhkan Diseksi KGB bila positif. en bloc bila tumor dengan KGB berdekatan Diseksi KGB profilaktik.5 – 3.00 mm T3b > 4.00 mm T4a Satelit T4b Diagnosis 1.50 – 3. tidak lebih 0.0 mm KGB regional : tahap pN sesuai dengan N Metastasis jauh : pM sesuai dengan M TNM berdasarkan kombinasi Clark dan Breslow CLARK BRESLOW II III IV V -0. Pemeriksaan histopatologis 4.75 mm III dan atau lebih 0. Anamnesis 2.00 – 4. Pemeriksaan penunjang Terapi 1. diulang tiap 3 minggu.5 mm IV dan atau lebih 1. Pemeriksaan fisis 3.75 – 1.0 mm V dan atau lebih 3.75 T1 > 0.00 mm T3a > 3. Obat lain: . bila lesi dekat sekali dengan KGB 2.

ovarium. Stadium klinis dan derajat invasi 3. kista berisi sebum (bubur putih-abu. Radioterapi -Sebagian besar radioresisten. Metastasis -Ke hati. tidak berbau) Biasanya ditemukan pada telapak kaki dan tangan (epidermis tebal. Imunoterapi -Pemberian BCG Prognosis Tergantung : 1. siklofosfamid. dinding tipis/rapuh. Lokasi tumor 2. tidak bebas dari dasar. bau asam) Kista Dermoid Kelainan bawaan yang timbul di daerah fusi embrional kulit. sudut luar mata. akibat rambut yang berada mid line . Jenis kelamin 4. rafe median skrotum. bebas dari dasar. melekat pada kulit di atasnya. abdomen. berisi cairan seperti minyak. campuran bahan warna putih dan mungkin apendiks kulit (rambut) Kista Epidermoid Dari epitel epidermis yang masuk ke jaringan subkutis akibat trauma Kista dengan dinding tebal. dinding liat/tebal. pangkal hidung). paru. berisi massa seperti bubur (massa keratin putih. perineum Tumor kenyal. punggung. mudah mengalami trauma) Kista Pilonidal Kelainan kistik pada kulit di daerah sakrokoksigis. berasal dari ektoderm Terutama muka (dahi. ditemukan punkta (muara kelenjar). usus dan kulit Tidak ada metastasis : angka ketahanan hidup 10 tahun 40-90% KELAINAN LAIN PADA KULIT KISTA Kista Aterom / Sebasea Akibat sumbatan pada muara kelenjar sebasea Terutama ditemukan di daerah yang mengandung kelenjar (tidak pernah ditemukan di telapak tangan/kaki) Tumor bulat. hidroksiurea -RIP (Regional Isolated Perfusion) dengan Melphalan atau Melphalan dengan Actinomycin C dan Nitrogen murstad : untuk lesi di ekstrimitas -Intra Arterial Infusion : untuk lesi di ekstrimitas Indikasi : -Sudah metastasis jauh -Kondisi lokoregional inoperabel -Ajuvant post operative 3.vinblastin. bebas dari kulit di atasnya. batas tegas. tetapi ada yang sensitif -Sebagai ajuvant post operatif atau radioterapi untuk metastasis jauh/organ 4. otak.

menonjol. bergerigi. stasis 2. kasar. berisi cairan bening kental Ganglion besar : kista Baker pasang torniket)Terapi : Eksisi (secara kosong darah Sangat mudah residif TUMOR JINAK Veruka Vulagaris Pertumbuhan epitel akibat virus di kulit (sering di tangan atau jari) Permukaan tidak rata. fossa poplitea Kista dengan dinding tipis. bebas dari kulit di atasnya. Intradermal : di dermis.menyusup masuk ke kulit oleh pengaruh gesekan Kista sering mengalami infeksi dan terbentuk abses Bisa ditemukan pada lipatan antar jari pemangkas rambut Pada pengemudi jep tentara : jeeps disease Terapi : insisi abses. rata. tidak menonjol. mengkilap. gesekan -sinar ultraviolet Hemangioma Tumor yang berasal dari pembuluh darah Kapiler Kavernosum simpleks flameus -buah arbei -menonjol -merah cerah -ada cekungan kecil -regresi spontan -Terapi : tunggu 6-7 tahun -menetap. perlahan Faktor yang menyebabkan nevus berdegenerasi : -iritasi kronis : tekanan. menonjol. . misal pergelangan tangan. Junctional : bentuk rata. Compound : paling gelap. ekskokleasi Nevus Kelainan bawaan jinak akibat kelebihan/kekurangan unsur kulit Bentuk bulat. berpigmen (nevus melanosit). bila sudah tenang dilakukan eksisi luas Ganglion Berasal dari tonjolan membrana sinovia atau vagina tendineum Terdapat di sekitar sendi. tidak dapat digerakkan dari dasar. tidak berpigmen (hemangioma) Jenis nevus : 1. soliter/multiple Bentuk lain : kondiloma akuminata Bila pertahanan tubuh turun dapat di seluruh tubuh. rata -bila ada iritasi dapat menonjol -Terapi : eksisi. pergelangan kaki. tumbuh menebal/melebar 3. bila baik dapat sembuh sendiri Terapi : bedah beku. terletak di subkutis.

Lokasi Terapi : kortikosteroid intrakeloid (2-3 minggu sekali). aktif. permukaan berkerak/bersisik. mirip kembang kol. puncak ke dalam. menyebabkan rasa sakit pada saat berjalan Keratosis Seboroika Hiperkeratosis setempat di muka. badan. infiltratif -Terapi : ekstirpasi dan embolisasi Keloid Pembentukan jaringan parut berlebih yang tidak sesuai beratnya trauma Parut melewati batas tepi luka. gatal. melebar tanpa indurasi disertai lipoma multiple. akantosis Batas tegas. tekanan lokal kontinu. warna gelap. regangan berlebih 2. bentuk bundar Timbul di atas penonjolan tulang Klavus Kalus lokal di plantar pedis/jari kaki yang tumbuh ke dalam Dasar di permukaan kulit. kulit berwarna gelap Lokasi pada sternum. pembedahan Kalus Hiperkeratosis setempat akibat gesekan kronik. nyeri dan tumbuh progresif Sering pada dewasa muda. cuping telinga dan wajah Hipertrofi scar : parut tidak melewati tepi luka Predisposisi 1.tato dan laser -bentuk rongga -letak lebih dalam dari dermis -kempes bila ditekan -meluas. pinggang. kemerahan. Rangsang fibroplasia yang berkelanjutan : infeksi kronik. permukaan verukosa. benda asing dalam luka. batas tegas. ketegangan waktu penyembuhan. endoderm Papel soliter/multiple. meso. bahu. Bakat 4. merah kusam. papiloma mulut . permukaan kasar dan rapuh seperti lilin Keratosis Senilis/solaris Daerah terpapar matahari. kulit putih Hiperkeratoris. diskeratosis. polip saluran cerna. tangan pada orang tua Lesi bulat. rata/menonjol. Ras 5. warna abu/coklat/ gelap TUMOR PRAMALIGNA Morbus Bowen Penyakit herediter autosomal dominan Timbul hamartroma multiple dari jaringan ekto. Usia pertumbuhan 3.

jarang ditemukan. prognosis buruk Ada defisiensi enzim endonuklease (repair DNA yang rusak akibat sinar ultraviolet) Pada usia muda. terutama wajah. Terpapar radium : osteosarkoma. klorofenol 3. retinoblastona : osteosarkoma 6. teruta 20-40 tahun ◦ Indonesia. telangiektasi. inti hiperkeratosis. Pasca radioterapi : fibrosarkoma. di tengah ada massa keratin. osteosarkoma. fraktur 2. parenkim atau viseral ◦ Mempunyai kemampuan infiltrasi cepat ke jaringan sekitar dan sering rekuren setelah tindakan bedah dilakukan ◦ Jarang ditemukan. malignant fibrous histiocytoma 5. ukuran beberapa sentimeter Dapat regresi tanpa bekas yang jelas SARKOMA JARINGAN LUNAK Pendahuluan ◦ Tumor ganas masenkim bukan berasal dari tulang. usia 50 tahun. kepala-leher 35% -Lain-lain : retroperitoneal 10% ETIOLOGI Tidak diketahui. 1% dari semua tumor ganas ◦ Semua umur. papillmatous Kornu Kutaneus Tonjolan jinak mirip tanduk Berasal dari keratosis senilis/solaris Keratoakantoma Pada kulit yang terpapar. salah satu dari 10 kanker terbanyak ◦ Urutan ke-6 dari semua tumor ganas pada anak (terutama rabdomiosarkoma di leher-kepala) Lokasi : -Ekstrimitas inferior 40% -Ekstrimitas superior 15% -Tubuh. herbisida. pria > sering Tumbuh cepat. warna sama dengan sekitarnya. asbes : mesotelioma 4. glans. mungkin : 1. preputium Penyakit Cowden : bila banyak hamartroma Eritroplasia Queyrat : morbus Bowen yang kelainannya terutama di mukosa Xeroderma Pigmentosum Resesif sex linkage. Virus . keratosis. Faktor predisposisi : ◦ limfedem pasca mastektomi : lymphangiosarcoma ◦ neurofibromatosis (Von Recklinghausen’s): neurofibro-sarcoma ◦ Paget’s dis. mirip karsinoma squamous Nodul bentuk kubah. Trauma : trauma. luka bakar. Zat kimia : vinylklorida.Lokasi : mukosa vulva. pada kulit terbuka/terpapar Bercak pigmentasi dikelilingi bercak atrofi pucat.

pembuluh darah.low grade II.high grade Kurang (<4/2 mm2)* Agak banyak (4-25/2mm2) Banyak sekali (>25/2mm 2) 92% 70% 45% *banyaknya mitosis pada lapangan mikroskopik 2 mm2 SISTEM TNM T Tx To T1 T2 T3 N No N1 M Mo M1 Tumor induk Tumor tidak dapat dicapai Tidak ada bukti tumor primer Tumor < 5 cm Tumor > 5 cm Infiltrasi ke tulang.KLASIFIKASI Berdasarkan asal jaringan : -Jaringan ikat : fibrosarkoma -Skelet : rhabdomyosarcoma -Otot polos : leiomyosarcoma -Lemak : liposarcoma -Sinovial : sinoviosarcoma -Saraf : neurofibrosarcoma.moderate grade III. tidak jelas : alveolar soft part sarcoma : epithelioid sarcoma : clear cell sarcoma GRADE ◦ Garadasi tumor jauh lebih penting dibanding dengan gambaran histologiknya ◦ Gradasi patologik didasarkan pada banyaknya mitosis dan nekrosis Grade Banyaknya mitosis Ketahanan hidup 5 thn I. saraf Kelenjar limfe KGB regional tidak mengandung metastasis KGB mengandung metastasis Metastasis jauh Tidak ditemukan Ada metastasis jauh . lymphangiosarcoma -Jar. swannoma maligna -Vaskuler/limfatik : angiosarcoma. Histiocyt : malignant fibrous histiocytoma -Jar.

hipervaskularisasi. MRI. tanpa tanda radang . Pemeriksaan histopatologis -Biopsi insisi : bila ukuran tumor > 3 cm -Biopsi eksisi : bila tumor < 3 cm 4. batas jelas ◦ Tumor kecil : sukar dibedakan dengan yang jinak ◦ Tumor besar : infiltasi sekitar. Lipoma infiltratif 5. Anamnesis 2. kapsul ada. limfangiografi -CT Scan. ada metastasis regional/jauh DIAGNOSIS 1. USG DIAGNOSIS BANDING 1. Pemeriksaan penunjang -Radiologis -Foto tulang : mengetahui ada/tidaknya infiltrasi ke tulang -Foto thoraks : metastasis ke paru -Angiografi. untuk mengurangi nyeri . Tumor jinak jaringan lunak 2. untuk mengecilkan agar layak bedah -Terapi ajuvant pasca operasi -Terapi paliatif.STADIUM Stadium I A : G1T1NoMo I B : G1T2NoMo Stadium II A : G2T1NoMo II B : G2T2NoMo Stadium III A : G3T1NoMo III B : G3T2NoMo III C : GsemuaT1-2N1Mo Stadium IV A : GsemuaT3N1Mo IV B : GsemuaTsemuaNsemuaM1 GAMBARAN KLINIS ◦ Keluhan biasanya tidak ada. Pemeriksaan klinis 3. termasuk 2 cm jaringan sehat sekelilingnya Radioterapi -Preoperatif. kecuali bila sudah membesar dan menekan/tarikan saraf atau otot ◦ Benjolan tanpa nyeri. Kelainan fibrosa proliferatif 3. Miositis ossifikans 4. metastasis karsinoma Patut curigai dan perlakukan sebagai tumor jaringan lunak : -Tiap ganglion pada lokasi yang tidak lasim -Tiap lipoma yang tidak lunak seluruhnya -Tiap kista aterom yang lain dari normal TERAPI Pembedahan -Reseksi radikal. pada perabaan hangat.

TNM TERAPI Pembedahan Syarat : -Tumor harus terangkat semua -Batas sayatan harus bebas sel tumor ganas Cara : 1. p. Eksisi luas lokal (local wide excision) -Untuk tumor terlokalisir dan G1 2. G2 atau G3 -Sel nekrosis (dinilai pada saat pemeriksaan patologis) Untuk mendapatkan angka ketahanan hidup yang tinggi perlu : -Kerjasama multidisipliner -Diagnosis klinis yang tepat -Strategi pengobatan yang tepat. Radiologis -Foto tulang : mengetahui ada/tidaknya infiltrasi ke tulang -Foto thoraks : metastasis ke paru 3. tergantung pada : -evaluasi PA pasca bedah -evaluasi derajat keganasan -perlu/tidaknya terapi ajuvant PROTOKOL SARKOMA JARINGAN LUNAK PENENTUAN STADIUM Berdasarkan TNM (UICC 1987) 1. CT Scan 4.-Bila ada kekambuhan lokal Kemoterapi -Untuk pre dan pasca bedah -Terdiri dari : -Adriamisin. Klinis 2. Eksisi luas radikal (radical wide excision) -KGB + dan G3 Pemilihan strategi pembedahan tergantung pada : 1. Ifosfamid -DTIC ( dimetil triazeno imidazol karboksimide) Metastatektomi -Untuk metastasis ke hepar PROGNOSIS Tergantung dari : -Ukuran tumor : kurang atau lebih 5 cm -Lokasi tumor : proksimal atau distal -Kedalaman tumor : superfisial atau profunda -Derajat keganasan : G1. Ukuran tumor . MRI 5.

India 20-30%. baik sebelum maupun sesudah operasi 5. gingiva. Tumor in-operabel 2. Umur penderita Prosedur : 1. multifaktorial ? Faktor predisposisi (Wynder 1957. Grade 4. Penderita menolak pembedahan Residu tumor + (pada pemeriksaan patologi anatomis) Tindakan : Re-eksisi : Radioterapi/kemoterapi. sisi lateral . Vogler 1962) : 1. mengunyah sirih dan tembakau. Sebagai terapi ajuvan post operatif (bila PA : G III-IV) 3. maka dilakukan diseksi radikal kelenjar Radioterapi/kemoterapi Diberikan bila : 1. 30-40% dari keganasan kepala dan leher ◦ Asia tenggara insidennya cukup tinggi akibat kebiasaan merokok. dasar mulut. Indonesia 3. Fore Quarter Amputation 3. dan lain-lain 1% (adenokarsinoma/adenoid cystic carcinoma/undifferentia-ted carcinoma/ limfoma) Predileksi : lidah (terutama 2/3 bagian depan. Lokasi tumor 3. Barat pria > ◦ Sekitar 2-5% dari seluruh keganasan. Faktor ekstrinsik -Merokok -Alkoholisme -Mengunyah sirih/tembakau/betel . Hemipelvictomi 4. mukosa pipi. Lain-lain Bila N+ dan masih operable. Amputasi 2.5% ◦ Karsinoma squamosa 90-97%. bila menolak re-eksisi Tumor Residif Terlebih dahulu tentukan : -Operable/inoperable -Lalu biopsi insisional untuk diagnosis pasti Terapi : -Operable : eksisi luas -Inoperable/menolak operasi : radioterapi/kemoterapi KEPALA DAN LEHER TUMOR GANAS RONGGA MULUT PENDAHULUAN ◦ Untuk daerah yang berbeda mempunyai insiden yang berbeda ◦ Usia 40-70 tahun (55-65). bibir (terutama bibir bawah). Indonesia pria : wanita. basalioma 2-3%. palatum ETIOLOGI -Belum diketahui. Limb Saving Surgery Tidak dianjurkan di RS daerah karena butuh ajuvan kemoterapi.2.

Faktor intrinsik -Genetik -Imunosupresi -Kekurangan gizi -Lues -Leukoplakia/eritroplakia. hipofaring Pangkal lidah. saluran cerna atas Kulit tengkorak Nasofaring. 1/3 belakang 63% Hematogen -Jarang terjadi. dll 2. lambung Paru. paru. tiroid Hipofaring. kulit Bibir bawah. kulit wajah Rongga mulut. laring. dll PENYEBARAN Perkontinuitatum -Karsinoma lidah : infiltrasi otot lidah sampai basis dan dasar mulut (bentuk eksofitik prognosisnya lebih baik) -Karsinoma dasar mulut : infiltrasi sekitar sampai tulang mandibule -Karsinoma mukosa pipi : infiltrasi m. rongga mulut.-Iritasi sinar matahari/kronik lain -Kebersihan mulut. orofaring. tiroid. sekitar 14% -Mandelson (1977) : 4% meninggal akibat metastasis jauh KGB Ragang atau keganasan Submental Submandibuler Servikal atas Servikal tengah Servikal bawah Retroclavikuler Oksipital Segitiga posterior Bibir bawah. rongga mulut. esofagus. hipofaring. lidah 1/3 tengah 30%. hipofaring.pterigoideus sehingga sukar bicara Limfogen -Stasiun pertama : KGB submandibularis dan subdigastrikus -Saat pertama didiagnosis (Zagar) sudah 35-40% metastasis ke KGB jugulodigastrik dan submandibula -Keganasan lidah 1/3 depan : kemungkinan ke KGB 29%. tiroid SISTEM TNM T T1 T2 .

T3 T4 N N1 N2 N3 M Mo M1 Tumor primer < 2 cm 2 – 4 cm > 4 cm > 4 cm. otot dan kulit Pembesaran KGB Homolateral. keganasan tiroid dan sistem limfe GAMBARAN KLINIS Curiga bila ditemukan kondisi berikut -Ulkus. T1-3 N1 Mo T4 No-1 Mo. kontralateral/ bilateral mobil Terfiksir Metastasis jauh Tidak ada Ada metastasis STADIUM KLINIS Std TNM Harapan hidup 5 thn Std I Std II Std III Std IV T1 No Mo T2 No Mo T3 No Mo. tunggal < 3 cm. mobil Homolateral. ekstensi ke tulang. erosi mukosa kronis yang tidak sembuh -Indurasi tumor akibat infiltrasi ke sekitar dan lebih dalam yang dirasakan sebagai pembengkakan -Ulkus atau kelainan lain dalam mulut disertai pembesaran KGB leher -Lesi di mulut dan sukar buka mulut -Ada gambaran lekoplakia/eritroplakia dengan faktor resiko Gejala -Nyeri : akibat infiltrasi (saraf) dan ulserasi -Foetor ex ore : mulut bau akibat jaringan nekrosis . tunggal > 3 cm. Tsemua N2-3 Mo. TsemuaNsemuaM1 75-95% 50-75% 25-50% <25% Tidak berlaku untuk karsinoma squamosa dari kulit dan melanoma.

warna. Tipe fissura -Berupa celah yang dalam. USG. mukosa normal dengan abses kecil 4. Tipe Infiltratif (benjolan) -Berlobus. Mengembalikan fungsi fisiologis 3. Tipe ulseratif -Ulkus. Faktor penderita -Keadaan umum -Penyakit yang menyertai -Keadaan psikis dan sosial 3. CT. grading. Anamnesis 2. Tipe Eksofitik -Benjolan meninggi. deviasi lidah -Disfoni : sulit berbicara -Suara serak -Benjolan di leher Gambaran lesi 1. Menghilangkan penyakit 2. tomogram paru -Lain-lain TERAPI Tujuan pengobatan 1.-Hipersalivasi : akibat rasa nyeri -Disfagi -Ankiloglosia : lidah kaku tidak bisa dijulurkan. Mempertahankan fungsi kosmetik seoptimal mungkin Faktor yang mempengaruhi 1. dasar dan sekitarnya padat. deviasinya -Ukuran. mobilitas 3. sekitar padat 3. Histopatologis -Biopsi : diagnosis pasti : setiap kelainan yang tidak sembuh selama 2 minggu usahakan biopsi -FNA : ketepatan diagnosis sekitar 86% 4. tepi meninggi 2. liver scanning. permukaan tumor -Gerakan lidah. Pemeriksaan Fisis -Tentukan letak. Pemeriksaan penunjang -Pemeriksaan dengan Toluidin blue 1% -Foto polos. subtipe. ditutupi keratin DIAGNOSIS 1. Faktor tumor -Tipe histologi. Faktor sarana dan prasarana dan keahlian tenaga medis . MRI -Bone scanning. diferensiasi sel -Lokasi tumor -Stadium klinis dan karesteristik pertumbuhan 2.

trigonum retromolar -Post operatif pasang wire atau miniplate 4. Visor flap -Insisi mandibula dari kanan ke kiri melalui seluruh ketebalan hingga bibir dan pipi dapat dilepaskan dari mandibula dan mencapai rongga mulut Rekonstruksi post operatif -Penutupan primer : untuk lesi kecil -Dengan split thickness skin graft -Skin flap : deltoidepectoral flap. eksisi luas + MRND -Eksisi luas dilakukan 2-4 cm dari batas tumor (hasil frozen section) -Diseksi leher bila KGB positif (mikro) dan mobil -Pada lesi yang berdekatan dengan mandibula (Loree dan Strong) menganjurkan : mandibulektomi marginal Tehnik pembedahan dipengaruhi oleh -Lokasi tumor dalam mulut : di depan atau belakang -Ukuran tumor (T) -Keadaan KGB Macam pendekatan 1. Mandibulotomi -Untuk dasar mulut belakang. dasar lidah. Membuat flap pipi (atas dan bawah) 3. trapezius. oncovin. sehingga dapat dioperasi. methotrexate. sternocleidomastoideus -Osteomyocutaneus pectoralis major flap -Microvascular flap Radioterapi -T1 dan T2 : beri hasil yang hampir sama dengan pembedahan -Dosis 5000-6000 rad Kemoterapi -Terapi ajuvant atau paliatif untuk yang bermetastasis -Kombinasi obat : -cys-platinum. tetapi batas tumor jadi kabur -Radiasi postoperatif : basmi sel tumor sisa di tempat operasi dan mengontrol metastasis di KGB PROGNOSIS Prognosis ditentukan oleh : . vinblastin -bleomycin. methotrexate Kombinasi -Radiasi preoperatif : cegah rekurensi dan mengecilkan tumor primer. bleomycin.Pembedahan -Eksisi luas. eksisi luas + RND. Peroral -Untuk lesi kecil di bagian depan mulut 2. bleomycin. oncovin -cys-platinum. forehead flap -Myocutaneus flap : pectoral. rotation tongue flap.

1. batas tegas.neurofibroma Adenoma pleomorfik (mixed tumor) -Benjolan sekitar liang telinga. fibroma. -Benjolan padat. 80% adalah adenoma pleomorfik (mixed tumor). tidak ada gangguan saraf facialis. jinak. 25% tumor parotis adalah ganas -Yang paling sering adalah mucoepidermoid carcinoma . Metastasis -Harapan hidup 5 tahun : 40-65% -Stadium I : 65-75% (bila dilakukan eksisi luas) Harapan hidup 5 tahun (Mendelson) KGB + KGB Gingiva Dasar mulut Lidah 55% 38% 26% 85% 75% 78% KELAINAN PADA KELENJAR LUDAH TUMOR JINAK -Lebih sering dibandingkan dengan yang ganas -Sering pada usia > 40 tahun -Terutama mengenai kelenjar parotis -Tumor kelenjar parotis mengukuti aturan 80 : 80% neoplasma parotis. tidak nyeri. Letak tumor 2. putih. tumbuh lambat (dapat menjadi besar sekali bila dibiarkan). telinga terangkat ke lateral. Stadium tumor 3. berkapsul.s tumors (papillary cystadenoma lymphomatosum) -Adenoma oksifilik -Tumor mucoepidermoid -Tumor sel asinik -Lain-lain : hemangioma. 80% di lobus superfisial Jenis -Adenoma pleomorfic (mixed tumor) -Adenoma monomorfik -Warthin. -PA : campuran antara adenoma dengan jaringan miksomatosa -Sering residif bila eksisi tidak adekwat Terapi -Tumor lobus superfisial : parotidektomi superfisial -Di lobus profunda : parotidektomi total TUMOR GANAS -75% terletak di kelenjar parotis.

lymphoma Terapi Operasi -Lokal : parotidektomi totalis dengan pengangkatan atau preservasi saraf facialis -Lokoregional : parotidektomi totalis. kelenjar membesar -Batu sering ditemukan di dekat muara duktus Warthin -Sering kambuh dan dapat menyebabkan sialadenitis kronik Terapi -Sialitis : keluarkan dengan jalan masase -Sialadenitis : glandulektomi (termasuk duktus stensen) Sindroma Frey -Berkeringat hebat dan kemerahan lokal (daerah parotis) setelah perangsangan kelenjar liur sewaktu menghadapi makanan -Terjadi akibat cedera n. Perdarahan. Paralise saraf facialis Radioterapi -Tumor inoperabel atau post operatif Kemoterapi -Tidak memuaskan LITHIASIS -Hampir seluruhnya di kelenjar submandibuler. paralise facialis. AKIBAT mukus kental Klinis -Nyeri saat makan atau ingat makanan lezat -Saat serangan nyeri. Sindroma Frey 4. infeksi 2. pembesaran KGB regional. fibrosarcoma. Fistel liur 3.Tanda Keganasan: -Tumor keras. tumbuh cepat. tanda metastasis ke paru Jenis -Mucoepidermoid carcinoma -Adenoid cystic carcinoma (Cylindroma) -Miscellaneous adenocarcinoma -Undifferentiated carcinoma -Malignant mixed tumor -Lain-lain : angiosarcoma. dengan pengangkatan atau tidak nervus facialis Komplikasi Operasi 1. RND. batas tidak tegas.auriculotemporalis Benjolan di kepala dan leher Trauma : aneurisma : fistel arterio-venosa .neurofibrosarcoma. ulseratif.

kronik. telangiektasi. gigantoseluler -Terapi : eksisi dan ekstraksi 2 gigi yang berdampingan Ameloblastoma -Nama lain : adamantinoma -Tumor asal sel ameloblast -Tumbuh sangat lambat dan dapat jadi besar sekali -Pada anak muda dan dewasa -Sering pada daerah premolar atau molar rahang bawah -Dinding kista tipis : fenomena pingpon atau telur penyu (palpasi) . sehingga terbentuk kista infeksi unilokuler -Kista selalu menghadap ke akar gigi -Sering ditemukan pada gigi premolar dan molar -Terapi : ekstraksi kista dan gigi yang karies Epulis -Tumor jinak gusi yang berasal dari periosteum di sekitar gigi -Jaringan asal (multipoten) maka dapat bersifat fibromatosa. kronik) : kelainan autoimun Tiroid : radang : kelainan autoimun : neoplasma (jinak. granulomatosa. lalu terjadi nekrosis sentral. ganas) Kista bawaan : kista tiroglosus : kista bronkiogen : hygroma kistik : kista dermoid Kelenjar limfe : radang (akut. di daerah insicivus sampai premolar -Kista unilokuler -Tempat asal kelainan belum mengalami erupsi menghadap ke kista -Terapi : ekskokleasi kista dan ekstraksi gigi Kista Radikuler -Berasal dari gigi karies akibat rangsangan kronik terbentuk granuloma di tulang rahang sekitar akar gigi. spesifik.Kulit : kista aterom : neoplasma (jinak. sekunder) Kelenjar ludah : radang : batu : neoplasma (jinak. ganas) KELAINAN PADA RAHANG TUMOR JINAK Kista Folikuler -Nama Lain : kista dentogen -Berasal dari folikel gigi -Pada anak dan dewasa. sistemik) : neoplasma (primer.

perdarahan -Prognosis lebih baik dari pada di ekstrimitas akibat kaya vaskularisasi dan sistem limfe. kelenjar ludah -Patologi : sel histiosit besar dan terang. tulang. gigi terdorong hingga terlepas. ovarium. tersebar di jaringan limfoid yang nampak uniform gelap sehingga gambaran histologik mirip bintang di langit yang cerah -Terapi : sitostatika Osteogenic Sarcoma -Sering pada dewasa -Cepat membesar. retroperitoneal. kurangnya gerakan -Terapi : reseksi radikal rahang Tumor tiroid 15% : tiroid 85% Tumor non tiroid 15% : radang/bawaan 85% Neoplasia 15% : benigna 85% Maligna 15% : primer 85% Metastasis 15% : retroklavikuler 85% Leher (kranial klavikula) KARSINOMA NASOFARING . tidak ada beban berat tubuh.-Diagnosis dengan foto Ro -Terapi : reseksi TUMOR GANAS Limfoma Burkitt -Limfoma maligna pada anak terutama di Afrika. usia 4-8 tahun -Penyebab berhubungan dengan Epstein-Barr virus -Klinis : benjolan multiple di rahang. dapat di orbita. nyeri.

Undifferentiated carcinoma (UC) Kruger-Wustrow (WHO) 1. Nonkeratinizing squamous cell carcinoma (NKC) 3. titer IgA-VCA bermakna -Sensitif terhadap radiasi.PENDAHULUAN -Insiden tinggi : Cina selatan. Imigran China -Insiden sedang : Asia tenggara. melanoma ETIOLOGI Multifaktorial ? 1. tidak berhubungan dengan EBV -Resisten terhadap radiasi. Squamous cell carcinoma (SCC) -Lebih sedikit. Undifferentiated carcinoma nasopharyngeal (UCNT) -Lebih banyak. laki : wanita (3:1) -Sebagian besar (90%) adalah karsinoma. neuroblastoma. Kanada -Insiden rendah : Cina bagian utara. limfoma. Jepang. Virus Epstein Barr -Pada serum penderita ditemukan virus capsid antigen (VCA) 3. Hongkong. Faktor eksogen -Kebiasaan makan : nitrosamin (ikan asin) -Asap : polusi. sarkoma. Nonkeratinizing squamous cell carcinoma a) tanpa infiltrasi limfosit b) ada infiltrasi limfosit 3. rokok KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI Micheau (1978) 1. Eropa. Keratinizing squamous carcinoma (KSC) 2. Eskimo. Faktor genetik -Ras sebagai predisposisi 2. Undifferentiated carcinoma a) tanpa infiltrasi limfosit b) ada infiltrasi limfosit SISTEM TNM T1 T2 T3 3A 3B 3C 3D . Squamous cell carcinoma 2. usia lebih muda. usia tua. prognosis kurang memuaskan 2. Amerika -Terutama usia 40-60 tahun. sisanya: adenokarsinoma. prognosis lebih memuaskan Shanmugartnam-Sobin (WHO-1978) 1.

N1 N2 N3 M1 Tumor terbatas di nasofaring (di belakang koana/ septum nasi, di atas palatum mole bagian posterior) Tumor meluas ke fosa nasalis, orofaring, otot atau saraf di bawah tulang basis cranii Tumor meluas pada organ melewati T2 Melibatkan tulang di bawah basis cranii (sinus sphenoidalis) Melibatkan tulang basis cranii Melibatkan saraf kranial Orbita, laringofaring, fossa infraorbitalis Pembesaran KGB di leher bagian proksimal Pembesaran KGB antara crease dan fossa klavikularis Pembesaran KGB di bagian atas klavikula Ada metastasis KGB di bawah klavikula, kulit dan organ STADIUM (Ho 1970) Stadium Interpretasi Harapan hidup 5 tahun I II III IV V T1 No Mo T2 No-1 Mo T3 No-2 Mo T1-3 N3 Mo T semua N semua M1 85% 75% 45% 10% GAMBARAN KLINIS Bentuk 1. Bentuk Ulkus -Terutama dinding posterior nasofaring/fossa Rossenmuller -Tumbuh infiltratif, meluas ke jaringan sekitar, dapat melibatkan nervus II, III, IV, V, VI 2. Bentuk Nodul -Terutama di tuba eustachi -Meluas ke fossa cerebri media, basis cranii, ke orbita, sinus maksilaris 3. Bentuk Eksofitik -Di bagian atap, mengisi cavum nasofaring, mendorong palatum mole, cavum nasi (penyumbatan hidung), mudah nekrosis (epistaksis) Gejala 1. Cavum nasi -Epistaksis, hidung tersumbat, pilek sudah lama (ingus

kuning, bernanah, kadang berbau), rinolalia 2. Pendengaran -Telinga terasa penuh, tersumbat, tinitus, tuli konduktif 3. Neurologik -Sakit kepala, hipoastesi kulit di pipi, diplopia, oftalmoplegi, eksoftalmus, ptosis, gangguan penglihatan 4. Kelenjar getah bening leher -Limfadenopati -Sindroma Horner : miosis, enoftalmus, ptosis -60-90% penderita datang ke dokter dengan keluhan pembesaran KGB DIAGNOSIS 1. Anamnesis Simptom : Formula Digby Simptom Nilai Massa nasofaring Gejala khas di hidung Gejala khas pendengaran Sakit kepala unilateral/bilateral Gangguan neurologik saraf kranial Eksoftalmus Limfadenopati di leher 25 15 15 5 5 5 25 Nilai 50 : diagnosis dapat ditegakkan 2. Pemeriksaan a) Rhinoskopi posterior : pemeriksaan tidak langsung b) Nasofaringoskopi : secara langsung Cara : transnasal, transoral c) Fibernasofaringoskopi 3. Radiologi -Foto polos nasofaring dan CT scan 4. Histopatologi -Sitologi : cotton swab dan sitologi eksfoliatif -Sitologi FNA : pada KGB (tidak dilakukan biopsi sebab bahaya penyebaran) -Biopsi : pada nasofaring (mutlak dilakukan) TERAPI Radioterapi Eksternal (Telepati) -Digunakan Co 60 -UCNT : 4000-5000 rad -SCC : 6000-7000 rad

Internal (Brakiterapi) Kemoterapi Tunggal -Methotrexat 40mg/m2, mitomycin C 0,2 mg/BB -Cyclophosphamide 800 mg/m2, bleomycin 15 mg/mm2 -5 FU 600 mg/m2, cisplatinum Diberikan 2 kali seminggu pada seri permulaan radioterapi Kombinasi 1. COF-COM -hari 1 (Cyclo 500mg/iv, Onco 1mg/iv, 5FU 750mg/iv) -hari 8 (Cyclo 500mg/ic, Onco mg/iv, Metho 50mg/iv) pemberian diulang setiap 4 minggu 2. BMC -hari 1 (Bleo 10mg/iv, Metho 20 mg/iv) diulang tiap 2 minggu -hari 2 (Cis platinum 80mg/iv) diulang tiap 10 minggu 3. COMA -hari 1 (Cyclo 500, Onco 1,4mg, Metho 40mg, Adria 40mg/mm2/iv), pemberian diulang tiap 3 minggu PEMERIKSAAN THYROID Anamnesis 1. Kecepatan pembesaran benjolan struma, berapa kali membesarnya dalam jangka waktu tertentu -Kista : cepat membesar -Nodul jinak : perlahan -Nodul ganas : agak cepat -Nodul anaplastik : sangat cepat 2. Faktor etiologi -Pernah radioterapi sebelumnya (15 tahun kemudian dapat terjadi keganasan) -Anggota keluarga, tetangga, penduduk sekampung (gondok endemis) -Obat yang dikonsumsi dalam jangka lama 3. Ada gangguan mekanik di leher -Gangguan menelan : desakan pada esofagus -Sesak : desakan atau infiltrasi ke trakhea 4. Pembesaran kelenjar limfe leher (mungkin metastasis) 5. Penonjolan/kelainan tengkorak (metastasis ke tulang) 6. Sesak, batuk dengan dahak berdarah (metastasis ke paru : jenis folikuler) 7. Lelah, penurunan berat badan Pemeriksaan Fisis -Nodul soliter : 15-20% ganas -Multiple : 5% ganas -Benjolan keras : 50% karsinoma, 10% adenoma -Kadang yang soliter maligna menjadi multiple nodul -Pembesaran difus : biasanya Graves dis -Periksa kelenjar limfe dan organ -Organ tempat metastasis : paru, tulang (pelvis, vertebra,

Thoraks foto PA 2. Jelas jinak c). Hiperplasia/metabolik -Struma koloid. Neoplasia -Adenoma. hashimoto 3. Suspek ganas d). tengkorak. humerus — bagian spongiosa dan kaya vaskularisasi). Human thyroglobulin (tumor marker) : untuk yg berdiferensiasi baik 3. Darah rutin 2.sternum. Foto tulang Ultrasonografi -Tentukan padat/ kistik. hati. Radang/autoimun -Penyakit Graves. struma endemik 4. Jelas ganas DIAGNOSIS KLINIS Diagnosis yang didapat berupa : • Kelainan non neoplasma • Neoplasma jinak • Neoplasma ganas : apakah operable atau non operable Kelainan thyroid 1. Kalsitonin : karsinoma meduler 4. CEA : meningkat pada karsinoma kolon. karsinoma TUMOR GANAS THYROID PENDAHULUAN . posisi leher ekstensi 3. Esofagogram 4. tiroid Radiologis 1. tunggal/multiple -Penuntun biopsi Pemeriksaan sidik tiroid -Digunakan I123 atau Te99m -Cold nodule : 10-15% adalah ganas -Warm nodule -Hot nodule Biopsi -Frozen section atau blok palafin Sitologis -FNA -Hasil interpretasi : a). ginjal dan otak Pemeriksaan Penunjang Laboratorium 1. Gangguan perkembangan -Kista duktus tiroglosus. tiroid lingual 2. Spesimen tidak memuaskan untuk interpretasi b). Foto polos leher (AP dan lateral) : metode soft tissue technique. ovarium.

limfoma . mungkin ditemukan kebetulan -Kadang pembesaran KGB leher bagian lateral -Bila besar timbul gejala penekanan -Sidik radioaktif : cold nodul . 50-60% dari keganasan tiroid.000/thn. oksifil (Hurtle cell) -Diferensiasi buruk : small cell. Adenokarsinoma papiler -Paling sering. dapat mencapai ketahanan hidup 20 tahun -Prognosis baik : usia muda. Radiasi daerah leher pada saat anak-anak 3. ikut saat menelan. histologis papiler Klinis -Benjolan. Sekresi TSH meningkat 2. folikuler. wanita 8/100. campuran. jarang metastasis hematogen -Prognosis paling baik. oksifil (Hurtle cell). 3-5% dari semua malignitas -Insiden tinggi di daerah struma endemik -Terutama pada 7-20 tahun dan 40-60 tahun -Pria : 3/100. epidermoid. giant cell -Karsinoma meduler -Tumor ganas lain : ca. usia < 40 tahun -Petumbuhan dan penyebaran lambat. Genetik KLASIFIKASI HISTOPATOLOGIS Sebagian besar keganasan berasal dari jaringan glandular epithelial (adenokarsinoma). wanita.-Jarang ditemukan. plasmasitoma. atypik Ganas -Diferensiasi baik : papiler. sebagian kecil dari masenkim Sering digunakan Jinak -Adenoma : folikuler. sarkoma Kriteria suatu nodul berupa neoplasma : -Berkapsul lengkap -Ada perbedaan jelas antara yg di dalam dengan di luar -Gambaran histopatologis yg uniform di dalam kapsul -Penekanan pada jaringan tiroid di sekitarnya A.000/thn -25% terjadi pada struma nodosa Faktor resiko : -Pria lebih tinggi -Usia muda -Radiasi masa muda -Defisiensi jodium ETIOLOGI 1.

neuroma submukosa Terapi -Tiroidektomi total D. prognosis buruk. Adenokarsinoma meduler -Sekitar 5-10%. hiperparatiroid Sindroma MEN IIb -Adenokarsinoma meduler. Adenokarsinoma anaplastik -Sekitar 20%. feokromasitoma. batas tegas -Sering dengan gejala gangguan endokrin Sindroma Sipple / MEN IIa -Adenokarsinoma meduler. wanita lebih banyak -Sering lanjutan dari struma nodosa yang lama -Sangat ganas. meninggal setelah 1 tahun Klinis -Struma lama tiba-tiba membesar cepat -Sering disertai nyeri dan nyeri alih ke daerah telinga -Suara parau. feokromasitoma. usia > 40 tahun. usia lanjut.rekuren) Terapi -Radiasi ekstern SISTEM TNM T To T1 T2 T3 T4 N No N1 1a 1b . terutama wanita -Sering unilateral -Kadang ditemukan tumor soliter di tulang (metastasis). sementara tumor primer belum ditemukan Terapi -Tiroidektomi total atau Y131 (tumor sisa) -Radiasi ekstern untuk metastasisnya C. serak (sudah metastasis ke n. Adenokarsinoma Folikuler -Sekitar 25%.Terapi -Tiroidektomi total B. terutama usia > 40 tahun -Berasal dari sel C (parafolikuler) yang memproduksi tirokalsitonin Klinis -Tumor keras.

metastasis jauh (-) IV : Tumor dengan metastasis jauh Menurut AJCC/UICC Tipe papiler / folikuler Usia < 45 thn Usia > 45 thn Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV TSemuaN SemuaMo TSemuaNSemuaM1 . Unilateral B. Unilateral KGB B. A. Local invasion IV.M Mo M1 Tumor primer Tidak terbukti ada tumor < 1 cm 1– 4 cm > 4 cm Tumor menembus simpai (sekalipun kecil) Melibatkan kelenjar getah bening Tidak ditemukan Pembesaran dapat dipalpasi Ipsilateral Kontralateral. bilateral. Bilateral / mediastinum III.T1 No Mo T2-3 No Mo T4 No Mo TSemua N1 Mo T Semua N Semua M1 Tipe meduler . garis tengah atau mediastinum Metastasis jauh Tidak ada Ada metastasis STADIUM I. A. Bilateral/multifokal II. Distant metastases Menurut Schulz IA : Tidak teraba tumor dan KGB IB : Tumor dan KGB < 5 cm II : Tumor dan KGB > 5 cm III : Infiltrasi langsung ke jaringan sekitar.

Stadium I : T1 No Mo Stadium II : T2-4 No Mo Stadium III : T Semua N1 Mo Stadium IV : T Semua N Semua M1 Tipe Anaplastik Stadium IV : T Semua N Semua M Semua GRADE Grade I : kapsul jelas. infiltrasi luas. benjolan di kepala Tipe 4 -Penderita dengan gejala hipertiroidsme -Ada fokus kecil ca tiroid dalam spesimen penyakit graves DIAGNOSIS 1. tidak nyeri -Kadang disertai nyeri tulang punggung/paha. sesak. umur < 20 tahun. Anamnesis 2. diferensiasi rendah. Tiroiditis subakut -Setelah infeksi saluran pernapasan. batas jelas. Pemeriksaan penunjang DIAGNOSIS BANDING 1. Limfoma maligna 8. pembesaran simetris. lengan Tipe 2 -Pada ca diferensiasi baik -Benjolan tunggal yang telah lama (bulanan). keras. unilateral. Tiroiditis Reidel -Terutama wanita. Metastasis tumor . diferensiasi sel sedang. invasi ke sekitar minimal Grade II : infiltrasi dalam kelenjar tiroid. suara parau -Kadang disertai nyeri menjalar ke retroaurikuler. nyeri. Teratoma 9. disfagi. Adenoma tiroid 2.kepala. melekat ke jaringan sekitar 4. mitosis hebat GAMBARAN KLINIS Tipe 1 -Gambaran klasik pada ca anaplastik/sarkoma -Pertumbuhan cepat benjolan. disfagi. sesak. Struma lymphomatosa (Hashimoto) 5. Pleomorfik dengan sel multinukleoli. pleomorfik dan mitosis lebih banyak Grade III : pertumbuhan ekstensif. Pemeriksaan fisis 3. kadang nyeri Tipe 3 -Gejala yang menonjol adalah metastasis -KGB leher membesar. Adenoma paratiroid 6. nyeri 3. keras. Karsinoma paratiroid 7.pundak.

extension. extension. stadium. ekstratiroid -Pada kelompok resiko rendah (wanita <50thn. size AGES : age. grading. size . bila : -Tumor < 2 cm -Tidak ada invasi kapsul.TERAPI Pembedahan paling efektif kecuali karsinoma anaplastik (radioterapi) Hemitiroidektomi (lobektomi total). kecepatan diagnosis & terapi -Usia penderita AMES : age. metastases. pria <40thn) -Tidak ada riwayat radioterapi kepala dan leher Tiroidektomi total -Bila ke dua lobus terkena -Sudah ada metastasis (beri ajuvant jodium radioaktif pasca bedah) Tiroidektomi hampir total -Menyisakan sedikit jaringan tiroid normal pada sisi kontralateral dari tumor : lobektomi total ipsilateral dan lobektomi subtotal kontralateral -Untuk semua karsinoma diferensiasi baik Diseksi KGB -Bila kelenjar positif -Dapat dilakukan bersamaan atau setelah tiroidektomi -Berupa diseksi radikal atau modifikasi Tiroidektomi total Sidik tiroid I 123 (3 minggu pasca tiroidektomi total) sebelum pemberian substitusi hormon tiroid Bila positif Radiasi Interna 50 mCu I131 Substitusi hormon tiroid (2 hari setelah sidik) Sidik tiroid ulang 3 bulan kemudian setelah menyetop hormon tiroid selama 3 minggu Bila masih positif Radiasi interna 100 mCu I131 Substitusi hormon tiroid (2 hari setelah sidik) Bila sudah negatif (periksa tiroglobulin tiap 6 bulan) PROGNOSIS Prognosis tergantung pada : -Gambaran histopatologi.

dapat unilateral (dekstra/ sinistra) atau bilateral Tiroidektomi subtotal Mengangkat sebagian besar tiroid lobus kanan dan kiri serta menyisakan jaringan tiroid sekitar 3 gram Tiroidektomi totalis Semua kelenjar tiroid diangkat Lobektomi Mengangkat satu lobus saja : -lobektomi totalis dekstra atau sinistra -lobektomi subtotalis dekstra atau sinistra Isthmolobektomi/Hemitiroidektomi Mengangkat juga isthmus Near total thyroidectomy Isthmolobektomi dekstra dan lobektomi subtotal sinistra atau sebaliknya Enuklease : Pengangkatan nodul saja (tidak dibenarkan) Strumektomi : Seolah benjolan saja yang diangkat (tidak dipakai lagi) TERAPI Pembedahan • Bila operable Menurut Kaplan : lobektomi sisi patologik/lobektomi subtotal --. maka : -Operable : tiroidektomi totalis atau near total thyroidectomy -Inoperable : operasi debulking . < 40 tahun (laki) -Belum ada metastasis -Belum ada extensi intratiroidal/angioinvasi yang banyak -Grade I -Ukuran tumor tidak lebih 5 cm Ketahanan hidup 5 tahun : -Karsinoma Papiler : 80-90% -Karsinoma folikuler : 50-70 tahun -Karsinoma meduler: 30-40 tahun -Anaplastik : < 5% PROTOKOL PENANGANAN TUMOR/KARSINOMA TIROID ISTILAH Tiroidektomi Mengangkat kelenjar tiroid. maka kemungkinan ada sel kanker yg tertinggal • Enukleasi nodulnya saja adalah berbahaya • Bila ada fasilitas frozen section. maka lobektomi sudah cukup • Bila ganas.resiko bila ganas. maka ini lebih baik • Bila hasilnya jinak.Prognosis baik bila: -Usia < 50 tahun (wanita).

kelenjar yang positif dilakukan neck dissection FOLLOW UP Follow up dilakukan secara rutin : Tahun I : tiap 3 bulan Tahun II : tiap 4 bulan Tahun III : tiap 6 bulan Tahun IV : tiap 1 tahun Yang diperiksa : 1. maka dilakukan substitusi Kemoterapi -Belum ada yang memuaskan -Bleomycin Catatan: SB = Sediaan Beku Keterangan Resiko: Usia < 20 th. selanjutnya baru dilakukan radiasi interna -Sebagai ajuvant atau yg telah bermetastasis Radiasi eksterna -Untuk yg inoperable atau anaplastik -Dapat juga sebagai faliatif untuk yg telah bermetastasis -Dosis 4000 rad Kombinasi bedah dengan radioterapi -Dilakukan bila ada sisa tumor Terapi hormonal/substitusi -Hormon tiroid : menekan TSH (untuk jenis papiler dan folikuler : hormonal dependent) -Bila dilakukan tiroidektomi. infiltrasi kulit/jaringan sekitar -Ada pembesaran kelenjar leher atau metastasis jauh. konsistensi keras. benjolan tunggal tiroid : Pernah mendpt radioterapi daerah kepala-leher waktu kecil Klinis ganas : -Pertumbuhan cepat. maka semua dikerjakan lobektomi dan biopsi kelenjar. suara parau/disfagi/serak. laik-laki. setelah ada hasil nodul positif dilakukan tiroidektomi totalis. atau > 50 th. Lokal .• Kelenjar positif : radical neck disection Radioterapi Bila inoperable atau pasien menolak lagi dioperasi untuk lobus kontralateral Radiasi interna : I 131 -Untuk yg diferensiasi baik (folikuler) -Syarat : tiroid normal diablasi lebih dahulu dengan operasi atau dengan dosis tinggi I 131 . nyeri tulng. pulsasi karotis di belakang tumor Bila ada fasilitas potong beku.

Regional (kelenjar limfe leher) 3.2. Radiologis : thoraks. PA Karsinoma papiler/folikuler 3 bulan post operative Terapi hormonal di stop 4 minggu Periksa hTG (human tiroglobulin) : bila > 6 ng/ml Post tiroidektomi total Near total thyroidectomy Total body scan I 131 Tiroidektomi total Ablasi radiasi Metastase + Metastase – Resektabel Nonresektabel Hormonal Operasi Radiasi/hormonal Karsinoma Meduler 3 bulan post operative Bila kalsitonin > 10 ng/ml CEA > 100 mg/ml Post tiroidektomi total Near total thyroidectomy Terapi hormonal stop 4 minggu Tiroidektomi total Ablasi radiasi Total body scan I 131 Metastasis + Metastasis – Resektabel Non resektabel Hormonal Operasi Radiasi Hormonal . tumor marker. CT scan 6. alkali fosfatase 3. hepar) Pemeriksaan : 1. Klinis 2. paru. tulang 4. fungsi hepar. Metastasis jauh (tulang. USG 5. Lab : fungsi tiroid.

insomnia.8 TBG : 12-20 TGHA : titer <1/20 MCHA : titer <1/20 LATS : negative TSI : negative GRAVES’ DISEASE -Nama lain : penyakit Basedow -Biasanya ditemukan struma diffusa Etiologi -Tidak diketahui (autoimun) ? -Ada peranan Ab terhadap reseptor TSH yang menyebabkan peningkatan produksi tiroid Klinis -Manifestasi hipertiroid Terapi -Antitiroid : PTU atau karbimazol -Ablasio dengan Iodium radioaktif -Tiroidektomi subtotal bilateral STRUMA NODOSA -Terutama wanita usia lanjut .BBmenurun. takikardi.KELAINAN LAIN PADA THYROID Etiologi Hypertiroidisme -Graves’ disease -Goiter multinoduler toksik -Adenoma toksik -de Quervain’s thyroiditis -Silent thyroiditis -Postpartum hyperthyroidism -Thyrotoxicosis fastitia -Struma ovarii -Thyroid carcinoma -Jodbasedow syndrome -Iatrogenic hyperthyroidism -Disseminated thyroid autonomy -Hydatiform mole and choricarcinoma Tanda Hipertiroid Metabolik Tidak tahan suhu tinggi. emosi labil. nafsu makan meningkat. strabismus Kulit Miksedem. kelemahan otot Mata Eksoftalmus akibat proptosis. fibrilasi atrium Neuropsikiatrik Hiperkinesia.9 – 12. retraksi kelopak mata. pulsus celer. oftalmoplegi. menoragi Kardiovaskuler Palpitasi. diare.0 g/dLT3 : 115 – 190 m RAIU : < 22% (bervariasi) U (bervariasi)TSH : 0-6 gg T4/100 mL 1. tremor. edem pretibial Nilai Normal Test Diagnostik Thyroid g/dLT4 : 4.

tumor dermoid. nyeri . adenoma -Struma nodosa 5% jadi ganas : perubahan bentuk. tanda penyusupan di kulit/n. adenoma tiroid. tetapi umumnya multinodul -Bila degenerasi dapat menyebabkan pembentukan kista. ca. kista. lalu menjadi besar : leher terasa berat -Nodul tunggal.rekurens/trakea/esofagus -Nodul tiroid yang ke mediastinum superior : struma retrosternal -Tidak turut naik pada saat gerakan menelan -Tanda penekanan trakea.paru Diagnosa banding -Benjolan tunggal : nodul koloid. esofagus -Diagnosa banding timoma. perdarahan lokal. limfoma.-Terjadi hiperplasia kelenjar sampai terjadi involusi Klinis -Kadang keluhan tidak ada sebab eutiroid -Pertumbuhan perlahan. karsinoma tiroid Nodul Ganas Nodul Jinak Usia Kelamin Benjolan Lamanya Terapi supresi D/ Radioaktif USG Lain-lain < 40 tahun laki-laki tunggal baru mungkin berpengaruh dingin/fungsi – padat pernah radiasi leher >40 tahun perempuan multiple lama kemungkinan regresi fungsi – atau + mungkin kista TIROIDITIS AKUT Etiologi -Stafilokokus aureus (biasanya) TIROIDITIS SUBAKUT -Setelah infeksi saluran pernapasan Etiologi -Virus Klinis -Pembesaran simetris.

sangat nyeri -Mereda setelah beberapa minggu. mediastinum -Edem laring. kolaps trakea. krisis titoksikosis . dewasa Etiologi -Infiltrasi limfosit pada kelenjar tiroid yang menyebabkan destruksi progresif folikel kelenjar. sedikit nyeri Indikasi Bedah Struma nontoksik Kosmetik (tiroidektomi subtotal) Eksisi nodul tunggal (mungkin ganas) Struma multinoduler yang berat Struma yang menyebabkan kompresi laring/struktur leher lain Struma retrosternal yang menyebabkan kompresi Indikasi Bedah Hipertiroid Untuk mencapai hasil definitif yang cepat Keberatan dengan pemberian antitiroid Terapi dengan antitiroid tidak memuaskan Struma multinoduler dengan hipertiroid Nodul toksik soliter Komplikasi Bedah Tiroid Saat Operasi -Perdarahan -Cedera n. benjolan sedang. tetapi sering kambuh STRUMA LIMFOMATOSA (HASHIMOTO) -Terutama wanita. unilateral. asimetri.rekurens -Cedera trakea. saraf di leher -Kolaps trakea akibat malakia trakea -Seluruh kelenjar paratiroid terangkat -Terpotongnya duktus torakikus Pasca bedah -Perdarahan di leher. umur < 20 tahun Klinis -Keras. sesak Tiroiditis de Quervain -Jarang ditemukan Etiologi -Inflamasi akut akibat infiltrasi netrofil lalu limfosit dan histiosit di seluruh kelenjar tiroid Klinis -Pembesaran tiroid ringan/sedang. agak padat. bila ada. esofagus. nyeri. dapat atrofi dengan pembentukan fibrosis Klinis -Kadang tidak ada benjolan. melekat ke jaringan sekitar : disfagi .TIROIDITIS REIDEL -Terutama wanita.

infeksi luka -Paralisis n. dolor. sehingga secara klinis dapat teraba -Peradangan ini ditentukan oleh virulensi kuman. kalor. fistel -Bila pembesaran KGB sangat besar : bull neck . dan dapat timbul abses supuratif -Bila infeksi primer sembuh.bila tidak.3 mg/hari : Ekstrak tiroid dengan dosis disesuaikan -Lama pemberian sekitar 3-6 bula -Bila ada kemajuan terapi diteruskan. abses dingin. ellips PENYEBAB 1. maka secara berangsur limfadenitis akan menghilang Klinis -Lesi sumber infeksi -KGB tumor.laringeus superior -Hipoparatiroid/hipokalsemia.5-1 cm Rantai jugularis externa. multiple.-Hematom. rubor. dapat bergabung. kemungkinan ganas PENGELOLAAN PEMBESARAN KELENJAR CERVICAL PEMBESARAN KELENJAR Inguinal : sebesar 1 cm normal. cedera n. spinal accesorius : dapat teraba 0.5 cm Kriteria normal : lunak. tidak nyeri -Spesifik (tbc) : padat/keras. submental : dapat teraba 0. hipotiroid -Nekrosis kulit. Infeksi : nonspecific dan specific -Limfadenitis akut dan kronik -Limfadenitis TBC -Infeksi mononucleosis atau toxoplasmosis 2. kebocoran duktus torakikus Tambahan : Cara supresi kelenjar tiroid -Untuk membedakan neoplasma dengan non-neoplasma -Digunakan : T3 75-100 mg/hari : Thyronine 02 –0. rata/gepeng. Neoplasma -Primer : Limfoma. Leukemia -Sekunder : Metastase Infeksi akut -Limfadenitis menyebabkan hiperplasia KGB.rekuren. bila supraclaviculer sudah patologis Submandibuler. functio laesa Limfadenitis kronis -Pembesaran KGB dengan tanda minimal. timbul perkejuan.

terapi/observasi lebih 1 bulan -Supraclaviculer yang dicurigai -High cervical dengan etiologi tidak diketahui -Ditemukan bersamaan lesi yang dianggap primer (biopsi bersamaan / hampir bersamaan) -Curiga limfoma -Ada riwayat operasi leher. kepala terutama untuk neoplasma Cara Biopsi -Curiga radang : biopsi jarum -Proses spesifik : biopsi intoto -Limfoma.DIAGNOSIS 1. kulit leher / kepala dan rongga mulut MENEGAKKAN DIAGNOSIS KERJA -Pada anak biasanya banal -Pembesaran 0. perlekatannya -Periksa perlapangan anatomi misal submandibuler -Lalu ke proksimal. Anamnesis -Lama pembesaran. lambung. ginjal. paru. pancreas. kelenjar keras/lama : biopsi intoto -Yang akan dioperasi lagi : pilih ditempat luka sayatan RND KEGANASAN LEHER DAN KEPALA . curiga metastasis -Bila radang bentuknya oval. ukuran >1cm. malaise. disertai demam/tidak -Rasa sakit -Ada infeksi/luka sekitar pembesaran -Pernah menderita TBC -Pernah operasi nevus atau kutil 2. nyeri tekan -Pembesaran dengan tumor jelas pada leher/kepala curigai metastase sebelum dibuktikan Saat Melakukan Biopsi -Pembesaran yang diduga akibat infeksi. konsistensi. dan pencernaan lain Periksa juga tiroid. Pemeriksaan fisik Pemeriksaan kelenjar -Mengenai besar.5-1 cm submandibular dan submental biasanya normal -Beberapa tempat disertai demam. kemudian seluruhnya -Bagi 2 jenis :High cervical / pembesaran kelenjar leher bgn atas:Supraclaviculer/bagian bawah -Bagian atas jangan lupa periksa paru dan ginjal -Bagian bawah periksa mamma. bentuk. infeksi farings biasanya oleh mononukleosis atau toxoplasmosis -Konglomerat dengan abses biasanya spesifik -Kelenjar dalam konsistensi keras pada orang tua. padat.

Sparing Accessory nerve -RND dengan menyelamatkan n. Ada N1 pada oral/oropharynx/hypopharynx cancer dengan T3. Tumor primer tidak terkontrol 2. upper dan midjugular -Pada ca. kelenjar submandibularis dan pool bawah parotis Modified RND ada 3 macam : 1. Kelenjar positif. yang mana operasi hanya satu-satunya terapi 4.T4 yang sudah dioperasi dan disinar 3.tiroid diferensiasi baik -Tidak untuk metastase kelenjar oleh squamous cell ca.jugularis interna dan externa. dan garis tengah (medial) hingga tepi anterior m. setelah radiasi radiasi leher 3. carotoid triangle — meliputi grup jugulodigastric.trapezius (lateral). Kelenjar N3ndan tidak berubah setelah radiasi 4.jugularis interna. Invasi ke vertebra servicalis atau dasar otak . m. Ada metastasis jauh 3.sternocleidomastoideus (cegah carotid blow out). Ca. 2. Kelenjar secara klinis positif pada keganasan leher-kepala yang tumor primer tidak terkontrol 2.XI -Dianjurkan untuk metastasis yang terbatas di trigonum anterior 3. Multiple nodul pada kulit 5. clavicula (caudal). tetapi secara prosentase bermakna mengandung metastasis (>25%) 2. Fungsional Neck Dissection -Untuk mempertahankan fungsi leher dan kosmetiknya -Tidak diangkat : m.omohyoid. Kelenjar positif.tiroid dgn No dilakukan diseksi paratrakheal -Ca. dengan menyertakan jaringan sekitarnya termasuk m. Tiroid diferensiasi baik.XI -Jadi membersihkan kelenjar di trigonum anterior dan posterior -Dianjurkan untuk metastase kelenjar oleh ca. submandibulare.parotis dengan No dilakukan diseksi submandibulare -Ca. n. klinis multiple metastasis leher (Oldhof) Kontraindikasi Kontra indikasi(RND) 1. Kelenjar terfikser (N3) jadi mobile setelah radiasi/kemoterapi Indikasi Modified Radical Neck Dissection (MRND) 1.Radical Neck Dissection Operasi pengangkatan seluruh kelenjar getah bening leher secara En bloc antara mandibula (cranial). v.sternocleidomastoideus. Kelenjar secara klinis negatif. Regional Neck Dissection -Mengangkat satu atau lebih grup kelenjar di leher -Misal : submentale. v. Rongga mulut dengan No Indikasi Indikasi Diseksi Leher Radikal (RND) 1.

6. Kontraindikasi medis 7. Harapan hidup kurang dari 6 minggu (Oldhof) Kontra Indikasi MRND 1. Kelenjar positif dan bedah merupakan satu-satunya jenis terapi 2. Kelenjar positif, setelah mendapat radiasi leher 3. Kelenjar positif, setelah sebelumnya dilakukan MRND 4. Kelenjar positif, yang mana tumor primernya melanoma 5. Operator tidak berpengalaman Insisi Kulit Insisi kulit tergantung 1. Lokasi lesi primer 2. Pernah tidaknya mendapat radiasi sebelumnya 3. Perencanaan untuk unilateral atau bilateral RND 4. Keterampilan dan kebiasaan ahli bedah Macam Insisi : -Hayes Martin’s incision -Mac Fee incision -Barbara Incision -Z incision Kontroversi dalam RND A. Beberapa pendapat dalam menangani No : 1. Observasi saja sampai timbul N1 2. Biopsi eksplorasi dan pembuktian histopatologis 3. Radiasi Dengan berbagai alasan : 1. Kelenjar berfungsi sebagai barier 2. Kesalahan penilaian No secara klinis 10-50%, di samping incidence occult metastase keganasan rongga mulut cukup tinggi 3. Kemungkinan kelenjar mengandung metastasis tergantung lokasi, stadium, dan histologis tumor primer 4. Melanoma dengan No, ketebalan infiltrasi (BRESLOW) - <0,7 mm kemungkinan KGB positif : 20% - 0,7-3,39 mm kemungkinan KGB positif : 20-60% - >4 mm kemungkinan positif, metastasis jauh : 60% B. Mengenai m.platysma 1. Platysma diangkat, dengan alasan radikalisme 2. Meninggalkan platysma bersama flap kulit akan menjamin vitalitas dan gerakan kulit leher dan perlindungan a.carotis lebih tebal Beahr dan Shah : platysma dipertahankan kecuali metastasis sudah menembus kapsul atau N2 Oldhof : platysma dipertahankan untuk ca.tiroid diferensiasi baik Komplikasi Waktu Operasi 1. Perdarahan -Akibat cedera pembuluh darah, hemostasis tidak sempurna 2. Emboli darah : akibat perlukaan vena 3. Cedera ductus thoracicus -Menyebabkan fistel khilous, luka sukar sembuh 4. Cedera saraf -N.frenicus : kelumpuhan diafragma -N.rekuren : kelumpuhan pita suara

-N.fasialis cab. mandibule : kelumpuhan otot sekitar mulut -N.spinalis accessorius : drop shoulder 5. Perangsangan carotid body -Terjadi penurunan tekanan darah secara mendadak -Pencegahan : teteskan procain 1% pada carotid body sebelum diseksi Segera Setelah Operasi 1. Haematoma -Dapat menyebabkan sumbatan jalan napas -Terapi : evakuasi hematom, ligasi sumber perdarahan, trakeostomi 2. Infeksi 3. Trakheomalasia -Akibat : kerja terlalu kasar (trauma), intubasi lama, invasi tumor ke trakhea -Terapi : trakheostomi 4. Flap yang nekrosis 5. Ruptur a.carotis -Biasanya terjadi pada hari 12-24 -Atasi dengan flap otot levator scapulae Komplikasi Lama 1. Drop shoulder 2. Gangguan sensoris leher 3. Kosmetik 4. Edem menetap pada muka, submandibula, submental Teknik Operasi Umumnya digunakan insisi T, dengan teknik en bloc Step 1 : Insisi dan pengangkatan flap -Insisi pertama mulai dari infraauriculer ke arah bawah belakang -Kedua muali setinggi os hyoid melengkung atas dan berakhir pada setinggi simfisis mandibula — sehingga terbentuk 3 flap -Flap superior dibebaskan sampai tepi bawah mandibula dan pole bawah parotis -Flap anterior dibebaskan sampai garis tengah leher -Flap posterior dibebaskan ke arah belakang sampai batas belakang sternocleidomastoideus dan batas depan trapezius tampak Step 2 : Diseksi bagian trigonum belakang leher -Ujung atas sternocleidomastoideus dipotong dan diklem lalu ditarik ke garis tengah -Fascia dipotong sepanjang levator dan tepi depan trapezius sampai clavicula -Spesimen diangkat dari otot dasar trigonum posterior dengan memisahkan fascia servicalis profunda -Spesimen ditarik ke arah tengah, tampak vasa servicalis transversa, yg selanjutnya diligasi dan dipotong sehingga spesimen mudah dibebaskan sampai carotid sheath -Lemak di bawah trapezius dibebaskan, sehingga tampak grup

kelenjar subtrapezeus dari Rouviere -Platysma dipotong sepanjang batas atas clavicula tanpa merusak v.jugularis externa beserta fascia servicalis superficialis -V.jugularis externa diisolasi, potong di antara 2 ligasi -Venter posterior omohyoid dipotong diantara 2 klem -Saraf supraclavicularis cabang dari flexus servicalis superficialis juga dipotong -Seluruh lemak trigonum posterior diangkat Stage 3 : Ligasi dan pemotongan ujung bawah vena jugularis interna dan diseksi regio carotis -Rongga suprasternal dibebaskan dengan gunting, lalu jari telunjuk dimasukkan ke rongga tersebut, ke bawah insersi sternocleidomastoid (Gruber’s space) untuk mengisolasi ujung akhir otot, yang selanjutnya dipotong (dengan perlindungan jari telunjuk) -V.jugularis anterior (dalam Gruber,s space) diidentifikasi, ikat, potong -Ujung bawah sternocleidomastoid diklem dan diangkat sehingga tampak v.jugularis interna, lemak, v.subclavia, kelenjar limfe -Kelenjar limfe lalu diangkat -Vasa servicalis transversa diidentifikasi, ikat, potong -Bila ductus thoracicus terlihat ligasi lalu potong diantaranya -Ujung bawah v.jugularis interna dipisahkan dari n.vagus, lalu vena dipotong diantara dua ikatan (non absorbable) -Pisahkan a.karotis dari v. jugularis interna, juga n.vagus sampai mencapai batas superior regio caroticum dengan menemukan n.XI, n.XII, rantai simpatis servicalis -Cabang anterior flexus servicalis superficialis yang mengelilingi tepi belakang m.sternocleidomastoid dipotong (hati-hati n.frenukus) -Fascia superficialis dan media dipotong sepanjang tepi bawah omohyoid (venter anterior) sampai os hyoid — spesimen mudah diangkat sampai tulang tersebut -Identifikasi gastricus, stylohyoid, n.XII, cabang a.carotis externa —- cabang kolateral v.jugularis interna = v.tiroideus inferior Step 4 : Pengangkatan pole bawah kelenjar parotis dan bagian atas v.jugularis interna -A.occipitalis yang berjalan dekat digastricus venter posterior diidentifikasi, ligasi, potong -Venter posterior digastricus diangkat ke atas sehingga tampak v.jugularis interna, potong (setinggi mungkin) diantara 2 ligasi -Pole bawah parotis diklem, potong di bawah klem -Klem dilepas, lalu venter posterior digastricus dijahitkan (kontinu) pada potongan permukaan kelenjar parotis Step 5 : Pengangkatan regio submandibularis -Platysma dipotong sepanjang tepi bawah mandibula -Vasa maxillaris externa, v.facialis anterior diligasi, lalu potong -Identifikasi cabang mandibularis n.facialis yang menyilang pemb. darah tadi -Spesimen diangkat ke arah garis tengah, tampak ligamentum stylomandibulare, yang selanjutnya dipotong -Di depannya tampak a.facialis, ligasi, potong

subkutan dengan catgut 3-0. difiksasi di otot (catgut). ujung akhir dikeluarkan lewat ujung bawah insisi pertama. kulit dengan mononilon/cotton -Continous suction menjamin kontak yang optimun antara flap dengan luka operasi Perawatan Pasca Operasi 1. jahitan sirkuler disekelilingnya untuk mencegah masuknya udara -Flap dikembalikan pada posisi semula dengan jahitan 2 lapis terputus.VII) -Pengangkatan spesimen selesai seluruhnya dengan memotong insersi omohyoid di hyoid dan membersihkan jaringan lemak di antara kedua venter anterior digastricus Step 6 : Terakhir -Lapangan operasi diirigasi dengan aqua steril -Pasang drain polietilen atau kateter : diletakkan pada tempat operasi yang paling dalam. Pemberian AB KELAINAN LAIN PADA LEHER KISTA DUKTUS TIROGLOSUS -Akibat obliterasi tidak komplit dari jalan turun kelenjar tiroid dari foramen caecum hingga prelaringeal setinggi cricoid -Lokasi pada mid line (di atas tiroid sampai dasar lidah) -setinggi os hyoid 90% -setinggi tiroid 8% -setinggi lidah 2% -Terutama usia 2-7 tahun (50% pada usia 2-10 tahun) Klinis -Ikut bergerak saat menelan atau menjulurkan lidah -Sering ada traktus dari kista hingga ke os hyoid -Infeksi sering menyebabkan abses.-Seluruh isi submandibularis diangkat (hati-hati n. setelah pecah atau diinsisi dapat timbul fistel Patologi -Berisi unsur keloid. Posisi penderita dalam 48 jam pertama -Kepala dalam keadaan elevasi 45 derajat -Dalam 24 jam sebaiknya sudah berdiri dan berjalan (hari II) 3.XII) -Bagian depan kelenjar & ductus Wharton dipotong (hati-hati n. Airway -Jamin kelancarannya -Kadang diperlukan intubasi ulang atau pemasangan trakheostomi 2. Intake makanan -Bila perlu pasang sonde lambung 4. Perawatan drain -Pakai vacum drainage -Diangkat pada hari 4-5 post operasi atau cairan < 50 cc/hari 5. epitel squamous atau kolumner Terapi -Ekstirpasi seluruh kista dan duktus .

KISTA BRONKOGENIK -Terutama usia 2-7 tahun -Kegagalan pertumbuhan celah insang I dan II sehingga timbul sisa sepanjang bagian anterior m. sinus. bulat/lonjong. perluasan ke mulut . unilateral/bilateral. pulsasi suhu. tetapi terutama leher (trigonum posterior) 75%. sedikit melekat pada dasarnya -Khas : transluminasi positif dengan batas tidak tegas -Dapat besar sekali. menjadi sakus limfatikus -Berasal dari anyaman limfatik massa embrional Klinis -Massa kistik. fistel teraba sebagai jaringan fibrotik bila ditegangkan dengan tarikan ke arah kaudal -Fistulografi mungkin memperlihatkan bahan kontras masuk ke faring Patologi -Epitel berlapis gepeng. kadang dapat diikuti sampai orofaring -Pada palpasi kranial. penekanan pleksus brakialis Patologi -Pada permukaan ditemukan kista besar yang makin ke dalam makin menjadi kecil seperti buih sabun -Jenis : -simpleks : sel kapiler limfatik yang kecil -kavernosa : sel kapiler limfatik yang lebih besar -kistik : hygroma klasik Terapi Pembedahan dilakukan setelah neonatus -Eksisi total lalu pasang drain isap -Infiltrasi subkutan bleomisin pasca bedah Sifat tumor yang diperiksa 4S (site. fiksasi pada dasar kulit. bebas dari kulit. penekanan pada saluran napas. size. mediastinum. shape. konsistensi. unsur tulang rawan. unsur limfoid Terapi -Ekstirpasi kista HYGROMA SISTIKA -Nama lain : limfangiona kistik -Terutama usia 1-2 tahun -Seluruh tubuh. berbenjol. permukaan halus. fluktuasi. transluminasi. kista/fistel (sekresi cairan) . lunak. kolumner. bunyi arus.sternokleidomastoideus -Berupa : sisa tulang rawan. inguinal -75% ditemukan saat lahir maupun neonatus -Anyaman limfe mengalami dilatasi dan bergabung membentuk jala. aksilla. lobulated (berlobus). kista. fistel atau kombinasi Klinis -Benjolan sejak lahir. LIMFOMA MALIGNA . fluktuasi. surface).

paru. terutama KGB leher bawah. Herediter HISTOPATOLOGIS Lymphoma Hodgkin (LH) Rye 1. disertai gejala sistemik berat dan agresif Lymphoma Non Hodgkin (LNH) Rapport (Modifikasi. sekitar 2% -Negara berkembang. Follicular poorly differentiated lymphocytic (FPDL) . netrofil. sel datia RS (Reed-Sternberg) kadang ditemukan -Sel plasma. kulit. usia < 35 tahun -Prognosis baik Nodular sclerosis -Ada sel lakunar. Lymphocyte Depletion (LD) Limphocyte predominance -Limfosit matang banyak. supraklavikuler. Hodgkin limfoma sering pada umur muda. eosinofil dalam jumlah kecil -Nekrosis atau fibrosis sedikit -Sering pada pria. Epstein Barr virus : terutama limfoma Burkitt 3. Nodular Sclerosis (NS) 3. berkeringat) Lymphocyte depletion -Jenis : fibrosis difus dan retikuler -Melibatkan banyak jaringan limfoid -Sering usia lanjut. berat badan menurun. 1966) 1. Limphocyte Predominance (LP) 2. Mixed Cellularity (MC) 4. Berhubungan dengan rangsangan imunologik persisten 2. serabut kolagen tebal yang membagi limfoid dalam beberapa nodulus -Pada wanita muda. organ lain -Di negara maju tumor ini relatif jarang.II Mixed cellularity -Bentuk antara LP dengan LD -Sering pada pria yang disertai dengan gejala sistemik (demam. mediastinal -Prognosis baik pada stadium I.PENDAHULUAN -Merupakan tumor ganas yang berasal dari jaringan limfoid (sistem limfatik dan imunitas) -Dapat juga dijumpai ekstranodal : saluran cerna. bimodal (15-35 tahun dan > 50 tahun) ETIOLOGI Multifaktorial ? 1.

2. Diffuse mixed lymphocytic histiocytic (DMLH) 8. Follicular histiocytic (FH) 3. Diffuse well differentiated lymphocytic (DWDL) 5. Diffuse poorly differentiated lymphocytic (DPDL) 6. Diffuse lymphoblastic (DL) 9. Diffuse undifferentiated (DU) -Burkitt -non Burkitt Lukes-Collin (1974) Kategori sel B (65%) -Small lymphocyte (SL) -Plasmacytoid lymphocyte (PIL) -Follicular small cleaved (FSCI) -Follicular large cleaved (FLCL) -Follicular small non-cleaved (FSNCI) -Follicular large non-cleaved (FLNCI) -Immunoblastic-sarcoma (IS) Kategori sel T (16%) -Small lymphocyte (SL) -Convoluted lymphocyte (CoL) -Sezary-Mycosis fungoides (SMF) -Immunoblastic-sarcoma Histiocytic (1%) U cell (undifined) (18%) Kiel (1974) Derajat keganasan rendah Lymphocytic (L) -B-cell -T-cell -Hairy cell leukemia -Mycosis fungoides/ -Sezary’s syndrome -T-zone lymphoma Lymphoplasmacytic/cytoid (Lpl) -Lymphoplasmacytic -Lymphoplasmacytoid -Plasmacytic Centrocytic (CC) Centroblastic-centrocytic (CB-CC) -Follicular -Diffuse Derajat keganasan tinggi Centroblastic (CB) Lymphoblastic (Lbl) . Follicular mixed lymphocytic histiocytic (FMLH) 4. Diffuse histiocytic (DH) 7.

berat badan turun 10% dalam 6 bulan terakhir. berkeringat. menunjukkan stadium IV Stadium dibagi menjadi : A : bila tidak disertai gejala sistemik B : ada gejala sistemik (demam. mediastinum. aksilla. keringat malam tanpa sebab) Jaringan limfatik : -KGB. cincin waldeyer. mediastinal. timus. payer’s patch GAMBARAN KLINIS -Pembesaran KGB : leher. appendiks. spleen (IIIS) atau keduanya (III SE) Tersebar menyeluruh pada organ ekstralimfatik dengan atau tanpa terlihat KGB Keterlibatan hati. paraaortal. inguinal -LH : 80% dimulai pembesaran kGB leher -LNH : dapat dimulai di semua KGB -Demam subfebril. lien. paraaorta) Penyebaran perkontinuitatum Nodus mesenterium dan cincin waldeyer jarang terlibat Keterlibatan ekstranodal jarang Lebih sering nodus perifer yang multiple Bukan perkontinuitatum Sering melibatkan .-B-Lymphoblastic (B) -Burkitt (Btt) -T-Lymphoblastic (T) -Convolute cell (Con) -Unclassified Immunoblastic (Imb) Working formulation -Lampiran STADIUM Ann Arborr (1971) Interpretasi I II III IV Satu KGB daerah tertentu (I) atau ekstralimfatik (IE) Lebih dari satu KGB di atas diafragma (II) atau lebih dari satu ekstralimfatik di atas diafragma (IIE) KGB di atas dan di bawah diafragma (III) atau disertai limfoma ekstralimfatok (IIIE). pruritus Hodgkin Lymphoma Non Hodgkin Lymphoma Lebih sering terbatas pada kelompok nodus satu sumber tunggal (leher. sumsum tulang. berat badan turun.

4 mg/iv 100 mg/oral 25 mg/oral Ke 1 dan ke 8 Ke 1 dan ke 8 Ke 1 sampai ke 14 Ke 1 sampai ke 14 Non Hodgkin Lymphoma -Derajat keganasan rendah dan stadium I : radiasi -Derajat keganasan sedang dan I. cyclophosphamide dosis tinggi PROGNOSIS -HL I dan II : harapan hidup 5 tahun 100% -HL III dan IV : 50% TUMOR GANAS ESOFAGUS . untuk LD perlu tambahan kemoterapi -III A : splenektomi Kemoterapi -Untuk III B dan IV MOPP Obat Dosis mg/m2 Waktu hari pemberian Nitrogen Mustard Oncovin Procarbazin Prednison 6 mg/iv 1.II : radiasi KGB dan regional -Derajat sedang dan III. CT scan -USG. Pemeriksaan fisis 3. Anamnesis 2. methotrexate. Histopatologis -FNA -Biopsi 4. dll 5. Laparatomi TERAPI Hodgkin Lymphoma Radioterapi -Kuratif untuk semua stadium -I dan II (NS. limfangiografi.Sering DIAGNOSIS 1. MC) : semua KGB di atas diafragma (lapangan mantel). Pemeriksaan penunjang -Laboratorium -Radiologi : toraks foto.IV : kemoterapi berganda -Keganasan tinggi : kemoterapi berganda Kombinasi : vincristine.

seliakus -Bagian distal : KGB seliakus. KGB di gastrika sinistra. Diet/makanan 2. periesofagus. Rusia. infiltratif Penyebaran Limfogen -Esofagus bagian servikal : KGB supraklavikular dan jugular anterior -Bagian torakal : ke KGB mediastinal pertrakea. hati dan tulang SISTEM TNM T1 T2 T3 N1 N2 N3 M1 Invasi hingga mukosa atau submukosa Invasi ke dinding otot Menembus dinding otot KGB regional unilateral KGB regional bilateral Metastasis multiple ekstensif ke KGB regional Ada metastasis jauh . kurvatura minor Hematogen -Paru. sering oleh adenokarsinoma karena mukosa esofagus berasal dari gaster (Barrett) -Pria tiga kali lebih sering. ulkus. subdiafragma. Iritasi kronis -Esofagitis Barrett : terjadi metaplasia -Akalasia KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI Jenis : -Karsinoma epidermoid -Adenokarsinoma -Leiomiosarkoma -Fibrosarkoma -Melanoma maligna -dll Bentuk -Polipoid. terutama usia lanjut -Predileksi : Cina.PENDAHULUAN -Paling sering adalah jenis karsinoma epidermoid -Di bagian distal (batas esofago-gaster). supraklavikulat. Skandinavia ETIOLOGI Multifaktorial ? 1. Alkoholisme dan rokok 3. Jepang.

Chili. Islandia . adenokarsinoma resisten Kemoterapi -Efeknya kecil TUMOR GANAS LAMBUNG PENDAHULUAN -Banyak ditemukan di Cina. hipoalbuminemia -Esofagografi -Esofagoskopi dan biopsi -Endoskopi-USG -CT scan. regurgitasi.STADIUM Stadium Interpretasi Std I Std II Std III Std IV T1 No Mo T2 No Mo T3 No Mo. Anamnesis 2. MRI DIAGNOSIS BANDING 1. Pemeriksaan fisis 3. Tumor jinak 2. T semua N semua Mo T semua N semua M1 GAMBARAN KLINIK -Disfagia progresif : awalnya makanan cair lalu padat -Berat badan turun. Jepang. Hernia esofagus TERAPI Pembedahan -Reseksi esofagus yang diikuti dengan rekonstruksi -Dapat bersifat kuratif dan paliatif Radioterapi -Karsinoma epidermoid cukup sensitif. Striktur esofagus 4. Histopatologis -Sitologi eksfoliatif dan biopsi 4.rekurens -Pembesaran KGB. Pemeriksaan penunjang -Laboratorium : anemia. muntah -Anemia -Suara serak : infiltrasi n. gejala metastasis lain DIAGNOSIS 1. Akalasia 3.

ulkus superfisial/profunda Old Classification 1. Colloid or gelatinous carcinoma 5. limfoma . batas tegas. Herediter -Golongan darah A -Riwayat keluarga menderita 4.000 -Resiko meningkat sesuai dengan peningkatan umur -Terutama usia 60 tahun. Faktor lingkungan -Daerah dingin -Rumah dengan pemanas batubara. seperti jamur. batas tidak tegas. terlalu asin/pedas/asam/panas -Merokok.-Jepang 70. kardia (10%) -Multisentris (22%) ETIOLOGI Multifaktorial ? 1. Papillary carcinoma 3. leiomiosarkoma -Mayer : 90% ditemukan dalam stadium lanjut Lokasi : -Antrum. nonulseratif. Makassar 3:2) -Paling sering : adenokarsinoma (95%). korpus (20%) -Fundus. Makanan/diet/kebiasaan -Makanan rendah serat. Medullary tumor 4. pilorus sepanjang kurvatura minor (40%) -1/3 tengah. pinggir ulkus berbaur dengan mukosa yang berdekatan dan terinfiltrasi Tipe IV -Seluruh lambung terinfiltrasi. Simple adenocarcinoma 2. Eropa 40. invasi pada pinggir dan dasar tumor -Dinding licin. Amerika 10/100. daerah pertambangan batubara 2. anemia pernisiosa -Adenomatous polyposis -Gastritis atrofikans -Ulkus gastrik KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI Borrman (1962) Tipe I -Polipoid. Faktor predisposisi/lesi prakanker -Aklorhidria/hipoklorhidria. batas tegas. bentuk noduler Tipe III -Ulkus. alkohol 3. tumbuh ke arah lumen Tipe II -Ulkus. pria lebih sering (2:1. Schirrous carcinoma .

KGB sepanjang tepi kiri gaster. lienalis. hepatomegali.Klasifikasi lain -Polipoid -Ulseratif -Superfisialis -Linitis plastika (prognosis paling jelek) SISTEM TNM T1 T2 T3 T4 N1 N2 M1 Terbatas di mukosa. termasuk linitis plastika Metastasis KGB perigastrik. berat badan turun. hematemesis. Mo T2 N2 Mo. T4 No Mo T3 N2 Mo. T4 N1-2 Mo T semua N semua M1 GAMBARAN KLINIK -Stadium awal biasanya asimptomatik -Rasa berat epigastrium. rasa terbakar. hepatika komunis. obstruksi (tumor dekat pilorus) -Lanjut : nyeri perut. anoreksia. rasa kenyang. < dari 3 cm dari tumor KGB perigastrik (>3 cm). tanpa invasi struktur sekitar Invasi struktur sekitar. massa pada colok dubur. lamina propri dan submukosa Invasi muskularis mukosa dan subserosa Menembus serosa (peritoneum viserale). T3 No. KGB supraklavikuler kiri (virchow) . melena -Disfagia (tumor kardia). T2 No Mo T1 N2 Mo. tumor difus mengenai seluruh tebal dinding tanpa batas jelas. anemia. kembung. T3 N1 Mo. asites. T2 N1 Mo. seliakus Metastasis jauh STADIUM Stadium Interpretasi IA B II III A B IV T1 No Mo T1 N1 Mo.

6%). tonjolan) -USG. >60 thn (38. kontras (deformitas. Pemeriksaan penunjang -Laboratorium : LFT. Pemeriksaan fisik 3. 30-59 thn (50.1%). Histopatologi -Sitologi. BCNU -5 FU. serologi (CEA. Scanning TERAPI Pembedahan Kuratif -Operasi radikal : gastrektomi total/subtotal disertai pengangkatan KGB dan organ lain yang terlibat -Batas reseksi 4 cm dari tepi tumor (tumor lokal).DIAGNOSIS 1. Lokasi . enzim (beta glukoronidase. biopsi 4. tukak. sebagai ajuvant Tunggal : -5 FU -Adriamycin -Mitomycin C -Metil CCNU Kombinasi : -5 FU. perbaiki pasase. AFP) -Gastroskopi fiberoptik -Radiologis : polos. metil CCNU -5 FU. sialoglukoprotein). laktat dehidroginase. kwalitas hidup -Gastroenterostomi -Intubasi -Ekslusion Kemoterapi -Tumor inoperabel dan tidak radikal.9%) 2. adriamycin. mitomicyn C -5 FU. metil CCNU PROGNOSIS Prognosis tergantung : 1. 5 cm (tumor infiltrasi) Setelah gastrektomi dilakukan : Post subtotal gastrektomi -Billroth I atau II -Roux-en-y gastrektomi Post gastrektomi -Roux-en-y -Hunt Lawrence -Lygidaksis modifikasi Paliatif -Untuk mengurangi gejala. adriamycin. Usia -Kurang dari 30 thn (37. Anamnesis 2.

6%).5%). superomedial. serosa (32.4%) 4. N1 (50. serviks -Sulsel : no.2 setelah ca.6%) 5.2%) -Std I : 90. jaringan lemak (37. kemungkinan multifaktorial ? 1.4%). paliatif (15.5% -Std III : 33. III (35.5%).8%). Tipe -Borrmann I (43. biopsi (5. Tipe operasi -Gastrektomi kuratif (51. lateroinferior dan medioinferoir Mamma sinistra lebih sering dibanding deksta Etiologi Sebab pasti belum diketahui. II (48. 25% kulit hitam Tertinggi pada usia 45-66 tahun.1 menyusul ca. 1/3 proksimal (29. subserosa (58. Menarki cepat (< 12 tahun) .1 menyusul ca.4% -Std IV : 4. serviks USA : 28% Ca wanita kulit putih.9%). invasi organ sekitar (6.3%). Hormonal Umumnya pada wanita Usia di atas 35 tahun insidensnya tinggi Pemberian hormonal banyak memberi hasil pada kanker lanjut 3. lalu sentral (subareolar). 1/3 tengah (49. terutama bila ibu/saudara kandung menderita Ada distribusi predileksi antar bangsa atau suku bangsa Pada kanker monozygote.9 PAYUDARA TUMOR GANAS PAYUDARA Pendahuluan Insidens : -Negara maju : no.7%). jarang di bawah 20 tahun Terutama kwadran lateral superior. Dalamnya invasi -Mukosa (91%).9%). Makanan Terutama makanan yang mengandung lemak (belum terbukti) 5.3%).7% -Std II : 64. submukosa (85.2%). terdapat kanker yang sama Ada persamaan lateralitas pada keluarga dekat dari penderita Pada Klinefelters 66 kali kemungkinan menderita dibanding pria normal 2. N2 (22. by pass. serviks -Indonesia : no.1%). IV (15.6%). Radiasi Terutama pada daerah dada Faktor Resiko 1. resiko meningkat (>30 tahun) 2. Genetika Kecenderungan pada keluarga tertentu. Virus Peranannya belum dapat dipastikan pada manusia 4.-1/3 distal (46.1%) 3. Usia makin lanjut. Metastasis KGB -No (77. muskularis propri (68.9%).7%) 6.

Ro : osteolitik -Nyeri. mungkin ada multiple coin lesion (ukuran bervariasi) -Nyeri. fraktur patologis -Sesak. Riwayat ca. Riwayat radiasi daerah dada 11. Ekstensi lokal 2. Tidak menyusui 6. Riwayat operasi tumor jinak (displasia/fibrokistik tertentu) 10. Riwayat keluarga : ibu / saudara kandung menderita 8. Invasive • Invasive ductal carcinoma : paling sering • Invasive ductal carcinoma with predominant intraductal componen . mamma kontralateral 9. Terapi hormonal lama Metastasis 1. Kehamilan pertama tertunda atau tidak ada anak 5. Hematogen Lewat sistem vena. kadang tanpa gejala -Nyeri. Tidak kawin 7. Menapause terlambat 4. ikterus obstruksi. mammaria eksterna (paling jarang) Kelenjar supraclavicular : dari subclavicular (langsung) atau dari sentinel nodes/grand central limfatik terminus (tidak langsung) Kelenjar mammaria interna Metastasis hepar : terutama bila tumor di tepi medial bgn bawah payudara 3. paresis. interpektoral/Rotter’s nodes. efusi pleura -Massa. Non invasive (in situ) • Intraductal carcinoma • Intralobuler carcinoma 2. fraktur patologis -Nyeri. Limfogen Kelenjar aksilla : central nodes (90%). subclavicula. kadang tenpa keluhan -Kompresi medulla spinalis. ataksia. muntah. parastesi Klasifikasi histopatologis 1.3. organ lain Lokasi Gejala dan Tanda Paru Tulang -Tengkorak -Vertebra -Iga -Tlg panjang Pleura Hati Otak -Biasanya tanpa gejala. Riwayat operasi ginekologik 12. bermetastasis ke paru.

ulkus. ukuran 0.2-2 cm 1b2 : > 4 KGB. peau d’orange. Paget’s disease of breast Sistem TNM T : Tumor primer Tx : Tumor primer tidak dapat ditentukan Tis : Ca invasif.• Invasive lobular carcinoma • Mucinous carcinoma • Medullary carcinoma • Papillary carcinoma • Tubular carcinoma • Adenocystic carcinoma • Apocrine carcinoma • Juvenile carcinoma • Carcinoma with metaplasia • Carcinoma with squamous type • Carcinoma with spindle cell type • Carcinoma with cartilagineus and osseus type • Carcinoma mixed type 3. saling melekat.5 cm 1b : 0. sekitarnya N3 : Teraba kelenjar mammaria interna homolateral M : Metastasis ke organ jauh Mx : Tidak dapat ditentukan metastasis jauh Mo : Tidak ada metastasis jauh M1 : Ada metastasis jauh. insitu. penyebaran langsung ke dinding thorax atau kulit (edem.1 cm 1c : 1 . satelit) 4a : Ekstensi ke dinding dada 4b : Edem kulit. ulkus. mobil 1a : mikrometastasis ( < 0. termasuk ke kelenjar supraclavicular . Paget dis pada papilla tanpa teraba tumor To : Tidak ada bukti adanya tumor primer T1 : Tumor < 2 cm 1a : < 0. ukuran 0.2 cm) 1b : > 0.2 cm T2 : Tumor 2 – 5 cm T3 : Tumor > 5 cm T4 : Tumor (tanpa memandang ukuran). peau d’orange. homolateral.2-2 cm 1b3 : Menembus kapsul KGB dengan ukuran < 2 cm 1b4 : Ukuran > 2 cm N2 : Teraba kelenjar homolateral. satelit 4c : 4a + 4b 4d : Mastitis carsinomatous N : Metastasis ke kelenjar getah bening Nx : Kelenjar regional tidak dapat ditentukan No : Tidak teraba kelenjar aksilla N1 : Teraba kelenjar.5 .2 cm 1b1 : 1-3 KGB.

atau ca lain Radiasi daerah thorax Keluhan yang berhubungan dengan metastasis Batuk. T1N1Mo. T3NoMo Stage III A : To-2N2Mo. infeksi Pengeluaran cairan Berdarah biasanya intraductal papilloma/intraductal papillary ca. teratur/tidak Umur saat menopause (bila lambat. sakit/tidak.3 tanpa mengubah klasifikasi Dinding thorax : iga. nanah hijau.Catatan : Lekukan kulit. T2NoMo II B : T2N1Mo. TsemuaN3Mo Stage IV : TsemuaNsemuaM1 Gambaran klinik Anamnesis Umur Kanker biasanya umur yang lebih tua → > 65 tahun anggap ganas Keluhan payudara atau ketiak Massa di payudara. sakit/tidak di ketiak. m. nyeri pada tulang Nafsu makan Berkurang atau tetap . retraksi papilla. bisa ditemukan pada T1. serosanguineus Haid Membesar. operasi/tidak Sebelumnya pernah menderita (resiko tinggi) Keluarga menderita (ibu dan saudara perempuan). edem lengan Sakit. serratus anterior tanpa otot pektoral Stage grouping (AJCC/UICC) Stage 0 : TisNoMo Stage I : T1NoMo Stage II A : ToN1Mo. Berupa serous.2. jumlah anak. seperti air. susu. resiko tinggi) Kehamilan Umur tua (resiko tinggi). perubahan lain pada kulit (kecuali pada T4). sesak. ganas. nyeri tekan Jarang pada kanker Berubah dengan siklus : tegangan premens. resiko tinggi).interkostal. retraksi nipple/kulit Massa di ketiak. frekwensi. nipple discharge. sakit saat haid Menarche (bila cepat. penyakit fibrokistik Tidak berubah : tumor jinak. T3N1-2Mo III B : T4NsemuaMo. lama. abortus Riwayat menyusui Obat kontrasepsi Cegah penyakit fibrocystic Resiko dipertanyakan Perkawinan Tidak kawin (resiko meningkat) Riwayat sebelumnya Pernah biopsi/tidak.

kemerahan. bersisik dan mudah berdarah Cairan papilla mamma -Sifat cairan : serous.Berat badan Menurun atau tetap Pemeriksaan fisis Inspeksi Periksa kedua payudara. susu -Susu : hamil. axilla dan leher Penderita duduk : bandingkan antara mamma kiri dan kanan Saat mengangkat kedua lengan dan saat diturunkan/samping Perhatikan adanya benjolan Normal ada asimetri ringan dari payudara Perubahan pada kulit : -Dimpling/berlekuk. terutama orang tua) Areola dan puting susu -Exoriasi kulit. edem. gambaran vena -Kemerahan (infeksi) -Edem : pada selulitis dapat menyebabkan edem difus -Peau d’orange (pig skin) : kelainan kulit berbintik seperti kulit jeruk akibat obstruksi limfatik (ganas) -Nodul satelit -Ulkus (karsinoma. III. dengan tangan di pinggang Catat perubahan suhu kulit. penebalan kulit . hemoragik. mukous. laktasi -Jernih : normal -Hijau : perimenopause. turgor. eksema -Pointing nipple (arah puting susu) : mengarah ke kwadran yang sakit -Kedudukan kedua puting susu : sama tinggi atau tidak -Paget dis : kulit puting kering. ektasi duktus. pengeluaran cairan. papilloma intraduktal -Ada/tidaknya sel tumor -Unilateral/bilateral -Satu duktus atau beberapa duktus -Keluar spontan atau setelah dipijat -Keluar bila seluruh mamma ditekan atau dari segmen tertentu -Berhubungan dengan siklus haid -Premenopause atau pascamenopause -Penggunaan obat hormon Palpasi Pemeriksaan Payudara Harus didampingi perawat wanita Sebelumnya kedua tangan saling digosokkan Gunakan jari II. IV bagian volar phalanges tengah dan distal tangan kanan (jangan menggunakan ujung jari) Palpasi sistematis : kwadran atau dari luar ke dalam se arah jam Duduk tegak. kelainan fibrokistik -Hemoragik : karsinoma. retraksi. inversi.

batas kurang jelas -Kelainan mammogram tanpa kelainan palpasi Tanda Lama -Retraksi kulit/areola . konsistensi. IV tangan kanan diletakkan di bawah humerus kiri. permukaan kasar. III. mobilitas Kelenjar Limfe Supraclavicular Penderita mengangkat kedua bahu dan sedikit membungkuk Pemeriksa dapat dari depan atau dari belakang Kelenjar Limfe Infraclavicular Penderita membusungkan dada Kelenjar Limfe Axillaris Pars Centralis Kiri Tangan kiri pemeriksa mengangkat lengan kiri penderita ke atas Tangan kanan (ujung jari) dimasukkan jauh ke dalam apex fossa axillaris Lalu tangan diturunkan perlahan dan bila ada pembesaran kelenjar sentral (terkurung antara jari dengan dinding thorax) Kelenjar Mammaria Interna Kiri Pemeriksaan diteruskan ke bawah antara linea axillaris media dan anterior Kelenjar Axillaris Lateralis Kiri Lengan kiri penderita dipegang tangan kanan pemeriksa (abduksi 900) Ujung jari II.pectoralis major Penderita menekan kuat pinggang atau meletakkan kedua tangan di belakang kepala (otot pectoralis major berkontraksi) Bila tumor tak bebas bergerak waktu dikontraksikan dan bebas saat relaksasi maka pectoral fixation test positif Serratus anterior fixation test Untuk yang berlokasi di kwadran lateral bawah Kedua lengan penderita memegang bahu pemeriksa Pemeriksaan kelenjar Penderita tetap duduk tegak Bila ada pembesaran : catat besar. agak keras. nyeri. bentuk. bentuk. nyeri tekan/tidak. besar.Bila ada benjolan. kista Keras. berbenjol. konsistensi. permukaan licin : fibroadenoma. perlekatan dengan dasar (chest wall fixation test) Benjolan keras. 1/3 proximal bagian bawah penderita Kelenjar Limfe Subscapularis Kiri Pemeriksa di belakang penderita Lengan kiri diangkat dengan tangan kanan pemeriksa (abduksi 900) Ujung jari dimasukkan di belakang scapula Pemeriksaan saat berbaring Letakkan bantal kecil di punggung di mana payudara akan diperiksa Kedua tangan di bawah kepala : periksa kwadran lateral Kedua tangan disamping : periksa kwadran medial Tanda Dini -Benjolan soliter. batas tegas/tidak. melekat : ganas. tidak nyeri. catat : lokalisasi. inflamasi non infektif Kenyal : penyakit fibrokistik Lunak : lipoma Pectoral fixation test Dilakukan bila chest wall fixation test negatif Untuk tumor yang berlokasi di kwadran lateral atas Untuk mengetahui ada tidaknya infiltrasi tumor ke m.

Fibrocystic of the breast (mammary displasia) 3.-Retraksi/inversi papilla -Kelenjar aksilla dapat diraba -Pengerutan atau pembesaran mamma -Kemerahan atau edem kulit -Fiksasi pada kulit atau dinding thoraks Tanda Akhir -Ulkus -Kelenjar supraclavikular teraba -Edem lengan -Metastasis jauh Diagnosis 1. Cystosarcona filoides 4. CT scan Laboratorium : alkali fosfatase. estrogen reseptor. Pemeriksaan Lain Thorax foto Bone scanning/bone survey USG abdomen/liver MRI. lalu potong beku atau blok parafin -Insisional biopsi untuk yang inoperabel Diagnosis banding 1. Anamnesis 2. Mammografi b. Utrasonografi Terutama untuk membedakan tumor solid atau kista (tampak bila ukuran telah 1-2 cm) c. Mastitis 6. Frozen section 4. Fibroadenoma mamma 2. Pemeriksaan Sitologi Untuk menentukan apakah segera perlu pembedahan frozen section atau dilanjutkan dengan pemeriksaan lain atau langsung ekstirpasi Hasil positif bukan indikasi bedah radikal Indikasi -Diagnosis preoperatif dengan dugaan tumor maligna -Diagnosis konfirmatif tumor maligna atau berulang -Menentukan neoplastik atau non neoplastik -Mengambil bahan aspirat untuk kultur. Pemeriksaan histopatologis a. Galactocele 5. menentukan morfometri sel tumor dan hormonal dependent b. dll Diagnosis pasti : histopatologis -Eksisional biopsi. Pemeriksaan fisis 3. Biopsi c. Biopsi Tru-cut d. Pemeriksaan penunjang a. Nekrosis lemak .

segmentektomi -Diseksi kelenjar aksilla -Radioterapi Penelitian Milan I (Veronesi 1973) : QUART Kuadrantektomi : mengangkat kuadran payudara yang mengandung tumor ( < 2 cm) beserta kulit dan fascia superfisial pektoralis mayor (insisi kulit ellips) Diseksi aksilla : lanjutan bila tumor primer di kuadran lateral atas. Subcutaneus mastectomy Pengangkatan seluruh mamma dengan menyisakan areola dan papilla mamma 7. Extended mastectomy Handley dan Thacray (1954) : merupakan radical mastectomy yang diperluas. Tumor tunggal 7.pektoralis minor dan KGB interpektoral diangkat sementara m. Tumor ukuran < 5 cm 6.pektoralis mayor dan minor 2.pektoralis mayor tidak diangkat Madden : m. isi fossa aksillaris dan m. Radical mastectomy Pertama kali dilaporkan oleh Halsted (1882) Berupa pengangkatan seluruh mamma. Dahl Everson : KGB mediastinal dan supraklavikular juga diangkat 5. insisi terpisah bila tumor di kuadran lain Radioterapi : pada mamma ipsilateral. sejak 1976 tidak di radiasi bila KGB axilla positif tapi diberi ajuvant kemoterapi (CMF) 12 siklus Penelitian Milan II (1985-1987) : TART Tumorektomi : eksisi tumor primer beserta jaringan normal payudara 1 cm. Pengetahuan masyarakat untuk kontrol teratur 4. Kuasai teknik diseksi dengan baik 5. dimulai 3-6 minggu setelah operasi (selama 5 minggu). KGB regional (mammaria interna juga diangkat) 4.Penatalaksanaan A. Breast conserving treatment (therapy) Terdiri dari : -Kuadrantektomi. Penentuan stadium harus akurat 2. Lokasi bukan sentral . misal radioterapi -Harga obat kemoterapi mahal 3. kulit tidak diangkat (sedikit untuk PA) Diseksi axilla : dilakukan insisi terpisah Radioterapi : Radiasi ekternal dan intersisial dengan 192Ir Syarat BCT : 1. Modified radical mastectomy Patey (1930) : m. Superradical Wangensteen (1949). Pembedahan 1. Tersedia fasilitas radioterapi 3.pektoralis minor tidak diangkat MRM atas dasar : -Kurasi untuk 5-10 tahun cukup tinggi -Sebagian besar penderita jarang/susah kontrol teratur -Sarana lain kurang. Simple mastectomy Pengangkatan seluruh mamma 6. lumpektomi luas/tumorektomi.

8. Volume payudara sekitar 500 cc (Bra no. 34) 9. Tidak ada mikrokalsifikasi luas 10. Tidak dalam keadaan hamil 11. Bukan type : -Intraductal papillary ca -Lobular ca insitu -Invasif lobular ca -Infiltrating ductal ca -Paget's disease -Inflamatory breast ca 12. Tidak ada riwayat menderita penyakit kolagen Tehnik T M P A I S X R Lumpektomi Radikal Patey Radikal Halsted Radikal Urban Superradikal (Dahl Everson) + + + + ++ + + ++ + ++ + + + ++ +++ -+ + +

+ T : pengangkatan tumor/lumpektomi/kuadrantektomi M : pengangkatan payudara P : pengangkatan m.pektoralis major/minor A : pengangkatan KGB axilla I : pengangkatan KGB intratoraks (mammaria interna) S : pengangkatan KGB supraclavicular X : penyinaran megavolt mamma R : tindak bedah rekonstruksi atau prostesis Kriteria Inoperabilitas Haagensen : 1. Edem luas pada kulit mamma (>1/3) 2. Edem lengan 3. Ada nodul satelit 4. Nodul parasternal, nodul supraclavicula 5. Mastitis carcinomatous 6. Ada metastasis jauh 7. Locally advanced ( bila ditemukan 2 tanda) : -Ulserasi kulit -Kulit terfiksir di dinding thorax -Kelenjar axilla > 2,5 cm -Kelenjar axilla melekat satu sama lain Penyulit Mastektomi Radikal 1. Luka mastektomi dan diseksi aksilla Hematom, infeksi luka, seroma 2. Cedera saraf N.intercostobrachialis : mati rasa kulit ketiak, medial lengan atas N.thoracalis longus : m.serratus anterior N.thoracodorsalis : m.latissimus dorsi N.pectoralis : m.pectoralis 3. Kontraktur bahu 4. Limfedem extrimitas atas B. Radioterapi 1. Kuratif : bersama dengan MRM, BCT 2. Paliatif : tumor tak mampu angkat (T4) Dosis : Tumor primer : 5000-6000 rad KGB regional : 1500 rad C.Kemoterapi 1. Ajuvant : bila ada metastasis ke KGB 2. Paliatif : sudah ada metastasis sistemik Digunakan Kombinasi : CAF -Cyclophosphamide : 100 mg/m2/oral (hari 1 sampai 14) -Adriamycin : 50 mg/m2/iv (hari 1 dan -5 Fluourasil : 500 mg/m2/iv (hari 1 dan Lama 1 siklus adalah 28 hari

Respons 82% (CR+PR) CMF -Cyclophosphamide : 100 mg/m2/oral (hari 1 sampai 14) -Methotrexate : 40 mg/m2/iv (hari 1 dan -5 Fluourasil : 600 mg/m2/iv (hari 1 dan 6) Lama 1 siklus adalah 26 hari Respons 55% CA -Cyclophosphamide : 600 mg/m2/iv (hari ke-1) -Adriamycin : 40 mg/m2/iv (hari ke-1) Lama 1 siklus adalah 21 hari Respons 60-70% D.Hormonal -Telah ada metastasis jauh -Paliatif sebelum pemberian kemoterapi -Paliatif untuk pramenopause dengan cara oophorektomi bilateral -Ajuvant pada pascamenopause (ER+) dengan (KGB+) Jenis : 1. Oophorektomi bilateral 2. Obat : Tamoxifen (tamofen,nolvadex) 20-40 mg/hari : Linoral 3 x 0,1-0,5 mg/hari : Diethylstilbestrol 3 x 5-15 mg/hari : Testosteron 30 mg/minggu : Durabolin 50 mg/minggu : Sustanon 250 mg/minggu Stadium Dini (operable) Stadium I Terapi utama 1. Radical mastectomy 2. Modified radical mastectomy (Patey-Madden) Hasil diseksi kelenjar aksilla, bila histopatologis : (-) : observasi (+) : radiasi regional + ajuvant kemoterapi →sekalipun KGB (-), tetapi tumor sentral/medial, tetap diberi radiasi regional Terapi alternatif 1. BCT 2. Simple mastectomy + radiasi + ajuvant kemoterapi Stadium II Terapi utama RM / MRM + radiasi KGB dan Tumor bed Terapi alternatif Simple mastektomi + radiasi + ajuvant kemoterapi Stadium III a Simple mastektomi + radiasi + ajuvant kemoterapi Stadium lanjut (inoperable) Stadium III b (locally advanced ) 1. Kemoterapi : kuratif 12 siklus 2. Hormonal : tergantung pemeriksaan ER

T3N1-2Mo IV Tsemua.ER (+) : radiasi + hormonal + kemoterapi ER (-) : radiasi + kemoterapi + hormonal Bila ER tidak dapat diperiksa : radiasi + kemoterapi + hormonal (berdasarkan progresivitas. Mastitis karsinomatosa -Kemoterapi. hormonal 3. Gambaran histopatologis : grade 2.N semua. Staging TNM Stadium Ketahanan hidup 5 tahun I T1NoMo II T2N1Mo III To-2N2Mo. lalu diberi hormonal atau kemoterapi Residu tumor (+) : hormonal terapi Terapi hormonal (tunggu 6-8 minggu) untuk melihat respon : Respon (+) : terapi hormonal diteruskan Respon (-) : berikan kemoterapi CMF atau CAF Terapi hormonal dibagi 3 group : Pre menopause : bilateral oophorektomi 1-5 tahun menopause : ER + bilateral oophorektomi : ER – post menopause Post menopause : hormonal inkubitif/aditif Stadium IV Pre menopause : bilateral oophorektomi Respon (+) : tunggu relaps — aminogluthethimid tamoxifen Respon (-) : kemoterapi CMF/CAF 1-5 thn menopause : ER + = pre menopause. Kehamilan -MRM diikuti dengan radiasi -Trimister pertama : radiasi dan kemoterapi tidak dapat diberikan -Tunda kehamilan berikut selama 2 tahun bila T1. ER – = post menopause Keadaan Khusus 1. lalu dengan radiasi -Radiasi dulu tidak dianjurkan Prognosis Ditentukan oleh : 1. M1 85% 65% .No. urutannya hormonal dan kemoterapi) Setelah radiasi : Residu tumor (-) : tunggu sampai relaps.Mo 2. Karsinoma mamma lanjut (lokal:T4) -Radioterapi dulu beberapa minggu lalu mastektomi (bila dapat diangkat) atau kemoterapi/hormonal tidak dapat diteruskan 4. Karsinoma yang residif dan bermetastasis -Bedah : hanya biopsi -Radioterapi. kemoterapi.

Evaluasi terhadap populasi wanita normal tanpa keluhan atau gejala yang mengarah ke tumor payudara dalam usaha mendeteksi kanker dini. cairan dari puting susu -Ada keluarga yang menderita 3. bila ada metastasis (tumor primer?) 5.40% 10% Pencegahan 1. 42% ditemukan hanya dengan mammografi saja sebelum kelainan ini cukup besar untuk di palpasi. fibrosis reaktif. Evaluasi benjolan yang diragukan/perubahan samar -Mastitis kronik sistika.. Hindari faktor penyebab/resiko 2. Screening pada resiko tinggi -Nullipara -Menarki sebelum usia 12 tahun -Hamil pertama usia > 30 tahun 4. Cari karsinoma primer. 9% tidak dapat dideteksi dengan mammografi. Pernah mengidap kanker payudara kontralateral 2. SARANIS (pemeriksaan payudara secara klinis) c. Penemuan dini a. Seluruh kanker 88% dapat dideteksi dengan mammografi. sekalipun tumor sudah dapat dipalpasi Tampak mikrokalsifikasi: sand like app. Mammografi Pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar X (soft tissue tecnique) yang bertujuan untuk menyaring ada tidaknya kelainan neoplasma ganas. xerografi Indikasi Sebagai penyaring atau konfirmasi (setelah pemeriksaan ditemukan kecurigaan) 1. Screening sebelum tindak bedah plastik atau kosmetik KELAINAN LAIN PADA PAYUDARA Kelainan payudara yang memerlukan tindak bedah Inflamasi/infeksi -Mastitis akut -Mastitis purulenta -Abses mamma Noninfeksi -Duktektasis . SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) Pemeriksaan dilakukan 7-10 hari setelah haid >20 thn : SADARI tiap bulan 20-40 thn : tiap 3 tahun memeriksakan ke dokter > 40 thn : tiap tahun 35-40 thn : lakukan base line mammografi <50 thn : konsul ke dokter untuk lakukan mammografi >50 th : tiap tahun mammografi bila perlu b. comet sign Deteksi dini karsinoma unpalpable Termasuk termografi.

kadang bila ditekan -Pertumbuhan cepat saat hamil. lipoma Tumor ganas -Adenokarsinoma mamma -Sarkoma.-Nekrosis lemak -Galaktokele Reaksi fisiologis tidak teratur -Penyakit fibrokistik Tumor jinak -Fibroadenoma. menjelang menopause -Bila sangat besar : giant fibroadenoma Terapi -Ekstirpasi CYSTOSARCOMA FILOIDES -Jinak. mobile -Kulit tegang. dapat mencapai 20x30cm -Bulat/lonjong. simpai licin. batas tegas. setelah menopause tidak ditemukan -Tumor mamma paling sering Klinis -Soliter. dapat bilateral (15%) -Benjolan bulat/lonjong. mengkilat. terutama 45 tahun Klinis -Mirip fibroadenoma yang besar. laktasi. venektasi Terapi -Eksisi luas -Subkutan mastektomi -Simple mastektomi -Radikal mastektomi KELAINAN FIBROKISTIK Pendahuluan Nama lain -Mastitis kronis kistik -Hiperplasia kistik -Mastopatia kistik -Displasia payudara -Mammaria displasia -Benjolan multiple dan bilateral. dapat jadi besar -Semua usia. ada bagian kisteus -Tidak ada perlekatan. kenyal. dapat infiltrasi lokal -Dapat jadi ganas (15%) : malignant cystosarcoma philloides -Pertumbuhan cepat. cystosarkoma filoides -Papilloma intraduktal. metastasis FIBROADENOMA -Pada wanita muda (15-30 tahun) . batas tegas -Tidak melekat / mobile -Tidak nyeri. kadang multipel. berbenjol-benjol -Konsistensi padat. nyeri saat haid -Usia 30-50 tahun . padat kenyal.

kista Terapi -Eksisi (terutama bila mengganggu) Papilloma Intraductal -Berasal dari duktus laktiferus -Lokasi terutama di bawah areola mamma Klinis -Sekresi berdarah dari puting Adenosis Sklerosis Klinis -Mirip kelainan fibrokistik Histologis -Proliferasi jinak Nekrosis lemak Klinis -Massa keras akibat cedera. kadang terinfeksi . tidak mobil. lalu terjadi fibrosis MASTITIS Sel Plasma Nama lain : mastitis komedo -Radang subakut sistem duktus Klinis -Klinis sukar dibedakan dengan karsinoma -Massa keras. tidak berdarah) -Nyeri prahaid (siklus). akibat stafillokokkus dan streptokokkus -Dapat berkembang jadi abses yang nyeri disertai demam -Stasis air susu sebagai predisposisi MASTITIS TBC -Abses dingin. payudara seluruhnya berbenjol -Pengeluaran cairan dari puting (jernih-hijau. tumor soliter. tidak membesar -Retraksi kulit. retraksi puting akibat fibrosis periduktal -Pembesaran KGB (+) MASTITIS Akut -Pada minggu pertama laktasi. jadi sebaiknya lakukan biopsi bila ragu -Perubahan dan fluktuasi gambaran klinis jelas : -Benjolan multiple. batas tidak rata -Klinis sukar dibedakan dengan karsinoma Histologis -Nekrosis jaringan lemak.Klinis -Klinis lebih jelas/lebih hebat saat haid -Beri gambaran klinis dan histopatologis beragam. kadang membentuk fistel Galaktokele -Kista retensi yang berisi air susu yang mengental. tidak nyeri.

hipoganids. kemoterapi kanker Karsinoma Mamma Pria -Perjalanannya lebih cepat -Diagnosis sering agak terlambat -Curiga bila ada ginekomasti unilateral Klinis -Benjolan tanpa nyeri di belakang areola mamma -Sekresi dari papilla -Perubahan papilla/areola : retraksi. tumor testis. sehingga dilatasi dan menyebabkan reaksi radang Klinis -Cairan berdarah atau serous dari puting -Cairan mirip mentega dari satu duktus -Retraksi di bawah putting -Abses. digitalis.1 -Di Indonesia. 1-10 batang : 15x. ulkus KARSINOMA PARU PENDAHULUAN -Di negara maju. androgen. hepatoma. bulat. usia 65 tahun -Penyakit : sirosis. kisteus Fistel Paraareola -Akibat duktus tersumbat (sekret kental).-Akibat duktus laktiferus tersumbat pada ibu laktasi -Tumor batas tegas. 20-40 batang : 50x. polusi udara -penyakit paru dengan fibrosis -Frekwensi berbanding lurus dengan jumlah rokok yang diisap dan lamanya. penyebab kematian terbanyak setelah karsinoma nasofaring -Terutama pada umur 50-60 tahun. antidepresi. > 40 batang : 70x ETIOLOGI . progesteron. kanker paru. antihipertensi. hipertiroid -Obat-obatan : estrogen. merupakan penyebab kematian no. fistel di pinggir areola Diagnosis banding -Penyakit paget’s -Mastitis tuberkulosa Ginekomasti -Hipertrofi payudara pria Etiologi -Pubertas. tumor adrenal. pria lebih banyak -Berhubungan erat dengan : -rokok.

krom. Rokok (terutama kretek) -Tar yang dikandung oleh rokok merupakan bahan karsinogen 2. berilium.Multifaktorial ? 1. vinil klorida 3. laki lebih banyak -Terutama terletak di bagian sentral (gejala obstruksi) -Berhubungan dengan kebisaan merokok -Umumnya pertumbuhan lambat. uranium. Radiasi KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI WHO WP-L (Working Party Lung Cancer System) Karsinoma sel squamosa Karsinoma sel kecil -fusiform -poligonal -bentuk limfosit -bentuk lain Adenokarsinoma Bronkogenik -asiner -papiler Bronkhiolo-alveolar Karsinoma sel besar -solidum dengan musin -solidum tanpa musin -sel raksasa -sel jernih Karsinoma sel squamosa -diferensiasi baik -diferensiasi sedang -diferensiasi buruk Karsinoma sel kecil -berbentuk limfosit -intermediate cell Adenokarsinoma -diferensiasi baik -diferensiasi sedang -diferensiasi buruk -bronkhiolo-alveolar Karsinoma sel besar -berlapis -dengan musin -sel raksasa -sel jernih Karsinoma sel squamosa (epidermoid) -Sekitar 50-70% dari seluruh karsinoma paru. nikel. arsen. penyebaran umumnya limfogen -Sensitif sedang terhadap radioterapi . Polusi udara -Asbes.

sering asimptomatik -Berhubungan dengan parut di parenkim paru (tidak berhubungan dengan kebiasaan merokok) -Pertumbuhan lambat. cepat metastasis Adenoma (karsinoid bronkus) -Lokasi di mukosa bronkus besar -Bentuk polipoid atau plak. umur muda. wanita lebih banyak -Terutama di perifer.Adenokarsinoma -Sekitar 10-25%. takikardi. cepat metastasis -Biasanya ditemukan dalam stadium inoperabel -Sensitif radioterapi dan kemoterapi. diare) SISTEM TNM (AJCC/IUCC 1992) Tx T1 T2 T3 T4 N1 N2 N3 M1 Sitologis positif. agresif. pria lebih banyak -Letak perifer. pria lebih banyak -Termasuk kelompok APUD-omas (sindroma neoplastik) -Ada hubungan dengan rokok -Letak terutama di sentral. respon kurang terhadap radioterapi Karsinoma sel kecil -Sekitar 10-15%. sentrifugal (efusi pleura) -Sensitif kemoterapi. dikelilingi jaringan paru/pleura viseralis. invasi tidak sampai bronkus lobus (belum sampai bronkus utama) Setiap tumor dengan : -garis tengah > 3 cm . agresif. soliter. tetapi cepat residif -Paling ganas Karsinoma sel besar -Sekitar 5%. radiologis/bronkoskop negatif Tumor < 3cm. produksi hormon. menyebabkan sindroma karsinoid (muka merah. banyak mengandung pembuluh darah -Invasi ke peribronkial : Collar button lesion -Termasuk kelompok APUD-omas.

leher. sumsum tulang (mar). esofagus. pleura mediastinalis. korpus vertebra. tanpa simptom -Tumor yang meluas sentrifugal. trakea. ptosis. T4 N semua Mo T semua N semua M1 GAMBARAN KLINIK -Stadium awal : tidak menimbulkan gejala klinis yang khas -Sekitar 25% penderita ditemukan secara kebetulan. T2 N2 Mo. lain-lain (oth) STADIUM / STAGE (AJCC/UICC) Stadium Interpretasi Occult Stadium 0 Stadium I Stadium II Stadium IIIA IIIB Stadium IV Tx No Mo Tis No Mo T1 No Mo. difragma. karina atau tumor yang disertai efusi pleura malignant KGB peribronkial dan atau hilus ipsilateral. termasuk perluasan tumor secara langsung KGB mediastinum dan atau subkarina ipsilateral KGB hilus dan mediastinum kontralateral. T3 No Mo T3 N1 Mo. T2 N1 Mo T1 N2 Mo. tulang (oss). menyebabkan efusi pleura : sesak napas. pleura (pl). jantung. pneumonitis obstruktif yang meluas ke hilus. KGB skalenus dan supraklavikular ipsilateral/kontralateral Metastasis jauh M1 : Paru (pul). apeks lobus superior. pembuluh besar. nyeri dada -Sebagian besar penderita kanker paru ditemukan dalam stadium lanjut Pancoast Tumor : tumor di perifer. dapat menekan pleksus brakialis. peritoneum (per). tetapi belum seluruh paru Tumor dengan segala ukuran dengan perluasan ke dinding dada.-mengenai bronkus utama sejauh 2 cm/lebih distal dari karina -mengenai pleura viseralis -berhubungan dengan atelektasis. T3 N2 Mo T semua N3 Mo.II dan vertebra servikal sehingga timbul rasa sakit bahu. tumor di bronkus utama < 2 cm distal karina. KGB (lym). lengan dan sindroma Horner (enoftalmus ipsilateral. berhubungan dengan atelektasis atau pneumonitis obstruktif seluruh paru Tumor berbagai ukuran yang melibatkan mediastinum. T2 No Mo T1 N1 Mo. hepar (hep). erosi iga I. miosis) disertai anhidrosis yang melibatkan saraf simpatis Akibat pertumbuhan neoplastik . otak (bra). kulit (ski). perikardium.

jenis sel fosfatase lindi. kelebihan hormon ADH.-Iritasi dan gangguan mekanik : batuk. kadar kalisium darah -Pemeriksaan cairan pleura : jumlah sel.rekurens (disfoni. termasuk status penampilan -Kelainan yang terlihat -Pemeriksaan dada dan paru -Tanda penyebaran tumor ke alat tubuh lain 3. miastenia. trombosis arterial Anemia. osteoarthropati hipertropik Akantosis nigrikans. polimiositis ensefalomielopati Jari tabuh. ginjal. Anamnesis 2. Pemeriksaan laboratorium -Darah rutin. BT. hiperkalsemia Miopati. infiltrasi ke sekitar -Vena cava superior : sindroma vena cava superior -Esofagus : disfagi -Trakea : dispnea. CT -Sitologi sputum -Pemeriksaan faal hati.brakialis (sindroma pleksus brakialis) Metastasis -Pembesaran KGB -Gejala metastasis di organ jauh Kelainan yang belum jelas sebabnya -Generalized hypertrophic osteoarthropathy -Trombosis perifer berulang. paralise pita suara). Pemeriksaan fisis -Keadaan umum. sklerodem. lateral. stridor -Saraf : nyeri. n. n. Pemeriksaan Radiologis -Thoraks foto PA. hemoptoe jarang -Resistensi tubuh rendah (gangguan faal. faktor pembekuan. neuropati. polisitemia DIAGNOSIS 1.frenikus (paralise diafragma). abses paru -Lanjut : obstruksi bronkus : sesak neapas Akibat penekanan. trombosit. neuropati Sindroma paraneoplastik Metabolik Neuromuskuler Skeletal Dermatologik Vaskuler Hematologik Sindroma cushing. oblik . dermatomiositis Tromboflebitis migrans. retensi lendir bronkus): pneumonitis berulang. sitologi 4. n.

obstruksi -Tak ada kelainan. status penampilan penderita -Umur. dilakukan melalui bronkoskop dengan sinar tembus 7. bila tumor terletak di perifer 6. infiltrasi dinding -Perubahan lumen bronkus : stenosis. liver scanning. Pemeriksaan Bronkoskopi Kelainan yang mungkin ditemukan : -Kelainan dinding bronkus : tumor intrabronkial. stadium). CT scan.-Fluoroskopi : gerakan diafragma -Tomogram : pembesaran KGB hilus/mediastinum -Metastasis jauh : bone survey. MRI 5. derajat (stage. bone scanning. faal jantung dan organ lain Pembedahan Sifat Operasi Tindakan Pembedahan Pengang-katan tumor Diseksi KGB sempurna Metastasis kelenjar sisa Kuratif -Absolut -Relatif Nonkuratif -Absolut -Relatif + + + + + + + + + - . Mediastinoskopi 9. Punksi dan biopsi pleura 10. USG. Pemeriksaan sitologis dan histopatologis TERAPI Pengobatan tergantung : -Jenis histoligis. Biopsi transbronkial -Bila tumor letak perifer. faal paru. Biopsi transtorakal 8.

Tuberkulosis 3. Adriam 27mg. Pancoast. sind. kecuali jenis sel kecil Paliatif : reduksi tumor sehingga radioterapi/kemoterapi lebih efektif : mengurangi obstruksi. Bronkhiektasis 2.Graham (1933) : pertama kali pd orang dewasa Bentuk Operasi -Lobektomi : pengangkatan sbg lobus -Reseksi segmental -Pneumonektomi : pengangkatan paru secara total Indikasi Pneumonektomi Tergantung apakah kelainan tsb melibatkan paru secara luas atau tidak 1. status penampilan buruk.5% -Adenokarsinoma : 10 -12% -Karsinoma sel kecil : 1-2% -Karsinoma sel besar : 2-5% -Mixed : 5-10% PNEUMONEKTOMI Pendahuluan -Dupuytren dan Astley Cooper (abad ke-19) : empyema -Nissen (1931) : pneumonektomi pertama kali pd anak umur 12 tahun -E. 5 tahun <10% -Karsinoma epidermoid : ketahanan hidup 5 tahun 5-7. vena cava superior. Nimustine 33mg/m2/iv -hari 1 dan 5 : Cisplatinum 25mg/bolus -hari 3 dan 5 : Methotrexate 27mg/m2/iv PROGNOSIS -Ketahanan hidup 1 tahun 20%. Tumor : jinak/ganas .H. batuk. tekanan mekanis.+ + Kuratif : pada stadium I. perdarahan Radioterapi Kuratif : inoperabel (tumor di bronkus utama. dinding dada). atasi sind. menolak operasi) Paliatif : mengurangi nyeri (metastasis tulang. hemoptoe Ajuvant : pasca reseksi kuratif (bila radikalitas diragukan) -Untuk karsinoma sel kecil -Kontra indikasi : -faal paru buruk -massa tumor terlalu besar -metastasis jauh Kemoterapi Paliatif : telah metastasis ke luar paru Ajuvant : bedah atau radiasi kuratif Kombinasi : -hari 1 : Cycloph 333mg.

kelebihan cairan. tapi tidak mencakup diseksi KGB regional -Misal pada : destroyed lung. Insisi transversal anterolateral Rienhoff 2. ventilasi mekanis. bronkopulmoner sequestrasi. Herniasi jantung -Akibat adanya defek pada perikardium 5. jamur.phrenikus 8. Insifisiensi respiratory -Pada preoperatif terlebih dahulu periksa apakah penderita dapat mentoleransi penurunan fungsi paru selama operasi Postoperatif 1. Obstruksi jalan napas -Kesalahan pemasangan endotrakeal tube — terlebih dahulu lakukan bronkoskopi dan pemakaian single lumen tube 3. keganasan yg tidak melibatkan kelenjar limfe regional 2. Infeksi luka operasi . Insisi posterolateral Komplikasi Pneumonektomi Intraoperatif 1. Simple atau standar pneumonektomi -Reseksi paru. Penyempitan akibat inflamasi atau trauma 5. misal : reseksi perikardium. Empyema 6. fistula bronkhopleural 4. abses paru.4. Parese n. bronkiektasis. atrium. Perdarahan postoperatif 3. Perdarahan -Akibat laserasi arteri pulmonalis atau cabang-cabangnya — jadi identifikasi terlebih dahulu 2. Pneumonektomi radikal -Disertai pengangkatan kelenjar limfe mediastinalis ipsilateral 3. transfusi multiple. Trombus -Akibat kerusakan intima atau ruptur pada jahitan pembuluh darah — jadi gunakan jahitan kontinu 4. brokopulmoner sequestrasi Teknik 1. diafragma Pendekatan Operasi 1.laringeus rekuren dan n. dinding dada. Lain-lain : abses. Fistula bronkhopleural -Akibat adanya infeksi atau penutupan bronkhial/ struktur hilus tidak sempurna 2. Kegagalan pernapasan -Perpanjangan efek anastesi. Extended pneumonektomi -Disertai dgn struktur sekitar yg terlibat. Fistula esofagopleural 7.