Hidrogen dan senyawa turunannya, umumnya terbagi menjadi tiga kelompok besar yaitu: 1.

Hidrogen alifatik terdiri atas rantai karbon yang tidak mencakup bangun siklik. Golongan ini sering disebut sebagai hidrokarbon rantai terbuka atau hidrokarbon siklik. Contoh hidrokarbon alifatik yaitu : C2H6 (etana) CH3CH2CH2CH2CH3 (pentana) 2. Hidrokarbon alisiklik atau hidrokarbon siklik terdiri atas atom karbon yang tersusun dalam satu lingkar atau lebih. 3. Hidrokarbon aromatik merupakan golongan khusus senyawa siklik yang biasanya digambarkan sebagai lingkar enam dengan ikatan tunggal dan ikatan rangkap bersilih–ganti. Kelompok ini digolongkan terpisah dari hidrokarbon asiklik dan alifatik karena sifat fisika dan kimianya yang khas (Syukri, 1999). Sebagai hidrokarbon jenuh, semua atom karbon dalam alkana mempunyai empat ikatan tunggal dan tidak ada pasangan elektron bebas. Semua elektron terikat kuat oleh kedua atom. Akibatnya, senyawa ini cukup stabil dan disebut juga parafin yang berarti kurang reaktif (Wilbraham, 1992). Karbon-karbon dari suatu hidrokarbon dapat bersatu sebagai suatu rantai atau suatu cincin. Hidrokarbon jenuh dengan atom-atomnya bersatu dalam suatu rantai lurus atau rantai yang bercabang diklasifikasikan sebagai alkana. Suatu rantai lurus berarti dari tiap atom karbon dari alkana akan terikat pada tidak lebih dari dua atom karbon lain. Suatu rantai cabang alkana mengandung paling sedikit sebuah atom karbon yang terikat pada tiga atau lebih atom karbon lain (Fessenden, 1997). Alkana rantai lurus: CH3 – CH2 - CH3 Alkana rantai cabang : CH3 – CH – CH2 – CH3 CH3 Senyawa berbobot molekul rendah berwujud gas dan cair, dan zat yang berbobot molekul tinggi berwujud padat. Alkana merupakan zat nonpolar, zat yang tak larut dalam air dengan kerapatan zat cair kurang dari 1,0 g/ml. Selain alkana juga ada alkena yaitu hidrokarbon yang memiliki satu atau lebih ikatan rangkap dua karbon–karbon. Senyawa ini dikatakan tidak jenuh karena tidak mempunyai jumlah maksimum atom yang sebetulnya dapat ditampung oleh setiap karbon (Pettruci, 1987). Hidrokarbon alifatik berasal dari minyak bumi sedangkan hidrokarbon aromatik dari batu bara. Semua hidrokarbon, alifatik dan aromatik mempunyai tiga sifat umum, yaitu tidak larut dalam air, lebih ringan dibanding air dan terbakar di udara (Wilbraham, 1992)

Ralph H. KImia Dasar 3. 1997. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern. Jilid 3. ITB. Bandung. dan Fessenden. Syukri. . Petrucci.Fessenden. A. 1987. Erlangga. Jakarta. Dasar-dasar Kimia Organik. 1992. Joan S. ITB. Jakarta. C. Bina Aksara. Wilbraham. S. Bandung. Pengantar Kimia Organik dan Hayati. Ralph J. 1999.

Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita temui senyawa hidrokarbon. Contoh senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh: Senyawa hidrokarbon siklik adalah senyawa karbon yang rantai C nya melingkar dan lingkaran itu mungkin juga mengikat rantai samping. hidrokarbon siklik. bensin. Golongan ini dinamakan alkana. gas alam.2010 Reaksi Senyawa Hidrokarbon Tujuan Praktikum : Menjelaskan sifat-sifat fisik maupun kimia dari senyawa hidrokarbon jenuh (alkana). misalnya minyak tanah. · Senyawa aromatik yaitu senyawa karbon yang terdiri dari 6 atom C yang membentuk rantai benzena. senyawa hidrokarbon adalah senyawa karbon yang hanya tersusun dari atom hidrogen dan atom karbon. Senyawa benzena . plastik dan lain-lain. Contoh senyawa hidrokarbon alifatik jenuh: Senyawa alifatik tak jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya terdapat ikatan rangkap dua atau rangkap tiga. Golongan ini terbagi lagi menjadi senyawa alisiklik dan aromatik. yaitu senyawa alifatik dan senyawa siklik. Jika memiliki rangkap dua dinamakan alkena dan memiliki rangkap tiga dinamakan alkuna. Senyawa hidrokarbon alifatik adalah senyawa karbon yang rantai C nya terbuka dan rantai C itu memungkinkan bercabang. para ahli mengolongkan hidrokarbon berdasarkan susunan atom-atom karbon dalam molekulnya. Sampai saat ini telah dikenal lebih dari 2 juta senyawa hidrokarbon. Dari namanya. Berdasarkan susunan atom karbon dalam molekulnya. Untuk mempermudah mempelajari senyawa hidrokarbon yang begitu banyak. senyawa karbon terbagi dalam 2 golongan besar. Senyawa alisiklik yaitu senyawa karbon alifatik yang membentuk rantai tertutup. dan hidrokarbon aromatis dan menulikan reaksi-reaksinya pada senyawa-senyawa tersebut Landasan Teori : Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa karbon yang paling sederhana. senyawa hidrokarbon alifatik terbagi menjadi senyawa alifatik jenuh dan tidak jenuh. hidrokarbon tak jenuh (alkena). Senyawa alifatik jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya hanya berisi ikatan-ikatan tunggal saja. Berdasarkan jumlah ikatannya.

Bagaimanakan hubungan antara berat jenis dan indeks bias dari alkana berantai cabang dengan yang berantai lurus (normal)? Jawaban: . Bagaimanakah hubungan antara titik didih dan indeks bias dari alkana berantai cabang dengan isomernya yang berantai lurus? 3. dan pewarna. Benzena adalah sejenis karsinogen. plastik. PhH. dan benzol. karet buatan. adalah senyawa kimia organik yang merupakan cairan tak berwarna dan mudah terbakar serta mempunyai bau yang manis. namun biasanya diperoleh dari senyawa lainnya yang terdapat dalam minyak bumi. bensin. n-hexana 1-hexana Sikoheksana Metil sikloheksana Benzena Natrium karbonat 5% CCl4 Br2 H2SO4 pekat HNO3 pekat Alkohol KMnO4 2% Pertanyaan : 1. bagaimanakah titik didih. juga dikenal dengan nama C6H6. Dari tabel. Benzena juga adalah bahan dasar dalam produksi obat-obatan. Benzena adalah salah satu komponen dalam bensin dan merupakan pelarut yang penting dalam dunia industri. Alat dan Bahan : Alat:        Tabung reaksi 20 buah Pipet tetes 10 buah Gelas kimia 100 ml Gelas kimia 200 ml Hot plate Termometer Penjepit tabung Bahan :              n – pentana. Selain itu. berat jenis dan indeks bias dari persenyawaan normal alkana dengan semakin panjangnya rantai atau karbon? 2.Benzena. benzena adalah kandungan alami dalam minyak bumi.

Tambahakan 2-3 tetes larutan 2% KMnO4. ketika kita mengamati indeks biasnya senyawa yang memiliki rantai lurus memiliki indeks bias yang lebih besar dari pada isomernya yang memiliki rantai bercabang. Begitu pula sama halnya dengan besar kecilnya berat jenis. dan jika kita juga membandingkan indeks bias dari sebuah senyawa yang memiliki rantai bercabang dan berantai lurus. dengan selalu di kocok perlahan-lahan. indeks bias yang terbesar adalah indeks bias yang dimiliiki oleh senyawa yang berantai lurus. Sifat-sifat Kimia Hidrokarbon Jenuh. Masukkan ke dalam 3 buah tabung reaksi masing-masing 1 ml larutan 5% natrium karbonat dalam air. Amati dengan seksama perubahan yang terjadi paada setiap tabung apakah hidrokarbon jenuh larut dalam asam sulfat? Apakah ada indikasi terjadinya teaaksi seperti pengeluaran panas atau perubahan warna? 1. hasilnya adalah yang memilik rantai bercabang memiliki berat jenis yang lebih kecil dari pada yang memiliki rantai yang lurus. Amati perubahan –perubahaan yang terjadi : Apakah hidrokarbon jenuh larut dalam /bereaksi dengan HNO3 pekat? Bandingkan kedua reaksi tersebut diatas antara normal dan iso alkana. Ketika kita membandingkan berat jenis dan indeks bias suatu senyawa yang memiliki rantai lurus dan rantai bercabang. 2. 1. . 3. Begitu pula indeks bias . karena ikatan nya semakin kuat sehingga dan ikatannya semakin banyak sehingga memerlukan energi yang lebih untuk memutuskan ikatannya pada senyawa yang memiliki rantai panjang dari pada senyawa yang memiliki rantai yang pendek. Tambahkan tetes demi tetes kedalam masing-masing tabung itu 3 macam hidrokarbon yang akan diselidiki. 1. Tambahkan lagi beberapa tetes larutan tersebut ke dalam masing-masing tabung dari 3 macam hidrokarbon yang akan diselidiki. Reaksi dengan asam sulfat pekat.1. A. ini terjadi karena isomer yang berantai lurus lebih kuat ikatannya daripada isomer yang bercabang. Ulangi percobaan (1) diatas dengan menggunakan asam niterat pekat sebagai pengganti H2SO4 pekat. 1. Ketika kita membandingkan titik didih suatu isomer yang berantai cabang dengan yang berantai lurus maka isomer dari yang berantai cabang memili titik didih yang lebih rendah dibandingkan dengan isomernya yang berantai lurus. Dan dalam hal besar kecilnya index bias rantai karbon yang lebih panjang memiliki indeks bias yang lebih tinggi karena memiliki kerpatan medium yang lebih tinggi juga dibandingkan dengan udara. Reaksi dengan asam nitrat pekat. Reakasi dengan KMnO4 dalam keadaan basa. semakin panjang rantai karbon maka semakin besar pula berat jenisnya karena massa molekul merupakan salah satu faktor yang menentukan besar kecilnya berat jenis. Masukkan kedalam 3 buah tabung raksi masing-masing 1ml asam sulfat pekat. Semakin panjang rantai karbonnya maka semakin besar titik didihnya. Sehingga pada saat dipanaskan memerlukan energi yang lebih tinggi untuk memutuskan ikatan ( keadaan mendidih).

amati perubahan yang terjadi pada setiap tabung. Tuliskan reaksi yang terjadi antar benzen dengan brom (Br2). Dinginkan. kocok perlahan –lahan. dan amati perubahan yang terjadi. Tambahkan (sambil dikocok perlahan –lahan) tetes demi tetes kedalam masing-masing tabung reaksi hidrokarbon (3 macam) yang diselidiki. 1. . Kedalam tabung pertama tambahkan 2-3 butir kecil Fe. 1. Kocok bebrapa teets benzen dengan larutan KMnO4 encer. Sulfonasi Benzena Kedalam sebuah tabung reaksi yang bersih masukkan 5 ml asam sulfat pekat dan 1ml benzen. Benzena sebagai pelarut Tentukan kelarutan sejumlah kecil iodium. Perhatikan apakah benzena larut dalam asam sulfat dingin atau tersebut? Panaskan tabung teaksi itu pada penangas air. Tambahkan 2-3ml tetes brom lalu bagi dua campuran tersebut.dengan selalu dikocok perlahan-lahan.dan kocok perlahan-lahan selama 10 menit atau sampai larutan menjadi jernih. Apakah warna brom hilang? 1. tuangkan isinya kedalam 25-30ml air dingin. parafin wax. Kelarutan Hidrokarbon dalam alkohol Masukkan kedalam 3 buah tabung reaksi masing-masing 1ml 96% alkohol. Bila reaksi berjalan sangat lambat hangatkan dalam penangas air. Kedalam tiap tabung tersebut masukkan 2 ml benzena (salah satu contoh hidrokarbon aromatis) setetes demi setetes sambil diamati kelarutan benzena itu dalam masing-masing pelarut tersebut. 2 ml etanol. kemudian isi masing-masing tabung terseebut dengan 2 ml air . Bandingkan kecepatan teaksi yang terjadi di dalam kedua tabung itu. Uji dengan permanganat. apakah larutan KMnO4 berubah warnanya?? 1. minyak kelapa dalam benzena. Reaksi dengan Brom Sebuah tabung reaksi diisi dengan 5 ml benzena. Reaksi dengan larutan Brom Masukkan kedalam 3 buah tabung reaksi masing-masing 1 ml contoh ( 3 macam Hidrokarbon) yang akan diselidiki. Berikkan kesimpulan dari hasil percobaan ini 1. Bandingkan reaksi benzen dengan permanganat ini dengan alkena yang berantai lurus (hexena) 1. 1. Panaskan masing-masing tabung tersebut pada penangas air. B. Amati kelarutan dari masing-masing hidrokarbon tersebut dalam alkohol. 2ml bensin dan 2 ml eter. Sifat-Sifat Hidrokarbon Tidak Jenuh 1. Tambahkan beberapa tetes larutan 1% brom dalam CCl4 (karbon tetra klorida). Kelarutan Siapkan 4 buah tabung reaksi yang besih. Apakah hidrokarbon jenuh dapat larut dalam alkohol pada segala perbandingan? Laporkan hasil pengamatan dalam bentuk tabel.

Kelarutan Kelarutan Benzena + H2O Benzena + ethanol Benzena + eter 1. Apakah cairan kental yang terpisah dari air? Tuliskan reaksinya. Benzena sebagai pelarut Reaksi Benzena + Parafin wax Benzena + minyak kelapa Pengamatan Larutan menjadi keruh dan berwarna putih Larutan berbeda fasa yaitu baeah berwarna bening. Kocok selam 2-3 menit lalu tuangka isinya kedalam 25 ml air dingin. Perhatikan terjadinya kenaikan suhu setelah reaksi berlangsung (karakteristik dari reaksi ini). Data dan Pengamatan : Tabel Sifat kimia Hidrokarbon Jenuh Preaksi yang digunakan Larutan Sampel 2 1 3 n-pentana n-hexana siklohexana Larutan menjadi 2 Tidak bereaksi Tidak bereaksi H2SO4 Pekat fasa berwarna kuning larutan tetap dan timbul gas. Kedalam sebuah tabung reaksi besar dengan hati-hati sekali tambahkan 2ml asam sulfat pekat kedalam 3 ml asam nitrar pekat. berbeda fasa Tidak bereaksi Tidak bereaksi Tidak bereaksi HNO3 Pekat Timbul gelembung Tidak terjadi reaksi Tidak bereaksi KMnO4 Pekat gas. 1. 1. warna tetap warna tetap ungu warna tetap berwarna ungu berwarna ungu Warna oranye di Larutan menjadi Larutan menjadi Br2 dalam CCl4 dasar tabung orange orange Larutan bening tidak Larutan tak Larutan bening Alkohol bereaksi bereaksi . dan atas berwarna Pengamatan Berbeda Fasa Larutan menjadi keruh putih Larutan menjadi keruh .Tulis persamaan reaksi utuk pembentukan turunan benzena yang larut dalam air tersebut. terbagi tidak terjaadi reaksi menjadi 2 fasa Pengamatan Hidrokarbon Aromatik. Selanjutnya masukkan perlahan-lahan dan tetes demi tetes 1ml benzena kedalam tabung tersebut.

Uji Permanganat Preaksi Benzena + Permanganant Pengamatan Tidak terjadi reaksi. dan siklo-heksana. dikocok menjadi kuning Berbeda fasa PEMBAHASAN Reaksi Pengamatan Terjadi perbedaan fasa Berubah warna menjadi kuning kehijauan Terbentuk 2 fasa Reaksi Percobaan Pada Hidrokarbon Jenuh (alkana) Pada percobaan kali ini hidrokarbon yang digunakan adalah alkana C5 dan C6. Sikloalkana dan alkana hanya mempunyai 2 reaksi penting. larutan tetap menjadi ungu dan tampak 2 fasa. Reaksi denagn Brom Preaksi Benzena + brom Pengamatan Tidak terjadi reaksi dan berbeda fasa Reaksi 1. . seperti air dan alkohol. pada halogenasipun diperlukan katalis berupa cahaya matahari dan pada saat pembakaran diperlukan katalis berupa bunga api.kuning 1. yaitu halogenasi dan pembakaran. Adapun hidrokarbon jenuh (alkana) yang digunakan adalah n-pentana. sehingga lebih memudahkan dalam pengamatan reaksi. akibatnya senyawa alkana dan sikloalkana tidak larut dalam senyawa polar. Nitrasi Benzena Preaksi Benzena + HNO3+ H2SO4 Dalam air dingin Pengamatan Berbeda fasa. nheksana. Sulfonasi Preaksi Benzena + H2SO4 Pemanasan&pengocokan Didalam air 1. 1. hal ini dikarenakan pada suhu ruang mereka adalah cairan. karena alkana dan sikloalkana itu sendiri adalah senyawa nonpolar dimana gaya tarik antar molekulnya lemah. Penyebab kurang reaktifnya senyawa alkana dan sikloalkana adalah karena hibridisasi alkana dan sikloalkana adalah sp3 sehingga kelektronegatifannya kecil dan tidak mempunyai ikatan hidrogen meskipun karbon mengikat hidrogen.

karena HNO3 pekat ini bersifat polar. pada saat mereaksikan antara n-pentanan dengan kalium permanganat. n-pentana juga tidak bereaksi dengan H2SO4 karena tidak terjadi perubahan suhu. C5H12 + HNO3 Selain itu n-pentana juga tidak larut pada HNO3 pekat. timbul gelembung walaupun warna kalium permanganat tetap ungu. asam nitrat tidak dapat bereaksi dengan dengan hidrokarbon jenuh. Pada saat direaksikan dengan asam sulfat pekat dingin n-pentana tidak larut karena H2SO4 merupakan senyawa polar. walaupun asam nitrat bersifat oksidator kuat. ini terjadi karena asam sulfat memiliki massa jenis yang lebih tinggi daripada senyawa –senyawa organik (sampel) sehingga posisi larutan asam sulfat berada di bawah dan senyawa hidrokarbon ada di atasnya. ketika asam nitrat ditambahkan kedalam larutan sampel (senyawa hidrokarbon jenuh) tidak terjadi perubahan. Pada saat direaksikan dengan asam nitrat. Dan hal ini menunjukan bahwa senyawa hidrokarbon jenuh tidak bereaksi dengan asam sulfat pekat.sehingga ketika di uji dengan asam sulfat pun n-pentana memperlihatkan perubahan warna menjadi kuning dan timbul gas. kemungkinan n-pentana mengalami reaksi subtitusi dengan reaksi.   Lain halnya ketika ditambahkan kalium permanaganat pada larutan n-Pentana. sedangkan senyawa alkana bersifat nonpolar. n-pentana tidak bereaksi. padahal sebenarnya bukan menggendap tetapi memiliki massa jenis yang lebih tinggi daripada larutan . Ini diakibatkan n-pentana yang digunakan sudah tercemar. C5H12 + H2SO4 Namun setelah dikocok timbul gas kemudian larutan menjadi berwarna kuning. dan sikloheksana ) dengan asam nitrat tidak terjadi reaksi. sama halnya dengan asam sulfat. sehingga reaksi. C5H12 + H2SO4 à C5H11SO3H + H2O  Pada saat mereaksikan hidrokarbon jenuh dengan preaksi H2SO4. hal ini dibuktikan dengan terbentuknya 2 fasa pada saat pencampuran. Dalam alkohol. npentena tidak larut. ataupun reaksi lainnya. Begitupun pada saat sampel ditambahkan larutan alkohol. Sama halya seperti larutan asam sulfat dan asam nitrat. o Ketika mereaksikan antara hidrokarbon jenuh ( n-pentana. semua senyawa alifatik dan siklik yang telah jenuh ( setiap ikatannya hanya terdiri dari 1 ikatan) tidak mampu lagi mengalami adisi. pekat ketiga sampel tersebut tidak mengalami reaksi karena. Kejadian seperti pada asam sulfat. n-hexana. ketika sampel ditambahkan larutan Br2 dalam CCl4 tidak terjadi reaksi yang ada hanyalah timbul warna pada Br2 (warna alami Br2) yang seolah-olah mengendap di dasar tabung. namun ketika di amati setelah direaksikan dengan asam sulfat larutan menjadi terdiri dari 2 fasa. berapapun perbandingan antara alkohol dengan n-pentana tetap tidak akan larut. Hal ini disebabkan karena alkana bersifat jenuh sehingga mempunyai sifat sukar bereaksi dibandingkan dengan senyawa organik lain yang memiliki gugus fungsional sekalipun direaksikan dengan asam sulfat. karena n-pentana bersifat nonpolar dan alcohol bersifat polar sehingga mereka tidak dapat saling melarutkan. yang terjadi hanyalah tampak perbedaan fasa dalam larutan yang disebabkan oleh perbedaan massa jenis.

reaksinya : Timbul endapan putih itu menandakan bahwa senyawa benzena telah berubah menjadi ester. terjadi reaksi larutan berubah menjadi kuning kehijauan dan terbentuk 2 fasa pada saat direaksikan dengan air. Reaksi adisi baru dapat terjadi pada suhu tinggi dengan bantuan katalis.sampel. maka katalis yang digunakan adalah FeCl3 Ketika uji kelarutan . agar tidak terjadi penguapan yang extrim dari Br2 Percobaan Pada Hidrokarbon Aromatik   Dalam Hal ini digunakan preaksi benzen. tidak terjdi reaksi padahal seharusnya terjadi reaksi substitusi halida.   Ketika akan diuji kemampuan benzena sebagai pelarut digunakan parafin wax dan minyak kelapa sebagai sampelnya. dengan reaksi: Kesimpulan: Setealah melakukan pecobaan maka dapat disimpulkan bahwa : . hal ini terjadi karena adanya reaksi asam sulfat tersebut dengan benzena dengan reaksi:  Pada saat mereaksikan antaran asam nitrat dan benzena yang tampak adalah larutan menjadi berbeda fasa. Namun ketika benzena direaksikan dengan ethanol. karena benzena lebih mudah untuk melakukan reaksi substitusi daripada reaksi adisi. ini menandakan minyak kelapa dan parafin wax larut dalam Benzena. menjadi bromo benzen. Ditambahkan besi pada saat melakukan percobaan ini adalah karena besi berperan sebagai katalis. Jika halogennya Cl2. telah dilakukan percobaan senyawa benzena yang dimasukkan kedalam pelarut tertentu. ethanol dan eter. Reaksi reaksi benzena dipergunakan untuk membuat senyawa-senyawa turunan benzena. katalis adalah sebuah zat atau senyawa yang dapat mempercepat reaksi. yaitu air. sehingga posisi larutan Br2 berada di bawah. karena itu Br2 dilarutkan dalam CCl4. dan setelah dikocok larutan berubah menjadi berwarna kuning. CCl4 merupakan pelarut sempurna untuk Br2. Ketika mereaksikan antara benzen dengan brom yang dilarutkan dalam CCl4. yang terjadi hanyalah perbedaan fasa yang disebabkan oleh perbedaan massa jenis. Br2 merupakan senyawa yang sangat mudah menguap. ini membukatikan bahwa terjadinya reaksi nitrasi. Reaksinya: Reaksi ini tidak terjadi karena Br2 yang digunakan tidak stabil (mudah menguap) sehingga padasaat akan direaksikan Br2 menghilang dan tidak terjadi reaksi dengan Br. oleh karenanya pada pengamatan pada saat setelah direaksikan tampak tidak ada perubahan.  Pada saat mereaksikan benzena dengan asam sulfat pada proses sulfonasi. Substitusi atom H dengan atom Halogen ( Reaksi Halogenasi) pada reaksi ini atom H digantikan oleh atom halogen dengan bantuan katalis besi (III) halida. dan setelah di uji ternyata mengendap putih namun homogen. Ketika benzena tersebut direaksikan dengan air tidak terjadi apa.

asam nitrat. karena sifat nya yang jenuh dan tidak lagi bisa mengalami reaksi adisi ataupun substitusi. halogen (substitusi halogen) karena ikatan rangkap yang beresonansi. asam sulfat. dan alkohol. Senyawa aromatik (benzena) dapat direaksikan dengan asam nitrat (nitrasi). 2. asam sulfat (sulfonasi). Senyawa alifatik jenuh tidak akan bereaksi (sulit bereaksi) jika direaksikan baik dengan halogen.1. .

senyawa hidrokarbon adalah senyawa karbon yang hanya tersusun dari atom hidrogen dan atom karbon.CH2 . Senyawa alifatik jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya hanya berisi ikatanikatan tunggal saja. Deret homolog senyawa alkana: Suku ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 rumus molekul CH4 C2H6 C3H8 C4H10 C5H12 C6H14 C7H16 C8H18 C9H20 nama metana etana propana butana pentana heksana heptana oktana nonana dekana titik didih (°C/1 atm) -161 -89 -44 -0.CH3 nama etena propena 1-butena 1-pentena 1-heksena . Berdasarkan jumlah ikatannya. 1. senyawa karbon terbagi dalam 2 golongan besar.CH2 -CH2 . Senyawa hidrokarbon alifatik Senyawa hidrokarbon alifatik adalah senyawa karbon yang rantai C nya terbuka dan rantai C itu memungkinkan bercabang.Berdasarkan susunan atom karbon dalam molekulnya.Senyawa Hidrokarbon Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa karbon yang paling sederhana. yaitu senyawa alifatik dan senyawa siklik.CH3 CH2 . a. Senyawa alifatik tak jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya terdapat ikatan rangkap dua atau rangkap tiga. Dari namanya. Senyawa alkena Lima suku pertama alkena Suku ke 1 2 3 4 5 n 2 3 4 5 6 CH2 CH2 CH2 CH2 CH2 = = = = = CH2 CH CH CH CH rumus struktur CH3 CH2 .5 36 68 98 125 151 174 massa 1 mol dalam g 16 30 44 58 72 86 100 114 128 142 10 C10H22 b. Golongan ini dinamakan alkana.CH3 CH2 . Contoh senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh: 1. Jika memiliki rangkap dua dinamakan alkena dan memiliki rangkap tiga dinamakan alkuna. senyawa hidrokarbon alifatik terbagi menjadi senyawa alifatik jenuh dan tidak jenuh.

Contoh senyawa alisiklik 1. Golongan ini terbagi lagi menjadi senyawa alisiklik dan aromatik. Contoh senyawa aromatik .2. Senyawa hidrokarbon siklik Senyawa hidrokarbon siklik adalah senyawa karbon yang rantai C nya melingkar dan lingkaran itu mungkin juga mengikat rantai samping. senyawa alisiklik yaitu senyawa karbon alifatik yang membentuk rantai tertutup. Senyawa Alkuna Suku ke 2 3 4 5 6 7 8 9 10 n 2 3 4 5 6 7 8 9 rumus molekul C2H2 C3H4 C4H6 C5H8 C6H10 C7H12 C8H14 C9H16 nama etuna propuna butuna pentuna heksuna heptuna oktuna nonuna dekuna 10 C10H18 2. a. b. Senyawa aromatik yaitu senyawa karbon yang terdiri dari 6 atom C yang membentuk rantai benzena.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful