P. 1
sejarah ilmu pengetahuan

sejarah ilmu pengetahuan

|Views: 421|Likes:
Published by Muhammad Mahardhika

More info:

Published by: Muhammad Mahardhika on Apr 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/27/2013

pdf

text

original

Pendahuluan “Sejarah tertulis berisi rekaman yang sangat sporadis dan tidak lengkap”, demikian Gordon Childe menulis

, “tentang apa yang telah manusia lakukan di pelbagai belahan dunia selama lima ribu tahun terakhir”. Idealnya sejarah adalah rekaman tentang semua rentetan peristiwa yang telah terjadi, yang berfungsi sebagai pengungkap segala sesuatu sesuai dengan fakta yang ada tanpa distorsi sedikitpun, tetapi pada kenyataannya ia hanya mengungkap sebagian rentetan peristiwa tersebut dan tidak bisa lepas sepenuhnya dari rekayasa yang biasanya dilakukan oleh penguasa politik. Meskipun fenomena semacam ini pernah terjadi, tetapi hal ini tidak bisa dianggap sebagai persoalan remeh bahkan harus diluruskan, karena menyangkut dan memengaruhi kehidupan generasi selanjutnya sebagai aktor sejarah berikutnya. Apalagi sejarah yang dimaksud adalah sejarah tentang ilmu pengetahuan yang merupakan faktor penting dalam kehidupan manusia. Dengan demikian, perlu adanya usaha yang sungguh-sungguh serta tanggung jawab moral dan akademik dalam pemaparan sejarah. Sebelum memaparkan sejarah perkembangan ilmu pengetahuan, penulis harus mengungkap sekilas tentang perbedaan antara pengetahuan dan ilmu agar tidak terjebak pada kesalahpahaman mengenai keduanya, sehingga pembaca bisa memahami dengan mudah dan benar apa yang dimaksud dengan sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dalam makalah ini. Ilmu adalah bagian dari pengetahuan yang terklasifikasi, tersistem, dan terukur serta dapat dibuktikan kebenarannya secara empiris. Sementara itu, pengetahuan adalah keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun, baik mengenai metafisik maupun fisik. Dapat juga dikatakan pengetahuan adalah informasi yang berupa common sense, sedangkan ilmu sudah merupakan bagian yang lebih tinggi dari itu karena memiliki metode dan mekanisme tertentu. Jadi ilmu lebih khusus daripada pengetahuan, tetapi tidak berarti semua ilmu adalah pengetahuan. Uraian singkat di atas menggiring kita pada kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan ilmu pengetahuan di sini adalah ilmu bukan pengetahuan. Ilmu beraneka-ragam. Maskoeri Jasin membagi ilmu pengetahuan ke tiga kategori besar. Pertama, Ilmu Pengetahuan Sosial yang meliputi psikologi, pendidikan, antropologi, etnologi, sejarah, ekonomi, dan sosiologi. Kedua, Ilmu Pengetahuan Alam yang meliputi fisika, kimia, dan biologi (botani, zoologi, morfologi, anatomi, fisiologi, sitologi, histologi, dan palaentologi). Ketiga, Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa yang meliputi geologi (petrologi, vulkanologi, dan mineralogi), astronomi, dan geografi (fisiografi dan geografi biologi). Karena luasnya cakupan ilmu, penulis hanya fokus pada sejarah perkembangan sebagian ilmu dari masa ke masa yang terekam oleh literaturliteratur sejarah yang ada dan menyebutkan sebagian tokoh di balik penemuan teori ilmu dan pengembangannya. Ilmu Pengetahuan Zaman Purba Secara garis besar, Amsal Bakhtiar membagi periodeisasi sejarah perkembangan ilmu pengetahuan menjadi empat periode: pada zaman Yunani kuno, pada zaman Islam, pada zaman renaisans dan modern, dan pada zaman kontemporer. Periodeisasi ini mengandung tiga kemungkinan. Pertama, menafikan adanya pengetahuan yang tersistem sebelum zaman Yunani kuno. Kedua, tidak adanya data historis tentang adanya ilmu sebelum zaman Yunani kuno yang sampai pada kita. Ketiga, Bakhtiar sengaja tidak mengungkapnya dalam bukunya. Jika

misalnya. Jika kemungkinan kedua yang benar. Maya dan Inca di Amerika Tengah. menulis. maka bukan berarti pengetahuan yang tersistem hanya ditemukan dan dimulai pada zaman Yunani kuno. dan berhitung. Niniveh. Proses pembangunan piramida yang menjulang tinggi dan . geometri. Meski agak berbeda dengan pendapat tersebut. Peninggalan-peninggalan ini tidak mungkin ada tanpa adanya ilmu yang mereka miliki. Babilonia. Setelah itu muncul bangsa Yunani yang menitikberatkan pada pengorganisasian ilmu di mana mereka bukan saja menyumbang perkembangan ilmu dengan astronomi.000 sampai 600 tahun Sebelum Masehi. misalnya. kedokteran. Zaman sebelum itu dimasukkan orang ke dalam kategori pra-sejarah. Teori ini berlaku secara umum terhadap beberapa – untuk tidak dikatakan semua– disiplin ilmu dari generasi ke generasi. Peradaban Mesir kuno. dan kegiatan survei. Menurut Soetriono dan SDRm Rita Hanafie. dan pengamatan terhadap gejala-gejala alam. Mereka telah mengenal membaca. Masa manusia purba dikenal juga dengan masa pra-sejarah. Terlepas dari perbedaan pendapat mengenai permulaan zaman pra-sejarah dan zaman sejarah. Kebudayaan mereka pun mulai berkembang di berbagai tempat tertentu. yaitu Mesir di Afrika. kuil. dan Tiongkok di Asia. Tak diragukan lagi bahwa manusia purba telah menemukan beberapa hubungan yang bersifat empiris yang memungkinkan mereka untuk mengerti keadaan dunia. Oleh karena itu. Mereka sudah bisa menghitung dan mengenal angka. dan sistem klasifikasi Aristoteles. permulaan ilmu dapat disusur sampai pada permulaan manusia. Jika kita menafikan adanya ilmu tertentu yang mereka miliki. Pada masa ini pengetahuan manusia berkembang lebih maju. Berbekal otak. pengalaman. Sumeria. tetapi ia sudah ada sebelumnya hanya saja informasinya tidak sampai pada kita. di mana banjir sungai Nil yang terjadi tiap tahun ikut menyebabkan berkembangnya sistem almanak. maka penulis perlu mengungkapnya meski hanya sekilas karena keterbatasan referensi yang ada pada penulis. mewariskan peninggalan-peninggalan bermutu tinggi seperti piramida. Penekanan terhadap kegunaan dan aplikasi cenderung lebih diutamakan daripada penamaannya. Muhammad Husain Haekal (1888-1956) berpendapat lebih spesifik bahwa sumber peradaban sejak lebih dari enam ribu tahun yang lalu (berarti sekitar 4000 SM) adalah Mesir.kemungkinan pertama yang terjadi. maka informasi dari teks-teks agama tentang nama-nama yang Adam ketahui. Seperangkat pengetahuan tersebut semakin lama akan semakin tersusun rapi karena inilah karakteristik dasar ilmu. dapat ditarik kesimpulan bahwa ilmu lahir seiring dengan adanya manusia di muka bumi hanya saja penamaan ilmu-ilmu itu biasanya muncul belakangan. Jika kemungkinan ketiga yang berlaku. sukar sekali akan sampai kepada suatu penemuan yang ilmiah. Keberhasilan ini kemudian diikuti oleh bangsa Babilonia dan Hindu yang memberikan sumbangan-sumbangan yang berharga meskipun tidak seinsentif kegiatan bangsa Mesir. tidak termasuk ilmu tetapi hanya pengetahuan belaka. masa sejarah dimulai kurang lebih 15. manusia purba sudah barang tentu memiliki seperangkat pengetahuan yang dapat membantu mereka mengarungi kehidupan. namun juga silogisme yang menjadi dasar bagi penjabaran secara deduktif pengalaman-pengalaman manusia. Menurut George J. maka kita akan sulit menjawab pertanyaan: mungkinkah mereka bisa bertahan hidup bertahuntahun tanpa bekal apapun? Selanjutnya Mouly menyebutkan bukti-bukti secara berurutan terhadap pernyataannya sebagai berikut: Usaha mula-mula di bidang keilmuan yang tercatat dalam lembaran sejarah dilakukan oleh bangsa Mesir. dan sistem penatanan kota. Mouly.

Baginya yang mendasar dalam alam semesta adalah bukan bahannya. Begitu juga orang Barat tanpa mengkaji pengembangan filsafat Yunani yang dikembangkan oleh umat Islam rasanya sulit bagi mereka membangun kembali peradaban mereka yang pernah mengalami masa-masa kegelapan menjadi sangat maju dan mengungguli peradaban-peradaban besar lainnya seperti sekarang ini. Dengan kata lain. Karena itu. Parmenides (515-440 SM). Dari proses inilah kemudian ilmu berkembang dari rahim filsafat yang akhirnya kita nikmati dalam bentuk teknologi. tidak bergerak dan tidak berubah. yang dijuluki bapak filsafat. Pengetahuan bangsa Babilonia ini sampai ke tangan Thales . Thales. dan Phytagoras (580-500). Menurut Anaximandros substansi pertama itu bersifat kekal. Parmenides berpendapat bahwa realitas merupakan keseluruhan yang bersatu.tersusun dari batu-batu besar pilihan tak bisa lepas dari matematika dan arsitektur. terbatas dan tidak terbatas. Padahal filsafat dalam pengertian yang sederhana sudah ada jauh sebelum para filosof klasik Yunani menekuni dan mengembangkannya. lingkaran menjadi 360 derajat. Begitu pula dengan proses pembangunan kuil megah mereka. Sementara itu. Periode filsafat Yunani merupakan periode sangat penting dalam sejarah peradaban manusia karena pada waktu ini terjadi perubahan pola pikir manusia dari mitosentris menjadi logosentris. melainkan aktor dan penyebabnya yaitu api. dan meliputi segalanya yang dinamakan apeiron. Filosof alam pertama yang mengkaji tentang asal-usul alam adalah Thales (624-546 SM). peninggalanpeninggalan bersejarah tersebut menunjukkan adanya ilmu-ilmu tertentu yang mereka miliki sehingga mereka bisa mewujudkan impian mereka menjadi kenyataan. Ketika kata Yunani disebutkan. Bertolak belakang dengan Heraklitos. Tanpa mengkaji dan mengembangkan warisan filsafat Yunani rasanya sulit bagi umat Islam kala itu merengkuh zaman keemasannya. menurut Betrand Russell. pada masa Babilonia lahir beberapa hal yang tergolong ilmu pengetahuan: pembagian hari menjadi dua puluh empat jam. Filsafat di tangan mereka menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi perkembangan ilmu pengetahuan pada generasi-generasi setelahnya. Heraklitos (540-480 SM). Sehingga wajar saja bila generasi-generasi setelahnya merasa berhutang budi padanya. Unsur-unsur bilangan itu adalah genap dan ganjil. sistem penataan kota membutuhkan arsitektur dan administrasi pemerintahan. . Menurut Haekal. periode perkembangan filsafat Yunani merupakan entri poin untuk memasuki peradaban baru umat manusia. Phytagoras berpendapat bahwa bilangan adalah unsur utama alam dan sekaligus menjadi ukuran. maka yang terbesit di pikiran para peminat kajian keilmuan bisa dipastikan adalah filsafat. termasuk juga umat Islam pada abad pertengahan masehi bahkan hingga sekarang. Sementara itu. berpendapat bahwa asal alam adalah air. Inilah titik awal manusia menggunakan rasio untuk meneliti dan sekaligus mempertanyakan dirinya dan alam jagad raya. bukan air atau tanah. Ia ibarat pembuka pintupintu aneka ragam disiplin ilmu yang pengaruhnya terasa hingga sekarang. Heraklitos melihat alam semesta selalu dalam keadaan berubah. Ilmu Pengetahuan Zaman Yunani Kuno Yunani kuno sangat identik dengan filsafat. tidak terbatas. filosof Yunani. penemuan siklus gerhana yang memungkinkan terjadinya gerhana bulan bisa diramal dengan tepat dan gerhana matahari dengan beberapa perkiraan. Mesir adalah pusat yang paling menonjol membawa peradaban pertama ke Yunani atau Rumawi. setelah itu Anaximandros (610-540 SM).

tetapi justeru merupakan kekayaan khazanah keilmuan. Pandangan para filosof Sofis tersebut disanggah oleh para filosof setelahnya seperti Socrates (470-399 SM). Selain Protagoras ada Gorgias (483-375 SM). Ia adalah sumber ilusi. Terbukti sebagian pandangan mereka mengilhami generasi setelahnya. Bagi mereka. Ilmu yang dikembangkan kemudian hari sampai hari ini sangat bergantung pada pendekatan matematika. dan Bactra (Persia). ada kebenaran obyektif yang bergantung kepada manusia. Menurutnya. Muktazilah dianggap sebagai pembawa pemikiran-pemikiran rasional. hadis. Perbedaan pandangan bukan selalu berarti negatif. Jadi setiap filosof mempunyai pandangan berbeda mengenai seluk beluk alam semesta. Menurutnya. Pendapat Whitehead tidak seluruhnya benar karena umat Islam. dan politik). tokoh utama mereka. metafisika. mereka juga melakukan inovasi di beberapa persoalan filsafat Yunani sehingga memiliki karakteristik islami. maupun agama. dan fisika) dan praktis (etika. Akal juga tidak mampu meyakinkan kita tentang alam semesta karena akal kita telah diperdaya oleh dilema subyektifitas. Filsafat Yunani klasik mengalami puncaknya di tangan Aristoteles. pemikiran rasional berkembang pada zaman Islam klasik (650-1250 M). penginderaan tidak dapat dipercaya. Socrates membuktikan adanya kebenaran obyektif itu dengan menggunakan metode yang bersifat praktis dan dijalankan melalui percakapan-percakapan. Menurut Harun Nasution. Khusus dalam bidang teologi.N. Setelah mereka kemudian muncul beberapa filosof Sofis sebagai reaksi terhadap ketidakpuasan mereka terhadap jawaban dari para filosof alam dan mengalihkan penelitian mereka dari alam ke manusia.Jasa Phytagoras sangat besar dalam pengembangan ilmu. Menurut mereka. Plato (429-347 SM). Ilmu Pengetahuan Zaman Islam Klasik Ilmu-ilmu keislaman seperti tafsir. . Bagi Plato. Mereka tidak memberikan jawaban final tentang etika. dan teologi sudah berkembang sejak masa-masa awal Islam hingga sekarang. Dia dianggap sebagai bapak ilmu karena mampu meletakkan dasar-dasar dan metode ilmiah secara sistematis. fiqih. Persepsi ini bertemu dengan persepsi yang sama dari Yunani melalui filsafat dan sains Yunani yang berada di kota-kota pusat peradaban Yunani di Dunia Islam Zaman Klasik. agama. Dia adalah filosof yang pertama kali membagi filsafat pada hal yang teoritis (logika. A. Antakia (Syiria). dan Aristoteles (384-322 SM). Pembagian ilmu inilah yang menjadi pedoman bagi klasifikasi ilmu di kemudian hari. manusia adalah ukuran kebenaran sebagaimana diungkapkan oleh Protagoras (481-411 SM). Kebenaran umum ada bukan dibuat-buat bahkan sudah ada di alam idea. kebenaran bersifat subyektif dan relatif. Pemikiran ini dipengaruhi oleh persepsi tentang bagaimana tingginya kedudukan akal seperti yang terdapat dalam al-Qur`an dan hadis. selain mengembangkan filsafat mereka. Bahkan dia tidak menganggap teori matematika mempunyai kebenaran absolut. dan metafisika. Pengaruh positif gerakan kaum sofis cukup terasa karena mereka membangkitkan semangat berfilsafat. Karena demikian meresapnya serta lamanya pengaruh ajaran-ajaran Plato dan Aristoteles. tidak akan ada ukuran yang absolut dalam etika. seperti Alexandria (Mesir). Jundisyapur (Irak). esensi mempunyai realitas yang ada di alam idea. Akibatnya. misalnya. ekonomi. Menurutnya. terutama ilmu pasti dan ilmu alam. Whitehead memberikan catatan bahwa segenap filsafat sesudah masa hidup keduanya sesungguhnya merupakan usulan-usulan belaka terhadap ajaran-ajaran mereka. metafisika. usul fiqih. Pandangan ini merupakan cikal bakal humanisme. kebenaran universal dapat ditemukan.

Selain al-Battānī. Beberapa terjemahan sudah mulai dikerjakan pada abad kedelapan. Ibn Rushd atau Averroes (1126-1198 M).W. Abū al-Qāsim al-Zahrāwī (Abulcasis). Tulisan Abū al-Qāsim al-Zahrāwī tentang pembedahan (operasi) dan alat-alatnya merupakan sumbangan yang berharga dalam bidang kedokteran. dan kemudian menambah catatan hasil observasi klinisnya sendiri dan menyatakan pendapat finalnya. Di bidang astronomi. 1037 M). Jābir ibn Aflaḥ dikenal karena karyanya di bidang trigonometri sperik. 922 M) dan Ibn al-Haytham atau Alhazen (w. 1161 M). Montgomery Watt menambahkan lebih rinci bahwa ketika Irak. Ibn al-Samḥ. Syiria. Ibn al-Haytham menentang teori Eucleides dan Ptolemeus yang menyatakan bahwa sinar visual memancar dari mata ke obyeknya. Sejak saat itu dan seterusnya. Di bidang astronomi dan matematika. ada juga Maslamah al-Majrīṭī (w. . sebuah lembaga khusus penerjemahan. Syiria. Penerjemahan terus berlangsung sepanjang abad kesembilan dan sebagian besar abad kesepuluh. para khalifah dan para pemimpin kaum Muslim lainnya menyadari apa yang harus dipelajari dari ilmu pengetahuan Yunani. dan Ibn Ẓuhr atau Avenzoar (w. al-Battānī (Albategnius) menghasilkan table-tabel astronomi yang luar biasa akuratnya pada sekitar tahun 900 M. Akibat kontak semacam ini. Penerjemahan secara serius baru dimulai pada masa pemerintahan al-Ma‟mūn (813833 M). AlKhawārizmī (Algorismus atau Alghoarismus) merupakan tokoh penting dalam bidang matematika dan astronomi. Al-Khawārizmī dan para penerusnya menghasilkan metode-metode untuk menjalankan operasi-operasi matematika yang secara aritmatis mengandung berbagai kerumitan. ada Jābir ibn Aflaḥ (Geber) dan al-Biṭrūjī (Alpetragius). Dia memberi landasan untuk aljabar. Ketepatan observasiobservasinya tentang gerhana telah digunakan untuk tujuan-tujuan perbandingan sampai tahun 1749 M. Buku-buku matematika dan astronomi adalah buku-buku yang pertama kali diterjemahkan. dan mempertahankan pandangan kebalikannya bahwa cahayalah yang memancar dari obyek ke mata. dan Arab. Kolese Kristen Nestorian di Jundisyapur. Terdapat sebuah sekolah terkenal di Alexandria. Persia. Dia mendirikan Bayt al-Ḥikmah. yakni angka-angka Arab. Dalam bidang kedokteran ada Abū Bakar Muḥammad ibn Zakariyyā al-Rāzī atau Rhazes (250313 H/864-925 M atau 320 H/932 M) . dan Ibn al-Ṣaffār. 1039 M). tetapi kemudian dipindahkan pertama kali ke Syiria. Untuk setiap penyakit dia menyertakan pandangan-pandangan dari para pengarang Yunani. misalnya mendapatkan akar kuadrat dari satu angka. pusat belajar yang paling penting. Mesir. 1007 M). Al-Ḥāwī karya al-Rāzī merupakan sebuah ensiklopedi mengenai seluruh perkembangan ilmu kedokteran sampai masanya. Ibn Sīnā atau Avicenna (w. Buku Canon of Medicine karya Ibnu Sīnā sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12 M dan terus mendominasi pengajaran kedokteran di Eropa setidak-setidaknya sampai akhir abad ke-16 M dan seterusnya. ilmu pengetahuan dan filsafat Yunani dikembangkan di berbagai pusat belajar. Istilah teknis algorisme diambil dari namanya. Ibn Abī al-Rijāl (Abenragel) di bidang astrologi. Istilah “algebra” diambil dari judul karyanya. Di antara ahli matematika yang karyanya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin adalah al-Nayrīzī atau Anaritius (w. Karya-karyanya adalah rintisan pertama dalam bidang aritmatika yang menggunakan cara penulisan desimal seperti yang ada dewasa ini. dan kemudian –pada sekitar tahun 900 M– ke Baghdad. India. dan Mesir diduduki oleh orang Arab pada abad ketujuh. terdapat banjir penerjemahan besar-besaran. Mereka mengagendakan agar menerjemahkan sejumlah buku penting dapat diterjemahkan. melahirkan dokterdokter istana Hārūn al-Rashīd dan penggantinya sepanjang sekitar seratus tahun.

khususnya di Eropa. 1138 M). karya orang Arab mencakup gambaran dan daftar berbagai macam tanaman. Al-Kindī sangat ingin memperkenalkan filsafat dan sains Yunani kepada sesama pemakai bahasa Arab. al-Fārābī (w. Ciri utama renaisans yaitu humanisme. sementara Kristen semakin ditinggalkan karena semangat humanisme. Para sejarahwan biasanya menggunakan istilah ini untuk menunjuk berbagai periode kebangkitan intelektual. seperti yang sering dia tandaskan. mineralogi. Sebagian karya Jābir ibn Ḥayyān memaparkan metode-metode pengolahan berbagai zat kimia maupun metode pemurniannya. Ibn Bājah atau Avempace (w. zaman renaisans. Di Kalangan filosof profesional. 950 M). 1185 M). Agak sulit menentukan garis batas yang jelas antara abad pertengahan. dan Ibn Rushd atau Averroes (w. sebagian umat Islam juga menekuni logika dan filsafat. dan rasionalisme. Sains berkembang karena semangat dan hasil empirisisme. Sebagian besar kata untuk menunjukkan zat dan bejana-bejana kimia yang belakangan menjadi bahasa orang-orang Eropa berasal dari karya-karyanya. Renaisans merupakan era sejarah yang penuh dengan kemajuan dan perubahan yang mengandung arti bagi perkembangan ilmu. 1111 M). Ibn Rushd lebih terkenal dalam filsafat Kristen daripada filsafat Islam. al-Bīrūnī mengukur sendiri gaya berat khusus dari beberapa zat yang mencapai ketepatan tinggi. Selain disiplin-disiplin ilmu di atas. Dalam filsafat Islam dia sudah berakhir. Renaisans adalah periode perkembangan peradaban yang terletak di ujung atau sesudah abad kegelapan sampai muncul abad modern. Menurut Betrand Russell. Ibn Sīnā atau Avicenna (w. Bisa dikatakan abad pertengahan berakhir tatkala datangnya zaman renaisans. binatang. . Menurut Felix Klein-Franke. sejarahwan terkenal. Ibn Ṭufayl atau Abubacer (w. Sementara itu. Ilmu Pengetahuan Zaman Renaisans dan Modern Michelet. Dalam bidang botani. Beberapa di antaranya memiliki kegunaan praktis. dalam filsafat Kristen dia baru lahir. empirisisme. adalah orang pertama yang menggunakan istilah renaisans. bukan hanya terhadap para skolastik. sekulerisme.Dalam bidang kimia ada Jābir ibn Ḥayyān (Geber) dan al-Bīrūnī (362-442 H/973-1050 M). individualisme. zoologi. dan batuan. dan lebih khusus lagi di Italia sepanjang abad ke-15 dan ke-16. Sebagian orang menganggap bahwa zaman modern hanyalah perluasan dari zaman renaisans. yakni ketika karya tersebut dihubungkan dengan bidang farmakologi dan perawatan medis. Sebut saja al-Kindī. dan menentang para teolog ortodoks yang menolak pengetahuan asing. yang menentang keabadian dan disebut Averroists. yang sebagian di antaranya kemudian diteruskan dan dikembangkan oleh al-Fārābī. tetapi juga pada sebagian besar pemikir-pemikir bebas non-profesional. al-Kindī berjasa membuat filsafat dan ilmu Yunani dapat diakses dan membangun fondasi filsafat dalam Islam dari sumbersumber yang jarang dan sulit. al-Ghazālī (w. Pengaruhnya di Eropa sangat besar. 1198 M). dan zaman modern. 1037 M). para pengagumnya pertama-tama adalah dari kalangan Franciscan dan di Universitas Paris. Rasionalisme Ibn Rushd inilah yang mengilhami orang Barat pada abad pertengahan dan mulai membangun kembali peradaban mereka yang sudah terpuruk berabad-abad lamanya yang terwujud dengan lahirnya zaman pencerahan atau renaisans.

Menurutnya. Perkembangan ilmu di zaman ini meliputi hampir seluruh bidang ilmu dan teknologi. Galileo adalah ahli astronomi Italia yang melakukan pengamatan teleskopik dan mengukuhkan gagasan Copernicus bahwa tata surya berpusat pada matahari. Sasaran rekonstruksi dan dekonstruksi biasanya teori-teori ilmu sosial. ekonomi. dan politik serta ilmu-ilmu eksakta seperti fisika. antropologi.Tokoh penemu di bidang sains pada masa renaisans (abad 15-16 M): Nicolaus Copernicus (1473-1543 M). perhitungan calculus. Dengan penemuannya ini. maka runtuhlah anggapan bahwa atom adalah bahan terkecil dan mulailah ilmu baru dalam kerangka kimia-fisika yaitu fisika nuklir. dan sosiologi. Joseph Black (1728-1799 M). yaitu perputaran sehari-hari pada porosnya dan gerak tahunan mengelilingi matahari. dan statistika. terutama astronomi. Zaman kontemporer identik dengan rekonstruksi. Prestley menemukan sembilan macam hawa No dan oksigen yang antara lain dapat dihasilkan oleh tanaman.J. Galileo Galilei (1564-1643 M). bahwa planet bergerak cepat bila berada di dekat matahari dan lambat bila jauh darinya. Perkembangan ilmu pada abad ke-18 telah melahirkan ilmu seperti taksonomi. Black adalah pelopor dalam pemeriksaan kualitatif dan penemu gas CO2. Copernicus menemukan teori heliosentrisme. Dialah yang menemukan bahwa orbit planet berbentuk elips. psikologi. Selanjutnya tokoh penemu di bidang sains pada zaman modern (abad 17-19 M): Sir Isaac Newton (1643-1727 M). informasi. Newton adalah penemu teori gravitasi. sedangkan zaman kontemporer adalah era perkembangan terakhir yang terjadi hingga sekarang. dan inovasi-inovasi teknologi di berbagai bidang. Thompson menemukan elektron. bukan bumi sebagaimana teori geosentrisme yang dikemukakan oleh Ptolomeus (127-151). dan filsafat yang ada sudah ada sebelumnya. dekonstruksi. dan Francis Bacon (1561-1626 M). Dialah penemu planet Jupiter yang dikelilingi oleh empat buah bulan. eksakta. dan percepatan. Kepler adalah ahli astronomi Jerman yang terpengaruh ajaran Copernicus. hukum. Inkuisi takut akan penemuannya dan memaksanya meninggalkan studi astronominya. dan komunikasi. Pada periode selanjutnya ilmu kimia menjadi kajian yang amat menarik. dan astronomi. Teori ini melahirkan revolusi pemikiran tentang alam semesta. Lavoiser adalah peletak dasar ilmu kimia sebagaimana kita kenal sekarang. Antonie Laurent Lavoiser (1743-1794 M). gerak. arkeologi. Dia juga berjasa dalam menetapkan hukum lintasan peluru. kimia. sementara inovasi-inovasi teknologi semakin hari semakin cepat seperti yang kita saksikan dan nikmati sekarang ini. sementara pada abad ke-19 lahirlah pharmakologi. Teknologi merupakan buah dari perkembangan ilmu pengetahuan yang dikembangkan dari generasi ke generasi. fisika. geomophologi. kalkulus. Johanes Kepler (1571-1630 M). palaentologi. Joseph Prestley (1733-1804 M). geofisika. Thompson. ilmu-ilmu sosial seperti sosiologi. ilmu yang berkembang adalah matematika. ekonomi. yaitu matahari adalah pusat jagad raya. dan J. Leibniz (1646-1716 M). Ilmu Pengetahuan Zaman Kontemporer Perbedaan antara zaman modern dengan zaman kontemporer yaitu zaman modern adalah era perkembangan ilmu yang berawal sejak sekitar abad ke-15. Komputer . bumi memiliki dua macam gerak.J. J. Pada masa Newton. dan biologi serta aplikasi-aplikasinya di bidang teknologi rekayasa genetika. ilmu-ilmu zaman modern memengaruhi perkembangan ilmu zaman kontemporer. dan optika yang mendasari ilmu alam. Pada tahap selanjutnya.

Penemuan bola lampu oleh Edison disusul oleh penemuan radio. Pada tahun 1993. televisi. Prof.[35] Dari komputer berkembang ke PC (private computer). Pada tahun 1997.[36] Semua contoh ini merupakan bukti bahwa penemuan teknologi sebagai buah perkembangan ilmu masih berkaitan dengan penemuan-penemuan sebelumnya yang kemudian dikembangkan dengan ukuran fisik yang semakin kecil. Setelah berbagai keberhasilan teknik kloning yang pernah dilakukan. selanjutnya kita lihat tabel klasifikasi perkembangan sebagian ilmu pengetahuan dari masa ke masa berdasarkan periodenya sebagai berikut[38]: ILMU-ILMU 2000 SM-300 M 300 M-1400 M 1400 M-1600 M Abad ke-17 Abad ke-18 Abad ke-19 Abad ke-20 MATEMATIKA Ilmu Hitung Geometri . Gerald Schatten berhasil membuat kera kloning yang diberi nama Tetra. Gurdon berhasil memanipulasi telurtelur katak sehingga tumbuh menjadi kecebong kloning. Pada tahun yang sama lahir lembu kloning pertama yang diberi mana Gene.merupakan hasil pengembangan dari perkembangan listrik (elektronika) yang pada awal penemuannya oleh Faraday belum diketahui kegunaannya. lap top. para peneliti di Universitas Hawai yang dipimpin oleh Dr.[37] Setelah uraian-uraian di atas. tetapi memiliki beragam keunggulan yang lebih besar. Pada tahun 2000. Dr. dan komputer. Dr. Pada tahun 1998. dan terakhir simuter yaitu komputer jenis PDA (personal digital assistans). Gurdon dari Universitas Cambridge adalah orang pertama yang melakukan teknologi ini pada tahun 1961. Jerry Hall berhasil mengkloning embrio manusia dengan teknik pembelahan. Teruhiko Wakayama berhasil melakukan kloning terhadap tikus hingga lebih dari lima generasi. Ian Wilmut berhasil melakukan kloning mamalia pertama dengan kelahiran domba yang diberi nama Dolly. Dr. Salah satu hasil teknologi yang menakjubkan dan kontroversial adalah teknologi rekayasa genetika yang berupa teknologi kloning. para ahli malah lebih berencana menerapkan teknik kloning pada manusia.

Logika Teori Bilangan Aljabar Geometri Analitik Trigonometri Probabilitas dan Statistika Persamaan Diferensial Kalkulus Geometri Analistis Topologi Teori Informasi Teori Fungsi Geometri Non-Euclid Logika Matematik FISIKA Mekanika Optika Termodinamika Keelektrikan dan Kemagnetan Kristalogi Cryogenik Mekanika Statistika Mekanika Kwantum Fisika Partikel Fisika Nuklir .

Fisika Plasma Fisika Atom Fisika Molekul Fisika Zadat Fisika Relativitas KIMIA Alkimia Kimia Aroganik Kimia Kedokteran Kimia Analistis Pharmakologi Biokimia Kimia Organik Fisika Kwantum Kimia Fisika Kimia Nuklir Kimia Polimer ASTRONOMI Kosmologi Astronomi Posisionil Mekanika Benda Langit Astronomi Fisika Astronautika .

Radio Astronomi Astrofisika GEOLOGI Eksplorasi Geodesi Mineralogi Meteorologi Geofisika Statigrafi Sejarah Geologi Paleontologi Mineralogi Petrologi Geormorphologi Geografi Fisika/Fisis Srtuktur Geologi Geokimia Hidrologi Oceanografi BIOLOGI Ilmu Obat-obatan Phisiologi Anatomi .

Botani dan Zoologi Embriologi Pathologi Mikrobiologi Taksonomi Biofisika Anatomi Perbandingan Citologi Histologi Biokimia Ekologi Radiobiologi Biologi Molekul Genetika SOSIAL Pemerintahan Sejarah Filsafat Politik Ekonomi Arkeologi Antropologi Fisik Sosiologi .

agar tatanan kehidupan manusia di dunia ini tetap lestari. Filsafat Ilmu (Jakarta: Rajawali Pers. Poin penting yang perlu dicatat di sini adalah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan harus diimbangi dengan pengembangan moral-spiritual manusianya. ia juga berdampak negatif bagi kehidupan manusia. . karena sebagaimana kita tahu. Di samping sudah ada pemberdayaan antara ilmu-ilmu alam atau natural science dengan ilmu-ilmu sosial. dan berani mengambil resiko tinggi sehingga menghasilkan penemuan-penemuan yang bermanfaat bagi suatu generasi dan menjadi acuan pertimbangan bagi generasi selanjutnya untuk mengoreksi. Oleh karena itu. Galileo. What Happened in History (Harmondswort: Penguin Books Ltd. percobaan. Kepler. 16-17. perkembangan ilmu pengetahuan selain berdampak positif. 1975). Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan.[39] Fakta-fakta di atas menunukkan bahwa perkembangan ilmu tidak bisa dilepaskan dari rasa keingintahuan yang besar diiringi dengan usaha-usaha yang sungguh-sungguh melalui penalaran.Antropologi Budaya Psikologi Penutup Tabel di atas belum mencakup semua ilmu pengetahuan. mengembangkan. Sejarah sudah membuktikannya. maka perkembangan ilmu mesti diiringi dengan pengembangan moral-spiritual manusia itu sendiri. ilmu pengetahuan dewasa ini telah berkembang menjadi sekitar 650 cabang. menyempurnakan. antara otak dan hati harus mendapatkan porsi perhatian yang seimbang. sementara dampak negatifnya adalah semakin mengancam kehidupan mereka. [2]Amsal Bakhtiar. dan menemukan penemuan selanjutnya. Dengan kata lain. 2010). Sejarah merupakan disiplin ilmu yang memiliki validitas kebenaran yang tinggi sehingga layak dijadikan bahan untuk mengambil pelajaran („ibrah). [] Footnote [1]Gordon Childe. menurut Chalmers. dikenal pula dengan pembedaan ilmu dan ilmu terapan. dan yang lebih jelas lagi sejak Francis Bacon pada abad ke-15 dan 16 sebagai ahli filsafat ilmu yang mengemukakan perlunya suatu metode dalam mempelajari pengalaman. diperkirakan sejak 400 tahun yang lalu. Demikian pula pengembangan moral-spiritual tanpa diiringi perkembangan ilmu bisa menjadikan sebagian manusia kurang kreatif seperti yang terjadi pada orang Kristen pada zaman kegelapan Eropa. Bacon menekankan bahwa eksperimen dan observasi yang intensif merupakan landasan perkembangan ilmu. penyempurnaan. 13. Faktor-faktor inilah yang kemudian menjadi pemacu bagi pesatnya perkembangan ilmu yang melatarbelakangi semakin cepatnya penemuan dalam bidang teknologi yang kadang membuat sebagian orang terlena karenanya sehingga tidak sadar bahwa sebagian ilmu yang disalahgunakan bisa menjadi ancaman serius bagi kehidupan mereka. Perkembangan ilmu tanpa pengembangan moral-spiritual bisa menjadi ancaman bagi kehidupan manusia seperti yang bisa kita rasakan akhir-akhir ini yang berupa penyalahgunaan teknologi nuklir. karena menurut Jujun Suriasumantri. yaitu sejak Copernicus. Dampak positifnya adalah semakin mempermudah kehidupan manusia.

[18]W. 1997). “Muḥammad ibn Zakariyyā al-Rāzī”. [17]Harun Nasution. 2002). 2003). Lihat juga: Ahmad Tafsir. Filsafat Umum: Akal dan Hati Sejak Thales Sampai Chapra (Bandung: Remaja Rosdakarya. [7]Muhammad Husain Haekal. [15]Louis O. Sejarah Filsafat Barat dan Kaitannya dengan Kondisi Sosio-Politik dari Zaman Kuno hingga sekarang (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Filsafat Ilmu. Filsafat Ilmu. . [10]Betrand Russell. Filsafat Ilmu. 1. [13]Amsal Bakhtiar. dan pengaruh Abū Bakar Muḥammad ibn Zakariyyā al-Rāzī bisa dibaca dalam: Lenn E. 1998). 2004). 23-27. 1. 21-129. Mouly. 2007). “Perkembangan Ilmu”. 44-45. [20]Ibid. Vol. 27-28. [16]Amsal Bakhtiar. Islam dan Peradaban Dunia: Pengaruh Islam atas Eropa Abad Pertengahan (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. [19]Ibid. Sejarah Hidup Muhammad (Jakarta: Litera AntarNusa. Goodman. ed. 2003). Islam Rasional (Bandung: Mizan. Filsafat Ilmu. 47-50. 29-31.[3]Maskoeri Jasin. dalam Ensiklopedi Tematis Filsafat Islam. [9]Muhammad Husain Haekal. [4]Amsal Bakhtiar. 51-52. [21]Pembahasan lebih detil tentang sosok. 243-265. [8]George J. 35-39. [14]Ibid... 7. 48-49. Mouly. Ilmu Alamiah Dasar (Jakarta: RajaGrafindo Persada. “Perkembangan Ilmu”. [12]Ibid. Filsafat Ilmu dan Metodologi Penelitian (Yogyakarta: Andi Offset Yogya. Kattsoff. 2005). [5]George J. 257. dalam Ilmu dalam Perspektif: Sebuah Kumpulan Karangan Tentang Hakekat Ilmu. [6]Soetriono dan SDRm Rita Hanafie. 43. Montgomery Watt. 6. Suriasumantri (Jakarta: Gramedia. ed. Seyyed Hossein Nasr dan Oliver Leaman (Bandung: Mizan. 1... 1996). Jujun S. 1991). Sejarah Hidup Muhammad. 21-23. 117. 87. 87. Pengantar Filsafat (Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya. karya. [11]Amsal Bakhtiar.

“Tentang Hakekat Ilmu: Sebuah Pengantar Redaksi”. Islam dan Peradaban Dunia: Pengaruh Islam atas Eropa Abad Pertengahan. 58. 202. [37]Ibid. ed. [30]Amsal Bakhtiar. [27]Betrand Russell. 14-15. [32]Amsal Bakhtiar. [34]Ibid. 2010. Filsafat Umum: Akal dan Hati Sejak Thales Sampai Chapra.. Suriasumantri (Jakarta: Gramedia. 49-50. Jakarta: Rajawali Pers. 58. [29]Ibid.. 125-126 dan Amsal Bakhtiar. [31]Maskoeri Jasin. [25]Ibid.. 1. Amsal. Montgomery Watt. 1964). [33]Ibid. 120. Filsafat Ilmu. 57-58. Sejarah Filsafat Barat dan Kaitannya dengan Kondisi Sosio-Politik dari Zaman Kuno hingga sekarang. dalam Ilmu dalam Perspektif: Sebuah Kumpulan Karangan Tentang Hakekat Ilmu.. Filsafat Ilmu. Bibliografi Bakhtiar.. [24]Ibid. 76-77. 57-62. yang diolah oleh Jujun Suriasumatri. dalam Ensiklopedi Tematis Filsafat Islam. Ilmu Alamiah Dasar.. [38]Henry Margenau dan David Bergamini. 126.. [28]Ahmad Tafsir. Ilmu Alamiah Dasar. 52-56. Filsafat Ilmu. [35]Maskoeri Jasin. Vol. [39]Soetriono dan SDRm Rita Hanafie. “Al-Kindī”. 567. 1991). 51-52. Filsafat Ilmu dan Metodologi Penelitian.. [26]Felix Klein-Franke. The Scientist (New York: Time Inc. 209-210. 79. 2003). Seyyed Hossein Nasr dan Oliver Leaman (Bandung: Mizan. Filsafat Ilmu. ed. [23]Ibid. Filsafat Ilmu. 68-71. 60-61. [36]Amsal Bakhtiar. Jujun S. 86-99. . 55.[22]W.

Islam dan Peradaban Dunia: Pengaruh Islam atas Eropa Abad Pertengahan. Vol. “Al-Kindī”. Soetriono. Seyyed Hossein Nasr dan Oliver Leaman. 2004. 2007. 1996. Russell. dalam Ensiklopedi Tematis Filsafat Islam. 1998. E. W. Sejarah Hidup Muhammad. What Happened in History. Betrand. 2005. 2002. 2003. Jujun S. Gordon. Kattsoff. 1991. O. 2003. 1. 1997. Harun.Childe. Muhammad Husain. Tafsir. George J. Louis. Jasin. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 1. Bandung: Mizan. Watt. Ilmu Alamiah Dasar. Haekal. Jakarta: Gramedia. Filsafat Ilmu dan Metodologi Penelitian. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Bandung: Mizan. Jakarta: RajaGrafindo Persada. dan SDRm Rita Hanafie. Jakarta: Litera AntarNusa. Yogyakarta: Andi Offset Yogya. Seyyed Hossein Nasr dan Oliver Leaman. ed. dalam Ilmu dalam Perspektif: Sebuah Kumpulan Karangan Tentang Hakekat Ilmu. Bandung: Mizan. ed. Montgomery. Harmondswort: Penguin Books Ltd. Mouly. Felix Klein-Franke. Filsafat Umum: Akal dan Hati Sejak Thales Sampai Chapra. “Perkembangan Ilmu”. 2003. ed. Goodman. 1975. Vol. Sejarah Filsafat Barat dan Kaitannya dengan Kondisi Sosio-Politik dari Zaman Kuno hingga sekarang. . Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya. Suriasumantri. Bandung: Remaja Rosdakarya. “Muḥammad ibn Zakariyyā al-Rāzī”. Nasution. Ahmad. Islam Rasional. Pengantar Filsafat. Maskoeri. dalam Ensiklopedi Tematis Filsafat Islam.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->