P. 1
Kelebihan Teori-teori BK

Kelebihan Teori-teori BK

|Views: 2,846|Likes:
Published by Eddy Sutarjo

More info:

Published by: Eddy Sutarjo on Apr 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/27/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Sebagai suatu kegiatan profesional dan ilmiah, pelaksanaan konseling bertitik tolak dari teori-teori yang dijadikan sebagai acuannya. Teori diartikan sebagai prinsip-prinsip yang dapat diuji sehingga dapat dijadikan sebagai kerangka untuk melaksanakan penelitian dan pada umumnya diartikan sebagai suatu pernyataan prinsip-prinsip umum yang didukung oleh data untuk menjelaskan suatu fenomena. Teori yang baik mempunyai kriteria sebagai berikut: jelas, komprehensif, parsiminous atau dapat menjelaskan data secara sederhana dan jelas, dan dapat menurunkan penelitian yang bermanfaat. Adapun fungsi teori antara lain: memberikan kerangka kerja bagi informasi yang spesifik, menjadikan hal-hal yang bersifat kompleks menjadi sederhana, menyusun pengalaman-pengalaman

sebelumnya, mensistematikkan penemuan-penemuan, melahirkan hipotesis-hipotesis, membuat prediksi, dan memberi penjelasan. Lahirnya suatu teori mempunyai kaitan dasar pribadi, sosiologis, dan filosofis. Suatu teori mencerminkan kepribadian pembuatnya, sebagai suatu hasil proses waktu, kondisi kekuatan sosial dan budaya dan filsafat yang dianut pembuatnya. Teori-teori konseling muncul bersamaan dengan munculnya konseling itu sendiri sejak permulaan abad 20. Sebagaimana dikatakan di atas, pemunculan suatu teori berkaitan dengan pribadi pembuatnya, waktu dan tempat, kondisi sosial budaya dan filsafat. Demikian pula pemuculan teori-teori konseling mempunyai karakteristik seperti tersebut di atas.

1

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan penjelasan yang terdapat pada latar belakang tersebut maka yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah: 1.2.1 Apakah macam – macam teori – teori dalam Bimbingan Konseling? 1.2.2 Apakah kelebihan dan kelemahan teori – teori dalam Bimbingan Konseling?

1.3 Tujuan Penulisan Sesuai dengan apa yang terdapat dalam latar belakang dan rumusan masalah, tujuan penulisan makalah ini adalah: 1.3.1 Untuk mengetahui macam – macam teori – teori dalam Bimbingan Konseling. 1.3.2 Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan teori – teori dalam Bimbingan Konseling.

1.4 Manfaat Penulisan Manfaat penulisan makalah ini sesuai dengan hal-hal yang terdapat dalam latar belakang masalah, rumusan masalah dan tujuan, maka manfaat yang dapat diperolehdari pembuatan makalah ini adalah: “ dapat memberikan pemahaman yang cukup mengenai teori-teori konseling, serta kelebihan dan kelemahan teori konseling kepada pembaca sehingga akan membantu pembaca atau siapapun untuk mengetahuinya.

2

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Macam – macam teori – teori dalam Bimbingan Konseling

1. Terapi Gestalt Pandangan Gestalt tentang manusia berakar pada filsafat eksistensial dan fenomenologi. Ia menekankan konsep-konsep seperti perluasan kesadaran, penerimaan tanggung jawab pribadi, kesatuan pribadi, dan mengalami cara-cara yang menghambat kesadaran. Terapi di arahkan bukan pada analisis, melainkan pada integrasi yang berjalan selangkah demi selangkah dalam terapi sampai klien menjadi cukup kuat untuk menunjang pertumbuhan pribadinya sendiri. Perls memandang manusia dalam keterlibatannya untuk mencapai

keseimbangan, bilamana kehidupannya terganggu oleh kebutuhan dunia, gangguan ini akan menimbulkan ketegangan dan diperlukan keseimbangan untuk mengurangi dan menghilangkan ketegangan tersebut. Dalam keadaan sehat seseorang akan mampu menerima dan bereaksi terhadap keadaan dunia. Tetapi kalau keadaannya menjadi tidak seimbang, maka akan timbul ketakutan dan menghindar untuk mengetahui / menyadari. Jadi aktivitas yang menandai ciri-ciri seimbang dan sehat tidak ada maka perlu penyadaran ulang agar keseimbangan tercapai. Untuk itu diperlukan teknik agar seseorang membukakan diri secara langsung terhadap pengalaman yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan tindakan sekarang ini. Pandangan teori dan terapi Gestalt terhadap manusia, sama halnya dengan pandangan eksistensialistik-humanistik, ialah positif bahwa manusia memiliki kemampuan untuk menjadi sesuatu dan manusia adalah makhluk yang mampu mengurus diri sendiri. Manusia dilihat sebagai keseluruhan. Di dalam rangka terapi Gestalt, pandangan terhadap manusia, menurut Passans (1975) adalah sebagai berikut :
3

1. Manusia adalah keseluruhan dari komposisi bagian-bagian yang saling berhubungan. 2. Manusia adalah bagian dari lingkungannya sendiri. 3. Manusia memilih bagaimana ia memberi respons terhadap rangsangan, dalam hal ini manusia adalah aktor. 4. Manusia memiliki kemampuan untuk menyadari sepenuhnya terhadap semua penginderaan, pikiran, emosi, dan pengamatan. 5. Manusia mampu melakukan pilihan karena adanya kemampuan menyadari ini. 6. Manusia tidak bisa mengalami dirinya sendiri, terhadap hal yang sudah lampau atau hal yang akan datang, ia hanya dapat mengalami dirinya sendiri sekarang. 7. Manusia menjadi baik / buruk bukan dari dasarnya.

2. Teori Behavioristik Menurut teori behavioristik, belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respons. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu apabila ia mampu menunjukkan perubahan tingkah laku. Dengan kata lain,belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respons. Menurut teori ini yang terpenting adalah masuk atau input yang berupa stimulus dan keluaran atau output yang berupa respons. Sedangkan apa yang terjadi di antara stimulus dan respons dianggap tidak penting diperhatikan karena tidak bisa diamati. Faktor lain yang juga dianggap penting oleh aliran behavioristik adalah faktor penguatan (reinforcement) penguatan adalah apa saja yang dapat memperkuat
4

timbulnya respons. Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respons akan semakin kuat. Begitu juga bila penguatan dikurangi (negative reinforcement) respons pun akan tetap dikuatkan.

3. Teori Yang Berpusat Pada Klien Dalam Pelaksanaan BK Menurut Rogers, konstruk inti konseling berpusat pada klien adalah konsep tentang diri dan konsep menjadi diri atau perwujudan diri. Dikatakan bahwa konsep diri atau struktur diri dapat dipandang sebagai konfigurasi konsepsi yang terorganisasikan tentang diri yang membawa kesadaran. Teori kepribadian Rogers yang disebut sebagai “the self theory” yaitu: 1. Tiap individu berada di dalam dunia pengalaman yang terus menerus berubah, dan dirinya menjadi pusat. 2. Individu mereaksi terhadap lingkungannya sesuai dengan apa yang dialami dan ditanggapinya. 3. Individu memiliki satu kecendrungan atau dorongan utama yang selalu diperjuangkannya, yaitu mengaktualisasikan, mempertahankan, dan

memperluas pengalamannya. 4. Individu mereaksi terhadap gejala kehidupan dengan cara keseluruhan yang teratur. 5. Tingkah laku atau tindakan itu pada dasarnya adalah suatu usaha mahluk hidup yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan yang dialami dan dirasakan. 6. Emosi yang menyertai tindakan untuk mencapai suatu tujuan tertentu, sesungguhnya merupakan suatu yang memperkuat usaha individu mencari sesuatu ataupun memuaskan kebutuhannya untuk memelihara dan

mengembangkan dirinya.

5

7. Cara yang terbaik untuk memahami tingkah laku seseorang ialah dengan jalan memandang dari segi pandangan individu-individu itu sendiri.

4. Teori Psikoanalisis dalam penerapan BK Psikoalisis merupakan metode penyembuhan yang lebih bersifat psikologi dengan cara- cara fisik. Tokoh utama dan pendiri teori ini adalah stemund freud, ia adalah orang yang telah mengemukakan konsep ketidaksadaran dalam kepribadian. Teori kepribadian menurut Freud, menyangkut 4 hal, yaitu: 1. struktur kepribadian 2. dinamika kepribadian 3. perkembangan kepribadian 4. gangguan jiwa 1. Struktur kepribadian Menurut freud, kepribadian terdiri dari 3 sistem, yaitu id, ego, super ego. Id adalah aspek biologis yang merupakan system kepribadian yang asli. Id berfungsi menghindari diri dari ketidaksenangan dan mencari atau menjadikan kesenangan atau kepuasan. Ada 2 cara id menghilangkan rasa tidak enak atau mencari kepuasan tersebut, yaitu: 1. Dengan refleks atau reaksireaksi otomatis seperti bersin,

mengedipkan mata, dll. 2. Dengan proses primer, misalnya pada waktu lapar maka id membayangkan ada makanan yang lezat. Ego adalah aspek psikologis yang timbul karena kebutuhan organisme untuk berhubungan dengan dunia kenyataan.

6

Perbedaan ego dan id adalah kalau id mengenal bayangan subyektif sedangkan ego dapat membedakan sesuatu yang hanya ada dalam subyektif dan sesuatu yang ada dalam dunia objektif. Super ego merupakan aspek sosiologis yang mencerminkan nilai- nilai tradisional serta cita- cita masyarakat yang ada dalam kepribadian individu. Fungsi super ego dalam hubungannya dengan id, dan ego adalah: 1. Merintangi impuls- impuls id, terutama impuls seksual dan agresif yang peryataannya sangat dipengaruhi oleh mastarakat. 2. Mendorong ego untuk lebih mengejar hal- hal yang moralitas daripada realitas. 3. Mengejar kesempurnaan.

2. Dinamika Kepribadian Dinamika kepribadian terdiri dari cara bagaimana energi psikis itu didistribusikan serta digunakan oleh Id, Ego, Super Ego. Freud berpendapat, bahwa energi psikis dapat dipindahkan dari energi fisiologis dan sebaliknya. Jembatan antara energi tubuh dengan kepribadian ialah id dan insting. Ada 3 istilah yang banyak persamaannya, yaitu insting, keinginan dan kebutuhan. Insting adalah sumber perangsang somatic dalam yang dibawa sejak lahir. Insting mempunyai 3 sifat yaitu: 1. Sumber, yaitu kondisi jasmaniah. 2. Tujuan, tujuan insting ialah menghilangkan rangsangan

kejasmanian, sehingga ketidakkenaan yang timbul karena adanya tegangan yang disebabkan oleh meningkatnya energi dapat di

7

tiadakan. Misalnya, tujuan insting lapar ialah menghilangkannya dengan cara makan. 3. Objek insting objeknya adalah segala aktivitas yang mengantarai keinginan dan terpenuhinya keinginan tersebut. 3. Perkembangan kepribadian Kepribadian menurut Freud mulai terbentuk pada tahun- tahun pertama di masa kanak- kanak. Kepribadian berkembang sehubungan dengan 4 macam pokok sebagai sumber ketegangan, yaitu: [1] proses pertumbuhan psikologi [2] frustasi [3] konflik [4] ancaman. Sebagai akibat adanya tantangan dari ke-4 hal tersebut, individu berusaha untuk menemukan atas belajar cara- cara baru dalam meredakan ketegangan inilah yang disebut perkembangan kepribadian. 4. Gangguan Jiwa Psikoanalisis membedakan 2 macam gejala gangguan jiwa, yaitu: 1. psikoneorose dan psikose. Psikoneorose disebabkan oleh kegagalan ego untuk mengontrol dorongan id, karena ego tidak berhasil memperoleh kesepakatan. Psikoneorose dikelompokkan menjadi 3 yaitu histeri, psikastenia, reaksi kecemasan. 2. Psikose dikelompokkan menjadi 2 macam, yaitu psikos fungisional terdiri dari 3 jenis yaitu manic – defressive, paranoia, shizopherenia, psikos organic terdiri dari implutional melanchcholia, senile.

5.Teori Konseling Self Rogers Rogers menekankan pandangan bahwa tingkah laku manusia hanya dapat dipahami dari bagaimana dia mamandang realita secara subjektif. Pendekatan ini disebut humanistik, karena sangat menghargai individu sebagai organisme yang potensial. Setiap orang memiliki potensi untuk berkembang mencapai
8

aktualisasi diri. Rogers juga mengemukakan 19 rumusan pandangan mengenai hakekat pribadi (self). Alwisol (2006: 317).

6.Teori Konseling Realita Konseling Tingkah laku manusia didorong untuk memenuhi kebutuhan dasar (baik Psikologikal maupun Fisiologikal), yang sama untuk semua orang. a. Kebutuhan Fisiologikal: segala sesuatu untuk mempertahankan keberadaan organisme b. Kebutuhan Psikologikal : 1) Untuk mencintai dan dicintai 2) Untuk berguna bagi diri sendiri dan orang lain. 3) Kedua kebutuhan Psikologikal itu disatukan menjadi kebutuhan akan identitas.

7.Teori Eksistensial Humanistik Ada beberapa teori dan pendekatan konseling yang biasa digunakan oleh para konselor dalam membantu klien menghadapi masalah. Menurut Corey dalam bukunya Teori dan Praktik Konseling dan Psikoterapi ada sembilan aliran, salah satunya adalah teori Eksistensial Humanistik. Yang di dalamnya memuat tentang enam dimensi dasar positif yang dimiliki oleh setiap manusia, yaitu: 1. kapasitas akan kesadaran diri; 2. kebebasan serta tanggung jawab; 3. menciptakan identitas dirinya dan menciptakan hubugan yang bermakna dengan orang lain; 4. usaha pencarian makna, tujuan, nilai dan sasaran; 5. kecemasan sebagai suatu kondisi hidup; dan 6. kesadaran akan datangnya maut serta ketidakberadaan .

9

8.Teori Analisis Transaksional Berne pioner yang menerapkan analisa transaksional dalam

psikoterapi. Dalam terapi ini hubungan konselor dan klien dipandang sebgai suatu transaksional (interaksi, tindakan yang diambil, tanya jawab) dimana masing0masing partisipan berhubungan satu sama lain. Sebagai fungsi tujuan tertentu. Transaksi menurut Berne merupakan manivestasi hubungan sosial. Berne membagi psikoterapi konvensional menjadi dua kelompok 1. Kelompok yangh melibatkan sugesti, dukungan kembali (reassurence), dan fungsi parental lain. 2. Kelompok yang melibatkan pendekatan rasional, dengan menggunakan konfrontasi dan interpretasi seperti terapi non direktif dan psiko analisa.

9.Teori Rasional Emotive Rational Emotive Therapy atau Teori Rasional Emotif mulai dikembangan di Amerika pada tahun 1960-an oleh Alberl Ellis, seorang Doktor dan Ahli dalam Psikologi Terapeutik yang juga seorang eksistensialis dan juga seorang Neo Freudian. Menurut Ellis (dalam Latipun, 2001 : 92) berpandangan bahwa REBT merupakan terapi yang sangat komprehensif, yang menangani masalah-masalah yang berhubungan dengan emosi, kognisi, dan prilaku.

10.Teori Konseling Ego Dalam aliran psikoanalisis dari Sigmund Freud, mekanisme

pertahanan ego adalah strategi psikologis yang dilakukan seseorang, sekelompok orang, atau bahkan suatu bangsa untuk berhadapan dengan kenyataan dan mempertahankan citra-diri. Orang yang sehat biasa menggunakan berbagai mekanisme pertahanan selama hidupnya. Mekanisme tersebut menjadi patologis bila penggunaannya secara terus menerus membuat
10

seseorang berperilaku maladaptif sehingga kesehatan fisik dan/atau mental orang itu turut terpengaruhi. Kegunaan mekanisme pertahan ego adalah untuk melindungi pikiran/diri/ego dari kecemasan, sanksi sosial atau untuk menjadi tempat “mengungsi” dari situasi yang tidak sanggup untuk dihadapi. Mekanisme pertahanan dilakukan oleh ego sebagai salah satu bagian dalam struktur kepribadian menurut psikoanalisis Freud selain id, dan super ego. Mekanisme tersebut diperlukan saat impuls-impuls dari id mengalami konflik satu sama lain, atau impuls itu mengalami konflik dengan nilai dan kepercayaan dalam super ego, atau bila ada ancaman dari luar yang dihadapi ego. Faktor penyebab perlunya dilakukan mekanisme pertahanan adalah kecemasan. Bila kecemasan sudah membuat seseorang merasa sangat terganggu, maka ego perlu menerapkan mekanisme pertahanan untuk melindungi individu. Rasa bersalah dan malu sering menyertai perasaan cemas. Kecemasan dirasakan sebagai peningkatan ketegangan fisik dan mental. Perasaan demikian akan terdorong untuk bertindak defensif terhadap apa yang dianggap membahayakannya. Penggunaan mekanisme pertahanan dilakukan dengan membelokan impuls id ke dalam bentuk yang bisa diterima, atau dengan tanpa disadari menghambat impuls tersebut.

11.Teori Kognitif Sosial Teori kognitif sosial, yang dikembangkan oleh Albert Bandura, didasarkan atas proposisi bahwa baik proses sosial maupun proses kognitif adalah sentral bagi pemahaman mengenai motivasi, emosi, dan tindakan manusia.

11

12.Teori Trait and Factor Menurut teori ini kepribadian merupakan sistem atau faktor yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya seperti kecakapan, minat, sikap dan tempramen. Beberapa tokoh yang sering dikenal dalam teori trait and factor adalah Walter Bigham, John Darley, Donald G.Paterson dan E.G.Williamson.

2.2 Kelebihan dan Kelemahan Teori Konseling 1. KONSELING “TRAIT & FACTOR” Kekurangan: 1. Pandangannya terlalu menekankan kepada pengendalian konselor dan hasil yang dicapai pada diri klien lebih banyak tergantung kepada keunggulan konselor dalam mengarahkan dan membatasi konseli. 2. Banyak meminimalkan atau mengabaikan aspek afektif konseli yang justru seharusnya menjadi kepedulian utama konselor. 3. Pandangannya dikembangkan dalam situasi pendidikan dan kliennya di batasi terutama kepada siswa-siswa yang memiliki keragaman derajat kemantapan dan tanggung jawab sendiri. Kelebihan: 1. Penekanannya yang di berikan pada diagnosis mengandung makna sebagai suatu perhatian masalah dan sumber, dan mengarah kepada upaya 2. mengkreasikan kepada teknik-teknik ospek untuk mengatasinya. upaya

Penekanan

kognetif

merupakan

menseimbangkan pandangan lain yang lebih menekankan aspek afektif atau emosional.

2.

KONSELING “RASIONAL EMOTIVE” Kekurangan:

12

Terlalu banyak menggunakan dan mennggabungkan tenik sehingga praktisi mengalami kesulitan. Kelebihan Untuk mendorong individu yang mengalami gangguan, dan dapat pula digunakan untuk membantu orang atau klien dalam mengurangi kecemasan dan permusuhan serta membantu mewujudkan diri individu.

3.

KONSELING “BEHAVIORAL” Kekurangan: 1. Konseling behavioral bersifat dingin, kurang menyentuh aspek pribadi, manipulatif dan mengabaikan hubungan antar pribadi. 2. Konseling behavioral lebih berkonsentrasi kepada teknik. 3. Konstruk belajar yang di kembangkan dan di gunakan oleh konselor behavior tidak cukup komprehensif untuk menjelaskan belajar dan harus dipandang hanya sebagai suatu hipotesis yang harus di tes.

4. Perubahan klien hanya berupa gejala yang dapat berpindah kepada bentuk prilaku yang lain. Kelebihan Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya, dan interaksi ini menghasilkan pola-pola prilaku yang kemudian membentuk kepribadian, prilaku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya sehingga prilaku manusia yang dipelajari dapat diubah.

13

4.

KONSELING “PSIKOANALISA” Kekurangan: 1. Pandangannya yang terlalu deterministic di nilai terlalu merendahkan martabat manusia.

2. Terlalu banyak menekankan kepada pengalaman kanakkanak, dan menganggap kehidupan seolah-olah sepenuhnya di tentukan masa lalu. Hal ini memberikan gambaran seolah-olah sepenuhnya tanggung jawab individu sekarang. 3. Terlalu meminimalkan rasionalitas. Kelebihan: 1. Konseling psikoanalisa merupakan penyembuhan yang lebih bersifat psikologis dengan cara-cara fisik. 2. Adanya penyesuaian antara teori dan tehnik. 3. Terlalu meminimalkan rasionalitas.

5.

KONSELING PSIKOLOGI INDIVIDUAL Kekuragan 1. Terlalu banyak menekankan pada tilikan intelektual dalam upaya perubahan. 2. Penekanan yang berlebihan pada pengalaman, nilai dan minat subyektif sebagai penentu prilaku. Kelebihan 1.Mengurangi intensitas perasaan rendah diri.

2.Memperbaiki kebiasaan-kebiasaan yang salah dalam persepsi. 3.Konseling individual dapat membantu menetapkan tujuan hidup. 4. Dapat mengembangkan kasih sayang.

14

6. KONSELING ANALISIS TRANSAKSIONAL Kekurangan Terlalu meminimalkan pada masa lampau atau masa kanakkanak. Kelebihan 1. Terminologi yang sangat sederhana dapat di pelajari dengan mudah diterapkan dengan segera pada prilaku yang kompleks. 2. Untuk mendorong klien dalam hubungan di luar ruang untuk mengubah prilaku yang salah. 3. Prilaku klien “di sini dan sekarang” merupakan cara untuk membawa perbaikan klien.

4. Penekanan pada masa kini dan lingkungan sosial.

7.KONSELING “CLIENT CENTERED” Kekurangan: 1. Terlalu menekankan pada aspek afektif, emosional, perasaan sebagai penentu prilaku, tetapi melupakan faktor intelektif, kognitif, dan rasional. 2.Penggunaan informasi untuk membantu klien, tidak sesuai dengan teori. Kelebihan: 1. Pemusatan pada klien dan bukan pada konselor dalam konseling. 2. Identifikasi dan penekanan hubungan konseling sebagai wahana. 3. Lebih menekankan pada sikap konselor dari pada teknik. 4. Penekanan emosi, perasaan dan afektif dalam konseling.

15

8.

KONSELING “GESTALT” Kekurangan: Terminologi yang di gunakan cenderung “ideosincratic” kepada system. Kelebihan: Dalam hal ini penekanan pada keseluruhan dan kesatuan prilaku. Berkaitan dengan ini, penggunaan pentingnya prilaku non verbal sebagai bagian integral sumber pengetahuan terhadap individu.

9.

EKSISTENSIAL HUMANISTIK Kelebihan: 1. Teori ini cocok untuk diterapkan dalam materi pembelajaran yang bersifat pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan sikap, dan analisis terhadap fenomena sosial.

2. Indikator dari keberhasilan aplikasi ini adalah siswa merasa senang bergairah, berinisiatif dalam belajar dan terjadi perubahan pola pikir, perilaku dan sikap atas kemauan sendiri. 3. Siswa diharapkan menjadi manusia yang bebas, tidak terikat oleh pendapat orang lain dan mengatur pribadinya sendiri secara bertanggung jawab tanpa mengurangi hak-hak orang lain atau melanggar aturan, norma, disiplin atau etika yang berlaku. Kekurangan: 1. Siswa yang tidak mau memahami potensi dirinya akan ketinggalan dalam proses belajar.

2. Siswa yang tidak aktif dan malas belajar akan merugikan diri sendiri dalam proses belajar.

16

10.

REALITA KONSELING Kelebihan: 1. Jangka waktu terapi relatif pendek 2. Berfokus pada tingkah laku sekarang Kekurangan: 1. Pendekatan ini tidak memberikan pendekatan yang cukup pada dinamika – dinamika tidak sadar pada masa lampau sebagai determinan dari tingkah laku.

11.

KONSELING EGO Kelebihan: 1. Pendekatan ini mampu memberikan pemahaman mengenai bagaimana individu belajar membedakan suatu objek dengan objek yang lainnya. Kekurangan: 1. Individu harus bisa melibatkan diri dengan lingkungan yang spesial yang makin lama makin meluas dan makin mendalam.

12.

KONSELING SELF (ROGERS) Kelebihan: 1. Menerima kliien tanpa syarat (apa adanya). 2. Klien merasa nyaman berada bersama konselor, karena konselor tidak pernah merespon negatif. Kekurangan:

17

1. Adanya ketidakseimbangan/ketidaksesuaian antara pengalaman organismik dan self yang menyebabkan individu merasa rapuh dan mengalami salah suai.

13.

KOGNITIF SOSIAL Kelebihan: 1. Pendekatan ini membantu pemahaman bagaimana klien belajar berpikir dan bertindak yang bermanfaat dan tidak membahayakan dan perluasan dari proses kognitif seperti pengendalian diri. Kekurangan: 1. Pendekatan ini menekan klien untuk dapat mengevaluasi prilaku yang dilakukan sebelumnya.

Contoh Kasus Budi adalah seorang pegawai disalah satu perusahaan swasta, Budi sering dimarahi oleh atasannya. Setiap kali budi melakukan kesalahan-kesalahan kecil, atasannya sering sekali mencaci maki pegawai dengan kata-kata kasar. Tetapi tidak ada seorang pun yang berani melawannya termmasuk Budi. Budi hanya bisa mengendam amarahnya sendiri karena Budi takut dirinya dipecat jika melawan. Sehingga Budi merasa tertekan. Berdasarkan kasus di atas kami menggunakan teori Behaviora dengan teknik permainan peran untuk mengatasi kasus tersebut.

18

BAB III PENUTUP 3.1 Simpulan Berdasarkan uraian yang telah diuraikan diatas, kami dapat menarik kesimpulan bahwa macam-macam teori-teori konseling yaitu: 1. Teori Psikoanalitik 2. Teori Eksistensial Humanistik 3. Teori Pendekatan Klein Center 4. Teori Konseling Gestalt 5. Teori Analisis Transaksional 6. Teori Behavioral 7. Teori Rasional Emotive 8. Teori Realita Konseling 9. Teori Konseling Ego 10. Teori Konseling Ego 11. Teori Kognitif Sosial 12. Teori Trait and Factor Dari macam-macam teori tarsebut adapula kelebihan dan kelemahan yang ditinjau dari metode, teknik dan penerapannya.

19

DAFTAR PUSTAKA

Dharsana, K. 2010. Konseling Karir dan Problematik Konseling. Singaraja. Jurusan Bimbingan Konseling http://makalahkitasemua.blogspot.com/2010/01/konseling-realitas-korealmenurut.html http://makalahkitasemua.blogspot.com/2010/01/konseling-realitas-korealmenurut.html#ixzz1YSdmVNOV http://spupe07.wordpress.com/2009/12/24/teori-konseling-trait-andfactor-rational-emotive-therapy/ http://d-tarsidi.blogspot.com/2007/08/socialcognitivecounseling.html http://joegolan.wordpress.com/2009/04/13/teori-pembelajaran/

20

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->