HADITS-HADITS TENTANG PENDIDIKAN

Makalah ini diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Hadits 2 Dosen : Hasanuddin, S.Ag. M.A

Disusun Oleh : Royhanatul Fauziah (10210046)

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) AL-MUSADDADIYAH GARUT

TAHUN AJARAN 2011/2012

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah dengan rahmat Allah SWT , kami dapat mengerjakan tugas makalah ini dengan baik. Makalah ini kami buat untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Hadits dengan judul “ Hadits-hadits Tentang Pendidikan” Kami sadar akan kekurangan dalam makalah ini. Kritik, saran, dan masukan yang konstruktif akan kami terima dengan seluas-luasnya untuk perbaikan dan penyempurnaan pembelajaran. Semoga makalah ini dapat mendorong kita secara bertahap terlatih dalam kondisi berkompetensi secara sehat dan terarah.

Garut, Maret 2012

............... 2 BAB II PEMBAHASAN A................. Saran ....................................2 Rumusan Masalah . 6 d) Hadits tentang Metode Pendidikan ..... 4 c) Hadits Menuntut Ilmu Sebagai Ibadah .................................................... 10 B......1 Latar Belakang Masalah ............................................................................................................................ Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak .............. 4 b) Hukum Menuntut Ilmu ............................................................. ii BAB I PENDAHULUAN 1....... 1 1............................................................................ Kompetisi Yang Sehat Dalam Pendidikan ......................................................... Hadits-hadits tentang Pendidikan .......................................................... 11 ........................................ 2 1................................................................................................................................................. Pengertian Pendidikan ............................ 10 BAB III PENUTUP A......................................... 9 D................................................................. ii Daftar Isi ......................................................................................................................... 4 a) Hadits kewajiban menuntut ilmu ...................................4 Tujuan Penulisan ........................... Pentingnya Pendidikan Agama .................................................DAFTAR ISI Kata Pengantar ................................................................................................... 1 1.................................................................................... 10 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ Kesimpulan .................................................................................. 10 E................................................ 10 C..............................................3 Metode Penulisan .. 3 B............. 7 e) Hadits Tentang Peserta Didik ................

Oleh karena itu. Bahkan sering disebutkan cara atau metode kadang lebih penting daripada materi itu sendiri.BAB I PENDAHULUAN Kontribusi pendidikan bagi pembentukan corak dan kualitas masa depan umat manusia tidaklah dapat dipungkiri.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan sangat penting karena masih banyaknya umat islam yang mengganggap remeh mengenai ilmu atau yang salah menginterpretasikan mengenai pendidikan. masyarakat dan bangsa. tujuan tersebut sangat sulit untuk dapat tercapai dengan baik. sebagai inti dan simbol pendidikan.) dalam diri peserta didik. Keberhasilan menanamkan nilai-nilai rohaniah (keimanan dan ketakwaan pada Allah swt. sangat mengedepankan bidang pendidikan dalam kancah pergumulan dakwahnya. apalagi dinafikan. sebab dengan metode yang tepat. yaitu metode pendidikan yang dipergunakan pendidik dalam menyampaikan pesan-pesan ilahiyah. ulama dan ilmuan. Pendidikan hingga hari ini. Karakteristik penonjolannya setidaknya terlihat jelas pada apresiasi Islam yang sangat tinggi terhadap ilmu pengetahuan. 1. Sebuah metode akan mempengaruhi sampai tidaknya suatu informasi secara lengkap atau tidak. jika tidak didukung oleh metode yang tepat. 2) Membantu peserta didik dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan yang essensial untuk menghadapi tantangan perubahan-perubahan di masa depan. tetap diyakini sebagai wahana starategis untuk: 1) Membuka wawasan dan memberikan informasi yang paling berharga mengenai makna dan tujuan hidup serta norma-norma yang harus dipeganginya. Sebaik apapun tujuan pendidikan. materi pelajaran akan dengan mudah dikuasai peserta didik. dan kepada mereka yang mencari dan menggelutinya. terkait dengan satu faktor dari sistem pendidikan. bahkan merupakan suatu keharusan apabila Islam sebagai sistem ajaran yang komprehensif. Padahal pendidikan itu sangatlah penting bagi kesejahteraan . adalah merupakan hal yang wajar. dan 3) Menciptakan keseluruhan visi kehidupan individu.

metode. pendidik. yang disyari‟atkan oleh Nabi. dalam makalah ini saya akan menyampaikan hadits-hadits yang berkenaan ddengan pendidikan agar dari hadits tersebut kita bisa belajar bagaimana proses pendidikan yang baik. semoga pembaca bisa menginterpretasikan dan mengimplementasikan pendidikan dengan baik dan benar. yaitu mengumpulkan data dari sumber – sumber tertulis. baik itu kewajiban menuntut ilmu. yang dianjurkan oleh Nabi S. tujuan dari makalah ini adalah agar kita memahami pendidikan yang baik. selain itu tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengurangi ketidaktepatan dalam proses pendidikan itu sendiri. Penting bagi umat islam khususnya kita selaku calon guru dan guru itu sendiri mengetahui pentingnya proses pendidikan dalam kehidupan sehari-hari. rumusan masalah dan tujuan penyusunan tersebut. atau metode yang digunakan dalam pendidikan itu 1. peserta didik. dalam proses belajar mengajar dewasa ini tidak sedikit pendidik yang kurang tepat dalam memberikan didikan kepada peserta didik. 1.4 Metode Penulisan Berdasarkan latar belakang. dengan berdasarkan pada hadits-hadits.W.A. peserta didik.3 Tujuan penulisan Dari latar belakang diatas.umat manusia. tetapi juga efek negative yang disebabkan oleh kesalahan didikan baik dari pendidik. dll. Metode study pustaka yang penyusun ambil adalah dari berbagai macam sumber buku.2 Rumusan Masalah Pokok pembahasan dalam makalah ini adalah membahas hadits-hadits yang berkenaan dengan pendidikan menurut syari‟at islam. saya menggunakan metode penulisan study pustaka. 1. . Untuk itu dengan mengahadirkan makalah ini . dan melalui situs internet. sehingga efek yang ditimbulkan dari didikan itu bukan hanya efek positif saja.

Ilmu yang dipandu dengan keimanan inilah yang mampu melanjutkan warisan berharga berupa ketaqwaan kepada Allah SWT. Orang yang berpengetahuan luas tapi tidak tersentuh ilmu agama sama sekali. (Juhn Dewey) Jadi Pendidikan dapat diartikan sebagai Suatu metode untuk mengembangkan keterampilan. maka diutuslah Rasulullah SAW untuk memperbaiki manusia melalui pendidikan. mungkin pula terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk untuk menghasilkan kesinambungan social. proses. Pengertian Pendidikan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. cara dan pembuatan mendidik. Ilmu pengetahuan dunia rasanya kurang kalau belum dilengkapi dengan ilmu agama atau akhirat. hal ini mungkin akan terjadi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang muda. Islam diturunkan sebagai rahmatan lil „alamin. bahkan . yaitu orang-orang yang berilmu. Dengan pendidikan yang baik. Untuk itu. Pendidikan adalah suatu proses pembaharuan makna pengalaman. Hal itu terjadi karena ketidakseimbangannya ilmu dunia dan akhirat. Proses ini melibatkan pengawasan dan perkembangan dari orang yang belum dewasa dan kelompok dimana dia hidup. tentu akhlak manusia pun juga akan lebih baik. Banyak orang yang pintar dan berpendidikan justru akhlaknya lebih buruk dibanding dengan orang yang tak pernah sekolah. Tapi kenyataan dalam hidup ini. maka dia akan sangat mudah terkena bujuk rayu syaitan untuk merusak bumi. kebiasaan dan sikap-sikap yang diharapkan dapat membuat seseorang menjadi lebih baik.BAB II PEMBAHASAN A. Pendidikanlah yang mengantarkan manusia pada derajat yang tinggi. banyak orang yang menggunakan akal dan kepintaraannya untuk maksiat.

Kalau bisa. a) Hadis-Hadis Tentang Kewajiban Menuntut Ilmu “Carilah ilmu sejak bayi hingga ke liang kubur.(HR. dan manusia) dengan cara bertanya dan menyuruh menjelaskan seluruh materi pelajaran yang diberikan.dailany) “orang yang paling utama diantara manusia adalah orang mukmin yang mempunyai ilmu. Hadits-hadits tentang Pendidikan Proses pendidikan terhadap manusia terjadi pertama kali ketika Allah SWT selesai menciptakan Adam Alaihissalam. Setelah selesai PBM maka Allah SWT mengadakan evaluasi kepada seluruh mahasiswa ( jin. .dimana kalau dibutuhkan(orang)dia membawa manfaat /memberi petunjuk dan dikala sedang tidak dibutuhkan dia memperkaya /menambah sendiri pengetahuannya”. dan Manusia (Adam Alaihissalam) sebagai "mahasiswa" nya. Tiga golongan mahluk ciptaan Allah dimaksud yaitu Jin.baihaqi) "Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri cina". B. dan ternyata Adam lah (dari golongan manusia) yang berhasil menjadi juara dalam ujian tersebut. Malaikat.Kebodohan adalah salah satu faktor yang menghalangi masuknya cahaya Islam.merusak sesama manusia dengan berbagai tindak kejahatan. malaikat. manusia membutuhkan terapi agar menjadi makhluk yang mulia dan dimuliakan oleh Allah SWT. lalu Allah SWT mengumpulkan tiga golongan mahluk yang diciptakan-Nya untuk diadakan Proses Belajar Mengajar (PBM). Oleh karena itu. ilmu agama ini lebih dulu diajarkan kepada anak sebelum anak tersebut menerima ilmu dunia.” “Segala sesuatu yang ada jalannya dan jalan menuju surga adalah ilmu” (hr. Disinilah alasan mengapa ilmu agama sangat penting dan hendaknya diajarkan sejak kecil. sedangkan Allah SWT bertindak sebagai "Maha Guru" nya.

melihat atau mendengar. maka terdapatlah beberapa suruhan yang mewajibkan bagi setiap muslim baik lakilaki maupun perempuan. baik dengan jalan menanya. untuk menuntut ilmu. dan agar setiap muslim dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang dapat . dan barangsiapa yang meginginkan kedua-duanya. baik lakilaki maupun perempuan". baik yang berhubungan dangan 'aqaid dan ibadat. wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula". jauh dari kabut kejahilan dan kebodohan. Menuntut ilmu artinya berusaha menghasilkan segala ilmu. (HR. agar tiap-tiap muslim jangan picik . mengetahui segala kemashlahatan dan jalan kemanfaatan. menyelami hakikat alam. Nabi Muhammad saw. dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia) diakhirat. ‫ﻭﻤﻦ‬ .b) Hukum Menuntut Ilmu Apabila kita memperhatikan isi Al-Quran dan Al-Hadist. Perintah kewajiban menuntut ilmu terdapat dalam hadist Nabi Muhammad saw : Artinya : "Menuntut ilmu adalah fardhu bagi tiap-tiap muslim. (HR. dapat meninjau dan menganalisa segala pengalaman yang didapati oleh umat yang lalu. berpengetahuan. Artinya : "Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia. Ibn Abdulbari) Dari hadist ini kita memperoleh pengertian. baik yang berhubungan dengan soal-soal keduniaan dan segala kebutuhan hidup. agar mereka tergolong menjadi umat yang cerdas.bersabda . bahwa Islam mewajibkan pemeluknya agar menjadi orang yang berilmu. wajiblah ia memiliki ilmunya . wajiblah ia mengetahui ilmunya pula.Bukhari dan Muslim) Islam mewajibkan kita menuntut ilmu-ilmu dunia yang memberi manfaat dan berguna untuk menuntut kita dalam hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan kita di dunia.

Artinya : "Sungguh sekiranya engkau melangkahkan kakinya di waktu pagi (maupun petang).. ilmu hadist dan sebagainya. walau bagaimanapun mempelajarinya amat digalakka Ilmu yang diamalkan sesuai dengan perintah-perintah syara'. zakat dan haji. Hukum wajibnya perintah menuntut ilmu itu adakalanya wajib 'ain dan adakalnya wajib kifayah. misalnya ilmu tafsir. sungguh menuntut ilmu itu sangat tinggi nilai dan pahalanya. ilmu bahasa 'arab. kejuruteraan. Tidak mempelajari ilmu fardhu 'ain adalah suatu dosa kerana ia adalah perkara yg wajib bagi kita untuk dilaksanakan dan mempelajari ilmu selainnya tiadalah menjadi dosa jika tidak dituntuti. kemudian mempelajari satu ayat dari Kitab Allah (Al- . c) Menuntut Ilmu Sebagai Ibadah Dilihat dari segi ibadat. Nabi Muhammad SAW bersabda . ilmu-ilmu seperti ilmu tafsir. Ilmu yang wajib 'ain dipelajari oleh mukallaf yaitu yang perlu diketahui untuk meluruskan 'aqidah yang wajib dipercayai oleh seluruh muslimin. ialah ilmu-ilmu yang hanya menjadi pelengkap. puasa. Al-Baihaqi. Rasulullah Saw. seperti shalat. Ibnu Abdil Barr. dan Ibnu Adi. Sedang ilmu yang wajib kifayah hukum mempelajarinya. bersabda: ‫ﻤﻂﻠة ﺍﻠﻌﻠﻢ ﻓﺮﻴﺿﺔ ﻋﻠﻰ ﻜﻞ ﻤﺳﻠﻢ‬ “Menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap orang Islam” (Riwayat Ibnu Majah. ilmu hadist. dan yang perlu di ketahui untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang difardhukan atasnya. ilmu sains seperti perubatan.membawa kemajuan bagi penghuni dunia ini dalam batas-batas yang diridhai Allah swt. dari Anas bin Malik) Oleh karena itu. ilmu perundangan dan sebagainya adalah termasuk dalam ilmu yg tidak diwajibkan untuk dituntuti tetapi tidaklah dikatakan tidak perlu kerana ia adalah daripada ilmu fardhu kifayah. Begitu juga dengan ilmu berkaitan tarekat ia adalah sunat dipelajari tetapi perlu difahami bahawa yg paling aula (utama) ialah mempelajari ilmu fardhu 'ain terlebih dahulu.

maka kita harus dapat pengklasifikasikan masalah yang kita hadapi itu ke dalam faktor-faktor yang ada. maka pahalanya lebih baik daripada ibadat satu tahun". d) Jenis-jenis Metode Pendidikan Metode dan alat pendidikan Islam mempunyai peranan penting sebab merupakan jembatan yang menghubungkan pendidik dengan anak didik menuju kepada tujuan pendidikan Islam yang terbentuknya kepribadian muslim. yakni tidak diterima". Rasulullah SAW bersabda: . akan sia-sialah amalnya. Dalam hadist lain dinyatakan : ‫ذي ه‬ ‫ـ ال ترم‬ Artinya : "Barang siapa yang pergi untuk menuntut ilmu. Mengapa menuntut ilmu itu sangat tinggi nilainya dilihat dari segi ibadat? Karena amal ibadat yang tidak dilandasi dengan ilmu yang berhubungan dengan itu. maka kitapun harus pandai memperinci dan mengklasifikasikan ke dalam klasifikasi masalah metode pendidikan yang lebih kecil dan terperinci lagi. Syaikh Ibnu Ruslan dalam hal ini menyatakan : Artinya : "Siapa saja yang beramal (melaksanakan amal ibadat) tanpa ilmu. Berhasil atau tidaknya pendidikan Islam ini dipengaruhi oleh seluruh faktor yang mendukung pelaksanaan pendidikan Islam ini. karena itulah Rasulullah mengajarkan kemampuan dan perkembangan anak didik. maka segala amalnya akan ditolak. Misalnya dalam segi apa dari masalah metode dan/atau alat apa? Memang masalah metode ini sangat penting. Apabila timbul permasalahan di dalam Pendidikan Islam. maka dia telah termasuk golongan sabilillah (orang yang menegakkan agama Allah) hingga ia sampai pulang kembali".Quran). Apabila seluruh faktor telah dipandang baik terkecuali faktor metode alat ini.

hal ini diserahkan kepada kaum muslimin untuk memilih metode mana yang cocok dan yang tepat untuk digunakan. manusia diperintahkan untuk mengkaji. memecahkannya. Berkenaan dengan masalah Bersabda” Jika ada urusan agamamu. botani. Kesemuanya menjadi wewenang manusia untuk mendalami. Sedangkan yang belum jelas maksudnya. Pada dasarnya Islam tidak menggariskan secara jelas mengenai metode pendidikan Islam ini. walaupun diakui metode yang digunakan ada kekurangannya. psikologi. meneliti dan itu berusaha Rasulullah untuk SAW. Apabila umat Islam mau memperlajari pelaksanaan pendidikan Islam sejak jaman silam sampai sekarang ternyata para pendidik itu telah mempergunakan metode pendidikan Islam yang bermacam-macam. kedokteran.” Berbagai macam ilmu sperti antropologi. Islam menjelaskan bahwa ajaran dalam kitab suci ada dua macam yaitu yang sudah jelas nashnya dan belum jelas apa yang dimaksdu nash tersebut. adalah merupakan scientific yang dimiliki dan dikembangkan manusia. Sebaliknya. tetapi dengan cara serta gaya yang menarik. diperintahkan untuk menempatkan seseorang pada posisinya. kita harus mengusahakan dengan jalan menyusun materi tersebut sedemikian rupa sesuai dengan taraf kemampuan anak. maka kamu lebih mengetahui akan urusan duniamu itu. ilmu kimia. Jika ada urusan keduniaanmu. Terhadap nash yang sudah jelas. maka umat Islam tinggal melaksanakannya. mengembangkan bahkan . Kita tidak boleh mementingkan materi atau bahan dengan mengorbankan anak didik. berbicara kepada mereka sesuai dengan kemampuan akalnya.” Dari Hadits di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pendidikan dalam menyampaikan materi dan bahan pendidikan Islam kepada anak didik harus benar-benar disesuikan dengan keadaan dan kemampuan anak didik. serahkanlah ia kepadaku. pendidikan dan lain sebagainya.Artinya: “Kami para Nabi. teknologi.

Artinya: “Mudahkanlah.” e) Hadits Tentang Peserta Didik Peserta didik dalam arti luas adalah setiap orang yang terkait dengan proses pendidikan sepanjang hayat. Prinsip-prinsip lain yang dapat dijadikan dasar dalam pengembangan atau penggalian kesejahteraan hidup manusia di dunia yaitu sabda Rasul: . janganlah engkau persulit. peserta didik adalah angota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui jalur. 1997). sedangkan peserta didik dalam arti sempit adalah setiap siswa yang belajar disekolah (Sinolungan. Karna semua itu telah di janjikan baginya neraka jahanam yang menyala-nyala. menuntut ilmu hanya untuk membanggakanya terhadap orang yang berilmu dan untuk diperdebatkan terhadap kalangan orang-orang yang sama sekali tidak mengetahui ilmu itu tersebut. Peserta didik usia SD/MI adalah semua anak yang berada pada rentang usia 6-12/13 tahun yang sedang berada dalam jenjang pendidikan SD/MI. berilah kabar-kabar yang menggembirakan dan jangan sekali-kali engkau memberikan kabar yang menyusahkan sehingga mereka lari menjauhkan diri darimu. Bagi peserta didik tidak lah bagus baginya. sebab itu lah akan janji ALLAH SWT. demi menarik perhatian dari banyak pihak. kepadanya. jenjang dan jenis pendidikan. Peserta didik merupakan subjek yang menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran.menemukan hal-hal baru yang selama ini belum ada tetapi yang perlu diingat agar pertemuan baru tersebut tidak boleh bertentangan dengan sumber pokok ajaran Islam yaitu Al-Qur'an dan Hadits Rasul. saling taatlah kamu dan jangan berselisih yang dapat merenggangkan kamu. Departemen Pendidikan Nasional (2003) menegaskan bahwa. Lafadz Hadits . Penting anda pahami sebagai guru kelas SD bahwa pemahaman dan perlakuan terhadap peserta didik sebagai suatu totalitas atau kesatuan.

seperti hujan lebat jatuh ke bumi. minumlah hingga puas. menyerap air. Sebagai peserta didik hendaknya bersungguh-sungguh atau tekun dalam mencari ilmu baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan. ataupun pendididk. Ada pula yang keras tidak menyerap air sehingga tergenang. dan untuk bercocok tanam. yang oleh karena itu Allah mengutus aku untuk menyampaikannya. Rasulullah SAW mengajarkan. dan inopatif lagi. Ini juga membirikan nilai positif terhadap perserta didik. bahwasanya mencari ilmu itu tidak lah bisa di batasi dengan satu acuan saja. Mereka dapat minum dan memberi minum(binatang ternak dan sebagainya). Ada pula hujan yang jatuh kebagian yang lain.”Ya Rasulullah. bumi itu ada yang subur. kereatif. Sama halnya dengan peserta didik.” (HR. menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rumput-rumput yang banyak. Katanya Nabi SAW bersabda. yaitu diatas tanah yang tidak menggenangkan air dan tidak pula menumbuhkan rumput.peserta didik diserukan untuk berlomba-lomba belajar atau menuntut ilmu dalam suatu kebaikan. peserta didik tidak diperbolehkan iri hati kepada orang lain kecuali dalam dua hal yaitu ilmu dan kebaikan. maka Allah memberi manfaat dengan hal itu kepada manusia. untuk lebih mandiri. yang mau memanfaatkan sesuatu yang oleh karena itu Allah mengutus aku menyampaikannya. sebagai peserta didik apabila telah mendapatkan ilmu. dalam mendaptkan ilmu tidak lah cukup kepada satu tempat saja. ”Perumpamaan petunjuk dan ilmu pengetahuan. Begitulah perumpamaan orang yang belajar agama. dipelajarinya dan diajarkannya. Begitu pula .”majelis-majelis ta’lim.Artinya : “Apabila kamu melewati taman-taman surga. Dari Abu Musa RA. Al-Thabrani).maka hendaknya ilmu tersebut dipergunakannya dengan baik dan diajarkannya kepada orang lain. Para sahabat bertanya. apa yang dimaksud tamantaman surga itu?” Nabi SAW menjawab.

yaitu bilamana kebebasan yang diberikan itu disalahgunakan seperti ia berbuat semaunya sendiri. jika diperlukan ia diperbolehkan memukul anaknya. ia belum dapat memilih sendiri terhadap masalah yang dihadapi. orang/peserta didik yang alim hendaknya mengamalkan ilmunya dan mengajarkannya kepada yang lain sehingga ilmunya tersebut dapat memberikan manfaat kepada orang lain.perumpamaan orang yang tidak mau memikirkan dan mengambil peduli dengan petunjuk Allah.”(HR Muslim) Pemberian kebebasan itu tentunya mutlak (tidak terbatas) melainkan dalam batas-batas tertentu sesuai dengan kebutuhan. sebab anak adalah masih dalam proses pertumbuhan dan belum memiliki kepribadian yang kuat. Seseorang atau peserta didik dianjurkan untuk menuntut ilmu dengan segera . Tirmizi) Dari Hadits tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa orang tua (pendidik) harus dapat bersikap tegas sesuai dengan kebutuhan. Rasulullah SAW. bersabda: Artinya: “Suruhlah anak-anakmu bersembahyang apabila ia telah berumur tujuh tahun dan apabila ia sudah berumur sepuluh tahun ia meninggalkan sembahyang itu maka pukul ia. tindakan ini dilakukan berkat adanya sabda Nabi Muhammad SAW: Artinya: “Tidak seorangpun yang dilahirkan kecuali menurut fitrahnya. maka pendidik harus berusaha keras untuk meluruskan perbuatan salat itu. Cara mendidik demikian disebut: . sampai-sampai ia meninggalkan salat.artinya tidak menunda-nunda waktu. karena ini memerlukan petunjuk guna memilih alternatif dari beberapa alaternatif yang ada. dengan ilmu agama kita bisa menghidupkan hati seseorang yang mati/keras. Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak Mendidik harus dengan cara memberikan kebebasan kepada anak didik sesuai dengan kebutuhan.” (HR.seperti hujan menghidupkan tanah yang mati. yang aku diutus untuk menyampaikannya. C.

Malah mereka berpandangan bahwa jika ingin mendapatkan kualitas “Pendidikan yang berkelas”. mengawasi dan membatasi anak agar tidak terjerumus kepada perbuatan salah dan sekali waktu pula berada di tengah-tengah anak didik agar dapat memacu. Namun ironisnya hal itu tidak disadari oleh kebanyakan pasangan suami istri. Tidak peduli apakah sekolah tersebut mengajarkan nilai-nilai Islam ataukah tidak. pendidikan yang layak dan baik adalah dengan menyekolahkan anak di sekolah “favorit”. ‫كﻠكم رﺍع ﻭكﻠكم مﺳؤﻭل ﻋن رﺍﻋيته‬ “Kalian semua adalah pemimpin dan setiap dari kalian akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang dia pimpin” . sementara sekolah-sekolah yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga Islam “dikelola dengan apa adanya dan jauh dari profesionalisme”. Pendidikan terhadap anak merupakan bagian terpenting dalam kehidupan berumah tangga. Generasi penerus yang tumbuh tanpa didampingi pendidikan agama yang memadai justru akan menjadi mangsa dan korban penjajahan peradaban lain.“Metode pendidikan demokrasi yang luwes. menimbulkan semangat beramal. maka harus menyekolahkan anak-anak di lembaga-lembaga pendidikan non Islam. sehingga pendidikan agama kurang mendapatkan perhatian dari mereka. Bahkan lebih dari itu. sekali waktu menguasai. mereka tidak peduli meskipun sekolah tersebut dikelola oleh pendidikan sekuler atau non Islam. Sebab salah satu tujuan utama pernikahan adalah lahirnya keturunan yang nantinya akan menjadi generasi penerus. Karena lembaga-lembaga tersebut mengelola dan menyelenggarakan pendidikan secara “profesional”. Itulah anggapan mereka secara umum. Dalam pandangan kebanyakan orang tua di masyarakat kita. berlomba-lomba dalam mencari kebajikan.” Metode pendidikan ini menuntut kepada pendidik sekali waktu membiarkan anak didiknya untuk berkembang sesuai dengan fitrahnya. sehingga nantinya memiliki masa depan yang “sukses dan mapan”. dengan harapan anak tersebut akan dapat berprestasi.

Karenanya. َّ ْ ِ ْ ُ َّ َ ُ َ ُ ُ ِ َ َ َ ِ )31( ‫وإ ِْذ قال َ لُقمانُ ِِل ْبنِه وهُو يعظه يا بني َِل تشرك بِاَّللِ إِنَّ الشرك لَظلم عظِ يم‬ َْ َ َ ٌ َ ٌ ْ ُ َ ْ ِّ ”Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya. apakah ini sesuatu yang dibolehkan ataukah dilarang. sehingga semuanya diraup habis tanpa memilih dan memilah. dengan penyampaian lembut dan . dan suramlah masa depannya di akhirat. janganlah kamu (Allah) mempersekutukan Sesungguhnya mempersekutukan adalah benar-benar kezaliman yang besar”. Anak yang selama hidup di dunia sangat dia kasihi dan dia banggakan. dia sediakan baginya segala fasilitas dan dia penuhi segala kebutuhan materinya. sehingga dia meremehkannya. karena kelalaian orang tuanyalah yang membuatnya terjerumus dalam kesengsaraan. rusaklah perilakunya. di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: Allah. Karena kelalaian terhadap kebutuhan gizi dan kondisi kesehatan anak hanya akan berdampak pada memburuknya kesehatan anak tersebut. Maka hancurlah agamanya. atau maksimal mengantarkannya pada kematian. sehingga anak tersebut tumbuh dalam kebodohan dan jauh dari agamanya. minum dan kesehatannya. bahkan terhadap makan. Dia tidak dapat memedakan mana yang halal dan mana yang haram. dia sekolahkan di sekolah terbaik. Berdasarkan surat Luqman ayat 13 materi pendidikan yang di prioritaskan adalah pendidikan akidah terlebih dahulu. dan tidak dapat membedakan mana tauhid dan mana syirik.Seseorang tidak mustahil akan digugat oleh anak yang dikasihinya kelak dihadapan Allah. Dia tidak mengerti bagaiamana seharusnya berakidah. tidak heran jika anak tersebut nantinya akan menggugat orang tuanya. “Hai anakku. namun pendidikan agamanya tidak pernah dia perdulikan. melebihi perhatiannya terhadap hal lain. Karenanya. Dia tidak tahu tata cara kewajiban dan shalat serta berbagai jenis ketaatan lainnya. sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab orang tua untuk memberikan perhatian lebih pada pendidikan agama anak-anaknya. berubah menjadi musuh yang menggugatnya segala kebutuhannya secara materi memang telah dia penuhi.

Sungguh sangat mengerankan sikap sebagai orang tua. umat ini tidak akan . orang tua perlu menekankan pendidikan pada aspek ibadah seperti salat. Kelalaian terhadap pendidikan agamanya akan sangat fatal akibatnya. Pentingnya Pendidikan Agama ‫حدثنا ﺳﻌيد تن ﻋفير قال: حدثنا ﺍتن ﻭهب، ﻋن يﻭنس، ﻋن ﺍتن شهاب قال: قال حميد تن‬ ‫ﻋتد ﺍلرحمن: ﺳمﻌت مﻌاﻭيﺔ خطيتا يقﻭل: ﺳمﻌت ﺍلنتي صﻠﻰ هللا ﻋﻠيه ﻭﺳﻠم يقﻭل: (من‬ ‫يرد هللا ته خيرﺍ يفقهه ﻓي ﺍلدين، ﻭإنما أنا قاﺳم ﻭهللا يﻌطي، ﻭلن تزﺍل هذه ﺍألمﺔ قائمﺔ ﻋﻠﻰ‬ . kenapa dalam mendidik perlu diutamakan akidah terlebih dahulu? Kenapa tidak yang lain? Jawabnya adalah karena akidah merupakan pondasi dasar bagi manusia untuk mengarungi kehidupan ini. apakah tindakan menjerumuskan anak ke dalam kesengsaraan dapat dikatakan sebagai ungkapan cinta kasih sayang? Tentu tidak! Oleh karenanya. aku mendengar Rasulullah saw Bersabda:” Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah menjadi orang yang baik. aku mendengar Muawwiyah berkata. Akidah yang kuat akan membentengi anak dari pengaruh negatif kehidupan dunia. karena akan membuatnya sengsara selama-lamanya dalam kehidupan akhirat.penuh kasih sayang. seperti mencegah diri dari yang mungkar dan selalu melakukan kebaikan. berdakwah dengan memberi contoh terlebih dahulu. sesungguhnya aku adalah orang yang membagi sementara Allah adalah sang pemberi. Setelah akidah anak kuat. Maka. para orang tua hendaknya menata ulang arti cinta dan sayang kepada anak agar selamat di dunia dan akhirat. Padahal mereka mengklaim sangat mencintai dan menyayangi anak-anaknya. Setelah itu memberi nasehat. maka Allah akan memberikan kepadanya pengetahuan dalam Agama. namun tidak demikian halnya ketika hati dan jiwanya yang sakit atau mati. yang hanya bersedih dan menangis ketika tubuh anaknya sakit atau mati.)‫أمر هللا، ال يﺿرهم من خالفهم، حتﻰ يأتي أمر هللا‬ Hamid bin Abdirrahman berkata. D.

Kalau dewasa ini kita sering melihat seseorang yang dalam pengetahuan agamanya namun dia justeru makin tenggelam dalam kesesatan. Ilmu agama adalah ilmu yang berkaitan dengan akhlak. E.)‫ﻭيﻌﻠمها‬ ‫ﻓي ﺍلحق، ﻭرجل آتاه هللا ﺍلحكمﺔ ﻓهﻭ يقﺿي تها‬ .” Bahwa yang dikatakan orang Alim bukanlah orang yang banyak ilmunya. dan tidak akan medhoroti mereka.pernah berhenti menegakkan perintah Allah. Imam Ali Karramallahu Wajhah pernah berkata. Kompetisi Yang Sehat Dalam Pendidikan ‫حدثنا ﺍلحميدي قال: حدثنا ﺳفيان قال: حدثني إﺳماﻋيل تن أتي خالد ﻋﻠﻰ غير ما حدثناه‬ :‫ﺍلزهري قال: ﺳمﻌت قيس تن أتي حازم قال: ﺳمﻌت ﻋتد هللا تن مﺳﻌﻭد قال‬ ‫قال ﺍلنتي صﻠﻰ هللا ﻋﻠيه ﻭﺳﻠم: (ال حﺳد إال ﻓي ﺍثنتين: رجل آتاه هللا ماال ﻓﺳﻠط ﻋﻠﻰ هﻠكته‬ .” Bahkan Allah dengan tegas mengatakan bahwa yang disebut ulama hanyalah orang yang takut kepadaNya semata. namun yang dinamakan orang alim adalah orang yang bias mengamalkan ilmunya. itu dikarenakan ia salah dalam mengaplikasikan ilmunya. maka ia semakin bertambah jauh dari Allah swt.” Rasulullah memberikan peringatan kepada kita dengan sabdanya “ barangsiapa makin tambah ilmunya namun tidak bertambah hidayahnya. Bukhori. orang-orang yang menentangnya sampai datang hari kiamat. (HR.itu digantungkan dengan kepahaman kita menyangkut agama. maka dengan semakin tinggi pemahaman seseorang terhadap masalah agama maka akan semakin baik pula akhlak dan perilakunya yang puncaknya bisa mengantarkannya menjadi orang yang takut kepada Allah semata.” Innama Yakhsyallaha min ibaadihil ulamaa‟. Bab Siapapun yang dikehendaki Allah menjadi baik. maka Allah pahamkan ia dalam masalah agama). Hadis di atas menerangkan kepada kita bahwa kehendak Allah untuk menjadikan kita baik. Dia hanya pandai beretorika namun hampa dari pengamalan.” Jadi hadis di atas harus dipahami bahwa orang yang dapat mengamalkan ilmu agamanya itulah orang yang dikehendaki Allah menjadi baik.

dia berkata. kedua laki-laki yang Allah berikan kepadanya Ilmu hikmah. aku mendengar Abdullah Bin Mas’ud berkata. maka ia habiskan dalam kebenaran.(Q. Bukhori).Adz-Dzariyat :56) Menjadi „abid merupakan perwujudan dari kepribadian muslim. sehingga apabila manusia telah bersikap menghambakan diri sepenuhnya kepada Allah berarti ia telah berada di dalam dimensi kehidupan yang mensejahterakan hidup . tujuan terakhirnya merupakan kristalisasi nilai-nilai idealitas Islam yang diwujudkan dalam pribadi anak didik. dia berkata. maka ia memutuskan perkara dengannya dan mengajarkannya ( HR. aku mendengar Qais bin Abi hazim berkata. F. Ismail bin Kholid atas selain apa yang diceritakan Azzuhri menceritakan kepadaku. Dalam konsep Islam pendidikan itu berlangsung sepanjang kehidupan manusia. dia berkata sufyan menceritakan kepadaku. Nabi Muhammad Saw bersabda : ”Tidak dosa hasud kepada dua orang. dengan demikian tujuan akhir pendidikan Islam pada dasarnya sejajar dengan tujuan hidup manusia dan peranannya sabagai makhluk ciptaan Allah dan sebagi kholifah di bumi. pertama kepada laki-laki yang Allah telah berikan harta kepadanya.Humaidiy menceritakan kepadaku. Maka tujuan akhir itu harus meliputi semua aspek pola kepribadian yang ideal. Sebagaimana firman Allah SWT : ‫وما خلقت الجنّ واإل نس اِلّ ليعبدون‬ Artinya : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”.S. Sebagaimana diungkapkan Hasan Langgulung bahwa “segala usaha untuk menjadikan manusia menjadi „abid inilah tujuan tertinggi pendidikan dalam Islam”. Tujuan Pendidikan Dalam proses kependidikan tujuan akhir merupakan tujuan yang tertinggi yang akan dicapai pendidikan Islam.

inilah tujuan pendidikan Islam yang tertinggi.di dunia dan membahagiakan di akhirat. .

Orang-orang yang berada di jalan keilmuan atau pendidikan maka akan dimudahkan jalannya ke surga. Al-Baihaqi. dari Anas bin Malik) B. Rasulullah Saw. dan agar setiap muslim dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang dapat membawa kemajuan bagi penghuni dunia ini dalam batas-batas yang diridhai Allah swt. bersabda: ‫ﻤﻂﻠة ﺍﻠﻌﻠﻢ ﻓﺮﻴﺿﺔ ﻋﻠﻰ ﻜﻞ ﻤﺳﻠﻢ‬ “Menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap orang Islam” (Riwayat Ibnu Majah. dan pengembangannya adalah pendidikan dari orang tua. pendidikan di sekolah hanya mengajarkanteori-teori. Kesimpulan Pendidikan adalah jalan untuk memperoleh pahala yang berlipat ganda. dan Ibnu Adi. Ibnu Abdil Barr. Melalui pendidikan baik pendidik maupun yang dididik akan memperoleh pahala yang terus mengalir. Berikut ini adalah beberapa hadits yang menekankan pentingnya pendidikan. Yang paling terpenting dari pendidikan adalah pendidikan dari orang tua. . dan implementasinya adalah di lingkungan. Pahala dari ilmunya akan terus mengalir walaupun telah mati. agar tiap-tiap muslim jangan picik . Saran Pendidikan sangat dibutuhkan dalam hidup karena dengan pendidikanlah moral seseorang bisa diperbaiki. karena orang tua yang paling berpengaruh terhadap moral anaknya.BAB III PENUTUP A. Islam mewajibkan kita menuntut ilmu-ilmu dunia yang memberi manfaat dan berguna untuk menuntut kita dalam hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan kita di dunia.

Ensiklopedia Pendidikan. Soegarda. 1996. Al – Ikhlas Arifin. Jakarta: Bumi Aksara. Surabaya . M.DAFTAR PUSTAKA Poerwakatja. Jakarta: Gunung Agung. .Anjuran untuk Menuntut Ilmu Pengetahuan Pendidikan dan Pengalamannya .1981. Ilmu Pendidikan Islam. 1982 Hadisaputra ihsan .