P. 1
Agroforestri

Agroforestri

|Views: 134|Likes:
Published by RizkaTaqiyudin

More info:

Published by: RizkaTaqiyudin on Apr 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2012

pdf

text

original

Sistem

Definisi agroforestri
Agroforestri adalah sistem penggunaan lahan (usahatani ) yang mengkombinasikan pepohonan dengan tanaman pertanian untuk meningkatkan keuntungan, baik secara ekonomis maupun lingkungan. Pada sistem ini, terciptalah keanekaragaman tanaman dalam suatu luasan lahan sehingga akan mengurangirisiko kegagalan dan melindungi tanah dari eros i ser ta mengurangi kebutuhan pupuk atau zat hara dari luar kebun karena adanya daur-ulang sisa tanaman. Berikut ini diterangkan contoh beberapa sistem agroforestri.

1. Strip rumput
Strip rumput merupakan bentuk peralihan dari sistem pertanian tanaman semusim menjadi sistem agroforestri. Strip rumput adalah barisan rumput dengan lebar 0,5-1 m dan jarak antar strip 4-10 m yang ditanam sejajar garis ketinggian (kontur). Pada tanah yang berteras, rumput ditanam di pinggir (bibir) teras. Jenis rumput yang cocok adalah rumput yang mempunyai sistem perakaran rapat dan dapat dijadikan hijauan pakan ternak, misalnya rumput gajah (Pennisetum purpureum), rumput BD (Brachiaria decumbens), rumput BH (Brachiaria humidicola), rumput pahit (Paspallum notatum) dan lain- lain. Adakalanya rumput akar wangi (Vetiveria zizanioides) digunakan juga sebagai tanaman strip rumput. Akar wangi tidak disukai ternak, tetapi menghasilkan minyak atsiri yang merupakan bahan baku pembuatan kosmetik.Keuntungan strip rumput:Mengurangi kecepatan aliran permukaandan erosiMemperkuat bibir terasMenyediakan hijauan pakan ternakMembantu mempercepat proses pembentukan teras secara alami.

2. Pertanaman lorong
Sistem ini merupakan sistem pertanian di mana tanaman semusim ditanam pada lorong di antara barisan tanaman pagar yang ditata menurut garis kontur. Jenis tanaman yang cocok untuk tanaman pagar adalah tanaman kacang-kacangan (leguminosa) seperti, gamal (Flemingia congesta Gliricidia sepium), lamtoro (Leucaena leucocephala), dan Calliandra callothirsus. Jarak antar baris tanaman pagar berkisar antara 4 sampai 10 m. Semakin curam lereng, jarak antar barisan tanaman pagar dibuat semakin dekat.

Untuk tanaman pagar jenis leguminose perdu (lamtoro. gamal). Jenis tanaman yang dipakai untuk pagar sebaiknya yang mudah ditanam dan mudah didapatkan bibitnya. kemiri). sedang (seperti lamtoro. Pagar hidup Pagar hidup adalah barisan tanaman perdu atau pohon yang ditanam pada batas kebun. Sistem multistrata Sistem multistrata adalah sistem pertanian dengan tajuk bertingkat. 3. rumput) yang ditanam di dalam satu kebun (lihat gambar di halaman depan). kopi) dan rendah (tanaman semusim. turi. Bila kebun berada pada lahan yang berlereng curam. . Keuntungan pagar hidup:     Melindungi kebun dari ternak Pangkasannya dapat dijadikan hijauan pakan ternak Menjadi sumber bahan organik dan hara tanah Menyediakan kayu bakar Mengurangi kecepatan angin (wind break) 4. lamtoro dan kaliandra dengan biji. Kebutuhan tenaga kerja cukup tinggi untuk penanaman dan pemeliharaan tanaman pagar. Kelemahan sistem tanaman pagar dan sistem strip rumput:     Tanaman pagar atau strip rumput mengambil tempat 5-15% dari total luas lahan. Pangkasannya dapat digunakan sebagai sumber bahan organik atau sebagai hijauan pakan ternak. Mengurangi laju aliran permukaan dan erosi. Antara satu tanaman dengan yang lainnya diatur sedemikian rupa sehingga tidak saling bersaing. Kadang-kadang terjadi pengaruh alelopati (cairan atau gas yang dikeluarkan tanaman pagar yang mengganggu pertumbuhan tanaman lorong). terdiri dari tanaman tajuk tinggi (seperti mangga. misalnya gamal dengan stek.Keuntungan tanaman pagar:   Menyumbangkan bahan organik dan hara terutama nitrogen untuk tanaman lorong. gamal. Jarak yang rapat ini untuk menjaga agar tanaman pagar tidak tumbuh terlalu tinggi. Sering terjadi persaingan dengan tanaman lorong. maka pagar hidup akan membentuk jejaring yang bermanfaat bagi konservasi tanah. ditanam dengan jarak antar batang ± 20 cm.

Ruijter dan F. Mustofa Agung Sardjono. masalah ini semakin berat sejalan dengan meningkatnya luas hutan yang dikonversi menjadi lahan usaha lain. . misalnya penurunan kesuburan tanah. tetapi kalau terlalu banyak naungan pertumbuhan dan produksinya akan terganggu. Tanah selalu tertutup tanaman sehingga aman dari erosi (J. Secara global. Agus April 2004) Sumber: http://www. Agroforestri: ilmu baru. Karena banyak jenis tanaman. coklat memerlukan sedikit naungan. Praktek seperti ini semakin meluas belakangan ini khususnya di daerah pinggiran hutan karena ketersediaan lahan yang semakin terbatas. Sambas Sabarnudin 1. Contoh semacam ini dapat dilihat pada lahan pekarangan di sekitar tempat tinggal petani. misalnya untuk kopi dan coklat yang butuh naungan. erosi.org PENGANTAR AGROFORESTRI Kurniatun Hairiah.worldagroforestry. banjir. kekeringan dan bahkan perubahan lingkungan. kepunahan flora dan fauna. Keuntungan sistem multistrata:    Mengurangi intensitas cahaya matahari. diharapkan panen dapat berlangsung secara bergantian sepanjang tahun dan ini dapat menghindari musim paceklik. teknik lama Penanaman berbagai jenis pohon dengan atau tanpa tanaman semusim (setahun) pada sebidang lahan yang sama sudah sejak lama dilakukan petani (termasuk peladang) di Indonesia. Peristiwa ini dipicu oleh upaya pemenuhan kebutuhan terutama pangan baik secara global yang diakibatkan oleh peningkatan jumlah penduduk. Konversi hutan alam menjadi lahan pertanian menimbulkan banyak masalah.Tanaman tertentu seperti kopi.

…. yang memiliki aspek sosial dan ekologi. akan tetapi seringkali tepat untuk pelaksanaan proyekproyek hutan kemasyarakatan” (L. Chandler) ……. untuk memperoleh berbagai produk dan jasa (services) sehingga terbentuk interaksi ekologis dan ekonomis antar komponen tanaman. Nair) …… sistem pengelolaan lahan berkelanjutan dan mampu meningkatkan produksi lahan secara keseluruhan. sistem pengunaan lahan yang mengkombinasikan tanaman berkayu dengan tanaman tidak berkayu (kadang-kadang dengan hewan) yang tumbuh bersamaan atau bergiliran pada suatu lahan. merupakan kombinasi produksi tanaman pertanian (termasuk tanaman tahunan) dengan tanaman hutan dan/atau hewan (ternak). ekonomi dan lingkungan bagi semua pengguna lahan Selanjutnya Lundgren dan Raintree (1982) mengajukan ringkasan banyak definisi agroforestri dengan rumusan sebagai berikut: . Dalam jurnal “Agroforestry Systems” Volume 1 No..T.S. dilaksanakan melalui pengkombinasian pepohonan dengan tanaman pertanian dan/atau ternak (hewan). perdu. baik dalam lingkup keluarga kecil ataupun perusahaan besar. dilaksanakan pada satu bidang lahan dengan menerapkan teknik pengelolaan praktis yang sesuai dengan budaya masyarakat setempat (K. sistem pengeloloaan sumber daya alam yang dinamis secara ekologi dengan penanaman pepohonan di lahan pertanian atau padang penggembalaan untuk memperoleh berbagai produk secara berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan keuntungan sosial. rotan dan lainnya) dengan tanaman tidak berkayu atau dapat pula dengan rerumputan (pasture). King dan M. sistem penggunaan lahan yang mengkombinasikan tanaman berkayu (pepohonan. halaman 7-12 Tahun 1982 ditampilkan tidak kurang dari 12 definisi antara lain: Agroforestri adalah …… sistem penggunaan lahan terpadu. baik secara bersama-sama atau bergiliran. kadang-kadang ada komponen ternak atau hewan lainnya (lebah. sehingga dari satu unit lahan tercapai hasil total nabati atau hewan yang optimal dalam arti berkesinambungan (P.. penanaman pepohonan secara bersamaan atau berurutan dengan tanaman pertanian dan/atau peternakan.F.1 Definisi agroforestri Sampai dengan saat ini belum ada kesatuan pendapat di antara para ahli tentang definisi “agroforestri”.. Apa yang dimaksud dengan agroforestri? 2. Roche) Beberapa definisi agroforestri yang digunakan oleh lembaga penelitian agroforestri internasional (ICRAF = International Centre for Research in Agroforestry) adalah (Huxley. ikan) sehingga terbentuk interaksi ekologis dan ekonomis antara tanaman berkayu dengan komponen lainnya. Ilmu ini mencoba mengenali dan mengembangkan sistem-sistem agroforestri yang telah dipraktekkan oleh petani sejak berabadabad yang lalu. 1999) : ….K. bambu. 2.R.1. baik secara bersama atau bergiliran. suatu cabang ilmu pengetahuan baru di bidang pertanian dan kehutanan yang mencoba menggabungkan unsur tanaman dan pepohonan. Mendefinisikan agroforestri sama sulitnya dengan mendefinisikan hutan.Di tengah perkembangan itu lahirlah agroforestri. Agroforestri tidak sama dengan hutan kemasyarakatan (community forestry). …. Hampir setiap ahli mengusulkan definisi yang berbeda satu dari yang lain.

Penyebarluasan agroforestri diharapkan bermanfaat selain untuk mencegah perluasan tanah terdegradasi. Masyarakat tidak akan perduli siapa dirinya. 2.2 Istilah agroforestri lain Di kalangan masyarakat berkembang beberapa istilah yang sering dicampuradukkan dengan agroforestri. Dari beberapa definisi yang telah dikutip secara lengkap tersebut. Berikut ini beberapa contoh definisi agroforestri yang berkembang di masyarakat : . kehutanan atau agroforestri. serta segala keuntungan dan kendalanya. yang penting bagi mereka adalah informasi dan binaan teknis yang memberikan keuntungan sosial dan ekonomi. apakah mereka orang pertanian. ekonomi Agroforestri telah menarik perhatian peneliti-peneliti teknis dan sosial akan pentingnya pengetahuan dasar pengkombinasian antara pepohonan dengan tanaman tidak berkayu pada lahan yang sama. palem. Ada yang memandang agroforestri adalah suatu kebijakan pemerintah atau status kepemilikan lahan.) dengan tanaman pertanian dan/atau hewan (ternak) dan/atau ikan. melestarikan sumber daya hutan. perdu. tanaman tahunan dan/atau ternak atauhewan Waktu bisa bersamaan atau bergiliran dalam suatu periode tertentu Ada interaksi ekologi. Hal ini sangat membingungkan. yang dilakukan pada waktu yang bersamaan atau bergiliran sehingga terbentuk interaksi ekologis dan ekonomis antar berbagai komponen yang ada. dan meningkatkan mutu pertanian serta menyempurnakan intensifikasi dan diversifikasi silvikultur. yang secara terencana dilaksanakan pada satu unit lahan dengan mengkombinasikan tumbuhan berkayu (pohon. Mereka juga tidak akan memperdulikan nama praktek pertanian yang dilakukan. bukan sebagai sistem penggunaan lahan. bambu dll. agroforestri merupakan suatu istilah baru dari praktek-praktek pemanfaatan lahan tradisional yang memiliki unsur-unsur :      Penggunaan lahan atau sistem penggunaan lahan oleh manusia Penerapan teknologi Komponen tanaman semusim.Agroforestri adalah istilah kolektif untuk sistem-sistem dan teknologi-teknologi penggunaan lahan. sosial.

Produk utama dari perhutanan sosial berupa kayu dan non-kayu.Perhutanan Sosial (Social-Forestry) Perhutanan sosial (social forestry) adalah upaya/kebijakan kehutanan yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Istilah social-forestry sebenarnya dipopulerkan di India pada tahun 70-an dan dalam kegiatannya FAO memberikan istilah “Forestry for Rural Community Development”. Hutan kemasyarakatan (community forestry) adalah hutan yang perencanaan. latihan dan penyuluhan kehutanan ataupun memperoleh bantuan untuk kegiatan kehutanan. Walaupun demikian perhutanan sosial adalah tetap merupakan kegiatan kehutanan. bukan untuk individu. Pelaksanaannya dapat pula dilakukan oleh pihak kehutanan yang membantu masyarakat dengan mengutamakan keuntungan bagi seluruh masyarakat. Hutan rakyat (farm-forestry) adalah hutan di mana petani/pemilik lahan menanam pepohonan di lahannya sendiri. Oleh karena itu dalam prakteknya dapat berupa pembangunan hutan tanaman (man-made forest) atau penanaman pohon-pohon pada lahan milik masyarakat yang dimanfaatkan bagi industri besar. khususnya yang tinggal di sekitar hutan. Mereka biasanya telah mengikuti pendidikan. kadang-kadang menerapkan agroforestri. . karena pada intinya kehadiran komponen pertanian sebagai kombinasi tidak mutlak harus dilakukan. Hutan Kemasyarakatan (Community-Forestry) dan Hutan Rakyat (Farm-Forestry) Kedua istilah ini merupakan bagian dari perhutanan sosial (social-forestry). pengelolaan. pembangunan. dan pemungutan hasil hutan serta pemasarannya dilakukan sendiri oleh masyarakat yang tinggal di sekitar hutan. yaitu apabila penanaman pohon-pohon harus dilaksanakan bersama-sama dengan komponen pertanian dan/atau peternakan. Kegiatan perhutanan sosial.

tetapi juga mencakup berbagai bahan pangan dan hijauan. Dengan demikian hutan kemasyarakatan dan hutan rakyat tidak selalu identik dengan agroforestri. jasa atau keuntungan lainnya. Ecofarming Ecofarming adalah bentuk budidaya pertanian yang mengusahakan sedapat mungkin tercapainya keharmonisan dengan lingkungannya. Di Amerika. sehingga dalam hal ini ecofarming merupakan kegiatan pertanian. hasil hutan dan lahan hutan). . yaitu tidak melulu produk kayu. Dalam penerapan dan pelaksanaannya bisa menyertakan tanaman pertanian atau kegiatan peternakan. Hutan Serba-Guna (Multiple Use Forestry) Hutan serba-guna adalah praktek kehutanan yang mempunyai dua atau lebih tujuan pengelolaan. Forest Farming Istilah Forest farming sebenarnya mirip dengan multiple use forestry. dan bukan merupakan bentuk pemanfaatan lahan terpadu sebagaimana agroforestri yang secara terencana diarahkan pada pengkombinasian kehutanan dan pertanian untuk mencapai beberapa tujuan yang terkait dengan degradasi lingkungan serta problema masyarakat di pedesaan. yang digunakan untuk upaya peningkatan produksi lahan hutan. Walaupun demikian hutan serba guna tetap merupakan kehutanan (dalam arti penekanannya pada aspek pohon.Bentuk agroforestri mungkin dipilih dan diterapkan pada kedua kegiatan tersebut bila pepohonan ditanam bersama dengan tanaman pertanian. istilah forest farming digunakan untuk menyatakan upaya pembangunan hutan tanaman oleh petani-petani kecil. Dalam hal tertentu dalam ecofarming bisa saja memasukkan komponen pepohonan atau tumbuhan berkayu lainnya sehingga dapat disebut agroforestri. karena agroforestri adalah pemanfaatan lahan terpadu tanpa batasan kepemilikan lahan. meliputi produksi. Dalam ecofarming tidak selalu dijumpai unsur kehutanan dalam kombinasinya. Praktek ini juga sering disebut “Dreidimensionale Forstwirtschaft” atau kehutanan dengan tiga dimensi.

pertanian dan/atau peternakan selalu dapat diklasifikasikan sebagai suatu sistem agroforestri. dan Bahan Latihan). Batasan semacam ini diperlukan untuk menghindari timbulnya pendapat bahwa setiap kombinasi komponen kehutanan. maka sistem tersebut bukan sistem agroforestri. maka sistem itu dapat dikatakan sebagai agroforestri. Berbagai contoh tersebut menunjukkan betapa luasnya rentang agroforestri. Oleh sebab itu. yang tersebar di wilayah tropis dan sub-tropis. tradisional maupun modern. sehingga para ahli kehutanan dan pertanian konvensional sulit untuk menerimanya. Menurut Lundgren (1982). definisi agroforestri seyogyanya menitikberatkan dua karakter pokok yang umum dipakai pada seluruh bentuk agroforestri yang membedakan dengan sistem penggunaan lahan lainnya: . bila penanaman pohon tersebut sekaligus juga dimaksudkan untuk melindungi tanaman pertanian dari terpaan angin (windbreak). Sebagai contoh sederetan pohon cemara yang ditanam pada pinggir sawah/ladang yang dimaksudkan melulu untuk produk kayunya. Kuenzel (1989) menyarankan untuk melihat adanya interaksi yang nyata dari komponen-komponen penyusunnya. Namun. baik yang bersifat tradisional atau modern (lihat Bahan Ajaran 2. Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa definisi agroforestri dapat meliputi rentang yang luas dari sistem-sistem pemanfaatan lahan primitif.Ada berbagai bentuk sistem atau praktek agroforestri. diperlukan adanya batasan yang jelas kapan atau bilamana suatu sistem dapat dikategorikan sebagai agroforestri.

Ada interaksi (ekonomi dan ekologi) antara tanaman berkayu dengan tanaman tidak berkayu. penyubur tanah. Siklus sistem agroforestri selalu lebih dari satu tahun. pertanian dan/atau peternakan. dan mineral. iklim. Lingkungan abiotis: air. Minimal mempunyai satu fungsi pelayanan jasa (service function). (1982) adalah: 1. misalnya pelindung angin. Mengapa demikian? Agroforestri pada prinsipnya dikembangkan untuk memecahkan permasalahan pemanfaatan lahan dan pengembangan pedesaan. 2. agroforestri tergantung pada penggunaan dan manipulasi biomasa tanaman terutama dengan mengoptimalkan penggunaan sisa panen.1. 4. Untuk sistem pertanian masukan rendah di daerah tropis. 7. serta memanfaatkan potensi-potensi dan peluangpeluang yang ada untuk kesejahteraan manusia dengan dukungan kelestarian sumber daya beserta lingkungannya. Agroforestri biasanya tersusun dari dua jenis tanaman atau lebih (tanaman dan/atau hewan). Ada interaksi ekologis dan/atau ekonomis yang nyata/jelas. yang satu sama lain saling berpengaruh atau melaksanakan fungsinya. .3 Agroforestri sebagai sistem penggunaan lahan Berbicara mengenai agroforestri. Paling tidak satu di antaranya tumbuhan berkayu. buah-buahan. tanah. agroforestri merupakan suatu sistem buatan (man-made) dan merupakan aplikasi praktis dari interaksi manusia dengan sumber daya alam di sekitarnya. misalnya pakan ternak. baik positif dan/atau negatif antara komponen-komponen sistem yang berkayu maupun tidak berkayu. perdu. Lingkungan biotis: tumbuhan berkayu (pohon. Selalu memiliki dua macam produk atau lebih (multi product). Agroforestri terdiri dari komponen-komponen kehutanan. berarti berbicara mengenai sistem. tetapi agroforestri sebagai suatu sistem mencakup komponen-komponen penyusun yang jauh lebih rumit. tanaman pertanian dan/atau ternak/hewan baik secara bersamaan (pembagian ruang) ataupun bergiliran (bergantian waktu). Sistem terdiri dari beberapa komponen dalam susunan tertentu (struktur). bambu dll) serta tumbuhan tidak berkayu (tanaman tahunan. Komponen tersebut adalah: 1. Sistem agroforestri yang paling sederhanapun secara biologis (struktur dan fungsi) maupun ekonomis jauh lebih kompleks dibandingkan sistem budidaya monokultur. topografi. Hal yang harus dicatat. Beberapa ciri penting agroforestri yang dikemukakan oleh Lundgren dan Raintree. penaung. 2. 6. 2. tanaman keras. kayu bakar. 5. Adanya pengkombinasian yang terencana/disengaja dalam satu bidang lahan antara tumbuhan berkayu (pepohonan). palem. obat-obatan. 2. peneduh sehingga dijadikan pusat berkumpulnya keluarga/masyarakat. Oleh karena itu manusia selalu merupakan komponen yang terpenting dari suatu sistem agroforestri. manusia melakukan interaksi dengan komponenkomponen agroforestri lainnya. 3. Satu sistem membentuk satu kesatuan yang berbeda dengan lingkungannya dan di antara keduanya ada hubungan timbal balik. Dalam melakukan pengelolaan lahan. Di samping itu satu sistem memiliki sifat-sifat tertentu yang juga dapat berubah antara lain dalam kaitan dengan struktur dan fungsinya.

demikian pula agroforestri bukan sekedar upaya campur-mencampur kehutanan dengan pertanian dan/atau peternakan (von Maydell. Jadi hutan lebih dari sekedar kumpulan pohon. . Agropastura = Kombinasi antara komponen atau kegiatan pertanian dengan komponen peternakan Silvopastura = Kombinasi antara komponen atau kegiatan kehutanan dengan peternakan Agrosilvopastura = Kombinasi antara komponen atau kegiatan pertanian dengan kehutanan dan peternakan/hewan Dari keempat kombinasi tersebut. 3. Nair (1987) menambah sistem-sistem lainnya yang dapat dikategorikan sebagai agroforestri.) dengan komponen pertanian. di mana masing-masing komponen sebenarnya dapat berdiri sendiri-sendiri sebagai satu bentuk sistem penggunaan lahan (Gambar 1). Hanya saja sistem-sistem tersebut umumnya ditujukan pada produksi satu komoditi khas atau kelompok produk yang serupa. infrastruktur dan pemukiman. Biotic dan Culture) tersebut di atas tersusun dalam sistem agroforestri melalui berbagai cara. bambu. dan disparitas penguasaan/pemilikan lahan. 3. permintaan dan penawaran. 1988). Karena adanya interaksi antar komponen tersebut. palem. Komponen-komponen ABC (Abiotic. Sementara agropastura tidak dimasukkan sebagai agroforestri. ikan. binatang (ternak. Beberapa contoh yang menggambarkan sistem lebih spesifik yaitu:   Silvofishery = kombinasi antara komponen atau kegiatan kehutanan dengan perikanan. karena komponen kehutanan atau pepohonan tidak dijumpai dalam kombinasi. Berbagai komponen dalam satu sistem akan bereaksi atau menunjukkan respon berbeda dengan respon masing-masing pada kondisi terisolasi. alokasi sumber-sumber daya. dan mikroorganisme. Apiculture = budidaya lebah atau serangga yang dilakukan dalam kegiatan atau komponen kehutanan. pertanian dan peternakan. dll. Komponen yang lain memang secara khusus atau sengaja ditempatkan/ditanam oleh manusia sebagai pengelola lahan. Penggabungan tiga komponen tersebut menghasilkan beberapa kemungkinan bentuk kombinasi sebagai berikut:     Agrisilvikultur = Kombinasi antara komponen atau kegiatan kehutanan (pepohonan. sistem pada dasarnya berbeda dengan total penambahan secara sederhana dari beberapa komponen.tanaman musiman dll). Ruang lingkup agroforestri Pada dasarnya agroforestri terdiri dari tiga komponen pokok yaitu kehutanan. yang mungkin sebagian masih bertahan atau tertinggal dari kegiatan penggunaan lahan sebelumnya. Di samping ketiga kombinasi tersebut. yang termasuk dalam agroforestri adalah Agrisilvikutur. burung. Beberapa komponen biotis hadir secara alami. Silvopastura dan Agrosilvopastura. Lingkungan budaya: teknologi dan informasi. serangga dll). perdu.

Ruang Lingkup Sistem Pemanfaatan Lahan secara Agroforestri http://bebasbanjir2025.Gambar 1.com/teknologi-pengendalian-banjir/agroforestry/ .wordpress.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->