P. 1
Peran Budaya Daerah Dalam Memperkokoh KETAHANAN Budaya Bangsa

Peran Budaya Daerah Dalam Memperkokoh KETAHANAN Budaya Bangsa

|Views: 69|Likes:
Published by Ady Aldoggy

More info:

Published by: Ady Aldoggy on Apr 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/04/2012

pdf

text

original

PERAN BUDAYA DAERAH DALAM MEMPERKOKOH KETAHANAN BUDAYA BANGSA

Disusunoleh:

Nama NPM Kelas

: DedySupriadi : 11111815 : 1KA41

SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS GUNADARMA

Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar Dosen : Muhammad Burhan Amin

Topik Makalah Peran Budaya Daerah Dalam Memperkokoh Ketahanan Budaya Bangsa Kelas : 1-KA41 Tanggal Penyerahan Makalah : 03 April 2012 Tanggal Upload Makalah : 04 April 2012

PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain. Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini. Penyusun NPM 11111815 Nama Lengkap DEDY SUPRIADI Tanda Tangan

Program SarjanaSistem Informasi UNIVERSITAS GUNADARMA
i

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya haturkan kehadirat ALLAH SWT, karena atas rahmat dan karunia-nya saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Peran Budaya Daerah Dalam Memperkokoh Ketahanan Budaya Bangsa” dalam waktu yang telah ditentukan. Terima kasih juga saya ucapkan kepada dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, Bpk. Muhammad Burhan Amin yang telah memberikan materi-materi sehingga dapat tersusunnya makalah ini. Sadar akan adanya kesalahan ataupun kekurangan yang terdapat pada susunan makalah ini,saya harap dapat dimaklumi.

Bekasi, 03 April 2012,

Dedy Supriadi

ii

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI PERNYATAAN………………………………………………………………….………... i KATA PENGANTAR…………………………………………………………………….. ii DAFTAR ISI…………………………………………………………………………….... iii BAB 1 Pendahuluan……………………………………………………………………………….. 1 1.1. Latar Belakang………………………………………………………………………......... 1 1.2. Tujuan………………………………………………………………………………..…..... 1 1.3. Saran…………………………………………………………………………………......... 1 BAB 2 Permasalahan………………………………………………………………………………. 2 2.1. Kekuatan……………………………………………………………………………...........2 2.2. Kelemahan……………………………………………………………………………........ 3 2.3. Peluang………………………………………………………………………………......... 4 2.4. Tantangan/Hambatan…………………………………………………………………....... 5 BAB 3 Kesimpulan dan Rekomendasi…………………………………………………………….. 6 3.1. Kesimpulan…………………………………………………………………………........... 6 3.2. Rekomendasi…………………………………………………………………………........ 6 Referensi..………………………………………………………………………………….. 7 iii

BAB I 1.1 Latar Belakang NKRI,Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang memiliki banyak akan keragaman kebudayaan, dengan segala perbedaan budaya yang dimiliki menjadikan bangsa Indonesia berbeda dengan bangsa lain. Keunikan akan beragam budayanya juga menjadi suatu kebanggaan bagi bangsa Indonesia, yang mana dapat menjadi daya tarik tersendiri di mata dunia untuk dijadikan sebagai panorama yang indah ataupun edukasi. Dari sekian banyak kebudayaan yang ada, Indonesia memiliki ciri khas kebudayaan yang hanya terdapat pada masing-masing daerah. Setiap kebudayaan tersebut berperan sebagai suatu ketahanan nasional. Tetapi dibalik ini semua, ada hal yang sangat disayangkan, yaitu generasi muda bangsa Indonesia terkontaminasi dengan kebudayaan asing, hal tersebut merubah pola pikir generasi muda terhadap kebudayaan bangsanya sendiri yang mungkin telah di anggap sudah kuno atau kurang canggih bila dibandingkan dengan kebudayaan asing. Hasilnya lebih memilih untuk mempelajari atau mendalami ilmu tentang kebudayaan asing. Hanya sedikit dari sekian banyaknya masyarakat Indonesia yang berfikir untuk mempelajari dan membudayakan kebudayaannya sendiri. 1.2 Tujuan Tujuan pembuatan makalah: Syarat untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, Menambah wawasan akan peran kebudayaan, Mempelajari sebuah gagasan untuk ikut serta dalam peran kebudayaan, Memberi motivasi kepada yang berminat dan mau berpartisipasi dalam memperkokoh budaya banga. 1.3 Sasaran Pembahasan ini ditujukan kepada setiap pemeran dalam suatu budaya agar dapat lebih solid untuk memperkokoh kebudayaan bangsa. Setiap elemen masyarakat wajib ikut serta memelihara kebudayaannya masing-masing dan menjadikan itu sebagai suatu ketahanan nasional. 1

BAB II PERMASALAHAN Analisis permasalahan peran budaya daerah memperkokoh ketahanan budaya nasional denganmemperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun

eksternal dilihat dari aspek : 2.1 a. Kekuatan (Strength) Kekuatan seni dan budaya sebagai hasil dari suatu daerah merupakan inti dari

kebudayaan bangsa. Pengetahuan, wawasan, dan kepemilikan seni dan budaya mencerminkan sikap kita dalam interaksi dan komunikasi mengikuti globalisasi dan sikap akrab antar bangsa. Ini dapat dibayangkan dengan sebuah pergelaran/pertunjukan seni, yang dimana pertemuan seni dan budaya tradisional b. Talenta budaya lokal dapat menjadi kekuatan pengembangan desa wisata di

beberapa daerah Indonesia. Talenta tersebut berguna menarik minat wisatawan mengunjungi desa wisata untuk dijadikan target wisatanya .beberapa desawisata di daerah memiliki potensi budaya dan adat istiadat lokal yang masih hidup dan dilestarikan masyarakat setempat. Pemerintah daerah harus mampu berjuang mengangkat desa wisata menjadi asset wisata yang layak dijadikan situs pariwisata. c. Masyarakat dan aspek kualitas yaitu sifat moral serta intelektualisme yang

fundamental yang merupakan ciri-ciri khas suatu bangsa. d. Organisasi kebudayaan berkembang pesat dan menjadi wadah pertemuan para

intelektual dan seniman dengan latar belakang yang berbeda-beda. Kalau ditelusuri ke belakang, yang sangat berpengaruh pada konsep kebudayaan Lekra adalah pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang pentingnya mengakarkan dirinya ke berbagai bentuk dan kekuatan kebudayaan rakyat (Jawa, Bali, Melayu, Dayak dll.) Indonesia sendiri. KHD senantiasa berpikir tentang bagaiamana menempatkan "kebudayaan daerah" pada posisi setara sehingga semua kelompok dari daerah mana pun punya kesempatan mengembangkan kebudayaan seluas-luasnya, "menciptakan puncak-puncaknya" sendiri. Lekra melanjutkan upaya ini dengan "memodernisir" kebudayaan daerah, seperti mengangkat cerita rakyat ke dunia cetak.

2

2.2

Kelemahan (Weakness) a. Promosi yang lamban. Pemerintah harus melakukan promosi budaya.

Menurut Jero Wacik (Menteri Kebudayaan dan Pariwisata) biasanya dibuat pementasan di luar negeri. Menurut saya merupakan pernyataan yang kurang luas, sempit, dan terbatas. Bila hanya melakukan pementasan di luar negeri tidak lah efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya bangsa kepada masyarakat internasional. Kita dapat memasang iklan di media massa dan elektronik bahkan melalui internet yang sekarang dapat diakses dengan mudah dan cepat oleh semua orang. Bila setiap kali kita melakukan pementasan di luar negeri terkesan tidak proporsional dan tidak hemat biaya. Bandingkan saja setiap pementasan memerlukan berapa banyak penari yang terlibat, biaya makan dan minum, tempat penginapan, biaya transportasi, dan segala macam urusan yang menyangkut passport, visa, belum lagi ditambah dengan undangan yang hadir pada saat pementasan pasti terbatas undangannya dan juga mungkin yang menghadirinya adalah orang-orang yang berkelut dalam dunia politik. b. Aturan tidak selamanya sebagai penjamin adanya suatu kebaikan bersama

(bonum commune). Negara Indonesia yang terbentuk sebagai suatu kesepakatan bersama (konvensi) memiliki tugas untuk melindungi, mengayomi, memimpin serta menghantar masyarakatnya menuju kesejahteraan bersama.Termasuk dalam konvensi itu, kebudayaan yang melingkupi seni tarian, lagu, legenda, dan sebagainya merupakan kekayaan yang mendatangkan keuntungan besar bagi Negara karena mampu mendatangkan devisa bagi Negara dengan menarik minat parawisatawan baik lokal maupun internasional.

Pemerintahmelaui UU No. 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta pada pasal 10 ayat 2 berbunyi Negara sebagai pemegang hak cipta atas folklore dan hasil kebudayaan masyarakat yang merupakan kekayaan bersama (cerita, hikayat, dongeng, legenda, tarian, koreografi, kaligrafi, dankaryasenilainnya). c. Ketiadaan inventarisasi kebudayaan seluruh wilayah di Indonesia dan

ketegasan pemerintah. Pemerintah telah menghimbau kepada seluruh kepala daerah untuk melakukan pengecekan dan mengiventarisasikan hasil, bentuk, dan karya seni budaya di daerahnya masing-masing dan melaporkannya ke padajajaran terkait.

3

d.

Birokrasi yang panjang dan sulit.

Masyarakat yang berkarya menghasilkan sesuatu yang berhubungan dengan senibudaya diminta melakukan pendaftaran pada pemerintah melalui Direktora tJenderal Hak Kekayaan Intelektual Depertemen Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk memperoleh Hak Patent atas karyan yaitu. 2.3 Peluang (Opportunity) a. Perubahan budaya yang terjadi di dalam masyarakat tradisional, yakni

perubahan dari masyarakat tertutup menjadi masyarakat yang lebih terbuka, dari nilai-nilai yang bersifat homogen menuju pluralisme nilai dan norma social merupakan salh satu dampak dari adanya globalisasi. b. Munculnya budaya yang dapat populer sekarang-sekarang ini harusnya dapat

dipelajari dan dicermati serta merangsang pola pikir bagaimana caranya menjadikan kebudayaan bangsa ini yang terbilang kuno menjadi lebih maju dan menarik banyak pihak untuk kembali pada budaya banga ini. c. Karya seni dan budaya Indonesia apabila dikelola dan dikemas dengan baik,

akan dapat menjadi salah satu andalan sumber pendapatan bagi negara. Perlu disimak pernyataan yang seringkali dikemukakan oleh Presiden RI yang menekankan bahwa ekonomi gelombang keempat merupakan ekonomi yang berdasarkan kreativitas dan inovasi individu. Kreasi dan inovasi oleh individu untuk menciptakan berbagai karya. Indonesia sangat berpotensi mengembangkan ekonomi kreatif karena warisan budaya, tradisi, seni dan kenyataan bahwa kualitas sumber daya manusia Indonesia pada dasarnya tidak kalah dengan negara lain di dunia. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa karya seni budaya Indonesia dapat menjadi salah satu alternative penggerak ekonomi Indonesia. Melalui karya seni budaya ini, roda promosi pariwisata sebagai salah satu sektor yang paling mudah digarap untuk meningkatkan pendapatan negara dan bangsa dapat digerakkan. Hubungan IndonesiaJepang pada tahun 2008 ini telah memasuki tahun emas, selama setengah abad kedua negara ini telah menjalin hubungan dengan sangat erat di berbagai bidang. d. Nasionalisasi asset Budaya Indonesia. Kita harus tahu bahwa kekayaanakan

budaya di Indonesia ini dapat menunjang kemajuan negara Indonesiaini. Terutama dalam aspek pariwisata yang kemudian akan berimplikasi pada kemajuan ekonomi kita. Dalam dunia pariwisata, aspek ini dapat dibagi menjadi 2, yaitu: 4

pariwisata alam dan pariwisata budaya. Dari sinilah, budaya kita akan berperan besar. Budaya yang dijadikan objek pariwisata ini akan banyak mengundang pelancong, baik dari dalam maupun luar negeri. Yang kemudian akan memungkinkan adanya lapangan kerja baru untuk masyarakat kita. Terutama masyarakat yang dekat dengan objek wisata tersebut. Akan tetapi, hal yang paling pertama harus dilakukan dalam konteks ini adalah dengan cara “Menasionalisasi Aset Budaya Indonesia”. 2.4 Tantangan (Threats) a. SDM berkualitas menjadi kunci pencapaian ketahanan budaya bangsa yang

diharapkan. Karena dengan adanya SDM yang kreatif, inovatif, mandiri dan produktif, kita dapat menemukan cara-cara baru dalam mengatasi berbagai persoalan budaya. b. Banyaknya konflik antar suku dinegeri ini yang seharusnya pemerintah

bertindak untuk meminimalisir konflik tersebut sehingga kebuyaan dan keragamannya tetap utuh dan bersatu. c. Kurangnya kepekaan pemerintah terhadap bangunan yang termasuk ke dalam

cagar budaya tidak terurus dengan baik. Bangunan tersebut akhirnya terkesan kumuh dan kotor. d. Masuknya kebudayaan – kebudayaan asing yang sudah mendominanisasi

segala aspek. Segala hal selalu mengacu kepada Barat dan tidak sesuai dengan kebudayaan bangsa.

5

BAB 3 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

3.1. Kesimpulan

a) Kebudayaan daerah merupakan aset negara yang berharga. b) Masyarakat dan pemerintah mempunyai kontribusi yang sama untuk menjaga ketahanan akan kebudayaan. c) Kurangnya sadarnya masyarakat dan pemerintah terhadap pentingnya ketahanan budaya d) Budaya asing yang masuk ke Indonesia tidak bisa disaring oleh generasi muda sehingga mereka dengan mudah mengikuti budaya tersebut dan melupakan budaya Indonesia.

3.2. Rekomendasi

a) Peran pemerintah sangat penting untuk melestarikan budaya. Pemerintah harus melakukan upaya-upaya untuk melestarikan budaya Indonesia. b) Peran masyarakat juga sepenting pemerintah untuk menjaga ketahanan budaya c) Manfaatkan peran media informasi untuk mencermati bagaimana cara untuk memaksimalkan ketahanan budaya. d) Mengembangkan nilai nasionalisme terutama melalui penghayatan nilai-nilai kebudayaan agar dapat terciptanya ketahanan budaya.

6

Referensi

http://id.shvoong.com/humanities/history/2248813-lekra-vs-manikebu-mitospemenggal/#ixzz1qoHWkQ00 http://my.opera.com/PLEAT/blog/2009/11/16/kelemahan-kita-sebagai-bangsa-indonesia http://www.tabloiddiplomasi.org/previous-isuue/49-juni-2008/419-karya-seni-budayaindonesia-di-jepang-tantangan-dan-peluang.html http://kem.ami.or.id/2011/09/memanfaatkan-potensi-budaya-indonesia/

7

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->