P. 1
Quantum Teaching

Quantum Teaching

|Views: 146|Likes:
Published by Hermawan Awan

More info:

Published by: Hermawan Awan on Apr 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/26/2013

pdf

text

original

QUANTUM TEACHING SEBUAH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR

Sabar Rutoto 1
ABSTRACT The Classroom Action Research was conducted on elementary school students to improve student achievement. One lesson is chosen in this research, it is the lesson of Social Sciences. If the social science lesson is still delivered traditionally, such as students just read the textbooks by theirselves and practice to solve the problem in a work-book, the children are possibly lack of interest and easily get bored. It causes students’ low academic achievement because they do not have passion, get tired and bored easily, heve no feeling of challenge and fun. Therefore, the teachers’ new innovation is the delivery of Quantum Teaching as the application of Quantum Learning model in the classroom learning activity which is attempted to improve students’ learning achievement. Motivation and sense of satisfaction and the courage of expressing opinion can be developed. The purpose of this CAR (Classroom Action Research) is to reduce, and if possibly will eliminate negative attitudes such as laziness behavior, fear, impassion, easily get bored and tired in learning activity, so the application of Quantum Teaching as a model in the implementation of Quantum Learning is applied in the classroom teaching-learning activity. Learning test results prove the ability of increasing positive behaviors such as enthusiasm, the spirit of learning, feelings of pleasure and satisfaction in learning, arising courage and curiosity which are significantly increased and meaningful. With the submission of the application of Quantum Teaching as a model in the Quantum Learning in the classroom can enhance students’ motivation in paying attention to the lessons from 17% to 89%. From the result of the observation, the increase of asking questions action is stated from 19% to 89%. It is a very significant and meaningful increase. The courage of stating opinions is increased from 24% to 87%. The feeling of fun in joining the lesson is significantly increased from 15% to 91%. From the aspect of achievement or cognitive development, it is also able to improve the academic achievement from the average of 6.3 to 8.2, a very significant increase. Thus, the hypothesis that Quantum Teaching as a model of Quantum Learning is proven to improve students’ achievement in the 5th Grade of SD 3 Demaan Kudus in 2006-2007 can be verified. Therefore, teachers are recommended to improve their teaching methods and one alternative way is to apply the Quantum Teaching as the model of Quantum Learning for improving learning achievement to their students. Keywords: Quantum Teaching, Learning Model, Quantum Learning and Achievement learning

1

Staf Pengajar Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan Universitas Muria Kudus

QUANTUM TEACHING SEBUAH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING Veronica
UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Sabar Rutoto

1

Dalam penelitian ini memilih salah satu mata pelajaran yaitu Ilmu Pengetahuan Sosial.ABSTRAK Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada siswa sekolah dasar untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Model Pembelajaran . yang sacara garis besar meliputi faktor intern dan ekstern. Sehingga prestasi belajarnya rendah karena anak tidak ada gairah. minat dan lain sebgainya. Dengan penyampaian Quantum Teaching sebagai model penerapan Quantum Learning di dalam pembelajaran di kelas mampu meningkatkan motivasi siswa dalam memperhatikan pelajaran dari 17% menjadi 89%. yaitu suatu kondisi keberadaannya inhern. dibawa sejak lahir dan fix sifatnya.2 suatu kenaikan yang sangat berarti. Tujuan PTK ini adalah mengurangi bahkan kalau mungkin akan menghilangkan sikap perilaku negative seperti sikap malas. perasaan puas dan keberanian mengemukakan pendapat dapat dikembangkan. Motivasi. perasaan senang dan puas dalam pembelajaran.3 menjadi rerata kelas 8. Kata Kunci : Quantum Teaching. bosan. semangat belajar. Untuk itu guru disarankan terus berupaya meningkatkan metode pembelajarannya dan salah satu alternatif dapat menerapkan Quantum Teaching sebuah model pembela jaran Quantum Learning untuk meningkatkan prestasi belajar dapat diterapkan pada anak didiknya. Latar Belakang Masalah Tinggi rendahnya prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh beragam faktor. Dari hasil obsrvasi kenaikan dalam mengajukan pertanyaan dari 19% menjadi 89%. bosan tidak ada daya tarik dan cepat lelah dalam proses belajar maka melalui pembelajaran Quantum Teaching sebagai model penerapan Quantum Learning di dalam pembelajaran di kelas akan diuji cobakan. Quantum Learning dan Prestasi belajar PENDAHULUAN a. Dari aspek pengembangan prestasi atau kognitif ternyata juga mampu meningkatkan prestasi belajar dari rerata 6. emosional.Dalam keberanian mengtarakan pendapat naik dari 24% menjadi 87%. timbul keberanian dan rasa ingin tahu meningkat dengan signifikan atau nyata dan berarti. Suatu kenaikan yang sangat berarti atau signifikan. Maka sebagai inovasi baru dari guru adalah penyampaian Quantum Teaching sebagai model penerapan Quantum Learning di dalam pembelajaran di kelas dicobakan dengan keyakinan mampu meningkatkan prestasi belajar anak. tidak punya gairah. Faktor ekstern keberadaannya berkembang dan variatif. seperti kecerdasan. cepat lelah. kompleks.. Faktor intern lebih bersifat mempribadi. bakat. tidak ada perasaan yang menantang serta dan kurang menyenangkan. tetapi tak jarang . Hasil uji pembelajarn ternyata mampu meningkatkan perilaku positif seperti antusias. takut. Ia dapat mendukung perkembangan faktor intern siswa.Dalam keceriaan mengikuti pelajaran sangat menonjol dari 15% naik menjadi 91%. Dengan demikian hipotesis yang mengatakan bahwa Quantum Teaching sebuah model pembelajaran Quantum Learning mampu untuk meningkatkan prestasi belajar siswa Kelas V SD 3 Demaan Kota kudus tahun 2006 – 2007 dapat teruji kebenarannya. Mata pelajaran IPS jika penyampaiannya masih secara tradisional anak hanya disuruh membaca sendiri buku teks dan mengerjakan soal – soal latihan anak tidak ada gairah sehingga kurang menarik dan cepat bosan.

Prestasi belajar siswa merupakan muara semua kegiatan pendidikan di sekolah. maka seharusnya siswa akan dapat berprestasi dalam belajarnya. Berdasarkan paparan tersebut. Dengan demikian rasionalnya potensi lingkungan dapat diaktualisasikan secara optimal selama proses belajar-mengajar dilangsungkan. (2000) dapat dipilih sebagai alternatif untuk meningkatkan prestasi pembelajaran siswa. sebagai tindak penerapan Quantum Learning dalam pembelajaran di kelas yang dikembangkan oleh Bobbi De Porter. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa rendahnya prestasi belajar siswa dikarenakan lingkungan belum diperankan sebagaimana yang seharusnya. Faktor ekstern disebut juga lingkungan dapat berupa teman dengan segala kecenderungannya. dan dapat pula dari guru lengkap dengan sikap dan gaya mengajarnya. atau setidaknya tidak memberikan kontribusi apapun. untuk meningkatkan prestasi belajar siswa perlu diupayakan cara-cara pemberdayaan lingkungan agar memberikan kontribusi bagi teraktualisasikannya faktor intern siswa. maka faktor lingkungan yang potensial dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan faktor intern dimaksud harus diupayakan aktualisasinya. sehingga siswa dapat berprestasi dalam belajarnya. tidak dapat berkonsentrasi dengan baik. Rumusan Masalah Berdasarkan paparan tersebut di atas dapat dirumuskan permasalahan karya ilmiah ini sebagai berikut : QUANTUM TEACHING SEBUAH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING Veronica UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Sabar Rutoto 3 . Namun demikian secara empirik membuktikan bahwa tidak semua siswa berprestasi dengan baik dalam belajarnya. mengajar berlangsung. tidak mampu memperhatikan lebih lama. bisa berupa fasilitas belajar. Dan karena kualitas pendidikan sering diukur dengan parameter prestasi belajar siswa. pasif. tidak ada kreasi merespon pelajaran. Dari hasil pengamatan dan analisis dari para siswa kelas V SD 3 Demaan pada awal tahun pelajaran dapat diidentifikasikan bahwa : Siswa kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran. Tidang senang membaca. tidak berani mengutarakan pendapat. cepat lelah. Dan pada akhirnya prestasi belajarnya tidak memuaskan.juga dapat menghambat. Salah satu alternatif pemberdayaan lingkungan dapat dilakukan melalui model Quantum Teaching. Mark Reardon & Sarah Singar-Nourie. iklim sewaktu proses belajar. Dalam hal ini siswa kelas V SD 3 Demaan Kudus b.

tidak berani bertanya. selalu ingin tahu dalam proses pembelajaran dapat diaktualisasikan atau diujutnyatakan keberadaannya melalui penerapan Quantum Teaching oleh Guru dalam kelas? c. Berdasarkan salah satu konsep Freud yakni pleasure principle. menengok ke kiri kanan ke belakang.a. berani menjawab denagn tidak ada rasa takut. berbicara dengan teman. Apakah perilaku siswa yang tidak mendukung dalam proses pembelajaran seperti cepat bosan. perhatian mudah teralihkan pada hal – hal lain di luar pelajaran seperti bermain – main sendiri. mau memper hatikan cukup lama. Dapatkah penerapan Quantum Teaching mampu memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pembelajaran siswa kelas V SD 3 Demaan Kudus c. malas. waktu terasa berjalan amat lambat. tidak malas. pengerjaan tugas tidak beres dan pada akhirnya pelajaran tidak tuntas dalam memahami pelajaran.Pebelajar cepat merasa bosan . Semua tingkah laku tersebut merupakan tingkah laku negatif yng tidak diinginkan dan diyakini menjadi penyebab prestasi belajar rendah.? b. bahwa setiap manusia berkeinginan untuk senang dalam hidupnya. takut. oleh karena itu diyakini kelelahan dari aspek fisik dan psikologis yang menyebabkan timbulnya perilaku negatif dalam mengikuti pelajaran dapat diatasi melalui pengubahan perilau tidak menyenangakan menjadi perilaku yang . tidak cepat bosan. Apakah perilaku positif seperti belajar dengan senang. berani bertanya. sering meninggalkan tempat duduk berjalan – jalan. ( perilaku ne -gatif ) dapat direduksi atau dikurangi melalui penerapan Quantum Teaching oleh Guru di dalam kelas. tidak mau memperhatikan. Sebagai akhibat dari kelelahan tersebut dapat menjadikan anak tidak merasakan senang dan tidak tertarik pada pelajaran yang sedang diikuti. Kerangka Pikir Salah satu sisi karakteristik setiap mata pelajaran menunjuk pada adanya kekhu susan cara dalam menyampaikan materi ajar oleh guru kepada siswa yang belajar atau pebelajar. Sunaryo Kartadinata (1996) menyatakan bahwa persoalan keberhasilan dalam proses belajar mengajar bukan sekedar masalah ilmu pengetahuan dan teknologi penyampaian materi semata. akan tetapi lebih dari pada itu yaitu yang menyangkut masalah kemanusiaan yang harus didekati dari ranah perkembangan fisik dan psikologis anak itu sendiri. Karakteristik mata pelajaran dan kekhususan cara penyampaikan guru dan pengorganisasian lingkungan memiliki kontribusi terhadap terjadinya kelelahan yang dialami oleh pebelajar baik pisik maupun psikis serta interkoneksi atau hubungan antara keduanya.

memanfaatkan bakat setiap pemain musik dan potensi setiap instrumen. Ditegaskan pula bahwa isi juga meliputi fasilitas ahli sang maestro terhadap orkestra.Dapat membantu mewujudkan kepuasan semua fihak baik siswa. QUANTUM TEACHING SEBUAH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING Veronica UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Sabar Rutoto 5 . yang di dalamnya banyak unsur/faktor berpadu dan mewarnai produk akhir yang indah.Dapat melaksanakan tugas pokoknya sebagai guru secara inovatif dan kreatif. Manfaat Penelitian Jika tujuan tersebut di atas tercapai maka guru akan memperoleh manfaat : . kemudian menciptakan pengalaman bermusik yang menyeluruh. dijelaskan sebagai latar untuk pengalaman kita. Secara garis besar unsur tersebut dibagi menjadi dua kategori: Konteks (context) dan isi (content). d. Konteks merupakan keakraban orkestra (sebagai lingkungan). Pengertian Bobbi De Porter menerangkan bahwa Quantum Teaching hampir sama dengan sebuah simfoni. Isi.Dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar yang pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.. Melalui Quantum Teaching sebagai model penerapan Quantum Learning di dalam kelas diyakini dapat diujutnyatakan.. digambarkan sebagai fase musik yang dimainkan (sebagai penyajian).3) Guru dapat mendeskripsikan rencanakan pendayagunaan lingkungan.menyenangkan dalam proses pembe lajaran. bertujuan : 1) Guru memperoleh wacana tentang keterkaitan lingkungan dengan proses pembelajaran. dan interpretasi maestro terhadap lembaan musik (sebagai rancangan). . guru. 2) Guru dapat menginventarisir ragam lingkungan di kelasnya yang mungkin dapat didaya gunakan dalam proses pembelajaran. semangat konduktor dan pemain musiknya (sebagai suasana) keseimbangan instrumen dan musisi dalam bekerjasama (sebagai landasan). TINJAUAN PUSTAKA a. 4) Guru dapat memahami langkahlangkah yang akan ditempuh dalam penerapan Quantum Teaching e. Tujuan Penelitian Dengan Quantum Teaching sebagai model penerapan Quantum Learning di dalam pembelajaran di kelas. orang tua dan masarakat . . Konteks. . Unsur-unsur ini berpadu dan.Dapat mendayagunakan lingkungan untuk kepentingan belajar siswa.

Ulangi.” maka Ambak harus betul-betul dilaksanakan sebagaimana seharusnya. c. Demonstrasikan.90 % dari apa yang kita katakan dan lakukan. ragam siswa dengan segala keunikannya. Quantum Teaching Memiliki 5 Prinsip Atau Kebenaran Tetap. menggunakan poster-poster untuk memberikan kesan besar sambil memberikan . Penggubahan Lingkungan Dan Implikasinya Dalam Proses Pembelajaran. 4 Akui Setiap Usaha. dan Rayakan. meningkatkan paritisipasi individu.5 Jika Layak Dipelajari Maka Layak Untuk Dirayakan ! Berdasarkan kelima prinsip tersebut diatas model Quantum Teaching diterapkan di kelas secara ringkas aktivitas itu dapat dirangkum dalam kegiatan menumbuhkan minat siswa dengan memuaskan “Apa Manfaat Bagiku (AMBAK) dengan menggunakan rancangan pengajaran Quantum Teaching sehingga belajar benar – benar menjadi dinamis secara konsisten menjadi mudah dan menyenangkan. 20 % dari apa yang kita dengar.70 % dari apa yang kita katakan.30 % dari apa yang kita lihat. 50 % dari apa yang kita lihat dan dengar. memasang musik latar di dalam kelas. yaitu menghasilkan pengaruh positif bagi keberlangsungan minat siswa dalam belajar.Kebertautan konteks dan isi menggambarkan pengaktualisasikan ragam potensi dan meyelaraskannya menjadi suatu keterpaduan yang solid. b. Penggubahan lingkungan untuk memberikan sugesti positif dengan cara mendudukkan murid secara nyaman. Rancangan tersebut menggunakan kata Tumbuhkan. Menurut Magnesen (1983) dikatakan bahwa kita belajar :“10 % dari apa yang kita baca. Namai. yang pencapaian hasil belajar maksimal dalam kondisi yang aman dan menyenangkan. Lima prinsip atau kebenaran di dalam pembelajaran Quantum yang harus dimunculkan pada setiap pembelajaran kepada siswa adalah sebagai berikut :1 Segala berbicara 2 Segalanya bertujuan 3 Pengalaman sebelum pemberian nama. Alami. Bertolak dari persentase perolehan hasil belajar di atas maka sekecil apapun yang guru “sajikan” secara melekat dalam diri maupun yang dilakukan dikatakan dapat dipersiapkan secara seksama. ( Untuk memudahkan mengingatnya disingkat menjadi akronim TANDUR ). dan lingkungan dengan pernik-perniknya menantang guru menjadi sang maestro handal yang mampu merekadaya keragaman dimaksud dan menghimpunnya ke dalam suatu keterpaduan yang terfokus. Dalam konteks belajar di kelas. Dan perancangan tersebut adalah sebagai berikut : Mengingat bahwa segalanya “berbicara. Untuk maksud itulah penerapan Quantum Teaching sebagai alternatifnya.

Dan secara tidak sadar siswa menyerap informasi melalui kemitraan otak dan mata. Bukan hanya mengawali proses belajar dengan cara merangsang modalitas visual. warna. Setelah siswa terbiasa dengan konsep-konsep pokok dalam bentuk gambar. Lingkungan Sekeliling Dikatakan bahwa gambar lebih berarti daripada seribu kata. Pasang poster di tempat tersebut sampai unit pelajar yang ber sangkutan selesai. Pejamkan mata anda jika perlu. Beribu-ribu asosiasi diluncurkan ke dalam alam kesadaran. Jika alat peraga digunakan dalam situasi belajar. tempat untuk bahan-bahan pelajaran yang akan datang. secara visual. Cara ini menyatukan unsur-unsur yang secara sekilas tampak tidak mempunyai persamaan : hiburan. Gunakan Poster Buatlah (mintalah siswa membuat ) poster motivasi diri dengan pesan-pesan seperti. “Aku mampu mempelajarinya !” dan “Aku semakin pintar dengan setiap tantangan baru”. Poster Icon Ciptakan ikon atau simbol untuk setiap konsep utama yang diajarkan dan digambarkan di atas selembar kertas. sehingga menguatkan keyakinan tentang belajar dan tentang isi yang dipelajarinya. Di bawah ini beberapa ide yang dapat digunakan : a. c. permainan. Jika materi ditempatkan dengan cara demikian minat siswa akan terpicu :”Tentang apa yang kira-kira poster itu ?” b. dan kesehatan emosional. Kita dapat mengambil selangkah lebih jauh dan menggunakan poster ikon untuk mengintip “acara yang akan datang’. cara berfikir positif. poster-poster tersebut seakan “mengucapkan” berbicara seperti dialog internal.informasi. Kaitan ini menyediakan konteks yang kaya untuk pembelajaran yang baru. mintalah mereka untuk membuat poster untuk unit-unit mendatang. Tempatkan poster-poster itu di dinding samping setinggi telinga. kebugaran fisik. alat peraga secara harfiah menyalakan jalur syaraf. Namun semua unsur ini bekerja bersama . dan menyediakan guru-guru yang terlatih baik dalam seni pengajaran sugesti. Pada saat siswa melihat sekeliling ruangan. dan putih atau berwarna merah? Hampir semua orang melihat apel itu QUANTUM TEACHING SEBUAH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING Veronica UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Sabar Rutoto 7 . akan terjadi hal yang menakjubkan.sama untuk menghasilkan pengalaman belajar yang efektif. Apakah anda melihat apel itu hitam. Tempatkan poster ikon unit selanjutnya pada dinding sebelah kanan. Gunakan Warna Bayangkan sebuah apel dibenak anda.

Aroma. pertumbuhan. dan mawar. ungu. meremajakan dan memperkuat belajar.memegang alat bantu dan mendapatkan “rasa” yang lebih baik dari ide yang kita sampaikan. mengubah keadaan mental siswa. g. “sebuah”. . Untuk ketenangan dan relaksasi: kamomil. dan rosemary. f. Dengan demikian fleksibelitas yang ada pembelajaran apapun yang diberikan. Bagi kelas kita menurut Lavabre (1990) dapat digunakan untuk peningkatan kewaspadaan mental seperti : mentol. Mengapa ? Karena otak berfikir dalam warna. dan “dari”. baik secara sadar maupun tidak. jeruk. Tumbuhkan Aroma untuk mendukung tujuan bagi Saat memikirkan tumbuh-tumbuhan. e. kita dapat menggunakan musik untuk menata suasana hati. kayu manis. semakin baik otak kita berfungsi. mengapa aroma? Apa hubungannya sukses dengan bau wangi ? Kaitan antara kelenjar pencium dan sistem syaraf otonomi cukup kuat. Pengaturan Bangku Pengaturan bangku dimaksudkan untuk memudahkan jenis interaksi yang diperlukan dalam pembelajaran. Alat bantu tidak hanya membantu pembelajaran visual. kelaparan. biru. Musik membantu belajar siswa bekerja dengan lebih baik dan mengingat lebih banyak. ketenangan depresi. d. Alat Bantu Alat bantu adalah benda yang dapat mewakili suatu gagasan. Musik Musik berpengaruh pada murid dan guru. asosiasi apa yang muncul dibenak kita ? apakah kita berfikir tentang kehijauan. jeruk. dan seksualitas. Siswa yang sangat kinestik dapat . kehidupan. Semakin banyak oksigen yang didapat. Gunakan warna untuk memperkuat pengajaran anda dan belajar siswa anda ! Gunakan warna hijau. Apa yang kita cium memicu respon seperti kecemasan. Musik merangsang. Jingga dan kuning untuk menggaris bawahi. kemangi. cabang ? Biologi dan botani mengajarkan kita bahwa tumbuh-tumbuhan menyediakan oksigen dalam udara kita. serta hitam dan putih untuk kata-kata penggabung seperti “dan” . dan lain-lain.berwarna. dan merah untuk kata-kata penting. dan mendukung lingkungan belajar siswa. dan otak kita berkembang karena oksigen. bunga. tetapi dapat pula membantu modalitas kinestik.

tetapi kurang motivasi dan menerima apa adanya . mau berubah. sebagai kesimpulan sementara yang masih akan diuji kebenarannya melalui penelitian di lapangan. ketukan. usil. dan keharmonisan musik mempengaruhi fisiologi manusia. 4. Berdasarkan pengamatan guru sebagian besar siswa yaitu 20 orang siswa memiliki sifat aktif. Di SD Demaan 03 Kudus. Penetapan masalah Fokus masalah yang ingin dipecahkan melalui penelitian tindakan kelas ini adalah upaya meningkatkan prestasi belajar melalui penerapan Quantum Teaching model Quantum Learning di dalam kelas. terutamna gelombang otak dan detak jantung. sportif. b. kerja sama. disamping membangkitkan perasaan dan ingatan. Analisis dan Reflkesi Berikut ini akan dijelaskan secara rinci : 1. Prosedur Pelaksanaan Penelitian Sesuai dengan karakteristik penelitian tindakan kelas maka ada tahapan – tahapan penelitian sebagai berikut : 1. Penyusunan Rencana Tinda kan 3.Mereka memiliki kebiasaan yang tidak mendukung dalam meraih prestasi belajar Suka berbicara sendiri . Subyek penelitian siswa kelas lima sebanyak 46 orang terdiri dari 21 laki – laki dan 25 perempuan. mau berusaha. Pelaksanaan Tindakan dan Observasi serta evaluasi. Saran di dalam Pilihan Musik : Berdasarkan kajian pustaka seperti yang telah dipaparkan pada Bab II maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian. berjalan – jalan. Adapun rumusan hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut : “ Bahwa Penerapan Quantum Teaching Prestasi Belajar Sebuah Model Pembelajaran Mampu Siswa Kelas V SD 3 Demaan Kota Untuk Meningkatkan Kudus METODE PENELITIAN a. kurang bergairah dalam belajar. mengganggu temannya. motivasi cukup tinggi. Rancangan Penelitian Penelitian ini dirancang dengan menggunakan disain Penelitian Tindakan Kelas atau PTK. Model ini diyakini dan telah teruji oleh para pakar QUANTUM TEACHING SEBUAH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING Veronica UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Sabar Rutoto 9 .Selebihnya 11 anak memiliki memiliki kerja sama baik. Sedangkan sisanya 15 anak benar benar memerlukan bantuan dalam meningkatkan semangat motivasi dalam belajar. Musik dapat membantu siswa masuk ke keadaan optimal.. Penetapan masalah 2.Mengapa musik ? Irama.

persiapan guru yang ekstra dan tidak mudah. Namun jika sebagai guru yang beneran maka kita terus ditantang untuk berinovasi dan dan pada akhirnya berkresi untuk meningkatkan mutu pembelajaran kita meningkatkan prestasi belajar siswa dan secara kualitatif meningkatkan mutu pendidikan.pendidikan mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. menyenangkan dan menantang dan akhirnya mampu mendongkrak prestasi belajar siswa sekaligus meningkatkan mutu pendidikan. Penyelesaian masalah dengan penerapan Quantum Teaching model Quantum Learning di dalam kelas diyakini dapat meningkatkan sikap perilaku belajar yang positif. Penyusunan Rencana Tindakan kerangka pikir dalam pemecahan masalah akan diterapkan suatu Berdasarkan pendekatan penerapan Quantum Teaching model Quantum Learning di dalam kelas melaui tindakan nyata. namun belum banyak diterapkan oleh para guru.Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas dirancang ke arah penyelesaian akar permasalahan yang dihadapi guru yaitu bentuk sikap perilaku negatif akhibat dalam proses belajar mengajar yang kurang menarik dan menantang sekaligus menyenangkan yang berakhibat prestasi rendah. 2. Guru lebih senang dan begitu mapan dengan metode lamanya yaitu ceramah . orang tua dan para pengasuh sebelumnya. b) Penyampaian informasi tentang konsep penerapan Quantum Teaching model Quantum Learning di dalam kelas untuk meningkatkan prestasi belajar IPS c) Penyampaian informasi tentang pengembangan ragam tindakan penerapan Quantum Teaching model Quantum Learning di dalam kelas untuk meningkatkan prestasi belajar IPS d) Penyusunan pedoman pengamatan untuk diunakan peneliti dalam mendapatkan data tentang pelaksanaan model Quantun Teaching penerapan dalam Quantum Learning di dalam kelas untuk meningkatkan prestasi belajar IPS e) Menata lingkungan fisik kelas yang lebih menyenangkanSecara procedural penyusunan rencana tindakan ini meliputi : a) Menyusun rencana pembelajaran b) Mempersiapkan media yang diperlukan dan menata lingkungan c) Menyusun instrument observasi dan soal – soal test d) Menyusun indicator keberhasilanAdapun indicator keberhasilan yang dimaksud adalah : 1) Tumbuhnya . Ini dilakukan langkah langkah sebagai berikut : a) Dilakukan pengumpulan informasi dari berbagai fihak baik guru kelas sebelumnya .Penerapan Quantum Teaching model Quantum Learning di dalam kelas memang diperlukan kreatifitas. tugas yang sering menjadi membosankan siswa. Tanya jawab.

d) Guru memberikan kesem patan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan hal – hal yang belum jelas.Motivasi dan rasa ingin tahu siswa dalam proses pembelajaran yang doterapkan c). Kegiatan observasi mestinya dilakukan tidak hanya guru sendiri melainkan dibantu oleh personal lain seperti kepala sekolah atau observer lain seperti pembimbing. Adapun tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :a). Akan tetapi dalam hal penelitian ini semua dilakukan oleh guru kelas sendiri untuk kepentingan guru dalam meningkatkan kinerja pembelajaran di dalam kelas sendiri. Pelaksanaan Tindakan dan Observasi Implementasi tindakan pada hakekatnya adalah pelaksanaan inti rencana tindakan pembelajaran yang telah direncanakan. Adapun data yang dapat dikumpulkan melalui kegiatan observasi ini meliputi : a).Perasaan puas dalam terhdap strategi pembelajaran yang dilaksanakan guru d). Ini diterapkan sebagai strategi untuk menarik minat siswa.semangat belajar dan rasa ingin atahu siswa dalam memahami pelajaran.Selanjutnya data observasi akan dipakai sebagai bahan untuk mengadakan refleksi dan analisis. QUANTUM TEACHING SEBUAH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING Veronica UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Sabar Rutoto 11 . g) Guru memberikan post test. c) Guru menjelaskan materi pembe lajaran. 2) Meningkatnya frekuensi pertanyaan yang diajukan siswa.Keaktifan siswa dan keterlibatannya dalam pembelajarn b). e) Guru menjawab pertanyaan siswa. b) Melakukan appersepsi dan menjelaskan tujuan pem belajaran serta strategi yang akan ditempuh. membangkitkan minat. memusatkan perhtian yang terfokus pada pembelajaran yang menyenangkan.Menatalingkungan dan media yang meyenangkan. Bersamaan dengan pelaksanaan pembelaranan ini secara simultan juga dilakukan obserasi untuk mendapatkan data keberhasilan tindakan yang direncanakan. Dalam pada itu guru juga melakukan observasi guna mendapatkan data tentang perubahan sikap dan perilaku yang tidak dapat dilakukan dengan menggunakan test. 4) Tumbuhnys keberanian siswa menyampaikan pendapat 5) Meningkatnya prestasi belajar siswa 3. 3) Meningkatnya rasa puas siswa dalam pembelajaran. menjelaskan kembali hal – hal yang belum dipahami dengan menyenangkan. f) Guru menyampaikan persoalan siswa menang gapi dan selanjutnya menyimpulkan.Keberanian siswa untuk mengungkapkan pendapat . menyenangi pelajaran.

Analisis Dan Refleksi Berdasarkan data yang telah terkumpul.Atau sebaliknya jka hasil penelitian lebih rendah dengan criteria maka penelitian tindakan dinyatakan belum erhasil. Jika hasil tindakan lebih baik dengan indicator yang telah ditetapkan maka penelitian dinyatakan berhasil . Penyelesaian masalah dengan penerapan Quantum Teaching model Quantum Learning di dalam kelas diyakini dapat meningkatkan sikap perilaku belajar yang positif.4. Analisis dilakukan dengan melakukan perbandingan hasil tindakan degan indicator kinerja yang telah ditetapkan.Penyusunan pedoman pengamatan untuk diunakan peneliti dalam mendapatkan data tentang pelaksanaan model Quantun Teaching penerapan dalam Quantum Learning di dalam kelas untuk meningkatkan prestasi belajar IPS e. Langkah Langkah Ini dilakukan langkah langkah sebagai berikut : a) Dilakukan pengumpulan informasi dari berbagai fihak baik guru kelas sebelumnya .Menata lingkungan fisik kelas yang lebih menyenangkan . maka diadakan analisis dan refleksi terhadap temuan – temuan selama penelitian tindakan . b. Yang selanjutnya diadakan analisis dan ditemukan sesuatu yang kurang mendukung atau hambatan yang selanjutnya diadakan perbaikan kembali pada siklus yang berikutnya kedua dan ketiga. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN a. menyenangkan dan menantang dan akhirnya mampu mendongkrak prestasi belajar siswa sekaligus meningkatkan mutu pendidikan. Penyusunan Rencana Tindakan Berdasarkan kerangka pikir dalam pemecahan masalah akan diterapkan suatu pendekatan Quantum Teaching sebuah model pembelajaran Quantum Learning di dalam kelas melaui tindakan nyata. b)Penyampaian informasi tentang konsep penerapan Quantum Teaching model Quantum Learning di dalam kelas untuk meningkatkan prestasi belajar IPS c) Penyampaian informasi tentang pengembangan ragam tindakan penerapan Quantum Teaching model Quantum Learning di dalam kelas untuk meningkatkan prestasi belajar IPS d. Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas dirancang ke arah penyelesaian akar permasalahan yang dihadapi guru yaitu bentuk sikap perilaku negatif akhibat dalam proses belajar mengajar yang kurang menarik dan menantang sekaligus menyenangkan yang berakhibat prestasi rendah. orang tua dan para pengasuh sebelumnya.

Secara procedural penyusunan rencana tindakan ini meliputi : 1) Menyusun rencana pembelajaran 2) Mempersiapkan media yang diperlukan dan menata lingkungan 3) Menyusun instrument observasi dan soal – soal test 4) Menyusun indicator keberhasilan Adapun indicator keberhasilan yang dimaksud 1)Tumbuhnya semangat belajar dan rasa ingin atahu siswa dalam memahami pelajaran. b) Melakukan appersepsi dan menjelaskan tujuan pembelajaran serta strategi yang akan ditempuh. d) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan hal – hal yang belum jelas. 3) Meningkatnya rasa puas siswa dalam pembelajaran. memusatkan perhtian yang terfokus pada pembelajaran yang menyenangkan. membangkitkan minat. QUANTUM TEACHING SEBUAH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING Veronica UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Sabar Rutoto 13 . c) Guru menjelaskan materi pembelajaran. Adapun tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a) Menatalingkungan dan media yang meyenangkan. menyenangi pelajaran. e) Guru menjawab pertanyaan siswa. Ini diterapkan sebagai strategi untuk menarik minat siswa. Malu bertanya Dihinggapi perasaan takut Tidak bergairah Tidak punya motivasi Bosan Tidak tertarik pelajaran Ngomong dengan kawan Tidak ada perhatian Bermain – main sendiri Berjalan –jalan di kelas c. Bersamaan dengan pelaksanaan pembelaranan ini secara simultan juga dilakukan obserasi untuk mendapatkan data keberhasilan tindakan yang direncanakan. Pelaksanaan Tindakan Dan Observasi Implementasi tindakan pada hakekatnya adalah pelaksanaan inti rencana tindakan pembelajaran yang telah direncanakan.4)Tumbuhnys keberanian siswa menyampaikan pendapat 5)Meningkat nya prestasi belajar siswa Pada tahan perencanaan PTK dilaksanakan beberapa tindakan awal seperti disebut di bawah ini : Pengumpulan informasi tentang kecenderungan perilaku siswa selama dalam proses KBM sebelum dilaksanakan PTK diperoleh hasil sebagai berikut : Tidak siap mengikuti pelajarn : Mengganggu teman yang lain. menjelaskan kembali hal – hal yang belum dipahami dengan menyenangkan f) Guru menyampaikan persoalan siswa menanggapi dan selanjutnya menyimpulkan g) Guru memberikan post test.2) Meningkatnya frekuensi pertanyaan yang diajukan siswa.

takut. ANALISIS DAN REFLEKSI Berdasarkan data yang telah terkumpul. Jika hasil tindakan lebih baik dengan indicator yang telah ditetapkan maka penelitian dinyatakan berhasil . Yang selanjutnya diadakan analisis dan ditemukan sesuatu yang kurang mendukung atau hambatan yang selanjutnya diadakan perbaikan kembali pada siklus yang berikutnya kedua dan ketiga. Tujuan PTK ini adalah mengurangi bahkan kalau mungkin akan menghilangkan sikap perilaku negative seperti sikap malas. perasaan senang dan puas dalam pembelajaran.Dalam pada itu guru juga melakukan observasi guna mendapatkan data tentang perubahan sikap dan perilaku yang tidak dapat dilakukan dengan menggunakan test. Kegiatan observasi mestinya dilakukan tidak hanya guru sendiri melainkan dibantu oleh personal lain seperti kepala sekolah atau observer lain seperti pembimbing. bosan tidak ada daya tarik dan cepat lelah dalam proses belajar maka melalui pembelajaran Quantum Teaching sebagai model penerapan Quantum Learning di dalam pembelajaran di kelas akan diuji cobakan. Selanjutnya data observasi akan dipakai sebagai bahan untuk mengadakan refleksi dan analisis. tidak punya gairah. maka diadakan analisis dan refleksi terhadap temuan – temuan selama penelitian tindakan . Analisis dilakukan dengan melakukan perbandingan hasil tindakan degan indicator kinerja yang telah ditetapkan. timbul keberanian dan rasa ingin tahu yang lebih baik lagi meningkat dengan signifikan atau nyata dan berarti HASIL PENELITIAN Pada sikklus yang ke tiga dapat dilaporkan bahwa dengan penyampaian Quantum Teaching sebagai model penerapan Quantum Learning di dalam pembelajaran di kelas .Atau sebaliknya jka hasil penelitian lebih rendah dengan criteria maka penelitian tindakan dinyatakan belum erhasil. semangat belajar.Hasil uji pembelajarn ernyata mampu meningkatkan perilaku positif seperti antusias. OBSERVASI DAN EVALUASI Adapun data yang dapat dikumpulkan melalui kegiatan observasi ini meliputi : Keaktifan siswa dan keterlibatannya dalam pembelajarn Motivasi dan rasa ingin tahu siswa dalam proses pembelajaran yang diterapkan Perasaan puas dalam terhdap strategi pembelajaran yang dilaksanakan guru Keberanian siswa untuk mengungkapkan pendapat . Akan tetapi dalam hal penelitian ini semua dilakukan oleh guru kelas sendiri untuk kepentingan guru dalam meningkatkan kinerja pembelajaran di dalam kelas sendiri.

Dapatkah penerapan Quantum Teaching mampu memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pembelajaran siswa kelas V SD 3 Demaan Kudus dari rerata kelas 6. 3.Dalam keberanian mengtarakan pendapat naik dari 24% menjadi 87%.Dalam keceriaan mengikuti pelajaran sangat menonjol dari 15% naik menjadi 91%. Bahwa perilaku siswa yang tidak mendukung dalam proses pembelajaran seperti cepat bosan. Dari hasil obsrvasi kenaikan dalam mengajukan pertanyaan dari 19% menjadi 89%.30 meningkat menjadi 8.mampu meningkatkan motivasi siswa dalam memperhatikan pelajaran dari 17% menjadi 89%. tidak cepat bosan. selalu ingin tahu dalam proses pembelajaran dapat diaktualisasikan atau diujutnyatakan keberadaannya melalui penerapan Quantum Teaching oleh Guru dalam kelas. tidak mau memperhatikan.7 menjadi rerata kelas 8. Dengan demikian hipotesis yang mengatakan bahwa Quantum Teaching Sebuah Model Pembela -jaran Quantum Learning mampu Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas V SD 3 Demaan Kota kudus dapat diterima kebenarannya. Untuk itu perlu diperhatikan bagi guru hal – hal sebagai berikut : QUANTUM TEACHING SEBUAH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING Veronica UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Sabar Rutoto 15 . ( perilaku ne -gatif ) dapat direduksi atau dikurangi melalui penerapan Quantum Teaching oleh Guru di dalam kelas. PENUTUP a. tidak malas. Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan penelitian sebagaimana dipaparkan pada bab IV sebelumnya dapat dinyatakan kesimpulan sebagai berikut : 1. malas.2 suatu kenaikan yang sangat berarti. berani menjawab denagn tidak ada rasa takut.. berani bertanya. b. orang tua dan masarakat. Saran Berdasarkan hasil pembahasan dan simpulan penelitian ini maka sebagai guru yang sadar adalah arsitek dalam pembelajaran maka bangga jika mampu memberikan hasil pembelajaran yang memuaskan bagi semua fihak baik siswa. Bahwa perilaku positif seperti belajar dengan senang. takut.20. 2. Dari aspek pengembangan prestasi atau kognitif ternyata juga mampu meningkatkan prestasi belajar dari rerata 6. Suatu kenaikan yang sangat berarti atau signifikan. mau memper hatikan cukup lama.

Tekanan dari berbagai media baik cetak maupun elektronik. satu unsur tetap akan berada di pundak GURU. Bandung : Yayasan Bakti Winaya. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa. (2000) Quantum Learning. dan dukungan komunitas yang semakin melemah. Bandung :KAIFA. Mempraktikan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan Penerjemah: Alwiyah Abdurrahman. Bahwa pemberian terbaik yang dapat diberikan Guru kepada siswa – siswanya adalah suatu keyakinan bahwa Sang Guru senantiasa akan selalu berpihak kepada mereka. DAFTAR PUSTAKA Bobbi De Porter & Mike Hernacki. Penerjemah: Ary Nilandari. . Cetakan VII. Mark Reardon & Sarah Singar-Nourie.1. Setiap hari Guru terus dan terus melihat ke dalam hati siswa memegang hati dan pikiran manusia muda yang dianugerahi cetak biru masa depan bangsa. Kartadinata. Surya. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Mempersiapkan siswa untuk menjadi pelajar seumur hidup adalah tujuan terpuji. Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Bandung. akan membuat tugas ini semakin menantang. 2. tetapi hanya sedikit yang mencapainya. suatu tujuan yang diusahakan banyak orang. Bandung :KAIFA Bobbi De Porter. (2000) Quantum Teaching. Persahabatan ini tidak dapat diukur dan tidak akan muncul pada nilai test. tuntutan sistem pendidikan yang masih membingungkan. Edisi Revisi. ( 2003 ) Psikologi Pembelajaran Dan Pengajaran . Dedi Supriadi (1998). baik test formatif maupun test sumatif. apalagi nilai raport. Guru memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan siswa – siswa yang akan membentuk masa depan bangsa. Artinya Guru menginginkan semua siswanya dapat meraih sukses besar dalam belajar. S. M. 3. ( 1996 ) Kerangka Kerja Bimbingan dan Konseling Dalam Pendidikan. Tetapi sekalipun banyak kendala. Setiap hari Guru mengorkestrai interaksi untuk belajar dinamis dan menyenangkan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->