MAKALAH SISTEM EKONOMI ISLAM/SYARIAH

04:09 by bayutube86 · 4 comments Sistem Ekonomi Islam atau syariah sekarang ini sedang banyak diperbincangkan di Indonesia. Banyak kalangan masyarakat yang mendesak agar Pemerintah Indonesia segera mengimplementasikan sistem Ekonomi Islam dalam sistem Perekonomian Indonesia seiring dengan hancurnya sistem Ekonomi Kapitalisme.Makalah ini akan membahas tentang apa sistem ekonomi Islam/syariah itu.

Definisi Ekonomi Islam/Syariah menurut beberapa Ekonom Islam

Muhammad Abdul Mannan

"Ekonomi Islam merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam".

M.M Metwally

"Ekonomi Islam dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari per4ilaku muslim (yang beriman) dalam suatu masyarakat Islam yang mengikuti Al Quran,Hadits Nabi,Ijma dan Qiyas".

Hasanuzzaman

"Ilmu ekonomi Islam adalah pengetahuan dan aplikasi dari anjuran dan aturan syariah yang mencegah ketidakadilan dalam memperoleh sumber daya material sehingga tercipta kepuasan manusia dan memungkinkan mereka menjalankan perintah Allah dan masyarakat".

Sejarah

tentang

Sistem

Ekonomi

Islam/Syariah

Dengan hancurnya komunisme dan sistem ekonomi sosialis pada awal tahun 90-an membuat sistem kapitalisme disanjung sebagai satusatunya sistem ekonomi yang sahih. Tetapi ternyata, sistem ekonomi kapitalis membawa akibat negatif dan lebih buruk, karena banyak negara miskin bertambah miskin dan negara kaya yang jumlahnya relatif sedikit semakin kaya.

Dengan kata lain, kapitalis gagal meningkatkan harkat hidup orang banyak terutama di negara-negara berkembang. Bahkan menurut Joseph E. Stiglitz (2006) kegagalan ekonomi Amerika dekade 90-an karena keserakahan kapitalisme ini. Ketidakberhasilan secara penuh dari sistem-sistem ekonomi yang ada disebabkan karena masing-masing sistem ekonomi mempunyai kelemahan atau kekurangan yang lebih besar dibandingkan dengan kelebihan masing-masing. Kelemahan atau kekurangan dari masing-masing sistem ekonomi tersebut lebih menonjol ketimbang kelebihannya.

Karena kelemahannya atau kekurangannya lebih menonjol daripada kebaikan itulah yang menyebabkan muncul pemikiran baru tentang sistem ekonomi terutama dikalangan negara-negara muslim atau negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam yaitu sistem ekonomi syariah. Negara-negara yang penduduknya mayoritas Muslim mencoba untuk mewujudkan suatu sistem ekonomi yang didasarkan pada Al-quran dan Hadist, yaitu sistem ekonomi Syariah yang telah berhasil membawa umat muslim pada zaman Rasulullah meningkatkan perekonomian di Zazirah Arab. Dari pemikiran yang didasarkan pada Al-quran dan Hadist tersebut, saat ini sedang dikembangkan Ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah di banyak negara Islam termasuk di Indonesia.

Ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah merupakan perwujudan dari paradigma Islam. Pengembangan ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah bukan untuk menyaingi sistem ekonomi kapitalis atau sistem ekonomi sosialis, tetapi lebih ditujukan untuk

mencari suatu sistem ekonomi yang mempunyai kelebihan-kelebihan untuk menutupi kekurangan-kekurangan dari sistem ekonomi yang telah ada. Islam diturunkan ke muka bumi ini dimaksudkan untuk mengatur hidup manusia guna mewujudkan
ketentraman hidup dan kebahagiaan umat di dunia dan di akhirat sebagai nilai ekonomi tertinggi. Umat di sini tidak semata-mata umat Muslim tetapi, seluruh umat yang ada di muka bumi. Ketentraman hidup tidak hanya sekedar dapat memenuhi kebutuhan hidup secara melimpah ruah di dunia, tetapi juga dapat memenuhi ketentraman jiwa sebagai bekal di akhirat nanti. Jadi harus ada keseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan hidup di dunia dengan kebutuhan untuk akhirat.

Tiga Prinsip Dasar Yang Menyangkut sistem ekonomi Syariah menurut Islam

ekonomi dalam kaca mata Islam merupakan tuntutan kehidupan sekaligus anjuran yang memiliki dimensi ibadah [3]. sosialis maupun komunis. 3. Berbeda dengan apa yang ditawarkan sistem ekonomi syariah. „Adalah.com/2009/05/makalah-sistem-ekonomi-islamsyariah. Khilafah. dan melarang penumpukan kekayaan[2]. maupun negara kesejahteraan (Welfare State). 2.blogspot. Sangat bertolak belakang dengan kapitalis yang lebih bersifat individual. Empat Ciri/Sifat Sistem Islam 1. Berbeda dari kapitalisme karena Islam menentang eksploitasi oleh pemilik modal terhadap buruh yang miskin. Sistem ekonomi syariah sangat berbeda dengan ekonomi kapitalis. ekonomi Islam menetapkan bentuk . Selain itu.1. Daftar isi [sembunyikan]      1 Perbedaan ekonomi syariah dengan ekonomi konvensional 2 Ciri khas ekonomi syariah 3 Tujuan Ekonomi Islam 4 Catatan 5 Lihat pula [sunting]Perbedaan ekonomi syariah dengan ekonomi konvensional Artikel utama untuk bagian ini adalah: Ekonomi syariah vs ekonomi konvensional Krisis ekonomi yang sering terjadi ditengarai adalah ulah sistem ekonomi konvensional. distribusi pendapatan dan kesejah-teraan yang merata (equitable distribution of income and wealth) serta stabilitas dan pertumbuhan (growth and stability). 2. Kesatuan (unity) Keseimbangan (equilibrium) Kebebasan (free will) Tanggungjawab (responsibility) http://cafe-ekonomi. menghargai sumber pendapatan (recpectable source of earning). Tawhid. Prinsip ini merefleksikan bahwa penguasa dan pemilik tunggal atas jagad raya ini adalah Allah SWT. merupakan bagian yang integral dengan tujuan syariah (maqasid al-Syariah). sosialis yang memberikan hampir semua tanggungjawab kepada warganya serta komunis yang ekstrem[1]. yaitu sistem bagi hasil.html Ekonomi syariah Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Ekonomi syariah atau sistem ekonomi koperasi berbeda dari kapitalisme. ensiklopedia bebas Ekonomi syariah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang dilhami oleh nilai-nilai Islam[1]. yang mengedepankan sistem bunga sebagai instrumen provitnya. sosialisme. Konsekuensi dari prinsip Khilafah dan ‘Adalah menuntut bahwa semua sumberdaya yang merupakan amanah dari Allah harus digunakan untuk merefleksikan tujuan syariah antara lain yaitu. 3. 4. pemenuhan kebutuhan (need fullfillment). mempresentasikan bahwa manusia adalah khalifah atau wakil Allah di muka bumi ini dengan dianugerahi seperangkat potensi spiritual dan mental serta kelengkapan sumberdaya materi yang dapat digunakan untuk hidup dalam rangka menyebarkan misi hidupnya. dengan instrumen provitnya. Ekonomi syariah bukan pula berada di tengah-tengah ketiga sistem ekonomi itu.

Di dalam menjalankan kegiatan ekonominya. karena semua (kekayaan) yang ada di bumi adalah milik Allah semata.perdagangan serta perkhidmatan yang boleh dan tidak boleh di transaksikan[4]. Sebagaimana diungkapkan dalam pembahasan diatas. konsumen dan pemilik modal. "Jurnal Ekonomi Rakyat". Wawasan Al Qur'an. budaya dan politik dari bangsa. 4. 7. Riba fadhi ialah penukaran suatu barang dengan barang yang sejenis. [sunting]Tujuan Ekonomi Islam Ekonomi Islam mempunyai tujuan untuk memberikan keselarasan bagi kehidupan di dunia.org/wiki/Ekonomi_syariahv . ekonomi syariah menekankan empat sifat. Riba nasiah ialah pembayaran lebih yang disyaratkan oleh orang yang meminjamkan. Esensi proses Ekonomi Islam adalah pemenuhan kebutuhan manusia yang berlandaskan nilai-nilai Islam guna mencapai pada tujuan agama (falah). Swipa. Keadaan mereka yang demikian itu. yang dari segi bahasa berarti "kelebihan"[6]. adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat). Riba yang dimaksud dalam ayat ini riba nasiah yang berlipat ganda dan umum terjadi dalam masyarakat Arab zaman Jahiliyah 9. kebersamaan dan kekeluargaan serta mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha [sunting]Ciri khas ekonomi syariah Tidak banyak yang dikemukakan dalam Al Qur'an. Pustaka Hidayah. Swipa.wikipedia. Keseimbangan (equilibrium) 3. [sunting]Catatan a b a b 1. tetapi seluruh mahluk hidup di muka bumi. Islam sangat mengharamkan kegiatan riba. ^ Terjemahan Al Qur'an dari Khadim al Haramain asy Syarifain (Pelayan kedua Tanah Suci) Raja Fahd ibn 'Abd al 'Aziz Al Sa'ud ^ Riba itu ada dua macam: nasiah dan fadhi. Dalam Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 275[7] disebutkan bahwa Orang-orang yang makan (mengambil) riba[8] tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila[9]. ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha. sosial.. Kesatuan (unity) 2. Karena alasan-alasan yang sangat tepat. 6. Mizan. sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. padidengan padi dan sebagainya. ^ Maksudnya:orang yang mengambil riba tidak tenteram jiwanya seperti orang kemasukan syaitan [sunting]Lihat pula http://id. Ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. memberikan rasa adil. 2. Ekonomi Islam menjadi rahmat seluruh alam. Selain itu. padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. antara lain: 1. Kebebasan (free will) 4. ^ "Berita Harian". ^ "Waspada Online". 3. ^ ^ "UIKA Bogor". ^ Shihab Quraish (1996). Swipa. Menengok Kembali Islam Kita. Nilai Islam bukan semata-semata hanya untuk kehidupan muslim saja. seperti penukaran emas dengan emas. ^ Hofmann Murad (2002). bisa berubah. tetapi hanya sedikit tentang sistem ekonomi[5]. Tanggungjawab (responsibility) Manusia sebagai wakil (khalifah) Tuhan di dunia tidak mungkin bersifat individualistik. 8.. yang tidak terbatas oleh ekonomi. 5. tetapi lebih banyak jumlahnya karena orang yang menukarkan mensyaratkan demikian. Al Qur'an dan Sunnah banyak sekali membahas tentang bagaimana seharusnya kaum Muslim berprilaku sebagai produsen. Swipa. dan manusia adalah kepercayaannya di bumi[2]. dan hanya prinsip-prinsip yang mendasar saja. Ekonomi Islam mampu menangkap nilai fenomena masyarakat sehingga dalam perjalanannya tanpa meninggalkan sumber hukum teori ekonomi Islam.

roh dan jiwa manusia. 2006 by trimudilah Sistem Ekonomi Islam Menurut Kehendak Tuhan Sumber : Rufaqa Online Sistem ekonomi Islam tidak sama dengan sistem-sistem ekonomi yang lain. Premis perniagaan berasaskan taqwa adalah pusat bina insan yang cukup praktikal dan menguntungkan. Hasil dari ekonomi yang berlandaskan taqwa. bersopan santun. Ini adalah tuntutan Tuhan. Ayah menjaga keperluan lahir batin anak-anak. Oleh itu tidak boleh terkeluar dari konsep dan syarat-syarat ibadah. Di antara ciri-ciri ekonomi Islam ialah: 1. Ia adalah berpandukan wahyu dari Allah SWT. 2. Ilmu. usahanya sedikit tetapi hasilnya banyak. Kalau dalam sistem ekonomi kapitalis. pergaduhan dan jenayah. memperpanjang dan memperluaskan syariat Tuhan. pengalaman. kemesraan. Ibadah asas seperti solat. Allah SWT tidak dilupakan. Syariat lahir dan batin ditegakkan dan hati tidak lalai dari mengingati Tuhan. Para pekerja seperti anak. Akhirnya masyarakat jadi aman. Berlaku penindasan. Berekonomi dan berniaga secara Islam adalah di antara jalan untuk menambah bekalan taqwa. Ia adalah jihad fisabilillah dan menjadi satu perjuangan untuk menegakkan Islam dan mengajak manusia kepada Tuhan. kesihatan. Manusialah yang Tuhan tuntut supaya kita berkasih sayang dengan mereka. Ekonomi Islam lebih mementingkan sifat taqwa daripada modal keuangan yang besar. Yang kaya bertambah kaya dan yang miskin bertambah miskin. Penyelia-penyelia seperti kakak dan abang. Akan terhapus penindasan. tekanan dan ketidakadilan. Orang yang bertaqwa itu. Ia bukan dari hasil ciptaan akal manusia seperti sistem kapitalis dan komunis. akan lahir ukhuwah dan kasih sayang. 4. penzaliman dan ketidakadilan. Pengurus seperti ayah. Matlamatnya ialah untuk mendapat redha dan kasih sayang Allah. December 14. Hasilnya. kebajikan dan sebagainya. Aktiviti berniaga dianggap zikir dan ibadah kepada Allah SWT. Kalau solat ditinggalkan. tempat tinggal. pakaian.T RIDAYA M UFAKAT A DIL & A MANAH Bersinergi. Berlandaskan taqwa Kegiatan ekonomi dalam Islam merupakan jalan untuk mencapai taqwa dan melahirkan akhlak yang mulia. Ekonomi Islam pula. berekonomi adalah untuk memperbesar. Kegiatan ekonomi atau perniagaan yang dibuat itu tidak haram dan tidak melibatkan perkaraperkara yang haram. perlaksanaannya dan natijahnya kena betul. Tidak ada krisis. Semua yang terlibat dengan kegiatan ekonomi Islam ini akan menjadi tawadhuk dan rendah diri. Kalau orang yang bertaqwa menghadapi masalah. Allah akan mengadakan baginya jalan keluar dan dia diberi rezeki oleh Allah dari sumber-sumber yang tidak disangka-sangka. Ini termasuk didikan agama. Dalam Islam. mendahulukan kepentingan orang lain dan berbagai-bagai lagi sifat-sifat yang luhur. Penuh suasana kekeluargaan Dalam premis perniagaan Islam di mana ada tuan punya atau pengurus dan pekerja. Sesibuk manapun berniaga. modalnya duit untuk mendapatkan duit. kekayaan alam semulajadi dan sebagainya. Apatah lagi kalau usahanya banyak. keselamatan. makan minum. Ia berbeza dengan sistem ekonomi yang lain. . terjalin kemesraan dan kasih sayang seperti dalam satu keluarga. Orang bertaqwa itu dibantu Tuhan seperti dalam firman-Nya maksudnya: “Allah itu pembela bagi orang-orang yang bertaqwa” (Al Jasiyah: 19). Melibatkan Tuhan Orang Islam berekonomi dengan niat kerana Allah dan mengikut peraturan dan hukum-hakam Allah Taala. Bersatu. damai dan hidup penuh harmoni. kemahiran. matlamat lahiriah itu sendiri tidak tercapai dan manusia menderita dan tersiksa kerananya. Niatnya. penekanan. Ketakutan dan kebimbangan akan lenyap. Penuh kasih sayang Islam menganggap berekonomi itu ibadah. bertolong bantu. Sistem ciptaan akal manusia ini hanya mengambil kira perkara-perkara lahiriah semata-mata tanpa menitikberatkan soal hati. puasa dan sebagainya tidak boleh ditinggalkan. 3.sangat berbeza. ibadah berekonomi sepertimana juga ibadah-ibadah yang lain akan dengan sendirinya tertolak. Ekonomi itu jihad dan ibadah. dan Beritikad Baik. tetapi dalam ekonomi Islam modalnya taqwa untuk mendapatkan taqwa. Iaitu ibadah menerusi khidmat kita kepada sesama manusia.

Mereka diberi kemesraan dan kasih sayang. Keuntungan perniagaan untuk masyarakat Dalam ekonomi Islam..A. keluarga.. Prof. kebijakan ekonomi. bertempat di gedung Convention Hall kampus UIN Sunan Kalijaga. Kesimpulan itu diperoleh Dosen Ekonomi Islam Fakultas Syariah IAIN Raden Intan Bandar Lampung ini. Mamduh Mahmadah Hanafi. ia perlu dihalakan semula dan diperguna untuk kepentingan masyarakat. maka akan mampu mensejahterakan seluruh masyarakat Indonesia secara adil dan merata. pelanggan sungguh mahal dan sungguh istimewa. Kalau dia fakir dan miskin hingga tidak mampu bayar langsung. prinsip prinsip. H. perlu disalurkan semula kepada masyarakat 6. lagi banyak faedah atau bunganya http://trimudilah. (promotor merangkap penguji) dan Drs.. (promotor merangkap penguji). Ph. Ph.D. menindas dan menipu manusia demi untuk mengejar keuntungan. Si peminjam boleh terjerat dalam satu ikatan yang dia tidak mampu ungkaikan atau terjatuh ke dalam satu lubang yang dia tidak mampu keluar. serta konsep distribusi yang dilahirkan oleh Sistem Ekonomi Islam (S E I). dipertahankan di hadapan tim penguji antara lain : Drs. Jangankan hendak membantu manusia. Satu adalah keuntungan maknawi dan satu lagi keuntungan maddi (material). Iaitu pinjaman berfaedah (berbunga) tetap untuk jangka masa yang tertentu. Syamsul Anwar. Oleh itu.D. moral dan norma. MA. Keuntungan material kalaupun ada.B. MA.. 9 November 1011. nilai. Akhsyim Afandi.. Dalam ekonomi kapitalis. Disertasi berjudul “ Konsep Distribusi Dalam Ekonomi Islam dan Format Keadilan Ekonomi di Indonesia” ini. Ia sangat menekan. selain melakukan telaah buku-buku karya ilmiah. dengan pendekatan filosofis dan fenomenologis. Orang atau pertubuhan yang memberi pinjaman riba menjadi kaya tanpa usaha.. dan hasil penelitian sebelumnya tentang Sistem Ekonomi Islam. MA.com/2006/12/14/sistem-ekonomi-islam/ Sistem Ekonomi Islam dan Kepribadian Indonesia Written by Administrator Wednesday. 5..D. Bila lembaga-lembaga ekonomi di negri ini bersatu padu menerapkannya. menindas dan mencekik si peminjam. Islam tidak menganjurkan keuntungan material ditumpu kepada diri sendiri. bahkan mereka sanggup menyusahkan. Dia menjadi kaya atas titik peluh orang lain. Ph. kelompok atau golongan. H. Syafiq Mahmadah Hanafi. pelanggan dan ahli-ahli masyarakat tidak dilihat seperti orang lain bahkan saudara-mara.. Pelangganlah tempat mereka mencurah bakti dan khidmat.. Dr. Pelanggan jugalah orang yang membantu mereka memperbaiki dan mendidik hati. Tuhanlah yang akan membayarkan untuknya. Dr. Ekonomi Islam lebih mementingkan khidmat kepada masyarakat daripada mengumpulkan keuntungan material yang besar. Mereka hanya mahukan duit para pelanggan. kemudian diangkat dalam karya disertasinya untuk memperoleh Gelar Doktor Bidang Ilmu Agama Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.wordpress. M. Ahmad Yani Anshori. berkorban dan . Lampung Utara ini. musyarakah. Ia termasuk pembelaan dan kebajikan. dokumen-dokumen. demi Tuhan yang mengurniakan kasih sayang. tujuan. Antaranya ialah mudharabah. dia dibolehkan membayar ikut sesuka hatinya. setelah melakukan riset kepustakaan terhadap konsep distribusi. Inilah apa yang dikatakan bersyukur. Munrokhim Misanan.Justeru itu. Usaha ekonomi yang berasaskan riba juga tertakluk kepada tekanan kerana lagi lama pinjaman tidak dibayar. M. Islam ada cara tersendiri untuk menjana model dan kewangan. H. MA. Inilah ekonomi taqwa dan kasih sayang. menekan. Kamis. H. sebagainya. Ec. Kalaupun ada keuntungan material. Kalau ada pelanggan yang memerlukan barangan dan khidmat tetapi nyata tidak mampu membayar harganya. Islam mengajar ahli ekonomi dan peniaganya untuk mengutamakan untung maknawi daripada untung material. Riba dalam ekonomi membuatkan harga barangan dan khidmat menjadi tinggi kerana untung lebih terpaksa dicari untuk membayar kadar faedah riba. pihaknya juga melakukan analisa terhadap . maka menjadi tanggungjawab pihak yang berniaga pulalah untuk memberikan keperluannya itu dengan percuma. Riset putra kelahiran Bukit Kemuning. Tidak ada hutang berunsur riba Islam tidak membenarkan riba. Dr. Mereka datang membawa rahmat dan kembalinya menghapuskan dosa. Riba mencetus berbagai masalah dan krisis. Berbakti dan berkhidmat bukan setakat memberi pelanggan apa yang mereka mahu. Bila diterapkan dengan baik di negri ini sesungguhnya sangat sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Menurut Promovendus. Pelanggan yang datang kepada premis perniagaan dilayan sebaik mungkin seperti tetamu. Drs. keuntungan ada dua bentuk. 09 November 2011 00:00 Ruslan Abdul Ghofur Noor (31 tahun) mengatakan. Sistem Ekonomi Islam memuat konsep distribusi yang sarat dengan nilai keadilan. Keuntungan boleh diambil sekadar perlu tetapi selebihnya mesti dikembalikan kepada Tuhan melalui bantuan kepada fakir miskin dan masyarakat. Ag. tidak ada kasih sayang.

Sementara pada tataran distribusi. instrumen Sistem Ekonomi Islam sesungguhnya bisa masuk dalam keseluruhan Sistem Ekonomi di Indonesia. yaitu: prinsip distribusi yang terdiri dari larangan Riba dan Gharar.ac. Akuntan Publik (Audit Zakat). jelas Bapak 1 putra dari istri Ervina Ahsanty. bahwa yang menjadi landasan penting S E I adalah agar kekayaan tidak terkumpul pada satu kelompok tertentu. menurut promovendus. Lembaga-Lembaga Keuangan Syari’ah. serta menjunjung tinggi nilai keadilan. yang menyediakan produk-produk berdasarkan pada mekanisme kerjasama serta akat-akat muamalah lainnya yang pro-rakyat. 29 November 2011 11:29 http://pps.. ini.uin-suka. ( Humas ) Last Updated on Tuesday. yakni : Zakat.implementasi Arsitektur Sistem Ekonomi Islam di Indonesia mulai dari penentu kebijakan dan pengawasan operasional (Kementerian Agama).8% dari seluruh jumlah penduduk Indonesia). Potensi Sektor lembaga keuangan syari’ah. mayoritas penduduk Indonesia yakni (Muslim yang jumlahnya 88. S. Sistem Ekonomi Islam bila diterapkan sebaik-baiknya sesungguhnya bertujuan mensejahterakan masyarakat secara adil dan merata dan mewujudkan Maqasid as Syari’ah. 2. Dari hasil telaah literatur dan implementasi Sistem Ekonomi Islam di negri ini. yang perlu dipahami semua elemen. ekonomi Islam memiliki posisi yang cukup penting dalam mendukung reformasi ekonomi Indonesia melalui : 1. LembagaLembaga Keuangan Makro Syari’ah dan Lembaga Pendidikan dan Latihan Kerja terkait dengan implementasi Sistem Keuangan Islam di Indonesia. Wakaf. kemiskinan dan ketidak-adilan. Institusi Distribusi yakni pemerintah dan masyarakat dan Instrumen distribusi.H. Fungsi Pengawasan Syariah (D S N M U I). Maka . fungsi penyelesaian perselisian (Peradilan Agama).php?option=com_content&view=article&id=238:sistem-ekonomi-islam-dan-kepribadianindonesia&catid=1:berita-terakhir . Konsep distribusi dalam ekonomi Islam sangat memperhatikan kebutuhan ekonomi rakyat.S. S. Keadilan dalam Distribusi. pengakuan terhadap milik pribadi dan konsep kepemilikan dalam Islam. akan mampu mengikis penindasan ekonomi terhadap rakyat kecil. Infak dan sedekah. larangan menumpuk harta. dengan aplikasi secara menyeluruh semua konsep distribusi dalam Sistem Ekonomi Islam. Abdul Ghofur memperoleh temuan bahwa. Aplikasi secara menyeluruh semua konsep distribusi dalam Sistem Ekonomi Islam di negri ini. tegas promovendus. Dari landasan itu kemudian melahirkan konsep-konsep distribusi. lembaga penghimpun dan pendistribusi keuangan Islam ( B A Z dan L A Z).id/index. 3. Dari telaah disertasinya. Keempatnya itu merupakan modal yang akan didistribusi melalui implementasi S E I.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful