P. 1
Laut Teritorial Dan Zona Tambahan

Laut Teritorial Dan Zona Tambahan

|Views: 865|Likes:
Published by Bunda Rehan

More info:

Published by: Bunda Rehan on Apr 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/04/2013

pdf

text

original

Laut Teritorial

Definisi laut teritorial menurut UNCLOS 1982
Laut teritorial ialah kedaulatan dari negara pantai menyambung keluar dari wilayah daratan dan perairan atau perairan kepulauan ke kawasan laut. Kedaulatan ini menyambung ke ruang udara di atas laut teritorial, demikian pula ke dasar lautan dan tanah di bawahnya, serta negara-negara akan melaksanakan kedaulatannya atas laut teritorial dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan konvensi 1982

Doktrin tentang laut teritorial • Doktrin hak milik Laut wilayah merupakan bagian integral dari wilayah negara. Negara pantai mempunyai kekuasaan penuh (dominium) terhadap laut teritorialnya yang dapat dijadikan milik disebabkan kemungkinan habisnya sumber-sumber tertentu dari laut. . • Doktrin hak kedaulatan Negara pantai tidak mempunyai dominium tetapi hanya imperium terhadap laut wilayahnya.

Pada abad ke18 jangkauan rata-rata dari tembakan meriam adalah sejauh 3 mil (5.Teori Cornelius van Bijnkerhoek tentang lebar laut teritorial Kedaulatan negara dapat diperluas keluar sampai kepada kapal-kapal di laut sejauh jangkauan tembakan meriam. .5 km).

Hal ini diikuti oleh Swedia dan Norwegia.Di samping doktrin jangkauan tembakan me pada akhir abad ke-18 untuk keperluan pengawasan dan penangkapan ikan. Den Ma mempraktekkan jarak sejauh 4 mil sebagai perluasan kedaulatan negara ke laut lepas. . Para negarawan maupun penulis-penulis mu meragukan akan ukuran-ukuran jangkauan tembakan meriam sebagai kriteria perluasan kedaulatan negara kelaut lepas dan hal ini mengundang ke arah pemikiran-pemikiran b untuk batas ukuran kedaulatan negara laut.

karena aturan ini telah diterapkan oleh mayoritas anggota PBB.Batas laut teritorial Mengenai batas laut teritorial ditentukan bahwa setiap negara berhak menetapkan lebar laut teritorialnya sampai batas 12 mil. . Penentuan batas 12 mil dapat dipandang sebagai bagian dari hukum kebiasaan internasional.

. menentukan: Garis pangkal biasa untuk mengukur lebar laut teritorial adalah garis air rendah sepanjang pantai sebagaimana terlihat pada peta skala besar yang diakui resmi oleh negara pantai tersebut. Pasal 3 Konvensi Jenewa dan pasal 5 Konvensi 1982.Garis pangkal untuk mengukur laut teritorial Ukuran diambil dari garis pasang surut sepanjang pantai.

kecuali jika diatasnya didirikan mercusuar atau instalasi serupa yang secara permanen ada diatas permukaan laut.Ketentuan menarik garis pangkal: • Penarikan garis pangkal lurus tidak boleh menyimpang terlalu jauh dari arah umum pantai dan bagian-bagian laut yang terletak di dalam garis pangkal itu harus cukup dekat ikatannya dengan daratan untuk dapat tunduk pada rezim perairan pedalaman • Garis pangkal lurus tidak boleh ditarik ke dan dari elevasi surut. . kecuali telah memperoleh pengakuan umum internasional • Sistem penarikan garis pangkal lurus tidak boleh diterapkan oleh suatu negara sehingga memotong laut teritorial negara lain dari laut lepas atau zona ekonomi ekslusif.

Kedaulatan negara kepulauan atas perairan teritorial Negara kepulauan mempunyai kedaulatan atas perairan yang terletak di dalam garis-garis pangkal kepulauannya berapapun dalamnya atau jaraknya dari pantai. . Negara kepulauan mempunyai kedaulatan atas udara di atas perairan kepulauannya dan atas dasar laut dan tanah di bawahnya.

• Berhak untuk mengambil langkah-langkah untuk mencegah pelanggaran terhadap persyaratan yang telah ditentukan bagi masuknya kapal keperairan pedalaman atau untuk melakukan persinggahan di pelabuhan. • Menangguhkan sementara bagian tertentu laut teritorialnya bagi lintas damai kapal asing apabila penangguhan demikian sangat diperlukan untuk perlindungan keamanannya.• Mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam laut teritorialnya untuk mencegah lintas yang tidak damai. Weweneng negara pantai atas laut teritorial (berdasarkan pasal 25 UNCLOS 1982 .

• Fungsi Zona tambahan berfungsi untuk mengurangi kontras antara laut wilayah yang rezimnya tunduk seluruhnya pada kedaulatan negara pantai dan laut lepas dimana terdapat rezim kebebasan.• Definisi Zona tambahan merupakan zona transisi antara laut lepas dan laut wilayah. . Zona ini penting sebagai transisi antara kedua bagian laut tersebut.

. Negara juga mempunyai wewenang tertentu atas zona tambahan.Ketentuan pokok mengenai zona tambahan Menurut pasal 33 ayat 2 Konvensi. zona tambahan tidak dapat melebihi 24 mil dari garis pangkal.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->