Ada beberapa istilah yang biasa digunakan untuk bahasa Indonesia, yakni: 1. Bahasa Resmi 2. Bahasa Negara 3.

Bahasa Persatuan 4. Bahasa Kesatuan 5. Bahasa Nasional 1. Bahasa Resmi ialah bahasa yang telah disahkan/disresmikan pemakaiannya melalui Undang-Undang atau peraturan Pemerintah, yaitu Undang-Undang Dasar 1945, Bab XV, pasal 36. Resmi sah Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa, bahasa resmi adalah sebuah system linguistic yang ditetapkan untuk digunakan dalam suatu pertemuan seperti seminar, konferensi, rapat dan sebagainya. Untuk bahasa resmi dipersidangan yang digunakan : contoh dalam siding Internasional di PBB yaitu bahasa Inggris, bahasa Prancis, bahasa Spanyol, bahasa Cina, bahasa Arab dan ditambah bahasa Indonesia. Untuk dalam konteks social di Indonesia, bahasa Negara dapat diindentikan dengan bahasa resmi, yaitu bahasa Nasional Indonesia 2. Bahasa Negara Bahasa Negara adalah sebuah bahasa yang secara resmi dalam Undang-Undang Dasar sebuah Negara ditetapkan sebagai alat komuikasi resmi Kenegaraan, artinya, segala urusan kenegaraan, administrasi kenegaran, dan kegiatan-kegiatan kenegaran dijalankan dengan menggunakan bahasa itu. Contoh: - Bahasa Indonesia pada mulanya bahasa Melayu - Bahasa philipino pada mulanya bahasa Tagalog dan bahasa Inggris diangkat menjadi bahasa Negara, karena bahasa Inggris memamng dipakai secara merata sebagai lingua franca di seluruh wilayah Filipina. 3. Bahasa Persatuan Bahasa persatuan ialah bahasa yang berfungsi mempersatukan semua suku bangsa yang ada di Indonesia. Bahasa persatuan ialah bahasa yang digunakan sebagai alat pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda latar belakang social, dan bahasanya. 4. Bahasa Kesatuan Bahasa Kesatuan adalah bahasa yang telah menjadi satu dari berbagai bahasa daerah di Indonesia dapat diikat oleh bahasa Indonesia Pengertian kesatuan dan persatuan untuk bahasa Indonesia hampir tidak ada bedanya. Tapi jika istilah ini kita tinjau dari segi tatanegara, jauh sekali bedanya. Misalnya Negara kesatuan adalah Negara unifikasi, seperti Republik Indonesia, sedangkan Negara persatuan adalah Negara federal seperti Indonesia pada masa R.I.S (Republik Indonesia Serikat) atau seperti Negara Amerika Serikat sekarang. 5. Bahasa Nasional Bahasa Nasional ialah bahasa kebangsaan (bahasa yang muncul dari bangsa itu sendiri, nasional dari kata nation ‘bangsa’), yang digunakan sebagai bahasa perhubungan resmi berbagai-bagai masyarakat yang berbeda-beda latar belakang social budaya dan bahasanya dalam suatu bangsa. Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa bahasa Nasional, bahasa Negara, bahasa resmi, bahasa

Mengenai bahasa. tempat tinggal. pola perkawinan.Apakah unsure resminya. Cina. bahasa Sunda. apakah unsure nasuonalnya atau unsure lain. Lingua franca berasal dari bahasa Italia. Dicantumkan dalam UUD RI 1945. pasal 4 Sebenarnya Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Bahasa dan Dinamika Masyarakat: Sebuah Wacana tentang Identitas Kebersamaan A. Sedangkan pengaruh bahasa daerah. pola tempat tinggal. Contoh : Bahasa Inggris yang dipakai dalam pertemuan internasional Sebenarnya bahasa lingua franca adalah kesaling pengertian dari para partisipan yang menggunakannya. Untuk menentukan asal mulabahasa Indonesia tersebut. Akar budaya kaum kolonial yang tercermin di dalam bahasanya itulah kemudian yang menjiwai negara-negara tersebut di muka yang telah mengadopsi bahasa bekas negara penjajahnya untuk dijadikan . Bab XV. prnderitaan. Belanda. Bali. Walaupun dalam perkembangannya secara historis bahasa Indonesia yang baru muncul pada tahun 1928 dalam peristiwa Sumpah Pemuda kemudian mendapat beragam pengaruh kosa kata dari berbagai bahasa. adalah bahasa yang dipergunakan sebagai alat komunikasi social diantara orang yang berlaianan bahasanya. bahwa bahasa Indonesia ada mulai tahun 1945. yakni 18 Agustus 1945. pasal 36 pada konstitusi RIS 1949. 1908 dan seterusnya. tetapi bahasa bisa juga menjadi identitas yang lebih luas dari etnik yaitu bangsa. Pendahuluan Etnik atau ethnic groups secara umum dipahami sebagai masyarakat suku. Bahasa sebagai salah satu identitas. maka makalah ini berusaha mengkaji fungsi bahasa baik secara konseptual maupun secara praksis. ketika Negara federal di Indonesia yang didirikan oleh colonial Belanda di lebur menjadi Negara Kesatuan. dan lain-lain. 1933. dan Singapura tidak.3 Bila Digunakan Sebutan Bahasa Indonesia Unsur mana atau unsur apakahyang paling penting. satu hari sesudahproklamasi. pola kekerabatan. maka bahasa apapun bisa menjadi sebuah lingua franca. Sebelumnya. misalnya bahasa jawa. Ciri yang menonjol dari identitas bangsa Indonesia tercermin dari adanya bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia. Wujud identitas itu misalnya bahasa. • Bentuk Bahasa resmi Negara adalah bahasa Indonesia tertulis dalam Undang-Undang Dasar 1950. atau masyarakat yang secara tradisi memiliki persamaan identitas.2 Lingua Franca Lingua Franca adalah sebuah system linguistic yang digunakan sebagai alat komunikasi sementara oleh para partisipan yang mempunyai bahasa ibu yang berbeda. atau Negara Aljazair yang bahasa nasionalnya bahasa Prancis.Kesatuan dan bahasa Persatuan Indonesia mengacu pada satu system linguistik yang sama yaitu bahasa Indonesia. 1938. 1. atau India yang bahasa nasionalnya adalah bahasa Inggris. Batak dan lain-lain. Portugis. Pengaruh luar dari bahasa asing seperti bahasa Sanskerta. akan tetapi bahasa Indonesia memiliki akar tradisi etnik yaitu bahasa Melayu. • Usulan tahun 1945 merupakan relisasi dan keseluruhan jerih payah perjuangan. sedangkan di Filipina. ikrar. 1. sumpah yang pernah diucapkan. Inggris dan lain-lain. arsitektur rumah. Fenomena ini berbeda misalnya dengan Philipina yang memiliki 2 bahasa nasional yaitu bahasa Tagalog dan bahasa Inggris (Amerika). Arab. Tamil. di mana bahasa bisa menjadi identitas kolektif etnik. atau Singapura yang bahasa nasionalnya bahasa Inggris dan meninggalkan bahasa nenek moyangnya yaitu bahasa Melayu. • Jika dari unsur resminya ada beberapa teori diusulkan. di india. religi.

2000: 77-78). atau identitas bangsa maka akan terbayangkan adanya kegoncangan sistem sosial-budaya. atau sistem budaya memiliki kebutuhan sosial yang harus dipenuhi agar sistem sosial-budaya dapat bertahan hidup. Parole adalah fakta individu. Artinya. dialek Papua dll. telinga. Bahasa Indonesia bersifat fleksibel dan ini tampak dalam berbagai dialek misalnya bahasa Indonesia dialek Betawi. stabilitas. Di dalam ilmu sosial-budaya apabila mengkaji fenomena sosial dengan perspektif fungsi maka mau tidak mau akan menyandarkan pijakan paradigma pada pendekatan fungsionalisme. Tidak akan ada bahasa yang dijadikan identitas kebersamaan bahwa semua unsur itu menjadi bagian dari sistem yang bernama negara Indonesia. 40). B. aparat keamanan. wilayah. bahasa. Bahasa Indonesia baku (ejaan yang disempurnakan / EYD) dalam konteks Saussurian disebut sebagai aspek langue. 1996. dialek Sulawesi Selatan. Apabila kebutuhan itu tidak terpenuhi maka sistem sosial-budaya itu akan mengalami disintegrasi dan mati. dan kelestarian hidup organisme itu. sekaligus menjadi identitas bangsa Indonesia.bahasa persatuan sebagai perekat etnik. integrasi. Bahasa Indonesia tentu saja memiliki karakter khusus karena dia berakar dari tradisi etnik lokal yang kemudian dimodifikasi dan diadopsi menjadi bahasa persatuan yang berfungsi sebagai perekat keberagaman etnik. sistem sosial-budaya dianalogikan sebagai sistem organisme. yang bagian-bagiannya atau unsur-unsurnya tidak hanya saling berhubungan melainkan juga memberikan peranan bagi pemeliharaan. bahasa persatuan. atau penduduk. bahasa persatuan. tangan. Dengan mengacu pada pendekatan fungsional itu maka stabilitas dan integrasi sistem sosial-budaya sangat tergantung pada fungsi dari unsur-unsur yang menjadi bagian dari sistem. Maka pendekatan fungsional tidak mampu menjelaskan adanya perubahan sistem sosial budaya secara menyeluruh. Dalam hal ini kita ambil salah satu unsur negara yaitu bahasa. Pada akhirnya integrasi sistem akan goncang. Langue-lah yang menjadi titik tekan kajian ilmu linguistik. Semua unsur tersebut tidak hanya saling berhubungan akan tetapi juga saling menyumbangkan fungsinya masing-masing agar integrasi sistem tetap terjaga. . atau penduduk. Apabila salah satu unsur mengalami disfungsi atau tidak mampu menyumbangkan peran sesuai kapasitasnya. mata uang. Untuk itu maka makalah ini akan mencoba mengkaji kasus pemanfaatan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar pada siaran televisi-televisi yang siarannya berjangkauan nasional. bangsa. Tidak akan ada bahasa persatuan yang menjadi bahasa pengantar bagi masyarakat Indonesia yang memiliki latar belakang etnis dan bahasa beraneka macam. dan menurut Ferdinand de Saussure (1996: 80) hal ini adalah aspek parole dari bahasa. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan. dialek Palembang. maka akibatnya akan dirasakan oleh unsur-unsur yang lain. Hal ini wajar karena semua pendekatan teoritik selalu memiliki kelebihan dan kekuarangan. langue merupakan fakta sosial yang artinya dia menjadi milik kolektif sistem dan berada di atas fakta individu. Dengan analogi seperti itu maka semua sistem budaya memiliki syaratsyarat fungsional. mulut. "Fungsionalisme sebagai perspektif teoritik dalam antropologi bertumpu pada analogi dengan organisme/makhluk hidup. wilayah. bahasa. yaitu negara Indonesia. Apabila Bahasa Indonesia sebagai unsur dari sistem negara pada suatu saat tidak mampu memberikan fungsinya sebagai bahasa resmi kenegaraan. birokrasi. Fungsi Bahasa Lebih dahulu marilah kita berdiskusi tentang fungsi atau peranan. Semua orang akan membenarkan bahasa yang mereka gunakan sesuai etnisnya walau masing-masing berbeda bahasa. Inilah yang disebut sebagai disintegrasi atau distabilitas sistem negara. Sosialisasi Bahasa Indonesia baku secara massal dan berkesinambungan misalnya dilakukan oleh TVRI atau TV-TV swasta yang menggunakan bahasa baku dalam siarannya. Salah satu kelemahan dari pendekatan fungsionalisme ini adalah pada asumsinya bahwa kondisi sistem sosial-budaya itu selalu dalam keadaan stabil dan terintegrasi. Dalam peristiwa kenegaraan pasti akan terjadi kekacauan karena tidak ada bahasa kenegaraan. atau hidung maka sistem sosialbudaya yang bernama negara (sebagai contoh) unsur-unsurnya akan terdiri dari pemerintah. atau dia akan berubah menjadi sistem lain tetapi beda jenis" (David Kaplan & Albert Manners. Pendekatan fungsional ini dikembangkan oleh dua orang antropolog Inggris yaitu Bronislaw Malinowski dan Radcliffe Brown (Adam Kuper. Kalau suatu sistem organisme/makhluk hidup itu unsur-unsurnya adalah kaki. yang unsur-unsurnya akan terdiri dari pemerintah. mata. Kita kembali pada sistem sosial-budaya yang bernama negara.

Identitas ini bisa saja menjadi salah satu faktor kebanggaan pada sebuah bangsa. majalah. Pada hal-hal tertentu TVRI bisa dianggap sebagai sebagai salah satu simbol pemersatu bagi masyarakat Indonesia melalui siaran-siarannya yang ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia. surat kabar. "Dunia yang begitu luas dan besar kini bisa 'dilipat-lipat' dalam bentuk televisi. TVRI selama puluhan tahun menjadi pemain tunggal stasiun penyiaran televisi di Indonesia yang telah menjangkau berbagai pelosok Indonesia. dll). TPI. SCTV. maka siaran berita televisi berusaha menjadi media pemersatu ke dalam "waktu yang sama". dan seolah-olah para pemirsa televisi berada di dalam "satu ruang yang sama". maka tentu saja harus ada sosialisasi dan pewarisan (transmission). ANTV. Berawal dari merosotnya atau musnahnya kebanggaan akan identitas yang berupa Bahasa Indonesia maka bisa jadi ini adalah awal dari disintegrasi negara Indonesia. Indoesiar dan lain-lain yang jangkauan siarannya berskala nasional seperti halnya TVRI. Teknologi televisi-lah beserta hard ware-nya yang bisa menjadi salah satu media transformasi dari dunia yang luas kemudian bisa hadir di tengah-tengah ruang keluarga. tentu saja TVRI lebih terlihat sebagai stasiun televisi yang lebih mengedepankan aspek non-komersial dengan meniadakan siaran iklan. SCTV. Siaran radio hanya menyuguhkan aspek audio sehingga masyarakat hanya bisa mendengar tanpa bisa melihat wajah dan ekspresi penyiar radio. C. Beberapa cara bisa dilakukan untuk hal itu. dan radio sehingga bisa hadir di tengah-tengah keluarga dan di ruang yang sempit sekalipun" (Yasraf Amir Piliang. dan salah satu cara yang diungkapkan di sini adalah peranan stasiun televisi bersiaran nasional baik milik pemerintah (TVRI) maupun milik swasta (RCTI. Ada kelebihan pada siaran TV jika dibanding dengan siaran radio. Tidak ada lagi alat komunikasi sesama warga Indonesia yang menjadi kebanggaan bersama. sehingga identitas selalu terjaga.Sebagai identitas bangsa atau negara maka bahasa Indonesia menjadi ciri atau tanda yang membedakan dengan bangsa lain atau negara lain. yang kemudian disusul dengan membatasi siaran iklan. yang oleh Ferdinand de Saussure (1996:360-361) disebut sebagai aspek langue dari bahasa. Indosiar. Dari hal ini muncul kesan seolah-olah antara penyiar televisi dengan masyarakat pemirsa berada di dalam suatu "ruang dan waktu" yang sama. Setelah itu kemudian muncul stasiun TPI. 1999). Kalau masyarakat Indonesia dalam kondisi selalu terpisahkan oleh ruang dan waktu dengan saudara-saudaranya sesama warga Indonesia yang lain. atau masyarakat Indonesia di negara tetangga yang masih bisa menangkap siaran TVRI. Folley (1997: 26). Bahasa Indonesia dan Siaran Televisi Nasional Apabila Bahasa Indonesia masih tetap diperlukan sebagai salah satu identitas kebersamaan bagi warga negara Indonesia maupun bahasa persatuan yang bisa menjaga integrasi negara Indonesia. Slogan "TVRI menjalin persatuan dan kesatuan" bukanlah sekedar jargon yang tanpa arti. dinamis. berubah. Identitas ini tidak stabil atau baku akan tetapi selalu berproses lewat wacana untuk berkomunikasi. Walaupun begitu dalam hal misi. Baru pada paruh ke-dua tahun 1980-an mulai muncul stasiun televisi swasta di Jakarta dengan siaran lokal yaitu RCTI. Di balik slogan ini terkandung semangat untuk menjadi agen atau media perekat bagi berbagai etnis di Indonesia agar tetap dalam kondisi terintegrasi. Teknologi canggih bernama televisi yang berbasis pada media satelit palapa ini mulai muncul di Indonesia pada tahun 1960-an. Tidak semua materi siaran televisi itu selalu menggunakan bahasa Indonesia baku. yang kadang-kadang diiringi dengan sikap merendahkan atau menganggap aneh identitas bangsa lain. internet. Mengenai apa itu simbol maka bisa kita rujuk pendapat dari William A. "A simbol is a sign in which the relationship between its form and meaning is stricly conventional. sehingga masyarakat bisa mendengar sekaligus bisa melihat wajah dan ekspresi sang penyiar televisi. Siaran televisi selain bersifat audio juga ada aspek visual. Jadi sebuah simbol adalah sesuatu yang akan memiliki makna apabila sesuatu itu dihubungkan dengan hal . neither due to physical similarity or contextual constraints". Sumber operasional TVRI berasal dari dana pemerintah dan hak siar iklan dari televisi-televisi swasta. masing-masing merasa bangga dengan bahasa daerahnya atau bangga dengan bahasa manca negara sehingga bahasa Indonesia akan ditinggalkan. Slogan TVRI itu hampir mirip dengan slogan "sekali di udara tetap di udara" milik Radio Republik Indonesia (RRI) yang menyimpan semangat untuk terus mengudara melakukan siaran walau segenting apa pun keadaan negara. atau malah musnah. Bahasa dalam siaran televisi ini menarik untuk dikaji karena dia menjadi bagian dari dinamika masyarakat di Indonesia. tidak terpecah-belah. Fenomena sosial-budaya yang begitu banyak dan begitu luas kemudian "bisa dilipat-lipat" untuk dihadirkan di dalam ruang-ruang yang sempit sekalipun seperti ruang keluarga di dalam rumah.

"Jangan kemana-mana dulu karena kami akan hadir lagi setelah jeda iklan berikut ini" atau "Tetaplah bersama saluran kami". Buletin Siang). dikomunikasikan kepada masyarakat pemirsa melalui seni membaca berita. di mana dominasi diartikan sebagai kekuasaan yang dicapai melalui paksaan dan kekerasan. SCTV (siaran Liputan 6 pagi. Bahasa siaran berita televisi beroperasi pada wilayah hegemoni. membenarkan dan memperbincangkan). . Daya jangkau hegemoni sangat dalam. beroperasi di wilayah publik serta wilayah domestik. akan tetapi bisa saja objek yang sama itu oleh masyarakat yang lain dianggap tidak memiliki makna apa-apa atau hampa makna. terutama dalam siaran berita misalnya TVRI (siaran Dunia dalam Berita. maka dapat diperhatikan pendapat dari Taufik Abdullah. sedangkan dalam siaran yang lain menggunakan bahasa pop ? Tentu tidak akan mudah untuk menjawabnya secara rasional. dan tarian tentu berawal dari gerakan" (Analisis Kebudayaan. TVRI menjadi simbol jembatan bagi masyarakat Indonesia yang secara geografis maupun kultural adalah masyarakat majemuk. dan bahasa resmi bagi penyebaran informasi di media massa. Berita Malam).2 1980/1981: 11). Seni menjadi media yang dimanfaatkan untuk menghadirkan pesona siaran berita. Pemberian makna ini tentu saja mengacu kepada konteks sosial-budaya masyarakat si pemilik simbol. daya jangkau kekuasaan dominasi hanya sampai permukaan. TVRI memiliki makna mendalam karena dia dihubungkan dengan keberadaan bahasa Indonesia maupun keberadaan bangsa Indonesia. RCTI (siaran Nuansa Pagi. orang sanggup bersikap atau berperilaku sesuai dengan pemegang kekuasaan dominasi karena daya resistensi orang tersebut kalah kuat dari daya paksa pemegang dominasi. Fenomena bahasa berita di media televisi ini menarik untuk dikaji karena pada tingkatan tertentu bahasa berita bisa menghegemoni sebagian masyarakat pemirsa televisi sehingga mereka harus mengikutinya (melihat. seni telah dimanfaatkan oleh para pembaca berita pada siaran televisi untuk mengkomunikasikan berbagai hal yang berhubungan dengan informasi kepada khalayak pemirsa televisi. Hegemoni sendiri sering diartikan sebagai kekuasaan yang dicapai melalui kesepakatan dan bukan paksaan. siaran kuis. Hegemoni secara halus menuntun orang untuk bersikap atau berperilaku sesuai dengan pemegang kekuasaan hegemoni bahkan kadangkadang orang tidak merasa terpaksa atau melakukan sesuatu dengan suka rela. tahun I. mendengar. Di sini bisa dilihat adanya aspek langue (pada bahasa berita) sekaligus adanya aspek parole (pada berbagai siaran yang lain) dalam siaran televisi di Indonesia. sebagai bahasa resmi kenegaraan termasuk bahasa dokumen atau arsip maupun buku-buku pelajaran di sekolah. Contoh dari dominasi ini adalah saat sang pembaca berita memerintahkan kepada pemirsa. Indosiar (siaran Fokus). atau siaran kesenian maka akan terlihat bahasa pop atau "bahasa gaul" dengan berbagai varian menjadi bahasa pengantar. Liputan 6 Siang) dan lain-lain. Dari sini terlihat. Mungkin saja sesuatu itu oleh sekelompok masyarakat dianggap sebagai simbol yang penuh makna. pertunjukan musik.yang lain. Mengenai makna seni. Tentu saja setiap bentuk seni sesungguhnya adalah perkembangan dari cara-cara yang biasa dilakukan dalam hidup manusia--sajak tentu berawal dari ucapan. Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah mengapa dalam siaran berita menggunakan bahasa Indonesia baku. Di dalam membacakan berita maupun format penghadiran berita maka juga bisa dilihat adanya aspek seni. Hegemoni sering dibedakan dengan dominasi. Sedangkan bahasa Indonesia adalah bahasa pengantar bagi masyarakat Indonesia yang berbeda etnis maupun bahasa ibu. Keinginan para pembaca berita di televisi untuk mendapat perhatian dan tawaran ketertarikan menyaksikan berita. TVRI bisa jadi dianggap sebagai salah satu simbol pemersatu bagi masyarakat Indonesia karena dia mampu menyebarkan informasi dengan bahasa Indonesia ke seluruh pelosok negara. Kalimat-kalimat imperatif dan "tembak langsung" ini sering kita jumpai pada siaran berita di televisi. kalau diamati maka pasti para penyiarnya menggunakan bahasa Indonesia baku. No. Sedangkan kekuasaan dominasi itu dilakukan secara paksaan. Akan tetapi dalam berbagai siaran yang lain misalnya berbagai siaran iklan. akan tetapi pada saat tertentu juga beroperasi pada wilayah dominasi. Media televisi. sistematis. mencakup pikiran dan perasaan masyarakat. Sentuhan seni ini juga menjadi daya tarik khalayak untuk menyaksikan siaran berita televisi. dan jernih. "…pada tahap awal seni adalah suatu pilihan dari berbagai cara untuk melukiskan dan mengkomunikasikan sesuatu.

di mana semua kebijakannya harus ditaati oleh masyarakat. Contoh dari mereka ini adalah Virginia Matheson Hooker dan Ariel Heryanto. dan kebudayaan. Bahasa Indonesia yang diposisikan sebagai bahasa persatuan bagi masyarakat Indonesia secara otomatis telah menciptakan fenomena bahasa berdampingan dengan fenomena politik. Ernst Cassirer (1987: 186) mengatakan bahwa. 2000. Tanpa kaidah-kaidah umum seperti itu maka bahasa tidak akan dapat menunaikan tugas utamanya. kita mengabaikan perbedaan-perbedaan individual itu. dalam hal ini adalah politik kebahasaan. Pada umumnya satuan etnis cukup menjelaskan tentang masyarakat bahasa". Bahasa (la langue) bersifat universal. Pada tahun 1984 proyek ini dibagi menjadi dua bagian yaitu Proyek Pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Proyek Pengembangan Bahasa dan Sastra Daerah. Seperti yang ditulis oleh Eriyanto.D.II/MPR/1983 yang menyatakan bahwa bahasa harus dibina dan dikembangkan serta digunakan secara baik dan benar" (Eriyanto. oleh kalangan pengritik juga dianggap sebagai pengingkaran terhadap dinamika sosial-masyarakat sebab bahasa adalah bagian dari sebuah dinamika sosial-masyarakat yang sifatnya natural (alamiah). Akan tetapi dalam analisis ilmiah tentang bahasa. acara protokoler. Dari hal ini kita bisa melihat bahwa fenomena bahasa Indonesia juga tidak bisa dipisahkan dari nuansa politik dalam kehidupan bernegara. Hubungan sosial cenderung menciptakan adanya masyarakat bahasa dan kemungkinan mencetak ciri-ciri tertentu pada langue yang dipakai. Sebaliknya. kita menelaah fakta sosial yang mengikuti kaidah-kaidah umum yaitu kaidah-kaidah yang tidak tergantung kepada si penutur individual. arsip-arsip birokrasi. Bahkan pada fenomena kehidupan bernegara langue juga bisa bersifat politis. terlihat bahwa bahasa adalah ciri yang menonjol dan mudah diamati dari suatu masyarakat. Fakta sosial ini beroperasinya adalah lintas individu dan bersandar pada kaidah-kaidah umum bahasa. Langkah pemerintah itu bisa jadi adalah usaha untuk menjaga integrasi bangsa Indonesia lewat kebijakan bahasa Indonesia. Sebagian kaum akademisi secara kritis dan tajam mengoreksi kebijakan bahasa dari pemerintah ini. Langue yang memiliki sifat sebagai media komunikasi sosial bahkan pada tataran tertentu mampu menjadi media integrasi sosial lewat siaran berita televisi. sedangkan proses tuturan (la parole) sebagai proses temporal dan bersifat individual. 361) bahwa "Di antara etnis dan langue terjadi hubungan timbal balik. masyarakat bahasalah yang dalam batas-batas tertentu juga bisa membentuk satuan etnis. Mengenai bahasa yang identik dengan dinamika sosial-masyarakat ini juga bisa kita telah dari pandangannya de Saussure (1996. yang posisinya lebih tinggi dari fakta individu. Begitu juga sebaliknya ternyata bahasa itu . Bahasa tertentu identik dengan masyarakat tertentu. "Pada tahun 1974 pemerintah melalui Rencana Pembangunan Lima Tahun (REPELITA II) juga mencakup sasaran khusus untuk pengembangan bahasa. bahasa tidak dapat dipakai sebagai media komunikasi di antara anggota-anggota masyarakatnya".menyurat resmi. Pada tahun 1974 dibentuk proyek Pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah. agar bahasa bisa menjadi media komunikasi sosial. misalnya bahasa Bali identik dengan etnis Bali atau bahasa Bugis akan identik dengan etnis Bugis. Dari kutipan ini terlihat bahwa langue yang memiliki kaidah-kaidah umum adalah fakta sosial. Salah satu perhatian utama dari kebijakan bahasa oleh pemerintah adalah mengadakan pembakuan bahasa Indonesia dan menerapkan serta menghimbau 'pemakaian bahasa yang baik dan benar'. "de Saussure menarik garis tajam antara la langue dengan la parole. Kebijakan ini tentu berdampak terhadap berbagai segi kehidupan masyarakat karena bahasa Indonesia yang dibakukan kemudian menjadi referensi tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pembakuan bahasa. Bahasa yang baik dan benar adalah yang digunakan oleh pemerintah. Bahasa yang baik dan benar bisa dianggap sebagai simbol adanya pusat kebenaran yang harus memiliki kewibawaan. siaran-siaran resmi di televisi atau di radio adalah realitas sosial yang secara langsung akan mengikuti kebijakan bahasa oleh pemerintah. Jadi bahasa mampu menciptakan etnis. sastra. yang mengatakan bahwa penggunaan bahasa yang baik dan benar adalah salah satu bentuk manipulasi pemerintah untuk mengukuhkan kekuasaan terhadap rakyat. sedangkan yang digunakan oleh masyarakat adalah sebaliknya. Setiap individu memiliki gaya bahasa sendiri. Penulisan dalam berbagai surat keputusan. bahasa pengantar di lembagalembaga pendidikan. 74-75). surat. Perundangan kebijakan ini dituangkan di dalam Ketetapan MPR No. Dari kutipan tersebut. Kebijakan pemerintah ini bukannya berjalan mulus tanpa hambatan. sehingga masyarakat harus mengikuti pusat kebenaran yaitu pemerintah. Integrasi Sosial Dengan mengutip pandangan dari de Saussure.

Claude (1997). Bahasa dan dinamika masyarakat adalah fenomena yang bersifat natural. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. yang kadang-kadang diikuti oleh kebanggaan terhadap entitas sendiri dan tidak jarang mengganggap remeh entitas sosial yang lain. "An Essay on Man" diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Alois A. ANTV. Ernst (1987). sehingga langue bisa disebut sebagai fakta sosial. Bahasa adalah salah satu simbol identitas kebersamaan yang bisa berfungsi untuk mewujudkan integrasi sosial. walau fondasinya adalah bahasa Melayu akan tetapi dua bahasa itu kemudian memiliki perbedaanperbedaan. Nugroho. Malden USA: Balckwell Publishers Inc. tahun I. Kuper. Siaran berita dengan bahasa Indonesia baku ini merupakan aspek langue dari kajian tentang siaran televisi.Hum. No. (1997). "Kekuasaan Otoriter dari Gerakan Penindasan menuju Politik Hegemoni. . Pada sisi kecepatan penyampaian berita sehingga menyebar kepada masyarakat Indonesia. Eriyanto (2000). William A. TPI. "Anthropological Linguistics An Introduction". Jakarta: PT Gramedia. E. Dukun & Sihir" diterjemahkan dari karya-karya penting Claude Levi-Strauss ke dalam Bahasa Indonesia oleh Agus Cremers dan De Santo Johanes. M. Bahasa Indonesia baku yang digunakan dalam siaran berita berbagai stasiun televisi tersebut telah menjadi salah satu media integrasi sosial bangsa Indonesia. Kesimpulan Pada bagian ini dengan memperhatikan uraian di muka dapatlah ditarik sebuah benang merah yang berupa kesimpulan. Karena adanya suatu dinamika masyarakat di Indonesia.. "Analisis Kebudayaan. Levi-Strauss. Langue beroperasi pada wilayah sosial dan bukannya pada wilayah individual. "Cours de Linguistique Generale" diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Rahayu S. dan pembongkaran aib mantan penguasa. Daftar Pustaka: Abdullah. "Mitos. "Anthropology and Anthropologists" diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Achmad Fedyani Saifuddin. "The Theory of Culture" diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Landung Simatupang. Studi atas Pidato-Pidato Politik Soeharto". Yogyakarta: Kanisius. Dengan mengambil kasus siaran berita yang menggunakan bahasa Indonesia baku pada stasiun televisi milik pemerintah yaitu TVRI maupun stasiun televisi swasta seperti RCTI. Manners (2000). Piliang. "Claude Levi-Strauss: Butir-Butir Pemikiran Antropologi" dalam Levi-Strauss Empu Antropologi Struktural. akan tetapi bisa juga berubah menjadi fenomena politis karena adanya campur tangan dari penguasa. Bisa juga dikatakan bahwa bahasa sebenarnya adalah dinamika masyarakat itu sendiri. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.2 1980/1981: 11". maka bahasa Indonesia yang digunakan pada masa perjuangan tahun 1945-1949 memiliki karakter heroik. Begitu cepatnya berita-berita tentang kerusuhan sebagai ekses proses peralihan kekuasaan di Jakarta dan beberapa kota di Jawa kemudian menyebar ke seluruh pelosok Indonesia. SCTV. Yogyakarta: LKiS. Ahimsa-Putra. Taufik. Integrasi sosial bisa juga terjadi karena adanya identitas kebersamaan yang bisa menjadi pembeda dengan entitas sosial yang lain. caci-maki. Heddy Shri (1997). Oleh: Nugroho Trisnu Brata S Sos. David & Albert A. sedangkan pada masa pemerintahan Orde Baru bahasa Indonesia karakternya sarat dengan eufemisme atau penghalusan kata untuk menyembunyikan makna yang sesungguhnya. juga bisa dilihat bahwa siaran berita televisi bisa menjadi media pembangun integrasi sosial karena masyarakat luas tidak tersekat atau terpisahkan oleh ruang dan waktu. Cassirer. Fenomena kebahasaan pada tahun 1998-1999 itu bisa disaksikan pada berbagai liputan berita (bukan pembacaan siaran berita--pen) stasiun-stasiun televisi tentang peristiwa yang terjadi di lapangan. Bahasa kemudian dijadikan sebagai alat untuk mengontrol masyarakat dan lebih jauh lagi adalah untuk mengokohkan kekuasaan atau malah untuk mewujudkan integrasi sosial. Hidayat dan disunting oleh Harimurti Kridalaksana. Adam (1996). Metro TV dan lain-lain maka tulisan ini telah berusaha mengkaji fenomena bahasa dan dinamika masyarakat di Indonesia. de Saussure. Foley. Yasraf Amir (1999).menjadi ada karena diciptakan oleh suatu etnis. Jakarta: Bhratara Karya Aksara. Lain lagi karakter bahasa Indonesia pada masa puncak reformasi tahun 1998 hingga 1999 yang syarat dengan hujatan. Indonesiar. Ferdinand (1996). "Hiper-Realitas Kebudayaan". Misalnya bahasa Indonesia itu menjadi ada karena diciptakan oleh masyarakat Indonesia. Fenomena inilah yang biasa disebut sebagai bahasa dan dinamika masyarakat. Yogyakarta: Pustakan Pelajar. Yogyakarta: LKiS. Kaplan.

(b) pembentukan penalaran. (e) transfer ilmu pengetahuan.php?id=4 Ditulis ulang oleh Herman RN Secara tridisional. maupun fungsinya. berimajinasi. memprediksi. Ada negara yang menyatakan bahwa bahasa nasional sama dengan bahasa negara. (d) pembentukan kemampuan mengelola informasi (mencari/melokalisasi. pemikiran mandiri. Dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia edisi ketiga (1998:1) disebutkan bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional termaktub dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan sebagai bahasa negara tercantum dalam UUD 1945. menyaring. mengekspresikan diri. dan metode kerja yang tepat. Namun. berkomunikasi (lisan/tertulis). Akan tetapi.id/artdetail. para ahli sepakat bahasa tersebut harus menjadi (1) bahasa resmi kenegaraan. bahasa Melayu tersebut sudah dianggap menjadi bahasa Indonesia dengan penyesuaian kaedah yang disepakati oleh para ahli sehingga namanya disebut dengan bahasa . serta berbisnis. menemukan alternatif pemecahan masalah. dan seni. (g) pembentukan apresiasi bahasa indah dan seni sastera. bahasa Indonesia dipandang untuk (a) membentukan diri pribadi dan sebagai warganegara. kedudukan. bahasa dapat dimaknai sebagai alat komunikasi dan alat interaksi.Sumber: http://antropologi. dan (4) bahasa resmi dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. (i) pemersatu bangsa. baik dari segi pengertian. di samping bahasa daerah. Malasyia. Tatkala disebutkan bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. (h) pembentukan kemampuan mengembangkan diri (learning to learn) dan mengembangkan kompetensi disiplin lain. teknologi. di Indonesia. yakni bahasa Melayu. kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan sebagai bahasa nasional memiliki fungsi yang berbeda. Banyakya bahasa di belahan dunia menimbulkan ada istilah bahasa nasional dan bahasa negara. berargumentasi. tidak semua negara di dunia meletakkan konsep tersebut. Di Malaysia Malaysia adalah pengguna bahasa serumpun dengan Indonesia. (f) pembentukan kemampuan menilai situasi. bertanya. Bagaimana dengan Indonesia. (c) pembentukan kemampuan mendengarkan/menyimak.ac.ugm. dan (j) pelestari serta pengembang budaya bangsa. (3) bahasa resmi dalam hubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Namun. menggunakan). (2) bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan. Adapun mengenai sistem ejaan bahasa Indonesia yang masih digunakan sekarang adalah Ejaan Yang Disempurnakan. menyimpulkan. dan Filipina? Di Indonesia Bahasa nasional dan bahasa negara di Indonesia adalah bahasa Indonesia.fib. menganalisis. Sebagai bahasa nasional. setelah mengalami dua kali perganian ejaan: Ejaan Van Ophuysen dan Ejaan Republik.

Keberadaan bahasa Melayu sebagai bahasa kenegaraan bagi Malaysia sudah berlangsung sejak 31 Agustus 1957. Bahasa Melayu menjadi satusatunya bahasa nasional mereka yang tertuang dalam undang-undang kenegaraannya. dalam tuturan sehari-hari pun. Situasinya mirip dengan bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu. sekitar tahun 1970-an. Selain itu. Misalnya. Misalnya. Sekarang pun.Indonesia. penduduk Filipina sama dengan Indonesia. bahasa Malaysia pertama sekali digunakan dalam pengadilan resmi sejak tahun 1990. yang berasal dari bahasa Tagalog. Bahkan. tetapi perlu diingat bahwa saat perundang-undangan dibuat. Beberapa kosa kata bahasa Filipina mirip juga dengan bahasa Indonesia. dalam bahasa Filipina juga dikenal . pada tahun itu bahasa Inggris masih digunakan secara meluas di Malaysia.com/). Padahal. untuk urusan resmi kenegaraan. bagaimana dengan fenomena bahasa di negara ini? Bahasa nasional Filipina adalah bahasa bahasa Filipino. Bahasa Melayu di Malaysia kemudian diganti namanya menjadi bahasa Malaysia oleh Tun Abdul Razak. anehnya. Namun. payong ‗payung‘. Hanya saja. mereka lebih suka menggunakan bahasa Inggris daripada bahasa Filipino. Namun. bahasa Inggris seolah sudah menjadi bahasa resmi kenegaraan Malaysia. hospital untuk rumah sakit. Secara ras. Hal ini dimulai sejak 1968. masyarakat Malaysia sering memakai kosa kata dari bahasa Inggris. lima ‗lima‘. Bahkan. eraser untuk menyatakan ―penghapus papan tulis‖. Sementara itu. dan lain-lain. terutama oleh masyarakat Cina dan India yang ada di Malaysia. Hal ini dibuktikan dengan seringnya penggunaan bahasa Inggris di acara-acara resmi di negara itu. di negara ini lebih berkembang bahasa Inggris daripada bahasa Filipino yang menjadi bahasa negaranya. banyak rakyat Filipina non-Tagalog yang tidak mampu berbahasa Filipino meskipun bahasa Filipino berasal dari bahasa Tagalog. Di Filipina Filipina adalah negara tetangga Indonesia sebelah Utara yang juga merupakan negara kepulauan. dengan jumlah pulai sekitar 7000 buah. Tidak heran jika masyarakat Filipina lancar berbahasa Inggris. Mengenai ejaan bahasa yang digunakan di Malaysia yang masih bertahan sampai saat ini adalah sistem ejaan baru yang disahkan sejak 16 Agustus 1972. yakni rumpun Malayo-Polynesia. Status ini kemudian diperkuat dengan diterimanya bahasa Melayu sebagai bahasa resmi di negara tersebut. yakni melalui pembentukan Federasi Malaysia. kata ―Malaysia‖ belum ada (http://melayuonline. masa menjabat Perdana Menteri setempat. Tidak heran jika wajah orang Filipina mirip-mirip dengan orang Indonesia. Yang perlu dicermati fenomena bahasa nasional dan bahasa negara di Malaysia adalah pengakuan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi kenegaraan. Untuk tingkat pendidikan menengah pun digunakan bahasa pengantar bahasa Inggris. ako ‗aku‘. Perkara 152 Perlembagaan Persekutuan (Undang-Undang Federasi Malaysia) memang menyebut bahasa Melayu sebagai bahasa bahasa kebangsaan atau bahasa resmi Malaysia. Selain itu. Malaysia masih menggunakan tutur Melayu sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi kenegaraannya.

Karenanya. Banyak masuknya kosa kata asing mengambil peran kosa kata bahasa nasional kita sehingga bahasa nasional terkesan ―digagahi‖ oleh bahasa asing. Akibatnya. mereka lebih banyak menggunakan kalimat pasif daripada kalimat aktif. bahasa pengantarnya adalah bahasa Indonesia (tetapi bukan menutup kemungkinan untuk diselingi dengan bahasa lokal). Namun. 13-14 Juli 2007) lalu. Hal ini berkaitan dengan proses pembakuan dan penyederhanaan bahasa. Artinya. bahasa daerah. Begitu juga dengan di sekolah-sekolah. . dalam konteks Indonesia. sejatinya perencanaan bahasa mesti (1) memilah kepentingan bahasa untuk bahasa nasional dan bahasa resmi kenegaraan. politik bahasa untuk memasukkan bahasa Indonesia dengan baik dan benar ke dalam bahasa kenegaraan menjadi sangat penting. Dengan demikian. Karena itu. a. menyatakan bahwa politik bahasa nasional adalah kebijakan di bidang kebahasaan dan kesastraan secara nasional. kebijakan itu perlu dirumuskan berdasarkan penelitian berbagai aspek kebahasaan dan kesastraan yang hasilnya dapat dikodifikasi acuan pengguna bahasa.struktur kalimat pasif dan kalimat aktif. 1. Politik Bahasa Nasional mengenai Bahasa Negara Indonesia Menurut Dendi Sugono dalam makalahnya yang disampaikan pada Seminar Bahasa dan Sastra Daerah Riau (Pekanbaru. Bahasa nasional yang kemudian disepakati sebagai bahasa negara adalah bahasa Indonesia yang penggunaannya di acara-acara resmi kenegaraan. (2) menujuk pembakuan bahasa dengan meningkatkan taraf keaksaraan. lembaga-lembaga seperti Pusat Bahasa punya wewenang sekaligus tanggung jawab dalam memberikan pemahan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara sehingga dalam setiap kegiatan resmi di lembaga-lembaga resmi pemerintahan. penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. terjadilah interferensi dan degradasi bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia. di samping untuk keperluan dokumentasi. tidak gegabah dalam melakukan perencanaan bahasa. Banyak ahli sepakat bahwa perencanaan bahasa itu perlu dilakukan di sebuah negara. Hanya saja. dan penggunaan bahasa asing. bahasa yang digunakan—setidaknya bahasa pengantar—adalah bahasa Indonesia. Untuk menangani masalah bahasa ini diperlukan penanganan secara kelembagaan. Dalam acara-acara resmi kenegaraan. sesuai kaedah yang telah disepakati menjadi penting dijaga. Language Planning Istilah perencanaan bahasa atau language planning sering dikaitkan dengan konteks dunia ketiga sebagai alat untuk menciptakan bahasa nasional standar dengan upaya penerimaan pemodernisasian bahasa tersebut. Jadi. Kebijakan tersebut meliputi bahasa Indonesia. kita mesti mencermati kembali. Istilah language planning ini sendiri pertama sekali diperkenalkan oleh Haugen (1959).

c. Bahasa Indonesia adalah suatu varian bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau dari abad ke-19. hukum. Hingga . kebertahanan bahasa nasional perlu dukungan dan motivasi dari bahasa daerah. 1. Di Timor Leste. Akan tetapi. Bahasa Indonesia adalah bahasa kerja (working language). politik bahasa nasional mengacu pada butir-butir yang sudah disepakati tentang klaim bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Hal ini seperti dalam perkara hubungan kerja sama dengan negara-negara luar. 1. Tak dapat dipungkiri bahwa media mempengaruhi bahasa di sekitar media itu terbit. Karenanya. Dengan demikian. Dalam hal ini. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Ada banyak kosa kata dari bahasa daerah yang kemudian dapat dibakukan menjadi bahasa nasional yang berterima di seluruh wilayah Indonesia. Kosa kata-kosa kata bahasa daerah yang ditulis media akan dapat menjadi kosa kata yang kemudian melalui proses pembakukan untuk menuju bahasa nasional. dapat dipahami bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa negara menjadi bahasa pertama bagi warga negara Indonesia. dan politik. Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dapat menyatukan kembali gejokal antar etnis tersebut. bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional termaktub dalam Sumpah Pemuda 1928. bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. mahasiswa Pascasarjana Unsyiah Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia[1] dan bahasa persatuan Bangsa Indonesia[2]. namun mengalami perkembangan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja dan proses pembakuan di awal abad ke-20. Herman RN. Seperti diketahui bahwa salah satu fungsi bahasa daerah adalah sebagai penunjang bahasa dan sastra nasional. serta pengaruh globalisasi. politik bahasa nasional untuk menjujung tinggi bahasa Indonesia sebagai negara menjadi penting. Dari sudut pandang linguistika. Kebijakan yang mesti dikeluarkan oleh pemerintah dalam mempertahankan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional adalah tetap menjaga roh bahasa Indonesia dalam hal kenasionalan. Politik Bahasa Nasional mengenai Bahasa Nasional di Indonesia Seperti dijelaskan di atas. tepatnya sehari sesudahnya. peran media massa sangat dibutuhkan. Elit pemerintahan harus tetap menjaga eksistensi bahasa Indonesia dalam melakukan hubungan dengan negaranegara luar. Politik Bahasa Nasional mengenai Bahasa Daerah Indonesia Adanya gejolak dan kerawanan yang mengancam kerukunan dan kesatuan bangsa Indonesia bukanlah bersumber dari bahasa persatuannya–bahasa Indonesia–melainkan bersumber dari krisis mutidimensional terutama krisis ekonomi.Akhirnya. b.

[3] sehingga dapatlah dikatakan bahwa Bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia. Bahasa Indonesia tidak menduduki posisi sebagai bahasa ibu bagi mayoritas penduduknya. perangkat lunak. di surat kabar.[4] Dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu. surat-menyurat resmi. dan berbagai forum publik lainnya. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup. yang terus menghasilkan kata-kata baru. Bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan. media elektronika. Sebagian besar warga Indonesia berbahasa daerah sebagai bahasa ibu.[5] . Fonologi dan tata bahasa Bahasa Indonesia dianggap relatif mudah.saat ini. Penutur Bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Meskipun saat ini dipahami oleh lebih dari 90% warga Indonesia. baik melalui penciptaan. maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing. Namun demikian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful