PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANTENATAL CARE

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANTENATAL CARE DI BPS KISWOROWATI DESA KARANGSARI KECAMATAN SEMPU KABUPATEN BANYUWANGI

BAB 1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Indonesia merupakan Negara dengan angka kematian ibu dan perinatal tertinggi, yang berarti kemampuan untuk memberikan pelayanan kesehatan masih memerlukan perbaikan yang bersifat menyeluruh dan lebih bermutu. penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan 30,5%, infeksi 22,5%, gestosis 17,5%, dan anestesia 2,0%. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah telah banyak menetapkan strategi maupun kebijakan berupa program peningkatan kesehatan termasuk penigkatan asuhan antenatal care yang telah lebih dikenal dengan ANC yang merupakan perawatan yang diberikan kepada ibu selama hamil dan merupakan salah satu pilar dalam upaya “safe motherhood ”(sarwono prawihardjo, 2002 : 7 ).

1 Angka kelahiran mencerminkan kebutuhan wanita akan perawatan kesehatan. Kehamilan melibatkan perubahan fisik maupun emisional dari ibu serta perubahan sosial didalam keluarga. Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan kelahiran bayi sehat cukup bulan melalui jalan lahir namun kadang-kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sulit diketahui sebelumnya bahwa kehamilan akan menjadi masalah, sistem penilaian resiko tidak dapat memprediksi apakah ibu hamil akan bermasalah selama kehamilannya. (Sarwono Prawirahardjo, Maternal dan Neonatal 2002 : 89 ). Setiap ibu hamil seharusnya mendapat perawatan kehamilanya secara baik, dengan cara memeriksakan kehamilanya, tetapi pada kenyataanya masih banyak ibu hamil belum mengerti yang lebih dalam tentang pemeriksaan kehamilan ( ANC ). Menurut data rekam medis yang diperoleh dari BPS Kisworowati ibu hamil yang memeriksakan kehamilanya kebanyakan sudah menginjak usia kehamilan Trimester II, dan sebagian yang hanya

mengalami keluhan – keluhan saja. Hal tersebut dapat disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu hamil dalam masa perawatan kehamilanya, sehingga dapat menyebabkan bertambahnya angka kematian ibu dan angka kematian bayi.

Untuk membantu pemerintah dalam mencapai penurunan AKI (angka kematian ibu) di Indonesia , maka pemerimtah mempunyai target cakupan pelayanan Antenatal (K1) 95% dan cakupan pelayanan Antenatal (K4) 90%. Untuk provinsi jawa timur mempunyai target cakupan pelayanan Antenatal (K1) 90% dan cakupan pelayanan Antenatal (K4) 85%. (Depkes, RI 2008) Untuk Kabupaten Banyuwangi cakupan pelayanan Antenatal mencapai (K1) 91,48% dari target (90%) dan cakupan pelayanan Antenatal (K4) 84,28%. Dari target (85%). (Dinkes, kabupaten Banyuwangi 2008).

Menurut data rekam medik yang diperoleh dari BPS Kisworowati sendiri didapatkan cakupan pelayanan Antental Care pada tahun 2008 (K1) 87% dan untuk cakupan pelayanan (K4) 83%.

Menurut Depkes RI (2005) kondisi derajat kesehatan di Indonesia ini masih memprihatinkan antara lain ditandai dengan tingginya AKI ( Angka Kematian Ibu) yaitu 307 per 100.000 kelahiran hidup dan mati bayi baru lahir 35 per 1000 ( SDKI 2002 / 2003 ). Beberapa faktor yang melatarbelakangi resiko kematian adalah kurangnya partisipasi ibu yang di sebabkan tingkat pendidikan ibu rendah, kemampuan ekonomi keluarga rendah, kedudukan sosial budaya yang tidak mendukung. (Ayurai, 2009).

Sebagian besar kematian ini sebenarnya dapat dicegah dengan memberikan pelayanan Antenatal Care yang bertujuan untuk menjaga agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilan, persalinan dan nifas dengan baik dan selamat serta menghasilkan bayi yang sehat, dan pada akhirnya dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Pelayanan antenatal dengan standart pemeriksaan berulang (K1-K4) merupakan komponen pelayanan kesehatan ibu hamil yang penting karena bila timbul gangguan kesehatan dini mungkin dapat dikenali sehingga dilakukan perawatan yang cepat dan tepat dengan standart “ 7 T “ pelayanan Antenatal care yang terdiri dari :

1. ( Timbang ) Berat Badan

2. Ukur ( Tekanan ) Darah

3. Ukur ( Tinggi ) Fundus uteri

4. Pemberian Imunisasi ( Tetanus Toksoid ) TT lengkap

5. Pemberin tablet besi minimal 90 tablet selama kehamilan

6. Tes terhadap penyakit menular sexsual

7. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan. ( Sarwono Prawirahardjo, 2002 : 90 ).

Dari beberapa keterangan di atas maka peniliti tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul “Gambaran pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal Care di BPS Kisworowati Desa Karangsari Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi“.

B. BATASAN DAN RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan identifikasi masalah diatas, maka peneliti membatasi masalah pada gambaran pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal Care pada tingkat “ tahu ”.

Berdasarkan permasalahan pada latar belakang di atas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah : “Bagaimana gambaran pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal Care di BPS Kisworowati Desa Karangsari Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi” ?

C. TUJUAN PENELITIAN

Mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal Care di BPS Kisworowati Desa Karangsari Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi.

D. MANFAAT PENELITIAN

1. Bagi peneliti atau Mahasiswa

Meningkatkan keilmuan di bidang kesehatan dalam rangka memenuhi tuntutan IPTEK.

Konsep Dasar Pengetahuan Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu. 3. Manfaat Teoritis. Sehingga sebagian besar pengetahuan masnusia diperoleh melalui mata dan telinga. rasa. Pengetahuan ini domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (over behavior). api. Tahu (Know) 6 . Pengetahuan adalah dua buah kelebihan manusia dibanding dengan mahluk lain ciptaan Allah. LANDASAN TEORI 1. dengan pengetahuan (knowledge) maka manusia dapat mengetahui apa air. Tingkat Pengetahuan 1. a. 2009:1 ). dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu obyek tertentu. pendengaran. Pengindraan terjadi melalui panca indra manusia.2. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA A. Manfaat Prasktisi. yakni : indra penglihatan. Dapat memeberikan masukan yang berarti bagi ibu hamil dalam meningkatkan pengetahuan tentang Antenatal care khususnya melalui perseptif motifasi. penciuman. (Notoatmodjo. 2003 :127 ). alam dan sebagainya. (Suyanto dan Umi Salamah. Dapat memperkaya konsep teori yang menyongsong perkembangan ilmu pengetahuan kabidanan khususnya yang tertkenal dengan pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal care. dan raba.

tentang materi yang dipelajari. menyatakan dan sebagainya. Seseorang atau ibu yang telah paham terhadap obyek atau materi harus dapat menjelaskan. Misalnya dapat menyusun rencana. Contoh seperti : dalam teori tanda-tanda hamil muda adalah mual. muntah. Termasuk ke dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) terhadap apa yang telah diterima juga bisa dikatakan suatu kata kerja untuk mengukur tingkat pengetahuan seseorang atau si ibu tentang apa yang telah dipelajari antara lain ibu bias menyebutkan. dan pusing sedang dalam kenyataan kebanyakan ibu hamil muda mengeluh mual. dan menyelesaikan antara teori atau materi yang telah ada. merencanakan. menjelaskan. Analisis (Analysis) Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau bisa diartikan sebagai kemampuan si ibu untuk membedakan bahwa kehamilan yang dialami normal atau ada kelainan. 3. 6. 4. menguraikan. misal mual muntah yang biasa merupakan hal yang wajar pada sebagian ibu hamil. II dan III. Memahami (Comprehesion) Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahuinya. menyebutkan contoh. Misalnya si ibu mampu memecahkan masalah atau problem yang terjadi pada kehamilannya tersebut mengalami kelainan / tidak. Misalnya menjelaskan mengapa harus periksa hamil trismester I. mengidentifikasi. dan pusing. muntah. 2. 5. menyimpulkan. Aplikasi (Application) Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi riil (sebenarnya). Evaluasi (Evaluation) .Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Sintetis (Syntetis) Sintetis adalah suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru.

Pendidikan diperlukan untuk mendapatkan informasi misalnya hal yang menunjang kesehatan. si ibu dapat membandingkan antara ibu hamil yang diperiksa rutin pada kehamilan. 2003 : 129 ). sehingga tingkat pengetahuan yang mereka miliki jadi berkurang. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang terhadap nilai – nilai baru yang diperkenalkan . Pekerjaan Dengan adanya pekerjaan seseorang memerlukan banyak waktu untuk menyelesaikan pekerjaan yang dianggap penting memerlukan perhatian masyarakat yang sibuk akan memiliki waktu yang sedikit untuk memperoleh informasi. Pendidikan dapat mempengaruhi seseorang termasuk juga perilaku seseorang akan pola terutama dalam motivasi untuk sikap berperan serta dalam pembangunan kesehatan. 2003 : 232). (Notoadmodjo.Evaluasi diartikan kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap suatu materi atau obyek. (Nursalam. Pendidikan Pendidikan berarti bimbingan yang diberikan oleh seseorang terhadap perkembangan orang lain menuju kearah suatu cita – cita tertentu. Misalnya. 2001) 3. 2001) 2. sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. dengan ibu hamil yang tidak mau diperiksa saat hamil (Notoatmodjo. . Usia Usia dalam umur individu yang terhitung mulai saat dilahirkan sampai saat berulang tahun. Semakin cukup umur tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berpikir dan bekerja. Hal ini sebagai akibat dari pengalaman dan kematangan jiwanya (Nursalam. Dari segi kepercayaan masyarakat seseorang yang lebih dewasa akan lebih percaya dari orang yang belum cukup tinggi kedawasaannya. Penilaian berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan sendiri. Faktor yang mempengaruhi pengetahuan 1. b.

2002 : 6) c. Berdasarkan Pengalaman Pribadi Pengalaman merupakan suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan. budaya. (Nasrul Effendi. norma adat istiadat yang berlaku dimasyarakat. otoritas pemerintah. maupun masyarakat yang erat kaitannya dengan kebiasaan.4. kelompok. agama mauppun ahli ilmu pengetahuan diterima tanpa diuji. Cara Kekuasaan atau Otoritas Cara kekuasaan atau otoritas adalah pengetahuan yang diperoleh otoritas atau kekuasaan baik tradisi. Pengetahuan tersebut diperoleh . Lingkungan Lingkungan merupakan faktor yang paling dominan karena lingkungan manusia mengadakan interaksi dalam proses kehidupannya baik dalam lingkungan fisik. psikologis. Metode ini digunakan orang dalam waktu yang cukup lama untuk memecahkan berbagai masalah. Oleh sebab itu pengalaman pribadi pun dapat digunakan sebagai upaya memperolah pengetahuan. Yang termasuk cara ini adalah : 1. social. 3. 2. Cara memperoleh pengetahuan Menurut Notoadmodjo (2002 : 11). dibuktikan kebenarannya berdasarkan fakta empiris atau penalaran sendiri. Cara tradisional atau non ilmiah Cara tradisional atau kuno dipakai untuk memperoleh kebenaran pengetahuan. cara memperoleh pengetahuan dibagi menjadi dua yaitu : a. Cara coba salah (Trial and Error) Cara paling tradisional yang digunakan untuk memperoleh kebenaran pengetahuan.

d. Pengetahuan Kurang . logis dan ilmiah atau lebih populer disebut metodelogi penelitian. Cara Mengukur Pengetahuan Menurut Notoadmodjo (2003 :12). cara berfikir manusiapun ikut berkembang. Pengetahuan Baik Bila prosentase hasil 76 – 100 % b. 4. Pengetahuan Cukup Bila prosentase hasil 56 – 75 % c. Dengan kata lain dalam memperoleh kebenaran pengetahuan manusia telah menggunakan jalan pikirannya. b. Kedalaman pengetahuan yang ingin kita ketahui atau kita ukur dapat kita sesuaikan dengan tingkatan – tingkatan diatas. Tidak semua pengalaman pribadi dapat menuntun seseorang untuk menarik kesimpulan dengan benar. Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang isi materi yang ingin diukur dari subyek penelitian atau responden. e. Cara Modern Cara baru atau dalam memperoleh pengetahuan pada dewasa ini lebih sistematis. Melalui Jalan Pemikiran Sejalan dengan perkembangan kebudayaan umat manusia. dari sisi manusia telah mampu menggunakan penalaran dalam memperoleh pengetahuannya. Karakteristik Pengetahuan a.baik dari pengalaman langsung maupun pengalaman orang lain.

Triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan.Bila prosentase hasil 40 – 55 % d. Serviks uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan karena hormon estrogen. (Sarwono Prawirohardjo. perubahan yang terdapat pada wanita hamil adalah : a. khususnya pada alat genetalia eksterna dan interna. b. 2006: 86 ). Uterus akan membesar pada bulan-bulan pertama dibawah pengaruh estrogen dan progesteron yang kadarnya meningkat. dan pada payudara. Menurut Sarwono Prawirahardjo. Triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan. Ilmu Kebidanan tahun 2006 hal 86. c. Pengetahuan Rendah Bla prosentase hasil <> ( Arikunto. 2006: 136 ) 2. 2002 : 89). . Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Triwulan kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan. c. (Sarwono Prawirahardjo. Pada kehamilan terdapat perubahan pada seluruh tubuh wanita. Uterus. Serviks Uteri. b. Vagina dan Vulva. Kehamilan dibagi dalam triwulan yaitu : a. Konsep Dasar Kehamilan Kehamilan adalah suatu proses yang dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin.

Pada kehamilan 12 minggu keatas dari puting susu dapat keluar cairan putih berwarna jernih. Sedangkan kalau sudah partus kolostrum akan berubah warnanya agak kuning. akibat dari kadar hormon estrogen yang meningkat. i. Pada permulaan kehamilan masih terdapat korpus luteum gravicitatis sampai terbentuknya plasenta pada kira-kira 16 minggu. dan agak kebiru-biruan. Ovarium. Sirkulasi Darah. Seorang wanita hamil pada kehamilannya tidak jarang mengeluh tentang rasa sesak dan pendek nafas. pada bulan-bulan pertama kehamilan terdapat perasaan enek (nausea).Vagina dan vulva akibat estrogen mengalami perubahan pula. Sistem Respirasi. Mamma. disebut kolostrum. Traktus Urinarius. e. dan progesteron. estrogen. uterus yang membesar dengan pembuluh-pembuluh darah yang membesar pula. akan tetapi belum mengeluarkan air susu. Hal ini ditemukan pada kehamilan 32 minggu keatas dikarenakan usus-usus tertekan oleh uterus yang membesar kearah diafragma. d. g. mamma dan alat lain yang memang berfungsi berlebihan dalam kehamilan. sehingga diafragma kurang leluasa bergerak. f. Mamma akan membesar dan tegang akibat hormon somatomammotropin. Traktus Digestivus. . Sirkulasi darah ibu dalam kehamilan dipengaruhi oleh adanya sirkulasi ke plasenta. h. adanya hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva tampak lebih merah.

sehingga sering timbul kencing. Konsep Dasar Antenatal Care. Kulit. sistem endokrin juga meninggi. mempersiapkan kelahiran. bagi ibu maupun bayinya dengan jalan menegakkan hubungan kepercayaan dengan ibu. Metabolisme dalam Kehamilan Pada wanita hamil basal metabolik rate (BMR) meninggi. 2001). Pengertian ANC (Antenatal Care) Antenatal Care adalah merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal. serta mendeteksi dini . 2002 hal 89 ). 2. 2001). a. mendeteksi komplikasi-komplikasi yang dapat mengancam jiwa. Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat-alat tertentu : pigmentasi disebabkan oleh pengaruh melanophore stimulating hormone (MSH) yang meningkat. dan tampak lebih jelas kelenjar gondoknya. (Depkes RI. Pemeriksaan selama hamil pada intinya bertujuan menekan angka kematian ibu melahirkan dan menirunkan angka kematian bayi. k. Antenatal care adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan untuk memeriksa keadaan ibu dan janin secara berkala dengan upaya koreksi terhadap penyimpangan yang ditentukan. (Depkes RI. Tujuan Antenatal Care Antenatal Care bertujuan memfasilitasi hasil yang sehat dan positif. b. j. (Sarwono Prawirohardjo. BMR akan meningkat hingga 15-20% yang umumnya ditemukan pada triwulan terakhir. dan memberikan pendidikan. ibu hamil sebaiknya dianjurkan mengunjungi bidan atau dokter sedini mungkin semenjak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan pelayanan dan asuhan antenatal.Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan oleh uterus yang mulai membesar.

pemerikasaan laboratorium atas intervensi dasar dan khusus sesuai dengan resiko yang ada. Pemeriksaan kehamilan penting dlakukan mengingat perkembangan penyakit sering kali berjalan cepat. ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin. Namun .seandainya terdapat gangguan. 6. mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar tumbuh kembang secara normal. Pemeriksaan psikologis. agar bisa segera diatasi. melahirkan dengan selamat. kebidanan dan pembedahan. dan sosial ibu dan bayi. c. 2. memantau kemampuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi. pemeriksaan fisik baik umum dan khusus. dan sebagainya. (Depkes RI. mental. 3. termasuk riwayat penyakit secara umum. 2001) Pelayanan ANC merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu selama masa kehamilannya yang mencakup banyak hal meliputi Anamnesa. (Ayurai. 5. 4. yang dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan antenatal yang ditetapkan. 2009 ) Menurut Sarwono prawirahardjo tahun 2002 : 90. Selain itu kesehatan ibu hamil dapat dipantau misalnya: kondisi jantung. tujuan antenatal care adalah : 1. meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik. mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil. mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif. mempersiapkan persalinan cukup bulan. tekanan darah. Pelayanan Antenatal Care Pelayanan ANC adalah pelayanan kesehatan oleh tenaga profesional ibu selama kehamilannya.

hipertensi. Standart Pelayanan Antenatal Care Terdapat 6 (enam) standart dalam standart pelayanan antenatal care yang terdiri dari : 1. suami dan anggota keluarga agar mendorong ibu untuk memeriksakan kehamilannya sejak dini dan secara teratur. 2002: 90 ).dalam penerapan secara operasionalnya dikenal dengan standart “ 7T ” untuk pelayanan Antenatal Care ( ANC ). Pemberian imunisasi (tetanus toksoid) TT lengkap 5. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan. Pemeriksaan meliputi anamnesa dan pemantuan ibu dan janin dengan seksama untuk menilai apakah perkembangan berlangsung normal. (Timbang) berat badan 2. Tes terhadap penyakit menular sexsual 7. yang terdiri atas : 1. Mencatat data yang tepat setiap . Standart 2 : Pemeriksaan dan pemantuan antenatal Bidan memberikan sedikitnya 4X pelayanan antenatal. PMS/infeksi HIV. Ukur (Tekanan) darah 3. Pemberian tablet zat besi minimal 90 tablet selama kehamilan 6. 2. Standart 1 : Identifikasi Ibu Hamil Bidan melakukan kunjungan rumah dan berinteraksi dengan masyarakat secara berkala untuk memberikan penyuluhan motivasi ibu. kurang gizi. Bidan juga harus mengenal kehamilan resiko tinggi atau kelainan. d. memberikan pelayanan imunisasi.(Sarwono Prawirahardjo. nasehat dan penyuluhan kesehatan serta tugas terkait lainnya yang diberikan oleh puskesmas. khususnya anemia. Ukur (tinggi) fundus uteri 4.

suami/keluarga pada trimester III. Standar 6 : Persiapan Persalinan Bidan memberikan saran yang tepat kepada ibu hamil. Standart 5 : Pengelolaan dini hipertensi pada kehamilan Bidan menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah pada kehamilan dan mengenai tanda serta gejala pre-eklampsia lainnya. Standart 4 : Pengelolaan Anemia pada kehamilan Bidan melakukan tindakan pencegahan. untuk mencari kelainan serta melakukan rujukan tepat waktu. kunjungan rumah dengan ibu hamil tidak . pondok bersalin di desa. Standart 3 : Palpasi Abdominal Bidan melakukan pemeriksaan abdominal dengan seksama dan melakukan palpasi untuk memperkirakan usia kehamilan dan bila umur kehamilan bertambah. Kunjungan Ibu Hamil Kunjungan ibu hamil adalah kontak ibu hamil dengan tenaga profesional untuk mendapatkan pelayanan ANC sesuai standart yang ditetapkan. 6. serta mengambil tindakan yang tepat dan merujuknya. 2001). (Depkes. penanganan dan atau rujukan semua kasus anemia pada kehamilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Untuk memastikan bahwa persiapan persalinan bersih dan aman dan suasana yang menyenangkan akan direncanakan dengan baik. penemuan. bila terjadi keadaan gawat darurat. tetapi adalah setiap kontak tenaga kesehatan baik di posyandu. bila ditemukan kelainan. e. 3. memeriksa posisi. Jadwal Kunjungan ANC 1. 4. bagian terendah dan masuknya kepala janin kedalam rongga panggul. maka harus mampu mengambil tindakan yang diperlukan dan merujuknya untuk tindakan selanjutnya. Istilah kunjungan disini tidak hanya mengandung arti bahwa ibu hamil yang berkunjung kefasilitas pelayanan. 5.kunjungan.

Kunjungan Ulang Kunjungan ulang adalah kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan yang kedua dan seterusnya.memberikan pelayanan ANC sesuai dengan standart dapat dianggap sebagai kunjungan ibu hamil. 3. 3. dua kali kunjungan selama trimester ketiga (antara minggu 28 – 36 dan sesudah minggu ke 36). mendapatkan riwayat kehamilan ibu dan mendengarkan dengan teliti apa yang diceritakan oleh ibu. saifudin tahun 2002 hal 91 jadwal kunjungan Antenata Care adalah : 1. Sapa Ibu (dan keluarganya) dan membuatnya merasa nyaman 2. K4 K4 adalah kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan yang ke empat atau lebih untuk mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standart yang ditetapkan (Depkes RI. Kunjungan Baru Hamil / K1 Kunjungan baru hamil adalah kunjungan ibu hamil yang pertama kali pada masa kehamilan. untuk mendapatkan pelayanan antenatal sesuai dengan standart selama satu periode kehamilan. 2. Satu kali kunjungan selama trimester kedua (antara minggu 14 – 28). . Satu kali kunjungan selama trimester pertama (sebelum 14 minggu) 2. 2001) Menurut buku pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. 4. petugas kesehatan akan memberikan asuhan antenatal yang baik dengan langkah-langkah seperti berikut : 1. Untuk mendapatkan semua informasi yang diperlukan. sehubungan dengan hal-hal diatas.

mengidentifikasi kemana harus pergi dan transportasi untuk mencapai tempat tersebut. . mengidentifikasi pembuat keputusan kedua jika pembuat keputusan pertama tidak ada ditempat. Bekerja sama dengan ibu. serta perencanaan tabungan untuk mempersiapkan biaya persalinan. mempersiapkan donor darah 3. a.3. 6. 4. pemeriksaan fisik dan laboratorium untuk menilai apakah kehamilannya normal : a. Bekerja sama dengan ibu keluarganya serta msyarakat untuk mempersiapkan rencana kelahiran termasuk mengidentifikasi penolongan dan tempat bersalin. Melakukan anamnesis. Tinggi fundus dalam cm atau menggunakan jari-jari tangan sesuai dengan usia kehamilan d. Edema hanya pada ekstrimitas c. Denyut jantung janin 120 sampai 160 denyut permenit e. Membantu ibu dan keluarganya. untuk mempersiapkan kelahiran dan kemungkinan keadaan darurat. keluarganya dan masyarakat untuk mempersiapkan rencana jika terjadi komplikasi termasuk : 1. b. Gerakan janin terasa setelah 18-20 minggu hingga melahirkan. 2. Melakukan pemeriksaan fisik. mengadakan persiapan finansial 4. Melakukan pemeriksaan laboratorium 5. Tekanan darah dibawah 140/90 mmhg b.

seperti : 1. daerah genetalia) dengan cara dibersihkan dan dikeringkan. bawah buah dada. Mendokumentasikan kunjungan tersebut (Saifuddin. Memberikan Konseling a.5 cc. 2002 : 15 ) . zat besi. Perdarahan pervaginam 2. Menasehati ibu untuk mencari pertolongan segera jika ia mendapati tandatanda bahaya berikutnya. Merencanakan dan mempersiapkan kelahiran yang bersih dan aman dirumah. c. Menjadwalkan kunjungan berikutnya. b. Memberikan zat besi 90 hari mulai minggu ke-20 9. 11. Janin tidak bergerak sebanyak biasanya. Gizi : Penigkatan konsumsi makanan hingga 300 kalori perhari. minum cukup cairan (menu seimbang). Nyeri abdomen (epigastrik) 6. Gangguan penglihatan 4. Menjaga kebersihan diri terutama lipatan kulit (ketiak. 8. jika sebelumnya telah mendapatkan 10. Menjelaskan cara merawat payudara terutama pada ibu yang mempunyai putting susu rata atau masuk ke dalam. Memberikan imunisasi tetanus 0. mengkonsumsi makanan mengandung protein. Dilakukan 2 kali sehari selama 5 menit. Pembengkakan pada wajah atau tangan 5.7. Sakit kepala lebih dari biasa 3. d. e.

B.1 Kerangka Konsep Penelitian Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Antenatal Care Di BPS Kisworowati desa karangsari Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi Keterangan : = Variabel tidak diteliti 24 = Variabel yang diteliti. ( Notoatmodjo 2003 : 122 ). . Baik 76-100% KERANGKA KONSEPTUAL Gambar 2.

Semakin tinggi tingkat pengetahuan ibu tentang pemeriksaan kehamilan. Metode penelitian diskriptif digunakan untuk memecahkan masalah atau menjawab permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi sekarang. . Dalam penelitian ini menggunakan rancangan atau desain survey.Adapun variabel yang diteliti adalah gambaran pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal Care sampai tingkat ”tahu” meliputi: Pengertian ANC. lingkungan. yang ditangkap dengan panca indra manusia baik secara formal maupun informal. Semua faktor tersebut mempengaruhi pengetahuan ibu hamil tentang pengetahuan pemeriksaan kehamilan (ANC). (Notoatmodjo. JENIS DAN RANCANG BANGUN PENELITIAN Jenis penelitian ini yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif. 2003 : 96 ). kurang. Metode penelitian diskriptif adalah suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskriptif tentang suatu keadaan secara objektif. rendah. pelayanan ANC. 2005 hal 138 ). pendidikan. diharapkan semakin mudah ibu dalam menerima informasi tentang pemeriksaan kehamilan. Setelah dilakukan penelitian dengan cara responden mengisi kuesioner maka akan ditetapkan pengetahuan yng baik. ( Nursalam. tujuan ANC. populasi. cukup. Pengetahuan adalah suatu yang diketahui. BAB 3 METODE PENELITIAN A. pekerjaan. Sedangkan faktor – faktor yang mempengaruhi pengetahuan adalah usia. kunjungan ulang ANC. suatu desain yang digunakan untuk menyediakan informasi berhubungan dengan pravelensi.

2003 : 129) .1 Definisi Operasional Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Antenatal Care Tahun 2009 Variable Gambaran Pengetahuan Ibu Definisi Operasional Merupakan hasil penginderaan pengetahuan .Tujuan ANC . 2006 ) menjawab pertanyaan meliputi : .B.Kurang : 40 – 55 % Kriteria .pelayanan ANC -Kunjungan ANC (Notoatmodjo.Rendah : <> Kemudian Ibu dapat ( Arikunto. 2009 hal 25 ). 1. 2003 : 106) 26 Antenatal Care (ANC).Cukup : 56 – 75 % Hamil Ibu hamil tentang pemerikasaan kehamilan sampai tingkat “ tahu”. Definisi operasional variabel Adalah definisi berdasrkan karakteristik yang diamati dari sesuatu yang didefinisikan tersebut.Pengertian ANC . (Nursalam.Baik : 76 – 100 % Skala Ordinal Tentang ANC . . Dalam penelitian ini variabelnya adalah gambaran pengetahuan ibu hamil tentang Tabel 3. (Suyanto dan Umi Salamah. VARIABEL PENELITIAN Adalah konsep atau teori dapat diukur (Measurable) atau diamati (observable).

Lokasi Penelitian ini dilakukan di BPS Kisworowati Desa Karangsari Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi. Dalam penelitian ini sampelnya adalah 30 responden. dapat diambil antara 10 – 15 % atau 20 – 25 % atau lebih. (jadwal terlampir) F. D. Tetapi jika jumlah subjeknya besar. Kuesioner berupa angket yang disebarkan pada responden kemudian kuesioner menggunakan metode kuesioner.C. SAMPEL Sampel adalah sebagian yang di ambil dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap mewakili populasi (notoatmodjo 2005 : 80). 2. Pada penelitian ini populasi adalah seluruh Ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di BPS Kisworowati pada bulan juli 2009 sebanyak 30 orang. Menurut Arikunto tahun 2006 hal 131 Jika subjeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semua sehingga peneitianya merupakan penelitian populasi. POPULASI Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti (Notoatmodjo. Dalam penelitian ini pengambilan sampel dilakukan dengan cara non probaliti sampling. Metode kuesioner adalah dimana jawabannya . Waktu Penelitian Waktu penelitian dimulai bulan 22 juli sampai 15 Agustus 2009. LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN 1. 2005 : 79 ). E. TEHNIK DAN INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA 1. Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh responden.

Tehnik Pengolahan Data. TEHNIK ANALISA DATA 1. Kuesioner adalah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang dilakukan (Arikunto.telah tersedia dan tinggal memberi tanda silang (X) bila subyek yang diteliti merasa jawaban memudahkan bagi peneliti maupun subyek yang diteliti (notoatdmojo. 2005 : 124) 2. Penyusunan data (Tabulasi) . 2. Jika terdapat jawaban yang tidak jelas penulisannya atau ada daftar pertanyaan yang tidak berarti maka pengumpulan data yang bersangkutan diminta untuk menjelaskan atau melengkapinya. Setelah data terkumpul dilakukan pengolahan dengan tehap-tahap sebagai berikut : 1. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah menggunakan kuesioner yang dipersiapkan sebelumnya. G. hal ini dimaksudkan agar lebih mempermudah dalam melakukan tabulasi dan analisa data yang diberi nilai 1 dan jawaban salah nilai 0 3. Pemeriksaan data (Editing) Memeriksa kembali semua data yang telah dikumpulkan melalui kuesioner ini berarti bahwa semua kuesioner harus diteliti satu persatu tentang kelengkapan pengisian dan kejelasan penelitian. Berisi tentang data tingkat pengetahuan ibu hamil tentang antenatal care dengan memberikan pertanyaan secara tertutup (closedended) dimana responden tinggal memilih atau menjawab pada jawaban yang sudah ada. Pemberian Kode (Coding) Memberi tanda kode pada jawaban dengan angka. 2006 : 151).

Rumus yang digunakan : Keterangan : P = Presentase f = Jumlah jawaban yang benar n = Jumlah semua pertanyaan. Pengetahuan Cukup Bila prosentase hasil 56 – 75 % 3. 2001 : 37) Setalah hasil sudah dalam bentuk prosentase kemudian di interprestasikan dengan menggunakan kriteria kualitatif. Bila jawaban yang beanr diperoleh jawaban dengan skor 1 dan yang salah diberi skor 0. Pengetahuan Kurang Bila prosentase hasil 40 – 55 % 4. Tehnik Analisa Data Data yang diperoleh dari hasil pengisian kuesioner dari responden dihitung dengan menggunakan table ditabulasi frekuensi dalam bentuk prosentase. kriteria tersebut adalah : 1. (Budiarto.Yaitu dengan menyusun data dalam bentuk table-tabel untuk mengetahui pengetahuan dihitung menggunakan table ditabulasi frekuensi dalam bentuk prosentase. Pengetahuan Buruk Bla prosentase hasil < style=""> ( Arikunto. 2001 : 29-31) 2. (Budiarto. 2006 : 131) . Pengetahuan Baik Bila prosentase hasil 76 – 100 % 2.

3. maka harus menanda tangani lembar persetujuan. Dalam penelitian terdapat beberapa keterbatasan yang dimiliki. 2007 : 93-95). kemudian kuesioner diberikan kepada subyek yang diteliti untuk diisi dengan menekankan menjadi etika yang melipuiti : 1. diantaranya : 1. Jika subyek bersedia diteliti. I. Waktu yang tersedia untuk melaksanakan penyelesaian peneliti ini terbatas sehinggahasilnya kurang memuaskan. 2. 2001: 16 ) Kertebatasan adalah hambatan dalam penelitian. Lembar persetujuan (Informed concent ) Lembar persetujuan diberikan kepada rresponden yang bertujuan agar subyek mengetahui maksud dan tujuan penelitian. Tanpa nama (Ammonity) Untuk menjaga kerahasiaan identitas subyek peneliti tidak akan mencantumkan nama rtesponden pada lembar penelitian hanya diberi nomor tertentu. ETIKA PENELITIAN Dalam melaksanakan penelitian. mengingat keterbatasan waktu sehingga kurang representative. maka peneliti tidak boleh memaksa dan tetap menghormati hak pasien 2. hanya data yang diapaparkan untuk kepentingan analisa data. . 3. (Alimul. Kerahasiaan (Confidentiality) Kerahasiaan informasi yang diberikan oleh subyek dijamin oleh peneliti. Pengetahuan dan ketrampilan sebagai peneliti pemula masih jauh dari kesempurnaan.H. serta dampak yang diteliti selama pengumpulan data. jika subyek menolak untuk diteliti. KETERBATASAN PENELITIAN Menurut Burn dan Grove ( Nursalam. Jumlah sample yang diambil terbatas. peneliti mendapatkan rekomendasi dari politeknik Mojokerto. Peneliti menyampaikan permohonan ijin kepada tempat yang diteliti serta kepada responden untuk mendapatkan persetujuan.

A. pendidikan dan Paritas. Dalam data umum menampilkan karakteristik responden yang meliputi umur. Data khusus meliputi gambaran pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal Care di BPS Kisworowati Desa Karangsari Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi.BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan diuraikan mengenai hasil penelitian dan pembahasannya sesuai dengan tujuan penelitian yang ditetapkan. 2 ruang untuk ibu nifas. Sebelah selatan : Desa Simbar c. data umum. pekerjaan. Manajemen tenaga kerja BPS Kisworowati terdiri dari 2 orang tenaga kerja meliputi “ a. dan data khusus. Bidan : 1 orang b. Jam kerja . Sebelah barat : Desa Mangli d. Gambaran umum lokasi penelitian BPS Kisworowati merupakan salah satu tempat pelayanan kesehatan yang berasa di Desa Karangsari Kecamatan Sempu Kabupatan Banyuwangi dengan batas wilayah : a. Sebelah timur : Desa Tapak lembu 34 BPS Kisworowati merupakan bidan praktek swasta yang terdiri dari 1 ruang untuk persalinan. Sebelah Utara : Desa Kopen b. 1 ruang pemeriksaan kehamilan dan akseptor KB. Hasil penelitian ini akan disajikan dalam bentuk distribusi dan narasi Pada hasil di sajikan mengenai gambaran umum tentang penelitian. HASIL PENELITIAN 1. Pembantu bidang : 1 orang 3. serta ruang tunggu 2.

Pelayanan KB c.3 100 1 2 3 Jumlah <> 20 – 30 tahun > 30 tahun Berdasarkan table 4. No Umur Frekuensi (f) 5 18 7 30 Prosentase (%) 16. Pelayanan rawat inap ( khusus ibu bersalin) e. Umur. Imunisasi bayi dan CPW d. Table 4. Pemeriksaan ibu hamil b.00 WIB dan 16. No Pekerjaan Frekuensi (f) 9 21 Prosentase (%) 30 70 1 2 Bekerja Tidak bekerja . b.00-07. lebih dari 50% responden berumur 20 – 30 tahun.2 Distribusi frekuensi responden berdasarkan pekerjaan ibu hamil di BPS Kisworowati Desa Karangsari Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi Tahun 2009. Adapun kegiatan tersebut dimulai jam 06. Data Umum Data umum ini menguraikan karakteristik responden penelitian sebagai berikut : a.00 sampai 20. Pekerjaan Table 4. Bidang pelayanan meliputi a. 24 jam khusus persalinan 4.1 Distribusi frekuensi responden berdasarkan umur ibu hamil di BPS Kisworowati Desa Karangsari Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi Tahun 2009.7 60 23. Pencatatan dan pelaporan 5.BPS kisworowati melaksanakan kegiatan setiap hari kerja yanitu pada hasi senin-minggu.00 WIB. sedangkan untuk hari raya besar tidak melakukan kegiatan.1 menunjukkan bahwa dari 30 responden.

No Pendidikan Frekuensi (f) 4 15 9 2 30 Prosentase (%) 13.3 menunjukkan bahwa dari 30 responden 50% berpendidikan SLTP. .4 menunjukkan bahwa dari 30 responden lebih dari 50% ibu multipara 6. Tingkat pendidikan Table 4.7 0 100 1 2 3 Nulipara Multipara Grandemultipara Jumlah Berdasarkan tabel 4.3 56.Jumlah 30 100 Berdasarkan table 4. c. d.2 menunjukkan bahwa dari 30 responden lebih dari 50% responden bekerja. Paritas Table 4.7 100 1 2 3 4 SD SLTP / SMP SMU / SMK PT / Akademik Jumlah Berdasarkan table 4.3 50 30 6. Table 4.3 Distribusi frekuensi responden berdasarkan pendidikan ibu hamil di BPS Kisworowati Desa Karangsari Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi Tahun 2009. Pengetahuan ibu hamil tentang pengertian Antenatal Care.4 Distribusi frekuensi responden berdasarkan paritas ibu hamil di BPS Kisworowati Desa Karangsari Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi Tahun 2009.5 Distribusi frekuensi pengetahuan ibu hamil tentang pengertian Antenatal Care di BPS Kisworowati Desa Karangsari Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi Tahun 2009. No Paritas Frekuensi (f) 13 17 0 30 Prosentase (%) 43. Data Khusus a.

7%) memiliki pengetahuan kurang tentang tujuan Antenatal Care. Pengetahuan ibu hamil tentang tujuan Antenatal Care Table 4.7 3.3 100 1 2 3 4 Baik Cukup Kurang Rendah Jumlah Berdasarkan tabel 4.7 26. b.6 menunjukkan bahwa dari 30 responden.3 16. 50% responden memiliki pengetahuan cukup tentang pengertian Antenatal Care. No Pengetahuan Frekuensi (f) 7 5 8 10 30 Prosentase (%) 23.5 menunjukkan bahwa dari 30 responden. d. c. Pengetahuan ibu hamil tentang kunjungan Antenatal Care.6 Distribusi frekuensi pengetahuan ibu hamil tentang tujuan Antenatal Care di BPS Kisworowati Desa Karangsari Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi Tahun 2009 No Pengetahuan Frekuensi (f) 6 9 14 1 30 Prosentase (%) 20 30 46. paling banyak 10 responden (33.No Pengetahuan Frekuensi (f) 8 15 6 1 30 Prosentase (%) 26.7 33. Table 4.3%) memiliki pengetahuan rendah tentang pelayanan Antenatal Care.7 50 20 3.7 menunjukkan bahwa dari 30 responden.3 100 1 2 3 4 Baik Cukup Kurang Rendah Jumlah Berdasarkan tabel 4.7 Distribusi frekuensi pengetahuan ibu hamil tentang pelayanan Antenatal Care di BPS Kisworowati Desa Karangsari Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi Tahun 2009. .3 100 1 2 3 4 Baik Cukup Kurang Rendah Jumlah Berdasarkan tabel 4. Pengetahuan ibu hamil tentang pelayanan Antenatal Care. paling banyak 14 responden (46.

Table 4.7 50 20 3.3 36. Semakin cukup umur. paling banyak 12 responden (40%) memiliki pengetahuan cukup tentang Antenatal Care. berjumlah 15 responden (50%). PEMBAHASAN 1.8 menunjukkan bahwa dari 30 responden. hal ini dapat didukung oleh umur ibu hamil ada 18 responden (60%) yang memiliki umur 20 – 30 tahun. Pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal Care Table 4.7 30 10 100 1 2 3 4 Baik Cukup Kurang Rendah Jumlah Berdasarkan tabel 4. Dari segi kepercayaan masyarakat seseorang yang lebih dewasa akan lebih dipercaya dari orang yang belum cukup tinggi kedewasaannya. tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir. e. Dari tabel 4. paling banyak 11 responden(36.9 menunjukkan bahwa dari 30 responden. Pengertian ibu hamil tentang pengertian Antenatal Care.9 Distribusi frekuensi pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal Care di BPS Kisworowati Desa Karangsari Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi Tahun 2009.5 menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang pengertian Antenatal Care dari 30 responden adalah cukup. Semakin cukup umur. tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan bekerja. No Pengetahuan Frekuensi (f) 7 11 9 3 30 Prosentase (%) 23.8 Distribusi frekuensi pengetahuan ibu hamil tentang kunjungan Antenatal Care di BPS Kisworowati Desa Karangsari Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi Tahun 2009.3 100 1 2 3 4 Baik Cukup Kurang Rendah Jumlah Berdasarkan tabel 4. No Pengetahuan Frekuensi (f) 8 15 6 1 30 Prosentase (%) 26. . seperti yang dikemukakan Nursalam dan Pariani (2001) bahwa usia adalah umur indivdu terhitung saat dilahirkan sampai saat berulang tahun.7%) memiliki pengetahua cukup tentang kunjungan Antenatal Care. Dari penelitian diatas.

berjumlah 14 responden (46. Dari tabel 4. Dari tabel 4.2. dimana akan berbeda pengetahuan ibu hamil yang berpendidikan tinggi dengan ibu hamil yang berpendidikan rendah. Pengetahuan ibu hamil tentang pelayanan Antenatal Care. 4. berjumlah 11 responden (36. Dari hasil penelitian diatas didapatkan mayoritas 21 responden (70%) bekerja memiliki pengetahuan rendah. Seperti yang dikemukakan oleh Nursalam (2001) bahwa pendidikan berarti bimbingan yang diberikan oleh seseorang terhadap perkembangan orang lain menuju ke arah suatu cita-cita tertentu. Dari tabel 4. semakin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimiliki. pengetahuan kurang tentang kunjungan Antenatal Care disebabkan oleh pengalaman pribadi. Menurut Notoatmodjo ( 2003 : 122) mengatakan bahwa pengetahuan hasil “tahu” dan itu terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. .7%). berjumlah 10 responden (33. Pengetahuan ibu hamil tentang tujuan Antenatal Care. Dari penelitian diatas didapatkan 2 responden (100%) berpendidikan perguruan tinggi memiliki pengetahuan baik. Seperti pendapat Notoatmodjo ( 2003 : 232 ) dengan adanya pekerjaan seseorang memerlukan banyak waktu untuk menyelesaikan pekerjaan yang dianggap penting memerlukan perhatian masyarakat waktu yang sedikit untuk memperoleh informasi. Sebagian besar pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang.3%). penciuman. sehinggan pengetahuan yang mereka meliki jadi berkurang.7 menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang pelayanan Antenatal Care dari 30 responden adalah rendah. Dari hasil penelitian diatas didapatkan mayoritas 17 responden (56. rasa. Pengetahuan ibu hamil tentang kunjungan Antenatal Care.6 menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang tujuan Antenatal Care dari 30 responden adalah kurang.73%).8 menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang kunjungan Antenatal Care dari 30 responden adalah kurang. 3. Pendidikan dapat mempengaruhi seseorang termasuk juga prilaku seseorang akan pula terutama dalam motivasi untuk siap dan berperan dalam pembangunan seseorang. penginderaan terjadi melalui panca indra manusia yaitu indera penglihat. dimana orang bekerja akan sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak mempunyai banyak waktu untuk mencari informasi dan orang yang tidak bekerja nenpunyai banyak waktu untuk mencari informasi.7%) ibu multipara. pendengaran dan peraba.

Menurut Notoatmodjo ( 2002 : 11-13 ) salah satu cara memperoleh pengetahuan adalah berdasarkan pengalaman pribadi. Oleh sebab itu pengalaman pribadi pun dapat digunakan sebagai upaya memperoleh pengetahuan. 5.3%) berpengetahuan kurang dan 2 responden (6. Pengetahuan baik tentang ANC sebagian besar berpendidikan PT yaitu sebanyak 2 responden (100%) dimana akan berbeda pengetahuan ibu hamil yang berpendidikan tinggi dengan ibu hamil yang berpendidikan rendah. Dari tabel 4. 9 responden (30%) berpengetahuan baik. Namun perlu diperhatikan lagi. Pengetahuan ibu hamil secara umum tentang Antenatal Care. disisi bahwa tidak semua pengalaman pribadi dapat menuntun seseorang BAB 5 . Pengetahuan yang cukup tentang Antenatal Care dapat dipengaruhi oleh factor antara lain : pendidikan dan pengalaman pribadi. Pendidikan dapat mempengaruhi seseorang termasuk juga prilaku seseorang akan pula terutama dalam motivasi untuk siap dan berperan dalam pembangunan seseorang. Pengalaman pribadi merupakan suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan.7%) berpengetahuan rendah. semakin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimiliki. Pengetahuan tersebut diperoleh dari pengalaman langsung maupun pengalaman orang lain. Selain itu pengalaman pribadi juga berperan penting dimana manusia dilahirkan sebagai kertas putih dan pengalaman yang akan memberikan lukisan kepadanya.9 menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal Care dari 30 responden ada 12 responden (40%) yang memiliki pengetahuan cukup. 7 responden (23.dimana manusia dilahirkan sebagai kertas putih dan pengalaman yang akan memberikan lukisan kepadanya. Pengetahuan tersebut diperoleh dari pengalaman langsung maupun pengalaman orang lain. disisi bbahwa tidak semua pengalaman pribadi dapat menuntun seseorang untuk kesimpulan yang benar. Pengalaman pribadi merupakan suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan. Oleh sebab itu pengalaman pribadi pun dapat digunakan sebagai upaya memperoleh pengetahuan. Seperti yang dikemukakan oleh Nursalam (2001) bahwa pendidikan berarti bimbingan yang diberikan oleh seseorang terhadap perkembangan orang lain menuju ke arah suatu cita-cita tertentu. Menurut Notoatmodjo ( 2002 : 11-13 ) salah satu cara memperoleh pengetahuan adalah berdasarkan pengalaman pribadi. Namun perlu diperhatikan lagi.

3 %) 4.7 %) B. Rendah : 2 Responden ( 6. Bagi peneliti selanjutnya. meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Bagi institusi Kesehatan / Teoritis Peneliti mengharapkan agar institusi untuk lebih banyak menambah dan memperkaya konsepkonsep teori yang dapat menyongsong perkembangan ilmu kesehatan khususnya ilmu kebidanan guna untuk menambah pengetahuan ibu hamil. 3. Penelitian yang dilakukan masih jauh sangat dari sempurna. Cukup : 12 Responden ( 40 %) 3. 2. Sesuai hasil penelitian dan kesimpulan di atas dapat disarankan sebagai berikut : 1. Kurang : 7 Responden ( 23.SIMPULAN DAN SARAN A. perlu kiranya peneliti yang lebih lanjut dan luas dengan menggunakan subjek atau sample yang lebih banyak karena peneliti yang sebelumnya masih banyak keterbatasan. Saran. Baik : 9 Responden ( 30 %) 2. Bagi petugas kesehatan / Praktisi 46 Peneliti mengahrapkan hendaknya petugas kesehatan melakukan / memberikan penyuluhan secara continue kepada ibu hamil. Berdasarkan penelitian gambaran pengetahuan ibu hamil tentang ANC di BPS Kisworowati Desa Karangsari Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi dapat disimpulkan : 1. Kesimpulan. memberikan motivasi kepada ibu hamil dan keluarga agar pengetahuan ibu hamil tentang pemerikasaan kehamilan lebih baik. Diposkan oleh BeJo Net Community di 09:39 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Label: PENGETAHUAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful