OSMOSIS LATAR BELAKANG

Sifat koligatif adalah sifat yang hanya bergantung pada jumlah partikel zat terlarut dan tidak tergantung pada jenis partikelnya. Koligatif artinya bergantung pada kumpulan atau dengan kata lain sifat yang dipengaruhi oleh efek kolektif dari sejumlah partikel zat terlarut. Jadi, suatu larutan yang berbeda jenisnya, namun memiliki jumlah partikel yang sama akan memiliki sifat koligatif yang sama pula. Adapun jenis-jenis sifat koligatif adalah penurunan tekanan uap jenuh, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmosis. Salah satu jenis sifat koligatif yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari adalah proses osmosis. Misalnya, air dari dalam tanah dapat didistribusikan ke seluruh jaringan tumbuhan hingga ke pucuk-pucuknya yang tinggi karena adanya proses osmosis.

Jadi, dari kesimpulan tersebut dapat disimpulkan bahwa jika suatu larutan dipisahkan dari pelarutnya dengan membran semipermeabel, maka pelarut cenderung pindah ke larutan. Proses perpindahan pelarut dalam fenomena ini disebut proses osmosis. Untuk memahami lebih lanjut mengenai proses osmosis, penulis melakukan penelitian dengan membuat asinan dan manisan yang terbuat dari beberapa buah segar melalui proses osmosis. Asinan dan manisan dari buah-buahan dan aneka sayuran yang mengandung banyak cairan, seperti mangga, pepaya, dan ketimun dibuat dengan cara merendamnya dalam larutan gula dan larutan garam. Hal inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian mengenai proses osmosis dengan melakukan pembuatan asinan dan manisan dengan menggunakan buah-buah segar.

KAJIAN TEORI

Proses Osmosis Jika suatu larutan dipisahkan dari pelarutnya dengan membran semipermeabel maka pelarut cenderung pindah ke larutan. Proses perpindahan pelarut dalam fenomena ini disebut proses
1|Page

Air putih secukupnya 4.5 kg 2. Wadah/baskom 2. Dalam proses osmosis. dimana molekul air berdifusi melewati membran yang bersifat selektif permeabel. Oleh sebab itu.Ketimun 1. Dalam sistem osmosis. Sedangkan pada larutan hipotonik. METODE Alat dan Bahan Alat-alat : 1. Gelas ukur Bahan : 1. Mangga 1. Garam 1 kg 3.Timbangan 4. dikenal larutan hipertonik (larutan yang mempunyai knsentrasi terlalu tinggi). sebagian besar molekul air terikat (tertarik) ke molekul gula (terlarut).osmosis. Gula putih 2. Pisau 3. Sendok makan 5.5 kg 5. sehingga lebih banyak molekul air yang melewati membran. larutan hipotonik (larutan dengan konsentrasi terlarut rendah). dalam osmosis aliran netto molekul air adalah dari larutan hipotonik ke hipertonik. Jika terdapat dua larutan yang tidak sama konsentrasinya. Osmosis adalah kasus khusus dari transpor pasif. sehingga hanya sedikit molekul air yang bebas dan bisa melewati membran. maka molekul air melewati membran sampai kedua larutan seimbang. dan larutan isotonik (dua larutan yang mempunyai konsentrasi terlarut sama). pada larutan hipertonik.5 kg 2|Page . memiliki lebih banyak molekul air yang bebas (tidak terikat oleh molekul terlarut).

penulis mempersiapkan rancangan sebagai berikut : A. 2. 4. Timbanglah sehingga bobot larutan yang digunakan dapat diketahui. 2. Masukkan larutan gula hingga semua irisan buah terendam. Membuat Asinan Buatlah larutan garam 10 %. Cucilah ketimun hingga bersih. Catatlah bobot larutan gula yang digunakan. 4. Aduk dan diamkan selama 2 hingga 3 hari. Tambahkan gula pasir sektar 25 % dari bobot larutan gula. Aduk dan biarkan selama 1 minggu. B. Timbang pula bobot wadah yang akan digunakan. Timbang dan catatlah bobot awalnya.Rancangan Penelitian : Dalam melaksanakan penelitian. irislah daging buah sesuai selera ( jangan terlau tipis ). Masukkan buah-buahan tersebut ke dalam wadah yang telah diketahui bobotnya. 3. Catat bobot total larutan garam dan padatan garam. 1. Msukkan ketimun kedalam wadah yang sudah diketahui bobotnya. 7. 6. Membuat Manisan Buatlah larutan gula 50 % Kupas dan cucilah mangga yang akan digunakan. Bandingkan bobot buah-buahan sebelum dan sesudah perendaman. Lalu. Kemudian. kemudian timbang dan catat bobot awalnya. pisahkan larutan gula dan irisan buah. Tambahkan garam sekitar 10 % dari larutan yang dipakai. 3. Catat bobot total larutan gula dan padatan gula. 8. masukkan larutan garam 10 %. Setelah 3 hari. 5. 5. 3|Page . 1.

masing ditimbang. Hal ini dikarenakan larutan elektrolit terurai menjadi ion-ionnya.2).6. Apabila suatu pelarut ditambah dengan sedikit zat terlarut (Gambar 6. Setelah seminggu. sedangkan larutan non elektrolit tidak terurai menjadi ion-ion. 7. kemudian masing. maka akan didapat suatu larutan yang mengalami: Penurunan tekanan uap jenuh Kenaikan titik didih Penurunan titik beku Tekanan osmosis Banyaknya partikel dalam larutan ditentukan oleh konsentrasi larutan dan sifat Larutan itu sendiri. Bandingkan bobot ketimun sebelum dan sesudah perendaman. 4|Page . Jumlah partikel dalam larutan non elektrolit tidak sama dengan jumlah partikel dalam larutan elektrolit. Dengan demikian sifat koligatif larutan dibedakan atas sifat koligatif larutan non elektrolit dan sifat koligatif larutan elektrolit. walaupun konsentrasi keduanya sama. Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak tergantung pada macamnya zat terlarut tetapi semata-mata hanya ditentukan oleh banyaknya zat terlarut (konsentrasi zat terlarut). pisahkan ketimun dan larutan garam.

yaitu molekul-molekul air dari larutan akan mengalir melalui membrane semipermiabel menuju kaki pipa U yang berisi air (sebelah kanan). Sebelah kiri diisi oleh larutan garam (gambar bulatan biru untuk molekul terlarut) dan sebelah kanan diisi dengan air (bulatan hijau untuk molekul air).08206 L • atm • mol-1 • K-1 . maka molekul-molekul air dari kaki sebelah kanan akan mengalir ke bagian larutan yang ada di sebelah kiri melalui membrane semipermiabel. peristiwa osmosis balik banyak dimanfaatkan untuk pembuatan air minum dari air laut. R adalah tetapan konstanta gas 0. (lihat gambar) Perbedaan ketinggian ini tentu saja akan menimbulkan adanya perbedaan tekanan. Bagiamana apabila kaki pada tabung U yang berisi larutan di beri tekanan yang besarnya lebih besar dari tekanan osmosisnya? Makah hal sebaliknya yang akan terjadi. Perhatikan gambar dibawah ini. sebuah tabung U bagian tengahnya dibatasi dengan membrane semipermiabel ( membrane yang hanya bisa dilewati oleh molekul-molekul pelarut. dan T adalah suhu dalam Kelvin. M adalah molaritas larutan. Kemudian apa yang dimaksud dengan larutan isotonic? 5|Page . Tekanan inilah yang disebut sebagai tekanan osmosis yang besarnya dapat dirumuskan. Sampai akhirnya pada kesetimbangan maka kedua kaki pada tabung U akan menunjukkan perbedaan ketinggian tertentu. peristiwa inilah yang disebut sebagai “reverse osmosis atau osmosis balik”. Pada keadaan nyata. dan tidak bisa dilewati oleh zat terlarut).Untuk mengerti apa yang dimaksud dengan tekanan osmosis maka kita harus mengerti dahulu apa yang disebut sebagai “osmosis”. molekul-molekul air dari larutan juga mengalir menuju bagian kanan akan tetapi kecepatannya lebih kecil jika dibandingkan dengan kecepatan mengalirnya molekul air menuju bagian larutan. Dimana phi (?) untuk tekanan osmosis dalam atm. Setelah kita biarkan beberapa saat. peristiwa inilah yang disebut sebagai osmosis.

Larutan isotonic adalah larutan yang mempunyai tekanan osmosis yang sama. maka dikatakan larutan A isotonic dengan larutan B. 6|Page . jadi apabila kita mempunyai larutan A dan B dimana kedua larutan tersebut mempunyai tekanan osmosis yang sama.