Menulis skenario film memang sangat menyenangkan.

Di sana kita bisa menerjemahkan setiap kalimat dalam naskah menjadi sebuah gambaran imajinasi visual. Skenario adalah sebuah naskah cerita yang menguraikan urut-urutan adegan, tempat, keadaan, dan dialog, yang disusun dalam konteks struktur dramatik; fungsinya adalah untuk digunakan sebagai petunjuk kerja dalam pembuatan film. Tentu saja, bagi yang tertarik menulis skrip/ skenario, harus paham dulu bagaimana cara menuliskannya. Nah, dalam proses dunia penulisan skenario, terdapat banyak istilah-istilah penting; di bawah ini adalah daftar istilah dalam skenario yang saya ambil dari buku Kunci Sukses Menulis Skenario – Elizabeth Lutters : ACTION = Selain diartikan sebagai perintah sutradara saat pengambilan gambar, ACTION juga bisa diartikan sebagai gerak laku pemeran, yang terjadi dalam suatu adegan. Selain itu, kata ACTION juga bisa dipakai untuk menentukan jenis sebuah film, yang diartikan sebagai film laga. BIG CLOSE UP (BCU) = pengambilan gambar pada jarak sangat dekat. Misalnya, dalam gambar orang hanya terlihat bibirnya saja. Contoh pemakaian dalam skenario, untuk menunjukkan sebuah cincin di jari manis tokoh, kita bisa pakai BCU untuk cincin. Namun jika ini sudah diperjelas dalam deskripsi, tidak perlu ditulis BCU lagi, sebab ini adalah tugas sutradara. CLOSE UP (CU) = Pengambilan gambar pada jarak dekat. Dalam gambar orang terlihat wajahnya saja. Untuk pemakaian dalam skenario, CU bisa untuk menegaskan ekspresi tokoh. Namun, penggunaan CU sebisa mungkin untuk hal-hal yang sangat penting saja, misalnya menegaskan sebuah lirikan mata dan senyum sinis A pada B. Jika tidak terlalu penting, jangan gunakan tanda CU ini karena masalah shot adalah wilayah sutradara. COMMERCIAL BREAK = Jeda dalam tayangan sinetron yang diisi iklan. Biasanya penulis skenario juga harus memperhitungkan saat jeda ini, dengan memberikan suspense pada cerita– sebelum commercial break–agar penonton tetap menunggu kelanjutan cerita kita, tanpa berpindah ke channel lain. CREDIT TITLE = Penayangan nama tim kreatif dan para ahli, serta semua orang yang terlibat dalam pembuatan sinetron/ film tersebut. CUT BACK TO = Transisi dengan tempo cepat, tapi kembali ke adegan/ lokasi yang telah dilihat sebelumnya. Contoh penggunaannya dalam skenario, misalnya seorang anak menangis karena terpisah dari ibunya di mal, CUT TO: Ibu sedang mencari anaknya dengan gelisah di sudut yang lain, maka ketika akan kembali ke gambar anak yang menangis tadi, yang saat ini mungkin sudah dibantu satpam, transisinya kita pakai CUT BACK TO. CUT TO = Transisi/ peralihan dengan tempo yang cepat, misalnya untuk menggambarkan kejadian yang terjadi bersamaan tapi pada tempat yang berbeda. Atau juga kelanjutan adegan, tapi masih pada hari yang sama.

DISSOLVE TO = Transisi yang menunjukkan gambar menjadi kabur, kemudian masuk ke gambar adegan berikutnya. Dalam skenario, ini biasanya dipakai untuk menggambarkan sebuah mimpi, mengenang masa lalu, atau flash back, membayangkan sesutau yang akan terjadi. DIALOG = Kalimat yang diciptakan oleh penulis skenario, yang nantinya diucapkan oleh seorang aktor. DIALOG harus mewakili peran, karakter, dan perasaan si tokoh dalam cerita. DURASI = waktu tayang di televise sudah termasuk commercial break. Durasi yang umum: 30 menit, biasanya untuk sinetron serial komedi. Durasi 60 menit, biasanya untuk sinetron serial drama, durasi ni paling umum kita lihat di televise. Durasi 90 menit, biasanya untuk sinetron cerita lepas, semacam telesinema dan FTV. ESTABLISHING SHOT = Biasa disingkat ESTABLISH saja, artinya pengambilan gambar secara penuh, terlihat secara keseluruhan. Biasanya pengambilan dari jarak jauh sehingga gambar terlihat kecil. Contoh, jika kita ingin memasuki setting sebuah kamar dalam rumah sakit, biasanya kita beri dulu ESTABLISH gedung rumah sakit secara keseluruhan. Namun, jika tempat itu sudah diperlihatkan secara keseluruhan, tidak perlu ada ESTABLISH berulang kali. EXT. Singkatan dari EXTERIOR, biasanya dalam scenario ditulis pada deretan judul scene, untuk menunjukkan keterangan tempat di luar ruangan. Tulisan EXT. dan INT. bisa digabung menjadi misalnya: EXT./INT. yang menunjukkan adegan di jalanan/ dalam mobil. Bisa juga gabungan itu dipakai jika menunjukkan adegan pada teras sebuah rumah. FADE OUT = Transisi gambar dari terang ke gelap dengan cara lambat. FADE IN: Transisi gambar dari gelap ke terang dengan cara lambat. Dalam scenario, penulisan FADE OUT dan FADE IN biasanya bersamaan untuk transisi yang menujukkan perubahan waktu, bisa dari malam ke pagi, atau dalam hitungan hari, minggu, bulan, bahkan tahun. Selain menujukkan perubahan waktu, bisa juga menggambarkan perubahan keadaan dan perubahan lokasi. FLASH BACK = Bisa diartikan sebagai kilas balik. Cerita yang kembali pada waktu sebelum kejadian berlangsung. FLASH BACK bisa menunjukkan kemunduran waktu beberapa tahun ke belakang, bisa juga hanya dalam waktu beberapa saat sebelumnya. FREEZE = Menghentikan aksi atau bertahan pada posisi akhir adegan. Dalam penulisan scenario biasanya digunakan untuk akhir sebuah episode, di mana gambar berhenti mengakhiri sebuah cerita.Akhir cerita ini pada sinetron serial biasanya diambil gambar yang paling menegangkan sehingga akan terjadi suspense bagi penonton. FREEZE umumnya untuk gambar tokoh sentralnya. INSERT: Sisispan adegan pendek dan singkat tapi penting, di dalam sebuah scene. Misalnya, pada adegan beberapa orang ngobrol di dalam ruang tamu, tiba-tiba di luar ada orang yang mengintip dan menguping pembicaraan mereka. Meskipun setting berubah, kita tak perlu membuat scene baru untuk adegan mengintip itu, cukup dengan INSERT saja.

hingga yang paling sedikit. Survei ini dilakukan oleh sebuah lembaga bernama AC NIELSON. ini juga wewenang sutradara. Setiap minggunya pihak ini akan memebrikan lembaran hasil surveinya ke semua stasiun televise dan PH. dari satu adegan ke adegan lain yang berada dalam satu kesatuan cerita. Dan dilanjutkan dengan penayangan credit titles. bisa beberapa lokasi yang berbeda. maka kita bisa menggunakan INTERCUT untuk pergantian cepat setiap dialog si penelepon dan orang yang ditelepon. dalam hal ini termasuk tayangan sinetron yang cerita dan skenarionya kita tulis. sehingga diproduksi terus. penulisannya dalam scenario sama dengan EXT. Biasanya untuk gambar yang harus terlihat keseluruhan. kita tampilkan mereka sedang berkejaran di pantai. Namun. Dalam penulisan scenario. di lembaran itu akan terlihat urutan tayangan mulai dari yang terbanyak penontonnya. Misalnya gambar orang akan terlihat seluruh badan berikut latar belakangnya. misalna seorang sedang putus cinta. lalu kita tampilkan juga saat mereka berduaan di taman bunga. Misalnya adegan telepon. = Singkatan dari INTERIOR. MAIN TITLE = Judul cerita pada sebuah tayangan sinetron/ film. lalu saat mereka saling menukar barang kenangan. SCRIPTWRITER = Orang yang kerjanya membuat/ menulis scenario atau disebut juga Penulis Skenario. SCENARIO = Artinya sama dengan scenario. RATING tinggi berarti tayangan dianggap laku dan secara bisnis menguntungkan PH/ Broadcast. penulisan menggunakan “K” karena sudah diindonesiakan. dsb. INT. t5api ini untuk menujukkan keterangan tempat di dalam ruangan. Dalam hal ini kita pakai MONTAGE dengan menampilkan beberapa adegan indah anatara si tokoh dan mantan kekasihnya ketika masih bersama. RATING sampai saat ini masih menjadi tolok ukur tayangan di Indonesia.INTERCUT = Perpindahan dengan cepat. hanya masalah perbedaan bahasa saja. sebaliknya bila RATING rendah maka tayangan akan cepat dihentikan agar tidak merugikan produksi.. tapi menyatu dalam rangkaian. RATING = Ini kita istilahkan sebagai survey jumlah penonton yang menyaksikan tayangan di televise. dua setting yang bergantian ditampilkan. MONTAGE = Beberapa gambar yang menujukkan adegan berkesinambungan dan mengalir. SCENE = Kata lain dari adegan. Dalam penulisan scenario biasanya ditampilkan atau ditulis setelah adegan teaser. jika tak terlalu penting jangan cantumkan LS dalam scenario karena sama seperti CU dan BCU. SCREENPLAY = Artinya juga sama dengan Scenario/ Skenario. maka ia mulai mengenang masa indahnya dulu bersama mantan kekasihnya. . LONG SHOT (LS) = Pengambilan gambar pada jarak jauh. yang sudah diakui kredibilitasnya oleh masyarakat pertelevisian di Indonesia. yaitu bagian terkecil dari sebuah cerita.

Teaser bisa berupa sebuah scene/ adegan baru yang diciptakan oleh penulis scenario. SLOW MOTION = Gerakan yang terlihat lebih lambat dari biasanya. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa skenario itu adalah sebuah naskah cerita yang menguraikan urut-urutan adegan. doing his or her or their thing. suara alat dapur berjatuhan. SOUND EFFECT = Biasanya dalam penulisan digunakan istilah FX. Bisa kita pisahkan dengan garis vertical atau horizontal. misalnya terdengar orang berbicara dari ruang sebelah. All screenplays execute this basic premise. ditampilkan pada pembukaan/ awal cerita. Misalnya. TEASER = Adegan gebrakan. adegan seorang tokoh ditembak dari belakang. tapi bibirnya tidak bergerak. in a place or places. dsb. tempat. (1994:8). and placed within the context of dramatic structure. A screenplay is a noun – it is about a person. gerakan bisa saja dibuat SLOW MOTION agar lebih terkesan dan menyentuh perasaan penontonnya. Atau. TEKNIK PENULISAN SKENARIO : . suara telepon berdering. Seorang penulis skenario dituntut untuk mampu menerjemahkan setiap kalimat dalam naskahnya menjadi sebuah gambaran imajinasi visual yang dibatasi oleh format pandang layar bioskop atau televisi. dan dialog. Pada penulisan dalam scenario bisa kita pakai saat ingin menggambarkan adegan telepon yang menampilkan ekspresi kedua tokoh secara bersama-sama. Hal ini biasanya digunakan untuk menampilkan adegan yang sangat dramatis. The person is the character. maksudnya suara yang dihasilkan di luar suara mausia dan ilustrasi musik. bisa juga cuplikan adegan paling menarik/ konflik utama yang sudah ada dalam scenario. or persons. in dialogue and description. yang tujuannya memancing penonton untuk menyaksikan kelanjutan cerita di belakangnya. jadi dia terlihat berbicara dalam hati. bisa juga orangnya tampak. Misalnya. and and doing his or her thing is the action. ========================= Teknik Penulisan Skenario Film PENGERTIAN SKENARIO Pengertian mengenai Screenplay atau Skenario menurut Syd Field dalam bukunya The Foundations of Screenwriting adalah : ”A screenplay is a story told with pictures. yang disusun dalam konteks struktur dramatik.SEQUENCE = Kata lain dari Babak. keadaan. suaranya terdengar. yaitu kumpulan dari beberapa adegan. VOICE OVER (VO) = Dialog yang terdengar tapi tidak tampak di gambar. bel tanda masuk sekolah. Saat si tokoh jatuh. SPLIT SCREEN = Dua adegan berbeda yang muncul pada satu layer. Adapun fungsi dari skenario adalah untuk digunakan sebagai petunjuk kerja dalam pembuatan film.

Matanya teduh. dan baik hati. Dia juga tegar dalam menghadapi cobaan hidupnya. Inti Cerita Tahap awal dalam penulisan skenario adalah menetukan inti cerita yang akan dikembangkan menjadi sebuah skenario. Perincian karakter dalam skenario biasanya meliputi nama peran. adalah percintaan antara dua orang anak manusia yang berasal dari latar belakang keluarga yang berlawanan yang pada akhirnya melahirkan tragedi. Seorang wanita cantik yang selalu tampil sederhana.1.” 3. karakter utama. sifat/prilakunya. Obsesinya itu menjadi kenyataan ketika dia berkenalan dengan Lilis. kita dapat membaca sinopsis dari film-televisi Gadis Misterius berikut ini : “Kisah roman-tragedi tentang seorang pelukis muda yang terobsesi pada gadis cantik yang pernah dilihatnya di tepi jurang. Contoh perincian karakter adalah sebagai berikut : Lilis. maupun setting dari cerita. Plot Penyusunan plot yang merupakan alur cerita sangat diperlukan dalam menulis skenario sebagaimana dalam penulisan novel maupun cerpen. dan tubuhnya ramping. Struktur plot lazimnya terdiri dari 3 (tiga) . murah senyum. Inti cerita ini bisa berasal dari ide/inspirasi yang kita temukan baik dalam imajinasi atau fenomena keseharian kita. Banyak juga penulis skenario yang mengadaptasi novel. karakter harus lebih dikembangkan secara lebih rinci. atau puisi untuk dikembangkan menjadi skenario. namun diam-diam dia pun jatuh hati kepada Alam. Hal ini juga berhubungan dengan kebutuhan aktor atau aktris yang akan memerankan karakter tersebut. jenis kelamin. Cerita kemudian berkembang setelah wanita yang dicintainya itu pun tiba-tiba menghilang dan dia dipaksa untuk menerima kenyataan-kenyataan yang sangat tidak masuk di akal. cerpen. Sinopsis Sinopsis adalah ringkasan cerita yang akan dikembangkan menjadi skenario. Panjang sinopsis biasanya dari setengah sampai dua halaman. ciri-ciri fisik. Dalam inti cerita ini kita sudah mempunyai gambaran singkat tentang plot. wanita berusia 25 tahun. hubungan dengan karakter yang lain. rambutnya yang ikal panjang sampai ke punggung. ternyata telah meninggal jauh sebelum mereka pertama kali berkenalan. 2. dan sebagainya. usia. Pada umumnya Sinopsis ditulis semenarik mungkin dengan maksud menggoda pembacanya untuk membaca skenario dari sinopsis tersebut. kebiasaan. 4. Inti cerita dari film Romeo and Juliet. Akan tetapi dalam skenario. pekerja keras. Karakter Karakter atau tokoh adalah merupakan salah satu unsur terpenting dalam skenario sama halnya dalam cerpen maupun novel. resepsionis di sebuah kafé yang mempunyai wajah sangat mirip dengan wanita impiannya itu. Sebagai contoh. Kenyataan-kenyataan yang aneh tersebut justru mendorongnya untuk melakukan penyelidikan sampai kemudian dia menemukan jawaban yang sesungguhnya. Lilis yang telah dipacarinya itu. misalnya. Meski dia selalu menghindar. pendidikan.

Outline Outline adalah susunan urutan adegan per adegan secara lebih rinci. Alam pasrah. Alam terus mencarinya dan bingung karena dipaksa untuk menerima kenyataan-kenyataan yang sangat tidak masuk di akal. Lilis yang telah dipacarinya itu.4.Alam yang melihat kejadian tersebut menjadi panik dan berteriak agar gadis itu tidak melompat.5.2. confrontation atau komplikasi masalah.3. Babak III : Lilis akhirnya menjatuhkan pilihannya pada Alam. Babak II : Kenyataan-kenyataan yang aneh tersebut justru mendorongnya untuk melakukan penyelidikan sampai akhirnya dia menemukan jawaban yang sesungguhnya. Alam kemudian berhasil menemukan Lilis dan menyatakan keinginannya untuk menikahi Lilis. Alam menghentikan kegiatan melukisnya begitu melihat seorang gadis berdiri di tepi jurang sambil memandang ke dasar jurang dan bersiap-siap melompat.Alam tiba di tepi jurang dengan terengah-engah. 1. 5. Pak Willy kemudian berambisi untuk memiliki Lilis dan anaknya kembali.Gadis itu tidak menanggapinya. dia tetap memandangi dasar jurang dengan tatapan kosong.babak yaitu set up atau awal konflik. Contoh outline adalah sebagai berikut : 1.1. Lilis kabur dan menghilang entah kemana. ternyata telah meninggal jauh sebelum mereka pertama kali berkenalan.Alam berlari ke arah tepi jurang tempat gadis itu berada. Di Kawasan Puncak : 1. Jadi bisa dikatakan bahwa outline adalah penjabaran dari plot. . dan seterusnya. namun dia tidak menemukan gadis itu lagi.6. kemudian timbul rasa saling suka diantara mereka. 1. Alam melukis pemandangan perkebunan teh yang ada di hadapannya. Dia berusaha membujuk Lilis. Lilis dan Pak Willy pernah menikah dan mempunyai seorang anak. 1. Konflik mulai timbul ketika secara tidak sengaja Lilis bertemu dengan Pak Willy. 1. namun Pak Willy tidak mau bertanggung jawab. Bentuk plot secara sederhana adalah sebagai berikut : Babak I : Alam berkenalan dengan Lilis di sebuah kafe tempat Lilis bekerja. dan resolution atau penyelesaian masalah. happy ending. namun Lilis menampik. Dengan adanya plot yang disusun terlebih dahulu akan sangat membantu penulis dalam penulisan skenario. 1.

apakah yang dia kagumi lukisanku atau wanita yang ada di dalam lukisan ini? Aku merasa tidak perlu tahu. Untuk Scene 1 dapat ditulis sebagai berikut : atau adegan yang merupakan penjabaran dari 1. dan sebagainya. menangis. sedih. tertawa. bahkan aku pernah melihatnya walau hanya sekejap. ISTILAH-ISTILAH TEKNIS PENULISAN SKENARIO . KAWASAN PUNCAK – PAGI Alam melukis pemandangan perkebunan teh yang ada di hadapannya. Sedangkan parenthetical adalah pentunjuk aksi atau ekspresi yang harus dilakukan oleh karakter dalam mengucapkan dialog. dan waktu adegan. Scene Scene atau scene headingscene heading umumnya terdiri dari nomor scene. Adapun dialog yang mengiringi perjalanan scene yang menunjukkan suara hati atau pikiran dari karakter tanpa melafalkan dialog digunakan istilah Voice Over (V. Adapun bentuk scene heading adalah sebagai berikut :merupakan informasi tentang adegan. terdengar suara Alam. VILA PUNCAK – PAGI Alam menghampiri dan melihat sebuah lukisan wanita yang terpampang di dinding ruang tamu.O). 2. Action Action atau aksi adalah keterangan mengenai kejadian dalam setiap sceneOutline yang sudah dibuat sebelumnya.6. ALAM (V. Bersamaan dengan adegan tersebut. Contoh dialog dan parenthetical adalah sebagai berikut : 8. digunakan apabila pengambilan gambar dilakukan di dalam ruangan. Dipandanginya lukisan itu lama-lama. Misalnya emosi. tersenyum. lokasi adegan. EXT.S).O) Aku tidak tahu pasti. EXT. INT atau singkatan dari interiorexterior digunakan apabila pengambilan gambar dilakukan di luar ruangan. sedangkan EXT atau singkatan dari 1. sedangkan dialog tanpa menampilkan karakter dalam adegan digunakan istilah Off Screen (O. Dialog dan Parenthetical Dialog adalah kata atau kalimat yang harus diucapkan oleh karakter dalam adegan. INT. Kalaupun dia mengagumi wanita yang ada di dalam lukisan ini adalah hal yang wajar karena akupun sangat mengaguminya. INT/EXT. KAWASAN PUNCAK – PAGI 1.

petunjuk mengalihkan gambar ke adegan flash back FADE IN. petunjuk transisi memasuki adegan secara perlahan FADE OUT. petunjuk gerakan kamera dengan menyorot obyek dari jauh sampai dekat atau closeup ZOOM OUT. petunjuk potongan adegan dalam satu adegan/scene ZOOM IN. petunjuk untuk mengakhiri adegan flash back INSERT. sama dengan CAMERA PAN TO INTERCUT.Dalam penulisan skenario terdapat banyak istilah-istilah teknis selain yang telah disebutkan sebelumnya. mengakhiri adegan secara langsung tanpa proses transisi CUT TO FLASH BACK. petunjuk transisi mengakhiri adegan secara perlahan dari layar FLASH BACK CUT TO. petunjuk gerakan kamera dengan menyorot obyek dari dekat sampai jauh . petunjuk pengambilan gambar dengan cara mengikuti pergerakan obyek CAMERA PAN TO. petunjuk pengambilan gambar secara close-up CUT TO. antara lain adalah : CAMERA FOLLOW. petunjuk pengambilan gambar dengan cara mengalihkan kamera kepada obyek yang dituju dari obyek sebelumnya CLOSE UP. berikut ini adalah istilah-istilah teknis lainnya yang umum digunakan.

Sinopsis biasanya dibatasi oleh jumlah halaman. . Disini dibuat daftar pengambilan gambar pada setiap adegan. kostum/wardrobe dll. Script/Naskah Skenario.Menulis ringkasan berdasarkan gagasan-gagasan. Diawali dengan penjelasan dan pengenalan tiap karakter dalam cerita secara menyeluruh. Ide & Pemilihan Konsep. Dalam sinopsis. Dari mulai pengaturan budget. . A.Dialog dan monolog tokoh cukup ditulis isi atau dicari garis besarnya saja. A. cameramen. D. 2010 • Leave a Comment 1. Adalah merupakan realisasi dari sebuah ide pemikiran dan gagasan yang bertujuan untuk menuangkannya kedalam media visual dan audio. B. dan penjelasan-penjelasan dihilangkan. membuat Sinopsis merupakan suatu cara yang efektif untuk menyajikan karangan film yang panjang dalam bentuk yang singkat. Pre Production Adalah proses penyiapan semua elemen yang terlibat dalam sebuah produksi (shoting) film/video. tetapi tetap mempertahankan isi dan gagasan umum pegarangnya. Production Adalah proses pelaksanaan produksi (shoting) yang mengacu pada persiapan yang dihasilkan dari proses PreProduction. C. seperlima atau sepersepuluh dari panjang film. dan divisualisasikan dalam bentuk sketsa gambar/storyboard jika diperlukan. pemilihan sutradara. . Membuat rancangan audio visual treatment dan penulisan naskah secara rinci yang mengembangkan gagasan utama pada synopsis menjadi sebuah cerita yang menarik dan informatif. efektif.Gunakan kalimat yang padat. Sutradara/Director adalah orang yang memimpin pelaksanaan shoting dan bertugas . Directing/Penyutradaraan. Story Line / Sinopsis. misalnya satu atau dua halaman. menjadi bentuk pemendekan dari sebuah film dengan tetap memperhatikan unsur-unsur cerminan film tersebut.Mencatat gagasan utama dengan menggaris bawahi gagasan – gagasan yang penting. dan menarik untuk merangkai jalan cerita. Sebuah teknik shoting management. . ilustrasi. 2. Adalah ringkasan cerita/film. crew. .Sinopsis tidak boleh menyimpang dari jalan cerita dan isi dari keseluruhan film. keindahan gaya bahasa. aktor. Langkah-langkah membuat sinopsis. peralatan. Shot List & Storyboard.Alur Proses Produksi MultiMedia •November 22. lokasi.

ukuran & kedalaman ruang. Proses ini akan sangat membantu mempercepat proses pengeditan gambar. Dimana pemilihan anggel sangat berperan penting dalam menciptakan unsur artistik dan pemahaman cerita dalam pengadeganan sesuai dengan script/naskah. DVCAM.Capture . & CD/DVD. Lighting/Pencahayaan Dalam sebuah proses pengambilan gambar diperlukan adanya aset pencahayaan yang memadai. ataupun melalui bantuan sinar lampu pada shoting interior/dalam ruang. B. cameramen. Baik itu didapat dari sumber natural (sinar matahari) pada shoting exterior/luar ruang. musik.PAL (4:3/1. Video Standart : PAL. Penguasaan Kamera & Teknik Shoting. lighting. Offline : . & output ke media video seperti: Betacam. artistik. sound effects.D1/DV Frame Size : 720 X 576 (pixel) Frame Rate : 25 fps Pixel Aspect Ratio : D1/DV. Dan biasanya didamping oleh satu orang atau lebih asisten sutradara. editor & special effect artist harus tampil sebagaimana mestinya dalam pembuatan sebuah film sesuai dengan script/naskah. dilengkapi dengan keterangan koordinat waktu (timecode) pada kaset yang digunakan. animasi & special effects.067) Audio : 48 kHz 16 Bit Stereo Pembagian tahap Post Production 1.mengatur bagaimana tim dalam pembuatan film seperti: aktor. audio dubing. Komposisi Merupakan teknik pengaturan posisi gambar.Post Production Adalah proses penyelesain akhir (finishing) dari sebuah rangkaian produksi (shoting) yang meliputi mengeditan gambar.Edit . penambahan title. 3. Log/Catatan Shoting Diperlukan adanya log/catatan yang dibuat menjelaskan penandaan setiap gambar peradegan yang sudah selesai diambil. MiniDV. perspektif & mood adegan untuk menghasilkan citra sesuai dengan tuntutan script/naskah. grafik. Anggle Adalah sudut pandang pengambilan gambar yang dapat dilihat dari viewfinder pada sebuah kamera film/video.

gerakan ini .Compositing . Fading : Merupakan pergantian gambar secara perlahan-lahan. Zooming : memperbesar ukuran gambar / objek 2. Dolly : Gerakan di atas tripot atau dolly mendekati atau menjauhi subyek. 2010 • Leave a Comment Zooming (In/Out): Gerakan yang dilakukan oleh lensa kamera mendekat maupun menjauhkan objek.Motion Graphic .Visual Effects . 8. Tilting : Gerakan kamera secara vertical.3D Posted in Uncategorized Teknik Pengambilan Gambar Berdasarkan Gerakan Kamera •November 22. Posted in Uncategorized Teknik Pengambilan Gambar Gerakan Kamera •September 7. Framing : Framing adalah gerakan yang dilakukan oleh objek untuk memasuki (in) atau keluar (out) framming shot. Online : . 5. 2010 • Leave a Comment 1.Color Grading . Crane Shoot : Merupakan gerakan kamera yang dipasang pada alat bantu mesin beroda dan bergerak sendiri bersama kameramen. Apabila gambar baru masuk menggantikan gambar yang ada disebut fade in.2. 3. 7. sedangkan jika gambar yang ada perlahan-lahan menghilang dan digantikan gambar baru disebut fade out. baik mendekati maupun menjauhi objek.mendongak dari bawah ke atas atau sebaliknya. Follow : Pengambilan gambar dilakukan dengan cara mengikuti objek dalam bergerak searah 6.Music & Sound FX . 4. Panning : teknik perekaman object yang bergerak sehingga menghasilkan effect gerakan dan bisa terlihat jika object yang terfokus adalah object yang sedang moving atau bergerak.Titling .

namun bukan kameranya yang bergerak tapi tripodnya yang bergerak sesuai arah yang diinginkan. Posted in Uncategorized Teknik Pengambilan Gambar Berukuran •September 1. hampir sama dengan gerakan Zooming namun pada dolly yang bergerak adalah tripod yang telah diberi roda dengan cara mendorong tripod maju ataupun menariknya mundur. baik mendekati maupun menjauhi objek. Follow: Pengambilan gambar dilakukan dengan cara mengikuti objek dalam bergerak searah. Dolly (In/Out): Gerakan yang dilakukan yaitu gerakan maju mundur.merupakan fasilitas yang disediakan oleh kamera video dan kameramen hanya mengoperasikannya saja. sedangkan jika gambar yang ada perlahan-lahan menghilang dan digantikan gambar baru disebut fade out. -Walking (In/Out) Objek bergerak mendekati (in) maupun menjauhi (out) kamera. Fading (In/Out): Merupakan pergantian gambar secara perlahan-lahan. baik ke kiri maupun ke kanan. B. Gerakan objek (moving object) -Kamera sejajar objek. Crane Shoot: Merupakan gerakan kamera yang dipasang pada alat bantu mesin beroda dan bergerak sendiri bersama kameramen. 2010 • Leave a Comment . Framing (In/Out): Framing adalah gerakan yang dilakukan oleh objek untuk memasuki (in) atau keluar (out) framming shot. Panning (Left/Right): Yang dimaksud dengan gerakkan panning yaitu kamera bergerak dari tengah ke kanan atau dari tengah ke kiri. Tilting (Up/Down): Gerakan tilting yaitu gerakan ke atas dan ke bawah. Apabila gambar baru masuk menggantikan gambar yang ada disebut fade in. Kamera sejajar mengikuti pergerakan objek. masih menggunakan tripod sebagai alat bantu agar hasil gambar yang didapat memuaskan dan stabil.

Close-up (CU): Ukuran gambar sebatas hanya dari ujung kepala hingga leher. Medium Close-up (MCU): Gambar yang diambil sebatas dari ujung kepala hingga dada. Fungsi untuk menonjolkan ekpresi yang dikeluarkan oleh objek. Fungsinya untuk kedetailan suatu objek. Fungsi untuk memberi gambaran jelas terhadap objek. . Big Close-up (BCU): Pengambilan gambar hanya sebatas kepala hingga dagu objek.Extreem Close-up (ECU): Pengambilan gambar sangat dekat sekali. Fungsinya untuk mempertegas profil seseorang sehingga penonton jelas. hanya menampilkan bagian tertentu pada tubuh objek.

.Mid Shoot (MS): Pengambilan gambar sebatas kepala hingga pinggang. Fungsinya hampir sama dengan Mid Shoot. Knee Shoot (KS): Pengambilan gambar sebatas kepala hingga lutut. Fungsinya memperlihatkan sosok objek secara jelas.

Fungsinya menunjukkan objek dengan latar belakangnya. . Fungsinya memperlihatkan objek beserta lingkungannya.Full Shoot (FS): Pengambilan gambar penuh objek dari kepala hingga kaki. Long Shoot (LS): Pengambilan gambar lebih luas dari pada Full Shoot.

Fungsinya menunjukkan bahwa objek tersebut bagian dari lingkungannya.Extreem Long Shoot (ELS): Pengambilan gambar melebihi Long Shoot. Fungsinya memperlihatkan seseorang/benda dalam frame. . 1 Shoot: Pengambilan gambar satu objek. menampilkan lingkungan si objek secara utuh.

3 shoot: Pengambilan gambar tiga objek.2 Shoot: Pengambilan gambar dua objek. . Group Shoot: Pengambilan gambar sekumpulan objek. Fungsinya memperlihatkan adegan tiga orang sedang mengobrol. Fungsinya memperlihatkan adegan dua orang yang sedang berkomunikasi. Fungsinya memperlihatkan adegan sekelompok orang dalam melakukan suatu aktifitas.

Bird Eye View .Posted in Uncategorized TEKNIK PENGAMBILAN GAMBAR (SHOT) •August 24. memiliki makna yang universal. 2010 • Leave a Comment Normal Angle Artinya kamera sejajar dengan mata objek.

biasanya untuk membangun pengetahuan dimana lokasi kejadian.Pengambilan gambar/shooting yang di ambil dari jarak yang sangat jauh atau dari “pandangan mata burung”. memiliki makna bahwa objek tersebut memiliki kekuasaan. High Camera View . Low Camera Angle Artinya kamera lebih rendah dari objek.

Objective Camera Angle Posisi kamera diletakkan di tempat seorang karakter yang tidak nampak dalam layer dan mempertunjukkan pada penonton suatu pandangan dari sudut pandang karakter. Subjective Camera View .Artinya kamera lebih tinggi dari objek. memiliki makna bahwa objek tersebut tertindas.

Melakukan shot seperti apa adanya (Asli) .