P. 1
Ptk Penjaskes Kelas Vi Sd

Ptk Penjaskes Kelas Vi Sd

|Views: 358|Likes:
Published by Sdn Enam Dawuhan

More info:

Published by: Sdn Enam Dawuhan on Apr 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/04/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Sarana prasarana merupakan salah satu bagian yang strategis dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Dengan kata lain, lengkap dan tidak lengkapnya sarana prasarana pembelajaran turut mempengaruhi maksimal dan tidak maksimalnya ketercapaian tujuan pembelajaran. Sarana yang lengkap bisa memudahkan guru untuk mengejar target-target tertentu yang menjadi tujuan pembelajaranya. Begitu sebaliknya, sarana yang tidak lengkap akan menyulitkan bagi guru dalam mencapai target-target tujuan pembelajaranya. Ini pula yang terjadi pada pembelajaran Lempar Cakram di SD Negeri 2 Paowan, Kondisi nyata di sekolah, media Cakram hanya tersedia 2 buah, 1 untuk putri dan 1 untuk putra. Sementara rata-rata siswa di SD Negeri 2 Paowan berjumlah 30 – 35 orang, jadi komparasi antara jumlah Cakram dan jumlah siswa adalah 1 : 17 putra/putri. Jelas dari gambaran tersebut bahwa proses pembelajaran Lempar Cakram menjadi tidak efektif, dan akibatnya bahwa target kurikulum menjadi sangat rendah. Situasi dan kondisi ini sudah berjalan cukup lama dan sekolah sampai detik ini belum bisa memenuhi sarana Cakram tersebut sampai batas yang cukup memadai atau kondisi ideal, misalnya dengan perbandingan 1 : 2 (1 cakram untuk 2 orang). Hal ini bisa dimengerti, karena sekolah mempunyai kebutuhan yang sangat 1

banyak dan hampir semuanya mempunyai tingkat urgensitas yang tinggi untuk di penuhi oleh sekolah. Sehingga menuntut sekolah untuk menyediakan Cakram sesuai dengan kondisi ideal, merupakan suatu yang tidak realistis dan lebih jauhnya bisa menimbulkan gejolak dan iklim yang tidak kondusif di sekolah. Oleh karena itu perlu sebuah pemecahan masalah yang sederhana dan bisa dilakukan oleh guru. Melihat permasalahan di atas, maka satu pemikiran yang muncul adalah bahwa perlu adanya sebuah media alternatif modifikatif untuk mengganti cakram yang memang cukup mahal. Media alternatif modifikatif tersebut harus bersifat bisa mewakili karakteristik cakram, murah, banyak tersedia atau mudah di dapat. Dari beberapa kriteria media alternatif modifikatif untuk mengganti cakram tersebut nampaknya piring plastik bisa dijadikan media alternatif modifikatif untuk mengganti cakram. Dari segi bentuk, jelas ada kemiripan dengan bentuk cakram, dari segi ketersediaan dan harga, maka piring plastik sangat mudah sekali di dapat di pasar-pasar tradisional dengan harga sangat murah. Dari permasalahan tersebut di atas maka penulis menentukan judul Penelitian Tindakan Kelas ini “Upaya Meningkatkan Efektivitas Belajar Lempar Cakram dengan Media Modifikasi Piring Plastik Bagi Kelas 6 Semester 1 SDN 2 Paowan Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran

2010/2011” B. Rumusan Masalah dan Pertanyaan Penelitian a. Rumusan Penelitian 2

Dari latar belakang tersebut di atas, maka Rumusan Penelitian yang diajukan adalah : Apakah media modifikasi piring plastik bisa meningkatkan efektivitas belajar Lempar Cakram di kelas 6 semester 1 SD Negeri 2 Paowan Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2011/2012 ? b. Pertanyaan Penelitian 1. Sejauhmana aktivitas siswa kelas 6 dalam belajar lempar cakram ? 2. Sejauhmana aktivitas guru dalam mengajar lempar cakram ? 3. Sejauhmana hasil belajar lempar cakram yang dilakukan siswa dengan media modifikasi piring plastik ? 4. Sejauhmana respon siswa terhadap pembelajaran lempar cakram dengan media modifikasi piring plastik ?

C. Pemecahan Masalah Dari permasalahan tersebut di atas, sesungguhnya ada beberapa alternatif tindakan agar proses pembelajaran Lempar Cakram di kelas 6 bisa menjadi efektif, diantaranya : a. Media modifikasi piring plastik b. Dengan bentuk formasi pembelajaran yang variatif c. Penyediaan cakram yang memadai dari sekolah Maka dari beberapa alternatif pemecahan masalah belajar lempar cakram tersebut, prioritas pemecahan masalah yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan ketidak efektifan belajar lempar cakram di kelas VI, dengan cepat 3

Tujuan Khusus Sementara tujuan khusus dari penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui sejauhmana aktivitas siswa dalam belajar Lempar Cakram 2.dan mudah adalah dengan menggunakan media modifikasi piring plastik dalam proses pembelajaran Lempar Cakram di kelas 6 semester 1 SD Negeri 2 Paowan Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2011/2012. Untuk mengetahui sejauhmana respon siswa terhadap pembelajaran Lempar Cakram dengan media piring plastik 4 . Tujuan Umum Tujuan umum dari Penelitian Tindakan Kelas ini adalah untuk mengetahui sejauhmana media modifikasi piring plastik bisa meningkatkan efektivitas belajar Lempar Cakram di kelas 6 semester 1 SD Negeri 2 Paowan Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2011/2012.d 23 Nopember 2011 E. Pelaksanaan Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di Kelas 6 semester 1. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus a. Untuk mengetahui sejauhmana aktivitas guru dalam mengajar Lempar Cakram 3. b. D. yaitu mulai tanggal 11 s.

Bagi Guru Penjas Orkes Bisa mencoba media modifikasi piring plastik dalam pembelajaran Lempar Cakram apabila Cakram tidak tersedia dalam jumlah yang memadai. d.4. Untuk mengetahui sejauhmana hasil belajar Lempar Cakram yang dilakukan siswa dengan media modifikasi piring plastik. dan bisa menjadi inspirasi pengetahuan untuk menemukan media modifikasi yang lainya dalam cabang penjas lainnya. Bagi sekolah Adanya peningkatan kualitas pembelajaran dan pengajaran yang berakibat terhadap peningkatan kualitas siswa dan guru. 5 . Bagi siswa Siswa lebih partisipatif dalam proses pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan khusunya tentang Lempar Cakram b. Manfaat a. F. Bagi guru Selain menambah pengalaman dalam penggunaan media belajar yang di modifikasi juga membuat pengajaran Lempar Cakram menjadi lebih efektif c. sehingga pada akhirnya akan mampu meningkatkan kualitas sekolah secara keseluruhan.

Artinya seseorang telah mengalami pembelajaran akan berubah perilakunya. (b). Apakah pembelajaran itu ? Untuk menjawab pertanyaan tersebut. Belajar Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah. Menurut Surya (2004) lebih lanjut bahwa ada beberapa prinsip yang menjadi landasan pengertian tersebut di atas ialah : Pertama. artinya individu yang melakukan proses pembelajaran menyadari bahwa pengetahuan.BAB II KAJIAN TEORI A. Perubahan bersifat kontinyu 6 . ada baiknya di kemukakan sebuah definisi dari pembelajaran “Pembelajaran ialah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan. Tetapi tidak semua perubahan perilaku sebagai hasil pembelajaran. dan ia lebih yakin terhadap dirinya. sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya” (Surya:2004). Perubahan perilaku sebagai hasil pembelajaran mempunyai cirri-ciri sebagai berikut : (a) perubahan yang disadari. keterampilan. Prinsip ini mengandung makna bahwa ciri utama proses pembelajaran itu adalah adanya perubahan perilaku dalam diri individu. Ini berarti bahwa keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan banyak tergantung pada proses pembelajaran. pembelajaran sebagai usaha memperoleh perubahan perilaku. pembelajaran merupakan aktivitas yang paling utama.

7 . Perubahan bersifat fungsional. Kedua. artinya perubahan itu terjadi karena ada sesuatu yang akan yang akan dicapai. setidak-tidaknya untuk masa tetentu. pembelajaran merupakan bentuk pengalaman. Kelima. (f). artinyaterjadi adanya pertambahan perubahan dalam diri individu (e) Perubahan yang bersifat aktif. Prinsip ini mengandung makna bahwa perubahan perilkau sebagai hasil pembelajaran adalah meliputi aspek kognitif. proses pembelajaran terjadi karena adanya sesuatu yang mendorong dan ada sesuatu tujuan yang akandi capai. pembelajaran merupakan suatu proses. meyebebkan terjadinya perubahan perilaku yang lain. (g). dan adanya tujuan yang ingin dicapai. (c). Perubahan yang bertujuan dan terarah. artinya perubahan itu terjadi dengan sednirinya. Ketiga. Pengalaman pada dasarnya adalah kehidupan melalui situasi yang nyata dengan tujuan tertentu. (d) perubahan bersifat positif. Perubahan yang bersifat permanent (menentap) . Prinsip ketiga ini mengandung makna bahwa pembelajaran itu merupakan suatu aktivitas yang berkesinambungan. Hasil pembelajaran ditandai dengan perubahan perilaku secara keseluruhan. afektif dan psikomotor. artinya perubahan yang terjadi sebagai hasil pembelajaran akan berada secara kekal dalam diri individu. Keempat.(berkesinambungan) Artinya suatu perubahan yang terjadi. artinya perubahan yang telah diperoleh sebagai hasil pembelajaran memberikan manfaat bagi individu yang bersangkutan. Peinsip ini mengandung makna bahwa aktivitas pembelajaran itu terjadi karena adanya kebutuhan yang harus dipuaskan. akan tetapi memlalui aktivitas individu.

Belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Definisi pertama memberikan penekanan pada perubahan perilaku. dapat ditarik kesimpulan bahwa seseorang telah belajar. sesungguhnya tidak akan pernah ada pendidikan.Belajar merupakan istilah kunci yang paling penting dalam pendidikan. Karena demikian pentingnya belajar maka tidak heran bila masalah-masalah belajar terus menjadi kajian menarik bagi para ahli pendidikan. Dengan demikian. Hasil belajar hanya bisa diamati. sedangkan definisi kedua memberikan penekanan pada perubahan mental. berdasarkan perilaku yang ditampilkan. Perubahan yang terjadi dalam diri seseorang banyak sekali baik sifat maupun jenisnya karena itu sudah tentu tidak setiap perubahan dalam diri seseorang merupakan perubahan dalam arti belajar. Ormrod dalam (Ratumanan. Dapat dikatakan bahwa tanpa belajar. sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto. Belajar merupakan suatu kegiatan mental yang tidak dapat diamati dari luar. 2004: 2). belajar dapat diartikan sebagai suatu tahapan aktivitas yang menghasilkan perubahan perilaku dan mental yang relatif tetap sebagai bentuk 8 . 2003: 2). Karenanya. mendeskripsikan adanya dua definisi belajar yang berbeda. Apa yang terjadi dalam diri seseorang tidak dapat diketahui secara langsung hanya dengan mengamati orang tersebut. jika seseorang menampakkan kemampuan yang telah diperoleh melalui belajar.

Dengan kata lain. Belajar dilakukan secara sadar dan mempunyai tujuan. tetapi dapat bertahan dan berfungsi dalam kurun waktu yang relatif lama. Artinya perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja. dengan kata lain belajar merupakan kegiatan bagi setiap orang.respon terhadap suatu situasi sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan. Karena itu seseorang dikatakan belajar bila dapat diasumsikan 9 . yakni: 1. kegemaran dan sikap seseorang terbentuk. 4. dimodifikasi dan berkembang disebabkan belajar. perubahan tersebut terjadi karena adanya usaha individu (Ratumanan. kebiasaan. Bahwa belajar merupakan suatu aktivitas yang menghasilkan perubahan pada diri indivdu yang belajar. Bahwa perubahan tersebut berupa kemampuan baru dalam memberikan respon (tanggapan atau reaksi) terhadap stimulus (rangsangan). individu yang telah melakukan kegiatan belajar akan memiliki kemampuan baru dlaam memberikan respon terhadap situasi tertentu. Bahwa perubahan itu terjadi secara permanen. 3. 2004: 2). Pengetahuan keterampilan. Bahwa perubahan tersebut terjadi bukan karena proses pertumbuhan atau kematangan fisik. Artinya. 2. melainkan karena usaha sadar. Pengertian-pengertian ini memperlihatkan adanya karakteristik.

Dengan demikian pembelajaran dapat didefinisikan sebagai suatu proses membangun pemahaman siswa. “pembelajaran merupakan upaya untuk membelajarkan siswa”. Istilah pembelajaran lebih menggambarkan bahwa siswa lebih banyak berperan dalam mengkonstruksikan pengetahuan bagi dirinya. Pembelajar lebih menekankan pada bagaimana upaya guru untuk mendorong atau menfasilitasi siswa belajar. bukan pada apa yang dipelajari siswa.dalam diri orang itu menjadi suatu proses kegiatan yang mengakibatkan suatu perubahan tingkah laku. Istilah “pembelajaran” digunakan menggambarkan upaya untuk membangkitkan inisiatif dan peran siswa dalam belajar. dan bahwa pengetahuan itu bukan hasil proses transformasi dari guru B. menetapkan. Menurut Dageng dalam (Ratumanan. Rivai dengan mengutip Exzioni (1964) menuliskan 10 . Efektivitas Belajar Efektivitas merupakan aspek penting dalam berbagai bentuk kegiatan. Secara eksplisit terlihat bahwa dalam pembelajaran ada kegiatan memilih. dan mengembangkan metode untuk mencapai hasil yang diinginkan. Pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu upaya menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa dapat belajar. 2004: 3). karena efektivitas merupakan cerminan dari tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan atau sasaran yang ingin dicapai.

Peningkatan pengetahuan 2. Dan dalam kaitannya dengan efektivitas belajar Rivai. Disamping itu. akan tetapi dapat pula dilihat dari sisi persepsi atau sikap orangnya. Peningkatan integrasi 7. Pencapain tujuan tersebut berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta pengembangan sikap melalui proses pembelajaran. 1977 dikutip oleh Rivai).bahwa efektivitas adalah sebagai tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan dan sasarannya. Peningkatan partisipasi 11 . Peningkatan keterampilan 3. Prilaku 5. Menurut Rivai aspek-aspek yang meliputi efektivitas belajar adalah : 1. Perubahan sikap 4. mengatakan bahwa efektivitas belajar adalah tingkat pencapaian tujuan pelatihan. Masih dari Rivai dengan mengutip Prokovenko (1987) dan Miskel (1992) dengan demikian efektivitas merupakan suatu konsep yang sangat penting kerena mampu memberikan gambaran mengenai keberhasilan seseorang dalam mencapai sasaran atau suatu tingkatan terhadap mana tujuantujuan dicapai atau tingkat pencapaian tujuan. Efektivitas tidak hanya dapat dilihat dari sisi produktivitas. efektivitas juga dapat dilihat dari bagaimana tingkat kepuasaan yang dicapai oleh orang (Robbins. Kemampuan adaptasi 6.

Sementara. Sedangkan National Education Association (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar. yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. 12 . dam kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik. schram (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.3. Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/ materi pembelajaran seperti : buku. video dan sebagainya. Peningkatan interaksi cultural 2. Dalam kaitanya dengan efektivitas belajar Brown (1973) yang juga dikutip Sudrajat mengengkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi tehadap efektivitas pembelajaran. Beberapa ahli yang dikutip Sudrajat memberikan definisi tentang media pembelajaran diantaranya. perasaan. Dari ketiga pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurka pesan. Media Belajar Media berasal dari bahasa Latin merupakan bentuk jamak dari medium yang secara harfiah berarti. dapat merangsang pikiran. perantara atau pengantar. film.8. termasuk teknologi perangkat keras.

(g). (4). (b). objek yang bergerak terlalu cepat. (2). Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. (3). (d). objek terlalu kecil.Lebih lanjut Sudrajat (2007) menuliskan tentang beberapa fungsi media diantaranya : (1). objek yang bergerak terlalu lambat. objek yang bunyinya terlalu halus. (c). disebabkan : (a). objek yang terlalu komplek. Melalui penggunaan nedia yang tepat. maka semua objek dapat disajikan kepada peserta didik. objek terlalu besar. 13 . Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan yang bastrak. (e). Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar. Banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh peserta didik tentang suatu objek. objek mangandung bajaya dan resiko tinggi. Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya. (f).

Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas dengan judul “Upaya Meningkatkan Efektivitas Belajar Lempar Cakram dengan Media Modifikasi Piring Plastik” ini dilaksanakan di Lapangan Sepakbola Kecamatan Panarukan.1.BAB III METODE PENELITIAN A. Jumlah Siswa Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 6 semester 1 SD Negeri 2 Paowan Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2011/2012 dengan jumlah siswa putri 17 orang dan putra 18 orang. 3. Tempat.1.1. dengan kata lain bahwa untuk melihat efektif tidaknya sebuah proses 14 .1. Indikator Efektivitas Belajar Penelitian Tindakan Kelas ini adalah untuk mengukur sejauhmana efektivitas belajar Lempar Cakram dengan menggunakan media modifikasi piring plastik. Waktu Penelitian dan Jumlah Siswa 3.2. B.d 23 Nopember 2011 3. indikator dari efektivitas belajar adalah meningkatnya hasil belajar siswa (Rivai: ). Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dari mulai 11 s.3. jadi jumlah total 35 orang siswa.

Tabel 1 Indikator Hasil Belajar Siswa No 1 Aspek Awalan Ketuntasan 80 . Berikut ini Tabel 1 Indikator Hasil Belajar Siswa.100% 60 – 79% 40 – 59% 20 – 39% 3 Sikap Akhir 0 – 19% 80 .100% 60 – 79% 40 – 59% 20 – 39% 0 – 19% Kriteria Sangat Efektif Efektif Cukup efektif Kurang efektif Tidak efektif Sangat Efektif Efektif Cukup efektif Kurang efektif Tidak efektif Sangat Efektif Efektif Cukup efektif Kurang efektif Tidak efektif Tabel 2 Indikator Keaktifan Siswa 15 .100% 60 – 79% 40 – 59% 20 – 39% 2 Cara Melempar 0 – 19% 80 .pembelajaran bisa dilihat dari pencapaian hasil pembelajarannya.

100% 60 – 79% 40 – 59% 20 – 39% 0 – 19% Kriteria Sangat Aktif Aktif Cukup Aktif Kurang Aktif Tidak Aktif Tabel 4 Indikator Respon (Tingkat Kepuasan Belajar) Siswa Tingkat Kepuasaan No Aspek Belajar Siswa 16 Kriteria .100% 60 – 79% 40 – 59% 20 – 39% 0 – 19% Tabel 3 Indikator Aktivitas Guru Kriteria Sangat Aktif Aktif Cukup Aktif Kurang Aktif Tidak Aktif No 1 Aspek Aktivitas guru dalam mengajar Lempar Cakram Keaktifan Guru 80 .No 1 Aspek Aktivitas siswa dalam belajar Lempar Cakram Keaktifan Siswa 80 .

dan instrumen yang digunakan. dilakukan dengan cara menentukan sumber data terlebih dahulu. observasi. perencanaan. Gambaran Umum Penelitian Rancangan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Metode observasi Menurut Kasbolah (1998 : 91) metode observasi merupakan metode pengumpulan data atau informasi yang semua kegiatannya ditujukan untuk mengenali.1 Respon siswa terhadap proses Belajar Lempar Cakram 80 . teknik pengumpulan data. Teknik Pengumpulan Data Untuk mengumpulkan data penelitian.100% 60 – 79% 40 – 59% 20 – 39% 0 – 19% Sangat Puas Puas Cukup Puas Kurang Puas Tidak Puas C. tindakan pelaksanaan. dan refleksi a. merekam dan mendokumentasikan setiap indikator dari proses dan 17 . 1. Prosedur atau langkah-langkah yang akan dilakukan dalam penelitian ini dilaksanakan dalam kegiatan yang berbentuk siklus penelitian. Setiap siklus penelitian terdiri dari empat kegiatan pokok yaitu. kemudian jenis data.

Observasi perilaku mengajar guru bertujuan untuk mengamati kegiatan mengajar guru dengan berdasar kepada lembar observasi yang telah disiapkan. Hasil observasi guru digunakan sebagai data pendukung dan penguat penelitian. Metode Tes Jenis tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah post test untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa setelah menerapkan pembelajaran model Student Teams Achievement Divisions (STAD) 18 . Lembar observasi guru menampilkan hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan rencana pembelajaran dan penelitian. Acuan yang digunakan pada saat observasi adalah : a. Observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi sistematis dengan pedoman yang telah disediakan peneliti.hasil yang dicapai (perubahan yang terjadi) baik yang ditimbulkan oleh tindakan terencana maupun akibat sampingnya. 2. Hal-hal yang direkam dalam kegiatan observasi meliputi observasi perilaku mengajar guru dan perilaku aktivitas belajar siswa. Observasi penelitian ini dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan pembelajaran apapun. yaitu peraturan atau tata tertib dalam melakukan observasi dan tata cara memberikan nilai yang tercakup dalam kriteria atau katagori pilihan. Panduan observasi. Lembar observasi yaitu berisikan hal-hal atau tingkah laku yang dijadikan fokus observasi. b.

Rencana Penelitian Rencana yang disusun untuk penelitian ini .Teknik pengumpulan data secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 5 di bawah ini : Tabel 5 Teknik Pengumpulan Data Teknik Pengumpulan Data Observasi Observasi No 1 2 Sumber Data Siswa Guru Jenis Data Aktivitas siswa dalam belajar Lempar Cakram Aktivitas guru dalam mengajar Lempar Cakram Hasil Belajar siswa Respon siswa (tingkat Kepuasan Belajar) terhadap proses Belajar Lempar Cakram Instrumen Pedoman Observasi Pedoman Observasi 3 Siswa 4 Siswa Tes Siswa melakukan awalan. Teknik Analisis Data 19 . sikap akhir Penyebaran angket Angket kepuasan belajar siswa b. refleksi awal. diawali dengan kegiatan studi awal. c. cara melempar. pelaksanaan siklus penelitian. dan penarikan kesimpulan.

representasi grafis dan sebagainya. d. mengorganisasikan dan mengabstraksikan data secara sistematis. pengabstraksian data mentah menjadi informasi yang bermakna. Reduksi data Reduksi data adalah proses penyederhanaan langsung dilaksanakan melalui seleksi. pemfokusan. menyederhanakan. rasional untuk menampilkan bahan-bahan yang digunakan untuk menyusun jawaban terhadap tujuan PTK ( Depdiknas. 2005 : 21 ). Pengecekan Keabsahan Data 20 . Penyimpulan Penyimpulan adalah proses pengambilan intisari dari sajian data yang telah terorganisasikan tersebut dalam bentuk pernyataan kalimat dan atau formula yang singkat dan padat tetapi mengandung pengertian luas (Depdiknas. yaitu memaparkan data yang diperoleh dari hasil pelaksanaan tindakan yang mecakup proses dan dampak yang terjadi dalam satu siklus secara keseluruhan dan dalam analisis data dilakukan dengan tiga tahap.Analisis data adalah proses penyeleksi. c. memfokuskan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. b. Paparan data Paparan data adalah proses penampilan data secara lebih sederhana dalam bentuk paparan naratif. yaitu : a. 2005 : 21) .

sehingga dapat mengetahui secara cermat sikap siswa dengan 21 . Pengecekan keabsahan data ini dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah dengan cara mencek ulang atau cros cek dari hasil data penelitian yang dihasilkan denga uji ulang ke lapangan atau lokasi penelitian dengan cara memperpanjang waktu observasi yang mendalam.Pengecekan keabsahan data dimaksudkan untuk membuathasil penelitian yang dilakukan peneliti lebih valid dan reliabel. observasi ulangan dengan sumber data yang telah diperoleh. Perpanjangan Keikutsertaan Perpanjangan pengamatan berarti peneliti kembali ke lapangan melakukan pengamatan. Dalam penelitian tindakan ini. (3) metode apa yang harus diadakan untuk mencari informasi baru. dan (4) kesalahan apa yang harus diperbaiki. Keabsahan data merupakan konsp penting dalam membuktikan kesahihan (validitas) dan mendalam (relibilitas) suatu hasil penelitian. Diantaranya : a. Keabsahan data dapat diungkapkan dengan. Peneliti merasa perlu menggunakan perpanjangan pengamatan sebab dalam mengetahui hasil belajar siswa perlu diadakan beberapa kali tindakan. (2) pertanyaan apa yang harus dijawab. (1) data apa yang masih perlu dicari. ada beberapa langkah yang dilakukan oleh peneliti. untuk mengecek keabsahan data yang diperoleh maka.

c. triangulasi teknik pengumpulan data dan triangulasi waktu. Triangulasi Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu dengan demikian terdapat triangulasi sumber. dan guru sebagai sumber data yang memberikan informasi terhadap penelitian yang dilakukan. Selain itu tujun untuk menambah keakraban kepada sumber data seperti kepala sekolah. b.ditetapkannya pembelajaran model Student Teams Achivement Divisions ( STAD ) dalam mata pelajaran IPS. 2) Triangulasi Teknik 22 . Untuk meningkatkan ketekunan juga terlaksananya penelitian ini dan untuk membantu peneliti mempermudah memperoleh data yang dibutuhkan. Meningkatkan Ketekunan Meningkatkan ketekunan berarti melakukan pengamatan secara jelas dan cermat serta berkesinambungan. Dengan cara ini maka kepastian data akan diperoleh dengan baik. 1) Triangulasi Sumber Dilakukan dengan cara mengecek data yang tekah diperoleh melalui beberapa sumber . maka peneliti dapat membaca beberapa referensi guna memperoleh informasi guna mendapat data-data yang dibutuhkan dalam penelitian.

Peneliti menggunakan triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dibeberapa sumber. d. Peneliti mengadakan member check ini adalah sebagai alat cross check sehingga informasi yang didapat dari pemberi data atau pemberi informasi dapat dipadukan kebenarannya dengan temuan baru dalam penelitian 23 . sesuai dengan apa yang diberi oleh pemberi data. 3) Triangulasi Waktu Dilakukan dengan cara mengecek data. lalu dicek dengan observasi. observasi atau teknik lain dalam waktu situasi yang berbeda.Dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda misalnya data diproleh dengan wawancara. dokumentasi. Triangulasi adalah pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai penge-cekan data dari berbagai sumber dengan cara dan waktu. Mengadakan Member Check Member check adalah proses pengecekan data yang diperoleh peneliti kepada pemberi data tinjauan member check adalah untuk mengetahui seberapa jauh data yang diperoleh. melalui wawancara. Hal ini dimaksudkan agar data-data atau informasi yang berasal dari sunber dapat membantu proses penelitian agar terjamin keabsahannya sehingga penemuan dalam penelitiannya tersebut memperoleh kepercayaan.

24 .

terutama pada aspek cara melempar dan sikap akhir : porsi mengulang di tambah untuk putri Hasil Tiap Aspek pada Tindakan : 1 2 3 Aktivitas siswa dalam belajar Lempar Cakram 80 % Cukup Aktivitas guru dalam mengajar Lempar Cakram 100% Cukup Hasil Belajar siswa Awalan Pa 100% Ada peningkatan. bagi yang belum bisa menuntaskan belajar. di Remedial 25 . maka di dapat hasil seperti terlihat pada Tabel 6 Tabel 6 Hasil Tiap Aspek pada Tindakan 1 No 1 2 3 Aspek Penelitian Aktivitas siswa dalam belajar Lempar Cakram Aktivitas guru dalam mengajar Lempar Cakram Hasil Belajar siswa Awalan Pa Cara Melempar Pi Cara Melempar Pa Sikap Akhir Pa Sikap Akhir Pi Siklus Penelitian 70 % 95 % 95% 70% 80% 80% 60% Tindakan Perlu ditingkatkan dengan berbagai formasi dan permainan Perlu ditingkatkan dengan melihat kembali RPP Perlu ditingkatkan kembali terutama putri yang harus mendapat perhatian lebih. melakukan diskusi dan refleksi. peneliti bersama rekan guru yang bertindak sebagai kolaborator yang melakukan pengamatan. Hasil Penelitian Setelah melakukan dan menyelesaikan 2 siklus penelitian .BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.

Pembahasan Aktivitas Siswa dalam Belajar Lempar Cakram Siklus Peningkatan 10% 5% 5% 10% Berdasarkan hasil observasi. aktivitas siswa pada siklus penelitian dengan 2 siklus penelitian pada proses pembelajaran Lempar Cakram menunjukan adanya peningkatan aktivitas siswa dari siklus pertama sampai siklus kedua seperti terlihat pada Tabel 8 Tabel 8 Aktivitas Siswa Siklus Penelitian Pertama Kedua Rata-rata Nomor 1 2 Tindakan Aktifitas 70% 80% 75% 26 .4 Respon siswa terhadap proses Belajar Lempar Cakram 85% Cukup Tabel 7 Hasil Tiap Aspek Selama 2 Siklus No Aspek Hasil tiap aspek selama 2 siklus 1. Aktivitas guru dalam mengajar 95% 100 % Lempar Cakram 3. Respon siswa terhadap proses 85% 85% belajar Lempar Cakram B. Aktivitas siswa dalam belajar Lempar 70 % 80 % Cakram 2. Hasil Belajar siswa Awalan Pa 95% 100% Hasil Belajar siswa Awalan Pi 70% 80% 4.

siswa selama mengikuti pembelajaran Lempar Cakram dengan media modifikasi piring plastik bergerak aktif baik saat mendapat tugas dari guru atau pun inisiatif sendiri. Aktivitas Guru Dalam Mengajar Lempar Cakram Tabel 9 Aktivitas Guru Nomor 1 2 Rata-rata Siklus Penelitian Pertama Kedua Tindakan Aktifitas 95% 100% 97.Berdasarkan hasil observasi aktivitas siswa pada dua siklus penelitian pada pembelajaran Lempar Cakram dengan piring plastik menunjukan adanya peningkatan aktivitas siswa dari siklus pertama sampai siklus kedua. Dengan kata lain. sehingga rata-rata keaktifan siswa selama dua siklus adalah 75%. kemudian pada siklus kedua mencapai 85% ini berarti ada peningkatan 15% setelah ada treathment atau perbaikan pada siklus kedua. Mengacu pada Indikator Keaktifan Siswa pada Tabel 2. 27 .5% Berdasarkan hasil pengamatan oleh rekan guru aktivitas guru dalam mengajar Lempar Cakram dengan media modifikasi piring plastik mengalami kenaikan aktivitas. kisaran angka 75% memiliki kriteria Aktif. Siklus pertama aktivitas siswa mencapai 70%.

Ini berarti ada kenaikan aktivitas guru sebesar 5%. Ini artinya guru dalam mengajar betul-betul sesuai dengan skenario pembelajaran atau RPP. pada akhir siklus ternyata mendapat kenaikan.5% termasuk kriteria Sangat Aktif. sehingga rata-rata aktivitas guru pada dua siklus mencapai 97. 28 . cara melempar. dan sikap akhir Lempar Cakram. dari mulai awalan. aktivitas guru mencapai 100%. sedangkan pada siklus kedua setelah melakukan treatment pada proses pembelajaran.5%. besaran angka 97.Pada Tabel 9 nampak bahwa aktivitas mengajar guru pada siklus pertama mencapai tingkat pencapaian 95%. Hasil Belajar Tabel 10 Hasil Belajar Siswa No 1 Siklus Penelitian Pertama Aspek Awalan Jenis Kelamin Ketuntasan Belajar 2 Pa 95% Pi 70% Cara Melempar Pa 80% Pi 60% Sikap Akhir Pa 80% Pi 65% Kedua Awalan Pa 100% Pi 80% Cara Melempar Pa 90% Pi 80% Sikap Akhir Pa 90% Pi 80% Berdasarkan hasil tes praktik yang dilakukan kepada siswa. Mengacu pada Indikator Aktivitas Guru pada Tabel 3.

dan putra 95%. Ini artinya. 29 . hasil tek praktik cara melempar mencapai. hasil tes praktik sikap akhir mencapai 65% putri. Ini artinya.Dari Tabel 10 terlihat bahwa untuk siklus pertama hasil tes praktik Awalan mencapai. dan 14 orang siswa putrid yang mampu menuntaskan pembelajaran. dan 14 orang putra yang mampu menuntaskan pembelajaran. Dari siklus pertama. dan 80% putra. dan 80% putri. putri 70%. artinya untuk putra semua siswa mampu menuntaskan pembelajarannya. Pada tes praktik cara melempar terlihat mencapai 90% putra dan 80% putri. dan ada 17 orang siswa putra yang mampu menuntaskan pembelajaran dari 18 orang. Pada tes praktik awalan mencapai 100% putra. putri 60% dan putra 80%. Pada siklus kedua dari Tabel 10 terlihat ada peningkatan pada tes praktik tiap aspek. Ini berarti ada sebanyak 16 orang putra yang mampu menuntaskan pembelajaran. dan untuk putri ada 14 orang yang mampu menuntaskan pembelajarannya. Masih pada siklus pertama. Ini berarti bahwa ada 18 orang siswa yang mampu menuntaskan pembelajarannya. ada sebanyak 12 orang siswa putri yang mampu menuntaskan pembelajaran dari 17 orang. dan ada 14 orang putra yang mampu menuntaskan pembelajaran. ada sebanyak 10 orang putri yang mampu menuntaskan pembelajaran. Ini artinya ada 11 orang putri yang mampu menuntaskan pembelajaran.

dan 70% untuk putri. persentase tersebut menunjukan bahwa pembelajaran Awalan pada Lempar Cakram dengan menggunakan media modifikasi piring plastik. berkategori Sangat Efektif untuk putra dan efektif untuk putri. sedangkan pada siklus kedua putra mencapai 90% dan putri 80%. Mengacu pada Indikator Hasil Belajar Siswa pada Tabel 1. dan ada 14 orang putri yang mampu menuntaskan pembelajaran. Ada kenaikan 10% untuk putra dan ada lonjakan kenaikan 20% untuk putri. Ada kenaikan 5% untuk putra dan ada lonjakan kenaikan 20% untuk putri. Aspek Sikap Akhir pada siklus pertama mencapai 80% putra. dan ratarata ketuntasan belajar untuk aspek Awalan mencapai 97. Aspek Cara Melempar pada siklus pertama mencapai 80% putra. persentase tersebut menunjukan bahwa pembelajaran Cara Melempar pada Lempar Cakram dengan menggunakan media modifikasi piring plastik. 30 . dan rata-rata ketuntasan belajar untuk aspek Awalan mencapai 85% putra dan putri mencapai 70%. Ini artinya bahwa ada 16 orang putra yang mampu menuntaskan pembelajaran . berkategori Sangat Efektif untuk putra dan efektif untuk putri. Mengacu pada Indikator Hasil Belajar Siswa pada Tabel 1. sedangkan pada siklus kedua putra mencapai 100% dan putri 80%. sedangkan pada siklus kedua putra mencapai 90% dan putri 80%. dan 65% untuk putri.5% putra dan putri mencapai 75%. dan 60% untuk putri.Sementara pada tes praktik sikap akhir persentase mencapai 90% putra dan 80% untuk putrid. Aspek Awalan pada siklus pertama mencapai 95% putra.

yang disebarkan kepada siswa setelah selesai pelaksanaan pembelajaran siklus kedua. dapat dinyatakan bahwa pada umumnya siswa kelas VI bersikap positif terhadap proses pembelajaran Lempar Cakram dengan menggunakan media modifikasi piring plastik .5%. 4. persentase tersebut menunjukan bahwa pembelajaran Sikap Akhir pada Lempar Cakram dengan menggunakan media modifikasi piring plastik. Mengacu pada Indikator Hasil Belajar Siswa pada Tabel 1.4.1. berkategori Sangat Efektif untuk putra dan efektif untuk putri. dan rata-rata ketuntasan belajar untuk aspek Awalan mencapai 85% putra dan putri mencapai 72. seperti terlihat pada Tabel 11 Tabel 11 Respon (Tingkat Kepuasan Belajar ) Siswa 31 .Ada kenaikan 10% untuk putra dan ada lonjakan kenaikan 15% untuk putri. Respon Siswa Terhadap Proses Pembelajaran Berdasarkan angket respon.

Bisa diteruskan. dengan pernyataan bahwa sebanyak 85% menyatakan piring plastik memudahkan dalam proses pembelajaran Lempar Cakram. Pertanyaan Selama mengikuti pembelajaran Lempar Cakram dengan menggunakan media modifikasi piring plastik. 2. sedangkan yang menyatakan biasa-biasa saja 10%. tanggapanmu ? Sampaikan pendapat atau harapanmu tentang media piring plastik sebagai pengganti Cakram. 3. Dalam kaitannya dengan fungsi piring plastik sebagai pengganti Cakram sesungguhnya ditanggapi positif oleh siswa.No 1. Tidak senang = 5% a. bahwa sebagian besar siswa menikmati proses pembelajaran Lempar Cakram dengan media modifikasi piring plastik.… = 90 % 1). Susah = 10% 4. Senang = 85% b. Biasa-biasa saja = 10% c. Mudah = 80% b. dan hanya sebesar 5% yang merasa disusahkan. Memudahkan belajar = 80% 2). dengan alasan…… = 10% 1). Menyusahkan belajar = 5% b. Jangan diteruskan. … Jawaban a. Menyusahkan belajar = 2% 2). Selama belum ada cakram yang sesungguhnya = 10% b. bagaimana perasaanmu ? Apakah penggunaan piring plastik sebagai pengganti Cakram. Segera harus diganti = 8% a. Biasa-biasa saja = 10% c. Kondisi ini berarti. 32 . Biasa-biasa saja = 10% c. dan merasa tidak senang 5%. Memudahkan belajar = 85% a. dengan alasan. sebanyak 10% menyatakan biasa-biasa saja. Bagaimana pendapatmu tentang perintah atau tugas-tugas selama proses pembelajaran berlangsung ? Dari Tabel 11 dapat dinyatakan bahwa siswa yang merasa senang dengan pembelajaran Lempar Cakram dengan menggunakan media modifikasi piring plastik 85%.

Ketika dimintai tanggapan tentang kelanjutan pembelajaran Lempar Cakram dengan menggunakan media modifikasi piring plastik. dan yang menyatakan susah hanya sebesar 10%. Kriteria ini menggambarkan bahwa siswa betul-betul merasa enjoy dan sangat menikmati pembelajaranya. sementara siswa yang menyatakan jangan diteruskan sebanyak 10%. dengan alasan menyusahkan pembelajaran sebesar 2%. 33 . 10% menyatakan biasa-biasa saja. sebagian besar siswa menyatakan bisa dilanjutkan 90%. dan sisanya 8% menyatakan harus segera diganti. yaitu 80% menyatakan mudah. tanggapanya juga sebagian besar positif. Mengacu pada Indikator Respon (Tingkat Kepuasan Belajar) Siswa. Lalu terkait dengan perintah atau tugas-tugas selama proses pembelajaran berlangsung. dan selama cakram belum ada 10%. maka rata-rata tingkat respon siswa 85%. dengan alasan memudahkan belajar 80%. mempunyai kriteria Sangat Puas.

bahwa aktivitas mengajar guru pada siklus pertama mencapai tingkat pencapaian 95%.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil temuan. Ini berarti 34 . sedangkan pada siklus kedua setelah melakukan treatment pada proses pembelajaran. Dan setelah dilakukan siklus kedua. aktivitas guru mencapai 100%. Kedua. dapat dikemukakan kesimpulan dan saran. analisis data dan refleksi pada setiap siklus serta pembahasan yang telah disajikan dalam bab-bab terdahulu. Kalau mengacu pada Indikator Keaktifan Siswa maka besaran keaktifan sebesar 75% termasuk kriteria Aktif. Kesimpulan Penelitian Tindakan Kelas dengan judul “Upaya Meningkatkan Efektivitas Belajar Lempar Cakram dengan Menggunakan Media Modifikasi Piring Plastik Bagi Siswa Kelas 6 Semester 1 SD Negeri 2 Paowan Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo Tahun pelajaran 2011/2012” menghasilkan kesimpulan sebagai berikut : Pertama. sebagai berikut : A. aktivitas siswa mengalami peningkatan keaktifan rata-rata sebesar 75% . aktivitas siswa selama mengikuti proses pembelajaran Lempar Cakram dengan menggunakan media modifikasi piring plastik di kategorikan aktif.

Mengacu pada Indikator Hasil Belajar Siswa pada Tabel 1. berkategori Sangat Efektif untuk putra dan efektif untuk putri.5% termasuk kriteria Sangat Aktif. Mengacu pada Indikator Hasil Belajar Siswa pada Tabel 1. Rata-rata Ketuntasan Belajar untuk aspek Sikap Akhir mencapai 85% putra dan putri mencapai 72. Mengacu pada Indikator Aktivitas Guru . Rata-rata ketuntasan belajar untuk aspek Cara Melempar mencapai 85% putra dan putri mencapai 70%.5% putra dan putri mencapai 75%. persentase tersebut menunjukan bahwa pembelajaran Awalan pada Lempar Cakram dengan menggunakan media modifikasi piring plastik.5%. Ketiga rata-rata Ketuntasan Belajar untuk aspek Awalan mencapai 97. maka rata-rata tingkat respon siswa 85%. Mengacu pada Indikator Hasil Belajar Siswa pada Tabel 1. respon siswa mengacu pada Indikator Respon Siswa. besaran angka 97. persentase tersebut menunjukan bahwa pembelajaran Cara Melempar pada Lempar Cakram dengan menggunakan media modifikasi piring plastik. sehingga rata-rata aktivitas guru pada dua siklus mencapai 97.ada kenaikan aktivitas guru sebesar 5%. mempunyai kriteria Sangat Puas. berkategori Sangat Efektif untuk putra dan Efektif untuk putri.5%. berkategori Sangat Efektif untuk putra dan Efektif untuk putri. 35 . Keempat. persentase tersebut menunjukan bahwa pembelajaran Sikap Akhir pada Lempar Cakram dengan menggunakan media modifikasi piring plastik.

ikut seminar. Penelitian Tindakan Kelas merupakan penelitian sederhana yang sangat gampang dilakukan. Motokan bahwa Bekerja adalah ibadah ! 36 . yaitu mengajar ! 2). diskusi. surfing di internet untuk menemukan jurnal-jurnal penelitian.B. Fokus pada pekerjaan !  Menikmati  dan mencintai pekerjaan dengan cara : menganggap sekolah adalah rumah kita ! siswa adalah anak-anak kita ! rekan kerja sebagai saudara-saudara kita ! kelas adalah ruangan belajar kita ! Materi pelajaran anggap saja makanan yang renyah. Saran a. Milikilah segera kepribadian guru professional sebagai berikut :  Gemar menambah wawasan dengan : membaca buku. Umum 1). Agar mampu melakukan PTK. karena berangkat dari pekerjaan kita sehari-hari. work shop atau temu ilmiah lainnya. seperti pop corn ! 4). laksanakan dengan rumus 3M : Memulai ! Memulai ! dan Memulai ! 3).

b. Khusus 1) Perencanaan dan persiapan penelitian harus dilakukan sedetail mungkin 2) Kolaborator sebagai pendamping pengamat sebaiknya yang sesuai dengan mata pelajaran yang di-PTK-kan agar memahami permasalahan. 3) Dalam hal Penulisan : pada awal menulis menirulah dulu ! Setelah itu anda akan menemukan sendiri jalannya ! 37 .

DAFTAR PUSTAKA Sudrajat.wordpress. Rivai. Bandung. Ahkmad (2007). Media Pembelajaran. Pustaka Bani Quraisy. Artikel. Psikologi Pembelajaran & Pengajaran. H Veithzal ( ) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Belajar Mahasiswa.http://ahkmadsudrajat.com/bahan-ajar/media-pembelajaran/ Surya. 38 . Mohamad (2004).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->