KONSEP DASAR TENTANG NEGARA

1. PENGERTIAN NEGARA Negara adalah terjemahan dari beberapa kata asing state (Inggris) staat (Belanda dan Jerman), atau etat (Prancis) secara triminologi Negara di artikan sebagai organisasi tertinggi di antara satu kelompok masyarakat yang memiliki cita-cita untuk bersatu, hidup di dalam suatu kawasan dan mempunyai pemerintahan yang berdaulat. 2. TUJUAN NEGARA Sebagai sebuah organisasi kekuasan dari kumpulan orang-orang yang mendiaminya, negara harus memiliki tujuan yang di sepakati bersama. Tujuan sebuah negara dapat bermacam-macam antara lain : a. Bertujuan untuk memperluas kekuasan b. Bertujuan untuk menyelenggarakan ketertiban hokum c. Bertujuan untuk mencapai kesejahtraan umum Sedangkan tujuan Negara menurut para ahli, adalah : a. Konsep dan ajaran Plato Tujuan adanya Negara adalah untuk memajukan kesusilaan manusia, sebagai perseorangan (individu) dan sebagai makhluk social b. Konsep teokratis Thomas Aquinas dan Agustinus Tujuan Negara adalah untuk mencapai penghidupan dan kehidupan aman dan tentram dengan taat kepada tuhan. Dalam Konteks Negara Indonesia, tujuan Negara adalah untuk memajukan kesejahtraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial sebagaimana tertuang dalam pembukaan dan penjelasan UUD 1945. Dengan Demikian, dapat di katakan bahwa Indonesia merupakan suatu Negara yang bertujuan untuk mewujudkan kesejahtraan umum, membentuk suatu masyarakat adil dan makmur. 3. UNSUR-UNSUR NEGARA Suatu Negara harus memiliki tiga unsur penting yaitu: rakyat,wilayah, dan pemerintah. Ketiga unsur ini oleh Mahfud M,D di sebut sebagai unsur konstitutif. Tiga unsur ini perlu di tunjang dengan unsur lainnya seperti adanya konstitusi dan pengakuan dunia international yang oleh Mahmud di sebut dengan unsur deklaratif. Untuk lebih jelasnya unsur-unsur pokok Negara tersebut akan di jelaskan a. Rakyat Rakyat dalam pengertian keberadaan suatu Negara adalah sekumpulan manusia yang di persatukan oleh persamaan dan bersama-sama mendiami wilayah tertentu.

sekalipun keadaan . menurut Hobbes. keadaan alamiah merupakan suatu keadaan sosial yang kacau. c. Karenanya. saling menolong antara individuindividu di dalam sebuah kelompok masyarakat.b. tanpa pemerintah. state of nature) dan keadaan setelah ada Negara. Penganut mazhab pemikiran ini antara lain Tomas Hobbes. Teori kontrak sosial (sosial kontrak) Teori kontrak sosial atau teori perjanjian masyarakat beranggapan bahwa Negara dibentuk berdasarkan perjanjian-perjanjian masyarakat dan tradisi sosial masyarakat. karena berlangsungnya berdasar pada kontrak-kontrak antara warga Negara dengan lembaga Negara. 2) John Locke ( 1632-1704) Berbeda dengan Hobbes yang melihat keadaan alamiah sebagai suatu keadaan yang kacau. tanpa hukum. Teori ini meletakkan untuk tidak berpotensi menjadi Negara tirani. Bagi Hobbes keadaan alamiah sama sekali bukan keadaan yang aman dan sejahtera sebaliknya. penuh komitmen yang baik.rakyat dan pemerintah yang berdaulat) dengan memperoleh pengakuan de jure maka suatu Negara mendapat hak-haknya di samping anggota keluarga sedunia. ada dua pengakuan suatu Negara yakni pengakuan de facto dan pengakuan de jure.J Rousseu. d. Pengakuan Negara lain Unsur pengakuan Negara lain hanya bersifat menerangkan tentang adanya Negara. Wilayah Wilayah adalah unsur Negara yang harus terpenuhi karena tidak mungkin ada Negara tanpa ada batas-batas teritorial yang jelas. 1) Thomas Hobbes (1588-1679) Menurut Hobbes kehidupan manusia terpisah dalam dua zaman. Diantara teori-teori tersebut adalah : a. 4. Jhon Locke. Pemerintah Pemerintah adalah alat kelengkapan Negara yang bertugas memimpin organisasi Negara untuk mencapai tujuan bersama didirikannya sebuah Negara. yakni keadaan selama belum ada atau keadaan alamiah (Setatus Naturalis. Pengakuan de facto yaitu pengakuan atas suatu Negara. dan J . di butuhkan kontrak atau perjanjian bersama individu-individu yang tadinya hidup dalam keadaan alamiah berjanji akan meyerahkan semua hak-hak kodrat yang di milikinya kepada seseorang atau sebuah badan yang di sebut Negara.pengakuan tersebut di dasarkan adanya fakta bahwa suatu masyarakat politik telah memenuhi tiga unsure utama Negara neegara ( wilayah. John Locke melihatnya sebagai suatu keadaan yang damai.hak kewajiban di maksad adalah hak dan kewajiban bertindak berlakukan sebagai suatu Negara yang berdaulat penuh di antara negara-negara lain. bukan konstitutif sehingga tidak bersifat mutlak. Hal ini bersifat deklaratif . dan tanpa ikatan-ikatan sosial antar individu di dalamnya. TEORI TENTANG TERBENTUKNYA NEGARA Banyak dijumpai teori tentang terbentuknya sebuah Negara.

Praktik kekuasaan model ini di tentang oleh kalangan monar chomach (penentang raja). Rosseau di kenal sebagai peletak dasar bentuk Negara yang berdaulatnya berada di tangan rakyat melalui perwakilan organisasi politik mereka. Melalui pandangan ini. Hal ini di sebabkan karena dalam melakukan perjanjian individu-individu warga Negara tersebut tidak menyerahkan seluruh hak-hak alamiah mereka. yakni rakyat berdaulat dan penguasa-penguasa Negara hanyalah merupakan wakil-wakil rakyat pelaksana mandat bersama. Doktrin ini memiliki pandangan bahwa hak pemerintah yang di miliki para raja berasal dari tuhan. bahkan dapat di bunuh. Menurut mereka. Namun demikian menurut Locke penyelenggaraan Negara atau pimpinan Negara harus di batasi melalui suatu kontrak sosial. Teori ini di temukan baik di timur maupun di belahan dunia barat. melainkan hanya organisasi politiklah yang di bentuk melalui kontrak. bukan kepada manusia. Dengan kata lain. Mereka beranggapan bahwa sumber kekuasaan adalah rakyat. raja tiran dapat di turunkan dari mahkotanya. 3) Jean Jasques Rousseau (1712-1778) Berbeda Hobbes dan Locke. Mereka mendapat mandat dari tuhan untuk bertahta sebagai pengusa. Teori Ketuhanan (Teokrasi) Teori ketuhanan di kenal juga dengan istilah doktrin teokratis. Menurtnya. .alamiah dalam pandangan Locke merupakan suatu yang ideal. ia juga sekaligus di kenal sebagai penggagas paham Negara demokrasi yang bersumberkan pada kedaulatan rakyat. Pemerintah tidak lebih dari suatu komisi atau pekerja yang melaksanakan mandat bersama tersebut. ia berpendapat bahwa keadaan ideal tersebut memiliki potensial terjadinya kekacauan lantaran tidak adanya organisasi dan pimpinan yang dapat mengatur kehidupan mereka. Menurut Locke terdapat hak-hak alamiah yang merupakan hak-hak asasi warga Negara yang tidak dapat di lepaskan. pemerintah tidak memiliki dasar kontraktual. tetapi selalu terbatas. Dasar pemikiran kontrak sosial antara Negara dan warga Negara dalam pandangan Locke ini merupakan suatu peringatan bahwa kekuasaan pimpinan (penguasa) tidak pernah mutlak.. Para raja ini mengkliam sebagai tuhan sebagai wakil tuhan di dunia mempertanggungjawabkan kekuasaannya hanya kepada tuhan. pemerintah sebagai pemimpin organisasi Negara di bentuk dan di tentukan oleh berdaulat dan merupakan wakil-wakil dari warga Negara. b. sekalipun oleh masing-masing individu. Yang berdaulat adalah rakyat seluruhnya melalui kemauan umumnya. menurut rosseau keberadaan suatu negara bersandar pada perjanjian warga Negara untuk meningkatkan diri dengan suatu pemerintah yang di lakukan melalui organisasi politik. Doktrin ketuhanan ini memperoleh bentuknya yang sempurna dalam tulisan-tuliasan para sejarah Eropa pada abad pertengahan yang menggunakan teori ini untuk membenarkan kekuasaan mutlak para raja.. Disini unsur pimpinan atau Negara menjadi sangat penting demi menghindari konflik di antara warga Negara bersandar pada alasan inilah Negara di dirikan.

pandangan Teokratis serupa pernah di jalankan oleh raja-raja muslim sepeninggal Nabi Muhammad SAW. raja-raja muslim tersebut umumnya menjalankan kekuasaannya secara tiran. Negara terbagi dalam 2 bentuk. di jumpai banyak Negara-negara baru yang kemerdekaannya banyak di tentukan oleh pengusa kolonial. Negara kesatuan (unitarianisme) dan Negara serikat (federasi). menurut pandangan modernis muslim. dzillullah fi al-ard). Di pengaruhi pemikiran sekuler barat. tetapi langsung kepada Allah. Menurut teori ini. Serupa dengan raja-raja di Eropa abad pertengahan. melalui proses penaklukan dan penduduk oleh suatu kelompok (etnis) atas kelompok tertentu di mulailah proses pembentukan suatu Negara. penguasa teokrasi islam menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok anti kerajaan. . kekuasaan dalam islam harus di pertanggung jawabkan baik kepada Allah maupun rakyat. Sama halnya dengan pengalaman kekusaan teokrasi di barat. yaitu sentral dan otonomi. Teori ketuhanan Secara sederhana teori ini dapat di artikan bahwa negara terbentuk karena adanya dominasi Negara kuat mealui penjajahan. Dengan mengklaim diri mereka sebagai wakil tuhan atau bayang-bayang Allah di dunia (khalifatullah fi al-ard. a. Negara kesatuan Negara kesatuan adalah bentuk suatu Negara yang merdeka dan berdaulat. 5. Setelah masa penjajahan berakhir di awal abad ke-20. Paham teokrasi islam ii pada akhirnya melahirkan doktrin politik islam sebagai agama sekaligus kekuasaan (dien wa dawlah). raja-raja muslim tidak harus mempertanggungjawabkan kekuasaannya kepada rakyat. Teori ini berasal dari kajian Antropologis atas pertikaian yang terjadi di kalangan suku-suku primitif. Negara Malaysia dan Brunei Darussalam bisa di katagorikan ke dalam jenis ini. secara umum dalam kosep dan teori modern. c. Namun dalam pelaksanaanya Negara kesatuan ini terbagi dalam dua macam sistem pemerintahan. kekuatan menjadi pembenaran (rasion d’ektre) dari terbentuknya sebuah negar a. Bentuk penaklukan yang paling nyata di masa modern adalah penaklukan dalam bentuk penjajahan bangsa barat atas bangsabangsa timur.Dalam sejarah tata Negara islam. dengan satu pemerintah pusat yang berkuasa dan mengatur seluruh daerah. terbentuknya suatu Negara karena pertarungan kekuaatan dimana sang pemenang memilki kekuatan untuk membentuk sebuah Negara. dimana si pemenang pertikaian menjadi penentu utama kehidupan suku yang di kalahkan. Pandangan ini berkembang menjadi paham dominan bahwa dalam islam tidak ada pemisahan antara agama (church) dan Negara (state). BENTUK-BENTUK NEGARA Negara memiliki bentuk yang berbeda-beda. Dengan kata lain.

Negara serikat Negara serikat atau federasi adalah merupakan bentuk Negara gabungan yang terdiri dari beberapa Negara bagian dari sebuah Negara serikat. b. Termasuk dalam katagori ini adalah Arab Saudi. 2) Sistem Disentralisasi (Otonomi) Negara kesatuan dengan sistem Desentralisasi adalah kepala daerah diberiakan kesempatan. dan Inggris. Dalam model monarki konstitusional ini. Praktik monarki konstitusional ini adalah yang paling banyak di praktikkan di beberapa Negara seperti Malaysia. Pada mulanya Negara-negara bagian tersebut melepaskan sebagian dari kekuasaan dan menyerahkan kepada Negara serikat. Sistem ini di kenal dengan istilah otonomi daerah atau swatantra. c. 1) Negara Monarki Pemerintahan monarki adalah model pemerintahan yang di kepalai oleh raja atau ratu. . Jepang. b) Monarki konstitusional Monarki konstitusional adalah bentuk pemerintahan yang kekuasaan kepala pemerintahnya (perdana menteri) di batasi oleh ketentuan-ketentuan konstitusi Negara. dari sisi pelaksana dan mekanisme pemilihannya bentuki Negara dapat di golongkan dalam tiga kelompok: monarki. sementara pemerintah daerah di bawahnya melaksanakan kebijakan pemerintah pusat. dan demokrasi.1) Sistem Sentralisasi Negara kesatuan dengan sistem sentralisasi adalah sistem pemerintahan yang langsung di pimpin oleh pemerintah pusat. Dalam praktiknya. Di samping di bentuk ini. Model pemerintahan orde baru di bawah pemerintahan presiden soeharto adalah salah satu contoh pemerintahan model ini. oligarki. monarki memilki dua jenis. yaitu : a) Monarki absolute Monarki absolute adalah model pemerintahan dengan kekuasaan tertinggi di tangan satu orang raja atau ratu. untuk mengurus pemerintah di wilayahnya sendiri. kedudukan Negara hanya sebatas simbol Negara. Thailand. Sistem pemerintahan Malaysia dan pemerintahan paska orde baru di Indonesia dengan sistem otonomi khusus dapat di masukkan ke dalam model ini.

2) Oligarki Model pemerintahan oligarki adalah pemerintah yang di jalankan oleh beberapa orang yang berkuasa dari golongan atau kelompok tertentu. 3) Demokrasi Pemerintah model demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang bersandar pada kedaulatan rakyat atau mendasarkan kekuasaannya pada pilihan dan hendak rakyat melalui mekanisme pemilihan umum (pemilu) .