TUGAS SBD

SATRIA SUPRIATNA KELAS : 7-I

SMPN 42 BANDUNG

telah ditemukan banyak gerabah kuno yang berfungsi sebagai perkakas rumah tangga. Gerabah adalah perkakas yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk kemudian dibakar untuk kemudian dijadikan alat-alat yang berguna membantu kehidupan manusia.Tembikar Tembikar adalah alat keramik yang dibuat oleh pengrajin.menurut kajian arkeologis. Keterampilan membuat gerabah telah dilakukan sejak jaman dahulu dan telah menjadi bagian dari perkembangan peradaban bangsa di nusantara. Asal mula Gerabah diperkirakan telah ada sejak zaman manusia purba. Di situs-situs bersejarah. Macam-macam gerabah :         Piring Kendi Tempayan Anglo Kuali Celengan Pot Gerabah hiasan .siklus cocok tanam yang menyisahkan waktu luang cukup panjang bagi para petani sehingga memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan keahlian ini dan jenis gerabah yang di hasilkan kebanyakan berupa peralatan rumah tangga.keahlian membuat gerabah ini baru di kenal di masa bercocok tanam. Tembikar dibuat dengan membentuk tanah liat menjadi suatu obyek. Alat tembikar yang paling dasar adalah tangan.jejak historinya pun jelas yaitu terwariskan hingga masa kini.

Aneka bentuk dan disain depat dihasilkan dari tanah liat. Gerabah-gerabah tersebut kemudian dibakar selama beberapa jam hingga benar-benar keras. maka diteruskan dengan penjemuran. maka tanah liat siap dibentuk sesuai dengan keinginan. Air juga sangat diperlukan untuk membentuk gerabah dengan baik. kemudian banyak gerabah dikumpulkan dalam suatu tempat atau tungku pembakaran. . Tanah liat yang telah terkumpul disiram air hingga basah merata kemudian didiamkan selama satu hingga dua hari. 6. gerabah jadi dapat dicat dengan cat khusus atau diglasir sehingga terlihat indah dan menarik sehingga bernilai jual tinggi. daun kelapa kering ataupun kayu bakar. bentuk dan disainnya. Ada dua cara penggilingan yaitu secara manual dan mekanis. 5. alat pemukul. kain kecil. Sebelum dijemur di bawah terik matahari. batu bulat. kemudian tanah liat digiling agar lebih rekat dan liat. Lamanya waktu penjemuran disesuaikan dengan cuaca dan panas matahari. Tanah liat yang baik berwarna merah coklat atau putih kecoklatan. Setelah melewati proses penggilingan. Dalam proses penyempurnaan. Bahan bakar yang digunakan untuk proses pembakaran adalah jerami kering. Proses pembentukan. Tanah liat yang telah digali kemudian dikumpulkan pada suatu tempat untuk proses selanjutnya. Hasil terbaik akan dihasilkan dengan menggunakan proses giling manual. Proses ini dilakukan agar gerabah benar-benar keras dan tidak mudah pecah. Setelah itu.Cara Pembuatan 1. Penjemuran. Seberapa banyak tanah liat dan berapa lama waktu yang diperlukan tergantung pada seberapa besar gerabah yang akan dihasilkan. 2. Setalah itu baru dijemur hingga benarbenar kering. Perajin gerabah akan menggunakan kedua tangan untuk membentuk tanah liat dan kedua kaki untuk memutar alat pemutar (perbot). Penggilingan manual dilakukan dnegan cara menginjak-injak tanah liat hingga menjadi ulet dan halus. Penyempurnaan. Kesamaan gerak dan konsentrasi sangat diperlukan untuk dapat melakukannya. 4. Alatalat yang digunakan yaitu alat pemutar (perbot). Setalah gerabah menjadi keras dan benar-benar kering. Pembakaran. Tanah liat diambil dengan cara menggali secara langsung ke dalam tanah yang mengandung banyak tanah liat yang baik. Pengambilan tanah liat. 3. Persiapan tanah liat. Sedangkan secar mekanis dengan menggunakan mesin giling. gerabah yang sudah agak mengeras dihaluskan dengan air dan kain kecil lalu dibatik dengan batu api. Setelah bentuk akhir telah terbentuk.

gerabah Kasongan tidak ubahnya seperti gerabah biasa.kerajianan gerabah jepara ini juga mampu membuat nama jepara terkenal di pasaran. Para perajin sudah mengerahkan kreativitasnya untuk membuat gerabah sebagai seni. saat ini. gerabah Kasongan telah berkembang ragam dan gayanya.kerajinan gerabah jepara ini juga merupakan salah satu kreasi jepara 3. . Pundong 2. Kerajinan Gerabah Kasongan Kampung ini terkenal karena sebagian besar penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai perajin gerabah. Hampir setiap saat muncul model gerabah baru di Kasongan.Tujuannya.Karena itu. wajan.Tempat Pembuatan Daerah yang banyak menghasilkan tembikar antara lain: 1.Pada awalnya.kerajinan gerabah ini banyak kita jumpai di daerah mayong jepara . dan anglo dll Namun. Kerajinan Gerabah Jepara Kerajinan gerabah jepara merupakan salah satu dari sekian banyak kreasi yang telah dilakukan atau dimiliki oleh kota jepara .jadi masyarakat kota jepara terus meningkatkan kualitas kerajinan tersebut. ragam gerabahnya pun biasa saja. cowek .industri ini juga menjadi sandaran hidup bagi warga yang membutuhkannya. Para perajinnya membuat kerajinan gerabah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. sudah pasti agar orang tidak bosan dengan gerabah yang modelnya itu-itu saja.kerajinan tersebut juga memiliki motif-motif khas jepara yaitu ukir .Berbagai guci berkualitas dengan hiasan indah lahir dari tangan-tangan perajin gerabah Kasongan. Masing-masing perajin terus berusaha membuat gerabah dalam bentuk baru. kuali.seiring berjalannya waktu kulitas yang di hasilkan pun bertambah sampai-sampai warga mayong kualahan menghadapi permintaan pasar tapi jangan kuatir akan kualitas produksi yang dihasilkan . Sentuhan seni telah mengubah wajah gerabah Kasongan.Kendi dan cowek pun didandani lebih indah dan berbeda dari kendi dan cowek biasa. seperti kendi.

CONTOH GERABAH : .

Teknik pijat (pinching) Teknik pijat atau pinching merupakan teknik membuat keramik dengan cara memijat tanah liat langsung menggunakan tangan. Teknik lempeng (slabing) Teknik lempeng atau slabing merupakan teknik yang digunakan untuk membuat benda gerabah berbentuk kubistis atau kubus dengan permukaan yang rata. 4. Kemudian tahap akhir diberi hiasan dengan cara ditoreh pada saat tanah setengah kering 2. Haluskan menggunakan kuas atau pun kain halus. Cara melakukan teknik ini adalah segumpal tanah liat dibentuk pilinan dengan kedua belah telapak tangan. Tanah liat tersebut diulet – ulet dan dipijit – pijit dengan ibu jari sambil dibentuk sesuai dengan bentuk benda yang diinginkan. Cara melakukan teknik ini adalah dengan mengambil segumpal tanah liat yang plastis dan lumat. taruhlah tanah liat di atas meja putar tepat dib again tengah – tengahnya. Selanjutnya. Setelah menjadi lempengan dengan ketebalan yang sama. Ambil segumpal tanah liat plastis b. pilinan tanah liat disusun secara melingkar sehingga menjadi bentuk yang diinginkan. Teknik putar (throwing) Untuk membuat gerabah dengan teknik putar atau throwing. 3. kamu dapat membuat menjadi bentuk kubus atau persegi. Jangan lupa setiap susunan ditekan dan tambahkan air supaya menempel. kamu memerlukan alat bantu berupa subang pelarik atau alat putar elektrik. tekan tanah liat dengan kedua belah . Teknik pilin (coiling) Teknik pilin atau coiling adalah cara membentuk tanah liat dengan bentuk dasar tanah liat yang dipilin atau dibentuk seperti tali. kamu dapat memotong dengan pisau atau kawat sesuai dengan ukuran yang akan diinginkan. Tujuan dari penggunaan teknik ini adalah agar tanah liat lebih padat dan tidakmudah mengelupas sehingga hasilnya akan menjadi tahan lama. Lalu. Kemudian.Teknik Pembuatan Gerabah 1. Setelah itu. c. Teknik ini diawali dengan pembuatan lempengan tanah liat dengan menggunakan rol kayu penggilas. Proses pijat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : a. Ukuran tiap pilinan disesuaikan dengan kebutuhan.

Bentuk tanah liat sesuai yang diinginkan.tangan sambil diputar. . Cetakan ini biasanya terbuat dari bahan gips. Teknik cetak tekan (press) Teknik cetak tekan dilakukan dengan menekan tanah liat yang bentuknya disesuaikan dengan cetakan. 6. Tanah liat yang digunakan untuk teknik ini adalah tanah liat cair. Teknik ini dilakukan untuk mendapatkan hasil dengan waktu yang singkat atau cepat. Teknik putar pada umumnya menghasilkan benda dengan bentuk bulat atau pun silindris (silinder). Teknik cor atau tuang Teknik cor atau tuang digunakan untuk membuat gerabah dengan menggunakan acuan alat cetak. Bahan gips digunakan karena gips dapat menyerap air lebih cepat sehingga tanah liat menjadi cepat kering. 5.