P. 1
ASUHAN KEPERAWATAN Diabetes Insipidus

ASUHAN KEPERAWATAN Diabetes Insipidus

|Views: 1,175|Likes:

More info:

Published by: Fidya Feri Kurniawan on Apr 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/15/2013

pdf

text

original

ASUHAN KEPERAWATAN diabetes insipidus

Disusun oleh :

KELOMPOK 1 1. Adey saputro
2. APRILIA KARTIKA N

3. Edi purnomo
4. Farid ZEIN 5. Martaria vidi

6. Darma bakti

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN “INSAN CENDEKIA MEDIKA” JOMBANG 2009/2010

9 Oktober 2010 Penulis ii . Tugas makalah ini kami buat sebagai tugas dalam mata kuliah Sistem Endokrin 2. Jombang. terutama untuk penulis sendiri.KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa tak lupa penulis ucapkan. Penulis menyadari bahwa makalah yang kami buat ini masih jauh dari sempurna. Dan kami berharap makalah ini nantinya dapat bermanfaat bagi berbagai pihak.Kep. oleh karena itu.Nurul Huda S. karena atas Rahmat dan HidayahNya semata penulis dapat menyelesaikan tugas makalah dengan judul “Asuhan Keperawatan Diabetus Insipidus” Ucapan terima kasih tak lupa penulis sampaikan kepada bpk H. saran dan kritik yang bersifat membangun demi penyempurnaan makalah ini sangat kami harapkan.Ns selaku dosen pembimbing mata kuliah Sistem Endokrin 2 dan juga kepada teman-teman yang telah membantu terselesaikannya makalah ini.

...............ii DAFTAR ISI.................................................................................................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL............................................................................ .............................................................................................................................................................................i KATA PENGANTAR..............iii iii .........

gastrin) dan katekolamin (mis.. glukokortikoid. Hormon yang larut dalam air bekerja melalui sistem mesenger-kedua. namun dapat dibedakan dengan karakteristik tertentu. maka fungsi dari kedua kelenjar ini sebagian diambil alih oleh sistem saraf. 4 . yang melalukan : fungsi spesifik.. Hormon bekerja dalam sistem umpan balik.D. Hormon mengatur berbagai proses yang mengatur kehidupan. insulin. epinefrin). dalam kaitannya dengan sistem saraf. hormon adrenokortikotropik (ACTH). Sistem endokrin mempunyai lima fungsi umum yaitu membedakan sistem saraf dan sistem reproduktif pada janin yang sedang berkembang. estrogen. tiroksin). namun semua hormon mempunyai karakteristik. Hormon tidak mengawali perubahan biokimia. norepinefrin. Hormon yang larut dalam air termasuk polipeptida (mis. glukagon. aldosteron) dan tironin (mis. Hormon mengontrol laju aktivitas selular.. progesteron. Di sini penulis tertarik untuk membahas lebih lanjut mengenai salah satu penyakit yang terjadi akibat gangguan hormone ADH(anti diuretic hormon) yaitu Diabetus Insipidus. Hormon hanya mempegaruhi sel-sel yang mengandung reseptor yang sesuai. mengontrol dan memadukan fungsi tubuh. medulla adrenal dan kelenjar hipofise posterior yang mempunyai asal dari saraf (neural). Loop umpan balik dapat positif atau negatif dan memungkinkan tubuh untuk dipertahankan dalam situasi lingkungan optimal.1 Latar Belakang Sistem endokrin. testosteron.BAB I PENDAHULUAN 1. Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk mempertahankan homeostasis tubuh.. dopamin. Jika keduanya dihancurkan atau diangkat. Hormon yang larut dalam lemak termasuk steroid (mis. Misalnya. menstimulasi urutan perkembangan dan mengkoordinasi sistem reproduktif serta memelihara lingkungan internal optimal. sementara hormon steroid dapat menembus membran sel dengan bebas. Fungsi mereka satu sama lain saling berhubungan. Karakteristik Meskipun setiap hormon adalah unik dan mempunyai fungsi dan struktur tersendiri.

2 Rumusan Masalah Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam makalh ini adalah sebagai berikut: 1.3 Tujuan 1. Untuk mengetahui macam-macam/klasifikasi Diabetus Insipidus 3.1. Untuk mengetahui penatalaksanaan pada pasien Diabetus Insipidus 7. Bagaimanakah penatalaksanaan pada pasien Diabetus Insipidus? 7. Untuk mengetahui penyusunan asuhan keperawatan pada pasien Diabetus Insipidus 5 . Bagaimanakah patofisiologi penyakit Diabetus Insipidus 6. Untuk mengetahui tanda dan gejala penyakit Diabetus Insipidus 5. Bagaimanakah penyusunan asuhan keperawatan pada pasien Diabetus Insipidus? 1. Apakah yang dimaksud dengan Diabetus Insipidus? 2. Untuk mengetahui patofisiologi penyakit Diabetus Insipidus 6. Untuk mengetahui etiologi/penyebab Diabetus Insipidus 4. Apakah macam-macam/klasifikasi Diabetus Insipidus? 3. Apakah etiologi/penyebab Diabetus Insipidus? 4. Bagaimanakah tanda dan gejala penyakit Diabetus Insipidus? 5. Untuk mengetahui pengertian/definisi Diabetus Insipidus 2.

1996. keadaan ini terjadi akibat kerusakan nukleus supra optik. (Suparman. yaitu: 1.BAB II PEMBAHASAN 2. Diabetes Insipidus Sentral (CDI) Diabetes insipidus sentralis disebabkan oleh kegagalan pelepasan ADH yang secara fisiologis dapat merupakan kegagalan sintesis atau penyimpanan secara anatomis. penyakit ini diakibatkan oleh berbagai penyebab yang dapat mengganggu mekanisme neurohypophyseal-renal Insipidus adalah reflex suatu sehingga kelainan mengakibatkan dimana terdapat kegagalan tubuh dalam mengkonversi air. Diabetes insipidus juga bisa tejadi jika kadar hormone antidiuretik normal tetapi ginjal tidak memberikan respon yang normal terhadap hormone ini (keadaan ini disebut Diabetes Insipidus nefrogenik) 2. Ilmu Penyakit Dalam) Diabetes insipidus adalah suatu penyakit yang jarang ditemukan. (Barbara. hormone ini unik karena dibuat dihipotalamus lalu disimpan dan dilepaskan kedalam aliran darah oleh hipofisa posterior.1 Definisi Diabetus Insipidus Diabetes insipidus merupakan suatu gangguan proses metabolisme air di dalam ginjal (khususnya masalah reabsorbsi air) yang disebabkan karena adanya kekurangan hormon ADH (Anti Diuretik Hormon). paraventrikular dan filiformis hypotalamus yang 6 . 1987. C. Perawatan Medikal Bedah 3) Diabetes insipidus terjadi akibat penurunan pembentukan hormone antidiuretik (vasopressin) yaitu hormone yang secara alami mencegah pembentukan air kemih yang terlalu banyak. Long.2 Macam-Macam/Klasifikasi Diabetus Insipidus Diabetes insipidus terbagi 2 macam. Diabetes kekurangan hormone antidiuretik yang menyebabkan rasa haus yang berlebihan (polidipsi)dan pengeluaran sejumlah besar air kemih yang sangat encer (poliuri).

Sintesis neorufisin suatu binding protein yang abnormal. tumor metastase dari mamae atau paru di sebut diabitus insipidus sekunder.3 Etiologi 1. proses infeksi.  7 . Selain itu diabetes insipidus sentral juga timbul karena gangguan pengangkutan ADH polifisealis dan akson hipofisis posterior dimana ADH disimpan untuk sewaktu-waktu dilepaskan kedalam sirkulasi jika dibutuhkan. gangguan aliran aliran darah. Diabitus insipidus central atau neurogenik(CDI). Disebut diabitus insipidus primer. juga menggangu pelepasan ADH. Diabetes Insipidus Nefrogenik (NDI). Istilah diabetes insipidus nefrogenik (NDI) dipakai pada diabetes insipidus yang tidak responsif terhadap ADH eksogen. diabetes insipidus sentral terjadi karena tidak adanya sintesis ADH dan sintesis ADH yang kuantitatif tidak mencukupi kebutuhan. Selain itu diduga terdapat pula diabetes insipidus sentral akibat adanya antibody terhadap ADH. pada Termasuk dalam klasifikasi CDI adalah diabetes insipidus yang diakibatkan kerusakan osmoreseptor hypotalamus anterior dan disebut Verney’s osmareseptor cells yang berada di luar sawar daerah otak 2. Karena pada pengukuran kadar ADH dalam serum secara radio immunoassay.  Kelainan hipotalumus dan kelenjar pituetary posterior karena familial atau idiopatic. atau kuantitatif cukup tapi merupakan ADH yang tidak dapat berfungsi sebagaimana ADH yang normal. yang menjadi marker bagi ADH adalah neurofisisn yang secara fisiologis tidak berfungsi. maka kadar ADH yang normal atau meningkat belum dapat memastikan bahwa fungsi ADH itu adalah normal atau meningkat. trauama. 2. Dengan demikian pengukuran kadar ADH sering kurang bermakna dalam menjelaskan oleh patofisiologi diabetes insipidus yang terdapat sentral. Secara biokimia.mensintesis ADH. Kerusakan kelenjar karena tumor pada area hipotalamus – pituitary.

Polidipsi 5. lithium carbonat. bibir kering dll) 4. urinenya menjadi sangat encer dan banyak ( poliuria ) sehingga menyebabkan dehidrasi dan peningkatan osmalaitas serum.30 liter ) 2. Akan tetapi bila mekanisme ini tidak adekwat atau tidak ada. Tubulus ginjal tidak berespon terhadap ADH 2. Peningkatan osmolalitas serum akan merangsang chemoreseptor dan sensasi haus kortek cerebral.5 Patofisiologi Patofisiologi Diabetus Insipidus secara umum Fungsi utama ADH adalah meningkatkan reabsorbsi air di tubulus ginjal dan mengontrol tekanan osmotik cairan extra selular. 8 .10 lt/hari 3. Pada diabitus militus urine banyak mengandung glukosa sedangkan pada diabitus insipidus urinenya sangat tidak mengandung glukosa dan sangat encer. Pengaruh obat yang dapat mempengaruhi sintesis dan sekresi ADH seperti phenitoin. Hiperosmolar serum (peningkatan osmolaritas serum) > 300 m. sehingga air banyak diekskresikan menjadi urine. tubulus ginjal tidak mereabsorbsi air. 2.4 Tanda dan Gejala/Manifestasi Klinis Diabitus insipidus dapat terjadi secara perlahan lahan atau secara cepat setelah trauma atau proses infeksi. Hipoosmolar urine (penurunan osmolaritas urine) < 50-200m. Sehingga akan meningkatkan intake cairan peroral ( polidipsi ). Gejala dehidrasi( turgor kulit jelek. Ketika produksi ADH menurun secara berlebihan. Berat jenis urine sangat rendah 1001-1005/50-200 miliosmol/kg BB 2. Gejala utamanya adalah: 1. Osm/kg 5.Diabitus insipidus Nephrogenik(NDI)   Suatu defec yang diturunkan. Poliuria sangat encer ( 4. dehidrasi akan semakin memburuk. alkohol. Osm/kg 6.

Selain itu diabetes insipidus sentral juga timbul karena gangguan pengangkutan ADH polifisealis dan akson hipofisis posterior dimana ADH disimpan untuk sewaktu-waktu dilepaskan kedalam sirkulasi jika dibutuhkan. Karena pada pengukuran kadar ADH dalam serum secara radio immunoassay. yang menjadi marker bagi ADH adalah neurofisisn yang secara fisiologis tidak berfungsi. juga menggangu pelepasan ADH. Selain itu diduga terdapat pula diabetes insipidus sentral akibat adanya antibody terhadap ADH. maka kadar ADH yang normal atau meningkat belum dapat memastikan bahwa fungsi ADH itu adalah normal atau meningkat.Diabetes insipidus sentralis disebabkan oleh kegagalan pelepasan ADH yang secara fisiologis dapat merupakan kegagalan sintesis atau penyimpanan secara anatomis. keadaan ini terjadi akibat kerusakan nukleus supra optik. Dengan demikian pengukuran kadar ADH sering kurang bermakna dalam menjelaskan patofisiologi diabetes insipidus sentral. atau kuantitatif cukup tapi merupakan ADH yang tidak dapat berfungsi sebagaimana ADH yang normal. Sintesis neorufisin suatu binding protein yang abnormal. Termasuk dalam klasifikasi CDI adalah diabetes insipidus yang diakibatkan oleh kerusakan osmoreseptor yang terdapat pada hypotalamus anterior dan disebut Verney’s osmareseptor cells yang berada di luar sawar daerah otak Patofisiologi WOC kelainan fungsi hipotalamus penurunan pembentukan ADH air kemih tidak terkontrol 9 . diabetes insipidus sentral terjadi karena tidak adanya sintesis ADH dan sintesis ADH yang kuantitatif tidak mencukupi kebutuhan. Secara biokimia. paraventrikular dan filiformis hypotalamus yang mensintesis ADH.

1.6 Penatalaksanaan Medis Diabetes insipidus diobati dengan mengatasi penyebabnya. klofibrat dan berbagai diuretik (tiazid). 3. pembengkakan dan gangguan lainnya. Kadang diabetes insipidus bisa dikendalikan oleh obat-obatan yang merangsang pembentukan hormon antidiuretik. Terlalu banyak mengkonsumsi obat ini bisa menyebabkan penimbunan cairan. 2. seperti klorpropamid. Suntikan hormon antidiuretik diberikan kepada penderita yang akan menjalani pembedahan atau penderita yang tidak sadarkan diri. 10 .diuresis osmotik poliuri dehidrasi polidipsi 2. karbamazepin. Vasopresin atau desmopresin asetat (dimodifikasi dari hormon antidiuretik) bisa diberikan sebagai obat semprot hidung beberapa kali sehari untuk mempertahankan pengeluaran air kemih yang normal.

dll) Respirasi : tanda dehidrasi ( napas cepat. Jika berat diberikan ADH melalui semprotan hidung dan diberikan vasopresin( larutan pteresine) 7. tumor paru/mamae. Pada pasien DIS parsial mekanisme haus yang tanpa gejala nokturia dan poliuria yang mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari tidak diperlukan terapi khusus. pemakaian obat phenotoin. Pemeriksaan fisik      Gastro intestinal : polidipsi. 2. dapat diberikan obat Clorpropamide. Jika hanya kekurangan ADH. bisa juga digunakan terapi adjuvant yang mengatur keseimbangan air. sering berkemih. Klofibrat. turgor tidak elastic c.7 Asuhan Keperawatan 1. pembedahan kepala.Pengkajian a. Pemeriksaan penunjang 11 . pucat ) Renal : poliuria 5-30 lt/hari. 9. biasanya diperlukan terapi hormone pengganti (hormonal replacement) DDAVP (1-desamino-8-d-arginine vasopressin) yang merupakan pilihan utama. Klorpropamid. infeksi kranial. Pada DIS yang komplit. b. Karbamazepin. .Tetapi obat-obat ini tidak mungkin meringankan gejala secara total pada diabetes insipidus yang berat. Riwayat: Trauma kepala. 5. clofibrate untuk merangsang sintesis ADH di hipotalamus. seperti: Diuretik Tiazid. Riwayat keluarga menderita kerusakan tubulus ginjal atau penyakit yang sama. 4. Terapi cairan parenteral. Selain itu. nocturia Integumen: membran mukosa dan kulit kering. TD turun. 8. lithium karbamat. BB turun Kardiovaskular : tanda dehidrasi ( nadi cepat. 6.

2. dan pengeluaran. pengisian kapiler.  2. Kekurangan cairan berhubungan dengan ketidakmampuan tubulus ginjal mengkonsentrasikan urine karena tidak terdapat ADH. Kerusakan eliminasi urin berhubungan dengan penyebab multiple (gangguan reabsorbsi air di tubulus ginjal) 4. atau kelembabannya Kaji nadi perifer. lemas kolaborasi : berikan terapi cairan dengan mengganti vasopressin atau dengan penyuntikan intramuskuler ADH pertahankan cairan dengan klofibrat tes deprivasi cairan dilakukan dengan cara menghentikan pemberian cairan selama 8-12 jam atau sampai terjadi penurunan BB osmolalitas urin • • • • 12 . Kelelahan berhubungan dengan penurunan produksi energy metabolic yang ditandai dengan keram dan lemas 3.muntah. Kekurangan cairan berhubungan dengan ketidakmampuan tubulus ginjal mengkonsentrasikan urine karena tidak terdapat ADH. dan membrane mukosa Pantau masukan.005 Gangguan elektrolit. Intervensi 1. Tujuan: kebutuhan cairan pada pasien dapat terpenuhi.   Hiperosmolar serum Hipoosmolar urine Berat Jenis urine kurang dari 1. catat berat jenis urin Ukur BB setiap hari Catat hal-hal yang dilaporkan seperti mual. warna kulit. turgor kulit. catat adanya tekanan darah ortostatik Pantau suhu. Gangguan pola tidur berhubungan dengan demam dan hal yang menyebabkan terjaga (poliuri) 3. mandiri : • • • • • • • Kaji riwayat pasien sehubungan dengan pengeluaran urin yang banyak Pantau TTV.Diagnosa Keperawatan 1.

Kelelahan berhubungan dengan penurunan produksi energy metabolic yang ditandai dengan keram dan lemas mandiri: • • • Evaluasi laporan kelelahanPerhatikan kemampuan tidur/istirahat Kaji kemampuan untuk berpartisipasi pada aktivitas yang diinginkan Rencanakan periode istirahat adekuatTingkatkan partisipasi sesuai toleransi pasien kolaborasi: • Awasi kadar elektrolit termasuk natrium. kaliumAwasi ketidakmampuan meningkatkan berat jenis dan osmolalitas urin observasi: • • Observasi tanda-tanda kelelahan. hipotensi edukasi: 13 . penurunan berat yang ekstrim.lemasObservasi batasan cairan ketika keinginan minum yang luar biasaPantau kondisi pasien sesering mungkin selama tes pemeriksaanPantau takikardi. lemas Observasi tanda-tanda dehidrasi.• • • osmolalitas serum kadar Na serum infuse larutan hipertonis observasi observasi adanya perasaan kelelahan yang meningkat observasi tanda-tanda syok observasi adanya distensi vaskuler edukasi : pasien yang diduga menderita DI memerlukan dorongan dan dukungan pada saat menjalani pemeriksaan untuk meneliti kemungkinan lesi cranial pasien dan anggota keluarganya harus dijelaskan tentang perawatan tindak lanjut dan berbagai tindakan darurat pasien disarankan menyimpan obat serta informasi akuratpenggunaan vasopressin dilakukan secara hati-hati jika terdapat penyakit arteri koroner • • • • • • 2.

• Jelaskan perlunya untuk menghindari obat yang dijual bebas. • • • • 14 . Tujuan : Klien mengungkapkan pengertian tentang proses penyakit. waktu dan cara pemakian. 4. tindakan dan perawatan diri. pengobatan dan perawatan diri. Tekankan pentingnya mempertahankan masukan dan keluaran cairan yang seimbang. dosis. Anjurkan kontrol secara teratur. cara mengukur BJ urine dan intake output Anjurkan memperhatikan intake output. Jelaskan pentingnya tindak lanjut rawat jalan yang teratur. Kurangnya pengetahuan bd tidak adanya informasi tentang proses penyakit. alkohol dan the. Jelaskan perlunya memakai tanda pengenal. Evaluasi Klien dapat mengungkapkan pengertian tentang proses : penyakit. efek samping. KH : Klien mengatakan mengetahui tentang penyakit pengobatan gejalagejala yg dilaporkan perlunya memakai tanda pengenal cara mengukur intake output dan BJ urineIntervensi : • • Jelaskan konsep penyakit Berikan penkes tentang nama obat. Intervensi : • • • Jelaskan konsep dasar proses penyakit. pengarahan obat-obatan.• Anjurkan pasien untuk mengistirahatkan bagian yang keramPasien dan anggota keluarganya harus dijelaskan tentang perawatan tindak lanjutdan berbagai tindakan darurat 3. Berikan penjelasan supaya tidak minum kopi. pengobatan dan perawatan diri. Jelaskan mengenai obat-obatan. Berikan informasi untuk mendapatkan gelang atau waspada medis. gejala untuk dilaporkan dan perlunya mendapatkan gelang waspada medis. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi mengenai proses penyakit.

BAB III PENUTUP 15 .

Diabitus insipidus Nephrogenik(NDI) disebabkan oleh suatu defec yang diturunkan dan tubulus ginjal tidak berespon terhadap ADH. Istilah diabetes insipidus nefrogenik (NDI) dipakai pada diabetes insipidus yang tidak responsif terhadap ADH eksogen. gangguan aliran aliran darah. gejala dehidrasi( turgor kulit jelek.30 liter ). tubulus ginjal tidak mereabsorbsi air. Diabitus insipidus dapat terjadi secara perlahan lahan atau secara cepat setelah trauma atau proses infeksi. paraventrikular dan filiformis hypotalamus yang mensintesis ADH. Polidipsi 5.10 lt/hari. trauama. Fungsi utama ADH adalah meningkatkan reabsorbsi air di tubulus ginjal dan mengontrol tekanan osmotik cairan extra selular. tumor metastase dari mamae atau paru di sebut diabitus insipidus sekunder. Gejala utamanya adalah: Poliuria sangat encer ( 4.3. Peningkatan osmolalitas serum akan merangsang chemoreseptor dan sensasi haus 16 . bibir kering dll). Diabetes insipidus sentralis disebabkan oleh kegagalan pelepasan ADH yang secara fisiologis dapat merupakan kegagalan sintesis atau penyimpanan secara anatomis. keadaan ini terjadi akibat kerusakan nukleus supra optik. Osm/kg dan berat jenis urine sangat rendah 1001-1005/50-200 miliosmol/kg BB. hiperosmolar serum (peningkatan osmolaritas serum) > 300 m. sehingga air banyak diekskresikan menjadi urine. Osm/kg. proses infeksi. yaitu Diabetes Insipidus Sentral (CDI) dan Diabetes Insipidus Nefrogenik (NDI). hipoosmolar urine (penurunan osmolaritas urine) < 50-200m. urinenya menjadi sangat encer dan banyak ( poliuria ) sehingga menyebabkan dehidrasi dan peningkatan osmalaitas serum. Ketika produksi ADH menurun secara berlebihan. Diabitus insipidus central atau neurogenik(CDI) disebabkan oleh kelainan hipotalumus dan kelenjar pituetary posterior karena familial atau idiopatic dan juga disebabkan oleh kerusakan kelenjar karena tumor pada area hipotalamus – pituitary.1 Simpulan Diabetes Insipidus adalah suatu kelainan dimana terdapat kekurangan hormone antidiuretik yang menyebabkan rasa haus yang berlebihan (polidipsi)dan pengeluaran sejumlah besar air kemih yang sangat encer (poliuri). Diabetes insipidus terbagi 2 macam.

Pada diabitus insipidus urinenya sangat tidak mengandung glukosa dan sangat encer. dapat diberikan obat Clorpropamide. Kadang diabetes insipidus bisa dikendalikan oleh obat-obatan yang merangsang pembentukan hormon antidiuretik. Suntikan hormon antidiuretik diberikan kepada penderita yang akan menjalani pembedahan atau penderita yang tidak sadarkan diri. klofibrat dan berbagai diuretik (tiazid). karbamazepin. DAFTAR PUSTAKA 17 . Tetapi obatobat ini tidak mungkin meringankan gejala secara total pada diabetes insipidus yang berat. Diabetes insipidus diobati dengan mengatasi penyebabnya. seperti klorpropamid. Vasopresin atau desmopresin asetat (dimodifikasi dari hormon antidiuretik). Jika hanya kekurangan ADH. Sehingga akan meningkatkan intake cairan peroral ( polidipsi ).kortek cerebral. Akan tetapi bila mekanisme ini tidak adekwat atau tidak ada. clofibrate untuk merangsang sintesis ADH di hipotalamus. dehidrasi akan semakin memburuk.

Penerbit Balai FKUI Effendi.Suparman. Hasjim. Jilid I Edisi II: Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC http://afiyahhidayati.wordpress. Patofisiologi Konsep Klinis ProsesProses Penyakit. Perawatan Medikal Bedah 3: Bandung. 1995. C.com/2009/03/24/diabetes-insipidus/ Penerbit Alumni anggota IKAPI Bandung Barbara. Long. IAPK Padjajaran Bandung A. Ilmu Penyakit Dalam. 1981. Penerbit Yayasan 18 . Price Sylva and M. Wilsol Lorraine. 1987. Fisiologi Sistem Hormonal dan Reproduksi dan Patofisiologinya: Bandung. Dr. 1996. Edisi 4.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->