Kimia SMA XI

dika_abidin@smakhzmusthafa.sch.id

BAB I STRUKTUR ATOM, SISTEM PERIODIK, DAN IKATAN KIMIA A. Pendahuluan Masih ingat teori atom Niels Borh tentang spektrum atom unsur? Salah satunya Borh berhasil menyusun teori atom berdasarkan spektrum atom hidrogen. B. Struktur Atom Struktur atom menggambarkan kedudukan partikel-partikel penyusun atom berada di dalam atom. 1. Spektrum Unsur dan Model Atom Niels Borh Sinar matahari bila dilewatkan pada suatu prisma kaca atau celah sempit akan terurai menjadi beberapa warna (pelangi). Setiap warna pada sinar matahari merupakan satu gelombang elektromagnet dengan panjang gelombang tertentu. Menurut Max Planck terdapt hubungan antara panjang gelombang dengan energi dari suatu gelombang elektromagnet yang dirumuskan: (gambar 1) E=hf dengan E = energi h = tetapan Planck f = frekuensi gelombang, f = c/ dengan c = kecepatan gelombang  = panjang gelombang

1

Kimia SMA XI

dika_abidin@smakhzmusthafa.sch.id

Gambar 1 Hal yang sama terjadi apabila unsur dipanaskan maka akan membara dan selanjutnya memancarkan cahaya dengan warna tertentu (spektrum yang dihasilkan hanya mengandung beberapa garis warna yang terpisah satu sama lain). Dari fakta di atas Borh membuat gagasan pokok (postulat), yaitu: Elektron bergerak mengelilingi inti atom pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut tingkat energi, dan selama elektron mengelilingi inti atom tidak terjadi perubahan energi. Elektron hanya dapat berpindah dari satu lintasan stasioner (orbit) ke lintasan stasioner yang lain apabila terjadi perubahan energi dengan jumlah tertentu yang besarnya sesuai dengan persamaan Planck. 2. Model Atom Mekanika Gelombang Borh menganggap lintasan elektron berbentuk garis melingkar. Kelemahan ini disempurnakan oleh Louis Victor de Broglie dengan teori dualisme partikel gelombang, yaitu pada kondisi tertentu, materi yang bergerak mempunyai ciri-ciri gelombang. Sebagai akibat dari dualisme sifat elektron, yaitu sebagai materi dan gelombang, maka lintasan elektron adalah menyebar pada suatu daerah tertentu.

2

N. makin besar pula energinya. Makin besar bilangan kuantum utama. M. yaitu bilangan kuantum utama. bilangan kuantum azimut. 4. dan seterusnya (bilangan bulat positif). 3. dan seterusnya (tabel 1). yang ada hanyalah suatu kebolehjadian menemukan elektron pada suatu titik pada jarak tertentu dari intinya. dan bilangan kuantum magnetik.id Kemudian Werner Heisenberg. 3 . Nilai bilangan kuantum utama mulai dari 1. L. 2.sch. Perhatikan gambar 2 berikut. makin jauh kulit dari inti. a. Jadi Orbital merupakan tingkat energi dari suatu ruang yang mempunyai peluang terbesar untuk menemukan elektron di sekitar inti atom. Erwin mempunyai istilah sendiri yang sekarang dikenal dengan istilah orbital (mengandung arti suatu ruangan tiga simensi). Model atom mekanika kuantum Erwin menghasilkan tiga bilangan yang mencirikan orbital elektron yang dikenal dengan bilangan kuantum.Kimia SMA XI dika_abidin@smakhzmusthafa. mengemukakan bahwa tidaklah mungkin menentukan posisi serta momentum yang pasti dari elektron dalam atom. Bilangan Kuantum Utama (n) Bilangan kuantum utama menyatakan tingkat energi utama atau kulit utama. dan dinyatakan dengan lambang K. bukan orbit (mengarah pada ruang dua dimensi) istilah dari Borh. Gambar 2 Hipotesis de Broglie dan azaz kebolehjadian Heisenberg merupakan dasar dari model atom mekanika kuantum yang dikemukan oleh Erwin Schrodinger.

Gerak berputar pada sumbunya ini disebut rotasi. f. maka nilai m = -1. Subkulit dinyatakan dengan lambang s.Kimia SMA XI dika_abidin@smakhzmusthafa. Contoh: subkulit s dari kulit L dinyatakan dengan 2s. Bilangan kuantum spin bukan merupakan kelanjutan dari persamaan gelombang. c. berarti terdapat 3 orbital d. b. Bilangan Kuantum Azimut (l) Bilangan kuantum azimut menyatakan subkulit tempat elektron berada. +1. Perhatikan tabel 2 berikut. maka nilai m = 0. Tabel 2 Nilai l Lambang subkulit 0 s 1 p 2 d 3 f 4 g n-1 n-1 Untuk membedakan subkulit pada tiap kulit maka subkulit dinyatakan dengan kombinasi nl. Nilai bilangan kuantum magnetik mulai dari bilangan bulat –l sampai dengan +l (termasuk 0). Harga bilangan kuantum azimut mulai dari bilangan bulat 0 (nol) hingga (n-1). berati hanya ada 1 orbital jika l = 1. d. 0. Nilai bilangan kuantum spin adalah +1/2 dan -1/2. Contoh: jika l = 0. elektron juga berputar pada sumbunya. Bilangan Kuantum Magnetik (m atau ml) Bilangan kuantum magnetik menyatakan orbital khusus mana yang ditempati elektron pada subkulit. tetapi didasarkan pada pengamatan Otto Stern dan Walter 4 .id Tabel 1 Nilai n Lambang kulit 1 K 2 L 3 M 4 N dst.sch. Ada dua kemungkinan arah rotasi (putaran / spin) elektron ini yaitu searah jarum jam dan berlawanan arah jarum jam. p. dst. dan seterusnya. Bilangan Kuantum Spin (s atau ms) Bilangan kuantum spin merupakan bilangan kuantum yang terlepas dari pengaruh momentum sudut dalam arti sambil beredar mengitari inti.

dan ml. sehingga kebolehjadian untuk menemukan elektron adalah sama untuk segala arah. l. dengan arah ruang ditentukan oleh bilangan kuantum n. e. Gambar 3 5 . maka bentuk ruang orbital s digambarkan seperti bola (gambar 3). Subkulit s mempunyai satu orbital. Bentuk ruang orbital p digambarkan seperti dumbell denagn kebolehjadian untuk menemukan elektron semakin kecil bila mendekati inti (gambar 3). subkulit yang terbentuk akan membentuk pula kulit atau tingkat energi.id Gerlachterhadap spektrum yang dilewatkan pada medan magnet. Bentuk Orbital Setiap orbital membentuk ruang tiga dimensi.sch. dan ternyata didapatkan dua spektrum yang terpisah dengan kerapatan yang sama. Maka disimpulkanlah bahwa adanya pemisahan yang rapat ini karena elektron-elektron tersebut berputar pada sumbunya dengan arah yang berlawanan. Orbital-orbital akan membentuk subkulit.Kimia SMA XI dika_abidin@smakhzmusthafa. Subkulit p tersusun dari tiga orbital.

Arah ruang dari orbital d dibedakan menjadi dua kelompok: (gambar 4) mempunyai orientasi arah di antara sumbu. yaitu dxz. dan dxy. yaitu d x 2  y2 dan d z 2 . mempunyai orientasi arah pada sumbu.sch. dyz. Gambar 4 6 .Kimia SMA XI dika_abidin@smakhzmusthafa.id Subkulit d tersusun oleh lima orbital.

l. 2.Kimia SMA XI dika_abidin@smakhzmusthafa.sch. 1) Asas Aufbau Aufbau berarti pembentukan/membangun (bahasa Jerman). Berapa jumlah elektron maksimum yang dapat menempati subkulit yang ditandai dengan harga n = 3. maka orbital yang harga n-nya lebih besar mempunyai tingkat energi lebih besar. a. l = 1. 1. Ada tiga aturan yang harus diperhatikan dalam penyusunan konfigurasi elektron. Penentuan tingkat energi didasarkan pada harga bilangan kuantum (n) dan bilangan kuantum azimut (l). Diketahui elektron A mempunyai bilangan kuantum n = 3. dan kaidah Hund. yaitu asas Aufbau. A. dan l = 2? 3. dan ml = -1 dan elektron B mempunyai bilangan kuantum n = 2. Jika harga (n+l) sama. ml dan s yang mungkin dari elektron yang menempati subkulit 3p. 7 .id LATIHAN 1. Menurut aturan asas ini pengisian orbital dimulai dari tingkat energi yang rendah ke tingkat energi yang lebih tinggi. Apakah elektron tersebut menempati orbital yang sama? Jelaskan! Elektron manakah yang mempunyai tingkat energi lebih tinggi? 3. l = 1. Orbital dengan harga (n+l) lebih besar mempunyai tingkat energi lebih besar. B. Konfigurasi Elektron Konfigurasi elektron menggambarkan susunan elektron dalam atom. Tentukan harga bilangan kuantum m. ml = -1. Pengisian Orbital Penataan tentang persebaran elektron-elektron ke dalam orbital-orbital suatu atom disebut konfigurasi elektron. asas larangan Pauli.

Contoh: pada kulit K(n=1). selebihnya kemudian dipasangkan. 3d. maka konfigurasi elektron dapat digambarkan dengan suatu notasi singkat atau dengan diagram orbital.Kimia SMA XI dika_abidin@smakhzmusthafa. dan 4s masing-masing adalah 4.sch. 8 .id Dari perhitungan (n+l) setiap kulit dan subkulit maka diperoleh urutan tingkat energi orbital sebagai berikut: 1s 2s 3s 4s 5s 6s 7s 2) 2p 3p 4p 5p 6p … 3d 4d 5d … 4f … contoh: (n + l) untuk 3p. Mengacu pada tiga aturan di atas. 5. dan 4. jumlah elektron maksimum adalah 212 = 2. Asas Larangan Pauli Wolfgang Pauli mengemukakan bahwa dua elektron yang menempati satu orbital sama harus mempunyai spin yang berbeda. mula-mula elektron menempati orbital secara sendiri-sendiri dengan spin paralel. 3) Kaidah Hund Kaidah Hund mengatur pengisian orbital-orbital yang mempunyai energi sama. maka jumlah maksimum elektron pada kulit ke-n = 2n2. Kedua elektron itu berpasangan dan dinyatakan dengan diagram sebagai berikut: oleh karena jumlah orbital pada kulit ke-n = n2.

Beberapa Catatan tentang Konfigurasi Elektron Terdapat catatan khusus mengenai penyusunan konfigurasi elektron. 9 . kedua: subkkulitsubkulit dari kulit yang sama dikumpulkan dan ditulis secara berurutan dari kulit pertama ke kulit selanjutnya. Contoh: Sc (Z = 21): pertama : Kedua : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d1 atau 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d1 4s2 dalam bahasan selanjutnya yang digunakan adalah cara kedua.sch. 56Ba 34Se b. 1.id Contoh: Z = 6 Notasi singkat : 1s2 2s2 2p2 Diagram orbital : 1s 2s 2p LATIHAN 2. B. kemudian tentukan berapa orbital yang terisi elektron dan berapa elektron yang tidak berpasangan. yaitu: 1) Dua Cara Menuliskan Urutan Subkulit Ada dua cara menuliskan konfigurasi elektron suatu atom. A. 27Co 19K 44Ru D. pertama: subkulit-subkulit ditulis berdasarkan urutan tingkat energinya.Kimia SMA XI dika_abidin@smakhzmusthafa. Buatlah konfigurasi elektron dari atom-atom berikut. E. C.

kemudian mulailah dengan subkulit s yang diawali oleh periode setelah periode gas mulia yang digunakan.id 2) Penyingkatan Penulisan Konfigurasi Elektron Penyingkatan yang dimaksud adalah penyingkatan penulisan jumlah elektron dengan menggunakan konfigurasi elektron gas mulia: 2He 10Ne 18Ar 36Kr 54Xe : 1s2 : 1s2 2s2 2p6 : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6 Cara penyingkatannya adalah pilihlah unsur gas mulia yang jumlah elektronnya tepat dibawah jumlah elektron atom unsur yang dimaksud. Contoh: Cr (Z= 24) : (Ar) 3d4 4s2 Cr (Z= 24) : (Ar) 3d5 4s1 (lebih stabil) Cu (Z = 29) : (Ar) 3d9 4s2 Cu (Z = 29) : (Ar) 3d10 4s1 (lebih stabil) dalam bahasan selanjutnya yang digunakan adalah konfigurasi yang lebih stabil. 2 inilah yang menyertai subkulit s) 3) Kestabilan Subkulit d Terdapat beberapa penyimpangan pengisian orbital menurut teori Aufabau dengan data percobaan.sch. Contoh: 4Be : [He] 2s2 (periode He = 1. periode selanjutnya adalah 2. Subkulit d akan lebih stabil bila terisi penuh atau setengah penuh. 10 . yaitu pada subkulit d.Kimia SMA XI dika_abidin@smakhzmusthafa.

Buatlah konfigurasi elektron dengan penyingkatan dari atom-atom berikut. B. D. UJI KOMPETENSI 1. Tuliskan konfigurasi elektron atom besi. A. K (Z = 19) Sc (Z = 21) C.Kimia SMA XI dika_abidin@smakhzmusthafa. Contoh: Al (Z = 13) Al3+ LATIHAN 3. kemudian tentukan jumlah elektron pada kulit-kulit atomnya. Tulislah konfigurasi elektron dari unsur-unsur berikut. Tulislah bilangan-bilangan kuantum dari semua orbital yang terdapat pada kulit L! 2.id 4) Konfigurasi Elektron Ion Atom dikatakan ion positif jika atom tersebut melepas sejumlah elektronnya. 1. A. 56Ba 34Se Tentukan konfigurasi elektron dari ion V3+ jika nomor atom V = 23. Buatlah diagram orbitalnya untuk ion V3+ tersebut. Elektron yang dilepas maupun ditarik adalah elektron dari kulit terluar. C. begitu juga atom dikatakan ion negatif jika atom tersebut menarik sejumlah elektron. 27Co 19K 44Ru : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p1 : 1s2 2s2 2p6 D. A. B. Ada berapa orbital yang terisi elektron? 11 . E. B. 2. Diketahui atom besi mempunyai nomor atom 27.sch. Cu (Z = 29) Br (Z = 35) 3.

p. unsur-unsur dapat dikelompokkan ke dalam blok s. dari 6. B. dan blok f. Jumlah elektron tunggal.(Z = 9) Cu2+ (Z = 29) C. Tulislah (1). Secara singkat disimpulkan bentuk hubungan terebut ada pada tabel 3 berikut: 12 . Konfigurasi elektron (2). hal ini dapat dilihat dari contoh konfigurasi elektron beberapa unsur-unsur yang ada dalam tabel periodik. dan f. F. Sistem Periodik Unsur Berdasarkan konfigurasi elektronnya. 1.sch. 4.id C. blok d. Pembagian Unur-Unsur Menurut Blok s. Ada berapa orbital yang terisi elektron tidak berpasangan? Bagaimana konfigurasi elektron dari ion Fe3+? Suatu atom mempunyai konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 4s1. Mungkinkah konfigurasi elektron tersebut dapat terjadi? Berikan alasan! 5. B. Jumlah kulit A. D. P (Z = 15) Cr (Z = 24) (4). d.Kimia SMA XI dika_abidin@smakhzmusthafa. Jumlah subkulit (5). Tulislah konfigurasi elektron dari ion-ion berikut: A. Konfigurasi elektron mempunyai keterkaitan dengan sistem periodik. blok p. Diagram orbital (3).

Menentukan Letak Golongan & Letak Periode Letak golongan erat hubungannya dengan elektron valensi.id Tabel 3 1s 2s 3s 4s 5s 6s 7s 2p 3p 4p 5p 6p 7p 4f 5f 1s 3d 4d 5d 6d 2. Subkulit terakhir nsx npyberarti nomor golongan (x+y)A. nomor : [Ar] 3d5 4s2. maka nomor golongan adalah {(x+y) – 10}B Subkulit terakhir (n-2)fx berarti golongan terdapat pada lantanida dan aktinida. nomor periode 3. Subkulit terakhir (n-1)dx periode n. Letak periode suatu unsur dapat diramalkan dari jumlah n terbesar di depan subkulit unsur tersebut. Contoh: 15P : [Ne] 3s2 3p3.sch. Elektron valensi yang dimaksud adalah jumlah elektron pada subkulit terakhir dari konfigurasi penyingkatan.Kimia SMA XI dika_abidin@smakhzmusthafa. 23V nsy berarti nomor golongan (x+y)B. nomor golongan 7B. Jika (x+y) > 10. nomor periode n. nomor periode n. Catatan: jika (x+y) = 8 / 9 / 10. Cara meramalkan nomor golongan & nomor periode dari konfigurasi penyingkatan adalah: Subkulit terakhir nsxberarti nomor golongan xA. nomor golongan 5A. nomor periode n. Jumlah elekktron valensi sama dengan nomor golongannya. nomor periode 4. maka nomor golongan adalah VIIIB. 13 .

14 . dan G. E … F … G … B … C … Tentukanlah letak golongan dan periode dari unsur-unsur A. B. C. Buatlah konfigurasi elektronnya Berapa elektron yang tidak berpasangan Bila unsur tersebut membentuk ion yang bermuatan +3. Dengan tanpa melihat tabel periodik. tentukan letak unsur berikut! A. 1. 2. A.id LATIHAN 4. C.sch. Atom manakah yang paling mudah menangkap elektron untuk membentuk ion negatif. B. 3. B. D. B.Kimia SMA XI dika_abidin@smakhzmusthafa. bagaimanakah konfigurasi elektronnya. A … D … X [Ar]4s23d10 A. Bagan berikut ini merupakan potongan sistem periodik unsur yang tidak lengkap. 26A 37B C. Atom manakah yang memiliki energi ionisasi terbesar. D. D. 53C 48D Suatu unsur di dalam tabel periodik terletak pada golongan VB periode empat. Berapa elektron tidak berpasangan yang terdapat pada atom-atom B. dan F.

yaitu. Linear Trigonal planar 15 . 1. B. Bentuk Molekul Bentuk molekul atau geometri molekul dapat diramalkan dengan teori tolakmenolak pasangan-pasangan elektron pada kulit luar atompusat atau VSEPR (valence shell electron pair repulsion). Tentukalah elektron valensinya. C. Urutan kekuatan tolak-menolak diantara pasangan-pasangan elektron adalah: (pasangan elektron bebas – pasangan elektron bebas) > (pasangan elektron bebas – pasangan elektron ikatan) > (pasangan elektron ikatan – pasangan elektron ikatan) Bedasarkan hal tesebut maka kedudukan pasangan-pasangan elektron mempunyai lima bentuk dasar molekul (gambar 5).id 4. Teori ini dapat disimpulkan dalam 3 hal berikut: Pasangan-pasangan elektron pada kulit luar atom pusat akan mengatur diri sedemikian sehingga tolak-menolak diantaranya menjadi minimal. Bentuk molekul hanya ditentukan oelh pasangan ikatan. D. a). Unsur P pada periode 5. Ikatan kimia merupakan gaya antarmolekul. D. golongan IB. sekarang yang akan dipelajari adalah pengaruh ikatan terhadap bentuk molekul dan sifat fisis zat yang terbentuk. b). Ikatan Kimia Sifat-sifat senyawa ditentukan oleh ikatan kimia yang membentuk senyawa tersebut. Diketahui letak unsur dalam tabel periodik. Unsur S pada periode 6. golongan VIB. Unsur Q pada periode 4. bagaimana ikatan ini bisa terjadi sudah pernah dibahas pada kelas X.sch.Kimia SMA XI dika_abidin@smakhzmusthafa. golongan VIA. golongan IA. Unsur R pada periode 4. A.

Tetrahedral Trigonal bipyramidal Oktahedral Gambar 5.Kimia SMA XI dika_abidin@smakhzmusthafa. d).3 16 .sch. e).2 Gambar 5.id c).1 Gambar 5.

Jumlahkan elektron pada langkah a & b. g. pasangan elektron ikatan dengan X. a. Sisa pasangan di luar pasangan ikatan adalah pasangan elektron bebas.Kimia SMA XI dika_abidin@smakhzmusthafa. f.sch. Cara Meramalkan Bentuk Molekul Cara praktis meramalkan bentuk molekul adalah.5 2. Atom pusat dilambangkan dengan A. e. 17 . c. Dengan menggunakan VSEPR maka ramalkanlah bentuk molekulnya. dan pasangan elektron bebas dengan E.4 Gambar 5. d.id Gambar 5. Tentukanlah jumlah elektron valensi atom pusat Tentukanlah jumlah elektron valensi atom sekitar atom pusat. b. Hitunglah jumlah pasangan ikatan yang terbentuk dan ini akan jadi pasangan elektron ikatan.

Pas..3 4 3 2 6. 18 ..1 6. AX2E1 .2 Jml.sch.. Gambar 6.. Pas.Kimia SMA XI dika_abidin@smakhzmusthafa.5 2 6 5 4 Jml. … … … … … … … … … Bentuk molekul Linear Trigonal planar Bent (V shaped) Datar bentuk V Tetrahedral (Trigonal pyramidal) Piramida trigonal Bent (V shaped) Datar bentuk V (Trigonal bipyramidal) Bipiramida trigonal (Seesaw) Bidang empat (T-shaped) Planar bentuk T Linear Oktahedral (Square pyramidal) Piramida sisiempat (Square planar) Segiempat datar Agar lebih jelas perhatikan gambar 6 berikut. Elektron ikatan 2 3 2 6.4 5 4 3 6.id Tabel 4 berikut adalah berbagai kemungkinan bentuk molekul dengan cara di atas: Tabel 4 No. Elektron bebas 0 0 1 0 1 2 0 1 2 3 0 1 2 Rumus AX2 .

sch.Kimia SMA XI dika_abidin@smakhzmusthafa.1 Gambar 6.id Gambar 6.2 19 .

id Gambar 6.sch.Kimia SMA XI dika_abidin@smakhzmusthafa.3 20 .

sch.Kimia SMA XI dika_abidin@smakhzmusthafa.id Gambar 6.4 21 .

atom yang lebih elektronegatif menjadi relatif negatip (pol negatif).id Gambar 6. Jadi perbedaan keelektronegatifan menyebabkan molekul mengalami pengkutuban (polarisasi). sedangkan atom yang kurang elektronegatif menjadi relatif positif 22 . Kepolaran Senyawa Polar berarti kutub. Polarisasi ikatan kovalen terjadi karena adanya pengkutuban / gaya tarik suatu atom terhadap pasangan elekton ikatan. Kemampuan ini dinyatakan dengan skala keelektronegatifan.sch. Senyawa polar berarti senyawa yang mempunyai kutub muatan listrik. Apabila suatu unsur memiliki keelektronegatifan lebih besar secara teoritis awan elektron akan terdistribusi ke atom dengan nilai keelektronegatifan yang lebih besar. Semakin kuat kuat gaya tarik suatu atom terhadap pasangan elektron ikatan.Kimia SMA XI dika_abidin@smakhzmusthafa.5 3. semakin besar harga keelektronegatifan unsur tersebut.

Contoh: δCl Cl Cl Cl C Cl Cl C H Cl δ+ nonpolar Gambar 8 polar 23 . Kepolaran senyawa selain dipengaruhi oleh beda keelektronegatifan juga dipengaruhi oleh bentuk molekulnya (gambar 8).sch.id (pol positif). Contoh: + H H H Cl – distribusi awan elektron dalam molekul H2 dan HCl Gambar 7 Kepolaran dinyatakan dengan momen dipol (μ).Kimia SMA XI dika_abidin@smakhzmusthafa. sama hal jika bentuk molekul tidak simetris maka molekul bersifat polar. Arah polarisasi ditentukan oleh atom yang mempunyai keelektronegatifan lebih besar walaupun bentuk molekul simetris. maka senyawa dengan keadaan ini akan bersifat polar. Perhatikan gambar 7 berikut. yang nilainya merupakan hasil kali antara selisih muatan (Q) dengan jarak (r) antardipolnya (δ). sementara yang awan elektronnya tersebar homogen bersifat nonpolar. Jika molekul bersifat simetris maka secara keseluruhan molekul bersifat nonpolar.

sch. Ada tiga gaya yang berperan dalam terjadinya gaya van der waals. hasilnya adalah gaya tarik dipol sesaat – dipol terimbas. ujung (pol) positif akan berdekatan dengan ujung (pol) negatif sehingga menimbulkan gaya tarikmenarik yang relatif lemah. a. Gaya Tarik Dipol Sesaat – Dipol Terimbas/ gaya imbas Gaya tarik dipol sesaat – dipol terimbas ini merupakan penjelasan teoritis dari seorang Jerman. jika jarak molekul-molekul zat cair tersebut didekatkan lagi sehingga lebih rapat.id 4. Gaya Van der Waals Diderick Van der Waals mengenali ada gaya tarik dan gaya tolak yang lemah antarmolekul gas sehingga ada penyimpangan pada rumus PV = nRT. 3). Fritz London (disebut juga gayaLondon).Kimia SMA XI dika_abidin@smakhzmusthafa. maka akan berubah menjadi zat padat. yaitu: 1). Kemudahan suatu molekul untuk membentuk dipol sesaat atau untuk mengimbas suatu dipol disebut 24 . Misalnya. Gaya Dispersi (GayaLondon)/ gaya tarik menarik dipol sesaat Elektron senantiasa bergerak dalam orbital. molekul-molekul HCl. Gaya Antarmolekul Antarmolekul kovalen berlaku gaya yang bekerja untuk mengikat molekul- molekul tersebut dalam satu kesatuan. bila gas dikompresi dan didinginkan maka jarak antarmolekul sedikit dekat sehingga akan menjadi zat cair. karena dipol itu dapat berpindah milyaran kali dalam setiap detik. Gaya Orientasi (Gaya Tarik Dipol-Dipol) Molekul yang bersifat polar dan mempunyai dua ujung yang berbeda muatan (dipol) jika berdekatan dengan molekul lain yang polar. Gaya ini bekerja untuk mendekatkan jarak antarmolekul. Gaya ini disebut gaya orientasi / gaya tarik dipoldipol. Gaya ini dikenal dengan gaya van der waals yang lebih lemah dibanding ikatan ion dan kovalen. Dipol sesaat ini pada saat berikutnya sudah mengimbas molekul di sebelahnya. Perpindahan ini menyebabkan suatu molekul yang secara normal bersifat nonpolar menjadi polar sehingga terbentuk suatu dipol sesaat. 2).

C. C. kompak dan simetris.Kimia SMA XI dika_abidin@smakhzmusthafa. Ikatan Hidrogen Antara molekul-molekul yang sangat polar dan mengandung atom hidrogen akan terjadi ikatan hidrogen. 1. G. F = 9) SiCl4 (nomor atom Si = 14. Ikatan hidrogen jauh lebih kuat daripada gaya-gaya van der waals dan berbeda dengan gaya van der waals. dan N – H. 25 amonia (NH3) metil amina (CH3NH2) asam asetat (CH3COOH) aseton (CH3COCH3) . Molekul yang bentuknya panjang lebih mudah mengalami polarisasi dibandingkan molekul yang kecil.sch. D. H = 1) PCl5 (nomor atom P = 15. Ikatan hidrogen yang kuat terbentuk hanya dalam molekul yang mempunyai ikatan F – H. atom H akan terikat kuat pada atom sangat elektronegatif dari molekul tetangganya. Cl = 17) manakah yang memiliki titik didih dan titik lebur lebih tinggi. 2. Akibatnya. Polarisabilitas berkaitan dengan massa molekul relatif (Mr) dan bentuk molekul. O – H. B. sebab ikatan hidrogen mempunyai arah yang jelas. F. Cl = 17) H2S (nomor atom S = 16. Atom H yang berikatan dengan atom sangat elektronegatif maka atom H dalam senyawa itu sangat positif. LATIHAN 5. B. Ramalkan bentuk molekul dari: A. Metana (CH4) Hidrogen (H2) Air (H2O) Etanol (C2H5OH) E. b. A.id polarisabilitas. SF6 (nomor atom S = 16. D. Nyatakan epakah ikatan hidrogen terdapat atau tidak dalam masing-masing zat berikut. etanol (C2H5OH) atau dietil eter (CH3 – O – CH3)? Jelaskan alasannya! 3. H.

sch. D. B. Gaya tarik-menarik apa saja yang terdapat antarmolekul dalam masingmasing zat berikut: A. hidrogen klorida (HCl) air (H2O) 26 . Metana (CH4) Karbon dioksida (CO2) C.Kimia SMA XI dika_abidin@smakhzmusthafa.id 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful