P. 1
KESEHATAN LINGKUNGAN BANDARA

KESEHATAN LINGKUNGAN BANDARA

|Views: 378|Likes:
Published by Adhitama Sentani

More info:

Published by: Adhitama Sentani on Apr 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/29/2014

pdf

text

original

Oleh : YUDI PRASETYO

Materi Diklat Keudaraan Tingkat Dasar X Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Jayapura

Lingkungan (enviroment atau habitat) adalah suatu sistem yang kompleks dimana berbagai faktor berpengaruh timbal-balik satu sama lain dan dengan masyarakat Bandara adalah : lapangan udara, termasuk segala bangunan dan peralatan yang merupakan kelengkapan minimal untuk menjamin tersedianya fasilitas bagi angkutan udara untuk masyarakat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 1948, kesehatan didefinisikan sebagai "keadaan lengkap fisik, mental, dan kesejahteraan sosial dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan"

Masih tersedia lahan untuk perluasan/perpanjangan landasan 4. Biaya konstruksi dan pemeliharaan 7. Kondisi metereologis 6.Untuk membangun suatu bandar udara harus dipilih lokasi yang cocok. Bebas dari rintangan 3. Kecocokan medan di sekitarnya untuk pendaratan 5. Lokasi ini harus memenuhi beberapa kriteria yaitu : 1. Dekat dengan sumber lalu lintas (intramodal airport system) 2. Hubungan dengan airways yang ada. .

dan Peraturan Pemerintah nomor 6 Tahun 2009 Tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada Departemen Perhubungan . Peraturan Pemerintah nomor 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.Dasar Hukum : Undang-Undang nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan. Keputusan Menteri Perhubungan nomor KM 11 Tahun 2010 Tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional. Keputusan Menteri Perhubungan nomor KM 48 Tahun 2002 Tentang Penyelenggaraan Bandar Udara. Peraturan Pemerintah nomor 70 Tahun 2001 Tentang Kebandarudaraan.

Rencana induk bandar udara. Bukti penguasaan tanah. Studi analisis mengenai dampak lingkungan yang telah disahkan oleh pejabat yang berwenang. .Untuk memperoleh keputusan pelaksanaan pembangunan bandar udara mengajukan permohonan kepada Menteri melalui Direktur Jenderal dengan melampirkan : Salinan keputusan penetapan lokasi. Dokumen rancangan teknis bandar udara yang meliputi rancangan awal dan rancangan teknis terinci sesuai dengan standar yang berlaku.

terutama rawa atau genangan air yang tidak mengalir Keberadaan serangga. .Jaraknya ke pemukiman penduduk Jaraknya ke daerah nyamuk berkembang biak. status kontaminasi dan debitnya yang cukup Dalamnya dan sifat permukaan air tanah Drainage daerah itu berlangsung secara alami atau melalui saluran buatan. binatang-binatang kecil dan tikus Arah angin sepanjang tahun yang dapat membawa nyamuk dari tempat jauh Sifat persediaan air. terutama sumbernya.

yaitu : a) Public Area b) Non-Public Area c) Restricted Public Area d) Air Side e) Land-Side Definisi dari istilah-istilah tersebut di atas terdapat dalam Peraturan dan Tata Tertib Bandar Udara.Dalam rangka pengamanan dan meningkatkan keselamatan wilayah bandar udara dibagi menjadi beberapa area. Surat Keputusan nomor : SKEP/100/IX/1985 .

First Aid Room. duty free shop. pada bandar udara internasional. peralatan navigasi. tower (ATC). seperti radar. yaitu landasan pacu. ILS. dsb.Sesuai dengan fungsinya bandar udara harus menyediakan Fasilitas yang berhubungan langsung dengan penerbangan. restoran. PKP-PK (Pemadam Kebakaran dan Pertolongan Kecelakaan Penerbangan). Fasilitas Medik : Airport Medical Center. yaitu : Terminal dengan isinya : kantor. Kantor C. dsb. cafetaria. taxiway. termasuk hewan dan tanaman) . yang artinya : C = Custom (Bea Cukai) I = Immigration (Imigrasi) Q = Quarantine (Karantina. VOR. VASI. Fasiltas penunjang operasi penerbangan.I.Q. apron. check-in counter.

Bandar Udara yang beroperasi selama 24 jam terus menerus akan dihadapkan pada masalah-masalah sebagai berikut : Gawat Darurat Bandar Udara Hygiene dan Sanitasi di Bandar Udara Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kedokteran Penerbangan (Aviation Medicine) .

yaitu : Kecelakaan pesawat udara di bandar udara Kecelakaan pesawat udara di sekitar bandar udara Insiden pesawat udara dalam penerbangan Insiden pesawat udara di darat Sabotase.Gawat Darurat yang melibatkan pesawat. termasuk ancaman bom Pembajakan .

termasuk ancaman born c) Bencana alam Gawat Darurat Medik .Gawat Darurat yang tidak melibatkan pesawat yaitu : a) Kebakaran bangunan b) Sabotase.

Pemeliharaan dan peningkatan hygiene dan sanitasi di bandar udara akan menyangkut empat masalah yaitu : a) Penyediaan air (water supply) b) Kebersihan makanan (food hygiene) c) Pembuangan sampah dan kotoran (waste disposal) d) Pemberantasan serangga/binatang yang dapat menularkan penyakit (vector control) .

Water Suply and Waste Disposal Kerusakan Struktur Bangunan Kerusakan Pipa Saluran Kerusakan Sumber Air Pencemaran Secara Biologi dan Kimia Kerusakan Alat Transport .

Dalam pekerjaan sehari-hari petugas bandara akan mendapatkan berbagai macam hal yang merugikan kesehatannya. dsb. d) Gelombang mikro. yaitu : a) Bising (noise) b) Bahan kimia c) Debu/bahan radioaktif dan Sinar-X. terdapat pada radar e) Keadaan yang berbahaya f) Polusi Udara .

dan dapat terjadi tuli permanen (sensoric deafness) Untuk mencegah/mengurangi akibat gangguan bising perlu dilakukan Hearing Conservation Program. Akibat bising yang paling penting adalah menurunnya pendengaran. dengan cara : • Pemeriksaan Audiometris secara berkala pada karyawan • Dilakukan usaha-usaha pencegahannya . yaitu 90-110 db atau lebih.Bising yang terdapat di bandar udara terutama berasal dari mesin pesawat jet yang mempunyai frekuensi tinggi dan intensitas besar.

dan harus memakai earmuff ZONA C : Daerah dengan tingkatan bising antara 115 .150 dB. Mereka yang bekerja di sini harus mekakai ear-plug terus menerus.135 dB. Bila hanya sebentar boleh memakai ear-plug. . ZONA D : Daerah dengan tingkatan bising antara 100 . Zone ini jangan dimasuki sama sekali ZONA B : Daerah dengan tingkatan bising antara 135 . Di daerah ini orang harus berusaha sesingkat mungkin.115 dB. Semua orang yang bekerja di sini harus memakai earmuff.ZONA A : Daerah dengan tingkatan bising antara 150 dB.

BUFFERING ZONE RUNWAY APRON BUFFERING ZONE LANDSIDE BUFFERING ZONE : Zona yang digunakan sebagai peredam kebisingan suara atau frekwensi .

2 tahun sekalI) . insektisid dsb. dan bila tertelan atau terhirup dapat terjadi intoksikasi yang membahayakan. seperti bahan bakar (bensin. kamar mandi dan kamar ganti pakaian Ventilasi kerja harus baik Penyuluhan tentang Kesehatan Kerja Pemeriksaan kesehatan berkala (1 . bila perlu masker Disediakan tempat cuci tangan. larutan desinfektans. bensol.Para personil darat dihadapkan pada bahan kimia. Oleh karena itu perlu dicegah dengan cara : Memakai sarung tangan dan pakaian kerja. Bahanbahan tersebut dapat menyebabkan dermatitis kontak. avtur) minyak hidrolik.

atau dapat juga merusak kelenjar testis. akibatnya adalah kemandulan. . Gelombang mikro dapat merusak lensa mata dan terjadilah katarak.Dalam pengoperasian Radar digunakan gelombang mikro. jarang pada operator Radar. Gangguan yang ditimbulkan gelombang ini akan dirasakan terutama oleh teknisi Radar. Oleh karena hal-hal tersebut perlu dilakukan usaha pencegahannya.

Dan pesawat udara secara berkala di Rō untuk mengetahui keretakan pada bagian-bagiannya.Petugas groundhandling kadang-kadang harus menangani muatan yang berisi bahan radioaktif. Kedua radiasi ini dapat membahayakan kesehatan dan perlu dilakukan usaha pencegahannya . Bila terjadi kebocoran dalam pengepakan dapat membahayakan sekitarnya.

kendaraan ground handling.JET BLAST BARRIER Terjadi karena asap yang keluar dari mesin pesawat. Juga hembusan yang kuat (jet blast) yang keluar dari exhaust pesawat menyebabkan debu beterbangan. dan mobil yang lalu lalang. . ini akan menambah tingkat polusi yang sudah ada.

TERIMA KASIH TERIMA KASIH .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->