I. Konseling Trait & Factor (Wolter Bingham, John Darley, Donald G. Paterson, dan E. G.

Williemson) Menurut teori ini, kepribadian merupakan suatu system sifat atau factor yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya seperti kecakapan,minat,sikap,dan tempramen. Proses konseling dibagi dalam lima tahap sebagai berikut : 1. Tahap Analisis Tahap kegiatan yang terdiri pengumpulan informasi dan data mengenai klien. 1. Tahap Sintesis Langkah merangkum dan mengatur data dari hasil analisis yang sedemikian rupa sehingga menunjukkan bakat, kekuatan, kelemahan dan kemampuan penyesuaian diri klien. 1. Tahap Diagnosis Sebenarnya merupakan langkah pertama dalam bimbingan dan hendaknya dapat menemukan ketetapan yang dapat mengarah kepada permasalahan, sebab-sebabnya, sifat-sifat klien yang relevan dan berpengruh pada penyesuaian diri. Diagnosis meliputi : 1. Identifikasi masalah yang sifatnya deskriptif misalnya dengan menggunakan kategori Bordin dan Pepinsky Kategori diagnosis Bordin a. dependence (ketergantungan) b. lack of information (kurangnya informasi) c. self conflict (konflik diri) d. choice anxiety (kecemasan dalam membuat pilihan) Kategori diagnosis Pepinsky a. lack of assurance (kurang dukungan) b. lack of information (kurang informasi) c. dependence (ketergantungan) d. self conflict (konlflik diri) 1. Menentukan sebab-sebab, mencakup perhatian hubungan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan yang dapat menerangkan sebab-sebab gejala. Konselor menggunakan intuisinya yang dicek oleh logika, oleh reaksi klien, oleh uji coba dari program kerja berdasarkan diagnosa sementara.

Tiga metode pemberian nasehat yang dapat digunakan oleh Konselor : a. dan dibantu untuk menggunakan kekuatannya dalam upaya mengatasi kelemahannya. Mencakup hubungan dan teknik yang bersifat menyembuhkan dan efektif. Dalam kaitan ini ada lima jenis konseling adalah : 1. Memperbaiki pemahaman diri. Teknik yang digunakan harus disesuaikan dengan individualitas klien. agar klien mengerti dan trampil dalam menggunakan prinsip dan teknik yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Kalau klien belum sanggup berbuat demikian. Mendidik kembali yang sifatnya sebagai katarsis atau penyaluran 1. Nasehat langsung (direct advising). 4. Prognosis yang sebenarnya terkandung didalam diagnosis misalnya diagnosisnya kurang cerdas pronosisnya menjadi kurang cerdas untuk pekerjaan sekolah yang sulit sehingga mungkin sekali gagal kalau ingin belajar menjadi dokter. Tahap Konseling Merupakan hubungan membantu klien untuk menemukan sumber diri sendiri maupun sumber diluar dirinya. pandangan atau sikap Konselor dan kemudian menunjukkan data yang mendukung atau tidak mendukung dari hasil diagnosis. belajar terpimpin menuju pengertian diri 2. Konselor mulai dari pilihan. maka Konselor bertanggung jawab dan membantu klien untuk mencapai tingkat pengambilan tanggung jawab. 1. penuh pemahaman dan terhindar dari hal-hal yang mengancam konseli. sekolah dan masyarakat dalam upaya mencapai perkembangan dan penyesuaian optimal. Teknik Konseling 1. intim. . mendidik kembali atau mengajar kembali sesuai dengan kebutuhan individu sebagai alat untuk mencapai tujuan kepribadiannya dan penyesuaian hidupnya. tetapi secara emosional belum mau menerima. Pemberian nasehat dan perencanaan program kegiatan. 3. Metode persuasif. Untuk dirinya sendiri. 2. yang berarti dia mampu dan mengerti secara logis. sesuai dengan kemampuannya. tujuan. b. Tahap Tindak Lanjut Mencakup bantuan kepada klien dalam menghadapi maslaah baru dengan mengingatkannya kepada masalah sumbernya sehingga menjamin keberhasilan konsleing. Penafsiran data dan diagnosis dilakukan bersama-sama dengan klien dan Konselor menunjukkan profil tes secara arif. 1. 3. 5. dengna menunjukan pilihan yang pasti secara jelas. Pengunaan hungan intim (Rapport). Penjelasan mengenai pemberian nasehat harus dipahami klien. konseli harus memahami kekuatan dan kelemahan dirinya. baik dilembaga. dimana Konselor secara terbuka dan jelas menyatakan pendapatnya. bersifat pribadi. Konselor harus menerima konseli dalam hubungan yang hangat.2. Bantuan pribadi dan Konselor.

(antecedent or activating event) Irrational Beliefs. 2. d. situasi. Penekanan pada penggunaan data tes obyektif. teori ini merupakan sentral dari teori dan praktek RET. yakni keyakinanrB keyakinan irasional atau tidak layak terhadap kejadian eksternal (A) iB Rational Beliefs. II. Secara umu dijelaskan dalam bagan sebagai berikut : Komponen A Activity / action / agent Hal-hal. 4.T) Salah satu teori utama mengenai kepribadian yang ditemukan oleh Albert Ellis dan para penganut Rational Emotive therapy dikenal dengan “Teori A-B-C-D-E). penekanan pada aspek kognitif merupakan upaya menseimbangkan pandangan lain yang lebih menekankan aspek afektik atau emosional.c.E. yang merupakan metode ynag paling dikehendaki dan memuaskan. 4. Konseling Rational Emotive (Albert Ellis) dikenal dengan Rational Emotive Therapy (R. Metode penjelasan. Penekanan yang diberikan pada diagnosis mengandung makna sebagai suatu perhatian masalah dan sumbernya dan mengarah pada upaya mengkreasikan teknik-teknik untuk mengatasinya. yaitu Konselor memberikan bantuan dalam menetapkan pilihan atau keputusan secara implementasinya. menunjukkan kepada petugas lain (alih tangan) bila dirasa Konselor tidak dapat mengatasi masalah klien. Konselor secara hati-hati dan perlahan-lahan menjelaskan data diagnostic dan menunjukan kemungkinan situasi yang menuntut penggunaan potensi konseli. yakni keyakinankeyakinan yang rasional atau layak dan Self verbalization External event Proses Kejadian diluar atau sekitar individu Terjadi dalam diri individu. membawa kepad aupaya perbaikan dalam pengembangan dan penggunaannya. kegiatan atau peristiwa yang mengawaliatau yang mengerakkan individu. 3. serta perbaikan dalam pengumpulan dan pengunaan data lingkungan. Kontribusi yang diberikan oleh teori Trait & Faktor 1. Teori sifat dan faktor menerapkan pendekatan ilmiah kepada konseli. yakni apa yang terus mnenerus ia katakan berhubungan dengan A terhadap dirinya . Melaksanakan rencana.

terjadinya perubahan dalam verbalisasi dari pada individu. Change Behavior. dan rasa marah. iC yakni konsekuensi-konsekuensi rasional atau layak yang dianggap berasal dari rB=keyakinan yang rasional Dispute irrational beliefs. yakni keyakinankonsekuensi-konsekuensi yang tidak layak keyakinan yang rasional atau layak secara rC yang berasal dari (A) empirik mendukung kejadian-kejadian eksternal (A) Rational or reasonable Consequences. rasa bersalah. Albert Ellis (1973) memberikan gambaran tentang apa yang dapat dilakukan oleh praktisi rasionalemotive yaitu : a. yaitu Rational Beliefs. meningkatkan self actualizationnya seoptimal mungkin melalui perilaku kognitif dan afektif yang positif. yakni keyakinan-keyakinan irasional dalam diri individu saling bertentangan (disputing) CE Cognitive Effect of Disputing. Menghilangkan gangguan-gangguan emosional yang merusak diri sendiri seperti : rasa takut. mendorong klien untuk menanggalkan ide-ide irasional yang mendasari gangguan emosional dan perilaku. nilai-nilai dan kemampuan diri sendiri. persepsi. BE Behavioral Effect of Disputing yakni efek dalam perilaku yang terjadi dalam pertentangan dalam keyakinan-keyakinan irasional diatas. apakah valid atau tidak.secara empirik mendukung kejadian eksternal (A) Irrational Consequences. Menunjukkan kepada klien azas ilogis dalam berpikirnya. Mengajak. 2. rasa cemas. c. Validate or invalidate self-verbalization : yakni suatu proses self-verbalization dalam diri individu. keyakinan serta pandangan-pandangan klien yang irasional dan tidak logis menjadi rasional dan logis agar klien dapat mengembangkan diri. Change self-verbalization. d. Konselor melatih dan mengajar klien untuk menghadapi kenyataan-kenyataan hidup secara rasional dan membangkitkan kepercayaan. merasa was-was. b. rasa berdosa. D Tujuan konseling Rasional-Emotif 1. cara berpikir. Menggunakan analisis logis untuk mengurangi keyakinan-keyakinan irasional (irrational beliefs) klien. yakni terjadinya perubahan perilaku dalam diri individu . Memperbaiki dan merubah sikap. Menantang klien dengan berbagai ide yang valid dan rasional.yakni efek kognitif yang terjadi dari pertentangan (dispating) dalam keyakinan-keyakinan irasional.

190) konsseling behavior merupakan suatu proses membantu orang untuk memecahkan masalah. Proses konseling Menurut Krumboltz dan Thoresen (Shertzer & Stone. Kebanyakan perilaku manusia dipelajari oleh sebab itu dapat diubah. . g. Carl E. dapat digunakan untuk mengembangkan prosedur-prosedur konseling. tetapi dapat secara khusus didesain untuk membantu klien dalam memecahkan masalah khusus. Konseling Behavioral (D. sehingga dapat diubah dengan memanipulasi dan mengkresi kondisi-kondisi belajar. Keefektifan konseling dan hasil konseling dinilai dari perubahan dalam perilaku-perilaku khusus diluar wawancara prosedur-prosedur konseling. Wolpe dll) Konsep behavioral : perilaku manusia merupakan hasil belajar.interpersonal. Prosedurprosedur konseling tidak statik. Menjelaskan kepada klien bagaimana ide-ide irasional ini dapat ditempatkankembali dan disubtitusikan kepada ideide rasional yang harus secara empirik melatar belakangi kehidupannya. Bandura. tetap atau ditentukan sebelumnya. f. Prinsip-prinsip belajar spesial seperti : “reinforcement” dan “social modeling” . Mengajarkan kepada klien bagaimana mengaplikasikan pendekatan-pendekatan ilmiah. obyektif dan logis dalam berpikir dan selanjutnya melatih diri klien untuk mengobservasi dan menghayati sendiri bahwaide-ide irasional dan deduksi-deduksi hanya kan membantu perkembangan perilaku dan perasaan-perasaan yang dapat menghambat perkembangan dirinya. Hosfor . proses konseling merupakan suatu penataan proses atau pengalaman belajar untuk membantu individu mengubah perilakunya agar dapat memecahkan masalahnya. III. 5. Ray E. h. Krumboltz. 4. Menggunakan absurdity dan humaor untuk menantang irasionalitas pemikiran klien. Thoresen (shertzer & Stone 1980. Thoresen. 2.e. Prosedur-prosedur konseling berusaha membawa perubahan-perubahan yang relevan dalam perilaku klien dengan mengubah lingkungan 3. Menunjukkan bahwa keyakinan-keyakinan irasional ini adalah inoperative dan bahkan hal ini pasti senantiasa mengarahkan klien pada gangguan-gangguan behavioral dan emosional. Pada dasarnya. 1980. 188) memberikan ciri-ciri konseling behavioral sebagai berikut : 1. emosional dan keputusan tertentu. Perubahan-perubahan khusus terhadap lingkungan individu dapat membantu dalam mengubah perilaku-perilaku yang relevan.

William Reich. Carl Jung. 6. Metode Emotional Learning. dilahirkan dengan dorongan-dorongan instingtif. 4. dan simbolisme sebagai konsep primer. dan destruktif terhadap dirinya dan orang lain. 7. dan perilaku merupakan fungsi mereaksi secara mendalan terhadap dorongan-dorongan itu. Adler. konflik. Manusia bersifat tidak rasional dan tidak sosial. Metode Cognitive Learning atau pembelajaran kognitif merupakan metode yang berupa pengajaran secara verbal. 4.dll) Konsep Freud yang anti rasionalisme menekankan motivasi tidak sadar. Mendiskusikan kemungkinan kerugian tujuan. konselor dan klien membuat salah satu keputusan berikut : untuk meneruskan konseling atau mempertimbangkan kembali tujuan akan mencari referal. Mendiskusikan kemungkinan manfaat tujuan. 3. Manusia pada hakekatnya bersifat biologis. 1986. Metode yang dapat digunakan 1. 2. 2. Metode Unitative Learning aau social modeling diterapkan oleh konselor dengna merancang suatu perilaku adaptif yang dpaat dijadikan model oleh klien. Konselor menjelaskan maksud dan tujuan. atau pembelajaran emosional diterapkan pada individu yang mengalami suatu kecemasan. Klien dan konselor menetapkan tujuan yang telah ditetapkan apakah merupakan perubahan yang dimiliki oleh klien. Bersama-sama menjajaki apakah tujuan itu realistik. 178) sebagai salah satu bentuk kerja sama antara konselor dan klien sebagai berikut : 1. IV. 5. Otto Rank. Energi psikis yang paling dasar disebut libido yang bersumber dari dorongan seksual yang terarah kepada pencapaian kesenangan. Klien mengkhususkan perubahan positif yang dikehendaki sebagai hasil konseling. Pendekatan operant learning hal yang penting adalah pengutan (reinfocement) yang dapat menghasilkan perilaku klien yang dikehendaki. kontrak antara konselor dan klien. Harry Stack Sullivan.Urutan pemilihan dan penetapan tujuan dalan konseling yang digambarkan oleh Cormier and Cormier (Corey. Karen Honey. Atas dasar informasi yang diperoleh tentang tujuan klien. . Konseling Psikoanalisa (Sigmund Freud. 3. dan bermain peranan.

Setiap pertemuan biasa berlangsung satu jam. Kompleks rasa rendah diri (inferiority complex) menurut Adler berasal dari tiga sumber : 1. Rudolph Dreikurs. Martin Son Tesgard. Perilaku merupakan suatu upaya untuk mencapai keseimbangan. 8.Proses konseling Tujuan konseling psikoanalitikadalah membentuk kembali struktur karakter individu dengan membuat yang tidak sadar menjadi sadar dalam diri klien. 7. Pengalaman masa lampau ditata. Anak yang mendapat penolakan Proses Konseling . Proyeksi klien merupakan bahan terapi yang ditafsirkan dan dianalisia. Konselor mengajari klien memaknai proses ini sehingga klien memperoleh tilikan mengenai masalahnya. Analisis transferensi (pemindahan) V. Interpretasi 3. dan Donal Dinkmeyer) Konstruk utama psikologi individual adalah bahwa perilaku manusia dipandang sebagai suatu kompensasi terhadap perasaan inferioritas (kurang harga diri). sehingga dengan demikian klien akan memantulkan perasaannya kepada konselor. Tilikan dan pemahaman intelektual sangat penting. didiskusikan. Klien harus menyanggupi dirinya sendiri untuk melakukan proses terapi dalam jangka panjang. 2. Istilah yang digunakan oleh Adler adalah “inferiority complex” untuk menggambarkan keadaan perasaan harga diri kurang yang selalu mendorong individu untuk melakukan kompensasi mencapai keunggulan. Konseling Psikologi Individual (Alfred Adler. 5. 3. Setelah beberapa kali pertemuan kemudian klien melakukan kegiatan asosiasi bebas. Menata proses terapeutik yang demikian dalam konteks pemahaman struktur kepribadian dan psikodinamika memungkinkan konselor merumuskan masalah klien secara sesungguhnya. Anak yang dimanja 3. 1. tetapi yang lebih adalah mengasosiasikan antara perasaan dan ingatan dengan pemahaman diri. 4. Analisis mimpi 4. Satu karakteristik konseling psikonalisa adalah bahwa terapi atau analisis bersikap anonim (tak dikenal) dan bertindak sangat sedikit menunjukkan perasaan dan pengalamannya. dianalisa dan ditafsirkan dengan tujuan untuk merekonstruksi kepribadian. Yaitu klien mengatakan apa saja ynag terlintas dalam pikirannya. Analisis Resistensi 5. Teknik-teknik terapi 1. Konselor harus membangun hunbungan kerja sama dengan klien kemudian melakukan serangkaian kegiatan mendengarkan dan menafsirkan. Kekurangan dalam hal fisik 2. 6. Asosiasi bebas 2. Proses konseling dipusatkan pada usaha menghayati kembali pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak. Konseling analitik menekankan dimensi afektif dalam membuat pemahaman ketidak sadaran.

Dalam unsur ini konselor membentuk hipotesis mengenai gaya hidup dan situasi klien. intuisi dan penaksiran konselor. dan meningkatkan kegiatan. . dan menunjukkan minat dan kepedulian mereka. 2. Dalam terapi ini hubungan konselor dan klien dipandang sebgai suatu transaksional (interaksi. 204) ada tiga komponen pokok dalam proses konseling : 1. dan mempunyai tanggung jawab untuk memelihara perhatian pada transaksi. Konselor transaksional selalu aktif. Kelompok yangh melibatkan sugesti.Tujuan konseling menurut Adler adalah mengurangi intensitas perasaan rasa rendah diri (inferior). Berne membagi psikoterapi konvensional menjadi dua kelompok 1. melalui empati. memperbaiki kebiasaan-kebiasaan yang salah dalam persepsi. secara seimbang. Sebagai fungsi tujuan tertentu. Proses memperkuat minat sosial. tindakan yang diambil. VI. dalam komponen ini hipotesis gaya hidup yang dikembangkan dalam komponen pertama harus ditafsirkan dan dikomunikasikan dengan klien sehingga dapat diterima. Proses menjelaskan kepada klien. menetapkan tujuan hidup. Kelompok yang melibatkan pendekatan rasional. dukungan kembali (reassurence). 2. Memperoleh pemahaman gaya hidup klein yang spesifik. dengan menggunakan konfrontasi dan interpretasi seperti terapi non direktif dan psiko analisa. Proses Konseling Tugas utama konselor yang menggunakan analisis transaksional adalah mengajar bahasa dan ide-ide sistem untuk mendiagnosa transaksi. menghindarkan keadaan diam yang terlalu lama. Membantu klien dalam memprogram pribadinya. tanya jawab) dimana masing0masing partisipan berhubungan satu sama lain. Konseling Analisis Transaksional (Eric Berne) pioner yang menerapkan analisa transaksional dalam psikoterapi. Psikologi individual menekankan pentingnya membantu klien untuk memperoleh tilikan terhadap kondisinya. 1980. 3. gejala dan masalahnya. dan fungsi parental lain. klien dengan menghadapkan mereka. Tujuan konseling adalah : 1. mengembangkan kasih sayang terhadap orang lain. Menurut Ansbacher & Anbacher (Shertzer & Stone. Transaksi menurut Berne merupakan manivestasi hubungan sosial.

dan anak-anak. analisis script atau kuisioner digunakan untuk mengenal keputusan yang telah dibuat sebelumnya. Teknik-teknik daftar cek. 5. Konseling / Terapi Gestalt . Lebih mengutamakan sasaran perasaan dari pada intelek. VII. Klien dibantu untuk menjadi bebas dalam berbuat. 7. 2. 4. Melalui penerimaan terhadap klien. Roger) menurut Roger Konseling dan Psikoterapi tidak mempunyai perbedaan. VIII. 3. Klien dibantu mengkaji keputusan yang telah dibuat dan membuat keputusan baru atas dasar kesadaran. Hubungan konselor dan klien merupakan situasi pengalaman terapeutik yang berkembang menuju kepada kepribadian klien yang integral dan mandiri. Pendekatan konseling client centered menekankan pada kecakapan klien untuk menentukan isu yang penting bagi dirinya dan pemecahan masalah dirinya. membuatnya untuk memperjelas dan mendapat tilikan pearasaan yang mengarah pada pertumbuhan. pengalaman. Aawancara merupakan alat utama dalam konseling untuk menumbuhkan hubungan timbal balik.2. 3. 4.dan hakekat kecemasan. Menurut Roger konsep inti konseling berpusat pada klien adalah konsep tentang diri dan konsep menjadi diri atau pertumbuhan perwujudan diri. Konsep pokok yang mendasari adalah hal yang menyangkut konsep-konsep mengenai diri (self). 2. Perubahan perilaku datang melalui pemanfaatan potensi individu untuk menilai pengalamannya. Proses konseling 1. Konseling memusatkan pada pengalaman individual. 7. Karakteristik konseling berpusat pada klien 1. Fokus utama adalah kemampuan individu memecahkan masalah bukan terpecahnya masalah. Klien berpartisipasi aktif dalam diagnosis dan diajar untuk membuat tafsiran dan pertimbangan nilai sendiri. konselor membantu untuk menyatakan. Teknik konfrontasi juga dapat digunakan dalam analisis transaksional dan pengajuan pertanyaan merupakan pendeatan dasar. dan menjadi orang mandiri dalam memilih apa yang mereka inginkan. 5. 6. 3. untuk berlangsungnya konseling kontrak antara konselor dan klien sangat diperlukan. dengan redefinisi. Konseling Client Centered (Berpusat Pada Klien) (Carl R. individu mencapai penerimaan diri dan menerima orang lain dan menjadi orang yang berkembang penuh. bermain. mengkaji dan memadukan pengalamanpengalaman sebelunya ke dalam konsep diri. Proses terapi merupakan penyerasian antara gambaran diri klien dengan keadaan dan pengalaman diri yang sesungguhnya. Konseling yang berpusat pada klien sebagai konsep dan alat baru dalam terapi yang dapat diterapkan pada orang dewasa. Masa kini lebih banyak diperhatikan dari pada masa lalu. 5. Klien memegang peranan aktif dalam konseling sedangkan konselor bersifat pasif reflektif. Pertumbuhan emosional terjadi dalam hubungan konseling. konseling berupaya meminimalisir rasa diri terancam. remaja. dan memaksimalkan dan serta menopang eksplorasi diri. 6. aktualisasi diri. teori kepribadian. 4.

. Garis-garis besar terapi Gestalt 1. Konselor membuat klien menjadi kecewa sehingga klien dipaksa untuk menemukan caranya atau mengembangkan potensinya sendiri. Kesehatan merupakan keseimbangan yang layak. selalu aktif sebagai keseluruhan. Situasi mengandung komponen emosional dan intuitif. Fenomenolohi eksistensialisme Eropa dan 3. Bentuk-bentuk avoidance antara lain phobia. Pertentangan antara keberadaan sosial dan biologis merupakan konsep dasar terapi Gestaslt.(dikembangkan oleh Frederick S. ingatan-ingatan (memories). Avoidance atau penghindaran adalah segala cara yang digunakan oleh seseorang untuk melarikan diri dari Unfinished business. dalam hal ini manusia. 2. yang terhambat dinyatakan oleh individu yang bersangkutan. melarikan diri. Peris 1989-1970) terapi ini dikembangkan dari sumber dan pengaruh tiga disiplin yang sangat berbeda yaitu : 1. Psikologi Gestalt Peris menyatakan bahwa individu. merupakan koordinasi dari seluruh organ. Unfinished business yang tercakup didalamnya adalah emisi-emosi. peristiwa-peristiwa. konselor berusaha meyakinkan atau memaksa klien mengikuti prosedur yang telah ditetapkan sesuai dengan keadaan klien. mengganti terapist. Fase kedua : melaksanakan pengawasan . Konsep utama terapi Peris adalah 8. Fase pertama : membentuk pola pertemuan terapeutik agar tercapai situasi yang memungkinkan perubahanperubahan yang diharapkan pada klien. Proses Konseling Tujuan utama konseling Gestalt adalah meningkatkan proses pertumbuhan klien dan membantu klien mengembangkan potensi manusiawinya. 9. Dua hal yang harus dilakukan :  · Menimbulkan motivasi pada klien. mengubah pasangan. Psikoanalisis terutama yang dikembangkan oleh Wilhelm Reih 2. Fokus utama dalam konseing Gestalt adalah membantu individu melalui transisinya dari keadaan yang selalu dibantu oleh lingkungan ke keadaan mandiri (selft-support).

Pada fase ini klien harus memiliki ciri-ciri yang menunjukan integritas kepribadiannya sebagai individu yang unik dan manusiawi. Klien harus memiliki kepercayaan pada potensinya. sadar dan bertanggung jawab atas sifat otonominya. 4. Fase terakhir : setelah klien memperoleh pemahaman dan penyadaran tentang dirinya. perbuatannya. perasaannya. 3. Fase ketiga : klien didorong untuk mengatakan perasaan-perasaannya pada pertemuan-pertemuan terapi saat ini. . bukan menceritakan masa lalu atau harapan-harapan masa datang. perasaan-perasaannya. maka terapi ada pada fase terakhir. tindakannya. Menyadari diriny. · Menciptakan rapport yaitu hubungan baik antara konselor dan klien agar timbul rasa percaya klien bahwa segala usaha konselor itu disadari benar oleh klien untuk kepentingannya. pikiran-pikirannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful