P. 1
Penyelesaian Konflik

Penyelesaian Konflik

|Views: 58|Likes:
Published by Husni Tusin

More info:

Published by: Husni Tusin on Apr 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2012

pdf

text

original

Penyelesaian Konflik

Keterampilan: Menerapkan prinsip-prinsip Alkitabiah dalam hubungan antara pribadi. Menyelesaikan (secara Alkitabiah) semua konflik antara-peribadi.

1. Kesempatan yang terkandung di dalam konflik:
“Wajar kalau kita merindukan keadaan yang bebas dari konflik. Oleh karena itulah maka kita rindu untuk berada di surga nanti. Tapi selama kita berada di dunia ini, kita harus mengalami semua peperangan antara Kerajaan Allah dengan kerajaan kegelapan. Jadi kita jangan melarikan diri dari medan peperangan (termasuk semua konflik yang terjadi), tetapi hadapi semuanya dan berjalan menuju ke kemenangan bersama Yesus. Banyak orang Kristen tidak menang di medan ini, karena mereka tidak bertindak sesuai dengan perintah panglima kita, yaitu Yesus.

1. Kesempatan yang terkandung di dalam konflik:
Prinsip-prinsip Alkitabiah untuk penyelesaian konflik dapat diterapkan dalam konteks hubungan antar pribadi atau dalam konteks pelayanan. Karena waktu kita terbatas, kita akan berfokus pada konteks pelayanan, dan saudara dapat menerapkan prinsip-prinsip ini juga dalam hubungan antar pribadi.

1. Kesempatan yang terkandung di dalam konflik:
Konflik selalu merupakan kesempatan: kesempatan untuk bertumbuh (Kis 6:1-7); tapi juga kesempatan iblis untuk beroleh keuntungan atas kita (2 Kor 2:11). Mana yang terjadi tergantung pada ketaatan kita untuk menghadapi konflik bersama Yesus. Jadi penting sekali bahwa setiap kali kita menyadari ada konflik, kita langsung berdoa dan menyerahkan soal tersebut kepada Tuhan.

Kalau kita tidak memilih jalan yang naik dan mengambil langkah yang sesuai. berarti kita harus naik atau turun. dihancurkan Kedagingan kita sering ingin menghindari konflik sehingga kita bertindak seolaholah tidak ada konflik dan berusaha tetap menuju target dengan keadaan tetap. Kalau ada konflik. Tetapi jarang sekali konflik dapat menghilang begitu saja. Kesempatan yang terkandung di dalam konflik: Pel berjalan seperti biasa Konflik ditangani sesuai dengan perintah Yesus Pel yg lebih baik daripada sebelumnya Pel yg telah dibayangkan Konflik Konflik tidak ditangani sesuai dengan perintah Yesus Pel diganggu. . dirugikan. pasti kita akan turun.1.

.2. dan maju dalam pelayanan. • Dapat memungkinkan pertumbuhan pribadi. Hasil positif yang mungkin timbul akibat konflik: • Membuktikan hidup dan daya hidup • Dapat memperbaharui motivasi • Memberi kesempatan untuk membicarakan dan mengatasi frustrasi-frustrasi yang mungkin tanpa disadari sudah lama mengganggu orang dan hubungan. Dapat juga menjadi kesempatan untuk belajar. bertumbuh.

3. dan fitnah bertumbuh. Bahaya-bahaya yang timbul jika menghindari konflik:  Perubahan yang diperlukan tidak terjadi. gosip. .  Ketidakpuasan.  Perasaan sebal terus menumpuk.

. Semua langkah yang mungkin ada (berpikir. dan/atau bertindak) diambil dari pola iblis atau pola Yesus.4. Dua cara untuk menghadapi konflik  Kalau sudah jelas bahwa konflik tidak dapat dihindari. Hanya ada dua cara untuk mengatasi konflik : cara Yesus dan cara iblis. berbicara. kita harus menentukan pola konflik yang akan kita pakai. Yang satu sesuai dengan kedagingan dan pola duniawi. yang lain datang dari surga.

 Kita perlu mempertimbangkan dari sudut pandang Tuhan dua faktor yang penting ini: • Perhatian terhadap hubungan antar-pribadi. • Perhatian terhadap soal dan target. Dua perhatian dalam penyelesaian konflik.5. .

pelayanan. Beberapa penyebab konflik:  1. . dan/atau fasilitas. misalnya posisi. Salah komunikasi – harapan tidak realistis atau tidak dijelaskan sebelumnya – salah satu pihak bertindak tidak sesuai dengan harapan pihak lainnya – orang dan/atau sikon telah berubah • Harapan yang tidak terpenuhi • Dua (atau lebih) orang ingin memiliki sesuatu.6.

Salah komunikasi • Kekurangan kepemimpinan dan administrasi (dalam organisasi) – struktur organisasi kurang jelas – tanggung jawab masing-masing kurang jelas – komunikasi kurang berjalan – perencanaan yang kurang matang – kepemimpinan yang terlalu otokratis atau terlalu lemah – kepemimpinan bersifat politik (pilih kasih) .6. Beberapa penyebab konflik: 2.

tegas. . pendekatan atau kepribadian (sifat). dsb serta kelemahan yang kadang-kadang berkaitan: sensitif. keras kepala. Perbedaan budaya.6. dsb). pendapat. Kepribadian mencakup perbedaan pribadi yang diciptakan Tuhan (peka. latar belakang. Beberapa penyebab konflik: 3.

Perbedaan budaya. Beberapa penyebab konflik: 4. tradisi. tujuan & target. latar belakang. bersifat menurut kata hati lawan lamban (phlegmatic). dll. metode & strategi. • Perbedaan dalam nilai-nilai. . tapi juga bisa karena masalah pribadi): sakit hati atau curiga terhadap seseorang atau suatu kelompok. fakta dan sumber fakta. • Idealistis lawan pragmatis. teratur lawan tidak teratur. riang (sanguine) lawan orang yang ingin segalanya sempurna. kepercayaan.6. • Prasangka (bisa karena budaya atau latar belakang.

Beberapa penyebab konflik: 4. Kealpaan. dsb. Perasaan tidak dihargai atau diperlakukan secara tidak adil. 5. .6. Dosa (mementingkan diri sendiri. dosa lainnya) (Yak 4:1). pilihan yang kurang bijaksana.

Jelaskan pengertian saudara ttg salah komunikasi tanpa memberi kesan bahwa sdar mempersalahkan org lain.8. Hindari lingk. Salah komunikasi. • Pemecahan: – Usulkan bahwa mungkin masalah timbul karena salah komunikasi. setan ini: – Kurang komunikasi dapat menimbulkan rasa kurang percaya satu terhadap yang lain. . Kemudian muncul kecurigaan. lalu hati yang menuduh satu terhadap yang lain dan membayangkan motivasi yang buruk. Penyebab konflik dengan pemecahan: A. Kmda keluar kata-2 yg kurang enak/ yg melukai.

– Jelaskan apa yang saudara sudah dapat tangkap dari pandangan orang lain (umpan balik). atau kepribadian (sifat). Perbedaan budaya. – Analisa (dalam pikiran saudara sendiri) perbedaan antara perspektif dia dan perspektif saudara. latar belakang. • Pemecahan: – Berusaha untuk memaklumi dengan sikap positif kepribadian dan latar belakang orang lain yang terlibat.8. – Nyatakan sikap siap untuk dikoreksi. Penyebab konflik dengan pemecahan: B. .

Kedua belah pihak harus menyetujui daftar ini. dan ayat FT yang saling disetujui. mungkin sebaiknya didata bersama) prinsip. • Pemecahan: – Ungkapkan dengan jelas (kalau masalahnya rumit.8. (Jangan diteruskan perbedaan pendapat mengenai inti perbedaan pendapat!) . nilai. Penyebab konflik dengan pemecahan: B.) Data secara bersama soalsoal pokok yang masih belum saling disetujui. – (Jika masih diperlukan. atau kepribadian (sifat). Perbedaan budaya. latar belakang.

• Pemecahan: – Setujui secara bersama untuk mendoakan perbedaan tersebut. Tentukan hal-hal dari ide saudara yang dapat ditawar/diubah dan hal-hal yang tidak dapat ditawar. Penyebab konflik dengan pemecahan: B. Data semua ide yang muncul sebagai jalan keluar yang mungkin dapat diterapkan. – Berdoa di kamar masing-masing dan minta hikmat dan jalan keluar dari Tuhan. atau kepribadian (sifat). Perbedaan budaya. dan minta hikmat dan jalan keluar dari Tuhan. latar belakang.8. .

• Pemecahan: – Bertemu lagi untuk membicarakan hasil doa dan mencari bersama. tetapi hubungan kasih dapat tetap jalan.8. “setuju untuk tidak setuju” dalam hal-hal tersebut. dari antara semua kemungkinan. – Jika ternyata ada hal-hal pokok yang bertentangan dan tidak rela ditawar dari kedua belah pihak. Penyebab konflik dengan pemecahan: B. jalan terbaik yang ditunjuk Tuhan. latar belakang. Perbedaan budaya. (Kis 15:37-39) . kerja sama mungkin harus dibatasi. atau kepribadian (sifat). Dengan persetujuan ini.

Dalam hal-hal yang tidak jelas-jelas dilarang/diwajibkan FT. Yang lebih penting daripada persoalan itu sendiri adalah sikap kita satu terhadap yang lain. perbedaan pendapat diperbolehkan.” . latar belakang. Penyebab konflik dengan pemecahan: B.8. perintah Tuhan adalah. melainkan “setuju untuk tidak setuju. • Roma 14:1-23 menjelaskan bahwa dalam banyak hal. Perbedaan budaya. atau kepribadian (sifat). jangan bertengkar atau saling menghakimi.

– Berusaha untuk mengerti dan menghargai pola pikir. Perbedaan budaya. . tapi juga “bahasa tubuh” orang dari budaya lain. nilai-nilai dan hal-hal yang dirasakan penting oleh orang dari budaya lain. latar belakang. tingkah laku. atau kepribadian (sifat). Penyebab konflik dengan pemecahan: B. • Khususnya untuk mengatasi faktor lintas budaya dalam penyelesaian konflik: – Perhatikan bukan hanya bahasa lisan.8. – Berusaha untuk berperilaku dan berkomunikasi dengan cara yang akan dipahami dan diterima oleh orang dari budaya lain.

dsb. Hal ini membuktikan kerendahan hati (sikap Kristus) dan membuka pintu untuk penyelesaian masalah. atau apa saja yang ada pada diri saudara. • Pemecahan: – Kalau ada kealpaan. Penyebab konflik dengan pemecahan: C. langsung akui hal tersebut dan berusaha untuk memperbaikinya (Mat 7:3-5). Giatlah untuk melakukan hal ini. meskipun mungkin saudara merasa bahwa kekurangan orang lain jauh lebih besar daripada kekurangan saudara sendiri. pilihan yg kurang bijaksana. Kealpaan.8. . kekurangan.

Ams 27:5). hal tersebut boleh disebut (Ef 4:15. saudara harus menilai apakah tindakan tersebut merupakan dosa atau bukan. dsb. .8. Kalau orang tersebut mau mengakui dan minta maaf. pilihan yg kurang bijaksana.Kalau ia tidak mau mengakui kekurangannya atau minta maaf. Kalau dosa. Kalau bukan dosa. Penyebab konflik dengan pemecahan: C. • Pemecahan: – Kalau setelah kealpaan/kekurangan saudara sudah diakui dan dibereskan. bersyukur. tetapi masih ada kekurangan orang lain yang saudara rasakan menonjol. Kealpaan. serahkan soal tersebut ke dalam tangan Tuhan. lihat langkah berikut.

– Bereskan dulu kekurangan/dosa apa saja yang ada pada saudara dalam soal tersebut. (Mat 7:1-5) – Pastikan dulu fakta-fakta yang berkaitan dengan kasus tersebut. (Ams 18:13) .8.” (Jangan bergosip: Ams 16:28). Penyebab konflik dengan pemecahan: D. • Pemecahan: Mat 18:15-18 – Pertama-tama membicarakan masalah “secara empat mata. dosa lainnya). Dosa (mementingkan diri sendiri.

Dosa (mementingkan diri sendiri. Penyebab konflik dengan pemecahan: D.8. . pemulihan kehidupan orang tersebut. dosa lainnya). • Pemecahan: Mat 18:15-18 – Target dalam langkah ini adalah pemulihan: pemulihan hubungan dengan Tuhan yang dihambat oleh dosa. dan pemulihan hubungan dengan orang lain. yang dikacaukan oleh dosa. yang juga diganggu oleh dosa tersebut.

dan tekankan bahwa dari pihak saudara. Lalu. Kalau dosa sudah diakui. rangkul dia sebagai saudara seiman yang terkasih. • Pemecahan: Mat 18:15-18 – Mat 18:15b. supaya ia minta ampun dari Tuhan. dosa lainnya). Jika teguran . baru saudara diperbolehkan membuka masalah tersebut kepada orang lain (satu/dua). Dosa (mementingkan diri sendiri.Mat 18:16 Kalau teguran saudara ditolak. tidak ada lagi uneg-uneg atau perasaan negatif yang disimpan.8. Penyebab konflik dengan pemecahan: D. berdoalah bersama-sama.

karena orangnya tidak baik. dosa lainnya). tapi ada batas. Prinsipnya terdapat pada Rom 12:18: – Target kita jelas: “hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang” (juga Ibr 12:14) . • Pemecahan: Mat 18:15-18 – Catatan: Kalau pihak lain dalam konflik bukan orang Kristen. dan kadang-kadang tidak ada penyelesaian yang baik.8. kita berusaha untuk menerapkan langkah-langkah yang sama. Dosa (mementingkan diri sendiri. Penyebab konflik dengan pemecahan: D.

 Nama Allah terus dihujat di antara orang yang belum terjangkau Rom 2:23.  Orang “Kristen” mengutuki diri.9. kesatuan hati) tidak ada. Akibat kalau konflik tidak diselesaikan dengan benar. Mat 18:21- 35. .24  Dunia cenderung tidak percaya Injil. 13:35. Yoh 17:21. karena bukti yang paling pokok (kasih.

10.  Mengasihi Kerajaan Yesus lebih daripada kepentingan diri sendiri. . (Mat 26:51-53). kita tidak perlu resah atau berperang.) (Ef 4:2). Ef 4:2).  Iman bahwa Tuhan akan membela yang benar. (1 Kor 13:4. 3:7).  Kesabaran untuk mendengarkan yang lain. (Fil 2:3.4. Sikap Kristus yang diperlukan dalam diri kita :  Kerendahan hati (rela minta maaf.

 Mengasihi satu terhadap yang lain dengan kasih Kristus. (Kol 3:17. (Yoh 13:34. Yoh 12:24-26  Kerelaan melihat segala hal dari sudut pandang yang netral daripada hanya terus memandang dari perspektif sendiri. termasuk orang yang sedang berkonflik dengan kita. Mat 25:40). Sikap Kristus yang diperlukan dalam diri kita :  Iman untuk percaya bahwa Yesus berdiam di dalam setiap orang percaya. yang rela mati bagi umat-Nya.10. Yoh 5:30 .35).

Anggap yang lain lebih utama dari pada diri sendiri. 2:1214. Fil 2:3. Delapan Langkah untuk Menjadi Seorang Pendamai  Hidup dengan rendah hati (seperti Yesus. Ro 12: 17-21: . mengambil rupa seorang hamba) Lk. I Kor 13  Laksanakan apa yang dapat saudara upayakan untuk mencari damai.11. Fil 2:7. jangan menunggu orang lain bertindak dulu.

bukan hakim. Ro.13. 14:1.10. 13:5." I Kor.19. Kasih "tidak menyimpan kesalahan orang lain.11. Jangan menyimpan semacam daftar masalah-masalah. I Kor 13:7 .  Selalu berasumsi bahwa orang lain mempunyai niat yang baik. Delapan Langkah untuk Menjadi Seorang Pendamai  Menjadi terang.4.

Ef 4:11  Pertahankan kebenaran. Pada dasarnya. Fil 4:5-7 .11. tapi berbicara dengan kasih. Delapan Langkah untuk Menjadi Seorang Pendamai  Nikmatilah perbedaan yang ada pada setiap orang daripada bersungut-sungut. perbedaan antar pribadi adalah ciptaan Tuhan. Ef 4:26  Berdoa dan sungguh-sungguh minta pengertian dan damai. Ef 4:15  Selesaikan setiap masalah secepat mungkin.

• Hasil: biasanya negatif dan tidak produktif. Menghindari (seperti Punto Dewo dalam Wayang) • Kesimpulan: Konflik tidak disukai. “Anda rugi. sehingga tidak dapat diserang. Pendapat pribadi tidak diungkapkan.” . jadi selalu dihindari. Lima Gaya Penyelesaian Konflik  1. saya rugi.12.

– masalah tersebut bukan tanggung jawab saudara. Lima Gaya Penyelesaian Konflik  1. – orang-orang yang bersangkutan terlalu rapuh sehingga tidak sanggup menyelesaikan konflik dengan efektif. Menghindari (seperti Punto Dewo dalam Wayang) • Cocok digunakan apabila: – masalah tersebut tidak penting.12. .

“Lebih baik saya menyerah daripada terjadi konflik.” . • Hasil: “Anda beruntung. saya rugi. Lima Gaya Penyelesaian Konflik  2. Dirasakan.12. Mengalah (seperti Arjuna. Bima dalam Wayang) • Kesimpulan: Menyenangkan orang lain dengan mengalah.

12. . atau menyadari posisi saudara lemah. Bima dalam Wayang) • Cocok digunakan apabila: – masalah tersebut tidak penting. Lima Gaya Penyelesaian Konflik  2. Mengalah (seperti Arjuna. – hubungan antar-pribadi (jangka panjang) lebih penting daripada soal-soal yang sedang menimbulkan konflik (jangkah pendek). – sedang dipertimbangkan beberapa pemecahan yang kira-kira sama baiknya. – saudara kurang yakin akan ide-ide saudara sendiri.

saya beruntung. • Hasil: “Anda beruntung. dan jalan keluar yang memenuhi keinginan semua dicari secara bersama. Lima Gaya Penyelesaian Konflik  3.” . Bekerja Sama (seperti Sri Batara Krisna dalam Wayang– yang bijaksana) • Kesimpulan: Pendapat dan keinginan semua pihak dihargai.12.

Bekerja Sama (seperti Sri Batara Krisna dalam Wayang– yang bijaksana) • Saat yang Cocok: – Dalam kebanyakan konflik bekerja sama ini merupakan gaya yang paling efektif.12. karena gaya ini ingin menguntungkan semua pihak dan memerlukan lebih banyak waktu daripada gayagaya lainnya. . Lima Gaya Penyelesaian Konflik  3. khususnya jika menyangkut hubungan dan tujuan jangka panjang.

supaya sebagian keinginan dari semua pihak dapat juga dipenuhi. Berkompromi (seperti Duryu Dono dalam Wayang) • Kesimpulan: Semua pihak menyerahkan sebagian dari keinginannya. . dapat menghasilkan penyelesaian yang kurang efektif dan kurang disukai oleh kedua belah pihak.12. Dari sudut positif. Lima Gaya Penyelesaian Konflik  4.” Dari sudut negatif. sering dapat memecahkan jalan buntu dalam soal dan hubungan.” • Hasil: “Kita berdua separuh beruntung dan separuh rugi. Kadang-kadang gaya ini melibatkan proses tukar-menukar: “Kami akan menyetuji X. jika Anda menyetujui Y.

Berkompromi (seperti Duryu Dono dalam Wayang) • Cocok digunakan apabila: – kedua belah pihak sama-sama kuat dan ngotot memegang tujuan/target yang berbeda. – tujuan/target semua pihak benar dan bermanfaat. Gaya penyelesaian ini seringkali tidak cocok untuk menyelesaikan soal yang berbentuk keyakinan berdasarkan teologia. – urgen untuk menyelesaikan masalah dengan cepat. nilai-nilai dan tradisi.12. . dan perbedaannya tidak begitu penting. Lima Gaya Penyelesaian Konflik  4. – hanya dapat dijalankan kalau ada sesuatu yang dapat dipisah atau ditukar. sehingga tidak memungkinkan berbincang-bincang sampai menemukan penyelesaian berbentuk kerja sama.

Kadang-kadang manipulasi dan/atau intimidasi digunakan di sini. Lima Gaya Penyelesaian Konflik  5. atau kadang-kadang hanya sekedar ngotot. Anda rugi. Entah dengan diplomasi atau melalui pemaksaan. Berkompetisi (seperti Pandito Durna dalam Wayang) • Kesimpulan: Tujuan utama adalah ingin menang sendiri.12.” . tujuannya selalu untuk menjalankan kehendaknya. • Hasil: “Saya beruntung.

Lima Gaya Penyelesaian Konflik  5. – seorang pemimpin sangat yakin bahwa penyelesaian pilihan dia sendiri adalah yang terbaik dan sangat penting untuk organisasi. Biasanya. masukan dari orang lain memperkuat tujuan dan target. Tetapi ia harus berhati-hati untuk memastikan bahwa idenya benar-benar yang terbaik.12. – keputusan yang diperlukan tapi tidak disukai harus diambil oleh seorang pemimpin – soal tertentu demikian penting terhadap seseorang dan bahwa masa depannya bersama organisasi tersebut bergantung pada keberhasilan dalam soal tersebut. . Berkompetisi (seperti Pandito Durna dalam Wayang) • Cocok digunakan apabila: – keputusan harus diambil dan dijalankan dengan sangat cepat.

Lima Gaya Penyelesaian Konflik Kesimpulan: • Semua gaya penyelesaian konflik mempunyai pemakaian yang cocok. supaya kita dapat memakai gaya yang terbaik dalam setiap kasus. pada sikon tertentu. Kita sebaiknya belajar fleksibel dalam menggunakan gaya penyelesaian konflik.12. .

kalau gaya bekerja sama sering dipakai. Di sudut lain. yaitu menghindari. kalau jarang dipakai dan hanya dipakai dalam sikon yang cocok. Tiga gaya.12. Lima Gaya Penyelesaian Konflik Kesimpulan: • Biasakan mengutamakan bekerja sama sebagai gaya penyelesaian. ketiga gaya tersebut akan merusak seluruh proses penyelesaian konflik. Tetapi kalau sering dipakai. dan mengalah. dapat menjadi sesuai dan efektif. gaya tersebut akan menghasilkan rasa saling percaya. dan keputusan-keputusan yang positif untuk semua pihak. . hubungan yang lebih dekat. berkompetisi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->