Alkana, Alkena, Alkuna dan Alkil Halida

Dari berbagai unsur-unsur kimia yang kita kenal....ada satu unsur yang cakupannya sangat luas dan pembahasannya sangat mendalam yakni KARBON. Karbon mempunyai nomor atom 6 sehingga jumlah elektronnya juga 6....dengan konfigurasi 6C = 2, 4. Dari konfigurasi elektron ini terlihat atom C mempunyai 4 elektron valensi (elektron pada kulit terluar).....Untuk memperoleh 8 elektron (oktet) pada kulit terluarnya (elektron valensi) dibutuhkan 4 elektron sehingga masing-masing elektron valensi mencari pasangan elektron dengan atom-atom lainnya. Kekhasan atom karbon adalah kemampuannya untuk berikatan dengan atom karbon yang lain membentuk rantai karbon. Bentuk rantai2 karbon yang paling sederhana adalah Hidrokarbon. Hidrokarbon hanya tersusun dari dua unsur yaitu Hidrogen dan Karbon. Berdasarkan jumlah atom C lain yang terikat pada satu atom C dalam rantai karbon, maka atom C dibedakan menjadi : a. Atom C primer, yaitu atom C yang mengikat satu atom C yang lain. b. Atom C sekunder, yaitu atom C yang mengikat dua atom C yang lain. c. Atom C tersier, yaitu atom C yang mengikat tiga atom C yang lain. d. Atom C kwarterner, yaitu atom C yang mengikat empat atom C yang lain.

• • • •

atom C primer, atom C nomor 1, 7, 8, 9 dan 10 (warna hijau) atom C sekunder, atom C nomor 2, 4 dan 6 (warna biru) atom C tersier, atom C nomor 3 (warna kuning) atom C kwarterner, atom C nomor 5 (warna merah)

Berdasarkan bentuk rantai karbonnya : • Hidrokarbon alifatik = senyawa hidrokarbon dengan rantai lurus/terbuka yang jenuh (ikatan tunggal/alkana) maupun tidak jenuh (ikatan rangkap/alkena atau alkuna). • Hidrokarbon alisiklik = senyawa hidrokarbon dengan rantai melingkar / tertutup (cincin). • Hidrokarbon aromatik = senyawa hidrokarbon dengan rantai melingkar (cincin) yang mempunyai ikatan antar atom C tunggal dan rangkap secara selang-seling / bergantian (konjugasi) Selanjutnya dalam artikel ini saya batasi membahas hidrokarbon rantai terbuka (alifatik) saja.... Berdasarkan ikatan yang ada dalam rantai C-nya, senyawa hidrokarbon alifatik dibedakan atas : 1. Alkana (CnH2n+2) 2. Alkena (CnH2n) 3. Alkuna (CnH2n-2) Keterangan : n = 1, 2, 3, 4, .......dst

Alkana (Parafin)
adalah hidrokarbon yang rantai C nya hanya terdiri dari ikatan kovalen tunggal saja. sering disebut sebagai hidrokarbon jenuh....karena jumlah atom Hidrogen dalam tiap2 molekulnya

maksimal. Memahami tata nama Alkana sangat vital, karena menjadi dasar penamaan senyawa2 karbon lainnya. Sifat-sifat Alkana 1. Hidrokarbon jenuh (tidak ada ikatan atom C rangkap sehingga jumlah atom H nya maksimal) 2. Disebut golongan parafin karena affinitas kecil (sedikit gaya gabung) 3. Sukar bereaksi 4. Bentuk Alkana dengan rantai C1 – C4 pada suhu kamar adalah gas, C4 – C17 pada suhu adalah cair dan > C18 pada suhu kamar adalah padat 5. Titik didih makin tinggi bila unsur C nya bertambah...dan bila jumlah atom C sama maka yang bercabang mempunyai titik didih yang lebih rendah 6. Sifat kelarutan : mudah larut dalam pelarut non polar 7. Massa jenisnya naik seiring dengan penambahan jumlah unsur C 8. Merupakan sumber utama gas alam dan petrolium (minyak bumi) Rumus umumnya CnH2n+2 Deret homolog alkana Deret homolog adalah suatu golongan/kelompok senyawa karbon dengan rumus umum yang sama, mempunyai sifat yang mirip dan antar suku-suku berturutannya mempunyai beda CH2 atau dengan kata lain merupakan rantai terbuka tanpa cabang atau dengan cabang yang nomor cabangnya sama. Sifat-sifat deret homolog alkana : o Mempunyai sifat kimia yang mirip o Mempunyai rumus umum yang sama o Perbedaan Mr antara 2 suku berturutannya sebesar 14 o Makin panjang rantai karbon, makin tinggi titik didihnya n Rumus Nama = metana = etana = propana = butana = pentana = heksana = heptana = oktana = nonana = dekana = undekana = dodekana

1. CH4 2 . C2H6 3 . C3H8 4. C4H10 5. C5H12 6. C6H14 7. C7H16 8. C8H18 9. C9H20 10. C10H22 11. C11H24 12. C12H26

TATA NAMA ALKANA 1. Nama alkana didasarkan pada rantai C terpanjang sebagai rantai utama. Apabila ada dua atau lebih rantai yang terpanjang maka dipilih yang jumlah cabangnya terbanyak 2. Cabang merupakan rantai C yang terikat pada rantai utama. di depan nama alkananya ditulis nomor dan nama cabang. Nama cabang sesuai dengan nama alkana dengan mengganti akhiran ana dengan akhiran il (alkil). 3. Jika terdapat beberapa cabang yang sama, maka nama cabang yang jumlah C nya sama disebutkan sekali tetapi dilengkapi dengan awalan yang menyatakan jumlah seluruh cabang

..nana cabang .bila rantai utamanya yang lurus (garis putus2) hanya bertambah satu atom C sedangkan bila belok ke bawah maka akan bertambah 2 atom C...penomoran cabang kita pilih yang angkanya terkecil : • bila dari ujung rantai utama sebelah kiri maka etil terletak di atom C rantai utama nomor 3 dan metil terletak di atom C rantai utama nomor 2 dan 6 • bila dari ujung rantai utama sebelah kanan maka etil terletak di atom C rantai utama nomor 6 dan metil di atom C rantai utama nomor 3 dan 7 kesimpulannya kira urutkan dari ujung sebelah kiri.. penjelasannya lebih mudah...... Apabila letak cabang yang terdekat dengan kedua sama dimulai dari : • Cabang yang urutan abjadnya lebih dulu ( etil lebih dulu dari metil ) • Cabang yang jumlahnya lebih banyak ( dua cabang dulu dari satu cabang ) Contoh : Apakah nama idrokarbon di bawah ini ? pertama kali kita tentukan rantai utamanya.... bila rantai utamanya yang lurus (garis putus2) maka sama2 akan bertambah 2 atom C tapi hanya akan menimbulkan satu cabang (bagian yang belok ke bawah).sedangkan bila kita belokkan ke bawah akan timbul 2 cabang (Aturan no 1).. Untuk cabang yang jumlah C nya berbeda diurutkan sesuai dengan urutan abjad ( etil lebih dulu dari metil ).. yaitu di = 2.tersebut.. Urutan penamaan : jadi namanya : nomor cabang . Jadi rangkaian rantai utama itu boleh belak-belok dan gak harus lurus. terlihat ada 3 cabang yakni 1 etil dan 2 metil.. Nomor atom C tempat cabang terikat harus dituliskan sebanyak cabang yang ada (jumlah nomor yang dituliskan = awalan yang digunakan).. Nomor cabang dihitung dari ujung rantai utama yang terdekat dengan cabang..Rantai utama adalah rantai terpanjang : rantai utamanya adalah yang di kotak merah. 5.6 dimetil oktana .... tetra =4.. Kenapa?? coba kalian perhatikan sisi sebelah kiri.asal masih dalam satu rangkaian yang bersambungan tanpa cabang.nama rantai induk 3 etil 2. penta = 5 dan seterusnya. 4.... Sekarang coba kalian perhatikan bagian kanan.... rantai karbon yang tersisa dari rantai utama adalah cabangnya.... tri = 3.

Sehingga . karena cabang metil ada dua buah maka cukup disebut sekali ditambah awalan "di" yang artinya "dua". sebagai : • Bahan bakar • Pelarut • Sumber hidrogen • Pelumas • Bahan baku untuk senyawa organik lain • Bahan baku industri Alkena (Olefin) merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh yang memiliki 1 ikatan rangkap 2 (-C=C-) Sifat-sifat Alkena       Hidrokarbon tak jenuh ikatan rangkap dua Alkena disebut juga olefin (pembentuk minyak) Sifat fisiologis lebih aktif (sbg obat tidur --> 2-metil-2-butena) Sifat sama dengan Alkana.. eksplosif dalam udara (pada konsentrasi 3 – 34 %) Terdapat dalam gas batu bara biasa pada proses “cracking” Rumus umumnya CnH2n TATA NAMA ALKENA hampir sama dengan penamaan pada Alkana dengan perbedaan :  Rantai utama harus mengandung ikatan rangkap dan dipilih yang terpanjang.. karena rantai utamanya terdiri dari 8 atom C maka rantai utamanya bernama : oktana. tapi lebih reaktif Sifat-sifat : gas tak berwarna. Nama rantai utama juga mirip dengan alkana dengan mengganti akhiran -ana dengan -ena.cabang etil disebut lebih dahulu daripada metil karena abjad nama depannya dahulu (abjad "e" lebih dahulu dari "m").. dapat dibakar. bentuk struktur kerangka Alkana kadangkala mengalami penyingkatan. bau yang khas.misalnya : CH3 (warna hijau) merupakan ujung rantai CH2 (warna biru) merupakan bagian tenganh rantai lurus CH (warna oranye) percabangan tiga C (warna merah) percabangan empat Kegunaan alkana..

.. dan alkohol. Contoh : menpunyai rantai utama.namun akhiran -ena diganti -una Kegunaan Alkuna sebagai :    etuna (asetilena = C2H2) digunakan untuk mengelas besi dan baja. penghitungan atom C pada rantai utama dimulai dari ikatan rangkap.sehingga namanya cukup : pentena.. Nomor cabang diurutkan sama dengan urutan nomor ikatan rangkapnya... untuk penerangan Sintesis senyawa lain... Pada soal di atas dari ujung sebelah kanan.sebelah kiri ikatan rangkap hanya ada satu pilihan sedangkan sebelah kanan ikatan rangkap ada dua pilihan yaitu lurus dan belokan pertama ke bawah. Nomor posisi ikatan rangkap ditulis di depan nama rantai utama dan dihitung dari ujung sampai letak ikatan rangkap yang nomor urut C nya terkecil... karet sintetik.. .. Alkuna merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh yang memiliki 1 ikatan rangkap 3 (–C≡C–).  pemilihan rantai atom C terpanjang dimulai dari C rangkap ke sebelah kanan dan kirinya dan dipilih sebelah kanan dan kiri yang terpanjang. Sifatnya sama dengan Alkena namun lebih reaktif.....kedua2nya sama2 menambah 4 atom C namun bila belokan pertama kebawah hanya menghasilkan satu cabang sedangkan bila lurus menimbulkan dua cabang.. Rumus umumnya CnH2n-2 Tata namanya juga sama dengan Alkena... Jadi namanya : 3 etil 4 metil 1 pentena 1 pentena dapat diganti dengan n-pentena atau khusus ikatan rangkap di nomor satu boleh tidak ditulis. Urutan nomor posisi rantai cabang sama seperti urutan penomoran ikatan cabang rantai utama... Kegunaan Alkena sebagai :    Dapat digunakan sebagai obat bius (dicampur dengan O2) Untuk memasakkan buah-buahan bahan baku industri plastik.

4. diisi sampai penuh). Struktur Alkil Halida : R-X Keterangan : R = senyawa hidrokarbon X = Br (bromo). iodo dan polikloro lebih berat dari pada air. Tidak larut dalam air. sebagai propellant (penyebar) kosmetik. I) Sifat fisika Alkil Halida :    Mempunyai titik lebih tinggi dari pada titik didih Alkana dengan jumlah unsur C yang sama. Freon (Freon 12 = CCl2F2. 3. bila diikat atom C sekunder Alkil halida tersier. Freon 22 = CHCl2F) : pendingin lemari es. bila diikat atom C primer Alkil halida sekunder. . Senyawa-senyawa bromo. insektisida.Alkil Halida (Haloalkana) Senyawa alkil halida merupakan senyawa hidrokarbon baik jenuh maupun tak jenuh yang satu unsur H-nya atau lebih digantikan oleh unsur halogen (X = Br. obat bius (dibubuhi etanol. disimpan dalam botol coklat. alat “air conditioner”. Dari alkohol Halogenasi Adisi hidrogen halida dari alkena Adisi halogen dari alkena dan alkuna reaksi adisi dapat dilihat dalam artikel saya yang berjudul "Reaksi-reaksi Senyawa Karbon" Penggunaan Alkil Halida :    Kloroform (CHCl3) : pelarut untuk lemak. Cl. 2. alat pemadam kebakaran (Pyrene). Cl (kloro) dan I (Iodo) Berdasarkan letak alkil dalam hidrokarbon di bagi menjadi :    Alkil halida primer. bila diikat atom C tersier (CH3)2CH-Br sekunder (CH3)3C-Br tersier CH3-CH2-CH2-CH2-Cl Primer Pembuatan Alkil Halida 1. Tetraklorometana = karbontetraklorida (CCl4) : pelarut untuk lemak. dsb. tapi larut dalam pelarut organik tertentu.

mulai suku kelima dan seterusnya diberi awalan angka-angka Latin. Anda harus betul-betul menguasai nama-nama dari kesepuluh alkana yang sederhana ini karena akan merupakan dasar bagi penamaan senyawa-senyawa karbon lainnya. dapat dicairkan pada tekanan tinggi dan digunakan pula sebagai bahan bakar yang disebut LPG (liquified petroleum gas). dan dapat dipisahkan menjadi bagian-bagiannya dengan distilasi bertingkat. non.5 36 68 98 125 151 174 massa 1 mol dalam g 16 30 44 58 72 86 100 114 128 142 1 CH4 2 C2H6 3 C3H8 4 C4H10 5 C5H12 6 C6H14 7 C7H16 8 C8H18 9 C9H20 10 C10H22 Selisih antara suku satu dan suku berikutnya selalu sama. LPG dijual dalam tangki-tangki baja dan diedarkan ke rumah-rumah. bahan bakar diesel. suku keempat dengan but-. Bagaimana kita dapat memberi nama pada suku-suku alkana. yaitu titik didih. Umpamanya. Bagaimana sifat-sifat senyawa karbon yang termasuk dalam satu deret homolog? Perhatikan tabel di atas di mana terdapat salah satu sifat. Gas propana. metana dan alkana apanya y yang sama? Akhiran -ana.untuk suku pertama. suku ketiga dengan prop-. Gas butana lebih mudah mencair daripada propana dan digunakan sebagai "geretan" rokok. Titik didih semakin tinggi jika massa molekul relatifnya makin besar. jadi alk.untuk 10. Alkana-alkana yang bersuhu tinggi terdapat dalam kerosin (minyak tanah). Alkana-alkana penting sebagai bahan bakar dan sebagai bahan mentah untuk mensintesis senyawa-senyawa karbon lainnya.untuk 8. Oktana mempunyai titik didih yang tempatnya berada dalam lingkungan bahan bakar motor. Alkana banyak terdapat dalam minyak bumi. Ternyata banyak senyawa-senyawa karbon yang merupakan deret seperti alkana seperti yang akan kita pelajari nanti. Hasil penamaan sudah dapat anda lihat pada tabel di atas. dan parafin yang banyak digunakan untuk membuat lilin.untuk 5. bahan pelumas. pent. Suku pertama sampai dengan keempat senyawa alkana berwujud gas pada temperatur kamar.diganti dengan met.Alkana Hidrokarbon jenuh yang paling sederhana merupakan suatu deret senyawa yang memenuhi rumus umum CnH2n+2 yang dinamakan alkana atau parafin. Suku pertama sampai dengan 10 senyawa alkana dapat anda peroleh dengan mensubstitusikan harga n dan tertulis dalam tabel berikut.untuk 6. suku kedua dengan et-. Sedangkan rumus struktur menggambarkan bagaimana atom-atom itu terikat satu sama . heks. untuk itu perhatikan nama setiap suku itu dan nama umum. dan dek. Rumus molekul menyatakan banyaknya atom setiap unsur yang ada dalam suatu molekul. yaitu -CH2 atau 14 satuan massa atom. okt. Metana biasa disebut juga gas alam yang banyak digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga/industri.untuk 7. Hal ini berarti wujudnya akan berubah pada suhu kamar dari gas ke cair kemudian padat. sehingga seperti suatu deret dan disebut deret homolog (deret sepancaran). hept. Suku pertama sampai dengan 10 senyawa alkana Suku ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 n rumus molekul nama metana etana propana butana pentana heksana heptana oktana nonana dekana titik didih (°C/1 atm) -161 -89 -44 -0.untuk 9. Kecenderungan sifat apa lagi yang dapat anda ramalkan? Dalam kimia karbon adalah panting bagi kita untuk dapat menuliskan rumus molekul dan rumus struktur.

Bila rantai karbon panjang atau bercabang. tetapi biasanya molekul-molekul senyawa karbon cukup digambarkan dengan gambaran dua dimensi saja. H | H-C-H | H rumus struktur metana (gambar 2 dimensi) Nama Formula (rumus) Formula struktural H | H-C-H | H H H | | H-C-C-H | | H H H H H | | | H-C-C-C-H | | | H H H H H H H | | | | H-C-C-C-C-H | | | | H H H H metana CH4 etana C2H6 propana C3H8 butana C4H10 Sifat alkana sebenarnya berhubungan dengan rantai struktural molekulnya. maka kita harus mampu menggambarkan rangka karbon dalam suatu molekul senyawa karbon. contoh : molekul butana | | | | -C-C-C-C| | | | sekarang anda tinggal membubuhkan atom-atom hidrogennya H H H H | | | | H-C-C-C-C-H | | | | H H H H . Karena atom karbon merupakan tulang punggung dari semua senyawa karbon. maka setelah anda buat rangka atom karbonnya tinggal membubuhkan atom-atom hidrogen pada ikatan atom karbon yang masih kosong.lain. Setiap atom karbon dikelilingi secara tetrahedral oleh atom-atom terikat dalam gambaran tiga dimensi.

terlihat bahwa rantai karbonnya tidak benar-benar lurus seperti rumus strukturnya.CH2 . . Atom C yang terikat dengan satu atom C dan 3 atom H disebut atom C primer. titik beku dan titik didih dari yang berantai lurus adalah -138.5°C sedang yang rantainya bercabang adalah -159°C dan -12°C. Isomer Alkana Bagaimana kita dapat memperoleh molekul alkana yang lebih panjang dari molekul yang lebih pendek ? Gantilah salah satu atom H dari metana dengan gugus -CH3 maka akan kita peroleh molekul etana. Kita mengatakan bahwa setiap atom H terikat secara ekuivalen dengan atom karbon. Jadi dapatkah Anda mendefinisikan apa itu isomeri ? Kedua hasil penggantian itu adalah senyawa yang berbeda terbukti mempunyai sifatsifat berbeda.Kalau anda membuat molekul butana dengan molymod. Kebanyakan yang kita tuliskan adalah rumus struktur yang lebih sederhana lagi yaitu: CH3 . Sekarang semakin jelas tentunya mengapa jumlah senyawa karbon itu demikian banyaknya. Demikian juga jika kita mengganti salah satu atom H dari etana dengan gugus CH3 akan kita peroleh propana yang rantai karbonnya lebih panjang satu lagi.CH2 . sedang atom C yang terikat dengan dua atom C den dua atom H disebut atom C sekunder. peristiwa ini disebut isomer. Kedua hasil penggantian itu mempunyai rumus struktur yang berbeda tetapi rumus molekulnya sama. CH3-H diganti dengan -CH3 diperoleh CH3-CH3 CH3-CH2-H diganti dengan -CH3 diperoleh CH3-CH2-CH3 Anda boleh memilih salah satu atom H yang mana saja untuk diganti dengan gugus -CH3 dan anda akan memperoleh hasil penggantian yang sama. Tetapi bila sekarang anda akan mengganti salah satu atom H dari propana dengan gugus -CH3 anda akan memperoleh lebih dari satu macam hasil. kita mengatakan atom H tidak lagi terikat secara ekuivalen. karena atom karbon tetrahedral mencegah gambaran rantai karbon lurus. perhatikanlah: CH3-CH2-CH2-H diganti dengan -CH3 diperoleh CH3-CH2-CH2-CH3 n-butana H CH3 | | CH3-CH-CH3 diganti dengan -CH3 diperoleh CH3-CH-CH3 isobutana Jelas terlihat bahwa kedua hasil penggantian di atas berbeda.CH3 atau CH3CH2CH2CH3 Jadi asal terbaca rantai karbonnya. itulah yang akan kita gunakan selanjutnya asal selalu ingat bahwa sesungguhnya adalah gambaran ruang.3°C dan -0.

C. Carilah namanya pada tabel suku pertama sampai dengan 10 senyawa alkana dan letakkan di bagian belakang Kadang-kadang rumus struktur itu tidak digambarkan dengan rantai karbon terpanjang dalam garis lurus. Pecahan alkana ini disebut gugus alkil.C3 . Letakkan nama gugus cabang ini di depan nama rantai induk 3. Rantai karbon berurutan yang terpanjang dalam suatu molekul ditentukan sebagai rantai induk.Tata nama Alkana Sekarang bagaimana memberi nama isomer butana itu ? Untuk itu marilah kita gunakan aturan tata nama yang diterbitkan IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry).C4 .C . Isomer bercabang diberi nama sebagai turunan rantai lurus di mana satu atau beberapa atom hidrogen diganti dengan pecahan alkana.C5 . dan mempunyai rumus umum -CnH2n+1 Dengan mengganti n dengan angka-angka diperoleh suku-sukunya seperti terlihat pada tabel berikut Beberapa gugus alkil n -CnH2n+1 Rumus struktur terinci H | -C-H | H H H | | -C-C-H | | H H H H H | | | .H | | | | | H H H H-C-H H | H . biasa diberi tanda -R (dari kata radikal). 1. 2. tetapi sebagai gugus cabang tentunya jarang yang berantai panjang.C1 . rantai induk itu diberi diberi nomor dari kiri atau dari kanan sehingga cabang pertama mempunyai nomor terkecil.C2 .C .H | | | H H H H H H H | | | | -C-C-C-C-H | | | | H H H H Rumus struktur sederhana Nama 1 -CH3 -CH3 metil 2 -C2H5 -CH2-CH3 etil 3 -C3H7 -CH2-CH2-CH3 propil 4 -C4H9 -CH2-CH2-CH2-CH3 butil Tentunya anda dapat meneruskan untuk alkil-alkil lain. Untuk menentukan cabang pada rantai induk. contoh : H H H H H | | | | | H .

H | | H H Kedua atom H di bawah harus dibebaskan supaya elektron-elektron atom C yang tadinya dipakai untuk membentuk ikatan kovalen dengan atom H dapat dialihkan untuk membentuk ikatan kovalen dengan sesama atom karbon. Ingat setiap cabang diberi satu nomor. Alkena mengandung satu ikatan rangkap dua antara dua atom C. rantai C terpanjang 5.1C .2C .C .a. namanya kalau dari kiri 4. Kekurangan jumlah atom H pada alkena dibandingkan dengan jumlah atom H pada alkana dapat dijelaskan sebagai berikut.4C . Perhatikan untuk n = 2. b.H 2. Jika cabang-cabang itu sama. Cukup diberi awalan di.C . cabangnya adalah metil c. cabang etil disebut dulu dari cabang metil. tidak peduli cabangnya sama atau beda. Jika cabang-cabang itu berbeda. maka urutan menyebutnya adalah menurut urutan abjad huruf pertamanya. tabel ini . jadi dinamakan butana b. bagaimana dapat digambarkan rumus strukturnya? Perhatikan contoh berikut! H H H H | | | | H . Rantai terpanjangnya 4. maka suku pertama alkena harus mengandung dua atom C.3C . Lima suku pertama alkena Suku ke n rumus struktur nama ..C = C . Alkena Alkena tergolong hidrokarbon tidak jenuh yang mengandung satu ikatan rangkap dua antara dua atom C yang berurutan. contoh : H H H H | | | | H. Letak cabangnya pada atom C nomor 2 dan nomor 3. Kadang-kadang terdapat lebih dari satu cabang.3-dimetilbutana | | | | H H-C-H H-C-H H | | H H a. dan beberapa suku lain dapat Anda lihat pada tabel berikut ini. namanya tidak perlu disebut dua kali. tetra untuk 4 cabang yang sama dan seterusnya. jadi menurut pentana dan kita letakkan di bagian belakang. Jadi rumus umumnya mempunyai 2 atom H lebih sedikit dari alkana karena itu rumus umumnya menjadi CnH2n+2-2H = CnH2n. kalau 3 cabang sama awalannya tri. Cabangnya adalah metil dan ada dua c. Jadi n = 2. Letakkan cabang itu pada atom C nomor dua dari kanan (karena menjadi nomor 4).. pada alkana adalah C2H6 sedang pada alkena adalah C2H4. Menurut aturan nomor satu.H berubah menjadi H .

C . yang dapat diikat berkurang dua. tetapi pada penentuan rantai induk yang terpanjang harus rantai yang mengandung ikatan rangkap.C4 .CH2 . Suku alkena yang banya dikenal adalah etena (etilena) dan propena (propilena) yang merupakan bahan dasar untuk membuat plastik polietena (politena) dan polipropilen. besar tidak berbeda dengan cara memberi nama alkana yang bercabang.4H = CnH2n-2 Seperti halnya alkena. Senyawa alkuna tersebut mempunyai nama etuna atau dengan nama lazim asetilena.CH3 etena propena 1-butena 1-pentena 1-heksena Nama alkena berbeda dengan alkana hanya pada bagian belakang.CH3 CH2 = CH .H | | | H CH3 H 3-metil-1-butena (bukan 2-metil-3-butena) Pada alkana tidak ada bagian dari rumus strukturnya yang mempunyai ciri khas. jadi bagian yang menunjuk pada jumlah tidak berubah.1 2 3 4 5 2 3 4 5 6 CH2 = CH2 CH2 = CH . maka rumus umumnya menjadi CnH2n+2 .CH2 . sehingga rumus molekulnya C2H2.C º C . Jadi propuna disebut metil asetilena.CH2 . sehingga tinggal satu elektron pada tiap-tiap atom C tersisa untuk mengikat atom H. Sebagai contoh lihatlah rumus struktur berikut ini. Bagaimana memberi nama alkena yang bercabang? Secara garis. . Bagian ini (-C=C-) disebut gugus fungsional. Asetilena merupakan suatu gas yang dihasilkan dari reaksi karbon dengan air dan banyak digunakan oleh tukang las untuk menyambung besi.CH3 CH2 = CH . alkuna juga mempunyai suku pertama dengan harga n = 2. H H H H | | | | 1 2 3 C = C . Jumlah atom H.CH3 CH2 = CH . sedang rumus strukturnya H . CaC2 (s) + 2 H20 (l) ® C2H2 (g) + Ca(OH)2 (aq) karbida asetilena Tata nama alkuna sama dengan alkana atau alkena. Untuk membentuk ikatan rangkap 3 atau 3 ikatan kovalen diperlukan 6 elektron. Etuna merupakan suku alkuna satu-satunya yang dapat dibuat. Alkuna Alkuna merupakan deret senyawa hidrokarbon tidak jenuh yang dalam tiap molekulnya mengandung satu ikatan rangkap 3 diantara dua atom C yang berurutan. Jadi ikatan rangkapnya diutamakan dengan nomor terkecil.H. tetapi suku pertamanya juga mempunyai n = 2 seperti alkena. sebaliknya pada alkena ada bagian dari rumus strukturnya yang mengandung satu ikatan rangkap dua. bagian pertama menunjuk pada jumlah sedang bagian kedua adalah akhiran -una.CH2 -CH2 .CH2 . Suku-suku alkuna lain sering diberi nama atau dianggap sebagai turunan etuna.

bahkan penyebabnya dua. pada alkena dan alkuna dapat pula disebabkan ikatan rangkapnya berpindah tempat (disebut isomeri posisi) karena itu letak ikatan rangkap pada suku-suku alkena dan alkuna yang lebih tinggi selalu diberi nomor seperti terlihat di atas. Kalau pada alkana hanya pada rantainya berbeda (disebut isomeri rantai). suku-suku rendah pada alkena dan alkuna pun hanya mempunyai satu rumus struktur. tetapi pada suku ketiga (jangan lupa harga n-nya 4) dapat kita tuliskan lebih dari satu rumus struktur yaitu . pada alkena 1-butena 2-butena 2-metil-1-propena CH2=CH-CH2-CH3 CH3-CH=CH-CH3 CH2=C-CH3 | CH3 pada alkuna CH3ºC-CH2-CH3 CH3-CºC-CH3 1-butuna 2-butuna Jadi peristiwa isomeri terjadi pula pada alkena dan alkuna. .Seperti pada alkana.

Hidrokarbon suatu senyawa dikatakan senyawa Hidrokarbon apabila senyawa yang tersusun oleh atom karbon (C) dan hidrogen (H). Selain itu. 4. Hidrokarbon terbagi menjadi 3 kelompok yaitu hidrokarbon alifatik. bercabang. yang termasuk hidrokarbon – alifatik yaitu alkana. Tetapi energi yang dibutuhkan untuk melepaskan 4 buah elektron lebih besar daripada energi yang dibutuhkan untuk menerima 4 elektron. Atom karbon kuarterner (4º) yaitu atom karbon yang mengikat langsung dengan 4 atom karbon. alkena dan alkuna – alisiklik yaitu sikloalkana dan sikloalkena (pd gbr salah) – aromatik yaitu benzena dan turunannya. Kemampuan Membentuk Rantai Di alam karbon dapat membentuk ikatan antar karbon berupa ikatan tunggal. Atom karbon sekunder (2º) yaitu atom karbon yang mengikat langsung dengan 2 atom karbon dan hidrogen yang terikat pada karbon primer disebut hidrogen sekunder (H2). 1. Maka arom karbon lebih memilih menerima 4 buah elektron dibanding melepaskan 4 buah elektronnya. 2. Dari konfigurasi elektron diketahui bahwa karbon memiliki 4 elektron valensi. bahkan atom karbon dapat membentuk senyawaan dalam bentuk melingkar (siklik). . Berikut pembagian atom karbon dan hidrogen dalam senyawa hidrokarbon: 1.Kekhasan Atom Karbon 1. Untuk memenuhi kaidah oktet atau duplet maka atom karbon memerlukan tambahan 4 buah elektron atau melepaskan 4 buah elektronnya untuk memenuhi kaidah duplet. rangkap dua atau rangkap tiga. Atom karbon primer (1º) yaitu atom karbon yang mengikat langsung 1 atom karbon lain dan hidrogen yang terikat pada karbon primer disebut hidrogen primer (H1). hidokarbon alisiklik dan hidrokarbon aromatik. 3. Atom karbon tersier (3º) yaitu atom karbon yang mengikat langsung dengan 3 atom karbon dan hidrogen yang terikat pada karbon tersier disebut hidrogen tersier (H3). Dapat Membentuk Empat Ikatan Kovalen Kabon terletak pada golongan IVA dengan nomor atom 6. atom karbon mempunyai kemampuan membentuk rantai ikatan yang panjang dengan rantai karbon bervariasi yaitu berupa rantai lurus.

n = jumlah atom C. Nama-nama beberapa alkana tidak bercabang yang sering disebut sebagai deret homolog dapat dilihat pada tabel. alkana yang memiliki 5-17 atom karbon berwujud cair dan selebihnya berwujud padat. Nama metana etana propana butana pentana heksana heptana oktana nonana dekana undekana dodekana tridekana tetradekana pentadekana Rumus molekul CH4 C 2 H6 C 3 H8 C 4 H8 C5H12 C6H14 C7H16 C8H18 C9H20 C10H22 C11H24 C12H26 C13H26 C14H30 C15H32 Nama heksadekana heptadekana oktadekana nonadekana eikosana heneikosana dokosana trikosa tetrakosana pentakosana keksakosana heptakosana oktaoksana nonakosana trikontana Rumus molekul C16H34 C17H36 C18H38 C19H40 C20H42 C21H44 C22H46 C23H48 C24H50 C25H52 C26H54 C27H56 C28H58 C29H60 C30H62 Sifat Alkana Alkana yang memiliki berat molekul rendah yaitu metana.684 0. propana dan butana pada suhu kamar dan tekanan atmosfer berwujud gas.423054505010 573 0. Nama Titik leleh (ºC) MetanaEtanaPropana -182-183-188 Butana Pentana 138 -130 -95 -91 Heksana Heptana -57 -51 -30 Oktana Nonana Dekana Titik didih (ºC) -162-89-420 36 69 98 126 151 174 Massa jenis (g/Cm3) 0. Alkana merupakan senyawa nonpolar sehingga sukar larut dalam air tetapi cenderung larut pada pelarut-pelarut yang nonpolar seperti eter.730 . Pada molekul-molekul alkana terjadi gaya van der Wals. Oleh karena itu alkana memiliki titik leleh dan titik didih yang lebih rendah dibanding senyawa semipolar atau senyawa polar dengan berat molekul yang hampir sama. Jika alkana ditambahkan pada air alkana akan berada pada lapisan atas.703 0. dari rumus umum ini jika diketahui jumlah atom karbon maka jumlah H dapat ditentukan demikian pula sebaliknya. Karena alkana merupakan senyawa nonpolar sehingga alkana yang berwujud cair pada suhu kamar merupakan pelarut yang baik untuk senyawa-senyawa kovalen. Sebagian besar alkana memiliki massa jenis lebih kecil dari massa jenis air.ALKANA alkana disefinisikan sebagai salah satu hidrokarbon alifatik jenuh yaitu hidrokarbon dengan rantai terbuka dan semua ikatan antar atom karbonnya merupakan ikatan tunggal. Rumus umum alkana yaitu : CnH2n+2 .655 0. Beberapa sifat fisika alkana dapat dilihat pada tabel. Untuk alkana-alkana yang berantai lurus titik leleh dan titik didih makin tinggi seiring bertambahnya massa molekul molekul.718 0. etana.526 0. hal ini disebabkan adanya perbedaan massa jenis antara air dan alkana.

Jika terdapat satu sustituen pada rantai siklik maka penomoran tidak perlu diberikan. dan propana. Perbedaan alkana dan sikloalkan yaitu atom alkana memiliki rantai yang terbuka sedangkan sikloalkan memiliki rantai yang tertutup menyerupai cincin. Rumus umum sikloalkana yaitu CnH2n. Di alam sikloalkana terdapat bersama alkana . Hal ini disebabkan alkana memiliki ikatan sigma yang kuat antar atom karbon. Apabila jumlah oksigen tersedia cukup memadai alkana akan teroksidasi sempurna menjadi karbon dioksida dan uap air serta pelepasan sejumlah energi panas. Dari rumus umum tersebut diketahui bahwa sikloalkana memiliki dua atom hidrogen lebih sedikit dibandingkan dengan alkana yang memiliki jumlah atom karbon sama. Pada alkana semakin banyak jumlah atom karbon maka jumlah isomer struktur yang terbentuk akan makin banyak. Reaksi pergantian atom dalam suatu senyawa disebut reaksi substitusi. Untuk substituen yang berbeda penomoran dimulai dari substituen yang mengawali urutan abjad. Apabila jumlah oksigen yang tersedia tidak mencukupi. Misalnya     CH4 + Cl2 → CH3Cl + HCl CH3Cl + Cl2 → CH2Cl2 + HCl CH2Cl2 + Cl2 → CH2Cl3 + HCl CH2Cl3 + Cl2 → CCl4 + HCl Isomer Alkana Alkana yang mempunyai kemampuan membentuk rantai ikatan yang panjang mengakibatkan kemungkinan besar terjadinya isomer struktur. hasil reaksi yang diperoleh berupa karbon monooksida dan uap air. Tiga suku alkana tersebut yaitu metana. Pada kondisi tertentu alkana dapat bereaksi dengan oksigen dan unsur-unsur halogen. Alkana dapat bereaksi dengan halogen dikatalisis oleh panas atau sinar ultraviolet. Dari reaksi tersebut terjadi pergantian 1 atom H dari alkana terkait. Awalan siklo menandakan adanya rantai tertutup pada alkana terkait. SIKLOHEKSANA Selain alkana rantai terbuka dikenal pula alkana dengan rantai tertutup yang sebut sikloalkana. maka terjadi pergantian lebih dari satu atom bahkan semua atom H digantikan oleh halogen. etana.sifat fisik Untuk alkana-alkana yang bercabang dapat dilihat disinihttp://wanibesak. Sikloalkana digolongkan sebagai hidrokarbon alisiklik. Isomer yaitu dua atau lebih senyawa yang mempunyai rumus molekul sama tetapi mempunyai struktur molekul yang berbeda. Sebab walaupun memiliki rantai tertutup namun sifat yang dimiliki mirip dengan alkana yang berantai terbuka. Pemberian nama sikloalkana tidak berbeda jauh dengan pemberian nama pada alkana. Tetapi apabila terdapat lebih dari satu substituen. Karena pada penamaan sikloalkana hanya menambah awalan siklo pada nama alkana yang bersesuaian. Berdasarkan penelitian laju pergantian atom H sebagai berikut H3 > H2 > H1. Pada 3 suku alkana yang pertama tidak memiliki isomer karena atom karbon yang dimiliki berjumlah sedikit sehingga atom karbon terikat pada atom karbon yang mana saja akan tetap memberikan nama yang sama. Dalam hal ini cara terikatnya atom-atom dalam molekul berbeda. maka penomoran perlu dilakukan.com/2010/09/05/mengapa-alkana-bercabang-memiliki-titikdidih-lebih-rendah/ Sifat kimia Alkana merupakan senyawa nonpolar yang tidak bereaksi dengan sebagian besar pereaksi. baik sama maupun berbeda.wordpress. Namun apabila halogen yang tersedia cukup memadai atau berlebih. Struktur rantai yang menyerupai cincin ini merupakan ciri khas senyawa-senyawa siklik.

sikloheksana.4-dimetilsikloheksana. dengan jumlah atom karbon 3-30. Tetapi yang paling banyak dijumpai adalah cincin beranggota 5 (siklopentana) dan 6 (siklopentana). 1-etil. metilsikloheksana. 4metilsikloheksana. siklobutana. 1. Dengan nama berturut-turut dimulai dari kiri: siklopentana.dalam minyak bumi. Penamaan sikloalkana dapat dilihat pada gambar. beberapa sifat siklopropana dilihat pada gambar sifat sikloalkana .

misalnya eter. .. Semakin banyak atom C. 240 254 268 282 Titik leleh Titik didih Kerapatan Fase pada (oC) (0C) (g/Cm3) 250C -182 -183 -188 -138 -130 -95 -91 . . lapisan alkana berada di atas..789 0. .. Heptadekana Oktadekana Nonadekana Iikosana CH4 C2H6 C3H8 C4H10 C5H12 C6H14 C7H16 .Jika alkana bercampur dengan air..526 0.... ..573 0.789 Gas Gas Gas Gas Cair Cair Cair . . titik didih semakin kecil. .778 0.. . Jika cairan alkena dicampur dengan air maka kedua cairan itu akan membentuk lapisan yang saling tidak bercampur.501 0. titik didih semakin tinggi. 2.423 0.. Pada suhu kamar. Pentana dengan titik didih 36oC b... 0. 3. Karena kerpatan cairan alkena lebih kecil dari 1 maka cairan alkena berada di atas lapisan air.. tiga suku yang pertama adalah gas. semakin banyak cabang. Semua alkana merupakan senyawa non polar sehingga sukar larut dalam air. 302 316 330 343 0. Untuk alkana yang berisomer (jumlah atom C sama banyak). ALKENA ALKUNA Sifat-sifat alkana 1.684 ... suku -suku berikutnya adalah cair dan suku-suku tinggi berbentuk padat.SIFAT ALKANA. 5 36 69 99 . 2. suku ke 5 hingga suku ke 16 berwujud cair. 22 28 32 37 -162 -89 -42 -0. dan suku diatasnya berwujud padat.. sebab massa jenisnya lebih kecil daripada 1.. pada suhu kamar.545 0. Dapat terbakar dengan nyala yang berjelaga karena kadar karbon alkena lebih tinggi daripada alkana yang jumlah atom karbonnya sama... cair padat padat padat SIFAT ALKENA 1. C17H36 C18H38 C19H40 C20H42 Mr 16 30 44 58 72 86 100 .. empat suku pertama berwujud gas..655 0. 2-metil butana dengan titik didih 28oC c. Contoh : pada isomer C5H12 yan memiliki 3 isomer : a.Pelarut yang baik untuk alkana adalah pelarut non polar.... .2 dimetil propana dengan titik didih 9oC Tabel Beberapa sifat fisik alkana Tabel Beberapa sifat fisik alkana Nama alkana Rumus molekul Metana Etana Propana Butana Pentana Heksana Heptana .... 2.789 0..

733 0.690 0. yakni titik didih mirip dengan alkana dan alkena. Tabel Beberapa sifat fisik alkuna Rumus Nama alkena molekul Etuna Propuna 1-Butuna 1-Pentuna 1-Heksuna 1-Hepuna 1-Oktuna 1-Nonusa 1-Dekuna C2H2 C3H4 C4H6 C5H8 C6H10 C7H12 C8H14 C9H16 C10H18 Mr 26 40 54 68 82 96 110 124 138 Titik leleh Kerapatan Titik didih Fase pada (oC) (g/Cm3) (°C) 25°C -81 -85 Gas -103 -23 Gas -126 8 Gas -90 -132 -81 -79 -50 -44 40 71 100 126 151 174 0.675 0.716 0.743 Fase pada 250C Gas Gas Gas Cair Cair Cair Cair Cair Cair Sifat Alkuna Sifat fisis alkuna.765 Cair Cair Cair Cair Cair Cair . suku berikutnya berwujud cair sedangkan pada suku yang tinggi berwujud padat.Tabel Beberapa sifat fisik alkena Nama alkena Rumus molekul Etena C2H4 Propena 1-Butena 1-Pentena 1-Heksena 1-Heptena 1-Oktena 1-Nonesa 1-Dekena C3H6 C4H8 C5H10 C6H12 C7H14 C8H16 C9H18 C10H20 Mr 28 42 56 70 84 98 112 126 140 Titik leleh Titik didih Kerapatan (oC) (0C) (g/Cm3) -169 -104 0.716 0.568 -185 -185 -165 -140 -120 -102 -81 -66 -48 -6 30 63 94 122 147 171 0.766 0. Pada suhu kamar.740 0.731 0. Semakin tinggi suku alkena.698 0. titik didih semakin besar.614 0.643 0. tiga suku pertama berwujud gas.630 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful