Analisis Pendapatan Nasional untuk Perekonomian tertutup Sederhana dan pertumbuhan Ekonomi

Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor adalah Produk Nasional Neto dikurangi pajak tak langsung ditambah subsidi . Jumlah inilah yang diterima faktor produksi yang dimiliki penduduk suatu negara . Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor merupakan penjumlahan dari lima hal , yaitu: a. Upah atau gaji yang diterima buruh atau karyawan b. Pendapatan dari seseorang yang melakukan bisnis individu (bukan perusahaan) c. Keuntungan perusahaan d. Pendapatan bunga selisih dari perusahaan e. Pendapatan sewa Model analisis dengan variabel investasi dan tabungan Model Analisis dengan variabel investasi tabungan adalah pengeluaran yang akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang lebih banyak lagi , atau dengan kata lain merupakan pengeluaran yang ditambahkan kepada komponen-komponen barang modal . Tujuan dari pelaksanaan model analisis dengan variabel investasi tabungan ini adalah mencari keuntungan di kemudian hari melalui pengoperasiaan mesin dan pabrik . Analisis keuangan pemerintah biasanya mencakup 4 aspek sebagai berikut, yaitu : 1. Operasi keuangan pemerintah dalam hubungan dengan defisit / surplus anggaran dan sumber-sumber pembiayaannya; 2. Dampak operasi keuangan pemerintah terhadap kegiatan sektor riil melalui pengaruhnya terhadap Pengeluaran Konsumsi dan Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) pemerintah; 3. Dampak rupiah operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap ekspansi bersih pada jumlah uang yang beredar; 4. Dampak Valuta Asing operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap aliran devisa masuk bersih. Terdapat sumber data untuk memperkirakan Investasi dan Tabungan Nasional, yaitu :  Data Produk Domestik Bruto atas dasar harga berlaku menurut penggunaan  Neraca Arus Dana yang digunakan oleh tim gabungan B.P.S., Bank Indonesia, dan Departemen Keuangan. Dalam menganalisis pertumbuhan Produk Domestik Bruto terlihat adanya kecenderungan untuk lebih menggunakan data Produk Domestik Bruto menurut penggunaan. Kalau kita menganggap bahwa perkiraan Investasi dan Tabungan Nasional Bruto yang dihasilkan oleh Tim

Phillips mengamati hubungan antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran. Dari hasil pengamatannya.S. maka seyogyanya data statistik Produk Domestik Bruto menurut penggunaan yang dipublikasikan oleh B. Hal tersebut disebabkan karena. setiap perekonomian dan negara pasti menghadapi masalah pengangguran.P. Data digunakan adalah data dari tahun 1980 hingga tahun 2005. Hasil pengamatan Phillips ini dikenal dengan kurva Phillip.S. Bagi negara yang perekonomiannya baik. maka pengangguran akan rendah. Inflasi (inflation) adalah gejala yang menunjukkan kenaikan tingkat harga umum yang berlangsung terus menerus. Ada tiga jenis inflasi yaitu: 1) inflasi tarikan permintaan (demand-pull inflation) 2) inflasi desakan biaya (cost-push inflation) 3) inflasi karena pengaruh impor (imported inflation). Kurva Philip Masalah utama dan mendasar dalam ketenagakerjaan di Indonesia adalah masalah upah yang rendah dan tingkat pengangguran yang tinggi. Bank Indonesia. Pertumbuhan tenaga kerja yang lebih besar dibandingkan dengan ketersediaan lapangan kerja menimbulkan pengangguran yang tinggi.Gabungan B. Karena itu. ternyata ada hubungan yang erat antara inflasi dengan tingkat pengangguran. Selanjut tingkat inflasi yang berkisar antara 7 sampai 10 persen dikatakan inflasi yang tinggi. yaitu pengangguran alamiah (natural rate of unemployment). Tingkat inflasi yang terjadi dalam suatu negara merupakan salah satu ukuran untuk mengukur baik buruknya masalah ekonomi yang dihadapi suatu negara. Tingkat inflasi yang berkisar antara 2 sampai 4 persen dikatakan tingkat inflasi yang rendah.. pengangguran dan neraca pembayaran. dan Departemen Keuangan lebih mendekati kebenaran. Untuk menggambarkan kurva Phillips di Indonesia digunakan data tingkat inflasi tahunan dan tingkat pengangguran yang ada. tingkat inflasi yang terjadi berkisar antara 2 sampai 4 persen per tahun. maka kurva Phillips untuk Indonesia terlihat seperti gambar berikut : . Pengangguran merupakan salah satu masalah utama dalam jangka pendek yang selalu dihadapi setiap negara. infalsi dan pengangguran Salah Satu masalah jangka pendek dalam ekonomi yaitu inflasi. dalam arti jika inflasi tinggi. Berdasarkan hasil pengamatan dengan data yang ada. pertambahan tenaga kerja baru jauh lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan lapangan kerja yang dapat disediakan setiap tahunnya. Didasarkan pada fakta itulah A. Hubungan antara pertumbuhan ekonomi.W. perlu diperbaiki.P.

Kurva Phillips untuk Indonesia A. Dengan tingginya harga (inflasi) maka untuk memenuhi permintaan tersebut produsen meningkatkan kapasitas produksinya dengan menambah tenaga kerja (tenaga kerja merupakan satu-satunya input yang dapat meningkatkan output). Menggunakan pendekatan A. Dengan naiknya permintaan agre-gat. . Phillips mengamati hubungan antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran. Phillips menggambarkan bagaimana sebaran hubungan antara inflasi dengan tingkat pengangguran didasarkan pada asumsi bahwa inflasi merupakan cerminan dari adanya kenaikan permintaan agregat. ternyata secara statistik maupun grafis tidak ada pengaruh yang signifikan antara inflasi dengan tingkat pengangguran. ternyata ada hubungan yang erat antara inflasi dengan tingkat pengangguran. maka pengangguran akan rendah.W. Dari hasil pengamatannya. Akibat dari peningkatan permintaan tenaga kerja maka dengan naiknya harga-harga (inflasi) maka. dalam arti jika inflasi tinggi.W. jika permintaan naik maka harga akan naik.W. ternyata secara statistik maupun grafis tidak ada pengaruh yang signifikan antara inflasi dengan tingkat pengangguran.W.Phillips dengan menghubungkan antara pengangguran dengan tingkat inflasi untuk kasus Indonesia kurang tepat. Hal ini didasarkan pada hasil analisis tingkat pengangguran dan inflasi di Indonesia dari tahun 1980 hingga 2005. Menggunakan pendekatan A. Didasarkan pada fakta itulah A. Hal ini didasarkan pada hasil analisis tingkat pengangguran dan inflasi di Indonesia dari tahun 1980 hingga 2005.Phillips dengan menghubungkan antara pengangguran dengan tingkat inflasi untuk kasus Indonesia kurang tepat. maka sesuai dengan teori permintaan. pengangguran berkurang. Hasil pengamatan Phillips ini dikenal dengan kurva Phillip.

Apa yang menentukan dimana tingkat rata-rata harga dan tingkat dimana harga tersebut meningkat. Aktivitas Ekonomi Agregat adalah kinerja perekonomian secara keseluruhan (perekonomian secara agregat). Apa yang menyebabkan fluktuasi tingkat pertumbuhan ekonomi dan pengangguran.Perekonomian 2 sektor ( perekonomian tertutup sederhana ) Apa Yang Dimaksud Dengan Ilmu Ekonomi Makro ? Ilmu Ekonomi Makro adalah suatu studi tentang aktivitas ekonomi secara agregat. Apa yang menentukan tingkat pertumbuhan PDB riil ? 2. Stabilisasi Perekonomian. . Ekonomi makro mencoba menjawab tiga pertanyaan utama 1. Kebijakan :  Kebijakan fiscal  Kebijakan moneter Tujuan kebijakan stabilisasi:  Tingkat perumbuhan pendapatan riil yang tinggi dan berkelanjutan  Tingkat pengangguran yang rendah  Memperkecil fluktuasi tingkat pertumbuhan pendapatan riil dan tingkat pengangguran  Tingkat inflasi yang rendah. 3.

Makanya muncul teori & model konsumsi (consumption theories/models) .  Perkembangan masy begitu cepat sehingga perilaku-perilaku kon-sumsi jg berubah cepat. saham. Kekayaan RT (Household Wealth) Kekayaan RT adalah kekayaan riel (misnya rumah. karena :  Punya pengaruh besar thdp stabilitas perekonomian. tidak (bersifat eksogenous). Perkiraan ttg Masa Depan (Household Expectation about the Future) . sdg konsumsi pemerintah. Hal ini membuat studi konsumsi RT tetap relevan bahkan muncul teori-2 konsumsi baru yg memperhitung-kan unsur ketidak pastian (uncertainty). misnya jg menggunakan fasilitas kredit. apalagi th 1996) sdg pengeluaran pemerintah hanya 10 – 20% pengeluaran agregat . jg pola hidup menjadi konsumtif. Tingkat Bunga (Interest Rate) Tkt Bunga menentukan tkt konsumsi. Empat Faktor “Ekonomi” yg Menentukan Tkt Konsumsi 1. Bila tkt bunga tinggi maka opportunity cost dari kegiatan konsumsi semakin mahal. 2. krn porsi yg cu-kup besar dlm total pengeluaran agregat (60 – 70%. 3.tanah) & finansial (deposito. mobil.dll). Pendapatan RT (Household Income) Makin tinggi pendapatan makin tinggi tkt konsumsi. Je-nis makanan & sarana hiburan makin meningkat seiring pendapatan yg meningkat. Kekayaan tsb dpt menambah konsumsi krn Pendapatan Disposabel meningkat.Teori Konsumsi Perekonomian dua sektor adalah perekonomian yg terdiri dari sektor Rumah Tangga dan Perusahaan (Produsen). sdg yg kaya (punya uang banyak) akan menyimpan utk mendpt bunga (jadi akan menunda konsumsi) 4.  Konsumsi RT bersifat endogenous yi besarnya konsumsi berkaitan erat dgn faktor-2 lain yg dianggap mempengaruhi. Pengeluaran Konsumsi (dlm Teori Konsumsi) sebenarnya terdiri dari konsumsi pemerintah (government consumption) & konsumsi rumah tangga/masy (household/private cumsumption). namun yg dibahas dlm teori konsumsi hanyalah pengeluaran RT.

maka cenderung akan melakukan konsumsi / pengeluaran RT meningkat. . dll) dan faktor eksternal (kondisi perekonomian domestik dan internasional. Faktor-2 yg mempengaruhi / prospek masa depan yi faktor internal ( karir yg meningkat.Jika memperkirakan masa depan makin baik.

karena pada zaman itu terdapat sedikit partai dibandingkan dengan zaman sekarang yang memiliki banyak partai. Keuntungan perusahaan d. sehingga para investor asing tidak lagi menanam sahamnya di Indonesia. pengangguran dan neraca pembayaran. Hal tersebut disebabkan karena. Pendapatan bunga selisih dari perusahaan e. Upah atau gaji yang diterima buruh atau karyawan b. Padahal saham asing sangat membantu pertumbuhan ekonomi negara. Hubungan antara pertumbuhan ekonomi. Pendapatan dari seseorang yang melakukan bisnis individu (bukan perusahaan) c.Analisis Pendapatan Nasional untuk Perekonomian Tertutup Sederhana & Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan perekonomian di dalam suatu negara sangat berpengaruh terhadap kehidupan rakyat di negara tersebut. Pendapatan sewa Ekonomi Sederhana (Tertutup) Dengan asumsi tidak adanya ekspor dan impor dan tidak ada pemerintah maka komponen permintaan agregat (aggregate demand) atau output sama dengan konsumsi (dengan notasi C) ditambah dengan investasi (dengan notasi I). Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor merupakan penjumlahan dari lima hal . Inflasi (inflation) adalah gejala yang menunjukkan kenaikan tingkat harga umum yang berlangsung terus menerus. Jumlah inilah yang diterima faktor produksi yang dimiliki penduduk suatu negara . Akibat terlalu banyaknya jumlah partai yang ada. Y=C+I . masalah utama dan mendasar yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu masalah dalam ketenagakerjaan di Indonesia seperti masalah upah yang rendah dan tingkat pengangguran yang tinggi. Pertumbuhan ekonomi di indonesia sekarang ini berbeda saat zaman orde baru. Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor adalah Produk Nasional Neto dikurangi pajak tak langsung ditambah subsidi. Pertumbuhan tenaga kerja yang lebih besar dibandingkan dengan ketersediaan lapangan kerja menimbulkan pengangguran yang tinggi. Salah Satu masalah jangka pendek dalam ekonomi yaitu inflasi. Saat Zaman orde baru pertumbuhan ekonomi mungkin lebih baik. karena selalu dimintai untuk mendanai konfoi partai tersebut. pertambahan tenaga kerja baru jauh lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan lapangan kerja yang dapat disediakan setiap tahunnya. yaitu : a. Tingkat inflasi yang terjadi dalam suatu negara merupakan salah satu ukuran untuk mengukur baik buruknya masalah ekonomi yang dihadapi suatu negara. inflasi dan pengangguran sangat erat hubungannya. 1. Rumusan Masalah Selain inflasi.

belanja ini dikategorikan sebagai investasi untuk memproduksi barang dan jasa selanjutnya. artinya sumber dana untuk investasi berasal dari tabungan. Persamaan (1) diatas artinya bahwa output yang diproduksi oleh ekonomi sama dengan aggregate demand dimana aggregate demand ini terdiri dari konsumsi dan investasi. Atau output yang diproduksi sama dengan output yang dijual dan sama dengan income yang diterima. Dari sisi aggregate. 2. Output ini juga sama dengan income yang diterima oleh seorang pelaku ekonomi (misalnya pengusaha) dan digunakan sebagian untuk konsumsi dan sisanya akan digunakan untuk belanja barang modal guna melanjutkan proses produksi berikutnya. hal ini karena konsumen tidak mempunyai usaha sendiri seperti halnya dengan produsen sehingga formula (1) diatas dapat ditulis sebagai berikut: Y=C+S Bila kedua persamaan diatas digabung maka didapat C+I=Y=C+S Persamaan sebela kiri adalah komponen aggregate demand atau output dan sebelah kanan adalah aloksi atau penggunaan income. Analisis keuangan pemerintah biasanya mencakup 4 aspek sebagai berikut. . Dari sisi individual saving yang dilakukan oleh konsumen tidak berarti akan langung dialoksikan kepada kegiatan produktif (productive investment). karena keterbatasan yang dimiliki oleh konsumen sehingga mereka memerlukan jasa perbankan untuk melakukan kegiatan tersebut. Persamaan diatas akhirnya menjadi: I=S Saving sama dengan investasi. konsumen atau private sektor tidak melakukan investasi sendiri terhadap uangnya yang berlebih tetapi pada umumnya akan menyimpan uangnya di Bank sebagai tabungan (S) dan bank akan menyalurkan dana tersebut kepada orang-orang yang membutuhkan berupa kredit usaha atau investasi (I). Y sama dengan income. Dari sisi alokasi income atau konsumen maka income yang didapat akan digunakan sebagian besar untuk konsumsi dan sisanya akan ditabungkan (S). yaitu : a) Operasi keuangan pemerintah dalam hubungan dengan defisit / surplus anggaran dan sumber-sumber pembiayaannya. Model Anlalisis dengan Variabel Investasi dan Tabungan Model Analisis dengan variabel investasi tabungan adalah pengeluaran yang akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang lebih banyak lagi .Seperti telah disebut diatas output. Dengan demikian income (output) dari sisi produsen digunakan untuk konsumsi (C) dan sisanya diinvestasikan (I). Income yang diterima digunakan untuk konsumsi dan sisanya ditabung. atau dengan kata lain merupakan pengeluaran yang ditambahkan kepada komponen-komponen barang modal . Tujuan dari pelaksanaan model analisis dengan variabel investasi tabungan ini adalah mencari keuntungan di kemudian hari melalui pengoperasiaan mesin dan pabrik .

3. b) Jumlah permintaan. c) Dampak rupiah operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap ekspansi bersih pada jumlah uang yang beredar. dan sebaliknya. 2 = 8 Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y (∆Y) Ysekarang = 120 + 8 = 128 milyar rupiah 4. karena teknologi yang maju akan mengurangi biaya produksi dan meningkatkan jumlah keuntungan. d) Dampak Valuta Asing operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap aliran devisa masuk bersih. ∆I ∆Y = 4 . keinginan untuk melakukan investasi juga semakin besar. dan sebaliknya. Perubahan pendapatan anasional itu ditunjukan oleh suatu anagka pelipat yang disebut dengan koefisien multiplier. maka dengan perubahanyang terjadi pada variabel tersebut akan memengaruhi angka terhadap tingkat pendapatan nasional yang besar juga. dengan jumlah orang dalam angkatan kerja. Hubungan Antara Pertumbuhan Ekonomi Inflasi dan Pengangguran Jumlah orang yang menganggur adalah jumlah orang di negara yang tidak memiliki pekerjaan dan yang tersedia untuk bekerja pada tingkat upah pasar saat ini. c) Perkembangan teknologi. Kenaikan tingkat bunga akan mempengaruhi keinginan untuk berinvestasi. Semakin besar jumlah permintaan konsumen terhadap barang dan jasa. Apabila terdapat tambahan investasi sebesar 2. . Proses multiplier Adalah adanya perubahan pada variabel investasi menyababkan pengeluaran agregat menjadi berubah. Faktor – faktor yang mempengaruhi besar investasi anatara lain: a) Tingkat bunga. Jika angka pengganda tersebut memepunyai angka yang tinggi. Kemajuan teknologi juga akan meningkatkan keinginan untuk berinvestasi. Namun dari keseombangan pendapatan nasional tidak sebesar pertambahan investasi tersebut. maka pendapatan keseimbangan sebesar 120. Rumus : Contoh: Dimisalkan (dalam milyar rupiah) fungsi konsumsi (C) = 20 + 0. maka pendapatan sekarang adalah sebagai berikut: Jawab: ∆Y = K .b) Dampak operasi keuangan pemerintah terhadap kegiatan sektor riil melalui pengaruhnya terhadap Pengeluaran Konsumsi dan Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) pemerintah. Angka Pengganda Angka pengganda atau multiplier adalah hubungan kausal antara variabel tertentu dengan variabel pendapatan nasional. Ini dengan mudah dapat diubah menjadi persentase dengan mengaitkan jumlah pengangguran.75Y dan besarnya investasi (I) = 10.

dari target awal APBN 2012 sebesar 6. Hal ini menunjukkan berapa banyak. mereka sudah terganggu daya belinya. butuh mekanisme fiskal untuk mempertahankan daya beli masyarakat. Kenaikan harga BBM akan membuat pertumbuhan ekonomi negatif karena target tahun 2012 mencapai sekitar 6. daya beli masyarakat menurun. Produk domestik bruto (PDB) lebih dari 50 persen disumbang oleh konsumsi domestik. di Jakarta. Hal ini sering disebut Indeks Harga Konsumen (CPI) atau Harmonised Indeks Harga Konsumen (HICP).Inflasi adalah kenaikan harga secara umum selama 12 bulan. BBM naik atau tidak. Pengamat ekonomi. Itu artinya. terutama masyarakat kelas menengah ke bawah. melainkan dari sektor keuangan. memperkirakan jika pemerintah jadi menaikkan harga BBM jenis premium dan solar hingga 1. Pengamat ekonomi dari Universitas Atmajaya.500 rupiah. Padahal. tetapi juga kelompok menengah tengah.5 persen.5 persen sehingga inflasi menjadi 9. Skenario lain menyebutkan tambahan inflasi yang dipicu kenaikan BBM bisa mencapai 3.” ujar dia. Bahkan. Yanuar mengakui pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini cukup tinggi.500 rupiah menjadi 6. Jakarta. Agustinus Prasetyantoko. “Kalau kelompok masyarakat bawah yang masuk skema BLT (Bantuan Langsung Tunai).Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium sebesar 1. Ini diukur dengan mengambil ratarata tertimbang semua produk konsumen (tertimbang pada frquency pembelian) dan menganalisis tren harga keseluruhan.7 persen sebelum diturunkan menjadi 6.1 persen.1 persen. inflasi lebih besar dari pertumbuhan ekonomi tahun ini yang ditargetkan 6. Jumat (9/3). kontribusi pertumbuhan bukan dari kegiatan ekonomi rakyat. tingkat harga umum dari semua barang-barang konsumsi telah berubah sepanjang tahun. sebagai persentase.5 persen dari target inflasi 2012 sebesar 5.5 persen. dan itu tentunya berimbas pada menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari inflasi akan menurunkan kesejahteraan 80-90 persen rakyat yang daya belinya sangat rentan dengan kenaikan harga barang dan jasa. Hal itu membuat potensi laju kenaikan harga barang dan jasa tahun ini mencapai 9. infl asi akan menyentuh angka 7-8 persen. “Untuk itu. “Dalam kondisi nega tive growth. daya beli masyarakat selama ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi.5 persen. Yanuar Rizky. CONTOH KASUS YANG SEDANG TERJADI Inflasi dari BBM Turunkan Kesejahteraan 80% Rakyat JAKARTA . sekitar 6.” ujar dia. Akan tetapi. sekitar 90 persen masyarakat Indonesia akan menurun daya belinya. menambahkan kenaikan harga BBM tidak hanya memukul kelompok masyarakat bawah. lanjut Prasetyantoko. .5 persen.” jelas dia.6 persen.000 rupiah per liter bisa menyulut tambahan inflasi 3.

Tidak ada satuan alat ukur yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah produk yang dihasilkan. dampak dari kenaikan harga BBM ini bakal menyebar ke mana-mana. sangat tidak adil kalau kesalahan pemerintah ini dibebankan pada rakyat. mereka bisa hidup dari transaksi keuangan.” jelas Yanuar. biaya produksi BBM di Indonesia lebih rendah dari harga jual sehingga tidak ada unsur subsidinya. Jadi sebetulnya 90 persen masyarakat rentan terkena dampak kenaikan BBM ini. Faktanya. Produk nasional terdiri atas bermacam-macam produk yang jenisnya berbeda-beda.000 per liter sejatinya setara dengan harga minyak 104 dollar AS per barel. Ia mengingatkan pemerintah semestinya mencermati fakta bahwa kelompok masyarakat mampu yang lebih tahan dengan dampak inflasi dari kenaikan harga BBM sebenarnya sangat sedikit dibandingkan total penduduk 240 juta jiwa. efisiensi belanja pemerintah. Dengan menilai setiap produk dengan harga. Pertama. pemerintah harus mampu meningkatkan produksi minyak dan gas dan tengah terus meningkatnya kebutuhan BBM. Pemerintah tidak memiliki manajemen risiko untuk mengatasi gejolak harga minyak dunia. KESIMPULAN Pertumbuhan ekonomi diperoleh dari hasil pendapatan nasional.“Taruhlah kombinasi pelaku pasar modal dan perbankan 10 persen. namun memosisikan diri tidak berdaya untuk menekan penambahan utang. . Kedua. Aris mengingatkan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM merupakan pelajaran bagi pengelolaan anggaran. pembayaran utang pokok dan bunga utang mencapai total 170 triliun rupiah.” tegas dia. menilai pola yang terjadi di Indonesia selama ini adalah laju inflasi terdorong oleh pertumbuhan ekonomi. Aris Yunanto. Dalam APBN-P 2012. tidak ada lagi subsidi negara. Bahkan. dalam perencanaan anggaran. Dengan demikian. terjadi akibat desain kebijakan anggaran salah sejak awal. harga premium 6. Karena itu. Bahkan. Barang dan jasa yang dihasilkan oleh setiap golongan masyarakat dalam suatu negara yang dijual kepada orang lain disebut produk nasional. Apabila produk nasional dinilai dengan uang disebut pendapatan nasional. Menurut Yanuar. Kalau 10 persen sisanya. alat ukur yang paling mudah adalah harga. Aris juga menilai pemerintah tidak berkutik sehingga mengurangi hak rakyat mendapatkan fasilitas negara. maka kita dapat mengetahui besarnya pendapatan nasional dalam suatu negara. ancaman APBN yang kolaps jika tanpa menaikkan harga BBM. pemerintah kerap memberikan terminologi yang salah soal subsidi BBM. Ketiga. Produk nasional maupun pendapatan nasional perlu dihitung untuk mengetahui kemajuan ekonomi dalam suatu negara. Oleh sebab itu. Efisiensi Anggaran Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia. “Yang jelas. Namun. yang terjadi sekarang adalah inflasi terjadi lebih dahulu dibanding pertumbuhan.

. pengangguran dan neraca pembayaran.Salah satu masalah jangka pendek dalam ekonomi yaitu inflasi. Akibat dari peningkatan permintaan tenaga kerja maka dengan naiknya harga-harga (inflasi) maka tingkat pengangguran akan berkurang. Hubungan antara inflasi dengan tingkat pengangguran didasarkan pada asumsi bahwa inflasi merupakan cerminan dari adanya kenaikan permintaan agregat. maka sesuai dengan teori permintaan. Dengan tingginya harga (inflasi) maka untuk memenuhi permintaan tersebut produsen meningkatkan kapasitas produksinya dengan menambah tenaga kerja (tenaga kerja merupakan satu-satunya input yang dapat meningkatkan output). Dengan naiknya permintaan agregat. jika permintaan naik maka harga akan naik.