P. 1
Perekonomian tertutup sederhana

Perekonomian tertutup sederhana

|Views: 737|Likes:

More info:

Published by: Yanuar Reahmat Ikhsan on Apr 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/21/2015

pdf

text

original

Analisis Pendapatan Nasional untuk Perekonomian tertutup Sederhana dan pertumbuhan Ekonomi

Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor adalah Produk Nasional Neto dikurangi pajak tak langsung ditambah subsidi . Jumlah inilah yang diterima faktor produksi yang dimiliki penduduk suatu negara . Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor merupakan penjumlahan dari lima hal , yaitu: a. Upah atau gaji yang diterima buruh atau karyawan b. Pendapatan dari seseorang yang melakukan bisnis individu (bukan perusahaan) c. Keuntungan perusahaan d. Pendapatan bunga selisih dari perusahaan e. Pendapatan sewa Model analisis dengan variabel investasi dan tabungan Model Analisis dengan variabel investasi tabungan adalah pengeluaran yang akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang lebih banyak lagi , atau dengan kata lain merupakan pengeluaran yang ditambahkan kepada komponen-komponen barang modal . Tujuan dari pelaksanaan model analisis dengan variabel investasi tabungan ini adalah mencari keuntungan di kemudian hari melalui pengoperasiaan mesin dan pabrik . Analisis keuangan pemerintah biasanya mencakup 4 aspek sebagai berikut, yaitu : 1. Operasi keuangan pemerintah dalam hubungan dengan defisit / surplus anggaran dan sumber-sumber pembiayaannya; 2. Dampak operasi keuangan pemerintah terhadap kegiatan sektor riil melalui pengaruhnya terhadap Pengeluaran Konsumsi dan Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) pemerintah; 3. Dampak rupiah operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap ekspansi bersih pada jumlah uang yang beredar; 4. Dampak Valuta Asing operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap aliran devisa masuk bersih. Terdapat sumber data untuk memperkirakan Investasi dan Tabungan Nasional, yaitu :  Data Produk Domestik Bruto atas dasar harga berlaku menurut penggunaan  Neraca Arus Dana yang digunakan oleh tim gabungan B.P.S., Bank Indonesia, dan Departemen Keuangan. Dalam menganalisis pertumbuhan Produk Domestik Bruto terlihat adanya kecenderungan untuk lebih menggunakan data Produk Domestik Bruto menurut penggunaan. Kalau kita menganggap bahwa perkiraan Investasi dan Tabungan Nasional Bruto yang dihasilkan oleh Tim

W. Hal tersebut disebabkan karena. Didasarkan pada fakta itulah A. Phillips mengamati hubungan antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran. Dari hasil pengamatannya. pertambahan tenaga kerja baru jauh lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan lapangan kerja yang dapat disediakan setiap tahunnya. setiap perekonomian dan negara pasti menghadapi masalah pengangguran. Tingkat inflasi yang berkisar antara 2 sampai 4 persen dikatakan tingkat inflasi yang rendah. pengangguran dan neraca pembayaran. infalsi dan pengangguran Salah Satu masalah jangka pendek dalam ekonomi yaitu inflasi. Selanjut tingkat inflasi yang berkisar antara 7 sampai 10 persen dikatakan inflasi yang tinggi. maka seyogyanya data statistik Produk Domestik Bruto menurut penggunaan yang dipublikasikan oleh B. dalam arti jika inflasi tinggi. Data digunakan adalah data dari tahun 1980 hingga tahun 2005. Inflasi (inflation) adalah gejala yang menunjukkan kenaikan tingkat harga umum yang berlangsung terus menerus. maka kurva Phillips untuk Indonesia terlihat seperti gambar berikut : . Pengangguran merupakan salah satu masalah utama dalam jangka pendek yang selalu dihadapi setiap negara. Untuk menggambarkan kurva Phillips di Indonesia digunakan data tingkat inflasi tahunan dan tingkat pengangguran yang ada. maka pengangguran akan rendah. dan Departemen Keuangan lebih mendekati kebenaran. Hasil pengamatan Phillips ini dikenal dengan kurva Phillip. Tingkat inflasi yang terjadi dalam suatu negara merupakan salah satu ukuran untuk mengukur baik buruknya masalah ekonomi yang dihadapi suatu negara. Ada tiga jenis inflasi yaitu: 1) inflasi tarikan permintaan (demand-pull inflation) 2) inflasi desakan biaya (cost-push inflation) 3) inflasi karena pengaruh impor (imported inflation). Pertumbuhan tenaga kerja yang lebih besar dibandingkan dengan ketersediaan lapangan kerja menimbulkan pengangguran yang tinggi.P. Karena itu. Bagi negara yang perekonomiannya baik. Kurva Philip Masalah utama dan mendasar dalam ketenagakerjaan di Indonesia adalah masalah upah yang rendah dan tingkat pengangguran yang tinggi. Bank Indonesia.S. yaitu pengangguran alamiah (natural rate of unemployment).Gabungan B. Berdasarkan hasil pengamatan dengan data yang ada.P..S. Hubungan antara pertumbuhan ekonomi. perlu diperbaiki. tingkat inflasi yang terjadi berkisar antara 2 sampai 4 persen per tahun. ternyata ada hubungan yang erat antara inflasi dengan tingkat pengangguran.

W. Dengan tingginya harga (inflasi) maka untuk memenuhi permintaan tersebut produsen meningkatkan kapasitas produksinya dengan menambah tenaga kerja (tenaga kerja merupakan satu-satunya input yang dapat meningkatkan output). Didasarkan pada fakta itulah A. ternyata secara statistik maupun grafis tidak ada pengaruh yang signifikan antara inflasi dengan tingkat pengangguran. Akibat dari peningkatan permintaan tenaga kerja maka dengan naiknya harga-harga (inflasi) maka. Phillips menggambarkan bagaimana sebaran hubungan antara inflasi dengan tingkat pengangguran didasarkan pada asumsi bahwa inflasi merupakan cerminan dari adanya kenaikan permintaan agregat. ternyata ada hubungan yang erat antara inflasi dengan tingkat pengangguran. Menggunakan pendekatan A.Phillips dengan menghubungkan antara pengangguran dengan tingkat inflasi untuk kasus Indonesia kurang tepat.W. maka pengangguran akan rendah.W. pengangguran berkurang. Hal ini didasarkan pada hasil analisis tingkat pengangguran dan inflasi di Indonesia dari tahun 1980 hingga 2005. Dari hasil pengamatannya.Phillips dengan menghubungkan antara pengangguran dengan tingkat inflasi untuk kasus Indonesia kurang tepat. maka sesuai dengan teori permintaan. Hal ini didasarkan pada hasil analisis tingkat pengangguran dan inflasi di Indonesia dari tahun 1980 hingga 2005.W. Dengan naiknya permintaan agre-gat. . Menggunakan pendekatan A. dalam arti jika inflasi tinggi. Phillips mengamati hubungan antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran.Kurva Phillips untuk Indonesia A. jika permintaan naik maka harga akan naik. Hasil pengamatan Phillips ini dikenal dengan kurva Phillip. ternyata secara statistik maupun grafis tidak ada pengaruh yang signifikan antara inflasi dengan tingkat pengangguran.

Aktivitas Ekonomi Agregat adalah kinerja perekonomian secara keseluruhan (perekonomian secara agregat). 3. Kebijakan :  Kebijakan fiscal  Kebijakan moneter Tujuan kebijakan stabilisasi:  Tingkat perumbuhan pendapatan riil yang tinggi dan berkelanjutan  Tingkat pengangguran yang rendah  Memperkecil fluktuasi tingkat pertumbuhan pendapatan riil dan tingkat pengangguran  Tingkat inflasi yang rendah.Perekonomian 2 sektor ( perekonomian tertutup sederhana ) Apa Yang Dimaksud Dengan Ilmu Ekonomi Makro ? Ilmu Ekonomi Makro adalah suatu studi tentang aktivitas ekonomi secara agregat. Ekonomi makro mencoba menjawab tiga pertanyaan utama 1. Apa yang menyebabkan fluktuasi tingkat pertumbuhan ekonomi dan pengangguran. Apa yang menentukan tingkat pertumbuhan PDB riil ? 2. Stabilisasi Perekonomian. . Apa yang menentukan dimana tingkat rata-rata harga dan tingkat dimana harga tersebut meningkat.

 Perkembangan masy begitu cepat sehingga perilaku-perilaku kon-sumsi jg berubah cepat. sdg yg kaya (punya uang banyak) akan menyimpan utk mendpt bunga (jadi akan menunda konsumsi) 4. apalagi th 1996) sdg pengeluaran pemerintah hanya 10 – 20% pengeluaran agregat . 2. Pendapatan RT (Household Income) Makin tinggi pendapatan makin tinggi tkt konsumsi. tidak (bersifat eksogenous). namun yg dibahas dlm teori konsumsi hanyalah pengeluaran RT. Pengeluaran Konsumsi (dlm Teori Konsumsi) sebenarnya terdiri dari konsumsi pemerintah (government consumption) & konsumsi rumah tangga/masy (household/private cumsumption). sdg konsumsi pemerintah.tanah) & finansial (deposito. Kekayaan tsb dpt menambah konsumsi krn Pendapatan Disposabel meningkat.  Konsumsi RT bersifat endogenous yi besarnya konsumsi berkaitan erat dgn faktor-2 lain yg dianggap mempengaruhi. 3. Hal ini membuat studi konsumsi RT tetap relevan bahkan muncul teori-2 konsumsi baru yg memperhitung-kan unsur ketidak pastian (uncertainty). Perkiraan ttg Masa Depan (Household Expectation about the Future) .dll). misnya jg menggunakan fasilitas kredit. karena :  Punya pengaruh besar thdp stabilitas perekonomian. jg pola hidup menjadi konsumtif. Je-nis makanan & sarana hiburan makin meningkat seiring pendapatan yg meningkat. saham. Kekayaan RT (Household Wealth) Kekayaan RT adalah kekayaan riel (misnya rumah. krn porsi yg cu-kup besar dlm total pengeluaran agregat (60 – 70%. Bila tkt bunga tinggi maka opportunity cost dari kegiatan konsumsi semakin mahal. Tingkat Bunga (Interest Rate) Tkt Bunga menentukan tkt konsumsi.Teori Konsumsi Perekonomian dua sektor adalah perekonomian yg terdiri dari sektor Rumah Tangga dan Perusahaan (Produsen). Empat Faktor “Ekonomi” yg Menentukan Tkt Konsumsi 1. Makanya muncul teori & model konsumsi (consumption theories/models) . mobil.

Jika memperkirakan masa depan makin baik. dll) dan faktor eksternal (kondisi perekonomian domestik dan internasional. . maka cenderung akan melakukan konsumsi / pengeluaran RT meningkat. Faktor-2 yg mempengaruhi / prospek masa depan yi faktor internal ( karir yg meningkat.

Pertumbuhan ekonomi di indonesia sekarang ini berbeda saat zaman orde baru. 1. Y=C+I . Tingkat inflasi yang terjadi dalam suatu negara merupakan salah satu ukuran untuk mengukur baik buruknya masalah ekonomi yang dihadapi suatu negara. masalah utama dan mendasar yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu masalah dalam ketenagakerjaan di Indonesia seperti masalah upah yang rendah dan tingkat pengangguran yang tinggi. karena selalu dimintai untuk mendanai konfoi partai tersebut. inflasi dan pengangguran sangat erat hubungannya. pengangguran dan neraca pembayaran. Pertumbuhan tenaga kerja yang lebih besar dibandingkan dengan ketersediaan lapangan kerja menimbulkan pengangguran yang tinggi. Jumlah inilah yang diterima faktor produksi yang dimiliki penduduk suatu negara . Saat Zaman orde baru pertumbuhan ekonomi mungkin lebih baik. Keuntungan perusahaan d. Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor adalah Produk Nasional Neto dikurangi pajak tak langsung ditambah subsidi. Akibat terlalu banyaknya jumlah partai yang ada. Salah Satu masalah jangka pendek dalam ekonomi yaitu inflasi. Rumusan Masalah Selain inflasi. Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor merupakan penjumlahan dari lima hal . sehingga para investor asing tidak lagi menanam sahamnya di Indonesia. Pendapatan sewa Ekonomi Sederhana (Tertutup) Dengan asumsi tidak adanya ekspor dan impor dan tidak ada pemerintah maka komponen permintaan agregat (aggregate demand) atau output sama dengan konsumsi (dengan notasi C) ditambah dengan investasi (dengan notasi I). Pendapatan bunga selisih dari perusahaan e. Inflasi (inflation) adalah gejala yang menunjukkan kenaikan tingkat harga umum yang berlangsung terus menerus. Upah atau gaji yang diterima buruh atau karyawan b.Analisis Pendapatan Nasional untuk Perekonomian Tertutup Sederhana & Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan perekonomian di dalam suatu negara sangat berpengaruh terhadap kehidupan rakyat di negara tersebut. Hubungan antara pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut disebabkan karena. karena pada zaman itu terdapat sedikit partai dibandingkan dengan zaman sekarang yang memiliki banyak partai. Pendapatan dari seseorang yang melakukan bisnis individu (bukan perusahaan) c. yaitu : a. Padahal saham asing sangat membantu pertumbuhan ekonomi negara. pertambahan tenaga kerja baru jauh lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan lapangan kerja yang dapat disediakan setiap tahunnya.

2. Output ini juga sama dengan income yang diterima oleh seorang pelaku ekonomi (misalnya pengusaha) dan digunakan sebagian untuk konsumsi dan sisanya akan digunakan untuk belanja barang modal guna melanjutkan proses produksi berikutnya. yaitu : a) Operasi keuangan pemerintah dalam hubungan dengan defisit / surplus anggaran dan sumber-sumber pembiayaannya. Y sama dengan income. Atau output yang diproduksi sama dengan output yang dijual dan sama dengan income yang diterima. Dari sisi aggregate.Seperti telah disebut diatas output. Analisis keuangan pemerintah biasanya mencakup 4 aspek sebagai berikut. konsumen atau private sektor tidak melakukan investasi sendiri terhadap uangnya yang berlebih tetapi pada umumnya akan menyimpan uangnya di Bank sebagai tabungan (S) dan bank akan menyalurkan dana tersebut kepada orang-orang yang membutuhkan berupa kredit usaha atau investasi (I). artinya sumber dana untuk investasi berasal dari tabungan. . Dengan demikian income (output) dari sisi produsen digunakan untuk konsumsi (C) dan sisanya diinvestasikan (I). Income yang diterima digunakan untuk konsumsi dan sisanya ditabung. Persamaan (1) diatas artinya bahwa output yang diproduksi oleh ekonomi sama dengan aggregate demand dimana aggregate demand ini terdiri dari konsumsi dan investasi. Dari sisi individual saving yang dilakukan oleh konsumen tidak berarti akan langung dialoksikan kepada kegiatan produktif (productive investment). Tujuan dari pelaksanaan model analisis dengan variabel investasi tabungan ini adalah mencari keuntungan di kemudian hari melalui pengoperasiaan mesin dan pabrik . karena keterbatasan yang dimiliki oleh konsumen sehingga mereka memerlukan jasa perbankan untuk melakukan kegiatan tersebut. Model Anlalisis dengan Variabel Investasi dan Tabungan Model Analisis dengan variabel investasi tabungan adalah pengeluaran yang akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang lebih banyak lagi . belanja ini dikategorikan sebagai investasi untuk memproduksi barang dan jasa selanjutnya. Dari sisi alokasi income atau konsumen maka income yang didapat akan digunakan sebagian besar untuk konsumsi dan sisanya akan ditabungkan (S). Persamaan diatas akhirnya menjadi: I=S Saving sama dengan investasi. atau dengan kata lain merupakan pengeluaran yang ditambahkan kepada komponen-komponen barang modal . hal ini karena konsumen tidak mempunyai usaha sendiri seperti halnya dengan produsen sehingga formula (1) diatas dapat ditulis sebagai berikut: Y=C+S Bila kedua persamaan diatas digabung maka didapat C+I=Y=C+S Persamaan sebela kiri adalah komponen aggregate demand atau output dan sebelah kanan adalah aloksi atau penggunaan income.

Semakin besar jumlah permintaan konsumen terhadap barang dan jasa. dan sebaliknya. 2 = 8 Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y (∆Y) Ysekarang = 120 + 8 = 128 milyar rupiah 4. Namun dari keseombangan pendapatan nasional tidak sebesar pertambahan investasi tersebut. 3. Kenaikan tingkat bunga akan mempengaruhi keinginan untuk berinvestasi. c) Dampak rupiah operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap ekspansi bersih pada jumlah uang yang beredar. c) Perkembangan teknologi. Apabila terdapat tambahan investasi sebesar 2. dengan jumlah orang dalam angkatan kerja. b) Jumlah permintaan. . maka dengan perubahanyang terjadi pada variabel tersebut akan memengaruhi angka terhadap tingkat pendapatan nasional yang besar juga. Rumus : Contoh: Dimisalkan (dalam milyar rupiah) fungsi konsumsi (C) = 20 + 0. Jika angka pengganda tersebut memepunyai angka yang tinggi.75Y dan besarnya investasi (I) = 10. maka pendapatan sekarang adalah sebagai berikut: Jawab: ∆Y = K . keinginan untuk melakukan investasi juga semakin besar. d) Dampak Valuta Asing operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap aliran devisa masuk bersih. dan sebaliknya. karena teknologi yang maju akan mengurangi biaya produksi dan meningkatkan jumlah keuntungan. maka pendapatan keseimbangan sebesar 120. Perubahan pendapatan anasional itu ditunjukan oleh suatu anagka pelipat yang disebut dengan koefisien multiplier. Hubungan Antara Pertumbuhan Ekonomi Inflasi dan Pengangguran Jumlah orang yang menganggur adalah jumlah orang di negara yang tidak memiliki pekerjaan dan yang tersedia untuk bekerja pada tingkat upah pasar saat ini.b) Dampak operasi keuangan pemerintah terhadap kegiatan sektor riil melalui pengaruhnya terhadap Pengeluaran Konsumsi dan Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) pemerintah. Angka Pengganda Angka pengganda atau multiplier adalah hubungan kausal antara variabel tertentu dengan variabel pendapatan nasional. Ini dengan mudah dapat diubah menjadi persentase dengan mengaitkan jumlah pengangguran. Proses multiplier Adalah adanya perubahan pada variabel investasi menyababkan pengeluaran agregat menjadi berubah. Kemajuan teknologi juga akan meningkatkan keinginan untuk berinvestasi. ∆I ∆Y = 4 . Faktor – faktor yang mempengaruhi besar investasi anatara lain: a) Tingkat bunga.

sekitar 90 persen masyarakat Indonesia akan menurun daya belinya.5 persen.7 persen sebelum diturunkan menjadi 6. . tingkat harga umum dari semua barang-barang konsumsi telah berubah sepanjang tahun.5 persen. Hal ini sering disebut Indeks Harga Konsumen (CPI) atau Harmonised Indeks Harga Konsumen (HICP).5 persen. memperkirakan jika pemerintah jadi menaikkan harga BBM jenis premium dan solar hingga 1. BBM naik atau tidak. Skenario lain menyebutkan tambahan inflasi yang dipicu kenaikan BBM bisa mencapai 3. kontribusi pertumbuhan bukan dari kegiatan ekonomi rakyat. inflasi lebih besar dari pertumbuhan ekonomi tahun ini yang ditargetkan 6. daya beli masyarakat menurun.6 persen. Ini diukur dengan mengambil ratarata tertimbang semua produk konsumen (tertimbang pada frquency pembelian) dan menganalisis tren harga keseluruhan. Pengamat ekonomi.500 rupiah menjadi 6.1 persen.5 persen. infl asi akan menyentuh angka 7-8 persen.” ujar dia. Bahkan. dari target awal APBN 2012 sebesar 6.1 persen. Yanuar mengakui pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini cukup tinggi. butuh mekanisme fiskal untuk mempertahankan daya beli masyarakat. Hal ini menunjukkan berapa banyak. Agustinus Prasetyantoko. “Dalam kondisi nega tive growth. menambahkan kenaikan harga BBM tidak hanya memukul kelompok masyarakat bawah. dan itu tentunya berimbas pada menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat. Yanuar Rizky. “Untuk itu. Pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari inflasi akan menurunkan kesejahteraan 80-90 persen rakyat yang daya belinya sangat rentan dengan kenaikan harga barang dan jasa. sekitar 6. Jumat (9/3). Akan tetapi.000 rupiah per liter bisa menyulut tambahan inflasi 3. tetapi juga kelompok menengah tengah. terutama masyarakat kelas menengah ke bawah.Inflasi adalah kenaikan harga secara umum selama 12 bulan. melainkan dari sektor keuangan.Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium sebesar 1. Padahal. CONTOH KASUS YANG SEDANG TERJADI Inflasi dari BBM Turunkan Kesejahteraan 80% Rakyat JAKARTA .” jelas dia. daya beli masyarakat selama ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi. sebagai persentase. lanjut Prasetyantoko.500 rupiah. di Jakarta. Kenaikan harga BBM akan membuat pertumbuhan ekonomi negatif karena target tahun 2012 mencapai sekitar 6. Itu artinya. Jakarta. Pengamat ekonomi dari Universitas Atmajaya. “Kalau kelompok masyarakat bawah yang masuk skema BLT (Bantuan Langsung Tunai). Hal itu membuat potensi laju kenaikan harga barang dan jasa tahun ini mencapai 9. mereka sudah terganggu daya belinya.” ujar dia.5 persen sehingga inflasi menjadi 9.5 persen dari target inflasi 2012 sebesar 5. Produk domestik bruto (PDB) lebih dari 50 persen disumbang oleh konsumsi domestik.

Produk nasional terdiri atas bermacam-macam produk yang jenisnya berbeda-beda. Jadi sebetulnya 90 persen masyarakat rentan terkena dampak kenaikan BBM ini. Apabila produk nasional dinilai dengan uang disebut pendapatan nasional. pembayaran utang pokok dan bunga utang mencapai total 170 triliun rupiah. . alat ukur yang paling mudah adalah harga. Efisiensi Anggaran Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia. dalam perencanaan anggaran. Karena itu. dampak dari kenaikan harga BBM ini bakal menyebar ke mana-mana. efisiensi belanja pemerintah. Dengan menilai setiap produk dengan harga. pemerintah kerap memberikan terminologi yang salah soal subsidi BBM.” tegas dia. mereka bisa hidup dari transaksi keuangan. pemerintah harus mampu meningkatkan produksi minyak dan gas dan tengah terus meningkatnya kebutuhan BBM. Kedua. Aris juga menilai pemerintah tidak berkutik sehingga mengurangi hak rakyat mendapatkan fasilitas negara. yang terjadi sekarang adalah inflasi terjadi lebih dahulu dibanding pertumbuhan. Tidak ada satuan alat ukur yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah produk yang dihasilkan. Barang dan jasa yang dihasilkan oleh setiap golongan masyarakat dalam suatu negara yang dijual kepada orang lain disebut produk nasional. Dalam APBN-P 2012. terjadi akibat desain kebijakan anggaran salah sejak awal. biaya produksi BBM di Indonesia lebih rendah dari harga jual sehingga tidak ada unsur subsidinya. Aris mengingatkan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM merupakan pelajaran bagi pengelolaan anggaran. ancaman APBN yang kolaps jika tanpa menaikkan harga BBM. Bahkan. Ketiga. Aris Yunanto. Bahkan.“Taruhlah kombinasi pelaku pasar modal dan perbankan 10 persen. Menurut Yanuar. KESIMPULAN Pertumbuhan ekonomi diperoleh dari hasil pendapatan nasional. Oleh sebab itu. menilai pola yang terjadi di Indonesia selama ini adalah laju inflasi terdorong oleh pertumbuhan ekonomi. Produk nasional maupun pendapatan nasional perlu dihitung untuk mengetahui kemajuan ekonomi dalam suatu negara.000 per liter sejatinya setara dengan harga minyak 104 dollar AS per barel. harga premium 6. tidak ada lagi subsidi negara. sangat tidak adil kalau kesalahan pemerintah ini dibebankan pada rakyat. “Yang jelas. Kalau 10 persen sisanya. Pemerintah tidak memiliki manajemen risiko untuk mengatasi gejolak harga minyak dunia. Faktanya. Pertama. Dengan demikian. Namun. namun memosisikan diri tidak berdaya untuk menekan penambahan utang.” jelas Yanuar. maka kita dapat mengetahui besarnya pendapatan nasional dalam suatu negara. Ia mengingatkan pemerintah semestinya mencermati fakta bahwa kelompok masyarakat mampu yang lebih tahan dengan dampak inflasi dari kenaikan harga BBM sebenarnya sangat sedikit dibandingkan total penduduk 240 juta jiwa.

maka sesuai dengan teori permintaan. Hubungan antara inflasi dengan tingkat pengangguran didasarkan pada asumsi bahwa inflasi merupakan cerminan dari adanya kenaikan permintaan agregat. . jika permintaan naik maka harga akan naik. pengangguran dan neraca pembayaran. Dengan naiknya permintaan agregat.Salah satu masalah jangka pendek dalam ekonomi yaitu inflasi. Dengan tingginya harga (inflasi) maka untuk memenuhi permintaan tersebut produsen meningkatkan kapasitas produksinya dengan menambah tenaga kerja (tenaga kerja merupakan satu-satunya input yang dapat meningkatkan output). Akibat dari peningkatan permintaan tenaga kerja maka dengan naiknya harga-harga (inflasi) maka tingkat pengangguran akan berkurang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->