P. 1
Makalah Ilmu Pendidikan Tentang Belajar Dan Pembelajaran

Makalah Ilmu Pendidikan Tentang Belajar Dan Pembelajaran

|Views: 68|Likes:
Published by Ali Shofwan

More info:

Published by: Ali Shofwan on Apr 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2012

pdf

text

original

MAKALAH ILMU PENDIDIKAN TENTANG BELAJAR DAN PEMBELAJARAN METODE BASED LEARNING

makalah ilmu pendidikan yang berjudul "belajar dan pembelajaran metode based learning" ini dikirim oleh Sukma Windyasari dkk Mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga copyright 2010. untuk mendownload makalah belajar dan pembelajaran metode base learning versi microsoft word lihat link di akhir posting Jika ada kekurangan silahkan tambahkan jika ada kelebihan silahkan kurangi, semoga membantu dan terima kasih buat Windy BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kegiatan pembelajaran di sekolah adalah kegiatan pendidikan pada umumnya, yang menjadikan siswa menuju keadaan yang lebih baik. Pendidikan dalam hal ini sekolah tidak dapat lepas dari peran guru sebagai fasilitator dalam penyampaian materi. Profesionalisme seorang guru sangatlah dibutuhkan guna terciptanya suasana proses belajar mengajar yang efisien dan efektif dalam pengembangan siswa yang memiliki kemampuan beragam. Pembelajaran pada dasarnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilakau kearah yang lebih baik. Pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran yang artinya sebelum siswa belajar harus melalui sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan sehari hari yang masalahnya bersifat tertutup dan terbuka.Oleh karena itu pada proses pembelajaran guru perlu meningkatkan kemampuan menjadi guru professional dan kreatif dalam mengembangkan kemampuan mengajar sehingga siswa dapat maksimal walaupun dalam kenyataannya guru-guru di Indonesia sebagian besar masih mempertahankan metode-metode pembelajaran lama. Kemampuan guru sebagai salah satu usaha meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dimana guru merupakan elemen di sekolah yang secara langsung dan aktif bersinggungan dengan siswa, kemampuan yang dimaksudkan adalah kemampuan mengajar dengan menerapkan model pembelajarn yan tepat, efisien dan efektif. Menurut UNESCO: “learning to know, learning to do, learning to be, and learning to live together “ siswa bukan hanya duduk diam dan mendengarkan. Siswa harus diberdayakan agar siswa mau serta mampu berbuat untuk memperkaya pengelaman belajar (learning to do ). Interaksi siswa dengan lingkungannya menuntut mereka untuk memahami pengetahuan yang berkaitan dengan dunia sekitarnya (learning to know). Interaksi tersebut diharapkan siswa dapat membangun jati diri (learning to be). Kesempatan berinteraksi dengan berbagai individu atau kelompok yang bervariasi akan membentuk kepribadian untuk memahami kebersamaan, bersikap toleransi terhadap teman (learning to live together). Untuk mencapai tujuan yang diatas dibutuhkan metode pengajaran yang sesuai, salah satunya adalah metode pembelajaran Based Learning. Based Learning adalah suatu metode pembelajaran kooperatif berdasarkan pada prinsip penggunaan permasalahan sebagai titik awal untuk penggadaan pengetahuan baru. Pendekatan pemecahan masalah ini menempatkan guru sebagai fasilitator dimana kegiatan belajar mengajar akan dititik beratkan pada keaktifan siswa, kegiatan belajar ini dapat mengasah kemampuan siswa dalam memahami konsep, menggunakan penalaran, memecahkan masalah, mengemukakan gagasan atau ide dan mampu bekerjasama. Proses pembelajaran yang mengikut

diharapkan adanya perubahan dari: 1. pengajaran unit . mari kita diskusikan bersama” atau “ Segala sesuatu akan dapat kita selesaikan dengan baik apabila kita diskusikan permasalahannya”. Dengan pembelajaran dengan metode pembelajaran Based Learning siswa akan lebih kreatif. C. seringkali kita mendengar percakapan seperti: “Kalau ada masalah. Dalam satu kelompok ini. yang ditandai dengan perubahan paradigma pembelajaran. Belajar secara individu ke belajar bersama-sama 4.sertakan siswa secara aktif secara individu maupun kelompok. Terkonstruksinya pengetahuan siswa Karena itulah pendekatan dan strategi pembelajaran yang dapat disarankan adalah suatu pendekatan yang didasarkan pada suatu pendapat bahwa pemahaman suatu konsep atau pengetahuan haruslah dibangun sendiri oleh siswa. B. kemudian diberi masalah dan siswa bersama-sama memecahkan masalah tersebut. Based learning adalah strategi pengajaran di mana satu kelas dibagi beberapa kelompok. Model ceramah ke pendekatan: discovery learning 3. METODE BASED LEARNING Dalam kehidupan sehari-hari. Satu kelas dibagi beberapa kelompok yang mesing-masing kelompok terdiri dari 3-6 orang untuk mendiskusikan suatu topik atau memecahkan suatu masalah. Metode ini dapat didasarkan pada penelitian. bisa dilakukan di dalam kelas atau di luar kelas. akan lebih bermakna karena dalam proses pembelajaran siswa mempunyai lebih banyak pengalaman. Behavioristik ke konstruktivisme. kita mendapat gambaran bahwa diskusi merupakan pembicaraan antara dua orang atau lebih untuk membicarakan suatu masalah dan menyelesaikannya. mereka mempunyai tugas diantaranya: o Membantu memecahkan masalah yang dihadapi o Menampilkan saran-saran untuk mendiskusikan atau memecahkan masalah o Mendengarkan baik-baik dan menghargai sumbangan pikiran anggota-anggota lainnya o Mengembangkan pendapat atas dasar pendapat anggota lainnya Memecahkan masalah merupakan metode belajar yang mengharuskan pelajar untuk menemukan jawabannya. Tujuan Dengan strategi pembelajaran baru ini. Dari percakapan tersebut. Permasalahan Dari metode pembelajaran Based Learning timbulah berbagai permasalahan antara lain adalah: ➔ Apakah metode Based Learning? ➔ Apa sajakah ciri dari Based Learning? ➔ Apa tujuan dari Based Learning? ➔ Apa sajakah kelemahan dan kelebihan dari Based Learning? BAB II PEMBAHASAN A. Mengingat atau menghafal ke arah berpikir dan pemahaman 2. dari paradigma pengetahuan dipindahkan dari otak guru ke otak siswa 5. pengajaran proyek.

Lakukan kegiatan pembelajaran dengan diskusi kelompok yang diselingi dengan permainan-permainan menarik. yang hadir di ruang kelas adalah terjadinya pembelajaran tradisional yang di mana proses pembelajaran yang terjadi bersifat memusatkan pada guru. pendekatan interdisipliner. Siswa akan merasa apa yang mereka kerjakan bukan merupakan apa yang mereka inginkan. Yang penting ialah. misalnya melalui teka-teki. pada umumnya seperti yang dikemukakan oleh John Dewey. di mana kondisi ini akan memunculkan sikap kegagalan dan mempertahankan diri. maka dia akan berusaha untuk berbohong atau menutupi apa yang mereka rasakan dan alami dalam kegiatan pembelajaran. 3. dan kurang mendapatkan penghargaan terhadap hasil kerjanya. mengerjakan tugas dari guru. dan aktivitas produktif anggota badan lainnya. alasan menggunakan metode based learning ialah: o Meningkat pendidikan untuk semua siswa o Mengubah pola mengajar dari memberitahu ke melakukan o Menyediakan kesempatan bagi siswa untuk belajar sesuai dengan minat dan membuat keputusan sendiri o Memberi kesempatan siswa untuk berdiskusi tentang bagaimana mereka akan menemukan . Langkah-langkah yang diikuti dalam pemecahan masalah. Jika terjadi sesuatu di luar keinginan siswa. agar siswa dapat terbiasa untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya dalam konteks pemberdayaan potensi otak siswa. misal mata siswa digunakan untuk membaca dan mengamati. Mengapa menggunakan based learning? Karena Based learning menawarkan sebuah konsep untuk menciptakan pembelajaran dengan berorientasi pada upaya pemberdayaan potensi otak siswa. yaitu: o Pelajar dihadapkan pada masalah o Pelajar merumusakan masalah itu o Pelajar merumuskan hipotesis o Pelajar menguji hipotesis tersebut Pada umumnya. tangan siswa bergerak untuk menulis. sering-seringlah guru memberikan soal-soal materi pelajaran yang memfasilitasi kemampuan berpikir siswa dari mulai tahap pengetahuan sampai tahap evaluasi. kaki siswa bergerak untuk mengikuti permainan dalam pembelajaran. 2. Hindarilah situasi pembelajaran yang membuat siswa merasa tidak nyaman dan tidak senang terlibat di dalamnya. Soal-soal pelajaran dikemas semenarik mungkin. Menciptakan lingkungan belajar yang menantang kemampuan berpikir siswa. seseorang akan belajar dengan segenap kemampuan apabila dia menyukai apa yang dia pelajari dan dia akan merasa senang terlibat di dalamnya. dan upaya-upaya lainnya yang mengeliminasi rasa tidak nyaman pada diri siswa. bahwa setiap metode yang digunakan mempunyai tujuan untuk mendidik anak agar sanggup memecahakn masalah. Siswa sebagai pembelajar dirangsang melalui kegiatan pembelajaran untuk dapat membangun pengetahuan mereka melalui proses belajar aktif yang mereka lakukan sendiri.Dalam setiap kegiatan pembelajaran.yang terintegrasi. menerima hukuman jika melakukan kesalahan. Tiga strategi utama yang dapat dikembangkan dalam based learning adalah: 1. pelajaran individual dan pengajaran yang aktif.dengan menjadikan siswa sebagai objek pembelajaran dengan aktivitas utamanya untuk menghafal materi pelajaran. Selain itu . Situasi pembelajaran seperti ini jika terus dipertahankan akan membawa dampak yang buruk bagi siswa. simulasi games. Menciptakan situasi pembelajaran yang aktif dan bermakna bagi siswa. Bangun situasi pembelajaran yang memungkinkan seluruh anggota badan siswa beraktivitas secara optimal. mulut siswa aktif bertanya dan berdiskusi. Menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan.

C. dan belajar berbagai peran orang dewasa dengan terlibat dalam pengalaman nyata/simulasi o Berfokus pada keterkaitan antar disiplin o Penyelidikan autentik o Menghasilkan produk/karya dan memamerkannya o Menghindari pembelajaran terisolasi dan berpusat pada guru o Menciptakan pembelajaran interdisiplin. serta pertanyaan mempunyai kemungkinan jawaban lebih dari satu. o Masalah diformulasikan untuk memfokuskan dan merangsang pembelajaran o Masalah adalah kenderaan untuk pengembangan keterampilan pemecahan masalah. pertanyaan menarik mionat siswa. o Pembelajaran terjadi pada kelompok kecil. bila melatih siswa menjadi pebelajar yang madiri. Contoh metode based learning: Guru memberikan suatu studi kasus mengenai kondisi suatu daerah tertentu yang kekurangan gizi sehingga menyebabkan rendahnya produksi daerah tersebut. tentang apakah yang dilakukan dan bagaimana melakukan hal tersebut o Mengembangkan sikap. TUJUAN METODE BASED LEARNING o Mengembangkan pengetahuan.CIRI METODE BASED LEARNING o Mengorientasikan siswa kepada masalah autentik o Membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir. tentang keinginan atau kemauan untuk mempraktekkan apa yang telah dipelajari . B. based learning digunakan oleh seorang guru ataupun dosen ketika mengajarkan keterampilan berpikir dan keterampilan memecahkan masalah. o Informasi baru diperoleh lewat belajar mandiri. kelembagaan dan sumber-sumber lainnya yang tersedia bagi pembangunan. berpusat pada siswa dalam jangka waktu lama o Terintegrasi dengan dunia nyata dan pengalaman praktis o Mengajarkan kepada siswa untuk mampu menerapkan apa yang mereka pelajari di sekolah dalam kehidupannya yang panjang o Pembelajaran berpusat pada siswa. o Guru berperan sebagai tutor dan pembimbing. pemecahan masalah.jawaban pertanyaan atau memecahkan masalah o Memungkinkan siswa melek teknologi o Melengkapi siswa dengan keterampilan dan rasa percaya diri untuk sukses pada kompetisi global o Mengajarkan inti kurikulum dengan cara interdisiplin Biasanya. keterampilan intelektual. Maka para siswa diminta untuk menyelesaikan dua masalah yang saling berkaitan itu dengan mempertimbangkan kondisi daerah itu secara keseluruhan termasuk soal keuangan. CIRI.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN METODE BASED LEARNING a. karena bisa saling membantu dalam memecahkan soal Sementara itu. o Melatih siswa menjadi pebelajar yang mandiri (self regulated learning) o Memperluas pandangan o Siswa didorong menggunakan pengetahuan dan pengalamannya untuk memecahkan masalah o Siswa mamapu menyatakan pendapatnya secara lisan.o Mengembangkan keterampilan. Instruksi verbal maksudnya ialah membimbing atau menjuruskan pemikiran pelajar itu ke arah tertentu D. Hal itu melatih kehidupan yang demokratis. o Melatih siswa berpikir tingkat tinggi dan pemecahan masalah. Kelebihan o Metode ini memberikan kesempatan pada siswa untuk mengemukakan pendapat o Menguntungkan para siswa yang lemah dalam pemecahan masalah. Kelemahan o Metode ini tidak menjamin penyelesaian. o Memberi kemungkinan pada siswa untuk belajar berparisipasi dalam pembicaraan untuk memecahkan suatu masalah bersama o Mengembangkan keterampilan bertanya. o Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah dan konsep diri yang lebih positif o Membantu mengembangkan kepemimpinan o Memberi kemungkinan untuk saling mengemukakan pendapat o Mengembangkan rasa sosial. berkomunikasi. terjadi adanya pandangan dari berbagai sudut bagi masalah yang dipecahkan. guru mempunyai peran sebagai berikut: o Mengajukan masalah otentik/mengorientasikan siswa/mahasiswa kepada masalah o Memfasilitasi/membimbing penyelidikan pada saat pengamatan atau eksperimen o Memfasilitasi dialog antara siswa o Mendukung belajar siswa o Memberikan instruksi verbal kepada siswa untuk membantu siswa memecahkan masalah. . dan menyimpulkan pada diri siswa. sekalipun kelompok setuju atau membuat kesepakatan . menafsirkan. Karena pemecahan masalah dilakukan oleh kelompok biasanya lebih tepat daripada memecahkan masalah secara perseorangan o Meningkatkan kemungkinan siswa berpikir kritis o Dapat mengembangkan rasa kepemimpinan o Siswa dapat belajar memehami siswa lain karena pendapat setiap siswa selalu berbeda o Dapat saling membantu dalam memecahkan masalah o Meningkatkan keakraban antar siswa o Membuat siswa lebih aktif o Dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari o Menimbulkan ide-ide baru b. Sebab keputusan yang dicapai belum tentu dilaksanakan o Seringkali didominasi oleh seorang atau beberapa orang anggota diskusi dan menyebabkan orang yang tidak berminat hanya sebagai penonton o Kadangkala. tentang abilitas untuk menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh melalui proses latihan pada pekerjaan tertentu.

Winarno.1980. Simandjutak.namun dalam pembelajaran ini siswa dituntut untuk aktif. Proses Belajar-Mengajar. 2002. Cara Mengajar dengan Hasil yang Baik: Metode-metode Mengajar Modern dalam Pendidikan Orang Dewasa.bahkan mungkin pembicaraan menjadi menyimpang. SARAN Dari pembelajaran Based learning dapat disarankan bahwa dari kelemahan dan kelebihanya siswa diharapkan mampu untuk : ➢ Belajar mengemukakan pendapat atau berbicara ➢ Mengasah siswa untuk mencari ide ide ➢ Belajar untuk memahami pendapat dan diharapkan lebih mengerti dengan penjelasan teman atau kelompok.Belajar: Dasar dan Teknik Metodologi Pengajaran. Jakarta: Bina Aksara N. Syaiful Bahri. o Model pembelajaran Based Learning biasa dilakukan secara berkelompok membuat siswa yang malas semakin malas o Siswa merasa guru tidak pernah menjelaskan karena model pembelajaran ini menuntut siswa yang lebih aktif BAB III PENUTUP A.L dan B.K. Membuat Siswa Aktif Belajar: 65 Cara Belajar Mengajar dalam Kelompok. 1982. sedangkan anggota lainnya mungkin segan untuk ikut berpartisipasi. DAFTAR PUSTAKA Djamarah. 1978. Strategi Belajar Mengajar. KESIMPULAN Dari pembahasan di atas bahwa pembelajaran Based learning adalah strategi pengajaran di mana satu kelas dibagi beberapa kelompok. 1982. Diponegoro Surakhmad. S. B. kemudian diberi masalah dan siswa bersama-sama memecahkan masalah tersebut. sehingga memerlukan waktu yang panjang.anakciremai. Jakarta: Bina Aksara Pasaribu I.namun dalam setiap pembelajaran memiliki kelemahan dan kekurangan. o Seingkali anggota kelompok mencoba mendominasi pembicaraan.com . Pengantar Interaksi Mengajar. Thomas F.Selain itu Based Learning adalah suatu metode pembelajaran kooperatif berdasarkan pada prinsip penggunaan permasalahan sebagai titik awal untuk penggadaan pengetahuan baru. A. Bandung: Penerbit cv. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Bandung: Penerbit Tarsito Staton. Bandung: Mandar Maju http://www. Jakarta: Rinneka Cipta Internet Nasution. 1985.Strategi Belajar Mengajar. Roestiyah dan Yumiati Suharto. Bandung: Penerbit Tarsito Surjadi. 1989.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->